PENGGUNAAN INTERNET OLEH AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA

TESIS Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-2 Program Studi Ilmu Politik Minat Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

diajukan oleh: Challida Noor Septina Hikmarani 07/259545/PSP/3056 kepada

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2009

MY GRATITUDES

Subhanallah, Alhamdulillah, segala puja dan puji ke hadapan Allah Subhana wa ta’ala. Segala rasa syukur atas saya panjatkan atas rampungnya amanah belajar ini. Saya ucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang sudah mendukung proses ini selama dua setengah tahun terakhir. Kepada Bapak dan Ibu, yang sudah mendukung sepenuhnya, secara finansial dan emosional, dengan doa yang tak henti-henti, mengawalku sepanjang perjalanan ini. Teruntuk Ninik dan Nia, yang sudah bersabar, dan menemani hari-hariku dengan tawa dan kebahagiaan. Untuk Ichaq, kekasih tercintaku, yang sudah bertahan hari demi hari dalam penantian. Akhirnya kita bisa benar-benar bersama Sayang! Untuk Bapak, Ibu, dan Dhek Yulan di Wonosobo, terima kasih untuk semua dukungan dan doa. Kepada Mas Nunung, yang tak pernah henti percaya. Untuk Bang Abrar dan Mas Ngurah, atas masukannya untuk tulisan saya dan bantuannya selama ini. Teruntuk keluarga besar Jurusan Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM, terima kasih selalu membuka pintu untukku. Dadok, Pulung, Mas Adam, Ina, thanks always Guys! Untuk Mbak Okta, yang sudah bekerja dengan sepenuh hati untuk kami para mahasiswa S-2 yang sering sekali merepotkan. Untuk sobat-sobatku, thanks a bunch! Hayu, Adit, Dendi, Ikie, terima kasih sudah bersedia berbagi darah muda kalian untukku, hehe... You have no idea how much that means to me... Terakhir, untuk semua yang sudah pernah mendoakan dan mendukungku, semoga Allah SWT membalas perhatian dan kemurahan hati kalian dengan kebaikan berlipat ganda.

Yogyakarta, 21 Desember 2009

ataupun sarana pencapaian tujuan-tujuan ekonomi. Mengapa mereka melakukan sesuatu yang membutuhkan banyak energi tanpa dibayar. internet menjadi jembatan untuk menghubungkan diri dengan orang-orang yang memiliki hasrat dan ketertarikan serupa. Termasuk saya. Dalam pembicaraan saya dengan salah satu informan. tulisan ini ingin menggambarkan bagaimana internet sebenarnya dapat digunakan untuk berbagi pengetahuan dan membangun kesadaran serta kepedulian bersama. Saya ingin mengerti karena saya ingin dapat menularkan semangat atau motivasi itu. Tanggapan saya rupanya membuat informan tersebut tertarik untuk menanyakan hal yang sama pada dirinya. Saya katakan bahwa saya ingin tahu dan memahami alasan dan motivasi para aktivis lingkungan yang sering saya ditemui di dunia mata. percakapan. Berangkat dari kondisi inilah saya memilih topik penulisan tentang penggunaan internet dan aktivis lingkungan. 22 Desember 2009 Penulis . Sebuah kondisi yang semoga dapat terwujud seiring kematangan bermedia dan berinternet masyarakat Indonesia. Apapun itu. Ilustrasi sederhana di atas hanyalah gambaran bagaimana internet dapat didekati sebagai sebuah wadah pertemuan. yang banyak menggunakan internet untuk memperoleh informasi lingkungan. Yogyakarta. ekspresi diri. saya mengungkapkan maksud atau niatan awal dalam menyusun tesis ini. dan sekaligus pembelajaran. setiap penggunanya dapat memilih untuk memposisikan internet sebagai apa. Entah sebagai alat komunikasi. Berangkat dari sudut pandang senada.KATA PENGANTAR Internet saat ini telah menjadi bagian keseharian dari banyak anggota masyarakat Indonesia. Bagi sebagian penggunanya.

.......................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ...................................................................vi DAFTAR TABEL....................................................... 20 3...... Pendekatan Uses and Gratifications dan Social Action untuk Mengkaji Internet ................................................... B............................................................................................ 3 Kerangka Pemikiran ......... 3 Tujuan dan Manfaat Penelitian ............................................................... D......................xi ABSTRACT....... 4 2....................ii SURAT PERNYATAAN ..................................... 25 E...................................... 19 2................. 24 Batasan Pene litian ......................................................................... vi .........................................................xii BAB I.............. 19 1....................................................................... BAGAN.................................................................. Metode Penelitian ....... Internet dan Masyarakat Sipil .......v DAFTAR ISI .................................................................................... 15 Metodologi Penelitian ............................................................................. Teknik Pengumpulan Data ........................................... Teknik Analisis Data .....................iii UCAPAN TERIMA KASIH .................................................................................... Latar Belakang ...........iv KATA PENGANTAR ...........ix INTISARI................................................... PENDAHULUAN A............................................................................................... 10 3......................... C........... 3 1..... DAN DIAGRAM ............................. 1 Rumusan Permasalahan ......... 23 5............................ i HALAMAN PENGESAHAN ................ Pemilihan Informan ................................... Jenis dan Sifat Penelitian .......................................... 21 4...................... F........................................................................................................................................................................................................ Internet sebagai Objek Kajian Ilmu Komunikasi ..................

................................................ 93 1......................... C......... Penjelasan Atas Kemunculan Gerakan Lingkungan ................................................ 71 5.... Gerakan Lingkungan Hidup di Dunia .. 115 B......................................... Armely Meiviana ................................................................BAB II........ BAB IV........... 109 Penggunaan Internet Secara Umum ....... Proses Penelitian ............................. 42 Penggunaan Internet oleh Masyarakat Sipil ............................................... 82 Aktivisme Lingkungan Hidup dan Internet ........... 105 5.............. Sejarah Gerakan Lingkungan ........... Ade Fadli ...................... 98 Profil Informan ........................................................... ANALISIS DAN TEMUAN A.......... 86 1............................................... E............................ Michael Dharmawan ............... Gerakan dan Aktivisme Lingkungan Hidup ... 113 Penggunaan Internet untuk Aktivisme Lingkungan ........................ 114 1.... Internet di Indonesia .......... E..... 61 1................................................................................ Djuni Pristiyanto ........................... 99 2..... Melinda Rachman .......... 101 3......................... 86 2....................... Tujuan Penggunaan Internet .......................................... Pengolahan Data ....................................................................... Taktik dan Metode Aksi Gerakan Lingkungan ............................................ 62 2........................... 111 1.... 115 2........................... 107 6............ 103 4............................................................................... 73 6............ Waktu dan Kebiasaan Penggunaan ............................. Persepsi terhadap Internet .................. 27 Pengguna dan Penggunaan Internet .............. 80 Gerakan dan Aktivisme Lingkungan Hidup di Indonesia ............................... Penggunaan Internet dalam Gerakan Lingkungan ............... Keragaman dalam Gerakan Lingkungan ....... Awal Perkenalan dan Penggunaan Internet .................................. B........................................ 32 Pengguna dan Penggunaan Internet di Indonesia ........................... D.. Karakteristik Aktivis Lingkungan .... Latar Belakang dan Motivasi ...... Penelusuran dan Penentuan Informan ... 48 Penggunaan Internet oleh Masyarakat Sipil di Indonesia ........................... C.................................................. Gerakan Lingkungan dan Media ............. Definisi Gerakan Lingkungan .................................................................. Marwan Azis . 56 BAB III............. C............. 78 7.. 65 3........... 68 4.. 93 2....... 96 3......................................... Proses Wawancara ..................................................................................................................................... 111 2................................. AKTIVIS DAN GERAKAN LINGKUNGAN HIDUP A........... 112 3.................... 99 1........................... D......... vii ....................... 87 B......................... PENGGUNAAN INTERNET A.

.................. Kesimpulan ....................................... 122 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN: • • • Daftar Milis Lingkungan Surat........... 119 BAB V.3.................................... Saran .........................menyurat dengan Para Informan Transkrip Wawancara viii ......................... PENUTUP A....... 121 B................................................ 4.......................... Bentuk-bentuk Penggunaan ............... 116 Sifat Penggunaan Internet ...........................................................

1....... Bagan 4. Gambar 4.... 108 Tampilan Blog Aku Ingin Hijau .......................1............................................ Gambar 4........................................5......... Tabel 3............................................... 44 Penggolongan Penggunaan Internet oleh Aktivis Lingkungan .........2.....DAFTAR DIAGRAM...1.......... Tampilan Blog Timpakul ........ 1996) ........ 102 Tampilan Milis Greenlifestyle ................................................ Gambar 4........................................ 102 Tampilan Milis Lingkungan .. 106 Tampilan Blog Go Green .............. Gambar 4............................4. 76 Bagan Bagan 2............1.. Gambar 4........ Gambar 4......... Perkembangan Jumlah Pelanggan dan Pemakai Internet Indonesia (kumulatif) .................119 Gambar Gambar 4.. 104 Tampilan Blog GreenPress ............................................... 43 Spektrum Pemikiran dalam Gerakan Lingkungan (dalam Garner....... Peningkatan Jumlah Pelanggan dan Pengguna Internet di Indonesia .............6.. DAN GAMBAR Diagram Diagram 1.. BAGAN...........8..1................ 110 ix ...........................1.... 14 Tabel Tabel 2............................................................................................. TABEL............ Model Tindakan Sosial atas Penggunaan Media .................................... Gambar 4...............................3...........100 Tampilan Blog Greenlifestyle .......7............ 103 Tampilan Blog Jalan Setapak .................................

Penelitian deksriptif ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam. saling berkaitan erat dan tidak dapat dianalisis secara terpisah. Dimensi seperti status dalam keluarga. jenis pekerjaan. sebagian mengelolanya secara individual dan sebagian lagi mengelolanya secara kolektif. kualitas pendidikan. serta aktivitas keseharian lain dari pengguna turut mempengaruhi bagaimana seseorang menggunakan dan memposisikan internet dalam kehidupannya. Dalam pengelolaannya blog-blog dan milis. Penggunaan internet para aktivis tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor psikologis dalam diri mereka sebagai pengguna tetapi juga oleh dimensi-dimensi sosial yang melingkupi kehidupan mereka. blog. Kata kunci: penggunaan internet. sosial.lingkungan.nilai pro. xi . dan menjadi alasan seseorang menggunakan internet –dalam konteks ini. terutama untuk mendukung isu lingkungan– dapat berasal dari diri sendiri dan juga datang dari adanya situasi-situasi ekonomi. mudah. terutama waktu luang.milis tersebut. memotivasi. mereka meyakini bahwa internet berperan penting dalam penyebarluasan nilai. Sejalan dengan kerangka konseptual Uses and Gratifications dan Model Social Action. ditemukan bahwa kekuatan awal yang mendorong. Pilihan pengelolaan umumnya berhubungan dengan pilihan pribadi dan keterbatasan sumber daya. dan populer. Dalam prakteknya. Kedua bentuk tersebut dipilih karena lebih hemat.informasi lingkungan.lingkungan. Secara umum.INTISARI Penggunaan Internet oleh Aktivis Lingkungan Hidup di Indonesia Challida Noor Septina Hikmarani 07/259545/PSP/3056 Riset ini menggambarkan bagaimana praktek-praktek penggunaan internet oleh aktivis lingkungan untuk mendukung nilai-nilai pro. milis. baik sebagai perseorangan maupun dalam konteks dirinya sebagai aktivis atau pemerhati lingkungan. ditemukan bahwa penggunaan internet para informan. aktivis lingkungan. para aktivis dalam penelitian ini menggunakan blog dan milis sebagai senjata utama untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan informasi. social action model. dan politik yang berlangsung di sekitar pengguna internet tersebut. uses and gratifications. Lepas dari itu.

the activists which became informants of this study fully believe in the internet’s important role in disseminating environmental values. especially in allocation of time to manage the blogs and mailing list. These ways are chosen due to limitations in resources. types of occupation. They manage those blogs and mailing list in certain ways. is highly interconnected and cannot be analyzed separately. environmental activist. some others manage it collectively with friends in their community. several of them manage it individually.ABSTRACT Internet Use by Environmental Activists in Indonesia Challida Noor Septina Hikmarani 07/259545/PSP/3056 This study describes the practices of internet use by environmental activists in Indonesia to support environmental values. it is found that the informants’ internet use. Keywords : internet use. mailing list. This descriptive research uses in-depth interview as a data collecting technique. and political conditions surrounding them as an internet user. weblog. and daily activities can contribute into how they use and position internet in their lives. social action model. whether as an individual or in the context of themselves as environmental activists.where the initial force and motivations of their internet use can be sourced form themselves and also from other economics. Above it all. social. Dimensions such as their status in the family. these activists use weblog and mailing list as their primary tools to introduce and disseminate environmental informations. uses and gratifications. The activists’ internet use is not only determined by psychological factors within themselves as an internet users. xii . education attainment. This finding is in coherence with the conceptual framework used in the research -Uses and Gratifications and Social Action Model. In general. In practice. but also by the social dimensions around them.

mailing list. e-mail dan weblog) dan baru dilakukan oleh sejumlah tokoh-tokoh tertentu saja. Terlebih lagi. Hal ini terutama terkait dengan salah satu kemudahan yang ditawarkan internet. yakni kecepatan dan kemudahan berkomunikasi. aktivisme online yang terjadi tampaknya masih terbatas pada bentuk-bentuk tertentu (misalnya. Keinginan untuk mengisi kesenjangan pengetahuan inilah yang menjadi salah satu kekuatan pendorong dalam penelitian ini. pekerja dari organisasi lingkungan maupun aktivis lingkungan perseorangan (non-afiliasi) sama-sama aktif bekerja mengkampanyekan beragam isu lingkungan hidup di Indonesia. sosialisasi.isu lingkungan di Indonesia. Kondisi kontradiktif ini menjadi menarik untuk dikaji mengingat keberadaan dan penggunaan internet selama ini kerap dihubung-hubungkan dengan kesetaraan individu untuk terlibat secara aktif. terutama penggunaannya oleh aktivis lingkungan memang belum berlangsung lama.BAB I PENDAHULUAN A. koordinasi. dan mobilisasi orang maupun informasi dalam berbagai aktivitas mereka. Para aktivis ini umumnya memanfaatkan beragam fasilitas seperti e-mail. dan webpage untuk melakukan organisasi. penggunaan internet oleh LSM ataupun organisasi masyarakat sipil di Indone sia dinilai telah mampu mendukung dan mendorong kerja organisasi. Dalam kasus gerakan lingkungan hidup. belum banyak kajian ataupun penelitian yang membahas pemanfaatan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia. sehingga wajar bila belum banyak keragaman bentuk dan pengalaman 1 . dan tidak sedikit dari mereka yang menjalankan program tersebut melalui internet. weblog. dari pengamatan pendahuluan terhadap sejumlah situs (website) dan mailing list lingkungan hidup Indonesia. Namun. Secara umum. LATAR BELAKANG Gagasan awal penelitian ini berangkat dari pengamatan sederhana peneliti atas berbagai aktivitas dunia maya yang dilancarkan oleh sejumlah aktivis lingkungan Indonesia. Penggunaan internet terkait isu.

Tidak sedikit dari mereka yang terus mengujicobakan cara-cara terbaik untuk mengoptimalkan fasilitas internet dalam upaya menyentuh dan melibatkan publik. Secara tegas dapat dikatakan bahwa penelitian me ngenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia belum pernah dilakukan sebelumnya. penelusuran akan difokuskan pada penggunaan i ternet oleh n aktivis lingkungan dalam mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia. Hal ini tentunya menjadi keresahan tersendiri bagi para aktivis serta pengurus organisasi-organisasi lingkungan hidup di Indonesia. 2 . Namun. oleh organisasi non-profit atau non-pemerintah serta masyarakat sipil telah banyak dilakukan di sejumlah negara. Berangkat dari keingintahuan teman-teman aktivis inilah peneliti menempatkan arti penting penelitian ini. yang tampaknya belum cukup menyebar dan menyentuh masyarakat umum. Dalam penelitian eksploratoris ini. Gambaran ideal penggunaan internet untuk membangun masyarakat sipil dan memperkuat demokrasi barangkali terlalu jauh untuk dikaitkan. Kelangkaan bahan kajian juga tampak jelas untuk kasus penggunaan internet oleh organisasi maupun aktivis yang bergerak dalam isu lingkungan. Penelitian mengenai penggunaan media baru. tetapi masih sangat sedikit yang membahas hal tersebut dalam konteks Indonesia. komunikasi.berinternet yang muncul. khususnya internet. sebagai sebuah kajian awal adalah penting untuk mengeksplorasi bagaimana aktivis lingkungan sebagai individu memanfaatkan internet sebagai media komunikasi baru. dalam lingkup yang lebih luas.isu lingkungan secara lebih luas juga terkait dengan masih rendahnya kesadaran lingkungan. serta aktivisme dalam masyarakat sipil membantu mendorong tingkat partisipasi publik dalam kehidupan sosial politik secara lebih luas. Oleh karena itu. Keterbatasan pemanfaatan internet dalam isu. Kajian ini secara pragmatis diharapkan mampu menjadi masukan bagi aktivis lingkungan pada khususnya dan gerakan lingkungan hidup di Indonesia pada umumnya. yakni untuk m emahami bagaimana i ternet dipergunakan untuk n menunjang aktivisme lingkungan di Indonesia. kajian empiris atas penggunaan internet oleh aktivis dipandang penting dan perlu dilakukan sebagai batu pijakan untuk memahami bagaimana proses interaksi.

yang berhadapan dengan dimensi teknologis seperti jenis dan kecepatan akses. KERANGKA PEMIKIRAN Internet1 adalah salah satu media baru (new media) yang belum cukup banyak dikaji di Indonesia.B. Namun. RUMUSAN PERMASALAHAN Gambaran-gambaran fenomena di atas menunjukkan arti penting penelitian ini. pandangan yang kedua terhadap internet akan mewarnai pembacaan penggunaan internet sebagai sebuah tindakan komunikatif (communicative action). khususnya internet. D. 2005: 4) bahwa internet mengacu pada dua hal sekaligus. oleh kelompok masyarakat tertentu di Indonesia. Dalam penelusuran sejumlah literatur ilmu komunikasi. internet mengacu pada beragam isi serta aktivitas berkomunikasi dan berbagi informasi yang berlangsung melalui jaringan di atas. Pemahaman pertama berkonsekuensi pada analisis terhadap penggunaan internet sebagai penggunaan teknologi. Kedua. 3 . Pertama. kajian mengenai internet tidak jarang dikaitkan dengan hakekatnya sebagai sebentuk teknologi 1 Pemahaman akan internet dalam penelitian ini berangkat dari pandangan DiMaggio dkk (dalam Flew. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini bertujuan memahami dan menggambarkan bagaimana aktivis lingkungan hidup menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan ( nvironmental activism) di Indonesia. internet sebagai infrastruktur teknis jaringan komputer-komputer dan alat-alat digital lainnya yang terhubung melalui jaringan telekomunikasi berkecepatan tinggi. serta fasilitas yang tersedia melalui internet. terutama dari sudut pandang ilmu komunikasi. Dengan latar belakang yang telah disebutkan maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimanakah penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia?” C. Hasil penelitian ini secara e keilmuan diharapkan menyumbang pengetahuan mengenai penggunaan media baru.

3 Pengetahuan dan kesadaran (awareness) tentang konsekuensi-konsekuensi penggunaan internet akan menjadi salah satu dimensi yang akan digali dari aktivis lingkungan. bagaimana mereka berefleksi tentang manfaat ataupun dampak yang mereka rasakan selama menggunakan internet. Abrar. namun dalam penelitian ini internet lebih dipandang dari sudut teknologi komunikasi. terutama internet. Dalam era terkini. lebih. pesatnya kemajuan teknologi komunikasi semakin mendorong keingintahuan tersebut. Tradisi pertama riset tentang internet menurut Giles (2003: 263) lebih dominan berada dalam ranah ilmu komputer dan memfokuskan diri pada perkembangan mutakhir internet dilihat dari sudut teknologi. baru akhir-akhir ini saja mulai dikaji secara ilmiah. Pavlik.komunikasi2 berikut beragam bentuk dan dimensi-dimensi pengaruh yang dihadirkannya (Pavlik. Giles. Tidak dapat dipungkiri. Sedari awal. kultural. 1. serta masih belum dapat diterka kemana arah perkembangannya (Pavlik. tradisi kedua internet studies berangkat dari ranah 2 Internet juga kerapkali dikategorikan sebagai produk teknologi komunikasi dan informasi (ICTinformation and communication technology). serta dampaknya bagi masyarakat. Sementara itu. 2003). dan psikologis 3 yang pengaruhnya bekerja mulai dari tingkatan individu hingga ke level institusional (Rogers. 2003). Dan meskipun ada persamaan pola-pola penggunaan internet di sejumlah kasus tetapi secara umum pengaruh penggunaannya memiliki beragam bentuk dan tidaklah homogen. Kondisi ini menyiratkan masih sangat terbukanya ruang kajian dan penyelidikan terhadap teknologi komunikasi ataupun media baru. Internet sebagai Objek Kajian Ilmu Komunikasi Kajian mengenai internet (internet studies) memang tidak berakar dari kajian komunikasi. 1996: 315). namun secara aplikatif relatif berguna dan cukup relevan untuk menjawab keingintahuan terkait fenomena komunikasi yang termediasi (mediated communication). 4 . yakni untuk melihat sejauh mana mereka mengenali adanya perubahan atau pengaruh dari penggunaan internet. telepon dan telegraf) selalu dipertanyakan manfaat. 1996. dan bagaimana mereka memanfaatkan pemahaman tersebut untuk beradaptasi atau mengatasi masalah-masalah yang mungkin timbul selama menggunakan internet itu sendiri. kehadiran suatu teknologi komunikasi memang membawa konsekuensi-konsekuensi sosial. kegunaan.lebih lagi dalam konteks Indonesia. kehadiran teknologi komunikasi dalam beragam bentuk penemuan (misalnya. 1986. 1996.

1996: 319-328). Generasi pertama. Pemaparan lebih dalam tentang kajian media baru disajikan Flew sebagai berikut. tapi juga untuk secara aktif terlibat dengan dan di dalamnya. hingga pandangan posmodernis terhadap kemunculan cyberpunk (Giles. dan Douglas Schuler mengedepankan klaim-klaim tentang arti penting internet sebagai sesuatu yang radikal dan transformatif bagi masyarakat. yakni new media studies. pengaruh positif internet ditunjukkan melalui berbagai fasilitas yang tersedia dan mampu menghubungkan berbagai institusi pendidikan. Generasi ini dipandang Flew mewakili pandangan dominan kajian media baru pada awal hingga akhir pertengahan tahun 90-an. mulai dari penggunaan teoriteori sosial terhadap pengaruh media baru terhadap budaya manusia. yang digawangi oleh pemikiran Howard Rheingold. melalui pandangan-pandangan optimistik mereka terhadap potensi demokratis yang terkandung dalam eksistensi komunitas virtual. Generasi kedua ini dapat dijuluki generasi kritis karena lebih banyak mengedepankan kritik-kritik terhadap pandangan generasi pertama. Secara historis. produktivitas. Mark Douglas. Terry Flew (2005:79-81) membagi kajian media baru (new media studies) menjadi tiga generasi. penelitian. Generasi selanjutnya dalam kajian media baru berkembang di akhir tahun 90-an hingga awal tahun 2000. 2003: 264). diantaranya dengan menggugurkan janji-janji 5 . Generasi pertama juga meminta pada para pengguna internet untuk tidak hanya memahami dunia online.keilmuan arts and humanities yang memadukan beragam pendekatan filosofis untuk mengkaji implikasi teknologi. Dalam dunia pendidikan. Pavlik (1996: 315) mengatakan bahwa kekuatan dan potensi positif internet yang diyakini oleh generasi ini adalah potensi desentralisasi dan komunikasi secara lebih meluas (multidirectional communication). dan kepustakaan (Pavlik. dan adaptability. Misalnya. serta peningkatan efisiensi. Sherry Turkle. 2003: 264). Gauntlett menolak tradisi kajian media dan lebih memilih proposisi yang lebih “sexy”. Perkembangan terakhir ditunjukkan oleh kemunculan tradisi ketiga riset tentang internet yang berada dalam ranah media studies dan ditandai oleh tulisan Gauntlett di tahun 2000 (dalam Giles.

2005: 80). misalnya kritik dari Slevin di tahun 2000 dan Slater di tahun 2002 (dalam Flew. kuatnya pengaruh determinisme teknologi dalam adopsi internet. Skeptisisme yang juga muncul dalam aliran ini misalnya adalah apa yang digambarkan Pavlik (1996: 317) sebagai ketakutan bahwa pada akhirnya sebagian besar isi internet akan dikuasai oleh kekuatan-kekuatan komersial yang sudah lebih dulu mengontrol media tradisional atau konvensional. mereka belum mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar bagaimana sesungguhnya cara khalayak atau pengguna menggunakan internet sebagai media baru.marxis meramalkan bahwa teknologi media baru hanya akan menghasilkan lebih banyak -dan bukan lebih sedikitketidaksetaraan (inequality) dalam distribusi kekayaan di masyarakat. 1996: 348). apalagi kalau dihadapkan pada kenyataan bahwa hingga kini terdapat kesenjangan yang sangat lebar antara siapa yang dapat dan tidak dapat mengakses internet. 2005: 67) yang menunjukkan dua keterbatasan utama kajian-kajian awal tentang komunitas 6 . terutama bagi perempuan dan kelompok minoritas (Pavlik. Generasi ketiga new media studies menitikberatkan pendekatan empiris untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana orang berinteraksi dengan lingkungan internet. seringkali menggunakan logika ekonomi-politik untuk melihat kekuatankekuatan atau pihak-pihak yang diuntungkan di balik ketersebaran dan penggunaan internet yang semakin luas dan padat. dan pengabaian konteks sejarah dan sosial dalam pembentukan budaya-budaya terkini di internet (Flew. Pemikir generasi kedua. Bahkan sejumlah ilmuwan neo. mendalam. namun. Keterbatasan internet yang diungkapkan antara lain adalah adanya “ digital divide” yang sedikit banyak memang membatasi siapa yang sebenarnya punya akses ke internet dan siapa yang tidak. Pendekatan dalam generasi ini juga berangkat dari sejumlah kritik terhadap generasi pertama. kerapuhan komunitas virtual ketika dihadapkan dengan konflik internal. Celah inilah yang menjadi awal bangkitnya pendekatan generasi ketiga dalam kajian media baru. dan komprehensif tentang internet. di antaranya adalah Kevin Robins dan Frank Webster. Meskipun para pemikir generasi kedua sudah berhasil berpikir lebih jauh.indah internet dan menunjukkan berbagai keterbatasan internet.

Misalnya. untuk tidak lagi meributkan perbedaan antara online dan offline atau “real vs virtual” tapi berusaha melihat bagaimana orang-orang menggunakan CMC (computer mediated-communication) dan teknologi internet sebagai bagian dari material culture yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari. Pertama. tanpa memiliki perbedaan sumber daya. gender. kajian-kajian tersebut lebih banyak mengkaji fenomenafenomena “heroik” di dunia maya. apakah mereka tinggal di wilayah urban atau sub urban). beserta hal. yakni posisi geografis mereka (misalnya. Proposisi kedua dari para pemikir generasi ketiga adalah perlunya mengkaji penggunaan internet dengan melihat “siapa” para penggunanya. dan belum menyentuh fenomenafenomena “remeh” dalam keseharian para pengguna internet. Selain itu. 2005: 59) mengingatkan perlunya kajian mendalam untuk memahami kaitan antara hubunganhubungan sosial. Proposisi pertama. dan karakter-karakter ras. Penelitian itu juga menunjukkan bagaimana penggunaan internet oleh kelompok masyarakat tersebut tidaklah terpisah dari pengalaman nyata dan interaksi keseharian mereka. kemampuan. serta pengetahuan. serta 7 . kelas.institusi sosial di dalamnya. Keinginan untuk melampaui keterbatasan-keterbatasan generasi sebelumnya mendorong para pemikir generasi ketiga seperti Nancy Baym serta Miller dan Slater untuk bekerja dengan tiga proposisi utama. Miller dan Slater (dalam Flew. kelebihan. Pandangan optimistik mereka seolah-olah memandang bahwa orang-orang yang bergabung dalam komunitas di dunia cyber datang tanpa membawa apa-apa.virtual. dan praktek-praktek yang berlangsung dalam beragam kondisi khusus di berbagai setting masyarakat.hari mereka. umur. hasil penelitian mereka terhadap penggunaan internet oleh masyarakat Trinidad yang tinggal di luar negaranya menunjukkan bagaimana akses terhadap teknologi komunikasi telah memperkuat dan memperkaya praktek-praktek komunikasi khas masyarakat Trinidad. Keterbatasan yang kedua adalah bagaimana generasi pertama terlalu berfokus pada internet sebagai medium dan bukan sebagai sebuah konteks sosial tempat berlangsungnya produksi dan penerimaan informasi. institusi.hal yang telah dimiliki sebelumnya di dunia “nyata”.

Penelitian ini bermaksud mengusung semangat generasi ketiga tersebut. dengan upaya memahami secara empiris bagaimana internet digunakan dan dimaknai oleh aktivis lingkungan dalam sebuah komunitas budaya yang spesifik. sementara yang dimunculkan di fase ketiga terkait dengan bagaimana suatu media mampu mengubah perspektif orang. kesemuanya lebih bergantung pada fenomena terkini ataupun pertanyaan penelitian yang belum terjawab. bentuk-bentuk efek negatif apa saja yang muncul (bila ada). ataupun secara simultan dilakukan lintas fase. 8 . proposisi k etiga masih berkaitan erat dengan proposisi sebelumnya. penelitian terhadap suatu media dapat maju. psikologis. yakni meski orang bisa memiliki banyak identitas online dan menjadi anggota suatu komunitas virtual -yang tidak terdefinisikan secara sosial maupun geografis. mempertanyakan apa yang pengguna suatu media inginkan dan harapkan dari media tersebut. dan lebih dari itu. dan fisik dari suatu media. Penelitian ini sejalan dengan a fase kedua dan ketiga dari apa yang digambarkan Wimmer dan Dominick (2006: 7-8) sebagai empat fase perkembangan penelitian media massa4 . 2002). Pertanyaan dalam riset fase kedua lebih berfokus pada penggunaan media. mundur kembali ke fase sebelumnya. Sejumlah kritik yang muncul terhadap pemikiran generasi pertama dan kedua menurut Flew (2005: 60) menunjukkan perlunya para peneliti bergerak dari pandangan terhadap teknologi dan perubahan sosial secara makro-sosiologis menuju ke pemahaman empiris tentang penggunaan media baru dalam beragam komunitas dan budaya. yakni budaya aktivisme ( ctivism).namun hal ini tidak berarti bahwa cyberspace itu sendiri sebuah ruang yang sepenuhnya independen dan terpisah dari ruang-ruang yang telah ada sebelumnya di kehidupan “nyata”. Penelitian ini memadukan keingintahuan dalam fase kedua dan ketiga dari empat fase yang ada.pendidikan mereka. melompat ke fase selanjutnya. Kim & Weaver. berusaha menggali bagaimana efek sosial. 2006. atau dengan mencari tahu apakah 4 Meskipun disebut empat fase perkembangan penelitian media massa namun sesungguhnya model ini tidaklah linear dan kumulatif (Wimmer dan Dominick. dengan cara apa suatu media membantu manusia dan juga masyarakat. Sementara itu. Yakni. Hal ini disebut Flew sebagai kebangkitan semangat untuk mengkaji media baru secara empiris atau “empirical turn in new media studies” (2005: 79). yakni ingin mengetahui bagaimana penggunaan media oleh para penggunanya.

dan Sheizaf Rafaeli. Hal ini dapat dilakukan dengan memahami internet sebagai multifaceted mass medium. Argumen akan pentingnya peneliti komunikasi mempelajari internet sudah pernah diungkap dalam dialog Newhagen dan Rafaeli sejak pertengahan tahun 90-an5 . penelitian ini akan menggali bagaimana bentuk-bentuk penggunaan internet oleh aktivis lingkungan dan melihat bagaimana hal tersebut mengubah cara mereka memandang dan menjalankan aktivisme mereka. 1995.indiana. di sisi lain menemukan adanya peningkatan jumlah riset komunikasi tentang internet dari tahun 1996 hingga ke tahun 2000. Journal of Computer-Mediated Communication. Diakses pada tanggal 10 Desember 2007 dari http://jcmc. rather abandon. Rupanya. Oleh karena itu. Namun. padahal kehadiran internet sebagai media yang tersedia bagi banyak orang (sudah massif dan tak lagi hanya di kalangan militer dan akademisi) sudah berlangsung lebih dari satu dekade. Fenomena ini barangkali jawaban para ilmuwan komunikasi terhadap tantangan Morris dan Ogan di tahun 1996 6 . 2002: 136). Why Communication Researchers Should Study the Internet: A Dialogue. namun versi yang dapat peneliti akses adalah yang dimuat dalam McQuail’s Reader in Mass Communication Theory (2002). 5 Newhagen.suatu media dapat digabungkan (combined) dengan media lain untuk menjadikannya lebih berguna bagi individu maupun masyarakat.html 6 Artikel dari Morris & Ogan sebenarnya dimuat pertama kali pada tahun 1996 di Journal of Communication. Kim dan Weaver (2002: 522). Hal ini cukup mengherankan karena ilmu komunikasi sesungguhnya memberikan ruang bagi kajian terhadap internet karena internet merupakan salah satu objek material ilmu komunikasi. John E. definition and categories yang selama ini telah ada. hambatan teoretis membuat banyak ilmuwan komunikasi masih menahan diri untuk mengkaji internet (Morris & Ogan. riset terkait internet masih belum cukup banyak dilakukan oleh peneliti ilmu komunikasi. 1(4). terutama bila dibandingkan dengan penelitian terhadap media konvensional. yakni bahwa teknologi komunikasi baru seperti internet sejatinya memungkinkan para ilmuwan to rethink. yang memiliki banyak konfigurasi atau bentuk komunikasi. Hal ini karena banyak ilmuwan komunikasi masih mengungkung diri dalam batasan-batasan teoretis penelitian komunikasi massa. 9 .edu/vol1/issue4/rafaeli.

mulai dari bentuk hubungan interpersonal, kelompok kecil, hingga yang menyerupai format komunikasi massa 7 . Untuk memulai kajian komunikasi tentang internet, salah satu kerangka teoretis yang dipandang Morris dan Ogan cuk up membantu adalah pendekatan penggunaan dan kepuasan (uses and gratifications).

2. Pendekatan Uses and Gratifications dan Social Action untuk Mengkaji Internet Penelitian ini memang tidak bertujuan untuk menguji suatu teori, namun tetap akan memanfaatkan dua buah model teoretis yang telah cukup dikenal dalam kajian ilmu komunikasi, yakni pendekatan Uses and Gratifications dan model Social Action untuk menggali secara lebih mendalam fenomena penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Teori yang pertama akan digunakan untuk mendapatkan gambaran umum penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Sementara yang kedua akan berguna dalam penggalian pemahaman dan pemaknaan aktivis terhadap aktivisme yang mereka lakukan melalui internet. Penggunaan dan kepuasan (uses and gratifications) adalah salah satu pendekatan dalam ilmu komunikasi. Pendekatan ini sesungguhnya telah muncul sejak tahun 1940-an (McQuail & Windahl, 1993: 133), namun baru mewujud menjadi sebuah paparan konseptual dalam tulisan Katz, Blumler, dan Gurevitch di tahun 1974. Logika pendekatan yang berakar pada analisis fungsional8 ini pada dasarnya melihat bahwa orang mengkonsumsi media
7

Bentuk-bentuk dan tingkatan komunikasi digunakan Morris dan Ogan (2002: 138) untuk menyusun empat kategori pengguna internet, yakni yang menggunakannya untuk (a) one-to-one asynchronous communication, seperti e-mail; (b) many-to-many asynchronous communication, seperti bulletin boards atau mailing list; (c) synchronous communication, yang berlangsung di waktu bersamaan dan secara simultan, baik one-to-one, one-to-many, ataupun many-to-many; seperti chatting dan Multi-User-Dungeons (MUDs) ; (d) asynchronous communication, yang bersifat memenuhi kebutuhan penerima informasi dalam mencari dan mengakses informasi, dimana dapat dikatakan ada pihak yang menyediakan informasi secara sepihak, seperti penggunaan situs www dan ftp. Empat kategori penggunaan internet ini akan digunakan sebagai kerangka untuk mengenali pola -pola atau kebiasaan penggunaan internet oleh aktivis lingkungan dan bagaimana kelebihan dan kekurangan masing-masing bentuk komunikasi lewat internet.
8

Penelitian ini sesungguhnya berada di paradigma dominan pendekatan fungsionalis karena percaya pada “‘positive’ contribution of media to the existing social order” (McQuail, 2002: 6).

10

untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial dan psikologis tertentu. Konsep dasar pendekatan ini tertarik pada:

“(1) the social and psychological origins of (2) needs, which generate (3) expectations of (4) the mass media or other sources, which lead to (5) differential patterns of media exposure (or engagement in other activities), resulting in (6) needs gratifications and (7) other consequences, perhaps mostly unintended ones.” (Katz, Blumler, & Gurevitch, 1974: 510).

Tentu saja, model ini mengasumsikan bahwa khalayak bersifat aktif dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan motivasi tertentu yang juga didasarkan pada pengalaman-pengalaman mereka sebelumnya dengan media (McQuail & Windahl, 1993: 134). Dapat dikatakan bahwa pendekatan ini mensyaratkan adanya derajat keaktifan khalayak ( udience activity), baik a secara instrumental maupun ritualized (Morris & Ogan, 2002: 142). Selain itu, berdasarkan masukan dari Lundberg dan Hulten di tahun 1968, Katz, Blumler, dan Gurevitch selanjutnya juga menyatakan bahwa pendekatan ini memandang: “(a) proses menghubungkan need gratifications dan media choice sesungguhnya berada di tangan khalayak atau pengguna itu sendiri; (b) media bersaing dengan sumbersumber lain untuk memenuhi kebutuhan khalayak; (c) khalayak mampu secara sadar bercerita tentang ketertarikan dan motif mereka mengkonsumsi media; dan (d) p enilaian tentang signifikansi kultural komunikasi massa harus hati-hati diberikan, hal ini untuk melihat perbedaan antara pendekatan ini dengan pandangan spekulatif mengenai budaya populer.” (1974:510-1)

Berdasarkan asumsi-asumsi di atas maka pendekatan ini banyak dipakai untuk meneliti bagaimanakah penggunaan media (media use) oleh khalayak.
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa penelitian ini juga memijakkan kaki di paradigma interpretif karena ingin menggali dan memahami kualitas, persepsi, dan pemaknaan aktivis sebagai pengguna internet terhadap aktivitas yang dilakukannya di internet d keberadaan an internet itu sendiri.

11

Penelitian penggunaan media selama ini memang masih belum dapat digeneralisasi dan masih bersifat spesifik, misalnya dengan hanya berfokus pada kelompok khalayak tertentu (anak-anak, ibu rumah tangga); jenis acara tertentu (kuis, berita); atau pada medium tertentu saja (radio, koran). Dari sejumlah penelitian yang telah dilakukan, McQuail (dalam Fiske, 1990: 152) menemukan empat kategori utama need gratifications atau kebutuhan yang berusaha dipenuhi khalayak saat mengkonsumsi media, yakni pelarian (diversion); hubungan sosial (personal relationship); jati diri (personal identity); dan pengawasan (surveillance) terhadap kehidupan di sekitarnya. Terdapat dua kritik utama yang dilayangkan pada peneliti yang menggunakan model uses and gratifications (Fiske, et al, 1992: 327). Pertama, bahwa pendekatan ini terlalu menekankan dimensi individualistik dan psikologis dari khalayak, sehingga mengabaikan atau gagal menangkap secara utuh fondasi struktural dan sifat sosial dari kebutuhan dan kepuasan khalayak. Kritik kedua, teoritisi uses and gratifications tampaknya mengabaikan atau bahkan tidak memperhitungkan isi atau content dari pesan media massa, padahal media massa sendiri memiliki preferred meaning yang sudah mereka bentuk sedemikian rupa. Kritik-kritik di atas tampaknya muncul dalam konteks penggunaan pendekatan ini untuk mengkaji khalayak media massa. Namun, tentunya terdapat perbedaan antara khalayak media massa konvensional dan khalayak atau pengguna media interaktif. Oleh karena itu, meskipun dianggap memiliki banyak kelemahan, tetapi pendekatan ini dinilai masih cocok bila digunakan untuk menilai secara umum atau mengkaji secara ilmiah pengaruh kehadiran dan penggunaan teknologi komunikasi interaktif (Pavlik, 1996: 343); terutama untuk menyediakan kerangka awal bagi penelitian komunikasi tentang Internet (Morris & Ogan, 2002: 141). Pandangan ini terlihat dari tingginya penggunaan teori atau pendekatan uses and gratifications dalam riset tentang internet hingga akhir tahun 2000 (Kim & Weaver, 2002: 529), meskipun hanya sedikit dari riset-riset internet tersebut yang secara spesifik menguji teori komunikasi. Hal ini tampaknya karena bentuk-bentuk teknologi komunikasi terkini memang mensyaratkan keaktifan

12

lebih di pihak pengguna atau khalayak, sesuatu yang sejalan dengan asumsi dasar pendekatan uses and gratifications. Penerapan pendekatan penggunaan dan kepuasan dalam penelitian terhadap pengguna internet misalnya mengungkapkan bagaimana pelajar SMP dan SMA di sepuluh sekolah negeri di Amerika menggunakan internet (Ebersole, 2000); serta bagaimana penerapan uses and gratifications digunakan untuk mengkaji para pengguna berita online dan offline (Lyn, Salwen, dan Abdulla, 2005). Penelitian ini sendiri tidak memposisikan pendekatan uses and gratifications untuk diuji ataupun dikembangkan secara teoretis namun hanya akan dimanfaatkan sebagai kerangka berpikir; terutama untuk menajamkan pertanyaan dalam wawancara dan mengeksplorasi dimensidimensi penggunaan internet oleh aktivis dalam tahapan analisis. Oleh karena itu, dari para informan akan dieksplorasi sejumlah dimensi seperti (a) asal-usul sosial dan psikologis dari adanya; (b) kebutuhan aktivis lingkungan, yang memunculkan; (c) pengharapan terhadap; (d) media massa dan interaktif, yang mengarah pada suatu; (e) penggunaan internet dan pelaksanaan aktivitas lain, yang menghasilkan; (f) pemuasan kebutuhan dan; (g) konsekuensi-konsekuensi lainnya. Tentunya, ketujuh dimensi di atas akan digali secara kualitatif dan digunakan untuk melengkapi pembacaan terhadap penggunaan internet oleh aktivis lingkungan di Indonesia. Hal ini karena secara mendasar pendekatan penggunaan dan kepuasan sudah cukup untuk mendapatkan gambaran umum penggunaan internet oleh aktivis, tetapi belum memadai untuk menggali pemaknaannya oleh para aktivis. Untuk mengisi celah itu, penggalian data dalam penelitian ini akan lebih banyak memanfaatkan Social Action Model. Social Action Model atau Model Tindakan Sosial merupakan sebuah revisi atas pendekatan uses and gratifications dan juga bisa disebut sebagai sebuah gebrakan teoretis yang dilakukan oleh Renckstorf di tahun 1989 (dalam McQuail & Windahl, 1993: 143-144). Model Renckstorf sebenarnya berangkat dari dan masih memanfaatkan proses interaktif dan recurrent yang disarankan Rosengren, namun Renckstorf me nambahkan titik awal yang berbeda dan menawarkan pilihan alternatif (McQuail & Windahl, 1993: 144).

13

Sesungguhnya, Renckstorf ingin meletakkan khalayak sebagai pusat dalam proses komunikasi massa. Namun, dia tetap melihat khalayak sebagai bagian tak terpisahkan dari lingkungan sosial di sekitarnya. Lebih dari itu, khalayak dan media tak henti saling berinteraksi dalam suatu lingkungan simbolik. Hal ini tampak dalam sejumlah pandangan inti Renckstorf bahwa:

“People engage in activity on the basis of their own objectives, intentions and interests, but they are in interaction with many others and are capable of reflecting on their own actions and interactions. Human beings are not determined but can reflect on their ‘life-world’ which they share with others. Individuals have to interpret their situation and act accordingly. In the normal way of things, everyday life is “unproblematic’, since recurring problems are provided with solutions. The media are also not to be considered as ‘stimuli’ which provoke a reaction from audiences, and they form only part of the relevant ‘meaning producing symbolic environment’ of human actors. The individual has a self-image and engages in an interaction with self in which media can become involved.” (dalam McQuail & Windahl, 1993: 143-144)

Pandangan inti Renckstorf di atas terangk um dalam Model Tindakan Sosial yang digambarkan melalui diagram berikut:

(2) Surrounding society (including mass media and social, political, cultural, economic institutions,etc)

(4) (1) Definition of the situation Perceiving Thematizing Diagnosing (5) Unproblematic Problematic problem

(6) Motive

(7) Projection, decision

(8) External action, e.g. media use

(10)

Eval uati on

(9) Everyday routines

(3) Individual and social characteristics (including basic human needs, psychological set-up, social status, individual life history, etc.)

14

Diagram 1.1. Model Tindakan Sosial atas Penggunaan Media (Renckstorf 1989, dalam McQuail & Windahl, 1993: 143-144)

Diagram di atas dibaca sebagai: pada awalnya (1) individu mengambil atau menetapkan definisi dari sebuah situasi, dengan memanfaatkan pengalaman-pengalaman kehidupan dan interaksi keseharian mereka yang kemudian di-perceived, thematized, and interpreted (McQuail & Windahl, 1993: 144). Di saat yang sama, faktor- faktor seperti kedirian individu (self), posisi, dan pengalaman sosial (2 dan 3) masuk ke proses defining and interpreting. Jalur yang diikuti kemudian bergantung pada apakah situasi yang dihadapi dipandang bermasalah (4) ataukah tidak bermasalah (5). Bila bermasalah, maka jawaban atas masalah itu kemudian direnungkan, hingga muncul motif terformulasi (6); untuk kemudian mengambil keputusan tentang jawaban dari masalah itu (7). Jawaban dari masalah bisa berbentuk pemilihan dan penggunaan media, namun hal tersebut hanya sebagai salah satu tindakan eksternal (8). Sementara bila dianggap tidak bermasalah (5), jalur yang ditempuh langsung menuju rutinitas keseharian (9), termasuk di dalamnya adalah penggunaan media. Setelahnya, terlepas dari termotivasi atau tidak, penggunaan media sebagai sebuah tindakan sosial akan melewati tahap penilaian atau evaluasi (10) oleh individu; yang kemudian dapat diikuti oleh sekuen-sekuen pendefinisian dan pemaknaan berikut nya. Pandangan-pandangan Renckstorf tampaknya banyak dipengaruhi oleh pemikiran yang berakar pada interaksionisme simbolik dan fenomenologi.

15

Sebagai konsekuensinya, menurut McQuail dan Windahl (1993: 144), penelitian yang menggunakan model ini secara metodologis lebih mengandalkan metodologi interpretatif dan pendekatan kualitatif secara umum. Oleh karena itu, dalam penelitian ini pendekatan penggunaan dan kepuasan (uses and gratifications) ataupun model tindakan sosial (social action) akan digunakan secara bersamaan dan seoptimal mungkin untuk menggali dan mengeksplorasi bagaimana aktivis lingkungan menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan di Indonesia.

3. Internet dan Masyarakat Sipil Awal ketertarikan peneliti pada isu ini tidak terlepas dari pandangan optimistis peneliti terhadap narasi besar potensi perubahan yang terkandung dalam penggunaan media interaktif, khususnya internet. Pandangan ini berangkat dari pembacaan terhadap keberhasilan sejumlah gerakan sosial dalam memanfaatkan internet untuk memobilisasi isu ataupun massa. Salah satu contoh penggunaan internet paling fenomenal adalah keberhasilan gerakan anti- globalisasi memobilisasi massa melalui indymedia.org untuk melakukan protes terhadap WTO saat berlangsung pertemuan WTO pada tahun 1999 di Seattle, Amerika Serikat (Croteau & Hoynes, 2003: 250). Selain itu, juga terdapat kesukesan penggalangan massa dalam aksi protes jalanan pada acara World Social Forum (WSF) di tahun 2001 (Flew, 2005: 183). Kedua peristiwa di atas hanya contoh kecil dari bagaimana pada akhir tahun 90-an internet semakin sering dipilih sebagai medium memobilisasi massa. Alasan-alasan utamanya karena internet adalah alat komunikasi dan mobilisasi yang lebih cepat, murah, mudah, dan juga karena sudah semakin banyak kelompok masyarakat yang terhubung dengan internet. Di samping itu, berkomunikasi lewat internet tak jarang dianggap lebih “aman” dari pengawasan pemerintah dan kepolisian yang seringkali menghalangi ataupun membatasi rencana-rencana aksi atau protes sosial. Jauh sebelum internet menjadi barang lazim seperti saat ini, hubungan antara media dan masyarakat sipil atau gerakan sosial sebenarnya sudah

16

berlangsung lama. Gerakan sosial pada intinya adalah sekelompok warga yang bersatu untuk memperjuangkan suatu kepentingan (cause), baik sosial ataupun politis; dan keberadaan mereka merupakan bagian penting dalam ranah politik karena mereka bisa menghubungkan warganegara dengan elitelit politik (Croteau & Hoynes, 2003: 247). Posisi penting inilah yang membuat mereka cukup dilirik oleh media; dan hubungan keduanya pun sebenarnya saling membutuhkan. Gerakan sosial atau kemasyarakatan memerlukan media untuk menyampaikan pesan mereka secara lebih luas kepada publik; sementara media berpaling pada gerakan sebagai salah satu sumber berita yang potensial. Hubungan saling membutuhkan seperti di atas pada prakteknya tidak berjalan dua arah dan secara setara (Gamson & Wolfsfeld, dalam Croteau & Hoynes, 2003: 248). Kondisi itu terjadi karena media memiliki lebih banyak pilihan sumber berita; sementara gerakan sosial tidak dipungkiri sangat membutuhkan liputan media (terutama dari radio, televisi, dan suratkabar) sebagai salah satu saluran komunikasi mereka pada publik. Hal ini karena liputan yang ditampilkan di media sangat membantu gerakan sosial untuk lebih dikenal publik, untuk mengumpulkan dukungan; memperoleh pengakuan sebagai kelompok penekan yang memiliki posisi tawar; serta memperluas cakupan isu untuk mengundang lebih banyak sekutu ataupun jaringan pendukung. Dalam ketimpangan seperti di atas, media kemudian seringkali berada di atas angin dan “me ngkondisikan” gerakan sosial untuk berkompromi dengan kebutuhan dan tuntutan media. Situasi dan relasi di atas kemudian mendorong banyak gerakan sosial untuk beralih dari media arus utama (mainstream atau media massa konvensional, seperti televisi, radio, dan suratkabar) ke media “alternatif” dan independen (Croteau & Hoynes, 2003: 249). Strategi ini umumnya dipilih agar pesan yang disampaikan pada publik tidak terdistorsi oleh kepentingan media ataup un penguasa. Bentuk-bentuk media alternatif yang dipilih umumnya adalah pamflet, brosur, koran “bawah tanah” ataupun “zine”, yakni majalah dengan format dan isi alternatif, yang seringkali memanfaatkan grafis buatan tangan dan tata letak “amburadul”. Tetapi,

17

2005: 183). dari internet. 2003: 150). bebas dari kekangan birokrasi dan tradisi (Croteau & Hoynes. masih sedikit sekali bahan yang mengkaji penggunaan internet oleh masyarakat sipil ataupun aktivis di Indonesia. Walau tidak sedikit aktivis lingkungan yang juga ikut dalam protes-protes anti. mengumpulkan dukungan dan dana . semakin banyak juga gerakan yang memanfaatkan internet sebagai saluran penting untuk menjaring anggota baru. yakni Merlyna Lim dan Yanuar Nugroho. informasi. serta bagaimana komunikasi melalui media interaktif membuka kemungkinan menggabungkan karakter media massa dengan karakter komunikasi tatap muka perseorangan (Rogers. Hal ini sejalan dengan karakter-karakter. termasuk membuka kemungkinan beragam bentuk interaksi baru. Kedua elemen di atas membuat sebagian kritikus berpendapat bahwa jaringan komputer bernama internet adalah sebuah wilayah penuh kebebasan. Lebih jauh lagi. sebuah ruang ideal yang diharapkan para aktivis sosial dapat membantu mewujudkan masyarakat yang lebih baik.isu anti. atau bahkan dapat dikatakan elemen-elemen kekuatan. D sedikit literatur yang ditemukan. yakni bagaimana jaringan komputer di internet memungkinkan terbongkarnya sekat-sekat perbedaan dan pemisahan antara “produsen” atau pengirim pesan dengan penerima pesan. bekerjasama dengan gerakan dari daerah atau negara lain. terdapat dua peneliti yang ari banyak membahas penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia.globalisasi.globalisasi (Flew. Kehadiran internet memang membuka saluran komunikasi baru bagi masyarakat sipil. 18 . terutama terlihat dari keberhasilan sejumlah gerakan anti-globalisasi menggunakan internet untuk menyebarkan isu dan memobilisasi massa. dan jenis analisis yang khas dan jarang dapat disalurkan melalui media arus utama. 1986: 21).seiring dengan makin familiarnya gerakan sosial dengan internet. Penggunaan internet oleh aktivis sosial selama ini umumnya lebih banyak berkaitan dengan isu. pembahasan mengenai penggunaan internet secara spesifik oleh aktivis atau gerakan lingkungan masih sangat terbatas dan belum banyak data atau hasil penelitian yang dapat diacu. serta menampilkan ekspresi.

yang dimaksud dengan “aktivis lingkungan hidup” adalah perseorangan yang memiliki kepedulian terhadap isu. yang pernah dilakukan oleh para aktivis lingkungan yang menjadi informan penelitian ini. Fokus pada aktivis lingkungan diambil karena ketertarikan peneliti dengan aktor-aktor yang bergerak dalam isu tersebut. komitmen. dan belum mampu menggambarkan penggunaan internet oleh aktivis di level individual. 19 . konsep-konsep dan pemikiranpemikiran di atas telah dibatasi dan dipersempit sesuai dengan tujuan penelitian. mailing list. yakni aktivis tersebut memiliki intensitas 9 yang cukup tinggi dalam penggunaan internet untuk penyebaran isu lingkungan dan atau dalam pengalaman menjadi aktivis lingkungan. Sejalan dengan Model Tindakan Sosial Renckstorf. Denga n memanfaatkan celah tersebut penelitian ini akan difokuskan pada bagaimana aktivis lingkungan secara perseorangan menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan di Indonesia. weblog. penggalian data tentang penggunaan internet dalam penelitian ini juga akan menggali dimensi-dimensi sosial dan pemaknaan oleh aktivis lingkungan terhadap aktivitas yang dilakukannya. Sementara itu. maupun petisi online. Tetapi penelitian yang telah dilakukan keduanya masih berada di level makro masyarakat sipil ataupun tingkatan institusional dari lembaga swadaya masyarakat. Dengan intensitas pemanfaatan internet yang relatif tinggi serta kesungguhan.Kedua peneliti tersebut telah mengkaji penggunaan internet untuk kerja-kerja sosial oleh aktivis Indonesia. serta karena belum adanya riset yang membahas topik penggunaan internet oleh aktivis dalam konteks aktivisme lingkungan di Indonesia. terdapat satu persyaratan dalam batasan di atas. baik e-mail. Untuk memudahkan penggalian data. Dalam penelitian ini “penggunaan internet” mengacu pada segala bentuk pemanfaatan internet. padahal tidak sedikit aktivis yang bergerak secara independen dan tidak berada di bawah suatu organisasi tertentu. Informan dalam penelitian ini adalah aktivis-aktivis lingkungan yang aktif membela lingkungan melalui saluran internet. Aktivis yang menjadi subyek penelitian hendaknya cukup sering mempergunakan internet (baik dari segi rutinitas kekerapan maupun durasi akses internet) dan mempergunakannya untuk beragam aktivitas dalam kerangka aktivisme lingkungan hidup. Namun. ataupun rentang 9 Intensitas disini mengacu pada kuantitas dan kualitas penggunaan internet.isu pelestarian dan keadilan lingkungan hidup.

kegiatan. Jenis dan Sifat Penelitian Kajian ini bermaksud memahami dan menggambarkan bagaimana aktivis lingkungan di Indonesia menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan. yakni untuk melakukan eksplorasi (exploration). serta untuk memaparkan latar belakang dan konteks sebuah situasi. pemaknaan. dan refleksivitas aktivis atas penggunaan internet sehingga penelitian ini dapat memberikan 20 . yakni menyajikan gambaran rinci dan akurat tentang sebuah objek penelitian. seperti jenis pendekatan. Dengan tujuan yang ingin dicapai. Dalam penyajiannya penelitian ini menggunakan beberapa hal yang menurut Neuman (2000: 22) menjadi prinsip-prinsip penelitian deskriptif. Sehingga dapat dikatakan bahwa persyaratan “intensitas” digunakan sebagai upaya meningkatkan keterandalan data yang akan digali. Gambaran-gambaran yang didapat akan dikaji untuk mengetahui pola penggunaan. dan keadilan lingkungan. dan eksplanasi (explanation). tindakan. kegunaan penelitian. perlindungan.pengalaman yang cukup panjang sebagai aktivis maka diharapkan calon informan memiliki keluasan dan kedalaman pengetahuan yang memadai mengenai topik penelitian. ataupun program yang dijalankan untuk mendukung penegakan prinsipprinsip pelestarian. ataupun tujuan penelitian tersebut. istilah “aktivisme lingkungan” atau environmental activism mencakup segala bentuk perilaku. Ragam penelitian sosial dapat dikenali melalui beberapa aspek yang dikandungnya. Sementara itu. E. deskripsi (description). METODOLOGI PENELITIAN 1. studi deskriptif dinilai memadai untuk menjawab rumusan masalah penelitian ini. teknik pengumpulan data. Penelitian deskriptif ini berupaya mendapatkan gambaran detail dan mendalam mengenai penggunaan Internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia. Neuman (2000: 21) memaparkan bahwa berdasarkan tujuannya (purpose of study) penelitian dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. membangun kategorisasi dan klasifikasi.

yakni metode penelitian kualitatif. Metode ini dipilih dengan mempertimbangkan tujuan penelitian yang bermaksud memahami dan menggambarkan bagaimana aktivis lingkungan hidup menggunakan Internet untuk mendukung aktivisme lingkungan.gambaran awal yang utuh tentang penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Sehingga di masa datang dapat diperoleh temuan yang lebih aplikatif dan dapat membantu aktivis serta organisasi lingkungan untuk menyusun strategi pemanfaatan Internet yang lebih efektif dan tepat s asaran untuk menyokong aktivisme lingkungan di Indonesia.makna di balik tindakan komunikatif yang dilakukan manusia (Lindlof. Metode Penelitian Penelitian ini secara paradigmatik memanfaatkan pendekatan interpretif. hasil penelitian deskriptif ini diharapkan dapat menjadi batu pijakan untuk memahami penggunaan Internet oleh aktivis lingkungan. 1995). Dari gambaran awal tersebut. peneliti interpretif memanfaatkan metode penelitian yang bisa menggali data secara interpretatif. Penelitian ini memanfaatkan metode penelitian kualitatif untuk mendapatkan hasil paling optimal. Sebagai konsekuensi. Secara lebih spesifik. Hal ini agar penelitian-penelitian terkait topik ini pada tahapan selanjutnya dapat diarahkan pada penyelidikan yang lebih empiris ataupun bersifat pengujian hipotesis mengenai penggunaan internet oleh aktivis. 2. 2006: 113). penelitian komunikasi yang menggunakan metode penelitian kualitatif memandang tindakan komunikasi (communicative actions) sebagai suatu 21 . yang bertujuan memahami bagaimana orang dalam situasi alaminya menciptakan makna dan memaknai kejadian-kejadian di dunia mereka (Wimmer & Dominick. Metode penelitian kualitatif dianggap cocok karena memungkinkan peneliti menelisik melampaui data angka dan masuk untuk memahami makna. Peneliti interpretif menyelidiki proses sosial secara menyeluruh karena percaya bahwa realitas itu holistik dan tidak bisa dibagi-bagi.

informan dipilih dengan memanfaatkan prinsip-prinsip dalam purposive sampling 11 . juga merupakan topik dan wilayah yang baru10 . 2000: 198). Purposive sampling dinilai cocok digunakan dalam tiga keadaan (Neuman. dan aktivis lingkungan secara khusus adalah karena tidak terdapat data populasi ataupun kerangka sampling aktivis yang dapat diukur secara jelas. dan tindakan sosial lainnya (Lindlof. Oleh karena itu. bila peneliti menggunakannya untuk memilih kasus-kasus unik yang bisa 10 Sejauh ini. 11 Pembahasan lebih lengkap dan sesuai dengan yang terjadi di lapangan dapat dibaca di Bab IV. tampaknya salah satu alasan mengapa belum ada penelitian kuantitatif terhadap aktivis secara umum. peneliti kualitatif tidak menyandarkan hasil penelitian mereka pada data-data statistik. Untuk mendukung tujuan penelitian. 3. 1995: 21). yang dipilih berdasarkan kualitas dan karakter-karakter spesifik yang mereka miliki. yakni sebagai serangkaian tindakan-tindakan yang bermakna bagi diri pelakunya dan juga orang di sekitarnya. untuk mencapai tujuan dan esensi penelitian ini. dan menyingkirkan siapa-siapa yang tidak memenuhi kriteria tersebut (Wimmer & Dominick. Hal ini dilakukan untuk menangkap makna dan kualitas dari tindakantindakan komunikatif dan bukan hanya dimensi-dimensi terukur yang melekat padanya. metode penelitian kualitatifinterpretatif dianggap paling sesuai. Pertama.“performances and practices of human communication” (Lindlof. 1995: 13). yakni memilih informan dengan tujuan khusus dan tertentu. penelitian tentang penggunaan internet oleh aktivis di Indonesia. Penelitian untuk mengkaji fenomena internet di Indonesia secara kualitatif dapat dikatakan sebagai sesuatu yang baru dan contoh pengaplikasiannya untuk sementara ini dapat dilihat dari hasil kajian Nugroho (2007) dan Lim (2003). bahasa tubuh. 22 . Sementara itu. namun pada pembicaraan. 2006: 91). khususnya aktivis lingkungan. Secara mendasar. Pemilihan Informan Subjek penelitian ini adalah aktivis lingkungan Indonesia yang “eksis” di dunia maya. yakni yang aktivismenya banyak menggunakan fasilitas di internet dan tingkat aktivitasnya relatif tinggi.

juga dilakukan snowball sampling pada informan yang sudah terlebih dahulu dipilih. bila populasi yang dipilih sangat spesifik dan sulit dijangkau dengan survei. yakni karena aktivis lingkungan di Indonesia sangatlah spesifik dan tidak mudah mendapatkan data lengkap mengenainya. Selain itu. dilakukan cross-check dengan melihat pula blog-blog lingkungan dan mencari tahu adakah anggota aktif milis lingkungan yang juga memiliki atau mengelola blog yang aktif memuat informasi lingkungan. yakni milis bernama lingkungan. (b) berkomitmen pada isu lingkungan hidup. hal ini dilakukan dengan memilih informan yang dianggap dapat memberikan informasi paling optimal mengenai topik penelitian. Terakhir. Dari 21 milis tersebut dipilih satu milis dengan anggota dan pesan terbanyak. Data mengenai para aktivis lingkungan pengguna internet didapatkan dari database anggota milis milis lingkungan yang berbasis di Indonesia. Daftar milis didapatkan dari yahoogroups dan googlegroups.memberikan informasi secara lebih baik. blog. Selain itu. ataupun mailing list (terkait isu lingkungan) dengan aktivitas tinggi 12 . dan atau (c) (dibuktikan dengan) memiliki atau mengelola situs. Sehingga diharapkan dari para informan didapat informasi yang detail dan mendalam mengenai aktivitas mereka di internet sebagai aktivis lingkungan. Kemudian dilakukan observasi pra-penelitian terhadap milis tersebut untuk mencari tahu siapa-siapa anggota yang paling aktif. 23 . Kedua. ataupun mailing list sejenis. dengan cara menanyai apakah mereka mengenal orang lain yang memenuhi kriteria 12 Ditandai dengan jumlah anggota. Secara teknis. jumlah pesan. or feeling about a topic or information that may be useful in designing a larger and more comprehensive study at a later time” (Csaja & Blair. yang mencatat terdapat 21 buah milis bertema lingkungan (per 17 Februari 2009) yang memiliki keangotaan di atas sepuluh orang. Cara pemilihan informan seperti di atas dipilih untuk penelitian ini karena sejalan dengan keadaan di lapangan. 2005: 130). Untuk penelitian ini. dan atau jumlah post/artikel (bila di blog) yang relatif tinggi bila dibandingkan dengan situs. believing. Prinsip pemilihan informan secara purposif dinilai sesuai dengan jenis penelitian eksploratoris yang lebih bertujuan untuk “get a sense of what respondents are thinking. informan dianggap dapat memberi informasi dan data secara optimal bila (a) sudah beraktivitas di dunia maya lebih dari lima tahun. jika peneliti ingin mengenali tipe-tipe khusus dari kasus-kasus yang ada (particular types of cases) dengan penyelidikan mendalam. blog. selain itu cara ini memungkinkan peneliti memilih kasus-kasus unik dari para aktivis lingkungan yang ada dan mengkajinya secara mendalam.

penelitian ini. karena perlu diamati juga apakah orang-orang tersebut memenuhi kriteria. 2006: 116). arahan orang yang mereka usulkan tidak serta merta peneliti jadikan informan. Selain menggunakan wawancara. dan bukan bertujuan mendapatkan perwakilan. Wawancara mendalam dilakukan dengan menanyai informan dengan menggunakan pertanyaan terbuka (open-ended questions). dimana informan menjawab secara bebas tanpa dibatasi pilihan-pilihan. Tentu saja. Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini memiliki tujuan deskriptif. namun hanya berfungsi untuk mengingatkan peneliti tentang topiktopik utama yang perlu ditanyakan atau dibicarakan. informasi yang didapatkan dari para informan tentunya tidak menggambarkan penggunaan internet secara umum dari para aktivis lingkungan di Indonesia. bukan untuk membatasi atau mengekang peneliti. 2006: 88). maka teknik yang sesuai untuk menggali informasi dari informan dan menjawab pertanyaan penelitian adalah wawancara mendalam (in-depth interview). Secara lebih teknis. penelitian ini juga mengumpulkan dokumen aktivitas para informan di dunia maya melalui data yang tersimpan di mailing list dan atau blog/situs mereka. secara mendasar kedua cara pemilihan informan di atas dipilih untuk mendapatkan gambaran unik dan mendalam mengenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. wawancara dilakukan melalui pertemuan tatap muka (face-to-face interview) dan juga wawancara yang termediasi melalui 24 . 4. Hal ini karena penelitian kualitatif menggunakan pendekatan pertanyaan yang fleksibel (Wimmer & Dominick. sehingga hasil penelitian nantinya tidak bisa digeneralisasi terhadap keseluruhan aktivis lingkungan (Wimmer & Dominick. Oleh karena itu. Panduan pertanyaan akan disiapkan. Namun. dimana peneliti dapat mengganti pertanyaan di tengah wawancara atau bertanya suatu hal yang sebelumnya tidak terdapat dalam panduan wawancara. Wawancara mendalam dilakukan untuk menggali kedalaman pemanfaatan dan pemaknaan terhadap penggunaan internet oleh aktivis lingkungan.

Setelah itu. dimana p kategori dapat muncul dari data itu sendiri atau berdasarkan teori atau risetriset terdahulu. karena para informan berdomisili di sejumlah tempat yang berbeda dan berjauhan maka pelaksanaannya menuntut waktu yang lebih panjang dengan lebih banyak biaya. dan berpengalaman menggunakan internet sebagai media komunikasi. melalui Yahoo Messenger). 5. Cara kedua ini juga dipilih karena jauh lebih efisien. untuk selanjutnya masuk ke tahapan conceptual development dan akhirnya interpretation evaluation. reduction. Oleh karena itu. kemudian setiap potongan informasi dicoding dan dikenali masing. Teknik Analisis Data Data yang telah dikumpulkan kemudian dibaca menurut kaitannya dengan beberapa topik yang muncul. yakni “recurrent 25 . serta fleksibel. informan ditawari untuk diwawancara melalui Yahoo Messenger. fasih. untuk menemukan pola dalam data tersebut. internet-savvy. serta setting alami tempat berlangsungnya wawancara. Namun. Lindlof (1995: 215) memaparkan bagaimana analisis data kualitatif dilakukan melalui langkah process. explanation. yakni memungkinkan peneliti menangkap lebih detail bahasa tubuh dan gesture informan. penjelasan Wimmer & Dominick (2006: 116) secara lebih teknis menunjukkan bagaimana peneliti kualitatif pertama-tama menata informasi menurut dimensi waktu. Fleksibilitas cukup penting ketika peneliti merasa perlu melakukan sesi wawancara tambahan untuk mengkonfirmasi sejumlah informasi atau data. dan theory. data ditata menurut sistem kategori pendahulu ( reliminary category system). Kemudian peneliti membaca kumpulan data itu satu persatu dan berkali-kali. wawancara termediasi lewat internet dinilai tidak akan mengurangi ketajaman informasi yang diberikan informan karena para informan adalah orang-orang yang cukup terampil. praktis.masing sumbernya. Masih sejalan dengan Lindlof. bergantung pada kesediaan dan keluangan informan. yakni sesuai urutan kejadian yang kronologis saat pengambilan data. kemudian dikelompokkan menjadi kategori-kategori yang cocok dan bermakna.fasilitas chatting (misalnya. Selain itu. Wawancara secara langsung memiliki keuntungan lebih.

Kedua keterbatasan di atas muncul terutama karena penelitian ini lebih memusatkan diri pada penggambaran mendetail beragam penggunaan internet oleh aktivis dan kedalaman pemaknaan mereka atas tindakan komunikatif mereka tersebut. pekerjaan. Perlu diingat bahwa walaupun penelitian ini melihat aktivis lingkungan sebagai pengguna internet namun. F. ataupun peran sosial dalam bidang lingkungan hidup. kasuistik. Kedua. penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menjelaskan alasan-alasan khusus. 26 . BATASAN PENELITIAN Penelitian deskriptif ini memiliki dua batasan. maupun kondisional di balik perilaku penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Setelah data tidak lagi “mentah”. baru kemudian dilakukan dua tahapan terakhir untuk membangun suatu hipotesis konseptual. Pertama. objects. Dan karena penelitian ini tidak bertujuan melakukan generalisasi ataupun menguji suatu hubungan (korelasi) ataupun kausalitas maka penarikan kesimpulan (generalisasi) atas hasil penelitian juga tidak dapat dilakukan. penelitian ini tidak dimaksudkan untuk memberikan generalisasi terhadap penggunaan internet oleh aktivis lingkungan di Indonesia. or a body of knowledge” (Neuman. di saat yang sama tentunya aktivis sebagai pribadi punya konteks aktivitas.behaviors. 2000: 426). sehingga informasi terkait kehidupan sosial mereka tidak akan dikesampingkan dalam pembacaan data.

Samik-Ibrahim (2004). Sebagai salah satu pengguna awal internet di Indonesia. diharapkan terbangun juga pemahaman masyarakat tentang konteks lebih luas yang menyertai keberlangsungan hidup internet hingga saat ini. Hal ini karena perkembangan teknologi internet di Indonesia pada awal mulanya adalah upaya. Dengan kesadaran akan sejarah panjang kemunculan internet. lalu menjadi ‘on’”.hati dengan kecenderungan pandangan yang menganggap kemunculan internet sebagai “sebuah ‘tombol lampu’ yang statusnya semula ‘off'’.BAB II PENGGUNAAN INTERNET A. 1983). baru pada tahap selanjutnya terdapat upaya untuk membangun jaringan antar kampus (Luhukay dan Budiardjo.upaya sejumlah universitas dalam mengujicobakan dan menggunakan teknologi informasi LAN (local area network) yang berbasis TCP/IP. Kemudian. Tidak terdapat informasi yang benar-benar jelas tentang kapan internet “lahir” ataupun “masuk” ke Indonesia. Rahmat M. INTERNET DI INDONESIA Sejarah internet di Indonesia sering disebut-sebut bercikal bakal pada semangat kekeluargaan dan gotong royong. Semangat “gotong royong” tersebut secara sekilas tampak dari tulisan SamikIbrahim (2004) yang menunjukkan banyaknya pihak yang terlibat dari awal sejarah penggunaan dan perkembangan internet di Indonesia. 27 . Hal ini karena internet pada dasarnya memanfaatkan teknologi TCP/IP yang juga lazim digunakan pada Local Area Network (LAN). sehingga dapat dikatakan bahwa rintisan kemunculan internet sudah berakar sejak akhir tahun 60-an dengan riset-riset ARPANET oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. mengingatkan masyarakat untuk berhati.

kehadiran serta perkembangan internet dan juga peningkatan jumlah penggunanya telah menyumbang pertumbuhan yang cukup signifikan. Bentuk-bentuk perubahan. hanya kalangan terbatas seperti akademisi dan dunia bisnis saja yang memanfaatkannya. penyesuaian.Internet sebagai sebuah jaringan komunikasi dan informasi sesungguhnya telah hadir di Indonesia sejak akhir tahun delapan puluhan. tetapi bukan tidak mungkin kecenderungan tersebut akan meluas seiring dengan tersebarnya fasilitas akses internet di daerah suburban maupun kabupaten. perkembangan dan penggunaan internet dapat dikatakan memang lebih sebagai “perangkat akademis” (Samik-Ibrahim. khususnya internet. 2004) karena masih terbatas di kalangan akademisi. Sebenarnya. Perspektif ekono mi misalnya. namun memang BPPT/IPTEKnet yang pertama kali memiliki sebuah jaringan "publik" (Samik-Ibrahim. Dalam kasus Indonesia. Perubahan ataupun penyesuaian pola-pola interaksi masyarakat merupakan hal yang tak terelakkan seiring semakin meningkatnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Barulah pada awal tahun sembilan puluhan. 2004). Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi di pertengahan tahun sembilan puluhan. Walaupun perubahan pola interaksi ini lebih tampak nyata di masyarakat perkotaan. sosial. sejumlah perusahaan telah memiliki jaringan internet sebelum tahun 1993. situasi tersebut merupakan bagian dari dinamika masyarakat. dalam berbagai bidang kehidupan. peningkatan 28 . maupun budaya. sejumlah pihak mulai melirik kesempatan usaha di bidang jaringan informasi. terutama yang berkutat dengan perkembangan ilmu komputer dan teknologi informasi. dan perkembangan yang terjadi di masyarakat sebagai konsekuensi penerapan internet dapat dicermati lebih seksama bila dilihat dari beraneka ragam perspektif. karena perangkat-perangkat yang dibutuhkan cukup mahal. khususnya internet. Mulai dari menjamurnya bisnis warung internet. ekonomi. baik interaksi bisnis. Namun. Perkembangan dan penggunaan internet di Indonesia selama satu dasawarsa terakhir sedikit banyak telah mengubah pola interaksi masyarakat. melihat penggunaan internet sebagai kekuatan positif yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi. BPPT membangun jaringan yang bersifat umum. Saat itu. Meskipun perubahan yang terjadi tidak selalu bermakna positif.

internet membantu memperkuat jaringan sosial dan mendorong terbentuknya komunitas-komunitas sosial. Misalnya. tumbuhnya beragam bentuk bisnis via internet. serta perdagangan ilegal “berkat” bantuan internet. sehingga mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.nilai yang mereka anut.penjualan berbagai sarana dan prasarana untuk internet. perusahaan atau industri. Secara sosial kultural misalnya. serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh badan usaha atau lembaga ekonomi lainnya. Hal ini terjadi karena penggunaan internet memungkinkan bertemu dan bekerjasamanya banyak orang yang sebelumnya terpisah-pisah oleh batasan geografis. Walaupun internet di Indonesia belum dimanfaatkan secara utuh untuk penyelenggaraan pemilihan umum atau 29 . Hadirnya internet telah menunjang efektivitas dan efisiensi kerja perusahaan. seperti semakin rumitnya modus ataupun teknik-teknik fraud. Sementara itu. Kondisi tersebut tentu mendatangkan ancaman tersendiri bagi para pelaku bisnis serta konsumen yang banyak mengandalkan penggunaan internet. secara teknis internet telah meningkatkan kecepatan dan efisiensi pertukaran informasi dan transaksi ekonomi. dari perspektif politik dapat dilihat bagaimana internet digunakan oleh tak sedikit kelompok-kelompok kepentingan untuk menyampaikan visi misi ataupun nilai.fenomena menarik sehubungan dengan menyebarnya penggunaan internet di Indonesia. sebenarnya juga tidak terlepas dari karakter sosial budaya masyarakat Indonesia yang masih dominan dan kental rasa kekeluargaan atau guyub-nya. Berbeda dengan apa yang terlihat dari perspektif ekonomi. hingga pembentukan komunitas-komunitas ekonomi mikro yang bergerak dalam bidang information technology. Selain itu. penipuan. internet juga memiliki sejumlah sisi negatif di bidang ekonomi. publikasi. Internet telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi masyarakat. maupun pemerintah. Fenomena merebaknya penggunaan situs pertemanan misalnya. Meskipun mendatangkan banyak keuntungan dan kemudahan. dari sudut pandang sosial dapat ditemui fenomena. terutama karena perannya sebagai sarana komunikasi. internet membuka peluang bagi munculnya bentuk-bentuk baru kejahatan ekonomi seperti carding dan memungkinkan bertambah canggihnya bentuk kejahatan yang selama ini telah ada.

tetapi partai politik. pencemaran nama baik. serta untuk berkomunikasi antar dan antara unsur-unsur masyarakat. Manfaat. ataupun stalking (menguntit orang). dan masyarakat umum mulai terbangun kesadarannya akan potensi internet untuk membangun transparansi pemerintahan. Internet memungkinkan penyebaran produk-produk pornografi secara mudah. internet menjadi sarana baru untuk melancarkan black campaign. sosial. Sementara itu. internet secara sosial membuka kemungkinan berkumpulnya orang-orang yang berpaham sama dari banyak tempat di dunia untuk membangun komunitas yang membenci atau mendiskreditkan suku. kehadiran dan perkembangan internet di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari konteks ekonomi. seperti komunitas fasis. atau kelompok-kelompok fundamentalis. mengkampanyekan programprogram lembaga pemerintah ataupun masyarakat sipil. murah. Dalam konteks politik. 30 . politik.manfaat positif serta konsekuensi-konsekuensi negatif yang telah disebutkan di atas merupakan sebagian kecil gambaran dinamika masyarakat yang sedang belajar menempatkan internet dalam kehidupan mereka. Namun tampaknya bentuk resesi ekonomi apapun tidak terlalu menghambat perkembangan internet di Indonesia. dan dengan restriksi yang amat minim. Contoh yang amat tampak adalah dalam kasus-kasus kejahatan yang berhubungan dengan pornografi atau kejahatan seksual. media. hukum. setidaknya hal ini terlihat dari peningkatan jumlah pengguna internet dari tahun ke tahun. Tidak berbeda jauh dengan apa yang terjadi di negara lain. Meskipun sebagian masyarakat Indonesia baru mengenal internet selama satu dekade terakhir. agama. memantau kinerja kelembagaan. atau ras tertentu.penerapan e-governance. Dan untuk kasus politik. kehadiran internet di Indonesia juga telah memunculkan modus-modus kejahatan baru seperti carding. awal penyebaran internet di Indonesia justru berlangsung saat terjadi krisis moneter di akhir tahun sembilan puluhan. Gejala tersebut diduga muncul karena penggunaan internet mempercanggih bentuk-bentuk kejahatan dan memperkuat kecenderungan negatif yang telah ada sebelumnya di masyarakat. atau perusakan situs lawan-lawan politik. dan budaya yang berlangsung di Indonesia sepanjang waktu tersebut. anti-semitik. hacking. Dalam konteks ekonomi. politisi.

Terbukanya batasan-batasan sosial. dan karakter beragam media. dan berkembang dalam situasi-situasi politik yang beragam dan sangat dinamis. tumbuh. terutama di perkotaan. Di saat yang berdekatan. dalam konteks sosial budaya Indonesia. menyebarkan pendapat. hingga yang paling terkini adalah proliferasi penggunaan internet dalam berbagai tahapan Pemilu 2009 kemarin. internet lahir dan berkembang seiring dengan perubahan-perubahan sosial kultural dalam masyarakat Indonesia itu sendiri. terutama bagi anak-anak dan remaja. di http://www. berhasil mengamati dinamika internet yang terjadi di tengah konteks negara Indonesia yang sedang mengalami puncak proses globalisasi dan ekspansi besar-besaran media komersial. peran. Sementara itu.org/icstd/events/InfoSociety-Stats-Workshop-2007/Indonesia-ICT-Indicators. Depkominfo 2007. euforia kebebasan bermedia pasca gerakan sosial 1998 tak luput turut membentuk pola perilaku dan cara pandang masyarakat. baik dari segi tantangan pembangunan infrastruktur dan sarana teknis 14 .unescap. bahkan normatif ikut mempengaruhi bagaimana masyarakat menjalankan kehidupan dan mengelo la keragaman di sekitar mereka. dan secara bertahap belajar menempatkan teknologi dalam suatu kehidupan berpolitik dan berdemokrasi.internet di Indonesia telah lahir. budaya.pdf 31 . maupun dari segi sosial kultural masyarakat Indonesia sebagai pengguna 14 Lihat Indonesian ICT Indicators. Tarik-menarik opini dan kepentingan publik t rkait kehadiran dan perkembangan e internet pun tak pelak menjadi bagian dari proses pendewasaan masyarakat atas adopsi sebuah teknologi bernama internet. Perkembangan internet di Indonesia sebenarnya masih harus menempuh perjalanan panjang. Pemilu 2004. huru-hara reformasi. Hill dan Sen (2005) misalnya. tentang fungsi. tak dipungkiri bahwa kondisi keterbukaan tersebut juga memunculkan keresahan serta ketakutan bagi sebagian kelompok masyarakat di Indonesia akan maraknya kerusakan moral di sekitar mereka. Meskipun begitu. Kondisi-kondisi tersebut tentunya menjadi peluang tersendiri bagi para pengguna internet untuk memanfaatkan dan bahkan mungkin “memainkan” berbagai keunggulan internet untuk mendapatkan informasi. skeptisisme politik. fase euforia politik. Mulai dari menjelang Soeharto digulingkan.

topik yang pada awal mulanya banyak dibahas adalah siapa pengguna internet. Maka diharapkan masyarakat serta para pengguna internet di Indonesia agar dapat menggunakan internet seoptimal mungkin unt uk aktivitas dan tujuan positif. PENGGUNA DAN PENGGUNAAN INTERNET Pengguna internet (internet user) dan penggunaan internet (internet usage/ uses) merupakan dua hal menarik yang sedang cukup banyak dikaji di negara-negara yang sudah lebih dulu mengimplementasikan internet. Analisis Terry Schau (2001) dapat dijadikan salah satu contoh riset yang cukup komprehensif membahas pengguna 32 . Kemudian arah kajian pun melangkah maju dan bergerak untuk memahami penggunaan internet di negara masing. Kesadaran akan pentingnya pemahaman terhadap fenomena internet dan bagaimana hal tersebut berperan dalam kehidupan warga negaranya secara lebih luas -baik secara politis. B. Hal ini menjadi bahasan utama karena banyak pihak merasa penting untuk mengetahui dan memahami siapa saja yang menggunakan internet. ekonomis. ataupun penyebarannya secara geografis. Berbicara tentang pengguna internet. dan pilihan-pilihan tindakan yang pengguna ambil saat mengakses internet. karakteristik sosial dan demografisnya.upaya untuk mengurangi kesenjangan informasi harus diteruskan agar manfaat internet dapat dirasakan di lebih banyak wilayah di Indonesia.internet. mengambil sebesar-besarnya manfaat dari internet seperti halnya yang dilakukan para pengguna internet di dunia berikut ini. Sehingga upaya.masing. perilaku-perilaku para pengguna internet. datang dari latar belakang seperti apa. ataupun budaya.tampaknya telah mendorong negara-negara tersebut untuk meneliti dan mengkaji bagaimana sesungguhnya pengguna dan penggunaan internet di negara mereka. dan atau menggunakan internet untuk tujuan apa. manfaat serta potensi positif internet jauh lebih banyak dan masih menunggu untuk dimanfaatkan. Kajian-kajian tersebut pada awalnya dilakukan untuk dapat menangkap gambaran umum tentang siapa pengguna internet. sosial. Dan meskipun internet memiliki sejumlah konsekuensi negatif.

sehingga memudahkan mereka untuk menjadi computer literate.000 rumah tangga di Amerika Serikat yang dilakukan oleh Bureau of the Census untuk Bureau of Labor Statistics. Perbedaan dalam berbagai tingkatan umur diduga Schau ada kaitannya dengan seberapa awal seseorang berkenalan dengan komputer dan internet. Temuan Schau di atas sejalan dengan hasil riset Sun. Hasil survei nasional tersebut menggambarkan empat hal: siapa para pengguna internet. Dari hasil survei tersebut Schau (2001) membaca bahwa tingkat penggunaan internet berbeda-beda di berbagai tingkatan umur dan pendidikan. serta tujuan dan aktivitas mereka saat menggunakan internet. sehingga mereka lebih terampil dalam memanfaatkan fasilitas yang tersedia di internet. banyak orang dewasa tua kurang familiar dan nyaman dengan komputer. dan pendidikan mereka. sebuah survei sampel nasional terhadap 48. sementara tingkat penggunaan terendah ada pada kelompok usia dewasa tua (lanjut usia).nyamanan mereka dengan komputer berlanjut ke jarangnya menggunakan internet.internet di Amerika Serikat beserta pola-pola dan kebiasaan penggunaan mereka. Secara umum. kondisi yang sepertinya berhubungan dengan minimnya perkenalan dengan alat-alat tersebut. individu dengan tingkat pendidikan ya ng lebih tinggi lebih cenderung untuk menggunakan internet karena mereka telah lebih dahulu dan kerapkali terpapar penggunaan komputer dan internet selama mereka menjadi (maha)siswa. 33 . Zhong. Analisis Schau dilakukan berdasar pada data Suplemen Current Population Survey (CPS) Desember 1998. karakteristik sosial. Banyak dari para dewasa muda mengenal komputer sejak di bangku sekolah. Yakni. sehingga ketidak. Tingkat penggunaan internet tertinggi berada di kelompok umur dewasa muda. tempat mengakses. terutama melalui pendidikan formal. Selain faktor umur. dan Zhang (2006) tentang kaitan umur dan pendidikan dengan penggunaan internet dalam kasus pengguna permainan online (online games). pekerjaan. Sementara itu. penggunaan internet juga berbeda-beda bergantung pada tingkat pendidikan (educational attainment) responden. penggunaan internet juga dipandang Schau (2001) berhubungan dengan tingkat pendidikan.

dan tidak menuntut banyak pemutakhiran maupun pengkomunikasian informasi. dengan jenis pekerjaan pengguna sebagai salah satu faktor. pendidikan. sekolah atau kampus. Kondisi ini terlihat dari bagaimana tujuan penggunaan internet serta waktu yang dihabiskan online bervariasi menurut jenis pekerjaan pengguna. serta memantau berita terkini (Schau. Pekerjaan manajerial dan profesional/spesialis adalah jenis pekerjaan yang dilaporkan memiliki tingkat penggunaan internet tertinggi. dan seberapa banyak informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu jenis pekerjaan.Lebih jauh lagi. tempat-tempat atau fasilitas umum seperti perpustakaan atau pusat kegiatan m asyarakat juga menjadi pilihan dimana mereka dapat mengakses internet. Selain itu. Sehingga dapat dikatakan bahwa jenis penggunaan internet memang beragam dan dibentuk oleh banyak hal. Berkaitan dengan tempat saat mengakses internet. Umumnya. Schau (2001) melihat bahwa hubungan antara tingkat penggunaan internet dan tingkat pendidikan juga berkaitan dengan hubungan antara tingkat penggunaan internet dan jenis pekerjaan. mencari informasi. Beberapa kegiatan utama yang paling sering dilakukan adalah menerima dan mengirim e-mail. Berdasarkan data PEW Internet Research bulan Maret 2008. dan keahlian kesarjanaan juga menuntut pemakaian internet secara intensif.mail. mencari informasi lewat 34 . para pengguna memanfaatkan internet untuk tujuan-tujuan tertentu. 2001). para responden Current Population Survey (CPS) Desember 1998 menjawab bahwa tempat-tempat teratas dalam mengakses internet adalah rumah. Pekerjaan di bidang produksi misalnya. hal ini karena umumnya pekerjaan yang menuntut gelar. adalah jenis pekerjaan yang labor intensive. tiga teratas kegiatan harian via internet (daily internet activities) di Amerika Serikat adalah mengirim atau menerima e. Perbedaan ini diduga berkaitan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan tingkat pendidikan yang diperlukan oleh suatu pekerjaan. Temuan berdasarkan survei tahun 1998 tersebut tampaknya tidak berbeda dengan kondisi satu dekade berikutnya. Sementara jenis pekerjaan dengan tingkat penggunaan terendah adalah di lini produksi dan perbaikan. dan tempat kerja (kantor).

Dari kedua penelitian tersebut dapat ditemui kecenderungan penggunaan internet di Amerika Serikat. Zhong. Dalam setting bisnis dan aktivitas ekonomi terdapat riset yang mengulas penggunaan WWW oleh pebisnis Amerika dan Meksiko (Witmer dan Taweesuk. 2005). 2008). beberapa riset juga tertarik mengkaji penggunaan internet dan kaitannya dengan aktivitas kesenangan (leisure). dan mendapatkan berita 15 . Beberapa ragam penelitian tersebut membahas antara lain: uses and gratifications dari para pengguna berita online dan offline (Lyn. lihat http://www. 2004). serta penggunaan internet untuk keperluan akademis oleh mahasiswa undergraduate di United Kingdom (Selwyn. Penelitian tentang penggunaan internet dalam konteks pendidikan misalnya membahas bagaimana penggunaan internet oleh pelajar SMP dan SMA di sepuluh sekolah negeri di Amerika (Ebersole. dan perspektif yang spesifik. hubungan antara keterlibatan (engagement) di internet dan partisipasi politik (Weber. tetapi banyak riset mengamati kasus-kasus dalam berbagai setting. Meskipun beberapa penelitian menempatkan kajian di level penggunaan internet secara umum -seperti bagaimana penggunaan survei internet untuk mengetahui penggunaan dan kepuasan terhadap internet dan email (Harrell. 2007). 1998) serta penggunaan internet oleh pelanggan AOL (America Online-sebuah ISP di Amerika Serikat) baik untuk bisnis (e-commerce) maupun untuk kebutuhan sosial (Stafford. dan Abdulla. 2000).asp 35 . Selain itu. konteks. penggunaan dan kepuasan Chinese online gamers (Sun. Walaupun keadaan tersebut belum tentu berlaku sama di semua negara n amun dapat dijadikan contoh riset yang berhasil menangkap gambaran umum perilaku penggunaan interne t.pewinternet. penggunaan BBS (bulletin board system) oleh mahasiswa di China (Liu dan Dimitrova.org/trends. 2000)-. hubungan sosial. dan Zhang. dan 15 Untuk mengetahui versi terbaru survei tersebut. 2006). dan ranah politik. Penelitian atau kajian di luar negeri yang membahas penggunaan internet tidak sedikit yang menggunakan pendekatan atau teori uses and gratifications untuk menjelaskan perilaku penggunaan media (media use) dari para pengguna internet.search engine. Salwen. Loumakis. Penelitian dengan pendekatan di atas umumnya mengadopsi metode survei dan menganalisisnya secara kuantitatif.

yang mencari tahu motif para pengguna komputer saat menggunakan internet dengan memanfaatkan lima kelompok motif. (b) wadah atau objek konsumsi. ditemukan indikasi bahwa penggunaan internet (internet use) lebih cenderung bersifat “bertujuan”. yakni instrumental dan bukan ritual. 2003). Temuan tersebut menunjukkan bagaimana penggunaan internet lebih dominan bersifat aktif. Pengguna internet tidak dapat dipungkiri cukup heterogen perilakunya. sejalan dengan persepsi para pengguna internet yang secara sadar mengetahui mereka menggunakan internet untuk melakukan apa dan memenuhi kebutuhan seperti apa. bahkan ke ranah penyimpangan psikososial seperti problematic internet use (PIU) (Caplan. hingga ke yang social-emotion-oriented dan lebih memanfaatkan internet untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan-kebutuhan sosial dan emosionalnya (Liu. dan (d) sebuah sistem sosial. pass time. convenience. yakni “interpersonal utility. contoh penelitian kualitatif tentang pengguna dan penggunaan internet misalnya adalah penelitian analisis dokumen McMillan dan Morrison (2006) tentang bagaimana internet menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan mahasiswa dewasa muda di Tennessee. (c) alat untuk berkomunikasi. mulai dari sejauh mana khalayak dapat dikatakan aktif hingga ke bentuk-bentuk aktivitas seperti apa yang membuat khalayak layak dinilai aktif. dalam kenyataannya. Sementara itu. 2003). Dari hasil penelitian mereka. Mulai dari jenis pengguna yang sangat task-oriented dan hanya memanfaatkan internet untuk tujuan-tujuan fungsional dan menyelesaikan “pekerjaan”. juga terdapat riset Maignan dan Lukas (1997) yang melakukan penggolongan konsumen dan pengguna internet berdasarkan persepsi mereka yang melihat internet sebagai (a) sumber informasi. Sementara itu. 2002).Bergman. bila selama ini dalam sejumlah penelitian dan kajian pengguna internet dipandang sebagai pengguna media yang “aktif” 16 . Amerika Serikat. information seeking. Hal ini misalnya terbaca dari penelitian Papacharissi dan Rubin (2000) misalnya. sebuah konsep yang banyak diperdebatkan. Selain itu. Persepsi pengguna memang diduga berhubungan dengan motif mereka menggunakan internet. 36 . tidak 16 Active audience. and entertainment”.

Pertama. penggunaan media diatur oleh normanorma formal dan informal. penggunaan media dapat dibedakan secara sosial dan budaya. penggunaan media seringkali terstruktur oleh polapola hubungan sosial. menerima informasi dari berbagai situs. penggunaan media seringkali telah melebur dalam bentuk-bentuk kehidupan sosial lainnya. Posisi ini berangkat dari pandangan McQuail (1994: 313) yang memaparkan penggunaan media sebagai perilaku sosial (social use of media) yang memiliki enam ciri. terutama terkait pemilihan isi (content) dan perilaku. dan tidak hanya melihat perilaku pengguna dari sisi psikologis kognitif semata. Temuan Kitchin tampaknya sejalan dengan pengamatan Slevin yakni bahwa banyak pengguna internet cenderung tidak secara mendalam berkomitmen terhadap satu komunitas online. Penelitian-penelitian yang telah disebutkan dari permulaan subbab ini memberikan beragam gambaran tentang pengguna dan penggunaan internet mereka dari berbagai sudut pandang. tapi “remain a vicarious consumer of the content generated rather than an active participant in its ongoing development”. jenis pengguna internet yang lebih sering hanya “mampir” ke berbagai kelompok diskusi online. Ciri yang keempat. Pilihan-pilihan perilaku pengguna seperti yang telah disebut di atas tentunya bagian dari dinamika pengguna internet sebagai individu dan juga sekaligus makhluk sosial. Kedua. tetapi 37 . seperti apa yang digambarkan Rob Kitchin (dalam Flew.sedikit pengguna internet yang “pasif”. Hal ini menurut Slevin bertujuan untuk “ taking maximum advantage of the new forms of human association enabled by the Internet” (dalam Flew. Selanjutnya. 2005: 68). Misalnya. dalam hal pemilihan acara dan waktu penggunaan media. bisa jadi sang ibulah yang lebih sering menentukan bagaimana anaknya mengkonsumsi media. penggunaan media seorang ibu dan anaknya yang terpengaruh oleh hubungan di antara keduanya. namun penelitian ini menempatkan pengguna dan penggunaan internet mereka sebagai bagian dari kehidupan sosial. meninggalkan komentar singkat. Yakni. 2005: 68) sebagai cyber-surfer atau cyber-lurker. Misalnya. Sehingga penggunaan media bukanlah sebuah bentuk tunggal. Misalnya. tetapi lebih sering berpartisipasi dan keluar masuk dalam banyak komunitas sekaligus. isi media dan perilaku penggunaan media seperti apa yang dapat diterima secara normatif.

email dan chatting) cenderung memiliki lebih banyak ikatan sosial dibanding yang menggunakan internet untuk solitary activities seperti web surfing. tingkat penggunaan internet lebih dominan dipengaruhi oleh dua faktor. Pengguna yang lebih banyak menggunakan internet untuk hubungan atau komunikasi interpersonal (misalnya. terkait dengan konteks interaksi sosial. misalnya. setting sosial kultural. Sementara itu. Ciri yang terakhir. Dalam hal penggunaan internet di sebuah negara misalnya. yakni status sosial ekonomi dan pandangan diri terhadap internet. Zhao (2006) menemukan bahwa ikatan atau hubungan sosial (social ties) para pengguna internet bergantung pada jenis aktivitas online yang dilakukan dan jumlah waktu yang dihabiskan untuk melakukan aktivitas tersebut. Temuan Zhu dan He di atas menunjukkan bahwa perilaku penggunaan internet secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh kondisi-kondisi sosial di sekitar pengguna. Kecenderungan tersebut tentunya bisa digunakan untuk menampik tudingan bahwa pengguna 38 . Contoh yang sering digunakan adalah bagaimana menonton film di bioskop menjadi aktivitas kolektif kelompok-kelompok pergaulan. Kelima. di sisi lain. Tetapi. Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran dan selanjutnya penggunaan internet dalam suatu ma syarakat tidak terlepas dari dukungan-dukungan banyak faktor dalam perwujudannya. Sehingga penggunaan internet itu sendiri sesungguhnya tidaklah bersifat tunggal dan berdiri sendiri.sebagai perilaku sosial maka perlu dilihat bagaimana penggunaan internet bila diletakkan dalam kerangka aktivitas dan hubungan sosial lainnya. aktivitas sore hari sebuah keluarga.menyatu dengan. status sosial dan ekonomi. Berkaitan dengan pilihan untuk memandang perilaku penggunaan media dan juga dalam hal ini perilaku penggunaan internet. dan pandangan pengguna atas kesesuaian diri dengan internet (perceived compatibility of the Internet). penggunaan media itu sendiri sering bersifat “ sociable” dan menjadi dasar bagi interaksi sosial lainnya. antara lain: karakteristik pribadi. Zhu dan He (2002) mengemukakan bahwa adopsi atau penerimaan internet di Hong Kong dipengaruhi oleh beberapa faktor. bagaimana perilaku orang umumnya terikat dengan perilaku penggunaan media yang telah mereka pilih.

faktor sosial yang telah dimiliki sebelumnya. Keadaan positif yang digambarkan Wellman dkk akan lebih banyak dibahas dalam subbab tentang penggunaan internet oleh masyarakat sipil. Hal ini karena hubungan sosial pengguna internet tidak semata. Hal ini karena internet telah dipergunakan untuk berhubungan baik secara lokal maupun global. dan baru dirasakan sebagian kecil masyarakat dunia. yakni berdasarkan pendapatan dan pendidikan (Hill dan Sen. penggunaan internet bersifat menambahi atau melengkapi dan bukan menggantikan bentukbentuk komunikasi lain yang telah lebih dulu ada. Wellman dkk (2003) misalnya mengungkapkan bagaimana internet telah mengubah dan mendorong dinamika dalam komunitas dan masyarakat.mata dibentuk oleh aktivitasnya berinternet tetapi faktor. meskipun sifat penggunaanya bisa beragam dari satu negara ke negara lain. Selain itu. 2005: 144). Terkait dengan konteks sosial penggunaan internet. individualis. dan asosial. terpusat di negara-negara maju. Keadaan ini tentunya sejalan dengan harapan dan temuan beberapa pihak yang memandang potensi internet dalam memajukan kehidupan sosial politik.internet cenderung bersifat egois. dengan sedikit ketidaksetujuan. Kondisi ini seringkali diacu sebagai “digital divide” yang berarti adanya keterpisahan atau jarak secara digital karena belum meratanya adopsi internet di dunia. Namun. Wellman dkk juga menemui indikasi bahwa penggunaan internet telah mendorong perubahan dalam masyarakat di negara maju seiring dengan menguatnya jaringan perseorangan (networked individualism). kondisi positif yang digambarkan di atas akan lebih mudah disebarkan seiring dengan penyebaran internet dan peningkatan jumlah penggunanya di lebih banyak tempat di dunia. padahal sesungguhnya kesenjangan tersebut berada di 39 . sebuah keadaan yang mungkin turut mempengaruhi tingkat keterlibatan masyarakat (civic involvement). Tentunya. Hargittai (2004) berpendapat bahwa digital divide adalah istilah yang kurang tepat karena seolah-olah divide atau kesenjangan yang ada di dunia hanya bersifat digital. Harapan ini diungkapkan banyak pihak karena penggunaan internet di seluruh dunia sebenarnya belum merata. Ketidaksetaraan pemanfaatan internet terjadi baik secara geografis-regional maupun secara hierarkis dalam kelas sosial.

apalagi bila dibandingkan dengan luasan manfaat yang didapat. Meskipun terdapat istilah yang berbeda-beda dalam membahas kesenjangan di atas tapi tak dapat disangkal bahwa memang terdapat kesenjangan pemanfaatan internet secara khusus dan teknologi informasi secara umum. serta keragaman penggunaan. seperti akses terhadap teknologi. Bucy (2000) terutama melihat masih adanya ketimpangan dalam akses terhadap internet terutama di kalangan single mothers. Kondisi ini sangat mungkin terjadi. Ketiga. Terkait dengan ketidaksetaraan digital. apalagi karena menurut Dutta-Bergman (2005a) akses suatu komunitas terhadap internet berhubungan erat dengan community participation dan community satisfaction. tapi sangat mungkin menciptakan diskriminasi antar lapisan masyarakat. keterampilan menggunakan komputer dan internet. Kondisi pemanfaatan internet di seluruh dunia memang belumlah merata baik secara kuantitatif maupun kualitatif. dia juga mengingatkan bahwa kesenjangan tersebut tidak hanya bersifat sebagai pembeda antar berbagai lapisan masyarakat. Terdapat empat keuntungan mendasar penggunaan internet: pertama. e dan bahkan mendorong kepuasan menjadi anggota dalam komunitas tersebut. yakni bila suatu komunitas atau kelompok masyarakat memiliki akses internet yang memadai di tempat tinggal mereka maka hal itu akan saling mendukung dengan keterlibatan anggota komunitas t rsebut dalam aktivitas-aktivitas kemasyarakatan. kalangan lanjut usia. Jumlah pengguna dan pelanggan internet yang terus meningkat kemungkinan berkaitan erat dengan pengetahuan dan kesadaran mereka akan keuntungan penggunaan internet. namun kecenderungan selama ini menunjukkan bahwa pengguna dan penggunaan internet di dunia tidak pernah berhenti meningkat jumlahnya. dukungan sosial. sejalan dengan bagaimana luas dan banyaknya orang dan wilayah yang mungkin dihubungi lewat internet. mampu melampaui batasan wilayah dan negara.banyak dimensi. dan kelompok ekonomi sosial bawah. tersedianya informasi dalam jumlah besar dan juga beragam di jutaan situs. 40 . Kedua. rendahnya biaya yang perlu dikeluarkan untuk dapat mengakses internet. Keadaan ini tentunya sangat disayangkan karena ketidaksetaraan (inequality) dalam akses terhadap internet berkemungkinan menghambat potensi perkembangan postif dalam suatu masyarakat atau komunitas.

Kelemahan yang kedua adalah validitas informasi yang tidak selalu dapat diandalkan. Karena internet memberi kebebasan yang amat luas bagi siapapun untuk memuat dan menuliskan ide apapun. Terutama bila penyedia jasa internet (ISP-internet service provider) di negara itu berada di bawah kendali dan pengawasan pemerintah. tetapi angka penetrasi internet Indonesia masih rendah. namun banyak juga informasi yang sesungguhnya tidak tersedia di internet. sebuah ekses yang tak terelakkan dari karakter internet itu sendiri. Hal inilah yang terbaca ketika jumlah dan persentase pengguna internet belum seberapa bila dibandingkan dengan total penduduk Indonesia.kesemuanya sebagian besar dapat diakses tanpa biaya. Meskipun jumlah pengguna dan pelanggan internet terus meningkat. Pertama. bahkan bila dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. masih rendahnya ketersediaan akses internet dan fasilitas pendukung. Empat kemudahan di atas adalah alasan-alasan utama penggunaan internet. Meskipun internet selama ini selalu digembar-gemborkan sebagai media yang sangat bebas. internet menyediakan metode. terutama bagi para pengguna pemula. Terdapat setidaknya lima “kekurangan” internet yang menghambat masyarakat memanfaatkan potensinya. terutama di negara berkembang seperti Indonesia.metode pencarian informasi yang terus dikembangkan. Walaupun internet menjanjikan dan menyediakan akses tak terbatas pada banyak sekali informasi dan pengetahuan. namun internet sebagai sebentuk teknologi media juga memiliki beberapa kekurangan.pemerintah dapat melakukan pembatasan akses. Ancaman ini tentu dapat menghambat pemanfaatan internet untuk penguatan kapasitas masyarakat. tidak terdapat jaminan mutlak atas kebenaran informasi yang didapat. pada kenyataannya seperti yang terjadi di Singapura dan China. Hal ini karena proses menghasilkan dan menyajikan data serta informasi terpercaya membutuhkan sumber daya yang tidak 41 . Keempat. “Kekurangan” internet yang keempat adalah keterbatasan informasi. Kekurangan pertama inilah yang paling menjadi dinding penghalang antara masyarakat luas dan potensi kemanfaatan internet. kecuali biaya koneksi internet itu sendiri. Kelemahan ketiga adalah pembatasan akses. Penggunaan internet m emang membuka banyak kemungkinan dan peluang.

PENGGUNA DAN PENGGUNAAN INTERNET DI INDONESIA Data pengguna dan penggunaan internet di Indonesia dapat dikatakan masih sangat terbatas. Indikasi yang kuat adalah masih terbatasnya jumlah pelanggan internet. C. sehingga banyak organisasi atau lembaga tidak mampu mempublikasikannya. baru berkisar dua juta pelanggan atau hingga dua puluh lima juta pengguna sampai dengan tahun 2007 (APJII). Sementara itu. keadaan ini terutama karena tidak terdapat survei ataupun penelitian rutin mengenainya. Perkiraan resmi dari APJII terhadap jumlah pelanggan dan pemakai internet selama ini dan perkiraan sampai akhir tahun 2007 adalah sesuai dengan tabel berikut ini: 42 .hambatan atau kelemahankelemahan yang disebut di atas. apalagi bila dibandingkan dengan total jumlah penduduk Indonesia. Sebenarnya “kelemahan” ini tidak berasal semata dari karakter internet itu sendiri.sedikit. tidak sedikit yang masih dihadapi para pengguna internet di Indonesia. Dari data APJII terlihat bahwa secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa internet relatif baru dikenal oleh masyarakat Indonesia . Dari hambatan. namun penjelasan selengkapnya tentang pengguna dan penggunaan internet di Indonesia dapat ditemui dalam subbab berikut ini. Tetapi kendala melek bahasa asing tidak dipungkiri menjadi salah satu penghambat bagi banyak orang untuk mengoptimalkan potensi internet. dan jumlah pengguna ataupun pelanggannnya belum terlalu banyak. jika memerlukan suatu informasi bukan tidak mungkin kita harus memesan dan membayar untuk mendapatkannya. “kelemahan” terakhir dari internet adalah mayoritas informasi yang tersedia disajikan dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Sebagai konsekuensinya. Informasi mengenai pengguna internet di Indonesia secara mendasar biasanya diperoleh dari data APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia). tapi lebih berasal dari keterbatasan pengguna internet itu sendiri.

Angka tersebut kemudian meningkat pesat dalam jangka waktu lima tahun dan mencapai delapan juta lebih pengguna di tahun 2003.428 1.000 4.226. Namun.000 581. Jumlah ini tampaknya akan terus bertambah seiring dengan pembangunan infrastruktur dan perkembangan teknologi informasi.000 384. http://www.000 256. data menunjukkan angka dua puluh juta pengguna.000 667. Sumber: APJII.143 16. setidaknya terlihat dari kecenderungan terus meningkatnya jumlah pelanggan maupun pengguna internet dari tahun ke tahun. Walaupun Indonesia dikatakan masih dalam tahap awal perkembangan pasar internet.1 di atas). namun peningkatan jumlah pelanggan internet saat ini menunjukkan bahwa peluang pasar internet di Indonesia cukup besar (Prayitno.000 400.000 20.500. pada tahun 1998 jumlah pengguna internet di Indonesia baru mencapai 512.534 11.087.000 1.000.000 75.000.000. tetapi perkembangan internet di Indonesia terus menunjukkan perkembangan ya ng signifikan. Berdasarkan data APJII (Tabel 2.002 865. Meskipun persentasenya masih rendah.706 1.000 512. pada tahun 2006.900.000 8.000 1.1.000 134.000.000 1.php?lang=eng 43 . Selanjutnya. 2001).000 Tabel 2.080.000 Jumlah Pengguna 110.000 pengguna.000. memang terdapat perbedaan antara persentase peningkatan jumlah pengguna dengan 17 Data s/d akhir 2007.id/dokumentasi/statistik.700.000 4.200.or.500. terutama bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.Tahun 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Jumlah Pelanggan 31.000 2.000 25.apjii. Perkembangan Jumlah Pelanggan dan Pemakai Internet Indonesia (kumulatif) 17 Angka-angka di atas memang terlihat banyak namun sebenarnya tidak lebih dari sepuluh persen jumlah seluruh penduduk Indonesia.

Hill dan Sen (2005) juga mencatat peran penting warnet sebagai ujung tombak penyebaran akses internet di banyak wilayah di Indonesia. sekolah. Perbedaan jumlah peningkatan kedua kelompok di atas tidak terlepas dari masih rendahnya daya beli masyarakat Indonesia untuk berlangganan internet secara pribadi. sementara pengguna internet i adalah orang yang semata menggunakan internet dan belum tentu seorang pelanggan atau menggunakan internet secara berlangganan. dan Kristiansen.pertambahan jumlah pelanggan (lihat Bagan 2. 2007). Kecenderungan yang tergambar di atas tampaknya terjadi karena sebagian besar pengguna internet di Indonesia mengakses dari warnet. dan bukan dari sambungan pribadi.1. jumlah pengguna meningkat dengan tajam sementara jumlah pelanggan meningk at tidak jauh berbeda dari tahun ke tahun. atau perpustakaan umum. pelanggan internet adalah seseorang yang berlangganan akses internet dari ISP ( nternet service provider). Furuholt. Bagan 2. Pada dasarnya. Peningkatan Jumlah Pelanggan dan Pengguna Internet di Indonesia 44 . penyebaran penggunaan internet melalui tempattempat umum seperti warnet juga menjadi salah satu alasan kenapa pertumbuhan jumlah pengguna internet di Indonesia jauh lebih cepat dibanding pertumbuhan jumlah pelanggan internet (Wahid. Selain itu. kantor.1) yakni.

dengan tidak hanya bergantung pada apa yang disediakan pemilik dan organisasi media (konvensional).Peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia kemungkinan berhubungan dengan pemahaman masyarakat akan karakteristik-karakteristik internet sebagai sebuah media yang berbeda dari media yang lain. (2) menyediakan banyak dan beragam informasi. Faktor tersebut menjadi penting karena semakin umumnya kepemilikan ponsel di masyarakat Indonesia dan bermunculannya banyak penawaran layanan berlangganan Internet murah dari operator telekomunikasi seluler telah mendorong kenaikan trafik internet di Indonesia. (3) bersifat interaktif sehingga pengguna dapat memilih isi yang diinginkan. sehingga mereka bisa ikut menikmati perkembangan teknologi informasi. serta untuk kegiatan bisnis. Sumarlin. 45 . Salah satu faktor tersebut adalah peningkatan akses internet via telepon seluler atau ponsel. Jadi. walau ponsel turut meningkatkan angka trafik internet namun peningkatan yang lebih pesat sebenarnya didorong oleh penggunaan internet di kantor-kantor. 2 September 2008). dan (4) cepat menyediakan informasi terbaru. Ada beberapa faktor yang dapat turut mendorong pertumbuhan dan perkembangan penggunaan internet di Indonesia. namun dia juga mengingatkan bahwa akses Internet melalui media seperti ponsel belum dimanfaatkan secara merata karena umumnya penggunaan perangkat bergerak seperti ponsel hanya bisa diakses oleh pengguna yang tinggal di kota-kota besar (Bisnis Indonesia. internet menawarkan keuntungan lebih pada penggunanya karena memiliki karakter: (1) dapat diakses kapan saja. Seperti yang diungkapkan Fortunato (2005: 31). Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Fenomena ini diakui oleh Sylvia W. terutama pengguna di tingkat masyarakat daerah. Pemahaman di atas juga penting dimiliki pemerintah dan pihak swasta agar mereka turut berkomitmen mendorong pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan untuk lebih menyebarluaskan akses internet. khususnya internet. Hal ini karena harapan yang utama dari pengguna internet Indonesia. Oleh karena itu. adalah akses yang murah dan cepat. institusi pemerintahan.

Selain itu.untuk mendorong penyebaran akses internet (dan juga menegakkan prinsip transparansi informasi). terutama Jakarta (Hill dan Sen. yang menemukan bahwa tingkat pendidikan dan jenjang fungsional peneliti berhubungan lurus dengan tingkat 46 . Salah satu penelitian tentang penggunaan internet di tingkat individual di Indonesia misalnya adalah yang dilakukan Andarwati dan Sankarto (2005) terhadap para peneliti Balitbang Pertanian di Bogor. Kondisi itu tampak dari pembacaan data APJII yang menunjukkan bagaimana meskipun penggunaan internet menyebar relatif cepat tetapi sebagian besar warung internet (warnet) atau kafe internet masih sangat terpusat di kota-kota besar berpenduduk padat di Pulau Jawa. Tidak dapat disanggah bahwa keberadaan tempat-tempat seperti warnet menawarkan peluang bagi mayoritas masyarakat di negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk berkomunikasi dan memperoleh akses terhadap informasi lewat internet. Tidak dapat dipungkiri bahwa walau Internet di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Ketimpangan akses internet dalam dimensi geografis tampaknya berkaitan dengan keterpusatan sumber daya keuangan dan infrastruktur di Pulau Jawa. Terkait profil pengguna dan pola penggunaan internet di Indonesia. terutama dari segi jumlah penggunanya. masih banyak orang yang terhambat untuk menggunakan internet. serta masih rendahnya tingkat kepemilikan ataupun penggunaan komputer dan saluran telepon (sebagai sarana dasar akses internet). Faktor-faktor penghambat lainnya adalah masih minim dan belum meratanya infrastruktur teknologi pendukung internet. mekanisme dan skema pembangunan yang mendorong pemanfaatan internet dalam berbagai kegiatan layanan publik dan bisnis perlu didukung oleh semua pihak. dapat dikatakan bahwa tidak banyak penelitian yang mampu menangkap hal tersebut secara utuh. juga karena masih rendahnya penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa utama pengoperasian komputer dan internet. namun sesungguhnya Indonesia juga mengalami kesenjangan dan ketidaksetaraan dalam penyediaan dan penyebaran akses terhadap internet. atau di pulau-pulau tujuan wisata seperti Bali dan Lombok. Bila bukan karena banyaknya warnet. 2005: 62-64). kota-kota industri di luar Jawa seperti Medan dan Balikpapan.

Sebagaimana yang dipaparkan Hill dan Sen. dan Kristiansen. Para pelanggan warnet dalam penelitian Wahid. Berkebalikan dengan apa yang dielu-elukan sebagai dampak positifnya. Furuholt. dan pencarian informasi sebagai aktivitas terpopuler mereka. Hal ini cukup sejalan dengan kajian Wahid. 2007). dan Kristiansen (2007) yang didasarkan pada survei terhadap pengguna warnet di kota Yogyakarta. internet juga memungkinkan ekses negatif seperti yang tampak dalam penggunaan internet dalam kasus konflik Timor-timor serta konflik di Ambon. dan Kristiansen memang berfokus pada penggunaan internet di atau melalui warnet. Pengguna yang umumnya datang untuk tujuan instrumental dan komunikatif biasanya lebih berumur. Penelitian Wahid. Furuholt. yakni komunikatif (e-mail dan chatting). chatting. dan lebih banyak pengalaman berinternet cenderung akan menggunakan internet untuk tujuan-tujuan lebih serius dibandingkan pengguna lainnya.intesitas penggunaan internet mereka. Salah satu alasan mereka adalah karena dua pertiga pengguna internet di Indonesia memperoleh akses ke internet dari warnet atau kafe internet. terdapat beberapa perbedaan. dan kemampuan ekonomi seorang pengguna internet maka semakin serius pula tujuan mereka menggunakan internet. Menurut ketiga peneliti tersebut terdapat kecenderungan bahwa semakin tinggi pendidikan. Furuholt. instrumental (mencari informasi. Mereka menemukan bahwa pengguna internet di Indonesia yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi. dan Kristiansen (2007) menyebut e-mail. kemampuan pribadi yang lebih baik. Furuholt. usia.masing tujuannya. Temuan di atas memberi harapan bahwa penggunaan internet untuk kemanfaatan sosial bisa didorong seiring dengan peningkatan “jam terbang” dan kesempatan mengakses internet. dan rekreasional (gaming. Selain itu. membaca berita). kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan internet ternyata juga dapat dipergunakan untuk menebar kebencian dan menyebarluaskan 47 . download lagu dan gambar). berpendidikan. mereka pada dasarnya menggunakan internet untuk tiga jenis tujuan. Dari ketiga kelompok pengguna internet dengan masing. dan memiliki tingkat kapabilitas pribadi serta kemampuan finansial yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan pengguna yang menggunakan internet untuk tujuan rekreasional (Wahid.

2002). Bräuchler (2003) melihat secara lebih obyektif bagaimana internet menyediakan cara dan wadah bagi pihak-pihak yang berseteru untuk saling mengungkapkan pandangan-pandangan mereka. dan digunakan untuk berbaga i tujuan. internet sudah menjadi kebutuhan dan kebiasaan sehari. bahkan membangun suatu imagined communities terkait kasus tersebut.sakit hati dan amarah. internet dipergunakan oleh aktor-aktor dalam gerakan dan kelompok-kelompok lokal untuk memperjuangkan kepentingan mereka masing. kelompok. khususnya yang dilakukan oleh masyarakat sipil dan gerakan sosial akan dijelaskan secara lebih mendalam dalam subbab berikut ini. termasuk untuk tujuan-tujuan bersifat non-komersial. D. Tentunya kedua contoh “negatif” di atas merupakan bentuk lain penggunaan internet oleh masyarakat. dengan mengangkat kasus yang terjadi di tingkatan lokal tersebut ke level nasional dan juga global. PENGGUNAAN INTERNET OLEH MASYARAKAT SIPIL Di banyak bagian dunia. Tidak jauh berbeda dengan yang terjadi dalam kasus Maluku. bentukbentuk tindakan yang sulit dilakukan melalui media massa konvensional. Cara kedua. dalam kasus gerakan kemerdekaan Timor Timur. Penggunaan internet untuk tujuan-tujua n sosial politis lainnya.hari. sesuatu yang mungkin sulit dilakukan sebelum kehadiran internet. dengan membuka peluang interaksi antara berbagai pihak yang sebelumnya tidak terhubung.masing. Hal ini terutama dilakukan dengan mengangkat isu kemerdekaan mereka ke tingkatan internasional dan menghubungkan para pendukung mereka yang tersebar di banyak belahan dunia (Hill. Hal ini tentunya kontraproduktif dengan apa yang selama ini didengungkan sebagai pengaruh positif dari internet. Aktivitas-aktivitas non-profit tersebut di antaranya adalah 48 . atau golongan minoritas untuk menyuarakan aspirasi mereka. juga untuk mengkonstruksi identitas dan komunitas dalam rangka mempengaruhi konflik itu sendiri. Pemanfatan internet dalam situasi konflik dilakukan dengan dua cara utama: pertama. Dalam kasus konflik di Maluku.

membangun komunitas sosial dan menjalankan program-program sosial untuk masyarakat. sesuai dengan banyaknya kemudahan yang ditawarkan internet. 49 . Batasan yang longgar tentang masyarakat sipil dalam penelitian ini memang diambil untuk memungkinkan tertangkapnya gambaran beragam bentuk pemanfaatan internet oleh masyarakat sipil. Sebelum kemunculan dan penyebaran internet. tetapi proliferasi internet ke hampir seluruh bagian dunia telah memberikan pengaruh positif bagi masyarakat sipil. dan lingkungan (Munggoro. Namun dalam subbab ini pembahasan tentang masyarakat sipil lebih mengacu pada aneka kelompok-kelompok dalam masyarakat yang bukan pemerintah. yakni sektor pemerintahan dan sektor bisnis/komersial. dan kebudayaan tempat dirinya tumbuh dan berkembang. gerakan sosial. dan berjuang untuk beragam alasan. Penggunaan internet oleh masyarakat sipil dapat mengambil banyak bentuk dan memiliki banyak tujuan. namun dalam mayoritas literatur ditemukan lebih banyak pembahasan mengenai penggunaan internet untuk kepentingan sosial di tingkatan yang lebih luas. sehingga terbangun ekulibrium dalam tiga jalur pembangunan: ekonomi. aktivisme sosial) dalam beberapa kasus di sejumlah negara lain. Masyarakat sipil itu sendiri memiliki sejarah panjang dan beragam bentuk eksistensi. sosial. perlu dipahami dahulu apa yang dimaksud dengan masyarakat sipil. terutama penggunaannya oleh kalangan masyarakat sipil (civil society). terutama dalam hal membangun jaringan dengan 18 Orang-orang yang bergerak di ranah ini sering disebut sebagai sektor ketiga karena secara tegas membedakan diri mereka dari dua sektor lainnya. politk. tidak bertujuan mencari keuntungan. Meskipun kegiatan-kegiatan non-profit tersebut dapat dilakukan secara sendiri-sendiri atau di tingkat perseorangan. bukan perusahaan. sesuai dengan keadaan sosial. Namun. Kedua sektor lain tersebut memiliki tujuan dan polah gerak masing-masing yang ingin “dijaga” oleh sektor ketiga agar tidak melangkahi dan merugikan kepentingan masyarakat umum. masyarakat sipil telah terbiasa menggunakan beragam bentuk media serta alat komunikasi. 2007: 27). Untuk memahami bagaimana aktivis lingkungan di Indonesia menggunakan internet dan memaknai tindakan mereka maka dalam subbab ini akan dibahas bagaimana internet telah dimanfaatkan oleh sektor ketiga 18 (masyarakat sipil. terutama berkaitan dengan kepentingan masyarakat umum yang terabaikan.

organization/mobilization.ide politis mereka ke hadapan publik. ataupun gerakan sosial untuk berkomunikasi dan membangun jaringan. misalnya untuk kegiatan facilitative. dan dapat dilakukan dengan berbagai cara. 2005). yakni penggunaan beragam fasilitas teknologi komunikasi –seperti e-mail dan website. 50 . Selain itu. membangun jaringan. 20 Werbin melakukan ulasan terhadap buku “Cyberactivism” (McCaughey. Pada dasarnya. Cyberactivism: Online Activism in Theory and Practice. menerapkan aktivisme media. Misalnya. dan mampu melampaui l batas-batas geografis dan spasial. aman. tidak d apat dipungkiri bahwa isu kesetaraan ini sesungguhnya bersifat semu karena masih kentalnya digital divide yang memisahkan negara atau wilayah yang sudah memiliki infrastruktur dan fasilitas untuk mengakses internet dengan daerahdaerah yang belum seberuntung itu. dan power (O’Brien. dan mobilisasi. yakni ebih murah. internet juga berguna untuk mendukung aktivitas organisasi dan edukasi kepada publik dan gerakan sosial itu sendiri (Wall. internet dinilai turut memperkuat semangat kesetaraan (equality) 19 yang umumnya dijunjung tinggi para aktivis. Internet dipilih oleh gerakan sosial atau masyarakat sipil karena secara umum dinilai lebih menguntungkan. 2007). Michael D.) dan Sandor Vegh merupakan salah satu kontributor buku tersebut. persuasive. Selain itu. internet dimanfaatkan aktivis. Namun.oleh berbagai jenis aktivisme untuk mendorong komunikasi yang lebih cepat dari gerakan sosial ataupun anggota masyarakat dalam usaha menyebarkan pesan ke khalayak luas. 19 Semangat kesetaraan atau spirit of equality memang sejak awal digulirkan sebagai sesuatu yang inheren dalam sifat alamiah internet. 2003. Aktivitas ini dalam beberapa kesempatan la in juga sering disebut sebagai internet activism (Emerson. Sehingga pada saat ini aktivisme sosial secara umum telah memposisikan internet sebagai salah satu alat utama untuk berkomunikasi. 2005)20 sebagai tiga kategori taktik para cyberactivists. (Eds). serta menampilkan ide. New York: Routledge. Peneliti tidak berhasil mendapat akses langsung ke buku tersebut.berbagai kelompok masyarakat sipil di belahan bumi lainnya. Martha & Ayers. melakukan sosialisasi. yakni awareness/advocacy. serta action/reaction. yang dilakukan oleh aktivis gerakan antikorporasi global (Juris. 2005) saat memanfaatkan internet untuk mengkoordinasi aksi. 1999). seperti yang disebut Sandor Vegh (dalam Werbin. re-educative. masyarakat sipil. efisien. cepat. untuk mencapai beragam bentuk tujuan.

bertukar ide dan juga sumber daya. serta menantang posisi-posisi resmi dan profesional atas isu. atau penayangan video serta film dokumenter melalui forum.isu tersebut. 2004). dan memeriksa setiap informasi dari begitu banyak sumber-sumber global. petisi online. lobbying.Penggunaan internet oleh masyarakat sipil untuk menjalankan advocacy. web pages dan weblog. Untuk berpartisipasi secara politis aktivis bisa memilih cara-cara yang bisa dilakukan setiap orang seperti blogging (Kerbel dan Bloom. Selain itu. Mulai dari e-mail dan mailing list (Wall. Penggunaan internet oleh masyarakat sipil sepertinya tidak lepas dari karakter-karakter internal teknologis dari internet yang mampu mendorong perluasan dan pendalaman proses demokrasi. 2005). (c) (kebebasan berupa) minimnya pengaruh dan kendali pemerintah serta kesulitan yang timbul akibat batas-batas negara. Sejumlah wacana yang menjelaskan alasan di balik penggunaan internet oleh masyarakat sipil disajikan dalam bagian berikut ini. 2002) dapat mengambil beragam bentuk dan cara. community building. 2005) atau mungkin cara yang lebih sulit seperti hacking ke situs-situs “musuh” (Kahn dan Kellner. mendekati kenyamanan. 2007). organizing hingga fundraising (Spencer. penyebaran dan pembagian informasi. membagi. antara lain untuk mencari guidance. dan bukan hanya komunikasi vertikal (top to bottom). memenuhi social utility. (d) kapasitas untuk menyebarkan dan memperdebatkan isu-isu terbaru. hingga cara yang sudah lebih inovatif seperti banner. penggunaan internet oleh aktivis masyarakat sipil dilatarbelakangi oleh berbagai motivasi. Beberapa gerakan juga melakukan kolaborasi digital dengan menciptakan open editing software yang memungkinkan pengorganisasian dan pengkordinasian aksi.forum online. (b) kapasitas bagi pengguna untuk mengakses. dan produksi dokumen untuk publik (Juris. terutama bila dibandingkan dengan media konvensional berbasis teritorial. dan (e) potensi untuk berkomunikasi 51 . 2003). dan mencari informasi (Johnson dan Kaye. volunteering. Karakter-karakter tersebut Flew (2005: 187) rangkum dari sejumlah penulis untuk me mperlihatkan bagaimana internet mampu memberikan (a) jangkauan luas untuk komunikasi horizontal (peer to peer). Tindakan-tindakan di atas pada dasarnya membuka peluang bagi para aktivis untuk berbagi.

ataupun media yang telah mapan. termasuk di dalamnya internet. Kedua elemen di atas secara implisit mensyaratkan internet digunakan secara cerdas dan penuh kesadaran oleh masyarakat yang terdidik. tersedianya banyak kesempatan untuk “nongkrong” dan bebas membangun hubungan pertemanan. Rheingold juga menekankan pentingnya elemen social choice dan political activism untuk mendukung pencapaian potensi demokratis tersebut. termasuk aktivis sosial. Kedua. lahir dari tiga atribut CMC yang saling berkaitan. kesediaan para anggota untuk terlibat dalam aktivitas saling berbagi atau collectivist gift economy. “used intelligently and deliberately by an informed population”. spin doctor.secara “murni”. Keempat faktor tersebut tentu perlu diperhatikan bila aktivis atau lembaga masyarakat sipil ingin mengelola komunitas online yang dinamis dan hidup. the enabling of new modes to participate democratically in public life”. yakni “ building of social networking and social capital. apakah yang sementara dan hanya di permukaan ataukah yang lebih tahan lama dan mendalam. dalam Flew. Terkait dengan WELL -sebuah komunitas virtual. Rheingold berpendapat bahwa nilai penting jaringan new media tersebut bagi anggotanya berakar dari empat hal (dalam Flew. Selain dari keempat karakter di atas. tanpa disaring dan dibentuk lebih dahulu oleh politisi. Pertama. Prasyarat tersebut tentunya perlu dicatat bila Indonesia ingin mendorong penggunaan internet menuju pemanfaatan secara positif dan bernilai guna secara sosial. keragaman kepribadian dan kecerdasan (personal and intellectual diversity). Keempat. 52 . 2005: 62) melihat bahwa potensi demokratis computer-mediated communication (CMC) yang begitu diagung-agungkan para pendukungnya. 2005: 64). Ketiga. cakupan ruang yang memungkinkan “tempat” tersebut menjadi “ensiklopedi hidup” berisikan bermacam pengetahuan. terletak pada sifat desentralisasi jaringan komunikasi ini yang memungkinkan kebangkitan sense of community-building dan partisipasi warga dalam kehidupan publik. Rheingold (1994. Keempat karakter itu saja sudah cukup untuk memotivasi aktivis sosial untuk lebih jauh lagi memanfaatkan internet. the the sharing of knowledge and information. Potensipotensi demokratis CMC.misalnya. dan tidak hanya untuk pemuasan kebutuhan pribadi.

dengan cara-cara yang tidak mungkin disampaikan melalui media massa konvensional. decentralized. terbukanya kemungkinan bertemu dengan orang-orang dengan ketertarikan yang sama. Dan juga sebaliknya. 53 . concentrated. adalah individu. locationbased but largely spontaneous protests” menuju ke “individualized. Kedua. dalam konteks penggunaan internet yang sedikit berbeda. karena internet memberikan kemampuan untuk menyebarkan gagasan-gagasan baru dalam kelompok orang-orang dengan pemikiran sejenis. baik untuk membaca pemikiran orang lain ataupun menuliskan pemikirannya sendiri. Dalam konteks ini. Alasan ketiga. tanpa peduli betapa anehnya kesenangan mereka itu. Temuan ini mendukung pendapat Dutta-Berman (2005b) sebelumnya yang memandang bahwa “ community participation will be positively related to community-based Internet use”. terkait penggunaan media dalam perubahan sosial. tiga diantaranya adalah: pertama. orangorang yang berpartisipasi dalam komunitas offline juga memanfaatkan internet sebagai alat untuk mendukung keterlibatan dalam komunitas (community participation). Shenton dan McNeeley (dalam Flew. dapat dilihat apa yang berlangsung ketika “Technology serves as a facilitator. dalam kasus gerakan sosial pasca 11 September di Amerika Serikat. karena tersedianya kebebasan bagi orang-orang yang merasa terpinggirkan atau tersudutkan oleh masyarakat untuk mengungkapkan pandangan dan pendapat berbeda. Sementara itu.Sementara itu.individu yang lebih berkemungkinan untuk bergabung dalam komunitas nyata atau offline-nya. as an infrastructural tool that gets used by actively engaged individuals” (Dutta-Berman. 2005: 69) memandang bahwa terdapat sejumlah alasan mengapa orang menggunakan internet untuk berpartisipasi dalam online discussion groups. Yang dan Calhoun (2008) menunjukkan bagaimana situasi yang terjadi di Republik Rakyat China sejak tahun 1989 justru menunjukkan tren pergeseran dari “large-scale. Secara riil. Dutta-Bergman (2006) menemukan bahwa individu yang bergabung dalam komunitas online. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar alasan keterlibatan orang dalam komunitas online tampaknya berhubungan dengan ketidakpuasan mereka atas batasan-batasan yang terdapat di komunitas “nyata”. 2006).

Contoh lain hambatan dalam penggunaan internet oleh masyarakat sipil justru datang dari dalam masyarakat sipil itu sendiri. meskipun internet membuka dan menyediakan begitu banyak peluang berkomunikasi dan memperoleh informasi tapi terdapat pula batasan-batasan yang akan dihadapi masyarakat sipil bila ingin mengoptimalkan potensi internet.lembaga tersebut tidak meyakini bahwa internet 54 . internet memungkinkan akses tak terbatas ke banyak dan beragam sumber. Misalnya.and legitimately organized forms of social activism”. tapi malah memperluas ruang perlawanan. Dengan kata lain. dan tak kurang. terkait isu kebebasan dan pengendalian oleh setiap pribadi ( ersonal p control). bahkan tingkat melek huruf. serta kesempatan untuk berpendapat secara bebas. di sisi lain pada prakteknya di lapangan. Pada keadaaan seperti itulah dikatakan bahwa teknologi baru mendorong perubahan dengan cara “mengganggu” dan mentransformasi ruang perlawanan politik.lembaga non-profit di Amerika Serikat.hambatan (constraints) dalam penggunaannya. Hal ini karena setiap kali muncul teknologi media atau komunikasi baru. Kenix (2008) justru menemukan bahwa lembaga. dalam Flew. penguasaan bahasa asing. kemungkinan-kemungkinan yang disebut di atas dihambat atau dibatasi oleh tingkat melek teknologi. Namun.mimpi indah akan apa yang dapat diwujudkan melalui penggunaan internet. terbatasi pula oleh akses orang terhadap teknologi internet itu sendiri. Pemikiran-pemikiran tentang penggunaan internet seringkali terlena pada mimpi. arena itu kemudian menjadi ladang pertarungan baru antara penguasa dan aktor sosial. 2005: 7) berusaha bersikap lebih imbang dengan menunjukkan bagaimana internet menawarkan kemungkinan-kemungkinan atau kemampuan-kemampuan ( affordances) bagi penggunanya. Dalam kajiannya terhadap pengelola website lembaga. Ryder dan Wilson (1995. Bentuk-bentuk aktivisme baru tersebut tidak menggantikan bentuk-bentuk konvensional dalam berunjuk rasa. tetapi secara mendasar temuan mereka dapat diaplikasikan untuk menilai bagaimana penggunaan internet untuk kegunaan lain dan dalam setting yang berbeda. Walaupun penjelasan Ryder dan Wilson banyak berakar pada penelitian mereka terkait “virtual learning”. namun sekaligus juga menghadirkan hambatan.

solusi persoalan partisipasi politik bukan terletak pada teknologi itu sendiri tetapi pada bagaimana teknologi tersebut digunakan. anggota masyarakat yang tidak terhubung atau memiliki akses terhadap internet tentunya akan sulit tersentuh oleh kampanye-kampanye online. Belum lagi. Hal ini karena komunitas di internet masih lemah dalam hal sumber daya dan kapasitasnya. Ini misalnya tampak dari bagaimana mereka mengirimkan pesan pada publik tanpa mempertimbangkan umpan balik ataupun stratagi komunikasi yang sesuai. tujuan. target. terutama bila internet belum dapat diakses secara merata. Ini misalnya terjadi di Slovenia (Oblak. Namun persepsi ini bisa jadi karena orang-orang yang membuat keputusan komunikasi seringkali terbebani dengan pekerjaan-pekerjaan teknis dan bukan dalam peran-peran strategis (Kenix. 2003). dan tidak semata. dan sumber daya program itu sendiri. Karena ada begitu banyak hambatan pemanfaatan internet secara lebih luas.mampu menawarkan kekuatan demokratis. Karena itulah. 2008). yakni meski pengguna internet di Slovenia percaya pada potensi demokratis dari internet tetapi para pengguna internet berat (heavy-users) jarang berpartisipasi aktif secara online.mata agar program tersebut terkesan canggih dan accessible. belum lagi karena partisipasi individu di dalam komunitas online secara umum belum sejelas dan seketat dalam komunitas offline. Lim dkk (2008) juga menyarankan agar gerakan sosial online juga dipadukan dengan yang offline. Apa yang dipaparkan Kenix di atas bisa menunjukkan bagaimana meskipun penggunaan internet oleh aktivis dan masyarakat sipil telah meluas tetapi belum tentu kemanfaatannya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas. Kenyataannya di lapangan. Secara mendasar. kampanye atau program-program sosial yang dijalankan online akan bekerja lebih optimal bila disesuaikan dengan strategi. 55 . Mereka secara paradoks justru melihat bahwa kekuatan internet terletak pada kemampuannya menyediakan kredibilitas instan. Oblak (2003) mengingatkan bahwa walaupun computer-mediated communication adalah langkah yang bagus untuk menyebarkan dan menguatkan partisipasi dalam proses politik. bila masyarakat yang sudah mampu mengakses internet belum memanfaatkannya untuk berpartisipasi aktif dan secara politis.

Namun tentu saja. 2005). Salah satu dari sedikit itu misalnya tentang penggunaan internet oleh peneliti Litbang Pertanian di Bogor (Andarwati & Sankarto. 2003). 2007).Seperti halnya kemunculan teknologi lain. media online melengkapi peran media tradisional dalam mendorong diskusi politik dan civic messaging masyarakat (Shah dkk. tetap masih banyak pihak yang mempercayai potensi positif dalam internet. Dua peneliti yang banyak membahas penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia adalah Merlyna Lim dan Yanuar Nugroho. Meskipun demikian. termasuk masyarakat sipil. beriklan. serta bagaimana partisipasi online merupakan salah satu bentuk perpanjangan dari partisipasi offline (Jensen dkk. sejauh mana masyarakat sipil di Indonesia mampu memanfaatkannya? E. 2005). dapat dikatakan bahwa potensi positif dalam internet dapat sepenuhnya dimanfaatkan oleh siapapun. bila tidak dimanfatkan dengan tepat dan efektif. misalnya bahwa: keterlibatan individu dengan internet memiliki hub ungan positif dengan civic and political participation individu tersebut (Weber dkk. 56 . masih sedikit sekali yang mengkaji penggunaan internet oleh masyarakat sipil ataupun aktivis di Indonesia. Misalnya. ataupun e-commerce. kajian mengenai penggunaan internet dalam konteks non-komersial masih sulit ditemukan. Namun secara umum. tentang penggunaan internet untuk meningkatkan penjualan. penggunaan internet juga mengalami tantangan dan hambatan. Bilapun ada. Mempertimbangkan paparan panjang di atas mengenai berbagai sisi dalam penggunaan internet oleh masyarakat sipil. PENGGUNAAN INTERNET OLEH MASYARAKAT SIPIL DI INDONESIA Riset-riset tentang penggunaan internet (nternet use) di Indonesia belum i banyak dilakukan dan dipublikasikan. potensi tersebut akan terabaikan. umumnya lebih banyak melihat penggunaan internet dari sudut bisnis dan ekonomi. Tetapi. Pertanyaannya sekarang adalah.

NGO. Paparan Merlyna Lim sesungguhnya cukup sejalan dengan temuan Hill dan Sen (2005) tentang sejauh mana akses terhadap internet yang dimiliki mahasiswa.informasi “rahasia” yang kemudian disebarkan secara manual. dan penyesuaian (appropriation) internet yang dilakukan oleh 268 NGO di Indonesia.Kajian-kajian Merlyna Lim lebih berfokus pada penggunaan internet oleh masyarakat sipil di tingkatan umum. Meskipun penggambaran Lim cukup antusias namun dia juga mengingatkan bahwa internet tidaklah serta-merta menjadi sebuah tempat yang demokratis. terutama dalam konteks selama masa reformasi dan setelahnya. Lim juga menunjukkan bagaimana dalam konteks Indonesia internet tidak berdiri sendiri namun berkembang dengan tetap berakar pada budaya dan tradisi sosial khas Indonesia yang menekankan pentingnya jaringan dan komunitas. dengan berfokus pada lembaga yang bergerak di bidang pembangunan sektor pedesaan (rural reform). terutama melalui e-mail dan mailing list. Nugroho melakukan penelitian kualitatif dan kuantitatif selama tiga tahun terhadap lembaga-lembaga swadaya masyarakat tersebut. yang kemudian ikut menjadi salah satu faktor pendorong aksi masyarakat di tahun 1998. dan kelas menengah perkotaan Indonesia mampu digunakan untuk membangun oposisi melawan pemerintahan Soeharto saat itu. dan keberadaan internet itu sendiri banyak bergantung pada siapa pengguna dominan internet (2006). implementasi. Dari penelitiannya. selama sekitar tahun 1997-1998 menjadi salah satu alat diseminasi informasi seputar kekayaan Soeharto. Tulisan lain dari Lim (2002: 392) menggambarkan bagaimana warnet menjadi tempat penting berkumpulnya informasi. Nugroho (2007) menemukan lima area strategis penggunaan internet oleh NGO di 57 . Kajian yang lebih empiris dan up to date terhadap penggunaan internet oleh masyarakat sipil Indonesia telah dilakukan oleh Yanuar Nugroho. Lim (2003) melihat bagaimana penggunaan internet. Lim juga menunjukkan bagaimana dunia maya “disambungkan” dengan dunia nyata lewat internet. Hal ini dilakukan Nugroho dengan meneliti adopsi. Dengan memanfatkan teori difusi inovasi dari Everett Rogers sebagai salah satu kerangka berpikir. sebuah pilihan tindakan yang selanjutnya membuka ruang dan peluang bagi publik untuk mengubah pesan-pesan elektronik tersebut menjadi tindakan politis.

Winters (2002) juga melihat bagaimana pertemuan antara tradisi perjuangan gerakan pemuda dengan tingginya penetrasi internet pada golongan muda saat itu telah menyediakan “adonan” yang dibutuhkan untuk menegakkan gerakan reformis yang terkoordinasi dan berkesinambungan. dan untuk memahami bagaimana medium tersebut dapat digunakan untuk melawan sebuah rezim otoritarian. Sementara itu. Tidak terlalu jauh berbeda. Riset yang dilakukan Hill dan Sen (2005: 1) sejak awal digerakkan oleh kebutuhan untuk mencari tahu potensi demokratis dari internet dan teknologiteknologi terkait. Hal ini tampaknya berhubungan dengan konteks saat itu. i ternet dipandang Eng (1998) memiliki efek n kuat bagi para demonstran di tahun 1998. lebih berfokus pada penggunaan internet di tingkat masyarakat sipil secara luas dan dalam konteks politik. juga membuka peluang saling terhubungnya para penentang pemerintahan. Yanuar Nugroho melakukan penelitian yang lebih empiris dengan memfokuskan kajian pada LSM atau NGO. Kajian Hill dan Sen serta Lim misalnya. Keragaman level penelusuran tersebut justru memperkaya khazanah kajian penggunaan internet oleh masyarakat sipil Indonesia. serta advokasi dan pengawasan. dan mendorong mereka untuk bekerja lebih baik. riset dan publikasi. pemberdayaan dan pembangunan. para demonstran. Ruang kebebasan yang pada waktu itu disediakan internet telah memungkinkan orang Indonesia untuk mendiskusikan topik-topik yang dianggap tabu seperti korupsi dalam militer dan kerajaan bisnis anak cucu Suharto.Indonesia. bahkan hingga tingkat global. Fenomena lain yang terjadi adalah tersebarnya pikiran-pikiran kritis ke tingkatan nasional. Literatur menunjukkan bahwa masih sedikit yang mengkaji penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia. sehingga temuan Nugroho memberikan banyak masukan mengenai penggunaan internet di level institusional masyarakat sipil. yakni terkait dengan jatuhnya Soeharto. mobilisasi. dan kemudian selanjutnya. serta munculnya para tokoh politik dan jurnalis yang selama ini dikekang oleh pemerintahan Suharto. yakni kolaborasi. Pada tulisannya yang lain Nugroho (2008) juga menunjukkan bagaimana adopsi internet oleh organisasi masyarakat sipil yang bekerja di sektor pedesaan membantu mereka membangun jaringan. yakni diberangusnya surat 58 . terutama semasa dan pasca reformasi 1998.

lembaga swadaya masyarakat (LSM) di seluruh Indonesia yang memiliki akses ke internet (Sahude. Pembacaan Eng di awal fenomena tersebut juga melihat bahwa konteks di atas sejalan dengan apa yang disampaikan John MacDougall. yang terjadi pada waktu yang “tepat”.isu HAM di Indonesia dan yang disajikan dalam Bahasa Indonesia.macam informasi yang untuk masa itu takkan pernah mungkin muncul di media massa. serta televisi dari menyuarakan kebenaran. MacDougall mengatakan bahwa lengsernya Soeharto diakibatkan oleh serangkaian kejadian kebetulan. beserta macam. penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia telah berlangsung sejak kebangkitan internet itu sendiri di Indonesia yang berakar pada “masyarakat sipil akademis” yakni ilmuwan dan penggiat teknologi informasi pada saat itu. Kondisi kebebasan informasi saat itu secara “kebetulan’ bertemu dengan perkembangan internet yang mulai memasuki kehidupan publik. dengan salah satu kejadian kebetulan tersebut adalah ledakan informasi melalui internet. Saat itu. masih sangat sedikit situs yang menyediakan informasi mengenai isu. Namun. perlahan jumlah situs penyedia informasi HAM terus meningkat. bagaimana internet mulai digunakan oleh aktivis HAM Indonesia pada pertengahan tahun sembilan puluhan. terutama kaum cendekiawan dan mahasiswa. YLBHI. Beberapa LSM seperti Walhi. Hal ini sepertinya berhubungan dengan banyaknya organisasi HAM yang melihat internet sebagai alat yang dapat mendukung kerja mereka. hanya saja belum banyak dikaji dan dibahas. Misalnya. Sedikit berbeda dengan batasan penelitian Hill dan Sen (2005) tentang internet dalam konteks politis 59 . 2007). salah satu mailing list yang paling berpengaruh saat itu dalam hal berita Indonesia. Sehingga dapat dikatakan bahwa dinamika yang terjalin antara masyarakat sipil di Indonesia dan penggunaan internet bukanlah fenomena baru. penggunaan internet oleh sektor ketiga juga dapat ditemukan terkait dengan pemanfaatan internet oleh berbagai kelompok masyarakat sipil di Indonesia sejak awal kehadiran internet di Indonesia. dan INFID membangun sebuah jaringan tertutup sebagai sarana pertukaran informasi lembaga. stasiun radio. terutama secara ilmiah.kabar. Secara mendasar. Selain keterkaitan dengan gerakan pada masa reformasi. Pertemuan kedua elemen itu barangkali menjadi salah satu alasan mengapa saat itu cukup banyak informasi tentang Indonesia yang beredar di dunia maya. pengelola Indonesia-L.

para aktivis lingkungan Indonesia yang dipilih menjadi informan juga tinggal dan berdomisili di Indonesia. 21 Hill dan Sen (2005 :1) tidak mempermasalahkan apakah aktivitas online tersebut dilakukan oleh seorang warga negara Indonesia atau bukan. 60 . yakni tindakan para pengguna internet itu sendiri. dilakukan dari Indonesia atau tidak. pene litian ini memfokuskan pada penggunaan internet oleh aktivis lingkungan Indonesia. Kebetulan pula. sepanjang aktivitas online tersebut “overtly connected to street demonstrations. Sehingga pusat pembahasan riset ini terletak pada para aktivis lingkungan22 berkewarganegaraan Indonesia yang menjadi informan penelitian ini berikut aktivitas-aktivitas online mereka. Ruang lingkup penggunaan internet oleh aktivis di level individual diambil karena mempertimbangkan pesan Hill dan Sen (1997) sejak awal ketertarikan mereka terhadap media di Indonesia. 22 Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan aktivis lingkungan adalah warga negara Indonesia yang bergelut dalam dan atau memiliki kepedulian dengan isu lingkungan. yakni bahwa fungsi politis internet di Indonesia tidak akan ditentukan oleh aspek teknologis tetapi oleh political agency. parliamentary debates and other material sites of Indonesia political life”. serta berkomitmen tinggi yang ditandai dengan berbagai bentuk keaktifan.di Indonesia 21 .

secara umum di dunia dan secara khusus di Indonesia. serta menempatkan media.BAB III AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP Aktivisme (activism) barangkali bukan istilah yang populer dan tampaknya hanya menjadi bahasa elit dalam komunitas gerakan sosial. It is the awareness of injustice and the constructive opposition to it. A. 61 . dalam c kajiannya mengenai bagaimana membimbing riset dan studi para aktivis memandang bahwa “whenever the person is not contained. dalam aktivitas keseharian mereka. terutama terkait bagaimana mereka tumbuh. which deserves to be called activism”. Namun secara praksis di lapangan. khususnya internet selama ini. Colin Fletcher (2002: 91). Fletcher pada dasarnya memandang aktivisme dapat berada dan berlangsung kapan saja saat seseorang menyadari dan melakukan sesuatu terhadap bentuk-bentuk penindasan atau ketidakadilan. then there is activism22 . khususnya internet. berkembang. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa aktivisme lebih dilihat sebagai suatu kesungguhan atau komitmen seseorang atau sekelompok masyarakat pada suatu isu atau perjuangan untuk tujuan ( ause) tertentu. siapa. Bab ini berisikan tinjauan pustaka mengenai apa. serta bagaimana mereka memanfaatkan media. dan bagaimana aktivis lingkungan hidup berkegiatan. aktivisme tidak mensyaratkan hal yang memberatkan dan seringkali dapat dilakukan melalui tindakan-tindakan sederhana seperti mengubah kebiasaan seharihari. Intisari perjuangan melawan ketidakadilan seperti disebutkan di atas menjadikan aktivis menarik dan penting untuk dikaji. and is in direct opposition to oppression. is not conforming. GERAKAN DAN AKTIVISME LINGKUNGAN HIDUP Pembahasan tentang aktivisme tidak dapat dilepaskan dari narasi besar perubahan 22 sosial yang secara umum diusung oleh pihak-pihak yang Cetak tebal dari peneliti.

secara hakiki yang disebut dengan masyarakat sipil. atau gerakan sosial. Para aktor perubahan sosial tersebut secara kolektif seringkali dikenal dengan beberapa nama seperti masyarakat sipil. beragam struktur dan mekanisme pengelolaan organisasi. seperti environmentalisme dan environmental activism 23 . 62 . dan keadilan lingkungan hidup.memperjuangkan nilai. yakni gerakan sosial yang fokus bergerak di bidang perlindungan. 2007: 27). CSO (Civil Society Organization). gerakan sosial. Definisi Gerakan Lingkungan Gerakan lingkungan hidup (environmental movement) dikenal juga dengan berbagai nama. NGO (Non Governmental Organization). masyarakat madani. dan tidak berorientasi pada kekuasaan maupun keuntungan. dan secara institusi tak jarang dilabeli dengan julukan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). dan tidak menafikan kelangsungan serta kelestarian lingkungan alam di bumi. pelestarian. Semangat perjuangan seperti di atas pula yang diusung para aktivis lingkungan. ataupun non-profit organizations. Meskipun berada dalam satu wadah 23 Para penggiat gerakan lingkungan ada yang dikenal atau menyebut diri mereka sebagai aktivis lingkungan (environmental activist) dan ada juga yang lebih memilih istilah environmentalis (environmentalist). yakni memastikan agar keberadaan kehidupan manusia di muka bumi berprinsip keadilan. Oleh karena itu. melawan bentuk-bentuk penindasan. Ketiga istilah yang tampak sejenis tersebut digunakan secara berbeda dari satu wacana ke wacana yang lain. terjemahan bahasa Indonesia untuk NGO). ornop (organisasi non-pemerintah. ataupun aktivis adalah sekelompok orang yang memperjuangkan nilai-nilai tertentu. meskipun memiliki beragam julukan. serta bermacam.nilai tertentu. namun pada hakekatnya menggambarkan satu fenomena yang sama. orang-orang yang bergerak di ranah ini dapat disebut sebagai “sektor ketiga” karena secara tegas membedakan diri mereka dari sektor pemerintahan dan juga sektor bisnis dan komersial (Munggoro. 1.macam karakteristik yang berbeda dari satu lembaga ataupun gerakan ke lembaga atau gerakan yang lain. tidak menindas sesama makhluk penghuni bumi. Pada dasarnya.

deep ecology. sebuah kondisi yang membuat aktivisme lingkungan bisa mewujud dalam beragam nada dan warna. (2) “aktivis lingkungan terorganisir atau sukarela”. 63 . Mekanisme collective action yang bekerja mampu mempengaruhi faktor-faktor cost and benefits yang membuat seseorang memutuskan untuk bergabung dan terus terlibat dalam gerakan lingkungan. 1983). yaitu anggota organisasi seperti WALHI dan Greenpeace. Definisi di atas sejalan dengan pembahasan definisi gerakan sosial. ataupun metode gerakan mereka sendiri. dalam Lowe dan Goyder.faktor pendorong tersebut penting untuk dipahami karena kelompok dan organisasi lingkunga n hidup pada dasarnya tergolong sebagai organisasi sukarela (voluntary organizations). Dalam pembahasanpembahasan selanjutnya.besar. Keragaman tersebut tercermin pula pada pilihan-pilihan aksi. 1983). Pandangan menyeluruh tentang elemen-elemen dalam gerakan lingkungan disarikan oleh Aditjondro (2003: 124) dari Morrison. Hornback. bergantung pada konteks dan kasus yang sedang dibicarakan. praksis. ketiga istilah yang telah disebut di awal akan digunakan secara bergantian. yakni menekankan perbedaan organisasi-organisasi dalam gerakan lingkungan dengan organisasi komersial seperti perusahaan. tanpa alasan-alasan komersial. yakni kelompok-kelompok formal yang anggotanya berasal dari individu. yakni bahwa tiga komponen gerakan lingkungan adalah (1) “aktivis lingkungan publik”. terdapat beragam aliran pemikiran dalam gerakan lingkungan24 . dan (3) 24 Misalnya. dan Warner. serta organisasi kewenangan (statutory) seperti pemerintah. dan ecological modernization. ekofeminisme. tanpa paksaan.individu yang bergabung secara sukarela. Gerakan lingkungan hidup bisa dilihat sebagai bagian dari perilaku bersama (collective behavior) yang secara formal mewujud dalam bentuk berbagai kelompok dan organisasi lingkungan (Lowe dan Goyder. Faktor. untuk memajukan sejumlah tujuan bersama (Hatch. yaitu sebagian besar orang yang concerned untuk memperbaiki kondisi lingkungan di sekitar mereka.

tapi sama-sama mempercayai dan mempraktekkan nilai-nilai environmentalisme. Senada dengan yang dipaparkan Aditjondo. dan (2) attentive public. Dari kedua pandangan di atas tentunya perlu dipahami bahwa label gerakan lingkungan tidaklah segamblang itu. yaitu (1). 64 . yang dimaksud dengan aktivis bisa saja anggota organisasi lingkungan ataupun bagian dari attentive public. yang dipentingkan adalah kepedulian mereka terhadap lingkungan dan perwujudannya melalui aktivisme via internet. kelompok-kelompok lingkungan. Sebagian dari attentive public mungkin saja di saat yang bersamaan juga bergabung dengan organisasi lingkungan yang ada. yaitu birokrasi publik yang memiliki yurisdiksi terhadap kebijakan lingkungan. Sejumlah pemahaman tentang gerakan lingkungan hidup yang telah dibahas di atas akan mengkerangkai pembahasan-pembahasan selanjutnya tentang gerakan lingkungan dan penggunaan internet oleh aktivis. Karena inilah Lowe dan Goyder berpendapat bahwa kelompok atau organisasi lingkungan hanyalah salah satu indikator dari gerakan lingkungan secara luas. mereka adalah orang-orang yang mengekspresikan kepedulian mereka terhadap lingkungan hidup melalui pandangan pribadi mereka. perilaku dan gaya hidup mereka. Orang-orang “awam” ini bisa siapa saja. tapi kondisi ini cukup kompleks dan membutuhkan penjelasan tersendiri. sebagai perwujudan organisasional dari gerakan lingkungan. dalam penelitian ini.“organisasi gerakan lingkungan institusional”. sehingga upaya memahami gerakan lingkungan perlu mempertimbangkan elemen-elemen yang menyusunnya. Oleh karena it u. orang-orang yang meski tidak bergabung ke salah satu kelompok lingkungan. pemahaman Lowe dan Goyder (1983: 9) atas istilah “gerakan lingkungan” melihat bahwa gerakan lingkungan terdiri dari dua elemen.

Sehubungan dengan temuan di atas Jeremiah Hall (2008) berpendapat bahwa secara mendasar gerakan lingkungan era modern yang ada saat ini berakar dari sejumlah pemikiran yang berkembang di Eropa Barat dan Amerika Utara sejak pertengahan abad ke-19. Namun Garner (1996: 62) mengingatkan. Yunani. Amerika Serikat) 65 . atau polusi air dan udara. Manuskrip. Sejarah Gerakan Lingkungan Hidup Sejarah environmentalisme atau gerakan lingkungan sesungguhnya sudah bermula ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. berpendapat bahwa sesungguhnya pemikiran-pemikiran terkait isu-isu lingkungan hidup telah lama muncul sepanjang sejarah tertulis umat manusia. yakni naskah.2. hingga kemudian pada tahun 1800-an di sejumlah negara Barat tercatat lagi kemunculan pemikiran-pemikiran lingkungan hidup.isu lingkungan di banyak penjuru peradaban dunia (India. dan tak sedikit yang bercerita tentang kasus-kasus kerusakan lingkungan maupun upaya perlindungannya yang telah terjadi bahkan sejak era pra-sejarah dan peradaban awal manusia (Sebelum Masehi). Kovarik menemukan sebaran catatan-catatan terkait isu. Salah satu rekaman kepedulian lingkungan hidup yang paling awal tercatat dalam sejarah ditemukan di Timur Tengah. pelestarian alam. yakni sejak kebangkitan kesadaran manusia akan hubungan dirinya dengan alam sekitar serta bagaimana manusia dan lingkungan sesungguhnya saling mempengaruhi. Cina). terutama terkait dengan pencemaran (environmental pollution) dan bagaimana melindungi kesehatan manusia dari efek-efek buruknya (Gari. namun saat itu manuskripmanuskrip tersebut lebih banyak membahasnya di bawah label. Namun setelah masa tersebut tidak ditemukan lagi naskah. 2008). Kovarik. Virginia.naskah yang ditulis sekitar abad ke-13. 25 Lihat Environmental History Timeline di www. Timur Tengah.label seperti konservasi. dalam situs Environmental History Timeline25 miliknya. Romawi.runet.manuskrip tersebut berisi catatan-catatan pemikiran sejumlah ilmuwan Muslim yang prihatin dengan kondisi lingkungan.naskah yang mencatat jejak kepedulian lingkungan. kesehatan masyarakat (public health).edu/~wkovarik/envhist (William KovarikRadford University.

Ralph Waldo Emerson. Hall. Di antaranya 66 .isu lingkungan. Untuk konteks Amerika Serikat. Era pertama gerakan lingkungan di Inggris mulai marak di akhir abad ke-19 hingga awal pergantian abad (Lowe dan Goyder. Kondisi inilah yang memicu kritik-kritik terhadap environmentalisme. salah satu organisasi lingkungan hidup tertua di Amerika Serikat. Kemunculan sejumlah kelompok lingkungan hidup di Inggris dan Amerika Serikat sejak pertengahan tahun 1800-an telah membuka jalan bagi publik untuk lebih mengenal isu. yakni kelompok pelestari countryside dan amenity. tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Inggris. serta pendirian taman nasional dan hutan lindung negara di sejumlah tempat di Amerika Serikat (Lowe dan Goyder. dan gerakan perlindungan hewan (Garner. Ketiga varian tersebut memberi warna tersendiri dalam sejarah gerakan lingkungan hidup di Inggris. Kebangkitan pemikiran lingkungan di kedua wilayah tersebut tampaknya berkaitan dengan menurunnya kualitas hidup dan lingkungan alam akibat berkembangnya Revolusi Industri di Eropa dan perluasannya ke Amerika sejak seabad sebelumnya. pendirian Sierra Club.dalam kasus Inggris. pemikiran. 1983: 16). 1996: 63). ditandai oleh tulisan-tulisan. 1983). kelompok yang berfokus pada konservasi alam. khususnya pada konservasi alam liar (wilderness). dan aksi para pecinta alam seperti Henry David Thoreau. terutama bila memasukkan gerakan konservasionis tahun 1800-an. 2008). John Muir. gerakan lingkungan memiliki akar yang juga cukup panjang. sudah terdapat aktivitas-aktivitas peduli lingkungan sejak abad ke-16 yang dilakukan oleh para amateur field naturalist. Secara konkret kepedulian terhadap lingkungan di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 hingga awal tahun 1900-an. Hanya saja memang pembentukan kelompok-kelompok lingkungan untuk pertama kalinya baru dimulai di abad ke-19. namun keanggotaan dalam kelompokkelompok lingkungan tersebut umumnya masih elitis dan beranggotakan masyarakat kalangan menengah ke atas (Lowe dan Goyder. 1983. Gerakan tersebut terdiri dari tiga varian yang cukup berbeda. dan Robert Underwood Johnson.

1996. Namun argumen ini ditampik Lowe dan Goyder (1983:15). tak lagi elitis. Imej gerakan lingkungan sebagai gerakan kelas menengah pun semakin berkurang sejak kebangkitan gerakan lingkungan kontemporer di pertengahan abad ke-20. Sejak saat itu. serta terjadinya sejumlah “kiamat lingkungan” seperti insiden Chernobyl dan juga Minamata.masalah lingkungan hidup adalah berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi Lingkungan Hidup di Stockholm pada tahun 1972. serta kesenjangan antara negara-negara Utara dan Selatan. kemudian terus bergulir hingga pertengahan tahun 1970-an ke berbagai belahan dunia lainnya sebagai isu politis penting (Garner. kemunculan isu lingkungan terus meluas.bahwa keanggotaan kelompok lingkungan didominasi masyarakat kelas menengah karena hanya kelas menengah yang tertarik pada isu lingkungan. Salah satu pendorong menguatnya kesepahaman bersama dari warga dunia akan urgensi penanganan masalah. Hall. karena menurut keduanya komposisi demografis anggota kelompok-kelompok lingkungan tidak selalu merepresentasikan keberpihakan masyarakat secara luas terhadap isu. bermula di Eropa Barat dan Amerika Utara. yang kemudian dilanjutkan dengan KTT Bumi di Rio de Janeiro tahun 1992. Konteks kelahiran gerakan lingkungan hidup kontemporer saat itu adalah situasi sosial politik pasca perang dunia. Akar environmentalisme modern yang hidup saat ini –yakni yang lebih melibatkan publik. atau hanya di level pemikiran– memang bermula sejak pertengahan abad ke-20. 67 . Gerakan lingkungan kontemporer atau populer seperti yang dikenal sekarang mulai mengambil bentuk pada tahun 1960-an. keadilan lingkungan.isu lingkungan hidup. karena gerakan lingkungan cenderung membela kepentingan masyarakat kelas menengah. Isu.isu yang berkembang hangat saat itu adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). boom ekonomi di sejumlah negara. atau bahkan mungkin sebaliknya. Salah satunya ditandai dengan semakin banyak negara dan warga dunia bergabung dalam peringatan-peringatan seperti Hari Bumi dan Hari Lingkungan Hidup dari tahun ke tahun. 2008).

Sejak awal. Keberhasilan perluasan dukungan terhadap isu lingkungan juga tampak dari manifestasi dukungan di parlemen Inggris. Inggris. hal-hal yang diperjuangkan dalam aktivisme lingkungan umumnya berangkat dari satu titik untuk kemudian terus meluas seiring dengan tersibaknya kompleksitas permasalahan lingkungan. Gerakan Lingkungan Hidup di Dunia Meluasnya kesadaran akan persoalan lingkungan hidup yang semakin menggerogoti bumi ini tidak hanya berlangsung di negara. dan Jerman (sejak tahun 1980). Dalam subbab ini akan sedikit dijelaskan mengenai gerakan lingkungan hidup di beberapa negara. dan setidaknya mampu mengkondisikan partai-partai politik lain dan 26 Selain Inggris.negara maju. Kerumitan persoalan lingkungan tercermin juga dalam dinamika gerakan lingkungan hidup di sejumlah negara di dunia. perjuangan nilai. baik secara sosiologis maupun politis.Sejarah gerakan lingkungan hidup masih relatif muda –terutama jika dibandingkan dengan gerakan. 1983). negara lain dengan Partai Hijau yang cukup berpengaruh dalam parlemennya adalah New Zealand (sejak tahun 1972). 68 . Dilihat dari ukuran dan perkembangannya. HAM.nilai environmentalis telah memasuki ranah politik nasional Inggris. hak-hak wanita– tapi tidak berarti bahwa gerakan lingkungan hidup kekurangan “bahan” dan isu untuk digarap. Meskipun sistem elektoral yang berlaku menyulitkan mereka untuk meraih kursi signifikan di parlemen (Connelly dan Smith.gerakan sosial lainnya seperti perjuangan kelas dan buruh. Inggris pada awal tahun 1980-an telah menyaksikan popularitas gerakan lingkungan di masyarakat. sebagai salah satu negara pelopor awal kemunculan kelompok lingkungan. yakni dengan berdirinya Green Party26 di Inggris pada tahun 1985. 3. 1999). telah menyaksikan pertumbuhan dan perkembangan gerakan lingkungan yang begitu pesat. gerakan lingkungan di Inggris pada saat itu sudah lebih besar dari partai politik ataupun serikat dagang manapun. dengan jumlah pendukung hingga tiga juta anggota. namun juga negara-negara berkembang. sehingga dapat digolongkan sebagai salah satu fenomena atau kekuatan sosial besar (Lowe dan Goyder.

yang mampu menarik partisipasi banyak orang dari berbagai kelas sosial. 2008). jauh dari semua aktivitas manusia. Buku tentang bahaya pestisida DDT. yang sebagian pendirinya merupakan sempalan dari organisasi lingkungan tradisionalis Sierra Club (Connelly dan Smith. khususnya hutan.isu 69 . Meskipun demikian. yakni di akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. sementara kelompok pelestarian lebih memilih cara mendirikan taman-taman nasional untuk melindungi dan mengisolasi alam. Sementara pada era selanjutnya. Untuk kasus gerakan lingkungan hidup di Amerika Serikat. Pertentangan muncul karena kelompok konservasi mendukung eksplorasi sumber daya alam asalkan tidak berlebihan (used but not abused).juga masyarakat luas untuk lebih peka dan memperhitungkan faktor lingkungan dalam pembuatan setiap keputusan politik. Sejumlah contoh dapat dilihat pada dinamika yang terjadi di Korea dan Taiwan. sejak awal kemunculan gerakan lingkungan. preservation (Hall.negara berkembang. dua negara yang pernah dikenal sebagai “Newly Industrializing Countries”. 1999: 79-80). conservation vs. geliat gerakan sosial di bidang lingkungan sesungguhnya juga sudah lama berlangsung di negara-negara berkembang. 2007). Di kedua negara. Masyarakat di kedua negara telah melihat keterkaitan antara isu lingkungan dengan isu. karya Rachel Carson serta rangkaian kegiatan publik yang mengangkat tema-tema lingkungan hidup secara berkelanjutan sejak tahun 1980-an telah mampu mengundang perhatian publik Amerika Serikat tentang kerusakan lingkungan di sekitar mereka. berjudul Silent Spring. termasuk di antaranya para aktivis yang memobilisasi kepedulian menjadi sebuah gerakan lingkungan. khususnya di Asia. Sebagian besar literatur memang lebih banyak memotret kebangkitan gerakan lingkungan hidup di negara.negara Barat. tercatat kebangkitan gerakan lingkungan yang spontan (Bello. Biaya lingkungan yang harus dikeluarkan akibat industrialisasi menjadi keprihatinan sekelompok orang dalam masyarakat negara. gerakan lingkungan hidup di Amerika Serikat diwarnai geliat organisasi-organisasi lingkungan grassroot seperti Friends of the Earth dan Greenpeace. perbedaan tampak jelas antara gerakan konservasi dan pelestarian.

Bello (2007) melihat bahwa sedikit berbeda dengan yang terjadi di Taiwan dan Korea. dan juga para environmentalis bergabung dalam aliansi yang terbentuk secara alami untuk melawan perusahaan-perusahaan trans nasional. kaum miskin kota. Tidak jauh dengan yang terjadi di negara-negara Asia Tenggara. serta melawan penggundulan hutan dan pencemaran laut di Thailand dan Filipina. dan pencemaran udara. pembangunan waduk-waduk raksasa di Thailand.penyediaan lapangan pekerjaan. racun. monopoli kapital di tingkat lokal. dan Indonesia. Filipina. dan krisis pertanian. dan pemerintah pusat. serta kampanye petani 70 . menjangkau isu-isu seperti kampanye melawan Coca Cola dan Pepsi Cola dalam kasus pengurasan air tanah dan limbah industri (sludge). Hal ini karena w aduk mewakili gambaran negara barat akan visi pembangunan modern yang mereka anggap seharusnya dijalankan negara-negara dunia ketiga untuk mengejar ketertinggalan dengan negara-negara maju. kaum pekerja. kesehatan lingkungan kerja. gerakan lingkungan sudah lebih dahulu muncul di beberapa negara Asia Tenggara. Setelah isu waduk. Berbeda dengan yang terjadi di kedua negara asia Timur di atas. 2007). gerakan lingkungan hidup di India telah berumur panjang. gerakan lingkungan terus berkembang. Sejak 25 tahun yang lalu gerakan lingkungan di India telah menjadi salah satu kekuatan yang memperdalam demokrasi di India (Bello. Kelas menengah. isu lingkungan hidup di Asia Tenggara melibatkan lebih banyak massa dan tidak hanya menjadi isu kelas menengah. perjuangan gerakan lingkungan telah banyak berlangsung. Sejak tahun 1970-an. bahkan sebelum era industrialisasi memuncak di negara-negara tersebut (pertengahan tahun 1980-an hingga pertengahan 1990-an). Salah satu pengaruh paling penting dalam gerakan lingkungan berbasis massa di India adalah gerakan antidam atau anti waduk. Hingga akhirnya gerakan lingkungan di kedua negara tersebut mampu memaksa pemerintah mereka untuk mengeluarkan peraturan yang lebih ketat tentang limbah industri. seperti perlawanan terhadap energi nuklir di Filipina.

dan estetis.nilai alternatif. meluasnya nilai. keinginan untuk menjauh dari kota dan kembali ke suasana pedesaan. kekecewaan terhadap pengaruh industrialisme pada kehidupan perkotaan. 1983: 30). Sudut pandang sosiologis atau perspektif gerakan sosial melihat kemuncula n gerakan atau kelompok lingkungan berhubungan erat dengan perubahan nilai-nilai dan struktur sosial dalam masyarakat (Lowe dan Goyder.faktor seperti pertumbuhan kelompok pekerjaan yang dekat dan sering bersentuhan dengan 71 . dan tidak kritis menghadapi model. Kasus-kasus gerakan lingkungan di sejumlah negara berkembang dapat menunjukkan bahwa pemahaman akan evolusi mass-based environmental movement di negara.negara Asia sangat penting untuk menghalau pandangan dan kesan bahwa masyarakat Asia bersikap tidak peduli.model industrialisasi berorientasi ekspor dan pertumbuhan tinggi yang digembar-gemborkan elit pemerintah mereka (Bello. Ketidakpuasan masyarakat yang tertangkap Lowe dan Goyder misalnya adalah keprihatinan akan hilangnya tempat-tempat alami.upaya kolektif untuk menginstitusionalkan nilai.menentang beras dan bibit tanaman yang telah dimodifikasi dan direkayasa secara genetis (GMO-genetically modified organism). yakni sudut pandang sosiologis dan politis. Sudah semakin banyak orang awam di negara. dan merusak lingkungan alam. dan pandangan terhadap alam sebagai sumber pencerahan spiritual. Selain itu. pasrah.negara Asia yang paham bagaimana model pembangunan tersebut telah mengacaukan pertanian. 2007).nilai yang selama ini dianut masyarakat dan mewakili upaya. moral.nilai pro. melebarkan jurang kesenjangan pendapatan. 4.lingkungan diduga ikut didorong faktor. yakni lahir dari ketidakpuasan terhadap sejumlah nilai. Keduanya melihat kemunculan gerakan lingkungan hidup memiliki kemiripan dengan latar belakang kemunculan gerakan sosial. Penjelasan Atas Kemunculan Gerakan Lingkungan Ada dua sudut pandang utama yang sering digunakan untuk mengkaji kelompok atau organisasi lingkungan.

[…]” (Lowe dan Goyder.material– (Lowe dan Goyder.nilai dan hal. sebuah keadaan yang mendorong kelahiran kajian baru seperti politik lingkungan (Connelly dan Smith. dinamika gerakan lingkungan dinilai lebih berhubungan dengan sistem politik. kepentingan politik. Sementara itu. 1983: 31). Dinamika politis ini menurut Lowe dan Goyder terjadi ketika isu. dan kelompok kepentingan dalam mengangkat dan memanipulasi isu. 1999).institusi politis. Sementara itu. Pembelaan terhadap lingkungan dan hubungannya dengan masyarakat dilihat sebagai sebentuk kepentingan yang penyalurannya memanfaatkan intitusi.isu-isu lingkungan serta adanya peningkatan standar kehidupan –yang tampaknya telah memungkinkan sebagian orang untuk mulai berpikir tentang nilai. serta bila permasalahan yang ada memungkinkan diambilnya tindakan via keputusan politik.isu lingkungan tersebut perlu memenuhi sejumlah syarat.isu lingkungan hidup dipandang mampu menjadi bagian dari agenda politik dan menarik perhatian pemerintah dan politisi. tepatnya dari hasil peran media.nilai sosial dalam masyarakat sebagai penyebab kemunculan gerakan lingkungan. di antaranya adalah adanya public visibility. 1994). Martell. sejalan dengan prinsip dan nilai sistem politik yang berjalan. elit-elit politik. such as politicians. Peran para elit dan aktor-aktor politik yang membentuk isu lingkungan menjadi sebuah agenda publik tampak dari bagaimana isu dapat “berputar” bila 72 . newspaper editor and interest group leaders. ditandai dengan seringnya isu. dari sudut pandang politis atau dari perspektif kelompok penekan (pressure group). Tentunya isu. dan perilaku aktor politik pada suatu masa.isu tersebut diangkat ke media massa dan merebut perhatian publik.hal non. 1983. maka analisis politis lebih memandang maraknya isu lingkungan sebagai hasil proses politik jangka pendek. Sehingga dapat dikatakan bahwa sudut pandang politik menekankan “interrelation between the characteristics of particular issues and the values and preoccupations of certain gatekeepers. bila Lowe dan Goyder melihat analisis sosiologis menekankan peran perubahan jangka panjang nilai.isu serta mendorong nilainilai tertentu dari “atas”.

dapat disimpulkan bahwa environmentalisme sejauh ini bisa sedemikian rupa “naik daun” karena riilnya masalah. 5. gerakan lingkungan hidup terdiri dari beberapa warna dan tidaklah bersifat homogen. dan gerakan lingkungan bukanlah semata. gerakan lingkungan hidup adalah sebuah pohon besar dengan sejumlah cabang. media. apa yang dilakukan Lowe dan Goyder. Pandangan “saling keterkaitan” ini juga disetujui Martell (1994).fakta ilmiah yang menjelaskan permasalahan objektif yang menerpa lingkungan hidup tempat tinggal masyarakat industrial. dan ekonomis dalam masyarakat. dan kelompok kepentingan. kebangkitan environmentalisme sesungguhnya bukan hanya karena faktor. Bila dianalogikan. para ilmuwan. sosial ataupun budaya. dan kelompok lingkungan. tetapi juga karena telah diperkenalkan dan dipopulerkan oleh aktor-aktor sosial dan politik melalui media. Menurutnya.masalah lingkungan yang dihadapi dan dirasakan masyarakat. Meskipun memilki satu akar (kepedulian terhadap bumi dan lingkungan hidup).faktor sosial tapi sebagian besar juga karena fakta.digulirkan terus-menerus oleh aktor-aktor politik. namun dia menambahkan bahwa kemunculan dan kebangkitan environmentalisme. 1983). membentuk suatu lingkaran opini publik. Martell juga mengkritik penjelasan-penjelasan atas environmentalisme yang selama ini sering terlalu sosiologis (dalam artian hanya menggunakan masyarakat dan dinamika di dalamnya sebagai alat analisis). Pada kenyataannya.mata produk dari struktur politik. dimana setiap cabang menghasilkan buah yang berbeda-beda jenis. ekonomi. interaksi setiap 73 . sosial. Dari sejumlah argumen di atas. Keragaman dalam Gerakan Lingkungan Pembahasan tentang sejarah dan dinamika gerakan lingkungan hidup umumnya mempermudah penjelasan dengan mengandaikan gerakan lingkungan sebagai satu kesatuan yang utuh (misalnya. kepedulian lingkungan. Selain mendukung “teori saling keterkaitan”. yang di saat bersamaan berinteraksi dengan kondisi-kondisi politis.

ide mulia yang terkandung dalam konsep ini rupanya tetap dinilai pendukung ecocentrism tidak cukup kuat untuk mengubah keadaan. 1987). Aliran-aliran dalam environmentalisme pada dasarnya dibedakan menjadi dua: anthroposentrisme (atau homosentrisme) dan ekosentrisme. dan menempatkan alam dalam batas sejauh mana dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Ekosentrisme tidaklah anti-human. para penganut aliran ekosentrisme tidak ingin bekerja hanya di permukaan. Salah satu pernyataan internasional yang dapat digolongkan dalam pandangan ini adalah konsep sustainable development yang pertama kali diluncurkan salah satu komisi PBB dalam Brundtland Report di tahun 1987. Pemikiran anthropocentrism memandang pelestarian dan perlindungan lingkungan penting dilakukan agar keberadaan umat manusia di muka bumi dapat terus berlanjut. Pandangan ini memang berpusat pada manusia dan segala kepentingannya. mereka hanya ingin orang-orang memahami betul bahwa keberadaan dan kelangsungan hidup manusia bergantung sepenuhnya pada ekosistem bumi dan spesies-spesies penghuninya (Mosquin dan Rowe. melalui penciptaan teknologi. permasalahan lingkungan 74 . Konsep Pembangunan Berkelanjutan yang kemudian diadopsi oleh banyak negara tersebut memandang perlunya melindungi alam dan lingkungan agar dapat terus memenuhi hak-hak generasi saat ini tanpa mengorbankan hakhak generasi mendatang (WCED. Pandangan seperti ini salah satunya berangkat dari pemahaman dan keyakinan mereka bahwa kehidupan manusia hanyalah salah satu bagian saja dari keseluruhan kehidupan di bumi.hal di luar pohon tersebut mengkondisikannya untuk memiliki buah yang berbeda. Berbeda dengan pendukung pandangan antroposentrisme. Pendukung antroposentrisme menganggap penyelesaian masalah lingkungan dapat dilakukan seiring pertumbuhan ekonomi. Karenanya. oleh karenanya kepentingan umat manusia tidak boleh diletakkan di atas kepentingan makhluk hidup lainnya. Ide. Mereka memandang perubahan fundamental dalam cara hidup penghuni bumi mutlak dibutuhkan bila ingin bumi ini diselamatkan. 2004).teknologi ramah lingkungan.cabang dengan hal.

Menurutnya.org/deepplatform. Gesekan antara antroposentrisme dan ekosentrisme menguat pula sejak bermunculannya sejumlah green political theory yang mengkaji bagaimana ideide dan nilai. yakni gerakan ekologi dalam dan dangkal (deep and shallow ecology movement ).ide gerakan lingkungan.gagasan Arne Naess. menggabungkan konsep-konsep preservation.deepecology.nilai kunci yang me mbedakan ekologi dalam dan dangkal (lihat Tabel 3.html 75 . yakni environmentalisme radikal dan moderat. penelusuran Garner memang banyak memiliki kesamaan dalam hal nilai. ecology.hanya dapat diselesaikan dengan melestarikan kesatuan ekosistem dan bukan melestarikan keuntungan ekonomi. termasuk menguatnya pemikiran ekosentrisme. Naess adalah seorang filsuf dan pecinta alam dari Norwegia yang mempertanyakan tujuan dan motif gerakan lingkungan selama ini. dan spirituality ke dalam satu gerakan. pemetaan dan pemilahan yang dilakukan Garner (1996) mampu mengungkapkan dan menempatkannya dalam dua spektrum yang saling bertentangan. terjadi setelah dikenalnya gagasan. 1999). 27 The Deep Ecology Platform. Perubahan siginifikan dalam ide. bukan pada perubahan fundamental yang merupakan fokus deep ecology. Dia melihatnya terdiri dari dua bagian.nilai environmentalis dapat memanfaatkan sistem dan institusi politik yang telah ada (Connelly dan Smith. Naess menerbitkan tulisan di tahun 1973 yang memperkenalkan frase “deep ecology” dan menawarkan sebuah “Deep Ecology Platform” 27 . Hall (2008) melihat Ekologi Dalam sebagai sintesis dari banyak gerakan lingkungan yang telah ada. mereka yang berkecimpung dalam gerakan “dangkal” hanya peduli pada solusi-solusi jangka pendek.1 di halaman berikut). Dari sekian banyak pemikiran. lihat http://www. Walaupun tidak sepenuhnya cocok dengan pembedaan Naess.

Weak/reformist environmentalism Shallow ecology Anthropocentric Technocentric • Perlindungan lingkungan bisa secara efektif disinambungkan dengan kehidupan masyarakat modern industrial. Tabel 3. sosial. Sebuah kategorisasi yang lebih kontemporer dilakukan Alex Steffen dengan melihat rangkaian varian environmentalisme dalam semacam gradasi warna. • Pembentukan masyarakat baru dengan nilai-nilai dan institusi-institusi baru dibutuhkan untuk menangani gawatnya krisis saat ini dan agar orang mampu menjalani hidup yang lebih bermakna dan memuaskan. 1996) Pembagian yang dilakukan Garner dapat dikatakan mewakili wacanawacana yang terdapat dalam kajian politik hijau.1. Pembedaan yang ditawarkan Steffen (2009) menekankan pada pilihan pendekatan dan jawaban tiap varian dalam menghadapi dan 76 .Pembedaan menurut Garner (1996) Dobson (1990) & Porrit (1984) Stephen Young Arne Naess (1973) Robyn Eckersley (1992) Tim O’Riordian & David Pearce Ide dan pandangan dasar <-----------------Spektrum environmentalisme---------------> Radical Moderate reformism Dark green Light green Radical environmentalism Deep ecology Ecocentric Ecocentric • Perlunya langkah-langkah radikal untuk membatasi tingkat produksi dan konsumsi. politik secara fundamental. dan dark green. tanpa harus secara fundamental mengancam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan material. yakni dengan konsep bright. Perlu perubahan ekonomi. • Perubahan di sana-sini dan hanya di permukaan tidak akan cukup untuk mencegah bencana lingkungan. Spektrum Pe mikiran dalam Gerakan Lingkungan (dalam Garner. light. • Pertumbuhan ekonomi harus sustainable. percaya pada kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyelesaikan masalah lingkungan hidup. • Merupakan pendekatan yang optimistis.

2001). dan (3) 77 .nilai dari ketiganya. Bright green misalnya. Hal ini karena mereka sangat mendorong perubahan di level komunitas. Meskipun melakukan pengelompokan environmentalis. Perbedaan-perbedaan pemikiran dalam gerakan lingkungan tampaknya muncul dari perbedaan sudut pandang dalam (1) menganalisis penyebab masalah lingkungan. Steffen mengingatkan bahwa klasifikasi dan spektrum pemikiran dalam gerakan lingkungan yang dia buat tidak bermaksud untuk memecah belah. serta tentang kesetaraan antara manusia dan alam. atau setidaknya sebagai mekanisme terbaik untuk memicu perubahan di tingkat lebih luas. dark greens lebih memilih menekankan pentingnya menarik diri dari konsume risme dan bahkan dari industrialisasi itu sendiri. menyakini bahwa inovasi teknologi yang berkelanjutan adalah jalan terbaik untuk menjaga kesejahteraan.individu untuk berubah. dengan mengimbau individu. Steffen melihat kelompok light green sangat mendorong perubahan di tingkat perseorangan. dan bahwa pandangan terhadap keberlanjutan yang tidak mampu menyediakan kesejahteraan dan kemakmuran tidak akan pernah bisa berhasil.menyelesaikan masalah lingkungan. Merekalah yang telah membantu menyebarkan gagasan bahwa kepedulian lingkungan itu “keren”. Steffen menyadari bahwa seseorang bisa digolongkan ke dalam ketiga kelompok atau memang memadukan nilai. Keragaman aliran pemikiran dalam gerakan lingkungan hidup juga tercermin pada keragaman fokus isu yang diperjuangkan setiap kelompok lingkungan. (2) menawarkan solusi. Isu. Di sisi sebaliknya. perilaku. dan menekankan solusi lokal dan hubungan langsung dengan tanah dan pertanian sebagai sumber kehidupan. kesenjangan Utara-Selatan. Sementara yang lebih berperspektif misalnya adalah isu keadilan lingkungan (environmental justice--ESRC. dan pola konsumsi sebagai kunci keberlanjutan.isu yang “normatif” misalnya tentang keberlanjutan atau sustainability dan konservasi alam. Sementara itu light green environmentalists cenderung menekankan perubahan gaya hidup. keadilan intra dan antar-generasi. tapi justru untuk membantu orang memahami pilihan-pilihan yang ada.

Menyoal keanekaragaman gerakan lingkungan. Walaupun begitu. FoE tetap bekerja dengan cara-cara yang berbeda dan dengan prioritas yang juga berbeda-beda untuk setiap isu yang muncul (Lamb. Metode. Itulah mengapa terdapat lebih banyak varian environmentalisme di masyarakat negara. WWF. Charles Secrett –pernah menjadi Direktur Friends of the Earth– memandang keragaman (plurality) dalam environmentalisme sebagai nilai tambah. 6.negara Barat dibandingkan di negaranegara Timur. bisa jadi kerancuankerancuan tersebut muncul dari penggambaran tentang gerakan lingkungan hidup yang selama ini muncul ataupun ditampilkan di media. kelompok lingkungan radikal dari Amerika Serikat.metode aksi yang dipilih suatu kelompok beraliran antroposentrisme bisa jadi juga dilakukan kelompok yang mendukung ekosentrisme. Hal ini karena menurutnya walaupun FoE terkadang memiliki tujuan-tujuan program yang sejalan dengan kelompokkelompok lingkungan lainnya. atau FoE. tidak ditemui garis yang jelas dan tegas antara hubungan aliran yang dianut suatu kelompok lingkungan dengan jenis taktik aksi yang dipilihnya. dalam melakukan aksi-aksi 78 . Taktik dan Metode Aksi Gerakan Lingkungan Ragam “aliran” atau ideologi dalam gerakan lingkungan hidup memang banyak dan tampaknya turut mempengaruhi bentuk-bentuk aktivisme dan pilihan aksi kelompok-kelompok lingkungan. Salah satu contoh hubungan antara ideologi dan pilihan bentuk aktivisme tampak dari bagaimana keberanian anggota Earth First.cara-cara memperjuangkan jawaban tersebut. Namun. 1996: 188). pilihan-pilihan taktik “ekstrim” biasanya lebih menjadi pilihan kelompok-kelompok lingkungan beraliran radikal. Keragaman sudut pandang salah satunya dipengaruhi oleh filosofi dan pandangan politik yang berkembang dalam suatu masyarakat di suatu masa. yakni karena perkembangan filsafat politik Barat jauh lebih berwarna dibandingkan yang ada di negara-negara Timur. Secrett juga berpendapat bahwa kalaupun ada kebingungan publik tentang siapa itu Greenpeace.

Martell (1994) berpendapat gerakan lingkungan kontemporer dapat dikategorikan sebagai sebuah “gerakan sosial baru” karena mulai meninggalkan metode. negosiasi melalui pihak legislatif. Terkait pilihan metode aksi. Pada prakteknya di lapangan. pemboikotan. petisi. yakni dengan menyediakan beragam layanan atau keistimewaan bagi anggota-anggotanya. Salah satu taktik terkini kelompok lingkungan adalah mengkondisikan agar cara-cara persuasif di atas dapat diamplifikasi melalui media sosial. asosiasi pedagang. mayoritas kelompok lingkungan yang ada umumnya lebih memilih untuk mengoptimalkan cara-cara seperti kampanye. kaos. dan stiker. penghancuran alatalat berat (yang digunakan untuk menebang pohon). dan pendidikan lingkungan. seperti mengakuisisi atau memblokade lokasi yang sedang mereka bela. lomba penulisan. bertindak langsung (direct action). Dalam paparannya. misalnya melalui green consumerism dan perubahan gaya hidup. Atau dengan memanfaatkan kekuatan media untuk menyebarkan apa yang telah dan bisa dilakukan untuk lingkungan hidup. Gerakan lingkungan terkini lebih menyukai pendekatan akar rumput. massa. atau institusi akademis. Cara-cara lain yang umumnya ditempuh adalah protes atau demonstrasi.kontroversial seperti sabotase atau eco-tage. Martell memandang sebagian besar gerakan lingkungan masih tetap memanfaatkan jalur-jalur politis dan often being concerned also with legislative reform and political access. lomba kampung atau desa hijau). ataupun media interaktif. Lowe dan Goyder (1983: 2-3) juga menyebutkan sejumlah cara yang dipilih organisasi lingkungan di Inggris untuk mencapai tujuannya. mendorong perubahan cara dan gaya hidup. lobby. Meskipun demikian.metode yang menekankan partisipasi dalam sistem politik dan upaya-upaya legislasi. rally dari kota ke kota. serta meningkatkan publikasi untuk membentuk opini publik (misal melalui penyelenggaraan lomba desain poster. atau dengan mempengaruhi lembaga atau organisasi lain di luar pihak berwenang atau pemerintah. Di sisi lainnya. yang mendesentralisasi bentuk partisipasi. seperti kelompok masyarakat. banyak organisasi lingkungan menggabungkan metode- 79 .

metode baru dan lama. Sementara itu. atau lembaga lingkungan). tidak mudah menemukan tulisan yang dapat menangkap gambaran environmentalis sebagai suatu sosok atau profesi. 80 . apalagi mendapatkan profil para aktivis lingkungan di 28 Orang-orang yang berkecimpung dalam gerakan ataupun aktivisme lingkungan secara umum dikenal sebagai aktivis lingkungan atau environmentalis. Karakteristik Aktivis Lingkungan Siapakah sebenarnya para environmentalis? Penggambaran profil dan aktivitas para aktivis lingkungan tidak dapat dipungkiri memang lebih banyak masyarakat dapatkan dari berita-berita di media. 7. baik dengan alasan ideologis maupun pragmatis) yang lebih memilih menjalankan aktivismenya secara lebih individual dan sengaja tidak bergabung dengan komunitas atau organisasi lingkungan tertentu. namun tak peduli apakah dirinya layak disebut aktivis atau tidak. Hal ini kemungkinan besar karena identitas atau “status” seseorang sebagai seorang environmentalis tidak dapat dibakukan dan ditentukan hanya dengan keanggotaannya dalam suatu lembaga misalnya 28 . Sementara itu. juga karena anggota suatu organisasi atau kelompok lingkungan bisa jadi merupakan anggota organisasi lingkungan yang lain. terdapat juga kalangan environmentalis (dengan latar belakang dan sejarah masing-masing. ataupun keberadaan kajian ilmiah yang mampu mengungkapkan dan mengidentifikasi para aktivis lingkungan secara menyeluruh. selain karena tidak banyak orga nisasi lingkungan yang memiliki pendataan dan administrasi keanggotaan yang rapi. komunitas. dan aktivis lingkungan sebagai individu. Tidak semua aktivis memilih bergabung atau mengambil posisi tertentu dalam gerakan lingkungan secara spesifik (yakni. Tidak mudah menemukan data yang akurat mengenai para environmentalis. gerakan lingkungan itu sendiri. dalam sebuah organis asi. terdapat perbedaan antara anggota organisasi lingkungan. Bisa saja ada orang yang peduli dan bertindak nyata untuk lingkungan. Namun. tidak mudah mendapatkan data a ktivis lingkungan di tingkat kelembagaan. misalnya dengan mendorong perubahan di level masyarakat (via gerakan akar rumput ataupun dengan pengaruh media) agar dapat membentuk opini publik yang kemudian dapat digunakan untuk mempengaruhi keputusan pemerintah.

relatif aman secara finansial. 1993 ). atau kelas buruh. ataupun kelas sosial. dan bekerja di sektor sosial atau jasa (non- 81 . Dapat dikatakan bahwa unt uk masyarakat di Eropa Barat dan Amerika Utara.Indonesia. Keterlibatan orang-orang dari semakin beragam kelompok masyarakat misalnya terjadi dalam kasus-kasus yang menunjukkan bagaimana wilayah terkumuh dan tercemari dalam suatu daerah seringkali adalah tempat tinggal orang-orang kulit berwarna. Kebangkiran varian environmental justice juga mampu menunjukkan bahwa lingkungan yang bersih dan sehat adalah hak setiap orang dan bukan hanya berhak dimiliki kelas menengah ataupun kaum berduit. Pendukung environmentalisme semakin beragam dan tidak lagi dapat diidentifikasi secara sederhana berdasarkan status sosial-ekonominya. komposisi demografis para aktivis lingkungan semakin bervariasi dari tahun ke tahun. dan perilaku mereka menghadapi permasalahan atau isu. sikap. Riset-riset tentang aktivis lingkungan tersebut secara umum banyak menggunakan kerangka berpikir sosiografis dan psikografis. dan tidak lagi hanya didominasi oleh “pria. Khususnya para pengurus inti. 2001). ras. kaum imigran. Tetapi bahasan dari Lowe dan Goyder serta Minunzie juga menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan area pekerjaan masih sangat signifikan berkaitan dengan keterlibatan seseorang dalam gerakan lingkungan. dari kelas menengah”. atau aktivis setia dalam organisasi atau kelompok lingkungan. 1983. yang berusaha mencari tahu hubungan antara karakter demografis para aktivis dengan persepsi. baik dari variasi gender. jajaran “elit”. yang umumnya masih didominasi orang-orang berpendidikan tinggi. namun sejumlah riset yang dilakukan di Inggris dan Amerika Utara mengenai karakter demo grafis para aktivis lingkungan dapat memberikan salah satu gambaran tentang siapa dan bagaimana seorang environmentalis. kulit putih. Minunzie.isu lingkungan (Lowe dan Goyder. setidaknya sarjana. Tentunya kondisi dominan tersebut berubah seiring muncul dan menguatnya aliran environmentalisme seperti keadilan lingkungan atau eco-justice (ESRC. yang menempatkan isu lingkungan dalam perspektif ketidaksetaraan yang juga dialami oleh kaum terpinggir dan warga dengan kulit berwarna.

Oleh karena itu. terutama setelah menghadiri pertemuan internasional Konferensi Tingkat Tinggi Lingkungan hidup. pegawai. guru dan dosen. akademisi. tidak dapat dipungkiri bahwa Emil Salim telah menorehkan tapak pertama dalam jejak sejarah gerakan lingkungan hidup Indonesia. dan kalangan pecinta alam. khususnya melalui advokasi dan pendidikan lingkungan (Munggoro. 2007). mengenalkan isu-isu lingkungan dan mendorong mereka untuk bergerak. GERAKAN DAN AKTIVISME LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA Sejarah gerakan lingkungan hidup di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran penting Emil Salim. Melalui diskusidiskusi tersebut para anggota pecinta alam semakin menyadari bahwa tanpa perubahan cara pandang dan perilaku bersama maka lingkungan hidup akan semakin rusak dan tidak akan tersisa bagi generasi selanjutnya. tampaknya mayoritas aktivis lingkungan secara sosial memang masih datang dari wilayah perkotaan. B. terutama para mahasiswa. kelas menengah. Bola salju yang digulirkan Emil Salim mendorong pendirian salah satu titik awal bentuk gerakan lingkungan hidup di Indonesia. beliau semakin menyadari pentingnya memasukkan faktor pelestarian lingkungan hidup dalam perencanaan pembangunan dan untuk melakukan hal tersebut beliau melihat urgensi melibatkan anggota masyarakat. Meskipun terdapat pendapat bahwa peran Emil Salim dalam gerakan lingkungan seringkali terlalu dibesarbesarkan (Aditjondro. Sejak tahun 1970-an. 2003). atau pekerja sosial. Emil Salim mulai berbicara dan berdiskusi dengan para pecinta alam. Hasil. Sejarah awal WALHI sedikit banyak berutang pada Emil Salim karena sebelum menjadi WALHI.hasil kajian di atas ke depannya dapat dimanfaatkan untuk mempelajari bagaimana kaitan antara demografi dengan aktivisme lingkunga n di Indonesia. dan terdidik . namun untuk saat ini dalam konteks Indonesia. yakni dengan pendirian WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia). para anggotanya sudah terlebih dahulu beraktivitas dan 82 .manufaktur dan industrial). organisasi kemasyarakatan formal pertama di Indonesia yang memfokuskan perjuangannya dalam bidang lingkungan hidup.

isu lingkungan dan memperkenalkan WALHI itu sendiri. 2006). Setelah dua tahun. 83 . dan lebih jauh lagi. terbesar. 2007). Meskipun tidak memenangkan gugatan tersebut. Sejak didirikan hampir tiga puluh tahun yang lalu. tindakan ini telah menaikkan nama WALHI. Pada pertengahan 1980-an WALHI mulai berkonsentrasi pada upaya-upaya advokasi dan menjaga jarak dari pemerintah (Munggoro. sebuah bulletin tentang isu lingkungan di Indonesia. Berkaitan dengan taktik dan metode aksi. yakni ketika WALHI mengajukan sebuah tuntutan hukum atas tuduhan pencemaran dan pengrusakan lingkungan pada enam badan pemerintah dan perusahaan Indorayon Utama Pulp di Sumatera Utara. pada tahun 1980 Kelompok Sepuluh kemudian berevolusi menjadi WALHI. misalnya melalui pelatihan-pelatihan tentang pelestarian lingkungan dan penerbitan Tanah Ait.hara politik tahun 1998 WALHI bergabung dengan gerakan besar masyarakat sipil dalam mengkritisi pemerintahan Orde Baru. WALHI telah menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah bagaimana gerakan lingkungan Indonesia semakin merangkul publik dan menjadi kekuatan penting perubahan sosial (Sinanu. seperti dalam kasus pembangunan waduk Kedung Ombo. menyebarluaskan kepedulian terhadap permasalahan lingkungan hidup di Indonesia. sebuah organisasi internasional berbasis di Inggris yang mengklaim diri sebagai jaringan akar rumput terbesar di dunia untuk isu. Namun di tahun 2000. WALHI memfokuskan kegiatan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat pada isu. Pada tahun-tahun awal. dan paling dikenal di Indonesia.berkumpul di bawah naungan Kelompok Sepuluh.isu sosial dan lingkungan. pada tahun 1989 WALHI bergabung menjadi anggota nasional dari Friends of the Earth (FoE). Hingga pada tahun 1988 WALHI menjadi NGO pertama yang mengajukan tuntutan hukum pada pemerintah. Untuk memperluas jaringan dan kegiatan. Perjuangan awal WALHI banyak bertolak dari kesadaran akan kerusakan-kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh sejumlah proyek pembangunan ya ng ditetapkan oleh pemerintah kala itu. Sejarah dan geliat environmentalisme di Indonesia memang tidak dapat dilepaskan dari WALHI karena organisasi ini adalah forum lingkungan tertua. Menjelang dan setelah huru. WALHI sendiri pernah menjalankan beragam metode aksi.

sehingga perkumpulan dan gerakan dalam bidang lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat tidak ditentang pemerintah. utang luar ne geri. tidak dapat dipungkiri bahwa secara umum gerakan lingkungan hidup di Indonesia belum menjadi gerakan yang benar-benar merakyat. Dalam kasus Indonesia. Wiryono (2008) bahkan berpendapat gerakan lingkungan di Indonesia selama ini masih terbatas menjadi domain para aktivis dan pecinta lingkungan di kota-kota besar. Sejarah dan dinamika WALHI mencerminkan perubahan karakter environmentalisme di Indonesia seiring dengan perubahan sosial. 84 . Padahal kerusakan lingkungan justru menjadi salah satu contoh nyata kelalaian rezim tersebut. dan dampak globalisasi. Hal ini karena isu lingkungan hidup tidak dipandang oleh rezim otoritarian saat itu sebagai isu yang “politis”. dan ekonomi yang juga terjadi. Walaupun sejumlah organisasi lingkungan tak jarang melibatkan masyarakat umum. dapat dibedakan menjadi dua. Pada era otoritarian seperti saat itu organisasi lingkungan WALHI mampu bertindak jauh dengan mengajukan tuntutan hukum terhadap enam badan pemerintah atas tuduhan pencemaran dan kerusakan lingkungan. 2006) dengan turut terlibat dalam isu.isu global seperti perubahan iklim. 2007). yakni aksi-aksi melalui saluran politis dan mekanisme politik yang sudah berjalan. misalnya kaum tani dan warga desa dalam aksi-aksinya. serta aksi-aksi di level akar rumput masyarakat. Secara ringkas. sebuah situasi yang mendorong WALHI untuk globalizing its focus (Sinanu. Bentuk-bentuk aksi yang selama ini dijalankan organisasi-organisasi lingkungan hidup di Indonesia mengambil banyak ragam. Dinamika WALHI juga berhubungan erat dengan perubahan dalam gerakan lingkungan hidup internasional. perlawanan lingkungan memang bisa menjadi salah satu isu yang memungkinkan gerakan anti-diktator berorganisasi dan merengkuh lebih banyak dukungan (Bello. politik. WALHI memutuskan untuk meluaskan perannya dengan berubah dari forum organisasi-organisasi lingkungan menjadi organisasi publik yang berbasis massa.setelah mengamati perubahan-perubahan konteks politik dan sosial kemasyarakatan.

Secara kontekstual. Perundangundangan mengenai lingkungan hidup banyak tersebar mulai dari bentuk Undangundang hingga ke Peraturan Menteri dan Peraturan Daerah. Di antara organisasi lingkungan global tersebut adalah WWF. Posisi penting tersebut tidak hanya disadari oleh masyarakat dan gerakan lingkungan Indonesia tetapi oleh juga pihak-pihak luar. sehingga masalah lingkungan di satu negara dapat mempengaruhi kondisi lingkungan di negara lain. Itulah salah satu alasan mengapa sejumlah lembaga atau NGO internasional ikut tertarik dan bergabung dalam upaya-upaya perlindungan lingkungan di Indonesia. Kecenderungan di atas terbaca jelas pada dinamika gerakan lingkungan Indonesia.Gerakan lingkungan hidup di Indonesia memiliki arti penting karena Indonesia memiliki begitu banyak kekayaan alam dan lingkungan yang berpotensi menyelamatkan atau justru menghancurkan negara dan masyarakat Indonesia. tapi juga bagi planet bumi ini. dan Greenpeace. lebih dari itu kekayaan alam Indonesia juga merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati dan paru-paru dunia. Bila pada tahun tujuh puluh hingga delapan puluhan gerakan lingkungan di Indonesia lebih banyak didominasi oleh kelompok-kelompok pecinta alam yang bergabung dalam organisasi-organisasi lingkungan lokal. Conservation International. Organisasi-organisasi luar negeri tersebut merentangkan sayapnya dan “membuka cabang” di Indonesia tentunya karena isu-isu lingkungan hidup dan pengelolaannya di Indonesia tidak hanya penting bagi negara ini. namun secara umum interaksi mereka dengan masyarakat Indonesia secara umum turut membantu proses penyadaran lingkungan hidup kepada masyarakat. maka pada tahun sembilan puluhan Indonesia menyaksikan masuknya sejumlah organisasi lingkungan besar yang bermarkas pusat di luar negeri. Hal ini karena persoalan lingkungan hidup adalah persoalan sistemik dalam ekosistem bumi. gerakan lingkungan di Indonesia menghadapi tantangan yang berat karena hukum dan kebijakan lingkungan yang ada di Indonesia saat ini belum cukup untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup. Meskipun sejumlah kalangan memperingatkan keberadaan organisasi-organisasi luar tersebut. tetapi implementasi dan penegakannya di lapangan justru menunjukkan bagaimana mekanisme pemerintahan 85 .

kesemuanya tarik. Baik liputan via radio. melalui internet. tantangan ke depan bagi gerakan dan aktivis lingkungan hidup di Indonesia akan semakin kompleks. Tidak hanya karena masalah lingkungan hidup itu sendiri yang tampaknya akan terus memburuk.menarik dalam mendorong isu lingkungan terus muncul ke permukaan. kesemuanya bernilai untuk menjangkau lebih banyak dan lebih beragam 86 . 1994). Tetapi. dan ilmuwan adalah salah satu hal penting yang telah mampu mendorong isu lingkungan menjadi bagian dari agenda publik (Martell. sehingga permasalahan lingkungan lambat laun akan mempengaruhi pula banyak aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Meskipun begitu. media. Penyesuaian strategi aksi kelompok lingkungan dengan karakter media. ketertarikan media pada nilai berita dalam kampanye-kampanye kelompok lingkungan. hubungan dengan media penting bagi aktivis lingkungan karena liputan media mampu menyampaikan pesan-pesan yang dapat merebut tempat di hati dan pikiran orang-orang. tapi juga karena belum tampak komitmen penuh dari pemerintah untuk berpihak ke sisi lingkungan. persoalan lingkungan bukan lagi sesuatu yang asing bagi masyarakat.untuk menyebarkan kesadaran mengenai permasalahan lingkungan di Indonesia. Kondisi keterpinggiran ini pula yang tampaknya mendorong para aktivis menggunakan segala cara dan saluran yang ada –termasuk di antaranya. untuk mendorong perubahan yang lebih menyeluruh dalam perlindungan lingkungan hidup Indonesia. Padahal isu lingkungan sesungguhnya berkaitan erat dengan banyak dimensi kehidupan masyarakat. serta kerja para ilmuwan dalam menyibak masalah-masalah lingkungan. AKTIVISME LINGKUNGAN HIDUP DAN INTERNET Gerakan Lingkungan dan Media nteraksi antara kelompok lingkungan. 1. kepedulian yang telah ada di masyarakat perlu dikelola agar dapat bergabung dengan elemen-elemen gerakan lingkungan hidup yang lainnya. Di sisi sebaliknya. maupun suratkabar. Saat ini.yang ada belum menempatkan persoalan lingkungan hidup sebagai persoalan utama. C. televisi.

ataupun Friends of the Earth. dan tidak lagi bertumpu pada wacana dan argumentasi. dan image. Tampaknya organisasi-organisasi tersebut memahami benar bagaimana masyarakat sekarang memandang peristiwa dunia. dalam konteks persepsi publik. Tentu saja. dramatis. Salah satu organisasi lingkungan hidup yang paham benar dengan peran media adalah Greenpeace. misalnya. yang seolah mengaitkan dan 87 .gambaran yang ditampilkan media tentang kelompok-kelompok lingkungan bisa jadi justru telah turut menimbulkan kebingungan publik tentang siapa itu. terutama televisi (Martell. dan lainnya. Lamb berpendapat gambaran. ikon. Tapi Lamb (1996: 65) mengingatkan bahwa tentunya hal di atas baru akan punya arti dan benar-benar berdampak bila dukungan populer dari para pemilih awam dapat disalurkan untuk mendesak politisi-politisi agar menggerakkan “gunung” legislasi atau menggeser struktur kekuasaan yang selama ini mengikat kuat hubungan dunia bisnis dengan pemerintah. Ada saja representasi yang menyesatkan dan berlebihan tentang para pecinta lingkungan. Karenanya mereka kini menggunakan lebih banyak simbol-simbol budaya. tidak semua penggambaran yang terdapat di media tentang environmentalisme dan aktivis lingkungan positif serta menguntungkan. Secara lebih spesifik.khalayak. WWF. Greenpeace. misalnya seperti yang dikritik Vivanco (2004) dari visualisasi “environmentalism-as-adventure” di banyak media terutama televisi (seperti yang dilakukan oleh mendiang Steve Irwin). Lamb (1996: 189) tidak memungkiri bahwa dalam konteks dinamika kelompok-kelompok lingkungan di Inggris –terutama selama akhir tahun 70-an hingga 80-an– hubungan erat media dengan kelompokkelompok lingkungan merupakan faktor krusial dalam pembangunan landasan kekuatan populer (popular power base) kelompok-kelompok seperti FoE (Friends of the Earth). dan mudah ditampilkan di media. 1994). merancang kegiatan kampanye mereka untuk sedemikian rupa bernilai visual. Mereka terampil dan cerdas dalam memanfaatkan media. Greenpeace. Namun.

Dan internet adalah salah satu alat yang dipandang mampu mendukung kebutuhan ini secara efisien dan andal. Penggunaan Internet dalam Gerakan Lingkungan Aktivis sosial pada umumnya secara sadar memanfaatkan media. Pemanfaatan secara pasif misalnya dengan menonton televisi. menulis untuk surat kabar atau weblog. Hal ini sangat tampak dari apa yang sudah lama dilakukan oleh kelompok-kelompok lingkungan di Inggris (Lowe dan Goyder. Aktivisme lingkungan hidup sejak awal telah memanfaatkan berbagai peluang yang disediakan beragam media dan saluran komunikasi untuk mendukung aksi-aksinya.menyederhanakan kepedulian lingkungan sebagai petualangan liar di alam bebas bersama hewan-hewan eksotis. Hal ini ditunjukkan Flew (2005: 16) dengan bagaimana “organizations of all sorts have sought new forms of informal collaboration with other organizations in order to better manage risk and respond to change”. penggunaan media dilakukan karena aktivis sebagai bagian dari gerakan sosial menyadari pentingnya memenuhi kebutuhan akan informasi. Pengamatan Flew tampaknya sejalan dengan dinamika teranyar yang terjadi dalam masyarakat sipil ataupun gerakan sosial. 2. berkembangnya kerumitan dan ketidakpastian seiring dengan perubahan teknologi yang amat pesat juga mendorong kelompok-kelompok masyarakat untuk melakukan penyesuaian. untuk dapat mengimbangi perubahan yang semakin cepat. Hal ini karena informasi terakurat dibutuhkan aktivis untuk dapat terus menghadapi situasi dan kondisi sosial politik terkini. Namun secara eksternal. Sementara itu. atau mencari informasi via internet. baik secara pasif maupun aktif. 88 . yakni meningkatnya kebutuhan dan tuntutan untuk melakukan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak. salah satunya dengan cara memperkuat jaringan. Secara internal. baik secara formal maupun informal. contoh pemanfaatan secara aktif adalah dengan membuat film atau rekaman dokumenter. membaca surat kabar. berpartisipasi dalam diskusi di mailing lists.

Salah satu fenomena media dan komunikasi yang terus mengha ngat sejak kurang lebih satu dekade terakhir adalah penggunaan internet oleh masyarakat sipil dan gerakan sosial. Penggunaan media interaktif dan media konvensional tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masingmasing. serta berpartisipasi dalam proses sosial dan politik secara lebih luas. dan menggalang dukungan. ataupun lembaga. Namun aktivisme lingkungan di dunia offline dan online umumnya saling mendukung dan melengkapi. yakni fungsi komunikasi. dan mobilisasi. Andrew Lees. merekrut anggota.fungsi yang selama ini telah dijalankan secara offline. bukan saling menegasikan. Walaupun banyak juga kerugian dan ancaman dari kemajuan teknologi komunikasi (seperti berkurangnya ruang pribadi. dan akurat. FOEnet tumbuh dari visi salah satu petinggi FoE saat itu. tetapi tidak dapat dibantah bahwa kini orang perseorangan ataupun kelompok-kelompok kecil dalam masyarakat dapat melakukan banyak hal yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh pemerintah. internet digunakan oleh elemen-elemen dalam gerakan lingkungan untuk mendukung fungsi. terekam. dikenal sebagai FOEnet (Lamb. 1996: 198). aman. perusahaan. Aktivis dan anggota gerakan lingkungan hidup selama ini sudah memanfaatkan internet untuk beragam tujuan dan dengan berbagai cara. jutaan individu kini telah mampu dan berdaya ( mpowered) untuk e beraksi.lembaga besar. sosialisasi. Salah satu cara yang ditempuh FoE untuk melakukan penyebaran atau desentralisasi adalah dengan melakukan investasi besar-besaran di bidang sistem informasi digital baru. Aktivisme di internet dapat dikatakan sedang menagih janji Pavlik (1996: 340) bahwa yang paling diuntungkan dari kemunculan teknologi komunikasi adalah personal empowerment. ataupun ketidaksetaraan akses informasi). berkomunikasi. terancamnya hak atas kepemilikan intelektual.1983). Pavlik juga menunjukkan bagaimana seiring dengan peningkatan kepemilikan personal computer dan juga ketersebaran akses internet. Pada dasarnya. Internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan lingkungan. 89 . Internet mampu mendukung kerja-kerja environmentalisme melalui kekuatannya untuk menyampaikan informasi secara cepat. tak terkecuali gerakan lingkungan.

ketegangan. Lees. Pickerill (2003) menggali dan menyajikan konteks. Di pertengahan tahun delapan puluhan.lah orang yang pertama kali membujuk organisasi lingkungan itu untuk memulai investasi teknologi informasi termasuk pembuatan database. Tak jauh berbeda.isu lain yang terkait kampanye Newbury. Hal ini juga didukung oleh keberadaan peta interaktif situs.lobi politik yang dijalankan oleh FoE. 2003). untuk membantu proses mobilisasi. Charles Secrett juga memandang FOEnet sebagai salah satu jalan menegangkan yang pernah FoE tempuh untuk memberdayakan orang-orang.hasil dari penggunaan internet oleh environmentalis di Inggris. Contoh lain juga tampak dari bagaimana pengelola Ealing Cycling Campaign di London Barat memanfaatkan internet setelah internet semakin meluas dan bertumbuh siginifikansinya (Batterbury. mulai dari aksi radikal para demonstran hingga lobi. Namun selain melalui internet. dan mendorong taktiktaktik lain yang mereka jalankan Internet tampaknya dinilai cocok untuk mendukung aktivisme lingkungan karena secara mendasar internet telah memiliki sifat-sifat saluran komunikasi 90 . dan isu. sistem informasi geografis. membantu mereka mengendalikan hidup mereka dan membantu masyarakat secara lebih luas untuk mencari tahu apa yang terjadi di sekitar mereka. Potensi awal internet untuk mengarahkan dukungan publik dan mengejar laju cepat perkembangan dalam era kampanye serba-cepat salah satunya ditunjukkan dalam kampanye FoE untuk menghentikan pembangunan bypass di Newbury (Lamb. Update terbaru setiap harinya tentang situasi di lokasi mampu menarik ketertarikan luas dari publik.yang percaya bahwa informasi yang akurat dan jelas –seringkali ditampilkan sebagai peta– adalah fitur kunci yang membuat FoE berbeda. aset ekologis. mereka tetap memberitakan kegiatan-kegiatan mereka di sejumlah suratkabar lokal. yang memberi informasi tentang persoalan perundang-undangan. dan kehadiran FoE di internet. 1996: 199). serta untuk berhubungan dengan situs-situs lain. mereka menggunakannya untuk mengarsipkan dan menerbitkan newsletter mereka. dan hasil. Para aktivis lingkungan tersebut memanfaatkan internet secara partisipatoris.

terdapat juga celah-celah kebutuhan gerakan yang tetap tak tersentuh oleh internet. Keunggulan-keunggulan tersebut diantaranya adalah kecepatan. Salah satu kasus terbaru penggunaan internet dalam isu lingkungan adalah penggalangan dukungan oleh WALHI bekerjasama dengan Friends of the Earth via dunia maya. (3) biaya publishing yang rendah. perlu dipahami secara utuh bagaimana masyarakat selama ini memposisikan media dan internet dalam aktivitasaktivitas mereka. Sejumlah tahapan-tahapan pendidikan lingkungan pun tetap memerlukan penanganan secara langsung atau akan lebih efektif bila dilakukan secara tatap muka. (2) jangkauan global dan lokal ke banyak sekali pengguna. tepatnya sebuah online petition. (4) akses 24 jam. luasnya jaringan pengguna. Tentunya untuk memastikan hal ini. dan (5) kemampuan menjadi sumber informasi alternatif yang reliable. namun dalam hal kedalaman penanganan masalah. 91 . Meskipun ada banyak keunggulan yang dimiliki internet sebagai sebentuk media. di begitu banyak wilayah Indonesia. untuk menekan pemerintah agar membereskan kasus luapan lumpur di Sidoarjo.masalah lingkungan hidup. internet barangkali lebih cocok diposisikan sebagai pelengkap dan bukan alat utama. fleksibilitas. Dalam konteks Indonesia. interaktivitas. Oleh karena itu. harus diakui bahwa kekuatan internet memang terletak pada sifat-sifatnya yang cepat dan tersebar luas. Misalnya dalam hal mencapai masyarakat secara lebih luas.yang sangat dibutuhkan sebuah gerakan sosial. faktor. Hal ini memang tak dapat dilepaskan dari perkembangan teknologi dan semakin mudahnya mendapatkan akses internet di berbagai daerah di Indonesia. terutama wilayah-wilayah yang belum memiliki akses internet. kemudahan. Secara sistematis. penggunaan internet oleh aktivis lingkungan memang baru marak dilakukan dalam lima hingga enam tahun terakhir.faktor yang membuat internet menarik untuk digunakan sebagai alat kampanye adalah (1) kecepatan transmisi pesan.

isu lingkungan hidup. blog. ataupun mailing list (terkait isu lingkungan) dengan aktivitas relatif tinggi. Penelusuran dan Pe nentuan Informan Populasi penelitian ini adalah aktivis lingkungan hidup di Indonesia yang “eksis” secara online. sehingga pada akhirnya teknik yang digunakan adalah available sample. Cara pemilihan ini dipilih karena populasi aktivis lingkungan di Indonesia bersifat sporadis sehingga tidak mudah mendapatkan data sistematis dan menyeluruh yang dibutuhkan untuk menjalankan teknik-teknik sampling acak. Peneliti memulai penelusuran via mesin pencari Google dengan mengumpulkan informasi terkait milis. Informasi mengenai para aktivis lingkungan pengguna internet didapatkan dari database anggota milis. informan dianggap dapat memberi informasi dan data secara optimal bila sudah cukup lama mengenal dan memanfaatkan internet.BAB IV ANALISIS A. berkomitmen pada isu lingkungan hidup. Namun pada prakteknya. beragam. yakni mengambil informan yang tersedia. tidak mudah untuk menemukan aktivis lingkungan yang banyak beraktivitas via internet. dan atau (ditunjukkan dengan) memiliki atau mengelola situs. Secara teknis. blog. tepatnya para aktivis yang aktivismenya banyak memanfaatkan fasilitas di internet. dan situs-situs pribadi (kesemuanya dalam bahasa Indonesia) yang aktif membahas isu. Untuk penelitian ini. sampling purposif direncanakan untuk dilakukan dengan memilih informan yang dianggap paling dapat memberikan informasi optimal mengenai topik penelitian.milis lingkungan yang 93 . PROSES PENELITIAN 1. dan mendalam mengenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan maka pada awal berjalannya penelitian informan direncanakan untuk diperoleh berdasarkan prinsipprinsip dalam purposive sampling. Untuk mencapai tujuan pene litian serta mendapatkan gambaran unik.

blog. Dari penelusuran blog-blog lingkungan via 29 Milis Greenlifestyle (atau yang sering disingkat oleh pendiri dan anggotanya sebagai “milis GL”) didirikan oleh Armely Meiviana dan rekannya Marc Dunais. satu di Yahoogroups. sebuah situasi yang dikhawatirkan akan memancing dilema dalam penentuan batasan populasi penelitian. peneliti menemukan bahwa hanya dua milis tersebut yang aktivitasnya relatif cukup tinggi 30 dan potensial bercerita banyak. Dari kedua groups yang paling populer di Indonesia tersebut. Dari sekian banyak milis dipilih dua milis dengan anggota dan pesan terbanyak. 94 . Oleh karena itu. peneliti mengambil salah satu administrator dan kontributor tetap. jumlah pesan. 30 Ditandai dengan jumlah anggota. di googlegroups sebuah milis bertajuk “Greenlifestyle” menjadi satu-satunya milis bertema lingkungan yang secara mencolok memiliki jumlah anggota dan juga pesan terbanyak. lihat Lampiran) yang memiliki keanggotaan di atas sepuluh orang dan dengan jumlah pesan relatif banyak. yakni dengan juga memperhitungkan weblog atau blog sebagai bentuk lain ekspresi berpendapat sejumlah aktivis lingkungan. dari kedua groups tersebut tercatat dua puluh satu buah milis bertema lingkungan (per 17 Februari 2009. Sementara itu. ataupun mailing list sejenis. sebagai informan penelitian. satu di Googlegroups. namun kemudian membatalkan menggunakan Marc sebagai informan karena dia ternyata berkewarganegaraan Perancis. kemudian dilakukan observasi terhadap milis tersebut untuk mencari tahu siapa-siapa anggota yang paling aktif. Dari milis ini.berbasis di Indonesia. dan atau jumlah post/artikel (bila di blog) yang relatif tinggi bila dibandingkan dengan situs. Peneliti sempat menghubungi dan melakukan wawancara awal dengan keduanya. Dari yahoogroups dipilih milis bernama “Lingkungan”. administrator milis tersebut. Daftar milis didapatkan dari yahoogroups dan googlegroups. penelitian yang pada awalnya berniat memfokuskan diri pada dinamika aktivis lingkungan dalam milis kemudian harus memperluas objek. peneliti memutuskan Djuni Pristiyanto. peneliti juga melakukan cross-check dengan mencari tahu blog-blog lingkungan berbahasa Indonesia dan memeriksa apakah ada anggota aktif milis lingkungan yang juga memiliki atau mengelola blog yang aktif memuat informasi lingkungan. Sambil berkorespondensi dengan kedua informan yang lebih dahulu dipilih. sebagai salah satu informan. Dari pengamatan. Armely Meiviana 29 .

pada titik inilah available sample mulai diputuskan untuk dipilih sebagai informan penelitian. peneliti tidak dapat mengetahui secara pasti alasan ataupun kondisi mereka.mesin pencari. Dengan pertimbangan etis. (b) memiliki jumlah post yang cukup banyak. dan Marwan Azis. Setelah beberapa waktu mencoba menghubungi para pemilik blog melalui alamat e. 95 . Melinda Rachman. (c) terakhir di-update setidaknya November 2008 (tiga bulan sejak penelitian dimulai). Karena orang-orang tersebut tidak secara jelas menolak dijadikan informan. Lihat di http://djuni. peneliti kemudian menyatakan terima kasih dan tidak memaksa orang tersebut untuk menjadi salah satu informan. bukan kelembagaan atau milik organisasi. Secara mendasar.wordpress. dan (d) isu lingkungan cukup mendominasi isi blog. 31 Termasuk di antaranya tulisan Djuni Pristiyanto berjudul “234 Blog Lingkungan Indonesia” yang dimuat di blog pribadinya. peneliti juga menghubungi beberapa orang lain. atau barangkali karena alamat e-mail atau blog yang mereka cantumkan hubungi sudah lama tidak diakses para pemiliknya. tetapi menolak dijadikan informan dengan alasan merasa belum pantas dan bahwa ada banyak orang lain yang lebih layak untuk diwawancarai. namun sebagian besar tidak memberikan respon32 .mail dan terkadang juga comment box di blog mereka.html 32 Terdapat satu penggiat milis Lingkungan yang merespon. dengan kekerapan posting yang tidak terlalu jarang. tidak bersedia. ditemukan sejumlah informasi31 yang mengarahkan peneliti pada sejumlah situs dan weblog yang membahas isu. terdapat empat orang yang akhirnya (namun tidak di saat yang bersamaan) bersedia diwawancara sebagai informan penelitian ini. mungkin mereka sibuk. blog yang kemudian diputuskan untuk dihubungi adalah blog-blog yang (a) dikelola secara individual. Keempat kriteria tersebut ditentukan seiring dengan penelusuran terhadap blog-blog lingkungan yang ada untuk akhirnya memutuskan blog-blog mana saja yang berpotensi menghasilkan data lebih lengkap dan beragam dan pemilik blog-blog yang mana yang diminta menjadi informan. Keempat orang tersebut adalah Ade Fadli.isu lingkungan. Deretan situs dan blog tersebut kemudian diakses dan diperiksa. Selain keempat orang tersebut.com/2005/12/21/234-bloglingkungan-indonesia. Michael Dharmawan.

mail berisikan perkenalan. Djuni Pristiyanto. pekerja freelance di bidang lingkungan yang masih menyempatkan diri mengelola milis dan blog Greenlifestyle. dan data diri peneliti (lihat Lampiran). khususnya fitur blog. keinginan untuk mewawancarai. 2. Armely Meiviana. Para informan tersebut dinilai telah memberikan informasi yang lebih mendalam dan beragam serta cukup mewakili kasuskasus unik aktivis lingkungan yang aktif menggunakan internet. meski demikian. jurnalis lingkungan hidup yang bersama rekan-rekannya getol mendorong penggunaan internet. posting dan “celetukan-celetukan”nya tidak secara vulgar berbicara atas nama lembaganya. Secara teknis. Proses Wawancara Penelitian ini menjalankan wawancara tak berstruktur sebagai teknik utama pengumpulan data. Wawancara mendalam dilakukan dengan menanyai informan pertanyaan-pertanyaan terbuka (open-ended questions). seorang profesional di bidang bisnis dan manajemen yang berupaya keras mengelola blog AkuInginHijau yang sedang cukup populer. proses korespondensi dilakukan peneliti dengan mengirimkan e. 96 .Pasca berkenalan dan mengetahui sejumlah informasi dasar tentang para informan. Dan terakhir. sejak tahun 1999 memoderatori dan rutin memasok berita untuk milis Lingkungan. Ade Fadli misalnya. versi ringkas proposal penelitian. Melinda Rachman. aktivis lingkungan senior yang kini lebih banyak berkecimpung di isu bencana. Marwan Azis. untuk menyebarkan informasi lingkungan. Michael Dharmawan. bekerja di sebuah organisasi lingkungan besar di Indonesia. Informan yang menjawab hampir kesemuanya menyatakan kesediaannya dan kemudian pada jawaban selanjutnya bersedia memberikan nomor telepon seluler. pelajar SMA yang mengelola blog dan cause Go Green bersama satu rekannya. peneliti memutuskan bahwa jumlah informan tidak perlu ditambah lagi karena keenam informan yang telah disebut di atas dinilai sudah cukup memadai untuk mengungkap keragaman penggunaan internet untuk aktivisme lingkungan. Pengaturan janji untuk wawancara kemudian dilanjutkan melalui korespondensi via saluran telepon seluler.

yakni melalui Yahoo Messenger. baru diketahui bahwa sebagian besar informan berdomisili di tempat berbeda-beda di Jakarta dan sekitarnya. Walaupun 97 . bukan untuk membatasi ataupun mengekang peneliti. hanya dengan Djuni Pristiyanto saja peneliti sempat menjalankan salah satu sesi wawancara secara bertatap muka. Secara teknis. menyatakan tidak memiliki keluangan waktu untuk melakukan chatting ataupun wawancara tatap muka. serta fleksibel. yakni Michael Dharmawan. Wawancara secara langsung dan bertatap muka memang memiliki sejumlah keuntungan. Dengan mempertimbangkan kesediaan dan keluangan waktu para informan. wawancara dilakukan melalui pertemuan tatap muka (face-to-face interview) dan juga wawancara melalui fasilitas chatting. Namun satu informan. antara lain memungkinkan peneliti menangkap lebih detail bahasa tubuh dan gesture informan serta setting alami tempat berlangsungnya wawancara. Kelima informan sama sekali tidak keberatan dan setuju-setuju saja dengan teknik wawancara yang peneliti tawarkan. tepatnya ketika informan kebetulan sedang berada di kota peneliti untuk sebuah pekerjaan.dimana informan menjawab secara bebas tanpa dibatasi pilihan-pilihan. baik di sela-sela jam kantor ataupun setelahnya (selama waktu untuk keluarga). Hal ini karena setelah berkorespondensi dengan para informan dan kemudian mengatur jadwal wawancara. maka peneliti menawarkan wawancara dilakukan secara online. namun dari keenam informan. dan bahkan satu dua orang dari mereka acapkali bepergian ke luar Jawa. serta efisiensi waktu dan dana di pihak peneliti. maka peneliti membuat pengecualian dan membolehkan informan yang satu itu untuk menjawab pertanyaanpertanyaan dari peneliti secara tertulis. praktis. berkesibukan padat. Panduan pertanyaan (interview guide) telah disiapkan oleh peneliti sebelum wawancara dimulai namun hanya berfungsi untuk mengingatkan peneliti tentang topik-topik utama yang perlu ditanyakan atau dibicarakan. Kondisi serta keterbatasan informan dan peneliti telah mendorong dipilihnya cara-cara yang lebih efisien. Karena Michael merupakan salah satu informan dengan karakteristik unik (dari kalangan pekerja profesional).

yakni direduksi secara fisik menurut prinsip-prinsip sorting. bergantung pada kesibukan dan keluangan waktu para informan. Data sekunder tersebut digunakan untuk mengklarifikasi dan atau melengkapi informasi yang diungkapkan selama proses wawancara. Pengolahan Data Hasil wawancara yang telah ditranskrip kemudian dirapikan secara “administratif”. dan interrelating.tidak mampu membangun kedalaman secara fisik dan menangkap konteks tatap muka. Selain itu. fasih. Dari keenam informan. dan empat sesi wawancara tertulis (surat. Selain menggunakan wawancara mendalam. wawancara termediasi lewat internet dinilai tidak akan mengurangi ketajaman informasi yang diberikan informan karena para informan adalah orang-orang yang cukup terampil. Selama informan dan peneliti sama-sama luang dan terhubung dengan internet maka penggalian data pun dapat dilakukan. Keseluruhan wawancara tidak berlangsung linear. categorizing. Kesemua wawancara kemudian ditranskrip dan dirapikan untuk memudahkan pembacaan. peneliti juga mengumpulkan dokumen aktivitas online para informan melalui data yang tersimpan di mailing list dan atau blog mereka. Pada awalnya data ditata menurut sumber dan dimensi waktu.menyurat melalui e-mail). 3. prioritizing. satu sesi wawancara tatap muka. Penataan menurut sumber dilakukan 98 . total dilakukan sembilan sesi wawancara via Yahoo Messenger –dengan rata-rata durasi chatting dua jam–. fleksibilitas waktu dan tempat yang ditawarkan oleh fasilitas chatting ternyata sangat berguna ketika peneliti merasa perlu melakukan sesi wawancara tambahan untuk mengkonfirmasi sejumlah informasi atau data. pada satu hari peneliti bisa mewawancara informan A kemudian hari berikutnya mewawancara informan B dan lain sebagainya. internet-savvy. Dari data sekunder peneliti dapat mengamati jenis-jenis perilaku atau praktik-praktik komunikatif yang riil dijalankan informan melalui blog dan atau milis mereka. dan berpengalaman menggunakan internet sebagai media komunikasi.

kuat. Setelah dipilah-pilah dan dirapikan. lalu diperiksa kesesuaian informasi waktunya.org 34 dan berfokus pada tulisan 33 Saat ini.id 99 . dan tujuan penggunaan internet. Kalimantan Timur.masing sumber informannya. B. PROFIL INFORMAN Ade Fadli Bang Ade. setiap transkrip juga ditata sesuai urutan kejadian saat pengambilan data. Kategori-kategori permulaan tersebut antara lain adalah kebiasaan. dilakukan penarikan kesimpulan (conclusion-drawing) dan verifikasi untuk membantu peneliti menginterpretasi data dan mengkonfirmasikannya dengan temuan-temuan. didapat temuan-temuan sementara yang kemudian dianalisis secara komparatif untuk menemukan persamaan dan perbedaan di dalamnya.agar setiap potongan transkrip dikenali masing. 1. Ade mengaku mulai nge-blog di tahun 2001 dan baru sejak tahun 2003 pindah ke timpakul. saat masih kuliah S-1 di Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman33 .hijaubiru. dan kemudian mencari kaitan antara bagian-bagian data yang ada (data linking). Saat itu Ade masih mengakses internet dengan kecepatan dial-up di kantor pos kotanya. Dari pembacaan tersebut. Selain itu. motivasi. Setelahnya. 15 September 2009 blog ini sudah “pindah habitat” ke http://timpakul. begitu peneliti memanggilnya. informan sedang menempuh pendidikan S Ilmu Lingkungan di universitas yang -2 sama dan mengambil tesis dengan topik politik konservasi di Kalimantan Timur. dan valid. peneliti membaca kumpulan data itu satu persatu dan berkali-kali untuk menentukan bagianbagian data yang lebih utama. 34 Pada Selasa. data transkrip tersebut dikoding menurut sistem kategori permulaan (preliminary category system).web. saat ini berdomisili di Samarinda. Namun tuntutan pekerjaan di Eksekutif Nasional WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) sejak Mei 2008 tak jarang menuntutnya untuk bepergian ke Jakarta dan kota-kota lain. Samarinda. untuk menemukan pola-pola dalam data tersebut . Informan yang satu ini menggunakan internet sejak tahun 1997. Setelah dipilah menurut kategori-kategori tersebut.

biasanya Ade menggunakannya untuk belajar (misalnya. Terkadang juga dia hanya mengakses internet via telepon selulernya.1. khususnya via Facebook. Saat mengakses internet. Ade mengaku hampir selalu online dan rata-rata menggunakan internet sekitar 12-18 jam perhari. dan akhir-akhir ini juga untuk berjejaring sosial. berdiskusi di milis. Ade biasanya memanfaatkan akses LAN bila sedang di kantor dan menggunakan HSDPA milik pribadi35 bila sedang di luar kantor atau bila jaringan internet di kantor sedang down. Tindakan ini tidak lepas dari aktivitas kesehariannya saat itu di bidang lingkungan hidup.dengan tema lingkungan hidup. 100 . Tampilan Blog Timpakul 35 Dibiayai sendiri. dengan pengeluaran Rp 150.000/ bulan (per April 2009). membuat website).mail. Gambar 4. e. blogging.

Pada tahun 2002 hingga beberapa saat setelahnya.google. Armely Meiviana Armely tinggal di Jakarta dan bekerja lepas untuk isu lingkungan dengan berbagai posisi pekerjaan. Sejak Januari 2001 hingga 30 September 2009 tercatat 1. milis (yang kemudian berkembang menjadi blog dan cause di 36 37 http://blogs. dengan menggunakan beragam akses yang tersedia. Sebagian besar waktu berinternetnya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan.timpakul. http://timpakul. Dari blognya dapat kita lihat bahwa Ade pun juga memanfaatkan layanan komunikasi dan jaringan sosial seperti Twitter. kafe.menggunakan internet kurang lebih 12 jam dalam sehari.com/ (per 30 September 2009) “Top 100 Indonesian Blogs”. Perempuan lulusan Hubungan Internasional FISIP UI ini mulai mengenal internet di bangku kuliah.org/ (blog sebelum “pindah habitat” ke timpakul.indonesiamatters. Tidak hanya rutin menulis selama empat tahun terakhir. mengelola milis.455 menurut situs Blog Indonesia 37 .429 buah tulisan.or.com/ (blog yang isinya lebih pribadi seperti puisi dan renungan keseharian).id/. lihat http://www. Di sela-sela kesibukannya.Blog Timpakul milik Ade menduduki posisi ke-94 menurut Indonesia Matters 36 dan ke-1. dan bersosialisasi.menulis. tepatnya sejak tahun 1998. Saat itu.web. Ade pun tak segan-segan mencoba memanfaatkan beragam jenis fitur di internet.multiply.blogspot. baik ketika sedang di rumah.id) 39 40 http://groups. Plurk. Berawal dari ide Marc.or. terutama yang berhubungan dengan komunikasi dan tulis.blogspot.com/ . Technorati dan MySpace. ataupun warnet. http://karangmumus. Mely –begitu panggilannya.com/ (per 30 September 2009) 38 http://timpakul.com/ .com/group/greenlifestyle http://greenlifestyle.hijaubiru. namun sekarang sudah tidak lagi karena banyaknya aktivitas. Salah satu penyebabnya barangkali tingginya frekuensi Ade untuk mem-posting di blog miliknya itu.id 101 . http://celoteh. Mely sempat memiliki blog pribadi. http://timpakul. sejak tahun 2007 Armely (berduet bersama Marc Dunais) mengelola milis 39 dan blog40 Greenlifestyle.blog-indonesia. mencari informasi. Ade juga me-mirror isi blog Timpakulnya di beberapa blog lain yang dimilikinya 38 . Tweet. Selain itu. 2. Facebook. ia belajar menggunakan internet dengan bantuan teman dan juga otodidak. Sekarang ini.

disajikan dalam tampilan yang menarik dan dengan bahasa yang populer.Facebook) ini bertujuan memberikan informasi dan tips-tips sederhana untuk gaya hidup ramah lingkungan di perkotaan.2. Tampilan Blog Greenlifestyle 102 . Gambar 4.

Mas Djuni kemudian lebih banyak bekerja di Jakarta sebagai pekerja lepas. hingga akhirnya kini dia bekerja di lembaga Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia sebagai administrator website (www. Sejak tahun 1998 pula dia sudah aktif mengirimi berita-berita lingkungan ke milis.org). Sekarang ini.mpbi. sehingga walaupun menyulitkan secara keuangan. Djuni Pristiyanto Mas Djuni mulai berkegiatan di bidang lingkungan hidup sejak tahun 1997. Saat itu dia sudah menyadari pentingnya internet. Tampilan Milis Greenlifestyle 3.3.milis yang dilanggannya. 103 . Jawa Timur. yakni sejak mendirikan LSM lingkungan di Jember. Tepatnya sejak dia memutuskan untuk meninggalkan studinya di Ilmu Sejarah UGM dan kemudian mendirikan sebuah LSM lingkungan di Jember.Gambar 4. Informan yang sudah berkeluarga dan tinggal di Jakarta Selatan ini sudah sejak tahun 1998 mengenal dan sekaligus belajar otodidak untuk menggunakan internet. Setelah lima tahun berkecimpung di daerah. Mas Djuni bersikeras memasang telepon dan berlangganan internet.

informan selalu online selama berada di kantor (sekitar 8 jam. 41 42 http://groups. Saat ini. selain di kantor. Di samping memoderatori milis Lingkungan. milis Lingkungan adalah milis terbesar42 untuk isu lingkungan hidup di Indonesia. informan juga mengelola website “Hidup Bersama Risiko Bencana”44 .net 104 . Selain di milis Lingkungan.com/group/lingkungan Per 30 September 2009. informan juga aktif di milis “berita lingkungan” (sudah digabungkan dengan milis Lingkungan). “bencana”. dia juga berlangganan internet di rumah dan terbiasa mengaksesnya selama 2-3 jam perhari. Gambar 4. dari jam 9 pagi hingga 5 sore).yahoo. “sahabat telapak”. 44 http://bencana. milis Lingkungan memiliki 3.284 anggota dengan total 45. jumlah tertinggi untuk konteks milis bertema isu lingkungan di Indonesia. dan “spiritual”. 43 Terlacak via pencarian google.4. Tampilan Milis Lingkungan Mengelola milis dan memasok berita lingkungan adalah bentuk utama penggunaan internet untuk lingkungan yang dijalankan Mas Djuni.365 pesan (sejak April 1999). informan malah kemudian ditawari menjadi moderator untuk milis bernama Lingkungan41 . Berawal dari antusiasmenya mengirimi berita-berita lingkungan. Mas Djuni juga terlacak aktif berdiskus i dan memuat tulisan atau berita di sejumlah milis lainnya43 .

hal berhubungan dengan isu lingkungan.wordpress. dan http://djuni. 45 46 http://djuni.wordpress.5. Tampilan Blog Jalan Setapak Sejak Juli 2009.com/2005/12/27/blog-timpakul-peringkat-pertama-234-blog-lingkungan/. blog ini menjadi bukti nyata komitmen dan perhatiannya dalam mengelola milis lingkungan. Meskipun tak melulu berisi hal. Jalan Setapak 45 .wordpress.com/2006/02/15/perkembangan-milis lingkungan-dan-milis -berita-lingkungan-tgl-15 48 http://djuni.wordpress.com/2005/12/21/234-blog-lingkungan-indonesia/. http://djuni. Hal ini tampak dari tulisan-tulisannya yang membahas dinamika menjadi moderator46 .com/2006/02/16/tugas -moderator-milis/ 47 http://djuni. http://djuni. http://djuni.wordpress.com/2007/05/19/upaya-mengusung-penyadaran-lingkungan-lewatinformasi-blog/ 105 . perkembangan dan peranan milis Lingkungan47 .wordpress. Mas Djuni juga aktif mencurahkan gagasan dan pikiran lewat blog pribadinya.wordpress.Gambar 4.com/2005/12/08/milis -lingkungan-sebagai-media-virtual-pengontrollingkungan. ataupun pandangannya terhadap kemunculan blog-blog48 yang mulai banyak mengangkat tema-tema lingkungan hidup.com/2005/12/29/perkemb angan-milis -lingkungan-tgl-29desember-2005-1272/.com http://djuni.wordpress.

blogspot.greenpressnetwork. dan dengan modem USB saat di rumah. wartawanlingkungan@yahoogroups. Bekerja sebagai jurnalis lingkungan secara tidak langsung membuat penggunaan internet Marwan hampir selalu bersinggungan dengan isu lingkungan.blogspot.isu lingkungan mengantarnya terjun di bidang jurnalisme lingkungan hidup49 .com 51 www.com/about-me/ www.papuatraveling. Sulawesi Tenggara Marwan aktif di HMI. lingkungan@yahoogroups. Kendari. Semasa kuliah di jurusan AGRONOMI fakultas pertanian Univ.wordpress.marwanazis.nusantaratraveling.petualanganku. Pekerjaannya tidak menuntutnya untuk selalu online sehingga Marwan tidak setiap hari menggunakan internet. mediacare@yahoogroups. di sela-sela kesibukan dan pekerjaannya. Saat ini Marwan memilih menjadi jurnalis freelance di Jakarta.com. greenpress@yahoogroups. Namun saat ini. sekitar tahun 1999. HMJ. ajisaja@yahoogroups. Marwan mulai mengenal internet sejak kuliah.com 106 .blogspot. misalnya dengan menjadi editor blog-blog GreenPress. Marwan lebih berfokus pada blog-blog pribadinya dan blogblog komunitas. Saat ini Marwan terbiasa mengakses internet dengan banyak cara.com. Pengalaman malang melintang di dunia jurnalistik dan keeratannya dengan isu.com.com.greencare.com.greenpressnetwork. dan Pers Mahasiswa. www. hotspost ketika sedang di luar kantor. dan belajar menggunakannya secara otodidak.com (organisasi Greenpress) 52 Seperti milis walhinews@yahooogroups.com. www. supportergreenpress@yahoogroups.com. dan www.com.com.com. Marwan mengaku sudah bergabung dan juga mengelola sejumlah mailinglist bertema lingkungan dan jurnalisme 52 .4. 49 50 Lihat profil lengkap Marwan di http://marwanazis. perubahaniklim@yahoogroups. Haluoleo.com. Jauh sebelum dunia blog berkembang di Indonesia. serta menjalankan hobinya sebagai blogger dan mengelola beberapa blog baik pribadi50 maupun komunitas 51 . Marwan Azis Marwan berasal dan dibesarkan di Sulawesi Selatan.blogspot. via wireless ketika di kantor. www.multiply.wordpress.com (blog berita lingkungan) dan www. aktif sebagai tim riset di LP3ES Jakarta.wordpress.

Tampilan Blog GreenPress GreenPress adalah komunitas jurnalis lingkungan hidup yang memanfaatkan media online.com 107 . 53 Melinda Rachman http://greenpressnetwork. mengelola lebih berfokus www. untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan.com kelembagaan GreenPress dan membahas isu.6. terutama blog.blogspot. Situs-situs Green Press di atas mereka kelola secara swadaya untuk membantu penyebaran informasi lingkungan ke publik.wordpress.blogspot.greenpressnetwork. Berita di blog ini selain bersumber dari reportase jurnalis yang tergabung dalam Greenpress.greenpressnetwork.isu jurnalisme lingkungan.com mereka bangun untuk mengumpulkan dan menyebarkan berita-berita lingkungan. 5.Gambar 4. Blog www. juga menampilkan berita lingkungan dari berbagai situs dalam negeri maupun 53 mancanegara Komunitas yang ini menggunakan juga yang fasilitas RSS blog pada (GreenPress) .

syalalla. Melinda tidak setiap hari mengakses internet. Melinda hampir selalu mengakses internet dari rumah dengan layanan internet yang dilanggan orangtuanya. namun masih terbatas untuk mencari bahan tugas sekolah dan itupun masih dibantu orangtua.blogspot.blogspot. tetapi saat mengakses Melinda rata-rata menghabiskan waktu tiga jam per akses. dan mengunduh lagu. kelas XII. Melinda sudah sekitar tiga tahun mulai nge-blog.Informan termuda ini masih bersekolah di SMA. Walau tersedia internet di rumah.wordpress. 54 55 www. Dari pergaulan dan pertemanannya di dunia maya. yakni sejak umur 14.com 56 http://gogreenindonesia. bersosialisasi via Facebook. Melinda berkenalan dengan Lalla 55 . Melinda biasanya baru bisa menggunakan internet di malam hari. Dalam tiga jam itu dia biasanya blogging dan blog-walking.com 108 .mellovegoodyakan. setelah selesai dengan aktivitas sekolah dan les. Saat itu blog pribadinya 54 lebih berisi cerita-cerita tentang pengalaman pribadi Melinda dan pendapatnya tentang kejadiankejadian yang dia lihat di berita. saat di SMP kelas VIII. Melinda sudah kenal internet sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar. teman blogger yang kemudian mengajaknya membangun blog Go Green56 . tapi lambat laun dia belajar dan mengeksplorasi sendiri. chatting.com www. Walaupun pada awalnya Melinda diajari oleh orangtuanya untuk menggunakan internet.

109 .Gambar 4. dan meng-invite orang-orang untuk bergabung di cause Go Green. dalam jangka waktu sekitar satu setengah tahun (Februari 2008-September 2009). Dengan bahasa yang mudah dimengeri.658 kali dan mendapat respon yang positif dari para pengunjungnya. blog ini telah dikunjungi sebanyak 55. mereka juga membuat cause Go Green di Facebook. Tampilan Blog Go Green Blog yang mulai publish pada tanggal 2 Februari 2008 ini berfokus pada isu global warming dan kiat-kiat yang bisa dilakukan untuk mencegah dan menghadapinya. Lalla dan Melinda mengajak pengunjung blog untuk lebih menyayangi bumi melalui cara-cara sederhana. Blog ini tampaknya cukup populer. Melinda berkontribusi dalam membuat tulisan. menjawab surat atau tanggapan dari pembaca. Dalam kegiatan-kegiatan di atas. Untuk memperluas jaringan dan lebih menyebarkan pesanpesan lingkungan.7.

Jalan-jalan. keuangan. dan tak jarang juga mengaksesnya dari rumah. 110 . dan Uncategorized. Daur ulang. Michael termotivasi untuk terus mengembangkan blog ini 58 . Saat ini Michael bekerja sebagai manajer administrasi. Michael tertarik dengan energi alternatif dan cara-cara inovatif untuk menyelamatkan lingkungan. Produk hijau. Blog bernama AkuInginHijau57 ini secara khusus mengambil tema lingkungan hidup. Polling. Berita lingkungan. ekonomi dan IT dari Purdue University di Amerika Serikat. menyelesaikan tugas sekolah. Michael Dharmawan Informan terakhir ini merampungkan pendidikan di bidang manajemen. Hemat di Jalan. Teknohijau. terutama cara-cara sederhana dan keseharian untuk menyelamatkan lingkungan. Niatan awal Michael membangun blog ini hanyalah untuk melatih menulis karena kemampuan tersebut dibutuhkan dalam pekerjaannya. Belajar Hijau. sejak Januari 2007 Michael menyempatkan diri mengelola blog pribadinya. Akhir Pekan. dan topik lingkungan dipilih karena ingin mulai menulis tentang sesuatu yang dia senangi.harinya ia mengakses internet dari kantor. Berita lingkungan lokal. legal. Kemudian.6. Sehari.org/2008/02/05/1-tahun-aku-ingin-hijau/ 59 http://akuinginhijau. terutama karena adanya keharusan untuk menggunakan e-mail. Michael lebih banyak menggunakan internet untuk menyelesaikan pekerjaan dan berkorespondensi dengan rekan-rekan bisnisnya. Namun seiring dengan respon yang begitu hangat dari pembacanya. Terdapat beberapa jalan yang ditempuh Michael untuk mengembangkan blog ini. Tanaman bermanfaat. Manifesto hijau. dan IT di sebuah perusahaan pakan ternak di Jakarta. Lingkungan Kerja. Bercocok tanam. Fakta Lingkungan. Secara umum. Tanaman. sepanjang jam kerja. Sebagai pemerhati lingkungan59 . Bisnis hijau. Ketertarikannya dapat terlihat dari 23 kategori60 tulisan dan artikel dalam blognya yang ia kelompokkan untuk memudahkan pembacanya menemukan topik tulisan. Lingkungan rumah. Di sela-sela kesibukan padatnya sebagai seorang profesional bisnis. untuk lebih memudahkan 57 58 http://akuinginhijau. Energi alternatif. dan lain sebagainya.org/ http://akuinginhijau.org/about/ 60 Agenda hijau. Berita lingkungan global. Energi. Michael mengenal internet saat kuliah.

com/group/akuinginhijau http://akuinginhijau. Sebagai hasil kerja keras. Bahasa yang ringan dan tidak menggurui dipilihnya untuk dapat berbicara dengan khalayak yang lebih luas. Gambar 4. sepanjang dua tiga perempat tahun.000 kali dan mendapat ratusan tanggapan62 yang sebagian besar berupa dukungan. Michael juga menyediakan mailing list AkuInginHijau61 .8.org/about/ 111 . Tampilan Blog Aku Ingin Hijau 61 62 http://groups.yahoo.pembacanya untuk saling berinteraksi dan berdiskusi. tepatnya sejak Januari 2007 hingga akhir September 2009. blog AkuInginHijau telah dikunjungi lebih dari 520.

Awal Perkenalan dan Penggunaan Internet Hampir semua informan mengenal internet pertama kali di akhir tahun 90-an dan belajar menggunakannya secara otodidak (tanpa pelatihan dan pendidikan formal). para informan telah memberikan banyak informasi mengenai beragam penggunaan internet untuk aktivisme lingkungan. 1.C.mail dan tugas sekolah” [Michael]. seperti yang dirasakan oleh Ade. yakni adanya “kebutuhan informasi dan kebutuhan untk memperdalam 112 . Untuk memahami praktik-praktik penggunaan internet para informan dan bagaimana mereka memposisikan internet dalam kehidupan mereka. Kondisi ini sejalan dengan perkembangan internet di Indonesia yang masuk secara sporadis di era itu. Dari penggambaran-penggambaran yang ada. ilustrasi penggunaan internet mereka dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar. “nyari tugas” [Melinda] dan “mengumpulkan bahan untuk keperluan skripsi” [Armely]. Barulah pada tahun 2000an internet semakin meluas dan mulai diajarkan di sekolah-sekolah formal. Awal perkenalan dan penggunaan internet oleh para informan umumnya didorong oleh suatu “keharusan”. dalam subbab ini akan terlebih dahulu dibahas penggunaan umum internet oleh para informan. misalnya untuk “e. PENGGUNAAN INTERNET SECARA UMUM Sepanjang keseluruhan wawancara. awal penggunaan internet dapat juga didorong oleh kebutuhan. Selain itu. yakni penggunaan internet secara umum dan penggunaannya secara khusus untuk mendukung isu-isu lingkungan. seperti yang sempat dialami oleh Melinda sebagai bagian generasi pengguna internet yang lebih muda.

Ade misalnya. meskipun mengaku internet mempermudahnya dalam bekerja dan bahwa “banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan menggunakan fasilitas internet” [Marwan]. Armely pun tak jauh berbeda. status dan kebutuhannya saat ini sebagai pelajar sekolah menengah belum menuntutnya untuk menggunakan internet secara rutin dan dalam waktu yang lama. Michael mengaku dalam konteks pekerjaan sangat sulit berpisah dengan internet karena sangat dibutuhkan untuk berkomunikasi dan bertransaksi. Dari ilustrasi di atas dapat dipahami bahwa penggunaan internet tidak hanya berawal dari sejumlah needs individual seperti yang digambarkan pendekatan uses and gratifications.komputer” [Ade]. tapi juga dapat berawal dari status pengguna dan keadaan sosial di sekitar mereka (individual and social characteristics. Begitupun juga Melinda. sementara itu. 1989 dalam McQuail & Windahl. Penggunaan internet yang sedemikian intens menjadi kebutuhan tersendiri bagi keempatnya. Waktu dan Kebiasaan Penggunaan Internet Dari keenam informan. Marwan. 2. bekerja jarak jauh dan mengandalkan internet untuk menekan biaya komunikasi. kebiasaan ini rupanya berkaitan erat dengan konsekuensi pekerjaan mereka. 1993) yang akhirnya “memaksa” mereka berkenalan dengan internet. Kondisi yang dihadapi keempat informan di atas berbeda dengan yang dialami Marwan dan Melinda. Renckstorf. terdapat empat orang yang rutin menggunakan internet dalam intensitas yang tinggi setiap harinya. dan dua orang yang cukup sering mengakses internet namun tidak memiliki rutinitas tertentu. Dari empat orang yang memiliki rutinitas dan intensitas tinggi (lebih dari delapan jam perharinya). Di sisi lain. pekerjaan Djuni sebagai administrator website serta merta mengharuskannya mengakses internet secara teratur. kesibukan Melinda sebagai 113 . tetapi pekerjaannya tidak menuntut dirinya untuk selalu terhubung dengan internet.

sesuatu yang mungkin sangat penting dilakukan bila menggunakan internet lebih dari 12 jam setiap ha rinya seperti Ade. Ade Fadli. Melinda. Respon pasangan ataupun anggota keluarga lainnya perlu dipertimbangkan. dan persepsi pengguna itu sendiri akan hubungannya dengan internet. yang menggunakan internet via layanan yang dilanggan orangtuanya. 3. Armely dan Michael. yang juga menggunakan internet secara intens mengaku tidak “tak terpisahkan” dengan internet. satu pandangan yang tampaknya sejalan dengan Djuni yang melihat internet “hanya sebagai media atau alat saja” [Djuni]. secara pribadi tidak bermasalah untuk tidak online meski mengaku tidak bisa tidak menggunakan internet kalau untuk pekerjaan. dengan intensitas penggunaan internet yang begitu tinggi. serta hal. misalnya dengan “didiskusikan di awal sebelum menikah” [Ade]. mengaku memandang internet sebagai “jembatan mencapai tujuan” [Ade]. para informan memberikan jawaban yang berbedabeda. Sementara itu. kebiasaankebiasaan. memiliki keterkaitan dengan dimensi-dimensi sosial di sekitar penggunanya seperti jenis pekerjaan. Persepsi terhadap Internet 114 . Dari pembahasan di atas. Dalam pembahasan yang berbeda. hubungan keluarga. terkadang dibatasi penggunaan internetnya oleh orangtuanya dengan alasan kesehatan mata. Michael misalnya.hal yang menyertainya. Bagi yang belum menikah pun ada pula kendalanya. Masih berhubungan dengan penggunaan internet. sesudah aktivitas bersekolah dan lesnya selesai. kebiasaan penggunaan internet para informan tidak selalu berhubungan paralel dengan persepsi mereka atas hubungan dan kedekatan diri mereka dengan internet. tampak bahwa penggunaan internet. Sedangkan Armely mengatakan dia bahkan “selalu punya waktu-waktu tertentu untuk tidak bertemu dengan internet” [Armely]. Ketika ditanya mengenai hal tersebut.pelajar mengkondisikannya untuk hanya menggunakan internet di waktu malam. kehidupan pribadi rupanya bisa berkelindan dan memiliki dinamika sendiri bila dikaitkan dengan penggunaan internet.

Dimensi seperti status dalam keluarga. Sederetan keunggulan internet rupanya tidak menutup mata informan akan sejumlah kelemahan internet. jenis pekerjaan. Meskipun dinilai lebih murah. “lebih efektif dan efisien” [Marwan].Selama berinteraksi dengan dan melalui internet. bila dibandingkan dengan media cetak misalnya. dan efisien. membangun persepsi-persepsi mereka terhadap internet. dan juga Melinda bercerita bagaimana internet menyediakan semua jenis informasi dan hiburan yang dia inginkan. kualitas pendidikan.fenomena yang terjadi di internet. Dan untuk keterbatasan internet. para informan secara sadar maupun tidak. serta aktivitas keseharian lain dari pengguna turut mempengaruhi bagaimana seseorang menggunakan dan memposisikan internet dalam kehidupannya. Selain itu. “lebih hemat waktu (tidak harus bepergian jauh). 115 . bisa dilakukan sambil mengerjakan hal lain. Marwan dan Djuni sama-sama menyebutkan bahwa indera penglihatan (mata) memiliki batas ketahanan untuk membaca di layar monitor. Melinda berpendapat “lebih asik ngomong secara langsung”. Dari apa yang disampaikan para informan. internet juga dinilai lebih cocok “untuk kampanye ke kelas menengah” [Ade]. Secara riil dalam pergaulan. bisa dilakukan kapan saja” [Armely]. Dalam bagian berikutnya akan dibahas bagaimana penggunaan internet secara spesifik untuk mendukung isu lingkungan. dan memberi kebebasan dalam menggungkapkan” [Ade]. para informan sepertinya sependapat bahwa dibandingkan media dan saluran komunikasi lain internet memang lebih murah. “menyediakan kecepatan respon dan legalitas bukti pembicaraan” [Michael]. informan juga berpendapat keunggulan internet terletak pada fakta bahwa internet “jangkauannya lebih luas. Berbicara tentang keunggulan internet. lebih cepat. efektif. Persepsi tersebut bisa terbentuk seiring pengamatan mereka terhadap fenomena. dan terhubung dengan banyak orang. dapat ditarik kesimpulan bahwa secara umum penggunaan internet tidak hanya ditentukan oleh faktorfaktor psikologis dalam diri pengguna tetapi juga oleh dimensi-dimensi sosial yang melingkup i kehidupan pengguna. ataupun mela lui pengalamanpengalaman yang mereka lalui sendiri.

Pilihan-pilihan praktis yang diambil dalam rangka memanfaatkan internet dan fitur. dalam subbab ini pembahasan akan difokuskan pada aktivitas-aktivitas penggunaan internet para informan yang ditujukan khusus untuk mendukung aktivisme lingkungan. PENGGUNAAN LINGKUNGAN INTERNET UNTUK AKTIVISME Penggunaan umum internet oleh para informan seperti yang dipaparkan di subbab sebelumnya telah memberikan gambaran mendasar tentang setting. Dengan kondisi yang ada. baik sebagai perseorangan maupun dalam konteks dirinya sebagai aktivis atau pemerhati lingkungan.D. keterbatasan waktu dan sumber daya seringkali membatasi gerak para aktivis perseorangan. Tujuan Penggunaan Internet Para aktivis lingkungan yang menjadi informan penelitian ini menggunakan internet terutama untuk berkomunikasi. dan dimensi-dimensi yang melingkupi penggunaan internet mereka untuk aktivisme lingkungan. menggalang dukungan. saling berkaitan erat dan tidak dapat dianalisis secara terpisah. Hal ini karena penggunaan internet para informan. aktivis lingkungan secara perseorangan umumnya bekerja atau menggunakan internet dengan tujuan-tujuan yang lebih sederhana. Berbeda dengan penggunaan internet oleh organisasi lingkungan secara kelembagaan.fitur di dalamnya menjadi menarik untuk diamati. Oleh karena itu. 116 . untuk mencari dan menyebarkan informasi lingkungan. 1. Namun tampaknya justru karena hanya berfokus pada upaya-upaya komunikasi dan sosialisasi. dan menyampaikan gagasan mereka kepada publik secara lebih luas. para informan dapat berinteraksi lebih dekat dan intens dengan para pembaca blog atau anggota milis yang mereka kelola. kondisi. Tepatnya.

karena media cetak tidak selalu menerbitkan tulisan yang dia kirimkan. Karena itulah Djuni berfokus memanfaatkan internet untuk menyebarkan berita lingkungan melalui milis. memotivasi. dan isu lingkungan masih menjadi isu yang benar-benar minor. ataupun datang dari adanya situasi-situasi ekonomi. maka.milis. Bentuk-bentuk Penggunaan Internet 117 . awalnya “iseng” saat membuat blog Timpakul untuk menyimpan tulisantulisannya. Hasrat Armely ini rupanya dilatarbelakangi ketidakpuasannya terhadap banyak milis ataupun situs lingkungan yang dominan disesaki istilah-istilah rumit dan politis serta lebih sering berisi berita-berita negatif yang menjatuhkan pihak-pihak tertentu. yang mudah dicerna masyarakat. padahal saat itu dia hanya memiliki disk 3. blog dipilihnya sebagai tempat dokumentasi. sosial.5. Michael awalnya memulai blognya sebagai wadah untuk latihan menulis. Cerita Armely sedikit berbeda dari keduanya. Kedua. dan Alasan Penggunaan Penggunaan internet untuk mendukung lingkungan bisa berangkat dari cerita dan sejarah yang berbeda-beda dari tiap pelakunya. dia merasakan pentingnya mendokumentasikan gagasan dan pemikirannya. internet lebih banyak digunakan untuk kepentingan politis. secara khusus untuk mendukung isu lingkungan– dapat berasal dari diri sendiri. Latar Belakang. Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa kekuatan awal yang mendorong. di tahun 1998. Pertama. karena kemampuan itu dibutuhkan dalam pekerjaannya. Sementara itu. Motivasi.2. Dia mengiyakan ajakan kawannya untuk mengelola milis dan kemudian blog Greenlifestyle karena dia ingin menyediakan informasi lingkungan dengan bahasa yang sederhana. Ade misalnya. dan menjadi alasan seseorang menggunakan internet –dalam konteks ini. Awal mula Djuni menggunakan internet pun tidak berbeda jauh dari Armely. Djuni melihat saat itu. dan mendorong orang-orang untuk mengambil peran dalam memulai perubahan. 3. dan politik yang berlangsung di sekitar pengguna internet tersebut.

Namun. ataupun bergabung di cause dan milis bertema lingkungan. Milis adalah salah satu bentuk many-to-many asynchronous communication via internet (Morris dan Ogan. 2002). lebih hemat karena ada banyak pihak yang menyediakan layanan “gratisan” untuk memiliki milis ataupun blog. Walau tidak seleluasa situs. namun dengan sejumlah keterbatasan. namun bentuk ini tidak interaktif secara la ngsung.Terdapat beragam fasilitas di Internet yang dapat digunakan aktivis lingkungan untuk mendukung aktivisme lingkungan. adalah bentuk tersederhanakan dari asynchronous communication. memuat tulisan dan membaca tanggapan terhadap tulisan tersebut. lebih populer. Para informan dalam penelitian ini pun tak ketinggalan memanfaatkan fitur. Pertama. semakin banyak orang memiliki dan mengakses milis dan blog.fitur seperti petisi online. dalam artian terdapat “jeda” waktu sehingga para anggota di dalamnya tidak bisa saat itu juga. Semakin banyak pengguna berarti semakin besar kemungkinan untuk menarik perhatian lebih banyak orang. ataupun untuk menyediakan informasi bagi pihak lain. Kedua. 118 . Dan bentuk-bentuk yang paling utama mereka jalankan tersebut adalah milis dan blog. HTML). Memiliki blog diibaratkan seperti memiliki situs pribadi. misalnya. Para penyedia layanan milis dan blog umumnya menyediakan teknologi yang user-friendly. vote untuk sebuah aksi. sehingga milis dan bloh lebih mudah untuk dikelola dan digunakan. Saat ini tersedia banyak layanan tanpa bayar untuk dapat memiliki dan mengelola sebuah milis. Ketiga. blog atau lengkapnya weblog. dari sedemikian banyak ragam fasilitas. mereka umumnya memilih satu hingga dua bentuk penggunaan saja untuk mendukung isu lingkungan. tanpa batasan jumlah. Bentuk ini memungkinkan interaksi dan komunikasi dari dan ke banyak orang. tanpa harus menguasai ilmu dan keahlian tertentu (misal. blog sama-sama digunakan secara sepihak untuk menyediakan wadah tampilnya gagasan dan perasaan. donasi online. Di sisi lain. Karena mudah digunakan dan tanpa mengeluarkan biaya. Terdapat sejumlah alasan mengapa kedua fitur di atas banyak digunakan untuk mendukung penyebaran isu lingkungan. lebih mudah.

Sementara itu. Terkait popularitas sejumlah blog lingkungan selama beberapa tahun terakhir. Michael menjadi anggota milis Greenlifestyle yang turut dikelola Armely. Namun. pendapat di bawah ini patut disimak. Sedangkan Ade dan Djuni saling mengenal karena memiliki lingkaran pertemanan yang berkaitan erat. jaringan sosial gerakan lingkungan Indonesia.web. dalam riset sebelumnya di tahun 2004. Karena isu lingkungan masih seringkali 63 http://timpakul. tepatnya sama kredibelnya dengan media konvensional ataupun sumber online lainnya.id/environment-blog. Ade pernah menyebut blog Michael dalam salah satu posting di blognya 63 . Johnson dan Kaye menekankan bahwa fairness bukanlah perhatian utama pengguna ketika menilai kredibilitas suatu blog. Temuan Johnson dan rekan-rekannya cocok untuk menggambarkan situasi blog lingkungan di Indonesia. Dikarenakan blog memungkinkan tampilnya cara pandang terkini dan spontan akan topik-topik yang secara spesifik diminati pengguna. Armely dalam wawancara mengaku mengenal dan familiar dengan blog Michael dan Marwan. terdapat pula sejumlah kajian yang membahas fenomena tersebut. sejumlah informan dalam penelitian ini rupanya saling mengenal dan berada dalam satu jaringan besar.Selain faktor-faktor pendorong penggunaan kedua bentuk di atas. Johnson dan kawan-kawan (2007) melakukan survei online untuk mengetahui persepsi pengguna internet yang memiliki ketertarikan politik (politically-interested internet users) terhadap kredibilitas blog-blog. menawarkan sebuah kerangka analitis untuk mengkaji praktik-praktik blogging. yakni bahwa penggunaan blog pada prakteknya terdiri dari rutinitas-rutinitas spesifik dan juga pengharapan-pengharapan agar penggunaannya dapat meraih tujuan-tujuan komunikatif.html 119 . Ide Schmidt ini cocok dengan apa yang terjadi di antara para informan penelitian ini. Penggunaan blog kemudian tidak hanya membangun suatu hypertextual network.macam tingkat kedekatan. tapi juga berujung pada pembentukan jaringan sosial (social network) dengan bermacam. Hal ini karena pengguna umumnya bergantung pada blog untuk mencari informasi yang tampaknya luput dari liputan media tradisional atau dibahas terlalu dangkal. Schmidt (2007) misalnya. Tanpa direncanakan. Riset ini menemukan bahwa blog dinilai cukup kredibel (moderately). Selain itu.

ataupun isu. Penggunaan internet secara pasif oleh aktivis misalnya saat aktivis lingkungan mengakses internet untuk mendapatkan informasi ataupun berita terkini seputar isu lingkungan hidup. Selain itu. dan tulisan tentang isu. dana. misalnya dengan online participation.isu pembangunan. Bentuk-bentuk aktivisme dalam gerakan lingkungan hidup sedikit banyak memang dipengaruhi kondisi aktivis itu sendiri dan situasi spesifik yang mereka hadapi. yang memungkinkan munculnya inovasi. donasi untuk program-program lingkungan. dan kemampuan. yang kalah “seksi” dengan isu. dan penyebaran pesan-pesan lingkungan via jalur-jalur komunikasi sosial. politik.isu lingkungan. Pemposisian internet sebagai media dan jalur komunikasi alternatif diperkuat oleh fenomena peminggiran isu lingkungan hidup dalam keputusan-keputusan politik dan terbatasnya akses ke media massa konvensional atau mainstream. dan hukum. serta penggunaannya secara individual maupun kolektif.inovasi baru. Dari fenomena yang ada.terpinggirkan di media massa konvensional. 120 . misalnya ketersediaan waktu.isu ekonomi. terutama media audiovisual. Sifat Penggunaan Internet Internet telah dimanfaatkan dengan berbagai cara oleh para aktivis lingkungan di Indonesia. informasi. namun sangat terbuka kesempatan untuk berpartisipasi melalui jalur-jalur lain. Seseorang yang peduli pada isu lingkungan namun memiliki keterbatasan waktu dan kesempatan barangkali tidak mungkin berperan aktif dalam penyelamatan lingkungan di lapangan. Keragaman bentuk-bentuk penggunaan kemungkinan juga didukung oleh karakter media internet itu sendiri. internet dan khususnya blog menjadi sumber alternatif tapi utama untuk mendapatkan berita. Hal ini karena isu lingkungan selama ini relatif masih menjadi isu minor. karakter isu lingkungan itu sendiri patut diperhitungkan dalam penjelasan. 4. penggunaan internet oleh aktivis lingkungan di Indonesia menurut sifatnya dapat dikelompokkan menjadi empat: penggunaan secara pasif atau aktif. hak asasi manusia.

Bagan 4. atau melanggan suatu mailing list. Sementara itu. Michael. atau organisasi tertentu. dan Melinda mengelola blog-blog mereka secara kolektif. Kegiatan-kegiatan di atas peneliti golongkan sebagai penggunaan pasif karena pada dasarnya aktivis sebagai pengguna hanya menerima informasi. bersama-sama dengan sejumlah aktivis lingkungan lainnya. searching. Tentunya. penggunaan di tingkat perseorangan adalah bila penggunaan internet oleh aktivis (baik secara aktif maupun pasif) lebih didasari motif dan tujuan individual.individual misalnya yang dilakukan Ade.baik dengan cara browsing. Sementara penggunaan secara aktif-kolektif ditunjukkan oleh bagaimana Armely. Marwan. sedangkan penggunaan di level kolektif adalah bila internet digunakan aktivis lingkungan sebagai bagian dari suatu tugas atau fungsi dalam sebuah komunitas. dan Djuni dalam mengelola blog dan milis lingkungan mereka.1. penggolongan sifat penggunaan internet oleh aktivis ini tidak bersifat absolut 121 . misalnya bila aktivis itu mengemban peran publikasi dan kehumasan di suatu lembaga lingkungan hidup. Aktivis dapat dikatakan secara aktif menggunakan internet bila sudah sampai ke tahapan memproduksi dan atau mereproduksi pesan atau informasi lingkungan. gerakan. Penggolongan Penggunaan Internet oleh Aktivis Lingkungan Penggunaan secara aktif.

terutama konteks besar penggunaan internet di Indonesia dan dinamika gerakan lingkungan hidup di Indonesia. Penggunaan internet oleh aktivis lingkungan Indonesia sedikit banyak tidak dapat dilepaskan dari konteks yang melingkupinya. konteks gerakan lingkungan terkini beserta permasalahan di sekitarnya telah ikut mendorong bentuk dan pilihanpilihan yang diambil aktivis lingkungan di Indonesia saat menggunakan internet. Pengelompokan penggunaan ini diharapkan kedepannya dapat mendorong penggalian lebih lanjut untuk mencari tahu bagaimana hubungan antara kelompok-kelompok pengguna yang ada. mempelajari. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa ada kemungkinan kecenderungan seorang aktivis untuk lebih dominan menempati kuadran tertentu. dan menggunakan internet. Setting makro perkembangan internet di Indonesia turut mewarnai sejarah pribadi para informan dalam mengenal. 122 . dan misalnya mencari tahu faktor.faktor seperti apa yang membuat seseorang berada di kuadran tertentu ataupun bergerak dari satu kuadran ke kuadran yang lain. Kondisi ini tak lepas dari pola kebiasaan penggunaan internet seorang aktivis serta status dan perannya dalam ranah besar gerakan lingkungan hidup.karena seorang aktivis dapat menggunakan internet dengan sifat yang beragam dalam waktu yang berbeda-beda pula. Sementara itu.

saling berkaitan erat dan tidak dapat dianalisis secara terpisah. Sejalan dengan kerangka konseptual di awal (Uses and Gratifications dan Social Action). jenis pekerjaan.lingkungan. memotivasi. ditemukan bahwa p enggunaan internet para informan. kualitas pendidikan. KESIMPULAN Tujuan riset ini bukan untuk menggeneralisasi temuan dan melekatkannya pada aktivis lingkungan hidup di Indonesia secara keseluruhan. Model Tindakan Sosial Renckstorf tidak berhasil dimanfaatkan ataupun diuji seutuhnya karena proses yang digambarkan dalam model ini tidak serta. dan politik yang berlangsung di sekitar pengguna internet tersebut. baik sebagai perseorangan maupun dalam konteks dirinya sebagai aktivis atau pemerhati lingkungan. serta aktivitas keseharian lain dari pengguna turut mempengaruhi bagaimana seseorang menggunakan dan memposisikan internet dalam kehidupannya.faktor psikologis dalam diri mereka sebagai pengguna tetapi juga oleh dimensi-dimensi sosial yang melingkupi kehidupan mereka. dan menjadi alasan seseorang menggunakan internet –dalam konteks ini.merta disadari oleh informan penelitian. para aktivis dalam penelitian ini menggunakan blog dan milis sebagai senjata utama untuk 121 . terutama untuk mendukung isu lingkungan– dapat berasal dari diri sendiri. sosial. Dimensi seperti status dalam keluarga.nilai pro. ditemukan bahwa kekuatan awal yang mendorong. namun lebih untuk memahami keenam orang informan tersebut sebagai kasuskasus unik aktivis lingkungan dan melihat praktek serta motivasi mereka menggunakan internet untuk mendukung nilai. Meskipun begitu. Dalam penggalian data. Dalam prakteknya. ataupun datang dari adanya situasi-situasi ekonomi. Penjelasan konseptual memperlihatkan bagaimana secara umum penggunaan internet para aktivis tidak hanya ditentukan oleh faktor.BAB V PENUTUP A.

Kajian-kajian terkait topik ini pada tahapan selanjutnya dapat diarahkan pada penyelidikan yang lebih empiris ataupun bersifat pengujian hipotesis mengenai penggunaan internet oleh aktivis. Namun dari penelusuran dan penggalian data. ataukah fungsi khusus seperti membangun jalinan pertemanan juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung gerakan lingkungan.memperkenalkan dan menyebarluaskan informasi.lingkungan. Kedua bentuk tersebut dipilih karena lebih hemat. profan dan banal yang hadir dalam banyaknya ragam isi internet. SARAN Internet adalah alat yang membuka banyak kemungkinan dan mampu melampaui berbagai batasan-batasan berkomunikasi yang sebelumnya ada.milis tersebut. Potensi-potensi yang terkandung lebih sering terabaikan atau tertutupi oleh kekuatan-kekuatan kesenangan (pleasure) yang trivial.informasi lingkungan. secercah harapan terlihat. Dalam pengelolaannya blog-blog dan milis. bahwa internet dapat digunakan untuk mendorong perubahan positif dalam masyarakat. Sehingga di masa datang dapat diperoleh temuan yang lebih aplikatif dan dapat 122 . khususnya gerakan lingkungan.merta mendorong perubahan dalam masyarakat tersebut. Meskipun demikian. Tapi keberadaan serta adopsi internet dalam sebuah masyarakat tidak serta. masih belum diketahui secara jelas dalam kondisi-kondisi seperti apa sajakah penggunaan internet dapat mendukung penguatan suatu gerakan. Pilihan pengelolaan umumnya berhubungan dengan pilihan pribadi dan keterbatasan sumber daya. mudah. terutama waktu luang. apakah hanya penggunaan khusus (specific uses) seperti pencarian dan penyebaran informasi saja yang dipandang mampu menguatkan gerakan. dan konteks yang mampu mendorong penggunaan internet untuk penguatan gerakan lingkungan. situasi. serta percakapan dengan para informan. Lepas dari itu mereka meyakini bahwa internet berperan penting dalam penyebarluasan nilai-nilai pro. B. Penelitian-penelitian selanjutnya dapat menggali bagaimana dan seperti apa sajakah keadaan. sebagian mengelolanya secara individual dan sebagian lagi mengelolanya secara kolektif. Misalnya. dan populer.

Kelemahannya. dapat menyesuaikan dengan waktu dan keluangan informan. semisal menjawab e. Dengan berfokus pada satu milis saja.mail. Selain itu. Sebagai masukan. komunikasi barangkali tidak se-terbuka dan hangat pertemuan tatap muka. dinamika sebuah group atau mailing list yang bergerak di bidang lingkungan. peneliti yang ke depannya berminat menggunakan Yahoo Messenger atau piranti chatting lainnya. Kelemahan lain adalah bila koneksi internet yang digunakan tidak stabil dan “putus-nyambung” maka bisa saja mempengaruhi kenyamanan dalam berkomunikasi (sebentuk noise). misalnya dengan mengamati satu mailing list saja. Fokus yang berbeda tersebut tentunya menghasilkan jenis temuan yang berbeda. Berbeda dengan online ethnography yang disarankan Paccagnella (1997). atau bahkan chatting juga dengan pihak-pihak lain. browsing. Tentunya ada kemungkinan 123 . sepanjang ada kesepakatan). perlu m empertimbangkan dan memperhatikan beberapa kelebihan dan kelemahan wawancara yang dilakukan lewat internet (melalui chatting/messaging tools). tanpa harus terbelenggu tempat dan waktu (bisa dilakukan kapan saja. hasil wawancara dapat langsung disimpan (direkam) dalam bentuk tertulis. Namun. Ke depannya. karena tidak berinteraksi secara langsung dan membaca bahasa tubuh. kajian tersebut diharapkan dapat lebih menggali prosesproses sosial dan sistem-sistem simbolik yang berlangsung dalam kelompok lingkungan tersebut.membantu aktivis serta organisasi lingkungan untuk menyusun strategi pemanfaatan Internet yang lebih efektif dan tepat sasaran untuk menyokong aktivisme lingkungan di Indonesia. kendala ini sedikit terbantu karena penggunaan Yahoo Messenger (YM) memungkinkan peneliti maupun informan menggunakan ikonikon emosi (emoticon) untuk mengekspresikan perasaan. kajian serupa juga dapat difokuskan pada misalnya. penelitian ini memang mengkaji perilaku berinternet aktivis lingkungan sebagai individu. dan tidak memfokuskan pada sebuah komunitas virtual atau kasuskasus tunggal. Belum lagi bila informan di saat yang bersamaan juga menyambi wawancara dengan aktivitas online lainnya. Kelebihan teknik pengumpulan data ini adalah wawancara dapat dilakukan secara lebih fleksibel.

(Namun. bukan tidak mungkin sudah tidak asing dengan aktivitas multitasking tersebut). Keputusan untuk mewawancara lewat YM dapat diambil bila peneliti yakin bahwa para informan adalah pengguna internet yang cukup berpengalaman dan sudah internet-savvy. mengingat para informan sudah lama menggunakan internet. sehingga tidak kaku ataupun “kagok” lagi dalam menggunakan YM sebagai alat komunikasi dan pengungkapan pendapat. 124 .situasi ini mempengaruhi konsentrasi dan rapport informan saat menyimak dan menjawab pertanyaan.

590. Batterbury. New York: Oxford University Press. John. 2000. 5.sagepub. Journal of Computer-Mediated Communication. Melbourne: Oxford University Press.com/cgi/content/abstract/5/1/50 Connelly. 1999. Diunduh tanggal 12 Januari 2009 dari http://www. 2005. Diakses pada tanggal 8 Maret 2008 dari http://jcmc. Samuel. Environmental Activism and Social Networks: Campaigning for Bicycles and Alternative Transport in West London. Jeremiah. Terry. Garner. John S. Pola-pola Gerakan Lingkungan: Refleksi untuk Menyelamatkan Lingkungan dari Ekspansi Modal. The Politics of the Earth: Environmental Discourses. John. 2000. Giles. Politics and the Environment: From theory to practice. Ebersole. 2008.mtmultipleuse. Ana Nadhya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2005. Yogyakarta: Lesfi. Dryzek. 2nd edition. Simon.backspace.edu/vol6/issue1/ebersole. London: Routledge. 2003.org/endangered/esahistory.html Emerson. Erik P. Teknologi Komunikasi: Perspektif Ilmu Komunikasi.htm (last updated on 31 May 2008) . George Junus. James dan Graham Smith.php Fiske. Aditjondro. 2000. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates. Media Psychology. Flew. Vol 6 (1). 150. 2003. David. Social Access to the Internet. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://ann. Introduction to Communication Studies. 50. 2003. Uses and Gratifications of the Web among Student s.com/cgi/content/abstract/590/1/150 Bucy. Hall.sagepub. Environmental Politics. 1990.DAFTAR PUSTAKA Bahan Bacaan Utama Abrar. History of the Environmental Movement. Diakses pada tanggal 22 Juni 2009 dari http://www. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://hij. 1996. London: Routledge.com/action/all. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science 2003. 2003.indiana. London: Macmillan Press Ltd. Robert. 1997. Publishers. An Introduction to Activism on the Internet. 2nd edition. The Harvard International Journal of Press/Politics. New Media: An Introduction.

Kaye.Hargittai. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://nms. S. James N.edu/~wkovarik/envhist. Richard dan Douglas Kellner. No. Communication Research About the Internet: a Thematic Meta-analysis. 13(1).com/cgi/content/abstract/10/4/3 Kim dan Weaver. Diakses pada tanggal 15 November 2007 dari http://ssc.com Hill. and Alladi Venkatesh. Diakses 6 Desember 2008 dari http://jcmc. The Internet in Indonesia’s New Democracy. 6. J. David T. New Media and Society. 23: 39–50. Every blog has its day: Politically. 518. Michael J.com/cgi/content/abstract/4/4/518 Kovarik. Journal of Computer-Mediated Communication. T. 304-325. Around the World Wide Web in 80 Ways: How Motives for Going Online are Linked to Internet Activities among Politically Interested Internet Users. Diakses tanggal 28 November 2007 dari http://nms.com/cgi/content/abstract/21/3/304 Johnson.html Kahn. 2007.edu/vol13/issue1/johnson. William.. Social Science Computer Review. dan Joel David Bloom. Internet Access and Use in Context. New media and internet activism: from the ‘Battle of Seattle’ to blogging. Linda Jean. Johnson. Eszter. New Media and Society. B. J. The Harvard International Journal of Press/Politics 2005.. K.runet. dan Michael Gurevitch. 509-523. Kaye. 9. The Public Opinion Quarterly. 2004. 4.com/cgi/content/abstract/9/5/407 Kerbel. 2002. 2008. Uses and Gratifications Research.sagepub.sagepub. 2005. Vol. Danziger. 1974. Nonprofit Organizations' Perceptions and Uses of the Internet. Oxon: Routledge. 87. Bichard.com Katz. New Media and Society. Diakses tanggal 8 Oktober 2008 dari http://nms. 2002. . -------. hal.sagepub. Virginia. Radford University. 137. & Wong. Oxford: Oxford University Press. Routledge Publications. Jay G.sagepub.sagepub. dan Krishna Sen. 21. Blumler. Diakses tanggal 20 November 2008 dari http://tvn. 2007. L. Amerika Serikat. Television and New Media. The Information Society. 2004. Taylor & Francis Group. 4.jstor.. Environmental History Timeline. Sage Publications. 1973-1974). 2003. dan Barbara K. 10. Diakses tanggal 12 Juni 2008 dari http://www. w. Thomas J. Sage Publications. 2004.indiana. Blog for America and Civic Involvement. 2003. 3.interested Internet users' perceptions of blog credibility.. Sage Publications. 407. 2008.sagepub. Civil Society and Cyber Society: The Role of the Internet in Community Associations and Democratic Politics. 6. 2004. (Winter. article 6. Diakses pada tanggal 11 Desember 2008 dari http://hij. 37. Elihu.org/stable/2747854 Kenix. Jensen. Matthew R. 2005. Diakses tanggal 3 Oktober 2009 dari www.

Diakses 26 Agustus 2009 dari http://www.Kutner. pp.).ucdavis. 2002. Inc.asu. 2006. Ltd. 24 No. London: SAGE Publications. 273288. Electronic Green Journal. Vol. 31.php/egj/article/view/2774/2732 Lim. 4. Cyber-Urban Activism and Political Change in Indonesia. Oxford: Sage Publications. Social Network and Reform in Indonesia. 2003. 2000. Laurie A. 1993. 2001.edu/~mlim4/files/Lim_Ch17.pdf ___________. McQuail’s Reader in Mass Communication Theory. Diakses pada tanggal 12 September 2008 dari http://www. pp. Morris. CyberCivic Space in Indonesia: From Panopticon to Pandemonium.edu/~mlim4/files/Lim_IDPR_final.uidaho. Denis. Merril. Vol. Diakses pada tanggal 12 September 2008 dari http://www. Environmental Activism and the Internet. Mark. Denis dan Sven Windahl. 1994.eu/journal/2006-1/contents/lim/0601lim Lindlof.public. Environmental Groups in Politics. International Development and Planning Review (Third World Planning Review). Merlyna. pdf Maignan. Mass Communication Theory: An Introduction. dan Christine Ogan. 2002. 2006/1. Singapore: Longman Publishers.umi. Dalam N. Eastbound Journal . Qualitative Communication Methods. 2002.pdf ___________. Dalam McQuail.com/pqdweb?did=23172565dansid=6danFmt=4danclie ntId=42788danRQT=309danVName=PQD McQuail. 1997. Diakses tanggal 12 Januari 2009 dari http://egj. 3rd ed. Couldry and J.edu/index. The Journal of Consumer Affairs. The nature and social uses of the Internet: A qualitative investigation. 1983. Rowan dan Littlefield. Madison: Winter 1997. 383-400.lib. McQuail’s Reader in Mass Communication Theory. Ltd. Oxford: Sage Publications. Lubell. McQuail. Diakses pada tanggal 21 Maret 2008 dari http://proquest. _____________. Denis. Diakses pada tanggal 12 September 2008 dari http://eastbound. University of Wisconsin Press. Contesting Media Power: Alternative Media in A Networked World. Research Lowe. Earth Day 2000. Issue #12. Draft tulisan untuk jurnal Environment and Behavior.des. Isabelle dan Bryan A Lukas. The Internet. Philip dan Jane Goyder. Communication Models for The Study of Mass Communications.Thousand Oaks: Sage Publications.public. Curran (eds. London: George Allen & Unwin (Publishers) Ltd. Environmental Activism as Collective Action. Liverpool University Press. Thomas R. 1995. The Internet as Mass Medium. 2002. .edu/faculty/lubell/Teaching/LubellEnviroActivism. pp 1-19.asu.

Journal of ComputerMediated Communication. ( 7).A study on Internet appropriation for rural sector reform. Blogging practices: An analytical framework. Bandung: Institute of Technology Bandung. Diakses pada tanggal 10 Juli 2008 dari http://audentis. Media.indiana. Winter 2000/2001. 4th Ed.com/p/articles/mi_qa5448/is_200101/ai_n21464557/print ?tag=artBody.web.).ict-paper-ynugroho-v3. Hill. Environmental Internet Activism in Britain.shockandawe. 8 Diakses tanggal 18 Februari 2009 dari http://insideindonesia. Lawrence. Diakses pada tanggal 10 Desember 2008 dari http://www. Journal of Computer-Mediated Communication. Sinanu. Terry. Why Communication Researchers Should Study the Internet: A Dialogue. 2006. Diunduh tanggal 12 Januari 2009 dari http://www. there.pdf O’Brien. [Final draft copy]. article 13. Dani. 1999. Diakses tanggal 12 September 2008 dari http://www. 12(4). Diakses tanggal 6 Juni 2008 dari http://jcmc.us/archives/Environment/5107877. 2001. Boston: Allyn dan Bacon. Frieda. Diakses pada tanggal 10 Desember 2007 dari http://jcmc. Khrisna dan David T. 2007. 12(4). (2007). Budaya.Munggoro. Inside Indonesia. 2000. Luciano. pp.. 1(4). Jenny. 17-34. 365–370. dan Politik di Indonesia. J. Rory. W. and everywhere.org/content/view/72/29/ .html Nugroho. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. Diakses tanggal 13 November 2008 dari http://jcmc. (ed. Proceeding of the 1st Rural-Information and Communication Technology (r-ICT) Conference. Jakarta: ISAI dan PT. Newhagen.col1 Schmidt. 1995. Social Change Activism and the Internet: Strategic Online Activities. 2001. Cyberprotest: Environmental Activism Online. Adoption of the Internet in rural NGOs in Indonesia .wordpress. JCMC 3 (1) June 1997.com/2007/07/r. dan Sheizaf Rafaeli. Journal of Computer-Mediated Communication. Menjadi Environmentalis itu Gampang!: Sebuah Panduan bagi Pemula. Jakarta: WALHI. Peace Review 13:3 (2001).net/~robrien/papers/netaction.pdf _____________. 1997. John E.edu/vol3/issue1/index.edu/vol12/issue4/schmidt. Yanuar.pdf Schau.html Pickerill. Jul-Sep 2006. 2003.indiana.jennypickerill. Occupational Outlook Quarterly.files. Coming of Age: Indonesia’s Environmental Network Faces Dilemmas as it Turns 25. 2007.html Paccagnella. Media Lintas Inti Nusantara. Getting the Seats of Your Pants Dirty: Strategies for Ethnographic Research on Virtual Communities. Neuman.info/Cyberprotestbook.html Sen. Internet use: Here. 2001. 6-7 August 2007.edu/vol1/issue4/rafaeli.indiana. Diakses 17 September 2008 dari http://findarticles.

si. 2005. Yang. 625.tni. 2002. 89. Birgit. Ed. 2003.com/cgi/content/abstract/30/6/625 Croteau.sagepub. Cornell University: Southeast Asia Program Publications. Thousand Oaks: Pine Forge Press. 75. Mohan J. 2006. volume 7. number 8 (August 2002). 2003.org/stable/3351310 Caplan. 2005. 12 October 2007. Vol. Bjørn Furuholt dan Stein Kristiansen. Vol. New Media and Society. Issues 6.14.com/cgi/content/abstract/22/4/278 Wimmer dan Dominick.Spencer. The Environmental Movement in the Global South: The Pivotal Agent in the Fight against Global Warming. 2006. Diakses pada tanggal 21 Oktober 2008 dari http://crx. Sankarto. Andarwati. 2003. First Monday. Internet for Development? Patterns of use among Internet café customers in Indonesia. Scott E.phtml?act_id=17458 Bräuchler. 2003. Diakses tanggal 12 Januari 2009 dari http://wwics.com/cgi/content/abstract/7/1/89 . Nomor 1. 2003. Dutta-Bergman. Designing Surveys: A Guide to Decisions and Procedures. California: Thompson Wadsworth. “Focus on the Global South”. 7. 2005a. and audiences. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://nms. Access to the internet in the context of community participation and community satisfaction. 278. The Potential of the Internet for Non-Profit Organizations. David dan William Hoynes. China Environment Series.org/detail_page. Diakses pada tanggal 28 November 2007 dari http://idv. Bello. Weaving a Green Web: The Internet and Environmental Activism in China. images. Ana Nadhya. 2005. Diakses pada tanggal 5 September 2008 dari http://firstmonday. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 dari http://www. Jurnal Perpustakaan Pertanian. Ronald dan Johnny Blair. Terampil Menulis Proposal Penelitian Komunikasi. Communication Research.edu/topics/pubs/greenweb. 3rd. 22 (4). 30. and the Internet in the Moluccan Conflict. 2005. Identity. Sri Retno dan Bambang S. Diakses tanggal 23 Maret 2009 dari http://www. Indonesia.html Wahid.sagepub. Cyberidentities at War: Religion.pdf Bahan Bacaan Penunjang Abrar.sagepub. Information Development. California: Pine Forge Press. 2007. 2005. 8th edition. Pemenuhan Kepuasan Penggunaan Internet oleh Peneliti Badan Litbang Pertanian di Bogor. Csaja. Preference for Online Social Interaction: A Theory of Problematic Internet Use and Psychosocial Well-Being. April 2003. Fathul.org/issues/issue7_8/spencer/index.jstor. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Walden. Guobin. Media/Society: Industries. Mass Media Research. Tessa. 2007.

article 4. ESRC Global Environmental Change Programme.indiana. John M. Peter. 1987. John. 2006. Special Briefing No. 3. Uses and Gratifications of the Internet.muslimheritage. Cet. 3. 2005. 88. 1998.com/topics/default. Environmental justice: Rights and means to a healthy environment for all. Andrew.lib. Colin. Supervising Activists for Research Degrees: Responsibilities. 2 pgs. 2002. Environment and History. 1992. 2000. Cambridge (UK): White Horse Press. Blythe Suezann. 11(2). University of Sussex. Politics. 20.html ____________________.com/cgi/content/abstract/3/1/88 Fortunato.pdf Fiske. Iss.edu/vol11/issue2/duttabergman.co.uk/resource/reports/environmental_justice. Eng. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2008 dari http://jcmc. et al (eds). Harrell. Sage Publications. 2001. Vol. 8 (4): 475–488. November. Gari. Ecology in Muslim Heritage: Treatises on Environmental Pollution up to the End of 13th Century. Journal of Computer-Mediated Communication. dan Hassan Shadily.7. article 5..indiana.edu/theses/available/etd-0926200831295016605726/unrestricted/31295016605726. John A. Diakses tanggal 1 Oktober 2009 dari http://www. Columbia Journalism Review. submitted to the Graduate Faculty of Texas Tech University. Making Media Content: the influence of constituency groups on mass media. Active Learning in Higher Education 2002. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2008 dari http://jcmc. Rights and Freedom.edu/vol11/issue1/dutta_bergman. New Jersey: La wrence Erlbaum Associates.ttu. Hampshire dan New York: Palgrave. New York: Sep/Oct 1998. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 melalui layanan ProQuest yang dilanggan Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. A Thesis in Mass Communications. 2002.html Echols. XVII Jakarta: Gramedia. 37. Kamus Inggris-Indonesia. Lutfallah._____________________. pg. . Key Concepts in Communication and Cultural Studies.cfm?ArticleID=933 Tulisan ini sebelumnya pernah terbit dalam jurnal Environment and History sebagai Gari. London dan New York: Routledge. Community participation and Internet use after September 11: Complementarities in channel consumption. Diunduh tanggal 8 Januari 2009 dari www. A New Kind of Cyberwar. 2002. The antecedents of community-oriented Internet use: Community participation and community satisfaction. 11(1).sagepub. Journal of Computer-Mediated Communication. Arabic Treatises on Environmental Pollution up to the End of the Thirteenth Century.foe. 2008. Inc. Diakses pada tanggal 20 Januari 2009 dari http://etd. Fletcher.pdf Heywood. L. Diakses pada 11 Januari 2009 dari http://alh. 2005b. 2nd ed. 2nd ed.

Ecology and Society: An Introduction. Cornell University: Southeast Asia Program Publications. Lin. Online News and The Public. Uses and Gratifications of Online and Offline News: New Wine in an Old Bottle? Dalam Salwen. 19-20 October 1983.uk/Users/ssfa2/greenmovement. Wiring the Warung to Global Gateways: The Internet in Indonesia. David T.org/stable/3351511 Hill. 2007. Indonesia. Michael B. Driscoll (eds). 2002. The Internet Revolution? The Formation of Public Sphere in South Korea. Prepared for the International Flows and the Environment Project. or Both? Electronic Journal of Sociology. Polity Press. World Resources Institute. Yi-Jong Suh. Alexander. The New Digital Media and Activist Networking within Anti–Corporate Globalization Movements. Makalah asli ditulis untuk "Asia Electronics Symposium". Abdulla. Salwen. ISSN: 1198 3655 Luhukay. April 1997.org/stable/3351468 Irwan. The Uses of and Gratifications Derived from Bulletin Board Systems (BBS) in Chinese Youth. 2008.ac. Jos dan Bagio Budiarjo.chinamediaresearch. What Does Research Say about the Nature of Computermediated Communication: Task-Oriented.sagepub. 2005.net Liu. Diakses pada 14 Oktober 2008 dari http://ann. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science 2005. Michael B. 1998. dan Paul D. Bruce Garrison. 2005.wri.sussex. April 2002. Lim. Diakses pada tanggal 22 Juni 2009 dari http://www. Inc. 2007. dan Krishna Sen. 1996. Liu. Promising the Earth.com/cgi/content/abstract/597/1/189 Lamb.org/1/55. Hyun-Chin.org/iffe_irwan. Indonesia. 2002. London: Routledge.Emotion-Oriented. Conference Papers. in collaboration with Friends of the Earth (FoE). Vol. dan Rasha A. Diakses tanggal 7 Maret 2009 dari http://pdf. Vera Youling dan Daniela Dimitrova. 597. Social. China Media Research. Jeffrey S.pdf . 1983 (-2007). UNINET: An Inter-University Computer Network. 3(2). Luke. East Timor and the Internet: Global Political Leverage in/on Indonesia.jstor. Diakses tanggal 17 Juli 2008 melalui layanan EBSCO. Sukki Kong.pdf Juris. 1994. Diakses tanggal 24 Oktober 2008 dari http://www. Robert. 1997. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates. Jakarta. January 1998. 189. Vol. Carolyn.jstor. Cornell University: Southeast Asia Program Publications.html Martell.Hill. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 dari http://www. Makalah kutipan diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://rms46. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 dari http://www. David T.. 63.vlsm. American Sociological Association. 73. dan Joon-Koo Lee. Yuliang. 2005. Financial Flows and the Environmental Strategy in Indonesia in the 1990s.

pdf Mosquin. Thesis submitted to Simon Fraser University. Natalie. Zizi dan Alan M. Termuat dalam blog “House of Question” dan diakses pada 24 Maret 2009 dari http://www.web.com Rogers. Journal of ComputerMediated Communication. Journal of Broadcasting and Electronic Media. California: Sage Publications. Diunduh pada tanggal 3 November 2008 dari http://nms. Neil.id/2007/08/penggunaan-internet-untuk-hampart.org/1/24. Diakses tanggal 3 November 2008 dari http://alh. Biodiversity. 2006. Everett M. Spring 2000. 2001.edu/vol8/issue3/oblak. 1986. Diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://goechi. 1996. Diakses pada tanggal 5 September 2009 dari www. Inc.ca/bitstream/1892/7020/1/b15197062. New Media Technology: Cultural and commercial perspectives.indiana.vlsm.ecospherics. 1993. “The Chain-saw Revolution”: Environmental Activism in the B.vlsm. Hikayat Awal Penggunaan Milis di Indonesia.com/p/articles/mi_m6836/is_2_44/ai_n25029542/print?ta g=artBody. Prayitno.html Selwyn. A Manifesto for Earth. Active Learning in Higher Education.sfu. Sekilas Perkembangan Internet di Indonesia. Rubin.com. New Media and Society. Diakses pada tanggal 26 Augustus 2009 dari http://ir.sagepub. Sally J. Syaldi.net/pages/EarthManifesto. John V. 44 (2). Diakses pada tanggal 23 November 2008 dari http://findarticles. Communication Technology: The New Media in Society.C. Catatan Tambahan Hikayat Internet di Indonesia. 2000.com/cgi/content/abstract/8/1/73 Minunzie.pdf Oblak. Vol 8(1): 7395. Tanja. Coming of Age with the Internet: A qualitative exploration of how the internet has become an integral part of young people’s live. 2004. 2003.i/ Samik-Ibrahim. 9. Predictors of Internet Use. An investigation of differences in undergraduates' academic use of the internet. dan Margaret Morrison.’s Forest Industry.html Papacharissi. Ted dan Stan Rowe. [Bagian I] Penggunaan Internet untuk HAM. 11. 2008. Diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://rms46. 20 Agustus 2007. Boston: Allyn dan Bacon. Sahude. 8(3). 2001(-2007). pp: 175. 5 (1) 2004. Newsletter Goechi.syaldi.col1 Pavlik.org/2/113. a division of Macmillan.lib. Boundaries of Interactive Public Engagement: Political Institutions and Citizens in New Political Platforms. Diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://rms46. Rahmat M. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://jcmc. 2008.html ____________________.com/cgi/content/abstract/9/1/11 . April 2003. New York: The Free Press. 22. 2004(-2008).McMillan.sagepub.

Diakses pada tanggal 23 Januari 2009 dari http://findarticles. Helena. Diakses pada tanggal 9 Oktober 2008 dari http://nms. Who Participates and Why?: An Analysis of Citizens on the Internet and the Mass Public. 9. 2004. Peter.html (Last updated 10 April 2005) . 2009. 373.com/cgi/content/abstract/21/3/373 Stafford. Information Technologies. 2003. 2005. 32. 21. 2003.com/cgi/content/abstract/9/2/258 Weber. Decision Sciences.ecotopia.com/cgi/content/abstract/9/3/261 Weiss. dan Petra Pansegrau. and Uses in the Mass Media. Tankard. 4/1/04. 2000.sagepub. Jaeho Cho. Social Science Computer Review. Social Change and the Future: The Case of Online Journalism in Portugal. 2005. Anita Engels. Social movements and email: expressions of online identity in the globalization protests. Uses and Gratifications of Chinese Online Gamers.. Alysha Loumakis. Diakses 8 Oktober 2008 dari http://crx. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2008 dari http://www. Thomas F. 2005. Determining Uses and Gratifications for the Internet. 9. 258. 5.worldchanging. Lori M. Diakses tanggal 26 Mei 2009 dari http://www. Shah. 2004.org/ehof/timelinetext.sagepub.com/bios/alex. New York: Longman. Situs “Ecology Hall of Fame”. 2006.. 2006. William P. dan Jun Zhang. Light Green. New Media and Society. Don.com/cgi/content/abstract/32/5/531 Sousa. Luis A.html Sun. JR. Gray: The New Environmental Spectrum. 531. Alex. Risks of communication: discourses on climate change in science. Cultural Dynamics 2004.com/cgi/content/abstract/16/1/5 Wall.com/p/articles/mi_qa3713/is_200404/ai_n9398988/print? tag=artBody. dan Nojin Kwak. The Work of Environmentalism in an Age of Televisual Adventures. European Journal of Communication 2006. Diakses pada tanggal 23 Maret 2009 dari http://www. Dhavan V. Communication Research. 2006. 26. Diakses pada tanggal 20 November 2008 dari http://pus. 21. Bright Green. Information and Expression in a Digital Age: Modeling Internet Effects on Civic Participation.chinamediaresearch. Methods. Public Understanding of Science 2000. Eveland.sagepub. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://ssc. Sage Publications. Werner Joseph dan James W. dan Marla Royne Schkade.com/cgi/content/abstract/21/1/26 Weingart. Environmental Movement Timeline: A History of the American Environmental Movement. 2(2). Jr.sagepub. 2007. 261.Severin. Diakses pada tanggal 11 Januari 2009 dari http://cdy. 2007.sagepub.net Vivanco. 1996. politics. Bu Zhong. Melissa A. Dark Green. China Media Research. Communication Theories: Originis. dan James Bergman. 16. Diakses tanggal 20 November 2008 dari http://ejc. Tao. and the mass media. 4th Ed.col1 Steffen.sagepub.

Harvard Asia Pacific Review. January 2002.html Zhu.sagepub. The Social Affordances of the Internet for Networked Individualism.un-documents.indiana.cjconline.murdoch. Diane F. The Political Impact of New Information Sources and Technologies in Indonesia. 1987. Book Review of Cyberactivism: Online Activism in Theory and Practice. 1998. 2 September 2008. Diakses pada tanggal 23 Maret 2009 dari http://www. Diakses tanggal 24 Maret 2009 dari http://jamrud. Do Internet users have more social ties? A call for differentiated analyses of Internet use. 2002. Diakses 8 Desember 2008 dari http://jcmc. Jonathan J.html Witmer. and Protest in China: From the Cultural Revolution to the Internet.edu. Dalam C.indiana.html Sumber Media dan Internet -------.it. No 1 (2005). Diakses tanggal 17 Juli 2008 melalui layanan EBSCO. Canadian Journal of Communication.html Werbin. Diffusion.edu/vol8/issue3/wellman. Bisnis Indonesia. 2008. 109. 2002. Our Common Future. Proceedings Cultural Attitudes Towards Communication and Technology. dkk. article 8. yang diunduh tanggal 30 November 2008 dari http://www. Australia: University of Sydney.ca/index. 11(3). Chapter 2: Towards Sustainable Development. 2008. H.com/news/2008/08/05/conservation-workindonesia-requires-religious-essentials.php/journal/article/view/1537/1673 Winters. Journal of Computer-Mediated Communication. Selasa. Why Business People Use the World Wide Web: An Application Of Uses And Gratifications Theory. 2006. 7(2). Use and Impact of the Internet in Hong Kong: A Chain Process Model. S. 1998. Diakses tanggal 8 Desember 2008 dari http://jcmc.indiana.com/2008/09/akses. Vol 30.edu/vol7/issue2/zhu.com/cgi/content/abstract/64/2/109 Wiryono.thejakartapost. Diakses tanggal 21 Oktober 2008 dari http://gaz. Guo Bin dan Craig Calhoun. Journal of ComputerMediated Communication. Conservation work in Indonesia requires religious essentials.pdf World Commission on Environment and Development (WCED). Sudweeks (eds). Barry.Wellman.htm Yang.via-ponsel-dongkrak-penggunaaninternet/ . Kenneth C. and Chutatip Taweesuk. 8(3). Ess and F. 64. Akses via Ponsel Dongkrak Penggunaan Internet.edu/vol11/issue3/zhao. Gazette. Diakses tanggal 20 Januari 2009 dari http://www. April 2003. Diakses dari http://www. Zhao. Media. dan Zhou He. 2002. Jeffery A. The Jakarta Post. 2005. Power. Journal of Computer-Mediated Communication.au/~sudweeks/catac98/pdf/25_witmer.net/ocf-02. Diakses 14 Desember 2008 dari http://jcmc. 2003.

Asia Internet Usage Stat and Population Statistics. Statistik APJII (updated Desember 2007). Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia.or. Indonesian ICT Indicators. http://www.htm#id -------. Diakses dari http://www. PEW Internet and American Life Project. Diakses tanggal 25 Maret 2009 dari http://www.pdf ------. 2008.com/asia. Diakses dari http://www.org .apjii.internetworldstats.id/dokumentasi/statistik.php?lang=ind --------.unescap.org/icstd/events/Info-Society-Stats-Workshop2007/Indonesia-ICT-Indicators.pewinternet.-------. Depkominfo 2007. Daily Internet Activities.

terranet.walhi. 2008 32 pesan “Ikatan Para Pecinta Lingkungan Alam dan Hidup Sejahtera” 183 May 17. Termasuk.id/ CINTALINGKUNGANALAMSEJAHTERA Cumakita 18 May 24.or. energi yang terkait Pemanasan Global dan Perubahan Iklim. Energi untuk hidup.greenmap.id “Kami.id Energy_Troops 504 Dec 22.or. Pada awalnya milist ini dimanfaatkan untuk komunikasi berkaitan dengan peringatan Hari Bumi 2000. 2000 “Milis dari blog Aku Ingin Hijau” http://akuinginhijau.org/ Pemilik: Michael Dharmawan (dodolipet) Mailing List ini diperuntukkan untuk pemberitaan dan diskusi kegiatan relawan YPBB (Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi). 2000 12.222 pesan greenmapper_jogja 233 Mar 6.” (Milis internal organisasi WALHI) Afiliasi: www.panda.992 pesan “Mailing list bagi para pemrakarsa diskusi/debat seputar advokasi lingkungan hidup.LAMPIRAN DATA MAILING LIST Member dan Keadaan Milis-milis bertema isu lingkungan hidup Per 17 Februari 2009 Nama Milis Jumlah Anggota 60 421 Didirikan sejak Jumlah Pesan 34 pesan 4.” Afiliasi: www.381 pesan Ket.Tambahan Yahoogroups akuinginhijau bumi-bandung Feb 9. 2004 3.or. 2002 2.420 pesan .” Afiliasi: http://ypbb. 2008 Mar 25. sekumpulan orang berenergi yang perhatian untuk mendapat pencerahan dari segala sesuatu yang berhubungan dengan energi.org/powerswitch “Komunitas peta hijau yogyakarta” Afiliasi: www.

” Afiliasi: www. istitutions and NGO that has and/or interested in EE programme to join the network.517 pesan .” Afiliasi: www.” “Milis plhsumsel@yahoogroups ini merupakan media informasi dan komunikasi yang dikelola oleh Forum Komunikasi Pendidikan Lingkungan Hidup Sumatera Selatan.654 pesan sahabat-walhi 186 Jul 29.” “SAHABAT Telapak adalah individu-individu yang memiliki kepedulian terhadap perjuangan Telapak yang diwujudkan dengan aksi-aksi nyata. Milis ini adalah tempat berdiskusi segala masalah lingkungan.” “Group ini adalah forum tukar informasi mengenai lingkungan hidup.telapak.126 pesan langit_biru 52 Feb 11.blo gspot. JPL was established in 27 November 1996. 2005 1. pedesaan. dll.com “Jaringan Pendidikan Lingkungan is an Indonesian NGO Network that work in Environmental Education (EE).032 pesan sahabat-telapak 229 Nov 30. 2002 213 pesan lingkungan 2944 Apr 13.LAMPIRAN DATA MAILING LIST jakartagreenmonster 392 Apr 3.jakartagreenmonster. berbagi pengalaman dan informasi mengenai Pendidikan Lingkungan dan Lingkungan hidup di Sumatera Selatan. perkotaan. Khususnya Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) dan Suaka Margasatwa Pulau Rambut (SMPR).com “Milis Lingkungan Indonesia . 2006 1. pertanian. 1998 9.” Afiliasi: http://www. 2006 2. We invite individual. 2003 1.781 pesan “Jakarta Green Monster adalah komunitas relawan.walhi.org “Milis ini adalah media informasi bagi publik yang mempunyai interest dengan lingkungan dan WALHI.” Pemilik: http://www.id jpl 482 Aug 22. Individu-individu tersebut diharapkan bersepakat pada visi dan misi Telapak. sharing pendapat.528 pesan plhsumsel 63 Mar 14.or. Komunitas relawan yang peduli pada kawasan pesisir utara Jakarta. Media ini diharapkan sebagai media yang mampu mewadahi kegiatan diskusi. 1999 41.m-ruswandi.

koran.id Afiliasi: Yayasan Hijau - . Sahabat-PILI berbasis volunteer (relawan) dari PILI (Pusat Informasi Lingkungan Indonesia) yang terbentuk awal tahun 2006.or. "debat.” Afiliasi: www. Kegiatan Sahabat PILI terpusat di Kota Bogor dan sekitarnya.id Milist internal Sahabat WALHI. 2006 783 pesan “Sahabat PILI adalah komunitas yang terdiri dari individu-individu dengan berbagai latar belakang dan mempunyai minat serta antusiasme untuk membantu upaya penyelamatan lingkungan di Indonesia.701 pesan berita-lingkungan 973 Jan 19.” Afiliasi: http://www.id/ “Sahabat Lingkungan merupakan sebuah organisasi berbasis kerelawanan yang bergerak dalam isu lingkungan.” Berafiliasi dengan blog http://greenlifestyle. Yogyakarta. 2006 606 pesan Temukita 170 Dec 29.pili. jurnal. berdomisili di D. diskusi. milis lain.” shalinkers_jogja 78 Feb 24.id “Di milis Berita Lingkungan Hidup Indonesia ini disajikan mengenai beritaberita lingkungan hidup dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya. sharing dan kreatif kampanye" Afiliasi: www. dll.or.I.walhi. internet.690 pesan (terakhir : Mei tahun 2006) Googlegroups walhiclimate 62 - - greenlifestyle Forum hijau Komunitas lingkungan 825 15 5 - - “Milis ini adalah milis internal Wahana Lingkungan Hidup Indonesia berkaitan dengan segala macam isu. dan telah memiliki anggota terdaftar sebanyak ±300 orang yang tersebar di kota-kota seluruh Indonesia.or.LAMPIRAN DATA MAILING LIST sahabat_pili 187 Mar 15.or. Sumber berita berasal dari majalah. pendapat mengenai perubahan iklim. 2006 3.walhi. 2000 9. Perubahan iklim adalah sinyal terakhir gagalnya model pembangunan global yang berlaku sekarang. perkembangan.

Walau saat ini usulan proposal saya masih dalam tahap revisi namun saya ingin mengetahui apakah Mas bersedia menjadi salah satu informan dalam penelitian yang akan saya jalankan. termasuk oleh para aktivis lingkungan. kemudahan. Saat ini saya sedang mengerjakan tesis di S-2 Ilmu Komunikasi Fisipol UGM dan mengambil penelitian berjudul "Internet dan Aktivis Lingkungan Hidup di Indonesia". Kecepatan. silakan panggil saya Rani. Saya berharap dapat bekerjasama dengan Mas dan menggali lebih dalam bagaimana Mas memanfaatkan internet untuk menyebarkan informasi lingkungan.php?#/profile. Perkenalkan.com Lampiran: Proposal Penelitian INTERNET DAN AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah menawarkan beragam kemudahan proses komunikasi dan pengolahan informasi bagi bermacam elemen masyarakat. dan fleksibilitas komunikasi yang ditawarkan Internet sebagai media baru dalam berkomunikasi pun tidak luput dimanfaatkan oleh elemen masyarakat sipil.blogspot.Hikmarani S-2 Ilmu Komunikasi Fisipol UGM Blok F no 12 Lanud Adi Sucipto Yogya 55281 0819 317 687 49 ranm_d@yahoo. Meskipun demikian.LAMPIRAN E-mail dari peneliti Untuk Informan Template surat untuk informan. Hikmarani. Isi: perkenalan dan permohonan untuk menjadi informan. Saya mengenal Mas dari keaktifan Mas di sejumlah milis lingkungan.php?id=687127695&ref=profile atau blog sederhana saya di http://rani-langitbiru.com/home.facebook. nama saya Challida N.com/ Challida N. silakan tengok profil saya di http://www. Latar belakang dan rumusan masalah penelitian saya lampirkan agar Mas dapat melihat ruang ketertarikan saya. Salam kenal Mas. masih belum banyak kajian yang menjelaskan bagaimana dinamika organisasi ataupun aktivis lingkungan 1 . Sebagai perkenalan.

Gagasan awal penelitian ini berangkat dari pengamatan sederhana peneliti atas berbagai aktivitas dunia maya yang dilancarkan oleh sejumlah aktivis lingkungan Indonesia. dan mobilisasi orang maupun informasi dalam berbagai aktivitas mereka. Namun dari pengamatan pendahuluan terhadap sejumlah situs (website) dan mailing list lingkungan hidup Indonesia. Untuk kasus aktivis lingkungan di Indonesia.LAMPIRAN E-mail dari peneliti Untuk Informan hidup di Indonesia dalam mengoptimalkan potensi yang terkandung dalam Internet untuk mendukung aktivisme mereka. Berangkat dari kegundahan teman-teman aktivis inilah peneliti menemukan celah permasalahan penelitian. Hal ini tentunya menjadi keresahan tersendiri bagi sejumlah aktivis serta pengurus organisasi-organisasi lingkungan hidup di Indonesia. penggunaan internet oleh LSM ataupun organisasi masyarakat sipil dinilai telah mampu mendukung dan mendorong kerja organisasi. yakni kecepatan dan kemudahan berkomunikasi. Keterbatasan pemanfaatan Internet oleh aktivis lingkungan dalam lingkup yang lebih luas juga dikaitkan dengan kesadaran lingkungan. mailing-list. Secara umum. Salah satu kelompok masyarakat yang tak ketinggalan memanfaatkan berbagai keunggulan berkomunikasi melalui Internet adalah kelompok masyarakat sipil. menjadikannya salah satu alat komunikasi utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia. Namun. menjadi penting untuk menggali bagaimana Internet dipergunakan untuk menunjang aktivisme mereka. Dalam kasus gerakan lingkungan hidup. dan webpage untuk melakukan organisasi. Tidak sedikit dari mereka yang masih mengujicobakan cara-cara terbaik untuk mengoptimalkan fasilitas Internet dalam upaya menyentuh dan melibatkan publik. weblog. Penggunaan beragam fasilitas di Internet oleh para aktivis ataupun pekerja sosial adalah salah satu contoh penggunaan internet di ranah sosial (non-komersial). e-mail dan weblog) dan baru dilakukan oleh sejumlah tokoh-tokoh kunci saja. Hal ini terutama terkait dengan salah satu kemudahan yang ditawarkan Internet. koordinasi. dalam lingkup permasalahan yang lebih luas. penelitian ini akan mencari tahu bagaimana aktivis lingkungan hidup di Indonesia menggunakan Internet untuk menunjang aktivisme mereka. Kondisi kontradiktif ini menjadi menarik untuk dikaji mengingat keberadaan dan penggunaan internet selama ini kerap dihubung-hubungkan dengan kesetaraan individu untuk terlibat secara aktif. yang tampaknya belum cukup menyebar dan menyentuh masyarakat secara umum. Dan tidak sedikit dari mereka yang menjalankan programprogram kampanye lingkungan me lalui Internet. sosialisasi. Gambaran ideal penggunaan Internet untuk membangun masyarakat sipil dan memperkuat demokrasi barangkali terlalu jauh untuk dikait-kaitkan. aktivisme online yang terjadi tampaknya masih terbatas pada bentuk-bentuk tertentu (misalnya. Para aktivis ini umumnya memanfaatkan beragam fasilitas seperti e-mail. LATAR BELAKANG Penggunaan Internet di Indonesia dalam satu dasawarsa terakhir telah meluas dan mendalam. Meskipun begitu. Oleh karena itu. kajian empiris atas penggunaan Internet oleh aktivis dipandang penting dan perlu dilakukan sebagai batu pijakan untuk memahami bagaimana 2 . pemanfaatan Internet ole h masyarakat sipil di Indonesia belum banyak dikaji dan dipahami. pekerja dari organisasi maupun aktivis mandiri (non-afiliasi) sama-sama aktif bekerja mengkampanyekan beragam isu lingkungan hidup di Indonesia.

Kajian ini secara pragmatis diharapkan mampu menjadi masukan bagi aktivis lingkungan pada khususnya dan gerakan lingkungan hidup di Indonesia pada umumnya RUMUSAN PERMASALAHAN Gambaran kondisi fenomena di atas menunjukkan arti penting penelitian dalam wilayah kajian ini. Dengan latar belakang seperti yang telah disebutkan maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimana aktivis lingkungan hidup memanfaatkan Internet untuk mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia?” TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan memahami bagaimana aktivis lingkungan hidup menggunakan Internet untuk mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia. Oleh karena itu. 3 . Hasil penelitian ini secara keilmuan diharapkan menyumbang pengetahuan mengenai penggunaan media baru. khususnya Internet. khususnya internet. oleh kelompok masyarakat tertentu di Indonesia. komunikasi. Penelitian mengenai penggunaan media baru. serta aktivisme dalam masyarakat sipil dapat membantu mendorong tingkat partisipasi publik dalam kehidupan sosial politik secara lebih luas. Dalam penelitian eksploratoris ini. sebagai sebuah kajian awal adalah penting untuk mengeksplorasi bagaimana aktivis lingkungan sebagai individu memanfaatkan internet sebagai media komunikasi baru. Secara tegas dapat dikatakan bahwa penelitian mengenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia belum pernah dilakukan sebelumnya. tetapi sangat sedikit yang membahas hal tersebut dalam konteks Indonesia. penelusuran akan difokuskan pada penggunaan Internet oleh aktivis lingkungan dalam mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia. Kelangkaan bahan kajian juga tampak jelas untuk kasus penggunaan Internet oleh organisasi maupun aktivis yang bergerak dalam isu lingkungan.LAMPIRAN E-mail dari peneliti Untuk Informan proses interaksi. oleh organisasi non-profit atau non-pemerintah serta masyarakat sipil telah banyak dilakukan di sejumlah negara.

agak telat OL nya. sebentar ya Mas..39 WIB : online.. oke deh :D biasanya..org dan memfokuskan dengan tulisan terkait lingkungan hidup saat ini saya diminta membantu Eksekutif Nasional WALHI. btw. sehari-hari.. Bang Ade. dan kesibukan Mas saat ini? baru kemudian ngeblog. ini baru OL. sebagai Kepala Departemen Kelembagaan dan Pengelolaan Sumberdaya dan juga sebagai Pengkampanye Isu Hutan. hehe. biar ga kepotongpotong Halo Mas. email...13-16.. bisa tolong cerita sedikit tentang siapa... saya ke kamar mandi bentar....hijaubiru. ohoho.gapapa Mas. Bang Ade menggunakan internet untuk apa aja? yang dulu sih untuk belajar buat website. atau Mas Ade.. is it okay kalo aku panggil Mas.bisa saya ganggu? maaf. diskusi di milis dan juga untuk ngeblog. kadang sih cuma di HP kapan aja pake HSDPA atau di HP? 1 adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: . sejak Mei 2008 oke. he. di tahun 2001 dan sejak 2003 baru pindah ke timpakul. sudah Bang terus Ade lagi. misalnya? apalah yang lebih nyaman. bagaimana. sekarang tambah untuk FB pake internet dengan akses LAN di kantor kah? atau ada akses lain? saat ini pake HSDPA personal.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Ade Fadli : 3 April 2009. pukul 15. kumulai ya. via Yahoo Messenger :1 ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: Siang Mas Ade. :) karena kadang aneh....he... atau mungkin ada panggilan lain yg lebih nyaman? Bang. kalau di kantor dengan LAN kantor..

itu yang HSDPA biaya sendiri kah? yup rata-rata pengeluaran sebulan untuk HSDPA? saat ini 150ribu perbulan. atau kalo internet di kantor lagi down..tapi internet as social media sih :P ga dari sudut teknologi the world will be flat.aku sering denger sih. wahaha. ^_^ beberapa kota sulit akses lewat jaringan HSDPA.. ^_^ Bang Ade kenal internet sejak kapan? gimana tuh ceritanya? sejak tahun 97. sehari kirakira 12-18 jam menggunakan internet maaf..... . itu akan lebih cepat dan banyak informasi yang didapat apalagi di masa 97 . itu pas masih di kalimantan ya Mas? eh Bang :D yup karena ada kebutuhan informasi dan kebutuhan untuk memperdalam kebutuhannya datangnya dari mana? karena lagi iseng -iseng nyari informasi aja. saat baru ada satu penyedia (kantor pos).. tapi aku pribadi belum ada kebutuhan itu jadi ya belum cari tahu sekarang masih pake wifi kampus atau ya ke warnet padahal penelitiannya tentang internet ya.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: komputer ranm_d: adefadli: adefadli: kalo tidak sedang di kantor.. btw..-) yup... mungkin beda dengan Yogya yang udah banyak pilihan.. dan dengan internet... dan bahkan beberapa malah sangat terbatas.. ada info tentang koneksi internet yang bagus ? beberapa provider udah parah nih. media masih terlalu tertutup 2 . ya. warnet dengan kecepatan dial up.

yang mengirimkan info tentang timpakul.. ada kebutuhan untuk mengeksplorasi. apa pendapat Abang tentang internet? memudahkan? menantang? menantang kali ya. coba-coba di blogdriver.com (dan selama proses ini. harus bisa belajar HTML dulu.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: iya.hijaubiru Bang Ade ngeblog dimana? awalnya masih geocities. mulailah diletakkan di blog sebelum pake timpakul. apakah di tahun awal-awal kenal internet juga sudah dipake untuk kontak dengan orang lain? seseorang di luar daerah atau luar negeri mungkin? dengan di luar daerah ya. apalagi ketika bergaul dengan komputer.. di luar negeri belum. dan ketika ada internet. untuk punya website. maksudku. lalu ke blogspot.com. etc) nama timpakul diambil juga karena ini nama menarik..waktu itu. ya.memang ya. dan karenanya juga bisa ketemu dengan orang lain di dunia maya.. di awal-awal. ada keinginan untuk lebih mengeksplorasi kalau secara sosial.com. sedangkan saat itu cuma punya disk 3. blogs. ya teknologi yang ada telah semakin memudahkan.ie. kalau sekarang tinggal klik tiga kali engga. timpakul tuh nama hewan kan ya Bang? kayaknya kapan aku pernah baca di blog Bang ade 3 ranm_d: . kalau dulu. apakah juga udah mulai digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain? saat ini. apa niatannya waktu itu? awalnya iseng trus? dan juga karena media cetak belum tentu akan selalu mempublikasikan tulisan yang ada.5 jadi biar nggak hilang. ada beberapa gagasan dan pemikiran dan harus terdokumentasikan. baru tahun 2000 mulai komunikasi dengan yang di luar negeri waktu memutuskan bikin blog. terus pindah ke blog.

yang lain menyebutnya gelodok. sebenarnya sampai sekarang juga masih pakai mirror di blogspot dan multiply dan dengan hosting sendiri.. sebagian besar yang berbahasa Indonesia. sebaliknya. sehingga akan diingat.. apalagi sebelum 2007 4 adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: . ada tantangan untuk membedah lebih dalam terkait dengan isu lingkungan.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 adefadli: yang menarik juga. Ada pengalaman menarik selama blogging atau ngelola timpakul? secara teknis: 3 kali di hack. satu kali di suspend oleh provider.. lebih lama di darat ketimbang di air. lebih bisa berkreasi..I realize that. "ya. dulu kawan-kawan aktivis kaltim dikasih space oleh penyedia hosting dengan nama hijaubiru. secara substansi: sering kali ketemu dengan orang baru dan saling berkenalan.. sebelumnya hanya tahu tentang timpakul sebagai ungkapan bagi orang yang oportunis.. kemudian iseng nye wa domain dan hosting dengan nama hijaubiru. terus diminta saya kelola. akhirnya kompas menulis tentang timpakul. pertimbangan Bang Ade apa saja kok akhirnya milih yang di hijaubiru? soal interface mungkin? atau ada alasan apa? karena kebablasan aja. tapi belum dengan domain.org dan keterusan. " sudah jadi hal yang diketahui blogger lain sebagai ungkapan dari timpakul. masih pada sisi permukaannya. terus disampaikannya. sewaktu pindah-pindah.. yup yup. kebayang bahwa ia akan be rpikir.... ikan ini cukup tahan polutan dan menjadi indikator bagi sejarah intrusi air laut di wilayah sungai... ikan. itu penting dan lupa. begitu sih kebayangnya dan untuk isu lingkungan.. paling cuma mengangguk dan berkata ya. juga ada media yang minta artikel untuk diturunkan dalam bentuk cetak dan satu trademark "tak penting. dan juga isu lingkungan juga masih minor di kalangan blogger. lalu yang penting yang mana. ^_^ yeah. dan banyak orang samarinda ataupun banjar yang lebih mengenal timpakul. ada makna tertentu? atau emang itu catchy aja? tentang yang mana? tak penting? yup "tak penting" kalo yang baca ketemu kalimat tak penting.. saya sering baca blog itu dan menggunakan tulisannya bagi berbagai kegiatan dengan yang lain" . kalau ada kalimat penting. timpakul.

setelah melihat fenomena "kebangkitan" para aktivis lingkungan di internet sebagian besar blogger yang bicara lingkungan bukan aktivis juga kok.. tapi yang langsung terbaca punya blog dan "ketahuan" nama aslinya cuma sedikit oke.html murah dan luas dan juga ada kebebasan dalam mengungkapkan.Telapak juga ada Bang Andreas Iswinarto . siapa lagi ya... he. ntar aku coba liat dulu oke. hehe. nama blognya apa ya.. oke. aktivisnya masih belum banyak.com.akan aku kejar..atau dia aktivis dimana? hapsoro di Telapak.blogdrive.. tatap muka ataupun lewat media lain (iklan misalnya) ini yang ditulis antubanyu: http://antubanyu.. btw tadi mas jumadi gimana Bang? gimana apanya nih..blogspot.com/ ohya. ini blog hapsoro-. lupa deh...blogspot.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: iya....... yang pasti ng update.bisa cerita siapa mas Jumadi? hapsoro.makanya aku ambil topik itu..he. paling jumadi..alamat blognya mungkin.com/2007/08/5 -bloglingkungan-yang-kerap-saya. apa keunggulan menggunakan internet untuk berkomunikasi dibandingkan dengan lewat telepon. kalo mas Djuni aku sudah kontak dah wawancara.. ndobos.tapi mas jumadi aku belum kenal. boleh tau siapa aja yang Bang Ade kenal? yang sering ya 2 orang itu..blogspot... 5 adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: . aku sudah pernah ketemu sama page antubanyu..ruangasadirumahkata..com aku sejauh ini dapet informasi dari google .. ada juga koen setyawan...... itu nama aslinya kah? aku belum pernah ketemuan dengan dia. djuni. aliensangperempuan.bener bgt..http://zumux... kalau buat Bang Ade.

aku ijin dulu.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: maaf mas.. Bisa disambung nanti jam 5 atau besok-besok aja lagi? besok-besok aja ya.mo sholat. makasih juga 6 . jam 5 mau ada rapat. Oke Bang Ade.. terima kasih untuk sejauh ini. Selamat bertugas! :) ok......

beberapa radio daerah juga ada chapter lingkungan ok. kita udah ngobrol tentang penggunaan internet Bang Ade secara umum. untuk indonesia dan isu lingkungan.. tapi tidak untuk ke kelas atas atau pun kelas bawah untuk kelas bawah cocoknya apa dong? padahal koran pun dianggap masih konsumsi masyarakat menengah? radio radio akan sangat cocok untuk kelas bawah..43-18. kali ini aku masih nyambung dikit tapi lebih banyak tentang penggunaan buat isu lingkungan Ini satu pertanyaan yang waktu terakhir belum kutangkap dengan jelas jawabannya.waktu aku wawancara Bang Ade bulan lalu....LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Ade Fadli : 7 Mei 2009.. Menurut Bang Ade.. tatap muka langsung ataupun lewat media lain? ehm....07 WIB : online. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: sore bang :) sore kita mulai aja ya? refresh dikit..bener. pukul 15.. Bang? biayanya lebih murah dan jangkauannya lebih luas Bagaimana dengan pandangan bahwa untuk Indonesia. terutama radio interaktif. Bang.bener. apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan lewat telepon. kampanye lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? untuk kampanye ke kelas menengah. udah ada yang nggarap sektor radio belum Bang? ada greenradio jakarta. dan sebenarnya bisa dikombinasi antara internet dan radio.. internet menjadi efektif.. melalui i-radio dan radio biasa hm. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah cara hidup atau cara kerja Bang Ade selama ini ? BangAde? 1 ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: .

saykoji kali ya. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah cara hidup atau cara kerja Bang Ade selama ini ? internet 20/7 :-) :)) kaya lagunya siapa ya... aku belajar formal ilmu kehutanan. yang online itu lho kebayang. itu almamater Abang kan? yup kan dekat lhoh bukannya kalo di Eksekutif Nasional harus stay di Jakarta? yup udah mulai bikin tesis juga Bang? Tentang apa? politik konservasi di kaltim sip sip.. Bang.. aku lanjut lagi ya. saat ini sedang tesis untuk ilmu lingkungan.... saya kerja jarak jauh dengan kawan-kawan... dan sejak 4 tahun lalu. yup 2 . tentang politik konservasi S-2 di mana Bang? di unmul. karena menentukan kualitas koneksi internetnya berarti udah ga terpisahkan dong dengan internet? ya. Bang Ade latar belakang pendidikannya bukan IT kan? bukan.. nggak harus ketemu... samarinda weih.. termasuk untuk rapat-rapat selama ini lancar? maksudku untuk rapat jadi pake teleconference gitu? ya tergantung lokasi berada.ya jauh ya.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: yup oke.

. Apa makna atau arti penting internet untuk anda? Secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga.. hehe. Bang Ade sudah menikah? udah kok jd nanya nikah ga... :) 3 adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: .... istilahnya jembatan mencapai tujuan...maaf kalo agak sedikit mengulang.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: maaf. oke. ketemu dengan kawankawan yang doyan ke hutan terus ya.. bisa dibilang cinta karena sering ketemu ya Bang :D apakah itu juga alasan kenapa memilih isu lingkungan sebagai topik blog? inilah yang menemukenali diri saya. tapi juga masalah pendidikan dan teknologi informasi.istri pernah keberatan ga dengan lengketnya Bang Ade ma gadget? :D itu yang didiskusikan di awal maksudnya? apa ya Bang? kok aku cari ga ada. sesekali pertemuan di kampung..tapi. juga tentang bagaimana aktivis bergerak di samarinda kemudian saya 'dipaksa' berkuliah di kehutanan.. next. “berpisah” dari internet? internet sebagai alat bantu komunikasi.. untuk mendengar cerita wow. hutan dan situasi lingkungan di daerah. internet menjadi penting untuk menurunkan biaya komunikasi dan keterjangkauan target komunikasi ooke. Bisa ceritakan “sejarah” atau alasan sehingga Bang Ade dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? rumah saya sering kebanjiran.. dan akhirnya berada dalam isu lingkungan hidup sebenarnya nggak cuma masalah lingkungan hidup. dan di daerah banjir.. pernah jadi notulis setiap pertemuan tentang SDA dan LH jadinya mendengar dan mendengar. maksudnya itu yang didiskusikan di awal sebelum menikah :-) oh iya ya..sip lah.kalo boleh tahu.. 'dongeng' harian adalah cerita tentang bagaimana sungai..panjang juga ya sejarahnya..

selama di jakarta semakin nggak produktif. walau menjadi minor maksudnya kalo di jakarta jadi ga produktif tuh apa Bang? ya. karena setiap pagi harus dimulai dengan membuat otak bekerja selama 5 menit. makanya bakal balik lagi ke s amarinda. itulah yang dituangkan.. tantangan mengelolanya sih kalo koneksi internetan nggak ada ataupun kalau hosting nya bermasalah selebihnya sih. :-) :) Menurut Bang Ade...udara jakarta. karena masalah lingkungan yang paling sering. belajar menjadi sedikit. dan telah ada bagaimana mengelola alam secara seimbang seiring dengan masuknya teknologi dan sistem ekonomi dunia saat ini..harus posting tiap hari atau apa gitu? atau lebih fleksibel aja? sebelum ke jakarta.. :-D hehe :D berarti selama ini ide posting memang lebih banyak dari perenungan ya Bang? kan ada tuh yang ide posting justru keluar setelah blog-walking ada yang blog walking . menikmati banjir. apa tantangan yang dihadapi selama ini? ya. hanya dari website ke website. sudah di jakarta.. ada target atau rencana pribadi gitu ga sih Bang. budaya lokal harus bertarung dan cenderung dikalahkan oleh pelayan publik ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: 4 . YA. apa masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? dalam kultur tradisional komunitas di Indonesia.. dan juga menjadi semakin sedikit melihat dan berbincang tentang sesuatu.. karena media belajarnya berkurang isu blog merupakan pemikiran yang ada di kepala.....LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: Dalam mengelola timpakul. ditargetkan satu tulisan setiap pagi. tapi juga pasti akan dikaitkan dengan yang ada di sekitar lebih mudah mencerna yang ada di sekitar deh kayaknya. karena media diskusi. melihat. dan juga lainnya tentang pendidikan dan IT. terlalu nggak nyaman untuk berpikir-.. gagasan semakin sedikit. jadi nggak nentu.. masalah waktu aja.

jadi ya emang tanggung jawab banyak pihak ya... secara budaya memiliki cara dan model penempatan bangunan.. bukanlah semata pengantar tidur. :-) dan celoteh seperti itu. sistem pendidikan di Indonesia diarahkan menjadi penghasil robot intelektual.padahal ga sedikit kan masyarakat yg sudah (sok) berpikir dan hidup dengan gaya modern? Atau terputus dengan pemahaman budaya yang pro alam. yang sangat melihat keseimbangan alam yup Demikian juga komunitas budaya lainnya.. akhirnya harus tersingkir dan meng hilang budaya hanya tinggal sebagai etalase budaya.. dan bukan menjadi manusia yang hidup di indonesia. dari tahun 53.. btw.. menganalisis foto seksi dulu pernah diajar satu semester tapi dianya ga pernah dateng 5 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: .. Pemerintah sudah diintervensi kepentingan asing. Pe raturan perundang-undangan yang dibuat sudah sangat jauh dari konstitusi dan cita-cita pendiri negeri hm.ya. dan secara perlahan.. tanggung jawab PEMERINTAH bukan tanggung jawab banyak orang.. akan ditemui di banyak kampung di negeri ini. tanpa pernah dilihat lagi filosofi budaya itu sendiri trus gimana. karena dia alumni waktu itu ngajar teknologi komunikasi dan fotografi cocok ma hobinya skrg :)) hmm.. Roy Sukro juga ngajar disana ya? ga dulu pernah dosen luar biasa.... dan tata letak bangunan.. kalo di Indonesia. jenis bahan.. Tapi ketika bertarung dengan sistem ekonomi global. ya. pendidikan menjadi kunci jawabannya gaya hidup akan terbentuk oleh informasi dan pengetahuan yang diterima yup.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 adefadli: Jawa misalnya.. budaya dongeng. namun berisikan bagaimana sejarah keseimbangan alam tapi saat ini sudah ilang. andai saja ada yang mendengar dan mewujudkan mimpi mereka.. sekitar lima tahun.. yang akhirnya tahun 65-67 mulai mengobral kekayaan alamnya.

. adekku kebetulan jadi proofreader di penerbit Bentang cuma kadang lebih ribet pas ngurusnya. he..adefadli. sangat individualoriented... dan perlu di sebarluaskan melalui media tertulis... Bang Ade menangkap itu juga ga? ini pemikiran dari para pembawa pesan lingkungan Indonesia juga ada prinsip Atur Diri Sendiri dan kemudian juga sekarang ada prinsip Atur dan Awasi itu tergantung darimana belajarnya.. saya tanya. Dijawab dengan gayanya yang gitu deh. kenapa buku? kata beliau.. karena banyak pengetahuan yang belum tertuliskan. trus dan informasi dari mana yang ditangkap sebagai sebuah kebenaran dalam pikiran kita 6 ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: . yup. :) oke. kumpulan tulisan kami belum pas juga untuk jadi buku ...masalah royalti dll ya. bikin buku... ga juga Bang.he.. supaya kemudian mereka tertarik untuk terus mengembangkan pengetahuan.org/ ada file pdfnya.. jadi tetap dalam bentuk e-book aja kali..penerbit sebenernya selalu mencari naskah bagus tergantung penerbitnya juga sih. he.. kalo Pak Onno punya 2 Miliar akan buat apa.hijaubiru..lanjut ya Bang... :-) saya pernah ketemu dengan Pak Onno W Purbo.. liat aja di: http://alien... kan sama-sama buku..he.... dan nanya..trus? tp belum ada yang mau nyetak kali ya... aku pernah ikut seminarnya sekali itu juga jadi penyemangat untuk terus ngeblog sebenarnya udah ada draft bukunya yang jadi kumpulan artikel saya dan istri saya wah... misalnya lebih ngelihat bahwa penting memulai dari diri sendiri... ya ada gaya kebarat-baratan dalam melihat masalah lingkungan saat ini.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: adefadli: adefadli: jadi aku ngulang kuliah itu begitu dosennya ganti kan dosen biasa di luar.

. karena memang informasi yang lifestyle jauh lebih banyak dan lebih bisa diterima langsung... Gubernur. 7 adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: . pasti akan mikir deh..... hehe. kalo juga baca pemikiranpemikiran lain tentang Green (semisal greenleft) itu bisa jadi yang kedua.. tidak lagi bisa cuma bilang harus dari diri sendiri..he......sip.......tergantung kenyamanan orang juga..kan selama ini aku agak kesel juga kalo ngelihat orang-orang yang merasa "cukup" dengan apa yang mereka lihat sebagai "usaha pribadi" cukup dengan mengubah gaya hidup padahal kan ga cukup... Camat. kalo yang gerakan. untuk level tertentu. he. sangat sedikit dan ngajak mikir bersama. emang... bener ga kalo aku membaca bahwa banyaknya orang yang peduli lingkungan krn tahu lewat internet kemudian jadi lebih condong ke pandangan pertama? ya karena taunya juga dari informasi-informasi di luar negeri lebih ke life style kalo cuma baca yang positivis bisa begitu. masa yang nulis aja yang mikir. bisa berbicara memulai dari diri sendiri. :)) ya sih ya. makanya blog saya cenderung meletakkan benturan dulu..LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 adefadli: ketika melihat masalah di Indonesia. ayo bersatu untuk melawan pengrusakan lingkungan. yang baca nggak mikir. mantap bangets pemikiran begini biasanya akan selalu berbenturan... sampai beberapa saat. Lurah.... lakuin sendiri dulu deh.. antara yang bilang. Kades. mengubah dari diri sendiri penting tapi upaya kolektif juga penting kan karena masalah lingkungan tuh kompleks dan sudah sangat besar sekarang yup. he. jadi bisa jadi yang baca juga cape mikir... Aku berharapnya ya karena memang lagi fasenya aja... Indonesia bukan negara kecil. kalo baca timpakul kadang suka gemes. dengan . terutama kepada pimpinan wilayah (Walikota.uraian Bang Ade barusan cocok bgt untuk menjawab "argumen" beberapa orang ya. ataupun pejabat politik lainnya).he. menjadikan proses pengrusakan lingkungan di Indonesia itu dipimpin. baru sampai ke mulai dari diri sendiri.gitu ya ternyata. biar mikir. seperti negara Eropa ataupun AS yang punya kewenangan kuat di setiap distriknya Pemerintahan yang masih semi-sentralistik. Baru mungkin beberapa tahun lagi tergrak untuk bergerak bersama ketika ada benturan. Wah......

.. agar kemudian setiap orang akan bilang bahwa telah peduli lingkungan...baca cuma pengen dapet sesuatu secara gratis :) sekarang juga memang lagi nggak cukup waktu dan nggak cukup belajar untuk bisa menuliskan tulisan yang lengkap. tapi harusnya hijau itu bukan trend. hingga didapatkan sebuah perlindungan bagi korporasi.. :) Menurut Bang Ade. kenapa kemudian lingkungan hidup itu menjadi penting. yupp..males amat sih. saya menyebutnya conserfashion menjadi trend iya. walau juga akan ada masalah lain. internet menjadi media yang sangat dimanfaatkan dan bermanfat bagi aktivisme lingkungan... karena bicara tentang dinamika alam kenapa? yang akan terus bergerak dan berubah hingga menemukan bentuknya.. terkait bahan pembuat laptop dan jaringan internet. oke deh karena dulu wordpress belum ada tag.. tapi setidaknya akan mereduksi jauh lebih besar permasalahan lingkungan dibandingkan bila tidak ada internet exactly Bagaimana pendapat Bang Ade bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? kawan-kawan lingkar hijau bandung menyebutnya greenfashion. kedalaman bahasan) tapi kemudian aku sadar juga.nulis kok cuma segini" (dlm hal ukuran... IT masa depan juga akan membantu mengatasi beberapa persoalan lingkungan. semisal kertas.. dan ada kategori urai.. saat ini isu hijau hanya sebuah "permen" yang dibagikan.. kalo ada dari dulu. tidak menjadi pemikiran utama.. karena sistem ekonomi globalnya masih berbicara tentang pola konsumsi. ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: 8 . jadi sampai sekarang juga nggak pake tag... bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? dalam gerakan luas dan global.tinggal bbrp pertanyaan lagi nih ok beberapa itu pasti lebih dari satu. yang memuat tulisan yang lebih panjang.. sebenarnya bisa mulai diklasifikasikan dan menjadi urutan tulisan isu tertentu. oke Bang. tapi selalu diusahakan...LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: "Yeh.

.. kayak iklan aja nih. smangat. orang yang gembargembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) berapa banyak orang yang punya kepribadian ganda? mungkin itulah yang terpisah....cuma mo nanya aja persepsi Bang Ade...........trus jadi bete.) oke. dan ketika berinteraksi di erepublik. kalo semakin banyak "pejuang" yang putus asa.. sedikit putus asa...keyakinan itu yang harus terus dibangun ya Bang. :) ahaha.. saya belum tahu kalo di travian.he. :) Ohya... (hmm....... :) iya..stay in touch with the issue itu satu hal yang at least bisa kulakuin sip... nggak harus sedih juga. ini harus jadi penyemangat. dan tergantung keyakinan bahwa cita-cita perjuangan akan tercapai....... ada pilihan jalan lain.aku sendiri juga tipe yang "lurus". untuk pemenuhan hidup bagi sebagian kecil kelompok di dunia ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: hhh. gitu ya? Tapi ada masa aku ngerasa sangat marah dan kesal.... mungkin itu ya pentingnya networking :) ya. ^_^V buatku pribadi...... supaya tetap semangat dan yakin bahwa tidak sedang melakukan sesuatu sendiri. sedang banyak manusia yang sedang bergerak untuk hal yang sama. he. belum serius ikutan sih.... detik ini.. gimana dengan pandangan dan sikap sejumlah orang yang melihat kehidupan online dan offline itu "terpisah"? (Misalnya.. yup. tapi lebih banyak yang sebenarnya sama saja...... walau terkadang belum terhubungkan. kecenderungan karakternya sama-sama aja tuh....trus jadi agak "males".. dalam sebuah game: secondlife bisa jadi menggunakan kepribadian yang beda. memang ada hambatan sosial ketika menerapkan di offline apa yang jadi di online.... ribet punya banyak jatidiri :D ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: 9 .menyedihkan..LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 distribusi dan produksi.com juga... berarti kekalahan akan tercapai dengan cepat.

sekarang lagi ingin ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: 10 . internet bisa untuk donasi... satwa. tergantung yang ngelewati jembatannya. berlangganan milis bertema lingkungan. komunitas volunteer iya. ada yang miss? ga. laut. donasi...detikinet..pertanyaanku yang terakhir? btw udah wawancara pangeran charles: http://www. tapi setidaknya google earth sudah membantu untuk memperlihatkan peta kondisi ekosistem dunia hmm.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: Selain memiliki sebuah blog dengan isu utama lingkungan. dll..last one. oke. koneksinya putus nyambung kayak lagu. voting dalam petisi online.... :)) so.sip Menurut Abang. dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk menyebarkan informasi/ menyelamatkan lingkungan? dengan cara apa lagi ya? karena dia jembatan.oke..iya banget. baru m-banking oke. koran komunitas atau lainnya.net tapi udah ada yang ngembangin.. bisa untuk aliran informasi internet bisa menjadikan banyak orang memantau perkembangan hutan. petisi online ya..... apa Abang juga memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? (Misalnya. kalau sudah ada teknologi yang lebih murah. ada orang per orang yang menulis / nge-blog tentang lingkungan dan ada di satu halaman.... donasi lewat e-banking. dari pada nyari-nyari kemana-mana... apa yang paling ingin dikembangkan dari blog timpakul? dulu berkeinginan semodel beritahabitat.com/read/2009/05/06/114646/1127082/455/selamatkanhutan-pangeran-charles-andalkan-myspace milis iya. belum e -banking. gabung dalam komunitas volunteer via internet/milis) Bang? oke? maaf. hmm. Ujung jembatannya bisa jadi radio komunitas. Kalau Bang Ade memiliki waktu dan kesempatan lebih..

..org/pertautan-ruang-hidup. di blog bang ade dan istri yang tadi link-nya dikasi ke aku..udah maghrib nih. pengen punya tempat belajar free untuk belajar dari alam dengan ada akses internet yang juga free. iya ya.pdf ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: oh oke sip.com .. makasih juga. politikana.. biar lengkap respondennya: http://news..com/timpakul/docs/pertautanruanghidup ini link pdfnya: http://alien..com) wah sip sip. nggak ada alamat email atau ym nya prince's sih. kayaknya beneran harus wawancara pangeran charles tuh. dengan komputer yang jaman batu....dan sepertinya pertanyaan saya sudah semua. makasih sekali untuk obrolan yang hangat dan menyemangati :) ok.lagian kayaknya tenggatku ga kekejar kalo harus nunggu pak-nya satu itu :P btw.yahoo..punya sekolah alam tapi full koneksi internet kalo kata pak Onno sih bisa bgt :D btw.aku juga ada impian kayak gitu..com yang khusus isu lingkungan hidup.org/wp -content/uploads/2009/04/liaf-buku06_09.hijaubiru. semoga sukses dan tetap semangat 11 ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: .adefadli...hijaubiru. kok aku ga bisa nemu ya e-book nya? Bang? ada di page: http://alien.adefadli.....com/s/afp/20090505/en_afp/usbritainenvironmentclimateroy alsinternet wahahaha :)) gimana caranya yaks? :P yah.....LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 seperti blog-indonesia. hm.udah kusimpen. tapi belum ketemu program yang ringan dan pantas adefadli: sekarang lagi ngumpulin link lingkungan pake delicious dan ngomporin kolom berita online punya tag lingkungan hidup (kompasiana.html dia langsung tampil dalam flash: http://issuu.. oke Bang. kalo di "offline"? kalo mimpi ke depan sih.

LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: siap!! :) salam untuk mbak Alien .) 12 .

. Sempet volunteer di Sahabat Lingkungan Walhi Jogja.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Armely Meiviana : 7 Mei 2009...gw aja sampe lupa :-) cerita dong.00 WIB : online.aktivitas kamu sekarang apa aja. ya gak beda ma orang-orang. Aku tertarik dengan topik ini karena juga punya concern di lingkungan... groups yang km join hihihiii. tapi lagi off karena ribet tesis.fisipol mely HI ya? eh kok tau? fisipol ugm yak kan ada di FB.kita mulai aja atau mau kenalan dulu? hehehe terserah aja well... pukul 16. lagi ngerjain tesis di UGM... sebelomnya s1 ny apa? comms jg? ilmu komunikasi juga iya.. sibuk FB . aku Rani. hehehe.. via Yahoo Messenger :1 ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: Hi Mely :) yellow dah senggang nih? sedikit lebih senggang tapi udah gak mumet lagi :-) ehehe oke.)) ah kamu :P 1 biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: .15-18.

yah bertahap lah.Ing. karena ngajarin mulai dari " Bapak-tadi-berangkat-jam-berapa?" :D Mely sendiri freelance di bidang apa? Aku ada rencana mau ke jakarta setelah nikah. tapi kebetulan aku dah yang kelas tinggi. terakhir jadi asisten dosen di almamater... pengen kerja tapi ga pengen yang tetap juga....Indo buat orang asing.. kerja kah? atau sibuk apa gitu? kalau kesibukan yang memberikan penghasilan.. kerja dimana Mel? gue freelancer di bidang apa? rani sebelomnya pernah kerja juga? ato sekarang kuliah sambil kerja? pernah macem-macem waktu kuliah.katanya hobi :-) eh gue sambil ngapa-ngapain ya oke........pengen cari kerjaan di jogja gak betah tinggal di jkt :-) iya :( aku juga males tapi kasian cowokku. jadi mereka dah mulai diajak diskusi kalo di kelas bawah aku ga sabar banget. freelance bidang apa? awalnya sih di urusan komunikasi 2 .. tapi lagi off wah seru tuhh apanya? :) kerjaannya ngajarin bule bhs indo :-) hehe... guru B.aku juga kok.kami juga ga berencana tinggal lama-lama banget Eh Mel..ya kerja kalau yang gak menghasilkan. guru kursus B.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: maksudku.iya. hehehe. wah kalo gue kok kebalik.

siapa aja yang terlibat? kenal Marc dimana? waktu kerja di WWF dia suka trima orderan dari WWF. jadi males keluar rumah males kena macet oke.LMGB....trus gimana sorry eh sorry waktu itu si marc tanya-tanya tentang milis yang ngebahas tips -tips lingkungan di indonesia setahu s aya yang ikut banyak milis. dll trus..LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: tapi lama-lama bisa apa aja.. web.untuk urusan tulis menulis oh gitu. blog..sesi "serius"nya ceritain dong tentang GL alias green lifestyle. kayak penerjemah atau editor naskah ga suka banget ma jalanan jakarta huahaha.gak ada saya bilang.kapan-kapan lagi ya? atau aku kirim aja file daftar pertanyaannya aja gimana? eh sori 3 . lewat internet aja..aku harus pulang... lo mau gue bisa :D hehe....multitalented :D aku pengen cari sambilan yang bisa dari rumah. fb. terus... awalnya gimana.kumulai aja ya. kamu bikin aja marc eh lalu akhirnya kita ended up inisiasi milis seperti itu jadi awalnya milis? bukan blog? itu lanjutannya.. yang ngelola cuma kalian berdua? yang full time emang cuma kita berdua tapi ya? Mel..iya samaa sekarang sejak jadi freelancer..

LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: barusan ada telpon..tolong diisi aja dulu dan dikirim ke aku kalo udah... bentar gak lewat imel aja? kucoba dulu sudah? bisa dibuka ga filenya? yepp oke.. ntar kalo masih ada pertanyaan lanjutan kita chatting lagi deh ya :) aku pamit ya Mel :) ok ok nice to chat with you sori yakk gapapa.yah..tentang kerjaan iya mending gitu aja aku kirim lewat YM aja ya. same here 4 ..

..konsultan yang biasa dipakai WWF untuk bikin web content adalah Marc cuma biar aku tahu setting sih jadi pas project saya harus bikin halaman website. belum pernah kualitatif gini soalnya :D menantang hehe wah asik dong seruuuu.. btw..paling ga yg setau kamu kalau kami berdua bisa kenal. agak repot juga. Dia bilang di Indonesia sejak lima tahun lalu. trus gimana kalian bisa kenalan.kudu nanya ma dia :) secara gue juga gak inget yah.dan ternyata konsultannya dia ah ya... gitu deh.. boleh tanya sedikit ga. Boleh tau ga latar belakang dia? Maksudku kok dia bisa nyampe "nyangkut" di Indonesia... agak out of context sih boleeeh aku kan dah jadi ngobrol ma Marc juga.. pukul 14.. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: Hi Mel :) holaaa gimana thesisnya? :-) on the run nih :P mulai analisis data.40 WIB : online. background dia bukan komputer tapi ada kaitannya ma biologi gitu deh 1 biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ....LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Armely Meiviana : 31 Mei 2009.karena waktu saya di WWF...dia bilang kalau dia backgroundnya ilmu komputer gitu.. wah kalau latar belakang dia.11-16.

tapi peneliti harus bikin batasan... terkait suatu penelitian tertulis.. berarti dia memang kerja di Indonesia gitu? apa gimana? dia emang udah 5 tahun kerja di Indonesia waktu dia awalnya ke Jakarta.kerjaan menganalisis kalau dipikir agak-agak kayak detektif.dunais.kepepetnya informasi dari dia buat ndukung info darimu aja...padahal kan ga mungkin ngejar info terus. cuma pengen mastiin aja.pada satu titik harus bisa bilang "berhenti.. bisa jadi dia ga termasuk.ya gini deh. kecuali dia khususin kerjaannya buat isu lingkungan di indonesia.org udah kubuka kemarin . dia kliennya ga cuma dari Indonesia aja kan? maksudnya. 2 ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ....gak otomatis jadi WNI kan? kayaknya ga deh Mel. iya... yah setidaknya kalo artis-artis yang kawin ma bule mah :D yah.kliennya gak cuma dr indonesia coba kamu buka webnya dia www.. kalau kawin sama orang Indonesia..ya gitu deh. gapapa.kalau gak salah dia kerja magang gituh tau ga dia WNI ga? soalnya waktu kemarin mulai baca-baca data gitu aku malah kaget sendiri.. mungkin aku bisa mempertimbangkan posisi dia. fokusmu sampai segini aja dulu". ouww hehe.. anaknya mungkin. the venture for knowledge IS suppose to be endingless. tapi juga agak imajinatif huehehe :D mungkin ada pertanyaan-pertanyaan yang gak terjawab dari informasiinformasi yang didapat ya atau informasi-informasi yang ada malah menimbulkan pertanyaanpertanyaan baru haha. karena masih suka harus perpanjang visa eh tapi kalau di Indonesia. btw. yah setidaknya.kalo ambisi pribadi sih.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: lha terus.. agak-agak nosy. kalau batasanku aktivis lingkungan Indonesia. tapi kalo dianya ga deh...ya mungkin aja dijalankan terus. mau tanya dia tengsin..... takut dia tersinggung atau malah aku malu sendiri :p kurang teliti nyeleksi informan :D dia belom WNI.

.silakan kalau mau lanjut sama aktivitasmu.topik macem-macem bisa datang dari para anggota oh gitu.......ya silakan aja sendiri-sendiri gitu? atau dikumpulin di salah satu.ya dah..muntahin aja :-) :)) oke. gapapa ya..jadi inget. apa yang biasanya dijadikan pertimbangan saat memilih topik? awalnya ada. :) biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: 3 . untuk blog dan milis GL...... update web GL nah isinya kan cuma: tips.tapi kita udah tahu materi seperti apa yang bisa untuk web GL nanti kan kalau mau ditambahin sama yang laen. artikel.. baru dia upload? udah pernah ke webnya GL? udah. Thanks ya dah mau kugangguin no problem klo ada yg perlu diklarifikasi lagi. adakah semacam “rapat redaksi” untuk menentukan topik-topik yang akan dibahas dalam seminggu/sebulan ke depan? Bila ada.. ada beberapa yang masih ngganjel.dah pada saling mengerti nih yee.lha kalau mau ada yg upload..ngerti kok kitahh :-) hehe..sila :-) ada sih.. every weekend. masing-masing aja.. tapi setelah itu kita spontan aja cari-cari sendiri soalnya kan udah mulai rame. apa di web udah di-upload atau belom kalau belom. ceritakan kebiasaan “rapat” atau musyawarah yang biasa dilakukan? Misalnya....tapi belum ampe merhatiin gitu kita biasanya bagi tugas seminggu 1 x.tinggal liat aja. agenda... film & ilustrasi artikel sejauh ini masih ambil dari web-web berita yang dari milis cuma yang ada di bagian tips yah gimana yahh intinya sih kalau mau upload..ya tinggal upload sendiri hehe.. hhehehe.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: yoih....

ketahuan telisiknya msh kurang :D ya nih.org 4 biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: .. padahal aku punya sekitar 8 informan.... semua punya blog... bagaimana manajemen di dalam GL? Misalnya terkait dengan koordinasi internal.. ajakan buka stand/bikin acara.. di walhi dan yang punya blog Timpakul Melinda. dll weekender tuh apa? majalah bulanannya GL Jakpost btw saya pikir tadinya kamu member GL. huah. yang ngelola milis "lingkungan" kamu dan Marc (kalo jadi) bang Ade Fadli.member as a consequence of researching.narasumbernya dari mana aja? ada mas Djuni Pristyanto. pendanaan. belum ampe segitunya.....tauk.... energinya butuh banyak banget. belum aku ulik satu-satu..utk weekender kita dah bikin daftar topik selama beberapa bulan ke depan + daftar calon penulis + deadline oke. kirain weekender tuh nama jabatan :D bego banget atau kamu belom mampir ke blog nya GL? disitu kan ada box khusus 'artikel GL' udah kok :) tapi baru lihat-lihat. yang punya akuinginhijau.. masih SMA timpakul bukannya punya mas djuni ya? Michael.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: oke. banyak bgt. :P owalah. yaya... mm... yang punya Go Green Indonesia.. ternyata bukan ya? :-) hehe... publikasi.mungkin yang selanjutnya agak mirip. ngelo la milis atau cause. juga pendanaan? publikasi. eh kalau boleh tauk. hehehe... bukan blog atau websites yg mereka kelola...weekender-nya Jakarta Post...hanya dilakukan saat-saat dibutuhkan misalnya mau ada acara kunjungan. dari honor dari weekender + hasil penjualan + 15% dari keuntungan para penitip barang dagangannya di stand GL koordinasi internal. makanya batasanku aktivis as individual..

untuk menilai suatu artikel atau berita tuh "baik" atau "benar"? oh klo artikel lain lagi di web GL artikelnya msh copas (copy & paste-red. nah. masih SMA Michael. saat membaca dan memilih informasi dari sumber lain. yang punya Go Green Indonesia..tentu pernah kan search berita atau artikel..aku lanjut ya.. yang punya akuinginhijau. kamu pnya pertimbangan tertentu ga.. dari Greenpressnetwork oh itu punya nya anak Walhi yak eh...timpakul tuh bang ade sama baru kemarin mulai wawancara sama Marwan Azis.... Melinda.org sama baru kemarin mulai wawancara sama Marwan Azis. iya. dari Greenpressnetwork nyampe ga? sampe oh iya.aku ingin hijau & greenpressnetwork bagus tuh yup.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: bukan.... eh 4 lagi sapah? gue cuma terima mesejnya sampe ade fadli he? ntar. brarti tujuh ding.... eh. bagaimana kamu bisa yakin informasi itu benar dan dapat dipercaya? Apakah kamu juga “menguji” dulu tips-tips/ info yang kamu berikan? tips -tips yang ada di web GL bukan hasil browsing di internet tapi hasil diskusi para anggota milis atau hasil implementasi dari anggota mm.bang Ade Fadli.peneliti) dari situs -situs berita terpercaya 5 ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: . oke. misalnya.. atau kamu mo tanya lagi soal narsumku? kalau dari gue udah kok oke.tapi buat kamu sendiri (terlepas dari yang kamu tulis khusus bwt GL). situs di internet..

..bukan berita-berita negatif.berita yang ditampilkan adalah hal-hal yang sebisa mungkin positif bukan hal-hal yang isinya mengkritisi pem erintah karena tujuannya supaya bisa memotivasi dan menginspirasi para pembaca untuk berbuat hal positif.atau hal-hal yang bisa bikin orang marah deh pas bacanya :-) hehe. dari diri sendiri walau ada juga sih artikel yang isinya misalnya...... bukan fakta-fakta "ilmiah"... 6 biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: .. sementara ada banyak profesional yang peduli dengan isu lingkungan misalnya..... gak tauk harus ngapain jadi emang milis ini targetnya untuk mengajak orang-orang untuk lebih peduli dan untuk mendorong orang supaya berinisiatif bikin perubahan bahkan kami menekankan bahwa bahasa yang digunakan di milis harus bahasa yang sederhana. jadi artikel yang lebih ke "aksi" ya.. temen-temen main s aya hampir semuanya bukan orang lingkungan (dulu waktu abis lulus) mereka itu merasa bahwa apa yang dibahas s ama LSM-LSM itu susah.dari sisi bahasa dan isi ya.tapi ya itu.seperti yang udah disebut di atas saya dulu kan di LSM ya saya dulu ikut berbagai milis lingkungan tapi saya seringkali capek bacanya hmm.kenapa tuh ambil posisi gitu? karena milis ini tujuannya bukan untuk marah-marahin pemerintah atau ngebahas tentang kebijakan-kebijakan pemerintah.gak boleh pakek istilah yang rumit-rumit yup....LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: selain itu..berapa % terumbu karang di Indonesia rusak oke...tapi lebih ke hal-hal yang. oh ada juga tapi intinya. karena akhirnya isinya kebanyakan cuma marah-marahin pemerintah atau LSM lainnya itu satu ya kedua.......

)) aku lanjut lagi ya.:-) ya.ingin belajar juga.. GL bisa dbilang melakukan segmentasi audience.. 7 .... :D hmmm.takut dibilang bodoh..gimana cara untuk nularin semangat itu... ya.peneliti) sebagai narasumber ya? kan mereka milisnya luar biasa tuh anggotanya curious aja sih ya itu tadi..LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: tapi tetep aja sih...padahal kan (basically) ga ada yg mbayarin. mengemasnya secara "imliah"..i see ya.pertanyaan bagus tuh setidaknya untuk diri gue ndiri .targetting alternative audince eh..oot nh kalayu di dunia media.....targetku individual. lebih ke batasan teoritis aja sih ouww i see aku pribadi sih pengen taunya apa sih yang memotivasi aktivitas aktivis. Apakah anda sudah cukup puas dengan apa yang anda dapatkan dari internet/ sudahkah cukup apa yang disediakan internet utk mendukung kebutuhan serta aktivitas anda? Terutama terkait dengan aktivitas utk lingkungan.. eh mba... napa? jd pengen nanya...... karena merasa gak tauk apa-apa. dan tentu saja..saya masih sering denger bahwa banyak yang gak berani untuk posting di milis hm. ouwww.ada orang-orang yang kayaknya susah banget untuk gak pake istilah-istilah yang gak umum :-) itu aja..jadi lebih ke aktivis as active media user...sangat bisa mengerti....kenapa gak masukin b2w (Bike 2 Work-red.menarik..tapi merasa menerima banyak informasi yang bermanfaat dari milis katanyaaaa.dll.. kalo yang sudah lembaga kan dah cukup jelas.... .....

apalagi waktu dulu kerjaannya itu sampe -sampe saya merasa kehilangan waktu untuk baca buku yang gak ada kaitannya ma kerjaan ohya. senasib.terus nemu buku lain lagi :-) hehe...s ampe waktu lamaaa............ radio.nyaris gak sempat untuk baca koran.itu ada banyak banget di web :)) kebayang. televisi... apa kamu masih meluangkan waktu/ sempat mengkonsumsi media konvensional/ media massa (koran.. kenapa masih mengkonsumsi media2 tersebut? Apakah internet tidak cukup? Atau mungkin karena kebiasaan? kalo berhenti beli buku. pernah ngerasain "information overload" ga? pernah bangeeettt hehe.gimana mo nambah minta yang macem-macem iya iya.gimana tuh misalnya? kayak info tentang climate change waduuuhhh... film.itu udah gue lakukan sejak 2007 :-) alasannya karena keterbatasan dana... 8 .. :D buat kamu..cuma pas lagi gak ada kerjaan jadi banyak banget tuh buku yang dibaca tapi gak selesai.karena sekarang pemilu... up to some time i have to said to my self to stop buying books... buku)? jarang.misalnya. karena udah gak kerja kantoran lagi :D media-media mana nih? yah....kok masih baca koran. yang ada aja gak kepegang.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: yang saya gak puas adalah saya gak punya cukup waktu untuk ngerjain semua hal yang ingin dikerjakan :(( huhaha :)) classic. s aya jadi suka baca-baca koran/buka situs detik/kompas kalo buku.

...ya gapapa.. mo baca majalah.....LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: mel? maaf tadi keputus aku pengen tau kebiasaan bermediamu..aku harus balik ni. abis baca apalagi.asal tetep sehat. selain dengan ineternet denger radio wah kayaknya emang 90% media yang saya baca internet :( sesekali baca koran.. loh kok malah seneng yah hehe.harganya mahal paling bacaan iseng beli majalah Bobo ahaha...buat kamu gapapa tapi buat saya.kayaknya pertanyaanku dah abis nih :p thanks ya...... yah....banyak kan yang ga seberuntung kita misalnya.. :) eh Mel..hidup kan emang dijalani sesuai kebutuhan. itu tadi.sesuai kebutuhan dan selera juga kali ya..kesukaanku waktu kecil tuh.. bahagia.itu berarti hidup saya sebagian besar dihabiskan di depan komputer :(( mm..met makan :D 9 ..ampe SMP ding... iya sesuai kebutuhan.. tapi setidaknya s aya jarang nonton tipi :D kalo dipikir..eh...termasuk konsekuensinya. atau koran sabtu/minggu hehehe.belum sholat :D sipp gue juga dah laperrr gudlak yaw thanks.karena ngikutin berita pemilu hehe.

untuk pekerjaan. dowload tips2 di google. tahun 1998. ym atau fb untuk mencari informasi: tanya google. Untuk meluaskan jaringan: ikut milis. 4. mengelola milis.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A Jawaban dari Armely Meiviana. untuk meningkatkan kapasitas: ambil les Sesudahnya: untuk berkomunikasi jarak-jauh: menggunakan imel. Bagian pertama dikirim pada tanggal 27 Mei 2009. dan yang kedua pada tanggal 31 Mei 2009. dilengkapi. dan dikirim dalam dua tahap. dll. mampir ke blog orang untuk meningkatkan kapasitas: bikin blog untuk latihan menulis. Bagaimana Anda sehari-hari menggunakan internet? (berapa jam sehari. dll 1 . latar belakang pendidikan) Udah kan ya waktu chat pertama?! 2. warnet. untuk mengumpulkan bahan untuk keperluan skripsi 3. fb. fb. kafe. blog. ikut milis untuk menjalankan hobi dan minat: bergabung dengan milis/komunitas maya untuk melakukan hobi atau mendapatkan tempat untuk berdiskusi tentang minat. Tolong ceritakan tentang diri Anda (pekerjaan. Ditulis. Dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah hidup atau cara kerja Anda selama ini (Sebelum? Sesudah?) Sebelumnya: untuk berkomunikasi jarak-jauh: menggunakan telepon/surat. motivasi atau tujuan awal menggunakannya) Saat kuliah. cari di koran/majalah dan telp 108 untuk menjalankan hobi dan minat: mencari rekan dan keluarga di sekitar untuk menjalankan hobi dan minat bersama untuk meluaskan jaringan: ikut perkumpulan/klub (olah raga misalnya) atau ikut kegiatan yang diselenggarakan teman. akses dari mana saja. ikut berbagai milis yang sesuai. dari rumah. untuk keperluan apa saja) ± 12 jam sehari. untuk mencari informasi: tanya teman. (sejak kapan. kegiatan sehari-hari. cari2 info dan bersosialisasi (chatting. diajari/belajar sendiri. berselang sekitar empat hari. dll). diajari teman dan belajar sendiri. dll. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Tentang Anda dan Internet 1. Ceritakan bagaimana Anda mengenal internet.

bacaan.karena tidak untuk dipublikasikan. kerjaan. bisa dilakukan kapan saja (bahkan di dini hari sekalipun). agar bisa disebarkan ke masyarakat yang lebih lu as. Ide-ide topik yang dilontarkan ke milis. dapat ide atau bahan tulisan dari mana.bahkan selalu punya waktu-waktu tertentu untuk tidak bertemu dengan internet. atau blog orang lain. 2 . tanya-jawab tentang berbagai hal praktis sehari-hari agar bisa lebih ramah lingkungan Dikarenakan banyaknya peminat yang tertarik dengan informasi-informasi dan tips-tips tersebut. Menginisiasi dan memoderatori berbagai milis sejak tahun 1999 tapi lebih pada milis alumni sekolah/kampus. sejak kapan. Tentang Aktivitas Anda terkait Isu Lingkungan 1. 6. dll. “berpisah” dari internet? Sanggup. Berawal dari cetusan ide iseng dengan seorang kawan (Marc) untuk menginisiasi milis yang bisa memberikan informasi tentang info dan tips sederhana untuk gaya hidup yang ramah lingkungan dan relevan untuk orang-orang Jakarta (akhirnya berkembang untuk orang-orang di kota -kota besar di Indonesia). guna mendokumentasi hasil percakapan atau penyebaran informasi di milis. Apa yang memotivasi Anda memiliki dan mempertahankan milis dan website tersebut? Awalnya kami (saya dan moderator lainnya) merencanakan. Apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan lewat telepon. bisa dilakukan sambil mengerjakan hal lain. jika dalam waktu 3 bulan anggota milis kurang dari 300 orang. walau anggota tidak mencapai 300 orang.. Ceritakan tentang blog dan milis Anda. Ada banyak diskusi. Tidak banyak tanggapan. tatap muka langsung ataupun lewat media lain? Lebih murah. obrolan.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A 5. Tapi setelah 3 bulan. bagaimana tanggapan orang) Blog: sejak tahun 2002. Apa makna atau arti penting internet untuk anda? Secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga. bahkan kemudian kami mengupayakan dibangunnya website. (misal. percakapan dengan orang-orang sekitar. 2. sudah tentu kami (moderator) berupaya mempertahankan milis tersebut.. namun lalu lintas di milis cukup ramai. bisa dari pengalaman sehari-hari. dapat ide bisa dari koran. mulai serius mengelola milis GreenLifestyle. Tahun 2007. lebih hemat waktu (karena tidak harus menempuh perjalanan untuk bertata p muka). Dan sekarang sudah berhenti... maka milis akan kami tutup.

dan lebih baik lagi bisa untuk facebook. Kemudian juga muncul undangan untuk mengisi acara-acara outdoor serta permintaan untuk membuat materimateri komunikasi/publikasi. Dan diskusi banyak dilakukan di tingkat teknis dan kebijakan. khususnya yang berdampak pada perilaku yang tidak ramah lingkungan. 5. Tantangan lainnya adalah menghilangkan paradigma di sebagian besar anggota bahwa bahwa yang berbicara di milis adalah orang-orang yang sudah ahli dalam hal lingkungan. Bisa ceritakan “sejarah” atau alasan sehingga Anda dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? Saya sendiri suka menanyakan hal yang sama pada diri saya sendiri. menyelamatkan lingkungan tidaklah sulit. apa kesulitan yang dialami selama ini? Adakah pengalaman menarik? Tantangannya adalah bahwa kegiatan yang berawal dari sekedar memoderasi milis ini kemudian berkembang menjadi pengelolaan blog dan website. Ada banyak milis lingkungan di indonesia.. bahkan untuk skedar bertanya mrk malu. menghindari istilah-istilah sulit. serta mengeluarkan pertanyaanpertanyaan sepele. blog dan website. Ditambah dengan kegiatan-kegiatan berkemah saat sekolah.. Oleh karena itu kami harus mencari strategi agar ada banyak tenaga/anggota yang bersedia ikut membantu mengembangkan GL. hemat buku..LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A 3. Melalui milis ini diharapkan bahwa orang tidak lagi berpikir bahwa isu lingkungan adalah isunya LSM atau pemerintah. Bisa karena pengaruh ibu saya yang sejak kecil mengajarkan anakanaknya untuk hemat kertas. namun tak banyak yang memberikan informasiinformasi praktis untuk masyarakat awam (terutama pada tahun 2007 dan sebelumnya). 4. Paradigma yang terjadi di sebagian besar anggota menyebabkan mereka enggan untuk berperan aktif di milis. pola pikir produsen akan bergeser mengikuti keinginan konsumen. permintaan masyarakat akan produk-produk ramah lingkungan akan meningkat. Mengingat bahwa pekerjaan kami sehari-hari terkait dengan isu lingkungan membuat kami terpapar dengan banyak info mengenai kerusakan-kerusakan lingkungan. Saya tidak ingat bagaimana prosesnya. 3 . Hampir semua milis lingkungan yang saya ikuti membicarakan hal-hal yang rumit dan eksklusif hanya untuk LSM atau wartawan saja. dikarenakan saya dan Marc (inisiator milis GL) mempunyai ketertarikan dan passion di isu tersebut. tapi juga dari segi perubahan perilaku masyarakat. Kenapa memilih isu lingkungan sebagai topik milis? Mengenai isu lingkungan sebagai topik milis. Padahal solusi untuk lingkungan tidak hanya dari sisi kebijakan. Alhasil kegiatan mengelola informasi untuk komunitas akhirnya telah menyita waktu yang lebih besar dari kegiatan-kegiatan lainnya. dan hrs dilakukan secara massive. Dalam mengelola blog lingkungan anda. dan hemat listrik. terutama dalam hal kampanye online-nya di milis. bukan perorangan. Ada banyak hal sederhana yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan. Atau bisa juga dari bacaanbacaan ketika kecil/remaja. bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana dan sehari-hari. Untuk itu saya merasa perlu ikut mengedukasi masyarakat banyak untuk mengubah pola pikir yang digunakan oleh banyak orang saat ini. Padahal moderator dalam hal ini sudah berupaya untuk menggunakan bahasa-bahasa yang sederhana.

Alasan kami saat itu karena ia hanya me-reply imel seseorang secara pribadi yang seharusnya bisa dijawab japri ke yang bersangkutan. khususnya masyarakat urban sangat ekonomis. Untuk itu. untuk dibaca di rumah. 6. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? Tentunya sangat esensial karena: sangat efektif untuk menyebarkan informasi ke masyarakat luas.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A Pengalaman menarik adalah ketika saya menyangka bahwa yang antusias dengan milis GL hanyalah sebagian kecil orang yang sering tampak aktif di milis. bahkan usia pensiun. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? Jika dibanding dengan tahun sebelum 2007. Menurut Anda.termasuk sekedar berbelanja. Dan ada juga yang menyebarkan info dan tips di milis ke rekan2 kantor/keluarganya atau bahkan ke milis lain. event-event outdoor yang juga memberikan pesan-pesan lingkungan. 7. sangat membantu dalam mengedukasi atau meningkatkan pemikiran kritis masyarakat. awalnya milis ini kami tujukan untuk anggota dengan usia produktif (20 – 40 thn) dan berdomisili di jabodetabek. Hal menarik lainnya adalah. Apakah menurut Anda. namun mereka sangat antusias dengan informasi-informasi dan tips-tips yang diedarkan di milis. Namun pada perkembangannya.. Internet j uga bisa membantu menyatukan/mensinergikan berbagai komunitas dalam melakukan kampanye lingkungan Sangat membantu mengakselerasi gerakan lingkungan ke berbagai lapisan masyarakat - 4 . ada banyak anggota berasal dari luar jabodetabek dan berusia lanjut > 40 tahun. Pengalaman menarik lainnya adalah ketika ada anggota yang marah-marah karena imelnya tidak kami loloskan. menerapkan gaya hidup hijau. Ada yang saat akan pulang kantor mengkopi seluruh imel di milis. Kami akhirnya harus menjelaskan panjang lebar alasan kenapa milis harus kami pasang ‘semimoderated’. karena harganya semakin murah penyebarannya sangat cepat. Ada yang mulai menyadari bahwa ternyata ada banyak hal di sekitar kita terkait dengan lingkungan. Tapi pada kenyataannya ada banyak anggota yang tidak pernah muncul di milis. Akhirnya si anggota yang sudah berumur lanjut itu mau mengerti. Ada yang bahkan sudah mulai mengubah gaya hidup. musik/band lingkungan. dimana kita bisa mencari info dan data apa pun dari seluruh dunia. termasuk majalah gaul/lifestyle.. sudah sangat meningkat dibanding.. pada saat itu juga ada banyak features/bentuk yang menarik yang bisa digunakan dalam kampanye online internet atau google merupakan perpustakaan yang sangat lengkap. Belum lagi munculnya film-film lingkungan atau film-film hollywood yang memuat pesan-pesan lingkungan..dan tujuannya tak lain dan tak bukan untuk kepuasan para anggota .. mengingat hampir setiap hari dan hampir setiap media massa sudah gencar mengangkat isu lingkungan.

10. Jika targetnya adalah masyarakat urban usia < 40-50 thn.. kampanye lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? Tergantung. voting dalam petisi online. Selain memiliki sebuah blog/milis dengan isu lingkungan.. apakah Anda juga memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? (Misalnya. berlangganan milis bertema lingkungan... Bagaimana pendapat Anda bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia. orang yang gembar-gembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata)... khususnya ke anak anak..... 11. 9. 8. gabung dalam komunitas volunteer via internet/milis) Tolong ceritakan! o o o o o o o o Ikut petisi online Gabung dengan komunitas-komunitas maya lainnya.jika momen ini tidak digunakan dengan sangat baik oleh para penggiat lingkungan untuk melakukan edukasi dan peningkatan pemahaman. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? Bisa jadi begitu. twitter... Memperbaharui materi-materi web GL 5 .di kehidupan nyata juga banyak kok yang seperti itu. Karena akan kalah dengan kegiatan pengrusakan lingkungan yang massive apalagi yang dilakukan oleh korporasi-korporasi besar.tergantung siapa target yang dituju. Itu mungkin saja.. Apakah menurut Anda kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya. maka internet merupakan media kampanye yang sangat murah dan bisa sekaligus meraih banyak orang..LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A - Aktivisme lingkungan akan bergerak sangat lamban atau mati jika tidak menggunakan internet.. Menyebarkan informasiinformasi event lingkungan via milis-milis. dll. fb. milis.tidak menjalankan apa yang diucapkan/digembar-gemborkan. Join cause di fb Menggunakan status di fb sebagai media kampanye lingkungan Post artikel lingkungan di fb Bikin status terkait dengan isu lingkungan di ym Membuat blog GL menggunakan multiply. Tinggal ditentukan media online yang dipakai.apakah via blog. donasi lewat e-banking. karena lebih mudah untuk berkampanye dibanding fasilitas blog lainnya..

guna mengajak mereka membantu mengelola website GL dan mengembangkan program-program menarik di web. blog. Wikimu. forum kaskus dan fb. Mengoptimalkan upaya kamp anye online GL.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A o Membuat green online shop yang bertujuan untuk mengedukasi konsumen mengenai produk-produk hijau (www. flickr. Untuk mengajak mereka membuat tulisan pendek mengenai info dan tips lingkungan yang bisa dijalankan di kota tempat mereka kuliah (misal: tempat pengumpulan sampah kertas di jogja/sby. membuat event bersama) o o o o Bersinergi dengan komunitas-komunitas lain yang punya kepedulian yang sama untuk membuat kampanye bersama Menambah SDM di GL. via website. Mengoptimalkan isi info di milis dan web. youtube. tempat membeli sayur organik di padang.Bila Anda memiliki waktu dan kesempatan lebih. mencari orang-orang yang punya kepedulian yang sama untuk menjadi relawan GL.freetodecide. Menjalin kerjasama dengan kampus-kampus untuk membuat program magang bagi mahasiswa jurnalistik/komunikasi/IT misalnya. dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk menyebarkan informasi/ menyelamatkan lingkungan? o o o o Ikut di dalam forum kaskus Membuat grafis-grafis/komik-komik online Membuat game online Menulis di web yang menggunakan prinsip citizen journalism spt Kompasiana. mendukung kampanye online/offline.com. Untuk mahasiswa IT. berkolaborasi dengan salah satu gerakan atau organisasi lingkungan. dll 13.org) 12. Menurut Anda. dll). dengan memberikan in fo yang juga relevan untuk kota-kota lainnya. agar tidak terlalu Jakarta-based. tampil di media massa.com. Menjalin kerjasama dengan berbagai media massa (cetak dan elektronik) untuk penyebaran info dan tips praktis Membuat milis GL khusus untuk anak remaja (SMP dan SMA) o o o 6 . Politikana. apa yang paling ingin Anda kembangkan dari GL? (Misalnya.

ga punya komputer. di MPBI. di Jember. Jadi ya lebih banyak swadaya. Jadi. Kan masih swadaya ya Mas.org Kalau boleh. swakarsa.. harus ke warnet. (Sahabat Walhi-red. Dj (Djuni) R: Dj: : Oh. Latar belakang saya memilih topik ini karena saya juga aktif di Sahabat Lingkungan Walhi Jogja dan punya ketertarikan terhadap isu lingkungan juga. dan karena (mengambil studi ilmu) komunikasi jadi ingin melihat peran teknologi komunikasi dalam gerakan. di Sastra.waktu itu yang mendorong untuk melakukan meskipun berat dan masih swadaya apa Mas? R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: 1 .LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Djuni Pristiyanto : Rabu 18 Maret 2009. saya tinggal lalu saya bikin LSM lingkungan di Jawa Timur. Waktu awal-awal penggunaan internet...peneliti) Mas Djuni bisa cerita tentang Mas Djuni dan aktivitasnya sekarang? Saya berkegiatan di lingkungan sejak 97. Nah saya sekarang mulai berlembaga lagi. Saya sekolah di UGM juga.. di Lobby Hotel Quality Yogyakarta :1 Rani (peneliti) : Perkenalkan. Di Jember lima tahun kemudian saya pindah ke Jakarta. repot juga. Ya. Walaupun copy paste dari media online. sehingga walau ga punya duit saya pasang telepon dan langganan internet. Sampai sekarang. Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia. nama saya Rani. ga punya sumber daya.98. pertama kali menggunakan internet itu kapan? Itu saya sejak mendirikan lembaga di Jember. Tapi ya kegiatan jalan terus.47-08. Jadi sejak awal saya sudah banyak menyebarkan berita-berita lingkungan ke via milis-milia. Websitenya apa Mas? mpbi. Sedang menempuh S Komunikasi FISIPOL -2 UGM dan mengambil tesis dengan tema penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup.. kemudian lebih banyak freelance. tahun 98. tapi tinggal skripsi saya tinggal. ga punya uang.. Oh begitu. saya sudah melihat pentingnya internet. Sampai sekarang juga masih seperti itu. pukul 07.38 WIB : Tatap muka. admin website. sampai sekarang saya sebenarnya masih terdaftar.. kesulitan atau tantangannya seperti apa Mas? Waktu awal-awal kan lembaga baru tuh. Jadi ya berat juga. tepatnya Sejarah.SaWa ya... Saya lebih mengurusi website. cerita sedikit.

Misalkan dalam sehari. itu dari mana aja? Asal ada internet. sampai sekarang... Kalau gitu. Kemudian saya daftar di sana. itu untuk searching berita-berita lingkungan hidup. Dan sedikit yang menggarap. itu sekitar tiga jam. Kalau untuk milis lingkungan yang tahun 98 ini. pindah ke yahoogroups tahun berapa ya? Kurang tahu saya. dari Kompas. 2 R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: . Itu yang paling terkenal dan paling diminati. sejak awal saya lihat itu penting. Saya baca itu. kemudian itu mereka gunakan tapi link-nya sekarang udah ga aktif ya Mas? udah ga aktif. saya ditawari jadi moderator.. itu yang bikin milis lingkungan. Media online.. saya menyisihkan waktu tiga jam. Selama ini kalau posting berita dari mana aja Mas? Maksudnya? Ya Mas Djuni kan input berita atau informasi tentang lingkungan. Waktu itu lebih banyak untuk kegiatan politik.. bisa online. nah orang lebih banyak untuk politik. kadang-kadang.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 Dj: Ya karena itu penting.jadi kalau kita kirim-kirim kemudian orang mem-feed back. biasanya baca berita juga di online ya Mas. Terus. Mereka bikin sistem sendiri untuk milis.. dari awal 98 itu sudah di sana. koran-koran lokal. atau masih juga baca koran secara fisik? Masih. Tahun 98 kan masamasa kisruh kan. maksud saya sumbernya media online atau mungkin dari media cetak kemudian diketik lagi? Oh gaa. apa gimana? Itu menyusul.. Untuk lingkungan itu belum. Oh bukan mas. Kalo awalnya milis lingkungan itu bukan di yahoogroups. Nah kebetulan ada mahasiswa di Jerman. Waktu itu basisnya yahoogroups atau apa? Sudah di yahoogroups. Bisa dibaca di blog saya yang tentang sejarah milis lingkungan. ya kita jawab. Tinggal di copy-paste. Itu di sistem mereka sendiri. headlinenya saja. ga apal. atau membangun jaringan.. Tahun 98 itu belum banyak yang untuk kegiatan kampanye dan penyadaran. dan karena saya terlalu sering ngirim e -mail tentang lingkungan. kalo ada e-mail ya dikirim.. copy paste aja... tapi apakah korespondensi juga. begitu. waktu itu bentuk-bentuk aktivitas yang mas Djuni lakukan lewat internet itu apa aja Mas? Tadi sudah disebut memposting berita lingkungan. Terlalu capek kalo dari media cetak diketik lagi atau discan itu terlalu capek. saya kirim.. Suara Pembaharuan. mereka bikin milis lingkungan dengan alat-alat seadanya juga... capek. Soal itu bukan masalah. begitu. Jawa Pos. Mahasiswa Indonesia di Jerman? Ya.. waktu itu yang terkenal misalnya “Apakabar”. itu bisa dapet 50-an berita..

Ya. itu ada indeksnya. Ada berbagai cara. sampai misal 10 tingkat. Harus ngetik.. lalu baca headlinenya. Cara yang lain itu dengan mesin pencari. bahwa lingkungan itu segala sesuatu yang ada di alam semesta kita ini. Cara yang lebih gampang itu yang ketiga yaitu dengan RSS. Banyak berita yang menarik dari suatu koran tapi tidak tercapai oleh mesin pencari... Media Indonesia. Kalau ada waktu ya buka satu-satu.. jadi.. kalau ga ada waktu ya buka feed-reader.. Dan bisa menjangkau seluruh dunia... Wah.. Pake itu sehingga kita hanya kata-kata kunci tertentu misalkan hutan. sehinga kita tinggal ngecek aja. klik.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Dj: Yang Mas Djuni kategorikan berita lingkungan itu seperti apa Mas? Berita yang mengandung unsur-unsur lingkungan. Di tahun 90-an. Kalau menurut mas Djuni. Kalau headlinenya mengandung unsur berita lingkungan. itu akan terpampang terus dan bisa dilihat seluruh dunia. Itu harus dibuka satu oersatu. Dan orang yang akses internet yang bener-bener juga lebih sedikit lagi. tinggal di-copy paste kemudian dikirim. apa sih keuntungan menggunakan internet dibanding media lain? Padahal kita tahu bahwa pengguna internet di Indonesia masih sedikit sekali. persentasenya kurang dari 10 %. itu kan mahal. Tapi seperti Suara Pembaharuan.kalau boleh cerita. Kalau kita pake internet. bisa ketemu. atau milis. Di tempat terpencil. Kalau sekarang. Tinggal pilih-pilih aja gitu.. Itu akan tampil sendiri. Iya. Kalau menurut mas Djuni. kombinasi. ada warnet. Cara yang gampang itu lihat indeks dari media online itu. Dan juga disetting agar kata kunci itu bisa terkirim ke alamat e-mail kita. baik itu e-mail. Kalau kita pake cara yang lain. sudah sejauh mana penyebaran internet di Indonesia? Karena kalau menurut data.. Dalam artian menggunakan 3 R: Dj: R: Dj: R: Dj: .. lebih cepat dan murah. itu masih kalangan menengah dan menengah ke atas. warnet masih barang mewah. seperti saya tulis di blog.. laut. bila dibandingkan jumlah penduduk. Kalau internet. hampir di banyak tempat ada warnet. Jawa Pos itu dibagi per sub berita. Itu mahal dan lama. terbantu ya dengan feed-reader itu. Kalo definisi tentang lingkungan itu kan. Trus kalau ga ada waktu lagi yang pake google aja. feed-reader. Oh. ketikkan lingkungan. fotokopi. Berarti memang dibaca satu persatu ya oleh mas Djuni? Baca judulnya. Jadi ya tergantung masing-masing. Lolos itu. Itu biasanya. satu hal yang umum ya. mulai dari yang besar seperti illegal logging hingga ke hal kecil. R: Dj: R: Dj: R: Dj: dan mungkin juga karena hasil mesin pencari terlalu banyak ya.. terpampang di website.. atau illegal logging. Tapi kalau gitu tuh banyak yang lolos. Kalau Kompas itu misalnya berdasarkan sub-sub berita. Tapi tidak semua media punya indeks. Selama ini yang lebih sering digunakan yang mana? Ketiga-tiganya. kita kirim sekali. kalau secara kebiasaan atau sistematis biasanya mas Djuni masuk ke halaman media online kemudian search berita dengan memasukkan kata kunci atau membaca judul-judul atau. kalau surat kan terbatas sekali. kemudian dikirim pake pos..luas.

. ya website..secara kanak-kanak. itu orang juga menggunakan internet juga seperti itu.. karena semua akan terkait. Kita pengen melindungi orangutan. Dengan dia lihat judulnya yang provokatif. R: Dj: Ini refleksi atau gimana mas? J Saya sendiri juga ngalami yang kayak gitu.. bermain. ke pemerintah. teman-teman dengan isu orangutan. Jadi lingkungan itu tentang keterkaitan. kamu baca buku Stephen Covey. Karena itu seksi. Dulu saya melihat isu lingkungan lebih ke hutan. selain website itu bisa seperti itu tadi. itu yang pertama adalah milis.tidak ada kontrol. masyarakat. masuk ke warnet.. menyebarkan informasi.kalau misalnya petisi online atau yang lain gitu pernah Mas? Kalau untuk media. cari yang kayak gitu. Karena gampang diakses. Seperti perkembangan orang..lifestyle. untuk sampai ke tahap itu. Apa ga bisa dipicu Mas.. Pada awalnya.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 internet untuk me ncari informasi. R: Kalau yang selama ini mas Djuni lakukan dalam konteks lingkungan itu apa aja Mas? Tadi kan misalnya search berita kemudian di-post. pembangunan. dia akan mencari yang lebih bermanfaat... mo ngapain. itu cukup banyak. Garap semua. Itu di milis lingkungan kan gencar sekali.. Ga akan. Kalau misalnya ada anak-anak SMA seneng pake internet untuk chatting... ke luar. ga bisa satu hal digarap tapi hal lain engga. Orangutan itu seksi untuk dijual. Biasanya. Lama-lama akan bosen. advokasi. Itu hubungannya dengan kedewasaan seseorang. Tapi itu kan bertahap. Karena milis itu anggotanya banyak. Misalkan. untuk 4 R: Dj: R: Dj: Dj: R: Dj: R: Dj: . Kamu baca Qur’an terus akan tekun ibadah pada Tuhan... orang menggunakan internet itu seneng cari berita yang heboh heboh.terus kamu baca itu. isu apa yang menurut mas lebih menarik. surfing ke situs porno. orang sering menyalahkan media itu.tapi emang ada orang yang nyarinya kayak gitu ya. Seven Habit. hutan ga akan kelar. masyarakatnya digusur dari taman nasional... Internet juga menjadi.. Dan itu memang ga bisa disalahkan. ya itu memang. Ga bisa lebih... dan kemudian orang baca. Biasanya orang yang mencari sesuatu akan langsung ke website tertentu. terus berubah gitu. Tapi mas sendiri pernah berpartisipasi dalam bentuk-bentuk lain itu ga? Pernah. itu juga tetep ga bisa. remaja.manusia. Gampang sekali untuk melakukan sesuatu deng an internet itu gampang sekali. petisi online.tetep kayak gitu.. Selain milis. untuk chatting atau cari situs porno..... konservasi. dia akan b aca...itu kan orang per orang. Kalau bahas hutan saja tanpa bahas masyarakat. Tapi kalau tahap berkembangnya cuma segini ya udah.atau dipercepat begitu.tapi ga sering. Dia akan tinggalkan. buka satu situs.. Trus.. dan kesadaran orang itu juga personal. dibanding isu yang lain misalnya? Kalo saya pribadi lebih umum sih ya. nyarinya sebatas itu.mungkin ga? Personal.. ada unsur psikologis juga ya disana. Jadi. Ga akan. Tapi kalau yang sekedar gaul. Tapi lama-lama dia akan bosen dengan itu.

misalkan berita-berita yang dikeluarkan oleh Monsanto. tidak ada yang obyektif. untuk menentukan ini layak atau ga? Sebenarnya untuk validitas suatu berita. aktivis lingkungan. oleh Freeport.apa yang bisa kita percaya sekarang. kepada rakyat kecil yang tertindas. terhadap apa. Dari media apapun saya kirim. baca bukunya Titik balik Peradaban. berbeda sudut pandang.. Kalau misalnya untuk environmental activism di Indonesia sekarang. Dasar dari segala sesuatu adalah keberpihakan kita. Nah kalo dia sudah kehilangan itu. Saat mas Djuni mencari berita. saya. gitu. pernah ga mas? Itu jelas ... biasanya saat memilih berita..LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 fundraising.... Tapi bila di berita itu terdapat “Freeport merusak lingkungan”. Dan saya berpegang bahwa itu 100% CSR mereka.. Bahwa dengan pemahaman seperti itu kita lebih berhati-hati mengambil beritaberita mereka.itu kan membuat. Kita akan subyektif. Bahwa media-media itu sangat terbatas. sebagai seorang aktivis yang baik dan benar. atau Republika.. tentu memiliki keberpihakan. Bukankah juga penting untuk menunjukkan manuver-manuver korporat dengan programprogramnya agar orang yang membaca juga bisa jadi waspada? Kalau hal itu keluar dari perusahaan itu sendiri. dia kan mempunyai idealisme. Terus. dia hanya mengambil bagian kecil. Baca bukunya Michael Crichton. Dan dia membuat satu isu tertentu untuk menjalankan itu. Yang jelas. dia hanya menyorot sesuatu saja.media.. Nah dari situ tempat berpijak. Walaupun itu hanya novel tapi ditunjang dengan data-data yang bagus dan kuat... itu mesti kita tahu j uga. cita-cita. yang judulnya State of Fear. darimana dia bermula. bagian dari lip service. R: Terkait dengan itu mas.. Nah itu yang menjadi dasar untuk bertindak. Apakah isu perubahan iklim itu benarbenar atau hanya bualan orang cari duit.framing. ga akan saya keluarkan atau publikasikan... dia akan terombang-ambing. kemudian sudut pandang.kepada masyarakat. ga akan saya ambil. Sehingga dana itu gampang didapat untuk membiayai yang di lapangan.. cari keuntungan. iya. saya diemin aja.. mas Djuni melihat seperti apa geliatnya? Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: 5 . apakah saat mencari berita sempat muncul keraguan apakah suatu berita benar atau tidak.. Misalnya. Berarti mas Djuni menyeleksi berita-berita yang akan dipost di milis? Jelas .. itu saya kirim. terus dia mendanai satu kelompok untuk yang radikalnya.Capra. dia berbeda sudut pandang. Kompas dengan Suara Pembaharuan. Banyak hal yang orang-orang di isu lingkungan itu diperdebatkan sebagai sesuatu yang benar. itu kembali ke orangnya. dari banyak bagian. atau jurnalisnya kurang objektif mungkin. dia kan yang mempertanyakan.. Itu tentang aktivis lingkungan yang radikal. kepedulian. Di dunia yang disebut ilmiah pun diragukan kan obyektivitas itu. Tapi kalau tentang Freeport membuat program pemberdayaan masyarakat. apa yang mas Djuni gunakan sebagai pakem. ada lembaga tertentu yang untuk fundraising. Karena itu yang menjadi kompas dia. di situs-situs berita online yang juga ada dalam dunia nyata.. semua hal di dunia ini akan kita seleksi. Nah..

Tapi masih terus berproses ya mas. misalkan.. dapet berita gratis”. sama aja. Ada isu keterputusan dunia online dan offline. buka e -mail hanya untuk baca aja... Ada yang “Oh lumayan. bagaimana mas Djuni melihatnya? Katakanlah di dunia online banyak yang masuk ke sana. itu semakin banyak.. sudah lebih banyak orang.dan remaja sebagai pengguna awal juga concern dengan isu lingkungan. yang gagap teknologi juga banyak. Jadi kalau ada keterputusan itu memang wajar.. Tapi penegakannya ga..delete.. dikliping. care. ga perlu. Dengan media internet.begitu. Kira-kira perlu ga ya semacam norma tidak tertulis bahwa ketika kamu mampu mengakses suatu informasi di dunia online seharusnya kamu menyebarkannya juga secara offline. terus diprint.. jadi kalau beraktivitas kayak gini dicaci-maki.. Coba kamu klik satudunia. Orang yang lain melihatnya berbeda.. Ya. Dan lembaga-lembaga pun menganggap internet itu semakin penting. kalau saya mengirim terlalu banyak berita di satu milis. sementara rakyat yang umum penghasilannya mungkin ga cukup untuk mengakses internet atau bahkan mungkin ga tau internet tuh apa. Di kantor-kantor pemerintah orang yang gagap teknologi juga banyak..ada maju. sudah lebih banyak organisasi. Selama beraktivitas memposting berita dan berinteraksi dengan orang. menuh-menuhin mailbox”..mundur.tidak boleh ini dan itu. Nah.. Caci maki segala macem gitu. Jadi secara umum ya baguslah.. Sehingga ada lembaga yang khusus berkoordinasi. Kalau sekarang sudah maju. sudah lebih bervariasi cara yang digunakan dalam melakukan sesuatu. Mas Djuni pernah melihat ga adanya kesadaran dari orang-orang yang bisa mengakses internet dan mendapatkan informasi kemudian menyebarkannya dalam kehidupan rril? Semakin banyak. orang-orang yang memiliki kesadaran itu semakin banyak. Ya. itu akan kembali ke orangnya. Di kalangan LSM... orang menerimanya berbeda-beda.. tergantung ke masing -masing.. Dia itu concernnya pada bagaimana berkampanye dengan media teknologi dan ga hanya internet aja. advokasi bisa lebih efektif misalkan. “Wah ini spam. ga ada. Jadi orang yang lain mungkin kalau ga suka ya delete. maju. Pake internet hanya untuk baca berita saja. Sudah merambah ke banyak isu. menyebarluaskan. 6 R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: ...LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 Dj: Gerakan lingkungan sekarang itu sudah bagus. Contohnya apa Mas? Seperti Satu Dunia. Proses. diganggu orang lain ya itu resiko....net. ada pengalaman menarik ga Mas? Kalau pengalaman yang umum. Ga. Bila. Di Indonesia itu kan sudah banyak peraturan dibuat untuk ini dan itu. dibanding tahun 90-an atau awal 2000-an. bagaimana bisa menggunakan media-media teknologi.. tapi juga kita lihat di luar sana banyak masyarakat yang tidak bisa mengakses berita lingkungan misalnya. sampah ini. dan dari sebagian kecil itu. itu kan satu dialektika.orang yang bisa akses internet itu sebagian kecil dari masyarakat yang umum. masih kecil sekali bagian yang menggunakannya untuk tujuan-tujuan lingkungan. kembali ke.

hal-hal seperti itu. tentang lingkungan. itu kan kontak -kontak. Di acara-acara. Dan internet sangat memfasilitasi itu ya.. karena di milis -milis lingkungan itu sudah banyak orang yang aktif. Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: .otomatis. Internet itu saya pandang sebagai kendaraan saja. saya yang mengurangi.. Berjaringan.. Sesuatu itu misalkan untuk lingkungan yang lebih baik. Karena respon orang bermacam-macam dan supaya tidak dimaki-maki terus. internet itu media. itu juga saya lakukan. Kendaraan saja. Yah. Saya sekarang kan punya kantor. ya seringnya saya kurangi deh. Saya dulu sekolah di sastra. Kalau misalkan internet ga ada ya pake cara lain. mengirim artikel. Tindak lanjut dari kita kenal orang di internet.. Jadi misalkan bikin berita. Ada media lain ga yang juga dimanfaatkan? media lain ya. maka apa yang saya lakukan ga akan tercapai. tapi langsung bikin satu lembaga... itu harus online terus. semua hal di dunia ini kalau orang itu mau belajar bisa dipelajari. seminar-seminar. Karena di rumah bayar sendiri ya paling 2-3 jam. hanya sekali-kali kirim. Oh kita tahu disana ada siapa. organisasi. alat. Belajar sendiri bagaimana bikin proposal.ketemu dengan orang.. Kalau saya menganggap internet itu sebagai tujuan.. di milis..30. Boleh tau ga kebiasaan penggunaan internet mas Djuni? Jadi misalkan berapa jam sehari. berkesadaran. Kalau di rumah saya juga langganan internet. apa arti penting internet bagi mas Djuni? Baik dalam level pribadi. memperbaiki website. 35. organisasi. Kalau di kantor selalu online atau juga diselingi pekerjaan yang lain Mas? Laptop selalu online dan juga diselingi pekerjaan lain. Biar orang lain yang lebih aktif. Hari ini ada acara jam 9.. Kalau begitu Mas Djuni ini otodidak ya belajar tentang teknologi informasi? Semua otodidak. Tapi karena pekerjaan saya mengurusi website ya harus selalu online ya.. atau mungkin gerakan? Kalau saya pribadi. Di samping (karena) kesibukan.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Dj: Terus. bukan tujuan. kalau dengan e -mail bisa disetting kirim tunda misalnya. Karena di kantor menyediakan fasilitas untuk itu. untuk sesuatu. Akhirnya belajar sendiri tentang lembaga. Selama mengenal internet lebih dari 10 tahun. ga ada hubungannya dengan lingkungan.. 7 R: Dj: R: Dj: R: dll. Belajar sendiri bagaimana mengakses internet. di Jakarta. Learning by doing aja. Sehingga tidak ada suatu ketergantungan. Begitu. Kantor MPBI sendiri di jakarta? Ya. apa mas Djuni juga melakukan penyesuaian begitu? Misalkan tadinya mengirim 20 berita kemudian dikurangi.disini ada siapa.semua hal bisa dipelajari di internet Bukan hanya itu. Alat untuk melakukan sesuatu. kopi darat. Kalau rajin tuh sekali post bisa 50 berita.. Tidak seaktif dulu. Sekarang. alat untuk mencapai tujuan. Itu semua belajar sendiri.. kalau di kantor dari jam 9 sampai jam 5 online terus. Sehingga jaringan kita semakin luas..

Kalau lebih terkait dengan disiplin mas. Dan orangorang yang kadang menyatakan bahwa “wah. saya hanya mengurusi kerja”. Ya itu kan sekali jalan Jadi tidak ada waktu khusus ya misalnya kalau di kantor itu hanya untuk pekerjaan dan bukan untuk pribadi.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Ketika berinternet. Displin yang bagus datang dari diri sendiri. ini itu. Dan di internet itu sangat terbuka untuk akses ke situs -situs porno. Perbaiki.. internet itu media.. atau kalau sudah sore dan mau pulang. Dulu. Waktu jadi Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: 8 .. ada ga dampak negatif atau katakanlah side effect dari mas Djuni sendiri menggunakan internet selama ini? Dampak ke diri sendiri atau ke umum? Yah. merusak akhlak”.. Kalau ke umum. Bagi orang yang memang mencari kayak gituan. gitu? Susah itu. boleh dua-duanya deh.. Jadi berantem deng an istri. Tergantung. buat bayar telepon. Nah. Orang-orang biasa seperti kita kan semua dikerjakan sambil jalan aja. dia melihat “wah ini positif ini”. alat mencapai satu tujuan. Mungkin yang bisa hanya Khalifah Abu Bakar saja... Ga ada kebiasaan khusus? Biasanya seperti apa? Ya paling buka laptop.. Kalau untuk internet sendiri. segala sesuatu di dunia ini kan ada positif-negatifnya. yang ini untuk keperluan rumah.jadi misalnya saya sendiri mengalami ketika sempat jadi asisten dosen juga. atau malah keasyikan mencari sesuatu yang sekunder. karena saya banyak swadaya. Ga ada. Jadi kadang saya mengatur sendiri. Karena ga kerja di satu lembaga. Apakah saat menggunakan akses internet di kantor mas juga menggunakannya untuk akses pribadi misalnya.urusi pekerjaan. tergantung orang masing masing. tanggapi. oke. ada ga hal-hal atau kebiasaan yang semacam jadi ritual begitu? Misalnya ada orang yang ketika bukan internet itu pasti buka e -mail. Bagi orang-orang yang tekun ibadah melihat “wah negatif ini. dan situs pertemanan. Dan itu ga selalu dalam urutan yang sama. Ini senthir yang saya pake hanya untuk keperluan kantor. ketika seharusnya saya melakukan suatu pekerjaan tapi kadang malah keasyikan fesbukan. Dalam kenyataan. swakarsa. kamu jangan buka website yang main-main sebelum pekerjaanmu selesai. Apakah dia hanya besar mulut aja. Itu relatif lah. saat di kantor. tergantung pada sudut pandang masing-masing. blogging juga... Bahkan orang yang tergantung dengan ritual tertentu itu malah tidak bebas. Itu hanya khalifah. blog. Itu bagian dari resiko. cari berita. check mail. baca e-mail. Tergantung masing-masing orang. duit keluarga kepake buat ini. bukan karena ada pengawas nongkrongin. Boleh-boleh aja. Karena ga ada yang membiayai jadi pake duit rumah. Saya pribadi. konek. suka-suka aja. orangorang itu yang kadang kita pertanyakan.

Nah. Chatting ga masalah ya? Boleh. Dia pandangannya kadang terlalu kritis jadi berseberangan dengan kebanyakan orang. yang umurnya relatif baru tapi postingannya cukup sering dan kemudian interaksi dengan pembacanya juga bagus. saya dapet informasi kemarin-kemarin sering freelance.... Oke. Saya memilih informan kan berdasarkan kasus-kasus.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 lebih tersita. pemiliknya harus mencantumkan sendiri. Kalau untuk blog. Mas Djuni .. Dia untuk terjun di dunia aktivis lingkungan dia merasa berat. Sehingga ketika klik langsung diarahkan ke blog. Pertama dia aktivis trus kemudian dia memandang internet itu penting sehingga dia memakai internet sebagai alat. dari Senin sampe Jumat. Kalo Ade Fadli misalkan dia memang punya kaitan kuat lembaga resmi. Sebenarnya dulu ada blog masalah kelautan tapi kayaknya sekarang dia ga aktif.org... Itu aja Mas Djuni. Trus ada juga sebaliknya. cukup banyak. sehingga hanya menyuarakan saja. Misalkan kemarin saya search blog go green indonesia dan ternyata yang bikin dua perempuan dan masih ABG mas. dia itu punya blog akuinginhijau. Trus juga itu Ade Fadli. Ada juga model duaduanya.. lewat tulisan-tulisan segala macem. Misalkan ya.. kayaknya dia pekerja kantoran.. Apalagi kalau blogblog gratisan. Ada banyak cara. Di Kanada ada anak umur 9 tahun yang sudah pidato di depan PBB tentang lingkungan.. cuma saya ga bisa dapet informasi beliau ini kerja di mana. 9 Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: . Kalau nanti ada pertanyaan lanjutan. atau gimana. jadi karakternya berbeda. Ada kayak gitu. Itu bagus. Dan mungkin saya akan menghubungi mereka juga. Jadi saya akan lebih ke kasus atau karakteristik. seperti yang Mas bilang ya. Kemudian ada nama Michael Dharmawan. di walhi Kalteng. Dia pekerja kantoran. Jadi bukan hanya dia yang aktivis.boleh.. tapi punya kesadaran. Apakah Mas kenal dengan seseorang yang menarik yang mungkin bisa jadi informan saya? Itu aja. R: Dj: R: Oke Mas. Siapa aja yang sudah dihubungi? Kalau yang sudah bersedia itu mas Ade Fadli. Karena sulit juga saat saya mencari tahu tentang milis lingkungan di Indonesia.. kemudian Sabtu Minggu dia luangkan. Makanya saat ini saya cari kasus unik... Tapi kalau blog personal..si Sofyan Eyank. Juga Nurdin.. Kalau Michael Dharmawan ini saya kurang tahu. di Walhi.. kita bisa janjian untuk chatting mungkin ya. Saya sudah berhasil hubungi beliau cuma belum tahu latar belakangnya. Hal kayak gitu sebenernya yang juga perlu dieksplorasi. Makanya ketika mencari saya harus membayangkan juga kira-kira orangnya seperti apa dan cocok tidak.. Tapi sekarang ada lembaga ya enak aja.. sementara seperti ini. Ya itu banyak karena mesin pencari itu lebih mudah dan ramah menemukan blog karena pengelolanya mendaftarkan blognya lewat tag-nya sehingga mudah ditemukan. Misalkan di kantor pake akses kantor ya sah-sah aja. agak lebih susah malahan.polanya tuh. dia bukan aktivis. Nanti kalau saya perlu informasi akan saya hubungi lagi.

terima kasih. 10 .LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Baik Mas.

com/2005/03/ ada disitu hehe. perbedaan apa yang dirasakan antara mengelola milis lingkungan dengan nulis sendiri di blog pribadi kenapa Jalan Setapak? penjelasannya ada disini: http://djuni.43-21.com/2005/12/08/jalan-setapak/ 1 .. nah saya ingin tahu juga cerita di balik blog pribadi mas :) maksudnya apaan? sejak kapan mulai nulis di Jalan Setapak? itu bisa dilihat pada tulisan yang paling awal. oke deh mas.wordpress. tapi secara fungsi. kita lebih banyak ngobrol tentang milis lingkungan. masih capek ya Mas? camping dimana? :) di lereng salak ada apaan ya? ada beberapa pertanyaan yang muncul akhir-akhir ini Mas gapapa ya? ok waktu pertama saya wawancara Mas. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: Selamat malam Mas :) alllooo mat malem wah. kalo ndak salah pertengahan 2006 oke. yang memotivasi bikin blog apa Mas? klik di sini http://djuni..29 WIB : online. pukul 19.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Djuni Pristiyanto : 17 Mei 2009.wordpress..

cari en ngirim berita. nge-ban anggota yang nakal dll tapi.. itu masalah kemauan. kok bisa dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? kan dulu udah pernah s aya ceritakan tentang bikin LSM di Jatim? 2 . mau ada yang menanggapi ato tidak itu bukan suatu masalah oke. blog Mas juga dibaca dan ditanggapi orang lain kan? apakah saat menulis di blog juga "mengatur" agar tulisan Mas dapat dihargai orang lain? ndak. alasan pribadi tersebut? mau dihargai atau tidak dihargai orang lain juga suatu hal yang penting kok alasan lebih seperti ini http://djuni. yaitu sama2 menulis.wordpress. lebih nyaman membaca dan mengomentari :P harus beranjak nih. kalo blog lebih pe rsonal.com/2008/08/07/bekerja-denganhati-bebas/ itu lebih filosofis kalo ndak ya sekedar menulis aja..LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: apa bedanya mas? blog dengan milis? secara prinsip sama.. tekad untuk menulis hehe iya :) lanjut ya mas Tolong ceritakan “sejarah” atau alasan Mas. kebiasaan. yang satu untuk konsumsi sendiri kalo milis untuk orang banyak sebagai moderator lebih banyak ngerjakan fungsi2 admin. ajang menulis dan berekspresi betul ya Mas :) tapi kok ya kadang saya tuh beraaat banget mo nulis.berarti selama ini mempertahankan dan "menghidupkan" terus blog juga lebih ke alasan pribadi ya Mas? yup boleh tahu. seperti ngelola anggota.

tapi sepertinya ada kengganan untuk bergerak secara lebih kolektif untuk menekan pemerintah misalnya kesadaran memang mesti dimulai dari diri sendiri pelan2 berubahnya. sudah kalo untuk tugas2 moderator milis baca ini http://djuni. betul..com/2006/02/16/tugas-moderator-milis/ berarti mencintai lingkungan lebih sebagai proses ya Mas ya? yup Bagaimana pendapat Mas bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia. tidak ada yang instan di dunia ini.wordpress..pengen tahu juga sejarah di balik itu Mas.kenapa kok ya waktu bikin LSM kok LSM lingkungan? apakah karena pembelajaran Mas dari orangtua mungkin.. bukannya itu buruk. masih ada upaya2 yang lain terkait fenomena masyaraka t kelas menengah perkotaan Mas? betul saya membaca ada kecenderungan para urban internet user yang peduli dengan lingkungan lebih banyak berorientasi pada perubahan di level individu.com/2007/12/23/yuk-nulis-yuk-memulaimenulis/ yup ato tulis aja di diary http://djuni. berubah dari perilaku sehari2.blogfam.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ini tip menulis http://djuni. begitu ya Mas? 3 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: .html oke. kampanye lingkungan lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumla h pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? betul. itu juga udah kita bahas dulu kampanye via internet = suatu bentuk upaya dan bukan segalanya.wordpress.com/2007/04/upaya_mengusung_penyadaran_lin.wordpress. atau pengalaman di masa kecil? sampe jatuh cinta dengan isu lingkungan :) coba baca ini http://bz.com/2007/12/22/menulis-buku-harian/ ya.

menerapkan kepada diri sendiri.. EGP aja (Emang Gue Pikirin-red. keluarga.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: bukan karena mereka mungkin alergi lewat jalur yang agak politis? ndak.masih muda :D emosi tanda semangat :P belum tentu.kadang ikut emosi aja kalo mengingat kecepatan pengrusakan yang jauh lebih cepat dari upaya memperbaiki jadi kalo apa2 yang kita yakini kerjakan dengan penuh kesadaran itu dibilang ndak mbawa perubahan ya egp aja emosi aja juga ndak ada hasil2 en malah bikin kerusakan.wordpress. misal bikin sakit hati n berantem hehe..ya. masyarakat. yah. emosi bisa juga tanda belum sadar dengan diri sendiri.. apakah dia langsung bikin perubahan? kan ndak. negara.peneliti) :D kamu pernah baca biografi nabi muhammad kan. butuh waktu lama dan pe ngorbanan iya.nangkep sedikit :p tentang ga mengkotak2an tidak sekedar ikut2an 4 ..com/2008/06/04/kesadaran-baru/ kalo belum dong ya ndak pha2 hmm.maklum Mas.. tetangga.. belum paham dengan diri sendiri pahamkah kamu dengan tulisan ini: http://djuni. itu bagian dari perkembangan kok perkembangan apa yang Mas juga lihat? dari kesadaran individu. dunia masih panjaang ya Mas ya :) Kalau misalnya ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? yup ya ndak pha2.

and browsing :D tapi internet itu hanya sebagai media atau alat saja bila alat sudah dianggap tidak berguna maka alat itu mesti ditinggalkan trus. buku)? masih... searching.ya :) Kalau Mas memiliki waktu dan kesempatan lebih. kok buku msh "diandalkan"? :D Apakah internet tidak cukup? Atau mungkin hanya karena kebiasaan? mengapa bus kota dan busway masih tetap dibutuhkan? yah karena masih banyak yang butuh dan belum mampu beli kendaraan sendiri :D 5 djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: . hehe. tapi kalo buku masih tetap sebagai sumber utama selain internet kenapa tuh Mas. never ending learning.. film..LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: karena itu bukan intinya. males aja.. radio...iya ya. bukan sekedar yang dipandang atau dipersepsi oleh umum nyambung ga sih tanggepanku?:-S sebagian kalo kamu paham dengan diri sendiri maka kamu akan tahu apa yang akan kamu cari/tuju. apa yang paling ingin Anda kembangkan dari milis lingkungan? bikin acara offline misalnya? selama ini milis lingkungan memang belum pernah bikin acara jumpa darat. karena inti dari sesuatu harus dicari sendiri. dan tidak ditentukan oleh pendapat umum dengan kata lain menjadi diri sendiri hm. walo tidak banyak.cm pengen tahu aja. Apa kah Mas sudah cukup puas dengan apa yang didapatkan dari internet/ sudahkah cukup apa yang disediakan internet untuk mendukung kebutuhan serta aktivitas Mas? selama masih berkegiatan di internet be rarti masih ada keinginan yang belum terpenuhi hemm. ya gpp mas. apa Mas msh mengkonsumsi media konvensional/ media massa (koran. tidak ikut-ikut orang laen. televisi.

coba baca ini http://djuni... kuat ndak :-) :D kalo listrik mati gimana? kok kalo aku milih buku karena sentimentil juga.tapi kebetulan kok ya alat yang tiap hari dipakai ya Mas :D hehe.com/2009/05/12/258/ dan ini http://djuni. Sejauh dan selama ini.bukan. bisa terasa lebih hanyut dan mendalam.kadang masih merasa ga bisa mengendalikan diri :D jadi malu.banyak sumber jadi satu. cara kerja....wordpress.ya karena (seharusnya) lebih baik dan ramah lingkungan masing2 ada kelebihan n kekurangannya apa tuh Mas menurut Mas. karena jawabnya ada disitu sebentar Mas. atau bahkan hidup Mas? coba baca cerita s aya di blogfam lagi deh... bagaimana internet telah mengubah/mempengaruhi cara hidup.. sepertinya internet sudah menjadi salah satu bagian keseharian Mas internet itu hanya sekedar alat iya..terakhir mas.. hehe nggaya :P yah. kadang aku mulai bertanya2.. tapi kalo keinginan..karena artikelnya nulisnya agak mbingungi. yang jadi kelebihan buku dibanding Internet? coba aja baca di monitor selama 3 jam.wordpress.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: hehe.com/2009/05/15/hidup-saat-ini/ hm.becanda Mas.. 6 . feel-nya beda.. kesenangan beda2 oke. kesadaran tentang esensi alat itu kan ya yang penting kalo cuma ngenet sekali seminggu tapi tanpa kesadaran juga malah ga bermanfaat bagi siapapun kesadaran terhadap esensi kehidupan itu yang penting itu adalah pemahaman terhadap pikiran dan keinginan hal seperti itu yang dilakukan Budha sehinggs dia mengalami pencerahan kalo pikiran.....

terima kasih untuk semua :) gimana Mas? coba aja belajar menulis dengan metode menulis bebas seperti yang saya lakukan ini http://djuni.semoga setelah ini kita bisa terus silaturahmi semoga sukses kerjaannya Selamat malam Mas. yup makasih Mas...wordpress.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: yah itu namanya masih belajar oke Mas.com/2009/05/12/menulis-bebas-mengamatipikiran/ ok. baik Mas :) semoga apa yang saya baca dapat saya sadari kemudian lakukan.. bye juga djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: 7 ..

. via Yahoo Messenger :1 ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: Halo mas marwan :) maaf ya. liat ntar dulu lah.sudah bikin optimis... bisa jadi buku best seller wahaha.krn aku suka juga kebetulan aku sempet bantu-bantu di sahabat lingkungan walhi jogja tesis itu bisa jadi buku yang pastinya akan banyak yang gemari wuehehe. terima kasih.. he he gapapa...untung aku udah di jalan oke mas. ngambil tesis tentang penggunaan internet oleh aktivis lingkungan wah bisa nimbah ilmu ni senang juga akhirnya bisa chat ma mas Marwan :) menarik tesisnya iya.mas marwan.. oke belum jadi udah banyak gemari itu pertanda baik.siapa kah mas marwan dan aktivitas sekarang apa? 1 .57 WIB : online.cerita dong.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Marwan Azis : 30 Mei 2009..21-16.. :D yah.belum selesei ditulis kok dah banyak yang suka? :p yah... so.jadi nunggu Halo juga Mbak Rani nggak papa kayaknya aku yang kecepatan ya. pukul 15.kenalan dulu aja ya salam kenal balik ya Aku lagi S-2 di ilmu komunikasi Fisipol UGM senang bisa kenal dengan Rani.....

diajari/belajar sendiri. namun nanti sekitar tahun 2006 baru aktif memposting. Haluoleo Kendari Sulawesi Tenggara.com/about-me/.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: kan udah baca kan sedikit banyak profilku di blogku jadi mau perkenalkan apalagi ni?? yah.kita masuk aja ke pertanyaan tesisku ya ya.mungkin latar belakang pendidikan..petualanganku..terus gimana ceritanya kok bisa "nyemplung" di aktivitasnya sekarang. atau fleksibel mungkin? fleksibel aja. oke bagaimana awalnya Mas mengenal internet (sejak kapan. ya biasanya kalo ngeblog ada rutinitas ga? misal beberapa hari sekali bikin tulisan.wordpress. di kampus aku banyak aktif di HMI dan Pers Mahasiswa serta HMJ (HIMAGRO) hehe. atau target tertentu. mungkin sekitar tahun 1999 lebih banyak belajar otodidak kalau bisa blog. tapi sempat didiamkan.. nggak pake target-targetan biasanya topik tulisannya apa aja atau dapat ide dari mana aja? 2 wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: .oke deh. aku ulumni jurusan AGRONOMI fakultas pertanian Univ.com oh gitu. barusan dah kubaca di alamat yg mas kasih cerita lengkap tentang diri rupanya :) oke mas.multiply. awalnya aku hanya ingin menjadikan blog sebagai dokumentasi online sejumlah tulisanku yang telah dimuat di media tempat aku bekerja belakangan blog menjadi media bersharing dan kampanye isu lingkungan itu mulai kapan tuh mas? mulai ngeblog sekitar tahun 2005... terutama yang berkaitan dengan lingkungan liat aja http://marwanazis. Ini blog pertamaku www.. motivasi atau tujuan awal menggunakannya) aku mengenal dunia internet sejak kuliah.

trus..wordpress. biasanya satu tulisan di-share ke banyak blog sekalian atau khusus (satu tulisan ya untuk satu blog)? itu sangat tergantung ama sang blogger..greenpressnetwork. tapi ada beberapa postingku yang tidak ditampilkan di publik oke..com).blogspot. idenya. bagiku ngeblog itu udah semacam hobby dan mungkin udah menjadi candu. nah kalau ada yang menarik baru ditulis dan terakhir di-sharing ke blog oke.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: content tulisannya lebih banyak menyangkut isu lingkungan hidup (www. selain itu ada juga content agribisnis atau pertanian serta travelling (cerita jalan-jalan).mengenai akses internet.. repot ga ngelola banyak blog gitu? ya juga tapi dibawa senang aja. ada content jalan-jalan (baru dibuat) sepulang dari Papua (tugas riset LP3ES) karena teman-teman di sana minta aku buat blog tentang papua trus? selain itu ada juga blog personal www. bagaimana kebiasaan Mas mengakses internet? (berapa jam sehari. kesukaan orang kan beda2. ohya.greenpressnetwork. aku dah sempat tengok juga yang blog personal? ada maksud khusus? blog yang bercerita tentang aktivitasku.banyak banget malah buat aku yang cuma punya 1 blog :D nah.. he he he hehe..blogspot...com (organisasi Greenpress) itu kami kelola bersama-sama teman-teman jurnalis yang bergabung dalam Greenpress..com blog personal ditujukan utk apa mas? kalau blog www. aku perhatikan kan blog Mas banyak tuh. akses dari mana saja.marwanazis. aku kan jurnalis yang suka melakukan perjalanan di berbagai tempat.ya. nah mas. wah. nah ini banyak dilakukan oleh teman-teman aktivis lingkungan yang memanfaatkan blog sebagai salah satu piranti media kampanye lingkungan oke.wordpress. untuk keperluan apa saja) wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: 3 .greenpressnetwork.com (blog berita lingkungan) dan www.. ada yang memilih blog tertentu dengan content yang spesifik. ada juga yang sharing sejumlah tulisan di banyak blog. beda blog2 itu apa sih? ada blog yang content lingkungan. ohya.

secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga. perkawanan dan sejumlah fasilitas lainnya... semoga sukses ya. ngenet tiap hari ga mas? Nggak juga. Yang tak kalah pentingnya membuat ada banyak peningkatan penge tahuan yang diperoleh via internet terutama blog. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah/mempengaruhi cara hidup. Yang repot kalau keluar daerah. internet telah menjadi media yang mampu menghubungkan begitu banyak manusia dari berbagai penjuru dunia tanpa harus ketemu darat (jaringan situs sos ial seperti Facebook dan blog).. fasilitas internet seperti blog dan Facebook banyak juga aku pakai untuk berinteraksi dengan keluarga terutama adiku Anas yang saat ini masih studi di Al Azhar Kairo Mesir. karena hampir semua tempat ada fasilitas hospot. alternatifnya ke warnet.lengkap banget :D Bagi penggiat lingkungan.com (belum di-publish). Selain itu dengan makin banyak banyak orang bergiat di dunia blog akan semakin memperkaya sharing informasi dengan content berbagai jenis.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: kalau di Jakarta akses internet tidak terlalu susah. di Kantor juga ada wire less. Internet juga sangat be rguna untuk riset awal sebelum melakukan peliputan dan setelah ada internet urusan kantor sebenarnya bisa diselesaikan di rumah misalnya setelah liputan tak perlu masuk kantor tapi naskah dan foto liputan cukup dikirim via email.. karena kadang ada kegiatan atau liputan keluar daerah berarti pekerjaan Mas tidak menuntut untuk ngenet tiap hari ya? ya menurut mas. cara kerja. apa makna atau arti penting internet. masih dalam tahap pembangunan ohya..aku sempet baca dimana gitu. 4 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: . keberadaan blog dan situs jaringan sos ial lainnya mempermudah mereka untuk menyebarkan pesan-pesan mereka ke publik yup. Banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan menggunakan fasilitas internet. Makasih atas doanya menurut mas.beritalingkungan. atau bahkan hidup Mas selama ini? tapi ke depan mungkin akan lebih banyak menggunakan internet karena saat ini aku bersama sejumlah teman-teman disini lagi garap situs berita www. atau bahkan hidup Mas selama ini? Kalau menurut aku. Kalo buat Mas sendiri.. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah/mempengaruhi cara hidup. aktivitas bisnis. teman-teman.. sehingga memudahkan kita untuk melakukan riset. wah sip.bener bgt. Kalau di rumah aku pake modem usb. “berpisah” dari internet? :D Bagiku internet mempermudah berbagai kerjaan saya. cara kerja.

Rani nggak perlu rep kesana kemari untuk mencari narasumber tapi ot cukup browsing internet atau tanya ama Om Google (he he he). menurut mas. oke. Rani udah bisa mendapatkan banyak informasi yang akan membantu risetmu. kapan bisa ngobrol lagi.. Sore ini aku mau main ke arena Pekan Lingkungan Hidup 2009 di JCC.. bentar lagi setelah shalat azhar oke aku longgar kapan aja setelah jam 2 Oh ya boleh aku baca latar dan metodelogi tesisnya Rani nggak? kalau boleh dikirim via email ya? boleh.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: ranm_d: ranm_d: Bahkan sejumlah tawaran pekerjaan berdatangan setelah aktif di dunia blog.aku harus terbang dulu dong :D he he he dah mo pergi ya Mas? kalo ya berarti kita janjian aja. aku juga kok... Tapi tatap muka secara langsung masih tetap diperlukan. so.ini lagi sibuk ga? aku masih punya sekitar 10 pertanyaan lagi. Seperti yang Rani lakukan saat ini (riset) kan. mo kukirim sekarang aja? pake attachment makasih udah kuterima aku juga punya tulisan tentang blog sila mo dikirim Mas? aku sedang cari di folder laptopku 5 wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: . emang komplit gitu ya. Om Google 24 jam siap membantu..mo cabut jam berapa? Rani mau ikutan nggak? wah. ohya mas. dan aktivitas wawancara dengan narasumber riset bisa dilakukan via internet seperti yang kita lalukan sekarang. sip! sepakat. wah. apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan komunikasi lewat telepon.. efisien dan efektif" dibandingkan dengan menggunakan fasilitas komunikasi lainnya.. Kalo emang sibuk. tapi kalo nyante... tatap muka langsung ataupun lewat media lain? "Lebih murah. kita sambung kapan-kapan lagi.

.. Insya Allah oke.tulisan itu aku buat tahun 2008...Itu kapan ditulis nya Mas? Ya.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ok entar aku kirim oke tak apa.senang bisa ngobrol :) sama-sama 6 . besok bisa ngobrol lagi ga mas? aku kirim pake attachment oke udah terima belum? blm. lwt YM atau e-mail? e-mail juga belum tuh YM aku coba lgi ya ok udah terkirim ok.. besok sore kita bisa ngobr ol lg? Ya.dah bisa dibuka.. belum di-publish karena buru-buru ke Papua wah. sip. makasih ya Mas..aku pembaca pertama dong hehehe :D Ya oke mas..silakan kalau mau ke pekan lingkungan..

blogspot..wordpress. emang belum sempet masuk-masuk aja :P Mas. marwanazis. pukul 20. petualanganku.com .multiply.blogspot.com. belum masuk-masuk mungkin koneksi internetmu lagi kurang lancar kali?? oh.com ya? dan www. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: malam Mas :) Halo sori agak lambat ya ohya mas.wordpress.11-22..greenpressnetwork. Kalau blog GP di blogspot itu difokuskan pada news blog lingkungan hidup ohh.masalah masuk ke wordpress? bukan. apa yang memotivasi atau mendorongmu untuk terus mempertahankan blog2 tersebut sih? oh yah. tapi baru buka depan..kan ga ada yang mbayarin lah ya kasarnya.greenpressnetwork... Begitupun dalam kegiatan lingkungan hidup maupun ngeblog 1 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: .sebenernya ada berapa blog sih yang rutin mas "pelihara"? yang sering aku input yaitu www.10 WIB : online. oke apa yang di wordperss lebih ke internal? Ya Rani udah liat blog GP di wordpress ya? ya.bedanya greenpress yang di wordpress sama blogspot apa Mas? kalau GP wordpress itu spesifik organisasi GREENPRESS serta artikel yang terkait dengan jurnalis lingkungan (panduan).com dan greencare. kan nggak semua aktivitas nggak harus dinilai dengan materi.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Marwan Azis : 31 Mei 2009.com eh..

. pengalaman menarik? dalam hal apa? selama "melihara" blog2 itu mas? siip Di sini lumayan bagus koneksi internetnya oke.paling setengah jam lagi :D Rani tinggal ama Ortu di Yogya? yup selain studi? aktivitas lainnya apa? kerja atau?? tadinya sempat asisten di jurusan almamaterku tapi off buat nyelesein tesis relawan di sahabat lingkungan walhi jogja. 2 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: .salah satu keuntungan dr perkembangan teknologi ya :) yup Dalam mengelola blog-blog itu. dan salah satu piranti media yang kami gunakan adalah blog hm. apa kesulitan yang diala mi selama ini? Adakah pengalaman menarik? apa ya kesulitannya?? kayaknya selama ini lancar-lancar aja. Misi Greenpress salah satunya adalah me mbantu penyebaran informasi lingkungan ke publik. tp juga lagi off beberapa bulan ini oh ternyata anak walhi juga. blog juga sangat bermanfaat dalam mendukung berbagai publikasi aktivitas organisasi.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: apalagi kalau blog yang kita kelola banyak pengunjungnya. sayangkan kalau ditinggalin berarti lebih buat kepuasan pribadi ya? Pribadi ya. jadi kadang beberapa hari tidak posting.so. paling kesulitannya adalah soal waktu kalau lagi banyak kerjaan di kantor... ok. Rani sekarang main internet di rumah atau di warnet?? di warnet kalau malam biasa sampai jam berapa? hehe...

com perhatian gimana? mereka membuat resensi tentang aktivitasku di sejumlah blog http://marwanazis.blogspot.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: kenapa? aku juga sempat jadi anggota Individu WALHI waktu di kendari? yup oke.. Syukur ada kawan yang memperbaiki sehingga data-nya bisa diselamatkan dan eksis kembali.trus.aku lanjut ya mas.com/click-of-the-week-29-marwan-azis/ ohya.com) pernah diserang oleh salah satu hacker luar negeri.aku sempet nemu juga.. Jadi kembali ke semula blogspot.. kenapa tuh kok diserang? iseng bgt Ya hackernya dari Turki lagi.ada pengalaman menarik selama blogging buat isu lingkungan? apa ya?? pikir-pikir dulu oke ya? pengalaman dukanya ya.greenpressnetwork. supraisnya: aktivitas di sejumlah blog lingkungan ternyata mendapatkan perhatian dari salah satu situs http://maverickid.tadi gimana. karena halaman blog te rsebut penuh warna merah berbendera turki makanya aku nggak mau lagi lanjutan domain dotcom.mas sempet confirm ke mereka ga? setelahnya? 3 ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: .wordpress.com oh gitu....com/2007/12/06/click-of-the-week-29-marwan-azis/ resensi tersebut dibuat mereka buat secara sembunyi-sembunyi tanpa ada konfirmasi sebelumnya ke aku wew. blog Greenpress www..com setelah diubah dengan menggunakan domain com (www. http://maverickid. wow..greenpressnetwork..

Tapi pada saat ketemu Panitia. namanya Mbah Hanny hmm. tiba-tiba pihak panitia membatalkan peliputan kami tanpa alasan yang jelas. pengelola http://maverickid. ya? Cerita lainnya. justru kami dihujani dengan beberapa pertanyaan seperti apakah Greenpress memiliki hubungan dengan Greenpeace?? ahaha :)) terus kami dimintai lagi persyaratan tambahan contoh artikel (berita) yang pernah kami tulis. si penulisnya minta maaf.. awalnya kami diterima oleh pihak PBB yang dikonfirmasi via email bahwa status kami udah oke dan memenuhi persyaratan.. bukan kami diberikan kartu peliputan..next. trus? Saat kami mendaftarkan diri sebagai peliput konferensi UNFCCC. dimana saat itu Greenpress bersama sejumlah lembaga lingkungan (kemitraan.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: Ya. mereka kembali menilai tulisan kami. latin dan perkumpulan skala) membuat media centre Greenpress di arena UNFCCC di Bali. oke..com sangat selektif dalam merensi sebuah blog atau situs. Itu juga suprais bagi aku karena resensi tersebut dibuat bertepatan dengan pelaksanaan konferensi perubahan iklim di Bali wow. eh. Lucunya di tempat yang sama media komunitas yang yang diterbitkan perusahaan tambang dan sawit begitu mudah mereka memperoleh kartu peliputan 4 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: . Waktu itu kami masih di Jakarta. katanya tulisannya propokatif.blessing in disguise ya :D dan menurut sejumlah teman-teman. wah. trus? Kami sempat dikabari via email agar menghadap panitia untuk mengambil kartu pers peliputan seperti hal dengan teman-2 jurnalis lainnya.seneng dong ya kecuali orang-orang tertentu yang bergiat di aktivitas yang spesifik Yup pastinya. ya mas mo cerita atau gimana? yaitu pada saat konferensi perubahan iklim. Padahal itu tidak ada persyaratan peliputan UNFCCC Saat kami memberikan contoh tulisan. Tapi pas hari H waktu kami udah tiba di Bali.

Hanya karena nama Greenpress memiliki kemiripan dengan Greenpeace.. beritanya tentang perlakuan PBB terhadap jurnalis nanti saya kirim oke..lucu juga.. Oke.. kalo aku kirim daftar pertanyaan aja gimana Mas? bisa dikerjain kalo luang. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan belum? Akhirnya berkesimpulan betapa kuat pemilik modal (baca kapital) terhadap perhelatan besar lingkungan hidup.ngumpul juga di situ akhirnya :D 5 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ...... he he he. tapi aktivitas Media Centre Greenpress tetap jalan di kampung CSF (Markas NGO) untuk liputan di arena konferen kami menggunakan link teman-teman si lainnya yup. gimana kalau besok malam aja dilanjutin lagi.pasti gitu instruksi dr para atasannya Kapal Greenpeace juga sempat ditolak berlabuh di Bali yup. hehe. heard that.hehe.nanti beritanya aku kirim via email kalo hari kerja mas bisa chat jam berapa? kalau kerja kayaknya agak susah chating. ntar kalo ada yg perlu aku konfirm baru kita chat lagi. karena lembaga yang sebesar PBB terntaya takut ama Green Press yang baru didirikan pada tahun 2004. ckckck. Terus lembaga yang diklaim sebagai lembaga demokratis tak selamanya berlaku demokratis... kayaknya aku dah ga bisa lama2 oke. Tapi dibalik itu kami justru bangga dan makin semangat. menurut mas. mestinya diarahkan bagaimana membangun komitmen terhadap pelestarian lingkungan. aku cari dulu ya ohya mas. iya lah.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: wawan_ep: sheesh... trus mas... Tapi dari apa yang kami alami bagaimana pihak Panitia memperlakukan jurnalis yang care lingkungan sangat jauh dari harapan kami. ya lah. hmm. oh ya tambahkan dikit ya soal UNFCCC. jadi meskipun kami ditolak tak mendapat kartu peliputan dari PBB..

tapi jadinya kayak ulangan kuliah he he he kayak tugas kuliah maksudku. Malam udah mulai agak larut Hati-hati di jalan ya....aku harus pulang mas.greenpressnetwork.. oke.... :) Wassalam wa'alaikum salam 6 ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: . Jadi mungkin kami tim peliput menggunakan dua label. sama-sama met malam.. :D lucu bgt tuh kacian deh lu KLH Ya.. maaf. soalnya aku juga dikejar tenggat :P oke kucoba kirim sekarang ya.jadi semangat :) Ya.bukan pilihan ganda :D oke sekali lagi.. ohya.lagi seru nih padahal. Kami banyak memback up kampanye teman-teman NGO dalam isu keadilan iklim di Bali Lucunya lagi belakangan aku bersama sejumlah teman-teman diminta ama KLH untuk menyusun laporan hasil UNFCCC buat dilaporkan MENLH ke Presiden SBY.blogspot. jurnalis sekaligus blogger di arena UNFCCC. he he he yah. ya udah. mereka kecolo ngan dalam dokumentasi aktivitas UNFCCC.terima kasih.gimana.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: dan salah satu media yang kami pake untuk menyebari informasi UNFCCC adalah media blog www.com wah. kalo aku kirim daftar pertanyaan aja gimana Mas? bisa dikerjain kalo luang. Insya Allah aku bantu esai kok.senang dengar banyak cerita. ehm..gimana ya mas.... responnya pasti lumayan rame tuh Ya... ntar kalo ada yg perlu aku konfirm baru kita chat lagi.. Orang KLH belakangan minta maaf ama aku soal terhambatnya temanteman Greenpress dalam peliputan UNFCCC. bisa juga.

Menurut Anda. kali bersih hingga munculnya kesadaran warga yang menuntut hak atas lingkungan yang baik (advokasi) yang menolak aktivitas pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit dan tambang. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? Dengan berkembangnya fasilitas multimedia seperti Internet beberapa tahun belakangan ini seperti blog. sory agak terlambat ni menjawab puluhan pertanyaanmu karena minggu ini aku agak sibuk dengan kerjaan di LP3ES dan pembangunan situs berita lingkungan. sembilan hari setelah daftar pertanyaan diberikan. situs jaringan sosial. 2. kampanye lingkungan kemasyarakat global tanpa harus bergantung lagi pada media manual seperti koran dan majalah. dan media online ini sangat membantu gerakan para aktivis lingkungan dalam menyebarkan berbagai pesan. fasilitas internet baik blog dan situs sosial lainnya mempermudah terjadinya sharing informasi dan konsolidasi berbagai gerakan lingkungan serta menggalang donasi lingkungan via internet. Apakah menurut Anda. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? Kalau menurutku. Di kelompok swasta juga mulai gencar gerakan Go Green sebagai bagian dari tanggungjawab perusahaan di bidang pelestarian lingkungan hidup. Kesadaran masyarakat ini dilihat dari mulai berkembangnya kelompok -kelompok masyarakat peduli lingkungan yang konsen di isu tertentu misalnya pengelolaan daur ulang sampah. Selain menjawab pertanyaan yang diberikan peneliti. informan mengirimkan sejumlah artikel yang dijanjikannya pada wawancara terakhir. kesadaran terhadap lingkungan mulai tumbuh dan berkembang terutama pasca Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah konferensi perubahan iklim Desember 2007 lalu di Bali. 1 . selain itu saya juga lampir berita cerita Greenpress di Bali. beberapa tahun belakangan ini.(bahan pertanyaan dan jawaban terlampir). perubahan dan lain sebagainya. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Dear Rani Halo Rani. Dikirim 8 Juni 2009. yakni berkaitan dengan aktivitas Greenpress selama pertemuan UNFCCC di Bali.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A Jawaban dari Marwan Azis. Tapi Alhamdulillah akhirnya selesai juga. "Yakin Usaha Sampai" Wassalam Marwan 1. Kesadaran ini tidak terlepas dari gencarnya pemberitaan media tentang isu lin gkungan hidup dengan berbagai dinamikanya. Semoga proses pembuatan tesisnya berjalan lancar ya. Selain itu. baik itu berupa bencana alam.

Bagaimana pendapat Anda bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia. Wong Kito Palembang. kampanye lingkungan lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? Saya kurang sependapat dengan pandangan tersebut. artinya apa. Ini merupakan perkembangan yang menggembirakan bagi kemajuan Indonesia dan gerakan penyadaran lingkungan. Karena gaya hidup hijau atau yang bisa kita kenal back to nature itu tidak muncul begitu saja. karena berdasarkan informasi yang saya peroleh saat pesta blogger 2008 lalu ternyata Indonesia merupakan negara pengguna blog terbesar di dunia. 2 . artis. Angin Mammiri Makassar. bisnismen hingga politisi belakangan ini mulai tertarik dengan situs pertemanan sosial seperti Facebook. apalagi belakangan ini makin banyak hospot gratis di berbagai kota di Indonesia dan harga akses internet makin murah dan kita patut bersyukur karena pemerintah Indonesia dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informasi RI sangat mendukung muncul komunitas blogger di Indonesia. Jutaan individu masyarakat baik itu kalangan pelajar. tapi muncul dari kesadaran publik akan tuntutan lingkungan hidup yang baik dan sudah menjadi kebutuhan bersama bagi warga bumi untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan sehingga tentu kedepan akan makin banyak orang beralih ke trend hijau karena selain ekonomis juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Mereka merupakan stakeholder yang potensial dan strategis bagi gerakan pelestarian lingkungan di Indonesia. Dan saya yakin ke depan akan makin banyak orang yang memanfaatkan teknologi informasi internet.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A 3. yang menjadi pekerjaan berat bagi penggiat lingkungan adalah bagaimana gerakan lingkungan bisa ke masuk ke ranah politik agar isu lingkungan menjadi prioritas utama dalam berbagai pengambil kebijakan politik. Kalau pandangan Mas tentang gerakan lingkungan saat ini? Sudah banyak kemajuan seiring dengan berkembangan fasilitas multimedia dan internet. saat ini masyarakat Indonesia sudah banyak yang memanfaatk an blog dan situs pertemanan sosial lainnya dalam berbagai aktivita s keseharian. Mungkin ke depan perlu ada partai yang konsen memperjuangkan lingkungan semacam Green Party (Partai Hijau) agar isu lingkungan tidak lagi dimarjinal dalam setiap pengambilan kebijakan. Berbagai komunitas blog di daerah bermunculan seperti komunitas blog bundaran HI Jakarta. 4. Komunitas Blog Yogyakarta dan lain-lain. 5. Namun menurutku gaya hidup hijau itu bukanlah trend sesaat. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? Sah-sah aja orang berpandangan bahwa Gaya hidup”hijau” hanyalah trend sesaat. mahasiswa. Tinggal bagaimana gerakan lingkungan bisa masuk ke komunitas blogger Indonesia.

com.com.com. perubahaniklim@yahoogroups. donasi lewat e-banking. apakah Anda juga memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? (Misalnya. selain aktif membantu penyebaran informasi lingkungan ke publik baik itu lewat media masing-masing tempat kami bekerja maupun via blog dan situs. Greenpress sebagai komunitas jurnalis lingkungan di Indonesia.com.com dan beberapa milis lainnya.com. 7. Bila Anda memiliki waktu dan kesempatan lebih. saya juga aktif terlibat mendukung gerakan petisi lingkungan seperti lumpur lapindo. lingkungan@yahoogroups. tampil di media massa konvensional. Jauh sebelum dunia blog berkembang di Indonesia . supportergreenpress@yahoogroups. Selain itu. apa yang paling ingin Anda kembangkan dari Greenpress? (Misalnya. berkolaborasi dengan salah satu gerakan atau organisasi lingkungan. wartawanlingkungan@yahoogroups. orang yang gembargembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) Itu kembali kepada personal masing-masing orang. Dan dorong orang-orang terdekat Anda untuk Ngeblog dan mau bercerita seputar aktivitas keseharian mereka dalam melestarikan lingkungan hidup via blog karena membantu penyebaran informasi lingkungan itu merupakan bagian dari salah satu upaya untuk mengurangi dampak perubahan iklim. membuat event bersama). dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk menyelamatkan lingkungan? Manfaatkanlah internet untuk berbagai informasi apa saja tentang lingkungan mulai dari tips sederhana bagaimana berperilaku ramah lingkungan hingga bagaimana publik agar bisa memperjuangkan haknya terhadap lingkungan hidup yang baik. com. greenpress@yahoogroups. Jadi tentu aktivitas online tidak terlepas dari aktivitas offline yang dilakoni seorang blogger karena kebanyakan tulisan atau cerita yang dimuat di blog dan situs sosial lainnya itu diinspirasi dari aktivitas keseharian seorang blogger yang kemudian disharing ke public via blog. voting dalam petisi online. mediacare@yahoogroups. Selain memiliki sebuah blog dengan isu lingkungan. 9. gerakan tolak pembangunan PLTN di Indonesia dan terakhir ikut mendukung surat petisi gerakan penyelamatan hutan Indonesia yang digalang Greenpeace Asia Tenggara yang ditujukan pada Presiden SBY. Kegiatan lainnya adalah menyelenggarakan berbagai kegiatan lingkungan seperti pelatihan jurnalis lingkungan. Apakah menurut Anda kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A 6. kebanyakan teman-teman blogger yang selama in i sharing informasi via blog itu diinspirasi dari aktivitas keseharian mereka apakah itu sifatnya personal maupun dinamika komunitas mereka beraktivitas. ajisaja@yahoogroups. saya udah bergabung dan juga mengelola komunitas mailinglist lingkungan dan jurnalis seperti walhinews@yahooogroups. 8.com. Menurut Anda. Namun kalau menurut pengamatan saya. membuat event bersama dengan 3 . berlangganan milis bertema lingkungan. gabung dalam komunitas volunteer via internet/milis) Tolong ceritakan.

atau menyebarkan informasi lingkungan?) Cara efektif adalah bagaimana kita memanfaatkan blog dan situs jaringan sosial lainnya untuk berbagai informasi lingkungan mulai tips ramah lingkungan hingga gerakan advokasi lingkungan. radio. Content informasi baiknya menampilk an bahasa yang dimengerti publik serta memadukan antara naskah. Kenapa Anda masih mengkonsumsi media -media tersebut? Apakah internet tidak cukup? Atau mungkin hanya karena kebiasaan? Karena udah kebiasaan. Ya. 11. 4 . film. film dan buku. 10. kami juga banyak dikirimi buku dan majalah dari beberapa organisasi lingkungan dan penerbitan lainnya.com) dan kami juga berapa kali menjadi narasumber di sejumlah Radio seperti Green Radio Jakarta dan Radio Swara Alam Kendari. (detailnya silakan akses di www. foto (gambar) dan film dokumenter lingkungan seperti yang selama ini dilakukan oleh sejumlah organisasi lingkungan seperti Greenpeace yang sudah teruji efektif melakukan kampanye lingkungan di berbagai belahan bumi. buku)? Tolong ceritakan.worldpress. televisi. Menurut Anda. Apakah anda sudah cukup puas dengan apa yang anda dapatkan dari internet/ sudahkah cukup apa yang disediakan internet untuk mendukung kebutuhan serta aktivitas anda? Terutama terkait dengan aktivitas untuk lingkungan.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A organisasi pencinta lingkungan lainnya dalam berbagai moment hari-hari besar lingkungan serta terlibat dalam berbagai kolaborasi gerakan advokasi lingkungan. Apakah anda masih mengkonsumsi media konvensional/ media massa (koran. Ya. bagaimana cara terbaik memanfaatkan internet untuk menyelamatkan lingkungan? (dengan berkampanye. 12. Saat ini kami tengah membangun situs beritalingkungan. memperkuat gerakan lingkungan. Greenpress juga memiliki Radio Komunitas yang saat ini dikelola teman-2 GP di Kendari (Radio Green News). Selain membeli sendiri. selama ini juga saya juga mengkonsumsi media konvesional seperti koran. televisi. lagian kan tidak selamanya kita mengakses internet karena mata kita juga memiliki keterbatasan dalam berhadapan monitor laptop atau pc. radio.greenpressnetwork. 13.

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

[Artikel-artikel] http://csoforum.net/Artikel/Hanya-Karena-Nama-Green-Press-Tak-Dapat-Akreditasi.html 2007, Des 7 Hanya Karena Nama, Green Press Tak Dapat Akreditasi By Hendro Prasetyo, on 04-12-2007 16:15 Nusa Dua, CSOForum-Di era keterbukaan sekarang pers masih saja dihalang-halangi pemberitaannya. Pelakunya tak tanggung-tanggung, panitia United Nations Framework Climate Change Convention (UNFCCC). Contoh paling anyar yaitu ditolaknya akses Green Press meliput acara UNFCCC di Bali. “Green”, nama yang selalu diasosiasikan dengan Greenpeace, membuat Green Press tak memperoleh akses masuk ke sidang COP 13 Bali. Tak ayal, hal ini mengecewakan beberapa jurnalis Green Press. Padahal, sebagai pengusung demokrasi, PBB secara sepihak telah menolak akses Green Press dengan alasan tidak jelas. Inilah yang membuat jurnalis Green Press tak habis pikir. Sebuah lembaga ternama dunia ternyata melakukan hal tidak demokratis itu. Marwan Azis, jurnalis Green Press menuturkan bahwa sedari awal mereka telah melakukan registrasi via email kepada panitia. Hasilnya, mereka dijanjikan akan diberikan kartu identitas. Mereka diberitahu untuk mengambil kartunya di Nusa Dua Bali. Namun, apa lacur? Kartu yang dijanjikan belum dibuat. Malahan mereka seperti diinterogasi dengan dicecar pertanyaan yang sama; Apakah ada hubungan dengan Greenpeace? Tanpa tedeng aling-aling, panitia justru meminta contoh tulisan. Alhasil, mereka ditolak aksesnya sebab tulisannya dianggap provokatif. “Padahal, di syarat pendaftaran tidak ada pengecekan tulisan”, keluh Marwan. Lebih aneh lagi, ketika beberapa media yang berurusan dengan soal interior tiba-tiba diterima akreditasinya. Ini adalah secuil indikasi sterilisasi area UNFCCC dari panitia yang kebablasan. Baik kendaraan, orang hingga media dihalang-halangi kehadirannya. Apakah ini menjadi tanda UNFCCC steril dari beragam pandangan? Hingga akhirnya hanya mementingkan pandangan pemilik modal dan birokrat korup. Sumber: situs www.csoforum.net

………..

5

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

http://www.vhrmedia.com/vhr-news/berita,Etika-Media -ala-UNFCCC-1078.html "Etika Media" ala UNFCCC 7 Desember 2007 - 14:21 WIB Yerry Nikholas Borang VHRmedia.com, Chicago - Tindakan sekretariat media Perserikatan Bangsa-Bangsa membagikan daftar jurnalis terakreditasi kepada pihak lain dinilai tidak etis dan hanya untuk memperoleh liputan media yang diinginkan. Tindakan itu dikecam sejumlah kalangan karena dinilai tidak beretika. Sebab, email para jurnalis tersebut segera dibanjiri rilis dari berbagai lembaga. "Ini hari yang menyedihkan bagi PBB. Mereka sengaja menghindari pendapat yang berbeda dan memakai sejumlah taktik untuk memperoleh tujuan," kata James M Taylor, staf kebijakan lingkungan pada The Heartland Institute di Amerika Serikat sebagaimana dikutip heartland.org Kamis (6/12) . Sebelumnya para jurnalis yang ingin meliput Konferensi Perubahan Iklim PBB di Bali diharuskan mendapatkan akreditasi dengan mendaftar di sekretariat media PBB di Bonn, Jerman. Masalah akreditasi ini banyak diprotes sejumlah media. Para jurnalis yang bergabung dalam Green Press menyatakan PBB secara sepihak telah menolak akses mereka dengan alasan tidak jelas. Marwan Azis, jurnalis Green Press, mengatakan sedari awal mereka telah melakukan registrasi via email kepada panitia. Hasilnya, mereka dijanjikan akan diberi kartu identitas yang bisa diambil di Nusa Dua, Bali. Ternyata kartu itu urung dibuat. Mereka malah diinterogasi dengan dicecar pertanyaan mengenai hal-hal yang tidak relevan dan dituduh sering menulis hal yang provokatif. Gugatan juga ditujukan terhadap Panel Antar-Pemerintah mengenai Perubahan Iklim yang digagas PBB (UN Intergovernmental Panel on Climate Change, IPCC). Professor David Henderson dalam tulisannya di Wall Street Journal Kamis (11/10) mempertanyakan keterbukaan dan proses politik dalam forum itu. IPCC yang didirikan tahun 1988 berisikan pejabat pemerintahan dan sejumlah ilmuwan. Sepanjang berdirinya IPCC telah menghasilkan laporan penilaian penting yang dijadikan dasar bagi pengambilan kebijakan mengenai lingkungan hidup negara-negara di dunia. Laporan ini menjangkau isu-isu ekonomi, sains, dan aspek teknis. Laporan terakhir AR4 sebanyak 3.000 halaman dan berisi penelitian 2.000 ilmuwan di seluruh dunia akan selesai akhir Desember ini. Menurut Henderson, dosen Westminster Business School London, keikutsertaan ilmuwan di IPCC membuat forum ini memperoleh kepercayaan besar. Dalam kenyataannya kelompok ilmuwan hanyalah partisipan terpisah dari pusat pengambilan keputusan di dalam IPCC. (E5)

6

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

Pekerjaan Baru di Malam Pergantian Tahun 2008 2:20 AM / Posted by Marwan /

Ketgam: Buku SLHI dipamerkan oleh Presiden SBY saat peringatan hari lingkungan hidup di Istana Negara 5 Juni 2007, foto: DOK KLH

Sehari sebelum pergantian malam tahun baru 2007 ke 2008 (30/12/07), saya sempat diajak ama teman-teman Environment Parliament Watch (EPW) Jakarta untuk main ke Bandung untuk refresing karena selama ini kami terlalu banyak disibutkan oleh berbagai kegiatan di organisasi dan kantor yang membuat pening kepala, jadi ada baiknya main ke daerah Bandung yang terkenal dengan sebutan Paris Van Java serta ke daerah Lembang yang terkenal sebagai daerah agrowisata di Jawa Barat.

Kami sudah sepakat berangkat setelah magrib menunggu saya pulang dari kantor LP3ES. Saat tengah menyiapkan diri dengan berbagai perlengkapan yang akan saya bawa ke Bandung.Tiba -tiba HP saya berdering ternyata dari IGG Maha Adi, kawan saya seaktifitas di Green Press Jakarta yang saat ini bekerja sebagai jurnalis di Majalah Tempo. ”Wan saya minta bantuan nie, karena hanya kamu yang bisa bantu saya,”kata Adi. ”Bantuain apa Bang,”tanya saya. ”Gini Wan saya diminta oleh Henri Bastaman (Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup) ngerjain buku Bunga Rampai pertemuan Konferensi Perubahan Iklim (UNFCCC) Bali. Saya udah rekomendasikan namamu sebagai tim yang akan ngerjain buku itu,”kata Adi. ”Gimana ya Bang, sekarang saya lagi siap-siap nie menuju Bandung,”kata saya. ”Tunda aja dulu Wan, bantuin saya, sekarang saya masih di Bali, gila nie saya diminta menyelesaikan buku itu tanggal 2 Januari 2008.”Jadi tolong bantuin. Sekarang saya masih di Bali, besok tolong kamu wawancarai ibu Nelly ya.”pinta Adi. Akhirnya saya ngambil keputusan tidak ikut Bandung, demi membantuin Adi. Malam itu saya diarahkan Adi agar besok mewancarai Ibu Nelly, (Ketua Tim Delegasi RI dalam UNFCCC) seputar kronologis mulai dari penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggarakan konferensi 7

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

perubahan iklim, proses atau dinamika sidang Konferensi Perubahan Iklim di Bali hingga hasil yang dicapai. Alasan saya tidak ikut ke Bandung selain karena alasan bantuin Adi ngerjain buku, malam itu juga kondisi badanku lagi kurang sehat (masuk angin). Syukur teman-teman EPW (Dudy, Ardi, Rudi dan Yusro) memaklumi keputusan saya untuk tidak ikut ke Bandung.”Nggak pa pa bang,”kata Dudy saat saya bilang nggak bisa ikut ke Bandung. Ini merupakan kesempatan kedua kalinya saya dilibatkan dalam pengerjaan buku lingkungan hidup yang terbitkan Kementeri Lingkungan Hidup (KLH), sebelumnya saya juga sebagai tim editor Buku SLHI (Status Lingkungan Hidup Indonesia) 2006 yang terbitkan pada pertengahan 2007. Malam itu saya langsung kontak staf Ibu Nelly namaya Mbak Upik untuk dibuatkan jadwal ketemuan dengan ibu Nelly, Setelah itu, saya berupaya kontak Ibu Nelly, akhirnya ibu Nelly bersedia meyediakan waktunya besok hari jam 9.00 WIB untuk di wawancarai. Esok harinya saya langsung meluncur ke rumah ibu Nelly di Daerah Bintaro Sektor 3 Jakarta Selatan. Alhmadullillah sebagian informasi seputar UNFCCC saya bisa peroleh dari penjelasan ibu Nelly. Usai wawancarai ibu Nelly saya langsung menuju hotel Mahakam di Blok M untuk ketemu pak Henri Bastaman guna membahas pembuatan buku itu. Dari penjelasan pak Henri ternyata KLH merancang empat buku yang akan terbitkan terkait dengan Kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) yang diselenggarakan pada tanggal 3-15 Desember 2007 lalu. Buku itu akan dibagi empat judul yaitu 1) Report kronologis berdasarkan kegiatan berlangsung baik sisi penyelenggaraan maupun subtansi isi, 2) Rekaman dari para pelaku (Presiden COP 13, Presiden RI, Sekretaris UNFCCC, DELRI (Dele gasi RI)), 3) Buku Bunga Rampai Konferensi Perubahan Iklim yang akan berisi macam catatan kejadian dala m konferensi Perubahan Iklim di Bali seperti Emil Salim diteriaki Komprador saat berkunjung ke Kampung CSO (NGO), Yvo De Boer tiba-tiba menangis di arena konferensi dan lain-lain, dan terakhir (4) Buku yang bercerita tentang hasil kesepakatan yang tercapai di UNFCCC Bali terhadap negara berkembang dan negara maju. Bagi kami ini adalah pekerjaan besar, yang membutuhkan tenaga, pikiran dan waktu. Nah buku yang pertama yaitu Buku Report UNFCCC itu menurut pak Hendi, dealine harus selesai tanggal 2 Februari, karena pak Menteri Lingkungan Hidup (Rachmat Witoelar) akan menghadap Presiden SBY. Akhirnya kami harus kerja ekstra agar bisa selesai sesuai dengan dealine yang diberikan ke kami. Bagi saya dan Adi ini pekerjaan gila. Tapi karena kami udah komitemen membantu, meskipun kami harus mengobarkan waktu malam tahun baru kami demi mengerjakan buku tersebut. Karena kan kita harus memulai tahun baru dengan penuh semangat baru agar apa yang kita cita-citakan di tahun baru 2008 ini bisa tercapai. (Marwan)

8

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE-

: Melinda Rachman : 21 April 2009, pukul 10.13-12.09 WIB : online, via Yahoo Messenger :1

dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

helo challida ya yup..silakan panggil aku rani challida tuh nama depanku resmi banget :P oh rani, oke2 hehe, kenapaaaa rani, kenalan dulu ya mel.. namaku rani, aku lagi ngerjain tesis nih..ambil tema tentang penggunaan internet untuk aktivisme lingkungan aku tinggal di jogja, kuliah di UGM yaaa, aku melinda, 16tahun, mau nanya apa? jangan susah susah yaaaa hehehe :p ga lah..ngobrol aja.. kamu masih sekolah mel? Iyaps, 2 SMA ceritain dong tentang Go Green.. kapan mulainya, gimana awalnya oke, awalnya waktu aku SMP udah punya blog, Lala (yang satu lagi) juga udah aktif ngeblog, terus suatu hari aku nemu artikel tentang penggundulan hutan kalimantan di majalah Gadis, aku tulis lagi di blog aku, syukur banget tulisan aku itu banyak yang berkomentar, Lala liat, dan tiba tiba dia ngajakin aku bikin blog khusus membahas global warming itu, khusus di Indonesia trus? akhirnya bikin deh, tebentuk 2 februari 2008 awalnya iseng iseng aja, sekedar tulisan, pokoknya semua sumber, koran majalah, buku pelajaran, pemikiran sendiri, di tuangkan semua ke blog itu ga nyangka banyak banget yang dukung, nah dari situ kita lebih serius lagi, sampai sekarang 1

dikeroyok:

ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok:

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

tapi intinya kita mendukung lewat tulisan aja kok cocok buat yang bikin skripsi dll soalnya kalau kita terjun langsung suka ga pas waktunya, akunya masih sekolah, lala harus kuliah, gitu.. hehe udah kayak pidato ya haha hubunganmu ama lala apa? Temen? temen aku, temennya dia juga, dikenalin deh, iya temen waktu awal ngeblog pas SMP, itu kamu umur berapa? waktu itu ngeblognya soal apa aja? aku umur... 14 tahun.. 3 SMP blog aku ya bersifat pribadi aja, kadang ngomongin diri sendiri, kadang ngomongin kejadian2 di berita, Lala juga sama.. yang bikin tertarik nulis tentang isu lingkungan apa? apa karena ada pengalaman pribadi mungkin hmm pertamanya emang prihatin, banyak yang kontra malah, ada yang bilang 'ngapain sok sok ngurusin lingkungan, lulus aja be lum becus' tapi sete lah kesananya, emang ngerasain juga misalnya satu hari panaaaaas banget, menit berikutnya hujan cerita dong pertama kali kenal ma internet tuh gimana? apa emang di rumah ada akses? di rumah emang disediain, ya gimana sih kalau anak2 kan main friendster, facebook hahahaha, tapi kan yah bosen juga, lebih asik ngeblog, istilahnya bisa mencurahkan gitulaaah, hehe..emang ya.. jadi, pertama kenal internet umur berapa tuh? SD? wah kalah dong aku :P SD udah kenal tapi kan sebatas nyari tugas dan itupun dibantu.. internetnya dipasang waktu SMP itu.. belajar sendiri apa diajarin tuh awalnya? akses internetnya? ya make internet..

ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d:

2

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

dikeroyo k: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok:

diajari, waktu SMP juga udah belajar soal internet gitu.. awalnya google, kan dari google bisa akses apa aja, trus yaaaa belajar belajar sendiri, gitu hehe kalo pertama kali kenal blog tau dari mana? internet juga? iyaps, ada temen punya blog, aku baca, seru juga, bikin deh, aku utak atik sendiri hehe mel sekarang kelas baru sih? lagi libur ujian kah? kelas 2, iya kelas 3 kan lagi UAN.. ada lagi raniiii? masih banyak sebenernya..tapi gapapa kok kalo disambung lain kali.. :) masih ada sekitar 20 pertanyaan lagi.. :P oh ga apa2 kok maaf ya.. sekarang juga boleh heheh oke deeh terserah rani kapan oke deh..nyante..aja. Kalo kamu mo off bilang aja ya.. ok..next.. dalam sehari, rata-rata kamu make internet berapa jam? ga nentu sebenernya, rata rata 3 jam sekali pake, kadang juga ga pake sama sekali soalnya jaga mata, sama dimarahin juga sama orang tua haha :p 3 jam udah termasuk semuanya, main, download, share sana sini hehe wah.. berarti selama ini kalo akses emang di rumah ya.. hehe.. maklum banget kita mahasiswa kere sih pada ngenet ya di warnet wah kirain mahasiswa sering banget soalnya kan tugasnya banyak banget yaaa hehe iya akses di rumah, walopun kata orang bebas, tapi menurutku enggak soalnya di tegur teruussssssss :)) biasanya jam berapa aja tuh akses? ada kebiasaan ga? biasanya malam, selain siangnya sekolah+les, malem juga biasanya tementemenku pada online jadi ya sekalian daaaaah haha :D kebiasaan.. hmm. kecanduan yang ada 3

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

weh..tapi pernah ga ngerasain kecanduan? pernaaaah pastinya haha tapi ya kalo emang lagi males, kan pasti mikir 'ah ngapain juga bisa besok besok' yaa bisa ditunda lah, baca novel hehehehk selain nge-net, kamu nonton tv atau baca koran, majalah gitu ga? cerita dong.. nonton tv jarraaaanggg, kecuali kalo ada kartun, kadang-kadang pagi liat berita reportase pagi hahahah :p, majalah ga terlalu, kalo koran ga suka sih sebenernya tapi disuruh ibu baca, dipaksa katanya penting, yaah kadangkadang deh baca korannya hehe.. sammaa..cuma aku agak lumayan kalo nonton berita, tinggal nonton soalnya yoa haha so..balik ke soal blog..biasanya kamu ma lala bagi tugas atau punya kerjaan masingmasing sih? gimana cara kalian "ngelola" blog n cause kalian di FB? yang kelola biasanya Lala, mulai dari tampilan dll, cause juga Lala yang bikin, aku sih biasanya publikasiinnya, bisa ke teman-teman, ke guru, ke mana aja, kalau cause di facebook paling aku invite orang orang aja, dan mereka-mereka juga meng-invite teman-teman mereka, jadi makin rame deh.. trus misalnya kalau ada email dari instans i manapun, siapa yang dapet, ditanyain dulu, diskusiin dulu, baru dijawab emailnya.. sebenernya banyak yang mengundang, tapi beribu maaf waktunya benar benar ga pas, lagipula kita kan baru mengkhususkan lewat tulisan aja,.. kalau untuk tulisan, tetap kalian berdua kan? apa gantian gitu? janjian ga sih kalo mo bikin postingan? nggak, nggak sama sekali, kalau mau nulis ya tinggal nulis aja, iya cuma kita bedua yang nulis, oiya, biasa suka ada yang menyumbangkan aspirasinya lewat email, trus kita tulis kembali ke blog, tetep sumbernya ditulis dari siapa, dimana. oohh... ok.. yang bikin kalian masih bertahan apa? ada motivasi tertentu ga? rani? hoi.. putus kah? raniii udah bisaaa, lanjutt hehe woke..ya itu..tadi aku nanya.. yang bikin kalian masih bertahan apa? ada motivasi tertentu ga? error lg? 4

ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d:

atau pemikiran orang lain..03-11. ide atau bahannya dapat dari mana aja? ada koran. kita nulis kalo ada bahan aja. kalo ada isu hangat juga ditulis hehe paling sering nulis berapa kali dalam sebulan? mungkin rata-rata 2 kali ran.28 WIB : online. pernah juga dari berita. kalo nyiapin tulisan buat go green. pernah "libur" lama gitu ga? :P pernaaaah haha pas ujian sekolah..gapapa :) lanjut heheheh ok... 2 tulisan perbulan. direncanain ga sih tiap minggu/bulan mo nulis apa? apa tergantung isu yang hangat aja? nggak kok. si lalanya juga ujian sama sama ujian jadi sempet ga keurus blognya hehe kan pasti suka aja ada halangannya jadi yaaa gitu deeh ehehehhe huehehe... gitu.refresh lagi ya.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Melinda Rachman : 23 April 2009. pukul 09. majalah. pemikiran sendiri.. :P dicariin orang-orang ga di blog? 1 .. via Yahoo Messenger :2 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: raniiiii maaf ya lamaaa tadi update apaan dulu ga jelas nih haii.

selain nge-blog.. rame -rama. gitu. aku buang sendiri deh sampah mereka seringnya sih begitu heheha trus juga kalo pake ac. kayak nanam pohon. sip sip. ada yg ngasih saran blabla. iyaa makanya kan hehe ibu aku juga suka ngelarang naik motor. atau dimana aja..emang yang kecil-kecil tuh ngaruh kok kalo dah jadi kebiasaan. darimanaaaaaa huhuhu. bisa di sekolah sekolahan.. mesti ada pendampingnya. pake timer. tapi palingan ada satu dua orang yang nanya. jadi ya belum kesampean sih mungkin hal kecil dulu ya.. suka ga nemu waktu yang sama sama pas. trus aku sindir. kalo lewat internet. yang kebayang tuh pengen event apa? tapi kan balik lagi ke kitanya. apa lagi tuh yang kamu lakuin buat ndukung bumi kita? kebanyakan nih yaaaa ingetin temen-temen di sekolah buang sampah di tempatnya. sama mood sih :p heehehhe ada kepengenan lebih ga selain ngeblog kalian mo ngapain? bikin event atau apaaa mungkin? naaaaah kalo event mau sih kita tapi modalnya itu. oke tuh. tapi belum kesampean hehe. 'mana lagi updatean nya?' gitu aja sih ekekek. banyak juga yang ngasih usulan kalo bikin event blabla. kalo menurut dia hemat uang... menurut aku juga ya bisa hemat polusi juga sih hehe kalo yang lewat internet? kan kamu bikin Cause tuh di FB.. tergantung ada bahan. hahaha abisnya pada buang sembarangan. trus kewajiban juga ga bisa ditinggal gitu aja kan.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: nggak sih. jadi jam 4 pagi ac nya udah mati. lebih baik naik transport umum.. tp yang jelas kita update juga kadang ga nentu.selain itu? 2 ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: .

. di dalamnya juga ada illegal logging. semua tentang itu... global warming itu..iya nih. kita juga ga maksain kalo harus seperti mereka. bisa mempengaruhi kamu gabung ga di lembaga lingkungan kayak Walhi. dan insya Allah kita datang kesana. jadi rame causenya. ngikutin apa aja? maksutnya gimana? 3 . informasi negara negara lain. WWF atau Greenpeace? atau setidaknya ngikutin milis atau blog mereka? ngikutin sih nggak.. dll aku rasa global warming induk dari semuanya.seru tuh. kan awal mulanya ketidaksengajaan gabung sih iya pasti. tapi sampai sekarang belum ada. iyaa rani ke jakarta dongg sama sama kita heheheh hehe. alhamdulillah :) ada yang ngasih masukan juga di sana misalnya? seperti tips -tips. wuih. dll kalo adanya ilegal logging kan bumi ga punya oksigen lagi. 30 mei nanti kita mau ke pantai Ancol.. kalo milis bertema lingkungan.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyo k: hmmm kayaknya cuma cause di facebook. oiya.maunya. kita ikut. bisa ada disitu.mungkin setelah tesis nih kelar :P trus. mungkin kalao Walhi misalnya ada event tertentu. dimana sampahnya banyak banget. emang sengaja kah ambil tema global warming? padahal kan ada juga isu lain misal tentang illegal logging. trus informasi lain yang ga kita dapet. dan banyakan Lala yang mengatur semuanya. masukan gimana kalau adain event. facebook kan lumayan ya sekarang yang pake. belum diklarifikasi lebih lanjut. event dari menteri lingkungan. kayak efek rumah kaca juga. baru undangan lewat email. nah bisa terjadi pemanasan. soalnya kan bahasa kasarnya kita masih cetek lah.

hmm kayaknya munafik juga sih ya. langsung miris aja.. sekalinya liat penebangan hutan liar. sampai disebut khatulistiwa kan. 4 dikeroyok: dikeroyo k: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: . kita bisa tau sendiri dari internet (gatau kenapa bisa gitu haha) ataaaauuuu kadang mereka (Walhi misalnya) yang kirim kita email jadi kita bisa tau kegiatan terbaru mereka.. btw. cocok tanam apa aja tapi malah peringkat 3 besar penyumbang polusi hahaha kan malu aku sih percaya. kalo aku.. kita kan ga 'sebersih' yang orang kira maksutnya pasti adalah beberapa hal yg bikin kita ''aaaaah maleeeess' hehe hehe :P kalo aku pribadi sih ya. ya ga tau juga ya sejak kapan.... langsung ada tiba-tiba. kesadaran tuh emang mulainya dari yang kecil aku ngerasainnya gitu rani. apalagi Indonesia kan terkenal sama hijau nya. lupa juga.nah. akakakakaa kalo dibilang kesadaran. apa adanya. iklimnya juga bagus. kayaknya sejak SMP ... biasanya kan mereka punya milis atau situs. biasanya mereka kalau punya event baru atau apa.. masih belajar juga tuh dari lembaga-lembaga besar itu.. sejak kapan sih peduli ma isu lingkungan? Padahal kan kamu ma Lala ga ada yang bayar buatt kerjain ini itu :P Cerita dong. dll..Apa kamu tahu info kegiatan mereka karena ngikut milis mereka apa gimana? oooh kita ga ngikutin banget-banget ya. sedih gitu rasanya iya. oke oke. iya walaupun ga ada yg percaya 'ah paling omong doang' tapi aku gregetaaaaan! hahahaha iya lah :) pokoknya kalo ditanya sejak kapan.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: tadi kan kamu bilang..

... walo kecil kayak nota belanja. yegaaak hehehehe bener banget..nih sana. berjuang supaya orang ikut kita susah banget kan hehe yang penting kitanya sendiri aja dulu. tiap kertas diambilin.. :D hebat jugaaaa yah. ada yang love on first sight. trus ntar diloakin. yoyoooi haheahe aa tapi ada juga yang "cinta tumbuh seiring waktu" ciee..kalo kesadaran tuh kayak feeling berarti kan macem-macem cara datengnya. susah bikin orang lain untuk ngertiin..kayak kita kali ya..nah penadah nyalurin ke pabrik kertas daur ulang... hehe.. iyaaaa bener banget rann...kayak jatuh cinta.. ya itu kamu bilang..balik lagi ya. bener2 deh sebeeel banget liatnya orang ga mikirin lingkungan sekitar sedikiiittt aja. hmm iya2 bisa wuiih lama juga ya tiap ada kertas malah ibuku bilang..miris tapi ya kesadaran itu buatku kayak feeling... duluu banget ibuku suka heran kenapa aku tuh sukanya "mulung"..itu dia. ga dibuang. Apa kesulitan yang dialami selama melihara Go Green? 5 .kumpulin.......trus kayak ada yang "nendang" di dada.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: baca artikel gitu soal kerusakan bumi. setelah 3-4 tahun akhirnya ibuku ngikutin.. minimal buang sampah deh itu huhu oke-oke. jangan sampai kita nyuruh-nyuruh tapi kitanya malah nggak. ma tukang loak dibawa a ke penadah... hahaha trus? padahal kan emang kukumpulin j di satu. maunya mulai dulu dari rumah kita sendiri..

kalo ada yang ngatain tuh emang ngataian kayak gimana? spesifiknya sih ngatain ke diri kita misalnya yang kayak kemarin itu yang aku bilang pernah ada orang yang bilang 'sekolah aja belum tentu lulus sok sok mikirin bumi. kalau bener-bener lagi buntu suka bingung 'nulis apalagi iniiiiiiiiii' gitu hehe hehe. yang ngatain. paling hambatannya ya kalau ada yang kontra. eh iya ran..ngertii bgt. tapi buat S-2 oh s2. tesis itu sama kaya skripsi ga sih? iya. aku langsung paaaaannnaaaassssss ggrrrr haha tapi aku tahan aja dulu hehe. kirain s3 mah tesis haha s3 di indonesia disebutnya disertasi.gitu? hmm tadi kan kamu nanya pengalaman yang nyenengin ya.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: kesulitan sih alhamdulillah ga banyak.. pikirin dulu tuh pelajaran blablaba' bawel banget deh hahaha. aku kiranya pengalaman selama nulis itu ran hehehe kalo pengalaman nyenengin dari orang aku pribadi.rese banget tuh pelan tapi nancep hehe kalo pengalaman yang nyenengin atau menarik ada ga? hmmm biasa aja ran kayaknya malah ga ada kayaknya hehehe semuanya enjoy kok :D yang biasa tuh misalnya apa? dapet tanggepan dari orang..secara lagi nulis tesis. oiya sama bahan mungkin yaa. dukungan dari orang tua yang bikin aku seneng banget 6 ... orangtua dukung.. tapi di luar negeri ya tetep thesis btw..

tapi setelah aku jelasin trus pas ayah ku juga udah liat blognya. hehe kan aku suka denger musik juga. jadi ga perlu ngumpet-ngumpet lagi tuh haha wah... ada semua. beda ga menurutmu. tapi kalo ortu udah setuju rasanya bener-bener deh hehe ohya..lagi. menurutmu. download lagu-lagu. trus berhubungan ke teman juga lebih cepat menurutku.sip. lewat chat karena temen-temenku sendiri banyaaak yang suka online informasi yang ak u mau.mereka pasti bangga ma kamu :) amin hehehehehe oke. cepat.. mereka tadinya ga tau. chat via internet sama ngobrol langsung ma orangnya? beda mungkin lebih asik ngomong secara langsung lebih cair aja suasana kan hehe udah gitu kalo chat kan capeeeeeek tangan heheheheh :)) sori ya. artikelnya kan harus selesai jadi ya suka ga enak aja..LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: ranm_d: dike royok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: orang lain juga adaaaa yang dukung.. dia setuju-setuju aja. apa keunggulan menggunakan internet dibandingkan lewat telepon. mereka suka ngira aku maiiin mulu kerjaannya haha suka ditegur tapi kan gimana..bikin tangan kamu capek :P hahahah nggak kok 7 .gimana tuh critanya? emang tadinya ga dukung gitu? nggak sih. jadi biasa kalau aku nulis artikel di internet. tatap muka ataupun lewat media lain? banyak banget keunggulannya informasi apa aja bisa dapat.. sebagai alat berkomunikasi. makasih banyak.

..soalnya sering baca ambil tiduran :P wtesah silinder kan parah ya katanya ya.. dan ga sehat juga kali ya..begicu. atau kadang juga mikir. ngapain juga ya selain main facebook hahahaha.. aku minus 1. ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: 8 . ya ga main internet... pandangan.tapi silindris juga.kebanyakan depan monitor iya apalagi buat mata kan aku pake kacamata juga udah minus 3 aaaaaaaaaaa waaa.. kalo dah terlalu sering ya pantes bosen. oke. lagi pengen di kamar.mel...LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: eh eh.. ya wajar lah. ngenet itu kan kayak aktivitas kita lainnya.untungnya juga cuma 1.... ato kalo lagi pengen baca novel. oh 3? kirain masih 20 hehehehe :p okeeee Kamu ngerasain ada perubahan ga setelah punya dan melihara go green? perubahan dalam sikap.tinggal 3 pertanyaan besar lagi.25.apa sih arti penting internet buat kamu? sanggup ga hidup tanpanya? halah :D hahahahah kalo aku freak of internet ya mungkin bener tapi kan ya kadang suka malesssss malesss apa tuh? internet sih gimana ya..? mungkin ada tapi ga aku sadari yup.... atau mungkin kebiasaan. penting ga penting kalo lagi ada tugas baru penting haha malesnya kalo lagi apa atau kenapa? kadang buat nyalain laptop aja udah malessss banget. katanya kalo mo jadi arsitek sebaiknya jangan silindris nyusahin kalo mo nggambar ooooh gitu.. oooo.

..tes. bisa sebagai alat komunikasi.. tapi Lala pernah ikut semacam demo gitu.. temen kalo lagi bosen :P pernah ikut petisi online? semacam apa tuh? lomba kah? ga. tapi Lala pernah ikut aduh aku lupa namanya semacam dukungan untuk indo.petisi tuh kan surat yang ditandatangani banyak orang bareng-bareng biasanya untuk menyatakan dukungan atau penolakan ngelawan sesuatu oh belum-belum eh bentar.. bareng dengan Friends of the Earth aku agak lupa ran hehe petisi kayaknya belum pernah. halah hehe oke. ya? tadi sempet eror ran huhuhu iya. :) menurutmu. kayaknya belum. Greenpeace.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: sikap ada pasti kan. ya sikap aku yang bekerja gitu hehe semuanya berkesinambungan.. internet bisa dipake buat apa lagi sih untuk bantu nyelamatin bumi ini? hhmm apa yaaa. internet bisa dipake buat apa lagi sih untuk bantu nyelamatin bumi ini? tes. yang biasanya bikin petisi online tuh WWF. alat main hehe. sama akhir ini juga Walhi. 9 . dari awal bikin aja juga udah 'bersikap' kan istilahnya kalau udah ada sikap mungkin pandangan juga udah ada kalau pandangan aku miris banget ngeliat hal hal negatif kayak sekarang.disini juga agak lemot oke lanjruuttt menurutmu.. informasi terntunya.

teriak teriak global warming karena trend. ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat menurtumu? menurut aku mereka yang hidup kayak gitu..aku tunggu aja satu lagi ya? eh masih dua lagi ding..tapi jelas aku ga bisa ikut dari jogja :P dah kliatan kok fotonya okeeee eh..facebook.. bilang aku temen kamu :D aku kurang tau deh hehehe tapi nanti aku bisa kok bilang ke diaa okeeee gapapa.. cuma ikut-ikutan aja tapi ga meramaikan bagus sih sebenernya. apa-apa karena musim.nah ini aku kirim lagi aja. tapi tiap hari 10 .com/album.aku juga pernah diajakin.sori.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: demo fisik ikut teriak-teriak gitu apa demo di internet? huahaahha nggak mungkin terlihat seperti demo tapi itu semua dukungan hmm sebentar ya aku cari dulu ok Lala pernah ikut global day action dari greenpeace http://www.php?aid=45886&id=667676434 ini fotonya dari album dia. mudah-mudahan bisa dilihat oya... tapi lebih baik lagi kalo dilakukan ga cuma pas lagi tren aja.. mungkin krn ga kenal kali ya.lalla tuh sibuk ya? kok dari kapan aku minta add di fesbuk dia ga add.

gimana kepedulian lingkungan di masyarakat kita? tes..terakhir....LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dulu aku ngerasain banget banyak banget pamflet-pamflet.. masa iya dia ga bisa mempengaruhi diri sendiri. agak aneh juga.tes... tapi ga bisa dipungkiri juga. kenapa bisa gitu.. iyajuga ya. orang yang gembar-gembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) gila abis. banyak yang suka heboh comment di sana sini soal macem-macem tapi kenyataannya. menurutmu.. sip 11 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: . balik lagi ke semula Apa pandanganmu sama pendapat bahwa kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya. yup. aku belum pernah ketemu orang kaya gitu sih hehe jadi belum tau gimana-gimananya menurutku niat dia baik tapi aneh juga ya dia yang napsu tapi dia sendiri yang nggak melakukan.. walaupun dirinya sendiri belum disadari haha oke.. sunyi. maksut dan tujuan sebenernya ngapain? kalo dia bisa mempengaruhi orang.omong doang hmmmmm.setuju :D tapi orang kayak gitu boleh juga laaaah hehehehe paling tidak dia sadar. ahaha. pasti dari dasar hati (cie) udah ada niat juga karena mungkin ga sih kita bisa mendapatkan semua pengalaman tanpa kita rasakan sendiri... kalo bagi aku kalau udah memang niat nulis di dunia maya. balik lagi ke orang itu sendiri. orang-orang yang pro sama aksi ini bagus malah tapi sekarang udah hampa banget..

gimana kepedulian lingkungan di masyarakat kita? masih kurang! kalo bisa dibilang ga ada yang sadar sama sekali seenaknya buang sampah sampah menggunung dibiarin aja jadi kita udah kayak temenan ma sampah. di tingkatan masyrakat kecil malah perubahannya mulai bisa milah sampah. haha ih parah juga trus juga bis -bis yang asapnya tebal ga ada kepedulian misalnya uji emisi dulu ohya? sama sekali ga ada prubahan dong dari tahun ke tahun? kalo di lingkungan masyarakat kecil. tapi ya emang masih dikit banget sih persentasenya makanya.. mungkin berbagi sedikit harapan ya. apalagi masyarakat awam menurutku belum. terutama dalam lima tahun terakhir.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: apalagi? menurutmu. bikin kompos hmmm..sebenernya banyak kok perubahan. apalagi buat masyarakat luas well.. ga parah-parah banget :D 12 . aku bersyukur banget remaja kayak kamu peduli :) berarti masa depan bumi ini.. terutama Indonesia. tapi aku percaya pemerintah udah melakukan yang terbaik tapi kamu masih menyimpan harapan kan? atau dah desperate? .) nyaris putus asa haha beneran deeh capeeeekkkk teriak-teriak di sekolah aja dikit yang denger.

.biar ga gampang putus asa. ada ym tenang sajalaah hehe hehe. gunanya teman dan jaringan kan ya itu. :D yang paling susah dari menularkan kebaikan itu kan memelihara semangat. susaah banget aku udah ngerasain soalnya. nah iyaaa menularkannya........keep the spirit lah ya Mel.. nah.met jalan.) stay in touch ya okeee mudah-mudahan sukses good luck yaaaaaa oke ada fb. 13 ... mempengaruhinya. putus asa hahaa yup.ngingetin kalo kita dah mulai capek..dah ngeluangin waktu ngobrol ma aku ntar aku kabar-kabarin deh kalo tesisku dah kelar .LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: haha makasih yaaaaa mudah-mudahan bisa seterusnya ya raaaan iyaaa. thanks banget ya..iya :D aku juga mau off mau siap-siap pergi :D oke deh.. ada hape..take care.

Latar belakang pendidikan adalah manajemen. legal dan IT di perusahaan pakan ternak di Jakarta. latar belakang pendidikan) Pekerjaan saya sehari-hari adalah manajer administrasi. motivasi atau tujuan awal menggunakannya) Belajar internet saat kuliah karena keharusan untuk email. Apa makna atau arti penting internet untuk anda? Secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga. tugas sekolah. 3. dsb. Tolong ceritakan tentang diri Anda (pekerjaan. 1 . contoh bila melalui email. Apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan lewat telepon. 6. Diterima tanggal 21 April 2009. “berpisah” dari internet? Internet lebih banyak untuk pekerjaan. 2. ekonomi dan IT dari Purdue University di Amerika Serikat. akses dari mana saja.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 Jawaban dari Michael Dharmawan. keuangan. Bagaimana Anda sehari-hari menggunakan internet? (berapa jam sehari. Secara pribadi atau saat cuti bisa berpisah dari internet tetapi untuk pekerjaan sulit karena banyak hal yang melalui email. kegiatan sehari-hari. untuk keperluan apa saja) Menggunakan internet di kantor dan rumah. (sejak kapan. Dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah hidup atau cara kerja Anda selama ini (Sebelum? Sesudah?) Internet memudahkan dan mempercepat mendapatkan informasi dan komunikasi dengan orang lain 5. diajari/belajar sendiri. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Tentang Anda dan Internet 1. tatap muka langsung ataupun lewat media lain? Keunggulan komunikasi lewat internet adalah kecepatan respon dan legalitas bukti pembicaraan. Ceritakan bagaimana Anda mengenal internet. 4.

4. tanpa memiliki niat untuk merubah diri sendiri. 6. bagaimana tanggapan orang) Memulai blog sejak Januari 2007. Jadi banyak orang lebih mau bicara yang besar-besar tetapi tidak bisa diimplementasikan. dapat ide atau bahan tulisan dari mana. 3. Kadang ada juga saat-saat malas menulis karena saat awal memang semangat tetapi saat sudah begitu banyak orang yang membaca setiap hari maka akan ada tekanan untuk menulis. Ide dari diri sendiri. Tetapi masih jauh lebih banyak lagi yang belum mengerti. Saya hanya menulis saat ada waktu senggang. pengunjung ke blog lingkungan dan acara-acara lingkungan. a kesulitan yang dialami selama ini? Adakah pa pengalaman menarik? Kesulitannya adalah waktu saat banyak pekerjaan yang menyita waktu. Apa yang memotivasi Anda memiliki dan mempertahankan blog/ milis tersebut? Motivasi awal adalah untuk melatih menulis karena dibutuhkan dalam pekerjaan dan untuk hal ini mencari topik yang disenangi secara pribadi. (misal. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? Masyarakat kita sudah semakin terdidik mengenai lingkungan. kaya/miskin. Terlihat dari orang-orang yang semakin banyak naik sepeda. Dalam mengelola blog lingkungan anda. Bisa ceritakan “sejarah” atau alasan sehingga Anda dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? Lihat pertanyaan sebelumnya 5. tetapi hal kecil ini bila dilakukan bersama-sama dalam jumlah besar akan memiliki impact yang sangat besar. Tanggapan orang cukup baik (dapat dilihat dari komentar di bagian About di blog) 2. Apakah menurut Anda. Bahan banyak dari observasi sehari-hari dan bahan lainnya seperti buku. apakah berpendidikan/tidak. semakin berat tanggung jawabnya. 2 . mengkritik pemerintah dan perusahaan mengenai lingkungan. Tujuan blog Aku Ingin Hijau adalah memberikan ide mengenai hal-hal kecil yang dapat dilakukan siapa saja. Kenapa memilih isu lingkungan? Dipilih tema lingkungan karena begitu banyak orang yang bicara tentang lingkungan. Ceritakan tentang blog dan milis Anda. dll. Jadi dengan semakin besar pembaca blog. sejak kapan. Selain itu banyak sekali orang yang tidak peduli.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 Tentang Aktivitas Anda terkait Isu Lingkungan 1. koran dan internet.

Oleh karena itu blog Aku Ingin Hijau adalah dalam bahasa indonesia karena memang ditargetkan khusus untuk masyarakat indonesia sehingga mereka lebih mudah mencari info dan berinteraksi dengan pembaca lainnya. sehingga ide ini akan mengalir ke banyak bagian masyarakat. Menurut Anda. kampanye lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? Memang pengguna internet masih sangat rendah. Selain itu ide ini dapat diakses dari manapun sehingga tidak hanya di satu tempat. Bila efektivitas dibandingkan televisi misalnya. para pembaca dapat saling berinteraksi. maka dia sudah menularkannya ke orang lain dan orang lain itu bisa lebih permanen. maka akan lebih mudah ditulis dan disebar melalui internet daripada bicara satu -per-satu ke semua orang. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia. hal ini dapat ditularkan melalui word of mouth di rumah atau kantor. Untuk orang yang hanya nge-trend sesaat pun tidak masalah karena mudah2an saat dia lagi mencoba trend ini. maka kehidupan offline kita malah dibawa online sehingga teman-teman semakin mengetahui 3 . Apakah menurut Anda kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya. informasi itu akan selalu ada dan dapat diakses kapan saja. 9. Sehingga jauh lebih cepat penyebaran idenya. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? Gaya hidup hijau bisa menjadi trend sesaat untuk orang yang memang hanya ingin mengikuti trend. Di internet. 10. hal ini akan lebih baik karena di televisi atau radio hanya diberi ruang waktu yang terbatas sehingga hanya orang yang dapat melihat hal itu pada jam yang ditentukan bisa mengerti. Selebihnya masyarakat yang lain akan tidak mendapatkan informasi yang sama. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? Internet bisa sangat efektif karena bila kita ada suatu ide kecil yang dapat diimplementasikan sehari-hari. Tetapi tetap efektif karena dari penyebaran ini. 8. Selain itu dengan adanya perubahan iklim yang dapat kita rasakan bersama. Tetapi dengan teknologi yang ada maka kehidupan online dan offline semakin bergabung contohnya adalah dengan adanya website sosial seperti facebook. Tetapi trend ini lebih banyak ke arah kebiasaan. orang yang gembar-gembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) Bisa saja. Selain itu juga dengan blog contohnya. contohnya seseorang membaca ide di internet. orang akan semakin berfikir bahwa hal ini sangat perlu dan tidak bisa sesaat. akan bisa selamanya hijau dan malah menularkan.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 7. sehingga kalau akhirnya sudah terbiasa hijau. Dengan harga internet dan infrastruktur yang semakin baik maka penyebaran melalui internet akan semakin lama semakin baik.

4 . Membuat blog pun kita memiliki identitas kecuali identitas itu disembunyikan sehingga kehidupannya terpisah dan tidak diketahui orang lain.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 apa yang kita perbuat dan terus te rupdate.

mungkin kolaborasi juga dengan organisasi lain untuk acara yang lebih konkrit. voting dalam petisi online. Dukanya adalah kadang kurang ada inspirasi untuk menulis. bukan attachment. kalau ada waktu dan kesempatan. > Tolong ceritakan suka duka Anda selama mengelola AkuInginHijau. seminggu setelah pertanyaan dikirimkan peneliti.com>: > Dear Michael. kadang ada waktu tapi tidak ada inspirasi. apakah Anda juga > memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? > (Misalnya. Diterima tanggal 13 Mei 2009. ya. sukanya kalau bisa mendapat komentar bahwa artikel itu bermanfaat dan benar-benar dilakukan. michael 1 . -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Re: Pertanyaan Lagi Wednesday. > Bila Anda memiliki waktu dan kesempatan lebih. May 13. (kalau blog aku ingin hijau belum :) ). dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk > menyebarkan informasi/ menyelamatkan lingkungan? 2. membuat event > bersama) 4. kurang ada waktu. apa yang paling ingin Anda > kembangkan dari AkuInginHijau? (Misalnya. tampil di media massa. artikel juga suka diambil tanpa menulis narasumber hingga akhirnya diforward email ke mana-mana. 2009 6:52 AM From: "Michael Dharmawan" <mdharmawan@akuinginhijau. agak pendek2 karena memang pertanyaannya sudah semakin sulit nih. donasi lewat e-banking.org> To: "challida hikmarani" ranm_d@yahoo. ini daftar pertanyaan lanjutan: > Selain memiliki sebuah blog dengan isu lingkungan. nyampenya ke saya lagi. tidak hanya virtual saja. kira2 begitu jawabannya. berkolaborasi dengan salah satu > gerakan atau organisasi lingkungan. gabung dalam komunitas volunteer via > internet/milis) Tolong ceritakan! 1.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #2 Jawaban dari Michael Dharmawan Dikirim via body e-mail.com 2009/5/7 challida hikmarani <ranm_d@yahoo. :) tx. maunya sih membangun komunitas di poin 2. berlangganan > milis bertema lingkungan. untuk milis greenlifestyle > Menurut Anda. 3. internet dapat digunakan untuk membangun komunitas yang pada akhirnya dapat melakukan sesuatu yang konkrit bersama-sama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful