PENGGUNAAN INTERNET OLEH AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA

TESIS Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-2 Program Studi Ilmu Politik Minat Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

diajukan oleh: Challida Noor Septina Hikmarani 07/259545/PSP/3056 kepada

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2009

MY GRATITUDES

Subhanallah, Alhamdulillah, segala puja dan puji ke hadapan Allah Subhana wa ta’ala. Segala rasa syukur atas saya panjatkan atas rampungnya amanah belajar ini. Saya ucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang sudah mendukung proses ini selama dua setengah tahun terakhir. Kepada Bapak dan Ibu, yang sudah mendukung sepenuhnya, secara finansial dan emosional, dengan doa yang tak henti-henti, mengawalku sepanjang perjalanan ini. Teruntuk Ninik dan Nia, yang sudah bersabar, dan menemani hari-hariku dengan tawa dan kebahagiaan. Untuk Ichaq, kekasih tercintaku, yang sudah bertahan hari demi hari dalam penantian. Akhirnya kita bisa benar-benar bersama Sayang! Untuk Bapak, Ibu, dan Dhek Yulan di Wonosobo, terima kasih untuk semua dukungan dan doa. Kepada Mas Nunung, yang tak pernah henti percaya. Untuk Bang Abrar dan Mas Ngurah, atas masukannya untuk tulisan saya dan bantuannya selama ini. Teruntuk keluarga besar Jurusan Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM, terima kasih selalu membuka pintu untukku. Dadok, Pulung, Mas Adam, Ina, thanks always Guys! Untuk Mbak Okta, yang sudah bekerja dengan sepenuh hati untuk kami para mahasiswa S-2 yang sering sekali merepotkan. Untuk sobat-sobatku, thanks a bunch! Hayu, Adit, Dendi, Ikie, terima kasih sudah bersedia berbagi darah muda kalian untukku, hehe... You have no idea how much that means to me... Terakhir, untuk semua yang sudah pernah mendoakan dan mendukungku, semoga Allah SWT membalas perhatian dan kemurahan hati kalian dengan kebaikan berlipat ganda.

Yogyakarta, 21 Desember 2009

Sebuah kondisi yang semoga dapat terwujud seiring kematangan bermedia dan berinternet masyarakat Indonesia. Berangkat dari sudut pandang senada. yang banyak menggunakan internet untuk memperoleh informasi lingkungan. 22 Desember 2009 Penulis . ekspresi diri.KATA PENGANTAR Internet saat ini telah menjadi bagian keseharian dari banyak anggota masyarakat Indonesia. Saya ingin mengerti karena saya ingin dapat menularkan semangat atau motivasi itu. Ilustrasi sederhana di atas hanyalah gambaran bagaimana internet dapat didekati sebagai sebuah wadah pertemuan. Apapun itu. Tanggapan saya rupanya membuat informan tersebut tertarik untuk menanyakan hal yang sama pada dirinya. Termasuk saya. Saya katakan bahwa saya ingin tahu dan memahami alasan dan motivasi para aktivis lingkungan yang sering saya ditemui di dunia mata. dan sekaligus pembelajaran. Berangkat dari kondisi inilah saya memilih topik penulisan tentang penggunaan internet dan aktivis lingkungan. ataupun sarana pencapaian tujuan-tujuan ekonomi. Dalam pembicaraan saya dengan salah satu informan. setiap penggunanya dapat memilih untuk memposisikan internet sebagai apa. Bagi sebagian penggunanya. Mengapa mereka melakukan sesuatu yang membutuhkan banyak energi tanpa dibayar. internet menjadi jembatan untuk menghubungkan diri dengan orang-orang yang memiliki hasrat dan ketertarikan serupa. Entah sebagai alat komunikasi. percakapan. tulisan ini ingin menggambarkan bagaimana internet sebenarnya dapat digunakan untuk berbagi pengetahuan dan membangun kesadaran serta kepedulian bersama. saya mengungkapkan maksud atau niatan awal dalam menyusun tesis ini. Yogyakarta.

.... Teknik Analisis Data ...............xi ABSTRACT.........................................ii SURAT PERNYATAAN ..................................................................................................................xii BAB I................ Metode Penelitian ..................... 4 2........................................ Latar Belakang ..........iv KATA PENGANTAR ................................................................................ 3 Kerangka Pemikiran ............................................. Internet sebagai Objek Kajian Ilmu Komunikasi ........... C....v DAFTAR ISI ..................................... 19 2......................................... 25 E.......................... 19 1... Pemilihan Informan .................................................. Pendekatan Uses and Gratifications dan Social Action untuk Mengkaji Internet ....ix INTISARI............. 23 5............................................... 3 1.................................................... 3 Tujuan dan Manfaat Penelitian .......... D....... F................................................................... Jenis dan Sifat Penelitian ...............iii UCAPAN TERIMA KASIH ......... Teknik Pengumpulan Data ................................................ i HALAMAN PENGESAHAN ...................... vi ........... DAN DIAGRAM .............................. PENDAHULUAN A......... 20 3.............. BAGAN........................................................................... 21 4................... 24 Batasan Pene litian ....... 1 Rumusan Permasalahan ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................vi DAFTAR TABEL........................................................................................................................................................................................................... B........................... Internet dan Masyarakat Sipil .................................. 15 Metodologi Penelitian .................................................................... 10 3..

........ Taktik dan Metode Aksi Gerakan Lingkungan ..................... Proses Penelitian ................................................. B...... Armely Meiviana ................. 101 3...... E..................................................... Gerakan Lingkungan dan Media ...... 112 3................ C................................. BAB IV........ 113 Penggunaan Internet untuk Aktivisme Lingkungan .. 42 Penggunaan Internet oleh Masyarakat Sipil ..... 27 Pengguna dan Penggunaan Internet ..................................... Ade Fadli ............. 111 2........ Latar Belakang dan Motivasi ....... 103 4.................................................... 78 7..................... 80 Gerakan dan Aktivisme Lingkungan Hidup di Indonesia ............................. Pengolahan Data .......... 82 Aktivisme Lingkungan Hidup dan Internet ..... AKTIVIS DAN GERAKAN LINGKUNGAN HIDUP A...... 93 2......... 68 4................... Sejarah Gerakan Lingkungan ................................ 73 6.......................... Tujuan Penggunaan Internet ....................... 107 6.............................. 86 1............................................................ 115 B. 111 1... Gerakan Lingkungan Hidup di Dunia .................. 65 3...................................................... D.......................... Keragaman dalam Gerakan Lingkungan ...................... Internet di Indonesia ..... 99 1.................. Marwan Azis ................. 114 1.............................................................................. Penggunaan Internet dalam Gerakan Lingkungan .......... 32 Pengguna dan Penggunaan Internet di Indonesia .......................... vii .. ANALISIS DAN TEMUAN A.. 48 Penggunaan Internet oleh Masyarakat Sipil di Indonesia ... Definisi Gerakan Lingkungan ........................................................... Proses Wawancara ............... D.................................................................................................................................. Melinda Rachman ................. 109 Penggunaan Internet Secara Umum .............................. 96 3. 87 B........... Persepsi terhadap Internet ................................................... 105 5.... Awal Perkenalan dan Penggunaan Internet ......................................................... PENGGUNAAN INTERNET A.............. 98 Profil Informan ............. Penjelasan Atas Kemunculan Gerakan Lingkungan .................................. 62 2............................................................. 61 1................ Penelusuran dan Penentuan Informan ..... 71 5. E...................... 86 2...... Djuni Pristiyanto ....... C............................................ 115 2......... 99 2.................. C............................................. 93 1.................... Karakteristik Aktivis Lingkungan ............. 56 BAB III.......................................................................................................................................................... Gerakan dan Aktivisme Lingkungan Hidup ........... Waktu dan Kebiasaan Penggunaan ................ Michael Dharmawan .......................................BAB II...........................

........... Saran ................... 122 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN: • • • Daftar Milis Lingkungan Surat..................................... 121 B........................................... Bentuk-bentuk Penggunaan ...........................................3.......................................... 119 BAB V.... 4.............................................. Kesimpulan .........menyurat dengan Para Informan Transkrip Wawancara viii ............................ PENUTUP A................. 116 Sifat Penggunaan Internet ...........

................................................ 102 Tampilan Milis Lingkungan .. Tabel 3........... 44 Penggolongan Penggunaan Internet oleh Aktivis Lingkungan .............. 104 Tampilan Blog GreenPress .........1............................ Gambar 4............... Perkembangan Jumlah Pelanggan dan Pemakai Internet Indonesia (kumulatif) ................................................... Bagan 4.....................3........... 14 Tabel Tabel 2....6....................4.................................................2............... TABEL.......... Gambar 4............................1...... 108 Tampilan Blog Aku Ingin Hijau . 43 Spektrum Pemikiran dalam Gerakan Lingkungan (dalam Garner.......... 110 ix .......1............. Gambar 4......1.......DAFTAR DIAGRAM............... 103 Tampilan Blog Jalan Setapak ..................................... Model Tindakan Sosial atas Penggunaan Media .........................1................................100 Tampilan Blog Greenlifestyle ............. 102 Tampilan Milis Greenlifestyle ........ Peningkatan Jumlah Pelanggan dan Pengguna Internet di Indonesia ...8............................................... Gambar 4............................5. Gambar 4... DAN GAMBAR Diagram Diagram 1.1.......... Tampilan Blog Timpakul ............. BAGAN.. 106 Tampilan Blog Go Green ...............119 Gambar Gambar 4.. Gambar 4..... 1996) ............................................................................. Gambar 4....... 76 Bagan Bagan 2..........................7...........

baik sebagai perseorangan maupun dalam konteks dirinya sebagai aktivis atau pemerhati lingkungan. terutama waktu luang. Lepas dari itu. memotivasi. Kata kunci: penggunaan internet. sosial. serta aktivitas keseharian lain dari pengguna turut mempengaruhi bagaimana seseorang menggunakan dan memposisikan internet dalam kehidupannya. sebagian mengelolanya secara individual dan sebagian lagi mengelolanya secara kolektif. terutama untuk mendukung isu lingkungan– dapat berasal dari diri sendiri dan juga datang dari adanya situasi-situasi ekonomi.milis tersebut.lingkungan. Dalam pengelolaannya blog-blog dan milis. dan politik yang berlangsung di sekitar pengguna internet tersebut. Penelitian deksriptif ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Pilihan pengelolaan umumnya berhubungan dengan pilihan pribadi dan keterbatasan sumber daya. xi . social action model.nilai pro. saling berkaitan erat dan tidak dapat dianalisis secara terpisah. dan menjadi alasan seseorang menggunakan internet –dalam konteks ini. mudah.INTISARI Penggunaan Internet oleh Aktivis Lingkungan Hidup di Indonesia Challida Noor Septina Hikmarani 07/259545/PSP/3056 Riset ini menggambarkan bagaimana praktek-praktek penggunaan internet oleh aktivis lingkungan untuk mendukung nilai-nilai pro. Dimensi seperti status dalam keluarga.lingkungan. milis. Dalam prakteknya. kualitas pendidikan. jenis pekerjaan. Sejalan dengan kerangka konseptual Uses and Gratifications dan Model Social Action. blog.informasi lingkungan. para aktivis dalam penelitian ini menggunakan blog dan milis sebagai senjata utama untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan informasi. Penggunaan internet para aktivis tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor psikologis dalam diri mereka sebagai pengguna tetapi juga oleh dimensi-dimensi sosial yang melingkupi kehidupan mereka. dan populer. mereka meyakini bahwa internet berperan penting dalam penyebarluasan nilai. Secara umum. ditemukan bahwa penggunaan internet para informan. uses and gratifications. aktivis lingkungan. Kedua bentuk tersebut dipilih karena lebih hemat. ditemukan bahwa kekuatan awal yang mendorong.

it is found that the informants’ internet use. types of occupation. mailing list.where the initial force and motivations of their internet use can be sourced form themselves and also from other economics. Above it all. In general. but also by the social dimensions around them. They manage those blogs and mailing list in certain ways. Dimensions such as their status in the family. This descriptive research uses in-depth interview as a data collecting technique. social action model. environmental activist. The activists’ internet use is not only determined by psychological factors within themselves as an internet users. whether as an individual or in the context of themselves as environmental activists. social. some others manage it collectively with friends in their community. education attainment. and political conditions surrounding them as an internet user. This finding is in coherence with the conceptual framework used in the research -Uses and Gratifications and Social Action Model. the activists which became informants of this study fully believe in the internet’s important role in disseminating environmental values. Keywords : internet use. These ways are chosen due to limitations in resources. uses and gratifications. weblog. is highly interconnected and cannot be analyzed separately. xii . especially in allocation of time to manage the blogs and mailing list.ABSTRACT Internet Use by Environmental Activists in Indonesia Challida Noor Septina Hikmarani 07/259545/PSP/3056 This study describes the practices of internet use by environmental activists in Indonesia to support environmental values. and daily activities can contribute into how they use and position internet in their lives. In practice. several of them manage it individually. these activists use weblog and mailing list as their primary tools to introduce and disseminate environmental informations.

Para aktivis ini umumnya memanfaatkan beragam fasilitas seperti e-mail. Terlebih lagi. Dalam kasus gerakan lingkungan hidup. dari pengamatan pendahuluan terhadap sejumlah situs (website) dan mailing list lingkungan hidup Indonesia. Hal ini terutama terkait dengan salah satu kemudahan yang ditawarkan internet. e-mail dan weblog) dan baru dilakukan oleh sejumlah tokoh-tokoh tertentu saja. koordinasi. yakni kecepatan dan kemudahan berkomunikasi. LATAR BELAKANG Gagasan awal penelitian ini berangkat dari pengamatan sederhana peneliti atas berbagai aktivitas dunia maya yang dilancarkan oleh sejumlah aktivis lingkungan Indonesia. dan tidak sedikit dari mereka yang menjalankan program tersebut melalui internet.BAB I PENDAHULUAN A. Keinginan untuk mengisi kesenjangan pengetahuan inilah yang menjadi salah satu kekuatan pendorong dalam penelitian ini. mailing list. belum banyak kajian ataupun penelitian yang membahas pemanfaatan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia. sosialisasi. dan mobilisasi orang maupun informasi dalam berbagai aktivitas mereka. terutama penggunaannya oleh aktivis lingkungan memang belum berlangsung lama.isu lingkungan di Indonesia. weblog. aktivisme online yang terjadi tampaknya masih terbatas pada bentuk-bentuk tertentu (misalnya. Penggunaan internet terkait isu. pekerja dari organisasi lingkungan maupun aktivis lingkungan perseorangan (non-afiliasi) sama-sama aktif bekerja mengkampanyekan beragam isu lingkungan hidup di Indonesia. Secara umum. penggunaan internet oleh LSM ataupun organisasi masyarakat sipil di Indone sia dinilai telah mampu mendukung dan mendorong kerja organisasi. Namun. dan webpage untuk melakukan organisasi. Kondisi kontradiktif ini menjadi menarik untuk dikaji mengingat keberadaan dan penggunaan internet selama ini kerap dihubung-hubungkan dengan kesetaraan individu untuk terlibat secara aktif. sehingga wajar bila belum banyak keragaman bentuk dan pengalaman 1 .

Hal ini tentunya menjadi keresahan tersendiri bagi para aktivis serta pengurus organisasi-organisasi lingkungan hidup di Indonesia. kajian empiris atas penggunaan internet oleh aktivis dipandang penting dan perlu dilakukan sebagai batu pijakan untuk memahami bagaimana proses interaksi. khususnya internet. yang tampaknya belum cukup menyebar dan menyentuh masyarakat umum.isu lingkungan secara lebih luas juga terkait dengan masih rendahnya kesadaran lingkungan. penelusuran akan difokuskan pada penggunaan i ternet oleh n aktivis lingkungan dalam mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia. 2 . sebagai sebuah kajian awal adalah penting untuk mengeksplorasi bagaimana aktivis lingkungan sebagai individu memanfaatkan internet sebagai media komunikasi baru. Kajian ini secara pragmatis diharapkan mampu menjadi masukan bagi aktivis lingkungan pada khususnya dan gerakan lingkungan hidup di Indonesia pada umumnya. dalam lingkup yang lebih luas. yakni untuk m emahami bagaimana i ternet dipergunakan untuk n menunjang aktivisme lingkungan di Indonesia. Keterbatasan pemanfaatan internet dalam isu.berinternet yang muncul. Oleh karena itu. Kelangkaan bahan kajian juga tampak jelas untuk kasus penggunaan internet oleh organisasi maupun aktivis yang bergerak dalam isu lingkungan. oleh organisasi non-profit atau non-pemerintah serta masyarakat sipil telah banyak dilakukan di sejumlah negara. Penelitian mengenai penggunaan media baru. serta aktivisme dalam masyarakat sipil membantu mendorong tingkat partisipasi publik dalam kehidupan sosial politik secara lebih luas. komunikasi. Berangkat dari keingintahuan teman-teman aktivis inilah peneliti menempatkan arti penting penelitian ini. Dalam penelitian eksploratoris ini. Gambaran ideal penggunaan internet untuk membangun masyarakat sipil dan memperkuat demokrasi barangkali terlalu jauh untuk dikaitkan. Namun. Tidak sedikit dari mereka yang terus mengujicobakan cara-cara terbaik untuk mengoptimalkan fasilitas internet dalam upaya menyentuh dan melibatkan publik. Secara tegas dapat dikatakan bahwa penelitian me ngenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia belum pernah dilakukan sebelumnya. tetapi masih sangat sedikit yang membahas hal tersebut dalam konteks Indonesia.

terutama dari sudut pandang ilmu komunikasi. khususnya internet. yang berhadapan dengan dimensi teknologis seperti jenis dan kecepatan akses. Pertama. serta fasilitas yang tersedia melalui internet. kajian mengenai internet tidak jarang dikaitkan dengan hakekatnya sebagai sebentuk teknologi 1 Pemahaman akan internet dalam penelitian ini berangkat dari pandangan DiMaggio dkk (dalam Flew. internet mengacu pada beragam isi serta aktivitas berkomunikasi dan berbagi informasi yang berlangsung melalui jaringan di atas. Kedua. D. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini bertujuan memahami dan menggambarkan bagaimana aktivis lingkungan hidup menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan ( nvironmental activism) di Indonesia.B. Dengan latar belakang yang telah disebutkan maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimanakah penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia?” C. Hasil penelitian ini secara e keilmuan diharapkan menyumbang pengetahuan mengenai penggunaan media baru. internet sebagai infrastruktur teknis jaringan komputer-komputer dan alat-alat digital lainnya yang terhubung melalui jaringan telekomunikasi berkecepatan tinggi. 2005: 4) bahwa internet mengacu pada dua hal sekaligus. Dalam penelusuran sejumlah literatur ilmu komunikasi. Pemahaman pertama berkonsekuensi pada analisis terhadap penggunaan internet sebagai penggunaan teknologi. KERANGKA PEMIKIRAN Internet1 adalah salah satu media baru (new media) yang belum cukup banyak dikaji di Indonesia. pandangan yang kedua terhadap internet akan mewarnai pembacaan penggunaan internet sebagai sebuah tindakan komunikatif (communicative action). RUMUSAN PERMASALAHAN Gambaran-gambaran fenomena di atas menunjukkan arti penting penelitian ini. oleh kelompok masyarakat tertentu di Indonesia. 3 . Namun.

Internet sebagai Objek Kajian Ilmu Komunikasi Kajian mengenai internet (internet studies) memang tidak berakar dari kajian komunikasi. namun secara aplikatif relatif berguna dan cukup relevan untuk menjawab keingintahuan terkait fenomena komunikasi yang termediasi (mediated communication). Sedari awal. Tradisi pertama riset tentang internet menurut Giles (2003: 263) lebih dominan berada dalam ranah ilmu komputer dan memfokuskan diri pada perkembangan mutakhir internet dilihat dari sudut teknologi.komunikasi2 berikut beragam bentuk dan dimensi-dimensi pengaruh yang dihadirkannya (Pavlik. pesatnya kemajuan teknologi komunikasi semakin mendorong keingintahuan tersebut. tradisi kedua internet studies berangkat dari ranah 2 Internet juga kerapkali dikategorikan sebagai produk teknologi komunikasi dan informasi (ICTinformation and communication technology). 2003). terutama internet. Abrar. 3 Pengetahuan dan kesadaran (awareness) tentang konsekuensi-konsekuensi penggunaan internet akan menjadi salah satu dimensi yang akan digali dari aktivis lingkungan. 1996. dan psikologis 3 yang pengaruhnya bekerja mulai dari tingkatan individu hingga ke level institusional (Rogers. Tidak dapat dipungkiri. telepon dan telegraf) selalu dipertanyakan manfaat. kehadiran suatu teknologi komunikasi memang membawa konsekuensi-konsekuensi sosial. serta masih belum dapat diterka kemana arah perkembangannya (Pavlik. yakni untuk melihat sejauh mana mereka mengenali adanya perubahan atau pengaruh dari penggunaan internet. Dalam era terkini. kehadiran teknologi komunikasi dalam beragam bentuk penemuan (misalnya. kegunaan. 1986. dan bagaimana mereka memanfaatkan pemahaman tersebut untuk beradaptasi atau mengatasi masalah-masalah yang mungkin timbul selama menggunakan internet itu sendiri. Kondisi ini menyiratkan masih sangat terbukanya ruang kajian dan penyelidikan terhadap teknologi komunikasi ataupun media baru. Sementara itu. 1996: 315). kultural. lebih. serta dampaknya bagi masyarakat. namun dalam penelitian ini internet lebih dipandang dari sudut teknologi komunikasi. baru akhir-akhir ini saja mulai dikaji secara ilmiah. 2003). bagaimana mereka berefleksi tentang manfaat ataupun dampak yang mereka rasakan selama menggunakan internet. Pavlik. 4 . 1996. 1. Giles. Dan meskipun ada persamaan pola-pola penggunaan internet di sejumlah kasus tetapi secara umum pengaruh penggunaannya memiliki beragam bentuk dan tidaklah homogen.lebih lagi dalam konteks Indonesia.

Terry Flew (2005:79-81) membagi kajian media baru (new media studies) menjadi tiga generasi.keilmuan arts and humanities yang memadukan beragam pendekatan filosofis untuk mengkaji implikasi teknologi. diantaranya dengan menggugurkan janji-janji 5 . dan Douglas Schuler mengedepankan klaim-klaim tentang arti penting internet sebagai sesuatu yang radikal dan transformatif bagi masyarakat. mulai dari penggunaan teoriteori sosial terhadap pengaruh media baru terhadap budaya manusia. Pemaparan lebih dalam tentang kajian media baru disajikan Flew sebagai berikut. hingga pandangan posmodernis terhadap kemunculan cyberpunk (Giles. produktivitas. dan kepustakaan (Pavlik. Perkembangan terakhir ditunjukkan oleh kemunculan tradisi ketiga riset tentang internet yang berada dalam ranah media studies dan ditandai oleh tulisan Gauntlett di tahun 2000 (dalam Giles. 2003: 264). Pavlik (1996: 315) mengatakan bahwa kekuatan dan potensi positif internet yang diyakini oleh generasi ini adalah potensi desentralisasi dan komunikasi secara lebih meluas (multidirectional communication). melalui pandangan-pandangan optimistik mereka terhadap potensi demokratis yang terkandung dalam eksistensi komunitas virtual. Generasi pertama juga meminta pada para pengguna internet untuk tidak hanya memahami dunia online. Generasi pertama. Misalnya. yang digawangi oleh pemikiran Howard Rheingold. Mark Douglas. pengaruh positif internet ditunjukkan melalui berbagai fasilitas yang tersedia dan mampu menghubungkan berbagai institusi pendidikan. Gauntlett menolak tradisi kajian media dan lebih memilih proposisi yang lebih “sexy”. Generasi kedua ini dapat dijuluki generasi kritis karena lebih banyak mengedepankan kritik-kritik terhadap pandangan generasi pertama. Generasi ini dipandang Flew mewakili pandangan dominan kajian media baru pada awal hingga akhir pertengahan tahun 90-an. yakni new media studies. serta peningkatan efisiensi. Dalam dunia pendidikan. penelitian. Sherry Turkle. 2003: 264). 1996: 319-328). tapi juga untuk secara aktif terlibat dengan dan di dalamnya. Secara historis. Generasi selanjutnya dalam kajian media baru berkembang di akhir tahun 90-an hingga awal tahun 2000. dan adaptability.

1996: 348). mendalam. kerapuhan komunitas virtual ketika dihadapkan dengan konflik internal. Pemikir generasi kedua. terutama bagi perempuan dan kelompok minoritas (Pavlik. Skeptisisme yang juga muncul dalam aliran ini misalnya adalah apa yang digambarkan Pavlik (1996: 317) sebagai ketakutan bahwa pada akhirnya sebagian besar isi internet akan dikuasai oleh kekuatan-kekuatan komersial yang sudah lebih dulu mengontrol media tradisional atau konvensional. Meskipun para pemikir generasi kedua sudah berhasil berpikir lebih jauh. Celah inilah yang menjadi awal bangkitnya pendekatan generasi ketiga dalam kajian media baru. apalagi kalau dihadapkan pada kenyataan bahwa hingga kini terdapat kesenjangan yang sangat lebar antara siapa yang dapat dan tidak dapat mengakses internet. seringkali menggunakan logika ekonomi-politik untuk melihat kekuatankekuatan atau pihak-pihak yang diuntungkan di balik ketersebaran dan penggunaan internet yang semakin luas dan padat. namun. Bahkan sejumlah ilmuwan neo. 2005: 80). dan pengabaian konteks sejarah dan sosial dalam pembentukan budaya-budaya terkini di internet (Flew.marxis meramalkan bahwa teknologi media baru hanya akan menghasilkan lebih banyak -dan bukan lebih sedikitketidaksetaraan (inequality) dalam distribusi kekayaan di masyarakat.indah internet dan menunjukkan berbagai keterbatasan internet. Generasi ketiga new media studies menitikberatkan pendekatan empiris untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana orang berinteraksi dengan lingkungan internet. Keterbatasan internet yang diungkapkan antara lain adalah adanya “ digital divide” yang sedikit banyak memang membatasi siapa yang sebenarnya punya akses ke internet dan siapa yang tidak. Pendekatan dalam generasi ini juga berangkat dari sejumlah kritik terhadap generasi pertama. di antaranya adalah Kevin Robins dan Frank Webster. dan komprehensif tentang internet. 2005: 67) yang menunjukkan dua keterbatasan utama kajian-kajian awal tentang komunitas 6 . misalnya kritik dari Slevin di tahun 2000 dan Slater di tahun 2002 (dalam Flew. mereka belum mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar bagaimana sesungguhnya cara khalayak atau pengguna menggunakan internet sebagai media baru. kuatnya pengaruh determinisme teknologi dalam adopsi internet.

institusi sosial di dalamnya. kemampuan.virtual.hari mereka. kelas. Pertama. dan karakter-karakter ras. Proposisi pertama. Misalnya. dan praktek-praktek yang berlangsung dalam beragam kondisi khusus di berbagai setting masyarakat. tanpa memiliki perbedaan sumber daya. dan belum menyentuh fenomenafenomena “remeh” dalam keseharian para pengguna internet. umur. Pandangan optimistik mereka seolah-olah memandang bahwa orang-orang yang bergabung dalam komunitas di dunia cyber datang tanpa membawa apa-apa.hal yang telah dimiliki sebelumnya di dunia “nyata”. Keinginan untuk melampaui keterbatasan-keterbatasan generasi sebelumnya mendorong para pemikir generasi ketiga seperti Nancy Baym serta Miller dan Slater untuk bekerja dengan tiga proposisi utama. Selain itu. gender. apakah mereka tinggal di wilayah urban atau sub urban). 2005: 59) mengingatkan perlunya kajian mendalam untuk memahami kaitan antara hubunganhubungan sosial. Miller dan Slater (dalam Flew. hasil penelitian mereka terhadap penggunaan internet oleh masyarakat Trinidad yang tinggal di luar negaranya menunjukkan bagaimana akses terhadap teknologi komunikasi telah memperkuat dan memperkaya praktek-praktek komunikasi khas masyarakat Trinidad. Penelitian itu juga menunjukkan bagaimana penggunaan internet oleh kelompok masyarakat tersebut tidaklah terpisah dari pengalaman nyata dan interaksi keseharian mereka. untuk tidak lagi meributkan perbedaan antara online dan offline atau “real vs virtual” tapi berusaha melihat bagaimana orang-orang menggunakan CMC (computer mediated-communication) dan teknologi internet sebagai bagian dari material culture yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari. yakni posisi geografis mereka (misalnya. Proposisi kedua dari para pemikir generasi ketiga adalah perlunya mengkaji penggunaan internet dengan melihat “siapa” para penggunanya. institusi. beserta hal. kelebihan. kajian-kajian tersebut lebih banyak mengkaji fenomenafenomena “heroik” di dunia maya. serta 7 . serta pengetahuan. Keterbatasan yang kedua adalah bagaimana generasi pertama terlalu berfokus pada internet sebagai medium dan bukan sebagai sebuah konteks sosial tempat berlangsungnya produksi dan penerimaan informasi.

yakni meski orang bisa memiliki banyak identitas online dan menjadi anggota suatu komunitas virtual -yang tidak terdefinisikan secara sosial maupun geografis. Hal ini disebut Flew sebagai kebangkitan semangat untuk mengkaji media baru secara empiris atau “empirical turn in new media studies” (2005: 79). melompat ke fase selanjutnya. berusaha menggali bagaimana efek sosial. 2002). Sejumlah kritik yang muncul terhadap pemikiran generasi pertama dan kedua menurut Flew (2005: 60) menunjukkan perlunya para peneliti bergerak dari pandangan terhadap teknologi dan perubahan sosial secara makro-sosiologis menuju ke pemahaman empiris tentang penggunaan media baru dalam beragam komunitas dan budaya. 8 . yakni budaya aktivisme ( ctivism). kesemuanya lebih bergantung pada fenomena terkini ataupun pertanyaan penelitian yang belum terjawab. psikologis. dengan cara apa suatu media membantu manusia dan juga masyarakat.namun hal ini tidak berarti bahwa cyberspace itu sendiri sebuah ruang yang sepenuhnya independen dan terpisah dari ruang-ruang yang telah ada sebelumnya di kehidupan “nyata”. Kim & Weaver. ataupun secara simultan dilakukan lintas fase. Pertanyaan dalam riset fase kedua lebih berfokus pada penggunaan media. Sementara itu. atau dengan mencari tahu apakah 4 Meskipun disebut empat fase perkembangan penelitian media massa namun sesungguhnya model ini tidaklah linear dan kumulatif (Wimmer dan Dominick. bentuk-bentuk efek negatif apa saja yang muncul (bila ada). dengan upaya memahami secara empiris bagaimana internet digunakan dan dimaknai oleh aktivis lingkungan dalam sebuah komunitas budaya yang spesifik. Yakni. mempertanyakan apa yang pengguna suatu media inginkan dan harapkan dari media tersebut. dan fisik dari suatu media. Penelitian ini memadukan keingintahuan dalam fase kedua dan ketiga dari empat fase yang ada. yakni ingin mengetahui bagaimana penggunaan media oleh para penggunanya. sementara yang dimunculkan di fase ketiga terkait dengan bagaimana suatu media mampu mengubah perspektif orang. dan lebih dari itu. penelitian terhadap suatu media dapat maju. 2006.pendidikan mereka. Penelitian ini sejalan dengan a fase kedua dan ketiga dari apa yang digambarkan Wimmer dan Dominick (2006: 7-8) sebagai empat fase perkembangan penelitian media massa4 . proposisi k etiga masih berkaitan erat dengan proposisi sebelumnya. mundur kembali ke fase sebelumnya. Penelitian ini bermaksud mengusung semangat generasi ketiga tersebut.

terutama bila dibandingkan dengan penelitian terhadap media konvensional.edu/vol1/issue4/rafaeli. 1(4). Diakses pada tanggal 10 Desember 2007 dari http://jcmc.suatu media dapat digabungkan (combined) dengan media lain untuk menjadikannya lebih berguna bagi individu maupun masyarakat. namun versi yang dapat peneliti akses adalah yang dimuat dalam McQuail’s Reader in Mass Communication Theory (2002). Kim dan Weaver (2002: 522). Fenomena ini barangkali jawaban para ilmuwan komunikasi terhadap tantangan Morris dan Ogan di tahun 1996 6 . di sisi lain menemukan adanya peningkatan jumlah riset komunikasi tentang internet dari tahun 1996 hingga ke tahun 2000. Hal ini cukup mengherankan karena ilmu komunikasi sesungguhnya memberikan ruang bagi kajian terhadap internet karena internet merupakan salah satu objek material ilmu komunikasi. Argumen akan pentingnya peneliti komunikasi mempelajari internet sudah pernah diungkap dalam dialog Newhagen dan Rafaeli sejak pertengahan tahun 90-an5 . 2002: 136). 9 .indiana. Hal ini karena banyak ilmuwan komunikasi masih mengungkung diri dalam batasan-batasan teoretis penelitian komunikasi massa. Why Communication Researchers Should Study the Internet: A Dialogue. Namun. rather abandon. hambatan teoretis membuat banyak ilmuwan komunikasi masih menahan diri untuk mengkaji internet (Morris & Ogan. 5 Newhagen. padahal kehadiran internet sebagai media yang tersedia bagi banyak orang (sudah massif dan tak lagi hanya di kalangan militer dan akademisi) sudah berlangsung lebih dari satu dekade. Rupanya. riset terkait internet masih belum cukup banyak dilakukan oleh peneliti ilmu komunikasi. yang memiliki banyak konfigurasi atau bentuk komunikasi. Oleh karena itu. Hal ini dapat dilakukan dengan memahami internet sebagai multifaceted mass medium. 1995. yakni bahwa teknologi komunikasi baru seperti internet sejatinya memungkinkan para ilmuwan to rethink. dan Sheizaf Rafaeli.html 6 Artikel dari Morris & Ogan sebenarnya dimuat pertama kali pada tahun 1996 di Journal of Communication. penelitian ini akan menggali bagaimana bentuk-bentuk penggunaan internet oleh aktivis lingkungan dan melihat bagaimana hal tersebut mengubah cara mereka memandang dan menjalankan aktivisme mereka. Journal of Computer-Mediated Communication. John E. definition and categories yang selama ini telah ada.

mulai dari bentuk hubungan interpersonal, kelompok kecil, hingga yang menyerupai format komunikasi massa 7 . Untuk memulai kajian komunikasi tentang internet, salah satu kerangka teoretis yang dipandang Morris dan Ogan cuk up membantu adalah pendekatan penggunaan dan kepuasan (uses and gratifications).

2. Pendekatan Uses and Gratifications dan Social Action untuk Mengkaji Internet Penelitian ini memang tidak bertujuan untuk menguji suatu teori, namun tetap akan memanfaatkan dua buah model teoretis yang telah cukup dikenal dalam kajian ilmu komunikasi, yakni pendekatan Uses and Gratifications dan model Social Action untuk menggali secara lebih mendalam fenomena penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Teori yang pertama akan digunakan untuk mendapatkan gambaran umum penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Sementara yang kedua akan berguna dalam penggalian pemahaman dan pemaknaan aktivis terhadap aktivisme yang mereka lakukan melalui internet. Penggunaan dan kepuasan (uses and gratifications) adalah salah satu pendekatan dalam ilmu komunikasi. Pendekatan ini sesungguhnya telah muncul sejak tahun 1940-an (McQuail & Windahl, 1993: 133), namun baru mewujud menjadi sebuah paparan konseptual dalam tulisan Katz, Blumler, dan Gurevitch di tahun 1974. Logika pendekatan yang berakar pada analisis fungsional8 ini pada dasarnya melihat bahwa orang mengkonsumsi media
7

Bentuk-bentuk dan tingkatan komunikasi digunakan Morris dan Ogan (2002: 138) untuk menyusun empat kategori pengguna internet, yakni yang menggunakannya untuk (a) one-to-one asynchronous communication, seperti e-mail; (b) many-to-many asynchronous communication, seperti bulletin boards atau mailing list; (c) synchronous communication, yang berlangsung di waktu bersamaan dan secara simultan, baik one-to-one, one-to-many, ataupun many-to-many; seperti chatting dan Multi-User-Dungeons (MUDs) ; (d) asynchronous communication, yang bersifat memenuhi kebutuhan penerima informasi dalam mencari dan mengakses informasi, dimana dapat dikatakan ada pihak yang menyediakan informasi secara sepihak, seperti penggunaan situs www dan ftp. Empat kategori penggunaan internet ini akan digunakan sebagai kerangka untuk mengenali pola -pola atau kebiasaan penggunaan internet oleh aktivis lingkungan dan bagaimana kelebihan dan kekurangan masing-masing bentuk komunikasi lewat internet.
8

Penelitian ini sesungguhnya berada di paradigma dominan pendekatan fungsionalis karena percaya pada “‘positive’ contribution of media to the existing social order” (McQuail, 2002: 6).

10

untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial dan psikologis tertentu. Konsep dasar pendekatan ini tertarik pada:

“(1) the social and psychological origins of (2) needs, which generate (3) expectations of (4) the mass media or other sources, which lead to (5) differential patterns of media exposure (or engagement in other activities), resulting in (6) needs gratifications and (7) other consequences, perhaps mostly unintended ones.” (Katz, Blumler, & Gurevitch, 1974: 510).

Tentu saja, model ini mengasumsikan bahwa khalayak bersifat aktif dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan motivasi tertentu yang juga didasarkan pada pengalaman-pengalaman mereka sebelumnya dengan media (McQuail & Windahl, 1993: 134). Dapat dikatakan bahwa pendekatan ini mensyaratkan adanya derajat keaktifan khalayak ( udience activity), baik a secara instrumental maupun ritualized (Morris & Ogan, 2002: 142). Selain itu, berdasarkan masukan dari Lundberg dan Hulten di tahun 1968, Katz, Blumler, dan Gurevitch selanjutnya juga menyatakan bahwa pendekatan ini memandang: “(a) proses menghubungkan need gratifications dan media choice sesungguhnya berada di tangan khalayak atau pengguna itu sendiri; (b) media bersaing dengan sumbersumber lain untuk memenuhi kebutuhan khalayak; (c) khalayak mampu secara sadar bercerita tentang ketertarikan dan motif mereka mengkonsumsi media; dan (d) p enilaian tentang signifikansi kultural komunikasi massa harus hati-hati diberikan, hal ini untuk melihat perbedaan antara pendekatan ini dengan pandangan spekulatif mengenai budaya populer.” (1974:510-1)

Berdasarkan asumsi-asumsi di atas maka pendekatan ini banyak dipakai untuk meneliti bagaimanakah penggunaan media (media use) oleh khalayak.
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa penelitian ini juga memijakkan kaki di paradigma interpretif karena ingin menggali dan memahami kualitas, persepsi, dan pemaknaan aktivis sebagai pengguna internet terhadap aktivitas yang dilakukannya di internet d keberadaan an internet itu sendiri.

11

Penelitian penggunaan media selama ini memang masih belum dapat digeneralisasi dan masih bersifat spesifik, misalnya dengan hanya berfokus pada kelompok khalayak tertentu (anak-anak, ibu rumah tangga); jenis acara tertentu (kuis, berita); atau pada medium tertentu saja (radio, koran). Dari sejumlah penelitian yang telah dilakukan, McQuail (dalam Fiske, 1990: 152) menemukan empat kategori utama need gratifications atau kebutuhan yang berusaha dipenuhi khalayak saat mengkonsumsi media, yakni pelarian (diversion); hubungan sosial (personal relationship); jati diri (personal identity); dan pengawasan (surveillance) terhadap kehidupan di sekitarnya. Terdapat dua kritik utama yang dilayangkan pada peneliti yang menggunakan model uses and gratifications (Fiske, et al, 1992: 327). Pertama, bahwa pendekatan ini terlalu menekankan dimensi individualistik dan psikologis dari khalayak, sehingga mengabaikan atau gagal menangkap secara utuh fondasi struktural dan sifat sosial dari kebutuhan dan kepuasan khalayak. Kritik kedua, teoritisi uses and gratifications tampaknya mengabaikan atau bahkan tidak memperhitungkan isi atau content dari pesan media massa, padahal media massa sendiri memiliki preferred meaning yang sudah mereka bentuk sedemikian rupa. Kritik-kritik di atas tampaknya muncul dalam konteks penggunaan pendekatan ini untuk mengkaji khalayak media massa. Namun, tentunya terdapat perbedaan antara khalayak media massa konvensional dan khalayak atau pengguna media interaktif. Oleh karena itu, meskipun dianggap memiliki banyak kelemahan, tetapi pendekatan ini dinilai masih cocok bila digunakan untuk menilai secara umum atau mengkaji secara ilmiah pengaruh kehadiran dan penggunaan teknologi komunikasi interaktif (Pavlik, 1996: 343); terutama untuk menyediakan kerangka awal bagi penelitian komunikasi tentang Internet (Morris & Ogan, 2002: 141). Pandangan ini terlihat dari tingginya penggunaan teori atau pendekatan uses and gratifications dalam riset tentang internet hingga akhir tahun 2000 (Kim & Weaver, 2002: 529), meskipun hanya sedikit dari riset-riset internet tersebut yang secara spesifik menguji teori komunikasi. Hal ini tampaknya karena bentuk-bentuk teknologi komunikasi terkini memang mensyaratkan keaktifan

12

lebih di pihak pengguna atau khalayak, sesuatu yang sejalan dengan asumsi dasar pendekatan uses and gratifications. Penerapan pendekatan penggunaan dan kepuasan dalam penelitian terhadap pengguna internet misalnya mengungkapkan bagaimana pelajar SMP dan SMA di sepuluh sekolah negeri di Amerika menggunakan internet (Ebersole, 2000); serta bagaimana penerapan uses and gratifications digunakan untuk mengkaji para pengguna berita online dan offline (Lyn, Salwen, dan Abdulla, 2005). Penelitian ini sendiri tidak memposisikan pendekatan uses and gratifications untuk diuji ataupun dikembangkan secara teoretis namun hanya akan dimanfaatkan sebagai kerangka berpikir; terutama untuk menajamkan pertanyaan dalam wawancara dan mengeksplorasi dimensidimensi penggunaan internet oleh aktivis dalam tahapan analisis. Oleh karena itu, dari para informan akan dieksplorasi sejumlah dimensi seperti (a) asal-usul sosial dan psikologis dari adanya; (b) kebutuhan aktivis lingkungan, yang memunculkan; (c) pengharapan terhadap; (d) media massa dan interaktif, yang mengarah pada suatu; (e) penggunaan internet dan pelaksanaan aktivitas lain, yang menghasilkan; (f) pemuasan kebutuhan dan; (g) konsekuensi-konsekuensi lainnya. Tentunya, ketujuh dimensi di atas akan digali secara kualitatif dan digunakan untuk melengkapi pembacaan terhadap penggunaan internet oleh aktivis lingkungan di Indonesia. Hal ini karena secara mendasar pendekatan penggunaan dan kepuasan sudah cukup untuk mendapatkan gambaran umum penggunaan internet oleh aktivis, tetapi belum memadai untuk menggali pemaknaannya oleh para aktivis. Untuk mengisi celah itu, penggalian data dalam penelitian ini akan lebih banyak memanfaatkan Social Action Model. Social Action Model atau Model Tindakan Sosial merupakan sebuah revisi atas pendekatan uses and gratifications dan juga bisa disebut sebagai sebuah gebrakan teoretis yang dilakukan oleh Renckstorf di tahun 1989 (dalam McQuail & Windahl, 1993: 143-144). Model Renckstorf sebenarnya berangkat dari dan masih memanfaatkan proses interaktif dan recurrent yang disarankan Rosengren, namun Renckstorf me nambahkan titik awal yang berbeda dan menawarkan pilihan alternatif (McQuail & Windahl, 1993: 144).

13

Sesungguhnya, Renckstorf ingin meletakkan khalayak sebagai pusat dalam proses komunikasi massa. Namun, dia tetap melihat khalayak sebagai bagian tak terpisahkan dari lingkungan sosial di sekitarnya. Lebih dari itu, khalayak dan media tak henti saling berinteraksi dalam suatu lingkungan simbolik. Hal ini tampak dalam sejumlah pandangan inti Renckstorf bahwa:

“People engage in activity on the basis of their own objectives, intentions and interests, but they are in interaction with many others and are capable of reflecting on their own actions and interactions. Human beings are not determined but can reflect on their ‘life-world’ which they share with others. Individuals have to interpret their situation and act accordingly. In the normal way of things, everyday life is “unproblematic’, since recurring problems are provided with solutions. The media are also not to be considered as ‘stimuli’ which provoke a reaction from audiences, and they form only part of the relevant ‘meaning producing symbolic environment’ of human actors. The individual has a self-image and engages in an interaction with self in which media can become involved.” (dalam McQuail & Windahl, 1993: 143-144)

Pandangan inti Renckstorf di atas terangk um dalam Model Tindakan Sosial yang digambarkan melalui diagram berikut:

(2) Surrounding society (including mass media and social, political, cultural, economic institutions,etc)

(4) (1) Definition of the situation Perceiving Thematizing Diagnosing (5) Unproblematic Problematic problem

(6) Motive

(7) Projection, decision

(8) External action, e.g. media use

(10)

Eval uati on

(9) Everyday routines

(3) Individual and social characteristics (including basic human needs, psychological set-up, social status, individual life history, etc.)

14

Diagram 1.1. Model Tindakan Sosial atas Penggunaan Media (Renckstorf 1989, dalam McQuail & Windahl, 1993: 143-144)

Diagram di atas dibaca sebagai: pada awalnya (1) individu mengambil atau menetapkan definisi dari sebuah situasi, dengan memanfaatkan pengalaman-pengalaman kehidupan dan interaksi keseharian mereka yang kemudian di-perceived, thematized, and interpreted (McQuail & Windahl, 1993: 144). Di saat yang sama, faktor- faktor seperti kedirian individu (self), posisi, dan pengalaman sosial (2 dan 3) masuk ke proses defining and interpreting. Jalur yang diikuti kemudian bergantung pada apakah situasi yang dihadapi dipandang bermasalah (4) ataukah tidak bermasalah (5). Bila bermasalah, maka jawaban atas masalah itu kemudian direnungkan, hingga muncul motif terformulasi (6); untuk kemudian mengambil keputusan tentang jawaban dari masalah itu (7). Jawaban dari masalah bisa berbentuk pemilihan dan penggunaan media, namun hal tersebut hanya sebagai salah satu tindakan eksternal (8). Sementara bila dianggap tidak bermasalah (5), jalur yang ditempuh langsung menuju rutinitas keseharian (9), termasuk di dalamnya adalah penggunaan media. Setelahnya, terlepas dari termotivasi atau tidak, penggunaan media sebagai sebuah tindakan sosial akan melewati tahap penilaian atau evaluasi (10) oleh individu; yang kemudian dapat diikuti oleh sekuen-sekuen pendefinisian dan pemaknaan berikut nya. Pandangan-pandangan Renckstorf tampaknya banyak dipengaruhi oleh pemikiran yang berakar pada interaksionisme simbolik dan fenomenologi.

15

Sebagai konsekuensinya, menurut McQuail dan Windahl (1993: 144), penelitian yang menggunakan model ini secara metodologis lebih mengandalkan metodologi interpretatif dan pendekatan kualitatif secara umum. Oleh karena itu, dalam penelitian ini pendekatan penggunaan dan kepuasan (uses and gratifications) ataupun model tindakan sosial (social action) akan digunakan secara bersamaan dan seoptimal mungkin untuk menggali dan mengeksplorasi bagaimana aktivis lingkungan menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan di Indonesia.

3. Internet dan Masyarakat Sipil Awal ketertarikan peneliti pada isu ini tidak terlepas dari pandangan optimistis peneliti terhadap narasi besar potensi perubahan yang terkandung dalam penggunaan media interaktif, khususnya internet. Pandangan ini berangkat dari pembacaan terhadap keberhasilan sejumlah gerakan sosial dalam memanfaatkan internet untuk memobilisasi isu ataupun massa. Salah satu contoh penggunaan internet paling fenomenal adalah keberhasilan gerakan anti- globalisasi memobilisasi massa melalui indymedia.org untuk melakukan protes terhadap WTO saat berlangsung pertemuan WTO pada tahun 1999 di Seattle, Amerika Serikat (Croteau & Hoynes, 2003: 250). Selain itu, juga terdapat kesukesan penggalangan massa dalam aksi protes jalanan pada acara World Social Forum (WSF) di tahun 2001 (Flew, 2005: 183). Kedua peristiwa di atas hanya contoh kecil dari bagaimana pada akhir tahun 90-an internet semakin sering dipilih sebagai medium memobilisasi massa. Alasan-alasan utamanya karena internet adalah alat komunikasi dan mobilisasi yang lebih cepat, murah, mudah, dan juga karena sudah semakin banyak kelompok masyarakat yang terhubung dengan internet. Di samping itu, berkomunikasi lewat internet tak jarang dianggap lebih “aman” dari pengawasan pemerintah dan kepolisian yang seringkali menghalangi ataupun membatasi rencana-rencana aksi atau protes sosial. Jauh sebelum internet menjadi barang lazim seperti saat ini, hubungan antara media dan masyarakat sipil atau gerakan sosial sebenarnya sudah

16

berlangsung lama. Gerakan sosial pada intinya adalah sekelompok warga yang bersatu untuk memperjuangkan suatu kepentingan (cause), baik sosial ataupun politis; dan keberadaan mereka merupakan bagian penting dalam ranah politik karena mereka bisa menghubungkan warganegara dengan elitelit politik (Croteau & Hoynes, 2003: 247). Posisi penting inilah yang membuat mereka cukup dilirik oleh media; dan hubungan keduanya pun sebenarnya saling membutuhkan. Gerakan sosial atau kemasyarakatan memerlukan media untuk menyampaikan pesan mereka secara lebih luas kepada publik; sementara media berpaling pada gerakan sebagai salah satu sumber berita yang potensial. Hubungan saling membutuhkan seperti di atas pada prakteknya tidak berjalan dua arah dan secara setara (Gamson & Wolfsfeld, dalam Croteau & Hoynes, 2003: 248). Kondisi itu terjadi karena media memiliki lebih banyak pilihan sumber berita; sementara gerakan sosial tidak dipungkiri sangat membutuhkan liputan media (terutama dari radio, televisi, dan suratkabar) sebagai salah satu saluran komunikasi mereka pada publik. Hal ini karena liputan yang ditampilkan di media sangat membantu gerakan sosial untuk lebih dikenal publik, untuk mengumpulkan dukungan; memperoleh pengakuan sebagai kelompok penekan yang memiliki posisi tawar; serta memperluas cakupan isu untuk mengundang lebih banyak sekutu ataupun jaringan pendukung. Dalam ketimpangan seperti di atas, media kemudian seringkali berada di atas angin dan “me ngkondisikan” gerakan sosial untuk berkompromi dengan kebutuhan dan tuntutan media. Situasi dan relasi di atas kemudian mendorong banyak gerakan sosial untuk beralih dari media arus utama (mainstream atau media massa konvensional, seperti televisi, radio, dan suratkabar) ke media “alternatif” dan independen (Croteau & Hoynes, 2003: 249). Strategi ini umumnya dipilih agar pesan yang disampaikan pada publik tidak terdistorsi oleh kepentingan media ataup un penguasa. Bentuk-bentuk media alternatif yang dipilih umumnya adalah pamflet, brosur, koran “bawah tanah” ataupun “zine”, yakni majalah dengan format dan isi alternatif, yang seringkali memanfaatkan grafis buatan tangan dan tata letak “amburadul”. Tetapi,

17

1986: 21). Kehadiran internet memang membuka saluran komunikasi baru bagi masyarakat sipil. terdapat dua peneliti yang ari banyak membahas penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia. yakni Merlyna Lim dan Yanuar Nugroho. atau bahkan dapat dikatakan elemen-elemen kekuatan. termasuk membuka kemungkinan beragam bentuk interaksi baru.globalisasi (Flew. semakin banyak juga gerakan yang memanfaatkan internet sebagai saluran penting untuk menjaring anggota baru.globalisasi. Hal ini sejalan dengan karakter-karakter. D sedikit literatur yang ditemukan. masih sedikit sekali bahan yang mengkaji penggunaan internet oleh masyarakat sipil ataupun aktivis di Indonesia. terutama terlihat dari keberhasilan sejumlah gerakan anti-globalisasi menggunakan internet untuk menyebarkan isu dan memobilisasi massa.seiring dengan makin familiarnya gerakan sosial dengan internet. sebuah ruang ideal yang diharapkan para aktivis sosial dapat membantu mewujudkan masyarakat yang lebih baik. serta bagaimana komunikasi melalui media interaktif membuka kemungkinan menggabungkan karakter media massa dengan karakter komunikasi tatap muka perseorangan (Rogers. Penggunaan internet oleh aktivis sosial selama ini umumnya lebih banyak berkaitan dengan isu. 2003: 150).isu anti. dan jenis analisis yang khas dan jarang dapat disalurkan melalui media arus utama. Walau tidak sedikit aktivis lingkungan yang juga ikut dalam protes-protes anti. mengumpulkan dukungan dan dana . pembahasan mengenai penggunaan internet secara spesifik oleh aktivis atau gerakan lingkungan masih sangat terbatas dan belum banyak data atau hasil penelitian yang dapat diacu. serta menampilkan ekspresi. bekerjasama dengan gerakan dari daerah atau negara lain. Kedua elemen di atas membuat sebagian kritikus berpendapat bahwa jaringan komputer bernama internet adalah sebuah wilayah penuh kebebasan. 18 . yakni bagaimana jaringan komputer di internet memungkinkan terbongkarnya sekat-sekat perbedaan dan pemisahan antara “produsen” atau pengirim pesan dengan penerima pesan. Lebih jauh lagi. dari internet. bebas dari kekangan birokrasi dan tradisi (Croteau & Hoynes. informasi. 2005: 183).

ataupun rentang 9 Intensitas disini mengacu pada kuantitas dan kualitas penggunaan internet.Kedua peneliti tersebut telah mengkaji penggunaan internet untuk kerja-kerja sosial oleh aktivis Indonesia. penggalian data tentang penggunaan internet dalam penelitian ini juga akan menggali dimensi-dimensi sosial dan pemaknaan oleh aktivis lingkungan terhadap aktivitas yang dilakukannya. Namun. Tetapi penelitian yang telah dilakukan keduanya masih berada di level makro masyarakat sipil ataupun tingkatan institusional dari lembaga swadaya masyarakat. Dengan intensitas pemanfaatan internet yang relatif tinggi serta kesungguhan. Untuk memudahkan penggalian data. Fokus pada aktivis lingkungan diambil karena ketertarikan peneliti dengan aktor-aktor yang bergerak dalam isu tersebut. baik e-mail. 19 . maupun petisi online. dan belum mampu menggambarkan penggunaan internet oleh aktivis di level individual. Informan dalam penelitian ini adalah aktivis-aktivis lingkungan yang aktif membela lingkungan melalui saluran internet. mailing list.isu pelestarian dan keadilan lingkungan hidup. yakni aktivis tersebut memiliki intensitas 9 yang cukup tinggi dalam penggunaan internet untuk penyebaran isu lingkungan dan atau dalam pengalaman menjadi aktivis lingkungan. Sejalan dengan Model Tindakan Sosial Renckstorf. serta karena belum adanya riset yang membahas topik penggunaan internet oleh aktivis dalam konteks aktivisme lingkungan di Indonesia. padahal tidak sedikit aktivis yang bergerak secara independen dan tidak berada di bawah suatu organisasi tertentu. weblog. komitmen. Denga n memanfaatkan celah tersebut penelitian ini akan difokuskan pada bagaimana aktivis lingkungan secara perseorangan menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan di Indonesia. yang pernah dilakukan oleh para aktivis lingkungan yang menjadi informan penelitian ini. konsep-konsep dan pemikiranpemikiran di atas telah dibatasi dan dipersempit sesuai dengan tujuan penelitian. terdapat satu persyaratan dalam batasan di atas. yang dimaksud dengan “aktivis lingkungan hidup” adalah perseorangan yang memiliki kepedulian terhadap isu. Dalam penelitian ini “penggunaan internet” mengacu pada segala bentuk pemanfaatan internet. Sementara itu. Aktivis yang menjadi subyek penelitian hendaknya cukup sering mempergunakan internet (baik dari segi rutinitas kekerapan maupun durasi akses internet) dan mempergunakannya untuk beragam aktivitas dalam kerangka aktivisme lingkungan hidup.

membangun kategorisasi dan klasifikasi. Ragam penelitian sosial dapat dikenali melalui beberapa aspek yang dikandungnya. dan refleksivitas aktivis atas penggunaan internet sehingga penelitian ini dapat memberikan 20 . perlindungan. tindakan. METODOLOGI PENELITIAN 1. teknik pengumpulan data. E. yakni untuk melakukan eksplorasi (exploration). kegunaan penelitian. Dalam penyajiannya penelitian ini menggunakan beberapa hal yang menurut Neuman (2000: 22) menjadi prinsip-prinsip penelitian deskriptif. ataupun tujuan penelitian tersebut. serta untuk memaparkan latar belakang dan konteks sebuah situasi. studi deskriptif dinilai memadai untuk menjawab rumusan masalah penelitian ini.pengalaman yang cukup panjang sebagai aktivis maka diharapkan calon informan memiliki keluasan dan kedalaman pengetahuan yang memadai mengenai topik penelitian. Neuman (2000: 21) memaparkan bahwa berdasarkan tujuannya (purpose of study) penelitian dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. dan keadilan lingkungan. deskripsi (description). Dengan tujuan yang ingin dicapai. Penelitian deskriptif ini berupaya mendapatkan gambaran detail dan mendalam mengenai penggunaan Internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia. dan eksplanasi (explanation). ataupun program yang dijalankan untuk mendukung penegakan prinsipprinsip pelestarian. yakni menyajikan gambaran rinci dan akurat tentang sebuah objek penelitian. Sehingga dapat dikatakan bahwa persyaratan “intensitas” digunakan sebagai upaya meningkatkan keterandalan data yang akan digali. istilah “aktivisme lingkungan” atau environmental activism mencakup segala bentuk perilaku. kegiatan. Gambaran-gambaran yang didapat akan dikaji untuk mengetahui pola penggunaan. Jenis dan Sifat Penelitian Kajian ini bermaksud memahami dan menggambarkan bagaimana aktivis lingkungan di Indonesia menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan. seperti jenis pendekatan. pemaknaan. Sementara itu.

Metode Penelitian Penelitian ini secara paradigmatik memanfaatkan pendekatan interpretif. hasil penelitian deskriptif ini diharapkan dapat menjadi batu pijakan untuk memahami penggunaan Internet oleh aktivis lingkungan.makna di balik tindakan komunikatif yang dilakukan manusia (Lindlof. Hal ini agar penelitian-penelitian terkait topik ini pada tahapan selanjutnya dapat diarahkan pada penyelidikan yang lebih empiris ataupun bersifat pengujian hipotesis mengenai penggunaan internet oleh aktivis. 1995). Penelitian ini memanfaatkan metode penelitian kualitatif untuk mendapatkan hasil paling optimal. Peneliti interpretif menyelidiki proses sosial secara menyeluruh karena percaya bahwa realitas itu holistik dan tidak bisa dibagi-bagi. Sebagai konsekuensi. Metode ini dipilih dengan mempertimbangkan tujuan penelitian yang bermaksud memahami dan menggambarkan bagaimana aktivis lingkungan hidup menggunakan Internet untuk mendukung aktivisme lingkungan. peneliti interpretif memanfaatkan metode penelitian yang bisa menggali data secara interpretatif. 2006: 113). Metode penelitian kualitatif dianggap cocok karena memungkinkan peneliti menelisik melampaui data angka dan masuk untuk memahami makna. penelitian komunikasi yang menggunakan metode penelitian kualitatif memandang tindakan komunikasi (communicative actions) sebagai suatu 21 . yakni metode penelitian kualitatif. Sehingga di masa datang dapat diperoleh temuan yang lebih aplikatif dan dapat membantu aktivis serta organisasi lingkungan untuk menyusun strategi pemanfaatan Internet yang lebih efektif dan tepat s asaran untuk menyokong aktivisme lingkungan di Indonesia.gambaran awal yang utuh tentang penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Secara lebih spesifik. Dari gambaran awal tersebut. yang bertujuan memahami bagaimana orang dalam situasi alaminya menciptakan makna dan memaknai kejadian-kejadian di dunia mereka (Wimmer & Dominick. 2.

yakni sebagai serangkaian tindakan-tindakan yang bermakna bagi diri pelakunya dan juga orang di sekitarnya. Secara mendasar. Sementara itu. yakni memilih informan dengan tujuan khusus dan tertentu. yang dipilih berdasarkan kualitas dan karakter-karakter spesifik yang mereka miliki. 2000: 198). Pertama. informan dipilih dengan memanfaatkan prinsip-prinsip dalam purposive sampling 11 . namun pada pembicaraan. dan menyingkirkan siapa-siapa yang tidak memenuhi kriteria tersebut (Wimmer & Dominick. juga merupakan topik dan wilayah yang baru10 . untuk mencapai tujuan dan esensi penelitian ini. yakni yang aktivismenya banyak menggunakan fasilitas di internet dan tingkat aktivitasnya relatif tinggi. dan aktivis lingkungan secara khusus adalah karena tidak terdapat data populasi ataupun kerangka sampling aktivis yang dapat diukur secara jelas. khususnya aktivis lingkungan. peneliti kualitatif tidak menyandarkan hasil penelitian mereka pada data-data statistik. penelitian tentang penggunaan internet oleh aktivis di Indonesia. Purposive sampling dinilai cocok digunakan dalam tiga keadaan (Neuman. Oleh karena itu. metode penelitian kualitatifinterpretatif dianggap paling sesuai. 22 . bahasa tubuh. bila peneliti menggunakannya untuk memilih kasus-kasus unik yang bisa 10 Sejauh ini. Pemilihan Informan Subjek penelitian ini adalah aktivis lingkungan Indonesia yang “eksis” di dunia maya. dan tindakan sosial lainnya (Lindlof. 11 Pembahasan lebih lengkap dan sesuai dengan yang terjadi di lapangan dapat dibaca di Bab IV. 2006: 91).“performances and practices of human communication” (Lindlof. Penelitian untuk mengkaji fenomena internet di Indonesia secara kualitatif dapat dikatakan sebagai sesuatu yang baru dan contoh pengaplikasiannya untuk sementara ini dapat dilihat dari hasil kajian Nugroho (2007) dan Lim (2003). Untuk mendukung tujuan penelitian. 1995: 21). tampaknya salah satu alasan mengapa belum ada penelitian kuantitatif terhadap aktivis secara umum. 1995: 13). 3. Hal ini dilakukan untuk menangkap makna dan kualitas dari tindakantindakan komunikatif dan bukan hanya dimensi-dimensi terukur yang melekat padanya.

Selain itu. dilakukan cross-check dengan melihat pula blog-blog lingkungan dan mencari tahu adakah anggota aktif milis lingkungan yang juga memiliki atau mengelola blog yang aktif memuat informasi lingkungan. 2005: 130). jumlah pesan. Sehingga diharapkan dari para informan didapat informasi yang detail dan mendalam mengenai aktivitas mereka di internet sebagai aktivis lingkungan. blog. Secara teknis. yakni karena aktivis lingkungan di Indonesia sangatlah spesifik dan tidak mudah mendapatkan data lengkap mengenainya. Kemudian dilakukan observasi pra-penelitian terhadap milis tersebut untuk mencari tahu siapa-siapa anggota yang paling aktif. Data mengenai para aktivis lingkungan pengguna internet didapatkan dari database anggota milis milis lingkungan yang berbasis di Indonesia. Prinsip pemilihan informan secara purposif dinilai sesuai dengan jenis penelitian eksploratoris yang lebih bertujuan untuk “get a sense of what respondents are thinking. dengan cara menanyai apakah mereka mengenal orang lain yang memenuhi kriteria 12 Ditandai dengan jumlah anggota. jika peneliti ingin mengenali tipe-tipe khusus dari kasus-kasus yang ada (particular types of cases) dengan penyelidikan mendalam. yakni milis bernama lingkungan. Daftar milis didapatkan dari yahoogroups dan googlegroups.memberikan informasi secara lebih baik. Kedua. Untuk penelitian ini. informan dianggap dapat memberi informasi dan data secara optimal bila (a) sudah beraktivitas di dunia maya lebih dari lima tahun. dan atau (c) (dibuktikan dengan) memiliki atau mengelola situs. selain itu cara ini memungkinkan peneliti memilih kasus-kasus unik dari para aktivis lingkungan yang ada dan mengkajinya secara mendalam. (b) berkomitmen pada isu lingkungan hidup. Selain itu. 23 . Cara pemilihan informan seperti di atas dipilih untuk penelitian ini karena sejalan dengan keadaan di lapangan. believing. ataupun mailing list sejenis. dan atau jumlah post/artikel (bila di blog) yang relatif tinggi bila dibandingkan dengan situs. bila populasi yang dipilih sangat spesifik dan sulit dijangkau dengan survei. or feeling about a topic or information that may be useful in designing a larger and more comprehensive study at a later time” (Csaja & Blair. ataupun mailing list (terkait isu lingkungan) dengan aktivitas tinggi 12 . yang mencatat terdapat 21 buah milis bertema lingkungan (per 17 Februari 2009) yang memiliki keangotaan di atas sepuluh orang. blog. juga dilakukan snowball sampling pada informan yang sudah terlebih dahulu dipilih. Dari 21 milis tersebut dipilih satu milis dengan anggota dan pesan terbanyak. Terakhir. hal ini dilakukan dengan memilih informan yang dianggap dapat memberikan informasi paling optimal mengenai topik penelitian.

arahan orang yang mereka usulkan tidak serta merta peneliti jadikan informan.penelitian ini. Oleh karena itu. Tentu saja. wawancara dilakukan melalui pertemuan tatap muka (face-to-face interview) dan juga wawancara yang termediasi melalui 24 . maka teknik yang sesuai untuk menggali informasi dari informan dan menjawab pertanyaan penelitian adalah wawancara mendalam (in-depth interview). dimana informan menjawab secara bebas tanpa dibatasi pilihan-pilihan. 2006: 88). Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini memiliki tujuan deskriptif. dimana peneliti dapat mengganti pertanyaan di tengah wawancara atau bertanya suatu hal yang sebelumnya tidak terdapat dalam panduan wawancara. sehingga hasil penelitian nantinya tidak bisa digeneralisasi terhadap keseluruhan aktivis lingkungan (Wimmer & Dominick. Wawancara mendalam dilakukan dengan menanyai informan dengan menggunakan pertanyaan terbuka (open-ended questions). informasi yang didapatkan dari para informan tentunya tidak menggambarkan penggunaan internet secara umum dari para aktivis lingkungan di Indonesia. 2006: 116). Hal ini karena penelitian kualitatif menggunakan pendekatan pertanyaan yang fleksibel (Wimmer & Dominick. Namun. 4. Panduan pertanyaan akan disiapkan. dan bukan bertujuan mendapatkan perwakilan. penelitian ini juga mengumpulkan dokumen aktivitas para informan di dunia maya melalui data yang tersimpan di mailing list dan atau blog/situs mereka. Wawancara mendalam dilakukan untuk menggali kedalaman pemanfaatan dan pemaknaan terhadap penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. karena perlu diamati juga apakah orang-orang tersebut memenuhi kriteria. Selain menggunakan wawancara. secara mendasar kedua cara pemilihan informan di atas dipilih untuk mendapatkan gambaran unik dan mendalam mengenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. namun hanya berfungsi untuk mengingatkan peneliti tentang topiktopik utama yang perlu ditanyakan atau dibicarakan. Secara lebih teknis. bukan untuk membatasi atau mengekang peneliti.

praktis. Masih sejalan dengan Lindlof. untuk selanjutnya masuk ke tahapan conceptual development dan akhirnya interpretation evaluation. Kemudian peneliti membaca kumpulan data itu satu persatu dan berkali-kali. kemudian dikelompokkan menjadi kategori-kategori yang cocok dan bermakna. bergantung pada kesediaan dan keluangan informan. Fleksibilitas cukup penting ketika peneliti merasa perlu melakukan sesi wawancara tambahan untuk mengkonfirmasi sejumlah informasi atau data. dan theory. internet-savvy. Lindlof (1995: 215) memaparkan bagaimana analisis data kualitatif dilakukan melalui langkah process. karena para informan berdomisili di sejumlah tempat yang berbeda dan berjauhan maka pelaksanaannya menuntut waktu yang lebih panjang dengan lebih banyak biaya. Teknik Analisis Data Data yang telah dikumpulkan kemudian dibaca menurut kaitannya dengan beberapa topik yang muncul. dan berpengalaman menggunakan internet sebagai media komunikasi. yakni “recurrent 25 . melalui Yahoo Messenger). kemudian setiap potongan informasi dicoding dan dikenali masing. explanation. Oleh karena itu. informan ditawari untuk diwawancara melalui Yahoo Messenger. serta setting alami tempat berlangsungnya wawancara. penjelasan Wimmer & Dominick (2006: 116) secara lebih teknis menunjukkan bagaimana peneliti kualitatif pertama-tama menata informasi menurut dimensi waktu. serta fleksibel. fasih. Selain itu. Namun. Wawancara secara langsung memiliki keuntungan lebih. Setelah itu.masing sumbernya. yakni memungkinkan peneliti menangkap lebih detail bahasa tubuh dan gesture informan. reduction. dimana p kategori dapat muncul dari data itu sendiri atau berdasarkan teori atau risetriset terdahulu. untuk menemukan pola dalam data tersebut. 5. yakni sesuai urutan kejadian yang kronologis saat pengambilan data.fasilitas chatting (misalnya. Cara kedua ini juga dipilih karena jauh lebih efisien. wawancara termediasi lewat internet dinilai tidak akan mengurangi ketajaman informasi yang diberikan informan karena para informan adalah orang-orang yang cukup terampil. data ditata menurut sistem kategori pendahulu ( reliminary category system).

baru kemudian dilakukan dua tahapan terakhir untuk membangun suatu hipotesis konseptual. Pertama. di saat yang sama tentunya aktivis sebagai pribadi punya konteks aktivitas. or a body of knowledge” (Neuman. Dan karena penelitian ini tidak bertujuan melakukan generalisasi ataupun menguji suatu hubungan (korelasi) ataupun kausalitas maka penarikan kesimpulan (generalisasi) atas hasil penelitian juga tidak dapat dilakukan. 26 . Kedua keterbatasan di atas muncul terutama karena penelitian ini lebih memusatkan diri pada penggambaran mendetail beragam penggunaan internet oleh aktivis dan kedalaman pemaknaan mereka atas tindakan komunikatif mereka tersebut.behaviors. pekerjaan. objects. kasuistik. penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menjelaskan alasan-alasan khusus. BATASAN PENELITIAN Penelitian deskriptif ini memiliki dua batasan. ataupun peran sosial dalam bidang lingkungan hidup. Setelah data tidak lagi “mentah”. maupun kondisional di balik perilaku penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Perlu diingat bahwa walaupun penelitian ini melihat aktivis lingkungan sebagai pengguna internet namun. penelitian ini tidak dimaksudkan untuk memberikan generalisasi terhadap penggunaan internet oleh aktivis lingkungan di Indonesia. sehingga informasi terkait kehidupan sosial mereka tidak akan dikesampingkan dalam pembacaan data. F. Kedua. 2000: 426).

Rahmat M. 1983). Samik-Ibrahim (2004).BAB II PENGGUNAAN INTERNET A. lalu menjadi ‘on’”.hati dengan kecenderungan pandangan yang menganggap kemunculan internet sebagai “sebuah ‘tombol lampu’ yang statusnya semula ‘off'’. baru pada tahap selanjutnya terdapat upaya untuk membangun jaringan antar kampus (Luhukay dan Budiardjo. Dengan kesadaran akan sejarah panjang kemunculan internet. Hal ini karena internet pada dasarnya memanfaatkan teknologi TCP/IP yang juga lazim digunakan pada Local Area Network (LAN). Hal ini karena perkembangan teknologi internet di Indonesia pada awal mulanya adalah upaya.upaya sejumlah universitas dalam mengujicobakan dan menggunakan teknologi informasi LAN (local area network) yang berbasis TCP/IP. Tidak terdapat informasi yang benar-benar jelas tentang kapan internet “lahir” ataupun “masuk” ke Indonesia. diharapkan terbangun juga pemahaman masyarakat tentang konteks lebih luas yang menyertai keberlangsungan hidup internet hingga saat ini. Semangat “gotong royong” tersebut secara sekilas tampak dari tulisan SamikIbrahim (2004) yang menunjukkan banyaknya pihak yang terlibat dari awal sejarah penggunaan dan perkembangan internet di Indonesia. mengingatkan masyarakat untuk berhati. 27 . sehingga dapat dikatakan bahwa rintisan kemunculan internet sudah berakar sejak akhir tahun 60-an dengan riset-riset ARPANET oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Sebagai salah satu pengguna awal internet di Indonesia. INTERNET DI INDONESIA Sejarah internet di Indonesia sering disebut-sebut bercikal bakal pada semangat kekeluargaan dan gotong royong. Kemudian.

BPPT membangun jaringan yang bersifat umum.Internet sebagai sebuah jaringan komunikasi dan informasi sesungguhnya telah hadir di Indonesia sejak akhir tahun delapan puluhan. Mulai dari menjamurnya bisnis warung internet. 2004). perkembangan dan penggunaan internet dapat dikatakan memang lebih sebagai “perangkat akademis” (Samik-Ibrahim. Barulah pada awal tahun sembilan puluhan. Meskipun perubahan yang terjadi tidak selalu bermakna positif. Sebenarnya. Bentuk-bentuk perubahan. tetapi bukan tidak mungkin kecenderungan tersebut akan meluas seiring dengan tersebarnya fasilitas akses internet di daerah suburban maupun kabupaten. ekonomi. baik interaksi bisnis. peningkatan 28 . melihat penggunaan internet sebagai kekuatan positif yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi. Namun. namun memang BPPT/IPTEKnet yang pertama kali memiliki sebuah jaringan "publik" (Samik-Ibrahim. dan perkembangan yang terjadi di masyarakat sebagai konsekuensi penerapan internet dapat dicermati lebih seksama bila dilihat dari beraneka ragam perspektif. situasi tersebut merupakan bagian dari dinamika masyarakat. Perubahan ataupun penyesuaian pola-pola interaksi masyarakat merupakan hal yang tak terelakkan seiring semakin meningkatnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. penyesuaian. sejumlah perusahaan telah memiliki jaringan internet sebelum tahun 1993. kehadiran serta perkembangan internet dan juga peningkatan jumlah penggunanya telah menyumbang pertumbuhan yang cukup signifikan. Perkembangan dan penggunaan internet di Indonesia selama satu dasawarsa terakhir sedikit banyak telah mengubah pola interaksi masyarakat. Perspektif ekono mi misalnya. dalam berbagai bidang kehidupan. Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi di pertengahan tahun sembilan puluhan. khususnya internet. terutama yang berkutat dengan perkembangan ilmu komputer dan teknologi informasi. hanya kalangan terbatas seperti akademisi dan dunia bisnis saja yang memanfaatkannya. sejumlah pihak mulai melirik kesempatan usaha di bidang jaringan informasi. Dalam kasus Indonesia. 2004) karena masih terbatas di kalangan akademisi. Walaupun perubahan pola interaksi ini lebih tampak nyata di masyarakat perkotaan. Saat itu. karena perangkat-perangkat yang dibutuhkan cukup mahal. khususnya internet. maupun budaya. sosial.

sebenarnya juga tidak terlepas dari karakter sosial budaya masyarakat Indonesia yang masih dominan dan kental rasa kekeluargaan atau guyub-nya. internet juga memiliki sejumlah sisi negatif di bidang ekonomi. penipuan. Fenomena merebaknya penggunaan situs pertemanan misalnya. terutama karena perannya sebagai sarana komunikasi. perusahaan atau industri. Secara sosial kultural misalnya. dari sudut pandang sosial dapat ditemui fenomena. tumbuhnya beragam bentuk bisnis via internet. serta perdagangan ilegal “berkat” bantuan internet. publikasi. Misalnya. hingga pembentukan komunitas-komunitas ekonomi mikro yang bergerak dalam bidang information technology.fenomena menarik sehubungan dengan menyebarnya penggunaan internet di Indonesia. Meskipun mendatangkan banyak keuntungan dan kemudahan. seperti semakin rumitnya modus ataupun teknik-teknik fraud. dari perspektif politik dapat dilihat bagaimana internet digunakan oleh tak sedikit kelompok-kelompok kepentingan untuk menyampaikan visi misi ataupun nilai. Walaupun internet di Indonesia belum dimanfaatkan secara utuh untuk penyelenggaraan pemilihan umum atau 29 . Sementara itu.nilai yang mereka anut. Selain itu.penjualan berbagai sarana dan prasarana untuk internet. Kondisi tersebut tentu mendatangkan ancaman tersendiri bagi para pelaku bisnis serta konsumen yang banyak mengandalkan penggunaan internet. serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh badan usaha atau lembaga ekonomi lainnya. internet membantu memperkuat jaringan sosial dan mendorong terbentuknya komunitas-komunitas sosial. Hadirnya internet telah menunjang efektivitas dan efisiensi kerja perusahaan. maupun pemerintah. Hal ini terjadi karena penggunaan internet memungkinkan bertemu dan bekerjasamanya banyak orang yang sebelumnya terpisah-pisah oleh batasan geografis. Berbeda dengan apa yang terlihat dari perspektif ekonomi. internet membuka peluang bagi munculnya bentuk-bentuk baru kejahatan ekonomi seperti carding dan memungkinkan bertambah canggihnya bentuk kejahatan yang selama ini telah ada. Internet telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi masyarakat. secara teknis internet telah meningkatkan kecepatan dan efisiensi pertukaran informasi dan transaksi ekonomi. sehingga mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.

dan dengan restriksi yang amat minim. hukum. mengkampanyekan programprogram lembaga pemerintah ataupun masyarakat sipil. dan masyarakat umum mulai terbangun kesadarannya akan potensi internet untuk membangun transparansi pemerintahan. kehadiran dan perkembangan internet di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari konteks ekonomi. memantau kinerja kelembagaan. sosial. atau perusakan situs lawan-lawan politik. atau kelompok-kelompok fundamentalis. hacking. 30 . ataupun stalking (menguntit orang). internet menjadi sarana baru untuk melancarkan black campaign. Dalam konteks politik.penerapan e-governance. politik. awal penyebaran internet di Indonesia justru berlangsung saat terjadi krisis moneter di akhir tahun sembilan puluhan. internet secara sosial membuka kemungkinan berkumpulnya orang-orang yang berpaham sama dari banyak tempat di dunia untuk membangun komunitas yang membenci atau mendiskreditkan suku. tetapi partai politik. Dan untuk kasus politik. kehadiran internet di Indonesia juga telah memunculkan modus-modus kejahatan baru seperti carding. anti-semitik. Gejala tersebut diduga muncul karena penggunaan internet mempercanggih bentuk-bentuk kejahatan dan memperkuat kecenderungan negatif yang telah ada sebelumnya di masyarakat. murah. atau ras tertentu. politisi. agama. setidaknya hal ini terlihat dari peningkatan jumlah pengguna internet dari tahun ke tahun. Manfaat. Namun tampaknya bentuk resesi ekonomi apapun tidak terlalu menghambat perkembangan internet di Indonesia. Sementara itu. pencemaran nama baik. Contoh yang amat tampak adalah dalam kasus-kasus kejahatan yang berhubungan dengan pornografi atau kejahatan seksual. seperti komunitas fasis. media. Tidak berbeda jauh dengan apa yang terjadi di negara lain. Meskipun sebagian masyarakat Indonesia baru mengenal internet selama satu dekade terakhir.manfaat positif serta konsekuensi-konsekuensi negatif yang telah disebutkan di atas merupakan sebagian kecil gambaran dinamika masyarakat yang sedang belajar menempatkan internet dalam kehidupan mereka. dan budaya yang berlangsung di Indonesia sepanjang waktu tersebut. Internet memungkinkan penyebaran produk-produk pornografi secara mudah. serta untuk berkomunikasi antar dan antara unsur-unsur masyarakat. Dalam konteks ekonomi.

dalam konteks sosial budaya Indonesia. peran. hingga yang paling terkini adalah proliferasi penggunaan internet dalam berbagai tahapan Pemilu 2009 kemarin.org/icstd/events/InfoSociety-Stats-Workshop-2007/Indonesia-ICT-Indicators. Terbukanya batasan-batasan sosial. tumbuh.pdf 31 . dan secara bertahap belajar menempatkan teknologi dalam suatu kehidupan berpolitik dan berdemokrasi. tentang fungsi. Meskipun begitu. skeptisisme politik. terutama bagi anak-anak dan remaja. menyebarkan pendapat.internet di Indonesia telah lahir. bahkan normatif ikut mempengaruhi bagaimana masyarakat menjalankan kehidupan dan mengelo la keragaman di sekitar mereka. Sementara itu. internet lahir dan berkembang seiring dengan perubahan-perubahan sosial kultural dalam masyarakat Indonesia itu sendiri.unescap. euforia kebebasan bermedia pasca gerakan sosial 1998 tak luput turut membentuk pola perilaku dan cara pandang masyarakat. Mulai dari menjelang Soeharto digulingkan. Perkembangan internet di Indonesia sebenarnya masih harus menempuh perjalanan panjang. di http://www. fase euforia politik. budaya. berhasil mengamati dinamika internet yang terjadi di tengah konteks negara Indonesia yang sedang mengalami puncak proses globalisasi dan ekspansi besar-besaran media komersial. huru-hara reformasi. terutama di perkotaan. Depkominfo 2007. Pemilu 2004. Hill dan Sen (2005) misalnya. Tarik-menarik opini dan kepentingan publik t rkait kehadiran dan perkembangan e internet pun tak pelak menjadi bagian dari proses pendewasaan masyarakat atas adopsi sebuah teknologi bernama internet. Kondisi-kondisi tersebut tentunya menjadi peluang tersendiri bagi para pengguna internet untuk memanfaatkan dan bahkan mungkin “memainkan” berbagai keunggulan internet untuk mendapatkan informasi. Di saat yang berdekatan. tak dipungkiri bahwa kondisi keterbukaan tersebut juga memunculkan keresahan serta ketakutan bagi sebagian kelompok masyarakat di Indonesia akan maraknya kerusakan moral di sekitar mereka. baik dari segi tantangan pembangunan infrastruktur dan sarana teknis 14 . maupun dari segi sosial kultural masyarakat Indonesia sebagai pengguna 14 Lihat Indonesian ICT Indicators. dan berkembang dalam situasi-situasi politik yang beragam dan sangat dinamis. dan karakter beragam media.

manfaat serta potensi positif internet jauh lebih banyak dan masih menunggu untuk dimanfaatkan. Kajian-kajian tersebut pada awalnya dilakukan untuk dapat menangkap gambaran umum tentang siapa pengguna internet. mengambil sebesar-besarnya manfaat dari internet seperti halnya yang dilakukan para pengguna internet di dunia berikut ini. datang dari latar belakang seperti apa.upaya untuk mengurangi kesenjangan informasi harus diteruskan agar manfaat internet dapat dirasakan di lebih banyak wilayah di Indonesia. PENGGUNA DAN PENGGUNAAN INTERNET Pengguna internet (internet user) dan penggunaan internet (internet usage/ uses) merupakan dua hal menarik yang sedang cukup banyak dikaji di negara-negara yang sudah lebih dulu mengimplementasikan internet. Kesadaran akan pentingnya pemahaman terhadap fenomena internet dan bagaimana hal tersebut berperan dalam kehidupan warga negaranya secara lebih luas -baik secara politis. topik yang pada awal mulanya banyak dibahas adalah siapa pengguna internet. Hal ini menjadi bahasan utama karena banyak pihak merasa penting untuk mengetahui dan memahami siapa saja yang menggunakan internet. ataupun budaya. Berbicara tentang pengguna internet. Analisis Terry Schau (2001) dapat dijadikan salah satu contoh riset yang cukup komprehensif membahas pengguna 32 .masing. perilaku-perilaku para pengguna internet. sosial. ekonomis. Sehingga upaya.internet.tampaknya telah mendorong negara-negara tersebut untuk meneliti dan mengkaji bagaimana sesungguhnya pengguna dan penggunaan internet di negara mereka. dan pilihan-pilihan tindakan yang pengguna ambil saat mengakses internet. ataupun penyebarannya secara geografis. dan atau menggunakan internet untuk tujuan apa. Maka diharapkan masyarakat serta para pengguna internet di Indonesia agar dapat menggunakan internet seoptimal mungkin unt uk aktivitas dan tujuan positif. B. karakteristik sosial dan demografisnya. Kemudian arah kajian pun melangkah maju dan bergerak untuk memahami penggunaan internet di negara masing. Dan meskipun internet memiliki sejumlah konsekuensi negatif.

Hasil survei nasional tersebut menggambarkan empat hal: siapa para pengguna internet. karakteristik sosial. sementara tingkat penggunaan terendah ada pada kelompok usia dewasa tua (lanjut usia). dan pendidikan mereka. sebuah survei sampel nasional terhadap 48. banyak orang dewasa tua kurang familiar dan nyaman dengan komputer.nyamanan mereka dengan komputer berlanjut ke jarangnya menggunakan internet. tempat mengakses. Zhong.000 rumah tangga di Amerika Serikat yang dilakukan oleh Bureau of the Census untuk Bureau of Labor Statistics. Selain faktor umur. sehingga memudahkan mereka untuk menjadi computer literate. 33 . sehingga ketidak. Yakni. kondisi yang sepertinya berhubungan dengan minimnya perkenalan dengan alat-alat tersebut. penggunaan internet juga berbeda-beda bergantung pada tingkat pendidikan (educational attainment) responden. penggunaan internet juga dipandang Schau (2001) berhubungan dengan tingkat pendidikan. Tingkat penggunaan internet tertinggi berada di kelompok umur dewasa muda. pekerjaan. sehingga mereka lebih terampil dalam memanfaatkan fasilitas yang tersedia di internet. terutama melalui pendidikan formal. Perbedaan dalam berbagai tingkatan umur diduga Schau ada kaitannya dengan seberapa awal seseorang berkenalan dengan komputer dan internet. Dari hasil survei tersebut Schau (2001) membaca bahwa tingkat penggunaan internet berbeda-beda di berbagai tingkatan umur dan pendidikan. Temuan Schau di atas sejalan dengan hasil riset Sun. Secara umum. serta tujuan dan aktivitas mereka saat menggunakan internet. Analisis Schau dilakukan berdasar pada data Suplemen Current Population Survey (CPS) Desember 1998. Banyak dari para dewasa muda mengenal komputer sejak di bangku sekolah.internet di Amerika Serikat beserta pola-pola dan kebiasaan penggunaan mereka. individu dengan tingkat pendidikan ya ng lebih tinggi lebih cenderung untuk menggunakan internet karena mereka telah lebih dahulu dan kerapkali terpapar penggunaan komputer dan internet selama mereka menjadi (maha)siswa. dan Zhang (2006) tentang kaitan umur dan pendidikan dengan penggunaan internet dalam kasus pengguna permainan online (online games). Sementara itu.

mencari informasi lewat 34 . dan keahlian kesarjanaan juga menuntut pemakaian internet secara intensif. hal ini karena umumnya pekerjaan yang menuntut gelar. Perbedaan ini diduga berkaitan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan tingkat pendidikan yang diperlukan oleh suatu pekerjaan. serta memantau berita terkini (Schau. para responden Current Population Survey (CPS) Desember 1998 menjawab bahwa tempat-tempat teratas dalam mengakses internet adalah rumah. para pengguna memanfaatkan internet untuk tujuan-tujuan tertentu. Umumnya. sekolah atau kampus. dan tempat kerja (kantor). mencari informasi. Berdasarkan data PEW Internet Research bulan Maret 2008. adalah jenis pekerjaan yang labor intensive. Kondisi ini terlihat dari bagaimana tujuan penggunaan internet serta waktu yang dihabiskan online bervariasi menurut jenis pekerjaan pengguna. 2001). Temuan berdasarkan survei tahun 1998 tersebut tampaknya tidak berbeda dengan kondisi satu dekade berikutnya. Selain itu. tempat-tempat atau fasilitas umum seperti perpustakaan atau pusat kegiatan m asyarakat juga menjadi pilihan dimana mereka dapat mengakses internet. tiga teratas kegiatan harian via internet (daily internet activities) di Amerika Serikat adalah mengirim atau menerima e. Sehingga dapat dikatakan bahwa jenis penggunaan internet memang beragam dan dibentuk oleh banyak hal. Sementara jenis pekerjaan dengan tingkat penggunaan terendah adalah di lini produksi dan perbaikan. Pekerjaan manajerial dan profesional/spesialis adalah jenis pekerjaan yang dilaporkan memiliki tingkat penggunaan internet tertinggi.mail. Schau (2001) melihat bahwa hubungan antara tingkat penggunaan internet dan tingkat pendidikan juga berkaitan dengan hubungan antara tingkat penggunaan internet dan jenis pekerjaan. Berkaitan dengan tempat saat mengakses internet. dan tidak menuntut banyak pemutakhiran maupun pengkomunikasian informasi. dan seberapa banyak informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu jenis pekerjaan. pendidikan.Lebih jauh lagi. Pekerjaan di bidang produksi misalnya. Beberapa kegiatan utama yang paling sering dilakukan adalah menerima dan mengirim e-mail. dengan jenis pekerjaan pengguna sebagai salah satu faktor.

2004). Salwen. Zhong. tetapi banyak riset mengamati kasus-kasus dalam berbagai setting.asp 35 . konteks. 2008). 2006). dan mendapatkan berita 15 . Meskipun beberapa penelitian menempatkan kajian di level penggunaan internet secara umum -seperti bagaimana penggunaan survei internet untuk mengetahui penggunaan dan kepuasan terhadap internet dan email (Harrell. penggunaan BBS (bulletin board system) oleh mahasiswa di China (Liu dan Dimitrova. dan perspektif yang spesifik. 2000). dan ranah politik. serta penggunaan internet untuk keperluan akademis oleh mahasiswa undergraduate di United Kingdom (Selwyn. 2000)-.org/trends. hubungan antara keterlibatan (engagement) di internet dan partisipasi politik (Weber. Walaupun keadaan tersebut belum tentu berlaku sama di semua negara n amun dapat dijadikan contoh riset yang berhasil menangkap gambaran umum perilaku penggunaan interne t. hubungan sosial. 2007).search engine. beberapa riset juga tertarik mengkaji penggunaan internet dan kaitannya dengan aktivitas kesenangan (leisure). dan 15 Untuk mengetahui versi terbaru survei tersebut. Beberapa ragam penelitian tersebut membahas antara lain: uses and gratifications dari para pengguna berita online dan offline (Lyn. 1998) serta penggunaan internet oleh pelanggan AOL (America Online-sebuah ISP di Amerika Serikat) baik untuk bisnis (e-commerce) maupun untuk kebutuhan sosial (Stafford. Penelitian atau kajian di luar negeri yang membahas penggunaan internet tidak sedikit yang menggunakan pendekatan atau teori uses and gratifications untuk menjelaskan perilaku penggunaan media (media use) dari para pengguna internet. dan Abdulla. Selain itu. Dalam setting bisnis dan aktivitas ekonomi terdapat riset yang mengulas penggunaan WWW oleh pebisnis Amerika dan Meksiko (Witmer dan Taweesuk. penggunaan dan kepuasan Chinese online gamers (Sun. Dari kedua penelitian tersebut dapat ditemui kecenderungan penggunaan internet di Amerika Serikat. 2005). Penelitian tentang penggunaan internet dalam konteks pendidikan misalnya membahas bagaimana penggunaan internet oleh pelajar SMP dan SMA di sepuluh sekolah negeri di Amerika (Ebersole. dan Zhang.pewinternet. lihat http://www. Loumakis. Penelitian dengan pendekatan di atas umumnya mengadopsi metode survei dan menganalisisnya secara kuantitatif.

yakni “interpersonal utility. Mulai dari jenis pengguna yang sangat task-oriented dan hanya memanfaatkan internet untuk tujuan-tujuan fungsional dan menyelesaikan “pekerjaan”. Pengguna internet tidak dapat dipungkiri cukup heterogen perilakunya. information seeking. Sementara itu. (c) alat untuk berkomunikasi. mulai dari sejauh mana khalayak dapat dikatakan aktif hingga ke bentuk-bentuk aktivitas seperti apa yang membuat khalayak layak dinilai aktif. sebuah konsep yang banyak diperdebatkan. yakni instrumental dan bukan ritual. 2003). and entertainment”. tidak 16 Active audience. bila selama ini dalam sejumlah penelitian dan kajian pengguna internet dipandang sebagai pengguna media yang “aktif” 16 . convenience. (b) wadah atau objek konsumsi. Hal ini misalnya terbaca dari penelitian Papacharissi dan Rubin (2000) misalnya. Temuan tersebut menunjukkan bagaimana penggunaan internet lebih dominan bersifat aktif. ditemukan indikasi bahwa penggunaan internet (internet use) lebih cenderung bersifat “bertujuan”. juga terdapat riset Maignan dan Lukas (1997) yang melakukan penggolongan konsumen dan pengguna internet berdasarkan persepsi mereka yang melihat internet sebagai (a) sumber informasi. 2002). 2003). yang mencari tahu motif para pengguna komputer saat menggunakan internet dengan memanfaatkan lima kelompok motif. 36 . sejalan dengan persepsi para pengguna internet yang secara sadar mengetahui mereka menggunakan internet untuk melakukan apa dan memenuhi kebutuhan seperti apa. pass time. dalam kenyataannya. hingga ke yang social-emotion-oriented dan lebih memanfaatkan internet untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan-kebutuhan sosial dan emosionalnya (Liu. Amerika Serikat. dan (d) sebuah sistem sosial. Selain itu. Persepsi pengguna memang diduga berhubungan dengan motif mereka menggunakan internet. contoh penelitian kualitatif tentang pengguna dan penggunaan internet misalnya adalah penelitian analisis dokumen McMillan dan Morrison (2006) tentang bagaimana internet menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan mahasiswa dewasa muda di Tennessee. Dari hasil penelitian mereka. Sementara itu. bahkan ke ranah penyimpangan psikososial seperti problematic internet use (PIU) (Caplan.Bergman.

Sehingga penggunaan media bukanlah sebuah bentuk tunggal. Pilihan-pilihan perilaku pengguna seperti yang telah disebut di atas tentunya bagian dari dinamika pengguna internet sebagai individu dan juga sekaligus makhluk sosial. terutama terkait pemilihan isi (content) dan perilaku. penggunaan media seringkali telah melebur dalam bentuk-bentuk kehidupan sosial lainnya. Misalnya. Ciri yang keempat.sedikit pengguna internet yang “pasif”. Temuan Kitchin tampaknya sejalan dengan pengamatan Slevin yakni bahwa banyak pengguna internet cenderung tidak secara mendalam berkomitmen terhadap satu komunitas online. penggunaan media seorang ibu dan anaknya yang terpengaruh oleh hubungan di antara keduanya. Selanjutnya. namun penelitian ini menempatkan pengguna dan penggunaan internet mereka sebagai bagian dari kehidupan sosial. menerima informasi dari berbagai situs. Yakni. meninggalkan komentar singkat. Misalnya. 2005: 68). Posisi ini berangkat dari pandangan McQuail (1994: 313) yang memaparkan penggunaan media sebagai perilaku sosial (social use of media) yang memiliki enam ciri. tetapi lebih sering berpartisipasi dan keluar masuk dalam banyak komunitas sekaligus. seperti apa yang digambarkan Rob Kitchin (dalam Flew. penggunaan media dapat dibedakan secara sosial dan budaya. Hal ini menurut Slevin bertujuan untuk “ taking maximum advantage of the new forms of human association enabled by the Internet” (dalam Flew. tapi “remain a vicarious consumer of the content generated rather than an active participant in its ongoing development”. Misalnya. bisa jadi sang ibulah yang lebih sering menentukan bagaimana anaknya mengkonsumsi media. dan tidak hanya melihat perilaku pengguna dari sisi psikologis kognitif semata. Penelitian-penelitian yang telah disebutkan dari permulaan subbab ini memberikan beragam gambaran tentang pengguna dan penggunaan internet mereka dari berbagai sudut pandang. dalam hal pemilihan acara dan waktu penggunaan media. jenis pengguna internet yang lebih sering hanya “mampir” ke berbagai kelompok diskusi online. Kedua. 2005: 68) sebagai cyber-surfer atau cyber-lurker. Pertama. penggunaan media diatur oleh normanorma formal dan informal. isi media dan perilaku penggunaan media seperti apa yang dapat diterima secara normatif. penggunaan media seringkali terstruktur oleh polapola hubungan sosial. tetapi 37 .

status sosial dan ekonomi. Berkaitan dengan pilihan untuk memandang perilaku penggunaan media dan juga dalam hal ini perilaku penggunaan internet. Ciri yang terakhir. Pengguna yang lebih banyak menggunakan internet untuk hubungan atau komunikasi interpersonal (misalnya. setting sosial kultural. Sementara itu. Tetapi. aktivitas sore hari sebuah keluarga. penggunaan media itu sendiri sering bersifat “ sociable” dan menjadi dasar bagi interaksi sosial lainnya. bagaimana perilaku orang umumnya terikat dengan perilaku penggunaan media yang telah mereka pilih. misalnya. Contoh yang sering digunakan adalah bagaimana menonton film di bioskop menjadi aktivitas kolektif kelompok-kelompok pergaulan. terkait dengan konteks interaksi sosial. dan pandangan pengguna atas kesesuaian diri dengan internet (perceived compatibility of the Internet). email dan chatting) cenderung memiliki lebih banyak ikatan sosial dibanding yang menggunakan internet untuk solitary activities seperti web surfing. Kelima. Temuan Zhu dan He di atas menunjukkan bahwa perilaku penggunaan internet secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh kondisi-kondisi sosial di sekitar pengguna.sebagai perilaku sosial maka perlu dilihat bagaimana penggunaan internet bila diletakkan dalam kerangka aktivitas dan hubungan sosial lainnya. tingkat penggunaan internet lebih dominan dipengaruhi oleh dua faktor.menyatu dengan. Kecenderungan tersebut tentunya bisa digunakan untuk menampik tudingan bahwa pengguna 38 . Zhao (2006) menemukan bahwa ikatan atau hubungan sosial (social ties) para pengguna internet bergantung pada jenis aktivitas online yang dilakukan dan jumlah waktu yang dihabiskan untuk melakukan aktivitas tersebut. Dalam hal penggunaan internet di sebuah negara misalnya. di sisi lain. Zhu dan He (2002) mengemukakan bahwa adopsi atau penerimaan internet di Hong Kong dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran dan selanjutnya penggunaan internet dalam suatu ma syarakat tidak terlepas dari dukungan-dukungan banyak faktor dalam perwujudannya. Sehingga penggunaan internet itu sendiri sesungguhnya tidaklah bersifat tunggal dan berdiri sendiri. antara lain: karakteristik pribadi. yakni status sosial ekonomi dan pandangan diri terhadap internet.

sebuah keadaan yang mungkin turut mempengaruhi tingkat keterlibatan masyarakat (civic involvement). padahal sesungguhnya kesenjangan tersebut berada di 39 . Keadaan positif yang digambarkan Wellman dkk akan lebih banyak dibahas dalam subbab tentang penggunaan internet oleh masyarakat sipil. dengan sedikit ketidaksetujuan.mata dibentuk oleh aktivitasnya berinternet tetapi faktor. penggunaan internet bersifat menambahi atau melengkapi dan bukan menggantikan bentukbentuk komunikasi lain yang telah lebih dulu ada. 2005: 144).internet cenderung bersifat egois. Harapan ini diungkapkan banyak pihak karena penggunaan internet di seluruh dunia sebenarnya belum merata. terpusat di negara-negara maju. Hal ini karena hubungan sosial pengguna internet tidak semata. Ketidaksetaraan pemanfaatan internet terjadi baik secara geografis-regional maupun secara hierarkis dalam kelas sosial. kondisi positif yang digambarkan di atas akan lebih mudah disebarkan seiring dengan penyebaran internet dan peningkatan jumlah penggunanya di lebih banyak tempat di dunia.faktor sosial yang telah dimiliki sebelumnya. Terkait dengan konteks sosial penggunaan internet. Keadaan ini tentunya sejalan dengan harapan dan temuan beberapa pihak yang memandang potensi internet dalam memajukan kehidupan sosial politik. individualis. Kondisi ini seringkali diacu sebagai “digital divide” yang berarti adanya keterpisahan atau jarak secara digital karena belum meratanya adopsi internet di dunia. Wellman dkk juga menemui indikasi bahwa penggunaan internet telah mendorong perubahan dalam masyarakat di negara maju seiring dengan menguatnya jaringan perseorangan (networked individualism). yakni berdasarkan pendapatan dan pendidikan (Hill dan Sen. dan baru dirasakan sebagian kecil masyarakat dunia. Tentunya. Selain itu. Wellman dkk (2003) misalnya mengungkapkan bagaimana internet telah mengubah dan mendorong dinamika dalam komunitas dan masyarakat. Hal ini karena internet telah dipergunakan untuk berhubungan baik secara lokal maupun global. Namun. Hargittai (2004) berpendapat bahwa digital divide adalah istilah yang kurang tepat karena seolah-olah divide atau kesenjangan yang ada di dunia hanya bersifat digital. dan asosial. meskipun sifat penggunaanya bisa beragam dari satu negara ke negara lain.

Jumlah pengguna dan pelanggan internet yang terus meningkat kemungkinan berkaitan erat dengan pengetahuan dan kesadaran mereka akan keuntungan penggunaan internet. rendahnya biaya yang perlu dikeluarkan untuk dapat mengakses internet. apalagi karena menurut Dutta-Bergman (2005a) akses suatu komunitas terhadap internet berhubungan erat dengan community participation dan community satisfaction. Ketiga. tapi sangat mungkin menciptakan diskriminasi antar lapisan masyarakat. sejalan dengan bagaimana luas dan banyaknya orang dan wilayah yang mungkin dihubungi lewat internet. Kedua. keterampilan menggunakan komputer dan internet. Bucy (2000) terutama melihat masih adanya ketimpangan dalam akses terhadap internet terutama di kalangan single mothers. Kondisi ini sangat mungkin terjadi. kalangan lanjut usia. e dan bahkan mendorong kepuasan menjadi anggota dalam komunitas tersebut. Meskipun terdapat istilah yang berbeda-beda dalam membahas kesenjangan di atas tapi tak dapat disangkal bahwa memang terdapat kesenjangan pemanfaatan internet secara khusus dan teknologi informasi secara umum. namun kecenderungan selama ini menunjukkan bahwa pengguna dan penggunaan internet di dunia tidak pernah berhenti meningkat jumlahnya. dia juga mengingatkan bahwa kesenjangan tersebut tidak hanya bersifat sebagai pembeda antar berbagai lapisan masyarakat. serta keragaman penggunaan. dan kelompok ekonomi sosial bawah. apalagi bila dibandingkan dengan luasan manfaat yang didapat. tersedianya informasi dalam jumlah besar dan juga beragam di jutaan situs. yakni bila suatu komunitas atau kelompok masyarakat memiliki akses internet yang memadai di tempat tinggal mereka maka hal itu akan saling mendukung dengan keterlibatan anggota komunitas t rsebut dalam aktivitas-aktivitas kemasyarakatan. Kondisi pemanfaatan internet di seluruh dunia memang belumlah merata baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Terdapat empat keuntungan mendasar penggunaan internet: pertama. mampu melampaui batasan wilayah dan negara. dukungan sosial. seperti akses terhadap teknologi.banyak dimensi. Terkait dengan ketidaksetaraan digital. Keadaan ini tentunya sangat disayangkan karena ketidaksetaraan (inequality) dalam akses terhadap internet berkemungkinan menghambat potensi perkembangan postif dalam suatu masyarakat atau komunitas. 40 .

Empat kemudahan di atas adalah alasan-alasan utama penggunaan internet.kesemuanya sebagian besar dapat diakses tanpa biaya. masih rendahnya ketersediaan akses internet dan fasilitas pendukung. pada kenyataannya seperti yang terjadi di Singapura dan China. Walaupun internet menjanjikan dan menyediakan akses tak terbatas pada banyak sekali informasi dan pengetahuan.metode pencarian informasi yang terus dikembangkan. tidak terdapat jaminan mutlak atas kebenaran informasi yang didapat. Karena internet memberi kebebasan yang amat luas bagi siapapun untuk memuat dan menuliskan ide apapun. Hal inilah yang terbaca ketika jumlah dan persentase pengguna internet belum seberapa bila dibandingkan dengan total penduduk Indonesia. Kekurangan pertama inilah yang paling menjadi dinding penghalang antara masyarakat luas dan potensi kemanfaatan internet. Meskipun internet selama ini selalu digembar-gemborkan sebagai media yang sangat bebas. Kelemahan yang kedua adalah validitas informasi yang tidak selalu dapat diandalkan. namun banyak juga informasi yang sesungguhnya tidak tersedia di internet. Kelemahan ketiga adalah pembatasan akses. Meskipun jumlah pengguna dan pelanggan internet terus meningkat. Pertama. Terutama bila penyedia jasa internet (ISP-internet service provider) di negara itu berada di bawah kendali dan pengawasan pemerintah. bahkan bila dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. terutama di negara berkembang seperti Indonesia. internet menyediakan metode. Ancaman ini tentu dapat menghambat pemanfaatan internet untuk penguatan kapasitas masyarakat.pemerintah dapat melakukan pembatasan akses. Keempat. sebuah ekses yang tak terelakkan dari karakter internet itu sendiri. Hal ini karena proses menghasilkan dan menyajikan data serta informasi terpercaya membutuhkan sumber daya yang tidak 41 . terutama bagi para pengguna pemula. tetapi angka penetrasi internet Indonesia masih rendah. “Kekurangan” internet yang keempat adalah keterbatasan informasi. namun internet sebagai sebentuk teknologi media juga memiliki beberapa kekurangan. kecuali biaya koneksi internet itu sendiri. Penggunaan internet m emang membuka banyak kemungkinan dan peluang. Terdapat setidaknya lima “kekurangan” internet yang menghambat masyarakat memanfaatkan potensinya.

Indikasi yang kuat adalah masih terbatasnya jumlah pelanggan internet. Sementara itu. sehingga banyak organisasi atau lembaga tidak mampu mempublikasikannya.hambatan atau kelemahankelemahan yang disebut di atas. apalagi bila dibandingkan dengan total jumlah penduduk Indonesia. C. tidak sedikit yang masih dihadapi para pengguna internet di Indonesia. namun penjelasan selengkapnya tentang pengguna dan penggunaan internet di Indonesia dapat ditemui dalam subbab berikut ini. keadaan ini terutama karena tidak terdapat survei ataupun penelitian rutin mengenainya.sedikit. Sebagai konsekuensinya. “kelemahan” terakhir dari internet adalah mayoritas informasi yang tersedia disajikan dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. tapi lebih berasal dari keterbatasan pengguna internet itu sendiri. baru berkisar dua juta pelanggan atau hingga dua puluh lima juta pengguna sampai dengan tahun 2007 (APJII). dan jumlah pengguna ataupun pelanggannnya belum terlalu banyak. Informasi mengenai pengguna internet di Indonesia secara mendasar biasanya diperoleh dari data APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia). Dari data APJII terlihat bahwa secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa internet relatif baru dikenal oleh masyarakat Indonesia . Perkiraan resmi dari APJII terhadap jumlah pelanggan dan pemakai internet selama ini dan perkiraan sampai akhir tahun 2007 adalah sesuai dengan tabel berikut ini: 42 . Dari hambatan. jika memerlukan suatu informasi bukan tidak mungkin kita harus memesan dan membayar untuk mendapatkannya. PENGGUNA DAN PENGGUNAAN INTERNET DI INDONESIA Data pengguna dan penggunaan internet di Indonesia dapat dikatakan masih sangat terbatas. Tetapi kendala melek bahasa asing tidak dipungkiri menjadi salah satu penghambat bagi banyak orang untuk mengoptimalkan potensi internet. Sebenarnya “kelemahan” ini tidak berasal semata dari karakter internet itu sendiri.

or. memang terdapat perbedaan antara persentase peningkatan jumlah pengguna dengan 17 Data s/d akhir 2007.700.000 256. http://www. tetapi perkembangan internet di Indonesia terus menunjukkan perkembangan ya ng signifikan.002 865.000 581.1 di atas).500.000.apjii.000 1.000. Angka tersebut kemudian meningkat pesat dalam jangka waktu lima tahun dan mencapai delapan juta lebih pengguna di tahun 2003.226. pada tahun 2006.1. pada tahun 1998 jumlah pengguna internet di Indonesia baru mencapai 512.000 4. Meskipun persentasenya masih rendah. setidaknya terlihat dari kecenderungan terus meningkatnya jumlah pelanggan maupun pengguna internet dari tahun ke tahun.080.000 512.000 75.000 Tabel 2. Walaupun Indonesia dikatakan masih dalam tahap awal perkembangan pasar internet.143 16. 2001).900. data menunjukkan angka dua puluh juta pengguna.000 1.534 11. namun peningkatan jumlah pelanggan internet saat ini menunjukkan bahwa peluang pasar internet di Indonesia cukup besar (Prayitno.000 2.000 400.000 384.000.000 25.php?lang=eng 43 .000 134. Sumber: APJII.000.000 pengguna.000 1.000 667. terutama bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.000 8. Jumlah ini tampaknya akan terus bertambah seiring dengan pembangunan infrastruktur dan perkembangan teknologi informasi. Namun.000.428 1. Perkembangan Jumlah Pelanggan dan Pemakai Internet Indonesia (kumulatif) 17 Angka-angka di atas memang terlihat banyak namun sebenarnya tidak lebih dari sepuluh persen jumlah seluruh penduduk Indonesia.500.087. Selanjutnya.000 Jumlah Pengguna 110.000 4.200.Tahun 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Jumlah Pelanggan 31. Berdasarkan data APJII (Tabel 2.id/dokumentasi/statistik.706 1.000 20.

Pada dasarnya.pertambahan jumlah pelanggan (lihat Bagan 2.1. sementara pengguna internet i adalah orang yang semata menggunakan internet dan belum tentu seorang pelanggan atau menggunakan internet secara berlangganan. jumlah pengguna meningkat dengan tajam sementara jumlah pelanggan meningk at tidak jauh berbeda dari tahun ke tahun. dan bukan dari sambungan pribadi. Peningkatan Jumlah Pelanggan dan Pengguna Internet di Indonesia 44 . Bagan 2. Perbedaan jumlah peningkatan kedua kelompok di atas tidak terlepas dari masih rendahnya daya beli masyarakat Indonesia untuk berlangganan internet secara pribadi. 2007). dan Kristiansen. kantor. atau perpustakaan umum. Selain itu. penyebaran penggunaan internet melalui tempattempat umum seperti warnet juga menjadi salah satu alasan kenapa pertumbuhan jumlah pengguna internet di Indonesia jauh lebih cepat dibanding pertumbuhan jumlah pelanggan internet (Wahid.1) yakni. pelanggan internet adalah seseorang yang berlangganan akses internet dari ISP ( nternet service provider). Hill dan Sen (2005) juga mencatat peran penting warnet sebagai ujung tombak penyebaran akses internet di banyak wilayah di Indonesia. Furuholt. Kecenderungan yang tergambar di atas tampaknya terjadi karena sebagian besar pengguna internet di Indonesia mengakses dari warnet. sekolah.

Oleh karena itu. Sumarlin. institusi pemerintahan. Seperti yang diungkapkan Fortunato (2005: 31). Salah satu faktor tersebut adalah peningkatan akses internet via telepon seluler atau ponsel. serta untuk kegiatan bisnis. Ada beberapa faktor yang dapat turut mendorong pertumbuhan dan perkembangan penggunaan internet di Indonesia. namun dia juga mengingatkan bahwa akses Internet melalui media seperti ponsel belum dimanfaatkan secara merata karena umumnya penggunaan perangkat bergerak seperti ponsel hanya bisa diakses oleh pengguna yang tinggal di kota-kota besar (Bisnis Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). (2) menyediakan banyak dan beragam informasi. 2 September 2008). khususnya internet. terutama pengguna di tingkat masyarakat daerah. Jadi. Fenomena ini diakui oleh Sylvia W. walau ponsel turut meningkatkan angka trafik internet namun peningkatan yang lebih pesat sebenarnya didorong oleh penggunaan internet di kantor-kantor. dengan tidak hanya bergantung pada apa yang disediakan pemilik dan organisasi media (konvensional). Hal ini karena harapan yang utama dari pengguna internet Indonesia. (3) bersifat interaktif sehingga pengguna dapat memilih isi yang diinginkan. Pemahaman di atas juga penting dimiliki pemerintah dan pihak swasta agar mereka turut berkomitmen mendorong pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan untuk lebih menyebarluaskan akses internet. dan (4) cepat menyediakan informasi terbaru. Faktor tersebut menjadi penting karena semakin umumnya kepemilikan ponsel di masyarakat Indonesia dan bermunculannya banyak penawaran layanan berlangganan Internet murah dari operator telekomunikasi seluler telah mendorong kenaikan trafik internet di Indonesia. sehingga mereka bisa ikut menikmati perkembangan teknologi informasi. adalah akses yang murah dan cepat. internet menawarkan keuntungan lebih pada penggunanya karena memiliki karakter: (1) dapat diakses kapan saja.Peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia kemungkinan berhubungan dengan pemahaman masyarakat akan karakteristik-karakteristik internet sebagai sebuah media yang berbeda dari media yang lain. 45 .

Ketimpangan akses internet dalam dimensi geografis tampaknya berkaitan dengan keterpusatan sumber daya keuangan dan infrastruktur di Pulau Jawa. Tidak dapat disanggah bahwa keberadaan tempat-tempat seperti warnet menawarkan peluang bagi mayoritas masyarakat di negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk berkomunikasi dan memperoleh akses terhadap informasi lewat internet. serta masih rendahnya tingkat kepemilikan ataupun penggunaan komputer dan saluran telepon (sebagai sarana dasar akses internet). yang menemukan bahwa tingkat pendidikan dan jenjang fungsional peneliti berhubungan lurus dengan tingkat 46 . dapat dikatakan bahwa tidak banyak penelitian yang mampu menangkap hal tersebut secara utuh. 2005: 62-64). namun sesungguhnya Indonesia juga mengalami kesenjangan dan ketidaksetaraan dalam penyediaan dan penyebaran akses terhadap internet. kota-kota industri di luar Jawa seperti Medan dan Balikpapan. masih banyak orang yang terhambat untuk menggunakan internet. Salah satu penelitian tentang penggunaan internet di tingkat individual di Indonesia misalnya adalah yang dilakukan Andarwati dan Sankarto (2005) terhadap para peneliti Balitbang Pertanian di Bogor. mekanisme dan skema pembangunan yang mendorong pemanfaatan internet dalam berbagai kegiatan layanan publik dan bisnis perlu didukung oleh semua pihak. juga karena masih rendahnya penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa utama pengoperasian komputer dan internet. Selain itu. terutama dari segi jumlah penggunanya. Kondisi itu tampak dari pembacaan data APJII yang menunjukkan bagaimana meskipun penggunaan internet menyebar relatif cepat tetapi sebagian besar warung internet (warnet) atau kafe internet masih sangat terpusat di kota-kota besar berpenduduk padat di Pulau Jawa. Faktor-faktor penghambat lainnya adalah masih minim dan belum meratanya infrastruktur teknologi pendukung internet. Bila bukan karena banyaknya warnet. atau di pulau-pulau tujuan wisata seperti Bali dan Lombok.untuk mendorong penyebaran akses internet (dan juga menegakkan prinsip transparansi informasi). Terkait profil pengguna dan pola penggunaan internet di Indonesia. terutama Jakarta (Hill dan Sen. Tidak dapat dipungkiri bahwa walau Internet di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.

2007). terdapat beberapa perbedaan. download lagu dan gambar).masing tujuannya. dan Kristiansen (2007) menyebut e-mail. dan pencarian informasi sebagai aktivitas terpopuler mereka. Pengguna yang umumnya datang untuk tujuan instrumental dan komunikatif biasanya lebih berumur. instrumental (mencari informasi. dan lebih banyak pengalaman berinternet cenderung akan menggunakan internet untuk tujuan-tujuan lebih serius dibandingkan pengguna lainnya. Sebagaimana yang dipaparkan Hill dan Sen. Dari ketiga kelompok pengguna internet dengan masing. Hal ini cukup sejalan dengan kajian Wahid. Menurut ketiga peneliti tersebut terdapat kecenderungan bahwa semakin tinggi pendidikan. membaca berita). Furuholt. Penelitian Wahid. dan Kristiansen memang berfokus pada penggunaan internet di atau melalui warnet. yakni komunikatif (e-mail dan chatting). kemampuan pribadi yang lebih baik. berpendidikan. Berkebalikan dengan apa yang dielu-elukan sebagai dampak positifnya. Temuan di atas memberi harapan bahwa penggunaan internet untuk kemanfaatan sosial bisa didorong seiring dengan peningkatan “jam terbang” dan kesempatan mengakses internet. Furuholt. dan memiliki tingkat kapabilitas pribadi serta kemampuan finansial yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan pengguna yang menggunakan internet untuk tujuan rekreasional (Wahid.intesitas penggunaan internet mereka. dan kemampuan ekonomi seorang pengguna internet maka semakin serius pula tujuan mereka menggunakan internet. usia. dan rekreasional (gaming. Selain itu. dan Kristiansen. dan Kristiansen (2007) yang didasarkan pada survei terhadap pengguna warnet di kota Yogyakarta. Para pelanggan warnet dalam penelitian Wahid. chatting. Furuholt. Mereka menemukan bahwa pengguna internet di Indonesia yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi. internet juga memungkinkan ekses negatif seperti yang tampak dalam penggunaan internet dalam kasus konflik Timor-timor serta konflik di Ambon. Salah satu alasan mereka adalah karena dua pertiga pengguna internet di Indonesia memperoleh akses ke internet dari warnet atau kafe internet. kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan internet ternyata juga dapat dipergunakan untuk menebar kebencian dan menyebarluaskan 47 . Furuholt. mereka pada dasarnya menggunakan internet untuk tiga jenis tujuan.

dengan mengangkat kasus yang terjadi di tingkatan lokal tersebut ke level nasional dan juga global. internet sudah menjadi kebutuhan dan kebiasaan sehari. bentukbentuk tindakan yang sulit dilakukan melalui media massa konvensional. D. Aktivitas-aktivitas non-profit tersebut di antaranya adalah 48 . Tentunya kedua contoh “negatif” di atas merupakan bentuk lain penggunaan internet oleh masyarakat. dan digunakan untuk berbaga i tujuan. Dalam kasus konflik di Maluku. dalam kasus gerakan kemerdekaan Timor Timur. Bräuchler (2003) melihat secara lebih obyektif bagaimana internet menyediakan cara dan wadah bagi pihak-pihak yang berseteru untuk saling mengungkapkan pandangan-pandangan mereka. 2002). sesuatu yang mungkin sulit dilakukan sebelum kehadiran internet.hari. PENGGUNAAN INTERNET OLEH MASYARAKAT SIPIL Di banyak bagian dunia. dengan membuka peluang interaksi antara berbagai pihak yang sebelumnya tidak terhubung. termasuk untuk tujuan-tujuan bersifat non-komersial. Cara kedua. juga untuk mengkonstruksi identitas dan komunitas dalam rangka mempengaruhi konflik itu sendiri. khususnya yang dilakukan oleh masyarakat sipil dan gerakan sosial akan dijelaskan secara lebih mendalam dalam subbab berikut ini. Pemanfatan internet dalam situasi konflik dilakukan dengan dua cara utama: pertama. Hal ini tentunya kontraproduktif dengan apa yang selama ini didengungkan sebagai pengaruh positif dari internet.masing. Tidak jauh berbeda dengan yang terjadi dalam kasus Maluku. atau golongan minoritas untuk menyuarakan aspirasi mereka.sakit hati dan amarah. internet dipergunakan oleh aktor-aktor dalam gerakan dan kelompok-kelompok lokal untuk memperjuangkan kepentingan mereka masing. bahkan membangun suatu imagined communities terkait kasus tersebut. Penggunaan internet untuk tujuan-tujua n sosial politis lainnya. kelompok. Hal ini terutama dilakukan dengan mengangkat isu kemerdekaan mereka ke tingkatan internasional dan menghubungkan para pendukung mereka yang tersebar di banyak belahan dunia (Hill.

aktivisme sosial) dalam beberapa kasus di sejumlah negara lain. Masyarakat sipil itu sendiri memiliki sejarah panjang dan beragam bentuk eksistensi. terutama dalam hal membangun jaringan dengan 18 Orang-orang yang bergerak di ranah ini sering disebut sebagai sektor ketiga karena secara tegas membedakan diri mereka dari dua sektor lainnya. Sebelum kemunculan dan penyebaran internet. Kedua sektor lain tersebut memiliki tujuan dan polah gerak masing-masing yang ingin “dijaga” oleh sektor ketiga agar tidak melangkahi dan merugikan kepentingan masyarakat umum. bukan perusahaan. terutama penggunaannya oleh kalangan masyarakat sipil (civil society).membangun komunitas sosial dan menjalankan program-program sosial untuk masyarakat. yakni sektor pemerintahan dan sektor bisnis/komersial. Namun dalam subbab ini pembahasan tentang masyarakat sipil lebih mengacu pada aneka kelompok-kelompok dalam masyarakat yang bukan pemerintah. Meskipun kegiatan-kegiatan non-profit tersebut dapat dilakukan secara sendiri-sendiri atau di tingkat perseorangan. 49 . dan lingkungan (Munggoro. tidak bertujuan mencari keuntungan. sehingga terbangun ekulibrium dalam tiga jalur pembangunan: ekonomi. namun dalam mayoritas literatur ditemukan lebih banyak pembahasan mengenai penggunaan internet untuk kepentingan sosial di tingkatan yang lebih luas. sesuai dengan keadaan sosial. Penggunaan internet oleh masyarakat sipil dapat mengambil banyak bentuk dan memiliki banyak tujuan. politk. gerakan sosial. dan kebudayaan tempat dirinya tumbuh dan berkembang. masyarakat sipil telah terbiasa menggunakan beragam bentuk media serta alat komunikasi. tetapi proliferasi internet ke hampir seluruh bagian dunia telah memberikan pengaruh positif bagi masyarakat sipil. dan berjuang untuk beragam alasan. perlu dipahami dahulu apa yang dimaksud dengan masyarakat sipil. Namun. sesuai dengan banyaknya kemudahan yang ditawarkan internet. Untuk memahami bagaimana aktivis lingkungan di Indonesia menggunakan internet dan memaknai tindakan mereka maka dalam subbab ini akan dibahas bagaimana internet telah dimanfaatkan oleh sektor ketiga 18 (masyarakat sipil. 2007: 27). sosial. Batasan yang longgar tentang masyarakat sipil dalam penelitian ini memang diambil untuk memungkinkan tertangkapnya gambaran beragam bentuk pemanfaatan internet oleh masyarakat sipil. terutama berkaitan dengan kepentingan masyarakat umum yang terabaikan.

19 Semangat kesetaraan atau spirit of equality memang sejak awal digulirkan sebagai sesuatu yang inheren dalam sifat alamiah internet. tidak d apat dipungkiri bahwa isu kesetaraan ini sesungguhnya bersifat semu karena masih kentalnya digital divide yang memisahkan negara atau wilayah yang sudah memiliki infrastruktur dan fasilitas untuk mengakses internet dengan daerahdaerah yang belum seberuntung itu. Selain itu. menerapkan aktivisme media. internet juga berguna untuk mendukung aktivitas organisasi dan edukasi kepada publik dan gerakan sosial itu sendiri (Wall. Cyberactivism: Online Activism in Theory and Practice. 2005). 1999). misalnya untuk kegiatan facilitative. yakni awareness/advocacy. dan mampu melampaui l batas-batas geografis dan spasial. seperti yang disebut Sandor Vegh (dalam Werbin.) dan Sandor Vegh merupakan salah satu kontributor buku tersebut. 20 Werbin melakukan ulasan terhadap buku “Cyberactivism” (McCaughey. Michael D. Martha & Ayers. internet dimanfaatkan aktivis. Peneliti tidak berhasil mendapat akses langsung ke buku tersebut. internet dinilai turut memperkuat semangat kesetaraan (equality) 19 yang umumnya dijunjung tinggi para aktivis. Selain itu. persuasive. dan mobilisasi. yakni ebih murah. 2003. masyarakat sipil.oleh berbagai jenis aktivisme untuk mendorong komunikasi yang lebih cepat dari gerakan sosial ataupun anggota masyarakat dalam usaha menyebarkan pesan ke khalayak luas. Aktivitas ini dalam beberapa kesempatan la in juga sering disebut sebagai internet activism (Emerson. Misalnya. Internet dipilih oleh gerakan sosial atau masyarakat sipil karena secara umum dinilai lebih menguntungkan. re-educative. yang dilakukan oleh aktivis gerakan antikorporasi global (Juris. ataupun gerakan sosial untuk berkomunikasi dan membangun jaringan. serta menampilkan ide. serta action/reaction. New York: Routledge. 2005)20 sebagai tiga kategori taktik para cyberactivists. organization/mobilization. 2007). dan power (O’Brien. efisien. cepat. Pada dasarnya. membangun jaringan. 50 .ide politis mereka ke hadapan publik. (Eds). melakukan sosialisasi. 2005) saat memanfaatkan internet untuk mengkoordinasi aksi. yakni penggunaan beragam fasilitas teknologi komunikasi –seperti e-mail dan website. Namun. aman. Sehingga pada saat ini aktivisme sosial secara umum telah memposisikan internet sebagai salah satu alat utama untuk berkomunikasi.berbagai kelompok masyarakat sipil di belahan bumi lainnya. dan dapat dilakukan dengan berbagai cara. untuk mencapai beragam bentuk tujuan.

volunteering. 2007). memenuhi social utility. atau penayangan video serta film dokumenter melalui forum. Mulai dari e-mail dan mailing list (Wall. Beberapa gerakan juga melakukan kolaborasi digital dengan menciptakan open editing software yang memungkinkan pengorganisasian dan pengkordinasian aksi. 2005) atau mungkin cara yang lebih sulit seperti hacking ke situs-situs “musuh” (Kahn dan Kellner. antara lain untuk mencari guidance. dan memeriksa setiap informasi dari begitu banyak sumber-sumber global. web pages dan weblog. (b) kapasitas bagi pengguna untuk mengakses. terutama bila dibandingkan dengan media konvensional berbasis teritorial. (c) (kebebasan berupa) minimnya pengaruh dan kendali pemerintah serta kesulitan yang timbul akibat batas-batas negara. penyebaran dan pembagian informasi. membagi. organizing hingga fundraising (Spencer. dan mencari informasi (Johnson dan Kaye. 2004). Tindakan-tindakan di atas pada dasarnya membuka peluang bagi para aktivis untuk berbagi. 2003).Penggunaan internet oleh masyarakat sipil untuk menjalankan advocacy. 2002) dapat mengambil beragam bentuk dan cara. 2005). petisi online. penggunaan internet oleh aktivis masyarakat sipil dilatarbelakangi oleh berbagai motivasi. Karakter-karakter tersebut Flew (2005: 187) rangkum dari sejumlah penulis untuk me mperlihatkan bagaimana internet mampu memberikan (a) jangkauan luas untuk komunikasi horizontal (peer to peer). Penggunaan internet oleh masyarakat sipil sepertinya tidak lepas dari karakter-karakter internal teknologis dari internet yang mampu mendorong perluasan dan pendalaman proses demokrasi. Untuk berpartisipasi secara politis aktivis bisa memilih cara-cara yang bisa dilakukan setiap orang seperti blogging (Kerbel dan Bloom. bertukar ide dan juga sumber daya.isu tersebut. community building. serta menantang posisi-posisi resmi dan profesional atas isu. dan bukan hanya komunikasi vertikal (top to bottom). hingga cara yang sudah lebih inovatif seperti banner. mendekati kenyamanan. dan produksi dokumen untuk publik (Juris. dan (e) potensi untuk berkomunikasi 51 . lobbying. (d) kapasitas untuk menyebarkan dan memperdebatkan isu-isu terbaru.forum online. Selain itu. Sejumlah wacana yang menjelaskan alasan di balik penggunaan internet oleh masyarakat sipil disajikan dalam bagian berikut ini.

Ketiga. ataupun media yang telah mapan. dan tidak hanya untuk pemuasan kebutuhan pribadi. Pertama. Keempat karakter itu saja sudah cukup untuk memotivasi aktivis sosial untuk lebih jauh lagi memanfaatkan internet. terletak pada sifat desentralisasi jaringan komunikasi ini yang memungkinkan kebangkitan sense of community-building dan partisipasi warga dalam kehidupan publik. Keempat. Terkait dengan WELL -sebuah komunitas virtual. Kedua elemen di atas secara implisit mensyaratkan internet digunakan secara cerdas dan penuh kesadaran oleh masyarakat yang terdidik. Rheingold (1994. “used intelligently and deliberately by an informed population”. apakah yang sementara dan hanya di permukaan ataukah yang lebih tahan lama dan mendalam. dalam Flew. cakupan ruang yang memungkinkan “tempat” tersebut menjadi “ensiklopedi hidup” berisikan bermacam pengetahuan. termasuk di dalamnya internet. yakni “ building of social networking and social capital. tersedianya banyak kesempatan untuk “nongkrong” dan bebas membangun hubungan pertemanan. 2005: 62) melihat bahwa potensi demokratis computer-mediated communication (CMC) yang begitu diagung-agungkan para pendukungnya. Rheingold juga menekankan pentingnya elemen social choice dan political activism untuk mendukung pencapaian potensi demokratis tersebut. Selain dari keempat karakter di atas. 2005: 64). keragaman kepribadian dan kecerdasan (personal and intellectual diversity). Kedua.secara “murni”. Keempat faktor tersebut tentu perlu diperhatikan bila aktivis atau lembaga masyarakat sipil ingin mengelola komunitas online yang dinamis dan hidup. Rheingold berpendapat bahwa nilai penting jaringan new media tersebut bagi anggotanya berakar dari empat hal (dalam Flew. Potensipotensi demokratis CMC. the the sharing of knowledge and information. Prasyarat tersebut tentunya perlu dicatat bila Indonesia ingin mendorong penggunaan internet menuju pemanfaatan secara positif dan bernilai guna secara sosial. termasuk aktivis sosial. kesediaan para anggota untuk terlibat dalam aktivitas saling berbagi atau collectivist gift economy. tanpa disaring dan dibentuk lebih dahulu oleh politisi. 52 . the enabling of new modes to participate democratically in public life”. lahir dari tiga atribut CMC yang saling berkaitan. spin doctor.misalnya.

terkait penggunaan media dalam perubahan sosial. decentralized. karena internet memberikan kemampuan untuk menyebarkan gagasan-gagasan baru dalam kelompok orang-orang dengan pemikiran sejenis. concentrated. karena tersedianya kebebasan bagi orang-orang yang merasa terpinggirkan atau tersudutkan oleh masyarakat untuk mengungkapkan pandangan dan pendapat berbeda. orangorang yang berpartisipasi dalam komunitas offline juga memanfaatkan internet sebagai alat untuk mendukung keterlibatan dalam komunitas (community participation). Dan juga sebaliknya. tiga diantaranya adalah: pertama. locationbased but largely spontaneous protests” menuju ke “individualized. 2005: 69) memandang bahwa terdapat sejumlah alasan mengapa orang menggunakan internet untuk berpartisipasi dalam online discussion groups. Sementara itu. Dalam konteks ini. Temuan ini mendukung pendapat Dutta-Berman (2005b) sebelumnya yang memandang bahwa “ community participation will be positively related to community-based Internet use”. Yang dan Calhoun (2008) menunjukkan bagaimana situasi yang terjadi di Republik Rakyat China sejak tahun 1989 justru menunjukkan tren pergeseran dari “large-scale. Alasan ketiga. 2006). Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar alasan keterlibatan orang dalam komunitas online tampaknya berhubungan dengan ketidakpuasan mereka atas batasan-batasan yang terdapat di komunitas “nyata”. as an infrastructural tool that gets used by actively engaged individuals” (Dutta-Berman. tanpa peduli betapa anehnya kesenangan mereka itu. 53 . Secara riil.individu yang lebih berkemungkinan untuk bergabung dalam komunitas nyata atau offline-nya. dengan cara-cara yang tidak mungkin disampaikan melalui media massa konvensional. adalah individu. Kedua. Dutta-Bergman (2006) menemukan bahwa individu yang bergabung dalam komunitas online. baik untuk membaca pemikiran orang lain ataupun menuliskan pemikirannya sendiri. dalam konteks penggunaan internet yang sedikit berbeda. terbukanya kemungkinan bertemu dengan orang-orang dengan ketertarikan yang sama.Sementara itu. dapat dilihat apa yang berlangsung ketika “Technology serves as a facilitator. dalam kasus gerakan sosial pasca 11 September di Amerika Serikat. Shenton dan McNeeley (dalam Flew.

Pemikiran-pemikiran tentang penggunaan internet seringkali terlena pada mimpi. Misalnya. terkait isu kebebasan dan pengendalian oleh setiap pribadi ( ersonal p control). meskipun internet membuka dan menyediakan begitu banyak peluang berkomunikasi dan memperoleh informasi tapi terdapat pula batasan-batasan yang akan dihadapi masyarakat sipil bila ingin mengoptimalkan potensi internet. dan tak kurang.hambatan (constraints) dalam penggunaannya. serta kesempatan untuk berpendapat secara bebas. tapi malah memperluas ruang perlawanan.lembaga non-profit di Amerika Serikat. Kenix (2008) justru menemukan bahwa lembaga. tetapi secara mendasar temuan mereka dapat diaplikasikan untuk menilai bagaimana penggunaan internet untuk kegunaan lain dan dalam setting yang berbeda. Hal ini karena setiap kali muncul teknologi media atau komunikasi baru. namun sekaligus juga menghadirkan hambatan. Namun. kemungkinan-kemungkinan yang disebut di atas dihambat atau dibatasi oleh tingkat melek teknologi. terbatasi pula oleh akses orang terhadap teknologi internet itu sendiri. dalam Flew. Contoh lain hambatan dalam penggunaan internet oleh masyarakat sipil justru datang dari dalam masyarakat sipil itu sendiri. penguasaan bahasa asing.and legitimately organized forms of social activism”. internet memungkinkan akses tak terbatas ke banyak dan beragam sumber. 2005: 7) berusaha bersikap lebih imbang dengan menunjukkan bagaimana internet menawarkan kemungkinan-kemungkinan atau kemampuan-kemampuan ( affordances) bagi penggunanya. Dengan kata lain. Pada keadaaan seperti itulah dikatakan bahwa teknologi baru mendorong perubahan dengan cara “mengganggu” dan mentransformasi ruang perlawanan politik. Dalam kajiannya terhadap pengelola website lembaga. Walaupun penjelasan Ryder dan Wilson banyak berakar pada penelitian mereka terkait “virtual learning”. Bentuk-bentuk aktivisme baru tersebut tidak menggantikan bentuk-bentuk konvensional dalam berunjuk rasa. bahkan tingkat melek huruf.lembaga tersebut tidak meyakini bahwa internet 54 .mimpi indah akan apa yang dapat diwujudkan melalui penggunaan internet. Ryder dan Wilson (1995. di sisi lain pada prakteknya di lapangan. arena itu kemudian menjadi ladang pertarungan baru antara penguasa dan aktor sosial.

mata agar program tersebut terkesan canggih dan accessible. yakni meski pengguna internet di Slovenia percaya pada potensi demokratis dari internet tetapi para pengguna internet berat (heavy-users) jarang berpartisipasi aktif secara online. target. anggota masyarakat yang tidak terhubung atau memiliki akses terhadap internet tentunya akan sulit tersentuh oleh kampanye-kampanye online. Secara mendasar. Lim dkk (2008) juga menyarankan agar gerakan sosial online juga dipadukan dengan yang offline. Oblak (2003) mengingatkan bahwa walaupun computer-mediated communication adalah langkah yang bagus untuk menyebarkan dan menguatkan partisipasi dalam proses politik. Belum lagi. solusi persoalan partisipasi politik bukan terletak pada teknologi itu sendiri tetapi pada bagaimana teknologi tersebut digunakan. Karena ada begitu banyak hambatan pemanfaatan internet secara lebih luas. Ini misalnya terjadi di Slovenia (Oblak.mampu menawarkan kekuatan demokratis. tujuan. belum lagi karena partisipasi individu di dalam komunitas online secara umum belum sejelas dan seketat dalam komunitas offline. Apa yang dipaparkan Kenix di atas bisa menunjukkan bagaimana meskipun penggunaan internet oleh aktivis dan masyarakat sipil telah meluas tetapi belum tentu kemanfaatannya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas. terutama bila internet belum dapat diakses secara merata. dan sumber daya program itu sendiri. Hal ini karena komunitas di internet masih lemah dalam hal sumber daya dan kapasitasnya. Ini misalnya tampak dari bagaimana mereka mengirimkan pesan pada publik tanpa mempertimbangkan umpan balik ataupun stratagi komunikasi yang sesuai. 2008). 2003). 55 . Kenyataannya di lapangan. bila masyarakat yang sudah mampu mengakses internet belum memanfaatkannya untuk berpartisipasi aktif dan secara politis. Namun persepsi ini bisa jadi karena orang-orang yang membuat keputusan komunikasi seringkali terbebani dengan pekerjaan-pekerjaan teknis dan bukan dalam peran-peran strategis (Kenix. Mereka secara paradoks justru melihat bahwa kekuatan internet terletak pada kemampuannya menyediakan kredibilitas instan. dan tidak semata. kampanye atau program-program sosial yang dijalankan online akan bekerja lebih optimal bila disesuaikan dengan strategi. Karena itulah.

Tetapi. umumnya lebih banyak melihat penggunaan internet dari sudut bisnis dan ekonomi. 2003). bila tidak dimanfatkan dengan tepat dan efektif. Namun tentu saja. misalnya bahwa: keterlibatan individu dengan internet memiliki hub ungan positif dengan civic and political participation individu tersebut (Weber dkk. 56 . kajian mengenai penggunaan internet dalam konteks non-komersial masih sulit ditemukan. Misalnya. 2007). dapat dikatakan bahwa potensi positif dalam internet dapat sepenuhnya dimanfaatkan oleh siapapun. Pertanyaannya sekarang adalah. penggunaan internet juga mengalami tantangan dan hambatan.Seperti halnya kemunculan teknologi lain. Salah satu dari sedikit itu misalnya tentang penggunaan internet oleh peneliti Litbang Pertanian di Bogor (Andarwati & Sankarto. serta bagaimana partisipasi online merupakan salah satu bentuk perpanjangan dari partisipasi offline (Jensen dkk. PENGGUNAAN INTERNET OLEH MASYARAKAT SIPIL DI INDONESIA Riset-riset tentang penggunaan internet (nternet use) di Indonesia belum i banyak dilakukan dan dipublikasikan. Meskipun demikian. masih sedikit sekali yang mengkaji penggunaan internet oleh masyarakat sipil ataupun aktivis di Indonesia. beriklan. termasuk masyarakat sipil. 2005). sejauh mana masyarakat sipil di Indonesia mampu memanfaatkannya? E. media online melengkapi peran media tradisional dalam mendorong diskusi politik dan civic messaging masyarakat (Shah dkk. Dua peneliti yang banyak membahas penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia adalah Merlyna Lim dan Yanuar Nugroho. potensi tersebut akan terabaikan. 2005). ataupun e-commerce. tetap masih banyak pihak yang mempercayai potensi positif dalam internet. Mempertimbangkan paparan panjang di atas mengenai berbagai sisi dalam penggunaan internet oleh masyarakat sipil. tentang penggunaan internet untuk meningkatkan penjualan. Namun secara umum. Bilapun ada.

Kajian yang lebih empiris dan up to date terhadap penggunaan internet oleh masyarakat sipil Indonesia telah dilakukan oleh Yanuar Nugroho. selama sekitar tahun 1997-1998 menjadi salah satu alat diseminasi informasi seputar kekayaan Soeharto. sebuah pilihan tindakan yang selanjutnya membuka ruang dan peluang bagi publik untuk mengubah pesan-pesan elektronik tersebut menjadi tindakan politis. implementasi. Lim juga menunjukkan bagaimana dunia maya “disambungkan” dengan dunia nyata lewat internet.informasi “rahasia” yang kemudian disebarkan secara manual. dan kelas menengah perkotaan Indonesia mampu digunakan untuk membangun oposisi melawan pemerintahan Soeharto saat itu. Nugroho (2007) menemukan lima area strategis penggunaan internet oleh NGO di 57 . Dengan memanfatkan teori difusi inovasi dari Everett Rogers sebagai salah satu kerangka berpikir. Nugroho melakukan penelitian kualitatif dan kuantitatif selama tiga tahun terhadap lembaga-lembaga swadaya masyarakat tersebut. dan penyesuaian (appropriation) internet yang dilakukan oleh 268 NGO di Indonesia.Kajian-kajian Merlyna Lim lebih berfokus pada penggunaan internet oleh masyarakat sipil di tingkatan umum. Lim (2003) melihat bagaimana penggunaan internet. dan keberadaan internet itu sendiri banyak bergantung pada siapa pengguna dominan internet (2006). Hal ini dilakukan Nugroho dengan meneliti adopsi. yang kemudian ikut menjadi salah satu faktor pendorong aksi masyarakat di tahun 1998. Dari penelitiannya. terutama dalam konteks selama masa reformasi dan setelahnya. Lim juga menunjukkan bagaimana dalam konteks Indonesia internet tidak berdiri sendiri namun berkembang dengan tetap berakar pada budaya dan tradisi sosial khas Indonesia yang menekankan pentingnya jaringan dan komunitas. NGO. dengan berfokus pada lembaga yang bergerak di bidang pembangunan sektor pedesaan (rural reform). terutama melalui e-mail dan mailing list. Paparan Merlyna Lim sesungguhnya cukup sejalan dengan temuan Hill dan Sen (2005) tentang sejauh mana akses terhadap internet yang dimiliki mahasiswa. Meskipun penggambaran Lim cukup antusias namun dia juga mengingatkan bahwa internet tidaklah serta-merta menjadi sebuah tempat yang demokratis. Tulisan lain dari Lim (2002: 392) menggambarkan bagaimana warnet menjadi tempat penting berkumpulnya informasi.

Riset yang dilakukan Hill dan Sen (2005: 1) sejak awal digerakkan oleh kebutuhan untuk mencari tahu potensi demokratis dari internet dan teknologiteknologi terkait. serta munculnya para tokoh politik dan jurnalis yang selama ini dikekang oleh pemerintahan Suharto. Tidak terlalu jauh berbeda. i ternet dipandang Eng (1998) memiliki efek n kuat bagi para demonstran di tahun 1998. terutama semasa dan pasca reformasi 1998.Indonesia. bahkan hingga tingkat global. pemberdayaan dan pembangunan. dan untuk memahami bagaimana medium tersebut dapat digunakan untuk melawan sebuah rezim otoritarian. Ruang kebebasan yang pada waktu itu disediakan internet telah memungkinkan orang Indonesia untuk mendiskusikan topik-topik yang dianggap tabu seperti korupsi dalam militer dan kerajaan bisnis anak cucu Suharto. Fenomena lain yang terjadi adalah tersebarnya pikiran-pikiran kritis ke tingkatan nasional. Sementara itu. dan mendorong mereka untuk bekerja lebih baik. dan kemudian selanjutnya. riset dan publikasi. Pada tulisannya yang lain Nugroho (2008) juga menunjukkan bagaimana adopsi internet oleh organisasi masyarakat sipil yang bekerja di sektor pedesaan membantu mereka membangun jaringan. serta advokasi dan pengawasan. para demonstran. yakni kolaborasi. yakni diberangusnya surat 58 . lebih berfokus pada penggunaan internet di tingkat masyarakat sipil secara luas dan dalam konteks politik. Winters (2002) juga melihat bagaimana pertemuan antara tradisi perjuangan gerakan pemuda dengan tingginya penetrasi internet pada golongan muda saat itu telah menyediakan “adonan” yang dibutuhkan untuk menegakkan gerakan reformis yang terkoordinasi dan berkesinambungan. juga membuka peluang saling terhubungnya para penentang pemerintahan. sehingga temuan Nugroho memberikan banyak masukan mengenai penggunaan internet di level institusional masyarakat sipil. yakni terkait dengan jatuhnya Soeharto. Yanuar Nugroho melakukan penelitian yang lebih empiris dengan memfokuskan kajian pada LSM atau NGO. Kajian Hill dan Sen serta Lim misalnya. mobilisasi. Hal ini tampaknya berhubungan dengan konteks saat itu. Literatur menunjukkan bahwa masih sedikit yang mengkaji penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia. Keragaman level penelusuran tersebut justru memperkaya khazanah kajian penggunaan internet oleh masyarakat sipil Indonesia.

Secara mendasar. beserta macam. Pertemuan kedua elemen itu barangkali menjadi salah satu alasan mengapa saat itu cukup banyak informasi tentang Indonesia yang beredar di dunia maya. Sehingga dapat dikatakan bahwa dinamika yang terjalin antara masyarakat sipil di Indonesia dan penggunaan internet bukanlah fenomena baru. yang terjadi pada waktu yang “tepat”. hanya saja belum banyak dikaji dan dibahas. pengelola Indonesia-L. serta televisi dari menyuarakan kebenaran. Namun. dan INFID membangun sebuah jaringan tertutup sebagai sarana pertukaran informasi lembaga. terutama secara ilmiah. Pembacaan Eng di awal fenomena tersebut juga melihat bahwa konteks di atas sejalan dengan apa yang disampaikan John MacDougall. YLBHI.macam informasi yang untuk masa itu takkan pernah mungkin muncul di media massa. penggunaan internet oleh sektor ketiga juga dapat ditemukan terkait dengan pemanfaatan internet oleh berbagai kelompok masyarakat sipil di Indonesia sejak awal kehadiran internet di Indonesia. Selain keterkaitan dengan gerakan pada masa reformasi. perlahan jumlah situs penyedia informasi HAM terus meningkat. Sedikit berbeda dengan batasan penelitian Hill dan Sen (2005) tentang internet dalam konteks politis 59 . MacDougall mengatakan bahwa lengsernya Soeharto diakibatkan oleh serangkaian kejadian kebetulan. Misalnya. penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia telah berlangsung sejak kebangkitan internet itu sendiri di Indonesia yang berakar pada “masyarakat sipil akademis” yakni ilmuwan dan penggiat teknologi informasi pada saat itu. Saat itu. 2007). salah satu mailing list yang paling berpengaruh saat itu dalam hal berita Indonesia.lembaga swadaya masyarakat (LSM) di seluruh Indonesia yang memiliki akses ke internet (Sahude.isu HAM di Indonesia dan yang disajikan dalam Bahasa Indonesia. bagaimana internet mulai digunakan oleh aktivis HAM Indonesia pada pertengahan tahun sembilan puluhan. Kondisi kebebasan informasi saat itu secara “kebetulan’ bertemu dengan perkembangan internet yang mulai memasuki kehidupan publik. stasiun radio. Hal ini sepertinya berhubungan dengan banyaknya organisasi HAM yang melihat internet sebagai alat yang dapat mendukung kerja mereka. masih sangat sedikit situs yang menyediakan informasi mengenai isu.kabar. Beberapa LSM seperti Walhi. dengan salah satu kejadian kebetulan tersebut adalah ledakan informasi melalui internet. terutama kaum cendekiawan dan mahasiswa.

serta berkomitmen tinggi yang ditandai dengan berbagai bentuk keaktifan. para aktivis lingkungan Indonesia yang dipilih menjadi informan juga tinggal dan berdomisili di Indonesia. Sehingga pusat pembahasan riset ini terletak pada para aktivis lingkungan22 berkewarganegaraan Indonesia yang menjadi informan penelitian ini berikut aktivitas-aktivitas online mereka. yakni tindakan para pengguna internet itu sendiri. 21 Hill dan Sen (2005 :1) tidak mempermasalahkan apakah aktivitas online tersebut dilakukan oleh seorang warga negara Indonesia atau bukan. dilakukan dari Indonesia atau tidak. yakni bahwa fungsi politis internet di Indonesia tidak akan ditentukan oleh aspek teknologis tetapi oleh political agency. parliamentary debates and other material sites of Indonesia political life”.di Indonesia 21 . pene litian ini memfokuskan pada penggunaan internet oleh aktivis lingkungan Indonesia. 60 . sepanjang aktivitas online tersebut “overtly connected to street demonstrations. Ruang lingkup penggunaan internet oleh aktivis di level individual diambil karena mempertimbangkan pesan Hill dan Sen (1997) sejak awal ketertarikan mereka terhadap media di Indonesia. 22 Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan aktivis lingkungan adalah warga negara Indonesia yang bergelut dalam dan atau memiliki kepedulian dengan isu lingkungan. Kebetulan pula.

then there is activism22 . is not conforming. dalam c kajiannya mengenai bagaimana membimbing riset dan studi para aktivis memandang bahwa “whenever the person is not contained. Intisari perjuangan melawan ketidakadilan seperti disebutkan di atas menjadikan aktivis menarik dan penting untuk dikaji. secara umum di dunia dan secara khusus di Indonesia. and is in direct opposition to oppression. Namun secara praksis di lapangan. Bab ini berisikan tinjauan pustaka mengenai apa. Fletcher pada dasarnya memandang aktivisme dapat berada dan berlangsung kapan saja saat seseorang menyadari dan melakukan sesuatu terhadap bentuk-bentuk penindasan atau ketidakadilan. Colin Fletcher (2002: 91). khususnya internet. which deserves to be called activism”. khususnya internet selama ini. GERAKAN DAN AKTIVISME LINGKUNGAN HIDUP Pembahasan tentang aktivisme tidak dapat dilepaskan dari narasi besar perubahan 22 sosial yang secara umum diusung oleh pihak-pihak yang Cetak tebal dari peneliti. aktivisme tidak mensyaratkan hal yang memberatkan dan seringkali dapat dilakukan melalui tindakan-tindakan sederhana seperti mengubah kebiasaan seharihari. It is the awareness of injustice and the constructive opposition to it. siapa. terutama terkait bagaimana mereka tumbuh. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa aktivisme lebih dilihat sebagai suatu kesungguhan atau komitmen seseorang atau sekelompok masyarakat pada suatu isu atau perjuangan untuk tujuan ( ause) tertentu.BAB III AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP Aktivisme (activism) barangkali bukan istilah yang populer dan tampaknya hanya menjadi bahasa elit dalam komunitas gerakan sosial. 61 . dalam aktivitas keseharian mereka. berkembang. dan bagaimana aktivis lingkungan hidup berkegiatan. A. serta menempatkan media. serta bagaimana mereka memanfaatkan media.

melawan bentuk-bentuk penindasan. meskipun memiliki beragam julukan. ornop (organisasi non-pemerintah. Ketiga istilah yang tampak sejenis tersebut digunakan secara berbeda dari satu wacana ke wacana yang lain. orang-orang yang bergerak di ranah ini dapat disebut sebagai “sektor ketiga” karena secara tegas membedakan diri mereka dari sektor pemerintahan dan juga sektor bisnis dan komersial (Munggoro. secara hakiki yang disebut dengan masyarakat sipil. CSO (Civil Society Organization). pelestarian. dan tidak berorientasi pada kekuasaan maupun keuntungan.memperjuangkan nilai. namun pada hakekatnya menggambarkan satu fenomena yang sama. ataupun non-profit organizations. tidak menindas sesama makhluk penghuni bumi. yakni gerakan sosial yang fokus bergerak di bidang perlindungan. gerakan sosial. NGO (Non Governmental Organization). atau gerakan sosial. serta bermacam. seperti environmentalisme dan environmental activism 23 . Semangat perjuangan seperti di atas pula yang diusung para aktivis lingkungan. dan tidak menafikan kelangsungan serta kelestarian lingkungan alam di bumi. masyarakat madani. 2007: 27). beragam struktur dan mekanisme pengelolaan organisasi. 1. Meskipun berada dalam satu wadah 23 Para penggiat gerakan lingkungan ada yang dikenal atau menyebut diri mereka sebagai aktivis lingkungan (environmental activist) dan ada juga yang lebih memilih istilah environmentalis (environmentalist).nilai tertentu. yakni memastikan agar keberadaan kehidupan manusia di muka bumi berprinsip keadilan.macam karakteristik yang berbeda dari satu lembaga ataupun gerakan ke lembaga atau gerakan yang lain. Pada dasarnya. Para aktor perubahan sosial tersebut secara kolektif seringkali dikenal dengan beberapa nama seperti masyarakat sipil. 62 . dan secara institusi tak jarang dilabeli dengan julukan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). terjemahan bahasa Indonesia untuk NGO). dan keadilan lingkungan hidup. Definisi Gerakan Lingkungan Gerakan lingkungan hidup (environmental movement) dikenal juga dengan berbagai nama. Oleh karena itu. ataupun aktivis adalah sekelompok orang yang memperjuangkan nilai-nilai tertentu.

Hornback. ekofeminisme. untuk memajukan sejumlah tujuan bersama (Hatch. dan Warner. Definisi di atas sejalan dengan pembahasan definisi gerakan sosial. Mekanisme collective action yang bekerja mampu mempengaruhi faktor-faktor cost and benefits yang membuat seseorang memutuskan untuk bergabung dan terus terlibat dalam gerakan lingkungan. 1983). dan ecological modernization. bergantung pada konteks dan kasus yang sedang dibicarakan. sebuah kondisi yang membuat aktivisme lingkungan bisa mewujud dalam beragam nada dan warna. yakni bahwa tiga komponen gerakan lingkungan adalah (1) “aktivis lingkungan publik”. tanpa paksaan. Faktor. dan (3) 24 Misalnya. Dalam pembahasanpembahasan selanjutnya. ketiga istilah yang telah disebut di awal akan digunakan secara bergantian.besar. yakni kelompok-kelompok formal yang anggotanya berasal dari individu. 63 . tanpa alasan-alasan komersial. dalam Lowe dan Goyder. (2) “aktivis lingkungan terorganisir atau sukarela”. serta organisasi kewenangan (statutory) seperti pemerintah. Keragaman tersebut tercermin pula pada pilihan-pilihan aksi. Pandangan menyeluruh tentang elemen-elemen dalam gerakan lingkungan disarikan oleh Aditjondro (2003: 124) dari Morrison. yaitu anggota organisasi seperti WALHI dan Greenpeace. 1983). praksis. terdapat beragam aliran pemikiran dalam gerakan lingkungan24 . yakni menekankan perbedaan organisasi-organisasi dalam gerakan lingkungan dengan organisasi komersial seperti perusahaan. ataupun metode gerakan mereka sendiri. deep ecology. yaitu sebagian besar orang yang concerned untuk memperbaiki kondisi lingkungan di sekitar mereka.faktor pendorong tersebut penting untuk dipahami karena kelompok dan organisasi lingkunga n hidup pada dasarnya tergolong sebagai organisasi sukarela (voluntary organizations). Gerakan lingkungan hidup bisa dilihat sebagai bagian dari perilaku bersama (collective behavior) yang secara formal mewujud dalam bentuk berbagai kelompok dan organisasi lingkungan (Lowe dan Goyder.individu yang bergabung secara sukarela.

yaitu birokrasi publik yang memiliki yurisdiksi terhadap kebijakan lingkungan. dalam penelitian ini. perilaku dan gaya hidup mereka. orang-orang yang meski tidak bergabung ke salah satu kelompok lingkungan. mereka adalah orang-orang yang mengekspresikan kepedulian mereka terhadap lingkungan hidup melalui pandangan pribadi mereka. dan (2) attentive public. Sebagian dari attentive public mungkin saja di saat yang bersamaan juga bergabung dengan organisasi lingkungan yang ada. yaitu (1). Karena inilah Lowe dan Goyder berpendapat bahwa kelompok atau organisasi lingkungan hanyalah salah satu indikator dari gerakan lingkungan secara luas. kelompok-kelompok lingkungan. Oleh karena it u. tapi sama-sama mempercayai dan mempraktekkan nilai-nilai environmentalisme.“organisasi gerakan lingkungan institusional”. sebagai perwujudan organisasional dari gerakan lingkungan. yang dimaksud dengan aktivis bisa saja anggota organisasi lingkungan ataupun bagian dari attentive public. yang dipentingkan adalah kepedulian mereka terhadap lingkungan dan perwujudannya melalui aktivisme via internet. pemahaman Lowe dan Goyder (1983: 9) atas istilah “gerakan lingkungan” melihat bahwa gerakan lingkungan terdiri dari dua elemen. Senada dengan yang dipaparkan Aditjondo. Dari kedua pandangan di atas tentunya perlu dipahami bahwa label gerakan lingkungan tidaklah segamblang itu. tapi kondisi ini cukup kompleks dan membutuhkan penjelasan tersendiri. Orang-orang “awam” ini bisa siapa saja. 64 . Sejumlah pemahaman tentang gerakan lingkungan hidup yang telah dibahas di atas akan mengkerangkai pembahasan-pembahasan selanjutnya tentang gerakan lingkungan dan penggunaan internet oleh aktivis. sehingga upaya memahami gerakan lingkungan perlu mempertimbangkan elemen-elemen yang menyusunnya.

pelestarian alam. Kovarik menemukan sebaran catatan-catatan terkait isu. Kovarik. Manuskrip. Salah satu rekaman kepedulian lingkungan hidup yang paling awal tercatat dalam sejarah ditemukan di Timur Tengah. yakni sejak kebangkitan kesadaran manusia akan hubungan dirinya dengan alam sekitar serta bagaimana manusia dan lingkungan sesungguhnya saling mempengaruhi.edu/~wkovarik/envhist (William KovarikRadford University. Namun Garner (1996: 62) mengingatkan. atau polusi air dan udara. berpendapat bahwa sesungguhnya pemikiran-pemikiran terkait isu-isu lingkungan hidup telah lama muncul sepanjang sejarah tertulis umat manusia. Sejarah Gerakan Lingkungan Hidup Sejarah environmentalisme atau gerakan lingkungan sesungguhnya sudah bermula ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. dan tak sedikit yang bercerita tentang kasus-kasus kerusakan lingkungan maupun upaya perlindungannya yang telah terjadi bahkan sejak era pra-sejarah dan peradaban awal manusia (Sebelum Masehi).label seperti konservasi. kesehatan masyarakat (public health).naskah yang mencatat jejak kepedulian lingkungan.runet. Timur Tengah. Cina).2. Romawi. Amerika Serikat) 65 . Yunani. hingga kemudian pada tahun 1800-an di sejumlah negara Barat tercatat lagi kemunculan pemikiran-pemikiran lingkungan hidup.manuskrip tersebut berisi catatan-catatan pemikiran sejumlah ilmuwan Muslim yang prihatin dengan kondisi lingkungan.isu lingkungan di banyak penjuru peradaban dunia (India. terutama terkait dengan pencemaran (environmental pollution) dan bagaimana melindungi kesehatan manusia dari efek-efek buruknya (Gari. namun saat itu manuskripmanuskrip tersebut lebih banyak membahasnya di bawah label. dalam situs Environmental History Timeline25 miliknya. Virginia. 2008). Namun setelah masa tersebut tidak ditemukan lagi naskah.naskah yang ditulis sekitar abad ke-13. Sehubungan dengan temuan di atas Jeremiah Hall (2008) berpendapat bahwa secara mendasar gerakan lingkungan era modern yang ada saat ini berakar dari sejumlah pemikiran yang berkembang di Eropa Barat dan Amerika Utara sejak pertengahan abad ke-19. 25 Lihat Environmental History Timeline di www. yakni naskah.

dan aksi para pecinta alam seperti Henry David Thoreau.isu lingkungan. Gerakan tersebut terdiri dari tiga varian yang cukup berbeda. 1996: 63). gerakan lingkungan memiliki akar yang juga cukup panjang. kelompok yang berfokus pada konservasi alam. serta pendirian taman nasional dan hutan lindung negara di sejumlah tempat di Amerika Serikat (Lowe dan Goyder. ditandai oleh tulisan-tulisan. 2008). salah satu organisasi lingkungan hidup tertua di Amerika Serikat. Kondisi inilah yang memicu kritik-kritik terhadap environmentalisme. tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Inggris. namun keanggotaan dalam kelompokkelompok lingkungan tersebut umumnya masih elitis dan beranggotakan masyarakat kalangan menengah ke atas (Lowe dan Goyder. Hanya saja memang pembentukan kelompok-kelompok lingkungan untuk pertama kalinya baru dimulai di abad ke-19. Di antaranya 66 . sudah terdapat aktivitas-aktivitas peduli lingkungan sejak abad ke-16 yang dilakukan oleh para amateur field naturalist. Kemunculan sejumlah kelompok lingkungan hidup di Inggris dan Amerika Serikat sejak pertengahan tahun 1800-an telah membuka jalan bagi publik untuk lebih mengenal isu. Hall. pemikiran. Ralph Waldo Emerson.dalam kasus Inggris. Untuk konteks Amerika Serikat. Ketiga varian tersebut memberi warna tersendiri dalam sejarah gerakan lingkungan hidup di Inggris. 1983. yakni kelompok pelestari countryside dan amenity. John Muir. 1983). dan Robert Underwood Johnson. Secara konkret kepedulian terhadap lingkungan di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 hingga awal tahun 1900-an. Era pertama gerakan lingkungan di Inggris mulai marak di akhir abad ke-19 hingga awal pergantian abad (Lowe dan Goyder. dan gerakan perlindungan hewan (Garner. Kebangkitan pemikiran lingkungan di kedua wilayah tersebut tampaknya berkaitan dengan menurunnya kualitas hidup dan lingkungan alam akibat berkembangnya Revolusi Industri di Eropa dan perluasannya ke Amerika sejak seabad sebelumnya. pendirian Sierra Club. khususnya pada konservasi alam liar (wilderness). 1983: 16). terutama bila memasukkan gerakan konservasionis tahun 1800-an.

keadilan lingkungan. Salah satu pendorong menguatnya kesepahaman bersama dari warga dunia akan urgensi penanganan masalah. Hall. 1996. bermula di Eropa Barat dan Amerika Utara. tak lagi elitis.masalah lingkungan hidup adalah berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi Lingkungan Hidup di Stockholm pada tahun 1972.isu lingkungan hidup. atau bahkan mungkin sebaliknya. atau hanya di level pemikiran– memang bermula sejak pertengahan abad ke-20. serta kesenjangan antara negara-negara Utara dan Selatan. Sejak saat itu. Gerakan lingkungan kontemporer atau populer seperti yang dikenal sekarang mulai mengambil bentuk pada tahun 1960-an. Namun argumen ini ditampik Lowe dan Goyder (1983:15). 2008). Imej gerakan lingkungan sebagai gerakan kelas menengah pun semakin berkurang sejak kebangkitan gerakan lingkungan kontemporer di pertengahan abad ke-20.isu yang berkembang hangat saat itu adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Isu. Konteks kelahiran gerakan lingkungan hidup kontemporer saat itu adalah situasi sosial politik pasca perang dunia. boom ekonomi di sejumlah negara. karena gerakan lingkungan cenderung membela kepentingan masyarakat kelas menengah. Akar environmentalisme modern yang hidup saat ini –yakni yang lebih melibatkan publik. Salah satunya ditandai dengan semakin banyak negara dan warga dunia bergabung dalam peringatan-peringatan seperti Hari Bumi dan Hari Lingkungan Hidup dari tahun ke tahun. karena menurut keduanya komposisi demografis anggota kelompok-kelompok lingkungan tidak selalu merepresentasikan keberpihakan masyarakat secara luas terhadap isu. yang kemudian dilanjutkan dengan KTT Bumi di Rio de Janeiro tahun 1992. serta terjadinya sejumlah “kiamat lingkungan” seperti insiden Chernobyl dan juga Minamata.bahwa keanggotaan kelompok lingkungan didominasi masyarakat kelas menengah karena hanya kelas menengah yang tertarik pada isu lingkungan. kemunculan isu lingkungan terus meluas. kemudian terus bergulir hingga pertengahan tahun 1970-an ke berbagai belahan dunia lainnya sebagai isu politis penting (Garner. 67 .

Gerakan Lingkungan Hidup di Dunia Meluasnya kesadaran akan persoalan lingkungan hidup yang semakin menggerogoti bumi ini tidak hanya berlangsung di negara. 1983). perjuangan nilai. Inggris.nilai environmentalis telah memasuki ranah politik nasional Inggris. dan setidaknya mampu mengkondisikan partai-partai politik lain dan 26 Selain Inggris.gerakan sosial lainnya seperti perjuangan kelas dan buruh. negara lain dengan Partai Hijau yang cukup berpengaruh dalam parlemennya adalah New Zealand (sejak tahun 1972). Keberhasilan perluasan dukungan terhadap isu lingkungan juga tampak dari manifestasi dukungan di parlemen Inggris.Sejarah gerakan lingkungan hidup masih relatif muda –terutama jika dibandingkan dengan gerakan.negara maju. dan Jerman (sejak tahun 1980). Kerumitan persoalan lingkungan tercermin juga dalam dinamika gerakan lingkungan hidup di sejumlah negara di dunia. 68 . Dalam subbab ini akan sedikit dijelaskan mengenai gerakan lingkungan hidup di beberapa negara. Inggris pada awal tahun 1980-an telah menyaksikan popularitas gerakan lingkungan di masyarakat. 3. hak-hak wanita– tapi tidak berarti bahwa gerakan lingkungan hidup kekurangan “bahan” dan isu untuk digarap. namun juga negara-negara berkembang. telah menyaksikan pertumbuhan dan perkembangan gerakan lingkungan yang begitu pesat. Sejak awal. 1999). Dilihat dari ukuran dan perkembangannya. baik secara sosiologis maupun politis. hal-hal yang diperjuangkan dalam aktivisme lingkungan umumnya berangkat dari satu titik untuk kemudian terus meluas seiring dengan tersibaknya kompleksitas permasalahan lingkungan. sehingga dapat digolongkan sebagai salah satu fenomena atau kekuatan sosial besar (Lowe dan Goyder. HAM. gerakan lingkungan di Inggris pada saat itu sudah lebih besar dari partai politik ataupun serikat dagang manapun. Meskipun sistem elektoral yang berlaku menyulitkan mereka untuk meraih kursi signifikan di parlemen (Connelly dan Smith. dengan jumlah pendukung hingga tiga juta anggota. yakni dengan berdirinya Green Party26 di Inggris pada tahun 1985. sebagai salah satu negara pelopor awal kemunculan kelompok lingkungan.

sementara kelompok pelestarian lebih memilih cara mendirikan taman-taman nasional untuk melindungi dan mengisolasi alam. dua negara yang pernah dikenal sebagai “Newly Industrializing Countries”.negara berkembang. gerakan lingkungan hidup di Amerika Serikat diwarnai geliat organisasi-organisasi lingkungan grassroot seperti Friends of the Earth dan Greenpeace. yang mampu menarik partisipasi banyak orang dari berbagai kelas sosial. Di kedua negara.juga masyarakat luas untuk lebih peka dan memperhitungkan faktor lingkungan dalam pembuatan setiap keputusan politik. Sejumlah contoh dapat dilihat pada dinamika yang terjadi di Korea dan Taiwan. yang sebagian pendirinya merupakan sempalan dari organisasi lingkungan tradisionalis Sierra Club (Connelly dan Smith. 2007).negara Barat. 2008). Pertentangan muncul karena kelompok konservasi mendukung eksplorasi sumber daya alam asalkan tidak berlebihan (used but not abused). 1999: 79-80). sejak awal kemunculan gerakan lingkungan. Masyarakat di kedua negara telah melihat keterkaitan antara isu lingkungan dengan isu. Sementara pada era selanjutnya. termasuk di antaranya para aktivis yang memobilisasi kepedulian menjadi sebuah gerakan lingkungan. jauh dari semua aktivitas manusia. tercatat kebangkitan gerakan lingkungan yang spontan (Bello.isu 69 . khususnya di Asia. khususnya hutan. karya Rachel Carson serta rangkaian kegiatan publik yang mengangkat tema-tema lingkungan hidup secara berkelanjutan sejak tahun 1980-an telah mampu mengundang perhatian publik Amerika Serikat tentang kerusakan lingkungan di sekitar mereka. Meskipun demikian. geliat gerakan sosial di bidang lingkungan sesungguhnya juga sudah lama berlangsung di negara-negara berkembang. conservation vs. Sebagian besar literatur memang lebih banyak memotret kebangkitan gerakan lingkungan hidup di negara. berjudul Silent Spring. Untuk kasus gerakan lingkungan hidup di Amerika Serikat. yakni di akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. perbedaan tampak jelas antara gerakan konservasi dan pelestarian. Biaya lingkungan yang harus dikeluarkan akibat industrialisasi menjadi keprihatinan sekelompok orang dalam masyarakat negara. preservation (Hall. Buku tentang bahaya pestisida DDT.

gerakan lingkungan sudah lebih dahulu muncul di beberapa negara Asia Tenggara. pembangunan waduk-waduk raksasa di Thailand. Hal ini karena w aduk mewakili gambaran negara barat akan visi pembangunan modern yang mereka anggap seharusnya dijalankan negara-negara dunia ketiga untuk mengejar ketertinggalan dengan negara-negara maju. perjuangan gerakan lingkungan telah banyak berlangsung. dan pemerintah pusat. gerakan lingkungan terus berkembang. kesehatan lingkungan kerja. menjangkau isu-isu seperti kampanye melawan Coca Cola dan Pepsi Cola dalam kasus pengurasan air tanah dan limbah industri (sludge). kaum miskin kota. Filipina. Salah satu pengaruh paling penting dalam gerakan lingkungan berbasis massa di India adalah gerakan antidam atau anti waduk. Hingga akhirnya gerakan lingkungan di kedua negara tersebut mampu memaksa pemerintah mereka untuk mengeluarkan peraturan yang lebih ketat tentang limbah industri. Tidak jauh dengan yang terjadi di negara-negara Asia Tenggara. gerakan lingkungan hidup di India telah berumur panjang. serta melawan penggundulan hutan dan pencemaran laut di Thailand dan Filipina. racun. dan juga para environmentalis bergabung dalam aliansi yang terbentuk secara alami untuk melawan perusahaan-perusahaan trans nasional. Sejak tahun 1970-an. monopoli kapital di tingkat lokal. Sejak 25 tahun yang lalu gerakan lingkungan di India telah menjadi salah satu kekuatan yang memperdalam demokrasi di India (Bello. dan pencemaran udara. bahkan sebelum era industrialisasi memuncak di negara-negara tersebut (pertengahan tahun 1980-an hingga pertengahan 1990-an). 2007). Setelah isu waduk. Berbeda dengan yang terjadi di kedua negara asia Timur di atas. dan krisis pertanian.penyediaan lapangan pekerjaan. serta kampanye petani 70 . Bello (2007) melihat bahwa sedikit berbeda dengan yang terjadi di Taiwan dan Korea. kaum pekerja. dan Indonesia. isu lingkungan hidup di Asia Tenggara melibatkan lebih banyak massa dan tidak hanya menjadi isu kelas menengah. Kelas menengah. seperti perlawanan terhadap energi nuklir di Filipina.

Keduanya melihat kemunculan gerakan lingkungan hidup memiliki kemiripan dengan latar belakang kemunculan gerakan sosial. meluasnya nilai. dan pandangan terhadap alam sebagai sumber pencerahan spiritual. yakni lahir dari ketidakpuasan terhadap sejumlah nilai. Ketidakpuasan masyarakat yang tertangkap Lowe dan Goyder misalnya adalah keprihatinan akan hilangnya tempat-tempat alami. Penjelasan Atas Kemunculan Gerakan Lingkungan Ada dua sudut pandang utama yang sering digunakan untuk mengkaji kelompok atau organisasi lingkungan.nilai pro. dan estetis.negara Asia yang paham bagaimana model pembangunan tersebut telah mengacaukan pertanian. Sudut pandang sosiologis atau perspektif gerakan sosial melihat kemuncula n gerakan atau kelompok lingkungan berhubungan erat dengan perubahan nilai-nilai dan struktur sosial dalam masyarakat (Lowe dan Goyder. Selain itu. keinginan untuk menjauh dari kota dan kembali ke suasana pedesaan.lingkungan diduga ikut didorong faktor.menentang beras dan bibit tanaman yang telah dimodifikasi dan direkayasa secara genetis (GMO-genetically modified organism).nilai yang selama ini dianut masyarakat dan mewakili upaya.negara Asia sangat penting untuk menghalau pandangan dan kesan bahwa masyarakat Asia bersikap tidak peduli. dan merusak lingkungan alam. melebarkan jurang kesenjangan pendapatan. 4.upaya kolektif untuk menginstitusionalkan nilai. pasrah.faktor seperti pertumbuhan kelompok pekerjaan yang dekat dan sering bersentuhan dengan 71 . 2007). Sudah semakin banyak orang awam di negara.model industrialisasi berorientasi ekspor dan pertumbuhan tinggi yang digembar-gemborkan elit pemerintah mereka (Bello. yakni sudut pandang sosiologis dan politis.nilai alternatif. 1983: 30). dan tidak kritis menghadapi model. kekecewaan terhadap pengaruh industrialisme pada kehidupan perkotaan. moral. Kasus-kasus gerakan lingkungan di sejumlah negara berkembang dapat menunjukkan bahwa pemahaman akan evolusi mass-based environmental movement di negara.

Pembelaan terhadap lingkungan dan hubungannya dengan masyarakat dilihat sebagai sebentuk kepentingan yang penyalurannya memanfaatkan intitusi. Tentunya isu. Sementara itu. Martell.hal non. kepentingan politik. dan kelompok kepentingan dalam mengangkat dan memanipulasi isu. sejalan dengan prinsip dan nilai sistem politik yang berjalan. elit-elit politik. newspaper editor and interest group leaders. tepatnya dari hasil peran media. di antaranya adalah adanya public visibility. Peran para elit dan aktor-aktor politik yang membentuk isu lingkungan menjadi sebuah agenda publik tampak dari bagaimana isu dapat “berputar” bila 72 . bila Lowe dan Goyder melihat analisis sosiologis menekankan peran perubahan jangka panjang nilai. dinamika gerakan lingkungan dinilai lebih berhubungan dengan sistem politik. maka analisis politis lebih memandang maraknya isu lingkungan sebagai hasil proses politik jangka pendek.isu lingkungan tersebut perlu memenuhi sejumlah syarat. 1999).isu tersebut diangkat ke media massa dan merebut perhatian publik. 1983: 31).isu serta mendorong nilainilai tertentu dari “atas”.isu lingkungan hidup dipandang mampu menjadi bagian dari agenda politik dan menarik perhatian pemerintah dan politisi. such as politicians.nilai sosial dalam masyarakat sebagai penyebab kemunculan gerakan lingkungan. ditandai dengan seringnya isu.[…]” (Lowe dan Goyder. sebuah keadaan yang mendorong kelahiran kajian baru seperti politik lingkungan (Connelly dan Smith. Sehingga dapat dikatakan bahwa sudut pandang politik menekankan “interrelation between the characteristics of particular issues and the values and preoccupations of certain gatekeepers.institusi politis. dan perilaku aktor politik pada suatu masa.material– (Lowe dan Goyder. Dinamika politis ini menurut Lowe dan Goyder terjadi ketika isu. 1983.isu-isu lingkungan serta adanya peningkatan standar kehidupan –yang tampaknya telah memungkinkan sebagian orang untuk mulai berpikir tentang nilai. Sementara itu.nilai dan hal. 1994). dari sudut pandang politis atau dari perspektif kelompok penekan (pressure group). serta bila permasalahan yang ada memungkinkan diambilnya tindakan via keputusan politik.

para ilmuwan. namun dia menambahkan bahwa kemunculan dan kebangkitan environmentalisme. gerakan lingkungan hidup terdiri dari beberapa warna dan tidaklah bersifat homogen. apa yang dilakukan Lowe dan Goyder. kepedulian lingkungan.digulirkan terus-menerus oleh aktor-aktor politik. dan ekonomis dalam masyarakat. tetapi juga karena telah diperkenalkan dan dipopulerkan oleh aktor-aktor sosial dan politik melalui media. Pandangan “saling keterkaitan” ini juga disetujui Martell (1994). Dari sejumlah argumen di atas. Selain mendukung “teori saling keterkaitan”. Menurutnya. dan kelompok kepentingan. dan gerakan lingkungan bukanlah semata. sosial. Keragaman dalam Gerakan Lingkungan Pembahasan tentang sejarah dan dinamika gerakan lingkungan hidup umumnya mempermudah penjelasan dengan mengandaikan gerakan lingkungan sebagai satu kesatuan yang utuh (misalnya. dapat disimpulkan bahwa environmentalisme sejauh ini bisa sedemikian rupa “naik daun” karena riilnya masalah. ekonomi. 5. interaksi setiap 73 . kebangkitan environmentalisme sesungguhnya bukan hanya karena faktor. membentuk suatu lingkaran opini publik. yang di saat bersamaan berinteraksi dengan kondisi-kondisi politis.mata produk dari struktur politik. Martell juga mengkritik penjelasan-penjelasan atas environmentalisme yang selama ini sering terlalu sosiologis (dalam artian hanya menggunakan masyarakat dan dinamika di dalamnya sebagai alat analisis). gerakan lingkungan hidup adalah sebuah pohon besar dengan sejumlah cabang. Pada kenyataannya.faktor sosial tapi sebagian besar juga karena fakta.fakta ilmiah yang menjelaskan permasalahan objektif yang menerpa lingkungan hidup tempat tinggal masyarakat industrial. media. Meskipun memilki satu akar (kepedulian terhadap bumi dan lingkungan hidup). dimana setiap cabang menghasilkan buah yang berbeda-beda jenis. 1983). Bila dianalogikan. dan kelompok lingkungan. sosial ataupun budaya.masalah lingkungan yang dihadapi dan dirasakan masyarakat.

melalui penciptaan teknologi. Salah satu pernyataan internasional yang dapat digolongkan dalam pandangan ini adalah konsep sustainable development yang pertama kali diluncurkan salah satu komisi PBB dalam Brundtland Report di tahun 1987.cabang dengan hal.ide mulia yang terkandung dalam konsep ini rupanya tetap dinilai pendukung ecocentrism tidak cukup kuat untuk mengubah keadaan. Konsep Pembangunan Berkelanjutan yang kemudian diadopsi oleh banyak negara tersebut memandang perlunya melindungi alam dan lingkungan agar dapat terus memenuhi hak-hak generasi saat ini tanpa mengorbankan hakhak generasi mendatang (WCED. Mereka memandang perubahan fundamental dalam cara hidup penghuni bumi mutlak dibutuhkan bila ingin bumi ini diselamatkan. oleh karenanya kepentingan umat manusia tidak boleh diletakkan di atas kepentingan makhluk hidup lainnya. 2004). Pandangan seperti ini salah satunya berangkat dari pemahaman dan keyakinan mereka bahwa kehidupan manusia hanyalah salah satu bagian saja dari keseluruhan kehidupan di bumi. 1987).hal di luar pohon tersebut mengkondisikannya untuk memiliki buah yang berbeda. Pemikiran anthropocentrism memandang pelestarian dan perlindungan lingkungan penting dilakukan agar keberadaan umat manusia di muka bumi dapat terus berlanjut. Karenanya. dan menempatkan alam dalam batas sejauh mana dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pendukung antroposentrisme menganggap penyelesaian masalah lingkungan dapat dilakukan seiring pertumbuhan ekonomi.teknologi ramah lingkungan. Ide. mereka hanya ingin orang-orang memahami betul bahwa keberadaan dan kelangsungan hidup manusia bergantung sepenuhnya pada ekosistem bumi dan spesies-spesies penghuninya (Mosquin dan Rowe. Aliran-aliran dalam environmentalisme pada dasarnya dibedakan menjadi dua: anthroposentrisme (atau homosentrisme) dan ekosentrisme. para penganut aliran ekosentrisme tidak ingin bekerja hanya di permukaan. Ekosentrisme tidaklah anti-human. Berbeda dengan pendukung pandangan antroposentrisme. Pandangan ini memang berpusat pada manusia dan segala kepentingannya. permasalahan lingkungan 74 .

Perubahan siginifikan dalam ide. Gesekan antara antroposentrisme dan ekosentrisme menguat pula sejak bermunculannya sejumlah green political theory yang mengkaji bagaimana ideide dan nilai. yakni environmentalisme radikal dan moderat.deepecology.nilai environmentalis dapat memanfaatkan sistem dan institusi politik yang telah ada (Connelly dan Smith. menggabungkan konsep-konsep preservation. Dari sekian banyak pemikiran. pemetaan dan pemilahan yang dilakukan Garner (1996) mampu mengungkapkan dan menempatkannya dalam dua spektrum yang saling bertentangan. penelusuran Garner memang banyak memiliki kesamaan dalam hal nilai.org/deepplatform. Dia melihatnya terdiri dari dua bagian.ide gerakan lingkungan.hanya dapat diselesaikan dengan melestarikan kesatuan ekosistem dan bukan melestarikan keuntungan ekonomi. bukan pada perubahan fundamental yang merupakan fokus deep ecology.nilai kunci yang me mbedakan ekologi dalam dan dangkal (lihat Tabel 3. yakni gerakan ekologi dalam dan dangkal (deep and shallow ecology movement ).1 di halaman berikut). terjadi setelah dikenalnya gagasan. dan spirituality ke dalam satu gerakan. Naess menerbitkan tulisan di tahun 1973 yang memperkenalkan frase “deep ecology” dan menawarkan sebuah “Deep Ecology Platform” 27 . ecology. Walaupun tidak sepenuhnya cocok dengan pembedaan Naess. Naess adalah seorang filsuf dan pecinta alam dari Norwegia yang mempertanyakan tujuan dan motif gerakan lingkungan selama ini. Hall (2008) melihat Ekologi Dalam sebagai sintesis dari banyak gerakan lingkungan yang telah ada. 27 The Deep Ecology Platform.html 75 . mereka yang berkecimpung dalam gerakan “dangkal” hanya peduli pada solusi-solusi jangka pendek. Menurutnya.gagasan Arne Naess. lihat http://www. termasuk menguatnya pemikiran ekosentrisme. 1999).

• Pembentukan masyarakat baru dengan nilai-nilai dan institusi-institusi baru dibutuhkan untuk menangani gawatnya krisis saat ini dan agar orang mampu menjalani hidup yang lebih bermakna dan memuaskan. Perlu perubahan ekonomi. politik secara fundamental. 1996) Pembagian yang dilakukan Garner dapat dikatakan mewakili wacanawacana yang terdapat dalam kajian politik hijau. Tabel 3.1. tanpa harus secara fundamental mengancam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan material.Pembedaan menurut Garner (1996) Dobson (1990) & Porrit (1984) Stephen Young Arne Naess (1973) Robyn Eckersley (1992) Tim O’Riordian & David Pearce Ide dan pandangan dasar <-----------------Spektrum environmentalisme---------------> Radical Moderate reformism Dark green Light green Radical environmentalism Deep ecology Ecocentric Ecocentric • Perlunya langkah-langkah radikal untuk membatasi tingkat produksi dan konsumsi. yakni dengan konsep bright. Pembedaan yang ditawarkan Steffen (2009) menekankan pada pilihan pendekatan dan jawaban tiap varian dalam menghadapi dan 76 . percaya pada kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyelesaikan masalah lingkungan hidup. Spektrum Pe mikiran dalam Gerakan Lingkungan (dalam Garner. sosial. Weak/reformist environmentalism Shallow ecology Anthropocentric Technocentric • Perlindungan lingkungan bisa secara efektif disinambungkan dengan kehidupan masyarakat modern industrial. • Perubahan di sana-sini dan hanya di permukaan tidak akan cukup untuk mencegah bencana lingkungan. • Merupakan pendekatan yang optimistis. dan dark green. light. Sebuah kategorisasi yang lebih kontemporer dilakukan Alex Steffen dengan melihat rangkaian varian environmentalisme dalam semacam gradasi warna. • Pertumbuhan ekonomi harus sustainable.

kesenjangan Utara-Selatan. Hal ini karena mereka sangat mendorong perubahan di level komunitas. Perbedaan-perbedaan pemikiran dalam gerakan lingkungan tampaknya muncul dari perbedaan sudut pandang dalam (1) menganalisis penyebab masalah lingkungan.isu yang “normatif” misalnya tentang keberlanjutan atau sustainability dan konservasi alam. Sementara yang lebih berperspektif misalnya adalah isu keadilan lingkungan (environmental justice--ESRC. serta tentang kesetaraan antara manusia dan alam. (2) menawarkan solusi. dan menekankan solusi lokal dan hubungan langsung dengan tanah dan pertanian sebagai sumber kehidupan. dan (3) 77 . Keragaman aliran pemikiran dalam gerakan lingkungan hidup juga tercermin pada keragaman fokus isu yang diperjuangkan setiap kelompok lingkungan.menyelesaikan masalah lingkungan. dengan mengimbau individu. tapi justru untuk membantu orang memahami pilihan-pilihan yang ada. Di sisi sebaliknya. atau setidaknya sebagai mekanisme terbaik untuk memicu perubahan di tingkat lebih luas. Steffen menyadari bahwa seseorang bisa digolongkan ke dalam ketiga kelompok atau memang memadukan nilai. perilaku. Bright green misalnya. Merekalah yang telah membantu menyebarkan gagasan bahwa kepedulian lingkungan itu “keren”. dark greens lebih memilih menekankan pentingnya menarik diri dari konsume risme dan bahkan dari industrialisasi itu sendiri. Sementara itu light green environmentalists cenderung menekankan perubahan gaya hidup. Steffen mengingatkan bahwa klasifikasi dan spektrum pemikiran dalam gerakan lingkungan yang dia buat tidak bermaksud untuk memecah belah. 2001). keadilan intra dan antar-generasi. Isu. menyakini bahwa inovasi teknologi yang berkelanjutan adalah jalan terbaik untuk menjaga kesejahteraan.individu untuk berubah. Meskipun melakukan pengelompokan environmentalis. dan bahwa pandangan terhadap keberlanjutan yang tidak mampu menyediakan kesejahteraan dan kemakmuran tidak akan pernah bisa berhasil. dan pola konsumsi sebagai kunci keberlanjutan.nilai dari ketiganya. Steffen melihat kelompok light green sangat mendorong perubahan di tingkat perseorangan.

yakni karena perkembangan filsafat politik Barat jauh lebih berwarna dibandingkan yang ada di negara-negara Timur. WWF. kelompok lingkungan radikal dari Amerika Serikat. dalam melakukan aksi-aksi 78 . tidak ditemui garis yang jelas dan tegas antara hubungan aliran yang dianut suatu kelompok lingkungan dengan jenis taktik aksi yang dipilihnya. 1996: 188). Hal ini karena menurutnya walaupun FoE terkadang memiliki tujuan-tujuan program yang sejalan dengan kelompokkelompok lingkungan lainnya. bisa jadi kerancuankerancuan tersebut muncul dari penggambaran tentang gerakan lingkungan hidup yang selama ini muncul ataupun ditampilkan di media. Keragaman sudut pandang salah satunya dipengaruhi oleh filosofi dan pandangan politik yang berkembang dalam suatu masyarakat di suatu masa. Itulah mengapa terdapat lebih banyak varian environmentalisme di masyarakat negara. atau FoE. pilihan-pilihan taktik “ekstrim” biasanya lebih menjadi pilihan kelompok-kelompok lingkungan beraliran radikal.cara-cara memperjuangkan jawaban tersebut. Taktik dan Metode Aksi Gerakan Lingkungan Ragam “aliran” atau ideologi dalam gerakan lingkungan hidup memang banyak dan tampaknya turut mempengaruhi bentuk-bentuk aktivisme dan pilihan aksi kelompok-kelompok lingkungan. Namun. FoE tetap bekerja dengan cara-cara yang berbeda dan dengan prioritas yang juga berbeda-beda untuk setiap isu yang muncul (Lamb. Secrett juga berpendapat bahwa kalaupun ada kebingungan publik tentang siapa itu Greenpeace. Metode. Walaupun begitu. Charles Secrett –pernah menjadi Direktur Friends of the Earth– memandang keragaman (plurality) dalam environmentalisme sebagai nilai tambah. Menyoal keanekaragaman gerakan lingkungan.metode aksi yang dipilih suatu kelompok beraliran antroposentrisme bisa jadi juga dilakukan kelompok yang mendukung ekosentrisme.negara Barat dibandingkan di negaranegara Timur. Salah satu contoh hubungan antara ideologi dan pilihan bentuk aktivisme tampak dari bagaimana keberanian anggota Earth First. 6.

Atau dengan memanfaatkan kekuatan media untuk menyebarkan apa yang telah dan bisa dilakukan untuk lingkungan hidup. seperti mengakuisisi atau memblokade lokasi yang sedang mereka bela. atau dengan mempengaruhi lembaga atau organisasi lain di luar pihak berwenang atau pemerintah. Martell memandang sebagian besar gerakan lingkungan masih tetap memanfaatkan jalur-jalur politis dan often being concerned also with legislative reform and political access. yang mendesentralisasi bentuk partisipasi. Meskipun demikian. Martell (1994) berpendapat gerakan lingkungan kontemporer dapat dikategorikan sebagai sebuah “gerakan sosial baru” karena mulai meninggalkan metode. Di sisi lainnya. yakni dengan menyediakan beragam layanan atau keistimewaan bagi anggota-anggotanya. lomba kampung atau desa hijau). Cara-cara lain yang umumnya ditempuh adalah protes atau demonstrasi. mayoritas kelompok lingkungan yang ada umumnya lebih memilih untuk mengoptimalkan cara-cara seperti kampanye. banyak organisasi lingkungan menggabungkan metode- 79 . mendorong perubahan cara dan gaya hidup. dan stiker. Lowe dan Goyder (1983: 2-3) juga menyebutkan sejumlah cara yang dipilih organisasi lingkungan di Inggris untuk mencapai tujuannya. Gerakan lingkungan terkini lebih menyukai pendekatan akar rumput. negosiasi melalui pihak legislatif. kaos.metode yang menekankan partisipasi dalam sistem politik dan upaya-upaya legislasi.kontroversial seperti sabotase atau eco-tage. Pada prakteknya di lapangan. Terkait pilihan metode aksi. pemboikotan. bertindak langsung (direct action). massa. ataupun media interaktif. Salah satu taktik terkini kelompok lingkungan adalah mengkondisikan agar cara-cara persuasif di atas dapat diamplifikasi melalui media sosial. atau institusi akademis. penghancuran alatalat berat (yang digunakan untuk menebang pohon). lobby. Dalam paparannya. asosiasi pedagang. lomba penulisan. dan pendidikan lingkungan. serta meningkatkan publikasi untuk membentuk opini publik (misal melalui penyelenggaraan lomba desain poster. misalnya melalui green consumerism dan perubahan gaya hidup. rally dari kota ke kota. petisi. seperti kelompok masyarakat.

Tidak semua aktivis memilih bergabung atau mengambil posisi tertentu dalam gerakan lingkungan secara spesifik (yakni. terdapat perbedaan antara anggota organisasi lingkungan. juga karena anggota suatu organisasi atau kelompok lingkungan bisa jadi merupakan anggota organisasi lingkungan yang lain. apalagi mendapatkan profil para aktivis lingkungan di 28 Orang-orang yang berkecimpung dalam gerakan ataupun aktivisme lingkungan secara umum dikenal sebagai aktivis lingkungan atau environmentalis. komunitas. terdapat juga kalangan environmentalis (dengan latar belakang dan sejarah masing-masing. ataupun keberadaan kajian ilmiah yang mampu mengungkapkan dan mengidentifikasi para aktivis lingkungan secara menyeluruh.metode baru dan lama. baik dengan alasan ideologis maupun pragmatis) yang lebih memilih menjalankan aktivismenya secara lebih individual dan sengaja tidak bergabung dengan komunitas atau organisasi lingkungan tertentu. tidak mudah mendapatkan data a ktivis lingkungan di tingkat kelembagaan. atau lembaga lingkungan). Bisa saja ada orang yang peduli dan bertindak nyata untuk lingkungan. Tidak mudah menemukan data yang akurat mengenai para environmentalis. 7. tidak mudah menemukan tulisan yang dapat menangkap gambaran environmentalis sebagai suatu sosok atau profesi. selain karena tidak banyak orga nisasi lingkungan yang memiliki pendataan dan administrasi keanggotaan yang rapi. dan aktivis lingkungan sebagai individu. misalnya dengan mendorong perubahan di level masyarakat (via gerakan akar rumput ataupun dengan pengaruh media) agar dapat membentuk opini publik yang kemudian dapat digunakan untuk mempengaruhi keputusan pemerintah. Sementara itu. 80 . Hal ini kemungkinan besar karena identitas atau “status” seseorang sebagai seorang environmentalis tidak dapat dibakukan dan ditentukan hanya dengan keanggotaannya dalam suatu lembaga misalnya 28 . gerakan lingkungan itu sendiri. Namun. Karakteristik Aktivis Lingkungan Siapakah sebenarnya para environmentalis? Penggambaran profil dan aktivitas para aktivis lingkungan tidak dapat dipungkiri memang lebih banyak masyarakat dapatkan dari berita-berita di media. dalam sebuah organis asi. namun tak peduli apakah dirinya layak disebut aktivis atau tidak. Sementara itu.

kaum imigran. Keterlibatan orang-orang dari semakin beragam kelompok masyarakat misalnya terjadi dalam kasus-kasus yang menunjukkan bagaimana wilayah terkumuh dan tercemari dalam suatu daerah seringkali adalah tempat tinggal orang-orang kulit berwarna. dan tidak lagi hanya didominasi oleh “pria. setidaknya sarjana. 1993 ). Khususnya para pengurus inti. yang menempatkan isu lingkungan dalam perspektif ketidaksetaraan yang juga dialami oleh kaum terpinggir dan warga dengan kulit berwarna. dari kelas menengah”. yang berusaha mencari tahu hubungan antara karakter demografis para aktivis dengan persepsi. komposisi demografis para aktivis lingkungan semakin bervariasi dari tahun ke tahun. atau kelas buruh. 1983. Minunzie. jajaran “elit”. Tentunya kondisi dominan tersebut berubah seiring muncul dan menguatnya aliran environmentalisme seperti keadilan lingkungan atau eco-justice (ESRC. sikap. baik dari variasi gender.isu lingkungan (Lowe dan Goyder. ataupun kelas sosial. namun sejumlah riset yang dilakukan di Inggris dan Amerika Utara mengenai karakter demo grafis para aktivis lingkungan dapat memberikan salah satu gambaran tentang siapa dan bagaimana seorang environmentalis. relatif aman secara finansial.Indonesia. ras. dan perilaku mereka menghadapi permasalahan atau isu. Riset-riset tentang aktivis lingkungan tersebut secara umum banyak menggunakan kerangka berpikir sosiografis dan psikografis. 2001). Kebangkiran varian environmental justice juga mampu menunjukkan bahwa lingkungan yang bersih dan sehat adalah hak setiap orang dan bukan hanya berhak dimiliki kelas menengah ataupun kaum berduit. yang umumnya masih didominasi orang-orang berpendidikan tinggi. atau aktivis setia dalam organisasi atau kelompok lingkungan. dan bekerja di sektor sosial atau jasa (non- 81 . Dapat dikatakan bahwa unt uk masyarakat di Eropa Barat dan Amerika Utara. kulit putih. Pendukung environmentalisme semakin beragam dan tidak lagi dapat diidentifikasi secara sederhana berdasarkan status sosial-ekonominya. Tetapi bahasan dari Lowe dan Goyder serta Minunzie juga menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan area pekerjaan masih sangat signifikan berkaitan dengan keterlibatan seseorang dalam gerakan lingkungan.

yakni dengan pendirian WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia). guru dan dosen. para anggotanya sudah terlebih dahulu beraktivitas dan 82 . kelas menengah. beliau semakin menyadari pentingnya memasukkan faktor pelestarian lingkungan hidup dalam perencanaan pembangunan dan untuk melakukan hal tersebut beliau melihat urgensi melibatkan anggota masyarakat. khususnya melalui advokasi dan pendidikan lingkungan (Munggoro. Oleh karena itu. dan terdidik . dan kalangan pecinta alam. terutama setelah menghadiri pertemuan internasional Konferensi Tingkat Tinggi Lingkungan hidup. atau pekerja sosial.manufaktur dan industrial). 2007). tidak dapat dipungkiri bahwa Emil Salim telah menorehkan tapak pertama dalam jejak sejarah gerakan lingkungan hidup Indonesia. B. Sejak tahun 1970-an. terutama para mahasiswa. 2003). organisasi kemasyarakatan formal pertama di Indonesia yang memfokuskan perjuangannya dalam bidang lingkungan hidup. namun untuk saat ini dalam konteks Indonesia. pegawai. tampaknya mayoritas aktivis lingkungan secara sosial memang masih datang dari wilayah perkotaan.hasil kajian di atas ke depannya dapat dimanfaatkan untuk mempelajari bagaimana kaitan antara demografi dengan aktivisme lingkunga n di Indonesia. akademisi. Hasil. GERAKAN DAN AKTIVISME LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA Sejarah gerakan lingkungan hidup di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran penting Emil Salim. Sejarah awal WALHI sedikit banyak berutang pada Emil Salim karena sebelum menjadi WALHI. Meskipun terdapat pendapat bahwa peran Emil Salim dalam gerakan lingkungan seringkali terlalu dibesarbesarkan (Aditjondro. mengenalkan isu-isu lingkungan dan mendorong mereka untuk bergerak. Melalui diskusidiskusi tersebut para anggota pecinta alam semakin menyadari bahwa tanpa perubahan cara pandang dan perilaku bersama maka lingkungan hidup akan semakin rusak dan tidak akan tersisa bagi generasi selanjutnya. Emil Salim mulai berbicara dan berdiskusi dengan para pecinta alam. Bola salju yang digulirkan Emil Salim mendorong pendirian salah satu titik awal bentuk gerakan lingkungan hidup di Indonesia.

WALHI sendiri pernah menjalankan beragam metode aksi. Namun di tahun 2000.hara politik tahun 1998 WALHI bergabung dengan gerakan besar masyarakat sipil dalam mengkritisi pemerintahan Orde Baru. 2006). dan paling dikenal di Indonesia. Perjuangan awal WALHI banyak bertolak dari kesadaran akan kerusakan-kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh sejumlah proyek pembangunan ya ng ditetapkan oleh pemerintah kala itu. WALHI memfokuskan kegiatan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat pada isu. 2007). pada tahun 1980 Kelompok Sepuluh kemudian berevolusi menjadi WALHI. Untuk memperluas jaringan dan kegiatan. Hingga pada tahun 1988 WALHI menjadi NGO pertama yang mengajukan tuntutan hukum pada pemerintah. pada tahun 1989 WALHI bergabung menjadi anggota nasional dari Friends of the Earth (FoE). Setelah dua tahun. Pada tahun-tahun awal. 83 . sebuah bulletin tentang isu lingkungan di Indonesia. dan lebih jauh lagi. Pada pertengahan 1980-an WALHI mulai berkonsentrasi pada upaya-upaya advokasi dan menjaga jarak dari pemerintah (Munggoro. terbesar. Meskipun tidak memenangkan gugatan tersebut. tindakan ini telah menaikkan nama WALHI. seperti dalam kasus pembangunan waduk Kedung Ombo.isu sosial dan lingkungan. yakni ketika WALHI mengajukan sebuah tuntutan hukum atas tuduhan pencemaran dan pengrusakan lingkungan pada enam badan pemerintah dan perusahaan Indorayon Utama Pulp di Sumatera Utara. sebuah organisasi internasional berbasis di Inggris yang mengklaim diri sebagai jaringan akar rumput terbesar di dunia untuk isu. Berkaitan dengan taktik dan metode aksi. WALHI telah menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah bagaimana gerakan lingkungan Indonesia semakin merangkul publik dan menjadi kekuatan penting perubahan sosial (Sinanu.berkumpul di bawah naungan Kelompok Sepuluh. menyebarluaskan kepedulian terhadap permasalahan lingkungan hidup di Indonesia. Sejak didirikan hampir tiga puluh tahun yang lalu.isu lingkungan dan memperkenalkan WALHI itu sendiri. Sejarah dan geliat environmentalisme di Indonesia memang tidak dapat dilepaskan dari WALHI karena organisasi ini adalah forum lingkungan tertua. misalnya melalui pelatihan-pelatihan tentang pelestarian lingkungan dan penerbitan Tanah Ait. Menjelang dan setelah huru.

setelah mengamati perubahan-perubahan konteks politik dan sosial kemasyarakatan. serta aksi-aksi di level akar rumput masyarakat. dan dampak globalisasi. Pada era otoritarian seperti saat itu organisasi lingkungan WALHI mampu bertindak jauh dengan mengajukan tuntutan hukum terhadap enam badan pemerintah atas tuduhan pencemaran dan kerusakan lingkungan. WALHI memutuskan untuk meluaskan perannya dengan berubah dari forum organisasi-organisasi lingkungan menjadi organisasi publik yang berbasis massa. 2007). yakni aksi-aksi melalui saluran politis dan mekanisme politik yang sudah berjalan. dapat dibedakan menjadi dua.isu global seperti perubahan iklim. Walaupun sejumlah organisasi lingkungan tak jarang melibatkan masyarakat umum. 84 . sehingga perkumpulan dan gerakan dalam bidang lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat tidak ditentang pemerintah. dan ekonomi yang juga terjadi. 2006) dengan turut terlibat dalam isu. Dalam kasus Indonesia. utang luar ne geri. misalnya kaum tani dan warga desa dalam aksi-aksinya. Dinamika WALHI juga berhubungan erat dengan perubahan dalam gerakan lingkungan hidup internasional. Hal ini karena isu lingkungan hidup tidak dipandang oleh rezim otoritarian saat itu sebagai isu yang “politis”. Secara ringkas. Padahal kerusakan lingkungan justru menjadi salah satu contoh nyata kelalaian rezim tersebut. Sejarah dan dinamika WALHI mencerminkan perubahan karakter environmentalisme di Indonesia seiring dengan perubahan sosial. sebuah situasi yang mendorong WALHI untuk globalizing its focus (Sinanu. Wiryono (2008) bahkan berpendapat gerakan lingkungan di Indonesia selama ini masih terbatas menjadi domain para aktivis dan pecinta lingkungan di kota-kota besar. perlawanan lingkungan memang bisa menjadi salah satu isu yang memungkinkan gerakan anti-diktator berorganisasi dan merengkuh lebih banyak dukungan (Bello. tidak dapat dipungkiri bahwa secara umum gerakan lingkungan hidup di Indonesia belum menjadi gerakan yang benar-benar merakyat. politik. Bentuk-bentuk aksi yang selama ini dijalankan organisasi-organisasi lingkungan hidup di Indonesia mengambil banyak ragam.

tapi juga bagi planet bumi ini. lebih dari itu kekayaan alam Indonesia juga merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati dan paru-paru dunia. Conservation International. Organisasi-organisasi luar negeri tersebut merentangkan sayapnya dan “membuka cabang” di Indonesia tentunya karena isu-isu lingkungan hidup dan pengelolaannya di Indonesia tidak hanya penting bagi negara ini. sehingga masalah lingkungan di satu negara dapat mempengaruhi kondisi lingkungan di negara lain. Bila pada tahun tujuh puluh hingga delapan puluhan gerakan lingkungan di Indonesia lebih banyak didominasi oleh kelompok-kelompok pecinta alam yang bergabung dalam organisasi-organisasi lingkungan lokal. Posisi penting tersebut tidak hanya disadari oleh masyarakat dan gerakan lingkungan Indonesia tetapi oleh juga pihak-pihak luar. Perundangundangan mengenai lingkungan hidup banyak tersebar mulai dari bentuk Undangundang hingga ke Peraturan Menteri dan Peraturan Daerah. maka pada tahun sembilan puluhan Indonesia menyaksikan masuknya sejumlah organisasi lingkungan besar yang bermarkas pusat di luar negeri. Hal ini karena persoalan lingkungan hidup adalah persoalan sistemik dalam ekosistem bumi. tetapi implementasi dan penegakannya di lapangan justru menunjukkan bagaimana mekanisme pemerintahan 85 .Gerakan lingkungan hidup di Indonesia memiliki arti penting karena Indonesia memiliki begitu banyak kekayaan alam dan lingkungan yang berpotensi menyelamatkan atau justru menghancurkan negara dan masyarakat Indonesia. Kecenderungan di atas terbaca jelas pada dinamika gerakan lingkungan Indonesia. Meskipun sejumlah kalangan memperingatkan keberadaan organisasi-organisasi luar tersebut. namun secara umum interaksi mereka dengan masyarakat Indonesia secara umum turut membantu proses penyadaran lingkungan hidup kepada masyarakat. Secara kontekstual. gerakan lingkungan di Indonesia menghadapi tantangan yang berat karena hukum dan kebijakan lingkungan yang ada di Indonesia saat ini belum cukup untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup. Di antara organisasi lingkungan global tersebut adalah WWF. Itulah salah satu alasan mengapa sejumlah lembaga atau NGO internasional ikut tertarik dan bergabung dalam upaya-upaya perlindungan lingkungan di Indonesia. dan Greenpeace.

Penyesuaian strategi aksi kelompok lingkungan dengan karakter media. kepedulian yang telah ada di masyarakat perlu dikelola agar dapat bergabung dengan elemen-elemen gerakan lingkungan hidup yang lainnya. 1. tantangan ke depan bagi gerakan dan aktivis lingkungan hidup di Indonesia akan semakin kompleks. C. 1994). Di sisi sebaliknya. ketertarikan media pada nilai berita dalam kampanye-kampanye kelompok lingkungan. televisi. tapi juga karena belum tampak komitmen penuh dari pemerintah untuk berpihak ke sisi lingkungan. Tidak hanya karena masalah lingkungan hidup itu sendiri yang tampaknya akan terus memburuk. Baik liputan via radio. serta kerja para ilmuwan dalam menyibak masalah-masalah lingkungan. Padahal isu lingkungan sesungguhnya berkaitan erat dengan banyak dimensi kehidupan masyarakat. sehingga permasalahan lingkungan lambat laun akan mempengaruhi pula banyak aspek kehidupan masyarakat Indonesia. AKTIVISME LINGKUNGAN HIDUP DAN INTERNET Gerakan Lingkungan dan Media nteraksi antara kelompok lingkungan. kesemuanya tarik. Saat ini. hubungan dengan media penting bagi aktivis lingkungan karena liputan media mampu menyampaikan pesan-pesan yang dapat merebut tempat di hati dan pikiran orang-orang. untuk mendorong perubahan yang lebih menyeluruh dalam perlindungan lingkungan hidup Indonesia.yang ada belum menempatkan persoalan lingkungan hidup sebagai persoalan utama.untuk menyebarkan kesadaran mengenai permasalahan lingkungan di Indonesia. media. dan ilmuwan adalah salah satu hal penting yang telah mampu mendorong isu lingkungan menjadi bagian dari agenda publik (Martell. Kondisi keterpinggiran ini pula yang tampaknya mendorong para aktivis menggunakan segala cara dan saluran yang ada –termasuk di antaranya.menarik dalam mendorong isu lingkungan terus muncul ke permukaan. Tetapi. Meskipun begitu. maupun suratkabar. melalui internet. persoalan lingkungan bukan lagi sesuatu yang asing bagi masyarakat. kesemuanya bernilai untuk menjangkau lebih banyak dan lebih beragam 86 .

dan mudah ditampilkan di media.khalayak. dalam konteks persepsi publik. merancang kegiatan kampanye mereka untuk sedemikian rupa bernilai visual. tidak semua penggambaran yang terdapat di media tentang environmentalisme dan aktivis lingkungan positif serta menguntungkan. misalnya seperti yang dikritik Vivanco (2004) dari visualisasi “environmentalism-as-adventure” di banyak media terutama televisi (seperti yang dilakukan oleh mendiang Steve Irwin). dan lainnya. dan tidak lagi bertumpu pada wacana dan argumentasi. misalnya. Ada saja representasi yang menyesatkan dan berlebihan tentang para pecinta lingkungan. Salah satu organisasi lingkungan hidup yang paham benar dengan peran media adalah Greenpeace. Greenpeace. Tentu saja.gambaran yang ditampilkan media tentang kelompok-kelompok lingkungan bisa jadi justru telah turut menimbulkan kebingungan publik tentang siapa itu. dramatis. dan image. terutama televisi (Martell. Greenpeace. Mereka terampil dan cerdas dalam memanfaatkan media. Secara lebih spesifik. Namun. 1994). WWF. yang seolah mengaitkan dan 87 . Tampaknya organisasi-organisasi tersebut memahami benar bagaimana masyarakat sekarang memandang peristiwa dunia. Lamb (1996: 189) tidak memungkiri bahwa dalam konteks dinamika kelompok-kelompok lingkungan di Inggris –terutama selama akhir tahun 70-an hingga 80-an– hubungan erat media dengan kelompokkelompok lingkungan merupakan faktor krusial dalam pembangunan landasan kekuatan populer (popular power base) kelompok-kelompok seperti FoE (Friends of the Earth). ataupun Friends of the Earth. Tapi Lamb (1996: 65) mengingatkan bahwa tentunya hal di atas baru akan punya arti dan benar-benar berdampak bila dukungan populer dari para pemilih awam dapat disalurkan untuk mendesak politisi-politisi agar menggerakkan “gunung” legislasi atau menggeser struktur kekuasaan yang selama ini mengikat kuat hubungan dunia bisnis dengan pemerintah. Lamb berpendapat gambaran. ikon. Karenanya mereka kini menggunakan lebih banyak simbol-simbol budaya.

penggunaan media dilakukan karena aktivis sebagai bagian dari gerakan sosial menyadari pentingnya memenuhi kebutuhan akan informasi. Dan internet adalah salah satu alat yang dipandang mampu mendukung kebutuhan ini secara efisien dan andal. Namun secara eksternal. salah satunya dengan cara memperkuat jaringan. Penggunaan Internet dalam Gerakan Lingkungan Aktivis sosial pada umumnya secara sadar memanfaatkan media. atau mencari informasi via internet. Hal ini ditunjukkan Flew (2005: 16) dengan bagaimana “organizations of all sorts have sought new forms of informal collaboration with other organizations in order to better manage risk and respond to change”. Pengamatan Flew tampaknya sejalan dengan dinamika teranyar yang terjadi dalam masyarakat sipil ataupun gerakan sosial. 88 . Pemanfaatan secara pasif misalnya dengan menonton televisi. Aktivisme lingkungan hidup sejak awal telah memanfaatkan berbagai peluang yang disediakan beragam media dan saluran komunikasi untuk mendukung aksi-aksinya. contoh pemanfaatan secara aktif adalah dengan membuat film atau rekaman dokumenter. baik secara pasif maupun aktif. yakni meningkatnya kebutuhan dan tuntutan untuk melakukan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak. Hal ini sangat tampak dari apa yang sudah lama dilakukan oleh kelompok-kelompok lingkungan di Inggris (Lowe dan Goyder. berpartisipasi dalam diskusi di mailing lists. berkembangnya kerumitan dan ketidakpastian seiring dengan perubahan teknologi yang amat pesat juga mendorong kelompok-kelompok masyarakat untuk melakukan penyesuaian. membaca surat kabar. 2.menyederhanakan kepedulian lingkungan sebagai petualangan liar di alam bebas bersama hewan-hewan eksotis. menulis untuk surat kabar atau weblog. Secara internal. Hal ini karena informasi terakurat dibutuhkan aktivis untuk dapat terus menghadapi situasi dan kondisi sosial politik terkini. baik secara formal maupun informal. untuk dapat mengimbangi perubahan yang semakin cepat. Sementara itu.

ataupun lembaga.fungsi yang selama ini telah dijalankan secara offline. bukan saling menegasikan. aman. Pada dasarnya. dan menggalang dukungan. Salah satu cara yang ditempuh FoE untuk melakukan penyebaran atau desentralisasi adalah dengan melakukan investasi besar-besaran di bidang sistem informasi digital baru. dikenal sebagai FOEnet (Lamb. 89 . merekrut anggota. jutaan individu kini telah mampu dan berdaya ( mpowered) untuk e beraksi. Penggunaan media interaktif dan media konvensional tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masingmasing. yakni fungsi komunikasi. Walaupun banyak juga kerugian dan ancaman dari kemajuan teknologi komunikasi (seperti berkurangnya ruang pribadi. 1996: 198). Namun aktivisme lingkungan di dunia offline dan online umumnya saling mendukung dan melengkapi. perusahaan. ataupun ketidaksetaraan akses informasi). tetapi tidak dapat dibantah bahwa kini orang perseorangan ataupun kelompok-kelompok kecil dalam masyarakat dapat melakukan banyak hal yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh pemerintah. terekam. Internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan lingkungan.1983). Aktivis dan anggota gerakan lingkungan hidup selama ini sudah memanfaatkan internet untuk beragam tujuan dan dengan berbagai cara. internet digunakan oleh elemen-elemen dalam gerakan lingkungan untuk mendukung fungsi. Pavlik juga menunjukkan bagaimana seiring dengan peningkatan kepemilikan personal computer dan juga ketersebaran akses internet. dan mobilisasi. Andrew Lees. Internet mampu mendukung kerja-kerja environmentalisme melalui kekuatannya untuk menyampaikan informasi secara cepat. serta berpartisipasi dalam proses sosial dan politik secara lebih luas. FOEnet tumbuh dari visi salah satu petinggi FoE saat itu. dan akurat. berkomunikasi. sosialisasi. tak terkecuali gerakan lingkungan.lembaga besar. terancamnya hak atas kepemilikan intelektual. Aktivisme di internet dapat dikatakan sedang menagih janji Pavlik (1996: 340) bahwa yang paling diuntungkan dari kemunculan teknologi komunikasi adalah personal empowerment. Salah satu fenomena media dan komunikasi yang terus mengha ngat sejak kurang lebih satu dekade terakhir adalah penggunaan internet oleh masyarakat sipil dan gerakan sosial.

membantu mereka mengendalikan hidup mereka dan membantu masyarakat secara lebih luas untuk mencari tahu apa yang terjadi di sekitar mereka.hasil dari penggunaan internet oleh environmentalis di Inggris. Update terbaru setiap harinya tentang situasi di lokasi mampu menarik ketertarikan luas dari publik. Di pertengahan tahun delapan puluhan. Charles Secrett juga memandang FOEnet sebagai salah satu jalan menegangkan yang pernah FoE tempuh untuk memberdayakan orang-orang.isu lain yang terkait kampanye Newbury. sistem informasi geografis. 1996: 199). dan isu. serta untuk berhubungan dengan situs-situs lain. dan kehadiran FoE di internet. mereka tetap memberitakan kegiatan-kegiatan mereka di sejumlah suratkabar lokal.lah orang yang pertama kali membujuk organisasi lingkungan itu untuk memulai investasi teknologi informasi termasuk pembuatan database. untuk membantu proses mobilisasi. Tak jauh berbeda. mereka menggunakannya untuk mengarsipkan dan menerbitkan newsletter mereka.lobi politik yang dijalankan oleh FoE. Potensi awal internet untuk mengarahkan dukungan publik dan mengejar laju cepat perkembangan dalam era kampanye serba-cepat salah satunya ditunjukkan dalam kampanye FoE untuk menghentikan pembangunan bypass di Newbury (Lamb. Hal ini juga didukung oleh keberadaan peta interaktif situs. Namun selain melalui internet.yang percaya bahwa informasi yang akurat dan jelas –seringkali ditampilkan sebagai peta– adalah fitur kunci yang membuat FoE berbeda. Lees. Contoh lain juga tampak dari bagaimana pengelola Ealing Cycling Campaign di London Barat memanfaatkan internet setelah internet semakin meluas dan bertumbuh siginifikansinya (Batterbury. Para aktivis lingkungan tersebut memanfaatkan internet secara partisipatoris. mulai dari aksi radikal para demonstran hingga lobi. 2003). yang memberi informasi tentang persoalan perundang-undangan. dan mendorong taktiktaktik lain yang mereka jalankan Internet tampaknya dinilai cocok untuk mendukung aktivisme lingkungan karena secara mendasar internet telah memiliki sifat-sifat saluran komunikasi 90 . aset ekologis. dan hasil. Pickerill (2003) menggali dan menyajikan konteks. ketegangan.

terutama wilayah-wilayah yang belum memiliki akses internet. faktor. harus diakui bahwa kekuatan internet memang terletak pada sifat-sifatnya yang cepat dan tersebar luas. perlu dipahami secara utuh bagaimana masyarakat selama ini memposisikan media dan internet dalam aktivitasaktivitas mereka. internet barangkali lebih cocok diposisikan sebagai pelengkap dan bukan alat utama. Salah satu kasus terbaru penggunaan internet dalam isu lingkungan adalah penggalangan dukungan oleh WALHI bekerjasama dengan Friends of the Earth via dunia maya. luasnya jaringan pengguna. dan (5) kemampuan menjadi sumber informasi alternatif yang reliable.faktor yang membuat internet menarik untuk digunakan sebagai alat kampanye adalah (1) kecepatan transmisi pesan. fleksibilitas. Oleh karena itu.yang sangat dibutuhkan sebuah gerakan sosial. Hal ini memang tak dapat dilepaskan dari perkembangan teknologi dan semakin mudahnya mendapatkan akses internet di berbagai daerah di Indonesia. penggunaan internet oleh aktivis lingkungan memang baru marak dilakukan dalam lima hingga enam tahun terakhir. (4) akses 24 jam. untuk menekan pemerintah agar membereskan kasus luapan lumpur di Sidoarjo. Misalnya dalam hal mencapai masyarakat secara lebih luas. Sejumlah tahapan-tahapan pendidikan lingkungan pun tetap memerlukan penanganan secara langsung atau akan lebih efektif bila dilakukan secara tatap muka. terdapat juga celah-celah kebutuhan gerakan yang tetap tak tersentuh oleh internet. interaktivitas. (3) biaya publishing yang rendah. Meskipun ada banyak keunggulan yang dimiliki internet sebagai sebentuk media. 91 . tepatnya sebuah online petition. Secara sistematis. kemudahan. di begitu banyak wilayah Indonesia. Keunggulan-keunggulan tersebut diantaranya adalah kecepatan. Tentunya untuk memastikan hal ini. Dalam konteks Indonesia.masalah lingkungan hidup. namun dalam hal kedalaman penanganan masalah. (2) jangkauan global dan lokal ke banyak sekali pengguna.

tepatnya para aktivis yang aktivismenya banyak memanfaatkan fasilitas di internet. Peneliti memulai penelusuran via mesin pencari Google dengan mengumpulkan informasi terkait milis. dan situs-situs pribadi (kesemuanya dalam bahasa Indonesia) yang aktif membahas isu. PROSES PENELITIAN 1. tidak mudah untuk menemukan aktivis lingkungan yang banyak beraktivitas via internet. Untuk mencapai tujuan pene litian serta mendapatkan gambaran unik. dan atau (ditunjukkan dengan) memiliki atau mengelola situs. Namun pada prakteknya. yakni mengambil informan yang tersedia. Untuk penelitian ini. Informasi mengenai para aktivis lingkungan pengguna internet didapatkan dari database anggota milis. blog. informan dianggap dapat memberi informasi dan data secara optimal bila sudah cukup lama mengenal dan memanfaatkan internet. beragam. ataupun mailing list (terkait isu lingkungan) dengan aktivitas relatif tinggi. blog.BAB IV ANALISIS A. Cara pemilihan ini dipilih karena populasi aktivis lingkungan di Indonesia bersifat sporadis sehingga tidak mudah mendapatkan data sistematis dan menyeluruh yang dibutuhkan untuk menjalankan teknik-teknik sampling acak. berkomitmen pada isu lingkungan hidup.milis lingkungan yang 93 . dan mendalam mengenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan maka pada awal berjalannya penelitian informan direncanakan untuk diperoleh berdasarkan prinsipprinsip dalam purposive sampling. Secara teknis.isu lingkungan hidup. sampling purposif direncanakan untuk dilakukan dengan memilih informan yang dianggap paling dapat memberikan informasi optimal mengenai topik penelitian. Penelusuran dan Pe nentuan Informan Populasi penelitian ini adalah aktivis lingkungan hidup di Indonesia yang “eksis” secara online. sehingga pada akhirnya teknik yang digunakan adalah available sample.

94 . Oleh karena itu. dari kedua groups tersebut tercatat dua puluh satu buah milis bertema lingkungan (per 17 Februari 2009. dan atau jumlah post/artikel (bila di blog) yang relatif tinggi bila dibandingkan dengan situs. ataupun mailing list sejenis. Dari yahoogroups dipilih milis bernama “Lingkungan”. peneliti memutuskan Djuni Pristiyanto. namun kemudian membatalkan menggunakan Marc sebagai informan karena dia ternyata berkewarganegaraan Perancis. peneliti mengambil salah satu administrator dan kontributor tetap. kemudian dilakukan observasi terhadap milis tersebut untuk mencari tahu siapa-siapa anggota yang paling aktif. peneliti juga melakukan cross-check dengan mencari tahu blog-blog lingkungan berbahasa Indonesia dan memeriksa apakah ada anggota aktif milis lingkungan yang juga memiliki atau mengelola blog yang aktif memuat informasi lingkungan. Armely Meiviana 29 .berbasis di Indonesia. Dari kedua groups yang paling populer di Indonesia tersebut. administrator milis tersebut. penelitian yang pada awalnya berniat memfokuskan diri pada dinamika aktivis lingkungan dalam milis kemudian harus memperluas objek. satu di Yahoogroups. satu di Googlegroups. lihat Lampiran) yang memiliki keanggotaan di atas sepuluh orang dan dengan jumlah pesan relatif banyak. di googlegroups sebuah milis bertajuk “Greenlifestyle” menjadi satu-satunya milis bertema lingkungan yang secara mencolok memiliki jumlah anggota dan juga pesan terbanyak. Daftar milis didapatkan dari yahoogroups dan googlegroups. blog. Dari sekian banyak milis dipilih dua milis dengan anggota dan pesan terbanyak. sebuah situasi yang dikhawatirkan akan memancing dilema dalam penentuan batasan populasi penelitian. sebagai informan penelitian. Dari penelusuran blog-blog lingkungan via 29 Milis Greenlifestyle (atau yang sering disingkat oleh pendiri dan anggotanya sebagai “milis GL”) didirikan oleh Armely Meiviana dan rekannya Marc Dunais. Sambil berkorespondensi dengan kedua informan yang lebih dahulu dipilih. jumlah pesan. Peneliti sempat menghubungi dan melakukan wawancara awal dengan keduanya. Dari pengamatan. Dari milis ini. Sementara itu. peneliti menemukan bahwa hanya dua milis tersebut yang aktivitasnya relatif cukup tinggi 30 dan potensial bercerita banyak. sebagai salah satu informan. yakni dengan juga memperhitungkan weblog atau blog sebagai bentuk lain ekspresi berpendapat sejumlah aktivis lingkungan. 30 Ditandai dengan jumlah anggota.

blog yang kemudian diputuskan untuk dihubungi adalah blog-blog yang (a) dikelola secara individual. Selain keempat orang tersebut. Dengan pertimbangan etis. Secara mendasar. 95 . Keempat kriteria tersebut ditentukan seiring dengan penelusuran terhadap blog-blog lingkungan yang ada untuk akhirnya memutuskan blog-blog mana saja yang berpotensi menghasilkan data lebih lengkap dan beragam dan pemilik blog-blog yang mana yang diminta menjadi informan. 31 Termasuk di antaranya tulisan Djuni Pristiyanto berjudul “234 Blog Lingkungan Indonesia” yang dimuat di blog pribadinya. peneliti kemudian menyatakan terima kasih dan tidak memaksa orang tersebut untuk menjadi salah satu informan.isu lingkungan. tetapi menolak dijadikan informan dengan alasan merasa belum pantas dan bahwa ada banyak orang lain yang lebih layak untuk diwawancarai. dan Marwan Azis. peneliti tidak dapat mengetahui secara pasti alasan ataupun kondisi mereka. mungkin mereka sibuk. dengan kekerapan posting yang tidak terlalu jarang.com/2005/12/21/234-bloglingkungan-indonesia. terdapat empat orang yang akhirnya (namun tidak di saat yang bersamaan) bersedia diwawancara sebagai informan penelitian ini.wordpress.mail dan terkadang juga comment box di blog mereka. Lihat di http://djuni. peneliti juga menghubungi beberapa orang lain. tidak bersedia. Melinda Rachman. dan (d) isu lingkungan cukup mendominasi isi blog. (b) memiliki jumlah post yang cukup banyak. Michael Dharmawan. namun sebagian besar tidak memberikan respon32 . (c) terakhir di-update setidaknya November 2008 (tiga bulan sejak penelitian dimulai). Keempat orang tersebut adalah Ade Fadli. Setelah beberapa waktu mencoba menghubungi para pemilik blog melalui alamat e. pada titik inilah available sample mulai diputuskan untuk dipilih sebagai informan penelitian. bukan kelembagaan atau milik organisasi.html 32 Terdapat satu penggiat milis Lingkungan yang merespon.mesin pencari. Karena orang-orang tersebut tidak secara jelas menolak dijadikan informan. Deretan situs dan blog tersebut kemudian diakses dan diperiksa. ditemukan sejumlah informasi31 yang mengarahkan peneliti pada sejumlah situs dan weblog yang membahas isu. atau barangkali karena alamat e-mail atau blog yang mereka cantumkan hubungi sudah lama tidak diakses para pemiliknya.

peneliti memutuskan bahwa jumlah informan tidak perlu ditambah lagi karena keenam informan yang telah disebut di atas dinilai sudah cukup memadai untuk mengungkap keragaman penggunaan internet untuk aktivisme lingkungan. posting dan “celetukan-celetukan”nya tidak secara vulgar berbicara atas nama lembaganya. bekerja di sebuah organisasi lingkungan besar di Indonesia. Armely Meiviana. Ade Fadli misalnya. aktivis lingkungan senior yang kini lebih banyak berkecimpung di isu bencana. sejak tahun 1999 memoderatori dan rutin memasok berita untuk milis Lingkungan. jurnalis lingkungan hidup yang bersama rekan-rekannya getol mendorong penggunaan internet. proses korespondensi dilakukan peneliti dengan mengirimkan e. Informan yang menjawab hampir kesemuanya menyatakan kesediaannya dan kemudian pada jawaban selanjutnya bersedia memberikan nomor telepon seluler. 2. meski demikian. keinginan untuk mewawancarai. Michael Dharmawan. Marwan Azis. Dan terakhir. seorang profesional di bidang bisnis dan manajemen yang berupaya keras mengelola blog AkuInginHijau yang sedang cukup populer. Wawancara mendalam dilakukan dengan menanyai informan pertanyaan-pertanyaan terbuka (open-ended questions).mail berisikan perkenalan. Pengaturan janji untuk wawancara kemudian dilanjutkan melalui korespondensi via saluran telepon seluler.Pasca berkenalan dan mengetahui sejumlah informasi dasar tentang para informan. Melinda Rachman. pelajar SMA yang mengelola blog dan cause Go Green bersama satu rekannya. khususnya fitur blog. dan data diri peneliti (lihat Lampiran). Para informan tersebut dinilai telah memberikan informasi yang lebih mendalam dan beragam serta cukup mewakili kasuskasus unik aktivis lingkungan yang aktif menggunakan internet. Proses Wawancara Penelitian ini menjalankan wawancara tak berstruktur sebagai teknik utama pengumpulan data. Djuni Pristiyanto. untuk menyebarkan informasi lingkungan. versi ringkas proposal penelitian. pekerja freelance di bidang lingkungan yang masih menyempatkan diri mengelola milis dan blog Greenlifestyle. Secara teknis. 96 .

maka peneliti menawarkan wawancara dilakukan secara online. wawancara dilakukan melalui pertemuan tatap muka (face-to-face interview) dan juga wawancara melalui fasilitas chatting. tepatnya ketika informan kebetulan sedang berada di kota peneliti untuk sebuah pekerjaan. Karena Michael merupakan salah satu informan dengan karakteristik unik (dari kalangan pekerja profesional). praktis. Dengan mempertimbangkan kesediaan dan keluangan waktu para informan. yakni Michael Dharmawan. antara lain memungkinkan peneliti menangkap lebih detail bahasa tubuh dan gesture informan serta setting alami tempat berlangsungnya wawancara. hanya dengan Djuni Pristiyanto saja peneliti sempat menjalankan salah satu sesi wawancara secara bertatap muka. maka peneliti membuat pengecualian dan membolehkan informan yang satu itu untuk menjawab pertanyaanpertanyaan dari peneliti secara tertulis. Wawancara secara langsung dan bertatap muka memang memiliki sejumlah keuntungan. Walaupun 97 . Secara teknis. baik di sela-sela jam kantor ataupun setelahnya (selama waktu untuk keluarga). yakni melalui Yahoo Messenger. namun dari keenam informan. dan bahkan satu dua orang dari mereka acapkali bepergian ke luar Jawa. baru diketahui bahwa sebagian besar informan berdomisili di tempat berbeda-beda di Jakarta dan sekitarnya. serta efisiensi waktu dan dana di pihak peneliti. berkesibukan padat. Panduan pertanyaan (interview guide) telah disiapkan oleh peneliti sebelum wawancara dimulai namun hanya berfungsi untuk mengingatkan peneliti tentang topik-topik utama yang perlu ditanyakan atau dibicarakan.dimana informan menjawab secara bebas tanpa dibatasi pilihan-pilihan. serta fleksibel. bukan untuk membatasi ataupun mengekang peneliti. Namun satu informan. Kelima informan sama sekali tidak keberatan dan setuju-setuju saja dengan teknik wawancara yang peneliti tawarkan. Hal ini karena setelah berkorespondensi dengan para informan dan kemudian mengatur jadwal wawancara. menyatakan tidak memiliki keluangan waktu untuk melakukan chatting ataupun wawancara tatap muka. Kondisi serta keterbatasan informan dan peneliti telah mendorong dipilihnya cara-cara yang lebih efisien.

bergantung pada kesibukan dan keluangan waktu para informan. prioritizing. dan interrelating. fleksibilitas waktu dan tempat yang ditawarkan oleh fasilitas chatting ternyata sangat berguna ketika peneliti merasa perlu melakukan sesi wawancara tambahan untuk mengkonfirmasi sejumlah informasi atau data. Pengolahan Data Hasil wawancara yang telah ditranskrip kemudian dirapikan secara “administratif”.tidak mampu membangun kedalaman secara fisik dan menangkap konteks tatap muka. Penataan menurut sumber dilakukan 98 . 3. yakni direduksi secara fisik menurut prinsip-prinsip sorting. Selama informan dan peneliti sama-sama luang dan terhubung dengan internet maka penggalian data pun dapat dilakukan. internet-savvy. Pada awalnya data ditata menurut sumber dan dimensi waktu.menyurat melalui e-mail). wawancara termediasi lewat internet dinilai tidak akan mengurangi ketajaman informasi yang diberikan informan karena para informan adalah orang-orang yang cukup terampil. Kesemua wawancara kemudian ditranskrip dan dirapikan untuk memudahkan pembacaan. peneliti juga mengumpulkan dokumen aktivitas online para informan melalui data yang tersimpan di mailing list dan atau blog mereka. total dilakukan sembilan sesi wawancara via Yahoo Messenger –dengan rata-rata durasi chatting dua jam–. Dari keenam informan. satu sesi wawancara tatap muka. fasih. pada satu hari peneliti bisa mewawancara informan A kemudian hari berikutnya mewawancara informan B dan lain sebagainya. Keseluruhan wawancara tidak berlangsung linear. Dari data sekunder peneliti dapat mengamati jenis-jenis perilaku atau praktik-praktik komunikatif yang riil dijalankan informan melalui blog dan atau milis mereka. dan berpengalaman menggunakan internet sebagai media komunikasi. Data sekunder tersebut digunakan untuk mengklarifikasi dan atau melengkapi informasi yang diungkapkan selama proses wawancara. dan empat sesi wawancara tertulis (surat. Selain itu. categorizing. Selain menggunakan wawancara mendalam.

setiap transkrip juga ditata sesuai urutan kejadian saat pengambilan data. Selain itu. PROFIL INFORMAN Ade Fadli Bang Ade. B. Samarinda. didapat temuan-temuan sementara yang kemudian dianalisis secara komparatif untuk menemukan persamaan dan perbedaan di dalamnya. Saat itu Ade masih mengakses internet dengan kecepatan dial-up di kantor pos kotanya. dilakukan penarikan kesimpulan (conclusion-drawing) dan verifikasi untuk membantu peneliti menginterpretasi data dan mengkonfirmasikannya dengan temuan-temuan. Namun tuntutan pekerjaan di Eksekutif Nasional WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) sejak Mei 2008 tak jarang menuntutnya untuk bepergian ke Jakarta dan kota-kota lain. Kategori-kategori permulaan tersebut antara lain adalah kebiasaan.agar setiap potongan transkrip dikenali masing. saat masih kuliah S-1 di Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman33 .org 34 dan berfokus pada tulisan 33 Saat ini. Setelah dipilah menurut kategori-kategori tersebut. Informan yang satu ini menggunakan internet sejak tahun 1997. dan tujuan penggunaan internet. lalu diperiksa kesesuaian informasi waktunya. untuk menemukan pola-pola dalam data tersebut . Setelahnya. 1.id 99 . dan valid. Kalimantan Timur. 15 September 2009 blog ini sudah “pindah habitat” ke http://timpakul. peneliti membaca kumpulan data itu satu persatu dan berkali-kali untuk menentukan bagianbagian data yang lebih utama. kuat. Dari pembacaan tersebut.hijaubiru. Ade mengaku mulai nge-blog di tahun 2001 dan baru sejak tahun 2003 pindah ke timpakul. saat ini berdomisili di Samarinda.masing sumber informannya. dan kemudian mencari kaitan antara bagian-bagian data yang ada (data linking). begitu peneliti memanggilnya. Setelah dipilah-pilah dan dirapikan. informan sedang menempuh pendidikan S Ilmu Lingkungan di universitas yang -2 sama dan mengambil tesis dengan topik politik konservasi di Kalimantan Timur. 34 Pada Selasa.web. motivasi. data transkrip tersebut dikoding menurut sistem kategori permulaan (preliminary category system).

mail. dengan pengeluaran Rp 150. membuat website). biasanya Ade menggunakannya untuk belajar (misalnya. Saat mengakses internet. blogging. khususnya via Facebook. berdiskusi di milis. 100 .dengan tema lingkungan hidup. Gambar 4. Ade mengaku hampir selalu online dan rata-rata menggunakan internet sekitar 12-18 jam perhari. Tampilan Blog Timpakul 35 Dibiayai sendiri.000/ bulan (per April 2009). dan akhir-akhir ini juga untuk berjejaring sosial. Terkadang juga dia hanya mengakses internet via telepon selulernya. Ade biasanya memanfaatkan akses LAN bila sedang di kantor dan menggunakan HSDPA milik pribadi35 bila sedang di luar kantor atau bila jaringan internet di kantor sedang down. e.1. Tindakan ini tidak lepas dari aktivitas kesehariannya saat itu di bidang lingkungan hidup.

ia belajar menggunakan internet dengan bantuan teman dan juga otodidak. Sekarang ini.id) 39 40 http://groups. Armely Meiviana Armely tinggal di Jakarta dan bekerja lepas untuk isu lingkungan dengan berbagai posisi pekerjaan.Blog Timpakul milik Ade menduduki posisi ke-94 menurut Indonesia Matters 36 dan ke-1. Berawal dari ide Marc. Ade juga me-mirror isi blog Timpakulnya di beberapa blog lain yang dimilikinya 38 .id 101 .or.com/ .or. dan bersosialisasi.web.org/ (blog sebelum “pindah habitat” ke timpakul.hijaubiru.timpakul.com/ . ataupun warnet. milis (yang kemudian berkembang menjadi blog dan cause di 36 37 http://blogs. http://timpakul.com/ (per 30 September 2009) 38 http://timpakul. dengan menggunakan beragam akses yang tersedia. Technorati dan MySpace.blogspot. Plurk.menggunakan internet kurang lebih 12 jam dalam sehari. Tidak hanya rutin menulis selama empat tahun terakhir. Ade pun tak segan-segan mencoba memanfaatkan beragam jenis fitur di internet.blog-indonesia.blogspot. tepatnya sejak tahun 1998. Saat itu. Perempuan lulusan Hubungan Internasional FISIP UI ini mulai mengenal internet di bangku kuliah.menulis. lihat http://www.multiply. Pada tahun 2002 hingga beberapa saat setelahnya. terutama yang berhubungan dengan komunikasi dan tulis. sejak tahun 2007 Armely (berduet bersama Marc Dunais) mengelola milis 39 dan blog40 Greenlifestyle. http://timpakul.com/ (per 30 September 2009) “Top 100 Indonesian Blogs”.id/. mencari informasi. Sejak Januari 2001 hingga 30 September 2009 tercatat 1. http://celoteh. Dari blognya dapat kita lihat bahwa Ade pun juga memanfaatkan layanan komunikasi dan jaringan sosial seperti Twitter. Mely sempat memiliki blog pribadi. mengelola milis. Salah satu penyebabnya barangkali tingginya frekuensi Ade untuk mem-posting di blog miliknya itu. 2.com/group/greenlifestyle http://greenlifestyle. baik ketika sedang di rumah.455 menurut situs Blog Indonesia 37 .indonesiamatters.google. Di sela-sela kesibukannya. Selain itu. http://karangmumus. Tweet. namun sekarang sudah tidak lagi karena banyaknya aktivitas.com/ (blog yang isinya lebih pribadi seperti puisi dan renungan keseharian). Mely –begitu panggilannya. Facebook.429 buah tulisan. kafe. Sebagian besar waktu berinternetnya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan.

2. Gambar 4.Facebook) ini bertujuan memberikan informasi dan tips-tips sederhana untuk gaya hidup ramah lingkungan di perkotaan. Tampilan Blog Greenlifestyle 102 . disajikan dalam tampilan yang menarik dan dengan bahasa yang populer.

Mas Djuni kemudian lebih banyak bekerja di Jakarta sebagai pekerja lepas. Setelah lima tahun berkecimpung di daerah.3. Saat itu dia sudah menyadari pentingnya internet. hingga akhirnya kini dia bekerja di lembaga Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia sebagai administrator website (www. 103 . Djuni Pristiyanto Mas Djuni mulai berkegiatan di bidang lingkungan hidup sejak tahun 1997. Jawa Timur.Gambar 4.milis yang dilanggannya. Tepatnya sejak dia memutuskan untuk meninggalkan studinya di Ilmu Sejarah UGM dan kemudian mendirikan sebuah LSM lingkungan di Jember. Sekarang ini. yakni sejak mendirikan LSM lingkungan di Jember.org).mpbi. Tampilan Milis Greenlifestyle 3. Mas Djuni bersikeras memasang telepon dan berlangganan internet. sehingga walaupun menyulitkan secara keuangan. Informan yang sudah berkeluarga dan tinggal di Jakarta Selatan ini sudah sejak tahun 1998 mengenal dan sekaligus belajar otodidak untuk menggunakan internet. Sejak tahun 1998 pula dia sudah aktif mengirimi berita-berita lingkungan ke milis.

informan malah kemudian ditawari menjadi moderator untuk milis bernama Lingkungan41 . “sahabat telapak”. informan juga aktif di milis “berita lingkungan” (sudah digabungkan dengan milis Lingkungan). selain di kantor. Berawal dari antusiasmenya mengirimi berita-berita lingkungan. 41 42 http://groups. milis Lingkungan adalah milis terbesar42 untuk isu lingkungan hidup di Indonesia. Saat ini.net 104 . dia juga berlangganan internet di rumah dan terbiasa mengaksesnya selama 2-3 jam perhari. “bencana”.yahoo. 43 Terlacak via pencarian google. dari jam 9 pagi hingga 5 sore). jumlah tertinggi untuk konteks milis bertema isu lingkungan di Indonesia. Selain di milis Lingkungan. Mas Djuni juga terlacak aktif berdiskus i dan memuat tulisan atau berita di sejumlah milis lainnya43 .com/group/lingkungan Per 30 September 2009. Gambar 4. 44 http://bencana.365 pesan (sejak April 1999). Di samping memoderatori milis Lingkungan. milis Lingkungan memiliki 3. dan “spiritual”. Tampilan Milis Lingkungan Mengelola milis dan memasok berita lingkungan adalah bentuk utama penggunaan internet untuk lingkungan yang dijalankan Mas Djuni. informan juga mengelola website “Hidup Bersama Risiko Bencana”44 .4.284 anggota dengan total 45.informan selalu online selama berada di kantor (sekitar 8 jam.

wordpress.wordpress.wordpress. dan http://djuni.com/2006/02/16/tugas -moderator-milis/ 47 http://djuni. Jalan Setapak 45 .com http://djuni. Meskipun tak melulu berisi hal. ataupun pandangannya terhadap kemunculan blog-blog48 yang mulai banyak mengangkat tema-tema lingkungan hidup. blog ini menjadi bukti nyata komitmen dan perhatiannya dalam mengelola milis lingkungan.hal berhubungan dengan isu lingkungan.wordpress. http://djuni. 45 46 http://djuni.wordpress.com/2005/12/27/blog-timpakul-peringkat-pertama-234-blog-lingkungan/.com/2007/05/19/upaya-mengusung-penyadaran-lingkungan-lewatinformasi-blog/ 105 . Mas Djuni juga aktif mencurahkan gagasan dan pikiran lewat blog pribadinya. Hal ini tampak dari tulisan-tulisannya yang membahas dinamika menjadi moderator46 .wordpress.wordpress.wordpress.com/2005/12/29/perkemb angan-milis -lingkungan-tgl-29desember-2005-1272/.com/2005/12/08/milis -lingkungan-sebagai-media-virtual-pengontrollingkungan.5. http://djuni. Tampilan Blog Jalan Setapak Sejak Juli 2009. perkembangan dan peranan milis Lingkungan47 . http://djuni.com/2006/02/15/perkembangan-milis lingkungan-dan-milis -berita-lingkungan-tgl-15 48 http://djuni.Gambar 4.com/2005/12/21/234-blog-lingkungan-indonesia/.

via wireless ketika di kantor. www.com.com. Saat ini Marwan memilih menjadi jurnalis freelance di Jakarta. aktif sebagai tim riset di LP3ES Jakarta.com 106 . Marwan lebih berfokus pada blog-blog pribadinya dan blogblog komunitas.greencare.com. perubahaniklim@yahoogroups. supportergreenpress@yahoogroups. Pengalaman malang melintang di dunia jurnalistik dan keeratannya dengan isu. Marwan Azis Marwan berasal dan dibesarkan di Sulawesi Selatan.marwanazis. greenpress@yahoogroups. Kendari.blogspot.com. www. mediacare@yahoogroups.com. Haluoleo.wordpress. dan dengan modem USB saat di rumah.blogspot.blogspot.4.com. 49 50 Lihat profil lengkap Marwan di http://marwanazis.greenpressnetwork. wartawanlingkungan@yahoogroups.multiply. dan Pers Mahasiswa. Pekerjaannya tidak menuntutnya untuk selalu online sehingga Marwan tidak setiap hari menggunakan internet. Saat ini Marwan terbiasa mengakses internet dengan banyak cara.isu lingkungan mengantarnya terjun di bidang jurnalisme lingkungan hidup49 .greenpressnetwork. serta menjalankan hobinya sebagai blogger dan mengelola beberapa blog baik pribadi50 maupun komunitas 51 .com.com 51 www.wordpress.com (organisasi Greenpress) 52 Seperti milis walhinews@yahooogroups. misalnya dengan menjadi editor blog-blog GreenPress. ajisaja@yahoogroups.wordpress.com.com.com. sekitar tahun 1999. Marwan mulai mengenal internet sejak kuliah. Jauh sebelum dunia blog berkembang di Indonesia. Sulawesi Tenggara Marwan aktif di HMI.petualanganku.com (blog berita lingkungan) dan www. di sela-sela kesibukan dan pekerjaannya.com/about-me/ www. Bekerja sebagai jurnalis lingkungan secara tidak langsung membuat penggunaan internet Marwan hampir selalu bersinggungan dengan isu lingkungan. HMJ. dan www. dan belajar menggunakannya secara otodidak.nusantaratraveling. hotspost ketika sedang di luar kantor.blogspot. www.com.papuatraveling. Semasa kuliah di jurusan AGRONOMI fakultas pertanian Univ. lingkungan@yahoogroups. Namun saat ini. Marwan mengaku sudah bergabung dan juga mengelola sejumlah mailinglist bertema lingkungan dan jurnalisme 52 .

isu jurnalisme lingkungan.wordpress. terutama blog.6. juga menampilkan berita lingkungan dari berbagai situs dalam negeri maupun 53 mancanegara Komunitas yang ini menggunakan juga yang fasilitas RSS blog pada (GreenPress) . Situs-situs Green Press di atas mereka kelola secara swadaya untuk membantu penyebaran informasi lingkungan ke publik.blogspot.com 107 . Berita di blog ini selain bersumber dari reportase jurnalis yang tergabung dalam Greenpress. Tampilan Blog GreenPress GreenPress adalah komunitas jurnalis lingkungan hidup yang memanfaatkan media online. 53 Melinda Rachman http://greenpressnetwork. untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan. mengelola lebih berfokus www.greenpressnetwork. 5.greenpressnetwork.blogspot.com mereka bangun untuk mengumpulkan dan menyebarkan berita-berita lingkungan. Blog www.com kelembagaan GreenPress dan membahas isu.Gambar 4.

setelah selesai dengan aktivitas sekolah dan les. Melinda berkenalan dengan Lalla 55 . namun masih terbatas untuk mencari bahan tugas sekolah dan itupun masih dibantu orangtua. Melinda biasanya baru bisa menggunakan internet di malam hari. Walaupun pada awalnya Melinda diajari oleh orangtuanya untuk menggunakan internet. bersosialisasi via Facebook. Walau tersedia internet di rumah. Melinda sudah sekitar tiga tahun mulai nge-blog. teman blogger yang kemudian mengajaknya membangun blog Go Green56 . Dalam tiga jam itu dia biasanya blogging dan blog-walking. 54 55 www. yakni sejak umur 14.com 108 .wordpress.syalalla. kelas XII.com www.blogspot. dan mengunduh lagu.com 56 http://gogreenindonesia.mellovegoodyakan.Informan termuda ini masih bersekolah di SMA. tetapi saat mengakses Melinda rata-rata menghabiskan waktu tiga jam per akses. chatting. tapi lambat laun dia belajar dan mengeksplorasi sendiri. Saat itu blog pribadinya 54 lebih berisi cerita-cerita tentang pengalaman pribadi Melinda dan pendapatnya tentang kejadiankejadian yang dia lihat di berita. Dari pergaulan dan pertemanannya di dunia maya.blogspot. Melinda tidak setiap hari mengakses internet. saat di SMP kelas VIII. Melinda sudah kenal internet sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Melinda hampir selalu mengakses internet dari rumah dengan layanan internet yang dilanggan orangtuanya.

blog ini telah dikunjungi sebanyak 55. mereka juga membuat cause Go Green di Facebook. Tampilan Blog Go Green Blog yang mulai publish pada tanggal 2 Februari 2008 ini berfokus pada isu global warming dan kiat-kiat yang bisa dilakukan untuk mencegah dan menghadapinya. 109 .Gambar 4. dalam jangka waktu sekitar satu setengah tahun (Februari 2008-September 2009). Melinda berkontribusi dalam membuat tulisan. Dengan bahasa yang mudah dimengeri. Blog ini tampaknya cukup populer. Dalam kegiatan-kegiatan di atas. Lalla dan Melinda mengajak pengunjung blog untuk lebih menyayangi bumi melalui cara-cara sederhana. dan meng-invite orang-orang untuk bergabung di cause Go Green. menjawab surat atau tanggapan dari pembaca.658 kali dan mendapat respon yang positif dari para pengunjungnya.7. Untuk memperluas jaringan dan lebih menyebarkan pesanpesan lingkungan.

Berita lingkungan lokal. Polling. Bisnis hijau. Michael Dharmawan Informan terakhir ini merampungkan pendidikan di bidang manajemen. dan lain sebagainya.harinya ia mengakses internet dari kantor. Hemat di Jalan. untuk lebih memudahkan 57 58 http://akuinginhijau. 110 .org/about/ 60 Agenda hijau. Kemudian. Energi. Michael termotivasi untuk terus mengembangkan blog ini 58 . Namun seiring dengan respon yang begitu hangat dari pembacanya. Bercocok tanam. Michael tertarik dengan energi alternatif dan cara-cara inovatif untuk menyelamatkan lingkungan.6. Lingkungan Kerja. sejak Januari 2007 Michael menyempatkan diri mengelola blog pribadinya. Produk hijau. terutama karena adanya keharusan untuk menggunakan e-mail. dan topik lingkungan dipilih karena ingin mulai menulis tentang sesuatu yang dia senangi. Secara umum.org/ http://akuinginhijau. Fakta Lingkungan. Energi alternatif. Tanaman. Manifesto hijau. Niatan awal Michael membangun blog ini hanyalah untuk melatih menulis karena kemampuan tersebut dibutuhkan dalam pekerjaannya. keuangan. Di sela-sela kesibukan padatnya sebagai seorang profesional bisnis. Michael lebih banyak menggunakan internet untuk menyelesaikan pekerjaan dan berkorespondensi dengan rekan-rekan bisnisnya. Lingkungan rumah.org/2008/02/05/1-tahun-aku-ingin-hijau/ 59 http://akuinginhijau. Berita lingkungan. terutama cara-cara sederhana dan keseharian untuk menyelamatkan lingkungan. sepanjang jam kerja. dan IT di sebuah perusahaan pakan ternak di Jakarta. Saat ini Michael bekerja sebagai manajer administrasi. Blog bernama AkuInginHijau57 ini secara khusus mengambil tema lingkungan hidup. menyelesaikan tugas sekolah. Daur ulang. Sehari. Berita lingkungan global. dan tak jarang juga mengaksesnya dari rumah. Terdapat beberapa jalan yang ditempuh Michael untuk mengembangkan blog ini. dan Uncategorized. ekonomi dan IT dari Purdue University di Amerika Serikat. Belajar Hijau. Teknohijau. legal. Tanaman bermanfaat. Akhir Pekan. Jalan-jalan. Sebagai pemerhati lingkungan59 . Michael mengenal internet saat kuliah. Ketertarikannya dapat terlihat dari 23 kategori60 tulisan dan artikel dalam blognya yang ia kelompokkan untuk memudahkan pembacanya menemukan topik tulisan.

blog AkuInginHijau telah dikunjungi lebih dari 520.yahoo. Sebagai hasil kerja keras. tepatnya sejak Januari 2007 hingga akhir September 2009.8. Gambar 4. Bahasa yang ringan dan tidak menggurui dipilihnya untuk dapat berbicara dengan khalayak yang lebih luas. Tampilan Blog Aku Ingin Hijau 61 62 http://groups. Michael juga menyediakan mailing list AkuInginHijau61 . sepanjang dua tiga perempat tahun.000 kali dan mendapat ratusan tanggapan62 yang sebagian besar berupa dukungan.com/group/akuinginhijau http://akuinginhijau.org/about/ 111 .pembacanya untuk saling berinteraksi dan berdiskusi.

misalnya untuk “e. Awal Perkenalan dan Penggunaan Internet Hampir semua informan mengenal internet pertama kali di akhir tahun 90-an dan belajar menggunakannya secara otodidak (tanpa pelatihan dan pendidikan formal). seperti yang sempat dialami oleh Melinda sebagai bagian generasi pengguna internet yang lebih muda. yakni adanya “kebutuhan informasi dan kebutuhan untk memperdalam 112 . Untuk memahami praktik-praktik penggunaan internet para informan dan bagaimana mereka memposisikan internet dalam kehidupan mereka. PENGGUNAAN INTERNET SECARA UMUM Sepanjang keseluruhan wawancara. dalam subbab ini akan terlebih dahulu dibahas penggunaan umum internet oleh para informan. Barulah pada tahun 2000an internet semakin meluas dan mulai diajarkan di sekolah-sekolah formal. Awal perkenalan dan penggunaan internet oleh para informan umumnya didorong oleh suatu “keharusan”. Dari penggambaran-penggambaran yang ada. awal penggunaan internet dapat juga didorong oleh kebutuhan. para informan telah memberikan banyak informasi mengenai beragam penggunaan internet untuk aktivisme lingkungan.mail dan tugas sekolah” [Michael]. Kondisi ini sejalan dengan perkembangan internet di Indonesia yang masuk secara sporadis di era itu. 1. “nyari tugas” [Melinda] dan “mengumpulkan bahan untuk keperluan skripsi” [Armely]. ilustrasi penggunaan internet mereka dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar.C. yakni penggunaan internet secara umum dan penggunaannya secara khusus untuk mendukung isu-isu lingkungan. seperti yang dirasakan oleh Ade. Selain itu.

Waktu dan Kebiasaan Penggunaan Internet Dari keenam informan. Penggunaan internet yang sedemikian intens menjadi kebutuhan tersendiri bagi keempatnya. terdapat empat orang yang rutin menggunakan internet dalam intensitas yang tinggi setiap harinya. tetapi pekerjaannya tidak menuntut dirinya untuk selalu terhubung dengan internet. Dari ilustrasi di atas dapat dipahami bahwa penggunaan internet tidak hanya berawal dari sejumlah needs individual seperti yang digambarkan pendekatan uses and gratifications. Michael mengaku dalam konteks pekerjaan sangat sulit berpisah dengan internet karena sangat dibutuhkan untuk berkomunikasi dan bertransaksi. 1989 dalam McQuail & Windahl. status dan kebutuhannya saat ini sebagai pelajar sekolah menengah belum menuntutnya untuk menggunakan internet secara rutin dan dalam waktu yang lama. Kondisi yang dihadapi keempat informan di atas berbeda dengan yang dialami Marwan dan Melinda. sementara itu. 1993) yang akhirnya “memaksa” mereka berkenalan dengan internet. 2. kebiasaan ini rupanya berkaitan erat dengan konsekuensi pekerjaan mereka. kesibukan Melinda sebagai 113 . Renckstorf.komputer” [Ade]. Dari empat orang yang memiliki rutinitas dan intensitas tinggi (lebih dari delapan jam perharinya). Ade misalnya. bekerja jarak jauh dan mengandalkan internet untuk menekan biaya komunikasi. Armely pun tak jauh berbeda. pekerjaan Djuni sebagai administrator website serta merta mengharuskannya mengakses internet secara teratur. meskipun mengaku internet mempermudahnya dalam bekerja dan bahwa “banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan menggunakan fasilitas internet” [Marwan]. Begitupun juga Melinda. Marwan. tapi juga dapat berawal dari status pengguna dan keadaan sosial di sekitar mereka (individual and social characteristics. Di sisi lain. dan dua orang yang cukup sering mengakses internet namun tidak memiliki rutinitas tertentu.

memiliki keterkaitan dengan dimensi-dimensi sosial di sekitar penggunanya seperti jenis pekerjaan. mengaku memandang internet sebagai “jembatan mencapai tujuan” [Ade]. sesuatu yang mungkin sangat penting dilakukan bila menggunakan internet lebih dari 12 jam setiap ha rinya seperti Ade. Sementara itu. dengan intensitas penggunaan internet yang begitu tinggi. para informan memberikan jawaban yang berbedabeda. tampak bahwa penggunaan internet. sesudah aktivitas bersekolah dan lesnya selesai. Bagi yang belum menikah pun ada pula kendalanya. secara pribadi tidak bermasalah untuk tidak online meski mengaku tidak bisa tidak menggunakan internet kalau untuk pekerjaan. yang menggunakan internet via layanan yang dilanggan orangtuanya.pelajar mengkondisikannya untuk hanya menggunakan internet di waktu malam. misalnya dengan “didiskusikan di awal sebelum menikah” [Ade]. Armely dan Michael. Masih berhubungan dengan penggunaan internet. Ketika ditanya mengenai hal tersebut. Persepsi terhadap Internet 114 . Ade Fadli. kebiasaankebiasaan. dan persepsi pengguna itu sendiri akan hubungannya dengan internet. yang juga menggunakan internet secara intens mengaku tidak “tak terpisahkan” dengan internet. kebiasaan penggunaan internet para informan tidak selalu berhubungan paralel dengan persepsi mereka atas hubungan dan kedekatan diri mereka dengan internet. Dari pembahasan di atas. Respon pasangan ataupun anggota keluarga lainnya perlu dipertimbangkan.hal yang menyertainya. 3. Sedangkan Armely mengatakan dia bahkan “selalu punya waktu-waktu tertentu untuk tidak bertemu dengan internet” [Armely]. terkadang dibatasi penggunaan internetnya oleh orangtuanya dengan alasan kesehatan mata. hubungan keluarga. satu pandangan yang tampaknya sejalan dengan Djuni yang melihat internet “hanya sebagai media atau alat saja” [Djuni]. Melinda. Dalam pembahasan yang berbeda. Michael misalnya. serta hal. kehidupan pribadi rupanya bisa berkelindan dan memiliki dinamika sendiri bila dikaitkan dengan penggunaan internet.

Secara riil dalam pergaulan. Selain itu. kualitas pendidikan. dan efisien. “menyediakan kecepatan respon dan legalitas bukti pembicaraan” [Michael]. Dari apa yang disampaikan para informan. Berbicara tentang keunggulan internet. dan juga Melinda bercerita bagaimana internet menyediakan semua jenis informasi dan hiburan yang dia inginkan. informan juga berpendapat keunggulan internet terletak pada fakta bahwa internet “jangkauannya lebih luas. Persepsi tersebut bisa terbentuk seiring pengamatan mereka terhadap fenomena. membangun persepsi-persepsi mereka terhadap internet. Dimensi seperti status dalam keluarga. para informan secara sadar maupun tidak. Dan untuk keterbatasan internet.Selama berinteraksi dengan dan melalui internet. Marwan dan Djuni sama-sama menyebutkan bahwa indera penglihatan (mata) memiliki batas ketahanan untuk membaca di layar monitor. 115 . “lebih hemat waktu (tidak harus bepergian jauh). bisa dilakukan sambil mengerjakan hal lain. serta aktivitas keseharian lain dari pengguna turut mempengaruhi bagaimana seseorang menggunakan dan memposisikan internet dalam kehidupannya. Melinda berpendapat “lebih asik ngomong secara langsung”. dan memberi kebebasan dalam menggungkapkan” [Ade]. “lebih efektif dan efisien” [Marwan]. Dalam bagian berikutnya akan dibahas bagaimana penggunaan internet secara spesifik untuk mendukung isu lingkungan.fenomena yang terjadi di internet. dan terhubung dengan banyak orang. efektif. para informan sepertinya sependapat bahwa dibandingkan media dan saluran komunikasi lain internet memang lebih murah. dapat ditarik kesimpulan bahwa secara umum penggunaan internet tidak hanya ditentukan oleh faktorfaktor psikologis dalam diri pengguna tetapi juga oleh dimensi-dimensi sosial yang melingkup i kehidupan pengguna. Sederetan keunggulan internet rupanya tidak menutup mata informan akan sejumlah kelemahan internet. jenis pekerjaan. ataupun mela lui pengalamanpengalaman yang mereka lalui sendiri. Meskipun dinilai lebih murah. bisa dilakukan kapan saja” [Armely]. internet juga dinilai lebih cocok “untuk kampanye ke kelas menengah” [Ade]. bila dibandingkan dengan media cetak misalnya. lebih cepat.

116 . Dengan kondisi yang ada. saling berkaitan erat dan tidak dapat dianalisis secara terpisah. Pilihan-pilihan praktis yang diambil dalam rangka memanfaatkan internet dan fitur.fitur di dalamnya menjadi menarik untuk diamati. aktivis lingkungan secara perseorangan umumnya bekerja atau menggunakan internet dengan tujuan-tujuan yang lebih sederhana. keterbatasan waktu dan sumber daya seringkali membatasi gerak para aktivis perseorangan. Berbeda dengan penggunaan internet oleh organisasi lingkungan secara kelembagaan. PENGGUNAAN LINGKUNGAN INTERNET UNTUK AKTIVISME Penggunaan umum internet oleh para informan seperti yang dipaparkan di subbab sebelumnya telah memberikan gambaran mendasar tentang setting. menggalang dukungan.D. dalam subbab ini pembahasan akan difokuskan pada aktivitas-aktivitas penggunaan internet para informan yang ditujukan khusus untuk mendukung aktivisme lingkungan. Oleh karena itu. para informan dapat berinteraksi lebih dekat dan intens dengan para pembaca blog atau anggota milis yang mereka kelola. untuk mencari dan menyebarkan informasi lingkungan. dan dimensi-dimensi yang melingkupi penggunaan internet mereka untuk aktivisme lingkungan. Hal ini karena penggunaan internet para informan. Namun tampaknya justru karena hanya berfokus pada upaya-upaya komunikasi dan sosialisasi. Tepatnya. 1. Tujuan Penggunaan Internet Para aktivis lingkungan yang menjadi informan penelitian ini menggunakan internet terutama untuk berkomunikasi. baik sebagai perseorangan maupun dalam konteks dirinya sebagai aktivis atau pemerhati lingkungan. dan menyampaikan gagasan mereka kepada publik secara lebih luas. kondisi.

secara khusus untuk mendukung isu lingkungan– dapat berasal dari diri sendiri. dan isu lingkungan masih menjadi isu yang benar-benar minor. dan politik yang berlangsung di sekitar pengguna internet tersebut. 3. Karena itulah Djuni berfokus memanfaatkan internet untuk menyebarkan berita lingkungan melalui milis. Awal mula Djuni menggunakan internet pun tidak berbeda jauh dari Armely. ataupun datang dari adanya situasi-situasi ekonomi. dan mendorong orang-orang untuk mengambil peran dalam memulai perubahan. internet lebih banyak digunakan untuk kepentingan politis. blog dipilihnya sebagai tempat dokumentasi. Kedua. di tahun 1998. dan menjadi alasan seseorang menggunakan internet –dalam konteks ini. maka. dia merasakan pentingnya mendokumentasikan gagasan dan pemikirannya. memotivasi. Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa kekuatan awal yang mendorong. karena media cetak tidak selalu menerbitkan tulisan yang dia kirimkan. Dia mengiyakan ajakan kawannya untuk mengelola milis dan kemudian blog Greenlifestyle karena dia ingin menyediakan informasi lingkungan dengan bahasa yang sederhana. sosial. Djuni melihat saat itu. Pertama. dan Alasan Penggunaan Penggunaan internet untuk mendukung lingkungan bisa berangkat dari cerita dan sejarah yang berbeda-beda dari tiap pelakunya. Hasrat Armely ini rupanya dilatarbelakangi ketidakpuasannya terhadap banyak milis ataupun situs lingkungan yang dominan disesaki istilah-istilah rumit dan politis serta lebih sering berisi berita-berita negatif yang menjatuhkan pihak-pihak tertentu. karena kemampuan itu dibutuhkan dalam pekerjaannya. Ade misalnya. Cerita Armely sedikit berbeda dari keduanya. Bentuk-bentuk Penggunaan Internet 117 . Sementara itu. yang mudah dicerna masyarakat. awalnya “iseng” saat membuat blog Timpakul untuk menyimpan tulisantulisannya. padahal saat itu dia hanya memiliki disk 3. Latar Belakang.2. Michael awalnya memulai blognya sebagai wadah untuk latihan menulis.milis. Motivasi.5.

Namun. lebih populer. blog atau lengkapnya weblog. Bentuk ini memungkinkan interaksi dan komunikasi dari dan ke banyak orang. namun bentuk ini tidak interaktif secara la ngsung. semakin banyak orang memiliki dan mengakses milis dan blog. dalam artian terdapat “jeda” waktu sehingga para anggota di dalamnya tidak bisa saat itu juga. HTML). Kedua. Di sisi lain. 2002). Terdapat sejumlah alasan mengapa kedua fitur di atas banyak digunakan untuk mendukung penyebaran isu lingkungan. Para penyedia layanan milis dan blog umumnya menyediakan teknologi yang user-friendly. donasi online. sehingga milis dan bloh lebih mudah untuk dikelola dan digunakan. tanpa batasan jumlah.fitur seperti petisi online. Pertama. Walau tidak seleluasa situs. Karena mudah digunakan dan tanpa mengeluarkan biaya. Semakin banyak pengguna berarti semakin besar kemungkinan untuk menarik perhatian lebih banyak orang. Memiliki blog diibaratkan seperti memiliki situs pribadi. 118 . memuat tulisan dan membaca tanggapan terhadap tulisan tersebut. Saat ini tersedia banyak layanan tanpa bayar untuk dapat memiliki dan mengelola sebuah milis. mereka umumnya memilih satu hingga dua bentuk penggunaan saja untuk mendukung isu lingkungan.Terdapat beragam fasilitas di Internet yang dapat digunakan aktivis lingkungan untuk mendukung aktivisme lingkungan. vote untuk sebuah aksi. lebih hemat karena ada banyak pihak yang menyediakan layanan “gratisan” untuk memiliki milis ataupun blog. blog sama-sama digunakan secara sepihak untuk menyediakan wadah tampilnya gagasan dan perasaan. Para informan dalam penelitian ini pun tak ketinggalan memanfaatkan fitur. tanpa harus menguasai ilmu dan keahlian tertentu (misal. lebih mudah. Milis adalah salah satu bentuk many-to-many asynchronous communication via internet (Morris dan Ogan. Ketiga. misalnya. ataupun untuk menyediakan informasi bagi pihak lain. ataupun bergabung di cause dan milis bertema lingkungan. namun dengan sejumlah keterbatasan. dari sedemikian banyak ragam fasilitas. adalah bentuk tersederhanakan dari asynchronous communication. Dan bentuk-bentuk yang paling utama mereka jalankan tersebut adalah milis dan blog.

terdapat pula sejumlah kajian yang membahas fenomena tersebut. jaringan sosial gerakan lingkungan Indonesia. Tanpa direncanakan.macam tingkat kedekatan.html 119 . Sementara itu. Johnson dan kawan-kawan (2007) melakukan survei online untuk mengetahui persepsi pengguna internet yang memiliki ketertarikan politik (politically-interested internet users) terhadap kredibilitas blog-blog.web. Selain itu. Hal ini karena pengguna umumnya bergantung pada blog untuk mencari informasi yang tampaknya luput dari liputan media tradisional atau dibahas terlalu dangkal. Terkait popularitas sejumlah blog lingkungan selama beberapa tahun terakhir. Armely dalam wawancara mengaku mengenal dan familiar dengan blog Michael dan Marwan. pendapat di bawah ini patut disimak. yakni bahwa penggunaan blog pada prakteknya terdiri dari rutinitas-rutinitas spesifik dan juga pengharapan-pengharapan agar penggunaannya dapat meraih tujuan-tujuan komunikatif. dalam riset sebelumnya di tahun 2004. Ide Schmidt ini cocok dengan apa yang terjadi di antara para informan penelitian ini. sejumlah informan dalam penelitian ini rupanya saling mengenal dan berada dalam satu jaringan besar. menawarkan sebuah kerangka analitis untuk mengkaji praktik-praktik blogging.Selain faktor-faktor pendorong penggunaan kedua bentuk di atas. Sedangkan Ade dan Djuni saling mengenal karena memiliki lingkaran pertemanan yang berkaitan erat. tepatnya sama kredibelnya dengan media konvensional ataupun sumber online lainnya. tapi juga berujung pada pembentukan jaringan sosial (social network) dengan bermacam.id/environment-blog. Johnson dan Kaye menekankan bahwa fairness bukanlah perhatian utama pengguna ketika menilai kredibilitas suatu blog. Penggunaan blog kemudian tidak hanya membangun suatu hypertextual network. Temuan Johnson dan rekan-rekannya cocok untuk menggambarkan situasi blog lingkungan di Indonesia. Namun. Michael menjadi anggota milis Greenlifestyle yang turut dikelola Armely. Riset ini menemukan bahwa blog dinilai cukup kredibel (moderately). Dikarenakan blog memungkinkan tampilnya cara pandang terkini dan spontan akan topik-topik yang secara spesifik diminati pengguna. Ade pernah menyebut blog Michael dalam salah satu posting di blognya 63 . Karena isu lingkungan masih seringkali 63 http://timpakul. Schmidt (2007) misalnya.

Seseorang yang peduli pada isu lingkungan namun memiliki keterbatasan waktu dan kesempatan barangkali tidak mungkin berperan aktif dalam penyelamatan lingkungan di lapangan. yang kalah “seksi” dengan isu.inovasi baru. 120 .isu pembangunan. Sifat Penggunaan Internet Internet telah dimanfaatkan dengan berbagai cara oleh para aktivis lingkungan di Indonesia. misalnya dengan online participation. Bentuk-bentuk aktivisme dalam gerakan lingkungan hidup sedikit banyak memang dipengaruhi kondisi aktivis itu sendiri dan situasi spesifik yang mereka hadapi. dan tulisan tentang isu. dan hukum. karakter isu lingkungan itu sendiri patut diperhitungkan dalam penjelasan. dan penyebaran pesan-pesan lingkungan via jalur-jalur komunikasi sosial. Selain itu. Hal ini karena isu lingkungan selama ini relatif masih menjadi isu minor. Keragaman bentuk-bentuk penggunaan kemungkinan juga didukung oleh karakter media internet itu sendiri. internet dan khususnya blog menjadi sumber alternatif tapi utama untuk mendapatkan berita. hak asasi manusia. politik. donasi untuk program-program lingkungan.terpinggirkan di media massa konvensional. dan kemampuan. 4. misalnya ketersediaan waktu.isu lingkungan. Penggunaan internet secara pasif oleh aktivis misalnya saat aktivis lingkungan mengakses internet untuk mendapatkan informasi ataupun berita terkini seputar isu lingkungan hidup. Pemposisian internet sebagai media dan jalur komunikasi alternatif diperkuat oleh fenomena peminggiran isu lingkungan hidup dalam keputusan-keputusan politik dan terbatasnya akses ke media massa konvensional atau mainstream. ataupun isu. penggunaan internet oleh aktivis lingkungan di Indonesia menurut sifatnya dapat dikelompokkan menjadi empat: penggunaan secara pasif atau aktif. namun sangat terbuka kesempatan untuk berpartisipasi melalui jalur-jalur lain. dana.isu ekonomi. Dari fenomena yang ada. yang memungkinkan munculnya inovasi. serta penggunaannya secara individual maupun kolektif. informasi. terutama media audiovisual.

Marwan. misalnya bila aktivis itu mengemban peran publikasi dan kehumasan di suatu lembaga lingkungan hidup. dan Djuni dalam mengelola blog dan milis lingkungan mereka. dan Melinda mengelola blog-blog mereka secara kolektif.baik dengan cara browsing. Michael. Tentunya. sedangkan penggunaan di level kolektif adalah bila internet digunakan aktivis lingkungan sebagai bagian dari suatu tugas atau fungsi dalam sebuah komunitas. Bagan 4.1. gerakan. Kegiatan-kegiatan di atas peneliti golongkan sebagai penggunaan pasif karena pada dasarnya aktivis sebagai pengguna hanya menerima informasi. atau organisasi tertentu. Penggolongan Penggunaan Internet oleh Aktivis Lingkungan Penggunaan secara aktif. bersama-sama dengan sejumlah aktivis lingkungan lainnya. penggolongan sifat penggunaan internet oleh aktivis ini tidak bersifat absolut 121 . penggunaan di tingkat perseorangan adalah bila penggunaan internet oleh aktivis (baik secara aktif maupun pasif) lebih didasari motif dan tujuan individual. Aktivis dapat dikatakan secara aktif menggunakan internet bila sudah sampai ke tahapan memproduksi dan atau mereproduksi pesan atau informasi lingkungan. Sementara penggunaan secara aktif-kolektif ditunjukkan oleh bagaimana Armely. Sementara itu. searching. atau melanggan suatu mailing list.individual misalnya yang dilakukan Ade.

Sementara itu. dan menggunakan internet. Kondisi ini tak lepas dari pola kebiasaan penggunaan internet seorang aktivis serta status dan perannya dalam ranah besar gerakan lingkungan hidup.karena seorang aktivis dapat menggunakan internet dengan sifat yang beragam dalam waktu yang berbeda-beda pula. 122 . konteks gerakan lingkungan terkini beserta permasalahan di sekitarnya telah ikut mendorong bentuk dan pilihanpilihan yang diambil aktivis lingkungan di Indonesia saat menggunakan internet. Setting makro perkembangan internet di Indonesia turut mewarnai sejarah pribadi para informan dalam mengenal. dan misalnya mencari tahu faktor. Penggunaan internet oleh aktivis lingkungan Indonesia sedikit banyak tidak dapat dilepaskan dari konteks yang melingkupinya.faktor seperti apa yang membuat seseorang berada di kuadran tertentu ataupun bergerak dari satu kuadran ke kuadran yang lain. Pengelompokan penggunaan ini diharapkan kedepannya dapat mendorong penggalian lebih lanjut untuk mencari tahu bagaimana hubungan antara kelompok-kelompok pengguna yang ada. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa ada kemungkinan kecenderungan seorang aktivis untuk lebih dominan menempati kuadran tertentu. mempelajari. terutama konteks besar penggunaan internet di Indonesia dan dinamika gerakan lingkungan hidup di Indonesia.

jenis pekerjaan. Model Tindakan Sosial Renckstorf tidak berhasil dimanfaatkan ataupun diuji seutuhnya karena proses yang digambarkan dalam model ini tidak serta. serta aktivitas keseharian lain dari pengguna turut mempengaruhi bagaimana seseorang menggunakan dan memposisikan internet dalam kehidupannya.merta disadari oleh informan penelitian. Meskipun begitu. Dalam prakteknya. saling berkaitan erat dan tidak dapat dianalisis secara terpisah. dan menjadi alasan seseorang menggunakan internet –dalam konteks ini. ataupun datang dari adanya situasi-situasi ekonomi. memotivasi. Dalam penggalian data. namun lebih untuk memahami keenam orang informan tersebut sebagai kasuskasus unik aktivis lingkungan dan melihat praktek serta motivasi mereka menggunakan internet untuk mendukung nilai. Dimensi seperti status dalam keluarga. Penjelasan konseptual memperlihatkan bagaimana secara umum penggunaan internet para aktivis tidak hanya ditentukan oleh faktor. kualitas pendidikan. baik sebagai perseorangan maupun dalam konteks dirinya sebagai aktivis atau pemerhati lingkungan. KESIMPULAN Tujuan riset ini bukan untuk menggeneralisasi temuan dan melekatkannya pada aktivis lingkungan hidup di Indonesia secara keseluruhan. terutama untuk mendukung isu lingkungan– dapat berasal dari diri sendiri.BAB V PENUTUP A. sosial. para aktivis dalam penelitian ini menggunakan blog dan milis sebagai senjata utama untuk 121 . ditemukan bahwa p enggunaan internet para informan. ditemukan bahwa kekuatan awal yang mendorong. Sejalan dengan kerangka konseptual di awal (Uses and Gratifications dan Social Action). dan politik yang berlangsung di sekitar pengguna internet tersebut.nilai pro.faktor psikologis dalam diri mereka sebagai pengguna tetapi juga oleh dimensi-dimensi sosial yang melingkupi kehidupan mereka.lingkungan.

Pilihan pengelolaan umumnya berhubungan dengan pilihan pribadi dan keterbatasan sumber daya. B. Kajian-kajian terkait topik ini pada tahapan selanjutnya dapat diarahkan pada penyelidikan yang lebih empiris ataupun bersifat pengujian hipotesis mengenai penggunaan internet oleh aktivis. sebagian mengelolanya secara individual dan sebagian lagi mengelolanya secara kolektif. Dalam pengelolaannya blog-blog dan milis. Penelitian-penelitian selanjutnya dapat menggali bagaimana dan seperti apa sajakah keadaan. serta percakapan dengan para informan. Misalnya. khususnya gerakan lingkungan. bahwa internet dapat digunakan untuk mendorong perubahan positif dalam masyarakat.lingkungan. dan konteks yang mampu mendorong penggunaan internet untuk penguatan gerakan lingkungan. Tapi keberadaan serta adopsi internet dalam sebuah masyarakat tidak serta. Meskipun demikian.memperkenalkan dan menyebarluaskan informasi. Lepas dari itu mereka meyakini bahwa internet berperan penting dalam penyebarluasan nilai-nilai pro. ataukah fungsi khusus seperti membangun jalinan pertemanan juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung gerakan lingkungan. Sehingga di masa datang dapat diperoleh temuan yang lebih aplikatif dan dapat 122 .informasi lingkungan.merta mendorong perubahan dalam masyarakat tersebut. masih belum diketahui secara jelas dalam kondisi-kondisi seperti apa sajakah penggunaan internet dapat mendukung penguatan suatu gerakan. situasi. SARAN Internet adalah alat yang membuka banyak kemungkinan dan mampu melampaui berbagai batasan-batasan berkomunikasi yang sebelumnya ada. Kedua bentuk tersebut dipilih karena lebih hemat. Namun dari penelusuran dan penggalian data. mudah. profan dan banal yang hadir dalam banyaknya ragam isi internet.milis tersebut. dan populer. Potensi-potensi yang terkandung lebih sering terabaikan atau tertutupi oleh kekuatan-kekuatan kesenangan (pleasure) yang trivial. secercah harapan terlihat. apakah hanya penggunaan khusus (specific uses) seperti pencarian dan penyebaran informasi saja yang dipandang mampu menguatkan gerakan. terutama waktu luang.

kendala ini sedikit terbantu karena penggunaan Yahoo Messenger (YM) memungkinkan peneliti maupun informan menggunakan ikonikon emosi (emoticon) untuk mengekspresikan perasaan. misalnya dengan mengamati satu mailing list saja. perlu m empertimbangkan dan memperhatikan beberapa kelebihan dan kelemahan wawancara yang dilakukan lewat internet (melalui chatting/messaging tools). Kelebihan teknik pengumpulan data ini adalah wawancara dapat dilakukan secara lebih fleksibel. Berbeda dengan online ethnography yang disarankan Paccagnella (1997).mail. Dengan berfokus pada satu milis saja. Tentunya ada kemungkinan 123 . kajian serupa juga dapat difokuskan pada misalnya. Kelemahan lain adalah bila koneksi internet yang digunakan tidak stabil dan “putus-nyambung” maka bisa saja mempengaruhi kenyamanan dalam berkomunikasi (sebentuk noise).membantu aktivis serta organisasi lingkungan untuk menyusun strategi pemanfaatan Internet yang lebih efektif dan tepat sasaran untuk menyokong aktivisme lingkungan di Indonesia. tanpa harus terbelenggu tempat dan waktu (bisa dilakukan kapan saja. Namun. atau bahkan chatting juga dengan pihak-pihak lain. dan tidak memfokuskan pada sebuah komunitas virtual atau kasuskasus tunggal. dinamika sebuah group atau mailing list yang bergerak di bidang lingkungan. Ke depannya. Belum lagi bila informan di saat yang bersamaan juga menyambi wawancara dengan aktivitas online lainnya. komunikasi barangkali tidak se-terbuka dan hangat pertemuan tatap muka. semisal menjawab e. Fokus yang berbeda tersebut tentunya menghasilkan jenis temuan yang berbeda. peneliti yang ke depannya berminat menggunakan Yahoo Messenger atau piranti chatting lainnya. browsing. penelitian ini memang mengkaji perilaku berinternet aktivis lingkungan sebagai individu. dapat menyesuaikan dengan waktu dan keluangan informan. sepanjang ada kesepakatan). Kelemahannya. hasil wawancara dapat langsung disimpan (direkam) dalam bentuk tertulis. Sebagai masukan. Selain itu. kajian tersebut diharapkan dapat lebih menggali prosesproses sosial dan sistem-sistem simbolik yang berlangsung dalam kelompok lingkungan tersebut. karena tidak berinteraksi secara langsung dan membaca bahasa tubuh.

situasi ini mempengaruhi konsentrasi dan rapport informan saat menyimak dan menjawab pertanyaan. 124 . sehingga tidak kaku ataupun “kagok” lagi dalam menggunakan YM sebagai alat komunikasi dan pengungkapan pendapat. Keputusan untuk mewawancara lewat YM dapat diambil bila peneliti yakin bahwa para informan adalah pengguna internet yang cukup berpengalaman dan sudah internet-savvy. (Namun. mengingat para informan sudah lama menggunakan internet. bukan tidak mungkin sudah tidak asing dengan aktivitas multitasking tersebut).

Robert. John. George Junus. Politics and the Environment: From theory to practice. Ebersole. 2003. 50. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. London: Routledge.com/cgi/content/abstract/590/1/150 Bucy. Environmental Activism and Social Networks: Campaigning for Bicycles and Alternative Transport in West London. Flew. History of the Environmental Movement. 2000. 2nd edition. Garner. Uses and Gratifications of the Web among Student s. 1996.com/cgi/content/abstract/5/1/50 Connelly. Hall. Simon. Samuel.htm (last updated on 31 May 2008) . Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://ann. The Politics of the Earth: Environmental Discourses. 1999. 1997. Dryzek.mtmultipleuse. 2000. Yogyakarta: Lesfi. 150. London: Macmillan Press Ltd.sagepub. James dan Graham Smith. Vol 6 (1). Diakses pada tanggal 8 Maret 2008 dari http://jcmc.backspace. London: Routledge. Giles. New Media: An Introduction. Aditjondro. 2003. John. 2005. Introduction to Communication Studies. Journal of Computer-Mediated Communication. Environmental Politics. 590. 1990. David. Terry. Diunduh tanggal 12 Januari 2009 dari http://www. Melbourne: Oxford University Press. 2005. Jeremiah.edu/vol6/issue1/ebersole.indiana. Batterbury. Publishers. Social Access to the Internet. Pola-pola Gerakan Lingkungan: Refleksi untuk Menyelamatkan Lingkungan dari Ekspansi Modal. 2000. 2003. Ana Nadhya. Media Psychology.sagepub. 2008. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://hij.org/endangered/esahistory. An Introduction to Activism on the Internet. New York: Oxford University Press.DAFTAR PUSTAKA Bahan Bacaan Utama Abrar. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates. Diakses pada tanggal 22 Juni 2009 dari http://www.php Fiske. 2nd edition. 5.com/action/all. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science 2003. Teknologi Komunikasi: Perspektif Ilmu Komunikasi.html Emerson. John S. 2003. Erik P. The Harvard International Journal of Press/Politics.

87. Environmental History Timeline. William. Sage Publications. 2002. 2004.edu/~wkovarik/envhist. Danziger. 4. 9. Oxon: Routledge.sagepub.sagepub. Eszter. Diakses pada tanggal 15 November 2007 dari http://ssc. J. dan Michael Gurevitch.html Kahn. 2004. Bichard. James N. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://nms. 2003. Johnson. The Information Society.. 518. 509-523. -------.sagepub. w. 1974. K. B. The Public Opinion Quarterly. Kaye. Sage Publications. Oxford: Oxford University Press. Linda Jean. Elihu. 1973-1974). Jay G. Uses and Gratifications Research. and Alladi Venkatesh. Internet Access and Use in Context..jstor. New media and internet activism: from the ‘Battle of Seattle’ to blogging. Vol. New Media and Society. J. 6. 2004. Virginia. 2005. Richard dan Douglas Kellner.sagepub. New Media and Society. Jensen.interested Internet users' perceptions of blog credibility. Social Science Computer Review. L. Diakses tanggal 8 Oktober 2008 dari http://nms. 137.runet. Diakses tanggal 20 November 2008 dari http://tvn. article 6. 407.Hargittai.com Hill.. dan Barbara K. Taylor & Francis Group. dan Joel David Bloom. Diakses tanggal 3 Oktober 2009 dari www. Routledge Publications.sagepub. No. 2005. 2008. 2003. T. Thomas J.com/cgi/content/abstract/10/4/3 Kim dan Weaver. 6. 2008. David T. . 37. Radford University. The Harvard International Journal of Press/Politics 2005.indiana. 2004. S. Diakses tanggal 12 Juni 2008 dari http://www. Diakses pada tanggal 11 Desember 2008 dari http://hij. dan Krishna Sen. hal. 10.org/stable/2747854 Kenix. Communication Research About the Internet: a Thematic Meta-analysis. Matthew R. 13(1). Sage Publications. Kaye.com/cgi/content/abstract/21/3/304 Johnson. Michael J. 3. Journal of Computer-Mediated Communication. 23: 39–50. Around the World Wide Web in 80 Ways: How Motives for Going Online are Linked to Internet Activities among Politically Interested Internet Users. Every blog has its day: Politically. & Wong. Television and New Media. Diakses tanggal 28 November 2007 dari http://nms. 2002.edu/vol13/issue1/johnson. Nonprofit Organizations' Perceptions and Uses of the Internet. New Media and Society.com/cgi/content/abstract/4/4/518 Kovarik.. Amerika Serikat.com Katz. 4. 304-325. (Winter. The Internet in Indonesia’s New Democracy. 2007.sagepub. 21. Blumler. Blog for America and Civic Involvement. 2007. Civil Society and Cyber Society: The Role of the Internet in Community Associations and Democratic Politics.com/cgi/content/abstract/9/5/407 Kerbel. Diakses 6 Desember 2008 dari http://jcmc.

London: George Allen & Unwin (Publishers) Ltd. Ltd. 2002. London: SAGE Publications. 1993. pp. Mass Communication Theory: An Introduction.eu/journal/2006-1/contents/lim/0601lim Lindlof. Diakses pada tanggal 12 September 2008 dari http://www. 31. Diakses tanggal 12 Januari 2009 dari http://egj. Denis dan Sven Windahl. 2000. Couldry and J. Qualitative Communication Methods. Inc. Ltd. Diakses 26 Agustus 2009 dari http://www. Contesting Media Power: Alternative Media in A Networked World. International Development and Planning Review (Third World Planning Review). The Internet. 383-400.edu/index. Denis. 2002.pdf ___________. 2002. Diakses pada tanggal 12 September 2008 dari http://eastbound. Cyber-Urban Activism and Political Change in Indonesia. McQuail.public.umi.edu/faculty/lubell/Teaching/LubellEnviroActivism.php/egj/article/view/2774/2732 Lim. 1995. 1983. Earth Day 2000. Environmental Activism and the Internet. Denis. 4.asu.uidaho.pdf ___________.public. University of Wisconsin Press.lib.edu/~mlim4/files/Lim_Ch17. Merril.com/pqdweb?did=23172565dansid=6danFmt=4danclie ntId=42788danRQT=309danVName=PQD McQuail. Draft tulisan untuk jurnal Environment and Behavior.asu. Social Network and Reform in Indonesia. 1997. Environmental Groups in Politics. CyberCivic Space in Indonesia: From Panopticon to Pandemonium.Kutner.des. 2006. Oxford: Sage Publications. 273288. 24 No. Morris. Diakses pada tanggal 21 Maret 2008 dari http://proquest. Eastbound Journal .).edu/~mlim4/files/Lim_IDPR_final. Environmental Activism as Collective Action. Vol. The Journal of Consumer Affairs. pp. Diakses pada tanggal 12 September 2008 dari http://www. Madison: Winter 1997. 1994. dan Christine Ogan. Research Lowe. Mark. Philip dan Jane Goyder. Dalam N. Thomas R. 3rd ed. The nature and social uses of the Internet: A qualitative investigation. Merlyna. Lubell. . 2006/1. 2003. The Internet as Mass Medium. pdf Maignan. 2002.ucdavis. Dalam McQuail. Liverpool University Press. Vol. Curran (eds. Rowan dan Littlefield. pp 1-19. Singapore: Longman Publishers. _____________. Electronic Green Journal. McQuail’s Reader in Mass Communication Theory. Oxford: Sage Publications. Isabelle dan Bryan A Lukas. 2001. McQuail’s Reader in Mass Communication Theory. Communication Models for The Study of Mass Communications. Laurie A.Thousand Oaks: Sage Publications. Issue #12.

John E. 2007. Blogging practices: An analytical framework. 1(4). Adoption of the Internet in rural NGOs in Indonesia . 2006.pdf O’Brien. Jakarta: WALHI. Khrisna dan David T. Getting the Seats of Your Pants Dirty: Strategies for Ethnographic Research on Virtual Communities.edu/vol12/issue4/schmidt. Journal of Computer-Mediated Communication. Diakses pada tanggal 10 Desember 2007 dari http://jcmc.html Paccagnella. J. Diunduh tanggal 12 Januari 2009 dari http://www.indiana. 12(4).info/Cyberprotestbook. Dani. 2000. Winter 2000/2001. and everywhere. 6-7 August 2007.com/p/articles/mi_qa5448/is_200101/ai_n21464557/print ?tag=artBody. (2007). Coming of Age: Indonesia’s Environmental Network Faces Dilemmas as it Turns 25. Media Lintas Inti Nusantara. Hill. Jakarta: ISAI dan PT. Menjadi Environmentalis itu Gampang!: Sebuah Panduan bagi Pemula. Newhagen. Diakses pada tanggal 10 Desember 2008 dari http://www. Diakses tanggal 12 September 2008 dari http://www. 8 Diakses tanggal 18 Februari 2009 dari http://insideindonesia.pdf Schau.indiana. Terry. ( 7).). Yanuar. Internet use: Here. Neuman. Jenny.indiana. W. Journal of Computer-Mediated Communication. 2003.org/content/view/72/29/ . Boston: Allyn dan Bacon. 2001. 4th Ed. 2007. 1999.. Environmental Internet Activism in Britain. 2001. Social Change Activism and the Internet: Strategic Online Activities.com/2007/07/r. Proceeding of the 1st Rural-Information and Communication Technology (r-ICT) Conference. there. Rory. Sinanu. Journal of ComputerMediated Communication. Lawrence.jennypickerill. 1997. Why Communication Researchers Should Study the Internet: A Dialogue. Cyberprotest: Environmental Activism Online. Budaya. 1995. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches.us/archives/Environment/5107877. Frieda.edu/vol1/issue4/rafaeli. Diakses 17 September 2008 dari http://findarticles. Peace Review 13:3 (2001).A study on Internet appropriation for rural sector reform. Jul-Sep 2006. Diakses tanggal 13 November 2008 dari http://jcmc.shockandawe. [Final draft copy]. dan Politik di Indonesia. 2001.web. Inside Indonesia. pp. 17-34. Media.Munggoro.wordpress. Luciano. (ed. Diakses tanggal 6 Juni 2008 dari http://jcmc. Diakses pada tanggal 10 Juli 2008 dari http://audentis. 12(4). 365–370. dan Sheizaf Rafaeli.pdf _____________.files.edu/vol3/issue1/index. JCMC 3 (1) June 1997. Occupational Outlook Quarterly.html Nugroho.html Sen.html Pickerill.net/~robrien/papers/netaction.ict-paper-ynugroho-v3.col1 Schmidt. Bandung: Institute of Technology Bandung. article 13.

Cornell University: Southeast Asia Program Publications. Media/Society: Industries. 625. 2005.com/cgi/content/abstract/30/6/625 Croteau. 2006. Internet for Development? Patterns of use among Internet café customers in Indonesia. 2007. The Potential of the Internet for Non-Profit Organizations. 2003. Andarwati. Diakses pada tanggal 21 Oktober 2008 dari http://crx. Walden. 89. 7.edu/topics/pubs/greenweb.sagepub. 2003. Nomor 1. Tessa.com/cgi/content/abstract/7/1/89 . “Focus on the Global South”. First Monday.pdf Bahan Bacaan Penunjang Abrar.Spencer. Csaja. 8th edition.com/cgi/content/abstract/22/4/278 Wimmer dan Dominick. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 dari http://www. Preference for Online Social Interaction: A Theory of Problematic Internet Use and Psychosocial Well-Being. Dutta-Bergman. Ana Nadhya.org/issues/issue7_8/spencer/index. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://nms.si. Ronald dan Johnny Blair. 278. Mass Media Research. Terampil Menulis Proposal Penelitian Komunikasi. Vol. 2005. and audiences. Vol.org/detail_page. Communication Research. Fathul. Identity. Pemenuhan Kepuasan Penggunaan Internet oleh Peneliti Badan Litbang Pertanian di Bogor. Diakses tanggal 23 Maret 2009 dari http://www. Cyberidentities at War: Religion. 2003. Information Development.14. Sankarto. Sri Retno dan Bambang S. 12 October 2007. Issues 6. 2005. Birgit.phtml?act_id=17458 Bräuchler.sagepub. Guobin.jstor. 3rd. 2002. 2007. images.org/stable/3351310 Caplan. Indonesia. Bjørn Furuholt dan Stein Kristiansen. number 8 (August 2002). California: Pine Forge Press. 2005a. New Media and Society. Jurnal Perpustakaan Pertanian. The Environmental Movement in the Global South: The Pivotal Agent in the Fight against Global Warming.html Wahid. Ed. Diakses pada tanggal 5 September 2008 dari http://firstmonday. 75. Thousand Oaks: Pine Forge Press. 2006. Scott E. and the Internet in the Moluccan Conflict. 2003. California: Thompson Wadsworth. Access to the internet in the context of community participation and community satisfaction. volume 7. Mohan J. 30. Yang. 2003. China Environment Series. Diakses tanggal 12 Januari 2009 dari http://wwics. Diakses pada tanggal 28 November 2007 dari http://idv. April 2003. 2005. Weaving a Green Web: The Internet and Environmental Activism in China. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 22 (4). Bello. Designing Surveys: A Guide to Decisions and Procedures. David dan William Hoynes. 2005.sagepub.tni.

Diakses tanggal 1 Oktober 2009 dari http://www. Active Learning in Higher Education 2002. 2 pgs. Key Concepts in Communication and Cultural Studies. Peter. . Diakses pada tanggal 15 Oktober 2008 dari http://jcmc. Diakses pada 11 Januari 2009 dari http://alh. 2005. Iss._____________________. 2006. A Thesis in Mass Communications. New York: Sep/Oct 1998.muslimheritage. 1998.indiana. ESRC Global Environmental Change Programme. Rights and Freedom. Andrew. Gari. November. Diakses pada tanggal 20 Januari 2009 dari http://etd. 11(1). 2002.edu/vol11/issue2/duttabergman. New Jersey: La wrence Erlbaum Associates.html ____________________. 3. 2008. Supervising Activists for Research Degrees: Responsibilities.indiana. A New Kind of Cyberwar. 2nd ed.pdf Fiske. John M. 8 (4): 475–488. Colin. Diunduh tanggal 8 Januari 2009 dari www. et al (eds). Blythe Suezann. Fletcher. London dan New York: Routledge. University of Sussex.edu/vol11/issue1/dutta_bergman. submitted to the Graduate Faculty of Texas Tech University.pdf Heywood. Lutfallah. Hampshire dan New York: Palgrave. John A. 2002. John. 11(2). Diakses pada tanggal 15 Oktober 2008 dari http://jcmc.com/cgi/content/abstract/3/1/88 Fortunato. 2000. article 5. article 4. 2nd ed. Politics. 2002. 88. Columbia Journalism Review. Sage Publications. Journal of Computer-Mediated Communication. Environment and History. XVII Jakarta: Gramedia. 1987.foe. Community participation and Internet use after September 11: Complementarities in channel consumption. Cambridge (UK): White Horse Press.lib.7. Harrell. Vol. 37. Arabic Treatises on Environmental Pollution up to the End of the Thirteenth Century.. Journal of Computer-Mediated Communication. Eng.edu/theses/available/etd-0926200831295016605726/unrestricted/31295016605726.ttu. Kamus Inggris-Indonesia. 20. Uses and Gratifications of the Internet. Cet. pg.co. Ecology in Muslim Heritage: Treatises on Environmental Pollution up to the End of 13th Century. 2001. Inc.uk/resource/reports/environmental_justice. Making Media Content: the influence of constituency groups on mass media.com/topics/default. Special Briefing No. 2005b. L. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 melalui layanan ProQuest yang dilanggan Perpustakaan Universitas Gadjah Mada.cfm?ArticleID=933 Tulisan ini sebelumnya pernah terbit dalam jurnal Environment and History sebagai Gari. The antecedents of community-oriented Internet use: Community participation and community satisfaction. Environmental justice: Rights and means to a healthy environment for all.sagepub.html Echols. 3. dan Hassan Shadily. 1992.

April 2002. David T.net Liu. 2005. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 dari http://www. Ecology and Society: An Introduction.uk/Users/ssfa2/greenmovement. Sukki Kong. 189. 2002. Cornell University: Southeast Asia Program Publications.pdf . Indonesia.Emotion-Oriented. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science 2005. Cornell University: Southeast Asia Program Publications.. World Resources Institute. 73. Hyun-Chin. Indonesia. 3(2).jstor. Yi-Jong Suh. 1996. China Media Research. Diakses tanggal 17 Juli 2008 melalui layanan EBSCO. Lin.jstor. UNINET: An Inter-University Computer Network.wri. Lim. American Sociological Association. Online News and The Public. Carolyn. What Does Research Say about the Nature of Computermediated Communication: Task-Oriented. Robert. Diakses tanggal 7 Maret 2009 dari http://pdf. Luke. Michael B.pdf Juris. Vera Youling dan Daniela Dimitrova. 597.org/stable/3351511 Hill.html Martell. dan Paul D. dan Krishna Sen.com/cgi/content/abstract/597/1/189 Lamb. Yuliang. Bruce Garrison. 2007. dan Joon-Koo Lee. Wiring the Warung to Global Gateways: The Internet in Indonesia. 2002.org/iffe_irwan. 1997. Jeffrey S. Abdulla.org/1/55. Salwen. 2005. Jakarta. Jos dan Bagio Budiarjo. David T. 2008. Liu. Polity Press. Conference Papers. Alexander. Uses and Gratifications of Online and Offline News: New Wine in an Old Bottle? Dalam Salwen. ISSN: 1198 3655 Luhukay. Diakses tanggal 24 Oktober 2008 dari http://www. 2005.sussex. in collaboration with Friends of the Earth (FoE). Michael B. Social. Diakses pada tanggal 22 Juni 2009 dari http://www. 63.org/stable/3351468 Irwan.Hill. January 1998. Diakses pada 14 Oktober 2008 dari http://ann. 1983 (-2007). Makalah asli ditulis untuk "Asia Electronics Symposium". or Both? Electronic Journal of Sociology. The Internet Revolution? The Formation of Public Sphere in South Korea. Inc. London: Routledge. dan Rasha A. The New Digital Media and Activist Networking within Anti–Corporate Globalization Movements. 2007. Vol. Makalah kutipan diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://rms46. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 dari http://www. Promising the Earth. Financial Flows and the Environmental Strategy in Indonesia in the 1990s. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates.chinamediaresearch. 19-20 October 1983. April 1997. Driscoll (eds). Vol. The Uses of and Gratifications Derived from Bulletin Board Systems (BBS) in Chinese Youth.vlsm. East Timor and the Internet: Global Political Leverage in/on Indonesia. 1998.ac. 1994.sagepub. Prepared for the International Flows and the Environment Project.

Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://jcmc. Neil.web.indiana. Communication Technology: The New Media in Society. An investigation of differences in undergraduates' academic use of the internet.pdf Mosquin.edu/vol8/issue3/oblak.html ____________________. [Bagian I] Penggunaan Internet untuk HAM. pp: 175. Tanja. Diakses pada tanggal 26 Augustus 2009 dari http://ir. Thesis submitted to Simon Fraser University.com. 2004(-2008).sagepub. 2008. 20 Agustus 2007.vlsm.com/cgi/content/abstract/8/1/73 Minunzie.org/2/113. Diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://rms46.com/cgi/content/abstract/9/1/11 .’s Forest Industry. Diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://rms46. Journal of ComputerMediated Communication. Diunduh pada tanggal 3 November 2008 dari http://nms. 2004.vlsm. Termuat dalam blog “House of Question” dan diakses pada 24 Maret 2009 dari http://www. 2001. Sally J. Sahude.sagepub.net/pages/EarthManifesto.ecospherics. Prayitno. Predictors of Internet Use. Hikayat Awal Penggunaan Milis di Indonesia. 5 (1) 2004. 44 (2). 9.McMillan. Vol 8(1): 7395.html Papacharissi. April 2003. Inc. 2000. California: Sage Publications. 22.id/2007/08/penggunaan-internet-untuk-hampart. Coming of Age with the Internet: A qualitative exploration of how the internet has become an integral part of young people’s live. Boundaries of Interactive Public Engagement: Political Institutions and Citizens in New Political Platforms. Diakses pada tanggal 23 November 2008 dari http://findarticles. 2001(-2007).com Rogers. Diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://goechi.pdf Oblak.col1 Pavlik. Sekilas Perkembangan Internet di Indonesia. 1996.C. 8(3). New Media Technology: Cultural and commercial perspectives. Biodiversity. 1986. 1993. Zizi dan Alan M. 11. John V. Journal of Broadcasting and Electronic Media. New Media and Society. Rubin. Spring 2000. Boston: Allyn dan Bacon.com/p/articles/mi_m6836/is_2_44/ai_n25029542/print?ta g=artBody.i/ Samik-Ibrahim. Newsletter Goechi.syaldi. 2008. “The Chain-saw Revolution”: Environmental Activism in the B. 2006. dan Margaret Morrison. a division of Macmillan. Syaldi.html Selwyn. 2003. Diakses pada tanggal 5 September 2009 dari www.ca/bitstream/1892/7020/1/b15197062. New York: The Free Press.lib. A Manifesto for Earth. Catatan Tambahan Hikayat Internet di Indonesia. Natalie. Diakses tanggal 3 November 2008 dari http://alh. Ted dan Stan Rowe. Rahmat M. Active Learning in Higher Education. Everett M.org/1/24.sfu.

Cultural Dynamics 2004. Anita Engels. Eveland. Diakses pada tanggal 23 Maret 2009 dari http://www. Melissa A. Helena. dan Petra Pansegrau. 258.com/cgi/content/abstract/16/1/5 Wall.com/cgi/content/abstract/32/5/531 Sousa. 21.html Sun. Diakses tanggal 26 Mei 2009 dari http://www.org/ehof/timelinetext. 2003. 531. 2000. 21. 2005.chinamediaresearch. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://ssc. 2004. 9. New Media and Society. 26. 373. Diakses pada tanggal 9 Oktober 2008 dari http://nms.net Vivanco.html (Last updated 10 April 2005) . Determining Uses and Gratifications for the Internet. Situs “Ecology Hall of Fame”. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2008 dari http://www. Tankard.sagepub.Severin.com/bios/alex. Jaeho Cho. Environmental Movement Timeline: A History of the American Environmental Movement. European Journal of Communication 2006.com/cgi/content/abstract/21/1/26 Weingart. Information and Expression in a Digital Age: Modeling Internet Effects on Civic Participation. 2006. China Media Research. Bright Green. Werner Joseph dan James W. 32. William P. Communication Research. Uses and Gratifications of Chinese Online Gamers. 5. Risks of communication: discourses on climate change in science. Dark Green. Social Change and the Future: The Case of Online Journalism in Portugal. Luis A.sagepub. 2007.. Gray: The New Environmental Spectrum. Don. Dhavan V. Lori M. Who Participates and Why?: An Analysis of Citizens on the Internet and the Mass Public. Light Green. Public Understanding of Science 2000. Diakses pada tanggal 23 Januari 2009 dari http://findarticles.ecotopia. dan Marla Royne Schkade. New York: Longman. Shah.col1 Steffen. Alysha Loumakis. Diakses pada tanggal 11 Januari 2009 dari http://cdy. dan Nojin Kwak. Jr. 261. Diakses pada tanggal 20 November 2008 dari http://pus.com/cgi/content/abstract/9/2/258 Weber. 2(2). 1996..worldchanging. The Work of Environmentalism in an Age of Televisual Adventures.sagepub. 2006.sagepub. and Uses in the Mass Media. 4th Ed. 2006. 2009. Social movements and email: expressions of online identity in the globalization protests. Decision Sciences. dan James Bergman. Diakses tanggal 20 November 2008 dari http://ejc. Tao.sagepub.sagepub.com/cgi/content/abstract/9/3/261 Weiss.com/cgi/content/abstract/21/3/373 Stafford. Bu Zhong. Sage Publications. Communication Theories: Originis. 2007. Methods. JR. 16. and the mass media. 9. Peter. dan Jun Zhang.com/p/articles/mi_qa3713/is_200404/ai_n9398988/print? tag=artBody. Social Science Computer Review. Alex. Diakses 8 Oktober 2008 dari http://crx. 2005. 2005. 2004. politics. Information Technologies. Thomas F. 4/1/04. 2003.

The Political Impact of New Information Sources and Technologies in Indonesia. No 1 (2005). 2005.htm Yang. S. Harvard Asia Pacific Review.net/ocf-02. Sudweeks (eds). 7(2). Book Review of Cyberactivism: Online Activism in Theory and Practice. 2003.html Werbin. 1998.edu/vol8/issue3/wellman. Why Business People Use the World Wide Web: An Application Of Uses And Gratifications Theory. Kenneth C. 1987. January 2002. The Jakarta Post. Media. and Protest in China: From the Cultural Revolution to the Internet. April 2003. H.edu.au/~sudweeks/catac98/pdf/25_witmer. Gazette. Diane F.com/news/2008/08/05/conservation-workindonesia-requires-religious-essentials. yang diunduh tanggal 30 November 2008 dari http://www. The Social Affordances of the Internet for Networked Individualism.com/cgi/content/abstract/64/2/109 Wiryono. 2008.it. Conservation work in Indonesia requires religious essentials. Use and Impact of the Internet in Hong Kong: A Chain Process Model. Diakses tanggal 17 Juli 2008 melalui layanan EBSCO. Diffusion. 2008.thejakartapost.html Sumber Media dan Internet -------. dkk. Jonathan J. 2002. Journal of Computer-Mediated Communication. Diakses tanggal 20 Januari 2009 dari http://www. Diakses dari http://www. Chapter 2: Towards Sustainable Development. Journal of ComputerMediated Communication. 109. 8(3). Diakses pada tanggal 23 Maret 2009 dari http://www. Vol 30.html Zhu. Guo Bin dan Craig Calhoun. Journal of Computer-Mediated Communication. Diakses tanggal 21 Oktober 2008 dari http://gaz. Dalam C. and Chutatip Taweesuk. article 8. 2 September 2008. 2006. Ess and F. Akses via Ponsel Dongkrak Penggunaan Internet. dan Zhou He.indiana.murdoch.ca/index. Do Internet users have more social ties? A call for differentiated analyses of Internet use.pdf World Commission on Environment and Development (WCED).indiana. 64.edu/vol7/issue2/zhu. Diakses 8 Desember 2008 dari http://jcmc.sagepub. Selasa.cjconline. 2002. Power.via-ponsel-dongkrak-penggunaaninternet/ . Proceedings Cultural Attitudes Towards Communication and Technology. Zhao. Canadian Journal of Communication. Diakses 14 Desember 2008 dari http://jcmc.indiana. Diakses tanggal 8 Desember 2008 dari http://jcmc. Our Common Future.edu/vol11/issue3/zhao. Diakses tanggal 24 Maret 2009 dari http://jamrud. Bisnis Indonesia. Barry.un-documents. 11(3). Australia: University of Sydney.com/2008/09/akses.html Witmer.php/journal/article/view/1537/1673 Winters.Wellman. 1998. Jeffery A. 2002.

htm#id -------. Diakses dari http://www.com/asia. 2008. Daily Internet Activities.org/icstd/events/Info-Society-Stats-Workshop2007/Indonesia-ICT-Indicators.or.php?lang=ind --------. PEW Internet and American Life Project.pewinternet. Diakses tanggal 25 Maret 2009 dari http://www.apjii. Indonesian ICT Indicators.id/dokumentasi/statistik. Statistik APJII (updated Desember 2007). Asia Internet Usage Stat and Population Statistics.internetworldstats. http://www.unescap.pdf ------. Diakses dari http://www. Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia.org . Depkominfo 2007.-------.

id Energy_Troops 504 Dec 22.id “Kami.” (Milis internal organisasi WALHI) Afiliasi: www. 2004 3. 2000 “Milis dari blog Aku Ingin Hijau” http://akuinginhijau. 2008 Mar 25. 2000 12.panda.420 pesan .LAMPIRAN DATA MAILING LIST Member dan Keadaan Milis-milis bertema isu lingkungan hidup Per 17 Februari 2009 Nama Milis Jumlah Anggota 60 421 Didirikan sejak Jumlah Pesan 34 pesan 4.or. 2008 32 pesan “Ikatan Para Pecinta Lingkungan Alam dan Hidup Sejahtera” 183 May 17.222 pesan greenmapper_jogja 233 Mar 6. Energi untuk hidup.org/powerswitch “Komunitas peta hijau yogyakarta” Afiliasi: www. 2002 2.” Afiliasi: http://ypbb.org/ Pemilik: Michael Dharmawan (dodolipet) Mailing List ini diperuntukkan untuk pemberitaan dan diskusi kegiatan relawan YPBB (Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi).or.greenmap. sekumpulan orang berenergi yang perhatian untuk mendapat pencerahan dari segala sesuatu yang berhubungan dengan energi.381 pesan Ket.walhi.Tambahan Yahoogroups akuinginhijau bumi-bandung Feb 9. energi yang terkait Pemanasan Global dan Perubahan Iklim.terranet.992 pesan “Mailing list bagi para pemrakarsa diskusi/debat seputar advokasi lingkungan hidup.” Afiliasi: www.id/ CINTALINGKUNGANALAMSEJAHTERA Cumakita 18 May 24. Termasuk.or. Pada awalnya milist ini dimanfaatkan untuk komunikasi berkaitan dengan peringatan Hari Bumi 2000.

LAMPIRAN DATA MAILING LIST jakartagreenmonster 392 Apr 3.telapak.781 pesan “Jakarta Green Monster adalah komunitas relawan. Media ini diharapkan sebagai media yang mampu mewadahi kegiatan diskusi. We invite individual.org “Milis ini adalah media informasi bagi publik yang mempunyai interest dengan lingkungan dan WALHI.” “Milis plhsumsel@yahoogroups ini merupakan media informasi dan komunikasi yang dikelola oleh Forum Komunikasi Pendidikan Lingkungan Hidup Sumatera Selatan.blo gspot.com “Milis Lingkungan Indonesia . dll. pertanian. 1998 9.com “Jaringan Pendidikan Lingkungan is an Indonesian NGO Network that work in Environmental Education (EE). Milis ini adalah tempat berdiskusi segala masalah lingkungan. 2006 1.m-ruswandi. sharing pendapat. 2003 1.654 pesan sahabat-walhi 186 Jul 29.126 pesan langit_biru 52 Feb 11. istitutions and NGO that has and/or interested in EE programme to join the network.517 pesan .id jpl 482 Aug 22.032 pesan sahabat-telapak 229 Nov 30.” Afiliasi: www. Khususnya Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) dan Suaka Margasatwa Pulau Rambut (SMPR). perkotaan.” Pemilik: http://www.” Afiliasi: www. Komunitas relawan yang peduli pada kawasan pesisir utara Jakarta. pedesaan.” “Group ini adalah forum tukar informasi mengenai lingkungan hidup. JPL was established in 27 November 1996. 2005 1.walhi. berbagi pengalaman dan informasi mengenai Pendidikan Lingkungan dan Lingkungan hidup di Sumatera Selatan. 2002 213 pesan lingkungan 2944 Apr 13.jakartagreenmonster.” “SAHABAT Telapak adalah individu-individu yang memiliki kepedulian terhadap perjuangan Telapak yang diwujudkan dengan aksi-aksi nyata.or. 2006 2.” Afiliasi: http://www.528 pesan plhsumsel 63 Mar 14. 1999 41. Individu-individu tersebut diharapkan bersepakat pada visi dan misi Telapak.

Kegiatan Sahabat PILI terpusat di Kota Bogor dan sekitarnya.walhi. Sumber berita berasal dari majalah. koran. 2006 606 pesan Temukita 170 Dec 29. pendapat mengenai perubahan iklim. milis lain. Perubahan iklim adalah sinyal terakhir gagalnya model pembangunan global yang berlaku sekarang.” Berafiliasi dengan blog http://greenlifestyle.id Milist internal Sahabat WALHI. dan telah memiliki anggota terdaftar sebanyak ±300 orang yang tersebar di kota-kota seluruh Indonesia. "debat. berdomisili di D.or. dll. Yogyakarta.id/ “Sahabat Lingkungan merupakan sebuah organisasi berbasis kerelawanan yang bergerak dalam isu lingkungan. jurnal. internet.” Afiliasi: http://www.701 pesan berita-lingkungan 973 Jan 19.walhi.690 pesan (terakhir : Mei tahun 2006) Googlegroups walhiclimate 62 - - greenlifestyle Forum hijau Komunitas lingkungan 825 15 5 - - “Milis ini adalah milis internal Wahana Lingkungan Hidup Indonesia berkaitan dengan segala macam isu.or.LAMPIRAN DATA MAILING LIST sahabat_pili 187 Mar 15.” Afiliasi: www. 2006 783 pesan “Sahabat PILI adalah komunitas yang terdiri dari individu-individu dengan berbagai latar belakang dan mempunyai minat serta antusiasme untuk membantu upaya penyelamatan lingkungan di Indonesia.I.id Afiliasi: Yayasan Hijau - . Sahabat-PILI berbasis volunteer (relawan) dari PILI (Pusat Informasi Lingkungan Indonesia) yang terbentuk awal tahun 2006.pili. perkembangan. diskusi.” shalinkers_jogja 78 Feb 24.id “Di milis Berita Lingkungan Hidup Indonesia ini disajikan mengenai beritaberita lingkungan hidup dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya.or.or. sharing dan kreatif kampanye" Afiliasi: www. 2000 9. 2006 3.

Kecepatan. Sebagai perkenalan.php?id=687127695&ref=profile atau blog sederhana saya di http://rani-langitbiru. Hikmarani.com/ Challida N. Perkenalkan. Walau saat ini usulan proposal saya masih dalam tahap revisi namun saya ingin mengetahui apakah Mas bersedia menjadi salah satu informan dalam penelitian yang akan saya jalankan.com/home. masih belum banyak kajian yang menjelaskan bagaimana dinamika organisasi ataupun aktivis lingkungan 1 . silakan panggil saya Rani.facebook. Salam kenal Mas.php?#/profile.com Lampiran: Proposal Penelitian INTERNET DAN AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah menawarkan beragam kemudahan proses komunikasi dan pengolahan informasi bagi bermacam elemen masyarakat. silakan tengok profil saya di http://www.LAMPIRAN E-mail dari peneliti Untuk Informan Template surat untuk informan.blogspot. nama saya Challida N. Isi: perkenalan dan permohonan untuk menjadi informan. Latar belakang dan rumusan masalah penelitian saya lampirkan agar Mas dapat melihat ruang ketertarikan saya. dan fleksibilitas komunikasi yang ditawarkan Internet sebagai media baru dalam berkomunikasi pun tidak luput dimanfaatkan oleh elemen masyarakat sipil.Hikmarani S-2 Ilmu Komunikasi Fisipol UGM Blok F no 12 Lanud Adi Sucipto Yogya 55281 0819 317 687 49 ranm_d@yahoo. termasuk oleh para aktivis lingkungan. Saya berharap dapat bekerjasama dengan Mas dan menggali lebih dalam bagaimana Mas memanfaatkan internet untuk menyebarkan informasi lingkungan. kemudahan. Saat ini saya sedang mengerjakan tesis di S-2 Ilmu Komunikasi Fisipol UGM dan mengambil penelitian berjudul "Internet dan Aktivis Lingkungan Hidup di Indonesia". Meskipun demikian. Saya mengenal Mas dari keaktifan Mas di sejumlah milis lingkungan.

mailing-list. Tidak sedikit dari mereka yang masih mengujicobakan cara-cara terbaik untuk mengoptimalkan fasilitas Internet dalam upaya menyentuh dan melibatkan publik. menjadi penting untuk menggali bagaimana Internet dipergunakan untuk menunjang aktivisme mereka. Untuk kasus aktivis lingkungan di Indonesia. Penggunaan beragam fasilitas di Internet oleh para aktivis ataupun pekerja sosial adalah salah satu contoh penggunaan internet di ranah sosial (non-komersial). Berangkat dari kegundahan teman-teman aktivis inilah peneliti menemukan celah permasalahan penelitian. Dalam kasus gerakan lingkungan hidup. Dan tidak sedikit dari mereka yang menjalankan programprogram kampanye lingkungan me lalui Internet. e-mail dan weblog) dan baru dilakukan oleh sejumlah tokoh-tokoh kunci saja. kajian empiris atas penggunaan Internet oleh aktivis dipandang penting dan perlu dilakukan sebagai batu pijakan untuk memahami bagaimana 2 . menjadikannya salah satu alat komunikasi utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia. Meskipun begitu. koordinasi. penggunaan internet oleh LSM ataupun organisasi masyarakat sipil dinilai telah mampu mendukung dan mendorong kerja organisasi. Hal ini terutama terkait dengan salah satu kemudahan yang ditawarkan Internet. Salah satu kelompok masyarakat yang tak ketinggalan memanfaatkan berbagai keunggulan berkomunikasi melalui Internet adalah kelompok masyarakat sipil. Kondisi kontradiktif ini menjadi menarik untuk dikaji mengingat keberadaan dan penggunaan internet selama ini kerap dihubung-hubungkan dengan kesetaraan individu untuk terlibat secara aktif. dan mobilisasi orang maupun informasi dalam berbagai aktivitas mereka. Gambaran ideal penggunaan Internet untuk membangun masyarakat sipil dan memperkuat demokrasi barangkali terlalu jauh untuk dikait-kaitkan. penelitian ini akan mencari tahu bagaimana aktivis lingkungan hidup di Indonesia menggunakan Internet untuk menunjang aktivisme mereka. Para aktivis ini umumnya memanfaatkan beragam fasilitas seperti e-mail. sosialisasi. pekerja dari organisasi maupun aktivis mandiri (non-afiliasi) sama-sama aktif bekerja mengkampanyekan beragam isu lingkungan hidup di Indonesia. Hal ini tentunya menjadi keresahan tersendiri bagi sejumlah aktivis serta pengurus organisasi-organisasi lingkungan hidup di Indonesia. Namun. aktivisme online yang terjadi tampaknya masih terbatas pada bentuk-bentuk tertentu (misalnya. Secara umum. Keterbatasan pemanfaatan Internet oleh aktivis lingkungan dalam lingkup yang lebih luas juga dikaitkan dengan kesadaran lingkungan.LAMPIRAN E-mail dari peneliti Untuk Informan hidup di Indonesia dalam mengoptimalkan potensi yang terkandung dalam Internet untuk mendukung aktivisme mereka. LATAR BELAKANG Penggunaan Internet di Indonesia dalam satu dasawarsa terakhir telah meluas dan mendalam. weblog. Gagasan awal penelitian ini berangkat dari pengamatan sederhana peneliti atas berbagai aktivitas dunia maya yang dilancarkan oleh sejumlah aktivis lingkungan Indonesia. Namun dari pengamatan pendahuluan terhadap sejumlah situs (website) dan mailing list lingkungan hidup Indonesia. dan webpage untuk melakukan organisasi. yakni kecepatan dan kemudahan berkomunikasi. yang tampaknya belum cukup menyebar dan menyentuh masyarakat secara umum. dalam lingkup permasalahan yang lebih luas. pemanfaatan Internet ole h masyarakat sipil di Indonesia belum banyak dikaji dan dipahami. Oleh karena itu.

Penelitian mengenai penggunaan media baru. Hasil penelitian ini secara keilmuan diharapkan menyumbang pengetahuan mengenai penggunaan media baru. Dalam penelitian eksploratoris ini. Kelangkaan bahan kajian juga tampak jelas untuk kasus penggunaan Internet oleh organisasi maupun aktivis yang bergerak dalam isu lingkungan. penelusuran akan difokuskan pada penggunaan Internet oleh aktivis lingkungan dalam mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia. tetapi sangat sedikit yang membahas hal tersebut dalam konteks Indonesia. Secara tegas dapat dikatakan bahwa penelitian mengenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia belum pernah dilakukan sebelumnya.LAMPIRAN E-mail dari peneliti Untuk Informan proses interaksi. khususnya Internet. serta aktivisme dalam masyarakat sipil dapat membantu mendorong tingkat partisipasi publik dalam kehidupan sosial politik secara lebih luas. Kajian ini secara pragmatis diharapkan mampu menjadi masukan bagi aktivis lingkungan pada khususnya dan gerakan lingkungan hidup di Indonesia pada umumnya RUMUSAN PERMASALAHAN Gambaran kondisi fenomena di atas menunjukkan arti penting penelitian dalam wilayah kajian ini. komunikasi. sebagai sebuah kajian awal adalah penting untuk mengeksplorasi bagaimana aktivis lingkungan sebagai individu memanfaatkan internet sebagai media komunikasi baru. Oleh karena itu. oleh organisasi non-profit atau non-pemerintah serta masyarakat sipil telah banyak dilakukan di sejumlah negara. oleh kelompok masyarakat tertentu di Indonesia. 3 . khususnya internet. Dengan latar belakang seperti yang telah disebutkan maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimana aktivis lingkungan hidup memanfaatkan Internet untuk mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia?” TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan memahami bagaimana aktivis lingkungan hidup menggunakan Internet untuk mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia.

. di tahun 2001 dan sejak 2003 baru pindah ke timpakul. atau mungkin ada panggilan lain yg lebih nyaman? Bang..he. sudah Bang terus Ade lagi.. is it okay kalo aku panggil Mas.gapapa Mas. sebagai Kepala Departemen Kelembagaan dan Pengelolaan Sumberdaya dan juga sebagai Pengkampanye Isu Hutan. btw.39 WIB : online. diskusi di milis dan juga untuk ngeblog. sehari-hari. bagaimana.. oke deh :D biasanya. email.bisa saya ganggu? maaf. kalau di kantor dengan LAN kantor. he... pukul 15. saya ke kamar mandi bentar. dan kesibukan Mas saat ini? baru kemudian ngeblog... biar ga kepotongpotong Halo Mas.. sekarang tambah untuk FB pake internet dengan akses LAN di kantor kah? atau ada akses lain? saat ini pake HSDPA personal. kumulai ya.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Ade Fadli : 3 April 2009. Bang Ade menggunakan internet untuk apa aja? yang dulu sih untuk belajar buat website.13-16. misalnya? apalah yang lebih nyaman.. sejak Mei 2008 oke.... agak telat OL nya. sebentar ya Mas.org dan memfokuskan dengan tulisan terkait lingkungan hidup saat ini saya diminta membantu Eksekutif Nasional WALHI. :) karena kadang aneh. ini baru OL. via Yahoo Messenger :1 ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: Siang Mas Ade...hijaubiru.. Bang Ade. bisa tolong cerita sedikit tentang siapa. kadang sih cuma di HP kapan aja pake HSDPA atau di HP? 1 adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: .. atau Mas Ade. ohoho. hehe...

atau kalo internet di kantor lagi down.. ada info tentang koneksi internet yang bagus ? beberapa provider udah parah nih.. tapi aku pribadi belum ada kebutuhan itu jadi ya belum cari tahu sekarang masih pake wifi kampus atau ya ke warnet padahal penelitiannya tentang internet ya. . mungkin beda dengan Yogya yang udah banyak pilihan.. itu akan lebih cepat dan banyak informasi yang didapat apalagi di masa 97 .LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: komputer ranm_d: adefadli: adefadli: kalo tidak sedang di kantor. itu yang HSDPA biaya sendiri kah? yup rata-rata pengeluaran sebulan untuk HSDPA? saat ini 150ribu perbulan. warnet dengan kecepatan dial up.. dan dengan internet.-) yup.aku sering denger sih. itu pas masih di kalimantan ya Mas? eh Bang :D yup karena ada kebutuhan informasi dan kebutuhan untuk memperdalam kebutuhannya datangnya dari mana? karena lagi iseng -iseng nyari informasi aja... sehari kirakira 12-18 jam menggunakan internet maaf.. media masih terlalu tertutup 2 . ^_^ beberapa kota sulit akses lewat jaringan HSDPA...tapi internet as social media sih :P ga dari sudut teknologi the world will be flat.. ^_^ Bang Ade kenal internet sejak kapan? gimana tuh ceritanya? sejak tahun 97.. btw.. ya. wahaha... dan bahkan beberapa malah sangat terbatas. saat baru ada satu penyedia (kantor pos)..

mulailah diletakkan di blog sebelum pake timpakul. lalu ke blogspot. ya. timpakul tuh nama hewan kan ya Bang? kayaknya kapan aku pernah baca di blog Bang ade 3 ranm_d: .5 jadi biar nggak hilang.memang ya. etc) nama timpakul diambil juga karena ini nama menarik.com. apalagi ketika bergaul dengan komputer. terus pindah ke blog.. apakah di tahun awal-awal kenal internet juga sudah dipake untuk kontak dengan orang lain? seseorang di luar daerah atau luar negeri mungkin? dengan di luar daerah ya. kalau dulu.ie.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: iya.com (dan selama proses ini. sedangkan saat itu cuma punya disk 3. apakah juga udah mulai digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain? saat ini.waktu itu.. maksudku. ada beberapa gagasan dan pemikiran dan harus terdokumentasikan. untuk punya website. kalau sekarang tinggal klik tiga kali engga. ada keinginan untuk lebih mengeksplorasi kalau secara sosial. apa pendapat Abang tentang internet? memudahkan? menantang? menantang kali ya.hijaubiru Bang Ade ngeblog dimana? awalnya masih geocities. dan karenanya juga bisa ketemu dengan orang lain di dunia maya. di awal-awal. blogs. dan ketika ada internet. harus bisa belajar HTML dulu. apa niatannya waktu itu? awalnya iseng trus? dan juga karena media cetak belum tentu akan selalu mempublikasikan tulisan yang ada. ada kebutuhan untuk mengeksplorasi. baru tahun 2000 mulai komunikasi dengan yang di luar negeri waktu memutuskan bikin blog. di luar negeri belum. yang mengirimkan info tentang timpakul..com. ya teknologi yang ada telah semakin memudahkan.. coba-coba di blogdriver.

. "ya. juga ada media yang minta artikel untuk diturunkan dalam bentuk cetak dan satu trademark "tak penting. pertimbangan Bang Ade apa saja kok akhirnya milih yang di hijaubiru? soal interface mungkin? atau ada alasan apa? karena kebablasan aja. tapi belum dengan domain. ada tantangan untuk membedah lebih dalam terkait dengan isu lingkungan.. sebagian besar yang berbahasa Indonesia. " sudah jadi hal yang diketahui blogger lain sebagai ungkapan dari timpakul. saya sering baca blog itu dan menggunakan tulisannya bagi berbagai kegiatan dengan yang lain" . kebayang bahwa ia akan be rpikir. sebenarnya sampai sekarang juga masih pakai mirror di blogspot dan multiply dan dengan hosting sendiri.I realize that. ada makna tertentu? atau emang itu catchy aja? tentang yang mana? tak penting? yup "tak penting" kalo yang baca ketemu kalimat tak penting. satu kali di suspend oleh provider... timpakul. lalu yang penting yang mana.. terus disampaikannya.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 adefadli: yang menarik juga. terus diminta saya kelola.. sehingga akan diingat..org dan keterusan. lebih lama di darat ketimbang di air. ikan ini cukup tahan polutan dan menjadi indikator bagi sejarah intrusi air laut di wilayah sungai. paling cuma mengangguk dan berkata ya. itu penting dan lupa. ikan..... sebaliknya. apalagi sebelum 2007 4 adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: . akhirnya kompas menulis tentang timpakul. masih pada sisi permukaannya. begitu sih kebayangnya dan untuk isu lingkungan. secara substansi: sering kali ketemu dengan orang baru dan saling berkenalan. dan banyak orang samarinda ataupun banjar yang lebih mengenal timpakul. yup yup. sebelumnya hanya tahu tentang timpakul sebagai ungkapan bagi orang yang oportunis. dulu kawan-kawan aktivis kaltim dikasih space oleh penyedia hosting dengan nama hijaubiru.. Ada pengalaman menarik selama blogging atau ngelola timpakul? secara teknis: 3 kali di hack. sewaktu pindah-pindah. kemudian iseng nye wa domain dan hosting dengan nama hijaubiru. dan juga isu lingkungan juga masih minor di kalangan blogger. ^_^ yeah.. lebih bisa berkreasi. kalau ada kalimat penting. yang lain menyebutnya gelodok..

. aliensangperempuan..bisa cerita siapa mas Jumadi? hapsoro. kalo mas Djuni aku sudah kontak dah wawancara.. nama blognya apa ya. 5 adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: .http://zumux. btw tadi mas jumadi gimana Bang? gimana apanya nih. tapi yang langsung terbaca punya blog dan "ketahuan" nama aslinya cuma sedikit oke........ boleh tau siapa aja yang Bang Ade kenal? yang sering ya 2 orang itu......html murah dan luas dan juga ada kebebasan dalam mengungkapkan.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: iya. aktivisnya masih belum banyak. djuni. ada juga koen setyawan. lupa deh...alamat blognya mungkin. itu nama aslinya kah? aku belum pernah ketemuan dengan dia.atau dia aktivis dimana? hapsoro di Telapak.akan aku kejar.blogspot.com aku sejauh ini dapet informasi dari google . oke. ndobos... yang pasti ng update. ini blog hapsoro-.he..blogdrive.blogspot..com.makanya aku ambil topik itu. paling jumadi...com/2007/08/5 -bloglingkungan-yang-kerap-saya. he... apa keunggulan menggunakan internet untuk berkomunikasi dibandingkan dengan lewat telepon. hehe....blogspot.Telapak juga ada Bang Andreas Iswinarto .bener bgt.. tatap muka ataupun lewat media lain (iklan misalnya) ini yang ditulis antubanyu: http://antubanyu. kalau buat Bang Ade. aku sudah pernah ketemu sama page antubanyu... ntar aku coba liat dulu oke..com/ ohya.. siapa lagi ya.setelah melihat fenomena "kebangkitan" para aktivis lingkungan di internet sebagian besar blogger yang bicara lingkungan bukan aktivis juga kok.ruangasadirumahkata.tapi mas jumadi aku belum kenal.

. jam 5 mau ada rapat. Selamat bertugas! :) ok. terima kasih untuk sejauh ini.mo sholat. Bisa disambung nanti jam 5 atau besok-besok aja lagi? besok-besok aja ya. Oke Bang Ade..aku ijin dulu....LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: maaf mas. makasih juga 6 ...

kampanye lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? untuk kampanye ke kelas menengah.. kali ini aku masih nyambung dikit tapi lebih banyak tentang penggunaan buat isu lingkungan Ini satu pertanyaan yang waktu terakhir belum kutangkap dengan jelas jawabannya.. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah cara hidup atau cara kerja Bang Ade selama ini ? BangAde? 1 ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: .. beberapa radio daerah juga ada chapter lingkungan ok.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Ade Fadli : 7 Mei 2009.. Bang? biayanya lebih murah dan jangkauannya lebih luas Bagaimana dengan pandangan bahwa untuk Indonesia. untuk indonesia dan isu lingkungan.. pukul 15. udah ada yang nggarap sektor radio belum Bang? ada greenradio jakarta.07 WIB : online.bener. terutama radio interaktif. Menurut Bang Ade.. internet menjadi efektif.... kita udah ngobrol tentang penggunaan internet Bang Ade secara umum. tatap muka langsung ataupun lewat media lain? ehm. apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan lewat telepon..43-18. dan sebenarnya bisa dikombinasi antara internet dan radio..waktu aku wawancara Bang Ade bulan lalu...bener. tapi tidak untuk ke kelas atas atau pun kelas bawah untuk kelas bawah cocoknya apa dong? padahal koran pun dianggap masih konsumsi masyarakat menengah? radio radio akan sangat cocok untuk kelas bawah. Bang. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: sore bang :) sore kita mulai aja ya? refresh dikit. melalui i-radio dan radio biasa hm..

. aku belajar formal ilmu kehutanan. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah cara hidup atau cara kerja Bang Ade selama ini ? internet 20/7 :-) :)) kaya lagunya siapa ya.. termasuk untuk rapat-rapat selama ini lancar? maksudku untuk rapat jadi pake teleconference gitu? ya tergantung lokasi berada.... aku lanjut lagi ya. tentang politik konservasi S-2 di mana Bang? di unmul. itu almamater Abang kan? yup kan dekat lhoh bukannya kalo di Eksekutif Nasional harus stay di Jakarta? yup udah mulai bikin tesis juga Bang? Tentang apa? politik konservasi di kaltim sip sip.. Bang. dan sejak 4 tahun lalu. saya kerja jarak jauh dengan kawan-kawan..ya jauh ya. yup 2 . saykoji kali ya.. Bang Ade latar belakang pendidikannya bukan IT kan? bukan.... nggak harus ketemu..LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: yup oke. saat ini sedang tesis untuk ilmu lingkungan. yang online itu lho kebayang. samarinda weih.. karena menentukan kualitas koneksi internetnya berarti udah ga terpisahkan dong dengan internet? ya.

'dongeng' harian adalah cerita tentang bagaimana sungai...panjang juga ya sejarahnya.. :) 3 adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: . sesekali pertemuan di kampung.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: maaf. hehe. istilahnya jembatan mencapai tujuan. oke.sip lah.... juga tentang bagaimana aktivis bergerak di samarinda kemudian saya 'dipaksa' berkuliah di kehutanan. Bisa ceritakan “sejarah” atau alasan sehingga Bang Ade dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? rumah saya sering kebanjiran.. next.. “berpisah” dari internet? internet sebagai alat bantu komunikasi. ketemu dengan kawankawan yang doyan ke hutan terus ya.tapi..istri pernah keberatan ga dengan lengketnya Bang Ade ma gadget? :D itu yang didiskusikan di awal maksudnya? apa ya Bang? kok aku cari ga ada. bisa dibilang cinta karena sering ketemu ya Bang :D apakah itu juga alasan kenapa memilih isu lingkungan sebagai topik blog? inilah yang menemukenali diri saya.kalo boleh tahu.... dan di daerah banjir... tapi juga masalah pendidikan dan teknologi informasi. dan akhirnya berada dalam isu lingkungan hidup sebenarnya nggak cuma masalah lingkungan hidup. hutan dan situasi lingkungan di daerah.. pernah jadi notulis setiap pertemuan tentang SDA dan LH jadinya mendengar dan mendengar... Apa makna atau arti penting internet untuk anda? Secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga. untuk mendengar cerita wow.. Bang Ade sudah menikah? udah kok jd nanya nikah ga. internet menjadi penting untuk menurunkan biaya komunikasi dan keterjangkauan target komunikasi ooke.maaf kalo agak sedikit mengulang.. maksudnya itu yang didiskusikan di awal sebelum menikah :-) oh iya ya.

belajar menjadi sedikit.. gagasan semakin sedikit. :-D hehe :D berarti selama ini ide posting memang lebih banyak dari perenungan ya Bang? kan ada tuh yang ide posting justru keluar setelah blog-walking ada yang blog walking . ada target atau rencana pribadi gitu ga sih Bang. makanya bakal balik lagi ke s amarinda. tantangan mengelolanya sih kalo koneksi internetan nggak ada ataupun kalau hosting nya bermasalah selebihnya sih. karena media belajarnya berkurang isu blog merupakan pemikiran yang ada di kepala. karena masalah lingkungan yang paling sering.. tapi juga pasti akan dikaitkan dengan yang ada di sekitar lebih mudah mencerna yang ada di sekitar deh kayaknya. apa tantangan yang dihadapi selama ini? ya.... :-) :) Menurut Bang Ade. karena media diskusi.udara jakarta. sudah di jakarta.. dan juga menjadi semakin sedikit melihat dan berbincang tentang sesuatu.. masalah waktu aja.. dan juga lainnya tentang pendidikan dan IT. dan telah ada bagaimana mengelola alam secara seimbang seiring dengan masuknya teknologi dan sistem ekonomi dunia saat ini... melihat. walau menjadi minor maksudnya kalo di jakarta jadi ga produktif tuh apa Bang? ya.. karena setiap pagi harus dimulai dengan membuat otak bekerja selama 5 menit. YA. jadi nggak nentu. selama di jakarta semakin nggak produktif..harus posting tiap hari atau apa gitu? atau lebih fleksibel aja? sebelum ke jakarta.. hanya dari website ke website.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: Dalam mengelola timpakul. menikmati banjir.. budaya lokal harus bertarung dan cenderung dikalahkan oleh pelayan publik ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: 4 . ditargetkan satu tulisan setiap pagi. apa masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? dalam kultur tradisional komunitas di Indonesia. terlalu nggak nyaman untuk berpikir-. itulah yang dituangkan.

ya. sekitar lima tahun. jenis bahan... karena dia alumni waktu itu ngajar teknologi komunikasi dan fotografi cocok ma hobinya skrg :)) hmm. tanpa pernah dilihat lagi filosofi budaya itu sendiri trus gimana.. dari tahun 53.ya.... akan ditemui di banyak kampung di negeri ini. sistem pendidikan di Indonesia diarahkan menjadi penghasil robot intelektual. budaya dongeng. Pe raturan perundang-undangan yang dibuat sudah sangat jauh dari konstitusi dan cita-cita pendiri negeri hm. Pemerintah sudah diintervensi kepentingan asing. namun berisikan bagaimana sejarah keseimbangan alam tapi saat ini sudah ilang... pendidikan menjadi kunci jawabannya gaya hidup akan terbentuk oleh informasi dan pengetahuan yang diterima yup.. menganalisis foto seksi dulu pernah diajar satu semester tapi dianya ga pernah dateng 5 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: . Roy Sukro juga ngajar disana ya? ga dulu pernah dosen luar biasa. dan tata letak bangunan. kalo di Indonesia. andai saja ada yang mendengar dan mewujudkan mimpi mereka.. secara budaya memiliki cara dan model penempatan bangunan. Tapi ketika bertarung dengan sistem ekonomi global.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 adefadli: Jawa misalnya....padahal ga sedikit kan masyarakat yg sudah (sok) berpikir dan hidup dengan gaya modern? Atau terputus dengan pemahaman budaya yang pro alam.. dan secara perlahan. akhirnya harus tersingkir dan meng hilang budaya hanya tinggal sebagai etalase budaya...jadi ya emang tanggung jawab banyak pihak ya. btw.. dan bukan menjadi manusia yang hidup di indonesia. tanggung jawab PEMERINTAH bukan tanggung jawab banyak orang.. bukanlah semata pengantar tidur. yang akhirnya tahun 65-67 mulai mengobral kekayaan alamnya.. :-) dan celoteh seperti itu. yang sangat melihat keseimbangan alam yup Demikian juga komunitas budaya lainnya.

Bang Ade menangkap itu juga ga? ini pemikiran dari para pembawa pesan lingkungan Indonesia juga ada prinsip Atur Diri Sendiri dan kemudian juga sekarang ada prinsip Atur dan Awasi itu tergantung darimana belajarnya. misalnya lebih ngelihat bahwa penting memulai dari diri sendiri..... jadi tetap dalam bentuk e-book aja kali..lanjut ya Bang........ trus dan informasi dari mana yang ditangkap sebagai sebuah kebenaran dalam pikiran kita 6 ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ...masalah royalti dll ya....hijaubiru. aku pernah ikut seminarnya sekali itu juga jadi penyemangat untuk terus ngeblog sebenarnya udah ada draft bukunya yang jadi kumpulan artikel saya dan istri saya wah.penerbit sebenernya selalu mencari naskah bagus tergantung penerbitnya juga sih... karena banyak pengetahuan yang belum tertuliskan.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: adefadli: adefadli: jadi aku ngulang kuliah itu begitu dosennya ganti kan dosen biasa di luar.he. liat aja di: http://alien. he. Dijawab dengan gayanya yang gitu deh. supaya kemudian mereka tertarik untuk terus mengembangkan pengetahuan..... kan sama-sama buku. kumpulan tulisan kami belum pas juga untuk jadi buku . bikin buku....org/ ada file pdfnya. yup.he.. adekku kebetulan jadi proofreader di penerbit Bentang cuma kadang lebih ribet pas ngurusnya... dan perlu di sebarluaskan melalui media tertulis.. ga juga Bang. saya tanya.adefadli... kalo Pak Onno punya 2 Miliar akan buat apa. :-) saya pernah ketemu dengan Pak Onno W Purbo. dan nanya.trus? tp belum ada yang mau nyetak kali ya. sangat individualoriented.. kenapa buku? kata beliau. :) oke. ya ada gaya kebarat-baratan dalam melihat masalah lingkungan saat ini. he.

Camat.gitu ya ternyata.kan selama ini aku agak kesel juga kalo ngelihat orang-orang yang merasa "cukup" dengan apa yang mereka lihat sebagai "usaha pribadi" cukup dengan mengubah gaya hidup padahal kan ga cukup.. sampai beberapa saat.uraian Bang Ade barusan cocok bgt untuk menjawab "argumen" beberapa orang ya. makanya blog saya cenderung meletakkan benturan dulu...... kalo baca timpakul kadang suka gemes..LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 adefadli: ketika melihat masalah di Indonesia.. mantap bangets pemikiran begini biasanya akan selalu berbenturan. menjadikan proses pengrusakan lingkungan di Indonesia itu dipimpin.he. biar mikir.. ayo bersatu untuk melawan pengrusakan lingkungan.. masa yang nulis aja yang mikir. antara yang bilang.. bisa berbicara memulai dari diri sendiri. hehe....... tidak lagi bisa cuma bilang harus dari diri sendiri. Wah... Lurah. bener ga kalo aku membaca bahwa banyaknya orang yang peduli lingkungan krn tahu lewat internet kemudian jadi lebih condong ke pandangan pertama? ya karena taunya juga dari informasi-informasi di luar negeri lebih ke life style kalo cuma baca yang positivis bisa begitu.. seperti negara Eropa ataupun AS yang punya kewenangan kuat di setiap distriknya Pemerintahan yang masih semi-sentralistik.. yang baca nggak mikir. terutama kepada pimpinan wilayah (Walikota....he. ataupun pejabat politik lainnya).. mengubah dari diri sendiri penting tapi upaya kolektif juga penting kan karena masalah lingkungan tuh kompleks dan sudah sangat besar sekarang yup. baru sampai ke mulai dari diri sendiri.. he... kalo juga baca pemikiranpemikiran lain tentang Green (semisal greenleft) itu bisa jadi yang kedua. Gubernur.. dengan .... sangat sedikit dan ngajak mikir bersama. emang. pasti akan mikir deh. karena memang informasi yang lifestyle jauh lebih banyak dan lebih bisa diterima langsung. kalo yang gerakan. :)) ya sih ya..... he.. 7 adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: . Baru mungkin beberapa tahun lagi tergrak untuk bergerak bersama ketika ada benturan.tergantung kenyamanan orang juga.sip. lakuin sendiri dulu deh. Kades..... jadi bisa jadi yang baca juga cape mikir. Aku berharapnya ya karena memang lagi fasenya aja. Indonesia bukan negara kecil. untuk level tertentu.

karena bicara tentang dinamika alam kenapa? yang akan terus bergerak dan berubah hingga menemukan bentuknya....nulis kok cuma segini" (dlm hal ukuran. saat ini isu hijau hanya sebuah "permen" yang dibagikan. dan ada kategori urai.males amat sih. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? dalam gerakan luas dan global. kalo ada dari dulu.. agar kemudian setiap orang akan bilang bahwa telah peduli lingkungan. terkait bahan pembuat laptop dan jaringan internet. tapi setidaknya akan mereduksi jauh lebih besar permasalahan lingkungan dibandingkan bila tidak ada internet exactly Bagaimana pendapat Bang Ade bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? kawan-kawan lingkar hijau bandung menyebutnya greenfashion... sebenarnya bisa mulai diklasifikasikan dan menjadi urutan tulisan isu tertentu.baca cuma pengen dapet sesuatu secara gratis :) sekarang juga memang lagi nggak cukup waktu dan nggak cukup belajar untuk bisa menuliskan tulisan yang lengkap. :) Menurut Bang Ade. tapi harusnya hijau itu bukan trend. hingga didapatkan sebuah perlindungan bagi korporasi. saya menyebutnya conserfashion menjadi trend iya.. oke Bang.. internet menjadi media yang sangat dimanfaatkan dan bermanfat bagi aktivisme lingkungan. jadi sampai sekarang juga nggak pake tag.... karena sistem ekonomi globalnya masih berbicara tentang pola konsumsi... oke deh karena dulu wordpress belum ada tag. tapi selalu diusahakan. semisal kertas.. yang memuat tulisan yang lebih panjang..tinggal bbrp pertanyaan lagi nih ok beberapa itu pasti lebih dari satu. ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: 8 .. yupp..LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: "Yeh. IT masa depan juga akan membantu mengatasi beberapa persoalan lingkungan.. kenapa kemudian lingkungan hidup itu menjadi penting.. walau juga akan ada masalah lain. tidak menjadi pemikiran utama.. kedalaman bahasan) tapi kemudian aku sadar juga..

.. mungkin itu ya pentingnya networking :) ya. ini harus jadi penyemangat.... (hmm... belum serius ikutan sih.. memang ada hambatan sosial ketika menerapkan di offline apa yang jadi di online.. kecenderungan karakternya sama-sama aja tuh. :) Ohya. ribet punya banyak jatidiri :D ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: 9 . walau terkadang belum terhubungkan..... kayak iklan aja nih. nggak harus sedih juga. he.. yup.. :) ahaha.. dan ketika berinteraksi di erepublik... tapi lebih banyak yang sebenarnya sama saja......) oke.menyedihkan.. ada pilihan jalan lain.he... kalo semakin banyak "pejuang" yang putus asa. detik ini...... sedang banyak manusia yang sedang bergerak untuk hal yang sama.. dalam sebuah game: secondlife bisa jadi menggunakan kepribadian yang beda. ^_^V buatku pribadi.. smangat.. orang yang gembargembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) berapa banyak orang yang punya kepribadian ganda? mungkin itulah yang terpisah.. gitu ya? Tapi ada masa aku ngerasa sangat marah dan kesal....LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 distribusi dan produksi....... saya belum tahu kalo di travian....keyakinan itu yang harus terus dibangun ya Bang..... :) iya....trus jadi agak "males".stay in touch with the issue itu satu hal yang at least bisa kulakuin sip... sedikit putus asa....aku sendiri juga tipe yang "lurus". dan tergantung keyakinan bahwa cita-cita perjuangan akan tercapai.. berarti kekalahan akan tercapai dengan cepat...com juga. supaya tetap semangat dan yakin bahwa tidak sedang melakukan sesuatu sendiri.trus jadi bete. untuk pemenuhan hidup bagi sebagian kecil kelompok di dunia ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: hhh.. gimana dengan pandangan dan sikap sejumlah orang yang melihat kehidupan online dan offline itu "terpisah"? (Misalnya..cuma mo nanya aja persepsi Bang Ade.

. dll. koran komunitas atau lainnya..last one.. satwa.... internet bisa untuk donasi. hmm.. voting dalam petisi online...LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: Selain memiliki sebuah blog dengan isu utama lingkungan... gabung dalam komunitas volunteer via internet/milis) Bang? oke? maaf.. oke... donasi.. apa Abang juga memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? (Misalnya.pertanyaanku yang terakhir? btw udah wawancara pangeran charles: http://www.. Kalau Bang Ade memiliki waktu dan kesempatan lebih.. belum e -banking.iya banget.. tapi setidaknya google earth sudah membantu untuk memperlihatkan peta kondisi ekosistem dunia hmm. baru m-banking oke.. ada yang miss? ga. dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk menyebarkan informasi/ menyelamatkan lingkungan? dengan cara apa lagi ya? karena dia jembatan. apa yang paling ingin dikembangkan dari blog timpakul? dulu berkeinginan semodel beritahabitat. sekarang lagi ingin ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: 10 . kalau sudah ada teknologi yang lebih murah. :)) so. koneksinya putus nyambung kayak lagu.detikinet. ada orang per orang yang menulis / nge-blog tentang lingkungan dan ada di satu halaman. dari pada nyari-nyari kemana-mana. laut.net tapi udah ada yang ngembangin. tergantung yang ngelewati jembatannya. bisa untuk aliran informasi internet bisa menjadikan banyak orang memantau perkembangan hutan. petisi online ya. berlangganan milis bertema lingkungan.com/read/2009/05/06/114646/1127082/455/selamatkanhutan-pangeran-charles-andalkan-myspace milis iya. donasi lewat e-banking..sip Menurut Abang.. komunitas volunteer iya.oke. Ujung jembatannya bisa jadi radio komunitas.

. pengen punya tempat belajar free untuk belajar dari alam dengan ada akses internet yang juga free. makasih juga..aku juga ada impian kayak gitu. hm.dan sepertinya pertanyaan saya sudah semua. semoga sukses dan tetap semangat 11 ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: .pdf ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: oh oke sip..adefadli. politikana..udah maghrib nih.hijaubiru. tapi belum ketemu program yang ringan dan pantas adefadli: sekarang lagi ngumpulin link lingkungan pake delicious dan ngomporin kolom berita online punya tag lingkungan hidup (kompasiana...LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 seperti blog-indonesia. kayaknya beneran harus wawancara pangeran charles tuh. nggak ada alamat email atau ym nya prince's sih.... kalo di "offline"? kalo mimpi ke depan sih. dengan komputer yang jaman batu...adefadli.. di blog bang ade dan istri yang tadi link-nya dikasi ke aku..udah kusimpen.org/pertautan-ruang-hidup..yahoo..com/timpakul/docs/pertautanruanghidup ini link pdfnya: http://alien. makasih sekali untuk obrolan yang hangat dan menyemangati :) ok..com/s/afp/20090505/en_afp/usbritainenvironmentclimateroy alsinternet wahahaha :)) gimana caranya yaks? :P yah..com yang khusus isu lingkungan hidup.hijaubiru. oke Bang. kok aku ga bisa nemu ya e-book nya? Bang? ada di page: http://alien.org/wp -content/uploads/2009/04/liaf-buku06_09.lagian kayaknya tenggatku ga kekejar kalo harus nunggu pak-nya satu itu :P btw......html dia langsung tampil dalam flash: http://issuu.com) wah sip sip.punya sekolah alam tapi full koneksi internet kalo kata pak Onno sih bisa bgt :D btw.com .. biar lengkap respondennya: http://news. iya ya.

LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: siap!! :) salam untuk mbak Alien .) 12 .

15-18.)) ah kamu :P 1 biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: . Aku tertarik dengan topik ini karena juga punya concern di lingkungan. tapi lagi off karena ribet tesis.. pukul 16. hehehe.kita mulai aja atau mau kenalan dulu? hehehe terserah aja well..aktivitas kamu sekarang apa aja.gw aja sampe lupa :-) cerita dong.. Sempet volunteer di Sahabat Lingkungan Walhi Jogja.. sibuk FB ... aku Rani... via Yahoo Messenger :1 ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: Hi Mely :) yellow dah senggang nih? sedikit lebih senggang tapi udah gak mumet lagi :-) ehehe oke. ya gak beda ma orang-orang...00 WIB : online.fisipol mely HI ya? eh kok tau? fisipol ugm yak kan ada di FB.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Armely Meiviana : 7 Mei 2009. sebelomnya s1 ny apa? comms jg? ilmu komunikasi juga iya. groups yang km join hihihiii. lagi ngerjain tesis di UGM..

ya kerja kalau yang gak menghasilkan. jadi mereka dah mulai diajak diskusi kalo di kelas bawah aku ga sabar banget.. kerja kah? atau sibuk apa gitu? kalau kesibukan yang memberikan penghasilan... guru B. tapi kebetulan aku dah yang kelas tinggi..... kerja dimana Mel? gue freelancer di bidang apa? rani sebelomnya pernah kerja juga? ato sekarang kuliah sambil kerja? pernah macem-macem waktu kuliah..katanya hobi :-) eh gue sambil ngapa-ngapain ya oke..aku juga kok. guru kursus B.. tapi lagi off wah seru tuhh apanya? :) kerjaannya ngajarin bule bhs indo :-) hehe. hehehe.Ing.Indo buat orang asing...iya...pengen cari kerjaan di jogja gak betah tinggal di jkt :-) iya :( aku juga males tapi kasian cowokku. pengen kerja tapi ga pengen yang tetap juga. freelance bidang apa? awalnya sih di urusan komunikasi 2 ..LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: maksudku...kami juga ga berencana tinggal lama-lama banget Eh Mel. yah bertahap lah. terakhir jadi asisten dosen di almamater.. karena ngajarin mulai dari " Bapak-tadi-berangkat-jam-berapa?" :D Mely sendiri freelance di bidang apa? Aku ada rencana mau ke jakarta setelah nikah. wah kalo gue kok kebalik.

. kayak penerjemah atau editor naskah ga suka banget ma jalanan jakarta huahaha.. web.untuk urusan tulis menulis oh gitu.kapan-kapan lagi ya? atau aku kirim aja file daftar pertanyaannya aja gimana? eh sori 3 .siapa aja yang terlibat? kenal Marc dimana? waktu kerja di WWF dia suka trima orderan dari WWF. kamu bikin aja marc eh lalu akhirnya kita ended up inisiasi milis seperti itu jadi awalnya milis? bukan blog? itu lanjutannya.iya samaa sekarang sejak jadi freelancer... yang ngelola cuma kalian berdua? yang full time emang cuma kita berdua tapi ya? Mel.. jadi males keluar rumah males kena macet oke.sesi "serius"nya ceritain dong tentang GL alias green lifestyle... blog.multitalented :D aku pengen cari sambilan yang bisa dari rumah..LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: tapi lama-lama bisa apa aja. terus. lewat internet aja. lo mau gue bisa :D hehe. dll trus... fb..aku harus pulang.trus gimana sorry eh sorry waktu itu si marc tanya-tanya tentang milis yang ngebahas tips -tips lingkungan di indonesia setahu s aya yang ikut banyak milis.LMGB.. awalnya gimana....gak ada saya bilang...kumulai aja ya.

.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: barusan ada telpon. same here 4 ..tolong diisi aja dulu dan dikirim ke aku kalo udah... bentar gak lewat imel aja? kucoba dulu sudah? bisa dibuka ga filenya? yepp oke.tentang kerjaan iya mending gitu aja aku kirim lewat YM aja ya...yah. ntar kalo masih ada pertanyaan lanjutan kita chatting lagi deh ya :) aku pamit ya Mel :) ok ok nice to chat with you sori yakk gapapa.

background dia bukan komputer tapi ada kaitannya ma biologi gitu deh 1 biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: . Boleh tau ga latar belakang dia? Maksudku kok dia bisa nyampe "nyangkut" di Indonesia.... Dia bilang di Indonesia sejak lima tahun lalu. btw. gitu deh. boleh tanya sedikit ga.. belum pernah kualitatif gini soalnya :D menantang hehe wah asik dong seruuuu.....paling ga yg setau kamu kalau kami berdua bisa kenal..11-16... agak repot juga.karena waktu saya di WWF...dan ternyata konsultannya dia ah ya. pukul 14.. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: Hi Mel :) holaaa gimana thesisnya? :-) on the run nih :P mulai analisis data.kudu nanya ma dia :) secara gue juga gak inget yah.dia bilang kalau dia backgroundnya ilmu komputer gitu.. agak out of context sih boleeeh aku kan dah jadi ngobrol ma Marc juga. trus gimana kalian bisa kenalan..40 WIB : online.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Armely Meiviana : 31 Mei 2009. wah kalau latar belakang dia..konsultan yang biasa dipakai WWF untuk bikin web content adalah Marc cuma biar aku tahu setting sih jadi pas project saya harus bikin halaman website.

takut dia tersinggung atau malah aku malu sendiri :p kurang teliti nyeleksi informan :D dia belom WNI.kepepetnya informasi dari dia buat ndukung info darimu aja.. mau tanya dia tengsin.kliennya gak cuma dr indonesia coba kamu buka webnya dia www. yah setidaknya. mungkin aku bisa mempertimbangkan posisi dia.. kalau batasanku aktivis lingkungan Indonesia. cuma pengen mastiin aja.. terkait suatu penelitian tertulis.pada satu titik harus bisa bilang "berhenti. ouww hehe. fokusmu sampai segini aja dulu".. the venture for knowledge IS suppose to be endingless. berarti dia memang kerja di Indonesia gitu? apa gimana? dia emang udah 5 tahun kerja di Indonesia waktu dia awalnya ke Jakarta... bisa jadi dia ga termasuk. tapi kalo dianya ga deh. btw. kecuali dia khususin kerjaannya buat isu lingkungan di indonesia. kalau kawin sama orang Indonesia...gak otomatis jadi WNI kan? kayaknya ga deh Mel. karena masih suka harus perpanjang visa eh tapi kalau di Indonesia. dia kliennya ga cuma dari Indonesia aja kan? maksudnya.org udah kubuka kemarin .. agak-agak nosy. yah setidaknya kalo artis-artis yang kawin ma bule mah :D yah...padahal kan ga mungkin ngejar info terus. tapi peneliti harus bikin batasan.kerjaan menganalisis kalau dipikir agak-agak kayak detektif.kalau gak salah dia kerja magang gituh tau ga dia WNI ga? soalnya waktu kemarin mulai baca-baca data gitu aku malah kaget sendiri. 2 ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ...LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: lha terus... tapi juga agak imajinatif huehehe :D mungkin ada pertanyaan-pertanyaan yang gak terjawab dari informasiinformasi yang didapat ya atau informasi-informasi yang ada malah menimbulkan pertanyaanpertanyaan baru haha.. gapapa..dunais..ya gini deh. anaknya mungkin.ya mungkin aja dijalankan terus..ya gitu deh... iya..kalo ambisi pribadi sih.

.dah pada saling mengerti nih yee. masing-masing aja..LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: yoih.sila :-) ada sih.. ada beberapa yang masih ngganjel..muntahin aja :-) :)) oke. :) biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: 3 .ngerti kok kitahh :-) hehe.... film & ilustrasi artikel sejauh ini masih ambil dari web-web berita yang dari milis cuma yang ada di bagian tips yah gimana yahh intinya sih kalau mau upload... adakah semacam “rapat redaksi” untuk menentukan topik-topik yang akan dibahas dalam seminggu/sebulan ke depan? Bila ada.lha kalau mau ada yg upload. artikel. update web GL nah isinya kan cuma: tips.jadi inget.. baru dia upload? udah pernah ke webnya GL? udah... ceritakan kebiasaan “rapat” atau musyawarah yang biasa dilakukan? Misalnya.tinggal liat aja.. every weekend. apa di web udah di-upload atau belom kalau belom... tapi setelah itu kita spontan aja cari-cari sendiri soalnya kan udah mulai rame...silakan kalau mau lanjut sama aktivitasmu.ya silakan aja sendiri-sendiri gitu? atau dikumpulin di salah satu. untuk blog dan milis GL...tapi belum ampe merhatiin gitu kita biasanya bagi tugas seminggu 1 x.ya dah... apa yang biasanya dijadikan pertimbangan saat memilih topik? awalnya ada.topik macem-macem bisa datang dari para anggota oh gitu... agenda. Thanks ya dah mau kugangguin no problem klo ada yg perlu diklarifikasi lagi.tapi kita udah tahu materi seperti apa yang bisa untuk web GL nanti kan kalau mau ditambahin sama yang laen.. gapapa ya.. hhehehe.ya tinggal upload sendiri hehe......

. hehehe. juga pendanaan? publikasi.. yaya.... energinya butuh banyak banget. yang punya akuinginhijau.. yang ngelola milis "lingkungan" kamu dan Marc (kalo jadi) bang Ade Fadli..utk weekender kita dah bikin daftar topik selama beberapa bulan ke depan + daftar calon penulis + deadline oke. ajakan buka stand/bikin acara. pendanaan..... mm..LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: oke. eh kalau boleh tauk.. banyak bgt.weekender-nya Jakarta Post. dll weekender tuh apa? majalah bulanannya GL Jakpost btw saya pikir tadinya kamu member GL..member as a consequence of researching. kirain weekender tuh nama jabatan :D bego banget atau kamu belom mampir ke blog nya GL? disitu kan ada box khusus 'artikel GL' udah kok :) tapi baru lihat-lihat. padahal aku punya sekitar 8 informan.. di walhi dan yang punya blog Timpakul Melinda.. masih SMA timpakul bukannya punya mas djuni ya? Michael. makanya batasanku aktivis as individual.ketahuan telisiknya msh kurang :D ya nih.. dari honor dari weekender + hasil penjualan + 15% dari keuntungan para penitip barang dagangannya di stand GL koordinasi internal... bukan blog atau websites yg mereka kelola.... huah. belum ampe segitunya. bagaimana manajemen di dalam GL? Misalnya terkait dengan koordinasi internal. publikasi.. yang punya Go Green Indonesia..org 4 biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ..narasumbernya dari mana aja? ada mas Djuni Pristyanto.mungkin yang selanjutnya agak mirip. belum aku ulik satu-satu. ternyata bukan ya? :-) hehe.....hanya dilakukan saat-saat dibutuhkan misalnya mau ada acara kunjungan. ngelo la milis atau cause.tauk. :P owalah. semua punya blog...

bagaimana kamu bisa yakin informasi itu benar dan dapat dipercaya? Apakah kamu juga “menguji” dulu tips-tips/ info yang kamu berikan? tips -tips yang ada di web GL bukan hasil browsing di internet tapi hasil diskusi para anggota milis atau hasil implementasi dari anggota mm.. saat membaca dan memilih informasi dari sumber lain..tentu pernah kan search berita atau artikel. atau kamu mo tanya lagi soal narsumku? kalau dari gue udah kok oke.. kamu pnya pertimbangan tertentu ga.. untuk menilai suatu artikel atau berita tuh "baik" atau "benar"? oh klo artikel lain lagi di web GL artikelnya msh copas (copy & paste-red. masih SMA Michael.. situs di internet.. oke.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: bukan. eh.aku ingin hijau & greenpressnetwork bagus tuh yup.timpakul tuh bang ade sama baru kemarin mulai wawancara sama Marwan Azis.. brarti tujuh ding. iya.peneliti) dari situs -situs berita terpercaya 5 ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: .. yang punya akuinginhijau.. dari Greenpressnetwork oh itu punya nya anak Walhi yak eh. nah. Melinda. yang punya Go Green Indonesia... eh 4 lagi sapah? gue cuma terima mesejnya sampe ade fadli he? ntar... misalnya...bang Ade Fadli. dari Greenpressnetwork nyampe ga? sampe oh iya.tapi buat kamu sendiri (terlepas dari yang kamu tulis khusus bwt GL).org sama baru kemarin mulai wawancara sama Marwan Azis...aku lanjut ya.

bukan berita-berita negatif.....kenapa tuh ambil posisi gitu? karena milis ini tujuannya bukan untuk marah-marahin pemerintah atau ngebahas tentang kebijakan-kebijakan pemerintah.dari sisi bahasa dan isi ya. oh ada juga tapi intinya....gak boleh pakek istilah yang rumit-rumit yup..seperti yang udah disebut di atas saya dulu kan di LSM ya saya dulu ikut berbagai milis lingkungan tapi saya seringkali capek bacanya hmm... jadi artikel yang lebih ke "aksi" ya....atau hal-hal yang bisa bikin orang marah deh pas bacanya :-) hehe.. gak tauk harus ngapain jadi emang milis ini targetnya untuk mengajak orang-orang untuk lebih peduli dan untuk mendorong orang supaya berinisiatif bikin perubahan bahkan kami menekankan bahwa bahasa yang digunakan di milis harus bahasa yang sederhana.berita yang ditampilkan adalah hal-hal yang sebisa mungkin positif bukan hal-hal yang isinya mengkritisi pem erintah karena tujuannya supaya bisa memotivasi dan menginspirasi para pembaca untuk berbuat hal positif..tapi ya itu.. bukan fakta-fakta "ilmiah".berapa % terumbu karang di Indonesia rusak oke...LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: selain itu...tapi lebih ke hal-hal yang... sementara ada banyak profesional yang peduli dengan isu lingkungan misalnya.. temen-temen main s aya hampir semuanya bukan orang lingkungan (dulu waktu abis lulus) mereka itu merasa bahwa apa yang dibahas s ama LSM-LSM itu susah.. karena akhirnya isinya kebanyakan cuma marah-marahin pemerintah atau LSM lainnya itu satu ya kedua.. dari diri sendiri walau ada juga sih artikel yang isinya misalnya. 6 biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ...

i see ya....menarik.sangat bisa mengerti...saya masih sering denger bahwa banyak yang gak berani untuk posting di milis hm.kenapa gak masukin b2w (Bike 2 Work-red...... ouwww..oot nh kalayu di dunia media..)) aku lanjut lagi ya. napa? jd pengen nanya.ada orang-orang yang kayaknya susah banget untuk gak pake istilah-istilah yang gak umum :-) itu aja.padahal kan (basically) ga ada yg mbayarin..:-) ya. dan tentu saja....... karena merasa gak tauk apa-apa.dll.. mengemasnya secara "imliah".tapi merasa menerima banyak informasi yang bermanfaat dari milis katanyaaaa.ingin belajar juga..takut dibilang bodoh.. eh mba...targetku individual..pertanyaan bagus tuh setidaknya untuk diri gue ndiri .. 7 ... Apakah anda sudah cukup puas dengan apa yang anda dapatkan dari internet/ sudahkah cukup apa yang disediakan internet utk mendukung kebutuhan serta aktivitas anda? Terutama terkait dengan aktivitas utk lingkungan.targetting alternative audince eh.... :D hmmm.... ya.. ... GL bisa dbilang melakukan segmentasi audience...LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: tapi tetep aja sih..jadi lebih ke aktivis as active media user.peneliti) sebagai narasumber ya? kan mereka milisnya luar biasa tuh anggotanya curious aja sih ya itu tadi. kalo yang sudah lembaga kan dah cukup jelas. lebih ke batasan teoritis aja sih ouww i see aku pribadi sih pengen taunya apa sih yang memotivasi aktivitas aktivis.gimana cara untuk nularin semangat itu..

s ampe waktu lamaaa. radio.. pernah ngerasain "information overload" ga? pernah bangeeettt hehe... apalagi waktu dulu kerjaannya itu sampe -sampe saya merasa kehilangan waktu untuk baca buku yang gak ada kaitannya ma kerjaan ohya... s aya jadi suka baca-baca koran/buka situs detik/kompas kalo buku. 8 ..karena sekarang pemilu.... buku)? jarang. kenapa masih mengkonsumsi media2 tersebut? Apakah internet tidak cukup? Atau mungkin karena kebiasaan? kalo berhenti beli buku...itu udah gue lakukan sejak 2007 :-) alasannya karena keterbatasan dana. up to some time i have to said to my self to stop buying books... televisi...misalnya.. karena udah gak kerja kantoran lagi :D media-media mana nih? yah... apa kamu masih meluangkan waktu/ sempat mengkonsumsi media konvensional/ media massa (koran.nyaris gak sempat untuk baca koran... :D buat kamu.terus nemu buku lain lagi :-) hehe....itu ada banyak banget di web :)) kebayang..LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: yang saya gak puas adalah saya gak punya cukup waktu untuk ngerjain semua hal yang ingin dikerjakan :(( huhaha :)) classic. film....kok masih baca koran.cuma pas lagi gak ada kerjaan jadi banyak banget tuh buku yang dibaca tapi gak selesai... yang ada aja gak kepegang.gimana mo nambah minta yang macem-macem iya iya.gimana tuh misalnya? kayak info tentang climate change waduuuhhh. senasib.

...harganya mahal paling bacaan iseng beli majalah Bobo ahaha..buat kamu gapapa tapi buat saya..itu berarti hidup saya sebagian besar dihabiskan di depan komputer :(( mm. iya sesuai kebutuhan... bahagia.aku harus balik ni.hidup kan emang dijalani sesuai kebutuhan..sesuai kebutuhan dan selera juga kali ya.ampe SMP ding...ya gapapa... mo baca majalah... loh kok malah seneng yah hehe.karena ngikutin berita pemilu hehe.eh....kesukaanku waktu kecil tuh.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: mel? maaf tadi keputus aku pengen tau kebiasaan bermediamu...belum sholat :D sipp gue juga dah laperrr gudlak yaw thanks........kayaknya pertanyaanku dah abis nih :p thanks ya... itu tadi. atau koran sabtu/minggu hehehe. selain dengan ineternet denger radio wah kayaknya emang 90% media yang saya baca internet :( sesekali baca koran. abis baca apalagi.termasuk konsekuensinya.banyak kan yang ga seberuntung kita misalnya.. :) eh Mel.. yah.asal tetep sehat. tapi setidaknya s aya jarang nonton tipi :D kalo dipikir...met makan :D 9 .

warnet. cari di koran/majalah dan telp 108 untuk menjalankan hobi dan minat: mencari rekan dan keluarga di sekitar untuk menjalankan hobi dan minat bersama untuk meluaskan jaringan: ikut perkumpulan/klub (olah raga misalnya) atau ikut kegiatan yang diselenggarakan teman. ikut berbagai milis yang sesuai. Ceritakan bagaimana Anda mengenal internet. dll 1 . dll). ym atau fb untuk mencari informasi: tanya google. 4. latar belakang pendidikan) Udah kan ya waktu chat pertama?! 2. untuk keperluan apa saja) ± 12 jam sehari. Bagian pertama dikirim pada tanggal 27 Mei 2009. kegiatan sehari-hari. dan yang kedua pada tanggal 31 Mei 2009. ikut milis untuk menjalankan hobi dan minat: bergabung dengan milis/komunitas maya untuk melakukan hobi atau mendapatkan tempat untuk berdiskusi tentang minat. dowload tips2 di google. tahun 1998. cari2 info dan bersosialisasi (chatting. mengelola milis. Dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah hidup atau cara kerja Anda selama ini (Sebelum? Sesudah?) Sebelumnya: untuk berkomunikasi jarak-jauh: menggunakan telepon/surat. Bagaimana Anda sehari-hari menggunakan internet? (berapa jam sehari. dll. fb. untuk pekerjaan. Untuk meluaskan jaringan: ikut milis. kafe. mampir ke blog orang untuk meningkatkan kapasitas: bikin blog untuk latihan menulis. dll. fb. blog. Ditulis. untuk mencari informasi: tanya teman.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A Jawaban dari Armely Meiviana. diajari/belajar sendiri. berselang sekitar empat hari. untuk mengumpulkan bahan untuk keperluan skripsi 3. untuk meningkatkan kapasitas: ambil les Sesudahnya: untuk berkomunikasi jarak-jauh: menggunakan imel. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Tentang Anda dan Internet 1. Tolong ceritakan tentang diri Anda (pekerjaan. akses dari mana saja. dilengkapi. motivasi atau tujuan awal menggunakannya) Saat kuliah. diajari teman dan belajar sendiri. dan dikirim dalam dua tahap. (sejak kapan. dari rumah.

6.. 2 . atau blog orang lain. percakapan dengan orang-orang sekitar.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A 5. Ada banyak diskusi. tanya-jawab tentang berbagai hal praktis sehari-hari agar bisa lebih ramah lingkungan Dikarenakan banyaknya peminat yang tertarik dengan informasi-informasi dan tips-tips tersebut. bagaimana tanggapan orang) Blog: sejak tahun 2002. sudah tentu kami (moderator) berupaya mempertahankan milis tersebut. Berawal dari cetusan ide iseng dengan seorang kawan (Marc) untuk menginisiasi milis yang bisa memberikan informasi tentang info dan tips sederhana untuk gaya hidup yang ramah lingkungan dan relevan untuk orang-orang Jakarta (akhirnya berkembang untuk orang-orang di kota -kota besar di Indonesia). Tahun 2007. Ceritakan tentang blog dan milis Anda. sejak kapan. bacaan. Dan sekarang sudah berhenti.. Apa yang memotivasi Anda memiliki dan mempertahankan milis dan website tersebut? Awalnya kami (saya dan moderator lainnya) merencanakan. bahkan kemudian kami mengupayakan dibangunnya website. obrolan. lebih hemat waktu (karena tidak harus menempuh perjalanan untuk bertata p muka). Apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan lewat telepon. mulai serius mengelola milis GreenLifestyle.. Tapi setelah 3 bulan.karena tidak untuk dipublikasikan. dll. dapat ide bisa dari koran. Tentang Aktivitas Anda terkait Isu Lingkungan 1. dapat ide atau bahan tulisan dari mana. jika dalam waktu 3 bulan anggota milis kurang dari 300 orang. bisa dilakukan sambil mengerjakan hal lain. Tidak banyak tanggapan. tatap muka langsung ataupun lewat media lain? Lebih murah. maka milis akan kami tutup. Ide-ide topik yang dilontarkan ke milis. Menginisiasi dan memoderatori berbagai milis sejak tahun 1999 tapi lebih pada milis alumni sekolah/kampus. walau anggota tidak mencapai 300 orang. guna mendokumentasi hasil percakapan atau penyebaran informasi di milis. agar bisa disebarkan ke masyarakat yang lebih lu as. 2.. Apa makna atau arti penting internet untuk anda? Secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga. “berpisah” dari internet? Sanggup. namun lalu lintas di milis cukup ramai.bahkan selalu punya waktu-waktu tertentu untuk tidak bertemu dengan internet. (misal. kerjaan. bisa dari pengalaman sehari-hari. bisa dilakukan kapan saja (bahkan di dini hari sekalipun).

4. Hampir semua milis lingkungan yang saya ikuti membicarakan hal-hal yang rumit dan eksklusif hanya untuk LSM atau wartawan saja. Kenapa memilih isu lingkungan sebagai topik milis? Mengenai isu lingkungan sebagai topik milis. menyelamatkan lingkungan tidaklah sulit. Saya tidak ingat bagaimana prosesnya. hemat buku. 3 . permintaan masyarakat akan produk-produk ramah lingkungan akan meningkat. Ada banyak milis lingkungan di indonesia. dan hemat listrik. Alhasil kegiatan mengelola informasi untuk komunitas akhirnya telah menyita waktu yang lebih besar dari kegiatan-kegiatan lainnya.. bukan perorangan. Padahal moderator dalam hal ini sudah berupaya untuk menggunakan bahasa-bahasa yang sederhana. bahkan untuk skedar bertanya mrk malu. Bisa ceritakan “sejarah” atau alasan sehingga Anda dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? Saya sendiri suka menanyakan hal yang sama pada diri saya sendiri. terutama dalam hal kampanye online-nya di milis.. Mengingat bahwa pekerjaan kami sehari-hari terkait dengan isu lingkungan membuat kami terpapar dengan banyak info mengenai kerusakan-kerusakan lingkungan. Melalui milis ini diharapkan bahwa orang tidak lagi berpikir bahwa isu lingkungan adalah isunya LSM atau pemerintah. Padahal solusi untuk lingkungan tidak hanya dari sisi kebijakan. dan hrs dilakukan secara massive.dan lebih baik lagi bisa untuk facebook. Tantangan lainnya adalah menghilangkan paradigma di sebagian besar anggota bahwa bahwa yang berbicara di milis adalah orang-orang yang sudah ahli dalam hal lingkungan. Ada banyak hal sederhana yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan. Dalam mengelola blog lingkungan anda. namun tak banyak yang memberikan informasiinformasi praktis untuk masyarakat awam (terutama pada tahun 2007 dan sebelumnya).LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A 3. Bisa karena pengaruh ibu saya yang sejak kecil mengajarkan anakanaknya untuk hemat kertas. serta mengeluarkan pertanyaanpertanyaan sepele. Kemudian juga muncul undangan untuk mengisi acara-acara outdoor serta permintaan untuk membuat materimateri komunikasi/publikasi. Oleh karena itu kami harus mencari strategi agar ada banyak tenaga/anggota yang bersedia ikut membantu mengembangkan GL. tapi juga dari segi perubahan perilaku masyarakat. Untuk itu saya merasa perlu ikut mengedukasi masyarakat banyak untuk mengubah pola pikir yang digunakan oleh banyak orang saat ini. blog dan website. Paradigma yang terjadi di sebagian besar anggota menyebabkan mereka enggan untuk berperan aktif di milis. menghindari istilah-istilah sulit. pola pikir produsen akan bergeser mengikuti keinginan konsumen. 5. Ditambah dengan kegiatan-kegiatan berkemah saat sekolah. Atau bisa juga dari bacaanbacaan ketika kecil/remaja. apa kesulitan yang dialami selama ini? Adakah pengalaman menarik? Tantangannya adalah bahwa kegiatan yang berawal dari sekedar memoderasi milis ini kemudian berkembang menjadi pengelolaan blog dan website.. Dan diskusi banyak dilakukan di tingkat teknis dan kebijakan. khususnya yang berdampak pada perilaku yang tidak ramah lingkungan. bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana dan sehari-hari. dikarenakan saya dan Marc (inisiator milis GL) mempunyai ketertarikan dan passion di isu tersebut.

Akhirnya si anggota yang sudah berumur lanjut itu mau mengerti. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? Jika dibanding dengan tahun sebelum 2007.. Hal menarik lainnya adalah. sudah sangat meningkat dibanding. ada banyak anggota berasal dari luar jabodetabek dan berusia lanjut > 40 tahun. Namun pada perkembangannya. khususnya masyarakat urban sangat ekonomis. karena harganya semakin murah penyebarannya sangat cepat. Tapi pada kenyataannya ada banyak anggota yang tidak pernah muncul di milis. Alasan kami saat itu karena ia hanya me-reply imel seseorang secara pribadi yang seharusnya bisa dijawab japri ke yang bersangkutan. awalnya milis ini kami tujukan untuk anggota dengan usia produktif (20 – 40 thn) dan berdomisili di jabodetabek. Menurut Anda. Ada yang mulai menyadari bahwa ternyata ada banyak hal di sekitar kita terkait dengan lingkungan.. Dan ada juga yang menyebarkan info dan tips di milis ke rekan2 kantor/keluarganya atau bahkan ke milis lain. dimana kita bisa mencari info dan data apa pun dari seluruh dunia.dan tujuannya tak lain dan tak bukan untuk kepuasan para anggota . Pengalaman menarik lainnya adalah ketika ada anggota yang marah-marah karena imelnya tidak kami loloskan. mengingat hampir setiap hari dan hampir setiap media massa sudah gencar mengangkat isu lingkungan. Internet j uga bisa membantu menyatukan/mensinergikan berbagai komunitas dalam melakukan kampanye lingkungan Sangat membantu mengakselerasi gerakan lingkungan ke berbagai lapisan masyarakat - 4 . menerapkan gaya hidup hijau. 6. musik/band lingkungan. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? Tentunya sangat esensial karena: sangat efektif untuk menyebarkan informasi ke masyarakat luas.termasuk sekedar berbelanja.. untuk dibaca di rumah. termasuk majalah gaul/lifestyle. Belum lagi munculnya film-film lingkungan atau film-film hollywood yang memuat pesan-pesan lingkungan. event-event outdoor yang juga memberikan pesan-pesan lingkungan. Apakah menurut Anda. Ada yang saat akan pulang kantor mengkopi seluruh imel di milis. namun mereka sangat antusias dengan informasi-informasi dan tips-tips yang diedarkan di milis. 7. bahkan usia pensiun.. Ada yang bahkan sudah mulai mengubah gaya hidup. sangat membantu dalam mengedukasi atau meningkatkan pemikiran kritis masyarakat. pada saat itu juga ada banyak features/bentuk yang menarik yang bisa digunakan dalam kampanye online internet atau google merupakan perpustakaan yang sangat lengkap.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A Pengalaman menarik adalah ketika saya menyangka bahwa yang antusias dengan milis GL hanyalah sebagian kecil orang yang sering tampak aktif di milis.. Kami akhirnya harus menjelaskan panjang lebar alasan kenapa milis harus kami pasang ‘semimoderated’. Untuk itu.

.. apakah Anda juga memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? (Misalnya.apakah via blog. Join cause di fb Menggunakan status di fb sebagai media kampanye lingkungan Post artikel lingkungan di fb Bikin status terkait dengan isu lingkungan di ym Membuat blog GL menggunakan multiply. gabung dalam komunitas volunteer via internet/milis) Tolong ceritakan! o o o o o o o o Ikut petisi online Gabung dengan komunitas-komunitas maya lainnya...tergantung siapa target yang dituju. maka internet merupakan media kampanye yang sangat murah dan bisa sekaligus meraih banyak orang. Tinggal ditentukan media online yang dipakai..tidak menjalankan apa yang diucapkan/digembar-gemborkan... donasi lewat e-banking. 9..di kehidupan nyata juga banyak kok yang seperti itu.. 8. Selain memiliki sebuah blog/milis dengan isu lingkungan. twitter.. karena lebih mudah untuk berkampanye dibanding fasilitas blog lainnya. Karena akan kalah dengan kegiatan pengrusakan lingkungan yang massive apalagi yang dilakukan oleh korporasi-korporasi besar. Apakah menurut Anda kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya. berlangganan milis bertema lingkungan. voting dalam petisi online.... dll. 10. khususnya ke anak anak. Memperbaharui materi-materi web GL 5 .jika momen ini tidak digunakan dengan sangat baik oleh para penggiat lingkungan untuk melakukan edukasi dan peningkatan pemahaman. milis.. 11. Itu mungkin saja. Jika targetnya adalah masyarakat urban usia < 40-50 thn. fb... orang yang gembar-gembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata). kampanye lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? Tergantung.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A - Aktivisme lingkungan akan bergerak sangat lamban atau mati jika tidak menggunakan internet. Menyebarkan informasiinformasi event lingkungan via milis-milis. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? Bisa jadi begitu.

Mengoptimalkan isi info di milis dan web. mencari orang-orang yang punya kepedulian yang sama untuk menjadi relawan GL.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A o Membuat green online shop yang bertujuan untuk mengedukasi konsumen mengenai produk-produk hijau (www. forum kaskus dan fb. via website.com. Untuk mengajak mereka membuat tulisan pendek mengenai info dan tips lingkungan yang bisa dijalankan di kota tempat mereka kuliah (misal: tempat pengumpulan sampah kertas di jogja/sby. membuat event bersama) o o o o Bersinergi dengan komunitas-komunitas lain yang punya kepedulian yang sama untuk membuat kampanye bersama Menambah SDM di GL. Menjalin kerjasama dengan berbagai media massa (cetak dan elektronik) untuk penyebaran info dan tips praktis Membuat milis GL khusus untuk anak remaja (SMP dan SMA) o o o 6 . berkolaborasi dengan salah satu gerakan atau organisasi lingkungan. youtube. guna mengajak mereka membantu mengelola website GL dan mengembangkan program-program menarik di web.freetodecide. dll). blog. dengan memberikan in fo yang juga relevan untuk kota-kota lainnya. Menjalin kerjasama dengan kampus-kampus untuk membuat program magang bagi mahasiswa jurnalistik/komunikasi/IT misalnya. Wikimu. tampil di media massa.com. flickr. dll 13. agar tidak terlalu Jakarta-based.org) 12. dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk menyebarkan informasi/ menyelamatkan lingkungan? o o o o Ikut di dalam forum kaskus Membuat grafis-grafis/komik-komik online Membuat game online Menulis di web yang menggunakan prinsip citizen journalism spt Kompasiana. tempat membeli sayur organik di padang. mendukung kampanye online/offline. Menurut Anda. Politikana. Untuk mahasiswa IT.Bila Anda memiliki waktu dan kesempatan lebih. Mengoptimalkan upaya kamp anye online GL. apa yang paling ingin Anda kembangkan dari GL? (Misalnya.

.38 WIB : Tatap muka. swakarsa. pertama kali menggunakan internet itu kapan? Itu saya sejak mendirikan lembaga di Jember. di Lobby Hotel Quality Yogyakarta :1 Rani (peneliti) : Perkenalkan.. Oh begitu. Sampai sekarang. admin website. Sedang menempuh S Komunikasi FISIPOL -2 UGM dan mengambil tesis dengan tema penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup. harus ke warnet. dan karena (mengambil studi ilmu) komunikasi jadi ingin melihat peran teknologi komunikasi dalam gerakan. tepatnya Sejarah. kesulitan atau tantangannya seperti apa Mas? Waktu awal-awal kan lembaga baru tuh. Di Jember lima tahun kemudian saya pindah ke Jakarta. Sampai sekarang juga masih seperti itu. Saya lebih mengurusi website.peneliti) Mas Djuni bisa cerita tentang Mas Djuni dan aktivitasnya sekarang? Saya berkegiatan di lingkungan sejak 97. Ya.org Kalau boleh. ga punya komputer. repot juga. Dj (Djuni) R: Dj: : Oh. ga punya sumber daya. Nah saya sekarang mulai berlembaga lagi. kemudian lebih banyak freelance. ga punya uang.47-08. saya tinggal lalu saya bikin LSM lingkungan di Jawa Timur.. saya sudah melihat pentingnya internet.. Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia. cerita sedikit.. Jadi ya lebih banyak swadaya. (Sahabat Walhi-red. tahun 98. Websitenya apa Mas? mpbi..waktu itu yang mendorong untuk melakukan meskipun berat dan masih swadaya apa Mas? R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: 1 .LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Djuni Pristiyanto : Rabu 18 Maret 2009. tapi tinggal skripsi saya tinggal. Waktu awal-awal penggunaan internet.. Jadi ya berat juga. di Jember. Walaupun copy paste dari media online. Jadi sejak awal saya sudah banyak menyebarkan berita-berita lingkungan ke via milis-milia. Saya sekolah di UGM juga.98. Tapi ya kegiatan jalan terus. Jadi. sampai sekarang saya sebenarnya masih terdaftar. nama saya Rani. Latar belakang saya memilih topik ini karena saya juga aktif di Sahabat Lingkungan Walhi Jogja dan punya ketertarikan terhadap isu lingkungan juga. pukul 07.. di MPBI. Kan masih swadaya ya Mas. sehingga walau ga punya duit saya pasang telepon dan langganan internet. di Sastra..SaWa ya.

sampai sekarang... Kalo awalnya milis lingkungan itu bukan di yahoogroups. Kemudian saya daftar di sana. begitu.. apa gimana? Itu menyusul. headlinenya saja. maksud saya sumbernya media online atau mungkin dari media cetak kemudian diketik lagi? Oh gaa. Tahun 98 kan masamasa kisruh kan. Mereka bikin sistem sendiri untuk milis. Tahun 98 itu belum banyak yang untuk kegiatan kampanye dan penyadaran. Nah kebetulan ada mahasiswa di Jerman. itu dari mana aja? Asal ada internet. Waktu itu lebih banyak untuk kegiatan politik... Selama ini kalau posting berita dari mana aja Mas? Maksudnya? Ya Mas Djuni kan input berita atau informasi tentang lingkungan. Terus. Waktu itu basisnya yahoogroups atau apa? Sudah di yahoogroups. Media online. Tinggal di copy-paste. waktu itu bentuk-bentuk aktivitas yang mas Djuni lakukan lewat internet itu apa aja Mas? Tadi sudah disebut memposting berita lingkungan.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 Dj: Ya karena itu penting. 2 R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: . mereka bikin milis lingkungan dengan alat-alat seadanya juga. waktu itu yang terkenal misalnya “Apakabar”. Soal itu bukan masalah. pindah ke yahoogroups tahun berapa ya? Kurang tahu saya. ga apal. Misalkan dalam sehari.. itu untuk searching berita-berita lingkungan hidup. dari awal 98 itu sudah di sana. saya menyisihkan waktu tiga jam. Mahasiswa Indonesia di Jerman? Ya. Dan sedikit yang menggarap... copy paste aja. dari Kompas. itu yang bikin milis lingkungan.. Saya baca itu. ya kita jawab. saya ditawari jadi moderator. capek. Bisa dibaca di blog saya yang tentang sejarah milis lingkungan. sejak awal saya lihat itu penting. Oh bukan mas. bisa online. koran-koran lokal. Itu di sistem mereka sendiri.. saya kirim. itu sekitar tiga jam. itu bisa dapet 50-an berita. begitu. atau membangun jaringan. tapi apakah korespondensi juga. Itu yang paling terkenal dan paling diminati.jadi kalau kita kirim-kirim kemudian orang mem-feed back.. Kalau gitu.. nah orang lebih banyak untuk politik. kalo ada e-mail ya dikirim. kadang-kadang. Suara Pembaharuan. Untuk lingkungan itu belum.. Jawa Pos. dan karena saya terlalu sering ngirim e -mail tentang lingkungan.... Kalau untuk milis lingkungan yang tahun 98 ini. kemudian itu mereka gunakan tapi link-nya sekarang udah ga aktif ya Mas? udah ga aktif. atau masih juga baca koran secara fisik? Masih. Terlalu capek kalo dari media cetak diketik lagi atau discan itu terlalu capek. biasanya baca berita juga di online ya Mas.

feed-reader. Banyak berita yang menarik dari suatu koran tapi tidak tercapai oleh mesin pencari. apa sih keuntungan menggunakan internet dibanding media lain? Padahal kita tahu bahwa pengguna internet di Indonesia masih sedikit sekali. persentasenya kurang dari 10 %. Kalau internet. Cara yang gampang itu lihat indeks dari media online itu.. Selama ini yang lebih sering digunakan yang mana? Ketiga-tiganya. terbantu ya dengan feed-reader itu. mulai dari yang besar seperti illegal logging hingga ke hal kecil.. sudah sejauh mana penyebaran internet di Indonesia? Karena kalau menurut data. sehinga kita tinggal ngecek aja. Media Indonesia. Cara yang lebih gampang itu yang ketiga yaitu dengan RSS. bisa ketemu. Lolos itu.. satu hal yang umum ya. Iya... kalau surat kan terbatas sekali. Itu akan tampil sendiri. Cara yang lain itu dengan mesin pencari. Wah. lalu baca headlinenya.. Jawa Pos itu dibagi per sub berita. tinggal di-copy paste kemudian dikirim. warnet masih barang mewah. laut. Jadi ya tergantung masing-masing. Tapi tidak semua media punya indeks. Tapi kalau gitu tuh banyak yang lolos. seperti saya tulis di blog. Dan orang yang akses internet yang bener-bener juga lebih sedikit lagi. Kalo definisi tentang lingkungan itu kan. Oh. jadi. klik. Di tahun 90-an. Itu biasanya. fotokopi. kemudian dikirim pake pos.. Kalau menurut mas Djuni..LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Dj: Yang Mas Djuni kategorikan berita lingkungan itu seperti apa Mas? Berita yang mengandung unsur-unsur lingkungan. Kalau kita pake cara yang lain.. ketikkan lingkungan.. itu kan mahal. hampir di banyak tempat ada warnet. bila dibandingkan jumlah penduduk...luas. Kalau headlinenya mengandung unsur berita lingkungan. itu masih kalangan menengah dan menengah ke atas. ada warnet. Di tempat terpencil.. Trus kalau ga ada waktu lagi yang pake google aja. Dalam artian menggunakan 3 R: Dj: R: Dj: R: Dj: . bahwa lingkungan itu segala sesuatu yang ada di alam semesta kita ini. Dan bisa menjangkau seluruh dunia. Kalau menurut mas Djuni.. kalau ga ada waktu ya buka feed-reader. lebih cepat dan murah. itu ada indeksnya. Dan juga disetting agar kata kunci itu bisa terkirim ke alamat e-mail kita. atau illegal logging. Ada berbagai cara. Tinggal pilih-pilih aja gitu. Itu mahal dan lama.. Itu harus dibuka satu oersatu. atau milis. Tapi seperti Suara Pembaharuan. Harus ngetik. baik itu e-mail. kalau secara kebiasaan atau sistematis biasanya mas Djuni masuk ke halaman media online kemudian search berita dengan memasukkan kata kunci atau membaca judul-judul atau. Kalau sekarang. Kalau Kompas itu misalnya berdasarkan sub-sub berita. Kalau ada waktu ya buka satu-satu. kombinasi. sampai misal 10 tingkat. Berarti memang dibaca satu persatu ya oleh mas Djuni? Baca judulnya. R: Dj: R: Dj: R: Dj: dan mungkin juga karena hasil mesin pencari terlalu banyak ya. kita kirim sekali. itu akan terpampang terus dan bisa dilihat seluruh dunia. Ya. Kalau kita pake internet. terpampang di website.kalau boleh cerita. Pake itu sehingga kita hanya kata-kata kunci tertentu misalkan hutan..

ke luar.mungkin ga? Personal. R: Kalau yang selama ini mas Djuni lakukan dalam konteks lingkungan itu apa aja Mas? Tadi kan misalnya search berita kemudian di-post.. Tapi lama-lama dia akan bosen dengan itu.secara kanak-kanak.tapi emang ada orang yang nyarinya kayak gitu ya. dan kemudian orang baca.. selain website itu bisa seperti itu tadi.. terus berubah gitu. Ga akan.. mo ngapain. Itu hubungannya dengan kedewasaan seseorang....itu kan orang per orang. itu yang pertama adalah milis.tetep kayak gitu. Biasanya orang yang mencari sesuatu akan langsung ke website tertentu. Seven Habit. kamu baca buku Stephen Covey. ya website. Gampang sekali untuk melakukan sesuatu deng an internet itu gampang sekali.terus kamu baca itu... ada unsur psikologis juga ya disana. Dia akan tinggalkan. Seperti perkembangan orang.tapi ga sering.. Dengan dia lihat judulnya yang provokatif. ke pemerintah. Dulu saya melihat isu lingkungan lebih ke hutan. Ga akan. Misalkan. untuk sampai ke tahap itu. petisi online. Kamu baca Qur’an terus akan tekun ibadah pada Tuhan.. untuk chatting atau cari situs porno. Tapi itu kan bertahap.. konservasi.. cari yang kayak gitu. masyarakatnya digusur dari taman nasional. Kalau bahas hutan saja tanpa bahas masyarakat.. ga bisa satu hal digarap tapi hal lain engga.manusia.. Orangutan itu seksi untuk dijual. remaja. Garap semua. Apa ga bisa dipicu Mas. hutan ga akan kelar. isu apa yang menurut mas lebih menarik.. Internet juga menjadi. orang sering menyalahkan media itu.. advokasi. Jadi lingkungan itu tentang keterkaitan.. pembangunan. nyarinya sebatas itu. dia akan mencari yang lebih bermanfaat.. menyebarkan informasi. ya itu memang. itu cukup banyak.. masuk ke warnet. Kita pengen melindungi orangutan. Ga bisa lebih. surfing ke situs porno. Tapi mas sendiri pernah berpartisipasi dalam bentuk-bentuk lain itu ga? Pernah. Karena gampang diakses. Pada awalnya. teman-teman dengan isu orangutan. Itu di milis lingkungan kan gencar sekali. Jadi. karena semua akan terkait. Tapi kalau yang sekedar gaul.. itu juga tetep ga bisa. masyarakat. dia akan b aca. dibanding isu yang lain misalnya? Kalo saya pribadi lebih umum sih ya... Selain milis.. bermain. dan kesadaran orang itu juga personal.kalau misalnya petisi online atau yang lain gitu pernah Mas? Kalau untuk media.. Lama-lama akan bosen.lifestyle. R: Dj: Ini refleksi atau gimana mas? J Saya sendiri juga ngalami yang kayak gitu. itu orang juga menggunakan internet juga seperti itu.atau dipercepat begitu. buka satu situs. Kalau misalnya ada anak-anak SMA seneng pake internet untuk chatting. Trus.tidak ada kontrol. untuk 4 R: Dj: R: Dj: Dj: R: Dj: R: Dj: .. orang menggunakan internet itu seneng cari berita yang heboh heboh. Biasanya. Dan itu memang ga bisa disalahkan... Karena milis itu anggotanya banyak.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 internet untuk me ncari informasi. Karena itu seksi. Tapi kalau tahap berkembangnya cuma segini ya udah..

.. Baca bukunya Michael Crichton. dia kan mempunyai idealisme.. Kalau misalnya untuk environmental activism di Indonesia sekarang..itu kan membuat. Dasar dari segala sesuatu adalah keberpihakan kita. Saat mas Djuni mencari berita.kepada masyarakat. dari banyak bagian. dia hanya menyorot sesuatu saja. atau Republika. dia kan yang mempertanyakan. Walaupun itu hanya novel tapi ditunjang dengan data-data yang bagus dan kuat.. kepada rakyat kecil yang tertindas. Itu tentang aktivis lingkungan yang radikal.. ga akan saya keluarkan atau publikasikan.. itu saya kirim. dia berbeda sudut pandang. Bahwa dengan pemahaman seperti itu kita lebih berhati-hati mengambil beritaberita mereka. Nah kalo dia sudah kehilangan itu. dia hanya mengambil bagian kecil. saya diemin aja...framing. oleh Freeport.. R: Terkait dengan itu mas. yang judulnya State of Fear. Sehingga dana itu gampang didapat untuk membiayai yang di lapangan. tentu memiliki keberpihakan. Tapi kalau tentang Freeport membuat program pemberdayaan masyarakat. Kompas dengan Suara Pembaharuan. semua hal di dunia ini akan kita seleksi. terhadap apa.. biasanya saat memilih berita.Capra.. Karena itu yang menjadi kompas dia. Bukankah juga penting untuk menunjukkan manuver-manuver korporat dengan programprogramnya agar orang yang membaca juga bisa jadi waspada? Kalau hal itu keluar dari perusahaan itu sendiri. saya. terus dia mendanai satu kelompok untuk yang radikalnya. Yang jelas.apa yang bisa kita percaya sekarang.. tidak ada yang obyektif. iya..media. sebagai seorang aktivis yang baik dan benar.. atau jurnalisnya kurang objektif mungkin. aktivis lingkungan... Terus. cari keuntungan. ada lembaga tertentu yang untuk fundraising. Di dunia yang disebut ilmiah pun diragukan kan obyektivitas itu. di situs-situs berita online yang juga ada dalam dunia nyata. Bahwa media-media itu sangat terbatas. itu mesti kita tahu j uga. itu kembali ke orangnya. Tapi bila di berita itu terdapat “Freeport merusak lingkungan”. berbeda sudut pandang. baca bukunya Titik balik Peradaban. Dan dia membuat satu isu tertentu untuk menjalankan itu. Misalnya. ga akan saya ambil. Nah dari situ tempat berpijak. Nah itu yang menjadi dasar untuk bertindak..LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 fundraising. cita-cita. kemudian sudut pandang. misalkan berita-berita yang dikeluarkan oleh Monsanto. Dan saya berpegang bahwa itu 100% CSR mereka. Kita akan subyektif. bagian dari lip service.. dia akan terombang-ambing.. Dari media apapun saya kirim. Apakah isu perubahan iklim itu benarbenar atau hanya bualan orang cari duit. Banyak hal yang orang-orang di isu lingkungan itu diperdebatkan sebagai sesuatu yang benar.. darimana dia bermula. apa yang mas Djuni gunakan sebagai pakem. Nah. untuk menentukan ini layak atau ga? Sebenarnya untuk validitas suatu berita.. pernah ga mas? Itu jelas . Berarti mas Djuni menyeleksi berita-berita yang akan dipost di milis? Jelas . gitu. kepedulian. apakah saat mencari berita sempat muncul keraguan apakah suatu berita benar atau tidak. mas Djuni melihat seperti apa geliatnya? Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: 5 .

dikliping.begitu. masih kecil sekali bagian yang menggunakannya untuk tujuan-tujuan lingkungan..ada maju. Jadi kalau ada keterputusan itu memang wajar. bagaimana mas Djuni melihatnya? Katakanlah di dunia online banyak yang masuk ke sana. Ada yang “Oh lumayan.. bagaimana bisa menggunakan media-media teknologi. Coba kamu klik satudunia. ada pengalaman menarik ga Mas? Kalau pengalaman yang umum. Selama beraktivitas memposting berita dan berinteraksi dengan orang. Kalau sekarang sudah maju. orang-orang yang memiliki kesadaran itu semakin banyak. ga perlu.delete.. Jadi orang yang lain mungkin kalau ga suka ya delete.. Ga.. maju.. tapi juga kita lihat di luar sana banyak masyarakat yang tidak bisa mengakses berita lingkungan misalnya. sampah ini. Ada isu keterputusan dunia online dan offline. orang menerimanya berbeda-beda.. Dengan media internet. dibanding tahun 90-an atau awal 2000-an.. Proses. Dia itu concernnya pada bagaimana berkampanye dengan media teknologi dan ga hanya internet aja..... diganggu orang lain ya itu resiko. Ya.. itu semakin banyak. sudah lebih banyak organisasi. jadi kalau beraktivitas kayak gini dicaci-maki. Di Indonesia itu kan sudah banyak peraturan dibuat untuk ini dan itu.net. itu kan satu dialektika.. Ya. dapet berita gratis”.... Caci maki segala macem gitu. Orang yang lain melihatnya berbeda. 6 R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: . “Wah ini spam. Nah. misalkan.. Bila. care.tidak boleh ini dan itu.. Tapi penegakannya ga.dan remaja sebagai pengguna awal juga concern dengan isu lingkungan. Kira-kira perlu ga ya semacam norma tidak tertulis bahwa ketika kamu mampu mengakses suatu informasi di dunia online seharusnya kamu menyebarkannya juga secara offline. advokasi bisa lebih efektif misalkan. itu akan kembali ke orangnya. kembali ke. dan dari sebagian kecil itu... Di kalangan LSM. Contohnya apa Mas? Seperti Satu Dunia. menuh-menuhin mailbox”. yang gagap teknologi juga banyak. Tapi masih terus berproses ya mas.. Sudah merambah ke banyak isu. ga ada.. Mas Djuni pernah melihat ga adanya kesadaran dari orang-orang yang bisa mengakses internet dan mendapatkan informasi kemudian menyebarkannya dalam kehidupan rril? Semakin banyak. terus diprint. Sehingga ada lembaga yang khusus berkoordinasi. sudah lebih banyak orang.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 Dj: Gerakan lingkungan sekarang itu sudah bagus. tergantung ke masing -masing. sementara rakyat yang umum penghasilannya mungkin ga cukup untuk mengakses internet atau bahkan mungkin ga tau internet tuh apa. kalau saya mengirim terlalu banyak berita di satu milis.. Jadi secara umum ya baguslah. menyebarluaskan. buka e -mail hanya untuk baca aja. Dan lembaga-lembaga pun menganggap internet itu semakin penting. sudah lebih bervariasi cara yang digunakan dalam melakukan sesuatu.mundur.orang yang bisa akses internet itu sebagian kecil dari masyarakat yang umum. Pake internet hanya untuk baca berita saja. Di kantor-kantor pemerintah orang yang gagap teknologi juga banyak. sama aja.

tapi langsung bikin satu lembaga.. mengirim artikel. Tapi karena pekerjaan saya mengurusi website ya harus selalu online ya. Tindak lanjut dari kita kenal orang di internet. Hari ini ada acara jam 9. Belajar sendiri bagaimana bikin proposal. untuk sesuatu.ketemu dengan orang. Akhirnya belajar sendiri tentang lembaga.. 35. Saya sekarang kan punya kantor. kopi darat. atau mungkin gerakan? Kalau saya pribadi. saya yang mengurangi. Biar orang lain yang lebih aktif. internet itu media. Tidak seaktif dulu. bukan tujuan. Internet itu saya pandang sebagai kendaraan saja... itu kan kontak -kontak. Dan internet sangat memfasilitasi itu ya. ya seringnya saya kurangi deh. Di acara-acara. Kalau saya menganggap internet itu sebagai tujuan. Itu semua belajar sendiri.. Kalau rajin tuh sekali post bisa 50 berita. alat untuk mencapai tujuan.. Kendaraan saja. Begitu. Sehingga jaringan kita semakin luas. kalau di kantor dari jam 9 sampai jam 5 online terus...hal-hal seperti itu. Karena di rumah bayar sendiri ya paling 2-3 jam. Berjaringan. Belajar sendiri bagaimana mengakses internet. Di samping (karena) kesibukan.otomatis. hanya sekali-kali kirim. di milis. Saya dulu sekolah di sastra. Sesuatu itu misalkan untuk lingkungan yang lebih baik. maka apa yang saya lakukan ga akan tercapai. Karena di kantor menyediakan fasilitas untuk itu. 7 R: Dj: R: Dj: R: dll. organisasi. Kantor MPBI sendiri di jakarta? Ya.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Dj: Terus.semua hal bisa dipelajari di internet Bukan hanya itu. ga ada hubungannya dengan lingkungan. Kalau misalkan internet ga ada ya pake cara lain. Kalau di rumah saya juga langganan internet.disini ada siapa. Alat untuk melakukan sesuatu. Kalau di kantor selalu online atau juga diselingi pekerjaan yang lain Mas? Laptop selalu online dan juga diselingi pekerjaan lain. Sekarang. Learning by doing aja. Oh kita tahu disana ada siapa. Sehingga tidak ada suatu ketergantungan. Yah. seminar-seminar. semua hal di dunia ini kalau orang itu mau belajar bisa dipelajari. berkesadaran. itu juga saya lakukan. organisasi.. kalau dengan e -mail bisa disetting kirim tunda misalnya. itu harus online terus. Ada media lain ga yang juga dimanfaatkan? media lain ya.. alat. di Jakarta.. karena di milis -milis lingkungan itu sudah banyak orang yang aktif. Jadi misalkan bikin berita. Selama mengenal internet lebih dari 10 tahun.30. Kalau begitu Mas Djuni ini otodidak ya belajar tentang teknologi informasi? Semua otodidak.. Boleh tau ga kebiasaan penggunaan internet mas Djuni? Jadi misalkan berapa jam sehari.. apa mas Djuni juga melakukan penyesuaian begitu? Misalkan tadinya mengirim 20 berita kemudian dikurangi. Karena respon orang bermacam-macam dan supaya tidak dimaki-maki terus. Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: . tentang lingkungan. memperbaiki website.. apa arti penting internet bagi mas Djuni? Baik dalam level pribadi..

alat mencapai satu tujuan. Tergantung masing-masing orang. Ya itu kan sekali jalan Jadi tidak ada waktu khusus ya misalnya kalau di kantor itu hanya untuk pekerjaan dan bukan untuk pribadi. blogging juga.. Kalau lebih terkait dengan disiplin mas. Displin yang bagus datang dari diri sendiri. Itu relatif lah.. Dan itu ga selalu dalam urutan yang sama. kamu jangan buka website yang main-main sebelum pekerjaanmu selesai. yang ini untuk keperluan rumah. boleh dua-duanya deh. saya hanya mengurusi kerja”. blog.. Ga ada. Itu hanya khalifah. merusak akhlak”. Perbaiki. Jadi kadang saya mengatur sendiri. atau kalau sudah sore dan mau pulang. Itu bagian dari resiko. Bagi orang-orang yang tekun ibadah melihat “wah negatif ini. duit keluarga kepake buat ini.. ketika seharusnya saya melakukan suatu pekerjaan tapi kadang malah keasyikan fesbukan. baca e-mail. ini itu. Dan di internet itu sangat terbuka untuk akses ke situs -situs porno. Karena ga ada yang membiayai jadi pake duit rumah. orangorang itu yang kadang kita pertanyakan.. konek. gitu? Susah itu.. Dulu. Kalau untuk internet sendiri. Apakah saat menggunakan akses internet di kantor mas juga menggunakannya untuk akses pribadi misalnya. Apakah dia hanya besar mulut aja. Karena ga kerja di satu lembaga. Boleh-boleh aja. check mail. tergantung pada sudut pandang masing-masing. dan situs pertemanan.. buat bayar telepon. Dan orangorang yang kadang menyatakan bahwa “wah. Ga ada kebiasaan khusus? Biasanya seperti apa? Ya paling buka laptop. segala sesuatu di dunia ini kan ada positif-negatifnya. suka-suka aja. Mungkin yang bisa hanya Khalifah Abu Bakar saja. Dalam kenyataan.jadi misalnya saya sendiri mengalami ketika sempat jadi asisten dosen juga. Kalau ke umum..LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Ketika berinternet. Bagi orang yang memang mencari kayak gituan. internet itu media. dia melihat “wah ini positif ini”. ada ga hal-hal atau kebiasaan yang semacam jadi ritual begitu? Misalnya ada orang yang ketika bukan internet itu pasti buka e -mail. Tergantung.. swakarsa. Bahkan orang yang tergantung dengan ritual tertentu itu malah tidak bebas. tanggapi. Orang-orang biasa seperti kita kan semua dikerjakan sambil jalan aja. bukan karena ada pengawas nongkrongin.. Nah. atau malah keasyikan mencari sesuatu yang sekunder.urusi pekerjaan. cari berita. Waktu jadi Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: 8 . ada ga dampak negatif atau katakanlah side effect dari mas Djuni sendiri menggunakan internet selama ini? Dampak ke diri sendiri atau ke umum? Yah. oke. tergantung orang masing masing. karena saya banyak swadaya. Saya pribadi. Ini senthir yang saya pake hanya untuk keperluan kantor. Jadi berantem deng an istri. saat di kantor.

. Mas Djuni . Di Kanada ada anak umur 9 tahun yang sudah pidato di depan PBB tentang lingkungan. sehingga hanya menyuarakan saja. R: Dj: R: Oke Mas. Kalo Ade Fadli misalkan dia memang punya kaitan kuat lembaga resmi.. di Walhi. kayaknya dia pekerja kantoran. saya dapet informasi kemarin-kemarin sering freelance.. Trus juga itu Ade Fadli.. cuma saya ga bisa dapet informasi beliau ini kerja di mana. Dia pandangannya kadang terlalu kritis jadi berseberangan dengan kebanyakan orang. Jadi bukan hanya dia yang aktivis.. Misalkan kemarin saya search blog go green indonesia dan ternyata yang bikin dua perempuan dan masih ABG mas.boleh. Misalkan ya. Itu bagus. seperti yang Mas bilang ya. Oke. dia itu punya blog akuinginhijau. kemudian Sabtu Minggu dia luangkan. sementara seperti ini.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 lebih tersita. Juga Nurdin... 9 Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: ..polanya tuh. Sebenarnya dulu ada blog masalah kelautan tapi kayaknya sekarang dia ga aktif. Misalkan di kantor pake akses kantor ya sah-sah aja.. Trus ada juga sebaliknya. Apalagi kalau blogblog gratisan. Kemudian ada nama Michael Dharmawan. Saya memilih informan kan berdasarkan kasus-kasus. Dan mungkin saya akan menghubungi mereka juga. Kalau Michael Dharmawan ini saya kurang tahu. Itu aja Mas Djuni.. Ada kayak gitu. Karena sulit juga saat saya mencari tahu tentang milis lingkungan di Indonesia. dari Senin sampe Jumat. Nah.. Saya sudah berhasil hubungi beliau cuma belum tahu latar belakangnya.. Makanya saat ini saya cari kasus unik.. kita bisa janjian untuk chatting mungkin ya. Chatting ga masalah ya? Boleh. Dia untuk terjun di dunia aktivis lingkungan dia merasa berat.. Hal kayak gitu sebenernya yang juga perlu dieksplorasi. Tapi kalau blog personal. agak lebih susah malahan. tapi punya kesadaran. cukup banyak. Apakah Mas kenal dengan seseorang yang menarik yang mungkin bisa jadi informan saya? Itu aja. dia bukan aktivis. Makanya ketika mencari saya harus membayangkan juga kira-kira orangnya seperti apa dan cocok tidak.. Siapa aja yang sudah dihubungi? Kalau yang sudah bersedia itu mas Ade Fadli.si Sofyan Eyank. Ada banyak cara. Pertama dia aktivis trus kemudian dia memandang internet itu penting sehingga dia memakai internet sebagai alat.. atau gimana.. pemiliknya harus mencantumkan sendiri. Sehingga ketika klik langsung diarahkan ke blog. di walhi Kalteng. Nanti kalau saya perlu informasi akan saya hubungi lagi. Dia pekerja kantoran. Ada juga model duaduanya. jadi karakternya berbeda. Ya itu banyak karena mesin pencari itu lebih mudah dan ramah menemukan blog karena pengelolanya mendaftarkan blognya lewat tag-nya sehingga mudah ditemukan. Jadi saya akan lebih ke kasus atau karakteristik. Kalau untuk blog.org. Kalau nanti ada pertanyaan lanjutan. Tapi sekarang ada lembaga ya enak aja. lewat tulisan-tulisan segala macem... yang umurnya relatif baru tapi postingannya cukup sering dan kemudian interaksi dengan pembacanya juga bagus.

10 . terima kasih.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Baik Mas.

43-21.com/2005/03/ ada disitu hehe.. pukul 19.29 WIB : online. kita lebih banyak ngobrol tentang milis lingkungan.com/2005/12/08/jalan-setapak/ 1 . nah saya ingin tahu juga cerita di balik blog pribadi mas :) maksudnya apaan? sejak kapan mulai nulis di Jalan Setapak? itu bisa dilihat pada tulisan yang paling awal. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: Selamat malam Mas :) alllooo mat malem wah. kalo ndak salah pertengahan 2006 oke.. tapi secara fungsi.wordpress. oke deh mas. perbedaan apa yang dirasakan antara mengelola milis lingkungan dengan nulis sendiri di blog pribadi kenapa Jalan Setapak? penjelasannya ada disini: http://djuni. masih capek ya Mas? camping dimana? :) di lereng salak ada apaan ya? ada beberapa pertanyaan yang muncul akhir-akhir ini Mas gapapa ya? ok waktu pertama saya wawancara Mas. yang memotivasi bikin blog apa Mas? klik di sini http://djuni..wordpress.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Djuni Pristiyanto : 17 Mei 2009.

wordpress. kalo blog lebih pe rsonal. tekad untuk menulis hehe iya :) lanjut ya mas Tolong ceritakan “sejarah” atau alasan Mas. yaitu sama2 menulis.com/2008/08/07/bekerja-denganhati-bebas/ itu lebih filosofis kalo ndak ya sekedar menulis aja.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: apa bedanya mas? blog dengan milis? secara prinsip sama... alasan pribadi tersebut? mau dihargai atau tidak dihargai orang lain juga suatu hal yang penting kok alasan lebih seperti ini http://djuni. lebih nyaman membaca dan mengomentari :P harus beranjak nih.berarti selama ini mempertahankan dan "menghidupkan" terus blog juga lebih ke alasan pribadi ya Mas? yup boleh tahu. blog Mas juga dibaca dan ditanggapi orang lain kan? apakah saat menulis di blog juga "mengatur" agar tulisan Mas dapat dihargai orang lain? ndak. kok bisa dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? kan dulu udah pernah s aya ceritakan tentang bikin LSM di Jatim? 2 . nge-ban anggota yang nakal dll tapi. kebiasaan.. cari en ngirim berita. ajang menulis dan berekspresi betul ya Mas :) tapi kok ya kadang saya tuh beraaat banget mo nulis. mau ada yang menanggapi ato tidak itu bukan suatu masalah oke. seperti ngelola anggota. yang satu untuk konsumsi sendiri kalo milis untuk orang banyak sebagai moderator lebih banyak ngerjakan fungsi2 admin. itu masalah kemauan.

kenapa kok ya waktu bikin LSM kok LSM lingkungan? apakah karena pembelajaran Mas dari orangtua mungkin. kampanye lingkungan lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumla h pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? betul.pengen tahu juga sejarah di balik itu Mas. betul.com/2007/12/23/yuk-nulis-yuk-memulaimenulis/ yup ato tulis aja di diary http://djuni.com/2007/04/upaya_mengusung_penyadaran_lin.blogfam.com/2007/12/22/menulis-buku-harian/ ya.. tapi sepertinya ada kengganan untuk bergerak secara lebih kolektif untuk menekan pemerintah misalnya kesadaran memang mesti dimulai dari diri sendiri pelan2 berubahnya.wordpress.html oke.. tidak ada yang instan di dunia ini.com/2006/02/16/tugas-moderator-milis/ berarti mencintai lingkungan lebih sebagai proses ya Mas ya? yup Bagaimana pendapat Mas bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia. begitu ya Mas? 3 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: .. sudah kalo untuk tugas2 moderator milis baca ini http://djuni.wordpress.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ini tip menulis http://djuni.wordpress. bukannya itu buruk. berubah dari perilaku sehari2. itu juga udah kita bahas dulu kampanye via internet = suatu bentuk upaya dan bukan segalanya. masih ada upaya2 yang lain terkait fenomena masyaraka t kelas menengah perkotaan Mas? betul saya membaca ada kecenderungan para urban internet user yang peduli dengan lingkungan lebih banyak berorientasi pada perubahan di level individu. atau pengalaman di masa kecil? sampe jatuh cinta dengan isu lingkungan :) coba baca ini http://bz.

EGP aja (Emang Gue Pikirin-red.ya. negara.... belum paham dengan diri sendiri pahamkah kamu dengan tulisan ini: http://djuni. tetangga. apakah dia langsung bikin perubahan? kan ndak. masyarakat. yah. menerapkan kepada diri sendiri. butuh waktu lama dan pe ngorbanan iya. emosi bisa juga tanda belum sadar dengan diri sendiri.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: bukan karena mereka mungkin alergi lewat jalur yang agak politis? ndak.com/2008/06/04/kesadaran-baru/ kalo belum dong ya ndak pha2 hmm.nangkep sedikit :p tentang ga mengkotak2an tidak sekedar ikut2an 4 .kadang ikut emosi aja kalo mengingat kecepatan pengrusakan yang jauh lebih cepat dari upaya memperbaiki jadi kalo apa2 yang kita yakini kerjakan dengan penuh kesadaran itu dibilang ndak mbawa perubahan ya egp aja emosi aja juga ndak ada hasil2 en malah bikin kerusakan. misal bikin sakit hati n berantem hehe.... itu bagian dari perkembangan kok perkembangan apa yang Mas juga lihat? dari kesadaran individu. keluarga. dunia masih panjaang ya Mas ya :) Kalau misalnya ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? yup ya ndak pha2.masih muda :D emosi tanda semangat :P belum tentu.maklum Mas.wordpress.peneliti) :D kamu pernah baca biografi nabi muhammad kan.

. tapi kalo buku masih tetap sebagai sumber utama selain internet kenapa tuh Mas. dan tidak ditentukan oleh pendapat umum dengan kata lain menjadi diri sendiri hm. Apa kah Mas sudah cukup puas dengan apa yang didapatkan dari internet/ sudahkah cukup apa yang disediakan internet untuk mendukung kebutuhan serta aktivitas Mas? selama masih berkegiatan di internet be rarti masih ada keinginan yang belum terpenuhi hemm. karena inti dari sesuatu harus dicari sendiri.. apa Mas msh mengkonsumsi media konvensional/ media massa (koran.ya :) Kalau Mas memiliki waktu dan kesempatan lebih. kok buku msh "diandalkan"? :D Apakah internet tidak cukup? Atau mungkin hanya karena kebiasaan? mengapa bus kota dan busway masih tetap dibutuhkan? yah karena masih banyak yang butuh dan belum mampu beli kendaraan sendiri :D 5 djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: . searching. apa yang paling ingin Anda kembangkan dari milis lingkungan? bikin acara offline misalnya? selama ini milis lingkungan memang belum pernah bikin acara jumpa darat. televisi.... males aja.. bukan sekedar yang dipandang atau dipersepsi oleh umum nyambung ga sih tanggepanku?:-S sebagian kalo kamu paham dengan diri sendiri maka kamu akan tahu apa yang akan kamu cari/tuju. tidak ikut-ikut orang laen. never ending learning.. film. walo tidak banyak. hehe. and browsing :D tapi internet itu hanya sebagai media atau alat saja bila alat sudah dianggap tidak berguna maka alat itu mesti ditinggalkan trus. ya gpp mas.iya ya. radio. buku)? masih.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: karena itu bukan intinya.cm pengen tahu aja.

cara kerja.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: hehe..... coba baca ini http://djuni.. Sejauh dan selama ini... bagaimana internet telah mengubah/mempengaruhi cara hidup.wordpress.com/2009/05/15/hidup-saat-ini/ hm.karena artikelnya nulisnya agak mbingungi.. sepertinya internet sudah menjadi salah satu bagian keseharian Mas internet itu hanya sekedar alat iya.com/2009/05/12/258/ dan ini http://djuni. 6 . tapi kalo keinginan..banyak sumber jadi satu... bisa terasa lebih hanyut dan mendalam. atau bahkan hidup Mas? coba baca cerita s aya di blogfam lagi deh.bukan. karena jawabnya ada disitu sebentar Mas.becanda Mas. kadang aku mulai bertanya2. kuat ndak :-) :D kalo listrik mati gimana? kok kalo aku milih buku karena sentimentil juga..tapi kebetulan kok ya alat yang tiap hari dipakai ya Mas :D hehe. kesenangan beda2 oke. feel-nya beda.terakhir mas...kadang masih merasa ga bisa mengendalikan diri :D jadi malu...ya karena (seharusnya) lebih baik dan ramah lingkungan masing2 ada kelebihan n kekurangannya apa tuh Mas menurut Mas. hehe nggaya :P yah.wordpress. kesadaran tentang esensi alat itu kan ya yang penting kalo cuma ngenet sekali seminggu tapi tanpa kesadaran juga malah ga bermanfaat bagi siapapun kesadaran terhadap esensi kehidupan itu yang penting itu adalah pemahaman terhadap pikiran dan keinginan hal seperti itu yang dilakukan Budha sehinggs dia mengalami pencerahan kalo pikiran. yang jadi kelebihan buku dibanding Internet? coba aja baca di monitor selama 3 jam...

..wordpress..semoga setelah ini kita bisa terus silaturahmi semoga sukses kerjaannya Selamat malam Mas.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: yah itu namanya masih belajar oke Mas. baik Mas :) semoga apa yang saya baca dapat saya sadari kemudian lakukan. yup makasih Mas..com/2009/05/12/menulis-bebas-mengamatipikiran/ ok.terima kasih untuk semua :) gimana Mas? coba aja belajar menulis dengan metode menulis bebas seperti yang saya lakukan ini http://djuni. bye juga djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: 7 .

he he gapapa.21-16. oke belum jadi udah banyak gemari itu pertanda baik. so.jadi nunggu Halo juga Mbak Rani nggak papa kayaknya aku yang kecepatan ya.. via Yahoo Messenger :1 ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: Halo mas marwan :) maaf ya.mas marwan..... pukul 15..siapa kah mas marwan dan aktivitas sekarang apa? 1 .. :D yah.cerita dong.krn aku suka juga kebetulan aku sempet bantu-bantu di sahabat lingkungan walhi jogja tesis itu bisa jadi buku yang pastinya akan banyak yang gemari wuehehe. ngambil tesis tentang penggunaan internet oleh aktivis lingkungan wah bisa nimbah ilmu ni senang juga akhirnya bisa chat ma mas Marwan :) menarik tesisnya iya. terima kasih.kenalan dulu aja ya salam kenal balik ya Aku lagi S-2 di ilmu komunikasi Fisipol UGM senang bisa kenal dengan Rani.57 WIB : online...... bisa jadi buku best seller wahaha.. liat ntar dulu lah.sudah bikin optimis.belum selesei ditulis kok dah banyak yang suka? :p yah.untung aku udah di jalan oke mas.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Marwan Azis : 30 Mei 2009...

terus gimana ceritanya kok bisa "nyemplung" di aktivitasnya sekarang.. atau target tertentu. diajari/belajar sendiri. awalnya aku hanya ingin menjadikan blog sebagai dokumentasi online sejumlah tulisanku yang telah dimuat di media tempat aku bekerja belakangan blog menjadi media bersharing dan kampanye isu lingkungan itu mulai kapan tuh mas? mulai ngeblog sekitar tahun 2005. atau fleksibel mungkin? fleksibel aja... mungkin sekitar tahun 1999 lebih banyak belajar otodidak kalau bisa blog. di kampus aku banyak aktif di HMI dan Pers Mahasiswa serta HMJ (HIMAGRO) hehe..petualanganku.kita masuk aja ke pertanyaan tesisku ya ya.wordpress. oke bagaimana awalnya Mas mengenal internet (sejak kapan.multiply. ya biasanya kalo ngeblog ada rutinitas ga? misal beberapa hari sekali bikin tulisan. tapi sempat didiamkan.com/about-me/.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: kan udah baca kan sedikit banyak profilku di blogku jadi mau perkenalkan apalagi ni?? yah. motivasi atau tujuan awal menggunakannya) aku mengenal dunia internet sejak kuliah. aku ulumni jurusan AGRONOMI fakultas pertanian Univ. nggak pake target-targetan biasanya topik tulisannya apa aja atau dapat ide dari mana aja? 2 wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: . namun nanti sekitar tahun 2006 baru aktif memposting.. terutama yang berkaitan dengan lingkungan liat aja http://marwanazis.oke deh..com oh gitu.mungkin latar belakang pendidikan. Ini blog pertamaku www. Haluoleo Kendari Sulawesi Tenggara. barusan dah kubaca di alamat yg mas kasih cerita lengkap tentang diri rupanya :) oke mas.

beda blog2 itu apa sih? ada blog yang content lingkungan. trus.wordpress.com).LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: content tulisannya lebih banyak menyangkut isu lingkungan hidup (www.com (blog berita lingkungan) dan www.com (organisasi Greenpress) itu kami kelola bersama-sama teman-teman jurnalis yang bergabung dalam Greenpress. he he he hehe.greenpressnetwork. biasanya satu tulisan di-share ke banyak blog sekalian atau khusus (satu tulisan ya untuk satu blog)? itu sangat tergantung ama sang blogger. repot ga ngelola banyak blog gitu? ya juga tapi dibawa senang aja. kesukaan orang kan beda2..greenpressnetwork...wordpress... bagaimana kebiasaan Mas mengakses internet? (berapa jam sehari. selain itu ada juga content agribisnis atau pertanian serta travelling (cerita jalan-jalan). ohya.. wah. tapi ada beberapa postingku yang tidak ditampilkan di publik oke.. idenya. nah mas. ohya.banyak banget malah buat aku yang cuma punya 1 blog :D nah. bagiku ngeblog itu udah semacam hobby dan mungkin udah menjadi candu.mengenai akses internet.blogspot.blogspot.. akses dari mana saja.marwanazis. ada yang memilih blog tertentu dengan content yang spesifik. untuk keperluan apa saja) wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: 3 .. aku kan jurnalis yang suka melakukan perjalanan di berbagai tempat. nah kalau ada yang menarik baru ditulis dan terakhir di-sharing ke blog oke. nah ini banyak dilakukan oleh teman-teman aktivis lingkungan yang memanfaatkan blog sebagai salah satu piranti media kampanye lingkungan oke.. aku dah sempat tengok juga yang blog personal? ada maksud khusus? blog yang bercerita tentang aktivitasku. ada juga yang sharing sejumlah tulisan di banyak blog.greenpressnetwork. ada content jalan-jalan (baru dibuat) sepulang dari Papua (tugas riset LP3ES) karena teman-teman di sana minta aku buat blog tentang papua trus? selain itu ada juga blog personal www. aku perhatikan kan blog Mas banyak tuh.com blog personal ditujukan utk apa mas? kalau blog www.ya.

atau bahkan hidup Mas selama ini? tapi ke depan mungkin akan lebih banyak menggunakan internet karena saat ini aku bersama sejumlah teman-teman disini lagi garap situs berita www. cara kerja. teman-teman.. Kalau di rumah aku pake modem usb. Makasih atas doanya menurut mas. perkawanan dan sejumlah fasilitas lainnya. Banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan menggunakan fasilitas internet.beritalingkungan. aktivitas bisnis.lengkap banget :D Bagi penggiat lingkungan. wah sip. keberadaan blog dan situs jaringan sos ial lainnya mempermudah mereka untuk menyebarkan pesan-pesan mereka ke publik yup. Yang repot kalau keluar daerah.. Kalo buat Mas sendiri. internet telah menjadi media yang mampu menghubungkan begitu banyak manusia dari berbagai penjuru dunia tanpa harus ketemu darat (jaringan situs sos ial seperti Facebook dan blog).. fasilitas internet seperti blog dan Facebook banyak juga aku pakai untuk berinteraksi dengan keluarga terutama adiku Anas yang saat ini masih studi di Al Azhar Kairo Mesir. “berpisah” dari internet? :D Bagiku internet mempermudah berbagai kerjaan saya.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: kalau di Jakarta akses internet tidak terlalu susah... ngenet tiap hari ga mas? Nggak juga. masih dalam tahap pembangunan ohya.. apa makna atau arti penting internet. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah/mempengaruhi cara hidup. cara kerja..bener bgt. 4 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: .aku sempet baca dimana gitu. alternatifnya ke warnet. Yang tak kalah pentingnya membuat ada banyak peningkatan penge tahuan yang diperoleh via internet terutama blog. di Kantor juga ada wire less. sehingga memudahkan kita untuk melakukan riset. Selain itu dengan makin banyak banyak orang bergiat di dunia blog akan semakin memperkaya sharing informasi dengan content berbagai jenis. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah/mempengaruhi cara hidup. karena hampir semua tempat ada fasilitas hospot. secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga. karena kadang ada kegiatan atau liputan keluar daerah berarti pekerjaan Mas tidak menuntut untuk ngenet tiap hari ya? ya menurut mas. atau bahkan hidup Mas selama ini? Kalau menurut aku. Internet juga sangat be rguna untuk riset awal sebelum melakukan peliputan dan setelah ada internet urusan kantor sebenarnya bisa diselesaikan di rumah misalnya setelah liputan tak perlu masuk kantor tapi naskah dan foto liputan cukup dikirim via email.com (belum di-publish). semoga sukses ya.

. Kalo emang sibuk. aku juga kok.. sip! sepakat.aku harus terbang dulu dong :D he he he dah mo pergi ya Mas? kalo ya berarti kita janjian aja... apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan komunikasi lewat telepon.mo cabut jam berapa? Rani mau ikutan nggak? wah. emang komplit gitu ya. Rani nggak perlu rep kesana kemari untuk mencari narasumber tapi ot cukup browsing internet atau tanya ama Om Google (he he he).LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: ranm_d: ranm_d: Bahkan sejumlah tawaran pekerjaan berdatangan setelah aktif di dunia blog. Seperti yang Rani lakukan saat ini (riset) kan.. oke.. Sore ini aku mau main ke arena Pekan Lingkungan Hidup 2009 di JCC.ini lagi sibuk ga? aku masih punya sekitar 10 pertanyaan lagi. wah. kapan bisa ngobrol lagi. bentar lagi setelah shalat azhar oke aku longgar kapan aja setelah jam 2 Oh ya boleh aku baca latar dan metodelogi tesisnya Rani nggak? kalau boleh dikirim via email ya? boleh. dan aktivitas wawancara dengan narasumber riset bisa dilakukan via internet seperti yang kita lalukan sekarang. tatap muka langsung ataupun lewat media lain? "Lebih murah. so. kita sambung kapan-kapan lagi. mo kukirim sekarang aja? pake attachment makasih udah kuterima aku juga punya tulisan tentang blog sila mo dikirim Mas? aku sedang cari di folder laptopku 5 wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: . efisien dan efektif" dibandingkan dengan menggunakan fasilitas komunikasi lainnya. Rani udah bisa mendapatkan banyak informasi yang akan membantu risetmu. Om Google 24 jam siap membantu. menurut mas... Tapi tatap muka secara langsung masih tetap diperlukan.. tapi kalo nyante. ohya mas.

. besok bisa ngobrol lagi ga mas? aku kirim pake attachment oke udah terima belum? blm... sip.senang bisa ngobrol :) sama-sama 6 . besok sore kita bisa ngobr ol lg? Ya.. makasih ya Mas....Itu kapan ditulis nya Mas? Ya. Insya Allah oke. lwt YM atau e-mail? e-mail juga belum tuh YM aku coba lgi ya ok udah terkirim ok.dah bisa dibuka.tulisan itu aku buat tahun 2008. belum di-publish karena buru-buru ke Papua wah.aku pembaca pertama dong hehehe :D Ya oke mas..silakan kalau mau ke pekan lingkungan.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ok entar aku kirim oke tak apa..

blogspot. oke apa yang di wordperss lebih ke internal? Ya Rani udah liat blog GP di wordpress ya? ya.masalah masuk ke wordpress? bukan.com .. belum masuk-masuk mungkin koneksi internetmu lagi kurang lancar kali?? oh.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Marwan Azis : 31 Mei 2009. Kalau blog GP di blogspot itu difokuskan pada news blog lingkungan hidup ohh.blogspot.sebenernya ada berapa blog sih yang rutin mas "pelihara"? yang sering aku input yaitu www..com eh.wordpress. apa yang memotivasi atau mendorongmu untuk terus mempertahankan blog2 tersebut sih? oh yah. Begitupun dalam kegiatan lingkungan hidup maupun ngeblog 1 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: .bedanya greenpress yang di wordpress sama blogspot apa Mas? kalau GP wordpress itu spesifik organisasi GREENPRESS serta artikel yang terkait dengan jurnalis lingkungan (panduan). via Yahoo Messenger :2 ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: malam Mas :) Halo sori agak lambat ya ohya mas..com ya? dan www.multiply. pukul 20..kan ga ada yang mbayarin lah ya kasarnya..com dan greencare.greenpressnetwork.wordpress.10 WIB : online.. petualanganku. marwanazis.11-22. emang belum sempet masuk-masuk aja :P Mas.greenpressnetwork. kan nggak semua aktivitas nggak harus dinilai dengan materi. tapi baru buka depan.com.

sayangkan kalau ditinggalin berarti lebih buat kepuasan pribadi ya? Pribadi ya.so. dan salah satu piranti media yang kami gunakan adalah blog hm... tp juga lagi off beberapa bulan ini oh ternyata anak walhi juga. pengalaman menarik? dalam hal apa? selama "melihara" blog2 itu mas? siip Di sini lumayan bagus koneksi internetnya oke.paling setengah jam lagi :D Rani tinggal ama Ortu di Yogya? yup selain studi? aktivitas lainnya apa? kerja atau?? tadinya sempat asisten di jurusan almamaterku tapi off buat nyelesein tesis relawan di sahabat lingkungan walhi jogja.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: apalagi kalau blog yang kita kelola banyak pengunjungnya.. Misi Greenpress salah satunya adalah me mbantu penyebaran informasi lingkungan ke publik. paling kesulitannya adalah soal waktu kalau lagi banyak kerjaan di kantor. blog juga sangat bermanfaat dalam mendukung berbagai publikasi aktivitas organisasi.. apa kesulitan yang diala mi selama ini? Adakah pengalaman menarik? apa ya kesulitannya?? kayaknya selama ini lancar-lancar aja. Rani sekarang main internet di rumah atau di warnet?? di warnet kalau malam biasa sampai jam berapa? hehe. 2 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: .salah satu keuntungan dr perkembangan teknologi ya :) yup Dalam mengelola blog-blog itu. jadi kadang beberapa hari tidak posting.. ok.

com/click-of-the-week-29-marwan-azis/ ohya.blogspot.. Jadi kembali ke semula blogspot.com oh gitu.tadi gimana. http://maverickid. karena halaman blog te rsebut penuh warna merah berbendera turki makanya aku nggak mau lagi lanjutan domain dotcom.wordpress. wow. supraisnya: aktivitas di sejumlah blog lingkungan ternyata mendapatkan perhatian dari salah satu situs http://maverickid.com) pernah diserang oleh salah satu hacker luar negeri.ada pengalaman menarik selama blogging buat isu lingkungan? apa ya?? pikir-pikir dulu oke ya? pengalaman dukanya ya.mas sempet confirm ke mereka ga? setelahnya? 3 ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: .greenpressnetwork...greenpressnetwork..aku lanjut ya mas..aku sempet nemu juga.com/2007/12/06/click-of-the-week-29-marwan-azis/ resensi tersebut dibuat mereka buat secara sembunyi-sembunyi tanpa ada konfirmasi sebelumnya ke aku wew...com setelah diubah dengan menggunakan domain com (www.. kenapa tuh kok diserang? iseng bgt Ya hackernya dari Turki lagi.com perhatian gimana? mereka membuat resensi tentang aktivitasku di sejumlah blog http://marwanazis.. blog Greenpress www.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: kenapa? aku juga sempat jadi anggota Individu WALHI waktu di kendari? yup oke. Syukur ada kawan yang memperbaiki sehingga data-nya bisa diselamatkan dan eksis kembali.trus.

. tiba-tiba pihak panitia membatalkan peliputan kami tanpa alasan yang jelas. bukan kami diberikan kartu peliputan. pengelola http://maverickid. ya? Cerita lainnya. ya mas mo cerita atau gimana? yaitu pada saat konferensi perubahan iklim. mereka kembali menilai tulisan kami.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: Ya. awalnya kami diterima oleh pihak PBB yang dikonfirmasi via email bahwa status kami udah oke dan memenuhi persyaratan. justru kami dihujani dengan beberapa pertanyaan seperti apakah Greenpress memiliki hubungan dengan Greenpeace?? ahaha :)) terus kami dimintai lagi persyaratan tambahan contoh artikel (berita) yang pernah kami tulis. Waktu itu kami masih di Jakarta. eh.com sangat selektif dalam merensi sebuah blog atau situs.. latin dan perkumpulan skala) membuat media centre Greenpress di arena UNFCCC di Bali. Lucunya di tempat yang sama media komunitas yang yang diterbitkan perusahaan tambang dan sawit begitu mudah mereka memperoleh kartu peliputan 4 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: .next. oke..blessing in disguise ya :D dan menurut sejumlah teman-teman. Tapi pas hari H waktu kami udah tiba di Bali. si penulisnya minta maaf. Itu juga suprais bagi aku karena resensi tersebut dibuat bertepatan dengan pelaksanaan konferensi perubahan iklim di Bali wow. trus? Kami sempat dikabari via email agar menghadap panitia untuk mengambil kartu pers peliputan seperti hal dengan teman-2 jurnalis lainnya. namanya Mbah Hanny hmm.. katanya tulisannya propokatif. wah.seneng dong ya kecuali orang-orang tertentu yang bergiat di aktivitas yang spesifik Yup pastinya. trus? Saat kami mendaftarkan diri sebagai peliput konferensi UNFCCC. dimana saat itu Greenpress bersama sejumlah lembaga lingkungan (kemitraan. Padahal itu tidak ada persyaratan peliputan UNFCCC Saat kami memberikan contoh tulisan. Tapi pada saat ketemu Panitia.

.. ckckck. karena lembaga yang sebesar PBB terntaya takut ama Green Press yang baru didirikan pada tahun 2004.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: wawan_ep: sheesh. Tapi dari apa yang kami alami bagaimana pihak Panitia memperlakukan jurnalis yang care lingkungan sangat jauh dari harapan kami... Hanya karena nama Greenpress memiliki kemiripan dengan Greenpeace.. aku cari dulu ya ohya mas.. kalo aku kirim daftar pertanyaan aja gimana Mas? bisa dikerjain kalo luang.. tapi aktivitas Media Centre Greenpress tetap jalan di kampung CSF (Markas NGO) untuk liputan di arena konferen kami menggunakan link teman-teman si lainnya yup. Terus lembaga yang diklaim sebagai lembaga demokratis tak selamanya berlaku demokratis..nanti beritanya aku kirim via email kalo hari kerja mas bisa chat jam berapa? kalau kerja kayaknya agak susah chating.hehe.ngumpul juga di situ akhirnya :D 5 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: . heard that.. oh ya tambahkan dikit ya soal UNFCCC. hehe. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan belum? Akhirnya berkesimpulan betapa kuat pemilik modal (baca kapital) terhadap perhelatan besar lingkungan hidup.. Tapi dibalik itu kami justru bangga dan makin semangat. he he he. beritanya tentang perlakuan PBB terhadap jurnalis nanti saya kirim oke. ya lah. iya lah. kayaknya aku dah ga bisa lama2 oke.. mestinya diarahkan bagaimana membangun komitmen terhadap pelestarian lingkungan.pasti gitu instruksi dr para atasannya Kapal Greenpeace juga sempat ditolak berlabuh di Bali yup. ntar kalo ada yg perlu aku konfirm baru kita chat lagi. hmm. jadi meskipun kami ditolak tak mendapat kartu peliputan dari PBB..lucu juga.... gimana kalau besok malam aja dilanjutin lagi. menurut mas. Oke.. trus mas.

ohya.blogspot.greenpressnetwork. jurnalis sekaligus blogger di arena UNFCCC.senang dengar banyak cerita.. :) Wassalam wa'alaikum salam 6 ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: .aku harus pulang mas. Kami banyak memback up kampanye teman-teman NGO dalam isu keadilan iklim di Bali Lucunya lagi belakangan aku bersama sejumlah teman-teman diminta ama KLH untuk menyusun laporan hasil UNFCCC buat dilaporkan MENLH ke Presiden SBY.lagi seru nih padahal. oke. ya udah.. Jadi mungkin kami tim peliput menggunakan dua label.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: dan salah satu media yang kami pake untuk menyebari informasi UNFCCC adalah media blog www. ntar kalo ada yg perlu aku konfirm baru kita chat lagi. soalnya aku juga dikejar tenggat :P oke kucoba kirim sekarang ya. Orang KLH belakangan minta maaf ama aku soal terhambatnya temanteman Greenpress dalam peliputan UNFCCC. mereka kecolo ngan dalam dokumentasi aktivitas UNFCCC.jadi semangat :) Ya. :D lucu bgt tuh kacian deh lu KLH Ya.. maaf.. tapi jadinya kayak ulangan kuliah he he he kayak tugas kuliah maksudku. responnya pasti lumayan rame tuh Ya. bisa juga...terima kasih.com wah. sama-sama met malam...bukan pilihan ganda :D oke sekali lagi...gimana. kalo aku kirim daftar pertanyaan aja gimana Mas? bisa dikerjain kalo luang.. Insya Allah aku bantu esai kok... ehm... he he he yah..gimana ya mas. Malam udah mulai agak larut Hati-hati di jalan ya..

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Dear Rani Halo Rani. dan media online ini sangat membantu gerakan para aktivis lingkungan dalam menyebarkan berbagai pesan. sory agak terlambat ni menjawab puluhan pertanyaanmu karena minggu ini aku agak sibuk dengan kerjaan di LP3ES dan pembangunan situs berita lingkungan. Selain itu. Selain menjawab pertanyaan yang diberikan peneliti. Menurut Anda. kampanye lingkungan kemasyarakat global tanpa harus bergantung lagi pada media manual seperti koran dan majalah. 2. "Yakin Usaha Sampai" Wassalam Marwan 1. situs jaringan sosial. Kesadaran masyarakat ini dilihat dari mulai berkembangnya kelompok -kelompok masyarakat peduli lingkungan yang konsen di isu tertentu misalnya pengelolaan daur ulang sampah. beberapa tahun belakangan ini. Kesadaran ini tidak terlepas dari gencarnya pemberitaan media tentang isu lin gkungan hidup dengan berbagai dinamikanya. yakni berkaitan dengan aktivitas Greenpress selama pertemuan UNFCCC di Bali.(bahan pertanyaan dan jawaban terlampir). fasilitas internet baik blog dan situs sosial lainnya mempermudah terjadinya sharing informasi dan konsolidasi berbagai gerakan lingkungan serta menggalang donasi lingkungan via internet. Di kelompok swasta juga mulai gencar gerakan Go Green sebagai bagian dari tanggungjawab perusahaan di bidang pelestarian lingkungan hidup. Semoga proses pembuatan tesisnya berjalan lancar ya.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A Jawaban dari Marwan Azis. 1 . Apakah menurut Anda. Tapi Alhamdulillah akhirnya selesai juga. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? Dengan berkembangnya fasilitas multimedia seperti Internet beberapa tahun belakangan ini seperti blog. informan mengirimkan sejumlah artikel yang dijanjikannya pada wawancara terakhir. Dikirim 8 Juni 2009. sembilan hari setelah daftar pertanyaan diberikan. kali bersih hingga munculnya kesadaran warga yang menuntut hak atas lingkungan yang baik (advokasi) yang menolak aktivitas pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit dan tambang. perubahan dan lain sebagainya. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? Kalau menurutku. baik itu berupa bencana alam. selain itu saya juga lampir berita cerita Greenpress di Bali. kesadaran terhadap lingkungan mulai tumbuh dan berkembang terutama pasca Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah konferensi perubahan iklim Desember 2007 lalu di Bali.

yang menjadi pekerjaan berat bagi penggiat lingkungan adalah bagaimana gerakan lingkungan bisa ke masuk ke ranah politik agar isu lingkungan menjadi prioritas utama dalam berbagai pengambil kebijakan politik. Ini merupakan perkembangan yang menggembirakan bagi kemajuan Indonesia dan gerakan penyadaran lingkungan. Tinggal bagaimana gerakan lingkungan bisa masuk ke komunitas blogger Indonesia. Komunitas Blog Yogyakarta dan lain-lain. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? Sah-sah aja orang berpandangan bahwa Gaya hidup”hijau” hanyalah trend sesaat. artinya apa. 2 . saat ini masyarakat Indonesia sudah banyak yang memanfaatk an blog dan situs pertemanan sosial lainnya dalam berbagai aktivita s keseharian. bisnismen hingga politisi belakangan ini mulai tertarik dengan situs pertemanan sosial seperti Facebook. kampanye lingkungan lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? Saya kurang sependapat dengan pandangan tersebut. artis. Berbagai komunitas blog di daerah bermunculan seperti komunitas blog bundaran HI Jakarta. Kalau pandangan Mas tentang gerakan lingkungan saat ini? Sudah banyak kemajuan seiring dengan berkembangan fasilitas multimedia dan internet. Angin Mammiri Makassar. 4. apalagi belakangan ini makin banyak hospot gratis di berbagai kota di Indonesia dan harga akses internet makin murah dan kita patut bersyukur karena pemerintah Indonesia dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informasi RI sangat mendukung muncul komunitas blogger di Indonesia. Wong Kito Palembang. tapi muncul dari kesadaran publik akan tuntutan lingkungan hidup yang baik dan sudah menjadi kebutuhan bersama bagi warga bumi untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan sehingga tentu kedepan akan makin banyak orang beralih ke trend hijau karena selain ekonomis juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. mahasiswa. Karena gaya hidup hijau atau yang bisa kita kenal back to nature itu tidak muncul begitu saja. Dan saya yakin ke depan akan makin banyak orang yang memanfaatkan teknologi informasi internet. Mungkin ke depan perlu ada partai yang konsen memperjuangkan lingkungan semacam Green Party (Partai Hijau) agar isu lingkungan tidak lagi dimarjinal dalam setiap pengambilan kebijakan. karena berdasarkan informasi yang saya peroleh saat pesta blogger 2008 lalu ternyata Indonesia merupakan negara pengguna blog terbesar di dunia. Namun menurutku gaya hidup hijau itu bukanlah trend sesaat.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A 3. Mereka merupakan stakeholder yang potensial dan strategis bagi gerakan pelestarian lingkungan di Indonesia. 5. Jutaan individu masyarakat baik itu kalangan pelajar. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia.

voting dalam petisi online. Selain memiliki sebuah blog dengan isu lingkungan. com.com. Dan dorong orang-orang terdekat Anda untuk Ngeblog dan mau bercerita seputar aktivitas keseharian mereka dalam melestarikan lingkungan hidup via blog karena membantu penyebaran informasi lingkungan itu merupakan bagian dari salah satu upaya untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Greenpress sebagai komunitas jurnalis lingkungan di Indonesia. perubahaniklim@yahoogroups. lingkungan@yahoogroups. membuat event bersama).com.com. Selain itu. donasi lewat e-banking. apakah Anda juga memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? (Misalnya.com. selain aktif membantu penyebaran informasi lingkungan ke publik baik itu lewat media masing-masing tempat kami bekerja maupun via blog dan situs.com. apa yang paling ingin Anda kembangkan dari Greenpress? (Misalnya. gerakan tolak pembangunan PLTN di Indonesia dan terakhir ikut mendukung surat petisi gerakan penyelamatan hutan Indonesia yang digalang Greenpeace Asia Tenggara yang ditujukan pada Presiden SBY. Menurut Anda.com dan beberapa milis lainnya. saya udah bergabung dan juga mengelola komunitas mailinglist lingkungan dan jurnalis seperti walhinews@yahooogroups.com.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A 6. Kegiatan lainnya adalah menyelenggarakan berbagai kegiatan lingkungan seperti pelatihan jurnalis lingkungan. membuat event bersama dengan 3 . tampil di media massa konvensional. mediacare@yahoogroups. greenpress@yahoogroups. gabung dalam komunitas volunteer via internet/milis) Tolong ceritakan. saya juga aktif terlibat mendukung gerakan petisi lingkungan seperti lumpur lapindo. Apakah menurut Anda kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya. 7. Jauh sebelum dunia blog berkembang di Indonesia . Namun kalau menurut pengamatan saya. ajisaja@yahoogroups. 9. kebanyakan teman-teman blogger yang selama in i sharing informasi via blog itu diinspirasi dari aktivitas keseharian mereka apakah itu sifatnya personal maupun dinamika komunitas mereka beraktivitas. supportergreenpress@yahoogroups. berkolaborasi dengan salah satu gerakan atau organisasi lingkungan. dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk menyelamatkan lingkungan? Manfaatkanlah internet untuk berbagai informasi apa saja tentang lingkungan mulai dari tips sederhana bagaimana berperilaku ramah lingkungan hingga bagaimana publik agar bisa memperjuangkan haknya terhadap lingkungan hidup yang baik. Jadi tentu aktivitas online tidak terlepas dari aktivitas offline yang dilakoni seorang blogger karena kebanyakan tulisan atau cerita yang dimuat di blog dan situs sosial lainnya itu diinspirasi dari aktivitas keseharian seorang blogger yang kemudian disharing ke public via blog. Bila Anda memiliki waktu dan kesempatan lebih. wartawanlingkungan@yahoogroups. 8. orang yang gembargembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) Itu kembali kepada personal masing-masing orang. berlangganan milis bertema lingkungan.

televisi. 13.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A organisasi pencinta lingkungan lainnya dalam berbagai moment hari-hari besar lingkungan serta terlibat dalam berbagai kolaborasi gerakan advokasi lingkungan. televisi. film dan buku. bagaimana cara terbaik memanfaatkan internet untuk menyelamatkan lingkungan? (dengan berkampanye. buku)? Tolong ceritakan. film. 11.worldpress. 4 . Ya. Kenapa Anda masih mengkonsumsi media -media tersebut? Apakah internet tidak cukup? Atau mungkin hanya karena kebiasaan? Karena udah kebiasaan. 10. Menurut Anda.greenpressnetwork. radio. kami juga banyak dikirimi buku dan majalah dari beberapa organisasi lingkungan dan penerbitan lainnya. Saat ini kami tengah membangun situs beritalingkungan. Apakah anda sudah cukup puas dengan apa yang anda dapatkan dari internet/ sudahkah cukup apa yang disediakan internet untuk mendukung kebutuhan serta aktivitas anda? Terutama terkait dengan aktivitas untuk lingkungan. Ya. Selain membeli sendiri. Greenpress juga memiliki Radio Komunitas yang saat ini dikelola teman-2 GP di Kendari (Radio Green News). radio.com) dan kami juga berapa kali menjadi narasumber di sejumlah Radio seperti Green Radio Jakarta dan Radio Swara Alam Kendari. memperkuat gerakan lingkungan. selama ini juga saya juga mengkonsumsi media konvesional seperti koran. atau menyebarkan informasi lingkungan?) Cara efektif adalah bagaimana kita memanfaatkan blog dan situs jaringan sosial lainnya untuk berbagai informasi lingkungan mulai tips ramah lingkungan hingga gerakan advokasi lingkungan. (detailnya silakan akses di www. 12. Content informasi baiknya menampilk an bahasa yang dimengerti publik serta memadukan antara naskah. lagian kan tidak selamanya kita mengakses internet karena mata kita juga memiliki keterbatasan dalam berhadapan monitor laptop atau pc. Apakah anda masih mengkonsumsi media konvensional/ media massa (koran. foto (gambar) dan film dokumenter lingkungan seperti yang selama ini dilakukan oleh sejumlah organisasi lingkungan seperti Greenpeace yang sudah teruji efektif melakukan kampanye lingkungan di berbagai belahan bumi.

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

[Artikel-artikel] http://csoforum.net/Artikel/Hanya-Karena-Nama-Green-Press-Tak-Dapat-Akreditasi.html 2007, Des 7 Hanya Karena Nama, Green Press Tak Dapat Akreditasi By Hendro Prasetyo, on 04-12-2007 16:15 Nusa Dua, CSOForum-Di era keterbukaan sekarang pers masih saja dihalang-halangi pemberitaannya. Pelakunya tak tanggung-tanggung, panitia United Nations Framework Climate Change Convention (UNFCCC). Contoh paling anyar yaitu ditolaknya akses Green Press meliput acara UNFCCC di Bali. “Green”, nama yang selalu diasosiasikan dengan Greenpeace, membuat Green Press tak memperoleh akses masuk ke sidang COP 13 Bali. Tak ayal, hal ini mengecewakan beberapa jurnalis Green Press. Padahal, sebagai pengusung demokrasi, PBB secara sepihak telah menolak akses Green Press dengan alasan tidak jelas. Inilah yang membuat jurnalis Green Press tak habis pikir. Sebuah lembaga ternama dunia ternyata melakukan hal tidak demokratis itu. Marwan Azis, jurnalis Green Press menuturkan bahwa sedari awal mereka telah melakukan registrasi via email kepada panitia. Hasilnya, mereka dijanjikan akan diberikan kartu identitas. Mereka diberitahu untuk mengambil kartunya di Nusa Dua Bali. Namun, apa lacur? Kartu yang dijanjikan belum dibuat. Malahan mereka seperti diinterogasi dengan dicecar pertanyaan yang sama; Apakah ada hubungan dengan Greenpeace? Tanpa tedeng aling-aling, panitia justru meminta contoh tulisan. Alhasil, mereka ditolak aksesnya sebab tulisannya dianggap provokatif. “Padahal, di syarat pendaftaran tidak ada pengecekan tulisan”, keluh Marwan. Lebih aneh lagi, ketika beberapa media yang berurusan dengan soal interior tiba-tiba diterima akreditasinya. Ini adalah secuil indikasi sterilisasi area UNFCCC dari panitia yang kebablasan. Baik kendaraan, orang hingga media dihalang-halangi kehadirannya. Apakah ini menjadi tanda UNFCCC steril dari beragam pandangan? Hingga akhirnya hanya mementingkan pandangan pemilik modal dan birokrat korup. Sumber: situs www.csoforum.net

………..

5

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

http://www.vhrmedia.com/vhr-news/berita,Etika-Media -ala-UNFCCC-1078.html "Etika Media" ala UNFCCC 7 Desember 2007 - 14:21 WIB Yerry Nikholas Borang VHRmedia.com, Chicago - Tindakan sekretariat media Perserikatan Bangsa-Bangsa membagikan daftar jurnalis terakreditasi kepada pihak lain dinilai tidak etis dan hanya untuk memperoleh liputan media yang diinginkan. Tindakan itu dikecam sejumlah kalangan karena dinilai tidak beretika. Sebab, email para jurnalis tersebut segera dibanjiri rilis dari berbagai lembaga. "Ini hari yang menyedihkan bagi PBB. Mereka sengaja menghindari pendapat yang berbeda dan memakai sejumlah taktik untuk memperoleh tujuan," kata James M Taylor, staf kebijakan lingkungan pada The Heartland Institute di Amerika Serikat sebagaimana dikutip heartland.org Kamis (6/12) . Sebelumnya para jurnalis yang ingin meliput Konferensi Perubahan Iklim PBB di Bali diharuskan mendapatkan akreditasi dengan mendaftar di sekretariat media PBB di Bonn, Jerman. Masalah akreditasi ini banyak diprotes sejumlah media. Para jurnalis yang bergabung dalam Green Press menyatakan PBB secara sepihak telah menolak akses mereka dengan alasan tidak jelas. Marwan Azis, jurnalis Green Press, mengatakan sedari awal mereka telah melakukan registrasi via email kepada panitia. Hasilnya, mereka dijanjikan akan diberi kartu identitas yang bisa diambil di Nusa Dua, Bali. Ternyata kartu itu urung dibuat. Mereka malah diinterogasi dengan dicecar pertanyaan mengenai hal-hal yang tidak relevan dan dituduh sering menulis hal yang provokatif. Gugatan juga ditujukan terhadap Panel Antar-Pemerintah mengenai Perubahan Iklim yang digagas PBB (UN Intergovernmental Panel on Climate Change, IPCC). Professor David Henderson dalam tulisannya di Wall Street Journal Kamis (11/10) mempertanyakan keterbukaan dan proses politik dalam forum itu. IPCC yang didirikan tahun 1988 berisikan pejabat pemerintahan dan sejumlah ilmuwan. Sepanjang berdirinya IPCC telah menghasilkan laporan penilaian penting yang dijadikan dasar bagi pengambilan kebijakan mengenai lingkungan hidup negara-negara di dunia. Laporan ini menjangkau isu-isu ekonomi, sains, dan aspek teknis. Laporan terakhir AR4 sebanyak 3.000 halaman dan berisi penelitian 2.000 ilmuwan di seluruh dunia akan selesai akhir Desember ini. Menurut Henderson, dosen Westminster Business School London, keikutsertaan ilmuwan di IPCC membuat forum ini memperoleh kepercayaan besar. Dalam kenyataannya kelompok ilmuwan hanyalah partisipan terpisah dari pusat pengambilan keputusan di dalam IPCC. (E5)

6

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

Pekerjaan Baru di Malam Pergantian Tahun 2008 2:20 AM / Posted by Marwan /

Ketgam: Buku SLHI dipamerkan oleh Presiden SBY saat peringatan hari lingkungan hidup di Istana Negara 5 Juni 2007, foto: DOK KLH

Sehari sebelum pergantian malam tahun baru 2007 ke 2008 (30/12/07), saya sempat diajak ama teman-teman Environment Parliament Watch (EPW) Jakarta untuk main ke Bandung untuk refresing karena selama ini kami terlalu banyak disibutkan oleh berbagai kegiatan di organisasi dan kantor yang membuat pening kepala, jadi ada baiknya main ke daerah Bandung yang terkenal dengan sebutan Paris Van Java serta ke daerah Lembang yang terkenal sebagai daerah agrowisata di Jawa Barat.

Kami sudah sepakat berangkat setelah magrib menunggu saya pulang dari kantor LP3ES. Saat tengah menyiapkan diri dengan berbagai perlengkapan yang akan saya bawa ke Bandung.Tiba -tiba HP saya berdering ternyata dari IGG Maha Adi, kawan saya seaktifitas di Green Press Jakarta yang saat ini bekerja sebagai jurnalis di Majalah Tempo. ”Wan saya minta bantuan nie, karena hanya kamu yang bisa bantu saya,”kata Adi. ”Bantuain apa Bang,”tanya saya. ”Gini Wan saya diminta oleh Henri Bastaman (Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup) ngerjain buku Bunga Rampai pertemuan Konferensi Perubahan Iklim (UNFCCC) Bali. Saya udah rekomendasikan namamu sebagai tim yang akan ngerjain buku itu,”kata Adi. ”Gimana ya Bang, sekarang saya lagi siap-siap nie menuju Bandung,”kata saya. ”Tunda aja dulu Wan, bantuin saya, sekarang saya masih di Bali, gila nie saya diminta menyelesaikan buku itu tanggal 2 Januari 2008.”Jadi tolong bantuin. Sekarang saya masih di Bali, besok tolong kamu wawancarai ibu Nelly ya.”pinta Adi. Akhirnya saya ngambil keputusan tidak ikut Bandung, demi membantuin Adi. Malam itu saya diarahkan Adi agar besok mewancarai Ibu Nelly, (Ketua Tim Delegasi RI dalam UNFCCC) seputar kronologis mulai dari penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggarakan konferensi 7

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

perubahan iklim, proses atau dinamika sidang Konferensi Perubahan Iklim di Bali hingga hasil yang dicapai. Alasan saya tidak ikut ke Bandung selain karena alasan bantuin Adi ngerjain buku, malam itu juga kondisi badanku lagi kurang sehat (masuk angin). Syukur teman-teman EPW (Dudy, Ardi, Rudi dan Yusro) memaklumi keputusan saya untuk tidak ikut ke Bandung.”Nggak pa pa bang,”kata Dudy saat saya bilang nggak bisa ikut ke Bandung. Ini merupakan kesempatan kedua kalinya saya dilibatkan dalam pengerjaan buku lingkungan hidup yang terbitkan Kementeri Lingkungan Hidup (KLH), sebelumnya saya juga sebagai tim editor Buku SLHI (Status Lingkungan Hidup Indonesia) 2006 yang terbitkan pada pertengahan 2007. Malam itu saya langsung kontak staf Ibu Nelly namaya Mbak Upik untuk dibuatkan jadwal ketemuan dengan ibu Nelly, Setelah itu, saya berupaya kontak Ibu Nelly, akhirnya ibu Nelly bersedia meyediakan waktunya besok hari jam 9.00 WIB untuk di wawancarai. Esok harinya saya langsung meluncur ke rumah ibu Nelly di Daerah Bintaro Sektor 3 Jakarta Selatan. Alhmadullillah sebagian informasi seputar UNFCCC saya bisa peroleh dari penjelasan ibu Nelly. Usai wawancarai ibu Nelly saya langsung menuju hotel Mahakam di Blok M untuk ketemu pak Henri Bastaman guna membahas pembuatan buku itu. Dari penjelasan pak Henri ternyata KLH merancang empat buku yang akan terbitkan terkait dengan Kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) yang diselenggarakan pada tanggal 3-15 Desember 2007 lalu. Buku itu akan dibagi empat judul yaitu 1) Report kronologis berdasarkan kegiatan berlangsung baik sisi penyelenggaraan maupun subtansi isi, 2) Rekaman dari para pelaku (Presiden COP 13, Presiden RI, Sekretaris UNFCCC, DELRI (Dele gasi RI)), 3) Buku Bunga Rampai Konferensi Perubahan Iklim yang akan berisi macam catatan kejadian dala m konferensi Perubahan Iklim di Bali seperti Emil Salim diteriaki Komprador saat berkunjung ke Kampung CSO (NGO), Yvo De Boer tiba-tiba menangis di arena konferensi dan lain-lain, dan terakhir (4) Buku yang bercerita tentang hasil kesepakatan yang tercapai di UNFCCC Bali terhadap negara berkembang dan negara maju. Bagi kami ini adalah pekerjaan besar, yang membutuhkan tenaga, pikiran dan waktu. Nah buku yang pertama yaitu Buku Report UNFCCC itu menurut pak Hendi, dealine harus selesai tanggal 2 Februari, karena pak Menteri Lingkungan Hidup (Rachmat Witoelar) akan menghadap Presiden SBY. Akhirnya kami harus kerja ekstra agar bisa selesai sesuai dengan dealine yang diberikan ke kami. Bagi saya dan Adi ini pekerjaan gila. Tapi karena kami udah komitemen membantu, meskipun kami harus mengobarkan waktu malam tahun baru kami demi mengerjakan buku tersebut. Karena kan kita harus memulai tahun baru dengan penuh semangat baru agar apa yang kita cita-citakan di tahun baru 2008 ini bisa tercapai. (Marwan)

8

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE-

: Melinda Rachman : 21 April 2009, pukul 10.13-12.09 WIB : online, via Yahoo Messenger :1

dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

helo challida ya yup..silakan panggil aku rani challida tuh nama depanku resmi banget :P oh rani, oke2 hehe, kenapaaaa rani, kenalan dulu ya mel.. namaku rani, aku lagi ngerjain tesis nih..ambil tema tentang penggunaan internet untuk aktivisme lingkungan aku tinggal di jogja, kuliah di UGM yaaa, aku melinda, 16tahun, mau nanya apa? jangan susah susah yaaaa hehehe :p ga lah..ngobrol aja.. kamu masih sekolah mel? Iyaps, 2 SMA ceritain dong tentang Go Green.. kapan mulainya, gimana awalnya oke, awalnya waktu aku SMP udah punya blog, Lala (yang satu lagi) juga udah aktif ngeblog, terus suatu hari aku nemu artikel tentang penggundulan hutan kalimantan di majalah Gadis, aku tulis lagi di blog aku, syukur banget tulisan aku itu banyak yang berkomentar, Lala liat, dan tiba tiba dia ngajakin aku bikin blog khusus membahas global warming itu, khusus di Indonesia trus? akhirnya bikin deh, tebentuk 2 februari 2008 awalnya iseng iseng aja, sekedar tulisan, pokoknya semua sumber, koran majalah, buku pelajaran, pemikiran sendiri, di tuangkan semua ke blog itu ga nyangka banyak banget yang dukung, nah dari situ kita lebih serius lagi, sampai sekarang 1

dikeroyok:

ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok:

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

tapi intinya kita mendukung lewat tulisan aja kok cocok buat yang bikin skripsi dll soalnya kalau kita terjun langsung suka ga pas waktunya, akunya masih sekolah, lala harus kuliah, gitu.. hehe udah kayak pidato ya haha hubunganmu ama lala apa? Temen? temen aku, temennya dia juga, dikenalin deh, iya temen waktu awal ngeblog pas SMP, itu kamu umur berapa? waktu itu ngeblognya soal apa aja? aku umur... 14 tahun.. 3 SMP blog aku ya bersifat pribadi aja, kadang ngomongin diri sendiri, kadang ngomongin kejadian2 di berita, Lala juga sama.. yang bikin tertarik nulis tentang isu lingkungan apa? apa karena ada pengalaman pribadi mungkin hmm pertamanya emang prihatin, banyak yang kontra malah, ada yang bilang 'ngapain sok sok ngurusin lingkungan, lulus aja be lum becus' tapi sete lah kesananya, emang ngerasain juga misalnya satu hari panaaaaas banget, menit berikutnya hujan cerita dong pertama kali kenal ma internet tuh gimana? apa emang di rumah ada akses? di rumah emang disediain, ya gimana sih kalau anak2 kan main friendster, facebook hahahaha, tapi kan yah bosen juga, lebih asik ngeblog, istilahnya bisa mencurahkan gitulaaah, hehe..emang ya.. jadi, pertama kenal internet umur berapa tuh? SD? wah kalah dong aku :P SD udah kenal tapi kan sebatas nyari tugas dan itupun dibantu.. internetnya dipasang waktu SMP itu.. belajar sendiri apa diajarin tuh awalnya? akses internetnya? ya make internet..

ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d:

2

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

dikeroyo k: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok:

diajari, waktu SMP juga udah belajar soal internet gitu.. awalnya google, kan dari google bisa akses apa aja, trus yaaaa belajar belajar sendiri, gitu hehe kalo pertama kali kenal blog tau dari mana? internet juga? iyaps, ada temen punya blog, aku baca, seru juga, bikin deh, aku utak atik sendiri hehe mel sekarang kelas baru sih? lagi libur ujian kah? kelas 2, iya kelas 3 kan lagi UAN.. ada lagi raniiii? masih banyak sebenernya..tapi gapapa kok kalo disambung lain kali.. :) masih ada sekitar 20 pertanyaan lagi.. :P oh ga apa2 kok maaf ya.. sekarang juga boleh heheh oke deeh terserah rani kapan oke deh..nyante..aja. Kalo kamu mo off bilang aja ya.. ok..next.. dalam sehari, rata-rata kamu make internet berapa jam? ga nentu sebenernya, rata rata 3 jam sekali pake, kadang juga ga pake sama sekali soalnya jaga mata, sama dimarahin juga sama orang tua haha :p 3 jam udah termasuk semuanya, main, download, share sana sini hehe wah.. berarti selama ini kalo akses emang di rumah ya.. hehe.. maklum banget kita mahasiswa kere sih pada ngenet ya di warnet wah kirain mahasiswa sering banget soalnya kan tugasnya banyak banget yaaa hehe iya akses di rumah, walopun kata orang bebas, tapi menurutku enggak soalnya di tegur teruussssssss :)) biasanya jam berapa aja tuh akses? ada kebiasaan ga? biasanya malam, selain siangnya sekolah+les, malem juga biasanya tementemenku pada online jadi ya sekalian daaaaah haha :D kebiasaan.. hmm. kecanduan yang ada 3

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

weh..tapi pernah ga ngerasain kecanduan? pernaaaah pastinya haha tapi ya kalo emang lagi males, kan pasti mikir 'ah ngapain juga bisa besok besok' yaa bisa ditunda lah, baca novel hehehehk selain nge-net, kamu nonton tv atau baca koran, majalah gitu ga? cerita dong.. nonton tv jarraaaanggg, kecuali kalo ada kartun, kadang-kadang pagi liat berita reportase pagi hahahah :p, majalah ga terlalu, kalo koran ga suka sih sebenernya tapi disuruh ibu baca, dipaksa katanya penting, yaah kadangkadang deh baca korannya hehe.. sammaa..cuma aku agak lumayan kalo nonton berita, tinggal nonton soalnya yoa haha so..balik ke soal blog..biasanya kamu ma lala bagi tugas atau punya kerjaan masingmasing sih? gimana cara kalian "ngelola" blog n cause kalian di FB? yang kelola biasanya Lala, mulai dari tampilan dll, cause juga Lala yang bikin, aku sih biasanya publikasiinnya, bisa ke teman-teman, ke guru, ke mana aja, kalau cause di facebook paling aku invite orang orang aja, dan mereka-mereka juga meng-invite teman-teman mereka, jadi makin rame deh.. trus misalnya kalau ada email dari instans i manapun, siapa yang dapet, ditanyain dulu, diskusiin dulu, baru dijawab emailnya.. sebenernya banyak yang mengundang, tapi beribu maaf waktunya benar benar ga pas, lagipula kita kan baru mengkhususkan lewat tulisan aja,.. kalau untuk tulisan, tetap kalian berdua kan? apa gantian gitu? janjian ga sih kalo mo bikin postingan? nggak, nggak sama sekali, kalau mau nulis ya tinggal nulis aja, iya cuma kita bedua yang nulis, oiya, biasa suka ada yang menyumbangkan aspirasinya lewat email, trus kita tulis kembali ke blog, tetep sumbernya ditulis dari siapa, dimana. oohh... ok.. yang bikin kalian masih bertahan apa? ada motivasi tertentu ga? rani? hoi.. putus kah? raniii udah bisaaa, lanjutt hehe woke..ya itu..tadi aku nanya.. yang bikin kalian masih bertahan apa? ada motivasi tertentu ga? error lg? 4

ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d:

refresh lagi ya.. pemikiran sendiri.gapapa :) lanjut heheheh ok. kalo ada isu hangat juga ditulis hehe paling sering nulis berapa kali dalam sebulan? mungkin rata-rata 2 kali ran.. pernah juga dari berita. kita nulis kalo ada bahan aja. pukul 09. majalah..LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Melinda Rachman : 23 April 2009. 2 tulisan perbulan.. gitu. atau pemikiran orang lain. ide atau bahannya dapat dari mana aja? ada koran.28 WIB : online. si lalanya juga ujian sama sama ujian jadi sempet ga keurus blognya hehe kan pasti suka aja ada halangannya jadi yaaa gitu deeh ehehehhe huehehe.. :P dicariin orang-orang ga di blog? 1 . via Yahoo Messenger :2 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: raniiiii maaf ya lamaaa tadi update apaan dulu ga jelas nih haii... pernah "libur" lama gitu ga? :P pernaaaah haha pas ujian sekolah.. kalo nyiapin tulisan buat go green. direncanain ga sih tiap minggu/bulan mo nulis apa? apa tergantung isu yang hangat aja? nggak kok.03-11.

iyaa makanya kan hehe ibu aku juga suka ngelarang naik motor... 'mana lagi updatean nya?' gitu aja sih ekekek. tp yang jelas kita update juga kadang ga nentu.. bisa di sekolah sekolahan.. tergantung ada bahan. lebih baik naik transport umum. trus kewajiban juga ga bisa ditinggal gitu aja kan. sip sip. hahaha abisnya pada buang sembarangan. oke tuh. tapi belum kesampean hehe.. menurut aku juga ya bisa hemat polusi juga sih hehe kalo yang lewat internet? kan kamu bikin Cause tuh di FB. rame -rama. atau dimana aja.. yang kebayang tuh pengen event apa? tapi kan balik lagi ke kitanya. pake timer.. darimanaaaaaa huhuhu.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: nggak sih. ada yg ngasih saran blabla. tapi palingan ada satu dua orang yang nanya. kalo lewat internet. banyak juga yang ngasih usulan kalo bikin event blabla. gitu. kalo menurut dia hemat uang.emang yang kecil-kecil tuh ngaruh kok kalo dah jadi kebiasaan. selain nge-blog. jadi jam 4 pagi ac nya udah mati. sama mood sih :p heehehhe ada kepengenan lebih ga selain ngeblog kalian mo ngapain? bikin event atau apaaa mungkin? naaaaah kalo event mau sih kita tapi modalnya itu. aku buang sendiri deh sampah mereka seringnya sih begitu heheha trus juga kalo pake ac. mesti ada pendampingnya. suka ga nemu waktu yang sama sama pas. apa lagi tuh yang kamu lakuin buat ndukung bumi kita? kebanyakan nih yaaaa ingetin temen-temen di sekolah buang sampah di tempatnya. trus aku sindir.selain itu? 2 ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: . kayak nanam pohon. jadi ya belum kesampean sih mungkin hal kecil dulu ya..

. global warming itu. emang sengaja kah ambil tema global warming? padahal kan ada juga isu lain misal tentang illegal logging. dan insya Allah kita datang kesana. wuih. event dari menteri lingkungan..mungkin setelah tesis nih kelar :P trus. di dalamnya juga ada illegal logging. kita juga ga maksain kalo harus seperti mereka. nah bisa terjadi pemanasan..iya nih. semua tentang itu. kan awal mulanya ketidaksengajaan gabung sih iya pasti. trus informasi lain yang ga kita dapet.. dll aku rasa global warming induk dari semuanya. dimana sampahnya banyak banget. jadi rame causenya. kalo milis bertema lingkungan. kita ikut.seru tuh. iyaa rani ke jakarta dongg sama sama kita heheheh hehe. ngikutin apa aja? maksutnya gimana? 3 . oiya. tapi sampai sekarang belum ada. belum diklarifikasi lebih lanjut. alhamdulillah :) ada yang ngasih masukan juga di sana misalnya? seperti tips -tips. informasi negara negara lain. bisa mempengaruhi kamu gabung ga di lembaga lingkungan kayak Walhi. masukan gimana kalau adain event. dan banyakan Lala yang mengatur semuanya. dll kalo adanya ilegal logging kan bumi ga punya oksigen lagi. bisa ada disitu.maunya.. WWF atau Greenpeace? atau setidaknya ngikutin milis atau blog mereka? ngikutin sih nggak. facebook kan lumayan ya sekarang yang pake. mungkin kalao Walhi misalnya ada event tertentu. baru undangan lewat email. soalnya kan bahasa kasarnya kita masih cetek lah.. 30 mei nanti kita mau ke pantai Ancol. kayak efek rumah kaca juga.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyo k: hmmm kayaknya cuma cause di facebook.

biasanya mereka kalau punya event baru atau apa. apalagi Indonesia kan terkenal sama hijau nya.... kayaknya sejak SMP . langsung ada tiba-tiba. kesadaran tuh emang mulainya dari yang kecil aku ngerasainnya gitu rani. kalo aku. iklimnya juga bagus. akakakakaa kalo dibilang kesadaran. oke oke. kita bisa tau sendiri dari internet (gatau kenapa bisa gitu haha) ataaaauuuu kadang mereka (Walhi misalnya) yang kirim kita email jadi kita bisa tau kegiatan terbaru mereka. dll. apa adanya.. sejak kapan sih peduli ma isu lingkungan? Padahal kan kamu ma Lala ga ada yang bayar buatt kerjain ini itu :P Cerita dong. ya ga tau juga ya sejak kapan. iya walaupun ga ada yg percaya 'ah paling omong doang' tapi aku gregetaaaaan! hahahaha iya lah :) pokoknya kalo ditanya sejak kapan. hmm kayaknya munafik juga sih ya. lupa juga. btw.. sekalinya liat penebangan hutan liar..nah.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: tadi kan kamu bilang.. biasanya kan mereka punya milis atau situs. langsung miris aja.Apa kamu tahu info kegiatan mereka karena ngikut milis mereka apa gimana? oooh kita ga ngikutin banget-banget ya.. sedih gitu rasanya iya. cocok tanam apa aja tapi malah peringkat 3 besar penyumbang polusi hahaha kan malu aku sih percaya. kita kan ga 'sebersih' yang orang kira maksutnya pasti adalah beberapa hal yg bikin kita ''aaaaah maleeeess' hehe hehe :P kalo aku pribadi sih ya.. sampai disebut khatulistiwa kan... masih belajar juga tuh dari lembaga-lembaga besar itu.. 4 dikeroyok: dikeroyo k: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: .

.... trus ntar diloakin..itu dia..trus kayak ada yang "nendang" di dada... ada yang love on first sight.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: baca artikel gitu soal kerusakan bumi... hahaha trus? padahal kan emang kukumpulin j di satu.... Apa kesulitan yang dialami selama melihara Go Green? 5 . jangan sampai kita nyuruh-nyuruh tapi kitanya malah nggak. susah bikin orang lain untuk ngertiin.. bener2 deh sebeeel banget liatnya orang ga mikirin lingkungan sekitar sedikiiittt aja. yegaaak hehehehe bener banget... maunya mulai dulu dari rumah kita sendiri.kalo kesadaran tuh kayak feeling berarti kan macem-macem cara datengnya.. hmm iya2 bisa wuiih lama juga ya tiap ada kertas malah ibuku bilang.miris tapi ya kesadaran itu buatku kayak feeling.. ya itu kamu bilang... yoyoooi haheahe aa tapi ada juga yang "cinta tumbuh seiring waktu" ciee. walo kecil kayak nota belanja...balik lagi ya. duluu banget ibuku suka heran kenapa aku tuh sukanya "mulung".. tiap kertas diambilin. ga dibuang. :D hebat jugaaaa yah.. ma tukang loak dibawa a ke penadah. berjuang supaya orang ikut kita susah banget kan hehe yang penting kitanya sendiri aja dulu. minimal buang sampah deh itu huhu oke-oke.. iyaaaa bener banget rann...kayak jatuh cinta.kumpulin. hehe.nah penadah nyalurin ke pabrik kertas daur ulang.nih sana..kayak kita kali ya. setelah 3-4 tahun akhirnya ibuku ngikutin..

aku kiranya pengalaman selama nulis itu ran hehehe kalo pengalaman nyenengin dari orang aku pribadi. aku langsung paaaaannnaaaassssss ggrrrr haha tapi aku tahan aja dulu hehe. kalo ada yang ngatain tuh emang ngataian kayak gimana? spesifiknya sih ngatain ke diri kita misalnya yang kayak kemarin itu yang aku bilang pernah ada orang yang bilang 'sekolah aja belum tentu lulus sok sok mikirin bumi. tapi buat S-2 oh s2.. pikirin dulu tuh pelajaran blablaba' bawel banget deh hahaha. dukungan dari orang tua yang bikin aku seneng banget 6 ..LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: kesulitan sih alhamdulillah ga banyak. yang ngatain. oiya sama bahan mungkin yaa..rese banget tuh pelan tapi nancep hehe kalo pengalaman yang nyenengin atau menarik ada ga? hmmm biasa aja ran kayaknya malah ga ada kayaknya hehehe semuanya enjoy kok :D yang biasa tuh misalnya apa? dapet tanggepan dari orang. eh iya ran.. orangtua dukung. tesis itu sama kaya skripsi ga sih? iya. kalau bener-bener lagi buntu suka bingung 'nulis apalagi iniiiiiiiiii' gitu hehe hehe.gitu? hmm tadi kan kamu nanya pengalaman yang nyenengin ya. tapi di luar negeri ya tetep thesis btw...secara lagi nulis tesis. kirain s3 mah tesis haha s3 di indonesia disebutnya disertasi.ngertii bgt. paling hambatannya ya kalau ada yang kontra..

dia setuju-setuju aja.. cepat. artikelnya kan harus selesai jadi ya suka ga enak aja.. jadi biasa kalau aku nulis artikel di internet.gimana tuh critanya? emang tadinya ga dukung gitu? nggak sih.mereka pasti bangga ma kamu :) amin hehehehehe oke. sebagai alat berkomunikasi. chat via internet sama ngobrol langsung ma orangnya? beda mungkin lebih asik ngomong secara langsung lebih cair aja suasana kan hehe udah gitu kalo chat kan capeeeeeek tangan heheheheh :)) sori ya. hehe kan aku suka denger musik juga. tapi kalo ortu udah setuju rasanya bener-bener deh hehe ohya. tapi setelah aku jelasin trus pas ayah ku juga udah liat blognya.bikin tangan kamu capek :P hahahah nggak kok 7 .. download lagu-lagu. mereka suka ngira aku maiiin mulu kerjaannya haha suka ditegur tapi kan gimana. apa keunggulan menggunakan internet dibandingkan lewat telepon.sip. trus berhubungan ke teman juga lebih cepat menurutku. beda ga menurutmu... makasih banyak. menurutmu.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: ranm_d: dike royok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: orang lain juga adaaaa yang dukung. mereka tadinya ga tau.lagi. ada semua. lewat chat karena temen-temenku sendiri banyaaak yang suka online informasi yang ak u mau.... tatap muka ataupun lewat media lain? banyak banget keunggulannya informasi apa aja bisa dapat. jadi ga perlu ngumpet-ngumpet lagi tuh haha wah.

dan ga sehat juga kali ya. oh 3? kirain masih 20 hehehehe :p okeeee Kamu ngerasain ada perubahan ga setelah punya dan melihara go green? perubahan dalam sikap.kebanyakan depan monitor iya apalagi buat mata kan aku pake kacamata juga udah minus 3 aaaaaaaaaaa waaa. aku minus 1.apa sih arti penting internet buat kamu? sanggup ga hidup tanpanya? halah :D hahahahah kalo aku freak of internet ya mungkin bener tapi kan ya kadang suka malesssss malesss apa tuh? internet sih gimana ya. ya ga main internet.25.... katanya kalo mo jadi arsitek sebaiknya jangan silindris nyusahin kalo mo nggambar ooooh gitu. ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: 8 .. ya wajar lah.mel......tapi silindris juga. atau mungkin kebiasaan.... ngapain juga ya selain main facebook hahahaha. pandangan.. kalo dah terlalu sering ya pantes bosen.? mungkin ada tapi ga aku sadari yup. ato kalo lagi pengen baca novel.soalnya sering baca ambil tiduran :P wtesah silinder kan parah ya katanya ya. oke.untungnya juga cuma 1..... lagi pengen di kamar. ngenet itu kan kayak aktivitas kita lainnya. oooo. penting ga penting kalo lagi ada tugas baru penting haha malesnya kalo lagi apa atau kenapa? kadang buat nyalain laptop aja udah malessss banget..tinggal 3 pertanyaan besar lagi..begicu. atau kadang juga mikir.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: eh eh.

internet bisa dipake buat apa lagi sih untuk bantu nyelamatin bumi ini? tes.disini juga agak lemot oke lanjruuttt menurutmu.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: sikap ada pasti kan. yang biasanya bikin petisi online tuh WWF.tes.. ya sikap aku yang bekerja gitu hehe semuanya berkesinambungan... informasi terntunya. tapi Lala pernah ikut semacam demo gitu.. ya? tadi sempet eror ran huhuhu iya.petisi tuh kan surat yang ditandatangani banyak orang bareng-bareng biasanya untuk menyatakan dukungan atau penolakan ngelawan sesuatu oh belum-belum eh bentar. sama akhir ini juga Walhi. 9 .. alat main hehe.. halah hehe oke. tapi Lala pernah ikut aduh aku lupa namanya semacam dukungan untuk indo. kayaknya belum. dari awal bikin aja juga udah 'bersikap' kan istilahnya kalau udah ada sikap mungkin pandangan juga udah ada kalau pandangan aku miris banget ngeliat hal hal negatif kayak sekarang. bisa sebagai alat komunikasi. :) menurutmu. bareng dengan Friends of the Earth aku agak lupa ran hehe petisi kayaknya belum pernah. temen kalo lagi bosen :P pernah ikut petisi online? semacam apa tuh? lomba kah? ga. internet bisa dipake buat apa lagi sih untuk bantu nyelamatin bumi ini? hhmm apa yaaa. Greenpeace..

tapi jelas aku ga bisa ikut dari jogja :P dah kliatan kok fotonya okeeee eh. teriak teriak global warming karena trend.aku juga pernah diajakin.php?aid=45886&id=667676434 ini fotonya dari album dia.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: demo fisik ikut teriak-teriak gitu apa demo di internet? huahaahha nggak mungkin terlihat seperti demo tapi itu semua dukungan hmm sebentar ya aku cari dulu ok Lala pernah ikut global day action dari greenpeace http://www.com/album. tapi lebih baik lagi kalo dilakukan ga cuma pas lagi tren aja.facebook.nah ini aku kirim lagi aja. tapi tiap hari 10 . mungkin krn ga kenal kali ya.. apa-apa karena musim..lalla tuh sibuk ya? kok dari kapan aku minta add di fesbuk dia ga add. mudah-mudahan bisa dilihat oya... cuma ikut-ikutan aja tapi ga meramaikan bagus sih sebenernya.sori.. bilang aku temen kamu :D aku kurang tau deh hehehe tapi nanti aku bisa kok bilang ke diaa okeeee gapapa. ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat menurtumu? menurut aku mereka yang hidup kayak gitu.aku tunggu aja satu lagi ya? eh masih dua lagi ding....

omong doang hmmmmm. aku belum pernah ketemu orang kaya gitu sih hehe jadi belum tau gimana-gimananya menurutku niat dia baik tapi aneh juga ya dia yang napsu tapi dia sendiri yang nggak melakukan.. maksut dan tujuan sebenernya ngapain? kalo dia bisa mempengaruhi orang...tes. balik lagi ke orang itu sendiri. sip 11 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: . sunyi.. iyajuga ya... agak aneh juga....LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dulu aku ngerasain banget banyak banget pamflet-pamflet. kenapa bisa gitu. balik lagi ke semula Apa pandanganmu sama pendapat bahwa kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya. yup. tapi ga bisa dipungkiri juga...setuju :D tapi orang kayak gitu boleh juga laaaah hehehehe paling tidak dia sadar. orang-orang yang pro sama aksi ini bagus malah tapi sekarang udah hampa banget... pasti dari dasar hati (cie) udah ada niat juga karena mungkin ga sih kita bisa mendapatkan semua pengalaman tanpa kita rasakan sendiri. banyak yang suka heboh comment di sana sini soal macem-macem tapi kenyataannya. gimana kepedulian lingkungan di masyarakat kita? tes.terakhir. menurutmu.. walaupun dirinya sendiri belum disadari haha oke. orang yang gembar-gembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) gila abis. ahaha. kalo bagi aku kalau udah memang niat nulis di dunia maya. masa iya dia ga bisa mempengaruhi diri sendiri.

gimana kepedulian lingkungan di masyarakat kita? masih kurang! kalo bisa dibilang ga ada yang sadar sama sekali seenaknya buang sampah sampah menggunung dibiarin aja jadi kita udah kayak temenan ma sampah. di tingkatan masyrakat kecil malah perubahannya mulai bisa milah sampah.. aku bersyukur banget remaja kayak kamu peduli :) berarti masa depan bumi ini. bikin kompos hmmm. apalagi buat masyarakat luas well. haha ih parah juga trus juga bis -bis yang asapnya tebal ga ada kepedulian misalnya uji emisi dulu ohya? sama sekali ga ada prubahan dong dari tahun ke tahun? kalo di lingkungan masyarakat kecil. tapi aku percaya pemerintah udah melakukan yang terbaik tapi kamu masih menyimpan harapan kan? atau dah desperate? . apalagi masyarakat awam menurutku belum.. tapi ya emang masih dikit banget sih persentasenya makanya.. terutama dalam lima tahun terakhir. mungkin berbagi sedikit harapan ya.) nyaris putus asa haha beneran deeh capeeeekkkk teriak-teriak di sekolah aja dikit yang denger.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: apalagi? menurutmu. terutama Indonesia.. ga parah-parah banget :D 12 .sebenernya banyak kok perubahan.

... ada ym tenang sajalaah hehe hehe... ada hape.biar ga gampang putus asa.. nah. thanks banget ya.take care.) stay in touch ya okeee mudah-mudahan sukses good luck yaaaaaa oke ada fb. mempengaruhinya...dah ngeluangin waktu ngobrol ma aku ntar aku kabar-kabarin deh kalo tesisku dah kelar . susaah banget aku udah ngerasain soalnya... gunanya teman dan jaringan kan ya itu.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: haha makasih yaaaaa mudah-mudahan bisa seterusnya ya raaaan iyaaa...met jalan. nah iyaaa menularkannya. :D yang paling susah dari menularkan kebaikan itu kan memelihara semangat..iya :D aku juga mau off mau siap-siap pergi :D oke deh.ngingetin kalo kita dah mulai capek. 13 .. putus asa hahaa yup..keep the spirit lah ya Mel.

4. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Tentang Anda dan Internet 1. tatap muka langsung ataupun lewat media lain? Keunggulan komunikasi lewat internet adalah kecepatan respon dan legalitas bukti pembicaraan. latar belakang pendidikan) Pekerjaan saya sehari-hari adalah manajer administrasi. “berpisah” dari internet? Internet lebih banyak untuk pekerjaan. untuk keperluan apa saja) Menggunakan internet di kantor dan rumah. ekonomi dan IT dari Purdue University di Amerika Serikat. kegiatan sehari-hari. Apa makna atau arti penting internet untuk anda? Secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga. dsb. Secara pribadi atau saat cuti bisa berpisah dari internet tetapi untuk pekerjaan sulit karena banyak hal yang melalui email. Dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah hidup atau cara kerja Anda selama ini (Sebelum? Sesudah?) Internet memudahkan dan mempercepat mendapatkan informasi dan komunikasi dengan orang lain 5. legal dan IT di perusahaan pakan ternak di Jakarta. contoh bila melalui email. Ceritakan bagaimana Anda mengenal internet. keuangan. (sejak kapan. Apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan lewat telepon. 1 . Bagaimana Anda sehari-hari menggunakan internet? (berapa jam sehari. Diterima tanggal 21 April 2009. motivasi atau tujuan awal menggunakannya) Belajar internet saat kuliah karena keharusan untuk email. diajari/belajar sendiri.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 Jawaban dari Michael Dharmawan. akses dari mana saja. 3. Latar belakang pendidikan adalah manajemen. 6. tugas sekolah. Tolong ceritakan tentang diri Anda (pekerjaan. 2.

sejak kapan. apakah berpendidikan/tidak. Tanggapan orang cukup baik (dapat dilihat dari komentar di bagian About di blog) 2. 6. bagaimana tanggapan orang) Memulai blog sejak Januari 2007. (misal. kaya/miskin. dll. Selain itu banyak sekali orang yang tidak peduli. 4.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 Tentang Aktivitas Anda terkait Isu Lingkungan 1. Ide dari diri sendiri. Apakah menurut Anda. pengunjung ke blog lingkungan dan acara-acara lingkungan. Ceritakan tentang blog dan milis Anda. Saya hanya menulis saat ada waktu senggang. dapat ide atau bahan tulisan dari mana. Dalam mengelola blog lingkungan anda. Bahan banyak dari observasi sehari-hari dan bahan lainnya seperti buku. Kadang ada juga saat-saat malas menulis karena saat awal memang semangat tetapi saat sudah begitu banyak orang yang membaca setiap hari maka akan ada tekanan untuk menulis. Terlihat dari orang-orang yang semakin banyak naik sepeda. Apa yang memotivasi Anda memiliki dan mempertahankan blog/ milis tersebut? Motivasi awal adalah untuk melatih menulis karena dibutuhkan dalam pekerjaan dan untuk hal ini mencari topik yang disenangi secara pribadi. Tetapi masih jauh lebih banyak lagi yang belum mengerti. Bisa ceritakan “sejarah” atau alasan sehingga Anda dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? Lihat pertanyaan sebelumnya 5. a kesulitan yang dialami selama ini? Adakah pa pengalaman menarik? Kesulitannya adalah waktu saat banyak pekerjaan yang menyita waktu. 3. tetapi hal kecil ini bila dilakukan bersama-sama dalam jumlah besar akan memiliki impact yang sangat besar. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? Masyarakat kita sudah semakin terdidik mengenai lingkungan. Jadi dengan semakin besar pembaca blog. semakin berat tanggung jawabnya. 2 . Kenapa memilih isu lingkungan? Dipilih tema lingkungan karena begitu banyak orang yang bicara tentang lingkungan. Jadi banyak orang lebih mau bicara yang besar-besar tetapi tidak bisa diimplementasikan. Tujuan blog Aku Ingin Hijau adalah memberikan ide mengenai hal-hal kecil yang dapat dilakukan siapa saja. mengkritik pemerintah dan perusahaan mengenai lingkungan. koran dan internet. tanpa memiliki niat untuk merubah diri sendiri.

Bagaimana pendapat Anda bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia. Untuk orang yang hanya nge-trend sesaat pun tidak masalah karena mudah2an saat dia lagi mencoba trend ini. maka dia sudah menularkannya ke orang lain dan orang lain itu bisa lebih permanen. para pembaca dapat saling berinteraksi. Oleh karena itu blog Aku Ingin Hijau adalah dalam bahasa indonesia karena memang ditargetkan khusus untuk masyarakat indonesia sehingga mereka lebih mudah mencari info dan berinteraksi dengan pembaca lainnya. Dengan harga internet dan infrastruktur yang semakin baik maka penyebaran melalui internet akan semakin lama semakin baik. Tetapi tetap efektif karena dari penyebaran ini. hal ini dapat ditularkan melalui word of mouth di rumah atau kantor. orang akan semakin berfikir bahwa hal ini sangat perlu dan tidak bisa sesaat. Selain itu dengan adanya perubahan iklim yang dapat kita rasakan bersama. Bila efektivitas dibandingkan televisi misalnya. 10. hal ini akan lebih baik karena di televisi atau radio hanya diberi ruang waktu yang terbatas sehingga hanya orang yang dapat melihat hal itu pada jam yang ditentukan bisa mengerti. contohnya seseorang membaca ide di internet. maka akan lebih mudah ditulis dan disebar melalui internet daripada bicara satu -per-satu ke semua orang. 8. maka kehidupan offline kita malah dibawa online sehingga teman-teman semakin mengetahui 3 . sehingga kalau akhirnya sudah terbiasa hijau. Di internet. Apakah menurut Anda kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya. Selain itu juga dengan blog contohnya. kampanye lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? Memang pengguna internet masih sangat rendah. informasi itu akan selalu ada dan dapat diakses kapan saja. Menurut Anda. 9. Selebihnya masyarakat yang lain akan tidak mendapatkan informasi yang sama. Tetapi dengan teknologi yang ada maka kehidupan online dan offline semakin bergabung contohnya adalah dengan adanya website sosial seperti facebook.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 7. Selain itu ide ini dapat diakses dari manapun sehingga tidak hanya di satu tempat. sehingga ide ini akan mengalir ke banyak bagian masyarakat. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? Internet bisa sangat efektif karena bila kita ada suatu ide kecil yang dapat diimplementasikan sehari-hari. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? Gaya hidup hijau bisa menjadi trend sesaat untuk orang yang memang hanya ingin mengikuti trend. akan bisa selamanya hijau dan malah menularkan. Tetapi trend ini lebih banyak ke arah kebiasaan. Sehingga jauh lebih cepat penyebaran idenya. orang yang gembar-gembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) Bisa saja.

Membuat blog pun kita memiliki identitas kecuali identitas itu disembunyikan sehingga kehidupannya terpisah dan tidak diketahui orang lain. 4 .LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 apa yang kita perbuat dan terus te rupdate.

mungkin kolaborasi juga dengan organisasi lain untuk acara yang lebih konkrit.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #2 Jawaban dari Michael Dharmawan Dikirim via body e-mail. artikel juga suka diambil tanpa menulis narasumber hingga akhirnya diforward email ke mana-mana. dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk > menyebarkan informasi/ menyelamatkan lingkungan? 2. maunya sih membangun komunitas di poin 2. kalau ada waktu dan kesempatan. 2009 6:52 AM From: "Michael Dharmawan" <mdharmawan@akuinginhijau. kira2 begitu jawabannya. kurang ada waktu. untuk milis greenlifestyle > Menurut Anda. Dukanya adalah kadang kurang ada inspirasi untuk menulis. :) tx. voting dalam petisi online.com 2009/5/7 challida hikmarani <ranm_d@yahoo. ini daftar pertanyaan lanjutan: > Selain memiliki sebuah blog dengan isu lingkungan. donasi lewat e-banking. tidak hanya virtual saja. michael 1 . nyampenya ke saya lagi.com>: > Dear Michael.org> To: "challida hikmarani" ranm_d@yahoo. bukan attachment. agak pendek2 karena memang pertanyaannya sudah semakin sulit nih. apakah Anda juga > memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? > (Misalnya. > Tolong ceritakan suka duka Anda selama mengelola AkuInginHijau. berlangganan > milis bertema lingkungan. gabung dalam komunitas volunteer via > internet/milis) Tolong ceritakan! 1. tampil di media massa. berkolaborasi dengan salah satu > gerakan atau organisasi lingkungan. apa yang paling ingin Anda > kembangkan dari AkuInginHijau? (Misalnya. 3. membuat event > bersama) 4. (kalau blog aku ingin hijau belum :) ). Diterima tanggal 13 Mei 2009. ya. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Re: Pertanyaan Lagi Wednesday. sukanya kalau bisa mendapat komentar bahwa artikel itu bermanfaat dan benar-benar dilakukan. seminggu setelah pertanyaan dikirimkan peneliti. kadang ada waktu tapi tidak ada inspirasi. May 13. internet dapat digunakan untuk membangun komunitas yang pada akhirnya dapat melakukan sesuatu yang konkrit bersama-sama. > Bila Anda memiliki waktu dan kesempatan lebih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful