PENGGUNAAN INTERNET OLEH AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA

TESIS Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-2 Program Studi Ilmu Politik Minat Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

diajukan oleh: Challida Noor Septina Hikmarani 07/259545/PSP/3056 kepada

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2009

MY GRATITUDES

Subhanallah, Alhamdulillah, segala puja dan puji ke hadapan Allah Subhana wa ta’ala. Segala rasa syukur atas saya panjatkan atas rampungnya amanah belajar ini. Saya ucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang sudah mendukung proses ini selama dua setengah tahun terakhir. Kepada Bapak dan Ibu, yang sudah mendukung sepenuhnya, secara finansial dan emosional, dengan doa yang tak henti-henti, mengawalku sepanjang perjalanan ini. Teruntuk Ninik dan Nia, yang sudah bersabar, dan menemani hari-hariku dengan tawa dan kebahagiaan. Untuk Ichaq, kekasih tercintaku, yang sudah bertahan hari demi hari dalam penantian. Akhirnya kita bisa benar-benar bersama Sayang! Untuk Bapak, Ibu, dan Dhek Yulan di Wonosobo, terima kasih untuk semua dukungan dan doa. Kepada Mas Nunung, yang tak pernah henti percaya. Untuk Bang Abrar dan Mas Ngurah, atas masukannya untuk tulisan saya dan bantuannya selama ini. Teruntuk keluarga besar Jurusan Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM, terima kasih selalu membuka pintu untukku. Dadok, Pulung, Mas Adam, Ina, thanks always Guys! Untuk Mbak Okta, yang sudah bekerja dengan sepenuh hati untuk kami para mahasiswa S-2 yang sering sekali merepotkan. Untuk sobat-sobatku, thanks a bunch! Hayu, Adit, Dendi, Ikie, terima kasih sudah bersedia berbagi darah muda kalian untukku, hehe... You have no idea how much that means to me... Terakhir, untuk semua yang sudah pernah mendoakan dan mendukungku, semoga Allah SWT membalas perhatian dan kemurahan hati kalian dengan kebaikan berlipat ganda.

Yogyakarta, 21 Desember 2009

Bagi sebagian penggunanya. internet menjadi jembatan untuk menghubungkan diri dengan orang-orang yang memiliki hasrat dan ketertarikan serupa. Mengapa mereka melakukan sesuatu yang membutuhkan banyak energi tanpa dibayar. Tanggapan saya rupanya membuat informan tersebut tertarik untuk menanyakan hal yang sama pada dirinya. Termasuk saya. percakapan. tulisan ini ingin menggambarkan bagaimana internet sebenarnya dapat digunakan untuk berbagi pengetahuan dan membangun kesadaran serta kepedulian bersama. Berangkat dari kondisi inilah saya memilih topik penulisan tentang penggunaan internet dan aktivis lingkungan. Saya ingin mengerti karena saya ingin dapat menularkan semangat atau motivasi itu. Saya katakan bahwa saya ingin tahu dan memahami alasan dan motivasi para aktivis lingkungan yang sering saya ditemui di dunia mata. Ilustrasi sederhana di atas hanyalah gambaran bagaimana internet dapat didekati sebagai sebuah wadah pertemuan. ekspresi diri. dan sekaligus pembelajaran. Apapun itu. Berangkat dari sudut pandang senada.KATA PENGANTAR Internet saat ini telah menjadi bagian keseharian dari banyak anggota masyarakat Indonesia. ataupun sarana pencapaian tujuan-tujuan ekonomi. yang banyak menggunakan internet untuk memperoleh informasi lingkungan. setiap penggunanya dapat memilih untuk memposisikan internet sebagai apa. Yogyakarta. saya mengungkapkan maksud atau niatan awal dalam menyusun tesis ini. Dalam pembicaraan saya dengan salah satu informan. Sebuah kondisi yang semoga dapat terwujud seiring kematangan bermedia dan berinternet masyarakat Indonesia. Entah sebagai alat komunikasi. 22 Desember 2009 Penulis .

........................................................................ 20 3.................. Pendekatan Uses and Gratifications dan Social Action untuk Mengkaji Internet ........ 3 1.......ix INTISARI..........................................xii BAB I.............................................................................................. i HALAMAN PENGESAHAN .......... Internet sebagai Objek Kajian Ilmu Komunikasi ................. Teknik Analisis Data ................. 10 3.......................... Latar Belakang ...................ii SURAT PERNYATAAN ................................................. 19 2.............................................................. 19 1................................................................................................. 21 4...................... Teknik Pengumpulan Data ................. vi .. C................................................... 4 2............................ PENDAHULUAN A.................................................. Metode Penelitian ...........DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................... 23 5...... B..........................................iv KATA PENGANTAR ...............................................................................................................................................................................xi ABSTRACT........................................ D.............................. BAGAN...............................................................................................v DAFTAR ISI .........................vi DAFTAR TABEL..... 24 Batasan Pene litian .............................................iii UCAPAN TERIMA KASIH ................................... Jenis dan Sifat Penelitian . Pemilihan Informan ................................................................................... 3 Tujuan dan Manfaat Penelitian ............................................................................................................................... 3 Kerangka Pemikiran ................. Internet dan Masyarakat Sipil ....................... 1 Rumusan Permasalahan ....... DAN DIAGRAM ......................... 15 Metodologi Penelitian ................................ F...................................................................................... 25 E......................................................................................

........ C................. B................................ 65 3........................................ Penjelasan Atas Kemunculan Gerakan Lingkungan ..... ANALISIS DAN TEMUAN A................................. 115 B......................................... Marwan Azis . Internet di Indonesia ........ 93 1....................... Gerakan Lingkungan Hidup di Dunia ................................ 109 Penggunaan Internet Secara Umum ................................... 113 Penggunaan Internet untuk Aktivisme Lingkungan ................................... Gerakan dan Aktivisme Lingkungan Hidup .......... Ade Fadli .............. 61 1............................ Michael Dharmawan ...................................... Melinda Rachman ..... vii ................................... C................................................. Gerakan Lingkungan dan Media ................... Penggunaan Internet dalam Gerakan Lingkungan ............ 42 Penggunaan Internet oleh Masyarakat Sipil ........................................ 99 2................................. 86 1.............................. Awal Perkenalan dan Penggunaan Internet ...... Definisi Gerakan Lingkungan ................................................. PENGGUNAAN INTERNET A......... 112 3........... Keragaman dalam Gerakan Lingkungan .................................................BAB II................. 111 1..................................................... 101 3...................... 71 5...... Penelusuran dan Penentuan Informan ............................................ 73 6. 82 Aktivisme Lingkungan Hidup dan Internet ........................ 96 3............................................................................................................ 93 2............................ Karakteristik Aktivis Lingkungan ................. AKTIVIS DAN GERAKAN LINGKUNGAN HIDUP A.......... 27 Pengguna dan Penggunaan Internet ... 114 1........................ 99 1............. D................................ 68 4........... Waktu dan Kebiasaan Penggunaan .. 80 Gerakan dan Aktivisme Lingkungan Hidup di Indonesia ...... Tujuan Penggunaan Internet .............. 62 2............................................. 107 6.............. Taktik dan Metode Aksi Gerakan Lingkungan ............... Proses Wawancara .................................................... 115 2.............................................................................. 98 Profil Informan ........ E............. 111 2........... C...... Djuni Pristiyanto ....................... 105 5.... E............. Armely Meiviana ..... Persepsi terhadap Internet ................ Pengolahan Data ................ 56 BAB III............ 48 Penggunaan Internet oleh Masyarakat Sipil di Indonesia ............................................................................. 32 Pengguna dan Penggunaan Internet di Indonesia .... 103 4................................................. BAB IV................ Sejarah Gerakan Lingkungan ......................... Proses Penelitian ..................................................... D...... Latar Belakang dan Motivasi .......... 78 7.............................................................. 86 2................. 87 B....................

........................................ Bentuk-bentuk Penggunaan ................. Kesimpulan ...... 116 Sifat Penggunaan Internet .......... 119 BAB V. 121 B. 4...... Saran ..............................................................................................3................................ 122 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN: • • • Daftar Milis Lingkungan Surat................................. PENUTUP A.............................................menyurat dengan Para Informan Transkrip Wawancara viii .........................

.....1..... Gambar 4. Peningkatan Jumlah Pelanggan dan Pengguna Internet di Indonesia ........... Gambar 4.........DAFTAR DIAGRAM..... 104 Tampilan Blog GreenPress ..........1.5................. 14 Tabel Tabel 2......... 43 Spektrum Pemikiran dalam Gerakan Lingkungan (dalam Garner..................... Gambar 4.............. 44 Penggolongan Penggunaan Internet oleh Aktivis Lingkungan ...............2.......................1............ 106 Tampilan Blog Go Green .......................................... BAGAN................. Gambar 4....1.................................................8........................... 110 ix .........................100 Tampilan Blog Greenlifestyle .... 108 Tampilan Blog Aku Ingin Hijau . Gambar 4.............................................4................ DAN GAMBAR Diagram Diagram 1......7............... 76 Bagan Bagan 2.......... 103 Tampilan Blog Jalan Setapak ................ Perkembangan Jumlah Pelanggan dan Pemakai Internet Indonesia (kumulatif) ... 102 Tampilan Milis Lingkungan ...... 1996) ............. Tampilan Blog Timpakul ................................119 Gambar Gambar 4....... Gambar 4............................................................................. Gambar 4..... TABEL...................1............................... Model Tindakan Sosial atas Penggunaan Media ........... Tabel 3....6............................1............................ 102 Tampilan Milis Greenlifestyle ..3......................................... Bagan 4.........................

dan politik yang berlangsung di sekitar pengguna internet tersebut.informasi lingkungan. Sejalan dengan kerangka konseptual Uses and Gratifications dan Model Social Action. sebagian mengelolanya secara individual dan sebagian lagi mengelolanya secara kolektif. Dimensi seperti status dalam keluarga. Dalam prakteknya. Lepas dari itu.lingkungan. aktivis lingkungan. memotivasi. blog. uses and gratifications. Kata kunci: penggunaan internet. dan menjadi alasan seseorang menggunakan internet –dalam konteks ini. saling berkaitan erat dan tidak dapat dianalisis secara terpisah. Secara umum. Penelitian deksriptif ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam. jenis pekerjaan. kualitas pendidikan. para aktivis dalam penelitian ini menggunakan blog dan milis sebagai senjata utama untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan informasi. xi . Kedua bentuk tersebut dipilih karena lebih hemat. Pilihan pengelolaan umumnya berhubungan dengan pilihan pribadi dan keterbatasan sumber daya. mudah.milis tersebut. dan populer. terutama untuk mendukung isu lingkungan– dapat berasal dari diri sendiri dan juga datang dari adanya situasi-situasi ekonomi.lingkungan. baik sebagai perseorangan maupun dalam konteks dirinya sebagai aktivis atau pemerhati lingkungan. Penggunaan internet para aktivis tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor psikologis dalam diri mereka sebagai pengguna tetapi juga oleh dimensi-dimensi sosial yang melingkupi kehidupan mereka. social action model. terutama waktu luang. milis.INTISARI Penggunaan Internet oleh Aktivis Lingkungan Hidup di Indonesia Challida Noor Septina Hikmarani 07/259545/PSP/3056 Riset ini menggambarkan bagaimana praktek-praktek penggunaan internet oleh aktivis lingkungan untuk mendukung nilai-nilai pro.nilai pro. ditemukan bahwa penggunaan internet para informan. Dalam pengelolaannya blog-blog dan milis. serta aktivitas keseharian lain dari pengguna turut mempengaruhi bagaimana seseorang menggunakan dan memposisikan internet dalam kehidupannya. mereka meyakini bahwa internet berperan penting dalam penyebarluasan nilai. ditemukan bahwa kekuatan awal yang mendorong. sosial.

and political conditions surrounding them as an internet user. is highly interconnected and cannot be analyzed separately. whether as an individual or in the context of themselves as environmental activists. especially in allocation of time to manage the blogs and mailing list. In practice. weblog. These ways are chosen due to limitations in resources. xii . types of occupation. Above it all. social action model. Keywords : internet use.where the initial force and motivations of their internet use can be sourced form themselves and also from other economics. mailing list. it is found that the informants’ internet use. social. several of them manage it individually. They manage those blogs and mailing list in certain ways. uses and gratifications. these activists use weblog and mailing list as their primary tools to introduce and disseminate environmental informations. Dimensions such as their status in the family. In general. some others manage it collectively with friends in their community. This descriptive research uses in-depth interview as a data collecting technique. The activists’ internet use is not only determined by psychological factors within themselves as an internet users.ABSTRACT Internet Use by Environmental Activists in Indonesia Challida Noor Septina Hikmarani 07/259545/PSP/3056 This study describes the practices of internet use by environmental activists in Indonesia to support environmental values. the activists which became informants of this study fully believe in the internet’s important role in disseminating environmental values. education attainment. environmental activist. This finding is in coherence with the conceptual framework used in the research -Uses and Gratifications and Social Action Model. but also by the social dimensions around them. and daily activities can contribute into how they use and position internet in their lives.

sosialisasi. Namun. aktivisme online yang terjadi tampaknya masih terbatas pada bentuk-bentuk tertentu (misalnya. Kondisi kontradiktif ini menjadi menarik untuk dikaji mengingat keberadaan dan penggunaan internet selama ini kerap dihubung-hubungkan dengan kesetaraan individu untuk terlibat secara aktif. pekerja dari organisasi lingkungan maupun aktivis lingkungan perseorangan (non-afiliasi) sama-sama aktif bekerja mengkampanyekan beragam isu lingkungan hidup di Indonesia. LATAR BELAKANG Gagasan awal penelitian ini berangkat dari pengamatan sederhana peneliti atas berbagai aktivitas dunia maya yang dilancarkan oleh sejumlah aktivis lingkungan Indonesia. penggunaan internet oleh LSM ataupun organisasi masyarakat sipil di Indone sia dinilai telah mampu mendukung dan mendorong kerja organisasi. terutama penggunaannya oleh aktivis lingkungan memang belum berlangsung lama.isu lingkungan di Indonesia. Keinginan untuk mengisi kesenjangan pengetahuan inilah yang menjadi salah satu kekuatan pendorong dalam penelitian ini. sehingga wajar bila belum banyak keragaman bentuk dan pengalaman 1 . mailing list. dan webpage untuk melakukan organisasi. belum banyak kajian ataupun penelitian yang membahas pemanfaatan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia. e-mail dan weblog) dan baru dilakukan oleh sejumlah tokoh-tokoh tertentu saja.BAB I PENDAHULUAN A. dan mobilisasi orang maupun informasi dalam berbagai aktivitas mereka. Secara umum. weblog. dari pengamatan pendahuluan terhadap sejumlah situs (website) dan mailing list lingkungan hidup Indonesia. Penggunaan internet terkait isu. koordinasi. Para aktivis ini umumnya memanfaatkan beragam fasilitas seperti e-mail. Dalam kasus gerakan lingkungan hidup. Hal ini terutama terkait dengan salah satu kemudahan yang ditawarkan internet. dan tidak sedikit dari mereka yang menjalankan program tersebut melalui internet. yakni kecepatan dan kemudahan berkomunikasi. Terlebih lagi.

oleh organisasi non-profit atau non-pemerintah serta masyarakat sipil telah banyak dilakukan di sejumlah negara. Kajian ini secara pragmatis diharapkan mampu menjadi masukan bagi aktivis lingkungan pada khususnya dan gerakan lingkungan hidup di Indonesia pada umumnya. Keterbatasan pemanfaatan internet dalam isu. serta aktivisme dalam masyarakat sipil membantu mendorong tingkat partisipasi publik dalam kehidupan sosial politik secara lebih luas. komunikasi. Namun. Kelangkaan bahan kajian juga tampak jelas untuk kasus penggunaan internet oleh organisasi maupun aktivis yang bergerak dalam isu lingkungan. Oleh karena itu. khususnya internet. yakni untuk m emahami bagaimana i ternet dipergunakan untuk n menunjang aktivisme lingkungan di Indonesia. Dalam penelitian eksploratoris ini. Secara tegas dapat dikatakan bahwa penelitian me ngenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia belum pernah dilakukan sebelumnya. dalam lingkup yang lebih luas. sebagai sebuah kajian awal adalah penting untuk mengeksplorasi bagaimana aktivis lingkungan sebagai individu memanfaatkan internet sebagai media komunikasi baru.berinternet yang muncul. kajian empiris atas penggunaan internet oleh aktivis dipandang penting dan perlu dilakukan sebagai batu pijakan untuk memahami bagaimana proses interaksi. Gambaran ideal penggunaan internet untuk membangun masyarakat sipil dan memperkuat demokrasi barangkali terlalu jauh untuk dikaitkan. Tidak sedikit dari mereka yang terus mengujicobakan cara-cara terbaik untuk mengoptimalkan fasilitas internet dalam upaya menyentuh dan melibatkan publik. yang tampaknya belum cukup menyebar dan menyentuh masyarakat umum. Hal ini tentunya menjadi keresahan tersendiri bagi para aktivis serta pengurus organisasi-organisasi lingkungan hidup di Indonesia. penelusuran akan difokuskan pada penggunaan i ternet oleh n aktivis lingkungan dalam mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia. Berangkat dari keingintahuan teman-teman aktivis inilah peneliti menempatkan arti penting penelitian ini. tetapi masih sangat sedikit yang membahas hal tersebut dalam konteks Indonesia. 2 . Penelitian mengenai penggunaan media baru.isu lingkungan secara lebih luas juga terkait dengan masih rendahnya kesadaran lingkungan.

RUMUSAN PERMASALAHAN Gambaran-gambaran fenomena di atas menunjukkan arti penting penelitian ini. 2005: 4) bahwa internet mengacu pada dua hal sekaligus. yang berhadapan dengan dimensi teknologis seperti jenis dan kecepatan akses. khususnya internet. Pemahaman pertama berkonsekuensi pada analisis terhadap penggunaan internet sebagai penggunaan teknologi. kajian mengenai internet tidak jarang dikaitkan dengan hakekatnya sebagai sebentuk teknologi 1 Pemahaman akan internet dalam penelitian ini berangkat dari pandangan DiMaggio dkk (dalam Flew. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini bertujuan memahami dan menggambarkan bagaimana aktivis lingkungan hidup menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan ( nvironmental activism) di Indonesia. 3 . serta fasilitas yang tersedia melalui internet. Dengan latar belakang yang telah disebutkan maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimanakah penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia?” C. Kedua. oleh kelompok masyarakat tertentu di Indonesia. Hasil penelitian ini secara e keilmuan diharapkan menyumbang pengetahuan mengenai penggunaan media baru. terutama dari sudut pandang ilmu komunikasi. internet mengacu pada beragam isi serta aktivitas berkomunikasi dan berbagi informasi yang berlangsung melalui jaringan di atas. internet sebagai infrastruktur teknis jaringan komputer-komputer dan alat-alat digital lainnya yang terhubung melalui jaringan telekomunikasi berkecepatan tinggi. Dalam penelusuran sejumlah literatur ilmu komunikasi. Namun. KERANGKA PEMIKIRAN Internet1 adalah salah satu media baru (new media) yang belum cukup banyak dikaji di Indonesia. D.B. pandangan yang kedua terhadap internet akan mewarnai pembacaan penggunaan internet sebagai sebuah tindakan komunikatif (communicative action). Pertama.

yakni untuk melihat sejauh mana mereka mengenali adanya perubahan atau pengaruh dari penggunaan internet. 2003). dan psikologis 3 yang pengaruhnya bekerja mulai dari tingkatan individu hingga ke level institusional (Rogers. namun secara aplikatif relatif berguna dan cukup relevan untuk menjawab keingintahuan terkait fenomena komunikasi yang termediasi (mediated communication). kehadiran teknologi komunikasi dalam beragam bentuk penemuan (misalnya. 1. 1996. baru akhir-akhir ini saja mulai dikaji secara ilmiah. namun dalam penelitian ini internet lebih dipandang dari sudut teknologi komunikasi. Pavlik. kehadiran suatu teknologi komunikasi memang membawa konsekuensi-konsekuensi sosial. Kondisi ini menyiratkan masih sangat terbukanya ruang kajian dan penyelidikan terhadap teknologi komunikasi ataupun media baru. pesatnya kemajuan teknologi komunikasi semakin mendorong keingintahuan tersebut. 2003). Dan meskipun ada persamaan pola-pola penggunaan internet di sejumlah kasus tetapi secara umum pengaruh penggunaannya memiliki beragam bentuk dan tidaklah homogen. Internet sebagai Objek Kajian Ilmu Komunikasi Kajian mengenai internet (internet studies) memang tidak berakar dari kajian komunikasi. kultural. telepon dan telegraf) selalu dipertanyakan manfaat. 1996. Giles. dan bagaimana mereka memanfaatkan pemahaman tersebut untuk beradaptasi atau mengatasi masalah-masalah yang mungkin timbul selama menggunakan internet itu sendiri. lebih. Tradisi pertama riset tentang internet menurut Giles (2003: 263) lebih dominan berada dalam ranah ilmu komputer dan memfokuskan diri pada perkembangan mutakhir internet dilihat dari sudut teknologi. Abrar. Dalam era terkini. tradisi kedua internet studies berangkat dari ranah 2 Internet juga kerapkali dikategorikan sebagai produk teknologi komunikasi dan informasi (ICTinformation and communication technology). 1986.lebih lagi dalam konteks Indonesia. bagaimana mereka berefleksi tentang manfaat ataupun dampak yang mereka rasakan selama menggunakan internet. Tidak dapat dipungkiri. 4 . serta masih belum dapat diterka kemana arah perkembangannya (Pavlik. kegunaan. Sedari awal. serta dampaknya bagi masyarakat. 1996: 315). 3 Pengetahuan dan kesadaran (awareness) tentang konsekuensi-konsekuensi penggunaan internet akan menjadi salah satu dimensi yang akan digali dari aktivis lingkungan.komunikasi2 berikut beragam bentuk dan dimensi-dimensi pengaruh yang dihadirkannya (Pavlik. terutama internet. Sementara itu.

Pavlik (1996: 315) mengatakan bahwa kekuatan dan potensi positif internet yang diyakini oleh generasi ini adalah potensi desentralisasi dan komunikasi secara lebih meluas (multidirectional communication).keilmuan arts and humanities yang memadukan beragam pendekatan filosofis untuk mengkaji implikasi teknologi. yang digawangi oleh pemikiran Howard Rheingold. dan kepustakaan (Pavlik. mulai dari penggunaan teoriteori sosial terhadap pengaruh media baru terhadap budaya manusia. diantaranya dengan menggugurkan janji-janji 5 . Dalam dunia pendidikan. Pemaparan lebih dalam tentang kajian media baru disajikan Flew sebagai berikut. hingga pandangan posmodernis terhadap kemunculan cyberpunk (Giles. dan adaptability. Generasi pertama. Generasi pertama juga meminta pada para pengguna internet untuk tidak hanya memahami dunia online. serta peningkatan efisiensi. Sherry Turkle. melalui pandangan-pandangan optimistik mereka terhadap potensi demokratis yang terkandung dalam eksistensi komunitas virtual. tapi juga untuk secara aktif terlibat dengan dan di dalamnya. yakni new media studies. Terry Flew (2005:79-81) membagi kajian media baru (new media studies) menjadi tiga generasi. penelitian. Misalnya. 2003: 264). 1996: 319-328). Perkembangan terakhir ditunjukkan oleh kemunculan tradisi ketiga riset tentang internet yang berada dalam ranah media studies dan ditandai oleh tulisan Gauntlett di tahun 2000 (dalam Giles. Generasi kedua ini dapat dijuluki generasi kritis karena lebih banyak mengedepankan kritik-kritik terhadap pandangan generasi pertama. Generasi selanjutnya dalam kajian media baru berkembang di akhir tahun 90-an hingga awal tahun 2000. Secara historis. Mark Douglas. Gauntlett menolak tradisi kajian media dan lebih memilih proposisi yang lebih “sexy”. Generasi ini dipandang Flew mewakili pandangan dominan kajian media baru pada awal hingga akhir pertengahan tahun 90-an. produktivitas. pengaruh positif internet ditunjukkan melalui berbagai fasilitas yang tersedia dan mampu menghubungkan berbagai institusi pendidikan. dan Douglas Schuler mengedepankan klaim-klaim tentang arti penting internet sebagai sesuatu yang radikal dan transformatif bagi masyarakat. 2003: 264).

namun. seringkali menggunakan logika ekonomi-politik untuk melihat kekuatankekuatan atau pihak-pihak yang diuntungkan di balik ketersebaran dan penggunaan internet yang semakin luas dan padat. kerapuhan komunitas virtual ketika dihadapkan dengan konflik internal. Generasi ketiga new media studies menitikberatkan pendekatan empiris untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana orang berinteraksi dengan lingkungan internet. Meskipun para pemikir generasi kedua sudah berhasil berpikir lebih jauh. Bahkan sejumlah ilmuwan neo. 2005: 80). Skeptisisme yang juga muncul dalam aliran ini misalnya adalah apa yang digambarkan Pavlik (1996: 317) sebagai ketakutan bahwa pada akhirnya sebagian besar isi internet akan dikuasai oleh kekuatan-kekuatan komersial yang sudah lebih dulu mengontrol media tradisional atau konvensional. terutama bagi perempuan dan kelompok minoritas (Pavlik. dan pengabaian konteks sejarah dan sosial dalam pembentukan budaya-budaya terkini di internet (Flew. dan komprehensif tentang internet. di antaranya adalah Kevin Robins dan Frank Webster.marxis meramalkan bahwa teknologi media baru hanya akan menghasilkan lebih banyak -dan bukan lebih sedikitketidaksetaraan (inequality) dalam distribusi kekayaan di masyarakat. mendalam. 2005: 67) yang menunjukkan dua keterbatasan utama kajian-kajian awal tentang komunitas 6 . Pendekatan dalam generasi ini juga berangkat dari sejumlah kritik terhadap generasi pertama. apalagi kalau dihadapkan pada kenyataan bahwa hingga kini terdapat kesenjangan yang sangat lebar antara siapa yang dapat dan tidak dapat mengakses internet. Celah inilah yang menjadi awal bangkitnya pendekatan generasi ketiga dalam kajian media baru. mereka belum mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar bagaimana sesungguhnya cara khalayak atau pengguna menggunakan internet sebagai media baru.indah internet dan menunjukkan berbagai keterbatasan internet. 1996: 348). misalnya kritik dari Slevin di tahun 2000 dan Slater di tahun 2002 (dalam Flew. Pemikir generasi kedua. Keterbatasan internet yang diungkapkan antara lain adalah adanya “ digital divide” yang sedikit banyak memang membatasi siapa yang sebenarnya punya akses ke internet dan siapa yang tidak. kuatnya pengaruh determinisme teknologi dalam adopsi internet.

institusi. yakni posisi geografis mereka (misalnya. hasil penelitian mereka terhadap penggunaan internet oleh masyarakat Trinidad yang tinggal di luar negaranya menunjukkan bagaimana akses terhadap teknologi komunikasi telah memperkuat dan memperkaya praktek-praktek komunikasi khas masyarakat Trinidad.institusi sosial di dalamnya. dan karakter-karakter ras.virtual. Keinginan untuk melampaui keterbatasan-keterbatasan generasi sebelumnya mendorong para pemikir generasi ketiga seperti Nancy Baym serta Miller dan Slater untuk bekerja dengan tiga proposisi utama. Selain itu. beserta hal.hari mereka. Pertama. untuk tidak lagi meributkan perbedaan antara online dan offline atau “real vs virtual” tapi berusaha melihat bagaimana orang-orang menggunakan CMC (computer mediated-communication) dan teknologi internet sebagai bagian dari material culture yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari. kelas. Pandangan optimistik mereka seolah-olah memandang bahwa orang-orang yang bergabung dalam komunitas di dunia cyber datang tanpa membawa apa-apa. 2005: 59) mengingatkan perlunya kajian mendalam untuk memahami kaitan antara hubunganhubungan sosial. dan belum menyentuh fenomenafenomena “remeh” dalam keseharian para pengguna internet. Proposisi pertama. apakah mereka tinggal di wilayah urban atau sub urban). Keterbatasan yang kedua adalah bagaimana generasi pertama terlalu berfokus pada internet sebagai medium dan bukan sebagai sebuah konteks sosial tempat berlangsungnya produksi dan penerimaan informasi. Misalnya. umur. gender. Miller dan Slater (dalam Flew.hal yang telah dimiliki sebelumnya di dunia “nyata”. kemampuan. Penelitian itu juga menunjukkan bagaimana penggunaan internet oleh kelompok masyarakat tersebut tidaklah terpisah dari pengalaman nyata dan interaksi keseharian mereka. kelebihan. serta pengetahuan. dan praktek-praktek yang berlangsung dalam beragam kondisi khusus di berbagai setting masyarakat. tanpa memiliki perbedaan sumber daya. kajian-kajian tersebut lebih banyak mengkaji fenomenafenomena “heroik” di dunia maya. serta 7 . Proposisi kedua dari para pemikir generasi ketiga adalah perlunya mengkaji penggunaan internet dengan melihat “siapa” para penggunanya.

yakni meski orang bisa memiliki banyak identitas online dan menjadi anggota suatu komunitas virtual -yang tidak terdefinisikan secara sosial maupun geografis. Sementara itu. Hal ini disebut Flew sebagai kebangkitan semangat untuk mengkaji media baru secara empiris atau “empirical turn in new media studies” (2005: 79). 2002). psikologis. yakni budaya aktivisme ( ctivism). Kim & Weaver. berusaha menggali bagaimana efek sosial.namun hal ini tidak berarti bahwa cyberspace itu sendiri sebuah ruang yang sepenuhnya independen dan terpisah dari ruang-ruang yang telah ada sebelumnya di kehidupan “nyata”. atau dengan mencari tahu apakah 4 Meskipun disebut empat fase perkembangan penelitian media massa namun sesungguhnya model ini tidaklah linear dan kumulatif (Wimmer dan Dominick. yakni ingin mengetahui bagaimana penggunaan media oleh para penggunanya. dan fisik dari suatu media.pendidikan mereka. ataupun secara simultan dilakukan lintas fase. proposisi k etiga masih berkaitan erat dengan proposisi sebelumnya. Pertanyaan dalam riset fase kedua lebih berfokus pada penggunaan media. Yakni. 8 . dengan cara apa suatu media membantu manusia dan juga masyarakat. mempertanyakan apa yang pengguna suatu media inginkan dan harapkan dari media tersebut. kesemuanya lebih bergantung pada fenomena terkini ataupun pertanyaan penelitian yang belum terjawab. mundur kembali ke fase sebelumnya. penelitian terhadap suatu media dapat maju. bentuk-bentuk efek negatif apa saja yang muncul (bila ada). Penelitian ini bermaksud mengusung semangat generasi ketiga tersebut. Sejumlah kritik yang muncul terhadap pemikiran generasi pertama dan kedua menurut Flew (2005: 60) menunjukkan perlunya para peneliti bergerak dari pandangan terhadap teknologi dan perubahan sosial secara makro-sosiologis menuju ke pemahaman empiris tentang penggunaan media baru dalam beragam komunitas dan budaya. melompat ke fase selanjutnya. 2006. dan lebih dari itu. sementara yang dimunculkan di fase ketiga terkait dengan bagaimana suatu media mampu mengubah perspektif orang. Penelitian ini sejalan dengan a fase kedua dan ketiga dari apa yang digambarkan Wimmer dan Dominick (2006: 7-8) sebagai empat fase perkembangan penelitian media massa4 . dengan upaya memahami secara empiris bagaimana internet digunakan dan dimaknai oleh aktivis lingkungan dalam sebuah komunitas budaya yang spesifik. Penelitian ini memadukan keingintahuan dalam fase kedua dan ketiga dari empat fase yang ada.

terutama bila dibandingkan dengan penelitian terhadap media konvensional. Hal ini dapat dilakukan dengan memahami internet sebagai multifaceted mass medium. 1995. yakni bahwa teknologi komunikasi baru seperti internet sejatinya memungkinkan para ilmuwan to rethink. di sisi lain menemukan adanya peningkatan jumlah riset komunikasi tentang internet dari tahun 1996 hingga ke tahun 2000. Kim dan Weaver (2002: 522). Journal of Computer-Mediated Communication. Diakses pada tanggal 10 Desember 2007 dari http://jcmc. Hal ini cukup mengherankan karena ilmu komunikasi sesungguhnya memberikan ruang bagi kajian terhadap internet karena internet merupakan salah satu objek material ilmu komunikasi.indiana. 9 . padahal kehadiran internet sebagai media yang tersedia bagi banyak orang (sudah massif dan tak lagi hanya di kalangan militer dan akademisi) sudah berlangsung lebih dari satu dekade. 1(4).edu/vol1/issue4/rafaeli. 5 Newhagen.html 6 Artikel dari Morris & Ogan sebenarnya dimuat pertama kali pada tahun 1996 di Journal of Communication. Oleh karena itu. penelitian ini akan menggali bagaimana bentuk-bentuk penggunaan internet oleh aktivis lingkungan dan melihat bagaimana hal tersebut mengubah cara mereka memandang dan menjalankan aktivisme mereka. riset terkait internet masih belum cukup banyak dilakukan oleh peneliti ilmu komunikasi. John E. definition and categories yang selama ini telah ada. Argumen akan pentingnya peneliti komunikasi mempelajari internet sudah pernah diungkap dalam dialog Newhagen dan Rafaeli sejak pertengahan tahun 90-an5 . Fenomena ini barangkali jawaban para ilmuwan komunikasi terhadap tantangan Morris dan Ogan di tahun 1996 6 . rather abandon. yang memiliki banyak konfigurasi atau bentuk komunikasi. Namun. Why Communication Researchers Should Study the Internet: A Dialogue. Rupanya. Hal ini karena banyak ilmuwan komunikasi masih mengungkung diri dalam batasan-batasan teoretis penelitian komunikasi massa. hambatan teoretis membuat banyak ilmuwan komunikasi masih menahan diri untuk mengkaji internet (Morris & Ogan. 2002: 136). dan Sheizaf Rafaeli. namun versi yang dapat peneliti akses adalah yang dimuat dalam McQuail’s Reader in Mass Communication Theory (2002).suatu media dapat digabungkan (combined) dengan media lain untuk menjadikannya lebih berguna bagi individu maupun masyarakat.

mulai dari bentuk hubungan interpersonal, kelompok kecil, hingga yang menyerupai format komunikasi massa 7 . Untuk memulai kajian komunikasi tentang internet, salah satu kerangka teoretis yang dipandang Morris dan Ogan cuk up membantu adalah pendekatan penggunaan dan kepuasan (uses and gratifications).

2. Pendekatan Uses and Gratifications dan Social Action untuk Mengkaji Internet Penelitian ini memang tidak bertujuan untuk menguji suatu teori, namun tetap akan memanfaatkan dua buah model teoretis yang telah cukup dikenal dalam kajian ilmu komunikasi, yakni pendekatan Uses and Gratifications dan model Social Action untuk menggali secara lebih mendalam fenomena penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Teori yang pertama akan digunakan untuk mendapatkan gambaran umum penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Sementara yang kedua akan berguna dalam penggalian pemahaman dan pemaknaan aktivis terhadap aktivisme yang mereka lakukan melalui internet. Penggunaan dan kepuasan (uses and gratifications) adalah salah satu pendekatan dalam ilmu komunikasi. Pendekatan ini sesungguhnya telah muncul sejak tahun 1940-an (McQuail & Windahl, 1993: 133), namun baru mewujud menjadi sebuah paparan konseptual dalam tulisan Katz, Blumler, dan Gurevitch di tahun 1974. Logika pendekatan yang berakar pada analisis fungsional8 ini pada dasarnya melihat bahwa orang mengkonsumsi media
7

Bentuk-bentuk dan tingkatan komunikasi digunakan Morris dan Ogan (2002: 138) untuk menyusun empat kategori pengguna internet, yakni yang menggunakannya untuk (a) one-to-one asynchronous communication, seperti e-mail; (b) many-to-many asynchronous communication, seperti bulletin boards atau mailing list; (c) synchronous communication, yang berlangsung di waktu bersamaan dan secara simultan, baik one-to-one, one-to-many, ataupun many-to-many; seperti chatting dan Multi-User-Dungeons (MUDs) ; (d) asynchronous communication, yang bersifat memenuhi kebutuhan penerima informasi dalam mencari dan mengakses informasi, dimana dapat dikatakan ada pihak yang menyediakan informasi secara sepihak, seperti penggunaan situs www dan ftp. Empat kategori penggunaan internet ini akan digunakan sebagai kerangka untuk mengenali pola -pola atau kebiasaan penggunaan internet oleh aktivis lingkungan dan bagaimana kelebihan dan kekurangan masing-masing bentuk komunikasi lewat internet.
8

Penelitian ini sesungguhnya berada di paradigma dominan pendekatan fungsionalis karena percaya pada “‘positive’ contribution of media to the existing social order” (McQuail, 2002: 6).

10

untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial dan psikologis tertentu. Konsep dasar pendekatan ini tertarik pada:

“(1) the social and psychological origins of (2) needs, which generate (3) expectations of (4) the mass media or other sources, which lead to (5) differential patterns of media exposure (or engagement in other activities), resulting in (6) needs gratifications and (7) other consequences, perhaps mostly unintended ones.” (Katz, Blumler, & Gurevitch, 1974: 510).

Tentu saja, model ini mengasumsikan bahwa khalayak bersifat aktif dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan motivasi tertentu yang juga didasarkan pada pengalaman-pengalaman mereka sebelumnya dengan media (McQuail & Windahl, 1993: 134). Dapat dikatakan bahwa pendekatan ini mensyaratkan adanya derajat keaktifan khalayak ( udience activity), baik a secara instrumental maupun ritualized (Morris & Ogan, 2002: 142). Selain itu, berdasarkan masukan dari Lundberg dan Hulten di tahun 1968, Katz, Blumler, dan Gurevitch selanjutnya juga menyatakan bahwa pendekatan ini memandang: “(a) proses menghubungkan need gratifications dan media choice sesungguhnya berada di tangan khalayak atau pengguna itu sendiri; (b) media bersaing dengan sumbersumber lain untuk memenuhi kebutuhan khalayak; (c) khalayak mampu secara sadar bercerita tentang ketertarikan dan motif mereka mengkonsumsi media; dan (d) p enilaian tentang signifikansi kultural komunikasi massa harus hati-hati diberikan, hal ini untuk melihat perbedaan antara pendekatan ini dengan pandangan spekulatif mengenai budaya populer.” (1974:510-1)

Berdasarkan asumsi-asumsi di atas maka pendekatan ini banyak dipakai untuk meneliti bagaimanakah penggunaan media (media use) oleh khalayak.
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa penelitian ini juga memijakkan kaki di paradigma interpretif karena ingin menggali dan memahami kualitas, persepsi, dan pemaknaan aktivis sebagai pengguna internet terhadap aktivitas yang dilakukannya di internet d keberadaan an internet itu sendiri.

11

Penelitian penggunaan media selama ini memang masih belum dapat digeneralisasi dan masih bersifat spesifik, misalnya dengan hanya berfokus pada kelompok khalayak tertentu (anak-anak, ibu rumah tangga); jenis acara tertentu (kuis, berita); atau pada medium tertentu saja (radio, koran). Dari sejumlah penelitian yang telah dilakukan, McQuail (dalam Fiske, 1990: 152) menemukan empat kategori utama need gratifications atau kebutuhan yang berusaha dipenuhi khalayak saat mengkonsumsi media, yakni pelarian (diversion); hubungan sosial (personal relationship); jati diri (personal identity); dan pengawasan (surveillance) terhadap kehidupan di sekitarnya. Terdapat dua kritik utama yang dilayangkan pada peneliti yang menggunakan model uses and gratifications (Fiske, et al, 1992: 327). Pertama, bahwa pendekatan ini terlalu menekankan dimensi individualistik dan psikologis dari khalayak, sehingga mengabaikan atau gagal menangkap secara utuh fondasi struktural dan sifat sosial dari kebutuhan dan kepuasan khalayak. Kritik kedua, teoritisi uses and gratifications tampaknya mengabaikan atau bahkan tidak memperhitungkan isi atau content dari pesan media massa, padahal media massa sendiri memiliki preferred meaning yang sudah mereka bentuk sedemikian rupa. Kritik-kritik di atas tampaknya muncul dalam konteks penggunaan pendekatan ini untuk mengkaji khalayak media massa. Namun, tentunya terdapat perbedaan antara khalayak media massa konvensional dan khalayak atau pengguna media interaktif. Oleh karena itu, meskipun dianggap memiliki banyak kelemahan, tetapi pendekatan ini dinilai masih cocok bila digunakan untuk menilai secara umum atau mengkaji secara ilmiah pengaruh kehadiran dan penggunaan teknologi komunikasi interaktif (Pavlik, 1996: 343); terutama untuk menyediakan kerangka awal bagi penelitian komunikasi tentang Internet (Morris & Ogan, 2002: 141). Pandangan ini terlihat dari tingginya penggunaan teori atau pendekatan uses and gratifications dalam riset tentang internet hingga akhir tahun 2000 (Kim & Weaver, 2002: 529), meskipun hanya sedikit dari riset-riset internet tersebut yang secara spesifik menguji teori komunikasi. Hal ini tampaknya karena bentuk-bentuk teknologi komunikasi terkini memang mensyaratkan keaktifan

12

lebih di pihak pengguna atau khalayak, sesuatu yang sejalan dengan asumsi dasar pendekatan uses and gratifications. Penerapan pendekatan penggunaan dan kepuasan dalam penelitian terhadap pengguna internet misalnya mengungkapkan bagaimana pelajar SMP dan SMA di sepuluh sekolah negeri di Amerika menggunakan internet (Ebersole, 2000); serta bagaimana penerapan uses and gratifications digunakan untuk mengkaji para pengguna berita online dan offline (Lyn, Salwen, dan Abdulla, 2005). Penelitian ini sendiri tidak memposisikan pendekatan uses and gratifications untuk diuji ataupun dikembangkan secara teoretis namun hanya akan dimanfaatkan sebagai kerangka berpikir; terutama untuk menajamkan pertanyaan dalam wawancara dan mengeksplorasi dimensidimensi penggunaan internet oleh aktivis dalam tahapan analisis. Oleh karena itu, dari para informan akan dieksplorasi sejumlah dimensi seperti (a) asal-usul sosial dan psikologis dari adanya; (b) kebutuhan aktivis lingkungan, yang memunculkan; (c) pengharapan terhadap; (d) media massa dan interaktif, yang mengarah pada suatu; (e) penggunaan internet dan pelaksanaan aktivitas lain, yang menghasilkan; (f) pemuasan kebutuhan dan; (g) konsekuensi-konsekuensi lainnya. Tentunya, ketujuh dimensi di atas akan digali secara kualitatif dan digunakan untuk melengkapi pembacaan terhadap penggunaan internet oleh aktivis lingkungan di Indonesia. Hal ini karena secara mendasar pendekatan penggunaan dan kepuasan sudah cukup untuk mendapatkan gambaran umum penggunaan internet oleh aktivis, tetapi belum memadai untuk menggali pemaknaannya oleh para aktivis. Untuk mengisi celah itu, penggalian data dalam penelitian ini akan lebih banyak memanfaatkan Social Action Model. Social Action Model atau Model Tindakan Sosial merupakan sebuah revisi atas pendekatan uses and gratifications dan juga bisa disebut sebagai sebuah gebrakan teoretis yang dilakukan oleh Renckstorf di tahun 1989 (dalam McQuail & Windahl, 1993: 143-144). Model Renckstorf sebenarnya berangkat dari dan masih memanfaatkan proses interaktif dan recurrent yang disarankan Rosengren, namun Renckstorf me nambahkan titik awal yang berbeda dan menawarkan pilihan alternatif (McQuail & Windahl, 1993: 144).

13

Sesungguhnya, Renckstorf ingin meletakkan khalayak sebagai pusat dalam proses komunikasi massa. Namun, dia tetap melihat khalayak sebagai bagian tak terpisahkan dari lingkungan sosial di sekitarnya. Lebih dari itu, khalayak dan media tak henti saling berinteraksi dalam suatu lingkungan simbolik. Hal ini tampak dalam sejumlah pandangan inti Renckstorf bahwa:

“People engage in activity on the basis of their own objectives, intentions and interests, but they are in interaction with many others and are capable of reflecting on their own actions and interactions. Human beings are not determined but can reflect on their ‘life-world’ which they share with others. Individuals have to interpret their situation and act accordingly. In the normal way of things, everyday life is “unproblematic’, since recurring problems are provided with solutions. The media are also not to be considered as ‘stimuli’ which provoke a reaction from audiences, and they form only part of the relevant ‘meaning producing symbolic environment’ of human actors. The individual has a self-image and engages in an interaction with self in which media can become involved.” (dalam McQuail & Windahl, 1993: 143-144)

Pandangan inti Renckstorf di atas terangk um dalam Model Tindakan Sosial yang digambarkan melalui diagram berikut:

(2) Surrounding society (including mass media and social, political, cultural, economic institutions,etc)

(4) (1) Definition of the situation Perceiving Thematizing Diagnosing (5) Unproblematic Problematic problem

(6) Motive

(7) Projection, decision

(8) External action, e.g. media use

(10)

Eval uati on

(9) Everyday routines

(3) Individual and social characteristics (including basic human needs, psychological set-up, social status, individual life history, etc.)

14

Diagram 1.1. Model Tindakan Sosial atas Penggunaan Media (Renckstorf 1989, dalam McQuail & Windahl, 1993: 143-144)

Diagram di atas dibaca sebagai: pada awalnya (1) individu mengambil atau menetapkan definisi dari sebuah situasi, dengan memanfaatkan pengalaman-pengalaman kehidupan dan interaksi keseharian mereka yang kemudian di-perceived, thematized, and interpreted (McQuail & Windahl, 1993: 144). Di saat yang sama, faktor- faktor seperti kedirian individu (self), posisi, dan pengalaman sosial (2 dan 3) masuk ke proses defining and interpreting. Jalur yang diikuti kemudian bergantung pada apakah situasi yang dihadapi dipandang bermasalah (4) ataukah tidak bermasalah (5). Bila bermasalah, maka jawaban atas masalah itu kemudian direnungkan, hingga muncul motif terformulasi (6); untuk kemudian mengambil keputusan tentang jawaban dari masalah itu (7). Jawaban dari masalah bisa berbentuk pemilihan dan penggunaan media, namun hal tersebut hanya sebagai salah satu tindakan eksternal (8). Sementara bila dianggap tidak bermasalah (5), jalur yang ditempuh langsung menuju rutinitas keseharian (9), termasuk di dalamnya adalah penggunaan media. Setelahnya, terlepas dari termotivasi atau tidak, penggunaan media sebagai sebuah tindakan sosial akan melewati tahap penilaian atau evaluasi (10) oleh individu; yang kemudian dapat diikuti oleh sekuen-sekuen pendefinisian dan pemaknaan berikut nya. Pandangan-pandangan Renckstorf tampaknya banyak dipengaruhi oleh pemikiran yang berakar pada interaksionisme simbolik dan fenomenologi.

15

Sebagai konsekuensinya, menurut McQuail dan Windahl (1993: 144), penelitian yang menggunakan model ini secara metodologis lebih mengandalkan metodologi interpretatif dan pendekatan kualitatif secara umum. Oleh karena itu, dalam penelitian ini pendekatan penggunaan dan kepuasan (uses and gratifications) ataupun model tindakan sosial (social action) akan digunakan secara bersamaan dan seoptimal mungkin untuk menggali dan mengeksplorasi bagaimana aktivis lingkungan menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan di Indonesia.

3. Internet dan Masyarakat Sipil Awal ketertarikan peneliti pada isu ini tidak terlepas dari pandangan optimistis peneliti terhadap narasi besar potensi perubahan yang terkandung dalam penggunaan media interaktif, khususnya internet. Pandangan ini berangkat dari pembacaan terhadap keberhasilan sejumlah gerakan sosial dalam memanfaatkan internet untuk memobilisasi isu ataupun massa. Salah satu contoh penggunaan internet paling fenomenal adalah keberhasilan gerakan anti- globalisasi memobilisasi massa melalui indymedia.org untuk melakukan protes terhadap WTO saat berlangsung pertemuan WTO pada tahun 1999 di Seattle, Amerika Serikat (Croteau & Hoynes, 2003: 250). Selain itu, juga terdapat kesukesan penggalangan massa dalam aksi protes jalanan pada acara World Social Forum (WSF) di tahun 2001 (Flew, 2005: 183). Kedua peristiwa di atas hanya contoh kecil dari bagaimana pada akhir tahun 90-an internet semakin sering dipilih sebagai medium memobilisasi massa. Alasan-alasan utamanya karena internet adalah alat komunikasi dan mobilisasi yang lebih cepat, murah, mudah, dan juga karena sudah semakin banyak kelompok masyarakat yang terhubung dengan internet. Di samping itu, berkomunikasi lewat internet tak jarang dianggap lebih “aman” dari pengawasan pemerintah dan kepolisian yang seringkali menghalangi ataupun membatasi rencana-rencana aksi atau protes sosial. Jauh sebelum internet menjadi barang lazim seperti saat ini, hubungan antara media dan masyarakat sipil atau gerakan sosial sebenarnya sudah

16

berlangsung lama. Gerakan sosial pada intinya adalah sekelompok warga yang bersatu untuk memperjuangkan suatu kepentingan (cause), baik sosial ataupun politis; dan keberadaan mereka merupakan bagian penting dalam ranah politik karena mereka bisa menghubungkan warganegara dengan elitelit politik (Croteau & Hoynes, 2003: 247). Posisi penting inilah yang membuat mereka cukup dilirik oleh media; dan hubungan keduanya pun sebenarnya saling membutuhkan. Gerakan sosial atau kemasyarakatan memerlukan media untuk menyampaikan pesan mereka secara lebih luas kepada publik; sementara media berpaling pada gerakan sebagai salah satu sumber berita yang potensial. Hubungan saling membutuhkan seperti di atas pada prakteknya tidak berjalan dua arah dan secara setara (Gamson & Wolfsfeld, dalam Croteau & Hoynes, 2003: 248). Kondisi itu terjadi karena media memiliki lebih banyak pilihan sumber berita; sementara gerakan sosial tidak dipungkiri sangat membutuhkan liputan media (terutama dari radio, televisi, dan suratkabar) sebagai salah satu saluran komunikasi mereka pada publik. Hal ini karena liputan yang ditampilkan di media sangat membantu gerakan sosial untuk lebih dikenal publik, untuk mengumpulkan dukungan; memperoleh pengakuan sebagai kelompok penekan yang memiliki posisi tawar; serta memperluas cakupan isu untuk mengundang lebih banyak sekutu ataupun jaringan pendukung. Dalam ketimpangan seperti di atas, media kemudian seringkali berada di atas angin dan “me ngkondisikan” gerakan sosial untuk berkompromi dengan kebutuhan dan tuntutan media. Situasi dan relasi di atas kemudian mendorong banyak gerakan sosial untuk beralih dari media arus utama (mainstream atau media massa konvensional, seperti televisi, radio, dan suratkabar) ke media “alternatif” dan independen (Croteau & Hoynes, 2003: 249). Strategi ini umumnya dipilih agar pesan yang disampaikan pada publik tidak terdistorsi oleh kepentingan media ataup un penguasa. Bentuk-bentuk media alternatif yang dipilih umumnya adalah pamflet, brosur, koran “bawah tanah” ataupun “zine”, yakni majalah dengan format dan isi alternatif, yang seringkali memanfaatkan grafis buatan tangan dan tata letak “amburadul”. Tetapi,

17

Lebih jauh lagi. dan jenis analisis yang khas dan jarang dapat disalurkan melalui media arus utama. 18 . D sedikit literatur yang ditemukan. mengumpulkan dukungan dan dana . 2005: 183). sebuah ruang ideal yang diharapkan para aktivis sosial dapat membantu mewujudkan masyarakat yang lebih baik. Kedua elemen di atas membuat sebagian kritikus berpendapat bahwa jaringan komputer bernama internet adalah sebuah wilayah penuh kebebasan. serta bagaimana komunikasi melalui media interaktif membuka kemungkinan menggabungkan karakter media massa dengan karakter komunikasi tatap muka perseorangan (Rogers. Walau tidak sedikit aktivis lingkungan yang juga ikut dalam protes-protes anti. masih sedikit sekali bahan yang mengkaji penggunaan internet oleh masyarakat sipil ataupun aktivis di Indonesia. bebas dari kekangan birokrasi dan tradisi (Croteau & Hoynes. serta menampilkan ekspresi.globalisasi (Flew. semakin banyak juga gerakan yang memanfaatkan internet sebagai saluran penting untuk menjaring anggota baru. 1986: 21). yakni Merlyna Lim dan Yanuar Nugroho.globalisasi. terutama terlihat dari keberhasilan sejumlah gerakan anti-globalisasi menggunakan internet untuk menyebarkan isu dan memobilisasi massa. terdapat dua peneliti yang ari banyak membahas penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia. bekerjasama dengan gerakan dari daerah atau negara lain. Kehadiran internet memang membuka saluran komunikasi baru bagi masyarakat sipil. Penggunaan internet oleh aktivis sosial selama ini umumnya lebih banyak berkaitan dengan isu. pembahasan mengenai penggunaan internet secara spesifik oleh aktivis atau gerakan lingkungan masih sangat terbatas dan belum banyak data atau hasil penelitian yang dapat diacu. termasuk membuka kemungkinan beragam bentuk interaksi baru. atau bahkan dapat dikatakan elemen-elemen kekuatan. 2003: 150). Hal ini sejalan dengan karakter-karakter.seiring dengan makin familiarnya gerakan sosial dengan internet. informasi.isu anti. dari internet. yakni bagaimana jaringan komputer di internet memungkinkan terbongkarnya sekat-sekat perbedaan dan pemisahan antara “produsen” atau pengirim pesan dengan penerima pesan.

Dengan intensitas pemanfaatan internet yang relatif tinggi serta kesungguhan. mailing list. Namun. Denga n memanfaatkan celah tersebut penelitian ini akan difokuskan pada bagaimana aktivis lingkungan secara perseorangan menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan di Indonesia. serta karena belum adanya riset yang membahas topik penggunaan internet oleh aktivis dalam konteks aktivisme lingkungan di Indonesia. weblog.Kedua peneliti tersebut telah mengkaji penggunaan internet untuk kerja-kerja sosial oleh aktivis Indonesia. 19 . yang pernah dilakukan oleh para aktivis lingkungan yang menjadi informan penelitian ini. Sementara itu. penggalian data tentang penggunaan internet dalam penelitian ini juga akan menggali dimensi-dimensi sosial dan pemaknaan oleh aktivis lingkungan terhadap aktivitas yang dilakukannya. Untuk memudahkan penggalian data. terdapat satu persyaratan dalam batasan di atas. Fokus pada aktivis lingkungan diambil karena ketertarikan peneliti dengan aktor-aktor yang bergerak dalam isu tersebut. Dalam penelitian ini “penggunaan internet” mengacu pada segala bentuk pemanfaatan internet. ataupun rentang 9 Intensitas disini mengacu pada kuantitas dan kualitas penggunaan internet. Sejalan dengan Model Tindakan Sosial Renckstorf. komitmen. konsep-konsep dan pemikiranpemikiran di atas telah dibatasi dan dipersempit sesuai dengan tujuan penelitian. Tetapi penelitian yang telah dilakukan keduanya masih berada di level makro masyarakat sipil ataupun tingkatan institusional dari lembaga swadaya masyarakat. yakni aktivis tersebut memiliki intensitas 9 yang cukup tinggi dalam penggunaan internet untuk penyebaran isu lingkungan dan atau dalam pengalaman menjadi aktivis lingkungan. Aktivis yang menjadi subyek penelitian hendaknya cukup sering mempergunakan internet (baik dari segi rutinitas kekerapan maupun durasi akses internet) dan mempergunakannya untuk beragam aktivitas dalam kerangka aktivisme lingkungan hidup. Informan dalam penelitian ini adalah aktivis-aktivis lingkungan yang aktif membela lingkungan melalui saluran internet. baik e-mail. yang dimaksud dengan “aktivis lingkungan hidup” adalah perseorangan yang memiliki kepedulian terhadap isu. maupun petisi online. padahal tidak sedikit aktivis yang bergerak secara independen dan tidak berada di bawah suatu organisasi tertentu. dan belum mampu menggambarkan penggunaan internet oleh aktivis di level individual.isu pelestarian dan keadilan lingkungan hidup.

teknik pengumpulan data. Penelitian deskriptif ini berupaya mendapatkan gambaran detail dan mendalam mengenai penggunaan Internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia. istilah “aktivisme lingkungan” atau environmental activism mencakup segala bentuk perilaku. yakni menyajikan gambaran rinci dan akurat tentang sebuah objek penelitian. studi deskriptif dinilai memadai untuk menjawab rumusan masalah penelitian ini. dan eksplanasi (explanation). E. serta untuk memaparkan latar belakang dan konteks sebuah situasi. dan refleksivitas aktivis atas penggunaan internet sehingga penelitian ini dapat memberikan 20 . kegiatan. yakni untuk melakukan eksplorasi (exploration). ataupun program yang dijalankan untuk mendukung penegakan prinsipprinsip pelestarian. METODOLOGI PENELITIAN 1. Sehingga dapat dikatakan bahwa persyaratan “intensitas” digunakan sebagai upaya meningkatkan keterandalan data yang akan digali. Dalam penyajiannya penelitian ini menggunakan beberapa hal yang menurut Neuman (2000: 22) menjadi prinsip-prinsip penelitian deskriptif. Sementara itu.pengalaman yang cukup panjang sebagai aktivis maka diharapkan calon informan memiliki keluasan dan kedalaman pengetahuan yang memadai mengenai topik penelitian. Jenis dan Sifat Penelitian Kajian ini bermaksud memahami dan menggambarkan bagaimana aktivis lingkungan di Indonesia menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan. Dengan tujuan yang ingin dicapai. dan keadilan lingkungan. membangun kategorisasi dan klasifikasi. pemaknaan. Gambaran-gambaran yang didapat akan dikaji untuk mengetahui pola penggunaan. tindakan. Ragam penelitian sosial dapat dikenali melalui beberapa aspek yang dikandungnya. perlindungan. Neuman (2000: 21) memaparkan bahwa berdasarkan tujuannya (purpose of study) penelitian dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. seperti jenis pendekatan. ataupun tujuan penelitian tersebut. kegunaan penelitian. deskripsi (description).

2006: 113). hasil penelitian deskriptif ini diharapkan dapat menjadi batu pijakan untuk memahami penggunaan Internet oleh aktivis lingkungan. Penelitian ini memanfaatkan metode penelitian kualitatif untuk mendapatkan hasil paling optimal. Peneliti interpretif menyelidiki proses sosial secara menyeluruh karena percaya bahwa realitas itu holistik dan tidak bisa dibagi-bagi. penelitian komunikasi yang menggunakan metode penelitian kualitatif memandang tindakan komunikasi (communicative actions) sebagai suatu 21 .gambaran awal yang utuh tentang penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Metode ini dipilih dengan mempertimbangkan tujuan penelitian yang bermaksud memahami dan menggambarkan bagaimana aktivis lingkungan hidup menggunakan Internet untuk mendukung aktivisme lingkungan. Hal ini agar penelitian-penelitian terkait topik ini pada tahapan selanjutnya dapat diarahkan pada penyelidikan yang lebih empiris ataupun bersifat pengujian hipotesis mengenai penggunaan internet oleh aktivis. peneliti interpretif memanfaatkan metode penelitian yang bisa menggali data secara interpretatif. 1995). 2. yakni metode penelitian kualitatif. yang bertujuan memahami bagaimana orang dalam situasi alaminya menciptakan makna dan memaknai kejadian-kejadian di dunia mereka (Wimmer & Dominick.makna di balik tindakan komunikatif yang dilakukan manusia (Lindlof. Sehingga di masa datang dapat diperoleh temuan yang lebih aplikatif dan dapat membantu aktivis serta organisasi lingkungan untuk menyusun strategi pemanfaatan Internet yang lebih efektif dan tepat s asaran untuk menyokong aktivisme lingkungan di Indonesia. Metode Penelitian Penelitian ini secara paradigmatik memanfaatkan pendekatan interpretif. Metode penelitian kualitatif dianggap cocok karena memungkinkan peneliti menelisik melampaui data angka dan masuk untuk memahami makna. Sebagai konsekuensi. Dari gambaran awal tersebut. Secara lebih spesifik.

bila peneliti menggunakannya untuk memilih kasus-kasus unik yang bisa 10 Sejauh ini. 2000: 198). peneliti kualitatif tidak menyandarkan hasil penelitian mereka pada data-data statistik. penelitian tentang penggunaan internet oleh aktivis di Indonesia. 1995: 21). metode penelitian kualitatifinterpretatif dianggap paling sesuai. 2006: 91). yang dipilih berdasarkan kualitas dan karakter-karakter spesifik yang mereka miliki. 22 . yakni yang aktivismenya banyak menggunakan fasilitas di internet dan tingkat aktivitasnya relatif tinggi. Untuk mendukung tujuan penelitian. juga merupakan topik dan wilayah yang baru10 . 1995: 13). 11 Pembahasan lebih lengkap dan sesuai dengan yang terjadi di lapangan dapat dibaca di Bab IV. namun pada pembicaraan. Penelitian untuk mengkaji fenomena internet di Indonesia secara kualitatif dapat dikatakan sebagai sesuatu yang baru dan contoh pengaplikasiannya untuk sementara ini dapat dilihat dari hasil kajian Nugroho (2007) dan Lim (2003). bahasa tubuh. Sementara itu. yakni memilih informan dengan tujuan khusus dan tertentu. 3. Secara mendasar. untuk mencapai tujuan dan esensi penelitian ini. yakni sebagai serangkaian tindakan-tindakan yang bermakna bagi diri pelakunya dan juga orang di sekitarnya. Pemilihan Informan Subjek penelitian ini adalah aktivis lingkungan Indonesia yang “eksis” di dunia maya. khususnya aktivis lingkungan.“performances and practices of human communication” (Lindlof. Purposive sampling dinilai cocok digunakan dalam tiga keadaan (Neuman. dan tindakan sosial lainnya (Lindlof. Pertama. Hal ini dilakukan untuk menangkap makna dan kualitas dari tindakantindakan komunikatif dan bukan hanya dimensi-dimensi terukur yang melekat padanya. Oleh karena itu. informan dipilih dengan memanfaatkan prinsip-prinsip dalam purposive sampling 11 . dan aktivis lingkungan secara khusus adalah karena tidak terdapat data populasi ataupun kerangka sampling aktivis yang dapat diukur secara jelas. dan menyingkirkan siapa-siapa yang tidak memenuhi kriteria tersebut (Wimmer & Dominick. tampaknya salah satu alasan mengapa belum ada penelitian kuantitatif terhadap aktivis secara umum.

dan atau (c) (dibuktikan dengan) memiliki atau mengelola situs. or feeling about a topic or information that may be useful in designing a larger and more comprehensive study at a later time” (Csaja & Blair. Cara pemilihan informan seperti di atas dipilih untuk penelitian ini karena sejalan dengan keadaan di lapangan. Kemudian dilakukan observasi pra-penelitian terhadap milis tersebut untuk mencari tahu siapa-siapa anggota yang paling aktif. Daftar milis didapatkan dari yahoogroups dan googlegroups. juga dilakukan snowball sampling pada informan yang sudah terlebih dahulu dipilih. yakni milis bernama lingkungan. Selain itu. ataupun mailing list sejenis. Terakhir. 2005: 130). 23 . yang mencatat terdapat 21 buah milis bertema lingkungan (per 17 Februari 2009) yang memiliki keangotaan di atas sepuluh orang. Data mengenai para aktivis lingkungan pengguna internet didapatkan dari database anggota milis milis lingkungan yang berbasis di Indonesia. Sehingga diharapkan dari para informan didapat informasi yang detail dan mendalam mengenai aktivitas mereka di internet sebagai aktivis lingkungan. dengan cara menanyai apakah mereka mengenal orang lain yang memenuhi kriteria 12 Ditandai dengan jumlah anggota. Prinsip pemilihan informan secara purposif dinilai sesuai dengan jenis penelitian eksploratoris yang lebih bertujuan untuk “get a sense of what respondents are thinking. Selain itu. Untuk penelitian ini. dan atau jumlah post/artikel (bila di blog) yang relatif tinggi bila dibandingkan dengan situs. blog. Dari 21 milis tersebut dipilih satu milis dengan anggota dan pesan terbanyak.memberikan informasi secara lebih baik. selain itu cara ini memungkinkan peneliti memilih kasus-kasus unik dari para aktivis lingkungan yang ada dan mengkajinya secara mendalam. blog. Secara teknis. yakni karena aktivis lingkungan di Indonesia sangatlah spesifik dan tidak mudah mendapatkan data lengkap mengenainya. jika peneliti ingin mengenali tipe-tipe khusus dari kasus-kasus yang ada (particular types of cases) dengan penyelidikan mendalam. informan dianggap dapat memberi informasi dan data secara optimal bila (a) sudah beraktivitas di dunia maya lebih dari lima tahun. (b) berkomitmen pada isu lingkungan hidup. hal ini dilakukan dengan memilih informan yang dianggap dapat memberikan informasi paling optimal mengenai topik penelitian. jumlah pesan. ataupun mailing list (terkait isu lingkungan) dengan aktivitas tinggi 12 . bila populasi yang dipilih sangat spesifik dan sulit dijangkau dengan survei. dilakukan cross-check dengan melihat pula blog-blog lingkungan dan mencari tahu adakah anggota aktif milis lingkungan yang juga memiliki atau mengelola blog yang aktif memuat informasi lingkungan. Kedua. believing.

karena perlu diamati juga apakah orang-orang tersebut memenuhi kriteria. dan bukan bertujuan mendapatkan perwakilan. sehingga hasil penelitian nantinya tidak bisa digeneralisasi terhadap keseluruhan aktivis lingkungan (Wimmer & Dominick. dimana informan menjawab secara bebas tanpa dibatasi pilihan-pilihan. Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini memiliki tujuan deskriptif. Tentu saja. dimana peneliti dapat mengganti pertanyaan di tengah wawancara atau bertanya suatu hal yang sebelumnya tidak terdapat dalam panduan wawancara. maka teknik yang sesuai untuk menggali informasi dari informan dan menjawab pertanyaan penelitian adalah wawancara mendalam (in-depth interview). Panduan pertanyaan akan disiapkan. Selain menggunakan wawancara. 2006: 116). Namun. wawancara dilakukan melalui pertemuan tatap muka (face-to-face interview) dan juga wawancara yang termediasi melalui 24 . Hal ini karena penelitian kualitatif menggunakan pendekatan pertanyaan yang fleksibel (Wimmer & Dominick. penelitian ini juga mengumpulkan dokumen aktivitas para informan di dunia maya melalui data yang tersimpan di mailing list dan atau blog/situs mereka. informasi yang didapatkan dari para informan tentunya tidak menggambarkan penggunaan internet secara umum dari para aktivis lingkungan di Indonesia. secara mendasar kedua cara pemilihan informan di atas dipilih untuk mendapatkan gambaran unik dan mendalam mengenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. bukan untuk membatasi atau mengekang peneliti.penelitian ini. namun hanya berfungsi untuk mengingatkan peneliti tentang topiktopik utama yang perlu ditanyakan atau dibicarakan. Wawancara mendalam dilakukan dengan menanyai informan dengan menggunakan pertanyaan terbuka (open-ended questions). arahan orang yang mereka usulkan tidak serta merta peneliti jadikan informan. 4. Wawancara mendalam dilakukan untuk menggali kedalaman pemanfaatan dan pemaknaan terhadap penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Oleh karena itu. 2006: 88). Secara lebih teknis.

fasilitas chatting (misalnya. bergantung pada kesediaan dan keluangan informan. Wawancara secara langsung memiliki keuntungan lebih. explanation. Oleh karena itu. 5. dan berpengalaman menggunakan internet sebagai media komunikasi. Lindlof (1995: 215) memaparkan bagaimana analisis data kualitatif dilakukan melalui langkah process. Fleksibilitas cukup penting ketika peneliti merasa perlu melakukan sesi wawancara tambahan untuk mengkonfirmasi sejumlah informasi atau data. dimana p kategori dapat muncul dari data itu sendiri atau berdasarkan teori atau risetriset terdahulu. praktis. kemudian setiap potongan informasi dicoding dan dikenali masing. kemudian dikelompokkan menjadi kategori-kategori yang cocok dan bermakna. dan theory. wawancara termediasi lewat internet dinilai tidak akan mengurangi ketajaman informasi yang diberikan informan karena para informan adalah orang-orang yang cukup terampil. Setelah itu. internet-savvy. Cara kedua ini juga dipilih karena jauh lebih efisien. Namun. serta setting alami tempat berlangsungnya wawancara. reduction. Teknik Analisis Data Data yang telah dikumpulkan kemudian dibaca menurut kaitannya dengan beberapa topik yang muncul. serta fleksibel. untuk selanjutnya masuk ke tahapan conceptual development dan akhirnya interpretation evaluation. fasih. Masih sejalan dengan Lindlof. data ditata menurut sistem kategori pendahulu ( reliminary category system). yakni memungkinkan peneliti menangkap lebih detail bahasa tubuh dan gesture informan. yakni “recurrent 25 . Kemudian peneliti membaca kumpulan data itu satu persatu dan berkali-kali. karena para informan berdomisili di sejumlah tempat yang berbeda dan berjauhan maka pelaksanaannya menuntut waktu yang lebih panjang dengan lebih banyak biaya.masing sumbernya. yakni sesuai urutan kejadian yang kronologis saat pengambilan data. informan ditawari untuk diwawancara melalui Yahoo Messenger. untuk menemukan pola dalam data tersebut. Selain itu. penjelasan Wimmer & Dominick (2006: 116) secara lebih teknis menunjukkan bagaimana peneliti kualitatif pertama-tama menata informasi menurut dimensi waktu. melalui Yahoo Messenger).

objects. sehingga informasi terkait kehidupan sosial mereka tidak akan dikesampingkan dalam pembacaan data. ataupun peran sosial dalam bidang lingkungan hidup. pekerjaan. di saat yang sama tentunya aktivis sebagai pribadi punya konteks aktivitas. Dan karena penelitian ini tidak bertujuan melakukan generalisasi ataupun menguji suatu hubungan (korelasi) ataupun kausalitas maka penarikan kesimpulan (generalisasi) atas hasil penelitian juga tidak dapat dilakukan. 26 . penelitian ini tidak dimaksudkan untuk memberikan generalisasi terhadap penggunaan internet oleh aktivis lingkungan di Indonesia. 2000: 426). Setelah data tidak lagi “mentah”. BATASAN PENELITIAN Penelitian deskriptif ini memiliki dua batasan. or a body of knowledge” (Neuman. baru kemudian dilakukan dua tahapan terakhir untuk membangun suatu hipotesis konseptual. Kedua keterbatasan di atas muncul terutama karena penelitian ini lebih memusatkan diri pada penggambaran mendetail beragam penggunaan internet oleh aktivis dan kedalaman pemaknaan mereka atas tindakan komunikatif mereka tersebut. Pertama. Kedua. maupun kondisional di balik perilaku penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Perlu diingat bahwa walaupun penelitian ini melihat aktivis lingkungan sebagai pengguna internet namun. penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menjelaskan alasan-alasan khusus. F.behaviors. kasuistik.

Samik-Ibrahim (2004). 1983). Dengan kesadaran akan sejarah panjang kemunculan internet. mengingatkan masyarakat untuk berhati. Kemudian. baru pada tahap selanjutnya terdapat upaya untuk membangun jaringan antar kampus (Luhukay dan Budiardjo. Rahmat M. 27 . Hal ini karena perkembangan teknologi internet di Indonesia pada awal mulanya adalah upaya. Hal ini karena internet pada dasarnya memanfaatkan teknologi TCP/IP yang juga lazim digunakan pada Local Area Network (LAN).hati dengan kecenderungan pandangan yang menganggap kemunculan internet sebagai “sebuah ‘tombol lampu’ yang statusnya semula ‘off'’. INTERNET DI INDONESIA Sejarah internet di Indonesia sering disebut-sebut bercikal bakal pada semangat kekeluargaan dan gotong royong. diharapkan terbangun juga pemahaman masyarakat tentang konteks lebih luas yang menyertai keberlangsungan hidup internet hingga saat ini.upaya sejumlah universitas dalam mengujicobakan dan menggunakan teknologi informasi LAN (local area network) yang berbasis TCP/IP. Sebagai salah satu pengguna awal internet di Indonesia. Semangat “gotong royong” tersebut secara sekilas tampak dari tulisan SamikIbrahim (2004) yang menunjukkan banyaknya pihak yang terlibat dari awal sejarah penggunaan dan perkembangan internet di Indonesia. lalu menjadi ‘on’”.BAB II PENGGUNAAN INTERNET A. Tidak terdapat informasi yang benar-benar jelas tentang kapan internet “lahir” ataupun “masuk” ke Indonesia. sehingga dapat dikatakan bahwa rintisan kemunculan internet sudah berakar sejak akhir tahun 60-an dengan riset-riset ARPANET oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Saat itu. ekonomi. terutama yang berkutat dengan perkembangan ilmu komputer dan teknologi informasi. Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi di pertengahan tahun sembilan puluhan. tetapi bukan tidak mungkin kecenderungan tersebut akan meluas seiring dengan tersebarnya fasilitas akses internet di daerah suburban maupun kabupaten. Mulai dari menjamurnya bisnis warung internet. perkembangan dan penggunaan internet dapat dikatakan memang lebih sebagai “perangkat akademis” (Samik-Ibrahim. hanya kalangan terbatas seperti akademisi dan dunia bisnis saja yang memanfaatkannya. 2004). Barulah pada awal tahun sembilan puluhan. Walaupun perubahan pola interaksi ini lebih tampak nyata di masyarakat perkotaan. Perspektif ekono mi misalnya. Dalam kasus Indonesia. kehadiran serta perkembangan internet dan juga peningkatan jumlah penggunanya telah menyumbang pertumbuhan yang cukup signifikan. khususnya internet. karena perangkat-perangkat yang dibutuhkan cukup mahal. khususnya internet. maupun budaya. penyesuaian. melihat penggunaan internet sebagai kekuatan positif yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi. 2004) karena masih terbatas di kalangan akademisi. Sebenarnya.Internet sebagai sebuah jaringan komunikasi dan informasi sesungguhnya telah hadir di Indonesia sejak akhir tahun delapan puluhan. dan perkembangan yang terjadi di masyarakat sebagai konsekuensi penerapan internet dapat dicermati lebih seksama bila dilihat dari beraneka ragam perspektif. sejumlah pihak mulai melirik kesempatan usaha di bidang jaringan informasi. BPPT membangun jaringan yang bersifat umum. Namun. peningkatan 28 . dalam berbagai bidang kehidupan. Perubahan ataupun penyesuaian pola-pola interaksi masyarakat merupakan hal yang tak terelakkan seiring semakin meningkatnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. sosial. Bentuk-bentuk perubahan. namun memang BPPT/IPTEKnet yang pertama kali memiliki sebuah jaringan "publik" (Samik-Ibrahim. Meskipun perubahan yang terjadi tidak selalu bermakna positif. sejumlah perusahaan telah memiliki jaringan internet sebelum tahun 1993. Perkembangan dan penggunaan internet di Indonesia selama satu dasawarsa terakhir sedikit banyak telah mengubah pola interaksi masyarakat. situasi tersebut merupakan bagian dari dinamika masyarakat. baik interaksi bisnis.

Meskipun mendatangkan banyak keuntungan dan kemudahan. Hal ini terjadi karena penggunaan internet memungkinkan bertemu dan bekerjasamanya banyak orang yang sebelumnya terpisah-pisah oleh batasan geografis. Kondisi tersebut tentu mendatangkan ancaman tersendiri bagi para pelaku bisnis serta konsumen yang banyak mengandalkan penggunaan internet. Secara sosial kultural misalnya. internet membuka peluang bagi munculnya bentuk-bentuk baru kejahatan ekonomi seperti carding dan memungkinkan bertambah canggihnya bentuk kejahatan yang selama ini telah ada.fenomena menarik sehubungan dengan menyebarnya penggunaan internet di Indonesia. sebenarnya juga tidak terlepas dari karakter sosial budaya masyarakat Indonesia yang masih dominan dan kental rasa kekeluargaan atau guyub-nya. perusahaan atau industri. publikasi. Misalnya. Internet telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi masyarakat. Fenomena merebaknya penggunaan situs pertemanan misalnya. dari perspektif politik dapat dilihat bagaimana internet digunakan oleh tak sedikit kelompok-kelompok kepentingan untuk menyampaikan visi misi ataupun nilai. Sementara itu.penjualan berbagai sarana dan prasarana untuk internet. secara teknis internet telah meningkatkan kecepatan dan efisiensi pertukaran informasi dan transaksi ekonomi. seperti semakin rumitnya modus ataupun teknik-teknik fraud. serta perdagangan ilegal “berkat” bantuan internet. terutama karena perannya sebagai sarana komunikasi. Selain itu. maupun pemerintah. dari sudut pandang sosial dapat ditemui fenomena. serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh badan usaha atau lembaga ekonomi lainnya. penipuan. sehingga mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Berbeda dengan apa yang terlihat dari perspektif ekonomi. hingga pembentukan komunitas-komunitas ekonomi mikro yang bergerak dalam bidang information technology.nilai yang mereka anut. Hadirnya internet telah menunjang efektivitas dan efisiensi kerja perusahaan. internet membantu memperkuat jaringan sosial dan mendorong terbentuknya komunitas-komunitas sosial. tumbuhnya beragam bentuk bisnis via internet. Walaupun internet di Indonesia belum dimanfaatkan secara utuh untuk penyelenggaraan pemilihan umum atau 29 . internet juga memiliki sejumlah sisi negatif di bidang ekonomi.

30 . atau perusakan situs lawan-lawan politik. Meskipun sebagian masyarakat Indonesia baru mengenal internet selama satu dekade terakhir. kehadiran internet di Indonesia juga telah memunculkan modus-modus kejahatan baru seperti carding. politik. pencemaran nama baik. atau ras tertentu. memantau kinerja kelembagaan. internet menjadi sarana baru untuk melancarkan black campaign. Dan untuk kasus politik. Dalam konteks politik. ataupun stalking (menguntit orang). hacking. sosial.manfaat positif serta konsekuensi-konsekuensi negatif yang telah disebutkan di atas merupakan sebagian kecil gambaran dinamika masyarakat yang sedang belajar menempatkan internet dalam kehidupan mereka. tetapi partai politik. dan masyarakat umum mulai terbangun kesadarannya akan potensi internet untuk membangun transparansi pemerintahan. atau kelompok-kelompok fundamentalis. internet secara sosial membuka kemungkinan berkumpulnya orang-orang yang berpaham sama dari banyak tempat di dunia untuk membangun komunitas yang membenci atau mendiskreditkan suku. media. Namun tampaknya bentuk resesi ekonomi apapun tidak terlalu menghambat perkembangan internet di Indonesia.penerapan e-governance. anti-semitik. mengkampanyekan programprogram lembaga pemerintah ataupun masyarakat sipil. Manfaat. agama. hukum. Internet memungkinkan penyebaran produk-produk pornografi secara mudah. dan budaya yang berlangsung di Indonesia sepanjang waktu tersebut. Tidak berbeda jauh dengan apa yang terjadi di negara lain. Contoh yang amat tampak adalah dalam kasus-kasus kejahatan yang berhubungan dengan pornografi atau kejahatan seksual. serta untuk berkomunikasi antar dan antara unsur-unsur masyarakat. setidaknya hal ini terlihat dari peningkatan jumlah pengguna internet dari tahun ke tahun. Sementara itu. Gejala tersebut diduga muncul karena penggunaan internet mempercanggih bentuk-bentuk kejahatan dan memperkuat kecenderungan negatif yang telah ada sebelumnya di masyarakat. awal penyebaran internet di Indonesia justru berlangsung saat terjadi krisis moneter di akhir tahun sembilan puluhan. dan dengan restriksi yang amat minim. seperti komunitas fasis. kehadiran dan perkembangan internet di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari konteks ekonomi. Dalam konteks ekonomi. politisi. murah.

tentang fungsi. di http://www. dalam konteks sosial budaya Indonesia. hingga yang paling terkini adalah proliferasi penggunaan internet dalam berbagai tahapan Pemilu 2009 kemarin. menyebarkan pendapat.org/icstd/events/InfoSociety-Stats-Workshop-2007/Indonesia-ICT-Indicators. baik dari segi tantangan pembangunan infrastruktur dan sarana teknis 14 . Pemilu 2004. Sementara itu. skeptisisme politik. terutama bagi anak-anak dan remaja. dan karakter beragam media. euforia kebebasan bermedia pasca gerakan sosial 1998 tak luput turut membentuk pola perilaku dan cara pandang masyarakat. Terbukanya batasan-batasan sosial.pdf 31 . Depkominfo 2007. peran. Mulai dari menjelang Soeharto digulingkan. Meskipun begitu. bahkan normatif ikut mempengaruhi bagaimana masyarakat menjalankan kehidupan dan mengelo la keragaman di sekitar mereka. Kondisi-kondisi tersebut tentunya menjadi peluang tersendiri bagi para pengguna internet untuk memanfaatkan dan bahkan mungkin “memainkan” berbagai keunggulan internet untuk mendapatkan informasi. dan secara bertahap belajar menempatkan teknologi dalam suatu kehidupan berpolitik dan berdemokrasi. Di saat yang berdekatan. tumbuh.internet di Indonesia telah lahir. Tarik-menarik opini dan kepentingan publik t rkait kehadiran dan perkembangan e internet pun tak pelak menjadi bagian dari proses pendewasaan masyarakat atas adopsi sebuah teknologi bernama internet. fase euforia politik.unescap. Hill dan Sen (2005) misalnya. internet lahir dan berkembang seiring dengan perubahan-perubahan sosial kultural dalam masyarakat Indonesia itu sendiri. huru-hara reformasi. maupun dari segi sosial kultural masyarakat Indonesia sebagai pengguna 14 Lihat Indonesian ICT Indicators. Perkembangan internet di Indonesia sebenarnya masih harus menempuh perjalanan panjang. terutama di perkotaan. dan berkembang dalam situasi-situasi politik yang beragam dan sangat dinamis. berhasil mengamati dinamika internet yang terjadi di tengah konteks negara Indonesia yang sedang mengalami puncak proses globalisasi dan ekspansi besar-besaran media komersial. tak dipungkiri bahwa kondisi keterbukaan tersebut juga memunculkan keresahan serta ketakutan bagi sebagian kelompok masyarakat di Indonesia akan maraknya kerusakan moral di sekitar mereka. budaya.

Kemudian arah kajian pun melangkah maju dan bergerak untuk memahami penggunaan internet di negara masing. Sehingga upaya. ataupun budaya. Berbicara tentang pengguna internet. dan atau menggunakan internet untuk tujuan apa. perilaku-perilaku para pengguna internet. PENGGUNA DAN PENGGUNAAN INTERNET Pengguna internet (internet user) dan penggunaan internet (internet usage/ uses) merupakan dua hal menarik yang sedang cukup banyak dikaji di negara-negara yang sudah lebih dulu mengimplementasikan internet. Kajian-kajian tersebut pada awalnya dilakukan untuk dapat menangkap gambaran umum tentang siapa pengguna internet. sosial. topik yang pada awal mulanya banyak dibahas adalah siapa pengguna internet. ataupun penyebarannya secara geografis.upaya untuk mengurangi kesenjangan informasi harus diteruskan agar manfaat internet dapat dirasakan di lebih banyak wilayah di Indonesia. datang dari latar belakang seperti apa. karakteristik sosial dan demografisnya. Maka diharapkan masyarakat serta para pengguna internet di Indonesia agar dapat menggunakan internet seoptimal mungkin unt uk aktivitas dan tujuan positif. B.masing. ekonomis. manfaat serta potensi positif internet jauh lebih banyak dan masih menunggu untuk dimanfaatkan. Dan meskipun internet memiliki sejumlah konsekuensi negatif. mengambil sebesar-besarnya manfaat dari internet seperti halnya yang dilakukan para pengguna internet di dunia berikut ini. Kesadaran akan pentingnya pemahaman terhadap fenomena internet dan bagaimana hal tersebut berperan dalam kehidupan warga negaranya secara lebih luas -baik secara politis. dan pilihan-pilihan tindakan yang pengguna ambil saat mengakses internet.internet.tampaknya telah mendorong negara-negara tersebut untuk meneliti dan mengkaji bagaimana sesungguhnya pengguna dan penggunaan internet di negara mereka. Hal ini menjadi bahasan utama karena banyak pihak merasa penting untuk mengetahui dan memahami siapa saja yang menggunakan internet. Analisis Terry Schau (2001) dapat dijadikan salah satu contoh riset yang cukup komprehensif membahas pengguna 32 .

sehingga memudahkan mereka untuk menjadi computer literate. Temuan Schau di atas sejalan dengan hasil riset Sun. Zhong. kondisi yang sepertinya berhubungan dengan minimnya perkenalan dengan alat-alat tersebut. pekerjaan. terutama melalui pendidikan formal. dan Zhang (2006) tentang kaitan umur dan pendidikan dengan penggunaan internet dalam kasus pengguna permainan online (online games). sementara tingkat penggunaan terendah ada pada kelompok usia dewasa tua (lanjut usia). Perbedaan dalam berbagai tingkatan umur diduga Schau ada kaitannya dengan seberapa awal seseorang berkenalan dengan komputer dan internet. Tingkat penggunaan internet tertinggi berada di kelompok umur dewasa muda. Hasil survei nasional tersebut menggambarkan empat hal: siapa para pengguna internet. sehingga mereka lebih terampil dalam memanfaatkan fasilitas yang tersedia di internet. sehingga ketidak.internet di Amerika Serikat beserta pola-pola dan kebiasaan penggunaan mereka. sebuah survei sampel nasional terhadap 48. Secara umum. Dari hasil survei tersebut Schau (2001) membaca bahwa tingkat penggunaan internet berbeda-beda di berbagai tingkatan umur dan pendidikan. serta tujuan dan aktivitas mereka saat menggunakan internet. banyak orang dewasa tua kurang familiar dan nyaman dengan komputer. 33 . dan pendidikan mereka. penggunaan internet juga berbeda-beda bergantung pada tingkat pendidikan (educational attainment) responden. penggunaan internet juga dipandang Schau (2001) berhubungan dengan tingkat pendidikan.nyamanan mereka dengan komputer berlanjut ke jarangnya menggunakan internet. Analisis Schau dilakukan berdasar pada data Suplemen Current Population Survey (CPS) Desember 1998. Sementara itu. Banyak dari para dewasa muda mengenal komputer sejak di bangku sekolah. individu dengan tingkat pendidikan ya ng lebih tinggi lebih cenderung untuk menggunakan internet karena mereka telah lebih dahulu dan kerapkali terpapar penggunaan komputer dan internet selama mereka menjadi (maha)siswa.000 rumah tangga di Amerika Serikat yang dilakukan oleh Bureau of the Census untuk Bureau of Labor Statistics. Yakni. tempat mengakses. Selain faktor umur. karakteristik sosial.

dan tempat kerja (kantor).Lebih jauh lagi. Schau (2001) melihat bahwa hubungan antara tingkat penggunaan internet dan tingkat pendidikan juga berkaitan dengan hubungan antara tingkat penggunaan internet dan jenis pekerjaan. mencari informasi. para pengguna memanfaatkan internet untuk tujuan-tujuan tertentu. Sementara jenis pekerjaan dengan tingkat penggunaan terendah adalah di lini produksi dan perbaikan. Berkaitan dengan tempat saat mengakses internet. dan tidak menuntut banyak pemutakhiran maupun pengkomunikasian informasi. Perbedaan ini diduga berkaitan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan tingkat pendidikan yang diperlukan oleh suatu pekerjaan. Temuan berdasarkan survei tahun 1998 tersebut tampaknya tidak berbeda dengan kondisi satu dekade berikutnya. Beberapa kegiatan utama yang paling sering dilakukan adalah menerima dan mengirim e-mail. mencari informasi lewat 34 . Umumnya.mail. Pekerjaan manajerial dan profesional/spesialis adalah jenis pekerjaan yang dilaporkan memiliki tingkat penggunaan internet tertinggi. Selain itu. pendidikan. Kondisi ini terlihat dari bagaimana tujuan penggunaan internet serta waktu yang dihabiskan online bervariasi menurut jenis pekerjaan pengguna. hal ini karena umumnya pekerjaan yang menuntut gelar. serta memantau berita terkini (Schau. dan seberapa banyak informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu jenis pekerjaan. para responden Current Population Survey (CPS) Desember 1998 menjawab bahwa tempat-tempat teratas dalam mengakses internet adalah rumah. Sehingga dapat dikatakan bahwa jenis penggunaan internet memang beragam dan dibentuk oleh banyak hal. adalah jenis pekerjaan yang labor intensive. Pekerjaan di bidang produksi misalnya. Berdasarkan data PEW Internet Research bulan Maret 2008. 2001). tiga teratas kegiatan harian via internet (daily internet activities) di Amerika Serikat adalah mengirim atau menerima e. tempat-tempat atau fasilitas umum seperti perpustakaan atau pusat kegiatan m asyarakat juga menjadi pilihan dimana mereka dapat mengakses internet. dengan jenis pekerjaan pengguna sebagai salah satu faktor. sekolah atau kampus. dan keahlian kesarjanaan juga menuntut pemakaian internet secara intensif.

Meskipun beberapa penelitian menempatkan kajian di level penggunaan internet secara umum -seperti bagaimana penggunaan survei internet untuk mengetahui penggunaan dan kepuasan terhadap internet dan email (Harrell.org/trends. lihat http://www. 2006). 1998) serta penggunaan internet oleh pelanggan AOL (America Online-sebuah ISP di Amerika Serikat) baik untuk bisnis (e-commerce) maupun untuk kebutuhan sosial (Stafford. dan perspektif yang spesifik. Beberapa ragam penelitian tersebut membahas antara lain: uses and gratifications dari para pengguna berita online dan offline (Lyn. serta penggunaan internet untuk keperluan akademis oleh mahasiswa undergraduate di United Kingdom (Selwyn. 2005). tetapi banyak riset mengamati kasus-kasus dalam berbagai setting. 2004).asp 35 . Selain itu. Dari kedua penelitian tersebut dapat ditemui kecenderungan penggunaan internet di Amerika Serikat. Loumakis.search engine. Penelitian dengan pendekatan di atas umumnya mengadopsi metode survei dan menganalisisnya secara kuantitatif. Salwen. 2008). penggunaan BBS (bulletin board system) oleh mahasiswa di China (Liu dan Dimitrova. dan Zhang. hubungan antara keterlibatan (engagement) di internet dan partisipasi politik (Weber. dan mendapatkan berita 15 . Penelitian tentang penggunaan internet dalam konteks pendidikan misalnya membahas bagaimana penggunaan internet oleh pelajar SMP dan SMA di sepuluh sekolah negeri di Amerika (Ebersole. dan Abdulla. Penelitian atau kajian di luar negeri yang membahas penggunaan internet tidak sedikit yang menggunakan pendekatan atau teori uses and gratifications untuk menjelaskan perilaku penggunaan media (media use) dari para pengguna internet. 2007). Zhong. konteks. penggunaan dan kepuasan Chinese online gamers (Sun. Dalam setting bisnis dan aktivitas ekonomi terdapat riset yang mengulas penggunaan WWW oleh pebisnis Amerika dan Meksiko (Witmer dan Taweesuk. Walaupun keadaan tersebut belum tentu berlaku sama di semua negara n amun dapat dijadikan contoh riset yang berhasil menangkap gambaran umum perilaku penggunaan interne t. beberapa riset juga tertarik mengkaji penggunaan internet dan kaitannya dengan aktivitas kesenangan (leisure). dan ranah politik. hubungan sosial.pewinternet. 2000). dan 15 Untuk mengetahui versi terbaru survei tersebut. 2000)-.

hingga ke yang social-emotion-oriented dan lebih memanfaatkan internet untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan-kebutuhan sosial dan emosionalnya (Liu. yakni instrumental dan bukan ritual. (c) alat untuk berkomunikasi. 2003). Hal ini misalnya terbaca dari penelitian Papacharissi dan Rubin (2000) misalnya. Sementara itu. mulai dari sejauh mana khalayak dapat dikatakan aktif hingga ke bentuk-bentuk aktivitas seperti apa yang membuat khalayak layak dinilai aktif. and entertainment”. yang mencari tahu motif para pengguna komputer saat menggunakan internet dengan memanfaatkan lima kelompok motif. dan (d) sebuah sistem sosial. ditemukan indikasi bahwa penggunaan internet (internet use) lebih cenderung bersifat “bertujuan”. 36 . 2002). (b) wadah atau objek konsumsi. dalam kenyataannya. sejalan dengan persepsi para pengguna internet yang secara sadar mengetahui mereka menggunakan internet untuk melakukan apa dan memenuhi kebutuhan seperti apa. contoh penelitian kualitatif tentang pengguna dan penggunaan internet misalnya adalah penelitian analisis dokumen McMillan dan Morrison (2006) tentang bagaimana internet menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan mahasiswa dewasa muda di Tennessee. Selain itu. Amerika Serikat. sebuah konsep yang banyak diperdebatkan. Temuan tersebut menunjukkan bagaimana penggunaan internet lebih dominan bersifat aktif. pass time. information seeking. Persepsi pengguna memang diduga berhubungan dengan motif mereka menggunakan internet. bila selama ini dalam sejumlah penelitian dan kajian pengguna internet dipandang sebagai pengguna media yang “aktif” 16 . bahkan ke ranah penyimpangan psikososial seperti problematic internet use (PIU) (Caplan. Mulai dari jenis pengguna yang sangat task-oriented dan hanya memanfaatkan internet untuk tujuan-tujuan fungsional dan menyelesaikan “pekerjaan”. 2003).Bergman. juga terdapat riset Maignan dan Lukas (1997) yang melakukan penggolongan konsumen dan pengguna internet berdasarkan persepsi mereka yang melihat internet sebagai (a) sumber informasi. tidak 16 Active audience. Pengguna internet tidak dapat dipungkiri cukup heterogen perilakunya. convenience. yakni “interpersonal utility. Sementara itu. Dari hasil penelitian mereka.

Posisi ini berangkat dari pandangan McQuail (1994: 313) yang memaparkan penggunaan media sebagai perilaku sosial (social use of media) yang memiliki enam ciri. Ciri yang keempat. Yakni. Pertama. jenis pengguna internet yang lebih sering hanya “mampir” ke berbagai kelompok diskusi online. tapi “remain a vicarious consumer of the content generated rather than an active participant in its ongoing development”. Kedua. tetapi 37 . penggunaan media diatur oleh normanorma formal dan informal. Sehingga penggunaan media bukanlah sebuah bentuk tunggal. menerima informasi dari berbagai situs. bisa jadi sang ibulah yang lebih sering menentukan bagaimana anaknya mengkonsumsi media. 2005: 68) sebagai cyber-surfer atau cyber-lurker. 2005: 68). Misalnya. isi media dan perilaku penggunaan media seperti apa yang dapat diterima secara normatif. Penelitian-penelitian yang telah disebutkan dari permulaan subbab ini memberikan beragam gambaran tentang pengguna dan penggunaan internet mereka dari berbagai sudut pandang. Selanjutnya. Misalnya. meninggalkan komentar singkat. penggunaan media seringkali terstruktur oleh polapola hubungan sosial. penggunaan media seorang ibu dan anaknya yang terpengaruh oleh hubungan di antara keduanya. seperti apa yang digambarkan Rob Kitchin (dalam Flew. dan tidak hanya melihat perilaku pengguna dari sisi psikologis kognitif semata. Temuan Kitchin tampaknya sejalan dengan pengamatan Slevin yakni bahwa banyak pengguna internet cenderung tidak secara mendalam berkomitmen terhadap satu komunitas online. dalam hal pemilihan acara dan waktu penggunaan media. penggunaan media dapat dibedakan secara sosial dan budaya. tetapi lebih sering berpartisipasi dan keluar masuk dalam banyak komunitas sekaligus. Misalnya. Pilihan-pilihan perilaku pengguna seperti yang telah disebut di atas tentunya bagian dari dinamika pengguna internet sebagai individu dan juga sekaligus makhluk sosial. penggunaan media seringkali telah melebur dalam bentuk-bentuk kehidupan sosial lainnya.sedikit pengguna internet yang “pasif”. Hal ini menurut Slevin bertujuan untuk “ taking maximum advantage of the new forms of human association enabled by the Internet” (dalam Flew. namun penelitian ini menempatkan pengguna dan penggunaan internet mereka sebagai bagian dari kehidupan sosial. terutama terkait pemilihan isi (content) dan perilaku.

Dalam hal penggunaan internet di sebuah negara misalnya. tingkat penggunaan internet lebih dominan dipengaruhi oleh dua faktor. Zhao (2006) menemukan bahwa ikatan atau hubungan sosial (social ties) para pengguna internet bergantung pada jenis aktivitas online yang dilakukan dan jumlah waktu yang dihabiskan untuk melakukan aktivitas tersebut. bagaimana perilaku orang umumnya terikat dengan perilaku penggunaan media yang telah mereka pilih. Temuan Zhu dan He di atas menunjukkan bahwa perilaku penggunaan internet secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh kondisi-kondisi sosial di sekitar pengguna. Kecenderungan tersebut tentunya bisa digunakan untuk menampik tudingan bahwa pengguna 38 . setting sosial kultural. email dan chatting) cenderung memiliki lebih banyak ikatan sosial dibanding yang menggunakan internet untuk solitary activities seperti web surfing. Contoh yang sering digunakan adalah bagaimana menonton film di bioskop menjadi aktivitas kolektif kelompok-kelompok pergaulan. status sosial dan ekonomi. Ciri yang terakhir. Kelima. penggunaan media itu sendiri sering bersifat “ sociable” dan menjadi dasar bagi interaksi sosial lainnya. Pengguna yang lebih banyak menggunakan internet untuk hubungan atau komunikasi interpersonal (misalnya. aktivitas sore hari sebuah keluarga. Zhu dan He (2002) mengemukakan bahwa adopsi atau penerimaan internet di Hong Kong dipengaruhi oleh beberapa faktor. di sisi lain. dan pandangan pengguna atas kesesuaian diri dengan internet (perceived compatibility of the Internet). Sementara itu. yakni status sosial ekonomi dan pandangan diri terhadap internet. Berkaitan dengan pilihan untuk memandang perilaku penggunaan media dan juga dalam hal ini perilaku penggunaan internet. misalnya. Tetapi.sebagai perilaku sosial maka perlu dilihat bagaimana penggunaan internet bila diletakkan dalam kerangka aktivitas dan hubungan sosial lainnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran dan selanjutnya penggunaan internet dalam suatu ma syarakat tidak terlepas dari dukungan-dukungan banyak faktor dalam perwujudannya. antara lain: karakteristik pribadi. terkait dengan konteks interaksi sosial. Sehingga penggunaan internet itu sendiri sesungguhnya tidaklah bersifat tunggal dan berdiri sendiri.menyatu dengan.

sebuah keadaan yang mungkin turut mempengaruhi tingkat keterlibatan masyarakat (civic involvement). dan baru dirasakan sebagian kecil masyarakat dunia. kondisi positif yang digambarkan di atas akan lebih mudah disebarkan seiring dengan penyebaran internet dan peningkatan jumlah penggunanya di lebih banyak tempat di dunia. Namun. Keadaan positif yang digambarkan Wellman dkk akan lebih banyak dibahas dalam subbab tentang penggunaan internet oleh masyarakat sipil. padahal sesungguhnya kesenjangan tersebut berada di 39 .faktor sosial yang telah dimiliki sebelumnya. Kondisi ini seringkali diacu sebagai “digital divide” yang berarti adanya keterpisahan atau jarak secara digital karena belum meratanya adopsi internet di dunia. Hal ini karena hubungan sosial pengguna internet tidak semata. Tentunya. individualis.mata dibentuk oleh aktivitasnya berinternet tetapi faktor. Wellman dkk (2003) misalnya mengungkapkan bagaimana internet telah mengubah dan mendorong dinamika dalam komunitas dan masyarakat. penggunaan internet bersifat menambahi atau melengkapi dan bukan menggantikan bentukbentuk komunikasi lain yang telah lebih dulu ada. Ketidaksetaraan pemanfaatan internet terjadi baik secara geografis-regional maupun secara hierarkis dalam kelas sosial. Selain itu. dengan sedikit ketidaksetujuan. Hargittai (2004) berpendapat bahwa digital divide adalah istilah yang kurang tepat karena seolah-olah divide atau kesenjangan yang ada di dunia hanya bersifat digital. Keadaan ini tentunya sejalan dengan harapan dan temuan beberapa pihak yang memandang potensi internet dalam memajukan kehidupan sosial politik.internet cenderung bersifat egois. Terkait dengan konteks sosial penggunaan internet. yakni berdasarkan pendapatan dan pendidikan (Hill dan Sen. 2005: 144). dan asosial. terpusat di negara-negara maju. Harapan ini diungkapkan banyak pihak karena penggunaan internet di seluruh dunia sebenarnya belum merata. Wellman dkk juga menemui indikasi bahwa penggunaan internet telah mendorong perubahan dalam masyarakat di negara maju seiring dengan menguatnya jaringan perseorangan (networked individualism). Hal ini karena internet telah dipergunakan untuk berhubungan baik secara lokal maupun global. meskipun sifat penggunaanya bisa beragam dari satu negara ke negara lain.

Kondisi ini sangat mungkin terjadi. dan kelompok ekonomi sosial bawah. dia juga mengingatkan bahwa kesenjangan tersebut tidak hanya bersifat sebagai pembeda antar berbagai lapisan masyarakat. sejalan dengan bagaimana luas dan banyaknya orang dan wilayah yang mungkin dihubungi lewat internet. apalagi karena menurut Dutta-Bergman (2005a) akses suatu komunitas terhadap internet berhubungan erat dengan community participation dan community satisfaction. yakni bila suatu komunitas atau kelompok masyarakat memiliki akses internet yang memadai di tempat tinggal mereka maka hal itu akan saling mendukung dengan keterlibatan anggota komunitas t rsebut dalam aktivitas-aktivitas kemasyarakatan. Terdapat empat keuntungan mendasar penggunaan internet: pertama. Kedua. dukungan sosial. namun kecenderungan selama ini menunjukkan bahwa pengguna dan penggunaan internet di dunia tidak pernah berhenti meningkat jumlahnya. Keadaan ini tentunya sangat disayangkan karena ketidaksetaraan (inequality) dalam akses terhadap internet berkemungkinan menghambat potensi perkembangan postif dalam suatu masyarakat atau komunitas.banyak dimensi. tapi sangat mungkin menciptakan diskriminasi antar lapisan masyarakat. keterampilan menggunakan komputer dan internet. Ketiga. Meskipun terdapat istilah yang berbeda-beda dalam membahas kesenjangan di atas tapi tak dapat disangkal bahwa memang terdapat kesenjangan pemanfaatan internet secara khusus dan teknologi informasi secara umum. 40 . apalagi bila dibandingkan dengan luasan manfaat yang didapat. mampu melampaui batasan wilayah dan negara. e dan bahkan mendorong kepuasan menjadi anggota dalam komunitas tersebut. Jumlah pengguna dan pelanggan internet yang terus meningkat kemungkinan berkaitan erat dengan pengetahuan dan kesadaran mereka akan keuntungan penggunaan internet. serta keragaman penggunaan. Kondisi pemanfaatan internet di seluruh dunia memang belumlah merata baik secara kuantitatif maupun kualitatif. kalangan lanjut usia. Bucy (2000) terutama melihat masih adanya ketimpangan dalam akses terhadap internet terutama di kalangan single mothers. rendahnya biaya yang perlu dikeluarkan untuk dapat mengakses internet. seperti akses terhadap teknologi. Terkait dengan ketidaksetaraan digital. tersedianya informasi dalam jumlah besar dan juga beragam di jutaan situs.

masih rendahnya ketersediaan akses internet dan fasilitas pendukung. Kelemahan ketiga adalah pembatasan akses. tetapi angka penetrasi internet Indonesia masih rendah. “Kekurangan” internet yang keempat adalah keterbatasan informasi. Karena internet memberi kebebasan yang amat luas bagi siapapun untuk memuat dan menuliskan ide apapun. Terdapat setidaknya lima “kekurangan” internet yang menghambat masyarakat memanfaatkan potensinya. sebuah ekses yang tak terelakkan dari karakter internet itu sendiri. Ancaman ini tentu dapat menghambat pemanfaatan internet untuk penguatan kapasitas masyarakat. Kekurangan pertama inilah yang paling menjadi dinding penghalang antara masyarakat luas dan potensi kemanfaatan internet. Hal ini karena proses menghasilkan dan menyajikan data serta informasi terpercaya membutuhkan sumber daya yang tidak 41 . Walaupun internet menjanjikan dan menyediakan akses tak terbatas pada banyak sekali informasi dan pengetahuan. tidak terdapat jaminan mutlak atas kebenaran informasi yang didapat. Keempat. Pertama. Kelemahan yang kedua adalah validitas informasi yang tidak selalu dapat diandalkan. terutama di negara berkembang seperti Indonesia. pada kenyataannya seperti yang terjadi di Singapura dan China.pemerintah dapat melakukan pembatasan akses. Terutama bila penyedia jasa internet (ISP-internet service provider) di negara itu berada di bawah kendali dan pengawasan pemerintah.metode pencarian informasi yang terus dikembangkan. namun banyak juga informasi yang sesungguhnya tidak tersedia di internet. Empat kemudahan di atas adalah alasan-alasan utama penggunaan internet. kecuali biaya koneksi internet itu sendiri. Penggunaan internet m emang membuka banyak kemungkinan dan peluang.kesemuanya sebagian besar dapat diakses tanpa biaya. Hal inilah yang terbaca ketika jumlah dan persentase pengguna internet belum seberapa bila dibandingkan dengan total penduduk Indonesia. internet menyediakan metode. bahkan bila dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Meskipun jumlah pengguna dan pelanggan internet terus meningkat. namun internet sebagai sebentuk teknologi media juga memiliki beberapa kekurangan. terutama bagi para pengguna pemula. Meskipun internet selama ini selalu digembar-gemborkan sebagai media yang sangat bebas.

Dari hambatan. baru berkisar dua juta pelanggan atau hingga dua puluh lima juta pengguna sampai dengan tahun 2007 (APJII). keadaan ini terutama karena tidak terdapat survei ataupun penelitian rutin mengenainya.hambatan atau kelemahankelemahan yang disebut di atas. C. apalagi bila dibandingkan dengan total jumlah penduduk Indonesia. jika memerlukan suatu informasi bukan tidak mungkin kita harus memesan dan membayar untuk mendapatkannya. Informasi mengenai pengguna internet di Indonesia secara mendasar biasanya diperoleh dari data APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia). sehingga banyak organisasi atau lembaga tidak mampu mempublikasikannya. Indikasi yang kuat adalah masih terbatasnya jumlah pelanggan internet. Perkiraan resmi dari APJII terhadap jumlah pelanggan dan pemakai internet selama ini dan perkiraan sampai akhir tahun 2007 adalah sesuai dengan tabel berikut ini: 42 . Sebagai konsekuensinya. “kelemahan” terakhir dari internet adalah mayoritas informasi yang tersedia disajikan dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. dan jumlah pengguna ataupun pelanggannnya belum terlalu banyak. Dari data APJII terlihat bahwa secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa internet relatif baru dikenal oleh masyarakat Indonesia . Sebenarnya “kelemahan” ini tidak berasal semata dari karakter internet itu sendiri. namun penjelasan selengkapnya tentang pengguna dan penggunaan internet di Indonesia dapat ditemui dalam subbab berikut ini.sedikit. Tetapi kendala melek bahasa asing tidak dipungkiri menjadi salah satu penghambat bagi banyak orang untuk mengoptimalkan potensi internet. tidak sedikit yang masih dihadapi para pengguna internet di Indonesia. tapi lebih berasal dari keterbatasan pengguna internet itu sendiri. PENGGUNA DAN PENGGUNAAN INTERNET DI INDONESIA Data pengguna dan penggunaan internet di Indonesia dapat dikatakan masih sangat terbatas. Sementara itu.

1 di atas).000.000 25.000 581.000 8.500. tetapi perkembangan internet di Indonesia terus menunjukkan perkembangan ya ng signifikan.apjii. Namun.or. terutama bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.000.000. Angka tersebut kemudian meningkat pesat dalam jangka waktu lima tahun dan mencapai delapan juta lebih pengguna di tahun 2003. Perkembangan Jumlah Pelanggan dan Pemakai Internet Indonesia (kumulatif) 17 Angka-angka di atas memang terlihat banyak namun sebenarnya tidak lebih dari sepuluh persen jumlah seluruh penduduk Indonesia.000 Tabel 2.500.id/dokumentasi/statistik.000 1.000 4.000 75.000 1. 2001).000 2.Tahun 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Jumlah Pelanggan 31. pada tahun 2006.002 865.000 667.000.000 1.000 134.200.000 512.534 11. setidaknya terlihat dari kecenderungan terus meningkatnya jumlah pelanggan maupun pengguna internet dari tahun ke tahun. Berdasarkan data APJII (Tabel 2. Meskipun persentasenya masih rendah. Sumber: APJII. data menunjukkan angka dua puluh juta pengguna.428 1.226.700.000 400.000. Selanjutnya.php?lang=eng 43 . pada tahun 1998 jumlah pengguna internet di Indonesia baru mencapai 512. namun peningkatan jumlah pelanggan internet saat ini menunjukkan bahwa peluang pasar internet di Indonesia cukup besar (Prayitno.080.000 20.1. memang terdapat perbedaan antara persentase peningkatan jumlah pengguna dengan 17 Data s/d akhir 2007.706 1. Jumlah ini tampaknya akan terus bertambah seiring dengan pembangunan infrastruktur dan perkembangan teknologi informasi.000 256. http://www.000 Jumlah Pengguna 110.143 16. Walaupun Indonesia dikatakan masih dalam tahap awal perkembangan pasar internet.000 pengguna.000 384.900.087.000 4.

1. Perbedaan jumlah peningkatan kedua kelompok di atas tidak terlepas dari masih rendahnya daya beli masyarakat Indonesia untuk berlangganan internet secara pribadi. Kecenderungan yang tergambar di atas tampaknya terjadi karena sebagian besar pengguna internet di Indonesia mengakses dari warnet. dan bukan dari sambungan pribadi. penyebaran penggunaan internet melalui tempattempat umum seperti warnet juga menjadi salah satu alasan kenapa pertumbuhan jumlah pengguna internet di Indonesia jauh lebih cepat dibanding pertumbuhan jumlah pelanggan internet (Wahid. dan Kristiansen. pelanggan internet adalah seseorang yang berlangganan akses internet dari ISP ( nternet service provider). sementara pengguna internet i adalah orang yang semata menggunakan internet dan belum tentu seorang pelanggan atau menggunakan internet secara berlangganan. Peningkatan Jumlah Pelanggan dan Pengguna Internet di Indonesia 44 . sekolah. atau perpustakaan umum. Furuholt. Pada dasarnya.1) yakni. kantor.pertambahan jumlah pelanggan (lihat Bagan 2. Bagan 2. Hill dan Sen (2005) juga mencatat peran penting warnet sebagai ujung tombak penyebaran akses internet di banyak wilayah di Indonesia. jumlah pengguna meningkat dengan tajam sementara jumlah pelanggan meningk at tidak jauh berbeda dari tahun ke tahun. 2007). Selain itu.

Salah satu faktor tersebut adalah peningkatan akses internet via telepon seluler atau ponsel. Fenomena ini diakui oleh Sylvia W. institusi pemerintahan. Faktor tersebut menjadi penting karena semakin umumnya kepemilikan ponsel di masyarakat Indonesia dan bermunculannya banyak penawaran layanan berlangganan Internet murah dari operator telekomunikasi seluler telah mendorong kenaikan trafik internet di Indonesia. 2 September 2008). khususnya internet. serta untuk kegiatan bisnis. terutama pengguna di tingkat masyarakat daerah. adalah akses yang murah dan cepat. Seperti yang diungkapkan Fortunato (2005: 31). Jadi. dengan tidak hanya bergantung pada apa yang disediakan pemilik dan organisasi media (konvensional). namun dia juga mengingatkan bahwa akses Internet melalui media seperti ponsel belum dimanfaatkan secara merata karena umumnya penggunaan perangkat bergerak seperti ponsel hanya bisa diakses oleh pengguna yang tinggal di kota-kota besar (Bisnis Indonesia. 45 . Ada beberapa faktor yang dapat turut mendorong pertumbuhan dan perkembangan penggunaan internet di Indonesia. dan (4) cepat menyediakan informasi terbaru. (2) menyediakan banyak dan beragam informasi. Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Sumarlin. walau ponsel turut meningkatkan angka trafik internet namun peningkatan yang lebih pesat sebenarnya didorong oleh penggunaan internet di kantor-kantor. sehingga mereka bisa ikut menikmati perkembangan teknologi informasi.Peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia kemungkinan berhubungan dengan pemahaman masyarakat akan karakteristik-karakteristik internet sebagai sebuah media yang berbeda dari media yang lain. internet menawarkan keuntungan lebih pada penggunanya karena memiliki karakter: (1) dapat diakses kapan saja. Hal ini karena harapan yang utama dari pengguna internet Indonesia. (3) bersifat interaktif sehingga pengguna dapat memilih isi yang diinginkan. Oleh karena itu. Pemahaman di atas juga penting dimiliki pemerintah dan pihak swasta agar mereka turut berkomitmen mendorong pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan untuk lebih menyebarluaskan akses internet.

untuk mendorong penyebaran akses internet (dan juga menegakkan prinsip transparansi informasi). kota-kota industri di luar Jawa seperti Medan dan Balikpapan. atau di pulau-pulau tujuan wisata seperti Bali dan Lombok. Faktor-faktor penghambat lainnya adalah masih minim dan belum meratanya infrastruktur teknologi pendukung internet. Terkait profil pengguna dan pola penggunaan internet di Indonesia. Tidak dapat disanggah bahwa keberadaan tempat-tempat seperti warnet menawarkan peluang bagi mayoritas masyarakat di negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk berkomunikasi dan memperoleh akses terhadap informasi lewat internet. dapat dikatakan bahwa tidak banyak penelitian yang mampu menangkap hal tersebut secara utuh. Selain itu. masih banyak orang yang terhambat untuk menggunakan internet. Ketimpangan akses internet dalam dimensi geografis tampaknya berkaitan dengan keterpusatan sumber daya keuangan dan infrastruktur di Pulau Jawa. Bila bukan karena banyaknya warnet. Tidak dapat dipungkiri bahwa walau Internet di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. namun sesungguhnya Indonesia juga mengalami kesenjangan dan ketidaksetaraan dalam penyediaan dan penyebaran akses terhadap internet. mekanisme dan skema pembangunan yang mendorong pemanfaatan internet dalam berbagai kegiatan layanan publik dan bisnis perlu didukung oleh semua pihak. terutama dari segi jumlah penggunanya. Salah satu penelitian tentang penggunaan internet di tingkat individual di Indonesia misalnya adalah yang dilakukan Andarwati dan Sankarto (2005) terhadap para peneliti Balitbang Pertanian di Bogor. terutama Jakarta (Hill dan Sen. yang menemukan bahwa tingkat pendidikan dan jenjang fungsional peneliti berhubungan lurus dengan tingkat 46 . 2005: 62-64). Kondisi itu tampak dari pembacaan data APJII yang menunjukkan bagaimana meskipun penggunaan internet menyebar relatif cepat tetapi sebagian besar warung internet (warnet) atau kafe internet masih sangat terpusat di kota-kota besar berpenduduk padat di Pulau Jawa. serta masih rendahnya tingkat kepemilikan ataupun penggunaan komputer dan saluran telepon (sebagai sarana dasar akses internet). juga karena masih rendahnya penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa utama pengoperasian komputer dan internet.

Furuholt. internet juga memungkinkan ekses negatif seperti yang tampak dalam penggunaan internet dalam kasus konflik Timor-timor serta konflik di Ambon. Sebagaimana yang dipaparkan Hill dan Sen. dan memiliki tingkat kapabilitas pribadi serta kemampuan finansial yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan pengguna yang menggunakan internet untuk tujuan rekreasional (Wahid. Mereka menemukan bahwa pengguna internet di Indonesia yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi. dan lebih banyak pengalaman berinternet cenderung akan menggunakan internet untuk tujuan-tujuan lebih serius dibandingkan pengguna lainnya. Pengguna yang umumnya datang untuk tujuan instrumental dan komunikatif biasanya lebih berumur. Penelitian Wahid. Furuholt. chatting. Temuan di atas memberi harapan bahwa penggunaan internet untuk kemanfaatan sosial bisa didorong seiring dengan peningkatan “jam terbang” dan kesempatan mengakses internet. membaca berita). dan Kristiansen. download lagu dan gambar). kemampuan pribadi yang lebih baik. dan Kristiansen (2007) yang didasarkan pada survei terhadap pengguna warnet di kota Yogyakarta. dan Kristiansen (2007) menyebut e-mail. Salah satu alasan mereka adalah karena dua pertiga pengguna internet di Indonesia memperoleh akses ke internet dari warnet atau kafe internet. terdapat beberapa perbedaan. Para pelanggan warnet dalam penelitian Wahid. Furuholt. dan rekreasional (gaming. 2007). Berkebalikan dengan apa yang dielu-elukan sebagai dampak positifnya. usia. Furuholt. Menurut ketiga peneliti tersebut terdapat kecenderungan bahwa semakin tinggi pendidikan.intesitas penggunaan internet mereka. mereka pada dasarnya menggunakan internet untuk tiga jenis tujuan. instrumental (mencari informasi. kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan internet ternyata juga dapat dipergunakan untuk menebar kebencian dan menyebarluaskan 47 . Dari ketiga kelompok pengguna internet dengan masing. dan kemampuan ekonomi seorang pengguna internet maka semakin serius pula tujuan mereka menggunakan internet. berpendidikan.masing tujuannya. dan Kristiansen memang berfokus pada penggunaan internet di atau melalui warnet. yakni komunikatif (e-mail dan chatting). Hal ini cukup sejalan dengan kajian Wahid. Selain itu. dan pencarian informasi sebagai aktivitas terpopuler mereka.

Aktivitas-aktivitas non-profit tersebut di antaranya adalah 48 . Bräuchler (2003) melihat secara lebih obyektif bagaimana internet menyediakan cara dan wadah bagi pihak-pihak yang berseteru untuk saling mengungkapkan pandangan-pandangan mereka. dalam kasus gerakan kemerdekaan Timor Timur. bentukbentuk tindakan yang sulit dilakukan melalui media massa konvensional. Cara kedua. D. dan digunakan untuk berbaga i tujuan. sesuatu yang mungkin sulit dilakukan sebelum kehadiran internet. khususnya yang dilakukan oleh masyarakat sipil dan gerakan sosial akan dijelaskan secara lebih mendalam dalam subbab berikut ini. bahkan membangun suatu imagined communities terkait kasus tersebut. dengan mengangkat kasus yang terjadi di tingkatan lokal tersebut ke level nasional dan juga global.hari. internet sudah menjadi kebutuhan dan kebiasaan sehari. Penggunaan internet untuk tujuan-tujua n sosial politis lainnya. termasuk untuk tujuan-tujuan bersifat non-komersial. PENGGUNAAN INTERNET OLEH MASYARAKAT SIPIL Di banyak bagian dunia. internet dipergunakan oleh aktor-aktor dalam gerakan dan kelompok-kelompok lokal untuk memperjuangkan kepentingan mereka masing. Hal ini terutama dilakukan dengan mengangkat isu kemerdekaan mereka ke tingkatan internasional dan menghubungkan para pendukung mereka yang tersebar di banyak belahan dunia (Hill.masing. Tidak jauh berbeda dengan yang terjadi dalam kasus Maluku. Pemanfatan internet dalam situasi konflik dilakukan dengan dua cara utama: pertama.sakit hati dan amarah. dengan membuka peluang interaksi antara berbagai pihak yang sebelumnya tidak terhubung. juga untuk mengkonstruksi identitas dan komunitas dalam rangka mempengaruhi konflik itu sendiri. atau golongan minoritas untuk menyuarakan aspirasi mereka. Dalam kasus konflik di Maluku. 2002). kelompok. Hal ini tentunya kontraproduktif dengan apa yang selama ini didengungkan sebagai pengaruh positif dari internet. Tentunya kedua contoh “negatif” di atas merupakan bentuk lain penggunaan internet oleh masyarakat.

Meskipun kegiatan-kegiatan non-profit tersebut dapat dilakukan secara sendiri-sendiri atau di tingkat perseorangan. dan kebudayaan tempat dirinya tumbuh dan berkembang. aktivisme sosial) dalam beberapa kasus di sejumlah negara lain. sosial. masyarakat sipil telah terbiasa menggunakan beragam bentuk media serta alat komunikasi. gerakan sosial. terutama dalam hal membangun jaringan dengan 18 Orang-orang yang bergerak di ranah ini sering disebut sebagai sektor ketiga karena secara tegas membedakan diri mereka dari dua sektor lainnya. 2007: 27). Namun dalam subbab ini pembahasan tentang masyarakat sipil lebih mengacu pada aneka kelompok-kelompok dalam masyarakat yang bukan pemerintah.membangun komunitas sosial dan menjalankan program-program sosial untuk masyarakat. sehingga terbangun ekulibrium dalam tiga jalur pembangunan: ekonomi. terutama penggunaannya oleh kalangan masyarakat sipil (civil society). perlu dipahami dahulu apa yang dimaksud dengan masyarakat sipil. Kedua sektor lain tersebut memiliki tujuan dan polah gerak masing-masing yang ingin “dijaga” oleh sektor ketiga agar tidak melangkahi dan merugikan kepentingan masyarakat umum. 49 . namun dalam mayoritas literatur ditemukan lebih banyak pembahasan mengenai penggunaan internet untuk kepentingan sosial di tingkatan yang lebih luas. bukan perusahaan. Masyarakat sipil itu sendiri memiliki sejarah panjang dan beragam bentuk eksistensi. tidak bertujuan mencari keuntungan. Penggunaan internet oleh masyarakat sipil dapat mengambil banyak bentuk dan memiliki banyak tujuan. Batasan yang longgar tentang masyarakat sipil dalam penelitian ini memang diambil untuk memungkinkan tertangkapnya gambaran beragam bentuk pemanfaatan internet oleh masyarakat sipil. Sebelum kemunculan dan penyebaran internet. Namun. dan lingkungan (Munggoro. yakni sektor pemerintahan dan sektor bisnis/komersial. sesuai dengan banyaknya kemudahan yang ditawarkan internet. tetapi proliferasi internet ke hampir seluruh bagian dunia telah memberikan pengaruh positif bagi masyarakat sipil. terutama berkaitan dengan kepentingan masyarakat umum yang terabaikan. Untuk memahami bagaimana aktivis lingkungan di Indonesia menggunakan internet dan memaknai tindakan mereka maka dalam subbab ini akan dibahas bagaimana internet telah dimanfaatkan oleh sektor ketiga 18 (masyarakat sipil. sesuai dengan keadaan sosial. politk. dan berjuang untuk beragam alasan.

dan mobilisasi. internet juga berguna untuk mendukung aktivitas organisasi dan edukasi kepada publik dan gerakan sosial itu sendiri (Wall. 2007).ide politis mereka ke hadapan publik. re-educative. dan power (O’Brien. Cyberactivism: Online Activism in Theory and Practice. cepat. 2003. Selain itu. Misalnya. Selain itu.berbagai kelompok masyarakat sipil di belahan bumi lainnya. 2005)20 sebagai tiga kategori taktik para cyberactivists. 19 Semangat kesetaraan atau spirit of equality memang sejak awal digulirkan sebagai sesuatu yang inheren dalam sifat alamiah internet. 2005) saat memanfaatkan internet untuk mengkoordinasi aksi. Internet dipilih oleh gerakan sosial atau masyarakat sipil karena secara umum dinilai lebih menguntungkan. dan mampu melampaui l batas-batas geografis dan spasial. 1999). misalnya untuk kegiatan facilitative. Aktivitas ini dalam beberapa kesempatan la in juga sering disebut sebagai internet activism (Emerson. Namun. serta action/reaction. 50 . (Eds). 20 Werbin melakukan ulasan terhadap buku “Cyberactivism” (McCaughey. 2005). yakni penggunaan beragam fasilitas teknologi komunikasi –seperti e-mail dan website. untuk mencapai beragam bentuk tujuan. organization/mobilization. melakukan sosialisasi. internet dimanfaatkan aktivis. Sehingga pada saat ini aktivisme sosial secara umum telah memposisikan internet sebagai salah satu alat utama untuk berkomunikasi. dan dapat dilakukan dengan berbagai cara. persuasive. New York: Routledge. yakni awareness/advocacy. efisien. internet dinilai turut memperkuat semangat kesetaraan (equality) 19 yang umumnya dijunjung tinggi para aktivis. Michael D. Martha & Ayers. masyarakat sipil. aman. seperti yang disebut Sandor Vegh (dalam Werbin.oleh berbagai jenis aktivisme untuk mendorong komunikasi yang lebih cepat dari gerakan sosial ataupun anggota masyarakat dalam usaha menyebarkan pesan ke khalayak luas. yakni ebih murah. menerapkan aktivisme media. membangun jaringan.) dan Sandor Vegh merupakan salah satu kontributor buku tersebut. Peneliti tidak berhasil mendapat akses langsung ke buku tersebut. yang dilakukan oleh aktivis gerakan antikorporasi global (Juris. Pada dasarnya. ataupun gerakan sosial untuk berkomunikasi dan membangun jaringan. serta menampilkan ide. tidak d apat dipungkiri bahwa isu kesetaraan ini sesungguhnya bersifat semu karena masih kentalnya digital divide yang memisahkan negara atau wilayah yang sudah memiliki infrastruktur dan fasilitas untuk mengakses internet dengan daerahdaerah yang belum seberuntung itu.

Mulai dari e-mail dan mailing list (Wall.Penggunaan internet oleh masyarakat sipil untuk menjalankan advocacy. 2004). 2005). membagi. mendekati kenyamanan. web pages dan weblog. Tindakan-tindakan di atas pada dasarnya membuka peluang bagi para aktivis untuk berbagi. dan memeriksa setiap informasi dari begitu banyak sumber-sumber global. serta menantang posisi-posisi resmi dan profesional atas isu. terutama bila dibandingkan dengan media konvensional berbasis teritorial. lobbying. volunteering. bertukar ide dan juga sumber daya. hingga cara yang sudah lebih inovatif seperti banner. Beberapa gerakan juga melakukan kolaborasi digital dengan menciptakan open editing software yang memungkinkan pengorganisasian dan pengkordinasian aksi. dan produksi dokumen untuk publik (Juris. organizing hingga fundraising (Spencer. dan bukan hanya komunikasi vertikal (top to bottom). Sejumlah wacana yang menjelaskan alasan di balik penggunaan internet oleh masyarakat sipil disajikan dalam bagian berikut ini. dan mencari informasi (Johnson dan Kaye. memenuhi social utility. Selain itu. (d) kapasitas untuk menyebarkan dan memperdebatkan isu-isu terbaru.forum online. (c) (kebebasan berupa) minimnya pengaruh dan kendali pemerintah serta kesulitan yang timbul akibat batas-batas negara. penyebaran dan pembagian informasi. 2002) dapat mengambil beragam bentuk dan cara. penggunaan internet oleh aktivis masyarakat sipil dilatarbelakangi oleh berbagai motivasi.isu tersebut. community building. antara lain untuk mencari guidance. 2007). Penggunaan internet oleh masyarakat sipil sepertinya tidak lepas dari karakter-karakter internal teknologis dari internet yang mampu mendorong perluasan dan pendalaman proses demokrasi. dan (e) potensi untuk berkomunikasi 51 . Karakter-karakter tersebut Flew (2005: 187) rangkum dari sejumlah penulis untuk me mperlihatkan bagaimana internet mampu memberikan (a) jangkauan luas untuk komunikasi horizontal (peer to peer). 2005) atau mungkin cara yang lebih sulit seperti hacking ke situs-situs “musuh” (Kahn dan Kellner. 2003). (b) kapasitas bagi pengguna untuk mengakses. petisi online. Untuk berpartisipasi secara politis aktivis bisa memilih cara-cara yang bisa dilakukan setiap orang seperti blogging (Kerbel dan Bloom. atau penayangan video serta film dokumenter melalui forum.

spin doctor. 2005: 62) melihat bahwa potensi demokratis computer-mediated communication (CMC) yang begitu diagung-agungkan para pendukungnya.misalnya. Rheingold juga menekankan pentingnya elemen social choice dan political activism untuk mendukung pencapaian potensi demokratis tersebut. Prasyarat tersebut tentunya perlu dicatat bila Indonesia ingin mendorong penggunaan internet menuju pemanfaatan secara positif dan bernilai guna secara sosial. keragaman kepribadian dan kecerdasan (personal and intellectual diversity). dalam Flew. Rheingold berpendapat bahwa nilai penting jaringan new media tersebut bagi anggotanya berakar dari empat hal (dalam Flew. 2005: 64).secara “murni”. ataupun media yang telah mapan. the enabling of new modes to participate democratically in public life”. Keempat karakter itu saja sudah cukup untuk memotivasi aktivis sosial untuk lebih jauh lagi memanfaatkan internet. Keempat faktor tersebut tentu perlu diperhatikan bila aktivis atau lembaga masyarakat sipil ingin mengelola komunitas online yang dinamis dan hidup. lahir dari tiga atribut CMC yang saling berkaitan. Pertama. Kedua elemen di atas secara implisit mensyaratkan internet digunakan secara cerdas dan penuh kesadaran oleh masyarakat yang terdidik. Selain dari keempat karakter di atas. “used intelligently and deliberately by an informed population”. Kedua. termasuk aktivis sosial. apakah yang sementara dan hanya di permukaan ataukah yang lebih tahan lama dan mendalam. cakupan ruang yang memungkinkan “tempat” tersebut menjadi “ensiklopedi hidup” berisikan bermacam pengetahuan. termasuk di dalamnya internet. Ketiga. dan tidak hanya untuk pemuasan kebutuhan pribadi. terletak pada sifat desentralisasi jaringan komunikasi ini yang memungkinkan kebangkitan sense of community-building dan partisipasi warga dalam kehidupan publik. tersedianya banyak kesempatan untuk “nongkrong” dan bebas membangun hubungan pertemanan. Rheingold (1994. kesediaan para anggota untuk terlibat dalam aktivitas saling berbagi atau collectivist gift economy. 52 . the the sharing of knowledge and information. Keempat. yakni “ building of social networking and social capital. tanpa disaring dan dibentuk lebih dahulu oleh politisi. Potensipotensi demokratis CMC. Terkait dengan WELL -sebuah komunitas virtual.

baik untuk membaca pemikiran orang lain ataupun menuliskan pemikirannya sendiri. decentralized. 2005: 69) memandang bahwa terdapat sejumlah alasan mengapa orang menggunakan internet untuk berpartisipasi dalam online discussion groups. dapat dilihat apa yang berlangsung ketika “Technology serves as a facilitator. locationbased but largely spontaneous protests” menuju ke “individualized. dalam kasus gerakan sosial pasca 11 September di Amerika Serikat. Dalam konteks ini. orangorang yang berpartisipasi dalam komunitas offline juga memanfaatkan internet sebagai alat untuk mendukung keterlibatan dalam komunitas (community participation). terkait penggunaan media dalam perubahan sosial. Sementara itu. Dan juga sebaliknya. dalam konteks penggunaan internet yang sedikit berbeda. terbukanya kemungkinan bertemu dengan orang-orang dengan ketertarikan yang sama. adalah individu. Secara riil. Dutta-Bergman (2006) menemukan bahwa individu yang bergabung dalam komunitas online. 2006). Yang dan Calhoun (2008) menunjukkan bagaimana situasi yang terjadi di Republik Rakyat China sejak tahun 1989 justru menunjukkan tren pergeseran dari “large-scale. karena tersedianya kebebasan bagi orang-orang yang merasa terpinggirkan atau tersudutkan oleh masyarakat untuk mengungkapkan pandangan dan pendapat berbeda. tiga diantaranya adalah: pertama. Shenton dan McNeeley (dalam Flew. karena internet memberikan kemampuan untuk menyebarkan gagasan-gagasan baru dalam kelompok orang-orang dengan pemikiran sejenis. Temuan ini mendukung pendapat Dutta-Berman (2005b) sebelumnya yang memandang bahwa “ community participation will be positively related to community-based Internet use”. tanpa peduli betapa anehnya kesenangan mereka itu. Alasan ketiga.individu yang lebih berkemungkinan untuk bergabung dalam komunitas nyata atau offline-nya. concentrated. dengan cara-cara yang tidak mungkin disampaikan melalui media massa konvensional.Sementara itu. as an infrastructural tool that gets used by actively engaged individuals” (Dutta-Berman. 53 . Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar alasan keterlibatan orang dalam komunitas online tampaknya berhubungan dengan ketidakpuasan mereka atas batasan-batasan yang terdapat di komunitas “nyata”. Kedua.

Namun. kemungkinan-kemungkinan yang disebut di atas dihambat atau dibatasi oleh tingkat melek teknologi. dan tak kurang.hambatan (constraints) dalam penggunaannya. bahkan tingkat melek huruf. serta kesempatan untuk berpendapat secara bebas. arena itu kemudian menjadi ladang pertarungan baru antara penguasa dan aktor sosial. Pada keadaaan seperti itulah dikatakan bahwa teknologi baru mendorong perubahan dengan cara “mengganggu” dan mentransformasi ruang perlawanan politik. terbatasi pula oleh akses orang terhadap teknologi internet itu sendiri. Hal ini karena setiap kali muncul teknologi media atau komunikasi baru. dalam Flew. Bentuk-bentuk aktivisme baru tersebut tidak menggantikan bentuk-bentuk konvensional dalam berunjuk rasa. Dalam kajiannya terhadap pengelola website lembaga. tetapi secara mendasar temuan mereka dapat diaplikasikan untuk menilai bagaimana penggunaan internet untuk kegunaan lain dan dalam setting yang berbeda. namun sekaligus juga menghadirkan hambatan. Walaupun penjelasan Ryder dan Wilson banyak berakar pada penelitian mereka terkait “virtual learning”. Pemikiran-pemikiran tentang penggunaan internet seringkali terlena pada mimpi. di sisi lain pada prakteknya di lapangan.and legitimately organized forms of social activism”. Kenix (2008) justru menemukan bahwa lembaga.lembaga non-profit di Amerika Serikat. internet memungkinkan akses tak terbatas ke banyak dan beragam sumber. Misalnya.lembaga tersebut tidak meyakini bahwa internet 54 . Ryder dan Wilson (1995. meskipun internet membuka dan menyediakan begitu banyak peluang berkomunikasi dan memperoleh informasi tapi terdapat pula batasan-batasan yang akan dihadapi masyarakat sipil bila ingin mengoptimalkan potensi internet. Contoh lain hambatan dalam penggunaan internet oleh masyarakat sipil justru datang dari dalam masyarakat sipil itu sendiri.mimpi indah akan apa yang dapat diwujudkan melalui penggunaan internet. penguasaan bahasa asing. terkait isu kebebasan dan pengendalian oleh setiap pribadi ( ersonal p control). Dengan kata lain. tapi malah memperluas ruang perlawanan. 2005: 7) berusaha bersikap lebih imbang dengan menunjukkan bagaimana internet menawarkan kemungkinan-kemungkinan atau kemampuan-kemampuan ( affordances) bagi penggunanya.

Karena itulah. dan sumber daya program itu sendiri. target. Ini misalnya tampak dari bagaimana mereka mengirimkan pesan pada publik tanpa mempertimbangkan umpan balik ataupun stratagi komunikasi yang sesuai. belum lagi karena partisipasi individu di dalam komunitas online secara umum belum sejelas dan seketat dalam komunitas offline.mata agar program tersebut terkesan canggih dan accessible. Apa yang dipaparkan Kenix di atas bisa menunjukkan bagaimana meskipun penggunaan internet oleh aktivis dan masyarakat sipil telah meluas tetapi belum tentu kemanfaatannya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas. tujuan. solusi persoalan partisipasi politik bukan terletak pada teknologi itu sendiri tetapi pada bagaimana teknologi tersebut digunakan. 2003). Belum lagi. Oblak (2003) mengingatkan bahwa walaupun computer-mediated communication adalah langkah yang bagus untuk menyebarkan dan menguatkan partisipasi dalam proses politik. Namun persepsi ini bisa jadi karena orang-orang yang membuat keputusan komunikasi seringkali terbebani dengan pekerjaan-pekerjaan teknis dan bukan dalam peran-peran strategis (Kenix. anggota masyarakat yang tidak terhubung atau memiliki akses terhadap internet tentunya akan sulit tersentuh oleh kampanye-kampanye online.mampu menawarkan kekuatan demokratis. Ini misalnya terjadi di Slovenia (Oblak. bila masyarakat yang sudah mampu mengakses internet belum memanfaatkannya untuk berpartisipasi aktif dan secara politis. Lim dkk (2008) juga menyarankan agar gerakan sosial online juga dipadukan dengan yang offline. 2008). dan tidak semata. Mereka secara paradoks justru melihat bahwa kekuatan internet terletak pada kemampuannya menyediakan kredibilitas instan. yakni meski pengguna internet di Slovenia percaya pada potensi demokratis dari internet tetapi para pengguna internet berat (heavy-users) jarang berpartisipasi aktif secara online. kampanye atau program-program sosial yang dijalankan online akan bekerja lebih optimal bila disesuaikan dengan strategi. 55 . Secara mendasar. Karena ada begitu banyak hambatan pemanfaatan internet secara lebih luas. Kenyataannya di lapangan. terutama bila internet belum dapat diakses secara merata. Hal ini karena komunitas di internet masih lemah dalam hal sumber daya dan kapasitasnya.

Salah satu dari sedikit itu misalnya tentang penggunaan internet oleh peneliti Litbang Pertanian di Bogor (Andarwati & Sankarto. 2003). Bilapun ada. kajian mengenai penggunaan internet dalam konteks non-komersial masih sulit ditemukan. masih sedikit sekali yang mengkaji penggunaan internet oleh masyarakat sipil ataupun aktivis di Indonesia. Dua peneliti yang banyak membahas penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia adalah Merlyna Lim dan Yanuar Nugroho. Tetapi. termasuk masyarakat sipil. 2005). Mempertimbangkan paparan panjang di atas mengenai berbagai sisi dalam penggunaan internet oleh masyarakat sipil. serta bagaimana partisipasi online merupakan salah satu bentuk perpanjangan dari partisipasi offline (Jensen dkk. Pertanyaannya sekarang adalah. penggunaan internet juga mengalami tantangan dan hambatan. media online melengkapi peran media tradisional dalam mendorong diskusi politik dan civic messaging masyarakat (Shah dkk. Namun tentu saja. PENGGUNAAN INTERNET OLEH MASYARAKAT SIPIL DI INDONESIA Riset-riset tentang penggunaan internet (nternet use) di Indonesia belum i banyak dilakukan dan dipublikasikan. umumnya lebih banyak melihat penggunaan internet dari sudut bisnis dan ekonomi. Misalnya. 2007). 2005).Seperti halnya kemunculan teknologi lain. bila tidak dimanfatkan dengan tepat dan efektif. beriklan. ataupun e-commerce. Meskipun demikian. 56 . sejauh mana masyarakat sipil di Indonesia mampu memanfaatkannya? E. dapat dikatakan bahwa potensi positif dalam internet dapat sepenuhnya dimanfaatkan oleh siapapun. misalnya bahwa: keterlibatan individu dengan internet memiliki hub ungan positif dengan civic and political participation individu tersebut (Weber dkk. potensi tersebut akan terabaikan. tentang penggunaan internet untuk meningkatkan penjualan. tetap masih banyak pihak yang mempercayai potensi positif dalam internet. Namun secara umum.

Lim (2003) melihat bagaimana penggunaan internet. Hal ini dilakukan Nugroho dengan meneliti adopsi. Nugroho melakukan penelitian kualitatif dan kuantitatif selama tiga tahun terhadap lembaga-lembaga swadaya masyarakat tersebut. terutama dalam konteks selama masa reformasi dan setelahnya. selama sekitar tahun 1997-1998 menjadi salah satu alat diseminasi informasi seputar kekayaan Soeharto. dengan berfokus pada lembaga yang bergerak di bidang pembangunan sektor pedesaan (rural reform). Tulisan lain dari Lim (2002: 392) menggambarkan bagaimana warnet menjadi tempat penting berkumpulnya informasi. terutama melalui e-mail dan mailing list. dan penyesuaian (appropriation) internet yang dilakukan oleh 268 NGO di Indonesia. Dengan memanfatkan teori difusi inovasi dari Everett Rogers sebagai salah satu kerangka berpikir. Lim juga menunjukkan bagaimana dunia maya “disambungkan” dengan dunia nyata lewat internet.informasi “rahasia” yang kemudian disebarkan secara manual. Nugroho (2007) menemukan lima area strategis penggunaan internet oleh NGO di 57 . sebuah pilihan tindakan yang selanjutnya membuka ruang dan peluang bagi publik untuk mengubah pesan-pesan elektronik tersebut menjadi tindakan politis. dan keberadaan internet itu sendiri banyak bergantung pada siapa pengguna dominan internet (2006). Paparan Merlyna Lim sesungguhnya cukup sejalan dengan temuan Hill dan Sen (2005) tentang sejauh mana akses terhadap internet yang dimiliki mahasiswa. dan kelas menengah perkotaan Indonesia mampu digunakan untuk membangun oposisi melawan pemerintahan Soeharto saat itu. Meskipun penggambaran Lim cukup antusias namun dia juga mengingatkan bahwa internet tidaklah serta-merta menjadi sebuah tempat yang demokratis. Lim juga menunjukkan bagaimana dalam konteks Indonesia internet tidak berdiri sendiri namun berkembang dengan tetap berakar pada budaya dan tradisi sosial khas Indonesia yang menekankan pentingnya jaringan dan komunitas.Kajian-kajian Merlyna Lim lebih berfokus pada penggunaan internet oleh masyarakat sipil di tingkatan umum. Kajian yang lebih empiris dan up to date terhadap penggunaan internet oleh masyarakat sipil Indonesia telah dilakukan oleh Yanuar Nugroho. yang kemudian ikut menjadi salah satu faktor pendorong aksi masyarakat di tahun 1998. implementasi. Dari penelitiannya. NGO.

sehingga temuan Nugroho memberikan banyak masukan mengenai penggunaan internet di level institusional masyarakat sipil. serta munculnya para tokoh politik dan jurnalis yang selama ini dikekang oleh pemerintahan Suharto. Kajian Hill dan Sen serta Lim misalnya. lebih berfokus pada penggunaan internet di tingkat masyarakat sipil secara luas dan dalam konteks politik. Keragaman level penelusuran tersebut justru memperkaya khazanah kajian penggunaan internet oleh masyarakat sipil Indonesia. riset dan publikasi. para demonstran. Ruang kebebasan yang pada waktu itu disediakan internet telah memungkinkan orang Indonesia untuk mendiskusikan topik-topik yang dianggap tabu seperti korupsi dalam militer dan kerajaan bisnis anak cucu Suharto. Fenomena lain yang terjadi adalah tersebarnya pikiran-pikiran kritis ke tingkatan nasional. Sementara itu. pemberdayaan dan pembangunan. juga membuka peluang saling terhubungnya para penentang pemerintahan. i ternet dipandang Eng (1998) memiliki efek n kuat bagi para demonstran di tahun 1998. mobilisasi. terutama semasa dan pasca reformasi 1998. bahkan hingga tingkat global. Pada tulisannya yang lain Nugroho (2008) juga menunjukkan bagaimana adopsi internet oleh organisasi masyarakat sipil yang bekerja di sektor pedesaan membantu mereka membangun jaringan. Literatur menunjukkan bahwa masih sedikit yang mengkaji penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia. dan kemudian selanjutnya. Tidak terlalu jauh berbeda. serta advokasi dan pengawasan. Yanuar Nugroho melakukan penelitian yang lebih empiris dengan memfokuskan kajian pada LSM atau NGO. Winters (2002) juga melihat bagaimana pertemuan antara tradisi perjuangan gerakan pemuda dengan tingginya penetrasi internet pada golongan muda saat itu telah menyediakan “adonan” yang dibutuhkan untuk menegakkan gerakan reformis yang terkoordinasi dan berkesinambungan.Indonesia. yakni terkait dengan jatuhnya Soeharto. Hal ini tampaknya berhubungan dengan konteks saat itu. yakni kolaborasi. yakni diberangusnya surat 58 . dan mendorong mereka untuk bekerja lebih baik. dan untuk memahami bagaimana medium tersebut dapat digunakan untuk melawan sebuah rezim otoritarian. Riset yang dilakukan Hill dan Sen (2005: 1) sejak awal digerakkan oleh kebutuhan untuk mencari tahu potensi demokratis dari internet dan teknologiteknologi terkait.

dengan salah satu kejadian kebetulan tersebut adalah ledakan informasi melalui internet. 2007). salah satu mailing list yang paling berpengaruh saat itu dalam hal berita Indonesia. MacDougall mengatakan bahwa lengsernya Soeharto diakibatkan oleh serangkaian kejadian kebetulan. Hal ini sepertinya berhubungan dengan banyaknya organisasi HAM yang melihat internet sebagai alat yang dapat mendukung kerja mereka. Namun. YLBHI. pengelola Indonesia-L. Beberapa LSM seperti Walhi. Pertemuan kedua elemen itu barangkali menjadi salah satu alasan mengapa saat itu cukup banyak informasi tentang Indonesia yang beredar di dunia maya.lembaga swadaya masyarakat (LSM) di seluruh Indonesia yang memiliki akses ke internet (Sahude. terutama kaum cendekiawan dan mahasiswa.kabar.macam informasi yang untuk masa itu takkan pernah mungkin muncul di media massa. Saat itu. beserta macam. Kondisi kebebasan informasi saat itu secara “kebetulan’ bertemu dengan perkembangan internet yang mulai memasuki kehidupan publik. Selain keterkaitan dengan gerakan pada masa reformasi. stasiun radio. masih sangat sedikit situs yang menyediakan informasi mengenai isu. Pembacaan Eng di awal fenomena tersebut juga melihat bahwa konteks di atas sejalan dengan apa yang disampaikan John MacDougall. dan INFID membangun sebuah jaringan tertutup sebagai sarana pertukaran informasi lembaga. penggunaan internet oleh sektor ketiga juga dapat ditemukan terkait dengan pemanfaatan internet oleh berbagai kelompok masyarakat sipil di Indonesia sejak awal kehadiran internet di Indonesia. Sedikit berbeda dengan batasan penelitian Hill dan Sen (2005) tentang internet dalam konteks politis 59 . serta televisi dari menyuarakan kebenaran. bagaimana internet mulai digunakan oleh aktivis HAM Indonesia pada pertengahan tahun sembilan puluhan. penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia telah berlangsung sejak kebangkitan internet itu sendiri di Indonesia yang berakar pada “masyarakat sipil akademis” yakni ilmuwan dan penggiat teknologi informasi pada saat itu. terutama secara ilmiah. yang terjadi pada waktu yang “tepat”. hanya saja belum banyak dikaji dan dibahas. perlahan jumlah situs penyedia informasi HAM terus meningkat. Misalnya.isu HAM di Indonesia dan yang disajikan dalam Bahasa Indonesia. Secara mendasar. Sehingga dapat dikatakan bahwa dinamika yang terjalin antara masyarakat sipil di Indonesia dan penggunaan internet bukanlah fenomena baru.

para aktivis lingkungan Indonesia yang dipilih menjadi informan juga tinggal dan berdomisili di Indonesia. serta berkomitmen tinggi yang ditandai dengan berbagai bentuk keaktifan. 22 Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan aktivis lingkungan adalah warga negara Indonesia yang bergelut dalam dan atau memiliki kepedulian dengan isu lingkungan. Sehingga pusat pembahasan riset ini terletak pada para aktivis lingkungan22 berkewarganegaraan Indonesia yang menjadi informan penelitian ini berikut aktivitas-aktivitas online mereka. Kebetulan pula. dilakukan dari Indonesia atau tidak. pene litian ini memfokuskan pada penggunaan internet oleh aktivis lingkungan Indonesia. 60 . sepanjang aktivitas online tersebut “overtly connected to street demonstrations. parliamentary debates and other material sites of Indonesia political life”. yakni tindakan para pengguna internet itu sendiri. 21 Hill dan Sen (2005 :1) tidak mempermasalahkan apakah aktivitas online tersebut dilakukan oleh seorang warga negara Indonesia atau bukan. yakni bahwa fungsi politis internet di Indonesia tidak akan ditentukan oleh aspek teknologis tetapi oleh political agency. Ruang lingkup penggunaan internet oleh aktivis di level individual diambil karena mempertimbangkan pesan Hill dan Sen (1997) sejak awal ketertarikan mereka terhadap media di Indonesia.di Indonesia 21 .

dalam c kajiannya mengenai bagaimana membimbing riset dan studi para aktivis memandang bahwa “whenever the person is not contained. secara umum di dunia dan secara khusus di Indonesia. khususnya internet. Colin Fletcher (2002: 91).BAB III AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP Aktivisme (activism) barangkali bukan istilah yang populer dan tampaknya hanya menjadi bahasa elit dalam komunitas gerakan sosial. then there is activism22 . serta menempatkan media. dalam aktivitas keseharian mereka. is not conforming. GERAKAN DAN AKTIVISME LINGKUNGAN HIDUP Pembahasan tentang aktivisme tidak dapat dilepaskan dari narasi besar perubahan 22 sosial yang secara umum diusung oleh pihak-pihak yang Cetak tebal dari peneliti. khususnya internet selama ini. which deserves to be called activism”. 61 . dan bagaimana aktivis lingkungan hidup berkegiatan. aktivisme tidak mensyaratkan hal yang memberatkan dan seringkali dapat dilakukan melalui tindakan-tindakan sederhana seperti mengubah kebiasaan seharihari. Bab ini berisikan tinjauan pustaka mengenai apa. and is in direct opposition to oppression. Namun secara praksis di lapangan. serta bagaimana mereka memanfaatkan media. Fletcher pada dasarnya memandang aktivisme dapat berada dan berlangsung kapan saja saat seseorang menyadari dan melakukan sesuatu terhadap bentuk-bentuk penindasan atau ketidakadilan. Intisari perjuangan melawan ketidakadilan seperti disebutkan di atas menjadikan aktivis menarik dan penting untuk dikaji. siapa. It is the awareness of injustice and the constructive opposition to it. berkembang. terutama terkait bagaimana mereka tumbuh. A. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa aktivisme lebih dilihat sebagai suatu kesungguhan atau komitmen seseorang atau sekelompok masyarakat pada suatu isu atau perjuangan untuk tujuan ( ause) tertentu.

namun pada hakekatnya menggambarkan satu fenomena yang sama. tidak menindas sesama makhluk penghuni bumi. ataupun non-profit organizations.memperjuangkan nilai. Meskipun berada dalam satu wadah 23 Para penggiat gerakan lingkungan ada yang dikenal atau menyebut diri mereka sebagai aktivis lingkungan (environmental activist) dan ada juga yang lebih memilih istilah environmentalis (environmentalist). Semangat perjuangan seperti di atas pula yang diusung para aktivis lingkungan. beragam struktur dan mekanisme pengelolaan organisasi.nilai tertentu. dan tidak berorientasi pada kekuasaan maupun keuntungan. ataupun aktivis adalah sekelompok orang yang memperjuangkan nilai-nilai tertentu. CSO (Civil Society Organization). dan secara institusi tak jarang dilabeli dengan julukan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). dan keadilan lingkungan hidup. 2007: 27). melawan bentuk-bentuk penindasan. Definisi Gerakan Lingkungan Gerakan lingkungan hidup (environmental movement) dikenal juga dengan berbagai nama. 1. seperti environmentalisme dan environmental activism 23 . NGO (Non Governmental Organization).macam karakteristik yang berbeda dari satu lembaga ataupun gerakan ke lembaga atau gerakan yang lain. ornop (organisasi non-pemerintah. dan tidak menafikan kelangsungan serta kelestarian lingkungan alam di bumi. atau gerakan sosial. Para aktor perubahan sosial tersebut secara kolektif seringkali dikenal dengan beberapa nama seperti masyarakat sipil. yakni memastikan agar keberadaan kehidupan manusia di muka bumi berprinsip keadilan. terjemahan bahasa Indonesia untuk NGO). secara hakiki yang disebut dengan masyarakat sipil. gerakan sosial. Pada dasarnya. orang-orang yang bergerak di ranah ini dapat disebut sebagai “sektor ketiga” karena secara tegas membedakan diri mereka dari sektor pemerintahan dan juga sektor bisnis dan komersial (Munggoro. Ketiga istilah yang tampak sejenis tersebut digunakan secara berbeda dari satu wacana ke wacana yang lain. yakni gerakan sosial yang fokus bergerak di bidang perlindungan. 62 . serta bermacam. Oleh karena itu. meskipun memiliki beragam julukan. pelestarian. masyarakat madani.

yaitu anggota organisasi seperti WALHI dan Greenpeace. Definisi di atas sejalan dengan pembahasan definisi gerakan sosial. yakni bahwa tiga komponen gerakan lingkungan adalah (1) “aktivis lingkungan publik”. ketiga istilah yang telah disebut di awal akan digunakan secara bergantian. Dalam pembahasanpembahasan selanjutnya. Pandangan menyeluruh tentang elemen-elemen dalam gerakan lingkungan disarikan oleh Aditjondro (2003: 124) dari Morrison. Gerakan lingkungan hidup bisa dilihat sebagai bagian dari perilaku bersama (collective behavior) yang secara formal mewujud dalam bentuk berbagai kelompok dan organisasi lingkungan (Lowe dan Goyder. dan (3) 24 Misalnya. terdapat beragam aliran pemikiran dalam gerakan lingkungan24 . sebuah kondisi yang membuat aktivisme lingkungan bisa mewujud dalam beragam nada dan warna. tanpa alasan-alasan komersial.individu yang bergabung secara sukarela. deep ecology. tanpa paksaan. Keragaman tersebut tercermin pula pada pilihan-pilihan aksi. dan ecological modernization. Hornback. dalam Lowe dan Goyder. untuk memajukan sejumlah tujuan bersama (Hatch. ekofeminisme. serta organisasi kewenangan (statutory) seperti pemerintah. 63 . ataupun metode gerakan mereka sendiri. Faktor. bergantung pada konteks dan kasus yang sedang dibicarakan.faktor pendorong tersebut penting untuk dipahami karena kelompok dan organisasi lingkunga n hidup pada dasarnya tergolong sebagai organisasi sukarela (voluntary organizations). Mekanisme collective action yang bekerja mampu mempengaruhi faktor-faktor cost and benefits yang membuat seseorang memutuskan untuk bergabung dan terus terlibat dalam gerakan lingkungan. yakni kelompok-kelompok formal yang anggotanya berasal dari individu. 1983). yaitu sebagian besar orang yang concerned untuk memperbaiki kondisi lingkungan di sekitar mereka. yakni menekankan perbedaan organisasi-organisasi dalam gerakan lingkungan dengan organisasi komersial seperti perusahaan. praksis. (2) “aktivis lingkungan terorganisir atau sukarela”. 1983).besar. dan Warner.

tapi sama-sama mempercayai dan mempraktekkan nilai-nilai environmentalisme. yang dimaksud dengan aktivis bisa saja anggota organisasi lingkungan ataupun bagian dari attentive public. sehingga upaya memahami gerakan lingkungan perlu mempertimbangkan elemen-elemen yang menyusunnya. yaitu (1). Karena inilah Lowe dan Goyder berpendapat bahwa kelompok atau organisasi lingkungan hanyalah salah satu indikator dari gerakan lingkungan secara luas. kelompok-kelompok lingkungan. dan (2) attentive public. dalam penelitian ini. Orang-orang “awam” ini bisa siapa saja. Senada dengan yang dipaparkan Aditjondo. sebagai perwujudan organisasional dari gerakan lingkungan. Dari kedua pandangan di atas tentunya perlu dipahami bahwa label gerakan lingkungan tidaklah segamblang itu.“organisasi gerakan lingkungan institusional”. pemahaman Lowe dan Goyder (1983: 9) atas istilah “gerakan lingkungan” melihat bahwa gerakan lingkungan terdiri dari dua elemen. yang dipentingkan adalah kepedulian mereka terhadap lingkungan dan perwujudannya melalui aktivisme via internet. mereka adalah orang-orang yang mengekspresikan kepedulian mereka terhadap lingkungan hidup melalui pandangan pribadi mereka. Oleh karena it u. yaitu birokrasi publik yang memiliki yurisdiksi terhadap kebijakan lingkungan. perilaku dan gaya hidup mereka. 64 . orang-orang yang meski tidak bergabung ke salah satu kelompok lingkungan. Sebagian dari attentive public mungkin saja di saat yang bersamaan juga bergabung dengan organisasi lingkungan yang ada. tapi kondisi ini cukup kompleks dan membutuhkan penjelasan tersendiri. Sejumlah pemahaman tentang gerakan lingkungan hidup yang telah dibahas di atas akan mengkerangkai pembahasan-pembahasan selanjutnya tentang gerakan lingkungan dan penggunaan internet oleh aktivis.

Timur Tengah.naskah yang ditulis sekitar abad ke-13. Virginia.manuskrip tersebut berisi catatan-catatan pemikiran sejumlah ilmuwan Muslim yang prihatin dengan kondisi lingkungan.edu/~wkovarik/envhist (William KovarikRadford University. hingga kemudian pada tahun 1800-an di sejumlah negara Barat tercatat lagi kemunculan pemikiran-pemikiran lingkungan hidup.naskah yang mencatat jejak kepedulian lingkungan. Yunani.2.label seperti konservasi. dan tak sedikit yang bercerita tentang kasus-kasus kerusakan lingkungan maupun upaya perlindungannya yang telah terjadi bahkan sejak era pra-sejarah dan peradaban awal manusia (Sebelum Masehi). Namun Garner (1996: 62) mengingatkan. berpendapat bahwa sesungguhnya pemikiran-pemikiran terkait isu-isu lingkungan hidup telah lama muncul sepanjang sejarah tertulis umat manusia. Kovarik menemukan sebaran catatan-catatan terkait isu. Manuskrip. kesehatan masyarakat (public health). 2008).runet. Romawi. Cina). Kovarik. 25 Lihat Environmental History Timeline di www. dalam situs Environmental History Timeline25 miliknya. yakni naskah. Namun setelah masa tersebut tidak ditemukan lagi naskah. Salah satu rekaman kepedulian lingkungan hidup yang paling awal tercatat dalam sejarah ditemukan di Timur Tengah. terutama terkait dengan pencemaran (environmental pollution) dan bagaimana melindungi kesehatan manusia dari efek-efek buruknya (Gari. pelestarian alam. yakni sejak kebangkitan kesadaran manusia akan hubungan dirinya dengan alam sekitar serta bagaimana manusia dan lingkungan sesungguhnya saling mempengaruhi.isu lingkungan di banyak penjuru peradaban dunia (India. Sehubungan dengan temuan di atas Jeremiah Hall (2008) berpendapat bahwa secara mendasar gerakan lingkungan era modern yang ada saat ini berakar dari sejumlah pemikiran yang berkembang di Eropa Barat dan Amerika Utara sejak pertengahan abad ke-19. Sejarah Gerakan Lingkungan Hidup Sejarah environmentalisme atau gerakan lingkungan sesungguhnya sudah bermula ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Amerika Serikat) 65 . namun saat itu manuskripmanuskrip tersebut lebih banyak membahasnya di bawah label. atau polusi air dan udara.

Gerakan tersebut terdiri dari tiga varian yang cukup berbeda. dan Robert Underwood Johnson. khususnya pada konservasi alam liar (wilderness). namun keanggotaan dalam kelompokkelompok lingkungan tersebut umumnya masih elitis dan beranggotakan masyarakat kalangan menengah ke atas (Lowe dan Goyder. dan aksi para pecinta alam seperti Henry David Thoreau. yakni kelompok pelestari countryside dan amenity. Kebangkitan pemikiran lingkungan di kedua wilayah tersebut tampaknya berkaitan dengan menurunnya kualitas hidup dan lingkungan alam akibat berkembangnya Revolusi Industri di Eropa dan perluasannya ke Amerika sejak seabad sebelumnya. terutama bila memasukkan gerakan konservasionis tahun 1800-an. Untuk konteks Amerika Serikat. 1983). Era pertama gerakan lingkungan di Inggris mulai marak di akhir abad ke-19 hingga awal pergantian abad (Lowe dan Goyder. Hanya saja memang pembentukan kelompok-kelompok lingkungan untuk pertama kalinya baru dimulai di abad ke-19. kelompok yang berfokus pada konservasi alam. dan gerakan perlindungan hewan (Garner. salah satu organisasi lingkungan hidup tertua di Amerika Serikat. pendirian Sierra Club. tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Inggris. Secara konkret kepedulian terhadap lingkungan di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 hingga awal tahun 1900-an. Ketiga varian tersebut memberi warna tersendiri dalam sejarah gerakan lingkungan hidup di Inggris. 1983: 16). ditandai oleh tulisan-tulisan. Di antaranya 66 . 1996: 63). sudah terdapat aktivitas-aktivitas peduli lingkungan sejak abad ke-16 yang dilakukan oleh para amateur field naturalist. serta pendirian taman nasional dan hutan lindung negara di sejumlah tempat di Amerika Serikat (Lowe dan Goyder.dalam kasus Inggris. Hall. Kondisi inilah yang memicu kritik-kritik terhadap environmentalisme. John Muir. Ralph Waldo Emerson. 2008). 1983. Kemunculan sejumlah kelompok lingkungan hidup di Inggris dan Amerika Serikat sejak pertengahan tahun 1800-an telah membuka jalan bagi publik untuk lebih mengenal isu.isu lingkungan. pemikiran. gerakan lingkungan memiliki akar yang juga cukup panjang.

bahwa keanggotaan kelompok lingkungan didominasi masyarakat kelas menengah karena hanya kelas menengah yang tertarik pada isu lingkungan. Salah satu pendorong menguatnya kesepahaman bersama dari warga dunia akan urgensi penanganan masalah. Gerakan lingkungan kontemporer atau populer seperti yang dikenal sekarang mulai mengambil bentuk pada tahun 1960-an. boom ekonomi di sejumlah negara. atau hanya di level pemikiran– memang bermula sejak pertengahan abad ke-20.masalah lingkungan hidup adalah berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi Lingkungan Hidup di Stockholm pada tahun 1972. Namun argumen ini ditampik Lowe dan Goyder (1983:15). Hall. Salah satunya ditandai dengan semakin banyak negara dan warga dunia bergabung dalam peringatan-peringatan seperti Hari Bumi dan Hari Lingkungan Hidup dari tahun ke tahun. Sejak saat itu. atau bahkan mungkin sebaliknya. karena menurut keduanya komposisi demografis anggota kelompok-kelompok lingkungan tidak selalu merepresentasikan keberpihakan masyarakat secara luas terhadap isu. serta terjadinya sejumlah “kiamat lingkungan” seperti insiden Chernobyl dan juga Minamata. kemudian terus bergulir hingga pertengahan tahun 1970-an ke berbagai belahan dunia lainnya sebagai isu politis penting (Garner. Isu. Konteks kelahiran gerakan lingkungan hidup kontemporer saat itu adalah situasi sosial politik pasca perang dunia. tak lagi elitis. keadilan lingkungan. yang kemudian dilanjutkan dengan KTT Bumi di Rio de Janeiro tahun 1992. 1996. 2008). Imej gerakan lingkungan sebagai gerakan kelas menengah pun semakin berkurang sejak kebangkitan gerakan lingkungan kontemporer di pertengahan abad ke-20. serta kesenjangan antara negara-negara Utara dan Selatan. Akar environmentalisme modern yang hidup saat ini –yakni yang lebih melibatkan publik.isu yang berkembang hangat saat itu adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). bermula di Eropa Barat dan Amerika Utara. kemunculan isu lingkungan terus meluas.isu lingkungan hidup. 67 . karena gerakan lingkungan cenderung membela kepentingan masyarakat kelas menengah.

1999). Kerumitan persoalan lingkungan tercermin juga dalam dinamika gerakan lingkungan hidup di sejumlah negara di dunia. Dilihat dari ukuran dan perkembangannya. gerakan lingkungan di Inggris pada saat itu sudah lebih besar dari partai politik ataupun serikat dagang manapun. Inggris pada awal tahun 1980-an telah menyaksikan popularitas gerakan lingkungan di masyarakat.gerakan sosial lainnya seperti perjuangan kelas dan buruh. 1983). Dalam subbab ini akan sedikit dijelaskan mengenai gerakan lingkungan hidup di beberapa negara. negara lain dengan Partai Hijau yang cukup berpengaruh dalam parlemennya adalah New Zealand (sejak tahun 1972).nilai environmentalis telah memasuki ranah politik nasional Inggris. Gerakan Lingkungan Hidup di Dunia Meluasnya kesadaran akan persoalan lingkungan hidup yang semakin menggerogoti bumi ini tidak hanya berlangsung di negara. 3. HAM. Meskipun sistem elektoral yang berlaku menyulitkan mereka untuk meraih kursi signifikan di parlemen (Connelly dan Smith. namun juga negara-negara berkembang.negara maju. Keberhasilan perluasan dukungan terhadap isu lingkungan juga tampak dari manifestasi dukungan di parlemen Inggris. Sejak awal.Sejarah gerakan lingkungan hidup masih relatif muda –terutama jika dibandingkan dengan gerakan. yakni dengan berdirinya Green Party26 di Inggris pada tahun 1985. dan Jerman (sejak tahun 1980). dan setidaknya mampu mengkondisikan partai-partai politik lain dan 26 Selain Inggris. hak-hak wanita– tapi tidak berarti bahwa gerakan lingkungan hidup kekurangan “bahan” dan isu untuk digarap. perjuangan nilai. 68 . hal-hal yang diperjuangkan dalam aktivisme lingkungan umumnya berangkat dari satu titik untuk kemudian terus meluas seiring dengan tersibaknya kompleksitas permasalahan lingkungan. telah menyaksikan pertumbuhan dan perkembangan gerakan lingkungan yang begitu pesat. dengan jumlah pendukung hingga tiga juta anggota. sebagai salah satu negara pelopor awal kemunculan kelompok lingkungan. baik secara sosiologis maupun politis. sehingga dapat digolongkan sebagai salah satu fenomena atau kekuatan sosial besar (Lowe dan Goyder. Inggris.

negara berkembang. sejak awal kemunculan gerakan lingkungan.juga masyarakat luas untuk lebih peka dan memperhitungkan faktor lingkungan dalam pembuatan setiap keputusan politik. jauh dari semua aktivitas manusia. Masyarakat di kedua negara telah melihat keterkaitan antara isu lingkungan dengan isu. Meskipun demikian. gerakan lingkungan hidup di Amerika Serikat diwarnai geliat organisasi-organisasi lingkungan grassroot seperti Friends of the Earth dan Greenpeace. Sebagian besar literatur memang lebih banyak memotret kebangkitan gerakan lingkungan hidup di negara.negara Barat. Buku tentang bahaya pestisida DDT. 2007). geliat gerakan sosial di bidang lingkungan sesungguhnya juga sudah lama berlangsung di negara-negara berkembang. Biaya lingkungan yang harus dikeluarkan akibat industrialisasi menjadi keprihatinan sekelompok orang dalam masyarakat negara. dua negara yang pernah dikenal sebagai “Newly Industrializing Countries”. 2008). Di kedua negara. Sejumlah contoh dapat dilihat pada dinamika yang terjadi di Korea dan Taiwan. conservation vs. khususnya di Asia. Untuk kasus gerakan lingkungan hidup di Amerika Serikat. yakni di akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. perbedaan tampak jelas antara gerakan konservasi dan pelestarian. karya Rachel Carson serta rangkaian kegiatan publik yang mengangkat tema-tema lingkungan hidup secara berkelanjutan sejak tahun 1980-an telah mampu mengundang perhatian publik Amerika Serikat tentang kerusakan lingkungan di sekitar mereka.isu 69 . berjudul Silent Spring. Sementara pada era selanjutnya. sementara kelompok pelestarian lebih memilih cara mendirikan taman-taman nasional untuk melindungi dan mengisolasi alam. yang sebagian pendirinya merupakan sempalan dari organisasi lingkungan tradisionalis Sierra Club (Connelly dan Smith. yang mampu menarik partisipasi banyak orang dari berbagai kelas sosial. Pertentangan muncul karena kelompok konservasi mendukung eksplorasi sumber daya alam asalkan tidak berlebihan (used but not abused). tercatat kebangkitan gerakan lingkungan yang spontan (Bello. khususnya hutan. termasuk di antaranya para aktivis yang memobilisasi kepedulian menjadi sebuah gerakan lingkungan. 1999: 79-80). preservation (Hall.

Berbeda dengan yang terjadi di kedua negara asia Timur di atas.penyediaan lapangan pekerjaan. Setelah isu waduk. monopoli kapital di tingkat lokal. serta melawan penggundulan hutan dan pencemaran laut di Thailand dan Filipina. racun. perjuangan gerakan lingkungan telah banyak berlangsung. dan pencemaran udara. Sejak 25 tahun yang lalu gerakan lingkungan di India telah menjadi salah satu kekuatan yang memperdalam demokrasi di India (Bello. 2007). isu lingkungan hidup di Asia Tenggara melibatkan lebih banyak massa dan tidak hanya menjadi isu kelas menengah. Salah satu pengaruh paling penting dalam gerakan lingkungan berbasis massa di India adalah gerakan antidam atau anti waduk. gerakan lingkungan hidup di India telah berumur panjang. kaum miskin kota. Tidak jauh dengan yang terjadi di negara-negara Asia Tenggara. Sejak tahun 1970-an. Filipina. gerakan lingkungan sudah lebih dahulu muncul di beberapa negara Asia Tenggara. dan juga para environmentalis bergabung dalam aliansi yang terbentuk secara alami untuk melawan perusahaan-perusahaan trans nasional. dan pemerintah pusat. seperti perlawanan terhadap energi nuklir di Filipina. menjangkau isu-isu seperti kampanye melawan Coca Cola dan Pepsi Cola dalam kasus pengurasan air tanah dan limbah industri (sludge). Bello (2007) melihat bahwa sedikit berbeda dengan yang terjadi di Taiwan dan Korea. kaum pekerja. Hingga akhirnya gerakan lingkungan di kedua negara tersebut mampu memaksa pemerintah mereka untuk mengeluarkan peraturan yang lebih ketat tentang limbah industri. serta kampanye petani 70 . dan krisis pertanian. Hal ini karena w aduk mewakili gambaran negara barat akan visi pembangunan modern yang mereka anggap seharusnya dijalankan negara-negara dunia ketiga untuk mengejar ketertinggalan dengan negara-negara maju. Kelas menengah. bahkan sebelum era industrialisasi memuncak di negara-negara tersebut (pertengahan tahun 1980-an hingga pertengahan 1990-an). dan Indonesia. pembangunan waduk-waduk raksasa di Thailand. gerakan lingkungan terus berkembang. kesehatan lingkungan kerja.

negara Asia sangat penting untuk menghalau pandangan dan kesan bahwa masyarakat Asia bersikap tidak peduli. melebarkan jurang kesenjangan pendapatan.faktor seperti pertumbuhan kelompok pekerjaan yang dekat dan sering bersentuhan dengan 71 . keinginan untuk menjauh dari kota dan kembali ke suasana pedesaan. meluasnya nilai. dan estetis. yakni lahir dari ketidakpuasan terhadap sejumlah nilai.lingkungan diduga ikut didorong faktor. Kasus-kasus gerakan lingkungan di sejumlah negara berkembang dapat menunjukkan bahwa pemahaman akan evolusi mass-based environmental movement di negara. kekecewaan terhadap pengaruh industrialisme pada kehidupan perkotaan. pasrah. Penjelasan Atas Kemunculan Gerakan Lingkungan Ada dua sudut pandang utama yang sering digunakan untuk mengkaji kelompok atau organisasi lingkungan. 1983: 30).nilai pro.upaya kolektif untuk menginstitusionalkan nilai. dan merusak lingkungan alam.nilai alternatif. Selain itu. dan tidak kritis menghadapi model. Keduanya melihat kemunculan gerakan lingkungan hidup memiliki kemiripan dengan latar belakang kemunculan gerakan sosial. dan pandangan terhadap alam sebagai sumber pencerahan spiritual. Sudut pandang sosiologis atau perspektif gerakan sosial melihat kemuncula n gerakan atau kelompok lingkungan berhubungan erat dengan perubahan nilai-nilai dan struktur sosial dalam masyarakat (Lowe dan Goyder. 4. Sudah semakin banyak orang awam di negara. Ketidakpuasan masyarakat yang tertangkap Lowe dan Goyder misalnya adalah keprihatinan akan hilangnya tempat-tempat alami. yakni sudut pandang sosiologis dan politis.nilai yang selama ini dianut masyarakat dan mewakili upaya.negara Asia yang paham bagaimana model pembangunan tersebut telah mengacaukan pertanian. 2007).menentang beras dan bibit tanaman yang telah dimodifikasi dan direkayasa secara genetis (GMO-genetically modified organism).model industrialisasi berorientasi ekspor dan pertumbuhan tinggi yang digembar-gemborkan elit pemerintah mereka (Bello. moral.

isu lingkungan tersebut perlu memenuhi sejumlah syarat. dinamika gerakan lingkungan dinilai lebih berhubungan dengan sistem politik. such as politicians. 1994). sejalan dengan prinsip dan nilai sistem politik yang berjalan. dan kelompok kepentingan dalam mengangkat dan memanipulasi isu.institusi politis. Sehingga dapat dikatakan bahwa sudut pandang politik menekankan “interrelation between the characteristics of particular issues and the values and preoccupations of certain gatekeepers. 1999).nilai dan hal. Pembelaan terhadap lingkungan dan hubungannya dengan masyarakat dilihat sebagai sebentuk kepentingan yang penyalurannya memanfaatkan intitusi. bila Lowe dan Goyder melihat analisis sosiologis menekankan peran perubahan jangka panjang nilai. 1983: 31).isu-isu lingkungan serta adanya peningkatan standar kehidupan –yang tampaknya telah memungkinkan sebagian orang untuk mulai berpikir tentang nilai. sebuah keadaan yang mendorong kelahiran kajian baru seperti politik lingkungan (Connelly dan Smith. Sementara itu.nilai sosial dalam masyarakat sebagai penyebab kemunculan gerakan lingkungan. tepatnya dari hasil peran media. kepentingan politik. dari sudut pandang politis atau dari perspektif kelompok penekan (pressure group). serta bila permasalahan yang ada memungkinkan diambilnya tindakan via keputusan politik. dan perilaku aktor politik pada suatu masa. newspaper editor and interest group leaders.isu lingkungan hidup dipandang mampu menjadi bagian dari agenda politik dan menarik perhatian pemerintah dan politisi.[…]” (Lowe dan Goyder. ditandai dengan seringnya isu. 1983. Sementara itu.hal non. elit-elit politik. Peran para elit dan aktor-aktor politik yang membentuk isu lingkungan menjadi sebuah agenda publik tampak dari bagaimana isu dapat “berputar” bila 72 .isu serta mendorong nilainilai tertentu dari “atas”. Tentunya isu. Dinamika politis ini menurut Lowe dan Goyder terjadi ketika isu.material– (Lowe dan Goyder. Martell. maka analisis politis lebih memandang maraknya isu lingkungan sebagai hasil proses politik jangka pendek.isu tersebut diangkat ke media massa dan merebut perhatian publik. di antaranya adalah adanya public visibility.

kebangkitan environmentalisme sesungguhnya bukan hanya karena faktor. 1983). interaksi setiap 73 . dimana setiap cabang menghasilkan buah yang berbeda-beda jenis. Keragaman dalam Gerakan Lingkungan Pembahasan tentang sejarah dan dinamika gerakan lingkungan hidup umumnya mempermudah penjelasan dengan mengandaikan gerakan lingkungan sebagai satu kesatuan yang utuh (misalnya. gerakan lingkungan hidup terdiri dari beberapa warna dan tidaklah bersifat homogen.digulirkan terus-menerus oleh aktor-aktor politik. Meskipun memilki satu akar (kepedulian terhadap bumi dan lingkungan hidup). 5. yang di saat bersamaan berinteraksi dengan kondisi-kondisi politis. Pandangan “saling keterkaitan” ini juga disetujui Martell (1994). tetapi juga karena telah diperkenalkan dan dipopulerkan oleh aktor-aktor sosial dan politik melalui media. kepedulian lingkungan. gerakan lingkungan hidup adalah sebuah pohon besar dengan sejumlah cabang. dan kelompok kepentingan. dan gerakan lingkungan bukanlah semata.masalah lingkungan yang dihadapi dan dirasakan masyarakat. namun dia menambahkan bahwa kemunculan dan kebangkitan environmentalisme. apa yang dilakukan Lowe dan Goyder. para ilmuwan. Menurutnya. Martell juga mengkritik penjelasan-penjelasan atas environmentalisme yang selama ini sering terlalu sosiologis (dalam artian hanya menggunakan masyarakat dan dinamika di dalamnya sebagai alat analisis). ekonomi.fakta ilmiah yang menjelaskan permasalahan objektif yang menerpa lingkungan hidup tempat tinggal masyarakat industrial. membentuk suatu lingkaran opini publik.mata produk dari struktur politik. sosial ataupun budaya.faktor sosial tapi sebagian besar juga karena fakta. dan kelompok lingkungan. dapat disimpulkan bahwa environmentalisme sejauh ini bisa sedemikian rupa “naik daun” karena riilnya masalah. Bila dianalogikan. media. Selain mendukung “teori saling keterkaitan”. dan ekonomis dalam masyarakat. Dari sejumlah argumen di atas. sosial. Pada kenyataannya.

Aliran-aliran dalam environmentalisme pada dasarnya dibedakan menjadi dua: anthroposentrisme (atau homosentrisme) dan ekosentrisme. oleh karenanya kepentingan umat manusia tidak boleh diletakkan di atas kepentingan makhluk hidup lainnya. Salah satu pernyataan internasional yang dapat digolongkan dalam pandangan ini adalah konsep sustainable development yang pertama kali diluncurkan salah satu komisi PBB dalam Brundtland Report di tahun 1987. 1987). Pandangan seperti ini salah satunya berangkat dari pemahaman dan keyakinan mereka bahwa kehidupan manusia hanyalah salah satu bagian saja dari keseluruhan kehidupan di bumi. Pandangan ini memang berpusat pada manusia dan segala kepentingannya. Pendukung antroposentrisme menganggap penyelesaian masalah lingkungan dapat dilakukan seiring pertumbuhan ekonomi. Ekosentrisme tidaklah anti-human. para penganut aliran ekosentrisme tidak ingin bekerja hanya di permukaan. 2004). Ide.ide mulia yang terkandung dalam konsep ini rupanya tetap dinilai pendukung ecocentrism tidak cukup kuat untuk mengubah keadaan. melalui penciptaan teknologi.teknologi ramah lingkungan. Pemikiran anthropocentrism memandang pelestarian dan perlindungan lingkungan penting dilakukan agar keberadaan umat manusia di muka bumi dapat terus berlanjut. Konsep Pembangunan Berkelanjutan yang kemudian diadopsi oleh banyak negara tersebut memandang perlunya melindungi alam dan lingkungan agar dapat terus memenuhi hak-hak generasi saat ini tanpa mengorbankan hakhak generasi mendatang (WCED. Berbeda dengan pendukung pandangan antroposentrisme.hal di luar pohon tersebut mengkondisikannya untuk memiliki buah yang berbeda. Mereka memandang perubahan fundamental dalam cara hidup penghuni bumi mutlak dibutuhkan bila ingin bumi ini diselamatkan. Karenanya. permasalahan lingkungan 74 .cabang dengan hal. dan menempatkan alam dalam batas sejauh mana dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. mereka hanya ingin orang-orang memahami betul bahwa keberadaan dan kelangsungan hidup manusia bergantung sepenuhnya pada ekosistem bumi dan spesies-spesies penghuninya (Mosquin dan Rowe.

Naess menerbitkan tulisan di tahun 1973 yang memperkenalkan frase “deep ecology” dan menawarkan sebuah “Deep Ecology Platform” 27 . 27 The Deep Ecology Platform. Menurutnya. Naess adalah seorang filsuf dan pecinta alam dari Norwegia yang mempertanyakan tujuan dan motif gerakan lingkungan selama ini.ide gerakan lingkungan. Gesekan antara antroposentrisme dan ekosentrisme menguat pula sejak bermunculannya sejumlah green political theory yang mengkaji bagaimana ideide dan nilai. pemetaan dan pemilahan yang dilakukan Garner (1996) mampu mengungkapkan dan menempatkannya dalam dua spektrum yang saling bertentangan. termasuk menguatnya pemikiran ekosentrisme. dan spirituality ke dalam satu gerakan.gagasan Arne Naess. yakni environmentalisme radikal dan moderat.hanya dapat diselesaikan dengan melestarikan kesatuan ekosistem dan bukan melestarikan keuntungan ekonomi.org/deepplatform. Walaupun tidak sepenuhnya cocok dengan pembedaan Naess.1 di halaman berikut). Perubahan siginifikan dalam ide.nilai environmentalis dapat memanfaatkan sistem dan institusi politik yang telah ada (Connelly dan Smith. 1999). penelusuran Garner memang banyak memiliki kesamaan dalam hal nilai. Dia melihatnya terdiri dari dua bagian. bukan pada perubahan fundamental yang merupakan fokus deep ecology. terjadi setelah dikenalnya gagasan. Hall (2008) melihat Ekologi Dalam sebagai sintesis dari banyak gerakan lingkungan yang telah ada.html 75 . Dari sekian banyak pemikiran. ecology.nilai kunci yang me mbedakan ekologi dalam dan dangkal (lihat Tabel 3. mereka yang berkecimpung dalam gerakan “dangkal” hanya peduli pada solusi-solusi jangka pendek. yakni gerakan ekologi dalam dan dangkal (deep and shallow ecology movement ). menggabungkan konsep-konsep preservation. lihat http://www.deepecology.

yakni dengan konsep bright. Spektrum Pe mikiran dalam Gerakan Lingkungan (dalam Garner. 1996) Pembagian yang dilakukan Garner dapat dikatakan mewakili wacanawacana yang terdapat dalam kajian politik hijau. sosial. Sebuah kategorisasi yang lebih kontemporer dilakukan Alex Steffen dengan melihat rangkaian varian environmentalisme dalam semacam gradasi warna. • Pembentukan masyarakat baru dengan nilai-nilai dan institusi-institusi baru dibutuhkan untuk menangani gawatnya krisis saat ini dan agar orang mampu menjalani hidup yang lebih bermakna dan memuaskan. dan dark green. percaya pada kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyelesaikan masalah lingkungan hidup. • Merupakan pendekatan yang optimistis. politik secara fundamental. Perlu perubahan ekonomi. tanpa harus secara fundamental mengancam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan material. • Perubahan di sana-sini dan hanya di permukaan tidak akan cukup untuk mencegah bencana lingkungan.1. Tabel 3. light.Pembedaan menurut Garner (1996) Dobson (1990) & Porrit (1984) Stephen Young Arne Naess (1973) Robyn Eckersley (1992) Tim O’Riordian & David Pearce Ide dan pandangan dasar <-----------------Spektrum environmentalisme---------------> Radical Moderate reformism Dark green Light green Radical environmentalism Deep ecology Ecocentric Ecocentric • Perlunya langkah-langkah radikal untuk membatasi tingkat produksi dan konsumsi. Pembedaan yang ditawarkan Steffen (2009) menekankan pada pilihan pendekatan dan jawaban tiap varian dalam menghadapi dan 76 . • Pertumbuhan ekonomi harus sustainable. Weak/reformist environmentalism Shallow ecology Anthropocentric Technocentric • Perlindungan lingkungan bisa secara efektif disinambungkan dengan kehidupan masyarakat modern industrial.

dan (3) 77 . Bright green misalnya.isu yang “normatif” misalnya tentang keberlanjutan atau sustainability dan konservasi alam. perilaku. atau setidaknya sebagai mekanisme terbaik untuk memicu perubahan di tingkat lebih luas. serta tentang kesetaraan antara manusia dan alam. Steffen menyadari bahwa seseorang bisa digolongkan ke dalam ketiga kelompok atau memang memadukan nilai. Steffen melihat kelompok light green sangat mendorong perubahan di tingkat perseorangan.individu untuk berubah. (2) menawarkan solusi. 2001). Perbedaan-perbedaan pemikiran dalam gerakan lingkungan tampaknya muncul dari perbedaan sudut pandang dalam (1) menganalisis penyebab masalah lingkungan. dan menekankan solusi lokal dan hubungan langsung dengan tanah dan pertanian sebagai sumber kehidupan. Di sisi sebaliknya. dark greens lebih memilih menekankan pentingnya menarik diri dari konsume risme dan bahkan dari industrialisasi itu sendiri. dan pola konsumsi sebagai kunci keberlanjutan. tapi justru untuk membantu orang memahami pilihan-pilihan yang ada. Sementara yang lebih berperspektif misalnya adalah isu keadilan lingkungan (environmental justice--ESRC. menyakini bahwa inovasi teknologi yang berkelanjutan adalah jalan terbaik untuk menjaga kesejahteraan. dan bahwa pandangan terhadap keberlanjutan yang tidak mampu menyediakan kesejahteraan dan kemakmuran tidak akan pernah bisa berhasil.menyelesaikan masalah lingkungan. Keragaman aliran pemikiran dalam gerakan lingkungan hidup juga tercermin pada keragaman fokus isu yang diperjuangkan setiap kelompok lingkungan. Sementara itu light green environmentalists cenderung menekankan perubahan gaya hidup. Hal ini karena mereka sangat mendorong perubahan di level komunitas. kesenjangan Utara-Selatan.nilai dari ketiganya. dengan mengimbau individu. Isu. Steffen mengingatkan bahwa klasifikasi dan spektrum pemikiran dalam gerakan lingkungan yang dia buat tidak bermaksud untuk memecah belah. Meskipun melakukan pengelompokan environmentalis. keadilan intra dan antar-generasi. Merekalah yang telah membantu menyebarkan gagasan bahwa kepedulian lingkungan itu “keren”.

pilihan-pilihan taktik “ekstrim” biasanya lebih menjadi pilihan kelompok-kelompok lingkungan beraliran radikal. Itulah mengapa terdapat lebih banyak varian environmentalisme di masyarakat negara. dalam melakukan aksi-aksi 78 . Taktik dan Metode Aksi Gerakan Lingkungan Ragam “aliran” atau ideologi dalam gerakan lingkungan hidup memang banyak dan tampaknya turut mempengaruhi bentuk-bentuk aktivisme dan pilihan aksi kelompok-kelompok lingkungan. FoE tetap bekerja dengan cara-cara yang berbeda dan dengan prioritas yang juga berbeda-beda untuk setiap isu yang muncul (Lamb.metode aksi yang dipilih suatu kelompok beraliran antroposentrisme bisa jadi juga dilakukan kelompok yang mendukung ekosentrisme. Metode. Salah satu contoh hubungan antara ideologi dan pilihan bentuk aktivisme tampak dari bagaimana keberanian anggota Earth First.cara-cara memperjuangkan jawaban tersebut. Walaupun begitu.negara Barat dibandingkan di negaranegara Timur. 6. Secrett juga berpendapat bahwa kalaupun ada kebingungan publik tentang siapa itu Greenpeace. Menyoal keanekaragaman gerakan lingkungan. atau FoE. tidak ditemui garis yang jelas dan tegas antara hubungan aliran yang dianut suatu kelompok lingkungan dengan jenis taktik aksi yang dipilihnya. 1996: 188). yakni karena perkembangan filsafat politik Barat jauh lebih berwarna dibandingkan yang ada di negara-negara Timur. kelompok lingkungan radikal dari Amerika Serikat. Namun. WWF. Hal ini karena menurutnya walaupun FoE terkadang memiliki tujuan-tujuan program yang sejalan dengan kelompokkelompok lingkungan lainnya. Charles Secrett –pernah menjadi Direktur Friends of the Earth– memandang keragaman (plurality) dalam environmentalisme sebagai nilai tambah. Keragaman sudut pandang salah satunya dipengaruhi oleh filosofi dan pandangan politik yang berkembang dalam suatu masyarakat di suatu masa. bisa jadi kerancuankerancuan tersebut muncul dari penggambaran tentang gerakan lingkungan hidup yang selama ini muncul ataupun ditampilkan di media.

misalnya melalui green consumerism dan perubahan gaya hidup. lomba penulisan.kontroversial seperti sabotase atau eco-tage. asosiasi pedagang. Dalam paparannya. serta meningkatkan publikasi untuk membentuk opini publik (misal melalui penyelenggaraan lomba desain poster. yang mendesentralisasi bentuk partisipasi. petisi. Lowe dan Goyder (1983: 2-3) juga menyebutkan sejumlah cara yang dipilih organisasi lingkungan di Inggris untuk mencapai tujuannya. seperti kelompok masyarakat. Atau dengan memanfaatkan kekuatan media untuk menyebarkan apa yang telah dan bisa dilakukan untuk lingkungan hidup. Cara-cara lain yang umumnya ditempuh adalah protes atau demonstrasi. Salah satu taktik terkini kelompok lingkungan adalah mengkondisikan agar cara-cara persuasif di atas dapat diamplifikasi melalui media sosial. dan stiker. ataupun media interaktif. mayoritas kelompok lingkungan yang ada umumnya lebih memilih untuk mengoptimalkan cara-cara seperti kampanye. rally dari kota ke kota. Gerakan lingkungan terkini lebih menyukai pendekatan akar rumput. Di sisi lainnya. dan pendidikan lingkungan. Pada prakteknya di lapangan. Terkait pilihan metode aksi. mendorong perubahan cara dan gaya hidup. lobby. yakni dengan menyediakan beragam layanan atau keistimewaan bagi anggota-anggotanya. seperti mengakuisisi atau memblokade lokasi yang sedang mereka bela. kaos. penghancuran alatalat berat (yang digunakan untuk menebang pohon). bertindak langsung (direct action). banyak organisasi lingkungan menggabungkan metode- 79 . lomba kampung atau desa hijau). Martell (1994) berpendapat gerakan lingkungan kontemporer dapat dikategorikan sebagai sebuah “gerakan sosial baru” karena mulai meninggalkan metode.metode yang menekankan partisipasi dalam sistem politik dan upaya-upaya legislasi. atau dengan mempengaruhi lembaga atau organisasi lain di luar pihak berwenang atau pemerintah. massa. atau institusi akademis. Meskipun demikian. pemboikotan. Martell memandang sebagian besar gerakan lingkungan masih tetap memanfaatkan jalur-jalur politis dan often being concerned also with legislative reform and political access. negosiasi melalui pihak legislatif.

baik dengan alasan ideologis maupun pragmatis) yang lebih memilih menjalankan aktivismenya secara lebih individual dan sengaja tidak bergabung dengan komunitas atau organisasi lingkungan tertentu. terdapat juga kalangan environmentalis (dengan latar belakang dan sejarah masing-masing. terdapat perbedaan antara anggota organisasi lingkungan. atau lembaga lingkungan). misalnya dengan mendorong perubahan di level masyarakat (via gerakan akar rumput ataupun dengan pengaruh media) agar dapat membentuk opini publik yang kemudian dapat digunakan untuk mempengaruhi keputusan pemerintah. ataupun keberadaan kajian ilmiah yang mampu mengungkapkan dan mengidentifikasi para aktivis lingkungan secara menyeluruh. selain karena tidak banyak orga nisasi lingkungan yang memiliki pendataan dan administrasi keanggotaan yang rapi. dan aktivis lingkungan sebagai individu. Karakteristik Aktivis Lingkungan Siapakah sebenarnya para environmentalis? Penggambaran profil dan aktivitas para aktivis lingkungan tidak dapat dipungkiri memang lebih banyak masyarakat dapatkan dari berita-berita di media. Sementara itu. 7. 80 . Sementara itu. Namun. Tidak mudah menemukan data yang akurat mengenai para environmentalis. Bisa saja ada orang yang peduli dan bertindak nyata untuk lingkungan.metode baru dan lama. juga karena anggota suatu organisasi atau kelompok lingkungan bisa jadi merupakan anggota organisasi lingkungan yang lain. dalam sebuah organis asi. tidak mudah menemukan tulisan yang dapat menangkap gambaran environmentalis sebagai suatu sosok atau profesi. apalagi mendapatkan profil para aktivis lingkungan di 28 Orang-orang yang berkecimpung dalam gerakan ataupun aktivisme lingkungan secara umum dikenal sebagai aktivis lingkungan atau environmentalis. Tidak semua aktivis memilih bergabung atau mengambil posisi tertentu dalam gerakan lingkungan secara spesifik (yakni. komunitas. namun tak peduli apakah dirinya layak disebut aktivis atau tidak. gerakan lingkungan itu sendiri. Hal ini kemungkinan besar karena identitas atau “status” seseorang sebagai seorang environmentalis tidak dapat dibakukan dan ditentukan hanya dengan keanggotaannya dalam suatu lembaga misalnya 28 . tidak mudah mendapatkan data a ktivis lingkungan di tingkat kelembagaan.

namun sejumlah riset yang dilakukan di Inggris dan Amerika Utara mengenai karakter demo grafis para aktivis lingkungan dapat memberikan salah satu gambaran tentang siapa dan bagaimana seorang environmentalis. yang umumnya masih didominasi orang-orang berpendidikan tinggi. dan tidak lagi hanya didominasi oleh “pria. baik dari variasi gender. ataupun kelas sosial. 1993 ). yang menempatkan isu lingkungan dalam perspektif ketidaksetaraan yang juga dialami oleh kaum terpinggir dan warga dengan kulit berwarna. Tetapi bahasan dari Lowe dan Goyder serta Minunzie juga menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan area pekerjaan masih sangat signifikan berkaitan dengan keterlibatan seseorang dalam gerakan lingkungan. sikap. kaum imigran. Pendukung environmentalisme semakin beragam dan tidak lagi dapat diidentifikasi secara sederhana berdasarkan status sosial-ekonominya. atau kelas buruh. setidaknya sarjana.Indonesia. dari kelas menengah”. Riset-riset tentang aktivis lingkungan tersebut secara umum banyak menggunakan kerangka berpikir sosiografis dan psikografis. dan perilaku mereka menghadapi permasalahan atau isu. Minunzie. Khususnya para pengurus inti.isu lingkungan (Lowe dan Goyder. Kebangkiran varian environmental justice juga mampu menunjukkan bahwa lingkungan yang bersih dan sehat adalah hak setiap orang dan bukan hanya berhak dimiliki kelas menengah ataupun kaum berduit. Dapat dikatakan bahwa unt uk masyarakat di Eropa Barat dan Amerika Utara. komposisi demografis para aktivis lingkungan semakin bervariasi dari tahun ke tahun. 2001). yang berusaha mencari tahu hubungan antara karakter demografis para aktivis dengan persepsi. jajaran “elit”. Tentunya kondisi dominan tersebut berubah seiring muncul dan menguatnya aliran environmentalisme seperti keadilan lingkungan atau eco-justice (ESRC. atau aktivis setia dalam organisasi atau kelompok lingkungan. 1983. relatif aman secara finansial. ras. kulit putih. Keterlibatan orang-orang dari semakin beragam kelompok masyarakat misalnya terjadi dalam kasus-kasus yang menunjukkan bagaimana wilayah terkumuh dan tercemari dalam suatu daerah seringkali adalah tempat tinggal orang-orang kulit berwarna. dan bekerja di sektor sosial atau jasa (non- 81 .

2007). Melalui diskusidiskusi tersebut para anggota pecinta alam semakin menyadari bahwa tanpa perubahan cara pandang dan perilaku bersama maka lingkungan hidup akan semakin rusak dan tidak akan tersisa bagi generasi selanjutnya. Sejarah awal WALHI sedikit banyak berutang pada Emil Salim karena sebelum menjadi WALHI. GERAKAN DAN AKTIVISME LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA Sejarah gerakan lingkungan hidup di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran penting Emil Salim. mengenalkan isu-isu lingkungan dan mendorong mereka untuk bergerak. Hasil. khususnya melalui advokasi dan pendidikan lingkungan (Munggoro. kelas menengah. Bola salju yang digulirkan Emil Salim mendorong pendirian salah satu titik awal bentuk gerakan lingkungan hidup di Indonesia. akademisi. B. tampaknya mayoritas aktivis lingkungan secara sosial memang masih datang dari wilayah perkotaan. terutama para mahasiswa. tidak dapat dipungkiri bahwa Emil Salim telah menorehkan tapak pertama dalam jejak sejarah gerakan lingkungan hidup Indonesia. dan terdidik . yakni dengan pendirian WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia).manufaktur dan industrial). namun untuk saat ini dalam konteks Indonesia. guru dan dosen.hasil kajian di atas ke depannya dapat dimanfaatkan untuk mempelajari bagaimana kaitan antara demografi dengan aktivisme lingkunga n di Indonesia. terutama setelah menghadiri pertemuan internasional Konferensi Tingkat Tinggi Lingkungan hidup. Sejak tahun 1970-an. organisasi kemasyarakatan formal pertama di Indonesia yang memfokuskan perjuangannya dalam bidang lingkungan hidup. Meskipun terdapat pendapat bahwa peran Emil Salim dalam gerakan lingkungan seringkali terlalu dibesarbesarkan (Aditjondro. beliau semakin menyadari pentingnya memasukkan faktor pelestarian lingkungan hidup dalam perencanaan pembangunan dan untuk melakukan hal tersebut beliau melihat urgensi melibatkan anggota masyarakat. Emil Salim mulai berbicara dan berdiskusi dengan para pecinta alam. pegawai. 2003). para anggotanya sudah terlebih dahulu beraktivitas dan 82 . atau pekerja sosial. Oleh karena itu. dan kalangan pecinta alam.

Namun di tahun 2000. Pada pertengahan 1980-an WALHI mulai berkonsentrasi pada upaya-upaya advokasi dan menjaga jarak dari pemerintah (Munggoro. WALHI telah menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah bagaimana gerakan lingkungan Indonesia semakin merangkul publik dan menjadi kekuatan penting perubahan sosial (Sinanu. Untuk memperluas jaringan dan kegiatan.hara politik tahun 1998 WALHI bergabung dengan gerakan besar masyarakat sipil dalam mengkritisi pemerintahan Orde Baru.isu lingkungan dan memperkenalkan WALHI itu sendiri. 2006). sebuah organisasi internasional berbasis di Inggris yang mengklaim diri sebagai jaringan akar rumput terbesar di dunia untuk isu. Pada tahun-tahun awal. WALHI sendiri pernah menjalankan beragam metode aksi. terbesar. Berkaitan dengan taktik dan metode aksi. Menjelang dan setelah huru. 83 . sebuah bulletin tentang isu lingkungan di Indonesia.isu sosial dan lingkungan. 2007). WALHI memfokuskan kegiatan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat pada isu. pada tahun 1980 Kelompok Sepuluh kemudian berevolusi menjadi WALHI.berkumpul di bawah naungan Kelompok Sepuluh. Sejak didirikan hampir tiga puluh tahun yang lalu. Perjuangan awal WALHI banyak bertolak dari kesadaran akan kerusakan-kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh sejumlah proyek pembangunan ya ng ditetapkan oleh pemerintah kala itu. menyebarluaskan kepedulian terhadap permasalahan lingkungan hidup di Indonesia. yakni ketika WALHI mengajukan sebuah tuntutan hukum atas tuduhan pencemaran dan pengrusakan lingkungan pada enam badan pemerintah dan perusahaan Indorayon Utama Pulp di Sumatera Utara. tindakan ini telah menaikkan nama WALHI. dan paling dikenal di Indonesia. pada tahun 1989 WALHI bergabung menjadi anggota nasional dari Friends of the Earth (FoE). dan lebih jauh lagi. seperti dalam kasus pembangunan waduk Kedung Ombo. misalnya melalui pelatihan-pelatihan tentang pelestarian lingkungan dan penerbitan Tanah Ait. Sejarah dan geliat environmentalisme di Indonesia memang tidak dapat dilepaskan dari WALHI karena organisasi ini adalah forum lingkungan tertua. Setelah dua tahun. Hingga pada tahun 1988 WALHI menjadi NGO pertama yang mengajukan tuntutan hukum pada pemerintah. Meskipun tidak memenangkan gugatan tersebut.

Walaupun sejumlah organisasi lingkungan tak jarang melibatkan masyarakat umum.isu global seperti perubahan iklim. Hal ini karena isu lingkungan hidup tidak dipandang oleh rezim otoritarian saat itu sebagai isu yang “politis”. tidak dapat dipungkiri bahwa secara umum gerakan lingkungan hidup di Indonesia belum menjadi gerakan yang benar-benar merakyat. dan dampak globalisasi. dan ekonomi yang juga terjadi. politik. 84 .setelah mengamati perubahan-perubahan konteks politik dan sosial kemasyarakatan. Dalam kasus Indonesia. utang luar ne geri. misalnya kaum tani dan warga desa dalam aksi-aksinya. WALHI memutuskan untuk meluaskan perannya dengan berubah dari forum organisasi-organisasi lingkungan menjadi organisasi publik yang berbasis massa. Bentuk-bentuk aksi yang selama ini dijalankan organisasi-organisasi lingkungan hidup di Indonesia mengambil banyak ragam. Wiryono (2008) bahkan berpendapat gerakan lingkungan di Indonesia selama ini masih terbatas menjadi domain para aktivis dan pecinta lingkungan di kota-kota besar. Sejarah dan dinamika WALHI mencerminkan perubahan karakter environmentalisme di Indonesia seiring dengan perubahan sosial. yakni aksi-aksi melalui saluran politis dan mekanisme politik yang sudah berjalan. Dinamika WALHI juga berhubungan erat dengan perubahan dalam gerakan lingkungan hidup internasional. 2007). serta aksi-aksi di level akar rumput masyarakat. sehingga perkumpulan dan gerakan dalam bidang lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat tidak ditentang pemerintah. Secara ringkas. Padahal kerusakan lingkungan justru menjadi salah satu contoh nyata kelalaian rezim tersebut. perlawanan lingkungan memang bisa menjadi salah satu isu yang memungkinkan gerakan anti-diktator berorganisasi dan merengkuh lebih banyak dukungan (Bello. sebuah situasi yang mendorong WALHI untuk globalizing its focus (Sinanu. 2006) dengan turut terlibat dalam isu. Pada era otoritarian seperti saat itu organisasi lingkungan WALHI mampu bertindak jauh dengan mengajukan tuntutan hukum terhadap enam badan pemerintah atas tuduhan pencemaran dan kerusakan lingkungan. dapat dibedakan menjadi dua.

Kecenderungan di atas terbaca jelas pada dinamika gerakan lingkungan Indonesia. gerakan lingkungan di Indonesia menghadapi tantangan yang berat karena hukum dan kebijakan lingkungan yang ada di Indonesia saat ini belum cukup untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup. Bila pada tahun tujuh puluh hingga delapan puluhan gerakan lingkungan di Indonesia lebih banyak didominasi oleh kelompok-kelompok pecinta alam yang bergabung dalam organisasi-organisasi lingkungan lokal. sehingga masalah lingkungan di satu negara dapat mempengaruhi kondisi lingkungan di negara lain. dan Greenpeace. tapi juga bagi planet bumi ini.Gerakan lingkungan hidup di Indonesia memiliki arti penting karena Indonesia memiliki begitu banyak kekayaan alam dan lingkungan yang berpotensi menyelamatkan atau justru menghancurkan negara dan masyarakat Indonesia. Posisi penting tersebut tidak hanya disadari oleh masyarakat dan gerakan lingkungan Indonesia tetapi oleh juga pihak-pihak luar. Itulah salah satu alasan mengapa sejumlah lembaga atau NGO internasional ikut tertarik dan bergabung dalam upaya-upaya perlindungan lingkungan di Indonesia. Meskipun sejumlah kalangan memperingatkan keberadaan organisasi-organisasi luar tersebut. Conservation International. Perundangundangan mengenai lingkungan hidup banyak tersebar mulai dari bentuk Undangundang hingga ke Peraturan Menteri dan Peraturan Daerah. lebih dari itu kekayaan alam Indonesia juga merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati dan paru-paru dunia. Hal ini karena persoalan lingkungan hidup adalah persoalan sistemik dalam ekosistem bumi. Organisasi-organisasi luar negeri tersebut merentangkan sayapnya dan “membuka cabang” di Indonesia tentunya karena isu-isu lingkungan hidup dan pengelolaannya di Indonesia tidak hanya penting bagi negara ini. Secara kontekstual. tetapi implementasi dan penegakannya di lapangan justru menunjukkan bagaimana mekanisme pemerintahan 85 . Di antara organisasi lingkungan global tersebut adalah WWF. namun secara umum interaksi mereka dengan masyarakat Indonesia secara umum turut membantu proses penyadaran lingkungan hidup kepada masyarakat. maka pada tahun sembilan puluhan Indonesia menyaksikan masuknya sejumlah organisasi lingkungan besar yang bermarkas pusat di luar negeri.

ketertarikan media pada nilai berita dalam kampanye-kampanye kelompok lingkungan. Meskipun begitu. untuk mendorong perubahan yang lebih menyeluruh dalam perlindungan lingkungan hidup Indonesia. media. tapi juga karena belum tampak komitmen penuh dari pemerintah untuk berpihak ke sisi lingkungan. 1. Tidak hanya karena masalah lingkungan hidup itu sendiri yang tampaknya akan terus memburuk. Padahal isu lingkungan sesungguhnya berkaitan erat dengan banyak dimensi kehidupan masyarakat. C.untuk menyebarkan kesadaran mengenai permasalahan lingkungan di Indonesia. Di sisi sebaliknya. AKTIVISME LINGKUNGAN HIDUP DAN INTERNET Gerakan Lingkungan dan Media nteraksi antara kelompok lingkungan. Kondisi keterpinggiran ini pula yang tampaknya mendorong para aktivis menggunakan segala cara dan saluran yang ada –termasuk di antaranya. Saat ini. serta kerja para ilmuwan dalam menyibak masalah-masalah lingkungan. Penyesuaian strategi aksi kelompok lingkungan dengan karakter media. Tetapi. sehingga permasalahan lingkungan lambat laun akan mempengaruhi pula banyak aspek kehidupan masyarakat Indonesia. maupun suratkabar. persoalan lingkungan bukan lagi sesuatu yang asing bagi masyarakat. televisi. kepedulian yang telah ada di masyarakat perlu dikelola agar dapat bergabung dengan elemen-elemen gerakan lingkungan hidup yang lainnya. hubungan dengan media penting bagi aktivis lingkungan karena liputan media mampu menyampaikan pesan-pesan yang dapat merebut tempat di hati dan pikiran orang-orang. kesemuanya bernilai untuk menjangkau lebih banyak dan lebih beragam 86 .menarik dalam mendorong isu lingkungan terus muncul ke permukaan. dan ilmuwan adalah salah satu hal penting yang telah mampu mendorong isu lingkungan menjadi bagian dari agenda publik (Martell. melalui internet.yang ada belum menempatkan persoalan lingkungan hidup sebagai persoalan utama. kesemuanya tarik. Baik liputan via radio. tantangan ke depan bagi gerakan dan aktivis lingkungan hidup di Indonesia akan semakin kompleks. 1994).

Greenpeace. dan tidak lagi bertumpu pada wacana dan argumentasi. dan mudah ditampilkan di media. WWF. Lamb (1996: 189) tidak memungkiri bahwa dalam konteks dinamika kelompok-kelompok lingkungan di Inggris –terutama selama akhir tahun 70-an hingga 80-an– hubungan erat media dengan kelompokkelompok lingkungan merupakan faktor krusial dalam pembangunan landasan kekuatan populer (popular power base) kelompok-kelompok seperti FoE (Friends of the Earth). misalnya. Secara lebih spesifik. terutama televisi (Martell. Mereka terampil dan cerdas dalam memanfaatkan media. dan lainnya. misalnya seperti yang dikritik Vivanco (2004) dari visualisasi “environmentalism-as-adventure” di banyak media terutama televisi (seperti yang dilakukan oleh mendiang Steve Irwin). dramatis. yang seolah mengaitkan dan 87 . 1994). dalam konteks persepsi publik.gambaran yang ditampilkan media tentang kelompok-kelompok lingkungan bisa jadi justru telah turut menimbulkan kebingungan publik tentang siapa itu.khalayak. Lamb berpendapat gambaran. merancang kegiatan kampanye mereka untuk sedemikian rupa bernilai visual. ikon. Greenpeace. Tapi Lamb (1996: 65) mengingatkan bahwa tentunya hal di atas baru akan punya arti dan benar-benar berdampak bila dukungan populer dari para pemilih awam dapat disalurkan untuk mendesak politisi-politisi agar menggerakkan “gunung” legislasi atau menggeser struktur kekuasaan yang selama ini mengikat kuat hubungan dunia bisnis dengan pemerintah. Salah satu organisasi lingkungan hidup yang paham benar dengan peran media adalah Greenpeace. Tampaknya organisasi-organisasi tersebut memahami benar bagaimana masyarakat sekarang memandang peristiwa dunia. tidak semua penggambaran yang terdapat di media tentang environmentalisme dan aktivis lingkungan positif serta menguntungkan. Tentu saja. Namun. Karenanya mereka kini menggunakan lebih banyak simbol-simbol budaya. ataupun Friends of the Earth. dan image. Ada saja representasi yang menyesatkan dan berlebihan tentang para pecinta lingkungan.

Hal ini ditunjukkan Flew (2005: 16) dengan bagaimana “organizations of all sorts have sought new forms of informal collaboration with other organizations in order to better manage risk and respond to change”. berkembangnya kerumitan dan ketidakpastian seiring dengan perubahan teknologi yang amat pesat juga mendorong kelompok-kelompok masyarakat untuk melakukan penyesuaian. Dan internet adalah salah satu alat yang dipandang mampu mendukung kebutuhan ini secara efisien dan andal. Sementara itu. Pengamatan Flew tampaknya sejalan dengan dinamika teranyar yang terjadi dalam masyarakat sipil ataupun gerakan sosial. Pemanfaatan secara pasif misalnya dengan menonton televisi.menyederhanakan kepedulian lingkungan sebagai petualangan liar di alam bebas bersama hewan-hewan eksotis. baik secara formal maupun informal. salah satunya dengan cara memperkuat jaringan. Hal ini karena informasi terakurat dibutuhkan aktivis untuk dapat terus menghadapi situasi dan kondisi sosial politik terkini. untuk dapat mengimbangi perubahan yang semakin cepat. baik secara pasif maupun aktif. yakni meningkatnya kebutuhan dan tuntutan untuk melakukan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak. membaca surat kabar. berpartisipasi dalam diskusi di mailing lists. Aktivisme lingkungan hidup sejak awal telah memanfaatkan berbagai peluang yang disediakan beragam media dan saluran komunikasi untuk mendukung aksi-aksinya. 88 . atau mencari informasi via internet. Penggunaan Internet dalam Gerakan Lingkungan Aktivis sosial pada umumnya secara sadar memanfaatkan media. Secara internal. menulis untuk surat kabar atau weblog. Hal ini sangat tampak dari apa yang sudah lama dilakukan oleh kelompok-kelompok lingkungan di Inggris (Lowe dan Goyder. penggunaan media dilakukan karena aktivis sebagai bagian dari gerakan sosial menyadari pentingnya memenuhi kebutuhan akan informasi. contoh pemanfaatan secara aktif adalah dengan membuat film atau rekaman dokumenter. Namun secara eksternal. 2.

Aktivisme di internet dapat dikatakan sedang menagih janji Pavlik (1996: 340) bahwa yang paling diuntungkan dari kemunculan teknologi komunikasi adalah personal empowerment. terekam. tetapi tidak dapat dibantah bahwa kini orang perseorangan ataupun kelompok-kelompok kecil dalam masyarakat dapat melakukan banyak hal yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh pemerintah. ataupun ketidaksetaraan akses informasi). Andrew Lees. Salah satu fenomena media dan komunikasi yang terus mengha ngat sejak kurang lebih satu dekade terakhir adalah penggunaan internet oleh masyarakat sipil dan gerakan sosial. sosialisasi. jutaan individu kini telah mampu dan berdaya ( mpowered) untuk e beraksi. yakni fungsi komunikasi. internet digunakan oleh elemen-elemen dalam gerakan lingkungan untuk mendukung fungsi. Pavlik juga menunjukkan bagaimana seiring dengan peningkatan kepemilikan personal computer dan juga ketersebaran akses internet. serta berpartisipasi dalam proses sosial dan politik secara lebih luas. berkomunikasi. tak terkecuali gerakan lingkungan. Walaupun banyak juga kerugian dan ancaman dari kemajuan teknologi komunikasi (seperti berkurangnya ruang pribadi. Pada dasarnya. aman. Internet mampu mendukung kerja-kerja environmentalisme melalui kekuatannya untuk menyampaikan informasi secara cepat. FOEnet tumbuh dari visi salah satu petinggi FoE saat itu.1983). dikenal sebagai FOEnet (Lamb. perusahaan. Namun aktivisme lingkungan di dunia offline dan online umumnya saling mendukung dan melengkapi. merekrut anggota. dan menggalang dukungan. Salah satu cara yang ditempuh FoE untuk melakukan penyebaran atau desentralisasi adalah dengan melakukan investasi besar-besaran di bidang sistem informasi digital baru. 1996: 198). ataupun lembaga. Aktivis dan anggota gerakan lingkungan hidup selama ini sudah memanfaatkan internet untuk beragam tujuan dan dengan berbagai cara.lembaga besar. Internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan lingkungan. dan akurat. dan mobilisasi. bukan saling menegasikan. 89 . Penggunaan media interaktif dan media konvensional tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masingmasing. terancamnya hak atas kepemilikan intelektual.fungsi yang selama ini telah dijalankan secara offline.

aset ekologis.lah orang yang pertama kali membujuk organisasi lingkungan itu untuk memulai investasi teknologi informasi termasuk pembuatan database. Update terbaru setiap harinya tentang situasi di lokasi mampu menarik ketertarikan luas dari publik. dan kehadiran FoE di internet. Di pertengahan tahun delapan puluhan. Para aktivis lingkungan tersebut memanfaatkan internet secara partisipatoris. sistem informasi geografis.isu lain yang terkait kampanye Newbury. yang memberi informasi tentang persoalan perundang-undangan. Namun selain melalui internet. Charles Secrett juga memandang FOEnet sebagai salah satu jalan menegangkan yang pernah FoE tempuh untuk memberdayakan orang-orang.yang percaya bahwa informasi yang akurat dan jelas –seringkali ditampilkan sebagai peta– adalah fitur kunci yang membuat FoE berbeda. Tak jauh berbeda. dan mendorong taktiktaktik lain yang mereka jalankan Internet tampaknya dinilai cocok untuk mendukung aktivisme lingkungan karena secara mendasar internet telah memiliki sifat-sifat saluran komunikasi 90 . mereka menggunakannya untuk mengarsipkan dan menerbitkan newsletter mereka. ketegangan. 2003). mulai dari aksi radikal para demonstran hingga lobi. Contoh lain juga tampak dari bagaimana pengelola Ealing Cycling Campaign di London Barat memanfaatkan internet setelah internet semakin meluas dan bertumbuh siginifikansinya (Batterbury. serta untuk berhubungan dengan situs-situs lain.lobi politik yang dijalankan oleh FoE. Pickerill (2003) menggali dan menyajikan konteks. mereka tetap memberitakan kegiatan-kegiatan mereka di sejumlah suratkabar lokal. dan isu. Hal ini juga didukung oleh keberadaan peta interaktif situs. Lees. untuk membantu proses mobilisasi. membantu mereka mengendalikan hidup mereka dan membantu masyarakat secara lebih luas untuk mencari tahu apa yang terjadi di sekitar mereka. Potensi awal internet untuk mengarahkan dukungan publik dan mengejar laju cepat perkembangan dalam era kampanye serba-cepat salah satunya ditunjukkan dalam kampanye FoE untuk menghentikan pembangunan bypass di Newbury (Lamb.hasil dari penggunaan internet oleh environmentalis di Inggris. dan hasil. 1996: 199).

terdapat juga celah-celah kebutuhan gerakan yang tetap tak tersentuh oleh internet. (2) jangkauan global dan lokal ke banyak sekali pengguna. namun dalam hal kedalaman penanganan masalah. Meskipun ada banyak keunggulan yang dimiliki internet sebagai sebentuk media. interaktivitas. faktor. 91 . Keunggulan-keunggulan tersebut diantaranya adalah kecepatan. Oleh karena itu.faktor yang membuat internet menarik untuk digunakan sebagai alat kampanye adalah (1) kecepatan transmisi pesan. Sejumlah tahapan-tahapan pendidikan lingkungan pun tetap memerlukan penanganan secara langsung atau akan lebih efektif bila dilakukan secara tatap muka. penggunaan internet oleh aktivis lingkungan memang baru marak dilakukan dalam lima hingga enam tahun terakhir. perlu dipahami secara utuh bagaimana masyarakat selama ini memposisikan media dan internet dalam aktivitasaktivitas mereka. dan (5) kemampuan menjadi sumber informasi alternatif yang reliable. luasnya jaringan pengguna. kemudahan.yang sangat dibutuhkan sebuah gerakan sosial. Salah satu kasus terbaru penggunaan internet dalam isu lingkungan adalah penggalangan dukungan oleh WALHI bekerjasama dengan Friends of the Earth via dunia maya.masalah lingkungan hidup. (4) akses 24 jam. Secara sistematis. harus diakui bahwa kekuatan internet memang terletak pada sifat-sifatnya yang cepat dan tersebar luas. Dalam konteks Indonesia. tepatnya sebuah online petition. internet barangkali lebih cocok diposisikan sebagai pelengkap dan bukan alat utama. untuk menekan pemerintah agar membereskan kasus luapan lumpur di Sidoarjo. fleksibilitas. Misalnya dalam hal mencapai masyarakat secara lebih luas. Hal ini memang tak dapat dilepaskan dari perkembangan teknologi dan semakin mudahnya mendapatkan akses internet di berbagai daerah di Indonesia. Tentunya untuk memastikan hal ini. (3) biaya publishing yang rendah. di begitu banyak wilayah Indonesia. terutama wilayah-wilayah yang belum memiliki akses internet.

Untuk penelitian ini. Namun pada prakteknya. sampling purposif direncanakan untuk dilakukan dengan memilih informan yang dianggap paling dapat memberikan informasi optimal mengenai topik penelitian. yakni mengambil informan yang tersedia. blog. blog. Cara pemilihan ini dipilih karena populasi aktivis lingkungan di Indonesia bersifat sporadis sehingga tidak mudah mendapatkan data sistematis dan menyeluruh yang dibutuhkan untuk menjalankan teknik-teknik sampling acak. Penelusuran dan Pe nentuan Informan Populasi penelitian ini adalah aktivis lingkungan hidup di Indonesia yang “eksis” secara online. ataupun mailing list (terkait isu lingkungan) dengan aktivitas relatif tinggi. Informasi mengenai para aktivis lingkungan pengguna internet didapatkan dari database anggota milis. dan atau (ditunjukkan dengan) memiliki atau mengelola situs.BAB IV ANALISIS A. Untuk mencapai tujuan pene litian serta mendapatkan gambaran unik. berkomitmen pada isu lingkungan hidup.milis lingkungan yang 93 . dan mendalam mengenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan maka pada awal berjalannya penelitian informan direncanakan untuk diperoleh berdasarkan prinsipprinsip dalam purposive sampling. tidak mudah untuk menemukan aktivis lingkungan yang banyak beraktivitas via internet. informan dianggap dapat memberi informasi dan data secara optimal bila sudah cukup lama mengenal dan memanfaatkan internet. beragam. Peneliti memulai penelusuran via mesin pencari Google dengan mengumpulkan informasi terkait milis. dan situs-situs pribadi (kesemuanya dalam bahasa Indonesia) yang aktif membahas isu. sehingga pada akhirnya teknik yang digunakan adalah available sample. PROSES PENELITIAN 1.isu lingkungan hidup. tepatnya para aktivis yang aktivismenya banyak memanfaatkan fasilitas di internet. Secara teknis.

30 Ditandai dengan jumlah anggota.berbasis di Indonesia. dari kedua groups tersebut tercatat dua puluh satu buah milis bertema lingkungan (per 17 Februari 2009. peneliti menemukan bahwa hanya dua milis tersebut yang aktivitasnya relatif cukup tinggi 30 dan potensial bercerita banyak. peneliti mengambil salah satu administrator dan kontributor tetap. Dari sekian banyak milis dipilih dua milis dengan anggota dan pesan terbanyak. dan atau jumlah post/artikel (bila di blog) yang relatif tinggi bila dibandingkan dengan situs. sebagai salah satu informan. Daftar milis didapatkan dari yahoogroups dan googlegroups. Dari milis ini. Sambil berkorespondensi dengan kedua informan yang lebih dahulu dipilih. Peneliti sempat menghubungi dan melakukan wawancara awal dengan keduanya. Dari penelusuran blog-blog lingkungan via 29 Milis Greenlifestyle (atau yang sering disingkat oleh pendiri dan anggotanya sebagai “milis GL”) didirikan oleh Armely Meiviana dan rekannya Marc Dunais. Oleh karena itu. peneliti juga melakukan cross-check dengan mencari tahu blog-blog lingkungan berbahasa Indonesia dan memeriksa apakah ada anggota aktif milis lingkungan yang juga memiliki atau mengelola blog yang aktif memuat informasi lingkungan. Dari kedua groups yang paling populer di Indonesia tersebut. Dari yahoogroups dipilih milis bernama “Lingkungan”. administrator milis tersebut. namun kemudian membatalkan menggunakan Marc sebagai informan karena dia ternyata berkewarganegaraan Perancis. Armely Meiviana 29 . jumlah pesan. sebagai informan penelitian. ataupun mailing list sejenis. 94 . Sementara itu. Dari pengamatan. penelitian yang pada awalnya berniat memfokuskan diri pada dinamika aktivis lingkungan dalam milis kemudian harus memperluas objek. blog. lihat Lampiran) yang memiliki keanggotaan di atas sepuluh orang dan dengan jumlah pesan relatif banyak. peneliti memutuskan Djuni Pristiyanto. sebuah situasi yang dikhawatirkan akan memancing dilema dalam penentuan batasan populasi penelitian. satu di Yahoogroups. di googlegroups sebuah milis bertajuk “Greenlifestyle” menjadi satu-satunya milis bertema lingkungan yang secara mencolok memiliki jumlah anggota dan juga pesan terbanyak. yakni dengan juga memperhitungkan weblog atau blog sebagai bentuk lain ekspresi berpendapat sejumlah aktivis lingkungan. satu di Googlegroups. kemudian dilakukan observasi terhadap milis tersebut untuk mencari tahu siapa-siapa anggota yang paling aktif.

html 32 Terdapat satu penggiat milis Lingkungan yang merespon. (b) memiliki jumlah post yang cukup banyak. dan (d) isu lingkungan cukup mendominasi isi blog. peneliti juga menghubungi beberapa orang lain. atau barangkali karena alamat e-mail atau blog yang mereka cantumkan hubungi sudah lama tidak diakses para pemiliknya. Keempat orang tersebut adalah Ade Fadli. Michael Dharmawan. peneliti kemudian menyatakan terima kasih dan tidak memaksa orang tersebut untuk menjadi salah satu informan. peneliti tidak dapat mengetahui secara pasti alasan ataupun kondisi mereka. tetapi menolak dijadikan informan dengan alasan merasa belum pantas dan bahwa ada banyak orang lain yang lebih layak untuk diwawancarai. ditemukan sejumlah informasi31 yang mengarahkan peneliti pada sejumlah situs dan weblog yang membahas isu. terdapat empat orang yang akhirnya (namun tidak di saat yang bersamaan) bersedia diwawancara sebagai informan penelitian ini. 31 Termasuk di antaranya tulisan Djuni Pristiyanto berjudul “234 Blog Lingkungan Indonesia” yang dimuat di blog pribadinya.isu lingkungan. 95 . bukan kelembagaan atau milik organisasi.mesin pencari. Karena orang-orang tersebut tidak secara jelas menolak dijadikan informan.wordpress. Lihat di http://djuni. dan Marwan Azis. (c) terakhir di-update setidaknya November 2008 (tiga bulan sejak penelitian dimulai). namun sebagian besar tidak memberikan respon32 . tidak bersedia. pada titik inilah available sample mulai diputuskan untuk dipilih sebagai informan penelitian.com/2005/12/21/234-bloglingkungan-indonesia. blog yang kemudian diputuskan untuk dihubungi adalah blog-blog yang (a) dikelola secara individual.mail dan terkadang juga comment box di blog mereka. Melinda Rachman. mungkin mereka sibuk. Setelah beberapa waktu mencoba menghubungi para pemilik blog melalui alamat e. Secara mendasar. Deretan situs dan blog tersebut kemudian diakses dan diperiksa. dengan kekerapan posting yang tidak terlalu jarang. Keempat kriteria tersebut ditentukan seiring dengan penelusuran terhadap blog-blog lingkungan yang ada untuk akhirnya memutuskan blog-blog mana saja yang berpotensi menghasilkan data lebih lengkap dan beragam dan pemilik blog-blog yang mana yang diminta menjadi informan. Dengan pertimbangan etis. Selain keempat orang tersebut.

Dan terakhir. Armely Meiviana. Michael Dharmawan. aktivis lingkungan senior yang kini lebih banyak berkecimpung di isu bencana. Djuni Pristiyanto. seorang profesional di bidang bisnis dan manajemen yang berupaya keras mengelola blog AkuInginHijau yang sedang cukup populer. meski demikian. Secara teknis. Pengaturan janji untuk wawancara kemudian dilanjutkan melalui korespondensi via saluran telepon seluler. 96 . sejak tahun 1999 memoderatori dan rutin memasok berita untuk milis Lingkungan. proses korespondensi dilakukan peneliti dengan mengirimkan e. keinginan untuk mewawancarai. Melinda Rachman.Pasca berkenalan dan mengetahui sejumlah informasi dasar tentang para informan. versi ringkas proposal penelitian. Wawancara mendalam dilakukan dengan menanyai informan pertanyaan-pertanyaan terbuka (open-ended questions). khususnya fitur blog. posting dan “celetukan-celetukan”nya tidak secara vulgar berbicara atas nama lembaganya. peneliti memutuskan bahwa jumlah informan tidak perlu ditambah lagi karena keenam informan yang telah disebut di atas dinilai sudah cukup memadai untuk mengungkap keragaman penggunaan internet untuk aktivisme lingkungan. bekerja di sebuah organisasi lingkungan besar di Indonesia. Para informan tersebut dinilai telah memberikan informasi yang lebih mendalam dan beragam serta cukup mewakili kasuskasus unik aktivis lingkungan yang aktif menggunakan internet. pekerja freelance di bidang lingkungan yang masih menyempatkan diri mengelola milis dan blog Greenlifestyle. Informan yang menjawab hampir kesemuanya menyatakan kesediaannya dan kemudian pada jawaban selanjutnya bersedia memberikan nomor telepon seluler. 2. pelajar SMA yang mengelola blog dan cause Go Green bersama satu rekannya. untuk menyebarkan informasi lingkungan. Ade Fadli misalnya. Proses Wawancara Penelitian ini menjalankan wawancara tak berstruktur sebagai teknik utama pengumpulan data. jurnalis lingkungan hidup yang bersama rekan-rekannya getol mendorong penggunaan internet. dan data diri peneliti (lihat Lampiran). Marwan Azis.mail berisikan perkenalan.

Dengan mempertimbangkan kesediaan dan keluangan waktu para informan.dimana informan menjawab secara bebas tanpa dibatasi pilihan-pilihan. baik di sela-sela jam kantor ataupun setelahnya (selama waktu untuk keluarga). Namun satu informan. maka peneliti membuat pengecualian dan membolehkan informan yang satu itu untuk menjawab pertanyaanpertanyaan dari peneliti secara tertulis. berkesibukan padat. yakni Michael Dharmawan. Karena Michael merupakan salah satu informan dengan karakteristik unik (dari kalangan pekerja profesional). Wawancara secara langsung dan bertatap muka memang memiliki sejumlah keuntungan. hanya dengan Djuni Pristiyanto saja peneliti sempat menjalankan salah satu sesi wawancara secara bertatap muka. Secara teknis. yakni melalui Yahoo Messenger. Walaupun 97 . Kondisi serta keterbatasan informan dan peneliti telah mendorong dipilihnya cara-cara yang lebih efisien. Hal ini karena setelah berkorespondensi dengan para informan dan kemudian mengatur jadwal wawancara. dan bahkan satu dua orang dari mereka acapkali bepergian ke luar Jawa. serta fleksibel. Kelima informan sama sekali tidak keberatan dan setuju-setuju saja dengan teknik wawancara yang peneliti tawarkan. antara lain memungkinkan peneliti menangkap lebih detail bahasa tubuh dan gesture informan serta setting alami tempat berlangsungnya wawancara. tepatnya ketika informan kebetulan sedang berada di kota peneliti untuk sebuah pekerjaan. maka peneliti menawarkan wawancara dilakukan secara online. menyatakan tidak memiliki keluangan waktu untuk melakukan chatting ataupun wawancara tatap muka. bukan untuk membatasi ataupun mengekang peneliti. serta efisiensi waktu dan dana di pihak peneliti. namun dari keenam informan. wawancara dilakukan melalui pertemuan tatap muka (face-to-face interview) dan juga wawancara melalui fasilitas chatting. Panduan pertanyaan (interview guide) telah disiapkan oleh peneliti sebelum wawancara dimulai namun hanya berfungsi untuk mengingatkan peneliti tentang topik-topik utama yang perlu ditanyakan atau dibicarakan. baru diketahui bahwa sebagian besar informan berdomisili di tempat berbeda-beda di Jakarta dan sekitarnya. praktis.

categorizing. internet-savvy. fasih. wawancara termediasi lewat internet dinilai tidak akan mengurangi ketajaman informasi yang diberikan informan karena para informan adalah orang-orang yang cukup terampil. peneliti juga mengumpulkan dokumen aktivitas online para informan melalui data yang tersimpan di mailing list dan atau blog mereka. total dilakukan sembilan sesi wawancara via Yahoo Messenger –dengan rata-rata durasi chatting dua jam–. satu sesi wawancara tatap muka. Selain itu. fleksibilitas waktu dan tempat yang ditawarkan oleh fasilitas chatting ternyata sangat berguna ketika peneliti merasa perlu melakukan sesi wawancara tambahan untuk mengkonfirmasi sejumlah informasi atau data. Selama informan dan peneliti sama-sama luang dan terhubung dengan internet maka penggalian data pun dapat dilakukan. Data sekunder tersebut digunakan untuk mengklarifikasi dan atau melengkapi informasi yang diungkapkan selama proses wawancara. bergantung pada kesibukan dan keluangan waktu para informan. 3. Keseluruhan wawancara tidak berlangsung linear. prioritizing. dan empat sesi wawancara tertulis (surat. pada satu hari peneliti bisa mewawancara informan A kemudian hari berikutnya mewawancara informan B dan lain sebagainya. Penataan menurut sumber dilakukan 98 . Pengolahan Data Hasil wawancara yang telah ditranskrip kemudian dirapikan secara “administratif”. dan interrelating. Selain menggunakan wawancara mendalam.menyurat melalui e-mail). Dari keenam informan.tidak mampu membangun kedalaman secara fisik dan menangkap konteks tatap muka. Kesemua wawancara kemudian ditranskrip dan dirapikan untuk memudahkan pembacaan. Dari data sekunder peneliti dapat mengamati jenis-jenis perilaku atau praktik-praktik komunikatif yang riil dijalankan informan melalui blog dan atau milis mereka. Pada awalnya data ditata menurut sumber dan dimensi waktu. dan berpengalaman menggunakan internet sebagai media komunikasi. yakni direduksi secara fisik menurut prinsip-prinsip sorting.

id 99 . Setelah dipilah menurut kategori-kategori tersebut. Dari pembacaan tersebut.web. dan valid. peneliti membaca kumpulan data itu satu persatu dan berkali-kali untuk menentukan bagianbagian data yang lebih utama. saat ini berdomisili di Samarinda. Ade mengaku mulai nge-blog di tahun 2001 dan baru sejak tahun 2003 pindah ke timpakul.agar setiap potongan transkrip dikenali masing. Namun tuntutan pekerjaan di Eksekutif Nasional WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) sejak Mei 2008 tak jarang menuntutnya untuk bepergian ke Jakarta dan kota-kota lain. Setelah dipilah-pilah dan dirapikan. Samarinda. didapat temuan-temuan sementara yang kemudian dianalisis secara komparatif untuk menemukan persamaan dan perbedaan di dalamnya. kuat. untuk menemukan pola-pola dalam data tersebut . Kategori-kategori permulaan tersebut antara lain adalah kebiasaan. setiap transkrip juga ditata sesuai urutan kejadian saat pengambilan data. 15 September 2009 blog ini sudah “pindah habitat” ke http://timpakul. informan sedang menempuh pendidikan S Ilmu Lingkungan di universitas yang -2 sama dan mengambil tesis dengan topik politik konservasi di Kalimantan Timur. data transkrip tersebut dikoding menurut sistem kategori permulaan (preliminary category system). motivasi. begitu peneliti memanggilnya.hijaubiru. lalu diperiksa kesesuaian informasi waktunya.masing sumber informannya. B. Setelahnya. dilakukan penarikan kesimpulan (conclusion-drawing) dan verifikasi untuk membantu peneliti menginterpretasi data dan mengkonfirmasikannya dengan temuan-temuan. Saat itu Ade masih mengakses internet dengan kecepatan dial-up di kantor pos kotanya. 1. saat masih kuliah S-1 di Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman33 .org 34 dan berfokus pada tulisan 33 Saat ini. Kalimantan Timur. dan kemudian mencari kaitan antara bagian-bagian data yang ada (data linking). 34 Pada Selasa. PROFIL INFORMAN Ade Fadli Bang Ade. Informan yang satu ini menggunakan internet sejak tahun 1997. dan tujuan penggunaan internet. Selain itu.

khususnya via Facebook.1. Ade biasanya memanfaatkan akses LAN bila sedang di kantor dan menggunakan HSDPA milik pribadi35 bila sedang di luar kantor atau bila jaringan internet di kantor sedang down. berdiskusi di milis. Terkadang juga dia hanya mengakses internet via telepon selulernya. biasanya Ade menggunakannya untuk belajar (misalnya. Tindakan ini tidak lepas dari aktivitas kesehariannya saat itu di bidang lingkungan hidup. Saat mengakses internet.000/ bulan (per April 2009). blogging. Ade mengaku hampir selalu online dan rata-rata menggunakan internet sekitar 12-18 jam perhari. Gambar 4. dan akhir-akhir ini juga untuk berjejaring sosial. e.mail. dengan pengeluaran Rp 150. membuat website). Tampilan Blog Timpakul 35 Dibiayai sendiri.dengan tema lingkungan hidup. 100 .

ataupun warnet.org/ (blog sebelum “pindah habitat” ke timpakul. Sekarang ini.blog-indonesia.google. sejak tahun 2007 Armely (berduet bersama Marc Dunais) mengelola milis 39 dan blog40 Greenlifestyle.menggunakan internet kurang lebih 12 jam dalam sehari. Technorati dan MySpace. milis (yang kemudian berkembang menjadi blog dan cause di 36 37 http://blogs.id) 39 40 http://groups.or.or. 2. namun sekarang sudah tidak lagi karena banyaknya aktivitas. Tweet. dan bersosialisasi. Facebook. mencari informasi. Plurk. Di sela-sela kesibukannya. http://celoteh. Salah satu penyebabnya barangkali tingginya frekuensi Ade untuk mem-posting di blog miliknya itu. Mely sempat memiliki blog pribadi.blogspot.com/ (blog yang isinya lebih pribadi seperti puisi dan renungan keseharian). Ade pun tak segan-segan mencoba memanfaatkan beragam jenis fitur di internet. Mely –begitu panggilannya.Blog Timpakul milik Ade menduduki posisi ke-94 menurut Indonesia Matters 36 dan ke-1.455 menurut situs Blog Indonesia 37 . http://timpakul. mengelola milis. Ade juga me-mirror isi blog Timpakulnya di beberapa blog lain yang dimilikinya 38 . Armely Meiviana Armely tinggal di Jakarta dan bekerja lepas untuk isu lingkungan dengan berbagai posisi pekerjaan.com/group/greenlifestyle http://greenlifestyle. Perempuan lulusan Hubungan Internasional FISIP UI ini mulai mengenal internet di bangku kuliah. Sebagian besar waktu berinternetnya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan. baik ketika sedang di rumah.com/ (per 30 September 2009) 38 http://timpakul.com/ . Tidak hanya rutin menulis selama empat tahun terakhir. Dari blognya dapat kita lihat bahwa Ade pun juga memanfaatkan layanan komunikasi dan jaringan sosial seperti Twitter.id 101 .com/ . dengan menggunakan beragam akses yang tersedia.429 buah tulisan. http://karangmumus.blogspot.web. Pada tahun 2002 hingga beberapa saat setelahnya. ia belajar menggunakan internet dengan bantuan teman dan juga otodidak. http://timpakul. Berawal dari ide Marc. Selain itu. kafe.timpakul. terutama yang berhubungan dengan komunikasi dan tulis.multiply.hijaubiru. Saat itu.indonesiamatters. lihat http://www.com/ (per 30 September 2009) “Top 100 Indonesian Blogs”.menulis. tepatnya sejak tahun 1998.id/. Sejak Januari 2001 hingga 30 September 2009 tercatat 1.

2.Facebook) ini bertujuan memberikan informasi dan tips-tips sederhana untuk gaya hidup ramah lingkungan di perkotaan. Gambar 4. Tampilan Blog Greenlifestyle 102 . disajikan dalam tampilan yang menarik dan dengan bahasa yang populer.

Informan yang sudah berkeluarga dan tinggal di Jakarta Selatan ini sudah sejak tahun 1998 mengenal dan sekaligus belajar otodidak untuk menggunakan internet.Gambar 4. Sekarang ini. Mas Djuni bersikeras memasang telepon dan berlangganan internet. Setelah lima tahun berkecimpung di daerah.mpbi. Jawa Timur.org). Mas Djuni kemudian lebih banyak bekerja di Jakarta sebagai pekerja lepas. yakni sejak mendirikan LSM lingkungan di Jember. Sejak tahun 1998 pula dia sudah aktif mengirimi berita-berita lingkungan ke milis. 103 .milis yang dilanggannya. hingga akhirnya kini dia bekerja di lembaga Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia sebagai administrator website (www.3. Saat itu dia sudah menyadari pentingnya internet. sehingga walaupun menyulitkan secara keuangan. Tampilan Milis Greenlifestyle 3. Djuni Pristiyanto Mas Djuni mulai berkegiatan di bidang lingkungan hidup sejak tahun 1997. Tepatnya sejak dia memutuskan untuk meninggalkan studinya di Ilmu Sejarah UGM dan kemudian mendirikan sebuah LSM lingkungan di Jember.

Mas Djuni juga terlacak aktif berdiskus i dan memuat tulisan atau berita di sejumlah milis lainnya43 . 41 42 http://groups.365 pesan (sejak April 1999). dari jam 9 pagi hingga 5 sore). Tampilan Milis Lingkungan Mengelola milis dan memasok berita lingkungan adalah bentuk utama penggunaan internet untuk lingkungan yang dijalankan Mas Djuni. dia juga berlangganan internet di rumah dan terbiasa mengaksesnya selama 2-3 jam perhari. informan juga mengelola website “Hidup Bersama Risiko Bencana”44 . Gambar 4. “bencana”. Selain di milis Lingkungan.informan selalu online selama berada di kantor (sekitar 8 jam. milis Lingkungan memiliki 3. Di samping memoderatori milis Lingkungan. Saat ini. milis Lingkungan adalah milis terbesar42 untuk isu lingkungan hidup di Indonesia.4. 44 http://bencana. 43 Terlacak via pencarian google. “sahabat telapak”. Berawal dari antusiasmenya mengirimi berita-berita lingkungan.284 anggota dengan total 45.net 104 .com/group/lingkungan Per 30 September 2009. jumlah tertinggi untuk konteks milis bertema isu lingkungan di Indonesia.yahoo. informan malah kemudian ditawari menjadi moderator untuk milis bernama Lingkungan41 . informan juga aktif di milis “berita lingkungan” (sudah digabungkan dengan milis Lingkungan). dan “spiritual”. selain di kantor.

perkembangan dan peranan milis Lingkungan47 . Meskipun tak melulu berisi hal.wordpress.wordpress. Hal ini tampak dari tulisan-tulisannya yang membahas dinamika menjadi moderator46 .wordpress.hal berhubungan dengan isu lingkungan.com/2005/12/29/perkemb angan-milis -lingkungan-tgl-29desember-2005-1272/. ataupun pandangannya terhadap kemunculan blog-blog48 yang mulai banyak mengangkat tema-tema lingkungan hidup.com/2007/05/19/upaya-mengusung-penyadaran-lingkungan-lewatinformasi-blog/ 105 .wordpress.wordpress.com http://djuni. http://djuni. http://djuni.com/2005/12/27/blog-timpakul-peringkat-pertama-234-blog-lingkungan/.Gambar 4.com/2006/02/15/perkembangan-milis lingkungan-dan-milis -berita-lingkungan-tgl-15 48 http://djuni.wordpress. http://djuni. Mas Djuni juga aktif mencurahkan gagasan dan pikiran lewat blog pribadinya.com/2006/02/16/tugas -moderator-milis/ 47 http://djuni. blog ini menjadi bukti nyata komitmen dan perhatiannya dalam mengelola milis lingkungan.wordpress.com/2005/12/08/milis -lingkungan-sebagai-media-virtual-pengontrollingkungan. 45 46 http://djuni.com/2005/12/21/234-blog-lingkungan-indonesia/. Jalan Setapak 45 .wordpress.5. dan http://djuni. Tampilan Blog Jalan Setapak Sejak Juli 2009.

4.blogspot. Marwan mengaku sudah bergabung dan juga mengelola sejumlah mailinglist bertema lingkungan dan jurnalisme 52 . mediacare@yahoogroups.com. Kendari. dan www.com.com. via wireless ketika di kantor. www. Semasa kuliah di jurusan AGRONOMI fakultas pertanian Univ. Pengalaman malang melintang di dunia jurnalistik dan keeratannya dengan isu.petualanganku. misalnya dengan menjadi editor blog-blog GreenPress.wordpress.com 106 .com. www. Haluoleo.greencare.com. ajisaja@yahoogroups. serta menjalankan hobinya sebagai blogger dan mengelola beberapa blog baik pribadi50 maupun komunitas 51 .blogspot. Marwan lebih berfokus pada blog-blog pribadinya dan blogblog komunitas. Marwan mulai mengenal internet sejak kuliah. Namun saat ini. dan belajar menggunakannya secara otodidak. aktif sebagai tim riset di LP3ES Jakarta.com.com. Jauh sebelum dunia blog berkembang di Indonesia.com (organisasi Greenpress) 52 Seperti milis walhinews@yahooogroups. lingkungan@yahoogroups.com 51 www. perubahaniklim@yahoogroups.isu lingkungan mengantarnya terjun di bidang jurnalisme lingkungan hidup49 . Marwan Azis Marwan berasal dan dibesarkan di Sulawesi Selatan.wordpress.greenpressnetwork.com/about-me/ www.com. Saat ini Marwan memilih menjadi jurnalis freelance di Jakarta.greenpressnetwork. Pekerjaannya tidak menuntutnya untuk selalu online sehingga Marwan tidak setiap hari menggunakan internet. dan dengan modem USB saat di rumah.blogspot.nusantaratraveling.com. greenpress@yahoogroups. di sela-sela kesibukan dan pekerjaannya.com. Saat ini Marwan terbiasa mengakses internet dengan banyak cara.com.multiply. wartawanlingkungan@yahoogroups. Bekerja sebagai jurnalis lingkungan secara tidak langsung membuat penggunaan internet Marwan hampir selalu bersinggungan dengan isu lingkungan. dan Pers Mahasiswa. supportergreenpress@yahoogroups. 49 50 Lihat profil lengkap Marwan di http://marwanazis.papuatraveling. HMJ. hotspost ketika sedang di luar kantor.marwanazis.com (blog berita lingkungan) dan www. Sulawesi Tenggara Marwan aktif di HMI. sekitar tahun 1999.wordpress. www.blogspot.

Gambar 4. untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan.6. 5.com kelembagaan GreenPress dan membahas isu.greenpressnetwork. 53 Melinda Rachman http://greenpressnetwork. Berita di blog ini selain bersumber dari reportase jurnalis yang tergabung dalam Greenpress.blogspot.com 107 .greenpressnetwork. Tampilan Blog GreenPress GreenPress adalah komunitas jurnalis lingkungan hidup yang memanfaatkan media online. Blog www.wordpress. mengelola lebih berfokus www.blogspot. terutama blog. juga menampilkan berita lingkungan dari berbagai situs dalam negeri maupun 53 mancanegara Komunitas yang ini menggunakan juga yang fasilitas RSS blog pada (GreenPress) . Situs-situs Green Press di atas mereka kelola secara swadaya untuk membantu penyebaran informasi lingkungan ke publik.com mereka bangun untuk mengumpulkan dan menyebarkan berita-berita lingkungan.isu jurnalisme lingkungan.

Saat itu blog pribadinya 54 lebih berisi cerita-cerita tentang pengalaman pribadi Melinda dan pendapatnya tentang kejadiankejadian yang dia lihat di berita.blogspot. Walau tersedia internet di rumah. yakni sejak umur 14.blogspot.com 56 http://gogreenindonesia. tapi lambat laun dia belajar dan mengeksplorasi sendiri. bersosialisasi via Facebook.Informan termuda ini masih bersekolah di SMA. Walaupun pada awalnya Melinda diajari oleh orangtuanya untuk menggunakan internet. setelah selesai dengan aktivitas sekolah dan les. tetapi saat mengakses Melinda rata-rata menghabiskan waktu tiga jam per akses. Melinda tidak setiap hari mengakses internet. kelas XII. Dari pergaulan dan pertemanannya di dunia maya. chatting. dan mengunduh lagu. Melinda biasanya baru bisa menggunakan internet di malam hari.mellovegoodyakan. teman blogger yang kemudian mengajaknya membangun blog Go Green56 . Dalam tiga jam itu dia biasanya blogging dan blog-walking.com 108 .com www. saat di SMP kelas VIII. namun masih terbatas untuk mencari bahan tugas sekolah dan itupun masih dibantu orangtua. Melinda sudah sekitar tiga tahun mulai nge-blog. Melinda hampir selalu mengakses internet dari rumah dengan layanan internet yang dilanggan orangtuanya. Melinda sudah kenal internet sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar. 54 55 www.wordpress.syalalla. Melinda berkenalan dengan Lalla 55 .

blog ini telah dikunjungi sebanyak 55. Dalam kegiatan-kegiatan di atas. Tampilan Blog Go Green Blog yang mulai publish pada tanggal 2 Februari 2008 ini berfokus pada isu global warming dan kiat-kiat yang bisa dilakukan untuk mencegah dan menghadapinya.658 kali dan mendapat respon yang positif dari para pengunjungnya. Untuk memperluas jaringan dan lebih menyebarkan pesanpesan lingkungan. Dengan bahasa yang mudah dimengeri. menjawab surat atau tanggapan dari pembaca. Lalla dan Melinda mengajak pengunjung blog untuk lebih menyayangi bumi melalui cara-cara sederhana. dan meng-invite orang-orang untuk bergabung di cause Go Green. Blog ini tampaknya cukup populer.7. Melinda berkontribusi dalam membuat tulisan.Gambar 4. 109 . mereka juga membuat cause Go Green di Facebook. dalam jangka waktu sekitar satu setengah tahun (Februari 2008-September 2009).

sepanjang jam kerja.harinya ia mengakses internet dari kantor. Berita lingkungan lokal. Secara umum. Energi alternatif. Sehari. dan Uncategorized. Namun seiring dengan respon yang begitu hangat dari pembacanya.org/about/ 60 Agenda hijau. Michael Dharmawan Informan terakhir ini merampungkan pendidikan di bidang manajemen. Berita lingkungan. Akhir Pekan. legal. Teknohijau. Terdapat beberapa jalan yang ditempuh Michael untuk mengembangkan blog ini. Daur ulang. dan lain sebagainya. Belajar Hijau. Jalan-jalan. Ketertarikannya dapat terlihat dari 23 kategori60 tulisan dan artikel dalam blognya yang ia kelompokkan untuk memudahkan pembacanya menemukan topik tulisan. Polling.6. sejak Januari 2007 Michael menyempatkan diri mengelola blog pribadinya. Michael lebih banyak menggunakan internet untuk menyelesaikan pekerjaan dan berkorespondensi dengan rekan-rekan bisnisnya. Michael tertarik dengan energi alternatif dan cara-cara inovatif untuk menyelamatkan lingkungan. Blog bernama AkuInginHijau57 ini secara khusus mengambil tema lingkungan hidup. dan tak jarang juga mengaksesnya dari rumah. Bercocok tanam. Fakta Lingkungan. Sebagai pemerhati lingkungan59 . untuk lebih memudahkan 57 58 http://akuinginhijau. dan topik lingkungan dipilih karena ingin mulai menulis tentang sesuatu yang dia senangi. Energi.org/ http://akuinginhijau.org/2008/02/05/1-tahun-aku-ingin-hijau/ 59 http://akuinginhijau. terutama cara-cara sederhana dan keseharian untuk menyelamatkan lingkungan. Berita lingkungan global. keuangan. Hemat di Jalan. Niatan awal Michael membangun blog ini hanyalah untuk melatih menulis karena kemampuan tersebut dibutuhkan dalam pekerjaannya. Michael termotivasi untuk terus mengembangkan blog ini 58 . 110 . dan IT di sebuah perusahaan pakan ternak di Jakarta. Kemudian. Lingkungan rumah. Di sela-sela kesibukan padatnya sebagai seorang profesional bisnis. Bisnis hijau. ekonomi dan IT dari Purdue University di Amerika Serikat. Michael mengenal internet saat kuliah. Saat ini Michael bekerja sebagai manajer administrasi. terutama karena adanya keharusan untuk menggunakan e-mail. Lingkungan Kerja. Tanaman bermanfaat. Tanaman. Produk hijau. Manifesto hijau. menyelesaikan tugas sekolah.

8. blog AkuInginHijau telah dikunjungi lebih dari 520. Tampilan Blog Aku Ingin Hijau 61 62 http://groups.000 kali dan mendapat ratusan tanggapan62 yang sebagian besar berupa dukungan. Sebagai hasil kerja keras.org/about/ 111 . sepanjang dua tiga perempat tahun.com/group/akuinginhijau http://akuinginhijau. Gambar 4. tepatnya sejak Januari 2007 hingga akhir September 2009.yahoo.pembacanya untuk saling berinteraksi dan berdiskusi. Michael juga menyediakan mailing list AkuInginHijau61 . Bahasa yang ringan dan tidak menggurui dipilihnya untuk dapat berbicara dengan khalayak yang lebih luas.

ilustrasi penggunaan internet mereka dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar. dalam subbab ini akan terlebih dahulu dibahas penggunaan umum internet oleh para informan. yakni penggunaan internet secara umum dan penggunaannya secara khusus untuk mendukung isu-isu lingkungan. yakni adanya “kebutuhan informasi dan kebutuhan untk memperdalam 112 . Dari penggambaran-penggambaran yang ada.C.mail dan tugas sekolah” [Michael]. PENGGUNAAN INTERNET SECARA UMUM Sepanjang keseluruhan wawancara. Untuk memahami praktik-praktik penggunaan internet para informan dan bagaimana mereka memposisikan internet dalam kehidupan mereka. Awal Perkenalan dan Penggunaan Internet Hampir semua informan mengenal internet pertama kali di akhir tahun 90-an dan belajar menggunakannya secara otodidak (tanpa pelatihan dan pendidikan formal). “nyari tugas” [Melinda] dan “mengumpulkan bahan untuk keperluan skripsi” [Armely]. Barulah pada tahun 2000an internet semakin meluas dan mulai diajarkan di sekolah-sekolah formal. seperti yang dirasakan oleh Ade. para informan telah memberikan banyak informasi mengenai beragam penggunaan internet untuk aktivisme lingkungan. misalnya untuk “e. awal penggunaan internet dapat juga didorong oleh kebutuhan. Kondisi ini sejalan dengan perkembangan internet di Indonesia yang masuk secara sporadis di era itu. Selain itu. 1. Awal perkenalan dan penggunaan internet oleh para informan umumnya didorong oleh suatu “keharusan”. seperti yang sempat dialami oleh Melinda sebagai bagian generasi pengguna internet yang lebih muda.

meskipun mengaku internet mempermudahnya dalam bekerja dan bahwa “banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan menggunakan fasilitas internet” [Marwan]. Dari ilustrasi di atas dapat dipahami bahwa penggunaan internet tidak hanya berawal dari sejumlah needs individual seperti yang digambarkan pendekatan uses and gratifications. 1993) yang akhirnya “memaksa” mereka berkenalan dengan internet. 1989 dalam McQuail & Windahl. tapi juga dapat berawal dari status pengguna dan keadaan sosial di sekitar mereka (individual and social characteristics. Ade misalnya. Armely pun tak jauh berbeda. 2. Begitupun juga Melinda. tetapi pekerjaannya tidak menuntut dirinya untuk selalu terhubung dengan internet. dan dua orang yang cukup sering mengakses internet namun tidak memiliki rutinitas tertentu. Marwan. kebiasaan ini rupanya berkaitan erat dengan konsekuensi pekerjaan mereka. kesibukan Melinda sebagai 113 . Waktu dan Kebiasaan Penggunaan Internet Dari keenam informan. Penggunaan internet yang sedemikian intens menjadi kebutuhan tersendiri bagi keempatnya. Kondisi yang dihadapi keempat informan di atas berbeda dengan yang dialami Marwan dan Melinda.komputer” [Ade]. Dari empat orang yang memiliki rutinitas dan intensitas tinggi (lebih dari delapan jam perharinya). terdapat empat orang yang rutin menggunakan internet dalam intensitas yang tinggi setiap harinya. status dan kebutuhannya saat ini sebagai pelajar sekolah menengah belum menuntutnya untuk menggunakan internet secara rutin dan dalam waktu yang lama. sementara itu. Michael mengaku dalam konteks pekerjaan sangat sulit berpisah dengan internet karena sangat dibutuhkan untuk berkomunikasi dan bertransaksi. Di sisi lain. pekerjaan Djuni sebagai administrator website serta merta mengharuskannya mengakses internet secara teratur. bekerja jarak jauh dan mengandalkan internet untuk menekan biaya komunikasi. Renckstorf.

Ketika ditanya mengenai hal tersebut. serta hal. kehidupan pribadi rupanya bisa berkelindan dan memiliki dinamika sendiri bila dikaitkan dengan penggunaan internet. Dari pembahasan di atas. tampak bahwa penggunaan internet. Respon pasangan ataupun anggota keluarga lainnya perlu dipertimbangkan. kebiasaan penggunaan internet para informan tidak selalu berhubungan paralel dengan persepsi mereka atas hubungan dan kedekatan diri mereka dengan internet. Dalam pembahasan yang berbeda. secara pribadi tidak bermasalah untuk tidak online meski mengaku tidak bisa tidak menggunakan internet kalau untuk pekerjaan. Persepsi terhadap Internet 114 . para informan memberikan jawaban yang berbedabeda. Sementara itu. satu pandangan yang tampaknya sejalan dengan Djuni yang melihat internet “hanya sebagai media atau alat saja” [Djuni]. memiliki keterkaitan dengan dimensi-dimensi sosial di sekitar penggunanya seperti jenis pekerjaan. Masih berhubungan dengan penggunaan internet. misalnya dengan “didiskusikan di awal sebelum menikah” [Ade]. dan persepsi pengguna itu sendiri akan hubungannya dengan internet. kebiasaankebiasaan. Armely dan Michael. terkadang dibatasi penggunaan internetnya oleh orangtuanya dengan alasan kesehatan mata. sesudah aktivitas bersekolah dan lesnya selesai.pelajar mengkondisikannya untuk hanya menggunakan internet di waktu malam. Michael misalnya. yang menggunakan internet via layanan yang dilanggan orangtuanya. sesuatu yang mungkin sangat penting dilakukan bila menggunakan internet lebih dari 12 jam setiap ha rinya seperti Ade. Ade Fadli. mengaku memandang internet sebagai “jembatan mencapai tujuan” [Ade]. hubungan keluarga. Melinda. dengan intensitas penggunaan internet yang begitu tinggi. yang juga menggunakan internet secara intens mengaku tidak “tak terpisahkan” dengan internet.hal yang menyertainya. 3. Sedangkan Armely mengatakan dia bahkan “selalu punya waktu-waktu tertentu untuk tidak bertemu dengan internet” [Armely]. Bagi yang belum menikah pun ada pula kendalanya.

efektif. kualitas pendidikan. Selain itu. dan efisien.Selama berinteraksi dengan dan melalui internet. dan memberi kebebasan dalam menggungkapkan” [Ade]. informan juga berpendapat keunggulan internet terletak pada fakta bahwa internet “jangkauannya lebih luas. “menyediakan kecepatan respon dan legalitas bukti pembicaraan” [Michael]. ataupun mela lui pengalamanpengalaman yang mereka lalui sendiri.fenomena yang terjadi di internet. “lebih efektif dan efisien” [Marwan]. Meskipun dinilai lebih murah. membangun persepsi-persepsi mereka terhadap internet. bila dibandingkan dengan media cetak misalnya. Persepsi tersebut bisa terbentuk seiring pengamatan mereka terhadap fenomena. dapat ditarik kesimpulan bahwa secara umum penggunaan internet tidak hanya ditentukan oleh faktorfaktor psikologis dalam diri pengguna tetapi juga oleh dimensi-dimensi sosial yang melingkup i kehidupan pengguna. internet juga dinilai lebih cocok “untuk kampanye ke kelas menengah” [Ade]. serta aktivitas keseharian lain dari pengguna turut mempengaruhi bagaimana seseorang menggunakan dan memposisikan internet dalam kehidupannya. Dan untuk keterbatasan internet. 115 . Secara riil dalam pergaulan. Dari apa yang disampaikan para informan. “lebih hemat waktu (tidak harus bepergian jauh). Melinda berpendapat “lebih asik ngomong secara langsung”. Sederetan keunggulan internet rupanya tidak menutup mata informan akan sejumlah kelemahan internet. Dimensi seperti status dalam keluarga. dan juga Melinda bercerita bagaimana internet menyediakan semua jenis informasi dan hiburan yang dia inginkan. bisa dilakukan sambil mengerjakan hal lain. Berbicara tentang keunggulan internet. para informan sepertinya sependapat bahwa dibandingkan media dan saluran komunikasi lain internet memang lebih murah. Dalam bagian berikutnya akan dibahas bagaimana penggunaan internet secara spesifik untuk mendukung isu lingkungan. Marwan dan Djuni sama-sama menyebutkan bahwa indera penglihatan (mata) memiliki batas ketahanan untuk membaca di layar monitor. bisa dilakukan kapan saja” [Armely]. dan terhubung dengan banyak orang. para informan secara sadar maupun tidak. jenis pekerjaan. lebih cepat.

D. Tepatnya. saling berkaitan erat dan tidak dapat dianalisis secara terpisah. Tujuan Penggunaan Internet Para aktivis lingkungan yang menjadi informan penelitian ini menggunakan internet terutama untuk berkomunikasi. kondisi. Pilihan-pilihan praktis yang diambil dalam rangka memanfaatkan internet dan fitur. Dengan kondisi yang ada. baik sebagai perseorangan maupun dalam konteks dirinya sebagai aktivis atau pemerhati lingkungan. untuk mencari dan menyebarkan informasi lingkungan. Oleh karena itu. dalam subbab ini pembahasan akan difokuskan pada aktivitas-aktivitas penggunaan internet para informan yang ditujukan khusus untuk mendukung aktivisme lingkungan. Berbeda dengan penggunaan internet oleh organisasi lingkungan secara kelembagaan.fitur di dalamnya menjadi menarik untuk diamati. aktivis lingkungan secara perseorangan umumnya bekerja atau menggunakan internet dengan tujuan-tujuan yang lebih sederhana. 1. 116 . para informan dapat berinteraksi lebih dekat dan intens dengan para pembaca blog atau anggota milis yang mereka kelola. Namun tampaknya justru karena hanya berfokus pada upaya-upaya komunikasi dan sosialisasi. dan menyampaikan gagasan mereka kepada publik secara lebih luas. Hal ini karena penggunaan internet para informan. menggalang dukungan. PENGGUNAAN LINGKUNGAN INTERNET UNTUK AKTIVISME Penggunaan umum internet oleh para informan seperti yang dipaparkan di subbab sebelumnya telah memberikan gambaran mendasar tentang setting. dan dimensi-dimensi yang melingkupi penggunaan internet mereka untuk aktivisme lingkungan. keterbatasan waktu dan sumber daya seringkali membatasi gerak para aktivis perseorangan.

karena kemampuan itu dibutuhkan dalam pekerjaannya.5. maka. Latar Belakang. blog dipilihnya sebagai tempat dokumentasi. dan politik yang berlangsung di sekitar pengguna internet tersebut. Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa kekuatan awal yang mendorong. karena media cetak tidak selalu menerbitkan tulisan yang dia kirimkan. Kedua. secara khusus untuk mendukung isu lingkungan– dapat berasal dari diri sendiri. dan menjadi alasan seseorang menggunakan internet –dalam konteks ini. Awal mula Djuni menggunakan internet pun tidak berbeda jauh dari Armely. Djuni melihat saat itu. dan Alasan Penggunaan Penggunaan internet untuk mendukung lingkungan bisa berangkat dari cerita dan sejarah yang berbeda-beda dari tiap pelakunya. dia merasakan pentingnya mendokumentasikan gagasan dan pemikirannya. sosial. Karena itulah Djuni berfokus memanfaatkan internet untuk menyebarkan berita lingkungan melalui milis. ataupun datang dari adanya situasi-situasi ekonomi. Michael awalnya memulai blognya sebagai wadah untuk latihan menulis. 3. Bentuk-bentuk Penggunaan Internet 117 . Dia mengiyakan ajakan kawannya untuk mengelola milis dan kemudian blog Greenlifestyle karena dia ingin menyediakan informasi lingkungan dengan bahasa yang sederhana. Hasrat Armely ini rupanya dilatarbelakangi ketidakpuasannya terhadap banyak milis ataupun situs lingkungan yang dominan disesaki istilah-istilah rumit dan politis serta lebih sering berisi berita-berita negatif yang menjatuhkan pihak-pihak tertentu. internet lebih banyak digunakan untuk kepentingan politis. Cerita Armely sedikit berbeda dari keduanya. Pertama. Motivasi. dan isu lingkungan masih menjadi isu yang benar-benar minor. padahal saat itu dia hanya memiliki disk 3. yang mudah dicerna masyarakat. dan mendorong orang-orang untuk mengambil peran dalam memulai perubahan. Ade misalnya.milis. Sementara itu.2. di tahun 1998. awalnya “iseng” saat membuat blog Timpakul untuk menyimpan tulisantulisannya. memotivasi.

tanpa batasan jumlah. Kedua. lebih hemat karena ada banyak pihak yang menyediakan layanan “gratisan” untuk memiliki milis ataupun blog. ataupun bergabung di cause dan milis bertema lingkungan. vote untuk sebuah aksi. 2002). Dan bentuk-bentuk yang paling utama mereka jalankan tersebut adalah milis dan blog. Di sisi lain. blog atau lengkapnya weblog. adalah bentuk tersederhanakan dari asynchronous communication. 118 . blog sama-sama digunakan secara sepihak untuk menyediakan wadah tampilnya gagasan dan perasaan. donasi online. HTML). Para informan dalam penelitian ini pun tak ketinggalan memanfaatkan fitur. Namun. dalam artian terdapat “jeda” waktu sehingga para anggota di dalamnya tidak bisa saat itu juga. mereka umumnya memilih satu hingga dua bentuk penggunaan saja untuk mendukung isu lingkungan. Memiliki blog diibaratkan seperti memiliki situs pribadi. Karena mudah digunakan dan tanpa mengeluarkan biaya. misalnya. Semakin banyak pengguna berarti semakin besar kemungkinan untuk menarik perhatian lebih banyak orang. sehingga milis dan bloh lebih mudah untuk dikelola dan digunakan. Saat ini tersedia banyak layanan tanpa bayar untuk dapat memiliki dan mengelola sebuah milis. lebih populer. Para penyedia layanan milis dan blog umumnya menyediakan teknologi yang user-friendly. Walau tidak seleluasa situs. ataupun untuk menyediakan informasi bagi pihak lain.fitur seperti petisi online. Pertama. Milis adalah salah satu bentuk many-to-many asynchronous communication via internet (Morris dan Ogan. lebih mudah.Terdapat beragam fasilitas di Internet yang dapat digunakan aktivis lingkungan untuk mendukung aktivisme lingkungan. Bentuk ini memungkinkan interaksi dan komunikasi dari dan ke banyak orang. namun bentuk ini tidak interaktif secara la ngsung. dari sedemikian banyak ragam fasilitas. namun dengan sejumlah keterbatasan. Terdapat sejumlah alasan mengapa kedua fitur di atas banyak digunakan untuk mendukung penyebaran isu lingkungan. memuat tulisan dan membaca tanggapan terhadap tulisan tersebut. Ketiga. tanpa harus menguasai ilmu dan keahlian tertentu (misal. semakin banyak orang memiliki dan mengakses milis dan blog.

Terkait popularitas sejumlah blog lingkungan selama beberapa tahun terakhir. Sedangkan Ade dan Djuni saling mengenal karena memiliki lingkaran pertemanan yang berkaitan erat. Sementara itu. Schmidt (2007) misalnya. Riset ini menemukan bahwa blog dinilai cukup kredibel (moderately).Selain faktor-faktor pendorong penggunaan kedua bentuk di atas. menawarkan sebuah kerangka analitis untuk mengkaji praktik-praktik blogging. Ade pernah menyebut blog Michael dalam salah satu posting di blognya 63 . Johnson dan Kaye menekankan bahwa fairness bukanlah perhatian utama pengguna ketika menilai kredibilitas suatu blog. pendapat di bawah ini patut disimak. Selain itu. Johnson dan kawan-kawan (2007) melakukan survei online untuk mengetahui persepsi pengguna internet yang memiliki ketertarikan politik (politically-interested internet users) terhadap kredibilitas blog-blog. tepatnya sama kredibelnya dengan media konvensional ataupun sumber online lainnya. Dikarenakan blog memungkinkan tampilnya cara pandang terkini dan spontan akan topik-topik yang secara spesifik diminati pengguna. Tanpa direncanakan. Armely dalam wawancara mengaku mengenal dan familiar dengan blog Michael dan Marwan. Ide Schmidt ini cocok dengan apa yang terjadi di antara para informan penelitian ini. Penggunaan blog kemudian tidak hanya membangun suatu hypertextual network.id/environment-blog.web. Namun. dalam riset sebelumnya di tahun 2004. yakni bahwa penggunaan blog pada prakteknya terdiri dari rutinitas-rutinitas spesifik dan juga pengharapan-pengharapan agar penggunaannya dapat meraih tujuan-tujuan komunikatif. jaringan sosial gerakan lingkungan Indonesia. Karena isu lingkungan masih seringkali 63 http://timpakul.macam tingkat kedekatan.html 119 . Temuan Johnson dan rekan-rekannya cocok untuk menggambarkan situasi blog lingkungan di Indonesia. Hal ini karena pengguna umumnya bergantung pada blog untuk mencari informasi yang tampaknya luput dari liputan media tradisional atau dibahas terlalu dangkal. sejumlah informan dalam penelitian ini rupanya saling mengenal dan berada dalam satu jaringan besar. tapi juga berujung pada pembentukan jaringan sosial (social network) dengan bermacam. Michael menjadi anggota milis Greenlifestyle yang turut dikelola Armely. terdapat pula sejumlah kajian yang membahas fenomena tersebut.

misalnya ketersediaan waktu. Hal ini karena isu lingkungan selama ini relatif masih menjadi isu minor.isu ekonomi. Pemposisian internet sebagai media dan jalur komunikasi alternatif diperkuat oleh fenomena peminggiran isu lingkungan hidup dalam keputusan-keputusan politik dan terbatasnya akses ke media massa konvensional atau mainstream.inovasi baru.isu lingkungan. ataupun isu. 4. yang kalah “seksi” dengan isu. dan tulisan tentang isu. yang memungkinkan munculnya inovasi. informasi.isu pembangunan. dan penyebaran pesan-pesan lingkungan via jalur-jalur komunikasi sosial. Sifat Penggunaan Internet Internet telah dimanfaatkan dengan berbagai cara oleh para aktivis lingkungan di Indonesia. dan hukum. namun sangat terbuka kesempatan untuk berpartisipasi melalui jalur-jalur lain. hak asasi manusia. 120 .terpinggirkan di media massa konvensional. Seseorang yang peduli pada isu lingkungan namun memiliki keterbatasan waktu dan kesempatan barangkali tidak mungkin berperan aktif dalam penyelamatan lingkungan di lapangan. Dari fenomena yang ada. donasi untuk program-program lingkungan. Penggunaan internet secara pasif oleh aktivis misalnya saat aktivis lingkungan mengakses internet untuk mendapatkan informasi ataupun berita terkini seputar isu lingkungan hidup. dana. serta penggunaannya secara individual maupun kolektif. politik. terutama media audiovisual. internet dan khususnya blog menjadi sumber alternatif tapi utama untuk mendapatkan berita. Bentuk-bentuk aktivisme dalam gerakan lingkungan hidup sedikit banyak memang dipengaruhi kondisi aktivis itu sendiri dan situasi spesifik yang mereka hadapi. misalnya dengan online participation. Keragaman bentuk-bentuk penggunaan kemungkinan juga didukung oleh karakter media internet itu sendiri. dan kemampuan. karakter isu lingkungan itu sendiri patut diperhitungkan dalam penjelasan. Selain itu. penggunaan internet oleh aktivis lingkungan di Indonesia menurut sifatnya dapat dikelompokkan menjadi empat: penggunaan secara pasif atau aktif.

Kegiatan-kegiatan di atas peneliti golongkan sebagai penggunaan pasif karena pada dasarnya aktivis sebagai pengguna hanya menerima informasi.1.baik dengan cara browsing. Penggolongan Penggunaan Internet oleh Aktivis Lingkungan Penggunaan secara aktif. Michael. penggolongan sifat penggunaan internet oleh aktivis ini tidak bersifat absolut 121 . Marwan. sedangkan penggunaan di level kolektif adalah bila internet digunakan aktivis lingkungan sebagai bagian dari suatu tugas atau fungsi dalam sebuah komunitas. atau organisasi tertentu. Tentunya. gerakan. Bagan 4. bersama-sama dengan sejumlah aktivis lingkungan lainnya. Sementara itu. searching. atau melanggan suatu mailing list. penggunaan di tingkat perseorangan adalah bila penggunaan internet oleh aktivis (baik secara aktif maupun pasif) lebih didasari motif dan tujuan individual. misalnya bila aktivis itu mengemban peran publikasi dan kehumasan di suatu lembaga lingkungan hidup. Aktivis dapat dikatakan secara aktif menggunakan internet bila sudah sampai ke tahapan memproduksi dan atau mereproduksi pesan atau informasi lingkungan. dan Djuni dalam mengelola blog dan milis lingkungan mereka.individual misalnya yang dilakukan Ade. dan Melinda mengelola blog-blog mereka secara kolektif. Sementara penggunaan secara aktif-kolektif ditunjukkan oleh bagaimana Armely.

mempelajari.faktor seperti apa yang membuat seseorang berada di kuadran tertentu ataupun bergerak dari satu kuadran ke kuadran yang lain. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa ada kemungkinan kecenderungan seorang aktivis untuk lebih dominan menempati kuadran tertentu. terutama konteks besar penggunaan internet di Indonesia dan dinamika gerakan lingkungan hidup di Indonesia. dan menggunakan internet. Penggunaan internet oleh aktivis lingkungan Indonesia sedikit banyak tidak dapat dilepaskan dari konteks yang melingkupinya. Pengelompokan penggunaan ini diharapkan kedepannya dapat mendorong penggalian lebih lanjut untuk mencari tahu bagaimana hubungan antara kelompok-kelompok pengguna yang ada. konteks gerakan lingkungan terkini beserta permasalahan di sekitarnya telah ikut mendorong bentuk dan pilihanpilihan yang diambil aktivis lingkungan di Indonesia saat menggunakan internet. Sementara itu.karena seorang aktivis dapat menggunakan internet dengan sifat yang beragam dalam waktu yang berbeda-beda pula. dan misalnya mencari tahu faktor. Setting makro perkembangan internet di Indonesia turut mewarnai sejarah pribadi para informan dalam mengenal. 122 . Kondisi ini tak lepas dari pola kebiasaan penggunaan internet seorang aktivis serta status dan perannya dalam ranah besar gerakan lingkungan hidup.

Dimensi seperti status dalam keluarga. ditemukan bahwa p enggunaan internet para informan. Penjelasan konseptual memperlihatkan bagaimana secara umum penggunaan internet para aktivis tidak hanya ditentukan oleh faktor.faktor psikologis dalam diri mereka sebagai pengguna tetapi juga oleh dimensi-dimensi sosial yang melingkupi kehidupan mereka. dan politik yang berlangsung di sekitar pengguna internet tersebut. para aktivis dalam penelitian ini menggunakan blog dan milis sebagai senjata utama untuk 121 . Dalam penggalian data. dan menjadi alasan seseorang menggunakan internet –dalam konteks ini.merta disadari oleh informan penelitian. serta aktivitas keseharian lain dari pengguna turut mempengaruhi bagaimana seseorang menggunakan dan memposisikan internet dalam kehidupannya.BAB V PENUTUP A. namun lebih untuk memahami keenam orang informan tersebut sebagai kasuskasus unik aktivis lingkungan dan melihat praktek serta motivasi mereka menggunakan internet untuk mendukung nilai. Meskipun begitu. saling berkaitan erat dan tidak dapat dianalisis secara terpisah. ditemukan bahwa kekuatan awal yang mendorong. Dalam prakteknya. terutama untuk mendukung isu lingkungan– dapat berasal dari diri sendiri. Sejalan dengan kerangka konseptual di awal (Uses and Gratifications dan Social Action). kualitas pendidikan. ataupun datang dari adanya situasi-situasi ekonomi.lingkungan. sosial. KESIMPULAN Tujuan riset ini bukan untuk menggeneralisasi temuan dan melekatkannya pada aktivis lingkungan hidup di Indonesia secara keseluruhan. Model Tindakan Sosial Renckstorf tidak berhasil dimanfaatkan ataupun diuji seutuhnya karena proses yang digambarkan dalam model ini tidak serta.nilai pro. jenis pekerjaan. baik sebagai perseorangan maupun dalam konteks dirinya sebagai aktivis atau pemerhati lingkungan. memotivasi.

mudah. Potensi-potensi yang terkandung lebih sering terabaikan atau tertutupi oleh kekuatan-kekuatan kesenangan (pleasure) yang trivial. ataukah fungsi khusus seperti membangun jalinan pertemanan juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung gerakan lingkungan. dan konteks yang mampu mendorong penggunaan internet untuk penguatan gerakan lingkungan. profan dan banal yang hadir dalam banyaknya ragam isi internet. B. apakah hanya penggunaan khusus (specific uses) seperti pencarian dan penyebaran informasi saja yang dipandang mampu menguatkan gerakan. masih belum diketahui secara jelas dalam kondisi-kondisi seperti apa sajakah penggunaan internet dapat mendukung penguatan suatu gerakan. secercah harapan terlihat. SARAN Internet adalah alat yang membuka banyak kemungkinan dan mampu melampaui berbagai batasan-batasan berkomunikasi yang sebelumnya ada.informasi lingkungan. dan populer. situasi.memperkenalkan dan menyebarluaskan informasi. serta percakapan dengan para informan.merta mendorong perubahan dalam masyarakat tersebut. Namun dari penelusuran dan penggalian data. Dalam pengelolaannya blog-blog dan milis. Meskipun demikian. bahwa internet dapat digunakan untuk mendorong perubahan positif dalam masyarakat. Misalnya. Lepas dari itu mereka meyakini bahwa internet berperan penting dalam penyebarluasan nilai-nilai pro. khususnya gerakan lingkungan.lingkungan. Pilihan pengelolaan umumnya berhubungan dengan pilihan pribadi dan keterbatasan sumber daya. Tapi keberadaan serta adopsi internet dalam sebuah masyarakat tidak serta. terutama waktu luang. Kedua bentuk tersebut dipilih karena lebih hemat. Kajian-kajian terkait topik ini pada tahapan selanjutnya dapat diarahkan pada penyelidikan yang lebih empiris ataupun bersifat pengujian hipotesis mengenai penggunaan internet oleh aktivis. Penelitian-penelitian selanjutnya dapat menggali bagaimana dan seperti apa sajakah keadaan.milis tersebut. Sehingga di masa datang dapat diperoleh temuan yang lebih aplikatif dan dapat 122 . sebagian mengelolanya secara individual dan sebagian lagi mengelolanya secara kolektif.

Kelemahan lain adalah bila koneksi internet yang digunakan tidak stabil dan “putus-nyambung” maka bisa saja mempengaruhi kenyamanan dalam berkomunikasi (sebentuk noise). Sebagai masukan.membantu aktivis serta organisasi lingkungan untuk menyusun strategi pemanfaatan Internet yang lebih efektif dan tepat sasaran untuk menyokong aktivisme lingkungan di Indonesia. dan tidak memfokuskan pada sebuah komunitas virtual atau kasuskasus tunggal. atau bahkan chatting juga dengan pihak-pihak lain. Belum lagi bila informan di saat yang bersamaan juga menyambi wawancara dengan aktivitas online lainnya. Fokus yang berbeda tersebut tentunya menghasilkan jenis temuan yang berbeda. dapat menyesuaikan dengan waktu dan keluangan informan. peneliti yang ke depannya berminat menggunakan Yahoo Messenger atau piranti chatting lainnya. kajian serupa juga dapat difokuskan pada misalnya.mail. Kelemahannya. Dengan berfokus pada satu milis saja. semisal menjawab e. karena tidak berinteraksi secara langsung dan membaca bahasa tubuh. Namun. tanpa harus terbelenggu tempat dan waktu (bisa dilakukan kapan saja. kajian tersebut diharapkan dapat lebih menggali prosesproses sosial dan sistem-sistem simbolik yang berlangsung dalam kelompok lingkungan tersebut. Tentunya ada kemungkinan 123 . komunikasi barangkali tidak se-terbuka dan hangat pertemuan tatap muka. Berbeda dengan online ethnography yang disarankan Paccagnella (1997). kendala ini sedikit terbantu karena penggunaan Yahoo Messenger (YM) memungkinkan peneliti maupun informan menggunakan ikonikon emosi (emoticon) untuk mengekspresikan perasaan. Ke depannya. perlu m empertimbangkan dan memperhatikan beberapa kelebihan dan kelemahan wawancara yang dilakukan lewat internet (melalui chatting/messaging tools). Kelebihan teknik pengumpulan data ini adalah wawancara dapat dilakukan secara lebih fleksibel. browsing. sepanjang ada kesepakatan). dinamika sebuah group atau mailing list yang bergerak di bidang lingkungan. penelitian ini memang mengkaji perilaku berinternet aktivis lingkungan sebagai individu. hasil wawancara dapat langsung disimpan (direkam) dalam bentuk tertulis. misalnya dengan mengamati satu mailing list saja. Selain itu.

situasi ini mempengaruhi konsentrasi dan rapport informan saat menyimak dan menjawab pertanyaan. (Namun. 124 . sehingga tidak kaku ataupun “kagok” lagi dalam menggunakan YM sebagai alat komunikasi dan pengungkapan pendapat. Keputusan untuk mewawancara lewat YM dapat diambil bila peneliti yakin bahwa para informan adalah pengguna internet yang cukup berpengalaman dan sudah internet-savvy. mengingat para informan sudah lama menggunakan internet. bukan tidak mungkin sudah tidak asing dengan aktivitas multitasking tersebut).

2000. 50. Flew. Media Psychology. Diakses pada tanggal 22 Juni 2009 dari http://www. Jeremiah.DAFTAR PUSTAKA Bahan Bacaan Utama Abrar. John S. Environmental Activism and Social Networks: Campaigning for Bicycles and Alternative Transport in West London. Vol 6 (1).backspace. London: Macmillan Press Ltd. The Politics of the Earth: Environmental Discourses. 2003. Robert. Uses and Gratifications of the Web among Student s. Publishers. Hall.sagepub. Simon. Samuel. 2nd edition. 5. 1996. Diakses pada tanggal 8 Maret 2008 dari http://jcmc. The Harvard International Journal of Press/Politics. 150. Teknologi Komunikasi: Perspektif Ilmu Komunikasi. Journal of Computer-Mediated Communication.com/action/all. 2003.mtmultipleuse. 1999. 2008. Diunduh tanggal 12 Januari 2009 dari http://www. 590. James dan Graham Smith. 2000. Politics and the Environment: From theory to practice. 1997. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. An Introduction to Activism on the Internet. Dryzek. 2003. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science 2003. Yogyakarta: Lesfi. Pola-pola Gerakan Lingkungan: Refleksi untuk Menyelamatkan Lingkungan dari Ekspansi Modal. New Media: An Introduction. 1990.org/endangered/esahistory. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://hij. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://ann.php Fiske. David.sagepub. Ana Nadhya. Giles.com/cgi/content/abstract/5/1/50 Connelly.com/cgi/content/abstract/590/1/150 Bucy. 2003. 2005. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates.html Emerson.edu/vol6/issue1/ebersole. 2nd edition. Ebersole. Aditjondro.htm (last updated on 31 May 2008) . George Junus. London: Routledge. Introduction to Communication Studies. History of the Environmental Movement. 2005. Terry. Batterbury. Garner. John. New York: Oxford University Press. London: Routledge. Erik P. Melbourne: Oxford University Press. John. Environmental Politics. 2000. Social Access to the Internet.indiana.

137. The Public Opinion Quarterly.html Kahn.Hargittai. Jay G. dan Barbara K. New Media and Society.edu/~wkovarik/envhist.sagepub. Diakses pada tanggal 11 Desember 2008 dari http://hij. 6. 21.sagepub. Matthew R.runet. Communication Research About the Internet: a Thematic Meta-analysis. 87. Sage Publications. 10.indiana. Uses and Gratifications Research. dan Krishna Sen. Nonprofit Organizations' Perceptions and Uses of the Internet. 2003. New media and internet activism: from the ‘Battle of Seattle’ to blogging. Diakses tanggal 8 Oktober 2008 dari http://nms. 13(1). Internet Access and Use in Context. article 6. Virginia. 6. w.org/stable/2747854 Kenix. K.com Hill.com/cgi/content/abstract/9/5/407 Kerbel. William. J. David T. dan Michael Gurevitch.com/cgi/content/abstract/4/4/518 Kovarik. Environmental History Timeline. 23: 39–50. (Winter. 2007.com/cgi/content/abstract/21/3/304 Johnson. 2005.com Katz. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://nms. and Alladi Venkatesh. 37. Civil Society and Cyber Society: The Role of the Internet in Community Associations and Democratic Politics. 2002. hal. Oxford: Oxford University Press. Richard dan Douglas Kellner.sagepub. 2007. Blumler. 2005.. S. 4. Radford University. New Media and Society. 3. 2008. & Wong.sagepub. 4. 1973-1974). Diakses tanggal 28 November 2007 dari http://nms. T. Diakses 6 Desember 2008 dari http://jcmc. The Internet in Indonesia’s New Democracy. Kaye. Diakses tanggal 12 Juni 2008 dari http://www. Television and New Media. 1974. B. Social Science Computer Review. Kaye. Sage Publications. Amerika Serikat. dan Joel David Bloom. 407. 2004. L. Blog for America and Civic Involvement. Johnson. Oxon: Routledge.. Routledge Publications. James N. 2003.interested Internet users' perceptions of blog credibility. The Harvard International Journal of Press/Politics 2005. Elihu. J. Bichard. No. Eszter. Thomas J. Vol. Linda Jean. -------. Michael J. Around the World Wide Web in 80 Ways: How Motives for Going Online are Linked to Internet Activities among Politically Interested Internet Users.edu/vol13/issue1/johnson. Diakses tanggal 20 November 2008 dari http://tvn. 9. Diakses tanggal 3 Oktober 2009 dari www. . 518..sagepub. 2004.sagepub. 509-523. Taylor & Francis Group.com/cgi/content/abstract/10/4/3 Kim dan Weaver. The Information Society. Every blog has its day: Politically. New Media and Society. Danziger. Jensen. 2004.. 2002. 2004. 2008. Diakses pada tanggal 15 November 2007 dari http://ssc. Sage Publications.jstor. Journal of Computer-Mediated Communication. 304-325.

public. Merlyna.pdf ___________. The Internet.edu/index. 2006/1. 24 No. 1997. Merril. The Internet as Mass Medium. Earth Day 2000. Rowan dan Littlefield. Environmental Groups in Politics. Laurie A.eu/journal/2006-1/contents/lim/0601lim Lindlof. McQuail’s Reader in Mass Communication Theory.asu. Liverpool University Press. 2003. 2002. London: SAGE Publications. Social Network and Reform in Indonesia.edu/faculty/lubell/Teaching/LubellEnviroActivism. Communication Models for The Study of Mass Communications.pdf ___________.edu/~mlim4/files/Lim_Ch17. Electronic Green Journal. Singapore: Longman Publishers. 1983. Diakses pada tanggal 12 September 2008 dari http://eastbound. 2002.). Diakses 26 Agustus 2009 dari http://www. Diakses pada tanggal 12 September 2008 dari http://www. Qualitative Communication Methods.edu/~mlim4/files/Lim_IDPR_final. Ltd. 2002. Diakses pada tanggal 12 September 2008 dari http://www. Research Lowe. Couldry and J. 1994. University of Wisconsin Press. 383-400. Draft tulisan untuk jurnal Environment and Behavior.Kutner. Madison: Winter 1997. Curran (eds. London: George Allen & Unwin (Publishers) Ltd. The nature and social uses of the Internet: A qualitative investigation. 1995. _____________. Dalam N. Denis.com/pqdweb?did=23172565dansid=6danFmt=4danclie ntId=42788danRQT=309danVName=PQD McQuail. Denis. Vol.umi. Environmental Activism and the Internet. 2006. 31. Oxford: Sage Publications. 1993. Diakses pada tanggal 21 Maret 2008 dari http://proquest. Dalam McQuail. Oxford: Sage Publications. International Development and Planning Review (Third World Planning Review).public.des.php/egj/article/view/2774/2732 Lim. McQuail’s Reader in Mass Communication Theory. 3rd ed.ucdavis. . Philip dan Jane Goyder.Thousand Oaks: Sage Publications. Ltd. 273288. The Journal of Consumer Affairs. 2000. 2001. Cyber-Urban Activism and Political Change in Indonesia. Mark. McQuail. Mass Communication Theory: An Introduction. pp. Diakses tanggal 12 Januari 2009 dari http://egj. Environmental Activism as Collective Action. Eastbound Journal . Inc.uidaho.lib. Isabelle dan Bryan A Lukas. pp. 4. Thomas R.asu. Contesting Media Power: Alternative Media in A Networked World. CyberCivic Space in Indonesia: From Panopticon to Pandemonium. pp 1-19. Issue #12. Vol. Denis dan Sven Windahl. dan Christine Ogan. Morris. Lubell. pdf Maignan. 2002.

2001.jennypickerill. 17-34. 1997.files. Diakses pada tanggal 10 Desember 2007 dari http://jcmc. Journal of Computer-Mediated Communication.Munggoro. [Final draft copy].col1 Schmidt. Newhagen.web. Diakses pada tanggal 10 Juli 2008 dari http://audentis.. pp. dan Sheizaf Rafaeli. Journal of ComputerMediated Communication. 12(4).shockandawe. Diakses tanggal 6 Juni 2008 dari http://jcmc. there.html Paccagnella.info/Cyberprotestbook. Yanuar. Environmental Internet Activism in Britain. Neuman.pdf Schau. 365–370.indiana.edu/vol1/issue4/rafaeli. Menjadi Environmentalis itu Gampang!: Sebuah Panduan bagi Pemula. Coming of Age: Indonesia’s Environmental Network Faces Dilemmas as it Turns 25. JCMC 3 (1) June 1997.). 2000. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches.edu/vol3/issue1/index. 1995. Bandung: Institute of Technology Bandung.html Nugroho. Budaya. Frieda.ict-paper-ynugroho-v3. article 13. Inside Indonesia. Cyberprotest: Environmental Activism Online. 4th Ed. Boston: Allyn dan Bacon. Journal of Computer-Mediated Communication. 6-7 August 2007. Peace Review 13:3 (2001).com/2007/07/r. Jakarta: ISAI dan PT.pdf O’Brien.A study on Internet appropriation for rural sector reform. ( 7). Jakarta: WALHI. Getting the Seats of Your Pants Dirty: Strategies for Ethnographic Research on Virtual Communities.wordpress. Lawrence. Jul-Sep 2006. Diakses tanggal 12 September 2008 dari http://www. Internet use: Here.html Sen. Proceeding of the 1st Rural-Information and Communication Technology (r-ICT) Conference. 2001. 2003. John E. 2001.pdf _____________. 12(4). (2007). Diakses pada tanggal 10 Desember 2008 dari http://www.org/content/view/72/29/ .edu/vol12/issue4/schmidt. J. Adoption of the Internet in rural NGOs in Indonesia . 2007.net/~robrien/papers/netaction. 8 Diakses tanggal 18 Februari 2009 dari http://insideindonesia. Jenny. Media Lintas Inti Nusantara.html Pickerill. Diakses tanggal 13 November 2008 dari http://jcmc. Khrisna dan David T. Terry. Occupational Outlook Quarterly. Diunduh tanggal 12 Januari 2009 dari http://www. Social Change Activism and the Internet: Strategic Online Activities. Blogging practices: An analytical framework. Hill. Luciano.indiana. 2006. Dani. Why Communication Researchers Should Study the Internet: A Dialogue. Diakses 17 September 2008 dari http://findarticles. and everywhere. 1(4). Media. 2007. Winter 2000/2001. W.com/p/articles/mi_qa5448/is_200101/ai_n21464557/print ?tag=artBody.us/archives/Environment/5107877. Sinanu.indiana. Rory. 1999. (ed. dan Politik di Indonesia.

Spencer. Walden. Diakses pada tanggal 28 November 2007 dari http://idv. 2005. 2003.sagepub. New Media and Society. 278. Mohan J. 75. 12 October 2007. California: Pine Forge Press. Yang. Preference for Online Social Interaction: A Theory of Problematic Internet Use and Psychosocial Well-Being. 2007.edu/topics/pubs/greenweb. April 2003. Communication Research.phtml?act_id=17458 Bräuchler. “Focus on the Global South”. 2005a. 3rd. Access to the internet in the context of community participation and community satisfaction.com/cgi/content/abstract/22/4/278 Wimmer dan Dominick.com/cgi/content/abstract/7/1/89 .14. Tessa. Fathul. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://nms.pdf Bahan Bacaan Penunjang Abrar. Mass Media Research. 2006. Sri Retno dan Bambang S. Birgit. Bello. 89. Cyberidentities at War: Religion. Identity. Vol. California: Thompson Wadsworth. Diakses tanggal 12 Januari 2009 dari http://wwics. Guobin. 2003. 2003. Sankarto. 625. Diakses pada tanggal 21 Oktober 2008 dari http://crx. Designing Surveys: A Guide to Decisions and Procedures. Weaving a Green Web: The Internet and Environmental Activism in China. Scott E. Dutta-Bergman. Pemenuhan Kepuasan Penggunaan Internet oleh Peneliti Badan Litbang Pertanian di Bogor. Media/Society: Industries. Andarwati. Ana Nadhya. Nomor 1. First Monday. 2003.org/detail_page. 2005. Information Development. Diakses tanggal 23 Maret 2009 dari http://www. 2006. Thousand Oaks: Pine Forge Press. Ronald dan Johnny Blair. The Potential of the Internet for Non-Profit Organizations. volume 7.html Wahid. Bjørn Furuholt dan Stein Kristiansen. Cornell University: Southeast Asia Program Publications. 2005. 2002.org/issues/issue7_8/spencer/index.sagepub. number 8 (August 2002). David dan William Hoynes.si. 2005. 7. 2003. 22 (4). 2005. China Environment Series. and the Internet in the Moluccan Conflict. The Environmental Movement in the Global South: The Pivotal Agent in the Fight against Global Warming.jstor. Vol. and audiences.com/cgi/content/abstract/30/6/625 Croteau.sagepub. Indonesia. Internet for Development? Patterns of use among Internet café customers in Indonesia. 2007. images. Jurnal Perpustakaan Pertanian.org/stable/3351310 Caplan.tni. Issues 6. 8th edition. Diakses pada tanggal 5 September 2008 dari http://firstmonday. Csaja. 30. Terampil Menulis Proposal Penelitian Komunikasi. Ed. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 dari http://www.

2002. ESRC Global Environmental Change Programme. Making Media Content: the influence of constituency groups on mass media. Colin. Harrell. Andrew.sagepub. John. 3. Hampshire dan New York: Palgrave. pg. 8 (4): 475–488. Journal of Computer-Mediated Communication. New York: Sep/Oct 1998. Supervising Activists for Research Degrees: Responsibilities.com/topics/default. Diakses tanggal 1 Oktober 2009 dari http://www. Special Briefing No. New Jersey: La wrence Erlbaum Associates. Politics.edu/vol11/issue1/dutta_bergman. Rights and Freedom. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 melalui layanan ProQuest yang dilanggan Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. The antecedents of community-oriented Internet use: Community participation and community satisfaction.. article 4.html Echols. John A.edu/vol11/issue2/duttabergman. et al (eds). Arabic Treatises on Environmental Pollution up to the End of the Thirteenth Century. Cet. Sage Publications. A New Kind of Cyberwar. 2000. Blythe Suezann. 3. 2001. Inc.com/cgi/content/abstract/3/1/88 Fortunato. Gari. 2 pgs.lib. Diunduh tanggal 8 Januari 2009 dari www. 88. Kamus Inggris-Indonesia.cfm?ArticleID=933 Tulisan ini sebelumnya pernah terbit dalam jurnal Environment and History sebagai Gari. XVII Jakarta: Gramedia. 2nd ed. Peter.co. 1987. 2002. University of Sussex. Columbia Journalism Review. 2008. Vol. 2006._____________________. .indiana. Uses and Gratifications of the Internet. 2005. Active Learning in Higher Education 2002. London dan New York: Routledge. Cambridge (UK): White Horse Press. 2005b. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2008 dari http://jcmc. 1998. Fletcher. Iss. November.foe.edu/theses/available/etd-0926200831295016605726/unrestricted/31295016605726. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2008 dari http://jcmc.7.pdf Fiske. Ecology in Muslim Heritage: Treatises on Environmental Pollution up to the End of 13th Century. 11(1).indiana. A Thesis in Mass Communications. John M. Environment and History. 2002. 1992. Diakses pada tanggal 20 Januari 2009 dari http://etd. 20. L. 37. 11(2). 2nd ed.ttu. Key Concepts in Communication and Cultural Studies. Eng. article 5. Journal of Computer-Mediated Communication. dan Hassan Shadily. submitted to the Graduate Faculty of Texas Tech University. Lutfallah. Diakses pada 11 Januari 2009 dari http://alh. Community participation and Internet use after September 11: Complementarities in channel consumption.uk/resource/reports/environmental_justice.pdf Heywood.html ____________________.muslimheritage. Environmental justice: Rights and means to a healthy environment for all.

Social.jstor. American Sociological Association. Cornell University: Southeast Asia Program Publications. The New Digital Media and Activist Networking within Anti–Corporate Globalization Movements.com/cgi/content/abstract/597/1/189 Lamb. Hyun-Chin. 2005.vlsm. 1998.chinamediaresearch. Conference Papers. Indonesia. Diakses tanggal 17 Juli 2008 melalui layanan EBSCO. Driscoll (eds). David T. What Does Research Say about the Nature of Computermediated Communication: Task-Oriented. dan Krishna Sen. Luke. 63. David T. Carolyn. Jakarta. Makalah kutipan diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://rms46. dan Rasha A.pdf . The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science 2005. Diakses pada tanggal 22 Juni 2009 dari http://www.org/iffe_irwan. Michael B. 73.org/1/55. Yuliang.Emotion-Oriented. Indonesia. Makalah asli ditulis untuk "Asia Electronics Symposium". Diakses pada 14 Oktober 2008 dari http://ann. 2005. Salwen. UNINET: An Inter-University Computer Network. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 dari http://www. Vol.. Lin.uk/Users/ssfa2/greenmovement. Inc. Polity Press. January 1998. World Resources Institute. 2007.pdf Juris. London: Routledge. Diakses tanggal 24 Oktober 2008 dari http://www. in collaboration with Friends of the Earth (FoE). Yi-Jong Suh. Ecology and Society: An Introduction. Uses and Gratifications of Online and Offline News: New Wine in an Old Bottle? Dalam Salwen. Diakses tanggal 7 Maret 2009 dari http://pdf. 189.wri.Hill. Financial Flows and the Environmental Strategy in Indonesia in the 1990s. 1996. Robert. East Timor and the Internet: Global Political Leverage in/on Indonesia. dan Paul D.net Liu. Jeffrey S. 19-20 October 1983. 2008. 3(2). Alexander. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 dari http://www. Wiring the Warung to Global Gateways: The Internet in Indonesia. 2002. April 2002. Sukki Kong. Lim. Vol.sussex. China Media Research.org/stable/3351511 Hill. Bruce Garrison. or Both? Electronic Journal of Sociology. 597. Liu. Vera Youling dan Daniela Dimitrova. Abdulla. April 1997.html Martell. 2005. Cornell University: Southeast Asia Program Publications.org/stable/3351468 Irwan. The Uses of and Gratifications Derived from Bulletin Board Systems (BBS) in Chinese Youth. Jos dan Bagio Budiarjo.sagepub. Michael B. ISSN: 1198 3655 Luhukay. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates. Promising the Earth. Online News and The Public. dan Joon-Koo Lee.jstor. The Internet Revolution? The Formation of Public Sphere in South Korea. 1997. 2007.ac. Prepared for the International Flows and the Environment Project. 1994. 1983 (-2007). 2002.

com/p/articles/mi_m6836/is_2_44/ai_n25029542/print?ta g=artBody. Diunduh pada tanggal 3 November 2008 dari http://nms. 2004(-2008). 2004. 9. pp: 175. 2001(-2007). 11. Thesis submitted to Simon Fraser University. California: Sage Publications. Diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://goechi. Inc. John V. 1986. 2003.org/1/24. Sahude.i/ Samik-Ibrahim. Communication Technology: The New Media in Society. Diakses tanggal 3 November 2008 dari http://alh. Boston: Allyn dan Bacon. Rubin. Neil. Diakses pada tanggal 5 September 2009 dari www. Everett M. Zizi dan Alan M.edu/vol8/issue3/oblak. 2008.net/pages/EarthManifesto. Active Learning in Higher Education. 2001. 1996.pdf Oblak. New Media and Society.sfu. Diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://rms46. Sally J. 22. Boundaries of Interactive Public Engagement: Political Institutions and Citizens in New Political Platforms.C. 2008. April 2003. Newsletter Goechi. Prayitno.’s Forest Industry.pdf Mosquin. 20 Agustus 2007.com Rogers. New York: The Free Press.org/2/113. a division of Macmillan. Predictors of Internet Use.vlsm. Coming of Age with the Internet: A qualitative exploration of how the internet has become an integral part of young people’s live. Sekilas Perkembangan Internet di Indonesia.indiana. “The Chain-saw Revolution”: Environmental Activism in the B. Termuat dalam blog “House of Question” dan diakses pada 24 Maret 2009 dari http://www. Syaldi.html Selwyn.html ____________________. Rahmat M.com/cgi/content/abstract/8/1/73 Minunzie.sagepub. Journal of Broadcasting and Electronic Media. dan Margaret Morrison. A Manifesto for Earth. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://jcmc. Diakses pada tanggal 23 November 2008 dari http://findarticles. Tanja. 2000.id/2007/08/penggunaan-internet-untuk-hampart. 8(3).syaldi. Diakses pada tanggal 26 Augustus 2009 dari http://ir. Diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://rms46.lib.McMillan. 1993. Vol 8(1): 7395.ca/bitstream/1892/7020/1/b15197062.web. Ted dan Stan Rowe.vlsm. An investigation of differences in undergraduates' academic use of the internet. [Bagian I] Penggunaan Internet untuk HAM. Biodiversity.com/cgi/content/abstract/9/1/11 . 5 (1) 2004. Spring 2000.html Papacharissi. Catatan Tambahan Hikayat Internet di Indonesia. 44 (2).ecospherics. Journal of ComputerMediated Communication. New Media Technology: Cultural and commercial perspectives.sagepub.com. 2006. Natalie. Hikayat Awal Penggunaan Milis di Indonesia.col1 Pavlik.

Diakses pada tanggal 23 Januari 2009 dari http://findarticles. JR. China Media Research. 258. 2000. 2003. Social Science Computer Review. Luis A. 2006. Uses and Gratifications of Chinese Online Gamers. Public Understanding of Science 2000. Determining Uses and Gratifications for the Internet. Diakses tanggal 26 Mei 2009 dari http://www. 21. 2(2). politics. Who Participates and Why?: An Analysis of Citizens on the Internet and the Mass Public. Social movements and email: expressions of online identity in the globalization protests. Communication Theories: Originis. New York: Longman. Gray: The New Environmental Spectrum. 4/1/04.ecotopia.sagepub. Peter. dan Petra Pansegrau.net Vivanco.com/cgi/content/abstract/9/3/261 Weiss.chinamediaresearch. Social Change and the Future: The Case of Online Journalism in Portugal. Information Technologies. and the mass media. 26. Thomas F. 21. dan James Bergman. Helena. Tankard. Tao. Diakses pada tanggal 23 Maret 2009 dari http://www.sagepub. 2006.com/cgi/content/abstract/21/1/26 Weingart.com/cgi/content/abstract/9/2/258 Weber. 32.com/cgi/content/abstract/32/5/531 Sousa. 2003. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://ssc. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2008 dari http://www.sagepub.com/cgi/content/abstract/16/1/5 Wall. 373. Alex. Jr. Decision Sciences.worldchanging. Cultural Dynamics 2004. Anita Engels. 261. Diakses pada tanggal 9 Oktober 2008 dari http://nms.sagepub. Jaeho Cho.html Sun. 16. 2007. William P. New Media and Society. Eveland. 2009.. 2005. Information and Expression in a Digital Age: Modeling Internet Effects on Civic Participation.html (Last updated 10 April 2005) . Communication Research. Alysha Loumakis. 5. dan Jun Zhang. Diakses tanggal 20 November 2008 dari http://ejc. Lori M.sagepub. Light Green.org/ehof/timelinetext. dan Marla Royne Schkade. Diakses 8 Oktober 2008 dari http://crx. Sage Publications. 2004. 1996.Severin. 2007. 9. 9. Melissa A.com/bios/alex. Bright Green. Environmental Movement Timeline: A History of the American Environmental Movement. Risks of communication: discourses on climate change in science. European Journal of Communication 2006. Methods. Shah. The Work of Environmentalism in an Age of Televisual Adventures. dan Nojin Kwak. 2005.sagepub. 2006. Bu Zhong. 2005.com/p/articles/mi_qa3713/is_200404/ai_n9398988/print? tag=artBody. Diakses pada tanggal 11 Januari 2009 dari http://cdy.col1 Steffen. and Uses in the Mass Media. 531. Diakses pada tanggal 20 November 2008 dari http://pus. Dark Green. Werner Joseph dan James W. Situs “Ecology Hall of Fame”. 4th Ed.. Dhavan V.com/cgi/content/abstract/21/3/373 Stafford. Don. 2004.

Do Internet users have more social ties? A call for differentiated analyses of Internet use. Why Business People Use the World Wide Web: An Application Of Uses And Gratifications Theory. No 1 (2005). Kenneth C.com/2008/09/akses. article 8. dkk. The Political Impact of New Information Sources and Technologies in Indonesia. April 2003. 2006. Jeffery A. Diakses pada tanggal 23 Maret 2009 dari http://www. The Social Affordances of the Internet for Networked Individualism.ca/index.edu. Sudweeks (eds). Diakses tanggal 20 Januari 2009 dari http://www.com/cgi/content/abstract/64/2/109 Wiryono. Guo Bin dan Craig Calhoun. 64. Diakses 8 Desember 2008 dari http://jcmc. 1987. 109. Conservation work in Indonesia requires religious essentials.Wellman. 8(3). 2008.au/~sudweeks/catac98/pdf/25_witmer. 2005. The Jakarta Post. Selasa.edu/vol7/issue2/zhu. Power. Diakses dari http://www.indiana. Diakses tanggal 17 Juli 2008 melalui layanan EBSCO. 2 September 2008. Diffusion.pdf World Commission on Environment and Development (WCED). Use and Impact of the Internet in Hong Kong: A Chain Process Model. Chapter 2: Towards Sustainable Development.php/journal/article/view/1537/1673 Winters. Vol 30. 11(3).net/ocf-02.edu/vol11/issue3/zhao. 2002.indiana. Journal of Computer-Mediated Communication.cjconline.sagepub. January 2002. Our Common Future.htm Yang. Zhao. Gazette. Diakses tanggal 8 Desember 2008 dari http://jcmc. Diakses tanggal 24 Maret 2009 dari http://jamrud.indiana. S. 1998. Harvard Asia Pacific Review. Diakses 14 Desember 2008 dari http://jcmc.edu/vol8/issue3/wellman. Proceedings Cultural Attitudes Towards Communication and Technology. Bisnis Indonesia. and Chutatip Taweesuk. 2002. Book Review of Cyberactivism: Online Activism in Theory and Practice. and Protest in China: From the Cultural Revolution to the Internet. Dalam C. H. yang diunduh tanggal 30 November 2008 dari http://www. 7(2).html Sumber Media dan Internet -------. 2003. Canadian Journal of Communication.html Witmer. 1998.thejakartapost. 2002. Ess and F.html Werbin. Diane F.it. Diakses tanggal 21 Oktober 2008 dari http://gaz. Akses via Ponsel Dongkrak Penggunaan Internet.murdoch. Journal of Computer-Mediated Communication.un-documents.com/news/2008/08/05/conservation-workindonesia-requires-religious-essentials. Barry. Media.via-ponsel-dongkrak-penggunaaninternet/ . dan Zhou He. 2008. Jonathan J. Australia: University of Sydney. Journal of ComputerMediated Communication.html Zhu.

-------. Indonesian ICT Indicators. Diakses dari http://www. Diakses dari http://www.com/asia. Daily Internet Activities.id/dokumentasi/statistik. Statistik APJII (updated Desember 2007). Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia. Depkominfo 2007.org/icstd/events/Info-Society-Stats-Workshop2007/Indonesia-ICT-Indicators. PEW Internet and American Life Project. http://www.htm#id -------.pdf ------.unescap.php?lang=ind --------. Diakses tanggal 25 Maret 2009 dari http://www.apjii.or. Asia Internet Usage Stat and Population Statistics.internetworldstats.org . 2008.pewinternet.

panda.” Afiliasi: www.381 pesan Ket. Energi untuk hidup.LAMPIRAN DATA MAILING LIST Member dan Keadaan Milis-milis bertema isu lingkungan hidup Per 17 Februari 2009 Nama Milis Jumlah Anggota 60 421 Didirikan sejak Jumlah Pesan 34 pesan 4. 2000 “Milis dari blog Aku Ingin Hijau” http://akuinginhijau. energi yang terkait Pemanasan Global dan Perubahan Iklim. Pada awalnya milist ini dimanfaatkan untuk komunikasi berkaitan dengan peringatan Hari Bumi 2000.992 pesan “Mailing list bagi para pemrakarsa diskusi/debat seputar advokasi lingkungan hidup. 2008 32 pesan “Ikatan Para Pecinta Lingkungan Alam dan Hidup Sejahtera” 183 May 17. 2008 Mar 25.Tambahan Yahoogroups akuinginhijau bumi-bandung Feb 9.id/ CINTALINGKUNGANALAMSEJAHTERA Cumakita 18 May 24. sekumpulan orang berenergi yang perhatian untuk mendapat pencerahan dari segala sesuatu yang berhubungan dengan energi. 2004 3.id “Kami.or.walhi.org/powerswitch “Komunitas peta hijau yogyakarta” Afiliasi: www.id Energy_Troops 504 Dec 22. 2002 2. Termasuk.terranet.greenmap.or.” Afiliasi: http://ypbb. 2000 12.222 pesan greenmapper_jogja 233 Mar 6.” (Milis internal organisasi WALHI) Afiliasi: www.org/ Pemilik: Michael Dharmawan (dodolipet) Mailing List ini diperuntukkan untuk pemberitaan dan diskusi kegiatan relawan YPBB (Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi).or.420 pesan .

654 pesan sahabat-walhi 186 Jul 29.” Afiliasi: http://www.781 pesan “Jakarta Green Monster adalah komunitas relawan.com “Milis Lingkungan Indonesia . 2006 1.walhi.telapak. Milis ini adalah tempat berdiskusi segala masalah lingkungan.” “Milis plhsumsel@yahoogroups ini merupakan media informasi dan komunikasi yang dikelola oleh Forum Komunikasi Pendidikan Lingkungan Hidup Sumatera Selatan.com “Jaringan Pendidikan Lingkungan is an Indonesian NGO Network that work in Environmental Education (EE). We invite individual. 1999 41. dll. Individu-individu tersebut diharapkan bersepakat pada visi dan misi Telapak.LAMPIRAN DATA MAILING LIST jakartagreenmonster 392 Apr 3. Media ini diharapkan sebagai media yang mampu mewadahi kegiatan diskusi. istitutions and NGO that has and/or interested in EE programme to join the network. pedesaan. Khususnya Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) dan Suaka Margasatwa Pulau Rambut (SMPR).032 pesan sahabat-telapak 229 Nov 30. pertanian. sharing pendapat.” Afiliasi: www.m-ruswandi. 2005 1.126 pesan langit_biru 52 Feb 11.blo gspot.id jpl 482 Aug 22. berbagi pengalaman dan informasi mengenai Pendidikan Lingkungan dan Lingkungan hidup di Sumatera Selatan.517 pesan .528 pesan plhsumsel 63 Mar 14.or. 2002 213 pesan lingkungan 2944 Apr 13. Komunitas relawan yang peduli pada kawasan pesisir utara Jakarta.” “SAHABAT Telapak adalah individu-individu yang memiliki kepedulian terhadap perjuangan Telapak yang diwujudkan dengan aksi-aksi nyata.org “Milis ini adalah media informasi bagi publik yang mempunyai interest dengan lingkungan dan WALHI.” Afiliasi: www.” “Group ini adalah forum tukar informasi mengenai lingkungan hidup.jakartagreenmonster.” Pemilik: http://www. 2003 1. JPL was established in 27 November 1996. 2006 2. perkotaan. 1998 9.

or. milis lain. Yogyakarta. sharing dan kreatif kampanye" Afiliasi: www. "debat.701 pesan berita-lingkungan 973 Jan 19. Kegiatan Sahabat PILI terpusat di Kota Bogor dan sekitarnya.” Berafiliasi dengan blog http://greenlifestyle.walhi.or.id/ “Sahabat Lingkungan merupakan sebuah organisasi berbasis kerelawanan yang bergerak dalam isu lingkungan.I. 2006 606 pesan Temukita 170 Dec 29. pendapat mengenai perubahan iklim.id Afiliasi: Yayasan Hijau - . internet. 2006 3.” Afiliasi: http://www. Perubahan iklim adalah sinyal terakhir gagalnya model pembangunan global yang berlaku sekarang. Sumber berita berasal dari majalah.” Afiliasi: www. jurnal. berdomisili di D.or.LAMPIRAN DATA MAILING LIST sahabat_pili 187 Mar 15. Sahabat-PILI berbasis volunteer (relawan) dari PILI (Pusat Informasi Lingkungan Indonesia) yang terbentuk awal tahun 2006.690 pesan (terakhir : Mei tahun 2006) Googlegroups walhiclimate 62 - - greenlifestyle Forum hijau Komunitas lingkungan 825 15 5 - - “Milis ini adalah milis internal Wahana Lingkungan Hidup Indonesia berkaitan dengan segala macam isu. diskusi.or. 2000 9. 2006 783 pesan “Sahabat PILI adalah komunitas yang terdiri dari individu-individu dengan berbagai latar belakang dan mempunyai minat serta antusiasme untuk membantu upaya penyelamatan lingkungan di Indonesia. dan telah memiliki anggota terdaftar sebanyak ±300 orang yang tersebar di kota-kota seluruh Indonesia.id “Di milis Berita Lingkungan Hidup Indonesia ini disajikan mengenai beritaberita lingkungan hidup dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya. dll.” shalinkers_jogja 78 Feb 24.pili.walhi. koran. perkembangan.id Milist internal Sahabat WALHI.

silakan panggil saya Rani. Saya mengenal Mas dari keaktifan Mas di sejumlah milis lingkungan.facebook. Saya berharap dapat bekerjasama dengan Mas dan menggali lebih dalam bagaimana Mas memanfaatkan internet untuk menyebarkan informasi lingkungan. Kecepatan. Salam kenal Mas. Walau saat ini usulan proposal saya masih dalam tahap revisi namun saya ingin mengetahui apakah Mas bersedia menjadi salah satu informan dalam penelitian yang akan saya jalankan.blogspot. Sebagai perkenalan. Latar belakang dan rumusan masalah penelitian saya lampirkan agar Mas dapat melihat ruang ketertarikan saya. masih belum banyak kajian yang menjelaskan bagaimana dinamika organisasi ataupun aktivis lingkungan 1 . dan fleksibilitas komunikasi yang ditawarkan Internet sebagai media baru dalam berkomunikasi pun tidak luput dimanfaatkan oleh elemen masyarakat sipil.com/ Challida N. nama saya Challida N.LAMPIRAN E-mail dari peneliti Untuk Informan Template surat untuk informan.com Lampiran: Proposal Penelitian INTERNET DAN AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah menawarkan beragam kemudahan proses komunikasi dan pengolahan informasi bagi bermacam elemen masyarakat. Isi: perkenalan dan permohonan untuk menjadi informan. termasuk oleh para aktivis lingkungan. Hikmarani. Saat ini saya sedang mengerjakan tesis di S-2 Ilmu Komunikasi Fisipol UGM dan mengambil penelitian berjudul "Internet dan Aktivis Lingkungan Hidup di Indonesia".com/home.php?#/profile. kemudahan. Perkenalkan.php?id=687127695&ref=profile atau blog sederhana saya di http://rani-langitbiru.Hikmarani S-2 Ilmu Komunikasi Fisipol UGM Blok F no 12 Lanud Adi Sucipto Yogya 55281 0819 317 687 49 ranm_d@yahoo. Meskipun demikian. silakan tengok profil saya di http://www.

Dan tidak sedikit dari mereka yang menjalankan programprogram kampanye lingkungan me lalui Internet. dan webpage untuk melakukan organisasi. dan mobilisasi orang maupun informasi dalam berbagai aktivitas mereka. dalam lingkup permasalahan yang lebih luas. pekerja dari organisasi maupun aktivis mandiri (non-afiliasi) sama-sama aktif bekerja mengkampanyekan beragam isu lingkungan hidup di Indonesia. penggunaan internet oleh LSM ataupun organisasi masyarakat sipil dinilai telah mampu mendukung dan mendorong kerja organisasi. menjadikannya salah satu alat komunikasi utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia. mailing-list. Oleh karena itu. Penggunaan beragam fasilitas di Internet oleh para aktivis ataupun pekerja sosial adalah salah satu contoh penggunaan internet di ranah sosial (non-komersial). Kondisi kontradiktif ini menjadi menarik untuk dikaji mengingat keberadaan dan penggunaan internet selama ini kerap dihubung-hubungkan dengan kesetaraan individu untuk terlibat secara aktif. penelitian ini akan mencari tahu bagaimana aktivis lingkungan hidup di Indonesia menggunakan Internet untuk menunjang aktivisme mereka. yakni kecepatan dan kemudahan berkomunikasi. koordinasi. Namun dari pengamatan pendahuluan terhadap sejumlah situs (website) dan mailing list lingkungan hidup Indonesia. Untuk kasus aktivis lingkungan di Indonesia. sosialisasi. weblog. Tidak sedikit dari mereka yang masih mengujicobakan cara-cara terbaik untuk mengoptimalkan fasilitas Internet dalam upaya menyentuh dan melibatkan publik.LAMPIRAN E-mail dari peneliti Untuk Informan hidup di Indonesia dalam mengoptimalkan potensi yang terkandung dalam Internet untuk mendukung aktivisme mereka. yang tampaknya belum cukup menyebar dan menyentuh masyarakat secara umum. Gambaran ideal penggunaan Internet untuk membangun masyarakat sipil dan memperkuat demokrasi barangkali terlalu jauh untuk dikait-kaitkan. Keterbatasan pemanfaatan Internet oleh aktivis lingkungan dalam lingkup yang lebih luas juga dikaitkan dengan kesadaran lingkungan. Hal ini tentunya menjadi keresahan tersendiri bagi sejumlah aktivis serta pengurus organisasi-organisasi lingkungan hidup di Indonesia. LATAR BELAKANG Penggunaan Internet di Indonesia dalam satu dasawarsa terakhir telah meluas dan mendalam. Dalam kasus gerakan lingkungan hidup. Meskipun begitu. Hal ini terutama terkait dengan salah satu kemudahan yang ditawarkan Internet. Gagasan awal penelitian ini berangkat dari pengamatan sederhana peneliti atas berbagai aktivitas dunia maya yang dilancarkan oleh sejumlah aktivis lingkungan Indonesia. menjadi penting untuk menggali bagaimana Internet dipergunakan untuk menunjang aktivisme mereka. Para aktivis ini umumnya memanfaatkan beragam fasilitas seperti e-mail. Namun. aktivisme online yang terjadi tampaknya masih terbatas pada bentuk-bentuk tertentu (misalnya. Secara umum. Salah satu kelompok masyarakat yang tak ketinggalan memanfaatkan berbagai keunggulan berkomunikasi melalui Internet adalah kelompok masyarakat sipil. e-mail dan weblog) dan baru dilakukan oleh sejumlah tokoh-tokoh kunci saja. kajian empiris atas penggunaan Internet oleh aktivis dipandang penting dan perlu dilakukan sebagai batu pijakan untuk memahami bagaimana 2 . Berangkat dari kegundahan teman-teman aktivis inilah peneliti menemukan celah permasalahan penelitian. pemanfaatan Internet ole h masyarakat sipil di Indonesia belum banyak dikaji dan dipahami.

sebagai sebuah kajian awal adalah penting untuk mengeksplorasi bagaimana aktivis lingkungan sebagai individu memanfaatkan internet sebagai media komunikasi baru. khususnya internet. Penelitian mengenai penggunaan media baru. Hasil penelitian ini secara keilmuan diharapkan menyumbang pengetahuan mengenai penggunaan media baru. komunikasi. khususnya Internet. serta aktivisme dalam masyarakat sipil dapat membantu mendorong tingkat partisipasi publik dalam kehidupan sosial politik secara lebih luas. Dalam penelitian eksploratoris ini. Kelangkaan bahan kajian juga tampak jelas untuk kasus penggunaan Internet oleh organisasi maupun aktivis yang bergerak dalam isu lingkungan.LAMPIRAN E-mail dari peneliti Untuk Informan proses interaksi. 3 . Kajian ini secara pragmatis diharapkan mampu menjadi masukan bagi aktivis lingkungan pada khususnya dan gerakan lingkungan hidup di Indonesia pada umumnya RUMUSAN PERMASALAHAN Gambaran kondisi fenomena di atas menunjukkan arti penting penelitian dalam wilayah kajian ini. oleh kelompok masyarakat tertentu di Indonesia. Dengan latar belakang seperti yang telah disebutkan maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimana aktivis lingkungan hidup memanfaatkan Internet untuk mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia?” TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan memahami bagaimana aktivis lingkungan hidup menggunakan Internet untuk mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia. penelusuran akan difokuskan pada penggunaan Internet oleh aktivis lingkungan dalam mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia. Oleh karena itu. Secara tegas dapat dikatakan bahwa penelitian mengenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia belum pernah dilakukan sebelumnya. oleh organisasi non-profit atau non-pemerintah serta masyarakat sipil telah banyak dilakukan di sejumlah negara. tetapi sangat sedikit yang membahas hal tersebut dalam konteks Indonesia.

Bang Ade menggunakan internet untuk apa aja? yang dulu sih untuk belajar buat website. sejak Mei 2008 oke.bisa saya ganggu? maaf. kumulai ya. ini baru OL. sudah Bang terus Ade lagi. kalau di kantor dengan LAN kantor. bisa tolong cerita sedikit tentang siapa.. hehe.. pukul 15. sehari-hari.. :) karena kadang aneh... misalnya? apalah yang lebih nyaman.. he. bagaimana.. kadang sih cuma di HP kapan aja pake HSDPA atau di HP? 1 adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: . diskusi di milis dan juga untuk ngeblog. di tahun 2001 dan sejak 2003 baru pindah ke timpakul..he.. atau mungkin ada panggilan lain yg lebih nyaman? Bang. agak telat OL nya.. ohoho. saya ke kamar mandi bentar.. Bang Ade. via Yahoo Messenger :1 ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: Siang Mas Ade.39 WIB : online... email.gapapa Mas.... dan kesibukan Mas saat ini? baru kemudian ngeblog.13-16. btw. biar ga kepotongpotong Halo Mas.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Ade Fadli : 3 April 2009... sekarang tambah untuk FB pake internet dengan akses LAN di kantor kah? atau ada akses lain? saat ini pake HSDPA personal. is it okay kalo aku panggil Mas. sebagai Kepala Departemen Kelembagaan dan Pengelolaan Sumberdaya dan juga sebagai Pengkampanye Isu Hutan.. oke deh :D biasanya.org dan memfokuskan dengan tulisan terkait lingkungan hidup saat ini saya diminta membantu Eksekutif Nasional WALHI. sebentar ya Mas.hijaubiru. atau Mas Ade.

LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: komputer ranm_d: adefadli: adefadli: kalo tidak sedang di kantor. ada info tentang koneksi internet yang bagus ? beberapa provider udah parah nih.......aku sering denger sih. itu yang HSDPA biaya sendiri kah? yup rata-rata pengeluaran sebulan untuk HSDPA? saat ini 150ribu perbulan. saat baru ada satu penyedia (kantor pos). sehari kirakira 12-18 jam menggunakan internet maaf. itu pas masih di kalimantan ya Mas? eh Bang :D yup karena ada kebutuhan informasi dan kebutuhan untuk memperdalam kebutuhannya datangnya dari mana? karena lagi iseng -iseng nyari informasi aja.. ya.. ^_^ beberapa kota sulit akses lewat jaringan HSDPA. media masih terlalu tertutup 2 .-) yup.. mungkin beda dengan Yogya yang udah banyak pilihan.... btw..tapi internet as social media sih :P ga dari sudut teknologi the world will be flat. tapi aku pribadi belum ada kebutuhan itu jadi ya belum cari tahu sekarang masih pake wifi kampus atau ya ke warnet padahal penelitiannya tentang internet ya. dan bahkan beberapa malah sangat terbatas.. itu akan lebih cepat dan banyak informasi yang didapat apalagi di masa 97 .. warnet dengan kecepatan dial up. ^_^ Bang Ade kenal internet sejak kapan? gimana tuh ceritanya? sejak tahun 97. dan dengan internet. atau kalo internet di kantor lagi down. wahaha. .

ada beberapa gagasan dan pemikiran dan harus terdokumentasikan. ada kebutuhan untuk mengeksplorasi.com.5 jadi biar nggak hilang. kalau dulu. apa pendapat Abang tentang internet? memudahkan? menantang? menantang kali ya.ie. sedangkan saat itu cuma punya disk 3. di luar negeri belum. etc) nama timpakul diambil juga karena ini nama menarik.com (dan selama proses ini.. apa niatannya waktu itu? awalnya iseng trus? dan juga karena media cetak belum tentu akan selalu mempublikasikan tulisan yang ada.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: iya.memang ya. lalu ke blogspot.com. apakah di tahun awal-awal kenal internet juga sudah dipake untuk kontak dengan orang lain? seseorang di luar daerah atau luar negeri mungkin? dengan di luar daerah ya. terus pindah ke blog. apalagi ketika bergaul dengan komputer. baru tahun 2000 mulai komunikasi dengan yang di luar negeri waktu memutuskan bikin blog. dan karenanya juga bisa ketemu dengan orang lain di dunia maya. mulailah diletakkan di blog sebelum pake timpakul.. apakah juga udah mulai digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain? saat ini..waktu itu. ya teknologi yang ada telah semakin memudahkan.hijaubiru Bang Ade ngeblog dimana? awalnya masih geocities. untuk punya website. blogs. ya. harus bisa belajar HTML dulu. di awal-awal. kalau sekarang tinggal klik tiga kali engga. dan ketika ada internet. timpakul tuh nama hewan kan ya Bang? kayaknya kapan aku pernah baca di blog Bang ade 3 ranm_d: . coba-coba di blogdriver.. yang mengirimkan info tentang timpakul. maksudku. ada keinginan untuk lebih mengeksplorasi kalau secara sosial.

. ikan ini cukup tahan polutan dan menjadi indikator bagi sejarah intrusi air laut di wilayah sungai.. pertimbangan Bang Ade apa saja kok akhirnya milih yang di hijaubiru? soal interface mungkin? atau ada alasan apa? karena kebablasan aja. dan juga isu lingkungan juga masih minor di kalangan blogger.. timpakul. dan banyak orang samarinda ataupun banjar yang lebih mengenal timpakul. ^_^ yeah.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 adefadli: yang menarik juga.. sebagian besar yang berbahasa Indonesia. kalau ada kalimat penting.. Ada pengalaman menarik selama blogging atau ngelola timpakul? secara teknis: 3 kali di hack..I realize that.. tapi belum dengan domain. lalu yang penting yang mana. sebenarnya sampai sekarang juga masih pakai mirror di blogspot dan multiply dan dengan hosting sendiri.. " sudah jadi hal yang diketahui blogger lain sebagai ungkapan dari timpakul. begitu sih kebayangnya dan untuk isu lingkungan. kemudian iseng nye wa domain dan hosting dengan nama hijaubiru. sehingga akan diingat. satu kali di suspend oleh provider. yup yup. ada tantangan untuk membedah lebih dalam terkait dengan isu lingkungan. sebelumnya hanya tahu tentang timpakul sebagai ungkapan bagi orang yang oportunis. yang lain menyebutnya gelodok.. kebayang bahwa ia akan be rpikir..org dan keterusan. akhirnya kompas menulis tentang timpakul. dulu kawan-kawan aktivis kaltim dikasih space oleh penyedia hosting dengan nama hijaubiru. apalagi sebelum 2007 4 adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: . terus disampaikannya. sebaliknya. "ya. ada makna tertentu? atau emang itu catchy aja? tentang yang mana? tak penting? yup "tak penting" kalo yang baca ketemu kalimat tak penting. secara substansi: sering kali ketemu dengan orang baru dan saling berkenalan.. masih pada sisi permukaannya. saya sering baca blog itu dan menggunakan tulisannya bagi berbagai kegiatan dengan yang lain" . terus diminta saya kelola. ikan... itu penting dan lupa. lebih bisa berkreasi.. juga ada media yang minta artikel untuk diturunkan dalam bentuk cetak dan satu trademark "tak penting. sewaktu pindah-pindah. lebih lama di darat ketimbang di air. paling cuma mengangguk dan berkata ya.

. he. 5 adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: .. paling jumadi... ada juga koen setyawan.... tatap muka ataupun lewat media lain (iklan misalnya) ini yang ditulis antubanyu: http://antubanyu.html murah dan luas dan juga ada kebebasan dalam mengungkapkan..... aktivisnya masih belum banyak. kalo mas Djuni aku sudah kontak dah wawancara.akan aku kejar.bener bgt..http://zumux. siapa lagi ya. aliensangperempuan. kalau buat Bang Ade.com aku sejauh ini dapet informasi dari google ...makanya aku ambil topik itu.bisa cerita siapa mas Jumadi? hapsoro..ruangasadirumahkata.blogdrive.. boleh tau siapa aja yang Bang Ade kenal? yang sering ya 2 orang itu. aku sudah pernah ketemu sama page antubanyu.com/2007/08/5 -bloglingkungan-yang-kerap-saya.. ini blog hapsoro-..alamat blognya mungkin..atau dia aktivis dimana? hapsoro di Telapak..tapi mas jumadi aku belum kenal.setelah melihat fenomena "kebangkitan" para aktivis lingkungan di internet sebagian besar blogger yang bicara lingkungan bukan aktivis juga kok..blogspot.....he. lupa deh. oke.Telapak juga ada Bang Andreas Iswinarto ...blogspot.com/ ohya. djuni.com..LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: iya. apa keunggulan menggunakan internet untuk berkomunikasi dibandingkan dengan lewat telepon. nama blognya apa ya.. hehe. btw tadi mas jumadi gimana Bang? gimana apanya nih. yang pasti ng update. ndobos. tapi yang langsung terbaca punya blog dan "ketahuan" nama aslinya cuma sedikit oke. ntar aku coba liat dulu oke..blogspot. itu nama aslinya kah? aku belum pernah ketemuan dengan dia....

jam 5 mau ada rapat. Selamat bertugas! :) ok... terima kasih untuk sejauh ini.mo sholat. Bisa disambung nanti jam 5 atau besok-besok aja lagi? besok-besok aja ya.aku ijin dulu.. Oke Bang Ade. makasih juga 6 ...LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: maaf mas...

07 WIB : online. melalui i-radio dan radio biasa hm...waktu aku wawancara Bang Ade bulan lalu..bener..43-18. dan sebenarnya bisa dikombinasi antara internet dan radio... internet menjadi efektif.bener. untuk indonesia dan isu lingkungan.. Bang. terutama radio interaktif.... dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah cara hidup atau cara kerja Bang Ade selama ini ? BangAde? 1 ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: . Menurut Bang Ade. kali ini aku masih nyambung dikit tapi lebih banyak tentang penggunaan buat isu lingkungan Ini satu pertanyaan yang waktu terakhir belum kutangkap dengan jelas jawabannya. tatap muka langsung ataupun lewat media lain? ehm. tapi tidak untuk ke kelas atas atau pun kelas bawah untuk kelas bawah cocoknya apa dong? padahal koran pun dianggap masih konsumsi masyarakat menengah? radio radio akan sangat cocok untuk kelas bawah.. Bang? biayanya lebih murah dan jangkauannya lebih luas Bagaimana dengan pandangan bahwa untuk Indonesia. kampanye lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? untuk kampanye ke kelas menengah. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: sore bang :) sore kita mulai aja ya? refresh dikit. apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan lewat telepon. udah ada yang nggarap sektor radio belum Bang? ada greenradio jakarta.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Ade Fadli : 7 Mei 2009... beberapa radio daerah juga ada chapter lingkungan ok.. kita udah ngobrol tentang penggunaan internet Bang Ade secara umum. pukul 15.

. tentang politik konservasi S-2 di mana Bang? di unmul. yang online itu lho kebayang.. termasuk untuk rapat-rapat selama ini lancar? maksudku untuk rapat jadi pake teleconference gitu? ya tergantung lokasi berada.. Bang.. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah cara hidup atau cara kerja Bang Ade selama ini ? internet 20/7 :-) :)) kaya lagunya siapa ya. dan sejak 4 tahun lalu. saya kerja jarak jauh dengan kawan-kawan..ya jauh ya.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: yup oke. yup 2 . aku belajar formal ilmu kehutanan. karena menentukan kualitas koneksi internetnya berarti udah ga terpisahkan dong dengan internet? ya... saat ini sedang tesis untuk ilmu lingkungan.. samarinda weih. saykoji kali ya. nggak harus ketemu... Bang Ade latar belakang pendidikannya bukan IT kan? bukan... itu almamater Abang kan? yup kan dekat lhoh bukannya kalo di Eksekutif Nasional harus stay di Jakarta? yup udah mulai bikin tesis juga Bang? Tentang apa? politik konservasi di kaltim sip sip.. aku lanjut lagi ya.

.. hehe.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: maaf.tapi..sip lah. Bang Ade sudah menikah? udah kok jd nanya nikah ga. :) 3 adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ..panjang juga ya sejarahnya.. ketemu dengan kawankawan yang doyan ke hutan terus ya.. “berpisah” dari internet? internet sebagai alat bantu komunikasi. dan akhirnya berada dalam isu lingkungan hidup sebenarnya nggak cuma masalah lingkungan hidup. sesekali pertemuan di kampung. hutan dan situasi lingkungan di daerah.. pernah jadi notulis setiap pertemuan tentang SDA dan LH jadinya mendengar dan mendengar. bisa dibilang cinta karena sering ketemu ya Bang :D apakah itu juga alasan kenapa memilih isu lingkungan sebagai topik blog? inilah yang menemukenali diri saya. dan di daerah banjir. Bisa ceritakan “sejarah” atau alasan sehingga Bang Ade dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? rumah saya sering kebanjiran.kalo boleh tahu. untuk mendengar cerita wow. maksudnya itu yang didiskusikan di awal sebelum menikah :-) oh iya ya.maaf kalo agak sedikit mengulang..... juga tentang bagaimana aktivis bergerak di samarinda kemudian saya 'dipaksa' berkuliah di kehutanan. Apa makna atau arti penting internet untuk anda? Secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga.. 'dongeng' harian adalah cerita tentang bagaimana sungai... next.istri pernah keberatan ga dengan lengketnya Bang Ade ma gadget? :D itu yang didiskusikan di awal maksudnya? apa ya Bang? kok aku cari ga ada. tapi juga masalah pendidikan dan teknologi informasi... internet menjadi penting untuk menurunkan biaya komunikasi dan keterjangkauan target komunikasi ooke. oke.. istilahnya jembatan mencapai tujuan...

. apa tantangan yang dihadapi selama ini? ya. sudah di jakarta.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: Dalam mengelola timpakul. makanya bakal balik lagi ke s amarinda.. :-) :) Menurut Bang Ade.harus posting tiap hari atau apa gitu? atau lebih fleksibel aja? sebelum ke jakarta..... dan juga menjadi semakin sedikit melihat dan berbincang tentang sesuatu. tapi juga pasti akan dikaitkan dengan yang ada di sekitar lebih mudah mencerna yang ada di sekitar deh kayaknya. jadi nggak nentu. :-D hehe :D berarti selama ini ide posting memang lebih banyak dari perenungan ya Bang? kan ada tuh yang ide posting justru keluar setelah blog-walking ada yang blog walking . apa masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? dalam kultur tradisional komunitas di Indonesia.. ditargetkan satu tulisan setiap pagi. menikmati banjir. terlalu nggak nyaman untuk berpikir-. karena media belajarnya berkurang isu blog merupakan pemikiran yang ada di kepala. gagasan semakin sedikit. tantangan mengelolanya sih kalo koneksi internetan nggak ada ataupun kalau hosting nya bermasalah selebihnya sih.. karena masalah lingkungan yang paling sering.. karena setiap pagi harus dimulai dengan membuat otak bekerja selama 5 menit.udara jakarta. walau menjadi minor maksudnya kalo di jakarta jadi ga produktif tuh apa Bang? ya. dan juga lainnya tentang pendidikan dan IT.. masalah waktu aja.. selama di jakarta semakin nggak produktif.. melihat. budaya lokal harus bertarung dan cenderung dikalahkan oleh pelayan publik ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: 4 .. hanya dari website ke website. karena media diskusi. ada target atau rencana pribadi gitu ga sih Bang. itulah yang dituangkan. dan telah ada bagaimana mengelola alam secara seimbang seiring dengan masuknya teknologi dan sistem ekonomi dunia saat ini. belajar menjadi sedikit.. YA.

tanggung jawab PEMERINTAH bukan tanggung jawab banyak orang.. tanpa pernah dilihat lagi filosofi budaya itu sendiri trus gimana. andai saja ada yang mendengar dan mewujudkan mimpi mereka. bukanlah semata pengantar tidur... akhirnya harus tersingkir dan meng hilang budaya hanya tinggal sebagai etalase budaya. sistem pendidikan di Indonesia diarahkan menjadi penghasil robot intelektual. Pe raturan perundang-undangan yang dibuat sudah sangat jauh dari konstitusi dan cita-cita pendiri negeri hm. akan ditemui di banyak kampung di negeri ini... menganalisis foto seksi dulu pernah diajar satu semester tapi dianya ga pernah dateng 5 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: .. dari tahun 53.. pendidikan menjadi kunci jawabannya gaya hidup akan terbentuk oleh informasi dan pengetahuan yang diterima yup. Roy Sukro juga ngajar disana ya? ga dulu pernah dosen luar biasa. secara budaya memiliki cara dan model penempatan bangunan. yang sangat melihat keseimbangan alam yup Demikian juga komunitas budaya lainnya.. karena dia alumni waktu itu ngajar teknologi komunikasi dan fotografi cocok ma hobinya skrg :)) hmm. Pemerintah sudah diintervensi kepentingan asing. :-) dan celoteh seperti itu. namun berisikan bagaimana sejarah keseimbangan alam tapi saat ini sudah ilang. dan bukan menjadi manusia yang hidup di indonesia. Tapi ketika bertarung dengan sistem ekonomi global.ya.. ya. yang akhirnya tahun 65-67 mulai mengobral kekayaan alamnya..padahal ga sedikit kan masyarakat yg sudah (sok) berpikir dan hidup dengan gaya modern? Atau terputus dengan pemahaman budaya yang pro alam..LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 adefadli: Jawa misalnya. dan tata letak bangunan.. kalo di Indonesia. jenis bahan...... sekitar lima tahun. btw.. budaya dongeng. dan secara perlahan..jadi ya emang tanggung jawab banyak pihak ya.

.adefadli.. dan nanya...he. :-) saya pernah ketemu dengan Pak Onno W Purbo.penerbit sebenernya selalu mencari naskah bagus tergantung penerbitnya juga sih.. saya tanya.. ga juga Bang. supaya kemudian mereka tertarik untuk terus mengembangkan pengetahuan..... ya ada gaya kebarat-baratan dalam melihat masalah lingkungan saat ini. he.... he...... adekku kebetulan jadi proofreader di penerbit Bentang cuma kadang lebih ribet pas ngurusnya.. kan sama-sama buku. trus dan informasi dari mana yang ditangkap sebagai sebuah kebenaran dalam pikiran kita 6 ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ...org/ ada file pdfnya.. kumpulan tulisan kami belum pas juga untuk jadi buku . Bang Ade menangkap itu juga ga? ini pemikiran dari para pembawa pesan lingkungan Indonesia juga ada prinsip Atur Diri Sendiri dan kemudian juga sekarang ada prinsip Atur dan Awasi itu tergantung darimana belajarnya...trus? tp belum ada yang mau nyetak kali ya. misalnya lebih ngelihat bahwa penting memulai dari diri sendiri. karena banyak pengetahuan yang belum tertuliskan. jadi tetap dalam bentuk e-book aja kali. bikin buku. kalo Pak Onno punya 2 Miliar akan buat apa.he.. sangat individualoriented. :) oke. kenapa buku? kata beliau. dan perlu di sebarluaskan melalui media tertulis.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: adefadli: adefadli: jadi aku ngulang kuliah itu begitu dosennya ganti kan dosen biasa di luar.. yup.masalah royalti dll ya. aku pernah ikut seminarnya sekali itu juga jadi penyemangat untuk terus ngeblog sebenarnya udah ada draft bukunya yang jadi kumpulan artikel saya dan istri saya wah.hijaubiru.. Dijawab dengan gayanya yang gitu deh... liat aja di: http://alien....lanjut ya Bang..

terutama kepada pimpinan wilayah (Walikota. kalo yang gerakan..he..kan selama ini aku agak kesel juga kalo ngelihat orang-orang yang merasa "cukup" dengan apa yang mereka lihat sebagai "usaha pribadi" cukup dengan mengubah gaya hidup padahal kan ga cukup.tergantung kenyamanan orang juga. kalo juga baca pemikiranpemikiran lain tentang Green (semisal greenleft) itu bisa jadi yang kedua. Gubernur. bener ga kalo aku membaca bahwa banyaknya orang yang peduli lingkungan krn tahu lewat internet kemudian jadi lebih condong ke pandangan pertama? ya karena taunya juga dari informasi-informasi di luar negeri lebih ke life style kalo cuma baca yang positivis bisa begitu. emang.... ataupun pejabat politik lainnya).... Lurah... mengubah dari diri sendiri penting tapi upaya kolektif juga penting kan karena masalah lingkungan tuh kompleks dan sudah sangat besar sekarang yup.. masa yang nulis aja yang mikir. menjadikan proses pengrusakan lingkungan di Indonesia itu dipimpin.. lakuin sendiri dulu deh... jadi bisa jadi yang baca juga cape mikir. sampai beberapa saat.. kalo baca timpakul kadang suka gemes.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 adefadli: ketika melihat masalah di Indonesia.. dengan .. pasti akan mikir deh.. tidak lagi bisa cuma bilang harus dari diri sendiri.... Wah.. Kades. yang baca nggak mikir.sip. makanya blog saya cenderung meletakkan benturan dulu.. bisa berbicara memulai dari diri sendiri. ayo bersatu untuk melawan pengrusakan lingkungan. untuk level tertentu. mantap bangets pemikiran begini biasanya akan selalu berbenturan.. 7 adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: . hehe. he.uraian Bang Ade barusan cocok bgt untuk menjawab "argumen" beberapa orang ya.gitu ya ternyata...... seperti negara Eropa ataupun AS yang punya kewenangan kuat di setiap distriknya Pemerintahan yang masih semi-sentralistik.he. biar mikir.... sangat sedikit dan ngajak mikir bersama. antara yang bilang. :)) ya sih ya... baru sampai ke mulai dari diri sendiri. karena memang informasi yang lifestyle jauh lebih banyak dan lebih bisa diterima langsung.. Indonesia bukan negara kecil... Aku berharapnya ya karena memang lagi fasenya aja. Baru mungkin beberapa tahun lagi tergrak untuk bergerak bersama ketika ada benturan.. Camat.... he.

jadi sampai sekarang juga nggak pake tag. saat ini isu hijau hanya sebuah "permen" yang dibagikan. tapi setidaknya akan mereduksi jauh lebih besar permasalahan lingkungan dibandingkan bila tidak ada internet exactly Bagaimana pendapat Bang Ade bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? kawan-kawan lingkar hijau bandung menyebutnya greenfashion.. tapi selalu diusahakan.... karena sistem ekonomi globalnya masih berbicara tentang pola konsumsi.. internet menjadi media yang sangat dimanfaatkan dan bermanfat bagi aktivisme lingkungan.. oke Bang. agar kemudian setiap orang akan bilang bahwa telah peduli lingkungan. walau juga akan ada masalah lain..LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: "Yeh.. karena bicara tentang dinamika alam kenapa? yang akan terus bergerak dan berubah hingga menemukan bentuknya. oke deh karena dulu wordpress belum ada tag. hingga didapatkan sebuah perlindungan bagi korporasi.baca cuma pengen dapet sesuatu secara gratis :) sekarang juga memang lagi nggak cukup waktu dan nggak cukup belajar untuk bisa menuliskan tulisan yang lengkap.. kalo ada dari dulu. yupp... yang memuat tulisan yang lebih panjang.. semisal kertas. terkait bahan pembuat laptop dan jaringan internet. kenapa kemudian lingkungan hidup itu menjadi penting.. tapi harusnya hijau itu bukan trend. :) Menurut Bang Ade..... tidak menjadi pemikiran utama.tinggal bbrp pertanyaan lagi nih ok beberapa itu pasti lebih dari satu. saya menyebutnya conserfashion menjadi trend iya. ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: 8 . dan ada kategori urai.. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? dalam gerakan luas dan global.nulis kok cuma segini" (dlm hal ukuran. IT masa depan juga akan membantu mengatasi beberapa persoalan lingkungan.males amat sih... kedalaman bahasan) tapi kemudian aku sadar juga. sebenarnya bisa mulai diklasifikasikan dan menjadi urutan tulisan isu tertentu..

.... ^_^V buatku pribadi. dan ketika berinteraksi di erepublik. sedang banyak manusia yang sedang bergerak untuk hal yang sama. mungkin itu ya pentingnya networking :) ya.menyedihkan.. memang ada hambatan sosial ketika menerapkan di offline apa yang jadi di online.. :) Ohya...he. berarti kekalahan akan tercapai dengan cepat..... :) ahaha.. he............aku sendiri juga tipe yang "lurus".trus jadi bete. sedikit putus asa. walau terkadang belum terhubungkan.. gimana dengan pandangan dan sikap sejumlah orang yang melihat kehidupan online dan offline itu "terpisah"? (Misalnya... dan tergantung keyakinan bahwa cita-cita perjuangan akan tercapai. ini harus jadi penyemangat... nggak harus sedih juga. untuk pemenuhan hidup bagi sebagian kecil kelompok di dunia ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: hhh.. kecenderungan karakternya sama-sama aja tuh... orang yang gembargembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) berapa banyak orang yang punya kepribadian ganda? mungkin itulah yang terpisah... :) iya. belum serius ikutan sih. (hmm. ribet punya banyak jatidiri :D ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: 9 .... kalo semakin banyak "pejuang" yang putus asa. yup......keyakinan itu yang harus terus dibangun ya Bang...LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 distribusi dan produksi...... saya belum tahu kalo di travian.. gitu ya? Tapi ada masa aku ngerasa sangat marah dan kesal.. supaya tetap semangat dan yakin bahwa tidak sedang melakukan sesuatu sendiri. dalam sebuah game: secondlife bisa jadi menggunakan kepribadian yang beda..) oke.. kayak iklan aja nih..com juga.....trus jadi agak "males".. detik ini. smangat. ada pilihan jalan lain.cuma mo nanya aja persepsi Bang Ade.. tapi lebih banyak yang sebenarnya sama saja...stay in touch with the issue itu satu hal yang at least bisa kulakuin sip...

komunitas volunteer iya.last one. tapi setidaknya google earth sudah membantu untuk memperlihatkan peta kondisi ekosistem dunia hmm. :)) so.. koneksinya putus nyambung kayak lagu. voting dalam petisi online.net tapi udah ada yang ngembangin. Kalau Bang Ade memiliki waktu dan kesempatan lebih. gabung dalam komunitas volunteer via internet/milis) Bang? oke? maaf... apa Abang juga memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? (Misalnya..iya banget. sekarang lagi ingin ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: 10 . internet bisa untuk donasi. oke. donasi lewat e-banking.sip Menurut Abang.. petisi online ya. laut. dll.... baru m-banking oke. hmm. kalau sudah ada teknologi yang lebih murah. belum e -banking... apa yang paling ingin dikembangkan dari blog timpakul? dulu berkeinginan semodel beritahabitat... koran komunitas atau lainnya..com/read/2009/05/06/114646/1127082/455/selamatkanhutan-pangeran-charles-andalkan-myspace milis iya.oke.. ada orang per orang yang menulis / nge-blog tentang lingkungan dan ada di satu halaman.. Ujung jembatannya bisa jadi radio komunitas.pertanyaanku yang terakhir? btw udah wawancara pangeran charles: http://www... bisa untuk aliran informasi internet bisa menjadikan banyak orang memantau perkembangan hutan. dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk menyebarkan informasi/ menyelamatkan lingkungan? dengan cara apa lagi ya? karena dia jembatan. dari pada nyari-nyari kemana-mana... donasi. satwa. ada yang miss? ga... berlangganan milis bertema lingkungan.detikinet. tergantung yang ngelewati jembatannya.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: Selain memiliki sebuah blog dengan isu utama lingkungan.

. biar lengkap respondennya: http://news...com . makasih sekali untuk obrolan yang hangat dan menyemangati :) ok. kayaknya beneran harus wawancara pangeran charles tuh. iya ya. tapi belum ketemu program yang ringan dan pantas adefadli: sekarang lagi ngumpulin link lingkungan pake delicious dan ngomporin kolom berita online punya tag lingkungan hidup (kompasiana...hijaubiru. makasih juga..udah maghrib nih... kalo di "offline"? kalo mimpi ke depan sih..com) wah sip sip....aku juga ada impian kayak gitu..html dia langsung tampil dalam flash: http://issuu. semoga sukses dan tetap semangat 11 ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: . di blog bang ade dan istri yang tadi link-nya dikasi ke aku.hijaubiru.punya sekolah alam tapi full koneksi internet kalo kata pak Onno sih bisa bgt :D btw..udah kusimpen. politikana.. hm. nggak ada alamat email atau ym nya prince's sih... dengan komputer yang jaman batu.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 seperti blog-indonesia.com/s/afp/20090505/en_afp/usbritainenvironmentclimateroy alsinternet wahahaha :)) gimana caranya yaks? :P yah.com/timpakul/docs/pertautanruanghidup ini link pdfnya: http://alien. oke Bang.dan sepertinya pertanyaan saya sudah semua.org/pertautan-ruang-hidup.adefadli....lagian kayaknya tenggatku ga kekejar kalo harus nunggu pak-nya satu itu :P btw. pengen punya tempat belajar free untuk belajar dari alam dengan ada akses internet yang juga free.yahoo.com yang khusus isu lingkungan hidup.org/wp -content/uploads/2009/04/liaf-buku06_09.. kok aku ga bisa nemu ya e-book nya? Bang? ada di page: http://alien.adefadli.pdf ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: oh oke sip...

) 12 .LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: siap!! :) salam untuk mbak Alien .

hehehe.. via Yahoo Messenger :1 ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: Hi Mely :) yellow dah senggang nih? sedikit lebih senggang tapi udah gak mumet lagi :-) ehehe oke.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Armely Meiviana : 7 Mei 2009.aktivitas kamu sekarang apa aja.00 WIB : online. tapi lagi off karena ribet tesis.15-18.fisipol mely HI ya? eh kok tau? fisipol ugm yak kan ada di FB....kita mulai aja atau mau kenalan dulu? hehehe terserah aja well.... ya gak beda ma orang-orang. sibuk FB . lagi ngerjain tesis di UGM...gw aja sampe lupa :-) cerita dong.)) ah kamu :P 1 biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: . aku Rani. Aku tertarik dengan topik ini karena juga punya concern di lingkungan. groups yang km join hihihiii. pukul 16. Sempet volunteer di Sahabat Lingkungan Walhi Jogja... sebelomnya s1 ny apa? comms jg? ilmu komunikasi juga iya.

tapi kebetulan aku dah yang kelas tinggi...pengen cari kerjaan di jogja gak betah tinggal di jkt :-) iya :( aku juga males tapi kasian cowokku.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: maksudku.. guru kursus B. karena ngajarin mulai dari " Bapak-tadi-berangkat-jam-berapa?" :D Mely sendiri freelance di bidang apa? Aku ada rencana mau ke jakarta setelah nikah.Ing. hehehe.ya kerja kalau yang gak menghasilkan... pengen kerja tapi ga pengen yang tetap juga.. kerja dimana Mel? gue freelancer di bidang apa? rani sebelomnya pernah kerja juga? ato sekarang kuliah sambil kerja? pernah macem-macem waktu kuliah.aku juga kok. wah kalo gue kok kebalik.....katanya hobi :-) eh gue sambil ngapa-ngapain ya oke.... guru B... jadi mereka dah mulai diajak diskusi kalo di kelas bawah aku ga sabar banget. tapi lagi off wah seru tuhh apanya? :) kerjaannya ngajarin bule bhs indo :-) hehe. terakhir jadi asisten dosen di almamater.Indo buat orang asing. freelance bidang apa? awalnya sih di urusan komunikasi 2 .iya.... yah bertahap lah. kerja kah? atau sibuk apa gitu? kalau kesibukan yang memberikan penghasilan.kami juga ga berencana tinggal lama-lama banget Eh Mel.

. awalnya gimana...gak ada saya bilang.multitalented :D aku pengen cari sambilan yang bisa dari rumah. lewat internet aja. terus.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: tapi lama-lama bisa apa aja.. dll trus. yang ngelola cuma kalian berdua? yang full time emang cuma kita berdua tapi ya? Mel.LMGB.sesi "serius"nya ceritain dong tentang GL alias green lifestyle..siapa aja yang terlibat? kenal Marc dimana? waktu kerja di WWF dia suka trima orderan dari WWF. blog..aku harus pulang. lo mau gue bisa :D hehe.. kayak penerjemah atau editor naskah ga suka banget ma jalanan jakarta huahaha..untuk urusan tulis menulis oh gitu. fb.iya samaa sekarang sejak jadi freelancer. jadi males keluar rumah males kena macet oke.kumulai aja ya.. kamu bikin aja marc eh lalu akhirnya kita ended up inisiasi milis seperti itu jadi awalnya milis? bukan blog? itu lanjutannya. web.trus gimana sorry eh sorry waktu itu si marc tanya-tanya tentang milis yang ngebahas tips -tips lingkungan di indonesia setahu s aya yang ikut banyak milis........kapan-kapan lagi ya? atau aku kirim aja file daftar pertanyaannya aja gimana? eh sori 3 ..

.... ntar kalo masih ada pertanyaan lanjutan kita chatting lagi deh ya :) aku pamit ya Mel :) ok ok nice to chat with you sori yakk gapapa.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: barusan ada telpon.yah. bentar gak lewat imel aja? kucoba dulu sudah? bisa dibuka ga filenya? yepp oke.tentang kerjaan iya mending gitu aja aku kirim lewat YM aja ya...tolong diisi aja dulu dan dikirim ke aku kalo udah. same here 4 .

.. agak out of context sih boleeeh aku kan dah jadi ngobrol ma Marc juga.kudu nanya ma dia :) secara gue juga gak inget yah.. background dia bukan komputer tapi ada kaitannya ma biologi gitu deh 1 biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: .. wah kalau latar belakang dia...konsultan yang biasa dipakai WWF untuk bikin web content adalah Marc cuma biar aku tahu setting sih jadi pas project saya harus bikin halaman website..40 WIB : online..dan ternyata konsultannya dia ah ya. pukul 14. Boleh tau ga latar belakang dia? Maksudku kok dia bisa nyampe "nyangkut" di Indonesia.. agak repot juga. btw. trus gimana kalian bisa kenalan.....dia bilang kalau dia backgroundnya ilmu komputer gitu.paling ga yg setau kamu kalau kami berdua bisa kenal.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Armely Meiviana : 31 Mei 2009.. gitu deh. belum pernah kualitatif gini soalnya :D menantang hehe wah asik dong seruuuu. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: Hi Mel :) holaaa gimana thesisnya? :-) on the run nih :P mulai analisis data.karena waktu saya di WWF... boleh tanya sedikit ga. Dia bilang di Indonesia sejak lima tahun lalu..11-16.

yah setidaknya kalo artis-artis yang kawin ma bule mah :D yah.dunais. berarti dia memang kerja di Indonesia gitu? apa gimana? dia emang udah 5 tahun kerja di Indonesia waktu dia awalnya ke Jakarta. tapi juga agak imajinatif huehehe :D mungkin ada pertanyaan-pertanyaan yang gak terjawab dari informasiinformasi yang didapat ya atau informasi-informasi yang ada malah menimbulkan pertanyaanpertanyaan baru haha. kecuali dia khususin kerjaannya buat isu lingkungan di indonesia.kalau gak salah dia kerja magang gituh tau ga dia WNI ga? soalnya waktu kemarin mulai baca-baca data gitu aku malah kaget sendiri... bisa jadi dia ga termasuk..ya gini deh. kalau kawin sama orang Indonesia. takut dia tersinggung atau malah aku malu sendiri :p kurang teliti nyeleksi informan :D dia belom WNI.. gapapa. agak-agak nosy.. kalau batasanku aktivis lingkungan Indonesia. btw. iya... dia kliennya ga cuma dari Indonesia aja kan? maksudnya. mungkin aku bisa mempertimbangkan posisi dia..ya mungkin aja dijalankan terus. ouww hehe..kepepetnya informasi dari dia buat ndukung info darimu aja.. tapi kalo dianya ga deh...org udah kubuka kemarin . the venture for knowledge IS suppose to be endingless.kliennya gak cuma dr indonesia coba kamu buka webnya dia www.. 2 ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ..padahal kan ga mungkin ngejar info terus......gak otomatis jadi WNI kan? kayaknya ga deh Mel..ya gitu deh.pada satu titik harus bisa bilang "berhenti.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: lha terus. anaknya mungkin. tapi peneliti harus bikin batasan. fokusmu sampai segini aja dulu".kalo ambisi pribadi sih. mau tanya dia tengsin. terkait suatu penelitian tertulis. karena masih suka harus perpanjang visa eh tapi kalau di Indonesia.. yah setidaknya. cuma pengen mastiin aja.kerjaan menganalisis kalau dipikir agak-agak kayak detektif..

LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: yoih. masing-masing aja...dah pada saling mengerti nih yee.. artikel..tapi belum ampe merhatiin gitu kita biasanya bagi tugas seminggu 1 x.topik macem-macem bisa datang dari para anggota oh gitu... every weekend. gapapa ya.. ada beberapa yang masih ngganjel. ceritakan kebiasaan “rapat” atau musyawarah yang biasa dilakukan? Misalnya. film & ilustrasi artikel sejauh ini masih ambil dari web-web berita yang dari milis cuma yang ada di bagian tips yah gimana yahh intinya sih kalau mau upload.tapi kita udah tahu materi seperti apa yang bisa untuk web GL nanti kan kalau mau ditambahin sama yang laen..ya silakan aja sendiri-sendiri gitu? atau dikumpulin di salah satu.. apa yang biasanya dijadikan pertimbangan saat memilih topik? awalnya ada.. hhehehe...... update web GL nah isinya kan cuma: tips. Thanks ya dah mau kugangguin no problem klo ada yg perlu diklarifikasi lagi...silakan kalau mau lanjut sama aktivitasmu.ngerti kok kitahh :-) hehe. untuk blog dan milis GL..ya dah... :) biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: 3 .tinggal liat aja... agenda.lha kalau mau ada yg upload... apa di web udah di-upload atau belom kalau belom..jadi inget...muntahin aja :-) :)) oke.ya tinggal upload sendiri hehe. tapi setelah itu kita spontan aja cari-cari sendiri soalnya kan udah mulai rame.sila :-) ada sih.... baru dia upload? udah pernah ke webnya GL? udah. adakah semacam “rapat redaksi” untuk menentukan topik-topik yang akan dibahas dalam seminggu/sebulan ke depan? Bila ada.

. yaya. bagaimana manajemen di dalam GL? Misalnya terkait dengan koordinasi internal.. ajakan buka stand/bikin acara..utk weekender kita dah bikin daftar topik selama beberapa bulan ke depan + daftar calon penulis + deadline oke. banyak bgt. ngelo la milis atau cause. belum ampe segitunya. semua punya blog.tauk....member as a consequence of researching...narasumbernya dari mana aja? ada mas Djuni Pristyanto. bukan blog atau websites yg mereka kelola. belum aku ulik satu-satu... dari honor dari weekender + hasil penjualan + 15% dari keuntungan para penitip barang dagangannya di stand GL koordinasi internal...mungkin yang selanjutnya agak mirip. huah. padahal aku punya sekitar 8 informan..LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: oke.. ternyata bukan ya? :-) hehe....weekender-nya Jakarta Post. di walhi dan yang punya blog Timpakul Melinda.. kirain weekender tuh nama jabatan :D bego banget atau kamu belom mampir ke blog nya GL? disitu kan ada box khusus 'artikel GL' udah kok :) tapi baru lihat-lihat.. yang ngelola milis "lingkungan" kamu dan Marc (kalo jadi) bang Ade Fadli. eh kalau boleh tauk.. hehehe. yang punya akuinginhijau. makanya batasanku aktivis as individual.ketahuan telisiknya msh kurang :D ya nih..... juga pendanaan? publikasi..hanya dilakukan saat-saat dibutuhkan misalnya mau ada acara kunjungan..org 4 biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: . yang punya Go Green Indonesia. pendanaan.. publikasi. energinya butuh banyak banget. masih SMA timpakul bukannya punya mas djuni ya? Michael.... :P owalah. mm.. dll weekender tuh apa? majalah bulanannya GL Jakpost btw saya pikir tadinya kamu member GL.

bang Ade Fadli.. situs di internet. atau kamu mo tanya lagi soal narsumku? kalau dari gue udah kok oke. eh 4 lagi sapah? gue cuma terima mesejnya sampe ade fadli he? ntar... dari Greenpressnetwork oh itu punya nya anak Walhi yak eh.. kamu pnya pertimbangan tertentu ga.org sama baru kemarin mulai wawancara sama Marwan Azis. brarti tujuh ding..aku lanjut ya.. dari Greenpressnetwork nyampe ga? sampe oh iya... yang punya akuinginhijau. yang punya Go Green Indonesia. untuk menilai suatu artikel atau berita tuh "baik" atau "benar"? oh klo artikel lain lagi di web GL artikelnya msh copas (copy & paste-red. misalnya.. oke.tapi buat kamu sendiri (terlepas dari yang kamu tulis khusus bwt GL).tentu pernah kan search berita atau artikel....peneliti) dari situs -situs berita terpercaya 5 ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: . bagaimana kamu bisa yakin informasi itu benar dan dapat dipercaya? Apakah kamu juga “menguji” dulu tips-tips/ info yang kamu berikan? tips -tips yang ada di web GL bukan hasil browsing di internet tapi hasil diskusi para anggota milis atau hasil implementasi dari anggota mm.. iya. Melinda...timpakul tuh bang ade sama baru kemarin mulai wawancara sama Marwan Azis. nah. saat membaca dan memilih informasi dari sumber lain.. masih SMA Michael..aku ingin hijau & greenpressnetwork bagus tuh yup.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: bukan. eh.

6 biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: . karena akhirnya isinya kebanyakan cuma marah-marahin pemerintah atau LSM lainnya itu satu ya kedua...berita yang ditampilkan adalah hal-hal yang sebisa mungkin positif bukan hal-hal yang isinya mengkritisi pem erintah karena tujuannya supaya bisa memotivasi dan menginspirasi para pembaca untuk berbuat hal positif...gak boleh pakek istilah yang rumit-rumit yup..... oh ada juga tapi intinya.kenapa tuh ambil posisi gitu? karena milis ini tujuannya bukan untuk marah-marahin pemerintah atau ngebahas tentang kebijakan-kebijakan pemerintah. gak tauk harus ngapain jadi emang milis ini targetnya untuk mengajak orang-orang untuk lebih peduli dan untuk mendorong orang supaya berinisiatif bikin perubahan bahkan kami menekankan bahwa bahasa yang digunakan di milis harus bahasa yang sederhana. temen-temen main s aya hampir semuanya bukan orang lingkungan (dulu waktu abis lulus) mereka itu merasa bahwa apa yang dibahas s ama LSM-LSM itu susah..bukan berita-berita negatif.tapi lebih ke hal-hal yang.berapa % terumbu karang di Indonesia rusak oke.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: selain itu............ jadi artikel yang lebih ke "aksi" ya..seperti yang udah disebut di atas saya dulu kan di LSM ya saya dulu ikut berbagai milis lingkungan tapi saya seringkali capek bacanya hmm..atau hal-hal yang bisa bikin orang marah deh pas bacanya :-) hehe.tapi ya itu....dari sisi bahasa dan isi ya.. bukan fakta-fakta "ilmiah". dari diri sendiri walau ada juga sih artikel yang isinya misalnya.. sementara ada banyak profesional yang peduli dengan isu lingkungan misalnya.

.. . kalo yang sudah lembaga kan dah cukup jelas...gimana cara untuk nularin semangat itu. :D hmmm.ada orang-orang yang kayaknya susah banget untuk gak pake istilah-istilah yang gak umum :-) itu aja.. karena merasa gak tauk apa-apa. napa? jd pengen nanya. dan tentu saja. Apakah anda sudah cukup puas dengan apa yang anda dapatkan dari internet/ sudahkah cukup apa yang disediakan internet utk mendukung kebutuhan serta aktivitas anda? Terutama terkait dengan aktivitas utk lingkungan. ouwww...padahal kan (basically) ga ada yg mbayarin.... mengemasnya secara "imliah".takut dibilang bodoh.. GL bisa dbilang melakukan segmentasi audience.peneliti) sebagai narasumber ya? kan mereka milisnya luar biasa tuh anggotanya curious aja sih ya itu tadi. eh mba..ingin belajar juga.....kenapa gak masukin b2w (Bike 2 Work-red...:-) ya.saya masih sering denger bahwa banyak yang gak berani untuk posting di milis hm.....menarik.oot nh kalayu di dunia media.. lebih ke batasan teoritis aja sih ouww i see aku pribadi sih pengen taunya apa sih yang memotivasi aktivitas aktivis.dll..tapi merasa menerima banyak informasi yang bermanfaat dari milis katanyaaaa....pertanyaan bagus tuh setidaknya untuk diri gue ndiri .i see ya...targetting alternative audince eh.targetku individual.. 7 .jadi lebih ke aktivis as active media user...... ya...sangat bisa mengerti..)) aku lanjut lagi ya..LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: tapi tetep aja sih...

misalnya...... senasib...cuma pas lagi gak ada kerjaan jadi banyak banget tuh buku yang dibaca tapi gak selesai. up to some time i have to said to my self to stop buying books.. televisi...gimana mo nambah minta yang macem-macem iya iya.. radio...kok masih baca koran. apalagi waktu dulu kerjaannya itu sampe -sampe saya merasa kehilangan waktu untuk baca buku yang gak ada kaitannya ma kerjaan ohya. karena udah gak kerja kantoran lagi :D media-media mana nih? yah. :D buat kamu. yang ada aja gak kepegang.itu udah gue lakukan sejak 2007 :-) alasannya karena keterbatasan dana.terus nemu buku lain lagi :-) hehe.gimana tuh misalnya? kayak info tentang climate change waduuuhhh.... film...karena sekarang pemilu..... pernah ngerasain "information overload" ga? pernah bangeeettt hehe.. kenapa masih mengkonsumsi media2 tersebut? Apakah internet tidak cukup? Atau mungkin karena kebiasaan? kalo berhenti beli buku..itu ada banyak banget di web :)) kebayang. 8 . apa kamu masih meluangkan waktu/ sempat mengkonsumsi media konvensional/ media massa (koran.. buku)? jarang.nyaris gak sempat untuk baca koran..s ampe waktu lamaaa. s aya jadi suka baca-baca koran/buka situs detik/kompas kalo buku....LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: yang saya gak puas adalah saya gak punya cukup waktu untuk ngerjain semua hal yang ingin dikerjakan :(( huhaha :)) classic.

.kesukaanku waktu kecil tuh..buat kamu gapapa tapi buat saya.kayaknya pertanyaanku dah abis nih :p thanks ya.banyak kan yang ga seberuntung kita misalnya.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: mel? maaf tadi keputus aku pengen tau kebiasaan bermediamu. abis baca apalagi..ya gapapa. bahagia.... loh kok malah seneng yah hehe.. itu tadi...ampe SMP ding. iya sesuai kebutuhan. atau koran sabtu/minggu hehehe........... tapi setidaknya s aya jarang nonton tipi :D kalo dipikir..aku harus balik ni..termasuk konsekuensinya...hidup kan emang dijalani sesuai kebutuhan..asal tetep sehat.met makan :D 9 ...eh..itu berarti hidup saya sebagian besar dihabiskan di depan komputer :(( mm. selain dengan ineternet denger radio wah kayaknya emang 90% media yang saya baca internet :( sesekali baca koran.. yah.sesuai kebutuhan dan selera juga kali ya.. :) eh Mel..belum sholat :D sipp gue juga dah laperrr gudlak yaw thanks.. mo baca majalah.harganya mahal paling bacaan iseng beli majalah Bobo ahaha..karena ngikutin berita pemilu hehe.

LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A Jawaban dari Armely Meiviana. dll 1 . fb. untuk keperluan apa saja) ± 12 jam sehari. Ditulis. tahun 1998. latar belakang pendidikan) Udah kan ya waktu chat pertama?! 2. Bagian pertama dikirim pada tanggal 27 Mei 2009. dan yang kedua pada tanggal 31 Mei 2009. dari rumah. diajari teman dan belajar sendiri. cari2 info dan bersosialisasi (chatting. mampir ke blog orang untuk meningkatkan kapasitas: bikin blog untuk latihan menulis. ikut berbagai milis yang sesuai. Bagaimana Anda sehari-hari menggunakan internet? (berapa jam sehari. motivasi atau tujuan awal menggunakannya) Saat kuliah. (sejak kapan. Untuk meluaskan jaringan: ikut milis. diajari/belajar sendiri. untuk meningkatkan kapasitas: ambil les Sesudahnya: untuk berkomunikasi jarak-jauh: menggunakan imel. blog. fb. untuk mengumpulkan bahan untuk keperluan skripsi 3. ym atau fb untuk mencari informasi: tanya google. dll. Dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah hidup atau cara kerja Anda selama ini (Sebelum? Sesudah?) Sebelumnya: untuk berkomunikasi jarak-jauh: menggunakan telepon/surat. dan dikirim dalam dua tahap. ikut milis untuk menjalankan hobi dan minat: bergabung dengan milis/komunitas maya untuk melakukan hobi atau mendapatkan tempat untuk berdiskusi tentang minat. kafe. untuk pekerjaan. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Tentang Anda dan Internet 1. cari di koran/majalah dan telp 108 untuk menjalankan hobi dan minat: mencari rekan dan keluarga di sekitar untuk menjalankan hobi dan minat bersama untuk meluaskan jaringan: ikut perkumpulan/klub (olah raga misalnya) atau ikut kegiatan yang diselenggarakan teman. berselang sekitar empat hari. Ceritakan bagaimana Anda mengenal internet. 4. dilengkapi. dowload tips2 di google. Tolong ceritakan tentang diri Anda (pekerjaan. untuk mencari informasi: tanya teman. dll. akses dari mana saja. kegiatan sehari-hari. dll). warnet. mengelola milis.

bisa dari pengalaman sehari-hari. walau anggota tidak mencapai 300 orang. bisa dilakukan sambil mengerjakan hal lain. Tentang Aktivitas Anda terkait Isu Lingkungan 1.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A 5. dapat ide bisa dari koran. Tahun 2007. Ide-ide topik yang dilontarkan ke milis. maka milis akan kami tutup. sudah tentu kami (moderator) berupaya mempertahankan milis tersebut. agar bisa disebarkan ke masyarakat yang lebih lu as. Menginisiasi dan memoderatori berbagai milis sejak tahun 1999 tapi lebih pada milis alumni sekolah/kampus. Ceritakan tentang blog dan milis Anda.. Tidak banyak tanggapan.bahkan selalu punya waktu-waktu tertentu untuk tidak bertemu dengan internet.. (misal. Ada banyak diskusi. bahkan kemudian kami mengupayakan dibangunnya website. sejak kapan. Apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan lewat telepon. bacaan. tatap muka langsung ataupun lewat media lain? Lebih murah. percakapan dengan orang-orang sekitar. jika dalam waktu 3 bulan anggota milis kurang dari 300 orang. Apa yang memotivasi Anda memiliki dan mempertahankan milis dan website tersebut? Awalnya kami (saya dan moderator lainnya) merencanakan.. 6. bisa dilakukan kapan saja (bahkan di dini hari sekalipun). 2. dll. mulai serius mengelola milis GreenLifestyle.karena tidak untuk dipublikasikan. Apa makna atau arti penting internet untuk anda? Secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga. Dan sekarang sudah berhenti. Berawal dari cetusan ide iseng dengan seorang kawan (Marc) untuk menginisiasi milis yang bisa memberikan informasi tentang info dan tips sederhana untuk gaya hidup yang ramah lingkungan dan relevan untuk orang-orang Jakarta (akhirnya berkembang untuk orang-orang di kota -kota besar di Indonesia). namun lalu lintas di milis cukup ramai. kerjaan. Tapi setelah 3 bulan. bagaimana tanggapan orang) Blog: sejak tahun 2002. guna mendokumentasi hasil percakapan atau penyebaran informasi di milis. lebih hemat waktu (karena tidak harus menempuh perjalanan untuk bertata p muka). obrolan. dapat ide atau bahan tulisan dari mana. atau blog orang lain.. 2 . tanya-jawab tentang berbagai hal praktis sehari-hari agar bisa lebih ramah lingkungan Dikarenakan banyaknya peminat yang tertarik dengan informasi-informasi dan tips-tips tersebut. “berpisah” dari internet? Sanggup.

dikarenakan saya dan Marc (inisiator milis GL) mempunyai ketertarikan dan passion di isu tersebut. bukan perorangan. Untuk itu saya merasa perlu ikut mengedukasi masyarakat banyak untuk mengubah pola pikir yang digunakan oleh banyak orang saat ini. Bisa ceritakan “sejarah” atau alasan sehingga Anda dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? Saya sendiri suka menanyakan hal yang sama pada diri saya sendiri. bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana dan sehari-hari. Atau bisa juga dari bacaanbacaan ketika kecil/remaja.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A 3. apa kesulitan yang dialami selama ini? Adakah pengalaman menarik? Tantangannya adalah bahwa kegiatan yang berawal dari sekedar memoderasi milis ini kemudian berkembang menjadi pengelolaan blog dan website. menghindari istilah-istilah sulit. Oleh karena itu kami harus mencari strategi agar ada banyak tenaga/anggota yang bersedia ikut membantu mengembangkan GL. Kemudian juga muncul undangan untuk mengisi acara-acara outdoor serta permintaan untuk membuat materimateri komunikasi/publikasi. dan hrs dilakukan secara massive. Mengingat bahwa pekerjaan kami sehari-hari terkait dengan isu lingkungan membuat kami terpapar dengan banyak info mengenai kerusakan-kerusakan lingkungan. Dan diskusi banyak dilakukan di tingkat teknis dan kebijakan. menyelamatkan lingkungan tidaklah sulit. Tantangan lainnya adalah menghilangkan paradigma di sebagian besar anggota bahwa bahwa yang berbicara di milis adalah orang-orang yang sudah ahli dalam hal lingkungan.dan lebih baik lagi bisa untuk facebook. Kenapa memilih isu lingkungan sebagai topik milis? Mengenai isu lingkungan sebagai topik milis. Melalui milis ini diharapkan bahwa orang tidak lagi berpikir bahwa isu lingkungan adalah isunya LSM atau pemerintah. dan hemat listrik. 3 . Dalam mengelola blog lingkungan anda. Alhasil kegiatan mengelola informasi untuk komunitas akhirnya telah menyita waktu yang lebih besar dari kegiatan-kegiatan lainnya. 4. blog dan website. khususnya yang berdampak pada perilaku yang tidak ramah lingkungan. Paradigma yang terjadi di sebagian besar anggota menyebabkan mereka enggan untuk berperan aktif di milis. Ada banyak milis lingkungan di indonesia. namun tak banyak yang memberikan informasiinformasi praktis untuk masyarakat awam (terutama pada tahun 2007 dan sebelumnya). Saya tidak ingat bagaimana prosesnya. tapi juga dari segi perubahan perilaku masyarakat.. permintaan masyarakat akan produk-produk ramah lingkungan akan meningkat. hemat buku. serta mengeluarkan pertanyaanpertanyaan sepele. Bisa karena pengaruh ibu saya yang sejak kecil mengajarkan anakanaknya untuk hemat kertas. terutama dalam hal kampanye online-nya di milis. 5. Hampir semua milis lingkungan yang saya ikuti membicarakan hal-hal yang rumit dan eksklusif hanya untuk LSM atau wartawan saja. pola pikir produsen akan bergeser mengikuti keinginan konsumen. Ada banyak hal sederhana yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan.. bahkan untuk skedar bertanya mrk malu.. Ditambah dengan kegiatan-kegiatan berkemah saat sekolah. Padahal solusi untuk lingkungan tidak hanya dari sisi kebijakan. Padahal moderator dalam hal ini sudah berupaya untuk menggunakan bahasa-bahasa yang sederhana.

Menurut Anda. bahkan usia pensiun. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? Tentunya sangat esensial karena: sangat efektif untuk menyebarkan informasi ke masyarakat luas. Hal menarik lainnya adalah.. sangat membantu dalam mengedukasi atau meningkatkan pemikiran kritis masyarakat. Apakah menurut Anda. sudah sangat meningkat dibanding. ada banyak anggota berasal dari luar jabodetabek dan berusia lanjut > 40 tahun. Ada yang bahkan sudah mulai mengubah gaya hidup. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? Jika dibanding dengan tahun sebelum 2007... namun mereka sangat antusias dengan informasi-informasi dan tips-tips yang diedarkan di milis. 7. Dan ada juga yang menyebarkan info dan tips di milis ke rekan2 kantor/keluarganya atau bahkan ke milis lain. awalnya milis ini kami tujukan untuk anggota dengan usia produktif (20 – 40 thn) dan berdomisili di jabodetabek. menerapkan gaya hidup hijau. musik/band lingkungan. Belum lagi munculnya film-film lingkungan atau film-film hollywood yang memuat pesan-pesan lingkungan. Alasan kami saat itu karena ia hanya me-reply imel seseorang secara pribadi yang seharusnya bisa dijawab japri ke yang bersangkutan.termasuk sekedar berbelanja. Internet j uga bisa membantu menyatukan/mensinergikan berbagai komunitas dalam melakukan kampanye lingkungan Sangat membantu mengakselerasi gerakan lingkungan ke berbagai lapisan masyarakat - 4 . pada saat itu juga ada banyak features/bentuk yang menarik yang bisa digunakan dalam kampanye online internet atau google merupakan perpustakaan yang sangat lengkap. event-event outdoor yang juga memberikan pesan-pesan lingkungan. mengingat hampir setiap hari dan hampir setiap media massa sudah gencar mengangkat isu lingkungan. Pengalaman menarik lainnya adalah ketika ada anggota yang marah-marah karena imelnya tidak kami loloskan. Ada yang mulai menyadari bahwa ternyata ada banyak hal di sekitar kita terkait dengan lingkungan. Untuk itu.dan tujuannya tak lain dan tak bukan untuk kepuasan para anggota ...LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A Pengalaman menarik adalah ketika saya menyangka bahwa yang antusias dengan milis GL hanyalah sebagian kecil orang yang sering tampak aktif di milis. karena harganya semakin murah penyebarannya sangat cepat. dimana kita bisa mencari info dan data apa pun dari seluruh dunia. Kami akhirnya harus menjelaskan panjang lebar alasan kenapa milis harus kami pasang ‘semimoderated’. 6. untuk dibaca di rumah. Tapi pada kenyataannya ada banyak anggota yang tidak pernah muncul di milis. Namun pada perkembangannya. khususnya masyarakat urban sangat ekonomis. Akhirnya si anggota yang sudah berumur lanjut itu mau mengerti. Ada yang saat akan pulang kantor mengkopi seluruh imel di milis. termasuk majalah gaul/lifestyle.

Join cause di fb Menggunakan status di fb sebagai media kampanye lingkungan Post artikel lingkungan di fb Bikin status terkait dengan isu lingkungan di ym Membuat blog GL menggunakan multiply. voting dalam petisi online. khususnya ke anak anak.. 8. Itu mungkin saja.. donasi lewat e-banking. berlangganan milis bertema lingkungan.. Tinggal ditentukan media online yang dipakai.. 9.. twitter. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? Bisa jadi begitu..jika momen ini tidak digunakan dengan sangat baik oleh para penggiat lingkungan untuk melakukan edukasi dan peningkatan pemahaman.tidak menjalankan apa yang diucapkan/digembar-gemborkan.. Memperbaharui materi-materi web GL 5 ..apakah via blog...di kehidupan nyata juga banyak kok yang seperti itu. Jika targetnya adalah masyarakat urban usia < 40-50 thn. fb.. dll.. 11. Apakah menurut Anda kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya.tergantung siapa target yang dituju.. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia. milis. kampanye lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? Tergantung. karena lebih mudah untuk berkampanye dibanding fasilitas blog lainnya.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A - Aktivisme lingkungan akan bergerak sangat lamban atau mati jika tidak menggunakan internet. apakah Anda juga memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? (Misalnya. gabung dalam komunitas volunteer via internet/milis) Tolong ceritakan! o o o o o o o o Ikut petisi online Gabung dengan komunitas-komunitas maya lainnya. orang yang gembar-gembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata).. Karena akan kalah dengan kegiatan pengrusakan lingkungan yang massive apalagi yang dilakukan oleh korporasi-korporasi besar... maka internet merupakan media kampanye yang sangat murah dan bisa sekaligus meraih banyak orang. Menyebarkan informasiinformasi event lingkungan via milis-milis. 10. Selain memiliki sebuah blog/milis dengan isu lingkungan.

Wikimu. Menjalin kerjasama dengan kampus-kampus untuk membuat program magang bagi mahasiswa jurnalistik/komunikasi/IT misalnya. Menurut Anda.freetodecide. tempat membeli sayur organik di padang. youtube. Mengoptimalkan upaya kamp anye online GL. blog.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A o Membuat green online shop yang bertujuan untuk mengedukasi konsumen mengenai produk-produk hijau (www. dll). agar tidak terlalu Jakarta-based.com. forum kaskus dan fb. flickr. Menjalin kerjasama dengan berbagai media massa (cetak dan elektronik) untuk penyebaran info dan tips praktis Membuat milis GL khusus untuk anak remaja (SMP dan SMA) o o o 6 .com. berkolaborasi dengan salah satu gerakan atau organisasi lingkungan. Mengoptimalkan isi info di milis dan web. guna mengajak mereka membantu mengelola website GL dan mengembangkan program-program menarik di web. Politikana. dengan memberikan in fo yang juga relevan untuk kota-kota lainnya. mencari orang-orang yang punya kepedulian yang sama untuk menjadi relawan GL. Untuk mengajak mereka membuat tulisan pendek mengenai info dan tips lingkungan yang bisa dijalankan di kota tempat mereka kuliah (misal: tempat pengumpulan sampah kertas di jogja/sby. mendukung kampanye online/offline.org) 12. via website.Bila Anda memiliki waktu dan kesempatan lebih. dll 13. membuat event bersama) o o o o Bersinergi dengan komunitas-komunitas lain yang punya kepedulian yang sama untuk membuat kampanye bersama Menambah SDM di GL. dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk menyebarkan informasi/ menyelamatkan lingkungan? o o o o Ikut di dalam forum kaskus Membuat grafis-grafis/komik-komik online Membuat game online Menulis di web yang menggunakan prinsip citizen journalism spt Kompasiana. apa yang paling ingin Anda kembangkan dari GL? (Misalnya. tampil di media massa. Untuk mahasiswa IT.

saya sudah melihat pentingnya internet. saya tinggal lalu saya bikin LSM lingkungan di Jawa Timur. Saya sekolah di UGM juga.. Websitenya apa Mas? mpbi. Walaupun copy paste dari media online. di Sastra. Saya lebih mengurusi website. kesulitan atau tantangannya seperti apa Mas? Waktu awal-awal kan lembaga baru tuh. Sedang menempuh S Komunikasi FISIPOL -2 UGM dan mengambil tesis dengan tema penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup. pertama kali menggunakan internet itu kapan? Itu saya sejak mendirikan lembaga di Jember.47-08. kemudian lebih banyak freelance. sampai sekarang saya sebenarnya masih terdaftar. sehingga walau ga punya duit saya pasang telepon dan langganan internet. Nah saya sekarang mulai berlembaga lagi.. Dj (Djuni) R: Dj: : Oh. admin website.. cerita sedikit.SaWa ya. Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia. Tapi ya kegiatan jalan terus. di Jember. ga punya komputer. repot juga.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Djuni Pristiyanto : Rabu 18 Maret 2009. harus ke warnet. Jadi.38 WIB : Tatap muka.. tapi tinggal skripsi saya tinggal. Sampai sekarang juga masih seperti itu. ga punya uang. nama saya Rani. dan karena (mengambil studi ilmu) komunikasi jadi ingin melihat peran teknologi komunikasi dalam gerakan. Oh begitu. pukul 07. Waktu awal-awal penggunaan internet. Kan masih swadaya ya Mas. Latar belakang saya memilih topik ini karena saya juga aktif di Sahabat Lingkungan Walhi Jogja dan punya ketertarikan terhadap isu lingkungan juga. (Sahabat Walhi-red. di Lobby Hotel Quality Yogyakarta :1 Rani (peneliti) : Perkenalkan.. Sampai sekarang. tahun 98.. swakarsa.98. Jadi sejak awal saya sudah banyak menyebarkan berita-berita lingkungan ke via milis-milia... Jadi ya berat juga.org Kalau boleh. di MPBI. Jadi ya lebih banyak swadaya.waktu itu yang mendorong untuk melakukan meskipun berat dan masih swadaya apa Mas? R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: 1 . ga punya sumber daya. Ya. Di Jember lima tahun kemudian saya pindah ke Jakarta. tepatnya Sejarah..peneliti) Mas Djuni bisa cerita tentang Mas Djuni dan aktivitasnya sekarang? Saya berkegiatan di lingkungan sejak 97.

Terus. Soal itu bukan masalah. atau membangun jaringan. Saya baca itu. itu sekitar tiga jam. Kalau untuk milis lingkungan yang tahun 98 ini. dari Kompas. nah orang lebih banyak untuk politik... ya kita jawab..LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 Dj: Ya karena itu penting. koran-koran lokal. Tahun 98 kan masamasa kisruh kan. dan karena saya terlalu sering ngirim e -mail tentang lingkungan.... Tinggal di copy-paste. itu yang bikin milis lingkungan. Waktu itu basisnya yahoogroups atau apa? Sudah di yahoogroups. pindah ke yahoogroups tahun berapa ya? Kurang tahu saya. sejak awal saya lihat itu penting. Bisa dibaca di blog saya yang tentang sejarah milis lingkungan. 2 R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: . kemudian itu mereka gunakan tapi link-nya sekarang udah ga aktif ya Mas? udah ga aktif. Waktu itu lebih banyak untuk kegiatan politik. Mahasiswa Indonesia di Jerman? Ya. saya kirim. itu dari mana aja? Asal ada internet. Itu yang paling terkenal dan paling diminati... saya menyisihkan waktu tiga jam. Mereka bikin sistem sendiri untuk milis. Jawa Pos. itu bisa dapet 50-an berita. Tahun 98 itu belum banyak yang untuk kegiatan kampanye dan penyadaran.. Oh bukan mas. maksud saya sumbernya media online atau mungkin dari media cetak kemudian diketik lagi? Oh gaa.. headlinenya saja. ga apal. biasanya baca berita juga di online ya Mas.jadi kalau kita kirim-kirim kemudian orang mem-feed back.. dari awal 98 itu sudah di sana. copy paste aja. Terlalu capek kalo dari media cetak diketik lagi atau discan itu terlalu capek.. kalo ada e-mail ya dikirim. atau masih juga baca koran secara fisik? Masih. apa gimana? Itu menyusul. Media online. bisa online. begitu. waktu itu bentuk-bentuk aktivitas yang mas Djuni lakukan lewat internet itu apa aja Mas? Tadi sudah disebut memposting berita lingkungan. tapi apakah korespondensi juga. saya ditawari jadi moderator. kadang-kadang. Kalo awalnya milis lingkungan itu bukan di yahoogroups. Nah kebetulan ada mahasiswa di Jerman. waktu itu yang terkenal misalnya “Apakabar”.. Itu di sistem mereka sendiri. capek.. Untuk lingkungan itu belum. Misalkan dalam sehari. itu untuk searching berita-berita lingkungan hidup. Kalau gitu.. Dan sedikit yang menggarap. mereka bikin milis lingkungan dengan alat-alat seadanya juga. begitu. Kemudian saya daftar di sana.. Suara Pembaharuan. sampai sekarang. Selama ini kalau posting berita dari mana aja Mas? Maksudnya? Ya Mas Djuni kan input berita atau informasi tentang lingkungan.

bila dibandingkan jumlah penduduk. Tinggal pilih-pilih aja gitu. atau illegal logging.. ada warnet. Kalau kita pake internet. sehinga kita tinggal ngecek aja. Kalau internet. Berarti memang dibaca satu persatu ya oleh mas Djuni? Baca judulnya. baik itu e-mail. sudah sejauh mana penyebaran internet di Indonesia? Karena kalau menurut data. Kalau kita pake cara yang lain. Tapi kalau gitu tuh banyak yang lolos. terpampang di website.. Kalau sekarang.luas. itu ada indeksnya. warnet masih barang mewah. Banyak berita yang menarik dari suatu koran tapi tidak tercapai oleh mesin pencari. Cara yang lain itu dengan mesin pencari. Cara yang lebih gampang itu yang ketiga yaitu dengan RSS.. Media Indonesia. Cara yang gampang itu lihat indeks dari media online itu. Oh. satu hal yang umum ya. Lolos itu. apa sih keuntungan menggunakan internet dibanding media lain? Padahal kita tahu bahwa pengguna internet di Indonesia masih sedikit sekali. ketikkan lingkungan. Kalau Kompas itu misalnya berdasarkan sub-sub berita.. jadi. seperti saya tulis di blog. Itu akan tampil sendiri. mulai dari yang besar seperti illegal logging hingga ke hal kecil. Dan bisa menjangkau seluruh dunia. Itu biasanya.. Jawa Pos itu dibagi per sub berita.. kalau secara kebiasaan atau sistematis biasanya mas Djuni masuk ke halaman media online kemudian search berita dengan memasukkan kata kunci atau membaca judul-judul atau.. Pake itu sehingga kita hanya kata-kata kunci tertentu misalkan hutan. feed-reader. Kalau headlinenya mengandung unsur berita lingkungan... Trus kalau ga ada waktu lagi yang pake google aja. fotokopi. atau milis.. terbantu ya dengan feed-reader itu. Ya. Ada berbagai cara. laut.. Dan orang yang akses internet yang bener-bener juga lebih sedikit lagi. itu akan terpampang terus dan bisa dilihat seluruh dunia. Itu mahal dan lama. Kalo definisi tentang lingkungan itu kan. kombinasi. persentasenya kurang dari 10 %.. itu masih kalangan menengah dan menengah ke atas.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Dj: Yang Mas Djuni kategorikan berita lingkungan itu seperti apa Mas? Berita yang mengandung unsur-unsur lingkungan. sampai misal 10 tingkat.kalau boleh cerita. Dalam artian menggunakan 3 R: Dj: R: Dj: R: Dj: . lalu baca headlinenya. Kalau menurut mas Djuni. itu kan mahal. lebih cepat dan murah. Selama ini yang lebih sering digunakan yang mana? Ketiga-tiganya. Kalau menurut mas Djuni. Kalau ada waktu ya buka satu-satu. bahwa lingkungan itu segala sesuatu yang ada di alam semesta kita ini. Di tahun 90-an. kalau ga ada waktu ya buka feed-reader. R: Dj: R: Dj: R: Dj: dan mungkin juga karena hasil mesin pencari terlalu banyak ya. Iya. kalau surat kan terbatas sekali. bisa ketemu.. Tapi tidak semua media punya indeks. kemudian dikirim pake pos. tinggal di-copy paste kemudian dikirim. Harus ngetik. hampir di banyak tempat ada warnet. Tapi seperti Suara Pembaharuan. kita kirim sekali. Itu harus dibuka satu oersatu.. Di tempat terpencil.. Jadi ya tergantung masing-masing. Dan juga disetting agar kata kunci itu bisa terkirim ke alamat e-mail kita. Wah. klik..

Tapi kalau yang sekedar gaul. Itu hubungannya dengan kedewasaan seseorang. karena semua akan terkait. masyarakat.. untuk 4 R: Dj: R: Dj: Dj: R: Dj: R: Dj: . Gampang sekali untuk melakukan sesuatu deng an internet itu gampang sekali.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 internet untuk me ncari informasi. Biasanya orang yang mencari sesuatu akan langsung ke website tertentu. Karena milis itu anggotanya banyak. terus berubah gitu. Karena itu seksi.. ga bisa satu hal digarap tapi hal lain engga.kalau misalnya petisi online atau yang lain gitu pernah Mas? Kalau untuk media. Ga akan. Ga bisa lebih... Dengan dia lihat judulnya yang provokatif. nyarinya sebatas itu.itu kan orang per orang.. dibanding isu yang lain misalnya? Kalo saya pribadi lebih umum sih ya.tetep kayak gitu.secara kanak-kanak. ya website...atau dipercepat begitu. ke pemerintah. Tapi kalau tahap berkembangnya cuma segini ya udah. Selain milis. advokasi. Tapi lama-lama dia akan bosen dengan itu. Seven Habit. Jadi. orang sering menyalahkan media itu.tapi emang ada orang yang nyarinya kayak gitu ya. Lama-lama akan bosen..manusia. ada unsur psikologis juga ya disana. ke luar. itu yang pertama adalah milis. Karena gampang diakses.. Kita pengen melindungi orangutan.tidak ada kontrol. Dulu saya melihat isu lingkungan lebih ke hutan.. dia akan mencari yang lebih bermanfaat.mungkin ga? Personal.. itu orang juga menggunakan internet juga seperti itu. Kamu baca Qur’an terus akan tekun ibadah pada Tuhan.. Internet juga menjadi. Kalau bahas hutan saja tanpa bahas masyarakat.terus kamu baca itu. Biasanya. R: Dj: Ini refleksi atau gimana mas? J Saya sendiri juga ngalami yang kayak gitu.. Ga akan. Orangutan itu seksi untuk dijual. dia akan b aca. itu cukup banyak. dan kesadaran orang itu juga personal. cari yang kayak gitu.. Dan itu memang ga bisa disalahkan. itu juga tetep ga bisa. Itu di milis lingkungan kan gencar sekali. menyebarkan informasi.. Misalkan... petisi online. Jadi lingkungan itu tentang keterkaitan. orang menggunakan internet itu seneng cari berita yang heboh heboh.. Garap semua. teman-teman dengan isu orangutan.. Tapi itu kan bertahap.. kamu baca buku Stephen Covey.. konservasi.lifestyle.. Tapi mas sendiri pernah berpartisipasi dalam bentuk-bentuk lain itu ga? Pernah. Trus. dan kemudian orang baca. isu apa yang menurut mas lebih menarik. R: Kalau yang selama ini mas Djuni lakukan dalam konteks lingkungan itu apa aja Mas? Tadi kan misalnya search berita kemudian di-post. mo ngapain. bermain.tapi ga sering. Dia akan tinggalkan. Pada awalnya. surfing ke situs porno.. untuk sampai ke tahap itu. pembangunan. untuk chatting atau cari situs porno. masyarakatnya digusur dari taman nasional... selain website itu bisa seperti itu tadi. Apa ga bisa dipicu Mas.. masuk ke warnet.. Kalau misalnya ada anak-anak SMA seneng pake internet untuk chatting.. Seperti perkembangan orang.. hutan ga akan kelar. remaja. ya itu memang. buka satu situs.

Berarti mas Djuni menyeleksi berita-berita yang akan dipost di milis? Jelas . Kompas dengan Suara Pembaharuan.. saya. dia kan yang mempertanyakan. biasanya saat memilih berita. Tapi bila di berita itu terdapat “Freeport merusak lingkungan”. atau jurnalisnya kurang objektif mungkin. Kita akan subyektif.framing. sebagai seorang aktivis yang baik dan benar. tidak ada yang obyektif. apa yang mas Djuni gunakan sebagai pakem. Nah. dia berbeda sudut pandang. itu kembali ke orangnya.. baca bukunya Titik balik Peradaban. semua hal di dunia ini akan kita seleksi. di situs-situs berita online yang juga ada dalam dunia nyata... oleh Freeport.. Di dunia yang disebut ilmiah pun diragukan kan obyektivitas itu..itu kan membuat. ga akan saya keluarkan atau publikasikan. dia akan terombang-ambing.. cita-cita. untuk menentukan ini layak atau ga? Sebenarnya untuk validitas suatu berita. ada lembaga tertentu yang untuk fundraising. itu saya kirim. Dan saya berpegang bahwa itu 100% CSR mereka. mas Djuni melihat seperti apa geliatnya? Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: 5 . Sehingga dana itu gampang didapat untuk membiayai yang di lapangan. kemudian sudut pandang.. Saat mas Djuni mencari berita. pernah ga mas? Itu jelas ...media. kepedulian. terus dia mendanai satu kelompok untuk yang radikalnya. dia hanya menyorot sesuatu saja. iya. Dasar dari segala sesuatu adalah keberpihakan kita.. Apakah isu perubahan iklim itu benarbenar atau hanya bualan orang cari duit. Tapi kalau tentang Freeport membuat program pemberdayaan masyarakat. yang judulnya State of Fear. ga akan saya ambil.. bagian dari lip service... kepada rakyat kecil yang tertindas. terhadap apa... Dan dia membuat satu isu tertentu untuk menjalankan itu. Banyak hal yang orang-orang di isu lingkungan itu diperdebatkan sebagai sesuatu yang benar. dari banyak bagian. itu mesti kita tahu j uga.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 fundraising.. Karena itu yang menjadi kompas dia.. Baca bukunya Michael Crichton. atau Republika. Walaupun itu hanya novel tapi ditunjang dengan data-data yang bagus dan kuat. Nah dari situ tempat berpijak. darimana dia bermula. apakah saat mencari berita sempat muncul keraguan apakah suatu berita benar atau tidak. Bukankah juga penting untuk menunjukkan manuver-manuver korporat dengan programprogramnya agar orang yang membaca juga bisa jadi waspada? Kalau hal itu keluar dari perusahaan itu sendiri. misalkan berita-berita yang dikeluarkan oleh Monsanto. R: Terkait dengan itu mas...Capra. berbeda sudut pandang. Kalau misalnya untuk environmental activism di Indonesia sekarang.kepada masyarakat. Terus. tentu memiliki keberpihakan. Misalnya. Nah kalo dia sudah kehilangan itu..apa yang bisa kita percaya sekarang. Bahwa dengan pemahaman seperti itu kita lebih berhati-hati mengambil beritaberita mereka. aktivis lingkungan. dia hanya mengambil bagian kecil. Bahwa media-media itu sangat terbatas. Nah itu yang menjadi dasar untuk bertindak. Itu tentang aktivis lingkungan yang radikal. Yang jelas. saya diemin aja. Dari media apapun saya kirim. gitu. cari keuntungan. dia kan mempunyai idealisme..

sampah ini. dikliping. sama aja. jadi kalau beraktivitas kayak gini dicaci-maki.. Jadi orang yang lain mungkin kalau ga suka ya delete.. kembali ke. menuh-menuhin mailbox”. Ada isu keterputusan dunia online dan offline. “Wah ini spam. Ada yang “Oh lumayan. ada pengalaman menarik ga Mas? Kalau pengalaman yang umum.mundur. sementara rakyat yang umum penghasilannya mungkin ga cukup untuk mengakses internet atau bahkan mungkin ga tau internet tuh apa.. advokasi bisa lebih efektif misalkan.. masih kecil sekali bagian yang menggunakannya untuk tujuan-tujuan lingkungan. yang gagap teknologi juga banyak. diganggu orang lain ya itu resiko.net. terus diprint. maju. ga ada. Nah. Sehingga ada lembaga yang khusus berkoordinasi. Tapi penegakannya ga. Di kantor-kantor pemerintah orang yang gagap teknologi juga banyak. dibanding tahun 90-an atau awal 2000-an.. kalau saya mengirim terlalu banyak berita di satu milis.. sudah lebih banyak orang.. Ya.begitu.. Ya. orang menerimanya berbeda-beda. itu kan satu dialektika. itu semakin banyak.. Dengan media internet.. menyebarluaskan. Mas Djuni pernah melihat ga adanya kesadaran dari orang-orang yang bisa mengakses internet dan mendapatkan informasi kemudian menyebarkannya dalam kehidupan rril? Semakin banyak... tapi juga kita lihat di luar sana banyak masyarakat yang tidak bisa mengakses berita lingkungan misalnya.. tergantung ke masing -masing. Orang yang lain melihatnya berbeda. Proses. buka e -mail hanya untuk baca aja. Contohnya apa Mas? Seperti Satu Dunia. Bila. care.delete.. Ga. Sudah merambah ke banyak isu. misalkan.. Dia itu concernnya pada bagaimana berkampanye dengan media teknologi dan ga hanya internet aja.. bagaimana mas Djuni melihatnya? Katakanlah di dunia online banyak yang masuk ke sana.ada maju. itu akan kembali ke orangnya. Jadi kalau ada keterputusan itu memang wajar. dan dari sebagian kecil itu.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 Dj: Gerakan lingkungan sekarang itu sudah bagus..orang yang bisa akses internet itu sebagian kecil dari masyarakat yang umum. Di kalangan LSM. orang-orang yang memiliki kesadaran itu semakin banyak. Tapi masih terus berproses ya mas. Pake internet hanya untuk baca berita saja. Caci maki segala macem gitu. sudah lebih bervariasi cara yang digunakan dalam melakukan sesuatu. Kalau sekarang sudah maju.. Selama beraktivitas memposting berita dan berinteraksi dengan orang..dan remaja sebagai pengguna awal juga concern dengan isu lingkungan. Dan lembaga-lembaga pun menganggap internet itu semakin penting.. Di Indonesia itu kan sudah banyak peraturan dibuat untuk ini dan itu. bagaimana bisa menggunakan media-media teknologi.. dapet berita gratis”. Kira-kira perlu ga ya semacam norma tidak tertulis bahwa ketika kamu mampu mengakses suatu informasi di dunia online seharusnya kamu menyebarkannya juga secara offline.. sudah lebih banyak organisasi.tidak boleh ini dan itu. ga perlu. Coba kamu klik satudunia. 6 R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: .. Jadi secara umum ya baguslah..

Saya dulu sekolah di sastra. karena di milis -milis lingkungan itu sudah banyak orang yang aktif. Learning by doing aja. Sekarang.semua hal bisa dipelajari di internet Bukan hanya itu.. tentang lingkungan. Begitu. internet itu media.30. Boleh tau ga kebiasaan penggunaan internet mas Djuni? Jadi misalkan berapa jam sehari. Berjaringan.. Internet itu saya pandang sebagai kendaraan saja. Karena respon orang bermacam-macam dan supaya tidak dimaki-maki terus...otomatis. kalau di kantor dari jam 9 sampai jam 5 online terus. Belajar sendiri bagaimana mengakses internet. Tidak seaktif dulu. ga ada hubungannya dengan lingkungan. Sehingga tidak ada suatu ketergantungan. Karena di rumah bayar sendiri ya paling 2-3 jam. Akhirnya belajar sendiri tentang lembaga. berkesadaran. Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: . kopi darat. Biar orang lain yang lebih aktif. Kantor MPBI sendiri di jakarta? Ya. Itu semua belajar sendiri. Kalau misalkan internet ga ada ya pake cara lain. Selama mengenal internet lebih dari 10 tahun. Sesuatu itu misalkan untuk lingkungan yang lebih baik. Dan internet sangat memfasilitasi itu ya. Kalau rajin tuh sekali post bisa 50 berita. Alat untuk melakukan sesuatu. atau mungkin gerakan? Kalau saya pribadi. Kalau saya menganggap internet itu sebagai tujuan. 7 R: Dj: R: Dj: R: dll. alat untuk mencapai tujuan.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Dj: Terus. Kalau begitu Mas Djuni ini otodidak ya belajar tentang teknologi informasi? Semua otodidak. alat. organisasi. Kendaraan saja.. mengirim artikel. hanya sekali-kali kirim. Tapi karena pekerjaan saya mengurusi website ya harus selalu online ya. apa arti penting internet bagi mas Djuni? Baik dalam level pribadi. Saya sekarang kan punya kantor.. itu harus online terus.. tapi langsung bikin satu lembaga. Jadi misalkan bikin berita. Belajar sendiri bagaimana bikin proposal. memperbaiki website.disini ada siapa. Karena di kantor menyediakan fasilitas untuk itu. Sehingga jaringan kita semakin luas.ketemu dengan orang. saya yang mengurangi. Oh kita tahu disana ada siapa. Tindak lanjut dari kita kenal orang di internet. ya seringnya saya kurangi deh. Kalau di kantor selalu online atau juga diselingi pekerjaan yang lain Mas? Laptop selalu online dan juga diselingi pekerjaan lain. Ada media lain ga yang juga dimanfaatkan? media lain ya. bukan tujuan.. seminar-seminar. 35. apa mas Djuni juga melakukan penyesuaian begitu? Misalkan tadinya mengirim 20 berita kemudian dikurangi. itu juga saya lakukan. Hari ini ada acara jam 9. semua hal di dunia ini kalau orang itu mau belajar bisa dipelajari. maka apa yang saya lakukan ga akan tercapai. di milis.. Di acara-acara. di Jakarta... Di samping (karena) kesibukan. itu kan kontak -kontak.hal-hal seperti itu. Kalau di rumah saya juga langganan internet.. organisasi... kalau dengan e -mail bisa disetting kirim tunda misalnya. Yah. untuk sesuatu..

dia melihat “wah ini positif ini”. karena saya banyak swadaya. Saya pribadi. Displin yang bagus datang dari diri sendiri..LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Ketika berinternet. internet itu media. Itu bagian dari resiko. Kalau ke umum. Itu relatif lah. Tergantung masing-masing orang. cari berita. boleh dua-duanya deh. atau malah keasyikan mencari sesuatu yang sekunder. Apakah saat menggunakan akses internet di kantor mas juga menggunakannya untuk akses pribadi misalnya. merusak akhlak”. Tergantung.. Jadi berantem deng an istri.. Dan orangorang yang kadang menyatakan bahwa “wah. ada ga hal-hal atau kebiasaan yang semacam jadi ritual begitu? Misalnya ada orang yang ketika bukan internet itu pasti buka e -mail. Itu hanya khalifah. Boleh-boleh aja.. blogging juga. dan situs pertemanan. ini itu. Perbaiki. Bahkan orang yang tergantung dengan ritual tertentu itu malah tidak bebas.. Ya itu kan sekali jalan Jadi tidak ada waktu khusus ya misalnya kalau di kantor itu hanya untuk pekerjaan dan bukan untuk pribadi. suka-suka aja. Kalau untuk internet sendiri. Ga ada kebiasaan khusus? Biasanya seperti apa? Ya paling buka laptop. tergantung orang masing masing.jadi misalnya saya sendiri mengalami ketika sempat jadi asisten dosen juga. kamu jangan buka website yang main-main sebelum pekerjaanmu selesai.urusi pekerjaan. tergantung pada sudut pandang masing-masing. Apakah dia hanya besar mulut aja. Dulu. saat di kantor. Dan itu ga selalu dalam urutan yang sama.. Kalau lebih terkait dengan disiplin mas. Karena ga ada yang membiayai jadi pake duit rumah. tanggapi. blog. Mungkin yang bisa hanya Khalifah Abu Bakar saja. Karena ga kerja di satu lembaga. oke. Ini senthir yang saya pake hanya untuk keperluan kantor. Ga ada. baca e-mail. Bagi orang-orang yang tekun ibadah melihat “wah negatif ini. swakarsa. ketika seharusnya saya melakukan suatu pekerjaan tapi kadang malah keasyikan fesbukan. konek. Orang-orang biasa seperti kita kan semua dikerjakan sambil jalan aja. Bagi orang yang memang mencari kayak gituan. check mail. saya hanya mengurusi kerja”. duit keluarga kepake buat ini. segala sesuatu di dunia ini kan ada positif-negatifnya. ada ga dampak negatif atau katakanlah side effect dari mas Djuni sendiri menggunakan internet selama ini? Dampak ke diri sendiri atau ke umum? Yah. Nah.. Dan di internet itu sangat terbuka untuk akses ke situs -situs porno. alat mencapai satu tujuan. Waktu jadi Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: 8 . buat bayar telepon.. bukan karena ada pengawas nongkrongin. Jadi kadang saya mengatur sendiri. yang ini untuk keperluan rumah.. Dalam kenyataan. atau kalau sudah sore dan mau pulang. gitu? Susah itu. orangorang itu yang kadang kita pertanyakan..

dari Senin sampe Jumat. Tapi kalau blog personal. sehingga hanya menyuarakan saja. Siapa aja yang sudah dihubungi? Kalau yang sudah bersedia itu mas Ade Fadli.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 lebih tersita.org.. Kalau Michael Dharmawan ini saya kurang tahu. Kalo Ade Fadli misalkan dia memang punya kaitan kuat lembaga resmi. Misalkan ya.. seperti yang Mas bilang ya.. saya dapet informasi kemarin-kemarin sering freelance. Juga Nurdin. Mas Djuni . Saya sudah berhasil hubungi beliau cuma belum tahu latar belakangnya. kayaknya dia pekerja kantoran. Ada juga model duaduanya. tapi punya kesadaran.. dia itu punya blog akuinginhijau. Dan mungkin saya akan menghubungi mereka juga.. Tapi sekarang ada lembaga ya enak aja. Hal kayak gitu sebenernya yang juga perlu dieksplorasi. Trus juga itu Ade Fadli. Trus ada juga sebaliknya.. Chatting ga masalah ya? Boleh. Apakah Mas kenal dengan seseorang yang menarik yang mungkin bisa jadi informan saya? Itu aja. Di Kanada ada anak umur 9 tahun yang sudah pidato di depan PBB tentang lingkungan. Oke. Sehingga ketika klik langsung diarahkan ke blog. Karena sulit juga saat saya mencari tahu tentang milis lingkungan di Indonesia. yang umurnya relatif baru tapi postingannya cukup sering dan kemudian interaksi dengan pembacanya juga bagus. Dia untuk terjun di dunia aktivis lingkungan dia merasa berat. Makanya saat ini saya cari kasus unik. di Walhi. Makanya ketika mencari saya harus membayangkan juga kira-kira orangnya seperti apa dan cocok tidak. Nah. atau gimana. Misalkan kemarin saya search blog go green indonesia dan ternyata yang bikin dua perempuan dan masih ABG mas.. Pertama dia aktivis trus kemudian dia memandang internet itu penting sehingga dia memakai internet sebagai alat. sementara seperti ini. Misalkan di kantor pake akses kantor ya sah-sah aja. lewat tulisan-tulisan segala macem. Itu aja Mas Djuni.. di walhi Kalteng. Ya itu banyak karena mesin pencari itu lebih mudah dan ramah menemukan blog karena pengelolanya mendaftarkan blognya lewat tag-nya sehingga mudah ditemukan.. Kalau nanti ada pertanyaan lanjutan. agak lebih susah malahan. kemudian Sabtu Minggu dia luangkan. Dia pekerja kantoran. kita bisa janjian untuk chatting mungkin ya. Kemudian ada nama Michael Dharmawan. Ada kayak gitu.. Nanti kalau saya perlu informasi akan saya hubungi lagi. Apalagi kalau blogblog gratisan. Jadi bukan hanya dia yang aktivis. Sebenarnya dulu ada blog masalah kelautan tapi kayaknya sekarang dia ga aktif. dia bukan aktivis.. Ada banyak cara. pemiliknya harus mencantumkan sendiri.. Kalau untuk blog. R: Dj: R: Oke Mas. Itu bagus... Saya memilih informan kan berdasarkan kasus-kasus. cukup banyak. cuma saya ga bisa dapet informasi beliau ini kerja di mana. 9 Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: ... jadi karakternya berbeda. Jadi saya akan lebih ke kasus atau karakteristik.polanya tuh.si Sofyan Eyank. Dia pandangannya kadang terlalu kritis jadi berseberangan dengan kebanyakan orang....boleh.

terima kasih. 10 .LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Baik Mas.

masih capek ya Mas? camping dimana? :) di lereng salak ada apaan ya? ada beberapa pertanyaan yang muncul akhir-akhir ini Mas gapapa ya? ok waktu pertama saya wawancara Mas. kalo ndak salah pertengahan 2006 oke.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Djuni Pristiyanto : 17 Mei 2009.com/2005/03/ ada disitu hehe. nah saya ingin tahu juga cerita di balik blog pribadi mas :) maksudnya apaan? sejak kapan mulai nulis di Jalan Setapak? itu bisa dilihat pada tulisan yang paling awal. kita lebih banyak ngobrol tentang milis lingkungan..wordpress. yang memotivasi bikin blog apa Mas? klik di sini http://djuni. perbedaan apa yang dirasakan antara mengelola milis lingkungan dengan nulis sendiri di blog pribadi kenapa Jalan Setapak? penjelasannya ada disini: http://djuni.com/2005/12/08/jalan-setapak/ 1 . tapi secara fungsi. oke deh mas..29 WIB : online. pukul 19. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: Selamat malam Mas :) alllooo mat malem wah.43-21.wordpress..

berarti selama ini mempertahankan dan "menghidupkan" terus blog juga lebih ke alasan pribadi ya Mas? yup boleh tahu.wordpress. kok bisa dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? kan dulu udah pernah s aya ceritakan tentang bikin LSM di Jatim? 2 . ajang menulis dan berekspresi betul ya Mas :) tapi kok ya kadang saya tuh beraaat banget mo nulis. yang satu untuk konsumsi sendiri kalo milis untuk orang banyak sebagai moderator lebih banyak ngerjakan fungsi2 admin. nge-ban anggota yang nakal dll tapi. cari en ngirim berita. yaitu sama2 menulis. alasan pribadi tersebut? mau dihargai atau tidak dihargai orang lain juga suatu hal yang penting kok alasan lebih seperti ini http://djuni. mau ada yang menanggapi ato tidak itu bukan suatu masalah oke.. seperti ngelola anggota.. lebih nyaman membaca dan mengomentari :P harus beranjak nih. blog Mas juga dibaca dan ditanggapi orang lain kan? apakah saat menulis di blog juga "mengatur" agar tulisan Mas dapat dihargai orang lain? ndak. kebiasaan. kalo blog lebih pe rsonal. tekad untuk menulis hehe iya :) lanjut ya mas Tolong ceritakan “sejarah” atau alasan Mas..com/2008/08/07/bekerja-denganhati-bebas/ itu lebih filosofis kalo ndak ya sekedar menulis aja. itu masalah kemauan.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: apa bedanya mas? blog dengan milis? secara prinsip sama.

itu juga udah kita bahas dulu kampanye via internet = suatu bentuk upaya dan bukan segalanya. tapi sepertinya ada kengganan untuk bergerak secara lebih kolektif untuk menekan pemerintah misalnya kesadaran memang mesti dimulai dari diri sendiri pelan2 berubahnya. sudah kalo untuk tugas2 moderator milis baca ini http://djuni.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ini tip menulis http://djuni. tidak ada yang instan di dunia ini. betul.com/2007/12/23/yuk-nulis-yuk-memulaimenulis/ yup ato tulis aja di diary http://djuni.wordpress.wordpress.pengen tahu juga sejarah di balik itu Mas. begitu ya Mas? 3 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: .kenapa kok ya waktu bikin LSM kok LSM lingkungan? apakah karena pembelajaran Mas dari orangtua mungkin.com/2007/04/upaya_mengusung_penyadaran_lin. atau pengalaman di masa kecil? sampe jatuh cinta dengan isu lingkungan :) coba baca ini http://bz.com/2007/12/22/menulis-buku-harian/ ya. bukannya itu buruk.blogfam.html oke... masih ada upaya2 yang lain terkait fenomena masyaraka t kelas menengah perkotaan Mas? betul saya membaca ada kecenderungan para urban internet user yang peduli dengan lingkungan lebih banyak berorientasi pada perubahan di level individu.. berubah dari perilaku sehari2.com/2006/02/16/tugas-moderator-milis/ berarti mencintai lingkungan lebih sebagai proses ya Mas ya? yup Bagaimana pendapat Mas bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia. kampanye lingkungan lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumla h pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? betul.wordpress.

.peneliti) :D kamu pernah baca biografi nabi muhammad kan.com/2008/06/04/kesadaran-baru/ kalo belum dong ya ndak pha2 hmm. butuh waktu lama dan pe ngorbanan iya. belum paham dengan diri sendiri pahamkah kamu dengan tulisan ini: http://djuni.maklum Mas.nangkep sedikit :p tentang ga mengkotak2an tidak sekedar ikut2an 4 .. itu bagian dari perkembangan kok perkembangan apa yang Mas juga lihat? dari kesadaran individu..ya. emosi bisa juga tanda belum sadar dengan diri sendiri. dunia masih panjaang ya Mas ya :) Kalau misalnya ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? yup ya ndak pha2. misal bikin sakit hati n berantem hehe.kadang ikut emosi aja kalo mengingat kecepatan pengrusakan yang jauh lebih cepat dari upaya memperbaiki jadi kalo apa2 yang kita yakini kerjakan dengan penuh kesadaran itu dibilang ndak mbawa perubahan ya egp aja emosi aja juga ndak ada hasil2 en malah bikin kerusakan. yah.masih muda :D emosi tanda semangat :P belum tentu. masyarakat. keluarga.. EGP aja (Emang Gue Pikirin-red.wordpress. apakah dia langsung bikin perubahan? kan ndak. tetangga. menerapkan kepada diri sendiri..LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: bukan karena mereka mungkin alergi lewat jalur yang agak politis? ndak. negara..

apa yang paling ingin Anda kembangkan dari milis lingkungan? bikin acara offline misalnya? selama ini milis lingkungan memang belum pernah bikin acara jumpa darat. and browsing :D tapi internet itu hanya sebagai media atau alat saja bila alat sudah dianggap tidak berguna maka alat itu mesti ditinggalkan trus.. walo tidak banyak. apa Mas msh mengkonsumsi media konvensional/ media massa (koran. Apa kah Mas sudah cukup puas dengan apa yang didapatkan dari internet/ sudahkah cukup apa yang disediakan internet untuk mendukung kebutuhan serta aktivitas Mas? selama masih berkegiatan di internet be rarti masih ada keinginan yang belum terpenuhi hemm..cm pengen tahu aja.. kok buku msh "diandalkan"? :D Apakah internet tidak cukup? Atau mungkin hanya karena kebiasaan? mengapa bus kota dan busway masih tetap dibutuhkan? yah karena masih banyak yang butuh dan belum mampu beli kendaraan sendiri :D 5 djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: . bukan sekedar yang dipandang atau dipersepsi oleh umum nyambung ga sih tanggepanku?:-S sebagian kalo kamu paham dengan diri sendiri maka kamu akan tahu apa yang akan kamu cari/tuju.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: karena itu bukan intinya.. males aja. buku)? masih.ya :) Kalau Mas memiliki waktu dan kesempatan lebih. hehe. film. televisi. karena inti dari sesuatu harus dicari sendiri. ya gpp mas. dan tidak ditentukan oleh pendapat umum dengan kata lain menjadi diri sendiri hm. radio. searching. tapi kalo buku masih tetap sebagai sumber utama selain internet kenapa tuh Mas. tidak ikut-ikut orang laen. never ending learning....iya ya.

kadang masih merasa ga bisa mengendalikan diri :D jadi malu.com/2009/05/15/hidup-saat-ini/ hm. kuat ndak :-) :D kalo listrik mati gimana? kok kalo aku milih buku karena sentimentil juga. coba baca ini http://djuni..LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: hehe..becanda Mas...ya karena (seharusnya) lebih baik dan ramah lingkungan masing2 ada kelebihan n kekurangannya apa tuh Mas menurut Mas.karena artikelnya nulisnya agak mbingungi. kadang aku mulai bertanya2. cara kerja.com/2009/05/12/258/ dan ini http://djuni.. bisa terasa lebih hanyut dan mendalam. sepertinya internet sudah menjadi salah satu bagian keseharian Mas internet itu hanya sekedar alat iya. Sejauh dan selama ini. kesenangan beda2 oke.. atau bahkan hidup Mas? coba baca cerita s aya di blogfam lagi deh..bukan..wordpress.. feel-nya beda.. hehe nggaya :P yah..terakhir mas..banyak sumber jadi satu.... yang jadi kelebihan buku dibanding Internet? coba aja baca di monitor selama 3 jam.. tapi kalo keinginan.tapi kebetulan kok ya alat yang tiap hari dipakai ya Mas :D hehe. karena jawabnya ada disitu sebentar Mas.wordpress.. 6 . bagaimana internet telah mengubah/mempengaruhi cara hidup.. kesadaran tentang esensi alat itu kan ya yang penting kalo cuma ngenet sekali seminggu tapi tanpa kesadaran juga malah ga bermanfaat bagi siapapun kesadaran terhadap esensi kehidupan itu yang penting itu adalah pemahaman terhadap pikiran dan keinginan hal seperti itu yang dilakukan Budha sehinggs dia mengalami pencerahan kalo pikiran.

.com/2009/05/12/menulis-bebas-mengamatipikiran/ ok.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: yah itu namanya masih belajar oke Mas... bye juga djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: 7 . yup makasih Mas.semoga setelah ini kita bisa terus silaturahmi semoga sukses kerjaannya Selamat malam Mas.terima kasih untuk semua :) gimana Mas? coba aja belajar menulis dengan metode menulis bebas seperti yang saya lakukan ini http://djuni.. baik Mas :) semoga apa yang saya baca dapat saya sadari kemudian lakukan.wordpress.

belum selesei ditulis kok dah banyak yang suka? :p yah.jadi nunggu Halo juga Mbak Rani nggak papa kayaknya aku yang kecepatan ya.mas marwan. pukul 15.57 WIB : online.untung aku udah di jalan oke mas...LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Marwan Azis : 30 Mei 2009...siapa kah mas marwan dan aktivitas sekarang apa? 1 .sudah bikin optimis. so......21-16. he he gapapa.. liat ntar dulu lah. terima kasih. :D yah... ngambil tesis tentang penggunaan internet oleh aktivis lingkungan wah bisa nimbah ilmu ni senang juga akhirnya bisa chat ma mas Marwan :) menarik tesisnya iya. bisa jadi buku best seller wahaha.krn aku suka juga kebetulan aku sempet bantu-bantu di sahabat lingkungan walhi jogja tesis itu bisa jadi buku yang pastinya akan banyak yang gemari wuehehe....kenalan dulu aja ya salam kenal balik ya Aku lagi S-2 di ilmu komunikasi Fisipol UGM senang bisa kenal dengan Rani. oke belum jadi udah banyak gemari itu pertanda baik. via Yahoo Messenger :1 ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: Halo mas marwan :) maaf ya.cerita dong.

. barusan dah kubaca di alamat yg mas kasih cerita lengkap tentang diri rupanya :) oke mas.. tapi sempat didiamkan. atau target tertentu..kita masuk aja ke pertanyaan tesisku ya ya. ya biasanya kalo ngeblog ada rutinitas ga? misal beberapa hari sekali bikin tulisan.com oh gitu. aku ulumni jurusan AGRONOMI fakultas pertanian Univ. awalnya aku hanya ingin menjadikan blog sebagai dokumentasi online sejumlah tulisanku yang telah dimuat di media tempat aku bekerja belakangan blog menjadi media bersharing dan kampanye isu lingkungan itu mulai kapan tuh mas? mulai ngeblog sekitar tahun 2005. atau fleksibel mungkin? fleksibel aja.petualanganku. namun nanti sekitar tahun 2006 baru aktif memposting.oke deh. Ini blog pertamaku www. di kampus aku banyak aktif di HMI dan Pers Mahasiswa serta HMJ (HIMAGRO) hehe. nggak pake target-targetan biasanya topik tulisannya apa aja atau dapat ide dari mana aja? 2 wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: . oke bagaimana awalnya Mas mengenal internet (sejak kapan.wordpress. Haluoleo Kendari Sulawesi Tenggara.com/about-me/..multiply.mungkin latar belakang pendidikan. terutama yang berkaitan dengan lingkungan liat aja http://marwanazis. diajari/belajar sendiri.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: kan udah baca kan sedikit banyak profilku di blogku jadi mau perkenalkan apalagi ni?? yah.. motivasi atau tujuan awal menggunakannya) aku mengenal dunia internet sejak kuliah. mungkin sekitar tahun 1999 lebih banyak belajar otodidak kalau bisa blog..terus gimana ceritanya kok bisa "nyemplung" di aktivitasnya sekarang.

.blogspot.marwanazis. trus. biasanya satu tulisan di-share ke banyak blog sekalian atau khusus (satu tulisan ya untuk satu blog)? itu sangat tergantung ama sang blogger.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: content tulisannya lebih banyak menyangkut isu lingkungan hidup (www..wordpress. nah mas..blogspot. ohya. bagaimana kebiasaan Mas mengakses internet? (berapa jam sehari.com (blog berita lingkungan) dan www. ada content jalan-jalan (baru dibuat) sepulang dari Papua (tugas riset LP3ES) karena teman-teman di sana minta aku buat blog tentang papua trus? selain itu ada juga blog personal www..mengenai akses internet. ada juga yang sharing sejumlah tulisan di banyak blog. aku perhatikan kan blog Mas banyak tuh. tapi ada beberapa postingku yang tidak ditampilkan di publik oke. aku dah sempat tengok juga yang blog personal? ada maksud khusus? blog yang bercerita tentang aktivitasku.greenpressnetwork. wah.greenpressnetwork..wordpress.greenpressnetwork..ya. aku kan jurnalis yang suka melakukan perjalanan di berbagai tempat. beda blog2 itu apa sih? ada blog yang content lingkungan.. kesukaan orang kan beda2.banyak banget malah buat aku yang cuma punya 1 blog :D nah. selain itu ada juga content agribisnis atau pertanian serta travelling (cerita jalan-jalan). repot ga ngelola banyak blog gitu? ya juga tapi dibawa senang aja. untuk keperluan apa saja) wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: 3 ..com blog personal ditujukan utk apa mas? kalau blog www. nah ini banyak dilakukan oleh teman-teman aktivis lingkungan yang memanfaatkan blog sebagai salah satu piranti media kampanye lingkungan oke. idenya. ada yang memilih blog tertentu dengan content yang spesifik. nah kalau ada yang menarik baru ditulis dan terakhir di-sharing ke blog oke. bagiku ngeblog itu udah semacam hobby dan mungkin udah menjadi candu. akses dari mana saja.com)..com (organisasi Greenpress) itu kami kelola bersama-sama teman-teman jurnalis yang bergabung dalam Greenpress.. ohya. he he he hehe.

secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga.. cara kerja. Yang repot kalau keluar daerah.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: kalau di Jakarta akses internet tidak terlalu susah. ngenet tiap hari ga mas? Nggak juga. teman-teman. karena hampir semua tempat ada fasilitas hospot. alternatifnya ke warnet. aktivitas bisnis. fasilitas internet seperti blog dan Facebook banyak juga aku pakai untuk berinteraksi dengan keluarga terutama adiku Anas yang saat ini masih studi di Al Azhar Kairo Mesir.beritalingkungan. “berpisah” dari internet? :D Bagiku internet mempermudah berbagai kerjaan saya.. semoga sukses ya.. cara kerja..aku sempet baca dimana gitu..bener bgt.. atau bahkan hidup Mas selama ini? Kalau menurut aku. Banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan menggunakan fasilitas internet. di Kantor juga ada wire less. Makasih atas doanya menurut mas. atau bahkan hidup Mas selama ini? tapi ke depan mungkin akan lebih banyak menggunakan internet karena saat ini aku bersama sejumlah teman-teman disini lagi garap situs berita www. keberadaan blog dan situs jaringan sos ial lainnya mempermudah mereka untuk menyebarkan pesan-pesan mereka ke publik yup. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah/mempengaruhi cara hidup.com (belum di-publish). Kalo buat Mas sendiri.. Kalau di rumah aku pake modem usb.lengkap banget :D Bagi penggiat lingkungan. perkawanan dan sejumlah fasilitas lainnya. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah/mempengaruhi cara hidup. 4 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: . sehingga memudahkan kita untuk melakukan riset. apa makna atau arti penting internet. masih dalam tahap pembangunan ohya. Selain itu dengan makin banyak banyak orang bergiat di dunia blog akan semakin memperkaya sharing informasi dengan content berbagai jenis. wah sip. karena kadang ada kegiatan atau liputan keluar daerah berarti pekerjaan Mas tidak menuntut untuk ngenet tiap hari ya? ya menurut mas. Yang tak kalah pentingnya membuat ada banyak peningkatan penge tahuan yang diperoleh via internet terutama blog. internet telah menjadi media yang mampu menghubungkan begitu banyak manusia dari berbagai penjuru dunia tanpa harus ketemu darat (jaringan situs sos ial seperti Facebook dan blog). Internet juga sangat be rguna untuk riset awal sebelum melakukan peliputan dan setelah ada internet urusan kantor sebenarnya bisa diselesaikan di rumah misalnya setelah liputan tak perlu masuk kantor tapi naskah dan foto liputan cukup dikirim via email.

.. Sore ini aku mau main ke arena Pekan Lingkungan Hidup 2009 di JCC. mo kukirim sekarang aja? pake attachment makasih udah kuterima aku juga punya tulisan tentang blog sila mo dikirim Mas? aku sedang cari di folder laptopku 5 wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: . kita sambung kapan-kapan lagi. aku juga kok. Rani udah bisa mendapatkan banyak informasi yang akan membantu risetmu. kapan bisa ngobrol lagi.... Tapi tatap muka secara langsung masih tetap diperlukan. menurut mas.. oke. tapi kalo nyante.ini lagi sibuk ga? aku masih punya sekitar 10 pertanyaan lagi. emang komplit gitu ya.aku harus terbang dulu dong :D he he he dah mo pergi ya Mas? kalo ya berarti kita janjian aja. bentar lagi setelah shalat azhar oke aku longgar kapan aja setelah jam 2 Oh ya boleh aku baca latar dan metodelogi tesisnya Rani nggak? kalau boleh dikirim via email ya? boleh. so.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: ranm_d: ranm_d: Bahkan sejumlah tawaran pekerjaan berdatangan setelah aktif di dunia blog. Om Google 24 jam siap membantu. tatap muka langsung ataupun lewat media lain? "Lebih murah. Rani nggak perlu rep kesana kemari untuk mencari narasumber tapi ot cukup browsing internet atau tanya ama Om Google (he he he)... dan aktivitas wawancara dengan narasumber riset bisa dilakukan via internet seperti yang kita lalukan sekarang. Seperti yang Rani lakukan saat ini (riset) kan. apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan komunikasi lewat telepon.mo cabut jam berapa? Rani mau ikutan nggak? wah. sip! sepakat. wah. efisien dan efektif" dibandingkan dengan menggunakan fasilitas komunikasi lainnya. Kalo emang sibuk. ohya mas..

..tulisan itu aku buat tahun 2008.aku pembaca pertama dong hehehe :D Ya oke mas..Itu kapan ditulis nya Mas? Ya.senang bisa ngobrol :) sama-sama 6 ..LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ok entar aku kirim oke tak apa..silakan kalau mau ke pekan lingkungan. Insya Allah oke. makasih ya Mas.dah bisa dibuka.. sip. lwt YM atau e-mail? e-mail juga belum tuh YM aku coba lgi ya ok udah terkirim ok. besok sore kita bisa ngobr ol lg? Ya... besok bisa ngobrol lagi ga mas? aku kirim pake attachment oke udah terima belum? blm.. belum di-publish karena buru-buru ke Papua wah.

masalah masuk ke wordpress? bukan.com ya? dan www.blogspot.kan ga ada yang mbayarin lah ya kasarnya.sebenernya ada berapa blog sih yang rutin mas "pelihara"? yang sering aku input yaitu www.. petualanganku. pukul 20. tapi baru buka depan.greenpressnetwork.greenpressnetwork.com.10 WIB : online. kan nggak semua aktivitas nggak harus dinilai dengan materi.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Marwan Azis : 31 Mei 2009.11-22..com dan greencare.. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: malam Mas :) Halo sori agak lambat ya ohya mas. Kalau blog GP di blogspot itu difokuskan pada news blog lingkungan hidup ohh. emang belum sempet masuk-masuk aja :P Mas. belum masuk-masuk mungkin koneksi internetmu lagi kurang lancar kali?? oh. oke apa yang di wordperss lebih ke internal? Ya Rani udah liat blog GP di wordpress ya? ya.bedanya greenpress yang di wordpress sama blogspot apa Mas? kalau GP wordpress itu spesifik organisasi GREENPRESS serta artikel yang terkait dengan jurnalis lingkungan (panduan).com .blogspot.com eh.wordpress....wordpress. apa yang memotivasi atau mendorongmu untuk terus mempertahankan blog2 tersebut sih? oh yah. marwanazis. Begitupun dalam kegiatan lingkungan hidup maupun ngeblog 1 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: .multiply.

so.paling setengah jam lagi :D Rani tinggal ama Ortu di Yogya? yup selain studi? aktivitas lainnya apa? kerja atau?? tadinya sempat asisten di jurusan almamaterku tapi off buat nyelesein tesis relawan di sahabat lingkungan walhi jogja.. 2 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: . Rani sekarang main internet di rumah atau di warnet?? di warnet kalau malam biasa sampai jam berapa? hehe.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: apalagi kalau blog yang kita kelola banyak pengunjungnya. ok.. blog juga sangat bermanfaat dalam mendukung berbagai publikasi aktivitas organisasi. paling kesulitannya adalah soal waktu kalau lagi banyak kerjaan di kantor. dan salah satu piranti media yang kami gunakan adalah blog hm. pengalaman menarik? dalam hal apa? selama "melihara" blog2 itu mas? siip Di sini lumayan bagus koneksi internetnya oke. tp juga lagi off beberapa bulan ini oh ternyata anak walhi juga. apa kesulitan yang diala mi selama ini? Adakah pengalaman menarik? apa ya kesulitannya?? kayaknya selama ini lancar-lancar aja. jadi kadang beberapa hari tidak posting..salah satu keuntungan dr perkembangan teknologi ya :) yup Dalam mengelola blog-blog itu. Misi Greenpress salah satunya adalah me mbantu penyebaran informasi lingkungan ke publik... sayangkan kalau ditinggalin berarti lebih buat kepuasan pribadi ya? Pribadi ya.

wordpress.greenpressnetwork.mas sempet confirm ke mereka ga? setelahnya? 3 ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: . Syukur ada kawan yang memperbaiki sehingga data-nya bisa diselamatkan dan eksis kembali.com/2007/12/06/click-of-the-week-29-marwan-azis/ resensi tersebut dibuat mereka buat secara sembunyi-sembunyi tanpa ada konfirmasi sebelumnya ke aku wew...com oh gitu..... blog Greenpress www.aku lanjut ya mas. wow.. kenapa tuh kok diserang? iseng bgt Ya hackernya dari Turki lagi.com perhatian gimana? mereka membuat resensi tentang aktivitasku di sejumlah blog http://marwanazis.greenpressnetwork. http://maverickid.com setelah diubah dengan menggunakan domain com (www.. karena halaman blog te rsebut penuh warna merah berbendera turki makanya aku nggak mau lagi lanjutan domain dotcom.tadi gimana.. Jadi kembali ke semula blogspot.com) pernah diserang oleh salah satu hacker luar negeri.com/click-of-the-week-29-marwan-azis/ ohya.trus.aku sempet nemu juga.blogspot.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: kenapa? aku juga sempat jadi anggota Individu WALHI waktu di kendari? yup oke.ada pengalaman menarik selama blogging buat isu lingkungan? apa ya?? pikir-pikir dulu oke ya? pengalaman dukanya ya. supraisnya: aktivitas di sejumlah blog lingkungan ternyata mendapatkan perhatian dari salah satu situs http://maverickid.

seneng dong ya kecuali orang-orang tertentu yang bergiat di aktivitas yang spesifik Yup pastinya. trus? Kami sempat dikabari via email agar menghadap panitia untuk mengambil kartu pers peliputan seperti hal dengan teman-2 jurnalis lainnya. trus? Saat kami mendaftarkan diri sebagai peliput konferensi UNFCCC. justru kami dihujani dengan beberapa pertanyaan seperti apakah Greenpress memiliki hubungan dengan Greenpeace?? ahaha :)) terus kami dimintai lagi persyaratan tambahan contoh artikel (berita) yang pernah kami tulis. ya? Cerita lainnya. wah. tiba-tiba pihak panitia membatalkan peliputan kami tanpa alasan yang jelas.. awalnya kami diterima oleh pihak PBB yang dikonfirmasi via email bahwa status kami udah oke dan memenuhi persyaratan. mereka kembali menilai tulisan kami.com sangat selektif dalam merensi sebuah blog atau situs. latin dan perkumpulan skala) membuat media centre Greenpress di arena UNFCCC di Bali. dimana saat itu Greenpress bersama sejumlah lembaga lingkungan (kemitraan. katanya tulisannya propokatif. Itu juga suprais bagi aku karena resensi tersebut dibuat bertepatan dengan pelaksanaan konferensi perubahan iklim di Bali wow.next. si penulisnya minta maaf. pengelola http://maverickid. Padahal itu tidak ada persyaratan peliputan UNFCCC Saat kami memberikan contoh tulisan.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: Ya. oke. Lucunya di tempat yang sama media komunitas yang yang diterbitkan perusahaan tambang dan sawit begitu mudah mereka memperoleh kartu peliputan 4 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: . namanya Mbah Hanny hmm. eh.... ya mas mo cerita atau gimana? yaitu pada saat konferensi perubahan iklim. Waktu itu kami masih di Jakarta.blessing in disguise ya :D dan menurut sejumlah teman-teman. Tapi pada saat ketemu Panitia. bukan kami diberikan kartu peliputan. Tapi pas hari H waktu kami udah tiba di Bali.

oh ya tambahkan dikit ya soal UNFCCC... kayaknya aku dah ga bisa lama2 oke..nanti beritanya aku kirim via email kalo hari kerja mas bisa chat jam berapa? kalau kerja kayaknya agak susah chating. hmm.pasti gitu instruksi dr para atasannya Kapal Greenpeace juga sempat ditolak berlabuh di Bali yup.. jadi meskipun kami ditolak tak mendapat kartu peliputan dari PBB. Tapi dari apa yang kami alami bagaimana pihak Panitia memperlakukan jurnalis yang care lingkungan sangat jauh dari harapan kami.hehe. gimana kalau besok malam aja dilanjutin lagi.lucu juga. aku cari dulu ya ohya mas. hehe.. Tapi dibalik itu kami justru bangga dan makin semangat.. trus mas. Hanya karena nama Greenpress memiliki kemiripan dengan Greenpeace...... menurut mas. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan belum? Akhirnya berkesimpulan betapa kuat pemilik modal (baca kapital) terhadap perhelatan besar lingkungan hidup.. ntar kalo ada yg perlu aku konfirm baru kita chat lagi. heard that. beritanya tentang perlakuan PBB terhadap jurnalis nanti saya kirim oke. mestinya diarahkan bagaimana membangun komitmen terhadap pelestarian lingkungan.ngumpul juga di situ akhirnya :D 5 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: .. Oke. Terus lembaga yang diklaim sebagai lembaga demokratis tak selamanya berlaku demokratis.. karena lembaga yang sebesar PBB terntaya takut ama Green Press yang baru didirikan pada tahun 2004.. ckckck.. tapi aktivitas Media Centre Greenpress tetap jalan di kampung CSF (Markas NGO) untuk liputan di arena konferen kami menggunakan link teman-teman si lainnya yup. he he he. ya lah.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: wawan_ep: sheesh. iya lah. kalo aku kirim daftar pertanyaan aja gimana Mas? bisa dikerjain kalo luang.

senang dengar banyak cerita.lagi seru nih padahal. ya udah....gimana ya mas. soalnya aku juga dikejar tenggat :P oke kucoba kirim sekarang ya..com wah. ohya..... responnya pasti lumayan rame tuh Ya.jadi semangat :) Ya. sama-sama met malam. Kami banyak memback up kampanye teman-teman NGO dalam isu keadilan iklim di Bali Lucunya lagi belakangan aku bersama sejumlah teman-teman diminta ama KLH untuk menyusun laporan hasil UNFCCC buat dilaporkan MENLH ke Presiden SBY. ehm.bukan pilihan ganda :D oke sekali lagi.. Malam udah mulai agak larut Hati-hati di jalan ya.aku harus pulang mas.terima kasih. ntar kalo ada yg perlu aku konfirm baru kita chat lagi. bisa juga. :D lucu bgt tuh kacian deh lu KLH Ya.. jurnalis sekaligus blogger di arena UNFCCC. kalo aku kirim daftar pertanyaan aja gimana Mas? bisa dikerjain kalo luang. Jadi mungkin kami tim peliput menggunakan dua label... mereka kecolo ngan dalam dokumentasi aktivitas UNFCCC..blogspot.greenpressnetwork..LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: dan salah satu media yang kami pake untuk menyebari informasi UNFCCC adalah media blog www. Insya Allah aku bantu esai kok. tapi jadinya kayak ulangan kuliah he he he kayak tugas kuliah maksudku.. :) Wassalam wa'alaikum salam 6 ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: . he he he yah..gimana. maaf. Orang KLH belakangan minta maaf ama aku soal terhambatnya temanteman Greenpress dalam peliputan UNFCCC. oke..

Menurut Anda. yakni berkaitan dengan aktivitas Greenpress selama pertemuan UNFCCC di Bali. situs jaringan sosial. selain itu saya juga lampir berita cerita Greenpress di Bali. kali bersih hingga munculnya kesadaran warga yang menuntut hak atas lingkungan yang baik (advokasi) yang menolak aktivitas pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit dan tambang. informan mengirimkan sejumlah artikel yang dijanjikannya pada wawancara terakhir. Di kelompok swasta juga mulai gencar gerakan Go Green sebagai bagian dari tanggungjawab perusahaan di bidang pelestarian lingkungan hidup. sembilan hari setelah daftar pertanyaan diberikan. sory agak terlambat ni menjawab puluhan pertanyaanmu karena minggu ini aku agak sibuk dengan kerjaan di LP3ES dan pembangunan situs berita lingkungan. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Dear Rani Halo Rani. Selain menjawab pertanyaan yang diberikan peneliti. fasilitas internet baik blog dan situs sosial lainnya mempermudah terjadinya sharing informasi dan konsolidasi berbagai gerakan lingkungan serta menggalang donasi lingkungan via internet. Selain itu. perubahan dan lain sebagainya. Dikirim 8 Juni 2009. 2. 1 . Kesadaran ini tidak terlepas dari gencarnya pemberitaan media tentang isu lin gkungan hidup dengan berbagai dinamikanya. dan media online ini sangat membantu gerakan para aktivis lingkungan dalam menyebarkan berbagai pesan. Semoga proses pembuatan tesisnya berjalan lancar ya. beberapa tahun belakangan ini.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A Jawaban dari Marwan Azis. Tapi Alhamdulillah akhirnya selesai juga. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? Kalau menurutku. baik itu berupa bencana alam. kampanye lingkungan kemasyarakat global tanpa harus bergantung lagi pada media manual seperti koran dan majalah. "Yakin Usaha Sampai" Wassalam Marwan 1. kesadaran terhadap lingkungan mulai tumbuh dan berkembang terutama pasca Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah konferensi perubahan iklim Desember 2007 lalu di Bali. Kesadaran masyarakat ini dilihat dari mulai berkembangnya kelompok -kelompok masyarakat peduli lingkungan yang konsen di isu tertentu misalnya pengelolaan daur ulang sampah.(bahan pertanyaan dan jawaban terlampir). Apakah menurut Anda. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? Dengan berkembangnya fasilitas multimedia seperti Internet beberapa tahun belakangan ini seperti blog.

saat ini masyarakat Indonesia sudah banyak yang memanfaatk an blog dan situs pertemanan sosial lainnya dalam berbagai aktivita s keseharian. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? Sah-sah aja orang berpandangan bahwa Gaya hidup”hijau” hanyalah trend sesaat. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia. artis. 5. Wong Kito Palembang. Angin Mammiri Makassar. Karena gaya hidup hijau atau yang bisa kita kenal back to nature itu tidak muncul begitu saja. Komunitas Blog Yogyakarta dan lain-lain. apalagi belakangan ini makin banyak hospot gratis di berbagai kota di Indonesia dan harga akses internet makin murah dan kita patut bersyukur karena pemerintah Indonesia dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informasi RI sangat mendukung muncul komunitas blogger di Indonesia. Berbagai komunitas blog di daerah bermunculan seperti komunitas blog bundaran HI Jakarta. Mereka merupakan stakeholder yang potensial dan strategis bagi gerakan pelestarian lingkungan di Indonesia.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A 3. Tinggal bagaimana gerakan lingkungan bisa masuk ke komunitas blogger Indonesia. artinya apa. Mungkin ke depan perlu ada partai yang konsen memperjuangkan lingkungan semacam Green Party (Partai Hijau) agar isu lingkungan tidak lagi dimarjinal dalam setiap pengambilan kebijakan. tapi muncul dari kesadaran publik akan tuntutan lingkungan hidup yang baik dan sudah menjadi kebutuhan bersama bagi warga bumi untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan sehingga tentu kedepan akan makin banyak orang beralih ke trend hijau karena selain ekonomis juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Dan saya yakin ke depan akan makin banyak orang yang memanfaatkan teknologi informasi internet. Jutaan individu masyarakat baik itu kalangan pelajar. karena berdasarkan informasi yang saya peroleh saat pesta blogger 2008 lalu ternyata Indonesia merupakan negara pengguna blog terbesar di dunia. 4. mahasiswa. Namun menurutku gaya hidup hijau itu bukanlah trend sesaat. Kalau pandangan Mas tentang gerakan lingkungan saat ini? Sudah banyak kemajuan seiring dengan berkembangan fasilitas multimedia dan internet. 2 . bisnismen hingga politisi belakangan ini mulai tertarik dengan situs pertemanan sosial seperti Facebook. kampanye lingkungan lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? Saya kurang sependapat dengan pandangan tersebut. yang menjadi pekerjaan berat bagi penggiat lingkungan adalah bagaimana gerakan lingkungan bisa ke masuk ke ranah politik agar isu lingkungan menjadi prioritas utama dalam berbagai pengambil kebijakan politik. Ini merupakan perkembangan yang menggembirakan bagi kemajuan Indonesia dan gerakan penyadaran lingkungan.

berkolaborasi dengan salah satu gerakan atau organisasi lingkungan. Apakah menurut Anda kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya. perubahaniklim@yahoogroups. Bila Anda memiliki waktu dan kesempatan lebih. selain aktif membantu penyebaran informasi lingkungan ke publik baik itu lewat media masing-masing tempat kami bekerja maupun via blog dan situs. voting dalam petisi online.com. berlangganan milis bertema lingkungan. mediacare@yahoogroups.com. Kegiatan lainnya adalah menyelenggarakan berbagai kegiatan lingkungan seperti pelatihan jurnalis lingkungan. Selain memiliki sebuah blog dengan isu lingkungan. 8. orang yang gembargembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) Itu kembali kepada personal masing-masing orang. 7. saya juga aktif terlibat mendukung gerakan petisi lingkungan seperti lumpur lapindo. dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk menyelamatkan lingkungan? Manfaatkanlah internet untuk berbagai informasi apa saja tentang lingkungan mulai dari tips sederhana bagaimana berperilaku ramah lingkungan hingga bagaimana publik agar bisa memperjuangkan haknya terhadap lingkungan hidup yang baik. Selain itu. gabung dalam komunitas volunteer via internet/milis) Tolong ceritakan. lingkungan@yahoogroups. saya udah bergabung dan juga mengelola komunitas mailinglist lingkungan dan jurnalis seperti walhinews@yahooogroups. apakah Anda juga memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? (Misalnya. kebanyakan teman-teman blogger yang selama in i sharing informasi via blog itu diinspirasi dari aktivitas keseharian mereka apakah itu sifatnya personal maupun dinamika komunitas mereka beraktivitas.com. Namun kalau menurut pengamatan saya.com. 9. apa yang paling ingin Anda kembangkan dari Greenpress? (Misalnya. membuat event bersama dengan 3 . donasi lewat e-banking. Dan dorong orang-orang terdekat Anda untuk Ngeblog dan mau bercerita seputar aktivitas keseharian mereka dalam melestarikan lingkungan hidup via blog karena membantu penyebaran informasi lingkungan itu merupakan bagian dari salah satu upaya untuk mengurangi dampak perubahan iklim.com.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A 6. Menurut Anda. supportergreenpress@yahoogroups. tampil di media massa konvensional. wartawanlingkungan@yahoogroups. membuat event bersama).com. com. Jauh sebelum dunia blog berkembang di Indonesia .com dan beberapa milis lainnya. gerakan tolak pembangunan PLTN di Indonesia dan terakhir ikut mendukung surat petisi gerakan penyelamatan hutan Indonesia yang digalang Greenpeace Asia Tenggara yang ditujukan pada Presiden SBY. ajisaja@yahoogroups. Jadi tentu aktivitas online tidak terlepas dari aktivitas offline yang dilakoni seorang blogger karena kebanyakan tulisan atau cerita yang dimuat di blog dan situs sosial lainnya itu diinspirasi dari aktivitas keseharian seorang blogger yang kemudian disharing ke public via blog. greenpress@yahoogroups. Greenpress sebagai komunitas jurnalis lingkungan di Indonesia.

Apakah anda masih mengkonsumsi media konvensional/ media massa (koran. film dan buku. bagaimana cara terbaik memanfaatkan internet untuk menyelamatkan lingkungan? (dengan berkampanye. televisi. buku)? Tolong ceritakan. lagian kan tidak selamanya kita mengakses internet karena mata kita juga memiliki keterbatasan dalam berhadapan monitor laptop atau pc. radio. Content informasi baiknya menampilk an bahasa yang dimengerti publik serta memadukan antara naskah. kami juga banyak dikirimi buku dan majalah dari beberapa organisasi lingkungan dan penerbitan lainnya.worldpress. 4 . Menurut Anda. 10. 12. radio. Ya. memperkuat gerakan lingkungan.com) dan kami juga berapa kali menjadi narasumber di sejumlah Radio seperti Green Radio Jakarta dan Radio Swara Alam Kendari. televisi. selama ini juga saya juga mengkonsumsi media konvesional seperti koran. foto (gambar) dan film dokumenter lingkungan seperti yang selama ini dilakukan oleh sejumlah organisasi lingkungan seperti Greenpeace yang sudah teruji efektif melakukan kampanye lingkungan di berbagai belahan bumi. (detailnya silakan akses di www. Selain membeli sendiri. Apakah anda sudah cukup puas dengan apa yang anda dapatkan dari internet/ sudahkah cukup apa yang disediakan internet untuk mendukung kebutuhan serta aktivitas anda? Terutama terkait dengan aktivitas untuk lingkungan. Ya. Kenapa Anda masih mengkonsumsi media -media tersebut? Apakah internet tidak cukup? Atau mungkin hanya karena kebiasaan? Karena udah kebiasaan. 11.greenpressnetwork. atau menyebarkan informasi lingkungan?) Cara efektif adalah bagaimana kita memanfaatkan blog dan situs jaringan sosial lainnya untuk berbagai informasi lingkungan mulai tips ramah lingkungan hingga gerakan advokasi lingkungan.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A organisasi pencinta lingkungan lainnya dalam berbagai moment hari-hari besar lingkungan serta terlibat dalam berbagai kolaborasi gerakan advokasi lingkungan. Greenpress juga memiliki Radio Komunitas yang saat ini dikelola teman-2 GP di Kendari (Radio Green News). 13. Saat ini kami tengah membangun situs beritalingkungan. film.

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

[Artikel-artikel] http://csoforum.net/Artikel/Hanya-Karena-Nama-Green-Press-Tak-Dapat-Akreditasi.html 2007, Des 7 Hanya Karena Nama, Green Press Tak Dapat Akreditasi By Hendro Prasetyo, on 04-12-2007 16:15 Nusa Dua, CSOForum-Di era keterbukaan sekarang pers masih saja dihalang-halangi pemberitaannya. Pelakunya tak tanggung-tanggung, panitia United Nations Framework Climate Change Convention (UNFCCC). Contoh paling anyar yaitu ditolaknya akses Green Press meliput acara UNFCCC di Bali. “Green”, nama yang selalu diasosiasikan dengan Greenpeace, membuat Green Press tak memperoleh akses masuk ke sidang COP 13 Bali. Tak ayal, hal ini mengecewakan beberapa jurnalis Green Press. Padahal, sebagai pengusung demokrasi, PBB secara sepihak telah menolak akses Green Press dengan alasan tidak jelas. Inilah yang membuat jurnalis Green Press tak habis pikir. Sebuah lembaga ternama dunia ternyata melakukan hal tidak demokratis itu. Marwan Azis, jurnalis Green Press menuturkan bahwa sedari awal mereka telah melakukan registrasi via email kepada panitia. Hasilnya, mereka dijanjikan akan diberikan kartu identitas. Mereka diberitahu untuk mengambil kartunya di Nusa Dua Bali. Namun, apa lacur? Kartu yang dijanjikan belum dibuat. Malahan mereka seperti diinterogasi dengan dicecar pertanyaan yang sama; Apakah ada hubungan dengan Greenpeace? Tanpa tedeng aling-aling, panitia justru meminta contoh tulisan. Alhasil, mereka ditolak aksesnya sebab tulisannya dianggap provokatif. “Padahal, di syarat pendaftaran tidak ada pengecekan tulisan”, keluh Marwan. Lebih aneh lagi, ketika beberapa media yang berurusan dengan soal interior tiba-tiba diterima akreditasinya. Ini adalah secuil indikasi sterilisasi area UNFCCC dari panitia yang kebablasan. Baik kendaraan, orang hingga media dihalang-halangi kehadirannya. Apakah ini menjadi tanda UNFCCC steril dari beragam pandangan? Hingga akhirnya hanya mementingkan pandangan pemilik modal dan birokrat korup. Sumber: situs www.csoforum.net

………..

5

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

http://www.vhrmedia.com/vhr-news/berita,Etika-Media -ala-UNFCCC-1078.html "Etika Media" ala UNFCCC 7 Desember 2007 - 14:21 WIB Yerry Nikholas Borang VHRmedia.com, Chicago - Tindakan sekretariat media Perserikatan Bangsa-Bangsa membagikan daftar jurnalis terakreditasi kepada pihak lain dinilai tidak etis dan hanya untuk memperoleh liputan media yang diinginkan. Tindakan itu dikecam sejumlah kalangan karena dinilai tidak beretika. Sebab, email para jurnalis tersebut segera dibanjiri rilis dari berbagai lembaga. "Ini hari yang menyedihkan bagi PBB. Mereka sengaja menghindari pendapat yang berbeda dan memakai sejumlah taktik untuk memperoleh tujuan," kata James M Taylor, staf kebijakan lingkungan pada The Heartland Institute di Amerika Serikat sebagaimana dikutip heartland.org Kamis (6/12) . Sebelumnya para jurnalis yang ingin meliput Konferensi Perubahan Iklim PBB di Bali diharuskan mendapatkan akreditasi dengan mendaftar di sekretariat media PBB di Bonn, Jerman. Masalah akreditasi ini banyak diprotes sejumlah media. Para jurnalis yang bergabung dalam Green Press menyatakan PBB secara sepihak telah menolak akses mereka dengan alasan tidak jelas. Marwan Azis, jurnalis Green Press, mengatakan sedari awal mereka telah melakukan registrasi via email kepada panitia. Hasilnya, mereka dijanjikan akan diberi kartu identitas yang bisa diambil di Nusa Dua, Bali. Ternyata kartu itu urung dibuat. Mereka malah diinterogasi dengan dicecar pertanyaan mengenai hal-hal yang tidak relevan dan dituduh sering menulis hal yang provokatif. Gugatan juga ditujukan terhadap Panel Antar-Pemerintah mengenai Perubahan Iklim yang digagas PBB (UN Intergovernmental Panel on Climate Change, IPCC). Professor David Henderson dalam tulisannya di Wall Street Journal Kamis (11/10) mempertanyakan keterbukaan dan proses politik dalam forum itu. IPCC yang didirikan tahun 1988 berisikan pejabat pemerintahan dan sejumlah ilmuwan. Sepanjang berdirinya IPCC telah menghasilkan laporan penilaian penting yang dijadikan dasar bagi pengambilan kebijakan mengenai lingkungan hidup negara-negara di dunia. Laporan ini menjangkau isu-isu ekonomi, sains, dan aspek teknis. Laporan terakhir AR4 sebanyak 3.000 halaman dan berisi penelitian 2.000 ilmuwan di seluruh dunia akan selesai akhir Desember ini. Menurut Henderson, dosen Westminster Business School London, keikutsertaan ilmuwan di IPCC membuat forum ini memperoleh kepercayaan besar. Dalam kenyataannya kelompok ilmuwan hanyalah partisipan terpisah dari pusat pengambilan keputusan di dalam IPCC. (E5)

6

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

Pekerjaan Baru di Malam Pergantian Tahun 2008 2:20 AM / Posted by Marwan /

Ketgam: Buku SLHI dipamerkan oleh Presiden SBY saat peringatan hari lingkungan hidup di Istana Negara 5 Juni 2007, foto: DOK KLH

Sehari sebelum pergantian malam tahun baru 2007 ke 2008 (30/12/07), saya sempat diajak ama teman-teman Environment Parliament Watch (EPW) Jakarta untuk main ke Bandung untuk refresing karena selama ini kami terlalu banyak disibutkan oleh berbagai kegiatan di organisasi dan kantor yang membuat pening kepala, jadi ada baiknya main ke daerah Bandung yang terkenal dengan sebutan Paris Van Java serta ke daerah Lembang yang terkenal sebagai daerah agrowisata di Jawa Barat.

Kami sudah sepakat berangkat setelah magrib menunggu saya pulang dari kantor LP3ES. Saat tengah menyiapkan diri dengan berbagai perlengkapan yang akan saya bawa ke Bandung.Tiba -tiba HP saya berdering ternyata dari IGG Maha Adi, kawan saya seaktifitas di Green Press Jakarta yang saat ini bekerja sebagai jurnalis di Majalah Tempo. ”Wan saya minta bantuan nie, karena hanya kamu yang bisa bantu saya,”kata Adi. ”Bantuain apa Bang,”tanya saya. ”Gini Wan saya diminta oleh Henri Bastaman (Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup) ngerjain buku Bunga Rampai pertemuan Konferensi Perubahan Iklim (UNFCCC) Bali. Saya udah rekomendasikan namamu sebagai tim yang akan ngerjain buku itu,”kata Adi. ”Gimana ya Bang, sekarang saya lagi siap-siap nie menuju Bandung,”kata saya. ”Tunda aja dulu Wan, bantuin saya, sekarang saya masih di Bali, gila nie saya diminta menyelesaikan buku itu tanggal 2 Januari 2008.”Jadi tolong bantuin. Sekarang saya masih di Bali, besok tolong kamu wawancarai ibu Nelly ya.”pinta Adi. Akhirnya saya ngambil keputusan tidak ikut Bandung, demi membantuin Adi. Malam itu saya diarahkan Adi agar besok mewancarai Ibu Nelly, (Ketua Tim Delegasi RI dalam UNFCCC) seputar kronologis mulai dari penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggarakan konferensi 7

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

perubahan iklim, proses atau dinamika sidang Konferensi Perubahan Iklim di Bali hingga hasil yang dicapai. Alasan saya tidak ikut ke Bandung selain karena alasan bantuin Adi ngerjain buku, malam itu juga kondisi badanku lagi kurang sehat (masuk angin). Syukur teman-teman EPW (Dudy, Ardi, Rudi dan Yusro) memaklumi keputusan saya untuk tidak ikut ke Bandung.”Nggak pa pa bang,”kata Dudy saat saya bilang nggak bisa ikut ke Bandung. Ini merupakan kesempatan kedua kalinya saya dilibatkan dalam pengerjaan buku lingkungan hidup yang terbitkan Kementeri Lingkungan Hidup (KLH), sebelumnya saya juga sebagai tim editor Buku SLHI (Status Lingkungan Hidup Indonesia) 2006 yang terbitkan pada pertengahan 2007. Malam itu saya langsung kontak staf Ibu Nelly namaya Mbak Upik untuk dibuatkan jadwal ketemuan dengan ibu Nelly, Setelah itu, saya berupaya kontak Ibu Nelly, akhirnya ibu Nelly bersedia meyediakan waktunya besok hari jam 9.00 WIB untuk di wawancarai. Esok harinya saya langsung meluncur ke rumah ibu Nelly di Daerah Bintaro Sektor 3 Jakarta Selatan. Alhmadullillah sebagian informasi seputar UNFCCC saya bisa peroleh dari penjelasan ibu Nelly. Usai wawancarai ibu Nelly saya langsung menuju hotel Mahakam di Blok M untuk ketemu pak Henri Bastaman guna membahas pembuatan buku itu. Dari penjelasan pak Henri ternyata KLH merancang empat buku yang akan terbitkan terkait dengan Kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) yang diselenggarakan pada tanggal 3-15 Desember 2007 lalu. Buku itu akan dibagi empat judul yaitu 1) Report kronologis berdasarkan kegiatan berlangsung baik sisi penyelenggaraan maupun subtansi isi, 2) Rekaman dari para pelaku (Presiden COP 13, Presiden RI, Sekretaris UNFCCC, DELRI (Dele gasi RI)), 3) Buku Bunga Rampai Konferensi Perubahan Iklim yang akan berisi macam catatan kejadian dala m konferensi Perubahan Iklim di Bali seperti Emil Salim diteriaki Komprador saat berkunjung ke Kampung CSO (NGO), Yvo De Boer tiba-tiba menangis di arena konferensi dan lain-lain, dan terakhir (4) Buku yang bercerita tentang hasil kesepakatan yang tercapai di UNFCCC Bali terhadap negara berkembang dan negara maju. Bagi kami ini adalah pekerjaan besar, yang membutuhkan tenaga, pikiran dan waktu. Nah buku yang pertama yaitu Buku Report UNFCCC itu menurut pak Hendi, dealine harus selesai tanggal 2 Februari, karena pak Menteri Lingkungan Hidup (Rachmat Witoelar) akan menghadap Presiden SBY. Akhirnya kami harus kerja ekstra agar bisa selesai sesuai dengan dealine yang diberikan ke kami. Bagi saya dan Adi ini pekerjaan gila. Tapi karena kami udah komitemen membantu, meskipun kami harus mengobarkan waktu malam tahun baru kami demi mengerjakan buku tersebut. Karena kan kita harus memulai tahun baru dengan penuh semangat baru agar apa yang kita cita-citakan di tahun baru 2008 ini bisa tercapai. (Marwan)

8

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE-

: Melinda Rachman : 21 April 2009, pukul 10.13-12.09 WIB : online, via Yahoo Messenger :1

dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

helo challida ya yup..silakan panggil aku rani challida tuh nama depanku resmi banget :P oh rani, oke2 hehe, kenapaaaa rani, kenalan dulu ya mel.. namaku rani, aku lagi ngerjain tesis nih..ambil tema tentang penggunaan internet untuk aktivisme lingkungan aku tinggal di jogja, kuliah di UGM yaaa, aku melinda, 16tahun, mau nanya apa? jangan susah susah yaaaa hehehe :p ga lah..ngobrol aja.. kamu masih sekolah mel? Iyaps, 2 SMA ceritain dong tentang Go Green.. kapan mulainya, gimana awalnya oke, awalnya waktu aku SMP udah punya blog, Lala (yang satu lagi) juga udah aktif ngeblog, terus suatu hari aku nemu artikel tentang penggundulan hutan kalimantan di majalah Gadis, aku tulis lagi di blog aku, syukur banget tulisan aku itu banyak yang berkomentar, Lala liat, dan tiba tiba dia ngajakin aku bikin blog khusus membahas global warming itu, khusus di Indonesia trus? akhirnya bikin deh, tebentuk 2 februari 2008 awalnya iseng iseng aja, sekedar tulisan, pokoknya semua sumber, koran majalah, buku pelajaran, pemikiran sendiri, di tuangkan semua ke blog itu ga nyangka banyak banget yang dukung, nah dari situ kita lebih serius lagi, sampai sekarang 1

dikeroyok:

ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok:

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

tapi intinya kita mendukung lewat tulisan aja kok cocok buat yang bikin skripsi dll soalnya kalau kita terjun langsung suka ga pas waktunya, akunya masih sekolah, lala harus kuliah, gitu.. hehe udah kayak pidato ya haha hubunganmu ama lala apa? Temen? temen aku, temennya dia juga, dikenalin deh, iya temen waktu awal ngeblog pas SMP, itu kamu umur berapa? waktu itu ngeblognya soal apa aja? aku umur... 14 tahun.. 3 SMP blog aku ya bersifat pribadi aja, kadang ngomongin diri sendiri, kadang ngomongin kejadian2 di berita, Lala juga sama.. yang bikin tertarik nulis tentang isu lingkungan apa? apa karena ada pengalaman pribadi mungkin hmm pertamanya emang prihatin, banyak yang kontra malah, ada yang bilang 'ngapain sok sok ngurusin lingkungan, lulus aja be lum becus' tapi sete lah kesananya, emang ngerasain juga misalnya satu hari panaaaaas banget, menit berikutnya hujan cerita dong pertama kali kenal ma internet tuh gimana? apa emang di rumah ada akses? di rumah emang disediain, ya gimana sih kalau anak2 kan main friendster, facebook hahahaha, tapi kan yah bosen juga, lebih asik ngeblog, istilahnya bisa mencurahkan gitulaaah, hehe..emang ya.. jadi, pertama kenal internet umur berapa tuh? SD? wah kalah dong aku :P SD udah kenal tapi kan sebatas nyari tugas dan itupun dibantu.. internetnya dipasang waktu SMP itu.. belajar sendiri apa diajarin tuh awalnya? akses internetnya? ya make internet..

ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d:

2

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

dikeroyo k: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok:

diajari, waktu SMP juga udah belajar soal internet gitu.. awalnya google, kan dari google bisa akses apa aja, trus yaaaa belajar belajar sendiri, gitu hehe kalo pertama kali kenal blog tau dari mana? internet juga? iyaps, ada temen punya blog, aku baca, seru juga, bikin deh, aku utak atik sendiri hehe mel sekarang kelas baru sih? lagi libur ujian kah? kelas 2, iya kelas 3 kan lagi UAN.. ada lagi raniiii? masih banyak sebenernya..tapi gapapa kok kalo disambung lain kali.. :) masih ada sekitar 20 pertanyaan lagi.. :P oh ga apa2 kok maaf ya.. sekarang juga boleh heheh oke deeh terserah rani kapan oke deh..nyante..aja. Kalo kamu mo off bilang aja ya.. ok..next.. dalam sehari, rata-rata kamu make internet berapa jam? ga nentu sebenernya, rata rata 3 jam sekali pake, kadang juga ga pake sama sekali soalnya jaga mata, sama dimarahin juga sama orang tua haha :p 3 jam udah termasuk semuanya, main, download, share sana sini hehe wah.. berarti selama ini kalo akses emang di rumah ya.. hehe.. maklum banget kita mahasiswa kere sih pada ngenet ya di warnet wah kirain mahasiswa sering banget soalnya kan tugasnya banyak banget yaaa hehe iya akses di rumah, walopun kata orang bebas, tapi menurutku enggak soalnya di tegur teruussssssss :)) biasanya jam berapa aja tuh akses? ada kebiasaan ga? biasanya malam, selain siangnya sekolah+les, malem juga biasanya tementemenku pada online jadi ya sekalian daaaaah haha :D kebiasaan.. hmm. kecanduan yang ada 3

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

weh..tapi pernah ga ngerasain kecanduan? pernaaaah pastinya haha tapi ya kalo emang lagi males, kan pasti mikir 'ah ngapain juga bisa besok besok' yaa bisa ditunda lah, baca novel hehehehk selain nge-net, kamu nonton tv atau baca koran, majalah gitu ga? cerita dong.. nonton tv jarraaaanggg, kecuali kalo ada kartun, kadang-kadang pagi liat berita reportase pagi hahahah :p, majalah ga terlalu, kalo koran ga suka sih sebenernya tapi disuruh ibu baca, dipaksa katanya penting, yaah kadangkadang deh baca korannya hehe.. sammaa..cuma aku agak lumayan kalo nonton berita, tinggal nonton soalnya yoa haha so..balik ke soal blog..biasanya kamu ma lala bagi tugas atau punya kerjaan masingmasing sih? gimana cara kalian "ngelola" blog n cause kalian di FB? yang kelola biasanya Lala, mulai dari tampilan dll, cause juga Lala yang bikin, aku sih biasanya publikasiinnya, bisa ke teman-teman, ke guru, ke mana aja, kalau cause di facebook paling aku invite orang orang aja, dan mereka-mereka juga meng-invite teman-teman mereka, jadi makin rame deh.. trus misalnya kalau ada email dari instans i manapun, siapa yang dapet, ditanyain dulu, diskusiin dulu, baru dijawab emailnya.. sebenernya banyak yang mengundang, tapi beribu maaf waktunya benar benar ga pas, lagipula kita kan baru mengkhususkan lewat tulisan aja,.. kalau untuk tulisan, tetap kalian berdua kan? apa gantian gitu? janjian ga sih kalo mo bikin postingan? nggak, nggak sama sekali, kalau mau nulis ya tinggal nulis aja, iya cuma kita bedua yang nulis, oiya, biasa suka ada yang menyumbangkan aspirasinya lewat email, trus kita tulis kembali ke blog, tetep sumbernya ditulis dari siapa, dimana. oohh... ok.. yang bikin kalian masih bertahan apa? ada motivasi tertentu ga? rani? hoi.. putus kah? raniii udah bisaaa, lanjutt hehe woke..ya itu..tadi aku nanya.. yang bikin kalian masih bertahan apa? ada motivasi tertentu ga? error lg? 4

ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d:

kalo ada isu hangat juga ditulis hehe paling sering nulis berapa kali dalam sebulan? mungkin rata-rata 2 kali ran. kalo nyiapin tulisan buat go green..refresh lagi ya.28 WIB : online. via Yahoo Messenger :2 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: raniiiii maaf ya lamaaa tadi update apaan dulu ga jelas nih haii. ide atau bahannya dapat dari mana aja? ada koran. :P dicariin orang-orang ga di blog? 1 . pernah juga dari berita. direncanain ga sih tiap minggu/bulan mo nulis apa? apa tergantung isu yang hangat aja? nggak kok. majalah. gitu. pukul 09.....03-11.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Melinda Rachman : 23 April 2009. atau pemikiran orang lain.. kita nulis kalo ada bahan aja. pernah "libur" lama gitu ga? :P pernaaaah haha pas ujian sekolah. si lalanya juga ujian sama sama ujian jadi sempet ga keurus blognya hehe kan pasti suka aja ada halangannya jadi yaaa gitu deeh ehehehhe huehehe.. pemikiran sendiri.gapapa :) lanjut heheheh ok. 2 tulisan perbulan..

. 'mana lagi updatean nya?' gitu aja sih ekekek. oke tuh... kayak nanam pohon. hahaha abisnya pada buang sembarangan. mesti ada pendampingnya. banyak juga yang ngasih usulan kalo bikin event blabla. sip sip.emang yang kecil-kecil tuh ngaruh kok kalo dah jadi kebiasaan. suka ga nemu waktu yang sama sama pas. iyaa makanya kan hehe ibu aku juga suka ngelarang naik motor.. apa lagi tuh yang kamu lakuin buat ndukung bumi kita? kebanyakan nih yaaaa ingetin temen-temen di sekolah buang sampah di tempatnya.. tp yang jelas kita update juga kadang ga nentu. rame -rama. jadi jam 4 pagi ac nya udah mati. atau dimana aja.. jadi ya belum kesampean sih mungkin hal kecil dulu ya. aku buang sendiri deh sampah mereka seringnya sih begitu heheha trus juga kalo pake ac.. tergantung ada bahan. darimanaaaaaa huhuhu. trus aku sindir. ada yg ngasih saran blabla. kalo lewat internet. lebih baik naik transport umum. yang kebayang tuh pengen event apa? tapi kan balik lagi ke kitanya.. pake timer.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: nggak sih. selain nge-blog. gitu. bisa di sekolah sekolahan. trus kewajiban juga ga bisa ditinggal gitu aja kan. kalo menurut dia hemat uang. tapi belum kesampean hehe.selain itu? 2 ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: . sama mood sih :p heehehhe ada kepengenan lebih ga selain ngeblog kalian mo ngapain? bikin event atau apaaa mungkin? naaaaah kalo event mau sih kita tapi modalnya itu. menurut aku juga ya bisa hemat polusi juga sih hehe kalo yang lewat internet? kan kamu bikin Cause tuh di FB. tapi palingan ada satu dua orang yang nanya.

LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyo k: hmmm kayaknya cuma cause di facebook. soalnya kan bahasa kasarnya kita masih cetek lah. dimana sampahnya banyak banget. kalo milis bertema lingkungan. mungkin kalao Walhi misalnya ada event tertentu. kita ikut. semua tentang itu. wuih.. oiya.. belum diklarifikasi lebih lanjut. iyaa rani ke jakarta dongg sama sama kita heheheh hehe. ngikutin apa aja? maksutnya gimana? 3 .. WWF atau Greenpeace? atau setidaknya ngikutin milis atau blog mereka? ngikutin sih nggak.. global warming itu. dan insya Allah kita datang kesana. facebook kan lumayan ya sekarang yang pake. kan awal mulanya ketidaksengajaan gabung sih iya pasti.iya nih. bisa ada disitu.maunya. masukan gimana kalau adain event. alhamdulillah :) ada yang ngasih masukan juga di sana misalnya? seperti tips -tips. di dalamnya juga ada illegal logging. emang sengaja kah ambil tema global warming? padahal kan ada juga isu lain misal tentang illegal logging. informasi negara negara lain. dll aku rasa global warming induk dari semuanya.. kayak efek rumah kaca juga. 30 mei nanti kita mau ke pantai Ancol. jadi rame causenya. dan banyakan Lala yang mengatur semuanya. tapi sampai sekarang belum ada. baru undangan lewat email. event dari menteri lingkungan. dll kalo adanya ilegal logging kan bumi ga punya oksigen lagi. nah bisa terjadi pemanasan. bisa mempengaruhi kamu gabung ga di lembaga lingkungan kayak Walhi. kita juga ga maksain kalo harus seperti mereka..mungkin setelah tesis nih kelar :P trus. trus informasi lain yang ga kita dapet.seru tuh.

sedih gitu rasanya iya. ya ga tau juga ya sejak kapan. iya walaupun ga ada yg percaya 'ah paling omong doang' tapi aku gregetaaaaan! hahahaha iya lah :) pokoknya kalo ditanya sejak kapan. masih belajar juga tuh dari lembaga-lembaga besar itu.Apa kamu tahu info kegiatan mereka karena ngikut milis mereka apa gimana? oooh kita ga ngikutin banget-banget ya.... sekalinya liat penebangan hutan liar. 4 dikeroyok: dikeroyo k: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: . kesadaran tuh emang mulainya dari yang kecil aku ngerasainnya gitu rani. kita kan ga 'sebersih' yang orang kira maksutnya pasti adalah beberapa hal yg bikin kita ''aaaaah maleeeess' hehe hehe :P kalo aku pribadi sih ya. iklimnya juga bagus. lupa juga. apalagi Indonesia kan terkenal sama hijau nya. sejak kapan sih peduli ma isu lingkungan? Padahal kan kamu ma Lala ga ada yang bayar buatt kerjain ini itu :P Cerita dong... biasanya mereka kalau punya event baru atau apa... kalo aku. dll. sampai disebut khatulistiwa kan. hmm kayaknya munafik juga sih ya. oke oke..nah.. biasanya kan mereka punya milis atau situs.. langsung ada tiba-tiba. kita bisa tau sendiri dari internet (gatau kenapa bisa gitu haha) ataaaauuuu kadang mereka (Walhi misalnya) yang kirim kita email jadi kita bisa tau kegiatan terbaru mereka. langsung miris aja.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: tadi kan kamu bilang. btw... akakakakaa kalo dibilang kesadaran. cocok tanam apa aja tapi malah peringkat 3 besar penyumbang polusi hahaha kan malu aku sih percaya. apa adanya. kayaknya sejak SMP .

yegaaak hehehehe bener banget.kalo kesadaran tuh kayak feeling berarti kan macem-macem cara datengnya.. trus ntar diloakin. jangan sampai kita nyuruh-nyuruh tapi kitanya malah nggak........nih sana.. ga dibuang.. walo kecil kayak nota belanja...trus kayak ada yang "nendang" di dada..nah penadah nyalurin ke pabrik kertas daur ulang. maunya mulai dulu dari rumah kita sendiri.balik lagi ya. duluu banget ibuku suka heran kenapa aku tuh sukanya "mulung".. ada yang love on first sight. Apa kesulitan yang dialami selama melihara Go Green? 5 . :D hebat jugaaaa yah.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: baca artikel gitu soal kerusakan bumi. yoyoooi haheahe aa tapi ada juga yang "cinta tumbuh seiring waktu" ciee. tiap kertas diambilin... setelah 3-4 tahun akhirnya ibuku ngikutin.. susah bikin orang lain untuk ngertiin. ya itu kamu bilang... hmm iya2 bisa wuiih lama juga ya tiap ada kertas malah ibuku bilang.kayak kita kali ya..kayak jatuh cinta.itu dia.. minimal buang sampah deh itu huhu oke-oke..... iyaaaa bener banget rann.. hehe. hahaha trus? padahal kan emang kukumpulin j di satu.kumpulin. berjuang supaya orang ikut kita susah banget kan hehe yang penting kitanya sendiri aja dulu.. bener2 deh sebeeel banget liatnya orang ga mikirin lingkungan sekitar sedikiiittt aja. ma tukang loak dibawa a ke penadah.miris tapi ya kesadaran itu buatku kayak feeling...

gitu? hmm tadi kan kamu nanya pengalaman yang nyenengin ya. eh iya ran. kirain s3 mah tesis haha s3 di indonesia disebutnya disertasi. tapi di luar negeri ya tetep thesis btw. paling hambatannya ya kalau ada yang kontra. kalau bener-bener lagi buntu suka bingung 'nulis apalagi iniiiiiiiiii' gitu hehe hehe. tapi buat S-2 oh s2.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: kesulitan sih alhamdulillah ga banyak.. orangtua dukung. oiya sama bahan mungkin yaa.ngertii bgt. aku kiranya pengalaman selama nulis itu ran hehehe kalo pengalaman nyenengin dari orang aku pribadi. kalo ada yang ngatain tuh emang ngataian kayak gimana? spesifiknya sih ngatain ke diri kita misalnya yang kayak kemarin itu yang aku bilang pernah ada orang yang bilang 'sekolah aja belum tentu lulus sok sok mikirin bumi.. tesis itu sama kaya skripsi ga sih? iya...secara lagi nulis tesis.. pikirin dulu tuh pelajaran blablaba' bawel banget deh hahaha.. yang ngatain. aku langsung paaaaannnaaaassssss ggrrrr haha tapi aku tahan aja dulu hehe. dukungan dari orang tua yang bikin aku seneng banget 6 .rese banget tuh pelan tapi nancep hehe kalo pengalaman yang nyenengin atau menarik ada ga? hmmm biasa aja ran kayaknya malah ga ada kayaknya hehehe semuanya enjoy kok :D yang biasa tuh misalnya apa? dapet tanggepan dari orang..

hehe kan aku suka denger musik juga. dia setuju-setuju aja. apa keunggulan menggunakan internet dibandingkan lewat telepon.. cepat. makasih banyak.lagi.. download lagu-lagu. lewat chat karena temen-temenku sendiri banyaaak yang suka online informasi yang ak u mau. chat via internet sama ngobrol langsung ma orangnya? beda mungkin lebih asik ngomong secara langsung lebih cair aja suasana kan hehe udah gitu kalo chat kan capeeeeeek tangan heheheheh :)) sori ya. tatap muka ataupun lewat media lain? banyak banget keunggulannya informasi apa aja bisa dapat.gimana tuh critanya? emang tadinya ga dukung gitu? nggak sih. beda ga menurutmu. trus berhubungan ke teman juga lebih cepat menurutku.mereka pasti bangga ma kamu :) amin hehehehehe oke... tapi setelah aku jelasin trus pas ayah ku juga udah liat blognya..sip. artikelnya kan harus selesai jadi ya suka ga enak aja.bikin tangan kamu capek :P hahahah nggak kok 7 . mereka tadinya ga tau. tapi kalo ortu udah setuju rasanya bener-bener deh hehe ohya. ada semua.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: ranm_d: dike royok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: orang lain juga adaaaa yang dukung.. jadi biasa kalau aku nulis artikel di internet... menurutmu. mereka suka ngira aku maiiin mulu kerjaannya haha suka ditegur tapi kan gimana. sebagai alat berkomunikasi. jadi ga perlu ngumpet-ngumpet lagi tuh haha wah.

. atau kadang juga mikir.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: eh eh..mel. oke. pandangan.tapi silindris juga...? mungkin ada tapi ga aku sadari yup. ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: 8 . atau mungkin kebiasaan. ya ga main internet..tinggal 3 pertanyaan besar lagi. penting ga penting kalo lagi ada tugas baru penting haha malesnya kalo lagi apa atau kenapa? kadang buat nyalain laptop aja udah malessss banget.. ngapain juga ya selain main facebook hahahaha.soalnya sering baca ambil tiduran :P wtesah silinder kan parah ya katanya ya.... katanya kalo mo jadi arsitek sebaiknya jangan silindris nyusahin kalo mo nggambar ooooh gitu.. ato kalo lagi pengen baca novel. lagi pengen di kamar.... ya wajar lah. aku minus 1.untungnya juga cuma 1..kebanyakan depan monitor iya apalagi buat mata kan aku pake kacamata juga udah minus 3 aaaaaaaaaaa waaa..begicu. dan ga sehat juga kali ya.25. ngenet itu kan kayak aktivitas kita lainnya. oh 3? kirain masih 20 hehehehe :p okeeee Kamu ngerasain ada perubahan ga setelah punya dan melihara go green? perubahan dalam sikap. kalo dah terlalu sering ya pantes bosen..apa sih arti penting internet buat kamu? sanggup ga hidup tanpanya? halah :D hahahahah kalo aku freak of internet ya mungkin bener tapi kan ya kadang suka malesssss malesss apa tuh? internet sih gimana ya... oooo..

yang biasanya bikin petisi online tuh WWF. Greenpeace. bareng dengan Friends of the Earth aku agak lupa ran hehe petisi kayaknya belum pernah. 9 . tapi Lala pernah ikut semacam demo gitu. informasi terntunya. internet bisa dipake buat apa lagi sih untuk bantu nyelamatin bumi ini? hhmm apa yaaa..disini juga agak lemot oke lanjruuttt menurutmu. ya sikap aku yang bekerja gitu hehe semuanya berkesinambungan..tes. bisa sebagai alat komunikasi. temen kalo lagi bosen :P pernah ikut petisi online? semacam apa tuh? lomba kah? ga.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: sikap ada pasti kan. kayaknya belum.. tapi Lala pernah ikut aduh aku lupa namanya semacam dukungan untuk indo. :) menurutmu. dari awal bikin aja juga udah 'bersikap' kan istilahnya kalau udah ada sikap mungkin pandangan juga udah ada kalau pandangan aku miris banget ngeliat hal hal negatif kayak sekarang. alat main hehe. internet bisa dipake buat apa lagi sih untuk bantu nyelamatin bumi ini? tes.petisi tuh kan surat yang ditandatangani banyak orang bareng-bareng biasanya untuk menyatakan dukungan atau penolakan ngelawan sesuatu oh belum-belum eh bentar.. ya? tadi sempet eror ran huhuhu iya.... sama akhir ini juga Walhi. halah hehe oke.

aku juga pernah diajakin. tapi lebih baik lagi kalo dilakukan ga cuma pas lagi tren aja.. apa-apa karena musim. cuma ikut-ikutan aja tapi ga meramaikan bagus sih sebenernya.com/album. ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat menurtumu? menurut aku mereka yang hidup kayak gitu..sori.. tapi tiap hari 10 .nah ini aku kirim lagi aja.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: demo fisik ikut teriak-teriak gitu apa demo di internet? huahaahha nggak mungkin terlihat seperti demo tapi itu semua dukungan hmm sebentar ya aku cari dulu ok Lala pernah ikut global day action dari greenpeace http://www. teriak teriak global warming karena trend.. mudah-mudahan bisa dilihat oya...aku tunggu aja satu lagi ya? eh masih dua lagi ding. mungkin krn ga kenal kali ya..facebook.php?aid=45886&id=667676434 ini fotonya dari album dia. bilang aku temen kamu :D aku kurang tau deh hehehe tapi nanti aku bisa kok bilang ke diaa okeeee gapapa.tapi jelas aku ga bisa ikut dari jogja :P dah kliatan kok fotonya okeeee eh..lalla tuh sibuk ya? kok dari kapan aku minta add di fesbuk dia ga add.

. kalo bagi aku kalau udah memang niat nulis di dunia maya.. balik lagi ke semula Apa pandanganmu sama pendapat bahwa kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya. ahaha. agak aneh juga. sip 11 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: . balik lagi ke orang itu sendiri. menurutmu. kenapa bisa gitu. walaupun dirinya sendiri belum disadari haha oke..LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dulu aku ngerasain banget banyak banget pamflet-pamflet.. orang yang gembar-gembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) gila abis.. yup. iyajuga ya. sunyi.omong doang hmmmmm.. aku belum pernah ketemu orang kaya gitu sih hehe jadi belum tau gimana-gimananya menurutku niat dia baik tapi aneh juga ya dia yang napsu tapi dia sendiri yang nggak melakukan... gimana kepedulian lingkungan di masyarakat kita? tes. pasti dari dasar hati (cie) udah ada niat juga karena mungkin ga sih kita bisa mendapatkan semua pengalaman tanpa kita rasakan sendiri.setuju :D tapi orang kayak gitu boleh juga laaaah hehehehe paling tidak dia sadar. tapi ga bisa dipungkiri juga.terakhir. maksut dan tujuan sebenernya ngapain? kalo dia bisa mempengaruhi orang..tes.... masa iya dia ga bisa mempengaruhi diri sendiri. banyak yang suka heboh comment di sana sini soal macem-macem tapi kenyataannya. orang-orang yang pro sama aksi ini bagus malah tapi sekarang udah hampa banget...

tapi ya emang masih dikit banget sih persentasenya makanya.sebenernya banyak kok perubahan.) nyaris putus asa haha beneran deeh capeeeekkkk teriak-teriak di sekolah aja dikit yang denger. haha ih parah juga trus juga bis -bis yang asapnya tebal ga ada kepedulian misalnya uji emisi dulu ohya? sama sekali ga ada prubahan dong dari tahun ke tahun? kalo di lingkungan masyarakat kecil. apalagi buat masyarakat luas well..LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: apalagi? menurutmu. tapi aku percaya pemerintah udah melakukan yang terbaik tapi kamu masih menyimpan harapan kan? atau dah desperate? .. apalagi masyarakat awam menurutku belum. di tingkatan masyrakat kecil malah perubahannya mulai bisa milah sampah. terutama dalam lima tahun terakhir.. ga parah-parah banget :D 12 . mungkin berbagi sedikit harapan ya. bikin kompos hmmm. gimana kepedulian lingkungan di masyarakat kita? masih kurang! kalo bisa dibilang ga ada yang sadar sama sekali seenaknya buang sampah sampah menggunung dibiarin aja jadi kita udah kayak temenan ma sampah. aku bersyukur banget remaja kayak kamu peduli :) berarti masa depan bumi ini. terutama Indonesia..

susaah banget aku udah ngerasain soalnya. nah iyaaa menularkannya..met jalan.iya :D aku juga mau off mau siap-siap pergi :D oke deh. nah...ngingetin kalo kita dah mulai capek.. ada ym tenang sajalaah hehe hehe...) stay in touch ya okeee mudah-mudahan sukses good luck yaaaaaa oke ada fb..take care. 13 . ada hape. mempengaruhinya.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: haha makasih yaaaaa mudah-mudahan bisa seterusnya ya raaaan iyaaa.. gunanya teman dan jaringan kan ya itu. :D yang paling susah dari menularkan kebaikan itu kan memelihara semangat. putus asa hahaa yup.... thanks banget ya.dah ngeluangin waktu ngobrol ma aku ntar aku kabar-kabarin deh kalo tesisku dah kelar ..biar ga gampang putus asa...keep the spirit lah ya Mel..

6. Secara pribadi atau saat cuti bisa berpisah dari internet tetapi untuk pekerjaan sulit karena banyak hal yang melalui email.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 Jawaban dari Michael Dharmawan. dsb. keuangan. legal dan IT di perusahaan pakan ternak di Jakarta. 2. tatap muka langsung ataupun lewat media lain? Keunggulan komunikasi lewat internet adalah kecepatan respon dan legalitas bukti pembicaraan. 4. Apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan lewat telepon. kegiatan sehari-hari. akses dari mana saja. Dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah hidup atau cara kerja Anda selama ini (Sebelum? Sesudah?) Internet memudahkan dan mempercepat mendapatkan informasi dan komunikasi dengan orang lain 5. 1 . Ceritakan bagaimana Anda mengenal internet. latar belakang pendidikan) Pekerjaan saya sehari-hari adalah manajer administrasi. untuk keperluan apa saja) Menggunakan internet di kantor dan rumah. Latar belakang pendidikan adalah manajemen. 3. Diterima tanggal 21 April 2009. contoh bila melalui email. (sejak kapan. diajari/belajar sendiri. “berpisah” dari internet? Internet lebih banyak untuk pekerjaan. motivasi atau tujuan awal menggunakannya) Belajar internet saat kuliah karena keharusan untuk email. Apa makna atau arti penting internet untuk anda? Secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga. Bagaimana Anda sehari-hari menggunakan internet? (berapa jam sehari. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Tentang Anda dan Internet 1. tugas sekolah. ekonomi dan IT dari Purdue University di Amerika Serikat. Tolong ceritakan tentang diri Anda (pekerjaan.

apakah berpendidikan/tidak. Bahan banyak dari observasi sehari-hari dan bahan lainnya seperti buku. Jadi banyak orang lebih mau bicara yang besar-besar tetapi tidak bisa diimplementasikan. tanpa memiliki niat untuk merubah diri sendiri. dapat ide atau bahan tulisan dari mana. 6. (misal. koran dan internet. Terlihat dari orang-orang yang semakin banyak naik sepeda. kaya/miskin. dll. mengkritik pemerintah dan perusahaan mengenai lingkungan. Selain itu banyak sekali orang yang tidak peduli. Dalam mengelola blog lingkungan anda. Tetapi masih jauh lebih banyak lagi yang belum mengerti. Kenapa memilih isu lingkungan? Dipilih tema lingkungan karena begitu banyak orang yang bicara tentang lingkungan. Jadi dengan semakin besar pembaca blog. Bisa ceritakan “sejarah” atau alasan sehingga Anda dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? Lihat pertanyaan sebelumnya 5. Ceritakan tentang blog dan milis Anda. 4. semakin berat tanggung jawabnya. Tujuan blog Aku Ingin Hijau adalah memberikan ide mengenai hal-hal kecil yang dapat dilakukan siapa saja. a kesulitan yang dialami selama ini? Adakah pa pengalaman menarik? Kesulitannya adalah waktu saat banyak pekerjaan yang menyita waktu. 2 . masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? Masyarakat kita sudah semakin terdidik mengenai lingkungan. Tanggapan orang cukup baik (dapat dilihat dari komentar di bagian About di blog) 2.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 Tentang Aktivitas Anda terkait Isu Lingkungan 1. Ide dari diri sendiri. bagaimana tanggapan orang) Memulai blog sejak Januari 2007. Apakah menurut Anda. Apa yang memotivasi Anda memiliki dan mempertahankan blog/ milis tersebut? Motivasi awal adalah untuk melatih menulis karena dibutuhkan dalam pekerjaan dan untuk hal ini mencari topik yang disenangi secara pribadi. sejak kapan. Saya hanya menulis saat ada waktu senggang. Kadang ada juga saat-saat malas menulis karena saat awal memang semangat tetapi saat sudah begitu banyak orang yang membaca setiap hari maka akan ada tekanan untuk menulis. 3. tetapi hal kecil ini bila dilakukan bersama-sama dalam jumlah besar akan memiliki impact yang sangat besar. pengunjung ke blog lingkungan dan acara-acara lingkungan.

Di internet. Selain itu ide ini dapat diakses dari manapun sehingga tidak hanya di satu tempat. Tetapi trend ini lebih banyak ke arah kebiasaan. kampanye lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? Memang pengguna internet masih sangat rendah. Bila efektivitas dibandingkan televisi misalnya. hal ini akan lebih baik karena di televisi atau radio hanya diberi ruang waktu yang terbatas sehingga hanya orang yang dapat melihat hal itu pada jam yang ditentukan bisa mengerti. maka kehidupan offline kita malah dibawa online sehingga teman-teman semakin mengetahui 3 . Sehingga jauh lebih cepat penyebaran idenya. akan bisa selamanya hijau dan malah menularkan. Selain itu juga dengan blog contohnya. orang akan semakin berfikir bahwa hal ini sangat perlu dan tidak bisa sesaat. Selain itu dengan adanya perubahan iklim yang dapat kita rasakan bersama. Tetapi dengan teknologi yang ada maka kehidupan online dan offline semakin bergabung contohnya adalah dengan adanya website sosial seperti facebook. sehingga ide ini akan mengalir ke banyak bagian masyarakat. Dengan harga internet dan infrastruktur yang semakin baik maka penyebaran melalui internet akan semakin lama semakin baik. 10. Untuk orang yang hanya nge-trend sesaat pun tidak masalah karena mudah2an saat dia lagi mencoba trend ini. hal ini dapat ditularkan melalui word of mouth di rumah atau kantor. para pembaca dapat saling berinteraksi. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 7. Oleh karena itu blog Aku Ingin Hijau adalah dalam bahasa indonesia karena memang ditargetkan khusus untuk masyarakat indonesia sehingga mereka lebih mudah mencari info dan berinteraksi dengan pembaca lainnya. orang yang gembar-gembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) Bisa saja. maka akan lebih mudah ditulis dan disebar melalui internet daripada bicara satu -per-satu ke semua orang. informasi itu akan selalu ada dan dapat diakses kapan saja. sehingga kalau akhirnya sudah terbiasa hijau. Apakah menurut Anda kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? Internet bisa sangat efektif karena bila kita ada suatu ide kecil yang dapat diimplementasikan sehari-hari. maka dia sudah menularkannya ke orang lain dan orang lain itu bisa lebih permanen. Selebihnya masyarakat yang lain akan tidak mendapatkan informasi yang sama. contohnya seseorang membaca ide di internet. 8. Tetapi tetap efektif karena dari penyebaran ini. Menurut Anda. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? Gaya hidup hijau bisa menjadi trend sesaat untuk orang yang memang hanya ingin mengikuti trend. 9.

4 .LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 apa yang kita perbuat dan terus te rupdate. Membuat blog pun kita memiliki identitas kecuali identitas itu disembunyikan sehingga kehidupannya terpisah dan tidak diketahui orang lain.

gabung dalam komunitas volunteer via > internet/milis) Tolong ceritakan! 1.com 2009/5/7 challida hikmarani <ranm_d@yahoo. May 13. voting dalam petisi online. internet dapat digunakan untuk membangun komunitas yang pada akhirnya dapat melakukan sesuatu yang konkrit bersama-sama. maunya sih membangun komunitas di poin 2. donasi lewat e-banking. bukan attachment.com>: > Dear Michael. untuk milis greenlifestyle > Menurut Anda.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #2 Jawaban dari Michael Dharmawan Dikirim via body e-mail. apa yang paling ingin Anda > kembangkan dari AkuInginHijau? (Misalnya. ini daftar pertanyaan lanjutan: > Selain memiliki sebuah blog dengan isu lingkungan. tampil di media massa. mungkin kolaborasi juga dengan organisasi lain untuk acara yang lebih konkrit. kurang ada waktu. kadang ada waktu tapi tidak ada inspirasi. 2009 6:52 AM From: "Michael Dharmawan" <mdharmawan@akuinginhijau. 3. ya. > Bila Anda memiliki waktu dan kesempatan lebih. artikel juga suka diambil tanpa menulis narasumber hingga akhirnya diforward email ke mana-mana. berlangganan > milis bertema lingkungan. kalau ada waktu dan kesempatan. apakah Anda juga > memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? > (Misalnya. berkolaborasi dengan salah satu > gerakan atau organisasi lingkungan. kira2 begitu jawabannya. dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk > menyebarkan informasi/ menyelamatkan lingkungan? 2. sukanya kalau bisa mendapat komentar bahwa artikel itu bermanfaat dan benar-benar dilakukan. membuat event > bersama) 4. (kalau blog aku ingin hijau belum :) ). :) tx. nyampenya ke saya lagi. > Tolong ceritakan suka duka Anda selama mengelola AkuInginHijau. Dukanya adalah kadang kurang ada inspirasi untuk menulis. Diterima tanggal 13 Mei 2009. seminggu setelah pertanyaan dikirimkan peneliti.org> To: "challida hikmarani" ranm_d@yahoo. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Re: Pertanyaan Lagi Wednesday. michael 1 . tidak hanya virtual saja. agak pendek2 karena memang pertanyaannya sudah semakin sulit nih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful