PENGGUNAAN INTERNET OLEH AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA

TESIS Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-2 Program Studi Ilmu Politik Minat Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

diajukan oleh: Challida Noor Septina Hikmarani 07/259545/PSP/3056 kepada

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2009

MY GRATITUDES

Subhanallah, Alhamdulillah, segala puja dan puji ke hadapan Allah Subhana wa ta’ala. Segala rasa syukur atas saya panjatkan atas rampungnya amanah belajar ini. Saya ucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang sudah mendukung proses ini selama dua setengah tahun terakhir. Kepada Bapak dan Ibu, yang sudah mendukung sepenuhnya, secara finansial dan emosional, dengan doa yang tak henti-henti, mengawalku sepanjang perjalanan ini. Teruntuk Ninik dan Nia, yang sudah bersabar, dan menemani hari-hariku dengan tawa dan kebahagiaan. Untuk Ichaq, kekasih tercintaku, yang sudah bertahan hari demi hari dalam penantian. Akhirnya kita bisa benar-benar bersama Sayang! Untuk Bapak, Ibu, dan Dhek Yulan di Wonosobo, terima kasih untuk semua dukungan dan doa. Kepada Mas Nunung, yang tak pernah henti percaya. Untuk Bang Abrar dan Mas Ngurah, atas masukannya untuk tulisan saya dan bantuannya selama ini. Teruntuk keluarga besar Jurusan Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM, terima kasih selalu membuka pintu untukku. Dadok, Pulung, Mas Adam, Ina, thanks always Guys! Untuk Mbak Okta, yang sudah bekerja dengan sepenuh hati untuk kami para mahasiswa S-2 yang sering sekali merepotkan. Untuk sobat-sobatku, thanks a bunch! Hayu, Adit, Dendi, Ikie, terima kasih sudah bersedia berbagi darah muda kalian untukku, hehe... You have no idea how much that means to me... Terakhir, untuk semua yang sudah pernah mendoakan dan mendukungku, semoga Allah SWT membalas perhatian dan kemurahan hati kalian dengan kebaikan berlipat ganda.

Yogyakarta, 21 Desember 2009

ekspresi diri. Ilustrasi sederhana di atas hanyalah gambaran bagaimana internet dapat didekati sebagai sebuah wadah pertemuan. yang banyak menggunakan internet untuk memperoleh informasi lingkungan. Entah sebagai alat komunikasi. internet menjadi jembatan untuk menghubungkan diri dengan orang-orang yang memiliki hasrat dan ketertarikan serupa. Sebuah kondisi yang semoga dapat terwujud seiring kematangan bermedia dan berinternet masyarakat Indonesia. Saya katakan bahwa saya ingin tahu dan memahami alasan dan motivasi para aktivis lingkungan yang sering saya ditemui di dunia mata. saya mengungkapkan maksud atau niatan awal dalam menyusun tesis ini. Yogyakarta. dan sekaligus pembelajaran. Bagi sebagian penggunanya. Dalam pembicaraan saya dengan salah satu informan. tulisan ini ingin menggambarkan bagaimana internet sebenarnya dapat digunakan untuk berbagi pengetahuan dan membangun kesadaran serta kepedulian bersama. Berangkat dari sudut pandang senada. Tanggapan saya rupanya membuat informan tersebut tertarik untuk menanyakan hal yang sama pada dirinya. Mengapa mereka melakukan sesuatu yang membutuhkan banyak energi tanpa dibayar.KATA PENGANTAR Internet saat ini telah menjadi bagian keseharian dari banyak anggota masyarakat Indonesia. setiap penggunanya dapat memilih untuk memposisikan internet sebagai apa. ataupun sarana pencapaian tujuan-tujuan ekonomi. percakapan. Apapun itu. Termasuk saya. 22 Desember 2009 Penulis . Berangkat dari kondisi inilah saya memilih topik penulisan tentang penggunaan internet dan aktivis lingkungan. Saya ingin mengerti karena saya ingin dapat menularkan semangat atau motivasi itu.

........ Internet sebagai Objek Kajian Ilmu Komunikasi ................................................................... 1 Rumusan Permasalahan .......... C.............................................. 19 1.......................... 24 Batasan Pene litian ............................................................................................. Teknik Pengumpulan Data .....................................................................................ix INTISARI.................................................................... D........................... 15 Metodologi Penelitian ..... BAGAN........................................... 3 Kerangka Pemikiran ...................................... 25 E....................................vi DAFTAR TABEL.... Latar Belakang ............................................................. Pendekatan Uses and Gratifications dan Social Action untuk Mengkaji Internet .....................v DAFTAR ISI .................... Jenis dan Sifat Penelitian .......................................................... 3 1......................................................... 3 Tujuan dan Manfaat Penelitian .. Metode Penelitian ................................................................................................................ 4 2..................... DAN DIAGRAM ................................ 20 3.......................................iii UCAPAN TERIMA KASIH ..... Pemilihan Informan ..... Teknik Analisis Data .................... vi ........................................................................................................... i HALAMAN PENGESAHAN ...................................... F...................................................................................... 21 4.................... B...........iv KATA PENGANTAR ...................................................... 10 3.................................................ii SURAT PERNYATAAN ................................................................................................................... PENDAHULUAN A..........................................................................................xii BAB I......... Internet dan Masyarakat Sipil .................................................................. 19 2.................................................... 23 5........DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..............xi ABSTRACT.......................................

.............. Djuni Pristiyanto ...................................... Definisi Gerakan Lingkungan ................................................ Sejarah Gerakan Lingkungan ... 82 Aktivisme Lingkungan Hidup dan Internet .. Latar Belakang dan Motivasi ................................................................................................ D..................... 93 2............................ 113 Penggunaan Internet untuk Aktivisme Lingkungan .. Proses Wawancara ........... PENGGUNAAN INTERNET A....................... 87 B... 111 1...................... 80 Gerakan dan Aktivisme Lingkungan Hidup di Indonesia ... E......................................................... Melinda Rachman .......................... Tujuan Penggunaan Internet .. 78 7........................ Proses Penelitian ......................................................... 68 4.............. 86 2........................... Gerakan dan Aktivisme Lingkungan Hidup ................ Penjelasan Atas Kemunculan Gerakan Lingkungan ............................ 103 4................................................... BAB IV...................................................... 48 Penggunaan Internet oleh Masyarakat Sipil di Indonesia ................................ C..................... 112 3....... Penelusuran dan Penentuan Informan ... Pengolahan Data .... 61 1................................... AKTIVIS DAN GERAKAN LINGKUNGAN HIDUP A................. 96 3........................BAB II........................... 62 2..................... Karakteristik Aktivis Lingkungan ......... 107 6....... Penggunaan Internet dalam Gerakan Lingkungan .............................................................................................................................................. ANALISIS DAN TEMUAN A........................ 86 1.................... 101 3... 93 1..................... Taktik dan Metode Aksi Gerakan Lingkungan .... Gerakan Lingkungan Hidup di Dunia ............................. E.......... 71 5..................................... 32 Pengguna dan Penggunaan Internet di Indonesia ... C............. D..................................... 99 1............... Michael Dharmawan ... 109 Penggunaan Internet Secara Umum ................................ Persepsi terhadap Internet ....................... Marwan Azis ...................... 73 6............................. 115 2.............. 98 Profil Informan ..................................................... Keragaman dalam Gerakan Lingkungan . 105 5.......................................................................... Waktu dan Kebiasaan Penggunaan ....... Internet di Indonesia .. 42 Penggunaan Internet oleh Masyarakat Sipil .................... B........................ vii ................................................................. 56 BAB III................. 99 2.................................................... 115 B............................ 114 1.................. 111 2......... Armely Meiviana ..... Awal Perkenalan dan Penggunaan Internet ................. 27 Pengguna dan Penggunaan Internet ......................... 65 3......... C. Gerakan Lingkungan dan Media ................................................................. Ade Fadli ..

............. Bentuk-bentuk Penggunaan ................... PENUTUP A............................................................. Saran ........... Kesimpulan .............................................. 121 B... 119 BAB V........................................................... 4....................... 116 Sifat Penggunaan Internet ....... 122 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN: • • • Daftar Milis Lingkungan Surat.........menyurat dengan Para Informan Transkrip Wawancara viii ....3.......................................................

.......................... Gambar 4... 76 Bagan Bagan 2.............DAFTAR DIAGRAM............... Bagan 4...............5....... Peningkatan Jumlah Pelanggan dan Pengguna Internet di Indonesia ......................................................................................................1.................. Tabel 3......6..........1.............. 106 Tampilan Blog Go Green ..... 103 Tampilan Blog Jalan Setapak .............. BAGAN... Gambar 4......... 102 Tampilan Milis Lingkungan ........ Tampilan Blog Timpakul ...........................................7.119 Gambar Gambar 4..........1..................................... 43 Spektrum Pemikiran dalam Gerakan Lingkungan (dalam Garner.................. 1996) ...........1......8.....................................1.......4....................... Perkembangan Jumlah Pelanggan dan Pemakai Internet Indonesia (kumulatif) ........................... 14 Tabel Tabel 2...... 44 Penggolongan Penggunaan Internet oleh Aktivis Lingkungan ..................2......3.................... 102 Tampilan Milis Greenlifestyle . Gambar 4.............. Model Tindakan Sosial atas Penggunaan Media ..............................................1............... Gambar 4.................100 Tampilan Blog Greenlifestyle ............ Gambar 4........................ Gambar 4................ Gambar 4....... 110 ix ... TABEL.............. 104 Tampilan Blog GreenPress .. DAN GAMBAR Diagram Diagram 1............................. 108 Tampilan Blog Aku Ingin Hijau .............................

Kata kunci: penggunaan internet. mereka meyakini bahwa internet berperan penting dalam penyebarluasan nilai. social action model. terutama untuk mendukung isu lingkungan– dapat berasal dari diri sendiri dan juga datang dari adanya situasi-situasi ekonomi. sosial. ditemukan bahwa kekuatan awal yang mendorong. xi . Secara umum. Kedua bentuk tersebut dipilih karena lebih hemat. uses and gratifications. dan politik yang berlangsung di sekitar pengguna internet tersebut. Lepas dari itu. ditemukan bahwa penggunaan internet para informan. para aktivis dalam penelitian ini menggunakan blog dan milis sebagai senjata utama untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan informasi. terutama waktu luang. Penggunaan internet para aktivis tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor psikologis dalam diri mereka sebagai pengguna tetapi juga oleh dimensi-dimensi sosial yang melingkupi kehidupan mereka.nilai pro. blog.informasi lingkungan. Penelitian deksriptif ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Dimensi seperti status dalam keluarga. sebagian mengelolanya secara individual dan sebagian lagi mengelolanya secara kolektif. saling berkaitan erat dan tidak dapat dianalisis secara terpisah. Sejalan dengan kerangka konseptual Uses and Gratifications dan Model Social Action. memotivasi. aktivis lingkungan. mudah. kualitas pendidikan.lingkungan. jenis pekerjaan. milis. Dalam pengelolaannya blog-blog dan milis. dan populer. Pilihan pengelolaan umumnya berhubungan dengan pilihan pribadi dan keterbatasan sumber daya.INTISARI Penggunaan Internet oleh Aktivis Lingkungan Hidup di Indonesia Challida Noor Septina Hikmarani 07/259545/PSP/3056 Riset ini menggambarkan bagaimana praktek-praktek penggunaan internet oleh aktivis lingkungan untuk mendukung nilai-nilai pro.lingkungan. baik sebagai perseorangan maupun dalam konteks dirinya sebagai aktivis atau pemerhati lingkungan.milis tersebut. Dalam prakteknya. dan menjadi alasan seseorang menggunakan internet –dalam konteks ini. serta aktivitas keseharian lain dari pengguna turut mempengaruhi bagaimana seseorang menggunakan dan memposisikan internet dalam kehidupannya.

uses and gratifications. Dimensions such as their status in the family. some others manage it collectively with friends in their community. and daily activities can contribute into how they use and position internet in their lives. environmental activist. In practice. whether as an individual or in the context of themselves as environmental activists. social. weblog. these activists use weblog and mailing list as their primary tools to introduce and disseminate environmental informations. Keywords : internet use. especially in allocation of time to manage the blogs and mailing list. These ways are chosen due to limitations in resources. This finding is in coherence with the conceptual framework used in the research -Uses and Gratifications and Social Action Model. is highly interconnected and cannot be analyzed separately. it is found that the informants’ internet use. The activists’ internet use is not only determined by psychological factors within themselves as an internet users. mailing list. several of them manage it individually. the activists which became informants of this study fully believe in the internet’s important role in disseminating environmental values. education attainment.where the initial force and motivations of their internet use can be sourced form themselves and also from other economics. Above it all.ABSTRACT Internet Use by Environmental Activists in Indonesia Challida Noor Septina Hikmarani 07/259545/PSP/3056 This study describes the practices of internet use by environmental activists in Indonesia to support environmental values. xii . This descriptive research uses in-depth interview as a data collecting technique. In general. They manage those blogs and mailing list in certain ways. and political conditions surrounding them as an internet user. types of occupation. but also by the social dimensions around them. social action model.

pekerja dari organisasi lingkungan maupun aktivis lingkungan perseorangan (non-afiliasi) sama-sama aktif bekerja mengkampanyekan beragam isu lingkungan hidup di Indonesia. Dalam kasus gerakan lingkungan hidup. weblog. terutama penggunaannya oleh aktivis lingkungan memang belum berlangsung lama. sehingga wajar bila belum banyak keragaman bentuk dan pengalaman 1 . sosialisasi. yakni kecepatan dan kemudahan berkomunikasi. Keinginan untuk mengisi kesenjangan pengetahuan inilah yang menjadi salah satu kekuatan pendorong dalam penelitian ini.BAB I PENDAHULUAN A. penggunaan internet oleh LSM ataupun organisasi masyarakat sipil di Indone sia dinilai telah mampu mendukung dan mendorong kerja organisasi. aktivisme online yang terjadi tampaknya masih terbatas pada bentuk-bentuk tertentu (misalnya. belum banyak kajian ataupun penelitian yang membahas pemanfaatan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia. LATAR BELAKANG Gagasan awal penelitian ini berangkat dari pengamatan sederhana peneliti atas berbagai aktivitas dunia maya yang dilancarkan oleh sejumlah aktivis lingkungan Indonesia. Hal ini terutama terkait dengan salah satu kemudahan yang ditawarkan internet. dari pengamatan pendahuluan terhadap sejumlah situs (website) dan mailing list lingkungan hidup Indonesia. Secara umum. Para aktivis ini umumnya memanfaatkan beragam fasilitas seperti e-mail. koordinasi. dan mobilisasi orang maupun informasi dalam berbagai aktivitas mereka. Kondisi kontradiktif ini menjadi menarik untuk dikaji mengingat keberadaan dan penggunaan internet selama ini kerap dihubung-hubungkan dengan kesetaraan individu untuk terlibat secara aktif. mailing list. Penggunaan internet terkait isu. dan webpage untuk melakukan organisasi. Namun. e-mail dan weblog) dan baru dilakukan oleh sejumlah tokoh-tokoh tertentu saja.isu lingkungan di Indonesia. Terlebih lagi. dan tidak sedikit dari mereka yang menjalankan program tersebut melalui internet.

yakni untuk m emahami bagaimana i ternet dipergunakan untuk n menunjang aktivisme lingkungan di Indonesia. yang tampaknya belum cukup menyebar dan menyentuh masyarakat umum. sebagai sebuah kajian awal adalah penting untuk mengeksplorasi bagaimana aktivis lingkungan sebagai individu memanfaatkan internet sebagai media komunikasi baru. penelusuran akan difokuskan pada penggunaan i ternet oleh n aktivis lingkungan dalam mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia. Namun. Penelitian mengenai penggunaan media baru. Tidak sedikit dari mereka yang terus mengujicobakan cara-cara terbaik untuk mengoptimalkan fasilitas internet dalam upaya menyentuh dan melibatkan publik. Gambaran ideal penggunaan internet untuk membangun masyarakat sipil dan memperkuat demokrasi barangkali terlalu jauh untuk dikaitkan. 2 . tetapi masih sangat sedikit yang membahas hal tersebut dalam konteks Indonesia. Hal ini tentunya menjadi keresahan tersendiri bagi para aktivis serta pengurus organisasi-organisasi lingkungan hidup di Indonesia. kajian empiris atas penggunaan internet oleh aktivis dipandang penting dan perlu dilakukan sebagai batu pijakan untuk memahami bagaimana proses interaksi. Berangkat dari keingintahuan teman-teman aktivis inilah peneliti menempatkan arti penting penelitian ini. Kelangkaan bahan kajian juga tampak jelas untuk kasus penggunaan internet oleh organisasi maupun aktivis yang bergerak dalam isu lingkungan. oleh organisasi non-profit atau non-pemerintah serta masyarakat sipil telah banyak dilakukan di sejumlah negara.berinternet yang muncul. Oleh karena itu. khususnya internet. Dalam penelitian eksploratoris ini. serta aktivisme dalam masyarakat sipil membantu mendorong tingkat partisipasi publik dalam kehidupan sosial politik secara lebih luas. Kajian ini secara pragmatis diharapkan mampu menjadi masukan bagi aktivis lingkungan pada khususnya dan gerakan lingkungan hidup di Indonesia pada umumnya.isu lingkungan secara lebih luas juga terkait dengan masih rendahnya kesadaran lingkungan. dalam lingkup yang lebih luas. komunikasi. Keterbatasan pemanfaatan internet dalam isu. Secara tegas dapat dikatakan bahwa penelitian me ngenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia belum pernah dilakukan sebelumnya.

RUMUSAN PERMASALAHAN Gambaran-gambaran fenomena di atas menunjukkan arti penting penelitian ini. Dengan latar belakang yang telah disebutkan maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimanakah penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia?” C. serta fasilitas yang tersedia melalui internet. Pemahaman pertama berkonsekuensi pada analisis terhadap penggunaan internet sebagai penggunaan teknologi. Kedua. pandangan yang kedua terhadap internet akan mewarnai pembacaan penggunaan internet sebagai sebuah tindakan komunikatif (communicative action). oleh kelompok masyarakat tertentu di Indonesia. Dalam penelusuran sejumlah literatur ilmu komunikasi.B. internet mengacu pada beragam isi serta aktivitas berkomunikasi dan berbagi informasi yang berlangsung melalui jaringan di atas. KERANGKA PEMIKIRAN Internet1 adalah salah satu media baru (new media) yang belum cukup banyak dikaji di Indonesia. Namun. Hasil penelitian ini secara e keilmuan diharapkan menyumbang pengetahuan mengenai penggunaan media baru. yang berhadapan dengan dimensi teknologis seperti jenis dan kecepatan akses. khususnya internet. Pertama. kajian mengenai internet tidak jarang dikaitkan dengan hakekatnya sebagai sebentuk teknologi 1 Pemahaman akan internet dalam penelitian ini berangkat dari pandangan DiMaggio dkk (dalam Flew. 3 . D. 2005: 4) bahwa internet mengacu pada dua hal sekaligus. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini bertujuan memahami dan menggambarkan bagaimana aktivis lingkungan hidup menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan ( nvironmental activism) di Indonesia. internet sebagai infrastruktur teknis jaringan komputer-komputer dan alat-alat digital lainnya yang terhubung melalui jaringan telekomunikasi berkecepatan tinggi. terutama dari sudut pandang ilmu komunikasi.

kehadiran teknologi komunikasi dalam beragam bentuk penemuan (misalnya. 1996.lebih lagi dalam konteks Indonesia. serta dampaknya bagi masyarakat. 1986. kehadiran suatu teknologi komunikasi memang membawa konsekuensi-konsekuensi sosial. tradisi kedua internet studies berangkat dari ranah 2 Internet juga kerapkali dikategorikan sebagai produk teknologi komunikasi dan informasi (ICTinformation and communication technology). yakni untuk melihat sejauh mana mereka mengenali adanya perubahan atau pengaruh dari penggunaan internet. Tidak dapat dipungkiri. Giles. 3 Pengetahuan dan kesadaran (awareness) tentang konsekuensi-konsekuensi penggunaan internet akan menjadi salah satu dimensi yang akan digali dari aktivis lingkungan. Kondisi ini menyiratkan masih sangat terbukanya ruang kajian dan penyelidikan terhadap teknologi komunikasi ataupun media baru. baru akhir-akhir ini saja mulai dikaji secara ilmiah. bagaimana mereka berefleksi tentang manfaat ataupun dampak yang mereka rasakan selama menggunakan internet. namun dalam penelitian ini internet lebih dipandang dari sudut teknologi komunikasi. dan psikologis 3 yang pengaruhnya bekerja mulai dari tingkatan individu hingga ke level institusional (Rogers. 1996. dan bagaimana mereka memanfaatkan pemahaman tersebut untuk beradaptasi atau mengatasi masalah-masalah yang mungkin timbul selama menggunakan internet itu sendiri. telepon dan telegraf) selalu dipertanyakan manfaat. namun secara aplikatif relatif berguna dan cukup relevan untuk menjawab keingintahuan terkait fenomena komunikasi yang termediasi (mediated communication). Abrar. serta masih belum dapat diterka kemana arah perkembangannya (Pavlik. 1. 4 . Dalam era terkini. terutama internet. kultural. Sementara itu. kegunaan. Sedari awal. Pavlik.komunikasi2 berikut beragam bentuk dan dimensi-dimensi pengaruh yang dihadirkannya (Pavlik. Tradisi pertama riset tentang internet menurut Giles (2003: 263) lebih dominan berada dalam ranah ilmu komputer dan memfokuskan diri pada perkembangan mutakhir internet dilihat dari sudut teknologi. 1996: 315). 2003). Internet sebagai Objek Kajian Ilmu Komunikasi Kajian mengenai internet (internet studies) memang tidak berakar dari kajian komunikasi. 2003). Dan meskipun ada persamaan pola-pola penggunaan internet di sejumlah kasus tetapi secara umum pengaruh penggunaannya memiliki beragam bentuk dan tidaklah homogen. lebih. pesatnya kemajuan teknologi komunikasi semakin mendorong keingintahuan tersebut.

Generasi selanjutnya dalam kajian media baru berkembang di akhir tahun 90-an hingga awal tahun 2000. yakni new media studies. Pemaparan lebih dalam tentang kajian media baru disajikan Flew sebagai berikut. serta peningkatan efisiensi. hingga pandangan posmodernis terhadap kemunculan cyberpunk (Giles. Misalnya. 1996: 319-328). pengaruh positif internet ditunjukkan melalui berbagai fasilitas yang tersedia dan mampu menghubungkan berbagai institusi pendidikan. 2003: 264). Generasi pertama. Sherry Turkle. 2003: 264). melalui pandangan-pandangan optimistik mereka terhadap potensi demokratis yang terkandung dalam eksistensi komunitas virtual. mulai dari penggunaan teoriteori sosial terhadap pengaruh media baru terhadap budaya manusia. dan kepustakaan (Pavlik. tapi juga untuk secara aktif terlibat dengan dan di dalamnya. Generasi pertama juga meminta pada para pengguna internet untuk tidak hanya memahami dunia online. penelitian. Mark Douglas. produktivitas. dan adaptability. Secara historis. Gauntlett menolak tradisi kajian media dan lebih memilih proposisi yang lebih “sexy”. Generasi ini dipandang Flew mewakili pandangan dominan kajian media baru pada awal hingga akhir pertengahan tahun 90-an.keilmuan arts and humanities yang memadukan beragam pendekatan filosofis untuk mengkaji implikasi teknologi. yang digawangi oleh pemikiran Howard Rheingold. Pavlik (1996: 315) mengatakan bahwa kekuatan dan potensi positif internet yang diyakini oleh generasi ini adalah potensi desentralisasi dan komunikasi secara lebih meluas (multidirectional communication). Perkembangan terakhir ditunjukkan oleh kemunculan tradisi ketiga riset tentang internet yang berada dalam ranah media studies dan ditandai oleh tulisan Gauntlett di tahun 2000 (dalam Giles. Dalam dunia pendidikan. Terry Flew (2005:79-81) membagi kajian media baru (new media studies) menjadi tiga generasi. Generasi kedua ini dapat dijuluki generasi kritis karena lebih banyak mengedepankan kritik-kritik terhadap pandangan generasi pertama. diantaranya dengan menggugurkan janji-janji 5 . dan Douglas Schuler mengedepankan klaim-klaim tentang arti penting internet sebagai sesuatu yang radikal dan transformatif bagi masyarakat.

Meskipun para pemikir generasi kedua sudah berhasil berpikir lebih jauh. dan komprehensif tentang internet. apalagi kalau dihadapkan pada kenyataan bahwa hingga kini terdapat kesenjangan yang sangat lebar antara siapa yang dapat dan tidak dapat mengakses internet. namun. terutama bagi perempuan dan kelompok minoritas (Pavlik. misalnya kritik dari Slevin di tahun 2000 dan Slater di tahun 2002 (dalam Flew. kuatnya pengaruh determinisme teknologi dalam adopsi internet. seringkali menggunakan logika ekonomi-politik untuk melihat kekuatankekuatan atau pihak-pihak yang diuntungkan di balik ketersebaran dan penggunaan internet yang semakin luas dan padat. dan pengabaian konteks sejarah dan sosial dalam pembentukan budaya-budaya terkini di internet (Flew. Generasi ketiga new media studies menitikberatkan pendekatan empiris untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana orang berinteraksi dengan lingkungan internet. Pendekatan dalam generasi ini juga berangkat dari sejumlah kritik terhadap generasi pertama. Skeptisisme yang juga muncul dalam aliran ini misalnya adalah apa yang digambarkan Pavlik (1996: 317) sebagai ketakutan bahwa pada akhirnya sebagian besar isi internet akan dikuasai oleh kekuatan-kekuatan komersial yang sudah lebih dulu mengontrol media tradisional atau konvensional. Bahkan sejumlah ilmuwan neo. mendalam. Celah inilah yang menjadi awal bangkitnya pendekatan generasi ketiga dalam kajian media baru. kerapuhan komunitas virtual ketika dihadapkan dengan konflik internal.marxis meramalkan bahwa teknologi media baru hanya akan menghasilkan lebih banyak -dan bukan lebih sedikitketidaksetaraan (inequality) dalam distribusi kekayaan di masyarakat.indah internet dan menunjukkan berbagai keterbatasan internet. 2005: 80). 2005: 67) yang menunjukkan dua keterbatasan utama kajian-kajian awal tentang komunitas 6 . di antaranya adalah Kevin Robins dan Frank Webster. mereka belum mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar bagaimana sesungguhnya cara khalayak atau pengguna menggunakan internet sebagai media baru. 1996: 348). Pemikir generasi kedua. Keterbatasan internet yang diungkapkan antara lain adalah adanya “ digital divide” yang sedikit banyak memang membatasi siapa yang sebenarnya punya akses ke internet dan siapa yang tidak.

serta 7 . Selain itu. hasil penelitian mereka terhadap penggunaan internet oleh masyarakat Trinidad yang tinggal di luar negaranya menunjukkan bagaimana akses terhadap teknologi komunikasi telah memperkuat dan memperkaya praktek-praktek komunikasi khas masyarakat Trinidad.hal yang telah dimiliki sebelumnya di dunia “nyata”. umur. Misalnya.hari mereka.institusi sosial di dalamnya. apakah mereka tinggal di wilayah urban atau sub urban). dan karakter-karakter ras. dan belum menyentuh fenomenafenomena “remeh” dalam keseharian para pengguna internet. Keinginan untuk melampaui keterbatasan-keterbatasan generasi sebelumnya mendorong para pemikir generasi ketiga seperti Nancy Baym serta Miller dan Slater untuk bekerja dengan tiga proposisi utama. Penelitian itu juga menunjukkan bagaimana penggunaan internet oleh kelompok masyarakat tersebut tidaklah terpisah dari pengalaman nyata dan interaksi keseharian mereka. tanpa memiliki perbedaan sumber daya. institusi. kelas. 2005: 59) mengingatkan perlunya kajian mendalam untuk memahami kaitan antara hubunganhubungan sosial. yakni posisi geografis mereka (misalnya. Proposisi kedua dari para pemikir generasi ketiga adalah perlunya mengkaji penggunaan internet dengan melihat “siapa” para penggunanya. kemampuan. gender. untuk tidak lagi meributkan perbedaan antara online dan offline atau “real vs virtual” tapi berusaha melihat bagaimana orang-orang menggunakan CMC (computer mediated-communication) dan teknologi internet sebagai bagian dari material culture yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari. Pertama. beserta hal. dan praktek-praktek yang berlangsung dalam beragam kondisi khusus di berbagai setting masyarakat.virtual. serta pengetahuan. Keterbatasan yang kedua adalah bagaimana generasi pertama terlalu berfokus pada internet sebagai medium dan bukan sebagai sebuah konteks sosial tempat berlangsungnya produksi dan penerimaan informasi. kajian-kajian tersebut lebih banyak mengkaji fenomenafenomena “heroik” di dunia maya. kelebihan. Pandangan optimistik mereka seolah-olah memandang bahwa orang-orang yang bergabung dalam komunitas di dunia cyber datang tanpa membawa apa-apa. Miller dan Slater (dalam Flew. Proposisi pertama.

psikologis. kesemuanya lebih bergantung pada fenomena terkini ataupun pertanyaan penelitian yang belum terjawab. 2006. penelitian terhadap suatu media dapat maju.namun hal ini tidak berarti bahwa cyberspace itu sendiri sebuah ruang yang sepenuhnya independen dan terpisah dari ruang-ruang yang telah ada sebelumnya di kehidupan “nyata”. bentuk-bentuk efek negatif apa saja yang muncul (bila ada). Sementara itu. sementara yang dimunculkan di fase ketiga terkait dengan bagaimana suatu media mampu mengubah perspektif orang. yakni budaya aktivisme ( ctivism). 8 . yakni meski orang bisa memiliki banyak identitas online dan menjadi anggota suatu komunitas virtual -yang tidak terdefinisikan secara sosial maupun geografis. proposisi k etiga masih berkaitan erat dengan proposisi sebelumnya. mundur kembali ke fase sebelumnya. Penelitian ini memadukan keingintahuan dalam fase kedua dan ketiga dari empat fase yang ada. atau dengan mencari tahu apakah 4 Meskipun disebut empat fase perkembangan penelitian media massa namun sesungguhnya model ini tidaklah linear dan kumulatif (Wimmer dan Dominick. Kim & Weaver. dengan upaya memahami secara empiris bagaimana internet digunakan dan dimaknai oleh aktivis lingkungan dalam sebuah komunitas budaya yang spesifik. Pertanyaan dalam riset fase kedua lebih berfokus pada penggunaan media. ataupun secara simultan dilakukan lintas fase. melompat ke fase selanjutnya. dengan cara apa suatu media membantu manusia dan juga masyarakat.pendidikan mereka. Penelitian ini bermaksud mengusung semangat generasi ketiga tersebut. 2002). dan lebih dari itu. Penelitian ini sejalan dengan a fase kedua dan ketiga dari apa yang digambarkan Wimmer dan Dominick (2006: 7-8) sebagai empat fase perkembangan penelitian media massa4 . yakni ingin mengetahui bagaimana penggunaan media oleh para penggunanya. Hal ini disebut Flew sebagai kebangkitan semangat untuk mengkaji media baru secara empiris atau “empirical turn in new media studies” (2005: 79). mempertanyakan apa yang pengguna suatu media inginkan dan harapkan dari media tersebut. dan fisik dari suatu media. berusaha menggali bagaimana efek sosial. Yakni. Sejumlah kritik yang muncul terhadap pemikiran generasi pertama dan kedua menurut Flew (2005: 60) menunjukkan perlunya para peneliti bergerak dari pandangan terhadap teknologi dan perubahan sosial secara makro-sosiologis menuju ke pemahaman empiris tentang penggunaan media baru dalam beragam komunitas dan budaya.

9 .edu/vol1/issue4/rafaeli. Journal of Computer-Mediated Communication. penelitian ini akan menggali bagaimana bentuk-bentuk penggunaan internet oleh aktivis lingkungan dan melihat bagaimana hal tersebut mengubah cara mereka memandang dan menjalankan aktivisme mereka. di sisi lain menemukan adanya peningkatan jumlah riset komunikasi tentang internet dari tahun 1996 hingga ke tahun 2000.suatu media dapat digabungkan (combined) dengan media lain untuk menjadikannya lebih berguna bagi individu maupun masyarakat. Oleh karena itu. dan Sheizaf Rafaeli. terutama bila dibandingkan dengan penelitian terhadap media konvensional. Hal ini cukup mengherankan karena ilmu komunikasi sesungguhnya memberikan ruang bagi kajian terhadap internet karena internet merupakan salah satu objek material ilmu komunikasi. padahal kehadiran internet sebagai media yang tersedia bagi banyak orang (sudah massif dan tak lagi hanya di kalangan militer dan akademisi) sudah berlangsung lebih dari satu dekade. Rupanya. John E. 1(4). 2002: 136). Fenomena ini barangkali jawaban para ilmuwan komunikasi terhadap tantangan Morris dan Ogan di tahun 1996 6 . namun versi yang dapat peneliti akses adalah yang dimuat dalam McQuail’s Reader in Mass Communication Theory (2002).indiana. 1995. Namun. Hal ini dapat dilakukan dengan memahami internet sebagai multifaceted mass medium. yang memiliki banyak konfigurasi atau bentuk komunikasi. 5 Newhagen. Why Communication Researchers Should Study the Internet: A Dialogue. riset terkait internet masih belum cukup banyak dilakukan oleh peneliti ilmu komunikasi. yakni bahwa teknologi komunikasi baru seperti internet sejatinya memungkinkan para ilmuwan to rethink. Hal ini karena banyak ilmuwan komunikasi masih mengungkung diri dalam batasan-batasan teoretis penelitian komunikasi massa. Argumen akan pentingnya peneliti komunikasi mempelajari internet sudah pernah diungkap dalam dialog Newhagen dan Rafaeli sejak pertengahan tahun 90-an5 . rather abandon.html 6 Artikel dari Morris & Ogan sebenarnya dimuat pertama kali pada tahun 1996 di Journal of Communication. Kim dan Weaver (2002: 522). definition and categories yang selama ini telah ada. hambatan teoretis membuat banyak ilmuwan komunikasi masih menahan diri untuk mengkaji internet (Morris & Ogan. Diakses pada tanggal 10 Desember 2007 dari http://jcmc.

mulai dari bentuk hubungan interpersonal, kelompok kecil, hingga yang menyerupai format komunikasi massa 7 . Untuk memulai kajian komunikasi tentang internet, salah satu kerangka teoretis yang dipandang Morris dan Ogan cuk up membantu adalah pendekatan penggunaan dan kepuasan (uses and gratifications).

2. Pendekatan Uses and Gratifications dan Social Action untuk Mengkaji Internet Penelitian ini memang tidak bertujuan untuk menguji suatu teori, namun tetap akan memanfaatkan dua buah model teoretis yang telah cukup dikenal dalam kajian ilmu komunikasi, yakni pendekatan Uses and Gratifications dan model Social Action untuk menggali secara lebih mendalam fenomena penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Teori yang pertama akan digunakan untuk mendapatkan gambaran umum penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Sementara yang kedua akan berguna dalam penggalian pemahaman dan pemaknaan aktivis terhadap aktivisme yang mereka lakukan melalui internet. Penggunaan dan kepuasan (uses and gratifications) adalah salah satu pendekatan dalam ilmu komunikasi. Pendekatan ini sesungguhnya telah muncul sejak tahun 1940-an (McQuail & Windahl, 1993: 133), namun baru mewujud menjadi sebuah paparan konseptual dalam tulisan Katz, Blumler, dan Gurevitch di tahun 1974. Logika pendekatan yang berakar pada analisis fungsional8 ini pada dasarnya melihat bahwa orang mengkonsumsi media
7

Bentuk-bentuk dan tingkatan komunikasi digunakan Morris dan Ogan (2002: 138) untuk menyusun empat kategori pengguna internet, yakni yang menggunakannya untuk (a) one-to-one asynchronous communication, seperti e-mail; (b) many-to-many asynchronous communication, seperti bulletin boards atau mailing list; (c) synchronous communication, yang berlangsung di waktu bersamaan dan secara simultan, baik one-to-one, one-to-many, ataupun many-to-many; seperti chatting dan Multi-User-Dungeons (MUDs) ; (d) asynchronous communication, yang bersifat memenuhi kebutuhan penerima informasi dalam mencari dan mengakses informasi, dimana dapat dikatakan ada pihak yang menyediakan informasi secara sepihak, seperti penggunaan situs www dan ftp. Empat kategori penggunaan internet ini akan digunakan sebagai kerangka untuk mengenali pola -pola atau kebiasaan penggunaan internet oleh aktivis lingkungan dan bagaimana kelebihan dan kekurangan masing-masing bentuk komunikasi lewat internet.
8

Penelitian ini sesungguhnya berada di paradigma dominan pendekatan fungsionalis karena percaya pada “‘positive’ contribution of media to the existing social order” (McQuail, 2002: 6).

10

untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial dan psikologis tertentu. Konsep dasar pendekatan ini tertarik pada:

“(1) the social and psychological origins of (2) needs, which generate (3) expectations of (4) the mass media or other sources, which lead to (5) differential patterns of media exposure (or engagement in other activities), resulting in (6) needs gratifications and (7) other consequences, perhaps mostly unintended ones.” (Katz, Blumler, & Gurevitch, 1974: 510).

Tentu saja, model ini mengasumsikan bahwa khalayak bersifat aktif dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan motivasi tertentu yang juga didasarkan pada pengalaman-pengalaman mereka sebelumnya dengan media (McQuail & Windahl, 1993: 134). Dapat dikatakan bahwa pendekatan ini mensyaratkan adanya derajat keaktifan khalayak ( udience activity), baik a secara instrumental maupun ritualized (Morris & Ogan, 2002: 142). Selain itu, berdasarkan masukan dari Lundberg dan Hulten di tahun 1968, Katz, Blumler, dan Gurevitch selanjutnya juga menyatakan bahwa pendekatan ini memandang: “(a) proses menghubungkan need gratifications dan media choice sesungguhnya berada di tangan khalayak atau pengguna itu sendiri; (b) media bersaing dengan sumbersumber lain untuk memenuhi kebutuhan khalayak; (c) khalayak mampu secara sadar bercerita tentang ketertarikan dan motif mereka mengkonsumsi media; dan (d) p enilaian tentang signifikansi kultural komunikasi massa harus hati-hati diberikan, hal ini untuk melihat perbedaan antara pendekatan ini dengan pandangan spekulatif mengenai budaya populer.” (1974:510-1)

Berdasarkan asumsi-asumsi di atas maka pendekatan ini banyak dipakai untuk meneliti bagaimanakah penggunaan media (media use) oleh khalayak.
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa penelitian ini juga memijakkan kaki di paradigma interpretif karena ingin menggali dan memahami kualitas, persepsi, dan pemaknaan aktivis sebagai pengguna internet terhadap aktivitas yang dilakukannya di internet d keberadaan an internet itu sendiri.

11

Penelitian penggunaan media selama ini memang masih belum dapat digeneralisasi dan masih bersifat spesifik, misalnya dengan hanya berfokus pada kelompok khalayak tertentu (anak-anak, ibu rumah tangga); jenis acara tertentu (kuis, berita); atau pada medium tertentu saja (radio, koran). Dari sejumlah penelitian yang telah dilakukan, McQuail (dalam Fiske, 1990: 152) menemukan empat kategori utama need gratifications atau kebutuhan yang berusaha dipenuhi khalayak saat mengkonsumsi media, yakni pelarian (diversion); hubungan sosial (personal relationship); jati diri (personal identity); dan pengawasan (surveillance) terhadap kehidupan di sekitarnya. Terdapat dua kritik utama yang dilayangkan pada peneliti yang menggunakan model uses and gratifications (Fiske, et al, 1992: 327). Pertama, bahwa pendekatan ini terlalu menekankan dimensi individualistik dan psikologis dari khalayak, sehingga mengabaikan atau gagal menangkap secara utuh fondasi struktural dan sifat sosial dari kebutuhan dan kepuasan khalayak. Kritik kedua, teoritisi uses and gratifications tampaknya mengabaikan atau bahkan tidak memperhitungkan isi atau content dari pesan media massa, padahal media massa sendiri memiliki preferred meaning yang sudah mereka bentuk sedemikian rupa. Kritik-kritik di atas tampaknya muncul dalam konteks penggunaan pendekatan ini untuk mengkaji khalayak media massa. Namun, tentunya terdapat perbedaan antara khalayak media massa konvensional dan khalayak atau pengguna media interaktif. Oleh karena itu, meskipun dianggap memiliki banyak kelemahan, tetapi pendekatan ini dinilai masih cocok bila digunakan untuk menilai secara umum atau mengkaji secara ilmiah pengaruh kehadiran dan penggunaan teknologi komunikasi interaktif (Pavlik, 1996: 343); terutama untuk menyediakan kerangka awal bagi penelitian komunikasi tentang Internet (Morris & Ogan, 2002: 141). Pandangan ini terlihat dari tingginya penggunaan teori atau pendekatan uses and gratifications dalam riset tentang internet hingga akhir tahun 2000 (Kim & Weaver, 2002: 529), meskipun hanya sedikit dari riset-riset internet tersebut yang secara spesifik menguji teori komunikasi. Hal ini tampaknya karena bentuk-bentuk teknologi komunikasi terkini memang mensyaratkan keaktifan

12

lebih di pihak pengguna atau khalayak, sesuatu yang sejalan dengan asumsi dasar pendekatan uses and gratifications. Penerapan pendekatan penggunaan dan kepuasan dalam penelitian terhadap pengguna internet misalnya mengungkapkan bagaimana pelajar SMP dan SMA di sepuluh sekolah negeri di Amerika menggunakan internet (Ebersole, 2000); serta bagaimana penerapan uses and gratifications digunakan untuk mengkaji para pengguna berita online dan offline (Lyn, Salwen, dan Abdulla, 2005). Penelitian ini sendiri tidak memposisikan pendekatan uses and gratifications untuk diuji ataupun dikembangkan secara teoretis namun hanya akan dimanfaatkan sebagai kerangka berpikir; terutama untuk menajamkan pertanyaan dalam wawancara dan mengeksplorasi dimensidimensi penggunaan internet oleh aktivis dalam tahapan analisis. Oleh karena itu, dari para informan akan dieksplorasi sejumlah dimensi seperti (a) asal-usul sosial dan psikologis dari adanya; (b) kebutuhan aktivis lingkungan, yang memunculkan; (c) pengharapan terhadap; (d) media massa dan interaktif, yang mengarah pada suatu; (e) penggunaan internet dan pelaksanaan aktivitas lain, yang menghasilkan; (f) pemuasan kebutuhan dan; (g) konsekuensi-konsekuensi lainnya. Tentunya, ketujuh dimensi di atas akan digali secara kualitatif dan digunakan untuk melengkapi pembacaan terhadap penggunaan internet oleh aktivis lingkungan di Indonesia. Hal ini karena secara mendasar pendekatan penggunaan dan kepuasan sudah cukup untuk mendapatkan gambaran umum penggunaan internet oleh aktivis, tetapi belum memadai untuk menggali pemaknaannya oleh para aktivis. Untuk mengisi celah itu, penggalian data dalam penelitian ini akan lebih banyak memanfaatkan Social Action Model. Social Action Model atau Model Tindakan Sosial merupakan sebuah revisi atas pendekatan uses and gratifications dan juga bisa disebut sebagai sebuah gebrakan teoretis yang dilakukan oleh Renckstorf di tahun 1989 (dalam McQuail & Windahl, 1993: 143-144). Model Renckstorf sebenarnya berangkat dari dan masih memanfaatkan proses interaktif dan recurrent yang disarankan Rosengren, namun Renckstorf me nambahkan titik awal yang berbeda dan menawarkan pilihan alternatif (McQuail & Windahl, 1993: 144).

13

Sesungguhnya, Renckstorf ingin meletakkan khalayak sebagai pusat dalam proses komunikasi massa. Namun, dia tetap melihat khalayak sebagai bagian tak terpisahkan dari lingkungan sosial di sekitarnya. Lebih dari itu, khalayak dan media tak henti saling berinteraksi dalam suatu lingkungan simbolik. Hal ini tampak dalam sejumlah pandangan inti Renckstorf bahwa:

“People engage in activity on the basis of their own objectives, intentions and interests, but they are in interaction with many others and are capable of reflecting on their own actions and interactions. Human beings are not determined but can reflect on their ‘life-world’ which they share with others. Individuals have to interpret their situation and act accordingly. In the normal way of things, everyday life is “unproblematic’, since recurring problems are provided with solutions. The media are also not to be considered as ‘stimuli’ which provoke a reaction from audiences, and they form only part of the relevant ‘meaning producing symbolic environment’ of human actors. The individual has a self-image and engages in an interaction with self in which media can become involved.” (dalam McQuail & Windahl, 1993: 143-144)

Pandangan inti Renckstorf di atas terangk um dalam Model Tindakan Sosial yang digambarkan melalui diagram berikut:

(2) Surrounding society (including mass media and social, political, cultural, economic institutions,etc)

(4) (1) Definition of the situation Perceiving Thematizing Diagnosing (5) Unproblematic Problematic problem

(6) Motive

(7) Projection, decision

(8) External action, e.g. media use

(10)

Eval uati on

(9) Everyday routines

(3) Individual and social characteristics (including basic human needs, psychological set-up, social status, individual life history, etc.)

14

Diagram 1.1. Model Tindakan Sosial atas Penggunaan Media (Renckstorf 1989, dalam McQuail & Windahl, 1993: 143-144)

Diagram di atas dibaca sebagai: pada awalnya (1) individu mengambil atau menetapkan definisi dari sebuah situasi, dengan memanfaatkan pengalaman-pengalaman kehidupan dan interaksi keseharian mereka yang kemudian di-perceived, thematized, and interpreted (McQuail & Windahl, 1993: 144). Di saat yang sama, faktor- faktor seperti kedirian individu (self), posisi, dan pengalaman sosial (2 dan 3) masuk ke proses defining and interpreting. Jalur yang diikuti kemudian bergantung pada apakah situasi yang dihadapi dipandang bermasalah (4) ataukah tidak bermasalah (5). Bila bermasalah, maka jawaban atas masalah itu kemudian direnungkan, hingga muncul motif terformulasi (6); untuk kemudian mengambil keputusan tentang jawaban dari masalah itu (7). Jawaban dari masalah bisa berbentuk pemilihan dan penggunaan media, namun hal tersebut hanya sebagai salah satu tindakan eksternal (8). Sementara bila dianggap tidak bermasalah (5), jalur yang ditempuh langsung menuju rutinitas keseharian (9), termasuk di dalamnya adalah penggunaan media. Setelahnya, terlepas dari termotivasi atau tidak, penggunaan media sebagai sebuah tindakan sosial akan melewati tahap penilaian atau evaluasi (10) oleh individu; yang kemudian dapat diikuti oleh sekuen-sekuen pendefinisian dan pemaknaan berikut nya. Pandangan-pandangan Renckstorf tampaknya banyak dipengaruhi oleh pemikiran yang berakar pada interaksionisme simbolik dan fenomenologi.

15

Sebagai konsekuensinya, menurut McQuail dan Windahl (1993: 144), penelitian yang menggunakan model ini secara metodologis lebih mengandalkan metodologi interpretatif dan pendekatan kualitatif secara umum. Oleh karena itu, dalam penelitian ini pendekatan penggunaan dan kepuasan (uses and gratifications) ataupun model tindakan sosial (social action) akan digunakan secara bersamaan dan seoptimal mungkin untuk menggali dan mengeksplorasi bagaimana aktivis lingkungan menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan di Indonesia.

3. Internet dan Masyarakat Sipil Awal ketertarikan peneliti pada isu ini tidak terlepas dari pandangan optimistis peneliti terhadap narasi besar potensi perubahan yang terkandung dalam penggunaan media interaktif, khususnya internet. Pandangan ini berangkat dari pembacaan terhadap keberhasilan sejumlah gerakan sosial dalam memanfaatkan internet untuk memobilisasi isu ataupun massa. Salah satu contoh penggunaan internet paling fenomenal adalah keberhasilan gerakan anti- globalisasi memobilisasi massa melalui indymedia.org untuk melakukan protes terhadap WTO saat berlangsung pertemuan WTO pada tahun 1999 di Seattle, Amerika Serikat (Croteau & Hoynes, 2003: 250). Selain itu, juga terdapat kesukesan penggalangan massa dalam aksi protes jalanan pada acara World Social Forum (WSF) di tahun 2001 (Flew, 2005: 183). Kedua peristiwa di atas hanya contoh kecil dari bagaimana pada akhir tahun 90-an internet semakin sering dipilih sebagai medium memobilisasi massa. Alasan-alasan utamanya karena internet adalah alat komunikasi dan mobilisasi yang lebih cepat, murah, mudah, dan juga karena sudah semakin banyak kelompok masyarakat yang terhubung dengan internet. Di samping itu, berkomunikasi lewat internet tak jarang dianggap lebih “aman” dari pengawasan pemerintah dan kepolisian yang seringkali menghalangi ataupun membatasi rencana-rencana aksi atau protes sosial. Jauh sebelum internet menjadi barang lazim seperti saat ini, hubungan antara media dan masyarakat sipil atau gerakan sosial sebenarnya sudah

16

berlangsung lama. Gerakan sosial pada intinya adalah sekelompok warga yang bersatu untuk memperjuangkan suatu kepentingan (cause), baik sosial ataupun politis; dan keberadaan mereka merupakan bagian penting dalam ranah politik karena mereka bisa menghubungkan warganegara dengan elitelit politik (Croteau & Hoynes, 2003: 247). Posisi penting inilah yang membuat mereka cukup dilirik oleh media; dan hubungan keduanya pun sebenarnya saling membutuhkan. Gerakan sosial atau kemasyarakatan memerlukan media untuk menyampaikan pesan mereka secara lebih luas kepada publik; sementara media berpaling pada gerakan sebagai salah satu sumber berita yang potensial. Hubungan saling membutuhkan seperti di atas pada prakteknya tidak berjalan dua arah dan secara setara (Gamson & Wolfsfeld, dalam Croteau & Hoynes, 2003: 248). Kondisi itu terjadi karena media memiliki lebih banyak pilihan sumber berita; sementara gerakan sosial tidak dipungkiri sangat membutuhkan liputan media (terutama dari radio, televisi, dan suratkabar) sebagai salah satu saluran komunikasi mereka pada publik. Hal ini karena liputan yang ditampilkan di media sangat membantu gerakan sosial untuk lebih dikenal publik, untuk mengumpulkan dukungan; memperoleh pengakuan sebagai kelompok penekan yang memiliki posisi tawar; serta memperluas cakupan isu untuk mengundang lebih banyak sekutu ataupun jaringan pendukung. Dalam ketimpangan seperti di atas, media kemudian seringkali berada di atas angin dan “me ngkondisikan” gerakan sosial untuk berkompromi dengan kebutuhan dan tuntutan media. Situasi dan relasi di atas kemudian mendorong banyak gerakan sosial untuk beralih dari media arus utama (mainstream atau media massa konvensional, seperti televisi, radio, dan suratkabar) ke media “alternatif” dan independen (Croteau & Hoynes, 2003: 249). Strategi ini umumnya dipilih agar pesan yang disampaikan pada publik tidak terdistorsi oleh kepentingan media ataup un penguasa. Bentuk-bentuk media alternatif yang dipilih umumnya adalah pamflet, brosur, koran “bawah tanah” ataupun “zine”, yakni majalah dengan format dan isi alternatif, yang seringkali memanfaatkan grafis buatan tangan dan tata letak “amburadul”. Tetapi,

17

pembahasan mengenai penggunaan internet secara spesifik oleh aktivis atau gerakan lingkungan masih sangat terbatas dan belum banyak data atau hasil penelitian yang dapat diacu. Penggunaan internet oleh aktivis sosial selama ini umumnya lebih banyak berkaitan dengan isu. yakni Merlyna Lim dan Yanuar Nugroho. semakin banyak juga gerakan yang memanfaatkan internet sebagai saluran penting untuk menjaring anggota baru. informasi. Hal ini sejalan dengan karakter-karakter. atau bahkan dapat dikatakan elemen-elemen kekuatan.isu anti. yakni bagaimana jaringan komputer di internet memungkinkan terbongkarnya sekat-sekat perbedaan dan pemisahan antara “produsen” atau pengirim pesan dengan penerima pesan.seiring dengan makin familiarnya gerakan sosial dengan internet. dari internet. dan jenis analisis yang khas dan jarang dapat disalurkan melalui media arus utama. termasuk membuka kemungkinan beragam bentuk interaksi baru.globalisasi. Lebih jauh lagi. terdapat dua peneliti yang ari banyak membahas penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia. bekerjasama dengan gerakan dari daerah atau negara lain. 2003: 150). serta bagaimana komunikasi melalui media interaktif membuka kemungkinan menggabungkan karakter media massa dengan karakter komunikasi tatap muka perseorangan (Rogers. mengumpulkan dukungan dan dana . terutama terlihat dari keberhasilan sejumlah gerakan anti-globalisasi menggunakan internet untuk menyebarkan isu dan memobilisasi massa. Walau tidak sedikit aktivis lingkungan yang juga ikut dalam protes-protes anti. 18 . bebas dari kekangan birokrasi dan tradisi (Croteau & Hoynes. Kedua elemen di atas membuat sebagian kritikus berpendapat bahwa jaringan komputer bernama internet adalah sebuah wilayah penuh kebebasan.globalisasi (Flew. 2005: 183). serta menampilkan ekspresi. D sedikit literatur yang ditemukan. sebuah ruang ideal yang diharapkan para aktivis sosial dapat membantu mewujudkan masyarakat yang lebih baik. 1986: 21). masih sedikit sekali bahan yang mengkaji penggunaan internet oleh masyarakat sipil ataupun aktivis di Indonesia. Kehadiran internet memang membuka saluran komunikasi baru bagi masyarakat sipil.

Namun.Kedua peneliti tersebut telah mengkaji penggunaan internet untuk kerja-kerja sosial oleh aktivis Indonesia. Sejalan dengan Model Tindakan Sosial Renckstorf. padahal tidak sedikit aktivis yang bergerak secara independen dan tidak berada di bawah suatu organisasi tertentu. Tetapi penelitian yang telah dilakukan keduanya masih berada di level makro masyarakat sipil ataupun tingkatan institusional dari lembaga swadaya masyarakat. Informan dalam penelitian ini adalah aktivis-aktivis lingkungan yang aktif membela lingkungan melalui saluran internet. Fokus pada aktivis lingkungan diambil karena ketertarikan peneliti dengan aktor-aktor yang bergerak dalam isu tersebut. Aktivis yang menjadi subyek penelitian hendaknya cukup sering mempergunakan internet (baik dari segi rutinitas kekerapan maupun durasi akses internet) dan mempergunakannya untuk beragam aktivitas dalam kerangka aktivisme lingkungan hidup. terdapat satu persyaratan dalam batasan di atas. dan belum mampu menggambarkan penggunaan internet oleh aktivis di level individual. ataupun rentang 9 Intensitas disini mengacu pada kuantitas dan kualitas penggunaan internet. 19 . konsep-konsep dan pemikiranpemikiran di atas telah dibatasi dan dipersempit sesuai dengan tujuan penelitian. baik e-mail. yakni aktivis tersebut memiliki intensitas 9 yang cukup tinggi dalam penggunaan internet untuk penyebaran isu lingkungan dan atau dalam pengalaman menjadi aktivis lingkungan. yang pernah dilakukan oleh para aktivis lingkungan yang menjadi informan penelitian ini. penggalian data tentang penggunaan internet dalam penelitian ini juga akan menggali dimensi-dimensi sosial dan pemaknaan oleh aktivis lingkungan terhadap aktivitas yang dilakukannya. Sementara itu. Dengan intensitas pemanfaatan internet yang relatif tinggi serta kesungguhan. yang dimaksud dengan “aktivis lingkungan hidup” adalah perseorangan yang memiliki kepedulian terhadap isu. Denga n memanfaatkan celah tersebut penelitian ini akan difokuskan pada bagaimana aktivis lingkungan secara perseorangan menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan di Indonesia. komitmen. weblog. maupun petisi online. Untuk memudahkan penggalian data.isu pelestarian dan keadilan lingkungan hidup. Dalam penelitian ini “penggunaan internet” mengacu pada segala bentuk pemanfaatan internet. mailing list. serta karena belum adanya riset yang membahas topik penggunaan internet oleh aktivis dalam konteks aktivisme lingkungan di Indonesia.

Penelitian deskriptif ini berupaya mendapatkan gambaran detail dan mendalam mengenai penggunaan Internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia. Dengan tujuan yang ingin dicapai. dan eksplanasi (explanation). teknik pengumpulan data. kegunaan penelitian. ataupun program yang dijalankan untuk mendukung penegakan prinsipprinsip pelestarian. deskripsi (description). yakni menyajikan gambaran rinci dan akurat tentang sebuah objek penelitian. studi deskriptif dinilai memadai untuk menjawab rumusan masalah penelitian ini.pengalaman yang cukup panjang sebagai aktivis maka diharapkan calon informan memiliki keluasan dan kedalaman pengetahuan yang memadai mengenai topik penelitian. Ragam penelitian sosial dapat dikenali melalui beberapa aspek yang dikandungnya. istilah “aktivisme lingkungan” atau environmental activism mencakup segala bentuk perilaku. dan refleksivitas aktivis atas penggunaan internet sehingga penelitian ini dapat memberikan 20 . kegiatan. METODOLOGI PENELITIAN 1. Sehingga dapat dikatakan bahwa persyaratan “intensitas” digunakan sebagai upaya meningkatkan keterandalan data yang akan digali. membangun kategorisasi dan klasifikasi. ataupun tujuan penelitian tersebut. yakni untuk melakukan eksplorasi (exploration). pemaknaan. dan keadilan lingkungan. seperti jenis pendekatan. E. Neuman (2000: 21) memaparkan bahwa berdasarkan tujuannya (purpose of study) penelitian dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. perlindungan. Sementara itu. tindakan. Jenis dan Sifat Penelitian Kajian ini bermaksud memahami dan menggambarkan bagaimana aktivis lingkungan di Indonesia menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan. Dalam penyajiannya penelitian ini menggunakan beberapa hal yang menurut Neuman (2000: 22) menjadi prinsip-prinsip penelitian deskriptif. Gambaran-gambaran yang didapat akan dikaji untuk mengetahui pola penggunaan. serta untuk memaparkan latar belakang dan konteks sebuah situasi.

Sehingga di masa datang dapat diperoleh temuan yang lebih aplikatif dan dapat membantu aktivis serta organisasi lingkungan untuk menyusun strategi pemanfaatan Internet yang lebih efektif dan tepat s asaran untuk menyokong aktivisme lingkungan di Indonesia. 1995). Sebagai konsekuensi. Metode Penelitian Penelitian ini secara paradigmatik memanfaatkan pendekatan interpretif. Peneliti interpretif menyelidiki proses sosial secara menyeluruh karena percaya bahwa realitas itu holistik dan tidak bisa dibagi-bagi. peneliti interpretif memanfaatkan metode penelitian yang bisa menggali data secara interpretatif. Dari gambaran awal tersebut. Secara lebih spesifik. yang bertujuan memahami bagaimana orang dalam situasi alaminya menciptakan makna dan memaknai kejadian-kejadian di dunia mereka (Wimmer & Dominick. yakni metode penelitian kualitatif. 2006: 113). Metode penelitian kualitatif dianggap cocok karena memungkinkan peneliti menelisik melampaui data angka dan masuk untuk memahami makna.makna di balik tindakan komunikatif yang dilakukan manusia (Lindlof. 2. Metode ini dipilih dengan mempertimbangkan tujuan penelitian yang bermaksud memahami dan menggambarkan bagaimana aktivis lingkungan hidup menggunakan Internet untuk mendukung aktivisme lingkungan.gambaran awal yang utuh tentang penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. penelitian komunikasi yang menggunakan metode penelitian kualitatif memandang tindakan komunikasi (communicative actions) sebagai suatu 21 . Penelitian ini memanfaatkan metode penelitian kualitatif untuk mendapatkan hasil paling optimal. Hal ini agar penelitian-penelitian terkait topik ini pada tahapan selanjutnya dapat diarahkan pada penyelidikan yang lebih empiris ataupun bersifat pengujian hipotesis mengenai penggunaan internet oleh aktivis. hasil penelitian deskriptif ini diharapkan dapat menjadi batu pijakan untuk memahami penggunaan Internet oleh aktivis lingkungan.

informan dipilih dengan memanfaatkan prinsip-prinsip dalam purposive sampling 11 . 1995: 13). Secara mendasar. metode penelitian kualitatifinterpretatif dianggap paling sesuai. peneliti kualitatif tidak menyandarkan hasil penelitian mereka pada data-data statistik. 11 Pembahasan lebih lengkap dan sesuai dengan yang terjadi di lapangan dapat dibaca di Bab IV. 1995: 21). dan tindakan sosial lainnya (Lindlof. yakni yang aktivismenya banyak menggunakan fasilitas di internet dan tingkat aktivitasnya relatif tinggi. tampaknya salah satu alasan mengapa belum ada penelitian kuantitatif terhadap aktivis secara umum. 2000: 198). Sementara itu. Untuk mendukung tujuan penelitian. bila peneliti menggunakannya untuk memilih kasus-kasus unik yang bisa 10 Sejauh ini. Purposive sampling dinilai cocok digunakan dalam tiga keadaan (Neuman. 22 . khususnya aktivis lingkungan. Pertama. yang dipilih berdasarkan kualitas dan karakter-karakter spesifik yang mereka miliki. dan menyingkirkan siapa-siapa yang tidak memenuhi kriteria tersebut (Wimmer & Dominick. bahasa tubuh. Pemilihan Informan Subjek penelitian ini adalah aktivis lingkungan Indonesia yang “eksis” di dunia maya. Penelitian untuk mengkaji fenomena internet di Indonesia secara kualitatif dapat dikatakan sebagai sesuatu yang baru dan contoh pengaplikasiannya untuk sementara ini dapat dilihat dari hasil kajian Nugroho (2007) dan Lim (2003). dan aktivis lingkungan secara khusus adalah karena tidak terdapat data populasi ataupun kerangka sampling aktivis yang dapat diukur secara jelas. Oleh karena itu. 3. juga merupakan topik dan wilayah yang baru10 . namun pada pembicaraan. untuk mencapai tujuan dan esensi penelitian ini.“performances and practices of human communication” (Lindlof. Hal ini dilakukan untuk menangkap makna dan kualitas dari tindakantindakan komunikatif dan bukan hanya dimensi-dimensi terukur yang melekat padanya. penelitian tentang penggunaan internet oleh aktivis di Indonesia. yakni memilih informan dengan tujuan khusus dan tertentu. yakni sebagai serangkaian tindakan-tindakan yang bermakna bagi diri pelakunya dan juga orang di sekitarnya. 2006: 91).

Sehingga diharapkan dari para informan didapat informasi yang detail dan mendalam mengenai aktivitas mereka di internet sebagai aktivis lingkungan. believing. dan atau jumlah post/artikel (bila di blog) yang relatif tinggi bila dibandingkan dengan situs. juga dilakukan snowball sampling pada informan yang sudah terlebih dahulu dipilih. hal ini dilakukan dengan memilih informan yang dianggap dapat memberikan informasi paling optimal mengenai topik penelitian. ataupun mailing list (terkait isu lingkungan) dengan aktivitas tinggi 12 . Kedua. Terakhir. Data mengenai para aktivis lingkungan pengguna internet didapatkan dari database anggota milis milis lingkungan yang berbasis di Indonesia. ataupun mailing list sejenis. yakni milis bernama lingkungan. (b) berkomitmen pada isu lingkungan hidup. Daftar milis didapatkan dari yahoogroups dan googlegroups. informan dianggap dapat memberi informasi dan data secara optimal bila (a) sudah beraktivitas di dunia maya lebih dari lima tahun. yang mencatat terdapat 21 buah milis bertema lingkungan (per 17 Februari 2009) yang memiliki keangotaan di atas sepuluh orang. blog. Prinsip pemilihan informan secara purposif dinilai sesuai dengan jenis penelitian eksploratoris yang lebih bertujuan untuk “get a sense of what respondents are thinking.memberikan informasi secara lebih baik. dengan cara menanyai apakah mereka mengenal orang lain yang memenuhi kriteria 12 Ditandai dengan jumlah anggota. Cara pemilihan informan seperti di atas dipilih untuk penelitian ini karena sejalan dengan keadaan di lapangan. dilakukan cross-check dengan melihat pula blog-blog lingkungan dan mencari tahu adakah anggota aktif milis lingkungan yang juga memiliki atau mengelola blog yang aktif memuat informasi lingkungan. Secara teknis. Selain itu. or feeling about a topic or information that may be useful in designing a larger and more comprehensive study at a later time” (Csaja & Blair. bila populasi yang dipilih sangat spesifik dan sulit dijangkau dengan survei. Kemudian dilakukan observasi pra-penelitian terhadap milis tersebut untuk mencari tahu siapa-siapa anggota yang paling aktif. yakni karena aktivis lingkungan di Indonesia sangatlah spesifik dan tidak mudah mendapatkan data lengkap mengenainya. Dari 21 milis tersebut dipilih satu milis dengan anggota dan pesan terbanyak. Untuk penelitian ini. 2005: 130). selain itu cara ini memungkinkan peneliti memilih kasus-kasus unik dari para aktivis lingkungan yang ada dan mengkajinya secara mendalam. blog. jumlah pesan. Selain itu. 23 . jika peneliti ingin mengenali tipe-tipe khusus dari kasus-kasus yang ada (particular types of cases) dengan penyelidikan mendalam. dan atau (c) (dibuktikan dengan) memiliki atau mengelola situs.

Hal ini karena penelitian kualitatif menggunakan pendekatan pertanyaan yang fleksibel (Wimmer & Dominick. wawancara dilakukan melalui pertemuan tatap muka (face-to-face interview) dan juga wawancara yang termediasi melalui 24 . dan bukan bertujuan mendapatkan perwakilan. informasi yang didapatkan dari para informan tentunya tidak menggambarkan penggunaan internet secara umum dari para aktivis lingkungan di Indonesia. Namun. arahan orang yang mereka usulkan tidak serta merta peneliti jadikan informan. 4. sehingga hasil penelitian nantinya tidak bisa digeneralisasi terhadap keseluruhan aktivis lingkungan (Wimmer & Dominick. maka teknik yang sesuai untuk menggali informasi dari informan dan menjawab pertanyaan penelitian adalah wawancara mendalam (in-depth interview). 2006: 116). secara mendasar kedua cara pemilihan informan di atas dipilih untuk mendapatkan gambaran unik dan mendalam mengenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Oleh karena itu. Tentu saja. penelitian ini juga mengumpulkan dokumen aktivitas para informan di dunia maya melalui data yang tersimpan di mailing list dan atau blog/situs mereka. Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini memiliki tujuan deskriptif. karena perlu diamati juga apakah orang-orang tersebut memenuhi kriteria. bukan untuk membatasi atau mengekang peneliti. Wawancara mendalam dilakukan dengan menanyai informan dengan menggunakan pertanyaan terbuka (open-ended questions). Secara lebih teknis. dimana informan menjawab secara bebas tanpa dibatasi pilihan-pilihan. namun hanya berfungsi untuk mengingatkan peneliti tentang topiktopik utama yang perlu ditanyakan atau dibicarakan. Wawancara mendalam dilakukan untuk menggali kedalaman pemanfaatan dan pemaknaan terhadap penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. 2006: 88). Panduan pertanyaan akan disiapkan.penelitian ini. dimana peneliti dapat mengganti pertanyaan di tengah wawancara atau bertanya suatu hal yang sebelumnya tidak terdapat dalam panduan wawancara. Selain menggunakan wawancara.

Cara kedua ini juga dipilih karena jauh lebih efisien. Teknik Analisis Data Data yang telah dikumpulkan kemudian dibaca menurut kaitannya dengan beberapa topik yang muncul. reduction. Fleksibilitas cukup penting ketika peneliti merasa perlu melakukan sesi wawancara tambahan untuk mengkonfirmasi sejumlah informasi atau data. Kemudian peneliti membaca kumpulan data itu satu persatu dan berkali-kali. 5. Selain itu.masing sumbernya. Lindlof (1995: 215) memaparkan bagaimana analisis data kualitatif dilakukan melalui langkah process. kemudian setiap potongan informasi dicoding dan dikenali masing. serta fleksibel. data ditata menurut sistem kategori pendahulu ( reliminary category system). internet-savvy. Setelah itu. untuk selanjutnya masuk ke tahapan conceptual development dan akhirnya interpretation evaluation. dimana p kategori dapat muncul dari data itu sendiri atau berdasarkan teori atau risetriset terdahulu. wawancara termediasi lewat internet dinilai tidak akan mengurangi ketajaman informasi yang diberikan informan karena para informan adalah orang-orang yang cukup terampil.fasilitas chatting (misalnya. kemudian dikelompokkan menjadi kategori-kategori yang cocok dan bermakna. Namun. penjelasan Wimmer & Dominick (2006: 116) secara lebih teknis menunjukkan bagaimana peneliti kualitatif pertama-tama menata informasi menurut dimensi waktu. serta setting alami tempat berlangsungnya wawancara. Masih sejalan dengan Lindlof. fasih. yakni memungkinkan peneliti menangkap lebih detail bahasa tubuh dan gesture informan. yakni “recurrent 25 . Wawancara secara langsung memiliki keuntungan lebih. Oleh karena itu. karena para informan berdomisili di sejumlah tempat yang berbeda dan berjauhan maka pelaksanaannya menuntut waktu yang lebih panjang dengan lebih banyak biaya. informan ditawari untuk diwawancara melalui Yahoo Messenger. dan theory. bergantung pada kesediaan dan keluangan informan. dan berpengalaman menggunakan internet sebagai media komunikasi. explanation. untuk menemukan pola dalam data tersebut. praktis. melalui Yahoo Messenger). yakni sesuai urutan kejadian yang kronologis saat pengambilan data.

F. Setelah data tidak lagi “mentah”. sehingga informasi terkait kehidupan sosial mereka tidak akan dikesampingkan dalam pembacaan data. Perlu diingat bahwa walaupun penelitian ini melihat aktivis lingkungan sebagai pengguna internet namun. kasuistik. maupun kondisional di balik perilaku penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. or a body of knowledge” (Neuman. Kedua keterbatasan di atas muncul terutama karena penelitian ini lebih memusatkan diri pada penggambaran mendetail beragam penggunaan internet oleh aktivis dan kedalaman pemaknaan mereka atas tindakan komunikatif mereka tersebut. BATASAN PENELITIAN Penelitian deskriptif ini memiliki dua batasan. Pertama. penelitian ini tidak dimaksudkan untuk memberikan generalisasi terhadap penggunaan internet oleh aktivis lingkungan di Indonesia. objects. ataupun peran sosial dalam bidang lingkungan hidup. pekerjaan. baru kemudian dilakukan dua tahapan terakhir untuk membangun suatu hipotesis konseptual. 2000: 426). penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menjelaskan alasan-alasan khusus. Dan karena penelitian ini tidak bertujuan melakukan generalisasi ataupun menguji suatu hubungan (korelasi) ataupun kausalitas maka penarikan kesimpulan (generalisasi) atas hasil penelitian juga tidak dapat dilakukan.behaviors. di saat yang sama tentunya aktivis sebagai pribadi punya konteks aktivitas. 26 . Kedua.

Dengan kesadaran akan sejarah panjang kemunculan internet. diharapkan terbangun juga pemahaman masyarakat tentang konteks lebih luas yang menyertai keberlangsungan hidup internet hingga saat ini. 1983). Tidak terdapat informasi yang benar-benar jelas tentang kapan internet “lahir” ataupun “masuk” ke Indonesia. Samik-Ibrahim (2004).hati dengan kecenderungan pandangan yang menganggap kemunculan internet sebagai “sebuah ‘tombol lampu’ yang statusnya semula ‘off'’. INTERNET DI INDONESIA Sejarah internet di Indonesia sering disebut-sebut bercikal bakal pada semangat kekeluargaan dan gotong royong.BAB II PENGGUNAAN INTERNET A. baru pada tahap selanjutnya terdapat upaya untuk membangun jaringan antar kampus (Luhukay dan Budiardjo. 27 .upaya sejumlah universitas dalam mengujicobakan dan menggunakan teknologi informasi LAN (local area network) yang berbasis TCP/IP. Hal ini karena perkembangan teknologi internet di Indonesia pada awal mulanya adalah upaya. Kemudian. Semangat “gotong royong” tersebut secara sekilas tampak dari tulisan SamikIbrahim (2004) yang menunjukkan banyaknya pihak yang terlibat dari awal sejarah penggunaan dan perkembangan internet di Indonesia. mengingatkan masyarakat untuk berhati. Hal ini karena internet pada dasarnya memanfaatkan teknologi TCP/IP yang juga lazim digunakan pada Local Area Network (LAN). Sebagai salah satu pengguna awal internet di Indonesia. sehingga dapat dikatakan bahwa rintisan kemunculan internet sudah berakar sejak akhir tahun 60-an dengan riset-riset ARPANET oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Rahmat M. lalu menjadi ‘on’”.

Walaupun perubahan pola interaksi ini lebih tampak nyata di masyarakat perkotaan. peningkatan 28 . Perubahan ataupun penyesuaian pola-pola interaksi masyarakat merupakan hal yang tak terelakkan seiring semakin meningkatnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Saat itu. sosial. sejumlah pihak mulai melirik kesempatan usaha di bidang jaringan informasi. Sebenarnya. tetapi bukan tidak mungkin kecenderungan tersebut akan meluas seiring dengan tersebarnya fasilitas akses internet di daerah suburban maupun kabupaten. sejumlah perusahaan telah memiliki jaringan internet sebelum tahun 1993. dalam berbagai bidang kehidupan. 2004) karena masih terbatas di kalangan akademisi. terutama yang berkutat dengan perkembangan ilmu komputer dan teknologi informasi. dan perkembangan yang terjadi di masyarakat sebagai konsekuensi penerapan internet dapat dicermati lebih seksama bila dilihat dari beraneka ragam perspektif. Namun. 2004). Bentuk-bentuk perubahan. Perkembangan dan penggunaan internet di Indonesia selama satu dasawarsa terakhir sedikit banyak telah mengubah pola interaksi masyarakat. BPPT membangun jaringan yang bersifat umum. khususnya internet.Internet sebagai sebuah jaringan komunikasi dan informasi sesungguhnya telah hadir di Indonesia sejak akhir tahun delapan puluhan. khususnya internet. ekonomi. perkembangan dan penggunaan internet dapat dikatakan memang lebih sebagai “perangkat akademis” (Samik-Ibrahim. karena perangkat-perangkat yang dibutuhkan cukup mahal. Perspektif ekono mi misalnya. baik interaksi bisnis. situasi tersebut merupakan bagian dari dinamika masyarakat. Dalam kasus Indonesia. Meskipun perubahan yang terjadi tidak selalu bermakna positif. melihat penggunaan internet sebagai kekuatan positif yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi. maupun budaya. penyesuaian. Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi di pertengahan tahun sembilan puluhan. kehadiran serta perkembangan internet dan juga peningkatan jumlah penggunanya telah menyumbang pertumbuhan yang cukup signifikan. namun memang BPPT/IPTEKnet yang pertama kali memiliki sebuah jaringan "publik" (Samik-Ibrahim. hanya kalangan terbatas seperti akademisi dan dunia bisnis saja yang memanfaatkannya. Mulai dari menjamurnya bisnis warung internet. Barulah pada awal tahun sembilan puluhan.

Hadirnya internet telah menunjang efektivitas dan efisiensi kerja perusahaan. secara teknis internet telah meningkatkan kecepatan dan efisiensi pertukaran informasi dan transaksi ekonomi. dari sudut pandang sosial dapat ditemui fenomena. internet membantu memperkuat jaringan sosial dan mendorong terbentuknya komunitas-komunitas sosial. maupun pemerintah. Misalnya. publikasi. internet juga memiliki sejumlah sisi negatif di bidang ekonomi. Secara sosial kultural misalnya. terutama karena perannya sebagai sarana komunikasi. hingga pembentukan komunitas-komunitas ekonomi mikro yang bergerak dalam bidang information technology. tumbuhnya beragam bentuk bisnis via internet.nilai yang mereka anut. Hal ini terjadi karena penggunaan internet memungkinkan bertemu dan bekerjasamanya banyak orang yang sebelumnya terpisah-pisah oleh batasan geografis. Walaupun internet di Indonesia belum dimanfaatkan secara utuh untuk penyelenggaraan pemilihan umum atau 29 . Meskipun mendatangkan banyak keuntungan dan kemudahan. penipuan. Internet telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi masyarakat. dari perspektif politik dapat dilihat bagaimana internet digunakan oleh tak sedikit kelompok-kelompok kepentingan untuk menyampaikan visi misi ataupun nilai. sehingga mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. sebenarnya juga tidak terlepas dari karakter sosial budaya masyarakat Indonesia yang masih dominan dan kental rasa kekeluargaan atau guyub-nya. perusahaan atau industri.fenomena menarik sehubungan dengan menyebarnya penggunaan internet di Indonesia. Fenomena merebaknya penggunaan situs pertemanan misalnya. Sementara itu.penjualan berbagai sarana dan prasarana untuk internet. seperti semakin rumitnya modus ataupun teknik-teknik fraud. internet membuka peluang bagi munculnya bentuk-bentuk baru kejahatan ekonomi seperti carding dan memungkinkan bertambah canggihnya bentuk kejahatan yang selama ini telah ada. Berbeda dengan apa yang terlihat dari perspektif ekonomi. Kondisi tersebut tentu mendatangkan ancaman tersendiri bagi para pelaku bisnis serta konsumen yang banyak mengandalkan penggunaan internet. serta perdagangan ilegal “berkat” bantuan internet. Selain itu. serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh badan usaha atau lembaga ekonomi lainnya.

hacking. politisi. internet menjadi sarana baru untuk melancarkan black campaign. Internet memungkinkan penyebaran produk-produk pornografi secara mudah. atau kelompok-kelompok fundamentalis. dan budaya yang berlangsung di Indonesia sepanjang waktu tersebut. dan masyarakat umum mulai terbangun kesadarannya akan potensi internet untuk membangun transparansi pemerintahan. pencemaran nama baik. Manfaat. atau perusakan situs lawan-lawan politik. Contoh yang amat tampak adalah dalam kasus-kasus kejahatan yang berhubungan dengan pornografi atau kejahatan seksual. anti-semitik. Gejala tersebut diduga muncul karena penggunaan internet mempercanggih bentuk-bentuk kejahatan dan memperkuat kecenderungan negatif yang telah ada sebelumnya di masyarakat. 30 . internet secara sosial membuka kemungkinan berkumpulnya orang-orang yang berpaham sama dari banyak tempat di dunia untuk membangun komunitas yang membenci atau mendiskreditkan suku. ataupun stalking (menguntit orang). murah.manfaat positif serta konsekuensi-konsekuensi negatif yang telah disebutkan di atas merupakan sebagian kecil gambaran dinamika masyarakat yang sedang belajar menempatkan internet dalam kehidupan mereka. sosial. agama. Namun tampaknya bentuk resesi ekonomi apapun tidak terlalu menghambat perkembangan internet di Indonesia. dan dengan restriksi yang amat minim. awal penyebaran internet di Indonesia justru berlangsung saat terjadi krisis moneter di akhir tahun sembilan puluhan. Meskipun sebagian masyarakat Indonesia baru mengenal internet selama satu dekade terakhir. mengkampanyekan programprogram lembaga pemerintah ataupun masyarakat sipil. seperti komunitas fasis. serta untuk berkomunikasi antar dan antara unsur-unsur masyarakat. Dan untuk kasus politik. media. hukum.penerapan e-governance. memantau kinerja kelembagaan. Dalam konteks politik. tetapi partai politik. atau ras tertentu. politik. Dalam konteks ekonomi. Sementara itu. kehadiran internet di Indonesia juga telah memunculkan modus-modus kejahatan baru seperti carding. Tidak berbeda jauh dengan apa yang terjadi di negara lain. setidaknya hal ini terlihat dari peningkatan jumlah pengguna internet dari tahun ke tahun. kehadiran dan perkembangan internet di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari konteks ekonomi.

unescap.org/icstd/events/InfoSociety-Stats-Workshop-2007/Indonesia-ICT-Indicators. maupun dari segi sosial kultural masyarakat Indonesia sebagai pengguna 14 Lihat Indonesian ICT Indicators. bahkan normatif ikut mempengaruhi bagaimana masyarakat menjalankan kehidupan dan mengelo la keragaman di sekitar mereka. berhasil mengamati dinamika internet yang terjadi di tengah konteks negara Indonesia yang sedang mengalami puncak proses globalisasi dan ekspansi besar-besaran media komersial.internet di Indonesia telah lahir. terutama bagi anak-anak dan remaja. Pemilu 2004. hingga yang paling terkini adalah proliferasi penggunaan internet dalam berbagai tahapan Pemilu 2009 kemarin. euforia kebebasan bermedia pasca gerakan sosial 1998 tak luput turut membentuk pola perilaku dan cara pandang masyarakat. dan berkembang dalam situasi-situasi politik yang beragam dan sangat dinamis. huru-hara reformasi. Sementara itu. Mulai dari menjelang Soeharto digulingkan. budaya. baik dari segi tantangan pembangunan infrastruktur dan sarana teknis 14 .pdf 31 . Perkembangan internet di Indonesia sebenarnya masih harus menempuh perjalanan panjang. Depkominfo 2007. dan secara bertahap belajar menempatkan teknologi dalam suatu kehidupan berpolitik dan berdemokrasi. internet lahir dan berkembang seiring dengan perubahan-perubahan sosial kultural dalam masyarakat Indonesia itu sendiri. peran. Tarik-menarik opini dan kepentingan publik t rkait kehadiran dan perkembangan e internet pun tak pelak menjadi bagian dari proses pendewasaan masyarakat atas adopsi sebuah teknologi bernama internet. Kondisi-kondisi tersebut tentunya menjadi peluang tersendiri bagi para pengguna internet untuk memanfaatkan dan bahkan mungkin “memainkan” berbagai keunggulan internet untuk mendapatkan informasi. fase euforia politik. dan karakter beragam media. tumbuh. Meskipun begitu. tak dipungkiri bahwa kondisi keterbukaan tersebut juga memunculkan keresahan serta ketakutan bagi sebagian kelompok masyarakat di Indonesia akan maraknya kerusakan moral di sekitar mereka. dalam konteks sosial budaya Indonesia. tentang fungsi. terutama di perkotaan. menyebarkan pendapat. Di saat yang berdekatan. skeptisisme politik. Terbukanya batasan-batasan sosial. di http://www. Hill dan Sen (2005) misalnya.

Kemudian arah kajian pun melangkah maju dan bergerak untuk memahami penggunaan internet di negara masing. ataupun budaya.internet. Kesadaran akan pentingnya pemahaman terhadap fenomena internet dan bagaimana hal tersebut berperan dalam kehidupan warga negaranya secara lebih luas -baik secara politis. datang dari latar belakang seperti apa. karakteristik sosial dan demografisnya. B. Hal ini menjadi bahasan utama karena banyak pihak merasa penting untuk mengetahui dan memahami siapa saja yang menggunakan internet. perilaku-perilaku para pengguna internet. dan pilihan-pilihan tindakan yang pengguna ambil saat mengakses internet. dan atau menggunakan internet untuk tujuan apa. Maka diharapkan masyarakat serta para pengguna internet di Indonesia agar dapat menggunakan internet seoptimal mungkin unt uk aktivitas dan tujuan positif. topik yang pada awal mulanya banyak dibahas adalah siapa pengguna internet.masing. Berbicara tentang pengguna internet. sosial.tampaknya telah mendorong negara-negara tersebut untuk meneliti dan mengkaji bagaimana sesungguhnya pengguna dan penggunaan internet di negara mereka. mengambil sebesar-besarnya manfaat dari internet seperti halnya yang dilakukan para pengguna internet di dunia berikut ini.upaya untuk mengurangi kesenjangan informasi harus diteruskan agar manfaat internet dapat dirasakan di lebih banyak wilayah di Indonesia. PENGGUNA DAN PENGGUNAAN INTERNET Pengguna internet (internet user) dan penggunaan internet (internet usage/ uses) merupakan dua hal menarik yang sedang cukup banyak dikaji di negara-negara yang sudah lebih dulu mengimplementasikan internet. Analisis Terry Schau (2001) dapat dijadikan salah satu contoh riset yang cukup komprehensif membahas pengguna 32 . ekonomis. Kajian-kajian tersebut pada awalnya dilakukan untuk dapat menangkap gambaran umum tentang siapa pengguna internet. ataupun penyebarannya secara geografis. Dan meskipun internet memiliki sejumlah konsekuensi negatif. manfaat serta potensi positif internet jauh lebih banyak dan masih menunggu untuk dimanfaatkan. Sehingga upaya.

Secara umum. Hasil survei nasional tersebut menggambarkan empat hal: siapa para pengguna internet. sehingga ketidak. Dari hasil survei tersebut Schau (2001) membaca bahwa tingkat penggunaan internet berbeda-beda di berbagai tingkatan umur dan pendidikan. pekerjaan. Analisis Schau dilakukan berdasar pada data Suplemen Current Population Survey (CPS) Desember 1998. terutama melalui pendidikan formal. kondisi yang sepertinya berhubungan dengan minimnya perkenalan dengan alat-alat tersebut. Temuan Schau di atas sejalan dengan hasil riset Sun. penggunaan internet juga dipandang Schau (2001) berhubungan dengan tingkat pendidikan. tempat mengakses. sementara tingkat penggunaan terendah ada pada kelompok usia dewasa tua (lanjut usia). serta tujuan dan aktivitas mereka saat menggunakan internet. sebuah survei sampel nasional terhadap 48. Sementara itu. Tingkat penggunaan internet tertinggi berada di kelompok umur dewasa muda. sehingga mereka lebih terampil dalam memanfaatkan fasilitas yang tersedia di internet. karakteristik sosial. sehingga memudahkan mereka untuk menjadi computer literate. 33 .nyamanan mereka dengan komputer berlanjut ke jarangnya menggunakan internet. dan Zhang (2006) tentang kaitan umur dan pendidikan dengan penggunaan internet dalam kasus pengguna permainan online (online games).000 rumah tangga di Amerika Serikat yang dilakukan oleh Bureau of the Census untuk Bureau of Labor Statistics. banyak orang dewasa tua kurang familiar dan nyaman dengan komputer. Selain faktor umur. Perbedaan dalam berbagai tingkatan umur diduga Schau ada kaitannya dengan seberapa awal seseorang berkenalan dengan komputer dan internet.internet di Amerika Serikat beserta pola-pola dan kebiasaan penggunaan mereka. individu dengan tingkat pendidikan ya ng lebih tinggi lebih cenderung untuk menggunakan internet karena mereka telah lebih dahulu dan kerapkali terpapar penggunaan komputer dan internet selama mereka menjadi (maha)siswa. Banyak dari para dewasa muda mengenal komputer sejak di bangku sekolah. penggunaan internet juga berbeda-beda bergantung pada tingkat pendidikan (educational attainment) responden. Zhong. dan pendidikan mereka. Yakni.

dan tidak menuntut banyak pemutakhiran maupun pengkomunikasian informasi. 2001). Schau (2001) melihat bahwa hubungan antara tingkat penggunaan internet dan tingkat pendidikan juga berkaitan dengan hubungan antara tingkat penggunaan internet dan jenis pekerjaan. mencari informasi. para pengguna memanfaatkan internet untuk tujuan-tujuan tertentu.Lebih jauh lagi. Beberapa kegiatan utama yang paling sering dilakukan adalah menerima dan mengirim e-mail. Pekerjaan di bidang produksi misalnya. dan seberapa banyak informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu jenis pekerjaan. adalah jenis pekerjaan yang labor intensive. Temuan berdasarkan survei tahun 1998 tersebut tampaknya tidak berbeda dengan kondisi satu dekade berikutnya. para responden Current Population Survey (CPS) Desember 1998 menjawab bahwa tempat-tempat teratas dalam mengakses internet adalah rumah.mail. dan keahlian kesarjanaan juga menuntut pemakaian internet secara intensif. dan tempat kerja (kantor). pendidikan. dengan jenis pekerjaan pengguna sebagai salah satu faktor. Pekerjaan manajerial dan profesional/spesialis adalah jenis pekerjaan yang dilaporkan memiliki tingkat penggunaan internet tertinggi. Berdasarkan data PEW Internet Research bulan Maret 2008. tempat-tempat atau fasilitas umum seperti perpustakaan atau pusat kegiatan m asyarakat juga menjadi pilihan dimana mereka dapat mengakses internet. Selain itu. Perbedaan ini diduga berkaitan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan tingkat pendidikan yang diperlukan oleh suatu pekerjaan. Umumnya. Kondisi ini terlihat dari bagaimana tujuan penggunaan internet serta waktu yang dihabiskan online bervariasi menurut jenis pekerjaan pengguna. Berkaitan dengan tempat saat mengakses internet. serta memantau berita terkini (Schau. sekolah atau kampus. hal ini karena umumnya pekerjaan yang menuntut gelar. Sehingga dapat dikatakan bahwa jenis penggunaan internet memang beragam dan dibentuk oleh banyak hal. tiga teratas kegiatan harian via internet (daily internet activities) di Amerika Serikat adalah mengirim atau menerima e. mencari informasi lewat 34 . Sementara jenis pekerjaan dengan tingkat penggunaan terendah adalah di lini produksi dan perbaikan.

org/trends. konteks. hubungan sosial. Dalam setting bisnis dan aktivitas ekonomi terdapat riset yang mengulas penggunaan WWW oleh pebisnis Amerika dan Meksiko (Witmer dan Taweesuk. 2005).asp 35 . penggunaan dan kepuasan Chinese online gamers (Sun.pewinternet. Penelitian dengan pendekatan di atas umumnya mengadopsi metode survei dan menganalisisnya secara kuantitatif. Selain itu. Salwen. Meskipun beberapa penelitian menempatkan kajian di level penggunaan internet secara umum -seperti bagaimana penggunaan survei internet untuk mengetahui penggunaan dan kepuasan terhadap internet dan email (Harrell. dan mendapatkan berita 15 . tetapi banyak riset mengamati kasus-kasus dalam berbagai setting. lihat http://www. Beberapa ragam penelitian tersebut membahas antara lain: uses and gratifications dari para pengguna berita online dan offline (Lyn. 2000)-. Penelitian tentang penggunaan internet dalam konteks pendidikan misalnya membahas bagaimana penggunaan internet oleh pelajar SMP dan SMA di sepuluh sekolah negeri di Amerika (Ebersole. Penelitian atau kajian di luar negeri yang membahas penggunaan internet tidak sedikit yang menggunakan pendekatan atau teori uses and gratifications untuk menjelaskan perilaku penggunaan media (media use) dari para pengguna internet.search engine. dan 15 Untuk mengetahui versi terbaru survei tersebut. Loumakis. 2000). Walaupun keadaan tersebut belum tentu berlaku sama di semua negara n amun dapat dijadikan contoh riset yang berhasil menangkap gambaran umum perilaku penggunaan interne t. dan Zhang. dan Abdulla. Zhong. 2004). penggunaan BBS (bulletin board system) oleh mahasiswa di China (Liu dan Dimitrova. 2008). 2007). dan perspektif yang spesifik. 1998) serta penggunaan internet oleh pelanggan AOL (America Online-sebuah ISP di Amerika Serikat) baik untuk bisnis (e-commerce) maupun untuk kebutuhan sosial (Stafford. Dari kedua penelitian tersebut dapat ditemui kecenderungan penggunaan internet di Amerika Serikat. serta penggunaan internet untuk keperluan akademis oleh mahasiswa undergraduate di United Kingdom (Selwyn. dan ranah politik. 2006). beberapa riset juga tertarik mengkaji penggunaan internet dan kaitannya dengan aktivitas kesenangan (leisure). hubungan antara keterlibatan (engagement) di internet dan partisipasi politik (Weber.

dan (d) sebuah sistem sosial. information seeking. Sementara itu. yang mencari tahu motif para pengguna komputer saat menggunakan internet dengan memanfaatkan lima kelompok motif. sejalan dengan persepsi para pengguna internet yang secara sadar mengetahui mereka menggunakan internet untuk melakukan apa dan memenuhi kebutuhan seperti apa. (c) alat untuk berkomunikasi. ditemukan indikasi bahwa penggunaan internet (internet use) lebih cenderung bersifat “bertujuan”. and entertainment”. yakni “interpersonal utility. contoh penelitian kualitatif tentang pengguna dan penggunaan internet misalnya adalah penelitian analisis dokumen McMillan dan Morrison (2006) tentang bagaimana internet menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan mahasiswa dewasa muda di Tennessee. tidak 16 Active audience. Hal ini misalnya terbaca dari penelitian Papacharissi dan Rubin (2000) misalnya. 2003). (b) wadah atau objek konsumsi. bila selama ini dalam sejumlah penelitian dan kajian pengguna internet dipandang sebagai pengguna media yang “aktif” 16 . sebuah konsep yang banyak diperdebatkan. Temuan tersebut menunjukkan bagaimana penggunaan internet lebih dominan bersifat aktif. yakni instrumental dan bukan ritual. Selain itu.Bergman. 2003). hingga ke yang social-emotion-oriented dan lebih memanfaatkan internet untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan-kebutuhan sosial dan emosionalnya (Liu. Mulai dari jenis pengguna yang sangat task-oriented dan hanya memanfaatkan internet untuk tujuan-tujuan fungsional dan menyelesaikan “pekerjaan”. Dari hasil penelitian mereka. juga terdapat riset Maignan dan Lukas (1997) yang melakukan penggolongan konsumen dan pengguna internet berdasarkan persepsi mereka yang melihat internet sebagai (a) sumber informasi. Sementara itu. 2002). bahkan ke ranah penyimpangan psikososial seperti problematic internet use (PIU) (Caplan. 36 . Amerika Serikat. mulai dari sejauh mana khalayak dapat dikatakan aktif hingga ke bentuk-bentuk aktivitas seperti apa yang membuat khalayak layak dinilai aktif. convenience. pass time. Pengguna internet tidak dapat dipungkiri cukup heterogen perilakunya. dalam kenyataannya. Persepsi pengguna memang diduga berhubungan dengan motif mereka menggunakan internet.

jenis pengguna internet yang lebih sering hanya “mampir” ke berbagai kelompok diskusi online. Sehingga penggunaan media bukanlah sebuah bentuk tunggal. Pertama. tetapi 37 . seperti apa yang digambarkan Rob Kitchin (dalam Flew. Misalnya. Ciri yang keempat. isi media dan perilaku penggunaan media seperti apa yang dapat diterima secara normatif. Yakni. dan tidak hanya melihat perilaku pengguna dari sisi psikologis kognitif semata. penggunaan media seringkali telah melebur dalam bentuk-bentuk kehidupan sosial lainnya. 2005: 68). penggunaan media dapat dibedakan secara sosial dan budaya. Misalnya.sedikit pengguna internet yang “pasif”. penggunaan media seringkali terstruktur oleh polapola hubungan sosial. Selanjutnya. meninggalkan komentar singkat. penggunaan media diatur oleh normanorma formal dan informal. terutama terkait pemilihan isi (content) dan perilaku. Penelitian-penelitian yang telah disebutkan dari permulaan subbab ini memberikan beragam gambaran tentang pengguna dan penggunaan internet mereka dari berbagai sudut pandang. bisa jadi sang ibulah yang lebih sering menentukan bagaimana anaknya mengkonsumsi media. dalam hal pemilihan acara dan waktu penggunaan media. tapi “remain a vicarious consumer of the content generated rather than an active participant in its ongoing development”. Misalnya. tetapi lebih sering berpartisipasi dan keluar masuk dalam banyak komunitas sekaligus. Posisi ini berangkat dari pandangan McQuail (1994: 313) yang memaparkan penggunaan media sebagai perilaku sosial (social use of media) yang memiliki enam ciri. Kedua. namun penelitian ini menempatkan pengguna dan penggunaan internet mereka sebagai bagian dari kehidupan sosial. menerima informasi dari berbagai situs. Pilihan-pilihan perilaku pengguna seperti yang telah disebut di atas tentunya bagian dari dinamika pengguna internet sebagai individu dan juga sekaligus makhluk sosial. penggunaan media seorang ibu dan anaknya yang terpengaruh oleh hubungan di antara keduanya. 2005: 68) sebagai cyber-surfer atau cyber-lurker. Temuan Kitchin tampaknya sejalan dengan pengamatan Slevin yakni bahwa banyak pengguna internet cenderung tidak secara mendalam berkomitmen terhadap satu komunitas online. Hal ini menurut Slevin bertujuan untuk “ taking maximum advantage of the new forms of human association enabled by the Internet” (dalam Flew.

Pengguna yang lebih banyak menggunakan internet untuk hubungan atau komunikasi interpersonal (misalnya.menyatu dengan. Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran dan selanjutnya penggunaan internet dalam suatu ma syarakat tidak terlepas dari dukungan-dukungan banyak faktor dalam perwujudannya. Sehingga penggunaan internet itu sendiri sesungguhnya tidaklah bersifat tunggal dan berdiri sendiri. yakni status sosial ekonomi dan pandangan diri terhadap internet. Sementara itu. tingkat penggunaan internet lebih dominan dipengaruhi oleh dua faktor. Kelima. dan pandangan pengguna atas kesesuaian diri dengan internet (perceived compatibility of the Internet). Dalam hal penggunaan internet di sebuah negara misalnya. Tetapi. setting sosial kultural. bagaimana perilaku orang umumnya terikat dengan perilaku penggunaan media yang telah mereka pilih. Zhao (2006) menemukan bahwa ikatan atau hubungan sosial (social ties) para pengguna internet bergantung pada jenis aktivitas online yang dilakukan dan jumlah waktu yang dihabiskan untuk melakukan aktivitas tersebut. email dan chatting) cenderung memiliki lebih banyak ikatan sosial dibanding yang menggunakan internet untuk solitary activities seperti web surfing. Ciri yang terakhir. Contoh yang sering digunakan adalah bagaimana menonton film di bioskop menjadi aktivitas kolektif kelompok-kelompok pergaulan. terkait dengan konteks interaksi sosial. Zhu dan He (2002) mengemukakan bahwa adopsi atau penerimaan internet di Hong Kong dipengaruhi oleh beberapa faktor. penggunaan media itu sendiri sering bersifat “ sociable” dan menjadi dasar bagi interaksi sosial lainnya. aktivitas sore hari sebuah keluarga.sebagai perilaku sosial maka perlu dilihat bagaimana penggunaan internet bila diletakkan dalam kerangka aktivitas dan hubungan sosial lainnya. Berkaitan dengan pilihan untuk memandang perilaku penggunaan media dan juga dalam hal ini perilaku penggunaan internet. Kecenderungan tersebut tentunya bisa digunakan untuk menampik tudingan bahwa pengguna 38 . misalnya. di sisi lain. antara lain: karakteristik pribadi. status sosial dan ekonomi. Temuan Zhu dan He di atas menunjukkan bahwa perilaku penggunaan internet secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh kondisi-kondisi sosial di sekitar pengguna.

faktor sosial yang telah dimiliki sebelumnya.internet cenderung bersifat egois. meskipun sifat penggunaanya bisa beragam dari satu negara ke negara lain. Terkait dengan konteks sosial penggunaan internet.mata dibentuk oleh aktivitasnya berinternet tetapi faktor. yakni berdasarkan pendapatan dan pendidikan (Hill dan Sen. dengan sedikit ketidaksetujuan. dan baru dirasakan sebagian kecil masyarakat dunia. sebuah keadaan yang mungkin turut mempengaruhi tingkat keterlibatan masyarakat (civic involvement). Wellman dkk (2003) misalnya mengungkapkan bagaimana internet telah mengubah dan mendorong dinamika dalam komunitas dan masyarakat. Wellman dkk juga menemui indikasi bahwa penggunaan internet telah mendorong perubahan dalam masyarakat di negara maju seiring dengan menguatnya jaringan perseorangan (networked individualism). dan asosial. Namun. terpusat di negara-negara maju. Tentunya. Hal ini karena internet telah dipergunakan untuk berhubungan baik secara lokal maupun global. Keadaan ini tentunya sejalan dengan harapan dan temuan beberapa pihak yang memandang potensi internet dalam memajukan kehidupan sosial politik. Keadaan positif yang digambarkan Wellman dkk akan lebih banyak dibahas dalam subbab tentang penggunaan internet oleh masyarakat sipil. penggunaan internet bersifat menambahi atau melengkapi dan bukan menggantikan bentukbentuk komunikasi lain yang telah lebih dulu ada. Hal ini karena hubungan sosial pengguna internet tidak semata. Kondisi ini seringkali diacu sebagai “digital divide” yang berarti adanya keterpisahan atau jarak secara digital karena belum meratanya adopsi internet di dunia. individualis. Harapan ini diungkapkan banyak pihak karena penggunaan internet di seluruh dunia sebenarnya belum merata. 2005: 144). Selain itu. Ketidaksetaraan pemanfaatan internet terjadi baik secara geografis-regional maupun secara hierarkis dalam kelas sosial. Hargittai (2004) berpendapat bahwa digital divide adalah istilah yang kurang tepat karena seolah-olah divide atau kesenjangan yang ada di dunia hanya bersifat digital. padahal sesungguhnya kesenjangan tersebut berada di 39 . kondisi positif yang digambarkan di atas akan lebih mudah disebarkan seiring dengan penyebaran internet dan peningkatan jumlah penggunanya di lebih banyak tempat di dunia.

apalagi karena menurut Dutta-Bergman (2005a) akses suatu komunitas terhadap internet berhubungan erat dengan community participation dan community satisfaction. Kedua.banyak dimensi. dan kelompok ekonomi sosial bawah. e dan bahkan mendorong kepuasan menjadi anggota dalam komunitas tersebut. Bucy (2000) terutama melihat masih adanya ketimpangan dalam akses terhadap internet terutama di kalangan single mothers. yakni bila suatu komunitas atau kelompok masyarakat memiliki akses internet yang memadai di tempat tinggal mereka maka hal itu akan saling mendukung dengan keterlibatan anggota komunitas t rsebut dalam aktivitas-aktivitas kemasyarakatan. Meskipun terdapat istilah yang berbeda-beda dalam membahas kesenjangan di atas tapi tak dapat disangkal bahwa memang terdapat kesenjangan pemanfaatan internet secara khusus dan teknologi informasi secara umum. Jumlah pengguna dan pelanggan internet yang terus meningkat kemungkinan berkaitan erat dengan pengetahuan dan kesadaran mereka akan keuntungan penggunaan internet. tersedianya informasi dalam jumlah besar dan juga beragam di jutaan situs. dukungan sosial. dia juga mengingatkan bahwa kesenjangan tersebut tidak hanya bersifat sebagai pembeda antar berbagai lapisan masyarakat. sejalan dengan bagaimana luas dan banyaknya orang dan wilayah yang mungkin dihubungi lewat internet. Kondisi ini sangat mungkin terjadi. serta keragaman penggunaan. Terkait dengan ketidaksetaraan digital. Ketiga. Keadaan ini tentunya sangat disayangkan karena ketidaksetaraan (inequality) dalam akses terhadap internet berkemungkinan menghambat potensi perkembangan postif dalam suatu masyarakat atau komunitas. tapi sangat mungkin menciptakan diskriminasi antar lapisan masyarakat. apalagi bila dibandingkan dengan luasan manfaat yang didapat. Kondisi pemanfaatan internet di seluruh dunia memang belumlah merata baik secara kuantitatif maupun kualitatif. seperti akses terhadap teknologi. Terdapat empat keuntungan mendasar penggunaan internet: pertama. mampu melampaui batasan wilayah dan negara. namun kecenderungan selama ini menunjukkan bahwa pengguna dan penggunaan internet di dunia tidak pernah berhenti meningkat jumlahnya. kalangan lanjut usia. keterampilan menggunakan komputer dan internet. 40 . rendahnya biaya yang perlu dikeluarkan untuk dapat mengakses internet.

Terdapat setidaknya lima “kekurangan” internet yang menghambat masyarakat memanfaatkan potensinya. Karena internet memberi kebebasan yang amat luas bagi siapapun untuk memuat dan menuliskan ide apapun. internet menyediakan metode. pada kenyataannya seperti yang terjadi di Singapura dan China. bahkan bila dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.kesemuanya sebagian besar dapat diakses tanpa biaya. Meskipun jumlah pengguna dan pelanggan internet terus meningkat. namun banyak juga informasi yang sesungguhnya tidak tersedia di internet.pemerintah dapat melakukan pembatasan akses. Ancaman ini tentu dapat menghambat pemanfaatan internet untuk penguatan kapasitas masyarakat. Hal inilah yang terbaca ketika jumlah dan persentase pengguna internet belum seberapa bila dibandingkan dengan total penduduk Indonesia. terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini karena proses menghasilkan dan menyajikan data serta informasi terpercaya membutuhkan sumber daya yang tidak 41 . Penggunaan internet m emang membuka banyak kemungkinan dan peluang. Terutama bila penyedia jasa internet (ISP-internet service provider) di negara itu berada di bawah kendali dan pengawasan pemerintah. namun internet sebagai sebentuk teknologi media juga memiliki beberapa kekurangan. “Kekurangan” internet yang keempat adalah keterbatasan informasi. Keempat. sebuah ekses yang tak terelakkan dari karakter internet itu sendiri. kecuali biaya koneksi internet itu sendiri. masih rendahnya ketersediaan akses internet dan fasilitas pendukung. tidak terdapat jaminan mutlak atas kebenaran informasi yang didapat. Kekurangan pertama inilah yang paling menjadi dinding penghalang antara masyarakat luas dan potensi kemanfaatan internet. Kelemahan yang kedua adalah validitas informasi yang tidak selalu dapat diandalkan. Kelemahan ketiga adalah pembatasan akses.metode pencarian informasi yang terus dikembangkan. Walaupun internet menjanjikan dan menyediakan akses tak terbatas pada banyak sekali informasi dan pengetahuan. Meskipun internet selama ini selalu digembar-gemborkan sebagai media yang sangat bebas. Pertama. tetapi angka penetrasi internet Indonesia masih rendah. terutama bagi para pengguna pemula. Empat kemudahan di atas adalah alasan-alasan utama penggunaan internet.

Tetapi kendala melek bahasa asing tidak dipungkiri menjadi salah satu penghambat bagi banyak orang untuk mengoptimalkan potensi internet. Dari data APJII terlihat bahwa secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa internet relatif baru dikenal oleh masyarakat Indonesia . tapi lebih berasal dari keterbatasan pengguna internet itu sendiri. baru berkisar dua juta pelanggan atau hingga dua puluh lima juta pengguna sampai dengan tahun 2007 (APJII). Dari hambatan. Informasi mengenai pengguna internet di Indonesia secara mendasar biasanya diperoleh dari data APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia). dan jumlah pengguna ataupun pelanggannnya belum terlalu banyak.sedikit. sehingga banyak organisasi atau lembaga tidak mampu mempublikasikannya. Sebagai konsekuensinya. tidak sedikit yang masih dihadapi para pengguna internet di Indonesia. apalagi bila dibandingkan dengan total jumlah penduduk Indonesia. Sebenarnya “kelemahan” ini tidak berasal semata dari karakter internet itu sendiri. keadaan ini terutama karena tidak terdapat survei ataupun penelitian rutin mengenainya. Perkiraan resmi dari APJII terhadap jumlah pelanggan dan pemakai internet selama ini dan perkiraan sampai akhir tahun 2007 adalah sesuai dengan tabel berikut ini: 42 . PENGGUNA DAN PENGGUNAAN INTERNET DI INDONESIA Data pengguna dan penggunaan internet di Indonesia dapat dikatakan masih sangat terbatas.hambatan atau kelemahankelemahan yang disebut di atas. “kelemahan” terakhir dari internet adalah mayoritas informasi yang tersedia disajikan dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Indikasi yang kuat adalah masih terbatasnya jumlah pelanggan internet. Sementara itu. jika memerlukan suatu informasi bukan tidak mungkin kita harus memesan dan membayar untuk mendapatkannya. C. namun penjelasan selengkapnya tentang pengguna dan penggunaan internet di Indonesia dapat ditemui dalam subbab berikut ini.

087.000 4.002 865.000 581.226.000.000.000 8.900. Meskipun persentasenya masih rendah. pada tahun 2006. Namun.php?lang=eng 43 .706 1. terutama bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Selanjutnya.000 1. 2001). tetapi perkembangan internet di Indonesia terus menunjukkan perkembangan ya ng signifikan.000 4.Tahun 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Jumlah Pelanggan 31.200.000 Jumlah Pengguna 110.143 16. Perkembangan Jumlah Pelanggan dan Pemakai Internet Indonesia (kumulatif) 17 Angka-angka di atas memang terlihat banyak namun sebenarnya tidak lebih dari sepuluh persen jumlah seluruh penduduk Indonesia.000 pengguna.1. setidaknya terlihat dari kecenderungan terus meningkatnya jumlah pelanggan maupun pengguna internet dari tahun ke tahun.000 Tabel 2.000 400. Angka tersebut kemudian meningkat pesat dalam jangka waktu lima tahun dan mencapai delapan juta lebih pengguna di tahun 2003. memang terdapat perbedaan antara persentase peningkatan jumlah pengguna dengan 17 Data s/d akhir 2007. namun peningkatan jumlah pelanggan internet saat ini menunjukkan bahwa peluang pasar internet di Indonesia cukup besar (Prayitno.000 256. pada tahun 1998 jumlah pengguna internet di Indonesia baru mencapai 512.000 2.000 25. Jumlah ini tampaknya akan terus bertambah seiring dengan pembangunan infrastruktur dan perkembangan teknologi informasi.000 384.or.000.000 75.000.000 667.000 512. Walaupun Indonesia dikatakan masih dalam tahap awal perkembangan pasar internet.1 di atas).080.000.id/dokumentasi/statistik.500.000 134.700.000 1. http://www. Sumber: APJII.apjii.534 11.500.000 20. Berdasarkan data APJII (Tabel 2. data menunjukkan angka dua puluh juta pengguna.000 1.428 1.

Hill dan Sen (2005) juga mencatat peran penting warnet sebagai ujung tombak penyebaran akses internet di banyak wilayah di Indonesia. penyebaran penggunaan internet melalui tempattempat umum seperti warnet juga menjadi salah satu alasan kenapa pertumbuhan jumlah pengguna internet di Indonesia jauh lebih cepat dibanding pertumbuhan jumlah pelanggan internet (Wahid. Selain itu. pelanggan internet adalah seseorang yang berlangganan akses internet dari ISP ( nternet service provider). 2007). Bagan 2.1) yakni. kantor. Perbedaan jumlah peningkatan kedua kelompok di atas tidak terlepas dari masih rendahnya daya beli masyarakat Indonesia untuk berlangganan internet secara pribadi. sementara pengguna internet i adalah orang yang semata menggunakan internet dan belum tentu seorang pelanggan atau menggunakan internet secara berlangganan. Furuholt. dan Kristiansen. Peningkatan Jumlah Pelanggan dan Pengguna Internet di Indonesia 44 . jumlah pengguna meningkat dengan tajam sementara jumlah pelanggan meningk at tidak jauh berbeda dari tahun ke tahun. Kecenderungan yang tergambar di atas tampaknya terjadi karena sebagian besar pengguna internet di Indonesia mengakses dari warnet.1. atau perpustakaan umum. Pada dasarnya. sekolah.pertambahan jumlah pelanggan (lihat Bagan 2. dan bukan dari sambungan pribadi.

dengan tidak hanya bergantung pada apa yang disediakan pemilik dan organisasi media (konvensional). Fenomena ini diakui oleh Sylvia W.Peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia kemungkinan berhubungan dengan pemahaman masyarakat akan karakteristik-karakteristik internet sebagai sebuah media yang berbeda dari media yang lain. 2 September 2008). Pemahaman di atas juga penting dimiliki pemerintah dan pihak swasta agar mereka turut berkomitmen mendorong pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan untuk lebih menyebarluaskan akses internet. Faktor tersebut menjadi penting karena semakin umumnya kepemilikan ponsel di masyarakat Indonesia dan bermunculannya banyak penawaran layanan berlangganan Internet murah dari operator telekomunikasi seluler telah mendorong kenaikan trafik internet di Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Oleh karena itu. internet menawarkan keuntungan lebih pada penggunanya karena memiliki karakter: (1) dapat diakses kapan saja. (3) bersifat interaktif sehingga pengguna dapat memilih isi yang diinginkan. serta untuk kegiatan bisnis. 45 . namun dia juga mengingatkan bahwa akses Internet melalui media seperti ponsel belum dimanfaatkan secara merata karena umumnya penggunaan perangkat bergerak seperti ponsel hanya bisa diakses oleh pengguna yang tinggal di kota-kota besar (Bisnis Indonesia. Hal ini karena harapan yang utama dari pengguna internet Indonesia. dan (4) cepat menyediakan informasi terbaru. khususnya internet. Sumarlin. Jadi. (2) menyediakan banyak dan beragam informasi. Seperti yang diungkapkan Fortunato (2005: 31). Ada beberapa faktor yang dapat turut mendorong pertumbuhan dan perkembangan penggunaan internet di Indonesia. terutama pengguna di tingkat masyarakat daerah. adalah akses yang murah dan cepat. Salah satu faktor tersebut adalah peningkatan akses internet via telepon seluler atau ponsel. institusi pemerintahan. walau ponsel turut meningkatkan angka trafik internet namun peningkatan yang lebih pesat sebenarnya didorong oleh penggunaan internet di kantor-kantor. sehingga mereka bisa ikut menikmati perkembangan teknologi informasi.

Ketimpangan akses internet dalam dimensi geografis tampaknya berkaitan dengan keterpusatan sumber daya keuangan dan infrastruktur di Pulau Jawa. kota-kota industri di luar Jawa seperti Medan dan Balikpapan. Selain itu. Tidak dapat disanggah bahwa keberadaan tempat-tempat seperti warnet menawarkan peluang bagi mayoritas masyarakat di negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk berkomunikasi dan memperoleh akses terhadap informasi lewat internet. mekanisme dan skema pembangunan yang mendorong pemanfaatan internet dalam berbagai kegiatan layanan publik dan bisnis perlu didukung oleh semua pihak. atau di pulau-pulau tujuan wisata seperti Bali dan Lombok. serta masih rendahnya tingkat kepemilikan ataupun penggunaan komputer dan saluran telepon (sebagai sarana dasar akses internet). yang menemukan bahwa tingkat pendidikan dan jenjang fungsional peneliti berhubungan lurus dengan tingkat 46 . namun sesungguhnya Indonesia juga mengalami kesenjangan dan ketidaksetaraan dalam penyediaan dan penyebaran akses terhadap internet. terutama Jakarta (Hill dan Sen.untuk mendorong penyebaran akses internet (dan juga menegakkan prinsip transparansi informasi). juga karena masih rendahnya penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa utama pengoperasian komputer dan internet. terutama dari segi jumlah penggunanya. Salah satu penelitian tentang penggunaan internet di tingkat individual di Indonesia misalnya adalah yang dilakukan Andarwati dan Sankarto (2005) terhadap para peneliti Balitbang Pertanian di Bogor. Terkait profil pengguna dan pola penggunaan internet di Indonesia. 2005: 62-64). Bila bukan karena banyaknya warnet. Kondisi itu tampak dari pembacaan data APJII yang menunjukkan bagaimana meskipun penggunaan internet menyebar relatif cepat tetapi sebagian besar warung internet (warnet) atau kafe internet masih sangat terpusat di kota-kota besar berpenduduk padat di Pulau Jawa. Faktor-faktor penghambat lainnya adalah masih minim dan belum meratanya infrastruktur teknologi pendukung internet. Tidak dapat dipungkiri bahwa walau Internet di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. masih banyak orang yang terhambat untuk menggunakan internet. dapat dikatakan bahwa tidak banyak penelitian yang mampu menangkap hal tersebut secara utuh.

dan kemampuan ekonomi seorang pengguna internet maka semakin serius pula tujuan mereka menggunakan internet. berpendidikan. Furuholt. kemampuan pribadi yang lebih baik. Dari ketiga kelompok pengguna internet dengan masing. Mereka menemukan bahwa pengguna internet di Indonesia yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi. Penelitian Wahid. internet juga memungkinkan ekses negatif seperti yang tampak dalam penggunaan internet dalam kasus konflik Timor-timor serta konflik di Ambon. dan Kristiansen memang berfokus pada penggunaan internet di atau melalui warnet. dan Kristiansen (2007) menyebut e-mail. Pengguna yang umumnya datang untuk tujuan instrumental dan komunikatif biasanya lebih berumur. dan Kristiansen. Furuholt. mereka pada dasarnya menggunakan internet untuk tiga jenis tujuan. Selain itu. dan rekreasional (gaming. terdapat beberapa perbedaan. Menurut ketiga peneliti tersebut terdapat kecenderungan bahwa semakin tinggi pendidikan. kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan internet ternyata juga dapat dipergunakan untuk menebar kebencian dan menyebarluaskan 47 . Para pelanggan warnet dalam penelitian Wahid. Furuholt.masing tujuannya. 2007). Furuholt. Temuan di atas memberi harapan bahwa penggunaan internet untuk kemanfaatan sosial bisa didorong seiring dengan peningkatan “jam terbang” dan kesempatan mengakses internet. dan Kristiansen (2007) yang didasarkan pada survei terhadap pengguna warnet di kota Yogyakarta. chatting. dan lebih banyak pengalaman berinternet cenderung akan menggunakan internet untuk tujuan-tujuan lebih serius dibandingkan pengguna lainnya. Salah satu alasan mereka adalah karena dua pertiga pengguna internet di Indonesia memperoleh akses ke internet dari warnet atau kafe internet. dan pencarian informasi sebagai aktivitas terpopuler mereka. membaca berita). dan memiliki tingkat kapabilitas pribadi serta kemampuan finansial yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan pengguna yang menggunakan internet untuk tujuan rekreasional (Wahid.intesitas penggunaan internet mereka. Berkebalikan dengan apa yang dielu-elukan sebagai dampak positifnya. instrumental (mencari informasi. yakni komunikatif (e-mail dan chatting). download lagu dan gambar). usia. Hal ini cukup sejalan dengan kajian Wahid. Sebagaimana yang dipaparkan Hill dan Sen.

termasuk untuk tujuan-tujuan bersifat non-komersial. Hal ini terutama dilakukan dengan mengangkat isu kemerdekaan mereka ke tingkatan internasional dan menghubungkan para pendukung mereka yang tersebar di banyak belahan dunia (Hill. Pemanfatan internet dalam situasi konflik dilakukan dengan dua cara utama: pertama. internet sudah menjadi kebutuhan dan kebiasaan sehari. atau golongan minoritas untuk menyuarakan aspirasi mereka.masing. bahkan membangun suatu imagined communities terkait kasus tersebut. Tidak jauh berbeda dengan yang terjadi dalam kasus Maluku. kelompok. PENGGUNAAN INTERNET OLEH MASYARAKAT SIPIL Di banyak bagian dunia. Dalam kasus konflik di Maluku. 2002). Bräuchler (2003) melihat secara lebih obyektif bagaimana internet menyediakan cara dan wadah bagi pihak-pihak yang berseteru untuk saling mengungkapkan pandangan-pandangan mereka. Penggunaan internet untuk tujuan-tujua n sosial politis lainnya. Cara kedua. Tentunya kedua contoh “negatif” di atas merupakan bentuk lain penggunaan internet oleh masyarakat. bentukbentuk tindakan yang sulit dilakukan melalui media massa konvensional. dan digunakan untuk berbaga i tujuan. sesuatu yang mungkin sulit dilakukan sebelum kehadiran internet.hari. khususnya yang dilakukan oleh masyarakat sipil dan gerakan sosial akan dijelaskan secara lebih mendalam dalam subbab berikut ini.sakit hati dan amarah. dengan mengangkat kasus yang terjadi di tingkatan lokal tersebut ke level nasional dan juga global. Hal ini tentunya kontraproduktif dengan apa yang selama ini didengungkan sebagai pengaruh positif dari internet. dalam kasus gerakan kemerdekaan Timor Timur. internet dipergunakan oleh aktor-aktor dalam gerakan dan kelompok-kelompok lokal untuk memperjuangkan kepentingan mereka masing. Aktivitas-aktivitas non-profit tersebut di antaranya adalah 48 . juga untuk mengkonstruksi identitas dan komunitas dalam rangka mempengaruhi konflik itu sendiri. D. dengan membuka peluang interaksi antara berbagai pihak yang sebelumnya tidak terhubung.

2007: 27). sehingga terbangun ekulibrium dalam tiga jalur pembangunan: ekonomi. sesuai dengan keadaan sosial. terutama berkaitan dengan kepentingan masyarakat umum yang terabaikan. Batasan yang longgar tentang masyarakat sipil dalam penelitian ini memang diambil untuk memungkinkan tertangkapnya gambaran beragam bentuk pemanfaatan internet oleh masyarakat sipil. bukan perusahaan. Penggunaan internet oleh masyarakat sipil dapat mengambil banyak bentuk dan memiliki banyak tujuan. tetapi proliferasi internet ke hampir seluruh bagian dunia telah memberikan pengaruh positif bagi masyarakat sipil. politk. Kedua sektor lain tersebut memiliki tujuan dan polah gerak masing-masing yang ingin “dijaga” oleh sektor ketiga agar tidak melangkahi dan merugikan kepentingan masyarakat umum. Sebelum kemunculan dan penyebaran internet. Meskipun kegiatan-kegiatan non-profit tersebut dapat dilakukan secara sendiri-sendiri atau di tingkat perseorangan. Untuk memahami bagaimana aktivis lingkungan di Indonesia menggunakan internet dan memaknai tindakan mereka maka dalam subbab ini akan dibahas bagaimana internet telah dimanfaatkan oleh sektor ketiga 18 (masyarakat sipil. terutama dalam hal membangun jaringan dengan 18 Orang-orang yang bergerak di ranah ini sering disebut sebagai sektor ketiga karena secara tegas membedakan diri mereka dari dua sektor lainnya. aktivisme sosial) dalam beberapa kasus di sejumlah negara lain. Masyarakat sipil itu sendiri memiliki sejarah panjang dan beragam bentuk eksistensi. sosial.membangun komunitas sosial dan menjalankan program-program sosial untuk masyarakat. terutama penggunaannya oleh kalangan masyarakat sipil (civil society). 49 . yakni sektor pemerintahan dan sektor bisnis/komersial. dan berjuang untuk beragam alasan. gerakan sosial. perlu dipahami dahulu apa yang dimaksud dengan masyarakat sipil. namun dalam mayoritas literatur ditemukan lebih banyak pembahasan mengenai penggunaan internet untuk kepentingan sosial di tingkatan yang lebih luas. Namun. tidak bertujuan mencari keuntungan. dan lingkungan (Munggoro. dan kebudayaan tempat dirinya tumbuh dan berkembang. masyarakat sipil telah terbiasa menggunakan beragam bentuk media serta alat komunikasi. Namun dalam subbab ini pembahasan tentang masyarakat sipil lebih mengacu pada aneka kelompok-kelompok dalam masyarakat yang bukan pemerintah. sesuai dengan banyaknya kemudahan yang ditawarkan internet.

Aktivitas ini dalam beberapa kesempatan la in juga sering disebut sebagai internet activism (Emerson. dan mampu melampaui l batas-batas geografis dan spasial. 1999).ide politis mereka ke hadapan publik. re-educative. organization/mobilization. Cyberactivism: Online Activism in Theory and Practice. internet juga berguna untuk mendukung aktivitas organisasi dan edukasi kepada publik dan gerakan sosial itu sendiri (Wall. Internet dipilih oleh gerakan sosial atau masyarakat sipil karena secara umum dinilai lebih menguntungkan. yakni penggunaan beragam fasilitas teknologi komunikasi –seperti e-mail dan website. dan mobilisasi. internet dimanfaatkan aktivis. ataupun gerakan sosial untuk berkomunikasi dan membangun jaringan. masyarakat sipil. Misalnya. New York: Routledge.oleh berbagai jenis aktivisme untuk mendorong komunikasi yang lebih cepat dari gerakan sosial ataupun anggota masyarakat dalam usaha menyebarkan pesan ke khalayak luas. Selain itu. Selain itu. Martha & Ayers. membangun jaringan. yakni ebih murah. Sehingga pada saat ini aktivisme sosial secara umum telah memposisikan internet sebagai salah satu alat utama untuk berkomunikasi. Peneliti tidak berhasil mendapat akses langsung ke buku tersebut. 19 Semangat kesetaraan atau spirit of equality memang sejak awal digulirkan sebagai sesuatu yang inheren dalam sifat alamiah internet. serta menampilkan ide. dan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Michael D. untuk mencapai beragam bentuk tujuan. internet dinilai turut memperkuat semangat kesetaraan (equality) 19 yang umumnya dijunjung tinggi para aktivis. 2003. yang dilakukan oleh aktivis gerakan antikorporasi global (Juris. efisien. persuasive. melakukan sosialisasi. 2005)20 sebagai tiga kategori taktik para cyberactivists. cepat. dan power (O’Brien. 50 . 2005). Namun. menerapkan aktivisme media. serta action/reaction.berbagai kelompok masyarakat sipil di belahan bumi lainnya. misalnya untuk kegiatan facilitative. seperti yang disebut Sandor Vegh (dalam Werbin. 20 Werbin melakukan ulasan terhadap buku “Cyberactivism” (McCaughey. 2007). 2005) saat memanfaatkan internet untuk mengkoordinasi aksi. Pada dasarnya. aman. tidak d apat dipungkiri bahwa isu kesetaraan ini sesungguhnya bersifat semu karena masih kentalnya digital divide yang memisahkan negara atau wilayah yang sudah memiliki infrastruktur dan fasilitas untuk mengakses internet dengan daerahdaerah yang belum seberuntung itu. yakni awareness/advocacy.) dan Sandor Vegh merupakan salah satu kontributor buku tersebut. (Eds).

memenuhi social utility. organizing hingga fundraising (Spencer. Tindakan-tindakan di atas pada dasarnya membuka peluang bagi para aktivis untuk berbagi. Untuk berpartisipasi secara politis aktivis bisa memilih cara-cara yang bisa dilakukan setiap orang seperti blogging (Kerbel dan Bloom. (c) (kebebasan berupa) minimnya pengaruh dan kendali pemerintah serta kesulitan yang timbul akibat batas-batas negara. antara lain untuk mencari guidance. Mulai dari e-mail dan mailing list (Wall. bertukar ide dan juga sumber daya. 2002) dapat mengambil beragam bentuk dan cara. dan (e) potensi untuk berkomunikasi 51 . petisi online. membagi. serta menantang posisi-posisi resmi dan profesional atas isu. dan bukan hanya komunikasi vertikal (top to bottom).Penggunaan internet oleh masyarakat sipil untuk menjalankan advocacy. penyebaran dan pembagian informasi. Karakter-karakter tersebut Flew (2005: 187) rangkum dari sejumlah penulis untuk me mperlihatkan bagaimana internet mampu memberikan (a) jangkauan luas untuk komunikasi horizontal (peer to peer).forum online. community building. 2004). Sejumlah wacana yang menjelaskan alasan di balik penggunaan internet oleh masyarakat sipil disajikan dalam bagian berikut ini. atau penayangan video serta film dokumenter melalui forum. penggunaan internet oleh aktivis masyarakat sipil dilatarbelakangi oleh berbagai motivasi. dan memeriksa setiap informasi dari begitu banyak sumber-sumber global.isu tersebut. (b) kapasitas bagi pengguna untuk mengakses. terutama bila dibandingkan dengan media konvensional berbasis teritorial. web pages dan weblog. 2003). hingga cara yang sudah lebih inovatif seperti banner. dan mencari informasi (Johnson dan Kaye. Penggunaan internet oleh masyarakat sipil sepertinya tidak lepas dari karakter-karakter internal teknologis dari internet yang mampu mendorong perluasan dan pendalaman proses demokrasi. Selain itu. 2005) atau mungkin cara yang lebih sulit seperti hacking ke situs-situs “musuh” (Kahn dan Kellner. 2007). Beberapa gerakan juga melakukan kolaborasi digital dengan menciptakan open editing software yang memungkinkan pengorganisasian dan pengkordinasian aksi. (d) kapasitas untuk menyebarkan dan memperdebatkan isu-isu terbaru. lobbying. mendekati kenyamanan. volunteering. dan produksi dokumen untuk publik (Juris. 2005).

yakni “ building of social networking and social capital.misalnya. cakupan ruang yang memungkinkan “tempat” tersebut menjadi “ensiklopedi hidup” berisikan bermacam pengetahuan. spin doctor.secara “murni”. tersedianya banyak kesempatan untuk “nongkrong” dan bebas membangun hubungan pertemanan. Keempat karakter itu saja sudah cukup untuk memotivasi aktivis sosial untuk lebih jauh lagi memanfaatkan internet. ataupun media yang telah mapan. tanpa disaring dan dibentuk lebih dahulu oleh politisi. Rheingold juga menekankan pentingnya elemen social choice dan political activism untuk mendukung pencapaian potensi demokratis tersebut. 2005: 64). Ketiga. 52 . lahir dari tiga atribut CMC yang saling berkaitan. Prasyarat tersebut tentunya perlu dicatat bila Indonesia ingin mendorong penggunaan internet menuju pemanfaatan secara positif dan bernilai guna secara sosial. Keempat faktor tersebut tentu perlu diperhatikan bila aktivis atau lembaga masyarakat sipil ingin mengelola komunitas online yang dinamis dan hidup. apakah yang sementara dan hanya di permukaan ataukah yang lebih tahan lama dan mendalam. Selain dari keempat karakter di atas. termasuk di dalamnya internet. dan tidak hanya untuk pemuasan kebutuhan pribadi. termasuk aktivis sosial. dalam Flew. kesediaan para anggota untuk terlibat dalam aktivitas saling berbagi atau collectivist gift economy. Potensipotensi demokratis CMC. terletak pada sifat desentralisasi jaringan komunikasi ini yang memungkinkan kebangkitan sense of community-building dan partisipasi warga dalam kehidupan publik. Kedua. Kedua elemen di atas secara implisit mensyaratkan internet digunakan secara cerdas dan penuh kesadaran oleh masyarakat yang terdidik. Rheingold berpendapat bahwa nilai penting jaringan new media tersebut bagi anggotanya berakar dari empat hal (dalam Flew. “used intelligently and deliberately by an informed population”. the enabling of new modes to participate democratically in public life”. Rheingold (1994. Terkait dengan WELL -sebuah komunitas virtual. 2005: 62) melihat bahwa potensi demokratis computer-mediated communication (CMC) yang begitu diagung-agungkan para pendukungnya. the the sharing of knowledge and information. keragaman kepribadian dan kecerdasan (personal and intellectual diversity). Keempat. Pertama.

karena tersedianya kebebasan bagi orang-orang yang merasa terpinggirkan atau tersudutkan oleh masyarakat untuk mengungkapkan pandangan dan pendapat berbeda. tanpa peduli betapa anehnya kesenangan mereka itu. dapat dilihat apa yang berlangsung ketika “Technology serves as a facilitator. dengan cara-cara yang tidak mungkin disampaikan melalui media massa konvensional. Dutta-Bergman (2006) menemukan bahwa individu yang bergabung dalam komunitas online. baik untuk membaca pemikiran orang lain ataupun menuliskan pemikirannya sendiri. Secara riil. dalam konteks penggunaan internet yang sedikit berbeda. Dalam konteks ini. decentralized. Dan juga sebaliknya. 2005: 69) memandang bahwa terdapat sejumlah alasan mengapa orang menggunakan internet untuk berpartisipasi dalam online discussion groups. Temuan ini mendukung pendapat Dutta-Berman (2005b) sebelumnya yang memandang bahwa “ community participation will be positively related to community-based Internet use”. Alasan ketiga. as an infrastructural tool that gets used by actively engaged individuals” (Dutta-Berman. concentrated. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar alasan keterlibatan orang dalam komunitas online tampaknya berhubungan dengan ketidakpuasan mereka atas batasan-batasan yang terdapat di komunitas “nyata”.Sementara itu. terkait penggunaan media dalam perubahan sosial. 53 . 2006). Yang dan Calhoun (2008) menunjukkan bagaimana situasi yang terjadi di Republik Rakyat China sejak tahun 1989 justru menunjukkan tren pergeseran dari “large-scale. karena internet memberikan kemampuan untuk menyebarkan gagasan-gagasan baru dalam kelompok orang-orang dengan pemikiran sejenis. Shenton dan McNeeley (dalam Flew.individu yang lebih berkemungkinan untuk bergabung dalam komunitas nyata atau offline-nya. orangorang yang berpartisipasi dalam komunitas offline juga memanfaatkan internet sebagai alat untuk mendukung keterlibatan dalam komunitas (community participation). tiga diantaranya adalah: pertama. terbukanya kemungkinan bertemu dengan orang-orang dengan ketertarikan yang sama. Sementara itu. Kedua. adalah individu. locationbased but largely spontaneous protests” menuju ke “individualized. dalam kasus gerakan sosial pasca 11 September di Amerika Serikat.

Misalnya. 2005: 7) berusaha bersikap lebih imbang dengan menunjukkan bagaimana internet menawarkan kemungkinan-kemungkinan atau kemampuan-kemampuan ( affordances) bagi penggunanya. terbatasi pula oleh akses orang terhadap teknologi internet itu sendiri.lembaga tersebut tidak meyakini bahwa internet 54 . terkait isu kebebasan dan pengendalian oleh setiap pribadi ( ersonal p control). Walaupun penjelasan Ryder dan Wilson banyak berakar pada penelitian mereka terkait “virtual learning”. Namun.and legitimately organized forms of social activism”. Pemikiran-pemikiran tentang penggunaan internet seringkali terlena pada mimpi. Hal ini karena setiap kali muncul teknologi media atau komunikasi baru. Contoh lain hambatan dalam penggunaan internet oleh masyarakat sipil justru datang dari dalam masyarakat sipil itu sendiri. bahkan tingkat melek huruf. Bentuk-bentuk aktivisme baru tersebut tidak menggantikan bentuk-bentuk konvensional dalam berunjuk rasa.mimpi indah akan apa yang dapat diwujudkan melalui penggunaan internet.lembaga non-profit di Amerika Serikat. Dalam kajiannya terhadap pengelola website lembaga. di sisi lain pada prakteknya di lapangan. tetapi secara mendasar temuan mereka dapat diaplikasikan untuk menilai bagaimana penggunaan internet untuk kegunaan lain dan dalam setting yang berbeda. meskipun internet membuka dan menyediakan begitu banyak peluang berkomunikasi dan memperoleh informasi tapi terdapat pula batasan-batasan yang akan dihadapi masyarakat sipil bila ingin mengoptimalkan potensi internet. serta kesempatan untuk berpendapat secara bebas. Ryder dan Wilson (1995. tapi malah memperluas ruang perlawanan. Kenix (2008) justru menemukan bahwa lembaga. Dengan kata lain. dan tak kurang. penguasaan bahasa asing. arena itu kemudian menjadi ladang pertarungan baru antara penguasa dan aktor sosial.hambatan (constraints) dalam penggunaannya. internet memungkinkan akses tak terbatas ke banyak dan beragam sumber. dalam Flew. kemungkinan-kemungkinan yang disebut di atas dihambat atau dibatasi oleh tingkat melek teknologi. namun sekaligus juga menghadirkan hambatan. Pada keadaaan seperti itulah dikatakan bahwa teknologi baru mendorong perubahan dengan cara “mengganggu” dan mentransformasi ruang perlawanan politik.

Secara mendasar. Karena ada begitu banyak hambatan pemanfaatan internet secara lebih luas. yakni meski pengguna internet di Slovenia percaya pada potensi demokratis dari internet tetapi para pengguna internet berat (heavy-users) jarang berpartisipasi aktif secara online. tujuan. dan tidak semata. target. 2008).mampu menawarkan kekuatan demokratis. Apa yang dipaparkan Kenix di atas bisa menunjukkan bagaimana meskipun penggunaan internet oleh aktivis dan masyarakat sipil telah meluas tetapi belum tentu kemanfaatannya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas. dan sumber daya program itu sendiri. belum lagi karena partisipasi individu di dalam komunitas online secara umum belum sejelas dan seketat dalam komunitas offline. kampanye atau program-program sosial yang dijalankan online akan bekerja lebih optimal bila disesuaikan dengan strategi. Karena itulah. Belum lagi. Ini misalnya terjadi di Slovenia (Oblak. anggota masyarakat yang tidak terhubung atau memiliki akses terhadap internet tentunya akan sulit tersentuh oleh kampanye-kampanye online. Oblak (2003) mengingatkan bahwa walaupun computer-mediated communication adalah langkah yang bagus untuk menyebarkan dan menguatkan partisipasi dalam proses politik. terutama bila internet belum dapat diakses secara merata. Lim dkk (2008) juga menyarankan agar gerakan sosial online juga dipadukan dengan yang offline. solusi persoalan partisipasi politik bukan terletak pada teknologi itu sendiri tetapi pada bagaimana teknologi tersebut digunakan. Kenyataannya di lapangan. 2003). Ini misalnya tampak dari bagaimana mereka mengirimkan pesan pada publik tanpa mempertimbangkan umpan balik ataupun stratagi komunikasi yang sesuai. Mereka secara paradoks justru melihat bahwa kekuatan internet terletak pada kemampuannya menyediakan kredibilitas instan. Namun persepsi ini bisa jadi karena orang-orang yang membuat keputusan komunikasi seringkali terbebani dengan pekerjaan-pekerjaan teknis dan bukan dalam peran-peran strategis (Kenix. Hal ini karena komunitas di internet masih lemah dalam hal sumber daya dan kapasitasnya. bila masyarakat yang sudah mampu mengakses internet belum memanfaatkannya untuk berpartisipasi aktif dan secara politis. 55 .mata agar program tersebut terkesan canggih dan accessible.

Seperti halnya kemunculan teknologi lain. Misalnya. Bilapun ada. Dua peneliti yang banyak membahas penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia adalah Merlyna Lim dan Yanuar Nugroho. 2007). ataupun e-commerce. tetap masih banyak pihak yang mempercayai potensi positif dalam internet. PENGGUNAAN INTERNET OLEH MASYARAKAT SIPIL DI INDONESIA Riset-riset tentang penggunaan internet (nternet use) di Indonesia belum i banyak dilakukan dan dipublikasikan. masih sedikit sekali yang mengkaji penggunaan internet oleh masyarakat sipil ataupun aktivis di Indonesia. 56 . misalnya bahwa: keterlibatan individu dengan internet memiliki hub ungan positif dengan civic and political participation individu tersebut (Weber dkk. dapat dikatakan bahwa potensi positif dalam internet dapat sepenuhnya dimanfaatkan oleh siapapun. Salah satu dari sedikit itu misalnya tentang penggunaan internet oleh peneliti Litbang Pertanian di Bogor (Andarwati & Sankarto. umumnya lebih banyak melihat penggunaan internet dari sudut bisnis dan ekonomi. Namun secara umum. penggunaan internet juga mengalami tantangan dan hambatan. 2003). bila tidak dimanfatkan dengan tepat dan efektif. serta bagaimana partisipasi online merupakan salah satu bentuk perpanjangan dari partisipasi offline (Jensen dkk. Pertanyaannya sekarang adalah. tentang penggunaan internet untuk meningkatkan penjualan. termasuk masyarakat sipil. Namun tentu saja. beriklan. sejauh mana masyarakat sipil di Indonesia mampu memanfaatkannya? E. 2005). Mempertimbangkan paparan panjang di atas mengenai berbagai sisi dalam penggunaan internet oleh masyarakat sipil. 2005). potensi tersebut akan terabaikan. media online melengkapi peran media tradisional dalam mendorong diskusi politik dan civic messaging masyarakat (Shah dkk. Tetapi. kajian mengenai penggunaan internet dalam konteks non-komersial masih sulit ditemukan. Meskipun demikian.

Lim juga menunjukkan bagaimana dunia maya “disambungkan” dengan dunia nyata lewat internet. Kajian yang lebih empiris dan up to date terhadap penggunaan internet oleh masyarakat sipil Indonesia telah dilakukan oleh Yanuar Nugroho. Dari penelitiannya. Lim (2003) melihat bagaimana penggunaan internet. dan kelas menengah perkotaan Indonesia mampu digunakan untuk membangun oposisi melawan pemerintahan Soeharto saat itu. sebuah pilihan tindakan yang selanjutnya membuka ruang dan peluang bagi publik untuk mengubah pesan-pesan elektronik tersebut menjadi tindakan politis. dan keberadaan internet itu sendiri banyak bergantung pada siapa pengguna dominan internet (2006). Nugroho (2007) menemukan lima area strategis penggunaan internet oleh NGO di 57 . terutama dalam konteks selama masa reformasi dan setelahnya. selama sekitar tahun 1997-1998 menjadi salah satu alat diseminasi informasi seputar kekayaan Soeharto. terutama melalui e-mail dan mailing list.Kajian-kajian Merlyna Lim lebih berfokus pada penggunaan internet oleh masyarakat sipil di tingkatan umum. NGO. implementasi. Nugroho melakukan penelitian kualitatif dan kuantitatif selama tiga tahun terhadap lembaga-lembaga swadaya masyarakat tersebut. Meskipun penggambaran Lim cukup antusias namun dia juga mengingatkan bahwa internet tidaklah serta-merta menjadi sebuah tempat yang demokratis. dan penyesuaian (appropriation) internet yang dilakukan oleh 268 NGO di Indonesia. Dengan memanfatkan teori difusi inovasi dari Everett Rogers sebagai salah satu kerangka berpikir.informasi “rahasia” yang kemudian disebarkan secara manual. Tulisan lain dari Lim (2002: 392) menggambarkan bagaimana warnet menjadi tempat penting berkumpulnya informasi. yang kemudian ikut menjadi salah satu faktor pendorong aksi masyarakat di tahun 1998. dengan berfokus pada lembaga yang bergerak di bidang pembangunan sektor pedesaan (rural reform). Hal ini dilakukan Nugroho dengan meneliti adopsi. Lim juga menunjukkan bagaimana dalam konteks Indonesia internet tidak berdiri sendiri namun berkembang dengan tetap berakar pada budaya dan tradisi sosial khas Indonesia yang menekankan pentingnya jaringan dan komunitas. Paparan Merlyna Lim sesungguhnya cukup sejalan dengan temuan Hill dan Sen (2005) tentang sejauh mana akses terhadap internet yang dimiliki mahasiswa.

i ternet dipandang Eng (1998) memiliki efek n kuat bagi para demonstran di tahun 1998. dan kemudian selanjutnya. serta munculnya para tokoh politik dan jurnalis yang selama ini dikekang oleh pemerintahan Suharto. Tidak terlalu jauh berbeda. yakni terkait dengan jatuhnya Soeharto. Ruang kebebasan yang pada waktu itu disediakan internet telah memungkinkan orang Indonesia untuk mendiskusikan topik-topik yang dianggap tabu seperti korupsi dalam militer dan kerajaan bisnis anak cucu Suharto. bahkan hingga tingkat global. Hal ini tampaknya berhubungan dengan konteks saat itu. Fenomena lain yang terjadi adalah tersebarnya pikiran-pikiran kritis ke tingkatan nasional. yakni diberangusnya surat 58 . Pada tulisannya yang lain Nugroho (2008) juga menunjukkan bagaimana adopsi internet oleh organisasi masyarakat sipil yang bekerja di sektor pedesaan membantu mereka membangun jaringan. yakni kolaborasi. Kajian Hill dan Sen serta Lim misalnya. mobilisasi. serta advokasi dan pengawasan. Keragaman level penelusuran tersebut justru memperkaya khazanah kajian penggunaan internet oleh masyarakat sipil Indonesia. Yanuar Nugroho melakukan penelitian yang lebih empiris dengan memfokuskan kajian pada LSM atau NGO.Indonesia. dan mendorong mereka untuk bekerja lebih baik. dan untuk memahami bagaimana medium tersebut dapat digunakan untuk melawan sebuah rezim otoritarian. Winters (2002) juga melihat bagaimana pertemuan antara tradisi perjuangan gerakan pemuda dengan tingginya penetrasi internet pada golongan muda saat itu telah menyediakan “adonan” yang dibutuhkan untuk menegakkan gerakan reformis yang terkoordinasi dan berkesinambungan. Riset yang dilakukan Hill dan Sen (2005: 1) sejak awal digerakkan oleh kebutuhan untuk mencari tahu potensi demokratis dari internet dan teknologiteknologi terkait. sehingga temuan Nugroho memberikan banyak masukan mengenai penggunaan internet di level institusional masyarakat sipil. Sementara itu. lebih berfokus pada penggunaan internet di tingkat masyarakat sipil secara luas dan dalam konteks politik. terutama semasa dan pasca reformasi 1998. pemberdayaan dan pembangunan. Literatur menunjukkan bahwa masih sedikit yang mengkaji penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia. para demonstran. riset dan publikasi. juga membuka peluang saling terhubungnya para penentang pemerintahan.

beserta macam. Secara mendasar.macam informasi yang untuk masa itu takkan pernah mungkin muncul di media massa.isu HAM di Indonesia dan yang disajikan dalam Bahasa Indonesia. stasiun radio. Pertemuan kedua elemen itu barangkali menjadi salah satu alasan mengapa saat itu cukup banyak informasi tentang Indonesia yang beredar di dunia maya. penggunaan internet oleh sektor ketiga juga dapat ditemukan terkait dengan pemanfaatan internet oleh berbagai kelompok masyarakat sipil di Indonesia sejak awal kehadiran internet di Indonesia. Namun. terutama kaum cendekiawan dan mahasiswa.lembaga swadaya masyarakat (LSM) di seluruh Indonesia yang memiliki akses ke internet (Sahude. Kondisi kebebasan informasi saat itu secara “kebetulan’ bertemu dengan perkembangan internet yang mulai memasuki kehidupan publik. Pembacaan Eng di awal fenomena tersebut juga melihat bahwa konteks di atas sejalan dengan apa yang disampaikan John MacDougall. Hal ini sepertinya berhubungan dengan banyaknya organisasi HAM yang melihat internet sebagai alat yang dapat mendukung kerja mereka.kabar. Saat itu. 2007). YLBHI. Misalnya. salah satu mailing list yang paling berpengaruh saat itu dalam hal berita Indonesia. perlahan jumlah situs penyedia informasi HAM terus meningkat. dengan salah satu kejadian kebetulan tersebut adalah ledakan informasi melalui internet. penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia telah berlangsung sejak kebangkitan internet itu sendiri di Indonesia yang berakar pada “masyarakat sipil akademis” yakni ilmuwan dan penggiat teknologi informasi pada saat itu. Beberapa LSM seperti Walhi. Sehingga dapat dikatakan bahwa dinamika yang terjalin antara masyarakat sipil di Indonesia dan penggunaan internet bukanlah fenomena baru. hanya saja belum banyak dikaji dan dibahas. MacDougall mengatakan bahwa lengsernya Soeharto diakibatkan oleh serangkaian kejadian kebetulan. serta televisi dari menyuarakan kebenaran. masih sangat sedikit situs yang menyediakan informasi mengenai isu. Selain keterkaitan dengan gerakan pada masa reformasi. terutama secara ilmiah. yang terjadi pada waktu yang “tepat”. bagaimana internet mulai digunakan oleh aktivis HAM Indonesia pada pertengahan tahun sembilan puluhan. dan INFID membangun sebuah jaringan tertutup sebagai sarana pertukaran informasi lembaga. Sedikit berbeda dengan batasan penelitian Hill dan Sen (2005) tentang internet dalam konteks politis 59 . pengelola Indonesia-L.

60 . yakni tindakan para pengguna internet itu sendiri. yakni bahwa fungsi politis internet di Indonesia tidak akan ditentukan oleh aspek teknologis tetapi oleh political agency. 21 Hill dan Sen (2005 :1) tidak mempermasalahkan apakah aktivitas online tersebut dilakukan oleh seorang warga negara Indonesia atau bukan. Sehingga pusat pembahasan riset ini terletak pada para aktivis lingkungan22 berkewarganegaraan Indonesia yang menjadi informan penelitian ini berikut aktivitas-aktivitas online mereka. para aktivis lingkungan Indonesia yang dipilih menjadi informan juga tinggal dan berdomisili di Indonesia. pene litian ini memfokuskan pada penggunaan internet oleh aktivis lingkungan Indonesia. serta berkomitmen tinggi yang ditandai dengan berbagai bentuk keaktifan. dilakukan dari Indonesia atau tidak. parliamentary debates and other material sites of Indonesia political life”.di Indonesia 21 . Kebetulan pula. Ruang lingkup penggunaan internet oleh aktivis di level individual diambil karena mempertimbangkan pesan Hill dan Sen (1997) sejak awal ketertarikan mereka terhadap media di Indonesia. sepanjang aktivitas online tersebut “overtly connected to street demonstrations. 22 Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan aktivis lingkungan adalah warga negara Indonesia yang bergelut dalam dan atau memiliki kepedulian dengan isu lingkungan.

siapa. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa aktivisme lebih dilihat sebagai suatu kesungguhan atau komitmen seseorang atau sekelompok masyarakat pada suatu isu atau perjuangan untuk tujuan ( ause) tertentu. 61 . Fletcher pada dasarnya memandang aktivisme dapat berada dan berlangsung kapan saja saat seseorang menyadari dan melakukan sesuatu terhadap bentuk-bentuk penindasan atau ketidakadilan. Intisari perjuangan melawan ketidakadilan seperti disebutkan di atas menjadikan aktivis menarik dan penting untuk dikaji. dan bagaimana aktivis lingkungan hidup berkegiatan. khususnya internet selama ini. terutama terkait bagaimana mereka tumbuh. berkembang. aktivisme tidak mensyaratkan hal yang memberatkan dan seringkali dapat dilakukan melalui tindakan-tindakan sederhana seperti mengubah kebiasaan seharihari. then there is activism22 . Colin Fletcher (2002: 91). and is in direct opposition to oppression. which deserves to be called activism”. serta bagaimana mereka memanfaatkan media. dalam aktivitas keseharian mereka. Namun secara praksis di lapangan.BAB III AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP Aktivisme (activism) barangkali bukan istilah yang populer dan tampaknya hanya menjadi bahasa elit dalam komunitas gerakan sosial. A. dalam c kajiannya mengenai bagaimana membimbing riset dan studi para aktivis memandang bahwa “whenever the person is not contained. It is the awareness of injustice and the constructive opposition to it. Bab ini berisikan tinjauan pustaka mengenai apa. GERAKAN DAN AKTIVISME LINGKUNGAN HIDUP Pembahasan tentang aktivisme tidak dapat dilepaskan dari narasi besar perubahan 22 sosial yang secara umum diusung oleh pihak-pihak yang Cetak tebal dari peneliti. secara umum di dunia dan secara khusus di Indonesia. khususnya internet. serta menempatkan media. is not conforming.

Semangat perjuangan seperti di atas pula yang diusung para aktivis lingkungan. pelestarian. 1. Pada dasarnya. Definisi Gerakan Lingkungan Gerakan lingkungan hidup (environmental movement) dikenal juga dengan berbagai nama. 62 . ataupun aktivis adalah sekelompok orang yang memperjuangkan nilai-nilai tertentu. Meskipun berada dalam satu wadah 23 Para penggiat gerakan lingkungan ada yang dikenal atau menyebut diri mereka sebagai aktivis lingkungan (environmental activist) dan ada juga yang lebih memilih istilah environmentalis (environmentalist). dan secara institusi tak jarang dilabeli dengan julukan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).memperjuangkan nilai. yakni gerakan sosial yang fokus bergerak di bidang perlindungan. orang-orang yang bergerak di ranah ini dapat disebut sebagai “sektor ketiga” karena secara tegas membedakan diri mereka dari sektor pemerintahan dan juga sektor bisnis dan komersial (Munggoro. dan tidak berorientasi pada kekuasaan maupun keuntungan. masyarakat madani. meskipun memiliki beragam julukan. ataupun non-profit organizations. yakni memastikan agar keberadaan kehidupan manusia di muka bumi berprinsip keadilan.macam karakteristik yang berbeda dari satu lembaga ataupun gerakan ke lembaga atau gerakan yang lain. ornop (organisasi non-pemerintah. namun pada hakekatnya menggambarkan satu fenomena yang sama. secara hakiki yang disebut dengan masyarakat sipil. tidak menindas sesama makhluk penghuni bumi. Oleh karena itu. atau gerakan sosial. terjemahan bahasa Indonesia untuk NGO). dan keadilan lingkungan hidup. melawan bentuk-bentuk penindasan. beragam struktur dan mekanisme pengelolaan organisasi. serta bermacam. gerakan sosial. seperti environmentalisme dan environmental activism 23 . NGO (Non Governmental Organization). Para aktor perubahan sosial tersebut secara kolektif seringkali dikenal dengan beberapa nama seperti masyarakat sipil. CSO (Civil Society Organization).nilai tertentu. 2007: 27). dan tidak menafikan kelangsungan serta kelestarian lingkungan alam di bumi. Ketiga istilah yang tampak sejenis tersebut digunakan secara berbeda dari satu wacana ke wacana yang lain.

besar. dan (3) 24 Misalnya. ataupun metode gerakan mereka sendiri. Faktor. tanpa paksaan. untuk memajukan sejumlah tujuan bersama (Hatch. bergantung pada konteks dan kasus yang sedang dibicarakan. 1983). ketiga istilah yang telah disebut di awal akan digunakan secara bergantian. deep ecology. Mekanisme collective action yang bekerja mampu mempengaruhi faktor-faktor cost and benefits yang membuat seseorang memutuskan untuk bergabung dan terus terlibat dalam gerakan lingkungan. sebuah kondisi yang membuat aktivisme lingkungan bisa mewujud dalam beragam nada dan warna. praksis. Hornback. yakni kelompok-kelompok formal yang anggotanya berasal dari individu. ekofeminisme. (2) “aktivis lingkungan terorganisir atau sukarela”. dan Warner. yaitu anggota organisasi seperti WALHI dan Greenpeace. Gerakan lingkungan hidup bisa dilihat sebagai bagian dari perilaku bersama (collective behavior) yang secara formal mewujud dalam bentuk berbagai kelompok dan organisasi lingkungan (Lowe dan Goyder.individu yang bergabung secara sukarela. 1983).faktor pendorong tersebut penting untuk dipahami karena kelompok dan organisasi lingkunga n hidup pada dasarnya tergolong sebagai organisasi sukarela (voluntary organizations). yakni bahwa tiga komponen gerakan lingkungan adalah (1) “aktivis lingkungan publik”. terdapat beragam aliran pemikiran dalam gerakan lingkungan24 . Dalam pembahasanpembahasan selanjutnya. yaitu sebagian besar orang yang concerned untuk memperbaiki kondisi lingkungan di sekitar mereka. yakni menekankan perbedaan organisasi-organisasi dalam gerakan lingkungan dengan organisasi komersial seperti perusahaan. serta organisasi kewenangan (statutory) seperti pemerintah. dan ecological modernization. Pandangan menyeluruh tentang elemen-elemen dalam gerakan lingkungan disarikan oleh Aditjondro (2003: 124) dari Morrison. Definisi di atas sejalan dengan pembahasan definisi gerakan sosial. dalam Lowe dan Goyder. Keragaman tersebut tercermin pula pada pilihan-pilihan aksi. 63 . tanpa alasan-alasan komersial.

tapi sama-sama mempercayai dan mempraktekkan nilai-nilai environmentalisme. Sebagian dari attentive public mungkin saja di saat yang bersamaan juga bergabung dengan organisasi lingkungan yang ada. pemahaman Lowe dan Goyder (1983: 9) atas istilah “gerakan lingkungan” melihat bahwa gerakan lingkungan terdiri dari dua elemen. tapi kondisi ini cukup kompleks dan membutuhkan penjelasan tersendiri. mereka adalah orang-orang yang mengekspresikan kepedulian mereka terhadap lingkungan hidup melalui pandangan pribadi mereka. yaitu birokrasi publik yang memiliki yurisdiksi terhadap kebijakan lingkungan. Karena inilah Lowe dan Goyder berpendapat bahwa kelompok atau organisasi lingkungan hanyalah salah satu indikator dari gerakan lingkungan secara luas. orang-orang yang meski tidak bergabung ke salah satu kelompok lingkungan. Orang-orang “awam” ini bisa siapa saja. Dari kedua pandangan di atas tentunya perlu dipahami bahwa label gerakan lingkungan tidaklah segamblang itu. kelompok-kelompok lingkungan. dan (2) attentive public. yaitu (1). yang dimaksud dengan aktivis bisa saja anggota organisasi lingkungan ataupun bagian dari attentive public. dalam penelitian ini. 64 . Senada dengan yang dipaparkan Aditjondo. yang dipentingkan adalah kepedulian mereka terhadap lingkungan dan perwujudannya melalui aktivisme via internet.“organisasi gerakan lingkungan institusional”. sebagai perwujudan organisasional dari gerakan lingkungan. perilaku dan gaya hidup mereka. Oleh karena it u. sehingga upaya memahami gerakan lingkungan perlu mempertimbangkan elemen-elemen yang menyusunnya. Sejumlah pemahaman tentang gerakan lingkungan hidup yang telah dibahas di atas akan mengkerangkai pembahasan-pembahasan selanjutnya tentang gerakan lingkungan dan penggunaan internet oleh aktivis.

namun saat itu manuskripmanuskrip tersebut lebih banyak membahasnya di bawah label. Amerika Serikat) 65 . Virginia. 25 Lihat Environmental History Timeline di www. kesehatan masyarakat (public health). 2008). Kovarik.naskah yang mencatat jejak kepedulian lingkungan. Cina). yakni sejak kebangkitan kesadaran manusia akan hubungan dirinya dengan alam sekitar serta bagaimana manusia dan lingkungan sesungguhnya saling mempengaruhi. pelestarian alam.naskah yang ditulis sekitar abad ke-13. yakni naskah.edu/~wkovarik/envhist (William KovarikRadford University. Namun setelah masa tersebut tidak ditemukan lagi naskah. Yunani. berpendapat bahwa sesungguhnya pemikiran-pemikiran terkait isu-isu lingkungan hidup telah lama muncul sepanjang sejarah tertulis umat manusia.isu lingkungan di banyak penjuru peradaban dunia (India. atau polusi air dan udara. Romawi. dalam situs Environmental History Timeline25 miliknya. terutama terkait dengan pencemaran (environmental pollution) dan bagaimana melindungi kesehatan manusia dari efek-efek buruknya (Gari.runet. Kovarik menemukan sebaran catatan-catatan terkait isu.manuskrip tersebut berisi catatan-catatan pemikiran sejumlah ilmuwan Muslim yang prihatin dengan kondisi lingkungan.2. hingga kemudian pada tahun 1800-an di sejumlah negara Barat tercatat lagi kemunculan pemikiran-pemikiran lingkungan hidup. Manuskrip. Sejarah Gerakan Lingkungan Hidup Sejarah environmentalisme atau gerakan lingkungan sesungguhnya sudah bermula ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Timur Tengah. Namun Garner (1996: 62) mengingatkan. Sehubungan dengan temuan di atas Jeremiah Hall (2008) berpendapat bahwa secara mendasar gerakan lingkungan era modern yang ada saat ini berakar dari sejumlah pemikiran yang berkembang di Eropa Barat dan Amerika Utara sejak pertengahan abad ke-19.label seperti konservasi. dan tak sedikit yang bercerita tentang kasus-kasus kerusakan lingkungan maupun upaya perlindungannya yang telah terjadi bahkan sejak era pra-sejarah dan peradaban awal manusia (Sebelum Masehi). Salah satu rekaman kepedulian lingkungan hidup yang paling awal tercatat dalam sejarah ditemukan di Timur Tengah.

John Muir.isu lingkungan. Kemunculan sejumlah kelompok lingkungan hidup di Inggris dan Amerika Serikat sejak pertengahan tahun 1800-an telah membuka jalan bagi publik untuk lebih mengenal isu. Kebangkitan pemikiran lingkungan di kedua wilayah tersebut tampaknya berkaitan dengan menurunnya kualitas hidup dan lingkungan alam akibat berkembangnya Revolusi Industri di Eropa dan perluasannya ke Amerika sejak seabad sebelumnya. sudah terdapat aktivitas-aktivitas peduli lingkungan sejak abad ke-16 yang dilakukan oleh para amateur field naturalist. Gerakan tersebut terdiri dari tiga varian yang cukup berbeda. 1983: 16). Kondisi inilah yang memicu kritik-kritik terhadap environmentalisme. dan aksi para pecinta alam seperti Henry David Thoreau.dalam kasus Inggris. gerakan lingkungan memiliki akar yang juga cukup panjang. Ralph Waldo Emerson. dan Robert Underwood Johnson. khususnya pada konservasi alam liar (wilderness). salah satu organisasi lingkungan hidup tertua di Amerika Serikat. pemikiran. terutama bila memasukkan gerakan konservasionis tahun 1800-an. dan gerakan perlindungan hewan (Garner. Untuk konteks Amerika Serikat. kelompok yang berfokus pada konservasi alam. Ketiga varian tersebut memberi warna tersendiri dalam sejarah gerakan lingkungan hidup di Inggris. Era pertama gerakan lingkungan di Inggris mulai marak di akhir abad ke-19 hingga awal pergantian abad (Lowe dan Goyder. 1983. Hall. Hanya saja memang pembentukan kelompok-kelompok lingkungan untuk pertama kalinya baru dimulai di abad ke-19. ditandai oleh tulisan-tulisan. Di antaranya 66 . namun keanggotaan dalam kelompokkelompok lingkungan tersebut umumnya masih elitis dan beranggotakan masyarakat kalangan menengah ke atas (Lowe dan Goyder. pendirian Sierra Club. tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Inggris. 1983). 1996: 63). serta pendirian taman nasional dan hutan lindung negara di sejumlah tempat di Amerika Serikat (Lowe dan Goyder. Secara konkret kepedulian terhadap lingkungan di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 hingga awal tahun 1900-an. yakni kelompok pelestari countryside dan amenity. 2008).

atau bahkan mungkin sebaliknya. kemudian terus bergulir hingga pertengahan tahun 1970-an ke berbagai belahan dunia lainnya sebagai isu politis penting (Garner. bermula di Eropa Barat dan Amerika Utara. Hall. Konteks kelahiran gerakan lingkungan hidup kontemporer saat itu adalah situasi sosial politik pasca perang dunia. Salah satu pendorong menguatnya kesepahaman bersama dari warga dunia akan urgensi penanganan masalah. Imej gerakan lingkungan sebagai gerakan kelas menengah pun semakin berkurang sejak kebangkitan gerakan lingkungan kontemporer di pertengahan abad ke-20. kemunculan isu lingkungan terus meluas.masalah lingkungan hidup adalah berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi Lingkungan Hidup di Stockholm pada tahun 1972.bahwa keanggotaan kelompok lingkungan didominasi masyarakat kelas menengah karena hanya kelas menengah yang tertarik pada isu lingkungan. Gerakan lingkungan kontemporer atau populer seperti yang dikenal sekarang mulai mengambil bentuk pada tahun 1960-an.isu yang berkembang hangat saat itu adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). atau hanya di level pemikiran– memang bermula sejak pertengahan abad ke-20. 2008). boom ekonomi di sejumlah negara. karena gerakan lingkungan cenderung membela kepentingan masyarakat kelas menengah. 67 . tak lagi elitis.isu lingkungan hidup. Isu. Salah satunya ditandai dengan semakin banyak negara dan warga dunia bergabung dalam peringatan-peringatan seperti Hari Bumi dan Hari Lingkungan Hidup dari tahun ke tahun. Namun argumen ini ditampik Lowe dan Goyder (1983:15). Sejak saat itu. 1996. yang kemudian dilanjutkan dengan KTT Bumi di Rio de Janeiro tahun 1992. keadilan lingkungan. serta kesenjangan antara negara-negara Utara dan Selatan. Akar environmentalisme modern yang hidup saat ini –yakni yang lebih melibatkan publik. karena menurut keduanya komposisi demografis anggota kelompok-kelompok lingkungan tidak selalu merepresentasikan keberpihakan masyarakat secara luas terhadap isu. serta terjadinya sejumlah “kiamat lingkungan” seperti insiden Chernobyl dan juga Minamata.

telah menyaksikan pertumbuhan dan perkembangan gerakan lingkungan yang begitu pesat. Gerakan Lingkungan Hidup di Dunia Meluasnya kesadaran akan persoalan lingkungan hidup yang semakin menggerogoti bumi ini tidak hanya berlangsung di negara. dengan jumlah pendukung hingga tiga juta anggota. gerakan lingkungan di Inggris pada saat itu sudah lebih besar dari partai politik ataupun serikat dagang manapun.nilai environmentalis telah memasuki ranah politik nasional Inggris. Keberhasilan perluasan dukungan terhadap isu lingkungan juga tampak dari manifestasi dukungan di parlemen Inggris. 1983). Inggris. 1999). Meskipun sistem elektoral yang berlaku menyulitkan mereka untuk meraih kursi signifikan di parlemen (Connelly dan Smith. perjuangan nilai.negara maju. sehingga dapat digolongkan sebagai salah satu fenomena atau kekuatan sosial besar (Lowe dan Goyder. namun juga negara-negara berkembang. 3. Dilihat dari ukuran dan perkembangannya. dan setidaknya mampu mengkondisikan partai-partai politik lain dan 26 Selain Inggris. baik secara sosiologis maupun politis. 68 . hak-hak wanita– tapi tidak berarti bahwa gerakan lingkungan hidup kekurangan “bahan” dan isu untuk digarap. Sejak awal. negara lain dengan Partai Hijau yang cukup berpengaruh dalam parlemennya adalah New Zealand (sejak tahun 1972). Inggris pada awal tahun 1980-an telah menyaksikan popularitas gerakan lingkungan di masyarakat. hal-hal yang diperjuangkan dalam aktivisme lingkungan umumnya berangkat dari satu titik untuk kemudian terus meluas seiring dengan tersibaknya kompleksitas permasalahan lingkungan. Dalam subbab ini akan sedikit dijelaskan mengenai gerakan lingkungan hidup di beberapa negara. yakni dengan berdirinya Green Party26 di Inggris pada tahun 1985. dan Jerman (sejak tahun 1980). HAM. Kerumitan persoalan lingkungan tercermin juga dalam dinamika gerakan lingkungan hidup di sejumlah negara di dunia. sebagai salah satu negara pelopor awal kemunculan kelompok lingkungan.gerakan sosial lainnya seperti perjuangan kelas dan buruh.Sejarah gerakan lingkungan hidup masih relatif muda –terutama jika dibandingkan dengan gerakan.

Buku tentang bahaya pestisida DDT. yakni di akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. tercatat kebangkitan gerakan lingkungan yang spontan (Bello. jauh dari semua aktivitas manusia. 2008). yang sebagian pendirinya merupakan sempalan dari organisasi lingkungan tradisionalis Sierra Club (Connelly dan Smith. khususnya hutan. 2007). Untuk kasus gerakan lingkungan hidup di Amerika Serikat. conservation vs. khususnya di Asia. yang mampu menarik partisipasi banyak orang dari berbagai kelas sosial. Sementara pada era selanjutnya. termasuk di antaranya para aktivis yang memobilisasi kepedulian menjadi sebuah gerakan lingkungan. Sebagian besar literatur memang lebih banyak memotret kebangkitan gerakan lingkungan hidup di negara. Sejumlah contoh dapat dilihat pada dinamika yang terjadi di Korea dan Taiwan. sementara kelompok pelestarian lebih memilih cara mendirikan taman-taman nasional untuk melindungi dan mengisolasi alam. berjudul Silent Spring.juga masyarakat luas untuk lebih peka dan memperhitungkan faktor lingkungan dalam pembuatan setiap keputusan politik.negara Barat. Masyarakat di kedua negara telah melihat keterkaitan antara isu lingkungan dengan isu. preservation (Hall.isu 69 . geliat gerakan sosial di bidang lingkungan sesungguhnya juga sudah lama berlangsung di negara-negara berkembang. perbedaan tampak jelas antara gerakan konservasi dan pelestarian. Biaya lingkungan yang harus dikeluarkan akibat industrialisasi menjadi keprihatinan sekelompok orang dalam masyarakat negara. dua negara yang pernah dikenal sebagai “Newly Industrializing Countries”. gerakan lingkungan hidup di Amerika Serikat diwarnai geliat organisasi-organisasi lingkungan grassroot seperti Friends of the Earth dan Greenpeace. Meskipun demikian. karya Rachel Carson serta rangkaian kegiatan publik yang mengangkat tema-tema lingkungan hidup secara berkelanjutan sejak tahun 1980-an telah mampu mengundang perhatian publik Amerika Serikat tentang kerusakan lingkungan di sekitar mereka. 1999: 79-80).negara berkembang. Di kedua negara. sejak awal kemunculan gerakan lingkungan. Pertentangan muncul karena kelompok konservasi mendukung eksplorasi sumber daya alam asalkan tidak berlebihan (used but not abused).

isu lingkungan hidup di Asia Tenggara melibatkan lebih banyak massa dan tidak hanya menjadi isu kelas menengah. pembangunan waduk-waduk raksasa di Thailand. menjangkau isu-isu seperti kampanye melawan Coca Cola dan Pepsi Cola dalam kasus pengurasan air tanah dan limbah industri (sludge). serta melawan penggundulan hutan dan pencemaran laut di Thailand dan Filipina. dan Indonesia. monopoli kapital di tingkat lokal. seperti perlawanan terhadap energi nuklir di Filipina. dan krisis pertanian. gerakan lingkungan sudah lebih dahulu muncul di beberapa negara Asia Tenggara. Bello (2007) melihat bahwa sedikit berbeda dengan yang terjadi di Taiwan dan Korea.penyediaan lapangan pekerjaan. Hal ini karena w aduk mewakili gambaran negara barat akan visi pembangunan modern yang mereka anggap seharusnya dijalankan negara-negara dunia ketiga untuk mengejar ketertinggalan dengan negara-negara maju. dan pemerintah pusat. serta kampanye petani 70 . Sejak 25 tahun yang lalu gerakan lingkungan di India telah menjadi salah satu kekuatan yang memperdalam demokrasi di India (Bello. kaum pekerja. bahkan sebelum era industrialisasi memuncak di negara-negara tersebut (pertengahan tahun 1980-an hingga pertengahan 1990-an). Salah satu pengaruh paling penting dalam gerakan lingkungan berbasis massa di India adalah gerakan antidam atau anti waduk. Tidak jauh dengan yang terjadi di negara-negara Asia Tenggara. racun. Setelah isu waduk. dan juga para environmentalis bergabung dalam aliansi yang terbentuk secara alami untuk melawan perusahaan-perusahaan trans nasional. kesehatan lingkungan kerja. Sejak tahun 1970-an. Kelas menengah. gerakan lingkungan terus berkembang. Hingga akhirnya gerakan lingkungan di kedua negara tersebut mampu memaksa pemerintah mereka untuk mengeluarkan peraturan yang lebih ketat tentang limbah industri. perjuangan gerakan lingkungan telah banyak berlangsung. dan pencemaran udara. kaum miskin kota. 2007). Filipina. Berbeda dengan yang terjadi di kedua negara asia Timur di atas. gerakan lingkungan hidup di India telah berumur panjang.

yakni sudut pandang sosiologis dan politis.lingkungan diduga ikut didorong faktor. Ketidakpuasan masyarakat yang tertangkap Lowe dan Goyder misalnya adalah keprihatinan akan hilangnya tempat-tempat alami.nilai pro.faktor seperti pertumbuhan kelompok pekerjaan yang dekat dan sering bersentuhan dengan 71 . dan estetis. Sudah semakin banyak orang awam di negara. dan merusak lingkungan alam. Kasus-kasus gerakan lingkungan di sejumlah negara berkembang dapat menunjukkan bahwa pemahaman akan evolusi mass-based environmental movement di negara. yakni lahir dari ketidakpuasan terhadap sejumlah nilai. dan pandangan terhadap alam sebagai sumber pencerahan spiritual.negara Asia yang paham bagaimana model pembangunan tersebut telah mengacaukan pertanian.nilai alternatif.upaya kolektif untuk menginstitusionalkan nilai. meluasnya nilai.model industrialisasi berorientasi ekspor dan pertumbuhan tinggi yang digembar-gemborkan elit pemerintah mereka (Bello. 1983: 30). dan tidak kritis menghadapi model. Sudut pandang sosiologis atau perspektif gerakan sosial melihat kemuncula n gerakan atau kelompok lingkungan berhubungan erat dengan perubahan nilai-nilai dan struktur sosial dalam masyarakat (Lowe dan Goyder. 4. Penjelasan Atas Kemunculan Gerakan Lingkungan Ada dua sudut pandang utama yang sering digunakan untuk mengkaji kelompok atau organisasi lingkungan. pasrah. moral. keinginan untuk menjauh dari kota dan kembali ke suasana pedesaan.negara Asia sangat penting untuk menghalau pandangan dan kesan bahwa masyarakat Asia bersikap tidak peduli. kekecewaan terhadap pengaruh industrialisme pada kehidupan perkotaan. Selain itu. melebarkan jurang kesenjangan pendapatan.menentang beras dan bibit tanaman yang telah dimodifikasi dan direkayasa secara genetis (GMO-genetically modified organism).nilai yang selama ini dianut masyarakat dan mewakili upaya. Keduanya melihat kemunculan gerakan lingkungan hidup memiliki kemiripan dengan latar belakang kemunculan gerakan sosial. 2007).

isu lingkungan hidup dipandang mampu menjadi bagian dari agenda politik dan menarik perhatian pemerintah dan politisi.isu lingkungan tersebut perlu memenuhi sejumlah syarat.hal non. Pembelaan terhadap lingkungan dan hubungannya dengan masyarakat dilihat sebagai sebentuk kepentingan yang penyalurannya memanfaatkan intitusi. tepatnya dari hasil peran media. kepentingan politik. Peran para elit dan aktor-aktor politik yang membentuk isu lingkungan menjadi sebuah agenda publik tampak dari bagaimana isu dapat “berputar” bila 72 . sebuah keadaan yang mendorong kelahiran kajian baru seperti politik lingkungan (Connelly dan Smith.[…]” (Lowe dan Goyder. Tentunya isu. newspaper editor and interest group leaders. 1994).nilai dan hal. Sementara itu.nilai sosial dalam masyarakat sebagai penyebab kemunculan gerakan lingkungan. Martell. Sehingga dapat dikatakan bahwa sudut pandang politik menekankan “interrelation between the characteristics of particular issues and the values and preoccupations of certain gatekeepers.isu-isu lingkungan serta adanya peningkatan standar kehidupan –yang tampaknya telah memungkinkan sebagian orang untuk mulai berpikir tentang nilai. dinamika gerakan lingkungan dinilai lebih berhubungan dengan sistem politik.institusi politis. Dinamika politis ini menurut Lowe dan Goyder terjadi ketika isu.isu serta mendorong nilainilai tertentu dari “atas”. dan perilaku aktor politik pada suatu masa. bila Lowe dan Goyder melihat analisis sosiologis menekankan peran perubahan jangka panjang nilai. elit-elit politik.isu tersebut diangkat ke media massa dan merebut perhatian publik. di antaranya adalah adanya public visibility. sejalan dengan prinsip dan nilai sistem politik yang berjalan. dan kelompok kepentingan dalam mengangkat dan memanipulasi isu.material– (Lowe dan Goyder. 1999). 1983: 31). 1983. maka analisis politis lebih memandang maraknya isu lingkungan sebagai hasil proses politik jangka pendek. ditandai dengan seringnya isu. serta bila permasalahan yang ada memungkinkan diambilnya tindakan via keputusan politik. dari sudut pandang politis atau dari perspektif kelompok penekan (pressure group). such as politicians. Sementara itu.

dan kelompok kepentingan. tetapi juga karena telah diperkenalkan dan dipopulerkan oleh aktor-aktor sosial dan politik melalui media. dan kelompok lingkungan. Menurutnya. Pandangan “saling keterkaitan” ini juga disetujui Martell (1994). Pada kenyataannya. kebangkitan environmentalisme sesungguhnya bukan hanya karena faktor. 5. dan gerakan lingkungan bukanlah semata. Meskipun memilki satu akar (kepedulian terhadap bumi dan lingkungan hidup).faktor sosial tapi sebagian besar juga karena fakta. 1983). interaksi setiap 73 . yang di saat bersamaan berinteraksi dengan kondisi-kondisi politis. dimana setiap cabang menghasilkan buah yang berbeda-beda jenis. kepedulian lingkungan. media.digulirkan terus-menerus oleh aktor-aktor politik. namun dia menambahkan bahwa kemunculan dan kebangkitan environmentalisme.masalah lingkungan yang dihadapi dan dirasakan masyarakat. Keragaman dalam Gerakan Lingkungan Pembahasan tentang sejarah dan dinamika gerakan lingkungan hidup umumnya mempermudah penjelasan dengan mengandaikan gerakan lingkungan sebagai satu kesatuan yang utuh (misalnya. sosial ataupun budaya. sosial. dan ekonomis dalam masyarakat. gerakan lingkungan hidup adalah sebuah pohon besar dengan sejumlah cabang. apa yang dilakukan Lowe dan Goyder. para ilmuwan. Dari sejumlah argumen di atas. dapat disimpulkan bahwa environmentalisme sejauh ini bisa sedemikian rupa “naik daun” karena riilnya masalah. Selain mendukung “teori saling keterkaitan”.mata produk dari struktur politik. membentuk suatu lingkaran opini publik.fakta ilmiah yang menjelaskan permasalahan objektif yang menerpa lingkungan hidup tempat tinggal masyarakat industrial. ekonomi. Martell juga mengkritik penjelasan-penjelasan atas environmentalisme yang selama ini sering terlalu sosiologis (dalam artian hanya menggunakan masyarakat dan dinamika di dalamnya sebagai alat analisis). gerakan lingkungan hidup terdiri dari beberapa warna dan tidaklah bersifat homogen. Bila dianalogikan.

2004). Pandangan seperti ini salah satunya berangkat dari pemahaman dan keyakinan mereka bahwa kehidupan manusia hanyalah salah satu bagian saja dari keseluruhan kehidupan di bumi. Ekosentrisme tidaklah anti-human. Salah satu pernyataan internasional yang dapat digolongkan dalam pandangan ini adalah konsep sustainable development yang pertama kali diluncurkan salah satu komisi PBB dalam Brundtland Report di tahun 1987. Konsep Pembangunan Berkelanjutan yang kemudian diadopsi oleh banyak negara tersebut memandang perlunya melindungi alam dan lingkungan agar dapat terus memenuhi hak-hak generasi saat ini tanpa mengorbankan hakhak generasi mendatang (WCED.teknologi ramah lingkungan. dan menempatkan alam dalam batas sejauh mana dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia.hal di luar pohon tersebut mengkondisikannya untuk memiliki buah yang berbeda. melalui penciptaan teknologi. para penganut aliran ekosentrisme tidak ingin bekerja hanya di permukaan. Berbeda dengan pendukung pandangan antroposentrisme. Karenanya. mereka hanya ingin orang-orang memahami betul bahwa keberadaan dan kelangsungan hidup manusia bergantung sepenuhnya pada ekosistem bumi dan spesies-spesies penghuninya (Mosquin dan Rowe. Aliran-aliran dalam environmentalisme pada dasarnya dibedakan menjadi dua: anthroposentrisme (atau homosentrisme) dan ekosentrisme. Pendukung antroposentrisme menganggap penyelesaian masalah lingkungan dapat dilakukan seiring pertumbuhan ekonomi. Pandangan ini memang berpusat pada manusia dan segala kepentingannya. Ide. 1987). Mereka memandang perubahan fundamental dalam cara hidup penghuni bumi mutlak dibutuhkan bila ingin bumi ini diselamatkan. permasalahan lingkungan 74 .cabang dengan hal. oleh karenanya kepentingan umat manusia tidak boleh diletakkan di atas kepentingan makhluk hidup lainnya.ide mulia yang terkandung dalam konsep ini rupanya tetap dinilai pendukung ecocentrism tidak cukup kuat untuk mengubah keadaan. Pemikiran anthropocentrism memandang pelestarian dan perlindungan lingkungan penting dilakukan agar keberadaan umat manusia di muka bumi dapat terus berlanjut.

ide gerakan lingkungan. Gesekan antara antroposentrisme dan ekosentrisme menguat pula sejak bermunculannya sejumlah green political theory yang mengkaji bagaimana ideide dan nilai. ecology.nilai environmentalis dapat memanfaatkan sistem dan institusi politik yang telah ada (Connelly dan Smith.1 di halaman berikut). Perubahan siginifikan dalam ide. bukan pada perubahan fundamental yang merupakan fokus deep ecology. Hall (2008) melihat Ekologi Dalam sebagai sintesis dari banyak gerakan lingkungan yang telah ada. mereka yang berkecimpung dalam gerakan “dangkal” hanya peduli pada solusi-solusi jangka pendek.org/deepplatform. Naess adalah seorang filsuf dan pecinta alam dari Norwegia yang mempertanyakan tujuan dan motif gerakan lingkungan selama ini.nilai kunci yang me mbedakan ekologi dalam dan dangkal (lihat Tabel 3. termasuk menguatnya pemikiran ekosentrisme.deepecology. dan spirituality ke dalam satu gerakan. Walaupun tidak sepenuhnya cocok dengan pembedaan Naess.gagasan Arne Naess. 1999). menggabungkan konsep-konsep preservation. yakni gerakan ekologi dalam dan dangkal (deep and shallow ecology movement ). terjadi setelah dikenalnya gagasan. Dari sekian banyak pemikiran. 27 The Deep Ecology Platform.hanya dapat diselesaikan dengan melestarikan kesatuan ekosistem dan bukan melestarikan keuntungan ekonomi. yakni environmentalisme radikal dan moderat. Dia melihatnya terdiri dari dua bagian. Menurutnya.html 75 . Naess menerbitkan tulisan di tahun 1973 yang memperkenalkan frase “deep ecology” dan menawarkan sebuah “Deep Ecology Platform” 27 . lihat http://www. penelusuran Garner memang banyak memiliki kesamaan dalam hal nilai. pemetaan dan pemilahan yang dilakukan Garner (1996) mampu mengungkapkan dan menempatkannya dalam dua spektrum yang saling bertentangan.

sosial. yakni dengan konsep bright. light.Pembedaan menurut Garner (1996) Dobson (1990) & Porrit (1984) Stephen Young Arne Naess (1973) Robyn Eckersley (1992) Tim O’Riordian & David Pearce Ide dan pandangan dasar <-----------------Spektrum environmentalisme---------------> Radical Moderate reformism Dark green Light green Radical environmentalism Deep ecology Ecocentric Ecocentric • Perlunya langkah-langkah radikal untuk membatasi tingkat produksi dan konsumsi. • Pertumbuhan ekonomi harus sustainable. Weak/reformist environmentalism Shallow ecology Anthropocentric Technocentric • Perlindungan lingkungan bisa secara efektif disinambungkan dengan kehidupan masyarakat modern industrial. • Pembentukan masyarakat baru dengan nilai-nilai dan institusi-institusi baru dibutuhkan untuk menangani gawatnya krisis saat ini dan agar orang mampu menjalani hidup yang lebih bermakna dan memuaskan. • Perubahan di sana-sini dan hanya di permukaan tidak akan cukup untuk mencegah bencana lingkungan. dan dark green. tanpa harus secara fundamental mengancam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan material. percaya pada kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyelesaikan masalah lingkungan hidup. politik secara fundamental. 1996) Pembagian yang dilakukan Garner dapat dikatakan mewakili wacanawacana yang terdapat dalam kajian politik hijau. • Merupakan pendekatan yang optimistis. Sebuah kategorisasi yang lebih kontemporer dilakukan Alex Steffen dengan melihat rangkaian varian environmentalisme dalam semacam gradasi warna. Pembedaan yang ditawarkan Steffen (2009) menekankan pada pilihan pendekatan dan jawaban tiap varian dalam menghadapi dan 76 . Spektrum Pe mikiran dalam Gerakan Lingkungan (dalam Garner.1. Perlu perubahan ekonomi. Tabel 3.

menyakini bahwa inovasi teknologi yang berkelanjutan adalah jalan terbaik untuk menjaga kesejahteraan. Merekalah yang telah membantu menyebarkan gagasan bahwa kepedulian lingkungan itu “keren”. Steffen melihat kelompok light green sangat mendorong perubahan di tingkat perseorangan. atau setidaknya sebagai mekanisme terbaik untuk memicu perubahan di tingkat lebih luas.menyelesaikan masalah lingkungan. Sementara itu light green environmentalists cenderung menekankan perubahan gaya hidup. Hal ini karena mereka sangat mendorong perubahan di level komunitas. (2) menawarkan solusi. Bright green misalnya.individu untuk berubah. 2001). Steffen menyadari bahwa seseorang bisa digolongkan ke dalam ketiga kelompok atau memang memadukan nilai. Keragaman aliran pemikiran dalam gerakan lingkungan hidup juga tercermin pada keragaman fokus isu yang diperjuangkan setiap kelompok lingkungan. dan bahwa pandangan terhadap keberlanjutan yang tidak mampu menyediakan kesejahteraan dan kemakmuran tidak akan pernah bisa berhasil. kesenjangan Utara-Selatan. Perbedaan-perbedaan pemikiran dalam gerakan lingkungan tampaknya muncul dari perbedaan sudut pandang dalam (1) menganalisis penyebab masalah lingkungan. Sementara yang lebih berperspektif misalnya adalah isu keadilan lingkungan (environmental justice--ESRC. dan pola konsumsi sebagai kunci keberlanjutan.nilai dari ketiganya. Steffen mengingatkan bahwa klasifikasi dan spektrum pemikiran dalam gerakan lingkungan yang dia buat tidak bermaksud untuk memecah belah. tapi justru untuk membantu orang memahami pilihan-pilihan yang ada. Meskipun melakukan pengelompokan environmentalis. dan menekankan solusi lokal dan hubungan langsung dengan tanah dan pertanian sebagai sumber kehidupan. serta tentang kesetaraan antara manusia dan alam. Di sisi sebaliknya. perilaku. dan (3) 77 . Isu. dark greens lebih memilih menekankan pentingnya menarik diri dari konsume risme dan bahkan dari industrialisasi itu sendiri.isu yang “normatif” misalnya tentang keberlanjutan atau sustainability dan konservasi alam. dengan mengimbau individu. keadilan intra dan antar-generasi.

Charles Secrett –pernah menjadi Direktur Friends of the Earth– memandang keragaman (plurality) dalam environmentalisme sebagai nilai tambah. Secrett juga berpendapat bahwa kalaupun ada kebingungan publik tentang siapa itu Greenpeace. Keragaman sudut pandang salah satunya dipengaruhi oleh filosofi dan pandangan politik yang berkembang dalam suatu masyarakat di suatu masa. Menyoal keanekaragaman gerakan lingkungan. 1996: 188). yakni karena perkembangan filsafat politik Barat jauh lebih berwarna dibandingkan yang ada di negara-negara Timur. bisa jadi kerancuankerancuan tersebut muncul dari penggambaran tentang gerakan lingkungan hidup yang selama ini muncul ataupun ditampilkan di media. FoE tetap bekerja dengan cara-cara yang berbeda dan dengan prioritas yang juga berbeda-beda untuk setiap isu yang muncul (Lamb. kelompok lingkungan radikal dari Amerika Serikat. pilihan-pilihan taktik “ekstrim” biasanya lebih menjadi pilihan kelompok-kelompok lingkungan beraliran radikal. Itulah mengapa terdapat lebih banyak varian environmentalisme di masyarakat negara. atau FoE.metode aksi yang dipilih suatu kelompok beraliran antroposentrisme bisa jadi juga dilakukan kelompok yang mendukung ekosentrisme.cara-cara memperjuangkan jawaban tersebut. Metode. tidak ditemui garis yang jelas dan tegas antara hubungan aliran yang dianut suatu kelompok lingkungan dengan jenis taktik aksi yang dipilihnya. 6. dalam melakukan aksi-aksi 78 . Walaupun begitu.negara Barat dibandingkan di negaranegara Timur. Hal ini karena menurutnya walaupun FoE terkadang memiliki tujuan-tujuan program yang sejalan dengan kelompokkelompok lingkungan lainnya. WWF. Namun. Taktik dan Metode Aksi Gerakan Lingkungan Ragam “aliran” atau ideologi dalam gerakan lingkungan hidup memang banyak dan tampaknya turut mempengaruhi bentuk-bentuk aktivisme dan pilihan aksi kelompok-kelompok lingkungan. Salah satu contoh hubungan antara ideologi dan pilihan bentuk aktivisme tampak dari bagaimana keberanian anggota Earth First.

banyak organisasi lingkungan menggabungkan metode- 79 . mayoritas kelompok lingkungan yang ada umumnya lebih memilih untuk mengoptimalkan cara-cara seperti kampanye. asosiasi pedagang. serta meningkatkan publikasi untuk membentuk opini publik (misal melalui penyelenggaraan lomba desain poster. Di sisi lainnya. atau institusi akademis. yang mendesentralisasi bentuk partisipasi. lomba kampung atau desa hijau). mendorong perubahan cara dan gaya hidup. Gerakan lingkungan terkini lebih menyukai pendekatan akar rumput.kontroversial seperti sabotase atau eco-tage. seperti mengakuisisi atau memblokade lokasi yang sedang mereka bela. seperti kelompok masyarakat. lomba penulisan. Cara-cara lain yang umumnya ditempuh adalah protes atau demonstrasi. lobby. Atau dengan memanfaatkan kekuatan media untuk menyebarkan apa yang telah dan bisa dilakukan untuk lingkungan hidup. Lowe dan Goyder (1983: 2-3) juga menyebutkan sejumlah cara yang dipilih organisasi lingkungan di Inggris untuk mencapai tujuannya. dan pendidikan lingkungan. dan stiker. Terkait pilihan metode aksi. Meskipun demikian. Martell (1994) berpendapat gerakan lingkungan kontemporer dapat dikategorikan sebagai sebuah “gerakan sosial baru” karena mulai meninggalkan metode. Dalam paparannya. petisi. atau dengan mempengaruhi lembaga atau organisasi lain di luar pihak berwenang atau pemerintah. ataupun media interaktif. kaos. massa. pemboikotan.metode yang menekankan partisipasi dalam sistem politik dan upaya-upaya legislasi. Salah satu taktik terkini kelompok lingkungan adalah mengkondisikan agar cara-cara persuasif di atas dapat diamplifikasi melalui media sosial. Pada prakteknya di lapangan. misalnya melalui green consumerism dan perubahan gaya hidup. yakni dengan menyediakan beragam layanan atau keistimewaan bagi anggota-anggotanya. rally dari kota ke kota. negosiasi melalui pihak legislatif. penghancuran alatalat berat (yang digunakan untuk menebang pohon). Martell memandang sebagian besar gerakan lingkungan masih tetap memanfaatkan jalur-jalur politis dan often being concerned also with legislative reform and political access. bertindak langsung (direct action).

terdapat perbedaan antara anggota organisasi lingkungan. apalagi mendapatkan profil para aktivis lingkungan di 28 Orang-orang yang berkecimpung dalam gerakan ataupun aktivisme lingkungan secara umum dikenal sebagai aktivis lingkungan atau environmentalis. komunitas. Sementara itu. Hal ini kemungkinan besar karena identitas atau “status” seseorang sebagai seorang environmentalis tidak dapat dibakukan dan ditentukan hanya dengan keanggotaannya dalam suatu lembaga misalnya 28 . Namun. dan aktivis lingkungan sebagai individu. 7. ataupun keberadaan kajian ilmiah yang mampu mengungkapkan dan mengidentifikasi para aktivis lingkungan secara menyeluruh. tidak mudah menemukan tulisan yang dapat menangkap gambaran environmentalis sebagai suatu sosok atau profesi. gerakan lingkungan itu sendiri. atau lembaga lingkungan). selain karena tidak banyak orga nisasi lingkungan yang memiliki pendataan dan administrasi keanggotaan yang rapi. baik dengan alasan ideologis maupun pragmatis) yang lebih memilih menjalankan aktivismenya secara lebih individual dan sengaja tidak bergabung dengan komunitas atau organisasi lingkungan tertentu. terdapat juga kalangan environmentalis (dengan latar belakang dan sejarah masing-masing. Karakteristik Aktivis Lingkungan Siapakah sebenarnya para environmentalis? Penggambaran profil dan aktivitas para aktivis lingkungan tidak dapat dipungkiri memang lebih banyak masyarakat dapatkan dari berita-berita di media. namun tak peduli apakah dirinya layak disebut aktivis atau tidak. dalam sebuah organis asi. tidak mudah mendapatkan data a ktivis lingkungan di tingkat kelembagaan. Tidak mudah menemukan data yang akurat mengenai para environmentalis.metode baru dan lama. Tidak semua aktivis memilih bergabung atau mengambil posisi tertentu dalam gerakan lingkungan secara spesifik (yakni. Sementara itu. misalnya dengan mendorong perubahan di level masyarakat (via gerakan akar rumput ataupun dengan pengaruh media) agar dapat membentuk opini publik yang kemudian dapat digunakan untuk mempengaruhi keputusan pemerintah. 80 . juga karena anggota suatu organisasi atau kelompok lingkungan bisa jadi merupakan anggota organisasi lingkungan yang lain. Bisa saja ada orang yang peduli dan bertindak nyata untuk lingkungan.

yang umumnya masih didominasi orang-orang berpendidikan tinggi. yang menempatkan isu lingkungan dalam perspektif ketidaksetaraan yang juga dialami oleh kaum terpinggir dan warga dengan kulit berwarna. 1993 ). yang berusaha mencari tahu hubungan antara karakter demografis para aktivis dengan persepsi. Dapat dikatakan bahwa unt uk masyarakat di Eropa Barat dan Amerika Utara. dan perilaku mereka menghadapi permasalahan atau isu. Riset-riset tentang aktivis lingkungan tersebut secara umum banyak menggunakan kerangka berpikir sosiografis dan psikografis. namun sejumlah riset yang dilakukan di Inggris dan Amerika Utara mengenai karakter demo grafis para aktivis lingkungan dapat memberikan salah satu gambaran tentang siapa dan bagaimana seorang environmentalis. 2001). sikap. dan tidak lagi hanya didominasi oleh “pria. jajaran “elit”.isu lingkungan (Lowe dan Goyder. Pendukung environmentalisme semakin beragam dan tidak lagi dapat diidentifikasi secara sederhana berdasarkan status sosial-ekonominya. Keterlibatan orang-orang dari semakin beragam kelompok masyarakat misalnya terjadi dalam kasus-kasus yang menunjukkan bagaimana wilayah terkumuh dan tercemari dalam suatu daerah seringkali adalah tempat tinggal orang-orang kulit berwarna. ras. Khususnya para pengurus inti. Tentunya kondisi dominan tersebut berubah seiring muncul dan menguatnya aliran environmentalisme seperti keadilan lingkungan atau eco-justice (ESRC. kaum imigran. baik dari variasi gender. atau aktivis setia dalam organisasi atau kelompok lingkungan. ataupun kelas sosial.Indonesia. atau kelas buruh. dan bekerja di sektor sosial atau jasa (non- 81 . setidaknya sarjana. Tetapi bahasan dari Lowe dan Goyder serta Minunzie juga menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan area pekerjaan masih sangat signifikan berkaitan dengan keterlibatan seseorang dalam gerakan lingkungan. komposisi demografis para aktivis lingkungan semakin bervariasi dari tahun ke tahun. Kebangkiran varian environmental justice juga mampu menunjukkan bahwa lingkungan yang bersih dan sehat adalah hak setiap orang dan bukan hanya berhak dimiliki kelas menengah ataupun kaum berduit. kulit putih. 1983. dari kelas menengah”. relatif aman secara finansial. Minunzie.

pegawai.hasil kajian di atas ke depannya dapat dimanfaatkan untuk mempelajari bagaimana kaitan antara demografi dengan aktivisme lingkunga n di Indonesia. Emil Salim mulai berbicara dan berdiskusi dengan para pecinta alam. yakni dengan pendirian WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia). Melalui diskusidiskusi tersebut para anggota pecinta alam semakin menyadari bahwa tanpa perubahan cara pandang dan perilaku bersama maka lingkungan hidup akan semakin rusak dan tidak akan tersisa bagi generasi selanjutnya. beliau semakin menyadari pentingnya memasukkan faktor pelestarian lingkungan hidup dalam perencanaan pembangunan dan untuk melakukan hal tersebut beliau melihat urgensi melibatkan anggota masyarakat. dan terdidik . terutama para mahasiswa. dan kalangan pecinta alam. mengenalkan isu-isu lingkungan dan mendorong mereka untuk bergerak. Sejarah awal WALHI sedikit banyak berutang pada Emil Salim karena sebelum menjadi WALHI. Meskipun terdapat pendapat bahwa peran Emil Salim dalam gerakan lingkungan seringkali terlalu dibesarbesarkan (Aditjondro.manufaktur dan industrial). terutama setelah menghadiri pertemuan internasional Konferensi Tingkat Tinggi Lingkungan hidup. GERAKAN DAN AKTIVISME LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA Sejarah gerakan lingkungan hidup di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran penting Emil Salim. atau pekerja sosial. Sejak tahun 1970-an. akademisi. guru dan dosen. khususnya melalui advokasi dan pendidikan lingkungan (Munggoro. namun untuk saat ini dalam konteks Indonesia. 2007). Hasil. Oleh karena itu. Bola salju yang digulirkan Emil Salim mendorong pendirian salah satu titik awal bentuk gerakan lingkungan hidup di Indonesia. tampaknya mayoritas aktivis lingkungan secara sosial memang masih datang dari wilayah perkotaan. B. kelas menengah. para anggotanya sudah terlebih dahulu beraktivitas dan 82 . organisasi kemasyarakatan formal pertama di Indonesia yang memfokuskan perjuangannya dalam bidang lingkungan hidup. 2003). tidak dapat dipungkiri bahwa Emil Salim telah menorehkan tapak pertama dalam jejak sejarah gerakan lingkungan hidup Indonesia.

Untuk memperluas jaringan dan kegiatan. Pada pertengahan 1980-an WALHI mulai berkonsentrasi pada upaya-upaya advokasi dan menjaga jarak dari pemerintah (Munggoro. yakni ketika WALHI mengajukan sebuah tuntutan hukum atas tuduhan pencemaran dan pengrusakan lingkungan pada enam badan pemerintah dan perusahaan Indorayon Utama Pulp di Sumatera Utara. WALHI sendiri pernah menjalankan beragam metode aksi. misalnya melalui pelatihan-pelatihan tentang pelestarian lingkungan dan penerbitan Tanah Ait.isu sosial dan lingkungan. seperti dalam kasus pembangunan waduk Kedung Ombo. Namun di tahun 2000. sebuah bulletin tentang isu lingkungan di Indonesia. Sejak didirikan hampir tiga puluh tahun yang lalu. 2006).berkumpul di bawah naungan Kelompok Sepuluh. Menjelang dan setelah huru. Berkaitan dengan taktik dan metode aksi. menyebarluaskan kepedulian terhadap permasalahan lingkungan hidup di Indonesia. sebuah organisasi internasional berbasis di Inggris yang mengklaim diri sebagai jaringan akar rumput terbesar di dunia untuk isu. dan paling dikenal di Indonesia. 2007). Sejarah dan geliat environmentalisme di Indonesia memang tidak dapat dilepaskan dari WALHI karena organisasi ini adalah forum lingkungan tertua.isu lingkungan dan memperkenalkan WALHI itu sendiri. Perjuangan awal WALHI banyak bertolak dari kesadaran akan kerusakan-kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh sejumlah proyek pembangunan ya ng ditetapkan oleh pemerintah kala itu. pada tahun 1980 Kelompok Sepuluh kemudian berevolusi menjadi WALHI. Pada tahun-tahun awal. pada tahun 1989 WALHI bergabung menjadi anggota nasional dari Friends of the Earth (FoE). WALHI telah menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah bagaimana gerakan lingkungan Indonesia semakin merangkul publik dan menjadi kekuatan penting perubahan sosial (Sinanu. WALHI memfokuskan kegiatan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat pada isu. Setelah dua tahun. tindakan ini telah menaikkan nama WALHI. 83 . terbesar. dan lebih jauh lagi.hara politik tahun 1998 WALHI bergabung dengan gerakan besar masyarakat sipil dalam mengkritisi pemerintahan Orde Baru. Hingga pada tahun 1988 WALHI menjadi NGO pertama yang mengajukan tuntutan hukum pada pemerintah. Meskipun tidak memenangkan gugatan tersebut.

Sejarah dan dinamika WALHI mencerminkan perubahan karakter environmentalisme di Indonesia seiring dengan perubahan sosial. Wiryono (2008) bahkan berpendapat gerakan lingkungan di Indonesia selama ini masih terbatas menjadi domain para aktivis dan pecinta lingkungan di kota-kota besar.setelah mengamati perubahan-perubahan konteks politik dan sosial kemasyarakatan. 84 . Pada era otoritarian seperti saat itu organisasi lingkungan WALHI mampu bertindak jauh dengan mengajukan tuntutan hukum terhadap enam badan pemerintah atas tuduhan pencemaran dan kerusakan lingkungan. yakni aksi-aksi melalui saluran politis dan mekanisme politik yang sudah berjalan. Dalam kasus Indonesia. dan dampak globalisasi. 2007). 2006) dengan turut terlibat dalam isu. Walaupun sejumlah organisasi lingkungan tak jarang melibatkan masyarakat umum. Secara ringkas. politik. tidak dapat dipungkiri bahwa secara umum gerakan lingkungan hidup di Indonesia belum menjadi gerakan yang benar-benar merakyat.isu global seperti perubahan iklim. perlawanan lingkungan memang bisa menjadi salah satu isu yang memungkinkan gerakan anti-diktator berorganisasi dan merengkuh lebih banyak dukungan (Bello. dan ekonomi yang juga terjadi. Bentuk-bentuk aksi yang selama ini dijalankan organisasi-organisasi lingkungan hidup di Indonesia mengambil banyak ragam. Hal ini karena isu lingkungan hidup tidak dipandang oleh rezim otoritarian saat itu sebagai isu yang “politis”. utang luar ne geri. misalnya kaum tani dan warga desa dalam aksi-aksinya. dapat dibedakan menjadi dua. Dinamika WALHI juga berhubungan erat dengan perubahan dalam gerakan lingkungan hidup internasional. sebuah situasi yang mendorong WALHI untuk globalizing its focus (Sinanu. serta aksi-aksi di level akar rumput masyarakat. Padahal kerusakan lingkungan justru menjadi salah satu contoh nyata kelalaian rezim tersebut. WALHI memutuskan untuk meluaskan perannya dengan berubah dari forum organisasi-organisasi lingkungan menjadi organisasi publik yang berbasis massa. sehingga perkumpulan dan gerakan dalam bidang lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat tidak ditentang pemerintah.

sehingga masalah lingkungan di satu negara dapat mempengaruhi kondisi lingkungan di negara lain. Posisi penting tersebut tidak hanya disadari oleh masyarakat dan gerakan lingkungan Indonesia tetapi oleh juga pihak-pihak luar. Conservation International. tapi juga bagi planet bumi ini. lebih dari itu kekayaan alam Indonesia juga merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati dan paru-paru dunia. Secara kontekstual. Perundangundangan mengenai lingkungan hidup banyak tersebar mulai dari bentuk Undangundang hingga ke Peraturan Menteri dan Peraturan Daerah. Hal ini karena persoalan lingkungan hidup adalah persoalan sistemik dalam ekosistem bumi. dan Greenpeace.Gerakan lingkungan hidup di Indonesia memiliki arti penting karena Indonesia memiliki begitu banyak kekayaan alam dan lingkungan yang berpotensi menyelamatkan atau justru menghancurkan negara dan masyarakat Indonesia. Bila pada tahun tujuh puluh hingga delapan puluhan gerakan lingkungan di Indonesia lebih banyak didominasi oleh kelompok-kelompok pecinta alam yang bergabung dalam organisasi-organisasi lingkungan lokal. tetapi implementasi dan penegakannya di lapangan justru menunjukkan bagaimana mekanisme pemerintahan 85 . Kecenderungan di atas terbaca jelas pada dinamika gerakan lingkungan Indonesia. namun secara umum interaksi mereka dengan masyarakat Indonesia secara umum turut membantu proses penyadaran lingkungan hidup kepada masyarakat. Di antara organisasi lingkungan global tersebut adalah WWF. Organisasi-organisasi luar negeri tersebut merentangkan sayapnya dan “membuka cabang” di Indonesia tentunya karena isu-isu lingkungan hidup dan pengelolaannya di Indonesia tidak hanya penting bagi negara ini. Itulah salah satu alasan mengapa sejumlah lembaga atau NGO internasional ikut tertarik dan bergabung dalam upaya-upaya perlindungan lingkungan di Indonesia. gerakan lingkungan di Indonesia menghadapi tantangan yang berat karena hukum dan kebijakan lingkungan yang ada di Indonesia saat ini belum cukup untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup. Meskipun sejumlah kalangan memperingatkan keberadaan organisasi-organisasi luar tersebut. maka pada tahun sembilan puluhan Indonesia menyaksikan masuknya sejumlah organisasi lingkungan besar yang bermarkas pusat di luar negeri.

Meskipun begitu. 1. serta kerja para ilmuwan dalam menyibak masalah-masalah lingkungan. media.yang ada belum menempatkan persoalan lingkungan hidup sebagai persoalan utama. maupun suratkabar. Penyesuaian strategi aksi kelompok lingkungan dengan karakter media.untuk menyebarkan kesadaran mengenai permasalahan lingkungan di Indonesia. ketertarikan media pada nilai berita dalam kampanye-kampanye kelompok lingkungan.menarik dalam mendorong isu lingkungan terus muncul ke permukaan. persoalan lingkungan bukan lagi sesuatu yang asing bagi masyarakat. tantangan ke depan bagi gerakan dan aktivis lingkungan hidup di Indonesia akan semakin kompleks. kepedulian yang telah ada di masyarakat perlu dikelola agar dapat bergabung dengan elemen-elemen gerakan lingkungan hidup yang lainnya. Tidak hanya karena masalah lingkungan hidup itu sendiri yang tampaknya akan terus memburuk. kesemuanya tarik. AKTIVISME LINGKUNGAN HIDUP DAN INTERNET Gerakan Lingkungan dan Media nteraksi antara kelompok lingkungan. Saat ini. Di sisi sebaliknya. televisi. sehingga permasalahan lingkungan lambat laun akan mempengaruhi pula banyak aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Padahal isu lingkungan sesungguhnya berkaitan erat dengan banyak dimensi kehidupan masyarakat. melalui internet. C. untuk mendorong perubahan yang lebih menyeluruh dalam perlindungan lingkungan hidup Indonesia. 1994). tapi juga karena belum tampak komitmen penuh dari pemerintah untuk berpihak ke sisi lingkungan. Baik liputan via radio. hubungan dengan media penting bagi aktivis lingkungan karena liputan media mampu menyampaikan pesan-pesan yang dapat merebut tempat di hati dan pikiran orang-orang. dan ilmuwan adalah salah satu hal penting yang telah mampu mendorong isu lingkungan menjadi bagian dari agenda publik (Martell. Kondisi keterpinggiran ini pula yang tampaknya mendorong para aktivis menggunakan segala cara dan saluran yang ada –termasuk di antaranya. Tetapi. kesemuanya bernilai untuk menjangkau lebih banyak dan lebih beragam 86 .

terutama televisi (Martell. dan lainnya.gambaran yang ditampilkan media tentang kelompok-kelompok lingkungan bisa jadi justru telah turut menimbulkan kebingungan publik tentang siapa itu. dan mudah ditampilkan di media. Salah satu organisasi lingkungan hidup yang paham benar dengan peran media adalah Greenpeace. ataupun Friends of the Earth. 1994). dramatis.khalayak. dan image. Greenpeace. ikon. Ada saja representasi yang menyesatkan dan berlebihan tentang para pecinta lingkungan. Mereka terampil dan cerdas dalam memanfaatkan media. dan tidak lagi bertumpu pada wacana dan argumentasi. yang seolah mengaitkan dan 87 . WWF. Greenpeace. Tampaknya organisasi-organisasi tersebut memahami benar bagaimana masyarakat sekarang memandang peristiwa dunia. misalnya. misalnya seperti yang dikritik Vivanco (2004) dari visualisasi “environmentalism-as-adventure” di banyak media terutama televisi (seperti yang dilakukan oleh mendiang Steve Irwin). merancang kegiatan kampanye mereka untuk sedemikian rupa bernilai visual. Secara lebih spesifik. dalam konteks persepsi publik. Tentu saja. Lamb berpendapat gambaran. tidak semua penggambaran yang terdapat di media tentang environmentalisme dan aktivis lingkungan positif serta menguntungkan. Namun. Lamb (1996: 189) tidak memungkiri bahwa dalam konteks dinamika kelompok-kelompok lingkungan di Inggris –terutama selama akhir tahun 70-an hingga 80-an– hubungan erat media dengan kelompokkelompok lingkungan merupakan faktor krusial dalam pembangunan landasan kekuatan populer (popular power base) kelompok-kelompok seperti FoE (Friends of the Earth). Karenanya mereka kini menggunakan lebih banyak simbol-simbol budaya. Tapi Lamb (1996: 65) mengingatkan bahwa tentunya hal di atas baru akan punya arti dan benar-benar berdampak bila dukungan populer dari para pemilih awam dapat disalurkan untuk mendesak politisi-politisi agar menggerakkan “gunung” legislasi atau menggeser struktur kekuasaan yang selama ini mengikat kuat hubungan dunia bisnis dengan pemerintah.

Hal ini sangat tampak dari apa yang sudah lama dilakukan oleh kelompok-kelompok lingkungan di Inggris (Lowe dan Goyder. 88 . contoh pemanfaatan secara aktif adalah dengan membuat film atau rekaman dokumenter. Pengamatan Flew tampaknya sejalan dengan dinamika teranyar yang terjadi dalam masyarakat sipil ataupun gerakan sosial. atau mencari informasi via internet. Hal ini ditunjukkan Flew (2005: 16) dengan bagaimana “organizations of all sorts have sought new forms of informal collaboration with other organizations in order to better manage risk and respond to change”. 2. Secara internal. untuk dapat mengimbangi perubahan yang semakin cepat. Dan internet adalah salah satu alat yang dipandang mampu mendukung kebutuhan ini secara efisien dan andal. Pemanfaatan secara pasif misalnya dengan menonton televisi. Penggunaan Internet dalam Gerakan Lingkungan Aktivis sosial pada umumnya secara sadar memanfaatkan media. Aktivisme lingkungan hidup sejak awal telah memanfaatkan berbagai peluang yang disediakan beragam media dan saluran komunikasi untuk mendukung aksi-aksinya. berpartisipasi dalam diskusi di mailing lists. Sementara itu. berkembangnya kerumitan dan ketidakpastian seiring dengan perubahan teknologi yang amat pesat juga mendorong kelompok-kelompok masyarakat untuk melakukan penyesuaian. yakni meningkatnya kebutuhan dan tuntutan untuk melakukan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak. menulis untuk surat kabar atau weblog. penggunaan media dilakukan karena aktivis sebagai bagian dari gerakan sosial menyadari pentingnya memenuhi kebutuhan akan informasi. baik secara formal maupun informal. Namun secara eksternal. membaca surat kabar. baik secara pasif maupun aktif. salah satunya dengan cara memperkuat jaringan. Hal ini karena informasi terakurat dibutuhkan aktivis untuk dapat terus menghadapi situasi dan kondisi sosial politik terkini.menyederhanakan kepedulian lingkungan sebagai petualangan liar di alam bebas bersama hewan-hewan eksotis.

Internet mampu mendukung kerja-kerja environmentalisme melalui kekuatannya untuk menyampaikan informasi secara cepat. Penggunaan media interaktif dan media konvensional tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masingmasing. Internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan lingkungan. berkomunikasi. jutaan individu kini telah mampu dan berdaya ( mpowered) untuk e beraksi. 89 .fungsi yang selama ini telah dijalankan secara offline. yakni fungsi komunikasi. aman.1983). terancamnya hak atas kepemilikan intelektual. dikenal sebagai FOEnet (Lamb. Namun aktivisme lingkungan di dunia offline dan online umumnya saling mendukung dan melengkapi. Pada dasarnya. serta berpartisipasi dalam proses sosial dan politik secara lebih luas. internet digunakan oleh elemen-elemen dalam gerakan lingkungan untuk mendukung fungsi. sosialisasi. perusahaan. Walaupun banyak juga kerugian dan ancaman dari kemajuan teknologi komunikasi (seperti berkurangnya ruang pribadi. tetapi tidak dapat dibantah bahwa kini orang perseorangan ataupun kelompok-kelompok kecil dalam masyarakat dapat melakukan banyak hal yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh pemerintah. Salah satu fenomena media dan komunikasi yang terus mengha ngat sejak kurang lebih satu dekade terakhir adalah penggunaan internet oleh masyarakat sipil dan gerakan sosial. terekam. dan menggalang dukungan. merekrut anggota. dan akurat. dan mobilisasi. Salah satu cara yang ditempuh FoE untuk melakukan penyebaran atau desentralisasi adalah dengan melakukan investasi besar-besaran di bidang sistem informasi digital baru. ataupun lembaga. Aktivisme di internet dapat dikatakan sedang menagih janji Pavlik (1996: 340) bahwa yang paling diuntungkan dari kemunculan teknologi komunikasi adalah personal empowerment. bukan saling menegasikan. ataupun ketidaksetaraan akses informasi). Andrew Lees. FOEnet tumbuh dari visi salah satu petinggi FoE saat itu.lembaga besar. tak terkecuali gerakan lingkungan. Pavlik juga menunjukkan bagaimana seiring dengan peningkatan kepemilikan personal computer dan juga ketersebaran akses internet. Aktivis dan anggota gerakan lingkungan hidup selama ini sudah memanfaatkan internet untuk beragam tujuan dan dengan berbagai cara. 1996: 198).

untuk membantu proses mobilisasi.hasil dari penggunaan internet oleh environmentalis di Inggris. dan mendorong taktiktaktik lain yang mereka jalankan Internet tampaknya dinilai cocok untuk mendukung aktivisme lingkungan karena secara mendasar internet telah memiliki sifat-sifat saluran komunikasi 90 .lobi politik yang dijalankan oleh FoE. Hal ini juga didukung oleh keberadaan peta interaktif situs. Pickerill (2003) menggali dan menyajikan konteks. mereka tetap memberitakan kegiatan-kegiatan mereka di sejumlah suratkabar lokal. ketegangan. dan isu. Tak jauh berbeda. serta untuk berhubungan dengan situs-situs lain. aset ekologis. membantu mereka mengendalikan hidup mereka dan membantu masyarakat secara lebih luas untuk mencari tahu apa yang terjadi di sekitar mereka.lah orang yang pertama kali membujuk organisasi lingkungan itu untuk memulai investasi teknologi informasi termasuk pembuatan database. sistem informasi geografis. Update terbaru setiap harinya tentang situasi di lokasi mampu menarik ketertarikan luas dari publik. 1996: 199). Lees. mulai dari aksi radikal para demonstran hingga lobi. yang memberi informasi tentang persoalan perundang-undangan.isu lain yang terkait kampanye Newbury. Potensi awal internet untuk mengarahkan dukungan publik dan mengejar laju cepat perkembangan dalam era kampanye serba-cepat salah satunya ditunjukkan dalam kampanye FoE untuk menghentikan pembangunan bypass di Newbury (Lamb. dan kehadiran FoE di internet. Di pertengahan tahun delapan puluhan. dan hasil. mereka menggunakannya untuk mengarsipkan dan menerbitkan newsletter mereka. 2003).yang percaya bahwa informasi yang akurat dan jelas –seringkali ditampilkan sebagai peta– adalah fitur kunci yang membuat FoE berbeda. Charles Secrett juga memandang FOEnet sebagai salah satu jalan menegangkan yang pernah FoE tempuh untuk memberdayakan orang-orang. Contoh lain juga tampak dari bagaimana pengelola Ealing Cycling Campaign di London Barat memanfaatkan internet setelah internet semakin meluas dan bertumbuh siginifikansinya (Batterbury. Namun selain melalui internet. Para aktivis lingkungan tersebut memanfaatkan internet secara partisipatoris.

yang sangat dibutuhkan sebuah gerakan sosial. Keunggulan-keunggulan tersebut diantaranya adalah kecepatan. untuk menekan pemerintah agar membereskan kasus luapan lumpur di Sidoarjo. Oleh karena itu. Sejumlah tahapan-tahapan pendidikan lingkungan pun tetap memerlukan penanganan secara langsung atau akan lebih efektif bila dilakukan secara tatap muka. interaktivitas. (2) jangkauan global dan lokal ke banyak sekali pengguna. di begitu banyak wilayah Indonesia. Hal ini memang tak dapat dilepaskan dari perkembangan teknologi dan semakin mudahnya mendapatkan akses internet di berbagai daerah di Indonesia. namun dalam hal kedalaman penanganan masalah. Dalam konteks Indonesia. penggunaan internet oleh aktivis lingkungan memang baru marak dilakukan dalam lima hingga enam tahun terakhir. 91 . perlu dipahami secara utuh bagaimana masyarakat selama ini memposisikan media dan internet dalam aktivitasaktivitas mereka. (4) akses 24 jam.faktor yang membuat internet menarik untuk digunakan sebagai alat kampanye adalah (1) kecepatan transmisi pesan. kemudahan. tepatnya sebuah online petition.masalah lingkungan hidup. Misalnya dalam hal mencapai masyarakat secara lebih luas. Salah satu kasus terbaru penggunaan internet dalam isu lingkungan adalah penggalangan dukungan oleh WALHI bekerjasama dengan Friends of the Earth via dunia maya. dan (5) kemampuan menjadi sumber informasi alternatif yang reliable. Meskipun ada banyak keunggulan yang dimiliki internet sebagai sebentuk media. internet barangkali lebih cocok diposisikan sebagai pelengkap dan bukan alat utama. luasnya jaringan pengguna. terutama wilayah-wilayah yang belum memiliki akses internet. Secara sistematis. (3) biaya publishing yang rendah. fleksibilitas. faktor. terdapat juga celah-celah kebutuhan gerakan yang tetap tak tersentuh oleh internet. Tentunya untuk memastikan hal ini. harus diakui bahwa kekuatan internet memang terletak pada sifat-sifatnya yang cepat dan tersebar luas.

Penelusuran dan Pe nentuan Informan Populasi penelitian ini adalah aktivis lingkungan hidup di Indonesia yang “eksis” secara online.isu lingkungan hidup. Untuk penelitian ini. Secara teknis. dan atau (ditunjukkan dengan) memiliki atau mengelola situs. informan dianggap dapat memberi informasi dan data secara optimal bila sudah cukup lama mengenal dan memanfaatkan internet. Namun pada prakteknya. Peneliti memulai penelusuran via mesin pencari Google dengan mengumpulkan informasi terkait milis. Untuk mencapai tujuan pene litian serta mendapatkan gambaran unik. beragam. tepatnya para aktivis yang aktivismenya banyak memanfaatkan fasilitas di internet. blog.BAB IV ANALISIS A. yakni mengambil informan yang tersedia. sehingga pada akhirnya teknik yang digunakan adalah available sample. ataupun mailing list (terkait isu lingkungan) dengan aktivitas relatif tinggi. sampling purposif direncanakan untuk dilakukan dengan memilih informan yang dianggap paling dapat memberikan informasi optimal mengenai topik penelitian. dan mendalam mengenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan maka pada awal berjalannya penelitian informan direncanakan untuk diperoleh berdasarkan prinsipprinsip dalam purposive sampling. Cara pemilihan ini dipilih karena populasi aktivis lingkungan di Indonesia bersifat sporadis sehingga tidak mudah mendapatkan data sistematis dan menyeluruh yang dibutuhkan untuk menjalankan teknik-teknik sampling acak. berkomitmen pada isu lingkungan hidup. Informasi mengenai para aktivis lingkungan pengguna internet didapatkan dari database anggota milis.milis lingkungan yang 93 . blog. tidak mudah untuk menemukan aktivis lingkungan yang banyak beraktivitas via internet. PROSES PENELITIAN 1. dan situs-situs pribadi (kesemuanya dalam bahasa Indonesia) yang aktif membahas isu.

dan atau jumlah post/artikel (bila di blog) yang relatif tinggi bila dibandingkan dengan situs.berbasis di Indonesia. 94 . Armely Meiviana 29 . Dari yahoogroups dipilih milis bernama “Lingkungan”. peneliti memutuskan Djuni Pristiyanto. Sementara itu. sebuah situasi yang dikhawatirkan akan memancing dilema dalam penentuan batasan populasi penelitian. peneliti menemukan bahwa hanya dua milis tersebut yang aktivitasnya relatif cukup tinggi 30 dan potensial bercerita banyak. namun kemudian membatalkan menggunakan Marc sebagai informan karena dia ternyata berkewarganegaraan Perancis. di googlegroups sebuah milis bertajuk “Greenlifestyle” menjadi satu-satunya milis bertema lingkungan yang secara mencolok memiliki jumlah anggota dan juga pesan terbanyak. Dari milis ini. Sambil berkorespondensi dengan kedua informan yang lebih dahulu dipilih. sebagai informan penelitian. dari kedua groups tersebut tercatat dua puluh satu buah milis bertema lingkungan (per 17 Februari 2009. administrator milis tersebut. Dari pengamatan. Dari kedua groups yang paling populer di Indonesia tersebut. Peneliti sempat menghubungi dan melakukan wawancara awal dengan keduanya. kemudian dilakukan observasi terhadap milis tersebut untuk mencari tahu siapa-siapa anggota yang paling aktif. ataupun mailing list sejenis. peneliti juga melakukan cross-check dengan mencari tahu blog-blog lingkungan berbahasa Indonesia dan memeriksa apakah ada anggota aktif milis lingkungan yang juga memiliki atau mengelola blog yang aktif memuat informasi lingkungan. lihat Lampiran) yang memiliki keanggotaan di atas sepuluh orang dan dengan jumlah pesan relatif banyak. satu di Yahoogroups. Daftar milis didapatkan dari yahoogroups dan googlegroups. blog. yakni dengan juga memperhitungkan weblog atau blog sebagai bentuk lain ekspresi berpendapat sejumlah aktivis lingkungan. sebagai salah satu informan. Oleh karena itu. jumlah pesan. satu di Googlegroups. Dari penelusuran blog-blog lingkungan via 29 Milis Greenlifestyle (atau yang sering disingkat oleh pendiri dan anggotanya sebagai “milis GL”) didirikan oleh Armely Meiviana dan rekannya Marc Dunais. Dari sekian banyak milis dipilih dua milis dengan anggota dan pesan terbanyak. penelitian yang pada awalnya berniat memfokuskan diri pada dinamika aktivis lingkungan dalam milis kemudian harus memperluas objek. peneliti mengambil salah satu administrator dan kontributor tetap. 30 Ditandai dengan jumlah anggota.

wordpress. tidak bersedia. 31 Termasuk di antaranya tulisan Djuni Pristiyanto berjudul “234 Blog Lingkungan Indonesia” yang dimuat di blog pribadinya. peneliti kemudian menyatakan terima kasih dan tidak memaksa orang tersebut untuk menjadi salah satu informan. Karena orang-orang tersebut tidak secara jelas menolak dijadikan informan.com/2005/12/21/234-bloglingkungan-indonesia. Deretan situs dan blog tersebut kemudian diakses dan diperiksa. mungkin mereka sibuk. ditemukan sejumlah informasi31 yang mengarahkan peneliti pada sejumlah situs dan weblog yang membahas isu. Selain keempat orang tersebut. peneliti juga menghubungi beberapa orang lain. bukan kelembagaan atau milik organisasi. (c) terakhir di-update setidaknya November 2008 (tiga bulan sejak penelitian dimulai). Secara mendasar.isu lingkungan. namun sebagian besar tidak memberikan respon32 . blog yang kemudian diputuskan untuk dihubungi adalah blog-blog yang (a) dikelola secara individual. Keempat orang tersebut adalah Ade Fadli. Melinda Rachman.mesin pencari. terdapat empat orang yang akhirnya (namun tidak di saat yang bersamaan) bersedia diwawancara sebagai informan penelitian ini. dan Marwan Azis.html 32 Terdapat satu penggiat milis Lingkungan yang merespon. peneliti tidak dapat mengetahui secara pasti alasan ataupun kondisi mereka. pada titik inilah available sample mulai diputuskan untuk dipilih sebagai informan penelitian. tetapi menolak dijadikan informan dengan alasan merasa belum pantas dan bahwa ada banyak orang lain yang lebih layak untuk diwawancarai. 95 . Setelah beberapa waktu mencoba menghubungi para pemilik blog melalui alamat e. (b) memiliki jumlah post yang cukup banyak. Dengan pertimbangan etis. dan (d) isu lingkungan cukup mendominasi isi blog. Keempat kriteria tersebut ditentukan seiring dengan penelusuran terhadap blog-blog lingkungan yang ada untuk akhirnya memutuskan blog-blog mana saja yang berpotensi menghasilkan data lebih lengkap dan beragam dan pemilik blog-blog yang mana yang diminta menjadi informan. Michael Dharmawan.mail dan terkadang juga comment box di blog mereka. atau barangkali karena alamat e-mail atau blog yang mereka cantumkan hubungi sudah lama tidak diakses para pemiliknya. dengan kekerapan posting yang tidak terlalu jarang. Lihat di http://djuni.

dan data diri peneliti (lihat Lampiran). aktivis lingkungan senior yang kini lebih banyak berkecimpung di isu bencana. Informan yang menjawab hampir kesemuanya menyatakan kesediaannya dan kemudian pada jawaban selanjutnya bersedia memberikan nomor telepon seluler. peneliti memutuskan bahwa jumlah informan tidak perlu ditambah lagi karena keenam informan yang telah disebut di atas dinilai sudah cukup memadai untuk mengungkap keragaman penggunaan internet untuk aktivisme lingkungan. Wawancara mendalam dilakukan dengan menanyai informan pertanyaan-pertanyaan terbuka (open-ended questions). seorang profesional di bidang bisnis dan manajemen yang berupaya keras mengelola blog AkuInginHijau yang sedang cukup populer. Armely Meiviana.Pasca berkenalan dan mengetahui sejumlah informasi dasar tentang para informan. keinginan untuk mewawancarai. Melinda Rachman. 2. posting dan “celetukan-celetukan”nya tidak secara vulgar berbicara atas nama lembaganya. pelajar SMA yang mengelola blog dan cause Go Green bersama satu rekannya. sejak tahun 1999 memoderatori dan rutin memasok berita untuk milis Lingkungan. jurnalis lingkungan hidup yang bersama rekan-rekannya getol mendorong penggunaan internet. versi ringkas proposal penelitian. Ade Fadli misalnya. Djuni Pristiyanto. untuk menyebarkan informasi lingkungan. Pengaturan janji untuk wawancara kemudian dilanjutkan melalui korespondensi via saluran telepon seluler. Marwan Azis. pekerja freelance di bidang lingkungan yang masih menyempatkan diri mengelola milis dan blog Greenlifestyle. bekerja di sebuah organisasi lingkungan besar di Indonesia. khususnya fitur blog. Michael Dharmawan. proses korespondensi dilakukan peneliti dengan mengirimkan e. Proses Wawancara Penelitian ini menjalankan wawancara tak berstruktur sebagai teknik utama pengumpulan data. Dan terakhir. 96 . Secara teknis. Para informan tersebut dinilai telah memberikan informasi yang lebih mendalam dan beragam serta cukup mewakili kasuskasus unik aktivis lingkungan yang aktif menggunakan internet.mail berisikan perkenalan. meski demikian.

namun dari keenam informan. baru diketahui bahwa sebagian besar informan berdomisili di tempat berbeda-beda di Jakarta dan sekitarnya. bukan untuk membatasi ataupun mengekang peneliti. yakni melalui Yahoo Messenger. baik di sela-sela jam kantor ataupun setelahnya (selama waktu untuk keluarga). Namun satu informan. Karena Michael merupakan salah satu informan dengan karakteristik unik (dari kalangan pekerja profesional). Hal ini karena setelah berkorespondensi dengan para informan dan kemudian mengatur jadwal wawancara. tepatnya ketika informan kebetulan sedang berada di kota peneliti untuk sebuah pekerjaan.dimana informan menjawab secara bebas tanpa dibatasi pilihan-pilihan. wawancara dilakukan melalui pertemuan tatap muka (face-to-face interview) dan juga wawancara melalui fasilitas chatting. maka peneliti menawarkan wawancara dilakukan secara online. hanya dengan Djuni Pristiyanto saja peneliti sempat menjalankan salah satu sesi wawancara secara bertatap muka. dan bahkan satu dua orang dari mereka acapkali bepergian ke luar Jawa. yakni Michael Dharmawan. Kelima informan sama sekali tidak keberatan dan setuju-setuju saja dengan teknik wawancara yang peneliti tawarkan. Panduan pertanyaan (interview guide) telah disiapkan oleh peneliti sebelum wawancara dimulai namun hanya berfungsi untuk mengingatkan peneliti tentang topik-topik utama yang perlu ditanyakan atau dibicarakan. serta efisiensi waktu dan dana di pihak peneliti. Walaupun 97 . Dengan mempertimbangkan kesediaan dan keluangan waktu para informan. praktis. Secara teknis. Wawancara secara langsung dan bertatap muka memang memiliki sejumlah keuntungan. berkesibukan padat. Kondisi serta keterbatasan informan dan peneliti telah mendorong dipilihnya cara-cara yang lebih efisien. menyatakan tidak memiliki keluangan waktu untuk melakukan chatting ataupun wawancara tatap muka. antara lain memungkinkan peneliti menangkap lebih detail bahasa tubuh dan gesture informan serta setting alami tempat berlangsungnya wawancara. maka peneliti membuat pengecualian dan membolehkan informan yang satu itu untuk menjawab pertanyaanpertanyaan dari peneliti secara tertulis. serta fleksibel.

categorizing. dan empat sesi wawancara tertulis (surat. satu sesi wawancara tatap muka. total dilakukan sembilan sesi wawancara via Yahoo Messenger –dengan rata-rata durasi chatting dua jam–. Selain menggunakan wawancara mendalam. Pengolahan Data Hasil wawancara yang telah ditranskrip kemudian dirapikan secara “administratif”. dan interrelating.tidak mampu membangun kedalaman secara fisik dan menangkap konteks tatap muka. Pada awalnya data ditata menurut sumber dan dimensi waktu. Data sekunder tersebut digunakan untuk mengklarifikasi dan atau melengkapi informasi yang diungkapkan selama proses wawancara. Dari keenam informan. Dari data sekunder peneliti dapat mengamati jenis-jenis perilaku atau praktik-praktik komunikatif yang riil dijalankan informan melalui blog dan atau milis mereka. fasih. yakni direduksi secara fisik menurut prinsip-prinsip sorting. fleksibilitas waktu dan tempat yang ditawarkan oleh fasilitas chatting ternyata sangat berguna ketika peneliti merasa perlu melakukan sesi wawancara tambahan untuk mengkonfirmasi sejumlah informasi atau data. Selain itu. Keseluruhan wawancara tidak berlangsung linear. Kesemua wawancara kemudian ditranskrip dan dirapikan untuk memudahkan pembacaan. peneliti juga mengumpulkan dokumen aktivitas online para informan melalui data yang tersimpan di mailing list dan atau blog mereka. 3. Penataan menurut sumber dilakukan 98 . Selama informan dan peneliti sama-sama luang dan terhubung dengan internet maka penggalian data pun dapat dilakukan. dan berpengalaman menggunakan internet sebagai media komunikasi. prioritizing. pada satu hari peneliti bisa mewawancara informan A kemudian hari berikutnya mewawancara informan B dan lain sebagainya. wawancara termediasi lewat internet dinilai tidak akan mengurangi ketajaman informasi yang diberikan informan karena para informan adalah orang-orang yang cukup terampil. bergantung pada kesibukan dan keluangan waktu para informan. internet-savvy.menyurat melalui e-mail).

Dari pembacaan tersebut. 1. untuk menemukan pola-pola dalam data tersebut . 15 September 2009 blog ini sudah “pindah habitat” ke http://timpakul. lalu diperiksa kesesuaian informasi waktunya. didapat temuan-temuan sementara yang kemudian dianalisis secara komparatif untuk menemukan persamaan dan perbedaan di dalamnya. 34 Pada Selasa. Kategori-kategori permulaan tersebut antara lain adalah kebiasaan. dilakukan penarikan kesimpulan (conclusion-drawing) dan verifikasi untuk membantu peneliti menginterpretasi data dan mengkonfirmasikannya dengan temuan-temuan.agar setiap potongan transkrip dikenali masing. Setelah dipilah-pilah dan dirapikan. PROFIL INFORMAN Ade Fadli Bang Ade. Kalimantan Timur. B.web. Informan yang satu ini menggunakan internet sejak tahun 1997. begitu peneliti memanggilnya. informan sedang menempuh pendidikan S Ilmu Lingkungan di universitas yang -2 sama dan mengambil tesis dengan topik politik konservasi di Kalimantan Timur. Setelah dipilah menurut kategori-kategori tersebut. dan kemudian mencari kaitan antara bagian-bagian data yang ada (data linking). dan tujuan penggunaan internet.id 99 . Ade mengaku mulai nge-blog di tahun 2001 dan baru sejak tahun 2003 pindah ke timpakul. data transkrip tersebut dikoding menurut sistem kategori permulaan (preliminary category system). dan valid. Saat itu Ade masih mengakses internet dengan kecepatan dial-up di kantor pos kotanya. saat masih kuliah S-1 di Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman33 . motivasi. peneliti membaca kumpulan data itu satu persatu dan berkali-kali untuk menentukan bagianbagian data yang lebih utama. Selain itu.org 34 dan berfokus pada tulisan 33 Saat ini. saat ini berdomisili di Samarinda. Samarinda. setiap transkrip juga ditata sesuai urutan kejadian saat pengambilan data.hijaubiru. Setelahnya. kuat.masing sumber informannya. Namun tuntutan pekerjaan di Eksekutif Nasional WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) sejak Mei 2008 tak jarang menuntutnya untuk bepergian ke Jakarta dan kota-kota lain.

Ade mengaku hampir selalu online dan rata-rata menggunakan internet sekitar 12-18 jam perhari. 100 . berdiskusi di milis. dengan pengeluaran Rp 150. Tampilan Blog Timpakul 35 Dibiayai sendiri. Ade biasanya memanfaatkan akses LAN bila sedang di kantor dan menggunakan HSDPA milik pribadi35 bila sedang di luar kantor atau bila jaringan internet di kantor sedang down. khususnya via Facebook. Tindakan ini tidak lepas dari aktivitas kesehariannya saat itu di bidang lingkungan hidup. Terkadang juga dia hanya mengakses internet via telepon selulernya.1. membuat website). dan akhir-akhir ini juga untuk berjejaring sosial. Saat mengakses internet.000/ bulan (per April 2009).dengan tema lingkungan hidup. biasanya Ade menggunakannya untuk belajar (misalnya. blogging.mail. e. Gambar 4.

google. Salah satu penyebabnya barangkali tingginya frekuensi Ade untuk mem-posting di blog miliknya itu. ataupun warnet. kafe. tepatnya sejak tahun 1998. Perempuan lulusan Hubungan Internasional FISIP UI ini mulai mengenal internet di bangku kuliah. Ade pun tak segan-segan mencoba memanfaatkan beragam jenis fitur di internet. Technorati dan MySpace.blogspot.web.429 buah tulisan.id/. namun sekarang sudah tidak lagi karena banyaknya aktivitas. milis (yang kemudian berkembang menjadi blog dan cause di 36 37 http://blogs. 2. Armely Meiviana Armely tinggal di Jakarta dan bekerja lepas untuk isu lingkungan dengan berbagai posisi pekerjaan. Saat itu.hijaubiru. Facebook.timpakul.id 101 . Sejak Januari 2001 hingga 30 September 2009 tercatat 1. Tidak hanya rutin menulis selama empat tahun terakhir. Sekarang ini. http://timpakul. Di sela-sela kesibukannya. dengan menggunakan beragam akses yang tersedia.org/ (blog sebelum “pindah habitat” ke timpakul.indonesiamatters. Sebagian besar waktu berinternetnya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan. mencari informasi. Dari blognya dapat kita lihat bahwa Ade pun juga memanfaatkan layanan komunikasi dan jaringan sosial seperti Twitter. http://timpakul.menggunakan internet kurang lebih 12 jam dalam sehari.or. terutama yang berhubungan dengan komunikasi dan tulis. Berawal dari ide Marc. Selain itu. http://karangmumus. baik ketika sedang di rumah.or. http://celoteh.455 menurut situs Blog Indonesia 37 .com/ (per 30 September 2009) 38 http://timpakul. sejak tahun 2007 Armely (berduet bersama Marc Dunais) mengelola milis 39 dan blog40 Greenlifestyle.multiply. lihat http://www.com/ .menulis.Blog Timpakul milik Ade menduduki posisi ke-94 menurut Indonesia Matters 36 dan ke-1. Tweet.com/ (per 30 September 2009) “Top 100 Indonesian Blogs”.com/ (blog yang isinya lebih pribadi seperti puisi dan renungan keseharian). Mely sempat memiliki blog pribadi.blogspot.id) 39 40 http://groups. mengelola milis. Mely –begitu panggilannya.com/ .com/group/greenlifestyle http://greenlifestyle. Pada tahun 2002 hingga beberapa saat setelahnya.blog-indonesia. ia belajar menggunakan internet dengan bantuan teman dan juga otodidak. dan bersosialisasi. Plurk. Ade juga me-mirror isi blog Timpakulnya di beberapa blog lain yang dimilikinya 38 .

Gambar 4. Tampilan Blog Greenlifestyle 102 . disajikan dalam tampilan yang menarik dan dengan bahasa yang populer.2.Facebook) ini bertujuan memberikan informasi dan tips-tips sederhana untuk gaya hidup ramah lingkungan di perkotaan.

Djuni Pristiyanto Mas Djuni mulai berkegiatan di bidang lingkungan hidup sejak tahun 1997. Mas Djuni kemudian lebih banyak bekerja di Jakarta sebagai pekerja lepas. Mas Djuni bersikeras memasang telepon dan berlangganan internet.Gambar 4. hingga akhirnya kini dia bekerja di lembaga Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia sebagai administrator website (www.milis yang dilanggannya.org). Informan yang sudah berkeluarga dan tinggal di Jakarta Selatan ini sudah sejak tahun 1998 mengenal dan sekaligus belajar otodidak untuk menggunakan internet. Sekarang ini. yakni sejak mendirikan LSM lingkungan di Jember.3. Saat itu dia sudah menyadari pentingnya internet.mpbi. Jawa Timur. Setelah lima tahun berkecimpung di daerah. sehingga walaupun menyulitkan secara keuangan. Sejak tahun 1998 pula dia sudah aktif mengirimi berita-berita lingkungan ke milis. Tepatnya sejak dia memutuskan untuk meninggalkan studinya di Ilmu Sejarah UGM dan kemudian mendirikan sebuah LSM lingkungan di Jember. Tampilan Milis Greenlifestyle 3. 103 .

Saat ini.net 104 . milis Lingkungan adalah milis terbesar42 untuk isu lingkungan hidup di Indonesia. jumlah tertinggi untuk konteks milis bertema isu lingkungan di Indonesia. “sahabat telapak”. informan juga aktif di milis “berita lingkungan” (sudah digabungkan dengan milis Lingkungan).284 anggota dengan total 45. Selain di milis Lingkungan.com/group/lingkungan Per 30 September 2009. Mas Djuni juga terlacak aktif berdiskus i dan memuat tulisan atau berita di sejumlah milis lainnya43 . 41 42 http://groups. Gambar 4. dari jam 9 pagi hingga 5 sore). milis Lingkungan memiliki 3.informan selalu online selama berada di kantor (sekitar 8 jam. 44 http://bencana.4. “bencana”. dia juga berlangganan internet di rumah dan terbiasa mengaksesnya selama 2-3 jam perhari. selain di kantor.365 pesan (sejak April 1999). Berawal dari antusiasmenya mengirimi berita-berita lingkungan. informan juga mengelola website “Hidup Bersama Risiko Bencana”44 . dan “spiritual”. informan malah kemudian ditawari menjadi moderator untuk milis bernama Lingkungan41 . 43 Terlacak via pencarian google. Tampilan Milis Lingkungan Mengelola milis dan memasok berita lingkungan adalah bentuk utama penggunaan internet untuk lingkungan yang dijalankan Mas Djuni.yahoo. Di samping memoderatori milis Lingkungan.

Tampilan Blog Jalan Setapak Sejak Juli 2009. Mas Djuni juga aktif mencurahkan gagasan dan pikiran lewat blog pribadinya.com/2005/12/29/perkemb angan-milis -lingkungan-tgl-29desember-2005-1272/.wordpress. Meskipun tak melulu berisi hal.com/2005/12/08/milis -lingkungan-sebagai-media-virtual-pengontrollingkungan.wordpress. blog ini menjadi bukti nyata komitmen dan perhatiannya dalam mengelola milis lingkungan.com/2005/12/21/234-blog-lingkungan-indonesia/.wordpress.wordpress. http://djuni. dan http://djuni.Gambar 4.com http://djuni.5. Hal ini tampak dari tulisan-tulisannya yang membahas dinamika menjadi moderator46 . http://djuni. 45 46 http://djuni.wordpress. Jalan Setapak 45 .com/2006/02/15/perkembangan-milis lingkungan-dan-milis -berita-lingkungan-tgl-15 48 http://djuni.wordpress.wordpress. http://djuni.com/2006/02/16/tugas -moderator-milis/ 47 http://djuni.com/2005/12/27/blog-timpakul-peringkat-pertama-234-blog-lingkungan/. perkembangan dan peranan milis Lingkungan47 .hal berhubungan dengan isu lingkungan.wordpress.com/2007/05/19/upaya-mengusung-penyadaran-lingkungan-lewatinformasi-blog/ 105 . ataupun pandangannya terhadap kemunculan blog-blog48 yang mulai banyak mengangkat tema-tema lingkungan hidup.

com (organisasi Greenpress) 52 Seperti milis walhinews@yahooogroups.com 106 . HMJ. Jauh sebelum dunia blog berkembang di Indonesia. greenpress@yahoogroups.com.wordpress. supportergreenpress@yahoogroups.greenpressnetwork. 49 50 Lihat profil lengkap Marwan di http://marwanazis. Kendari. Pekerjaannya tidak menuntutnya untuk selalu online sehingga Marwan tidak setiap hari menggunakan internet.com. misalnya dengan menjadi editor blog-blog GreenPress. dan dengan modem USB saat di rumah. Haluoleo. Marwan mengaku sudah bergabung dan juga mengelola sejumlah mailinglist bertema lingkungan dan jurnalisme 52 . di sela-sela kesibukan dan pekerjaannya. via wireless ketika di kantor. serta menjalankan hobinya sebagai blogger dan mengelola beberapa blog baik pribadi50 maupun komunitas 51 .4.com. Semasa kuliah di jurusan AGRONOMI fakultas pertanian Univ.nusantaratraveling.wordpress. lingkungan@yahoogroups.blogspot.blogspot. wartawanlingkungan@yahoogroups.greenpressnetwork. Marwan lebih berfokus pada blog-blog pribadinya dan blogblog komunitas. Namun saat ini. Saat ini Marwan terbiasa mengakses internet dengan banyak cara. www.com/about-me/ www.petualanganku. ajisaja@yahoogroups.com 51 www.marwanazis.com (blog berita lingkungan) dan www.com.greencare.com. mediacare@yahoogroups. sekitar tahun 1999.multiply. Saat ini Marwan memilih menjadi jurnalis freelance di Jakarta. dan www. hotspost ketika sedang di luar kantor. Marwan mulai mengenal internet sejak kuliah. www. www.isu lingkungan mengantarnya terjun di bidang jurnalisme lingkungan hidup49 .com. dan belajar menggunakannya secara otodidak. Bekerja sebagai jurnalis lingkungan secara tidak langsung membuat penggunaan internet Marwan hampir selalu bersinggungan dengan isu lingkungan. perubahaniklim@yahoogroups.com.papuatraveling. Sulawesi Tenggara Marwan aktif di HMI.blogspot.com. aktif sebagai tim riset di LP3ES Jakarta.blogspot. Marwan Azis Marwan berasal dan dibesarkan di Sulawesi Selatan. Pengalaman malang melintang di dunia jurnalistik dan keeratannya dengan isu.com.wordpress. dan Pers Mahasiswa.com.com.

Blog www. juga menampilkan berita lingkungan dari berbagai situs dalam negeri maupun 53 mancanegara Komunitas yang ini menggunakan juga yang fasilitas RSS blog pada (GreenPress) .Gambar 4.6.com 107 .blogspot.isu jurnalisme lingkungan.greenpressnetwork. untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan.com mereka bangun untuk mengumpulkan dan menyebarkan berita-berita lingkungan. mengelola lebih berfokus www.blogspot. terutama blog. 5. 53 Melinda Rachman http://greenpressnetwork.com kelembagaan GreenPress dan membahas isu.wordpress.greenpressnetwork. Berita di blog ini selain bersumber dari reportase jurnalis yang tergabung dalam Greenpress. Situs-situs Green Press di atas mereka kelola secara swadaya untuk membantu penyebaran informasi lingkungan ke publik. Tampilan Blog GreenPress GreenPress adalah komunitas jurnalis lingkungan hidup yang memanfaatkan media online.

dan mengunduh lagu. Walau tersedia internet di rumah. Melinda tidak setiap hari mengakses internet. Melinda hampir selalu mengakses internet dari rumah dengan layanan internet yang dilanggan orangtuanya. namun masih terbatas untuk mencari bahan tugas sekolah dan itupun masih dibantu orangtua. kelas XII.blogspot.com 56 http://gogreenindonesia.wordpress.blogspot. Walaupun pada awalnya Melinda diajari oleh orangtuanya untuk menggunakan internet. yakni sejak umur 14. saat di SMP kelas VIII. Melinda biasanya baru bisa menggunakan internet di malam hari. chatting. teman blogger yang kemudian mengajaknya membangun blog Go Green56 . tapi lambat laun dia belajar dan mengeksplorasi sendiri.mellovegoodyakan. tetapi saat mengakses Melinda rata-rata menghabiskan waktu tiga jam per akses.com 108 . bersosialisasi via Facebook. setelah selesai dengan aktivitas sekolah dan les.com www. 54 55 www. Melinda berkenalan dengan Lalla 55 . Dalam tiga jam itu dia biasanya blogging dan blog-walking. Saat itu blog pribadinya 54 lebih berisi cerita-cerita tentang pengalaman pribadi Melinda dan pendapatnya tentang kejadiankejadian yang dia lihat di berita. Dari pergaulan dan pertemanannya di dunia maya.syalalla. Melinda sudah kenal internet sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar.Informan termuda ini masih bersekolah di SMA. Melinda sudah sekitar tiga tahun mulai nge-blog.

658 kali dan mendapat respon yang positif dari para pengunjungnya. Tampilan Blog Go Green Blog yang mulai publish pada tanggal 2 Februari 2008 ini berfokus pada isu global warming dan kiat-kiat yang bisa dilakukan untuk mencegah dan menghadapinya. Untuk memperluas jaringan dan lebih menyebarkan pesanpesan lingkungan. Blog ini tampaknya cukup populer. dalam jangka waktu sekitar satu setengah tahun (Februari 2008-September 2009). Dalam kegiatan-kegiatan di atas. dan meng-invite orang-orang untuk bergabung di cause Go Green. Melinda berkontribusi dalam membuat tulisan. 109 . blog ini telah dikunjungi sebanyak 55. menjawab surat atau tanggapan dari pembaca.7. Dengan bahasa yang mudah dimengeri. mereka juga membuat cause Go Green di Facebook.Gambar 4. Lalla dan Melinda mengajak pengunjung blog untuk lebih menyayangi bumi melalui cara-cara sederhana.

Akhir Pekan.harinya ia mengakses internet dari kantor. Blog bernama AkuInginHijau57 ini secara khusus mengambil tema lingkungan hidup. Fakta Lingkungan. Ketertarikannya dapat terlihat dari 23 kategori60 tulisan dan artikel dalam blognya yang ia kelompokkan untuk memudahkan pembacanya menemukan topik tulisan. Berita lingkungan. Michael tertarik dengan energi alternatif dan cara-cara inovatif untuk menyelamatkan lingkungan. Tanaman bermanfaat. Tanaman. Sebagai pemerhati lingkungan59 . Terdapat beberapa jalan yang ditempuh Michael untuk mengembangkan blog ini. Belajar Hijau. dan topik lingkungan dipilih karena ingin mulai menulis tentang sesuatu yang dia senangi. sepanjang jam kerja. Berita lingkungan global. Namun seiring dengan respon yang begitu hangat dari pembacanya. menyelesaikan tugas sekolah. Lingkungan rumah. untuk lebih memudahkan 57 58 http://akuinginhijau.org/2008/02/05/1-tahun-aku-ingin-hijau/ 59 http://akuinginhijau. terutama karena adanya keharusan untuk menggunakan e-mail. terutama cara-cara sederhana dan keseharian untuk menyelamatkan lingkungan. Daur ulang. sejak Januari 2007 Michael menyempatkan diri mengelola blog pribadinya. Polling.6. Michael lebih banyak menggunakan internet untuk menyelesaikan pekerjaan dan berkorespondensi dengan rekan-rekan bisnisnya. dan IT di sebuah perusahaan pakan ternak di Jakarta. Energi. Berita lingkungan lokal. dan tak jarang juga mengaksesnya dari rumah. Hemat di Jalan. dan lain sebagainya. Produk hijau. Teknohijau. Michael termotivasi untuk terus mengembangkan blog ini 58 . Bisnis hijau. ekonomi dan IT dari Purdue University di Amerika Serikat. Sehari. Bercocok tanam.org/about/ 60 Agenda hijau. legal. keuangan. Michael Dharmawan Informan terakhir ini merampungkan pendidikan di bidang manajemen. Jalan-jalan. Energi alternatif. Manifesto hijau. Saat ini Michael bekerja sebagai manajer administrasi. Di sela-sela kesibukan padatnya sebagai seorang profesional bisnis.org/ http://akuinginhijau. Michael mengenal internet saat kuliah. Lingkungan Kerja. 110 . dan Uncategorized. Kemudian. Secara umum. Niatan awal Michael membangun blog ini hanyalah untuk melatih menulis karena kemampuan tersebut dibutuhkan dalam pekerjaannya.

000 kali dan mendapat ratusan tanggapan62 yang sebagian besar berupa dukungan. sepanjang dua tiga perempat tahun. blog AkuInginHijau telah dikunjungi lebih dari 520. Tampilan Blog Aku Ingin Hijau 61 62 http://groups. Bahasa yang ringan dan tidak menggurui dipilihnya untuk dapat berbicara dengan khalayak yang lebih luas. tepatnya sejak Januari 2007 hingga akhir September 2009.com/group/akuinginhijau http://akuinginhijau. Gambar 4.org/about/ 111 .pembacanya untuk saling berinteraksi dan berdiskusi.8. Michael juga menyediakan mailing list AkuInginHijau61 .yahoo. Sebagai hasil kerja keras.

Selain itu. Kondisi ini sejalan dengan perkembangan internet di Indonesia yang masuk secara sporadis di era itu. misalnya untuk “e. Untuk memahami praktik-praktik penggunaan internet para informan dan bagaimana mereka memposisikan internet dalam kehidupan mereka. ilustrasi penggunaan internet mereka dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar.C. yakni adanya “kebutuhan informasi dan kebutuhan untk memperdalam 112 . “nyari tugas” [Melinda] dan “mengumpulkan bahan untuk keperluan skripsi” [Armely]. Dari penggambaran-penggambaran yang ada. Awal Perkenalan dan Penggunaan Internet Hampir semua informan mengenal internet pertama kali di akhir tahun 90-an dan belajar menggunakannya secara otodidak (tanpa pelatihan dan pendidikan formal). Barulah pada tahun 2000an internet semakin meluas dan mulai diajarkan di sekolah-sekolah formal. awal penggunaan internet dapat juga didorong oleh kebutuhan. para informan telah memberikan banyak informasi mengenai beragam penggunaan internet untuk aktivisme lingkungan. 1. dalam subbab ini akan terlebih dahulu dibahas penggunaan umum internet oleh para informan. yakni penggunaan internet secara umum dan penggunaannya secara khusus untuk mendukung isu-isu lingkungan. seperti yang sempat dialami oleh Melinda sebagai bagian generasi pengguna internet yang lebih muda.mail dan tugas sekolah” [Michael]. Awal perkenalan dan penggunaan internet oleh para informan umumnya didorong oleh suatu “keharusan”. seperti yang dirasakan oleh Ade. PENGGUNAAN INTERNET SECARA UMUM Sepanjang keseluruhan wawancara.

Di sisi lain. pekerjaan Djuni sebagai administrator website serta merta mengharuskannya mengakses internet secara teratur. Ade misalnya. 1993) yang akhirnya “memaksa” mereka berkenalan dengan internet. Renckstorf. kebiasaan ini rupanya berkaitan erat dengan konsekuensi pekerjaan mereka. Waktu dan Kebiasaan Penggunaan Internet Dari keenam informan. meskipun mengaku internet mempermudahnya dalam bekerja dan bahwa “banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan menggunakan fasilitas internet” [Marwan]. 2.komputer” [Ade]. 1989 dalam McQuail & Windahl. Dari empat orang yang memiliki rutinitas dan intensitas tinggi (lebih dari delapan jam perharinya). tapi juga dapat berawal dari status pengguna dan keadaan sosial di sekitar mereka (individual and social characteristics. Michael mengaku dalam konteks pekerjaan sangat sulit berpisah dengan internet karena sangat dibutuhkan untuk berkomunikasi dan bertransaksi. Armely pun tak jauh berbeda. tetapi pekerjaannya tidak menuntut dirinya untuk selalu terhubung dengan internet. Penggunaan internet yang sedemikian intens menjadi kebutuhan tersendiri bagi keempatnya. Kondisi yang dihadapi keempat informan di atas berbeda dengan yang dialami Marwan dan Melinda. terdapat empat orang yang rutin menggunakan internet dalam intensitas yang tinggi setiap harinya. Dari ilustrasi di atas dapat dipahami bahwa penggunaan internet tidak hanya berawal dari sejumlah needs individual seperti yang digambarkan pendekatan uses and gratifications. Marwan. kesibukan Melinda sebagai 113 . sementara itu. dan dua orang yang cukup sering mengakses internet namun tidak memiliki rutinitas tertentu. bekerja jarak jauh dan mengandalkan internet untuk menekan biaya komunikasi. status dan kebutuhannya saat ini sebagai pelajar sekolah menengah belum menuntutnya untuk menggunakan internet secara rutin dan dalam waktu yang lama. Begitupun juga Melinda.

Ade Fadli. yang menggunakan internet via layanan yang dilanggan orangtuanya. Persepsi terhadap Internet 114 . hubungan keluarga. para informan memberikan jawaban yang berbedabeda. Michael misalnya. misalnya dengan “didiskusikan di awal sebelum menikah” [Ade]. 3. Masih berhubungan dengan penggunaan internet. Dari pembahasan di atas. secara pribadi tidak bermasalah untuk tidak online meski mengaku tidak bisa tidak menggunakan internet kalau untuk pekerjaan. sesudah aktivitas bersekolah dan lesnya selesai.pelajar mengkondisikannya untuk hanya menggunakan internet di waktu malam. mengaku memandang internet sebagai “jembatan mencapai tujuan” [Ade]. kebiasaankebiasaan. tampak bahwa penggunaan internet. Ketika ditanya mengenai hal tersebut. memiliki keterkaitan dengan dimensi-dimensi sosial di sekitar penggunanya seperti jenis pekerjaan. Armely dan Michael. Melinda. kehidupan pribadi rupanya bisa berkelindan dan memiliki dinamika sendiri bila dikaitkan dengan penggunaan internet. sesuatu yang mungkin sangat penting dilakukan bila menggunakan internet lebih dari 12 jam setiap ha rinya seperti Ade. Respon pasangan ataupun anggota keluarga lainnya perlu dipertimbangkan. Dalam pembahasan yang berbeda. satu pandangan yang tampaknya sejalan dengan Djuni yang melihat internet “hanya sebagai media atau alat saja” [Djuni]. serta hal. Bagi yang belum menikah pun ada pula kendalanya. dan persepsi pengguna itu sendiri akan hubungannya dengan internet. dengan intensitas penggunaan internet yang begitu tinggi.hal yang menyertainya. Sementara itu. terkadang dibatasi penggunaan internetnya oleh orangtuanya dengan alasan kesehatan mata. Sedangkan Armely mengatakan dia bahkan “selalu punya waktu-waktu tertentu untuk tidak bertemu dengan internet” [Armely]. kebiasaan penggunaan internet para informan tidak selalu berhubungan paralel dengan persepsi mereka atas hubungan dan kedekatan diri mereka dengan internet. yang juga menggunakan internet secara intens mengaku tidak “tak terpisahkan” dengan internet.

serta aktivitas keseharian lain dari pengguna turut mempengaruhi bagaimana seseorang menggunakan dan memposisikan internet dalam kehidupannya. dapat ditarik kesimpulan bahwa secara umum penggunaan internet tidak hanya ditentukan oleh faktorfaktor psikologis dalam diri pengguna tetapi juga oleh dimensi-dimensi sosial yang melingkup i kehidupan pengguna.Selama berinteraksi dengan dan melalui internet. Meskipun dinilai lebih murah. bila dibandingkan dengan media cetak misalnya. Persepsi tersebut bisa terbentuk seiring pengamatan mereka terhadap fenomena. dan memberi kebebasan dalam menggungkapkan” [Ade]. Melinda berpendapat “lebih asik ngomong secara langsung”. Berbicara tentang keunggulan internet. 115 . efektif. kualitas pendidikan. Sederetan keunggulan internet rupanya tidak menutup mata informan akan sejumlah kelemahan internet. bisa dilakukan kapan saja” [Armely]. Selain itu. jenis pekerjaan. dan terhubung dengan banyak orang.fenomena yang terjadi di internet. ataupun mela lui pengalamanpengalaman yang mereka lalui sendiri. dan efisien. lebih cepat. membangun persepsi-persepsi mereka terhadap internet. Dari apa yang disampaikan para informan. Dalam bagian berikutnya akan dibahas bagaimana penggunaan internet secara spesifik untuk mendukung isu lingkungan. Marwan dan Djuni sama-sama menyebutkan bahwa indera penglihatan (mata) memiliki batas ketahanan untuk membaca di layar monitor. informan juga berpendapat keunggulan internet terletak pada fakta bahwa internet “jangkauannya lebih luas. dan juga Melinda bercerita bagaimana internet menyediakan semua jenis informasi dan hiburan yang dia inginkan. “lebih hemat waktu (tidak harus bepergian jauh). para informan sepertinya sependapat bahwa dibandingkan media dan saluran komunikasi lain internet memang lebih murah. “lebih efektif dan efisien” [Marwan]. Dan untuk keterbatasan internet. Dimensi seperti status dalam keluarga. internet juga dinilai lebih cocok “untuk kampanye ke kelas menengah” [Ade]. para informan secara sadar maupun tidak. bisa dilakukan sambil mengerjakan hal lain. Secara riil dalam pergaulan. “menyediakan kecepatan respon dan legalitas bukti pembicaraan” [Michael].

Dengan kondisi yang ada. PENGGUNAAN LINGKUNGAN INTERNET UNTUK AKTIVISME Penggunaan umum internet oleh para informan seperti yang dipaparkan di subbab sebelumnya telah memberikan gambaran mendasar tentang setting. Berbeda dengan penggunaan internet oleh organisasi lingkungan secara kelembagaan. keterbatasan waktu dan sumber daya seringkali membatasi gerak para aktivis perseorangan. dan menyampaikan gagasan mereka kepada publik secara lebih luas.D. baik sebagai perseorangan maupun dalam konteks dirinya sebagai aktivis atau pemerhati lingkungan. 1. Tujuan Penggunaan Internet Para aktivis lingkungan yang menjadi informan penelitian ini menggunakan internet terutama untuk berkomunikasi. Tepatnya. Namun tampaknya justru karena hanya berfokus pada upaya-upaya komunikasi dan sosialisasi. Oleh karena itu. para informan dapat berinteraksi lebih dekat dan intens dengan para pembaca blog atau anggota milis yang mereka kelola. dan dimensi-dimensi yang melingkupi penggunaan internet mereka untuk aktivisme lingkungan. menggalang dukungan. dalam subbab ini pembahasan akan difokuskan pada aktivitas-aktivitas penggunaan internet para informan yang ditujukan khusus untuk mendukung aktivisme lingkungan. kondisi. 116 . untuk mencari dan menyebarkan informasi lingkungan. Pilihan-pilihan praktis yang diambil dalam rangka memanfaatkan internet dan fitur. aktivis lingkungan secara perseorangan umumnya bekerja atau menggunakan internet dengan tujuan-tujuan yang lebih sederhana. Hal ini karena penggunaan internet para informan. saling berkaitan erat dan tidak dapat dianalisis secara terpisah.fitur di dalamnya menjadi menarik untuk diamati.

dan Alasan Penggunaan Penggunaan internet untuk mendukung lingkungan bisa berangkat dari cerita dan sejarah yang berbeda-beda dari tiap pelakunya. karena media cetak tidak selalu menerbitkan tulisan yang dia kirimkan. padahal saat itu dia hanya memiliki disk 3. Awal mula Djuni menggunakan internet pun tidak berbeda jauh dari Armely.milis. karena kemampuan itu dibutuhkan dalam pekerjaannya. secara khusus untuk mendukung isu lingkungan– dapat berasal dari diri sendiri. Sementara itu. Cerita Armely sedikit berbeda dari keduanya. maka. di tahun 1998. yang mudah dicerna masyarakat. dan politik yang berlangsung di sekitar pengguna internet tersebut. dan mendorong orang-orang untuk mengambil peran dalam memulai perubahan. Ade misalnya. blog dipilihnya sebagai tempat dokumentasi. Hasrat Armely ini rupanya dilatarbelakangi ketidakpuasannya terhadap banyak milis ataupun situs lingkungan yang dominan disesaki istilah-istilah rumit dan politis serta lebih sering berisi berita-berita negatif yang menjatuhkan pihak-pihak tertentu. Motivasi. Pertama. Kedua. ataupun datang dari adanya situasi-situasi ekonomi. sosial. Dia mengiyakan ajakan kawannya untuk mengelola milis dan kemudian blog Greenlifestyle karena dia ingin menyediakan informasi lingkungan dengan bahasa yang sederhana. Djuni melihat saat itu. Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa kekuatan awal yang mendorong. Michael awalnya memulai blognya sebagai wadah untuk latihan menulis. Karena itulah Djuni berfokus memanfaatkan internet untuk menyebarkan berita lingkungan melalui milis. internet lebih banyak digunakan untuk kepentingan politis. memotivasi.5. awalnya “iseng” saat membuat blog Timpakul untuk menyimpan tulisantulisannya. dia merasakan pentingnya mendokumentasikan gagasan dan pemikirannya. dan isu lingkungan masih menjadi isu yang benar-benar minor. Latar Belakang. Bentuk-bentuk Penggunaan Internet 117 .2. 3. dan menjadi alasan seseorang menggunakan internet –dalam konteks ini.

HTML). lebih hemat karena ada banyak pihak yang menyediakan layanan “gratisan” untuk memiliki milis ataupun blog. dalam artian terdapat “jeda” waktu sehingga para anggota di dalamnya tidak bisa saat itu juga. vote untuk sebuah aksi. blog sama-sama digunakan secara sepihak untuk menyediakan wadah tampilnya gagasan dan perasaan. Namun. Para informan dalam penelitian ini pun tak ketinggalan memanfaatkan fitur. Dan bentuk-bentuk yang paling utama mereka jalankan tersebut adalah milis dan blog.fitur seperti petisi online. memuat tulisan dan membaca tanggapan terhadap tulisan tersebut. blog atau lengkapnya weblog. Semakin banyak pengguna berarti semakin besar kemungkinan untuk menarik perhatian lebih banyak orang. 2002). Kedua. tanpa batasan jumlah. 118 . Milis adalah salah satu bentuk many-to-many asynchronous communication via internet (Morris dan Ogan. dari sedemikian banyak ragam fasilitas. Saat ini tersedia banyak layanan tanpa bayar untuk dapat memiliki dan mengelola sebuah milis. ataupun bergabung di cause dan milis bertema lingkungan. ataupun untuk menyediakan informasi bagi pihak lain. Di sisi lain. Bentuk ini memungkinkan interaksi dan komunikasi dari dan ke banyak orang. lebih mudah. tanpa harus menguasai ilmu dan keahlian tertentu (misal. Para penyedia layanan milis dan blog umumnya menyediakan teknologi yang user-friendly. semakin banyak orang memiliki dan mengakses milis dan blog. namun bentuk ini tidak interaktif secara la ngsung. adalah bentuk tersederhanakan dari asynchronous communication. donasi online. misalnya. lebih populer.Terdapat beragam fasilitas di Internet yang dapat digunakan aktivis lingkungan untuk mendukung aktivisme lingkungan. Terdapat sejumlah alasan mengapa kedua fitur di atas banyak digunakan untuk mendukung penyebaran isu lingkungan. Walau tidak seleluasa situs. sehingga milis dan bloh lebih mudah untuk dikelola dan digunakan. Karena mudah digunakan dan tanpa mengeluarkan biaya. Pertama. Memiliki blog diibaratkan seperti memiliki situs pribadi. mereka umumnya memilih satu hingga dua bentuk penggunaan saja untuk mendukung isu lingkungan. Ketiga. namun dengan sejumlah keterbatasan.

Selain faktor-faktor pendorong penggunaan kedua bentuk di atas. Sedangkan Ade dan Djuni saling mengenal karena memiliki lingkaran pertemanan yang berkaitan erat. menawarkan sebuah kerangka analitis untuk mengkaji praktik-praktik blogging. Penggunaan blog kemudian tidak hanya membangun suatu hypertextual network. Ade pernah menyebut blog Michael dalam salah satu posting di blognya 63 . Sementara itu. Johnson dan Kaye menekankan bahwa fairness bukanlah perhatian utama pengguna ketika menilai kredibilitas suatu blog. terdapat pula sejumlah kajian yang membahas fenomena tersebut. sejumlah informan dalam penelitian ini rupanya saling mengenal dan berada dalam satu jaringan besar. Karena isu lingkungan masih seringkali 63 http://timpakul. Armely dalam wawancara mengaku mengenal dan familiar dengan blog Michael dan Marwan. Namun. Dikarenakan blog memungkinkan tampilnya cara pandang terkini dan spontan akan topik-topik yang secara spesifik diminati pengguna. Ide Schmidt ini cocok dengan apa yang terjadi di antara para informan penelitian ini. Terkait popularitas sejumlah blog lingkungan selama beberapa tahun terakhir.web. tapi juga berujung pada pembentukan jaringan sosial (social network) dengan bermacam. yakni bahwa penggunaan blog pada prakteknya terdiri dari rutinitas-rutinitas spesifik dan juga pengharapan-pengharapan agar penggunaannya dapat meraih tujuan-tujuan komunikatif. jaringan sosial gerakan lingkungan Indonesia.html 119 . Hal ini karena pengguna umumnya bergantung pada blog untuk mencari informasi yang tampaknya luput dari liputan media tradisional atau dibahas terlalu dangkal. Selain itu. dalam riset sebelumnya di tahun 2004. Johnson dan kawan-kawan (2007) melakukan survei online untuk mengetahui persepsi pengguna internet yang memiliki ketertarikan politik (politically-interested internet users) terhadap kredibilitas blog-blog. pendapat di bawah ini patut disimak. Michael menjadi anggota milis Greenlifestyle yang turut dikelola Armely. Schmidt (2007) misalnya. Riset ini menemukan bahwa blog dinilai cukup kredibel (moderately). Temuan Johnson dan rekan-rekannya cocok untuk menggambarkan situasi blog lingkungan di Indonesia. tepatnya sama kredibelnya dengan media konvensional ataupun sumber online lainnya. Tanpa direncanakan.id/environment-blog.macam tingkat kedekatan.

Penggunaan internet secara pasif oleh aktivis misalnya saat aktivis lingkungan mengakses internet untuk mendapatkan informasi ataupun berita terkini seputar isu lingkungan hidup. Pemposisian internet sebagai media dan jalur komunikasi alternatif diperkuat oleh fenomena peminggiran isu lingkungan hidup dalam keputusan-keputusan politik dan terbatasnya akses ke media massa konvensional atau mainstream. 120 . penggunaan internet oleh aktivis lingkungan di Indonesia menurut sifatnya dapat dikelompokkan menjadi empat: penggunaan secara pasif atau aktif. Selain itu. serta penggunaannya secara individual maupun kolektif. dan hukum.inovasi baru.terpinggirkan di media massa konvensional. Sifat Penggunaan Internet Internet telah dimanfaatkan dengan berbagai cara oleh para aktivis lingkungan di Indonesia. Bentuk-bentuk aktivisme dalam gerakan lingkungan hidup sedikit banyak memang dipengaruhi kondisi aktivis itu sendiri dan situasi spesifik yang mereka hadapi. terutama media audiovisual. karakter isu lingkungan itu sendiri patut diperhitungkan dalam penjelasan. donasi untuk program-program lingkungan. politik. informasi. dana. dan penyebaran pesan-pesan lingkungan via jalur-jalur komunikasi sosial. Keragaman bentuk-bentuk penggunaan kemungkinan juga didukung oleh karakter media internet itu sendiri. ataupun isu. dan tulisan tentang isu. yang memungkinkan munculnya inovasi. hak asasi manusia.isu lingkungan. misalnya dengan online participation. Hal ini karena isu lingkungan selama ini relatif masih menjadi isu minor. dan kemampuan.isu ekonomi. Dari fenomena yang ada. namun sangat terbuka kesempatan untuk berpartisipasi melalui jalur-jalur lain. misalnya ketersediaan waktu.isu pembangunan. 4. internet dan khususnya blog menjadi sumber alternatif tapi utama untuk mendapatkan berita. yang kalah “seksi” dengan isu. Seseorang yang peduli pada isu lingkungan namun memiliki keterbatasan waktu dan kesempatan barangkali tidak mungkin berperan aktif dalam penyelamatan lingkungan di lapangan.

Bagan 4. penggolongan sifat penggunaan internet oleh aktivis ini tidak bersifat absolut 121 . Penggolongan Penggunaan Internet oleh Aktivis Lingkungan Penggunaan secara aktif. misalnya bila aktivis itu mengemban peran publikasi dan kehumasan di suatu lembaga lingkungan hidup. dan Melinda mengelola blog-blog mereka secara kolektif. dan Djuni dalam mengelola blog dan milis lingkungan mereka. penggunaan di tingkat perseorangan adalah bila penggunaan internet oleh aktivis (baik secara aktif maupun pasif) lebih didasari motif dan tujuan individual. gerakan. Marwan. Kegiatan-kegiatan di atas peneliti golongkan sebagai penggunaan pasif karena pada dasarnya aktivis sebagai pengguna hanya menerima informasi. atau melanggan suatu mailing list. bersama-sama dengan sejumlah aktivis lingkungan lainnya.1. Michael. atau organisasi tertentu.baik dengan cara browsing. Tentunya. sedangkan penggunaan di level kolektif adalah bila internet digunakan aktivis lingkungan sebagai bagian dari suatu tugas atau fungsi dalam sebuah komunitas. Sementara itu. searching. Aktivis dapat dikatakan secara aktif menggunakan internet bila sudah sampai ke tahapan memproduksi dan atau mereproduksi pesan atau informasi lingkungan.individual misalnya yang dilakukan Ade. Sementara penggunaan secara aktif-kolektif ditunjukkan oleh bagaimana Armely.

Penggunaan internet oleh aktivis lingkungan Indonesia sedikit banyak tidak dapat dilepaskan dari konteks yang melingkupinya. Kondisi ini tak lepas dari pola kebiasaan penggunaan internet seorang aktivis serta status dan perannya dalam ranah besar gerakan lingkungan hidup. dan misalnya mencari tahu faktor.karena seorang aktivis dapat menggunakan internet dengan sifat yang beragam dalam waktu yang berbeda-beda pula. mempelajari.faktor seperti apa yang membuat seseorang berada di kuadran tertentu ataupun bergerak dari satu kuadran ke kuadran yang lain. dan menggunakan internet. konteks gerakan lingkungan terkini beserta permasalahan di sekitarnya telah ikut mendorong bentuk dan pilihanpilihan yang diambil aktivis lingkungan di Indonesia saat menggunakan internet. Sementara itu. terutama konteks besar penggunaan internet di Indonesia dan dinamika gerakan lingkungan hidup di Indonesia. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa ada kemungkinan kecenderungan seorang aktivis untuk lebih dominan menempati kuadran tertentu. Setting makro perkembangan internet di Indonesia turut mewarnai sejarah pribadi para informan dalam mengenal. Pengelompokan penggunaan ini diharapkan kedepannya dapat mendorong penggalian lebih lanjut untuk mencari tahu bagaimana hubungan antara kelompok-kelompok pengguna yang ada. 122 .

memotivasi. KESIMPULAN Tujuan riset ini bukan untuk menggeneralisasi temuan dan melekatkannya pada aktivis lingkungan hidup di Indonesia secara keseluruhan. ditemukan bahwa p enggunaan internet para informan.merta disadari oleh informan penelitian. Penjelasan konseptual memperlihatkan bagaimana secara umum penggunaan internet para aktivis tidak hanya ditentukan oleh faktor. baik sebagai perseorangan maupun dalam konteks dirinya sebagai aktivis atau pemerhati lingkungan. Dalam penggalian data. Sejalan dengan kerangka konseptual di awal (Uses and Gratifications dan Social Action). Dimensi seperti status dalam keluarga. Meskipun begitu. serta aktivitas keseharian lain dari pengguna turut mempengaruhi bagaimana seseorang menggunakan dan memposisikan internet dalam kehidupannya. para aktivis dalam penelitian ini menggunakan blog dan milis sebagai senjata utama untuk 121 . terutama untuk mendukung isu lingkungan– dapat berasal dari diri sendiri.nilai pro. namun lebih untuk memahami keenam orang informan tersebut sebagai kasuskasus unik aktivis lingkungan dan melihat praktek serta motivasi mereka menggunakan internet untuk mendukung nilai. jenis pekerjaan.lingkungan. dan menjadi alasan seseorang menggunakan internet –dalam konteks ini. Model Tindakan Sosial Renckstorf tidak berhasil dimanfaatkan ataupun diuji seutuhnya karena proses yang digambarkan dalam model ini tidak serta.faktor psikologis dalam diri mereka sebagai pengguna tetapi juga oleh dimensi-dimensi sosial yang melingkupi kehidupan mereka. ataupun datang dari adanya situasi-situasi ekonomi. sosial.BAB V PENUTUP A. dan politik yang berlangsung di sekitar pengguna internet tersebut. Dalam prakteknya. kualitas pendidikan. saling berkaitan erat dan tidak dapat dianalisis secara terpisah. ditemukan bahwa kekuatan awal yang mendorong.

situasi. Sehingga di masa datang dapat diperoleh temuan yang lebih aplikatif dan dapat 122 . mudah. Penelitian-penelitian selanjutnya dapat menggali bagaimana dan seperti apa sajakah keadaan. Lepas dari itu mereka meyakini bahwa internet berperan penting dalam penyebarluasan nilai-nilai pro.informasi lingkungan. masih belum diketahui secara jelas dalam kondisi-kondisi seperti apa sajakah penggunaan internet dapat mendukung penguatan suatu gerakan. profan dan banal yang hadir dalam banyaknya ragam isi internet. Tapi keberadaan serta adopsi internet dalam sebuah masyarakat tidak serta. Dalam pengelolaannya blog-blog dan milis. Meskipun demikian.merta mendorong perubahan dalam masyarakat tersebut. dan konteks yang mampu mendorong penggunaan internet untuk penguatan gerakan lingkungan.lingkungan. apakah hanya penggunaan khusus (specific uses) seperti pencarian dan penyebaran informasi saja yang dipandang mampu menguatkan gerakan. B. bahwa internet dapat digunakan untuk mendorong perubahan positif dalam masyarakat. ataukah fungsi khusus seperti membangun jalinan pertemanan juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung gerakan lingkungan. serta percakapan dengan para informan. secercah harapan terlihat. Misalnya. Potensi-potensi yang terkandung lebih sering terabaikan atau tertutupi oleh kekuatan-kekuatan kesenangan (pleasure) yang trivial. dan populer. sebagian mengelolanya secara individual dan sebagian lagi mengelolanya secara kolektif.memperkenalkan dan menyebarluaskan informasi. Kajian-kajian terkait topik ini pada tahapan selanjutnya dapat diarahkan pada penyelidikan yang lebih empiris ataupun bersifat pengujian hipotesis mengenai penggunaan internet oleh aktivis. Pilihan pengelolaan umumnya berhubungan dengan pilihan pribadi dan keterbatasan sumber daya. terutama waktu luang. Namun dari penelusuran dan penggalian data.milis tersebut. SARAN Internet adalah alat yang membuka banyak kemungkinan dan mampu melampaui berbagai batasan-batasan berkomunikasi yang sebelumnya ada. khususnya gerakan lingkungan. Kedua bentuk tersebut dipilih karena lebih hemat.

Selain itu. semisal menjawab e. Kelebihan teknik pengumpulan data ini adalah wawancara dapat dilakukan secara lebih fleksibel. sepanjang ada kesepakatan). komunikasi barangkali tidak se-terbuka dan hangat pertemuan tatap muka. atau bahkan chatting juga dengan pihak-pihak lain. Sebagai masukan.membantu aktivis serta organisasi lingkungan untuk menyusun strategi pemanfaatan Internet yang lebih efektif dan tepat sasaran untuk menyokong aktivisme lingkungan di Indonesia. dan tidak memfokuskan pada sebuah komunitas virtual atau kasuskasus tunggal. karena tidak berinteraksi secara langsung dan membaca bahasa tubuh. hasil wawancara dapat langsung disimpan (direkam) dalam bentuk tertulis. tanpa harus terbelenggu tempat dan waktu (bisa dilakukan kapan saja. dapat menyesuaikan dengan waktu dan keluangan informan. kajian tersebut diharapkan dapat lebih menggali prosesproses sosial dan sistem-sistem simbolik yang berlangsung dalam kelompok lingkungan tersebut. Ke depannya. misalnya dengan mengamati satu mailing list saja. Kelemahannya. Belum lagi bila informan di saat yang bersamaan juga menyambi wawancara dengan aktivitas online lainnya. penelitian ini memang mengkaji perilaku berinternet aktivis lingkungan sebagai individu. Dengan berfokus pada satu milis saja. browsing. dinamika sebuah group atau mailing list yang bergerak di bidang lingkungan. peneliti yang ke depannya berminat menggunakan Yahoo Messenger atau piranti chatting lainnya. Kelemahan lain adalah bila koneksi internet yang digunakan tidak stabil dan “putus-nyambung” maka bisa saja mempengaruhi kenyamanan dalam berkomunikasi (sebentuk noise). perlu m empertimbangkan dan memperhatikan beberapa kelebihan dan kelemahan wawancara yang dilakukan lewat internet (melalui chatting/messaging tools). Namun. kajian serupa juga dapat difokuskan pada misalnya. kendala ini sedikit terbantu karena penggunaan Yahoo Messenger (YM) memungkinkan peneliti maupun informan menggunakan ikonikon emosi (emoticon) untuk mengekspresikan perasaan.mail. Berbeda dengan online ethnography yang disarankan Paccagnella (1997). Fokus yang berbeda tersebut tentunya menghasilkan jenis temuan yang berbeda. Tentunya ada kemungkinan 123 .

mengingat para informan sudah lama menggunakan internet. sehingga tidak kaku ataupun “kagok” lagi dalam menggunakan YM sebagai alat komunikasi dan pengungkapan pendapat. 124 .situasi ini mempengaruhi konsentrasi dan rapport informan saat menyimak dan menjawab pertanyaan. (Namun. Keputusan untuk mewawancara lewat YM dapat diambil bila peneliti yakin bahwa para informan adalah pengguna internet yang cukup berpengalaman dan sudah internet-savvy. bukan tidak mungkin sudah tidak asing dengan aktivitas multitasking tersebut).

2005. Samuel. Uses and Gratifications of the Web among Student s. John S.mtmultipleuse. Pola-pola Gerakan Lingkungan: Refleksi untuk Menyelamatkan Lingkungan dari Ekspansi Modal.edu/vol6/issue1/ebersole. New York: Oxford University Press. Garner. History of the Environmental Movement. Aditjondro. Environmental Activism and Social Networks: Campaigning for Bicycles and Alternative Transport in West London. 2008. James dan Graham Smith.php Fiske.com/cgi/content/abstract/5/1/50 Connelly. Robert. Jeremiah. Teknologi Komunikasi: Perspektif Ilmu Komunikasi.backspace.html Emerson.com/cgi/content/abstract/590/1/150 Bucy.org/endangered/esahistory. Diakses pada tanggal 8 Maret 2008 dari http://jcmc. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science 2003. Melbourne: Oxford University Press. George Junus. Journal of Computer-Mediated Communication. Dryzek.sagepub. 2000. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2003.sagepub. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates. An Introduction to Activism on the Internet. John. Giles. Flew. New Media: An Introduction. 2nd edition. London: Routledge. 2000. 2005. 2003. 1996. The Politics of the Earth: Environmental Discourses. Environmental Politics. Vol 6 (1). Social Access to the Internet. Introduction to Communication Studies. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://hij. Politics and the Environment: From theory to practice. Diunduh tanggal 12 Januari 2009 dari http://www. 2003. 1997. Ebersole. Publishers. 2003. Media Psychology. 2nd edition.indiana. The Harvard International Journal of Press/Politics. London: Macmillan Press Ltd. 1999.DAFTAR PUSTAKA Bahan Bacaan Utama Abrar. 1990. Diakses pada tanggal 22 Juni 2009 dari http://www. Simon. 2000. John.htm (last updated on 31 May 2008) . Ana Nadhya. Batterbury. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://ann. Terry. 150. Hall. David. London: Routledge.com/action/all. Erik P. 5. 590. Yogyakarta: Lesfi. 50.

com Katz. 4. Eszter.com Hill. 2002. Diakses pada tanggal 15 November 2007 dari http://ssc. New media and internet activism: from the ‘Battle of Seattle’ to blogging.sagepub.sagepub. Richard dan Douglas Kellner. 304-325. 2004. 23: 39–50. Diakses 6 Desember 2008 dari http://jcmc. 2003. J. 407. 2008. David T. Nonprofit Organizations' Perceptions and Uses of the Internet. . Environmental History Timeline. No. Kaye. L. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://nms. Social Science Computer Review. Kaye. Jensen.html Kahn. 2004. dan Joel David Bloom. 2004.interested Internet users' perceptions of blog credibility. Bichard.org/stable/2747854 Kenix. Virginia. 4.com/cgi/content/abstract/10/4/3 Kim dan Weaver. Sage Publications. hal. S. Oxford: Oxford University Press. 2005. Taylor & Francis Group. -------. Blog for America and Civic Involvement. w. Diakses tanggal 3 Oktober 2009 dari www.edu/~wkovarik/envhist. Communication Research About the Internet: a Thematic Meta-analysis. Internet Access and Use in Context. Diakses tanggal 12 Juni 2008 dari http://www.com/cgi/content/abstract/21/3/304 Johnson. 1973-1974). The Public Opinion Quarterly.. James N. 518. Diakses tanggal 20 November 2008 dari http://tvn. Danziger. Jay G. & Wong.runet. William. dan Michael Gurevitch. Civil Society and Cyber Society: The Role of the Internet in Community Associations and Democratic Politics. 13(1).. Blumler. 37. 2002. Vol. Uses and Gratifications Research. 3. 2007. Radford University. Johnson. Thomas J. Linda Jean. 2007. The Information Society. and Alladi Venkatesh. 9. 2008. Elihu.sagepub.Hargittai..com/cgi/content/abstract/9/5/407 Kerbel. 2003. T. 2004. The Harvard International Journal of Press/Politics 2005. J. Around the World Wide Web in 80 Ways: How Motives for Going Online are Linked to Internet Activities among Politically Interested Internet Users. Journal of Computer-Mediated Communication. 509-523. 6. 10. (Winter. 2005. New Media and Society. Routledge Publications. K. New Media and Society.sagepub. Television and New Media.indiana.sagepub. Diakses pada tanggal 11 Desember 2008 dari http://hij. Matthew R. 87. 21. Sage Publications.com/cgi/content/abstract/4/4/518 Kovarik. 6. Diakses tanggal 28 November 2007 dari http://nms. The Internet in Indonesia’s New Democracy.jstor. B. dan Barbara K. Every blog has its day: Politically. Oxon: Routledge.sagepub. dan Krishna Sen. 137. article 6.edu/vol13/issue1/johnson. Diakses tanggal 8 Oktober 2008 dari http://nms. 1974. New Media and Society. Michael J.. Sage Publications. Amerika Serikat.

com/pqdweb?did=23172565dansid=6danFmt=4danclie ntId=42788danRQT=309danVName=PQD McQuail.pdf ___________. 1993. pp.edu/faculty/lubell/Teaching/LubellEnviroActivism. Environmental Activism as Collective Action.uidaho. Denis dan Sven Windahl.public.edu/~mlim4/files/Lim_Ch17. Thomas R. 2002. The nature and social uses of the Internet: A qualitative investigation. Oxford: Sage Publications. McQuail. University of Wisconsin Press. Dalam McQuail. 2006/1. Environmental Groups in Politics. Denis. McQuail’s Reader in Mass Communication Theory.lib. Diakses pada tanggal 12 September 2008 dari http://www. 383-400. Merlyna. Issue #12. Diakses pada tanggal 21 Maret 2008 dari http://proquest. Qualitative Communication Methods.edu/index.Kutner. 4. The Internet. Eastbound Journal .php/egj/article/view/2774/2732 Lim. Rowan dan Littlefield.eu/journal/2006-1/contents/lim/0601lim Lindlof.umi. Inc. 273288. Merril. London: George Allen & Unwin (Publishers) Ltd. Vol. 2002. pp 1-19. Vol. Research Lowe. pdf Maignan. Denis.ucdavis. 2001. Laurie A. Philip dan Jane Goyder.public. Curran (eds. 3rd ed. Diakses pada tanggal 12 September 2008 dari http://www. 1995. 31.edu/~mlim4/files/Lim_IDPR_final. Ltd. pp. Diakses pada tanggal 12 September 2008 dari http://eastbound. Environmental Activism and the Internet. Morris. Singapore: Longman Publishers. Diakses 26 Agustus 2009 dari http://www.Thousand Oaks: Sage Publications. Ltd. Social Network and Reform in Indonesia. 1994. dan Christine Ogan. Couldry and J. Cyber-Urban Activism and Political Change in Indonesia. Earth Day 2000. 24 No. Contesting Media Power: Alternative Media in A Networked World.asu. Mass Communication Theory: An Introduction.des. London: SAGE Publications. Mark. 2006. Madison: Winter 1997. Communication Models for The Study of Mass Communications.pdf ___________. 2000. Diakses tanggal 12 Januari 2009 dari http://egj. 2002. The Internet as Mass Medium. Isabelle dan Bryan A Lukas. Electronic Green Journal. 2002. McQuail’s Reader in Mass Communication Theory. Oxford: Sage Publications. _____________. The Journal of Consumer Affairs. 2003. . 1997. 1983.). Lubell. International Development and Planning Review (Third World Planning Review). Liverpool University Press. Draft tulisan untuk jurnal Environment and Behavior.asu. Dalam N. CyberCivic Space in Indonesia: From Panopticon to Pandemonium.

Internet use: Here. pp. Bandung: Institute of Technology Bandung. Luciano.edu/vol12/issue4/schmidt.info/Cyberprotestbook. Boston: Allyn dan Bacon. Journal of ComputerMediated Communication. Adoption of the Internet in rural NGOs in Indonesia . (ed.files.indiana. Rory. Coming of Age: Indonesia’s Environmental Network Faces Dilemmas as it Turns 25.edu/vol3/issue1/index. article 13. 12(4). 2007. 17-34. ( 7). Diakses 17 September 2008 dari http://findarticles. Why Communication Researchers Should Study the Internet: A Dialogue. Winter 2000/2001.org/content/view/72/29/ . Jakarta: ISAI dan PT.pdf _____________.col1 Schmidt. Diakses tanggal 6 Juni 2008 dari http://jcmc. Frieda. Diunduh tanggal 12 Januari 2009 dari http://www. Diakses pada tanggal 10 Desember 2007 dari http://jcmc. John E.us/archives/Environment/5107877. 1999. 1(4). Jul-Sep 2006.jennypickerill. Media Lintas Inti Nusantara.html Sen.pdf Schau. Hill.shockandawe. 2007. 2001. and everywhere. Inside Indonesia. Jakarta: WALHI.html Pickerill. Diakses pada tanggal 10 Juli 2008 dari http://audentis. 1997.A study on Internet appropriation for rural sector reform. Diakses pada tanggal 10 Desember 2008 dari http://www.indiana.net/~robrien/papers/netaction. Jenny. Sinanu. 365–370. Cyberprotest: Environmental Activism Online.com/2007/07/r. Khrisna dan David T. Dani. 12(4). Peace Review 13:3 (2001). there.. 4th Ed. Menjadi Environmentalis itu Gampang!: Sebuah Panduan bagi Pemula. Social Change Activism and the Internet: Strategic Online Activities. JCMC 3 (1) June 1997. 1995. W. 2000. Getting the Seats of Your Pants Dirty: Strategies for Ethnographic Research on Virtual Communities. Lawrence.com/p/articles/mi_qa5448/is_200101/ai_n21464557/print ?tag=artBody. Neuman.indiana. Terry. 6-7 August 2007. Proceeding of the 1st Rural-Information and Communication Technology (r-ICT) Conference. dan Sheizaf Rafaeli. 8 Diakses tanggal 18 Februari 2009 dari http://insideindonesia. Journal of Computer-Mediated Communication. Diakses tanggal 12 September 2008 dari http://www. Yanuar. Occupational Outlook Quarterly.html Nugroho. Blogging practices: An analytical framework.web.html Paccagnella. Journal of Computer-Mediated Communication.wordpress.ict-paper-ynugroho-v3. 2001. 2001.Munggoro. Diakses tanggal 13 November 2008 dari http://jcmc. Media. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. Newhagen. (2007). 2003.pdf O’Brien. [Final draft copy].edu/vol1/issue4/rafaeli. 2006. Budaya.). Environmental Internet Activism in Britain. J. dan Politik di Indonesia.

2005.com/cgi/content/abstract/30/6/625 Croteau. 2007. Birgit. Diakses pada tanggal 5 September 2008 dari http://firstmonday. Preference for Online Social Interaction: A Theory of Problematic Internet Use and Psychosocial Well-Being. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. images.edu/topics/pubs/greenweb. 2003. Guobin. Fathul. Communication Research.si.org/stable/3351310 Caplan. 2003. and audiences.sagepub. The Potential of the Internet for Non-Profit Organizations. Diakses pada tanggal 21 Oktober 2008 dari http://crx. 7. Diakses tanggal 12 Januari 2009 dari http://wwics. Bjørn Furuholt dan Stein Kristiansen.com/cgi/content/abstract/7/1/89 . Terampil Menulis Proposal Penelitian Komunikasi. California: Thompson Wadsworth. 2003. Diakses tanggal 23 Maret 2009 dari http://www. 2005. number 8 (August 2002). Vol.phtml?act_id=17458 Bräuchler.Spencer. Cyberidentities at War: Religion.html Wahid. 2005a. Jurnal Perpustakaan Pertanian. Yang. 12 October 2007. David dan William Hoynes. New Media and Society. Bello. 2003. 278. Tessa. “Focus on the Global South”. Sri Retno dan Bambang S. Indonesia.14.pdf Bahan Bacaan Penunjang Abrar. Scott E. Mass Media Research. Dutta-Bergman.sagepub. Csaja. Nomor 1. April 2003. 8th edition. 2003. 2002. The Environmental Movement in the Global South: The Pivotal Agent in the Fight against Global Warming. Thousand Oaks: Pine Forge Press.org/issues/issue7_8/spencer/index. 2007. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 dari http://www. Walden. Sankarto. 2006. Ana Nadhya. Ed. California: Pine Forge Press. Vol. 625.com/cgi/content/abstract/22/4/278 Wimmer dan Dominick. Cornell University: Southeast Asia Program Publications. Identity. 2005. Information Development. Designing Surveys: A Guide to Decisions and Procedures. Mohan J. 75. 22 (4). Andarwati.org/detail_page. 3rd. Pemenuhan Kepuasan Penggunaan Internet oleh Peneliti Badan Litbang Pertanian di Bogor. First Monday. Ronald dan Johnny Blair. Media/Society: Industries.tni. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://nms. Access to the internet in the context of community participation and community satisfaction. 2005.jstor. Diakses pada tanggal 28 November 2007 dari http://idv. Weaving a Green Web: The Internet and Environmental Activism in China. Internet for Development? Patterns of use among Internet café customers in Indonesia. and the Internet in the Moluccan Conflict. 2006. Issues 6. China Environment Series. 2005.sagepub. volume 7. 30. 89.

2006. ESRC Global Environmental Change Programme.co. Cambridge (UK): White Horse Press. 37. Uses and Gratifications of the Internet. John M. Fletcher.ttu. Diakses pada tanggal 20 Januari 2009 dari http://etd. New Jersey: La wrence Erlbaum Associates. Vol.pdf Heywood. The antecedents of community-oriented Internet use: Community participation and community satisfaction. Peter.indiana. 11(2). 1998. A Thesis in Mass Communications.lib. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2008 dari http://jcmc. 1992. New York: Sep/Oct 1998.foe. Andrew. article 5. Inc. 2005. XVII Jakarta: Gramedia. Special Briefing No. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2008 dari http://jcmc. 11(1). Lutfallah.7. et al (eds). 3.html ____________________. Kamus Inggris-Indonesia. 8 (4): 475–488. 2005b. University of Sussex. Gari. Sage Publications. Journal of Computer-Mediated Communication. Iss.pdf Fiske. 2nd ed. 2002. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 melalui layanan ProQuest yang dilanggan Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. pg.edu/vol11/issue1/dutta_bergman. Environment and History. Eng. Environmental justice: Rights and means to a healthy environment for all. Blythe Suezann. Active Learning in Higher Education 2002. Ecology in Muslim Heritage: Treatises on Environmental Pollution up to the End of 13th Century. Politics. 2002. dan Hassan Shadily.indiana. Key Concepts in Communication and Cultural Studies. Cet. Diakses pada 11 Januari 2009 dari http://alh. 3. Colin.edu/vol11/issue2/duttabergman. 2 pgs. Community participation and Internet use after September 11: Complementarities in channel consumption.html Echols. Arabic Treatises on Environmental Pollution up to the End of the Thirteenth Century.uk/resource/reports/environmental_justice. 1987. .edu/theses/available/etd-0926200831295016605726/unrestricted/31295016605726. 2002. article 4. Columbia Journalism Review. 20.com/topics/default.sagepub. A New Kind of Cyberwar. John A. 2nd ed. 2001.com/cgi/content/abstract/3/1/88 Fortunato. Making Media Content: the influence of constituency groups on mass media.muslimheritage. 88. Diakses tanggal 1 Oktober 2009 dari http://www._____________________. submitted to the Graduate Faculty of Texas Tech University.. Diunduh tanggal 8 Januari 2009 dari www.cfm?ArticleID=933 Tulisan ini sebelumnya pernah terbit dalam jurnal Environment and History sebagai Gari. Journal of Computer-Mediated Communication. Hampshire dan New York: Palgrave. L. 2000. Rights and Freedom. 2008. London dan New York: Routledge. Supervising Activists for Research Degrees: Responsibilities. Harrell. November. John.

vlsm. Polity Press. Yuliang. Vera Youling dan Daniela Dimitrova. UNINET: An Inter-University Computer Network. 3(2).jstor. Promising the Earth. Wiring the Warung to Global Gateways: The Internet in Indonesia. 2005. 597. Hyun-Chin. dan Rasha A. 2002. Vol. 1997.wri. Makalah kutipan diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://rms46. David T.net Liu. Jakarta. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates. dan Paul D. Michael B. 1996. 63. American Sociological Association. Diakses pada tanggal 22 Juni 2009 dari http://www. Financial Flows and the Environmental Strategy in Indonesia in the 1990s.chinamediaresearch. The New Digital Media and Activist Networking within Anti–Corporate Globalization Movements. Online News and The Public. David T. 189.sussex. Social. or Both? Electronic Journal of Sociology. Diakses pada 14 Oktober 2008 dari http://ann. Salwen. Michael B. 1994. Ecology and Society: An Introduction. in collaboration with Friends of the Earth (FoE). April 2002. 1998.org/stable/3351468 Irwan.jstor. The Internet Revolution? The Formation of Public Sphere in South Korea. 1983 (-2007). The Uses of and Gratifications Derived from Bulletin Board Systems (BBS) in Chinese Youth. April 1997. dan Joon-Koo Lee. Sukki Kong. dan Krishna Sen.pdf Juris. What Does Research Say about the Nature of Computermediated Communication: Task-Oriented. ISSN: 1198 3655 Luhukay.pdf . 19-20 October 1983. Luke.com/cgi/content/abstract/597/1/189 Lamb. Cornell University: Southeast Asia Program Publications. Liu.Emotion-Oriented. 2008. Conference Papers. 2007. 2002. 2005. Bruce Garrison. 2007. 2005. Prepared for the International Flows and the Environment Project.org/1/55. Carolyn. Indonesia. Makalah asli ditulis untuk "Asia Electronics Symposium". Cornell University: Southeast Asia Program Publications. Alexander. Yi-Jong Suh. Vol. Lin. Diakses tanggal 24 Oktober 2008 dari http://www. Inc.org/stable/3351511 Hill. Diakses tanggal 17 Juli 2008 melalui layanan EBSCO. Uses and Gratifications of Online and Offline News: New Wine in an Old Bottle? Dalam Salwen.org/iffe_irwan. Jos dan Bagio Budiarjo. January 1998. London: Routledge.ac.uk/Users/ssfa2/greenmovement. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science 2005. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 dari http://www.html Martell. China Media Research. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 dari http://www. Driscoll (eds).Hill. World Resources Institute. Jeffrey S. Diakses tanggal 7 Maret 2009 dari http://pdf. East Timor and the Internet: Global Political Leverage in/on Indonesia. 73. Robert. Lim. Indonesia. Abdulla..sagepub.

“The Chain-saw Revolution”: Environmental Activism in the B.C.indiana. [Bagian I] Penggunaan Internet untuk HAM. Diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://rms46. Diakses tanggal 3 November 2008 dari http://alh. California: Sage Publications. 8(3). Predictors of Internet Use. Newsletter Goechi. 44 (2). Diakses pada tanggal 26 Augustus 2009 dari http://ir. 2004(-2008). Sekilas Perkembangan Internet di Indonesia.com Rogers.org/2/113. April 2003. Ted dan Stan Rowe. Catatan Tambahan Hikayat Internet di Indonesia. Active Learning in Higher Education.com/p/articles/mi_m6836/is_2_44/ai_n25029542/print?ta g=artBody. Diunduh pada tanggal 3 November 2008 dari http://nms. New Media Technology: Cultural and commercial perspectives. 2006.com/cgi/content/abstract/9/1/11 . Rubin.McMillan. Diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://goechi. 2000. 9. Neil. Boundaries of Interactive Public Engagement: Political Institutions and Citizens in New Political Platforms.syaldi.web. 2001. a division of Macmillan. Communication Technology: The New Media in Society.ca/bitstream/1892/7020/1/b15197062.lib.html Papacharissi. 5 (1) 2004.ecospherics.edu/vol8/issue3/oblak. Journal of Broadcasting and Electronic Media.sfu. 1993.pdf Oblak. Spring 2000. A Manifesto for Earth. Rahmat M.html ____________________. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://jcmc. Natalie. Tanja. Boston: Allyn dan Bacon. Everett M. Diakses pada tanggal 23 November 2008 dari http://findarticles. New Media and Society. Termuat dalam blog “House of Question” dan diakses pada 24 Maret 2009 dari http://www. Coming of Age with the Internet: A qualitative exploration of how the internet has become an integral part of young people’s live.id/2007/08/penggunaan-internet-untuk-hampart. Syaldi.’s Forest Industry. Hikayat Awal Penggunaan Milis di Indonesia. John V.org/1/24.vlsm. Zizi dan Alan M.i/ Samik-Ibrahim.sagepub. pp: 175. Prayitno. New York: The Free Press. 2008. 2004.sagepub. Biodiversity.col1 Pavlik. Vol 8(1): 7395.net/pages/EarthManifesto.vlsm. An investigation of differences in undergraduates' academic use of the internet. Sahude. 20 Agustus 2007. Journal of ComputerMediated Communication. Diakses pada tanggal 5 September 2009 dari www. Thesis submitted to Simon Fraser University. Inc.com. 1996. 2003. 11. Sally J. Diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://rms46. 2008. 2001(-2007).pdf Mosquin.com/cgi/content/abstract/8/1/73 Minunzie. 22. 1986.html Selwyn. dan Margaret Morrison.

Bright Green. 373. 2000. Methods. Werner Joseph dan James W. 5. Jaeho Cho.html (Last updated 10 April 2005) . New Media and Society.sagepub. European Journal of Communication 2006.com/bios/alex. 2006. 2005. Environmental Movement Timeline: A History of the American Environmental Movement. Anita Engels. Dark Green. Eveland. Alysha Loumakis. Risks of communication: discourses on climate change in science.sagepub. 26. 32. 2009. 2007. Who Participates and Why?: An Analysis of Citizens on the Internet and the Mass Public.sagepub. Melissa A. dan James Bergman. Diakses pada tanggal 23 Maret 2009 dari http://www. Bu Zhong. politics. 531.sagepub. 2004. and the mass media.com/cgi/content/abstract/32/5/531 Sousa. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2008 dari http://www. Light Green. William P. Diakses pada tanggal 23 Januari 2009 dari http://findarticles. Decision Sciences. 9. 2005.com/cgi/content/abstract/16/1/5 Wall. Public Understanding of Science 2000. Diakses pada tanggal 11 Januari 2009 dari http://cdy. Lori M. Sage Publications. 2005. Cultural Dynamics 2004. 2003. 261.com/cgi/content/abstract/21/3/373 Stafford. dan Petra Pansegrau. 9. JR. Tankard. Helena. Tao. The Work of Environmentalism in an Age of Televisual Adventures. Diakses 8 Oktober 2008 dari http://crx. Jr.col1 Steffen. 2007.com/p/articles/mi_qa3713/is_200404/ai_n9398988/print? tag=artBody.worldchanging. dan Nojin Kwak. Shah. Don. Information and Expression in a Digital Age: Modeling Internet Effects on Civic Participation. China Media Research. 21.org/ehof/timelinetext. 4/1/04.sagepub. Communication Research. Uses and Gratifications of Chinese Online Gamers.com/cgi/content/abstract/9/3/261 Weiss. 2004.sagepub. Peter. Alex. dan Marla Royne Schkade.net Vivanco. and Uses in the Mass Media. Luis A. Social Science Computer Review. Diakses pada tanggal 20 November 2008 dari http://pus.. Gray: The New Environmental Spectrum. 2006. 2(2).com/cgi/content/abstract/9/2/258 Weber.. 21. 1996.ecotopia. 258.chinamediaresearch. Situs “Ecology Hall of Fame”. Social Change and the Future: The Case of Online Journalism in Portugal. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://ssc. Information Technologies. dan Jun Zhang. New York: Longman.Severin. Thomas F. Diakses tanggal 20 November 2008 dari http://ejc.html Sun. 2006. Determining Uses and Gratifications for the Internet. Dhavan V. Diakses pada tanggal 9 Oktober 2008 dari http://nms. Communication Theories: Originis. Diakses tanggal 26 Mei 2009 dari http://www. 16.com/cgi/content/abstract/21/1/26 Weingart. 2003. 4th Ed. Social movements and email: expressions of online identity in the globalization protests.

Use and Impact of the Internet in Hong Kong: A Chain Process Model.html Sumber Media dan Internet -------. S. yang diunduh tanggal 30 November 2008 dari http://www.com/cgi/content/abstract/64/2/109 Wiryono. 2008.htm Yang. Australia: University of Sydney. Journal of Computer-Mediated Communication. Harvard Asia Pacific Review.ca/index. 2005. 1987. 64. 7(2). Canadian Journal of Communication.com/news/2008/08/05/conservation-workindonesia-requires-religious-essentials. Barry. Sudweeks (eds).html Werbin. Diakses tanggal 21 Oktober 2008 dari http://gaz. January 2002. Diakses 14 Desember 2008 dari http://jcmc.html Zhu. Journal of Computer-Mediated Communication. 2008. and Protest in China: From the Cultural Revolution to the Internet.edu/vol7/issue2/zhu. Diakses tanggal 24 Maret 2009 dari http://jamrud.edu.cjconline.net/ocf-02. Diffusion. Jeffery A. 2003. Do Internet users have more social ties? A call for differentiated analyses of Internet use. Diakses tanggal 17 Juli 2008 melalui layanan EBSCO. Chapter 2: Towards Sustainable Development.edu/vol8/issue3/wellman.thejakartapost. Vol 30. H. Our Common Future. Diane F.sagepub. Dalam C. 2002. Why Business People Use the World Wide Web: An Application Of Uses And Gratifications Theory.com/2008/09/akses. Conservation work in Indonesia requires religious essentials. Akses via Ponsel Dongkrak Penggunaan Internet. Journal of ComputerMediated Communication. The Social Affordances of the Internet for Networked Individualism. Jonathan J. 2006. Diakses tanggal 20 Januari 2009 dari http://www. Diakses pada tanggal 23 Maret 2009 dari http://www. The Jakarta Post. Kenneth C. Selasa. No 1 (2005).un-documents.html Witmer. Book Review of Cyberactivism: Online Activism in Theory and Practice. 109. 2 September 2008. Ess and F.via-ponsel-dongkrak-penggunaaninternet/ .indiana.indiana. Diakses dari http://www. article 8. and Chutatip Taweesuk. Bisnis Indonesia. The Political Impact of New Information Sources and Technologies in Indonesia.edu/vol11/issue3/zhao. Zhao.php/journal/article/view/1537/1673 Winters.indiana. 11(3). Guo Bin dan Craig Calhoun.it. Proceedings Cultural Attitudes Towards Communication and Technology. 8(3). 1998. April 2003. dkk. 2002. Diakses tanggal 8 Desember 2008 dari http://jcmc.pdf World Commission on Environment and Development (WCED). 2002. Diakses 8 Desember 2008 dari http://jcmc.murdoch. Gazette. dan Zhou He.Wellman. Power. Media. 1998.au/~sudweeks/catac98/pdf/25_witmer.

php?lang=ind --------. Daily Internet Activities. Diakses dari http://www.unescap.id/dokumentasi/statistik. Indonesian ICT Indicators. Diakses tanggal 25 Maret 2009 dari http://www.pdf ------. Depkominfo 2007.pewinternet. Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia.-------.or.apjii. 2008.org/icstd/events/Info-Society-Stats-Workshop2007/Indonesia-ICT-Indicators. http://www.com/asia. PEW Internet and American Life Project. Statistik APJII (updated Desember 2007).org . Diakses dari http://www.htm#id -------. Asia Internet Usage Stat and Population Statistics.internetworldstats.

sekumpulan orang berenergi yang perhatian untuk mendapat pencerahan dari segala sesuatu yang berhubungan dengan energi.org/ Pemilik: Michael Dharmawan (dodolipet) Mailing List ini diperuntukkan untuk pemberitaan dan diskusi kegiatan relawan YPBB (Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi).id “Kami.org/powerswitch “Komunitas peta hijau yogyakarta” Afiliasi: www.or.” (Milis internal organisasi WALHI) Afiliasi: www.greenmap.420 pesan . 2002 2. 2008 Mar 25.or.id Energy_Troops 504 Dec 22. 2000 “Milis dari blog Aku Ingin Hijau” http://akuinginhijau. 2000 12.992 pesan “Mailing list bagi para pemrakarsa diskusi/debat seputar advokasi lingkungan hidup.walhi. 2004 3. Termasuk.panda. 2008 32 pesan “Ikatan Para Pecinta Lingkungan Alam dan Hidup Sejahtera” 183 May 17.LAMPIRAN DATA MAILING LIST Member dan Keadaan Milis-milis bertema isu lingkungan hidup Per 17 Februari 2009 Nama Milis Jumlah Anggota 60 421 Didirikan sejak Jumlah Pesan 34 pesan 4.terranet.222 pesan greenmapper_jogja 233 Mar 6. Energi untuk hidup.381 pesan Ket.” Afiliasi: www. Pada awalnya milist ini dimanfaatkan untuk komunikasi berkaitan dengan peringatan Hari Bumi 2000.” Afiliasi: http://ypbb.Tambahan Yahoogroups akuinginhijau bumi-bandung Feb 9.or.id/ CINTALINGKUNGANALAMSEJAHTERA Cumakita 18 May 24. energi yang terkait Pemanasan Global dan Perubahan Iklim.

com “Jaringan Pendidikan Lingkungan is an Indonesian NGO Network that work in Environmental Education (EE).” Afiliasi: www. 2006 1.126 pesan langit_biru 52 Feb 11.517 pesan . pertanian. 2005 1.” Afiliasi: http://www. We invite individual. JPL was established in 27 November 1996. istitutions and NGO that has and/or interested in EE programme to join the network. 1998 9.telapak. Khususnya Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) dan Suaka Margasatwa Pulau Rambut (SMPR). Komunitas relawan yang peduli pada kawasan pesisir utara Jakarta.id jpl 482 Aug 22. berbagi pengalaman dan informasi mengenai Pendidikan Lingkungan dan Lingkungan hidup di Sumatera Selatan.LAMPIRAN DATA MAILING LIST jakartagreenmonster 392 Apr 3. dll.” Afiliasi: www.654 pesan sahabat-walhi 186 Jul 29.com “Milis Lingkungan Indonesia .blo gspot. 2003 1. 2002 213 pesan lingkungan 2944 Apr 13.” Pemilik: http://www.or. perkotaan. sharing pendapat.org “Milis ini adalah media informasi bagi publik yang mempunyai interest dengan lingkungan dan WALHI.jakartagreenmonster. Milis ini adalah tempat berdiskusi segala masalah lingkungan. pedesaan.” “Group ini adalah forum tukar informasi mengenai lingkungan hidup.528 pesan plhsumsel 63 Mar 14. Media ini diharapkan sebagai media yang mampu mewadahi kegiatan diskusi.” “SAHABAT Telapak adalah individu-individu yang memiliki kepedulian terhadap perjuangan Telapak yang diwujudkan dengan aksi-aksi nyata.032 pesan sahabat-telapak 229 Nov 30.m-ruswandi.781 pesan “Jakarta Green Monster adalah komunitas relawan. 2006 2.” “Milis plhsumsel@yahoogroups ini merupakan media informasi dan komunikasi yang dikelola oleh Forum Komunikasi Pendidikan Lingkungan Hidup Sumatera Selatan.walhi. 1999 41. Individu-individu tersebut diharapkan bersepakat pada visi dan misi Telapak.

pendapat mengenai perubahan iklim. Sumber berita berasal dari majalah. Kegiatan Sahabat PILI terpusat di Kota Bogor dan sekitarnya.690 pesan (terakhir : Mei tahun 2006) Googlegroups walhiclimate 62 - - greenlifestyle Forum hijau Komunitas lingkungan 825 15 5 - - “Milis ini adalah milis internal Wahana Lingkungan Hidup Indonesia berkaitan dengan segala macam isu. "debat.pili. 2006 606 pesan Temukita 170 Dec 29. sharing dan kreatif kampanye" Afiliasi: www.or.” Afiliasi: http://www. Sahabat-PILI berbasis volunteer (relawan) dari PILI (Pusat Informasi Lingkungan Indonesia) yang terbentuk awal tahun 2006.id Afiliasi: Yayasan Hijau - . dll. koran. milis lain. jurnal.” shalinkers_jogja 78 Feb 24.701 pesan berita-lingkungan 973 Jan 19.or. 2000 9.id/ “Sahabat Lingkungan merupakan sebuah organisasi berbasis kerelawanan yang bergerak dalam isu lingkungan.walhi. diskusi. berdomisili di D. Yogyakarta. 2006 783 pesan “Sahabat PILI adalah komunitas yang terdiri dari individu-individu dengan berbagai latar belakang dan mempunyai minat serta antusiasme untuk membantu upaya penyelamatan lingkungan di Indonesia.walhi.LAMPIRAN DATA MAILING LIST sahabat_pili 187 Mar 15. dan telah memiliki anggota terdaftar sebanyak ±300 orang yang tersebar di kota-kota seluruh Indonesia. internet.or.I.” Afiliasi: www.id “Di milis Berita Lingkungan Hidup Indonesia ini disajikan mengenai beritaberita lingkungan hidup dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya.id Milist internal Sahabat WALHI.” Berafiliasi dengan blog http://greenlifestyle.or. 2006 3. Perubahan iklim adalah sinyal terakhir gagalnya model pembangunan global yang berlaku sekarang. perkembangan.

Meskipun demikian. Hikmarani. kemudahan.LAMPIRAN E-mail dari peneliti Untuk Informan Template surat untuk informan. nama saya Challida N.php?#/profile. Latar belakang dan rumusan masalah penelitian saya lampirkan agar Mas dapat melihat ruang ketertarikan saya.com/home.com Lampiran: Proposal Penelitian INTERNET DAN AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah menawarkan beragam kemudahan proses komunikasi dan pengolahan informasi bagi bermacam elemen masyarakat. Isi: perkenalan dan permohonan untuk menjadi informan.com/ Challida N.Hikmarani S-2 Ilmu Komunikasi Fisipol UGM Blok F no 12 Lanud Adi Sucipto Yogya 55281 0819 317 687 49 ranm_d@yahoo. Kecepatan. Saya mengenal Mas dari keaktifan Mas di sejumlah milis lingkungan. Walau saat ini usulan proposal saya masih dalam tahap revisi namun saya ingin mengetahui apakah Mas bersedia menjadi salah satu informan dalam penelitian yang akan saya jalankan. Saat ini saya sedang mengerjakan tesis di S-2 Ilmu Komunikasi Fisipol UGM dan mengambil penelitian berjudul "Internet dan Aktivis Lingkungan Hidup di Indonesia".facebook. Saya berharap dapat bekerjasama dengan Mas dan menggali lebih dalam bagaimana Mas memanfaatkan internet untuk menyebarkan informasi lingkungan. silakan tengok profil saya di http://www. masih belum banyak kajian yang menjelaskan bagaimana dinamika organisasi ataupun aktivis lingkungan 1 . Salam kenal Mas. termasuk oleh para aktivis lingkungan. Perkenalkan. Sebagai perkenalan.blogspot. silakan panggil saya Rani. dan fleksibilitas komunikasi yang ditawarkan Internet sebagai media baru dalam berkomunikasi pun tidak luput dimanfaatkan oleh elemen masyarakat sipil.php?id=687127695&ref=profile atau blog sederhana saya di http://rani-langitbiru.

Dalam kasus gerakan lingkungan hidup. Penggunaan beragam fasilitas di Internet oleh para aktivis ataupun pekerja sosial adalah salah satu contoh penggunaan internet di ranah sosial (non-komersial). e-mail dan weblog) dan baru dilakukan oleh sejumlah tokoh-tokoh kunci saja. Namun dari pengamatan pendahuluan terhadap sejumlah situs (website) dan mailing list lingkungan hidup Indonesia. kajian empiris atas penggunaan Internet oleh aktivis dipandang penting dan perlu dilakukan sebagai batu pijakan untuk memahami bagaimana 2 . pekerja dari organisasi maupun aktivis mandiri (non-afiliasi) sama-sama aktif bekerja mengkampanyekan beragam isu lingkungan hidup di Indonesia. Para aktivis ini umumnya memanfaatkan beragam fasilitas seperti e-mail. menjadi penting untuk menggali bagaimana Internet dipergunakan untuk menunjang aktivisme mereka. Gagasan awal penelitian ini berangkat dari pengamatan sederhana peneliti atas berbagai aktivitas dunia maya yang dilancarkan oleh sejumlah aktivis lingkungan Indonesia. LATAR BELAKANG Penggunaan Internet di Indonesia dalam satu dasawarsa terakhir telah meluas dan mendalam. Gambaran ideal penggunaan Internet untuk membangun masyarakat sipil dan memperkuat demokrasi barangkali terlalu jauh untuk dikait-kaitkan. Hal ini tentunya menjadi keresahan tersendiri bagi sejumlah aktivis serta pengurus organisasi-organisasi lingkungan hidup di Indonesia. sosialisasi. Hal ini terutama terkait dengan salah satu kemudahan yang ditawarkan Internet. penelitian ini akan mencari tahu bagaimana aktivis lingkungan hidup di Indonesia menggunakan Internet untuk menunjang aktivisme mereka. pemanfaatan Internet ole h masyarakat sipil di Indonesia belum banyak dikaji dan dipahami. mailing-list. Tidak sedikit dari mereka yang masih mengujicobakan cara-cara terbaik untuk mengoptimalkan fasilitas Internet dalam upaya menyentuh dan melibatkan publik. Oleh karena itu. Berangkat dari kegundahan teman-teman aktivis inilah peneliti menemukan celah permasalahan penelitian. Kondisi kontradiktif ini menjadi menarik untuk dikaji mengingat keberadaan dan penggunaan internet selama ini kerap dihubung-hubungkan dengan kesetaraan individu untuk terlibat secara aktif. penggunaan internet oleh LSM ataupun organisasi masyarakat sipil dinilai telah mampu mendukung dan mendorong kerja organisasi. aktivisme online yang terjadi tampaknya masih terbatas pada bentuk-bentuk tertentu (misalnya. Untuk kasus aktivis lingkungan di Indonesia. weblog. dalam lingkup permasalahan yang lebih luas. yang tampaknya belum cukup menyebar dan menyentuh masyarakat secara umum. Dan tidak sedikit dari mereka yang menjalankan programprogram kampanye lingkungan me lalui Internet. koordinasi. Salah satu kelompok masyarakat yang tak ketinggalan memanfaatkan berbagai keunggulan berkomunikasi melalui Internet adalah kelompok masyarakat sipil. yakni kecepatan dan kemudahan berkomunikasi. Meskipun begitu. menjadikannya salah satu alat komunikasi utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia. dan webpage untuk melakukan organisasi. Keterbatasan pemanfaatan Internet oleh aktivis lingkungan dalam lingkup yang lebih luas juga dikaitkan dengan kesadaran lingkungan.LAMPIRAN E-mail dari peneliti Untuk Informan hidup di Indonesia dalam mengoptimalkan potensi yang terkandung dalam Internet untuk mendukung aktivisme mereka. Namun. dan mobilisasi orang maupun informasi dalam berbagai aktivitas mereka. Secara umum.

Dengan latar belakang seperti yang telah disebutkan maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimana aktivis lingkungan hidup memanfaatkan Internet untuk mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia?” TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan memahami bagaimana aktivis lingkungan hidup menggunakan Internet untuk mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia. Kajian ini secara pragmatis diharapkan mampu menjadi masukan bagi aktivis lingkungan pada khususnya dan gerakan lingkungan hidup di Indonesia pada umumnya RUMUSAN PERMASALAHAN Gambaran kondisi fenomena di atas menunjukkan arti penting penelitian dalam wilayah kajian ini. oleh organisasi non-profit atau non-pemerintah serta masyarakat sipil telah banyak dilakukan di sejumlah negara. Hasil penelitian ini secara keilmuan diharapkan menyumbang pengetahuan mengenai penggunaan media baru. khususnya internet. penelusuran akan difokuskan pada penggunaan Internet oleh aktivis lingkungan dalam mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia. khususnya Internet. Kelangkaan bahan kajian juga tampak jelas untuk kasus penggunaan Internet oleh organisasi maupun aktivis yang bergerak dalam isu lingkungan. oleh kelompok masyarakat tertentu di Indonesia. Penelitian mengenai penggunaan media baru. sebagai sebuah kajian awal adalah penting untuk mengeksplorasi bagaimana aktivis lingkungan sebagai individu memanfaatkan internet sebagai media komunikasi baru. 3 . Secara tegas dapat dikatakan bahwa penelitian mengenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia belum pernah dilakukan sebelumnya. Oleh karena itu. Dalam penelitian eksploratoris ini. tetapi sangat sedikit yang membahas hal tersebut dalam konteks Indonesia.LAMPIRAN E-mail dari peneliti Untuk Informan proses interaksi. komunikasi. serta aktivisme dalam masyarakat sipil dapat membantu mendorong tingkat partisipasi publik dalam kehidupan sosial politik secara lebih luas.

oke deh :D biasanya.bisa saya ganggu? maaf.13-16.. atau Mas Ade.. hehe. biar ga kepotongpotong Halo Mas.. is it okay kalo aku panggil Mas. btw. bisa tolong cerita sedikit tentang siapa. Bang Ade menggunakan internet untuk apa aja? yang dulu sih untuk belajar buat website. misalnya? apalah yang lebih nyaman.39 WIB : online.hijaubiru... ini baru OL..LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Ade Fadli : 3 April 2009.. saya ke kamar mandi bentar.. pukul 15.he.. sejak Mei 2008 oke. sudah Bang terus Ade lagi. he.. kumulai ya. sebentar ya Mas.. di tahun 2001 dan sejak 2003 baru pindah ke timpakul. via Yahoo Messenger :1 ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: Siang Mas Ade. agak telat OL nya. bagaimana.gapapa Mas... sehari-hari. kalau di kantor dengan LAN kantor.. kadang sih cuma di HP kapan aja pake HSDPA atau di HP? 1 adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: .. :) karena kadang aneh.. atau mungkin ada panggilan lain yg lebih nyaman? Bang. sebagai Kepala Departemen Kelembagaan dan Pengelolaan Sumberdaya dan juga sebagai Pengkampanye Isu Hutan..org dan memfokuskan dengan tulisan terkait lingkungan hidup saat ini saya diminta membantu Eksekutif Nasional WALHI.. Bang Ade. ohoho. email. dan kesibukan Mas saat ini? baru kemudian ngeblog. sekarang tambah untuk FB pake internet dengan akses LAN di kantor kah? atau ada akses lain? saat ini pake HSDPA personal. diskusi di milis dan juga untuk ngeblog..

saat baru ada satu penyedia (kantor pos)... itu pas masih di kalimantan ya Mas? eh Bang :D yup karena ada kebutuhan informasi dan kebutuhan untuk memperdalam kebutuhannya datangnya dari mana? karena lagi iseng -iseng nyari informasi aja..aku sering denger sih.. mungkin beda dengan Yogya yang udah banyak pilihan. itu akan lebih cepat dan banyak informasi yang didapat apalagi di masa 97 . atau kalo internet di kantor lagi down.. ada info tentang koneksi internet yang bagus ? beberapa provider udah parah nih..LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: komputer ranm_d: adefadli: adefadli: kalo tidak sedang di kantor.-) yup. dan bahkan beberapa malah sangat terbatas. . ^_^ beberapa kota sulit akses lewat jaringan HSDPA. media masih terlalu tertutup 2 ... ya. btw. warnet dengan kecepatan dial up... sehari kirakira 12-18 jam menggunakan internet maaf. tapi aku pribadi belum ada kebutuhan itu jadi ya belum cari tahu sekarang masih pake wifi kampus atau ya ke warnet padahal penelitiannya tentang internet ya.tapi internet as social media sih :P ga dari sudut teknologi the world will be flat. ^_^ Bang Ade kenal internet sejak kapan? gimana tuh ceritanya? sejak tahun 97.. wahaha.... itu yang HSDPA biaya sendiri kah? yup rata-rata pengeluaran sebulan untuk HSDPA? saat ini 150ribu perbulan.. dan dengan internet.

5 jadi biar nggak hilang. apakah juga udah mulai digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain? saat ini. apa niatannya waktu itu? awalnya iseng trus? dan juga karena media cetak belum tentu akan selalu mempublikasikan tulisan yang ada.ie.com. yang mengirimkan info tentang timpakul. di luar negeri belum. mulailah diletakkan di blog sebelum pake timpakul. apalagi ketika bergaul dengan komputer. apa pendapat Abang tentang internet? memudahkan? menantang? menantang kali ya. ada keinginan untuk lebih mengeksplorasi kalau secara sosial. dan ketika ada internet. ya.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: iya. baru tahun 2000 mulai komunikasi dengan yang di luar negeri waktu memutuskan bikin blog.com (dan selama proses ini. timpakul tuh nama hewan kan ya Bang? kayaknya kapan aku pernah baca di blog Bang ade 3 ranm_d: . etc) nama timpakul diambil juga karena ini nama menarik. harus bisa belajar HTML dulu.hijaubiru Bang Ade ngeblog dimana? awalnya masih geocities. coba-coba di blogdriver. maksudku. untuk punya website. terus pindah ke blog. apakah di tahun awal-awal kenal internet juga sudah dipake untuk kontak dengan orang lain? seseorang di luar daerah atau luar negeri mungkin? dengan di luar daerah ya. kalau dulu. ya teknologi yang ada telah semakin memudahkan. blogs.. di awal-awal.memang ya. ada beberapa gagasan dan pemikiran dan harus terdokumentasikan.. lalu ke blogspot.waktu itu. kalau sekarang tinggal klik tiga kali engga...com. ada kebutuhan untuk mengeksplorasi. dan karenanya juga bisa ketemu dengan orang lain di dunia maya. sedangkan saat itu cuma punya disk 3.

... sehingga akan diingat. sewaktu pindah-pindah. yup yup.. paling cuma mengangguk dan berkata ya. lebih bisa berkreasi... ikan ini cukup tahan polutan dan menjadi indikator bagi sejarah intrusi air laut di wilayah sungai. ikan. juga ada media yang minta artikel untuk diturunkan dalam bentuk cetak dan satu trademark "tak penting. terus disampaikannya. akhirnya kompas menulis tentang timpakul. sebelumnya hanya tahu tentang timpakul sebagai ungkapan bagi orang yang oportunis.. " sudah jadi hal yang diketahui blogger lain sebagai ungkapan dari timpakul.. sebagian besar yang berbahasa Indonesia.. itu penting dan lupa. lebih lama di darat ketimbang di air. yang lain menyebutnya gelodok. begitu sih kebayangnya dan untuk isu lingkungan. satu kali di suspend oleh provider. pertimbangan Bang Ade apa saja kok akhirnya milih yang di hijaubiru? soal interface mungkin? atau ada alasan apa? karena kebablasan aja. tapi belum dengan domain. "ya. ada tantangan untuk membedah lebih dalam terkait dengan isu lingkungan. lalu yang penting yang mana.. sebaliknya... secara substansi: sering kali ketemu dengan orang baru dan saling berkenalan. kebayang bahwa ia akan be rpikir. ^_^ yeah.. Ada pengalaman menarik selama blogging atau ngelola timpakul? secara teknis: 3 kali di hack. kalau ada kalimat penting.I realize that. sebenarnya sampai sekarang juga masih pakai mirror di blogspot dan multiply dan dengan hosting sendiri. dulu kawan-kawan aktivis kaltim dikasih space oleh penyedia hosting dengan nama hijaubiru. kemudian iseng nye wa domain dan hosting dengan nama hijaubiru. masih pada sisi permukaannya..org dan keterusan. saya sering baca blog itu dan menggunakan tulisannya bagi berbagai kegiatan dengan yang lain" . terus diminta saya kelola.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 adefadli: yang menarik juga. dan banyak orang samarinda ataupun banjar yang lebih mengenal timpakul. apalagi sebelum 2007 4 adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: . dan juga isu lingkungan juga masih minor di kalangan blogger. timpakul. ada makna tertentu? atau emang itu catchy aja? tentang yang mana? tak penting? yup "tak penting" kalo yang baca ketemu kalimat tak penting.

makanya aku ambil topik itu. he..com/2007/08/5 -bloglingkungan-yang-kerap-saya. ada juga koen setyawan.Telapak juga ada Bang Andreas Iswinarto ...com.tapi mas jumadi aku belum kenal. siapa lagi ya..com/ ohya..akan aku kejar.. tatap muka ataupun lewat media lain (iklan misalnya) ini yang ditulis antubanyu: http://antubanyu.. boleh tau siapa aja yang Bang Ade kenal? yang sering ya 2 orang itu.ruangasadirumahkata.... ntar aku coba liat dulu oke.alamat blognya mungkin.. oke... aktivisnya masih belum banyak.. kalo mas Djuni aku sudah kontak dah wawancara.. itu nama aslinya kah? aku belum pernah ketemuan dengan dia.. 5 adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ...bisa cerita siapa mas Jumadi? hapsoro. tapi yang langsung terbaca punya blog dan "ketahuan" nama aslinya cuma sedikit oke..bener bgt. ini blog hapsoro-......LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: iya. djuni..atau dia aktivis dimana? hapsoro di Telapak.. aku sudah pernah ketemu sama page antubanyu.setelah melihat fenomena "kebangkitan" para aktivis lingkungan di internet sebagian besar blogger yang bicara lingkungan bukan aktivis juga kok.blogspot.blogspot....he. paling jumadi..blogspot. aliensangperempuan.. ndobos.. nama blognya apa ya. apa keunggulan menggunakan internet untuk berkomunikasi dibandingkan dengan lewat telepon.http://zumux. yang pasti ng update. lupa deh. kalau buat Bang Ade.blogdrive.com aku sejauh ini dapet informasi dari google . btw tadi mas jumadi gimana Bang? gimana apanya nih.html murah dan luas dan juga ada kebebasan dalam mengungkapkan. hehe..

Bisa disambung nanti jam 5 atau besok-besok aja lagi? besok-besok aja ya....LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: maaf mas. makasih juga 6 . jam 5 mau ada rapat.... Selamat bertugas! :) ok.mo sholat. Oke Bang Ade.. terima kasih untuk sejauh ini.aku ijin dulu.

. Bang? biayanya lebih murah dan jangkauannya lebih luas Bagaimana dengan pandangan bahwa untuk Indonesia... terutama radio interaktif. pukul 15... tatap muka langsung ataupun lewat media lain? ehm. internet menjadi efektif. melalui i-radio dan radio biasa hm. kali ini aku masih nyambung dikit tapi lebih banyak tentang penggunaan buat isu lingkungan Ini satu pertanyaan yang waktu terakhir belum kutangkap dengan jelas jawabannya. Menurut Bang Ade...bener. dan sebenarnya bisa dikombinasi antara internet dan radio..43-18.bener.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Ade Fadli : 7 Mei 2009.07 WIB : online.. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah cara hidup atau cara kerja Bang Ade selama ini ? BangAde? 1 ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: . Bang. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: sore bang :) sore kita mulai aja ya? refresh dikit.waktu aku wawancara Bang Ade bulan lalu. kampanye lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? untuk kampanye ke kelas menengah. beberapa radio daerah juga ada chapter lingkungan ok.... untuk indonesia dan isu lingkungan. udah ada yang nggarap sektor radio belum Bang? ada greenradio jakarta. kita udah ngobrol tentang penggunaan internet Bang Ade secara umum. apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan lewat telepon... tapi tidak untuk ke kelas atas atau pun kelas bawah untuk kelas bawah cocoknya apa dong? padahal koran pun dianggap masih konsumsi masyarakat menengah? radio radio akan sangat cocok untuk kelas bawah.

. nggak harus ketemu. saat ini sedang tesis untuk ilmu lingkungan. dan sejak 4 tahun lalu..LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: yup oke. Bang Ade latar belakang pendidikannya bukan IT kan? bukan..... karena menentukan kualitas koneksi internetnya berarti udah ga terpisahkan dong dengan internet? ya. aku belajar formal ilmu kehutanan. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah cara hidup atau cara kerja Bang Ade selama ini ? internet 20/7 :-) :)) kaya lagunya siapa ya. saykoji kali ya.....ya jauh ya. Bang.. itu almamater Abang kan? yup kan dekat lhoh bukannya kalo di Eksekutif Nasional harus stay di Jakarta? yup udah mulai bikin tesis juga Bang? Tentang apa? politik konservasi di kaltim sip sip. yang online itu lho kebayang. saya kerja jarak jauh dengan kawan-kawan. tentang politik konservasi S-2 di mana Bang? di unmul. yup 2 . termasuk untuk rapat-rapat selama ini lancar? maksudku untuk rapat jadi pake teleconference gitu? ya tergantung lokasi berada... samarinda weih. aku lanjut lagi ya.

tapi. maksudnya itu yang didiskusikan di awal sebelum menikah :-) oh iya ya. bisa dibilang cinta karena sering ketemu ya Bang :D apakah itu juga alasan kenapa memilih isu lingkungan sebagai topik blog? inilah yang menemukenali diri saya. dan akhirnya berada dalam isu lingkungan hidup sebenarnya nggak cuma masalah lingkungan hidup. Apa makna atau arti penting internet untuk anda? Secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga.. :) 3 adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: .maaf kalo agak sedikit mengulang. juga tentang bagaimana aktivis bergerak di samarinda kemudian saya 'dipaksa' berkuliah di kehutanan. oke... “berpisah” dari internet? internet sebagai alat bantu komunikasi.... ketemu dengan kawankawan yang doyan ke hutan terus ya. hutan dan situasi lingkungan di daerah.. 'dongeng' harian adalah cerita tentang bagaimana sungai... untuk mendengar cerita wow.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: maaf.. dan di daerah banjir. hehe.panjang juga ya sejarahnya...kalo boleh tahu.. sesekali pertemuan di kampung. Bang Ade sudah menikah? udah kok jd nanya nikah ga. tapi juga masalah pendidikan dan teknologi informasi. istilahnya jembatan mencapai tujuan.. pernah jadi notulis setiap pertemuan tentang SDA dan LH jadinya mendengar dan mendengar..sip lah.. Bisa ceritakan “sejarah” atau alasan sehingga Bang Ade dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? rumah saya sering kebanjiran.. next.istri pernah keberatan ga dengan lengketnya Bang Ade ma gadget? :D itu yang didiskusikan di awal maksudnya? apa ya Bang? kok aku cari ga ada. internet menjadi penting untuk menurunkan biaya komunikasi dan keterjangkauan target komunikasi ooke...

itulah yang dituangkan. :-D hehe :D berarti selama ini ide posting memang lebih banyak dari perenungan ya Bang? kan ada tuh yang ide posting justru keluar setelah blog-walking ada yang blog walking . selama di jakarta semakin nggak produktif. apa masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? dalam kultur tradisional komunitas di Indonesia. terlalu nggak nyaman untuk berpikir-. melihat... hanya dari website ke website. ada target atau rencana pribadi gitu ga sih Bang.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: Dalam mengelola timpakul.... karena setiap pagi harus dimulai dengan membuat otak bekerja selama 5 menit.udara jakarta. karena media diskusi.. karena masalah lingkungan yang paling sering.. dan telah ada bagaimana mengelola alam secara seimbang seiring dengan masuknya teknologi dan sistem ekonomi dunia saat ini. :-) :) Menurut Bang Ade. dan juga menjadi semakin sedikit melihat dan berbincang tentang sesuatu. YA.. tantangan mengelolanya sih kalo koneksi internetan nggak ada ataupun kalau hosting nya bermasalah selebihnya sih.. menikmati banjir. apa tantangan yang dihadapi selama ini? ya.. budaya lokal harus bertarung dan cenderung dikalahkan oleh pelayan publik ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: 4 . dan juga lainnya tentang pendidikan dan IT. ditargetkan satu tulisan setiap pagi. sudah di jakarta. tapi juga pasti akan dikaitkan dengan yang ada di sekitar lebih mudah mencerna yang ada di sekitar deh kayaknya.. belajar menjadi sedikit.. makanya bakal balik lagi ke s amarinda..harus posting tiap hari atau apa gitu? atau lebih fleksibel aja? sebelum ke jakarta.. jadi nggak nentu. masalah waktu aja. karena media belajarnya berkurang isu blog merupakan pemikiran yang ada di kepala. gagasan semakin sedikit. walau menjadi minor maksudnya kalo di jakarta jadi ga produktif tuh apa Bang? ya.

yang sangat melihat keseimbangan alam yup Demikian juga komunitas budaya lainnya.ya. menganalisis foto seksi dulu pernah diajar satu semester tapi dianya ga pernah dateng 5 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: .. yang akhirnya tahun 65-67 mulai mengobral kekayaan alamnya. Roy Sukro juga ngajar disana ya? ga dulu pernah dosen luar biasa.padahal ga sedikit kan masyarakat yg sudah (sok) berpikir dan hidup dengan gaya modern? Atau terputus dengan pemahaman budaya yang pro alam. namun berisikan bagaimana sejarah keseimbangan alam tapi saat ini sudah ilang. Pemerintah sudah diintervensi kepentingan asing... dan tata letak bangunan. andai saja ada yang mendengar dan mewujudkan mimpi mereka..jadi ya emang tanggung jawab banyak pihak ya.. tanpa pernah dilihat lagi filosofi budaya itu sendiri trus gimana. karena dia alumni waktu itu ngajar teknologi komunikasi dan fotografi cocok ma hobinya skrg :)) hmm. pendidikan menjadi kunci jawabannya gaya hidup akan terbentuk oleh informasi dan pengetahuan yang diterima yup... secara budaya memiliki cara dan model penempatan bangunan... dari tahun 53. akhirnya harus tersingkir dan meng hilang budaya hanya tinggal sebagai etalase budaya. sekitar lima tahun. akan ditemui di banyak kampung di negeri ini... bukanlah semata pengantar tidur. budaya dongeng. Pe raturan perundang-undangan yang dibuat sudah sangat jauh dari konstitusi dan cita-cita pendiri negeri hm... tanggung jawab PEMERINTAH bukan tanggung jawab banyak orang. jenis bahan.. ya. dan bukan menjadi manusia yang hidup di indonesia.. sistem pendidikan di Indonesia diarahkan menjadi penghasil robot intelektual... dan secara perlahan.. :-) dan celoteh seperti itu. btw. Tapi ketika bertarung dengan sistem ekonomi global. kalo di Indonesia..LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 adefadli: Jawa misalnya.

... kumpulan tulisan kami belum pas juga untuk jadi buku . dan perlu di sebarluaskan melalui media tertulis. liat aja di: http://alien. :) oke...penerbit sebenernya selalu mencari naskah bagus tergantung penerbitnya juga sih.org/ ada file pdfnya.. sangat individualoriented.hijaubiru.adefadli. he. adekku kebetulan jadi proofreader di penerbit Bentang cuma kadang lebih ribet pas ngurusnya.he........lanjut ya Bang. Dijawab dengan gayanya yang gitu deh...masalah royalti dll ya. dan nanya.. kalo Pak Onno punya 2 Miliar akan buat apa... yup.. misalnya lebih ngelihat bahwa penting memulai dari diri sendiri. aku pernah ikut seminarnya sekali itu juga jadi penyemangat untuk terus ngeblog sebenarnya udah ada draft bukunya yang jadi kumpulan artikel saya dan istri saya wah.. ga juga Bang.... jadi tetap dalam bentuk e-book aja kali.. Bang Ade menangkap itu juga ga? ini pemikiran dari para pembawa pesan lingkungan Indonesia juga ada prinsip Atur Diri Sendiri dan kemudian juga sekarang ada prinsip Atur dan Awasi itu tergantung darimana belajarnya.he. karena banyak pengetahuan yang belum tertuliskan.. he.. saya tanya.trus? tp belum ada yang mau nyetak kali ya. trus dan informasi dari mana yang ditangkap sebagai sebuah kebenaran dalam pikiran kita 6 ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: . :-) saya pernah ketemu dengan Pak Onno W Purbo..LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: adefadli: adefadli: jadi aku ngulang kuliah itu begitu dosennya ganti kan dosen biasa di luar.. ya ada gaya kebarat-baratan dalam melihat masalah lingkungan saat ini..... kenapa buku? kata beliau.. supaya kemudian mereka tertarik untuk terus mengembangkan pengetahuan. kan sama-sama buku. bikin buku.

bener ga kalo aku membaca bahwa banyaknya orang yang peduli lingkungan krn tahu lewat internet kemudian jadi lebih condong ke pandangan pertama? ya karena taunya juga dari informasi-informasi di luar negeri lebih ke life style kalo cuma baca yang positivis bisa begitu. pasti akan mikir deh... baru sampai ke mulai dari diri sendiri... mantap bangets pemikiran begini biasanya akan selalu berbenturan.... Kades. Gubernur. Baru mungkin beberapa tahun lagi tergrak untuk bergerak bersama ketika ada benturan.. karena memang informasi yang lifestyle jauh lebih banyak dan lebih bisa diterima langsung. bisa berbicara memulai dari diri sendiri. Camat. masa yang nulis aja yang mikir. menjadikan proses pengrusakan lingkungan di Indonesia itu dipimpin. Aku berharapnya ya karena memang lagi fasenya aja. terutama kepada pimpinan wilayah (Walikota. kalo juga baca pemikiranpemikiran lain tentang Green (semisal greenleft) itu bisa jadi yang kedua...tergantung kenyamanan orang juga. ayo bersatu untuk melawan pengrusakan lingkungan.... he..he. sangat sedikit dan ngajak mikir bersama. Lurah...... mengubah dari diri sendiri penting tapi upaya kolektif juga penting kan karena masalah lingkungan tuh kompleks dan sudah sangat besar sekarang yup...sip. hehe.. kalo baca timpakul kadang suka gemes..... ataupun pejabat politik lainnya). :)) ya sih ya.. Indonesia bukan negara kecil.. he. kalo yang gerakan.gitu ya ternyata.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 adefadli: ketika melihat masalah di Indonesia.. seperti negara Eropa ataupun AS yang punya kewenangan kuat di setiap distriknya Pemerintahan yang masih semi-sentralistik.he.... emang... lakuin sendiri dulu deh. yang baca nggak mikir. biar mikir.kan selama ini aku agak kesel juga kalo ngelihat orang-orang yang merasa "cukup" dengan apa yang mereka lihat sebagai "usaha pribadi" cukup dengan mengubah gaya hidup padahal kan ga cukup. dengan . 7 adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: .uraian Bang Ade barusan cocok bgt untuk menjawab "argumen" beberapa orang ya.. Wah. sampai beberapa saat.... jadi bisa jadi yang baca juga cape mikir.. makanya blog saya cenderung meletakkan benturan dulu. antara yang bilang.. untuk level tertentu. tidak lagi bisa cuma bilang harus dari diri sendiri..

. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? dalam gerakan luas dan global.. karena sistem ekonomi globalnya masih berbicara tentang pola konsumsi. hingga didapatkan sebuah perlindungan bagi korporasi.... dan ada kategori urai. kedalaman bahasan) tapi kemudian aku sadar juga. tapi setidaknya akan mereduksi jauh lebih besar permasalahan lingkungan dibandingkan bila tidak ada internet exactly Bagaimana pendapat Bang Ade bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? kawan-kawan lingkar hijau bandung menyebutnya greenfashion. :) Menurut Bang Ade. tapi harusnya hijau itu bukan trend.. karena bicara tentang dinamika alam kenapa? yang akan terus bergerak dan berubah hingga menemukan bentuknya. semisal kertas.tinggal bbrp pertanyaan lagi nih ok beberapa itu pasti lebih dari satu.. yang memuat tulisan yang lebih panjang. kenapa kemudian lingkungan hidup itu menjadi penting. IT masa depan juga akan membantu mengatasi beberapa persoalan lingkungan. tapi selalu diusahakan.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: "Yeh..nulis kok cuma segini" (dlm hal ukuran.. oke deh karena dulu wordpress belum ada tag. internet menjadi media yang sangat dimanfaatkan dan bermanfat bagi aktivisme lingkungan.. ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: 8 .. tidak menjadi pemikiran utama.baca cuma pengen dapet sesuatu secara gratis :) sekarang juga memang lagi nggak cukup waktu dan nggak cukup belajar untuk bisa menuliskan tulisan yang lengkap...males amat sih. walau juga akan ada masalah lain. saya menyebutnya conserfashion menjadi trend iya. kalo ada dari dulu. agar kemudian setiap orang akan bilang bahwa telah peduli lingkungan. jadi sampai sekarang juga nggak pake tag.. oke Bang.... saat ini isu hijau hanya sebuah "permen" yang dibagikan. terkait bahan pembuat laptop dan jaringan internet.. yupp... sebenarnya bisa mulai diklasifikasikan dan menjadi urutan tulisan isu tertentu..

... yup... detik ini. untuk pemenuhan hidup bagi sebagian kecil kelompok di dunia ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: hhh..menyedihkan.com juga..stay in touch with the issue itu satu hal yang at least bisa kulakuin sip.... smangat... mungkin itu ya pentingnya networking :) ya...... kecenderungan karakternya sama-sama aja tuh. :) Ohya.. berarti kekalahan akan tercapai dengan cepat.trus jadi agak "males"..he.keyakinan itu yang harus terus dibangun ya Bang. orang yang gembargembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) berapa banyak orang yang punya kepribadian ganda? mungkin itulah yang terpisah. dan tergantung keyakinan bahwa cita-cita perjuangan akan tercapai...trus jadi bete.. :) ahaha.. gimana dengan pandangan dan sikap sejumlah orang yang melihat kehidupan online dan offline itu "terpisah"? (Misalnya. nggak harus sedih juga..aku sendiri juga tipe yang "lurus".... kalo semakin banyak "pejuang" yang putus asa... kayak iklan aja nih.. memang ada hambatan sosial ketika menerapkan di offline apa yang jadi di online..... saya belum tahu kalo di travian.. ribet punya banyak jatidiri :D ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: 9 . :) iya. ini harus jadi penyemangat......) oke. gitu ya? Tapi ada masa aku ngerasa sangat marah dan kesal. belum serius ikutan sih... walau terkadang belum terhubungkan.... ada pilihan jalan lain..... supaya tetap semangat dan yakin bahwa tidak sedang melakukan sesuatu sendiri.. dan ketika berinteraksi di erepublik.. sedikit putus asa... dalam sebuah game: secondlife bisa jadi menggunakan kepribadian yang beda.. ^_^V buatku pribadi. he..... sedang banyak manusia yang sedang bergerak untuk hal yang sama....LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 distribusi dan produksi. (hmm. tapi lebih banyak yang sebenarnya sama saja....cuma mo nanya aja persepsi Bang Ade.

. koneksinya putus nyambung kayak lagu. dll.. tapi setidaknya google earth sudah membantu untuk memperlihatkan peta kondisi ekosistem dunia hmm.net tapi udah ada yang ngembangin. laut.. kalau sudah ada teknologi yang lebih murah. internet bisa untuk donasi... ada orang per orang yang menulis / nge-blog tentang lingkungan dan ada di satu halaman.pertanyaanku yang terakhir? btw udah wawancara pangeran charles: http://www.sip Menurut Abang.. donasi..oke.. Kalau Bang Ade memiliki waktu dan kesempatan lebih.com/read/2009/05/06/114646/1127082/455/selamatkanhutan-pangeran-charles-andalkan-myspace milis iya.. dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk menyebarkan informasi/ menyelamatkan lingkungan? dengan cara apa lagi ya? karena dia jembatan. satwa. berlangganan milis bertema lingkungan. baru m-banking oke. voting dalam petisi online. ada yang miss? ga. donasi lewat e-banking....LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: Selain memiliki sebuah blog dengan isu utama lingkungan.. petisi online ya. tergantung yang ngelewati jembatannya.iya banget. bisa untuk aliran informasi internet bisa menjadikan banyak orang memantau perkembangan hutan. koran komunitas atau lainnya. apa yang paling ingin dikembangkan dari blog timpakul? dulu berkeinginan semodel beritahabitat. sekarang lagi ingin ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: 10 . apa Abang juga memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? (Misalnya. oke.detikinet. hmm.. komunitas volunteer iya. belum e -banking.. Ujung jembatannya bisa jadi radio komunitas... dari pada nyari-nyari kemana-mana.. :)) so..last one. gabung dalam komunitas volunteer via internet/milis) Bang? oke? maaf...

pengen punya tempat belajar free untuk belajar dari alam dengan ada akses internet yang juga free.hijaubiru.adefadli. di blog bang ade dan istri yang tadi link-nya dikasi ke aku. biar lengkap respondennya: http://news.com/timpakul/docs/pertautanruanghidup ini link pdfnya: http://alien.... kalo di "offline"? kalo mimpi ke depan sih. politikana.adefadli.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 seperti blog-indonesia...hijaubiru.org/wp -content/uploads/2009/04/liaf-buku06_09.udah kusimpen. tapi belum ketemu program yang ringan dan pantas adefadli: sekarang lagi ngumpulin link lingkungan pake delicious dan ngomporin kolom berita online punya tag lingkungan hidup (kompasiana..org/pertautan-ruang-hidup.yahoo.. dengan komputer yang jaman batu... hm. makasih juga....lagian kayaknya tenggatku ga kekejar kalo harus nunggu pak-nya satu itu :P btw..html dia langsung tampil dalam flash: http://issuu.com) wah sip sip.punya sekolah alam tapi full koneksi internet kalo kata pak Onno sih bisa bgt :D btw.pdf ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: oh oke sip.com .udah maghrib nih.dan sepertinya pertanyaan saya sudah semua... makasih sekali untuk obrolan yang hangat dan menyemangati :) ok. iya ya. kayaknya beneran harus wawancara pangeran charles tuh. semoga sukses dan tetap semangat 11 ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: .com yang khusus isu lingkungan hidup.... kok aku ga bisa nemu ya e-book nya? Bang? ada di page: http://alien...com/s/afp/20090505/en_afp/usbritainenvironmentclimateroy alsinternet wahahaha :)) gimana caranya yaks? :P yah.. nggak ada alamat email atau ym nya prince's sih.aku juga ada impian kayak gitu. oke Bang...

) 12 .LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: siap!! :) salam untuk mbak Alien .

aktivitas kamu sekarang apa aja. groups yang km join hihihiii. pukul 16.00 WIB : online. tapi lagi off karena ribet tesis..)) ah kamu :P 1 biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ... lagi ngerjain tesis di UGM. sibuk FB ...LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Armely Meiviana : 7 Mei 2009. ya gak beda ma orang-orang...gw aja sampe lupa :-) cerita dong. aku Rani..kita mulai aja atau mau kenalan dulu? hehehe terserah aja well. hehehe. Aku tertarik dengan topik ini karena juga punya concern di lingkungan... Sempet volunteer di Sahabat Lingkungan Walhi Jogja..15-18. via Yahoo Messenger :1 ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: Hi Mely :) yellow dah senggang nih? sedikit lebih senggang tapi udah gak mumet lagi :-) ehehe oke. sebelomnya s1 ny apa? comms jg? ilmu komunikasi juga iya.fisipol mely HI ya? eh kok tau? fisipol ugm yak kan ada di FB.

karena ngajarin mulai dari " Bapak-tadi-berangkat-jam-berapa?" :D Mely sendiri freelance di bidang apa? Aku ada rencana mau ke jakarta setelah nikah....Indo buat orang asing..LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: maksudku. tapi lagi off wah seru tuhh apanya? :) kerjaannya ngajarin bule bhs indo :-) hehe.. guru B.. wah kalo gue kok kebalik. pengen kerja tapi ga pengen yang tetap juga.. tapi kebetulan aku dah yang kelas tinggi....katanya hobi :-) eh gue sambil ngapa-ngapain ya oke.. kerja kah? atau sibuk apa gitu? kalau kesibukan yang memberikan penghasilan..Ing. guru kursus B. kerja dimana Mel? gue freelancer di bidang apa? rani sebelomnya pernah kerja juga? ato sekarang kuliah sambil kerja? pernah macem-macem waktu kuliah.kami juga ga berencana tinggal lama-lama banget Eh Mel. hehehe. terakhir jadi asisten dosen di almamater... freelance bidang apa? awalnya sih di urusan komunikasi 2 .iya..pengen cari kerjaan di jogja gak betah tinggal di jkt :-) iya :( aku juga males tapi kasian cowokku.ya kerja kalau yang gak menghasilkan... yah bertahap lah..aku juga kok. jadi mereka dah mulai diajak diskusi kalo di kelas bawah aku ga sabar banget.

kayak penerjemah atau editor naskah ga suka banget ma jalanan jakarta huahaha. awalnya gimana.....kapan-kapan lagi ya? atau aku kirim aja file daftar pertanyaannya aja gimana? eh sori 3 . lo mau gue bisa :D hehe.gak ada saya bilang.trus gimana sorry eh sorry waktu itu si marc tanya-tanya tentang milis yang ngebahas tips -tips lingkungan di indonesia setahu s aya yang ikut banyak milis.iya samaa sekarang sejak jadi freelancer.untuk urusan tulis menulis oh gitu..LMGB...aku harus pulang..LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: tapi lama-lama bisa apa aja.. web.. terus.kumulai aja ya. jadi males keluar rumah males kena macet oke.siapa aja yang terlibat? kenal Marc dimana? waktu kerja di WWF dia suka trima orderan dari WWF. yang ngelola cuma kalian berdua? yang full time emang cuma kita berdua tapi ya? Mel. fb...sesi "serius"nya ceritain dong tentang GL alias green lifestyle. dll trus... blog.multitalented :D aku pengen cari sambilan yang bisa dari rumah. kamu bikin aja marc eh lalu akhirnya kita ended up inisiasi milis seperti itu jadi awalnya milis? bukan blog? itu lanjutannya.... lewat internet aja.

.tentang kerjaan iya mending gitu aja aku kirim lewat YM aja ya.yah.. bentar gak lewat imel aja? kucoba dulu sudah? bisa dibuka ga filenya? yepp oke..LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: barusan ada telpon..tolong diisi aja dulu dan dikirim ke aku kalo udah. same here 4 .. ntar kalo masih ada pertanyaan lanjutan kita chatting lagi deh ya :) aku pamit ya Mel :) ok ok nice to chat with you sori yakk gapapa..

btw. boleh tanya sedikit ga. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: Hi Mel :) holaaa gimana thesisnya? :-) on the run nih :P mulai analisis data... belum pernah kualitatif gini soalnya :D menantang hehe wah asik dong seruuuu.40 WIB : online.... gitu deh.. agak repot juga. pukul 14. background dia bukan komputer tapi ada kaitannya ma biologi gitu deh 1 biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: .kudu nanya ma dia :) secara gue juga gak inget yah.karena waktu saya di WWF.dan ternyata konsultannya dia ah ya.konsultan yang biasa dipakai WWF untuk bikin web content adalah Marc cuma biar aku tahu setting sih jadi pas project saya harus bikin halaman website.. wah kalau latar belakang dia. trus gimana kalian bisa kenalan....dia bilang kalau dia backgroundnya ilmu komputer gitu.... Boleh tau ga latar belakang dia? Maksudku kok dia bisa nyampe "nyangkut" di Indonesia.11-16. Dia bilang di Indonesia sejak lima tahun lalu.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Armely Meiviana : 31 Mei 2009....paling ga yg setau kamu kalau kami berdua bisa kenal. agak out of context sih boleeeh aku kan dah jadi ngobrol ma Marc juga..

..gak otomatis jadi WNI kan? kayaknya ga deh Mel.. yah setidaknya kalo artis-artis yang kawin ma bule mah :D yah. terkait suatu penelitian tertulis.. anaknya mungkin. the venture for knowledge IS suppose to be endingless.. cuma pengen mastiin aja.pada satu titik harus bisa bilang "berhenti.org udah kubuka kemarin .kliennya gak cuma dr indonesia coba kamu buka webnya dia www.ya gini deh...ya mungkin aja dijalankan terus. ouww hehe. mungkin aku bisa mempertimbangkan posisi dia.. tapi peneliti harus bikin batasan. 2 ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ..dunais..padahal kan ga mungkin ngejar info terus.ya gitu deh.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: lha terus. fokusmu sampai segini aja dulu". karena masih suka harus perpanjang visa eh tapi kalau di Indonesia..... kalau batasanku aktivis lingkungan Indonesia. mau tanya dia tengsin. agak-agak nosy.kalau gak salah dia kerja magang gituh tau ga dia WNI ga? soalnya waktu kemarin mulai baca-baca data gitu aku malah kaget sendiri.. takut dia tersinggung atau malah aku malu sendiri :p kurang teliti nyeleksi informan :D dia belom WNI. tapi kalo dianya ga deh.. kalau kawin sama orang Indonesia.kerjaan menganalisis kalau dipikir agak-agak kayak detektif. btw. gapapa. tapi juga agak imajinatif huehehe :D mungkin ada pertanyaan-pertanyaan yang gak terjawab dari informasiinformasi yang didapat ya atau informasi-informasi yang ada malah menimbulkan pertanyaanpertanyaan baru haha... iya. bisa jadi dia ga termasuk... berarti dia memang kerja di Indonesia gitu? apa gimana? dia emang udah 5 tahun kerja di Indonesia waktu dia awalnya ke Jakarta.kalo ambisi pribadi sih... dia kliennya ga cuma dari Indonesia aja kan? maksudnya. kecuali dia khususin kerjaannya buat isu lingkungan di indonesia. yah setidaknya.kepepetnya informasi dari dia buat ndukung info darimu aja.

baru dia upload? udah pernah ke webnya GL? udah...silakan kalau mau lanjut sama aktivitasmu. gapapa ya...ya tinggal upload sendiri hehe. tapi setelah itu kita spontan aja cari-cari sendiri soalnya kan udah mulai rame.. :) biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: 3 ... apa yang biasanya dijadikan pertimbangan saat memilih topik? awalnya ada..dah pada saling mengerti nih yee.. hhehehe. apa di web udah di-upload atau belom kalau belom. ceritakan kebiasaan “rapat” atau musyawarah yang biasa dilakukan? Misalnya. masing-masing aja.....tinggal liat aja.. every weekend...lha kalau mau ada yg upload.. Thanks ya dah mau kugangguin no problem klo ada yg perlu diklarifikasi lagi..ya silakan aja sendiri-sendiri gitu? atau dikumpulin di salah satu. adakah semacam “rapat redaksi” untuk menentukan topik-topik yang akan dibahas dalam seminggu/sebulan ke depan? Bila ada.... agenda.muntahin aja :-) :)) oke..sila :-) ada sih.tapi kita udah tahu materi seperti apa yang bisa untuk web GL nanti kan kalau mau ditambahin sama yang laen..ya dah.topik macem-macem bisa datang dari para anggota oh gitu.tapi belum ampe merhatiin gitu kita biasanya bagi tugas seminggu 1 x. untuk blog dan milis GL.jadi inget... update web GL nah isinya kan cuma: tips. film & ilustrasi artikel sejauh ini masih ambil dari web-web berita yang dari milis cuma yang ada di bagian tips yah gimana yahh intinya sih kalau mau upload.. ada beberapa yang masih ngganjel.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: yoih... artikel...ngerti kok kitahh :-) hehe.

.weekender-nya Jakarta Post. padahal aku punya sekitar 8 informan. yaya.ketahuan telisiknya msh kurang :D ya nih.. bukan blog atau websites yg mereka kelola.. juga pendanaan? publikasi... ngelo la milis atau cause. bagaimana manajemen di dalam GL? Misalnya terkait dengan koordinasi internal...... dll weekender tuh apa? majalah bulanannya GL Jakpost btw saya pikir tadinya kamu member GL... eh kalau boleh tauk.... ternyata bukan ya? :-) hehe. huah.. ajakan buka stand/bikin acara. hehehe.. dari honor dari weekender + hasil penjualan + 15% dari keuntungan para penitip barang dagangannya di stand GL koordinasi internal.. belum ampe segitunya...tauk.narasumbernya dari mana aja? ada mas Djuni Pristyanto. yang punya Go Green Indonesia. semua punya blog. mm. publikasi.. yang ngelola milis "lingkungan" kamu dan Marc (kalo jadi) bang Ade Fadli. energinya butuh banyak banget. :P owalah. banyak bgt.. belum aku ulik satu-satu... kirain weekender tuh nama jabatan :D bego banget atau kamu belom mampir ke blog nya GL? disitu kan ada box khusus 'artikel GL' udah kok :) tapi baru lihat-lihat.hanya dilakukan saat-saat dibutuhkan misalnya mau ada acara kunjungan.. makanya batasanku aktivis as individual.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: oke. yang punya akuinginhijau. masih SMA timpakul bukannya punya mas djuni ya? Michael... di walhi dan yang punya blog Timpakul Melinda.utk weekender kita dah bikin daftar topik selama beberapa bulan ke depan + daftar calon penulis + deadline oke.org 4 biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ..... pendanaan.member as a consequence of researching.mungkin yang selanjutnya agak mirip.

. situs di internet.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: bukan.aku ingin hijau & greenpressnetwork bagus tuh yup... untuk menilai suatu artikel atau berita tuh "baik" atau "benar"? oh klo artikel lain lagi di web GL artikelnya msh copas (copy & paste-red. iya.. misalnya.tapi buat kamu sendiri (terlepas dari yang kamu tulis khusus bwt GL).. yang punya akuinginhijau.. eh. dari Greenpressnetwork nyampe ga? sampe oh iya. kamu pnya pertimbangan tertentu ga. dari Greenpressnetwork oh itu punya nya anak Walhi yak eh. Melinda.aku lanjut ya.....org sama baru kemarin mulai wawancara sama Marwan Azis.tentu pernah kan search berita atau artikel.peneliti) dari situs -situs berita terpercaya 5 ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: .. yang punya Go Green Indonesia. oke... bagaimana kamu bisa yakin informasi itu benar dan dapat dipercaya? Apakah kamu juga “menguji” dulu tips-tips/ info yang kamu berikan? tips -tips yang ada di web GL bukan hasil browsing di internet tapi hasil diskusi para anggota milis atau hasil implementasi dari anggota mm.. nah. brarti tujuh ding. saat membaca dan memilih informasi dari sumber lain.timpakul tuh bang ade sama baru kemarin mulai wawancara sama Marwan Azis. eh 4 lagi sapah? gue cuma terima mesejnya sampe ade fadli he? ntar... masih SMA Michael.bang Ade Fadli.. atau kamu mo tanya lagi soal narsumku? kalau dari gue udah kok oke.

seperti yang udah disebut di atas saya dulu kan di LSM ya saya dulu ikut berbagai milis lingkungan tapi saya seringkali capek bacanya hmm.. sementara ada banyak profesional yang peduli dengan isu lingkungan misalnya.atau hal-hal yang bisa bikin orang marah deh pas bacanya :-) hehe.. bukan fakta-fakta "ilmiah". dari diri sendiri walau ada juga sih artikel yang isinya misalnya.tapi lebih ke hal-hal yang.kenapa tuh ambil posisi gitu? karena milis ini tujuannya bukan untuk marah-marahin pemerintah atau ngebahas tentang kebijakan-kebijakan pemerintah.......berita yang ditampilkan adalah hal-hal yang sebisa mungkin positif bukan hal-hal yang isinya mengkritisi pem erintah karena tujuannya supaya bisa memotivasi dan menginspirasi para pembaca untuk berbuat hal positif. 6 biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ... jadi artikel yang lebih ke "aksi" ya. oh ada juga tapi intinya...LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: selain itu. temen-temen main s aya hampir semuanya bukan orang lingkungan (dulu waktu abis lulus) mereka itu merasa bahwa apa yang dibahas s ama LSM-LSM itu susah...dari sisi bahasa dan isi ya.tapi ya itu.bukan berita-berita negatif.......gak boleh pakek istilah yang rumit-rumit yup.. gak tauk harus ngapain jadi emang milis ini targetnya untuk mengajak orang-orang untuk lebih peduli dan untuk mendorong orang supaya berinisiatif bikin perubahan bahkan kami menekankan bahwa bahasa yang digunakan di milis harus bahasa yang sederhana.....berapa % terumbu karang di Indonesia rusak oke... karena akhirnya isinya kebanyakan cuma marah-marahin pemerintah atau LSM lainnya itu satu ya kedua.

pertanyaan bagus tuh setidaknya untuk diri gue ndiri .menarik..)) aku lanjut lagi ya. napa? jd pengen nanya. 7 .... :D hmmm.....saya masih sering denger bahwa banyak yang gak berani untuk posting di milis hm.. .LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: tapi tetep aja sih...oot nh kalayu di dunia media...ada orang-orang yang kayaknya susah banget untuk gak pake istilah-istilah yang gak umum :-) itu aja. dan tentu saja...:-) ya. ouwww.dll........ ya.padahal kan (basically) ga ada yg mbayarin.. GL bisa dbilang melakukan segmentasi audience.. lebih ke batasan teoritis aja sih ouww i see aku pribadi sih pengen taunya apa sih yang memotivasi aktivitas aktivis... Apakah anda sudah cukup puas dengan apa yang anda dapatkan dari internet/ sudahkah cukup apa yang disediakan internet utk mendukung kebutuhan serta aktivitas anda? Terutama terkait dengan aktivitas utk lingkungan.... eh mba.ingin belajar juga...kenapa gak masukin b2w (Bike 2 Work-red.peneliti) sebagai narasumber ya? kan mereka milisnya luar biasa tuh anggotanya curious aja sih ya itu tadi..tapi merasa menerima banyak informasi yang bermanfaat dari milis katanyaaaa..i see ya. kalo yang sudah lembaga kan dah cukup jelas.gimana cara untuk nularin semangat itu..targetting alternative audince eh....sangat bisa mengerti... mengemasnya secara "imliah". karena merasa gak tauk apa-apa.takut dibilang bodoh.jadi lebih ke aktivis as active media user..targetku individual..

.... yang ada aja gak kepegang.. apa kamu masih meluangkan waktu/ sempat mengkonsumsi media konvensional/ media massa (koran.. karena udah gak kerja kantoran lagi :D media-media mana nih? yah.terus nemu buku lain lagi :-) hehe.... :D buat kamu..gimana mo nambah minta yang macem-macem iya iya. senasib.. buku)? jarang.gimana tuh misalnya? kayak info tentang climate change waduuuhhh...misalnya.... radio.. up to some time i have to said to my self to stop buying books.kok masih baca koran.. film..LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: yang saya gak puas adalah saya gak punya cukup waktu untuk ngerjain semua hal yang ingin dikerjakan :(( huhaha :)) classic..nyaris gak sempat untuk baca koran.cuma pas lagi gak ada kerjaan jadi banyak banget tuh buku yang dibaca tapi gak selesai. pernah ngerasain "information overload" ga? pernah bangeeettt hehe..s ampe waktu lamaaa.. s aya jadi suka baca-baca koran/buka situs detik/kompas kalo buku. televisi.. 8 .karena sekarang pemilu.. kenapa masih mengkonsumsi media2 tersebut? Apakah internet tidak cukup? Atau mungkin karena kebiasaan? kalo berhenti beli buku...itu ada banyak banget di web :)) kebayang.. apalagi waktu dulu kerjaannya itu sampe -sampe saya merasa kehilangan waktu untuk baca buku yang gak ada kaitannya ma kerjaan ohya...itu udah gue lakukan sejak 2007 :-) alasannya karena keterbatasan dana.

eh.. selain dengan ineternet denger radio wah kayaknya emang 90% media yang saya baca internet :( sesekali baca koran. atau koran sabtu/minggu hehehe. loh kok malah seneng yah hehe.belum sholat :D sipp gue juga dah laperrr gudlak yaw thanks....met makan :D 9 ...banyak kan yang ga seberuntung kita misalnya.karena ngikutin berita pemilu hehe.. bahagia.ampe SMP ding.harganya mahal paling bacaan iseng beli majalah Bobo ahaha.... tapi setidaknya s aya jarang nonton tipi :D kalo dipikir..buat kamu gapapa tapi buat saya...kesukaanku waktu kecil tuh..LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: mel? maaf tadi keputus aku pengen tau kebiasaan bermediamu.aku harus balik ni.itu berarti hidup saya sebagian besar dihabiskan di depan komputer :(( mm... itu tadi..ya gapapa..asal tetep sehat. iya sesuai kebutuhan....kayaknya pertanyaanku dah abis nih :p thanks ya.......hidup kan emang dijalani sesuai kebutuhan.. mo baca majalah.sesuai kebutuhan dan selera juga kali ya. abis baca apalagi.. :) eh Mel...termasuk konsekuensinya. yah..

LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A Jawaban dari Armely Meiviana. Bagaimana Anda sehari-hari menggunakan internet? (berapa jam sehari. Dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah hidup atau cara kerja Anda selama ini (Sebelum? Sesudah?) Sebelumnya: untuk berkomunikasi jarak-jauh: menggunakan telepon/surat. untuk mengumpulkan bahan untuk keperluan skripsi 3. Untuk meluaskan jaringan: ikut milis. ikut milis untuk menjalankan hobi dan minat: bergabung dengan milis/komunitas maya untuk melakukan hobi atau mendapatkan tempat untuk berdiskusi tentang minat. cari di koran/majalah dan telp 108 untuk menjalankan hobi dan minat: mencari rekan dan keluarga di sekitar untuk menjalankan hobi dan minat bersama untuk meluaskan jaringan: ikut perkumpulan/klub (olah raga misalnya) atau ikut kegiatan yang diselenggarakan teman. motivasi atau tujuan awal menggunakannya) Saat kuliah. untuk pekerjaan. dll. (sejak kapan. fb. diajari teman dan belajar sendiri. kafe. dll). Tolong ceritakan tentang diri Anda (pekerjaan. dilengkapi. akses dari mana saja. untuk keperluan apa saja) ± 12 jam sehari. fb. untuk meningkatkan kapasitas: ambil les Sesudahnya: untuk berkomunikasi jarak-jauh: menggunakan imel. dll. dari rumah. warnet. ym atau fb untuk mencari informasi: tanya google. dan dikirim dalam dua tahap. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Tentang Anda dan Internet 1. dowload tips2 di google. kegiatan sehari-hari. diajari/belajar sendiri. 4. tahun 1998. blog. Ceritakan bagaimana Anda mengenal internet. dll 1 . Bagian pertama dikirim pada tanggal 27 Mei 2009. ikut berbagai milis yang sesuai. berselang sekitar empat hari. dan yang kedua pada tanggal 31 Mei 2009. untuk mencari informasi: tanya teman. mampir ke blog orang untuk meningkatkan kapasitas: bikin blog untuk latihan menulis. latar belakang pendidikan) Udah kan ya waktu chat pertama?! 2. mengelola milis. Ditulis. cari2 info dan bersosialisasi (chatting.

“berpisah” dari internet? Sanggup.. Tentang Aktivitas Anda terkait Isu Lingkungan 1.. lebih hemat waktu (karena tidak harus menempuh perjalanan untuk bertata p muka). Menginisiasi dan memoderatori berbagai milis sejak tahun 1999 tapi lebih pada milis alumni sekolah/kampus. Ceritakan tentang blog dan milis Anda. maka milis akan kami tutup. bisa dari pengalaman sehari-hari.. sudah tentu kami (moderator) berupaya mempertahankan milis tersebut. sejak kapan. Berawal dari cetusan ide iseng dengan seorang kawan (Marc) untuk menginisiasi milis yang bisa memberikan informasi tentang info dan tips sederhana untuk gaya hidup yang ramah lingkungan dan relevan untuk orang-orang Jakarta (akhirnya berkembang untuk orang-orang di kota -kota besar di Indonesia). atau blog orang lain.bahkan selalu punya waktu-waktu tertentu untuk tidak bertemu dengan internet. Tidak banyak tanggapan. dll. agar bisa disebarkan ke masyarakat yang lebih lu as. walau anggota tidak mencapai 300 orang. Ada banyak diskusi.karena tidak untuk dipublikasikan. 6. bisa dilakukan sambil mengerjakan hal lain. bisa dilakukan kapan saja (bahkan di dini hari sekalipun). bahkan kemudian kami mengupayakan dibangunnya website. bacaan. namun lalu lintas di milis cukup ramai. 2. obrolan. Dan sekarang sudah berhenti. guna mendokumentasi hasil percakapan atau penyebaran informasi di milis. Ide-ide topik yang dilontarkan ke milis. Apa makna atau arti penting internet untuk anda? Secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga. Apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan lewat telepon. tanya-jawab tentang berbagai hal praktis sehari-hari agar bisa lebih ramah lingkungan Dikarenakan banyaknya peminat yang tertarik dengan informasi-informasi dan tips-tips tersebut.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A 5.. Tahun 2007. dapat ide bisa dari koran. Tapi setelah 3 bulan. Apa yang memotivasi Anda memiliki dan mempertahankan milis dan website tersebut? Awalnya kami (saya dan moderator lainnya) merencanakan. mulai serius mengelola milis GreenLifestyle. bagaimana tanggapan orang) Blog: sejak tahun 2002. dapat ide atau bahan tulisan dari mana. percakapan dengan orang-orang sekitar. (misal. kerjaan. tatap muka langsung ataupun lewat media lain? Lebih murah. jika dalam waktu 3 bulan anggota milis kurang dari 300 orang. 2 .

dan lebih baik lagi bisa untuk facebook. Oleh karena itu kami harus mencari strategi agar ada banyak tenaga/anggota yang bersedia ikut membantu mengembangkan GL. bahkan untuk skedar bertanya mrk malu. Saya tidak ingat bagaimana prosesnya. Tantangan lainnya adalah menghilangkan paradigma di sebagian besar anggota bahwa bahwa yang berbicara di milis adalah orang-orang yang sudah ahli dalam hal lingkungan. Bisa karena pengaruh ibu saya yang sejak kecil mengajarkan anakanaknya untuk hemat kertas. Hampir semua milis lingkungan yang saya ikuti membicarakan hal-hal yang rumit dan eksklusif hanya untuk LSM atau wartawan saja. dikarenakan saya dan Marc (inisiator milis GL) mempunyai ketertarikan dan passion di isu tersebut. blog dan website. Kenapa memilih isu lingkungan sebagai topik milis? Mengenai isu lingkungan sebagai topik milis. menghindari istilah-istilah sulit.. Padahal moderator dalam hal ini sudah berupaya untuk menggunakan bahasa-bahasa yang sederhana. pola pikir produsen akan bergeser mengikuti keinginan konsumen. Dan diskusi banyak dilakukan di tingkat teknis dan kebijakan. namun tak banyak yang memberikan informasiinformasi praktis untuk masyarakat awam (terutama pada tahun 2007 dan sebelumnya). Melalui milis ini diharapkan bahwa orang tidak lagi berpikir bahwa isu lingkungan adalah isunya LSM atau pemerintah. Atau bisa juga dari bacaanbacaan ketika kecil/remaja. tapi juga dari segi perubahan perilaku masyarakat.. hemat buku. Paradigma yang terjadi di sebagian besar anggota menyebabkan mereka enggan untuk berperan aktif di milis. dan hrs dilakukan secara massive. bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana dan sehari-hari. Bisa ceritakan “sejarah” atau alasan sehingga Anda dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? Saya sendiri suka menanyakan hal yang sama pada diri saya sendiri. serta mengeluarkan pertanyaanpertanyaan sepele. menyelamatkan lingkungan tidaklah sulit. 5. apa kesulitan yang dialami selama ini? Adakah pengalaman menarik? Tantangannya adalah bahwa kegiatan yang berawal dari sekedar memoderasi milis ini kemudian berkembang menjadi pengelolaan blog dan website. permintaan masyarakat akan produk-produk ramah lingkungan akan meningkat. bukan perorangan. 3 . 4. Ada banyak hal sederhana yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan. Kemudian juga muncul undangan untuk mengisi acara-acara outdoor serta permintaan untuk membuat materimateri komunikasi/publikasi. Mengingat bahwa pekerjaan kami sehari-hari terkait dengan isu lingkungan membuat kami terpapar dengan banyak info mengenai kerusakan-kerusakan lingkungan. dan hemat listrik. Untuk itu saya merasa perlu ikut mengedukasi masyarakat banyak untuk mengubah pola pikir yang digunakan oleh banyak orang saat ini. terutama dalam hal kampanye online-nya di milis.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A 3. Ditambah dengan kegiatan-kegiatan berkemah saat sekolah. Padahal solusi untuk lingkungan tidak hanya dari sisi kebijakan.. Alhasil kegiatan mengelola informasi untuk komunitas akhirnya telah menyita waktu yang lebih besar dari kegiatan-kegiatan lainnya. Ada banyak milis lingkungan di indonesia. Dalam mengelola blog lingkungan anda. khususnya yang berdampak pada perilaku yang tidak ramah lingkungan.

dimana kita bisa mencari info dan data apa pun dari seluruh dunia. Menurut Anda. 6. bahkan usia pensiun.. ada banyak anggota berasal dari luar jabodetabek dan berusia lanjut > 40 tahun. 7. Pengalaman menarik lainnya adalah ketika ada anggota yang marah-marah karena imelnya tidak kami loloskan. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? Jika dibanding dengan tahun sebelum 2007. sudah sangat meningkat dibanding. Internet j uga bisa membantu menyatukan/mensinergikan berbagai komunitas dalam melakukan kampanye lingkungan Sangat membantu mengakselerasi gerakan lingkungan ke berbagai lapisan masyarakat - 4 . event-event outdoor yang juga memberikan pesan-pesan lingkungan. Apakah menurut Anda. Tapi pada kenyataannya ada banyak anggota yang tidak pernah muncul di milis. khususnya masyarakat urban sangat ekonomis.. musik/band lingkungan. sangat membantu dalam mengedukasi atau meningkatkan pemikiran kritis masyarakat. Ada yang saat akan pulang kantor mengkopi seluruh imel di milis.termasuk sekedar berbelanja. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? Tentunya sangat esensial karena: sangat efektif untuk menyebarkan informasi ke masyarakat luas.dan tujuannya tak lain dan tak bukan untuk kepuasan para anggota . untuk dibaca di rumah. pada saat itu juga ada banyak features/bentuk yang menarik yang bisa digunakan dalam kampanye online internet atau google merupakan perpustakaan yang sangat lengkap. karena harganya semakin murah penyebarannya sangat cepat. Kami akhirnya harus menjelaskan panjang lebar alasan kenapa milis harus kami pasang ‘semimoderated’. Akhirnya si anggota yang sudah berumur lanjut itu mau mengerti.. Hal menarik lainnya adalah. mengingat hampir setiap hari dan hampir setiap media massa sudah gencar mengangkat isu lingkungan. Namun pada perkembangannya. awalnya milis ini kami tujukan untuk anggota dengan usia produktif (20 – 40 thn) dan berdomisili di jabodetabek.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A Pengalaman menarik adalah ketika saya menyangka bahwa yang antusias dengan milis GL hanyalah sebagian kecil orang yang sering tampak aktif di milis. Ada yang bahkan sudah mulai mengubah gaya hidup... termasuk majalah gaul/lifestyle. Ada yang mulai menyadari bahwa ternyata ada banyak hal di sekitar kita terkait dengan lingkungan. Belum lagi munculnya film-film lingkungan atau film-film hollywood yang memuat pesan-pesan lingkungan. menerapkan gaya hidup hijau. Alasan kami saat itu karena ia hanya me-reply imel seseorang secara pribadi yang seharusnya bisa dijawab japri ke yang bersangkutan. Untuk itu. Dan ada juga yang menyebarkan info dan tips di milis ke rekan2 kantor/keluarganya atau bahkan ke milis lain. namun mereka sangat antusias dengan informasi-informasi dan tips-tips yang diedarkan di milis.

. donasi lewat e-banking. Menyebarkan informasiinformasi event lingkungan via milis-milis..tergantung siapa target yang dituju. milis..di kehidupan nyata juga banyak kok yang seperti itu.jika momen ini tidak digunakan dengan sangat baik oleh para penggiat lingkungan untuk melakukan edukasi dan peningkatan pemahaman. gabung dalam komunitas volunteer via internet/milis) Tolong ceritakan! o o o o o o o o Ikut petisi online Gabung dengan komunitas-komunitas maya lainnya. berlangganan milis bertema lingkungan. Karena akan kalah dengan kegiatan pengrusakan lingkungan yang massive apalagi yang dilakukan oleh korporasi-korporasi besar. 9. khususnya ke anak anak. 11. Jika targetnya adalah masyarakat urban usia < 40-50 thn. apakah Anda juga memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? (Misalnya. maka internet merupakan media kampanye yang sangat murah dan bisa sekaligus meraih banyak orang. 8. Selain memiliki sebuah blog/milis dengan isu lingkungan. kampanye lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? Tergantung. Itu mungkin saja... Apakah menurut Anda kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya. orang yang gembar-gembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata)..apakah via blog. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? Bisa jadi begitu. Memperbaharui materi-materi web GL 5 . twitter...... Bagaimana pendapat Anda bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia.. 10.. voting dalam petisi online. dll..tidak menjalankan apa yang diucapkan/digembar-gemborkan. Join cause di fb Menggunakan status di fb sebagai media kampanye lingkungan Post artikel lingkungan di fb Bikin status terkait dengan isu lingkungan di ym Membuat blog GL menggunakan multiply.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A - Aktivisme lingkungan akan bergerak sangat lamban atau mati jika tidak menggunakan internet... Tinggal ditentukan media online yang dipakai. fb. karena lebih mudah untuk berkampanye dibanding fasilitas blog lainnya.

blog. tampil di media massa. tempat membeli sayur organik di padang.Bila Anda memiliki waktu dan kesempatan lebih. Menjalin kerjasama dengan berbagai media massa (cetak dan elektronik) untuk penyebaran info dan tips praktis Membuat milis GL khusus untuk anak remaja (SMP dan SMA) o o o 6 . agar tidak terlalu Jakarta-based. mencari orang-orang yang punya kepedulian yang sama untuk menjadi relawan GL. Politikana.com. via website. apa yang paling ingin Anda kembangkan dari GL? (Misalnya. membuat event bersama) o o o o Bersinergi dengan komunitas-komunitas lain yang punya kepedulian yang sama untuk membuat kampanye bersama Menambah SDM di GL. mendukung kampanye online/offline. guna mengajak mereka membantu mengelola website GL dan mengembangkan program-program menarik di web. Mengoptimalkan upaya kamp anye online GL. dll 13. Wikimu. dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk menyebarkan informasi/ menyelamatkan lingkungan? o o o o Ikut di dalam forum kaskus Membuat grafis-grafis/komik-komik online Membuat game online Menulis di web yang menggunakan prinsip citizen journalism spt Kompasiana. dll). flickr. forum kaskus dan fb. Menurut Anda. Mengoptimalkan isi info di milis dan web. Untuk mahasiswa IT.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A o Membuat green online shop yang bertujuan untuk mengedukasi konsumen mengenai produk-produk hijau (www.org) 12. Untuk mengajak mereka membuat tulisan pendek mengenai info dan tips lingkungan yang bisa dijalankan di kota tempat mereka kuliah (misal: tempat pengumpulan sampah kertas di jogja/sby.com. dengan memberikan in fo yang juga relevan untuk kota-kota lainnya. berkolaborasi dengan salah satu gerakan atau organisasi lingkungan. Menjalin kerjasama dengan kampus-kampus untuk membuat program magang bagi mahasiswa jurnalistik/komunikasi/IT misalnya. youtube.freetodecide.

Kan masih swadaya ya Mas. Latar belakang saya memilih topik ini karena saya juga aktif di Sahabat Lingkungan Walhi Jogja dan punya ketertarikan terhadap isu lingkungan juga.. Waktu awal-awal penggunaan internet. nama saya Rani. Walaupun copy paste dari media online. admin website..47-08. tahun 98. saya tinggal lalu saya bikin LSM lingkungan di Jawa Timur. Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia. Tapi ya kegiatan jalan terus. sampai sekarang saya sebenarnya masih terdaftar.. di Jember.98. Sampai sekarang. Jadi.. Websitenya apa Mas? mpbi.SaWa ya.. pukul 07. di MPBI. kemudian lebih banyak freelance. di Lobby Hotel Quality Yogyakarta :1 Rani (peneliti) : Perkenalkan. di Sastra..peneliti) Mas Djuni bisa cerita tentang Mas Djuni dan aktivitasnya sekarang? Saya berkegiatan di lingkungan sejak 97. sehingga walau ga punya duit saya pasang telepon dan langganan internet. Ya. harus ke warnet. ga punya komputer. Dj (Djuni) R: Dj: : Oh.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Djuni Pristiyanto : Rabu 18 Maret 2009.38 WIB : Tatap muka.org Kalau boleh. pertama kali menggunakan internet itu kapan? Itu saya sejak mendirikan lembaga di Jember.. Sampai sekarang juga masih seperti itu. (Sahabat Walhi-red. Oh begitu. Jadi sejak awal saya sudah banyak menyebarkan berita-berita lingkungan ke via milis-milia. Di Jember lima tahun kemudian saya pindah ke Jakarta. Jadi ya lebih banyak swadaya. Saya sekolah di UGM juga. ga punya sumber daya.. cerita sedikit. Jadi ya berat juga. ga punya uang. Nah saya sekarang mulai berlembaga lagi. swakarsa.. tepatnya Sejarah. Sedang menempuh S Komunikasi FISIPOL -2 UGM dan mengambil tesis dengan tema penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup. saya sudah melihat pentingnya internet. kesulitan atau tantangannya seperti apa Mas? Waktu awal-awal kan lembaga baru tuh. tapi tinggal skripsi saya tinggal. Saya lebih mengurusi website. repot juga.waktu itu yang mendorong untuk melakukan meskipun berat dan masih swadaya apa Mas? R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: 1 . dan karena (mengambil studi ilmu) komunikasi jadi ingin melihat peran teknologi komunikasi dalam gerakan.

dari Kompas. Dan sedikit yang menggarap. nah orang lebih banyak untuk politik..jadi kalau kita kirim-kirim kemudian orang mem-feed back. waktu itu yang terkenal misalnya “Apakabar”... itu yang bikin milis lingkungan. Soal itu bukan masalah. Jawa Pos.. Nah kebetulan ada mahasiswa di Jerman. dan karena saya terlalu sering ngirim e -mail tentang lingkungan. Itu yang paling terkenal dan paling diminati. capek. itu sekitar tiga jam. sejak awal saya lihat itu penting.. sampai sekarang. copy paste aja. mereka bikin milis lingkungan dengan alat-alat seadanya juga. Suara Pembaharuan. waktu itu bentuk-bentuk aktivitas yang mas Djuni lakukan lewat internet itu apa aja Mas? Tadi sudah disebut memposting berita lingkungan. tapi apakah korespondensi juga. atau membangun jaringan.. Kalo awalnya milis lingkungan itu bukan di yahoogroups. begitu.. maksud saya sumbernya media online atau mungkin dari media cetak kemudian diketik lagi? Oh gaa. headlinenya saja. 2 R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: . Misalkan dalam sehari. Media online. Saya baca itu. Waktu itu basisnya yahoogroups atau apa? Sudah di yahoogroups. Kemudian saya daftar di sana. Terus.. bisa online.. itu bisa dapet 50-an berita. Mereka bikin sistem sendiri untuk milis. itu untuk searching berita-berita lingkungan hidup. begitu. saya ditawari jadi moderator. Mahasiswa Indonesia di Jerman? Ya. Kalau gitu. pindah ke yahoogroups tahun berapa ya? Kurang tahu saya. koran-koran lokal. Untuk lingkungan itu belum. kalo ada e-mail ya dikirim.. Tinggal di copy-paste. Tahun 98 kan masamasa kisruh kan.. kadang-kadang. Itu di sistem mereka sendiri. Oh bukan mas. itu dari mana aja? Asal ada internet. Bisa dibaca di blog saya yang tentang sejarah milis lingkungan.. biasanya baca berita juga di online ya Mas. dari awal 98 itu sudah di sana. apa gimana? Itu menyusul. Kalau untuk milis lingkungan yang tahun 98 ini. ga apal.. Terlalu capek kalo dari media cetak diketik lagi atau discan itu terlalu capek. ya kita jawab. Tahun 98 itu belum banyak yang untuk kegiatan kampanye dan penyadaran. Selama ini kalau posting berita dari mana aja Mas? Maksudnya? Ya Mas Djuni kan input berita atau informasi tentang lingkungan.. atau masih juga baca koran secara fisik? Masih. kemudian itu mereka gunakan tapi link-nya sekarang udah ga aktif ya Mas? udah ga aktif.. saya menyisihkan waktu tiga jam. saya kirim. Waktu itu lebih banyak untuk kegiatan politik..LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 Dj: Ya karena itu penting.

. Di tahun 90-an. Oh..kalau boleh cerita.. ketikkan lingkungan. Kalau menurut mas Djuni. itu akan terpampang terus dan bisa dilihat seluruh dunia. fotokopi. Tinggal pilih-pilih aja gitu. Wah. bisa ketemu. Harus ngetik. Kalo definisi tentang lingkungan itu kan. kalau secara kebiasaan atau sistematis biasanya mas Djuni masuk ke halaman media online kemudian search berita dengan memasukkan kata kunci atau membaca judul-judul atau. Kalau kita pake internet. Kalau menurut mas Djuni. jadi. Cara yang lain itu dengan mesin pencari.. Lolos itu. seperti saya tulis di blog. itu ada indeksnya.luas.. kita kirim sekali. itu kan mahal. Selama ini yang lebih sering digunakan yang mana? Ketiga-tiganya. sudah sejauh mana penyebaran internet di Indonesia? Karena kalau menurut data... Itu biasanya. terbantu ya dengan feed-reader itu. Dan orang yang akses internet yang bener-bener juga lebih sedikit lagi... Dan bisa menjangkau seluruh dunia. kalau ga ada waktu ya buka feed-reader. R: Dj: R: Dj: R: Dj: dan mungkin juga karena hasil mesin pencari terlalu banyak ya. baik itu e-mail. Dan juga disetting agar kata kunci itu bisa terkirim ke alamat e-mail kita.. mulai dari yang besar seperti illegal logging hingga ke hal kecil..LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Dj: Yang Mas Djuni kategorikan berita lingkungan itu seperti apa Mas? Berita yang mengandung unsur-unsur lingkungan. Jadi ya tergantung masing-masing. Trus kalau ga ada waktu lagi yang pake google aja. feed-reader. Tapi seperti Suara Pembaharuan. bahwa lingkungan itu segala sesuatu yang ada di alam semesta kita ini. kemudian dikirim pake pos. satu hal yang umum ya.. kalau surat kan terbatas sekali. Cara yang gampang itu lihat indeks dari media online itu. Berarti memang dibaca satu persatu ya oleh mas Djuni? Baca judulnya. lalu baca headlinenya. atau illegal logging. laut. atau milis. hampir di banyak tempat ada warnet. Media Indonesia. Ya. itu masih kalangan menengah dan menengah ke atas. Ada berbagai cara. sampai misal 10 tingkat.. klik. tinggal di-copy paste kemudian dikirim. Tapi tidak semua media punya indeks. Itu harus dibuka satu oersatu. Itu akan tampil sendiri.. sehinga kita tinggal ngecek aja. Jawa Pos itu dibagi per sub berita. Iya. Kalau sekarang. Pake itu sehingga kita hanya kata-kata kunci tertentu misalkan hutan. bila dibandingkan jumlah penduduk. Banyak berita yang menarik dari suatu koran tapi tidak tercapai oleh mesin pencari. lebih cepat dan murah. kombinasi.. Itu mahal dan lama. warnet masih barang mewah. Kalau internet. apa sih keuntungan menggunakan internet dibanding media lain? Padahal kita tahu bahwa pengguna internet di Indonesia masih sedikit sekali. terpampang di website.. Dalam artian menggunakan 3 R: Dj: R: Dj: R: Dj: . Kalau headlinenya mengandung unsur berita lingkungan. Kalau kita pake cara yang lain. Di tempat terpencil. ada warnet. Tapi kalau gitu tuh banyak yang lolos. persentasenya kurang dari 10 %. Kalau ada waktu ya buka satu-satu. Kalau Kompas itu misalnya berdasarkan sub-sub berita. Cara yang lebih gampang itu yang ketiga yaitu dengan RSS.

menyebarkan informasi. Lama-lama akan bosen. orang sering menyalahkan media itu. Karena milis itu anggotanya banyak... Itu hubungannya dengan kedewasaan seseorang... Tapi itu kan bertahap. Kalau misalnya ada anak-anak SMA seneng pake internet untuk chatting.. selain website itu bisa seperti itu tadi. Seven Habit. Orangutan itu seksi untuk dijual. ya website.. dan kemudian orang baca. Kamu baca Qur’an terus akan tekun ibadah pada Tuhan. masuk ke warnet. ya itu memang. Dia akan tinggalkan. dia akan b aca. Karena itu seksi.secara kanak-kanak. kamu baca buku Stephen Covey.tapi emang ada orang yang nyarinya kayak gitu ya.. Seperti perkembangan orang. ga bisa satu hal digarap tapi hal lain engga.lifestyle. Internet juga menjadi.. itu cukup banyak. untuk chatting atau cari situs porno.. Biasanya. Tapi mas sendiri pernah berpartisipasi dalam bentuk-bentuk lain itu ga? Pernah. konservasi.. Kita pengen melindungi orangutan. nyarinya sebatas itu. Tapi kalau yang sekedar gaul. Selain milis.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 internet untuk me ncari informasi. hutan ga akan kelar. Apa ga bisa dipicu Mas. isu apa yang menurut mas lebih menarik.. R: Dj: Ini refleksi atau gimana mas? J Saya sendiri juga ngalami yang kayak gitu. surfing ke situs porno. Biasanya orang yang mencari sesuatu akan langsung ke website tertentu. Misalkan.manusia. karena semua akan terkait... Trus. itu juga tetep ga bisa. mo ngapain.... teman-teman dengan isu orangutan...atau dipercepat begitu.. Karena gampang diakses. Pada awalnya.. Ga akan..itu kan orang per orang. Dulu saya melihat isu lingkungan lebih ke hutan. Tapi kalau tahap berkembangnya cuma segini ya udah.terus kamu baca itu.tapi ga sering. Ga bisa lebih. untuk sampai ke tahap itu. untuk 4 R: Dj: R: Dj: Dj: R: Dj: R: Dj: .. Gampang sekali untuk melakukan sesuatu deng an internet itu gampang sekali. Jadi.mungkin ga? Personal. pembangunan. cari yang kayak gitu. Garap semua.. buka satu situs.tidak ada kontrol.. ada unsur psikologis juga ya disana. R: Kalau yang selama ini mas Djuni lakukan dalam konteks lingkungan itu apa aja Mas? Tadi kan misalnya search berita kemudian di-post. Itu di milis lingkungan kan gencar sekali..kalau misalnya petisi online atau yang lain gitu pernah Mas? Kalau untuk media. masyarakatnya digusur dari taman nasional. dibanding isu yang lain misalnya? Kalo saya pribadi lebih umum sih ya. itu yang pertama adalah milis. orang menggunakan internet itu seneng cari berita yang heboh heboh.tetep kayak gitu. bermain.. ke luar. ke pemerintah. Dan itu memang ga bisa disalahkan. dan kesadaran orang itu juga personal.. Ga akan.. Jadi lingkungan itu tentang keterkaitan. Kalau bahas hutan saja tanpa bahas masyarakat. Tapi lama-lama dia akan bosen dengan itu.. petisi online. masyarakat. remaja. advokasi. terus berubah gitu. Dengan dia lihat judulnya yang provokatif. dia akan mencari yang lebih bermanfaat. itu orang juga menggunakan internet juga seperti itu.

dia kan yang mempertanyakan.. bagian dari lip service.Capra.. Di dunia yang disebut ilmiah pun diragukan kan obyektivitas itu. aktivis lingkungan. kemudian sudut pandang. R: Terkait dengan itu mas. berbeda sudut pandang. Misalnya. dia akan terombang-ambing. Nah. dia kan mempunyai idealisme. Itu tentang aktivis lingkungan yang radikal. Tapi kalau tentang Freeport membuat program pemberdayaan masyarakat. Bahwa media-media itu sangat terbatas. darimana dia bermula.itu kan membuat. cita-cita. Dari media apapun saya kirim.. Baca bukunya Michael Crichton. tidak ada yang obyektif.. Yang jelas. Bahwa dengan pemahaman seperti itu kita lebih berhati-hati mengambil beritaberita mereka. ada lembaga tertentu yang untuk fundraising.media. biasanya saat memilih berita.. Dan saya berpegang bahwa itu 100% CSR mereka. kepada rakyat kecil yang tertindas.apa yang bisa kita percaya sekarang.. atau Republika. tentu memiliki keberpihakan. semua hal di dunia ini akan kita seleksi.. terus dia mendanai satu kelompok untuk yang radikalnya. apakah saat mencari berita sempat muncul keraguan apakah suatu berita benar atau tidak. dia berbeda sudut pandang. dari banyak bagian. Nah kalo dia sudah kehilangan itu.. Sehingga dana itu gampang didapat untuk membiayai yang di lapangan. saya. apa yang mas Djuni gunakan sebagai pakem. iya..framing.. di situs-situs berita online yang juga ada dalam dunia nyata..kepada masyarakat.. cari keuntungan. dia hanya menyorot sesuatu saja. Nah dari situ tempat berpijak. Karena itu yang menjadi kompas dia. Kompas dengan Suara Pembaharuan.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 fundraising.... atau jurnalisnya kurang objektif mungkin.. baca bukunya Titik balik Peradaban. gitu. ga akan saya ambil. Berarti mas Djuni menyeleksi berita-berita yang akan dipost di milis? Jelas . pernah ga mas? Itu jelas . oleh Freeport.. untuk menentukan ini layak atau ga? Sebenarnya untuk validitas suatu berita. itu kembali ke orangnya. Kita akan subyektif. ga akan saya keluarkan atau publikasikan. kepedulian.... saya diemin aja. Nah itu yang menjadi dasar untuk bertindak.. itu mesti kita tahu j uga. itu saya kirim. Dasar dari segala sesuatu adalah keberpihakan kita. Saat mas Djuni mencari berita. Dan dia membuat satu isu tertentu untuk menjalankan itu. Apakah isu perubahan iklim itu benarbenar atau hanya bualan orang cari duit. Tapi bila di berita itu terdapat “Freeport merusak lingkungan”. Kalau misalnya untuk environmental activism di Indonesia sekarang. Walaupun itu hanya novel tapi ditunjang dengan data-data yang bagus dan kuat. yang judulnya State of Fear. dia hanya mengambil bagian kecil. Bukankah juga penting untuk menunjukkan manuver-manuver korporat dengan programprogramnya agar orang yang membaca juga bisa jadi waspada? Kalau hal itu keluar dari perusahaan itu sendiri. mas Djuni melihat seperti apa geliatnya? Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: 5 . sebagai seorang aktivis yang baik dan benar.. Banyak hal yang orang-orang di isu lingkungan itu diperdebatkan sebagai sesuatu yang benar. Terus. misalkan berita-berita yang dikeluarkan oleh Monsanto. terhadap apa.

misalkan.net. sama aja. Coba kamu klik satudunia.. Pake internet hanya untuk baca berita saja. Dia itu concernnya pada bagaimana berkampanye dengan media teknologi dan ga hanya internet aja. Mas Djuni pernah melihat ga adanya kesadaran dari orang-orang yang bisa mengakses internet dan mendapatkan informasi kemudian menyebarkannya dalam kehidupan rril? Semakin banyak.. Sehingga ada lembaga yang khusus berkoordinasi. Ya.. Jadi orang yang lain mungkin kalau ga suka ya delete. Ada isu keterputusan dunia online dan offline. Orang yang lain melihatnya berbeda. 6 R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: .. sampah ini. dan dari sebagian kecil itu. Jadi kalau ada keterputusan itu memang wajar. bagaimana mas Djuni melihatnya? Katakanlah di dunia online banyak yang masuk ke sana. “Wah ini spam. yang gagap teknologi juga banyak. kembali ke.dan remaja sebagai pengguna awal juga concern dengan isu lingkungan. tergantung ke masing -masing.ada maju. tapi juga kita lihat di luar sana banyak masyarakat yang tidak bisa mengakses berita lingkungan misalnya.. Dan lembaga-lembaga pun menganggap internet itu semakin penting. Dengan media internet. Contohnya apa Mas? Seperti Satu Dunia.mundur. buka e -mail hanya untuk baca aja. Di Indonesia itu kan sudah banyak peraturan dibuat untuk ini dan itu. dapet berita gratis”. Kalau sekarang sudah maju. advokasi bisa lebih efektif misalkan. menuh-menuhin mailbox”. Selama beraktivitas memposting berita dan berinteraksi dengan orang. sudah lebih bervariasi cara yang digunakan dalam melakukan sesuatu.. sudah lebih banyak orang.. sementara rakyat yang umum penghasilannya mungkin ga cukup untuk mengakses internet atau bahkan mungkin ga tau internet tuh apa.. diganggu orang lain ya itu resiko. orang menerimanya berbeda-beda. Ga. Ya..tidak boleh ini dan itu. Tapi masih terus berproses ya mas..LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 Dj: Gerakan lingkungan sekarang itu sudah bagus. Kira-kira perlu ga ya semacam norma tidak tertulis bahwa ketika kamu mampu mengakses suatu informasi di dunia online seharusnya kamu menyebarkannya juga secara offline.. Sudah merambah ke banyak isu... bagaimana bisa menggunakan media-media teknologi. jadi kalau beraktivitas kayak gini dicaci-maki. Tapi penegakannya ga. Di kantor-kantor pemerintah orang yang gagap teknologi juga banyak. care. dikliping. itu kan satu dialektika..orang yang bisa akses internet itu sebagian kecil dari masyarakat yang umum... Nah.. kalau saya mengirim terlalu banyak berita di satu milis.. menyebarluaskan.. Caci maki segala macem gitu.delete.. ga ada.begitu. terus diprint. Di kalangan LSM. Bila. orang-orang yang memiliki kesadaran itu semakin banyak.. maju. Jadi secara umum ya baguslah.. ada pengalaman menarik ga Mas? Kalau pengalaman yang umum. Proses. itu semakin banyak. Ada yang “Oh lumayan.. ga perlu. sudah lebih banyak organisasi.. itu akan kembali ke orangnya. dibanding tahun 90-an atau awal 2000-an. masih kecil sekali bagian yang menggunakannya untuk tujuan-tujuan lingkungan.

Alat untuk melakukan sesuatu. di Jakarta... Sehingga tidak ada suatu ketergantungan. untuk sesuatu. Kalau di rumah saya juga langganan internet. itu harus online terus. bukan tujuan.30. Sesuatu itu misalkan untuk lingkungan yang lebih baik. Karena respon orang bermacam-macam dan supaya tidak dimaki-maki terus.hal-hal seperti itu. Belajar sendiri bagaimana mengakses internet. hanya sekali-kali kirim. Di samping (karena) kesibukan. kalau dengan e -mail bisa disetting kirim tunda misalnya. Kantor MPBI sendiri di jakarta? Ya. Karena di rumah bayar sendiri ya paling 2-3 jam. atau mungkin gerakan? Kalau saya pribadi. Begitu. itu juga saya lakukan. Yah.. tapi langsung bikin satu lembaga. 35.otomatis. maka apa yang saya lakukan ga akan tercapai. Belajar sendiri bagaimana bikin proposal. organisasi. apa mas Djuni juga melakukan penyesuaian begitu? Misalkan tadinya mengirim 20 berita kemudian dikurangi. Jadi misalkan bikin berita. di milis. Hari ini ada acara jam 9. Kalau rajin tuh sekali post bisa 50 berita.. Kalau di kantor selalu online atau juga diselingi pekerjaan yang lain Mas? Laptop selalu online dan juga diselingi pekerjaan lain. Boleh tau ga kebiasaan penggunaan internet mas Djuni? Jadi misalkan berapa jam sehari. Saya dulu sekolah di sastra.ketemu dengan orang.. seminar-seminar..LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Dj: Terus.semua hal bisa dipelajari di internet Bukan hanya itu. Dan internet sangat memfasilitasi itu ya.. Oh kita tahu disana ada siapa. Learning by doing aja. mengirim artikel. saya yang mengurangi. Akhirnya belajar sendiri tentang lembaga. Berjaringan. Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: . apa arti penting internet bagi mas Djuni? Baik dalam level pribadi. semua hal di dunia ini kalau orang itu mau belajar bisa dipelajari. Karena di kantor menyediakan fasilitas untuk itu. Di acara-acara.. Tindak lanjut dari kita kenal orang di internet. alat. Kendaraan saja.. ya seringnya saya kurangi deh. Selama mengenal internet lebih dari 10 tahun. Kalau saya menganggap internet itu sebagai tujuan. Kalau begitu Mas Djuni ini otodidak ya belajar tentang teknologi informasi? Semua otodidak. ga ada hubungannya dengan lingkungan. kalau di kantor dari jam 9 sampai jam 5 online terus. Sehingga jaringan kita semakin luas. internet itu media. Kalau misalkan internet ga ada ya pake cara lain. berkesadaran.. memperbaiki website. karena di milis -milis lingkungan itu sudah banyak orang yang aktif. Tidak seaktif dulu.. tentang lingkungan. itu kan kontak -kontak. organisasi. Biar orang lain yang lebih aktif... Saya sekarang kan punya kantor. alat untuk mencapai tujuan. Internet itu saya pandang sebagai kendaraan saja. Sekarang.. kopi darat. 7 R: Dj: R: Dj: R: dll. Ada media lain ga yang juga dimanfaatkan? media lain ya. Itu semua belajar sendiri.disini ada siapa.. Tapi karena pekerjaan saya mengurusi website ya harus selalu online ya.

. kamu jangan buka website yang main-main sebelum pekerjaanmu selesai.. Waktu jadi Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: 8 . saat di kantor. dia melihat “wah ini positif ini”. boleh dua-duanya deh. alat mencapai satu tujuan. swakarsa. Ya itu kan sekali jalan Jadi tidak ada waktu khusus ya misalnya kalau di kantor itu hanya untuk pekerjaan dan bukan untuk pribadi. karena saya banyak swadaya. Itu hanya khalifah. merusak akhlak”. yang ini untuk keperluan rumah. atau kalau sudah sore dan mau pulang. oke. Itu relatif lah. Saya pribadi. Apakah saat menggunakan akses internet di kantor mas juga menggunakannya untuk akses pribadi misalnya. Ini senthir yang saya pake hanya untuk keperluan kantor. ada ga dampak negatif atau katakanlah side effect dari mas Djuni sendiri menggunakan internet selama ini? Dampak ke diri sendiri atau ke umum? Yah. bukan karena ada pengawas nongkrongin. Jadi berantem deng an istri.. Boleh-boleh aja. Kalau ke umum. Dan di internet itu sangat terbuka untuk akses ke situs -situs porno. Kalau lebih terkait dengan disiplin mas. Apakah dia hanya besar mulut aja. Bagi orang yang memang mencari kayak gituan. baca e-mail. Tergantung masing-masing orang. segala sesuatu di dunia ini kan ada positif-negatifnya. Dan orangorang yang kadang menyatakan bahwa “wah. Displin yang bagus datang dari diri sendiri. Ga ada. ada ga hal-hal atau kebiasaan yang semacam jadi ritual begitu? Misalnya ada orang yang ketika bukan internet itu pasti buka e -mail.. Kalau untuk internet sendiri. dan situs pertemanan.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Ketika berinternet. blogging juga... Dulu. saya hanya mengurusi kerja”. Ga ada kebiasaan khusus? Biasanya seperti apa? Ya paling buka laptop. Karena ga kerja di satu lembaga. Karena ga ada yang membiayai jadi pake duit rumah. check mail. Tergantung. ketika seharusnya saya melakukan suatu pekerjaan tapi kadang malah keasyikan fesbukan. Perbaiki. gitu? Susah itu.. Dan itu ga selalu dalam urutan yang sama. Mungkin yang bisa hanya Khalifah Abu Bakar saja. Bahkan orang yang tergantung dengan ritual tertentu itu malah tidak bebas. Jadi kadang saya mengatur sendiri..urusi pekerjaan.. suka-suka aja. atau malah keasyikan mencari sesuatu yang sekunder.jadi misalnya saya sendiri mengalami ketika sempat jadi asisten dosen juga. Bagi orang-orang yang tekun ibadah melihat “wah negatif ini. orangorang itu yang kadang kita pertanyakan. blog. tergantung pada sudut pandang masing-masing. Itu bagian dari resiko. Nah. cari berita. tergantung orang masing masing. konek. Dalam kenyataan.. buat bayar telepon. internet itu media. duit keluarga kepake buat ini. Orang-orang biasa seperti kita kan semua dikerjakan sambil jalan aja. tanggapi. ini itu.

Ada banyak cara. Trus ada juga sebaliknya.. dia bukan aktivis. dari Senin sampe Jumat.. Mas Djuni .. Sebenarnya dulu ada blog masalah kelautan tapi kayaknya sekarang dia ga aktif. Siapa aja yang sudah dihubungi? Kalau yang sudah bersedia itu mas Ade Fadli. cukup banyak.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 lebih tersita. Pertama dia aktivis trus kemudian dia memandang internet itu penting sehingga dia memakai internet sebagai alat. Itu aja Mas Djuni. Karena sulit juga saat saya mencari tahu tentang milis lingkungan di Indonesia.polanya tuh.org. Dan mungkin saya akan menghubungi mereka juga. Ya itu banyak karena mesin pencari itu lebih mudah dan ramah menemukan blog karena pengelolanya mendaftarkan blognya lewat tag-nya sehingga mudah ditemukan. di walhi Kalteng. kayaknya dia pekerja kantoran. di Walhi. seperti yang Mas bilang ya. Itu bagus. Nanti kalau saya perlu informasi akan saya hubungi lagi. Saya memilih informan kan berdasarkan kasus-kasus. Hal kayak gitu sebenernya yang juga perlu dieksplorasi.. pemiliknya harus mencantumkan sendiri. sementara seperti ini. 9 Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: . Jadi saya akan lebih ke kasus atau karakteristik.. atau gimana. Apakah Mas kenal dengan seseorang yang menarik yang mungkin bisa jadi informan saya? Itu aja. agak lebih susah malahan. Apalagi kalau blogblog gratisan. R: Dj: R: Oke Mas. Kalau nanti ada pertanyaan lanjutan.. Makanya saat ini saya cari kasus unik. kita bisa janjian untuk chatting mungkin ya. Nah. Kalo Ade Fadli misalkan dia memang punya kaitan kuat lembaga resmi... Misalkan kemarin saya search blog go green indonesia dan ternyata yang bikin dua perempuan dan masih ABG mas. Oke.. Juga Nurdin. Jadi bukan hanya dia yang aktivis. Sehingga ketika klik langsung diarahkan ke blog. Saya sudah berhasil hubungi beliau cuma belum tahu latar belakangnya. cuma saya ga bisa dapet informasi beliau ini kerja di mana. Tapi sekarang ada lembaga ya enak aja.. Chatting ga masalah ya? Boleh. Kemudian ada nama Michael Dharmawan.. Ada kayak gitu. Dia pandangannya kadang terlalu kritis jadi berseberangan dengan kebanyakan orang. Tapi kalau blog personal... Dia untuk terjun di dunia aktivis lingkungan dia merasa berat. sehingga hanya menyuarakan saja. Kalau Michael Dharmawan ini saya kurang tahu. Kalau untuk blog. Ada juga model duaduanya.. Di Kanada ada anak umur 9 tahun yang sudah pidato di depan PBB tentang lingkungan. tapi punya kesadaran.si Sofyan Eyank. kemudian Sabtu Minggu dia luangkan. Trus juga itu Ade Fadli. dia itu punya blog akuinginhijau. Dia pekerja kantoran.. Makanya ketika mencari saya harus membayangkan juga kira-kira orangnya seperti apa dan cocok tidak.. jadi karakternya berbeda.boleh. saya dapet informasi kemarin-kemarin sering freelance. Misalkan di kantor pake akses kantor ya sah-sah aja.. yang umurnya relatif baru tapi postingannya cukup sering dan kemudian interaksi dengan pembacanya juga bagus. Misalkan ya. lewat tulisan-tulisan segala macem...

terima kasih.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Baik Mas. 10 .

kita lebih banyak ngobrol tentang milis lingkungan. tapi secara fungsi. yang memotivasi bikin blog apa Mas? klik di sini http://djuni... perbedaan apa yang dirasakan antara mengelola milis lingkungan dengan nulis sendiri di blog pribadi kenapa Jalan Setapak? penjelasannya ada disini: http://djuni. kalo ndak salah pertengahan 2006 oke.wordpress. pukul 19.com/2005/12/08/jalan-setapak/ 1 . oke deh mas.29 WIB : online. nah saya ingin tahu juga cerita di balik blog pribadi mas :) maksudnya apaan? sejak kapan mulai nulis di Jalan Setapak? itu bisa dilihat pada tulisan yang paling awal..com/2005/03/ ada disitu hehe.wordpress.43-21.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Djuni Pristiyanto : 17 Mei 2009. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: Selamat malam Mas :) alllooo mat malem wah. masih capek ya Mas? camping dimana? :) di lereng salak ada apaan ya? ada beberapa pertanyaan yang muncul akhir-akhir ini Mas gapapa ya? ok waktu pertama saya wawancara Mas.

kalo blog lebih pe rsonal..berarti selama ini mempertahankan dan "menghidupkan" terus blog juga lebih ke alasan pribadi ya Mas? yup boleh tahu. itu masalah kemauan.com/2008/08/07/bekerja-denganhati-bebas/ itu lebih filosofis kalo ndak ya sekedar menulis aja. blog Mas juga dibaca dan ditanggapi orang lain kan? apakah saat menulis di blog juga "mengatur" agar tulisan Mas dapat dihargai orang lain? ndak.wordpress. seperti ngelola anggota. kebiasaan. cari en ngirim berita.. yaitu sama2 menulis. kok bisa dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? kan dulu udah pernah s aya ceritakan tentang bikin LSM di Jatim? 2 . ajang menulis dan berekspresi betul ya Mas :) tapi kok ya kadang saya tuh beraaat banget mo nulis. yang satu untuk konsumsi sendiri kalo milis untuk orang banyak sebagai moderator lebih banyak ngerjakan fungsi2 admin. mau ada yang menanggapi ato tidak itu bukan suatu masalah oke.. nge-ban anggota yang nakal dll tapi. alasan pribadi tersebut? mau dihargai atau tidak dihargai orang lain juga suatu hal yang penting kok alasan lebih seperti ini http://djuni. lebih nyaman membaca dan mengomentari :P harus beranjak nih. tekad untuk menulis hehe iya :) lanjut ya mas Tolong ceritakan “sejarah” atau alasan Mas.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: apa bedanya mas? blog dengan milis? secara prinsip sama.

bukannya itu buruk.com/2007/12/22/menulis-buku-harian/ ya. sudah kalo untuk tugas2 moderator milis baca ini http://djuni.kenapa kok ya waktu bikin LSM kok LSM lingkungan? apakah karena pembelajaran Mas dari orangtua mungkin.html oke..wordpress. atau pengalaman di masa kecil? sampe jatuh cinta dengan isu lingkungan :) coba baca ini http://bz. begitu ya Mas? 3 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: .wordpress.wordpress. masih ada upaya2 yang lain terkait fenomena masyaraka t kelas menengah perkotaan Mas? betul saya membaca ada kecenderungan para urban internet user yang peduli dengan lingkungan lebih banyak berorientasi pada perubahan di level individu.com/2007/04/upaya_mengusung_penyadaran_lin. berubah dari perilaku sehari2.com/2007/12/23/yuk-nulis-yuk-memulaimenulis/ yup ato tulis aja di diary http://djuni..pengen tahu juga sejarah di balik itu Mas. tapi sepertinya ada kengganan untuk bergerak secara lebih kolektif untuk menekan pemerintah misalnya kesadaran memang mesti dimulai dari diri sendiri pelan2 berubahnya.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ini tip menulis http://djuni. tidak ada yang instan di dunia ini. betul. kampanye lingkungan lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumla h pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? betul. itu juga udah kita bahas dulu kampanye via internet = suatu bentuk upaya dan bukan segalanya..blogfam.com/2006/02/16/tugas-moderator-milis/ berarti mencintai lingkungan lebih sebagai proses ya Mas ya? yup Bagaimana pendapat Mas bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia.

. yah.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: bukan karena mereka mungkin alergi lewat jalur yang agak politis? ndak.wordpress.nangkep sedikit :p tentang ga mengkotak2an tidak sekedar ikut2an 4 .com/2008/06/04/kesadaran-baru/ kalo belum dong ya ndak pha2 hmm.. keluarga.masih muda :D emosi tanda semangat :P belum tentu.. itu bagian dari perkembangan kok perkembangan apa yang Mas juga lihat? dari kesadaran individu. tetangga. menerapkan kepada diri sendiri. belum paham dengan diri sendiri pahamkah kamu dengan tulisan ini: http://djuni. negara. emosi bisa juga tanda belum sadar dengan diri sendiri...ya. butuh waktu lama dan pe ngorbanan iya. masyarakat. misal bikin sakit hati n berantem hehe.maklum Mas. apakah dia langsung bikin perubahan? kan ndak.peneliti) :D kamu pernah baca biografi nabi muhammad kan.kadang ikut emosi aja kalo mengingat kecepatan pengrusakan yang jauh lebih cepat dari upaya memperbaiki jadi kalo apa2 yang kita yakini kerjakan dengan penuh kesadaran itu dibilang ndak mbawa perubahan ya egp aja emosi aja juga ndak ada hasil2 en malah bikin kerusakan. EGP aja (Emang Gue Pikirin-red.. dunia masih panjaang ya Mas ya :) Kalau misalnya ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? yup ya ndak pha2.

radio... tidak ikut-ikut orang laen. walo tidak banyak. apa yang paling ingin Anda kembangkan dari milis lingkungan? bikin acara offline misalnya? selama ini milis lingkungan memang belum pernah bikin acara jumpa darat.. Apa kah Mas sudah cukup puas dengan apa yang didapatkan dari internet/ sudahkah cukup apa yang disediakan internet untuk mendukung kebutuhan serta aktivitas Mas? selama masih berkegiatan di internet be rarti masih ada keinginan yang belum terpenuhi hemm. buku)? masih. ya gpp mas. bukan sekedar yang dipandang atau dipersepsi oleh umum nyambung ga sih tanggepanku?:-S sebagian kalo kamu paham dengan diri sendiri maka kamu akan tahu apa yang akan kamu cari/tuju. apa Mas msh mengkonsumsi media konvensional/ media massa (koran.iya ya. televisi.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: karena itu bukan intinya. searching. dan tidak ditentukan oleh pendapat umum dengan kata lain menjadi diri sendiri hm. males aja. karena inti dari sesuatu harus dicari sendiri.. tapi kalo buku masih tetap sebagai sumber utama selain internet kenapa tuh Mas.. and browsing :D tapi internet itu hanya sebagai media atau alat saja bila alat sudah dianggap tidak berguna maka alat itu mesti ditinggalkan trus. film... never ending learning. kok buku msh "diandalkan"? :D Apakah internet tidak cukup? Atau mungkin hanya karena kebiasaan? mengapa bus kota dan busway masih tetap dibutuhkan? yah karena masih banyak yang butuh dan belum mampu beli kendaraan sendiri :D 5 djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: .cm pengen tahu aja.ya :) Kalau Mas memiliki waktu dan kesempatan lebih. hehe.

.. atau bahkan hidup Mas? coba baca cerita s aya di blogfam lagi deh.terakhir mas. tapi kalo keinginan. kadang aku mulai bertanya2.. karena jawabnya ada disitu sebentar Mas.wordpress.tapi kebetulan kok ya alat yang tiap hari dipakai ya Mas :D hehe...com/2009/05/15/hidup-saat-ini/ hm..karena artikelnya nulisnya agak mbingungi..ya karena (seharusnya) lebih baik dan ramah lingkungan masing2 ada kelebihan n kekurangannya apa tuh Mas menurut Mas.com/2009/05/12/258/ dan ini http://djuni..bukan.kadang masih merasa ga bisa mengendalikan diri :D jadi malu.. bagaimana internet telah mengubah/mempengaruhi cara hidup. yang jadi kelebihan buku dibanding Internet? coba aja baca di monitor selama 3 jam.... sepertinya internet sudah menjadi salah satu bagian keseharian Mas internet itu hanya sekedar alat iya. Sejauh dan selama ini.. hehe nggaya :P yah.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: hehe. bisa terasa lebih hanyut dan mendalam.. cara kerja. 6 .wordpress..becanda Mas. kesadaran tentang esensi alat itu kan ya yang penting kalo cuma ngenet sekali seminggu tapi tanpa kesadaran juga malah ga bermanfaat bagi siapapun kesadaran terhadap esensi kehidupan itu yang penting itu adalah pemahaman terhadap pikiran dan keinginan hal seperti itu yang dilakukan Budha sehinggs dia mengalami pencerahan kalo pikiran.. coba baca ini http://djuni..banyak sumber jadi satu.. kesenangan beda2 oke. kuat ndak :-) :D kalo listrik mati gimana? kok kalo aku milih buku karena sentimentil juga. feel-nya beda.

terima kasih untuk semua :) gimana Mas? coba aja belajar menulis dengan metode menulis bebas seperti yang saya lakukan ini http://djuni.com/2009/05/12/menulis-bebas-mengamatipikiran/ ok. baik Mas :) semoga apa yang saya baca dapat saya sadari kemudian lakukan.. bye juga djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: 7 .LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: yah itu namanya masih belajar oke Mas.semoga setelah ini kita bisa terus silaturahmi semoga sukses kerjaannya Selamat malam Mas..wordpress... yup makasih Mas.

. oke belum jadi udah banyak gemari itu pertanda baik. via Yahoo Messenger :1 ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: Halo mas marwan :) maaf ya.57 WIB : online..cerita dong.jadi nunggu Halo juga Mbak Rani nggak papa kayaknya aku yang kecepatan ya..siapa kah mas marwan dan aktivitas sekarang apa? 1 .sudah bikin optimis. terima kasih..... pukul 15.. liat ntar dulu lah.mas marwan.21-16...LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Marwan Azis : 30 Mei 2009..krn aku suka juga kebetulan aku sempet bantu-bantu di sahabat lingkungan walhi jogja tesis itu bisa jadi buku yang pastinya akan banyak yang gemari wuehehe.kenalan dulu aja ya salam kenal balik ya Aku lagi S-2 di ilmu komunikasi Fisipol UGM senang bisa kenal dengan Rani. ngambil tesis tentang penggunaan internet oleh aktivis lingkungan wah bisa nimbah ilmu ni senang juga akhirnya bisa chat ma mas Marwan :) menarik tesisnya iya. so..untung aku udah di jalan oke mas.. :D yah.belum selesei ditulis kok dah banyak yang suka? :p yah. he he gapapa... bisa jadi buku best seller wahaha.

.com oh gitu. terutama yang berkaitan dengan lingkungan liat aja http://marwanazis.terus gimana ceritanya kok bisa "nyemplung" di aktivitasnya sekarang. atau target tertentu..oke deh. aku ulumni jurusan AGRONOMI fakultas pertanian Univ.kita masuk aja ke pertanyaan tesisku ya ya. oke bagaimana awalnya Mas mengenal internet (sejak kapan. Ini blog pertamaku www. nggak pake target-targetan biasanya topik tulisannya apa aja atau dapat ide dari mana aja? 2 wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: .com/about-me/. tapi sempat didiamkan. motivasi atau tujuan awal menggunakannya) aku mengenal dunia internet sejak kuliah... barusan dah kubaca di alamat yg mas kasih cerita lengkap tentang diri rupanya :) oke mas. ya biasanya kalo ngeblog ada rutinitas ga? misal beberapa hari sekali bikin tulisan... di kampus aku banyak aktif di HMI dan Pers Mahasiswa serta HMJ (HIMAGRO) hehe. atau fleksibel mungkin? fleksibel aja.wordpress. awalnya aku hanya ingin menjadikan blog sebagai dokumentasi online sejumlah tulisanku yang telah dimuat di media tempat aku bekerja belakangan blog menjadi media bersharing dan kampanye isu lingkungan itu mulai kapan tuh mas? mulai ngeblog sekitar tahun 2005. Haluoleo Kendari Sulawesi Tenggara.petualanganku.multiply.mungkin latar belakang pendidikan. namun nanti sekitar tahun 2006 baru aktif memposting.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: kan udah baca kan sedikit banyak profilku di blogku jadi mau perkenalkan apalagi ni?? yah. mungkin sekitar tahun 1999 lebih banyak belajar otodidak kalau bisa blog. diajari/belajar sendiri.

ada yang memilih blog tertentu dengan content yang spesifik. ada content jalan-jalan (baru dibuat) sepulang dari Papua (tugas riset LP3ES) karena teman-teman di sana minta aku buat blog tentang papua trus? selain itu ada juga blog personal www.com blog personal ditujukan utk apa mas? kalau blog www.ya..wordpress. aku dah sempat tengok juga yang blog personal? ada maksud khusus? blog yang bercerita tentang aktivitasku.. he he he hehe.. nah mas. ada juga yang sharing sejumlah tulisan di banyak blog.marwanazis.greenpressnetwork.. kesukaan orang kan beda2... biasanya satu tulisan di-share ke banyak blog sekalian atau khusus (satu tulisan ya untuk satu blog)? itu sangat tergantung ama sang blogger. trus.banyak banget malah buat aku yang cuma punya 1 blog :D nah.com (blog berita lingkungan) dan www. ohya.. nah kalau ada yang menarik baru ditulis dan terakhir di-sharing ke blog oke.blogspot. akses dari mana saja. beda blog2 itu apa sih? ada blog yang content lingkungan.com (organisasi Greenpress) itu kami kelola bersama-sama teman-teman jurnalis yang bergabung dalam Greenpress. idenya. bagaimana kebiasaan Mas mengakses internet? (berapa jam sehari.blogspot. nah ini banyak dilakukan oleh teman-teman aktivis lingkungan yang memanfaatkan blog sebagai salah satu piranti media kampanye lingkungan oke.mengenai akses internet... untuk keperluan apa saja) wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: 3 .LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: content tulisannya lebih banyak menyangkut isu lingkungan hidup (www. selain itu ada juga content agribisnis atau pertanian serta travelling (cerita jalan-jalan).wordpress. ohya. aku kan jurnalis yang suka melakukan perjalanan di berbagai tempat.com). wah. tapi ada beberapa postingku yang tidak ditampilkan di publik oke..greenpressnetwork.greenpressnetwork. bagiku ngeblog itu udah semacam hobby dan mungkin udah menjadi candu. aku perhatikan kan blog Mas banyak tuh. repot ga ngelola banyak blog gitu? ya juga tapi dibawa senang aja.

com (belum di-publish). perkawanan dan sejumlah fasilitas lainnya. Internet juga sangat be rguna untuk riset awal sebelum melakukan peliputan dan setelah ada internet urusan kantor sebenarnya bisa diselesaikan di rumah misalnya setelah liputan tak perlu masuk kantor tapi naskah dan foto liputan cukup dikirim via email.. internet telah menjadi media yang mampu menghubungkan begitu banyak manusia dari berbagai penjuru dunia tanpa harus ketemu darat (jaringan situs sos ial seperti Facebook dan blog). Makasih atas doanya menurut mas. Kalau di rumah aku pake modem usb. aktivitas bisnis.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: kalau di Jakarta akses internet tidak terlalu susah.beritalingkungan. sehingga memudahkan kita untuk melakukan riset. Yang tak kalah pentingnya membuat ada banyak peningkatan penge tahuan yang diperoleh via internet terutama blog. secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga. alternatifnya ke warnet. “berpisah” dari internet? :D Bagiku internet mempermudah berbagai kerjaan saya.aku sempet baca dimana gitu. atau bahkan hidup Mas selama ini? Kalau menurut aku. Selain itu dengan makin banyak banyak orang bergiat di dunia blog akan semakin memperkaya sharing informasi dengan content berbagai jenis. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah/mempengaruhi cara hidup. cara kerja. keberadaan blog dan situs jaringan sos ial lainnya mempermudah mereka untuk menyebarkan pesan-pesan mereka ke publik yup.. Banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan menggunakan fasilitas internet. di Kantor juga ada wire less. atau bahkan hidup Mas selama ini? tapi ke depan mungkin akan lebih banyak menggunakan internet karena saat ini aku bersama sejumlah teman-teman disini lagi garap situs berita www. teman-teman.bener bgt. karena hampir semua tempat ada fasilitas hospot. Yang repot kalau keluar daerah. ngenet tiap hari ga mas? Nggak juga.lengkap banget :D Bagi penggiat lingkungan... 4 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: . masih dalam tahap pembangunan ohya. wah sip. Kalo buat Mas sendiri. karena kadang ada kegiatan atau liputan keluar daerah berarti pekerjaan Mas tidak menuntut untuk ngenet tiap hari ya? ya menurut mas. fasilitas internet seperti blog dan Facebook banyak juga aku pakai untuk berinteraksi dengan keluarga terutama adiku Anas yang saat ini masih studi di Al Azhar Kairo Mesir.. semoga sukses ya. apa makna atau arti penting internet. cara kerja. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah/mempengaruhi cara hidup...

tatap muka langsung ataupun lewat media lain? "Lebih murah.ini lagi sibuk ga? aku masih punya sekitar 10 pertanyaan lagi. efisien dan efektif" dibandingkan dengan menggunakan fasilitas komunikasi lainnya. menurut mas.. oke. Rani nggak perlu rep kesana kemari untuk mencari narasumber tapi ot cukup browsing internet atau tanya ama Om Google (he he he)... Rani udah bisa mendapatkan banyak informasi yang akan membantu risetmu. mo kukirim sekarang aja? pake attachment makasih udah kuterima aku juga punya tulisan tentang blog sila mo dikirim Mas? aku sedang cari di folder laptopku 5 wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: . kita sambung kapan-kapan lagi. kapan bisa ngobrol lagi... Sore ini aku mau main ke arena Pekan Lingkungan Hidup 2009 di JCC.. dan aktivitas wawancara dengan narasumber riset bisa dilakukan via internet seperti yang kita lalukan sekarang. wah.aku harus terbang dulu dong :D he he he dah mo pergi ya Mas? kalo ya berarti kita janjian aja.. sip! sepakat.. Kalo emang sibuk.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: ranm_d: ranm_d: Bahkan sejumlah tawaran pekerjaan berdatangan setelah aktif di dunia blog. aku juga kok. Seperti yang Rani lakukan saat ini (riset) kan. so. Tapi tatap muka secara langsung masih tetap diperlukan. Om Google 24 jam siap membantu. tapi kalo nyante.. ohya mas. apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan komunikasi lewat telepon.mo cabut jam berapa? Rani mau ikutan nggak? wah. bentar lagi setelah shalat azhar oke aku longgar kapan aja setelah jam 2 Oh ya boleh aku baca latar dan metodelogi tesisnya Rani nggak? kalau boleh dikirim via email ya? boleh. emang komplit gitu ya.

besok sore kita bisa ngobr ol lg? Ya.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ok entar aku kirim oke tak apa.. belum di-publish karena buru-buru ke Papua wah. besok bisa ngobrol lagi ga mas? aku kirim pake attachment oke udah terima belum? blm. lwt YM atau e-mail? e-mail juga belum tuh YM aku coba lgi ya ok udah terkirim ok. Insya Allah oke.Itu kapan ditulis nya Mas? Ya.silakan kalau mau ke pekan lingkungan.dah bisa dibuka..senang bisa ngobrol :) sama-sama 6 ..aku pembaca pertama dong hehehe :D Ya oke mas.... sip.tulisan itu aku buat tahun 2008. makasih ya Mas....

kan nggak semua aktivitas nggak harus dinilai dengan materi. tapi baru buka depan.masalah masuk ke wordpress? bukan.10 WIB : online.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Marwan Azis : 31 Mei 2009. marwanazis.com. emang belum sempet masuk-masuk aja :P Mas..multiply.com eh..com .wordpress.greenpressnetwork.com dan greencare. apa yang memotivasi atau mendorongmu untuk terus mempertahankan blog2 tersebut sih? oh yah.. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: malam Mas :) Halo sori agak lambat ya ohya mas.kan ga ada yang mbayarin lah ya kasarnya.. petualanganku.11-22. belum masuk-masuk mungkin koneksi internetmu lagi kurang lancar kali?? oh.blogspot. oke apa yang di wordperss lebih ke internal? Ya Rani udah liat blog GP di wordpress ya? ya.wordpress.com ya? dan www.blogspot.bedanya greenpress yang di wordpress sama blogspot apa Mas? kalau GP wordpress itu spesifik organisasi GREENPRESS serta artikel yang terkait dengan jurnalis lingkungan (panduan).. pukul 20..greenpressnetwork. Kalau blog GP di blogspot itu difokuskan pada news blog lingkungan hidup ohh. Begitupun dalam kegiatan lingkungan hidup maupun ngeblog 1 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: .sebenernya ada berapa blog sih yang rutin mas "pelihara"? yang sering aku input yaitu www.

tp juga lagi off beberapa bulan ini oh ternyata anak walhi juga.so.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: apalagi kalau blog yang kita kelola banyak pengunjungnya. apa kesulitan yang diala mi selama ini? Adakah pengalaman menarik? apa ya kesulitannya?? kayaknya selama ini lancar-lancar aja. paling kesulitannya adalah soal waktu kalau lagi banyak kerjaan di kantor.. 2 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: . sayangkan kalau ditinggalin berarti lebih buat kepuasan pribadi ya? Pribadi ya.salah satu keuntungan dr perkembangan teknologi ya :) yup Dalam mengelola blog-blog itu. ok. dan salah satu piranti media yang kami gunakan adalah blog hm. Misi Greenpress salah satunya adalah me mbantu penyebaran informasi lingkungan ke publik..paling setengah jam lagi :D Rani tinggal ama Ortu di Yogya? yup selain studi? aktivitas lainnya apa? kerja atau?? tadinya sempat asisten di jurusan almamaterku tapi off buat nyelesein tesis relawan di sahabat lingkungan walhi jogja. jadi kadang beberapa hari tidak posting.. pengalaman menarik? dalam hal apa? selama "melihara" blog2 itu mas? siip Di sini lumayan bagus koneksi internetnya oke. blog juga sangat bermanfaat dalam mendukung berbagai publikasi aktivitas organisasi. Rani sekarang main internet di rumah atau di warnet?? di warnet kalau malam biasa sampai jam berapa? hehe...

.wordpress.mas sempet confirm ke mereka ga? setelahnya? 3 ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ..com perhatian gimana? mereka membuat resensi tentang aktivitasku di sejumlah blog http://marwanazis.trus. blog Greenpress www.com oh gitu.. http://maverickid.ada pengalaman menarik selama blogging buat isu lingkungan? apa ya?? pikir-pikir dulu oke ya? pengalaman dukanya ya.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: kenapa? aku juga sempat jadi anggota Individu WALHI waktu di kendari? yup oke.blogspot..aku lanjut ya mas.. karena halaman blog te rsebut penuh warna merah berbendera turki makanya aku nggak mau lagi lanjutan domain dotcom... wow.. kenapa tuh kok diserang? iseng bgt Ya hackernya dari Turki lagi.aku sempet nemu juga.com/2007/12/06/click-of-the-week-29-marwan-azis/ resensi tersebut dibuat mereka buat secara sembunyi-sembunyi tanpa ada konfirmasi sebelumnya ke aku wew.greenpressnetwork.com setelah diubah dengan menggunakan domain com (www. supraisnya: aktivitas di sejumlah blog lingkungan ternyata mendapatkan perhatian dari salah satu situs http://maverickid..greenpressnetwork.com) pernah diserang oleh salah satu hacker luar negeri.com/click-of-the-week-29-marwan-azis/ ohya. Syukur ada kawan yang memperbaiki sehingga data-nya bisa diselamatkan dan eksis kembali.tadi gimana. Jadi kembali ke semula blogspot.

. tiba-tiba pihak panitia membatalkan peliputan kami tanpa alasan yang jelas. Waktu itu kami masih di Jakarta. katanya tulisannya propokatif.seneng dong ya kecuali orang-orang tertentu yang bergiat di aktivitas yang spesifik Yup pastinya. awalnya kami diterima oleh pihak PBB yang dikonfirmasi via email bahwa status kami udah oke dan memenuhi persyaratan.next..blessing in disguise ya :D dan menurut sejumlah teman-teman. namanya Mbah Hanny hmm. pengelola http://maverickid.com sangat selektif dalam merensi sebuah blog atau situs. Lucunya di tempat yang sama media komunitas yang yang diterbitkan perusahaan tambang dan sawit begitu mudah mereka memperoleh kartu peliputan 4 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: .. oke. ya? Cerita lainnya. dimana saat itu Greenpress bersama sejumlah lembaga lingkungan (kemitraan. si penulisnya minta maaf.. Itu juga suprais bagi aku karena resensi tersebut dibuat bertepatan dengan pelaksanaan konferensi perubahan iklim di Bali wow. bukan kami diberikan kartu peliputan. latin dan perkumpulan skala) membuat media centre Greenpress di arena UNFCCC di Bali. ya mas mo cerita atau gimana? yaitu pada saat konferensi perubahan iklim. eh. trus? Saat kami mendaftarkan diri sebagai peliput konferensi UNFCCC. Tapi pada saat ketemu Panitia. trus? Kami sempat dikabari via email agar menghadap panitia untuk mengambil kartu pers peliputan seperti hal dengan teman-2 jurnalis lainnya. Padahal itu tidak ada persyaratan peliputan UNFCCC Saat kami memberikan contoh tulisan. wah. mereka kembali menilai tulisan kami. Tapi pas hari H waktu kami udah tiba di Bali.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: Ya. justru kami dihujani dengan beberapa pertanyaan seperti apakah Greenpress memiliki hubungan dengan Greenpeace?? ahaha :)) terus kami dimintai lagi persyaratan tambahan contoh artikel (berita) yang pernah kami tulis.

.. mestinya diarahkan bagaimana membangun komitmen terhadap pelestarian lingkungan. iya lah. trus mas. Oke. ya lah.. tapi aktivitas Media Centre Greenpress tetap jalan di kampung CSF (Markas NGO) untuk liputan di arena konferen kami menggunakan link teman-teman si lainnya yup... gimana kalau besok malam aja dilanjutin lagi. he he he.pasti gitu instruksi dr para atasannya Kapal Greenpeace juga sempat ditolak berlabuh di Bali yup. menurut mas. ntar kalo ada yg perlu aku konfirm baru kita chat lagi.. Hanya karena nama Greenpress memiliki kemiripan dengan Greenpeace.hehe. oh ya tambahkan dikit ya soal UNFCCC.....ngumpul juga di situ akhirnya :D 5 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: . hehe.. Terus lembaga yang diklaim sebagai lembaga demokratis tak selamanya berlaku demokratis.. kalo aku kirim daftar pertanyaan aja gimana Mas? bisa dikerjain kalo luang. kayaknya aku dah ga bisa lama2 oke. beritanya tentang perlakuan PBB terhadap jurnalis nanti saya kirim oke. heard that. aku cari dulu ya ohya mas. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan belum? Akhirnya berkesimpulan betapa kuat pemilik modal (baca kapital) terhadap perhelatan besar lingkungan hidup. Tapi dibalik itu kami justru bangga dan makin semangat. karena lembaga yang sebesar PBB terntaya takut ama Green Press yang baru didirikan pada tahun 2004. hmm.. jadi meskipun kami ditolak tak mendapat kartu peliputan dari PBB.nanti beritanya aku kirim via email kalo hari kerja mas bisa chat jam berapa? kalau kerja kayaknya agak susah chating..LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: wawan_ep: sheesh. ckckck.lucu juga. Tapi dari apa yang kami alami bagaimana pihak Panitia memperlakukan jurnalis yang care lingkungan sangat jauh dari harapan kami...

...... Orang KLH belakangan minta maaf ama aku soal terhambatnya temanteman Greenpress dalam peliputan UNFCCC. kalo aku kirim daftar pertanyaan aja gimana Mas? bisa dikerjain kalo luang. jurnalis sekaligus blogger di arena UNFCCC.. bisa juga.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: dan salah satu media yang kami pake untuk menyebari informasi UNFCCC adalah media blog www.gimana ya mas. Jadi mungkin kami tim peliput menggunakan dua label. Insya Allah aku bantu esai kok..senang dengar banyak cerita. :) Wassalam wa'alaikum salam 6 ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: .com wah.. responnya pasti lumayan rame tuh Ya. ehm.jadi semangat :) Ya... Malam udah mulai agak larut Hati-hati di jalan ya..bukan pilihan ganda :D oke sekali lagi. soalnya aku juga dikejar tenggat :P oke kucoba kirim sekarang ya. ntar kalo ada yg perlu aku konfirm baru kita chat lagi.. ohya... he he he yah. ya udah.gimana.lagi seru nih padahal. tapi jadinya kayak ulangan kuliah he he he kayak tugas kuliah maksudku. maaf.blogspot.greenpressnetwork.. Kami banyak memback up kampanye teman-teman NGO dalam isu keadilan iklim di Bali Lucunya lagi belakangan aku bersama sejumlah teman-teman diminta ama KLH untuk menyusun laporan hasil UNFCCC buat dilaporkan MENLH ke Presiden SBY. mereka kecolo ngan dalam dokumentasi aktivitas UNFCCC.aku harus pulang mas..terima kasih. sama-sama met malam. :D lucu bgt tuh kacian deh lu KLH Ya. oke.

selain itu saya juga lampir berita cerita Greenpress di Bali. perubahan dan lain sebagainya. dan media online ini sangat membantu gerakan para aktivis lingkungan dalam menyebarkan berbagai pesan.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A Jawaban dari Marwan Azis. Tapi Alhamdulillah akhirnya selesai juga. sory agak terlambat ni menjawab puluhan pertanyaanmu karena minggu ini aku agak sibuk dengan kerjaan di LP3ES dan pembangunan situs berita lingkungan. Selain itu. Selain menjawab pertanyaan yang diberikan peneliti. sembilan hari setelah daftar pertanyaan diberikan. yakni berkaitan dengan aktivitas Greenpress selama pertemuan UNFCCC di Bali. 2. beberapa tahun belakangan ini. Apakah menurut Anda. kesadaran terhadap lingkungan mulai tumbuh dan berkembang terutama pasca Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah konferensi perubahan iklim Desember 2007 lalu di Bali. kali bersih hingga munculnya kesadaran warga yang menuntut hak atas lingkungan yang baik (advokasi) yang menolak aktivitas pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit dan tambang. "Yakin Usaha Sampai" Wassalam Marwan 1. situs jaringan sosial. baik itu berupa bencana alam. Kesadaran masyarakat ini dilihat dari mulai berkembangnya kelompok -kelompok masyarakat peduli lingkungan yang konsen di isu tertentu misalnya pengelolaan daur ulang sampah.(bahan pertanyaan dan jawaban terlampir). Di kelompok swasta juga mulai gencar gerakan Go Green sebagai bagian dari tanggungjawab perusahaan di bidang pelestarian lingkungan hidup. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? Kalau menurutku. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? Dengan berkembangnya fasilitas multimedia seperti Internet beberapa tahun belakangan ini seperti blog. 1 . -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Dear Rani Halo Rani. Semoga proses pembuatan tesisnya berjalan lancar ya. fasilitas internet baik blog dan situs sosial lainnya mempermudah terjadinya sharing informasi dan konsolidasi berbagai gerakan lingkungan serta menggalang donasi lingkungan via internet. Dikirim 8 Juni 2009. Kesadaran ini tidak terlepas dari gencarnya pemberitaan media tentang isu lin gkungan hidup dengan berbagai dinamikanya. Menurut Anda. kampanye lingkungan kemasyarakat global tanpa harus bergantung lagi pada media manual seperti koran dan majalah. informan mengirimkan sejumlah artikel yang dijanjikannya pada wawancara terakhir.

Angin Mammiri Makassar.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A 3. Mungkin ke depan perlu ada partai yang konsen memperjuangkan lingkungan semacam Green Party (Partai Hijau) agar isu lingkungan tidak lagi dimarjinal dalam setiap pengambilan kebijakan. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia. Karena gaya hidup hijau atau yang bisa kita kenal back to nature itu tidak muncul begitu saja. Ini merupakan perkembangan yang menggembirakan bagi kemajuan Indonesia dan gerakan penyadaran lingkungan. artis. tapi muncul dari kesadaran publik akan tuntutan lingkungan hidup yang baik dan sudah menjadi kebutuhan bersama bagi warga bumi untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan sehingga tentu kedepan akan makin banyak orang beralih ke trend hijau karena selain ekonomis juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. 5. yang menjadi pekerjaan berat bagi penggiat lingkungan adalah bagaimana gerakan lingkungan bisa ke masuk ke ranah politik agar isu lingkungan menjadi prioritas utama dalam berbagai pengambil kebijakan politik. Namun menurutku gaya hidup hijau itu bukanlah trend sesaat. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? Sah-sah aja orang berpandangan bahwa Gaya hidup”hijau” hanyalah trend sesaat. bisnismen hingga politisi belakangan ini mulai tertarik dengan situs pertemanan sosial seperti Facebook. mahasiswa. Wong Kito Palembang. 4. Komunitas Blog Yogyakarta dan lain-lain. Berbagai komunitas blog di daerah bermunculan seperti komunitas blog bundaran HI Jakarta. 2 . artinya apa. Jutaan individu masyarakat baik itu kalangan pelajar. Tinggal bagaimana gerakan lingkungan bisa masuk ke komunitas blogger Indonesia. kampanye lingkungan lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? Saya kurang sependapat dengan pandangan tersebut. apalagi belakangan ini makin banyak hospot gratis di berbagai kota di Indonesia dan harga akses internet makin murah dan kita patut bersyukur karena pemerintah Indonesia dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informasi RI sangat mendukung muncul komunitas blogger di Indonesia. karena berdasarkan informasi yang saya peroleh saat pesta blogger 2008 lalu ternyata Indonesia merupakan negara pengguna blog terbesar di dunia. Mereka merupakan stakeholder yang potensial dan strategis bagi gerakan pelestarian lingkungan di Indonesia. Dan saya yakin ke depan akan makin banyak orang yang memanfaatkan teknologi informasi internet. Kalau pandangan Mas tentang gerakan lingkungan saat ini? Sudah banyak kemajuan seiring dengan berkembangan fasilitas multimedia dan internet. saat ini masyarakat Indonesia sudah banyak yang memanfaatk an blog dan situs pertemanan sosial lainnya dalam berbagai aktivita s keseharian.

com. gabung dalam komunitas volunteer via internet/milis) Tolong ceritakan. perubahaniklim@yahoogroups.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A 6.com. tampil di media massa konvensional. dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk menyelamatkan lingkungan? Manfaatkanlah internet untuk berbagai informasi apa saja tentang lingkungan mulai dari tips sederhana bagaimana berperilaku ramah lingkungan hingga bagaimana publik agar bisa memperjuangkan haknya terhadap lingkungan hidup yang baik. gerakan tolak pembangunan PLTN di Indonesia dan terakhir ikut mendukung surat petisi gerakan penyelamatan hutan Indonesia yang digalang Greenpeace Asia Tenggara yang ditujukan pada Presiden SBY. voting dalam petisi online. 8. saya juga aktif terlibat mendukung gerakan petisi lingkungan seperti lumpur lapindo. Kegiatan lainnya adalah menyelenggarakan berbagai kegiatan lingkungan seperti pelatihan jurnalis lingkungan. 7. berkolaborasi dengan salah satu gerakan atau organisasi lingkungan.com. supportergreenpress@yahoogroups. Jauh sebelum dunia blog berkembang di Indonesia . apa yang paling ingin Anda kembangkan dari Greenpress? (Misalnya. Jadi tentu aktivitas online tidak terlepas dari aktivitas offline yang dilakoni seorang blogger karena kebanyakan tulisan atau cerita yang dimuat di blog dan situs sosial lainnya itu diinspirasi dari aktivitas keseharian seorang blogger yang kemudian disharing ke public via blog. orang yang gembargembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) Itu kembali kepada personal masing-masing orang. 9. saya udah bergabung dan juga mengelola komunitas mailinglist lingkungan dan jurnalis seperti walhinews@yahooogroups. apakah Anda juga memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? (Misalnya. berlangganan milis bertema lingkungan. lingkungan@yahoogroups. Menurut Anda. Apakah menurut Anda kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya.com. Bila Anda memiliki waktu dan kesempatan lebih. Dan dorong orang-orang terdekat Anda untuk Ngeblog dan mau bercerita seputar aktivitas keseharian mereka dalam melestarikan lingkungan hidup via blog karena membantu penyebaran informasi lingkungan itu merupakan bagian dari salah satu upaya untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Namun kalau menurut pengamatan saya. donasi lewat e-banking.com dan beberapa milis lainnya. Greenpress sebagai komunitas jurnalis lingkungan di Indonesia. Selain itu. kebanyakan teman-teman blogger yang selama in i sharing informasi via blog itu diinspirasi dari aktivitas keseharian mereka apakah itu sifatnya personal maupun dinamika komunitas mereka beraktivitas. wartawanlingkungan@yahoogroups.com.com. selain aktif membantu penyebaran informasi lingkungan ke publik baik itu lewat media masing-masing tempat kami bekerja maupun via blog dan situs. membuat event bersama).com. ajisaja@yahoogroups. mediacare@yahoogroups. greenpress@yahoogroups. membuat event bersama dengan 3 . Selain memiliki sebuah blog dengan isu lingkungan.

Content informasi baiknya menampilk an bahasa yang dimengerti publik serta memadukan antara naskah. televisi. lagian kan tidak selamanya kita mengakses internet karena mata kita juga memiliki keterbatasan dalam berhadapan monitor laptop atau pc. buku)? Tolong ceritakan. Apakah anda masih mengkonsumsi media konvensional/ media massa (koran.greenpressnetwork. atau menyebarkan informasi lingkungan?) Cara efektif adalah bagaimana kita memanfaatkan blog dan situs jaringan sosial lainnya untuk berbagai informasi lingkungan mulai tips ramah lingkungan hingga gerakan advokasi lingkungan. Ya. radio. 12. selama ini juga saya juga mengkonsumsi media konvesional seperti koran.worldpress. 11. Kenapa Anda masih mengkonsumsi media -media tersebut? Apakah internet tidak cukup? Atau mungkin hanya karena kebiasaan? Karena udah kebiasaan. film.com) dan kami juga berapa kali menjadi narasumber di sejumlah Radio seperti Green Radio Jakarta dan Radio Swara Alam Kendari. televisi. Selain membeli sendiri. memperkuat gerakan lingkungan. 4 . film dan buku. Saat ini kami tengah membangun situs beritalingkungan. Ya. kami juga banyak dikirimi buku dan majalah dari beberapa organisasi lingkungan dan penerbitan lainnya. Menurut Anda. (detailnya silakan akses di www. Greenpress juga memiliki Radio Komunitas yang saat ini dikelola teman-2 GP di Kendari (Radio Green News). 13. foto (gambar) dan film dokumenter lingkungan seperti yang selama ini dilakukan oleh sejumlah organisasi lingkungan seperti Greenpeace yang sudah teruji efektif melakukan kampanye lingkungan di berbagai belahan bumi. Apakah anda sudah cukup puas dengan apa yang anda dapatkan dari internet/ sudahkah cukup apa yang disediakan internet untuk mendukung kebutuhan serta aktivitas anda? Terutama terkait dengan aktivitas untuk lingkungan.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A organisasi pencinta lingkungan lainnya dalam berbagai moment hari-hari besar lingkungan serta terlibat dalam berbagai kolaborasi gerakan advokasi lingkungan. radio. bagaimana cara terbaik memanfaatkan internet untuk menyelamatkan lingkungan? (dengan berkampanye. 10.

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

[Artikel-artikel] http://csoforum.net/Artikel/Hanya-Karena-Nama-Green-Press-Tak-Dapat-Akreditasi.html 2007, Des 7 Hanya Karena Nama, Green Press Tak Dapat Akreditasi By Hendro Prasetyo, on 04-12-2007 16:15 Nusa Dua, CSOForum-Di era keterbukaan sekarang pers masih saja dihalang-halangi pemberitaannya. Pelakunya tak tanggung-tanggung, panitia United Nations Framework Climate Change Convention (UNFCCC). Contoh paling anyar yaitu ditolaknya akses Green Press meliput acara UNFCCC di Bali. “Green”, nama yang selalu diasosiasikan dengan Greenpeace, membuat Green Press tak memperoleh akses masuk ke sidang COP 13 Bali. Tak ayal, hal ini mengecewakan beberapa jurnalis Green Press. Padahal, sebagai pengusung demokrasi, PBB secara sepihak telah menolak akses Green Press dengan alasan tidak jelas. Inilah yang membuat jurnalis Green Press tak habis pikir. Sebuah lembaga ternama dunia ternyata melakukan hal tidak demokratis itu. Marwan Azis, jurnalis Green Press menuturkan bahwa sedari awal mereka telah melakukan registrasi via email kepada panitia. Hasilnya, mereka dijanjikan akan diberikan kartu identitas. Mereka diberitahu untuk mengambil kartunya di Nusa Dua Bali. Namun, apa lacur? Kartu yang dijanjikan belum dibuat. Malahan mereka seperti diinterogasi dengan dicecar pertanyaan yang sama; Apakah ada hubungan dengan Greenpeace? Tanpa tedeng aling-aling, panitia justru meminta contoh tulisan. Alhasil, mereka ditolak aksesnya sebab tulisannya dianggap provokatif. “Padahal, di syarat pendaftaran tidak ada pengecekan tulisan”, keluh Marwan. Lebih aneh lagi, ketika beberapa media yang berurusan dengan soal interior tiba-tiba diterima akreditasinya. Ini adalah secuil indikasi sterilisasi area UNFCCC dari panitia yang kebablasan. Baik kendaraan, orang hingga media dihalang-halangi kehadirannya. Apakah ini menjadi tanda UNFCCC steril dari beragam pandangan? Hingga akhirnya hanya mementingkan pandangan pemilik modal dan birokrat korup. Sumber: situs www.csoforum.net

………..

5

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

http://www.vhrmedia.com/vhr-news/berita,Etika-Media -ala-UNFCCC-1078.html "Etika Media" ala UNFCCC 7 Desember 2007 - 14:21 WIB Yerry Nikholas Borang VHRmedia.com, Chicago - Tindakan sekretariat media Perserikatan Bangsa-Bangsa membagikan daftar jurnalis terakreditasi kepada pihak lain dinilai tidak etis dan hanya untuk memperoleh liputan media yang diinginkan. Tindakan itu dikecam sejumlah kalangan karena dinilai tidak beretika. Sebab, email para jurnalis tersebut segera dibanjiri rilis dari berbagai lembaga. "Ini hari yang menyedihkan bagi PBB. Mereka sengaja menghindari pendapat yang berbeda dan memakai sejumlah taktik untuk memperoleh tujuan," kata James M Taylor, staf kebijakan lingkungan pada The Heartland Institute di Amerika Serikat sebagaimana dikutip heartland.org Kamis (6/12) . Sebelumnya para jurnalis yang ingin meliput Konferensi Perubahan Iklim PBB di Bali diharuskan mendapatkan akreditasi dengan mendaftar di sekretariat media PBB di Bonn, Jerman. Masalah akreditasi ini banyak diprotes sejumlah media. Para jurnalis yang bergabung dalam Green Press menyatakan PBB secara sepihak telah menolak akses mereka dengan alasan tidak jelas. Marwan Azis, jurnalis Green Press, mengatakan sedari awal mereka telah melakukan registrasi via email kepada panitia. Hasilnya, mereka dijanjikan akan diberi kartu identitas yang bisa diambil di Nusa Dua, Bali. Ternyata kartu itu urung dibuat. Mereka malah diinterogasi dengan dicecar pertanyaan mengenai hal-hal yang tidak relevan dan dituduh sering menulis hal yang provokatif. Gugatan juga ditujukan terhadap Panel Antar-Pemerintah mengenai Perubahan Iklim yang digagas PBB (UN Intergovernmental Panel on Climate Change, IPCC). Professor David Henderson dalam tulisannya di Wall Street Journal Kamis (11/10) mempertanyakan keterbukaan dan proses politik dalam forum itu. IPCC yang didirikan tahun 1988 berisikan pejabat pemerintahan dan sejumlah ilmuwan. Sepanjang berdirinya IPCC telah menghasilkan laporan penilaian penting yang dijadikan dasar bagi pengambilan kebijakan mengenai lingkungan hidup negara-negara di dunia. Laporan ini menjangkau isu-isu ekonomi, sains, dan aspek teknis. Laporan terakhir AR4 sebanyak 3.000 halaman dan berisi penelitian 2.000 ilmuwan di seluruh dunia akan selesai akhir Desember ini. Menurut Henderson, dosen Westminster Business School London, keikutsertaan ilmuwan di IPCC membuat forum ini memperoleh kepercayaan besar. Dalam kenyataannya kelompok ilmuwan hanyalah partisipan terpisah dari pusat pengambilan keputusan di dalam IPCC. (E5)

6

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

Pekerjaan Baru di Malam Pergantian Tahun 2008 2:20 AM / Posted by Marwan /

Ketgam: Buku SLHI dipamerkan oleh Presiden SBY saat peringatan hari lingkungan hidup di Istana Negara 5 Juni 2007, foto: DOK KLH

Sehari sebelum pergantian malam tahun baru 2007 ke 2008 (30/12/07), saya sempat diajak ama teman-teman Environment Parliament Watch (EPW) Jakarta untuk main ke Bandung untuk refresing karena selama ini kami terlalu banyak disibutkan oleh berbagai kegiatan di organisasi dan kantor yang membuat pening kepala, jadi ada baiknya main ke daerah Bandung yang terkenal dengan sebutan Paris Van Java serta ke daerah Lembang yang terkenal sebagai daerah agrowisata di Jawa Barat.

Kami sudah sepakat berangkat setelah magrib menunggu saya pulang dari kantor LP3ES. Saat tengah menyiapkan diri dengan berbagai perlengkapan yang akan saya bawa ke Bandung.Tiba -tiba HP saya berdering ternyata dari IGG Maha Adi, kawan saya seaktifitas di Green Press Jakarta yang saat ini bekerja sebagai jurnalis di Majalah Tempo. ”Wan saya minta bantuan nie, karena hanya kamu yang bisa bantu saya,”kata Adi. ”Bantuain apa Bang,”tanya saya. ”Gini Wan saya diminta oleh Henri Bastaman (Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup) ngerjain buku Bunga Rampai pertemuan Konferensi Perubahan Iklim (UNFCCC) Bali. Saya udah rekomendasikan namamu sebagai tim yang akan ngerjain buku itu,”kata Adi. ”Gimana ya Bang, sekarang saya lagi siap-siap nie menuju Bandung,”kata saya. ”Tunda aja dulu Wan, bantuin saya, sekarang saya masih di Bali, gila nie saya diminta menyelesaikan buku itu tanggal 2 Januari 2008.”Jadi tolong bantuin. Sekarang saya masih di Bali, besok tolong kamu wawancarai ibu Nelly ya.”pinta Adi. Akhirnya saya ngambil keputusan tidak ikut Bandung, demi membantuin Adi. Malam itu saya diarahkan Adi agar besok mewancarai Ibu Nelly, (Ketua Tim Delegasi RI dalam UNFCCC) seputar kronologis mulai dari penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggarakan konferensi 7

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

perubahan iklim, proses atau dinamika sidang Konferensi Perubahan Iklim di Bali hingga hasil yang dicapai. Alasan saya tidak ikut ke Bandung selain karena alasan bantuin Adi ngerjain buku, malam itu juga kondisi badanku lagi kurang sehat (masuk angin). Syukur teman-teman EPW (Dudy, Ardi, Rudi dan Yusro) memaklumi keputusan saya untuk tidak ikut ke Bandung.”Nggak pa pa bang,”kata Dudy saat saya bilang nggak bisa ikut ke Bandung. Ini merupakan kesempatan kedua kalinya saya dilibatkan dalam pengerjaan buku lingkungan hidup yang terbitkan Kementeri Lingkungan Hidup (KLH), sebelumnya saya juga sebagai tim editor Buku SLHI (Status Lingkungan Hidup Indonesia) 2006 yang terbitkan pada pertengahan 2007. Malam itu saya langsung kontak staf Ibu Nelly namaya Mbak Upik untuk dibuatkan jadwal ketemuan dengan ibu Nelly, Setelah itu, saya berupaya kontak Ibu Nelly, akhirnya ibu Nelly bersedia meyediakan waktunya besok hari jam 9.00 WIB untuk di wawancarai. Esok harinya saya langsung meluncur ke rumah ibu Nelly di Daerah Bintaro Sektor 3 Jakarta Selatan. Alhmadullillah sebagian informasi seputar UNFCCC saya bisa peroleh dari penjelasan ibu Nelly. Usai wawancarai ibu Nelly saya langsung menuju hotel Mahakam di Blok M untuk ketemu pak Henri Bastaman guna membahas pembuatan buku itu. Dari penjelasan pak Henri ternyata KLH merancang empat buku yang akan terbitkan terkait dengan Kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) yang diselenggarakan pada tanggal 3-15 Desember 2007 lalu. Buku itu akan dibagi empat judul yaitu 1) Report kronologis berdasarkan kegiatan berlangsung baik sisi penyelenggaraan maupun subtansi isi, 2) Rekaman dari para pelaku (Presiden COP 13, Presiden RI, Sekretaris UNFCCC, DELRI (Dele gasi RI)), 3) Buku Bunga Rampai Konferensi Perubahan Iklim yang akan berisi macam catatan kejadian dala m konferensi Perubahan Iklim di Bali seperti Emil Salim diteriaki Komprador saat berkunjung ke Kampung CSO (NGO), Yvo De Boer tiba-tiba menangis di arena konferensi dan lain-lain, dan terakhir (4) Buku yang bercerita tentang hasil kesepakatan yang tercapai di UNFCCC Bali terhadap negara berkembang dan negara maju. Bagi kami ini adalah pekerjaan besar, yang membutuhkan tenaga, pikiran dan waktu. Nah buku yang pertama yaitu Buku Report UNFCCC itu menurut pak Hendi, dealine harus selesai tanggal 2 Februari, karena pak Menteri Lingkungan Hidup (Rachmat Witoelar) akan menghadap Presiden SBY. Akhirnya kami harus kerja ekstra agar bisa selesai sesuai dengan dealine yang diberikan ke kami. Bagi saya dan Adi ini pekerjaan gila. Tapi karena kami udah komitemen membantu, meskipun kami harus mengobarkan waktu malam tahun baru kami demi mengerjakan buku tersebut. Karena kan kita harus memulai tahun baru dengan penuh semangat baru agar apa yang kita cita-citakan di tahun baru 2008 ini bisa tercapai. (Marwan)

8

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE-

: Melinda Rachman : 21 April 2009, pukul 10.13-12.09 WIB : online, via Yahoo Messenger :1

dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

helo challida ya yup..silakan panggil aku rani challida tuh nama depanku resmi banget :P oh rani, oke2 hehe, kenapaaaa rani, kenalan dulu ya mel.. namaku rani, aku lagi ngerjain tesis nih..ambil tema tentang penggunaan internet untuk aktivisme lingkungan aku tinggal di jogja, kuliah di UGM yaaa, aku melinda, 16tahun, mau nanya apa? jangan susah susah yaaaa hehehe :p ga lah..ngobrol aja.. kamu masih sekolah mel? Iyaps, 2 SMA ceritain dong tentang Go Green.. kapan mulainya, gimana awalnya oke, awalnya waktu aku SMP udah punya blog, Lala (yang satu lagi) juga udah aktif ngeblog, terus suatu hari aku nemu artikel tentang penggundulan hutan kalimantan di majalah Gadis, aku tulis lagi di blog aku, syukur banget tulisan aku itu banyak yang berkomentar, Lala liat, dan tiba tiba dia ngajakin aku bikin blog khusus membahas global warming itu, khusus di Indonesia trus? akhirnya bikin deh, tebentuk 2 februari 2008 awalnya iseng iseng aja, sekedar tulisan, pokoknya semua sumber, koran majalah, buku pelajaran, pemikiran sendiri, di tuangkan semua ke blog itu ga nyangka banyak banget yang dukung, nah dari situ kita lebih serius lagi, sampai sekarang 1

dikeroyok:

ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok:

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

tapi intinya kita mendukung lewat tulisan aja kok cocok buat yang bikin skripsi dll soalnya kalau kita terjun langsung suka ga pas waktunya, akunya masih sekolah, lala harus kuliah, gitu.. hehe udah kayak pidato ya haha hubunganmu ama lala apa? Temen? temen aku, temennya dia juga, dikenalin deh, iya temen waktu awal ngeblog pas SMP, itu kamu umur berapa? waktu itu ngeblognya soal apa aja? aku umur... 14 tahun.. 3 SMP blog aku ya bersifat pribadi aja, kadang ngomongin diri sendiri, kadang ngomongin kejadian2 di berita, Lala juga sama.. yang bikin tertarik nulis tentang isu lingkungan apa? apa karena ada pengalaman pribadi mungkin hmm pertamanya emang prihatin, banyak yang kontra malah, ada yang bilang 'ngapain sok sok ngurusin lingkungan, lulus aja be lum becus' tapi sete lah kesananya, emang ngerasain juga misalnya satu hari panaaaaas banget, menit berikutnya hujan cerita dong pertama kali kenal ma internet tuh gimana? apa emang di rumah ada akses? di rumah emang disediain, ya gimana sih kalau anak2 kan main friendster, facebook hahahaha, tapi kan yah bosen juga, lebih asik ngeblog, istilahnya bisa mencurahkan gitulaaah, hehe..emang ya.. jadi, pertama kenal internet umur berapa tuh? SD? wah kalah dong aku :P SD udah kenal tapi kan sebatas nyari tugas dan itupun dibantu.. internetnya dipasang waktu SMP itu.. belajar sendiri apa diajarin tuh awalnya? akses internetnya? ya make internet..

ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d:

2

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

dikeroyo k: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok:

diajari, waktu SMP juga udah belajar soal internet gitu.. awalnya google, kan dari google bisa akses apa aja, trus yaaaa belajar belajar sendiri, gitu hehe kalo pertama kali kenal blog tau dari mana? internet juga? iyaps, ada temen punya blog, aku baca, seru juga, bikin deh, aku utak atik sendiri hehe mel sekarang kelas baru sih? lagi libur ujian kah? kelas 2, iya kelas 3 kan lagi UAN.. ada lagi raniiii? masih banyak sebenernya..tapi gapapa kok kalo disambung lain kali.. :) masih ada sekitar 20 pertanyaan lagi.. :P oh ga apa2 kok maaf ya.. sekarang juga boleh heheh oke deeh terserah rani kapan oke deh..nyante..aja. Kalo kamu mo off bilang aja ya.. ok..next.. dalam sehari, rata-rata kamu make internet berapa jam? ga nentu sebenernya, rata rata 3 jam sekali pake, kadang juga ga pake sama sekali soalnya jaga mata, sama dimarahin juga sama orang tua haha :p 3 jam udah termasuk semuanya, main, download, share sana sini hehe wah.. berarti selama ini kalo akses emang di rumah ya.. hehe.. maklum banget kita mahasiswa kere sih pada ngenet ya di warnet wah kirain mahasiswa sering banget soalnya kan tugasnya banyak banget yaaa hehe iya akses di rumah, walopun kata orang bebas, tapi menurutku enggak soalnya di tegur teruussssssss :)) biasanya jam berapa aja tuh akses? ada kebiasaan ga? biasanya malam, selain siangnya sekolah+les, malem juga biasanya tementemenku pada online jadi ya sekalian daaaaah haha :D kebiasaan.. hmm. kecanduan yang ada 3

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

weh..tapi pernah ga ngerasain kecanduan? pernaaaah pastinya haha tapi ya kalo emang lagi males, kan pasti mikir 'ah ngapain juga bisa besok besok' yaa bisa ditunda lah, baca novel hehehehk selain nge-net, kamu nonton tv atau baca koran, majalah gitu ga? cerita dong.. nonton tv jarraaaanggg, kecuali kalo ada kartun, kadang-kadang pagi liat berita reportase pagi hahahah :p, majalah ga terlalu, kalo koran ga suka sih sebenernya tapi disuruh ibu baca, dipaksa katanya penting, yaah kadangkadang deh baca korannya hehe.. sammaa..cuma aku agak lumayan kalo nonton berita, tinggal nonton soalnya yoa haha so..balik ke soal blog..biasanya kamu ma lala bagi tugas atau punya kerjaan masingmasing sih? gimana cara kalian "ngelola" blog n cause kalian di FB? yang kelola biasanya Lala, mulai dari tampilan dll, cause juga Lala yang bikin, aku sih biasanya publikasiinnya, bisa ke teman-teman, ke guru, ke mana aja, kalau cause di facebook paling aku invite orang orang aja, dan mereka-mereka juga meng-invite teman-teman mereka, jadi makin rame deh.. trus misalnya kalau ada email dari instans i manapun, siapa yang dapet, ditanyain dulu, diskusiin dulu, baru dijawab emailnya.. sebenernya banyak yang mengundang, tapi beribu maaf waktunya benar benar ga pas, lagipula kita kan baru mengkhususkan lewat tulisan aja,.. kalau untuk tulisan, tetap kalian berdua kan? apa gantian gitu? janjian ga sih kalo mo bikin postingan? nggak, nggak sama sekali, kalau mau nulis ya tinggal nulis aja, iya cuma kita bedua yang nulis, oiya, biasa suka ada yang menyumbangkan aspirasinya lewat email, trus kita tulis kembali ke blog, tetep sumbernya ditulis dari siapa, dimana. oohh... ok.. yang bikin kalian masih bertahan apa? ada motivasi tertentu ga? rani? hoi.. putus kah? raniii udah bisaaa, lanjutt hehe woke..ya itu..tadi aku nanya.. yang bikin kalian masih bertahan apa? ada motivasi tertentu ga? error lg? 4

ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d:

kita nulis kalo ada bahan aja. atau pemikiran orang lain.refresh lagi ya. pernah "libur" lama gitu ga? :P pernaaaah haha pas ujian sekolah. ide atau bahannya dapat dari mana aja? ada koran.. gitu. kalo ada isu hangat juga ditulis hehe paling sering nulis berapa kali dalam sebulan? mungkin rata-rata 2 kali ran.. direncanain ga sih tiap minggu/bulan mo nulis apa? apa tergantung isu yang hangat aja? nggak kok. pernah juga dari berita.. via Yahoo Messenger :2 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: raniiiii maaf ya lamaaa tadi update apaan dulu ga jelas nih haii. pukul 09..28 WIB : online.. kalo nyiapin tulisan buat go green. 2 tulisan perbulan. pemikiran sendiri....LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Melinda Rachman : 23 April 2009. :P dicariin orang-orang ga di blog? 1 .gapapa :) lanjut heheheh ok.03-11. majalah. si lalanya juga ujian sama sama ujian jadi sempet ga keurus blognya hehe kan pasti suka aja ada halangannya jadi yaaa gitu deeh ehehehhe huehehe.

yang kebayang tuh pengen event apa? tapi kan balik lagi ke kitanya. lebih baik naik transport umum. kalo menurut dia hemat uang. 'mana lagi updatean nya?' gitu aja sih ekekek. pake timer.. jadi jam 4 pagi ac nya udah mati.. bisa di sekolah sekolahan. jadi ya belum kesampean sih mungkin hal kecil dulu ya. hahaha abisnya pada buang sembarangan. tergantung ada bahan. tp yang jelas kita update juga kadang ga nentu. rame -rama. trus kewajiban juga ga bisa ditinggal gitu aja kan.selain itu? 2 ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: . sip sip. aku buang sendiri deh sampah mereka seringnya sih begitu heheha trus juga kalo pake ac. trus aku sindir. ada yg ngasih saran blabla. atau dimana aja... banyak juga yang ngasih usulan kalo bikin event blabla.. selain nge-blog. oke tuh. kayak nanam pohon. sama mood sih :p heehehhe ada kepengenan lebih ga selain ngeblog kalian mo ngapain? bikin event atau apaaa mungkin? naaaaah kalo event mau sih kita tapi modalnya itu.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: nggak sih. suka ga nemu waktu yang sama sama pas.emang yang kecil-kecil tuh ngaruh kok kalo dah jadi kebiasaan. kalo lewat internet. mesti ada pendampingnya. menurut aku juga ya bisa hemat polusi juga sih hehe kalo yang lewat internet? kan kamu bikin Cause tuh di FB. apa lagi tuh yang kamu lakuin buat ndukung bumi kita? kebanyakan nih yaaaa ingetin temen-temen di sekolah buang sampah di tempatnya.. darimanaaaaaa huhuhu. tapi belum kesampean hehe. gitu. iyaa makanya kan hehe ibu aku juga suka ngelarang naik motor... tapi palingan ada satu dua orang yang nanya.

dan insya Allah kita datang kesana. belum diklarifikasi lebih lanjut. mungkin kalao Walhi misalnya ada event tertentu. facebook kan lumayan ya sekarang yang pake.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyo k: hmmm kayaknya cuma cause di facebook. dimana sampahnya banyak banget. WWF atau Greenpeace? atau setidaknya ngikutin milis atau blog mereka? ngikutin sih nggak. trus informasi lain yang ga kita dapet. di dalamnya juga ada illegal logging.maunya. kan awal mulanya ketidaksengajaan gabung sih iya pasti.. bisa mempengaruhi kamu gabung ga di lembaga lingkungan kayak Walhi.mungkin setelah tesis nih kelar :P trus. 30 mei nanti kita mau ke pantai Ancol.iya nih. kita juga ga maksain kalo harus seperti mereka. dan banyakan Lala yang mengatur semuanya. masukan gimana kalau adain event. dll kalo adanya ilegal logging kan bumi ga punya oksigen lagi. bisa ada disitu. soalnya kan bahasa kasarnya kita masih cetek lah. kita ikut.. nah bisa terjadi pemanasan. global warming itu. wuih. dll aku rasa global warming induk dari semuanya.. event dari menteri lingkungan.. alhamdulillah :) ada yang ngasih masukan juga di sana misalnya? seperti tips -tips. kalo milis bertema lingkungan. jadi rame causenya. tapi sampai sekarang belum ada. emang sengaja kah ambil tema global warming? padahal kan ada juga isu lain misal tentang illegal logging. informasi negara negara lain.seru tuh. iyaa rani ke jakarta dongg sama sama kita heheheh hehe.. kayak efek rumah kaca juga. oiya. semua tentang itu. ngikutin apa aja? maksutnya gimana? 3 . baru undangan lewat email..

kita kan ga 'sebersih' yang orang kira maksutnya pasti adalah beberapa hal yg bikin kita ''aaaaah maleeeess' hehe hehe :P kalo aku pribadi sih ya. sampai disebut khatulistiwa kan.. lupa juga. kayaknya sejak SMP . langsung miris aja... apa adanya.Apa kamu tahu info kegiatan mereka karena ngikut milis mereka apa gimana? oooh kita ga ngikutin banget-banget ya.... sekalinya liat penebangan hutan liar. hmm kayaknya munafik juga sih ya. biasanya kan mereka punya milis atau situs. masih belajar juga tuh dari lembaga-lembaga besar itu. kita bisa tau sendiri dari internet (gatau kenapa bisa gitu haha) ataaaauuuu kadang mereka (Walhi misalnya) yang kirim kita email jadi kita bisa tau kegiatan terbaru mereka. apalagi Indonesia kan terkenal sama hijau nya. sedih gitu rasanya iya. dll.. ya ga tau juga ya sejak kapan. btw. iya walaupun ga ada yg percaya 'ah paling omong doang' tapi aku gregetaaaaan! hahahaha iya lah :) pokoknya kalo ditanya sejak kapan.... kesadaran tuh emang mulainya dari yang kecil aku ngerasainnya gitu rani. kalo aku. sejak kapan sih peduli ma isu lingkungan? Padahal kan kamu ma Lala ga ada yang bayar buatt kerjain ini itu :P Cerita dong.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: tadi kan kamu bilang. iklimnya juga bagus. oke oke..nah. langsung ada tiba-tiba. akakakakaa kalo dibilang kesadaran. biasanya mereka kalau punya event baru atau apa. cocok tanam apa aja tapi malah peringkat 3 besar penyumbang polusi hahaha kan malu aku sih percaya. 4 dikeroyok: dikeroyo k: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ..

..balik lagi ya. jangan sampai kita nyuruh-nyuruh tapi kitanya malah nggak. setelah 3-4 tahun akhirnya ibuku ngikutin... maunya mulai dulu dari rumah kita sendiri. tiap kertas diambilin.. hahaha trus? padahal kan emang kukumpulin j di satu. :D hebat jugaaaa yah.... yoyoooi haheahe aa tapi ada juga yang "cinta tumbuh seiring waktu" ciee.. Apa kesulitan yang dialami selama melihara Go Green? 5 ...nih sana. iyaaaa bener banget rann.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: baca artikel gitu soal kerusakan bumi. hmm iya2 bisa wuiih lama juga ya tiap ada kertas malah ibuku bilang... ya itu kamu bilang..trus kayak ada yang "nendang" di dada.miris tapi ya kesadaran itu buatku kayak feeling. susah bikin orang lain untuk ngertiin... hehe. trus ntar diloakin. ma tukang loak dibawa a ke penadah..kalo kesadaran tuh kayak feeling berarti kan macem-macem cara datengnya. ada yang love on first sight. ga dibuang.kumpulin...kayak jatuh cinta.nah penadah nyalurin ke pabrik kertas daur ulang.. walo kecil kayak nota belanja. bener2 deh sebeeel banget liatnya orang ga mikirin lingkungan sekitar sedikiiittt aja.....kayak kita kali ya... minimal buang sampah deh itu huhu oke-oke...itu dia. berjuang supaya orang ikut kita susah banget kan hehe yang penting kitanya sendiri aja dulu. duluu banget ibuku suka heran kenapa aku tuh sukanya "mulung". yegaaak hehehehe bener banget..

orangtua dukung. aku kiranya pengalaman selama nulis itu ran hehehe kalo pengalaman nyenengin dari orang aku pribadi.. aku langsung paaaaannnaaaassssss ggrrrr haha tapi aku tahan aja dulu hehe. kirain s3 mah tesis haha s3 di indonesia disebutnya disertasi.secara lagi nulis tesis. eh iya ran.ngertii bgt. dukungan dari orang tua yang bikin aku seneng banget 6 . yang ngatain. kalo ada yang ngatain tuh emang ngataian kayak gimana? spesifiknya sih ngatain ke diri kita misalnya yang kayak kemarin itu yang aku bilang pernah ada orang yang bilang 'sekolah aja belum tentu lulus sok sok mikirin bumi. oiya sama bahan mungkin yaa...gitu? hmm tadi kan kamu nanya pengalaman yang nyenengin ya. pikirin dulu tuh pelajaran blablaba' bawel banget deh hahaha... paling hambatannya ya kalau ada yang kontra. tesis itu sama kaya skripsi ga sih? iya. tapi di luar negeri ya tetep thesis btw.. kalau bener-bener lagi buntu suka bingung 'nulis apalagi iniiiiiiiiii' gitu hehe hehe.rese banget tuh pelan tapi nancep hehe kalo pengalaman yang nyenengin atau menarik ada ga? hmmm biasa aja ran kayaknya malah ga ada kayaknya hehehe semuanya enjoy kok :D yang biasa tuh misalnya apa? dapet tanggepan dari orang. tapi buat S-2 oh s2..LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: kesulitan sih alhamdulillah ga banyak.

makasih banyak. download lagu-lagu. apa keunggulan menggunakan internet dibandingkan lewat telepon. hehe kan aku suka denger musik juga.sip. cepat. ada semua. tatap muka ataupun lewat media lain? banyak banget keunggulannya informasi apa aja bisa dapat... beda ga menurutmu..lagi. artikelnya kan harus selesai jadi ya suka ga enak aja... tapi setelah aku jelasin trus pas ayah ku juga udah liat blognya.. menurutmu.bikin tangan kamu capek :P hahahah nggak kok 7 . jadi ga perlu ngumpet-ngumpet lagi tuh haha wah. dia setuju-setuju aja. tapi kalo ortu udah setuju rasanya bener-bener deh hehe ohya. mereka tadinya ga tau.mereka pasti bangga ma kamu :) amin hehehehehe oke..gimana tuh critanya? emang tadinya ga dukung gitu? nggak sih. jadi biasa kalau aku nulis artikel di internet. chat via internet sama ngobrol langsung ma orangnya? beda mungkin lebih asik ngomong secara langsung lebih cair aja suasana kan hehe udah gitu kalo chat kan capeeeeeek tangan heheheheh :)) sori ya. trus berhubungan ke teman juga lebih cepat menurutku. mereka suka ngira aku maiiin mulu kerjaannya haha suka ditegur tapi kan gimana. sebagai alat berkomunikasi. lewat chat karena temen-temenku sendiri banyaaak yang suka online informasi yang ak u mau.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: ranm_d: dike royok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: orang lain juga adaaaa yang dukung..

ya wajar lah....tinggal 3 pertanyaan besar lagi. penting ga penting kalo lagi ada tugas baru penting haha malesnya kalo lagi apa atau kenapa? kadang buat nyalain laptop aja udah malessss banget.... ato kalo lagi pengen baca novel. ngapain juga ya selain main facebook hahahaha.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: eh eh.tapi silindris juga. lagi pengen di kamar.. aku minus 1. oh 3? kirain masih 20 hehehehe :p okeeee Kamu ngerasain ada perubahan ga setelah punya dan melihara go green? perubahan dalam sikap. kalo dah terlalu sering ya pantes bosen. pandangan... dan ga sehat juga kali ya. ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: 8 ....... atau mungkin kebiasaan.. atau kadang juga mikir.untungnya juga cuma 1.soalnya sering baca ambil tiduran :P wtesah silinder kan parah ya katanya ya. katanya kalo mo jadi arsitek sebaiknya jangan silindris nyusahin kalo mo nggambar ooooh gitu. oooo. ngenet itu kan kayak aktivitas kita lainnya. oke.25..mel.apa sih arti penting internet buat kamu? sanggup ga hidup tanpanya? halah :D hahahahah kalo aku freak of internet ya mungkin bener tapi kan ya kadang suka malesssss malesss apa tuh? internet sih gimana ya.kebanyakan depan monitor iya apalagi buat mata kan aku pake kacamata juga udah minus 3 aaaaaaaaaaa waaa.begicu.. ya ga main internet.? mungkin ada tapi ga aku sadari yup..

bisa sebagai alat komunikasi. alat main hehe.. 9 . halah hehe oke. temen kalo lagi bosen :P pernah ikut petisi online? semacam apa tuh? lomba kah? ga. ya? tadi sempet eror ran huhuhu iya..LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: sikap ada pasti kan. informasi terntunya. bareng dengan Friends of the Earth aku agak lupa ran hehe petisi kayaknya belum pernah. :) menurutmu.disini juga agak lemot oke lanjruuttt menurutmu.. ya sikap aku yang bekerja gitu hehe semuanya berkesinambungan.. internet bisa dipake buat apa lagi sih untuk bantu nyelamatin bumi ini? hhmm apa yaaa. kayaknya belum. Greenpeace. tapi Lala pernah ikut aduh aku lupa namanya semacam dukungan untuk indo.tes..petisi tuh kan surat yang ditandatangani banyak orang bareng-bareng biasanya untuk menyatakan dukungan atau penolakan ngelawan sesuatu oh belum-belum eh bentar. sama akhir ini juga Walhi. tapi Lala pernah ikut semacam demo gitu. internet bisa dipake buat apa lagi sih untuk bantu nyelamatin bumi ini? tes... dari awal bikin aja juga udah 'bersikap' kan istilahnya kalau udah ada sikap mungkin pandangan juga udah ada kalau pandangan aku miris banget ngeliat hal hal negatif kayak sekarang. yang biasanya bikin petisi online tuh WWF.

teriak teriak global warming karena trend.tapi jelas aku ga bisa ikut dari jogja :P dah kliatan kok fotonya okeeee eh. bilang aku temen kamu :D aku kurang tau deh hehehe tapi nanti aku bisa kok bilang ke diaa okeeee gapapa.. apa-apa karena musim..aku juga pernah diajakin.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: demo fisik ikut teriak-teriak gitu apa demo di internet? huahaahha nggak mungkin terlihat seperti demo tapi itu semua dukungan hmm sebentar ya aku cari dulu ok Lala pernah ikut global day action dari greenpeace http://www. ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat menurtumu? menurut aku mereka yang hidup kayak gitu..com/album.facebook. cuma ikut-ikutan aja tapi ga meramaikan bagus sih sebenernya..sori.nah ini aku kirim lagi aja..lalla tuh sibuk ya? kok dari kapan aku minta add di fesbuk dia ga add. mudah-mudahan bisa dilihat oya.. tapi lebih baik lagi kalo dilakukan ga cuma pas lagi tren aja. tapi tiap hari 10 ..php?aid=45886&id=667676434 ini fotonya dari album dia..aku tunggu aja satu lagi ya? eh masih dua lagi ding. mungkin krn ga kenal kali ya.

. kalo bagi aku kalau udah memang niat nulis di dunia maya.tes.... masa iya dia ga bisa mempengaruhi diri sendiri.... aku belum pernah ketemu orang kaya gitu sih hehe jadi belum tau gimana-gimananya menurutku niat dia baik tapi aneh juga ya dia yang napsu tapi dia sendiri yang nggak melakukan. yup.... balik lagi ke orang itu sendiri.. orang yang gembar-gembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) gila abis.setuju :D tapi orang kayak gitu boleh juga laaaah hehehehe paling tidak dia sadar. ahaha.terakhir. gimana kepedulian lingkungan di masyarakat kita? tes. banyak yang suka heboh comment di sana sini soal macem-macem tapi kenyataannya.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dulu aku ngerasain banget banyak banget pamflet-pamflet. agak aneh juga. balik lagi ke semula Apa pandanganmu sama pendapat bahwa kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya.. maksut dan tujuan sebenernya ngapain? kalo dia bisa mempengaruhi orang. sunyi... iyajuga ya. menurutmu. orang-orang yang pro sama aksi ini bagus malah tapi sekarang udah hampa banget. sip 11 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: .omong doang hmmmmm. walaupun dirinya sendiri belum disadari haha oke. pasti dari dasar hati (cie) udah ada niat juga karena mungkin ga sih kita bisa mendapatkan semua pengalaman tanpa kita rasakan sendiri. kenapa bisa gitu. tapi ga bisa dipungkiri juga.

apalagi masyarakat awam menurutku belum. haha ih parah juga trus juga bis -bis yang asapnya tebal ga ada kepedulian misalnya uji emisi dulu ohya? sama sekali ga ada prubahan dong dari tahun ke tahun? kalo di lingkungan masyarakat kecil. terutama Indonesia. terutama dalam lima tahun terakhir. gimana kepedulian lingkungan di masyarakat kita? masih kurang! kalo bisa dibilang ga ada yang sadar sama sekali seenaknya buang sampah sampah menggunung dibiarin aja jadi kita udah kayak temenan ma sampah..sebenernya banyak kok perubahan.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: apalagi? menurutmu.) nyaris putus asa haha beneran deeh capeeeekkkk teriak-teriak di sekolah aja dikit yang denger. apalagi buat masyarakat luas well. bikin kompos hmmm.. mungkin berbagi sedikit harapan ya. aku bersyukur banget remaja kayak kamu peduli :) berarti masa depan bumi ini. di tingkatan masyrakat kecil malah perubahannya mulai bisa milah sampah. tapi ya emang masih dikit banget sih persentasenya makanya.. ga parah-parah banget :D 12 .. tapi aku percaya pemerintah udah melakukan yang terbaik tapi kamu masih menyimpan harapan kan? atau dah desperate? .

putus asa hahaa yup.. nah.dah ngeluangin waktu ngobrol ma aku ntar aku kabar-kabarin deh kalo tesisku dah kelar . thanks banget ya. nah iyaaa menularkannya..ngingetin kalo kita dah mulai capek...biar ga gampang putus asa.keep the spirit lah ya Mel.. ada hape.) stay in touch ya okeee mudah-mudahan sukses good luck yaaaaaa oke ada fb.iya :D aku juga mau off mau siap-siap pergi :D oke deh. mempengaruhinya. gunanya teman dan jaringan kan ya itu.. ada ym tenang sajalaah hehe hehe. susaah banget aku udah ngerasain soalnya.. 13 . :D yang paling susah dari menularkan kebaikan itu kan memelihara semangat.......LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: haha makasih yaaaaa mudah-mudahan bisa seterusnya ya raaaan iyaaa..take care..met jalan.

latar belakang pendidikan) Pekerjaan saya sehari-hari adalah manajer administrasi. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Tentang Anda dan Internet 1. untuk keperluan apa saja) Menggunakan internet di kantor dan rumah. 2. tugas sekolah.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 Jawaban dari Michael Dharmawan. motivasi atau tujuan awal menggunakannya) Belajar internet saat kuliah karena keharusan untuk email. diajari/belajar sendiri. keuangan. Apa makna atau arti penting internet untuk anda? Secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga. 6. Secara pribadi atau saat cuti bisa berpisah dari internet tetapi untuk pekerjaan sulit karena banyak hal yang melalui email. “berpisah” dari internet? Internet lebih banyak untuk pekerjaan. Dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah hidup atau cara kerja Anda selama ini (Sebelum? Sesudah?) Internet memudahkan dan mempercepat mendapatkan informasi dan komunikasi dengan orang lain 5. Apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan lewat telepon. Tolong ceritakan tentang diri Anda (pekerjaan. Bagaimana Anda sehari-hari menggunakan internet? (berapa jam sehari. contoh bila melalui email. Latar belakang pendidikan adalah manajemen. 3. ekonomi dan IT dari Purdue University di Amerika Serikat. (sejak kapan. kegiatan sehari-hari. dsb. 4. 1 . legal dan IT di perusahaan pakan ternak di Jakarta. Ceritakan bagaimana Anda mengenal internet. akses dari mana saja. Diterima tanggal 21 April 2009. tatap muka langsung ataupun lewat media lain? Keunggulan komunikasi lewat internet adalah kecepatan respon dan legalitas bukti pembicaraan.

Bisa ceritakan “sejarah” atau alasan sehingga Anda dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? Lihat pertanyaan sebelumnya 5. Saya hanya menulis saat ada waktu senggang. Ceritakan tentang blog dan milis Anda. mengkritik pemerintah dan perusahaan mengenai lingkungan. a kesulitan yang dialami selama ini? Adakah pa pengalaman menarik? Kesulitannya adalah waktu saat banyak pekerjaan yang menyita waktu. 3. Tanggapan orang cukup baik (dapat dilihat dari komentar di bagian About di blog) 2. Jadi banyak orang lebih mau bicara yang besar-besar tetapi tidak bisa diimplementasikan. Apakah menurut Anda. Terlihat dari orang-orang yang semakin banyak naik sepeda. Tetapi masih jauh lebih banyak lagi yang belum mengerti. dll. Jadi dengan semakin besar pembaca blog. kaya/miskin.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 Tentang Aktivitas Anda terkait Isu Lingkungan 1. sejak kapan. apakah berpendidikan/tidak. koran dan internet. Kadang ada juga saat-saat malas menulis karena saat awal memang semangat tetapi saat sudah begitu banyak orang yang membaca setiap hari maka akan ada tekanan untuk menulis. Dalam mengelola blog lingkungan anda. bagaimana tanggapan orang) Memulai blog sejak Januari 2007. Tujuan blog Aku Ingin Hijau adalah memberikan ide mengenai hal-hal kecil yang dapat dilakukan siapa saja. Ide dari diri sendiri. dapat ide atau bahan tulisan dari mana. Apa yang memotivasi Anda memiliki dan mempertahankan blog/ milis tersebut? Motivasi awal adalah untuk melatih menulis karena dibutuhkan dalam pekerjaan dan untuk hal ini mencari topik yang disenangi secara pribadi. 4. pengunjung ke blog lingkungan dan acara-acara lingkungan. semakin berat tanggung jawabnya. 2 . Bahan banyak dari observasi sehari-hari dan bahan lainnya seperti buku. tetapi hal kecil ini bila dilakukan bersama-sama dalam jumlah besar akan memiliki impact yang sangat besar. tanpa memiliki niat untuk merubah diri sendiri. (misal. 6. Selain itu banyak sekali orang yang tidak peduli. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? Masyarakat kita sudah semakin terdidik mengenai lingkungan. Kenapa memilih isu lingkungan? Dipilih tema lingkungan karena begitu banyak orang yang bicara tentang lingkungan.

Bila efektivitas dibandingkan televisi misalnya. Menurut Anda. Dengan harga internet dan infrastruktur yang semakin baik maka penyebaran melalui internet akan semakin lama semakin baik.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 7. sehingga ide ini akan mengalir ke banyak bagian masyarakat. orang akan semakin berfikir bahwa hal ini sangat perlu dan tidak bisa sesaat. Tetapi dengan teknologi yang ada maka kehidupan online dan offline semakin bergabung contohnya adalah dengan adanya website sosial seperti facebook. Selebihnya masyarakat yang lain akan tidak mendapatkan informasi yang sama. kampanye lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? Memang pengguna internet masih sangat rendah. Tetapi trend ini lebih banyak ke arah kebiasaan. maka akan lebih mudah ditulis dan disebar melalui internet daripada bicara satu -per-satu ke semua orang. Selain itu ide ini dapat diakses dari manapun sehingga tidak hanya di satu tempat. Oleh karena itu blog Aku Ingin Hijau adalah dalam bahasa indonesia karena memang ditargetkan khusus untuk masyarakat indonesia sehingga mereka lebih mudah mencari info dan berinteraksi dengan pembaca lainnya. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia. informasi itu akan selalu ada dan dapat diakses kapan saja. akan bisa selamanya hijau dan malah menularkan. sehingga kalau akhirnya sudah terbiasa hijau. Sehingga jauh lebih cepat penyebaran idenya. hal ini akan lebih baik karena di televisi atau radio hanya diberi ruang waktu yang terbatas sehingga hanya orang yang dapat melihat hal itu pada jam yang ditentukan bisa mengerti. orang yang gembar-gembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) Bisa saja. 9. para pembaca dapat saling berinteraksi. 8. 10. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? Gaya hidup hijau bisa menjadi trend sesaat untuk orang yang memang hanya ingin mengikuti trend. Untuk orang yang hanya nge-trend sesaat pun tidak masalah karena mudah2an saat dia lagi mencoba trend ini. hal ini dapat ditularkan melalui word of mouth di rumah atau kantor. Selain itu juga dengan blog contohnya. contohnya seseorang membaca ide di internet. maka kehidupan offline kita malah dibawa online sehingga teman-teman semakin mengetahui 3 . Tetapi tetap efektif karena dari penyebaran ini. maka dia sudah menularkannya ke orang lain dan orang lain itu bisa lebih permanen. Di internet. Selain itu dengan adanya perubahan iklim yang dapat kita rasakan bersama. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? Internet bisa sangat efektif karena bila kita ada suatu ide kecil yang dapat diimplementasikan sehari-hari. Apakah menurut Anda kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya.

4 . Membuat blog pun kita memiliki identitas kecuali identitas itu disembunyikan sehingga kehidupannya terpisah dan tidak diketahui orang lain.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 apa yang kita perbuat dan terus te rupdate.

sukanya kalau bisa mendapat komentar bahwa artikel itu bermanfaat dan benar-benar dilakukan.com>: > Dear Michael. internet dapat digunakan untuk membangun komunitas yang pada akhirnya dapat melakukan sesuatu yang konkrit bersama-sama. kira2 begitu jawabannya. kalau ada waktu dan kesempatan. :) tx. > Bila Anda memiliki waktu dan kesempatan lebih.com 2009/5/7 challida hikmarani <ranm_d@yahoo. bukan attachment. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Re: Pertanyaan Lagi Wednesday. (kalau blog aku ingin hijau belum :) ). 2009 6:52 AM From: "Michael Dharmawan" <mdharmawan@akuinginhijau. berlangganan > milis bertema lingkungan. Dukanya adalah kadang kurang ada inspirasi untuk menulis. ya. apa yang paling ingin Anda > kembangkan dari AkuInginHijau? (Misalnya. maunya sih membangun komunitas di poin 2.org> To: "challida hikmarani" ranm_d@yahoo. dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk > menyebarkan informasi/ menyelamatkan lingkungan? 2. kadang ada waktu tapi tidak ada inspirasi. membuat event > bersama) 4. ini daftar pertanyaan lanjutan: > Selain memiliki sebuah blog dengan isu lingkungan.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #2 Jawaban dari Michael Dharmawan Dikirim via body e-mail. donasi lewat e-banking. artikel juga suka diambil tanpa menulis narasumber hingga akhirnya diforward email ke mana-mana. kurang ada waktu. 3. voting dalam petisi online. tampil di media massa. berkolaborasi dengan salah satu > gerakan atau organisasi lingkungan. michael 1 . seminggu setelah pertanyaan dikirimkan peneliti. agak pendek2 karena memang pertanyaannya sudah semakin sulit nih. Diterima tanggal 13 Mei 2009. May 13. untuk milis greenlifestyle > Menurut Anda. apakah Anda juga > memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? > (Misalnya. gabung dalam komunitas volunteer via > internet/milis) Tolong ceritakan! 1. mungkin kolaborasi juga dengan organisasi lain untuk acara yang lebih konkrit. nyampenya ke saya lagi. tidak hanya virtual saja. > Tolong ceritakan suka duka Anda selama mengelola AkuInginHijau.