PENGGUNAAN INTERNET OLEH AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA

TESIS Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-2 Program Studi Ilmu Politik Minat Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

diajukan oleh: Challida Noor Septina Hikmarani 07/259545/PSP/3056 kepada

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2009

MY GRATITUDES

Subhanallah, Alhamdulillah, segala puja dan puji ke hadapan Allah Subhana wa ta’ala. Segala rasa syukur atas saya panjatkan atas rampungnya amanah belajar ini. Saya ucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang sudah mendukung proses ini selama dua setengah tahun terakhir. Kepada Bapak dan Ibu, yang sudah mendukung sepenuhnya, secara finansial dan emosional, dengan doa yang tak henti-henti, mengawalku sepanjang perjalanan ini. Teruntuk Ninik dan Nia, yang sudah bersabar, dan menemani hari-hariku dengan tawa dan kebahagiaan. Untuk Ichaq, kekasih tercintaku, yang sudah bertahan hari demi hari dalam penantian. Akhirnya kita bisa benar-benar bersama Sayang! Untuk Bapak, Ibu, dan Dhek Yulan di Wonosobo, terima kasih untuk semua dukungan dan doa. Kepada Mas Nunung, yang tak pernah henti percaya. Untuk Bang Abrar dan Mas Ngurah, atas masukannya untuk tulisan saya dan bantuannya selama ini. Teruntuk keluarga besar Jurusan Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM, terima kasih selalu membuka pintu untukku. Dadok, Pulung, Mas Adam, Ina, thanks always Guys! Untuk Mbak Okta, yang sudah bekerja dengan sepenuh hati untuk kami para mahasiswa S-2 yang sering sekali merepotkan. Untuk sobat-sobatku, thanks a bunch! Hayu, Adit, Dendi, Ikie, terima kasih sudah bersedia berbagi darah muda kalian untukku, hehe... You have no idea how much that means to me... Terakhir, untuk semua yang sudah pernah mendoakan dan mendukungku, semoga Allah SWT membalas perhatian dan kemurahan hati kalian dengan kebaikan berlipat ganda.

Yogyakarta, 21 Desember 2009

ekspresi diri. Berangkat dari kondisi inilah saya memilih topik penulisan tentang penggunaan internet dan aktivis lingkungan. tulisan ini ingin menggambarkan bagaimana internet sebenarnya dapat digunakan untuk berbagi pengetahuan dan membangun kesadaran serta kepedulian bersama. Tanggapan saya rupanya membuat informan tersebut tertarik untuk menanyakan hal yang sama pada dirinya. yang banyak menggunakan internet untuk memperoleh informasi lingkungan. Apapun itu. Dalam pembicaraan saya dengan salah satu informan. percakapan. Mengapa mereka melakukan sesuatu yang membutuhkan banyak energi tanpa dibayar. Bagi sebagian penggunanya. Saya katakan bahwa saya ingin tahu dan memahami alasan dan motivasi para aktivis lingkungan yang sering saya ditemui di dunia mata. saya mengungkapkan maksud atau niatan awal dalam menyusun tesis ini. Saya ingin mengerti karena saya ingin dapat menularkan semangat atau motivasi itu. 22 Desember 2009 Penulis . Ilustrasi sederhana di atas hanyalah gambaran bagaimana internet dapat didekati sebagai sebuah wadah pertemuan. Berangkat dari sudut pandang senada. setiap penggunanya dapat memilih untuk memposisikan internet sebagai apa. Yogyakarta.KATA PENGANTAR Internet saat ini telah menjadi bagian keseharian dari banyak anggota masyarakat Indonesia. Termasuk saya. Entah sebagai alat komunikasi. dan sekaligus pembelajaran. Sebuah kondisi yang semoga dapat terwujud seiring kematangan bermedia dan berinternet masyarakat Indonesia. internet menjadi jembatan untuk menghubungkan diri dengan orang-orang yang memiliki hasrat dan ketertarikan serupa. ataupun sarana pencapaian tujuan-tujuan ekonomi.

.......................................... Internet dan Masyarakat Sipil ............................. 3 Tujuan dan Manfaat Penelitian ............................................... 20 3........................................................................................................................................ 19 2............................... D................................................ 3 1............ 10 3....xii BAB I..............................................................................xi ABSTRACT............................................................................................................................................................................................. Pemilihan Informan ............ 4 2..................... Jenis dan Sifat Penelitian ...................... 25 E............................... i HALAMAN PENGESAHAN ....................................... PENDAHULUAN A......................................................... 19 1........................ 21 4..................... 23 5...................... Teknik Analisis Data ................... Latar Belakang .......................................................................................................................................vi DAFTAR TABEL..............................ix INTISARI...... 3 Kerangka Pemikiran ...... F. Teknik Pengumpulan Data ............ 15 Metodologi Penelitian ............................................................................................................................................................................................................. DAN DIAGRAM .......... C.............. Pendekatan Uses and Gratifications dan Social Action untuk Mengkaji Internet ........................................ B.................................................................. Metode Penelitian ......................iv KATA PENGANTAR .................................. vi ..ii SURAT PERNYATAAN ..................................iii UCAPAN TERIMA KASIH .............................................................................. 24 Batasan Pene litian .........................................v DAFTAR ISI ............................................ Internet sebagai Objek Kajian Ilmu Komunikasi ..................... 1 Rumusan Permasalahan .................... BAGAN......................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................

......... Internet di Indonesia ................................................ Djuni Pristiyanto .................. Michael Dharmawan ........................ Karakteristik Aktivis Lingkungan ................................. Awal Perkenalan dan Penggunaan Internet ......................................... 99 1........... Sejarah Gerakan Lingkungan ................................. BAB IV.... 115 2....... B......................... 86 1....................... 71 5....... Definisi Gerakan Lingkungan . Melinda Rachman ........ 93 2........................ ANALISIS DAN TEMUAN A........................................ 62 2...................................... 93 1......... 32 Pengguna dan Penggunaan Internet di Indonesia ........................................... Proses Penelitian ....................................... 101 3.... Armely Meiviana ............... 105 5............................ C........................................ 73 6................................................................. 61 1........................ Latar Belakang dan Motivasi ....... 115 B.......................... vii ...................... E...... Gerakan Lingkungan Hidup di Dunia .......... 111 1...................................... 68 4.............. Keragaman dalam Gerakan Lingkungan ...............BAB II. Penjelasan Atas Kemunculan Gerakan Lingkungan ..................................................... Waktu dan Kebiasaan Penggunaan .......... Penggunaan Internet dalam Gerakan Lingkungan ...................................... Tujuan Penggunaan Internet ...................... 82 Aktivisme Lingkungan Hidup dan Internet ........... C.............................................................................. 87 B....... 112 3.......... 65 3....... Proses Wawancara ........................................................... Pengolahan Data .............................. Taktik dan Metode Aksi Gerakan Lingkungan ..................................................................................... 103 4... 80 Gerakan dan Aktivisme Lingkungan Hidup di Indonesia ................................................... Gerakan dan Aktivisme Lingkungan Hidup ................ 56 BAB III....................................... 78 7..... Ade Fadli ... 42 Penggunaan Internet oleh Masyarakat Sipil ................................................. 98 Profil Informan .. 96 3.................................... 27 Pengguna dan Penggunaan Internet ......... AKTIVIS DAN GERAKAN LINGKUNGAN HIDUP A.............................................................................. 86 2................................................ Marwan Azis ....................................... 107 6.............. 111 2..................... 99 2. Penelusuran dan Penentuan Informan ......... 48 Penggunaan Internet oleh Masyarakat Sipil di Indonesia ............................................. 114 1. 109 Penggunaan Internet Secara Umum .......... 113 Penggunaan Internet untuk Aktivisme Lingkungan ... D........ Persepsi terhadap Internet ........... D............................................ E...................................................................... C.. Gerakan Lingkungan dan Media ................ PENGGUNAAN INTERNET A.........

..menyurat dengan Para Informan Transkrip Wawancara viii ....................................................................................... Kesimpulan .............................................. Saran ............................ 4............... PENUTUP A......................................... 121 B.... Bentuk-bentuk Penggunaan ......... 122 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN: • • • Daftar Milis Lingkungan Surat. 119 BAB V.......................... 116 Sifat Penggunaan Internet ........................3...........................

. Gambar 4.................... Tabel 3............................................6........................ 103 Tampilan Blog Jalan Setapak ... TABEL...... DAN GAMBAR Diagram Diagram 1........119 Gambar Gambar 4................... 102 Tampilan Milis Lingkungan ..........8..... 43 Spektrum Pemikiran dalam Gerakan Lingkungan (dalam Garner....... Perkembangan Jumlah Pelanggan dan Pemakai Internet Indonesia (kumulatif) ............................................. 104 Tampilan Blog GreenPress .............. Tampilan Blog Timpakul ............5........ Gambar 4................ 106 Tampilan Blog Go Green ...... BAGAN...................... Gambar 4.......................................1..1........................100 Tampilan Blog Greenlifestyle ....................1............... Gambar 4.. Peningkatan Jumlah Pelanggan dan Pengguna Internet di Indonesia ...............7............2........ 110 ix ....................................................... Gambar 4.......... Model Tindakan Sosial atas Penggunaan Media .........1. 44 Penggolongan Penggunaan Internet oleh Aktivis Lingkungan ............................. Bagan 4........3.......... 108 Tampilan Blog Aku Ingin Hijau ............................. 14 Tabel Tabel 2.............4..................................................................... 76 Bagan Bagan 2......................... Gambar 4..................DAFTAR DIAGRAM................ 1996) .............1........... Gambar 4................... 102 Tampilan Milis Greenlifestyle ...................1......

para aktivis dalam penelitian ini menggunakan blog dan milis sebagai senjata utama untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan informasi. xi . Lepas dari itu. dan populer. Secara umum. Dimensi seperti status dalam keluarga. blog. Penelitian deksriptif ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Dalam prakteknya. uses and gratifications. terutama waktu luang.informasi lingkungan. baik sebagai perseorangan maupun dalam konteks dirinya sebagai aktivis atau pemerhati lingkungan. saling berkaitan erat dan tidak dapat dianalisis secara terpisah. Pilihan pengelolaan umumnya berhubungan dengan pilihan pribadi dan keterbatasan sumber daya. dan menjadi alasan seseorang menggunakan internet –dalam konteks ini. social action model. memotivasi. Kedua bentuk tersebut dipilih karena lebih hemat. sebagian mengelolanya secara individual dan sebagian lagi mengelolanya secara kolektif. terutama untuk mendukung isu lingkungan– dapat berasal dari diri sendiri dan juga datang dari adanya situasi-situasi ekonomi. kualitas pendidikan.lingkungan. dan politik yang berlangsung di sekitar pengguna internet tersebut. milis. ditemukan bahwa kekuatan awal yang mendorong. ditemukan bahwa penggunaan internet para informan. serta aktivitas keseharian lain dari pengguna turut mempengaruhi bagaimana seseorang menggunakan dan memposisikan internet dalam kehidupannya. Sejalan dengan kerangka konseptual Uses and Gratifications dan Model Social Action. Penggunaan internet para aktivis tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor psikologis dalam diri mereka sebagai pengguna tetapi juga oleh dimensi-dimensi sosial yang melingkupi kehidupan mereka. aktivis lingkungan.milis tersebut. mereka meyakini bahwa internet berperan penting dalam penyebarluasan nilai.lingkungan. Dalam pengelolaannya blog-blog dan milis. sosial. jenis pekerjaan. Kata kunci: penggunaan internet.nilai pro. mudah.INTISARI Penggunaan Internet oleh Aktivis Lingkungan Hidup di Indonesia Challida Noor Septina Hikmarani 07/259545/PSP/3056 Riset ini menggambarkan bagaimana praktek-praktek penggunaan internet oleh aktivis lingkungan untuk mendukung nilai-nilai pro.

This finding is in coherence with the conceptual framework used in the research -Uses and Gratifications and Social Action Model. the activists which became informants of this study fully believe in the internet’s important role in disseminating environmental values. mailing list. In practice. these activists use weblog and mailing list as their primary tools to introduce and disseminate environmental informations. social action model. and political conditions surrounding them as an internet user. several of them manage it individually. These ways are chosen due to limitations in resources. especially in allocation of time to manage the blogs and mailing list. whether as an individual or in the context of themselves as environmental activists. Above it all. The activists’ internet use is not only determined by psychological factors within themselves as an internet users. education attainment. xii .where the initial force and motivations of their internet use can be sourced form themselves and also from other economics. Dimensions such as their status in the family. uses and gratifications. This descriptive research uses in-depth interview as a data collecting technique. weblog. In general. types of occupation. social. some others manage it collectively with friends in their community.ABSTRACT Internet Use by Environmental Activists in Indonesia Challida Noor Septina Hikmarani 07/259545/PSP/3056 This study describes the practices of internet use by environmental activists in Indonesia to support environmental values. it is found that the informants’ internet use. They manage those blogs and mailing list in certain ways. environmental activist. is highly interconnected and cannot be analyzed separately. but also by the social dimensions around them. Keywords : internet use. and daily activities can contribute into how they use and position internet in their lives.

penggunaan internet oleh LSM ataupun organisasi masyarakat sipil di Indone sia dinilai telah mampu mendukung dan mendorong kerja organisasi. mailing list. Hal ini terutama terkait dengan salah satu kemudahan yang ditawarkan internet. LATAR BELAKANG Gagasan awal penelitian ini berangkat dari pengamatan sederhana peneliti atas berbagai aktivitas dunia maya yang dilancarkan oleh sejumlah aktivis lingkungan Indonesia. Secara umum. Keinginan untuk mengisi kesenjangan pengetahuan inilah yang menjadi salah satu kekuatan pendorong dalam penelitian ini. Namun. e-mail dan weblog) dan baru dilakukan oleh sejumlah tokoh-tokoh tertentu saja. yakni kecepatan dan kemudahan berkomunikasi. dan webpage untuk melakukan organisasi. terutama penggunaannya oleh aktivis lingkungan memang belum berlangsung lama. dan tidak sedikit dari mereka yang menjalankan program tersebut melalui internet. sosialisasi. koordinasi. Penggunaan internet terkait isu. sehingga wajar bila belum banyak keragaman bentuk dan pengalaman 1 . Kondisi kontradiktif ini menjadi menarik untuk dikaji mengingat keberadaan dan penggunaan internet selama ini kerap dihubung-hubungkan dengan kesetaraan individu untuk terlibat secara aktif. dari pengamatan pendahuluan terhadap sejumlah situs (website) dan mailing list lingkungan hidup Indonesia. pekerja dari organisasi lingkungan maupun aktivis lingkungan perseorangan (non-afiliasi) sama-sama aktif bekerja mengkampanyekan beragam isu lingkungan hidup di Indonesia. belum banyak kajian ataupun penelitian yang membahas pemanfaatan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia. Dalam kasus gerakan lingkungan hidup. Terlebih lagi.isu lingkungan di Indonesia.BAB I PENDAHULUAN A. dan mobilisasi orang maupun informasi dalam berbagai aktivitas mereka. weblog. aktivisme online yang terjadi tampaknya masih terbatas pada bentuk-bentuk tertentu (misalnya. Para aktivis ini umumnya memanfaatkan beragam fasilitas seperti e-mail.

tetapi masih sangat sedikit yang membahas hal tersebut dalam konteks Indonesia. Oleh karena itu. Hal ini tentunya menjadi keresahan tersendiri bagi para aktivis serta pengurus organisasi-organisasi lingkungan hidup di Indonesia. dalam lingkup yang lebih luas. 2 . yang tampaknya belum cukup menyebar dan menyentuh masyarakat umum.isu lingkungan secara lebih luas juga terkait dengan masih rendahnya kesadaran lingkungan. Tidak sedikit dari mereka yang terus mengujicobakan cara-cara terbaik untuk mengoptimalkan fasilitas internet dalam upaya menyentuh dan melibatkan publik. penelusuran akan difokuskan pada penggunaan i ternet oleh n aktivis lingkungan dalam mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia. komunikasi. Gambaran ideal penggunaan internet untuk membangun masyarakat sipil dan memperkuat demokrasi barangkali terlalu jauh untuk dikaitkan. serta aktivisme dalam masyarakat sipil membantu mendorong tingkat partisipasi publik dalam kehidupan sosial politik secara lebih luas. Dalam penelitian eksploratoris ini. yakni untuk m emahami bagaimana i ternet dipergunakan untuk n menunjang aktivisme lingkungan di Indonesia. oleh organisasi non-profit atau non-pemerintah serta masyarakat sipil telah banyak dilakukan di sejumlah negara. Secara tegas dapat dikatakan bahwa penelitian me ngenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia belum pernah dilakukan sebelumnya. Kajian ini secara pragmatis diharapkan mampu menjadi masukan bagi aktivis lingkungan pada khususnya dan gerakan lingkungan hidup di Indonesia pada umumnya.berinternet yang muncul. Penelitian mengenai penggunaan media baru. Kelangkaan bahan kajian juga tampak jelas untuk kasus penggunaan internet oleh organisasi maupun aktivis yang bergerak dalam isu lingkungan. sebagai sebuah kajian awal adalah penting untuk mengeksplorasi bagaimana aktivis lingkungan sebagai individu memanfaatkan internet sebagai media komunikasi baru. Namun. Keterbatasan pemanfaatan internet dalam isu. Berangkat dari keingintahuan teman-teman aktivis inilah peneliti menempatkan arti penting penelitian ini. khususnya internet. kajian empiris atas penggunaan internet oleh aktivis dipandang penting dan perlu dilakukan sebagai batu pijakan untuk memahami bagaimana proses interaksi.

Dalam penelusuran sejumlah literatur ilmu komunikasi. terutama dari sudut pandang ilmu komunikasi. 3 . oleh kelompok masyarakat tertentu di Indonesia. Pertama. serta fasilitas yang tersedia melalui internet. kajian mengenai internet tidak jarang dikaitkan dengan hakekatnya sebagai sebentuk teknologi 1 Pemahaman akan internet dalam penelitian ini berangkat dari pandangan DiMaggio dkk (dalam Flew. KERANGKA PEMIKIRAN Internet1 adalah salah satu media baru (new media) yang belum cukup banyak dikaji di Indonesia. Pemahaman pertama berkonsekuensi pada analisis terhadap penggunaan internet sebagai penggunaan teknologi. internet mengacu pada beragam isi serta aktivitas berkomunikasi dan berbagi informasi yang berlangsung melalui jaringan di atas. pandangan yang kedua terhadap internet akan mewarnai pembacaan penggunaan internet sebagai sebuah tindakan komunikatif (communicative action). internet sebagai infrastruktur teknis jaringan komputer-komputer dan alat-alat digital lainnya yang terhubung melalui jaringan telekomunikasi berkecepatan tinggi. khususnya internet. Hasil penelitian ini secara e keilmuan diharapkan menyumbang pengetahuan mengenai penggunaan media baru. Dengan latar belakang yang telah disebutkan maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimanakah penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia?” C. RUMUSAN PERMASALAHAN Gambaran-gambaran fenomena di atas menunjukkan arti penting penelitian ini. D. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini bertujuan memahami dan menggambarkan bagaimana aktivis lingkungan hidup menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan ( nvironmental activism) di Indonesia. Namun. Kedua. 2005: 4) bahwa internet mengacu pada dua hal sekaligus.B. yang berhadapan dengan dimensi teknologis seperti jenis dan kecepatan akses.

telepon dan telegraf) selalu dipertanyakan manfaat. yakni untuk melihat sejauh mana mereka mengenali adanya perubahan atau pengaruh dari penggunaan internet. 1996: 315). Internet sebagai Objek Kajian Ilmu Komunikasi Kajian mengenai internet (internet studies) memang tidak berakar dari kajian komunikasi. lebih. Giles. serta masih belum dapat diterka kemana arah perkembangannya (Pavlik. dan psikologis 3 yang pengaruhnya bekerja mulai dari tingkatan individu hingga ke level institusional (Rogers. 2003). terutama internet. kultural. kehadiran suatu teknologi komunikasi memang membawa konsekuensi-konsekuensi sosial. Dan meskipun ada persamaan pola-pola penggunaan internet di sejumlah kasus tetapi secara umum pengaruh penggunaannya memiliki beragam bentuk dan tidaklah homogen. Tradisi pertama riset tentang internet menurut Giles (2003: 263) lebih dominan berada dalam ranah ilmu komputer dan memfokuskan diri pada perkembangan mutakhir internet dilihat dari sudut teknologi. pesatnya kemajuan teknologi komunikasi semakin mendorong keingintahuan tersebut. Sedari awal. serta dampaknya bagi masyarakat. Dalam era terkini. Sementara itu. kegunaan. Kondisi ini menyiratkan masih sangat terbukanya ruang kajian dan penyelidikan terhadap teknologi komunikasi ataupun media baru. 2003). 4 . namun dalam penelitian ini internet lebih dipandang dari sudut teknologi komunikasi. 1996. bagaimana mereka berefleksi tentang manfaat ataupun dampak yang mereka rasakan selama menggunakan internet. Abrar. Pavlik. 3 Pengetahuan dan kesadaran (awareness) tentang konsekuensi-konsekuensi penggunaan internet akan menjadi salah satu dimensi yang akan digali dari aktivis lingkungan. Tidak dapat dipungkiri.komunikasi2 berikut beragam bentuk dan dimensi-dimensi pengaruh yang dihadirkannya (Pavlik. dan bagaimana mereka memanfaatkan pemahaman tersebut untuk beradaptasi atau mengatasi masalah-masalah yang mungkin timbul selama menggunakan internet itu sendiri. 1.lebih lagi dalam konteks Indonesia. namun secara aplikatif relatif berguna dan cukup relevan untuk menjawab keingintahuan terkait fenomena komunikasi yang termediasi (mediated communication). kehadiran teknologi komunikasi dalam beragam bentuk penemuan (misalnya. baru akhir-akhir ini saja mulai dikaji secara ilmiah. 1986. tradisi kedua internet studies berangkat dari ranah 2 Internet juga kerapkali dikategorikan sebagai produk teknologi komunikasi dan informasi (ICTinformation and communication technology). 1996.

Generasi pertama. mulai dari penggunaan teoriteori sosial terhadap pengaruh media baru terhadap budaya manusia. penelitian. dan kepustakaan (Pavlik. Pemaparan lebih dalam tentang kajian media baru disajikan Flew sebagai berikut. Mark Douglas. 2003: 264). Secara historis. yang digawangi oleh pemikiran Howard Rheingold. Pavlik (1996: 315) mengatakan bahwa kekuatan dan potensi positif internet yang diyakini oleh generasi ini adalah potensi desentralisasi dan komunikasi secara lebih meluas (multidirectional communication). 1996: 319-328). dan adaptability. hingga pandangan posmodernis terhadap kemunculan cyberpunk (Giles. produktivitas. pengaruh positif internet ditunjukkan melalui berbagai fasilitas yang tersedia dan mampu menghubungkan berbagai institusi pendidikan. Gauntlett menolak tradisi kajian media dan lebih memilih proposisi yang lebih “sexy”. melalui pandangan-pandangan optimistik mereka terhadap potensi demokratis yang terkandung dalam eksistensi komunitas virtual. Misalnya. Dalam dunia pendidikan. Generasi pertama juga meminta pada para pengguna internet untuk tidak hanya memahami dunia online. dan Douglas Schuler mengedepankan klaim-klaim tentang arti penting internet sebagai sesuatu yang radikal dan transformatif bagi masyarakat. diantaranya dengan menggugurkan janji-janji 5 . Generasi ini dipandang Flew mewakili pandangan dominan kajian media baru pada awal hingga akhir pertengahan tahun 90-an.keilmuan arts and humanities yang memadukan beragam pendekatan filosofis untuk mengkaji implikasi teknologi. yakni new media studies. Terry Flew (2005:79-81) membagi kajian media baru (new media studies) menjadi tiga generasi. 2003: 264). Generasi kedua ini dapat dijuluki generasi kritis karena lebih banyak mengedepankan kritik-kritik terhadap pandangan generasi pertama. Generasi selanjutnya dalam kajian media baru berkembang di akhir tahun 90-an hingga awal tahun 2000. serta peningkatan efisiensi. Perkembangan terakhir ditunjukkan oleh kemunculan tradisi ketiga riset tentang internet yang berada dalam ranah media studies dan ditandai oleh tulisan Gauntlett di tahun 2000 (dalam Giles. tapi juga untuk secara aktif terlibat dengan dan di dalamnya. Sherry Turkle.

Pendekatan dalam generasi ini juga berangkat dari sejumlah kritik terhadap generasi pertama. di antaranya adalah Kevin Robins dan Frank Webster. namun.indah internet dan menunjukkan berbagai keterbatasan internet. Celah inilah yang menjadi awal bangkitnya pendekatan generasi ketiga dalam kajian media baru. misalnya kritik dari Slevin di tahun 2000 dan Slater di tahun 2002 (dalam Flew. seringkali menggunakan logika ekonomi-politik untuk melihat kekuatankekuatan atau pihak-pihak yang diuntungkan di balik ketersebaran dan penggunaan internet yang semakin luas dan padat. kuatnya pengaruh determinisme teknologi dalam adopsi internet. Bahkan sejumlah ilmuwan neo. Pemikir generasi kedua. Skeptisisme yang juga muncul dalam aliran ini misalnya adalah apa yang digambarkan Pavlik (1996: 317) sebagai ketakutan bahwa pada akhirnya sebagian besar isi internet akan dikuasai oleh kekuatan-kekuatan komersial yang sudah lebih dulu mengontrol media tradisional atau konvensional. Generasi ketiga new media studies menitikberatkan pendekatan empiris untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana orang berinteraksi dengan lingkungan internet. apalagi kalau dihadapkan pada kenyataan bahwa hingga kini terdapat kesenjangan yang sangat lebar antara siapa yang dapat dan tidak dapat mengakses internet.marxis meramalkan bahwa teknologi media baru hanya akan menghasilkan lebih banyak -dan bukan lebih sedikitketidaksetaraan (inequality) dalam distribusi kekayaan di masyarakat. mereka belum mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar bagaimana sesungguhnya cara khalayak atau pengguna menggunakan internet sebagai media baru. terutama bagi perempuan dan kelompok minoritas (Pavlik. 2005: 80). Keterbatasan internet yang diungkapkan antara lain adalah adanya “ digital divide” yang sedikit banyak memang membatasi siapa yang sebenarnya punya akses ke internet dan siapa yang tidak. dan pengabaian konteks sejarah dan sosial dalam pembentukan budaya-budaya terkini di internet (Flew. Meskipun para pemikir generasi kedua sudah berhasil berpikir lebih jauh. 1996: 348). mendalam. 2005: 67) yang menunjukkan dua keterbatasan utama kajian-kajian awal tentang komunitas 6 . kerapuhan komunitas virtual ketika dihadapkan dengan konflik internal. dan komprehensif tentang internet.

tanpa memiliki perbedaan sumber daya. Penelitian itu juga menunjukkan bagaimana penggunaan internet oleh kelompok masyarakat tersebut tidaklah terpisah dari pengalaman nyata dan interaksi keseharian mereka. yakni posisi geografis mereka (misalnya. Pertama. serta pengetahuan. Selain itu.hal yang telah dimiliki sebelumnya di dunia “nyata”. untuk tidak lagi meributkan perbedaan antara online dan offline atau “real vs virtual” tapi berusaha melihat bagaimana orang-orang menggunakan CMC (computer mediated-communication) dan teknologi internet sebagai bagian dari material culture yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari. Keinginan untuk melampaui keterbatasan-keterbatasan generasi sebelumnya mendorong para pemikir generasi ketiga seperti Nancy Baym serta Miller dan Slater untuk bekerja dengan tiga proposisi utama. gender. beserta hal. Keterbatasan yang kedua adalah bagaimana generasi pertama terlalu berfokus pada internet sebagai medium dan bukan sebagai sebuah konteks sosial tempat berlangsungnya produksi dan penerimaan informasi. Proposisi pertama. apakah mereka tinggal di wilayah urban atau sub urban). kajian-kajian tersebut lebih banyak mengkaji fenomenafenomena “heroik” di dunia maya.virtual.institusi sosial di dalamnya. umur. institusi. Pandangan optimistik mereka seolah-olah memandang bahwa orang-orang yang bergabung dalam komunitas di dunia cyber datang tanpa membawa apa-apa. 2005: 59) mengingatkan perlunya kajian mendalam untuk memahami kaitan antara hubunganhubungan sosial.hari mereka. dan belum menyentuh fenomenafenomena “remeh” dalam keseharian para pengguna internet. dan karakter-karakter ras. serta 7 . Miller dan Slater (dalam Flew. dan praktek-praktek yang berlangsung dalam beragam kondisi khusus di berbagai setting masyarakat. Proposisi kedua dari para pemikir generasi ketiga adalah perlunya mengkaji penggunaan internet dengan melihat “siapa” para penggunanya. kelas. kemampuan. Misalnya. kelebihan. hasil penelitian mereka terhadap penggunaan internet oleh masyarakat Trinidad yang tinggal di luar negaranya menunjukkan bagaimana akses terhadap teknologi komunikasi telah memperkuat dan memperkaya praktek-praktek komunikasi khas masyarakat Trinidad.

dengan upaya memahami secara empiris bagaimana internet digunakan dan dimaknai oleh aktivis lingkungan dalam sebuah komunitas budaya yang spesifik. yakni budaya aktivisme ( ctivism). Pertanyaan dalam riset fase kedua lebih berfokus pada penggunaan media. 2002). Hal ini disebut Flew sebagai kebangkitan semangat untuk mengkaji media baru secara empiris atau “empirical turn in new media studies” (2005: 79). kesemuanya lebih bergantung pada fenomena terkini ataupun pertanyaan penelitian yang belum terjawab. Yakni. dan lebih dari itu. Penelitian ini memadukan keingintahuan dalam fase kedua dan ketiga dari empat fase yang ada. Penelitian ini bermaksud mengusung semangat generasi ketiga tersebut. Sementara itu. ataupun secara simultan dilakukan lintas fase. dan fisik dari suatu media. psikologis.namun hal ini tidak berarti bahwa cyberspace itu sendiri sebuah ruang yang sepenuhnya independen dan terpisah dari ruang-ruang yang telah ada sebelumnya di kehidupan “nyata”. sementara yang dimunculkan di fase ketiga terkait dengan bagaimana suatu media mampu mengubah perspektif orang. yakni ingin mengetahui bagaimana penggunaan media oleh para penggunanya. dengan cara apa suatu media membantu manusia dan juga masyarakat. Penelitian ini sejalan dengan a fase kedua dan ketiga dari apa yang digambarkan Wimmer dan Dominick (2006: 7-8) sebagai empat fase perkembangan penelitian media massa4 . penelitian terhadap suatu media dapat maju. bentuk-bentuk efek negatif apa saja yang muncul (bila ada). melompat ke fase selanjutnya. proposisi k etiga masih berkaitan erat dengan proposisi sebelumnya. Sejumlah kritik yang muncul terhadap pemikiran generasi pertama dan kedua menurut Flew (2005: 60) menunjukkan perlunya para peneliti bergerak dari pandangan terhadap teknologi dan perubahan sosial secara makro-sosiologis menuju ke pemahaman empiris tentang penggunaan media baru dalam beragam komunitas dan budaya. yakni meski orang bisa memiliki banyak identitas online dan menjadi anggota suatu komunitas virtual -yang tidak terdefinisikan secara sosial maupun geografis. mundur kembali ke fase sebelumnya. berusaha menggali bagaimana efek sosial. atau dengan mencari tahu apakah 4 Meskipun disebut empat fase perkembangan penelitian media massa namun sesungguhnya model ini tidaklah linear dan kumulatif (Wimmer dan Dominick. 2006. mempertanyakan apa yang pengguna suatu media inginkan dan harapkan dari media tersebut. 8 . Kim & Weaver.pendidikan mereka.

Hal ini dapat dilakukan dengan memahami internet sebagai multifaceted mass medium. Rupanya. Hal ini cukup mengherankan karena ilmu komunikasi sesungguhnya memberikan ruang bagi kajian terhadap internet karena internet merupakan salah satu objek material ilmu komunikasi. di sisi lain menemukan adanya peningkatan jumlah riset komunikasi tentang internet dari tahun 1996 hingga ke tahun 2000.suatu media dapat digabungkan (combined) dengan media lain untuk menjadikannya lebih berguna bagi individu maupun masyarakat. 2002: 136). John E. Hal ini karena banyak ilmuwan komunikasi masih mengungkung diri dalam batasan-batasan teoretis penelitian komunikasi massa.html 6 Artikel dari Morris & Ogan sebenarnya dimuat pertama kali pada tahun 1996 di Journal of Communication. 1995. hambatan teoretis membuat banyak ilmuwan komunikasi masih menahan diri untuk mengkaji internet (Morris & Ogan.indiana. riset terkait internet masih belum cukup banyak dilakukan oleh peneliti ilmu komunikasi. Journal of Computer-Mediated Communication. Oleh karena itu. Namun. terutama bila dibandingkan dengan penelitian terhadap media konvensional. yakni bahwa teknologi komunikasi baru seperti internet sejatinya memungkinkan para ilmuwan to rethink. 9 . namun versi yang dapat peneliti akses adalah yang dimuat dalam McQuail’s Reader in Mass Communication Theory (2002). definition and categories yang selama ini telah ada.edu/vol1/issue4/rafaeli. dan Sheizaf Rafaeli. Why Communication Researchers Should Study the Internet: A Dialogue. Argumen akan pentingnya peneliti komunikasi mempelajari internet sudah pernah diungkap dalam dialog Newhagen dan Rafaeli sejak pertengahan tahun 90-an5 . 1(4). rather abandon. Fenomena ini barangkali jawaban para ilmuwan komunikasi terhadap tantangan Morris dan Ogan di tahun 1996 6 . Diakses pada tanggal 10 Desember 2007 dari http://jcmc. padahal kehadiran internet sebagai media yang tersedia bagi banyak orang (sudah massif dan tak lagi hanya di kalangan militer dan akademisi) sudah berlangsung lebih dari satu dekade. yang memiliki banyak konfigurasi atau bentuk komunikasi. 5 Newhagen. Kim dan Weaver (2002: 522). penelitian ini akan menggali bagaimana bentuk-bentuk penggunaan internet oleh aktivis lingkungan dan melihat bagaimana hal tersebut mengubah cara mereka memandang dan menjalankan aktivisme mereka.

mulai dari bentuk hubungan interpersonal, kelompok kecil, hingga yang menyerupai format komunikasi massa 7 . Untuk memulai kajian komunikasi tentang internet, salah satu kerangka teoretis yang dipandang Morris dan Ogan cuk up membantu adalah pendekatan penggunaan dan kepuasan (uses and gratifications).

2. Pendekatan Uses and Gratifications dan Social Action untuk Mengkaji Internet Penelitian ini memang tidak bertujuan untuk menguji suatu teori, namun tetap akan memanfaatkan dua buah model teoretis yang telah cukup dikenal dalam kajian ilmu komunikasi, yakni pendekatan Uses and Gratifications dan model Social Action untuk menggali secara lebih mendalam fenomena penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Teori yang pertama akan digunakan untuk mendapatkan gambaran umum penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Sementara yang kedua akan berguna dalam penggalian pemahaman dan pemaknaan aktivis terhadap aktivisme yang mereka lakukan melalui internet. Penggunaan dan kepuasan (uses and gratifications) adalah salah satu pendekatan dalam ilmu komunikasi. Pendekatan ini sesungguhnya telah muncul sejak tahun 1940-an (McQuail & Windahl, 1993: 133), namun baru mewujud menjadi sebuah paparan konseptual dalam tulisan Katz, Blumler, dan Gurevitch di tahun 1974. Logika pendekatan yang berakar pada analisis fungsional8 ini pada dasarnya melihat bahwa orang mengkonsumsi media
7

Bentuk-bentuk dan tingkatan komunikasi digunakan Morris dan Ogan (2002: 138) untuk menyusun empat kategori pengguna internet, yakni yang menggunakannya untuk (a) one-to-one asynchronous communication, seperti e-mail; (b) many-to-many asynchronous communication, seperti bulletin boards atau mailing list; (c) synchronous communication, yang berlangsung di waktu bersamaan dan secara simultan, baik one-to-one, one-to-many, ataupun many-to-many; seperti chatting dan Multi-User-Dungeons (MUDs) ; (d) asynchronous communication, yang bersifat memenuhi kebutuhan penerima informasi dalam mencari dan mengakses informasi, dimana dapat dikatakan ada pihak yang menyediakan informasi secara sepihak, seperti penggunaan situs www dan ftp. Empat kategori penggunaan internet ini akan digunakan sebagai kerangka untuk mengenali pola -pola atau kebiasaan penggunaan internet oleh aktivis lingkungan dan bagaimana kelebihan dan kekurangan masing-masing bentuk komunikasi lewat internet.
8

Penelitian ini sesungguhnya berada di paradigma dominan pendekatan fungsionalis karena percaya pada “‘positive’ contribution of media to the existing social order” (McQuail, 2002: 6).

10

untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial dan psikologis tertentu. Konsep dasar pendekatan ini tertarik pada:

“(1) the social and psychological origins of (2) needs, which generate (3) expectations of (4) the mass media or other sources, which lead to (5) differential patterns of media exposure (or engagement in other activities), resulting in (6) needs gratifications and (7) other consequences, perhaps mostly unintended ones.” (Katz, Blumler, & Gurevitch, 1974: 510).

Tentu saja, model ini mengasumsikan bahwa khalayak bersifat aktif dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan motivasi tertentu yang juga didasarkan pada pengalaman-pengalaman mereka sebelumnya dengan media (McQuail & Windahl, 1993: 134). Dapat dikatakan bahwa pendekatan ini mensyaratkan adanya derajat keaktifan khalayak ( udience activity), baik a secara instrumental maupun ritualized (Morris & Ogan, 2002: 142). Selain itu, berdasarkan masukan dari Lundberg dan Hulten di tahun 1968, Katz, Blumler, dan Gurevitch selanjutnya juga menyatakan bahwa pendekatan ini memandang: “(a) proses menghubungkan need gratifications dan media choice sesungguhnya berada di tangan khalayak atau pengguna itu sendiri; (b) media bersaing dengan sumbersumber lain untuk memenuhi kebutuhan khalayak; (c) khalayak mampu secara sadar bercerita tentang ketertarikan dan motif mereka mengkonsumsi media; dan (d) p enilaian tentang signifikansi kultural komunikasi massa harus hati-hati diberikan, hal ini untuk melihat perbedaan antara pendekatan ini dengan pandangan spekulatif mengenai budaya populer.” (1974:510-1)

Berdasarkan asumsi-asumsi di atas maka pendekatan ini banyak dipakai untuk meneliti bagaimanakah penggunaan media (media use) oleh khalayak.
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa penelitian ini juga memijakkan kaki di paradigma interpretif karena ingin menggali dan memahami kualitas, persepsi, dan pemaknaan aktivis sebagai pengguna internet terhadap aktivitas yang dilakukannya di internet d keberadaan an internet itu sendiri.

11

Penelitian penggunaan media selama ini memang masih belum dapat digeneralisasi dan masih bersifat spesifik, misalnya dengan hanya berfokus pada kelompok khalayak tertentu (anak-anak, ibu rumah tangga); jenis acara tertentu (kuis, berita); atau pada medium tertentu saja (radio, koran). Dari sejumlah penelitian yang telah dilakukan, McQuail (dalam Fiske, 1990: 152) menemukan empat kategori utama need gratifications atau kebutuhan yang berusaha dipenuhi khalayak saat mengkonsumsi media, yakni pelarian (diversion); hubungan sosial (personal relationship); jati diri (personal identity); dan pengawasan (surveillance) terhadap kehidupan di sekitarnya. Terdapat dua kritik utama yang dilayangkan pada peneliti yang menggunakan model uses and gratifications (Fiske, et al, 1992: 327). Pertama, bahwa pendekatan ini terlalu menekankan dimensi individualistik dan psikologis dari khalayak, sehingga mengabaikan atau gagal menangkap secara utuh fondasi struktural dan sifat sosial dari kebutuhan dan kepuasan khalayak. Kritik kedua, teoritisi uses and gratifications tampaknya mengabaikan atau bahkan tidak memperhitungkan isi atau content dari pesan media massa, padahal media massa sendiri memiliki preferred meaning yang sudah mereka bentuk sedemikian rupa. Kritik-kritik di atas tampaknya muncul dalam konteks penggunaan pendekatan ini untuk mengkaji khalayak media massa. Namun, tentunya terdapat perbedaan antara khalayak media massa konvensional dan khalayak atau pengguna media interaktif. Oleh karena itu, meskipun dianggap memiliki banyak kelemahan, tetapi pendekatan ini dinilai masih cocok bila digunakan untuk menilai secara umum atau mengkaji secara ilmiah pengaruh kehadiran dan penggunaan teknologi komunikasi interaktif (Pavlik, 1996: 343); terutama untuk menyediakan kerangka awal bagi penelitian komunikasi tentang Internet (Morris & Ogan, 2002: 141). Pandangan ini terlihat dari tingginya penggunaan teori atau pendekatan uses and gratifications dalam riset tentang internet hingga akhir tahun 2000 (Kim & Weaver, 2002: 529), meskipun hanya sedikit dari riset-riset internet tersebut yang secara spesifik menguji teori komunikasi. Hal ini tampaknya karena bentuk-bentuk teknologi komunikasi terkini memang mensyaratkan keaktifan

12

lebih di pihak pengguna atau khalayak, sesuatu yang sejalan dengan asumsi dasar pendekatan uses and gratifications. Penerapan pendekatan penggunaan dan kepuasan dalam penelitian terhadap pengguna internet misalnya mengungkapkan bagaimana pelajar SMP dan SMA di sepuluh sekolah negeri di Amerika menggunakan internet (Ebersole, 2000); serta bagaimana penerapan uses and gratifications digunakan untuk mengkaji para pengguna berita online dan offline (Lyn, Salwen, dan Abdulla, 2005). Penelitian ini sendiri tidak memposisikan pendekatan uses and gratifications untuk diuji ataupun dikembangkan secara teoretis namun hanya akan dimanfaatkan sebagai kerangka berpikir; terutama untuk menajamkan pertanyaan dalam wawancara dan mengeksplorasi dimensidimensi penggunaan internet oleh aktivis dalam tahapan analisis. Oleh karena itu, dari para informan akan dieksplorasi sejumlah dimensi seperti (a) asal-usul sosial dan psikologis dari adanya; (b) kebutuhan aktivis lingkungan, yang memunculkan; (c) pengharapan terhadap; (d) media massa dan interaktif, yang mengarah pada suatu; (e) penggunaan internet dan pelaksanaan aktivitas lain, yang menghasilkan; (f) pemuasan kebutuhan dan; (g) konsekuensi-konsekuensi lainnya. Tentunya, ketujuh dimensi di atas akan digali secara kualitatif dan digunakan untuk melengkapi pembacaan terhadap penggunaan internet oleh aktivis lingkungan di Indonesia. Hal ini karena secara mendasar pendekatan penggunaan dan kepuasan sudah cukup untuk mendapatkan gambaran umum penggunaan internet oleh aktivis, tetapi belum memadai untuk menggali pemaknaannya oleh para aktivis. Untuk mengisi celah itu, penggalian data dalam penelitian ini akan lebih banyak memanfaatkan Social Action Model. Social Action Model atau Model Tindakan Sosial merupakan sebuah revisi atas pendekatan uses and gratifications dan juga bisa disebut sebagai sebuah gebrakan teoretis yang dilakukan oleh Renckstorf di tahun 1989 (dalam McQuail & Windahl, 1993: 143-144). Model Renckstorf sebenarnya berangkat dari dan masih memanfaatkan proses interaktif dan recurrent yang disarankan Rosengren, namun Renckstorf me nambahkan titik awal yang berbeda dan menawarkan pilihan alternatif (McQuail & Windahl, 1993: 144).

13

Sesungguhnya, Renckstorf ingin meletakkan khalayak sebagai pusat dalam proses komunikasi massa. Namun, dia tetap melihat khalayak sebagai bagian tak terpisahkan dari lingkungan sosial di sekitarnya. Lebih dari itu, khalayak dan media tak henti saling berinteraksi dalam suatu lingkungan simbolik. Hal ini tampak dalam sejumlah pandangan inti Renckstorf bahwa:

“People engage in activity on the basis of their own objectives, intentions and interests, but they are in interaction with many others and are capable of reflecting on their own actions and interactions. Human beings are not determined but can reflect on their ‘life-world’ which they share with others. Individuals have to interpret their situation and act accordingly. In the normal way of things, everyday life is “unproblematic’, since recurring problems are provided with solutions. The media are also not to be considered as ‘stimuli’ which provoke a reaction from audiences, and they form only part of the relevant ‘meaning producing symbolic environment’ of human actors. The individual has a self-image and engages in an interaction with self in which media can become involved.” (dalam McQuail & Windahl, 1993: 143-144)

Pandangan inti Renckstorf di atas terangk um dalam Model Tindakan Sosial yang digambarkan melalui diagram berikut:

(2) Surrounding society (including mass media and social, political, cultural, economic institutions,etc)

(4) (1) Definition of the situation Perceiving Thematizing Diagnosing (5) Unproblematic Problematic problem

(6) Motive

(7) Projection, decision

(8) External action, e.g. media use

(10)

Eval uati on

(9) Everyday routines

(3) Individual and social characteristics (including basic human needs, psychological set-up, social status, individual life history, etc.)

14

Diagram 1.1. Model Tindakan Sosial atas Penggunaan Media (Renckstorf 1989, dalam McQuail & Windahl, 1993: 143-144)

Diagram di atas dibaca sebagai: pada awalnya (1) individu mengambil atau menetapkan definisi dari sebuah situasi, dengan memanfaatkan pengalaman-pengalaman kehidupan dan interaksi keseharian mereka yang kemudian di-perceived, thematized, and interpreted (McQuail & Windahl, 1993: 144). Di saat yang sama, faktor- faktor seperti kedirian individu (self), posisi, dan pengalaman sosial (2 dan 3) masuk ke proses defining and interpreting. Jalur yang diikuti kemudian bergantung pada apakah situasi yang dihadapi dipandang bermasalah (4) ataukah tidak bermasalah (5). Bila bermasalah, maka jawaban atas masalah itu kemudian direnungkan, hingga muncul motif terformulasi (6); untuk kemudian mengambil keputusan tentang jawaban dari masalah itu (7). Jawaban dari masalah bisa berbentuk pemilihan dan penggunaan media, namun hal tersebut hanya sebagai salah satu tindakan eksternal (8). Sementara bila dianggap tidak bermasalah (5), jalur yang ditempuh langsung menuju rutinitas keseharian (9), termasuk di dalamnya adalah penggunaan media. Setelahnya, terlepas dari termotivasi atau tidak, penggunaan media sebagai sebuah tindakan sosial akan melewati tahap penilaian atau evaluasi (10) oleh individu; yang kemudian dapat diikuti oleh sekuen-sekuen pendefinisian dan pemaknaan berikut nya. Pandangan-pandangan Renckstorf tampaknya banyak dipengaruhi oleh pemikiran yang berakar pada interaksionisme simbolik dan fenomenologi.

15

Sebagai konsekuensinya, menurut McQuail dan Windahl (1993: 144), penelitian yang menggunakan model ini secara metodologis lebih mengandalkan metodologi interpretatif dan pendekatan kualitatif secara umum. Oleh karena itu, dalam penelitian ini pendekatan penggunaan dan kepuasan (uses and gratifications) ataupun model tindakan sosial (social action) akan digunakan secara bersamaan dan seoptimal mungkin untuk menggali dan mengeksplorasi bagaimana aktivis lingkungan menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan di Indonesia.

3. Internet dan Masyarakat Sipil Awal ketertarikan peneliti pada isu ini tidak terlepas dari pandangan optimistis peneliti terhadap narasi besar potensi perubahan yang terkandung dalam penggunaan media interaktif, khususnya internet. Pandangan ini berangkat dari pembacaan terhadap keberhasilan sejumlah gerakan sosial dalam memanfaatkan internet untuk memobilisasi isu ataupun massa. Salah satu contoh penggunaan internet paling fenomenal adalah keberhasilan gerakan anti- globalisasi memobilisasi massa melalui indymedia.org untuk melakukan protes terhadap WTO saat berlangsung pertemuan WTO pada tahun 1999 di Seattle, Amerika Serikat (Croteau & Hoynes, 2003: 250). Selain itu, juga terdapat kesukesan penggalangan massa dalam aksi protes jalanan pada acara World Social Forum (WSF) di tahun 2001 (Flew, 2005: 183). Kedua peristiwa di atas hanya contoh kecil dari bagaimana pada akhir tahun 90-an internet semakin sering dipilih sebagai medium memobilisasi massa. Alasan-alasan utamanya karena internet adalah alat komunikasi dan mobilisasi yang lebih cepat, murah, mudah, dan juga karena sudah semakin banyak kelompok masyarakat yang terhubung dengan internet. Di samping itu, berkomunikasi lewat internet tak jarang dianggap lebih “aman” dari pengawasan pemerintah dan kepolisian yang seringkali menghalangi ataupun membatasi rencana-rencana aksi atau protes sosial. Jauh sebelum internet menjadi barang lazim seperti saat ini, hubungan antara media dan masyarakat sipil atau gerakan sosial sebenarnya sudah

16

berlangsung lama. Gerakan sosial pada intinya adalah sekelompok warga yang bersatu untuk memperjuangkan suatu kepentingan (cause), baik sosial ataupun politis; dan keberadaan mereka merupakan bagian penting dalam ranah politik karena mereka bisa menghubungkan warganegara dengan elitelit politik (Croteau & Hoynes, 2003: 247). Posisi penting inilah yang membuat mereka cukup dilirik oleh media; dan hubungan keduanya pun sebenarnya saling membutuhkan. Gerakan sosial atau kemasyarakatan memerlukan media untuk menyampaikan pesan mereka secara lebih luas kepada publik; sementara media berpaling pada gerakan sebagai salah satu sumber berita yang potensial. Hubungan saling membutuhkan seperti di atas pada prakteknya tidak berjalan dua arah dan secara setara (Gamson & Wolfsfeld, dalam Croteau & Hoynes, 2003: 248). Kondisi itu terjadi karena media memiliki lebih banyak pilihan sumber berita; sementara gerakan sosial tidak dipungkiri sangat membutuhkan liputan media (terutama dari radio, televisi, dan suratkabar) sebagai salah satu saluran komunikasi mereka pada publik. Hal ini karena liputan yang ditampilkan di media sangat membantu gerakan sosial untuk lebih dikenal publik, untuk mengumpulkan dukungan; memperoleh pengakuan sebagai kelompok penekan yang memiliki posisi tawar; serta memperluas cakupan isu untuk mengundang lebih banyak sekutu ataupun jaringan pendukung. Dalam ketimpangan seperti di atas, media kemudian seringkali berada di atas angin dan “me ngkondisikan” gerakan sosial untuk berkompromi dengan kebutuhan dan tuntutan media. Situasi dan relasi di atas kemudian mendorong banyak gerakan sosial untuk beralih dari media arus utama (mainstream atau media massa konvensional, seperti televisi, radio, dan suratkabar) ke media “alternatif” dan independen (Croteau & Hoynes, 2003: 249). Strategi ini umumnya dipilih agar pesan yang disampaikan pada publik tidak terdistorsi oleh kepentingan media ataup un penguasa. Bentuk-bentuk media alternatif yang dipilih umumnya adalah pamflet, brosur, koran “bawah tanah” ataupun “zine”, yakni majalah dengan format dan isi alternatif, yang seringkali memanfaatkan grafis buatan tangan dan tata letak “amburadul”. Tetapi,

17

Kehadiran internet memang membuka saluran komunikasi baru bagi masyarakat sipil. yakni bagaimana jaringan komputer di internet memungkinkan terbongkarnya sekat-sekat perbedaan dan pemisahan antara “produsen” atau pengirim pesan dengan penerima pesan. 18 . Walau tidak sedikit aktivis lingkungan yang juga ikut dalam protes-protes anti. termasuk membuka kemungkinan beragam bentuk interaksi baru. terutama terlihat dari keberhasilan sejumlah gerakan anti-globalisasi menggunakan internet untuk menyebarkan isu dan memobilisasi massa. semakin banyak juga gerakan yang memanfaatkan internet sebagai saluran penting untuk menjaring anggota baru. terdapat dua peneliti yang ari banyak membahas penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia.isu anti. Penggunaan internet oleh aktivis sosial selama ini umumnya lebih banyak berkaitan dengan isu. 2003: 150). dan jenis analisis yang khas dan jarang dapat disalurkan melalui media arus utama. dari internet. mengumpulkan dukungan dan dana . informasi.seiring dengan makin familiarnya gerakan sosial dengan internet.globalisasi. atau bahkan dapat dikatakan elemen-elemen kekuatan. Kedua elemen di atas membuat sebagian kritikus berpendapat bahwa jaringan komputer bernama internet adalah sebuah wilayah penuh kebebasan. yakni Merlyna Lim dan Yanuar Nugroho. serta menampilkan ekspresi.globalisasi (Flew. bekerjasama dengan gerakan dari daerah atau negara lain. 2005: 183). D sedikit literatur yang ditemukan. pembahasan mengenai penggunaan internet secara spesifik oleh aktivis atau gerakan lingkungan masih sangat terbatas dan belum banyak data atau hasil penelitian yang dapat diacu. bebas dari kekangan birokrasi dan tradisi (Croteau & Hoynes. sebuah ruang ideal yang diharapkan para aktivis sosial dapat membantu mewujudkan masyarakat yang lebih baik. 1986: 21). Hal ini sejalan dengan karakter-karakter. Lebih jauh lagi. masih sedikit sekali bahan yang mengkaji penggunaan internet oleh masyarakat sipil ataupun aktivis di Indonesia. serta bagaimana komunikasi melalui media interaktif membuka kemungkinan menggabungkan karakter media massa dengan karakter komunikasi tatap muka perseorangan (Rogers.

isu pelestarian dan keadilan lingkungan hidup. Dalam penelitian ini “penggunaan internet” mengacu pada segala bentuk pemanfaatan internet. Untuk memudahkan penggalian data. penggalian data tentang penggunaan internet dalam penelitian ini juga akan menggali dimensi-dimensi sosial dan pemaknaan oleh aktivis lingkungan terhadap aktivitas yang dilakukannya. Denga n memanfaatkan celah tersebut penelitian ini akan difokuskan pada bagaimana aktivis lingkungan secara perseorangan menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan di Indonesia. Aktivis yang menjadi subyek penelitian hendaknya cukup sering mempergunakan internet (baik dari segi rutinitas kekerapan maupun durasi akses internet) dan mempergunakannya untuk beragam aktivitas dalam kerangka aktivisme lingkungan hidup. Sejalan dengan Model Tindakan Sosial Renckstorf. padahal tidak sedikit aktivis yang bergerak secara independen dan tidak berada di bawah suatu organisasi tertentu. maupun petisi online. yang pernah dilakukan oleh para aktivis lingkungan yang menjadi informan penelitian ini. terdapat satu persyaratan dalam batasan di atas. Informan dalam penelitian ini adalah aktivis-aktivis lingkungan yang aktif membela lingkungan melalui saluran internet. serta karena belum adanya riset yang membahas topik penggunaan internet oleh aktivis dalam konteks aktivisme lingkungan di Indonesia. baik e-mail. Dengan intensitas pemanfaatan internet yang relatif tinggi serta kesungguhan. dan belum mampu menggambarkan penggunaan internet oleh aktivis di level individual. Tetapi penelitian yang telah dilakukan keduanya masih berada di level makro masyarakat sipil ataupun tingkatan institusional dari lembaga swadaya masyarakat. yang dimaksud dengan “aktivis lingkungan hidup” adalah perseorangan yang memiliki kepedulian terhadap isu. mailing list. konsep-konsep dan pemikiranpemikiran di atas telah dibatasi dan dipersempit sesuai dengan tujuan penelitian. Sementara itu. weblog. 19 . Fokus pada aktivis lingkungan diambil karena ketertarikan peneliti dengan aktor-aktor yang bergerak dalam isu tersebut. komitmen. ataupun rentang 9 Intensitas disini mengacu pada kuantitas dan kualitas penggunaan internet.Kedua peneliti tersebut telah mengkaji penggunaan internet untuk kerja-kerja sosial oleh aktivis Indonesia. Namun. yakni aktivis tersebut memiliki intensitas 9 yang cukup tinggi dalam penggunaan internet untuk penyebaran isu lingkungan dan atau dalam pengalaman menjadi aktivis lingkungan.

Gambaran-gambaran yang didapat akan dikaji untuk mengetahui pola penggunaan. kegiatan. Dengan tujuan yang ingin dicapai. istilah “aktivisme lingkungan” atau environmental activism mencakup segala bentuk perilaku. METODOLOGI PENELITIAN 1. dan refleksivitas aktivis atas penggunaan internet sehingga penelitian ini dapat memberikan 20 . ataupun tujuan penelitian tersebut. dan eksplanasi (explanation). Neuman (2000: 21) memaparkan bahwa berdasarkan tujuannya (purpose of study) penelitian dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. E. Penelitian deskriptif ini berupaya mendapatkan gambaran detail dan mendalam mengenai penggunaan Internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia. yakni menyajikan gambaran rinci dan akurat tentang sebuah objek penelitian. seperti jenis pendekatan. serta untuk memaparkan latar belakang dan konteks sebuah situasi. Ragam penelitian sosial dapat dikenali melalui beberapa aspek yang dikandungnya. yakni untuk melakukan eksplorasi (exploration). dan keadilan lingkungan. teknik pengumpulan data. studi deskriptif dinilai memadai untuk menjawab rumusan masalah penelitian ini. perlindungan. Dalam penyajiannya penelitian ini menggunakan beberapa hal yang menurut Neuman (2000: 22) menjadi prinsip-prinsip penelitian deskriptif. Jenis dan Sifat Penelitian Kajian ini bermaksud memahami dan menggambarkan bagaimana aktivis lingkungan di Indonesia menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan. pemaknaan. kegunaan penelitian. tindakan. deskripsi (description). membangun kategorisasi dan klasifikasi. Sementara itu. ataupun program yang dijalankan untuk mendukung penegakan prinsipprinsip pelestarian.pengalaman yang cukup panjang sebagai aktivis maka diharapkan calon informan memiliki keluasan dan kedalaman pengetahuan yang memadai mengenai topik penelitian. Sehingga dapat dikatakan bahwa persyaratan “intensitas” digunakan sebagai upaya meningkatkan keterandalan data yang akan digali.

2006: 113). Sebagai konsekuensi. Penelitian ini memanfaatkan metode penelitian kualitatif untuk mendapatkan hasil paling optimal.makna di balik tindakan komunikatif yang dilakukan manusia (Lindlof. Metode Penelitian Penelitian ini secara paradigmatik memanfaatkan pendekatan interpretif. yakni metode penelitian kualitatif. 1995). Sehingga di masa datang dapat diperoleh temuan yang lebih aplikatif dan dapat membantu aktivis serta organisasi lingkungan untuk menyusun strategi pemanfaatan Internet yang lebih efektif dan tepat s asaran untuk menyokong aktivisme lingkungan di Indonesia. penelitian komunikasi yang menggunakan metode penelitian kualitatif memandang tindakan komunikasi (communicative actions) sebagai suatu 21 . yang bertujuan memahami bagaimana orang dalam situasi alaminya menciptakan makna dan memaknai kejadian-kejadian di dunia mereka (Wimmer & Dominick. 2. Dari gambaran awal tersebut. peneliti interpretif memanfaatkan metode penelitian yang bisa menggali data secara interpretatif. Metode ini dipilih dengan mempertimbangkan tujuan penelitian yang bermaksud memahami dan menggambarkan bagaimana aktivis lingkungan hidup menggunakan Internet untuk mendukung aktivisme lingkungan. Hal ini agar penelitian-penelitian terkait topik ini pada tahapan selanjutnya dapat diarahkan pada penyelidikan yang lebih empiris ataupun bersifat pengujian hipotesis mengenai penggunaan internet oleh aktivis. hasil penelitian deskriptif ini diharapkan dapat menjadi batu pijakan untuk memahami penggunaan Internet oleh aktivis lingkungan. Peneliti interpretif menyelidiki proses sosial secara menyeluruh karena percaya bahwa realitas itu holistik dan tidak bisa dibagi-bagi. Secara lebih spesifik.gambaran awal yang utuh tentang penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Metode penelitian kualitatif dianggap cocok karena memungkinkan peneliti menelisik melampaui data angka dan masuk untuk memahami makna.

Sementara itu. 11 Pembahasan lebih lengkap dan sesuai dengan yang terjadi di lapangan dapat dibaca di Bab IV. tampaknya salah satu alasan mengapa belum ada penelitian kuantitatif terhadap aktivis secara umum. penelitian tentang penggunaan internet oleh aktivis di Indonesia. namun pada pembicaraan. peneliti kualitatif tidak menyandarkan hasil penelitian mereka pada data-data statistik.“performances and practices of human communication” (Lindlof. Pemilihan Informan Subjek penelitian ini adalah aktivis lingkungan Indonesia yang “eksis” di dunia maya. dan aktivis lingkungan secara khusus adalah karena tidak terdapat data populasi ataupun kerangka sampling aktivis yang dapat diukur secara jelas. informan dipilih dengan memanfaatkan prinsip-prinsip dalam purposive sampling 11 . untuk mencapai tujuan dan esensi penelitian ini. 3. Pertama. yakni sebagai serangkaian tindakan-tindakan yang bermakna bagi diri pelakunya dan juga orang di sekitarnya. 2006: 91). Penelitian untuk mengkaji fenomena internet di Indonesia secara kualitatif dapat dikatakan sebagai sesuatu yang baru dan contoh pengaplikasiannya untuk sementara ini dapat dilihat dari hasil kajian Nugroho (2007) dan Lim (2003). yakni memilih informan dengan tujuan khusus dan tertentu. bahasa tubuh. bila peneliti menggunakannya untuk memilih kasus-kasus unik yang bisa 10 Sejauh ini. Secara mendasar. yakni yang aktivismenya banyak menggunakan fasilitas di internet dan tingkat aktivitasnya relatif tinggi. Purposive sampling dinilai cocok digunakan dalam tiga keadaan (Neuman. Untuk mendukung tujuan penelitian. dan menyingkirkan siapa-siapa yang tidak memenuhi kriteria tersebut (Wimmer & Dominick. Hal ini dilakukan untuk menangkap makna dan kualitas dari tindakantindakan komunikatif dan bukan hanya dimensi-dimensi terukur yang melekat padanya. 22 . metode penelitian kualitatifinterpretatif dianggap paling sesuai. dan tindakan sosial lainnya (Lindlof. 1995: 21). khususnya aktivis lingkungan. 1995: 13). yang dipilih berdasarkan kualitas dan karakter-karakter spesifik yang mereka miliki. 2000: 198). juga merupakan topik dan wilayah yang baru10 . Oleh karena itu.

dilakukan cross-check dengan melihat pula blog-blog lingkungan dan mencari tahu adakah anggota aktif milis lingkungan yang juga memiliki atau mengelola blog yang aktif memuat informasi lingkungan. dan atau jumlah post/artikel (bila di blog) yang relatif tinggi bila dibandingkan dengan situs. Kedua. Dari 21 milis tersebut dipilih satu milis dengan anggota dan pesan terbanyak. ataupun mailing list (terkait isu lingkungan) dengan aktivitas tinggi 12 . Daftar milis didapatkan dari yahoogroups dan googlegroups. Kemudian dilakukan observasi pra-penelitian terhadap milis tersebut untuk mencari tahu siapa-siapa anggota yang paling aktif. blog. ataupun mailing list sejenis. jika peneliti ingin mengenali tipe-tipe khusus dari kasus-kasus yang ada (particular types of cases) dengan penyelidikan mendalam. Cara pemilihan informan seperti di atas dipilih untuk penelitian ini karena sejalan dengan keadaan di lapangan. yakni milis bernama lingkungan. yakni karena aktivis lingkungan di Indonesia sangatlah spesifik dan tidak mudah mendapatkan data lengkap mengenainya. Secara teknis. believing. or feeling about a topic or information that may be useful in designing a larger and more comprehensive study at a later time” (Csaja & Blair. jumlah pesan. Selain itu. informan dianggap dapat memberi informasi dan data secara optimal bila (a) sudah beraktivitas di dunia maya lebih dari lima tahun.memberikan informasi secara lebih baik. Sehingga diharapkan dari para informan didapat informasi yang detail dan mendalam mengenai aktivitas mereka di internet sebagai aktivis lingkungan. Untuk penelitian ini. yang mencatat terdapat 21 buah milis bertema lingkungan (per 17 Februari 2009) yang memiliki keangotaan di atas sepuluh orang. (b) berkomitmen pada isu lingkungan hidup. hal ini dilakukan dengan memilih informan yang dianggap dapat memberikan informasi paling optimal mengenai topik penelitian. Prinsip pemilihan informan secara purposif dinilai sesuai dengan jenis penelitian eksploratoris yang lebih bertujuan untuk “get a sense of what respondents are thinking. selain itu cara ini memungkinkan peneliti memilih kasus-kasus unik dari para aktivis lingkungan yang ada dan mengkajinya secara mendalam. dan atau (c) (dibuktikan dengan) memiliki atau mengelola situs. Data mengenai para aktivis lingkungan pengguna internet didapatkan dari database anggota milis milis lingkungan yang berbasis di Indonesia. blog. 23 . bila populasi yang dipilih sangat spesifik dan sulit dijangkau dengan survei. juga dilakukan snowball sampling pada informan yang sudah terlebih dahulu dipilih. 2005: 130). dengan cara menanyai apakah mereka mengenal orang lain yang memenuhi kriteria 12 Ditandai dengan jumlah anggota. Terakhir. Selain itu.

Wawancara mendalam dilakukan dengan menanyai informan dengan menggunakan pertanyaan terbuka (open-ended questions). arahan orang yang mereka usulkan tidak serta merta peneliti jadikan informan. Panduan pertanyaan akan disiapkan. Oleh karena itu. dimana peneliti dapat mengganti pertanyaan di tengah wawancara atau bertanya suatu hal yang sebelumnya tidak terdapat dalam panduan wawancara. sehingga hasil penelitian nantinya tidak bisa digeneralisasi terhadap keseluruhan aktivis lingkungan (Wimmer & Dominick. secara mendasar kedua cara pemilihan informan di atas dipilih untuk mendapatkan gambaran unik dan mendalam mengenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. wawancara dilakukan melalui pertemuan tatap muka (face-to-face interview) dan juga wawancara yang termediasi melalui 24 . penelitian ini juga mengumpulkan dokumen aktivitas para informan di dunia maya melalui data yang tersimpan di mailing list dan atau blog/situs mereka. maka teknik yang sesuai untuk menggali informasi dari informan dan menjawab pertanyaan penelitian adalah wawancara mendalam (in-depth interview). Hal ini karena penelitian kualitatif menggunakan pendekatan pertanyaan yang fleksibel (Wimmer & Dominick. informasi yang didapatkan dari para informan tentunya tidak menggambarkan penggunaan internet secara umum dari para aktivis lingkungan di Indonesia. Selain menggunakan wawancara. bukan untuk membatasi atau mengekang peneliti. 4. Namun.penelitian ini. Tentu saja. Secara lebih teknis. namun hanya berfungsi untuk mengingatkan peneliti tentang topiktopik utama yang perlu ditanyakan atau dibicarakan. 2006: 88). 2006: 116). dimana informan menjawab secara bebas tanpa dibatasi pilihan-pilihan. Wawancara mendalam dilakukan untuk menggali kedalaman pemanfaatan dan pemaknaan terhadap penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini memiliki tujuan deskriptif. karena perlu diamati juga apakah orang-orang tersebut memenuhi kriteria. dan bukan bertujuan mendapatkan perwakilan.

masing sumbernya. Namun. untuk menemukan pola dalam data tersebut. dan theory. karena para informan berdomisili di sejumlah tempat yang berbeda dan berjauhan maka pelaksanaannya menuntut waktu yang lebih panjang dengan lebih banyak biaya. Kemudian peneliti membaca kumpulan data itu satu persatu dan berkali-kali. kemudian setiap potongan informasi dicoding dan dikenali masing. Oleh karena itu. yakni memungkinkan peneliti menangkap lebih detail bahasa tubuh dan gesture informan. penjelasan Wimmer & Dominick (2006: 116) secara lebih teknis menunjukkan bagaimana peneliti kualitatif pertama-tama menata informasi menurut dimensi waktu. Lindlof (1995: 215) memaparkan bagaimana analisis data kualitatif dilakukan melalui langkah process. Masih sejalan dengan Lindlof. serta setting alami tempat berlangsungnya wawancara. bergantung pada kesediaan dan keluangan informan. yakni sesuai urutan kejadian yang kronologis saat pengambilan data. wawancara termediasi lewat internet dinilai tidak akan mengurangi ketajaman informasi yang diberikan informan karena para informan adalah orang-orang yang cukup terampil. data ditata menurut sistem kategori pendahulu ( reliminary category system). Teknik Analisis Data Data yang telah dikumpulkan kemudian dibaca menurut kaitannya dengan beberapa topik yang muncul. praktis. Wawancara secara langsung memiliki keuntungan lebih. kemudian dikelompokkan menjadi kategori-kategori yang cocok dan bermakna. serta fleksibel. Cara kedua ini juga dipilih karena jauh lebih efisien. untuk selanjutnya masuk ke tahapan conceptual development dan akhirnya interpretation evaluation. melalui Yahoo Messenger).fasilitas chatting (misalnya. dimana p kategori dapat muncul dari data itu sendiri atau berdasarkan teori atau risetriset terdahulu. dan berpengalaman menggunakan internet sebagai media komunikasi. Selain itu. explanation. fasih. yakni “recurrent 25 . Fleksibilitas cukup penting ketika peneliti merasa perlu melakukan sesi wawancara tambahan untuk mengkonfirmasi sejumlah informasi atau data. 5. internet-savvy. Setelah itu. reduction. informan ditawari untuk diwawancara melalui Yahoo Messenger.

ataupun peran sosial dalam bidang lingkungan hidup. Kedua keterbatasan di atas muncul terutama karena penelitian ini lebih memusatkan diri pada penggambaran mendetail beragam penggunaan internet oleh aktivis dan kedalaman pemaknaan mereka atas tindakan komunikatif mereka tersebut. maupun kondisional di balik perilaku penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. di saat yang sama tentunya aktivis sebagai pribadi punya konteks aktivitas. Setelah data tidak lagi “mentah”. Perlu diingat bahwa walaupun penelitian ini melihat aktivis lingkungan sebagai pengguna internet namun. Pertama. baru kemudian dilakukan dua tahapan terakhir untuk membangun suatu hipotesis konseptual. Dan karena penelitian ini tidak bertujuan melakukan generalisasi ataupun menguji suatu hubungan (korelasi) ataupun kausalitas maka penarikan kesimpulan (generalisasi) atas hasil penelitian juga tidak dapat dilakukan. objects. penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menjelaskan alasan-alasan khusus.behaviors. 2000: 426). sehingga informasi terkait kehidupan sosial mereka tidak akan dikesampingkan dalam pembacaan data. 26 . BATASAN PENELITIAN Penelitian deskriptif ini memiliki dua batasan. F. kasuistik. or a body of knowledge” (Neuman. penelitian ini tidak dimaksudkan untuk memberikan generalisasi terhadap penggunaan internet oleh aktivis lingkungan di Indonesia. Kedua. pekerjaan.

Rahmat M. baru pada tahap selanjutnya terdapat upaya untuk membangun jaringan antar kampus (Luhukay dan Budiardjo. Sebagai salah satu pengguna awal internet di Indonesia. Hal ini karena internet pada dasarnya memanfaatkan teknologi TCP/IP yang juga lazim digunakan pada Local Area Network (LAN).hati dengan kecenderungan pandangan yang menganggap kemunculan internet sebagai “sebuah ‘tombol lampu’ yang statusnya semula ‘off'’. 1983). diharapkan terbangun juga pemahaman masyarakat tentang konteks lebih luas yang menyertai keberlangsungan hidup internet hingga saat ini. mengingatkan masyarakat untuk berhati. Semangat “gotong royong” tersebut secara sekilas tampak dari tulisan SamikIbrahim (2004) yang menunjukkan banyaknya pihak yang terlibat dari awal sejarah penggunaan dan perkembangan internet di Indonesia. Kemudian. Samik-Ibrahim (2004). sehingga dapat dikatakan bahwa rintisan kemunculan internet sudah berakar sejak akhir tahun 60-an dengan riset-riset ARPANET oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Hal ini karena perkembangan teknologi internet di Indonesia pada awal mulanya adalah upaya.upaya sejumlah universitas dalam mengujicobakan dan menggunakan teknologi informasi LAN (local area network) yang berbasis TCP/IP. Tidak terdapat informasi yang benar-benar jelas tentang kapan internet “lahir” ataupun “masuk” ke Indonesia. Dengan kesadaran akan sejarah panjang kemunculan internet. lalu menjadi ‘on’”.BAB II PENGGUNAAN INTERNET A. 27 . INTERNET DI INDONESIA Sejarah internet di Indonesia sering disebut-sebut bercikal bakal pada semangat kekeluargaan dan gotong royong.

situasi tersebut merupakan bagian dari dinamika masyarakat. Meskipun perubahan yang terjadi tidak selalu bermakna positif. sejumlah pihak mulai melirik kesempatan usaha di bidang jaringan informasi. kehadiran serta perkembangan internet dan juga peningkatan jumlah penggunanya telah menyumbang pertumbuhan yang cukup signifikan. baik interaksi bisnis. hanya kalangan terbatas seperti akademisi dan dunia bisnis saja yang memanfaatkannya. Bentuk-bentuk perubahan. perkembangan dan penggunaan internet dapat dikatakan memang lebih sebagai “perangkat akademis” (Samik-Ibrahim. sejumlah perusahaan telah memiliki jaringan internet sebelum tahun 1993. sosial. tetapi bukan tidak mungkin kecenderungan tersebut akan meluas seiring dengan tersebarnya fasilitas akses internet di daerah suburban maupun kabupaten. BPPT membangun jaringan yang bersifat umum. Perkembangan dan penggunaan internet di Indonesia selama satu dasawarsa terakhir sedikit banyak telah mengubah pola interaksi masyarakat. Perubahan ataupun penyesuaian pola-pola interaksi masyarakat merupakan hal yang tak terelakkan seiring semakin meningkatnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Dalam kasus Indonesia. khususnya internet. dan perkembangan yang terjadi di masyarakat sebagai konsekuensi penerapan internet dapat dicermati lebih seksama bila dilihat dari beraneka ragam perspektif. terutama yang berkutat dengan perkembangan ilmu komputer dan teknologi informasi.Internet sebagai sebuah jaringan komunikasi dan informasi sesungguhnya telah hadir di Indonesia sejak akhir tahun delapan puluhan. Sebenarnya. ekonomi. karena perangkat-perangkat yang dibutuhkan cukup mahal. melihat penggunaan internet sebagai kekuatan positif yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi. peningkatan 28 . Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi di pertengahan tahun sembilan puluhan. penyesuaian. 2004) karena masih terbatas di kalangan akademisi. Saat itu. Namun. Walaupun perubahan pola interaksi ini lebih tampak nyata di masyarakat perkotaan. namun memang BPPT/IPTEKnet yang pertama kali memiliki sebuah jaringan "publik" (Samik-Ibrahim. 2004). khususnya internet. maupun budaya. Perspektif ekono mi misalnya. Barulah pada awal tahun sembilan puluhan. Mulai dari menjamurnya bisnis warung internet. dalam berbagai bidang kehidupan.

Internet telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi masyarakat. penipuan. maupun pemerintah. seperti semakin rumitnya modus ataupun teknik-teknik fraud. publikasi. Selain itu. Berbeda dengan apa yang terlihat dari perspektif ekonomi.fenomena menarik sehubungan dengan menyebarnya penggunaan internet di Indonesia. dari sudut pandang sosial dapat ditemui fenomena. dari perspektif politik dapat dilihat bagaimana internet digunakan oleh tak sedikit kelompok-kelompok kepentingan untuk menyampaikan visi misi ataupun nilai. perusahaan atau industri. terutama karena perannya sebagai sarana komunikasi. sehingga mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh badan usaha atau lembaga ekonomi lainnya. internet juga memiliki sejumlah sisi negatif di bidang ekonomi.nilai yang mereka anut. Hadirnya internet telah menunjang efektivitas dan efisiensi kerja perusahaan. internet membantu memperkuat jaringan sosial dan mendorong terbentuknya komunitas-komunitas sosial. Misalnya. Walaupun internet di Indonesia belum dimanfaatkan secara utuh untuk penyelenggaraan pemilihan umum atau 29 . internet membuka peluang bagi munculnya bentuk-bentuk baru kejahatan ekonomi seperti carding dan memungkinkan bertambah canggihnya bentuk kejahatan yang selama ini telah ada. Kondisi tersebut tentu mendatangkan ancaman tersendiri bagi para pelaku bisnis serta konsumen yang banyak mengandalkan penggunaan internet. Hal ini terjadi karena penggunaan internet memungkinkan bertemu dan bekerjasamanya banyak orang yang sebelumnya terpisah-pisah oleh batasan geografis. tumbuhnya beragam bentuk bisnis via internet. Fenomena merebaknya penggunaan situs pertemanan misalnya. Sementara itu. serta perdagangan ilegal “berkat” bantuan internet.penjualan berbagai sarana dan prasarana untuk internet. sebenarnya juga tidak terlepas dari karakter sosial budaya masyarakat Indonesia yang masih dominan dan kental rasa kekeluargaan atau guyub-nya. secara teknis internet telah meningkatkan kecepatan dan efisiensi pertukaran informasi dan transaksi ekonomi. Secara sosial kultural misalnya. Meskipun mendatangkan banyak keuntungan dan kemudahan. hingga pembentukan komunitas-komunitas ekonomi mikro yang bergerak dalam bidang information technology.

sosial. politik. atau perusakan situs lawan-lawan politik. Namun tampaknya bentuk resesi ekonomi apapun tidak terlalu menghambat perkembangan internet di Indonesia.manfaat positif serta konsekuensi-konsekuensi negatif yang telah disebutkan di atas merupakan sebagian kecil gambaran dinamika masyarakat yang sedang belajar menempatkan internet dalam kehidupan mereka. atau ras tertentu. awal penyebaran internet di Indonesia justru berlangsung saat terjadi krisis moneter di akhir tahun sembilan puluhan. dan budaya yang berlangsung di Indonesia sepanjang waktu tersebut. dan dengan restriksi yang amat minim. mengkampanyekan programprogram lembaga pemerintah ataupun masyarakat sipil. seperti komunitas fasis. Contoh yang amat tampak adalah dalam kasus-kasus kejahatan yang berhubungan dengan pornografi atau kejahatan seksual. Dalam konteks politik. murah. dan masyarakat umum mulai terbangun kesadarannya akan potensi internet untuk membangun transparansi pemerintahan. media. setidaknya hal ini terlihat dari peningkatan jumlah pengguna internet dari tahun ke tahun. Manfaat. kehadiran dan perkembangan internet di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari konteks ekonomi. Internet memungkinkan penyebaran produk-produk pornografi secara mudah. 30 . anti-semitik. Dan untuk kasus politik. pencemaran nama baik. agama. politisi. kehadiran internet di Indonesia juga telah memunculkan modus-modus kejahatan baru seperti carding. Tidak berbeda jauh dengan apa yang terjadi di negara lain. Meskipun sebagian masyarakat Indonesia baru mengenal internet selama satu dekade terakhir. hukum. internet menjadi sarana baru untuk melancarkan black campaign. tetapi partai politik. memantau kinerja kelembagaan. Gejala tersebut diduga muncul karena penggunaan internet mempercanggih bentuk-bentuk kejahatan dan memperkuat kecenderungan negatif yang telah ada sebelumnya di masyarakat. ataupun stalking (menguntit orang). internet secara sosial membuka kemungkinan berkumpulnya orang-orang yang berpaham sama dari banyak tempat di dunia untuk membangun komunitas yang membenci atau mendiskreditkan suku. serta untuk berkomunikasi antar dan antara unsur-unsur masyarakat. hacking. Sementara itu.penerapan e-governance. atau kelompok-kelompok fundamentalis. Dalam konteks ekonomi.

Kondisi-kondisi tersebut tentunya menjadi peluang tersendiri bagi para pengguna internet untuk memanfaatkan dan bahkan mungkin “memainkan” berbagai keunggulan internet untuk mendapatkan informasi. maupun dari segi sosial kultural masyarakat Indonesia sebagai pengguna 14 Lihat Indonesian ICT Indicators. Terbukanya batasan-batasan sosial. peran. tumbuh. dan berkembang dalam situasi-situasi politik yang beragam dan sangat dinamis. terutama bagi anak-anak dan remaja. Hill dan Sen (2005) misalnya. skeptisisme politik. fase euforia politik.pdf 31 . Depkominfo 2007. di http://www. baik dari segi tantangan pembangunan infrastruktur dan sarana teknis 14 . dan karakter beragam media. Tarik-menarik opini dan kepentingan publik t rkait kehadiran dan perkembangan e internet pun tak pelak menjadi bagian dari proses pendewasaan masyarakat atas adopsi sebuah teknologi bernama internet. Di saat yang berdekatan. terutama di perkotaan.internet di Indonesia telah lahir. hingga yang paling terkini adalah proliferasi penggunaan internet dalam berbagai tahapan Pemilu 2009 kemarin. euforia kebebasan bermedia pasca gerakan sosial 1998 tak luput turut membentuk pola perilaku dan cara pandang masyarakat. budaya. berhasil mengamati dinamika internet yang terjadi di tengah konteks negara Indonesia yang sedang mengalami puncak proses globalisasi dan ekspansi besar-besaran media komersial. Mulai dari menjelang Soeharto digulingkan. menyebarkan pendapat. tak dipungkiri bahwa kondisi keterbukaan tersebut juga memunculkan keresahan serta ketakutan bagi sebagian kelompok masyarakat di Indonesia akan maraknya kerusakan moral di sekitar mereka. tentang fungsi. huru-hara reformasi. internet lahir dan berkembang seiring dengan perubahan-perubahan sosial kultural dalam masyarakat Indonesia itu sendiri. Sementara itu. dan secara bertahap belajar menempatkan teknologi dalam suatu kehidupan berpolitik dan berdemokrasi. dalam konteks sosial budaya Indonesia.unescap. bahkan normatif ikut mempengaruhi bagaimana masyarakat menjalankan kehidupan dan mengelo la keragaman di sekitar mereka. Pemilu 2004. Perkembangan internet di Indonesia sebenarnya masih harus menempuh perjalanan panjang. Meskipun begitu.org/icstd/events/InfoSociety-Stats-Workshop-2007/Indonesia-ICT-Indicators.

karakteristik sosial dan demografisnya.masing. dan atau menggunakan internet untuk tujuan apa.internet. Kemudian arah kajian pun melangkah maju dan bergerak untuk memahami penggunaan internet di negara masing. mengambil sebesar-besarnya manfaat dari internet seperti halnya yang dilakukan para pengguna internet di dunia berikut ini. ataupun budaya. Analisis Terry Schau (2001) dapat dijadikan salah satu contoh riset yang cukup komprehensif membahas pengguna 32 . Hal ini menjadi bahasan utama karena banyak pihak merasa penting untuk mengetahui dan memahami siapa saja yang menggunakan internet. Dan meskipun internet memiliki sejumlah konsekuensi negatif. perilaku-perilaku para pengguna internet. manfaat serta potensi positif internet jauh lebih banyak dan masih menunggu untuk dimanfaatkan.upaya untuk mengurangi kesenjangan informasi harus diteruskan agar manfaat internet dapat dirasakan di lebih banyak wilayah di Indonesia. topik yang pada awal mulanya banyak dibahas adalah siapa pengguna internet. Sehingga upaya. Kajian-kajian tersebut pada awalnya dilakukan untuk dapat menangkap gambaran umum tentang siapa pengguna internet. ataupun penyebarannya secara geografis. datang dari latar belakang seperti apa. B. dan pilihan-pilihan tindakan yang pengguna ambil saat mengakses internet. sosial. ekonomis. PENGGUNA DAN PENGGUNAAN INTERNET Pengguna internet (internet user) dan penggunaan internet (internet usage/ uses) merupakan dua hal menarik yang sedang cukup banyak dikaji di negara-negara yang sudah lebih dulu mengimplementasikan internet. Berbicara tentang pengguna internet. Kesadaran akan pentingnya pemahaman terhadap fenomena internet dan bagaimana hal tersebut berperan dalam kehidupan warga negaranya secara lebih luas -baik secara politis.tampaknya telah mendorong negara-negara tersebut untuk meneliti dan mengkaji bagaimana sesungguhnya pengguna dan penggunaan internet di negara mereka. Maka diharapkan masyarakat serta para pengguna internet di Indonesia agar dapat menggunakan internet seoptimal mungkin unt uk aktivitas dan tujuan positif.

dan pendidikan mereka.nyamanan mereka dengan komputer berlanjut ke jarangnya menggunakan internet. Yakni. Tingkat penggunaan internet tertinggi berada di kelompok umur dewasa muda. banyak orang dewasa tua kurang familiar dan nyaman dengan komputer. Selain faktor umur. sehingga memudahkan mereka untuk menjadi computer literate. sementara tingkat penggunaan terendah ada pada kelompok usia dewasa tua (lanjut usia). Sementara itu. Hasil survei nasional tersebut menggambarkan empat hal: siapa para pengguna internet. individu dengan tingkat pendidikan ya ng lebih tinggi lebih cenderung untuk menggunakan internet karena mereka telah lebih dahulu dan kerapkali terpapar penggunaan komputer dan internet selama mereka menjadi (maha)siswa. Dari hasil survei tersebut Schau (2001) membaca bahwa tingkat penggunaan internet berbeda-beda di berbagai tingkatan umur dan pendidikan.000 rumah tangga di Amerika Serikat yang dilakukan oleh Bureau of the Census untuk Bureau of Labor Statistics. 33 . Perbedaan dalam berbagai tingkatan umur diduga Schau ada kaitannya dengan seberapa awal seseorang berkenalan dengan komputer dan internet. Analisis Schau dilakukan berdasar pada data Suplemen Current Population Survey (CPS) Desember 1998. pekerjaan. Zhong. Temuan Schau di atas sejalan dengan hasil riset Sun.internet di Amerika Serikat beserta pola-pola dan kebiasaan penggunaan mereka. kondisi yang sepertinya berhubungan dengan minimnya perkenalan dengan alat-alat tersebut. sebuah survei sampel nasional terhadap 48. Banyak dari para dewasa muda mengenal komputer sejak di bangku sekolah. dan Zhang (2006) tentang kaitan umur dan pendidikan dengan penggunaan internet dalam kasus pengguna permainan online (online games). sehingga mereka lebih terampil dalam memanfaatkan fasilitas yang tersedia di internet. karakteristik sosial. Secara umum. penggunaan internet juga berbeda-beda bergantung pada tingkat pendidikan (educational attainment) responden. tempat mengakses. sehingga ketidak. serta tujuan dan aktivitas mereka saat menggunakan internet. terutama melalui pendidikan formal. penggunaan internet juga dipandang Schau (2001) berhubungan dengan tingkat pendidikan.

Kondisi ini terlihat dari bagaimana tujuan penggunaan internet serta waktu yang dihabiskan online bervariasi menurut jenis pekerjaan pengguna. dan tempat kerja (kantor). Sementara jenis pekerjaan dengan tingkat penggunaan terendah adalah di lini produksi dan perbaikan. dan keahlian kesarjanaan juga menuntut pemakaian internet secara intensif. para pengguna memanfaatkan internet untuk tujuan-tujuan tertentu. mencari informasi lewat 34 . dan seberapa banyak informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu jenis pekerjaan. hal ini karena umumnya pekerjaan yang menuntut gelar. tempat-tempat atau fasilitas umum seperti perpustakaan atau pusat kegiatan m asyarakat juga menjadi pilihan dimana mereka dapat mengakses internet. Pekerjaan di bidang produksi misalnya. tiga teratas kegiatan harian via internet (daily internet activities) di Amerika Serikat adalah mengirim atau menerima e. dengan jenis pekerjaan pengguna sebagai salah satu faktor. sekolah atau kampus. Berdasarkan data PEW Internet Research bulan Maret 2008.Lebih jauh lagi. serta memantau berita terkini (Schau. Pekerjaan manajerial dan profesional/spesialis adalah jenis pekerjaan yang dilaporkan memiliki tingkat penggunaan internet tertinggi. para responden Current Population Survey (CPS) Desember 1998 menjawab bahwa tempat-tempat teratas dalam mengakses internet adalah rumah. adalah jenis pekerjaan yang labor intensive. Umumnya. dan tidak menuntut banyak pemutakhiran maupun pengkomunikasian informasi. Perbedaan ini diduga berkaitan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan tingkat pendidikan yang diperlukan oleh suatu pekerjaan. Selain itu. 2001). mencari informasi. Temuan berdasarkan survei tahun 1998 tersebut tampaknya tidak berbeda dengan kondisi satu dekade berikutnya. Berkaitan dengan tempat saat mengakses internet. Beberapa kegiatan utama yang paling sering dilakukan adalah menerima dan mengirim e-mail.mail. Schau (2001) melihat bahwa hubungan antara tingkat penggunaan internet dan tingkat pendidikan juga berkaitan dengan hubungan antara tingkat penggunaan internet dan jenis pekerjaan. Sehingga dapat dikatakan bahwa jenis penggunaan internet memang beragam dan dibentuk oleh banyak hal. pendidikan.

penggunaan dan kepuasan Chinese online gamers (Sun. dan 15 Untuk mengetahui versi terbaru survei tersebut.org/trends. 2008). tetapi banyak riset mengamati kasus-kasus dalam berbagai setting.asp 35 . Loumakis. beberapa riset juga tertarik mengkaji penggunaan internet dan kaitannya dengan aktivitas kesenangan (leisure). Penelitian atau kajian di luar negeri yang membahas penggunaan internet tidak sedikit yang menggunakan pendekatan atau teori uses and gratifications untuk menjelaskan perilaku penggunaan media (media use) dari para pengguna internet. Dari kedua penelitian tersebut dapat ditemui kecenderungan penggunaan internet di Amerika Serikat. serta penggunaan internet untuk keperluan akademis oleh mahasiswa undergraduate di United Kingdom (Selwyn. 2006). Meskipun beberapa penelitian menempatkan kajian di level penggunaan internet secara umum -seperti bagaimana penggunaan survei internet untuk mengetahui penggunaan dan kepuasan terhadap internet dan email (Harrell. Walaupun keadaan tersebut belum tentu berlaku sama di semua negara n amun dapat dijadikan contoh riset yang berhasil menangkap gambaran umum perilaku penggunaan interne t. hubungan sosial. konteks. 2007). hubungan antara keterlibatan (engagement) di internet dan partisipasi politik (Weber. penggunaan BBS (bulletin board system) oleh mahasiswa di China (Liu dan Dimitrova. Penelitian tentang penggunaan internet dalam konteks pendidikan misalnya membahas bagaimana penggunaan internet oleh pelajar SMP dan SMA di sepuluh sekolah negeri di Amerika (Ebersole. dan ranah politik. 2005).search engine. 2000). Penelitian dengan pendekatan di atas umumnya mengadopsi metode survei dan menganalisisnya secara kuantitatif. Beberapa ragam penelitian tersebut membahas antara lain: uses and gratifications dari para pengguna berita online dan offline (Lyn.pewinternet. dan mendapatkan berita 15 . Dalam setting bisnis dan aktivitas ekonomi terdapat riset yang mengulas penggunaan WWW oleh pebisnis Amerika dan Meksiko (Witmer dan Taweesuk. Zhong. dan perspektif yang spesifik. 2000)-. Selain itu. dan Zhang. 1998) serta penggunaan internet oleh pelanggan AOL (America Online-sebuah ISP di Amerika Serikat) baik untuk bisnis (e-commerce) maupun untuk kebutuhan sosial (Stafford. lihat http://www. Salwen. 2004). dan Abdulla.

information seeking. Temuan tersebut menunjukkan bagaimana penggunaan internet lebih dominan bersifat aktif. convenience. and entertainment”. pass time. sejalan dengan persepsi para pengguna internet yang secara sadar mengetahui mereka menggunakan internet untuk melakukan apa dan memenuhi kebutuhan seperti apa. 2003). Sementara itu. yakni “interpersonal utility. Selain itu. dan (d) sebuah sistem sosial. bila selama ini dalam sejumlah penelitian dan kajian pengguna internet dipandang sebagai pengguna media yang “aktif” 16 . Amerika Serikat. 2003). Mulai dari jenis pengguna yang sangat task-oriented dan hanya memanfaatkan internet untuk tujuan-tujuan fungsional dan menyelesaikan “pekerjaan”. (b) wadah atau objek konsumsi. dalam kenyataannya. 2002). bahkan ke ranah penyimpangan psikososial seperti problematic internet use (PIU) (Caplan. 36 . mulai dari sejauh mana khalayak dapat dikatakan aktif hingga ke bentuk-bentuk aktivitas seperti apa yang membuat khalayak layak dinilai aktif. Pengguna internet tidak dapat dipungkiri cukup heterogen perilakunya. ditemukan indikasi bahwa penggunaan internet (internet use) lebih cenderung bersifat “bertujuan”. tidak 16 Active audience. (c) alat untuk berkomunikasi. hingga ke yang social-emotion-oriented dan lebih memanfaatkan internet untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan-kebutuhan sosial dan emosionalnya (Liu. Dari hasil penelitian mereka. Sementara itu. Persepsi pengguna memang diduga berhubungan dengan motif mereka menggunakan internet. sebuah konsep yang banyak diperdebatkan. yang mencari tahu motif para pengguna komputer saat menggunakan internet dengan memanfaatkan lima kelompok motif. Hal ini misalnya terbaca dari penelitian Papacharissi dan Rubin (2000) misalnya. juga terdapat riset Maignan dan Lukas (1997) yang melakukan penggolongan konsumen dan pengguna internet berdasarkan persepsi mereka yang melihat internet sebagai (a) sumber informasi. contoh penelitian kualitatif tentang pengguna dan penggunaan internet misalnya adalah penelitian analisis dokumen McMillan dan Morrison (2006) tentang bagaimana internet menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan mahasiswa dewasa muda di Tennessee.Bergman. yakni instrumental dan bukan ritual.

Ciri yang keempat. Yakni. penggunaan media dapat dibedakan secara sosial dan budaya. isi media dan perilaku penggunaan media seperti apa yang dapat diterima secara normatif. Misalnya. namun penelitian ini menempatkan pengguna dan penggunaan internet mereka sebagai bagian dari kehidupan sosial. jenis pengguna internet yang lebih sering hanya “mampir” ke berbagai kelompok diskusi online. meninggalkan komentar singkat. Penelitian-penelitian yang telah disebutkan dari permulaan subbab ini memberikan beragam gambaran tentang pengguna dan penggunaan internet mereka dari berbagai sudut pandang.sedikit pengguna internet yang “pasif”. 2005: 68). dalam hal pemilihan acara dan waktu penggunaan media. penggunaan media seorang ibu dan anaknya yang terpengaruh oleh hubungan di antara keduanya. tetapi lebih sering berpartisipasi dan keluar masuk dalam banyak komunitas sekaligus. Temuan Kitchin tampaknya sejalan dengan pengamatan Slevin yakni bahwa banyak pengguna internet cenderung tidak secara mendalam berkomitmen terhadap satu komunitas online. Kedua. bisa jadi sang ibulah yang lebih sering menentukan bagaimana anaknya mengkonsumsi media. dan tidak hanya melihat perilaku pengguna dari sisi psikologis kognitif semata. menerima informasi dari berbagai situs. 2005: 68) sebagai cyber-surfer atau cyber-lurker. penggunaan media diatur oleh normanorma formal dan informal. tapi “remain a vicarious consumer of the content generated rather than an active participant in its ongoing development”. Hal ini menurut Slevin bertujuan untuk “ taking maximum advantage of the new forms of human association enabled by the Internet” (dalam Flew. seperti apa yang digambarkan Rob Kitchin (dalam Flew. Pertama. Sehingga penggunaan media bukanlah sebuah bentuk tunggal. Selanjutnya. terutama terkait pemilihan isi (content) dan perilaku. penggunaan media seringkali terstruktur oleh polapola hubungan sosial. Misalnya. Posisi ini berangkat dari pandangan McQuail (1994: 313) yang memaparkan penggunaan media sebagai perilaku sosial (social use of media) yang memiliki enam ciri. tetapi 37 . Misalnya. Pilihan-pilihan perilaku pengguna seperti yang telah disebut di atas tentunya bagian dari dinamika pengguna internet sebagai individu dan juga sekaligus makhluk sosial. penggunaan media seringkali telah melebur dalam bentuk-bentuk kehidupan sosial lainnya.

Temuan Zhu dan He di atas menunjukkan bahwa perilaku penggunaan internet secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh kondisi-kondisi sosial di sekitar pengguna. tingkat penggunaan internet lebih dominan dipengaruhi oleh dua faktor. Pengguna yang lebih banyak menggunakan internet untuk hubungan atau komunikasi interpersonal (misalnya. antara lain: karakteristik pribadi. di sisi lain.menyatu dengan. terkait dengan konteks interaksi sosial. Zhao (2006) menemukan bahwa ikatan atau hubungan sosial (social ties) para pengguna internet bergantung pada jenis aktivitas online yang dilakukan dan jumlah waktu yang dihabiskan untuk melakukan aktivitas tersebut. Tetapi. Ciri yang terakhir. Zhu dan He (2002) mengemukakan bahwa adopsi atau penerimaan internet di Hong Kong dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dalam hal penggunaan internet di sebuah negara misalnya. email dan chatting) cenderung memiliki lebih banyak ikatan sosial dibanding yang menggunakan internet untuk solitary activities seperti web surfing. misalnya. Berkaitan dengan pilihan untuk memandang perilaku penggunaan media dan juga dalam hal ini perilaku penggunaan internet. status sosial dan ekonomi. Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran dan selanjutnya penggunaan internet dalam suatu ma syarakat tidak terlepas dari dukungan-dukungan banyak faktor dalam perwujudannya. penggunaan media itu sendiri sering bersifat “ sociable” dan menjadi dasar bagi interaksi sosial lainnya.sebagai perilaku sosial maka perlu dilihat bagaimana penggunaan internet bila diletakkan dalam kerangka aktivitas dan hubungan sosial lainnya. bagaimana perilaku orang umumnya terikat dengan perilaku penggunaan media yang telah mereka pilih. Sementara itu. Contoh yang sering digunakan adalah bagaimana menonton film di bioskop menjadi aktivitas kolektif kelompok-kelompok pergaulan. yakni status sosial ekonomi dan pandangan diri terhadap internet. Sehingga penggunaan internet itu sendiri sesungguhnya tidaklah bersifat tunggal dan berdiri sendiri. dan pandangan pengguna atas kesesuaian diri dengan internet (perceived compatibility of the Internet). Kecenderungan tersebut tentunya bisa digunakan untuk menampik tudingan bahwa pengguna 38 . Kelima. aktivitas sore hari sebuah keluarga. setting sosial kultural.

kondisi positif yang digambarkan di atas akan lebih mudah disebarkan seiring dengan penyebaran internet dan peningkatan jumlah penggunanya di lebih banyak tempat di dunia. Wellman dkk (2003) misalnya mengungkapkan bagaimana internet telah mengubah dan mendorong dinamika dalam komunitas dan masyarakat. Selain itu.faktor sosial yang telah dimiliki sebelumnya. meskipun sifat penggunaanya bisa beragam dari satu negara ke negara lain. Terkait dengan konteks sosial penggunaan internet. Ketidaksetaraan pemanfaatan internet terjadi baik secara geografis-regional maupun secara hierarkis dalam kelas sosial. Namun. padahal sesungguhnya kesenjangan tersebut berada di 39 . Keadaan ini tentunya sejalan dengan harapan dan temuan beberapa pihak yang memandang potensi internet dalam memajukan kehidupan sosial politik. Tentunya.internet cenderung bersifat egois. sebuah keadaan yang mungkin turut mempengaruhi tingkat keterlibatan masyarakat (civic involvement). penggunaan internet bersifat menambahi atau melengkapi dan bukan menggantikan bentukbentuk komunikasi lain yang telah lebih dulu ada. Harapan ini diungkapkan banyak pihak karena penggunaan internet di seluruh dunia sebenarnya belum merata. Keadaan positif yang digambarkan Wellman dkk akan lebih banyak dibahas dalam subbab tentang penggunaan internet oleh masyarakat sipil. Kondisi ini seringkali diacu sebagai “digital divide” yang berarti adanya keterpisahan atau jarak secara digital karena belum meratanya adopsi internet di dunia. 2005: 144). dan asosial. dan baru dirasakan sebagian kecil masyarakat dunia. Hargittai (2004) berpendapat bahwa digital divide adalah istilah yang kurang tepat karena seolah-olah divide atau kesenjangan yang ada di dunia hanya bersifat digital. yakni berdasarkan pendapatan dan pendidikan (Hill dan Sen. Hal ini karena internet telah dipergunakan untuk berhubungan baik secara lokal maupun global. dengan sedikit ketidaksetujuan. terpusat di negara-negara maju. Wellman dkk juga menemui indikasi bahwa penggunaan internet telah mendorong perubahan dalam masyarakat di negara maju seiring dengan menguatnya jaringan perseorangan (networked individualism). Hal ini karena hubungan sosial pengguna internet tidak semata. individualis.mata dibentuk oleh aktivitasnya berinternet tetapi faktor.

Jumlah pengguna dan pelanggan internet yang terus meningkat kemungkinan berkaitan erat dengan pengetahuan dan kesadaran mereka akan keuntungan penggunaan internet. Kondisi pemanfaatan internet di seluruh dunia memang belumlah merata baik secara kuantitatif maupun kualitatif. 40 . dan kelompok ekonomi sosial bawah. rendahnya biaya yang perlu dikeluarkan untuk dapat mengakses internet. Kedua.banyak dimensi. dukungan sosial. keterampilan menggunakan komputer dan internet. apalagi bila dibandingkan dengan luasan manfaat yang didapat. Bucy (2000) terutama melihat masih adanya ketimpangan dalam akses terhadap internet terutama di kalangan single mothers. Terdapat empat keuntungan mendasar penggunaan internet: pertama. tapi sangat mungkin menciptakan diskriminasi antar lapisan masyarakat. seperti akses terhadap teknologi. Meskipun terdapat istilah yang berbeda-beda dalam membahas kesenjangan di atas tapi tak dapat disangkal bahwa memang terdapat kesenjangan pemanfaatan internet secara khusus dan teknologi informasi secara umum. serta keragaman penggunaan. dia juga mengingatkan bahwa kesenjangan tersebut tidak hanya bersifat sebagai pembeda antar berbagai lapisan masyarakat. kalangan lanjut usia. namun kecenderungan selama ini menunjukkan bahwa pengguna dan penggunaan internet di dunia tidak pernah berhenti meningkat jumlahnya. mampu melampaui batasan wilayah dan negara. Keadaan ini tentunya sangat disayangkan karena ketidaksetaraan (inequality) dalam akses terhadap internet berkemungkinan menghambat potensi perkembangan postif dalam suatu masyarakat atau komunitas. Ketiga. yakni bila suatu komunitas atau kelompok masyarakat memiliki akses internet yang memadai di tempat tinggal mereka maka hal itu akan saling mendukung dengan keterlibatan anggota komunitas t rsebut dalam aktivitas-aktivitas kemasyarakatan. tersedianya informasi dalam jumlah besar dan juga beragam di jutaan situs. Kondisi ini sangat mungkin terjadi. Terkait dengan ketidaksetaraan digital. sejalan dengan bagaimana luas dan banyaknya orang dan wilayah yang mungkin dihubungi lewat internet. e dan bahkan mendorong kepuasan menjadi anggota dalam komunitas tersebut. apalagi karena menurut Dutta-Bergman (2005a) akses suatu komunitas terhadap internet berhubungan erat dengan community participation dan community satisfaction.

Walaupun internet menjanjikan dan menyediakan akses tak terbatas pada banyak sekali informasi dan pengetahuan. terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penggunaan internet m emang membuka banyak kemungkinan dan peluang. bahkan bila dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.metode pencarian informasi yang terus dikembangkan. Kekurangan pertama inilah yang paling menjadi dinding penghalang antara masyarakat luas dan potensi kemanfaatan internet. Kelemahan yang kedua adalah validitas informasi yang tidak selalu dapat diandalkan. Karena internet memberi kebebasan yang amat luas bagi siapapun untuk memuat dan menuliskan ide apapun. Keempat.kesemuanya sebagian besar dapat diakses tanpa biaya. terutama bagi para pengguna pemula. Terdapat setidaknya lima “kekurangan” internet yang menghambat masyarakat memanfaatkan potensinya. tidak terdapat jaminan mutlak atas kebenaran informasi yang didapat. masih rendahnya ketersediaan akses internet dan fasilitas pendukung. Hal inilah yang terbaca ketika jumlah dan persentase pengguna internet belum seberapa bila dibandingkan dengan total penduduk Indonesia. Ancaman ini tentu dapat menghambat pemanfaatan internet untuk penguatan kapasitas masyarakat. tetapi angka penetrasi internet Indonesia masih rendah.pemerintah dapat melakukan pembatasan akses. Kelemahan ketiga adalah pembatasan akses. kecuali biaya koneksi internet itu sendiri. Hal ini karena proses menghasilkan dan menyajikan data serta informasi terpercaya membutuhkan sumber daya yang tidak 41 . internet menyediakan metode. sebuah ekses yang tak terelakkan dari karakter internet itu sendiri. Empat kemudahan di atas adalah alasan-alasan utama penggunaan internet. namun internet sebagai sebentuk teknologi media juga memiliki beberapa kekurangan. “Kekurangan” internet yang keempat adalah keterbatasan informasi. pada kenyataannya seperti yang terjadi di Singapura dan China. namun banyak juga informasi yang sesungguhnya tidak tersedia di internet. Meskipun jumlah pengguna dan pelanggan internet terus meningkat. Pertama. Meskipun internet selama ini selalu digembar-gemborkan sebagai media yang sangat bebas. Terutama bila penyedia jasa internet (ISP-internet service provider) di negara itu berada di bawah kendali dan pengawasan pemerintah.

PENGGUNA DAN PENGGUNAAN INTERNET DI INDONESIA Data pengguna dan penggunaan internet di Indonesia dapat dikatakan masih sangat terbatas. C.hambatan atau kelemahankelemahan yang disebut di atas. Dari data APJII terlihat bahwa secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa internet relatif baru dikenal oleh masyarakat Indonesia . namun penjelasan selengkapnya tentang pengguna dan penggunaan internet di Indonesia dapat ditemui dalam subbab berikut ini. Indikasi yang kuat adalah masih terbatasnya jumlah pelanggan internet. sehingga banyak organisasi atau lembaga tidak mampu mempublikasikannya. “kelemahan” terakhir dari internet adalah mayoritas informasi yang tersedia disajikan dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya.sedikit. baru berkisar dua juta pelanggan atau hingga dua puluh lima juta pengguna sampai dengan tahun 2007 (APJII). dan jumlah pengguna ataupun pelanggannnya belum terlalu banyak. apalagi bila dibandingkan dengan total jumlah penduduk Indonesia. tapi lebih berasal dari keterbatasan pengguna internet itu sendiri. Sebagai konsekuensinya. jika memerlukan suatu informasi bukan tidak mungkin kita harus memesan dan membayar untuk mendapatkannya. keadaan ini terutama karena tidak terdapat survei ataupun penelitian rutin mengenainya. Sebenarnya “kelemahan” ini tidak berasal semata dari karakter internet itu sendiri. Tetapi kendala melek bahasa asing tidak dipungkiri menjadi salah satu penghambat bagi banyak orang untuk mengoptimalkan potensi internet. Dari hambatan. Sementara itu. Informasi mengenai pengguna internet di Indonesia secara mendasar biasanya diperoleh dari data APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia). Perkiraan resmi dari APJII terhadap jumlah pelanggan dan pemakai internet selama ini dan perkiraan sampai akhir tahun 2007 adalah sesuai dengan tabel berikut ini: 42 . tidak sedikit yang masih dihadapi para pengguna internet di Indonesia.

534 11.Tahun 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Jumlah Pelanggan 31.1.000 667.000 25.900. data menunjukkan angka dua puluh juta pengguna. Sumber: APJII.000 1.000 20.000.000 400. Namun. Berdasarkan data APJII (Tabel 2.000 581. http://www.428 1.000 Tabel 2. terutama bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.226.000 384.500.000 4. 2001).000 75.000 4.200.087.php?lang=eng 43 . tetapi perkembangan internet di Indonesia terus menunjukkan perkembangan ya ng signifikan. pada tahun 2006.id/dokumentasi/statistik. pada tahun 1998 jumlah pengguna internet di Indonesia baru mencapai 512.000.706 1.143 16.000. Selanjutnya.000 8. Angka tersebut kemudian meningkat pesat dalam jangka waktu lima tahun dan mencapai delapan juta lebih pengguna di tahun 2003.500. Perkembangan Jumlah Pelanggan dan Pemakai Internet Indonesia (kumulatif) 17 Angka-angka di atas memang terlihat banyak namun sebenarnya tidak lebih dari sepuluh persen jumlah seluruh penduduk Indonesia. memang terdapat perbedaan antara persentase peningkatan jumlah pengguna dengan 17 Data s/d akhir 2007.000 512. Walaupun Indonesia dikatakan masih dalam tahap awal perkembangan pasar internet. Meskipun persentasenya masih rendah.000 pengguna.000 Jumlah Pengguna 110.000 134.002 865.apjii.000 256.080. setidaknya terlihat dari kecenderungan terus meningkatnya jumlah pelanggan maupun pengguna internet dari tahun ke tahun.1 di atas). Jumlah ini tampaknya akan terus bertambah seiring dengan pembangunan infrastruktur dan perkembangan teknologi informasi.000. namun peningkatan jumlah pelanggan internet saat ini menunjukkan bahwa peluang pasar internet di Indonesia cukup besar (Prayitno.000 1.000 2.000 1.700.or.000.

2007).1. penyebaran penggunaan internet melalui tempattempat umum seperti warnet juga menjadi salah satu alasan kenapa pertumbuhan jumlah pengguna internet di Indonesia jauh lebih cepat dibanding pertumbuhan jumlah pelanggan internet (Wahid. jumlah pengguna meningkat dengan tajam sementara jumlah pelanggan meningk at tidak jauh berbeda dari tahun ke tahun.pertambahan jumlah pelanggan (lihat Bagan 2. pelanggan internet adalah seseorang yang berlangganan akses internet dari ISP ( nternet service provider). Pada dasarnya. Hill dan Sen (2005) juga mencatat peran penting warnet sebagai ujung tombak penyebaran akses internet di banyak wilayah di Indonesia.1) yakni. Perbedaan jumlah peningkatan kedua kelompok di atas tidak terlepas dari masih rendahnya daya beli masyarakat Indonesia untuk berlangganan internet secara pribadi. dan bukan dari sambungan pribadi. Furuholt. Bagan 2. atau perpustakaan umum. sekolah. sementara pengguna internet i adalah orang yang semata menggunakan internet dan belum tentu seorang pelanggan atau menggunakan internet secara berlangganan. Kecenderungan yang tergambar di atas tampaknya terjadi karena sebagian besar pengguna internet di Indonesia mengakses dari warnet. kantor. Selain itu. Peningkatan Jumlah Pelanggan dan Pengguna Internet di Indonesia 44 . dan Kristiansen.

2 September 2008). (2) menyediakan banyak dan beragam informasi. khususnya internet. (3) bersifat interaktif sehingga pengguna dapat memilih isi yang diinginkan. Pemahaman di atas juga penting dimiliki pemerintah dan pihak swasta agar mereka turut berkomitmen mendorong pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan untuk lebih menyebarluaskan akses internet. walau ponsel turut meningkatkan angka trafik internet namun peningkatan yang lebih pesat sebenarnya didorong oleh penggunaan internet di kantor-kantor. Sumarlin. Salah satu faktor tersebut adalah peningkatan akses internet via telepon seluler atau ponsel. internet menawarkan keuntungan lebih pada penggunanya karena memiliki karakter: (1) dapat diakses kapan saja. adalah akses yang murah dan cepat. institusi pemerintahan. dan (4) cepat menyediakan informasi terbaru. Ada beberapa faktor yang dapat turut mendorong pertumbuhan dan perkembangan penggunaan internet di Indonesia. Oleh karena itu. terutama pengguna di tingkat masyarakat daerah. Fenomena ini diakui oleh Sylvia W. 45 . sehingga mereka bisa ikut menikmati perkembangan teknologi informasi. serta untuk kegiatan bisnis. namun dia juga mengingatkan bahwa akses Internet melalui media seperti ponsel belum dimanfaatkan secara merata karena umumnya penggunaan perangkat bergerak seperti ponsel hanya bisa diakses oleh pengguna yang tinggal di kota-kota besar (Bisnis Indonesia. Faktor tersebut menjadi penting karena semakin umumnya kepemilikan ponsel di masyarakat Indonesia dan bermunculannya banyak penawaran layanan berlangganan Internet murah dari operator telekomunikasi seluler telah mendorong kenaikan trafik internet di Indonesia. dengan tidak hanya bergantung pada apa yang disediakan pemilik dan organisasi media (konvensional).Peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia kemungkinan berhubungan dengan pemahaman masyarakat akan karakteristik-karakteristik internet sebagai sebuah media yang berbeda dari media yang lain. Hal ini karena harapan yang utama dari pengguna internet Indonesia. Jadi. Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Seperti yang diungkapkan Fortunato (2005: 31).

Tidak dapat dipungkiri bahwa walau Internet di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. dapat dikatakan bahwa tidak banyak penelitian yang mampu menangkap hal tersebut secara utuh. kota-kota industri di luar Jawa seperti Medan dan Balikpapan. terutama Jakarta (Hill dan Sen. Terkait profil pengguna dan pola penggunaan internet di Indonesia. Salah satu penelitian tentang penggunaan internet di tingkat individual di Indonesia misalnya adalah yang dilakukan Andarwati dan Sankarto (2005) terhadap para peneliti Balitbang Pertanian di Bogor. Bila bukan karena banyaknya warnet. Faktor-faktor penghambat lainnya adalah masih minim dan belum meratanya infrastruktur teknologi pendukung internet. terutama dari segi jumlah penggunanya. Kondisi itu tampak dari pembacaan data APJII yang menunjukkan bagaimana meskipun penggunaan internet menyebar relatif cepat tetapi sebagian besar warung internet (warnet) atau kafe internet masih sangat terpusat di kota-kota besar berpenduduk padat di Pulau Jawa. 2005: 62-64). namun sesungguhnya Indonesia juga mengalami kesenjangan dan ketidaksetaraan dalam penyediaan dan penyebaran akses terhadap internet. atau di pulau-pulau tujuan wisata seperti Bali dan Lombok. masih banyak orang yang terhambat untuk menggunakan internet. yang menemukan bahwa tingkat pendidikan dan jenjang fungsional peneliti berhubungan lurus dengan tingkat 46 . Selain itu. Ketimpangan akses internet dalam dimensi geografis tampaknya berkaitan dengan keterpusatan sumber daya keuangan dan infrastruktur di Pulau Jawa. juga karena masih rendahnya penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa utama pengoperasian komputer dan internet. mekanisme dan skema pembangunan yang mendorong pemanfaatan internet dalam berbagai kegiatan layanan publik dan bisnis perlu didukung oleh semua pihak.untuk mendorong penyebaran akses internet (dan juga menegakkan prinsip transparansi informasi). serta masih rendahnya tingkat kepemilikan ataupun penggunaan komputer dan saluran telepon (sebagai sarana dasar akses internet). Tidak dapat disanggah bahwa keberadaan tempat-tempat seperti warnet menawarkan peluang bagi mayoritas masyarakat di negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk berkomunikasi dan memperoleh akses terhadap informasi lewat internet.

2007). yakni komunikatif (e-mail dan chatting). Furuholt. Dari ketiga kelompok pengguna internet dengan masing. dan Kristiansen (2007) yang didasarkan pada survei terhadap pengguna warnet di kota Yogyakarta. Para pelanggan warnet dalam penelitian Wahid.intesitas penggunaan internet mereka. Penelitian Wahid. Menurut ketiga peneliti tersebut terdapat kecenderungan bahwa semakin tinggi pendidikan. dan Kristiansen memang berfokus pada penggunaan internet di atau melalui warnet. berpendidikan. dan Kristiansen. Selain itu. terdapat beberapa perbedaan. kemampuan pribadi yang lebih baik. mereka pada dasarnya menggunakan internet untuk tiga jenis tujuan. Temuan di atas memberi harapan bahwa penggunaan internet untuk kemanfaatan sosial bisa didorong seiring dengan peningkatan “jam terbang” dan kesempatan mengakses internet. membaca berita). chatting. kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan internet ternyata juga dapat dipergunakan untuk menebar kebencian dan menyebarluaskan 47 . dan memiliki tingkat kapabilitas pribadi serta kemampuan finansial yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan pengguna yang menggunakan internet untuk tujuan rekreasional (Wahid. Pengguna yang umumnya datang untuk tujuan instrumental dan komunikatif biasanya lebih berumur. Berkebalikan dengan apa yang dielu-elukan sebagai dampak positifnya. Furuholt. dan kemampuan ekonomi seorang pengguna internet maka semakin serius pula tujuan mereka menggunakan internet. Sebagaimana yang dipaparkan Hill dan Sen. instrumental (mencari informasi. dan pencarian informasi sebagai aktivitas terpopuler mereka.masing tujuannya. internet juga memungkinkan ekses negatif seperti yang tampak dalam penggunaan internet dalam kasus konflik Timor-timor serta konflik di Ambon. dan lebih banyak pengalaman berinternet cenderung akan menggunakan internet untuk tujuan-tujuan lebih serius dibandingkan pengguna lainnya. dan rekreasional (gaming. Salah satu alasan mereka adalah karena dua pertiga pengguna internet di Indonesia memperoleh akses ke internet dari warnet atau kafe internet. Furuholt. dan Kristiansen (2007) menyebut e-mail. download lagu dan gambar). Mereka menemukan bahwa pengguna internet di Indonesia yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi. Hal ini cukup sejalan dengan kajian Wahid. usia. Furuholt.

2002). bahkan membangun suatu imagined communities terkait kasus tersebut. Tidak jauh berbeda dengan yang terjadi dalam kasus Maluku. Aktivitas-aktivitas non-profit tersebut di antaranya adalah 48 . dengan membuka peluang interaksi antara berbagai pihak yang sebelumnya tidak terhubung. bentukbentuk tindakan yang sulit dilakukan melalui media massa konvensional.hari. Bräuchler (2003) melihat secara lebih obyektif bagaimana internet menyediakan cara dan wadah bagi pihak-pihak yang berseteru untuk saling mengungkapkan pandangan-pandangan mereka. D. Hal ini terutama dilakukan dengan mengangkat isu kemerdekaan mereka ke tingkatan internasional dan menghubungkan para pendukung mereka yang tersebar di banyak belahan dunia (Hill. termasuk untuk tujuan-tujuan bersifat non-komersial. internet dipergunakan oleh aktor-aktor dalam gerakan dan kelompok-kelompok lokal untuk memperjuangkan kepentingan mereka masing. dan digunakan untuk berbaga i tujuan. Hal ini tentunya kontraproduktif dengan apa yang selama ini didengungkan sebagai pengaruh positif dari internet. dalam kasus gerakan kemerdekaan Timor Timur. Tentunya kedua contoh “negatif” di atas merupakan bentuk lain penggunaan internet oleh masyarakat. Cara kedua. PENGGUNAAN INTERNET OLEH MASYARAKAT SIPIL Di banyak bagian dunia. atau golongan minoritas untuk menyuarakan aspirasi mereka. Penggunaan internet untuk tujuan-tujua n sosial politis lainnya. khususnya yang dilakukan oleh masyarakat sipil dan gerakan sosial akan dijelaskan secara lebih mendalam dalam subbab berikut ini. internet sudah menjadi kebutuhan dan kebiasaan sehari. juga untuk mengkonstruksi identitas dan komunitas dalam rangka mempengaruhi konflik itu sendiri. sesuatu yang mungkin sulit dilakukan sebelum kehadiran internet.sakit hati dan amarah. Pemanfatan internet dalam situasi konflik dilakukan dengan dua cara utama: pertama. dengan mengangkat kasus yang terjadi di tingkatan lokal tersebut ke level nasional dan juga global. Dalam kasus konflik di Maluku.masing. kelompok.

dan lingkungan (Munggoro. Sebelum kemunculan dan penyebaran internet. sosial. sesuai dengan keadaan sosial. gerakan sosial.membangun komunitas sosial dan menjalankan program-program sosial untuk masyarakat. Kedua sektor lain tersebut memiliki tujuan dan polah gerak masing-masing yang ingin “dijaga” oleh sektor ketiga agar tidak melangkahi dan merugikan kepentingan masyarakat umum. terutama penggunaannya oleh kalangan masyarakat sipil (civil society). Namun dalam subbab ini pembahasan tentang masyarakat sipil lebih mengacu pada aneka kelompok-kelompok dalam masyarakat yang bukan pemerintah. dan kebudayaan tempat dirinya tumbuh dan berkembang. politk. Untuk memahami bagaimana aktivis lingkungan di Indonesia menggunakan internet dan memaknai tindakan mereka maka dalam subbab ini akan dibahas bagaimana internet telah dimanfaatkan oleh sektor ketiga 18 (masyarakat sipil. Penggunaan internet oleh masyarakat sipil dapat mengambil banyak bentuk dan memiliki banyak tujuan. yakni sektor pemerintahan dan sektor bisnis/komersial. terutama dalam hal membangun jaringan dengan 18 Orang-orang yang bergerak di ranah ini sering disebut sebagai sektor ketiga karena secara tegas membedakan diri mereka dari dua sektor lainnya. Namun. Masyarakat sipil itu sendiri memiliki sejarah panjang dan beragam bentuk eksistensi. aktivisme sosial) dalam beberapa kasus di sejumlah negara lain. perlu dipahami dahulu apa yang dimaksud dengan masyarakat sipil. Batasan yang longgar tentang masyarakat sipil dalam penelitian ini memang diambil untuk memungkinkan tertangkapnya gambaran beragam bentuk pemanfaatan internet oleh masyarakat sipil. bukan perusahaan. terutama berkaitan dengan kepentingan masyarakat umum yang terabaikan. tetapi proliferasi internet ke hampir seluruh bagian dunia telah memberikan pengaruh positif bagi masyarakat sipil. tidak bertujuan mencari keuntungan. sehingga terbangun ekulibrium dalam tiga jalur pembangunan: ekonomi. namun dalam mayoritas literatur ditemukan lebih banyak pembahasan mengenai penggunaan internet untuk kepentingan sosial di tingkatan yang lebih luas. masyarakat sipil telah terbiasa menggunakan beragam bentuk media serta alat komunikasi. Meskipun kegiatan-kegiatan non-profit tersebut dapat dilakukan secara sendiri-sendiri atau di tingkat perseorangan. 49 . 2007: 27). dan berjuang untuk beragam alasan. sesuai dengan banyaknya kemudahan yang ditawarkan internet.

aman. yakni penggunaan beragam fasilitas teknologi komunikasi –seperti e-mail dan website.ide politis mereka ke hadapan publik. cepat. masyarakat sipil. yakni ebih murah. Cyberactivism: Online Activism in Theory and Practice. 50 .oleh berbagai jenis aktivisme untuk mendorong komunikasi yang lebih cepat dari gerakan sosial ataupun anggota masyarakat dalam usaha menyebarkan pesan ke khalayak luas. 19 Semangat kesetaraan atau spirit of equality memang sejak awal digulirkan sebagai sesuatu yang inheren dalam sifat alamiah internet. dan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Michael D. Namun. misalnya untuk kegiatan facilitative. 2007). seperti yang disebut Sandor Vegh (dalam Werbin. 2005). persuasive. menerapkan aktivisme media. melakukan sosialisasi. dan mampu melampaui l batas-batas geografis dan spasial. Sehingga pada saat ini aktivisme sosial secara umum telah memposisikan internet sebagai salah satu alat utama untuk berkomunikasi. 2005) saat memanfaatkan internet untuk mengkoordinasi aksi. New York: Routledge. tidak d apat dipungkiri bahwa isu kesetaraan ini sesungguhnya bersifat semu karena masih kentalnya digital divide yang memisahkan negara atau wilayah yang sudah memiliki infrastruktur dan fasilitas untuk mengakses internet dengan daerahdaerah yang belum seberuntung itu. untuk mencapai beragam bentuk tujuan. (Eds). serta menampilkan ide. dan power (O’Brien. Peneliti tidak berhasil mendapat akses langsung ke buku tersebut. Aktivitas ini dalam beberapa kesempatan la in juga sering disebut sebagai internet activism (Emerson. dan mobilisasi. organization/mobilization. Misalnya. 1999). internet juga berguna untuk mendukung aktivitas organisasi dan edukasi kepada publik dan gerakan sosial itu sendiri (Wall. 2003. serta action/reaction. Selain itu. re-educative.) dan Sandor Vegh merupakan salah satu kontributor buku tersebut. Selain itu. yang dilakukan oleh aktivis gerakan antikorporasi global (Juris. membangun jaringan. Pada dasarnya. internet dimanfaatkan aktivis. Internet dipilih oleh gerakan sosial atau masyarakat sipil karena secara umum dinilai lebih menguntungkan. ataupun gerakan sosial untuk berkomunikasi dan membangun jaringan. yakni awareness/advocacy. efisien.berbagai kelompok masyarakat sipil di belahan bumi lainnya. Martha & Ayers. internet dinilai turut memperkuat semangat kesetaraan (equality) 19 yang umumnya dijunjung tinggi para aktivis. 2005)20 sebagai tiga kategori taktik para cyberactivists. 20 Werbin melakukan ulasan terhadap buku “Cyberactivism” (McCaughey.

serta menantang posisi-posisi resmi dan profesional atas isu.forum online. Sejumlah wacana yang menjelaskan alasan di balik penggunaan internet oleh masyarakat sipil disajikan dalam bagian berikut ini. penyebaran dan pembagian informasi. dan mencari informasi (Johnson dan Kaye. atau penayangan video serta film dokumenter melalui forum. Penggunaan internet oleh masyarakat sipil sepertinya tidak lepas dari karakter-karakter internal teknologis dari internet yang mampu mendorong perluasan dan pendalaman proses demokrasi. Selain itu. (c) (kebebasan berupa) minimnya pengaruh dan kendali pemerintah serta kesulitan yang timbul akibat batas-batas negara. 2005) atau mungkin cara yang lebih sulit seperti hacking ke situs-situs “musuh” (Kahn dan Kellner. bertukar ide dan juga sumber daya. Karakter-karakter tersebut Flew (2005: 187) rangkum dari sejumlah penulis untuk me mperlihatkan bagaimana internet mampu memberikan (a) jangkauan luas untuk komunikasi horizontal (peer to peer). penggunaan internet oleh aktivis masyarakat sipil dilatarbelakangi oleh berbagai motivasi. 2004).isu tersebut. petisi online. Beberapa gerakan juga melakukan kolaborasi digital dengan menciptakan open editing software yang memungkinkan pengorganisasian dan pengkordinasian aksi. dan (e) potensi untuk berkomunikasi 51 .Penggunaan internet oleh masyarakat sipil untuk menjalankan advocacy. community building. volunteering. Mulai dari e-mail dan mailing list (Wall. dan memeriksa setiap informasi dari begitu banyak sumber-sumber global. lobbying. 2002) dapat mengambil beragam bentuk dan cara. dan produksi dokumen untuk publik (Juris. 2007). organizing hingga fundraising (Spencer. mendekati kenyamanan. terutama bila dibandingkan dengan media konvensional berbasis teritorial. membagi. Untuk berpartisipasi secara politis aktivis bisa memilih cara-cara yang bisa dilakukan setiap orang seperti blogging (Kerbel dan Bloom. 2005). dan bukan hanya komunikasi vertikal (top to bottom). (b) kapasitas bagi pengguna untuk mengakses. 2003). Tindakan-tindakan di atas pada dasarnya membuka peluang bagi para aktivis untuk berbagi. hingga cara yang sudah lebih inovatif seperti banner. memenuhi social utility. web pages dan weblog. antara lain untuk mencari guidance. (d) kapasitas untuk menyebarkan dan memperdebatkan isu-isu terbaru.

2005: 62) melihat bahwa potensi demokratis computer-mediated communication (CMC) yang begitu diagung-agungkan para pendukungnya. tanpa disaring dan dibentuk lebih dahulu oleh politisi. Rheingold (1994. kesediaan para anggota untuk terlibat dalam aktivitas saling berbagi atau collectivist gift economy. Keempat karakter itu saja sudah cukup untuk memotivasi aktivis sosial untuk lebih jauh lagi memanfaatkan internet. spin doctor. Kedua.misalnya. Rheingold berpendapat bahwa nilai penting jaringan new media tersebut bagi anggotanya berakar dari empat hal (dalam Flew. dan tidak hanya untuk pemuasan kebutuhan pribadi. 52 . termasuk di dalamnya internet. terletak pada sifat desentralisasi jaringan komunikasi ini yang memungkinkan kebangkitan sense of community-building dan partisipasi warga dalam kehidupan publik. 2005: 64). Potensipotensi demokratis CMC. Terkait dengan WELL -sebuah komunitas virtual. Pertama. lahir dari tiga atribut CMC yang saling berkaitan. keragaman kepribadian dan kecerdasan (personal and intellectual diversity). termasuk aktivis sosial. Keempat.secara “murni”. cakupan ruang yang memungkinkan “tempat” tersebut menjadi “ensiklopedi hidup” berisikan bermacam pengetahuan. tersedianya banyak kesempatan untuk “nongkrong” dan bebas membangun hubungan pertemanan. yakni “ building of social networking and social capital. the the sharing of knowledge and information. dalam Flew. Ketiga. apakah yang sementara dan hanya di permukaan ataukah yang lebih tahan lama dan mendalam. ataupun media yang telah mapan. Prasyarat tersebut tentunya perlu dicatat bila Indonesia ingin mendorong penggunaan internet menuju pemanfaatan secara positif dan bernilai guna secara sosial. Rheingold juga menekankan pentingnya elemen social choice dan political activism untuk mendukung pencapaian potensi demokratis tersebut. “used intelligently and deliberately by an informed population”. Selain dari keempat karakter di atas. Kedua elemen di atas secara implisit mensyaratkan internet digunakan secara cerdas dan penuh kesadaran oleh masyarakat yang terdidik. the enabling of new modes to participate democratically in public life”. Keempat faktor tersebut tentu perlu diperhatikan bila aktivis atau lembaga masyarakat sipil ingin mengelola komunitas online yang dinamis dan hidup.

dalam kasus gerakan sosial pasca 11 September di Amerika Serikat. tiga diantaranya adalah: pertama.individu yang lebih berkemungkinan untuk bergabung dalam komunitas nyata atau offline-nya. dengan cara-cara yang tidak mungkin disampaikan melalui media massa konvensional. baik untuk membaca pemikiran orang lain ataupun menuliskan pemikirannya sendiri. 53 . Secara riil. dalam konteks penggunaan internet yang sedikit berbeda. Dutta-Bergman (2006) menemukan bahwa individu yang bergabung dalam komunitas online. 2006). Dalam konteks ini. Sementara itu. Kedua. decentralized. Yang dan Calhoun (2008) menunjukkan bagaimana situasi yang terjadi di Republik Rakyat China sejak tahun 1989 justru menunjukkan tren pergeseran dari “large-scale. terbukanya kemungkinan bertemu dengan orang-orang dengan ketertarikan yang sama. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar alasan keterlibatan orang dalam komunitas online tampaknya berhubungan dengan ketidakpuasan mereka atas batasan-batasan yang terdapat di komunitas “nyata”. karena internet memberikan kemampuan untuk menyebarkan gagasan-gagasan baru dalam kelompok orang-orang dengan pemikiran sejenis. karena tersedianya kebebasan bagi orang-orang yang merasa terpinggirkan atau tersudutkan oleh masyarakat untuk mengungkapkan pandangan dan pendapat berbeda. as an infrastructural tool that gets used by actively engaged individuals” (Dutta-Berman. Dan juga sebaliknya. Temuan ini mendukung pendapat Dutta-Berman (2005b) sebelumnya yang memandang bahwa “ community participation will be positively related to community-based Internet use”. 2005: 69) memandang bahwa terdapat sejumlah alasan mengapa orang menggunakan internet untuk berpartisipasi dalam online discussion groups. orangorang yang berpartisipasi dalam komunitas offline juga memanfaatkan internet sebagai alat untuk mendukung keterlibatan dalam komunitas (community participation). terkait penggunaan media dalam perubahan sosial. dapat dilihat apa yang berlangsung ketika “Technology serves as a facilitator.Sementara itu. Shenton dan McNeeley (dalam Flew. adalah individu. Alasan ketiga. locationbased but largely spontaneous protests” menuju ke “individualized. concentrated. tanpa peduli betapa anehnya kesenangan mereka itu.

meskipun internet membuka dan menyediakan begitu banyak peluang berkomunikasi dan memperoleh informasi tapi terdapat pula batasan-batasan yang akan dihadapi masyarakat sipil bila ingin mengoptimalkan potensi internet. dan tak kurang. tetapi secara mendasar temuan mereka dapat diaplikasikan untuk menilai bagaimana penggunaan internet untuk kegunaan lain dan dalam setting yang berbeda. terkait isu kebebasan dan pengendalian oleh setiap pribadi ( ersonal p control). bahkan tingkat melek huruf. tapi malah memperluas ruang perlawanan. serta kesempatan untuk berpendapat secara bebas.hambatan (constraints) dalam penggunaannya.and legitimately organized forms of social activism”. dalam Flew. internet memungkinkan akses tak terbatas ke banyak dan beragam sumber. Ryder dan Wilson (1995. arena itu kemudian menjadi ladang pertarungan baru antara penguasa dan aktor sosial. penguasaan bahasa asing.mimpi indah akan apa yang dapat diwujudkan melalui penggunaan internet. Walaupun penjelasan Ryder dan Wilson banyak berakar pada penelitian mereka terkait “virtual learning”. Dalam kajiannya terhadap pengelola website lembaga. Dengan kata lain. Pada keadaaan seperti itulah dikatakan bahwa teknologi baru mendorong perubahan dengan cara “mengganggu” dan mentransformasi ruang perlawanan politik. Misalnya. terbatasi pula oleh akses orang terhadap teknologi internet itu sendiri. Contoh lain hambatan dalam penggunaan internet oleh masyarakat sipil justru datang dari dalam masyarakat sipil itu sendiri. 2005: 7) berusaha bersikap lebih imbang dengan menunjukkan bagaimana internet menawarkan kemungkinan-kemungkinan atau kemampuan-kemampuan ( affordances) bagi penggunanya. di sisi lain pada prakteknya di lapangan. Kenix (2008) justru menemukan bahwa lembaga. namun sekaligus juga menghadirkan hambatan. Bentuk-bentuk aktivisme baru tersebut tidak menggantikan bentuk-bentuk konvensional dalam berunjuk rasa. Pemikiran-pemikiran tentang penggunaan internet seringkali terlena pada mimpi. Namun.lembaga non-profit di Amerika Serikat. kemungkinan-kemungkinan yang disebut di atas dihambat atau dibatasi oleh tingkat melek teknologi.lembaga tersebut tidak meyakini bahwa internet 54 . Hal ini karena setiap kali muncul teknologi media atau komunikasi baru.

bila masyarakat yang sudah mampu mengakses internet belum memanfaatkannya untuk berpartisipasi aktif dan secara politis. yakni meski pengguna internet di Slovenia percaya pada potensi demokratis dari internet tetapi para pengguna internet berat (heavy-users) jarang berpartisipasi aktif secara online. Ini misalnya terjadi di Slovenia (Oblak.mata agar program tersebut terkesan canggih dan accessible. 55 . Mereka secara paradoks justru melihat bahwa kekuatan internet terletak pada kemampuannya menyediakan kredibilitas instan. belum lagi karena partisipasi individu di dalam komunitas online secara umum belum sejelas dan seketat dalam komunitas offline. 2008). anggota masyarakat yang tidak terhubung atau memiliki akses terhadap internet tentunya akan sulit tersentuh oleh kampanye-kampanye online. Oblak (2003) mengingatkan bahwa walaupun computer-mediated communication adalah langkah yang bagus untuk menyebarkan dan menguatkan partisipasi dalam proses politik. Secara mendasar. target. terutama bila internet belum dapat diakses secara merata. 2003). kampanye atau program-program sosial yang dijalankan online akan bekerja lebih optimal bila disesuaikan dengan strategi.mampu menawarkan kekuatan demokratis. Karena ada begitu banyak hambatan pemanfaatan internet secara lebih luas. Apa yang dipaparkan Kenix di atas bisa menunjukkan bagaimana meskipun penggunaan internet oleh aktivis dan masyarakat sipil telah meluas tetapi belum tentu kemanfaatannya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas. dan sumber daya program itu sendiri. dan tidak semata. Hal ini karena komunitas di internet masih lemah dalam hal sumber daya dan kapasitasnya. Namun persepsi ini bisa jadi karena orang-orang yang membuat keputusan komunikasi seringkali terbebani dengan pekerjaan-pekerjaan teknis dan bukan dalam peran-peran strategis (Kenix. Kenyataannya di lapangan. Karena itulah. solusi persoalan partisipasi politik bukan terletak pada teknologi itu sendiri tetapi pada bagaimana teknologi tersebut digunakan. Ini misalnya tampak dari bagaimana mereka mengirimkan pesan pada publik tanpa mempertimbangkan umpan balik ataupun stratagi komunikasi yang sesuai. Lim dkk (2008) juga menyarankan agar gerakan sosial online juga dipadukan dengan yang offline. tujuan. Belum lagi.

2003). Mempertimbangkan paparan panjang di atas mengenai berbagai sisi dalam penggunaan internet oleh masyarakat sipil. serta bagaimana partisipasi online merupakan salah satu bentuk perpanjangan dari partisipasi offline (Jensen dkk. tentang penggunaan internet untuk meningkatkan penjualan. termasuk masyarakat sipil. 56 . misalnya bahwa: keterlibatan individu dengan internet memiliki hub ungan positif dengan civic and political participation individu tersebut (Weber dkk. ataupun e-commerce. 2005). Pertanyaannya sekarang adalah. dapat dikatakan bahwa potensi positif dalam internet dapat sepenuhnya dimanfaatkan oleh siapapun. 2005). tetap masih banyak pihak yang mempercayai potensi positif dalam internet. Dua peneliti yang banyak membahas penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia adalah Merlyna Lim dan Yanuar Nugroho. Meskipun demikian. Bilapun ada. masih sedikit sekali yang mengkaji penggunaan internet oleh masyarakat sipil ataupun aktivis di Indonesia. sejauh mana masyarakat sipil di Indonesia mampu memanfaatkannya? E. beriklan. 2007). PENGGUNAAN INTERNET OLEH MASYARAKAT SIPIL DI INDONESIA Riset-riset tentang penggunaan internet (nternet use) di Indonesia belum i banyak dilakukan dan dipublikasikan. Misalnya. bila tidak dimanfatkan dengan tepat dan efektif. kajian mengenai penggunaan internet dalam konteks non-komersial masih sulit ditemukan. potensi tersebut akan terabaikan. Namun tentu saja. Namun secara umum. Salah satu dari sedikit itu misalnya tentang penggunaan internet oleh peneliti Litbang Pertanian di Bogor (Andarwati & Sankarto. Tetapi. penggunaan internet juga mengalami tantangan dan hambatan.Seperti halnya kemunculan teknologi lain. umumnya lebih banyak melihat penggunaan internet dari sudut bisnis dan ekonomi. media online melengkapi peran media tradisional dalam mendorong diskusi politik dan civic messaging masyarakat (Shah dkk.

NGO. dan keberadaan internet itu sendiri banyak bergantung pada siapa pengguna dominan internet (2006).Kajian-kajian Merlyna Lim lebih berfokus pada penggunaan internet oleh masyarakat sipil di tingkatan umum. implementasi. Dari penelitiannya. dengan berfokus pada lembaga yang bergerak di bidang pembangunan sektor pedesaan (rural reform). Kajian yang lebih empiris dan up to date terhadap penggunaan internet oleh masyarakat sipil Indonesia telah dilakukan oleh Yanuar Nugroho. Paparan Merlyna Lim sesungguhnya cukup sejalan dengan temuan Hill dan Sen (2005) tentang sejauh mana akses terhadap internet yang dimiliki mahasiswa. yang kemudian ikut menjadi salah satu faktor pendorong aksi masyarakat di tahun 1998. Lim juga menunjukkan bagaimana dalam konteks Indonesia internet tidak berdiri sendiri namun berkembang dengan tetap berakar pada budaya dan tradisi sosial khas Indonesia yang menekankan pentingnya jaringan dan komunitas. Dengan memanfatkan teori difusi inovasi dari Everett Rogers sebagai salah satu kerangka berpikir. dan penyesuaian (appropriation) internet yang dilakukan oleh 268 NGO di Indonesia. sebuah pilihan tindakan yang selanjutnya membuka ruang dan peluang bagi publik untuk mengubah pesan-pesan elektronik tersebut menjadi tindakan politis. Nugroho melakukan penelitian kualitatif dan kuantitatif selama tiga tahun terhadap lembaga-lembaga swadaya masyarakat tersebut. Meskipun penggambaran Lim cukup antusias namun dia juga mengingatkan bahwa internet tidaklah serta-merta menjadi sebuah tempat yang demokratis.informasi “rahasia” yang kemudian disebarkan secara manual. Lim (2003) melihat bagaimana penggunaan internet. Lim juga menunjukkan bagaimana dunia maya “disambungkan” dengan dunia nyata lewat internet. selama sekitar tahun 1997-1998 menjadi salah satu alat diseminasi informasi seputar kekayaan Soeharto. Hal ini dilakukan Nugroho dengan meneliti adopsi. dan kelas menengah perkotaan Indonesia mampu digunakan untuk membangun oposisi melawan pemerintahan Soeharto saat itu. Nugroho (2007) menemukan lima area strategis penggunaan internet oleh NGO di 57 . terutama melalui e-mail dan mailing list. terutama dalam konteks selama masa reformasi dan setelahnya. Tulisan lain dari Lim (2002: 392) menggambarkan bagaimana warnet menjadi tempat penting berkumpulnya informasi.

riset dan publikasi. i ternet dipandang Eng (1998) memiliki efek n kuat bagi para demonstran di tahun 1998. dan untuk memahami bagaimana medium tersebut dapat digunakan untuk melawan sebuah rezim otoritarian. Literatur menunjukkan bahwa masih sedikit yang mengkaji penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia. serta munculnya para tokoh politik dan jurnalis yang selama ini dikekang oleh pemerintahan Suharto. Yanuar Nugroho melakukan penelitian yang lebih empiris dengan memfokuskan kajian pada LSM atau NGO. yakni terkait dengan jatuhnya Soeharto. Fenomena lain yang terjadi adalah tersebarnya pikiran-pikiran kritis ke tingkatan nasional. Sementara itu. bahkan hingga tingkat global. pemberdayaan dan pembangunan. Ruang kebebasan yang pada waktu itu disediakan internet telah memungkinkan orang Indonesia untuk mendiskusikan topik-topik yang dianggap tabu seperti korupsi dalam militer dan kerajaan bisnis anak cucu Suharto. yakni kolaborasi.Indonesia. serta advokasi dan pengawasan. mobilisasi. juga membuka peluang saling terhubungnya para penentang pemerintahan. Pada tulisannya yang lain Nugroho (2008) juga menunjukkan bagaimana adopsi internet oleh organisasi masyarakat sipil yang bekerja di sektor pedesaan membantu mereka membangun jaringan. sehingga temuan Nugroho memberikan banyak masukan mengenai penggunaan internet di level institusional masyarakat sipil. para demonstran. lebih berfokus pada penggunaan internet di tingkat masyarakat sipil secara luas dan dalam konteks politik. Keragaman level penelusuran tersebut justru memperkaya khazanah kajian penggunaan internet oleh masyarakat sipil Indonesia. Kajian Hill dan Sen serta Lim misalnya. Riset yang dilakukan Hill dan Sen (2005: 1) sejak awal digerakkan oleh kebutuhan untuk mencari tahu potensi demokratis dari internet dan teknologiteknologi terkait. Hal ini tampaknya berhubungan dengan konteks saat itu. Winters (2002) juga melihat bagaimana pertemuan antara tradisi perjuangan gerakan pemuda dengan tingginya penetrasi internet pada golongan muda saat itu telah menyediakan “adonan” yang dibutuhkan untuk menegakkan gerakan reformis yang terkoordinasi dan berkesinambungan. dan mendorong mereka untuk bekerja lebih baik. Tidak terlalu jauh berbeda. terutama semasa dan pasca reformasi 1998. dan kemudian selanjutnya. yakni diberangusnya surat 58 .

stasiun radio. Hal ini sepertinya berhubungan dengan banyaknya organisasi HAM yang melihat internet sebagai alat yang dapat mendukung kerja mereka. Beberapa LSM seperti Walhi.macam informasi yang untuk masa itu takkan pernah mungkin muncul di media massa. perlahan jumlah situs penyedia informasi HAM terus meningkat. Sehingga dapat dikatakan bahwa dinamika yang terjalin antara masyarakat sipil di Indonesia dan penggunaan internet bukanlah fenomena baru. terutama secara ilmiah. Pembacaan Eng di awal fenomena tersebut juga melihat bahwa konteks di atas sejalan dengan apa yang disampaikan John MacDougall. Pertemuan kedua elemen itu barangkali menjadi salah satu alasan mengapa saat itu cukup banyak informasi tentang Indonesia yang beredar di dunia maya. penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia telah berlangsung sejak kebangkitan internet itu sendiri di Indonesia yang berakar pada “masyarakat sipil akademis” yakni ilmuwan dan penggiat teknologi informasi pada saat itu. Misalnya. Selain keterkaitan dengan gerakan pada masa reformasi. terutama kaum cendekiawan dan mahasiswa. serta televisi dari menyuarakan kebenaran. YLBHI. Namun. yang terjadi pada waktu yang “tepat”. masih sangat sedikit situs yang menyediakan informasi mengenai isu. salah satu mailing list yang paling berpengaruh saat itu dalam hal berita Indonesia. Sedikit berbeda dengan batasan penelitian Hill dan Sen (2005) tentang internet dalam konteks politis 59 . Kondisi kebebasan informasi saat itu secara “kebetulan’ bertemu dengan perkembangan internet yang mulai memasuki kehidupan publik.isu HAM di Indonesia dan yang disajikan dalam Bahasa Indonesia.lembaga swadaya masyarakat (LSM) di seluruh Indonesia yang memiliki akses ke internet (Sahude. Secara mendasar. Saat itu. bagaimana internet mulai digunakan oleh aktivis HAM Indonesia pada pertengahan tahun sembilan puluhan. dan INFID membangun sebuah jaringan tertutup sebagai sarana pertukaran informasi lembaga. beserta macam. penggunaan internet oleh sektor ketiga juga dapat ditemukan terkait dengan pemanfaatan internet oleh berbagai kelompok masyarakat sipil di Indonesia sejak awal kehadiran internet di Indonesia. hanya saja belum banyak dikaji dan dibahas. dengan salah satu kejadian kebetulan tersebut adalah ledakan informasi melalui internet.kabar. pengelola Indonesia-L. MacDougall mengatakan bahwa lengsernya Soeharto diakibatkan oleh serangkaian kejadian kebetulan. 2007).

Sehingga pusat pembahasan riset ini terletak pada para aktivis lingkungan22 berkewarganegaraan Indonesia yang menjadi informan penelitian ini berikut aktivitas-aktivitas online mereka. 21 Hill dan Sen (2005 :1) tidak mempermasalahkan apakah aktivitas online tersebut dilakukan oleh seorang warga negara Indonesia atau bukan. 22 Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan aktivis lingkungan adalah warga negara Indonesia yang bergelut dalam dan atau memiliki kepedulian dengan isu lingkungan. sepanjang aktivitas online tersebut “overtly connected to street demonstrations. pene litian ini memfokuskan pada penggunaan internet oleh aktivis lingkungan Indonesia. Ruang lingkup penggunaan internet oleh aktivis di level individual diambil karena mempertimbangkan pesan Hill dan Sen (1997) sejak awal ketertarikan mereka terhadap media di Indonesia. yakni bahwa fungsi politis internet di Indonesia tidak akan ditentukan oleh aspek teknologis tetapi oleh political agency. serta berkomitmen tinggi yang ditandai dengan berbagai bentuk keaktifan. yakni tindakan para pengguna internet itu sendiri. parliamentary debates and other material sites of Indonesia political life”.di Indonesia 21 . Kebetulan pula. 60 . dilakukan dari Indonesia atau tidak. para aktivis lingkungan Indonesia yang dipilih menjadi informan juga tinggal dan berdomisili di Indonesia.

and is in direct opposition to oppression. dalam c kajiannya mengenai bagaimana membimbing riset dan studi para aktivis memandang bahwa “whenever the person is not contained. Colin Fletcher (2002: 91). A. berkembang. dalam aktivitas keseharian mereka. 61 . which deserves to be called activism”. then there is activism22 . khususnya internet selama ini. secara umum di dunia dan secara khusus di Indonesia. dan bagaimana aktivis lingkungan hidup berkegiatan. serta menempatkan media. serta bagaimana mereka memanfaatkan media. is not conforming. siapa. aktivisme tidak mensyaratkan hal yang memberatkan dan seringkali dapat dilakukan melalui tindakan-tindakan sederhana seperti mengubah kebiasaan seharihari. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa aktivisme lebih dilihat sebagai suatu kesungguhan atau komitmen seseorang atau sekelompok masyarakat pada suatu isu atau perjuangan untuk tujuan ( ause) tertentu. Bab ini berisikan tinjauan pustaka mengenai apa. Intisari perjuangan melawan ketidakadilan seperti disebutkan di atas menjadikan aktivis menarik dan penting untuk dikaji. GERAKAN DAN AKTIVISME LINGKUNGAN HIDUP Pembahasan tentang aktivisme tidak dapat dilepaskan dari narasi besar perubahan 22 sosial yang secara umum diusung oleh pihak-pihak yang Cetak tebal dari peneliti.BAB III AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP Aktivisme (activism) barangkali bukan istilah yang populer dan tampaknya hanya menjadi bahasa elit dalam komunitas gerakan sosial. khususnya internet. It is the awareness of injustice and the constructive opposition to it. Namun secara praksis di lapangan. Fletcher pada dasarnya memandang aktivisme dapat berada dan berlangsung kapan saja saat seseorang menyadari dan melakukan sesuatu terhadap bentuk-bentuk penindasan atau ketidakadilan. terutama terkait bagaimana mereka tumbuh.

tidak menindas sesama makhluk penghuni bumi. Definisi Gerakan Lingkungan Gerakan lingkungan hidup (environmental movement) dikenal juga dengan berbagai nama. namun pada hakekatnya menggambarkan satu fenomena yang sama. Pada dasarnya. 62 . orang-orang yang bergerak di ranah ini dapat disebut sebagai “sektor ketiga” karena secara tegas membedakan diri mereka dari sektor pemerintahan dan juga sektor bisnis dan komersial (Munggoro. 2007: 27). seperti environmentalisme dan environmental activism 23 . Para aktor perubahan sosial tersebut secara kolektif seringkali dikenal dengan beberapa nama seperti masyarakat sipil. meskipun memiliki beragam julukan. yakni gerakan sosial yang fokus bergerak di bidang perlindungan. Ketiga istilah yang tampak sejenis tersebut digunakan secara berbeda dari satu wacana ke wacana yang lain. CSO (Civil Society Organization). beragam struktur dan mekanisme pengelolaan organisasi. 1. masyarakat madani.macam karakteristik yang berbeda dari satu lembaga ataupun gerakan ke lembaga atau gerakan yang lain. melawan bentuk-bentuk penindasan. ataupun aktivis adalah sekelompok orang yang memperjuangkan nilai-nilai tertentu.memperjuangkan nilai. ataupun non-profit organizations. atau gerakan sosial. gerakan sosial. dan secara institusi tak jarang dilabeli dengan julukan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). NGO (Non Governmental Organization). terjemahan bahasa Indonesia untuk NGO). Meskipun berada dalam satu wadah 23 Para penggiat gerakan lingkungan ada yang dikenal atau menyebut diri mereka sebagai aktivis lingkungan (environmental activist) dan ada juga yang lebih memilih istilah environmentalis (environmentalist).nilai tertentu. serta bermacam. secara hakiki yang disebut dengan masyarakat sipil. yakni memastikan agar keberadaan kehidupan manusia di muka bumi berprinsip keadilan. ornop (organisasi non-pemerintah. Oleh karena itu. dan tidak menafikan kelangsungan serta kelestarian lingkungan alam di bumi. pelestarian. dan tidak berorientasi pada kekuasaan maupun keuntungan. dan keadilan lingkungan hidup. Semangat perjuangan seperti di atas pula yang diusung para aktivis lingkungan.

tanpa alasan-alasan komersial. tanpa paksaan. (2) “aktivis lingkungan terorganisir atau sukarela”. dalam Lowe dan Goyder. ketiga istilah yang telah disebut di awal akan digunakan secara bergantian. ekofeminisme. Mekanisme collective action yang bekerja mampu mempengaruhi faktor-faktor cost and benefits yang membuat seseorang memutuskan untuk bergabung dan terus terlibat dalam gerakan lingkungan.individu yang bergabung secara sukarela. Keragaman tersebut tercermin pula pada pilihan-pilihan aksi. untuk memajukan sejumlah tujuan bersama (Hatch. Definisi di atas sejalan dengan pembahasan definisi gerakan sosial. yakni kelompok-kelompok formal yang anggotanya berasal dari individu. Faktor. dan (3) 24 Misalnya.faktor pendorong tersebut penting untuk dipahami karena kelompok dan organisasi lingkunga n hidup pada dasarnya tergolong sebagai organisasi sukarela (voluntary organizations). yaitu sebagian besar orang yang concerned untuk memperbaiki kondisi lingkungan di sekitar mereka. Gerakan lingkungan hidup bisa dilihat sebagai bagian dari perilaku bersama (collective behavior) yang secara formal mewujud dalam bentuk berbagai kelompok dan organisasi lingkungan (Lowe dan Goyder. Dalam pembahasanpembahasan selanjutnya. 1983). praksis.besar. deep ecology. dan ecological modernization. serta organisasi kewenangan (statutory) seperti pemerintah. yakni bahwa tiga komponen gerakan lingkungan adalah (1) “aktivis lingkungan publik”. 63 . 1983). dan Warner. Hornback. terdapat beragam aliran pemikiran dalam gerakan lingkungan24 . Pandangan menyeluruh tentang elemen-elemen dalam gerakan lingkungan disarikan oleh Aditjondro (2003: 124) dari Morrison. bergantung pada konteks dan kasus yang sedang dibicarakan. ataupun metode gerakan mereka sendiri. sebuah kondisi yang membuat aktivisme lingkungan bisa mewujud dalam beragam nada dan warna. yaitu anggota organisasi seperti WALHI dan Greenpeace. yakni menekankan perbedaan organisasi-organisasi dalam gerakan lingkungan dengan organisasi komersial seperti perusahaan.

kelompok-kelompok lingkungan. Dari kedua pandangan di atas tentunya perlu dipahami bahwa label gerakan lingkungan tidaklah segamblang itu. Karena inilah Lowe dan Goyder berpendapat bahwa kelompok atau organisasi lingkungan hanyalah salah satu indikator dari gerakan lingkungan secara luas. 64 . yang dimaksud dengan aktivis bisa saja anggota organisasi lingkungan ataupun bagian dari attentive public. yaitu (1). tapi kondisi ini cukup kompleks dan membutuhkan penjelasan tersendiri. Sejumlah pemahaman tentang gerakan lingkungan hidup yang telah dibahas di atas akan mengkerangkai pembahasan-pembahasan selanjutnya tentang gerakan lingkungan dan penggunaan internet oleh aktivis. Oleh karena it u.“organisasi gerakan lingkungan institusional”. mereka adalah orang-orang yang mengekspresikan kepedulian mereka terhadap lingkungan hidup melalui pandangan pribadi mereka. yaitu birokrasi publik yang memiliki yurisdiksi terhadap kebijakan lingkungan. pemahaman Lowe dan Goyder (1983: 9) atas istilah “gerakan lingkungan” melihat bahwa gerakan lingkungan terdiri dari dua elemen. sehingga upaya memahami gerakan lingkungan perlu mempertimbangkan elemen-elemen yang menyusunnya. dalam penelitian ini. tapi sama-sama mempercayai dan mempraktekkan nilai-nilai environmentalisme. Senada dengan yang dipaparkan Aditjondo. perilaku dan gaya hidup mereka. dan (2) attentive public. Orang-orang “awam” ini bisa siapa saja. yang dipentingkan adalah kepedulian mereka terhadap lingkungan dan perwujudannya melalui aktivisme via internet. sebagai perwujudan organisasional dari gerakan lingkungan. Sebagian dari attentive public mungkin saja di saat yang bersamaan juga bergabung dengan organisasi lingkungan yang ada. orang-orang yang meski tidak bergabung ke salah satu kelompok lingkungan.

Salah satu rekaman kepedulian lingkungan hidup yang paling awal tercatat dalam sejarah ditemukan di Timur Tengah.isu lingkungan di banyak penjuru peradaban dunia (India.manuskrip tersebut berisi catatan-catatan pemikiran sejumlah ilmuwan Muslim yang prihatin dengan kondisi lingkungan.2. yakni naskah. kesehatan masyarakat (public health). Yunani. pelestarian alam. berpendapat bahwa sesungguhnya pemikiran-pemikiran terkait isu-isu lingkungan hidup telah lama muncul sepanjang sejarah tertulis umat manusia. Cina). dan tak sedikit yang bercerita tentang kasus-kasus kerusakan lingkungan maupun upaya perlindungannya yang telah terjadi bahkan sejak era pra-sejarah dan peradaban awal manusia (Sebelum Masehi).naskah yang ditulis sekitar abad ke-13. Namun setelah masa tersebut tidak ditemukan lagi naskah. namun saat itu manuskripmanuskrip tersebut lebih banyak membahasnya di bawah label. Kovarik menemukan sebaran catatan-catatan terkait isu. Virginia. 25 Lihat Environmental History Timeline di www. Timur Tengah. dalam situs Environmental History Timeline25 miliknya. Kovarik. hingga kemudian pada tahun 1800-an di sejumlah negara Barat tercatat lagi kemunculan pemikiran-pemikiran lingkungan hidup.edu/~wkovarik/envhist (William KovarikRadford University. Romawi. 2008). Manuskrip.runet. Sejarah Gerakan Lingkungan Hidup Sejarah environmentalisme atau gerakan lingkungan sesungguhnya sudah bermula ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. atau polusi air dan udara. yakni sejak kebangkitan kesadaran manusia akan hubungan dirinya dengan alam sekitar serta bagaimana manusia dan lingkungan sesungguhnya saling mempengaruhi.naskah yang mencatat jejak kepedulian lingkungan.label seperti konservasi. terutama terkait dengan pencemaran (environmental pollution) dan bagaimana melindungi kesehatan manusia dari efek-efek buruknya (Gari. Amerika Serikat) 65 . Namun Garner (1996: 62) mengingatkan. Sehubungan dengan temuan di atas Jeremiah Hall (2008) berpendapat bahwa secara mendasar gerakan lingkungan era modern yang ada saat ini berakar dari sejumlah pemikiran yang berkembang di Eropa Barat dan Amerika Utara sejak pertengahan abad ke-19.

dan aksi para pecinta alam seperti Henry David Thoreau. gerakan lingkungan memiliki akar yang juga cukup panjang. Ketiga varian tersebut memberi warna tersendiri dalam sejarah gerakan lingkungan hidup di Inggris. kelompok yang berfokus pada konservasi alam. Untuk konteks Amerika Serikat. Hanya saja memang pembentukan kelompok-kelompok lingkungan untuk pertama kalinya baru dimulai di abad ke-19.dalam kasus Inggris. tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Inggris. pendirian Sierra Club. 1983: 16). terutama bila memasukkan gerakan konservasionis tahun 1800-an. Kemunculan sejumlah kelompok lingkungan hidup di Inggris dan Amerika Serikat sejak pertengahan tahun 1800-an telah membuka jalan bagi publik untuk lebih mengenal isu. Hall. Gerakan tersebut terdiri dari tiga varian yang cukup berbeda. dan gerakan perlindungan hewan (Garner. namun keanggotaan dalam kelompokkelompok lingkungan tersebut umumnya masih elitis dan beranggotakan masyarakat kalangan menengah ke atas (Lowe dan Goyder. pemikiran. 1983. yakni kelompok pelestari countryside dan amenity. 1996: 63). 2008). 1983). John Muir. Ralph Waldo Emerson. Era pertama gerakan lingkungan di Inggris mulai marak di akhir abad ke-19 hingga awal pergantian abad (Lowe dan Goyder. serta pendirian taman nasional dan hutan lindung negara di sejumlah tempat di Amerika Serikat (Lowe dan Goyder. ditandai oleh tulisan-tulisan. Di antaranya 66 . Kebangkitan pemikiran lingkungan di kedua wilayah tersebut tampaknya berkaitan dengan menurunnya kualitas hidup dan lingkungan alam akibat berkembangnya Revolusi Industri di Eropa dan perluasannya ke Amerika sejak seabad sebelumnya. dan Robert Underwood Johnson. khususnya pada konservasi alam liar (wilderness). Secara konkret kepedulian terhadap lingkungan di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 hingga awal tahun 1900-an. salah satu organisasi lingkungan hidup tertua di Amerika Serikat. Kondisi inilah yang memicu kritik-kritik terhadap environmentalisme.isu lingkungan. sudah terdapat aktivitas-aktivitas peduli lingkungan sejak abad ke-16 yang dilakukan oleh para amateur field naturalist.

boom ekonomi di sejumlah negara. karena menurut keduanya komposisi demografis anggota kelompok-kelompok lingkungan tidak selalu merepresentasikan keberpihakan masyarakat secara luas terhadap isu.masalah lingkungan hidup adalah berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi Lingkungan Hidup di Stockholm pada tahun 1972. Imej gerakan lingkungan sebagai gerakan kelas menengah pun semakin berkurang sejak kebangkitan gerakan lingkungan kontemporer di pertengahan abad ke-20. Sejak saat itu. Namun argumen ini ditampik Lowe dan Goyder (1983:15). Akar environmentalisme modern yang hidup saat ini –yakni yang lebih melibatkan publik.isu yang berkembang hangat saat itu adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). bermula di Eropa Barat dan Amerika Utara. Hall. kemudian terus bergulir hingga pertengahan tahun 1970-an ke berbagai belahan dunia lainnya sebagai isu politis penting (Garner. 67 . serta kesenjangan antara negara-negara Utara dan Selatan. Isu. Gerakan lingkungan kontemporer atau populer seperti yang dikenal sekarang mulai mengambil bentuk pada tahun 1960-an. karena gerakan lingkungan cenderung membela kepentingan masyarakat kelas menengah. serta terjadinya sejumlah “kiamat lingkungan” seperti insiden Chernobyl dan juga Minamata.bahwa keanggotaan kelompok lingkungan didominasi masyarakat kelas menengah karena hanya kelas menengah yang tertarik pada isu lingkungan.isu lingkungan hidup. 1996. keadilan lingkungan. yang kemudian dilanjutkan dengan KTT Bumi di Rio de Janeiro tahun 1992. atau hanya di level pemikiran– memang bermula sejak pertengahan abad ke-20. Salah satu pendorong menguatnya kesepahaman bersama dari warga dunia akan urgensi penanganan masalah. 2008). Konteks kelahiran gerakan lingkungan hidup kontemporer saat itu adalah situasi sosial politik pasca perang dunia. kemunculan isu lingkungan terus meluas. Salah satunya ditandai dengan semakin banyak negara dan warga dunia bergabung dalam peringatan-peringatan seperti Hari Bumi dan Hari Lingkungan Hidup dari tahun ke tahun. tak lagi elitis. atau bahkan mungkin sebaliknya.

HAM. gerakan lingkungan di Inggris pada saat itu sudah lebih besar dari partai politik ataupun serikat dagang manapun. perjuangan nilai. negara lain dengan Partai Hijau yang cukup berpengaruh dalam parlemennya adalah New Zealand (sejak tahun 1972). 68 . Meskipun sistem elektoral yang berlaku menyulitkan mereka untuk meraih kursi signifikan di parlemen (Connelly dan Smith. Inggris pada awal tahun 1980-an telah menyaksikan popularitas gerakan lingkungan di masyarakat.nilai environmentalis telah memasuki ranah politik nasional Inggris. dengan jumlah pendukung hingga tiga juta anggota. Sejak awal. baik secara sosiologis maupun politis. yakni dengan berdirinya Green Party26 di Inggris pada tahun 1985. hak-hak wanita– tapi tidak berarti bahwa gerakan lingkungan hidup kekurangan “bahan” dan isu untuk digarap.negara maju. hal-hal yang diperjuangkan dalam aktivisme lingkungan umumnya berangkat dari satu titik untuk kemudian terus meluas seiring dengan tersibaknya kompleksitas permasalahan lingkungan. 1999). Dilihat dari ukuran dan perkembangannya.gerakan sosial lainnya seperti perjuangan kelas dan buruh. dan setidaknya mampu mengkondisikan partai-partai politik lain dan 26 Selain Inggris. 3. 1983). Keberhasilan perluasan dukungan terhadap isu lingkungan juga tampak dari manifestasi dukungan di parlemen Inggris. sehingga dapat digolongkan sebagai salah satu fenomena atau kekuatan sosial besar (Lowe dan Goyder.Sejarah gerakan lingkungan hidup masih relatif muda –terutama jika dibandingkan dengan gerakan. Gerakan Lingkungan Hidup di Dunia Meluasnya kesadaran akan persoalan lingkungan hidup yang semakin menggerogoti bumi ini tidak hanya berlangsung di negara. Dalam subbab ini akan sedikit dijelaskan mengenai gerakan lingkungan hidup di beberapa negara. Inggris. telah menyaksikan pertumbuhan dan perkembangan gerakan lingkungan yang begitu pesat. sebagai salah satu negara pelopor awal kemunculan kelompok lingkungan. dan Jerman (sejak tahun 1980). Kerumitan persoalan lingkungan tercermin juga dalam dinamika gerakan lingkungan hidup di sejumlah negara di dunia. namun juga negara-negara berkembang.

Di kedua negara. perbedaan tampak jelas antara gerakan konservasi dan pelestarian. 1999: 79-80). Sementara pada era selanjutnya. yang mampu menarik partisipasi banyak orang dari berbagai kelas sosial. conservation vs. tercatat kebangkitan gerakan lingkungan yang spontan (Bello.negara berkembang. Masyarakat di kedua negara telah melihat keterkaitan antara isu lingkungan dengan isu.negara Barat. 2008). 2007). geliat gerakan sosial di bidang lingkungan sesungguhnya juga sudah lama berlangsung di negara-negara berkembang. khususnya hutan. Sejumlah contoh dapat dilihat pada dinamika yang terjadi di Korea dan Taiwan. sementara kelompok pelestarian lebih memilih cara mendirikan taman-taman nasional untuk melindungi dan mengisolasi alam. yang sebagian pendirinya merupakan sempalan dari organisasi lingkungan tradisionalis Sierra Club (Connelly dan Smith. Biaya lingkungan yang harus dikeluarkan akibat industrialisasi menjadi keprihatinan sekelompok orang dalam masyarakat negara. Pertentangan muncul karena kelompok konservasi mendukung eksplorasi sumber daya alam asalkan tidak berlebihan (used but not abused). termasuk di antaranya para aktivis yang memobilisasi kepedulian menjadi sebuah gerakan lingkungan. gerakan lingkungan hidup di Amerika Serikat diwarnai geliat organisasi-organisasi lingkungan grassroot seperti Friends of the Earth dan Greenpeace. berjudul Silent Spring.juga masyarakat luas untuk lebih peka dan memperhitungkan faktor lingkungan dalam pembuatan setiap keputusan politik. yakni di akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. dua negara yang pernah dikenal sebagai “Newly Industrializing Countries”. Buku tentang bahaya pestisida DDT. Meskipun demikian.isu 69 . khususnya di Asia. karya Rachel Carson serta rangkaian kegiatan publik yang mengangkat tema-tema lingkungan hidup secara berkelanjutan sejak tahun 1980-an telah mampu mengundang perhatian publik Amerika Serikat tentang kerusakan lingkungan di sekitar mereka. Sebagian besar literatur memang lebih banyak memotret kebangkitan gerakan lingkungan hidup di negara. Untuk kasus gerakan lingkungan hidup di Amerika Serikat. sejak awal kemunculan gerakan lingkungan. jauh dari semua aktivitas manusia. preservation (Hall.

racun. gerakan lingkungan terus berkembang. kaum pekerja. dan juga para environmentalis bergabung dalam aliansi yang terbentuk secara alami untuk melawan perusahaan-perusahaan trans nasional. kesehatan lingkungan kerja. dan pencemaran udara. Kelas menengah. 2007). dan pemerintah pusat. Tidak jauh dengan yang terjadi di negara-negara Asia Tenggara. dan krisis pertanian. menjangkau isu-isu seperti kampanye melawan Coca Cola dan Pepsi Cola dalam kasus pengurasan air tanah dan limbah industri (sludge). kaum miskin kota. monopoli kapital di tingkat lokal. Hingga akhirnya gerakan lingkungan di kedua negara tersebut mampu memaksa pemerintah mereka untuk mengeluarkan peraturan yang lebih ketat tentang limbah industri. Hal ini karena w aduk mewakili gambaran negara barat akan visi pembangunan modern yang mereka anggap seharusnya dijalankan negara-negara dunia ketiga untuk mengejar ketertinggalan dengan negara-negara maju. gerakan lingkungan hidup di India telah berumur panjang. Sejak 25 tahun yang lalu gerakan lingkungan di India telah menjadi salah satu kekuatan yang memperdalam demokrasi di India (Bello. isu lingkungan hidup di Asia Tenggara melibatkan lebih banyak massa dan tidak hanya menjadi isu kelas menengah. serta melawan penggundulan hutan dan pencemaran laut di Thailand dan Filipina. Setelah isu waduk. Berbeda dengan yang terjadi di kedua negara asia Timur di atas. gerakan lingkungan sudah lebih dahulu muncul di beberapa negara Asia Tenggara. dan Indonesia. seperti perlawanan terhadap energi nuklir di Filipina.penyediaan lapangan pekerjaan. Bello (2007) melihat bahwa sedikit berbeda dengan yang terjadi di Taiwan dan Korea. serta kampanye petani 70 . perjuangan gerakan lingkungan telah banyak berlangsung. bahkan sebelum era industrialisasi memuncak di negara-negara tersebut (pertengahan tahun 1980-an hingga pertengahan 1990-an). Salah satu pengaruh paling penting dalam gerakan lingkungan berbasis massa di India adalah gerakan antidam atau anti waduk. Filipina. pembangunan waduk-waduk raksasa di Thailand. Sejak tahun 1970-an.

2007).nilai yang selama ini dianut masyarakat dan mewakili upaya. keinginan untuk menjauh dari kota dan kembali ke suasana pedesaan. Kasus-kasus gerakan lingkungan di sejumlah negara berkembang dapat menunjukkan bahwa pemahaman akan evolusi mass-based environmental movement di negara. 1983: 30).menentang beras dan bibit tanaman yang telah dimodifikasi dan direkayasa secara genetis (GMO-genetically modified organism). Keduanya melihat kemunculan gerakan lingkungan hidup memiliki kemiripan dengan latar belakang kemunculan gerakan sosial. yakni lahir dari ketidakpuasan terhadap sejumlah nilai. Sudut pandang sosiologis atau perspektif gerakan sosial melihat kemuncula n gerakan atau kelompok lingkungan berhubungan erat dengan perubahan nilai-nilai dan struktur sosial dalam masyarakat (Lowe dan Goyder. Ketidakpuasan masyarakat yang tertangkap Lowe dan Goyder misalnya adalah keprihatinan akan hilangnya tempat-tempat alami. kekecewaan terhadap pengaruh industrialisme pada kehidupan perkotaan. pasrah. dan tidak kritis menghadapi model.negara Asia yang paham bagaimana model pembangunan tersebut telah mengacaukan pertanian. melebarkan jurang kesenjangan pendapatan. meluasnya nilai. dan merusak lingkungan alam. dan pandangan terhadap alam sebagai sumber pencerahan spiritual. moral. 4.faktor seperti pertumbuhan kelompok pekerjaan yang dekat dan sering bersentuhan dengan 71 . Penjelasan Atas Kemunculan Gerakan Lingkungan Ada dua sudut pandang utama yang sering digunakan untuk mengkaji kelompok atau organisasi lingkungan. Sudah semakin banyak orang awam di negara.model industrialisasi berorientasi ekspor dan pertumbuhan tinggi yang digembar-gemborkan elit pemerintah mereka (Bello.nilai alternatif.upaya kolektif untuk menginstitusionalkan nilai.negara Asia sangat penting untuk menghalau pandangan dan kesan bahwa masyarakat Asia bersikap tidak peduli.nilai pro. dan estetis.lingkungan diduga ikut didorong faktor. yakni sudut pandang sosiologis dan politis. Selain itu.

sebuah keadaan yang mendorong kelahiran kajian baru seperti politik lingkungan (Connelly dan Smith.isu lingkungan tersebut perlu memenuhi sejumlah syarat. Sehingga dapat dikatakan bahwa sudut pandang politik menekankan “interrelation between the characteristics of particular issues and the values and preoccupations of certain gatekeepers. Sementara itu. kepentingan politik. dan kelompok kepentingan dalam mengangkat dan memanipulasi isu. elit-elit politik. dinamika gerakan lingkungan dinilai lebih berhubungan dengan sistem politik.isu tersebut diangkat ke media massa dan merebut perhatian publik. 1999).institusi politis. 1983. dari sudut pandang politis atau dari perspektif kelompok penekan (pressure group).material– (Lowe dan Goyder. such as politicians. maka analisis politis lebih memandang maraknya isu lingkungan sebagai hasil proses politik jangka pendek. Pembelaan terhadap lingkungan dan hubungannya dengan masyarakat dilihat sebagai sebentuk kepentingan yang penyalurannya memanfaatkan intitusi. ditandai dengan seringnya isu. serta bila permasalahan yang ada memungkinkan diambilnya tindakan via keputusan politik.nilai sosial dalam masyarakat sebagai penyebab kemunculan gerakan lingkungan. Dinamika politis ini menurut Lowe dan Goyder terjadi ketika isu. Martell. 1994). Tentunya isu. Sementara itu. sejalan dengan prinsip dan nilai sistem politik yang berjalan.isu lingkungan hidup dipandang mampu menjadi bagian dari agenda politik dan menarik perhatian pemerintah dan politisi.[…]” (Lowe dan Goyder. dan perilaku aktor politik pada suatu masa. tepatnya dari hasil peran media.isu serta mendorong nilainilai tertentu dari “atas”.isu-isu lingkungan serta adanya peningkatan standar kehidupan –yang tampaknya telah memungkinkan sebagian orang untuk mulai berpikir tentang nilai. di antaranya adalah adanya public visibility. 1983: 31).hal non.nilai dan hal. bila Lowe dan Goyder melihat analisis sosiologis menekankan peran perubahan jangka panjang nilai. newspaper editor and interest group leaders. Peran para elit dan aktor-aktor politik yang membentuk isu lingkungan menjadi sebuah agenda publik tampak dari bagaimana isu dapat “berputar” bila 72 .

dapat disimpulkan bahwa environmentalisme sejauh ini bisa sedemikian rupa “naik daun” karena riilnya masalah. Pada kenyataannya. Selain mendukung “teori saling keterkaitan”. tetapi juga karena telah diperkenalkan dan dipopulerkan oleh aktor-aktor sosial dan politik melalui media.masalah lingkungan yang dihadapi dan dirasakan masyarakat. ekonomi. yang di saat bersamaan berinteraksi dengan kondisi-kondisi politis. dan kelompok kepentingan. Dari sejumlah argumen di atas. sosial. para ilmuwan. Keragaman dalam Gerakan Lingkungan Pembahasan tentang sejarah dan dinamika gerakan lingkungan hidup umumnya mempermudah penjelasan dengan mengandaikan gerakan lingkungan sebagai satu kesatuan yang utuh (misalnya. interaksi setiap 73 . dan kelompok lingkungan. dan gerakan lingkungan bukanlah semata. 1983). media. gerakan lingkungan hidup terdiri dari beberapa warna dan tidaklah bersifat homogen. 5.fakta ilmiah yang menjelaskan permasalahan objektif yang menerpa lingkungan hidup tempat tinggal masyarakat industrial. Bila dianalogikan. Martell juga mengkritik penjelasan-penjelasan atas environmentalisme yang selama ini sering terlalu sosiologis (dalam artian hanya menggunakan masyarakat dan dinamika di dalamnya sebagai alat analisis). namun dia menambahkan bahwa kemunculan dan kebangkitan environmentalisme. gerakan lingkungan hidup adalah sebuah pohon besar dengan sejumlah cabang. dan ekonomis dalam masyarakat.digulirkan terus-menerus oleh aktor-aktor politik. dimana setiap cabang menghasilkan buah yang berbeda-beda jenis. Pandangan “saling keterkaitan” ini juga disetujui Martell (1994). sosial ataupun budaya. apa yang dilakukan Lowe dan Goyder. Menurutnya. kepedulian lingkungan. membentuk suatu lingkaran opini publik.mata produk dari struktur politik. kebangkitan environmentalisme sesungguhnya bukan hanya karena faktor. Meskipun memilki satu akar (kepedulian terhadap bumi dan lingkungan hidup).faktor sosial tapi sebagian besar juga karena fakta.

Pemikiran anthropocentrism memandang pelestarian dan perlindungan lingkungan penting dilakukan agar keberadaan umat manusia di muka bumi dapat terus berlanjut. Mereka memandang perubahan fundamental dalam cara hidup penghuni bumi mutlak dibutuhkan bila ingin bumi ini diselamatkan. dan menempatkan alam dalam batas sejauh mana dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Aliran-aliran dalam environmentalisme pada dasarnya dibedakan menjadi dua: anthroposentrisme (atau homosentrisme) dan ekosentrisme.cabang dengan hal.teknologi ramah lingkungan. Pandangan seperti ini salah satunya berangkat dari pemahaman dan keyakinan mereka bahwa kehidupan manusia hanyalah salah satu bagian saja dari keseluruhan kehidupan di bumi. mereka hanya ingin orang-orang memahami betul bahwa keberadaan dan kelangsungan hidup manusia bergantung sepenuhnya pada ekosistem bumi dan spesies-spesies penghuninya (Mosquin dan Rowe. Pendukung antroposentrisme menganggap penyelesaian masalah lingkungan dapat dilakukan seiring pertumbuhan ekonomi.ide mulia yang terkandung dalam konsep ini rupanya tetap dinilai pendukung ecocentrism tidak cukup kuat untuk mengubah keadaan. 2004). Konsep Pembangunan Berkelanjutan yang kemudian diadopsi oleh banyak negara tersebut memandang perlunya melindungi alam dan lingkungan agar dapat terus memenuhi hak-hak generasi saat ini tanpa mengorbankan hakhak generasi mendatang (WCED.hal di luar pohon tersebut mengkondisikannya untuk memiliki buah yang berbeda. Salah satu pernyataan internasional yang dapat digolongkan dalam pandangan ini adalah konsep sustainable development yang pertama kali diluncurkan salah satu komisi PBB dalam Brundtland Report di tahun 1987. oleh karenanya kepentingan umat manusia tidak boleh diletakkan di atas kepentingan makhluk hidup lainnya. melalui penciptaan teknologi. Berbeda dengan pendukung pandangan antroposentrisme. Karenanya. 1987). para penganut aliran ekosentrisme tidak ingin bekerja hanya di permukaan. Pandangan ini memang berpusat pada manusia dan segala kepentingannya. Ide. permasalahan lingkungan 74 . Ekosentrisme tidaklah anti-human.

1999).nilai environmentalis dapat memanfaatkan sistem dan institusi politik yang telah ada (Connelly dan Smith. pemetaan dan pemilahan yang dilakukan Garner (1996) mampu mengungkapkan dan menempatkannya dalam dua spektrum yang saling bertentangan.deepecology.html 75 .nilai kunci yang me mbedakan ekologi dalam dan dangkal (lihat Tabel 3.hanya dapat diselesaikan dengan melestarikan kesatuan ekosistem dan bukan melestarikan keuntungan ekonomi.gagasan Arne Naess. bukan pada perubahan fundamental yang merupakan fokus deep ecology. penelusuran Garner memang banyak memiliki kesamaan dalam hal nilai. ecology. 27 The Deep Ecology Platform. termasuk menguatnya pemikiran ekosentrisme. yakni environmentalisme radikal dan moderat. mereka yang berkecimpung dalam gerakan “dangkal” hanya peduli pada solusi-solusi jangka pendek. Naess adalah seorang filsuf dan pecinta alam dari Norwegia yang mempertanyakan tujuan dan motif gerakan lingkungan selama ini. Gesekan antara antroposentrisme dan ekosentrisme menguat pula sejak bermunculannya sejumlah green political theory yang mengkaji bagaimana ideide dan nilai. Menurutnya. Walaupun tidak sepenuhnya cocok dengan pembedaan Naess.ide gerakan lingkungan. Dari sekian banyak pemikiran.org/deepplatform. lihat http://www. dan spirituality ke dalam satu gerakan. terjadi setelah dikenalnya gagasan. menggabungkan konsep-konsep preservation. Naess menerbitkan tulisan di tahun 1973 yang memperkenalkan frase “deep ecology” dan menawarkan sebuah “Deep Ecology Platform” 27 . Hall (2008) melihat Ekologi Dalam sebagai sintesis dari banyak gerakan lingkungan yang telah ada.1 di halaman berikut). Perubahan siginifikan dalam ide. Dia melihatnya terdiri dari dua bagian. yakni gerakan ekologi dalam dan dangkal (deep and shallow ecology movement ).

• Perubahan di sana-sini dan hanya di permukaan tidak akan cukup untuk mencegah bencana lingkungan. Perlu perubahan ekonomi. Sebuah kategorisasi yang lebih kontemporer dilakukan Alex Steffen dengan melihat rangkaian varian environmentalisme dalam semacam gradasi warna. • Pembentukan masyarakat baru dengan nilai-nilai dan institusi-institusi baru dibutuhkan untuk menangani gawatnya krisis saat ini dan agar orang mampu menjalani hidup yang lebih bermakna dan memuaskan. Weak/reformist environmentalism Shallow ecology Anthropocentric Technocentric • Perlindungan lingkungan bisa secara efektif disinambungkan dengan kehidupan masyarakat modern industrial. percaya pada kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyelesaikan masalah lingkungan hidup. 1996) Pembagian yang dilakukan Garner dapat dikatakan mewakili wacanawacana yang terdapat dalam kajian politik hijau.1. • Pertumbuhan ekonomi harus sustainable. tanpa harus secara fundamental mengancam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan material. dan dark green. politik secara fundamental. yakni dengan konsep bright. Pembedaan yang ditawarkan Steffen (2009) menekankan pada pilihan pendekatan dan jawaban tiap varian dalam menghadapi dan 76 . Tabel 3. sosial. • Merupakan pendekatan yang optimistis. light.Pembedaan menurut Garner (1996) Dobson (1990) & Porrit (1984) Stephen Young Arne Naess (1973) Robyn Eckersley (1992) Tim O’Riordian & David Pearce Ide dan pandangan dasar <-----------------Spektrum environmentalisme---------------> Radical Moderate reformism Dark green Light green Radical environmentalism Deep ecology Ecocentric Ecocentric • Perlunya langkah-langkah radikal untuk membatasi tingkat produksi dan konsumsi. Spektrum Pe mikiran dalam Gerakan Lingkungan (dalam Garner.

Steffen mengingatkan bahwa klasifikasi dan spektrum pemikiran dalam gerakan lingkungan yang dia buat tidak bermaksud untuk memecah belah. dark greens lebih memilih menekankan pentingnya menarik diri dari konsume risme dan bahkan dari industrialisasi itu sendiri. menyakini bahwa inovasi teknologi yang berkelanjutan adalah jalan terbaik untuk menjaga kesejahteraan. dan bahwa pandangan terhadap keberlanjutan yang tidak mampu menyediakan kesejahteraan dan kemakmuran tidak akan pernah bisa berhasil. tapi justru untuk membantu orang memahami pilihan-pilihan yang ada. dan menekankan solusi lokal dan hubungan langsung dengan tanah dan pertanian sebagai sumber kehidupan.individu untuk berubah. (2) menawarkan solusi. Steffen menyadari bahwa seseorang bisa digolongkan ke dalam ketiga kelompok atau memang memadukan nilai. perilaku. Bright green misalnya. Hal ini karena mereka sangat mendorong perubahan di level komunitas.nilai dari ketiganya. atau setidaknya sebagai mekanisme terbaik untuk memicu perubahan di tingkat lebih luas. 2001). dengan mengimbau individu. Keragaman aliran pemikiran dalam gerakan lingkungan hidup juga tercermin pada keragaman fokus isu yang diperjuangkan setiap kelompok lingkungan.menyelesaikan masalah lingkungan. Isu. kesenjangan Utara-Selatan. Steffen melihat kelompok light green sangat mendorong perubahan di tingkat perseorangan. Perbedaan-perbedaan pemikiran dalam gerakan lingkungan tampaknya muncul dari perbedaan sudut pandang dalam (1) menganalisis penyebab masalah lingkungan. Sementara itu light green environmentalists cenderung menekankan perubahan gaya hidup. Merekalah yang telah membantu menyebarkan gagasan bahwa kepedulian lingkungan itu “keren”. keadilan intra dan antar-generasi. dan (3) 77 . serta tentang kesetaraan antara manusia dan alam. Di sisi sebaliknya. Sementara yang lebih berperspektif misalnya adalah isu keadilan lingkungan (environmental justice--ESRC. dan pola konsumsi sebagai kunci keberlanjutan.isu yang “normatif” misalnya tentang keberlanjutan atau sustainability dan konservasi alam. Meskipun melakukan pengelompokan environmentalis.

1996: 188). Salah satu contoh hubungan antara ideologi dan pilihan bentuk aktivisme tampak dari bagaimana keberanian anggota Earth First. Walaupun begitu. Charles Secrett –pernah menjadi Direktur Friends of the Earth– memandang keragaman (plurality) dalam environmentalisme sebagai nilai tambah. pilihan-pilihan taktik “ekstrim” biasanya lebih menjadi pilihan kelompok-kelompok lingkungan beraliran radikal. dalam melakukan aksi-aksi 78 .cara-cara memperjuangkan jawaban tersebut. WWF. atau FoE. yakni karena perkembangan filsafat politik Barat jauh lebih berwarna dibandingkan yang ada di negara-negara Timur.metode aksi yang dipilih suatu kelompok beraliran antroposentrisme bisa jadi juga dilakukan kelompok yang mendukung ekosentrisme. tidak ditemui garis yang jelas dan tegas antara hubungan aliran yang dianut suatu kelompok lingkungan dengan jenis taktik aksi yang dipilihnya. Taktik dan Metode Aksi Gerakan Lingkungan Ragam “aliran” atau ideologi dalam gerakan lingkungan hidup memang banyak dan tampaknya turut mempengaruhi bentuk-bentuk aktivisme dan pilihan aksi kelompok-kelompok lingkungan. 6. Keragaman sudut pandang salah satunya dipengaruhi oleh filosofi dan pandangan politik yang berkembang dalam suatu masyarakat di suatu masa. Secrett juga berpendapat bahwa kalaupun ada kebingungan publik tentang siapa itu Greenpeace.negara Barat dibandingkan di negaranegara Timur. Menyoal keanekaragaman gerakan lingkungan. Metode. kelompok lingkungan radikal dari Amerika Serikat. Namun. Hal ini karena menurutnya walaupun FoE terkadang memiliki tujuan-tujuan program yang sejalan dengan kelompokkelompok lingkungan lainnya. bisa jadi kerancuankerancuan tersebut muncul dari penggambaran tentang gerakan lingkungan hidup yang selama ini muncul ataupun ditampilkan di media. FoE tetap bekerja dengan cara-cara yang berbeda dan dengan prioritas yang juga berbeda-beda untuk setiap isu yang muncul (Lamb. Itulah mengapa terdapat lebih banyak varian environmentalisme di masyarakat negara.

lomba kampung atau desa hijau). petisi.kontroversial seperti sabotase atau eco-tage. massa. seperti mengakuisisi atau memblokade lokasi yang sedang mereka bela. asosiasi pedagang. mayoritas kelompok lingkungan yang ada umumnya lebih memilih untuk mengoptimalkan cara-cara seperti kampanye.metode yang menekankan partisipasi dalam sistem politik dan upaya-upaya legislasi. rally dari kota ke kota. Pada prakteknya di lapangan. mendorong perubahan cara dan gaya hidup. Lowe dan Goyder (1983: 2-3) juga menyebutkan sejumlah cara yang dipilih organisasi lingkungan di Inggris untuk mencapai tujuannya. seperti kelompok masyarakat. Martell memandang sebagian besar gerakan lingkungan masih tetap memanfaatkan jalur-jalur politis dan often being concerned also with legislative reform and political access. Gerakan lingkungan terkini lebih menyukai pendekatan akar rumput. banyak organisasi lingkungan menggabungkan metode- 79 . Terkait pilihan metode aksi. Meskipun demikian. kaos. serta meningkatkan publikasi untuk membentuk opini publik (misal melalui penyelenggaraan lomba desain poster. atau institusi akademis. ataupun media interaktif. negosiasi melalui pihak legislatif. yang mendesentralisasi bentuk partisipasi. atau dengan mempengaruhi lembaga atau organisasi lain di luar pihak berwenang atau pemerintah. lomba penulisan. yakni dengan menyediakan beragam layanan atau keistimewaan bagi anggota-anggotanya. Atau dengan memanfaatkan kekuatan media untuk menyebarkan apa yang telah dan bisa dilakukan untuk lingkungan hidup. bertindak langsung (direct action). misalnya melalui green consumerism dan perubahan gaya hidup. lobby. pemboikotan. Di sisi lainnya. penghancuran alatalat berat (yang digunakan untuk menebang pohon). dan stiker. Martell (1994) berpendapat gerakan lingkungan kontemporer dapat dikategorikan sebagai sebuah “gerakan sosial baru” karena mulai meninggalkan metode. Dalam paparannya. Salah satu taktik terkini kelompok lingkungan adalah mengkondisikan agar cara-cara persuasif di atas dapat diamplifikasi melalui media sosial. dan pendidikan lingkungan. Cara-cara lain yang umumnya ditempuh adalah protes atau demonstrasi.

80 . baik dengan alasan ideologis maupun pragmatis) yang lebih memilih menjalankan aktivismenya secara lebih individual dan sengaja tidak bergabung dengan komunitas atau organisasi lingkungan tertentu. Namun. ataupun keberadaan kajian ilmiah yang mampu mengungkapkan dan mengidentifikasi para aktivis lingkungan secara menyeluruh. Tidak mudah menemukan data yang akurat mengenai para environmentalis. namun tak peduli apakah dirinya layak disebut aktivis atau tidak. komunitas. Hal ini kemungkinan besar karena identitas atau “status” seseorang sebagai seorang environmentalis tidak dapat dibakukan dan ditentukan hanya dengan keanggotaannya dalam suatu lembaga misalnya 28 . Bisa saja ada orang yang peduli dan bertindak nyata untuk lingkungan. tidak mudah menemukan tulisan yang dapat menangkap gambaran environmentalis sebagai suatu sosok atau profesi. juga karena anggota suatu organisasi atau kelompok lingkungan bisa jadi merupakan anggota organisasi lingkungan yang lain. Sementara itu. Karakteristik Aktivis Lingkungan Siapakah sebenarnya para environmentalis? Penggambaran profil dan aktivitas para aktivis lingkungan tidak dapat dipungkiri memang lebih banyak masyarakat dapatkan dari berita-berita di media. terdapat juga kalangan environmentalis (dengan latar belakang dan sejarah masing-masing. terdapat perbedaan antara anggota organisasi lingkungan.metode baru dan lama. Tidak semua aktivis memilih bergabung atau mengambil posisi tertentu dalam gerakan lingkungan secara spesifik (yakni. tidak mudah mendapatkan data a ktivis lingkungan di tingkat kelembagaan. 7. apalagi mendapatkan profil para aktivis lingkungan di 28 Orang-orang yang berkecimpung dalam gerakan ataupun aktivisme lingkungan secara umum dikenal sebagai aktivis lingkungan atau environmentalis. atau lembaga lingkungan). misalnya dengan mendorong perubahan di level masyarakat (via gerakan akar rumput ataupun dengan pengaruh media) agar dapat membentuk opini publik yang kemudian dapat digunakan untuk mempengaruhi keputusan pemerintah. selain karena tidak banyak orga nisasi lingkungan yang memiliki pendataan dan administrasi keanggotaan yang rapi. Sementara itu. dan aktivis lingkungan sebagai individu. gerakan lingkungan itu sendiri. dalam sebuah organis asi.

dan perilaku mereka menghadapi permasalahan atau isu. 1993 ). sikap. 1983. Tentunya kondisi dominan tersebut berubah seiring muncul dan menguatnya aliran environmentalisme seperti keadilan lingkungan atau eco-justice (ESRC. Riset-riset tentang aktivis lingkungan tersebut secara umum banyak menggunakan kerangka berpikir sosiografis dan psikografis. atau aktivis setia dalam organisasi atau kelompok lingkungan. Dapat dikatakan bahwa unt uk masyarakat di Eropa Barat dan Amerika Utara. kulit putih. Khususnya para pengurus inti. ras. Minunzie. Keterlibatan orang-orang dari semakin beragam kelompok masyarakat misalnya terjadi dalam kasus-kasus yang menunjukkan bagaimana wilayah terkumuh dan tercemari dalam suatu daerah seringkali adalah tempat tinggal orang-orang kulit berwarna. dan tidak lagi hanya didominasi oleh “pria. Kebangkiran varian environmental justice juga mampu menunjukkan bahwa lingkungan yang bersih dan sehat adalah hak setiap orang dan bukan hanya berhak dimiliki kelas menengah ataupun kaum berduit. namun sejumlah riset yang dilakukan di Inggris dan Amerika Utara mengenai karakter demo grafis para aktivis lingkungan dapat memberikan salah satu gambaran tentang siapa dan bagaimana seorang environmentalis. ataupun kelas sosial.Indonesia. 2001). yang berusaha mencari tahu hubungan antara karakter demografis para aktivis dengan persepsi. dari kelas menengah”. yang umumnya masih didominasi orang-orang berpendidikan tinggi. jajaran “elit”. komposisi demografis para aktivis lingkungan semakin bervariasi dari tahun ke tahun. Pendukung environmentalisme semakin beragam dan tidak lagi dapat diidentifikasi secara sederhana berdasarkan status sosial-ekonominya. dan bekerja di sektor sosial atau jasa (non- 81 .isu lingkungan (Lowe dan Goyder. baik dari variasi gender. kaum imigran. Tetapi bahasan dari Lowe dan Goyder serta Minunzie juga menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan area pekerjaan masih sangat signifikan berkaitan dengan keterlibatan seseorang dalam gerakan lingkungan. setidaknya sarjana. relatif aman secara finansial. yang menempatkan isu lingkungan dalam perspektif ketidaksetaraan yang juga dialami oleh kaum terpinggir dan warga dengan kulit berwarna. atau kelas buruh.

tampaknya mayoritas aktivis lingkungan secara sosial memang masih datang dari wilayah perkotaan. 2007). Hasil. terutama setelah menghadiri pertemuan internasional Konferensi Tingkat Tinggi Lingkungan hidup. organisasi kemasyarakatan formal pertama di Indonesia yang memfokuskan perjuangannya dalam bidang lingkungan hidup. Sejak tahun 1970-an. dan kalangan pecinta alam. GERAKAN DAN AKTIVISME LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA Sejarah gerakan lingkungan hidup di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran penting Emil Salim. para anggotanya sudah terlebih dahulu beraktivitas dan 82 . akademisi. guru dan dosen. kelas menengah. atau pekerja sosial. Meskipun terdapat pendapat bahwa peran Emil Salim dalam gerakan lingkungan seringkali terlalu dibesarbesarkan (Aditjondro. Melalui diskusidiskusi tersebut para anggota pecinta alam semakin menyadari bahwa tanpa perubahan cara pandang dan perilaku bersama maka lingkungan hidup akan semakin rusak dan tidak akan tersisa bagi generasi selanjutnya. dan terdidik . 2003). namun untuk saat ini dalam konteks Indonesia. khususnya melalui advokasi dan pendidikan lingkungan (Munggoro. beliau semakin menyadari pentingnya memasukkan faktor pelestarian lingkungan hidup dalam perencanaan pembangunan dan untuk melakukan hal tersebut beliau melihat urgensi melibatkan anggota masyarakat. tidak dapat dipungkiri bahwa Emil Salim telah menorehkan tapak pertama dalam jejak sejarah gerakan lingkungan hidup Indonesia. mengenalkan isu-isu lingkungan dan mendorong mereka untuk bergerak. terutama para mahasiswa. Bola salju yang digulirkan Emil Salim mendorong pendirian salah satu titik awal bentuk gerakan lingkungan hidup di Indonesia.hasil kajian di atas ke depannya dapat dimanfaatkan untuk mempelajari bagaimana kaitan antara demografi dengan aktivisme lingkunga n di Indonesia. Emil Salim mulai berbicara dan berdiskusi dengan para pecinta alam. Oleh karena itu. Sejarah awal WALHI sedikit banyak berutang pada Emil Salim karena sebelum menjadi WALHI. B.manufaktur dan industrial). yakni dengan pendirian WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia). pegawai.

Pada pertengahan 1980-an WALHI mulai berkonsentrasi pada upaya-upaya advokasi dan menjaga jarak dari pemerintah (Munggoro. pada tahun 1980 Kelompok Sepuluh kemudian berevolusi menjadi WALHI. misalnya melalui pelatihan-pelatihan tentang pelestarian lingkungan dan penerbitan Tanah Ait. dan lebih jauh lagi. WALHI sendiri pernah menjalankan beragam metode aksi. Hingga pada tahun 1988 WALHI menjadi NGO pertama yang mengajukan tuntutan hukum pada pemerintah. Untuk memperluas jaringan dan kegiatan. sebuah organisasi internasional berbasis di Inggris yang mengklaim diri sebagai jaringan akar rumput terbesar di dunia untuk isu. WALHI memfokuskan kegiatan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat pada isu. Sejarah dan geliat environmentalisme di Indonesia memang tidak dapat dilepaskan dari WALHI karena organisasi ini adalah forum lingkungan tertua. Berkaitan dengan taktik dan metode aksi. Menjelang dan setelah huru. WALHI telah menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah bagaimana gerakan lingkungan Indonesia semakin merangkul publik dan menjadi kekuatan penting perubahan sosial (Sinanu. Namun di tahun 2000. 83 .berkumpul di bawah naungan Kelompok Sepuluh.isu lingkungan dan memperkenalkan WALHI itu sendiri. 2006). seperti dalam kasus pembangunan waduk Kedung Ombo. yakni ketika WALHI mengajukan sebuah tuntutan hukum atas tuduhan pencemaran dan pengrusakan lingkungan pada enam badan pemerintah dan perusahaan Indorayon Utama Pulp di Sumatera Utara. Pada tahun-tahun awal. Sejak didirikan hampir tiga puluh tahun yang lalu. pada tahun 1989 WALHI bergabung menjadi anggota nasional dari Friends of the Earth (FoE). Setelah dua tahun. Meskipun tidak memenangkan gugatan tersebut. terbesar. Perjuangan awal WALHI banyak bertolak dari kesadaran akan kerusakan-kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh sejumlah proyek pembangunan ya ng ditetapkan oleh pemerintah kala itu. tindakan ini telah menaikkan nama WALHI. sebuah bulletin tentang isu lingkungan di Indonesia. 2007). dan paling dikenal di Indonesia.hara politik tahun 1998 WALHI bergabung dengan gerakan besar masyarakat sipil dalam mengkritisi pemerintahan Orde Baru.isu sosial dan lingkungan. menyebarluaskan kepedulian terhadap permasalahan lingkungan hidup di Indonesia.

utang luar ne geri. Wiryono (2008) bahkan berpendapat gerakan lingkungan di Indonesia selama ini masih terbatas menjadi domain para aktivis dan pecinta lingkungan di kota-kota besar. tidak dapat dipungkiri bahwa secara umum gerakan lingkungan hidup di Indonesia belum menjadi gerakan yang benar-benar merakyat. misalnya kaum tani dan warga desa dalam aksi-aksinya. politik. Secara ringkas. dan ekonomi yang juga terjadi. Bentuk-bentuk aksi yang selama ini dijalankan organisasi-organisasi lingkungan hidup di Indonesia mengambil banyak ragam. Dinamika WALHI juga berhubungan erat dengan perubahan dalam gerakan lingkungan hidup internasional. WALHI memutuskan untuk meluaskan perannya dengan berubah dari forum organisasi-organisasi lingkungan menjadi organisasi publik yang berbasis massa. yakni aksi-aksi melalui saluran politis dan mekanisme politik yang sudah berjalan. Sejarah dan dinamika WALHI mencerminkan perubahan karakter environmentalisme di Indonesia seiring dengan perubahan sosial.isu global seperti perubahan iklim. Hal ini karena isu lingkungan hidup tidak dipandang oleh rezim otoritarian saat itu sebagai isu yang “politis”. serta aksi-aksi di level akar rumput masyarakat. 2006) dengan turut terlibat dalam isu. perlawanan lingkungan memang bisa menjadi salah satu isu yang memungkinkan gerakan anti-diktator berorganisasi dan merengkuh lebih banyak dukungan (Bello. sebuah situasi yang mendorong WALHI untuk globalizing its focus (Sinanu. 84 . Pada era otoritarian seperti saat itu organisasi lingkungan WALHI mampu bertindak jauh dengan mengajukan tuntutan hukum terhadap enam badan pemerintah atas tuduhan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Dalam kasus Indonesia. dapat dibedakan menjadi dua. Padahal kerusakan lingkungan justru menjadi salah satu contoh nyata kelalaian rezim tersebut. dan dampak globalisasi. 2007). Walaupun sejumlah organisasi lingkungan tak jarang melibatkan masyarakat umum. sehingga perkumpulan dan gerakan dalam bidang lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat tidak ditentang pemerintah.setelah mengamati perubahan-perubahan konteks politik dan sosial kemasyarakatan.

namun secara umum interaksi mereka dengan masyarakat Indonesia secara umum turut membantu proses penyadaran lingkungan hidup kepada masyarakat. Secara kontekstual. Meskipun sejumlah kalangan memperingatkan keberadaan organisasi-organisasi luar tersebut. Perundangundangan mengenai lingkungan hidup banyak tersebar mulai dari bentuk Undangundang hingga ke Peraturan Menteri dan Peraturan Daerah. gerakan lingkungan di Indonesia menghadapi tantangan yang berat karena hukum dan kebijakan lingkungan yang ada di Indonesia saat ini belum cukup untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup. Conservation International. Di antara organisasi lingkungan global tersebut adalah WWF. lebih dari itu kekayaan alam Indonesia juga merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati dan paru-paru dunia. Kecenderungan di atas terbaca jelas pada dinamika gerakan lingkungan Indonesia. dan Greenpeace. tetapi implementasi dan penegakannya di lapangan justru menunjukkan bagaimana mekanisme pemerintahan 85 . Organisasi-organisasi luar negeri tersebut merentangkan sayapnya dan “membuka cabang” di Indonesia tentunya karena isu-isu lingkungan hidup dan pengelolaannya di Indonesia tidak hanya penting bagi negara ini. Bila pada tahun tujuh puluh hingga delapan puluhan gerakan lingkungan di Indonesia lebih banyak didominasi oleh kelompok-kelompok pecinta alam yang bergabung dalam organisasi-organisasi lingkungan lokal. Hal ini karena persoalan lingkungan hidup adalah persoalan sistemik dalam ekosistem bumi. Itulah salah satu alasan mengapa sejumlah lembaga atau NGO internasional ikut tertarik dan bergabung dalam upaya-upaya perlindungan lingkungan di Indonesia. Posisi penting tersebut tidak hanya disadari oleh masyarakat dan gerakan lingkungan Indonesia tetapi oleh juga pihak-pihak luar. sehingga masalah lingkungan di satu negara dapat mempengaruhi kondisi lingkungan di negara lain. tapi juga bagi planet bumi ini.Gerakan lingkungan hidup di Indonesia memiliki arti penting karena Indonesia memiliki begitu banyak kekayaan alam dan lingkungan yang berpotensi menyelamatkan atau justru menghancurkan negara dan masyarakat Indonesia. maka pada tahun sembilan puluhan Indonesia menyaksikan masuknya sejumlah organisasi lingkungan besar yang bermarkas pusat di luar negeri.

melalui internet. kesemuanya tarik. serta kerja para ilmuwan dalam menyibak masalah-masalah lingkungan. tantangan ke depan bagi gerakan dan aktivis lingkungan hidup di Indonesia akan semakin kompleks. Kondisi keterpinggiran ini pula yang tampaknya mendorong para aktivis menggunakan segala cara dan saluran yang ada –termasuk di antaranya. untuk mendorong perubahan yang lebih menyeluruh dalam perlindungan lingkungan hidup Indonesia. hubungan dengan media penting bagi aktivis lingkungan karena liputan media mampu menyampaikan pesan-pesan yang dapat merebut tempat di hati dan pikiran orang-orang. Padahal isu lingkungan sesungguhnya berkaitan erat dengan banyak dimensi kehidupan masyarakat. AKTIVISME LINGKUNGAN HIDUP DAN INTERNET Gerakan Lingkungan dan Media nteraksi antara kelompok lingkungan. Penyesuaian strategi aksi kelompok lingkungan dengan karakter media. tapi juga karena belum tampak komitmen penuh dari pemerintah untuk berpihak ke sisi lingkungan.untuk menyebarkan kesadaran mengenai permasalahan lingkungan di Indonesia. kepedulian yang telah ada di masyarakat perlu dikelola agar dapat bergabung dengan elemen-elemen gerakan lingkungan hidup yang lainnya.menarik dalam mendorong isu lingkungan terus muncul ke permukaan. persoalan lingkungan bukan lagi sesuatu yang asing bagi masyarakat. maupun suratkabar. kesemuanya bernilai untuk menjangkau lebih banyak dan lebih beragam 86 . media. Tidak hanya karena masalah lingkungan hidup itu sendiri yang tampaknya akan terus memburuk.yang ada belum menempatkan persoalan lingkungan hidup sebagai persoalan utama. televisi. ketertarikan media pada nilai berita dalam kampanye-kampanye kelompok lingkungan. Di sisi sebaliknya. Meskipun begitu. Saat ini. 1. C. Baik liputan via radio. sehingga permasalahan lingkungan lambat laun akan mempengaruhi pula banyak aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Tetapi. dan ilmuwan adalah salah satu hal penting yang telah mampu mendorong isu lingkungan menjadi bagian dari agenda publik (Martell. 1994).

Tentu saja. dalam konteks persepsi publik. Tampaknya organisasi-organisasi tersebut memahami benar bagaimana masyarakat sekarang memandang peristiwa dunia. terutama televisi (Martell. yang seolah mengaitkan dan 87 . tidak semua penggambaran yang terdapat di media tentang environmentalisme dan aktivis lingkungan positif serta menguntungkan. Lamb (1996: 189) tidak memungkiri bahwa dalam konteks dinamika kelompok-kelompok lingkungan di Inggris –terutama selama akhir tahun 70-an hingga 80-an– hubungan erat media dengan kelompokkelompok lingkungan merupakan faktor krusial dalam pembangunan landasan kekuatan populer (popular power base) kelompok-kelompok seperti FoE (Friends of the Earth). Karenanya mereka kini menggunakan lebih banyak simbol-simbol budaya. Salah satu organisasi lingkungan hidup yang paham benar dengan peran media adalah Greenpeace. Greenpeace. dan mudah ditampilkan di media. Tapi Lamb (1996: 65) mengingatkan bahwa tentunya hal di atas baru akan punya arti dan benar-benar berdampak bila dukungan populer dari para pemilih awam dapat disalurkan untuk mendesak politisi-politisi agar menggerakkan “gunung” legislasi atau menggeser struktur kekuasaan yang selama ini mengikat kuat hubungan dunia bisnis dengan pemerintah. WWF.gambaran yang ditampilkan media tentang kelompok-kelompok lingkungan bisa jadi justru telah turut menimbulkan kebingungan publik tentang siapa itu. dan tidak lagi bertumpu pada wacana dan argumentasi. Lamb berpendapat gambaran. 1994).khalayak. dan image. dramatis. merancang kegiatan kampanye mereka untuk sedemikian rupa bernilai visual. misalnya. Mereka terampil dan cerdas dalam memanfaatkan media. ataupun Friends of the Earth. Secara lebih spesifik. misalnya seperti yang dikritik Vivanco (2004) dari visualisasi “environmentalism-as-adventure” di banyak media terutama televisi (seperti yang dilakukan oleh mendiang Steve Irwin). ikon. dan lainnya. Ada saja representasi yang menyesatkan dan berlebihan tentang para pecinta lingkungan. Greenpeace. Namun.

88 . Hal ini ditunjukkan Flew (2005: 16) dengan bagaimana “organizations of all sorts have sought new forms of informal collaboration with other organizations in order to better manage risk and respond to change”. yakni meningkatnya kebutuhan dan tuntutan untuk melakukan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak. Dan internet adalah salah satu alat yang dipandang mampu mendukung kebutuhan ini secara efisien dan andal. Sementara itu. berkembangnya kerumitan dan ketidakpastian seiring dengan perubahan teknologi yang amat pesat juga mendorong kelompok-kelompok masyarakat untuk melakukan penyesuaian. baik secara pasif maupun aktif. Pemanfaatan secara pasif misalnya dengan menonton televisi. 2. contoh pemanfaatan secara aktif adalah dengan membuat film atau rekaman dokumenter. Hal ini karena informasi terakurat dibutuhkan aktivis untuk dapat terus menghadapi situasi dan kondisi sosial politik terkini. Hal ini sangat tampak dari apa yang sudah lama dilakukan oleh kelompok-kelompok lingkungan di Inggris (Lowe dan Goyder. Pengamatan Flew tampaknya sejalan dengan dinamika teranyar yang terjadi dalam masyarakat sipil ataupun gerakan sosial. salah satunya dengan cara memperkuat jaringan. atau mencari informasi via internet. Namun secara eksternal. baik secara formal maupun informal. penggunaan media dilakukan karena aktivis sebagai bagian dari gerakan sosial menyadari pentingnya memenuhi kebutuhan akan informasi. berpartisipasi dalam diskusi di mailing lists. membaca surat kabar. Penggunaan Internet dalam Gerakan Lingkungan Aktivis sosial pada umumnya secara sadar memanfaatkan media. untuk dapat mengimbangi perubahan yang semakin cepat. Secara internal.menyederhanakan kepedulian lingkungan sebagai petualangan liar di alam bebas bersama hewan-hewan eksotis. Aktivisme lingkungan hidup sejak awal telah memanfaatkan berbagai peluang yang disediakan beragam media dan saluran komunikasi untuk mendukung aksi-aksinya. menulis untuk surat kabar atau weblog.

berkomunikasi. jutaan individu kini telah mampu dan berdaya ( mpowered) untuk e beraksi. terancamnya hak atas kepemilikan intelektual. dan menggalang dukungan. 1996: 198). merekrut anggota. dan akurat. Namun aktivisme lingkungan di dunia offline dan online umumnya saling mendukung dan melengkapi. yakni fungsi komunikasi.fungsi yang selama ini telah dijalankan secara offline. Aktivisme di internet dapat dikatakan sedang menagih janji Pavlik (1996: 340) bahwa yang paling diuntungkan dari kemunculan teknologi komunikasi adalah personal empowerment. Salah satu fenomena media dan komunikasi yang terus mengha ngat sejak kurang lebih satu dekade terakhir adalah penggunaan internet oleh masyarakat sipil dan gerakan sosial. 89 . internet digunakan oleh elemen-elemen dalam gerakan lingkungan untuk mendukung fungsi. ataupun ketidaksetaraan akses informasi).1983). FOEnet tumbuh dari visi salah satu petinggi FoE saat itu. Pavlik juga menunjukkan bagaimana seiring dengan peningkatan kepemilikan personal computer dan juga ketersebaran akses internet. Internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan lingkungan.lembaga besar. dikenal sebagai FOEnet (Lamb. ataupun lembaga. Salah satu cara yang ditempuh FoE untuk melakukan penyebaran atau desentralisasi adalah dengan melakukan investasi besar-besaran di bidang sistem informasi digital baru. serta berpartisipasi dalam proses sosial dan politik secara lebih luas. Walaupun banyak juga kerugian dan ancaman dari kemajuan teknologi komunikasi (seperti berkurangnya ruang pribadi. sosialisasi. Aktivis dan anggota gerakan lingkungan hidup selama ini sudah memanfaatkan internet untuk beragam tujuan dan dengan berbagai cara. Penggunaan media interaktif dan media konvensional tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masingmasing. perusahaan. terekam. Andrew Lees. bukan saling menegasikan. Internet mampu mendukung kerja-kerja environmentalisme melalui kekuatannya untuk menyampaikan informasi secara cepat. tak terkecuali gerakan lingkungan. dan mobilisasi. tetapi tidak dapat dibantah bahwa kini orang perseorangan ataupun kelompok-kelompok kecil dalam masyarakat dapat melakukan banyak hal yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh pemerintah. aman. Pada dasarnya.

mulai dari aksi radikal para demonstran hingga lobi. Hal ini juga didukung oleh keberadaan peta interaktif situs. Di pertengahan tahun delapan puluhan. Para aktivis lingkungan tersebut memanfaatkan internet secara partisipatoris. mereka tetap memberitakan kegiatan-kegiatan mereka di sejumlah suratkabar lokal.yang percaya bahwa informasi yang akurat dan jelas –seringkali ditampilkan sebagai peta– adalah fitur kunci yang membuat FoE berbeda. yang memberi informasi tentang persoalan perundang-undangan. Namun selain melalui internet. Tak jauh berbeda. Update terbaru setiap harinya tentang situasi di lokasi mampu menarik ketertarikan luas dari publik. dan hasil. untuk membantu proses mobilisasi. Pickerill (2003) menggali dan menyajikan konteks. dan kehadiran FoE di internet. aset ekologis. Contoh lain juga tampak dari bagaimana pengelola Ealing Cycling Campaign di London Barat memanfaatkan internet setelah internet semakin meluas dan bertumbuh siginifikansinya (Batterbury. Lees. 1996: 199). Potensi awal internet untuk mengarahkan dukungan publik dan mengejar laju cepat perkembangan dalam era kampanye serba-cepat salah satunya ditunjukkan dalam kampanye FoE untuk menghentikan pembangunan bypass di Newbury (Lamb.isu lain yang terkait kampanye Newbury.lah orang yang pertama kali membujuk organisasi lingkungan itu untuk memulai investasi teknologi informasi termasuk pembuatan database. mereka menggunakannya untuk mengarsipkan dan menerbitkan newsletter mereka. 2003). dan mendorong taktiktaktik lain yang mereka jalankan Internet tampaknya dinilai cocok untuk mendukung aktivisme lingkungan karena secara mendasar internet telah memiliki sifat-sifat saluran komunikasi 90 . membantu mereka mengendalikan hidup mereka dan membantu masyarakat secara lebih luas untuk mencari tahu apa yang terjadi di sekitar mereka.lobi politik yang dijalankan oleh FoE. dan isu. sistem informasi geografis.hasil dari penggunaan internet oleh environmentalis di Inggris. serta untuk berhubungan dengan situs-situs lain. Charles Secrett juga memandang FOEnet sebagai salah satu jalan menegangkan yang pernah FoE tempuh untuk memberdayakan orang-orang. ketegangan.

fleksibilitas. Oleh karena itu. Misalnya dalam hal mencapai masyarakat secara lebih luas. perlu dipahami secara utuh bagaimana masyarakat selama ini memposisikan media dan internet dalam aktivitasaktivitas mereka. (2) jangkauan global dan lokal ke banyak sekali pengguna. Secara sistematis. penggunaan internet oleh aktivis lingkungan memang baru marak dilakukan dalam lima hingga enam tahun terakhir.faktor yang membuat internet menarik untuk digunakan sebagai alat kampanye adalah (1) kecepatan transmisi pesan. 91 . dan (5) kemampuan menjadi sumber informasi alternatif yang reliable. tepatnya sebuah online petition. namun dalam hal kedalaman penanganan masalah. faktor. harus diakui bahwa kekuatan internet memang terletak pada sifat-sifatnya yang cepat dan tersebar luas. terdapat juga celah-celah kebutuhan gerakan yang tetap tak tersentuh oleh internet.yang sangat dibutuhkan sebuah gerakan sosial. kemudahan. luasnya jaringan pengguna. di begitu banyak wilayah Indonesia. internet barangkali lebih cocok diposisikan sebagai pelengkap dan bukan alat utama. interaktivitas. Tentunya untuk memastikan hal ini. Dalam konteks Indonesia. Salah satu kasus terbaru penggunaan internet dalam isu lingkungan adalah penggalangan dukungan oleh WALHI bekerjasama dengan Friends of the Earth via dunia maya. untuk menekan pemerintah agar membereskan kasus luapan lumpur di Sidoarjo. Sejumlah tahapan-tahapan pendidikan lingkungan pun tetap memerlukan penanganan secara langsung atau akan lebih efektif bila dilakukan secara tatap muka. Meskipun ada banyak keunggulan yang dimiliki internet sebagai sebentuk media. terutama wilayah-wilayah yang belum memiliki akses internet.masalah lingkungan hidup. (4) akses 24 jam. Hal ini memang tak dapat dilepaskan dari perkembangan teknologi dan semakin mudahnya mendapatkan akses internet di berbagai daerah di Indonesia. Keunggulan-keunggulan tersebut diantaranya adalah kecepatan. (3) biaya publishing yang rendah.

blog. Peneliti memulai penelusuran via mesin pencari Google dengan mengumpulkan informasi terkait milis. informan dianggap dapat memberi informasi dan data secara optimal bila sudah cukup lama mengenal dan memanfaatkan internet. tidak mudah untuk menemukan aktivis lingkungan yang banyak beraktivitas via internet. Namun pada prakteknya. Penelusuran dan Pe nentuan Informan Populasi penelitian ini adalah aktivis lingkungan hidup di Indonesia yang “eksis” secara online. Secara teknis. yakni mengambil informan yang tersedia.BAB IV ANALISIS A.isu lingkungan hidup. dan mendalam mengenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan maka pada awal berjalannya penelitian informan direncanakan untuk diperoleh berdasarkan prinsipprinsip dalam purposive sampling. tepatnya para aktivis yang aktivismenya banyak memanfaatkan fasilitas di internet. ataupun mailing list (terkait isu lingkungan) dengan aktivitas relatif tinggi. Informasi mengenai para aktivis lingkungan pengguna internet didapatkan dari database anggota milis. Untuk penelitian ini. Untuk mencapai tujuan pene litian serta mendapatkan gambaran unik. PROSES PENELITIAN 1.milis lingkungan yang 93 . Cara pemilihan ini dipilih karena populasi aktivis lingkungan di Indonesia bersifat sporadis sehingga tidak mudah mendapatkan data sistematis dan menyeluruh yang dibutuhkan untuk menjalankan teknik-teknik sampling acak. dan atau (ditunjukkan dengan) memiliki atau mengelola situs. sampling purposif direncanakan untuk dilakukan dengan memilih informan yang dianggap paling dapat memberikan informasi optimal mengenai topik penelitian. berkomitmen pada isu lingkungan hidup. sehingga pada akhirnya teknik yang digunakan adalah available sample. dan situs-situs pribadi (kesemuanya dalam bahasa Indonesia) yang aktif membahas isu. blog. beragam.

ataupun mailing list sejenis. sebuah situasi yang dikhawatirkan akan memancing dilema dalam penentuan batasan populasi penelitian. jumlah pesan. blog. Oleh karena itu. kemudian dilakukan observasi terhadap milis tersebut untuk mencari tahu siapa-siapa anggota yang paling aktif. Sambil berkorespondensi dengan kedua informan yang lebih dahulu dipilih. dari kedua groups tersebut tercatat dua puluh satu buah milis bertema lingkungan (per 17 Februari 2009. Dari sekian banyak milis dipilih dua milis dengan anggota dan pesan terbanyak. lihat Lampiran) yang memiliki keanggotaan di atas sepuluh orang dan dengan jumlah pesan relatif banyak. administrator milis tersebut. Armely Meiviana 29 . peneliti memutuskan Djuni Pristiyanto. Dari pengamatan. yakni dengan juga memperhitungkan weblog atau blog sebagai bentuk lain ekspresi berpendapat sejumlah aktivis lingkungan. peneliti juga melakukan cross-check dengan mencari tahu blog-blog lingkungan berbahasa Indonesia dan memeriksa apakah ada anggota aktif milis lingkungan yang juga memiliki atau mengelola blog yang aktif memuat informasi lingkungan. namun kemudian membatalkan menggunakan Marc sebagai informan karena dia ternyata berkewarganegaraan Perancis. peneliti menemukan bahwa hanya dua milis tersebut yang aktivitasnya relatif cukup tinggi 30 dan potensial bercerita banyak. 30 Ditandai dengan jumlah anggota. satu di Yahoogroups. Daftar milis didapatkan dari yahoogroups dan googlegroups. 94 . Dari kedua groups yang paling populer di Indonesia tersebut. Dari yahoogroups dipilih milis bernama “Lingkungan”. sebagai salah satu informan. Peneliti sempat menghubungi dan melakukan wawancara awal dengan keduanya. di googlegroups sebuah milis bertajuk “Greenlifestyle” menjadi satu-satunya milis bertema lingkungan yang secara mencolok memiliki jumlah anggota dan juga pesan terbanyak. penelitian yang pada awalnya berniat memfokuskan diri pada dinamika aktivis lingkungan dalam milis kemudian harus memperluas objek. satu di Googlegroups. sebagai informan penelitian. Sementara itu. dan atau jumlah post/artikel (bila di blog) yang relatif tinggi bila dibandingkan dengan situs. Dari penelusuran blog-blog lingkungan via 29 Milis Greenlifestyle (atau yang sering disingkat oleh pendiri dan anggotanya sebagai “milis GL”) didirikan oleh Armely Meiviana dan rekannya Marc Dunais. peneliti mengambil salah satu administrator dan kontributor tetap.berbasis di Indonesia. Dari milis ini.

31 Termasuk di antaranya tulisan Djuni Pristiyanto berjudul “234 Blog Lingkungan Indonesia” yang dimuat di blog pribadinya. ditemukan sejumlah informasi31 yang mengarahkan peneliti pada sejumlah situs dan weblog yang membahas isu. 95 .mail dan terkadang juga comment box di blog mereka. Michael Dharmawan. dan (d) isu lingkungan cukup mendominasi isi blog. Secara mendasar. blog yang kemudian diputuskan untuk dihubungi adalah blog-blog yang (a) dikelola secara individual. mungkin mereka sibuk. Selain keempat orang tersebut. (b) memiliki jumlah post yang cukup banyak.html 32 Terdapat satu penggiat milis Lingkungan yang merespon. Keempat kriteria tersebut ditentukan seiring dengan penelusuran terhadap blog-blog lingkungan yang ada untuk akhirnya memutuskan blog-blog mana saja yang berpotensi menghasilkan data lebih lengkap dan beragam dan pemilik blog-blog yang mana yang diminta menjadi informan. peneliti juga menghubungi beberapa orang lain. atau barangkali karena alamat e-mail atau blog yang mereka cantumkan hubungi sudah lama tidak diakses para pemiliknya. Setelah beberapa waktu mencoba menghubungi para pemilik blog melalui alamat e. bukan kelembagaan atau milik organisasi. peneliti tidak dapat mengetahui secara pasti alasan ataupun kondisi mereka. peneliti kemudian menyatakan terima kasih dan tidak memaksa orang tersebut untuk menjadi salah satu informan. tidak bersedia. namun sebagian besar tidak memberikan respon32 .mesin pencari. Keempat orang tersebut adalah Ade Fadli. dengan kekerapan posting yang tidak terlalu jarang.com/2005/12/21/234-bloglingkungan-indonesia. Lihat di http://djuni. tetapi menolak dijadikan informan dengan alasan merasa belum pantas dan bahwa ada banyak orang lain yang lebih layak untuk diwawancarai.wordpress. (c) terakhir di-update setidaknya November 2008 (tiga bulan sejak penelitian dimulai). Deretan situs dan blog tersebut kemudian diakses dan diperiksa.isu lingkungan. dan Marwan Azis. pada titik inilah available sample mulai diputuskan untuk dipilih sebagai informan penelitian. terdapat empat orang yang akhirnya (namun tidak di saat yang bersamaan) bersedia diwawancara sebagai informan penelitian ini. Dengan pertimbangan etis. Melinda Rachman. Karena orang-orang tersebut tidak secara jelas menolak dijadikan informan.

Ade Fadli misalnya. dan data diri peneliti (lihat Lampiran). Proses Wawancara Penelitian ini menjalankan wawancara tak berstruktur sebagai teknik utama pengumpulan data. Michael Dharmawan. aktivis lingkungan senior yang kini lebih banyak berkecimpung di isu bencana. Secara teknis. 2. Marwan Azis.mail berisikan perkenalan. Djuni Pristiyanto. seorang profesional di bidang bisnis dan manajemen yang berupaya keras mengelola blog AkuInginHijau yang sedang cukup populer. versi ringkas proposal penelitian. bekerja di sebuah organisasi lingkungan besar di Indonesia. meski demikian. pekerja freelance di bidang lingkungan yang masih menyempatkan diri mengelola milis dan blog Greenlifestyle. Para informan tersebut dinilai telah memberikan informasi yang lebih mendalam dan beragam serta cukup mewakili kasuskasus unik aktivis lingkungan yang aktif menggunakan internet.Pasca berkenalan dan mengetahui sejumlah informasi dasar tentang para informan. proses korespondensi dilakukan peneliti dengan mengirimkan e. Wawancara mendalam dilakukan dengan menanyai informan pertanyaan-pertanyaan terbuka (open-ended questions). pelajar SMA yang mengelola blog dan cause Go Green bersama satu rekannya. Informan yang menjawab hampir kesemuanya menyatakan kesediaannya dan kemudian pada jawaban selanjutnya bersedia memberikan nomor telepon seluler. khususnya fitur blog. untuk menyebarkan informasi lingkungan. jurnalis lingkungan hidup yang bersama rekan-rekannya getol mendorong penggunaan internet. peneliti memutuskan bahwa jumlah informan tidak perlu ditambah lagi karena keenam informan yang telah disebut di atas dinilai sudah cukup memadai untuk mengungkap keragaman penggunaan internet untuk aktivisme lingkungan. sejak tahun 1999 memoderatori dan rutin memasok berita untuk milis Lingkungan. Armely Meiviana. keinginan untuk mewawancarai. Pengaturan janji untuk wawancara kemudian dilanjutkan melalui korespondensi via saluran telepon seluler. Dan terakhir. 96 . posting dan “celetukan-celetukan”nya tidak secara vulgar berbicara atas nama lembaganya. Melinda Rachman.

praktis.dimana informan menjawab secara bebas tanpa dibatasi pilihan-pilihan. Namun satu informan. Kondisi serta keterbatasan informan dan peneliti telah mendorong dipilihnya cara-cara yang lebih efisien. Secara teknis. Hal ini karena setelah berkorespondensi dengan para informan dan kemudian mengatur jadwal wawancara. Walaupun 97 . maka peneliti menawarkan wawancara dilakukan secara online. dan bahkan satu dua orang dari mereka acapkali bepergian ke luar Jawa. berkesibukan padat. Dengan mempertimbangkan kesediaan dan keluangan waktu para informan. baik di sela-sela jam kantor ataupun setelahnya (selama waktu untuk keluarga). hanya dengan Djuni Pristiyanto saja peneliti sempat menjalankan salah satu sesi wawancara secara bertatap muka. baru diketahui bahwa sebagian besar informan berdomisili di tempat berbeda-beda di Jakarta dan sekitarnya. bukan untuk membatasi ataupun mengekang peneliti. yakni Michael Dharmawan. antara lain memungkinkan peneliti menangkap lebih detail bahasa tubuh dan gesture informan serta setting alami tempat berlangsungnya wawancara. tepatnya ketika informan kebetulan sedang berada di kota peneliti untuk sebuah pekerjaan. Karena Michael merupakan salah satu informan dengan karakteristik unik (dari kalangan pekerja profesional). serta fleksibel. Kelima informan sama sekali tidak keberatan dan setuju-setuju saja dengan teknik wawancara yang peneliti tawarkan. wawancara dilakukan melalui pertemuan tatap muka (face-to-face interview) dan juga wawancara melalui fasilitas chatting. namun dari keenam informan. serta efisiensi waktu dan dana di pihak peneliti. menyatakan tidak memiliki keluangan waktu untuk melakukan chatting ataupun wawancara tatap muka. Panduan pertanyaan (interview guide) telah disiapkan oleh peneliti sebelum wawancara dimulai namun hanya berfungsi untuk mengingatkan peneliti tentang topik-topik utama yang perlu ditanyakan atau dibicarakan. Wawancara secara langsung dan bertatap muka memang memiliki sejumlah keuntungan. yakni melalui Yahoo Messenger. maka peneliti membuat pengecualian dan membolehkan informan yang satu itu untuk menjawab pertanyaanpertanyaan dari peneliti secara tertulis.

Selain itu.tidak mampu membangun kedalaman secara fisik dan menangkap konteks tatap muka. Penataan menurut sumber dilakukan 98 . total dilakukan sembilan sesi wawancara via Yahoo Messenger –dengan rata-rata durasi chatting dua jam–. peneliti juga mengumpulkan dokumen aktivitas online para informan melalui data yang tersimpan di mailing list dan atau blog mereka.menyurat melalui e-mail). fasih. Keseluruhan wawancara tidak berlangsung linear. prioritizing. satu sesi wawancara tatap muka. pada satu hari peneliti bisa mewawancara informan A kemudian hari berikutnya mewawancara informan B dan lain sebagainya. Dari data sekunder peneliti dapat mengamati jenis-jenis perilaku atau praktik-praktik komunikatif yang riil dijalankan informan melalui blog dan atau milis mereka. Dari keenam informan. dan interrelating. fleksibilitas waktu dan tempat yang ditawarkan oleh fasilitas chatting ternyata sangat berguna ketika peneliti merasa perlu melakukan sesi wawancara tambahan untuk mengkonfirmasi sejumlah informasi atau data. dan berpengalaman menggunakan internet sebagai media komunikasi. 3. dan empat sesi wawancara tertulis (surat. wawancara termediasi lewat internet dinilai tidak akan mengurangi ketajaman informasi yang diberikan informan karena para informan adalah orang-orang yang cukup terampil. internet-savvy. Selain menggunakan wawancara mendalam. Pengolahan Data Hasil wawancara yang telah ditranskrip kemudian dirapikan secara “administratif”. bergantung pada kesibukan dan keluangan waktu para informan. Kesemua wawancara kemudian ditranskrip dan dirapikan untuk memudahkan pembacaan. yakni direduksi secara fisik menurut prinsip-prinsip sorting. Pada awalnya data ditata menurut sumber dan dimensi waktu. Data sekunder tersebut digunakan untuk mengklarifikasi dan atau melengkapi informasi yang diungkapkan selama proses wawancara. Selama informan dan peneliti sama-sama luang dan terhubung dengan internet maka penggalian data pun dapat dilakukan. categorizing.

Setelah dipilah-pilah dan dirapikan. saat ini berdomisili di Samarinda. saat masih kuliah S-1 di Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman33 . Kalimantan Timur. lalu diperiksa kesesuaian informasi waktunya. Samarinda. B. Informan yang satu ini menggunakan internet sejak tahun 1997.web. Namun tuntutan pekerjaan di Eksekutif Nasional WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) sejak Mei 2008 tak jarang menuntutnya untuk bepergian ke Jakarta dan kota-kota lain. didapat temuan-temuan sementara yang kemudian dianalisis secara komparatif untuk menemukan persamaan dan perbedaan di dalamnya. 15 September 2009 blog ini sudah “pindah habitat” ke http://timpakul. setiap transkrip juga ditata sesuai urutan kejadian saat pengambilan data. dilakukan penarikan kesimpulan (conclusion-drawing) dan verifikasi untuk membantu peneliti menginterpretasi data dan mengkonfirmasikannya dengan temuan-temuan.org 34 dan berfokus pada tulisan 33 Saat ini. peneliti membaca kumpulan data itu satu persatu dan berkali-kali untuk menentukan bagianbagian data yang lebih utama. Selain itu. Kategori-kategori permulaan tersebut antara lain adalah kebiasaan. untuk menemukan pola-pola dalam data tersebut .id 99 . data transkrip tersebut dikoding menurut sistem kategori permulaan (preliminary category system). Saat itu Ade masih mengakses internet dengan kecepatan dial-up di kantor pos kotanya. begitu peneliti memanggilnya. 1.hijaubiru. motivasi. dan valid. dan tujuan penggunaan internet. informan sedang menempuh pendidikan S Ilmu Lingkungan di universitas yang -2 sama dan mengambil tesis dengan topik politik konservasi di Kalimantan Timur. Ade mengaku mulai nge-blog di tahun 2001 dan baru sejak tahun 2003 pindah ke timpakul. kuat. PROFIL INFORMAN Ade Fadli Bang Ade.masing sumber informannya. 34 Pada Selasa. Dari pembacaan tersebut.agar setiap potongan transkrip dikenali masing. Setelahnya. Setelah dipilah menurut kategori-kategori tersebut. dan kemudian mencari kaitan antara bagian-bagian data yang ada (data linking).

biasanya Ade menggunakannya untuk belajar (misalnya. 100 . dengan pengeluaran Rp 150. Terkadang juga dia hanya mengakses internet via telepon selulernya. Ade biasanya memanfaatkan akses LAN bila sedang di kantor dan menggunakan HSDPA milik pribadi35 bila sedang di luar kantor atau bila jaringan internet di kantor sedang down. Saat mengakses internet. Tampilan Blog Timpakul 35 Dibiayai sendiri. blogging. dan akhir-akhir ini juga untuk berjejaring sosial. berdiskusi di milis. khususnya via Facebook.dengan tema lingkungan hidup.1. Gambar 4. Ade mengaku hampir selalu online dan rata-rata menggunakan internet sekitar 12-18 jam perhari.mail.000/ bulan (per April 2009). Tindakan ini tidak lepas dari aktivitas kesehariannya saat itu di bidang lingkungan hidup. membuat website). e.

dan bersosialisasi. kafe.com/group/greenlifestyle http://greenlifestyle.hijaubiru. http://karangmumus.blogspot. lihat http://www. Salah satu penyebabnya barangkali tingginya frekuensi Ade untuk mem-posting di blog miliknya itu. baik ketika sedang di rumah.timpakul. Technorati dan MySpace. mencari informasi.com/ . Pada tahun 2002 hingga beberapa saat setelahnya.id 101 . Plurk.455 menurut situs Blog Indonesia 37 .429 buah tulisan.web. http://timpakul. Mely –begitu panggilannya.blog-indonesia.blogspot.com/ . 2. Ade juga me-mirror isi blog Timpakulnya di beberapa blog lain yang dimilikinya 38 . Ade pun tak segan-segan mencoba memanfaatkan beragam jenis fitur di internet.com/ (per 30 September 2009) 38 http://timpakul.menggunakan internet kurang lebih 12 jam dalam sehari.or. ia belajar menggunakan internet dengan bantuan teman dan juga otodidak.id) 39 40 http://groups.menulis. tepatnya sejak tahun 1998. Facebook.indonesiamatters. Di sela-sela kesibukannya. milis (yang kemudian berkembang menjadi blog dan cause di 36 37 http://blogs. ataupun warnet.google. Berawal dari ide Marc. Mely sempat memiliki blog pribadi. Dari blognya dapat kita lihat bahwa Ade pun juga memanfaatkan layanan komunikasi dan jaringan sosial seperti Twitter. namun sekarang sudah tidak lagi karena banyaknya aktivitas. http://timpakul. Sekarang ini.multiply. Selain itu.id/. Sejak Januari 2001 hingga 30 September 2009 tercatat 1. terutama yang berhubungan dengan komunikasi dan tulis. Armely Meiviana Armely tinggal di Jakarta dan bekerja lepas untuk isu lingkungan dengan berbagai posisi pekerjaan. http://celoteh. Perempuan lulusan Hubungan Internasional FISIP UI ini mulai mengenal internet di bangku kuliah.org/ (blog sebelum “pindah habitat” ke timpakul. mengelola milis.or.com/ (blog yang isinya lebih pribadi seperti puisi dan renungan keseharian).Blog Timpakul milik Ade menduduki posisi ke-94 menurut Indonesia Matters 36 dan ke-1. Sebagian besar waktu berinternetnya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan. sejak tahun 2007 Armely (berduet bersama Marc Dunais) mengelola milis 39 dan blog40 Greenlifestyle. Tidak hanya rutin menulis selama empat tahun terakhir. Saat itu.com/ (per 30 September 2009) “Top 100 Indonesian Blogs”. Tweet. dengan menggunakan beragam akses yang tersedia.

Gambar 4.2.Facebook) ini bertujuan memberikan informasi dan tips-tips sederhana untuk gaya hidup ramah lingkungan di perkotaan. Tampilan Blog Greenlifestyle 102 . disajikan dalam tampilan yang menarik dan dengan bahasa yang populer.

Mas Djuni bersikeras memasang telepon dan berlangganan internet. hingga akhirnya kini dia bekerja di lembaga Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia sebagai administrator website (www. Sejak tahun 1998 pula dia sudah aktif mengirimi berita-berita lingkungan ke milis. 103 . Setelah lima tahun berkecimpung di daerah. Sekarang ini.milis yang dilanggannya.Gambar 4. Djuni Pristiyanto Mas Djuni mulai berkegiatan di bidang lingkungan hidup sejak tahun 1997.3.mpbi. sehingga walaupun menyulitkan secara keuangan. Saat itu dia sudah menyadari pentingnya internet. Tampilan Milis Greenlifestyle 3. Mas Djuni kemudian lebih banyak bekerja di Jakarta sebagai pekerja lepas. Informan yang sudah berkeluarga dan tinggal di Jakarta Selatan ini sudah sejak tahun 1998 mengenal dan sekaligus belajar otodidak untuk menggunakan internet. Tepatnya sejak dia memutuskan untuk meninggalkan studinya di Ilmu Sejarah UGM dan kemudian mendirikan sebuah LSM lingkungan di Jember. yakni sejak mendirikan LSM lingkungan di Jember.org). Jawa Timur.

informan juga aktif di milis “berita lingkungan” (sudah digabungkan dengan milis Lingkungan). 44 http://bencana. 43 Terlacak via pencarian google. dan “spiritual”.net 104 . dari jam 9 pagi hingga 5 sore). Selain di milis Lingkungan.365 pesan (sejak April 1999). Di samping memoderatori milis Lingkungan. jumlah tertinggi untuk konteks milis bertema isu lingkungan di Indonesia. milis Lingkungan adalah milis terbesar42 untuk isu lingkungan hidup di Indonesia. Gambar 4.com/group/lingkungan Per 30 September 2009. Berawal dari antusiasmenya mengirimi berita-berita lingkungan. Tampilan Milis Lingkungan Mengelola milis dan memasok berita lingkungan adalah bentuk utama penggunaan internet untuk lingkungan yang dijalankan Mas Djuni. Mas Djuni juga terlacak aktif berdiskus i dan memuat tulisan atau berita di sejumlah milis lainnya43 . milis Lingkungan memiliki 3. Saat ini.4. informan juga mengelola website “Hidup Bersama Risiko Bencana”44 .informan selalu online selama berada di kantor (sekitar 8 jam. “sahabat telapak”.284 anggota dengan total 45. dia juga berlangganan internet di rumah dan terbiasa mengaksesnya selama 2-3 jam perhari. 41 42 http://groups. informan malah kemudian ditawari menjadi moderator untuk milis bernama Lingkungan41 . “bencana”. selain di kantor.yahoo.

wordpress. http://djuni.com/2007/05/19/upaya-mengusung-penyadaran-lingkungan-lewatinformasi-blog/ 105 .wordpress.com/2005/12/27/blog-timpakul-peringkat-pertama-234-blog-lingkungan/.wordpress.com/2005/12/21/234-blog-lingkungan-indonesia/. Hal ini tampak dari tulisan-tulisannya yang membahas dinamika menjadi moderator46 . Mas Djuni juga aktif mencurahkan gagasan dan pikiran lewat blog pribadinya.wordpress. Jalan Setapak 45 .wordpress.com/2005/12/29/perkemb angan-milis -lingkungan-tgl-29desember-2005-1272/. 45 46 http://djuni. Tampilan Blog Jalan Setapak Sejak Juli 2009. perkembangan dan peranan milis Lingkungan47 . dan http://djuni.com http://djuni. http://djuni. http://djuni. blog ini menjadi bukti nyata komitmen dan perhatiannya dalam mengelola milis lingkungan.com/2005/12/08/milis -lingkungan-sebagai-media-virtual-pengontrollingkungan.wordpress.wordpress.hal berhubungan dengan isu lingkungan.com/2006/02/16/tugas -moderator-milis/ 47 http://djuni. ataupun pandangannya terhadap kemunculan blog-blog48 yang mulai banyak mengangkat tema-tema lingkungan hidup.com/2006/02/15/perkembangan-milis lingkungan-dan-milis -berita-lingkungan-tgl-15 48 http://djuni.Gambar 4.5.wordpress. Meskipun tak melulu berisi hal.

com/about-me/ www.blogspot. Bekerja sebagai jurnalis lingkungan secara tidak langsung membuat penggunaan internet Marwan hampir selalu bersinggungan dengan isu lingkungan.greenpressnetwork.blogspot. misalnya dengan menjadi editor blog-blog GreenPress. Marwan lebih berfokus pada blog-blog pribadinya dan blogblog komunitas.marwanazis.papuatraveling.wordpress. aktif sebagai tim riset di LP3ES Jakarta.blogspot.com. Kendari. ajisaja@yahoogroups.4. via wireless ketika di kantor. Marwan mengaku sudah bergabung dan juga mengelola sejumlah mailinglist bertema lingkungan dan jurnalisme 52 .com.nusantaratraveling.com. wartawanlingkungan@yahoogroups.petualanganku. dan dengan modem USB saat di rumah. di sela-sela kesibukan dan pekerjaannya.greenpressnetwork. Marwan Azis Marwan berasal dan dibesarkan di Sulawesi Selatan.greencare.com.blogspot. Semasa kuliah di jurusan AGRONOMI fakultas pertanian Univ.com. perubahaniklim@yahoogroups. hotspost ketika sedang di luar kantor.com.com 51 www. serta menjalankan hobinya sebagai blogger dan mengelola beberapa blog baik pribadi50 maupun komunitas 51 . www.wordpress. Saat ini Marwan terbiasa mengakses internet dengan banyak cara.com (organisasi Greenpress) 52 Seperti milis walhinews@yahooogroups. Haluoleo.com. www.com. dan www. dan belajar menggunakannya secara otodidak. supportergreenpress@yahoogroups.com (blog berita lingkungan) dan www. greenpress@yahoogroups.com. Pekerjaannya tidak menuntutnya untuk selalu online sehingga Marwan tidak setiap hari menggunakan internet. sekitar tahun 1999. Jauh sebelum dunia blog berkembang di Indonesia.com. dan Pers Mahasiswa. Marwan mulai mengenal internet sejak kuliah. lingkungan@yahoogroups.multiply. Namun saat ini.com. 49 50 Lihat profil lengkap Marwan di http://marwanazis. HMJ.wordpress. mediacare@yahoogroups. Sulawesi Tenggara Marwan aktif di HMI. Pengalaman malang melintang di dunia jurnalistik dan keeratannya dengan isu.com 106 .isu lingkungan mengantarnya terjun di bidang jurnalisme lingkungan hidup49 . www. Saat ini Marwan memilih menjadi jurnalis freelance di Jakarta.

53 Melinda Rachman http://greenpressnetwork. Tampilan Blog GreenPress GreenPress adalah komunitas jurnalis lingkungan hidup yang memanfaatkan media online. Blog www.Gambar 4.com mereka bangun untuk mengumpulkan dan menyebarkan berita-berita lingkungan. Berita di blog ini selain bersumber dari reportase jurnalis yang tergabung dalam Greenpress.blogspot.greenpressnetwork. 5.com 107 . untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan.6.com kelembagaan GreenPress dan membahas isu. juga menampilkan berita lingkungan dari berbagai situs dalam negeri maupun 53 mancanegara Komunitas yang ini menggunakan juga yang fasilitas RSS blog pada (GreenPress) .blogspot.wordpress. terutama blog. Situs-situs Green Press di atas mereka kelola secara swadaya untuk membantu penyebaran informasi lingkungan ke publik.greenpressnetwork.isu jurnalisme lingkungan. mengelola lebih berfokus www.

saat di SMP kelas VIII. yakni sejak umur 14. Melinda sudah kenal internet sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar.syalalla. Walau tersedia internet di rumah. bersosialisasi via Facebook. teman blogger yang kemudian mengajaknya membangun blog Go Green56 . Dalam tiga jam itu dia biasanya blogging dan blog-walking.com 108 . kelas XII.com www. Dari pergaulan dan pertemanannya di dunia maya. 54 55 www. Melinda sudah sekitar tiga tahun mulai nge-blog. Melinda berkenalan dengan Lalla 55 .com 56 http://gogreenindonesia. Saat itu blog pribadinya 54 lebih berisi cerita-cerita tentang pengalaman pribadi Melinda dan pendapatnya tentang kejadiankejadian yang dia lihat di berita. dan mengunduh lagu. namun masih terbatas untuk mencari bahan tugas sekolah dan itupun masih dibantu orangtua. Walaupun pada awalnya Melinda diajari oleh orangtuanya untuk menggunakan internet. chatting. tetapi saat mengakses Melinda rata-rata menghabiskan waktu tiga jam per akses. tapi lambat laun dia belajar dan mengeksplorasi sendiri. Melinda tidak setiap hari mengakses internet.blogspot. Melinda hampir selalu mengakses internet dari rumah dengan layanan internet yang dilanggan orangtuanya.Informan termuda ini masih bersekolah di SMA. Melinda biasanya baru bisa menggunakan internet di malam hari.blogspot.mellovegoodyakan. setelah selesai dengan aktivitas sekolah dan les.wordpress.

Blog ini tampaknya cukup populer. 109 . Dalam kegiatan-kegiatan di atas. Untuk memperluas jaringan dan lebih menyebarkan pesanpesan lingkungan. blog ini telah dikunjungi sebanyak 55. Tampilan Blog Go Green Blog yang mulai publish pada tanggal 2 Februari 2008 ini berfokus pada isu global warming dan kiat-kiat yang bisa dilakukan untuk mencegah dan menghadapinya. dalam jangka waktu sekitar satu setengah tahun (Februari 2008-September 2009). Lalla dan Melinda mengajak pengunjung blog untuk lebih menyayangi bumi melalui cara-cara sederhana. Dengan bahasa yang mudah dimengeri. Melinda berkontribusi dalam membuat tulisan.7. dan meng-invite orang-orang untuk bergabung di cause Go Green. mereka juga membuat cause Go Green di Facebook.Gambar 4. menjawab surat atau tanggapan dari pembaca.658 kali dan mendapat respon yang positif dari para pengunjungnya.

keuangan. Berita lingkungan. Manifesto hijau. dan tak jarang juga mengaksesnya dari rumah. Ketertarikannya dapat terlihat dari 23 kategori60 tulisan dan artikel dalam blognya yang ia kelompokkan untuk memudahkan pembacanya menemukan topik tulisan. Jalan-jalan. Berita lingkungan global. Bercocok tanam. Saat ini Michael bekerja sebagai manajer administrasi. terutama cara-cara sederhana dan keseharian untuk menyelamatkan lingkungan. Di sela-sela kesibukan padatnya sebagai seorang profesional bisnis. terutama karena adanya keharusan untuk menggunakan e-mail. Teknohijau. Lingkungan rumah. Namun seiring dengan respon yang begitu hangat dari pembacanya. Michael Dharmawan Informan terakhir ini merampungkan pendidikan di bidang manajemen. Sehari. Michael tertarik dengan energi alternatif dan cara-cara inovatif untuk menyelamatkan lingkungan. Sebagai pemerhati lingkungan59 . Hemat di Jalan. Michael mengenal internet saat kuliah. Berita lingkungan lokal.org/2008/02/05/1-tahun-aku-ingin-hijau/ 59 http://akuinginhijau. Tanaman. Terdapat beberapa jalan yang ditempuh Michael untuk mengembangkan blog ini. untuk lebih memudahkan 57 58 http://akuinginhijau. dan lain sebagainya. Polling. Michael lebih banyak menggunakan internet untuk menyelesaikan pekerjaan dan berkorespondensi dengan rekan-rekan bisnisnya. Energi alternatif. ekonomi dan IT dari Purdue University di Amerika Serikat. Kemudian. Michael termotivasi untuk terus mengembangkan blog ini 58 . menyelesaikan tugas sekolah. Lingkungan Kerja. dan IT di sebuah perusahaan pakan ternak di Jakarta. dan Uncategorized. Produk hijau. Akhir Pekan.harinya ia mengakses internet dari kantor. Blog bernama AkuInginHijau57 ini secara khusus mengambil tema lingkungan hidup.org/ http://akuinginhijau. Fakta Lingkungan. Daur ulang. Niatan awal Michael membangun blog ini hanyalah untuk melatih menulis karena kemampuan tersebut dibutuhkan dalam pekerjaannya.org/about/ 60 Agenda hijau. dan topik lingkungan dipilih karena ingin mulai menulis tentang sesuatu yang dia senangi. Secara umum. Energi. sepanjang jam kerja.6. Tanaman bermanfaat. Bisnis hijau. Belajar Hijau. sejak Januari 2007 Michael menyempatkan diri mengelola blog pribadinya. 110 . legal.

blog AkuInginHijau telah dikunjungi lebih dari 520. Sebagai hasil kerja keras. Bahasa yang ringan dan tidak menggurui dipilihnya untuk dapat berbicara dengan khalayak yang lebih luas.8. Gambar 4. Michael juga menyediakan mailing list AkuInginHijau61 . Tampilan Blog Aku Ingin Hijau 61 62 http://groups. sepanjang dua tiga perempat tahun.000 kali dan mendapat ratusan tanggapan62 yang sebagian besar berupa dukungan.pembacanya untuk saling berinteraksi dan berdiskusi.org/about/ 111 . tepatnya sejak Januari 2007 hingga akhir September 2009.yahoo.com/group/akuinginhijau http://akuinginhijau.

ilustrasi penggunaan internet mereka dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar. misalnya untuk “e. seperti yang dirasakan oleh Ade. Untuk memahami praktik-praktik penggunaan internet para informan dan bagaimana mereka memposisikan internet dalam kehidupan mereka.C. yakni adanya “kebutuhan informasi dan kebutuhan untk memperdalam 112 . yakni penggunaan internet secara umum dan penggunaannya secara khusus untuk mendukung isu-isu lingkungan. 1.mail dan tugas sekolah” [Michael]. para informan telah memberikan banyak informasi mengenai beragam penggunaan internet untuk aktivisme lingkungan. dalam subbab ini akan terlebih dahulu dibahas penggunaan umum internet oleh para informan. awal penggunaan internet dapat juga didorong oleh kebutuhan. Dari penggambaran-penggambaran yang ada. Kondisi ini sejalan dengan perkembangan internet di Indonesia yang masuk secara sporadis di era itu. Awal perkenalan dan penggunaan internet oleh para informan umumnya didorong oleh suatu “keharusan”. Barulah pada tahun 2000an internet semakin meluas dan mulai diajarkan di sekolah-sekolah formal. Awal Perkenalan dan Penggunaan Internet Hampir semua informan mengenal internet pertama kali di akhir tahun 90-an dan belajar menggunakannya secara otodidak (tanpa pelatihan dan pendidikan formal). “nyari tugas” [Melinda] dan “mengumpulkan bahan untuk keperluan skripsi” [Armely]. Selain itu. PENGGUNAAN INTERNET SECARA UMUM Sepanjang keseluruhan wawancara. seperti yang sempat dialami oleh Melinda sebagai bagian generasi pengguna internet yang lebih muda.

1989 dalam McQuail & Windahl. kesibukan Melinda sebagai 113 . Michael mengaku dalam konteks pekerjaan sangat sulit berpisah dengan internet karena sangat dibutuhkan untuk berkomunikasi dan bertransaksi. Kondisi yang dihadapi keempat informan di atas berbeda dengan yang dialami Marwan dan Melinda. Marwan. dan dua orang yang cukup sering mengakses internet namun tidak memiliki rutinitas tertentu. Dari ilustrasi di atas dapat dipahami bahwa penggunaan internet tidak hanya berawal dari sejumlah needs individual seperti yang digambarkan pendekatan uses and gratifications. Ade misalnya. 2. Armely pun tak jauh berbeda. Renckstorf. status dan kebutuhannya saat ini sebagai pelajar sekolah menengah belum menuntutnya untuk menggunakan internet secara rutin dan dalam waktu yang lama. kebiasaan ini rupanya berkaitan erat dengan konsekuensi pekerjaan mereka. pekerjaan Djuni sebagai administrator website serta merta mengharuskannya mengakses internet secara teratur.komputer” [Ade]. Begitupun juga Melinda. bekerja jarak jauh dan mengandalkan internet untuk menekan biaya komunikasi. 1993) yang akhirnya “memaksa” mereka berkenalan dengan internet. Penggunaan internet yang sedemikian intens menjadi kebutuhan tersendiri bagi keempatnya. tapi juga dapat berawal dari status pengguna dan keadaan sosial di sekitar mereka (individual and social characteristics. tetapi pekerjaannya tidak menuntut dirinya untuk selalu terhubung dengan internet. sementara itu. Di sisi lain. terdapat empat orang yang rutin menggunakan internet dalam intensitas yang tinggi setiap harinya. Dari empat orang yang memiliki rutinitas dan intensitas tinggi (lebih dari delapan jam perharinya). Waktu dan Kebiasaan Penggunaan Internet Dari keenam informan. meskipun mengaku internet mempermudahnya dalam bekerja dan bahwa “banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan menggunakan fasilitas internet” [Marwan].

Michael misalnya.pelajar mengkondisikannya untuk hanya menggunakan internet di waktu malam. Persepsi terhadap Internet 114 . kebiasaankebiasaan. satu pandangan yang tampaknya sejalan dengan Djuni yang melihat internet “hanya sebagai media atau alat saja” [Djuni]. 3. tampak bahwa penggunaan internet. kehidupan pribadi rupanya bisa berkelindan dan memiliki dinamika sendiri bila dikaitkan dengan penggunaan internet. Ade Fadli. Dari pembahasan di atas. hubungan keluarga. dan persepsi pengguna itu sendiri akan hubungannya dengan internet. misalnya dengan “didiskusikan di awal sebelum menikah” [Ade]. kebiasaan penggunaan internet para informan tidak selalu berhubungan paralel dengan persepsi mereka atas hubungan dan kedekatan diri mereka dengan internet. Ketika ditanya mengenai hal tersebut. Masih berhubungan dengan penggunaan internet. sesudah aktivitas bersekolah dan lesnya selesai. Bagi yang belum menikah pun ada pula kendalanya.hal yang menyertainya. mengaku memandang internet sebagai “jembatan mencapai tujuan” [Ade]. dengan intensitas penggunaan internet yang begitu tinggi. Respon pasangan ataupun anggota keluarga lainnya perlu dipertimbangkan. Dalam pembahasan yang berbeda. Sedangkan Armely mengatakan dia bahkan “selalu punya waktu-waktu tertentu untuk tidak bertemu dengan internet” [Armely]. sesuatu yang mungkin sangat penting dilakukan bila menggunakan internet lebih dari 12 jam setiap ha rinya seperti Ade. yang juga menggunakan internet secara intens mengaku tidak “tak terpisahkan” dengan internet. para informan memberikan jawaban yang berbedabeda. serta hal. secara pribadi tidak bermasalah untuk tidak online meski mengaku tidak bisa tidak menggunakan internet kalau untuk pekerjaan. memiliki keterkaitan dengan dimensi-dimensi sosial di sekitar penggunanya seperti jenis pekerjaan. Sementara itu. terkadang dibatasi penggunaan internetnya oleh orangtuanya dengan alasan kesehatan mata. yang menggunakan internet via layanan yang dilanggan orangtuanya. Melinda. Armely dan Michael.

dan juga Melinda bercerita bagaimana internet menyediakan semua jenis informasi dan hiburan yang dia inginkan. Sederetan keunggulan internet rupanya tidak menutup mata informan akan sejumlah kelemahan internet. informan juga berpendapat keunggulan internet terletak pada fakta bahwa internet “jangkauannya lebih luas. Secara riil dalam pergaulan. dan terhubung dengan banyak orang. bisa dilakukan kapan saja” [Armely]. para informan secara sadar maupun tidak. 115 . ataupun mela lui pengalamanpengalaman yang mereka lalui sendiri. dapat ditarik kesimpulan bahwa secara umum penggunaan internet tidak hanya ditentukan oleh faktorfaktor psikologis dalam diri pengguna tetapi juga oleh dimensi-dimensi sosial yang melingkup i kehidupan pengguna. serta aktivitas keseharian lain dari pengguna turut mempengaruhi bagaimana seseorang menggunakan dan memposisikan internet dalam kehidupannya.Selama berinteraksi dengan dan melalui internet. bisa dilakukan sambil mengerjakan hal lain. Dan untuk keterbatasan internet. dan efisien. lebih cepat. jenis pekerjaan. dan memberi kebebasan dalam menggungkapkan” [Ade]. “lebih hemat waktu (tidak harus bepergian jauh). Dari apa yang disampaikan para informan. internet juga dinilai lebih cocok “untuk kampanye ke kelas menengah” [Ade]. para informan sepertinya sependapat bahwa dibandingkan media dan saluran komunikasi lain internet memang lebih murah. efektif.fenomena yang terjadi di internet. bila dibandingkan dengan media cetak misalnya. Marwan dan Djuni sama-sama menyebutkan bahwa indera penglihatan (mata) memiliki batas ketahanan untuk membaca di layar monitor. membangun persepsi-persepsi mereka terhadap internet. Melinda berpendapat “lebih asik ngomong secara langsung”. “menyediakan kecepatan respon dan legalitas bukti pembicaraan” [Michael]. Persepsi tersebut bisa terbentuk seiring pengamatan mereka terhadap fenomena. “lebih efektif dan efisien” [Marwan]. Berbicara tentang keunggulan internet. Meskipun dinilai lebih murah. kualitas pendidikan. Selain itu. Dalam bagian berikutnya akan dibahas bagaimana penggunaan internet secara spesifik untuk mendukung isu lingkungan. Dimensi seperti status dalam keluarga.

1. menggalang dukungan. para informan dapat berinteraksi lebih dekat dan intens dengan para pembaca blog atau anggota milis yang mereka kelola.fitur di dalamnya menjadi menarik untuk diamati. saling berkaitan erat dan tidak dapat dianalisis secara terpisah.D. PENGGUNAAN LINGKUNGAN INTERNET UNTUK AKTIVISME Penggunaan umum internet oleh para informan seperti yang dipaparkan di subbab sebelumnya telah memberikan gambaran mendasar tentang setting. Tepatnya. dalam subbab ini pembahasan akan difokuskan pada aktivitas-aktivitas penggunaan internet para informan yang ditujukan khusus untuk mendukung aktivisme lingkungan. aktivis lingkungan secara perseorangan umumnya bekerja atau menggunakan internet dengan tujuan-tujuan yang lebih sederhana. Tujuan Penggunaan Internet Para aktivis lingkungan yang menjadi informan penelitian ini menggunakan internet terutama untuk berkomunikasi. untuk mencari dan menyebarkan informasi lingkungan. dan dimensi-dimensi yang melingkupi penggunaan internet mereka untuk aktivisme lingkungan. Dengan kondisi yang ada. Berbeda dengan penggunaan internet oleh organisasi lingkungan secara kelembagaan. dan menyampaikan gagasan mereka kepada publik secara lebih luas. kondisi. baik sebagai perseorangan maupun dalam konteks dirinya sebagai aktivis atau pemerhati lingkungan. keterbatasan waktu dan sumber daya seringkali membatasi gerak para aktivis perseorangan. Namun tampaknya justru karena hanya berfokus pada upaya-upaya komunikasi dan sosialisasi. 116 . Hal ini karena penggunaan internet para informan. Pilihan-pilihan praktis yang diambil dalam rangka memanfaatkan internet dan fitur. Oleh karena itu.

milis. Awal mula Djuni menggunakan internet pun tidak berbeda jauh dari Armely. Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa kekuatan awal yang mendorong. Sementara itu. Bentuk-bentuk Penggunaan Internet 117 . dan mendorong orang-orang untuk mengambil peran dalam memulai perubahan. Motivasi. 3. Latar Belakang. dan menjadi alasan seseorang menggunakan internet –dalam konteks ini. dan isu lingkungan masih menjadi isu yang benar-benar minor. maka. Karena itulah Djuni berfokus memanfaatkan internet untuk menyebarkan berita lingkungan melalui milis. dan Alasan Penggunaan Penggunaan internet untuk mendukung lingkungan bisa berangkat dari cerita dan sejarah yang berbeda-beda dari tiap pelakunya. Kedua. awalnya “iseng” saat membuat blog Timpakul untuk menyimpan tulisantulisannya. Djuni melihat saat itu. blog dipilihnya sebagai tempat dokumentasi.2. padahal saat itu dia hanya memiliki disk 3. memotivasi. dan politik yang berlangsung di sekitar pengguna internet tersebut. dia merasakan pentingnya mendokumentasikan gagasan dan pemikirannya. Hasrat Armely ini rupanya dilatarbelakangi ketidakpuasannya terhadap banyak milis ataupun situs lingkungan yang dominan disesaki istilah-istilah rumit dan politis serta lebih sering berisi berita-berita negatif yang menjatuhkan pihak-pihak tertentu. internet lebih banyak digunakan untuk kepentingan politis. sosial. secara khusus untuk mendukung isu lingkungan– dapat berasal dari diri sendiri. Ade misalnya.5. karena media cetak tidak selalu menerbitkan tulisan yang dia kirimkan. Cerita Armely sedikit berbeda dari keduanya. Michael awalnya memulai blognya sebagai wadah untuk latihan menulis. ataupun datang dari adanya situasi-situasi ekonomi. Pertama. karena kemampuan itu dibutuhkan dalam pekerjaannya. di tahun 1998. yang mudah dicerna masyarakat. Dia mengiyakan ajakan kawannya untuk mengelola milis dan kemudian blog Greenlifestyle karena dia ingin menyediakan informasi lingkungan dengan bahasa yang sederhana.

Milis adalah salah satu bentuk many-to-many asynchronous communication via internet (Morris dan Ogan.Terdapat beragam fasilitas di Internet yang dapat digunakan aktivis lingkungan untuk mendukung aktivisme lingkungan. Kedua. Para informan dalam penelitian ini pun tak ketinggalan memanfaatkan fitur. blog sama-sama digunakan secara sepihak untuk menyediakan wadah tampilnya gagasan dan perasaan. dari sedemikian banyak ragam fasilitas. Pertama. lebih mudah. semakin banyak orang memiliki dan mengakses milis dan blog. 2002). 118 . Semakin banyak pengguna berarti semakin besar kemungkinan untuk menarik perhatian lebih banyak orang. namun dengan sejumlah keterbatasan. Karena mudah digunakan dan tanpa mengeluarkan biaya. ataupun bergabung di cause dan milis bertema lingkungan. mereka umumnya memilih satu hingga dua bentuk penggunaan saja untuk mendukung isu lingkungan. Dan bentuk-bentuk yang paling utama mereka jalankan tersebut adalah milis dan blog. Namun. Para penyedia layanan milis dan blog umumnya menyediakan teknologi yang user-friendly.fitur seperti petisi online. Di sisi lain. lebih hemat karena ada banyak pihak yang menyediakan layanan “gratisan” untuk memiliki milis ataupun blog. lebih populer. tanpa harus menguasai ilmu dan keahlian tertentu (misal. Memiliki blog diibaratkan seperti memiliki situs pribadi. sehingga milis dan bloh lebih mudah untuk dikelola dan digunakan. tanpa batasan jumlah. misalnya. Ketiga. Terdapat sejumlah alasan mengapa kedua fitur di atas banyak digunakan untuk mendukung penyebaran isu lingkungan. ataupun untuk menyediakan informasi bagi pihak lain. blog atau lengkapnya weblog. Saat ini tersedia banyak layanan tanpa bayar untuk dapat memiliki dan mengelola sebuah milis. vote untuk sebuah aksi. HTML). donasi online. Bentuk ini memungkinkan interaksi dan komunikasi dari dan ke banyak orang. memuat tulisan dan membaca tanggapan terhadap tulisan tersebut. dalam artian terdapat “jeda” waktu sehingga para anggota di dalamnya tidak bisa saat itu juga. namun bentuk ini tidak interaktif secara la ngsung. adalah bentuk tersederhanakan dari asynchronous communication. Walau tidak seleluasa situs.

pendapat di bawah ini patut disimak. Penggunaan blog kemudian tidak hanya membangun suatu hypertextual network. Tanpa direncanakan. tepatnya sama kredibelnya dengan media konvensional ataupun sumber online lainnya. Schmidt (2007) misalnya. Sementara itu. yakni bahwa penggunaan blog pada prakteknya terdiri dari rutinitas-rutinitas spesifik dan juga pengharapan-pengharapan agar penggunaannya dapat meraih tujuan-tujuan komunikatif.id/environment-blog. terdapat pula sejumlah kajian yang membahas fenomena tersebut. Michael menjadi anggota milis Greenlifestyle yang turut dikelola Armely. dalam riset sebelumnya di tahun 2004. Selain itu. Riset ini menemukan bahwa blog dinilai cukup kredibel (moderately). Hal ini karena pengguna umumnya bergantung pada blog untuk mencari informasi yang tampaknya luput dari liputan media tradisional atau dibahas terlalu dangkal. Armely dalam wawancara mengaku mengenal dan familiar dengan blog Michael dan Marwan. jaringan sosial gerakan lingkungan Indonesia. Karena isu lingkungan masih seringkali 63 http://timpakul.html 119 . Dikarenakan blog memungkinkan tampilnya cara pandang terkini dan spontan akan topik-topik yang secara spesifik diminati pengguna. Johnson dan Kaye menekankan bahwa fairness bukanlah perhatian utama pengguna ketika menilai kredibilitas suatu blog. Temuan Johnson dan rekan-rekannya cocok untuk menggambarkan situasi blog lingkungan di Indonesia. menawarkan sebuah kerangka analitis untuk mengkaji praktik-praktik blogging. Namun. Ide Schmidt ini cocok dengan apa yang terjadi di antara para informan penelitian ini.macam tingkat kedekatan. tapi juga berujung pada pembentukan jaringan sosial (social network) dengan bermacam.web. Sedangkan Ade dan Djuni saling mengenal karena memiliki lingkaran pertemanan yang berkaitan erat. sejumlah informan dalam penelitian ini rupanya saling mengenal dan berada dalam satu jaringan besar. Johnson dan kawan-kawan (2007) melakukan survei online untuk mengetahui persepsi pengguna internet yang memiliki ketertarikan politik (politically-interested internet users) terhadap kredibilitas blog-blog. Terkait popularitas sejumlah blog lingkungan selama beberapa tahun terakhir. Ade pernah menyebut blog Michael dalam salah satu posting di blognya 63 .Selain faktor-faktor pendorong penggunaan kedua bentuk di atas.

yang kalah “seksi” dengan isu. Seseorang yang peduli pada isu lingkungan namun memiliki keterbatasan waktu dan kesempatan barangkali tidak mungkin berperan aktif dalam penyelamatan lingkungan di lapangan. karakter isu lingkungan itu sendiri patut diperhitungkan dalam penjelasan. ataupun isu. namun sangat terbuka kesempatan untuk berpartisipasi melalui jalur-jalur lain. 120 . misalnya ketersediaan waktu. donasi untuk program-program lingkungan. dan penyebaran pesan-pesan lingkungan via jalur-jalur komunikasi sosial. dan kemampuan. informasi.isu pembangunan. internet dan khususnya blog menjadi sumber alternatif tapi utama untuk mendapatkan berita.isu lingkungan. serta penggunaannya secara individual maupun kolektif. dana. dan hukum. Keragaman bentuk-bentuk penggunaan kemungkinan juga didukung oleh karakter media internet itu sendiri.isu ekonomi. penggunaan internet oleh aktivis lingkungan di Indonesia menurut sifatnya dapat dikelompokkan menjadi empat: penggunaan secara pasif atau aktif. yang memungkinkan munculnya inovasi. Dari fenomena yang ada. terutama media audiovisual. Pemposisian internet sebagai media dan jalur komunikasi alternatif diperkuat oleh fenomena peminggiran isu lingkungan hidup dalam keputusan-keputusan politik dan terbatasnya akses ke media massa konvensional atau mainstream.inovasi baru. hak asasi manusia. Sifat Penggunaan Internet Internet telah dimanfaatkan dengan berbagai cara oleh para aktivis lingkungan di Indonesia.terpinggirkan di media massa konvensional. misalnya dengan online participation. Penggunaan internet secara pasif oleh aktivis misalnya saat aktivis lingkungan mengakses internet untuk mendapatkan informasi ataupun berita terkini seputar isu lingkungan hidup. Hal ini karena isu lingkungan selama ini relatif masih menjadi isu minor. dan tulisan tentang isu. politik. Bentuk-bentuk aktivisme dalam gerakan lingkungan hidup sedikit banyak memang dipengaruhi kondisi aktivis itu sendiri dan situasi spesifik yang mereka hadapi. Selain itu. 4.

dan Djuni dalam mengelola blog dan milis lingkungan mereka. Sementara penggunaan secara aktif-kolektif ditunjukkan oleh bagaimana Armely.1. Kegiatan-kegiatan di atas peneliti golongkan sebagai penggunaan pasif karena pada dasarnya aktivis sebagai pengguna hanya menerima informasi. dan Melinda mengelola blog-blog mereka secara kolektif. Marwan.individual misalnya yang dilakukan Ade. Michael. sedangkan penggunaan di level kolektif adalah bila internet digunakan aktivis lingkungan sebagai bagian dari suatu tugas atau fungsi dalam sebuah komunitas. Aktivis dapat dikatakan secara aktif menggunakan internet bila sudah sampai ke tahapan memproduksi dan atau mereproduksi pesan atau informasi lingkungan. Tentunya. penggunaan di tingkat perseorangan adalah bila penggunaan internet oleh aktivis (baik secara aktif maupun pasif) lebih didasari motif dan tujuan individual. Penggolongan Penggunaan Internet oleh Aktivis Lingkungan Penggunaan secara aktif. searching. Bagan 4. bersama-sama dengan sejumlah aktivis lingkungan lainnya. gerakan. atau organisasi tertentu. atau melanggan suatu mailing list. misalnya bila aktivis itu mengemban peran publikasi dan kehumasan di suatu lembaga lingkungan hidup. Sementara itu. penggolongan sifat penggunaan internet oleh aktivis ini tidak bersifat absolut 121 .baik dengan cara browsing.

Kondisi ini tak lepas dari pola kebiasaan penggunaan internet seorang aktivis serta status dan perannya dalam ranah besar gerakan lingkungan hidup. dan misalnya mencari tahu faktor. konteks gerakan lingkungan terkini beserta permasalahan di sekitarnya telah ikut mendorong bentuk dan pilihanpilihan yang diambil aktivis lingkungan di Indonesia saat menggunakan internet. Setting makro perkembangan internet di Indonesia turut mewarnai sejarah pribadi para informan dalam mengenal.karena seorang aktivis dapat menggunakan internet dengan sifat yang beragam dalam waktu yang berbeda-beda pula. terutama konteks besar penggunaan internet di Indonesia dan dinamika gerakan lingkungan hidup di Indonesia. Pengelompokan penggunaan ini diharapkan kedepannya dapat mendorong penggalian lebih lanjut untuk mencari tahu bagaimana hubungan antara kelompok-kelompok pengguna yang ada. mempelajari. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa ada kemungkinan kecenderungan seorang aktivis untuk lebih dominan menempati kuadran tertentu.faktor seperti apa yang membuat seseorang berada di kuadran tertentu ataupun bergerak dari satu kuadran ke kuadran yang lain. Penggunaan internet oleh aktivis lingkungan Indonesia sedikit banyak tidak dapat dilepaskan dari konteks yang melingkupinya. dan menggunakan internet. 122 . Sementara itu.

Sejalan dengan kerangka konseptual di awal (Uses and Gratifications dan Social Action). dan politik yang berlangsung di sekitar pengguna internet tersebut. ataupun datang dari adanya situasi-situasi ekonomi. para aktivis dalam penelitian ini menggunakan blog dan milis sebagai senjata utama untuk 121 . Model Tindakan Sosial Renckstorf tidak berhasil dimanfaatkan ataupun diuji seutuhnya karena proses yang digambarkan dalam model ini tidak serta.nilai pro. namun lebih untuk memahami keenam orang informan tersebut sebagai kasuskasus unik aktivis lingkungan dan melihat praktek serta motivasi mereka menggunakan internet untuk mendukung nilai. Meskipun begitu.faktor psikologis dalam diri mereka sebagai pengguna tetapi juga oleh dimensi-dimensi sosial yang melingkupi kehidupan mereka. saling berkaitan erat dan tidak dapat dianalisis secara terpisah. jenis pekerjaan. serta aktivitas keseharian lain dari pengguna turut mempengaruhi bagaimana seseorang menggunakan dan memposisikan internet dalam kehidupannya. Penjelasan konseptual memperlihatkan bagaimana secara umum penggunaan internet para aktivis tidak hanya ditentukan oleh faktor. Dimensi seperti status dalam keluarga. Dalam penggalian data.BAB V PENUTUP A. sosial. terutama untuk mendukung isu lingkungan– dapat berasal dari diri sendiri. kualitas pendidikan. ditemukan bahwa p enggunaan internet para informan. Dalam prakteknya. KESIMPULAN Tujuan riset ini bukan untuk menggeneralisasi temuan dan melekatkannya pada aktivis lingkungan hidup di Indonesia secara keseluruhan.lingkungan. memotivasi.merta disadari oleh informan penelitian. dan menjadi alasan seseorang menggunakan internet –dalam konteks ini. baik sebagai perseorangan maupun dalam konteks dirinya sebagai aktivis atau pemerhati lingkungan. ditemukan bahwa kekuatan awal yang mendorong.

SARAN Internet adalah alat yang membuka banyak kemungkinan dan mampu melampaui berbagai batasan-batasan berkomunikasi yang sebelumnya ada. Tapi keberadaan serta adopsi internet dalam sebuah masyarakat tidak serta. secercah harapan terlihat. dan populer. ataukah fungsi khusus seperti membangun jalinan pertemanan juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung gerakan lingkungan. sebagian mengelolanya secara individual dan sebagian lagi mengelolanya secara kolektif.informasi lingkungan.memperkenalkan dan menyebarluaskan informasi. Misalnya. bahwa internet dapat digunakan untuk mendorong perubahan positif dalam masyarakat. Kedua bentuk tersebut dipilih karena lebih hemat. serta percakapan dengan para informan.lingkungan. Lepas dari itu mereka meyakini bahwa internet berperan penting dalam penyebarluasan nilai-nilai pro. masih belum diketahui secara jelas dalam kondisi-kondisi seperti apa sajakah penggunaan internet dapat mendukung penguatan suatu gerakan. Meskipun demikian. Kajian-kajian terkait topik ini pada tahapan selanjutnya dapat diarahkan pada penyelidikan yang lebih empiris ataupun bersifat pengujian hipotesis mengenai penggunaan internet oleh aktivis. B. dan konteks yang mampu mendorong penggunaan internet untuk penguatan gerakan lingkungan. mudah. Namun dari penelusuran dan penggalian data. profan dan banal yang hadir dalam banyaknya ragam isi internet. situasi. Dalam pengelolaannya blog-blog dan milis. terutama waktu luang. Sehingga di masa datang dapat diperoleh temuan yang lebih aplikatif dan dapat 122 . Pilihan pengelolaan umumnya berhubungan dengan pilihan pribadi dan keterbatasan sumber daya. Potensi-potensi yang terkandung lebih sering terabaikan atau tertutupi oleh kekuatan-kekuatan kesenangan (pleasure) yang trivial. apakah hanya penggunaan khusus (specific uses) seperti pencarian dan penyebaran informasi saja yang dipandang mampu menguatkan gerakan.merta mendorong perubahan dalam masyarakat tersebut. khususnya gerakan lingkungan. Penelitian-penelitian selanjutnya dapat menggali bagaimana dan seperti apa sajakah keadaan.milis tersebut.

Fokus yang berbeda tersebut tentunya menghasilkan jenis temuan yang berbeda. dan tidak memfokuskan pada sebuah komunitas virtual atau kasuskasus tunggal. kendala ini sedikit terbantu karena penggunaan Yahoo Messenger (YM) memungkinkan peneliti maupun informan menggunakan ikonikon emosi (emoticon) untuk mengekspresikan perasaan. Kelemahan lain adalah bila koneksi internet yang digunakan tidak stabil dan “putus-nyambung” maka bisa saja mempengaruhi kenyamanan dalam berkomunikasi (sebentuk noise). sepanjang ada kesepakatan). dinamika sebuah group atau mailing list yang bergerak di bidang lingkungan. Selain itu. penelitian ini memang mengkaji perilaku berinternet aktivis lingkungan sebagai individu. dapat menyesuaikan dengan waktu dan keluangan informan. hasil wawancara dapat langsung disimpan (direkam) dalam bentuk tertulis. semisal menjawab e. karena tidak berinteraksi secara langsung dan membaca bahasa tubuh. Berbeda dengan online ethnography yang disarankan Paccagnella (1997). perlu m empertimbangkan dan memperhatikan beberapa kelebihan dan kelemahan wawancara yang dilakukan lewat internet (melalui chatting/messaging tools). Sebagai masukan. tanpa harus terbelenggu tempat dan waktu (bisa dilakukan kapan saja. Kelemahannya. Namun. Ke depannya.mail.membantu aktivis serta organisasi lingkungan untuk menyusun strategi pemanfaatan Internet yang lebih efektif dan tepat sasaran untuk menyokong aktivisme lingkungan di Indonesia. browsing. Belum lagi bila informan di saat yang bersamaan juga menyambi wawancara dengan aktivitas online lainnya. atau bahkan chatting juga dengan pihak-pihak lain. Dengan berfokus pada satu milis saja. Tentunya ada kemungkinan 123 . komunikasi barangkali tidak se-terbuka dan hangat pertemuan tatap muka. kajian tersebut diharapkan dapat lebih menggali prosesproses sosial dan sistem-sistem simbolik yang berlangsung dalam kelompok lingkungan tersebut. misalnya dengan mengamati satu mailing list saja. Kelebihan teknik pengumpulan data ini adalah wawancara dapat dilakukan secara lebih fleksibel. kajian serupa juga dapat difokuskan pada misalnya. peneliti yang ke depannya berminat menggunakan Yahoo Messenger atau piranti chatting lainnya.

bukan tidak mungkin sudah tidak asing dengan aktivitas multitasking tersebut). sehingga tidak kaku ataupun “kagok” lagi dalam menggunakan YM sebagai alat komunikasi dan pengungkapan pendapat. (Namun. mengingat para informan sudah lama menggunakan internet. 124 .situasi ini mempengaruhi konsentrasi dan rapport informan saat menyimak dan menjawab pertanyaan. Keputusan untuk mewawancara lewat YM dapat diambil bila peneliti yakin bahwa para informan adalah pengguna internet yang cukup berpengalaman dan sudah internet-savvy.

Aditjondro.org/endangered/esahistory. Vol 6 (1). 2000. 2000. 1996. Uses and Gratifications of the Web among Student s. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://ann. The Harvard International Journal of Press/Politics. Publishers. Introduction to Communication Studies. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Journal of Computer-Mediated Communication. Terry. Samuel. Garner. Yogyakarta: Lesfi. Ebersole. John. Erik P.html Emerson. 2003. Diakses pada tanggal 22 Juni 2009 dari http://www. Hall. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://hij. New Media: An Introduction. 50. Diakses pada tanggal 8 Maret 2008 dari http://jcmc.sagepub. Teknologi Komunikasi: Perspektif Ilmu Komunikasi. History of the Environmental Movement.com/action/all. 2005.mtmultipleuse. 2003. 5. 1990. 1997. Jeremiah. David. 2003.php Fiske. Media Psychology. Pola-pola Gerakan Lingkungan: Refleksi untuk Menyelamatkan Lingkungan dari Ekspansi Modal. Robert. John S. Melbourne: Oxford University Press. 590. Dryzek. London: Routledge. Flew.com/cgi/content/abstract/590/1/150 Bucy. An Introduction to Activism on the Internet. Simon. Environmental Activism and Social Networks: Campaigning for Bicycles and Alternative Transport in West London. 2nd edition. James dan Graham Smith.com/cgi/content/abstract/5/1/50 Connelly.indiana. New York: Oxford University Press. 2003. Politics and the Environment: From theory to practice. 150.DAFTAR PUSTAKA Bahan Bacaan Utama Abrar. John. Diunduh tanggal 12 Januari 2009 dari http://www. Social Access to the Internet. London: Macmillan Press Ltd. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates. The Politics of the Earth: Environmental Discourses. Environmental Politics. 2008. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science 2003. London: Routledge. George Junus.htm (last updated on 31 May 2008) . 2nd edition.sagepub.edu/vol6/issue1/ebersole. Batterbury. 2000.backspace. 1999. Giles. Ana Nadhya. 2005.

Diakses tanggal 20 November 2008 dari http://tvn.interested Internet users' perceptions of blog credibility. Diakses tanggal 8 Oktober 2008 dari http://nms. 2007.com/cgi/content/abstract/4/4/518 Kovarik. 2003. 2008. Eszter.. dan Michael Gurevitch. The Harvard International Journal of Press/Politics 2005. 407. 6. Diakses tanggal 28 November 2007 dari http://nms. Oxon: Routledge. Social Science Computer Review. Diakses tanggal 3 Oktober 2009 dari www. 1974.com Hill. Uses and Gratifications Research.sagepub. Journal of Computer-Mediated Communication. 6. Kaye. J.html Kahn. (Winter.sagepub. Television and New Media. Jensen. K. Radford University.indiana.sagepub. hal. Around the World Wide Web in 80 Ways: How Motives for Going Online are Linked to Internet Activities among Politically Interested Internet Users.runet. 37. New Media and Society. 3. Nonprofit Organizations' Perceptions and Uses of the Internet. Blumler. Michael J.. 2004. Every blog has its day: Politically. Diakses 6 Desember 2008 dari http://jcmc. 2002. Thomas J. Matthew R. New Media and Society. New media and internet activism: from the ‘Battle of Seattle’ to blogging. Environmental History Timeline. 2005. dan Krishna Sen. William. Vol. The Information Society. 21.edu/~wkovarik/envhist. . S. James N. Kaye.Hargittai. Diakses tanggal 12 Juni 2008 dari http://www. 2004. 10. Communication Research About the Internet: a Thematic Meta-analysis. dan Barbara K. Blog for America and Civic Involvement. 2004.. Virginia. 2003. 304-325.com/cgi/content/abstract/10/4/3 Kim dan Weaver. Internet Access and Use in Context. 2004. J. Jay G. 518. Sage Publications. David T. No.org/stable/2747854 Kenix. Oxford: Oxford University Press. 2005. 509-523. 9. 2007. 4.sagepub. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://nms. Sage Publications. 13(1).. The Internet in Indonesia’s New Democracy. 2008. Sage Publications. Taylor & Francis Group. B.com/cgi/content/abstract/9/5/407 Kerbel. dan Joel David Bloom.sagepub. 87. Routledge Publications. Richard dan Douglas Kellner.com/cgi/content/abstract/21/3/304 Johnson. -------. & Wong. Amerika Serikat.com Katz. 23: 39–50. 4. Elihu. The Public Opinion Quarterly. Diakses pada tanggal 15 November 2007 dari http://ssc. and Alladi Venkatesh. L. Civil Society and Cyber Society: The Role of the Internet in Community Associations and Democratic Politics. 137. Linda Jean. w. 1973-1974). Diakses pada tanggal 11 Desember 2008 dari http://hij. Bichard. New Media and Society. Danziger.edu/vol13/issue1/johnson. 2002. article 6.sagepub.jstor. T. Johnson.

Merril. 2002. Denis. McQuail’s Reader in Mass Communication Theory.com/pqdweb?did=23172565dansid=6danFmt=4danclie ntId=42788danRQT=309danVName=PQD McQuail.edu/index. Diakses pada tanggal 12 September 2008 dari http://eastbound. Morris.umi. Research Lowe. The nature and social uses of the Internet: A qualitative investigation. 1993.edu/~mlim4/files/Lim_Ch17. Inc. 273288.edu/~mlim4/files/Lim_IDPR_final.Kutner. London: SAGE Publications. International Development and Planning Review (Third World Planning Review). 31. 1995. 2003. pp.php/egj/article/view/2774/2732 Lim. pp. 2002. Social Network and Reform in Indonesia. 1997. CyberCivic Space in Indonesia: From Panopticon to Pandemonium. Thomas R. 4. 2006. Lubell. 1983. Madison: Winter 1997.asu. Couldry and J.eu/journal/2006-1/contents/lim/0601lim Lindlof. 2000.). Electronic Green Journal.pdf ___________. Diakses pada tanggal 12 September 2008 dari http://www. Ltd. McQuail.edu/faculty/lubell/Teaching/LubellEnviroActivism. Merlyna. Mass Communication Theory: An Introduction. The Internet. Environmental Groups in Politics. Mark. _____________. 1994. Diakses pada tanggal 21 Maret 2008 dari http://proquest. Diakses 26 Agustus 2009 dari http://www. 2006/1.public. Cyber-Urban Activism and Political Change in Indonesia. Oxford: Sage Publications.des.public. 383-400. pdf Maignan. Laurie A. Contesting Media Power: Alternative Media in A Networked World. Singapore: Longman Publishers. Issue #12.asu. 2002.uidaho. Liverpool University Press. Rowan dan Littlefield. Vol. Dalam N. Communication Models for The Study of Mass Communications.pdf ___________. 3rd ed. Denis dan Sven Windahl. Eastbound Journal . 24 No. Isabelle dan Bryan A Lukas. Diakses pada tanggal 12 September 2008 dari http://www. Denis. Draft tulisan untuk jurnal Environment and Behavior. dan Christine Ogan.lib. Philip dan Jane Goyder. London: George Allen & Unwin (Publishers) Ltd. Oxford: Sage Publications. Vol. The Internet as Mass Medium. Environmental Activism and the Internet. McQuail’s Reader in Mass Communication Theory. pp 1-19. Diakses tanggal 12 Januari 2009 dari http://egj.Thousand Oaks: Sage Publications. Environmental Activism as Collective Action. Qualitative Communication Methods. University of Wisconsin Press. Earth Day 2000. Dalam McQuail. 2002. The Journal of Consumer Affairs. .ucdavis. Curran (eds. 2001. Ltd.

Rory. Lawrence. Budaya. 12(4).edu/vol3/issue1/index. (ed. Diunduh tanggal 12 Januari 2009 dari http://www. Sinanu. Menjadi Environmentalis itu Gampang!: Sebuah Panduan bagi Pemula. [Final draft copy].pdf O’Brien. Hill. W. Getting the Seats of Your Pants Dirty: Strategies for Ethnographic Research on Virtual Communities. Dani. Coming of Age: Indonesia’s Environmental Network Faces Dilemmas as it Turns 25. Why Communication Researchers Should Study the Internet: A Dialogue. 1995.com/p/articles/mi_qa5448/is_200101/ai_n21464557/print ?tag=artBody.html Pickerill. 365–370. 2003.Munggoro. and everywhere. Jakarta: ISAI dan PT. Diakses 17 September 2008 dari http://findarticles. Inside Indonesia.pdf Schau. Media. Frieda.com/2007/07/r. 2001. Peace Review 13:3 (2001).files. 2007. Bandung: Institute of Technology Bandung.).indiana. dan Sheizaf Rafaeli. Journal of Computer-Mediated Communication. John E.edu/vol12/issue4/schmidt. JCMC 3 (1) June 1997. Environmental Internet Activism in Britain. Journal of ComputerMediated Communication. J.html Nugroho. Boston: Allyn dan Bacon. Jakarta: WALHI.web. 2006. 1997. Internet use: Here. Diakses tanggal 13 November 2008 dari http://jcmc.wordpress.net/~robrien/papers/netaction.edu/vol1/issue4/rafaeli.org/content/view/72/29/ . Neuman. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. Social Change Activism and the Internet: Strategic Online Activities.indiana. Luciano. article 13.jennypickerill. 12(4). Diakses pada tanggal 10 Desember 2007 dari http://jcmc. Diakses pada tanggal 10 Desember 2008 dari http://www. Winter 2000/2001. 4th Ed.html Sen. Occupational Outlook Quarterly.info/Cyberprotestbook.ict-paper-ynugroho-v3.us/archives/Environment/5107877. 2000. 2001. 8 Diakses tanggal 18 Februari 2009 dari http://insideindonesia. Adoption of the Internet in rural NGOs in Indonesia . Terry. Jenny. pp. 1(4).indiana.A study on Internet appropriation for rural sector reform. 17-34.. Journal of Computer-Mediated Communication. Yanuar. Diakses pada tanggal 10 Juli 2008 dari http://audentis. 6-7 August 2007. Cyberprotest: Environmental Activism Online. there. Proceeding of the 1st Rural-Information and Communication Technology (r-ICT) Conference.col1 Schmidt.html Paccagnella.shockandawe. Newhagen. 1999. Diakses tanggal 6 Juni 2008 dari http://jcmc. (2007). Media Lintas Inti Nusantara. ( 7). Khrisna dan David T. 2001.pdf _____________. dan Politik di Indonesia. Jul-Sep 2006. Diakses tanggal 12 September 2008 dari http://www. Blogging practices: An analytical framework. 2007.

Information Development. Vol. Fathul.pdf Bahan Bacaan Penunjang Abrar. and the Internet in the Moluccan Conflict. 12 October 2007. The Environmental Movement in the Global South: The Pivotal Agent in the Fight against Global Warming. Access to the internet in the context of community participation and community satisfaction. 2006. volume 7. 2005. Internet for Development? Patterns of use among Internet café customers in Indonesia. Ana Nadhya. Indonesia. Diakses pada tanggal 5 September 2008 dari http://firstmonday. Guobin. Identity. Mohan J.Spencer. Cyberidentities at War: Religion.org/stable/3351310 Caplan. 2005. April 2003.edu/topics/pubs/greenweb. Designing Surveys: A Guide to Decisions and Procedures.phtml?act_id=17458 Bräuchler. 2005a. California: Thompson Wadsworth. 2007. Bello. 8th edition. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 dari http://www. New Media and Society. and audiences. 22 (4). Scott E. Andarwati. Dutta-Bergman. Yang. China Environment Series.com/cgi/content/abstract/22/4/278 Wimmer dan Dominick.tni. Weaving a Green Web: The Internet and Environmental Activism in China. 2003. Bjørn Furuholt dan Stein Kristiansen. 2005. Diakses pada tanggal 21 Oktober 2008 dari http://crx. The Potential of the Internet for Non-Profit Organizations. First Monday. 2003. 2007. Csaja. 2003. Jurnal Perpustakaan Pertanian. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 2006. 89.si. David dan William Hoynes. Nomor 1.sagepub. Mass Media Research. number 8 (August 2002).org/detail_page.14. Birgit. California: Pine Forge Press. Terampil Menulis Proposal Penelitian Komunikasi. 7.jstor. 2002. Communication Research. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://nms.sagepub. 75. Tessa.sagepub.com/cgi/content/abstract/30/6/625 Croteau. Walden. Media/Society: Industries. 625. 2005. “Focus on the Global South”. Sankarto. Pemenuhan Kepuasan Penggunaan Internet oleh Peneliti Badan Litbang Pertanian di Bogor. Ed. Preference for Online Social Interaction: A Theory of Problematic Internet Use and Psychosocial Well-Being. 3rd. 30. Diakses tanggal 23 Maret 2009 dari http://www. 2003. Thousand Oaks: Pine Forge Press. 2005. Vol. Sri Retno dan Bambang S. Ronald dan Johnny Blair. 278. Diakses pada tanggal 28 November 2007 dari http://idv. Cornell University: Southeast Asia Program Publications. Diakses tanggal 12 Januari 2009 dari http://wwics. images. 2003. Issues 6.com/cgi/content/abstract/7/1/89 .org/issues/issue7_8/spencer/index.html Wahid.

et al (eds). article 4. Harrell.7. 2002.ttu.edu/vol11/issue2/duttabergman. Journal of Computer-Mediated Communication. Hampshire dan New York: Palgrave. 8 (4): 475–488. University of Sussex. 2nd ed. submitted to the Graduate Faculty of Texas Tech University.html Echols. November. 2 pgs. 2001. . Politics. 3. A Thesis in Mass Communications. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2008 dari http://jcmc. 2002. New York: Sep/Oct 1998. Arabic Treatises on Environmental Pollution up to the End of the Thirteenth Century. L. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2008 dari http://jcmc. Blythe Suezann.edu/theses/available/etd-0926200831295016605726/unrestricted/31295016605726. Iss. 11(2).com/topics/default. Journal of Computer-Mediated Communication.html ____________________. Supervising Activists for Research Degrees: Responsibilities. Inc. Uses and Gratifications of the Internet. Diakses pada tanggal 20 Januari 2009 dari http://etd. The antecedents of community-oriented Internet use: Community participation and community satisfaction. Diakses pada 11 Januari 2009 dari http://alh. Making Media Content: the influence of constituency groups on mass media. A New Kind of Cyberwar. 2005. Cambridge (UK): White Horse Press.muslimheritage. 2nd ed. Sage Publications. XVII Jakarta: Gramedia. 37. 88. pg.sagepub. Columbia Journalism Review. 20._____________________. Lutfallah. John A. 11(1). Cet.com/cgi/content/abstract/3/1/88 Fortunato.. London dan New York: Routledge.lib. Environment and History. Ecology in Muslim Heritage: Treatises on Environmental Pollution up to the End of 13th Century.indiana. John. Fletcher.pdf Fiske.pdf Heywood. Eng.indiana. Diunduh tanggal 8 Januari 2009 dari www.cfm?ArticleID=933 Tulisan ini sebelumnya pernah terbit dalam jurnal Environment and History sebagai Gari. 1998. 2002. article 5. Rights and Freedom. ESRC Global Environmental Change Programme. Diakses tanggal 1 Oktober 2009 dari http://www. John M. Peter. Gari. 2008. 1987.uk/resource/reports/environmental_justice. Environmental justice: Rights and means to a healthy environment for all. dan Hassan Shadily. 2000. 3. Key Concepts in Communication and Cultural Studies. Andrew. 2005b.foe. Kamus Inggris-Indonesia. Special Briefing No. Community participation and Internet use after September 11: Complementarities in channel consumption. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 melalui layanan ProQuest yang dilanggan Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. New Jersey: La wrence Erlbaum Associates. Active Learning in Higher Education 2002.co. Vol. 2006. Colin.edu/vol11/issue1/dutta_bergman. 1992.

Vera Youling dan Daniela Dimitrova. Jos dan Bagio Budiarjo. Yi-Jong Suh. Makalah kutipan diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://rms46. Diakses tanggal 7 Maret 2009 dari http://pdf. China Media Research.org/stable/3351468 Irwan.sussex. Luke. 63. The Uses of and Gratifications Derived from Bulletin Board Systems (BBS) in Chinese Youth.org/1/55. Diakses pada 14 Oktober 2008 dari http://ann. April 2002. Uses and Gratifications of Online and Offline News: New Wine in an Old Bottle? Dalam Salwen. Diakses tanggal 24 Oktober 2008 dari http://www.wri. 1983 (-2007). ISSN: 1198 3655 Luhukay. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 dari http://www. Hyun-Chin. 1997.chinamediaresearch. Lin. 2002. The New Digital Media and Activist Networking within Anti–Corporate Globalization Movements. Inc. 1996. Diakses tanggal 17 Juli 2008 melalui layanan EBSCO. 3(2). Cornell University: Southeast Asia Program Publications. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates. 73. Promising the Earth.. 2007.com/cgi/content/abstract/597/1/189 Lamb.org/iffe_irwan.ac. Conference Papers. Yuliang.sagepub. 19-20 October 1983.html Martell. in collaboration with Friends of the Earth (FoE). 597. Prepared for the International Flows and the Environment Project. 2007.uk/Users/ssfa2/greenmovement. Carolyn. Sukki Kong. The Internet Revolution? The Formation of Public Sphere in South Korea. Makalah asli ditulis untuk "Asia Electronics Symposium". Alexander. American Sociological Association. Robert. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 dari http://www. World Resources Institute. Wiring the Warung to Global Gateways: The Internet in Indonesia.vlsm. UNINET: An Inter-University Computer Network.pdf . Diakses pada tanggal 22 Juni 2009 dari http://www. Liu. 1998. 2005. Online News and The Public. Michael B. dan Rasha A. Bruce Garrison.Hill. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science 2005. Michael B. dan Paul D. Indonesia. 2008. East Timor and the Internet: Global Political Leverage in/on Indonesia. Jeffrey S. dan Krishna Sen. Driscoll (eds). Lim. What Does Research Say about the Nature of Computermediated Communication: Task-Oriented. Abdulla. 1994. Vol. January 1998. Vol. Financial Flows and the Environmental Strategy in Indonesia in the 1990s. 2005. dan Joon-Koo Lee. 189. April 1997. Social. 2005. David T. Jakarta.pdf Juris. Salwen. Polity Press. London: Routledge. Ecology and Society: An Introduction.org/stable/3351511 Hill.Emotion-Oriented.jstor. Indonesia. Cornell University: Southeast Asia Program Publications. or Both? Electronic Journal of Sociology. 2002.jstor. David T.net Liu.

Biodiversity. 1986. Sally J. 2003. pp: 175. John V. Diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://rms46. 2001.pdf Oblak. [Bagian I] Penggunaan Internet untuk HAM.com. California: Sage Publications.web. New Media and Society. April 2003. Natalie.pdf Mosquin. Rahmat M. 20 Agustus 2007. Neil. 44 (2). Syaldi.lib. Spring 2000.McMillan. Everett M.i/ Samik-Ibrahim.syaldi. Diakses tanggal 3 November 2008 dari http://alh. Rubin. Termuat dalam blog “House of Question” dan diakses pada 24 Maret 2009 dari http://www. Diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://rms46. An investigation of differences in undergraduates' academic use of the internet.C. Diakses pada tanggal 23 November 2008 dari http://findarticles. Ted dan Stan Rowe. Diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://goechi.net/pages/EarthManifesto. Sahude. A Manifesto for Earth.com Rogers. a division of Macmillan.edu/vol8/issue3/oblak. Diunduh pada tanggal 3 November 2008 dari http://nms.org/1/24. Coming of Age with the Internet: A qualitative exploration of how the internet has become an integral part of young people’s live.vlsm.sfu. Active Learning in Higher Education.com/cgi/content/abstract/9/1/11 . Vol 8(1): 7395. Prayitno.com/p/articles/mi_m6836/is_2_44/ai_n25029542/print?ta g=artBody. 2006.id/2007/08/penggunaan-internet-untuk-hampart.sagepub. Journal of ComputerMediated Communication. 22. 11. 2008.ca/bitstream/1892/7020/1/b15197062.vlsm. dan Margaret Morrison.com/cgi/content/abstract/8/1/73 Minunzie.col1 Pavlik. 5 (1) 2004. 2004(-2008).html Papacharissi. Newsletter Goechi.html ____________________. 1993. 9.’s Forest Industry. Tanja. “The Chain-saw Revolution”: Environmental Activism in the B.org/2/113. 1996. Journal of Broadcasting and Electronic Media. New Media Technology: Cultural and commercial perspectives. 2000. Predictors of Internet Use. Boundaries of Interactive Public Engagement: Political Institutions and Citizens in New Political Platforms. Boston: Allyn dan Bacon.sagepub. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://jcmc. Catatan Tambahan Hikayat Internet di Indonesia.indiana. Diakses pada tanggal 26 Augustus 2009 dari http://ir. Communication Technology: The New Media in Society. Zizi dan Alan M. 8(3). Inc.html Selwyn. Sekilas Perkembangan Internet di Indonesia. Thesis submitted to Simon Fraser University.ecospherics. Diakses pada tanggal 5 September 2009 dari www. 2004. Hikayat Awal Penggunaan Milis di Indonesia. New York: The Free Press. 2001(-2007). 2008.

Information and Expression in a Digital Age: Modeling Internet Effects on Civic Participation. Methods. 16. 531.sagepub. Bu Zhong.ecotopia. Diakses pada tanggal 9 Oktober 2008 dari http://nms. Light Green.sagepub. Uses and Gratifications of Chinese Online Gamers.sagepub. Social Science Computer Review.html Sun. 9. 2007.sagepub. 21. Alysha Loumakis. 2005. 2000. Peter. 2006.chinamediaresearch.com/cgi/content/abstract/32/5/531 Sousa. Situs “Ecology Hall of Fame”. 21. dan James Bergman. Diakses 8 Oktober 2008 dari http://crx. Tao. Shah.com/cgi/content/abstract/9/3/261 Weiss. Dark Green. 2006.net Vivanco.com/cgi/content/abstract/21/1/26 Weingart. Information Technologies. Diakses pada tanggal 23 Januari 2009 dari http://findarticles. 2005. 261. Diakses tanggal 26 Mei 2009 dari http://www. Eveland. Cultural Dynamics 2004. JR.com/bios/alex.Severin. Werner Joseph dan James W. Public Understanding of Science 2000. 2004. Melissa A. 9. 2003. Alex. Don. 2(2). China Media Research.html (Last updated 10 April 2005) . New York: Longman.org/ehof/timelinetext. Communication Theories: Originis.com/cgi/content/abstract/16/1/5 Wall. 2009. Social movements and email: expressions of online identity in the globalization protests.com/cgi/content/abstract/9/2/258 Weber. 373. William P. Risks of communication: discourses on climate change in science. Jaeho Cho. Anita Engels. Who Participates and Why?: An Analysis of Citizens on the Internet and the Mass Public. Helena. Environmental Movement Timeline: A History of the American Environmental Movement. 258. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://ssc. Diakses pada tanggal 20 November 2008 dari http://pus. 2006.com/p/articles/mi_qa3713/is_200404/ai_n9398988/print? tag=artBody. Bright Green. dan Petra Pansegrau. 4/1/04. Tankard. and Uses in the Mass Media. Gray: The New Environmental Spectrum. Luis A. dan Jun Zhang. and the mass media. 2003. dan Marla Royne Schkade. 26. 32. European Journal of Communication 2006. Jr. Social Change and the Future: The Case of Online Journalism in Portugal. Diakses pada tanggal 11 Januari 2009 dari http://cdy. dan Nojin Kwak. 2004. 2005. Decision Sciences. Determining Uses and Gratifications for the Internet. 1996. 5. Dhavan V. 4th Ed. The Work of Environmentalism in an Age of Televisual Adventures.sagepub. 2007.worldchanging.col1 Steffen.. New Media and Society.com/cgi/content/abstract/21/3/373 Stafford. Diakses pada tanggal 23 Maret 2009 dari http://www. politics. Diakses tanggal 20 November 2008 dari http://ejc. Thomas F. Sage Publications.. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2008 dari http://www.sagepub. Lori M. Communication Research.

Do Internet users have more social ties? A call for differentiated analyses of Internet use.via-ponsel-dongkrak-penggunaaninternet/ . Selasa. Diane F. Journal of ComputerMediated Communication. January 2002. Journal of Computer-Mediated Communication. article 8. 1987. The Jakarta Post. Ess and F. Harvard Asia Pacific Review. 2008. 2 September 2008.edu/vol7/issue2/zhu. 64.it. Gazette.indiana. 11(3).html Werbin. 2006.Wellman. Jeffery A. 2002.thejakartapost. and Protest in China: From the Cultural Revolution to the Internet.net/ocf-02. Our Common Future.murdoch. yang diunduh tanggal 30 November 2008 dari http://www.com/news/2008/08/05/conservation-workindonesia-requires-religious-essentials. The Political Impact of New Information Sources and Technologies in Indonesia. Canadian Journal of Communication. Diakses 14 Desember 2008 dari http://jcmc. Diakses 8 Desember 2008 dari http://jcmc. Bisnis Indonesia. Guo Bin dan Craig Calhoun. Conservation work in Indonesia requires religious essentials.html Witmer. Chapter 2: Towards Sustainable Development.ca/index.indiana. Why Business People Use the World Wide Web: An Application Of Uses And Gratifications Theory. Akses via Ponsel Dongkrak Penggunaan Internet. Barry.cjconline. 7(2). S. 8(3). Diakses tanggal 20 Januari 2009 dari http://www. Kenneth C. Use and Impact of the Internet in Hong Kong: A Chain Process Model. Book Review of Cyberactivism: Online Activism in Theory and Practice.edu/vol8/issue3/wellman. 2002. Vol 30.com/2008/09/akses. 109. H. 2003. 1998. Power. 2002. Diakses tanggal 21 Oktober 2008 dari http://gaz. 2005.html Zhu. Diffusion. 1998. Jonathan J. and Chutatip Taweesuk. Diakses pada tanggal 23 Maret 2009 dari http://www.html Sumber Media dan Internet -------. Proceedings Cultural Attitudes Towards Communication and Technology.htm Yang. Zhao. The Social Affordances of the Internet for Networked Individualism. No 1 (2005). Australia: University of Sydney. Sudweeks (eds). Media. dan Zhou He. Diakses dari http://www.au/~sudweeks/catac98/pdf/25_witmer. April 2003.indiana.sagepub. 2008.com/cgi/content/abstract/64/2/109 Wiryono.edu.php/journal/article/view/1537/1673 Winters. Dalam C.pdf World Commission on Environment and Development (WCED).un-documents. Journal of Computer-Mediated Communication. dkk. Diakses tanggal 8 Desember 2008 dari http://jcmc.edu/vol11/issue3/zhao. Diakses tanggal 17 Juli 2008 melalui layanan EBSCO. Diakses tanggal 24 Maret 2009 dari http://jamrud.

Indonesian ICT Indicators. Diakses dari http://www. Depkominfo 2007. 2008.unescap.-------. Diakses dari http://www.php?lang=ind --------. PEW Internet and American Life Project.pewinternet.internetworldstats. Asia Internet Usage Stat and Population Statistics.apjii. Statistik APJII (updated Desember 2007). http://www.pdf ------.org/icstd/events/Info-Society-Stats-Workshop2007/Indonesia-ICT-Indicators.or.com/asia.org . Diakses tanggal 25 Maret 2009 dari http://www. Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia.id/dokumentasi/statistik. Daily Internet Activities.htm#id -------.

id Energy_Troops 504 Dec 22.id “Kami. energi yang terkait Pemanasan Global dan Perubahan Iklim.” (Milis internal organisasi WALHI) Afiliasi: www.org/ Pemilik: Michael Dharmawan (dodolipet) Mailing List ini diperuntukkan untuk pemberitaan dan diskusi kegiatan relawan YPBB (Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi).or. 2000 “Milis dari blog Aku Ingin Hijau” http://akuinginhijau.walhi.420 pesan .381 pesan Ket. 2008 Mar 25. 2002 2. sekumpulan orang berenergi yang perhatian untuk mendapat pencerahan dari segala sesuatu yang berhubungan dengan energi.or.terranet. 2000 12. 2008 32 pesan “Ikatan Para Pecinta Lingkungan Alam dan Hidup Sejahtera” 183 May 17. Pada awalnya milist ini dimanfaatkan untuk komunikasi berkaitan dengan peringatan Hari Bumi 2000. Energi untuk hidup.992 pesan “Mailing list bagi para pemrakarsa diskusi/debat seputar advokasi lingkungan hidup. 2004 3.org/powerswitch “Komunitas peta hijau yogyakarta” Afiliasi: www.Tambahan Yahoogroups akuinginhijau bumi-bandung Feb 9.id/ CINTALINGKUNGANALAMSEJAHTERA Cumakita 18 May 24.greenmap.panda.” Afiliasi: http://ypbb.or. Termasuk.LAMPIRAN DATA MAILING LIST Member dan Keadaan Milis-milis bertema isu lingkungan hidup Per 17 Februari 2009 Nama Milis Jumlah Anggota 60 421 Didirikan sejak Jumlah Pesan 34 pesan 4.222 pesan greenmapper_jogja 233 Mar 6.” Afiliasi: www.

1999 41. Komunitas relawan yang peduli pada kawasan pesisir utara Jakarta. berbagi pengalaman dan informasi mengenai Pendidikan Lingkungan dan Lingkungan hidup di Sumatera Selatan.126 pesan langit_biru 52 Feb 11.walhi.blo gspot.org “Milis ini adalah media informasi bagi publik yang mempunyai interest dengan lingkungan dan WALHI.” Afiliasi: http://www. pertanian. We invite individual. Milis ini adalah tempat berdiskusi segala masalah lingkungan. perkotaan.” Afiliasi: www. 2002 213 pesan lingkungan 2944 Apr 13.” “SAHABAT Telapak adalah individu-individu yang memiliki kepedulian terhadap perjuangan Telapak yang diwujudkan dengan aksi-aksi nyata.LAMPIRAN DATA MAILING LIST jakartagreenmonster 392 Apr 3.m-ruswandi. Khususnya Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) dan Suaka Margasatwa Pulau Rambut (SMPR). dll. 2006 2. pedesaan. 2005 1.” Pemilik: http://www.telapak.” Afiliasi: www. 2003 1. Media ini diharapkan sebagai media yang mampu mewadahi kegiatan diskusi.032 pesan sahabat-telapak 229 Nov 30.” “Group ini adalah forum tukar informasi mengenai lingkungan hidup.com “Jaringan Pendidikan Lingkungan is an Indonesian NGO Network that work in Environmental Education (EE). JPL was established in 27 November 1996.or.781 pesan “Jakarta Green Monster adalah komunitas relawan. Individu-individu tersebut diharapkan bersepakat pada visi dan misi Telapak. istitutions and NGO that has and/or interested in EE programme to join the network.jakartagreenmonster.id jpl 482 Aug 22.517 pesan .com “Milis Lingkungan Indonesia . 2006 1.” “Milis plhsumsel@yahoogroups ini merupakan media informasi dan komunikasi yang dikelola oleh Forum Komunikasi Pendidikan Lingkungan Hidup Sumatera Selatan. 1998 9.528 pesan plhsumsel 63 Mar 14.654 pesan sahabat-walhi 186 Jul 29. sharing pendapat.

walhi. "debat.690 pesan (terakhir : Mei tahun 2006) Googlegroups walhiclimate 62 - - greenlifestyle Forum hijau Komunitas lingkungan 825 15 5 - - “Milis ini adalah milis internal Wahana Lingkungan Hidup Indonesia berkaitan dengan segala macam isu.LAMPIRAN DATA MAILING LIST sahabat_pili 187 Mar 15.” Afiliasi: http://www.701 pesan berita-lingkungan 973 Jan 19. Perubahan iklim adalah sinyal terakhir gagalnya model pembangunan global yang berlaku sekarang. 2000 9. Yogyakarta.” Afiliasi: www.walhi.id “Di milis Berita Lingkungan Hidup Indonesia ini disajikan mengenai beritaberita lingkungan hidup dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya. internet. Sumber berita berasal dari majalah.” Berafiliasi dengan blog http://greenlifestyle. 2006 783 pesan “Sahabat PILI adalah komunitas yang terdiri dari individu-individu dengan berbagai latar belakang dan mempunyai minat serta antusiasme untuk membantu upaya penyelamatan lingkungan di Indonesia.id Afiliasi: Yayasan Hijau - .id/ “Sahabat Lingkungan merupakan sebuah organisasi berbasis kerelawanan yang bergerak dalam isu lingkungan. jurnal. dll.or. sharing dan kreatif kampanye" Afiliasi: www.pili. Kegiatan Sahabat PILI terpusat di Kota Bogor dan sekitarnya.id Milist internal Sahabat WALHI. Sahabat-PILI berbasis volunteer (relawan) dari PILI (Pusat Informasi Lingkungan Indonesia) yang terbentuk awal tahun 2006. dan telah memiliki anggota terdaftar sebanyak ±300 orang yang tersebar di kota-kota seluruh Indonesia. perkembangan.I.or. koran. berdomisili di D.” shalinkers_jogja 78 Feb 24. 2006 3.or. milis lain. pendapat mengenai perubahan iklim. 2006 606 pesan Temukita 170 Dec 29. diskusi.or.

com/home. Sebagai perkenalan. Meskipun demikian. Latar belakang dan rumusan masalah penelitian saya lampirkan agar Mas dapat melihat ruang ketertarikan saya. Saya mengenal Mas dari keaktifan Mas di sejumlah milis lingkungan. Kecepatan.com/ Challida N. Walau saat ini usulan proposal saya masih dalam tahap revisi namun saya ingin mengetahui apakah Mas bersedia menjadi salah satu informan dalam penelitian yang akan saya jalankan. Saat ini saya sedang mengerjakan tesis di S-2 Ilmu Komunikasi Fisipol UGM dan mengambil penelitian berjudul "Internet dan Aktivis Lingkungan Hidup di Indonesia". termasuk oleh para aktivis lingkungan. dan fleksibilitas komunikasi yang ditawarkan Internet sebagai media baru dalam berkomunikasi pun tidak luput dimanfaatkan oleh elemen masyarakat sipil.blogspot. Salam kenal Mas. nama saya Challida N.facebook. Saya berharap dapat bekerjasama dengan Mas dan menggali lebih dalam bagaimana Mas memanfaatkan internet untuk menyebarkan informasi lingkungan. silakan panggil saya Rani.php?id=687127695&ref=profile atau blog sederhana saya di http://rani-langitbiru. Hikmarani. silakan tengok profil saya di http://www. Perkenalkan.com Lampiran: Proposal Penelitian INTERNET DAN AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah menawarkan beragam kemudahan proses komunikasi dan pengolahan informasi bagi bermacam elemen masyarakat.php?#/profile. kemudahan. Isi: perkenalan dan permohonan untuk menjadi informan.LAMPIRAN E-mail dari peneliti Untuk Informan Template surat untuk informan.Hikmarani S-2 Ilmu Komunikasi Fisipol UGM Blok F no 12 Lanud Adi Sucipto Yogya 55281 0819 317 687 49 ranm_d@yahoo. masih belum banyak kajian yang menjelaskan bagaimana dinamika organisasi ataupun aktivis lingkungan 1 .

weblog. Secara umum. Oleh karena itu. aktivisme online yang terjadi tampaknya masih terbatas pada bentuk-bentuk tertentu (misalnya. dan webpage untuk melakukan organisasi. Keterbatasan pemanfaatan Internet oleh aktivis lingkungan dalam lingkup yang lebih luas juga dikaitkan dengan kesadaran lingkungan. Namun dari pengamatan pendahuluan terhadap sejumlah situs (website) dan mailing list lingkungan hidup Indonesia. Hal ini tentunya menjadi keresahan tersendiri bagi sejumlah aktivis serta pengurus organisasi-organisasi lingkungan hidup di Indonesia. Penggunaan beragam fasilitas di Internet oleh para aktivis ataupun pekerja sosial adalah salah satu contoh penggunaan internet di ranah sosial (non-komersial). kajian empiris atas penggunaan Internet oleh aktivis dipandang penting dan perlu dilakukan sebagai batu pijakan untuk memahami bagaimana 2 . penelitian ini akan mencari tahu bagaimana aktivis lingkungan hidup di Indonesia menggunakan Internet untuk menunjang aktivisme mereka. Salah satu kelompok masyarakat yang tak ketinggalan memanfaatkan berbagai keunggulan berkomunikasi melalui Internet adalah kelompok masyarakat sipil. Gambaran ideal penggunaan Internet untuk membangun masyarakat sipil dan memperkuat demokrasi barangkali terlalu jauh untuk dikait-kaitkan. menjadi penting untuk menggali bagaimana Internet dipergunakan untuk menunjang aktivisme mereka. Para aktivis ini umumnya memanfaatkan beragam fasilitas seperti e-mail. dan mobilisasi orang maupun informasi dalam berbagai aktivitas mereka. sosialisasi. e-mail dan weblog) dan baru dilakukan oleh sejumlah tokoh-tokoh kunci saja. yakni kecepatan dan kemudahan berkomunikasi. Untuk kasus aktivis lingkungan di Indonesia. Berangkat dari kegundahan teman-teman aktivis inilah peneliti menemukan celah permasalahan penelitian. mailing-list. Tidak sedikit dari mereka yang masih mengujicobakan cara-cara terbaik untuk mengoptimalkan fasilitas Internet dalam upaya menyentuh dan melibatkan publik. pekerja dari organisasi maupun aktivis mandiri (non-afiliasi) sama-sama aktif bekerja mengkampanyekan beragam isu lingkungan hidup di Indonesia. LATAR BELAKANG Penggunaan Internet di Indonesia dalam satu dasawarsa terakhir telah meluas dan mendalam. menjadikannya salah satu alat komunikasi utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia. Dan tidak sedikit dari mereka yang menjalankan programprogram kampanye lingkungan me lalui Internet. koordinasi. Hal ini terutama terkait dengan salah satu kemudahan yang ditawarkan Internet. Dalam kasus gerakan lingkungan hidup. dalam lingkup permasalahan yang lebih luas. Meskipun begitu. yang tampaknya belum cukup menyebar dan menyentuh masyarakat secara umum.LAMPIRAN E-mail dari peneliti Untuk Informan hidup di Indonesia dalam mengoptimalkan potensi yang terkandung dalam Internet untuk mendukung aktivisme mereka. Namun. penggunaan internet oleh LSM ataupun organisasi masyarakat sipil dinilai telah mampu mendukung dan mendorong kerja organisasi. Gagasan awal penelitian ini berangkat dari pengamatan sederhana peneliti atas berbagai aktivitas dunia maya yang dilancarkan oleh sejumlah aktivis lingkungan Indonesia. Kondisi kontradiktif ini menjadi menarik untuk dikaji mengingat keberadaan dan penggunaan internet selama ini kerap dihubung-hubungkan dengan kesetaraan individu untuk terlibat secara aktif. pemanfaatan Internet ole h masyarakat sipil di Indonesia belum banyak dikaji dan dipahami.

komunikasi. Secara tegas dapat dikatakan bahwa penelitian mengenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia belum pernah dilakukan sebelumnya. Kajian ini secara pragmatis diharapkan mampu menjadi masukan bagi aktivis lingkungan pada khususnya dan gerakan lingkungan hidup di Indonesia pada umumnya RUMUSAN PERMASALAHAN Gambaran kondisi fenomena di atas menunjukkan arti penting penelitian dalam wilayah kajian ini. serta aktivisme dalam masyarakat sipil dapat membantu mendorong tingkat partisipasi publik dalam kehidupan sosial politik secara lebih luas. penelusuran akan difokuskan pada penggunaan Internet oleh aktivis lingkungan dalam mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia. sebagai sebuah kajian awal adalah penting untuk mengeksplorasi bagaimana aktivis lingkungan sebagai individu memanfaatkan internet sebagai media komunikasi baru. oleh kelompok masyarakat tertentu di Indonesia. 3 .LAMPIRAN E-mail dari peneliti Untuk Informan proses interaksi. khususnya Internet. tetapi sangat sedikit yang membahas hal tersebut dalam konteks Indonesia. oleh organisasi non-profit atau non-pemerintah serta masyarakat sipil telah banyak dilakukan di sejumlah negara. Penelitian mengenai penggunaan media baru. Oleh karena itu. Dengan latar belakang seperti yang telah disebutkan maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimana aktivis lingkungan hidup memanfaatkan Internet untuk mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia?” TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan memahami bagaimana aktivis lingkungan hidup menggunakan Internet untuk mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia. Kelangkaan bahan kajian juga tampak jelas untuk kasus penggunaan Internet oleh organisasi maupun aktivis yang bergerak dalam isu lingkungan. Dalam penelitian eksploratoris ini. khususnya internet. Hasil penelitian ini secara keilmuan diharapkan menyumbang pengetahuan mengenai penggunaan media baru.

. Bang Ade. bagaimana. atau Mas Ade. sekarang tambah untuk FB pake internet dengan akses LAN di kantor kah? atau ada akses lain? saat ini pake HSDPA personal. is it okay kalo aku panggil Mas. oke deh :D biasanya. misalnya? apalah yang lebih nyaman. email. ini baru OL.. sehari-hari.... bisa tolong cerita sedikit tentang siapa. via Yahoo Messenger :1 ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: Siang Mas Ade..org dan memfokuskan dengan tulisan terkait lingkungan hidup saat ini saya diminta membantu Eksekutif Nasional WALHI. di tahun 2001 dan sejak 2003 baru pindah ke timpakul. diskusi di milis dan juga untuk ngeblog.bisa saya ganggu? maaf.. atau mungkin ada panggilan lain yg lebih nyaman? Bang. biar ga kepotongpotong Halo Mas. dan kesibukan Mas saat ini? baru kemudian ngeblog..gapapa Mas..hijaubiru. sejak Mei 2008 oke... sebentar ya Mas. btw. kumulai ya.. :) karena kadang aneh.. ohoho. kadang sih cuma di HP kapan aja pake HSDPA atau di HP? 1 adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: .39 WIB : online.. agak telat OL nya. he.. Bang Ade menggunakan internet untuk apa aja? yang dulu sih untuk belajar buat website... saya ke kamar mandi bentar. hehe.13-16. pukul 15..LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Ade Fadli : 3 April 2009. sudah Bang terus Ade lagi.he. sebagai Kepala Departemen Kelembagaan dan Pengelolaan Sumberdaya dan juga sebagai Pengkampanye Isu Hutan.. kalau di kantor dengan LAN kantor.

. warnet dengan kecepatan dial up. atau kalo internet di kantor lagi down. itu yang HSDPA biaya sendiri kah? yup rata-rata pengeluaran sebulan untuk HSDPA? saat ini 150ribu perbulan.aku sering denger sih...tapi internet as social media sih :P ga dari sudut teknologi the world will be flat. dan dengan internet. itu pas masih di kalimantan ya Mas? eh Bang :D yup karena ada kebutuhan informasi dan kebutuhan untuk memperdalam kebutuhannya datangnya dari mana? karena lagi iseng -iseng nyari informasi aja.. ^_^ beberapa kota sulit akses lewat jaringan HSDPA. ada info tentang koneksi internet yang bagus ? beberapa provider udah parah nih. wahaha..-) yup.. ^_^ Bang Ade kenal internet sejak kapan? gimana tuh ceritanya? sejak tahun 97.....LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: komputer ranm_d: adefadli: adefadli: kalo tidak sedang di kantor.. ya. tapi aku pribadi belum ada kebutuhan itu jadi ya belum cari tahu sekarang masih pake wifi kampus atau ya ke warnet padahal penelitiannya tentang internet ya. btw. saat baru ada satu penyedia (kantor pos). .. itu akan lebih cepat dan banyak informasi yang didapat apalagi di masa 97 . sehari kirakira 12-18 jam menggunakan internet maaf.. dan bahkan beberapa malah sangat terbatas. media masih terlalu tertutup 2 ... mungkin beda dengan Yogya yang udah banyak pilihan.

ya teknologi yang ada telah semakin memudahkan. apakah di tahun awal-awal kenal internet juga sudah dipake untuk kontak dengan orang lain? seseorang di luar daerah atau luar negeri mungkin? dengan di luar daerah ya. terus pindah ke blog. untuk punya website. coba-coba di blogdriver.. ada kebutuhan untuk mengeksplorasi. lalu ke blogspot. yang mengirimkan info tentang timpakul. kalau dulu. apakah juga udah mulai digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain? saat ini. baru tahun 2000 mulai komunikasi dengan yang di luar negeri waktu memutuskan bikin blog.waktu itu..LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: iya. di awal-awal.. ya.com. kalau sekarang tinggal klik tiga kali engga. harus bisa belajar HTML dulu. dan ketika ada internet.. maksudku. di luar negeri belum. timpakul tuh nama hewan kan ya Bang? kayaknya kapan aku pernah baca di blog Bang ade 3 ranm_d: . dan karenanya juga bisa ketemu dengan orang lain di dunia maya. etc) nama timpakul diambil juga karena ini nama menarik. ada beberapa gagasan dan pemikiran dan harus terdokumentasikan.hijaubiru Bang Ade ngeblog dimana? awalnya masih geocities. mulailah diletakkan di blog sebelum pake timpakul.com (dan selama proses ini.5 jadi biar nggak hilang.com. apa niatannya waktu itu? awalnya iseng trus? dan juga karena media cetak belum tentu akan selalu mempublikasikan tulisan yang ada.ie. blogs. ada keinginan untuk lebih mengeksplorasi kalau secara sosial. apa pendapat Abang tentang internet? memudahkan? menantang? menantang kali ya.memang ya. sedangkan saat itu cuma punya disk 3. apalagi ketika bergaul dengan komputer.

I realize that. juga ada media yang minta artikel untuk diturunkan dalam bentuk cetak dan satu trademark "tak penting... terus diminta saya kelola. "ya. dulu kawan-kawan aktivis kaltim dikasih space oleh penyedia hosting dengan nama hijaubiru. akhirnya kompas menulis tentang timpakul. terus disampaikannya.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 adefadli: yang menarik juga.. kebayang bahwa ia akan be rpikir.. dan banyak orang samarinda ataupun banjar yang lebih mengenal timpakul. masih pada sisi permukaannya.. Ada pengalaman menarik selama blogging atau ngelola timpakul? secara teknis: 3 kali di hack. sebenarnya sampai sekarang juga masih pakai mirror di blogspot dan multiply dan dengan hosting sendiri. apalagi sebelum 2007 4 adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: . saya sering baca blog itu dan menggunakan tulisannya bagi berbagai kegiatan dengan yang lain" .. lebih lama di darat ketimbang di air. yup yup. kalau ada kalimat penting. " sudah jadi hal yang diketahui blogger lain sebagai ungkapan dari timpakul. kemudian iseng nye wa domain dan hosting dengan nama hijaubiru.. sebelumnya hanya tahu tentang timpakul sebagai ungkapan bagi orang yang oportunis. sebagian besar yang berbahasa Indonesia. dan juga isu lingkungan juga masih minor di kalangan blogger.. tapi belum dengan domain. secara substansi: sering kali ketemu dengan orang baru dan saling berkenalan.. ^_^ yeah. sehingga akan diingat. pertimbangan Bang Ade apa saja kok akhirnya milih yang di hijaubiru? soal interface mungkin? atau ada alasan apa? karena kebablasan aja.. ikan. sewaktu pindah-pindah.. satu kali di suspend oleh provider. sebaliknya... lalu yang penting yang mana.. ada makna tertentu? atau emang itu catchy aja? tentang yang mana? tak penting? yup "tak penting" kalo yang baca ketemu kalimat tak penting. yang lain menyebutnya gelodok. lebih bisa berkreasi.org dan keterusan. paling cuma mengangguk dan berkata ya. timpakul. begitu sih kebayangnya dan untuk isu lingkungan. ada tantangan untuk membedah lebih dalam terkait dengan isu lingkungan. ikan ini cukup tahan polutan dan menjadi indikator bagi sejarah intrusi air laut di wilayah sungai. itu penting dan lupa.

alamat blognya mungkin.akan aku kejar.blogspot..makanya aku ambil topik itu. hehe.he... he..tapi mas jumadi aku belum kenal... apa keunggulan menggunakan internet untuk berkomunikasi dibandingkan dengan lewat telepon.blogspot..atau dia aktivis dimana? hapsoro di Telapak....blogdrive. itu nama aslinya kah? aku belum pernah ketemuan dengan dia.setelah melihat fenomena "kebangkitan" para aktivis lingkungan di internet sebagian besar blogger yang bicara lingkungan bukan aktivis juga kok. ada juga koen setyawan. ntar aku coba liat dulu oke... kalau buat Bang Ade. oke.com/ ohya.Telapak juga ada Bang Andreas Iswinarto .. aktivisnya masih belum banyak. tapi yang langsung terbaca punya blog dan "ketahuan" nama aslinya cuma sedikit oke.com/2007/08/5 -bloglingkungan-yang-kerap-saya.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: iya. nama blognya apa ya..html murah dan luas dan juga ada kebebasan dalam mengungkapkan. btw tadi mas jumadi gimana Bang? gimana apanya nih. ini blog hapsoro-.. aliensangperempuan..ruangasadirumahkata. boleh tau siapa aja yang Bang Ade kenal? yang sering ya 2 orang itu. 5 adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: . kalo mas Djuni aku sudah kontak dah wawancara.blogspot. ndobos.... djuni. lupa deh..com. siapa lagi ya.. tatap muka ataupun lewat media lain (iklan misalnya) ini yang ditulis antubanyu: http://antubanyu...http://zumux.com aku sejauh ini dapet informasi dari google ..bener bgt.......bisa cerita siapa mas Jumadi? hapsoro.. aku sudah pernah ketemu sama page antubanyu. yang pasti ng update. paling jumadi...

mo sholat... makasih juga 6 .LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: maaf mas. Oke Bang Ade. terima kasih untuk sejauh ini. Bisa disambung nanti jam 5 atau besok-besok aja lagi? besok-besok aja ya...aku ijin dulu.. jam 5 mau ada rapat. Selamat bertugas! :) ok...

.. terutama radio interaktif... internet menjadi efektif.... kampanye lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? untuk kampanye ke kelas menengah.07 WIB : online... untuk indonesia dan isu lingkungan. tapi tidak untuk ke kelas atas atau pun kelas bawah untuk kelas bawah cocoknya apa dong? padahal koran pun dianggap masih konsumsi masyarakat menengah? radio radio akan sangat cocok untuk kelas bawah..waktu aku wawancara Bang Ade bulan lalu. Bang. melalui i-radio dan radio biasa hm. dan sebenarnya bisa dikombinasi antara internet dan radio. tatap muka langsung ataupun lewat media lain? ehm. udah ada yang nggarap sektor radio belum Bang? ada greenradio jakarta. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah cara hidup atau cara kerja Bang Ade selama ini ? BangAde? 1 ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: .bener.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Ade Fadli : 7 Mei 2009. kali ini aku masih nyambung dikit tapi lebih banyak tentang penggunaan buat isu lingkungan Ini satu pertanyaan yang waktu terakhir belum kutangkap dengan jelas jawabannya. pukul 15.. Menurut Bang Ade.. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: sore bang :) sore kita mulai aja ya? refresh dikit. kita udah ngobrol tentang penggunaan internet Bang Ade secara umum. beberapa radio daerah juga ada chapter lingkungan ok..43-18.bener. apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan lewat telepon.. Bang? biayanya lebih murah dan jangkauannya lebih luas Bagaimana dengan pandangan bahwa untuk Indonesia.

.. samarinda weih. tentang politik konservasi S-2 di mana Bang? di unmul. nggak harus ketemu.. saat ini sedang tesis untuk ilmu lingkungan.. termasuk untuk rapat-rapat selama ini lancar? maksudku untuk rapat jadi pake teleconference gitu? ya tergantung lokasi berada. saykoji kali ya. itu almamater Abang kan? yup kan dekat lhoh bukannya kalo di Eksekutif Nasional harus stay di Jakarta? yup udah mulai bikin tesis juga Bang? Tentang apa? politik konservasi di kaltim sip sip..... yang online itu lho kebayang. aku belajar formal ilmu kehutanan.ya jauh ya.. yup 2 .. karena menentukan kualitas koneksi internetnya berarti udah ga terpisahkan dong dengan internet? ya. Bang. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah cara hidup atau cara kerja Bang Ade selama ini ? internet 20/7 :-) :)) kaya lagunya siapa ya. saya kerja jarak jauh dengan kawan-kawan. aku lanjut lagi ya. dan sejak 4 tahun lalu..LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: yup oke. Bang Ade latar belakang pendidikannya bukan IT kan? bukan...

.. untuk mendengar cerita wow. 'dongeng' harian adalah cerita tentang bagaimana sungai. sesekali pertemuan di kampung.tapi.maaf kalo agak sedikit mengulang.sip lah... dan akhirnya berada dalam isu lingkungan hidup sebenarnya nggak cuma masalah lingkungan hidup. maksudnya itu yang didiskusikan di awal sebelum menikah :-) oh iya ya. ketemu dengan kawankawan yang doyan ke hutan terus ya.... hutan dan situasi lingkungan di daerah. istilahnya jembatan mencapai tujuan... Apa makna atau arti penting internet untuk anda? Secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga. bisa dibilang cinta karena sering ketemu ya Bang :D apakah itu juga alasan kenapa memilih isu lingkungan sebagai topik blog? inilah yang menemukenali diri saya. Bang Ade sudah menikah? udah kok jd nanya nikah ga.kalo boleh tahu... :) 3 adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ... oke. juga tentang bagaimana aktivis bergerak di samarinda kemudian saya 'dipaksa' berkuliah di kehutanan.panjang juga ya sejarahnya..LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: maaf. hehe. Bisa ceritakan “sejarah” atau alasan sehingga Bang Ade dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? rumah saya sering kebanjiran. internet menjadi penting untuk menurunkan biaya komunikasi dan keterjangkauan target komunikasi ooke..istri pernah keberatan ga dengan lengketnya Bang Ade ma gadget? :D itu yang didiskusikan di awal maksudnya? apa ya Bang? kok aku cari ga ada. “berpisah” dari internet? internet sebagai alat bantu komunikasi... next.. dan di daerah banjir.. pernah jadi notulis setiap pertemuan tentang SDA dan LH jadinya mendengar dan mendengar. tapi juga masalah pendidikan dan teknologi informasi.

ditargetkan satu tulisan setiap pagi.. makanya bakal balik lagi ke s amarinda.. itulah yang dituangkan. dan juga menjadi semakin sedikit melihat dan berbincang tentang sesuatu.. budaya lokal harus bertarung dan cenderung dikalahkan oleh pelayan publik ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: 4 .. :-) :) Menurut Bang Ade. dan telah ada bagaimana mengelola alam secara seimbang seiring dengan masuknya teknologi dan sistem ekonomi dunia saat ini.. apa tantangan yang dihadapi selama ini? ya.. jadi nggak nentu. ada target atau rencana pribadi gitu ga sih Bang.. karena media diskusi. belajar menjadi sedikit. menikmati banjir. tapi juga pasti akan dikaitkan dengan yang ada di sekitar lebih mudah mencerna yang ada di sekitar deh kayaknya.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: Dalam mengelola timpakul. YA. terlalu nggak nyaman untuk berpikir-. hanya dari website ke website. dan juga lainnya tentang pendidikan dan IT.. selama di jakarta semakin nggak produktif.udara jakarta.. sudah di jakarta. apa masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? dalam kultur tradisional komunitas di Indonesia... tantangan mengelolanya sih kalo koneksi internetan nggak ada ataupun kalau hosting nya bermasalah selebihnya sih.. melihat.harus posting tiap hari atau apa gitu? atau lebih fleksibel aja? sebelum ke jakarta.. masalah waktu aja. karena masalah lingkungan yang paling sering. karena setiap pagi harus dimulai dengan membuat otak bekerja selama 5 menit. gagasan semakin sedikit.. karena media belajarnya berkurang isu blog merupakan pemikiran yang ada di kepala. :-D hehe :D berarti selama ini ide posting memang lebih banyak dari perenungan ya Bang? kan ada tuh yang ide posting justru keluar setelah blog-walking ada yang blog walking . walau menjadi minor maksudnya kalo di jakarta jadi ga produktif tuh apa Bang? ya.

. akan ditemui di banyak kampung di negeri ini. akhirnya harus tersingkir dan meng hilang budaya hanya tinggal sebagai etalase budaya. sekitar lima tahun. menganalisis foto seksi dulu pernah diajar satu semester tapi dianya ga pernah dateng 5 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: . bukanlah semata pengantar tidur. yang sangat melihat keseimbangan alam yup Demikian juga komunitas budaya lainnya. yang akhirnya tahun 65-67 mulai mengobral kekayaan alamnya.. Pemerintah sudah diintervensi kepentingan asing. dari tahun 53..padahal ga sedikit kan masyarakat yg sudah (sok) berpikir dan hidup dengan gaya modern? Atau terputus dengan pemahaman budaya yang pro alam. Roy Sukro juga ngajar disana ya? ga dulu pernah dosen luar biasa.. dan tata letak bangunan. :-) dan celoteh seperti itu. secara budaya memiliki cara dan model penempatan bangunan. kalo di Indonesia.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 adefadli: Jawa misalnya... Pe raturan perundang-undangan yang dibuat sudah sangat jauh dari konstitusi dan cita-cita pendiri negeri hm.. budaya dongeng.. ya.... tanpa pernah dilihat lagi filosofi budaya itu sendiri trus gimana.. andai saja ada yang mendengar dan mewujudkan mimpi mereka. sistem pendidikan di Indonesia diarahkan menjadi penghasil robot intelektual. dan bukan menjadi manusia yang hidup di indonesia.. karena dia alumni waktu itu ngajar teknologi komunikasi dan fotografi cocok ma hobinya skrg :)) hmm.jadi ya emang tanggung jawab banyak pihak ya. dan secara perlahan... btw. tanggung jawab PEMERINTAH bukan tanggung jawab banyak orang..ya. namun berisikan bagaimana sejarah keseimbangan alam tapi saat ini sudah ilang.. jenis bahan. Tapi ketika bertarung dengan sistem ekonomi global.. pendidikan menjadi kunci jawabannya gaya hidup akan terbentuk oleh informasi dan pengetahuan yang diterima yup..

....LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: adefadli: adefadli: jadi aku ngulang kuliah itu begitu dosennya ganti kan dosen biasa di luar... sangat individualoriented..penerbit sebenernya selalu mencari naskah bagus tergantung penerbitnya juga sih. dan perlu di sebarluaskan melalui media tertulis.. dan nanya.. Bang Ade menangkap itu juga ga? ini pemikiran dari para pembawa pesan lingkungan Indonesia juga ada prinsip Atur Diri Sendiri dan kemudian juga sekarang ada prinsip Atur dan Awasi itu tergantung darimana belajarnya. saya tanya.... kan sama-sama buku..... he. yup.. misalnya lebih ngelihat bahwa penting memulai dari diri sendiri.hijaubiru...org/ ada file pdfnya..adefadli.lanjut ya Bang. kumpulan tulisan kami belum pas juga untuk jadi buku .. bikin buku. kenapa buku? kata beliau... jadi tetap dalam bentuk e-book aja kali....trus? tp belum ada yang mau nyetak kali ya. he.. supaya kemudian mereka tertarik untuk terus mengembangkan pengetahuan...masalah royalti dll ya. Dijawab dengan gayanya yang gitu deh.he.. ga juga Bang.. :) oke.he. adekku kebetulan jadi proofreader di penerbit Bentang cuma kadang lebih ribet pas ngurusnya. liat aja di: http://alien. karena banyak pengetahuan yang belum tertuliskan. aku pernah ikut seminarnya sekali itu juga jadi penyemangat untuk terus ngeblog sebenarnya udah ada draft bukunya yang jadi kumpulan artikel saya dan istri saya wah.. :-) saya pernah ketemu dengan Pak Onno W Purbo. trus dan informasi dari mana yang ditangkap sebagai sebuah kebenaran dalam pikiran kita 6 ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: . kalo Pak Onno punya 2 Miliar akan buat apa.. ya ada gaya kebarat-baratan dalam melihat masalah lingkungan saat ini.

7 adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: . ataupun pejabat politik lainnya).. Gubernur. jadi bisa jadi yang baca juga cape mikir.. makanya blog saya cenderung meletakkan benturan dulu.gitu ya ternyata.uraian Bang Ade barusan cocok bgt untuk menjawab "argumen" beberapa orang ya. seperti negara Eropa ataupun AS yang punya kewenangan kuat di setiap distriknya Pemerintahan yang masih semi-sentralistik.. masa yang nulis aja yang mikir..he. hehe. Camat...LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 adefadli: ketika melihat masalah di Indonesia.... karena memang informasi yang lifestyle jauh lebih banyak dan lebih bisa diterima langsung. terutama kepada pimpinan wilayah (Walikota..... lakuin sendiri dulu deh.. menjadikan proses pengrusakan lingkungan di Indonesia itu dipimpin.. sampai beberapa saat. yang baca nggak mikir. tidak lagi bisa cuma bilang harus dari diri sendiri.. Wah. untuk level tertentu. bener ga kalo aku membaca bahwa banyaknya orang yang peduli lingkungan krn tahu lewat internet kemudian jadi lebih condong ke pandangan pertama? ya karena taunya juga dari informasi-informasi di luar negeri lebih ke life style kalo cuma baca yang positivis bisa begitu... :)) ya sih ya. ayo bersatu untuk melawan pengrusakan lingkungan.he.tergantung kenyamanan orang juga. kalo baca timpakul kadang suka gemes.. Lurah. Aku berharapnya ya karena memang lagi fasenya aja.. mengubah dari diri sendiri penting tapi upaya kolektif juga penting kan karena masalah lingkungan tuh kompleks dan sudah sangat besar sekarang yup... Baru mungkin beberapa tahun lagi tergrak untuk bergerak bersama ketika ada benturan. he........ biar mikir...... sangat sedikit dan ngajak mikir bersama. dengan . baru sampai ke mulai dari diri sendiri.sip.. he. pasti akan mikir deh. bisa berbicara memulai dari diri sendiri. kalo yang gerakan. mantap bangets pemikiran begini biasanya akan selalu berbenturan. kalo juga baca pemikiranpemikiran lain tentang Green (semisal greenleft) itu bisa jadi yang kedua...kan selama ini aku agak kesel juga kalo ngelihat orang-orang yang merasa "cukup" dengan apa yang mereka lihat sebagai "usaha pribadi" cukup dengan mengubah gaya hidup padahal kan ga cukup. emang.. antara yang bilang.... Indonesia bukan negara kecil. Kades.

jadi sampai sekarang juga nggak pake tag. tapi harusnya hijau itu bukan trend.nulis kok cuma segini" (dlm hal ukuran. kalo ada dari dulu.. semisal kertas... tidak menjadi pemikiran utama. kenapa kemudian lingkungan hidup itu menjadi penting.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: "Yeh. internet menjadi media yang sangat dimanfaatkan dan bermanfat bagi aktivisme lingkungan. agar kemudian setiap orang akan bilang bahwa telah peduli lingkungan. oke Bang. saya menyebutnya conserfashion menjadi trend iya. tapi selalu diusahakan. yupp.. walau juga akan ada masalah lain.males amat sih..... ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: 8 . yang memuat tulisan yang lebih panjang..... tapi setidaknya akan mereduksi jauh lebih besar permasalahan lingkungan dibandingkan bila tidak ada internet exactly Bagaimana pendapat Bang Ade bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? kawan-kawan lingkar hijau bandung menyebutnya greenfashion. karena sistem ekonomi globalnya masih berbicara tentang pola konsumsi.. terkait bahan pembuat laptop dan jaringan internet.. dan ada kategori urai. IT masa depan juga akan membantu mengatasi beberapa persoalan lingkungan. kedalaman bahasan) tapi kemudian aku sadar juga... saat ini isu hijau hanya sebuah "permen" yang dibagikan.tinggal bbrp pertanyaan lagi nih ok beberapa itu pasti lebih dari satu. sebenarnya bisa mulai diklasifikasikan dan menjadi urutan tulisan isu tertentu. karena bicara tentang dinamika alam kenapa? yang akan terus bergerak dan berubah hingga menemukan bentuknya. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? dalam gerakan luas dan global... oke deh karena dulu wordpress belum ada tag..baca cuma pengen dapet sesuatu secara gratis :) sekarang juga memang lagi nggak cukup waktu dan nggak cukup belajar untuk bisa menuliskan tulisan yang lengkap. hingga didapatkan sebuah perlindungan bagi korporasi... :) Menurut Bang Ade.

kecenderungan karakternya sama-sama aja tuh. nggak harus sedih juga. smangat. walau terkadang belum terhubungkan.. berarti kekalahan akan tercapai dengan cepat.. belum serius ikutan sih.trus jadi bete.... :) Ohya. ini harus jadi penyemangat......... :) ahaha. ada pilihan jalan lain.. tapi lebih banyak yang sebenarnya sama saja... gitu ya? Tapi ada masa aku ngerasa sangat marah dan kesal...he.....) oke..trus jadi agak "males"... saya belum tahu kalo di travian....keyakinan itu yang harus terus dibangun ya Bang. sedang banyak manusia yang sedang bergerak untuk hal yang sama. untuk pemenuhan hidup bagi sebagian kecil kelompok di dunia ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: hhh... sedikit putus asa. ribet punya banyak jatidiri :D ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: 9 ... detik ini.... yup. gimana dengan pandangan dan sikap sejumlah orang yang melihat kehidupan online dan offline itu "terpisah"? (Misalnya..LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 distribusi dan produksi. he.. :) iya.. dan tergantung keyakinan bahwa cita-cita perjuangan akan tercapai..... orang yang gembargembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) berapa banyak orang yang punya kepribadian ganda? mungkin itulah yang terpisah... dalam sebuah game: secondlife bisa jadi menggunakan kepribadian yang beda. supaya tetap semangat dan yakin bahwa tidak sedang melakukan sesuatu sendiri. ^_^V buatku pribadi.cuma mo nanya aja persepsi Bang Ade....... (hmm....com juga.aku sendiri juga tipe yang "lurus".. kayak iklan aja nih.. mungkin itu ya pentingnya networking :) ya....menyedihkan.. kalo semakin banyak "pejuang" yang putus asa..... dan ketika berinteraksi di erepublik. memang ada hambatan sosial ketika menerapkan di offline apa yang jadi di online.stay in touch with the issue itu satu hal yang at least bisa kulakuin sip..

Kalau Bang Ade memiliki waktu dan kesempatan lebih.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: Selain memiliki sebuah blog dengan isu utama lingkungan..net tapi udah ada yang ngembangin.last one. apa Abang juga memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? (Misalnya.. belum e -banking. dari pada nyari-nyari kemana-mana.. gabung dalam komunitas volunteer via internet/milis) Bang? oke? maaf. voting dalam petisi online. donasi.sip Menurut Abang.com/read/2009/05/06/114646/1127082/455/selamatkanhutan-pangeran-charles-andalkan-myspace milis iya. ada orang per orang yang menulis / nge-blog tentang lingkungan dan ada di satu halaman.oke.. apa yang paling ingin dikembangkan dari blog timpakul? dulu berkeinginan semodel beritahabitat. laut..pertanyaanku yang terakhir? btw udah wawancara pangeran charles: http://www.. oke.. Ujung jembatannya bisa jadi radio komunitas. internet bisa untuk donasi.detikinet. berlangganan milis bertema lingkungan.. koneksinya putus nyambung kayak lagu. donasi lewat e-banking. tergantung yang ngelewati jembatannya. dll. satwa.. koran komunitas atau lainnya. hmm.... komunitas volunteer iya. :)) so. bisa untuk aliran informasi internet bisa menjadikan banyak orang memantau perkembangan hutan.... kalau sudah ada teknologi yang lebih murah. baru m-banking oke.. sekarang lagi ingin ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: 10 ... dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk menyebarkan informasi/ menyelamatkan lingkungan? dengan cara apa lagi ya? karena dia jembatan. ada yang miss? ga.... petisi online ya.iya banget. tapi setidaknya google earth sudah membantu untuk memperlihatkan peta kondisi ekosistem dunia hmm.

.aku juga ada impian kayak gitu. di blog bang ade dan istri yang tadi link-nya dikasi ke aku. kok aku ga bisa nemu ya e-book nya? Bang? ada di page: http://alien. hm. biar lengkap respondennya: http://news.org/wp -content/uploads/2009/04/liaf-buku06_09.com) wah sip sip.punya sekolah alam tapi full koneksi internet kalo kata pak Onno sih bisa bgt :D btw.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 seperti blog-indonesia. politikana..com/s/afp/20090505/en_afp/usbritainenvironmentclimateroy alsinternet wahahaha :)) gimana caranya yaks? :P yah.html dia langsung tampil dalam flash: http://issuu.. makasih juga. tapi belum ketemu program yang ringan dan pantas adefadli: sekarang lagi ngumpulin link lingkungan pake delicious dan ngomporin kolom berita online punya tag lingkungan hidup (kompasiana. kalo di "offline"? kalo mimpi ke depan sih.lagian kayaknya tenggatku ga kekejar kalo harus nunggu pak-nya satu itu :P btw. makasih sekali untuk obrolan yang hangat dan menyemangati :) ok..... pengen punya tempat belajar free untuk belajar dari alam dengan ada akses internet yang juga free..pdf ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: oh oke sip......hijaubiru..hijaubiru..adefadli..yahoo. dengan komputer yang jaman batu. iya ya...dan sepertinya pertanyaan saya sudah semua.udah kusimpen. nggak ada alamat email atau ym nya prince's sih..com yang khusus isu lingkungan hidup.org/pertautan-ruang-hidup. semoga sukses dan tetap semangat 11 ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ..udah maghrib nih.. oke Bang. kayaknya beneran harus wawancara pangeran charles tuh.com ...com/timpakul/docs/pertautanruanghidup ini link pdfnya: http://alien.adefadli.

LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: siap!! :) salam untuk mbak Alien .) 12 .

via Yahoo Messenger :1 ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: Hi Mely :) yellow dah senggang nih? sedikit lebih senggang tapi udah gak mumet lagi :-) ehehe oke.. Sempet volunteer di Sahabat Lingkungan Walhi Jogja. sebelomnya s1 ny apa? comms jg? ilmu komunikasi juga iya.gw aja sampe lupa :-) cerita dong. ya gak beda ma orang-orang.15-18.aktivitas kamu sekarang apa aja.fisipol mely HI ya? eh kok tau? fisipol ugm yak kan ada di FB. hehehe. lagi ngerjain tesis di UGM. pukul 16..)) ah kamu :P 1 biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ... aku Rani.00 WIB : online... groups yang km join hihihiii. tapi lagi off karena ribet tesis.kita mulai aja atau mau kenalan dulu? hehehe terserah aja well......LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Armely Meiviana : 7 Mei 2009. Aku tertarik dengan topik ini karena juga punya concern di lingkungan. sibuk FB .

guru kursus B. wah kalo gue kok kebalik..iya.Indo buat orang asing. yah bertahap lah.aku juga kok..ya kerja kalau yang gak menghasilkan.katanya hobi :-) eh gue sambil ngapa-ngapain ya oke..... tapi kebetulan aku dah yang kelas tinggi.... guru B.. tapi lagi off wah seru tuhh apanya? :) kerjaannya ngajarin bule bhs indo :-) hehe. jadi mereka dah mulai diajak diskusi kalo di kelas bawah aku ga sabar banget.... freelance bidang apa? awalnya sih di urusan komunikasi 2 . kerja dimana Mel? gue freelancer di bidang apa? rani sebelomnya pernah kerja juga? ato sekarang kuliah sambil kerja? pernah macem-macem waktu kuliah.pengen cari kerjaan di jogja gak betah tinggal di jkt :-) iya :( aku juga males tapi kasian cowokku. terakhir jadi asisten dosen di almamater.kami juga ga berencana tinggal lama-lama banget Eh Mel. karena ngajarin mulai dari " Bapak-tadi-berangkat-jam-berapa?" :D Mely sendiri freelance di bidang apa? Aku ada rencana mau ke jakarta setelah nikah.Ing.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: maksudku.. pengen kerja tapi ga pengen yang tetap juga.... hehehe. kerja kah? atau sibuk apa gitu? kalau kesibukan yang memberikan penghasilan..

multitalented :D aku pengen cari sambilan yang bisa dari rumah.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: tapi lama-lama bisa apa aja... blog.siapa aja yang terlibat? kenal Marc dimana? waktu kerja di WWF dia suka trima orderan dari WWF..gak ada saya bilang. jadi males keluar rumah males kena macet oke. dll trus.sesi "serius"nya ceritain dong tentang GL alias green lifestyle.LMGB.. terus..... lo mau gue bisa :D hehe.... fb.untuk urusan tulis menulis oh gitu. kayak penerjemah atau editor naskah ga suka banget ma jalanan jakarta huahaha. lewat internet aja...aku harus pulang. awalnya gimana..kumulai aja ya.trus gimana sorry eh sorry waktu itu si marc tanya-tanya tentang milis yang ngebahas tips -tips lingkungan di indonesia setahu s aya yang ikut banyak milis. yang ngelola cuma kalian berdua? yang full time emang cuma kita berdua tapi ya? Mel...iya samaa sekarang sejak jadi freelancer. web..kapan-kapan lagi ya? atau aku kirim aja file daftar pertanyaannya aja gimana? eh sori 3 . kamu bikin aja marc eh lalu akhirnya kita ended up inisiasi milis seperti itu jadi awalnya milis? bukan blog? itu lanjutannya.

same here 4 ...yah.tentang kerjaan iya mending gitu aja aku kirim lewat YM aja ya...LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: barusan ada telpon.tolong diisi aja dulu dan dikirim ke aku kalo udah. bentar gak lewat imel aja? kucoba dulu sudah? bisa dibuka ga filenya? yepp oke.. ntar kalo masih ada pertanyaan lanjutan kita chatting lagi deh ya :) aku pamit ya Mel :) ok ok nice to chat with you sori yakk gapapa..

btw.dia bilang kalau dia backgroundnya ilmu komputer gitu.karena waktu saya di WWF.. agak out of context sih boleeeh aku kan dah jadi ngobrol ma Marc juga. Dia bilang di Indonesia sejak lima tahun lalu...11-16.. agak repot juga. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: Hi Mel :) holaaa gimana thesisnya? :-) on the run nih :P mulai analisis data.. pukul 14.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Armely Meiviana : 31 Mei 2009... background dia bukan komputer tapi ada kaitannya ma biologi gitu deh 1 biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: . Boleh tau ga latar belakang dia? Maksudku kok dia bisa nyampe "nyangkut" di Indonesia.. belum pernah kualitatif gini soalnya :D menantang hehe wah asik dong seruuuu.kudu nanya ma dia :) secara gue juga gak inget yah...konsultan yang biasa dipakai WWF untuk bikin web content adalah Marc cuma biar aku tahu setting sih jadi pas project saya harus bikin halaman website... boleh tanya sedikit ga..40 WIB : online.paling ga yg setau kamu kalau kami berdua bisa kenal. gitu deh. wah kalau latar belakang dia. trus gimana kalian bisa kenalan.dan ternyata konsultannya dia ah ya.....

kalau batasanku aktivis lingkungan Indonesia. tapi juga agak imajinatif huehehe :D mungkin ada pertanyaan-pertanyaan yang gak terjawab dari informasiinformasi yang didapat ya atau informasi-informasi yang ada malah menimbulkan pertanyaanpertanyaan baru haha.gak otomatis jadi WNI kan? kayaknya ga deh Mel. btw.. yah setidaknya kalo artis-artis yang kawin ma bule mah :D yah.pada satu titik harus bisa bilang "berhenti.ya gini deh.kepepetnya informasi dari dia buat ndukung info darimu aja...kliennya gak cuma dr indonesia coba kamu buka webnya dia www.. fokusmu sampai segini aja dulu". bisa jadi dia ga termasuk... anaknya mungkin. terkait suatu penelitian tertulis.. iya.ya gitu deh. tapi kalo dianya ga deh.dunais. kecuali dia khususin kerjaannya buat isu lingkungan di indonesia. kalau kawin sama orang Indonesia.. gapapa.. karena masih suka harus perpanjang visa eh tapi kalau di Indonesia.kalo ambisi pribadi sih. ouww hehe.ya mungkin aja dijalankan terus.kalau gak salah dia kerja magang gituh tau ga dia WNI ga? soalnya waktu kemarin mulai baca-baca data gitu aku malah kaget sendiri.. the venture for knowledge IS suppose to be endingless.. mungkin aku bisa mempertimbangkan posisi dia.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: lha terus.... tapi peneliti harus bikin batasan.... berarti dia memang kerja di Indonesia gitu? apa gimana? dia emang udah 5 tahun kerja di Indonesia waktu dia awalnya ke Jakarta. takut dia tersinggung atau malah aku malu sendiri :p kurang teliti nyeleksi informan :D dia belom WNI.. agak-agak nosy.org udah kubuka kemarin . cuma pengen mastiin aja.. yah setidaknya.padahal kan ga mungkin ngejar info terus... mau tanya dia tengsin. dia kliennya ga cuma dari Indonesia aja kan? maksudnya. 2 ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: .kerjaan menganalisis kalau dipikir agak-agak kayak detektif..

tapi belum ampe merhatiin gitu kita biasanya bagi tugas seminggu 1 x.jadi inget...... baru dia upload? udah pernah ke webnya GL? udah.tinggal liat aja. hhehehe.ya dah.. gapapa ya. apa yang biasanya dijadikan pertimbangan saat memilih topik? awalnya ada.. film & ilustrasi artikel sejauh ini masih ambil dari web-web berita yang dari milis cuma yang ada di bagian tips yah gimana yahh intinya sih kalau mau upload... :) biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: 3 . artikel. Thanks ya dah mau kugangguin no problem klo ada yg perlu diklarifikasi lagi...lha kalau mau ada yg upload. every weekend... update web GL nah isinya kan cuma: tips. untuk blog dan milis GL.tapi kita udah tahu materi seperti apa yang bisa untuk web GL nanti kan kalau mau ditambahin sama yang laen.. agenda.sila :-) ada sih. masing-masing aja........ya silakan aja sendiri-sendiri gitu? atau dikumpulin di salah satu. adakah semacam “rapat redaksi” untuk menentukan topik-topik yang akan dibahas dalam seminggu/sebulan ke depan? Bila ada...ngerti kok kitahh :-) hehe. tapi setelah itu kita spontan aja cari-cari sendiri soalnya kan udah mulai rame...silakan kalau mau lanjut sama aktivitasmu.dah pada saling mengerti nih yee. apa di web udah di-upload atau belom kalau belom. ceritakan kebiasaan “rapat” atau musyawarah yang biasa dilakukan? Misalnya.....LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: yoih. ada beberapa yang masih ngganjel.topik macem-macem bisa datang dari para anggota oh gitu..ya tinggal upload sendiri hehe.muntahin aja :-) :)) oke.

dll weekender tuh apa? majalah bulanannya GL Jakpost btw saya pikir tadinya kamu member GL. ngelo la milis atau cause. padahal aku punya sekitar 8 informan. kirain weekender tuh nama jabatan :D bego banget atau kamu belom mampir ke blog nya GL? disitu kan ada box khusus 'artikel GL' udah kok :) tapi baru lihat-lihat...tauk..weekender-nya Jakarta Post.. eh kalau boleh tauk....narasumbernya dari mana aja? ada mas Djuni Pristyanto. pendanaan.. ajakan buka stand/bikin acara. banyak bgt.. ternyata bukan ya? :-) hehe.member as a consequence of researching.....mungkin yang selanjutnya agak mirip. :P owalah..hanya dilakukan saat-saat dibutuhkan misalnya mau ada acara kunjungan. belum aku ulik satu-satu. yang punya Go Green Indonesia. masih SMA timpakul bukannya punya mas djuni ya? Michael. publikasi...ketahuan telisiknya msh kurang :D ya nih. dari honor dari weekender + hasil penjualan + 15% dari keuntungan para penitip barang dagangannya di stand GL koordinasi internal.... bukan blog atau websites yg mereka kelola.. bagaimana manajemen di dalam GL? Misalnya terkait dengan koordinasi internal.. energinya butuh banyak banget. hehehe.. semua punya blog. yaya. di walhi dan yang punya blog Timpakul Melinda...utk weekender kita dah bikin daftar topik selama beberapa bulan ke depan + daftar calon penulis + deadline oke.. huah..org 4 biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: . yang punya akuinginhijau..LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: oke.... belum ampe segitunya. juga pendanaan? publikasi.. yang ngelola milis "lingkungan" kamu dan Marc (kalo jadi) bang Ade Fadli. makanya batasanku aktivis as individual. mm.

.. yang punya Go Green Indonesia.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: bukan. situs di internet. yang punya akuinginhijau. dari Greenpressnetwork oh itu punya nya anak Walhi yak eh. misalnya. bagaimana kamu bisa yakin informasi itu benar dan dapat dipercaya? Apakah kamu juga “menguji” dulu tips-tips/ info yang kamu berikan? tips -tips yang ada di web GL bukan hasil browsing di internet tapi hasil diskusi para anggota milis atau hasil implementasi dari anggota mm. nah. oke... untuk menilai suatu artikel atau berita tuh "baik" atau "benar"? oh klo artikel lain lagi di web GL artikelnya msh copas (copy & paste-red. masih SMA Michael.. kamu pnya pertimbangan tertentu ga..aku lanjut ya. saat membaca dan memilih informasi dari sumber lain.tapi buat kamu sendiri (terlepas dari yang kamu tulis khusus bwt GL).bang Ade Fadli.aku ingin hijau & greenpressnetwork bagus tuh yup. atau kamu mo tanya lagi soal narsumku? kalau dari gue udah kok oke.peneliti) dari situs -situs berita terpercaya 5 ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: .. eh 4 lagi sapah? gue cuma terima mesejnya sampe ade fadli he? ntar.tentu pernah kan search berita atau artikel... dari Greenpressnetwork nyampe ga? sampe oh iya. Melinda..org sama baru kemarin mulai wawancara sama Marwan Azis. eh...timpakul tuh bang ade sama baru kemarin mulai wawancara sama Marwan Azis. brarti tujuh ding.. iya.....

.. bukan fakta-fakta "ilmiah".. dari diri sendiri walau ada juga sih artikel yang isinya misalnya. sementara ada banyak profesional yang peduli dengan isu lingkungan misalnya.. 6 biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: .tapi lebih ke hal-hal yang.. oh ada juga tapi intinya. karena akhirnya isinya kebanyakan cuma marah-marahin pemerintah atau LSM lainnya itu satu ya kedua...bukan berita-berita negatif. jadi artikel yang lebih ke "aksi" ya.dari sisi bahasa dan isi ya.tapi ya itu.berita yang ditampilkan adalah hal-hal yang sebisa mungkin positif bukan hal-hal yang isinya mengkritisi pem erintah karena tujuannya supaya bisa memotivasi dan menginspirasi para pembaca untuk berbuat hal positif..berapa % terumbu karang di Indonesia rusak oke..gak boleh pakek istilah yang rumit-rumit yup..seperti yang udah disebut di atas saya dulu kan di LSM ya saya dulu ikut berbagai milis lingkungan tapi saya seringkali capek bacanya hmm. temen-temen main s aya hampir semuanya bukan orang lingkungan (dulu waktu abis lulus) mereka itu merasa bahwa apa yang dibahas s ama LSM-LSM itu susah..... gak tauk harus ngapain jadi emang milis ini targetnya untuk mengajak orang-orang untuk lebih peduli dan untuk mendorong orang supaya berinisiatif bikin perubahan bahkan kami menekankan bahwa bahasa yang digunakan di milis harus bahasa yang sederhana..............kenapa tuh ambil posisi gitu? karena milis ini tujuannya bukan untuk marah-marahin pemerintah atau ngebahas tentang kebijakan-kebijakan pemerintah.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: selain itu.atau hal-hal yang bisa bikin orang marah deh pas bacanya :-) hehe.

....i see ya.targetting alternative audince eh.ingin belajar juga.dll..pertanyaan bagus tuh setidaknya untuk diri gue ndiri .. kalo yang sudah lembaga kan dah cukup jelas.....sangat bisa mengerti... eh mba.gimana cara untuk nularin semangat itu..LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: tapi tetep aja sih.. mengemasnya secara "imliah".. karena merasa gak tauk apa-apa.. lebih ke batasan teoritis aja sih ouww i see aku pribadi sih pengen taunya apa sih yang memotivasi aktivitas aktivis.targetku individual....takut dibilang bodoh. GL bisa dbilang melakukan segmentasi audience.padahal kan (basically) ga ada yg mbayarin. :D hmmm..jadi lebih ke aktivis as active media user... napa? jd pengen nanya. 7 ......saya masih sering denger bahwa banyak yang gak berani untuk posting di milis hm.oot nh kalayu di dunia media.tapi merasa menerima banyak informasi yang bermanfaat dari milis katanyaaaa. ya...:-) ya.ada orang-orang yang kayaknya susah banget untuk gak pake istilah-istilah yang gak umum :-) itu aja.. dan tentu saja.menarik...peneliti) sebagai narasumber ya? kan mereka milisnya luar biasa tuh anggotanya curious aja sih ya itu tadi. ..)) aku lanjut lagi ya..kenapa gak masukin b2w (Bike 2 Work-red... Apakah anda sudah cukup puas dengan apa yang anda dapatkan dari internet/ sudahkah cukup apa yang disediakan internet utk mendukung kebutuhan serta aktivitas anda? Terutama terkait dengan aktivitas utk lingkungan.... ouwww...

..kok masih baca koran. yang ada aja gak kepegang.. 8 ........ kenapa masih mengkonsumsi media2 tersebut? Apakah internet tidak cukup? Atau mungkin karena kebiasaan? kalo berhenti beli buku. film.itu ada banyak banget di web :)) kebayang.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: yang saya gak puas adalah saya gak punya cukup waktu untuk ngerjain semua hal yang ingin dikerjakan :(( huhaha :)) classic. pernah ngerasain "information overload" ga? pernah bangeeettt hehe. senasib..nyaris gak sempat untuk baca koran. buku)? jarang..s ampe waktu lamaaa.karena sekarang pemilu. televisi...gimana mo nambah minta yang macem-macem iya iya. karena udah gak kerja kantoran lagi :D media-media mana nih? yah...terus nemu buku lain lagi :-) hehe.gimana tuh misalnya? kayak info tentang climate change waduuuhhh.. apa kamu masih meluangkan waktu/ sempat mengkonsumsi media konvensional/ media massa (koran. up to some time i have to said to my self to stop buying books...... apalagi waktu dulu kerjaannya itu sampe -sampe saya merasa kehilangan waktu untuk baca buku yang gak ada kaitannya ma kerjaan ohya...misalnya..itu udah gue lakukan sejak 2007 :-) alasannya karena keterbatasan dana.cuma pas lagi gak ada kerjaan jadi banyak banget tuh buku yang dibaca tapi gak selesai.. :D buat kamu. radio... s aya jadi suka baca-baca koran/buka situs detik/kompas kalo buku..

tapi setidaknya s aya jarang nonton tipi :D kalo dipikir...ya gapapa.kesukaanku waktu kecil tuh... bahagia...karena ngikutin berita pemilu hehe.ampe SMP ding. abis baca apalagi.... atau koran sabtu/minggu hehehe..LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: mel? maaf tadi keputus aku pengen tau kebiasaan bermediamu..asal tetep sehat.banyak kan yang ga seberuntung kita misalnya. yah....sesuai kebutuhan dan selera juga kali ya.. selain dengan ineternet denger radio wah kayaknya emang 90% media yang saya baca internet :( sesekali baca koran.. itu tadi. iya sesuai kebutuhan...aku harus balik ni.belum sholat :D sipp gue juga dah laperrr gudlak yaw thanks.. loh kok malah seneng yah hehe. mo baca majalah.termasuk konsekuensinya. :) eh Mel.kayaknya pertanyaanku dah abis nih :p thanks ya....hidup kan emang dijalani sesuai kebutuhan.eh....met makan :D 9 ...harganya mahal paling bacaan iseng beli majalah Bobo ahaha...buat kamu gapapa tapi buat saya....itu berarti hidup saya sebagian besar dihabiskan di depan komputer :(( mm.

Dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah hidup atau cara kerja Anda selama ini (Sebelum? Sesudah?) Sebelumnya: untuk berkomunikasi jarak-jauh: menggunakan telepon/surat. ikut berbagai milis yang sesuai. kafe. akses dari mana saja. dan yang kedua pada tanggal 31 Mei 2009. dll). fb. Bagaimana Anda sehari-hari menggunakan internet? (berapa jam sehari. ym atau fb untuk mencari informasi: tanya google. 4. Untuk meluaskan jaringan: ikut milis. (sejak kapan. dari rumah. untuk mencari informasi: tanya teman. untuk pekerjaan. cari2 info dan bersosialisasi (chatting. untuk meningkatkan kapasitas: ambil les Sesudahnya: untuk berkomunikasi jarak-jauh: menggunakan imel. Ditulis. blog. untuk keperluan apa saja) ± 12 jam sehari. dowload tips2 di google. tahun 1998. kegiatan sehari-hari. motivasi atau tujuan awal menggunakannya) Saat kuliah. Tolong ceritakan tentang diri Anda (pekerjaan. dilengkapi. dll. dll. latar belakang pendidikan) Udah kan ya waktu chat pertama?! 2. warnet. berselang sekitar empat hari. dll 1 . mengelola milis. mampir ke blog orang untuk meningkatkan kapasitas: bikin blog untuk latihan menulis. diajari/belajar sendiri. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Tentang Anda dan Internet 1. Ceritakan bagaimana Anda mengenal internet.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A Jawaban dari Armely Meiviana. ikut milis untuk menjalankan hobi dan minat: bergabung dengan milis/komunitas maya untuk melakukan hobi atau mendapatkan tempat untuk berdiskusi tentang minat. untuk mengumpulkan bahan untuk keperluan skripsi 3. diajari teman dan belajar sendiri. fb. Bagian pertama dikirim pada tanggal 27 Mei 2009. dan dikirim dalam dua tahap. cari di koran/majalah dan telp 108 untuk menjalankan hobi dan minat: mencari rekan dan keluarga di sekitar untuk menjalankan hobi dan minat bersama untuk meluaskan jaringan: ikut perkumpulan/klub (olah raga misalnya) atau ikut kegiatan yang diselenggarakan teman.

atau blog orang lain. maka milis akan kami tutup. bisa dari pengalaman sehari-hari. Tidak banyak tanggapan. kerjaan.. Ide-ide topik yang dilontarkan ke milis.karena tidak untuk dipublikasikan. (misal.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A 5. Berawal dari cetusan ide iseng dengan seorang kawan (Marc) untuk menginisiasi milis yang bisa memberikan informasi tentang info dan tips sederhana untuk gaya hidup yang ramah lingkungan dan relevan untuk orang-orang Jakarta (akhirnya berkembang untuk orang-orang di kota -kota besar di Indonesia). Tentang Aktivitas Anda terkait Isu Lingkungan 1. Apa makna atau arti penting internet untuk anda? Secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga. percakapan dengan orang-orang sekitar. jika dalam waktu 3 bulan anggota milis kurang dari 300 orang. dll. Menginisiasi dan memoderatori berbagai milis sejak tahun 1999 tapi lebih pada milis alumni sekolah/kampus. bisa dilakukan kapan saja (bahkan di dini hari sekalipun). sudah tentu kami (moderator) berupaya mempertahankan milis tersebut. bisa dilakukan sambil mengerjakan hal lain. guna mendokumentasi hasil percakapan atau penyebaran informasi di milis. bagaimana tanggapan orang) Blog: sejak tahun 2002. lebih hemat waktu (karena tidak harus menempuh perjalanan untuk bertata p muka). 2. Apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan lewat telepon. tanya-jawab tentang berbagai hal praktis sehari-hari agar bisa lebih ramah lingkungan Dikarenakan banyaknya peminat yang tertarik dengan informasi-informasi dan tips-tips tersebut. obrolan.. 6. Tahun 2007. Apa yang memotivasi Anda memiliki dan mempertahankan milis dan website tersebut? Awalnya kami (saya dan moderator lainnya) merencanakan.. dapat ide atau bahan tulisan dari mana. dapat ide bisa dari koran. tatap muka langsung ataupun lewat media lain? Lebih murah. bahkan kemudian kami mengupayakan dibangunnya website. Tapi setelah 3 bulan. walau anggota tidak mencapai 300 orang. namun lalu lintas di milis cukup ramai. agar bisa disebarkan ke masyarakat yang lebih lu as. mulai serius mengelola milis GreenLifestyle. 2 .bahkan selalu punya waktu-waktu tertentu untuk tidak bertemu dengan internet. Dan sekarang sudah berhenti. “berpisah” dari internet? Sanggup. bacaan. Ceritakan tentang blog dan milis Anda. Ada banyak diskusi. sejak kapan..

Ada banyak milis lingkungan di indonesia. 4. Dan diskusi banyak dilakukan di tingkat teknis dan kebijakan. menyelamatkan lingkungan tidaklah sulit. Untuk itu saya merasa perlu ikut mengedukasi masyarakat banyak untuk mengubah pola pikir yang digunakan oleh banyak orang saat ini. Atau bisa juga dari bacaanbacaan ketika kecil/remaja. namun tak banyak yang memberikan informasiinformasi praktis untuk masyarakat awam (terutama pada tahun 2007 dan sebelumnya). 3 . Saya tidak ingat bagaimana prosesnya. Padahal moderator dalam hal ini sudah berupaya untuk menggunakan bahasa-bahasa yang sederhana. dan hrs dilakukan secara massive.. Bisa ceritakan “sejarah” atau alasan sehingga Anda dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? Saya sendiri suka menanyakan hal yang sama pada diri saya sendiri. bahkan untuk skedar bertanya mrk malu. Ada banyak hal sederhana yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan. bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana dan sehari-hari. bukan perorangan. blog dan website. Dalam mengelola blog lingkungan anda. dikarenakan saya dan Marc (inisiator milis GL) mempunyai ketertarikan dan passion di isu tersebut. Alhasil kegiatan mengelola informasi untuk komunitas akhirnya telah menyita waktu yang lebih besar dari kegiatan-kegiatan lainnya. Padahal solusi untuk lingkungan tidak hanya dari sisi kebijakan. permintaan masyarakat akan produk-produk ramah lingkungan akan meningkat. apa kesulitan yang dialami selama ini? Adakah pengalaman menarik? Tantangannya adalah bahwa kegiatan yang berawal dari sekedar memoderasi milis ini kemudian berkembang menjadi pengelolaan blog dan website.dan lebih baik lagi bisa untuk facebook. Kenapa memilih isu lingkungan sebagai topik milis? Mengenai isu lingkungan sebagai topik milis. Oleh karena itu kami harus mencari strategi agar ada banyak tenaga/anggota yang bersedia ikut membantu mengembangkan GL. Ditambah dengan kegiatan-kegiatan berkemah saat sekolah. Hampir semua milis lingkungan yang saya ikuti membicarakan hal-hal yang rumit dan eksklusif hanya untuk LSM atau wartawan saja. menghindari istilah-istilah sulit.. Paradigma yang terjadi di sebagian besar anggota menyebabkan mereka enggan untuk berperan aktif di milis. serta mengeluarkan pertanyaanpertanyaan sepele. 5. Mengingat bahwa pekerjaan kami sehari-hari terkait dengan isu lingkungan membuat kami terpapar dengan banyak info mengenai kerusakan-kerusakan lingkungan. Melalui milis ini diharapkan bahwa orang tidak lagi berpikir bahwa isu lingkungan adalah isunya LSM atau pemerintah. terutama dalam hal kampanye online-nya di milis. khususnya yang berdampak pada perilaku yang tidak ramah lingkungan. dan hemat listrik. Kemudian juga muncul undangan untuk mengisi acara-acara outdoor serta permintaan untuk membuat materimateri komunikasi/publikasi. Tantangan lainnya adalah menghilangkan paradigma di sebagian besar anggota bahwa bahwa yang berbicara di milis adalah orang-orang yang sudah ahli dalam hal lingkungan. pola pikir produsen akan bergeser mengikuti keinginan konsumen. hemat buku. tapi juga dari segi perubahan perilaku masyarakat.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A 3. Bisa karena pengaruh ibu saya yang sejak kecil mengajarkan anakanaknya untuk hemat kertas..

7. sangat membantu dalam mengedukasi atau meningkatkan pemikiran kritis masyarakat.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A Pengalaman menarik adalah ketika saya menyangka bahwa yang antusias dengan milis GL hanyalah sebagian kecil orang yang sering tampak aktif di milis.termasuk sekedar berbelanja. Apakah menurut Anda. mengingat hampir setiap hari dan hampir setiap media massa sudah gencar mengangkat isu lingkungan. Alasan kami saat itu karena ia hanya me-reply imel seseorang secara pribadi yang seharusnya bisa dijawab japri ke yang bersangkutan. event-event outdoor yang juga memberikan pesan-pesan lingkungan. ada banyak anggota berasal dari luar jabodetabek dan berusia lanjut > 40 tahun. Hal menarik lainnya adalah. menerapkan gaya hidup hijau... untuk dibaca di rumah. namun mereka sangat antusias dengan informasi-informasi dan tips-tips yang diedarkan di milis. khususnya masyarakat urban sangat ekonomis. Menurut Anda. Namun pada perkembangannya.. pada saat itu juga ada banyak features/bentuk yang menarik yang bisa digunakan dalam kampanye online internet atau google merupakan perpustakaan yang sangat lengkap. Untuk itu. karena harganya semakin murah penyebarannya sangat cepat. Pengalaman menarik lainnya adalah ketika ada anggota yang marah-marah karena imelnya tidak kami loloskan. Tapi pada kenyataannya ada banyak anggota yang tidak pernah muncul di milis.. Akhirnya si anggota yang sudah berumur lanjut itu mau mengerti. Ada yang bahkan sudah mulai mengubah gaya hidup.dan tujuannya tak lain dan tak bukan untuk kepuasan para anggota . 6. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? Jika dibanding dengan tahun sebelum 2007.. Internet j uga bisa membantu menyatukan/mensinergikan berbagai komunitas dalam melakukan kampanye lingkungan Sangat membantu mengakselerasi gerakan lingkungan ke berbagai lapisan masyarakat - 4 . Ada yang saat akan pulang kantor mengkopi seluruh imel di milis. musik/band lingkungan. termasuk majalah gaul/lifestyle. Ada yang mulai menyadari bahwa ternyata ada banyak hal di sekitar kita terkait dengan lingkungan. dimana kita bisa mencari info dan data apa pun dari seluruh dunia. Dan ada juga yang menyebarkan info dan tips di milis ke rekan2 kantor/keluarganya atau bahkan ke milis lain. Belum lagi munculnya film-film lingkungan atau film-film hollywood yang memuat pesan-pesan lingkungan. Kami akhirnya harus menjelaskan panjang lebar alasan kenapa milis harus kami pasang ‘semimoderated’. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? Tentunya sangat esensial karena: sangat efektif untuk menyebarkan informasi ke masyarakat luas. awalnya milis ini kami tujukan untuk anggota dengan usia produktif (20 – 40 thn) dan berdomisili di jabodetabek. bahkan usia pensiun. sudah sangat meningkat dibanding.

.. 8.jika momen ini tidak digunakan dengan sangat baik oleh para penggiat lingkungan untuk melakukan edukasi dan peningkatan pemahaman. Karena akan kalah dengan kegiatan pengrusakan lingkungan yang massive apalagi yang dilakukan oleh korporasi-korporasi besar.. Apakah menurut Anda kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A - Aktivisme lingkungan akan bergerak sangat lamban atau mati jika tidak menggunakan internet. 10. Itu mungkin saja. fb. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia.. 9.tergantung siapa target yang dituju. gabung dalam komunitas volunteer via internet/milis) Tolong ceritakan! o o o o o o o o Ikut petisi online Gabung dengan komunitas-komunitas maya lainnya..apakah via blog. Join cause di fb Menggunakan status di fb sebagai media kampanye lingkungan Post artikel lingkungan di fb Bikin status terkait dengan isu lingkungan di ym Membuat blog GL menggunakan multiply. Jika targetnya adalah masyarakat urban usia < 40-50 thn. twitter.. donasi lewat e-banking. apakah Anda juga memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? (Misalnya.di kehidupan nyata juga banyak kok yang seperti itu. Memperbaharui materi-materi web GL 5 . karena lebih mudah untuk berkampanye dibanding fasilitas blog lainnya.. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? Bisa jadi begitu. orang yang gembar-gembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata).. Selain memiliki sebuah blog/milis dengan isu lingkungan...tidak menjalankan apa yang diucapkan/digembar-gemborkan. dll.. maka internet merupakan media kampanye yang sangat murah dan bisa sekaligus meraih banyak orang. berlangganan milis bertema lingkungan. Menyebarkan informasiinformasi event lingkungan via milis-milis. Tinggal ditentukan media online yang dipakai... kampanye lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? Tergantung. voting dalam petisi online. khususnya ke anak anak. milis.. 11...

mendukung kampanye online/offline. dll 13. dengan memberikan in fo yang juga relevan untuk kota-kota lainnya. berkolaborasi dengan salah satu gerakan atau organisasi lingkungan. agar tidak terlalu Jakarta-based.Bila Anda memiliki waktu dan kesempatan lebih. membuat event bersama) o o o o Bersinergi dengan komunitas-komunitas lain yang punya kepedulian yang sama untuk membuat kampanye bersama Menambah SDM di GL. mencari orang-orang yang punya kepedulian yang sama untuk menjadi relawan GL. Wikimu. apa yang paling ingin Anda kembangkan dari GL? (Misalnya. tampil di media massa. guna mengajak mereka membantu mengelola website GL dan mengembangkan program-program menarik di web. Menjalin kerjasama dengan berbagai media massa (cetak dan elektronik) untuk penyebaran info dan tips praktis Membuat milis GL khusus untuk anak remaja (SMP dan SMA) o o o 6 .com.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A o Membuat green online shop yang bertujuan untuk mengedukasi konsumen mengenai produk-produk hijau (www. Menjalin kerjasama dengan kampus-kampus untuk membuat program magang bagi mahasiswa jurnalistik/komunikasi/IT misalnya. blog. Mengoptimalkan isi info di milis dan web. dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk menyebarkan informasi/ menyelamatkan lingkungan? o o o o Ikut di dalam forum kaskus Membuat grafis-grafis/komik-komik online Membuat game online Menulis di web yang menggunakan prinsip citizen journalism spt Kompasiana. Untuk mahasiswa IT. dll). Untuk mengajak mereka membuat tulisan pendek mengenai info dan tips lingkungan yang bisa dijalankan di kota tempat mereka kuliah (misal: tempat pengumpulan sampah kertas di jogja/sby. Politikana. forum kaskus dan fb. tempat membeli sayur organik di padang. via website. youtube. Menurut Anda.com.freetodecide. flickr.org) 12. Mengoptimalkan upaya kamp anye online GL.

tahun 98. sampai sekarang saya sebenarnya masih terdaftar. Tapi ya kegiatan jalan terus. swakarsa. Ya. Latar belakang saya memilih topik ini karena saya juga aktif di Sahabat Lingkungan Walhi Jogja dan punya ketertarikan terhadap isu lingkungan juga. kemudian lebih banyak freelance. ga punya komputer. saya sudah melihat pentingnya internet. kesulitan atau tantangannya seperti apa Mas? Waktu awal-awal kan lembaga baru tuh. Waktu awal-awal penggunaan internet. Jadi sejak awal saya sudah banyak menyebarkan berita-berita lingkungan ke via milis-milia.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Djuni Pristiyanto : Rabu 18 Maret 2009. (Sahabat Walhi-red. dan karena (mengambil studi ilmu) komunikasi jadi ingin melihat peran teknologi komunikasi dalam gerakan. Saya lebih mengurusi website.. Walaupun copy paste dari media online. saya tinggal lalu saya bikin LSM lingkungan di Jawa Timur. ga punya sumber daya..38 WIB : Tatap muka. di MPBI. Saya sekolah di UGM juga.waktu itu yang mendorong untuk melakukan meskipun berat dan masih swadaya apa Mas? R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: 1 . Sedang menempuh S Komunikasi FISIPOL -2 UGM dan mengambil tesis dengan tema penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup. Websitenya apa Mas? mpbi.47-08... repot juga.. cerita sedikit..SaWa ya. admin website. pukul 07.. sehingga walau ga punya duit saya pasang telepon dan langganan internet. Kan masih swadaya ya Mas. Nah saya sekarang mulai berlembaga lagi. pertama kali menggunakan internet itu kapan? Itu saya sejak mendirikan lembaga di Jember. Sampai sekarang. harus ke warnet. Jadi ya lebih banyak swadaya. ga punya uang.peneliti) Mas Djuni bisa cerita tentang Mas Djuni dan aktivitasnya sekarang? Saya berkegiatan di lingkungan sejak 97. Jadi ya berat juga. tepatnya Sejarah. di Jember. di Lobby Hotel Quality Yogyakarta :1 Rani (peneliti) : Perkenalkan. tapi tinggal skripsi saya tinggal. Sampai sekarang juga masih seperti itu. Oh begitu.org Kalau boleh.. Jadi.. Dj (Djuni) R: Dj: : Oh. nama saya Rani. Di Jember lima tahun kemudian saya pindah ke Jakarta. di Sastra.98. Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia.

.. Kalo awalnya milis lingkungan itu bukan di yahoogroups. Bisa dibaca di blog saya yang tentang sejarah milis lingkungan.. Selama ini kalau posting berita dari mana aja Mas? Maksudnya? Ya Mas Djuni kan input berita atau informasi tentang lingkungan. Suara Pembaharuan. Tahun 98 kan masamasa kisruh kan. koran-koran lokal. Saya baca itu. 2 R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: .. Itu yang paling terkenal dan paling diminati.. ga apal. kemudian itu mereka gunakan tapi link-nya sekarang udah ga aktif ya Mas? udah ga aktif... waktu itu yang terkenal misalnya “Apakabar”. Untuk lingkungan itu belum.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 Dj: Ya karena itu penting. itu untuk searching berita-berita lingkungan hidup. Waktu itu lebih banyak untuk kegiatan politik. saya kirim. Jawa Pos.. atau masih juga baca koran secara fisik? Masih. tapi apakah korespondensi juga.. kadang-kadang.. nah orang lebih banyak untuk politik.. Oh bukan mas. maksud saya sumbernya media online atau mungkin dari media cetak kemudian diketik lagi? Oh gaa. Dan sedikit yang menggarap. itu bisa dapet 50-an berita. Mereka bikin sistem sendiri untuk milis. bisa online.jadi kalau kita kirim-kirim kemudian orang mem-feed back. itu yang bikin milis lingkungan. itu dari mana aja? Asal ada internet. begitu. Soal itu bukan masalah. biasanya baca berita juga di online ya Mas. Misalkan dalam sehari. waktu itu bentuk-bentuk aktivitas yang mas Djuni lakukan lewat internet itu apa aja Mas? Tadi sudah disebut memposting berita lingkungan. saya ditawari jadi moderator. Kemudian saya daftar di sana. pindah ke yahoogroups tahun berapa ya? Kurang tahu saya. dari awal 98 itu sudah di sana. ya kita jawab. Waktu itu basisnya yahoogroups atau apa? Sudah di yahoogroups.. dan karena saya terlalu sering ngirim e -mail tentang lingkungan. Media online. capek. Tinggal di copy-paste.. sampai sekarang. copy paste aja. apa gimana? Itu menyusul. mereka bikin milis lingkungan dengan alat-alat seadanya juga.. Kalau untuk milis lingkungan yang tahun 98 ini. dari Kompas. kalo ada e-mail ya dikirim. Nah kebetulan ada mahasiswa di Jerman. headlinenya saja. Mahasiswa Indonesia di Jerman? Ya. Tahun 98 itu belum banyak yang untuk kegiatan kampanye dan penyadaran. saya menyisihkan waktu tiga jam. Terlalu capek kalo dari media cetak diketik lagi atau discan itu terlalu capek. begitu.. Terus. atau membangun jaringan. itu sekitar tiga jam.. Itu di sistem mereka sendiri. sejak awal saya lihat itu penting. Kalau gitu.

Banyak berita yang menarik dari suatu koran tapi tidak tercapai oleh mesin pencari. kita kirim sekali. Kalau Kompas itu misalnya berdasarkan sub-sub berita. Kalau headlinenya mengandung unsur berita lingkungan..luas. seperti saya tulis di blog. lebih cepat dan murah.. Itu biasanya. Cara yang lebih gampang itu yang ketiga yaitu dengan RSS. Kalau kita pake cara yang lain. klik. Trus kalau ga ada waktu lagi yang pake google aja. itu ada indeksnya. itu kan mahal... Berarti memang dibaca satu persatu ya oleh mas Djuni? Baca judulnya. fotokopi. lalu baca headlinenya. Dan bisa menjangkau seluruh dunia. Tapi seperti Suara Pembaharuan. kemudian dikirim pake pos. Harus ngetik. Ya. Kalau internet. ketikkan lingkungan. Cara yang gampang itu lihat indeks dari media online itu. atau illegal logging. terpampang di website.. Dan orang yang akses internet yang bener-bener juga lebih sedikit lagi. Di tahun 90-an. terbantu ya dengan feed-reader itu. Wah. Tinggal pilih-pilih aja gitu. baik itu e-mail. feed-reader. Iya. hampir di banyak tempat ada warnet... Media Indonesia. kalau surat kan terbatas sekali. Kalau sekarang. itu akan terpampang terus dan bisa dilihat seluruh dunia. Pake itu sehingga kita hanya kata-kata kunci tertentu misalkan hutan. tinggal di-copy paste kemudian dikirim. laut. Itu harus dibuka satu oersatu. bisa ketemu... Itu akan tampil sendiri. apa sih keuntungan menggunakan internet dibanding media lain? Padahal kita tahu bahwa pengguna internet di Indonesia masih sedikit sekali. kombinasi. sehinga kita tinggal ngecek aja. kalau ga ada waktu ya buka feed-reader. mulai dari yang besar seperti illegal logging hingga ke hal kecil..LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Dj: Yang Mas Djuni kategorikan berita lingkungan itu seperti apa Mas? Berita yang mengandung unsur-unsur lingkungan. persentasenya kurang dari 10 %. sampai misal 10 tingkat. Dan juga disetting agar kata kunci itu bisa terkirim ke alamat e-mail kita. atau milis. Tapi tidak semua media punya indeks. Cara yang lain itu dengan mesin pencari. sudah sejauh mana penyebaran internet di Indonesia? Karena kalau menurut data. Kalau menurut mas Djuni. Itu mahal dan lama. itu masih kalangan menengah dan menengah ke atas. kalau secara kebiasaan atau sistematis biasanya mas Djuni masuk ke halaman media online kemudian search berita dengan memasukkan kata kunci atau membaca judul-judul atau. Kalo definisi tentang lingkungan itu kan.kalau boleh cerita. R: Dj: R: Dj: R: Dj: dan mungkin juga karena hasil mesin pencari terlalu banyak ya. Ada berbagai cara. Di tempat terpencil. satu hal yang umum ya.. Tapi kalau gitu tuh banyak yang lolos. Jawa Pos itu dibagi per sub berita. ada warnet. warnet masih barang mewah. Kalau menurut mas Djuni. Lolos itu. Kalau ada waktu ya buka satu-satu. Selama ini yang lebih sering digunakan yang mana? Ketiga-tiganya.. bahwa lingkungan itu segala sesuatu yang ada di alam semesta kita ini. Oh. jadi. Dalam artian menggunakan 3 R: Dj: R: Dj: R: Dj: . bila dibandingkan jumlah penduduk.... Jadi ya tergantung masing-masing.. Kalau kita pake internet.

Kalau misalnya ada anak-anak SMA seneng pake internet untuk chatting. Tapi itu kan bertahap. Itu hubungannya dengan kedewasaan seseorang.. terus berubah gitu.. untuk chatting atau cari situs porno.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 internet untuk me ncari informasi. orang sering menyalahkan media itu. orang menggunakan internet itu seneng cari berita yang heboh heboh. itu juga tetep ga bisa.tapi emang ada orang yang nyarinya kayak gitu ya. itu cukup banyak. Seperti perkembangan orang... Internet juga menjadi..kalau misalnya petisi online atau yang lain gitu pernah Mas? Kalau untuk media. Trus. Dengan dia lihat judulnya yang provokatif. Karena gampang diakses. petisi online.. bermain. surfing ke situs porno.. masyarakatnya digusur dari taman nasional. menyebarkan informasi. ya website. Tapi mas sendiri pernah berpartisipasi dalam bentuk-bentuk lain itu ga? Pernah. Seven Habit. Misalkan. Dulu saya melihat isu lingkungan lebih ke hutan.. karena semua akan terkait. Jadi lingkungan itu tentang keterkaitan.terus kamu baca itu. selain website itu bisa seperti itu tadi. Garap semua.. kamu baca buku Stephen Covey. remaja. Kita pengen melindungi orangutan. isu apa yang menurut mas lebih menarik. untuk sampai ke tahap itu. ke luar. Karena itu seksi. dia akan b aca. dia akan mencari yang lebih bermanfaat. Ga bisa lebih.lifestyle... Dan itu memang ga bisa disalahkan.. untuk 4 R: Dj: R: Dj: Dj: R: Dj: R: Dj: . Selain milis.manusia. buka satu situs. pembangunan.secara kanak-kanak. cari yang kayak gitu.tetep kayak gitu. ada unsur psikologis juga ya disana.mungkin ga? Personal. Tapi kalau tahap berkembangnya cuma segini ya udah. masyarakat. Jadi.. ke pemerintah.. masuk ke warnet.. Tapi kalau yang sekedar gaul. Dia akan tinggalkan. Apa ga bisa dipicu Mas. teman-teman dengan isu orangutan..tapi ga sering. itu yang pertama adalah milis. Karena milis itu anggotanya banyak. Orangutan itu seksi untuk dijual. ga bisa satu hal digarap tapi hal lain engga. dibanding isu yang lain misalnya? Kalo saya pribadi lebih umum sih ya.. Lama-lama akan bosen.tidak ada kontrol. Biasanya. dan kemudian orang baca. advokasi. Ga akan. konservasi.. dan kesadaran orang itu juga personal. Pada awalnya.. hutan ga akan kelar. Biasanya orang yang mencari sesuatu akan langsung ke website tertentu. Kalau bahas hutan saja tanpa bahas masyarakat.. Itu di milis lingkungan kan gencar sekali.. Gampang sekali untuk melakukan sesuatu deng an internet itu gampang sekali. Tapi lama-lama dia akan bosen dengan itu. R: Dj: Ini refleksi atau gimana mas? J Saya sendiri juga ngalami yang kayak gitu. nyarinya sebatas itu.itu kan orang per orang.. itu orang juga menggunakan internet juga seperti itu..atau dipercepat begitu. R: Kalau yang selama ini mas Djuni lakukan dalam konteks lingkungan itu apa aja Mas? Tadi kan misalnya search berita kemudian di-post. mo ngapain..... Ga akan... Kamu baca Qur’an terus akan tekun ibadah pada Tuhan. ya itu memang.

Dasar dari segala sesuatu adalah keberpihakan kita. Yang jelas.. kepedulian. atau jurnalisnya kurang objektif mungkin.kepada masyarakat. Di dunia yang disebut ilmiah pun diragukan kan obyektivitas itu. tentu memiliki keberpihakan. kemudian sudut pandang. Terus. saya. Dari media apapun saya kirim.. Misalnya.. itu kembali ke orangnya. Kita akan subyektif. terus dia mendanai satu kelompok untuk yang radikalnya. bagian dari lip service. semua hal di dunia ini akan kita seleksi. berbeda sudut pandang.framing. oleh Freeport..LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 fundraising. Kalau misalnya untuk environmental activism di Indonesia sekarang. Bahwa dengan pemahaman seperti itu kita lebih berhati-hati mengambil beritaberita mereka.Capra. saya diemin aja. cita-cita. iya.. Bahwa media-media itu sangat terbatas. Nah.. atau Republika. Itu tentang aktivis lingkungan yang radikal. Nah kalo dia sudah kehilangan itu. Dan dia membuat satu isu tertentu untuk menjalankan itu. cari keuntungan... dia kan mempunyai idealisme. dia berbeda sudut pandang. ga akan saya ambil.. Kompas dengan Suara Pembaharuan. dari banyak bagian. Apakah isu perubahan iklim itu benarbenar atau hanya bualan orang cari duit. ada lembaga tertentu yang untuk fundraising..itu kan membuat. ga akan saya keluarkan atau publikasikan. Bukankah juga penting untuk menunjukkan manuver-manuver korporat dengan programprogramnya agar orang yang membaca juga bisa jadi waspada? Kalau hal itu keluar dari perusahaan itu sendiri. darimana dia bermula. apakah saat mencari berita sempat muncul keraguan apakah suatu berita benar atau tidak. baca bukunya Titik balik Peradaban.. dia kan yang mempertanyakan.. untuk menentukan ini layak atau ga? Sebenarnya untuk validitas suatu berita. Dan saya berpegang bahwa itu 100% CSR mereka.. Baca bukunya Michael Crichton. sebagai seorang aktivis yang baik dan benar.media. Banyak hal yang orang-orang di isu lingkungan itu diperdebatkan sebagai sesuatu yang benar. aktivis lingkungan. gitu. Walaupun itu hanya novel tapi ditunjang dengan data-data yang bagus dan kuat.... biasanya saat memilih berita. Nah itu yang menjadi dasar untuk bertindak. dia hanya mengambil bagian kecil..... itu mesti kita tahu j uga. itu saya kirim. misalkan berita-berita yang dikeluarkan oleh Monsanto. apa yang mas Djuni gunakan sebagai pakem. dia akan terombang-ambing. dia hanya menyorot sesuatu saja. Karena itu yang menjadi kompas dia.apa yang bisa kita percaya sekarang. kepada rakyat kecil yang tertindas. Tapi kalau tentang Freeport membuat program pemberdayaan masyarakat. pernah ga mas? Itu jelas . Nah dari situ tempat berpijak. yang judulnya State of Fear.. mas Djuni melihat seperti apa geliatnya? Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: 5 . Saat mas Djuni mencari berita. R: Terkait dengan itu mas. di situs-situs berita online yang juga ada dalam dunia nyata. Berarti mas Djuni menyeleksi berita-berita yang akan dipost di milis? Jelas .. Tapi bila di berita itu terdapat “Freeport merusak lingkungan”. terhadap apa. Sehingga dana itu gampang didapat untuk membiayai yang di lapangan. tidak ada yang obyektif.

bagaimana mas Djuni melihatnya? Katakanlah di dunia online banyak yang masuk ke sana.. diganggu orang lain ya itu resiko. sudah lebih bervariasi cara yang digunakan dalam melakukan sesuatu. ga perlu. Sehingga ada lembaga yang khusus berkoordinasi. Ada yang “Oh lumayan. itu akan kembali ke orangnya. Kalau sekarang sudah maju. Ada isu keterputusan dunia online dan offline. itu kan satu dialektika. Coba kamu klik satudunia. Sudah merambah ke banyak isu...net. menyebarluaskan. terus diprint. sementara rakyat yang umum penghasilannya mungkin ga cukup untuk mengakses internet atau bahkan mungkin ga tau internet tuh apa. Kira-kira perlu ga ya semacam norma tidak tertulis bahwa ketika kamu mampu mengakses suatu informasi di dunia online seharusnya kamu menyebarkannya juga secara offline. yang gagap teknologi juga banyak. Tapi masih terus berproses ya mas. “Wah ini spam. kembali ke. care. sampah ini.mundur.delete.. bagaimana bisa menggunakan media-media teknologi... tapi juga kita lihat di luar sana banyak masyarakat yang tidak bisa mengakses berita lingkungan misalnya.. Pake internet hanya untuk baca berita saja... Proses.dan remaja sebagai pengguna awal juga concern dengan isu lingkungan. Selama beraktivitas memposting berita dan berinteraksi dengan orang.... Dengan media internet. Jadi secara umum ya baguslah. Di Indonesia itu kan sudah banyak peraturan dibuat untuk ini dan itu. misalkan. jadi kalau beraktivitas kayak gini dicaci-maki. orang menerimanya berbeda-beda.. Jadi orang yang lain mungkin kalau ga suka ya delete.. sudah lebih banyak organisasi. dikliping. Dan lembaga-lembaga pun menganggap internet itu semakin penting. sudah lebih banyak orang.. Ya.. tergantung ke masing -masing. ada pengalaman menarik ga Mas? Kalau pengalaman yang umum... orang-orang yang memiliki kesadaran itu semakin banyak. Di kalangan LSM. ga ada. Caci maki segala macem gitu... itu semakin banyak. Tapi penegakannya ga. Dia itu concernnya pada bagaimana berkampanye dengan media teknologi dan ga hanya internet aja. Bila. buka e -mail hanya untuk baca aja.. dibanding tahun 90-an atau awal 2000-an. sama aja. Di kantor-kantor pemerintah orang yang gagap teknologi juga banyak. Nah. Ya. 6 R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: . advokasi bisa lebih efektif misalkan. kalau saya mengirim terlalu banyak berita di satu milis. dapet berita gratis”.orang yang bisa akses internet itu sebagian kecil dari masyarakat yang umum..ada maju.. Ga. dan dari sebagian kecil itu. maju. masih kecil sekali bagian yang menggunakannya untuk tujuan-tujuan lingkungan. menuh-menuhin mailbox”.tidak boleh ini dan itu.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 Dj: Gerakan lingkungan sekarang itu sudah bagus. Contohnya apa Mas? Seperti Satu Dunia. Jadi kalau ada keterputusan itu memang wajar.. Mas Djuni pernah melihat ga adanya kesadaran dari orang-orang yang bisa mengakses internet dan mendapatkan informasi kemudian menyebarkannya dalam kehidupan rril? Semakin banyak.begitu. Orang yang lain melihatnya berbeda.

otomatis... apa mas Djuni juga melakukan penyesuaian begitu? Misalkan tadinya mengirim 20 berita kemudian dikurangi.semua hal bisa dipelajari di internet Bukan hanya itu.. Belajar sendiri bagaimana bikin proposal.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Dj: Terus. Di samping (karena) kesibukan. seminar-seminar.. bukan tujuan. Itu semua belajar sendiri. Tindak lanjut dari kita kenal orang di internet. alat untuk mencapai tujuan. itu harus online terus. tapi langsung bikin satu lembaga. Alat untuk melakukan sesuatu. Oh kita tahu disana ada siapa. Berjaringan. memperbaiki website. Kalau misalkan internet ga ada ya pake cara lain. saya yang mengurangi. Boleh tau ga kebiasaan penggunaan internet mas Djuni? Jadi misalkan berapa jam sehari.. Kalau di kantor selalu online atau juga diselingi pekerjaan yang lain Mas? Laptop selalu online dan juga diselingi pekerjaan lain. organisasi. Kendaraan saja. Selama mengenal internet lebih dari 10 tahun.30. karena di milis -milis lingkungan itu sudah banyak orang yang aktif. Di acara-acara. Sehingga tidak ada suatu ketergantungan. Kantor MPBI sendiri di jakarta? Ya. 35. Belajar sendiri bagaimana mengakses internet. Hari ini ada acara jam 9. tentang lingkungan. Kalau rajin tuh sekali post bisa 50 berita. organisasi. Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: .. mengirim artikel. internet itu media.. Dan internet sangat memfasilitasi itu ya. itu juga saya lakukan. 7 R: Dj: R: Dj: R: dll.. atau mungkin gerakan? Kalau saya pribadi. Tapi karena pekerjaan saya mengurusi website ya harus selalu online ya. Tidak seaktif dulu.. kopi darat. Sehingga jaringan kita semakin luas. Akhirnya belajar sendiri tentang lembaga. Saya dulu sekolah di sastra.. semua hal di dunia ini kalau orang itu mau belajar bisa dipelajari. untuk sesuatu.hal-hal seperti itu.. berkesadaran. Begitu.ketemu dengan orang. ga ada hubungannya dengan lingkungan. Biar orang lain yang lebih aktif. apa arti penting internet bagi mas Djuni? Baik dalam level pribadi. Jadi misalkan bikin berita. Sekarang. Learning by doing aja. Saya sekarang kan punya kantor. di milis. Yah. Internet itu saya pandang sebagai kendaraan saja. Karena di kantor menyediakan fasilitas untuk itu. Kalau begitu Mas Djuni ini otodidak ya belajar tentang teknologi informasi? Semua otodidak. Kalau saya menganggap internet itu sebagai tujuan.. maka apa yang saya lakukan ga akan tercapai. kalau di kantor dari jam 9 sampai jam 5 online terus. Karena di rumah bayar sendiri ya paling 2-3 jam.. di Jakarta. Sesuatu itu misalkan untuk lingkungan yang lebih baik.. Karena respon orang bermacam-macam dan supaya tidak dimaki-maki terus. Kalau di rumah saya juga langganan internet.disini ada siapa.. itu kan kontak -kontak. alat. ya seringnya saya kurangi deh. hanya sekali-kali kirim. kalau dengan e -mail bisa disetting kirim tunda misalnya. Ada media lain ga yang juga dimanfaatkan? media lain ya.

boleh dua-duanya deh. yang ini untuk keperluan rumah. Itu hanya khalifah.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Ketika berinternet. atau kalau sudah sore dan mau pulang. blog. ada ga dampak negatif atau katakanlah side effect dari mas Djuni sendiri menggunakan internet selama ini? Dampak ke diri sendiri atau ke umum? Yah. Tergantung. Ini senthir yang saya pake hanya untuk keperluan kantor. saat di kantor. oke. Bagi orang yang memang mencari kayak gituan. Jadi berantem deng an istri.. swakarsa.. Ga ada. Ya itu kan sekali jalan Jadi tidak ada waktu khusus ya misalnya kalau di kantor itu hanya untuk pekerjaan dan bukan untuk pribadi. dan situs pertemanan. baca e-mail. Kalau untuk internet sendiri. tergantung orang masing masing. Dan orangorang yang kadang menyatakan bahwa “wah.. Mungkin yang bisa hanya Khalifah Abu Bakar saja. duit keluarga kepake buat ini. Bahkan orang yang tergantung dengan ritual tertentu itu malah tidak bebas. ini itu. Itu relatif lah. gitu? Susah itu. Apakah saat menggunakan akses internet di kantor mas juga menggunakannya untuk akses pribadi misalnya. buat bayar telepon. Kalau lebih terkait dengan disiplin mas.jadi misalnya saya sendiri mengalami ketika sempat jadi asisten dosen juga. karena saya banyak swadaya. tanggapi. internet itu media.. Jadi kadang saya mengatur sendiri. tergantung pada sudut pandang masing-masing. segala sesuatu di dunia ini kan ada positif-negatifnya. konek.. suka-suka aja. kamu jangan buka website yang main-main sebelum pekerjaanmu selesai. Dan di internet itu sangat terbuka untuk akses ke situs -situs porno. Bagi orang-orang yang tekun ibadah melihat “wah negatif ini. Dalam kenyataan. Nah.. Apakah dia hanya besar mulut aja. Waktu jadi Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: 8 . Ga ada kebiasaan khusus? Biasanya seperti apa? Ya paling buka laptop. alat mencapai satu tujuan. Orang-orang biasa seperti kita kan semua dikerjakan sambil jalan aja. orangorang itu yang kadang kita pertanyakan.urusi pekerjaan. Saya pribadi... Dulu. atau malah keasyikan mencari sesuatu yang sekunder. Itu bagian dari resiko. dia melihat “wah ini positif ini”. Karena ga ada yang membiayai jadi pake duit rumah. Kalau ke umum. Tergantung masing-masing orang. Boleh-boleh aja. cari berita. bukan karena ada pengawas nongkrongin. saya hanya mengurusi kerja”. Dan itu ga selalu dalam urutan yang sama. Perbaiki. Displin yang bagus datang dari diri sendiri. check mail. ketika seharusnya saya melakukan suatu pekerjaan tapi kadang malah keasyikan fesbukan... ada ga hal-hal atau kebiasaan yang semacam jadi ritual begitu? Misalnya ada orang yang ketika bukan internet itu pasti buka e -mail. blogging juga. Karena ga kerja di satu lembaga. merusak akhlak”.

Sebenarnya dulu ada blog masalah kelautan tapi kayaknya sekarang dia ga aktif. di walhi Kalteng. di Walhi. sehingga hanya menyuarakan saja.. Ada juga model duaduanya. Kalau nanti ada pertanyaan lanjutan. kemudian Sabtu Minggu dia luangkan. Ya itu banyak karena mesin pencari itu lebih mudah dan ramah menemukan blog karena pengelolanya mendaftarkan blognya lewat tag-nya sehingga mudah ditemukan. Karena sulit juga saat saya mencari tahu tentang milis lingkungan di Indonesia. sementara seperti ini. Misalkan kemarin saya search blog go green indonesia dan ternyata yang bikin dua perempuan dan masih ABG mas. agak lebih susah malahan. jadi karakternya berbeda. Dia pandangannya kadang terlalu kritis jadi berseberangan dengan kebanyakan orang. Pertama dia aktivis trus kemudian dia memandang internet itu penting sehingga dia memakai internet sebagai alat. Siapa aja yang sudah dihubungi? Kalau yang sudah bersedia itu mas Ade Fadli.. tapi punya kesadaran.. Ada banyak cara. Di Kanada ada anak umur 9 tahun yang sudah pidato di depan PBB tentang lingkungan. Tapi kalau blog personal. R: Dj: R: Oke Mas. Itu aja Mas Djuni. Kemudian ada nama Michael Dharmawan. Nanti kalau saya perlu informasi akan saya hubungi lagi. Apakah Mas kenal dengan seseorang yang menarik yang mungkin bisa jadi informan saya? Itu aja. Ada kayak gitu. Trus juga itu Ade Fadli.. Makanya ketika mencari saya harus membayangkan juga kira-kira orangnya seperti apa dan cocok tidak. dia bukan aktivis. dari Senin sampe Jumat. lewat tulisan-tulisan segala macem. saya dapet informasi kemarin-kemarin sering freelance.. Chatting ga masalah ya? Boleh..boleh. seperti yang Mas bilang ya. Kalau Michael Dharmawan ini saya kurang tahu.. Saya sudah berhasil hubungi beliau cuma belum tahu latar belakangnya. Saya memilih informan kan berdasarkan kasus-kasus. pemiliknya harus mencantumkan sendiri. Dan mungkin saya akan menghubungi mereka juga. Kalau untuk blog. Sehingga ketika klik langsung diarahkan ke blog. yang umurnya relatif baru tapi postingannya cukup sering dan kemudian interaksi dengan pembacanya juga bagus. kita bisa janjian untuk chatting mungkin ya. Juga Nurdin. cuma saya ga bisa dapet informasi beliau ini kerja di mana. Tapi sekarang ada lembaga ya enak aja. 9 Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: ..si Sofyan Eyank. Nah..org. cukup banyak. Misalkan ya. atau gimana. Dia untuk terjun di dunia aktivis lingkungan dia merasa berat...LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 lebih tersita. Jadi bukan hanya dia yang aktivis.... Apalagi kalau blogblog gratisan. Misalkan di kantor pake akses kantor ya sah-sah aja.polanya tuh.. Makanya saat ini saya cari kasus unik... Hal kayak gitu sebenernya yang juga perlu dieksplorasi. Mas Djuni . Oke. dia itu punya blog akuinginhijau. Jadi saya akan lebih ke kasus atau karakteristik. Dia pekerja kantoran. Kalo Ade Fadli misalkan dia memang punya kaitan kuat lembaga resmi.. Trus ada juga sebaliknya. Itu bagus. kayaknya dia pekerja kantoran..

terima kasih. 10 .LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Baik Mas.

nah saya ingin tahu juga cerita di balik blog pribadi mas :) maksudnya apaan? sejak kapan mulai nulis di Jalan Setapak? itu bisa dilihat pada tulisan yang paling awal...wordpress.com/2005/03/ ada disitu hehe. tapi secara fungsi.com/2005/12/08/jalan-setapak/ 1 . pukul 19. oke deh mas. perbedaan apa yang dirasakan antara mengelola milis lingkungan dengan nulis sendiri di blog pribadi kenapa Jalan Setapak? penjelasannya ada disini: http://djuni.43-21.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Djuni Pristiyanto : 17 Mei 2009. masih capek ya Mas? camping dimana? :) di lereng salak ada apaan ya? ada beberapa pertanyaan yang muncul akhir-akhir ini Mas gapapa ya? ok waktu pertama saya wawancara Mas. yang memotivasi bikin blog apa Mas? klik di sini http://djuni.wordpress. kalo ndak salah pertengahan 2006 oke..29 WIB : online. kita lebih banyak ngobrol tentang milis lingkungan. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: Selamat malam Mas :) alllooo mat malem wah.

nge-ban anggota yang nakal dll tapi. tekad untuk menulis hehe iya :) lanjut ya mas Tolong ceritakan “sejarah” atau alasan Mas. kalo blog lebih pe rsonal. seperti ngelola anggota. itu masalah kemauan. lebih nyaman membaca dan mengomentari :P harus beranjak nih.berarti selama ini mempertahankan dan "menghidupkan" terus blog juga lebih ke alasan pribadi ya Mas? yup boleh tahu...wordpress. mau ada yang menanggapi ato tidak itu bukan suatu masalah oke. alasan pribadi tersebut? mau dihargai atau tidak dihargai orang lain juga suatu hal yang penting kok alasan lebih seperti ini http://djuni. yaitu sama2 menulis.com/2008/08/07/bekerja-denganhati-bebas/ itu lebih filosofis kalo ndak ya sekedar menulis aja. cari en ngirim berita. blog Mas juga dibaca dan ditanggapi orang lain kan? apakah saat menulis di blog juga "mengatur" agar tulisan Mas dapat dihargai orang lain? ndak. yang satu untuk konsumsi sendiri kalo milis untuk orang banyak sebagai moderator lebih banyak ngerjakan fungsi2 admin.. kok bisa dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? kan dulu udah pernah s aya ceritakan tentang bikin LSM di Jatim? 2 . ajang menulis dan berekspresi betul ya Mas :) tapi kok ya kadang saya tuh beraaat banget mo nulis.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: apa bedanya mas? blog dengan milis? secara prinsip sama. kebiasaan.

wordpress. sudah kalo untuk tugas2 moderator milis baca ini http://djuni..com/2007/12/23/yuk-nulis-yuk-memulaimenulis/ yup ato tulis aja di diary http://djuni. kampanye lingkungan lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumla h pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? betul. bukannya itu buruk.com/2007/04/upaya_mengusung_penyadaran_lin. tidak ada yang instan di dunia ini.com/2006/02/16/tugas-moderator-milis/ berarti mencintai lingkungan lebih sebagai proses ya Mas ya? yup Bagaimana pendapat Mas bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia.pengen tahu juga sejarah di balik itu Mas. begitu ya Mas? 3 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: . betul.wordpress.blogfam.html oke.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ini tip menulis http://djuni.kenapa kok ya waktu bikin LSM kok LSM lingkungan? apakah karena pembelajaran Mas dari orangtua mungkin.. itu juga udah kita bahas dulu kampanye via internet = suatu bentuk upaya dan bukan segalanya. atau pengalaman di masa kecil? sampe jatuh cinta dengan isu lingkungan :) coba baca ini http://bz. masih ada upaya2 yang lain terkait fenomena masyaraka t kelas menengah perkotaan Mas? betul saya membaca ada kecenderungan para urban internet user yang peduli dengan lingkungan lebih banyak berorientasi pada perubahan di level individu.com/2007/12/22/menulis-buku-harian/ ya..wordpress. berubah dari perilaku sehari2. tapi sepertinya ada kengganan untuk bergerak secara lebih kolektif untuk menekan pemerintah misalnya kesadaran memang mesti dimulai dari diri sendiri pelan2 berubahnya.

yah.com/2008/06/04/kesadaran-baru/ kalo belum dong ya ndak pha2 hmm.maklum Mas.. butuh waktu lama dan pe ngorbanan iya. emosi bisa juga tanda belum sadar dengan diri sendiri.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: bukan karena mereka mungkin alergi lewat jalur yang agak politis? ndak. misal bikin sakit hati n berantem hehe.masih muda :D emosi tanda semangat :P belum tentu..nangkep sedikit :p tentang ga mengkotak2an tidak sekedar ikut2an 4 . EGP aja (Emang Gue Pikirin-red.ya. negara... dunia masih panjaang ya Mas ya :) Kalau misalnya ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? yup ya ndak pha2.peneliti) :D kamu pernah baca biografi nabi muhammad kan. keluarga.wordpress. tetangga..kadang ikut emosi aja kalo mengingat kecepatan pengrusakan yang jauh lebih cepat dari upaya memperbaiki jadi kalo apa2 yang kita yakini kerjakan dengan penuh kesadaran itu dibilang ndak mbawa perubahan ya egp aja emosi aja juga ndak ada hasil2 en malah bikin kerusakan. menerapkan kepada diri sendiri. belum paham dengan diri sendiri pahamkah kamu dengan tulisan ini: http://djuni. apakah dia langsung bikin perubahan? kan ndak. masyarakat.. itu bagian dari perkembangan kok perkembangan apa yang Mas juga lihat? dari kesadaran individu.

tidak ikut-ikut orang laen.cm pengen tahu aja.. hehe.ya :) Kalau Mas memiliki waktu dan kesempatan lebih. and browsing :D tapi internet itu hanya sebagai media atau alat saja bila alat sudah dianggap tidak berguna maka alat itu mesti ditinggalkan trus. dan tidak ditentukan oleh pendapat umum dengan kata lain menjadi diri sendiri hm..iya ya. radio. buku)? masih. bukan sekedar yang dipandang atau dipersepsi oleh umum nyambung ga sih tanggepanku?:-S sebagian kalo kamu paham dengan diri sendiri maka kamu akan tahu apa yang akan kamu cari/tuju.. apa yang paling ingin Anda kembangkan dari milis lingkungan? bikin acara offline misalnya? selama ini milis lingkungan memang belum pernah bikin acara jumpa darat. ya gpp mas. televisi. tapi kalo buku masih tetap sebagai sumber utama selain internet kenapa tuh Mas.. film. searching. karena inti dari sesuatu harus dicari sendiri.. kok buku msh "diandalkan"? :D Apakah internet tidak cukup? Atau mungkin hanya karena kebiasaan? mengapa bus kota dan busway masih tetap dibutuhkan? yah karena masih banyak yang butuh dan belum mampu beli kendaraan sendiri :D 5 djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: .LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: karena itu bukan intinya. apa Mas msh mengkonsumsi media konvensional/ media massa (koran. Apa kah Mas sudah cukup puas dengan apa yang didapatkan dari internet/ sudahkah cukup apa yang disediakan internet untuk mendukung kebutuhan serta aktivitas Mas? selama masih berkegiatan di internet be rarti masih ada keinginan yang belum terpenuhi hemm. walo tidak banyak... males aja. never ending learning.

yang jadi kelebihan buku dibanding Internet? coba aja baca di monitor selama 3 jam.com/2009/05/12/258/ dan ini http://djuni..becanda Mas.. karena jawabnya ada disitu sebentar Mas..bukan. kuat ndak :-) :D kalo listrik mati gimana? kok kalo aku milih buku karena sentimentil juga.. feel-nya beda.karena artikelnya nulisnya agak mbingungi.kadang masih merasa ga bisa mengendalikan diri :D jadi malu. kadang aku mulai bertanya2.. kesenangan beda2 oke. sepertinya internet sudah menjadi salah satu bagian keseharian Mas internet itu hanya sekedar alat iya.terakhir mas. atau bahkan hidup Mas? coba baca cerita s aya di blogfam lagi deh. Sejauh dan selama ini..... bagaimana internet telah mengubah/mempengaruhi cara hidup. bisa terasa lebih hanyut dan mendalam..ya karena (seharusnya) lebih baik dan ramah lingkungan masing2 ada kelebihan n kekurangannya apa tuh Mas menurut Mas..wordpress. coba baca ini http://djuni. hehe nggaya :P yah.wordpress.com/2009/05/15/hidup-saat-ini/ hm.. kesadaran tentang esensi alat itu kan ya yang penting kalo cuma ngenet sekali seminggu tapi tanpa kesadaran juga malah ga bermanfaat bagi siapapun kesadaran terhadap esensi kehidupan itu yang penting itu adalah pemahaman terhadap pikiran dan keinginan hal seperti itu yang dilakukan Budha sehinggs dia mengalami pencerahan kalo pikiran.. tapi kalo keinginan....LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: hehe. cara kerja..tapi kebetulan kok ya alat yang tiap hari dipakai ya Mas :D hehe. 6 ..banyak sumber jadi satu.

yup makasih Mas...LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: yah itu namanya masih belajar oke Mas.semoga setelah ini kita bisa terus silaturahmi semoga sukses kerjaannya Selamat malam Mas. baik Mas :) semoga apa yang saya baca dapat saya sadari kemudian lakukan. bye juga djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: 7 .wordpress..terima kasih untuk semua :) gimana Mas? coba aja belajar menulis dengan metode menulis bebas seperti yang saya lakukan ini http://djuni..com/2009/05/12/menulis-bebas-mengamatipikiran/ ok.

21-16..57 WIB : online. he he gapapa.jadi nunggu Halo juga Mbak Rani nggak papa kayaknya aku yang kecepatan ya.sudah bikin optimis.krn aku suka juga kebetulan aku sempet bantu-bantu di sahabat lingkungan walhi jogja tesis itu bisa jadi buku yang pastinya akan banyak yang gemari wuehehe. terima kasih. :D yah. via Yahoo Messenger :1 ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: Halo mas marwan :) maaf ya.untung aku udah di jalan oke mas. liat ntar dulu lah..siapa kah mas marwan dan aktivitas sekarang apa? 1 .. pukul 15.. so. bisa jadi buku best seller wahaha...LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Marwan Azis : 30 Mei 2009.belum selesei ditulis kok dah banyak yang suka? :p yah..cerita dong.mas marwan...kenalan dulu aja ya salam kenal balik ya Aku lagi S-2 di ilmu komunikasi Fisipol UGM senang bisa kenal dengan Rani.... oke belum jadi udah banyak gemari itu pertanda baik.... ngambil tesis tentang penggunaan internet oleh aktivis lingkungan wah bisa nimbah ilmu ni senang juga akhirnya bisa chat ma mas Marwan :) menarik tesisnya iya.

terus gimana ceritanya kok bisa "nyemplung" di aktivitasnya sekarang. atau fleksibel mungkin? fleksibel aja.petualanganku..mungkin latar belakang pendidikan.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: kan udah baca kan sedikit banyak profilku di blogku jadi mau perkenalkan apalagi ni?? yah. tapi sempat didiamkan.. diajari/belajar sendiri. Ini blog pertamaku www... mungkin sekitar tahun 1999 lebih banyak belajar otodidak kalau bisa blog.kita masuk aja ke pertanyaan tesisku ya ya.. oke bagaimana awalnya Mas mengenal internet (sejak kapan. barusan dah kubaca di alamat yg mas kasih cerita lengkap tentang diri rupanya :) oke mas. atau target tertentu. aku ulumni jurusan AGRONOMI fakultas pertanian Univ.multiply. motivasi atau tujuan awal menggunakannya) aku mengenal dunia internet sejak kuliah.com oh gitu.wordpress. nggak pake target-targetan biasanya topik tulisannya apa aja atau dapat ide dari mana aja? 2 wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: . ya biasanya kalo ngeblog ada rutinitas ga? misal beberapa hari sekali bikin tulisan. Haluoleo Kendari Sulawesi Tenggara.oke deh. terutama yang berkaitan dengan lingkungan liat aja http://marwanazis. awalnya aku hanya ingin menjadikan blog sebagai dokumentasi online sejumlah tulisanku yang telah dimuat di media tempat aku bekerja belakangan blog menjadi media bersharing dan kampanye isu lingkungan itu mulai kapan tuh mas? mulai ngeblog sekitar tahun 2005.com/about-me/.. di kampus aku banyak aktif di HMI dan Pers Mahasiswa serta HMJ (HIMAGRO) hehe. namun nanti sekitar tahun 2006 baru aktif memposting.

idenya..LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: content tulisannya lebih banyak menyangkut isu lingkungan hidup (www.com (organisasi Greenpress) itu kami kelola bersama-sama teman-teman jurnalis yang bergabung dalam Greenpress.blogspot.wordpress.. selain itu ada juga content agribisnis atau pertanian serta travelling (cerita jalan-jalan). bagaimana kebiasaan Mas mengakses internet? (berapa jam sehari.blogspot.com blog personal ditujukan utk apa mas? kalau blog www.. tapi ada beberapa postingku yang tidak ditampilkan di publik oke. nah kalau ada yang menarik baru ditulis dan terakhir di-sharing ke blog oke. ohya... nah ini banyak dilakukan oleh teman-teman aktivis lingkungan yang memanfaatkan blog sebagai salah satu piranti media kampanye lingkungan oke. trus. aku perhatikan kan blog Mas banyak tuh. biasanya satu tulisan di-share ke banyak blog sekalian atau khusus (satu tulisan ya untuk satu blog)? itu sangat tergantung ama sang blogger..greenpressnetwork.. repot ga ngelola banyak blog gitu? ya juga tapi dibawa senang aja.greenpressnetwork.marwanazis. akses dari mana saja.. aku kan jurnalis yang suka melakukan perjalanan di berbagai tempat. ohya. ada yang memilih blog tertentu dengan content yang spesifik.com). he he he hehe. untuk keperluan apa saja) wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: 3 . bagiku ngeblog itu udah semacam hobby dan mungkin udah menjadi candu.banyak banget malah buat aku yang cuma punya 1 blog :D nah. beda blog2 itu apa sih? ada blog yang content lingkungan.. nah mas.greenpressnetwork.wordpress.ya. ada content jalan-jalan (baru dibuat) sepulang dari Papua (tugas riset LP3ES) karena teman-teman di sana minta aku buat blog tentang papua trus? selain itu ada juga blog personal www.com (blog berita lingkungan) dan www. ada juga yang sharing sejumlah tulisan di banyak blog. wah. aku dah sempat tengok juga yang blog personal? ada maksud khusus? blog yang bercerita tentang aktivitasku.. kesukaan orang kan beda2.mengenai akses internet.

karena hampir semua tempat ada fasilitas hospot.com (belum di-publish). perkawanan dan sejumlah fasilitas lainnya. atau bahkan hidup Mas selama ini? tapi ke depan mungkin akan lebih banyak menggunakan internet karena saat ini aku bersama sejumlah teman-teman disini lagi garap situs berita www.aku sempet baca dimana gitu.. Makasih atas doanya menurut mas. alternatifnya ke warnet. semoga sukses ya. sehingga memudahkan kita untuk melakukan riset. atau bahkan hidup Mas selama ini? Kalau menurut aku. Yang tak kalah pentingnya membuat ada banyak peningkatan penge tahuan yang diperoleh via internet terutama blog.bener bgt. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah/mempengaruhi cara hidup.lengkap banget :D Bagi penggiat lingkungan. masih dalam tahap pembangunan ohya. Kalo buat Mas sendiri. Banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan menggunakan fasilitas internet. ngenet tiap hari ga mas? Nggak juga. Kalau di rumah aku pake modem usb. “berpisah” dari internet? :D Bagiku internet mempermudah berbagai kerjaan saya. karena kadang ada kegiatan atau liputan keluar daerah berarti pekerjaan Mas tidak menuntut untuk ngenet tiap hari ya? ya menurut mas... apa makna atau arti penting internet. keberadaan blog dan situs jaringan sos ial lainnya mempermudah mereka untuk menyebarkan pesan-pesan mereka ke publik yup. secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga.. 4 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: . Selain itu dengan makin banyak banyak orang bergiat di dunia blog akan semakin memperkaya sharing informasi dengan content berbagai jenis.beritalingkungan. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah/mempengaruhi cara hidup. Yang repot kalau keluar daerah. fasilitas internet seperti blog dan Facebook banyak juga aku pakai untuk berinteraksi dengan keluarga terutama adiku Anas yang saat ini masih studi di Al Azhar Kairo Mesir. wah sip.. teman-teman.. aktivitas bisnis.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: kalau di Jakarta akses internet tidak terlalu susah. cara kerja. Internet juga sangat be rguna untuk riset awal sebelum melakukan peliputan dan setelah ada internet urusan kantor sebenarnya bisa diselesaikan di rumah misalnya setelah liputan tak perlu masuk kantor tapi naskah dan foto liputan cukup dikirim via email.. internet telah menjadi media yang mampu menghubungkan begitu banyak manusia dari berbagai penjuru dunia tanpa harus ketemu darat (jaringan situs sos ial seperti Facebook dan blog). di Kantor juga ada wire less. cara kerja.

. so.mo cabut jam berapa? Rani mau ikutan nggak? wah. apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan komunikasi lewat telepon.ini lagi sibuk ga? aku masih punya sekitar 10 pertanyaan lagi. aku juga kok. Seperti yang Rani lakukan saat ini (riset) kan. bentar lagi setelah shalat azhar oke aku longgar kapan aja setelah jam 2 Oh ya boleh aku baca latar dan metodelogi tesisnya Rani nggak? kalau boleh dikirim via email ya? boleh. dan aktivitas wawancara dengan narasumber riset bisa dilakukan via internet seperti yang kita lalukan sekarang.. Rani udah bisa mendapatkan banyak informasi yang akan membantu risetmu. emang komplit gitu ya.. oke. Tapi tatap muka secara langsung masih tetap diperlukan.aku harus terbang dulu dong :D he he he dah mo pergi ya Mas? kalo ya berarti kita janjian aja. tapi kalo nyante. kapan bisa ngobrol lagi. ohya mas. Om Google 24 jam siap membantu. mo kukirim sekarang aja? pake attachment makasih udah kuterima aku juga punya tulisan tentang blog sila mo dikirim Mas? aku sedang cari di folder laptopku 5 wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: . Sore ini aku mau main ke arena Pekan Lingkungan Hidup 2009 di JCC. Rani nggak perlu rep kesana kemari untuk mencari narasumber tapi ot cukup browsing internet atau tanya ama Om Google (he he he).LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: ranm_d: ranm_d: Bahkan sejumlah tawaran pekerjaan berdatangan setelah aktif di dunia blog. efisien dan efektif" dibandingkan dengan menggunakan fasilitas komunikasi lainnya. Kalo emang sibuk. menurut mas... wah. tatap muka langsung ataupun lewat media lain? "Lebih murah.. sip! sepakat. kita sambung kapan-kapan lagi....

.senang bisa ngobrol :) sama-sama 6 .tulisan itu aku buat tahun 2008. Insya Allah oke. besok sore kita bisa ngobr ol lg? Ya.silakan kalau mau ke pekan lingkungan.aku pembaca pertama dong hehehe :D Ya oke mas.. belum di-publish karena buru-buru ke Papua wah. besok bisa ngobrol lagi ga mas? aku kirim pake attachment oke udah terima belum? blm.Itu kapan ditulis nya Mas? Ya. lwt YM atau e-mail? e-mail juga belum tuh YM aku coba lgi ya ok udah terkirim ok..LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ok entar aku kirim oke tak apa.dah bisa dibuka. sip.... makasih ya Mas....

blogspot. marwanazis.kan ga ada yang mbayarin lah ya kasarnya.masalah masuk ke wordpress? bukan.wordpress.greenpressnetwork. belum masuk-masuk mungkin koneksi internetmu lagi kurang lancar kali?? oh.sebenernya ada berapa blog sih yang rutin mas "pelihara"? yang sering aku input yaitu www..com ya? dan www. emang belum sempet masuk-masuk aja :P Mas.10 WIB : online..11-22.multiply.bedanya greenpress yang di wordpress sama blogspot apa Mas? kalau GP wordpress itu spesifik organisasi GREENPRESS serta artikel yang terkait dengan jurnalis lingkungan (panduan). pukul 20.com eh.com dan greencare. petualanganku.com. apa yang memotivasi atau mendorongmu untuk terus mempertahankan blog2 tersebut sih? oh yah.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Marwan Azis : 31 Mei 2009.. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: malam Mas :) Halo sori agak lambat ya ohya mas. oke apa yang di wordperss lebih ke internal? Ya Rani udah liat blog GP di wordpress ya? ya.com . Begitupun dalam kegiatan lingkungan hidup maupun ngeblog 1 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: . kan nggak semua aktivitas nggak harus dinilai dengan materi.blogspot.greenpressnetwork. tapi baru buka depan... Kalau blog GP di blogspot itu difokuskan pada news blog lingkungan hidup ohh..wordpress.

. pengalaman menarik? dalam hal apa? selama "melihara" blog2 itu mas? siip Di sini lumayan bagus koneksi internetnya oke.. dan salah satu piranti media yang kami gunakan adalah blog hm.paling setengah jam lagi :D Rani tinggal ama Ortu di Yogya? yup selain studi? aktivitas lainnya apa? kerja atau?? tadinya sempat asisten di jurusan almamaterku tapi off buat nyelesein tesis relawan di sahabat lingkungan walhi jogja.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: apalagi kalau blog yang kita kelola banyak pengunjungnya.. Misi Greenpress salah satunya adalah me mbantu penyebaran informasi lingkungan ke publik. jadi kadang beberapa hari tidak posting..so. 2 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: . Rani sekarang main internet di rumah atau di warnet?? di warnet kalau malam biasa sampai jam berapa? hehe. tp juga lagi off beberapa bulan ini oh ternyata anak walhi juga. apa kesulitan yang diala mi selama ini? Adakah pengalaman menarik? apa ya kesulitannya?? kayaknya selama ini lancar-lancar aja.. blog juga sangat bermanfaat dalam mendukung berbagai publikasi aktivitas organisasi.salah satu keuntungan dr perkembangan teknologi ya :) yup Dalam mengelola blog-blog itu. paling kesulitannya adalah soal waktu kalau lagi banyak kerjaan di kantor. sayangkan kalau ditinggalin berarti lebih buat kepuasan pribadi ya? Pribadi ya. ok.

.com/2007/12/06/click-of-the-week-29-marwan-azis/ resensi tersebut dibuat mereka buat secara sembunyi-sembunyi tanpa ada konfirmasi sebelumnya ke aku wew.com oh gitu..greenpressnetwork.aku sempet nemu juga.wordpress.com setelah diubah dengan menggunakan domain com (www..trus. kenapa tuh kok diserang? iseng bgt Ya hackernya dari Turki lagi. karena halaman blog te rsebut penuh warna merah berbendera turki makanya aku nggak mau lagi lanjutan domain dotcom.mas sempet confirm ke mereka ga? setelahnya? 3 ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: . blog Greenpress www. Syukur ada kawan yang memperbaiki sehingga data-nya bisa diselamatkan dan eksis kembali. wow....greenpressnetwork.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: kenapa? aku juga sempat jadi anggota Individu WALHI waktu di kendari? yup oke..aku lanjut ya mas.. http://maverickid. supraisnya: aktivitas di sejumlah blog lingkungan ternyata mendapatkan perhatian dari salah satu situs http://maverickid.tadi gimana..com/click-of-the-week-29-marwan-azis/ ohya.com) pernah diserang oleh salah satu hacker luar negeri.com perhatian gimana? mereka membuat resensi tentang aktivitasku di sejumlah blog http://marwanazis.ada pengalaman menarik selama blogging buat isu lingkungan? apa ya?? pikir-pikir dulu oke ya? pengalaman dukanya ya. Jadi kembali ke semula blogspot.blogspot.

trus? Saat kami mendaftarkan diri sebagai peliput konferensi UNFCCC. katanya tulisannya propokatif. oke. Padahal itu tidak ada persyaratan peliputan UNFCCC Saat kami memberikan contoh tulisan. tiba-tiba pihak panitia membatalkan peliputan kami tanpa alasan yang jelas. wah.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: Ya. dimana saat itu Greenpress bersama sejumlah lembaga lingkungan (kemitraan.next. bukan kami diberikan kartu peliputan. pengelola http://maverickid. awalnya kami diterima oleh pihak PBB yang dikonfirmasi via email bahwa status kami udah oke dan memenuhi persyaratan.. Tapi pada saat ketemu Panitia. Itu juga suprais bagi aku karena resensi tersebut dibuat bertepatan dengan pelaksanaan konferensi perubahan iklim di Bali wow. latin dan perkumpulan skala) membuat media centre Greenpress di arena UNFCCC di Bali. trus? Kami sempat dikabari via email agar menghadap panitia untuk mengambil kartu pers peliputan seperti hal dengan teman-2 jurnalis lainnya. ya? Cerita lainnya.seneng dong ya kecuali orang-orang tertentu yang bergiat di aktivitas yang spesifik Yup pastinya. Lucunya di tempat yang sama media komunitas yang yang diterbitkan perusahaan tambang dan sawit begitu mudah mereka memperoleh kartu peliputan 4 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: .com sangat selektif dalam merensi sebuah blog atau situs. namanya Mbah Hanny hmm. Tapi pas hari H waktu kami udah tiba di Bali. eh....blessing in disguise ya :D dan menurut sejumlah teman-teman. Waktu itu kami masih di Jakarta. si penulisnya minta maaf. ya mas mo cerita atau gimana? yaitu pada saat konferensi perubahan iklim. mereka kembali menilai tulisan kami. justru kami dihujani dengan beberapa pertanyaan seperti apakah Greenpress memiliki hubungan dengan Greenpeace?? ahaha :)) terus kami dimintai lagi persyaratan tambahan contoh artikel (berita) yang pernah kami tulis.

.lucu juga. ntar kalo ada yg perlu aku konfirm baru kita chat lagi. mestinya diarahkan bagaimana membangun komitmen terhadap pelestarian lingkungan... Tapi dari apa yang kami alami bagaimana pihak Panitia memperlakukan jurnalis yang care lingkungan sangat jauh dari harapan kami.ngumpul juga di situ akhirnya :D 5 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: . hehe.. heard that.. karena lembaga yang sebesar PBB terntaya takut ama Green Press yang baru didirikan pada tahun 2004... jadi meskipun kami ditolak tak mendapat kartu peliputan dari PBB. oh ya tambahkan dikit ya soal UNFCCC. Oke. aku cari dulu ya ohya mas. menurut mas.pasti gitu instruksi dr para atasannya Kapal Greenpeace juga sempat ditolak berlabuh di Bali yup. ckckck.. Hanya karena nama Greenpress memiliki kemiripan dengan Greenpeace.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: wawan_ep: sheesh.. he he he.. gimana kalau besok malam aja dilanjutin lagi. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan belum? Akhirnya berkesimpulan betapa kuat pemilik modal (baca kapital) terhadap perhelatan besar lingkungan hidup. Terus lembaga yang diklaim sebagai lembaga demokratis tak selamanya berlaku demokratis. hmm. ya lah. kayaknya aku dah ga bisa lama2 oke. kalo aku kirim daftar pertanyaan aja gimana Mas? bisa dikerjain kalo luang..nanti beritanya aku kirim via email kalo hari kerja mas bisa chat jam berapa? kalau kerja kayaknya agak susah chating.. beritanya tentang perlakuan PBB terhadap jurnalis nanti saya kirim oke. iya lah...hehe.. trus mas. Tapi dibalik itu kami justru bangga dan makin semangat.. tapi aktivitas Media Centre Greenpress tetap jalan di kampung CSF (Markas NGO) untuk liputan di arena konferen kami menggunakan link teman-teman si lainnya yup.

blogspot. Orang KLH belakangan minta maaf ama aku soal terhambatnya temanteman Greenpress dalam peliputan UNFCCC. ntar kalo ada yg perlu aku konfirm baru kita chat lagi.. oke... :) Wassalam wa'alaikum salam 6 ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ... kalo aku kirim daftar pertanyaan aja gimana Mas? bisa dikerjain kalo luang. ehm.. jurnalis sekaligus blogger di arena UNFCCC.aku harus pulang mas....bukan pilihan ganda :D oke sekali lagi. sama-sama met malam.com wah. ya udah. tapi jadinya kayak ulangan kuliah he he he kayak tugas kuliah maksudku.gimana. soalnya aku juga dikejar tenggat :P oke kucoba kirim sekarang ya.. Malam udah mulai agak larut Hati-hati di jalan ya.. mereka kecolo ngan dalam dokumentasi aktivitas UNFCCC.. maaf. bisa juga...lagi seru nih padahal.terima kasih. Jadi mungkin kami tim peliput menggunakan dua label. Kami banyak memback up kampanye teman-teman NGO dalam isu keadilan iklim di Bali Lucunya lagi belakangan aku bersama sejumlah teman-teman diminta ama KLH untuk menyusun laporan hasil UNFCCC buat dilaporkan MENLH ke Presiden SBY.jadi semangat :) Ya..gimana ya mas. :D lucu bgt tuh kacian deh lu KLH Ya.greenpressnetwork. responnya pasti lumayan rame tuh Ya...LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: dan salah satu media yang kami pake untuk menyebari informasi UNFCCC adalah media blog www. he he he yah.senang dengar banyak cerita. Insya Allah aku bantu esai kok. ohya.

Menurut Anda. baik itu berupa bencana alam. Selain menjawab pertanyaan yang diberikan peneliti. Selain itu. situs jaringan sosial. kampanye lingkungan kemasyarakat global tanpa harus bergantung lagi pada media manual seperti koran dan majalah. selain itu saya juga lampir berita cerita Greenpress di Bali. "Yakin Usaha Sampai" Wassalam Marwan 1. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? Dengan berkembangnya fasilitas multimedia seperti Internet beberapa tahun belakangan ini seperti blog. 2.(bahan pertanyaan dan jawaban terlampir). yakni berkaitan dengan aktivitas Greenpress selama pertemuan UNFCCC di Bali. Di kelompok swasta juga mulai gencar gerakan Go Green sebagai bagian dari tanggungjawab perusahaan di bidang pelestarian lingkungan hidup. beberapa tahun belakangan ini. informan mengirimkan sejumlah artikel yang dijanjikannya pada wawancara terakhir. Dikirim 8 Juni 2009. dan media online ini sangat membantu gerakan para aktivis lingkungan dalam menyebarkan berbagai pesan. Kesadaran masyarakat ini dilihat dari mulai berkembangnya kelompok -kelompok masyarakat peduli lingkungan yang konsen di isu tertentu misalnya pengelolaan daur ulang sampah. perubahan dan lain sebagainya. kesadaran terhadap lingkungan mulai tumbuh dan berkembang terutama pasca Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah konferensi perubahan iklim Desember 2007 lalu di Bali. fasilitas internet baik blog dan situs sosial lainnya mempermudah terjadinya sharing informasi dan konsolidasi berbagai gerakan lingkungan serta menggalang donasi lingkungan via internet. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? Kalau menurutku.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A Jawaban dari Marwan Azis. Semoga proses pembuatan tesisnya berjalan lancar ya. kali bersih hingga munculnya kesadaran warga yang menuntut hak atas lingkungan yang baik (advokasi) yang menolak aktivitas pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit dan tambang. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Dear Rani Halo Rani. Apakah menurut Anda. sory agak terlambat ni menjawab puluhan pertanyaanmu karena minggu ini aku agak sibuk dengan kerjaan di LP3ES dan pembangunan situs berita lingkungan. 1 . Kesadaran ini tidak terlepas dari gencarnya pemberitaan media tentang isu lin gkungan hidup dengan berbagai dinamikanya. Tapi Alhamdulillah akhirnya selesai juga. sembilan hari setelah daftar pertanyaan diberikan.

Namun menurutku gaya hidup hijau itu bukanlah trend sesaat. Tinggal bagaimana gerakan lingkungan bisa masuk ke komunitas blogger Indonesia. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? Sah-sah aja orang berpandangan bahwa Gaya hidup”hijau” hanyalah trend sesaat. Jutaan individu masyarakat baik itu kalangan pelajar. Wong Kito Palembang. saat ini masyarakat Indonesia sudah banyak yang memanfaatk an blog dan situs pertemanan sosial lainnya dalam berbagai aktivita s keseharian. Berbagai komunitas blog di daerah bermunculan seperti komunitas blog bundaran HI Jakarta. Ini merupakan perkembangan yang menggembirakan bagi kemajuan Indonesia dan gerakan penyadaran lingkungan. 2 . mahasiswa.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A 3. Dan saya yakin ke depan akan makin banyak orang yang memanfaatkan teknologi informasi internet. apalagi belakangan ini makin banyak hospot gratis di berbagai kota di Indonesia dan harga akses internet makin murah dan kita patut bersyukur karena pemerintah Indonesia dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informasi RI sangat mendukung muncul komunitas blogger di Indonesia. Karena gaya hidup hijau atau yang bisa kita kenal back to nature itu tidak muncul begitu saja. yang menjadi pekerjaan berat bagi penggiat lingkungan adalah bagaimana gerakan lingkungan bisa ke masuk ke ranah politik agar isu lingkungan menjadi prioritas utama dalam berbagai pengambil kebijakan politik. 4. Mereka merupakan stakeholder yang potensial dan strategis bagi gerakan pelestarian lingkungan di Indonesia. bisnismen hingga politisi belakangan ini mulai tertarik dengan situs pertemanan sosial seperti Facebook. Angin Mammiri Makassar. artis. tapi muncul dari kesadaran publik akan tuntutan lingkungan hidup yang baik dan sudah menjadi kebutuhan bersama bagi warga bumi untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan sehingga tentu kedepan akan makin banyak orang beralih ke trend hijau karena selain ekonomis juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. kampanye lingkungan lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? Saya kurang sependapat dengan pandangan tersebut. Mungkin ke depan perlu ada partai yang konsen memperjuangkan lingkungan semacam Green Party (Partai Hijau) agar isu lingkungan tidak lagi dimarjinal dalam setiap pengambilan kebijakan. artinya apa. Komunitas Blog Yogyakarta dan lain-lain. 5. karena berdasarkan informasi yang saya peroleh saat pesta blogger 2008 lalu ternyata Indonesia merupakan negara pengguna blog terbesar di dunia. Kalau pandangan Mas tentang gerakan lingkungan saat ini? Sudah banyak kemajuan seiring dengan berkembangan fasilitas multimedia dan internet. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia.

com. Menurut Anda. 9. mediacare@yahoogroups. membuat event bersama). 8. Apakah menurut Anda kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya. Bila Anda memiliki waktu dan kesempatan lebih. apakah Anda juga memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? (Misalnya.com. Jadi tentu aktivitas online tidak terlepas dari aktivitas offline yang dilakoni seorang blogger karena kebanyakan tulisan atau cerita yang dimuat di blog dan situs sosial lainnya itu diinspirasi dari aktivitas keseharian seorang blogger yang kemudian disharing ke public via blog. gabung dalam komunitas volunteer via internet/milis) Tolong ceritakan.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A 6.com. orang yang gembargembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) Itu kembali kepada personal masing-masing orang. selain aktif membantu penyebaran informasi lingkungan ke publik baik itu lewat media masing-masing tempat kami bekerja maupun via blog dan situs. Greenpress sebagai komunitas jurnalis lingkungan di Indonesia. greenpress@yahoogroups.com. perubahaniklim@yahoogroups. tampil di media massa konvensional. voting dalam petisi online. berkolaborasi dengan salah satu gerakan atau organisasi lingkungan. 7.com. dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk menyelamatkan lingkungan? Manfaatkanlah internet untuk berbagai informasi apa saja tentang lingkungan mulai dari tips sederhana bagaimana berperilaku ramah lingkungan hingga bagaimana publik agar bisa memperjuangkan haknya terhadap lingkungan hidup yang baik. Selain memiliki sebuah blog dengan isu lingkungan.com.com. saya udah bergabung dan juga mengelola komunitas mailinglist lingkungan dan jurnalis seperti walhinews@yahooogroups. Kegiatan lainnya adalah menyelenggarakan berbagai kegiatan lingkungan seperti pelatihan jurnalis lingkungan. berlangganan milis bertema lingkungan. donasi lewat e-banking. membuat event bersama dengan 3 . supportergreenpress@yahoogroups. apa yang paling ingin Anda kembangkan dari Greenpress? (Misalnya. Selain itu. saya juga aktif terlibat mendukung gerakan petisi lingkungan seperti lumpur lapindo. ajisaja@yahoogroups. kebanyakan teman-teman blogger yang selama in i sharing informasi via blog itu diinspirasi dari aktivitas keseharian mereka apakah itu sifatnya personal maupun dinamika komunitas mereka beraktivitas. wartawanlingkungan@yahoogroups. Namun kalau menurut pengamatan saya.com dan beberapa milis lainnya. Dan dorong orang-orang terdekat Anda untuk Ngeblog dan mau bercerita seputar aktivitas keseharian mereka dalam melestarikan lingkungan hidup via blog karena membantu penyebaran informasi lingkungan itu merupakan bagian dari salah satu upaya untuk mengurangi dampak perubahan iklim. gerakan tolak pembangunan PLTN di Indonesia dan terakhir ikut mendukung surat petisi gerakan penyelamatan hutan Indonesia yang digalang Greenpeace Asia Tenggara yang ditujukan pada Presiden SBY. lingkungan@yahoogroups. Jauh sebelum dunia blog berkembang di Indonesia .

radio. Content informasi baiknya menampilk an bahasa yang dimengerti publik serta memadukan antara naskah. 4 . selama ini juga saya juga mengkonsumsi media konvesional seperti koran. Saat ini kami tengah membangun situs beritalingkungan. Ya. 11. bagaimana cara terbaik memanfaatkan internet untuk menyelamatkan lingkungan? (dengan berkampanye. televisi.greenpressnetwork. atau menyebarkan informasi lingkungan?) Cara efektif adalah bagaimana kita memanfaatkan blog dan situs jaringan sosial lainnya untuk berbagai informasi lingkungan mulai tips ramah lingkungan hingga gerakan advokasi lingkungan. foto (gambar) dan film dokumenter lingkungan seperti yang selama ini dilakukan oleh sejumlah organisasi lingkungan seperti Greenpeace yang sudah teruji efektif melakukan kampanye lingkungan di berbagai belahan bumi. 13. (detailnya silakan akses di www. Apakah anda masih mengkonsumsi media konvensional/ media massa (koran.worldpress. lagian kan tidak selamanya kita mengakses internet karena mata kita juga memiliki keterbatasan dalam berhadapan monitor laptop atau pc. radio. Apakah anda sudah cukup puas dengan apa yang anda dapatkan dari internet/ sudahkah cukup apa yang disediakan internet untuk mendukung kebutuhan serta aktivitas anda? Terutama terkait dengan aktivitas untuk lingkungan. memperkuat gerakan lingkungan.com) dan kami juga berapa kali menjadi narasumber di sejumlah Radio seperti Green Radio Jakarta dan Radio Swara Alam Kendari. Greenpress juga memiliki Radio Komunitas yang saat ini dikelola teman-2 GP di Kendari (Radio Green News). kami juga banyak dikirimi buku dan majalah dari beberapa organisasi lingkungan dan penerbitan lainnya. Selain membeli sendiri. film. Kenapa Anda masih mengkonsumsi media -media tersebut? Apakah internet tidak cukup? Atau mungkin hanya karena kebiasaan? Karena udah kebiasaan. buku)? Tolong ceritakan. Ya. Menurut Anda.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A organisasi pencinta lingkungan lainnya dalam berbagai moment hari-hari besar lingkungan serta terlibat dalam berbagai kolaborasi gerakan advokasi lingkungan. 10. televisi. film dan buku. 12.

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

[Artikel-artikel] http://csoforum.net/Artikel/Hanya-Karena-Nama-Green-Press-Tak-Dapat-Akreditasi.html 2007, Des 7 Hanya Karena Nama, Green Press Tak Dapat Akreditasi By Hendro Prasetyo, on 04-12-2007 16:15 Nusa Dua, CSOForum-Di era keterbukaan sekarang pers masih saja dihalang-halangi pemberitaannya. Pelakunya tak tanggung-tanggung, panitia United Nations Framework Climate Change Convention (UNFCCC). Contoh paling anyar yaitu ditolaknya akses Green Press meliput acara UNFCCC di Bali. “Green”, nama yang selalu diasosiasikan dengan Greenpeace, membuat Green Press tak memperoleh akses masuk ke sidang COP 13 Bali. Tak ayal, hal ini mengecewakan beberapa jurnalis Green Press. Padahal, sebagai pengusung demokrasi, PBB secara sepihak telah menolak akses Green Press dengan alasan tidak jelas. Inilah yang membuat jurnalis Green Press tak habis pikir. Sebuah lembaga ternama dunia ternyata melakukan hal tidak demokratis itu. Marwan Azis, jurnalis Green Press menuturkan bahwa sedari awal mereka telah melakukan registrasi via email kepada panitia. Hasilnya, mereka dijanjikan akan diberikan kartu identitas. Mereka diberitahu untuk mengambil kartunya di Nusa Dua Bali. Namun, apa lacur? Kartu yang dijanjikan belum dibuat. Malahan mereka seperti diinterogasi dengan dicecar pertanyaan yang sama; Apakah ada hubungan dengan Greenpeace? Tanpa tedeng aling-aling, panitia justru meminta contoh tulisan. Alhasil, mereka ditolak aksesnya sebab tulisannya dianggap provokatif. “Padahal, di syarat pendaftaran tidak ada pengecekan tulisan”, keluh Marwan. Lebih aneh lagi, ketika beberapa media yang berurusan dengan soal interior tiba-tiba diterima akreditasinya. Ini adalah secuil indikasi sterilisasi area UNFCCC dari panitia yang kebablasan. Baik kendaraan, orang hingga media dihalang-halangi kehadirannya. Apakah ini menjadi tanda UNFCCC steril dari beragam pandangan? Hingga akhirnya hanya mementingkan pandangan pemilik modal dan birokrat korup. Sumber: situs www.csoforum.net

………..

5

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

http://www.vhrmedia.com/vhr-news/berita,Etika-Media -ala-UNFCCC-1078.html "Etika Media" ala UNFCCC 7 Desember 2007 - 14:21 WIB Yerry Nikholas Borang VHRmedia.com, Chicago - Tindakan sekretariat media Perserikatan Bangsa-Bangsa membagikan daftar jurnalis terakreditasi kepada pihak lain dinilai tidak etis dan hanya untuk memperoleh liputan media yang diinginkan. Tindakan itu dikecam sejumlah kalangan karena dinilai tidak beretika. Sebab, email para jurnalis tersebut segera dibanjiri rilis dari berbagai lembaga. "Ini hari yang menyedihkan bagi PBB. Mereka sengaja menghindari pendapat yang berbeda dan memakai sejumlah taktik untuk memperoleh tujuan," kata James M Taylor, staf kebijakan lingkungan pada The Heartland Institute di Amerika Serikat sebagaimana dikutip heartland.org Kamis (6/12) . Sebelumnya para jurnalis yang ingin meliput Konferensi Perubahan Iklim PBB di Bali diharuskan mendapatkan akreditasi dengan mendaftar di sekretariat media PBB di Bonn, Jerman. Masalah akreditasi ini banyak diprotes sejumlah media. Para jurnalis yang bergabung dalam Green Press menyatakan PBB secara sepihak telah menolak akses mereka dengan alasan tidak jelas. Marwan Azis, jurnalis Green Press, mengatakan sedari awal mereka telah melakukan registrasi via email kepada panitia. Hasilnya, mereka dijanjikan akan diberi kartu identitas yang bisa diambil di Nusa Dua, Bali. Ternyata kartu itu urung dibuat. Mereka malah diinterogasi dengan dicecar pertanyaan mengenai hal-hal yang tidak relevan dan dituduh sering menulis hal yang provokatif. Gugatan juga ditujukan terhadap Panel Antar-Pemerintah mengenai Perubahan Iklim yang digagas PBB (UN Intergovernmental Panel on Climate Change, IPCC). Professor David Henderson dalam tulisannya di Wall Street Journal Kamis (11/10) mempertanyakan keterbukaan dan proses politik dalam forum itu. IPCC yang didirikan tahun 1988 berisikan pejabat pemerintahan dan sejumlah ilmuwan. Sepanjang berdirinya IPCC telah menghasilkan laporan penilaian penting yang dijadikan dasar bagi pengambilan kebijakan mengenai lingkungan hidup negara-negara di dunia. Laporan ini menjangkau isu-isu ekonomi, sains, dan aspek teknis. Laporan terakhir AR4 sebanyak 3.000 halaman dan berisi penelitian 2.000 ilmuwan di seluruh dunia akan selesai akhir Desember ini. Menurut Henderson, dosen Westminster Business School London, keikutsertaan ilmuwan di IPCC membuat forum ini memperoleh kepercayaan besar. Dalam kenyataannya kelompok ilmuwan hanyalah partisipan terpisah dari pusat pengambilan keputusan di dalam IPCC. (E5)

6

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

Pekerjaan Baru di Malam Pergantian Tahun 2008 2:20 AM / Posted by Marwan /

Ketgam: Buku SLHI dipamerkan oleh Presiden SBY saat peringatan hari lingkungan hidup di Istana Negara 5 Juni 2007, foto: DOK KLH

Sehari sebelum pergantian malam tahun baru 2007 ke 2008 (30/12/07), saya sempat diajak ama teman-teman Environment Parliament Watch (EPW) Jakarta untuk main ke Bandung untuk refresing karena selama ini kami terlalu banyak disibutkan oleh berbagai kegiatan di organisasi dan kantor yang membuat pening kepala, jadi ada baiknya main ke daerah Bandung yang terkenal dengan sebutan Paris Van Java serta ke daerah Lembang yang terkenal sebagai daerah agrowisata di Jawa Barat.

Kami sudah sepakat berangkat setelah magrib menunggu saya pulang dari kantor LP3ES. Saat tengah menyiapkan diri dengan berbagai perlengkapan yang akan saya bawa ke Bandung.Tiba -tiba HP saya berdering ternyata dari IGG Maha Adi, kawan saya seaktifitas di Green Press Jakarta yang saat ini bekerja sebagai jurnalis di Majalah Tempo. ”Wan saya minta bantuan nie, karena hanya kamu yang bisa bantu saya,”kata Adi. ”Bantuain apa Bang,”tanya saya. ”Gini Wan saya diminta oleh Henri Bastaman (Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup) ngerjain buku Bunga Rampai pertemuan Konferensi Perubahan Iklim (UNFCCC) Bali. Saya udah rekomendasikan namamu sebagai tim yang akan ngerjain buku itu,”kata Adi. ”Gimana ya Bang, sekarang saya lagi siap-siap nie menuju Bandung,”kata saya. ”Tunda aja dulu Wan, bantuin saya, sekarang saya masih di Bali, gila nie saya diminta menyelesaikan buku itu tanggal 2 Januari 2008.”Jadi tolong bantuin. Sekarang saya masih di Bali, besok tolong kamu wawancarai ibu Nelly ya.”pinta Adi. Akhirnya saya ngambil keputusan tidak ikut Bandung, demi membantuin Adi. Malam itu saya diarahkan Adi agar besok mewancarai Ibu Nelly, (Ketua Tim Delegasi RI dalam UNFCCC) seputar kronologis mulai dari penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggarakan konferensi 7

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

perubahan iklim, proses atau dinamika sidang Konferensi Perubahan Iklim di Bali hingga hasil yang dicapai. Alasan saya tidak ikut ke Bandung selain karena alasan bantuin Adi ngerjain buku, malam itu juga kondisi badanku lagi kurang sehat (masuk angin). Syukur teman-teman EPW (Dudy, Ardi, Rudi dan Yusro) memaklumi keputusan saya untuk tidak ikut ke Bandung.”Nggak pa pa bang,”kata Dudy saat saya bilang nggak bisa ikut ke Bandung. Ini merupakan kesempatan kedua kalinya saya dilibatkan dalam pengerjaan buku lingkungan hidup yang terbitkan Kementeri Lingkungan Hidup (KLH), sebelumnya saya juga sebagai tim editor Buku SLHI (Status Lingkungan Hidup Indonesia) 2006 yang terbitkan pada pertengahan 2007. Malam itu saya langsung kontak staf Ibu Nelly namaya Mbak Upik untuk dibuatkan jadwal ketemuan dengan ibu Nelly, Setelah itu, saya berupaya kontak Ibu Nelly, akhirnya ibu Nelly bersedia meyediakan waktunya besok hari jam 9.00 WIB untuk di wawancarai. Esok harinya saya langsung meluncur ke rumah ibu Nelly di Daerah Bintaro Sektor 3 Jakarta Selatan. Alhmadullillah sebagian informasi seputar UNFCCC saya bisa peroleh dari penjelasan ibu Nelly. Usai wawancarai ibu Nelly saya langsung menuju hotel Mahakam di Blok M untuk ketemu pak Henri Bastaman guna membahas pembuatan buku itu. Dari penjelasan pak Henri ternyata KLH merancang empat buku yang akan terbitkan terkait dengan Kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) yang diselenggarakan pada tanggal 3-15 Desember 2007 lalu. Buku itu akan dibagi empat judul yaitu 1) Report kronologis berdasarkan kegiatan berlangsung baik sisi penyelenggaraan maupun subtansi isi, 2) Rekaman dari para pelaku (Presiden COP 13, Presiden RI, Sekretaris UNFCCC, DELRI (Dele gasi RI)), 3) Buku Bunga Rampai Konferensi Perubahan Iklim yang akan berisi macam catatan kejadian dala m konferensi Perubahan Iklim di Bali seperti Emil Salim diteriaki Komprador saat berkunjung ke Kampung CSO (NGO), Yvo De Boer tiba-tiba menangis di arena konferensi dan lain-lain, dan terakhir (4) Buku yang bercerita tentang hasil kesepakatan yang tercapai di UNFCCC Bali terhadap negara berkembang dan negara maju. Bagi kami ini adalah pekerjaan besar, yang membutuhkan tenaga, pikiran dan waktu. Nah buku yang pertama yaitu Buku Report UNFCCC itu menurut pak Hendi, dealine harus selesai tanggal 2 Februari, karena pak Menteri Lingkungan Hidup (Rachmat Witoelar) akan menghadap Presiden SBY. Akhirnya kami harus kerja ekstra agar bisa selesai sesuai dengan dealine yang diberikan ke kami. Bagi saya dan Adi ini pekerjaan gila. Tapi karena kami udah komitemen membantu, meskipun kami harus mengobarkan waktu malam tahun baru kami demi mengerjakan buku tersebut. Karena kan kita harus memulai tahun baru dengan penuh semangat baru agar apa yang kita cita-citakan di tahun baru 2008 ini bisa tercapai. (Marwan)

8

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE-

: Melinda Rachman : 21 April 2009, pukul 10.13-12.09 WIB : online, via Yahoo Messenger :1

dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

helo challida ya yup..silakan panggil aku rani challida tuh nama depanku resmi banget :P oh rani, oke2 hehe, kenapaaaa rani, kenalan dulu ya mel.. namaku rani, aku lagi ngerjain tesis nih..ambil tema tentang penggunaan internet untuk aktivisme lingkungan aku tinggal di jogja, kuliah di UGM yaaa, aku melinda, 16tahun, mau nanya apa? jangan susah susah yaaaa hehehe :p ga lah..ngobrol aja.. kamu masih sekolah mel? Iyaps, 2 SMA ceritain dong tentang Go Green.. kapan mulainya, gimana awalnya oke, awalnya waktu aku SMP udah punya blog, Lala (yang satu lagi) juga udah aktif ngeblog, terus suatu hari aku nemu artikel tentang penggundulan hutan kalimantan di majalah Gadis, aku tulis lagi di blog aku, syukur banget tulisan aku itu banyak yang berkomentar, Lala liat, dan tiba tiba dia ngajakin aku bikin blog khusus membahas global warming itu, khusus di Indonesia trus? akhirnya bikin deh, tebentuk 2 februari 2008 awalnya iseng iseng aja, sekedar tulisan, pokoknya semua sumber, koran majalah, buku pelajaran, pemikiran sendiri, di tuangkan semua ke blog itu ga nyangka banyak banget yang dukung, nah dari situ kita lebih serius lagi, sampai sekarang 1

dikeroyok:

ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok:

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

tapi intinya kita mendukung lewat tulisan aja kok cocok buat yang bikin skripsi dll soalnya kalau kita terjun langsung suka ga pas waktunya, akunya masih sekolah, lala harus kuliah, gitu.. hehe udah kayak pidato ya haha hubunganmu ama lala apa? Temen? temen aku, temennya dia juga, dikenalin deh, iya temen waktu awal ngeblog pas SMP, itu kamu umur berapa? waktu itu ngeblognya soal apa aja? aku umur... 14 tahun.. 3 SMP blog aku ya bersifat pribadi aja, kadang ngomongin diri sendiri, kadang ngomongin kejadian2 di berita, Lala juga sama.. yang bikin tertarik nulis tentang isu lingkungan apa? apa karena ada pengalaman pribadi mungkin hmm pertamanya emang prihatin, banyak yang kontra malah, ada yang bilang 'ngapain sok sok ngurusin lingkungan, lulus aja be lum becus' tapi sete lah kesananya, emang ngerasain juga misalnya satu hari panaaaaas banget, menit berikutnya hujan cerita dong pertama kali kenal ma internet tuh gimana? apa emang di rumah ada akses? di rumah emang disediain, ya gimana sih kalau anak2 kan main friendster, facebook hahahaha, tapi kan yah bosen juga, lebih asik ngeblog, istilahnya bisa mencurahkan gitulaaah, hehe..emang ya.. jadi, pertama kenal internet umur berapa tuh? SD? wah kalah dong aku :P SD udah kenal tapi kan sebatas nyari tugas dan itupun dibantu.. internetnya dipasang waktu SMP itu.. belajar sendiri apa diajarin tuh awalnya? akses internetnya? ya make internet..

ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d:

2

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

dikeroyo k: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok:

diajari, waktu SMP juga udah belajar soal internet gitu.. awalnya google, kan dari google bisa akses apa aja, trus yaaaa belajar belajar sendiri, gitu hehe kalo pertama kali kenal blog tau dari mana? internet juga? iyaps, ada temen punya blog, aku baca, seru juga, bikin deh, aku utak atik sendiri hehe mel sekarang kelas baru sih? lagi libur ujian kah? kelas 2, iya kelas 3 kan lagi UAN.. ada lagi raniiii? masih banyak sebenernya..tapi gapapa kok kalo disambung lain kali.. :) masih ada sekitar 20 pertanyaan lagi.. :P oh ga apa2 kok maaf ya.. sekarang juga boleh heheh oke deeh terserah rani kapan oke deh..nyante..aja. Kalo kamu mo off bilang aja ya.. ok..next.. dalam sehari, rata-rata kamu make internet berapa jam? ga nentu sebenernya, rata rata 3 jam sekali pake, kadang juga ga pake sama sekali soalnya jaga mata, sama dimarahin juga sama orang tua haha :p 3 jam udah termasuk semuanya, main, download, share sana sini hehe wah.. berarti selama ini kalo akses emang di rumah ya.. hehe.. maklum banget kita mahasiswa kere sih pada ngenet ya di warnet wah kirain mahasiswa sering banget soalnya kan tugasnya banyak banget yaaa hehe iya akses di rumah, walopun kata orang bebas, tapi menurutku enggak soalnya di tegur teruussssssss :)) biasanya jam berapa aja tuh akses? ada kebiasaan ga? biasanya malam, selain siangnya sekolah+les, malem juga biasanya tementemenku pada online jadi ya sekalian daaaaah haha :D kebiasaan.. hmm. kecanduan yang ada 3

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

weh..tapi pernah ga ngerasain kecanduan? pernaaaah pastinya haha tapi ya kalo emang lagi males, kan pasti mikir 'ah ngapain juga bisa besok besok' yaa bisa ditunda lah, baca novel hehehehk selain nge-net, kamu nonton tv atau baca koran, majalah gitu ga? cerita dong.. nonton tv jarraaaanggg, kecuali kalo ada kartun, kadang-kadang pagi liat berita reportase pagi hahahah :p, majalah ga terlalu, kalo koran ga suka sih sebenernya tapi disuruh ibu baca, dipaksa katanya penting, yaah kadangkadang deh baca korannya hehe.. sammaa..cuma aku agak lumayan kalo nonton berita, tinggal nonton soalnya yoa haha so..balik ke soal blog..biasanya kamu ma lala bagi tugas atau punya kerjaan masingmasing sih? gimana cara kalian "ngelola" blog n cause kalian di FB? yang kelola biasanya Lala, mulai dari tampilan dll, cause juga Lala yang bikin, aku sih biasanya publikasiinnya, bisa ke teman-teman, ke guru, ke mana aja, kalau cause di facebook paling aku invite orang orang aja, dan mereka-mereka juga meng-invite teman-teman mereka, jadi makin rame deh.. trus misalnya kalau ada email dari instans i manapun, siapa yang dapet, ditanyain dulu, diskusiin dulu, baru dijawab emailnya.. sebenernya banyak yang mengundang, tapi beribu maaf waktunya benar benar ga pas, lagipula kita kan baru mengkhususkan lewat tulisan aja,.. kalau untuk tulisan, tetap kalian berdua kan? apa gantian gitu? janjian ga sih kalo mo bikin postingan? nggak, nggak sama sekali, kalau mau nulis ya tinggal nulis aja, iya cuma kita bedua yang nulis, oiya, biasa suka ada yang menyumbangkan aspirasinya lewat email, trus kita tulis kembali ke blog, tetep sumbernya ditulis dari siapa, dimana. oohh... ok.. yang bikin kalian masih bertahan apa? ada motivasi tertentu ga? rani? hoi.. putus kah? raniii udah bisaaa, lanjutt hehe woke..ya itu..tadi aku nanya.. yang bikin kalian masih bertahan apa? ada motivasi tertentu ga? error lg? 4

ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d:

. via Yahoo Messenger :2 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: raniiiii maaf ya lamaaa tadi update apaan dulu ga jelas nih haii.. 2 tulisan perbulan.. kita nulis kalo ada bahan aja.. pukul 09. direncanain ga sih tiap minggu/bulan mo nulis apa? apa tergantung isu yang hangat aja? nggak kok..refresh lagi ya. ide atau bahannya dapat dari mana aja? ada koran. pemikiran sendiri. pernah "libur" lama gitu ga? :P pernaaaah haha pas ujian sekolah. kalo nyiapin tulisan buat go green..LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Melinda Rachman : 23 April 2009. majalah.gapapa :) lanjut heheheh ok.. si lalanya juga ujian sama sama ujian jadi sempet ga keurus blognya hehe kan pasti suka aja ada halangannya jadi yaaa gitu deeh ehehehhe huehehe. kalo ada isu hangat juga ditulis hehe paling sering nulis berapa kali dalam sebulan? mungkin rata-rata 2 kali ran.03-11.28 WIB : online.. :P dicariin orang-orang ga di blog? 1 . gitu. atau pemikiran orang lain. pernah juga dari berita.

jadi ya belum kesampean sih mungkin hal kecil dulu ya. 'mana lagi updatean nya?' gitu aja sih ekekek.selain itu? 2 ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: . gitu. bisa di sekolah sekolahan. pake timer. sama mood sih :p heehehhe ada kepengenan lebih ga selain ngeblog kalian mo ngapain? bikin event atau apaaa mungkin? naaaaah kalo event mau sih kita tapi modalnya itu. selain nge-blog. yang kebayang tuh pengen event apa? tapi kan balik lagi ke kitanya. tp yang jelas kita update juga kadang ga nentu.. suka ga nemu waktu yang sama sama pas.emang yang kecil-kecil tuh ngaruh kok kalo dah jadi kebiasaan. hahaha abisnya pada buang sembarangan. trus kewajiban juga ga bisa ditinggal gitu aja kan. jadi jam 4 pagi ac nya udah mati. rame -rama.. kayak nanam pohon.. apa lagi tuh yang kamu lakuin buat ndukung bumi kita? kebanyakan nih yaaaa ingetin temen-temen di sekolah buang sampah di tempatnya. sip sip.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: nggak sih. lebih baik naik transport umum. darimanaaaaaa huhuhu... tapi belum kesampean hehe. oke tuh. atau dimana aja.. kalo menurut dia hemat uang. mesti ada pendampingnya. iyaa makanya kan hehe ibu aku juga suka ngelarang naik motor. menurut aku juga ya bisa hemat polusi juga sih hehe kalo yang lewat internet? kan kamu bikin Cause tuh di FB. banyak juga yang ngasih usulan kalo bikin event blabla. aku buang sendiri deh sampah mereka seringnya sih begitu heheha trus juga kalo pake ac. tergantung ada bahan. kalo lewat internet. tapi palingan ada satu dua orang yang nanya.. trus aku sindir. ada yg ngasih saran blabla..

seru tuh.. emang sengaja kah ambil tema global warming? padahal kan ada juga isu lain misal tentang illegal logging. wuih. event dari menteri lingkungan. bisa ada disitu. kita ikut.iya nih. alhamdulillah :) ada yang ngasih masukan juga di sana misalnya? seperti tips -tips.. kan awal mulanya ketidaksengajaan gabung sih iya pasti.maunya..mungkin setelah tesis nih kelar :P trus. jadi rame causenya. WWF atau Greenpeace? atau setidaknya ngikutin milis atau blog mereka? ngikutin sih nggak. semua tentang itu. soalnya kan bahasa kasarnya kita masih cetek lah. tapi sampai sekarang belum ada.. dimana sampahnya banyak banget. di dalamnya juga ada illegal logging. informasi negara negara lain.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyo k: hmmm kayaknya cuma cause di facebook. oiya. iyaa rani ke jakarta dongg sama sama kita heheheh hehe. nah bisa terjadi pemanasan. dll kalo adanya ilegal logging kan bumi ga punya oksigen lagi. global warming itu. dll aku rasa global warming induk dari semuanya. kalo milis bertema lingkungan. kita juga ga maksain kalo harus seperti mereka. mungkin kalao Walhi misalnya ada event tertentu. kayak efek rumah kaca juga.. bisa mempengaruhi kamu gabung ga di lembaga lingkungan kayak Walhi. belum diklarifikasi lebih lanjut.. dan insya Allah kita datang kesana. masukan gimana kalau adain event. facebook kan lumayan ya sekarang yang pake. dan banyakan Lala yang mengatur semuanya. 30 mei nanti kita mau ke pantai Ancol. baru undangan lewat email. trus informasi lain yang ga kita dapet. ngikutin apa aja? maksutnya gimana? 3 .

masih belajar juga tuh dari lembaga-lembaga besar itu. apa adanya. kalo aku. iklimnya juga bagus.. sampai disebut khatulistiwa kan. akakakakaa kalo dibilang kesadaran. sekalinya liat penebangan hutan liar... biasanya kan mereka punya milis atau situs. iya walaupun ga ada yg percaya 'ah paling omong doang' tapi aku gregetaaaaan! hahahaha iya lah :) pokoknya kalo ditanya sejak kapan. ya ga tau juga ya sejak kapan. kesadaran tuh emang mulainya dari yang kecil aku ngerasainnya gitu rani.. sedih gitu rasanya iya.. langsung ada tiba-tiba. hmm kayaknya munafik juga sih ya. cocok tanam apa aja tapi malah peringkat 3 besar penyumbang polusi hahaha kan malu aku sih percaya. lupa juga.. btw. kayaknya sejak SMP . biasanya mereka kalau punya event baru atau apa. sejak kapan sih peduli ma isu lingkungan? Padahal kan kamu ma Lala ga ada yang bayar buatt kerjain ini itu :P Cerita dong. apalagi Indonesia kan terkenal sama hijau nya..LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: tadi kan kamu bilang. 4 dikeroyok: dikeroyo k: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: .nah... dll... kita kan ga 'sebersih' yang orang kira maksutnya pasti adalah beberapa hal yg bikin kita ''aaaaah maleeeess' hehe hehe :P kalo aku pribadi sih ya. kita bisa tau sendiri dari internet (gatau kenapa bisa gitu haha) ataaaauuuu kadang mereka (Walhi misalnya) yang kirim kita email jadi kita bisa tau kegiatan terbaru mereka. oke oke. langsung miris aja.Apa kamu tahu info kegiatan mereka karena ngikut milis mereka apa gimana? oooh kita ga ngikutin banget-banget ya..

.balik lagi ya. bener2 deh sebeeel banget liatnya orang ga mikirin lingkungan sekitar sedikiiittt aja.nah penadah nyalurin ke pabrik kertas daur ulang..... jangan sampai kita nyuruh-nyuruh tapi kitanya malah nggak... iyaaaa bener banget rann.. minimal buang sampah deh itu huhu oke-oke.. hehe... setelah 3-4 tahun akhirnya ibuku ngikutin... tiap kertas diambilin.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: baca artikel gitu soal kerusakan bumi.... ga dibuang. ya itu kamu bilang. trus ntar diloakin.. yegaaak hehehehe bener banget. yoyoooi haheahe aa tapi ada juga yang "cinta tumbuh seiring waktu" ciee.kayak jatuh cinta. berjuang supaya orang ikut kita susah banget kan hehe yang penting kitanya sendiri aja dulu. walo kecil kayak nota belanja.miris tapi ya kesadaran itu buatku kayak feeling... ada yang love on first sight...trus kayak ada yang "nendang" di dada...nih sana. hmm iya2 bisa wuiih lama juga ya tiap ada kertas malah ibuku bilang.. susah bikin orang lain untuk ngertiin. duluu banget ibuku suka heran kenapa aku tuh sukanya "mulung".. Apa kesulitan yang dialami selama melihara Go Green? 5 .itu dia. hahaha trus? padahal kan emang kukumpulin j di satu.kalo kesadaran tuh kayak feeling berarti kan macem-macem cara datengnya..kumpulin.. maunya mulai dulu dari rumah kita sendiri.kayak kita kali ya. ma tukang loak dibawa a ke penadah.. :D hebat jugaaaa yah..

ngertii bgt..rese banget tuh pelan tapi nancep hehe kalo pengalaman yang nyenengin atau menarik ada ga? hmmm biasa aja ran kayaknya malah ga ada kayaknya hehehe semuanya enjoy kok :D yang biasa tuh misalnya apa? dapet tanggepan dari orang.. orangtua dukung. kalo ada yang ngatain tuh emang ngataian kayak gimana? spesifiknya sih ngatain ke diri kita misalnya yang kayak kemarin itu yang aku bilang pernah ada orang yang bilang 'sekolah aja belum tentu lulus sok sok mikirin bumi.secara lagi nulis tesis. kalau bener-bener lagi buntu suka bingung 'nulis apalagi iniiiiiiiiii' gitu hehe hehe. tapi di luar negeri ya tetep thesis btw.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: kesulitan sih alhamdulillah ga banyak. aku kiranya pengalaman selama nulis itu ran hehehe kalo pengalaman nyenengin dari orang aku pribadi.... tesis itu sama kaya skripsi ga sih? iya. paling hambatannya ya kalau ada yang kontra. aku langsung paaaaannnaaaassssss ggrrrr haha tapi aku tahan aja dulu hehe. yang ngatain.gitu? hmm tadi kan kamu nanya pengalaman yang nyenengin ya.. pikirin dulu tuh pelajaran blablaba' bawel banget deh hahaha.. eh iya ran. dukungan dari orang tua yang bikin aku seneng banget 6 . oiya sama bahan mungkin yaa. kirain s3 mah tesis haha s3 di indonesia disebutnya disertasi. tapi buat S-2 oh s2.

jadi biasa kalau aku nulis artikel di internet... tapi kalo ortu udah setuju rasanya bener-bener deh hehe ohya... jadi ga perlu ngumpet-ngumpet lagi tuh haha wah. artikelnya kan harus selesai jadi ya suka ga enak aja... chat via internet sama ngobrol langsung ma orangnya? beda mungkin lebih asik ngomong secara langsung lebih cair aja suasana kan hehe udah gitu kalo chat kan capeeeeeek tangan heheheheh :)) sori ya. makasih banyak. menurutmu.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: ranm_d: dike royok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: orang lain juga adaaaa yang dukung.lagi. hehe kan aku suka denger musik juga.gimana tuh critanya? emang tadinya ga dukung gitu? nggak sih. mereka tadinya ga tau. download lagu-lagu.mereka pasti bangga ma kamu :) amin hehehehehe oke.. dia setuju-setuju aja. trus berhubungan ke teman juga lebih cepat menurutku. lewat chat karena temen-temenku sendiri banyaaak yang suka online informasi yang ak u mau.. tapi setelah aku jelasin trus pas ayah ku juga udah liat blognya. mereka suka ngira aku maiiin mulu kerjaannya haha suka ditegur tapi kan gimana. apa keunggulan menggunakan internet dibandingkan lewat telepon. tatap muka ataupun lewat media lain? banyak banget keunggulannya informasi apa aja bisa dapat. ada semua.bikin tangan kamu capek :P hahahah nggak kok 7 .sip. beda ga menurutmu. cepat. sebagai alat berkomunikasi.

. oooo.mel. ya ga main internet. penting ga penting kalo lagi ada tugas baru penting haha malesnya kalo lagi apa atau kenapa? kadang buat nyalain laptop aja udah malessss banget. aku minus 1..25....kebanyakan depan monitor iya apalagi buat mata kan aku pake kacamata juga udah minus 3 aaaaaaaaaaa waaa.begicu. ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: 8 .. oke.. dan ga sehat juga kali ya..soalnya sering baca ambil tiduran :P wtesah silinder kan parah ya katanya ya. ato kalo lagi pengen baca novel.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: eh eh..untungnya juga cuma 1.. ya wajar lah. ngapain juga ya selain main facebook hahahaha. ngenet itu kan kayak aktivitas kita lainnya.. oh 3? kirain masih 20 hehehehe :p okeeee Kamu ngerasain ada perubahan ga setelah punya dan melihara go green? perubahan dalam sikap. atau kadang juga mikir. katanya kalo mo jadi arsitek sebaiknya jangan silindris nyusahin kalo mo nggambar ooooh gitu. pandangan..tinggal 3 pertanyaan besar lagi.. kalo dah terlalu sering ya pantes bosen.tapi silindris juga.? mungkin ada tapi ga aku sadari yup. lagi pengen di kamar.. atau mungkin kebiasaan..apa sih arti penting internet buat kamu? sanggup ga hidup tanpanya? halah :D hahahahah kalo aku freak of internet ya mungkin bener tapi kan ya kadang suka malesssss malesss apa tuh? internet sih gimana ya.....

temen kalo lagi bosen :P pernah ikut petisi online? semacam apa tuh? lomba kah? ga. kayaknya belum. alat main hehe.. dari awal bikin aja juga udah 'bersikap' kan istilahnya kalau udah ada sikap mungkin pandangan juga udah ada kalau pandangan aku miris banget ngeliat hal hal negatif kayak sekarang. tapi Lala pernah ikut aduh aku lupa namanya semacam dukungan untuk indo. internet bisa dipake buat apa lagi sih untuk bantu nyelamatin bumi ini? hhmm apa yaaa.. ya? tadi sempet eror ran huhuhu iya. Greenpeace. bisa sebagai alat komunikasi. sama akhir ini juga Walhi. 9 .....petisi tuh kan surat yang ditandatangani banyak orang bareng-bareng biasanya untuk menyatakan dukungan atau penolakan ngelawan sesuatu oh belum-belum eh bentar. yang biasanya bikin petisi online tuh WWF. bareng dengan Friends of the Earth aku agak lupa ran hehe petisi kayaknya belum pernah. halah hehe oke. tapi Lala pernah ikut semacam demo gitu. internet bisa dipake buat apa lagi sih untuk bantu nyelamatin bumi ini? tes.tes.disini juga agak lemot oke lanjruuttt menurutmu. informasi terntunya. :) menurutmu.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: sikap ada pasti kan.. ya sikap aku yang bekerja gitu hehe semuanya berkesinambungan.

teriak teriak global warming karena trend. mudah-mudahan bisa dilihat oya. apa-apa karena musim.facebook..com/album.php?aid=45886&id=667676434 ini fotonya dari album dia. ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat menurtumu? menurut aku mereka yang hidup kayak gitu. tapi tiap hari 10 ...aku juga pernah diajakin....lalla tuh sibuk ya? kok dari kapan aku minta add di fesbuk dia ga add.tapi jelas aku ga bisa ikut dari jogja :P dah kliatan kok fotonya okeeee eh.sori. bilang aku temen kamu :D aku kurang tau deh hehehe tapi nanti aku bisa kok bilang ke diaa okeeee gapapa.. cuma ikut-ikutan aja tapi ga meramaikan bagus sih sebenernya.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: demo fisik ikut teriak-teriak gitu apa demo di internet? huahaahha nggak mungkin terlihat seperti demo tapi itu semua dukungan hmm sebentar ya aku cari dulu ok Lala pernah ikut global day action dari greenpeace http://www.aku tunggu aja satu lagi ya? eh masih dua lagi ding.nah ini aku kirim lagi aja.. mungkin krn ga kenal kali ya. tapi lebih baik lagi kalo dilakukan ga cuma pas lagi tren aja.

yup. ahaha. agak aneh juga. balik lagi ke semula Apa pandanganmu sama pendapat bahwa kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya..omong doang hmmmmm. maksut dan tujuan sebenernya ngapain? kalo dia bisa mempengaruhi orang. tapi ga bisa dipungkiri juga. menurutmu.terakhir.tes.. gimana kepedulian lingkungan di masyarakat kita? tes. aku belum pernah ketemu orang kaya gitu sih hehe jadi belum tau gimana-gimananya menurutku niat dia baik tapi aneh juga ya dia yang napsu tapi dia sendiri yang nggak melakukan.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dulu aku ngerasain banget banyak banget pamflet-pamflet.setuju :D tapi orang kayak gitu boleh juga laaaah hehehehe paling tidak dia sadar... masa iya dia ga bisa mempengaruhi diri sendiri. walaupun dirinya sendiri belum disadari haha oke... balik lagi ke orang itu sendiri... sunyi... kenapa bisa gitu. sip 11 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: . orang yang gembar-gembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) gila abis. banyak yang suka heboh comment di sana sini soal macem-macem tapi kenyataannya. pasti dari dasar hati (cie) udah ada niat juga karena mungkin ga sih kita bisa mendapatkan semua pengalaman tanpa kita rasakan sendiri. orang-orang yang pro sama aksi ini bagus malah tapi sekarang udah hampa banget. iyajuga ya... kalo bagi aku kalau udah memang niat nulis di dunia maya...

aku bersyukur banget remaja kayak kamu peduli :) berarti masa depan bumi ini. di tingkatan masyrakat kecil malah perubahannya mulai bisa milah sampah. terutama dalam lima tahun terakhir. ga parah-parah banget :D 12 .) nyaris putus asa haha beneran deeh capeeeekkkk teriak-teriak di sekolah aja dikit yang denger.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: apalagi? menurutmu. apalagi buat masyarakat luas well.sebenernya banyak kok perubahan. tapi aku percaya pemerintah udah melakukan yang terbaik tapi kamu masih menyimpan harapan kan? atau dah desperate? .. apalagi masyarakat awam menurutku belum.. mungkin berbagi sedikit harapan ya.. gimana kepedulian lingkungan di masyarakat kita? masih kurang! kalo bisa dibilang ga ada yang sadar sama sekali seenaknya buang sampah sampah menggunung dibiarin aja jadi kita udah kayak temenan ma sampah. tapi ya emang masih dikit banget sih persentasenya makanya. bikin kompos hmmm. terutama Indonesia.. haha ih parah juga trus juga bis -bis yang asapnya tebal ga ada kepedulian misalnya uji emisi dulu ohya? sama sekali ga ada prubahan dong dari tahun ke tahun? kalo di lingkungan masyarakat kecil.

. nah iyaaa menularkannya. nah.met jalan.. :D yang paling susah dari menularkan kebaikan itu kan memelihara semangat... gunanya teman dan jaringan kan ya itu. thanks banget ya.ngingetin kalo kita dah mulai capek.take care..dah ngeluangin waktu ngobrol ma aku ntar aku kabar-kabarin deh kalo tesisku dah kelar .. mempengaruhinya...keep the spirit lah ya Mel.. susaah banget aku udah ngerasain soalnya. 13 .LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: haha makasih yaaaaa mudah-mudahan bisa seterusnya ya raaaan iyaaa.iya :D aku juga mau off mau siap-siap pergi :D oke deh.. putus asa hahaa yup... ada hape.) stay in touch ya okeee mudah-mudahan sukses good luck yaaaaaa oke ada fb.. ada ym tenang sajalaah hehe hehe...biar ga gampang putus asa.

keuangan. tatap muka langsung ataupun lewat media lain? Keunggulan komunikasi lewat internet adalah kecepatan respon dan legalitas bukti pembicaraan. Secara pribadi atau saat cuti bisa berpisah dari internet tetapi untuk pekerjaan sulit karena banyak hal yang melalui email. 1 . Apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan lewat telepon. Dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah hidup atau cara kerja Anda selama ini (Sebelum? Sesudah?) Internet memudahkan dan mempercepat mendapatkan informasi dan komunikasi dengan orang lain 5. Diterima tanggal 21 April 2009. legal dan IT di perusahaan pakan ternak di Jakarta. Latar belakang pendidikan adalah manajemen. Ceritakan bagaimana Anda mengenal internet. ekonomi dan IT dari Purdue University di Amerika Serikat. akses dari mana saja. (sejak kapan. 2. 6. Tolong ceritakan tentang diri Anda (pekerjaan. 3. dsb. “berpisah” dari internet? Internet lebih banyak untuk pekerjaan. 4. tugas sekolah. Apa makna atau arti penting internet untuk anda? Secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga. motivasi atau tujuan awal menggunakannya) Belajar internet saat kuliah karena keharusan untuk email. contoh bila melalui email. diajari/belajar sendiri. untuk keperluan apa saja) Menggunakan internet di kantor dan rumah. Bagaimana Anda sehari-hari menggunakan internet? (berapa jam sehari. latar belakang pendidikan) Pekerjaan saya sehari-hari adalah manajer administrasi. kegiatan sehari-hari. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Tentang Anda dan Internet 1.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 Jawaban dari Michael Dharmawan.

Tujuan blog Aku Ingin Hijau adalah memberikan ide mengenai hal-hal kecil yang dapat dilakukan siapa saja. Dalam mengelola blog lingkungan anda. koran dan internet. tanpa memiliki niat untuk merubah diri sendiri. 3. bagaimana tanggapan orang) Memulai blog sejak Januari 2007. Kadang ada juga saat-saat malas menulis karena saat awal memang semangat tetapi saat sudah begitu banyak orang yang membaca setiap hari maka akan ada tekanan untuk menulis. Tanggapan orang cukup baik (dapat dilihat dari komentar di bagian About di blog) 2. mengkritik pemerintah dan perusahaan mengenai lingkungan. 6. 2 . Tetapi masih jauh lebih banyak lagi yang belum mengerti. (misal. dll. Jadi banyak orang lebih mau bicara yang besar-besar tetapi tidak bisa diimplementasikan. Jadi dengan semakin besar pembaca blog. apakah berpendidikan/tidak. Selain itu banyak sekali orang yang tidak peduli. dapat ide atau bahan tulisan dari mana. Apa yang memotivasi Anda memiliki dan mempertahankan blog/ milis tersebut? Motivasi awal adalah untuk melatih menulis karena dibutuhkan dalam pekerjaan dan untuk hal ini mencari topik yang disenangi secara pribadi. tetapi hal kecil ini bila dilakukan bersama-sama dalam jumlah besar akan memiliki impact yang sangat besar. Saya hanya menulis saat ada waktu senggang. Bisa ceritakan “sejarah” atau alasan sehingga Anda dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? Lihat pertanyaan sebelumnya 5. Apakah menurut Anda. Bahan banyak dari observasi sehari-hari dan bahan lainnya seperti buku. sejak kapan. 4. kaya/miskin. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? Masyarakat kita sudah semakin terdidik mengenai lingkungan. semakin berat tanggung jawabnya.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 Tentang Aktivitas Anda terkait Isu Lingkungan 1. Kenapa memilih isu lingkungan? Dipilih tema lingkungan karena begitu banyak orang yang bicara tentang lingkungan. a kesulitan yang dialami selama ini? Adakah pa pengalaman menarik? Kesulitannya adalah waktu saat banyak pekerjaan yang menyita waktu. Terlihat dari orang-orang yang semakin banyak naik sepeda. Ceritakan tentang blog dan milis Anda. pengunjung ke blog lingkungan dan acara-acara lingkungan. Ide dari diri sendiri.

Tetapi trend ini lebih banyak ke arah kebiasaan. Sehingga jauh lebih cepat penyebaran idenya. Bila efektivitas dibandingkan televisi misalnya. Untuk orang yang hanya nge-trend sesaat pun tidak masalah karena mudah2an saat dia lagi mencoba trend ini. Dengan harga internet dan infrastruktur yang semakin baik maka penyebaran melalui internet akan semakin lama semakin baik. maka kehidupan offline kita malah dibawa online sehingga teman-teman semakin mengetahui 3 . kampanye lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? Memang pengguna internet masih sangat rendah. Di internet. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia. Tetapi tetap efektif karena dari penyebaran ini. para pembaca dapat saling berinteraksi. 8. sehingga kalau akhirnya sudah terbiasa hijau. hal ini dapat ditularkan melalui word of mouth di rumah atau kantor. maka dia sudah menularkannya ke orang lain dan orang lain itu bisa lebih permanen. Selain itu ide ini dapat diakses dari manapun sehingga tidak hanya di satu tempat. informasi itu akan selalu ada dan dapat diakses kapan saja. Selain itu dengan adanya perubahan iklim yang dapat kita rasakan bersama. akan bisa selamanya hijau dan malah menularkan. maka akan lebih mudah ditulis dan disebar melalui internet daripada bicara satu -per-satu ke semua orang. 10. Selebihnya masyarakat yang lain akan tidak mendapatkan informasi yang sama. orang akan semakin berfikir bahwa hal ini sangat perlu dan tidak bisa sesaat. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? Gaya hidup hijau bisa menjadi trend sesaat untuk orang yang memang hanya ingin mengikuti trend. Menurut Anda. sehingga ide ini akan mengalir ke banyak bagian masyarakat. Selain itu juga dengan blog contohnya. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? Internet bisa sangat efektif karena bila kita ada suatu ide kecil yang dapat diimplementasikan sehari-hari. contohnya seseorang membaca ide di internet. hal ini akan lebih baik karena di televisi atau radio hanya diberi ruang waktu yang terbatas sehingga hanya orang yang dapat melihat hal itu pada jam yang ditentukan bisa mengerti. Tetapi dengan teknologi yang ada maka kehidupan online dan offline semakin bergabung contohnya adalah dengan adanya website sosial seperti facebook. Oleh karena itu blog Aku Ingin Hijau adalah dalam bahasa indonesia karena memang ditargetkan khusus untuk masyarakat indonesia sehingga mereka lebih mudah mencari info dan berinteraksi dengan pembaca lainnya. Apakah menurut Anda kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 7. orang yang gembar-gembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) Bisa saja. 9.

LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 apa yang kita perbuat dan terus te rupdate. 4 . Membuat blog pun kita memiliki identitas kecuali identitas itu disembunyikan sehingga kehidupannya terpisah dan tidak diketahui orang lain.

gabung dalam komunitas volunteer via > internet/milis) Tolong ceritakan! 1. nyampenya ke saya lagi. voting dalam petisi online. dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk > menyebarkan informasi/ menyelamatkan lingkungan? 2. 3. seminggu setelah pertanyaan dikirimkan peneliti. (kalau blog aku ingin hijau belum :) ).LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #2 Jawaban dari Michael Dharmawan Dikirim via body e-mail. tampil di media massa. 2009 6:52 AM From: "Michael Dharmawan" <mdharmawan@akuinginhijau. kadang ada waktu tapi tidak ada inspirasi. ini daftar pertanyaan lanjutan: > Selain memiliki sebuah blog dengan isu lingkungan. donasi lewat e-banking. May 13. > Bila Anda memiliki waktu dan kesempatan lebih. kurang ada waktu. kira2 begitu jawabannya. tidak hanya virtual saja. mungkin kolaborasi juga dengan organisasi lain untuk acara yang lebih konkrit. ya. apakah Anda juga > memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? > (Misalnya. agak pendek2 karena memang pertanyaannya sudah semakin sulit nih. membuat event > bersama) 4. berkolaborasi dengan salah satu > gerakan atau organisasi lingkungan.com>: > Dear Michael. apa yang paling ingin Anda > kembangkan dari AkuInginHijau? (Misalnya. > Tolong ceritakan suka duka Anda selama mengelola AkuInginHijau. bukan attachment. maunya sih membangun komunitas di poin 2.org> To: "challida hikmarani" ranm_d@yahoo. internet dapat digunakan untuk membangun komunitas yang pada akhirnya dapat melakukan sesuatu yang konkrit bersama-sama. :) tx. Diterima tanggal 13 Mei 2009. sukanya kalau bisa mendapat komentar bahwa artikel itu bermanfaat dan benar-benar dilakukan. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Re: Pertanyaan Lagi Wednesday. michael 1 . kalau ada waktu dan kesempatan. berlangganan > milis bertema lingkungan. artikel juga suka diambil tanpa menulis narasumber hingga akhirnya diforward email ke mana-mana.com 2009/5/7 challida hikmarani <ranm_d@yahoo. untuk milis greenlifestyle > Menurut Anda. Dukanya adalah kadang kurang ada inspirasi untuk menulis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful