70

MANAJEMEN PROYEK PENJADWALAN PEMBANGUNAN GEDUNG
(Kasus Pembangunan Gedung Asrama Diklat Depag Semarang)

UNIVE

Diajukan dalam rangka penyelesaian studi strata 1 Untuk mencapai gelar Sarjana Sains

Nama NIM Program Studi Jurusan

RS

AS IT

NEGERI S

E

ANG AR M

SKRIPSI

: Yugi Ardian A : 4104000034 : Matematika : Matematika

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2005
ABSTRAK

71

Pengolahan data yang cepat dan tepat semakin dapat diperoleh dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dengan menggunakan komputer. Dengan komputer pula pekerjaan yang rumit dan berulang-ulang dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat dan lebih akurat. Pada permasalahan manjemen proyek misalnya, yang berkaitan dengan penjadwalan pekerjaan yang berpengaruh secara langsung pada biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana cara menentukan lintasan kritis pada manajemen proyek penjadwalan gedung asrama diklat Depag Semarang dengan menggunakan Lindo. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis cara menentukan lintasan kritis pada penjadwalan proyek pembangunann gedung asrama diklat Depag Semarang dengan menggunakan program Lindo (Linear Interactive Discrete Optimizer). Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data dari perencana proyek Cv Espro yang menangani rencana penjadwalan proyek gedung asrama diklat Depag Semarang pada bulan Maret 2004. Dari data tersebut dapat dihitung lintasan kritisnya dengan membuat tahap-tahap penyelesaiannya yaitu 1) menyusun daftar rencana kegiatan pelaksanaan pembangunan gedung asrama diklat Depag Semarang, 2) menyusun network, 3) menyusun model matematika, 4) mengaplikasikan model matematika ke dalam program lindo, serta 5) membaca hasil dan analisis keluaran lindo. Hasil perhitungan dari manajemen proyek penjadwalan gedung asrama diklat Depag Semarang dengan menggunakan lindo mendapatkan lintasan kritis 28 minggu atau 189 hari dengan biaya Rp 1.449.572.574,40. Hasil penghitungan Cv Espro hasil lintasan kritis 200 hari dengan biaya Rp1.510.072.571,70. Dengan demikian hasil dengan menggunakan program lindo lebih menguntungkan. Hal ini dapat diketahui dari penghematan waktu 11 hari dan penghematan biaya sebesar Rp 60.499.997,30. Saran yang diberikan adalah Cv Espro mempertimbangkan untuk menggunakan program Lindo dalam perhitungan penjadwalan proyek, serta proses perkembangan pembangunan dalam skala hari agar dapat di kontrol lebih teliti.

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi

dengan

judul

MANAJEMEN

PROYEK

PENJADWALAN

PEMBANGUNAN GEDUNG (Kasus Pembangunan Gedung Asrama Diklat

72

Depag Semarang) telah dipertahankan dihadapan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Univesitas Negeri Semarang pada:

Hari Tanggal

: Selasa : 3 Mei 2005

Panitia Ujian Ketua Sekretaris

Drs. Kasmadi Imam, M.Si NIP. 130781011 Pembimbing Utama

Drs. Supriyono, M.Si NIP. 130815345 Ketua Penguji

Dr.St Budi Waluya, M.Si NIP. 132046848

Drs. Mashuri, M.Si NIP. 131993875 Anggota Penguji I

Dr.St Budi Waluya, M.Si NIP. 132046848 Pembimbing Pembantu Anggota Penguji II

Drs. Khaerun, M.Si NIP. 131831671

Drs. Khaerun, M.Si NIP. 131831671

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

73

Peliharalah waktumu, sebab ia adalah kehidupanmu. Apabila telah selesai dari suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain (Qs:94;7) Ingatlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara. Hidup sebelum datang mati. Muda sebelum datang masa tua. Kaya sebelum datang masa miskin. Lapang sebelum datang masa sibuk. Pintar sebelum datang masa pikun / bodoh. ( Al-Hadist) Jadilah seperti “JEMPOL” ( Jujur, Entengan, Mumpuni, Puguh, Omber, lan Lugu).(Drs.Supriyono,M.Si)

Skripsi ini ku persembahkan untuk Kedua orang tuaku Drs.Bagyo Djoko Atmodjo,M.Pd dan Sunarti, Bsc semoga dengan skipsi ini dapat menyembuhkan dan membahagiakan mereka dari semua cobaan ini menjadikan sabar dan lebih tawakal pada Allah SWT.

Terima kasih untuk Para Sponsor yang telah mendukung penyelesaian skripsi antara lain: Para Dosen dan Karyawan (mas pur, mbak tamie), Direktur CTC beserta staf anak perusahaan MCC dan Jurusan Matematika, Zulfan A.M.,ST, Komunitas Kampus Sekaran, dan semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu – persatu. KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Manajemen Proyek Penjadwalan Pembangunan Gedung Dengan Memanfaatkan Program

8. M. ST. Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis dalam menyusun skripsi ini. Drs. Drs. Skripsi ini diajukan dalam rangka penyelesaian studi Strata 1 untuk mencapai gelar Sarjana Sains. 7. M. Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang. St. Drs H. Ketua Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang. SH.Si Kepala Laboratorium Matematika FMIPA UNNES yang telah memberikan fasilitas.Espro yang telah memberi kesempatan dalam pelaksanaan penelitian dan pengambilan data. oleh karena itu penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. 3.74 Lindo (Kasus Pembangunan Gedung Asrama Diklat Depag Semarang)”. ijin.S. Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis dalam menyusun skripsi ini.Si. M. Kasmadi Imam S. M. Rahmat Setiadi. Supriyono. Soegito. .M. Dr. H. Rektor Universitas Negeri Semarang. 6. Dra.. 4. Drs. 2.A. semangat.Si. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini dapat terselesaikan karena bantuan banyak pihak.Si. 5. Dr. Yusuf Hidayat.Khaerun. dan sebagian rizkinya dalam proses penyusunan skripsi ini. Direktur Cv. Pimpinan Balai Diklat Depag Semarang beserta staf yang telah memberi ijin kesempatan dalam pelaksanaan penelitian dan pengambilan data. Kusni.T.MM.Budi Waluya.

........................... Bsc................................ ii LEMBAR PENGESAHAN ............................... Yang telah ikut berkorban dengan perhatian penulis yang amat berkurang selama studi................................. i ABSTRAK ............ Akhirnya kepadaMu Allah dipanjatkan doa semoga mendapat ilmu yang bermanfaat............. iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN .....75 9.............. April 2005 Penulis...................... Drs...... iv . DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .................Pd dan Sunarti......................................... Bagyo Djoko Atmodjo........ Tak lupa ucapan terima kasih kepada orang tuaku.................... amal yang baik dan rizki yang halal............................................... M. Semoga segala amal baik yang telah diberikan mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT........ Semarang...............

....................................76 KATA PENGANTAR ...................................................................................................................................... 33 H............................................................................... 23 E................................... 10 B............................... 37 ................................... Manfaat Penelitian ..... viii DAFTAR TABEL .... Batasan Permasalahan …………….............. Model Network ................... 30 G....................................................... 21 D..... Pengantar Lindo .......................................... Model Optimasi ....................................................... 34 I.. 5 D......................................................................... ix DAFTAR GAMBAR .................................................................... Lintasan Kritis ............................... Program Linier . 14 C................... 7 BAB II LANDASAN TEORI A........................................................... Manajemen Proyek ............................ 6 E......................... 1 B......................... vi DAFTAR ISI ... xii BAB I PENDAHULUAN A........................ Riset Operasi .................................................. 23 F..................... x DAFTAR LAMPIRAN .......... Latar Belakang Masalah............................................................ 6 F............. Percepatan Proyek ............................................................. 6 G................................. Sistematika Skripsi ......................................... Penjadwalan Proyek .............................................................................................. Tujuan Penelitian ........................................................................................ Penegasan Istilah ............................................................................. Permasalahan ................ 4 C..........

...................... Saran ......77 J....................................................................... Aplikasi Program Lindo....40 Daftar Rencana Aktivitas Pelaksanaan Pembangunan Gedung Asrama Diklat Depag Semarang .............. 49 B....... Pembahasan ............................................................... 52 B........................................ Penarikan Simpulan ................ 38 BAB III METODE PENELITIAN A................................................................................................... Perumusan Masalah ....................... DAFTAR PUSTAKA .. B............................ BABV PENUTUP A............................... Studi Literatur ......................................................................................................................................... Identifikasi Masalah .... 55 .................................................... 50 E............ Hasil Penelitian ....................... Simpulan ............................. 49 D............................................................................... Observasi ................................................................................................................31 Schedule Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Warung Internet...... 51 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A......... Analisis .. 91 DAFTAR TABEL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Grantt Chart dari suatu proyek SPC (Statistical Proses Control)......... 49 C............. 50 F..........

...................................................... 27 Gambar 4 Kegiatan C..... 28 Gambar 5 Kegiatan G dan H Merupakan Pendahulu Kegiatan I dan J.............. 14 Gambar 2 Network Suatu Kegiatan....................... 24 Gambar 3 Kegiatan A Merupakan Pendahulu Kegiatan B ............ Q dan R Mulai dan selesai ....................... D dan E Merupakan Pendahulu Kegiatan F.................................................... 28 Gambar 6 Kegiatan L Merupakan Pendahulu Kegiatan M dan N ...... 29 Gambar 7 Gambar yang salah Bila Kegiatan P.......................................78 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Tampilan Menu Utama....

......... 41 Gambar 14Input Lindo ............77 Lampiran 7 Lintasan Kritis Proyek Pembangunan Gedung Asrama Diklat .............................................................................................................................71 Lampiran 5 Laporan Hasil Perhitungan dengan program Lindo ........................................................................70 Lampiran 4 Rumusan Data Manjemen Proyek Pembangunan dengan program Lindo ............................................................................................79 pada Kejadian yang Sama ......................66 Lampiran 2 Rekapitulasi dan RAB ( Rencana Anggaran Biaya) .................................................................................................................................... 30 Gambar 9 Activity On Arch (AOA)...... 29 Gambar 8 Kegiatan P........................................................................................... 42 Gambar 15 Laporan Lindo .... 39 Gambar 12 Tampilan Lindo ... 47 Gambar 17 Gedung Asrama Diklat Depag Semarang ....................................... 33 Gambar 10 Bagan alur pemecahan permasalahan nyata...................................................................................................................... 42 Gambar 16 Lintasan Kritis Pembangunan Warung Internet .....................67 Lampiran 3 Model Matematika Proyek . 35 Gambar 11 Tampilan Windows ............................................................................. 39 Gambar 13 Network Pembangunan Warung Internet ...........................................................................72 Lampiran 6 Network Proyek Pembangunan Gedung Asrama Diklat Depag Semarang....... Q dan R Mulai dan Selesai pada Kejadian yang Sama.................... 66 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Gambar Master DCC Proyek Asrama Diklat Depag Semarang.......

.....80 Depag Semarang Hasil Olahan Lindo ..............................................80 BAB I PENDAHULUAN A...........................78 Lampiran 8 Lintasan-Lintasan Kritis Proyek Pembangunan Gedung Asrama Diklat Depag Semarang .......... Perkembangan konflik Israel dan Palestina dapat ...... Latar Belakang Masalah Pemberian keputusan yang lebih cepat dan tepat semakin dituntut............... Itu tiada lain akibat globalisasi yang pasti telah mulai berpengaruh pada setiap gerak langkah kehidupan kita.................................... Dengan komputer pula pekerjaan yang rumit dan berulang-ulang dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat dan lebih akurat..........79 Lampiran 9 Kurva S Schedule Pelaksananan Pekerjaan . pengolahan data yang cepat dan tepat semakin dapat diperoleh dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dengan menggunakan komputer..

setidaknya dua puluh persen dari barang-barang diproduksi secara lintas batas negara (Wiryana 2002:3). ternyata dilaksanakan oleh konsultan. Dewasa ini. bahwa kecenderungan yang serupa akan juga semakin dirasakan dalam bidang manajemen proyek. Banyak model riset operasi yang sudah 1 dikembangkan yang berhubungan dengan matematika. Semenjak awal perkembanganya metodologi OR memerlukan proses komputasi yang intensif. Aplikasi matematika dapat dikembangkan dan dikaji melalui penelitian operasional atau operation research (OR) yang merupakan suatu teknik untuk memecahkan masalah optimasi. Perkembangan yang terjadi pada teknologi informasi akhir-akhir ini telah mengakibatkan berbagai masalah yang sebelumnya tidak dapat dipecahkan karena perhitungannya yang begitu rumit sekarang dapat . kontraktor. Kecendrungan yang sama juga terasa dalam perdagangan internasional. Salah satunya adalah analisis jaringan yang merupakan pengembangan dari Program Linier. dan manajemen proyek dari berbagai negara yang berlainan. Teori jaringan membahas persoalan dan pemecahan masalah manajemen proyek yang menyangkut perencanaan. penjadwalan dan pengendalian proyek. yaitu dengan menguatnya interest antar negara.81 segera kita ikuti dalam siaran berita atau kejuaraan sepakbola dapat kita saksikan secara langsung dirumah tanpa harus di tempat pertandingan. Salah satu faktor penting dalam keberhasilan pengembangan penerapan operation research adalah kemajuan yang terjadi pada teknologi informasi (IT). Akan banyak proyek yang ditenderkan di suatu negara. Kiranya tidak perlu ditegaskan lagi.

lindo. terutama yang memuat banyak variabel. Akan lebih sulit dilakukan kalau hanya dilakukan dengan metode simpleks yang membutuhkan ketelitian dan ketekunan yang tinggi. Rencana pembangunanya terdiri dari 3 lantai yang dimulai dari pertengahan tahun 2004.com/lindot. Program ini bermanfaat pada penyelesaiaan program linier. . Berawal dari sinilah peneliti tertarik untuk mempelajari program komputer / aplikasi dibidang IT dengan pemecahan kasus program linier. Di sisi lain berbagai masalah yang muncul dari kasus-kasus OR memunculkan permasalahan baru yang mengakibatkan arah penelitian di bidang teknologi tersebut.html).82 diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat. Dengan mengunakan program Lindo penyelesaiannya relatif cepat dan tingkat kesalahan /error kecil. Karena aula sudah tersedia maka pihak departemen berencana membangun suatu asrama untuk tinggal sementara. Dalam hal ini penjadwalan proyek akan dibahas tentang mencari lintasan kritis. Pada bidang ilmu komputer peneliti tertarik pada program lindo karena akhir-akhir ini perkembanganya sangat pesat dengan lahirnya Lindo Api 2 yang dapat kita modifikasi sedemikian rupa sesuai dengan masalah yang kita hadapi (Liner Programing Standart www. Guna melatih para CPNS Depag diperlukan lembaga diklat secara intensif maka diperlukan suatu asrama khusus untuk para peserta dalam masa diklat. Dengan demikian dapat dilihat hasilnya dan langsung menganalisis hasil tersebut sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. sehingga dapat diketahui berapa lama suatu proyek tersebut dikerjakan. Dalam pembangunan gedung asrama. karyawan KUA serta karyawan lain yang bernaung dalam departemen agama. Pada ilmu riset operasi peneliti tertarik pada permasalahan penjadwalan proyek. Diklat Depag Semarang merupakan tempat kegiatan pelatihan dibidang keagamaan yang meliputi guru. pihak Depag berkeinginan membangun gedung ini dengan biaya dan waktu yang efisien.

Cara mencari lintasan kritis. tetapi cukup dengan mencari lintasan kritis. PERMASALAHAN Berdasarkan uraian latar belakang masalah. sehingga mengalami kesulitan dan waktu yang lama jika perhitungan dilakukan secara manual. Mengingat proyek pembangunan gedung asrama diklat Depag Semarang meliputi banyak kegiatan menyangkut banyak variabel. Menentukan hasil analisis lintasan kritis pada penjadwalan proyek pembangunan gedung asrama diklat Depag Semarang dengan menggunakan program Lindo. metode jalur kritis. B. Program Lindo . Pada skripsi ini akan dicari lintasan kritis pembangunan gedung asrama diklat Depag Semarang mengunakan program linear. Pada skripsi ini peneliti akan mengkaji tentang aplikasi program komputer dalam manajemen proyek. 2. dengan cara mencari lintasan kritis dari proyek pembangunan gedung asrama diklat Depag Semarang dan mencari nilai efisiensi yang diharapkan lebih efektif dan efisien serta tepat sasaran yang diharapkan. maka dengan memanfaatkan komputer diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat dalam perhitungan.83 serta tetap mengutamakan mutu banguan yang baik ( Purwoko & Zulfan. 1. dan metode program linier.1997:14). Lintasan kritis adalah lintasan yang menentukan penyelesaian proyek secara keseluruhan. Pada pembangunan sebuah gedung perlu adanya penanganan manajemen penjadwalan kerja yang baik. karena itu perlu ditangani dengan perhitungan yang cermat dan teliti. antara lain dengan mengunakan teknik evaluasi dan pengulasan proyek. Suatu proyek dikatakan baik jika penyelesaian proyek tersebut efisien ditinjau dari segi waktu. maka permasalahan penelitian ini adalah sebagai berikut. dan mempertinggi efisiensi kerja baik manusia maupun alat (Badri. Lama penyelesaian suatu proyek tidak harus dengan menjumlahkan waktu keseluruhan aktivitas. Bagaimana hasil analisis dengan program Lindo yang dibandingkan hasil analisis kontraktor? C. PENEGASAN ISTILAH 1. biaya.2005:II-8).

Proyek berarti rencana pekerjaan dengan sasaran khusus dengan saat penyelesaian yang jelas (Tim penyusun KBBI. Program lindo ini dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dapat dimodelkan dalam bentuk linier.1996:531). Lintasan kritis yaitu jalur atau jalan yang dilintasi atau dilalui yang paling menentukan berhasil atau gagalnya suatu pekerjaan. Bagi yang tertarik dengan produk yang diberikan oleh winston dapat mengunjungi situs di http:\\www. 2. Dengan kata lain lintasan kritis adalah lintasan yang paling menentukan penyelesaian proyek secara keseluruhan.1996:597).com. Lintasan Kritis Lintasan adalah jalan yang dilintasi atau dilalui (Tim penyusun KBBI. 3.1 Liner Programing Standart) Kepanjangan dari lindo adalah Linier Interactive Discrete Optimizer.lindo.84 Program lindo adalah salah satu software komputer dengan basis operasi sistem windows maupun keluarga unix yang dikeluarkan Winston (Lindo 6. Penjadwalan proyek mempunyai arti rencana pengaturan kerja untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan sasaran khusus dengan saat penyelesaian yang jelas. . Kritis adalah keadaan yang paling menentukan berhasil atau gagalnya suatu usaha (Tim penyusun KBBI. 1996:792). Penjadwalan Proyek Jadwal berarti pembagian waktu berdasarkan rencana pengaturan urutan kerja (Tim penyusun KBBI.1996:393).

3. Bagi Pengembang Kontrak . . 2. F. TUJUAN PENELITIAN Pada penelitian ini tujuan yang ingin dicapai adalah: 1. dapat menetapkan kegiatan mana yang merupakan kegiatan kritis yang menentukan waktu penyelesaian seluruh proyek sehingga dapat diketahui pada kegiatan mana harus bekerja keras agar jadwal dapat terpenuhi. 2. diharapkan hasilnya dapat bermanfaat bagi banyak pihak. dapat mempraktekan teknik penjadwalan di dunia nyata dengan melihat keadaan di lapangan yang begitu rumit dan saling mempengaruhi. Bagi Institusi Depag . Bagi Pendidikan . memberikan referensi pertimbangan masa waktu dan anggaran yang tersedia supaya lebih efektif dan efesien. Untuk mengetahui bagaimana cara menentukan lintasan kritis pada penjadwalan proyek pembangunan gedung asrama diklat Depag Semarang dengan memanfaatkan lindo. BATASAN PERMASALAHAN Manajemen proyek penjadwalan yang dikaji di sini adalah tentang pengoptimalan / efisiensi proyek pembangunan asrama diklat Depag pada tahun anggaran 2004. E. MANFAAT PENELITIAN Dari penelitian yang dilaksanakan.85 D. 1. Untuk membandingkan hasil analisis lindo yang dibandingkan dengan hasil analisis kontraktor.

lindo. Hasil Penelitian dan Pembahasan Bab ini berisi dua subbab. dan penjadwalan proyek pembangunan gedung asrama Diklat Depag Semarang. dan daftar lampiran. 3. program linier. Hasil penelitian berisi mengenai perhitungan penjadwalan proyek gedung asrama Diklat Depag Semarang dengan mengunakan lindo dan membaca hasil serta analisis keluaran dari lindo. Bab II. Metode Penelitian Bab ini meliputi lima hal yaitu identifikasi masalah. bagian inti. Bagian inti terdiri dari lima bab. analisis. aplikasi lindo. Pada pembahasan berisi analisis penjadwalan proyek pembangunan gedung asrama Diklat Depag Semarang yang dipergunakan oleh Konsultan Perencana CV. Bab IV. yaitu hasil penelitian dan pembahasan. penegasan istilah. percepatan proyek. Landasan Teori Landasan teori merupakan teori-teori yang mendasari pemecahan dari permasalahan yang disajikan. model network. perumusan masalah. Bagian awal memuat hal judul. tujuan penelitian. Pada bab ini dibagi menjadi beberapa subbab yaitu manajemen proyek. bagian awal. Bab III. Sistematika Skripsi Penulisan skipsi ini secara garis besar dibagi menjadi 3 bagian. masalah dualitas. riset operasi. dan penarikan simpulan. daftar isi. abstrak. halaman pengesahan. observasi. penjadwalan proyek. Adapun kelima bab tersebut adalah sebagai berikut: 1. dan bagian akhir. lintasan kritis. 4. halaman motto dan persembahan.86 G. Bab I. dan sistematika skripsi. permasalahan. daftar tabel. 2.Espro dan . kata pengantar. daftar gambar. Pendahuluan Pada bab pendahuluan ini dikemukakan alasan pemilihan judul.

87 analisis penjadwalan proyek pembangunan gedung asrama Diklat Depag Semarang dengan mengunakan lindo. . Penutup Di dalam bab ini dikemukakan simpulan dan saran. 5. Bab V. Bagian akhir skripsi memuat tentang daftar pustaka dan lampiranlampiran.

pelaksanaan kuliah di perguruan tinggi tidak disebut proyek? Budi Santoso (2003) menjelaskan bahwa ciri proyek dapat dilihat dari tujuan. 1. Tujuan Suatu proyek biasanya adalah suatu aktifitas yang berlangsung dalam waktu tertentu dengan hasil akhir tertentu. dan konflik sumberdaya yang terjadi seperti tidak permanen dan ketidakbiasaan. dan lain-lain. Mengapa pekerjaan-pekerjaan tersebut dinamakan proyek sementara kegiatankegiatan manusia yang lain seperti menamam padi. baik itu skala besar maupun kecil. Sebagai contoh antara lain proyek pembangunan jalan tol. kompleksitas. pembayaran gaji bulanan. Manajemen Proyek Dengan semakin kompleks dan rumit perkembangan dunia kita dengan mudah menemukan contoh adanya proyek. perencanaan sistem informasi manajemen. proyek komersial. keunikan.88 BAB II LANDASAN TEORI A. Proyek dapat dibagi dalam sub-sub pekerjaan yang harus diselesaikan untuk mencapai tujuan proyek secara . siklus hidup. pembangunan gedung. pelayanan umum atau proyek pemerintah.

Suatu proyek adalah suatu pekerjaan yang sekali terjadi. penempatan orang (staffing). dan sekali tujuan tercapai. produksi. organisasi dan sumberdaya mempunyai ciri-ciri tertentu antara lain. Bahkan dalam proyek yang rutin seperti pembangunan perumahan sering terjadi hal-hal baru karena beda lokasi seperti pencaharian tenaga kerja. Kompleksitas Proyek biasanya melibatkan beberapa fungsi organisasi (pemasaran. material dan fasilitas untuk mencapai tujuan tertentu. 5. Sedangkan manjemen meliputi kegiatan perencanaan. orang dan sumber daya lain akan berubah bila proyek memasuki satu fase baru. Proyek biasanya cukup kompleks sehingga dibutuhkan koordinasi dan pengendalian terhadap setiap subsub pekerjaan dalam hal waktu. Keunikan Setiap proyek mempunyai ciri tersendiri yang berbeda dari apa yang sudah pernah dikerjakan sebelumnya. pengorganisasian. 6. . Manajenen proyek menggunakan perusahaan untuk ditempatkan pada tugas tertentu dalam proyek. air. 4. Organisasi sementara (panitia / Timpro) dibentuk untuk mengelola personalia. tidak pernah terulang dengan sama persis. personalia . mengarahkan. organisasi sementara tersebut akan dibubarkan dan akan dibentuk organisasi baru untuk mencapai tujuan yang lain lagi. organisasi. pengendalian. dan mengendalikan sumberdaya organisasi perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu tertentu dalam proses tertentu serta dengan suberdaya tertentu. Tidak permanen Proyek adalah aktifitas temporer. Mekanisme proyek dalam hubungannya dengan pengelolaan. Ketidakbiasaan (unfamiliar) Proyek biasanya mengunakan metode / teknologi baru dan memiliki elemen yang tidak pasti dan beresiko. biasanya dalam jadwal tertentu. mengorganisasikan. 3. engineering . Jadi Manajemen Proyek adalah kegiatan merencanakan. selama proses proyek akan melewati beberapa fase yang disebut siklus hidup proyek. Kegagalan suatu proyek bisa berakibat buruk bagi tim.89 keseluruhan. pembebasan tanah dan lain-lain yang membuat setiap proyek berbeda satu dengan yang lain. telepon). 2. pengusahaan fasilitas umum (listrik. keuangan) karena diperlukan bermacam-macam ketrampilan dan bakat dari berbagai disiplin ilmu dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dalam proyek. urutan pekerjaan dan biaya. dan pengarahan. Siklus hidup Proyek adalah suatu proses bekerja untuk mencapai tujuan. Tugas-tugas.

7. dan lain-lain) untuk memberikan dukungan. 4. Sementara unit-unit fungsional (dari organisasi induk) harus tetap menjaga kelangsungan organisasi induk untuk mencapai tujuannya. maka pekerjaan-pekerjaan dalam proyek dikerjakan orang dari berbagai fungsi. Sebagai konsekuensi terkadang timbul konflik pemakaian sumberdaya antara manjer proyek dan manajer fungsional. 5. 2. keuangan. Dalam proyek akan terdapat dua rantai komando-komando vertikal (dari manajer fungsional) dan komando horisontal (dari manajer proyek). 3. personalia. Seorang manajer proyek memimpin organisasi proyek dan beroperasi secara independen. Manajer proyek menegosiasi secara langsung manajer fungsional (pemasaran. .90 1. Orang-orang dalam proyek harus melapor ke manajer fungsional dan manajer proyek. bebas dari komando yang semestinya dari organisasi induk. Proyek akan memfokuskan pada ketepatan waktu dan biaya penyerahan hasil akhir dan kelayakan teknisnya. Manajer proyek dan tim proyek bertangungjawab menyatukan orangorang dari berbagai fungsi/disiplin yang bekerja untuk proyek. Manajer proyek adalah pembawa tunggal semua usaha mencapai satu tujuan proyek. produksi. 6. Karena setiap proyek memerlukan bermacam-macam keahlian dan sumberdaya.

Program Lindo . Proyek Penelitian dan Pengembangan Proyek ini dapat berupa penemuan produk baru. temuan alat baru. 1. Proyek yang berhubungan dengan manajemen service. pembelian peralatan. Proyek ini sering muncul dalam perusahaan maupun instansi pemerintah. c. Peningkatan produktivitas perusahaan. Proyek ini dapat muncul di lembaga komersial maupun pemerintah. Proyek Kapital Proyek ini biasanya berupa pengeluaran biaya untuk pembebasan tanah. Proyek ini dapat berupa: a. B. d. Perancangan struktur organisasi. b.91 Proyek berdasarkan jenisnya dapat dikategorikan sebagai berikut antara lain. pemasangan fasilitas. dan konstruksi gedung. 3. 2. Pemberian pelatihan mengenai suatu metode tertentu. Setelah suatu produk baru ditemukan atau dibuat biasanya akan disusul pembuatan secara massal untuk dikomersialisasikan. Pembuatan sistem informasi manajemen. atau penelitian mengenai ditemukan bibit unggul untuk suatu tanaman.

digunakan untuk mencetak file. Save As. d. k. Close. c. Menu utama pada program ini yaitu: File. digunakan untuk membuka model dari disk. Salah satu solusi untuk melakukan perhitungan yang akurat adalah menggunakan program lindo. Solve. h. digunakan untuk membuat file baru. e. digunakan untuk menyimpan file dengan nama baru. Gb1. Help. New. . Menu File terdiri dari a. memuat penyelesaian dari model. Window. Report. digunakan untuk menjalankan program. digunakan untuk menyimpan file pada disk. b. Log Output. Basis Read. f. merekam hasil pekerjaan.Tampilan Menu Utama 1. j. digunakan untuk membuka file jika telah mempunyai data pada file tertentu. Open. Secara visual dapat dilihat pada Gambar 1 berikut. Prosedur yang disajikan dalam skripsi ini menggunakan sistem Windows. Program Lindo dapat dioperasikan dengan sistem Windows dan keluarga Unix yang lain. g. Save. View. Edit. digunakan untuk menutup file. digunakan untuk membuka atau menutup file. i.92 Proyek bersekala besar perlu manajemen dan perhitungan yang akurat. Take Commands. Print Set Up. digunakan untuk mengatur cetakan. Print.

digunakan untuk membatalkan perintah sebelumnya. Paste Symbol. digunakan untuk memotong atau menghapus tulisan yang telah diblok pada papan text it. e. Date. Undo. Menu Edit Pada menu ini terdapat beberapa pilihan. fungsi kedua perintah tersebut adalah menyalin suatu blok pada papan text it. Intinya. Paste dan Copy merupakan menu yang berfungsi secara simultan. . digunakan untuk mencari huruf / kata tertentu pada papan text it dan bila perlu menggantinya. menunjukkan nama file. Title. Exit. digunakan untuk menggerakkan kursor pada baris tertentu pada papan text it. d.93 l. digunakan untuk mengisi beberapa metode optimasi. g. menunjukkan tanggal. yaitu a. c. menyimpan file dengan penyelesaiannya pada disk. Cut. b. f. o. p. digunakan jika akan keluar dari program. Option. Go to Line. Find Replace. 2. m. Elapsed Time. menunjukkan waktu yang telah dilalui sejak mulai hingga pengerjaan. n. mirip dengan Clear. Basis Save. sistem iterasi dan lain-lain yang diperlukan untuk mendapatkan solusi proses optimasi. digunakan untuk menggandakan simbol (variabel) yang dipakai pada kasus optimasi yang sedang dibahas.

digunakan untuk menampilkan hasil optimasi dari papan editor data secara lengkap. maka proses dapat dilanjutkan untuk mencari jawaban yang optimal. 4. i. Compile Model. digunakan untuk menampilkan nilai slack. Debug. 3. Jika penulisannya tidak benar maka akan ditampilkan pada baris keberapa terdapat kesalahan. Select All. digunakan untuk memilih bentuk huruf yang akan digunakan untuk penulisan pada papan text it. Menu Solve Menu Solve digunakan untuk menampilkan hasil secara lengkap dengan beberapa pilihan sebagai berikut a. c. Pada nilai peubah keputusan ditampilkan pula nilai peubah keputusan yang nol. Clear All. digunakan untuk mempersempit permasalahan serta mencari pada bagian mana yang mengakibatkan solusi tidak optimal. digunakan untuk membersihkan seluruh isi papan text it yang sedang diaktifkan.94 h. d. digunakan untuk mengecek apakah struktur penyusunan data pada papan editor sudah benar. j. digunakan untuk mengeblok seluruh isi papan text it yang sedang diaktifkan. Jika tidak ada kesalahan. Menu Report . Tampilan hasil mencakup nilai peubah keputusan serta nilai dual price-nya. Pivot. Solve. b. Choose New Font.

Range. Basis Picture. digunakan untuk menampilkankan hasil penyelesaian analisis sensitivitas. digunakan untuk mengubah dan menampilkan hasil hanya pada baris kendala tertentu saja. g. digunakan untuk mendapatkan solusi optimal dari permasalahan program linier yang tersaji pada papan editor data. Parametric. Table. Formulation. digunakan untuk menampilkan tabel simplek dari model yang ada. . digunakan untuk menampilkan model pada papan editor data ke papan editor report. e. digunakan untuk menampilkan model dalam bentuk matriks. b. digunakan untuk menampilkan text format dari nilai basis dan disajikan sesuai urutan baris dari kolom. Penyelesaian tersebut dipecahkan secara bertahap dan akan dicetak pada papan editor report. Statistic. i. digunakan untuk mendapatkan laporan kecil pada papan editor report. Picture. Solution. Pada analisis sensitivitas yang ditampilkan mencakup aspek allowable increase dan allowable decrease.95 Menu Report pada program Lindo ini adalah penyelesaian yang akan dicari pada kasus optimasi. d. h. a. c. Peruse. f. Pada menu report terdapat beberapa pilihan sebagai berikut. digunakan untuk menampilkan sebagian dari model atau jawaban.

digunakan untuk kembali ke papan editor data yang sedang aktif jika telah membuka file data. b. Arrange Icon. How to Use Help. Open Command Window. digunakan untuk menutup semua file yang aktif. . Tile. Search for Help on. digunakan untuk menunjukkan isi dari sistem Lindo. digunakan untuk menampilkan semua Window yang telah aktif pada layar. digunakan untuk memberikan bantuan dalam menggunakan sistem Help.96 j. f. digunakan jika ingin menggunakan sintax dalam mengoperasikan software Lindo. c. Menu Window Menu Window digunakan untuk memilih Window yang akan diaktifkan. a. Close All. Send to Back. c. 5. b. d. e. digunakan untuk mencari topik tertentu pada sistem. digunakan untuk memilih Window yang akan diaktifkan. a. 6. Status Window. digunakan untuk mengaktifkan Window satu langkah sebelumnya. Menu Help Menu Help terdiri dari. Content. Show Column. Pada menu Window terdapat beberapa pilihan sebagai berikut. digunakan untuk menampilkan koefisien peubah tertentu pada semua baris beserta dual price-nya.

MIN digunakan saat mulai memasukkan data yang berhubungan dengan masalah minimasi. 7.97 d. Perintah yang digunakan dalam penyusunan model pada program Lindo adalah sebagai berikut. GO digunakan dalam pemecahan masalah tersebut dan mencetak penyelesaiannya. . SUB digunakan untuk membatasi nilai maksimalnya. EDIT digunakan untuk mengubah bentuk tampilan. 1. 8. 2. digunakan untuk menunjukkan informasi penting tentang Lindo. LOOK digunakan untuk mencetak bagian yang dipilih dari data yang ada. SLB digunakan untuk membatasi nilai minimalnya. 10. GIN digunakan agar variabel keputusannya bernilai non negatif dan berbentuk bilangan bulat. 5. END digunakan untuk mengakhiri data. About Lindo. 3. 6. FREE digunakan agar variabel keputusannya bernilai bilangan real. 4. 11. INTE digunakan variabel keputusannya bernilai nol berarti tidak dan bernilai 1 berarti ya. 9. MAX digunakan saat mulai memasukkan data yang berhubungan dengan masalah maksimasi.

C. Operation Research juga diartikan sebagai aplikasi metode ilmiah pada permasalahan yang kompleks yang muncul dalam manajemen sistem yang besar yang mungkin melibatkan manusia. sehingga akirnya permasalahan tersebut dapat dipecahkan secara optimal (Subagyo. bisnis. Dari permasalahan tersebut diperlukan pengembangan dalam metodologi permecahan masalah tersebut. dan sebagainya semakin hari semakin komplek dan rumit. Riset operasi diartikan sebagai peralatan manajemen yang menyatukan ilmu pengetahuan. Untuk mencetak hasil optimasi. Riset Operasi Permasalahan yang dihadapi pada dunia industri. dapat dilakukan dengan dua cara. dapat langsung dicetak semua hasil olahan pada papan editor report melalui File Print. dll). dan pertahanan.98 Jika tidak ada keterangan maka software Lindo akan menganggap bahwa semua variabel keputusan bernilai lebih besar atau sama dengan nol. simpan semua hasil optimasi pada papan editor report melalui program pengolah kata (Word. Cara pertama. Penerapan riset operasi didasarkan pada kebutuhan untuk mengalokasikan .1993:4). mesin. Office. perdagangan. matematika. dan logika dalam rangka memecahkan masalahmasalah yang dihadapi sehari-hari. Cara yang baik dalam memecahkannya menimbulkan kebutuhan akan teknik-teknik riset operasi (operation research). material dan uang yang ditemukan antara lain pada industri. pemerintahan. Cara kedua. pemerintahan.

Jangan mengubah permasalahan agar cocok dengan teknik atau metoda yang ingin digunakan. 1. Dalam penjadwalan proyek ini. network analis. 2. games theory. Riset operasi merupakan suatu metode untuk memecahkan masalah optimasi. Agar lebih khusus hanya akan dikaji tentang penjadwalan proyek. Dalam riset operasi yang dibahas meliputi dynamic programing. akan dicari bagaimana lintasan kritis dan biaya yang dikeluarkan. Tujuan utama adalah membantu manajemen menentukan kebijakan dan tindakan ilmiah. . Network analisis yang terdiri dari berbagai permasalahan seperti transportasi. Dengan demikian proyek akan berjalan dengan baik. Suatu model dikatakan baik jika model tersebut bermanfaat dalam menjawab permasalahan yang menjadi perhatian. Dengan cara itu proyek dapat berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan pekerjaan yang tumpang tindih. arus maksimum. rute terpendek. nonlinier programing. dan interger linier programing. markov chain.99 sumber daya yang terbatas sehingga lebih efektif dan efisien. Pada skripsi ini peneliti tertarik pada network analisis dengan pendekatan program linier. Prinsip dasar itu sebagai berikut. Jangan membangun model yang rumit jika dapat dibuat model yang lebih sederhana. Hal ini perlu diperhatikan dalam membangun model dalam Operations Research. dan penjadwalan / manajemen proyek. penugasan.

100 3. sehingga jangan terlalu menjual model yang dikembangkan. Proses deduksi harus dilakukan secara baik. D. Suatu bentuk khusus dari permasalahan optimasi. 4. fungsi yang akan dioptimumkan merupakan suatu penyelesaian atau solusi layak yang mempunyai nilai fungsi tujuan yang dikehendaki. Nilai yang dikehendaki dapat berupa nilai terbesar yaitu fungsi tujuan berupa nilai maksimum contoh masalah keuntungan dan nilai terkecil yaitu fungsi tujuan berupa nilai minimum contoh masalah biaya harus bersifat linier dan kendalanya dapat diekspresikan dalam bentuk sejumlah persamaan ataupun pertidaksamaan linier dalam variable atau peubahnya. adalah Linear Programming atau program linier. Program linier adalah permasalahan optimasi. Model Optimasi Permasalahan optimasi merupakan permasalahan yang hampir dijumpai di semua aspek kehidupan. Jangan memaksakan untuk menjawab suatu pertanyaan (permasalahan) tertentu dari suatu model yang akan dirancang untuk menjawab pertanyaan itu. Suatu model sering kali menghasilkan suatu kesimpulan yang sederhana dan menarik. Suatu model yang dikembangkan memerlukan input /entry (data) yang cermat. 7. Suatu model punya karakteristik tertentu. 6. Proses validasi terhadap model harus dilakukan sebelum model tersebut diimplementasikan. 5. Salah satu .

masalah lintasan terpendek dan masalah penugasan. Network suatu kegiatan . E.101 teknik dalam Operations Research yang tergolong sering diterapkan adalah program linier. masalah penggantian peralatan. 2 6 8 1 Initial event 3 5 Terminal event 7 4 Gambar 2. masalah penjadwalan (network planning). bila perlu dilembur atau tambah biaya. Pada skipsi ini akan dikaji masalah network yang mencari lintasan kritis guna menyusun manajemen proyek yang profesional. Model Network Jaringan kerja (model network) adalah suatu diagram yang digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah matematika yang cukup rumit agar menjadi lebih sederhana dan mudah diamati. Dengan demikian dapat dikemukakan bagian-bagian pekerjaan yang harus didahulukan. pekerjaan yang tidak perlu tergesa-gesa sehingga alat dan tenaga kerja dapat digeser ketempat lain agar pekerjaan lebih efektif dan efisien. masalah transportasi. yang dapat di sketsakan pada gambar 2. Masalah-masalah yang dapat diatasi dengan network antara lain. Network planning pada prinsipnya adalah hubungan ketergantungan antara bagian-bagian pekerjaan atau variabel yang digambarkan atau divisualisasikan dalam diagram network.

Jadi. yang menunjukkan bahwa suatu kegiatan dimulai pada permulaan dan berjalan maju sampai akhir dengan arah dari kiri ke kanan. (anak panah/busur). peralatan. tak perlu menggunakan skala. 2. Kejadian (event) didefinisikan sebagai ujung atau pertemuan dari satu atau beberapa kegiatan. biaya). (lingkaran kecil/simpul/node). Kegiatan di sini didefinisikan sebagai hal yang memerlukan duration (jangka waktu tertentu) dalam pemakaian sejumlah resources (sumber tenaga. material.102 Simbol-simbol yang digunakan dalam menggambarkan suatu network adalah sebagai berikut. Titik awal dan akhir dari sebuah kegiatan karena itu dijabarkan dengan dua kejadian yang biasanya dikenal sebagai kejadian kepala dan ekor. . Kepala anak panah menunjukkan arah tiap kegiatan. Baik panjang maupun kemiringan anak panah ini sama sekali tidak mempunyai arti. mewakili sebuah kejadian atau peristiwa atau event. Sebuah kejadian mewakili satu titik dalam waktu yang menyatakan penyelesaian beberapa kegiatan dan awal beberapa kegiatan baru. mewakili sebuah kegiatan atau aktivitas yaitu tugas yang dibutuhkan oleh proyek. 1.

yaitu. Selain simbol-simbol diatas. Bedanya dengan kegiatan biasa ialah bahwa kegiatan dummy tidak memakan waktu dan sumbar daya. 1.103 Kegiatan-kegiatan yang berawal dari saat kejadian tertentu tidak dapat dimulai sampai kegiatan-kegiatan yang berakhir pada kejadian yang sama diselesaikan. menyatakan kegiatan semu atau dummy activity. Suatu kejadian harus mendahulukan kegiatan yang keluar dari simpul/node tersebut. dan 2. di antara dua lingkaran (nodes) hanya boleh ada satu aktivitas ( anak panah yang menghubungkannya). dalam penyusunan network diperlukan dua perjanjian untuk mempermudah pembuatan sketsa proyek. panjang dan kemiringan dummy ini juga tak berarti apa-apa sehingga tidak perlu berskala. 4. jika network dimulai . (anak panah terputus-putus). Dummy di sini berguna untuk membatasi mulainya kegiatan seperti halnya kegiatan biasa. aktivitas semu hanya boleh dipakai bila tidak ada cara lain untuk menggambarkan hubungan-hubungan aktivitas yang ada dalam suatu network serta untuk memenuhi syarat suatu network harus dimulai oleh satu aktivitas dan diakhiri oleh satu aktivitas pula. 3. jadi waktu kegiatan dan biaya sama dengan nol. merupakan kegiatan pada lintasan kritis. (anak panah tebal). Setiap anak panah memiliki peranan ganda dalam mewakili kegiatan dan membantu untuk menunjukkan hubungan utama antara berbagai kegiatan.

104 atau diakhiri oleh beberapa aktivitas maka perlu ditambahkan satu aktivitas semu baik pada awal suatu network maupun pada aktivitas akhir suatu network. simbol-simbol tersebut digunakan dengan mengikuti aturan-aturan sebagai berikut. Gambar anak panah hanya sekedar menunjukkan urutan di dalam mengerjakan pekerjaan saja. Setiap kegiatan diwakili oleh satu dan hanya satu anak panah dalam jaringan kerja. Kejadian harus mengalir dari event bernomor rendah ke event bernomor tinggi. Adapun logika kebergantungan kegiatan-kegiatan itu dinyatakan sebagai berikut: . 2. 1. 3. sehingga panjang dan arahnya tidak menunjukkan letak dari pekerjaan. Dalam penyusunan network. Nama suatu kejadian dinyatakan dengan huruf atau dengan nomor event. atau di antara dua kejadian (event) yang sama hanya boleh digambarkan satu anak panah. Dalam situasi ini prosedur yang diberlakukan adalah memasukkan sebuah kegiatan dummy baik pada awal suatu network maupun pada kegiatan akhir suatu network. Tidak ada dua kegiatan yang dapat diidentifikasi dengan kejadian ekor dan kejadian kepala yang sama. Setiap lingkaran kejadian diberi nomor sedemikian rupa. sehingga tidak terdapat lingkaran yang berulang kembali agar tidak terjadi circularity. Sebuah situasi seperti ini dapat timbul ketika dua kegiatan atau lebih dapat dilakukan secara bersamaan.

3) 2. Jika kegiatan C. dapat dilihat dalam Gambar 4. D. maka hubungan antara kedua kegiatan tersebut dapat dilihat dalam Gambar 3. 1 C D E 3 F 2 4 5 Gambar 4. Kegiatan C. Jika kegiatan G dan H harus selesai sebelum kegiatan I dan J. dan E harus selesai sebelum kegiatan F dapat dimulai.105 1.D dan E merupakan pendahulu kegiatan F 3. 2 G 4 3 3 H J 6 I 5 Gambar 5. Kegiatan A merupakan pendahulu kegiatan B Kegiatan A bisa juga ditulis (1.2) dan kegiatan B (2. A 1 2 B 3 Gambar 3. Kegiatan G dan H merupakan pendahulu kegiatan I dan J . Jika kegiatan A harus diselesaikan dahulu sebelum kegiatan B dapat dimulai. dapat dilihat dalam Gambar 5.

P 31 R 33 32 Q 32 Q P 34 31 33 34 R Gambar 8. 5. Q dan R mulai dan selesai pada kejadian yang sama . Kegiatan L merupakan pendahulu kegiatan M dan N Fungsi dummy di atas adalah memindahkan seketika itu juga (sesuatu dengan anak panah) keterangan tentang selesainya kegiatan L dari lingkaran kejadian no.Q dan R mulai dan selesai pada kejadian yang sama karena gambar di atas berarti bahwa kegiatan (31. Jika kegiatan P. Gambar yang salah bila kegiatan P.106 4. 5. dapat dilihat dalam Gambar 6. 4 ke lingkaran kejadian no. Kegiatan P. Untuk membedakan ketiga kegiatan 32 tersebut masing-masing maka harus digunakan dummy seperti dalam Gambar 8. Jika kegiatan K dan L harus selesai sebelum kegiatan M dapat dimulai.32) itu adalah kegiatan P atau Q atau R. Q. P Q 31 R Gambar 7. tetapi kegiatan N sudah boleh dimulai bila kegiatan L sudah selesai. maka kita tidak boleh menggambarkanya seperti dalam Gambar 7. dan R mulai dan selesai pada lingkaran kejadian yang sama. K M 2 5 7 3 4 6 L N Gambar 6.

Penjadwalan Proyek Setelah proyek dipecah-pecah menjadi paket-paket pekerjaan selanjutnya dapat dibuat penjadwalanya. Kegiatan F. pada permulaan ataupun pada akhir kegiatankegiatan tersebut.33) R = (33. Jadwal ini dikembangkan selama tahap inisiasi dan dapat diperbarui setelah itu. Diagram Grantt charts adalah hubungan antar aktifitas mana . Yang perlu dijadwalkan adalah aktivitas atau paket pekerjaan. Penjadwalan pertama kali dikembangkan oleh Henry G yang sering disebut Gantt charts. Milestone digunakan untuk menandai telah selesainya beberapa aktifitas yang kritis dan sulit.34) R = (31. Sedangkan aktivitas pembebasan tanah akan menghasilkan milestone tersedianya lahan untuk bangunan. Bagi manajemen puncak jadwal proyek mungkin tidak perlu sedetail apa yang diperlukan oleh personel operasional di lapangan. Yang perlu diperhatikan disini adalah waktu pengerjaan tiap paket pekerjaan dan kejadian apa yang dihasilkan dari serangkaian paket kerja tertentu. mulai atau selesainya pengecatan adalah kejadian.34) Q = (31. Jika orang mengerjakan pengecatan tembok maka itu disebut aktifitas.34) Dalam hal ini tidak menjadi soal di mana saja diletakkannya dummy-dummy tersebut. Jadwal dari aktifitas besar ini sering disebut jadwal induk proyek.32) P = (32.34) atau Q = (31.107 P = (31. Sedangkan kejadian (events) dan lintasan kritis (milestone) hanyalah akibat dari selesainya aktifitas.

Urutan logis dari masing-masing aktivitas. Diagram tersebut dapat dilihat dalam tabel 1. 3. Waktu penyelesaian tiap aktivitas. . yang pertama.108 yang harus mulai dulu dan aktifitas mana yang menyusulnya. 4. Minggu 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Penentuan kualitas yang perlu dikendalikan Mengumpulkan data Merancang peta control Sosialisasi rancangan SPC Training operator Uji coba pelaksanaan SPC Implementasi Analisis penyebab cacat Menghitung kemampuan proses Dokumentasi Aktifitas 1 2 3 4 5 6 7 8 Tabel 1. Ketergantungan antar aktivitas.2003:56) Untuk mengurai kekurangan-kekurangan dari Grantt charts maka disusunlah sebuah jaringan kerja atau network. mana yang lebih dahulu diselesaikan mana yang menyusul. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan jaringan kerja adalah. 1. kegiatan digambarkan dengan simpul (node). diwakili oleh anak panah. Activity On Node (AON). Grantt Chart dari suatu proyek SPC ( Statistical Proses Control ) (Sumber:Santoso. Macam-macam aktivitas yang ada. Sedangkan perstiwa atau event. Ada dua pendekatan dalam hal menggambarkan diagram jaringan kerja. 2.

Activity On Arch (AOA). Activity On Arch (AOA) (Santoso.109 Yang kedua aktivitas digambarkan dengan anak panah.2003:57) .Seperti Gambar 9. Sedangkan kejadian digambarkan dengan simpul. x Anak panah A ES LS Simpul n n : nomer kejadian A : nama aktivitas anak panah : aktivitas simpul : kejadian A ES : waktu mulai paling awal (Earliest Start) LS : waktu mulai paling akhir (Latest Start) B Aktivitas A selesai sebelum aktivitas B dimulai Gambar 9. Di sini kita akan menggunakan AOA.

bila pekerjaan-pekerjaan yang ada pada lintasan kritis dapat dipercepat. maka istilah ES menjadi EF atau saat selesai paling awal dan LS menjadi LF atau saat selesai paling akhir. Lintasan Kritis Linatasan kritis (Critical Path) melalui aktivitas-aktivitas yang jumlah waktu pelaksanaannya paling lama.110 Khusus untuk lambang-lambang dalam simpul yang mengakhiri aktivitas. Ini memungkinkan bagi manajer/pimpro untuk . Time slack atau kelongaran waktu terdapat pada pekerjaan yang tidak melalui lintasan kritis. 4. Pengawasan atau kontrol dapat dikontrol melalui penyelesaian jalur kritis yang tepat dalam penyelesaiannya dan kemungkinan di trade off (pertukaran waktu dengan biaya yang effisien) dan crash program (diselesaikan dengan waktu yang optimum dipercepat dengan biaya yang bertambah pula) atau dipersingkat waktunya dengan tambahan biaya lembur. digambar dengan anak panah tebal (Badri. Jadi. Manfaat yang didapat jika mengetahui lintasan kritis adalah sebagai berikut. Penundaan pekerjaan pada lintasan kritis menyebabkan seluruh pekerjaan proyek tertunda penyelesaiannya. 3. Proyek dapat dipercepat penyelesaiannya. 2.1997:23). lintasan kritis adalah lintasan yang paling menentukan waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan. G. 1.

1997:24). H. Bagan alur pemecahan permasalahan nyata Jawaban Model . PL adalah matematika terapan dari aljabar linier. DUNIA NYATA Masalah kongkret Abtraksi DUNIA MATEMATIKA Model Matematika Operasi/manipulasi Jawaban masalah Secara kongkrit Penafsiran Gambar 10. Masalah tersebut timbul apabila seseorang diharuskan untuk memilih atau menentukan tingkat setiap kegiatan yang dilakukannya.dimana masingmasing kegiatan membutuhkan sumber yang sama sedangkan jumlahnya terbatas.111 memindahkan tenaga kerja. alat dan biaya ke pekerjaan-pekerjaan di lintasan kritis agar efektif dan efisien (Badri. Menurut Suyitno (1997:2) pemecahan persoalan dunia nyata dapat digambarkan alurnya secara jelas dalam gambar 10. Program Linier Program Linier (PL) merupakan suatu model umum yang dapat digunakan dalam pemecahan masalah pengalokasian sumber-sumber yang terbatas secara optimal.

Model matematika berisi fungsi tujuan yang harus berupa fungsi linier dan fungsi kendala yang berupa pertidaksamaan atau perasamaan linier...... 2..=.2. 3. Program linier (PL) atau Linear programing merupakan suatu metode untuk memecahkan permasalahan optimasi (minimasi atau maksimasi) Menurut Suyitno (1997:2) Prinsip utama Program Linier adalah dengan adanya: 1. Adanya keterkaitan atar variabel. Menurut Suyitno (1997:3) model matematika dalam program linier dirumuskan sebagai berikut...m Dengan penjelasan istilah dalam Program Linier .. Tujuan yang akan dicari optimalnya (fungsi tujuan) maksimal atau minimal. 4. i = 1...+ ainxn ≥..≤ bi.. Fungsi tujuan Z= c1x1+ c2x2+ . Model matematika yang merupakan penuangan permasalahan kedalam bahasa matematika. Kendala (constraints) pembatas yang merupakan keterbatasan sumber daya atau sering disebut fungsi kendala.+ cnxn Harus memenuhi fungsi kendala ai1x1+ ai2x2+..112 Persoalan yang dikembangkan dalam program linier adalah bagaimana mencari nilai minimum atau maksimum dari variabel yang saling terkait dan terbatas.

bi melambangkan nilai ruas kanan (righ hand side value) yaitu nilai-nilai yang biasanya menunjukkan jumlah (kuantitas. xn melambangkan koefisien teknis menyatakan setiap pengunaan ain dari setiap variabel bi. cn melambangkan koefisien fungsi tujuan yaitu nilai yang menyatakan kontribusi per unit kepada Z untuk setiap xn. 2. dan waktu) ketersediaan sumber daya untuk dimanfaatkan sepenuhnya. a. Z adalah fungsi tujuan yang belum diketahui dan yang akan dicari nilai optimumnya (dibuat sebesar mungkin untuk masalah maksimumdan dibuat sekecil mungkin untuk minimum). Koefisien kontribusi digunakan untuk menentukan tipe masalah dan untuk membantu mendefinisikan variabel keputusan. 1. kapasitas.113 xn melambangkan variabel keputusan (decision variable) adalah kumpulan lambang / simbol matematika yang akan dicari untuk menentukan nilainya. Petunjuk penyusunan model matematika. Menentukan tipe dari masalah. Mendefinisikan variabel keputusan. dilambangkan dengan xn. dan b. Masalah maksimasi menyangkut keuntungan. Masalah minimasi menyangkut biaya dan waktu. .

Tahap ini lebih merupakan seni dari pada ilmu pengetahuan. panjang dan ketelitian yang tinggi cara tersebut kurang efektif. Pada skipsi ini peneliti mengunakan piranti lunak (software) yang khusus untuk perhitungan program linier yaitu lindo. metode simplek dan metode titik dalam. 4. Merumuskan kendala. Persyaratan non negatif Untuk menyelesaikan permasalahan Program Linier dapat digunakan berbagai macam metode yaitu: metode grafik. Sesudah mementukan tipe masalah dan variabel keputusan dilanjutkan mengkombinasikan informasi ke rumusan fungsi tujuan. metode vektor.114 3. Perhitungan manual dapat digunakan jika permasalahan yang dihadapi sederhana. dan b. I. Pendekatan ruas kiri merupakan koefisien teknis dari daftar dalam tabel atau baris-baris. Untuk perhitungan yang rumit dan panjang dapat mengunakan bantuan komputer untuk mengolahnya. Percepatan Poyek . Ada dua macam pendekatan dasar yaitu: a. Merumuskan fungsi tujuan. Pendekatan ruas kanan merupakan besar maksimum dari sumber daya yang tersedia dalam masalah maksimum maupun minimum dari sumber daya yang tersedia dalam masalah minimum. Meletakkan semua nilai sebagai koefisien teknis dan daftarnya dalam baris dan kolom. tetapi untuk permasalahan yang memerlukan perhitungan yang rumit. 5.

Menentukan model matematika berdasarkan data. dilanjutkan kearah Lindo dan diklik seperti Gambar 11 berikut. 3. Aplikasi Program Lindo Penyelesaian masalah program linear dengan banyak variabel akan lebih mudah dengan mengunakan komputer. 2. Perhitungan yang digunakan pada lindo pada prinsipnya mengunakan motode simpleks yang kita kenal. . J.115 Dalam kondisi dan situasi tertentu. program linier digunakan untuk menentukan alokasi sumberdaya sedemikian sehingga meminimalkan biaya tambahan yang harus dikeluarkan supaya proyek selesai lebih cepat dari waktu yang telah dijadwalkan. 1. Membaca hasil report yang dihasilkan lindo. manajer proyek diharuskan dapat menyelesaikan proyek dalam waktu relatif lebih cepat dibanding waktu lintasan kritis. Hal ini dapat dilakukan pada kondisi tertentu. Untuk menentukan nilai optimal suatu program linier dengan lindo dilakukan beberapa tahapan yaitu. Cara untuk menyelesaikan program linier mengunakan lindo untuk pertama kalinya yang dioperasikan melalui windows. Pilih klik kemudian pilih Program dan arahkan pada Winston. Dalam situasi seperti ini. Menentukan formulasi program untuk lindo.

11 Tampilan Windows Pada layar akan muncul text it / untitled baru yang siap untuk tempat mengetikkan formulasi seperti Gambar 12 berikut.116 Gambar. . Contoh permasalahan pembangunan kios /warung internet. Maka langkahnya sebagai berikut. Gambar 12 Tampilan Lindo Selanjutnya lindo siap mengerjakan kasus program linier.

Menyusun dan menterjemahkan permasalahan yang ada ke dalam bentuk daftar rencana aktifitas. seperti tabel 2.G K K M L.dinding bata Instalasi jaringan luar Dummy Cat luar Listrik Stentral Atap Instalasi jaringan dalam Lepa luar Cat luar Barang Tetap Luar Lepa dalam Cat Dalam Lantai Dummy N Barang tetap dalam (komp dll) A B C D C C D F H.117 1. 2 Schedule Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Warung Internet Aktifitas Keterangan Aktifitas Yang Mendahului A B C D D1 E F G H I J K L M D2 N Perijinan Pondasi Ps.D1 I E. Tabel.D2 Waktu (Hari) 2 4 10 4 0 7 6 5 7 9 2 8 5 4 0 6 .

Menyusun dan menuliskan model matematika ke dalam program Lindo. seperti Gambar 14. Nework Pembangunan Warung Internet 3.6) X6 (H.0) (L.5) (N.7) X5 (G. .118 2. Menyusun network dari pekerjaan pembangunan warung internet yang dapat digambarkan pada Gambar 13. X1 (A.13.9) (F.4) X11 (D2.6) (J.4) (E.5) X7 X10 (K.8) X9 X11 (M.4) X3 (C.10) X4 (D.2) X13 (I.0) X8 Gambar.2) X2 (B.7) (D1.

.14 Input Lindo 4.119 Gambar. Tampilan hasil Lindo dapat dilihat dalam Gambar 15.

120 .

3) Aktifitas D1 mempunyai nilai 13 artinya longar 13 hari karena memang tidak membutuhkan waktu hanya tunggu. 2) Aktifitas (F) dapat mundur 4 hari dari waktu yang ditentukan selama 6 hari menjadi 10 hari. a. Analisis sensitivitas atau analisis kepekaan memuat informasi tentang perubahan parameter-parameter nilai ruas kanan kendala dan fungsi tujuan yang diperbolehkan agar jawaban lintasan kritis tidak berubah . Lintasam kritis pembangunan warnet selesai pada waktu 44 hari diperoleh dari objective function value. d. b. c. Utuk melihat kelongaran waktu dilihat dari kolom Slack orSurplus yang tidak mengakibatkan mundurnya penyelesaiaan proyek antara lain: 1) Aktifitas Listrik Sentral (E) dapat mundur 2 hari dari waktu yang ditentukan selama 7 hari menjadi 9 hari. Reduced cost nol menunjukkan proses telah mencapai nilai optimum. Membaca dan menerjemahkan hasil perhitungan lindo sebagai berikut. 4) Aktifitas (M) dapat mundur 1 hari dari waktu yang ditentukan selama 4 hari menjadi 5 hari. Laporan Lindo 5.121 Gambar 15.

Righthand side ranges menunjukkan batasan ruas kanan 4) Row menujukkan aktivitas yang dilalukan. menunjukkan mulainya aktifitas dan berakhirnya aktifitas. sedang pada bukan lintasan kritis sama dengan lama penyelesaian pada lintasan kritis. Pada lintasan kritis waktunya dapat berkurang dapat dipercepatpada waktu tertentu. dan seterusnya.122 1) Variabel. 7) Allowable Decrease menunjukkan percepatan waktu. Misal aktivitas E mendapat kelonggaran 2 hari. 6) Allowable Increase pada lintasan kritis dapat dinaikkan hinga tak hingga (infinity).misal aktivitas B dapat dikerjakan pada waktu kurang dari 6 . 5) Current RHS menunjukkan lama tiap-tiap aktivitas secara detail dengan perpanjangan waktunya. 3) Allowable Decrease semua bernilai nol hal ini menunjukkan bahwa semua aktivitas tidak dapat dipendekkan. 2) Allowable Increase pada lintasan kritisnya dapat dinaikkan hingga takterhingga ditunjukkan dengan infinity akan tetapi ini tidak dapat dilonggarkan hai ini karena jika pada bukan lintasan kritisnya waktu bertambah maka lintasan kritisnya akan berubah. pada Current Coeficient bernilai -1 yaitu menunjukkan mulainya aktivitas yang berawal pada X1 dan bernilai 1 yaitu menunjukkan berakhir semua aktivitas pada X13 sedangkan yang lain adalah pekerjaan pembangunan warnet tersebut.

Pada bukan lintasan kritis dapat berkurang atau dipercepat sampai tak hingga ditunjukkan dengan infinity. Berbeda dengan yang dilalukan secara berulang-ulang seperti proses produksi. dan lain sebagainya. Jadi lintasan kritis yang didapatkan dari pekerjaan pembangunan warung internet yang dapat gambarkan seperti gambar 16 . trasnsportasi.123 hari mulai adari awal proyek. Pada manajemen pembangunan proyek analisis sensitivitas kurang bermanfaat karena proses dilalukan sekali. dan seterusnya.

4) X11 (D2.10) X4 (D.16.2) X2 (B.5) (N.0) (L.8) X9 X11 (M.4) (E.6) (J.0) X8 Gambar.7) X5 (G.124 X1 (A. Lintasan Kritis Pembangunan Warung Internet .5) X7 X10 (K.6) X6 (H.7) (D1.2) X13 (I.4) X3 (C.9) (F.

000.125 K. penjadwalan proyek yang akan dibahas adalah mencari lintasan kritis dari pembangunan proyek gedung asrama diklat Depag Semarang serta keuntungan-keuntungan yang akaan diperoleh jika waktu yang didapatkan lebih cepat dari perhitungan perencana Cv Espro. pekerjaan instalasi listrik. pintu dan jendela. pekerjaan rangka atap dan plafon. pekerjaan tanah/urugan.00 (Satu milyar limaratus sepuluh juta tujuhpuluh dua ribu rupiah). . pekerjaan beton.072. Dalam penelitian ini. kaca. Pada perencana perhitungan dalam mencari lintasan kritis mengunakan Kurva S Schedule.1. pekerjaan alat penggantung dan besi. Penjadwalan Proyek Pembangunan Gedung Asrama Diklat Depag Semarang Pembangunan gedung asrama Diklat Depag Semarang merupakan tuntutan yang dipenuhi untuk menampung para peserta diklat yang tempat tinggalnya berada jauh dari tempat tersebut.510. pekerjaan cat. pekerjaan almunium. pekerjaan pasangan dan pondasi. pekrjaan sanitasi dan instalasi air serta pekerjaan lantai dan infrastuktur. Macam-macam aktivitas proyek yang penting meliputi 11 jenis aktivitas pakok yaitu persiapan. Cv Espro memperhitungkan pembangunan memakan waktu 200 hari dengan perkiraan biaya Rp. Proyek pembangunan gedung asrama diklat Depag Semarang merupakan pembangunan gedung bertingkat dengan 3 lantai. Proyek yang direncanakan oleh Cv Espro Semarang ini merpakan anggaran tahun 2004 dan akan diselesaikan pada tahun haji 2004 ini.

Upah gaji karyawan dibayarkan setiap bulannya oleh kontraktor sedangkan untuk buruh dibayar per minggu pada hari sabtu. Upah buruh rata-rata Rp 25.126 Proyek pembangunan gedung asrama diklat Depag Semarang membutuhkan tenaga kerja berkisar 20 karyawan dan 200 buruh.00/hari.000. BAB III .

A. jurnal. peneliti membaca dan menelaah sumber-sumber pustaka antara lain buku-buku. serta kajian situs internet yang berhubungan dengan penelitian ini. Perumusan Masalah Perumusan masalah diperlukan agar permasalahan dalam penelitian ini jelas dan tidak melebar sehingga mempermudah pemecahan masalah demi tercapainya tujuan penelitian.127 METODE PENELITIAN Pada penelitian ini atau langkah-langkah yang digunakan adalah sebagai berikut. C. Berdasarkan ide atau gagasan yang diperoleh pada tahap sebelumnya. Peneliti juga mencari informasi melalui Teknologi Informasi (TI) guna mendorong bahan-bahan sebagai teori pendukung dalam pemecahan masalah. 50 . dirumuskan masalah manjemen proyek penjadwalan pembangunan gedung asrama diklat dengan lindo. sehingga memunculkan ide atau gagasan yang akan dikaji oleh peneliti. Studi Literatur Pada tahap ini dilakukan telaah pustaka yaitu pengkajian terhadap sumber pustaka yang relevan dan berhubungan dengan permasalahan. B. Identifikasi Masalah Dalam tahap awal.

4. 3. Menyusun dan menterjemahkan dari daftar rencana kegiatan ke dalam bentuk model matematika. Menuliskan model matematika ke dalam bentuk dualnya pada papan edit lindo. 6.128 D. Membaca dan menterjemahkan hasil atau solusi yang diperoleh dari keluaran lindo untuk menjawab permasalahan yang ada. 5. Analisis Dalam tahap ini dilakukan pengkajian data berdasarkan sistem manajemen proyek yang berlangsung dengan hasil analisis optimasi proyek dengan mengunakan lindo. Juga ditunjang oleh data lain yang didapat dari Departemen Agama setempat. . Menyusun networknya. Menyusun dan menterjemahkan permasalahan yang ada ke dalam bentuk daftar rencana kegiatan. Observasi Pada tahap ini dilakukan survei dan pengumpulan data pada CV Espro selaku kontraktor pembangunan gedung asrama Diklat Depag.khususnya yang berkaitan mencari lintasan kritis pada penjadwalan proyek. 2. Menentukan penyelesaian masalah. E. Penentuan solusi program lindo untuk masalah penjadwalan proyek meliputi enam langkah yaitu: 1.

Penarikan Simpulan Dilakukan penarikan simpulan berdasarkan penelitian dengan cara membandingkan penjadwalan proyek pembanguna gedung asrama diklat Depag Semarang oleh CV Espro dengan Kurva S dengan program lindo.129 F. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .

Dalam penggunaan program Lindo syarat yang harus ada adalah model matematika yang meliputi fungsi tujuan dan fungsi kendala. Hal ini dilakukan dalam rangka menyusun suatu model dari permasalahan kongkret. jika dijabarkan seluruhnya akan membuat model menjadi rumit dan membingungkan serta dalam praktek pelaksanaan pengawasan akan sulit. Dari data tersebut akan disusun gambar network dari proyek pembangunan gedung asrama diklat Depag Semarang disajikan dalam Lampiran 6 dan disuusun daftar rencana aktifitas pelaksanaan pembangunan gedung diklat Depag Semarang yang disajikan dalam tabel 3. maka aktifitas yang sejenis dan berkaitan digabungkan. Berdasarkan kelengkapan yang ada pada CV Espro dalam proyek pembangunan gedung asrama diklat Depag Semarang meliputi data Time Schedule.yang sering disebut dengan aktifitas. Dari tabel 3 diketahui bahwa proyek tersebut melibatkan berbagai macam kegiatan membangun. Aktifitas proyek pembangunan gedung asrama diklat Depag Semarang sangat banyak. dan Gambar Gedung. Aktifitas yang kecil atau yang hanya memerlukan waktu pendek tidak masuk dalam penyusunan network.130 Hasil Penellitian Pada Penelitian ini akan ditentukan penjadwalan manajemen pembangunan proyek gedung asrama dengan mengunakan program Lindo. . Adapun yang masuk dalam penyusunan network adalah 11 aktifitas pokok yaitu: (1) persiapan. Adapun aktifitas53 aktifitas yang menyangkut pembangunan gedung asrama diklat Depag Semarang meliputi 11 aktifitas yang berbeda disajikan dalam lampiran. Untuk mempermudah dan mengefektifkan pengawasan suatu aktifias. (2) pekerjaan tanah / urugan. Rencana Waktu Pelaksanaan. Rencana Angaran Biaya.

Perhitungan manajemen proyek penjadwalan pembangunan gedung asrama diklat Depag Semarang dengan bantuan program Lindo dapat dilakuan dalam beberapa tahap. (10) pekerjaan sanitasi dan instalasi air. menyusun tabel aktifitas dari pekerjaan membagun gedung asrama diklat Depag Semarang yang disajikan pada Tabel 3 berikut ini. (9) pekerjaan Instalasi listrik. Semua aktifitas yang akan dilakukan perlu diketahui waktu masing-masing serta syarat aktifitas tersebut dapat dilakukan dalam lampiran. (6) pekerjaan almunium. (11) pekerjaan lantai dan infrastuktur disajikan dalam lampiran. (5) pekerjaan rangka atap dan plafond. (8) pengecatan. kaca. Persiapan X1 - Waktu Notasi Minggu 1 A-B PEKERJAAN TANAH / URUGAN . Tahap kedua. pintu dan jendela.131 (3) pekerjaan pasangan dan pondasi. Tahap pertama menyusun sebuah network berdasarkan data rencana waktu pelaksanaan yang disajikan dalam lampiran 6. (4) pekerjaan beton. Tabel 3 Daftar Rencana Aktifitas Pelaksanaan Pembangunan Gedung Asrama Diklat Depag Semarang Aktifitas yang No Nama Pekerjaan Aktivitas mendahului 1. (7) pekerjaan alat penggantung dan besi.

Bertulang Kolom Struktur B.Bertulang Balok X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X1 X12 X5 X12 X8. 4.Bertulang Kolom Praktis B. 9. 24. 26. Instalasi Air Saluran U20 Dummy Dummy Dummy X22 X23 X24 X25 X26 X15 X15 X22 X19. Lantai Rabat Beton Dummy Dummy X27 X28 X29 X16.132 2. 11. 28. 29.X26 X18 X28 4 0 0 N-Q P-O O-Q . 17. 6. Pemasangan Kloset duduk.X21 X23. 14. 16.X10.X11 X13 X15 2 3 5 3 3 5 5 B-J J-K F-L J-M I-N K-O M-P Pekerjaan Instalasi Listrik Instalasi titik lampu dan stop kontak serta lampu SL 19. 8. 25. B. Pemasangan Lampu.X24 1 2 0 0 0 M-AL M-AM Al-AM AI-N AM-N Pekerjaan Beton 27. 18. 21. Saklar dll Dummy X20 X21 X13 X20 1 0 K-AJ AJ-AI X19 X13 2 K-AI Pekerjaan Sanitasi dan Instalasi Air 22. 13. 3. 23.X25. Pasang Batu kosong/astampeng Pasang Pondasi Batu Belah Plester Mainan Menara Dummy Dummy Dummy X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X1 X3 X1 X2 X4 X7 X6 2 2 3 2 0 0 0 B-F D-G B-H C-I E-I H-I G-I Pekerjaan Beton 12. 15 Watt 20. Kran. 7.Bertulang Lante B.Bertulang Stoof B.X9. 15. Galian tanah pondasi foot plat Galian tanah pondasi batu belah Urugan X2 X3 X4 X1 X1 X2 2 2 1 B-C B-D C-E Pekerjaan Pasangan dan Pondasi 5. 10.Bertulang Plat Lantai dan Tritisan B.Bertulang Foot Plat Setempat B.

Hendel Engsel H 10. 52. 33.X53. 45.X55 1 AO-AH . Kunci. 49. 53. 32.begel. Mur. 55. Roster. 50. Beton Tangga X30 X14 3 L-R Pekerjaan Rangka Atap dan Plafon 31. Cat kayu dan water proofing X56 X51. 37.X29 X31 X30 X32.X42. Kait Angin Grendel Jendela dan Pintu X48 X49 X50 X46 X46 X48 1 2 1 AB-AD AB-AE AD-AF Pekerjaan Lantai dan Infrastruktur 51.X43 X40 1 0 Y-AA Z-AA Pekerjaan Almunium Kaca.X29 X27. 39.X54 2 1 0 0 0 AB-AO AC-AP AF-AO AP-AE AE-AO Pekerjan Cat 56.X34 X33 X33 X35 X36. 43. Engsel H14. 38.X38 X36. Pintu dan Kusen 46.baut. Penangkal Petir Dummy Dummy X41 X42 X43 X33 X37 X41 1 0 0 U-AK X-Y AK-Y Pekerjaan Rangka Atap dan Plafon 44. 34. 54.X45 X46 3 1 AA-AB AB-AC Pekerjaan Alat Pengantung dan Besi 48.X38 2 2 2 0 1 2 3 0 2 2 Q-S Q-T S-U R-T T-V U-W U-X V-W W-Y W-Z Pekerjaan Instalasi Listrik 41. 40. 36. 35.Dll Dummy X44 X45 X39. Lantai Kramik Kramik Dinding dan Pilin Lantai Dummy Dummy Dummy X51 X52 X53 X54 X55 X46 X47 X50 X52 X49. Baja Siku 70 Baja Siku 60 Rangka Atap Kuda yang lain Dummy Gording Tip Chanel Usuk Atap dan Bubungan Genteng Kramik Berglasur Plafon Dummy Listplang Roling Tangga Besi X31 X32 X33 X34 X35 X36 X37 X38 X39 X40 X27. 47 Kusen.133 30. 42. dan Daun Jendela Daun Pintu dan Kaca mati X46 X47 X44.

X53. mengaplikasikan model matematika kedalam program lindo. Untuk lintasan kritis yang dilalui dapat dilihat yang nilai dual prices (nilai dual) bernilai –1 dan nilai slack or surplus bernilai 0 karena menunjukkan bahwa tidak ada kelonggaran waktu pada saat nilai optimum (lama lintasan kritis ). 58.134 57. Salah satu lintasan kritis yang diperoleh dari Lindo adalah X1 X3 X6 X11 X16 X27 X31 X33 X36 = = = = = = = = = A B D G I N Q S U → → → → → → → → → B D G I N Q S U W . Dummy Cat Tembok Dan Plafon X57 X58 X56 X51. Proyek pembangunan gedung asrama diklat Depag Semarang selesai pada waktu 28 minggu atau 189 hari diketahui dari objective function value (nilai fungsi tujuan). menyusun model matematika. Hasil dan input data yang diperoleh disajikan dalam lampiran Tahap kelima membaca hasil dan analisis keluaran dari program lindo.X55 0 2 AH-AG AO-AG Tahap ketiga. Artinya 1. Meliputi menentukan fungsi tujuan dan fungsi kendala disajikan dalam lampiran Tahap keempat.

. X6 yaitu pekerjaan pasang pondasi batu belah dilaksanakan setelah minggu ke 3 setelah pekerjaan galian tanah pondasi batu belah selesai. pengukuran. pengadaan air kerja dan pengurusaan IMB harus selesai dalam 1 minggu. X16 yaitu pekerjaan beton bertulang lante dilaksanakan setelah minggu ke 5 atau pekerjaan pasang pondasi batu belah selesai. X31 yaitu pekerjaan pemasangan baja siku 70 pada rangka atap dilaksanakan setelah minggu ke 12 atau setelah pekerjaan lantai rabat beton selesai. b. f. a.135 X39 X44 X46 X51 X58 = = = = = W Y AA AB AO → → → → → Y AA AB AO AG Manajemen proyek pembangunan gedung diklat Depag Semarang adalah sebagai berikut. d. e. X3 yaitu pekerjaan galian tanah pondasi batu belah dilaksanakan setelah minggu pertama atau setelah pekerjaan persiapan selama 2 minggu. c. X27 yaitu pekerjaan lantai rabat beton dilaksanakan setelah minggu ke 8 atau setelah pekerjaan beton bertulang lante selesai. X1 yaitu pekerjaan persiapan meliputi pembersihan lapangan.

X33 yaitu pekerjaan rangka atap kuda setelah minggu ke 14 atau setelah pekerjaan pemasangan baja siku 70 pada rangka atap selesai. dan daun jendela selesai. Roster. Value menunjukkan waktu yang dibutuhkan untuk melintasi aktivitas tersebut. Akhir aktivitas menunjukkan lamanya waktu penyelesaian dalam proyek tersebut. j. n. X36 yaitu pekerjaan atap dan bubungan genteng kramik berglasur setelah minggu ke 16 atau setelah selesai. X39 yaitu pekerjan lisplang setelah minggu ke 18 atau setelah pekerjaan atap dan bubungan genteng kramik berglasur selesai. Roster. k. i. baut. X51 yaitu pekerjaan pemasangan lantai keramik setelah minggu ke 24 atau pekerjaan pemasangan Kusen. X44 yaitu pemasangan mur. begel setelah minggu ke 20 atau setelah pekerjan lisplang selesai. X46 yaitu pekerjaan pemasangan Kusen.136 g. 2. baut. yaitu ditunjukkan AG dengan nilai 28 yang nilainya sama pekerjaan rangka atap kuda . dan daun jendela setelah minggu ke 21 atau setelah pemasangan mur. m. Selesai Total yaitu setelah minggu ke 28 atau setelah pekerjaan cat tembok dan plafon selesai dikerjakan. begel selesai l. h. X58 yaitu pekerjaan cat tembok dan plafon setelah minggu ke 26 atau setelah pekerjaan pemasangan lantai keramik selesai.

Dengan mengunakan kurva S kita mengetahui bobot setiap aktivitas dari total angaran yang diserap.00 ( Satu milyar lima ratus sepuluh juta tujuh puluh dua ribu rupiah) Analisa manajemen penjadwalan proyek pembangunan gedung diklat Depag Semarang dengan menggunakan program Lindo.137 dengan nilai objective function value yang menunjukkan lama lintasan kritis. Kita juga mengetahui prestasi mingguan dari aktivitas minguan pada saat itu. jadi kita mengetahui jumlah dana yang paling menyerap proses pembangunan gedung asrama diklat Depag berdasarkan RAB (Rekapitulasi Anggaran Biaya) diperoleh dari Cv Espro dalam lampiran 3.510. Majemen proyek pembangunan gedung asrama diklat Depag Semarang yang dipergunakan oleh Cv Espro yaitu menggunakan analisa kurva S. PEMBAHASAN Analisis manjemen proyek pembangunan gedung asrama diklat Depag Semarang yang dipergunakan oleh Cv Espro.072. . Hal ini menunjukkan adanya kelongaran waktu pada aktivitas yang bukan lintasan kritis yang tidak mengakibatkan mundurnya penyelesaian proyek secara keseluruhan. 1. 3. Reduced cost semua bernilai 0 menunjukkan telah sampai nilai optimum.000. Penyelesaian proyek memakan waktu 200 hari dengan biaya total Rp. Slack or surplus pada lintasan kritis bernilai nol sedangkan pada bukan lintasan kritis dapat bernilai tidak nol. 4.

000.317.247.327.00 + Rp 131.138 Dengan mengunakan program Lindo lintasan kritis atau waktu penyelesaian proyek tersebut adalah 28 minggu / 189 hari. Maka biaya yang dikeluarkan dalam proyek pembangunan gedung diklat Depag Semarang dengan program Lindo adalah sebagai berikut.00 Dengan program lindo diperoleh penghematan tenaga kerja yaitu: 200 orang x Rp.779.000.25.372.793.793.55.372.000.793. akibatnya biaya dapat dihemat.247.00 Pajak Pertambahan Nilai 10% dari nilai pembangunan = 10% x Rp. alat dan tenaga kerja Rp 1.00 x 11 hari = Rp.793.574.40 = Rp 1. Dengan tenaga buruh rata-rata 200 orang dengan upah ratarata Rp.00 Dengan program lindo diperoleh penghematan tenaga kerja dari biaya pembangunan secara keseluruhan menjadi Rp 1.317.247.40 .779.000.00 = Rp 1.25. Biaya pembangunan jumlah (A) termasuk barang.449.40.317.1.00 per hari.327.247. Penghematan biaya pada tenaga buruh Penghematan yang nampak dari tenaga buruh yang dibayarkan.000.00 – Rp 55. Jika dibandingkan antara perhitungan dengan program lindo lebih cepat dengan program lindo. Lintasan kritis ditampilkan dalam lampiran 4.00 = Rp 131.000.572. Hal ini akan memberikan keuntungan dari segi waktu penyelesaian proyek akan lebih cepat 11 hari.793.247. Jadi Total Biaya pembangunan Jumlah (B) = Rp 1.

997.30.139 Penghematan yang dapat diperoleh adalah Rp 1.449. Simpulan .572. G.510.574.40 = Rp 60.072.499. BAB V PENUTUP Pada penellitian ini atau langkah-langkah yang digunakan adalah sebagai berikut.70 – Rp 1.571.

sehingga diperoleh keuntungan berupa penghematan waktu 11 hari dan biaya dapat ditekan sebesar Rp 60.571. b.140 Dari permasalahan hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian ini. .072.70.449.997.30 H.499. menyusun model matematika. Dalam pembuatan network dan daftar aktivitas dibuat sejelas mungkin sehingga tidak terjadi kesalahan dalam membuat model matematika dan dalam program Lindo harus teliti dan lengkap agar semua syarat yang dinginkan dapat tercapai. a. membuat network. menampilkan hasil keluaran dari program Lindo.572.574. a.40 Perhitungan yang dilakuan Cv Espro membutuhkan waktu 200 hari dengan biaya Rp 1.simpulan yang dapat diambil sebagai berikut.510. Perhitungan manajemen proyek penjadwalan dengan cara mencari lintasan kritisnya menggunakan program Lindo memiliki beberapa tahap. Saran 63 Saran-saran yang dapat dikemukakan adalah sebagai berikut. yaitu membuat tabel aktivitas. Hasil perhitungan manajemen proyek penjadwalan pembangunan gedung asrama diklat Depag Semarang mengunakan program lindo dengan waktu yang dibutuhkan 189 hari dengan biaya Rp 1. mengaplikasikan model metematika ke dalam program lindo.

http://www. Yusep & Zulfan AM. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Riset Operasi. 65 DAFTAR PUSTAKA Badri. Dasar-dasar Network Planing. Dengan hasil penelitian ini disarankan Cv Espro dalam membuat manjemen proyek penjadwalan pembangunan menggunakan Lindo sehingga dapat lebih menghemat waktu maupun biaya. Tjutju Tarliah & Ahmad. .Tidak diterbitkan. Lindo. Jurusan Teknik Sipil Universitas Diponegoro. 1997. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI. Sofwan.lindo. Terdapat beberapa aktifitas yang dapat ditunda antara lain Pasang Batu kosong / astampeng. 2002. 1999.141 b. plester dan lain-lain. Sri. c. urugan.com/lindot. Proyek Pembangunan Gedung Asrama Tingkat Dasar Balai Diklat Departemen Agama Semarang.1 Liner . Operation Research Model-Model Pengambilan Keputusan. 2005. Lindo 6. Dimyati. Laporan KP.html Programing (2 januari 2005) Standart Mulyono. Jakarta: PT Rika Cipta. Purwoko.

Jakarta: Balai Pustaka. Edisi kedua. Wiryana.142 Siagian. Min AG-A Fungsi Kendala yaitu aktivitas yang melalui tiap-tiap lintasan. serta nonnegatif . Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa . Riset Operasi Suatu Pengantar. 1997. Penelitian Operasional. Setiyati. Skipsi. 2001. Yogyakarta: BPEE. Jurusan Matematika Universitas Negeri Semarang. Jurusan Matematika Universitas Negeri Semarang. Dasar-Dasar Operations Research.Manajemen Proyek Berbasis Internet. Taha.Tidak diterbitkan. Subagyo. Manajemen Proyek. 2001. Jakarta PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Penentuan Lintasan Kritis Dengan Teknik Pert-Cpm Dalam Penjadwalan Proyek Pembangunan Taman Hiburan Rakyat Semarang.2004. Hamdy A. 1996. Model Matematika dari Manajemen Proyek Pembangunan Gedung Asrama Diklat Depag Semarang Fungsi Tujuan yaitu mencari jalur terpanjang. Budi. Herlina. Edisi pertama. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. Made & Chistianto. Santoso. 1987. Surabaya. Putriaji. Jakarta: Bina Rupa Aksara. 2000. Penggunaan Program Lindo Dalam Penjadwalan Proyek Kasus Pembangunan Gedung Perpustakaan Pusat Unika Soegijapranata Semarang. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Lampiran 3. Skripsi. Pangestu. Edisi kelima. 2003. dkk. Institut Teknlogi Sepuluh Nopember Penerbit Guna Widya.Tidak diterbitkan.

71 X1) B-A ≥ 1 X2) C-B ≥ 2 X3) D-B ≥ 2 X4) E-C ≥ 1 X5) F-B ≥ 2 X6) G-D ≥ 2 X7) H-B ≥ 3 X8) I-C ≥ 2 X9) I-E ≥ 0 X10) I-H ≥ 0 X11) I-G ≥ 0 X12) J-B ≥ 2 X13) K-J ≥ 3 X14) L-F ≥ 5 X15) M-J ≥ 3 X16) N-I ≥ 3 X17) O-K ≥ 5 X18) P-M ≥ 5 X19) AI-K ≥ 2 X20) AJ-K ≥ 1 X21) AI-AJ ≥ 0 X22) AL-M ≥ 1 .

72 X23) AM-M ≥ 1 X24) AM-AL ≥ 0 X25) N-AI ≥ 0 X26) N-AM ≥ 0 X27) Q-N ≥ 4 X28) O-P ≥ 0 X29) Q-O ≥ 0 X30) R-L ≥ 3 X31) S-Q ≥ 2 X32) T-Q ≥ 2 X33) U-S ≥ 2 X34) T-R ≥ 0 X35) V-T ≥ 1 X36) W-U ≥ 2 X37) X-U ≥ 3 X38) Y-AK ≥ 0 X39) Y-W ≥ 2 X40) Z-W ≥ 2 X41) AK-U ≥ 1 X42) Y-X ≥ 0 X43) Y-AK ≥ 0 X44) AA-Y ≥ 1 .

..73 X45) AA-Z ≥ 0 X46) AB-AA ≥ 3 X47) AC-AB ≥ 1 X48) AD-AB ≥ 1 X49) AE-AB ≥ 2 X50) AF-AD ≥ 1 X51) AO-AB ≥ 2 X52) AP-AC ≥ 1 X53) AO-AF ≥ 0 X54) AE-AP ≥ 0 X55) AO-AE ≥ 0 X56) AH-AO ≥1 X57) AG-AH ≥ 0 X58) AG-AO ≥ 2 A.AP ≥ 0. Rumusan Data Manajemen Proyek Pembangunan Gedung Asrama Diklat Depag Semarang Berbantuan Dengan Program Lindo .B.. Lampiran 4..

ii Min AG-A ST X1) B-A>=1 X2) C-B>=2 X3) D-B>=2 X4) E-C>=1 X5) F-B>=2 X6) G-D>=2 X7) H-B>=3 X8) I-C>=2 X9) I-E>=0 X10) I-H>=0 X11) I-G>=0 X12) J-B>=2 X13) K-J>=3 X14) L-F>=5 X15) M-J>=3 X16) N-I>=3 X17) O-K>=5 X18) P-M>=5 X19) AI-K>=2 X20) AJ-k>=1 ii .

iii X21) AI-AJ>=0 X22) AL-M>=1 X23) AM-M>=1 X24) AM-AL>=0 X25) N-AI>=0 X26) N-AM>=0 X27) Q-N>=4 X28) O-P>=0 X29) Q-O>=0 X30) R-L>=3 X31) S-Q>=2 X32) T-Q>=2 X33) U-S>=2 X34) T-R>=0 X35) V-T>=1 X36) W-U>=2 X37) X-U>=3 X38) Y-AK>=0 X39) Y-W>=2 X40) Z-W>=2 X41) AK-U>=1 X42) Y-X>=0 iii .

iv X43) Y-AK>=0 X44) AA-Y>=1 X45) AA-Z>=0 X46) AB-AA>=3 X47) AC-AB>=1 X48) AD-AB>=1 X49) AE-AB>=2 X50) AF-AD>=1 X51) AO-AB>=2 X52) AP-AC>=1 X53) AO-AF>=0 X54) AE-AP>=0 X55) AO-AE>=0 X56) AH-AO>=1 X57) AG-AH>=0 X58) AG-AO>=2 END iv .

000000 3.000000 0.000000 12.000000 0.000000 0.000000 5.000000 0.000000 0.000000 8.000000 8.000000 0.000000 3.000000 8.000000 1.000000 0.000000 14.000000 0.000000 8.000000 0.000000 6.000000 0.000000 0.000000 14.000000 11.000000 3.000000 0.000000 0.000000 0.v Lampiran 5 Laporan Hasil Peritungan Dengan Program Lindo LP OPTIMUM FOUND AT STEP 46 OBJECTIVE FUNCTION VALUE 1) 28.000000 0.000000 0.000000 6.000000 0.000000 5.000000 4.000000 8.000000 0.000000 0.000000 5.000000 REDUCED COST 0.000000 8.000000 0.000000 0.000000 14.000000 11.00000 VARIABLE VALUE AG A B C D E F G H I J K L M N O P AI AJ AL AM Q R S T U 28.000000 0.000000 v .000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 16.000000 3.

000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 SLACK OR SURPLUS X1) X2) X3) X4) X5) X6) X7) X8) X9) X10) X11) X12) X13) X14) X15) X16) X17) X18) X19) X20) X21) X22) 0.000000 vi .000000 25.000000 1.000000 -1.000000 0.000000 0.000000 0.000000 26.000000 0.000000 0.000000 1.000000 21.000000 0.000000 20.000000 0.000000 18.000000 17.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 -1.000000 0.000000 0.000000 0.000000 1.000000 0.000000 -1.000000 25.000000 0.vi V W X Y AK Z AA AB AC AD AE AF AO AP AH ROW 15.000000 0.000000 0.000000 26.000000 0.000000 20.000000 0.000000 0.000000 21.000000 0.000000 0.000000 0.000000 24.000000 0.000000 0.000000 26.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 DUAL PRICES -1.000000 28.000000 26.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 -1.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 1.

vii

X23) X24) X25) X26) X27) X28) X29) X30) X31) X32) X33) X34) X35) X36) X37) X38) X39) X40) X41) X42) X43) X44) X45) X46) X47) X48) X49) X50) X51) X52) X53) X54) X55) X56) X57) X58) NO. ITERATIONS= 46

1.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 1.000000 3.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 1.000000 3.000000 0.000000 1.000000 0.000000 0.000000 3.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 1.000000 0.000000 0.000000

0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 -1.000000 0.000000 0.000000 0.000000 -1.000000 0.000000 -1.000000 0.000000 0.000000 -1.000000 0.000000 0.000000 -1.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 -1.000000 0.000000 -1.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 -1.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 -1.000000

RANGES IN WHICH THE BASIS IS UNCHANGED: OBJ COEFFICIENT RANGES

vii

viii

VARIABLE AG A B C D E F G H I J K L M N O P AI AJ AL AM Q R S T U V W X Y AK Z AA AB AC AD AE AF AO

CURRENT COEF 1.000000 -1.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000

ALLOWABLE INCREASE INFINITY INFINITY INFINITY 0.000000 INFINITY 0.000000 INFINITY INFINITY INFINITY INFINITY 0.000000 0.000000 INFINITY 0.000000 INFINITY 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 INFINITY 0.000000 INFINITY INFINITY INFINITY INFINITY INFINITY 0.000000 INFINITY INFINITY 0.000000 INFINITY INFINITY 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 INFINITY

ALLOWABLE DECREASE 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000

viii

ix

AP AH

0.000000 0.000000

0.000000 0.000000

0.000000 0.000000

ROW X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X20 X21 X22 X23 X24 X25 X26 X27 X28 X29 X30 X31 X32 X33 X34 X35

RIGHTHAND SIDE RANGES CURRENT ALLOWABLE ALLOWABLE RHS INCREASE DECREASE 1.000000 INFINITY 1.000000 2.000000 0.000000 INFINITY 2.000000 INFINITY 0.000000 1.000000 1.000000 INFINITY 2.000000 3.000000 3.000000 2.000000 INFINITY 0.000000 3.000000 1.000000 4.000000 2.000000 0.000000 1.000000 0.000000 1.000000 INFINITY 0.000000 1.000000 INFINITY 0.000000 INFINITY 0.000000 2.000000 0.000000 INFINITY 3.000000 0.000000 1.000000 5.000000 3.000000 8.000000 3.000000 1.000000 0.000000 3.000000 INFINITY 0.000000 5.000000 0.000000 INFINITY 5.000000 1.000000 0.000000 2.000000 0.000000 1.000000 1.000000 1.000000 INFINITY 0.000000 1.000000 INFINITY 1.000000 1.000000 INFINITY 1.000000 1.000000 INFINITY 0.000000 1.000000 INFINITY 0.000000 0.000000 1.000000 0.000000 1.000000 INFINITY 4.000000 INFINITY 1.000000 0.000000 1.000000 0.000000 0.000000 1.000000 INFINITY 3.000000 3.000000 INFINITY 2.000000 INFINITY 14.000000 2.000000 INFINITY 3.000000 2.000000 INFINITY 16.000000 0.000000 3.000000 INFINITY 1.000000 INFINITY 15.000000

ix

x

X36 X37 X38 X39 X40 X41 X42 X43 X44 X45 X46 X47 X48 X49 X50 X51 X52 X53 X54 X55 X56 X57 X58

2.000000 3.000000 0.000000 2.000000 2.000000 1.000000 0.000000 0.000000 1.000000 0.000000 3.000000 1.000000 1.000000 2.000000 1.000000 2.000000 1.000000 0.000000 0.000000 0.000000 1.000000 0.000000 2.000000

INFINITY 1.000000 3.000000 INFINITY 1.000000 3.000000 1.000000 3.000000 INFINITY 1.000000 INFINITY 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 INFINITY 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 1.000000 1.000000 INFINITY

1.000000 INFINITY INFINITY 1.000000 INFINITY 17.000000 INFINITY INFINITY 1.000000 INFINITY 24.000000 INFINITY INFINITY INFINITY INFINITY 0.000000 INFINITY INFINITY INFINITY INFINITY INFINITY INFINITY 1.000000

x

ii AL X24=0 X22=1 X18=5 X28=0 P M X23=2 AM X17=5 O X X29=0 AJ X15=3 X20=1 X21=0 X50=1 AD X42=0 AF X53=0 K X13=3 X19=2 S X33=2 X37=3 AI X25=0 X26=0 X48=1 J C X12=2 X2=2 X8=2 Z X45=0 X40=2 X46=3 AH X57=0 X56=1 X51=2 N X27=4 X31=2 A X1=1 B X4=1 X7=3 X7=3 X3=2 I X16=3 Q X32=2 U X36=2 X41=1 W X39=2 X43=0 Y X44=1 AA AB X49=2 AO X58=2 X55=0 AG X9=0 X10=0 X47=1 H E X11=0 T X38=0 AK AC X34=0 X35=1 AE X52=1 X5=2 AP X54=0 D X6=2 G V F X14=5 L R X30=3 Lintasan Kritis Proyek Pembangunan Gedung Asrama Diklat Depag Semarang Hasil Olahan Lindo ii .

iii AL X24=0 X22=1 X18=5 X28=0 P M X23=2 AM X17=5 O X X29=0 AJ X15=3 X20=1 X21=0 X50=1 AD X42=0 AF X53=0 K X13=3 X19=2 S X33=2 X37=3 AI X25=0 X26=0 X48=1 J C X12=2 X2=2 X8=2 Z X45=0 X40=2 X46=3 AH X57=0 X56=1 X51=2 N X27=4 X31=2 A X1=1 B X4=1 X7=3 X7=3 X3=2 I X16=3 Q X32=2 U X36=2 X41=1 W X39=2 X43=0 Y X44=1 AA AB X49=2 AO X58=2 X55=0 AG X9=0 X10=0 X47=1 H E X11=0 T X38=0 AK AC X34=0 X35=1 AE X52=1 X5=2 AP X54=0 D X6=2 G V F X14=5 L R X30=3 Network Proyek Pembangunan Gedung Asrama Diklat Depag Semarang iii .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful