Manfaat Undur-Undur Untuk Diabetes dan Stroke

Saya mempunyai seorang kerabat yang saat ini tengah diberi cobaan oleh Tuhan dengan penyakit stroke dan juga diabetes. Saat ini beliau sedang menjalani pengobatan secara medis ditunjang dengan beberapa terapi baik dengan jeli gamat (teripang?) dan juga chlorophyl (ntah gimana nulisnya). Barusan saya mendapatkan sms untuk mencari informasi tentang binatang undur-undur yang katanya sangat mujarab untuk menolong para penderita stroke dan diabetes. Pencarian menggunakan mesin pencari google langsung menyuguhkan banyak artikel tentang khasiat undur-undur ini dan juga tentang beberapa kisah sukses dari orang-orang yang pernah mencoba khasiat undur undur ini. Saya balas sms tadi dan berkata, memang banyak sekali artikel yang menginformasikan mengenai manfaat undur undur untuk penderita diabetes mellitus dan juga stroke. Undur undur dimakan hidup-hidup dengan cara memasukkan hewan ini kedalam selongsong kapsul. Ada dua undur-undur yang dikenal di masyarakat kita. Pertama undur-undur laut yang hidup dipantai. Dan kedua adalah undur-undur darat yang hidup di tanah. Yang diyakini berkhasiat untuk diabetes dan stroke adalah jenis undur-undur darat ini. Undur undur berkhasiat obat ini hidup ditanah berpasir, biasanya mudah ditemui disamping atau emperan rumah. Mereka membuat sarang berbentuk kerucut terbalik, yang fungsinya sebagai jebakan untuk mendapatkan mangsanya. Satu yang perlu saya sampaikan di sini, meskipun sudah banyak orang yang membuktikan khasiat undur undur untuk stroke dan diabetes, namun penelitian secara medis mengenai hal ini sepertinya belum dilakukan (atau sudah?). Kebanyakan artikel yang saya baca menyebutkan seperti itu. Jadi, apabila anda hendak mencoba khasiat undur-undur untuk mengobati diabetes atau stroke, saya sampaikan di sini bahwa tulisan ini hanya sebagai jembatan penyebaran informasi saja. Validitas dari informasi ini tidak bisa saya pertanggung jawabkan. Saya secara pribadi belum pernah punya pengalaman mengenai hal ini. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Klasifikasi Undur-undur memiliki nama famili Myrmeleontidae yang berasal dari bahasa Yunani myrmex (semut) dan leon (singa) sehingga nama Myrmeleontidae secara harfiah bisa diartikan "semut singa". dan matanya yang terletak di sisi kepala serta berukuran lebih kecil dibandingkan mata capung. [2] Undur-undur memiliki ukuran yang bervariasi. Mayoritas undur-undur sendiri umumnya berukuran antara 4-10 cm. Nama itu diberikan karena kebiasaan larvanya yang memburu semut secara ganas dengan cara menggali jebakan di dalam tanah sehingga dianggap sebagai "singanya para semut". hewan ini dikenal dengan nama antlion (semut singa). terutama di wilayah bersuhu hangat dan berpasir. Famili Myrmeleontidae sendiri termasuk ke dalam ordo Neuroptera yang dalam bahasa Yunani bisa diartikan sebagai "sayap jala" atau "sayap berurat". perkawinan dimulai ketika sepasang undur-undur jantan dan betina hinggap di pohon. Di daerah Barat. Spesies yang terkecil berasal dari wilayah Arabia dan rentang sayapnya hanya sekitar 2 cm. Anatomi Undur-undur memiliki penampilan yang sekilas mirip dengan capung karena sama-sama memiliki abdomennya panjang dan memiliki dua pasang sayap transparan berurat pada thoraxnya. Sepasang .[1] Nama "undur-undur" diberikan pada hewan ini karena kebiasaan larvanya berjalan mundur saat menggali sarang jebakan di tanah. ukurannya yang rata-rata lebih kecil. Nama itu diberikan karena semua serangga dalam ordo ini memiliki dua pasang sayap transparan dan berurat. Jenis undur-undur terbesar di dunia diketahui berasal dari genus Palpares yang hidup di Afrika dan rentang sayapnya mencapai 16 cm. Ia bisa dibedakan dengan capung dengan melihat antenanya yang panjang dan ujungnya sedikit melengkung.000 spesies undur-undur dan mereka tersebar di seluruh dunia.Undur-undur Undur-undur adalah sebutan untuk kelompok serangga dari famili Myrmeleontidae (kadangkadang salah dieja sebagai Myrmeleonidae). Undur-undur juga tidak bisa terbang secepat dan selincah capung karena ia pada dasarnya merupakan penerbang lemah. Di dunia ini diperkirakan ada sekitar 2.[1] Daur hidup dan reproduksi Reproduksi terjadi tidak lama setelah undur-undur baru saja keluar dari kepompongnya.

Undur-undur betina yang sudah kawin selanjutnya akan pergi mencari tempat untuk bertelur dan masih mungkin kembali ke tempat yang sama untuk kembali melakukan perkawinan. undur-undur betina bisa mengeluarkan telur hingga 20 butir sekali bertelur dan biasanya ia memilih pasir yang bersuhu hangat. Kadang-kadang. mereka bisa memberikan gigitan yang cukup menyakitkan walaupun tidak sampai membahayakan. Ia berburu secara pasif dengan cara membuat sarang jebakan berbentuk corong.[3] Perilaku Undur-undur dewasa jarang terlihat di alam liar karena ia baru aktif keluar di sore hari dan bisa terlihat menggerombol di malam hari saat sedang mencari pasangan kawin. Pada sebagian spesies undurundur semisal Dendroleon pantheormis. Undur-undur mengalami metamorfosis sempurna: telur. Undur-undur dewasa rata-rata berusia antara 20-25 hari. Kepompong mereka berupa kumpulan butiran pasir di sekitarnya yang disatukan dengan sutra dari kelenjar di abdomennya. berkaki enam.[4] Fase selanjutnya dalam pertumbuhan undur-undur adalah fase kepompong atau pupa. kepompong. Kepompong ini biasanya terkubur hingga beberapa sentimeter di dalam tanah. Di dalam tangkapan.[3] Mereka juga kadang-kadang dianggap sebagai gangguan bagi manusia karena jika hinggap pada seseorang. pipih. dan memiliki sepasang taring panjang di kepalanya. larva undur-undur akan melempari mangsanya dengan butiran pasir agar . dan dewasa. larva. Perkembangan undur-undur dimulai ketika betina meletakkan telurnya di dalam tanah berpasir dengan cara mengetuk-ngetuk abdomennya ke dalam tanah dan mengeluarkan telur-telurnya di sana. Mayoritas spesies larva undur-undur selanjutnya akan membuat jebakan di tanah dengan cara bergerak mundur memakai tubuhnya seperti mata bor dan mulai menggali dengan gerakan spiral hingga akhirnya membentuk sarang jebakannya yang berbentuk seperti corong (biasa disebut "liang undur-undur"). namun hanya bersembunyi di tempat-tempat tertentu lalu menerkam hewan kecil yang lewat di dekatnya.[4] Makanan Larva undur-undur terkenal sebagai pemangsa yang ganas karena ia memakan hampir segala jenis Arthropoda kecil. undur-undur dewasa akan keluar dan mulai menunggu sayapnya kering sebelum bisa terbang untuk mencari pasangan.undur-undur itu lalu melakukan kopulasi dengan cara saling melekatkan ujung ekornya. larvanya tidak membuat sarang jebakan. Pada fase kepompong terjadi perubahan bentuk di dalamnya dan setelah sekitar satu bulan. lalu bersembunyi di tengahnya sambil menunggu ada mangsa yang terperosok masuk. sementara sebagian dari mereka juga diketahui bisa hidup hingga usia 45 hari. Kopulasi bisa berlangsung hingga dua jam lamanya. Bila ada mangsa terjebak masuk ke dalam perangkapnya namun masih bisa bergerak naik. Hal yang unik pada larva undur-undur adalah mereka tidak memiliki anus sehingga ampas sisa-sisa metabolisme tubuhnya akan disimpan dan baru dikeluarkan ketika mereka sudah menjadi undurundur dewasa. undur-undur betina yang sedang menaruh telur di atas pasir tertangkap oleh larva undur-undur lain yang kebetulan membuat jebakan yang berdekatan dengan tempatnya bertelur Telur undur-undur akan menetas menjadi larva yang bertubuh gempal. terutama semut.

Makanan undur-undur dewasa lebih bervariasi.tergelincir. [6] . lalu mulai menghisap cairan tubuhnya.[5] Larva undur-undur juga memiliki sepasang rahang tajam dan di ujungnya terdapat lubang untuk menyuntikkan racun ke dalam tubuh mangsanya untuk membunuhnya. Sebagian spesies hidup dengan memakan nektar dari bunga. sementara beberapa spesies lainnya hidup dengan memakan Arthropoda kecil seperti halnya larva undur-undur. Larva undur-undur mengetahui kehadiran korbannya dengan cara merasakan getaran dari gerakan korbannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful