Karakteristik an Kognitif Scribd

Karakteristik Perkembangan Kognitif, Afektif dan Psikomotor

http://marthachristianti.wordpress.com/2008/07/18/ Karakteristik Perkembangan Kognitif, Afektif dan Psikomotor / May 10, 2009/ april 2010 Karakteristik Perkembangan Kognitif, Afektif dan Psikomotor Oleh. Bayu Nugraha, S. Pd (Mahasiswa Pascasarjana UNJ Pendidikan Olahraga) Kognitif Kognitif adalah proses yang terjadi secara internal di dalam pusat susunan saraf pada waktu manusia sedang berpikir (Gagne dalam Jamaris, 2006). Piaget membagi tahapan perkembangan kognitif ke dalam empat periode, yaitu: 1. 0-2 tahun disebut sebagai periode kepandaian sensori-motorik (sesorimotorik) Periode ini terbagi atas 6 tahapan, antara lain: Tahap 1. (lahir-1 bulan) penggunaan refleks-refleks Anak membangun (mengkonstruk) skema-skema (skema adalah struktur tindakan bayi) lewat aktivitas anak sendiri. Skema pertama dipengaruhi oleh refleks bawaan. Adapun contoh refleks bawaan yang sangat jelas pada bayi yaitu refleks untuk menghisap, bayi otomatis akan menghisap kapan pun bibir mereka disentuh. Anisiasi, bayi mencari puting susu ibu sendiri ketika baru lahir. Meskipun demikian gerak refleks tersebut memiliki kepasifan tertentu sehingga perlu distimulasi. Namun sekali skema terbentuk maka kita juga memiliki kebutuhan untuk membuatnya aktif. Contoh bayi akan terus menerus melakukan gerakan refleks menghisap walaupun tidak ada yang memicu gerak refleks tersebut. Tidak hanya gerak refleks menghisap putting susu, tetapi juga menghisap bantal, pakaian, selimut, jari tangan, dsb. Bayi mengasimilasi (memasukkan sesuatu) semua jenis objek menjadi skema menghisap. Bayi belajar untuk mengorganisasikan gerakan-gerakan tubuh agar proses perawatan menjadi lebih lembut, cepat, dan efisien. Contohnya, bayi belajar menyesuaikan gerakan kepala dan bibir untuk menemukan putting susu. Ciri ini disebut dengan permulaan akomodasi (membuat perubahan dalam struktur kita). Ciri lain adalah bayi tidak memiliki konsepsi objek apapun di luar dirinya. Misalnya, jika seseorang/objek meninggalkan wilayah pandangnya, maka bayi tidak berusaha mencari, bayi akan mengamati yang lain yang ada dalam wilayah pandangnya. Bagi bayi, yang diluar pandangnya berarti di luar pikirannya. Tahap 2. (1-4 bulan) reaksi-reaksi sirkuler primer

Ciri tahap ini sama dengan tahap pertama yaitu bayi tidak memiliki konsepsi objek apapun diluar dirinya. Namun pada tahap ini pula bayi menghadapi suatu pengalaman baru dan berusaha untuk mengulanginya. Misalnya, tangan bayi yang secara tidak sengaja menyentuh mulutnya, ketika tangan itu jatuh, bayi berusaha untuk menangkap tangannya agar dapat melakukan kegiatan yang sama sebelumnya. Walaupun kadang anak merasa kesulitan, tangan memukul wajah, tangan berputar agar menyentuh mulut, bayi mengejar tangannya namun tidak dapat karena seluruh tubuhnya bergerak termasuk kaki dan tangan kearah yang sama. Bayi pada tahap ini belajar untuk mengorganisasikan dua gerakan tubuh yang sebelumnya terpisah. Misalnya bayi mengkoordinasikan pengamatan dan gerakan tangan, anak perempuan yang berulang-ulang meletakkan tangan pada wajah dan menatapnya. Bayi berusaha mengkoordinasikan gerakan-gerakan yang terpisah hanya setelah mengalami banyak kegagalan. Tahapan ini melibatkan koordinasi bagian-bagian tubuh bayi sendiri. Tahap 3. (4-10 bulan) reaksi-reaksi sirkuler sekunder Tahap ini terjadi ketika bayi menemukan dan menghasilkan kembali peristiwa menarik di luar dirinya. Contoh, bayi yang berusaha untuk menggapai mainan gantung yang ada diatasnya. Bayi akan berusaha untuk menggerakkan mainan tersebut sampai bergoyang secara berulang-ulang. Jika telah berhasil maka bayi akan terus mengulanginya kegiatan tersebut dan sering tertawa kecil jika mainan tersebut bergoyang. Pada masa ini bayi tengah menikmati kekuatannya sendiri yaitu kemampuan untuk membuat suatu peristiwa terjadi berulang-ulang, membuat pemandangan yang menarik bertahan selamanya. Anak menunjukkan satu tindakan tunggal untuk mencapai sebuah hasil. Tahapan ini ditandai dengan ketertarikan anak akan dunia eksternal. Bayi mencapai pengertian yang lebih baik tentang permanensi hal-hal eksternal. Misalnya, jika benda dijatuhkan kebawah, bayi berusaha untuk melihat ketempat dimana benda tersebut jatuh. Walaupun bayi pada tahap ini dapat menemukan objek-objek yang tersembunyi sebagian namun ia tidak bisa menemukan objek yang disembunyikan seluruhnya oleh orang lain. Tahap 4. (10-12 bulan) koordinasi skema-skema sekunder Pada tahap ini anak belajar untuk mengkordinasikan dua skema terpisah demi mendapatkan hasil. Pencapaian baru ini terlihat ketika bayi berhadapan dengan rintanganrintangan. Misalnya, bayi yang ingin memeluk mainan, namun ada penghalang diantara mainan tersebut sehingga tidak dapat dipeluk. Bayi akan berusaha untuk mendapatkan mainan dengan berbagai cara. Pada akhirnya bayi dapat memeluk mainan ketika bayi mengibaskan rintangan tersebut. mengibaskan rintangan adalah satu skema, memeluk mainan adalah bentuk skema kedua. Tahapan ini juga ditandai dengan pengertian sejati permanensi objek. Pada tahapan ini bayi dapat menemukan objek-objek yang tersembunyi seluruhnya, namun belum bisa mengikuti pengacakan (pergerakan dari satu tempat persembunyian ke tempat persembunyian lain). Misalnya, ketika objek disembunyikan di tempat A, anak dapat menemukan objek tersebut, namun jika objek tersebut disembunyikan di tempat B, anak tetap mencarinya di tempat A. Tahap 5. (12-18 bulan) reaksi-reaksi sirkuler tersier

Pada tahap ini anak bereksperimen dengan tindakan-tindakan yang berbeda-beda untuk mengamati hasil yang berbeda-beda. Contohnya, seorang anak tertarik dengan meja baru yang dibeli ayahnya. Anak tersebut memukul meja dengan telapak tangannya beberapa kali, kadang keras, kadang lembut. Ini terus dilakukan karena anak mendengarkan perbedaan bunyi yang dihasilkan oleh tindakannya itu. Anak-anak sesungguhnya belajar dari diri mereka sendiri, tanpa perlu diajari orang dewasa. Anak mengembangkan skema semata-mata karena keingintahuan instrinsik tentang dunia. Anak menjadi ilmuwan kecil, membuat variasi tindakan dan mengamati hasil-hasilnya. Semua penemuan itu terjadi lewat tindakan-tindakan fisik. Tahap ini pula menunjukkan anak bisa mengikuti serangkaian pemindahan, namun selama mereka melihat kita melakukannya. Misalnya, anak dapat menemukan bola yang disembunyikan di tempat A dan B selama anak melihat proses pemindahan tersebut. Tahap 6. (18 bulan-2 tahun) permulaan berpikir Pada tahap ini anak mulai memikirkan situasi secara lebih internal, sebelum bertindak.Jika pada tahap 5 anak mencoba memecahkan masalah dengan coba-coba (trial and error) maka pada tahap ini anak dapat memikirkan sejenak cara untuk menyelesaikan masalah. Contoh, anak yang ingin mengeluarkan bola pada kotak mainan. Pada awalnya anak mencoba untuk membuka dengan berbagai cara, karena tidak berhasil, maka anak diam sejenak untuk mengamati kotak tersebut. Anak melihat ada sedikit celah pada kotak, kemudian tangannya masuk melalui celah tersebut dan ia memperoleh bola yang diinginkan. Kemajuan pada tahap ini dilihat juga sebagai upaya untuk berimitasi terhadap model-model yang sudah ada dan imitasi yang tertunda yaitu model yang tidak hadir lagi. Misalnya, ketika ani melihat seorang anak laki-laki yang berteriak dengan keras sambil membuang kotak mainannya, kemudian mendorong kotak tersebut dan menendangkan kaki ketanah, tingkah laku ini sangat mengagetkan ani, karena belum pernah dilihat sebelumnya. Keesokan harinya ani juga melakukan hal yang sama terhadap kotak mainannya dengan keterbatasan kosa kata untuk merepresentasikan tindakan anak tersebut. Kemudian ani menggunakan beberapa bentuk representasi motorik dengan gerakan-gerakan otot ringkas seperti apa yang dilihatnya. Tahapan ini ditunjukkan pula pada kemampuan anak dapat mengikuti serangkaian pemindahan yang tidak tampak. Misalnya, seorang anak dapat menemukan bola yang menggelinding dibawah kursi dengan cara memutari kursi tersebut, dan mengambilnya. Secara keseluruhan awal periode ini, anak tidak memiliki pengertian tentang objek-objek yang independen dari pandangannya maka pada akhir periode ini anak sudah mampu memandang objek terpisah-pisah dan permanen. Anak sudah mampu mengembangkan pengertian yang jelas tentang dirinya sebagai makluk yang independen. Anak telah mengembangkan tindakan-tindakan yang efisien dan terorganisasikan dengan baik untuk menghadapi lingkungannya. 2. 2-7 tahun disebut sebagai periode pikiran operasional (praoperasional konkret) Ciri periode ini yaitu:

• • •

• •

Pikiran anak berkembang cepat ke sebuah tatanan baru, yaitu simbol-simbol. Pikiran anak pada dasarnya tidak sistematis dan tidak logis. Anak-anak mulai menggunakan simbol-simbol ketika menggunakan sebuah objek atau tindakan untuk merepresentasikan sesuatu yang tidak hadir. Simbol-simbol pertama bersifat motorik, bukan linguistik. Misalnya, ketika anak berusaha membuka kotak mainan, anak menggerak-gerakkan otot mulutnya untuk merepresentasikan sebuah tindakan yang belum dapat dilakukan. Bahasa mulai berkembang pada tahapan ini. Anak menggunakan kata-kata untuk merekonstruksi peristiwa yang tidak hadir lagi, sesuatu yang dari masa lalunya. Kata-kata tidak digunakan untuk sebagai objek yang benar, melainkan sebagai pra-konsepsi. Misalnya, seorang anak menceritakan kepada ayahnya, “mama pergi, burung terbang, ade pergi”. Penalaran anak transduktif (berpindah dari hal-hal khusus ke hal khusus lainnya) terlihat dari ketidakmampuan anak untuk mengkategorikan secara umum. Misalnya, aku belum minum susu, berarti ini belum siang, dan belum waktunya untuk tidur siang. Padahal siang hari tidak hanya ditandai dengan minum susu, namun banyak peristiwa lain. Anak-anak gagal untuk mengkonversi. anak hanya memusatkan pada satu dimensi. Misalnya, anak diminta untuk memilih gelas yang paling banyak berisi air pada dua tabung yang berbeda namun memiliki jumlah volume yang sama. Anak cenderung untuk memilih gelas yang lebih tinggi atau yang lebih lebar. Pada dasarnya anak sanggup mengambil satu langkah maju menuju pengkonversian namun tidak bisa mencapainya. Anak sebenarnya telah memahami adanya dua dimensi perceptual (regulasi intuitif), namun belum bisa memikirkan keberadaan keduanya secara serempak sehingga baginya perubahan pada satu dimensi membatalkan perubahan pada dimensi lainnya. Misalnya, ketika anak ditanya volume yang lebih banyak dari dua gelas yang berbeda namun berisi sama. Pada awalnya anak menjawab gelas yang tinggi kemudian ia mengganti jawabannya dengan gelas yang lebih rendah, dan kemudian anak bingung sendiri untuk menentukan mana yang lebih banyak. Anak belum mampu mengklasifikasi. Misalnya ada 10 kancing dari kayu. 8 kancing berwarna coklat dan 2 kancing berwarna putih. Ketika anak ditanya “lebih banyak mana, kancing berwarna coklat atau seluruh kancing kayu yang ada?” Anak menjawab kancing coklat, tanpa menyadari bahwa kancing coklat dan kancing putih adalah bagian dalam kancing kayu. Anak berpikir egosentrisme, menganggap segala sesuatu berasal dari satu titik pandang saja. Anak tidak mampu membedakan perspektifnya sendiri dari perspektif orang lain. Anak belum memahami arti kemenangan. Anak menganggap kalau aku menang, kamu menang juga. Anak beranggapan bahwa benda tidak hidup, adalah benda hidup juga (keberjiwaan dunia = world animistic). Misalnya, ketika anak ditanya “apakah matahari hidup?” anak akan menjawab ya karena ia memberikan cahaya. Dia hidup karena memberikan cahaya, dan tidak hidup ketika tidak mampu memberikan cahaya”.

Anak menjawab “kita tidak menambahkan atau mengurangi apapun. Bekerja dengan sistematis untuk mencoba semua kemungkinan. Jika jawaban anak “gelas ini memang lebih tinggi dan yang lain lebih lebar. meskipun begitu jumlah cairannya tetap sama” ini disebut sebagai argument kompensatif. kompensatif. Beberapa orang ada yang mencoba beragam kombinasi/percobaan namun kemudian mencoba untuk menulis dahulu kemungkinan-kemunginan yang ada sebelum bertindak lebih jauh. Anak mampu memahami dua aspek suatu persoalan secara serempak membentuk landasan bagi pemikiran sosial sekaligus pemikiran ilmiah. Misalnya. Anak memiliki kepatuhan yang membuta pada aturan-aturan yang dipaksakan orang dewasa (heteronomy moral). Anak menyadari perbedaan perspektif masing-masing orang. Anak berusaha mengikuti peraturanperaturan permainan dan berusaha menang mengikuti peraturan tersebut. namun juga perubahan kompensatoris. Pikiran mencapai derajat kesetimbangan tertinggi. 4. ketika anak mampu menjawab dengan benar cairan yang lebih banyak. 3. jadi mestinya jumlah cairan ini tetap sama” ini disebut sebagai argument identitas. Anak sudah mampu bekerja sama. Anak mampu berpikir sistematis berdasarkan tindakan mentalnya (mengacu pada objek-objek yang bisa diindera dan aktivitas riil). 11 tahun sampai dewasa disebut sebagai periode operasi berpikir formal (operasional formal) Pada tahapan ini remaja mulai menata pikiran hanya di dalam pikiran mereka sendiri. yaitu: • • • • • Anak sudah memahami pengkonversian zat cair. lewat jendela dari cahaya-cahaya di luar). berasal dari dalam. Anak mengkonversi menggunakan tiga argument yaitu argument identitas. Jika jawaban anak “isinya masih sama karena kita bisa menuang kembali cairan itu ke tempat yang semula” ini disebut dengan argument inversi. 7-11 tahun disebut sebagai periode operasi-operasi berpikir konkret (operasional konkret) Ciri periode ini. Berangsur-angsur anak meninggalkan label hidup pada objek-objek yang bergerak. dan melabelkannya pada tumbuhan dan hewan. Kemampuan untuk menalar terkait dengan kemungkinan-kemungkinan hipotesis. dan inversi. Anak memahami bukan hanya perubahan yang terlihat oleh mata. namun juga tidak terlihat dari luar. Esensi dari penalaran ini adalah pemikiran sistematis tentang hipotesis-hipotesis. Rangkaian argument ini merupakan rangkaian tindakan mental yang dapat dibalikkan. Mulai memikirkan masalah-masalah yang lebih jauh . Dalam interaksi sosial anak memahami bukan hanya apa yang mereka katakana tetapi juga kebutuhan pendengarnya. Mimpi itu dianggap sebagai sesuatu yang berasal dari luar (dari malam atau langit.• • Anak beranggapan bahwa mimpi itu nyata dan dapat dilihat oleh orang lain. Anak menyadari kalau mimpi bukan hanya tidak nyata.

anak menolak semua kontrol eksternal atas dirinya. menyambut tantangan baru. Sebaliknya. Bentuk dasar tahapan ini adalah menahan atau melepaskan. jika orang tua tidak bisa diprediksi dan tidak bisa dipercaya sehingga tidak akan pernah hadir jika dibutuhkan maka yang berkembang adalah rasa tidak percaya. mempengaruhi keadaan perasaan dan emosi. Jika orang tua cukup konsisten dan dapat diandalkan maka bayi mulai mengembangkan kepercayaan mendasar kepada orang tua. karena mereka hidup dalam masyarakat dan harus menghargai keinginan orang lain. Tahapan umum pada tahapan ini adalah otonomu versus rasa malu dan ragu-ragu. Bagi orang tua anak tidak boleh mengatakan tidak. Mimpi tentang masa depan tanpa mengetesnya pada pikiran yang realistis. marah atau kecewa. 1. Namun kemudian belajar batasanbatasan dan resistensi bagi pikiran-pikiran mereka sendiri. Bayi berusaha untuk menemukan sejumlah konsistensi. Sedangkan rasa malu dan ragu-ragu muncul dari kesadaran akan ekspektasi dan tekanan sosial. hal-hal yang baik tetap akan terjadi dimasa depan. 2. memegang prinsipprinsip dan ideal-ideal yang abstrak. Tahap anal (1-3 tahun) Pada tahap ini anak memperoleh kontrol atas otot-otot perutnya sehingga dapat menahan atau menghilangkan dorongan untuk buang hajat sesuai kehendak mereka. Harapan sebagai sebuah ekspektasi yang sekalipun terdapat rasa frustasi. Tahapan ini secara umum disebut sebagai tahap kepercayaan versus ketidakpercayaan mendasar. Bagi anak yang mampu menyeimbangkan rasio otonomi dan rasa malu dan ragu-ragu maka akan muncul kehendak yang kokoh. Anak berusaha melatih kemampuan memilih. Pentahapan psikososial manusia menurut Erikson. mempunyai gaya atau makna yang menunjukkan perasaan (tentang tata bahasa atau makna). Afektif Afektif menurut kamus besar bahasa indoensia adalah berkenaan dengan rasa takut atau cinta. Kekuatan baru kognitif bisa mengarah pada idealisme. Bayi yang bisa menyeimbangkan rasa percaya dan tidak percaya ini dengan berhasil maka akan muncul harapan. Egosentrisme pada tahap ini muncul kembali ketika melekatkan kekuatan tak terbatas pada pikiran mereka sendiri.jangkauannya. Mereka belajar bahwa konstruksi teoritis dan mimpi (visi utopian = tujuan tertentu yang sulit untuk diwujudkan) akan bernilai jika terkait dengan bagaimana keduanya beroperasi dalam realitas. kesadaran bahwa dirinya tidak begitu berkuasa sehingga orang tua dapat mengontrol dan bertindak lebih baik dari dia. melatih kehendak mereka (otonomi). Kehendak sebagai kebulatan tekad yang tidak bisa dipatahkan untuk melatih pilihan . prediksi dan realibilitas dalam tindakan pengasuhan. Harapan akan memampukan anak bergerak maju ke dunia luar. Penekanan yang kuat terhadap kata “tidak”. Otonomi muncul dari dalam sebagai sebuah pendewasaan biologis yang mengembangkan kemampuan anak untuk melakukan segala hal dengan caranya sendiri. Tahap oral (0-1 tahun) Pada tahap ini zona utamanya adalah mulut dan aktivitas inderawi.

Namun dalam perjalannya anak mendapati bahwa ambisi tersebut melanggar aturan sosial yang ada dalam masyarakat sehingga rasa bersalah itu muncul pengendalian diri yang baru dimana anak berusaha untuk mencari cara menghubungkan ambisi dengan tujuan sosial. 4. Misalnya. tanpa diganggu perasaan inferioritas yang berlebihan. 5. Remaja mencari identitas dirinya. Tahapan umum dalam tahap ini yaitu inisiatif versus rasa bersalah. bahkan berani bersaing dengan salah satu orang tuanya untuk memperoleh kasih sayang.bebas dan pengendalian diri. Kemampuan pengendalian diri yang percaya bahwa pernting bagi anak untuk belajar mengontrol impuls mereka sendiri dan menentukan apa yang tidak pantas dilakukan. Tahap umum dalam tahapan ini adalah industry versus inferioritas. yaitu sebuah latihan intelegensia dan kemampuan secara bebas dalam menyelesaikan tugas. Anak juga sudah mulai membayangkan dirinya dalam peran orang dewasa. . Tahap genital (11 tahun – dewasa) Pada tahap ini remaja membangun pembahaman baru mengenai dirinya. Tahap latensi (6-11 tahun) Pada tahap ini anak belajar untuk menguasai kemampuan kognitif dan sosial yang penting. dan mempunyai semangat untuk mencapainya. menetapkan tujuan. yang pada akhirnya membentuk ambisi tertentu. perasaan tentang dirinya dan apa tempatnya di tatanan sosial yang lebih besar. Keberhasilan menyeimbangkan industry dan inferioritas menghasilkan kompetensi. merasa bahwa implus-implus tidak dapat menyatu dengan dirinya. berarti pergerakan kedepan. olok-olok dan rasa sakit hati pada masa sekolah akan membentuk anak untuk tidak berhasil memperoleh dirinya dengan penuh. yang seringkali merupakan harapan dan keinginan keluarganya. 3. Lewat inisiatif anak membuat rencana. Orang tua dapat membantu proses ini dengan memperlunak otoritas dan memperbolehkan anak berpartisipasi untuk menghadapi kehidupan. keingintahuan dan persaingan dalam diri anak. Inferior yang terlalu mendalam akan berakar dan menyebabkan anak tidak memperoleh talentanya. Inisiatif yang berarti sama dengan intrusi. dan sangat ingin mempelajari kemampuan budaya masyarakat (industri). Keinginan ini kemudian dibatasi dengan perasaan berlebih-lebihan karena ketidaktepatan dan inferioritas. Bentuk utama tahap ini adalah intrusi yaitu keberanian. Tahap utama dalam pentahapan ini adalah identitas versus kebingungan peran. Anak melupakan harapan dan keingian masa lalu. Jadi anak yang harus berinisiatif demikian bukan kekuatan eksternal. Anak belajar untuk bekerja sama dan bermain bersama teman sebayanya. Guru dapat menyelesaikan konflik ini dengan membentuk rasa percaya terhadap diri fan dihargai komunitas. Tahap falik (3-6 tahun) Pada tahap ini anak memfokuskan ketertarikannya pada alat kelaminnya dan menjadi sangat ingin tahu organ kelaminnya. dan pertumbuhan fisik yang sangat cepat telah menciptakan rasa kebingungan identitas. Lewat cara inilah maka penyimbangan terhadap inisiatif dan rasa bersalah dapat membentuk “tujuan” yaitu keberanian untuk memimpikan dan mengejar tujuan yang bernilai.

gerakan berpindah (lokomotor) dan manipulative (menjalankan) yang kemudian akan terkontrol. Perkembangan motorik pada tahap refleks terdiri pula dalam dua tingkatan yang saling bertindihan. 1. Psikomotor Psikomotor secara harfiah berarti sesuatu yang berkenaan dengan gerak fisik yang berkaitan dengan proses mental (kamus besar bahasa Indonesia). Gerakan ini berkaitan dengan meningkatnya pengalaman anak untuk mengenal dunia pada bulan-bulan pertama mengenal kehidupan setelah kelahiran. .Untuk alasan inilah maka banyak remaja yang menghabiskan banyak waktunya didepan kaca dan memperhatikan penampilannya. yaitu tingkat encoding (mengumpulkan) informasi dan decoding (memproses) informasi. Adapun tahapan perkembangan motorik adalah sebagai berikut.1 tahun) Bentuk gerakan pada tahapan ini tidak direncanakan. Kemampuan mencari makanan dan respon melindungi merupakan bentuk alami yang dimiliki manusia. Tahapan gerak refleks terbagi atas dua bentuk yaitu. seperti reaksi terhadap sentuhan. Refleks sederhana (0-4 bulan) Gerak ini dikelompokkan sebagai kumpulan informasi. 1. dan respon melindungi. diidentifikasi dengan masuknya remaja dalam geng tertentu yang dianggap dapat menjelaskan dirinya yang sebenarnya. contoh geak refleks sederhana seperti. mencari makanan. 2. cahaya. yang secara tidak sadar dilihat dari identifikasi diri yang tampak pada kita sehingga menjadikan diri kita seperti mereka. Refleks tubuh (4 bulan – 1 tahun) Refleks ini berkaitan dengan saraf motorik untuk keseimbangan. suara. Melalui gerak refleks bayi memperoleh informasi tentang lingkungannya. bertumbuh dan menghisap. Ketidakpastian remaja akan dirinya. merupakan dasar dari perkembangan motorik. Tahap gerakan refleks (0. Oleh kerena itu untuk dapat menemukan diri sendiri seharusnya remaja melakukan penarikan diri (moratorium psikososial). Oleh karena itu kegiatan bermain sangat penting untuk menolong anak belajar teng dirinya dan dunia luar. Pencarian diri tersebut kemudian membawa remaja pada komitmen permanen sehingga keberhasilan pada tahap ini membentuk kesetiaan yaitu sebuah kemampuan untuk mempertahankan loyalitas yang sudah dinanti sejak dulu. Pembagian ini pada dasarnya sama dengan gerak refleks sederhana dan refleks tubuh. Mengumpulkan informasi membutuhkan rangsangan untuk berkembang. Refleks langkah dasar dan merangkak terkait dengan gerakan dasar untuk berjalan. Remaja membentu identitasnya dengan pengidentifikasian. Upaya ini dilakukan untuk menghilangkan ketakutannya tidak terlihat baik atau tidak memenuhi harapan orang lain.

dan melepaskan. yaitu. mereka akan melakukan gerakan menyeluruh yang dilakukan tangan. namun berbeda dan terpadu karena saraf motorik bayi masih dalam taraf gerakan permulaan. Tahap gerakan dasar (2-7 tahun) Gerakan ini muncul ketika anak aktif bereksplorasi dan bereksperimen dengan potensi gerak yang dimilikinya. Dimulai dari lahir sampai usia 2 tahun. merangkak. Tahap refleks tertahan (lahir-1 tahun) Tahap ini dimulai dari lahir. anak belajar untuk dapat menyokong equilibriumnya. leher. Jika bayi ingin menggapai benda. Proses bergeraknya tangan dengan penglihatan terhadap objek. Gerakan permulaan membutuhkan kematangan dan berkembang berurutan. Tingkat permulaan (2-3 tahun) . 3. maupun penggabungan ketiga gerakan tersebut. Tahap gerakan permulaan (lahir-2 tahun) Gerak permulaan ini merupakan bentuk gerak sukarela yang pertama. dan otot badan. lengan. Pada tahap ini. dan lingkungan sangat berperan. Tahap ini merupakan tahap menemukan bagaimana menunjukkan berbagai gerak keseimbangan. dan gerakan lokomotor seperti. Gerakan ini ada sebagai kemampuan untuk bertahan hidup dan merupakan gerakan yang mempersiapkan anak untuk memasuki tahap gerakan dasar. untuk memanipulasi objek. Beberapa kegiatan lokomotor seperti melempar dan menangkap. meskipun secara biologis. 1. anak mengembangkan gerakan dasar ini untuk belajar bagaimana merespon kontrol motorik dan kompetensi gerakan dari berbagai rangsangan. yaitu. Rata-rata kemampuan ini didapat dari anak ke anak. merayap. dan untuk melakukan gerakan lokomotor melalui lingkungan untuk mengontrol perkembangannya. Peningkatan gerakan bayi ini dipengaruhi oleh perkembangan cortex. 2. Tahap prekontrol (1 – 2 tahun) Usia 1 tahun. meskipun sukarela. menggenggam. Gerakan dasar ini juga digunakan sebagai dasar pengamatan tingkah laku anak. dan berjalan. Gerakan manipulative seperti menggapai. Beberapa gerakan keseimbangan seperti mengontrol kepala. 1. anak mulai lebih baik mengontrol gerakannya. lokomotor dan manipulative. Tahap ini terbagi atas 3 tingkat. dan ketika menggenggam. Proses ini menggabungkan antara sensori dan sistem motorik dan memadukan persepsi dan informasi motorik kedalam kegiatan yang lebih bermakna. dan kegiatan keseimbangan seperti berjalan lurus dan keseimbangan berdiri dengan satu kaki merupakan gerakan yang dapat dikembangkan semasa kanak-kanak.2. Pada tahap ini gerakan sederhana dan gerakan tubuh digantikan dengan gerakan sukarela. bahu. namun terkontrol. Gerakan ini terbagi atas dua tahapan. Urutan ini terbentuk alami.

rekreaasi dan olahraga baru. dan terelaborasi dalam berbagai situasi. Gerakan keseimbangan. dikombinasikan dengan keaktifan anak secara alami mempengaruhi semua aktivitasnya. 2. kegiatan memimpin dan memilih olahraga. koordinasi dan penampilan yang terkontrol. Intelegensi dan fungsi fisik anak semakin meningkat melalui proses kematangan. 3. bermain voli. Gerakan ini dicirikan dengan kesalahan dan kegagalan bagian gerakan secara berurutan. namun secara umum masih kelihatan membatasi atau berlebihan.Tingkatan ini menunjukkan orientasi tujuan pertama anak pada kemampuan permulaan. gerak lokomotor dan manipulative meningkat. 3. Tingkat elementary (4-5 tahun) Tingkatan ini menunjukkan kontrol yang lebih baik dan gerakan permulaan koordinasi ritmik yang lebih baik pula. Tahap gerakan keahlian (7-14 tahun) Tahapan ini merupakan tahap gerakan yang semakin bervariasi dan kompleks. bermain bola. seperti menangkap. dan manipulative benar-benar pada tingkat permulaan. 2. 4. dsb). Tahap aplikasi (11-13 tahun) Pada tahap ini anak memiliki keterbatasn dalam kemampuan kognitif. Keahlian kompleks dibentuk dan digunakan dalam pertandingan. indivudu dan lingkungan. lompat tali. Keahlian manipulative semakin berkembang dalam mengkoordinasi secara visual dan motorik. berkombinasi. Misalnya gerakan dasar melompat dan meloncat. Gerak spasial dan temporal lebih meningkat. dikombinasikan kedalam kegiatan menari atau lompat-jongkok-berjalan dalam mngikuti jejak. meskipun koordinasi lebih baik. Misalnya. afektif dan pengalaman. yaitu. tidak mampu mengikuti ritmk dan koordinasi. Periode ini merupakan tahap dimana keahlian keseimbangan dasar. seperti gerakan sehari-hari. Tahap lifelong utilisasi (14 tahun sampai dewasa) . dll. Tahapan ini terbagi atas 3 tahap. lokomotor. Tingkat mature (6-7 tahun) Tingkatan ini dicirikan oleh efisiensi secara mekanik. kelihatan membatasi atau berlebihan menggunakan anggota tubuh. Tahap transisi (7-10 tahun) Tahap ini indivdu mulai mengkombinasi dan mengunakan kemampuan dasarnya dalam kegiatan olahraga. Peningkatan kognitif dan pengalaman anak dipengaruhi oleh kemampuan individu untuk belajar dan peran anak dalam berbagai jenis aktifitas. 1. berjalan mengikuti garis lurus. menendang. Keahlian pada tahap ini lebih kompleks dan spesifik.

bakat. David.CB. W. Hill. 2007. Pustaka pelajar. USA. dan pilihan mempengaruhi. Gitamedia press: Jakarta S. Early childhood curriculum. Prantice hall: 1999. 1992. McGraw. 2006. Mengembangkan bakat dan kreativitas anak sekolah. Daftar pustaka William Crain. Grasindo Carol E catron & jan allen. kompetensi. Understanding Motor Development. fisik dan mental. Jakarta Gallahue. 2006 . Teori perkembangan konsep dan aplikasi. Yogyakarta Martini Jamaris. kondisi fisik dan motivasi pribadi. L. Co Inc. selain faktor uang dan waktu. Perkembangan dan pengembangan anak usia taman kanak-kanak.C Utami Munandar.Tahapan ini merupakan puncak proses perkembangan motorik dan dicirikan dengan gerakan yang sering dilakukan sehari-hari. Minat. Grasindo. peralatan dan fasilitas. kesempatan. Grasindo. USA Tim prima pena. Kamus besar bahasa Indonesia.

ini menunjukkan bahwa kepribadian mengantari individu dengan lingkungan fisik dan lingkungan psikologisnya. periang. kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan. pemarah dan sebagainya. maksudnya adalah bahwa kepribadian itu selalu berkembang dan berubah walaupun ada organisasi sistem yang mengikat dan menghubungkan sebagai komponen kepribadian. persona itu bukan pribadi pemain itu sendiri. Jadi. tetapi lebih jauh dari itu mempunyai eksetensi real (keadan nayata). kebulatan bersifat . Sedangkan yang dimaksud dengan personare adalah bahwa para pemain sandiwara itu dengan melalui kedoknya berusaha menembus keluar untuk mengekspresikan suatu bentuk gambaran manusia tertentu. Dari difinisi tersebut ada beberapa unsur yang perlu dijelaskan. Sedangkan istilah personality secara etimologis berasal dari Bahasa latin “person” (kedok) dan “personare” (menembus). Jadi. maka itu dapat disimpulkan kompleks.Kepribadian Istilah kepribadian merupakan terjemahan dari Bahasa Inggirs “personality”. yang termasuk di dalamnya segi-segi neural dan fisiologis. berarti bahwa kepribadian mengandung kecenderungan-kecenderungan menentukan (determinasi) yang memainkan peran aktif dalam tingkah laku individu. Sedangkan Gordon W. Ego dan Superego. Artinya personality itu merupakan perangsang bagi orang lain. Lalu bagaimanakah para pakar psikologi mendifinisikan kepribadian itu sendiri? Apakah aspek-aspek kepribadian itu? Lalu bagaimana kepribadian itu berkembang? Pengertian Kepribadian itu memiliki banyak arti. yaitu sebagai berikut: Organisasi dinamis. ini menunjukan bahwa kepribadian bukanlah semata-mata material fisik). pemurung. Kepribadian adalah sesuatu dalam melakukan sesuatu. Istilah menetukan. bahwa: sedang Kepribadian merupakan kebulatan. Dalam arti kepribadian itu bukan hanya ada selama ada orang lain bereaksi terhadapnya. bahkan saking banyaknya boleh dikatakan jumlah definisi dan arti dari kepribadian adalah sejumlah orang yang menafsirkannya. tetapi merupakan perpaduan kerja antara aspek psikis dan fisik dalam kesatuan kepribadian. Secara eksplisit Allport menyebutkan. Jadi bagaimana orang lain bereaksi terhadap kita. menurut Freud. Jadi kepribadian adalah suatu yang mempunyai fingsi atau arti adaptasi dan menentukan. Sigmund Freud memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id. Menyesuaikan diri terhadap lingkungan. bahwa kepribadian adalah “tingkatan sifat-sifat dimana biasanya sifat yang tinggi tingkatannya mempunyai pengaruh yang menentukan”. Dari beberpa itu difinisi yang telah suatu dibuat oleh dan mereka. Allport memberikan difinisi kepribadian sebagai berikut: “Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem praktis psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan”. Unique (khas). penelitian dan pengukurannya. Dan tingkah laku. ini menunjukan bahwa tidak ada dua orang yang mempunyai kepribadian yang sama. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan dalam penyusunan teori. Persona biasanya dipakai oleh para pemain sandiwara pada zaman kuno untuk memerankan suatu bentuk tingkah laku dan karakter pribadi tertentu. Berdasarkan penjelasan Allport tersebut kita dapat melihat bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. tidak lain merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kerpibadian tersebut. kadang-ladang menguasainya. MAY mengartikan keperibadian sebagai “Personalitiy is a social stimus value”. peramah. Kepribadian terletak dibelakang perbuatan-perbuatan khusus dan di dalam individu. MecDougal dan kawan-kawannya berpendapat. Misalnya: seorang pendiam. kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. tetapi gambaran pribadi dari tipe manusia tertentu dengan mealui kedok yang dipakainya. Psikofisis. itulah kepribadian kita.

daya bayang. Sebagai kelanjutan dari perkembangan tahap sebelumnya. dorongan. tempat asing. kehendak. Di antara kelompok sebaya mereka mengadakan pembagian peran. doubt. Paduan antara faktor-faktor dalam dan faktor-faktor luar itu menimbulkan gambaran yang unik. kemauan. Masa Sekolah (School Age) ditandai adanya kecenderungan industry–inferiority. perlakuan asing dan sebagainya. 3. Perkembangan Kepribadian Meskipun kepribadian seseorang itu relatif konstan. Kalau menghadapi situasi-situasi tersebut seringkali bayi menangis.kekomplekskannya itu disebabkan oleh karena banyaknya faktor-faktor dalam dan faktor-faktor lauar yang ikut menentukan kepribadian itu. baik perilaku yang kelihatan (overt) maupun yang tidak kelihatan (covert). namun dalam kenyataannya sering ditemukan bahwa perubahan kepribadian dapat dan mungkin terjadi. sedangkan hasrat. Kegagalan-kegagalan tersebut menyebabkan dia memiliki perasaan bersalah. tetapi di pihak lain dia telah mulai memiliki rasa malu dan keraguan dalam berbuat. Aspek Motorik. hayalan. tetapi tingkah laku manusia. yaitu berfungsi sebagai pelaksana tingkah laku manusia seperti perbuatan dan gerakan jasmani lainnya. Aspek Afektif. dalam arti duduk. yaitu kejiwaan yang berhubungan dengan kehidupan alam perasaan atau emosi. dengan kecakapan-kecakapan tersebut dia terdorong melakukan beberapa kegiatan. pengamatan. inisiatif. Dorongan pembentukan identitas diri yang kuat di satu pihak. dan untuk sementara waktu dia tidak mau berinisatif atau berbuat. Oleh karena itu kadang-kadang bayi menangis bila di pangku oleh orang yang tidak dikenalnya. Masa Remaja (adolescence) ditandai adanya kecenderungan identity – Identity Confusion. Masa pra sekolah (Preschool Age) ditandai adanya kecenderungan initiative – guilty. Dorongan membentuk dan memperlihatkan identitasdiri ini. mengarahkan. sehingga seringkali minta pertolongan atau persetujuan dari orang tuanya. Aspek-Aspek Keperibadian Para ahli psikologi memberikan penekanan bahwa yang dipelajari oleh psikologi bukanlah jiwa. ciri-ciri yang khas dari dirinya. tetapi karena kemampuan anak tersebut masih terbatas adakalanya dia mengalami kegagalan. 5. . Pada masa ini sampai batas-batas tertentu anak sudah bisa berdiri sendiri. keinginan. Tingkah laku manusia dianalisis ke dalam tiga aspek atau fungsi. kebutuhan. tetapi di pihak lain karena keterbatasan-keterbatasan kemampuan dan pengetahuannya kadang-kadang dia menghadapi kesukaran. hambatan bahkan kegagalan. Ia bukan saja tidak percaya kepada orangorang yang asing tetapi juga kepada benda asing. Masa kanak-kanak awal (early childhood) ditandai adanya kecenderungan autonomy – shame. suara asing. Artinya tidak ada dua orang yang memiliki kepribadian yang benarbenar sama persis. dan pengindraan. pada masa ini anak sangat aktif mempelajari apa saja yang ada di lingkungannya. Masa bayi (infancy) ditandai adanya kecenderungan trust – mistrust. tetapi orang yang dianggap asing dia tidak akan mempercayainya. ingatan. Sebagai persiapan ke arah kedewasaan didukung pula oleh kemampuan dan kecakapan-kecakapan yang dimilikinya dia berusaha untuk membentuk dan memperlihatkan identitas diri. dan seringkali mereka sangat patuh terhadap peran yang diberikan kepada masing-masing anggota. 4. Fungsi aspek kognitif adalah menunjukkan jalan. pada para remaja sering sekali sangat ekstrim dan berlebihan. berjalan. yaitu: Aspek Kognitif (pengetahuan). sehingga tidak jarang dipandang oleh lingkungannya sebagai penyimpangan atau kenakalan. minum dari botol sendiri tanpa ditolong oleh orang tuanya. bermain. sering diimbangi oleh rasa setia kawan dan toleransi yang besar terhadap kelompok sebayanya. dan element motivasi lainnya disebut aspek konatif atau psiko-motorik (kecenderungan atau niat tindak) yang tidak dapat dipisahkan dengan aspek afektif. Erikson mengemukakan tahapan perkembangan kepribadian dengan kecenderungan yang bipolar: 1. Perilaku bayi didasari oleh dorongan mempercayai atau tidak mempercayai orang-orang di sekitarnya. Pada masa ini anak telah memiliki beberapa kecakapan. kreativitas. 2. terutama dipengaruhi oleh faktor lingkungan dari pada faktor fisik. berdiri. Kedua aspek tersebut sering disebut aspek finalis yang berfungsi sebagai energi atau tenaga mental yang menyebabkan manusia bertingkah laku. Dia sepenuhnya mempercayai orang tuanya. dan mengendalikan tingkah laku. Dorongan untuk mengatahui dan berbuat terhadap lingkungannya sangat besar. Hambatan dan kegagalan ini dapat menyebabkan anak merasa rendah diri. yaitu pemikiran.

entah itu ke arah yang psitif atau negatif. dia membina hubungan yang intim hanya dengan orang-orang tertentu yang sepaham. sehingga tetap pengetahuan dan kecakapannya terbatas. Nana Syaodi Sukmadinata. Jakarta: Bumi Aksara. Drs. Kedelapan tahapan perkembangan kepribadian dapat digambarkan dalam tabel berikut ini: Ericson tidak merasa bahwa semua periode yang penting dalam bertambahnya perbuatan yang disengaja dan kemampuan yang lebih tinggi terjadi pada masa kritis secara berturutturut. Dan Munawar Sholeh. tetapi pengikisan kemampuan karena usia seringkali mematahkan dorongan tersebut. tetapi dia tidak mungkin dapat menguasai segala macam ilmu dan kecakapan. dan Taufik Hadi. Psikologi Perkembangan Untuk Fakultas Tarbiyah IKIP SGPLB Serta Para Pendidik. Prof. PT. Drs. Drs. Masa Dewasa (Adulthood) ditandai adanya kecenderungan generativity-stagnation.. kecakapannya cukup banyak. sehingga keputusasaan acapkali menghantuinya. Mungkin ia masih memiliki beberapa keinginan atau tujuan yang akan dicapainya tetapi karena faktor usia. Halem Lubis. hal itu sedikit sekali kemungkinan untuk dapat dicapai. Ingat keperibadian itu bisa berubah. dan kurang akrab atau renggang dengan yang lainnya. Mereka sudah mulai selektif. 8. Drs. Untuk mengerjakan atau mencapai hal– hal tertentu ia mengalami hambatan. 2005.. semua yang telah dikaji dan didalaminya telah menjadi milik pribadinya. Masa hari tua (Senescence) ditandai adanya kecenderungan ego integrity – despair. 2006. Landasan Psikologi Proses Pendidikan.. Bandung: PT . Masa Dewasa Awal (Young adulthood) ditandai adanya kecenderungan intimacy – isolation. Jakarta. Ia menegaskan bahwa perkembangan psikologi terjadi karena tahapan-tahapan kritikal. Dorongan untuk terus berprestasi masih ada. namun pada masa ini ikatan kelompok sudah mulai longgar. sehingga dapat mengakibatkan masa depan yang lebih baik atau lebih buruk. semakin matang atau malah mundur. individu memiliki ikatan yang kuat dengan kelompok sebaya. Dalam situasi ini individu merasa putus asa. Tentu yang kita inginkan adalah menjadi pribadi yang baik . Jadi pada tahap ini timbul dorongan untuk membentuk hubungan yang intim dengan orang-orang tertentu. Drs. Pada masa ini individu telah memiliki kesatuan atau intregitas pribadi. 7.. pada tahap ini individu telah mencapai puncak dari perkembangan segala kemampuannya. sehingga perkembangan individu sangat pesat. Pada situasi seperti ini bisa saja terjadi perkembangan atau kegagalan. Pribadi yang telah mapan di satu pihak digoyahkan oleh usianya yang mendekati akhir. Abu Ahmadi. H.. Rineka Cipta. Ericson percaya bahwa kepribadian masih dapat dibuat dan diubah pada masa dewasa. baik itu di mata kita atau lebih-lebih di mata orang-orang banyak yang hidup berdampingan dengan kita. Psikologi Perkembangan. Dr. Bukan begitu? Daftar Pustaka: Agus Warsito.6. tetapi sebetulnya situasi tersebut dapat disusunkembali. Kritikal adalah karateristik saat membuat keputusan antara kemajuan dan kemunduran. Sesuai dengan namanya masa dewasa. Meskipun pengetahuan dan kecakapan individu sangat luas. Pengetahuannya cukup luas. Kalau pada masa sebelumnya.

.D.html .. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada 2005.A.com/2010/01/musik-sebagai-alat-terapi.A.blogspot.. B.Remaja Rosdakarya 2004. M. Ph. http://akuiseng. Sumadi Suryabrata. Psikologi Pendidikan. Eds.

emosional. dan memahami keberanaan lingkungannya. anak sebenarnya sedang mempraktekkan keterampilan dan anak mendapatkan kepuasan dalambermain. Namun kegiatan bermain bebas sering menjadi kunci pembuka bagi gudang-gudang bakat kreatif yang dimiliki setiap manusia. tetapi media bagi anak untuk belajar. Kegiatan bermain bagi anak usia dini adalah sesuatu yang sangat penting dalam perkembangan kepibadiannya. Bermain bagi anak berguna untuk menjelajahi dunianya.Bermain dan Kreativitas Pada Anak Usia Dini Devi Ari Mariani.Fungsi bermain bagi anak usia dini dapat dijadikan intervensi yang jika dilaksanakn dengan tepat. baik dilengkapi dengan alat maupun tanpa alat akan sangat membantu perkembangan sosial. daya fantasi. Bermain bagi seorang anak tidak sekedar mengisi waktu. dan afektif pada umumnya. Setiap bentuk kegiatan bermain pada anak pra sekolah mempunyai nilai positif terhadap perkembangan kepibadiannya Di dalam bermain anak memiliki nilai kesempatan untuk mengekspresikan sesuatu yang ia rasakan dan pikirkan. Dalam bermain. dan mengembangkan daya kreativitas anak. Dengan bermain. <!--[endif]-->Pendahuluan Bermain adalah hak asasi bagi anak usia dini yang memiliki nilai utama dan hakiki pada masa pra sekolah. meningkatkan penalaran. Dalam kenyataan sekaran ini sering dijumpai bahwa kreativitas anak tanpa disadari telah terpasung di tengah kesibukan orang tua. <!--[if !supportLists]-->B. yang berarti mengemabngkan dirinya sendiri.M.si <!--[if !supportLists]-->A. membentuk daya imajinasi. <!--[endif]-->Anak Usia Dini . anak dapat mengembangkan otot kasar dan halus. dan mengembangkan kompetensinya dalam usaha mengatasi dunianya dan mengembangkan kreativitas anak. dan kreativitas. kognitif.

yaitu melihat segala sesuatu hanya dari sudut pandangnya sendiri dan tidak mudah menerima penjelasan dari si lain Kecenderungan untuk berpikir sederhana dan tidak mudah menerima sesuatu yang majemuk Animisme. khususnya digunakan untuk anak-anak yang sebelum mencapai wajib belajar diperlakukan sangat berbeda dari anak yang sudah masuk sekolah. dan Haditono (2004) disebut sebagai anak pra sekolah. Periode awal berlangsung dari umur 2-6 tahun. dimana anak belum daat memahami atau memikirkan halhal yang bersifat abstrak (seperti cinta dan keadailan) Realisme. . Sedangkan para pendidik menyebut sebagai tahun-tahun awal masa kanak-kanak sebagai usia pra sekolah. yaitu awal dan akhir masa kanak-kanak. yaitu kecenderungan yang kuat untuk menanggapi segala sesuatu sebagai hal yang riil atau nyata Egosentris. Anak pada usia dini sebagai usia dimana anak belum memasuki suatu lembaga pendidikan formal. Garis pemisah ini pnting. kira-kira 13 tahun untuk wanita dan 14 tahun untuk laki-laki. Masa kanak-kanak di bagi lagi menjadi dua periode yang erbeda. anak usia dini dapat di katakan sebagai usia yang belum dapat di tuntut untuk berpikir secara logis. yaitu kecenderungan untuk berpikir bahwa semua objek yang ada dilingkungannya memiliki kualitas kemanusiaan sebagaimana yang dimiliki anak Sentrasi. yang di tandai dengan pemikiran sebagai berikut : • • • • • • • Berpikir secara konkrit. yang mengacu pada teori Piaget. yaitu kira-kira usia 2 tahun sampai saat anak matang secara seksual. dan periode akhir pada masa usia 6 sampaitiba saatnya anak matang secara seksual. dan biasanya mereka tetap tinggal di rumah atau mengikuti kegiatan dalam bentuk berbagai lembaga pendidikan pra sekolah seperti kelompok bermain. Menurut Hurlock (1980). seperti Sekolah Dasar (SD). saat individu dimana relatif tidak berdaya dan tergantung dengan orang lain. masa kanak-kanak di mulai setelah bayi yang penuh dengan ketergantungan. yaitu kecenderungan untuk mengkonsentrasikan dirinya pada satu aspek dari suatu situasi Anak usia dini dapat dikatakan memiliki imajinasi yang sangat kaya dan imajinasi ini yang sering dikatakan sebagai awal munculnya bibit kreativitas pada anak. taman kanak-kanak atau taman penitipan anak Menurut Setiawan (2002).Pada umunya orang berpendapat bahwa masa kanak-kanak adalah masa terpanjang dalam rentang kehidupan seseorang. demikian halnya menurut Mönks.

Filsuf Yunani. Plato. mengembangkan kompetensi dalam usaha mengatasi dunianya dan mengembangkan kreativitas anak. memberikan kesenangan. realisme. Bersifat spontan dan sukarela. Pengertian Bermain Dunia anak adalah dunia bermain. memberikan informasi. Istilah bermain diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan dengan mempergunakan atau tanpa mempergunakan alat yang menghasilkan pengertian. sebagian besar waktunya dihabiskan dengan aktivitas bermain. perkembangan sosial dan sebagainya . Sesuatu yang menyenangkan dan memiliki nilai intrinsik pada anak 2. Bermain menurut Mulyadi (2004). dan memiliki daya imajinasi yang kaya <!--[if !supportLists]-->C. yang berada pada tahap perkembangan awal masa kanak-kanak. Bermain dapat digunakan sebagai media untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan tertentu pada anak. tidak ada unsur keterpaksaan dan bebas dipilih oleh anak 4. dalam kehidupan anak-anak. tanpa paksaan. animism. sentrasi. motivasinya lebih bersifat intrinsik 3. <!--[endif]-->Bermain 1. Memilikii hubungan sistematik yang khusus dengan seuatu yang bukan bermain. belajar bahasa. Tidak memiliki tujuan ekstrinsik. sederhana.Dapat disimpulkan bahwa anak usia dini adalah anak yang berusia 2 – 6 tahun. dan dapat mengembangkan imajinasi anak Menurut Singer (dalam Kusantanti. Dengan bermain anak memiliki kemampuan untuk memahami konsep secara ilmiah. Melibatkan peran aktif keikutsertaan anak 5. secara umum sering dikaitkan dengan kegiatan anak-anak yang dilakukan secara spontan. yang memiliki karakteristik berpikir konkrit. merupakan orang pertama yang menyadari dan melihat pentingnya nilai praktis dari bermain. seperti kreativitas. pemecahan masalah. 2004) mengemukakan bahwa bermain dapat digunakan anak-anak untuk menjelajahi dunianya. Anak-anak akan lebih mudah mempelajari aritmatika melalui situasi bermain. Terdapat lima pengertian bermain : 1.

Pada masa ini anak lebih banyak bertanya . bentuk. yaitu bermain fisik. arah. anak perlu menguasai berbagai konsep dasar tentang warna. bola. jika ditinjau dari sumber kegembiraannya di bagi menjadi dua. sebelum 3-4 bulan yang belum dapat dikategorikan sebagai kegiatan bermain. besaran. Jenis bermain tersebut juga merupakan ciri bermain pada anak usia pra sekolah dengan menekankan permainan dengan alat (balok. dan bermain manipulatif. yaitu bermain aktif dan bermain pasif. 2. 2) Permainan Simbolik (± 2-7 tahun) Merupakan ciri periode pra operasional yang ditemukan pada usia 2-7 tahun ditandai dengan bermain khayal dan bermain pura-pura. Tahapan Perkembangan Bermain Pada umumnya para ahli hanya membedakan atau mengkatergorikan kegiatan bermain tanpa secara jelas mengemukakan bahwa suatu jenis kegiatan bermain lebih tinggi tingkatan perkembangannya dibandingkan dengan jenis kegiatan lainnya. bermain dapat dibagi menjadi empat. ukuran. Jadi merupakan pengulangan dari hal-hal sebelumnya dan disebut reproductive assimilation. Konsep dasar ini akan lebih mudah diperoleh anak melalui kegiatan bermain. Pada usia prasekolah. Kegiatan ini hanya merupakan kelanjutankenikmatan yang diperoleh seperti kegiatan makan atau mengganti sesuatu. bermain kreatif. bermain imajinatif. dan sebagainya.Banyak konsep dasar yang dapat dipelajari anak memalui aktivitas bemain. Jean Piaget Adapun tahapan kegiatan bermain menurut Piaget adalah sebagai berikut: 1) Permainan Sensori Motorik (± 3/4 bulan – ½ tahun) Bermain diambil pada periode perkembangan kognitif sensori motor. dan sebagainya) dan drama. a. Bermain. Sedangkan jika ditinau dari aktivitasnya.

kuantitas dan sebagainya . Seringkali anak hanya sekedar bertanya. mencoba berbagai hal berkaitan dengan konsep angka. sobekan kertas sebagai uang dan lain-lain. Anak sudah menggunakan berbagai simbol atau representasi benda lain. ruang. Setiap hal yang berkesan bagi anak akan dilakukan kembali dalam kegiatan bermainnya. Penjelajahan semakin luas saat anak sudah . Kegiatan bermain ini menyenangkan dan dinikmati anak-anak meskipun aturannya jauh lebih ketat dan diberlakukan secara kaku dibandingkan dengan permainan yang tergolong games seperti kartu atau kasti. Bermain simbolik juga berfungsi untuk mengasimilasikan dan mengkonsolidasikan pengalaman emosional anak. 4) Permainan yang Memiliki Aturan dan Olahraga (11 tahun keatas) Kegiatan bermain lain yang memiliki aturan adalah olahraga.dan menjawab pertanyaan. memperoleh hasil kerja yang baik. Hurlock Adapun tahapan perkembangan bermain mrnurut Hurlock adalah sebagai berikut: 1) Tahapan Penjelajahan (Exploratory stage) Berupa kegiatan mengenai objek atau orang lain. Anak senang melakukan berulang-ulang dan terpacu mencapai prestasi yang sebaik-baiknya. mencoba menjangkau atau meraih benda disekelilingnya lalu mengamatinya. Misalnya sapu sebagai kuda-kudaan. 3) Permainan Sosial yang Memiliki Aturan (± 8-11 tahun) Pada usia 8-11 tahun anak lebih banyak terlibat dalam kegiatan games with rules dimana kegiatan anak lebih banyak dikendalikan oleh peraturan permainan. Jika dilihat tahapan perkembangan bermain Piaget maka dapat disimpulkan bahwa bermain yang tadinya dilakukan untuk keenangan lambat laun mempunyai tujuan untuk hasil tertantu seperti ingin menang. tidak terlalu memperdulikan jawaban yang diberikan dan walaupun sudah dijawab anak akan bertanya terus. b.

dapat merangkak dan berjalan sehingga anak akan mengamati setiap benda yang diraihnya. dan merupakan interaksi antara anak dengan lingkungannya. baik kognitif. melibatkan peran aktif anak. serta memungkinkan anak untuk beradaptasi dengan lingkungannya tersebut. maupun psikomotor dan sejalan juga dengan usia anak. dan perasaan gembira. Dari penjelasan di atas maka dapat dipahami. <!--[endif]-->Kreativitas . anak-anak di Taman Kanak-Kanak biasanya bermain dengan boneka dan mengajaknya bercakap atau bermain seperti layaknya teman bermainnya. 2) Tahapan Mainan (Toy stage) Tahap ini mencapai puncknya pada usia 5-6 tahun. afektif. Antara 2-3 tahun anak biasanya hanya mengamati alat permainannya. Biasanya terjadi pada usia pra sekolah. tidak memiliki tujuan ekstrinsik. memiliki hubungan sistematik dengan hal-hal diluar bermain(seperti perkembangan kreativitas). 3) Tahap Bermain (Play stage) Biasanya terjadi bersamaan dengan mulai masuk ke sekolah dasar. bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh anak dengan spontan. 4) Tahap Melamun (Daydream stage) Tahap ini diawali ketika anak mendekati masa pubertas. Pada masa ini jenis permainan anak semakin bertambah banyak dan bermain dengan alat permainan yang lama kelamaan berkembang menjadi games. dimana anak mulai kurang berminat terhadap kegiatan bermain yang tadinya mereka sukai dan mulai menghabiskan waktu untuk melamun dan berkhayal. olahraga dan bentuk permainan lain yang dilakukan oleh orang dewasa. Masa bermain pada anak memiliki tahap-tahap yang sesuia dengan perkembangan anak. <!--[if !supportLists]-->D. Biasanya khayalannya mengenai perlakuan kurang adil dari orang lain atau merasa kurang dipahami oleh orang lain.

Kreativitas ini dapat berupa kegiatan imajinatif atau sintesis pemikiran yang hasilnya bukan hanya perangkuman. kesusasteraan. data atau elemen-elemen yang sudah ada sebelumnya menjadi hal-hal yang bermakna dan bermanfaat. informasi. Kreativitas dapat didefinisikan dalam beranekaragam pernyataan tergantung siapa dan bagaimana menyorotinya. 2. produk ilmiah. Bentuk-bentuk kreativitas mungkin berupa produk seni. dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru atau suatu kombinasi baru berdasarkan unsurunsur yang telah ada sebelumnya menjadi sesuatu yang bermakna atau bermanfaat. 1999) menjelaskan kreativitas sebagai kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi. Pengertian Kreativitas Kreativitas adalah suatu kondisi. sikap atau keadaan yang sangat khusus sifatnya dan hampir tidak mungkin dirumuskan secara tuntas. Drevdal (dalam Hurlock. ide-ide baru.1996) kreativitas adalah aktivitas kognitif yang menghasilkan cara pandang baru terhadap suatu masalah atau situasi.1. Jadi menurut ahli ini. Komponen Pokok Kreativitas . menemukan cara-cara pemecahan masalah yang tidak dapat ditemukan oleh kebanyakan orang. atau mungkin juga bersifat prosedural atau metodologis. Istilah kreativitas dalam kehidupan sehari-hari selalu dikaitkan dengan prestasi yang istimewa dalam menciptakan sesuatu yang baru. Dari penjelasan di atas. atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru. berarti dan bermanfaat. asosiasi baru berdasarkan bahan. dan melihat adanya berbagai kemungkinan Menurut Solso (Csikszentmihalyi. mungkin mencakup pembentukan polapola baru dan gabungan informasi yang diperoleh dari pengalaman sebelumnya serta pencangkokan hubungan lama ke situasi baru dan mungkin mencakup pembentukan korelasi baru. Munandar (1995) mendefinisikan kreativitas sebagai kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru. kreativitas merupakan aktivitas imajinatif yang hasilnya merupakan pembentukan kombinasi dari informasi yang diperoleh dari pengalaman-pengalaman sebelumnya menjadi hal yang baru. produk. dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya.

Aktifitas berpikir. Menemukan atau menciptakan sesuatu yang mencakup kemampuan menghubungkan dua gagasan atau lebih yang semula tampak tidak berhubungan. kemampuan mengubah pandangan yang ada dan menggantikannya dengan cara pandang lain yang baru. 3) Produk yang memiliki sifat baru sebagai hasil pembaharuan (inovasi) dan pengembangan (evolusi) dari hal yang sudah ada. ingatan. imajeri. dan kemampuan menciptakan suatu kombinasi baru berdasarkan konsep-konsep yang telah ada dalam pikiran. lebih mudah dipakai. dan pemecahan masalah. Sifat baru atau orisinal. Menurut Feldman (dalam Semiawan dkk. sifat baru yang dimiliki oleh kreativitas memiliki ciri sebagai berikut: 1) Produk yang memiliki sifat baru sama sekali. 1984). Produk ini biasanya akan dianggap sebagai karya kreativitas bila belum pernah diciptakan sebelumnya. 1999) mengatakan bahwa terdapat beberapa komponen pokok dalam kreativitas yang dapat dijelaskan sebagai berikut: a. penalaran. suatu karya yang dihasilkan dari proses kreatif harus memiliki kegunaan tertentu. d. Aktifitas ini merupakan suatu proses mental yang tidak tampak oleh orang lain. bersifat luar biasa. dan dapat dinikmati oleh masyarakat. Umumnya kreativitas dilihat dari adanya suatu produk baru. dan hanya dirasakan oleh orang yang bersangkutan. c. atensi. . pengambilan keputusan. b. Aktifitas ini bersifat kompleks. dan belum pernah ada sebelumnya. kreativitas selalu melibatkan proses berpikir di dalam diri seseorang. karena melibatkan sejumlah kemampuan kognitif seperti persepsi. Aktifitas menemukan sesuatu berarti melibatkan proses imajinasi yaitu kemampuan memanipulasi sejumlah objek atau situasi di dalam pikiran sebelum sesuatu yang baru diharapkan muncul. imajinasi. seperti lebih enak. Produk yang berguna atau bernilai. 2) Produk yang memiliki sifat baru sebagai hasil kombinasi beberapa produk yang sudah ada sebelumnya.Suharnan (dalam Nursisto.

<!--[endif]-->Bermain dan Kreativitas Pada Anak Usia Dini Bermain merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan dan spontan sehingga hal ini memberikan rasa aman secara psikologis pada anak. yaitu aktivitas yang bertujuan untuk menemukan sesuatu atau menciptakan hal-hal baru. 4) berguna atau bernilai. dan mendatangkan hasil lebih baik atau lebih banyak. memecahkan masalah. suatu karya yang di hasilkan dari kreativitas harus mengandung komponen yang baru dalam satu atau beberapa hal dan. memperlancar.mempermudah. yaitu karya yang dihasilkan dari kreativitas harus memiliki kegunaan atau manfaat tertentu. Anak-anak diterima apa adanya. dan sebagainya. mengurangi hambatan. Mencermati uraian di atas. Sekali anak merasa mampu menciptakan sesuatu yang baru dan unik. 2) menemukan atau menciptakan. Maka dalam hal ini memungkinkan anak untuk mengembangkan pearasaan bebas secara psikologis Rasa aman dan bebas secara psikologis merupakan kondisi yang penting bagi tumbuhnya kreativitas. drama. 1) aktifitas berpikir. Begitu pula dalam suasana bermain aktif. 3) baru atau orisinal. dimana anak memperoleh kesempatan yang luas untuk melakukan eksplorasi guna memenuhi rasa ingin tahunya. mendorong. dan tidak terlalu cepat di evaluasi. dapat disimpulkan bahwa komponen pokok kreativitas adalah. Bermain memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan kreativitasannya. mendidik. dihargai keunikannya. yaitu proses mental yang hanya dapat dirasakan oleh individu yang bersangkutan. Ia dapat berekperimen dengan gagasan-gagasan barunya baik yang menggunakan alat bermain atau tidak. Keadaan bermain yang demikian berkaitan erat dengan upaya pengembangan kreativitas anak. Begitu pula anak yang diberikan kebebasan untuk mengekspresikan gagasannya. ia akan melakukan kembali pada situasi yang lain. akan merasa aman secara psikologis. <!--[if !supportLists]-->E. anak bebas mengekspresikan gagasannya memalui khayalan. Kreativitas memberi anak kesenangan dan kepuasan pribadi yang sangat besar dan penghargaan yang memiliki pengaruh nyata pada perkembangan pribadinya. Menjadi kreatif juga penting . bermain konstruktif.

Jika kreativitas dapat membuat permainan menjadi menyenangkan. serta penuh daya khayal yang erat hubungannya dengan perkembangan kreativitas anak Berbagai bentuk bermain yang dapat membantu mengembangkan kreativitas. karena menambah bumbu dalam permainannya. menemukan hubungan yang baru antara sesuatu dengan sesuatu yang lain serta mengartikannya dalam banyak alternatif cara. <!--[endif]-->Permainan dengan balok <!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->Permainan tulisan tempel <!--[if !supportLists]-->6. antara lain <!--[if !supportLists]-->1.artinya bagi anak usia dini. <!--[endif]-->Mendongeng <!--[if !supportLists]-->2.Selain itu bermain memberikan kesempatan pada individu untuk berpikir dan bertindak imajinatif. Kebanyakan alat permainan yang canggih . <!--[endif]-->Bermain alat musik sederhana <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Menggambar <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Bermain dengan lilin atau malam <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Berolahraga <!--[if !supportLists]-->F. tetapi dengan semakin majunya ilmu pengetahuan. semakin canggih pula alat permainan yang digunakan oleh anak-anak. <!--[endif]-->Komputer. untuk menemukan penggunaan suatu hal secara berbeda. mereka akan merasa bahagia dan puas Bermain memberikan keseempatan pada anak untuk mengekspresikan dorongandorongan kreatifnya sebagai kesempatan untuk merasakan obyek-obyek dan tantangan untuk menemukan sesuatu dengan cara-cara baru. Video game dan Alat Permainan Elektronik Alat permainan yang ada saat ini tidak hanya terbatas pada alat permainan tradisional.

serta beberapa alat permainan elektronik lainnya. komputer dan video game bisa mempengaruhi jadwal kegiatan anak sehari-hari. Jadi kurang mendukung pengemabngan kreativitas anak Mengingat pesonanya yang begitu besar. Tetapi permainan yang ada pada komputer maunpun video game terkadang kurang mampu mengasah kemampuan pemecahan masalah. Komputer dan video game sering membatasi interaksi anak dengan orang lain. ada beberapa nilai positif dari komputer dan video game. Tema permainan yang ada di komputer atau video game beberapa diantaranya bersifat agresif. kemampuan berpikir cepat. video game. karena anak dirangsang untuk melihat dan langsung bereaksi dengan menekan tombol-tombol yang tepat. bukanlah hasil ciptaannya. Selain itu beberapa orang ercaya bahwa alat permainan ini bia meningkatkan rentang konsentrasi anak. dan sebagainya. Imajinasi anak memang dapat masuk kedalam permainan tersebut. Sebenarnya yang dipacu alat permainan elektronik adalah kemampuan anak untuk bereaksi cepat. mata. beberapa yang lain merupakan pelajaran. dan juga game online. Terkadang anak hanya menekan tombol saja untuk mendapatkan jawaban yang benar. tetapi anak lebih berinteraksi dengan komputer atau video game dan bukanlah dengan teman sepermainannya. seperti tembak menembak. Walaupun permainan dimainkan berdua dengan anak lain. penerapan strategi. mengingat anak tidak belajar untuk sampai kepada jawaban yang benar melalui proses-proses yang harus dilaluinya. diantaranya dapat mengembangkan koordinasi tangan. yaitu sebuah permainan yang memungkinkan pemain yang saling bertanding berada pada belahan dunia manapun. dengan bantuan akses interne. sehungga anak akan menjadi tangkas. ini bukanlah meruakan gambaran kondisi yang sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari. dan menggunakan tombol seperti komputer. kejar-kejaran. Namun dibalik kesemuanya. Beberapa permainan bersifat adu tangkas. dan dengan latihan yang terus menerus. namun imajinasi yang dibangun.bersifat otomatis. .

dan kebutuhan anak. Penerbit Erlangga : Jakarta Hurlock. edisi kelima. <!--[if !supportLists]-->G. Mitra Gama Media : Yogyakarta http://deviarimariani.. S. baik dengan alat maupun tanpa alat dapat menunjang ktreativitas anak dalam berbagai taraf. Ada banyak manfaat yang didaptkan dari kegiatan bermain. begitu juga pada anak usia dini.Orang tua dan guru perlu menimbang berbagai dampak yang mungkin muncul terhadap anak bila bermain komputer dan video game. Pengembangan Kreativitaas Anak Berbakat. Inc : New York Hurlock. Disini peran orang tua dan guru pembimbing untuk dapat menjadi fasilitator pengembangan kreativitas anak.. B. dan sebagainya.R. dengan mencoba mengurangi dampak negatifnya.Kiat Menggali Kreativitas. <!--[endif]-->Kesimpulan dan Saran Bermain merupakan salah satu hak asasi manusia. F. Papas Sinar Sinanti : Jakarta Nursisto. Psikologi Perkembangan Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. 1996. 2004. Perkembangan Anak Jilid 1(Edisi 6). Rineka Cipta kerjasama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan : Jakarta Mulyadi. 1980.1995.J. S. Knoers. baik aktif maupun pasif. minat. 1999. perkembangan. Selanjutnya menitik beratkan pada pengaruh positifnya. dengan memfasilitasi anak agar dapat bermain dengan cara dan alat yang tepat sesuai dengan bakat. Bermain dan Kreativitas(Upaya Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Bermain).U. E. kemungkinana terhambatnya pengembangan berpikir kreatif. DAFTAR PUSTAKA Csikszentmihalyi.. Bermain dalam bentuk apapun.wordpress. 1999. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta Munandar. Creativity..P dan Haditono. E. salah satunya adalah pengemangan kreativitas.. Harper Collins Publisher. B.C. S. 2004. M.M. seperti pengaruhnya terhadap kesehatan. Psikologi Perkembangan (Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan). Penerbit Erlangga : Jakarta Mönks.com/2008/06/12/bermain-dan-kreativitas-anak-usia-dini/ . kurang interaktifnya anak dengan lingkungannya. A.

ketika Hiroshima dan Nagasaki di bombardir oleh Amerika di tahun 1945 dulu. tetapi memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan. Dengan demikian semua anak. Jepang. dan menjadi salah satu negara maju. Seminar dan workshop semacam ini. keserakahan. Sekarang. afektif dan perilaku anak. jika kurikulum di dalamnya tidak memiliki content tentang dunia dongengmendongeng.Pengembangan Imajinasi dan Masa Krisis Anak Oleh : M Eko Purwanto | 21-Mar-2009. bukan tidak mungkin pada periode selanjutnya juga mengalami kegagalan. menghiasi layar kaca di Indonesia dan toko-toko buku ternama. mungkin kita bisa bercermin ke Negara Sakura. bahwa semua anak yang lahir tidak membawa pikiran-pikiran orang tuanya. dan pengetahuan apa pun sesuai yang diinginkan. Sementara. dimasa perang dunia ke-II. keterampilan (skill). antara buku cerita dan dongeng bagi perkembangan psikomotorik. Dr Alexis Carrel (1947). sebagai negara yang sangat peduli dengan pendidikan kanak-kanak. Kaisar Jepang tidak menanyakan berapa tentara yang masih hidup pada saat itu. Inilah bukti seorang pemimpin yang memperhatikan kemajuan bangsa dan negaranya. dan 12-18 tahun. Bahkan konon khabarnya. Jika pendidikan pada periode awal mengalami kegagalan. dibentuk. Dalam konteks dongeng dan buku cerita untuk anak-anak. Anak-anak lahir dalam kondisi pikiran kosong. Program pendidikan anak usia dini (PAUD). Sehingga apa pun yang akan diajarkan kepada anak akan sepenuhnya diserap secara tuntas. secara wajar dan baik. film anak-anak dan buku-buku dongeng dari Jepang. Usaha untuk mengiringi proses perkembangan daya pikir masa kanak-kanak di usia dini. Artis-artis anak-anak masih dipaksa melakonkan cerita-cerita dewasa yang tidak bertujuan kepada pembangunan psikomotorik. Periode . tetapi berapa Guru yang yang masih hidup untuk melanjutkan proses pendidikan di negaranya. Hal ini tidak bisa lagi dipungkiri bahwa film Power Rangers. yaitu usia 0-6. dengan menjadikan negaranya sebagai pionir dibidang teknologi. Menurut Maria Montessori. Pakar-pakar pendidikan. afektif dan perilaku anak di kelak kemudian hari. sering diselenggarakan untuk mengembangkan pemahaman dan metodologi penyampaian dongeng kepada anak-anak. Masa ini seyogianya didayagunakan dengan sebaik-baiknya. kita bisa melihat dengan mata kepala kita bahwa Jepang akhirnya mampu mengejar kekalahannya. dalam bukunya The Absorbent Mind. masih disuguhkan dan dipaksa menyaksikan sinetron-sinetron yang bercerita tentang pengkhianatan. Tugas pendidik adalah memanfaatkan masa-masa awal kanak-kanak ini tanpa menyia-nyiakannya. dalam tiga tahap perkembangan. yang sangat diperhitungkan di seluruh dunia. Naruto dan lain-lain menjadi film anak-anak yang sangat digemari di Indonesia. 2008. sudah melegitimasi pengaruh yang sangat signifikan. jika pada periode pendidikan awal dilakukan dengan tepat dan benar. Semua periode ini merupakan matarantai yang tidak putus dan saling terkait. masa kanak-kanak disebut sebagai periode emas pendidikan. Seorang anak akan mampu menjadi pribadi dengan kemampuan. Sosialisasi peran buku cerita dan dongeng terhadap pengembangan imajinasi anak. tidak akan lengkap. dan diarahkan. perselingkuhan dan lain-lain. yang baru lahir mempunyai potensi yang sama untuk menjadi pribadi yang sempurna. Pada periode inilah semua kehidupan pribadi seseorang anak manusia dimulai. Karena seluruh penciptaan yang dilakukan manusia berawal dari ranah imajinasinya. Seperti yang dikatakan oleh pakar pendidikan anak dari Italia. Doraemon. Masa Perkembangan Anak Kita sepakat. dan dunia dongeng di gelar oleh Japan Foundation di Jakarta (Kompas. masyarakat kita sekarang ini. tanpa mempedulikan latar belakang keluarga yang melahirkannya. tidak bisa lepas dari buku-buku cerita dan dongeng. menjadi sangat perlu. Maria Montessori membagi perkembangan pribadi anak sampai menjelang dewasa. 14:40:01 WIB Beberapa waktu lalu seminar dan workshop anak. karena terbukti mampu membangun serta mengembangkan kekuatan imajinasi anak. tergantung proses pendidikan yang diberikannya. Beberapa tahun terakhir ini. yang mengungkapkan bahwa masa kanak-kanak merupakan masa yang paling kaya. 16-12.3/3). Bahkan Einstein sendiri mengatakan bahwa dunia imajinasi lebih penting dari dunia nyata. buku. bahkan tidak diwarisi dari orang tuanya.

Kita sebagai orang dewasa dituntut untuk memahami kondisi ini. Krisis yang Harus Dilewati Dalam proses perkembangannya. dan mempertahankan mainannya. maka mentalitas orang dewasa itu akan menular kepada anakanaknya. dan segala predikat positif lainnya. adalah 20 % berbanding 80%. Pelajaran yang dilewati adalah tumbuhnya dasar rasa percaya diri pada seorang anak. anak mulai memahami fisiknya. keremajaan. anak mulai bertanya mengapa mereka berbeda dengan lawan jenisnya. Dengan kata lain. Kedua. dinamis. Kita menyebut mentalitas orang dewasa dengan berpikir sadar. Artinya dalam kondisi bawah sadar manusia mampu menyerap informasi lebih banyak. dan kadang banyak omong namun tidak berisi. 9 Maret 2009H . produktif. Akhirnya. Seorang anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak peka pada bidang seks. Seorang anak yang memperoleh asupan ASI secara teratur akan memiliki dasar kepercayaan diri yang kuat. yakni krisis atensi. kecerdasan anak akan menghasilkan kemajuan yang mengagumkan. krisis ini menjadi sunatullah yang harus dilewati dengan baik. Bagaimana. diinginkan. selalu kecewa. dirasakan dan dilakukan oleh orang tuanya. kita tidak menghendaki anak-anak kita gagal melewati masa krisisnya. Ketiga. krisis oral sensorik (mulut). misalnya kebutuhan ASI yang tidak terpenuhi. Krisis ini terjadi saat bayi pada masa menyusui. apapun yang dipikirkan. takut impoten. Oleh karena itu. tidak percaya diri. krisis genital lokomotor yang berlangsung antara usia 3 hingga 6 tahun. demi proses perkembangan pikiran anak-anak kita. penuh ide baru. penakut. pesimistis. memeluk orang tua. Tentu. yang justru mengganggu perkembangan anak-anak kita melewati masa krisisnya dengan baik. dan selalu merasa gagal atau bersalah. Para ahli pendidikan. paling tidak kita perlu menghubungkan krisis di masa kanak-kanak dengan bukubuku cerita anak dan dongeng. Perasaan (afektif) percaya diri anak akan melemah. krisis anal maskular (dubur) yang berlangsung pada usia 2 hingga 3 tahun. jika si anak sering mendapati kekecewaan. sementara mentalitas anak justru sebaliknya. tidak terbuka. Namun lebih dari itu anak belajar berlari. jangan sampai anak-anak kita disuguhkan oleh cerita-cerita dewasa dalam sinetron. yang akan mengantarkan seorang anak menjadi pribadi yang paripurna. Kegagalan dalam melewati fase ini bisa berakibat fatal dalam pertumbuhan psikologisnya terutama yang terkait dengan kehidupan seksual. Dengan kata lain. Dari kondisi ini. Dengan demikian. Kegagalan dalam melewati krisis ini bisa jadi gagal dalam melewati krisis berikutnya. optimistis. Jika seorang dewasa mempelajari sesuatu dengan kesadaran. selalu merasa salah. dan setiap kali itu pula meminta maaf. senang dengan hal-hal baru. yakni mentalitas tak sadar (bawah sadar). Ketiga krisis ini mau tidak mau. suka tidak suka. Latihan membuang ''hajat'' dan membersihkannya merupakan aktivitas yang sering ditemui. yang hanya 20 % saja. yaitu : Pertama. maka mentalitas bawah sadar (pikiran bawah sadar) anak akan mengadopsinya dengan daya serap yang sangat tinggi dan ketuntasan yang paripurna. Jika krisis ini tidak mampu dilewati akan tumbuh perilaku-perilaku sepeti sinis. kalau begitu ! Bekasi. seorang anak akan mengalami 3 (tiga) masa krisis yang harus dilewati. memikirkan yang bukanbukan. sekaligus usia emas anak dalam menjalani proses pendidikan. peragu. menyatakan perbedaan antara daya serap kondisi sadar dan bawah sadar. anak menyerap impresi-impresi pengetahuan dari luar dirinya bukan dengan pikirannya namun dengan hidupnya itu sendiri. mengenai apa yang dibutuhkan. Kegagalan melewati krisis ini hanya akan menjadikan seorang anak yang memiliki kepribadian seperti robot. dan kedewasaan muda di usia 18 tahun. Pada masa ini anak belajar mengontrol tubuh mereka.pertama (0-6 tahun) merupakan periode paling sensitif. untuk mengiringi kehidupan pikiran dan imajinasi anak. yakni 80 % dibanding dalam kondisi sadar. ambisius. dan dicita-citakan. seorang anak akan tumbuh menjadi pribadi dengan kemampuan mental yang luar biasa. Pada tahapan ini. pribadi yang memiliki inisiatif. harus dilewati oleh seorang anak manusia secara alami. khususnya kebersihan dan mobilitas. masa peka. malu-malu.

dinamika kelompok. belum lama ini. bakat. guru agama. kerajinan tangan. tenaga pengelola (manajemen). Untuk memberikan pelayanan ini harus didukung dari ketenagaan administrasi (ketata usahaan). Jika dihitung sampai usia 8 tahun. pengenalan budaya. Kelompok Bermain (KB) Depsos adalah lembaga pelayanan sosial profesional yang membantu anak dengan cara memberikan stimulus perkembangan terutama dalam hal kemampuan kognitif. gizi. dengan waktu pelayanan yang diberikan antara 2 hingga 3 jam tiap harinya. Seminar itu bertujuan untuk menyiapkan tenaga pengelola Kelompok Bermain yang siap melayani anak usia dini untuk membantu menstimulasi kecerdasan otak anak melalui pendekatan pembelajaran yang memberikan rasa aman. "Tidak hanya dari segi pendidikan yang diberikan kepada anak-anak. Gutama.blogspot. KB juga harus didukung dengan pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan. Kemampuan kecerdasan intelektual. Kembangkan kecerdasan: Hanif Asmara. perawat/pengasuh anak. "Dari bermain. dan keterampilan sosial seperti olah raga.5 tahun hingga 5 tahun. 7 Mei 2007 @ 06:12:00 Jakarta--bkkbn online: Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) terus berupaya mengoptimalkan tumbuh kembang anak dengan pendekatan pembelajaran sosial melalui kelompok bermain. Depsos memberikan pelyanan dengan penyediaan Alat Permainan Edukatif (APE). Menyediakan tempat konseling dan konsultasi psikologi bagi anak dan keluarga dan konsultasi kesehatan dan gizi. kecerdasan emosional." kata Gutama.www.pewarta-kabarindonesia. Depdiknas duduk bersama dengan Departemen Sosial (Depsos) untuk terus menyempurnakan pendekatan tersebut. . berupa pengembangan permainan (games). kecerdasan psikomotorik. keterampilan berbahasa. mereka tidak akan berkembang hanya dari itu tetapi harus didukung dari lingkungan sosialnya dan harus diperhatikan gizi dan kesehatannya. kepercayaan diri. Dalam hal ini Dit. kecerdasan spiritual. kreativitas diri. tenggang rasa dan mau bekerjasama dengan sesamanya. Dirjen Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Depdiknas Ace Suryadi mengatakan hal itu agar ada keselarasan antara kesehatan.com/ KELOMPOK BERMAIN OPTIMALKAN PERTUMBUHAN ANAK Senin." kata Ace Suryadi pada Seminar dan Lokakarya Tentang Kelompok Bermain. tenaga fungsional (pekerja sosial. sehingga anak dapat tumbuh kembang secara wajar. tenaga medis. anak-anak usia dini dapat mengembangkan bakat minat. kesenian. pendidikan dan psikososial anak-anak usia dini sesuai dengan Undang-Undang Sisdiknas No. Sosialisasi. Sasaran pelayanan itu anak usia dini/balita antara 2. Direktur Pelayanan Sosial Anak Departemen Sosial. maka terdapat beberapa tahap perkembangan yang harus dilalui oleh seorang anak. dan tenaga penunjang-satpam. afektif dan sosialisasi melalui penyediaan fasilitas dan kegiatan bermain.20 Tahun 2003. Gutama menegaskan KB merupakan wadah meletakkan dasar-dasar kemampuan. mengemukakan Pendidikan Anak Usia Dini merupakan dasar yang sangat penting dalam mengembangkan kecerdasan. kreativitas. PAUD dan Depsos menggabungkan keempat hal tersebut dan harus berkembang bersamasama agar anak-anak usia dini dapat berguna untuk manusia lainnya dan untuk bangsanya kelak. pendidik. Kelompok Bermain (KB) merupakan salah satu bentuk PAUD Depdiknas pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan sekaligus program kesejahteraan bagi anak sejak lahir sampai dengan enam tahun (dengan prioritas anak usia dua sampai empat tahun). psikolog. Depdiknas membantu dalam hal menyiapkan tenaga pendidiknya dan mensosialisasikan ke masyarakat luas akan pentingnya KB adalah untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya terutama menyiapkan anak memasuki lemabga pendidikan anak formal di TK maupun SD. mengatakan bermain merupakan hal yang paling berharga bagi anak-anak usia dini. Untuk Itu. Anak belajar hal itu dengan lingkungan sekitarnya. Lebih lanjut. Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Depdiknas. tenaga kebersihan). juru masak.

dipuji agar dapat belajar dengan baik. dimensi emosi. Perubahan dalam satu dimensi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh dimensi lain." ujar Hanif. Perkembangan anak pada dasarnya adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam seluruh dimensi yang ada dalam diri anak. "Oleh karena itu anak-anak harus dibimbing. Diharapkan setelah mengikuti seminar ini para ketua pengelola Kelompok Bermain dapat mewujudkan metodemetode pembelajaran yang memberikan rasa aman dan mengembangkan kecerdasan pada anak usia dini guna tercipta anak usia dini yang cerdas. ceria dan berakhlak mulia serta memiliki kesiapan baik fisik maupun mental dalam memasuki pendidikan lebih lanjut seperti yang tertuang dalam visi dan misi Dit. kemampuan mereka untuk menjelajahi lingkungan menjadi meluas dan pergerakan mereka ini. Sebagai pendidik. kognitif (berpikir). Perkembangan dalam satu dimensi dapat membatasi atau memfasilitasi perkembangan pada dimensi-dimensi lainnya (Sroufe. kita seharusnya menyadari betul hal ini dan menggunakan kesadaran ini untuk mengorganisasikan pengalaman-pengalam belajar anak.id/Webs/index. Demikian juga perkembangan dalam keterampilan berbahasa mempengaruhi kemampuan anak-anak untuk membangun hubungan-hubungan sosial dengan orang dewasa dan anak-anak yang lain. dimensi sosial. Sebaliknya. Jika seseorang anak mampu menjalankan tugas perkembangannya pada masa emas maka selanjutnya akan mematangkan kepribadiannya. & DeHart 1992. dan pada gilirannya keterampilan-keterampilan dalam interaksi sosial ini dapat mendukung atau menghambat perkembangan bahasa mereka. emosi. Soderman. 1.go. Untuk mewujudkan itu maka harus diciptakan pengelola dan pendidik yang baik juga. dan dimensi spiritual.bkkbn. Karena dimensi-dimensi perkembangan tersebut berhubungan satu sama lain. afektif dan psikomotorik mulai digunakan untuk menyesuaikan diri dengan dunia sosialnya.php Prinsip-prinsip Perkembangan Anak By Irwan Nuryana Kurniawan Pemahaman kita yang benar tentang perkembangan anak-anak insyallah akan membantu kita untuk memberi perlakuan yang tepat kepada anak-anak kita. Kostelnik. misalnya.Kemampuan kognitif. mempengaruhi perkembangan kognitif mereka. Tulisan berikut ini akan mencoba menjelaskan prinsip-prinsip penting dalam perkembangan anak. sosial. dan spiritual— berhubungan erat satu sama lain. PAUD PLS. membantu anak-anak berkembang secara optimal dalam semua dimensi perkembangan dirinya. pada gilirannya. sehat. (miol) http://www. dibina. Sebagai contoh. kesadaran akan adanya hubungan antar semua bagian perkembangan . ketika para bayi mulai belajar berjalan. Dimensi-dimensi perkembangan anak—fisik. Cooper. kognitif. baik dimensi fisik. & Whiren 1993). akan mengalami gangguan ketika menuju proses pendewasaan jika pada usia dini tidak terpenuhi kebutuhannya.

Erikson 1963. & DeHart 1992). 2. kemudian mengharapkan . keterampilan-keterampilan. bermanfaat untuk perencanaan kurikulum untuk berbagai kelompok usia anak. Pemahaman tentang keragaman yang luas bahkan pada anak-anak usia kronologis (usia yang dihitung sejak anak lahir) yang sama. termasuk untuk keberfungsian semua dimensi perkembangan dalam diri anak. Semua anak memiliki kelebihan. Riset-riset perkembangan manusia menunjukkan bahwa tahapan-tahapan pertumbuhan dan perubahan anak usia 9 tahun pertama rentang kehidupan relatif stabil dan dapat diprediksikan tahapannya (Piaget 1952. latar belakang dan pengalaman keluarga. Dyson & Genishi 1993. kebutuhankebutuhan.ini. sejumlah mungkin memiliki kebutuhan belajar dan perkembangan yang khusus.” Alih-alih demikian. Sementara untuk anak-anak usia sekolah dasar perencanaan kurikulum diarahkan sebagai usaha-usaha untuk membantu anak-anak mengembangkan pemahaman-pemahaman konseptual yang dapat diaplikasikan pada mata pelajaran yang dipelajari. Penekanan perlakuan anak secara individual sesuai dengan keunikan masing-masing anak tidaklah sama dengan “individualisme. pengakuan ini menuntut kita untuk tidak menganggap anak hanya sebagai anggota kelompok usia. Keragaman individual paling tidak dalam dua makna: keragaman dari rata-rata/normatif arah perkembangan dan keunikan setiap anak sebagai individu (Sroufe. Perubahan-perubahan yang dapat diramalkan ini terjadi pada semua bagian perkembangan— fisik. gaya belajar. dan minat-minat masing-masing. Pengetahuan mengenai perkembangan yang khas untuk setiap rentang usia anak membantu para orangtua atau pendidik untuk mempersiapkan lingkungan belajar dan merencanakan tujuan-tujuan kurikulum yang reaslistik dan pengalaman-pengalaman belajar yang tepat menurut perkembangan anak. keterampilan-keterampilan. dan pengetahuan-pengetahuan lanjut anak terbangun atas kemampuan-kemampuan. Cooper. dan kognitif—meskipun bagaimana perubahan-perubahan ini mewujud dan makna yang dilekatkan pada perubahan tersebut mungkin bervariasi menurut kontek budaya. Kurikulum untuk bayi. sebagaimana halnya untuk kepribadian. Setiap anak adalah seorang pribadi unik dengan pola dan waktu pertumbuhan bersifat individual. Pengakuan bahwa keragaman individual bukan hanya diharapkan tapi juga dihargai menuntut kita sebagai orang dewasa ketika berinteraksi dengan anak-anak memperlakukan mereka secara tepat dengan keunikannya masing-masing. Case & Okamoto 1996). anak-anak batita (bayi sampai usia tiga tahun) dan anak usia prasekolah hampir pasti digerakan oleh kebutuhan untuk mendukung perkembangan yang sehat pada semua bagian diri anak. Perkembangan anak berlangsung dalam sebuah tahapan yang relatif teratur di mana kemampuan-kemampuan. temperamen. 3. hendaknya mengantarkan kita pada kesadaran bahwa usia anak hanyalah sebuah gambaran kasar untuk kemasakan perkembangan anak. dan pengetahuan-pengetahuan anak sebelumnya. emosi. Perolehan perkembangan bervariasi untuk setiap anak. Gallahue 1993. bahasa. sosial.

lama. bersifat kumulatif dalam arti bahwa jika sebuah pengalaman frekuensi kejadiannya jarang. & Renshaw. Kohn 1993). Mallory 1992. Sejumlah bukti menyarankan bahwa mengandalkan penguatan ekstrinsik (dari luar) seperti permen atau uang untuk membentuk perilaku anak. sementara motivasi intrinsik (dari dalam) lebih efektif untuk membentuk perilaku dalam jangka panjang (Dweck 1986. mereka memberikan dampak yang sangat kuat. Pola-pola yang sama dapat diamati pada bayi-bayi yang menangis dan menunjukkan usaha-usaha sejenis dalam berkomunikasi yang ditanggapi secara teratur. Pengalaman-pengalaman awal anak. baik positif atau negatif. Kostelnik. 4. Jika pengalaman-pengalaman positif atau negatif sering terjadi. & Bailey 1992). Wolery. merupakan sebuah strategi yang efektif dalam jangka pendek. maka hal tersebut juga memiliki pengaruh minimal.mereka untuk menampilkan tugas-tugas perkembangan kelompok usia tersebut tanpa mempertimbangkan keragaman kemampuan adaptasi setiap individu anak. terhadap perkembangan selanjutnya. baik positif atau negatif. Memiliki pengharapan tinggi terhadap anak adalah penting. Hymel. memberi uang kepada anak . dengan implikasi-implikasi penting dan menetap terhadap kapasitas-kapasitas anak untuk belajar (Dana Alliance for Brain Initiatives 1996). memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Soderman. Wieder & Greenspan 1993). Sebagai contoh. dan bahkan memiliki dampak seperti bola salju (Katz & Chard 1989. Pengalaman-pengalaman awal memberikan pengaruh yang bersifat kumulatif maupun tertunda terhadap perkembangan anak. anak-anak yang gagal untuk mengembangkan kompetensi sosial minimal dan diabaikan atau ditolak teman-teman sebayanya memiliki resiko tinggi untuk drop out sekolah. Sebaliknya. Pengalaman-pengalaman awal juga dapat memberi pengaruh yang bersifat menunda. Demikian juga. Parker & Asher 1987). & Whiren 1993. Harapan norma kelompok dapat memberi dampak yang sangat merusak terutama untuk anak-anak dengan kebutuhan perkembangan dan belajar yang khusus (NEGP 1991. 1984. ada periode-periode optimal untuk jenis-jenis perkembangan dan belajar tertentu. menjadi anak-anak dan remaja nakal. seperti dibacakan secara teratur. ketika anak-anak memiliki atau tidak memiliki pengalaman literasi sejak dini. keberhasilan mereka selanjutnya dalam belajar membaca sangat dipengaruhi oleh hal tersebut. Mungkin yang paling meyakinkan adalah hasil-hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pengalaman-pengalaman sosial dan sensorik motorik selama tiga tahun pertama kehidupan secara langsung mempengaruhi perkembangan neurologis otak. dan menunjukkan permasalahan kesehatan mental ketika mereka dewasa (Asher. tetapi memiliki harapanharapan yang kaku menurut norma kelompok tidak mencerminkan kenyataan yang terjadi bahwa adanya perbedaan yang nyata dalam perkembangan dan belajar individual anak dalam tahun-tahun awal kehidupan. pengalaman seorang anak prasekolah bersama anak-anak dalam tahuntahun prasekolah membantu dia mengembangkan keterampilan-keterampilan sosial dan kepercayaan diri yang memungkinkan dia memiliki teman-teman/persahabatan dalam tahun-tahun pertama sekolah dan pengalaman-pengalaman ini selanjutnya menguatkan kompetensi sosialnya. Sebagai contoh. Strain.

Perkembangan berjalan dalam arah yang dapat diprediksikan menuju sebuah kondisi yang lebih kompleks. dll) selama periode ini memiliki keuntungan kumulatif menjadi lebih baik dan mampu dalam menguasai keterampilan-keterampilan motorik yang lebih kompleks pada tahuntahun berikutnya. Belajar selama periode anak usia dini berlangsung dari pengetahuan yang berbentuk perilaku menuju pengetahuan yang berbentuk simbolik (Bruner 1983). Bahkan setiap anak yang masih kecil mampu untuk menggunakan beragam media untuk merepresentasikan konsep-konsep pemahaman mereka. Sebagai contoh. pengetahuan itu sendiri menjadi meningkat (Edwards. menyusun model. anak-anak belajar untuk mengenali rumah mereka dan tempat-tempat lain yang mereka kenal lebih dahulu sebelum mereka dapat memahami kata-kata kiri dan kanan atau membaca peta sebuah rumah.Forman 1994). Anak-anak yang memiliki banyak kesempatan dan dukungan orang dewasa untuk mempraktekkan keterampilan-keterampilan motorik besar (berlari. lebih terorganisasi. tahun-tahun prasekolah tampaknya menjadi periode optimal untuk perkembangan motorik yang mendasar dan karenanya keterampilan-keterampilan motorik mendasar lebih mudah dan lebih efisien dicapai pada periode usia ini (Gallahue 1995). Sebaliknya. dapat diperbaiki kemudian. melompat. Sebagai contoh. melempar. dan lebih terinternalisasi. Pada dimensi tertentu dalam rentangan kehidupan. & Forman 1993.untuk membaca dalam jangka panjang merusak keinginan anak untuk membaca sebagai kesenangan dan budaya. anak-anak yang memiliki pengalaman awal terbatas kemungkinan besar mengalami kesulitan untuk menguasai kompetensi fisik dan menunjukkan keterlambatan ketika mencoba berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas olahraga tingkat lanjut. tiga tahun pertama kehidupan menjadi periode paling optimal untuk perkembangan bahasa verbal (Kuhl 1994). baik karena kerusakan fisik atau lingkungan. Program-program yang tepat menurut tahapan perkembangan menyediakan banyak kesempatan kepada anak-anak untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan mereka yang bersifat pengetahuan dengan menyediakan sebuah pengalaman langsung yang bervariasi dan membantu anak-anak menguasai pengetahuan yang bersifat simbolik melalui representasi pengalaman-pengalaman mereka dalam media yang beragam seperti menggambar. bermain drama. melukis. penanganan sejenis menuntut pertimbanganpertimbangan tersebut. . Demikian juga. Malaguzzi 1993. 5. Sebagai contoh. kebanyakan bayi dan anak yang baru belajar berjalan kebanyakan belajarnya menggunakan panca indera dan motorik. melalui representasi pengetahuan mereka. Lebih lanjut. Gandini. deskripsi-deskripsi verbal dan tertulisa (Katz1995). Representasi modalitas sensori (baca panca indera) dan media juga bervariasi menurut usia anak. beberapa bentuk perkembangan dan belajar terjadi sangat optimal. Meskipun keterlambatan-keterlambatan dalam perkembangan bahasa. tetapi anak-anak usia 2 tahun menggunakan satu benda melakukan satu hal dalam bermain (sebuah kotak untuk menelepon atau menggunakan sendok sebagai gitar).

Wu. bahkan seorang anak diasuh dalam keluarga yang mencintai dan mendukungnya. Setiap budaya menstruktur dan memaknai perkembangan dan perilaku anak (Edwards & Gandini 1989. Bowman & Stott 1994. dan menerima sebuah cara yang beragam pada anak-anak untuk mengekspresikan pencapaian-pencapaian perkembangan yang mereka peroleh (Vygotsky 1978. Demikian juga. 1993) menyediakan sebuah model ekologis untuk memahami perkembangan manusia. Sebagai contoh. setting pendidikan. baik eksplisit dan implisit. atau kelompok etnis di mana mereka tinggal. Bronfenbrenner (1979. 1993). komunitas. 220). Bruner 1996. & Stone 1993. Karena kultur seringkali didiskusikan dalam kontek diversitas atau multikulturalisme. orang seringkali gagal untuk mengenali peran dominan yang yang dimainkan budaya dalam mempengaruhi perkembangan semua anak-anak. tetapi kontek-kontek social membentuk perkembangan anak ke dalam konfigurasi-konfigurasi yang berbeda” (1994. Rogoff et al. New 1993. “aturan-aturan perkembangan adalah sama untuk semua anak. Wardle 1996). Para guru seharusnya mempelajari budaya dari mayoritas anak didik terutama budaya mereka memiliki budaya yang berbeda dengan peserta didiknya.6. hal ini akan menjadi tugas yang tidak mungkin. Pendidikan seharusnya merupakan sebuah proses yang memiliki nilai tambah. 1994. dan kemungkinan memperlihatkan pengaruh negatif dari stereotif negative dan diskriminasi. Perkembangan dan belajar terjadi dalam dan dipengaruhi oleh kontek social cultural yang majemuk. Minick. kelompok religi. Wertsch 1985. anak-anak yang bahasa utamanya bukan bahasa Inggris seharusnya mampu untuk belajar bahasa Inggris tanpa dipaksa untuk menyerah pada bahasa ibu mereka (NAEYC 1996a). Kontek-kontek yang beragam ini berhubungan satu sama lain dan semuanya memiliki pengaruh terhadap anak yang sedang berkembang. 1989. Lebih dari itu. Phillips 1994. Kultur merupakan pola-pola keyakinan dan perilaku. & Davidson 1989. anak-anak . Sebagai contoh. pengakuan fundamental ini membuat para guru peka terhadap kebutuhan untuk mengakui bagaimana pengalaman cultural yang mereka miliki membentuk perspektif mereka dan untuk menyadari bahwa perspektif yang majemuk harus dipertimbangkan dalam keputusan-keputusan tentang perkembangan dan belajar anak-anak. yang diwariskan kepada generasi penerusnya oleh masyarakat atau kelompok social. Mallory & New 1994a. Guru-guru anak usia dini perlu memahami pengaruh kontek-kontek sosiokultural dalam belajar. Meskipun demikian. Anak-anak mampu belajar untuk berfungsi di dalam lebih satu kontek budaya secara simultan. dan masyarakat yang lebih luas. Forman. mengakui bahwa perkembangan dan belajar dipengaruhi oleh kontek-kontek social dan cultural bukan berarti menuntut para guru untuk memahami semua nuansa setiap budaya yang mereka temui dalam praktek-praktek mereka. Tobin. Sebagaimana yang dikemukakan Bowman. seperti rasisme atau seksisme. mengenali kompetensi yang sedang berkembang pada anak-anak. Bronfenbrenner menjelaskan bahwa perkembangan anak paling baik dipahami dalam kontek keluarga. Meskipun demikian. jika para guru menetapkan ekspektasi-ekspektasi yang rendah untuk anak-anak berdasarkan budaya dan bahasa rumah mereka. komunitas yang sehat dipengaruhi oleh bias-bias masyarakat yang lebih luas. anak-anak tidak dapat berkembang dan belajar secara optimal.

belajar melalui pengalaman menggunakan benda-benda ( mengamati bahwa bola yang dilempar ke udara jatuh kembali). Gardner 1991. memperluas. Anak-anak usia dini secara aktif belajar dari mengamati dan berpartisipasi dengan anak-anak dan orang dewasa lain. Anak-anak membentuk hipotesis mereka sendiri dan membuktikannya melalui interaksi sosial. anakanak secara progresif menyusun pemahaman mereka atas berbagai symbol. anak-anak secara kontinyu memproses pengalaman-pengalaman baru untuk membentuk ulang. Prinsip-prinsip dari praktek yang sesuai dengan tahapan perkembangan didasarkan pada teori-teori dominan yang memandang bahwa perkembangan intelektual dari sebuah perspektif konstruktivisinteraktif (Dewey 1916.yang terbiasa memakai bahasa Inggris mendapatkan keuntungan dari belajar bahasa lainnya. Stremmel & Fu 1993. dan pengetahuan sosial. Hohmann & Weikart 1995). termasuk hal-hal penting yang secara kultural ditransmisikan agar anak-anak berfungsi dengan baik di dunia ini. Case & Okamoto 1996). akan tetapi yang mereka gunakan (seperti system alphabet atau numeric) merupakan sesuatu yang ditransmisikan kepada mereka oleh orang-orang dewasa dalam budaya mereka. program usia dini dan komunitas. mengajukan pertanyaanpertanyaan. anak-anak secara aktif terlibat dalam menyusun pemahaman-pemahan mereka sendiri dari pengalaman-pengalaman dan pemahaman-pemahaman ini dimediasi oleh dan secara pasti terhubungan kepada kontek sosiokultural. dan melalui proses-proses berpikir mereka sendiri—mengamati apa yang terjadi. Anak-anak adalah pembelajar aktif. Sigel. termasuk di dalamnya adalah para orangtua dan para guru. peristiwaperistiwa. anak dipaksa untuk menyesuaikan model atau mengubah struktur mental untuk mempertimbangkan informasi baru. merefleksikan dalam temuan-temuan mereka. Anakanak memiliki kontribusi terhadap perkembangan dan belajar mereka sendiri sebagaimana halnya mereka berusaha untuk menanggapi pengalaman-pengalaman harian mereka di rumah. Ketika objek-objek. manipulasi fisik. Ketika para guru dan orang dewasa menggunakan berbagai strategi untuk mendorong anak-anak melakukan refleksi atas pengalaman-pengalaman mereka melalui sebuah perencanaan. Sejak lahir. & Saunders 1984. Vygotsky 1978. Selama masa usia dini. Sebagai contoh. Piaget 1952. Gandini. DeVries & Kohlberg 1990. dan orang-orang lain menunjukkan hal yang berbeda dengan model yang secara mental telah tersusun dalam diri anak. dan mereorganisasi struktur-struktur mental (Piaget 1952. Kamii & Ewing 1996). & Forman 1993. Vygotsky 1978. . 7. mengalami langsung pengalaman fisik dan sosial sebagaimana halnya pengetahuan yang ditransmisikan secara kultural untuk menyusun pemahaman-pemahaman mereka sendiri tentang dunia yang ada di sekitar mereka. Edwards. dan memformulasikan jawaban-jawaban. Tujuannya adalah bahwa semua anak belajar untuk berfungsi dengan baik dalam masyarakat secara keseluruhan dan bergerak secara nyaman di antara kelompok orangorang yang memiliki latarbelakang yang sama maupun berbeda. istilah pengalaman fisik dan sosial digunakan dalam kontek yang luas termasuk ekspose anak terhadap pengetahuan fisik. maka pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh menjadi mendalam (Copple. Dalam pernyataan prinsip ini. Rogoff 1990.

Smilansky & Shefatya 1990. Usaha-usaha terkini untuk mengatasi dikotomi yang jelas ini (Seifert 1993. Fein 1981. di mana anak-anak tinggal di dalamnya. Plomin 1994a. baik fisik maupun sosial. sebuah bawaan genetik kemungkinan memprediksi pertumbuhan yang sehat. sementara penelitian lainnya telah mendemonstrasikan bahwa pengajaran tentang konsep-konsep spesifik atau strategi-strategi dapat memfasilitasi perkembangan struktur kognitif menjadi lebih matang (belajar mempengaruhi perkembangan) (Vygotsky 1978. Sekarang ini. Para penganut behavioris (aliran perilaku) memfokuskan pada pengaruh-pengaruh lingkungan sebagai penentu belajar.Dalam tahun-tahun belakangan ini. emosional. Pengajaran yang strategis tentu saja dapat meningkatkan belajar anak-anak. Sameroff & McDonough 1994. kemungkinan dapat diperbaiki melalui intervensi yang sistematik dan tepat. Bergen 1988. Teori Piaget menekankan bahwa perkembangan struktur kognitif tertentu merupakan prasyarat bagi belajar (contoh perkembangan mempengaruhi belajar). . Bermain merupakan sebuah instrumen penting bagi perkembangan sosial. Gelman & Baillargeon 1983). 8. seorang anak dengan temperamen yang dibawanya—sebuah kecenderungan psikologi dalam menanggapi situasi tertentu— membentuk dan dibentuk oleh bagaimana anak-anak lain dan orang-orang dewasa berkomunikasi dengan anak tersebut 9. para guru anak usia dini mengakui bahwa bermain bagi anak merupakan sebuh kontek yang sangat mendukung untuk proses-proses perkembangan tersebut (Piaget 1952. perkembangan dilihat sebagai hasil dari proses transaksional yang interaktif antara individu yang sedang tumbuh dan berkembang dengan pengalaman-pengalaman dalam lingkungan fisik dan sosial (Scarr & McCartney 1983. Demikian juga halnya. Disabilitas yang parah. sementara para penganut maturasionis (aliran kemasakan biologis) menekankan pentingnya hereditas—karakteristik biologis bawaan. Berk & Winsler 1995). juga sebagai sebuah refleksi atas perkembangan mereka. Prinsip ini menunjukkan bahwa manusia merupakan produk hereditas (biologis) dan lingkungan dan kedua kekuatan ini berhubungan satu sama lain. dan kognitif anak-anak. Memahami bahwa anak adalah konstruktor-konstruktor aktif atas pengetahuan yang dimiliki dan bahwa perkembangan dan belajar sebagai hasil proses interaktif. Perkembangan dan belajar merupakan hasil interaksi antara maturasi biologis dan lingkungan. diskusi-diskusi mengenai perkembangan menjadi terpolarisasi (lihat Seifert 1993). Fromberg 1992. baik disebabkan hereditas atau lingkungan. Dengan demikian. Setiap perspektif benar sampai tingkatan tertentu dan selebihnya keduanya tidak mampu untuk menjelaskan belajar atau perkembangan. Case & Okamoto 1996) mengakui bahwa esensinya kedua perspektif teoritis tersebut adalah benar dalam menjelaskan aspek-aspek perkembangan kognitif selama usia dini. pengajaran langsung kemungkinan besar tidak efektif dan gagal jika tidak disesuaikan dengan pengetahuan dan kapasitas-kapasitas kognitif anak dalam setiap tahapan perkembangannya. tetapi nutrisi yang tidak mencukupi dalam tahun-tahun awal kehidupan mengganggu terpenuhinya potensi tersebut. b). Sebagai contoh.

emosi. Schrader 1989. dan sosial anak-anak (Herron & Sutton-Smith 1971). Schaefer. untuk berinteraksi dengan orang lain. untuk mengatasi konflikkonflik. Morrow 1990. Dihadapkan pada kegagalan yang berulang. mencoba tugastugas yang baru atau yang menantang. anak-anak juga dapat mengembangkan imajinasi-imajinasi dan kreativitas-kreativitas mereka. permainan simbolik dapat mempromosikan perkembangan abilitas-abilitas representasi simbolik. dan waktu yang tepat. Melalui bermain. Ketika para guru menyediakan sebuah organisasi tematik untuk bermain. dan perasaan-perasaan mereka ketika terlibat dalam bermain simbolik. berinteraksi dengan orang lain dalam cara-cara yang secara sosial diterima. Penelitian-penelitian mendemonstrasikan bahwa anak-anak perlu untuk mampu menegosiasikan sebagian besar tugas-tugas belajar dengan sukses untuk memelihara motivasi dan keteguhan mereka (Lary 1990. bermain juga menyediakan sejumlah fungsi penting bagi perkembangan fisik. dan mengembangkan kapabilitaskapabilitas simbolik mereka. menawarkan dukungan. sebagaimana juga mereka mengalami sebuah tantangan dalam level di atas penguasaan mereka sekarang ini. 10. sebagai contoh. mengekspresikan dan mengontrol emosi-emosi. seorang anak belajar untuk mengatasi emosi. maka bahasa dan keterampilan-keterampilan literasi anak dapat ditingkatkan (Levy. Bermain menyediakan sebuah kontek bagi anak-anak untuk mempraktekkan keterampilanketerampilan yang baru dikuasai dan juga berfungsi sebagai sudut pengembangan kapasitas-kapasitas untuk menjalankan peran-peran sosial yang baru. Wolfgang.Bermain memberi anak-anak kesempatan-kesempatan untuk memahami dunia. & Phelps 1986. 1990. pemikiran-pemikiran. Implikasinya adalah bahwa pada sebagian besar waktu para guru seharusnya menyediakan anak-anak dengan tugas-tugas yang dengan usaha-usahanya mereka dapat menyelesaikan dan mempresentasikannya sesuai dengan tingkat pemahaman mereka. dan memecahkan permasalahan yang komplek yang mungkin bisa atau tidak akan bisa mereka tangani (Mallory & New 1994b). Vygotsky (1978) meyakini bahwa bermain mengarahkan perkembangan. dan untuk mendapatkan perasaan kompeten. Permainan anak memberi orang-orang dewasa pencerahanpencerahan atas perkembangan anak-anak dan kesempatan-kesempatan untuk mendukung pengembangan strategi-strategi baru. kebanyakan anak-anak berhenti untuk mencoba. Bodrova & Leong 1996). Pramling 1991. dan menjadi lebih terlibat dalam permainan dengan memperluas dan mengelaborasi atas gagasan-gagasan anak. ruang. Penelitian menunjukkan pentingnya permainan sosiodrama sebagai bagian dari kurikulum belajar untuk anak-anak usia 3 sampai 6 tahun. Perkembangan tingkat lanjut dicapai ketika anak-anak memiliki kesempatankesempatan untuk mempraktekkan keterampilan-keterampilan yang baru dikuasai. Levy. Anak-anal mengungkapkan dan merepresentasikan gagasan-gagasan. Selama bermain. Oleh karena itu. . inisiatif anak dan dukungan guru dalam bermain merupakan komponen esensial dalam praktek yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak (Fein & Rivkin 1986). Pada saat yang sama anak-anak secara kontinyu menghadapi situasi-situasi dan stimulasistimulasi yang memberi mereka kesempatan untuk bekerja pada tingkat kemampuan mereka yang sedang berkembang (Berk & Winsler 1995. & Koorland 1992). Selain mendukung perkembangan kognitif. Brophy 1992).

11. Malaguzzi (1993) menggunakan metaphor “100 bahasa” untuk menggambarkan modalitas yang beragam yang digunakan anak-anak untuk memahami dunia dan merepresentasikan pengetahuan mereka. sangat dimotivasi untuk memahami apa yang sebagian besar mereka pahami dan untuk menguasai sebagian besar apa yang mereka mampu lakukan (White 1965. bukan frustasi. Sementara karya yang lain telah mengidentifikasi jenis pembelajar mandiri atau dependen (Witkin 1962). terutama anak-anak. Sigel. dengan bantuan guru-guru. sehingga membuat mereka menjadi tertantang. Prinsip belajar adalah pertama-tama anak-anak dapat melakukan sesuatu dalam sebuah kontek suportif dan kemudian secara mandiri dan berada dalam sebuah kontek yang lebih beragam. intrapersonal dan interpersonal. para teoritisi belajar dan ahli psikologi perkembangan telah mengakui bahwa manusia terlahir untuk memahami dunia dalam cara-cara yang beragam dan bahwa setiap individu cenderung memiliki preferensi atau model belajar tertentu. Prosesproses merepresentasikan pemahaman yang mereka miliki. Katz 1995). Vygotsky 1978). Anak-anak menunjukkan cara-cara yang berbeda dalam mengetahui dan belajar. kebutuhan-kebutuhan. dalam sebuah tugas yang berada di atas jangkauan independensi anak. dan minat-minat mereka. dapat membantu anak-anak memperdalam. atau taktil. setiap individu paling tidak memiliki kecerdasan dalam bidang-bidang lain: musikal. dan memperluas pemahaman mereka (Copple. Prinsip modalitas yang beragam memberi implikasi bahwa para guru seharusnya menyediakan bukan hanyak kesempatan-kesempatan setiap anak secara individual menggunakan preferensi model belajarnya sebagai menjadi modal kekuatan mereka (Hale-Benson 1986) tetapi juga kesempatan-kesempatan untuk membantu anak-anak mengembangkan intelegensi-intelegensi yang mereka sadari tidak begitu menonjol.” Sebagai tambahan terhadap kecerdasan tradisional yang penting bagi keberhasilan sekolah yaitu kecerdasan bahasa dan logika matematis. Pada kurun waktu tertentu. Studistudi perbedaan dalam modalitas belajar telah menemukan hal yang kontras antara pembelajar visual. kinestetik tubuh. memperbaiki. Gardner (1983) memperluas konsep ini dengan berteori bahwa manusia paling tidak memiliki tujuh “intelegensi. auditori. orang-orang dewasa dan teman sebaya yang lebih kompeten memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan dengan menyediakan dukungan-dukungan yang memungkinkan anak mampu mengambil langkah selanjutnya. . Rogoff (1990) menggambarkan proses belajar yang dibantu orang dewasa sebagai “partisipasi terbimbing” untuk menekankan bahwa anak-anak secara aktif berkolaborasi dengan orang lain untuk bergerak maju menuju sebuah level pemahaman dan keterampilan yang lebih kompleks. Perkembangan dan belajar merupakan proses-proses dinamik yang menuntut orang-orang dewasa memahami dan mengamati anak-anak secara lebih dekat dan kontinum agar sesuai dengan kurikulum dan mengajari anak-anak kompetensi-kompetensi emergensi.Selanjutnya. dan membantu anak-anak untuk maju lebih jauh dengan memberi target pengalaman-pengalaman pendidikan sampai pada level kapasitas-kapasitas anak-anak yang memang sedang berubah. Forman 1994. & Saunders 1984. spasial. Manusia. dan cara-cara yang berbeda dalam merepresentasikan apa yang mereka ketahui.

Karena keamanan dan kesehatan fisik sekarangsekarang ini seringkali terancam. Garbarino et al. Maslow (1954) mengkonseptualisasikan sebuah hierarki kebutuhan-kebutuhan dimana belajar tidak mungkin terjadi kecuali kebutuhan-kebutuhan fisiologis dan psikologis untuk aman terpenuhi lebih dahulu. program-program untuk anak usia dini harusnya bukan hanya menyediakan nutrisi. praktek-praktek yang sesuai dengan tahapan perkembangan seharusnya memperhatikan dengan baik kebutuhan-kebutuhan fisik.id/2008/09/18/prinsip-prinsip-perkembangan-anak/ .staff. kesehatan mental. 1992). U.uii. dan emosi sebagaimana halnya perkembangan intelektual. Stern 1985. oleh karena itu. Hubungan-hubungan primer ini berawal dalam keluarga tetapi kemudian meluas seiring berjalannya waktu termasuk guru-guru anak-anak dan anggota-anggota komunitas.12. seperti fisik. sosial. sosial (NASBE 1991.ac. Perkembangan anak-anak dalam semua bagiannya dipengaruhi oleh abilitas mereka untuk membangun dan memelihara sebuah hubungan primer yang positif secara konsisten dengan orang-orang dewasa dan anak-anak yang lain (Bowlby 1969. kebutuhan-kebutuhan fisik mereka terpenuhi. gigi.S. dan mereka merasa secara psikologis aman. dan kesehatan yang adekuat tapi juga pastikan layanan-layanan yang lebih komprehensif. http://kurniawan. Department of Health & Human Services 1996). keamanan. Anak-anak berkembang dan belajar dengan sangat baik dalam kontek sebuah komunitas di mana mereka aman dan dihargai.

Bis dan anjing merupakan rangsangan yang memberi arti pada tingkah laku yakni respon lari. Observasi adalah . antara lain observasi. Setelah menanyakan kepada anak yang bersangkutan mengapa lari menjauh. psikologi berasal dari kata psyche yang artinya jiwa dan logos ilmu pengetahuan. atau laroi mendekat pada waktu melihat anjing.mungkin akan timbul pertanyaan mengapa perkembangan manusia dilihat dari sudut psikologi. misalnya : seseorang lari mengejar bis dan seseorang lagi menghindar dari bis. Melihat arti katanya. Dalam usaha memahami perilaku manusia.dpiperlihatkan dalam bentuk perilaku.diselidiki melalui prilakunya.yang menunjukkan bahwa orang tersebut sedang lari ketakutan atau kala ada bola di depanntya. Mengingat jiwa seseorang dapat diketahui.PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK Apabila melihat judul tulisan ini.dapat disimpulkan bahwa psikologi meliputi 2 macam pengetahuan yang mempelajari bagaimana manusia memberi reaksi . Maka psikologi dapat dirumuskan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan timbal balik dengan lingkungannya.mungkin akan terlihat tingkah laku yang berbeda walaupun sesuatu yang ada di dalam lingkungan tersebut sama.berarti orang tersebut sedang mengejar bola. Dari contoh tersebut.dipakai beberapa cara. Karena prilaku seseorang adalah hasil interaksi antara dirinya dengan lingkungan maka prilaku harus dipelajari dalam hubungan dengan lingkungannya. 2) Apabila melihat lingkungan dan apa yang ada didalam lingkungan tersebut. Anjing adalah stimulus terhadap respon lari atau menghindar yang bias dibedakan dengan respon lari mendekat.yakni jawaban terhadap rangsang dari lingkungan yang berbeda dan rangsang dari lingkungan yanfg sama. Prilaku tersebut baru bisa diartikan sebagai gerakanlari menghindar atau lari mengejar bila sudah terlihat ada sesuatu dalam lingkungan anak tersebut yang memberi keterangan lebih lanjut: ada anjing di belakangnya . maka jawabannya ialah adanya perbedaan perilaku yang diperlukan tergantung dari rangsangannya.maka psiokologi serng dikatakan Ilmu yang mempelajari prilaku manusia. Contoh : 1) Apabila kita melihat perilaku seorang anak yang menggerakkan kaki dan tangannya dengan cepat. Rangkaian reaksi atau jawaban terhadap rangsang-rangsang ini .

Jadi. Observasi atau pengamatan bias dilanjutkan dengan wawancara. dapat dilakukan dengan cara observasi perilaku.kalau perlu dapat dilakukan wawancara dengan orang lain dapat dilakukan dengan mencari bentuk perilaku yang sama pada diri sendiri dan melihat apa latar belakang yang menyebabkan terwujudnya perilaku tersebut pada diri sendiri.untuk mengetahui arti dari perilaku dan penyebabnya.shvoong. Wawancara bisa dilakukan langsung terhadap orang yang sedang diamati.wawancara dan analogi. http://id.dengan cara analogi.melihat perilaku orang lain dan memberi arti lain pada perilaku serta mencari penyebab atau latar belakang timbulnya perilaku tersebut.com/tags/anak/ .

Bayi mulai meniru apa yang diucapkan pengasuhnya 2. Sudah mulai dapat mengucapkan satu kata tertentu. 3. seperti suara music yang sering mereka dengar ataupun suara lain yang familiar buat mereka. Memalingkan pandangannya pada suara yang mereka kenali.html . 4. Maksudnya mereka sudah mulai dapat mengasosiasikan pola suara dengan suatu benda serta pola suara dengan gerak tubuh. Mereka mulai berkembang untuk mengenali suara tertentu saja. 3. Mereka mulai meniru suara tertentu (bukan meniru pembicaraan). Mereka akan menangis ketika mereka membutuhkan sesuatu. Mereka mulai dapat berinteraksi secara verbal dengan pengasuhnya. Mulai mengenali nama mereka (panggilan mereka). Mereka dapat menghubungkan suara dengan objek tertentu dan juga dengan gerak badan.com/2009/02/tahap-perkembangan-bahasa-pada-bayi-0. 3. 4. Mereka mulai menyadari nama pengasuhnya dan akan bereaksi ketika nama pengasuhnya disebut atau dipanggil. 5. 5. http://bayibaik. Pada usia ini bayi anda akan mengkomunikasikan segala sesuatunya lewat tangisan mereka. contohnya pada saat pengasuhnya bicara atau tersenyum kepada mereka. 1-4 bulan 1. 0-1 bulan 1. 2. 2. tetapi terkadang mereka juga mengeluarkan suara lain selain tangisan.blogspot. Mereka mengucapkan kata pertamanya. 3. Mereka mengulang-ulang terus suara tertentu. 2. Mereka mulai menggumam dengan irama tertentu. Mereka mulai tertawa. 4. seperti mengecap-ecap bibir atau mencoba membunyikan lidah (tongue clicking).Sesuai janji saya maka pada postingan kali ini saya ingin menyajikan milestone perkembangan bahasa pada bayi 0 sampai 12 bulan. Mereka dapat mengungkapkan setuju atau tidak dengan menganggukkan atau menggelengkan kepala mereka. 4-8 bulan 1. 8-12 bulan 1. Mereka mulai mengeluarkan suara tertentu (cooing or gurgling) dalam komunikasinya dengan orang yang sudah mereka kenal.

keluarganya. 2. Bayi anda mulai merespon senyum orang yang tersenyum kepadanya. 3. 4-8 bulan 1. 4.blogspot. Pada postingan selanjutnya saya akan membahas milestone perkembangan bahasa pada bayi. Beberapa bayi mungkin akan lebih awal mengalaminya. 4. 8-12 bulan 1. baik itu bundanya ataupun bibi yang mengasuh mereka. meskipun responnya minimal. 3. Mereka mulai mengenali siapa yang sering mengasuhnya. 3. Bayi sebisa mungkin akan selalu menempatkan pengasuh utamanya dalam pandangan mereka. Penanganan dini jauh lebih baik.Tahap Perkembangan Sosial dan Emosional Bayi: 0-12 bulan Berikut ini adalah milestone perkembangan sosial-emosional bayi dari 0 sampai 12 bulan. Bayi anda tidur dengan durasi 17 sampai 19 jam per hari. mereka akan merasa cemas dan sedih sampai akhirnya menangis. 0-1 bulan 1. jika pengasuhnya tidak terlihat maka mereka akan cemas dan sedih. tetapi permainan itu sangat penting untuk mereka. 3. Nantikan postingan selanjutnya.com/2009/02/tahap-perkembangan-sosial-dan-emosional. 2. Ajaklah mereka bermain.html . Mereka sudah mulai dapat diajak bermain. 5. misalkan permainan cilukba. Yang terpenting adalah hubungi dokter anak anda jika anda menemukan bahwa perkembangan anak anda ada keterlambatan. tidak semua bayi akan menunjukkan tingkah laku seperti apa yang terdaftar di atas. Mereka mengerti arti kata “tidak”. Mereka menyukai digelitik. beberapa bayi yang lain mungkin terlambat. 2. 4. Bayi sudah mulai memiliki ketegasan atas apa yang mereka inginkan. 5. http://bayibaik. Bayi memiliki ikatan yang sangat kuat dengan mereka yang sering mengasuhnya. Mereka akan marah jika mainan yang dipegangnya direbut darinya. Mereka sudah mengerti ketika mereka terpisah dari pengasuhnya. dan bayangan mereka di cermin. Mereka mulai menunjukkan karakter awal kepribadiannya. Mereka mengenali pengasuh utamanya. Suara yang mereka kenali (terutama dari pengasuh utamanya) dapat menenangkannya ketika mereka menangis. Bayi mulai memiliki mainan favorit dan terikat dengan itu. Tetapi mereka melakukannya tidak sekaligus melainkan secara berseri dengan periode tidur yang pendek. Mereka mulai menunjukkan kecemasan ketika mereka berada di tengah-tengah orang dewasa yang tidak mereka kenali. bayi lebih menyukai pengasuh utamanya. Mereka menyukai digendong dan diayun-ayun. 4. Apa yang diuraikan di atas adalah gambaran milestone perkembangan sosial-emosional bayi secara umum. Mereka mulai berbagi barang kepunyaan dengan bayi yang lain (sesama bayi juga berinteraksi loh). mereka sudah dapat mendorong pengasuhnya dan berteriak kepada pengasuhnya jika mereka marah. 1-4 bulan 1. Semoga berguna untuk moms and dads. 2.

interpersonal serta naturalis. tetapi dipahami sebagai batasan dalam menetapkan kriteria Developmentally Appropriate Practice. Selain itu perlunya menunggu kesiapan anak dari Piaget dan pemberian bantuan dari orang dewasa untuk meningkatkan kemampuan anak jangan dipandang sebagai sesuatu yang kontradiktif. Dalam mendesain kurikulum konsep Piaget.com/2008/05/25/psikologi-pendidikan-sub-disiplinilmu-psikologi/ .s. Erikson menyoroti aspek psikososial yang dialami masa anak-anak serta bagaimana pendidik dapat membantu anak melewati masa tersebut untuk menjadi mandiri. doubt (1-3 tahun). kinestetik. Ketujuh kecerdasantersebut adalah : Linguistik. Vigotsky. Setiap orang akan melewati tahapan dan setiap tahapan akan mendapatkan pengalaman positif dan negatif. Kepribadian yang sehat akan diperoleh apabila seseorang dapat melewati krisis dalam tugas perkembangan dengan baik.Pada masa usia dini banyak hal yang menarik dia sehingga akan menjadikan dia ingin selalu mencoba terkadang berbahaya.Teori Perkembangan Anak – Erickson dan Gardner Pendapat Piaget dan Vigotsky ini perlu diakomodasi untuk saling melengkapi. Piaget dengan konsep tahapan perkembangan berfikir memberikan pedoman Dalam menyusun pembelajaran yangsesuaiusia. Erikson dan Gardner sangat bermanfaat sebagai arahan dalam menyusun kurikulum yang sesuai dengan tahap perkembangan dan minat individu. Ketidak konsistenan dan penolakan pada masa bayi akan menimbulkan ketidak percayaan pada pengasuhnya berlanjut pada orang lain dan lingkungan yang lebih luas. Bagi anak usia dini. sementaraVigotsky mengemukakan tentang pentingnya interaksi sosial dalam menstimulus berbagai aspek perkembangan. Pakar Psikologi Perkembangan Erikson memfokuskan pada perkembangan psikososial sejak kecil hingga dewasa dalam delapan tahap. matematika. Pada tahap ini orang dewasa harus memberikan dukungannya dan Erikson mengingatkan pembatasan dan kritik yang berlebihan akan menyebabkan tumbuh rasa ragu terhadap kemampuan dirinya. musik. Penelitian tentang kecerdasan lebih jauh lagi diungkapkan Gardner yang dikenal konsep kecerdasan Jamak atau Multiple Intelegence (MI) ia mengidentifikasikan kecerdasan sebagai kemampuan untuk menemukan dan mencari pemecahan masalah serta membentuk suatu produk yang mempunyai nilai dipandang dari budaya seseorang. Setiap orang mempunyai berbagai potensi tersebut dan masing-masing dapat dikembangkan ke tahap tertentu. logika.Bayi memerlukan pengasuhan yang penuh cinta kasih sehingga ia merasa yang aman baginya. autonomy v. tetapi guru tetap harus berperan memperluas dan meningkatkan efektifitas belajarnya dengan bantuan arahan yang tepat (scaffolding) sehingga anak dapat meningkatkan ZPD untuk menjadi daerah kemampuan aktualnya. spasial. http://pembelajaranguru. Rancangan kegiatan perlu dibagi dimana ada saat anak diberi kesempatan menemukan dan membangun pemahamannya (discovery learning). Pendidik perlu meneliti sejauh mana kompetensi dasar usia tertentu.wordpress. sekaligus mencoba meningkatkan kemampuannya dengan tetap memperhatikan kondisi psikologi anak dan tanpa mematikan anak untuk mencintai belajar. intrapersonal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful