P. 1
Century

Century

|Views: 175|Likes:
Published by rispalman

More info:

Published by: rispalman on Sep 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/04/2014

pdf

text

original

SOSIOLOGI HUKUM MAKALAH LEPAS TENTANG MENUNGGU AKHIR DRAMA CENTURY

Oleh : RISPALMAN 0921211026

PROGRAM STUDI ILMU HUKUM PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ANDALAS 2010

MENUNGGU AKHIR DRAMA CENTURY

Abstract Century bank scandal is a scandal that began from the administration bailout of Indonesian banks. The problem is bridging the funding problem. Bailout given indicated the existence of bubbles and the gift was not absah.skandal validity has been discussed in the Parliament with the right of opinion. However, after this scandal as if it will be lost and not being addressed. This illustrates the attitude of law enforcement is still not competent in terms of both mental and personality. This problem is certainly related to the attitude of law enforcement. the law is there for the community but not a few people who do not obey the law.

Skandal century adalah sebuah skandal yang banyak menyita perhatian masyarakat. Siaran langsung sidang pansus yang ditayangkan stasiun televisi swasta makin mengentalkan aroma sidang sebagai sebuah teater. Menyadari bahwa pertunjukannya disaksikan jutaan penonton membuat sebagian anggota pansus mengalami dilema sekaligus demam panggung. Transparansi persidangan seakan menangkap semangat publik memerangi berbagai bentuk tindak korupsi dan melawan segala bentuk kekuatan yang merintangi terkuaknya skandal tersebut. Ajang ini menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada konstituen mereka. Hal semacam ini tentu menjadi hal yang positf. DPR telah menggunakan hak menyatakan pendapatnnya dalam menanangani kasus century dan hak itu dapat digunakan sebagai kelanjutan hasil Pansus Angket Century yang menyimpulkan adanya kesalahan kebijakan dalam pemberian dana talangan Century. Pernyataan pendapat DPR inilah yang kelak harus diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi, apakah kesalahan kebijakan dalam kasus Century memenuhi unsur ´pelanggaran hukum´ yang dimaksudkan oleh Pasal 7A UUD

2 Sebenarnya masih banyak lagi pelanggaran yang dilakukan dalam kebijakan bailout century dan yang menjadi permasalahan besarnya adalah dalam kebijakan jaminan terhadap bank century telahn dikucurkan uang negara sebanyak 6. Merger didahului dengan akuisisi Danpac dan Pikko serta kepemilikan saham CIC oleh Chinkara perusahaan berdomisili di Bahama dengan pemegang saham mayoritas dan pengendali. Polisi dan kejaksaan.1945 hasil amandemen. Walaupun merger tidak memenuhi persyaratan yang berlaku.tidak ada rekomendasi oleh pihak berwewenang di negara asal Chinkara. Pada tanggal 21 November 2001 BI memberikan persetujuan prinsip untuk melakukan akuisisi. Anton Tarihoran yang mengatakan bahwa Gubernur BI Burhanudin Abdullah telah setuju. Fakta mengenai bank Century. hal http://syamsuddinarif. Bank ini merupakan bank hasil merger dari Bank CIC. Tidak pernah ada Rapat Dewan Gubernur BI sebelum memberi izin merger. Uang tersebut rupanya tidak didapat sampai kepada pemberian jaminan kepada bank century sepenuhnya melainkan hanya 1 triliun rupiah lebih. Bank Pikko dan Bank Danpac. Hal ini tentu akan menimbulkan indikasi perampasan uang negara didalamnya. Terjadi manipulasi oleh Direktur BI bidang Pengawasan Bank BI S.com/journal/item/427/SKANDAL_BANK_CENTURY_Analis a_Mendalam_KWIK_KIAN_GIE diakses pada tanggalb 15 april 2010 2 1 . walaupun Chinkara tidak memenuhi persyaratan administratif berupa tidak melakukan publikasi akuisisi oleh Chinkara tidak adanya laporan keuangan Chinkara 3 tahun terakhir. izin merger diberikan pada tanggal 6 Desember 2004.multiply.wordpress. yaitu KPK.1 Untuk menguak itu permasalahan ini telah diserahkan kepada pihak penegak hukum.com diakses pada tanggal 15 April 2010 http://dedewijaya83. Pada tanggal 6 Desember 2004 BI memberikan izin merger 3 bank menjadi Bank Century dengan melakukan berbagai pelanggaran. yang menjadikan Capital Adequacy Ratio (CAR)-nya seolah-olah memenuhi persyaratan merger.7 triliun rupiah. Fit and Proper Test atas RAR yang tidak lulus ditunda penilaiannya dan tidak diproses lebih lanjut. Bentuk pelanggaran-pelanggaran dalam memberikan izin merger adalah Surat Surat Berharga (SSB) Bank CIC yang macet dianggap lancar. yang kemudian sudah dibantah oleh Burhannudin Abdullah.

´ Dari dua buah kutipan notulen pertemuan tersebut. kuat indikasinya bahwa Presiden RI dilibatkan dalam pengambilan keputusan. dalam hal diperlukan. Hal ini tentu tidak akan terjadi karena apabila presiden mendesak polisi dan polri untuk melakukan penyelidikan ini tentu berarti presiden sama dengan menjilat air ludah sendiri mengingat presiden telah menyatakan bahwa kebijakan atas bailout bank century merupakan kebijakan yang benar dan tepat.Pada halaman 7 tercantum dua paragraf sebagai berikut: ³Sdri. sehingga dapat membahas masalah ini lebih baik lagi. mestinya 2008) dan hari Minggu tanggal 16 November 2009 (mestinya 2008) dimana Presiden RI sudah kembali ke tanah air. Sri Mulyani menginformasikan telah menyampaikan permasalahan ini kepada Presiden RI.´ ³Oleh karena itu Sdri. Indikasi keterlibatan presiden dalam pengambilan keputusan bail out Pada tanggal 13 November 2008 ada rapat yang notulennya berjudul ³Pertemuan KSSK Tanggal 13 November 2008´. Lebih gawat lagi orang terlibat didalamnya adalah orang yang memiliki kekuasaan yang besar dalam pemerintahan dan akan menggoyahkan pemerintahan sekarang jika terbukti melakukan pelanggaran. tanggal 15 November 2009 (KKG: mungkin salah ketik. Apabila keesokan hari tanggal 14 November situasi dapat terkendali. kepolisian dan jaksa belum akan bekerja sebelum adanya desakan dari presiden yudhoyono. Tidak tanggung-tanggung pelanggaran tersebut merupakan pelanggaran berat yang dapat menjatuhkan pemerintahan. rumor maupun hal-hal lain yang mungkin terjadi. Namun. Apabila bukti-bukti awal telah mencukupi KPK tentu diharapkan dapat melakukan tahap penyidikan atas pejabat dan mantan pejabat publik yang diduga melakukan pelanggaran. bank-bank.3 KPK sebenarnya telah mulai bekerja terkait kemungkinan adanya tindak pidana korupsi di balik skandal Century. maka masih ada waktu pada hari Sabtu. namun pada hari ini Presiden RI akan melakukan perjalanan dinas ke San Fransisco. Presiden RI belum dapat mengambil keputusan.ini lah yang harus terungkap. USA yang artinya sampai dengan esok hari. 3 ibid . Sri Mulyani mengharapkan kepada Bank Indonesia agar pada tanggal 14 November dapat menangani situasi dan kondisi termasuk deposan-deposan.

Pasal 174 Tata Tertib DPR mengatur untuk korum pengambilan keputusan . begitu juga persyaratan untuk menyetujui atau menolak hak pernyataan pendapat. Sebenarnya DPR juga dapat menggunakan hak menyatakan pendapatnya untuk menentukan pelanggaran hukum di dalam kebijakan bailout century apakah terkait di dalamnya budyono.Hal ini membuktikan dalam penegakan hukum masih dipengaruhi oleh faktor faktor di luar hukum. atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden´. Jika pemimpin tersebut benar-benar pemimpin yang bijak maka dia akan melakukan tin dakan apapun sebatas kewenangannya untuk mengusut semua permasalahan untuk kebaikan bangsa. Hanya saja persoalan besarnya adalah bahwa tidak mudah bagi DPR untuk menggolkan terwujudnya hak pernyataan pendapat. penyuapan. Jika kejaksaan dan kepolisian merupakan lembaga penegak hukum maka lembaga ini akan bertindakan juga untuk menyelesaikan kasus century. Ini menunjukan tidak ada keseriusan polisi dan kejaksaan untuk menegakan hukum yang sebenarnya polisi dan kejaksaan itu sendiri adalah tonggak utama dalam penegakan hukum. Sikap yang dilakukan oleh kepolisian dan kejaksaan sekarang ini sungguh sikap yang membuat kecewa kita sebagai bangsa Indonesia. korupsi. seperti dicakup dalam Pasal 7A konstitusi kita. sebaiknya hukum tersebut benar-benar berdiri sendiri tanpa ada pengaruh dari mana pun seperti teori yang di populerkan oleh hans kelsen. sampai saat sekarang ini tidak kita lihat keseriusan presiden. Namun persyaratan korum pengambilan keputusan Rapat Paripurna DPR. terlalu berat. Lembaga yang dapat diandalkan sekarang adalah KPK. karena KPK adalah komisi yang independen dan kerja KPK tidak tergantung kepada presiden. Untuk mengusulkan hak pernyataan pendapat memang relatif mudah karena hanya memerlukan 25 orang anggota DPR sebagai pengusul. Yang dimaksud pelanggaran hukum oleh Pasal 7A konstitusi adalah ´berupa pengkhianatan terhadap negara. Mengenai kesalahan sebelumnya akan dianggap unsur kesalahan manusia. tindak pidana berat lainnya. Namun. Penyelidikan mengenai apakah terjadinya pelanggaran hukum dalam pengambilan keputusan bailout murni merupakan kewenangan kepolisian. Namun. Namun tindakan seperti ini bukanlah tindakan yang bangsawan.

komisi dan pimpinan alat kelengkapan Dewan lainnya. Harapan satu-satunya untuk menyelesaikan kasus bailout bank century hanya terdapat pada KPK dan itu sedang dilakukan oleh KPK. Sedangkan untuk menyetujui hak pernyataan pendapat tersebut diperlukan dukungan sekurang-kurangnya dua-pertiga dari anggota yang hadir dalam Rapat Paripurna DPR. Hilangnya kasus ini dari pemberitaan yang dianggap pengalihan perhatian masyarakat bukanlah hal yang terlalu kursial. Konsekuensi logis berikutnya adalah kemungkinan terjadinya stagnasi ekonomi karena sebagian roda perekonomian bersumber dari stimulus APBN. termasuk pimpinan fraksi. yakni wacana yang berkembang di kalangan Badan Anggaran DPR yang hendak memboikot kehadiran Menkeu Sri Mulyani dalam rangka pembahasan Perubahan APBN 2010. sehingga efektifitas pemerintahan terbangun. Kita selaku bangsa Indonesia memiliki kewajiban untuk mengawal jalannya pemerintahan di segala sector. tetapi untuk mencairkan konflik dan ketegangan politik. Apabila suasana konflik dan ketegangan politik pemerintah dan parlemen ini berlanjut terus maka bakal banyak agenda kebijakan yang terbengkalai dan pada akhirnya berujung pada situasi kebuntuan politik (deadlock) dalam relasi Presiden-DPR. karena kita . Secara obyektif konflik dan ketegangan politik yang berlangsung antara Presiden dan DPR jelas tidak menguntungkan bagi bangsa kita karena berdampak pada pemerintahan yang tidak efektif. Tanda-tanda ke arah itu saat ini sudah mulai muncul. ini tentu bukan merupakan permasalahan. kita mengharapkan kepada KPK untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Karena itu sudah waktunya Presiden Yudhoyono mengambil inisiatif untuk menghidupkan kembali forum konsultasi antara Presiden dan Pimpinan DPR. karena hal baru yang lebih hangat diberitakan. Mengenai kelanjutan penyelesaian kasus century pada saat sekarang ini dirasa seakan-akan tenggelam. Konsultasi tentu saja bukan untuk ´barter´ kasus ataupun untuk transaksi politik jangka pendek antara Presiden dan DPR. namun yang paling penting kita tetap mempercayai KPK untuk dapat menyelesaikan kasus ini.DPR diperlukan kehadiran dua pertiga dari seluruh anggota Dewan.

jp diakses pada 25 jun 2010 . Sebaliknya masyarakat mengharapkan manfaat dalam pelaksanaan atau penegakan hukum. fiat justitia et pereat mundus ( meskipun dunia ini runtuh hukum harus ditegakkan ). Masyarakat sangat berkepentingan bahwa dalam pelaksanaan atau penegakan hukum. Karena dengan adanya kepastian hukum masyarakat akan lebih tertib. Bagaimana hukumnya itulah yang harus berlaku. Melalui penegakan hukum inilah hukum ini menjadi kenyataan. yaitu : kepastian hukum (Rechtssicherheit). hukum dapat berlangsung secara normal dan damai. Dalam pelaksanaan atau penegakan hukum harus adil. Oleh karena itu maka hukum harus dilaksanakan agar kepentingan manusia tersebut dapat terlindungi. Dalam pelaksanaannya. Kenyataannya hukum atau peraturan perundang-undangan yang dibuat tidak mencakup seluruh perkara yang timbul dalam masyarakat sehingga menyulitkan penegak hukum untuk menyelesaikan perkara tersebut.ac. Dalam hal ini hukum yang telah dilanggar itu harus ditegakkan. Tujuan adanya hukum Hukum mempunyai fungsi untuk memberikan perlindungan terhadap kepentingan manusia. keadilan diperhatikan. Itulah yang diinginkan oleh kepastian hukum. 4 http://www.lib. walaupun semua metode penafsiran telah digunakan.sebagai rakyat yang memiliki kekuasaan tertinggi di kedaulatan indonesia dan akan menerima dampak tersebut secara langsung pada kehidupan bangsa. Setiap orang mengharapkan dapat ditetapkannya hukum dalam hal terjadi peristiwa konkrit. akan tetapi dapat juga terjadi pelanggaran-pelanggaran hukum dalam prakteknya. Dalam usaha menyelesaikan suatu perkara adakalanya hakim menghadapi masalah belum adanya peraturan perundangundangan yang dapat langsung digunakan untuk menyelesaikan perkara yang bersangkutan. Dalam kehidupan bermasyarakat diperlukan suatu sistem hukum untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan teratur.hit-u. Hukum harus dilaksanakan dan ditegakkan. Dalam menegakkan hukum ada tiga unsur yang selalu harus diperhatikan. Masyarakat mengharapkan adanya kepastian hukum. kemanfaatan (Zweckmassigkeit) dan keadilan (Gerechtigkeit)4.

sebenarnya hukum tidak perlu diragukan lagi. Sementara. Kontradiktif karena satu sama lain bertentangan. adanya manfaat belum tentu mencerminkan keadilan. Keadilan belum tentu memberikan manfaat. ada konsep yang menyatukan ketiganya. Teorinya. yaitu untuk menjaga ketertiban dalam masyarakat. hukum itu mempunyai satu tujuan yang pasti. mungkin ini bukanlah suatu kesalahan. Walaupun pada awalnya tujuan-tujuan ini merupakan aliran terpisah. Dari sisi mana saja. Sepertinya. agar bermanfaat bagi masyarakat dan demi kepastian hukum itu sendiri. melainkan misi hukum. Kalau dikaji-kaji. hukum bukanlah alat yang sudah jadi dan bergerak sendiri (otonom) untuk dapat menjadi penjaga ketertiban. tidak mungkin tercapai. pengaturan hukum itu tidak lengkap. Bagi beberapa orang. Hukum pada dasarnya dapat dilihat dari berbagai perspektif. konsep tujuan hukum adalah hal yang positif. hukum ini bertentangan dengan hukum itu. hukum harus berada di depan (hukum harus diciptakan). Sebenarnya tidak ada yang salah . hukum bukanlah hal yang mudah untuk dipahami lantaran wujudnya yang abstrak (tak jelas). Adalah hal yang biasa ditemukan takkala seseorang mengatakan bahwa hukum ini tidak adil. Terlepas dari keberagaman pendapat itu. dalam prakteknya roh ini menjadi alat yang penting dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam masyarakat. Kendalanya hanyalah di manusianya itu sendiri. dan lain sebagainya. sebenarnya. Artinya. keadilan belum tentu dapat diwujudkan/dieksekusi (kepastian). hukum dikatakan bertujuan untuk mencapai keadilan. Sebaliknya.Gambaran abstrak mengenai tujuan hukum dapat terlihat dari banyaknya teori-teori yang mencoba menjelaskan mengenai tujuan hukum itu sendiri. tujuan-tujuan ini sebenarnya kontradiktif satu sama lain dan bukanlah suatu tujuan dari hukum itu sendiri. dari sisi mana saja. ada yang salah dengan konsep mengenai tujuan hukum. kepastian belum tentu bermanfaat atau adil. baik yang membuat hukum ataupun yang menjalankan hukum. terjadi kekosongan hukum. Okelah. Artinya. Permasalahannya. hukum hanyalah alat bagi yang membuat hukum untuk menjaga ketertiban yang disebabkan oleh masyarakat itu sendiri. hukum mungkin memiliki tujuan yang berbeda. dsb.

hukum harus dibuat oleh orang-orang berwenang. Memang. Agar orang-orang menjadi berwenang. membahas tujuan hukum tidak mudah. pembahasan ini tiada guna. Pengertian hukum Jika kita kembali pada persoalan pendefenisian hukum. hukum harus diberlakukan.ucdavis. hukum bersama pun sudah tercipta. karena ujung-ujungnya akan kembali ke hukum itu juga. Permasalahannya. Dari sekian banyak pakar yang mengungkapkan tentang defenisi hukum sesuai dengan cara pandang mereka. maka penulis mengungkap satu pandangan tentang hukum. yang menentukan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh manusia sebagai warga masyarakatdalam kehidupan bermasyarakat. Jadi. hukum itu tidak berdiri sendiri. atau seorang sejarawan. maka sudut pandangnya akan berbeda-beda. maka istilah tentang apayang dimaksud sebagai hukum. hukum sebenarnya ilmu yang tiada guna dibahas karena jawaban dari masalah hukum itu ada dalam hukum itu sendiri.ataupun kurang dengan hukum.edu diakses pada 25 juni 2010 . yaitu pandangan yang yang dikemukakan Achmad Ali bahwa ³hukum adalah seperangkat kaidah atau aturan yang tersusun dalam suatu sistem. Hukum pun sebenarnya sudah ada di dalam masyarakat itu sendiri. mereka harus ditunjuk berdasarkan hukum5. tergantung ia menganut aliran hukum apa. Lantaran akan kembali ke hukum itu sendiri. tergantung pada sudut pandang apa yang digunakan seseorang. yang bersumber dari masyarakat sendiri maupun dari sumber lain. Hukum tidak dapat berjalan sendiri. yang diakui berlakunya oleh otoritas tertinggi dalam masyarakat tersebut. Agar berlaku. Dalam konteks negara di mana masyarakat itu sangat beragam. demikian pula hukum benda-benda. Hukum dapat diartikan juga dalam artian yang agak metaforis seperti misalnya jika kita mengatakan tentang hukum. Hukum harus dijalankan. serta benar-benar diberlakukan oleh warga masyarakat (sebagai suatu keseluruhan) dalam 5 http://sociology. Agar dapat dijalankan.hukum kimia. artinya jika yang memandangnya seorang sosiolog. seorang filosof.hukum fisika atau hukum.

sebab hanya telah ditetapkannya apa yang menjadi tujuan dari hukum itu. sesuai dengan titik tolak serta sudut pandang mereka. Hlm 56 6 .7 Yang pertama-tama yang perlu diketahui.. pembahasan mengenai tujuan hukum sering dipisahkan dari pembahasan tentang fungsi hukum. sebab bagaimanapun pertalian antara tujuan hukum dengan fungsi hukum adalah suatu pertalian yang sangat erat. seperti apakah hukum itu. mengemukakan bahwa dalam bukunya ³Perbuatan Melanggar tujuan hukum adalah mengadakan Hukum´ keselamatan. Pengantar Ilmu Hukum. apakah ilmu hukum itu ?. Menguak Tabir Hukum (Suatu Kajian Filosofis dan Sosiologis). 1996. Apakah yang merupakan tujuan hukum ?. secara umum dapat kita mengartikan bahwa tujuan hukum ialah arah atau sasaran yang hendak dicapai hukum dalam mengatur masyarakat.6 Setelah mengetahui pengertian dari dua kata di atas. I. diantaranya8: Wirjono Prodjodikoro. II. tentu saja adalah tujuan hukum. kita dapat menentukan pula fungsi yang harus dijalankan hukum agar dapat mencapai tujuannya. Raja Grafindo Persada. Berbagai pakar di bidang hukum maupun bidang ilmu sosial lainnya. Jakarta: PT. Cet. Subekti.. Jakarta:Candra Pratama. mengemukakan pandangannya masing. Jawaban atas pertanyaan ini sama sulitnya dengan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan lain yang menyangkut hakikat hukum. R. Hal seperti ini menurut Achmad Ali kurang tepat.kehidupannya. Pandangan Ahli Hukum Tentang Tujuan Hukum Dalam banyak buku tentang Ilmu Hukum. dan jika kaidah tersebut dilanggar akan memberikan kewenangan bagi otoritas tertinggi untuk menjatuhkan sanksi yang sifatnya eksternal. Cet. dalam bukunya ³Dasar-dasar Hukum dan Pengadilan´ mengemukakan bahwa hukum itu mengabdi pada tujuan negara yang intinya ialah mendatangkan Ali. Hal 47 7 Ibid hlm 95 8 Soeroso. Achmad. kebahagiaan dan tata tertib dalam masyarakat.masing tentang tujuan hukum. 1996.

dalam bukunya ³Inleiden tot de studie van het Nederlandse recht´ menyatakan bahwa tujuan hukum adalah mengatur tata tertib dalam masyarakat secara damai dan adil. dkk. Dari sudut pandang sosiologi hukum. dengan cara menyelenggarakan ³keadilan´ dan ³ketertiban´. Universitas Hasanuddin. Hlm 79 . berpendapat bahwa hukum bertujuan menjaga kepentingan tiap-tiap manusia supaya kepentingan-kepentingan itu tidak dapat diganggu. tujuan hukum menghendaki semata. Rusli Effendy mengemukakan bahwa tujuan hukum dapat dapat dikaji melalui tiga sudut pandang. mencetuskan teorinya bahwa.mata dan isi dari pada hukum ditentukan oleh kesadaran etis mengenai apa yang dikatakan adil dan apa yang tidak adil. Dari sudut pandang ilmu hukum normatif. dapat dilihat dari tiga aliran konvensional : 9 Effendy. 2. Rusli. 1991. tujuan hukum dititik beratkan pada segi kepastian hukum. maka tujuan hukum dititikberatkan pada segi kemanfaatan. Makassar: LP. dalam bukunya ³Rhetorica´. maka tujuan hukum dititikberatkan pada segi keadilan. Jeremy Bentham. Dari sudut pandang filsafat hukum. yaitu 9: 1. Van Kan.. 3. dalam bukunya ³Introduction to the morals and legislation´ mengatakan bahwa hukum bertujuan semata.kemakmuran dan kebahagiaan rakyatnya.mata apa yang berfaedah bagi orang. Apeldoorn. I. Cet. Teori Hukum. Aristoteles. Adapun tujuan hukum pada umumnya atau tujuan hukum secara universal.

Tegasnya keadilan atau apa yang dipandang sebagai adil sifatnya sangat relatif. Aliran Utilistis Menurut aliran ini mengaggap bahwa pada asasnya tujuan hukum adalah sematamata untuk menciptakan kemanfaatan atau kebahagiaan yang sebsar-besarnya bagi manusia dalam jumlah yang sebanyak-banyaknya.mata untuk mencapai keadilan. Sedangkan penetang aliran ini pun cukup banyak. Kiranya lebih baik tidak mengatakan ³itu adil´. tujuan hukum adalah manfaat dalam mengahasilkan kesenangan atau kebahagiaan yang terbesar bagi jumlah orang yang terbanyak. hukum tidaklah identik dengan keadilan. Algra bahwa : ³Apakah sesuatu itu adil (rechtvaardig). Pendukung aliran ini antara lain. Salah satu pendukung aliran ini adalah Geny. hlm 86 Ibid. 10 11 Op cit. Achmad ali. Olehnya itu tepat apa yang pernah diungkapkan oleh N.1. terutama merupakan sesuatu pendapat mengenai nilai secara pribadi11. Aliran utilistis ini mempunyai pandangan bahwa tujuan hukum tidak lain adalah bagaiamana memberikan manfaat yang sebesar besarnya bagi warga masyarakat (ajaran\moral praktis). Ehrliek. tetapi itu mengatakan hal ini saya anggap adil memandang sesuatu itu adil. Aliran Etis Aliran ini menganggap bahwa pada asasnya tujuan hukum adalah semata. itu berarti bahwa hukum itu identik atau tumbuh dengan keadilan. Gery Mil. Aristoteles.E. Jadi pada hakekatnya menurut aliran ini. Hukum ditentukan oleh keyakinan yang etis tentang adil dan yang tidak adil. 2. Wartle. 97 . Ukuran adil bagi tiap-tiap orang bisa berbeda-beda. antara lain pakar hukum Sudikno Mertokusumo: ³Kalau dikatakan bahwa hukum itu bertujuan mewujudkan keadilan. lebih banyak tergantung pada Rechtmatig heid (kesesuaian dengan hukum) pandangan pribadi seseorang penilai. Dengan demikian berarti teori etis itu berat sebelah10. dengan perkataan lain hukum menurut aliran ini bertujuan untuk merealisir atau mewujudkan keadilan. babstrak dan subyektif.

Penganut aliran yuridis dogmatik ini bahwa adanya jaminan hukum yang tertuang dari rumusan aturan perundang-undangan adalah sebuah kepastian hukum yang harus diwujudkan. sebagai contoh hukum pidana tentunya mempunyai tujuan spesifik . dalam artian masih ada pendapat-pendapat lain tentang tujuan hukum yang bisa dilambangkan dengan melihat latar belakang konteks sosial masyarakat yang selalu berubah. fungsi hukum dapat berjalan dan mampu mempertahankan ketertiban. Dari landasan teori yang dikemukakan di atas terlihat dengan jelas perbedaanperbedaan pendapat dari para ahli tentang tujuan hukum.masing jenis hukum mempunyai tujuan spesifik. Aliran Yuridis Dogmatik Menurut aliran ini menganggap bahwa pada asasnya tujuan hukum adalah sematamata untuk menciptakan kepastian hukum. namun semuanya tidak terlepas dari latar belakang aliran pemikiran yang mereka anut sehingga dengannya lahirlah berbagai pendapat yang tentu saja diwarnai oleh aliran serta faham yang dianutnya. janji hukum yang tertuang dalam rumusan aturan tadi merupakan kepastian yang harus diwujudkan. kemanfaatan dan kepastian hukum sebagai landasan dalam mencapai tujuan hukum yang diharapkan. penganut aliran ini melupakan bahwa sebenarnya janji hukum itu bukan suatu yang harus. persoalan keadilan dan kemanfaatan hukum bukan alasan pokok dari tujuan hukum tetapi yang penting adalah kepastian hukum.3. karena dengan adanya kepastian hukum. tetapi hanya suatu yang seharusnya. Secara khusus masing. Adapun tujuan hukum pada umumnya atau tujuan hukum secara universal menurut Gustav Radbruch yaitu menggunakan asas prioritas sebagai tiga nilai dasar hukum atau sebagai tujuan hukum. masing-masing: keadilan. Dari ketiga aliran tujuan hukum di atas tidaklah bersifat baku. Kepastian hukum adalah syarat mutlak setiap aturan. tergantung dari sudut pandang para ahli tersebut melihatnya. Bagi penganut aliran ini. Pembahasan mengenai tujuan hukum tidak lepas dari sifat hukum dari masingmasing masyarakat yang memiliki karakteristik atau kekhususan karena pengaruh falsafah yang menjelma menjadi ideologi masyarakat atau bangsa yang sekaligus berfungsi sebagai cita hukum.

ie diakses pada tanggal 25 juni 2010 . tetapi manakala tidak mungkin. demikian pula hukum formal mempunyai tujuan spesifik jika dibandingkan dengan hukum materil. sehingga 12 http://www. maka akibatnya sering merugikan kemanfaatan bagi masyarakat luas. di dalam kenyataanya sering sekali antara kepastian hukum terjadi benturan dengan kemanfaatan. atau antara keadilan dengan kepastian hukum. kemanfaatan dan kepastian hukum. Olehnya itu asas prioritas yang dikemukakan Gustav Radbruch pertama-tama kita harus memprioritaskan keadilan barulah kemanfaatan dan terakhir adalah kepastian hukum. Dengan penerapan asas prioritas ini. Idealnya diusahakan agar setiap putusan hukum. maka haruslah diprioritaskan keadilan. ketentraman dan ketertiban dalam masyarakat.tara. sebaliknya kalau kemanfaatan masyarakat luas dipuaskan. terutama masyarakat yang kompleks dan mejemuk seperti di Indonesia. Oleh karena itu bagaimana keadilan. apakah ini tidak menimbulkan masalah dalam kenyataan (komentar Rusli Effendy dkk terhadap Gustav Radbruch). dan lain sebagainya12. kemanfaatan dan kepastian hukum. baik yang dilakukan oleh hakim. Sebagai contoh dalam kasus-kasus hukum tertentu. Sebagaimana diketahui. perasaan keadilan bagi orang tertentu terpaksa dikorbankannya. kalau hakim menginginkan keputusannya adil (menerut persepsi keadilan yang dianut oleh hukum tersebut tentunya) bagi si penggugat atau tergugat atau bagi si terdakwa. Kalau dikatakan bahwa tujuan hukum adalah sekaligus keadilan.tcd. Untuk mencapai tujuan yang dapat menciptakan kedamaian. pengacara maupun aparat hukum lainnya. maka penulis untuk sementara menerima pandangan yang dikemukakan baik Rusli Effendy maupun Achmad Ali yang menganggap sangat realistis kalau kita menganut asas prioritas yang kasuistis yang ketika tujuan hukum diprioritaskan sesuai kasus yang dihadapi dalam masyarakat. jaksa. kemanfaatan dan kepastian hukum. seyogyanya ketiga nilai dasar hukum itu dapat diwujudkan secara bersama-sama. antara keadilan terjadi benturan dengan kemanfaatan. sisten hukum kita dapat tetap tegak terhindar dari konflik intern yang dapat menghancurkan.dibandingkan dengan hukum perdata.

13 Mereka berada di Pandangan Dworkin.ac . Bagian dari tulisan adalah untuk mengidentifikasi apa jenis alasan moral Dworkin mengambil hukum untuk menghasilkan. seperti tanggung jawab keluarga atau teman atau tetangga. adalah dalam bisnis untuk memastikan kepatuhan dengan yang menentukan dengan cara penggunaan resmi kekuatan pemaksa. dan di tertentu. Ronald Dworkin mengatur masalah berikut: otoritas politik.multiply. Dworkin menegaskan. karena ada keadaan yang dicapai di bawah kewajiban semacam akan mendapatkan kewajiban untuk mematuhi hukum.oup.ad diakses pada tanggal 26 juni 2010 .uk. kewajiban moral: mereka memberikan alasan moral bagi tindakan. Aku akan melindungi. misidentifies jenis alasan moral diberikan kepada kita oleh hukum. sebuah asosiatif kewajiban asosiatif Dia mendefinisikan kewajiban sebagai khusus tanggung jawab praktek sosial melekat pada keanggotaan dalam beberapa atau sosial kelompok biologis. menurut Dworkin. Jadi setiap argumen untuk legitimasi negara harus yang menunjukkan dari kewajiban umum untuk mematuhi hukum. Negara adalah secara moral sah hanya jika itu dibenarkan dalam menggunakan paksaan sebagai cara untuk memastikan kepatuhan dengan hukum. Dworkin berpendapat bahwa setidaknya ada mungkin negara yang sah.co. versi Raz account Yusuf dari jenis alasan arahan otoritatif memberi kita untuk bertindak.14 13 14 http://www. dan menawarkan account Razian dari kewajiban untuk mematuhi hukum. sebaliknya. penggunaan paksaan tersebut dibenarkan hanya jika ada kewajiban moral umum untuk mematuhi hukum keberadaan.pada kasus tertentu dapat diprioritaskan salah satu dari ketiga asas tersebut sepanjang tidak mengganggu ketenteraman dan kedamaian merupakan tujuan akhir dari hukum itu sendiri. Namun. Aku akan menyatakan bahwa Dworkin. hubungan itu alasan untuk moral lain alasan kami. dengan mengelompokkan kewajiban untuk mematuhi hukum sebagai asosiatif kewajiban. diakses pada tanggal 26 juni 2010 http://www. atau negara. Kepatuhan masyarakat terhadap hukum Dalam Law Empire.

Satu memiliki kewajiban untuk mematuhi hukum ini. dan alasan ini harus selalu diambil ke dalam saldo alasan ketika memutuskan apa yang harus dilakukan itu. untuk melakukannya. Satu memiliki kewajiban mutlak untuk mematuhi hukum. hukum membutuhkan budak pelarian memberikan alasan moral untuk menyerahkan budak. menunjukkan bahwa kewajiban kita untuk mematuhi hukum rides di belakang alasan moral lain. 3. dan bahwa kita memiliki kewajiban semacam hanya jika alasan-alasan moral lain memperoleh itu. tetapi hanya dengan kehadiran keadaan outweighing. yang saya akan mengambil sebagai jumping-off point: 1.Richard Wasserstrom mengidentifikasi tiga posisi yang mungkin diadopsi tentang karakter kewajiban untuk mematuhi hukum. Orang tidak memiliki kewajiban khusus untuk mematuhi hukum. Keberadaan hukum paling tidak membuat perbedaan . untuk ditimbang terhadap mereka. dengan kata lain tidak menyediakan alasan moral independen dari tatanan moral yang lain sama seperti alasan kami. 2. tetapi alasan yang dapat (dan mungkin akan) akan sebanding dengan alasan moral lainnya (seperti alasan untuk tidak bertindak berdasarkan prasangka. tetapi pada kenyataannya biasanya wajib. tetapi dapat diganti kewajiban yang bertentangan dengan kewajiban taat dapat dibenarkan. ketidaktaatan hukum sering berubah menjadi beralasan. Pada akun ini. tapi kewajiban untuk mentaati hukum tidak perlu menghasilkan memenangkan alasan untuk bertindak sebagai tuntutan hukum karena alasan moral lain mungkin lebih besar daripada itu. yang berat hanya keuntungan mereka dari berat Bahkan ketergantungan hubungan ini dapat mengambil berbagai bentuk. Kewajiban untuk mematuhi hukum. Sebaliknya. atau alasan untuk membantu mereka yang membutuhkan. dengan alasan lain. menunjukkan hubungan yang jelas antara kewajiban untuk mematuhi hukum dan moral lain kewajiban kita. Keberadaan hukum selalu menyediakan alasan moral untuk bertindak sebagai tuntutan hukum. ketidaktaatan tidak pernah dibenarkan. atau alasan untuk menyimpan hidup bila mungkin).

atau yang memberikan obatobatan ke sakit anak-tidak tergantung pada keberadaan hukum. tindakan yang terbaik adalah dalam kasus tertentu-seberapa cepat berkendara di jalan tertentu. hukum melakukan melawan adalah salah satu contoh tersebut. karena sekarang kadang-kadang benar bahwa kita harus mematuhi hukum. dan banyak daerah lain yang mengatur kehidupan kita memanfaatkan pengetahuan ahli tidak tersedia bagi kebanyakan orang.edu diakses pada tanggal 26 juni 2010 . bukan bertindak secara langsung pada evaluasi kami atas alasan hukum itu harus mencerminkan. membangun lalu lintas peraturan.untuk kita kewajiban moral jika hanya mencerminkan kewajiban kami sebelum melewati hukum pembunuhan itu. Hal ini mungkin karena tindakan kita lebih cenderung sesuai dengan saldo alasan moral jika kita mengikuti hukum daripada jika kita bergantung secara langsung pada kami penilaian sendir. Hubungan yang tepat itu menunjukkan antara alasan-alasan moral yang dihasilkan oleh undang-undang semacam ini dan moral independen alasan kami adalah satu kompleks. dan saya ak memiliki lebih mengatakan an 15 16 http//www.16 Joseph Raz membela sesuatu seperti ini rekening kewajiban untuk mentaati hukum. Tentu saja. apapun tindakan kita harus diambil dalam tidak adanya.com diakses pada tanggal 26 juni 2010 http://collegecatalog. Jika hal ini kadangkadang kasus maka hukum telah membuat perbedaan atas apa yang kita harus lakukan. menetapkan standar keselamatan untuk mobil. yang tunduk untuk itu. Banyak undang-undang namun dapat membuat perbedaan atas apa yang kita harus secara moral untuk melakukannya dengan cara memberikan bimbingan menyediakan.inilah. dalam hal ini. Keselamatan suatu peraturan dan beragam contoh. seperti dalam kasus yang lebih sederhana pembunuhan. hukum harus mencerminkan alasan yang berlaku setidaknya untuk. Ini akan menjadi aneh untuk mengatakan bahwa adanya undang-undang yang melarang pembunuhan membuat perbedaan apapun untuk apa yang kita. Tapi kadang-kadang dikatakan bahwa kita memiliki kewajiban moral mematuhi hukum berdasarkan keahlian. secara moral seharusnya dilakukan15.uchicago. mengendalikan Hukum obat penting dan kualitas perawatan kesehatan.

Untuk saat ini. Hal ini karena hukum dapat menghasilkan suatu alasan moral baru pada nilai ini hanya jika kita lebih cenderung menyesuaikan diri dengan saldo alasan moral lain dengan mentaati hukum daripada bertindak atas penilaian kita sendiri. 17 http://www. tidak pernah akan menjadi kasus bahwa hukum yang menghasilkan alasan moral baru untuk melakukan sesuatu yang jelas bertentangan dengan keseimbangan moral lain alasan kami. mereka bekerja dalam kelompok kerja yang terampil merupakan pertimbangan utama menyediakan layanan yang menguntungkan publik. Sebagai masyarakat telah berkembang. standar etika telah menjadi baik lebih kompleks dan diawasi oleh masyarakat dari pada waktu lainnya dalam sejarah. 17 Etika penegak hukum Subyek etika adalah penting bagi semua orang di planet ini. Hal ini terutama berlaku dalam penegakan hukum karena etika harus menjadi standar oleh semua individu yang melakukan. pertanyaan-pertanyaan dan kekhawatiran yang melibatkan etika dan perilaku etis telah berkembang lebih sulit untuk alamat. Plato didokumentasikan diskusi Socrates 'tentang etika dalam Republik.com diakses pada tanggal 26 juni 2010 . Warga berharap aparat penegak hukum untuk beroperasi secara efisien dan profesional tanpa mengungkapkan pandangan-pandangan pribadi dan emosi. Untuk mencapai hal ini. Karena penegakan hukum adalah profesi.tentang hal ini nanti. Banyak orang percaya bahwa Socrates adalah filsuf pertama yang menyelidiki masalah etika. Oleh karena itu. khususnya etika pengobatan masalah dalam pemerintahan. harus dicatat bahwa pada hal ini. Topik etika dan perilaku etis telah ada selama berabad-abad.infojambi. aparat penegak hukum harus memiliki ketat dan tak tergoyahkan kepatuhan terhadap kode etik dan kode etik. Petugas penegak hukum yang profesional. aparat penegak hukum harus melakukan tugas yang diberikan kepada mereka sedangkan peraturan dan undang-undang terus-menerus mengubah dan kebebasan mereka untuk melakukan tugas yang diperlukan menjadi terhambat.

Hal ini membawa benturan berkaitan dengan nilai-nilai yang sudah berkembang serta perbedaan pandangan hidup yang melatar-belakangi KUHP yaitu individualis. Satjipto. Suatu lembaga penegak hukum akan bekerja sebagai respon terhadap peraturan-peraturan hukum merupakan fungsi dari peraturan yang ditujukan kepadanya. Kebijakan Non-Penal dalam Menanggulangi Kejahatan Korupsi.). sanksi-sanksinya. maka merupakan produk politik sebagai hasil dari pertempuran berbagai kepentingan yang ada. Suatu yang ironis mengenai hukum subtansi.etika dan melakukan memainkan peran penting etika. Kolusi : Fenomena atau Penyakit Kronis. Bandung: Sinar Baru. dalam Aldentua Siringoringo (ed.. Hal ini utamanya bersangkutan dengan sifat hukum (undang-undang) bagaimanapun karena dibuat parlemen.Ini menunjukkan bekerjanya hukum dan penegakannya tidaklah steril dari masalah non-hukum.pemanfaatan fasilitas istimewa dari pemerinah oleh oknum-oknum pejabat dan pengusaha menunjukkan kolusi antara elit politik dan elit ekonomi dalam melindungi kepentingannya20. Mengungkap Kabut Peradilan Kita: Menyoal Kolusi di Mahkamah Agung. Hukum UGM-KEJATI DIY. 1996. Di samping itu juga adanya tuntutan globalisasi dan kemajuan IPTEK terhadap perkembangan hukum. Etika dan standar etika melibatkan melakukan hal yang benar pada waktu yang tepat dengan cara yang benar untuk alasan yang tepat. politik dan lain-lain yang bekerja atasnya. Hendardi. keseluruhan kompleks dari kekuatan-kekuatan sosial. khususnya bidang hukum pidana. Hukum yang berlaku secara subtansial masih banyak problema yang melingkupinya baik secara teknis maupun filosofis. Makalah Seminar: Yogyakarata: Fak. 20 Laoly. serta umpan balik yang datang dari para pemegang peran 18 . 1999. Jassona H. Indonesia sebagai suatu bangsa yang merdeka diberlakukan hukum pidana yang berinduk pada KUHP yang peninggalan Pemerintahan Penjajah. Berkuasanya rezim KKN yang dilakukan aparat Orde Baru yang dibangun atas landasan yang bersifat korup19. Jakarta: Pustaka Forum Adil Sejahtera. Hlm 29 19 . Kehakiman.Dep. Masalah Penegakan Hukum ( Suatu Tinjauan Sosiologis). KKN 18 Rahardjo. Kekuatan-kekuatan lain (utamanya ekonomi dan politik) akan menentukan kehidupan hukum.

Kehakiman. Mempersoalkan penegakan hukum berarti mendudukkannya sebagai birokrasi dalam rangka mewujudkan tujuan hukum melalui organisasi. Makalah Seminar Jakarta: BPHN. yang menegaskan pemikiran hukumnya.Dep. Kehakiman. 1999. hlm 9 22 Mahfud Md. tingkah laku orang -orang. Bagi perkembangan hukum tetap saja dominasi politik sehingga hukum menjadi sub-ordinasi. Orang selaku aktor hukum (sebagai penegak hukum) dalam menjalankan fungsinya mendasarkan pada tafsirannya sendiri yang dilatarbelakangi faktor-faktor yang melekat pada dirinya. Perilaku aktor hukum dipengaruhi bagaimana pemahamannya mengenai hukum. serta juga membicarakan kultur suatu organisasi. Pemikiran ini mendasarkan pada kemerdekaan individu dengan menata kehidupan masyarakat yang dapat menjamin kemerdekaan individu tersebut. Ternyata setelah reformasi tidak banyak terjadi perubahan. Cornelis. Aspek Politik KKN di Indonesia. Dep. Terkait dengan ini. membicarakan fasilitas. Terjadi sentralisasi kekuasaan dilakukan dengan dukungan formalitas peraturan perundang-undangan yang sengaja dibuat untuk memberi perlindungan formal bagi kebijakan-kebijakan yang korup22. Pemikiran hukum selama ini kalau dilacak merupakan import dari perkembangan hukum Eropa Abad XIX. Memang terjadi pergeseran dari executive heavy menjadi legislative heavy. Moh. yang terjadi proses ber-mimikri pada aras kekuasaan ataupun pendatang baru sama saja tabiatnya. 2 . Kapabilitas DPR dalam Pemantapan Good Governance. Satjipto Rahardjo menegaskan bahwa membicarakan hukum dalam konteks organisasi berarti mempermasalahkan orang. Atmosfir pemikiran pada waktu itu adalah liberalisme. dan perkembangannya berpotensi pula penyalahgunaan. pemikiran hukum yang ada di benak para aktor hukum. Hukum UGM-KEJATI DIY. Hlm. Makalah Seminar:Yogyakarata: Fak. Konfigurasi politik era Orde Baru yang lebih menonjolkan ciri otoriternya dikualifikasi sebagai konfigurasi otoriter jauh sebagai rezim yang demokratis. ikut menentukan pula merah-hijau-nya praktek hukum. Termasuk di sini.merupakan subtansi pengelolaan politik selama Orde Baru dan merupakan the way of doing politics Orde Baru21. 1999. Nilai liberal dan kemerdekaan individu 21 Lay.

Perlindungan individu ini selalu diwujudkan dalam bentuk formalisme. dan telah menggoyang sendi sendi tatanan sosial. doktrin disiapkan untuk melayani nilai tersebut. Praktek hukum didasari positivisme dan dilatarbelakangi filsafat pikiran hukum liberal yang bertumpu pada perlindungan dan kemerdekaan manusia. Di sini memerlukan jaminan formal undang-undang sebagai wujud utama dari hukum. yang melihat basis sosial hukum itu berdasarkan hubungan yang asimetris. dan ini merasuki pikiran para ahli hukum pada umumnya (penegak hukum). kinerja hukum sudah menjadi urusan yang teknis yang hanya dikuasai orang tertentu. politik. dapat dilihat arus yang berkembang upaya untuk menciptakan kehidupan demokratis menggantikan yang otoriter. membangun dominasi rakyat (civil society) mengurangi dominasi negara. Di permukaan nampak adanya hukum namun terdapat ketidak-teraturan dalam hukum. dan ini yang dapat menikmati fasilitas hukum hanyalah orang yang mampu mengaksesnya (dengan kekuasaan. Hubungan sosial selalu dipersepsikan secara berbeda oleh pihak lain . Ketidak23 Opcit. uang). Era reformasi tidak terelakkan membawa Indonesia ke dalam gejolak perubahan yang cepat dan fundamental. Ini diistilahkan sebagai disorder of law oleh Charles Sampford. rahardjo.menjadi paradigma dalam sistem hukum. Perkembangan ini jelas merupakan gejolak yang entah kapan selesainya. Sistem hukum yang dijiwai filsafat pemikiran liberal dan positivisme. yang diperolehnya sejak dari pendidikan. Praktek hukum dan ilmu hukum seperti itulah berkembang hingga kini. Dalam hal ini. diadakan tidak untuk memberikan keadilan pada masyarakat. ekonomi yang berkembang di masyarakat. desentralisasi menggantikan yang sentralisasi. 7 . hlm. asas. sehingga masyarakat mengalami dekomposisi. melainkan untuk melindungi kemerdekaan individu23. sehingga yang dominan adalah aliran positivisme. Kacamata hukum tidak bisa melihat dan terkait dengan suasana sosial. Ekses lebih lanjut dapat mengarah pada anomi yang menunjuk pada ketiadaan norma dalam masyarakat. Konstruksi hukum.

aparat penegak hukum. ditambah lagi isu yang berkembang akhir-akhir ini mengenai perilaku berbau KKN di lingkungan elit penguasa. misalnya diwakili oleh lembaga pengadilan dan MA menyatakan penguatan dan peran aktifnya sebagai lembaga yudikatif dalam struktur kenegaraan. muncul laskar-laskar yang menindak sendiri kejahatan. karena kesibukannya berbenah-diri atau karena justeru kelembagaan hukum menjadi sasaran reformasi itu sendiri. Seandainya kelembagaan hukum. yang diawali krisis ekonomi dan politik. Pengelolaan kekuasaan yang koruptif telah memproteksi dirinya dari elemen-elemen moralitas dan etika25. semakin berat apa yang mau diperankan oleh kelembagaan hukum. sebagaimana dicontohkan Supreme Court (MA) Amirika pada Abad XIX. Tentu jika dilihat dari hukum formal itu dianggap tidak terjadi apa. hlm 16 Opcit.teraturan dan ketidak pastian terjadi karena hubungan-hubungan dalam masyarakat bertumpu pada hubungan antar kekuatan24. Hingga saat ini krisis makin bertumpuk. termasuk hukum. lembaga DPR/DPRD digerudug protes masyarakat. Pada awal reformasi kelembagaan hukum kehilangan moment untuk mengambil perannya. Masyarakat berani meminta lagi haknya (misalnya tanahnya) yang dulu dialihpaksakan. Banyak terjadi masyarakat menyelesaikan masalahnya sendiri tidak memanfaatkan lembaga yang berwenang. lay. Setelah reformasi berjalan hingga kini. Hal ini dapat dilihat timbulnya konflik antar individu/kelompok diselesaikan dengan kekerasan. Kantor POLSEK dibakar massa. moral dan etika. tentu sudah merupakan ketercelaan. hlm 7 . Masyarakat tidak lagi percaya pada lembaga-lembaga negara. dan karena hukum telah menjadi hukumnya 24 25 Ibid. penjabat. Ini gambaran yang buram fenomena hukum kita. Peran demikian ini. tetapi kalau sebagai manusia terikat pula pada pedoman perilaku berdasarkan sendi-sendi agama. Rupanya yang terakhir ini hanya ada samar-samar pada diri para petinggi Negeri ini.

Kunto. Semarang: Fakultas Hukum UNDIP.Selanjutnya dijelaskan. dalam arti moralitas yang tidak didukung oleh kehidupan hukum yang konduksif akan menjadi subyektivitas yang satu sama lain akan saling berbenturan. Supremasi Hukum dalam Negara Demokrasi Menuju Indonesia Baru. kontra produktif dan bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran dan keadilan yang menjadi tujuan hukum. 2000. Makalah Seminar Nasional. Hlm 3 26 .penguasa maka menjadikan hukum telah kehilangan dimensi etisnya26. bahwa antara moralitas dan hukum memang terdapat korelasi yang sangat erat. Sebaliknya ketentuan hukum yang disusun tanpa disertai dasar dan alasan moral akan melahirkan suatu legalisme yang represif. Wibisono. 27 Juli.

Mengungkap Kabut Peradilan Kita: Menyoal Kolusi di Mahkamah Agung. I.). 27 Juli. 1999. Raja Grafindo Persada. Makalah Seminar Jakarta: BPHN. Dep. Wibisono. Politik KKN di Indonesia. Cet. Hendardi. Seminar:Yogyakarata: Kehakiman. Kebijakan Non-Penal dalam Menanggulangi Kejahatan Korupsi . 1996. Hukum UGM-KEJATI DIY- Mahfud Md.. Rahardjo.com http://dedewijaya83. Kunto. 1999.Daftar pusataka Buku dan makalah Ali. Laoly. Aspek Fak. II. Achmad. dkk.jp . Semarang: Fakultas Hukum UNDIP. 1999. R.com/journal/item/427/SKANDAL_BANK_CENTU RY_Analisa_Mendalam_KWIK_KIAN_GIE http://www. Kolusi : Fenomena atau Penyakit Kronis. Moh. Makalah Seminar Nasional.wordpress. Masalah Penegakan Hukum ( Suatu Tinjauan Sosiologis ). Teori Hukum. Universitas Hasanuddin. I.multiply. Kehakiman.hit-u. website http://syamsuddinarif. Rusli.. Soeroso. Cet. Jakarta:Candra Pratama. Jakarta: Pustaka Forum Adil Sejahtera. Bandung: Sinar Baru. Menguak Tabir Hukum (Suatu Kajian Filosofis dan Sosiologis). dalam Aldentua Siringo-ringo (ed.Dep.ac. Makalah Dep. Supremasi Hukum dalam Negara Demokrasi Menuju Indonesia Baru. 1996.lib. 2000. Satjipto. Jakarta: PT. Effendy. 1996. Hukum UGM-KEJATI DIY. Jassona H.. Cet. Makalah Seminar: Yogyakarata: Fak. Kapabilitas DPR dalam Pemantapan Good Governance . Pengantar Ilmu Hukum.. 1991. Makassar: LP. Cornelis. Lay. Kehakiman.

ad http//www.oup.inilah.tcd.uchicago.ac . Rusli.edu http://www.. Cet. Teori Hukum. I.com http://collegecatalog.http://sociology.uk http://www. Makassar: LP. Universitas Hasanuddin. 1991.ucdavis.multiply.tara.co.ie http://www.infojambi. dkk.edu Effendy. http://www.com .

Bersekolah dasar di SD 4/III sungai penuh.Riwayat Penulis Rispalman. Pada tahun 2005. sumatera barat. . 25 Agustus 1987. ia melanjutkan studi di Universitas Andalas dan tamat pada tahun 2009. kerinci dan menyelesaikan sekolah sampai tingkat SMA di sungai penuh. Kemudian melanjutkan studi kembali pada tingkat strata dua pada universiatas yang sama dan masih aktif sebagai mahasiswa pascasarjana sampai sekarang. SH lahir dibukittinggi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->