P. 1
Penggunaan Internet Oleh Aktivis Lingkungan Di Indonesia

Penggunaan Internet Oleh Aktivis Lingkungan Di Indonesia

|Views: 1,081|Likes:

More info:

Published by: Challida Noorseptina Hikmarani on Sep 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2015

pdf

text

original

PENGGUNAAN INTERNET OLEH AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA

TESIS Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-2 Program Studi Ilmu Politik Minat Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

diajukan oleh: Challida Noor Septina Hikmarani 07/259545/PSP/3056 kepada

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2009

MY GRATITUDES

Subhanallah, Alhamdulillah, segala puja dan puji ke hadapan Allah Subhana wa ta’ala. Segala rasa syukur atas saya panjatkan atas rampungnya amanah belajar ini. Saya ucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang sudah mendukung proses ini selama dua setengah tahun terakhir. Kepada Bapak dan Ibu, yang sudah mendukung sepenuhnya, secara finansial dan emosional, dengan doa yang tak henti-henti, mengawalku sepanjang perjalanan ini. Teruntuk Ninik dan Nia, yang sudah bersabar, dan menemani hari-hariku dengan tawa dan kebahagiaan. Untuk Ichaq, kekasih tercintaku, yang sudah bertahan hari demi hari dalam penantian. Akhirnya kita bisa benar-benar bersama Sayang! Untuk Bapak, Ibu, dan Dhek Yulan di Wonosobo, terima kasih untuk semua dukungan dan doa. Kepada Mas Nunung, yang tak pernah henti percaya. Untuk Bang Abrar dan Mas Ngurah, atas masukannya untuk tulisan saya dan bantuannya selama ini. Teruntuk keluarga besar Jurusan Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM, terima kasih selalu membuka pintu untukku. Dadok, Pulung, Mas Adam, Ina, thanks always Guys! Untuk Mbak Okta, yang sudah bekerja dengan sepenuh hati untuk kami para mahasiswa S-2 yang sering sekali merepotkan. Untuk sobat-sobatku, thanks a bunch! Hayu, Adit, Dendi, Ikie, terima kasih sudah bersedia berbagi darah muda kalian untukku, hehe... You have no idea how much that means to me... Terakhir, untuk semua yang sudah pernah mendoakan dan mendukungku, semoga Allah SWT membalas perhatian dan kemurahan hati kalian dengan kebaikan berlipat ganda.

Yogyakarta, 21 Desember 2009

internet menjadi jembatan untuk menghubungkan diri dengan orang-orang yang memiliki hasrat dan ketertarikan serupa. Entah sebagai alat komunikasi. setiap penggunanya dapat memilih untuk memposisikan internet sebagai apa. ekspresi diri. Tanggapan saya rupanya membuat informan tersebut tertarik untuk menanyakan hal yang sama pada dirinya. Berangkat dari kondisi inilah saya memilih topik penulisan tentang penggunaan internet dan aktivis lingkungan. Yogyakarta. Bagi sebagian penggunanya. Ilustrasi sederhana di atas hanyalah gambaran bagaimana internet dapat didekati sebagai sebuah wadah pertemuan. ataupun sarana pencapaian tujuan-tujuan ekonomi. Saya ingin mengerti karena saya ingin dapat menularkan semangat atau motivasi itu. dan sekaligus pembelajaran. Berangkat dari sudut pandang senada. Saya katakan bahwa saya ingin tahu dan memahami alasan dan motivasi para aktivis lingkungan yang sering saya ditemui di dunia mata. percakapan. Sebuah kondisi yang semoga dapat terwujud seiring kematangan bermedia dan berinternet masyarakat Indonesia. Dalam pembicaraan saya dengan salah satu informan. Apapun itu. yang banyak menggunakan internet untuk memperoleh informasi lingkungan. Termasuk saya.KATA PENGANTAR Internet saat ini telah menjadi bagian keseharian dari banyak anggota masyarakat Indonesia. 22 Desember 2009 Penulis . tulisan ini ingin menggambarkan bagaimana internet sebenarnya dapat digunakan untuk berbagi pengetahuan dan membangun kesadaran serta kepedulian bersama. saya mengungkapkan maksud atau niatan awal dalam menyusun tesis ini. Mengapa mereka melakukan sesuatu yang membutuhkan banyak energi tanpa dibayar.

.............. 4 2........................ B................... 3 1........................................................................................................................................ BAGAN.................... DAN DIAGRAM .......................v DAFTAR ISI ............. 19 1.............. 3 Tujuan dan Manfaat Penelitian .. Pendekatan Uses and Gratifications dan Social Action untuk Mengkaji Internet .. F.....DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .......................................................................................... 25 E.............................................. 1 Rumusan Permasalahan ....................................................................................xii BAB I................ i HALAMAN PENGESAHAN ............................................. 19 2.................. Pemilihan Informan ..................................................................................................................................ix INTISARI............... D............................................ 3 Kerangka Pemikiran .................................................................................................. 10 3.. Latar Belakang .................................... 15 Metodologi Penelitian .................................................................. 21 4...................................vi DAFTAR TABEL............. Internet dan Masyarakat Sipil ...iv KATA PENGANTAR ........ 20 3. Internet sebagai Objek Kajian Ilmu Komunikasi ................................. 23 5............ PENDAHULUAN A....................iii UCAPAN TERIMA KASIH ....................xi ABSTRACT.............................................. 24 Batasan Pene litian ............. Teknik Pengumpulan Data ........................................................... Metode Penelitian .. C... Teknik Analisis Data .......................................................ii SURAT PERNYATAAN .......................................................... Jenis dan Sifat Penelitian ......................................................................................................................................................................................................................... vi ...............................................................................................................................................................................................................

...................................................................................... 105 5....... Michael Dharmawan ...................... Penelusuran dan Penentuan Informan ............................................... C............ B..................... 86 1................ 98 Profil Informan ... 32 Pengguna dan Penggunaan Internet di Indonesia ..... Melinda Rachman ................................................................ 115 B............... 101 3........... BAB IV................................................. 111 2........................ 71 5.................... 115 2.................................................................... Djuni Pristiyanto ..................... Taktik dan Metode Aksi Gerakan Lingkungan . vii .... 112 3......... Latar Belakang dan Motivasi . 93 2........... Persepsi terhadap Internet .................................................. Definisi Gerakan Lingkungan ............ Awal Perkenalan dan Penggunaan Internet ..................................... Gerakan Lingkungan Hidup di Dunia ..... Sejarah Gerakan Lingkungan . 109 Penggunaan Internet Secara Umum ........................................ Internet di Indonesia ....... Proses Penelitian ............................................................................ C.. ANALISIS DAN TEMUAN A...................................... 73 6................ Penjelasan Atas Kemunculan Gerakan Lingkungan ... Proses Wawancara ..... 113 Penggunaan Internet untuk Aktivisme Lingkungan ................... 65 3.. 48 Penggunaan Internet oleh Masyarakat Sipil di Indonesia .......................................................... 68 4................ 93 1....................................... 87 B.... 111 1......... 107 6......................... PENGGUNAAN INTERNET A...................... Keragaman dalam Gerakan Lingkungan ..................................... E............................................ 114 1......... 96 3............. 61 1....................... Gerakan Lingkungan dan Media ............. C............................... D........ Waktu dan Kebiasaan Penggunaan ................................................................ 27 Pengguna dan Penggunaan Internet ............... 56 BAB III... Karakteristik Aktivis Lingkungan .......................................... Gerakan dan Aktivisme Lingkungan Hidup .... 103 4.. Pengolahan Data .......... 86 2.. E............. Tujuan Penggunaan Internet ........................... 78 7............................................... Ade Fadli ......... D............... Marwan Azis .... 99 2............. 80 Gerakan dan Aktivisme Lingkungan Hidup di Indonesia .........................................................................................................BAB II.............................. 62 2.......................................................................... 99 1..................... 82 Aktivisme Lingkungan Hidup dan Internet .......................................................................................... Penggunaan Internet dalam Gerakan Lingkungan .............. Armely Meiviana .................. 42 Penggunaan Internet oleh Masyarakat Sipil ....................................... AKTIVIS DAN GERAKAN LINGKUNGAN HIDUP A..........

..........3.................................. Bentuk-bentuk Penggunaan . 122 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN: • • • Daftar Milis Lingkungan Surat...... 4......... 119 BAB V....... Kesimpulan ........................... Saran ................................... 121 B.....menyurat dengan Para Informan Transkrip Wawancara viii ............................................................................... 116 Sifat Penggunaan Internet ............................ PENUTUP A.....................................................................

... 14 Tabel Tabel 2......... Gambar 4..... 102 Tampilan Milis Greenlifestyle ..........................................................7........ 110 ix .....1................... 106 Tampilan Blog Go Green ....1... Model Tindakan Sosial atas Penggunaan Media .......................................... 1996) ................... Gambar 4.. Tabel 3...................... Gambar 4......... Gambar 4....................6...........................................................119 Gambar Gambar 4... Gambar 4............100 Tampilan Blog Greenlifestyle ........4.................. Gambar 4......1.................... BAGAN........ Perkembangan Jumlah Pelanggan dan Pemakai Internet Indonesia (kumulatif) ........ Gambar 4.............. 108 Tampilan Blog Aku Ingin Hijau ....2.............. 102 Tampilan Milis Lingkungan .......................1.....................5..... Bagan 4............................................................................................ 103 Tampilan Blog Jalan Setapak ....................... 104 Tampilan Blog GreenPress ........ TABEL.....................1.......... Peningkatan Jumlah Pelanggan dan Pengguna Internet di Indonesia .............8..................................... 44 Penggolongan Penggunaan Internet oleh Aktivis Lingkungan .1................DAFTAR DIAGRAM........ DAN GAMBAR Diagram Diagram 1. 43 Spektrum Pemikiran dalam Gerakan Lingkungan (dalam Garner............... 76 Bagan Bagan 2...........3............................................. Tampilan Blog Timpakul ...............

Kedua bentuk tersebut dipilih karena lebih hemat. milis. xi . social action model. mereka meyakini bahwa internet berperan penting dalam penyebarluasan nilai. sosial. Pilihan pengelolaan umumnya berhubungan dengan pilihan pribadi dan keterbatasan sumber daya. para aktivis dalam penelitian ini menggunakan blog dan milis sebagai senjata utama untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan informasi. Penggunaan internet para aktivis tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor psikologis dalam diri mereka sebagai pengguna tetapi juga oleh dimensi-dimensi sosial yang melingkupi kehidupan mereka. Penelitian deksriptif ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam. aktivis lingkungan.INTISARI Penggunaan Internet oleh Aktivis Lingkungan Hidup di Indonesia Challida Noor Septina Hikmarani 07/259545/PSP/3056 Riset ini menggambarkan bagaimana praktek-praktek penggunaan internet oleh aktivis lingkungan untuk mendukung nilai-nilai pro. blog. Dimensi seperti status dalam keluarga. baik sebagai perseorangan maupun dalam konteks dirinya sebagai aktivis atau pemerhati lingkungan. dan menjadi alasan seseorang menggunakan internet –dalam konteks ini. ditemukan bahwa kekuatan awal yang mendorong. terutama untuk mendukung isu lingkungan– dapat berasal dari diri sendiri dan juga datang dari adanya situasi-situasi ekonomi. Kata kunci: penggunaan internet. ditemukan bahwa penggunaan internet para informan.nilai pro. uses and gratifications. Sejalan dengan kerangka konseptual Uses and Gratifications dan Model Social Action. Lepas dari itu. dan politik yang berlangsung di sekitar pengguna internet tersebut. Dalam prakteknya. serta aktivitas keseharian lain dari pengguna turut mempengaruhi bagaimana seseorang menggunakan dan memposisikan internet dalam kehidupannya. saling berkaitan erat dan tidak dapat dianalisis secara terpisah. sebagian mengelolanya secara individual dan sebagian lagi mengelolanya secara kolektif. jenis pekerjaan.milis tersebut.informasi lingkungan. kualitas pendidikan.lingkungan. Dalam pengelolaannya blog-blog dan milis.lingkungan. memotivasi. mudah. Secara umum. terutama waktu luang. dan populer.

whether as an individual or in the context of themselves as environmental activists. weblog. They manage those blogs and mailing list in certain ways. uses and gratifications. In practice. types of occupation. The activists’ internet use is not only determined by psychological factors within themselves as an internet users. xii .ABSTRACT Internet Use by Environmental Activists in Indonesia Challida Noor Septina Hikmarani 07/259545/PSP/3056 This study describes the practices of internet use by environmental activists in Indonesia to support environmental values. education attainment. these activists use weblog and mailing list as their primary tools to introduce and disseminate environmental informations.where the initial force and motivations of their internet use can be sourced form themselves and also from other economics. it is found that the informants’ internet use. social action model. Above it all. is highly interconnected and cannot be analyzed separately. but also by the social dimensions around them. In general. social. and political conditions surrounding them as an internet user. mailing list. This finding is in coherence with the conceptual framework used in the research -Uses and Gratifications and Social Action Model. environmental activist. Keywords : internet use. These ways are chosen due to limitations in resources. Dimensions such as their status in the family. This descriptive research uses in-depth interview as a data collecting technique. and daily activities can contribute into how they use and position internet in their lives. several of them manage it individually. some others manage it collectively with friends in their community. the activists which became informants of this study fully believe in the internet’s important role in disseminating environmental values. especially in allocation of time to manage the blogs and mailing list.

sosialisasi.BAB I PENDAHULUAN A. belum banyak kajian ataupun penelitian yang membahas pemanfaatan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia. dan tidak sedikit dari mereka yang menjalankan program tersebut melalui internet. Kondisi kontradiktif ini menjadi menarik untuk dikaji mengingat keberadaan dan penggunaan internet selama ini kerap dihubung-hubungkan dengan kesetaraan individu untuk terlibat secara aktif. LATAR BELAKANG Gagasan awal penelitian ini berangkat dari pengamatan sederhana peneliti atas berbagai aktivitas dunia maya yang dilancarkan oleh sejumlah aktivis lingkungan Indonesia. Secara umum. e-mail dan weblog) dan baru dilakukan oleh sejumlah tokoh-tokoh tertentu saja. terutama penggunaannya oleh aktivis lingkungan memang belum berlangsung lama. yakni kecepatan dan kemudahan berkomunikasi. Hal ini terutama terkait dengan salah satu kemudahan yang ditawarkan internet. mailing list. sehingga wajar bila belum banyak keragaman bentuk dan pengalaman 1 . dan mobilisasi orang maupun informasi dalam berbagai aktivitas mereka.isu lingkungan di Indonesia. koordinasi. dan webpage untuk melakukan organisasi. Penggunaan internet terkait isu. pekerja dari organisasi lingkungan maupun aktivis lingkungan perseorangan (non-afiliasi) sama-sama aktif bekerja mengkampanyekan beragam isu lingkungan hidup di Indonesia. weblog. Terlebih lagi. Namun. Para aktivis ini umumnya memanfaatkan beragam fasilitas seperti e-mail. dari pengamatan pendahuluan terhadap sejumlah situs (website) dan mailing list lingkungan hidup Indonesia. penggunaan internet oleh LSM ataupun organisasi masyarakat sipil di Indone sia dinilai telah mampu mendukung dan mendorong kerja organisasi. aktivisme online yang terjadi tampaknya masih terbatas pada bentuk-bentuk tertentu (misalnya. Keinginan untuk mengisi kesenjangan pengetahuan inilah yang menjadi salah satu kekuatan pendorong dalam penelitian ini. Dalam kasus gerakan lingkungan hidup.

Oleh karena itu. dalam lingkup yang lebih luas. penelusuran akan difokuskan pada penggunaan i ternet oleh n aktivis lingkungan dalam mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia. Secara tegas dapat dikatakan bahwa penelitian me ngenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia belum pernah dilakukan sebelumnya. yang tampaknya belum cukup menyebar dan menyentuh masyarakat umum. Gambaran ideal penggunaan internet untuk membangun masyarakat sipil dan memperkuat demokrasi barangkali terlalu jauh untuk dikaitkan. Kelangkaan bahan kajian juga tampak jelas untuk kasus penggunaan internet oleh organisasi maupun aktivis yang bergerak dalam isu lingkungan. 2 .berinternet yang muncul. sebagai sebuah kajian awal adalah penting untuk mengeksplorasi bagaimana aktivis lingkungan sebagai individu memanfaatkan internet sebagai media komunikasi baru. Hal ini tentunya menjadi keresahan tersendiri bagi para aktivis serta pengurus organisasi-organisasi lingkungan hidup di Indonesia. yakni untuk m emahami bagaimana i ternet dipergunakan untuk n menunjang aktivisme lingkungan di Indonesia. Penelitian mengenai penggunaan media baru. oleh organisasi non-profit atau non-pemerintah serta masyarakat sipil telah banyak dilakukan di sejumlah negara. Dalam penelitian eksploratoris ini. komunikasi. serta aktivisme dalam masyarakat sipil membantu mendorong tingkat partisipasi publik dalam kehidupan sosial politik secara lebih luas. Berangkat dari keingintahuan teman-teman aktivis inilah peneliti menempatkan arti penting penelitian ini. khususnya internet. Namun. kajian empiris atas penggunaan internet oleh aktivis dipandang penting dan perlu dilakukan sebagai batu pijakan untuk memahami bagaimana proses interaksi. Tidak sedikit dari mereka yang terus mengujicobakan cara-cara terbaik untuk mengoptimalkan fasilitas internet dalam upaya menyentuh dan melibatkan publik.isu lingkungan secara lebih luas juga terkait dengan masih rendahnya kesadaran lingkungan. Kajian ini secara pragmatis diharapkan mampu menjadi masukan bagi aktivis lingkungan pada khususnya dan gerakan lingkungan hidup di Indonesia pada umumnya. Keterbatasan pemanfaatan internet dalam isu. tetapi masih sangat sedikit yang membahas hal tersebut dalam konteks Indonesia.

Dengan latar belakang yang telah disebutkan maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimanakah penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia?” C. Dalam penelusuran sejumlah literatur ilmu komunikasi. 2005: 4) bahwa internet mengacu pada dua hal sekaligus. khususnya internet. RUMUSAN PERMASALAHAN Gambaran-gambaran fenomena di atas menunjukkan arti penting penelitian ini. D. Namun. KERANGKA PEMIKIRAN Internet1 adalah salah satu media baru (new media) yang belum cukup banyak dikaji di Indonesia. Pertama. terutama dari sudut pandang ilmu komunikasi. Hasil penelitian ini secara e keilmuan diharapkan menyumbang pengetahuan mengenai penggunaan media baru. pandangan yang kedua terhadap internet akan mewarnai pembacaan penggunaan internet sebagai sebuah tindakan komunikatif (communicative action). Pemahaman pertama berkonsekuensi pada analisis terhadap penggunaan internet sebagai penggunaan teknologi. yang berhadapan dengan dimensi teknologis seperti jenis dan kecepatan akses. 3 .B. internet sebagai infrastruktur teknis jaringan komputer-komputer dan alat-alat digital lainnya yang terhubung melalui jaringan telekomunikasi berkecepatan tinggi. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini bertujuan memahami dan menggambarkan bagaimana aktivis lingkungan hidup menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan ( nvironmental activism) di Indonesia. Kedua. serta fasilitas yang tersedia melalui internet. kajian mengenai internet tidak jarang dikaitkan dengan hakekatnya sebagai sebentuk teknologi 1 Pemahaman akan internet dalam penelitian ini berangkat dari pandangan DiMaggio dkk (dalam Flew. oleh kelompok masyarakat tertentu di Indonesia. internet mengacu pada beragam isi serta aktivitas berkomunikasi dan berbagi informasi yang berlangsung melalui jaringan di atas.

kehadiran suatu teknologi komunikasi memang membawa konsekuensi-konsekuensi sosial. Dan meskipun ada persamaan pola-pola penggunaan internet di sejumlah kasus tetapi secara umum pengaruh penggunaannya memiliki beragam bentuk dan tidaklah homogen. terutama internet. Pavlik. Tidak dapat dipungkiri.lebih lagi dalam konteks Indonesia. 4 . 2003). 2003). serta masih belum dapat diterka kemana arah perkembangannya (Pavlik. 3 Pengetahuan dan kesadaran (awareness) tentang konsekuensi-konsekuensi penggunaan internet akan menjadi salah satu dimensi yang akan digali dari aktivis lingkungan. dan psikologis 3 yang pengaruhnya bekerja mulai dari tingkatan individu hingga ke level institusional (Rogers. Internet sebagai Objek Kajian Ilmu Komunikasi Kajian mengenai internet (internet studies) memang tidak berakar dari kajian komunikasi. Dalam era terkini. kultural. bagaimana mereka berefleksi tentang manfaat ataupun dampak yang mereka rasakan selama menggunakan internet. baru akhir-akhir ini saja mulai dikaji secara ilmiah. 1996. 1996: 315). telepon dan telegraf) selalu dipertanyakan manfaat. kehadiran teknologi komunikasi dalam beragam bentuk penemuan (misalnya. yakni untuk melihat sejauh mana mereka mengenali adanya perubahan atau pengaruh dari penggunaan internet. namun secara aplikatif relatif berguna dan cukup relevan untuk menjawab keingintahuan terkait fenomena komunikasi yang termediasi (mediated communication).komunikasi2 berikut beragam bentuk dan dimensi-dimensi pengaruh yang dihadirkannya (Pavlik. namun dalam penelitian ini internet lebih dipandang dari sudut teknologi komunikasi. 1996. 1. tradisi kedua internet studies berangkat dari ranah 2 Internet juga kerapkali dikategorikan sebagai produk teknologi komunikasi dan informasi (ICTinformation and communication technology). Sementara itu. lebih. serta dampaknya bagi masyarakat. Tradisi pertama riset tentang internet menurut Giles (2003: 263) lebih dominan berada dalam ranah ilmu komputer dan memfokuskan diri pada perkembangan mutakhir internet dilihat dari sudut teknologi. dan bagaimana mereka memanfaatkan pemahaman tersebut untuk beradaptasi atau mengatasi masalah-masalah yang mungkin timbul selama menggunakan internet itu sendiri. pesatnya kemajuan teknologi komunikasi semakin mendorong keingintahuan tersebut. kegunaan. Kondisi ini menyiratkan masih sangat terbukanya ruang kajian dan penyelidikan terhadap teknologi komunikasi ataupun media baru. Giles. Abrar. 1986. Sedari awal.

mulai dari penggunaan teoriteori sosial terhadap pengaruh media baru terhadap budaya manusia. Mark Douglas. dan kepustakaan (Pavlik. Generasi selanjutnya dalam kajian media baru berkembang di akhir tahun 90-an hingga awal tahun 2000.keilmuan arts and humanities yang memadukan beragam pendekatan filosofis untuk mengkaji implikasi teknologi. dan Douglas Schuler mengedepankan klaim-klaim tentang arti penting internet sebagai sesuatu yang radikal dan transformatif bagi masyarakat. Generasi kedua ini dapat dijuluki generasi kritis karena lebih banyak mengedepankan kritik-kritik terhadap pandangan generasi pertama. Pemaparan lebih dalam tentang kajian media baru disajikan Flew sebagai berikut. Generasi ini dipandang Flew mewakili pandangan dominan kajian media baru pada awal hingga akhir pertengahan tahun 90-an. Dalam dunia pendidikan. penelitian. Secara historis. tapi juga untuk secara aktif terlibat dengan dan di dalamnya. Generasi pertama. yang digawangi oleh pemikiran Howard Rheingold. serta peningkatan efisiensi. hingga pandangan posmodernis terhadap kemunculan cyberpunk (Giles. melalui pandangan-pandangan optimistik mereka terhadap potensi demokratis yang terkandung dalam eksistensi komunitas virtual. Pavlik (1996: 315) mengatakan bahwa kekuatan dan potensi positif internet yang diyakini oleh generasi ini adalah potensi desentralisasi dan komunikasi secara lebih meluas (multidirectional communication). diantaranya dengan menggugurkan janji-janji 5 . Terry Flew (2005:79-81) membagi kajian media baru (new media studies) menjadi tiga generasi. Misalnya. pengaruh positif internet ditunjukkan melalui berbagai fasilitas yang tersedia dan mampu menghubungkan berbagai institusi pendidikan. yakni new media studies. produktivitas. 2003: 264). Generasi pertama juga meminta pada para pengguna internet untuk tidak hanya memahami dunia online. Sherry Turkle. 1996: 319-328). dan adaptability. 2003: 264). Gauntlett menolak tradisi kajian media dan lebih memilih proposisi yang lebih “sexy”. Perkembangan terakhir ditunjukkan oleh kemunculan tradisi ketiga riset tentang internet yang berada dalam ranah media studies dan ditandai oleh tulisan Gauntlett di tahun 2000 (dalam Giles.

terutama bagi perempuan dan kelompok minoritas (Pavlik.marxis meramalkan bahwa teknologi media baru hanya akan menghasilkan lebih banyak -dan bukan lebih sedikitketidaksetaraan (inequality) dalam distribusi kekayaan di masyarakat.indah internet dan menunjukkan berbagai keterbatasan internet. dan pengabaian konteks sejarah dan sosial dalam pembentukan budaya-budaya terkini di internet (Flew. 2005: 67) yang menunjukkan dua keterbatasan utama kajian-kajian awal tentang komunitas 6 . 1996: 348). apalagi kalau dihadapkan pada kenyataan bahwa hingga kini terdapat kesenjangan yang sangat lebar antara siapa yang dapat dan tidak dapat mengakses internet. mereka belum mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar bagaimana sesungguhnya cara khalayak atau pengguna menggunakan internet sebagai media baru. mendalam. seringkali menggunakan logika ekonomi-politik untuk melihat kekuatankekuatan atau pihak-pihak yang diuntungkan di balik ketersebaran dan penggunaan internet yang semakin luas dan padat. Celah inilah yang menjadi awal bangkitnya pendekatan generasi ketiga dalam kajian media baru. Meskipun para pemikir generasi kedua sudah berhasil berpikir lebih jauh. Pendekatan dalam generasi ini juga berangkat dari sejumlah kritik terhadap generasi pertama. misalnya kritik dari Slevin di tahun 2000 dan Slater di tahun 2002 (dalam Flew. Keterbatasan internet yang diungkapkan antara lain adalah adanya “ digital divide” yang sedikit banyak memang membatasi siapa yang sebenarnya punya akses ke internet dan siapa yang tidak. 2005: 80). Skeptisisme yang juga muncul dalam aliran ini misalnya adalah apa yang digambarkan Pavlik (1996: 317) sebagai ketakutan bahwa pada akhirnya sebagian besar isi internet akan dikuasai oleh kekuatan-kekuatan komersial yang sudah lebih dulu mengontrol media tradisional atau konvensional. kuatnya pengaruh determinisme teknologi dalam adopsi internet. dan komprehensif tentang internet. kerapuhan komunitas virtual ketika dihadapkan dengan konflik internal. Pemikir generasi kedua. Bahkan sejumlah ilmuwan neo. Generasi ketiga new media studies menitikberatkan pendekatan empiris untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana orang berinteraksi dengan lingkungan internet. di antaranya adalah Kevin Robins dan Frank Webster. namun.

Penelitian itu juga menunjukkan bagaimana penggunaan internet oleh kelompok masyarakat tersebut tidaklah terpisah dari pengalaman nyata dan interaksi keseharian mereka. Proposisi pertama. Pertama. umur.hari mereka. 2005: 59) mengingatkan perlunya kajian mendalam untuk memahami kaitan antara hubunganhubungan sosial.virtual. gender. institusi. dan belum menyentuh fenomenafenomena “remeh” dalam keseharian para pengguna internet. dan praktek-praktek yang berlangsung dalam beragam kondisi khusus di berbagai setting masyarakat.institusi sosial di dalamnya. kelas. Proposisi kedua dari para pemikir generasi ketiga adalah perlunya mengkaji penggunaan internet dengan melihat “siapa” para penggunanya. beserta hal. Miller dan Slater (dalam Flew. Keterbatasan yang kedua adalah bagaimana generasi pertama terlalu berfokus pada internet sebagai medium dan bukan sebagai sebuah konteks sosial tempat berlangsungnya produksi dan penerimaan informasi. Misalnya. hasil penelitian mereka terhadap penggunaan internet oleh masyarakat Trinidad yang tinggal di luar negaranya menunjukkan bagaimana akses terhadap teknologi komunikasi telah memperkuat dan memperkaya praktek-praktek komunikasi khas masyarakat Trinidad. apakah mereka tinggal di wilayah urban atau sub urban). kemampuan. serta 7 . dan karakter-karakter ras. tanpa memiliki perbedaan sumber daya.hal yang telah dimiliki sebelumnya di dunia “nyata”. kelebihan. Keinginan untuk melampaui keterbatasan-keterbatasan generasi sebelumnya mendorong para pemikir generasi ketiga seperti Nancy Baym serta Miller dan Slater untuk bekerja dengan tiga proposisi utama. untuk tidak lagi meributkan perbedaan antara online dan offline atau “real vs virtual” tapi berusaha melihat bagaimana orang-orang menggunakan CMC (computer mediated-communication) dan teknologi internet sebagai bagian dari material culture yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari. serta pengetahuan. kajian-kajian tersebut lebih banyak mengkaji fenomenafenomena “heroik” di dunia maya. yakni posisi geografis mereka (misalnya. Selain itu. Pandangan optimistik mereka seolah-olah memandang bahwa orang-orang yang bergabung dalam komunitas di dunia cyber datang tanpa membawa apa-apa.

psikologis. mundur kembali ke fase sebelumnya. Hal ini disebut Flew sebagai kebangkitan semangat untuk mengkaji media baru secara empiris atau “empirical turn in new media studies” (2005: 79). berusaha menggali bagaimana efek sosial. ataupun secara simultan dilakukan lintas fase. Pertanyaan dalam riset fase kedua lebih berfokus pada penggunaan media. bentuk-bentuk efek negatif apa saja yang muncul (bila ada). Penelitian ini bermaksud mengusung semangat generasi ketiga tersebut. dan lebih dari itu. 2006. 2002). Penelitian ini sejalan dengan a fase kedua dan ketiga dari apa yang digambarkan Wimmer dan Dominick (2006: 7-8) sebagai empat fase perkembangan penelitian media massa4 . mempertanyakan apa yang pengguna suatu media inginkan dan harapkan dari media tersebut. melompat ke fase selanjutnya. dan fisik dari suatu media. yakni budaya aktivisme ( ctivism). atau dengan mencari tahu apakah 4 Meskipun disebut empat fase perkembangan penelitian media massa namun sesungguhnya model ini tidaklah linear dan kumulatif (Wimmer dan Dominick. Kim & Weaver.pendidikan mereka. Penelitian ini memadukan keingintahuan dalam fase kedua dan ketiga dari empat fase yang ada. yakni ingin mengetahui bagaimana penggunaan media oleh para penggunanya. Sejumlah kritik yang muncul terhadap pemikiran generasi pertama dan kedua menurut Flew (2005: 60) menunjukkan perlunya para peneliti bergerak dari pandangan terhadap teknologi dan perubahan sosial secara makro-sosiologis menuju ke pemahaman empiris tentang penggunaan media baru dalam beragam komunitas dan budaya. proposisi k etiga masih berkaitan erat dengan proposisi sebelumnya. Yakni. 8 . dengan cara apa suatu media membantu manusia dan juga masyarakat. dengan upaya memahami secara empiris bagaimana internet digunakan dan dimaknai oleh aktivis lingkungan dalam sebuah komunitas budaya yang spesifik. kesemuanya lebih bergantung pada fenomena terkini ataupun pertanyaan penelitian yang belum terjawab. yakni meski orang bisa memiliki banyak identitas online dan menjadi anggota suatu komunitas virtual -yang tidak terdefinisikan secara sosial maupun geografis.namun hal ini tidak berarti bahwa cyberspace itu sendiri sebuah ruang yang sepenuhnya independen dan terpisah dari ruang-ruang yang telah ada sebelumnya di kehidupan “nyata”. sementara yang dimunculkan di fase ketiga terkait dengan bagaimana suatu media mampu mengubah perspektif orang. penelitian terhadap suatu media dapat maju. Sementara itu.

padahal kehadiran internet sebagai media yang tersedia bagi banyak orang (sudah massif dan tak lagi hanya di kalangan militer dan akademisi) sudah berlangsung lebih dari satu dekade. Argumen akan pentingnya peneliti komunikasi mempelajari internet sudah pernah diungkap dalam dialog Newhagen dan Rafaeli sejak pertengahan tahun 90-an5 . 1(4). dan Sheizaf Rafaeli. Hal ini cukup mengherankan karena ilmu komunikasi sesungguhnya memberikan ruang bagi kajian terhadap internet karena internet merupakan salah satu objek material ilmu komunikasi. Fenomena ini barangkali jawaban para ilmuwan komunikasi terhadap tantangan Morris dan Ogan di tahun 1996 6 . terutama bila dibandingkan dengan penelitian terhadap media konvensional. 9 . Namun. John E. yang memiliki banyak konfigurasi atau bentuk komunikasi. 5 Newhagen. Oleh karena itu. Why Communication Researchers Should Study the Internet: A Dialogue. Hal ini karena banyak ilmuwan komunikasi masih mengungkung diri dalam batasan-batasan teoretis penelitian komunikasi massa. namun versi yang dapat peneliti akses adalah yang dimuat dalam McQuail’s Reader in Mass Communication Theory (2002). hambatan teoretis membuat banyak ilmuwan komunikasi masih menahan diri untuk mengkaji internet (Morris & Ogan. di sisi lain menemukan adanya peningkatan jumlah riset komunikasi tentang internet dari tahun 1996 hingga ke tahun 2000. riset terkait internet masih belum cukup banyak dilakukan oleh peneliti ilmu komunikasi.indiana.edu/vol1/issue4/rafaeli. Rupanya.html 6 Artikel dari Morris & Ogan sebenarnya dimuat pertama kali pada tahun 1996 di Journal of Communication. Journal of Computer-Mediated Communication. penelitian ini akan menggali bagaimana bentuk-bentuk penggunaan internet oleh aktivis lingkungan dan melihat bagaimana hal tersebut mengubah cara mereka memandang dan menjalankan aktivisme mereka. 1995. yakni bahwa teknologi komunikasi baru seperti internet sejatinya memungkinkan para ilmuwan to rethink. Kim dan Weaver (2002: 522). Diakses pada tanggal 10 Desember 2007 dari http://jcmc. definition and categories yang selama ini telah ada.suatu media dapat digabungkan (combined) dengan media lain untuk menjadikannya lebih berguna bagi individu maupun masyarakat. rather abandon. 2002: 136). Hal ini dapat dilakukan dengan memahami internet sebagai multifaceted mass medium.

mulai dari bentuk hubungan interpersonal, kelompok kecil, hingga yang menyerupai format komunikasi massa 7 . Untuk memulai kajian komunikasi tentang internet, salah satu kerangka teoretis yang dipandang Morris dan Ogan cuk up membantu adalah pendekatan penggunaan dan kepuasan (uses and gratifications).

2. Pendekatan Uses and Gratifications dan Social Action untuk Mengkaji Internet Penelitian ini memang tidak bertujuan untuk menguji suatu teori, namun tetap akan memanfaatkan dua buah model teoretis yang telah cukup dikenal dalam kajian ilmu komunikasi, yakni pendekatan Uses and Gratifications dan model Social Action untuk menggali secara lebih mendalam fenomena penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Teori yang pertama akan digunakan untuk mendapatkan gambaran umum penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Sementara yang kedua akan berguna dalam penggalian pemahaman dan pemaknaan aktivis terhadap aktivisme yang mereka lakukan melalui internet. Penggunaan dan kepuasan (uses and gratifications) adalah salah satu pendekatan dalam ilmu komunikasi. Pendekatan ini sesungguhnya telah muncul sejak tahun 1940-an (McQuail & Windahl, 1993: 133), namun baru mewujud menjadi sebuah paparan konseptual dalam tulisan Katz, Blumler, dan Gurevitch di tahun 1974. Logika pendekatan yang berakar pada analisis fungsional8 ini pada dasarnya melihat bahwa orang mengkonsumsi media
7

Bentuk-bentuk dan tingkatan komunikasi digunakan Morris dan Ogan (2002: 138) untuk menyusun empat kategori pengguna internet, yakni yang menggunakannya untuk (a) one-to-one asynchronous communication, seperti e-mail; (b) many-to-many asynchronous communication, seperti bulletin boards atau mailing list; (c) synchronous communication, yang berlangsung di waktu bersamaan dan secara simultan, baik one-to-one, one-to-many, ataupun many-to-many; seperti chatting dan Multi-User-Dungeons (MUDs) ; (d) asynchronous communication, yang bersifat memenuhi kebutuhan penerima informasi dalam mencari dan mengakses informasi, dimana dapat dikatakan ada pihak yang menyediakan informasi secara sepihak, seperti penggunaan situs www dan ftp. Empat kategori penggunaan internet ini akan digunakan sebagai kerangka untuk mengenali pola -pola atau kebiasaan penggunaan internet oleh aktivis lingkungan dan bagaimana kelebihan dan kekurangan masing-masing bentuk komunikasi lewat internet.
8

Penelitian ini sesungguhnya berada di paradigma dominan pendekatan fungsionalis karena percaya pada “‘positive’ contribution of media to the existing social order” (McQuail, 2002: 6).

10

untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial dan psikologis tertentu. Konsep dasar pendekatan ini tertarik pada:

“(1) the social and psychological origins of (2) needs, which generate (3) expectations of (4) the mass media or other sources, which lead to (5) differential patterns of media exposure (or engagement in other activities), resulting in (6) needs gratifications and (7) other consequences, perhaps mostly unintended ones.” (Katz, Blumler, & Gurevitch, 1974: 510).

Tentu saja, model ini mengasumsikan bahwa khalayak bersifat aktif dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan motivasi tertentu yang juga didasarkan pada pengalaman-pengalaman mereka sebelumnya dengan media (McQuail & Windahl, 1993: 134). Dapat dikatakan bahwa pendekatan ini mensyaratkan adanya derajat keaktifan khalayak ( udience activity), baik a secara instrumental maupun ritualized (Morris & Ogan, 2002: 142). Selain itu, berdasarkan masukan dari Lundberg dan Hulten di tahun 1968, Katz, Blumler, dan Gurevitch selanjutnya juga menyatakan bahwa pendekatan ini memandang: “(a) proses menghubungkan need gratifications dan media choice sesungguhnya berada di tangan khalayak atau pengguna itu sendiri; (b) media bersaing dengan sumbersumber lain untuk memenuhi kebutuhan khalayak; (c) khalayak mampu secara sadar bercerita tentang ketertarikan dan motif mereka mengkonsumsi media; dan (d) p enilaian tentang signifikansi kultural komunikasi massa harus hati-hati diberikan, hal ini untuk melihat perbedaan antara pendekatan ini dengan pandangan spekulatif mengenai budaya populer.” (1974:510-1)

Berdasarkan asumsi-asumsi di atas maka pendekatan ini banyak dipakai untuk meneliti bagaimanakah penggunaan media (media use) oleh khalayak.
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa penelitian ini juga memijakkan kaki di paradigma interpretif karena ingin menggali dan memahami kualitas, persepsi, dan pemaknaan aktivis sebagai pengguna internet terhadap aktivitas yang dilakukannya di internet d keberadaan an internet itu sendiri.

11

Penelitian penggunaan media selama ini memang masih belum dapat digeneralisasi dan masih bersifat spesifik, misalnya dengan hanya berfokus pada kelompok khalayak tertentu (anak-anak, ibu rumah tangga); jenis acara tertentu (kuis, berita); atau pada medium tertentu saja (radio, koran). Dari sejumlah penelitian yang telah dilakukan, McQuail (dalam Fiske, 1990: 152) menemukan empat kategori utama need gratifications atau kebutuhan yang berusaha dipenuhi khalayak saat mengkonsumsi media, yakni pelarian (diversion); hubungan sosial (personal relationship); jati diri (personal identity); dan pengawasan (surveillance) terhadap kehidupan di sekitarnya. Terdapat dua kritik utama yang dilayangkan pada peneliti yang menggunakan model uses and gratifications (Fiske, et al, 1992: 327). Pertama, bahwa pendekatan ini terlalu menekankan dimensi individualistik dan psikologis dari khalayak, sehingga mengabaikan atau gagal menangkap secara utuh fondasi struktural dan sifat sosial dari kebutuhan dan kepuasan khalayak. Kritik kedua, teoritisi uses and gratifications tampaknya mengabaikan atau bahkan tidak memperhitungkan isi atau content dari pesan media massa, padahal media massa sendiri memiliki preferred meaning yang sudah mereka bentuk sedemikian rupa. Kritik-kritik di atas tampaknya muncul dalam konteks penggunaan pendekatan ini untuk mengkaji khalayak media massa. Namun, tentunya terdapat perbedaan antara khalayak media massa konvensional dan khalayak atau pengguna media interaktif. Oleh karena itu, meskipun dianggap memiliki banyak kelemahan, tetapi pendekatan ini dinilai masih cocok bila digunakan untuk menilai secara umum atau mengkaji secara ilmiah pengaruh kehadiran dan penggunaan teknologi komunikasi interaktif (Pavlik, 1996: 343); terutama untuk menyediakan kerangka awal bagi penelitian komunikasi tentang Internet (Morris & Ogan, 2002: 141). Pandangan ini terlihat dari tingginya penggunaan teori atau pendekatan uses and gratifications dalam riset tentang internet hingga akhir tahun 2000 (Kim & Weaver, 2002: 529), meskipun hanya sedikit dari riset-riset internet tersebut yang secara spesifik menguji teori komunikasi. Hal ini tampaknya karena bentuk-bentuk teknologi komunikasi terkini memang mensyaratkan keaktifan

12

lebih di pihak pengguna atau khalayak, sesuatu yang sejalan dengan asumsi dasar pendekatan uses and gratifications. Penerapan pendekatan penggunaan dan kepuasan dalam penelitian terhadap pengguna internet misalnya mengungkapkan bagaimana pelajar SMP dan SMA di sepuluh sekolah negeri di Amerika menggunakan internet (Ebersole, 2000); serta bagaimana penerapan uses and gratifications digunakan untuk mengkaji para pengguna berita online dan offline (Lyn, Salwen, dan Abdulla, 2005). Penelitian ini sendiri tidak memposisikan pendekatan uses and gratifications untuk diuji ataupun dikembangkan secara teoretis namun hanya akan dimanfaatkan sebagai kerangka berpikir; terutama untuk menajamkan pertanyaan dalam wawancara dan mengeksplorasi dimensidimensi penggunaan internet oleh aktivis dalam tahapan analisis. Oleh karena itu, dari para informan akan dieksplorasi sejumlah dimensi seperti (a) asal-usul sosial dan psikologis dari adanya; (b) kebutuhan aktivis lingkungan, yang memunculkan; (c) pengharapan terhadap; (d) media massa dan interaktif, yang mengarah pada suatu; (e) penggunaan internet dan pelaksanaan aktivitas lain, yang menghasilkan; (f) pemuasan kebutuhan dan; (g) konsekuensi-konsekuensi lainnya. Tentunya, ketujuh dimensi di atas akan digali secara kualitatif dan digunakan untuk melengkapi pembacaan terhadap penggunaan internet oleh aktivis lingkungan di Indonesia. Hal ini karena secara mendasar pendekatan penggunaan dan kepuasan sudah cukup untuk mendapatkan gambaran umum penggunaan internet oleh aktivis, tetapi belum memadai untuk menggali pemaknaannya oleh para aktivis. Untuk mengisi celah itu, penggalian data dalam penelitian ini akan lebih banyak memanfaatkan Social Action Model. Social Action Model atau Model Tindakan Sosial merupakan sebuah revisi atas pendekatan uses and gratifications dan juga bisa disebut sebagai sebuah gebrakan teoretis yang dilakukan oleh Renckstorf di tahun 1989 (dalam McQuail & Windahl, 1993: 143-144). Model Renckstorf sebenarnya berangkat dari dan masih memanfaatkan proses interaktif dan recurrent yang disarankan Rosengren, namun Renckstorf me nambahkan titik awal yang berbeda dan menawarkan pilihan alternatif (McQuail & Windahl, 1993: 144).

13

Sesungguhnya, Renckstorf ingin meletakkan khalayak sebagai pusat dalam proses komunikasi massa. Namun, dia tetap melihat khalayak sebagai bagian tak terpisahkan dari lingkungan sosial di sekitarnya. Lebih dari itu, khalayak dan media tak henti saling berinteraksi dalam suatu lingkungan simbolik. Hal ini tampak dalam sejumlah pandangan inti Renckstorf bahwa:

“People engage in activity on the basis of their own objectives, intentions and interests, but they are in interaction with many others and are capable of reflecting on their own actions and interactions. Human beings are not determined but can reflect on their ‘life-world’ which they share with others. Individuals have to interpret their situation and act accordingly. In the normal way of things, everyday life is “unproblematic’, since recurring problems are provided with solutions. The media are also not to be considered as ‘stimuli’ which provoke a reaction from audiences, and they form only part of the relevant ‘meaning producing symbolic environment’ of human actors. The individual has a self-image and engages in an interaction with self in which media can become involved.” (dalam McQuail & Windahl, 1993: 143-144)

Pandangan inti Renckstorf di atas terangk um dalam Model Tindakan Sosial yang digambarkan melalui diagram berikut:

(2) Surrounding society (including mass media and social, political, cultural, economic institutions,etc)

(4) (1) Definition of the situation Perceiving Thematizing Diagnosing (5) Unproblematic Problematic problem

(6) Motive

(7) Projection, decision

(8) External action, e.g. media use

(10)

Eval uati on

(9) Everyday routines

(3) Individual and social characteristics (including basic human needs, psychological set-up, social status, individual life history, etc.)

14

Diagram 1.1. Model Tindakan Sosial atas Penggunaan Media (Renckstorf 1989, dalam McQuail & Windahl, 1993: 143-144)

Diagram di atas dibaca sebagai: pada awalnya (1) individu mengambil atau menetapkan definisi dari sebuah situasi, dengan memanfaatkan pengalaman-pengalaman kehidupan dan interaksi keseharian mereka yang kemudian di-perceived, thematized, and interpreted (McQuail & Windahl, 1993: 144). Di saat yang sama, faktor- faktor seperti kedirian individu (self), posisi, dan pengalaman sosial (2 dan 3) masuk ke proses defining and interpreting. Jalur yang diikuti kemudian bergantung pada apakah situasi yang dihadapi dipandang bermasalah (4) ataukah tidak bermasalah (5). Bila bermasalah, maka jawaban atas masalah itu kemudian direnungkan, hingga muncul motif terformulasi (6); untuk kemudian mengambil keputusan tentang jawaban dari masalah itu (7). Jawaban dari masalah bisa berbentuk pemilihan dan penggunaan media, namun hal tersebut hanya sebagai salah satu tindakan eksternal (8). Sementara bila dianggap tidak bermasalah (5), jalur yang ditempuh langsung menuju rutinitas keseharian (9), termasuk di dalamnya adalah penggunaan media. Setelahnya, terlepas dari termotivasi atau tidak, penggunaan media sebagai sebuah tindakan sosial akan melewati tahap penilaian atau evaluasi (10) oleh individu; yang kemudian dapat diikuti oleh sekuen-sekuen pendefinisian dan pemaknaan berikut nya. Pandangan-pandangan Renckstorf tampaknya banyak dipengaruhi oleh pemikiran yang berakar pada interaksionisme simbolik dan fenomenologi.

15

Sebagai konsekuensinya, menurut McQuail dan Windahl (1993: 144), penelitian yang menggunakan model ini secara metodologis lebih mengandalkan metodologi interpretatif dan pendekatan kualitatif secara umum. Oleh karena itu, dalam penelitian ini pendekatan penggunaan dan kepuasan (uses and gratifications) ataupun model tindakan sosial (social action) akan digunakan secara bersamaan dan seoptimal mungkin untuk menggali dan mengeksplorasi bagaimana aktivis lingkungan menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan di Indonesia.

3. Internet dan Masyarakat Sipil Awal ketertarikan peneliti pada isu ini tidak terlepas dari pandangan optimistis peneliti terhadap narasi besar potensi perubahan yang terkandung dalam penggunaan media interaktif, khususnya internet. Pandangan ini berangkat dari pembacaan terhadap keberhasilan sejumlah gerakan sosial dalam memanfaatkan internet untuk memobilisasi isu ataupun massa. Salah satu contoh penggunaan internet paling fenomenal adalah keberhasilan gerakan anti- globalisasi memobilisasi massa melalui indymedia.org untuk melakukan protes terhadap WTO saat berlangsung pertemuan WTO pada tahun 1999 di Seattle, Amerika Serikat (Croteau & Hoynes, 2003: 250). Selain itu, juga terdapat kesukesan penggalangan massa dalam aksi protes jalanan pada acara World Social Forum (WSF) di tahun 2001 (Flew, 2005: 183). Kedua peristiwa di atas hanya contoh kecil dari bagaimana pada akhir tahun 90-an internet semakin sering dipilih sebagai medium memobilisasi massa. Alasan-alasan utamanya karena internet adalah alat komunikasi dan mobilisasi yang lebih cepat, murah, mudah, dan juga karena sudah semakin banyak kelompok masyarakat yang terhubung dengan internet. Di samping itu, berkomunikasi lewat internet tak jarang dianggap lebih “aman” dari pengawasan pemerintah dan kepolisian yang seringkali menghalangi ataupun membatasi rencana-rencana aksi atau protes sosial. Jauh sebelum internet menjadi barang lazim seperti saat ini, hubungan antara media dan masyarakat sipil atau gerakan sosial sebenarnya sudah

16

berlangsung lama. Gerakan sosial pada intinya adalah sekelompok warga yang bersatu untuk memperjuangkan suatu kepentingan (cause), baik sosial ataupun politis; dan keberadaan mereka merupakan bagian penting dalam ranah politik karena mereka bisa menghubungkan warganegara dengan elitelit politik (Croteau & Hoynes, 2003: 247). Posisi penting inilah yang membuat mereka cukup dilirik oleh media; dan hubungan keduanya pun sebenarnya saling membutuhkan. Gerakan sosial atau kemasyarakatan memerlukan media untuk menyampaikan pesan mereka secara lebih luas kepada publik; sementara media berpaling pada gerakan sebagai salah satu sumber berita yang potensial. Hubungan saling membutuhkan seperti di atas pada prakteknya tidak berjalan dua arah dan secara setara (Gamson & Wolfsfeld, dalam Croteau & Hoynes, 2003: 248). Kondisi itu terjadi karena media memiliki lebih banyak pilihan sumber berita; sementara gerakan sosial tidak dipungkiri sangat membutuhkan liputan media (terutama dari radio, televisi, dan suratkabar) sebagai salah satu saluran komunikasi mereka pada publik. Hal ini karena liputan yang ditampilkan di media sangat membantu gerakan sosial untuk lebih dikenal publik, untuk mengumpulkan dukungan; memperoleh pengakuan sebagai kelompok penekan yang memiliki posisi tawar; serta memperluas cakupan isu untuk mengundang lebih banyak sekutu ataupun jaringan pendukung. Dalam ketimpangan seperti di atas, media kemudian seringkali berada di atas angin dan “me ngkondisikan” gerakan sosial untuk berkompromi dengan kebutuhan dan tuntutan media. Situasi dan relasi di atas kemudian mendorong banyak gerakan sosial untuk beralih dari media arus utama (mainstream atau media massa konvensional, seperti televisi, radio, dan suratkabar) ke media “alternatif” dan independen (Croteau & Hoynes, 2003: 249). Strategi ini umumnya dipilih agar pesan yang disampaikan pada publik tidak terdistorsi oleh kepentingan media ataup un penguasa. Bentuk-bentuk media alternatif yang dipilih umumnya adalah pamflet, brosur, koran “bawah tanah” ataupun “zine”, yakni majalah dengan format dan isi alternatif, yang seringkali memanfaatkan grafis buatan tangan dan tata letak “amburadul”. Tetapi,

17

Lebih jauh lagi. informasi. 1986: 21). Kedua elemen di atas membuat sebagian kritikus berpendapat bahwa jaringan komputer bernama internet adalah sebuah wilayah penuh kebebasan. bekerjasama dengan gerakan dari daerah atau negara lain. sebuah ruang ideal yang diharapkan para aktivis sosial dapat membantu mewujudkan masyarakat yang lebih baik. 18 . pembahasan mengenai penggunaan internet secara spesifik oleh aktivis atau gerakan lingkungan masih sangat terbatas dan belum banyak data atau hasil penelitian yang dapat diacu. 2003: 150). Kehadiran internet memang membuka saluran komunikasi baru bagi masyarakat sipil. serta menampilkan ekspresi.isu anti.globalisasi. yakni Merlyna Lim dan Yanuar Nugroho. terdapat dua peneliti yang ari banyak membahas penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia. bebas dari kekangan birokrasi dan tradisi (Croteau & Hoynes. yakni bagaimana jaringan komputer di internet memungkinkan terbongkarnya sekat-sekat perbedaan dan pemisahan antara “produsen” atau pengirim pesan dengan penerima pesan. 2005: 183). dan jenis analisis yang khas dan jarang dapat disalurkan melalui media arus utama. semakin banyak juga gerakan yang memanfaatkan internet sebagai saluran penting untuk menjaring anggota baru. Penggunaan internet oleh aktivis sosial selama ini umumnya lebih banyak berkaitan dengan isu. mengumpulkan dukungan dan dana . terutama terlihat dari keberhasilan sejumlah gerakan anti-globalisasi menggunakan internet untuk menyebarkan isu dan memobilisasi massa. serta bagaimana komunikasi melalui media interaktif membuka kemungkinan menggabungkan karakter media massa dengan karakter komunikasi tatap muka perseorangan (Rogers. masih sedikit sekali bahan yang mengkaji penggunaan internet oleh masyarakat sipil ataupun aktivis di Indonesia.globalisasi (Flew. Hal ini sejalan dengan karakter-karakter. Walau tidak sedikit aktivis lingkungan yang juga ikut dalam protes-protes anti. dari internet. D sedikit literatur yang ditemukan. termasuk membuka kemungkinan beragam bentuk interaksi baru. atau bahkan dapat dikatakan elemen-elemen kekuatan.seiring dengan makin familiarnya gerakan sosial dengan internet.

ataupun rentang 9 Intensitas disini mengacu pada kuantitas dan kualitas penggunaan internet. mailing list.Kedua peneliti tersebut telah mengkaji penggunaan internet untuk kerja-kerja sosial oleh aktivis Indonesia. weblog. maupun petisi online. dan belum mampu menggambarkan penggunaan internet oleh aktivis di level individual. 19 . penggalian data tentang penggunaan internet dalam penelitian ini juga akan menggali dimensi-dimensi sosial dan pemaknaan oleh aktivis lingkungan terhadap aktivitas yang dilakukannya. yakni aktivis tersebut memiliki intensitas 9 yang cukup tinggi dalam penggunaan internet untuk penyebaran isu lingkungan dan atau dalam pengalaman menjadi aktivis lingkungan. Untuk memudahkan penggalian data. padahal tidak sedikit aktivis yang bergerak secara independen dan tidak berada di bawah suatu organisasi tertentu. Dengan intensitas pemanfaatan internet yang relatif tinggi serta kesungguhan. terdapat satu persyaratan dalam batasan di atas. Dalam penelitian ini “penggunaan internet” mengacu pada segala bentuk pemanfaatan internet. Aktivis yang menjadi subyek penelitian hendaknya cukup sering mempergunakan internet (baik dari segi rutinitas kekerapan maupun durasi akses internet) dan mempergunakannya untuk beragam aktivitas dalam kerangka aktivisme lingkungan hidup. Informan dalam penelitian ini adalah aktivis-aktivis lingkungan yang aktif membela lingkungan melalui saluran internet. baik e-mail. Namun. Sementara itu. serta karena belum adanya riset yang membahas topik penggunaan internet oleh aktivis dalam konteks aktivisme lingkungan di Indonesia. Denga n memanfaatkan celah tersebut penelitian ini akan difokuskan pada bagaimana aktivis lingkungan secara perseorangan menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan di Indonesia. yang dimaksud dengan “aktivis lingkungan hidup” adalah perseorangan yang memiliki kepedulian terhadap isu. Fokus pada aktivis lingkungan diambil karena ketertarikan peneliti dengan aktor-aktor yang bergerak dalam isu tersebut.isu pelestarian dan keadilan lingkungan hidup. konsep-konsep dan pemikiranpemikiran di atas telah dibatasi dan dipersempit sesuai dengan tujuan penelitian. komitmen. Tetapi penelitian yang telah dilakukan keduanya masih berada di level makro masyarakat sipil ataupun tingkatan institusional dari lembaga swadaya masyarakat. yang pernah dilakukan oleh para aktivis lingkungan yang menjadi informan penelitian ini. Sejalan dengan Model Tindakan Sosial Renckstorf.

dan eksplanasi (explanation). seperti jenis pendekatan. istilah “aktivisme lingkungan” atau environmental activism mencakup segala bentuk perilaku. yakni menyajikan gambaran rinci dan akurat tentang sebuah objek penelitian. Sementara itu. serta untuk memaparkan latar belakang dan konteks sebuah situasi. deskripsi (description). membangun kategorisasi dan klasifikasi. Dalam penyajiannya penelitian ini menggunakan beberapa hal yang menurut Neuman (2000: 22) menjadi prinsip-prinsip penelitian deskriptif. perlindungan. pemaknaan. kegunaan penelitian. studi deskriptif dinilai memadai untuk menjawab rumusan masalah penelitian ini. teknik pengumpulan data. dan refleksivitas aktivis atas penggunaan internet sehingga penelitian ini dapat memberikan 20 . yakni untuk melakukan eksplorasi (exploration). Neuman (2000: 21) memaparkan bahwa berdasarkan tujuannya (purpose of study) penelitian dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Dengan tujuan yang ingin dicapai. tindakan. METODOLOGI PENELITIAN 1. Penelitian deskriptif ini berupaya mendapatkan gambaran detail dan mendalam mengenai penggunaan Internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia. kegiatan. Jenis dan Sifat Penelitian Kajian ini bermaksud memahami dan menggambarkan bagaimana aktivis lingkungan di Indonesia menggunakan internet untuk mendukung aktivisme lingkungan. ataupun tujuan penelitian tersebut. E. Sehingga dapat dikatakan bahwa persyaratan “intensitas” digunakan sebagai upaya meningkatkan keterandalan data yang akan digali. ataupun program yang dijalankan untuk mendukung penegakan prinsipprinsip pelestarian. Gambaran-gambaran yang didapat akan dikaji untuk mengetahui pola penggunaan. dan keadilan lingkungan. Ragam penelitian sosial dapat dikenali melalui beberapa aspek yang dikandungnya.pengalaman yang cukup panjang sebagai aktivis maka diharapkan calon informan memiliki keluasan dan kedalaman pengetahuan yang memadai mengenai topik penelitian.

1995). yang bertujuan memahami bagaimana orang dalam situasi alaminya menciptakan makna dan memaknai kejadian-kejadian di dunia mereka (Wimmer & Dominick. hasil penelitian deskriptif ini diharapkan dapat menjadi batu pijakan untuk memahami penggunaan Internet oleh aktivis lingkungan. Penelitian ini memanfaatkan metode penelitian kualitatif untuk mendapatkan hasil paling optimal.gambaran awal yang utuh tentang penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. 2006: 113). Metode penelitian kualitatif dianggap cocok karena memungkinkan peneliti menelisik melampaui data angka dan masuk untuk memahami makna. Sehingga di masa datang dapat diperoleh temuan yang lebih aplikatif dan dapat membantu aktivis serta organisasi lingkungan untuk menyusun strategi pemanfaatan Internet yang lebih efektif dan tepat s asaran untuk menyokong aktivisme lingkungan di Indonesia.makna di balik tindakan komunikatif yang dilakukan manusia (Lindlof. yakni metode penelitian kualitatif. Dari gambaran awal tersebut. Hal ini agar penelitian-penelitian terkait topik ini pada tahapan selanjutnya dapat diarahkan pada penyelidikan yang lebih empiris ataupun bersifat pengujian hipotesis mengenai penggunaan internet oleh aktivis. Peneliti interpretif menyelidiki proses sosial secara menyeluruh karena percaya bahwa realitas itu holistik dan tidak bisa dibagi-bagi. peneliti interpretif memanfaatkan metode penelitian yang bisa menggali data secara interpretatif. 2. Secara lebih spesifik. penelitian komunikasi yang menggunakan metode penelitian kualitatif memandang tindakan komunikasi (communicative actions) sebagai suatu 21 . Sebagai konsekuensi. Metode ini dipilih dengan mempertimbangkan tujuan penelitian yang bermaksud memahami dan menggambarkan bagaimana aktivis lingkungan hidup menggunakan Internet untuk mendukung aktivisme lingkungan. Metode Penelitian Penelitian ini secara paradigmatik memanfaatkan pendekatan interpretif.

informan dipilih dengan memanfaatkan prinsip-prinsip dalam purposive sampling 11 . tampaknya salah satu alasan mengapa belum ada penelitian kuantitatif terhadap aktivis secara umum. bahasa tubuh. 3. Untuk mendukung tujuan penelitian. peneliti kualitatif tidak menyandarkan hasil penelitian mereka pada data-data statistik. Purposive sampling dinilai cocok digunakan dalam tiga keadaan (Neuman. 22 . Penelitian untuk mengkaji fenomena internet di Indonesia secara kualitatif dapat dikatakan sebagai sesuatu yang baru dan contoh pengaplikasiannya untuk sementara ini dapat dilihat dari hasil kajian Nugroho (2007) dan Lim (2003). dan tindakan sosial lainnya (Lindlof. Sementara itu. dan aktivis lingkungan secara khusus adalah karena tidak terdapat data populasi ataupun kerangka sampling aktivis yang dapat diukur secara jelas. yakni yang aktivismenya banyak menggunakan fasilitas di internet dan tingkat aktivitasnya relatif tinggi. yang dipilih berdasarkan kualitas dan karakter-karakter spesifik yang mereka miliki. Secara mendasar. yakni sebagai serangkaian tindakan-tindakan yang bermakna bagi diri pelakunya dan juga orang di sekitarnya. 2006: 91). khususnya aktivis lingkungan. bila peneliti menggunakannya untuk memilih kasus-kasus unik yang bisa 10 Sejauh ini. 1995: 13).“performances and practices of human communication” (Lindlof. Pemilihan Informan Subjek penelitian ini adalah aktivis lingkungan Indonesia yang “eksis” di dunia maya. Oleh karena itu. yakni memilih informan dengan tujuan khusus dan tertentu. juga merupakan topik dan wilayah yang baru10 . 2000: 198). 1995: 21). namun pada pembicaraan. metode penelitian kualitatifinterpretatif dianggap paling sesuai. untuk mencapai tujuan dan esensi penelitian ini. Pertama. 11 Pembahasan lebih lengkap dan sesuai dengan yang terjadi di lapangan dapat dibaca di Bab IV. penelitian tentang penggunaan internet oleh aktivis di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menangkap makna dan kualitas dari tindakantindakan komunikatif dan bukan hanya dimensi-dimensi terukur yang melekat padanya. dan menyingkirkan siapa-siapa yang tidak memenuhi kriteria tersebut (Wimmer & Dominick.

ataupun mailing list (terkait isu lingkungan) dengan aktivitas tinggi 12 . jika peneliti ingin mengenali tipe-tipe khusus dari kasus-kasus yang ada (particular types of cases) dengan penyelidikan mendalam. yang mencatat terdapat 21 buah milis bertema lingkungan (per 17 Februari 2009) yang memiliki keangotaan di atas sepuluh orang. Untuk penelitian ini. blog. believing. Selain itu. dan atau jumlah post/artikel (bila di blog) yang relatif tinggi bila dibandingkan dengan situs. 23 . dilakukan cross-check dengan melihat pula blog-blog lingkungan dan mencari tahu adakah anggota aktif milis lingkungan yang juga memiliki atau mengelola blog yang aktif memuat informasi lingkungan. 2005: 130). bila populasi yang dipilih sangat spesifik dan sulit dijangkau dengan survei. Daftar milis didapatkan dari yahoogroups dan googlegroups. yakni milis bernama lingkungan. Secara teknis. informan dianggap dapat memberi informasi dan data secara optimal bila (a) sudah beraktivitas di dunia maya lebih dari lima tahun. Dari 21 milis tersebut dipilih satu milis dengan anggota dan pesan terbanyak.memberikan informasi secara lebih baik. juga dilakukan snowball sampling pada informan yang sudah terlebih dahulu dipilih. yakni karena aktivis lingkungan di Indonesia sangatlah spesifik dan tidak mudah mendapatkan data lengkap mengenainya. dan atau (c) (dibuktikan dengan) memiliki atau mengelola situs. or feeling about a topic or information that may be useful in designing a larger and more comprehensive study at a later time” (Csaja & Blair. hal ini dilakukan dengan memilih informan yang dianggap dapat memberikan informasi paling optimal mengenai topik penelitian. selain itu cara ini memungkinkan peneliti memilih kasus-kasus unik dari para aktivis lingkungan yang ada dan mengkajinya secara mendalam. Cara pemilihan informan seperti di atas dipilih untuk penelitian ini karena sejalan dengan keadaan di lapangan. Selain itu. dengan cara menanyai apakah mereka mengenal orang lain yang memenuhi kriteria 12 Ditandai dengan jumlah anggota. Sehingga diharapkan dari para informan didapat informasi yang detail dan mendalam mengenai aktivitas mereka di internet sebagai aktivis lingkungan. Terakhir. blog. jumlah pesan. (b) berkomitmen pada isu lingkungan hidup. Data mengenai para aktivis lingkungan pengguna internet didapatkan dari database anggota milis milis lingkungan yang berbasis di Indonesia. ataupun mailing list sejenis. Prinsip pemilihan informan secara purposif dinilai sesuai dengan jenis penelitian eksploratoris yang lebih bertujuan untuk “get a sense of what respondents are thinking. Kemudian dilakukan observasi pra-penelitian terhadap milis tersebut untuk mencari tahu siapa-siapa anggota yang paling aktif. Kedua.

Tentu saja. Wawancara mendalam dilakukan dengan menanyai informan dengan menggunakan pertanyaan terbuka (open-ended questions). arahan orang yang mereka usulkan tidak serta merta peneliti jadikan informan. bukan untuk membatasi atau mengekang peneliti. Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini memiliki tujuan deskriptif. 4.penelitian ini. informasi yang didapatkan dari para informan tentunya tidak menggambarkan penggunaan internet secara umum dari para aktivis lingkungan di Indonesia. wawancara dilakukan melalui pertemuan tatap muka (face-to-face interview) dan juga wawancara yang termediasi melalui 24 . namun hanya berfungsi untuk mengingatkan peneliti tentang topiktopik utama yang perlu ditanyakan atau dibicarakan. 2006: 116). 2006: 88). penelitian ini juga mengumpulkan dokumen aktivitas para informan di dunia maya melalui data yang tersimpan di mailing list dan atau blog/situs mereka. Namun. secara mendasar kedua cara pemilihan informan di atas dipilih untuk mendapatkan gambaran unik dan mendalam mengenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Oleh karena itu. dimana peneliti dapat mengganti pertanyaan di tengah wawancara atau bertanya suatu hal yang sebelumnya tidak terdapat dalam panduan wawancara. dan bukan bertujuan mendapatkan perwakilan. maka teknik yang sesuai untuk menggali informasi dari informan dan menjawab pertanyaan penelitian adalah wawancara mendalam (in-depth interview). Wawancara mendalam dilakukan untuk menggali kedalaman pemanfaatan dan pemaknaan terhadap penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. Hal ini karena penelitian kualitatif menggunakan pendekatan pertanyaan yang fleksibel (Wimmer & Dominick. Selain menggunakan wawancara. Secara lebih teknis. sehingga hasil penelitian nantinya tidak bisa digeneralisasi terhadap keseluruhan aktivis lingkungan (Wimmer & Dominick. dimana informan menjawab secara bebas tanpa dibatasi pilihan-pilihan. Panduan pertanyaan akan disiapkan. karena perlu diamati juga apakah orang-orang tersebut memenuhi kriteria.

kemudian setiap potongan informasi dicoding dan dikenali masing. yakni “recurrent 25 . praktis.fasilitas chatting (misalnya. Kemudian peneliti membaca kumpulan data itu satu persatu dan berkali-kali. informan ditawari untuk diwawancara melalui Yahoo Messenger. 5. karena para informan berdomisili di sejumlah tempat yang berbeda dan berjauhan maka pelaksanaannya menuntut waktu yang lebih panjang dengan lebih banyak biaya.masing sumbernya. penjelasan Wimmer & Dominick (2006: 116) secara lebih teknis menunjukkan bagaimana peneliti kualitatif pertama-tama menata informasi menurut dimensi waktu. dan berpengalaman menggunakan internet sebagai media komunikasi. melalui Yahoo Messenger). bergantung pada kesediaan dan keluangan informan. wawancara termediasi lewat internet dinilai tidak akan mengurangi ketajaman informasi yang diberikan informan karena para informan adalah orang-orang yang cukup terampil. Cara kedua ini juga dipilih karena jauh lebih efisien. Lindlof (1995: 215) memaparkan bagaimana analisis data kualitatif dilakukan melalui langkah process. Oleh karena itu. Masih sejalan dengan Lindlof. fasih. Namun. Wawancara secara langsung memiliki keuntungan lebih. serta fleksibel. serta setting alami tempat berlangsungnya wawancara. yakni sesuai urutan kejadian yang kronologis saat pengambilan data. Fleksibilitas cukup penting ketika peneliti merasa perlu melakukan sesi wawancara tambahan untuk mengkonfirmasi sejumlah informasi atau data. reduction. untuk selanjutnya masuk ke tahapan conceptual development dan akhirnya interpretation evaluation. kemudian dikelompokkan menjadi kategori-kategori yang cocok dan bermakna. Setelah itu. yakni memungkinkan peneliti menangkap lebih detail bahasa tubuh dan gesture informan. internet-savvy. Teknik Analisis Data Data yang telah dikumpulkan kemudian dibaca menurut kaitannya dengan beberapa topik yang muncul. untuk menemukan pola dalam data tersebut. dan theory. data ditata menurut sistem kategori pendahulu ( reliminary category system). Selain itu. explanation. dimana p kategori dapat muncul dari data itu sendiri atau berdasarkan teori atau risetriset terdahulu.

Pertama. Kedua. 26 . or a body of knowledge” (Neuman. penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menjelaskan alasan-alasan khusus. BATASAN PENELITIAN Penelitian deskriptif ini memiliki dua batasan. pekerjaan. maupun kondisional di balik perilaku penggunaan internet oleh aktivis lingkungan. 2000: 426). sehingga informasi terkait kehidupan sosial mereka tidak akan dikesampingkan dalam pembacaan data. F. di saat yang sama tentunya aktivis sebagai pribadi punya konteks aktivitas. Dan karena penelitian ini tidak bertujuan melakukan generalisasi ataupun menguji suatu hubungan (korelasi) ataupun kausalitas maka penarikan kesimpulan (generalisasi) atas hasil penelitian juga tidak dapat dilakukan. Perlu diingat bahwa walaupun penelitian ini melihat aktivis lingkungan sebagai pengguna internet namun. kasuistik. ataupun peran sosial dalam bidang lingkungan hidup. Kedua keterbatasan di atas muncul terutama karena penelitian ini lebih memusatkan diri pada penggambaran mendetail beragam penggunaan internet oleh aktivis dan kedalaman pemaknaan mereka atas tindakan komunikatif mereka tersebut.behaviors. objects. Setelah data tidak lagi “mentah”. penelitian ini tidak dimaksudkan untuk memberikan generalisasi terhadap penggunaan internet oleh aktivis lingkungan di Indonesia. baru kemudian dilakukan dua tahapan terakhir untuk membangun suatu hipotesis konseptual.

INTERNET DI INDONESIA Sejarah internet di Indonesia sering disebut-sebut bercikal bakal pada semangat kekeluargaan dan gotong royong.hati dengan kecenderungan pandangan yang menganggap kemunculan internet sebagai “sebuah ‘tombol lampu’ yang statusnya semula ‘off'’. Tidak terdapat informasi yang benar-benar jelas tentang kapan internet “lahir” ataupun “masuk” ke Indonesia. sehingga dapat dikatakan bahwa rintisan kemunculan internet sudah berakar sejak akhir tahun 60-an dengan riset-riset ARPANET oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. mengingatkan masyarakat untuk berhati.BAB II PENGGUNAAN INTERNET A. baru pada tahap selanjutnya terdapat upaya untuk membangun jaringan antar kampus (Luhukay dan Budiardjo. lalu menjadi ‘on’”. Semangat “gotong royong” tersebut secara sekilas tampak dari tulisan SamikIbrahim (2004) yang menunjukkan banyaknya pihak yang terlibat dari awal sejarah penggunaan dan perkembangan internet di Indonesia. 27 . diharapkan terbangun juga pemahaman masyarakat tentang konteks lebih luas yang menyertai keberlangsungan hidup internet hingga saat ini. Rahmat M. Dengan kesadaran akan sejarah panjang kemunculan internet. Hal ini karena internet pada dasarnya memanfaatkan teknologi TCP/IP yang juga lazim digunakan pada Local Area Network (LAN). 1983). Sebagai salah satu pengguna awal internet di Indonesia. Kemudian. Samik-Ibrahim (2004).upaya sejumlah universitas dalam mengujicobakan dan menggunakan teknologi informasi LAN (local area network) yang berbasis TCP/IP. Hal ini karena perkembangan teknologi internet di Indonesia pada awal mulanya adalah upaya.

peningkatan 28 . sejumlah perusahaan telah memiliki jaringan internet sebelum tahun 1993. 2004) karena masih terbatas di kalangan akademisi. hanya kalangan terbatas seperti akademisi dan dunia bisnis saja yang memanfaatkannya. khususnya internet. Saat itu. namun memang BPPT/IPTEKnet yang pertama kali memiliki sebuah jaringan "publik" (Samik-Ibrahim. Namun. situasi tersebut merupakan bagian dari dinamika masyarakat. melihat penggunaan internet sebagai kekuatan positif yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi. Perspektif ekono mi misalnya. maupun budaya. baik interaksi bisnis. khususnya internet. Perkembangan dan penggunaan internet di Indonesia selama satu dasawarsa terakhir sedikit banyak telah mengubah pola interaksi masyarakat. karena perangkat-perangkat yang dibutuhkan cukup mahal. perkembangan dan penggunaan internet dapat dikatakan memang lebih sebagai “perangkat akademis” (Samik-Ibrahim. dan perkembangan yang terjadi di masyarakat sebagai konsekuensi penerapan internet dapat dicermati lebih seksama bila dilihat dari beraneka ragam perspektif. Perubahan ataupun penyesuaian pola-pola interaksi masyarakat merupakan hal yang tak terelakkan seiring semakin meningkatnya penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. sejumlah pihak mulai melirik kesempatan usaha di bidang jaringan informasi. Mulai dari menjamurnya bisnis warung internet.Internet sebagai sebuah jaringan komunikasi dan informasi sesungguhnya telah hadir di Indonesia sejak akhir tahun delapan puluhan. Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi di pertengahan tahun sembilan puluhan. sosial. tetapi bukan tidak mungkin kecenderungan tersebut akan meluas seiring dengan tersebarnya fasilitas akses internet di daerah suburban maupun kabupaten. kehadiran serta perkembangan internet dan juga peningkatan jumlah penggunanya telah menyumbang pertumbuhan yang cukup signifikan. Dalam kasus Indonesia. BPPT membangun jaringan yang bersifat umum. penyesuaian. Bentuk-bentuk perubahan. Barulah pada awal tahun sembilan puluhan. Meskipun perubahan yang terjadi tidak selalu bermakna positif. 2004). Walaupun perubahan pola interaksi ini lebih tampak nyata di masyarakat perkotaan. Sebenarnya. terutama yang berkutat dengan perkembangan ilmu komputer dan teknologi informasi. dalam berbagai bidang kehidupan. ekonomi.

publikasi. internet membuka peluang bagi munculnya bentuk-bentuk baru kejahatan ekonomi seperti carding dan memungkinkan bertambah canggihnya bentuk kejahatan yang selama ini telah ada. secara teknis internet telah meningkatkan kecepatan dan efisiensi pertukaran informasi dan transaksi ekonomi. Sementara itu. Selain itu. maupun pemerintah. Misalnya. terutama karena perannya sebagai sarana komunikasi. sebenarnya juga tidak terlepas dari karakter sosial budaya masyarakat Indonesia yang masih dominan dan kental rasa kekeluargaan atau guyub-nya. tumbuhnya beragam bentuk bisnis via internet.nilai yang mereka anut. Secara sosial kultural misalnya. serta perdagangan ilegal “berkat” bantuan internet. Walaupun internet di Indonesia belum dimanfaatkan secara utuh untuk penyelenggaraan pemilihan umum atau 29 .penjualan berbagai sarana dan prasarana untuk internet. Hadirnya internet telah menunjang efektivitas dan efisiensi kerja perusahaan. internet membantu memperkuat jaringan sosial dan mendorong terbentuknya komunitas-komunitas sosial. Kondisi tersebut tentu mendatangkan ancaman tersendiri bagi para pelaku bisnis serta konsumen yang banyak mengandalkan penggunaan internet. seperti semakin rumitnya modus ataupun teknik-teknik fraud. Internet telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi masyarakat.fenomena menarik sehubungan dengan menyebarnya penggunaan internet di Indonesia. dari perspektif politik dapat dilihat bagaimana internet digunakan oleh tak sedikit kelompok-kelompok kepentingan untuk menyampaikan visi misi ataupun nilai. internet juga memiliki sejumlah sisi negatif di bidang ekonomi. Fenomena merebaknya penggunaan situs pertemanan misalnya. sehingga mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. dari sudut pandang sosial dapat ditemui fenomena. serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh badan usaha atau lembaga ekonomi lainnya. perusahaan atau industri. hingga pembentukan komunitas-komunitas ekonomi mikro yang bergerak dalam bidang information technology. penipuan. Hal ini terjadi karena penggunaan internet memungkinkan bertemu dan bekerjasamanya banyak orang yang sebelumnya terpisah-pisah oleh batasan geografis. Meskipun mendatangkan banyak keuntungan dan kemudahan. Berbeda dengan apa yang terlihat dari perspektif ekonomi.

mengkampanyekan programprogram lembaga pemerintah ataupun masyarakat sipil. Meskipun sebagian masyarakat Indonesia baru mengenal internet selama satu dekade terakhir. anti-semitik. dan dengan restriksi yang amat minim. pencemaran nama baik. kehadiran dan perkembangan internet di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari konteks ekonomi. dan budaya yang berlangsung di Indonesia sepanjang waktu tersebut. politisi.manfaat positif serta konsekuensi-konsekuensi negatif yang telah disebutkan di atas merupakan sebagian kecil gambaran dinamika masyarakat yang sedang belajar menempatkan internet dalam kehidupan mereka.penerapan e-governance. kehadiran internet di Indonesia juga telah memunculkan modus-modus kejahatan baru seperti carding. memantau kinerja kelembagaan. 30 . Sementara itu. atau kelompok-kelompok fundamentalis. Manfaat. Dalam konteks politik. Namun tampaknya bentuk resesi ekonomi apapun tidak terlalu menghambat perkembangan internet di Indonesia. internet menjadi sarana baru untuk melancarkan black campaign. politik. awal penyebaran internet di Indonesia justru berlangsung saat terjadi krisis moneter di akhir tahun sembilan puluhan. agama. Gejala tersebut diduga muncul karena penggunaan internet mempercanggih bentuk-bentuk kejahatan dan memperkuat kecenderungan negatif yang telah ada sebelumnya di masyarakat. setidaknya hal ini terlihat dari peningkatan jumlah pengguna internet dari tahun ke tahun. atau ras tertentu. murah. tetapi partai politik. hukum. media. Tidak berbeda jauh dengan apa yang terjadi di negara lain. ataupun stalking (menguntit orang). Internet memungkinkan penyebaran produk-produk pornografi secara mudah. internet secara sosial membuka kemungkinan berkumpulnya orang-orang yang berpaham sama dari banyak tempat di dunia untuk membangun komunitas yang membenci atau mendiskreditkan suku. seperti komunitas fasis. sosial. hacking. Dan untuk kasus politik. Contoh yang amat tampak adalah dalam kasus-kasus kejahatan yang berhubungan dengan pornografi atau kejahatan seksual. atau perusakan situs lawan-lawan politik. dan masyarakat umum mulai terbangun kesadarannya akan potensi internet untuk membangun transparansi pemerintahan. serta untuk berkomunikasi antar dan antara unsur-unsur masyarakat. Dalam konteks ekonomi.

maupun dari segi sosial kultural masyarakat Indonesia sebagai pengguna 14 Lihat Indonesian ICT Indicators. baik dari segi tantangan pembangunan infrastruktur dan sarana teknis 14 . dan karakter beragam media. Sementara itu. hingga yang paling terkini adalah proliferasi penggunaan internet dalam berbagai tahapan Pemilu 2009 kemarin. internet lahir dan berkembang seiring dengan perubahan-perubahan sosial kultural dalam masyarakat Indonesia itu sendiri. bahkan normatif ikut mempengaruhi bagaimana masyarakat menjalankan kehidupan dan mengelo la keragaman di sekitar mereka. Pemilu 2004. dan berkembang dalam situasi-situasi politik yang beragam dan sangat dinamis.pdf 31 . Meskipun begitu. dalam konteks sosial budaya Indonesia. Tarik-menarik opini dan kepentingan publik t rkait kehadiran dan perkembangan e internet pun tak pelak menjadi bagian dari proses pendewasaan masyarakat atas adopsi sebuah teknologi bernama internet.org/icstd/events/InfoSociety-Stats-Workshop-2007/Indonesia-ICT-Indicators. di http://www.unescap. euforia kebebasan bermedia pasca gerakan sosial 1998 tak luput turut membentuk pola perilaku dan cara pandang masyarakat.internet di Indonesia telah lahir. berhasil mengamati dinamika internet yang terjadi di tengah konteks negara Indonesia yang sedang mengalami puncak proses globalisasi dan ekspansi besar-besaran media komersial. fase euforia politik. Depkominfo 2007. dan secara bertahap belajar menempatkan teknologi dalam suatu kehidupan berpolitik dan berdemokrasi. tentang fungsi. Perkembangan internet di Indonesia sebenarnya masih harus menempuh perjalanan panjang. terutama di perkotaan. Mulai dari menjelang Soeharto digulingkan. Di saat yang berdekatan. tumbuh. Kondisi-kondisi tersebut tentunya menjadi peluang tersendiri bagi para pengguna internet untuk memanfaatkan dan bahkan mungkin “memainkan” berbagai keunggulan internet untuk mendapatkan informasi. menyebarkan pendapat. huru-hara reformasi. budaya. Terbukanya batasan-batasan sosial. terutama bagi anak-anak dan remaja. peran. Hill dan Sen (2005) misalnya. skeptisisme politik. tak dipungkiri bahwa kondisi keterbukaan tersebut juga memunculkan keresahan serta ketakutan bagi sebagian kelompok masyarakat di Indonesia akan maraknya kerusakan moral di sekitar mereka.

Hal ini menjadi bahasan utama karena banyak pihak merasa penting untuk mengetahui dan memahami siapa saja yang menggunakan internet.masing. Dan meskipun internet memiliki sejumlah konsekuensi negatif. Kemudian arah kajian pun melangkah maju dan bergerak untuk memahami penggunaan internet di negara masing.upaya untuk mengurangi kesenjangan informasi harus diteruskan agar manfaat internet dapat dirasakan di lebih banyak wilayah di Indonesia. B. Berbicara tentang pengguna internet. dan pilihan-pilihan tindakan yang pengguna ambil saat mengakses internet. datang dari latar belakang seperti apa.tampaknya telah mendorong negara-negara tersebut untuk meneliti dan mengkaji bagaimana sesungguhnya pengguna dan penggunaan internet di negara mereka. Analisis Terry Schau (2001) dapat dijadikan salah satu contoh riset yang cukup komprehensif membahas pengguna 32 . dan atau menggunakan internet untuk tujuan apa. topik yang pada awal mulanya banyak dibahas adalah siapa pengguna internet. Maka diharapkan masyarakat serta para pengguna internet di Indonesia agar dapat menggunakan internet seoptimal mungkin unt uk aktivitas dan tujuan positif. karakteristik sosial dan demografisnya. manfaat serta potensi positif internet jauh lebih banyak dan masih menunggu untuk dimanfaatkan. ataupun budaya. Sehingga upaya. Kajian-kajian tersebut pada awalnya dilakukan untuk dapat menangkap gambaran umum tentang siapa pengguna internet. PENGGUNA DAN PENGGUNAAN INTERNET Pengguna internet (internet user) dan penggunaan internet (internet usage/ uses) merupakan dua hal menarik yang sedang cukup banyak dikaji di negara-negara yang sudah lebih dulu mengimplementasikan internet. Kesadaran akan pentingnya pemahaman terhadap fenomena internet dan bagaimana hal tersebut berperan dalam kehidupan warga negaranya secara lebih luas -baik secara politis. ataupun penyebarannya secara geografis. perilaku-perilaku para pengguna internet. ekonomis.internet. sosial. mengambil sebesar-besarnya manfaat dari internet seperti halnya yang dilakukan para pengguna internet di dunia berikut ini.

sehingga memudahkan mereka untuk menjadi computer literate. dan pendidikan mereka. Secara umum. Sementara itu. Analisis Schau dilakukan berdasar pada data Suplemen Current Population Survey (CPS) Desember 1998. Selain faktor umur. karakteristik sosial. sebuah survei sampel nasional terhadap 48.nyamanan mereka dengan komputer berlanjut ke jarangnya menggunakan internet. 33 . Hasil survei nasional tersebut menggambarkan empat hal: siapa para pengguna internet. Dari hasil survei tersebut Schau (2001) membaca bahwa tingkat penggunaan internet berbeda-beda di berbagai tingkatan umur dan pendidikan. penggunaan internet juga dipandang Schau (2001) berhubungan dengan tingkat pendidikan. banyak orang dewasa tua kurang familiar dan nyaman dengan komputer. sementara tingkat penggunaan terendah ada pada kelompok usia dewasa tua (lanjut usia). sehingga mereka lebih terampil dalam memanfaatkan fasilitas yang tersedia di internet.000 rumah tangga di Amerika Serikat yang dilakukan oleh Bureau of the Census untuk Bureau of Labor Statistics. Perbedaan dalam berbagai tingkatan umur diduga Schau ada kaitannya dengan seberapa awal seseorang berkenalan dengan komputer dan internet. Tingkat penggunaan internet tertinggi berada di kelompok umur dewasa muda. pekerjaan. Yakni. Temuan Schau di atas sejalan dengan hasil riset Sun. Zhong. sehingga ketidak. kondisi yang sepertinya berhubungan dengan minimnya perkenalan dengan alat-alat tersebut. tempat mengakses. Banyak dari para dewasa muda mengenal komputer sejak di bangku sekolah. penggunaan internet juga berbeda-beda bergantung pada tingkat pendidikan (educational attainment) responden. dan Zhang (2006) tentang kaitan umur dan pendidikan dengan penggunaan internet dalam kasus pengguna permainan online (online games).internet di Amerika Serikat beserta pola-pola dan kebiasaan penggunaan mereka. individu dengan tingkat pendidikan ya ng lebih tinggi lebih cenderung untuk menggunakan internet karena mereka telah lebih dahulu dan kerapkali terpapar penggunaan komputer dan internet selama mereka menjadi (maha)siswa. serta tujuan dan aktivitas mereka saat menggunakan internet. terutama melalui pendidikan formal.

Berkaitan dengan tempat saat mengakses internet. Schau (2001) melihat bahwa hubungan antara tingkat penggunaan internet dan tingkat pendidikan juga berkaitan dengan hubungan antara tingkat penggunaan internet dan jenis pekerjaan. mencari informasi. 2001). Pekerjaan manajerial dan profesional/spesialis adalah jenis pekerjaan yang dilaporkan memiliki tingkat penggunaan internet tertinggi. Berdasarkan data PEW Internet Research bulan Maret 2008. sekolah atau kampus. Pekerjaan di bidang produksi misalnya. Beberapa kegiatan utama yang paling sering dilakukan adalah menerima dan mengirim e-mail. Umumnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa jenis penggunaan internet memang beragam dan dibentuk oleh banyak hal. dan keahlian kesarjanaan juga menuntut pemakaian internet secara intensif.Lebih jauh lagi. tempat-tempat atau fasilitas umum seperti perpustakaan atau pusat kegiatan m asyarakat juga menjadi pilihan dimana mereka dapat mengakses internet. adalah jenis pekerjaan yang labor intensive. serta memantau berita terkini (Schau. dan tempat kerja (kantor). Kondisi ini terlihat dari bagaimana tujuan penggunaan internet serta waktu yang dihabiskan online bervariasi menurut jenis pekerjaan pengguna. para pengguna memanfaatkan internet untuk tujuan-tujuan tertentu. Selain itu. dengan jenis pekerjaan pengguna sebagai salah satu faktor. Temuan berdasarkan survei tahun 1998 tersebut tampaknya tidak berbeda dengan kondisi satu dekade berikutnya. Sementara jenis pekerjaan dengan tingkat penggunaan terendah adalah di lini produksi dan perbaikan. dan seberapa banyak informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu jenis pekerjaan. pendidikan. hal ini karena umumnya pekerjaan yang menuntut gelar. Perbedaan ini diduga berkaitan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan tingkat pendidikan yang diperlukan oleh suatu pekerjaan. dan tidak menuntut banyak pemutakhiran maupun pengkomunikasian informasi. tiga teratas kegiatan harian via internet (daily internet activities) di Amerika Serikat adalah mengirim atau menerima e.mail. para responden Current Population Survey (CPS) Desember 1998 menjawab bahwa tempat-tempat teratas dalam mengakses internet adalah rumah. mencari informasi lewat 34 .

Dalam setting bisnis dan aktivitas ekonomi terdapat riset yang mengulas penggunaan WWW oleh pebisnis Amerika dan Meksiko (Witmer dan Taweesuk. konteks. Meskipun beberapa penelitian menempatkan kajian di level penggunaan internet secara umum -seperti bagaimana penggunaan survei internet untuk mengetahui penggunaan dan kepuasan terhadap internet dan email (Harrell. Penelitian atau kajian di luar negeri yang membahas penggunaan internet tidak sedikit yang menggunakan pendekatan atau teori uses and gratifications untuk menjelaskan perilaku penggunaan media (media use) dari para pengguna internet. Selain itu. Zhong.org/trends.asp 35 . dan ranah politik. dan 15 Untuk mengetahui versi terbaru survei tersebut. dan mendapatkan berita 15 . 2004). dan Zhang. 2000)-. tetapi banyak riset mengamati kasus-kasus dalam berbagai setting. Beberapa ragam penelitian tersebut membahas antara lain: uses and gratifications dari para pengguna berita online dan offline (Lyn. 2008). dan perspektif yang spesifik. Penelitian dengan pendekatan di atas umumnya mengadopsi metode survei dan menganalisisnya secara kuantitatif. 2007). penggunaan BBS (bulletin board system) oleh mahasiswa di China (Liu dan Dimitrova.search engine. hubungan antara keterlibatan (engagement) di internet dan partisipasi politik (Weber. Walaupun keadaan tersebut belum tentu berlaku sama di semua negara n amun dapat dijadikan contoh riset yang berhasil menangkap gambaran umum perilaku penggunaan interne t. Loumakis. 2006). 2000). lihat http://www.pewinternet. penggunaan dan kepuasan Chinese online gamers (Sun. Dari kedua penelitian tersebut dapat ditemui kecenderungan penggunaan internet di Amerika Serikat. dan Abdulla. Penelitian tentang penggunaan internet dalam konteks pendidikan misalnya membahas bagaimana penggunaan internet oleh pelajar SMP dan SMA di sepuluh sekolah negeri di Amerika (Ebersole. serta penggunaan internet untuk keperluan akademis oleh mahasiswa undergraduate di United Kingdom (Selwyn. hubungan sosial. beberapa riset juga tertarik mengkaji penggunaan internet dan kaitannya dengan aktivitas kesenangan (leisure). 2005). 1998) serta penggunaan internet oleh pelanggan AOL (America Online-sebuah ISP di Amerika Serikat) baik untuk bisnis (e-commerce) maupun untuk kebutuhan sosial (Stafford. Salwen.

2003). Sementara itu. Amerika Serikat. (c) alat untuk berkomunikasi. yang mencari tahu motif para pengguna komputer saat menggunakan internet dengan memanfaatkan lima kelompok motif. mulai dari sejauh mana khalayak dapat dikatakan aktif hingga ke bentuk-bentuk aktivitas seperti apa yang membuat khalayak layak dinilai aktif. Selain itu. bila selama ini dalam sejumlah penelitian dan kajian pengguna internet dipandang sebagai pengguna media yang “aktif” 16 . tidak 16 Active audience. contoh penelitian kualitatif tentang pengguna dan penggunaan internet misalnya adalah penelitian analisis dokumen McMillan dan Morrison (2006) tentang bagaimana internet menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan mahasiswa dewasa muda di Tennessee. ditemukan indikasi bahwa penggunaan internet (internet use) lebih cenderung bersifat “bertujuan”. Sementara itu. sebuah konsep yang banyak diperdebatkan. dalam kenyataannya. (b) wadah atau objek konsumsi.Bergman. 2003). yakni instrumental dan bukan ritual. information seeking. bahkan ke ranah penyimpangan psikososial seperti problematic internet use (PIU) (Caplan. sejalan dengan persepsi para pengguna internet yang secara sadar mengetahui mereka menggunakan internet untuk melakukan apa dan memenuhi kebutuhan seperti apa. and entertainment”. Hal ini misalnya terbaca dari penelitian Papacharissi dan Rubin (2000) misalnya. convenience. 36 . Dari hasil penelitian mereka. juga terdapat riset Maignan dan Lukas (1997) yang melakukan penggolongan konsumen dan pengguna internet berdasarkan persepsi mereka yang melihat internet sebagai (a) sumber informasi. Mulai dari jenis pengguna yang sangat task-oriented dan hanya memanfaatkan internet untuk tujuan-tujuan fungsional dan menyelesaikan “pekerjaan”. pass time. Pengguna internet tidak dapat dipungkiri cukup heterogen perilakunya. Persepsi pengguna memang diduga berhubungan dengan motif mereka menggunakan internet. Temuan tersebut menunjukkan bagaimana penggunaan internet lebih dominan bersifat aktif. hingga ke yang social-emotion-oriented dan lebih memanfaatkan internet untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan-kebutuhan sosial dan emosionalnya (Liu. yakni “interpersonal utility. dan (d) sebuah sistem sosial. 2002).

penggunaan media seringkali telah melebur dalam bentuk-bentuk kehidupan sosial lainnya. Misalnya. tapi “remain a vicarious consumer of the content generated rather than an active participant in its ongoing development”. Kedua. dalam hal pemilihan acara dan waktu penggunaan media. penggunaan media seringkali terstruktur oleh polapola hubungan sosial. Temuan Kitchin tampaknya sejalan dengan pengamatan Slevin yakni bahwa banyak pengguna internet cenderung tidak secara mendalam berkomitmen terhadap satu komunitas online. Misalnya. terutama terkait pemilihan isi (content) dan perilaku. tetapi 37 . namun penelitian ini menempatkan pengguna dan penggunaan internet mereka sebagai bagian dari kehidupan sosial. menerima informasi dari berbagai situs. meninggalkan komentar singkat. Pilihan-pilihan perilaku pengguna seperti yang telah disebut di atas tentunya bagian dari dinamika pengguna internet sebagai individu dan juga sekaligus makhluk sosial. Misalnya. Ciri yang keempat. penggunaan media dapat dibedakan secara sosial dan budaya. dan tidak hanya melihat perilaku pengguna dari sisi psikologis kognitif semata. Posisi ini berangkat dari pandangan McQuail (1994: 313) yang memaparkan penggunaan media sebagai perilaku sosial (social use of media) yang memiliki enam ciri. isi media dan perilaku penggunaan media seperti apa yang dapat diterima secara normatif. penggunaan media diatur oleh normanorma formal dan informal. Selanjutnya. Penelitian-penelitian yang telah disebutkan dari permulaan subbab ini memberikan beragam gambaran tentang pengguna dan penggunaan internet mereka dari berbagai sudut pandang. penggunaan media seorang ibu dan anaknya yang terpengaruh oleh hubungan di antara keduanya.sedikit pengguna internet yang “pasif”. jenis pengguna internet yang lebih sering hanya “mampir” ke berbagai kelompok diskusi online. tetapi lebih sering berpartisipasi dan keluar masuk dalam banyak komunitas sekaligus. 2005: 68) sebagai cyber-surfer atau cyber-lurker. seperti apa yang digambarkan Rob Kitchin (dalam Flew. Sehingga penggunaan media bukanlah sebuah bentuk tunggal. Hal ini menurut Slevin bertujuan untuk “ taking maximum advantage of the new forms of human association enabled by the Internet” (dalam Flew. 2005: 68). Yakni. bisa jadi sang ibulah yang lebih sering menentukan bagaimana anaknya mengkonsumsi media. Pertama.

status sosial dan ekonomi.menyatu dengan. aktivitas sore hari sebuah keluarga. di sisi lain. bagaimana perilaku orang umumnya terikat dengan perilaku penggunaan media yang telah mereka pilih. Contoh yang sering digunakan adalah bagaimana menonton film di bioskop menjadi aktivitas kolektif kelompok-kelompok pergaulan. Tetapi. Sehingga penggunaan internet itu sendiri sesungguhnya tidaklah bersifat tunggal dan berdiri sendiri. Ciri yang terakhir. tingkat penggunaan internet lebih dominan dipengaruhi oleh dua faktor. Kecenderungan tersebut tentunya bisa digunakan untuk menampik tudingan bahwa pengguna 38 . antara lain: karakteristik pribadi. Sementara itu. dan pandangan pengguna atas kesesuaian diri dengan internet (perceived compatibility of the Internet). yakni status sosial ekonomi dan pandangan diri terhadap internet. penggunaan media itu sendiri sering bersifat “ sociable” dan menjadi dasar bagi interaksi sosial lainnya. email dan chatting) cenderung memiliki lebih banyak ikatan sosial dibanding yang menggunakan internet untuk solitary activities seperti web surfing. Zhu dan He (2002) mengemukakan bahwa adopsi atau penerimaan internet di Hong Kong dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dalam hal penggunaan internet di sebuah negara misalnya. terkait dengan konteks interaksi sosial. Kelima. Pengguna yang lebih banyak menggunakan internet untuk hubungan atau komunikasi interpersonal (misalnya. setting sosial kultural. misalnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran dan selanjutnya penggunaan internet dalam suatu ma syarakat tidak terlepas dari dukungan-dukungan banyak faktor dalam perwujudannya. Zhao (2006) menemukan bahwa ikatan atau hubungan sosial (social ties) para pengguna internet bergantung pada jenis aktivitas online yang dilakukan dan jumlah waktu yang dihabiskan untuk melakukan aktivitas tersebut. Berkaitan dengan pilihan untuk memandang perilaku penggunaan media dan juga dalam hal ini perilaku penggunaan internet.sebagai perilaku sosial maka perlu dilihat bagaimana penggunaan internet bila diletakkan dalam kerangka aktivitas dan hubungan sosial lainnya. Temuan Zhu dan He di atas menunjukkan bahwa perilaku penggunaan internet secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh kondisi-kondisi sosial di sekitar pengguna.

sebuah keadaan yang mungkin turut mempengaruhi tingkat keterlibatan masyarakat (civic involvement). Harapan ini diungkapkan banyak pihak karena penggunaan internet di seluruh dunia sebenarnya belum merata. Tentunya. Hargittai (2004) berpendapat bahwa digital divide adalah istilah yang kurang tepat karena seolah-olah divide atau kesenjangan yang ada di dunia hanya bersifat digital. padahal sesungguhnya kesenjangan tersebut berada di 39 . 2005: 144). kondisi positif yang digambarkan di atas akan lebih mudah disebarkan seiring dengan penyebaran internet dan peningkatan jumlah penggunanya di lebih banyak tempat di dunia. meskipun sifat penggunaanya bisa beragam dari satu negara ke negara lain. Terkait dengan konteks sosial penggunaan internet. dengan sedikit ketidaksetujuan. penggunaan internet bersifat menambahi atau melengkapi dan bukan menggantikan bentukbentuk komunikasi lain yang telah lebih dulu ada.faktor sosial yang telah dimiliki sebelumnya. Kondisi ini seringkali diacu sebagai “digital divide” yang berarti adanya keterpisahan atau jarak secara digital karena belum meratanya adopsi internet di dunia. dan baru dirasakan sebagian kecil masyarakat dunia. Wellman dkk (2003) misalnya mengungkapkan bagaimana internet telah mengubah dan mendorong dinamika dalam komunitas dan masyarakat.internet cenderung bersifat egois. Hal ini karena internet telah dipergunakan untuk berhubungan baik secara lokal maupun global. dan asosial. Ketidaksetaraan pemanfaatan internet terjadi baik secara geografis-regional maupun secara hierarkis dalam kelas sosial. Wellman dkk juga menemui indikasi bahwa penggunaan internet telah mendorong perubahan dalam masyarakat di negara maju seiring dengan menguatnya jaringan perseorangan (networked individualism). Selain itu. individualis. yakni berdasarkan pendapatan dan pendidikan (Hill dan Sen. Namun. Hal ini karena hubungan sosial pengguna internet tidak semata. terpusat di negara-negara maju.mata dibentuk oleh aktivitasnya berinternet tetapi faktor. Keadaan ini tentunya sejalan dengan harapan dan temuan beberapa pihak yang memandang potensi internet dalam memajukan kehidupan sosial politik. Keadaan positif yang digambarkan Wellman dkk akan lebih banyak dibahas dalam subbab tentang penggunaan internet oleh masyarakat sipil.

apalagi karena menurut Dutta-Bergman (2005a) akses suatu komunitas terhadap internet berhubungan erat dengan community participation dan community satisfaction.banyak dimensi. serta keragaman penggunaan. Kedua. Keadaan ini tentunya sangat disayangkan karena ketidaksetaraan (inequality) dalam akses terhadap internet berkemungkinan menghambat potensi perkembangan postif dalam suatu masyarakat atau komunitas. tapi sangat mungkin menciptakan diskriminasi antar lapisan masyarakat. Bucy (2000) terutama melihat masih adanya ketimpangan dalam akses terhadap internet terutama di kalangan single mothers. kalangan lanjut usia. Kondisi ini sangat mungkin terjadi. Terdapat empat keuntungan mendasar penggunaan internet: pertama. mampu melampaui batasan wilayah dan negara. seperti akses terhadap teknologi. yakni bila suatu komunitas atau kelompok masyarakat memiliki akses internet yang memadai di tempat tinggal mereka maka hal itu akan saling mendukung dengan keterlibatan anggota komunitas t rsebut dalam aktivitas-aktivitas kemasyarakatan. tersedianya informasi dalam jumlah besar dan juga beragam di jutaan situs. Meskipun terdapat istilah yang berbeda-beda dalam membahas kesenjangan di atas tapi tak dapat disangkal bahwa memang terdapat kesenjangan pemanfaatan internet secara khusus dan teknologi informasi secara umum. Terkait dengan ketidaksetaraan digital. e dan bahkan mendorong kepuasan menjadi anggota dalam komunitas tersebut. rendahnya biaya yang perlu dikeluarkan untuk dapat mengakses internet. dan kelompok ekonomi sosial bawah. dia juga mengingatkan bahwa kesenjangan tersebut tidak hanya bersifat sebagai pembeda antar berbagai lapisan masyarakat. Jumlah pengguna dan pelanggan internet yang terus meningkat kemungkinan berkaitan erat dengan pengetahuan dan kesadaran mereka akan keuntungan penggunaan internet. Ketiga. keterampilan menggunakan komputer dan internet. apalagi bila dibandingkan dengan luasan manfaat yang didapat. namun kecenderungan selama ini menunjukkan bahwa pengguna dan penggunaan internet di dunia tidak pernah berhenti meningkat jumlahnya. sejalan dengan bagaimana luas dan banyaknya orang dan wilayah yang mungkin dihubungi lewat internet. dukungan sosial. 40 . Kondisi pemanfaatan internet di seluruh dunia memang belumlah merata baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

Kelemahan ketiga adalah pembatasan akses. namun internet sebagai sebentuk teknologi media juga memiliki beberapa kekurangan. Kelemahan yang kedua adalah validitas informasi yang tidak selalu dapat diandalkan.pemerintah dapat melakukan pembatasan akses. Pertama. namun banyak juga informasi yang sesungguhnya tidak tersedia di internet. Empat kemudahan di atas adalah alasan-alasan utama penggunaan internet.metode pencarian informasi yang terus dikembangkan. Kekurangan pertama inilah yang paling menjadi dinding penghalang antara masyarakat luas dan potensi kemanfaatan internet. internet menyediakan metode. bahkan bila dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Penggunaan internet m emang membuka banyak kemungkinan dan peluang. Karena internet memberi kebebasan yang amat luas bagi siapapun untuk memuat dan menuliskan ide apapun. masih rendahnya ketersediaan akses internet dan fasilitas pendukung. terutama bagi para pengguna pemula. “Kekurangan” internet yang keempat adalah keterbatasan informasi. pada kenyataannya seperti yang terjadi di Singapura dan China. tidak terdapat jaminan mutlak atas kebenaran informasi yang didapat.kesemuanya sebagian besar dapat diakses tanpa biaya. kecuali biaya koneksi internet itu sendiri. Walaupun internet menjanjikan dan menyediakan akses tak terbatas pada banyak sekali informasi dan pengetahuan. sebuah ekses yang tak terelakkan dari karakter internet itu sendiri. Ancaman ini tentu dapat menghambat pemanfaatan internet untuk penguatan kapasitas masyarakat. Meskipun internet selama ini selalu digembar-gemborkan sebagai media yang sangat bebas. Hal ini karena proses menghasilkan dan menyajikan data serta informasi terpercaya membutuhkan sumber daya yang tidak 41 . Terdapat setidaknya lima “kekurangan” internet yang menghambat masyarakat memanfaatkan potensinya. Keempat. Meskipun jumlah pengguna dan pelanggan internet terus meningkat. tetapi angka penetrasi internet Indonesia masih rendah. Terutama bila penyedia jasa internet (ISP-internet service provider) di negara itu berada di bawah kendali dan pengawasan pemerintah. Hal inilah yang terbaca ketika jumlah dan persentase pengguna internet belum seberapa bila dibandingkan dengan total penduduk Indonesia. terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

Indikasi yang kuat adalah masih terbatasnya jumlah pelanggan internet. dan jumlah pengguna ataupun pelanggannnya belum terlalu banyak. C. keadaan ini terutama karena tidak terdapat survei ataupun penelitian rutin mengenainya. Sebenarnya “kelemahan” ini tidak berasal semata dari karakter internet itu sendiri. tapi lebih berasal dari keterbatasan pengguna internet itu sendiri. jika memerlukan suatu informasi bukan tidak mungkin kita harus memesan dan membayar untuk mendapatkannya. Perkiraan resmi dari APJII terhadap jumlah pelanggan dan pemakai internet selama ini dan perkiraan sampai akhir tahun 2007 adalah sesuai dengan tabel berikut ini: 42 . “kelemahan” terakhir dari internet adalah mayoritas informasi yang tersedia disajikan dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. PENGGUNA DAN PENGGUNAAN INTERNET DI INDONESIA Data pengguna dan penggunaan internet di Indonesia dapat dikatakan masih sangat terbatas. baru berkisar dua juta pelanggan atau hingga dua puluh lima juta pengguna sampai dengan tahun 2007 (APJII).sedikit. namun penjelasan selengkapnya tentang pengguna dan penggunaan internet di Indonesia dapat ditemui dalam subbab berikut ini. tidak sedikit yang masih dihadapi para pengguna internet di Indonesia. Sementara itu. Tetapi kendala melek bahasa asing tidak dipungkiri menjadi salah satu penghambat bagi banyak orang untuk mengoptimalkan potensi internet. Informasi mengenai pengguna internet di Indonesia secara mendasar biasanya diperoleh dari data APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia). sehingga banyak organisasi atau lembaga tidak mampu mempublikasikannya.hambatan atau kelemahankelemahan yang disebut di atas. Dari hambatan. Dari data APJII terlihat bahwa secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa internet relatif baru dikenal oleh masyarakat Indonesia . Sebagai konsekuensinya. apalagi bila dibandingkan dengan total jumlah penduduk Indonesia.

080.000 400.700. data menunjukkan angka dua puluh juta pengguna.000 134. Jumlah ini tampaknya akan terus bertambah seiring dengan pembangunan infrastruktur dan perkembangan teknologi informasi. tetapi perkembangan internet di Indonesia terus menunjukkan perkembangan ya ng signifikan.706 1.000 4.000 25.000 1.000 581. Namun. terutama bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. pada tahun 1998 jumlah pengguna internet di Indonesia baru mencapai 512.428 1.000 75.000 8.000 2. pada tahun 2006.000. Meskipun persentasenya masih rendah.000 20. 2001).000 pengguna.226.000 1. Perkembangan Jumlah Pelanggan dan Pemakai Internet Indonesia (kumulatif) 17 Angka-angka di atas memang terlihat banyak namun sebenarnya tidak lebih dari sepuluh persen jumlah seluruh penduduk Indonesia. namun peningkatan jumlah pelanggan internet saat ini menunjukkan bahwa peluang pasar internet di Indonesia cukup besar (Prayitno.php?lang=eng 43 .000 667. http://www. Selanjutnya.000 384.apjii.000 4.id/dokumentasi/statistik. Angka tersebut kemudian meningkat pesat dalam jangka waktu lima tahun dan mencapai delapan juta lebih pengguna di tahun 2003.000.1.Tahun 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Jumlah Pelanggan 31.1 di atas).500.000 1.000 Tabel 2.534 11.143 16.087.000.000. Sumber: APJII.000 256. Walaupun Indonesia dikatakan masih dalam tahap awal perkembangan pasar internet.500. setidaknya terlihat dari kecenderungan terus meningkatnya jumlah pelanggan maupun pengguna internet dari tahun ke tahun. Berdasarkan data APJII (Tabel 2.000 Jumlah Pengguna 110.or.200.002 865. memang terdapat perbedaan antara persentase peningkatan jumlah pengguna dengan 17 Data s/d akhir 2007.900.000 512.000.

2007). Kecenderungan yang tergambar di atas tampaknya terjadi karena sebagian besar pengguna internet di Indonesia mengakses dari warnet. sementara pengguna internet i adalah orang yang semata menggunakan internet dan belum tentu seorang pelanggan atau menggunakan internet secara berlangganan. Peningkatan Jumlah Pelanggan dan Pengguna Internet di Indonesia 44 . dan bukan dari sambungan pribadi. Furuholt.1. pelanggan internet adalah seseorang yang berlangganan akses internet dari ISP ( nternet service provider). Hill dan Sen (2005) juga mencatat peran penting warnet sebagai ujung tombak penyebaran akses internet di banyak wilayah di Indonesia. Bagan 2. dan Kristiansen. sekolah. kantor. penyebaran penggunaan internet melalui tempattempat umum seperti warnet juga menjadi salah satu alasan kenapa pertumbuhan jumlah pengguna internet di Indonesia jauh lebih cepat dibanding pertumbuhan jumlah pelanggan internet (Wahid.1) yakni. Selain itu. Perbedaan jumlah peningkatan kedua kelompok di atas tidak terlepas dari masih rendahnya daya beli masyarakat Indonesia untuk berlangganan internet secara pribadi.pertambahan jumlah pelanggan (lihat Bagan 2. jumlah pengguna meningkat dengan tajam sementara jumlah pelanggan meningk at tidak jauh berbeda dari tahun ke tahun. Pada dasarnya. atau perpustakaan umum.

Seperti yang diungkapkan Fortunato (2005: 31). Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Pemahaman di atas juga penting dimiliki pemerintah dan pihak swasta agar mereka turut berkomitmen mendorong pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan untuk lebih menyebarluaskan akses internet. Salah satu faktor tersebut adalah peningkatan akses internet via telepon seluler atau ponsel. serta untuk kegiatan bisnis. dengan tidak hanya bergantung pada apa yang disediakan pemilik dan organisasi media (konvensional). sehingga mereka bisa ikut menikmati perkembangan teknologi informasi. institusi pemerintahan. dan (4) cepat menyediakan informasi terbaru. Sumarlin. Jadi. walau ponsel turut meningkatkan angka trafik internet namun peningkatan yang lebih pesat sebenarnya didorong oleh penggunaan internet di kantor-kantor.Peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia kemungkinan berhubungan dengan pemahaman masyarakat akan karakteristik-karakteristik internet sebagai sebuah media yang berbeda dari media yang lain. Fenomena ini diakui oleh Sylvia W. (2) menyediakan banyak dan beragam informasi. Ada beberapa faktor yang dapat turut mendorong pertumbuhan dan perkembangan penggunaan internet di Indonesia. internet menawarkan keuntungan lebih pada penggunanya karena memiliki karakter: (1) dapat diakses kapan saja. namun dia juga mengingatkan bahwa akses Internet melalui media seperti ponsel belum dimanfaatkan secara merata karena umumnya penggunaan perangkat bergerak seperti ponsel hanya bisa diakses oleh pengguna yang tinggal di kota-kota besar (Bisnis Indonesia. (3) bersifat interaktif sehingga pengguna dapat memilih isi yang diinginkan. Oleh karena itu. 2 September 2008). Hal ini karena harapan yang utama dari pengguna internet Indonesia. 45 . adalah akses yang murah dan cepat. Faktor tersebut menjadi penting karena semakin umumnya kepemilikan ponsel di masyarakat Indonesia dan bermunculannya banyak penawaran layanan berlangganan Internet murah dari operator telekomunikasi seluler telah mendorong kenaikan trafik internet di Indonesia. khususnya internet. terutama pengguna di tingkat masyarakat daerah.

juga karena masih rendahnya penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa utama pengoperasian komputer dan internet. Terkait profil pengguna dan pola penggunaan internet di Indonesia. Faktor-faktor penghambat lainnya adalah masih minim dan belum meratanya infrastruktur teknologi pendukung internet. namun sesungguhnya Indonesia juga mengalami kesenjangan dan ketidaksetaraan dalam penyediaan dan penyebaran akses terhadap internet. terutama dari segi jumlah penggunanya. Tidak dapat dipungkiri bahwa walau Internet di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. serta masih rendahnya tingkat kepemilikan ataupun penggunaan komputer dan saluran telepon (sebagai sarana dasar akses internet). mekanisme dan skema pembangunan yang mendorong pemanfaatan internet dalam berbagai kegiatan layanan publik dan bisnis perlu didukung oleh semua pihak.untuk mendorong penyebaran akses internet (dan juga menegakkan prinsip transparansi informasi). masih banyak orang yang terhambat untuk menggunakan internet. yang menemukan bahwa tingkat pendidikan dan jenjang fungsional peneliti berhubungan lurus dengan tingkat 46 . dapat dikatakan bahwa tidak banyak penelitian yang mampu menangkap hal tersebut secara utuh. kota-kota industri di luar Jawa seperti Medan dan Balikpapan. Kondisi itu tampak dari pembacaan data APJII yang menunjukkan bagaimana meskipun penggunaan internet menyebar relatif cepat tetapi sebagian besar warung internet (warnet) atau kafe internet masih sangat terpusat di kota-kota besar berpenduduk padat di Pulau Jawa. terutama Jakarta (Hill dan Sen. atau di pulau-pulau tujuan wisata seperti Bali dan Lombok. 2005: 62-64). Tidak dapat disanggah bahwa keberadaan tempat-tempat seperti warnet menawarkan peluang bagi mayoritas masyarakat di negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk berkomunikasi dan memperoleh akses terhadap informasi lewat internet. Bila bukan karena banyaknya warnet. Salah satu penelitian tentang penggunaan internet di tingkat individual di Indonesia misalnya adalah yang dilakukan Andarwati dan Sankarto (2005) terhadap para peneliti Balitbang Pertanian di Bogor. Ketimpangan akses internet dalam dimensi geografis tampaknya berkaitan dengan keterpusatan sumber daya keuangan dan infrastruktur di Pulau Jawa. Selain itu.

dan Kristiansen memang berfokus pada penggunaan internet di atau melalui warnet. Pengguna yang umumnya datang untuk tujuan instrumental dan komunikatif biasanya lebih berumur. membaca berita). Mereka menemukan bahwa pengguna internet di Indonesia yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi. dan kemampuan ekonomi seorang pengguna internet maka semakin serius pula tujuan mereka menggunakan internet. instrumental (mencari informasi. dan Kristiansen. Penelitian Wahid. Para pelanggan warnet dalam penelitian Wahid. yakni komunikatif (e-mail dan chatting). Hal ini cukup sejalan dengan kajian Wahid. dan Kristiansen (2007) yang didasarkan pada survei terhadap pengguna warnet di kota Yogyakarta. internet juga memungkinkan ekses negatif seperti yang tampak dalam penggunaan internet dalam kasus konflik Timor-timor serta konflik di Ambon. berpendidikan. Furuholt. chatting. kemampuan pribadi yang lebih baik. dan rekreasional (gaming. download lagu dan gambar). dan memiliki tingkat kapabilitas pribadi serta kemampuan finansial yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan pengguna yang menggunakan internet untuk tujuan rekreasional (Wahid. Sebagaimana yang dipaparkan Hill dan Sen. Temuan di atas memberi harapan bahwa penggunaan internet untuk kemanfaatan sosial bisa didorong seiring dengan peningkatan “jam terbang” dan kesempatan mengakses internet. terdapat beberapa perbedaan. Furuholt. mereka pada dasarnya menggunakan internet untuk tiga jenis tujuan. usia. Selain itu. dan pencarian informasi sebagai aktivitas terpopuler mereka. kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan internet ternyata juga dapat dipergunakan untuk menebar kebencian dan menyebarluaskan 47 . Furuholt.masing tujuannya. dan lebih banyak pengalaman berinternet cenderung akan menggunakan internet untuk tujuan-tujuan lebih serius dibandingkan pengguna lainnya. Furuholt. dan Kristiansen (2007) menyebut e-mail. 2007). Dari ketiga kelompok pengguna internet dengan masing.intesitas penggunaan internet mereka. Berkebalikan dengan apa yang dielu-elukan sebagai dampak positifnya. Salah satu alasan mereka adalah karena dua pertiga pengguna internet di Indonesia memperoleh akses ke internet dari warnet atau kafe internet. Menurut ketiga peneliti tersebut terdapat kecenderungan bahwa semakin tinggi pendidikan.

Pemanfatan internet dalam situasi konflik dilakukan dengan dua cara utama: pertama. Tidak jauh berbeda dengan yang terjadi dalam kasus Maluku. juga untuk mengkonstruksi identitas dan komunitas dalam rangka mempengaruhi konflik itu sendiri.hari. Hal ini tentunya kontraproduktif dengan apa yang selama ini didengungkan sebagai pengaruh positif dari internet. internet dipergunakan oleh aktor-aktor dalam gerakan dan kelompok-kelompok lokal untuk memperjuangkan kepentingan mereka masing. D. sesuatu yang mungkin sulit dilakukan sebelum kehadiran internet. dengan membuka peluang interaksi antara berbagai pihak yang sebelumnya tidak terhubung. bahkan membangun suatu imagined communities terkait kasus tersebut. bentukbentuk tindakan yang sulit dilakukan melalui media massa konvensional. Hal ini terutama dilakukan dengan mengangkat isu kemerdekaan mereka ke tingkatan internasional dan menghubungkan para pendukung mereka yang tersebar di banyak belahan dunia (Hill. Bräuchler (2003) melihat secara lebih obyektif bagaimana internet menyediakan cara dan wadah bagi pihak-pihak yang berseteru untuk saling mengungkapkan pandangan-pandangan mereka. Penggunaan internet untuk tujuan-tujua n sosial politis lainnya. dengan mengangkat kasus yang terjadi di tingkatan lokal tersebut ke level nasional dan juga global. PENGGUNAAN INTERNET OLEH MASYARAKAT SIPIL Di banyak bagian dunia. khususnya yang dilakukan oleh masyarakat sipil dan gerakan sosial akan dijelaskan secara lebih mendalam dalam subbab berikut ini. atau golongan minoritas untuk menyuarakan aspirasi mereka. 2002).sakit hati dan amarah. Cara kedua. Tentunya kedua contoh “negatif” di atas merupakan bentuk lain penggunaan internet oleh masyarakat. kelompok. dalam kasus gerakan kemerdekaan Timor Timur. Dalam kasus konflik di Maluku. internet sudah menjadi kebutuhan dan kebiasaan sehari. dan digunakan untuk berbaga i tujuan. termasuk untuk tujuan-tujuan bersifat non-komersial. Aktivitas-aktivitas non-profit tersebut di antaranya adalah 48 .masing.

sesuai dengan banyaknya kemudahan yang ditawarkan internet. aktivisme sosial) dalam beberapa kasus di sejumlah negara lain. yakni sektor pemerintahan dan sektor bisnis/komersial. Sebelum kemunculan dan penyebaran internet. Kedua sektor lain tersebut memiliki tujuan dan polah gerak masing-masing yang ingin “dijaga” oleh sektor ketiga agar tidak melangkahi dan merugikan kepentingan masyarakat umum. sosial. terutama berkaitan dengan kepentingan masyarakat umum yang terabaikan. masyarakat sipil telah terbiasa menggunakan beragam bentuk media serta alat komunikasi. tidak bertujuan mencari keuntungan. namun dalam mayoritas literatur ditemukan lebih banyak pembahasan mengenai penggunaan internet untuk kepentingan sosial di tingkatan yang lebih luas. 49 . bukan perusahaan. Masyarakat sipil itu sendiri memiliki sejarah panjang dan beragam bentuk eksistensi. Penggunaan internet oleh masyarakat sipil dapat mengambil banyak bentuk dan memiliki banyak tujuan. Namun dalam subbab ini pembahasan tentang masyarakat sipil lebih mengacu pada aneka kelompok-kelompok dalam masyarakat yang bukan pemerintah. sehingga terbangun ekulibrium dalam tiga jalur pembangunan: ekonomi. terutama dalam hal membangun jaringan dengan 18 Orang-orang yang bergerak di ranah ini sering disebut sebagai sektor ketiga karena secara tegas membedakan diri mereka dari dua sektor lainnya. terutama penggunaannya oleh kalangan masyarakat sipil (civil society). sesuai dengan keadaan sosial. politk. Meskipun kegiatan-kegiatan non-profit tersebut dapat dilakukan secara sendiri-sendiri atau di tingkat perseorangan. Namun. dan berjuang untuk beragam alasan.membangun komunitas sosial dan menjalankan program-program sosial untuk masyarakat. tetapi proliferasi internet ke hampir seluruh bagian dunia telah memberikan pengaruh positif bagi masyarakat sipil. Batasan yang longgar tentang masyarakat sipil dalam penelitian ini memang diambil untuk memungkinkan tertangkapnya gambaran beragam bentuk pemanfaatan internet oleh masyarakat sipil. dan lingkungan (Munggoro. gerakan sosial. 2007: 27). dan kebudayaan tempat dirinya tumbuh dan berkembang. perlu dipahami dahulu apa yang dimaksud dengan masyarakat sipil. Untuk memahami bagaimana aktivis lingkungan di Indonesia menggunakan internet dan memaknai tindakan mereka maka dalam subbab ini akan dibahas bagaimana internet telah dimanfaatkan oleh sektor ketiga 18 (masyarakat sipil.

untuk mencapai beragam bentuk tujuan. Michael D. dan power (O’Brien.berbagai kelompok masyarakat sipil di belahan bumi lainnya. membangun jaringan. cepat. Pada dasarnya. 2005) saat memanfaatkan internet untuk mengkoordinasi aksi. dan mampu melampaui l batas-batas geografis dan spasial. Sehingga pada saat ini aktivisme sosial secara umum telah memposisikan internet sebagai salah satu alat utama untuk berkomunikasi. 2007). tidak d apat dipungkiri bahwa isu kesetaraan ini sesungguhnya bersifat semu karena masih kentalnya digital divide yang memisahkan negara atau wilayah yang sudah memiliki infrastruktur dan fasilitas untuk mengakses internet dengan daerahdaerah yang belum seberuntung itu. melakukan sosialisasi. Misalnya. Peneliti tidak berhasil mendapat akses langsung ke buku tersebut. menerapkan aktivisme media. organization/mobilization. serta menampilkan ide. dan dapat dilakukan dengan berbagai cara. (Eds). internet dinilai turut memperkuat semangat kesetaraan (equality) 19 yang umumnya dijunjung tinggi para aktivis.ide politis mereka ke hadapan publik. persuasive. 20 Werbin melakukan ulasan terhadap buku “Cyberactivism” (McCaughey. yang dilakukan oleh aktivis gerakan antikorporasi global (Juris. dan mobilisasi. 2005). yakni ebih murah. re-educative. 2003. masyarakat sipil. Cyberactivism: Online Activism in Theory and Practice. Selain itu. seperti yang disebut Sandor Vegh (dalam Werbin. Martha & Ayers.oleh berbagai jenis aktivisme untuk mendorong komunikasi yang lebih cepat dari gerakan sosial ataupun anggota masyarakat dalam usaha menyebarkan pesan ke khalayak luas. Internet dipilih oleh gerakan sosial atau masyarakat sipil karena secara umum dinilai lebih menguntungkan. internet dimanfaatkan aktivis. 19 Semangat kesetaraan atau spirit of equality memang sejak awal digulirkan sebagai sesuatu yang inheren dalam sifat alamiah internet. efisien. aman. 50 . Selain itu. yakni penggunaan beragam fasilitas teknologi komunikasi –seperti e-mail dan website. Aktivitas ini dalam beberapa kesempatan la in juga sering disebut sebagai internet activism (Emerson. Namun. misalnya untuk kegiatan facilitative. yakni awareness/advocacy. ataupun gerakan sosial untuk berkomunikasi dan membangun jaringan. 1999). 2005)20 sebagai tiga kategori taktik para cyberactivists. New York: Routledge. internet juga berguna untuk mendukung aktivitas organisasi dan edukasi kepada publik dan gerakan sosial itu sendiri (Wall.) dan Sandor Vegh merupakan salah satu kontributor buku tersebut. serta action/reaction.

(c) (kebebasan berupa) minimnya pengaruh dan kendali pemerintah serta kesulitan yang timbul akibat batas-batas negara. dan memeriksa setiap informasi dari begitu banyak sumber-sumber global. hingga cara yang sudah lebih inovatif seperti banner. 2004). dan (e) potensi untuk berkomunikasi 51 . dan bukan hanya komunikasi vertikal (top to bottom). memenuhi social utility. penyebaran dan pembagian informasi. lobbying.isu tersebut. web pages dan weblog. organizing hingga fundraising (Spencer. atau penayangan video serta film dokumenter melalui forum. 2003). petisi online. terutama bila dibandingkan dengan media konvensional berbasis teritorial. 2005) atau mungkin cara yang lebih sulit seperti hacking ke situs-situs “musuh” (Kahn dan Kellner. penggunaan internet oleh aktivis masyarakat sipil dilatarbelakangi oleh berbagai motivasi. 2002) dapat mengambil beragam bentuk dan cara. 2007). (b) kapasitas bagi pengguna untuk mengakses. antara lain untuk mencari guidance.Penggunaan internet oleh masyarakat sipil untuk menjalankan advocacy. Mulai dari e-mail dan mailing list (Wall. mendekati kenyamanan. bertukar ide dan juga sumber daya. dan mencari informasi (Johnson dan Kaye. serta menantang posisi-posisi resmi dan profesional atas isu. (d) kapasitas untuk menyebarkan dan memperdebatkan isu-isu terbaru. dan produksi dokumen untuk publik (Juris. Beberapa gerakan juga melakukan kolaborasi digital dengan menciptakan open editing software yang memungkinkan pengorganisasian dan pengkordinasian aksi. Sejumlah wacana yang menjelaskan alasan di balik penggunaan internet oleh masyarakat sipil disajikan dalam bagian berikut ini. Tindakan-tindakan di atas pada dasarnya membuka peluang bagi para aktivis untuk berbagi. Penggunaan internet oleh masyarakat sipil sepertinya tidak lepas dari karakter-karakter internal teknologis dari internet yang mampu mendorong perluasan dan pendalaman proses demokrasi. Karakter-karakter tersebut Flew (2005: 187) rangkum dari sejumlah penulis untuk me mperlihatkan bagaimana internet mampu memberikan (a) jangkauan luas untuk komunikasi horizontal (peer to peer). membagi. Untuk berpartisipasi secara politis aktivis bisa memilih cara-cara yang bisa dilakukan setiap orang seperti blogging (Kerbel dan Bloom. 2005). volunteering.forum online. Selain itu. community building.

Kedua elemen di atas secara implisit mensyaratkan internet digunakan secara cerdas dan penuh kesadaran oleh masyarakat yang terdidik. termasuk di dalamnya internet. Terkait dengan WELL -sebuah komunitas virtual. spin doctor. tanpa disaring dan dibentuk lebih dahulu oleh politisi. “used intelligently and deliberately by an informed population”. termasuk aktivis sosial. dalam Flew.secara “murni”. Ketiga. Rheingold juga menekankan pentingnya elemen social choice dan political activism untuk mendukung pencapaian potensi demokratis tersebut. terletak pada sifat desentralisasi jaringan komunikasi ini yang memungkinkan kebangkitan sense of community-building dan partisipasi warga dalam kehidupan publik. Kedua. 2005: 64). Keempat faktor tersebut tentu perlu diperhatikan bila aktivis atau lembaga masyarakat sipil ingin mengelola komunitas online yang dinamis dan hidup. tersedianya banyak kesempatan untuk “nongkrong” dan bebas membangun hubungan pertemanan. Rheingold (1994. the the sharing of knowledge and information. cakupan ruang yang memungkinkan “tempat” tersebut menjadi “ensiklopedi hidup” berisikan bermacam pengetahuan.misalnya. Keempat karakter itu saja sudah cukup untuk memotivasi aktivis sosial untuk lebih jauh lagi memanfaatkan internet. yakni “ building of social networking and social capital. Potensipotensi demokratis CMC. Pertama. Rheingold berpendapat bahwa nilai penting jaringan new media tersebut bagi anggotanya berakar dari empat hal (dalam Flew. Selain dari keempat karakter di atas. ataupun media yang telah mapan. 52 . apakah yang sementara dan hanya di permukaan ataukah yang lebih tahan lama dan mendalam. keragaman kepribadian dan kecerdasan (personal and intellectual diversity). Keempat. the enabling of new modes to participate democratically in public life”. 2005: 62) melihat bahwa potensi demokratis computer-mediated communication (CMC) yang begitu diagung-agungkan para pendukungnya. dan tidak hanya untuk pemuasan kebutuhan pribadi. Prasyarat tersebut tentunya perlu dicatat bila Indonesia ingin mendorong penggunaan internet menuju pemanfaatan secara positif dan bernilai guna secara sosial. lahir dari tiga atribut CMC yang saling berkaitan. kesediaan para anggota untuk terlibat dalam aktivitas saling berbagi atau collectivist gift economy.

Yang dan Calhoun (2008) menunjukkan bagaimana situasi yang terjadi di Republik Rakyat China sejak tahun 1989 justru menunjukkan tren pergeseran dari “large-scale. adalah individu. dengan cara-cara yang tidak mungkin disampaikan melalui media massa konvensional. Dutta-Bergman (2006) menemukan bahwa individu yang bergabung dalam komunitas online. Sementara itu. terbukanya kemungkinan bertemu dengan orang-orang dengan ketertarikan yang sama.Sementara itu. Shenton dan McNeeley (dalam Flew. locationbased but largely spontaneous protests” menuju ke “individualized. concentrated. decentralized. 53 . karena tersedianya kebebasan bagi orang-orang yang merasa terpinggirkan atau tersudutkan oleh masyarakat untuk mengungkapkan pandangan dan pendapat berbeda. Alasan ketiga. Kedua. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar alasan keterlibatan orang dalam komunitas online tampaknya berhubungan dengan ketidakpuasan mereka atas batasan-batasan yang terdapat di komunitas “nyata”.individu yang lebih berkemungkinan untuk bergabung dalam komunitas nyata atau offline-nya. tiga diantaranya adalah: pertama. dapat dilihat apa yang berlangsung ketika “Technology serves as a facilitator. orangorang yang berpartisipasi dalam komunitas offline juga memanfaatkan internet sebagai alat untuk mendukung keterlibatan dalam komunitas (community participation). as an infrastructural tool that gets used by actively engaged individuals” (Dutta-Berman. dalam kasus gerakan sosial pasca 11 September di Amerika Serikat. baik untuk membaca pemikiran orang lain ataupun menuliskan pemikirannya sendiri. 2005: 69) memandang bahwa terdapat sejumlah alasan mengapa orang menggunakan internet untuk berpartisipasi dalam online discussion groups. tanpa peduli betapa anehnya kesenangan mereka itu. Dalam konteks ini. Secara riil. dalam konteks penggunaan internet yang sedikit berbeda. karena internet memberikan kemampuan untuk menyebarkan gagasan-gagasan baru dalam kelompok orang-orang dengan pemikiran sejenis. terkait penggunaan media dalam perubahan sosial. Temuan ini mendukung pendapat Dutta-Berman (2005b) sebelumnya yang memandang bahwa “ community participation will be positively related to community-based Internet use”. 2006). Dan juga sebaliknya.

namun sekaligus juga menghadirkan hambatan. kemungkinan-kemungkinan yang disebut di atas dihambat atau dibatasi oleh tingkat melek teknologi. arena itu kemudian menjadi ladang pertarungan baru antara penguasa dan aktor sosial. Pemikiran-pemikiran tentang penggunaan internet seringkali terlena pada mimpi.lembaga non-profit di Amerika Serikat. 2005: 7) berusaha bersikap lebih imbang dengan menunjukkan bagaimana internet menawarkan kemungkinan-kemungkinan atau kemampuan-kemampuan ( affordances) bagi penggunanya. Ryder dan Wilson (1995. meskipun internet membuka dan menyediakan begitu banyak peluang berkomunikasi dan memperoleh informasi tapi terdapat pula batasan-batasan yang akan dihadapi masyarakat sipil bila ingin mengoptimalkan potensi internet.mimpi indah akan apa yang dapat diwujudkan melalui penggunaan internet. Kenix (2008) justru menemukan bahwa lembaga. penguasaan bahasa asing. Walaupun penjelasan Ryder dan Wilson banyak berakar pada penelitian mereka terkait “virtual learning”. Namun. dan tak kurang. Contoh lain hambatan dalam penggunaan internet oleh masyarakat sipil justru datang dari dalam masyarakat sipil itu sendiri. terkait isu kebebasan dan pengendalian oleh setiap pribadi ( ersonal p control).lembaga tersebut tidak meyakini bahwa internet 54 . bahkan tingkat melek huruf. Pada keadaaan seperti itulah dikatakan bahwa teknologi baru mendorong perubahan dengan cara “mengganggu” dan mentransformasi ruang perlawanan politik. Dalam kajiannya terhadap pengelola website lembaga.hambatan (constraints) dalam penggunaannya. di sisi lain pada prakteknya di lapangan. Hal ini karena setiap kali muncul teknologi media atau komunikasi baru. tetapi secara mendasar temuan mereka dapat diaplikasikan untuk menilai bagaimana penggunaan internet untuk kegunaan lain dan dalam setting yang berbeda. dalam Flew. tapi malah memperluas ruang perlawanan. serta kesempatan untuk berpendapat secara bebas.and legitimately organized forms of social activism”. Bentuk-bentuk aktivisme baru tersebut tidak menggantikan bentuk-bentuk konvensional dalam berunjuk rasa. Misalnya. terbatasi pula oleh akses orang terhadap teknologi internet itu sendiri. Dengan kata lain. internet memungkinkan akses tak terbatas ke banyak dan beragam sumber.

Kenyataannya di lapangan. solusi persoalan partisipasi politik bukan terletak pada teknologi itu sendiri tetapi pada bagaimana teknologi tersebut digunakan. Karena itulah. Hal ini karena komunitas di internet masih lemah dalam hal sumber daya dan kapasitasnya. Ini misalnya terjadi di Slovenia (Oblak. 55 . dan tidak semata.mata agar program tersebut terkesan canggih dan accessible. Belum lagi. 2003). Namun persepsi ini bisa jadi karena orang-orang yang membuat keputusan komunikasi seringkali terbebani dengan pekerjaan-pekerjaan teknis dan bukan dalam peran-peran strategis (Kenix. Secara mendasar.mampu menawarkan kekuatan demokratis. bila masyarakat yang sudah mampu mengakses internet belum memanfaatkannya untuk berpartisipasi aktif dan secara politis. terutama bila internet belum dapat diakses secara merata. 2008). Apa yang dipaparkan Kenix di atas bisa menunjukkan bagaimana meskipun penggunaan internet oleh aktivis dan masyarakat sipil telah meluas tetapi belum tentu kemanfaatannya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas. belum lagi karena partisipasi individu di dalam komunitas online secara umum belum sejelas dan seketat dalam komunitas offline. tujuan. anggota masyarakat yang tidak terhubung atau memiliki akses terhadap internet tentunya akan sulit tersentuh oleh kampanye-kampanye online. yakni meski pengguna internet di Slovenia percaya pada potensi demokratis dari internet tetapi para pengguna internet berat (heavy-users) jarang berpartisipasi aktif secara online. target. Karena ada begitu banyak hambatan pemanfaatan internet secara lebih luas. Ini misalnya tampak dari bagaimana mereka mengirimkan pesan pada publik tanpa mempertimbangkan umpan balik ataupun stratagi komunikasi yang sesuai. dan sumber daya program itu sendiri. Mereka secara paradoks justru melihat bahwa kekuatan internet terletak pada kemampuannya menyediakan kredibilitas instan. Oblak (2003) mengingatkan bahwa walaupun computer-mediated communication adalah langkah yang bagus untuk menyebarkan dan menguatkan partisipasi dalam proses politik. Lim dkk (2008) juga menyarankan agar gerakan sosial online juga dipadukan dengan yang offline. kampanye atau program-program sosial yang dijalankan online akan bekerja lebih optimal bila disesuaikan dengan strategi.

Meskipun demikian. Mempertimbangkan paparan panjang di atas mengenai berbagai sisi dalam penggunaan internet oleh masyarakat sipil. Dua peneliti yang banyak membahas penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia adalah Merlyna Lim dan Yanuar Nugroho. 56 . potensi tersebut akan terabaikan. 2003). Misalnya. Tetapi. ataupun e-commerce.Seperti halnya kemunculan teknologi lain. tetap masih banyak pihak yang mempercayai potensi positif dalam internet. 2005). Pertanyaannya sekarang adalah. tentang penggunaan internet untuk meningkatkan penjualan. termasuk masyarakat sipil. PENGGUNAAN INTERNET OLEH MASYARAKAT SIPIL DI INDONESIA Riset-riset tentang penggunaan internet (nternet use) di Indonesia belum i banyak dilakukan dan dipublikasikan. beriklan. bila tidak dimanfatkan dengan tepat dan efektif. 2007). serta bagaimana partisipasi online merupakan salah satu bentuk perpanjangan dari partisipasi offline (Jensen dkk. kajian mengenai penggunaan internet dalam konteks non-komersial masih sulit ditemukan. sejauh mana masyarakat sipil di Indonesia mampu memanfaatkannya? E. masih sedikit sekali yang mengkaji penggunaan internet oleh masyarakat sipil ataupun aktivis di Indonesia. dapat dikatakan bahwa potensi positif dalam internet dapat sepenuhnya dimanfaatkan oleh siapapun. 2005). misalnya bahwa: keterlibatan individu dengan internet memiliki hub ungan positif dengan civic and political participation individu tersebut (Weber dkk. Bilapun ada. media online melengkapi peran media tradisional dalam mendorong diskusi politik dan civic messaging masyarakat (Shah dkk. Namun tentu saja. penggunaan internet juga mengalami tantangan dan hambatan. Namun secara umum. Salah satu dari sedikit itu misalnya tentang penggunaan internet oleh peneliti Litbang Pertanian di Bogor (Andarwati & Sankarto. umumnya lebih banyak melihat penggunaan internet dari sudut bisnis dan ekonomi.

Dari penelitiannya. sebuah pilihan tindakan yang selanjutnya membuka ruang dan peluang bagi publik untuk mengubah pesan-pesan elektronik tersebut menjadi tindakan politis. Meskipun penggambaran Lim cukup antusias namun dia juga mengingatkan bahwa internet tidaklah serta-merta menjadi sebuah tempat yang demokratis. Dengan memanfatkan teori difusi inovasi dari Everett Rogers sebagai salah satu kerangka berpikir. Lim juga menunjukkan bagaimana dalam konteks Indonesia internet tidak berdiri sendiri namun berkembang dengan tetap berakar pada budaya dan tradisi sosial khas Indonesia yang menekankan pentingnya jaringan dan komunitas. dan keberadaan internet itu sendiri banyak bergantung pada siapa pengguna dominan internet (2006). dan kelas menengah perkotaan Indonesia mampu digunakan untuk membangun oposisi melawan pemerintahan Soeharto saat itu. Lim (2003) melihat bagaimana penggunaan internet. Nugroho (2007) menemukan lima area strategis penggunaan internet oleh NGO di 57 . Lim juga menunjukkan bagaimana dunia maya “disambungkan” dengan dunia nyata lewat internet. terutama dalam konteks selama masa reformasi dan setelahnya. NGO. terutama melalui e-mail dan mailing list. Kajian yang lebih empiris dan up to date terhadap penggunaan internet oleh masyarakat sipil Indonesia telah dilakukan oleh Yanuar Nugroho. implementasi. dengan berfokus pada lembaga yang bergerak di bidang pembangunan sektor pedesaan (rural reform). Nugroho melakukan penelitian kualitatif dan kuantitatif selama tiga tahun terhadap lembaga-lembaga swadaya masyarakat tersebut. Paparan Merlyna Lim sesungguhnya cukup sejalan dengan temuan Hill dan Sen (2005) tentang sejauh mana akses terhadap internet yang dimiliki mahasiswa.Kajian-kajian Merlyna Lim lebih berfokus pada penggunaan internet oleh masyarakat sipil di tingkatan umum. Tulisan lain dari Lim (2002: 392) menggambarkan bagaimana warnet menjadi tempat penting berkumpulnya informasi. Hal ini dilakukan Nugroho dengan meneliti adopsi. dan penyesuaian (appropriation) internet yang dilakukan oleh 268 NGO di Indonesia. selama sekitar tahun 1997-1998 menjadi salah satu alat diseminasi informasi seputar kekayaan Soeharto. yang kemudian ikut menjadi salah satu faktor pendorong aksi masyarakat di tahun 1998.informasi “rahasia” yang kemudian disebarkan secara manual.

Ruang kebebasan yang pada waktu itu disediakan internet telah memungkinkan orang Indonesia untuk mendiskusikan topik-topik yang dianggap tabu seperti korupsi dalam militer dan kerajaan bisnis anak cucu Suharto. dan untuk memahami bagaimana medium tersebut dapat digunakan untuk melawan sebuah rezim otoritarian. pemberdayaan dan pembangunan. Sementara itu. serta munculnya para tokoh politik dan jurnalis yang selama ini dikekang oleh pemerintahan Suharto. yakni kolaborasi. yakni terkait dengan jatuhnya Soeharto. Kajian Hill dan Sen serta Lim misalnya. Keragaman level penelusuran tersebut justru memperkaya khazanah kajian penggunaan internet oleh masyarakat sipil Indonesia. Riset yang dilakukan Hill dan Sen (2005: 1) sejak awal digerakkan oleh kebutuhan untuk mencari tahu potensi demokratis dari internet dan teknologiteknologi terkait. mobilisasi. dan kemudian selanjutnya. Hal ini tampaknya berhubungan dengan konteks saat itu. terutama semasa dan pasca reformasi 1998. serta advokasi dan pengawasan. Winters (2002) juga melihat bagaimana pertemuan antara tradisi perjuangan gerakan pemuda dengan tingginya penetrasi internet pada golongan muda saat itu telah menyediakan “adonan” yang dibutuhkan untuk menegakkan gerakan reformis yang terkoordinasi dan berkesinambungan. Tidak terlalu jauh berbeda. riset dan publikasi. Yanuar Nugroho melakukan penelitian yang lebih empiris dengan memfokuskan kajian pada LSM atau NGO. Pada tulisannya yang lain Nugroho (2008) juga menunjukkan bagaimana adopsi internet oleh organisasi masyarakat sipil yang bekerja di sektor pedesaan membantu mereka membangun jaringan. dan mendorong mereka untuk bekerja lebih baik. para demonstran.Indonesia. Fenomena lain yang terjadi adalah tersebarnya pikiran-pikiran kritis ke tingkatan nasional. i ternet dipandang Eng (1998) memiliki efek n kuat bagi para demonstran di tahun 1998. bahkan hingga tingkat global. juga membuka peluang saling terhubungnya para penentang pemerintahan. sehingga temuan Nugroho memberikan banyak masukan mengenai penggunaan internet di level institusional masyarakat sipil. lebih berfokus pada penggunaan internet di tingkat masyarakat sipil secara luas dan dalam konteks politik. Literatur menunjukkan bahwa masih sedikit yang mengkaji penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia. yakni diberangusnya surat 58 .

Pembacaan Eng di awal fenomena tersebut juga melihat bahwa konteks di atas sejalan dengan apa yang disampaikan John MacDougall. Namun. 2007). Sehingga dapat dikatakan bahwa dinamika yang terjalin antara masyarakat sipil di Indonesia dan penggunaan internet bukanlah fenomena baru. bagaimana internet mulai digunakan oleh aktivis HAM Indonesia pada pertengahan tahun sembilan puluhan. YLBHI. beserta macam. Secara mendasar. Beberapa LSM seperti Walhi. stasiun radio. salah satu mailing list yang paling berpengaruh saat itu dalam hal berita Indonesia. Pertemuan kedua elemen itu barangkali menjadi salah satu alasan mengapa saat itu cukup banyak informasi tentang Indonesia yang beredar di dunia maya. masih sangat sedikit situs yang menyediakan informasi mengenai isu. Hal ini sepertinya berhubungan dengan banyaknya organisasi HAM yang melihat internet sebagai alat yang dapat mendukung kerja mereka. dengan salah satu kejadian kebetulan tersebut adalah ledakan informasi melalui internet.isu HAM di Indonesia dan yang disajikan dalam Bahasa Indonesia. terutama secara ilmiah. Kondisi kebebasan informasi saat itu secara “kebetulan’ bertemu dengan perkembangan internet yang mulai memasuki kehidupan publik. serta televisi dari menyuarakan kebenaran. penggunaan internet oleh sektor ketiga juga dapat ditemukan terkait dengan pemanfaatan internet oleh berbagai kelompok masyarakat sipil di Indonesia sejak awal kehadiran internet di Indonesia. Sedikit berbeda dengan batasan penelitian Hill dan Sen (2005) tentang internet dalam konteks politis 59 . perlahan jumlah situs penyedia informasi HAM terus meningkat. terutama kaum cendekiawan dan mahasiswa.kabar. hanya saja belum banyak dikaji dan dibahas. Selain keterkaitan dengan gerakan pada masa reformasi. Misalnya. MacDougall mengatakan bahwa lengsernya Soeharto diakibatkan oleh serangkaian kejadian kebetulan. yang terjadi pada waktu yang “tepat”. dan INFID membangun sebuah jaringan tertutup sebagai sarana pertukaran informasi lembaga.macam informasi yang untuk masa itu takkan pernah mungkin muncul di media massa. pengelola Indonesia-L. penggunaan internet oleh masyarakat sipil di Indonesia telah berlangsung sejak kebangkitan internet itu sendiri di Indonesia yang berakar pada “masyarakat sipil akademis” yakni ilmuwan dan penggiat teknologi informasi pada saat itu. Saat itu.lembaga swadaya masyarakat (LSM) di seluruh Indonesia yang memiliki akses ke internet (Sahude.

yakni tindakan para pengguna internet itu sendiri. Ruang lingkup penggunaan internet oleh aktivis di level individual diambil karena mempertimbangkan pesan Hill dan Sen (1997) sejak awal ketertarikan mereka terhadap media di Indonesia. pene litian ini memfokuskan pada penggunaan internet oleh aktivis lingkungan Indonesia. Kebetulan pula. serta berkomitmen tinggi yang ditandai dengan berbagai bentuk keaktifan. sepanjang aktivitas online tersebut “overtly connected to street demonstrations. parliamentary debates and other material sites of Indonesia political life”. yakni bahwa fungsi politis internet di Indonesia tidak akan ditentukan oleh aspek teknologis tetapi oleh political agency. dilakukan dari Indonesia atau tidak. 21 Hill dan Sen (2005 :1) tidak mempermasalahkan apakah aktivitas online tersebut dilakukan oleh seorang warga negara Indonesia atau bukan. para aktivis lingkungan Indonesia yang dipilih menjadi informan juga tinggal dan berdomisili di Indonesia.di Indonesia 21 . Sehingga pusat pembahasan riset ini terletak pada para aktivis lingkungan22 berkewarganegaraan Indonesia yang menjadi informan penelitian ini berikut aktivitas-aktivitas online mereka. 22 Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan aktivis lingkungan adalah warga negara Indonesia yang bergelut dalam dan atau memiliki kepedulian dengan isu lingkungan. 60 .

Namun secara praksis di lapangan. secara umum di dunia dan secara khusus di Indonesia. which deserves to be called activism”. Colin Fletcher (2002: 91). aktivisme tidak mensyaratkan hal yang memberatkan dan seringkali dapat dilakukan melalui tindakan-tindakan sederhana seperti mengubah kebiasaan seharihari. serta menempatkan media. dalam aktivitas keseharian mereka. A. is not conforming. GERAKAN DAN AKTIVISME LINGKUNGAN HIDUP Pembahasan tentang aktivisme tidak dapat dilepaskan dari narasi besar perubahan 22 sosial yang secara umum diusung oleh pihak-pihak yang Cetak tebal dari peneliti. 61 . berkembang.BAB III AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP Aktivisme (activism) barangkali bukan istilah yang populer dan tampaknya hanya menjadi bahasa elit dalam komunitas gerakan sosial. khususnya internet selama ini. Intisari perjuangan melawan ketidakadilan seperti disebutkan di atas menjadikan aktivis menarik dan penting untuk dikaji. and is in direct opposition to oppression. then there is activism22 . dan bagaimana aktivis lingkungan hidup berkegiatan. khususnya internet. siapa. Fletcher pada dasarnya memandang aktivisme dapat berada dan berlangsung kapan saja saat seseorang menyadari dan melakukan sesuatu terhadap bentuk-bentuk penindasan atau ketidakadilan. terutama terkait bagaimana mereka tumbuh. Bab ini berisikan tinjauan pustaka mengenai apa. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa aktivisme lebih dilihat sebagai suatu kesungguhan atau komitmen seseorang atau sekelompok masyarakat pada suatu isu atau perjuangan untuk tujuan ( ause) tertentu. dalam c kajiannya mengenai bagaimana membimbing riset dan studi para aktivis memandang bahwa “whenever the person is not contained. serta bagaimana mereka memanfaatkan media. It is the awareness of injustice and the constructive opposition to it.

yakni gerakan sosial yang fokus bergerak di bidang perlindungan. Para aktor perubahan sosial tersebut secara kolektif seringkali dikenal dengan beberapa nama seperti masyarakat sipil. gerakan sosial. ornop (organisasi non-pemerintah. ataupun aktivis adalah sekelompok orang yang memperjuangkan nilai-nilai tertentu. dan keadilan lingkungan hidup. masyarakat madani. Pada dasarnya. dan tidak berorientasi pada kekuasaan maupun keuntungan. namun pada hakekatnya menggambarkan satu fenomena yang sama. beragam struktur dan mekanisme pengelolaan organisasi. melawan bentuk-bentuk penindasan. Semangat perjuangan seperti di atas pula yang diusung para aktivis lingkungan.memperjuangkan nilai. CSO (Civil Society Organization). Ketiga istilah yang tampak sejenis tersebut digunakan secara berbeda dari satu wacana ke wacana yang lain.nilai tertentu. atau gerakan sosial. Oleh karena itu. Meskipun berada dalam satu wadah 23 Para penggiat gerakan lingkungan ada yang dikenal atau menyebut diri mereka sebagai aktivis lingkungan (environmental activist) dan ada juga yang lebih memilih istilah environmentalis (environmentalist). meskipun memiliki beragam julukan. NGO (Non Governmental Organization). orang-orang yang bergerak di ranah ini dapat disebut sebagai “sektor ketiga” karena secara tegas membedakan diri mereka dari sektor pemerintahan dan juga sektor bisnis dan komersial (Munggoro. ataupun non-profit organizations. dan secara institusi tak jarang dilabeli dengan julukan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). dan tidak menafikan kelangsungan serta kelestarian lingkungan alam di bumi. serta bermacam. yakni memastikan agar keberadaan kehidupan manusia di muka bumi berprinsip keadilan. 1. Definisi Gerakan Lingkungan Gerakan lingkungan hidup (environmental movement) dikenal juga dengan berbagai nama. 2007: 27). pelestarian. seperti environmentalisme dan environmental activism 23 . secara hakiki yang disebut dengan masyarakat sipil. tidak menindas sesama makhluk penghuni bumi. 62 .macam karakteristik yang berbeda dari satu lembaga ataupun gerakan ke lembaga atau gerakan yang lain. terjemahan bahasa Indonesia untuk NGO).

yaitu sebagian besar orang yang concerned untuk memperbaiki kondisi lingkungan di sekitar mereka. deep ecology. terdapat beragam aliran pemikiran dalam gerakan lingkungan24 .besar. Definisi di atas sejalan dengan pembahasan definisi gerakan sosial.faktor pendorong tersebut penting untuk dipahami karena kelompok dan organisasi lingkunga n hidup pada dasarnya tergolong sebagai organisasi sukarela (voluntary organizations). yakni menekankan perbedaan organisasi-organisasi dalam gerakan lingkungan dengan organisasi komersial seperti perusahaan. ketiga istilah yang telah disebut di awal akan digunakan secara bergantian. Mekanisme collective action yang bekerja mampu mempengaruhi faktor-faktor cost and benefits yang membuat seseorang memutuskan untuk bergabung dan terus terlibat dalam gerakan lingkungan. dan (3) 24 Misalnya. Pandangan menyeluruh tentang elemen-elemen dalam gerakan lingkungan disarikan oleh Aditjondro (2003: 124) dari Morrison.individu yang bergabung secara sukarela. dalam Lowe dan Goyder. 1983). yakni bahwa tiga komponen gerakan lingkungan adalah (1) “aktivis lingkungan publik”. 63 . Gerakan lingkungan hidup bisa dilihat sebagai bagian dari perilaku bersama (collective behavior) yang secara formal mewujud dalam bentuk berbagai kelompok dan organisasi lingkungan (Lowe dan Goyder. ataupun metode gerakan mereka sendiri. bergantung pada konteks dan kasus yang sedang dibicarakan. praksis. tanpa alasan-alasan komersial. Keragaman tersebut tercermin pula pada pilihan-pilihan aksi. Faktor. sebuah kondisi yang membuat aktivisme lingkungan bisa mewujud dalam beragam nada dan warna. yaitu anggota organisasi seperti WALHI dan Greenpeace. Dalam pembahasanpembahasan selanjutnya. (2) “aktivis lingkungan terorganisir atau sukarela”. yakni kelompok-kelompok formal yang anggotanya berasal dari individu. 1983). Hornback. untuk memajukan sejumlah tujuan bersama (Hatch. serta organisasi kewenangan (statutory) seperti pemerintah. ekofeminisme. dan Warner. tanpa paksaan. dan ecological modernization.

kelompok-kelompok lingkungan.“organisasi gerakan lingkungan institusional”. Sejumlah pemahaman tentang gerakan lingkungan hidup yang telah dibahas di atas akan mengkerangkai pembahasan-pembahasan selanjutnya tentang gerakan lingkungan dan penggunaan internet oleh aktivis. Senada dengan yang dipaparkan Aditjondo. dalam penelitian ini. yang dipentingkan adalah kepedulian mereka terhadap lingkungan dan perwujudannya melalui aktivisme via internet. Karena inilah Lowe dan Goyder berpendapat bahwa kelompok atau organisasi lingkungan hanyalah salah satu indikator dari gerakan lingkungan secara luas. sehingga upaya memahami gerakan lingkungan perlu mempertimbangkan elemen-elemen yang menyusunnya. pemahaman Lowe dan Goyder (1983: 9) atas istilah “gerakan lingkungan” melihat bahwa gerakan lingkungan terdiri dari dua elemen. orang-orang yang meski tidak bergabung ke salah satu kelompok lingkungan. Sebagian dari attentive public mungkin saja di saat yang bersamaan juga bergabung dengan organisasi lingkungan yang ada. yang dimaksud dengan aktivis bisa saja anggota organisasi lingkungan ataupun bagian dari attentive public. Dari kedua pandangan di atas tentunya perlu dipahami bahwa label gerakan lingkungan tidaklah segamblang itu. perilaku dan gaya hidup mereka. mereka adalah orang-orang yang mengekspresikan kepedulian mereka terhadap lingkungan hidup melalui pandangan pribadi mereka. dan (2) attentive public. 64 . Oleh karena it u. tapi kondisi ini cukup kompleks dan membutuhkan penjelasan tersendiri. Orang-orang “awam” ini bisa siapa saja. yaitu birokrasi publik yang memiliki yurisdiksi terhadap kebijakan lingkungan. yaitu (1). tapi sama-sama mempercayai dan mempraktekkan nilai-nilai environmentalisme. sebagai perwujudan organisasional dari gerakan lingkungan.

Kovarik menemukan sebaran catatan-catatan terkait isu.edu/~wkovarik/envhist (William KovarikRadford University.label seperti konservasi. dan tak sedikit yang bercerita tentang kasus-kasus kerusakan lingkungan maupun upaya perlindungannya yang telah terjadi bahkan sejak era pra-sejarah dan peradaban awal manusia (Sebelum Masehi). yakni sejak kebangkitan kesadaran manusia akan hubungan dirinya dengan alam sekitar serta bagaimana manusia dan lingkungan sesungguhnya saling mempengaruhi. Manuskrip. atau polusi air dan udara. yakni naskah. Namun setelah masa tersebut tidak ditemukan lagi naskah. kesehatan masyarakat (public health).isu lingkungan di banyak penjuru peradaban dunia (India. Kovarik. dalam situs Environmental History Timeline25 miliknya. 25 Lihat Environmental History Timeline di www. terutama terkait dengan pencemaran (environmental pollution) dan bagaimana melindungi kesehatan manusia dari efek-efek buruknya (Gari. berpendapat bahwa sesungguhnya pemikiran-pemikiran terkait isu-isu lingkungan hidup telah lama muncul sepanjang sejarah tertulis umat manusia. Cina). Romawi. Virginia. Yunani. Amerika Serikat) 65 . Timur Tengah.manuskrip tersebut berisi catatan-catatan pemikiran sejumlah ilmuwan Muslim yang prihatin dengan kondisi lingkungan.naskah yang mencatat jejak kepedulian lingkungan. Sejarah Gerakan Lingkungan Hidup Sejarah environmentalisme atau gerakan lingkungan sesungguhnya sudah bermula ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. hingga kemudian pada tahun 1800-an di sejumlah negara Barat tercatat lagi kemunculan pemikiran-pemikiran lingkungan hidup. namun saat itu manuskripmanuskrip tersebut lebih banyak membahasnya di bawah label. 2008). Namun Garner (1996: 62) mengingatkan.runet. Salah satu rekaman kepedulian lingkungan hidup yang paling awal tercatat dalam sejarah ditemukan di Timur Tengah. Sehubungan dengan temuan di atas Jeremiah Hall (2008) berpendapat bahwa secara mendasar gerakan lingkungan era modern yang ada saat ini berakar dari sejumlah pemikiran yang berkembang di Eropa Barat dan Amerika Utara sejak pertengahan abad ke-19.2.naskah yang ditulis sekitar abad ke-13. pelestarian alam.

Ketiga varian tersebut memberi warna tersendiri dalam sejarah gerakan lingkungan hidup di Inggris. dan aksi para pecinta alam seperti Henry David Thoreau. namun keanggotaan dalam kelompokkelompok lingkungan tersebut umumnya masih elitis dan beranggotakan masyarakat kalangan menengah ke atas (Lowe dan Goyder. 1996: 63). yakni kelompok pelestari countryside dan amenity. Untuk konteks Amerika Serikat. 1983). 1983: 16).isu lingkungan. Hall. Di antaranya 66 . salah satu organisasi lingkungan hidup tertua di Amerika Serikat. pemikiran. Kemunculan sejumlah kelompok lingkungan hidup di Inggris dan Amerika Serikat sejak pertengahan tahun 1800-an telah membuka jalan bagi publik untuk lebih mengenal isu. gerakan lingkungan memiliki akar yang juga cukup panjang. serta pendirian taman nasional dan hutan lindung negara di sejumlah tempat di Amerika Serikat (Lowe dan Goyder. Kondisi inilah yang memicu kritik-kritik terhadap environmentalisme. 2008). dan gerakan perlindungan hewan (Garner. dan Robert Underwood Johnson. ditandai oleh tulisan-tulisan. pendirian Sierra Club. kelompok yang berfokus pada konservasi alam. Era pertama gerakan lingkungan di Inggris mulai marak di akhir abad ke-19 hingga awal pergantian abad (Lowe dan Goyder. Secara konkret kepedulian terhadap lingkungan di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 hingga awal tahun 1900-an. Kebangkitan pemikiran lingkungan di kedua wilayah tersebut tampaknya berkaitan dengan menurunnya kualitas hidup dan lingkungan alam akibat berkembangnya Revolusi Industri di Eropa dan perluasannya ke Amerika sejak seabad sebelumnya. Ralph Waldo Emerson. Gerakan tersebut terdiri dari tiga varian yang cukup berbeda.dalam kasus Inggris. tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Inggris. Hanya saja memang pembentukan kelompok-kelompok lingkungan untuk pertama kalinya baru dimulai di abad ke-19. John Muir. 1983. khususnya pada konservasi alam liar (wilderness). sudah terdapat aktivitas-aktivitas peduli lingkungan sejak abad ke-16 yang dilakukan oleh para amateur field naturalist. terutama bila memasukkan gerakan konservasionis tahun 1800-an.

Sejak saat itu. Namun argumen ini ditampik Lowe dan Goyder (1983:15). serta kesenjangan antara negara-negara Utara dan Selatan. Salah satunya ditandai dengan semakin banyak negara dan warga dunia bergabung dalam peringatan-peringatan seperti Hari Bumi dan Hari Lingkungan Hidup dari tahun ke tahun.bahwa keanggotaan kelompok lingkungan didominasi masyarakat kelas menengah karena hanya kelas menengah yang tertarik pada isu lingkungan.isu lingkungan hidup. Akar environmentalisme modern yang hidup saat ini –yakni yang lebih melibatkan publik. Konteks kelahiran gerakan lingkungan hidup kontemporer saat itu adalah situasi sosial politik pasca perang dunia. boom ekonomi di sejumlah negara. bermula di Eropa Barat dan Amerika Utara. serta terjadinya sejumlah “kiamat lingkungan” seperti insiden Chernobyl dan juga Minamata. Salah satu pendorong menguatnya kesepahaman bersama dari warga dunia akan urgensi penanganan masalah. Gerakan lingkungan kontemporer atau populer seperti yang dikenal sekarang mulai mengambil bentuk pada tahun 1960-an. atau hanya di level pemikiran– memang bermula sejak pertengahan abad ke-20. Hall. kemudian terus bergulir hingga pertengahan tahun 1970-an ke berbagai belahan dunia lainnya sebagai isu politis penting (Garner. karena gerakan lingkungan cenderung membela kepentingan masyarakat kelas menengah. kemunculan isu lingkungan terus meluas. karena menurut keduanya komposisi demografis anggota kelompok-kelompok lingkungan tidak selalu merepresentasikan keberpihakan masyarakat secara luas terhadap isu.masalah lingkungan hidup adalah berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi Lingkungan Hidup di Stockholm pada tahun 1972. yang kemudian dilanjutkan dengan KTT Bumi di Rio de Janeiro tahun 1992. Isu.isu yang berkembang hangat saat itu adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). tak lagi elitis. Imej gerakan lingkungan sebagai gerakan kelas menengah pun semakin berkurang sejak kebangkitan gerakan lingkungan kontemporer di pertengahan abad ke-20. 2008). 1996. atau bahkan mungkin sebaliknya. keadilan lingkungan. 67 .

hak-hak wanita– tapi tidak berarti bahwa gerakan lingkungan hidup kekurangan “bahan” dan isu untuk digarap. Dilihat dari ukuran dan perkembangannya. 3. Gerakan Lingkungan Hidup di Dunia Meluasnya kesadaran akan persoalan lingkungan hidup yang semakin menggerogoti bumi ini tidak hanya berlangsung di negara. namun juga negara-negara berkembang. HAM.negara maju.gerakan sosial lainnya seperti perjuangan kelas dan buruh. sebagai salah satu negara pelopor awal kemunculan kelompok lingkungan. yakni dengan berdirinya Green Party26 di Inggris pada tahun 1985. Meskipun sistem elektoral yang berlaku menyulitkan mereka untuk meraih kursi signifikan di parlemen (Connelly dan Smith. hal-hal yang diperjuangkan dalam aktivisme lingkungan umumnya berangkat dari satu titik untuk kemudian terus meluas seiring dengan tersibaknya kompleksitas permasalahan lingkungan.nilai environmentalis telah memasuki ranah politik nasional Inggris. 68 . Inggris. Inggris pada awal tahun 1980-an telah menyaksikan popularitas gerakan lingkungan di masyarakat. Sejak awal. perjuangan nilai. 1999). negara lain dengan Partai Hijau yang cukup berpengaruh dalam parlemennya adalah New Zealand (sejak tahun 1972). Dalam subbab ini akan sedikit dijelaskan mengenai gerakan lingkungan hidup di beberapa negara. dan Jerman (sejak tahun 1980). Keberhasilan perluasan dukungan terhadap isu lingkungan juga tampak dari manifestasi dukungan di parlemen Inggris. telah menyaksikan pertumbuhan dan perkembangan gerakan lingkungan yang begitu pesat. sehingga dapat digolongkan sebagai salah satu fenomena atau kekuatan sosial besar (Lowe dan Goyder. gerakan lingkungan di Inggris pada saat itu sudah lebih besar dari partai politik ataupun serikat dagang manapun. baik secara sosiologis maupun politis.Sejarah gerakan lingkungan hidup masih relatif muda –terutama jika dibandingkan dengan gerakan. Kerumitan persoalan lingkungan tercermin juga dalam dinamika gerakan lingkungan hidup di sejumlah negara di dunia. 1983). dengan jumlah pendukung hingga tiga juta anggota. dan setidaknya mampu mengkondisikan partai-partai politik lain dan 26 Selain Inggris.

negara berkembang. berjudul Silent Spring. Meskipun demikian. tercatat kebangkitan gerakan lingkungan yang spontan (Bello. geliat gerakan sosial di bidang lingkungan sesungguhnya juga sudah lama berlangsung di negara-negara berkembang. 2008). Sementara pada era selanjutnya. Di kedua negara. gerakan lingkungan hidup di Amerika Serikat diwarnai geliat organisasi-organisasi lingkungan grassroot seperti Friends of the Earth dan Greenpeace.negara Barat. Sejumlah contoh dapat dilihat pada dinamika yang terjadi di Korea dan Taiwan. sementara kelompok pelestarian lebih memilih cara mendirikan taman-taman nasional untuk melindungi dan mengisolasi alam. karya Rachel Carson serta rangkaian kegiatan publik yang mengangkat tema-tema lingkungan hidup secara berkelanjutan sejak tahun 1980-an telah mampu mengundang perhatian publik Amerika Serikat tentang kerusakan lingkungan di sekitar mereka. sejak awal kemunculan gerakan lingkungan. Pertentangan muncul karena kelompok konservasi mendukung eksplorasi sumber daya alam asalkan tidak berlebihan (used but not abused).juga masyarakat luas untuk lebih peka dan memperhitungkan faktor lingkungan dalam pembuatan setiap keputusan politik. Biaya lingkungan yang harus dikeluarkan akibat industrialisasi menjadi keprihatinan sekelompok orang dalam masyarakat negara. Buku tentang bahaya pestisida DDT. khususnya hutan. preservation (Hall. conservation vs.isu 69 . yang mampu menarik partisipasi banyak orang dari berbagai kelas sosial. Untuk kasus gerakan lingkungan hidup di Amerika Serikat. Masyarakat di kedua negara telah melihat keterkaitan antara isu lingkungan dengan isu. dua negara yang pernah dikenal sebagai “Newly Industrializing Countries”. perbedaan tampak jelas antara gerakan konservasi dan pelestarian. yakni di akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. 1999: 79-80). khususnya di Asia. Sebagian besar literatur memang lebih banyak memotret kebangkitan gerakan lingkungan hidup di negara. termasuk di antaranya para aktivis yang memobilisasi kepedulian menjadi sebuah gerakan lingkungan. yang sebagian pendirinya merupakan sempalan dari organisasi lingkungan tradisionalis Sierra Club (Connelly dan Smith. jauh dari semua aktivitas manusia. 2007).

dan pemerintah pusat. dan krisis pertanian. gerakan lingkungan terus berkembang. Kelas menengah. kaum miskin kota. serta kampanye petani 70 . dan Indonesia. isu lingkungan hidup di Asia Tenggara melibatkan lebih banyak massa dan tidak hanya menjadi isu kelas menengah. seperti perlawanan terhadap energi nuklir di Filipina. serta melawan penggundulan hutan dan pencemaran laut di Thailand dan Filipina. bahkan sebelum era industrialisasi memuncak di negara-negara tersebut (pertengahan tahun 1980-an hingga pertengahan 1990-an). kesehatan lingkungan kerja. Hal ini karena w aduk mewakili gambaran negara barat akan visi pembangunan modern yang mereka anggap seharusnya dijalankan negara-negara dunia ketiga untuk mengejar ketertinggalan dengan negara-negara maju. 2007).penyediaan lapangan pekerjaan. menjangkau isu-isu seperti kampanye melawan Coca Cola dan Pepsi Cola dalam kasus pengurasan air tanah dan limbah industri (sludge). Filipina. Hingga akhirnya gerakan lingkungan di kedua negara tersebut mampu memaksa pemerintah mereka untuk mengeluarkan peraturan yang lebih ketat tentang limbah industri. racun. gerakan lingkungan hidup di India telah berumur panjang. pembangunan waduk-waduk raksasa di Thailand. Bello (2007) melihat bahwa sedikit berbeda dengan yang terjadi di Taiwan dan Korea. Sejak 25 tahun yang lalu gerakan lingkungan di India telah menjadi salah satu kekuatan yang memperdalam demokrasi di India (Bello. gerakan lingkungan sudah lebih dahulu muncul di beberapa negara Asia Tenggara. kaum pekerja. Berbeda dengan yang terjadi di kedua negara asia Timur di atas. Setelah isu waduk. Salah satu pengaruh paling penting dalam gerakan lingkungan berbasis massa di India adalah gerakan antidam atau anti waduk. Sejak tahun 1970-an. monopoli kapital di tingkat lokal. Tidak jauh dengan yang terjadi di negara-negara Asia Tenggara. dan juga para environmentalis bergabung dalam aliansi yang terbentuk secara alami untuk melawan perusahaan-perusahaan trans nasional. perjuangan gerakan lingkungan telah banyak berlangsung. dan pencemaran udara.

upaya kolektif untuk menginstitusionalkan nilai. dan tidak kritis menghadapi model. yakni sudut pandang sosiologis dan politis. pasrah. dan merusak lingkungan alam. 2007).nilai yang selama ini dianut masyarakat dan mewakili upaya. dan estetis. 4.faktor seperti pertumbuhan kelompok pekerjaan yang dekat dan sering bersentuhan dengan 71 . Keduanya melihat kemunculan gerakan lingkungan hidup memiliki kemiripan dengan latar belakang kemunculan gerakan sosial.nilai pro.negara Asia yang paham bagaimana model pembangunan tersebut telah mengacaukan pertanian. moral. Ketidakpuasan masyarakat yang tertangkap Lowe dan Goyder misalnya adalah keprihatinan akan hilangnya tempat-tempat alami. melebarkan jurang kesenjangan pendapatan. meluasnya nilai. kekecewaan terhadap pengaruh industrialisme pada kehidupan perkotaan. dan pandangan terhadap alam sebagai sumber pencerahan spiritual. Kasus-kasus gerakan lingkungan di sejumlah negara berkembang dapat menunjukkan bahwa pemahaman akan evolusi mass-based environmental movement di negara. Penjelasan Atas Kemunculan Gerakan Lingkungan Ada dua sudut pandang utama yang sering digunakan untuk mengkaji kelompok atau organisasi lingkungan.menentang beras dan bibit tanaman yang telah dimodifikasi dan direkayasa secara genetis (GMO-genetically modified organism).lingkungan diduga ikut didorong faktor. yakni lahir dari ketidakpuasan terhadap sejumlah nilai.negara Asia sangat penting untuk menghalau pandangan dan kesan bahwa masyarakat Asia bersikap tidak peduli.nilai alternatif. keinginan untuk menjauh dari kota dan kembali ke suasana pedesaan.model industrialisasi berorientasi ekspor dan pertumbuhan tinggi yang digembar-gemborkan elit pemerintah mereka (Bello. 1983: 30). Selain itu. Sudut pandang sosiologis atau perspektif gerakan sosial melihat kemuncula n gerakan atau kelompok lingkungan berhubungan erat dengan perubahan nilai-nilai dan struktur sosial dalam masyarakat (Lowe dan Goyder. Sudah semakin banyak orang awam di negara.

newspaper editor and interest group leaders. Sehingga dapat dikatakan bahwa sudut pandang politik menekankan “interrelation between the characteristics of particular issues and the values and preoccupations of certain gatekeepers. dari sudut pandang politis atau dari perspektif kelompok penekan (pressure group). ditandai dengan seringnya isu.isu lingkungan tersebut perlu memenuhi sejumlah syarat. serta bila permasalahan yang ada memungkinkan diambilnya tindakan via keputusan politik.isu serta mendorong nilainilai tertentu dari “atas”. 1983: 31). di antaranya adalah adanya public visibility. Sementara itu. sebuah keadaan yang mendorong kelahiran kajian baru seperti politik lingkungan (Connelly dan Smith. 1994).institusi politis.hal non. maka analisis politis lebih memandang maraknya isu lingkungan sebagai hasil proses politik jangka pendek.isu lingkungan hidup dipandang mampu menjadi bagian dari agenda politik dan menarik perhatian pemerintah dan politisi. dinamika gerakan lingkungan dinilai lebih berhubungan dengan sistem politik. sejalan dengan prinsip dan nilai sistem politik yang berjalan. Sementara itu.[…]” (Lowe dan Goyder.isu tersebut diangkat ke media massa dan merebut perhatian publik. dan perilaku aktor politik pada suatu masa. Peran para elit dan aktor-aktor politik yang membentuk isu lingkungan menjadi sebuah agenda publik tampak dari bagaimana isu dapat “berputar” bila 72 . Martell. 1983.isu-isu lingkungan serta adanya peningkatan standar kehidupan –yang tampaknya telah memungkinkan sebagian orang untuk mulai berpikir tentang nilai. Tentunya isu. Pembelaan terhadap lingkungan dan hubungannya dengan masyarakat dilihat sebagai sebentuk kepentingan yang penyalurannya memanfaatkan intitusi.nilai sosial dalam masyarakat sebagai penyebab kemunculan gerakan lingkungan.nilai dan hal. kepentingan politik. dan kelompok kepentingan dalam mengangkat dan memanipulasi isu. elit-elit politik. 1999). tepatnya dari hasil peran media. such as politicians. bila Lowe dan Goyder melihat analisis sosiologis menekankan peran perubahan jangka panjang nilai. Dinamika politis ini menurut Lowe dan Goyder terjadi ketika isu.material– (Lowe dan Goyder.

Bila dianalogikan. Dari sejumlah argumen di atas.faktor sosial tapi sebagian besar juga karena fakta. para ilmuwan. dan kelompok lingkungan. sosial. gerakan lingkungan hidup adalah sebuah pohon besar dengan sejumlah cabang. Keragaman dalam Gerakan Lingkungan Pembahasan tentang sejarah dan dinamika gerakan lingkungan hidup umumnya mempermudah penjelasan dengan mengandaikan gerakan lingkungan sebagai satu kesatuan yang utuh (misalnya. ekonomi. interaksi setiap 73 . Martell juga mengkritik penjelasan-penjelasan atas environmentalisme yang selama ini sering terlalu sosiologis (dalam artian hanya menggunakan masyarakat dan dinamika di dalamnya sebagai alat analisis). apa yang dilakukan Lowe dan Goyder. Menurutnya. gerakan lingkungan hidup terdiri dari beberapa warna dan tidaklah bersifat homogen. kepedulian lingkungan.masalah lingkungan yang dihadapi dan dirasakan masyarakat.fakta ilmiah yang menjelaskan permasalahan objektif yang menerpa lingkungan hidup tempat tinggal masyarakat industrial.mata produk dari struktur politik. Selain mendukung “teori saling keterkaitan”. yang di saat bersamaan berinteraksi dengan kondisi-kondisi politis. 5. Pandangan “saling keterkaitan” ini juga disetujui Martell (1994). dan ekonomis dalam masyarakat. dan kelompok kepentingan. Pada kenyataannya. tetapi juga karena telah diperkenalkan dan dipopulerkan oleh aktor-aktor sosial dan politik melalui media. 1983). namun dia menambahkan bahwa kemunculan dan kebangkitan environmentalisme. sosial ataupun budaya. dimana setiap cabang menghasilkan buah yang berbeda-beda jenis. dan gerakan lingkungan bukanlah semata. membentuk suatu lingkaran opini publik. media. dapat disimpulkan bahwa environmentalisme sejauh ini bisa sedemikian rupa “naik daun” karena riilnya masalah. kebangkitan environmentalisme sesungguhnya bukan hanya karena faktor.digulirkan terus-menerus oleh aktor-aktor politik. Meskipun memilki satu akar (kepedulian terhadap bumi dan lingkungan hidup).

1987). Pendukung antroposentrisme menganggap penyelesaian masalah lingkungan dapat dilakukan seiring pertumbuhan ekonomi. Pandangan seperti ini salah satunya berangkat dari pemahaman dan keyakinan mereka bahwa kehidupan manusia hanyalah salah satu bagian saja dari keseluruhan kehidupan di bumi.teknologi ramah lingkungan. para penganut aliran ekosentrisme tidak ingin bekerja hanya di permukaan. oleh karenanya kepentingan umat manusia tidak boleh diletakkan di atas kepentingan makhluk hidup lainnya. Ekosentrisme tidaklah anti-human. Pemikiran anthropocentrism memandang pelestarian dan perlindungan lingkungan penting dilakukan agar keberadaan umat manusia di muka bumi dapat terus berlanjut. 2004). Ide. Aliran-aliran dalam environmentalisme pada dasarnya dibedakan menjadi dua: anthroposentrisme (atau homosentrisme) dan ekosentrisme. permasalahan lingkungan 74 . Berbeda dengan pendukung pandangan antroposentrisme. melalui penciptaan teknologi. mereka hanya ingin orang-orang memahami betul bahwa keberadaan dan kelangsungan hidup manusia bergantung sepenuhnya pada ekosistem bumi dan spesies-spesies penghuninya (Mosquin dan Rowe. Salah satu pernyataan internasional yang dapat digolongkan dalam pandangan ini adalah konsep sustainable development yang pertama kali diluncurkan salah satu komisi PBB dalam Brundtland Report di tahun 1987. Mereka memandang perubahan fundamental dalam cara hidup penghuni bumi mutlak dibutuhkan bila ingin bumi ini diselamatkan. dan menempatkan alam dalam batas sejauh mana dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia.cabang dengan hal. Pandangan ini memang berpusat pada manusia dan segala kepentingannya.ide mulia yang terkandung dalam konsep ini rupanya tetap dinilai pendukung ecocentrism tidak cukup kuat untuk mengubah keadaan.hal di luar pohon tersebut mengkondisikannya untuk memiliki buah yang berbeda. Karenanya. Konsep Pembangunan Berkelanjutan yang kemudian diadopsi oleh banyak negara tersebut memandang perlunya melindungi alam dan lingkungan agar dapat terus memenuhi hak-hak generasi saat ini tanpa mengorbankan hakhak generasi mendatang (WCED.

1999). Naess menerbitkan tulisan di tahun 1973 yang memperkenalkan frase “deep ecology” dan menawarkan sebuah “Deep Ecology Platform” 27 . Naess adalah seorang filsuf dan pecinta alam dari Norwegia yang mempertanyakan tujuan dan motif gerakan lingkungan selama ini. Gesekan antara antroposentrisme dan ekosentrisme menguat pula sejak bermunculannya sejumlah green political theory yang mengkaji bagaimana ideide dan nilai.ide gerakan lingkungan. Hall (2008) melihat Ekologi Dalam sebagai sintesis dari banyak gerakan lingkungan yang telah ada. Perubahan siginifikan dalam ide. terjadi setelah dikenalnya gagasan. menggabungkan konsep-konsep preservation. yakni environmentalisme radikal dan moderat. mereka yang berkecimpung dalam gerakan “dangkal” hanya peduli pada solusi-solusi jangka pendek.org/deepplatform. yakni gerakan ekologi dalam dan dangkal (deep and shallow ecology movement ). Walaupun tidak sepenuhnya cocok dengan pembedaan Naess.html 75 .1 di halaman berikut). bukan pada perubahan fundamental yang merupakan fokus deep ecology. pemetaan dan pemilahan yang dilakukan Garner (1996) mampu mengungkapkan dan menempatkannya dalam dua spektrum yang saling bertentangan.gagasan Arne Naess. dan spirituality ke dalam satu gerakan. lihat http://www.deepecology. Menurutnya.nilai environmentalis dapat memanfaatkan sistem dan institusi politik yang telah ada (Connelly dan Smith.hanya dapat diselesaikan dengan melestarikan kesatuan ekosistem dan bukan melestarikan keuntungan ekonomi. Dari sekian banyak pemikiran. Dia melihatnya terdiri dari dua bagian. termasuk menguatnya pemikiran ekosentrisme. ecology. 27 The Deep Ecology Platform.nilai kunci yang me mbedakan ekologi dalam dan dangkal (lihat Tabel 3. penelusuran Garner memang banyak memiliki kesamaan dalam hal nilai.

• Merupakan pendekatan yang optimistis. Perlu perubahan ekonomi. light. • Pertumbuhan ekonomi harus sustainable.1. sosial. 1996) Pembagian yang dilakukan Garner dapat dikatakan mewakili wacanawacana yang terdapat dalam kajian politik hijau. Weak/reformist environmentalism Shallow ecology Anthropocentric Technocentric • Perlindungan lingkungan bisa secara efektif disinambungkan dengan kehidupan masyarakat modern industrial. • Pembentukan masyarakat baru dengan nilai-nilai dan institusi-institusi baru dibutuhkan untuk menangani gawatnya krisis saat ini dan agar orang mampu menjalani hidup yang lebih bermakna dan memuaskan. tanpa harus secara fundamental mengancam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan material. dan dark green. Spektrum Pe mikiran dalam Gerakan Lingkungan (dalam Garner. Sebuah kategorisasi yang lebih kontemporer dilakukan Alex Steffen dengan melihat rangkaian varian environmentalisme dalam semacam gradasi warna. politik secara fundamental. yakni dengan konsep bright. • Perubahan di sana-sini dan hanya di permukaan tidak akan cukup untuk mencegah bencana lingkungan. Pembedaan yang ditawarkan Steffen (2009) menekankan pada pilihan pendekatan dan jawaban tiap varian dalam menghadapi dan 76 .Pembedaan menurut Garner (1996) Dobson (1990) & Porrit (1984) Stephen Young Arne Naess (1973) Robyn Eckersley (1992) Tim O’Riordian & David Pearce Ide dan pandangan dasar <-----------------Spektrum environmentalisme---------------> Radical Moderate reformism Dark green Light green Radical environmentalism Deep ecology Ecocentric Ecocentric • Perlunya langkah-langkah radikal untuk membatasi tingkat produksi dan konsumsi. Tabel 3. percaya pada kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyelesaikan masalah lingkungan hidup.

menyelesaikan masalah lingkungan. keadilan intra dan antar-generasi. 2001). Sementara yang lebih berperspektif misalnya adalah isu keadilan lingkungan (environmental justice--ESRC. Bright green misalnya. dengan mengimbau individu. perilaku. Steffen melihat kelompok light green sangat mendorong perubahan di tingkat perseorangan. menyakini bahwa inovasi teknologi yang berkelanjutan adalah jalan terbaik untuk menjaga kesejahteraan. Hal ini karena mereka sangat mendorong perubahan di level komunitas. Keragaman aliran pemikiran dalam gerakan lingkungan hidup juga tercermin pada keragaman fokus isu yang diperjuangkan setiap kelompok lingkungan. Meskipun melakukan pengelompokan environmentalis. Sementara itu light green environmentalists cenderung menekankan perubahan gaya hidup. dark greens lebih memilih menekankan pentingnya menarik diri dari konsume risme dan bahkan dari industrialisasi itu sendiri. dan menekankan solusi lokal dan hubungan langsung dengan tanah dan pertanian sebagai sumber kehidupan. dan pola konsumsi sebagai kunci keberlanjutan.isu yang “normatif” misalnya tentang keberlanjutan atau sustainability dan konservasi alam.nilai dari ketiganya. dan (3) 77 . Steffen menyadari bahwa seseorang bisa digolongkan ke dalam ketiga kelompok atau memang memadukan nilai. Isu. Merekalah yang telah membantu menyebarkan gagasan bahwa kepedulian lingkungan itu “keren”. tapi justru untuk membantu orang memahami pilihan-pilihan yang ada.individu untuk berubah. atau setidaknya sebagai mekanisme terbaik untuk memicu perubahan di tingkat lebih luas. Steffen mengingatkan bahwa klasifikasi dan spektrum pemikiran dalam gerakan lingkungan yang dia buat tidak bermaksud untuk memecah belah. Perbedaan-perbedaan pemikiran dalam gerakan lingkungan tampaknya muncul dari perbedaan sudut pandang dalam (1) menganalisis penyebab masalah lingkungan. serta tentang kesetaraan antara manusia dan alam. kesenjangan Utara-Selatan. dan bahwa pandangan terhadap keberlanjutan yang tidak mampu menyediakan kesejahteraan dan kemakmuran tidak akan pernah bisa berhasil. Di sisi sebaliknya. (2) menawarkan solusi.

dalam melakukan aksi-aksi 78 . Secrett juga berpendapat bahwa kalaupun ada kebingungan publik tentang siapa itu Greenpeace. Taktik dan Metode Aksi Gerakan Lingkungan Ragam “aliran” atau ideologi dalam gerakan lingkungan hidup memang banyak dan tampaknya turut mempengaruhi bentuk-bentuk aktivisme dan pilihan aksi kelompok-kelompok lingkungan. WWF. Keragaman sudut pandang salah satunya dipengaruhi oleh filosofi dan pandangan politik yang berkembang dalam suatu masyarakat di suatu masa.negara Barat dibandingkan di negaranegara Timur. Namun. Walaupun begitu. bisa jadi kerancuankerancuan tersebut muncul dari penggambaran tentang gerakan lingkungan hidup yang selama ini muncul ataupun ditampilkan di media. Hal ini karena menurutnya walaupun FoE terkadang memiliki tujuan-tujuan program yang sejalan dengan kelompokkelompok lingkungan lainnya.cara-cara memperjuangkan jawaban tersebut. Charles Secrett –pernah menjadi Direktur Friends of the Earth– memandang keragaman (plurality) dalam environmentalisme sebagai nilai tambah.metode aksi yang dipilih suatu kelompok beraliran antroposentrisme bisa jadi juga dilakukan kelompok yang mendukung ekosentrisme. Metode. pilihan-pilihan taktik “ekstrim” biasanya lebih menjadi pilihan kelompok-kelompok lingkungan beraliran radikal. FoE tetap bekerja dengan cara-cara yang berbeda dan dengan prioritas yang juga berbeda-beda untuk setiap isu yang muncul (Lamb. kelompok lingkungan radikal dari Amerika Serikat. tidak ditemui garis yang jelas dan tegas antara hubungan aliran yang dianut suatu kelompok lingkungan dengan jenis taktik aksi yang dipilihnya. Menyoal keanekaragaman gerakan lingkungan. 1996: 188). Itulah mengapa terdapat lebih banyak varian environmentalisme di masyarakat negara. atau FoE. Salah satu contoh hubungan antara ideologi dan pilihan bentuk aktivisme tampak dari bagaimana keberanian anggota Earth First. 6. yakni karena perkembangan filsafat politik Barat jauh lebih berwarna dibandingkan yang ada di negara-negara Timur.

atau institusi akademis. seperti mengakuisisi atau memblokade lokasi yang sedang mereka bela. petisi. serta meningkatkan publikasi untuk membentuk opini publik (misal melalui penyelenggaraan lomba desain poster. Martell memandang sebagian besar gerakan lingkungan masih tetap memanfaatkan jalur-jalur politis dan often being concerned also with legislative reform and political access. misalnya melalui green consumerism dan perubahan gaya hidup. Meskipun demikian. dan stiker. Cara-cara lain yang umumnya ditempuh adalah protes atau demonstrasi. banyak organisasi lingkungan menggabungkan metode- 79 . lomba kampung atau desa hijau). lobby. mayoritas kelompok lingkungan yang ada umumnya lebih memilih untuk mengoptimalkan cara-cara seperti kampanye. Terkait pilihan metode aksi. Pada prakteknya di lapangan. Atau dengan memanfaatkan kekuatan media untuk menyebarkan apa yang telah dan bisa dilakukan untuk lingkungan hidup. ataupun media interaktif. negosiasi melalui pihak legislatif. kaos. Di sisi lainnya. bertindak langsung (direct action). Dalam paparannya. lomba penulisan. Martell (1994) berpendapat gerakan lingkungan kontemporer dapat dikategorikan sebagai sebuah “gerakan sosial baru” karena mulai meninggalkan metode.metode yang menekankan partisipasi dalam sistem politik dan upaya-upaya legislasi. pemboikotan. yang mendesentralisasi bentuk partisipasi. Gerakan lingkungan terkini lebih menyukai pendekatan akar rumput. Salah satu taktik terkini kelompok lingkungan adalah mengkondisikan agar cara-cara persuasif di atas dapat diamplifikasi melalui media sosial. rally dari kota ke kota. seperti kelompok masyarakat.kontroversial seperti sabotase atau eco-tage. asosiasi pedagang. massa. yakni dengan menyediakan beragam layanan atau keistimewaan bagi anggota-anggotanya. penghancuran alatalat berat (yang digunakan untuk menebang pohon). dan pendidikan lingkungan. Lowe dan Goyder (1983: 2-3) juga menyebutkan sejumlah cara yang dipilih organisasi lingkungan di Inggris untuk mencapai tujuannya. mendorong perubahan cara dan gaya hidup. atau dengan mempengaruhi lembaga atau organisasi lain di luar pihak berwenang atau pemerintah.

atau lembaga lingkungan). selain karena tidak banyak orga nisasi lingkungan yang memiliki pendataan dan administrasi keanggotaan yang rapi. Namun. Tidak semua aktivis memilih bergabung atau mengambil posisi tertentu dalam gerakan lingkungan secara spesifik (yakni. juga karena anggota suatu organisasi atau kelompok lingkungan bisa jadi merupakan anggota organisasi lingkungan yang lain. 80 . Bisa saja ada orang yang peduli dan bertindak nyata untuk lingkungan. misalnya dengan mendorong perubahan di level masyarakat (via gerakan akar rumput ataupun dengan pengaruh media) agar dapat membentuk opini publik yang kemudian dapat digunakan untuk mempengaruhi keputusan pemerintah. Tidak mudah menemukan data yang akurat mengenai para environmentalis. Hal ini kemungkinan besar karena identitas atau “status” seseorang sebagai seorang environmentalis tidak dapat dibakukan dan ditentukan hanya dengan keanggotaannya dalam suatu lembaga misalnya 28 . Karakteristik Aktivis Lingkungan Siapakah sebenarnya para environmentalis? Penggambaran profil dan aktivitas para aktivis lingkungan tidak dapat dipungkiri memang lebih banyak masyarakat dapatkan dari berita-berita di media. dalam sebuah organis asi. 7. apalagi mendapatkan profil para aktivis lingkungan di 28 Orang-orang yang berkecimpung dalam gerakan ataupun aktivisme lingkungan secara umum dikenal sebagai aktivis lingkungan atau environmentalis. komunitas. baik dengan alasan ideologis maupun pragmatis) yang lebih memilih menjalankan aktivismenya secara lebih individual dan sengaja tidak bergabung dengan komunitas atau organisasi lingkungan tertentu. ataupun keberadaan kajian ilmiah yang mampu mengungkapkan dan mengidentifikasi para aktivis lingkungan secara menyeluruh.metode baru dan lama. dan aktivis lingkungan sebagai individu. Sementara itu. terdapat juga kalangan environmentalis (dengan latar belakang dan sejarah masing-masing. Sementara itu. gerakan lingkungan itu sendiri. terdapat perbedaan antara anggota organisasi lingkungan. tidak mudah mendapatkan data a ktivis lingkungan di tingkat kelembagaan. tidak mudah menemukan tulisan yang dapat menangkap gambaran environmentalis sebagai suatu sosok atau profesi. namun tak peduli apakah dirinya layak disebut aktivis atau tidak.

Riset-riset tentang aktivis lingkungan tersebut secara umum banyak menggunakan kerangka berpikir sosiografis dan psikografis. atau aktivis setia dalam organisasi atau kelompok lingkungan. dan tidak lagi hanya didominasi oleh “pria. dan bekerja di sektor sosial atau jasa (non- 81 . ras. atau kelas buruh.isu lingkungan (Lowe dan Goyder. dari kelas menengah”. Khususnya para pengurus inti. Dapat dikatakan bahwa unt uk masyarakat di Eropa Barat dan Amerika Utara. Keterlibatan orang-orang dari semakin beragam kelompok masyarakat misalnya terjadi dalam kasus-kasus yang menunjukkan bagaimana wilayah terkumuh dan tercemari dalam suatu daerah seringkali adalah tempat tinggal orang-orang kulit berwarna. 2001). namun sejumlah riset yang dilakukan di Inggris dan Amerika Utara mengenai karakter demo grafis para aktivis lingkungan dapat memberikan salah satu gambaran tentang siapa dan bagaimana seorang environmentalis. yang umumnya masih didominasi orang-orang berpendidikan tinggi. baik dari variasi gender. kulit putih. ataupun kelas sosial. komposisi demografis para aktivis lingkungan semakin bervariasi dari tahun ke tahun. Tentunya kondisi dominan tersebut berubah seiring muncul dan menguatnya aliran environmentalisme seperti keadilan lingkungan atau eco-justice (ESRC. jajaran “elit”. Tetapi bahasan dari Lowe dan Goyder serta Minunzie juga menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan area pekerjaan masih sangat signifikan berkaitan dengan keterlibatan seseorang dalam gerakan lingkungan. relatif aman secara finansial. 1983. sikap. Pendukung environmentalisme semakin beragam dan tidak lagi dapat diidentifikasi secara sederhana berdasarkan status sosial-ekonominya. kaum imigran. Kebangkiran varian environmental justice juga mampu menunjukkan bahwa lingkungan yang bersih dan sehat adalah hak setiap orang dan bukan hanya berhak dimiliki kelas menengah ataupun kaum berduit. setidaknya sarjana. yang menempatkan isu lingkungan dalam perspektif ketidaksetaraan yang juga dialami oleh kaum terpinggir dan warga dengan kulit berwarna. dan perilaku mereka menghadapi permasalahan atau isu. Minunzie. 1993 ).Indonesia. yang berusaha mencari tahu hubungan antara karakter demografis para aktivis dengan persepsi.

hasil kajian di atas ke depannya dapat dimanfaatkan untuk mempelajari bagaimana kaitan antara demografi dengan aktivisme lingkunga n di Indonesia. tidak dapat dipungkiri bahwa Emil Salim telah menorehkan tapak pertama dalam jejak sejarah gerakan lingkungan hidup Indonesia. mengenalkan isu-isu lingkungan dan mendorong mereka untuk bergerak. organisasi kemasyarakatan formal pertama di Indonesia yang memfokuskan perjuangannya dalam bidang lingkungan hidup. Sejarah awal WALHI sedikit banyak berutang pada Emil Salim karena sebelum menjadi WALHI. khususnya melalui advokasi dan pendidikan lingkungan (Munggoro. Sejak tahun 1970-an. kelas menengah. beliau semakin menyadari pentingnya memasukkan faktor pelestarian lingkungan hidup dalam perencanaan pembangunan dan untuk melakukan hal tersebut beliau melihat urgensi melibatkan anggota masyarakat. Hasil. GERAKAN DAN AKTIVISME LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA Sejarah gerakan lingkungan hidup di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran penting Emil Salim. dan terdidik .manufaktur dan industrial). dan kalangan pecinta alam. terutama para mahasiswa. Melalui diskusidiskusi tersebut para anggota pecinta alam semakin menyadari bahwa tanpa perubahan cara pandang dan perilaku bersama maka lingkungan hidup akan semakin rusak dan tidak akan tersisa bagi generasi selanjutnya. akademisi. B. 2003). Bola salju yang digulirkan Emil Salim mendorong pendirian salah satu titik awal bentuk gerakan lingkungan hidup di Indonesia. yakni dengan pendirian WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia). guru dan dosen. Emil Salim mulai berbicara dan berdiskusi dengan para pecinta alam. atau pekerja sosial. para anggotanya sudah terlebih dahulu beraktivitas dan 82 . pegawai. terutama setelah menghadiri pertemuan internasional Konferensi Tingkat Tinggi Lingkungan hidup. 2007). tampaknya mayoritas aktivis lingkungan secara sosial memang masih datang dari wilayah perkotaan. Meskipun terdapat pendapat bahwa peran Emil Salim dalam gerakan lingkungan seringkali terlalu dibesarbesarkan (Aditjondro. namun untuk saat ini dalam konteks Indonesia. Oleh karena itu.

Berkaitan dengan taktik dan metode aksi. sebuah bulletin tentang isu lingkungan di Indonesia. Setelah dua tahun. 83 . WALHI sendiri pernah menjalankan beragam metode aksi.berkumpul di bawah naungan Kelompok Sepuluh. dan paling dikenal di Indonesia. 2006). seperti dalam kasus pembangunan waduk Kedung Ombo.isu lingkungan dan memperkenalkan WALHI itu sendiri. Untuk memperluas jaringan dan kegiatan. misalnya melalui pelatihan-pelatihan tentang pelestarian lingkungan dan penerbitan Tanah Ait. Menjelang dan setelah huru. terbesar. yakni ketika WALHI mengajukan sebuah tuntutan hukum atas tuduhan pencemaran dan pengrusakan lingkungan pada enam badan pemerintah dan perusahaan Indorayon Utama Pulp di Sumatera Utara. Perjuangan awal WALHI banyak bertolak dari kesadaran akan kerusakan-kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh sejumlah proyek pembangunan ya ng ditetapkan oleh pemerintah kala itu. Pada tahun-tahun awal. pada tahun 1989 WALHI bergabung menjadi anggota nasional dari Friends of the Earth (FoE). WALHI memfokuskan kegiatan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat pada isu. Sejarah dan geliat environmentalisme di Indonesia memang tidak dapat dilepaskan dari WALHI karena organisasi ini adalah forum lingkungan tertua. Meskipun tidak memenangkan gugatan tersebut. 2007). WALHI telah menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah bagaimana gerakan lingkungan Indonesia semakin merangkul publik dan menjadi kekuatan penting perubahan sosial (Sinanu. Hingga pada tahun 1988 WALHI menjadi NGO pertama yang mengajukan tuntutan hukum pada pemerintah. sebuah organisasi internasional berbasis di Inggris yang mengklaim diri sebagai jaringan akar rumput terbesar di dunia untuk isu. pada tahun 1980 Kelompok Sepuluh kemudian berevolusi menjadi WALHI.hara politik tahun 1998 WALHI bergabung dengan gerakan besar masyarakat sipil dalam mengkritisi pemerintahan Orde Baru.isu sosial dan lingkungan. Sejak didirikan hampir tiga puluh tahun yang lalu. tindakan ini telah menaikkan nama WALHI. menyebarluaskan kepedulian terhadap permasalahan lingkungan hidup di Indonesia. dan lebih jauh lagi. Pada pertengahan 1980-an WALHI mulai berkonsentrasi pada upaya-upaya advokasi dan menjaga jarak dari pemerintah (Munggoro. Namun di tahun 2000.

utang luar ne geri. dan ekonomi yang juga terjadi.setelah mengamati perubahan-perubahan konteks politik dan sosial kemasyarakatan. yakni aksi-aksi melalui saluran politis dan mekanisme politik yang sudah berjalan. 2007). Dalam kasus Indonesia. sebuah situasi yang mendorong WALHI untuk globalizing its focus (Sinanu. Wiryono (2008) bahkan berpendapat gerakan lingkungan di Indonesia selama ini masih terbatas menjadi domain para aktivis dan pecinta lingkungan di kota-kota besar. sehingga perkumpulan dan gerakan dalam bidang lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat tidak ditentang pemerintah. politik. Walaupun sejumlah organisasi lingkungan tak jarang melibatkan masyarakat umum. Secara ringkas. Sejarah dan dinamika WALHI mencerminkan perubahan karakter environmentalisme di Indonesia seiring dengan perubahan sosial. serta aksi-aksi di level akar rumput masyarakat. Bentuk-bentuk aksi yang selama ini dijalankan organisasi-organisasi lingkungan hidup di Indonesia mengambil banyak ragam. Hal ini karena isu lingkungan hidup tidak dipandang oleh rezim otoritarian saat itu sebagai isu yang “politis”. 84 . Dinamika WALHI juga berhubungan erat dengan perubahan dalam gerakan lingkungan hidup internasional. perlawanan lingkungan memang bisa menjadi salah satu isu yang memungkinkan gerakan anti-diktator berorganisasi dan merengkuh lebih banyak dukungan (Bello.isu global seperti perubahan iklim. 2006) dengan turut terlibat dalam isu. dapat dibedakan menjadi dua. misalnya kaum tani dan warga desa dalam aksi-aksinya. tidak dapat dipungkiri bahwa secara umum gerakan lingkungan hidup di Indonesia belum menjadi gerakan yang benar-benar merakyat. Pada era otoritarian seperti saat itu organisasi lingkungan WALHI mampu bertindak jauh dengan mengajukan tuntutan hukum terhadap enam badan pemerintah atas tuduhan pencemaran dan kerusakan lingkungan. WALHI memutuskan untuk meluaskan perannya dengan berubah dari forum organisasi-organisasi lingkungan menjadi organisasi publik yang berbasis massa. dan dampak globalisasi. Padahal kerusakan lingkungan justru menjadi salah satu contoh nyata kelalaian rezim tersebut.

Organisasi-organisasi luar negeri tersebut merentangkan sayapnya dan “membuka cabang” di Indonesia tentunya karena isu-isu lingkungan hidup dan pengelolaannya di Indonesia tidak hanya penting bagi negara ini. tetapi implementasi dan penegakannya di lapangan justru menunjukkan bagaimana mekanisme pemerintahan 85 . Itulah salah satu alasan mengapa sejumlah lembaga atau NGO internasional ikut tertarik dan bergabung dalam upaya-upaya perlindungan lingkungan di Indonesia. sehingga masalah lingkungan di satu negara dapat mempengaruhi kondisi lingkungan di negara lain. Di antara organisasi lingkungan global tersebut adalah WWF. tapi juga bagi planet bumi ini. maka pada tahun sembilan puluhan Indonesia menyaksikan masuknya sejumlah organisasi lingkungan besar yang bermarkas pusat di luar negeri. Meskipun sejumlah kalangan memperingatkan keberadaan organisasi-organisasi luar tersebut. namun secara umum interaksi mereka dengan masyarakat Indonesia secara umum turut membantu proses penyadaran lingkungan hidup kepada masyarakat.Gerakan lingkungan hidup di Indonesia memiliki arti penting karena Indonesia memiliki begitu banyak kekayaan alam dan lingkungan yang berpotensi menyelamatkan atau justru menghancurkan negara dan masyarakat Indonesia. Perundangundangan mengenai lingkungan hidup banyak tersebar mulai dari bentuk Undangundang hingga ke Peraturan Menteri dan Peraturan Daerah. Kecenderungan di atas terbaca jelas pada dinamika gerakan lingkungan Indonesia. dan Greenpeace. Hal ini karena persoalan lingkungan hidup adalah persoalan sistemik dalam ekosistem bumi. gerakan lingkungan di Indonesia menghadapi tantangan yang berat karena hukum dan kebijakan lingkungan yang ada di Indonesia saat ini belum cukup untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan hidup. lebih dari itu kekayaan alam Indonesia juga merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati dan paru-paru dunia. Secara kontekstual. Posisi penting tersebut tidak hanya disadari oleh masyarakat dan gerakan lingkungan Indonesia tetapi oleh juga pihak-pihak luar. Bila pada tahun tujuh puluh hingga delapan puluhan gerakan lingkungan di Indonesia lebih banyak didominasi oleh kelompok-kelompok pecinta alam yang bergabung dalam organisasi-organisasi lingkungan lokal. Conservation International.

untuk menyebarkan kesadaran mengenai permasalahan lingkungan di Indonesia. 1994). persoalan lingkungan bukan lagi sesuatu yang asing bagi masyarakat. sehingga permasalahan lingkungan lambat laun akan mempengaruhi pula banyak aspek kehidupan masyarakat Indonesia. tapi juga karena belum tampak komitmen penuh dari pemerintah untuk berpihak ke sisi lingkungan. kepedulian yang telah ada di masyarakat perlu dikelola agar dapat bergabung dengan elemen-elemen gerakan lingkungan hidup yang lainnya. kesemuanya bernilai untuk menjangkau lebih banyak dan lebih beragam 86 . untuk mendorong perubahan yang lebih menyeluruh dalam perlindungan lingkungan hidup Indonesia. ketertarikan media pada nilai berita dalam kampanye-kampanye kelompok lingkungan. kesemuanya tarik. tantangan ke depan bagi gerakan dan aktivis lingkungan hidup di Indonesia akan semakin kompleks. televisi. Kondisi keterpinggiran ini pula yang tampaknya mendorong para aktivis menggunakan segala cara dan saluran yang ada –termasuk di antaranya. media. AKTIVISME LINGKUNGAN HIDUP DAN INTERNET Gerakan Lingkungan dan Media nteraksi antara kelompok lingkungan.menarik dalam mendorong isu lingkungan terus muncul ke permukaan. Saat ini. Baik liputan via radio. Tetapi. Meskipun begitu. Tidak hanya karena masalah lingkungan hidup itu sendiri yang tampaknya akan terus memburuk. hubungan dengan media penting bagi aktivis lingkungan karena liputan media mampu menyampaikan pesan-pesan yang dapat merebut tempat di hati dan pikiran orang-orang. C. maupun suratkabar. Penyesuaian strategi aksi kelompok lingkungan dengan karakter media. melalui internet. Di sisi sebaliknya. serta kerja para ilmuwan dalam menyibak masalah-masalah lingkungan.yang ada belum menempatkan persoalan lingkungan hidup sebagai persoalan utama. 1. dan ilmuwan adalah salah satu hal penting yang telah mampu mendorong isu lingkungan menjadi bagian dari agenda publik (Martell. Padahal isu lingkungan sesungguhnya berkaitan erat dengan banyak dimensi kehidupan masyarakat.

Ada saja representasi yang menyesatkan dan berlebihan tentang para pecinta lingkungan. Secara lebih spesifik. dan tidak lagi bertumpu pada wacana dan argumentasi. Lamb berpendapat gambaran. dramatis.khalayak. dan mudah ditampilkan di media. Lamb (1996: 189) tidak memungkiri bahwa dalam konteks dinamika kelompok-kelompok lingkungan di Inggris –terutama selama akhir tahun 70-an hingga 80-an– hubungan erat media dengan kelompokkelompok lingkungan merupakan faktor krusial dalam pembangunan landasan kekuatan populer (popular power base) kelompok-kelompok seperti FoE (Friends of the Earth). yang seolah mengaitkan dan 87 . Tapi Lamb (1996: 65) mengingatkan bahwa tentunya hal di atas baru akan punya arti dan benar-benar berdampak bila dukungan populer dari para pemilih awam dapat disalurkan untuk mendesak politisi-politisi agar menggerakkan “gunung” legislasi atau menggeser struktur kekuasaan yang selama ini mengikat kuat hubungan dunia bisnis dengan pemerintah. Greenpeace. misalnya seperti yang dikritik Vivanco (2004) dari visualisasi “environmentalism-as-adventure” di banyak media terutama televisi (seperti yang dilakukan oleh mendiang Steve Irwin). dan lainnya. Salah satu organisasi lingkungan hidup yang paham benar dengan peran media adalah Greenpeace. 1994). dalam konteks persepsi publik. Namun. Tampaknya organisasi-organisasi tersebut memahami benar bagaimana masyarakat sekarang memandang peristiwa dunia. Tentu saja. WWF. Mereka terampil dan cerdas dalam memanfaatkan media. merancang kegiatan kampanye mereka untuk sedemikian rupa bernilai visual. ikon. Greenpeace. dan image. ataupun Friends of the Earth. tidak semua penggambaran yang terdapat di media tentang environmentalisme dan aktivis lingkungan positif serta menguntungkan. misalnya. Karenanya mereka kini menggunakan lebih banyak simbol-simbol budaya.gambaran yang ditampilkan media tentang kelompok-kelompok lingkungan bisa jadi justru telah turut menimbulkan kebingungan publik tentang siapa itu. terutama televisi (Martell.

2. Aktivisme lingkungan hidup sejak awal telah memanfaatkan berbagai peluang yang disediakan beragam media dan saluran komunikasi untuk mendukung aksi-aksinya. baik secara formal maupun informal. Sementara itu. salah satunya dengan cara memperkuat jaringan. untuk dapat mengimbangi perubahan yang semakin cepat. yakni meningkatnya kebutuhan dan tuntutan untuk melakukan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak. Hal ini karena informasi terakurat dibutuhkan aktivis untuk dapat terus menghadapi situasi dan kondisi sosial politik terkini. Dan internet adalah salah satu alat yang dipandang mampu mendukung kebutuhan ini secara efisien dan andal. Secara internal. Hal ini sangat tampak dari apa yang sudah lama dilakukan oleh kelompok-kelompok lingkungan di Inggris (Lowe dan Goyder.menyederhanakan kepedulian lingkungan sebagai petualangan liar di alam bebas bersama hewan-hewan eksotis. contoh pemanfaatan secara aktif adalah dengan membuat film atau rekaman dokumenter. menulis untuk surat kabar atau weblog. Pemanfaatan secara pasif misalnya dengan menonton televisi. membaca surat kabar. penggunaan media dilakukan karena aktivis sebagai bagian dari gerakan sosial menyadari pentingnya memenuhi kebutuhan akan informasi. atau mencari informasi via internet. berpartisipasi dalam diskusi di mailing lists. Penggunaan Internet dalam Gerakan Lingkungan Aktivis sosial pada umumnya secara sadar memanfaatkan media. Hal ini ditunjukkan Flew (2005: 16) dengan bagaimana “organizations of all sorts have sought new forms of informal collaboration with other organizations in order to better manage risk and respond to change”. berkembangnya kerumitan dan ketidakpastian seiring dengan perubahan teknologi yang amat pesat juga mendorong kelompok-kelompok masyarakat untuk melakukan penyesuaian. 88 . Pengamatan Flew tampaknya sejalan dengan dinamika teranyar yang terjadi dalam masyarakat sipil ataupun gerakan sosial. baik secara pasif maupun aktif. Namun secara eksternal.

yakni fungsi komunikasi. dan akurat. sosialisasi.fungsi yang selama ini telah dijalankan secara offline. berkomunikasi. Internet mampu mendukung kerja-kerja environmentalisme melalui kekuatannya untuk menyampaikan informasi secara cepat. internet digunakan oleh elemen-elemen dalam gerakan lingkungan untuk mendukung fungsi. terancamnya hak atas kepemilikan intelektual. Internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan lingkungan. serta berpartisipasi dalam proses sosial dan politik secara lebih luas.1983). Walaupun banyak juga kerugian dan ancaman dari kemajuan teknologi komunikasi (seperti berkurangnya ruang pribadi. tetapi tidak dapat dibantah bahwa kini orang perseorangan ataupun kelompok-kelompok kecil dalam masyarakat dapat melakukan banyak hal yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh pemerintah. tak terkecuali gerakan lingkungan. aman. Pada dasarnya. 1996: 198). terekam. FOEnet tumbuh dari visi salah satu petinggi FoE saat itu. dan mobilisasi. jutaan individu kini telah mampu dan berdaya ( mpowered) untuk e beraksi.lembaga besar. Aktivisme di internet dapat dikatakan sedang menagih janji Pavlik (1996: 340) bahwa yang paling diuntungkan dari kemunculan teknologi komunikasi adalah personal empowerment. bukan saling menegasikan. dikenal sebagai FOEnet (Lamb. Aktivis dan anggota gerakan lingkungan hidup selama ini sudah memanfaatkan internet untuk beragam tujuan dan dengan berbagai cara. ataupun ketidaksetaraan akses informasi). Pavlik juga menunjukkan bagaimana seiring dengan peningkatan kepemilikan personal computer dan juga ketersebaran akses internet. Namun aktivisme lingkungan di dunia offline dan online umumnya saling mendukung dan melengkapi. dan menggalang dukungan. merekrut anggota. Salah satu cara yang ditempuh FoE untuk melakukan penyebaran atau desentralisasi adalah dengan melakukan investasi besar-besaran di bidang sistem informasi digital baru. Penggunaan media interaktif dan media konvensional tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masingmasing. Salah satu fenomena media dan komunikasi yang terus mengha ngat sejak kurang lebih satu dekade terakhir adalah penggunaan internet oleh masyarakat sipil dan gerakan sosial. 89 . ataupun lembaga. perusahaan. Andrew Lees.

Namun selain melalui internet. Contoh lain juga tampak dari bagaimana pengelola Ealing Cycling Campaign di London Barat memanfaatkan internet setelah internet semakin meluas dan bertumbuh siginifikansinya (Batterbury. Para aktivis lingkungan tersebut memanfaatkan internet secara partisipatoris.lobi politik yang dijalankan oleh FoE. Pickerill (2003) menggali dan menyajikan konteks. dan isu.lah orang yang pertama kali membujuk organisasi lingkungan itu untuk memulai investasi teknologi informasi termasuk pembuatan database.hasil dari penggunaan internet oleh environmentalis di Inggris. yang memberi informasi tentang persoalan perundang-undangan. untuk membantu proses mobilisasi. dan hasil. Charles Secrett juga memandang FOEnet sebagai salah satu jalan menegangkan yang pernah FoE tempuh untuk memberdayakan orang-orang. dan mendorong taktiktaktik lain yang mereka jalankan Internet tampaknya dinilai cocok untuk mendukung aktivisme lingkungan karena secara mendasar internet telah memiliki sifat-sifat saluran komunikasi 90 . serta untuk berhubungan dengan situs-situs lain. sistem informasi geografis. mereka tetap memberitakan kegiatan-kegiatan mereka di sejumlah suratkabar lokal. mereka menggunakannya untuk mengarsipkan dan menerbitkan newsletter mereka. Potensi awal internet untuk mengarahkan dukungan publik dan mengejar laju cepat perkembangan dalam era kampanye serba-cepat salah satunya ditunjukkan dalam kampanye FoE untuk menghentikan pembangunan bypass di Newbury (Lamb. Di pertengahan tahun delapan puluhan. membantu mereka mengendalikan hidup mereka dan membantu masyarakat secara lebih luas untuk mencari tahu apa yang terjadi di sekitar mereka.isu lain yang terkait kampanye Newbury.yang percaya bahwa informasi yang akurat dan jelas –seringkali ditampilkan sebagai peta– adalah fitur kunci yang membuat FoE berbeda. Update terbaru setiap harinya tentang situasi di lokasi mampu menarik ketertarikan luas dari publik. 1996: 199). Tak jauh berbeda. Hal ini juga didukung oleh keberadaan peta interaktif situs. dan kehadiran FoE di internet. 2003). ketegangan. mulai dari aksi radikal para demonstran hingga lobi. aset ekologis. Lees.

internet barangkali lebih cocok diposisikan sebagai pelengkap dan bukan alat utama. perlu dipahami secara utuh bagaimana masyarakat selama ini memposisikan media dan internet dalam aktivitasaktivitas mereka. Keunggulan-keunggulan tersebut diantaranya adalah kecepatan. dan (5) kemampuan menjadi sumber informasi alternatif yang reliable. Misalnya dalam hal mencapai masyarakat secara lebih luas. harus diakui bahwa kekuatan internet memang terletak pada sifat-sifatnya yang cepat dan tersebar luas. kemudahan. fleksibilitas. Salah satu kasus terbaru penggunaan internet dalam isu lingkungan adalah penggalangan dukungan oleh WALHI bekerjasama dengan Friends of the Earth via dunia maya. untuk menekan pemerintah agar membereskan kasus luapan lumpur di Sidoarjo. terutama wilayah-wilayah yang belum memiliki akses internet. Dalam konteks Indonesia. luasnya jaringan pengguna. Oleh karena itu. Hal ini memang tak dapat dilepaskan dari perkembangan teknologi dan semakin mudahnya mendapatkan akses internet di berbagai daerah di Indonesia. 91 . Secara sistematis. (3) biaya publishing yang rendah. penggunaan internet oleh aktivis lingkungan memang baru marak dilakukan dalam lima hingga enam tahun terakhir. (2) jangkauan global dan lokal ke banyak sekali pengguna. namun dalam hal kedalaman penanganan masalah. interaktivitas. Tentunya untuk memastikan hal ini. terdapat juga celah-celah kebutuhan gerakan yang tetap tak tersentuh oleh internet.faktor yang membuat internet menarik untuk digunakan sebagai alat kampanye adalah (1) kecepatan transmisi pesan.masalah lingkungan hidup. tepatnya sebuah online petition. Sejumlah tahapan-tahapan pendidikan lingkungan pun tetap memerlukan penanganan secara langsung atau akan lebih efektif bila dilakukan secara tatap muka. di begitu banyak wilayah Indonesia. faktor. Meskipun ada banyak keunggulan yang dimiliki internet sebagai sebentuk media. (4) akses 24 jam.yang sangat dibutuhkan sebuah gerakan sosial.

Penelusuran dan Pe nentuan Informan Populasi penelitian ini adalah aktivis lingkungan hidup di Indonesia yang “eksis” secara online. Namun pada prakteknya. beragam. tidak mudah untuk menemukan aktivis lingkungan yang banyak beraktivitas via internet. informan dianggap dapat memberi informasi dan data secara optimal bila sudah cukup lama mengenal dan memanfaatkan internet. Cara pemilihan ini dipilih karena populasi aktivis lingkungan di Indonesia bersifat sporadis sehingga tidak mudah mendapatkan data sistematis dan menyeluruh yang dibutuhkan untuk menjalankan teknik-teknik sampling acak. Peneliti memulai penelusuran via mesin pencari Google dengan mengumpulkan informasi terkait milis. sampling purposif direncanakan untuk dilakukan dengan memilih informan yang dianggap paling dapat memberikan informasi optimal mengenai topik penelitian. Secara teknis. dan situs-situs pribadi (kesemuanya dalam bahasa Indonesia) yang aktif membahas isu.milis lingkungan yang 93 . Untuk penelitian ini. sehingga pada akhirnya teknik yang digunakan adalah available sample. dan atau (ditunjukkan dengan) memiliki atau mengelola situs. blog.isu lingkungan hidup. Informasi mengenai para aktivis lingkungan pengguna internet didapatkan dari database anggota milis. yakni mengambil informan yang tersedia. PROSES PENELITIAN 1. blog. dan mendalam mengenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan maka pada awal berjalannya penelitian informan direncanakan untuk diperoleh berdasarkan prinsipprinsip dalam purposive sampling. Untuk mencapai tujuan pene litian serta mendapatkan gambaran unik.BAB IV ANALISIS A. berkomitmen pada isu lingkungan hidup. ataupun mailing list (terkait isu lingkungan) dengan aktivitas relatif tinggi. tepatnya para aktivis yang aktivismenya banyak memanfaatkan fasilitas di internet.

penelitian yang pada awalnya berniat memfokuskan diri pada dinamika aktivis lingkungan dalam milis kemudian harus memperluas objek. peneliti juga melakukan cross-check dengan mencari tahu blog-blog lingkungan berbahasa Indonesia dan memeriksa apakah ada anggota aktif milis lingkungan yang juga memiliki atau mengelola blog yang aktif memuat informasi lingkungan. peneliti memutuskan Djuni Pristiyanto. namun kemudian membatalkan menggunakan Marc sebagai informan karena dia ternyata berkewarganegaraan Perancis. Dari milis ini. Daftar milis didapatkan dari yahoogroups dan googlegroups. administrator milis tersebut. Peneliti sempat menghubungi dan melakukan wawancara awal dengan keduanya. sebagai informan penelitian. Dari penelusuran blog-blog lingkungan via 29 Milis Greenlifestyle (atau yang sering disingkat oleh pendiri dan anggotanya sebagai “milis GL”) didirikan oleh Armely Meiviana dan rekannya Marc Dunais. ataupun mailing list sejenis. sebuah situasi yang dikhawatirkan akan memancing dilema dalam penentuan batasan populasi penelitian. Sementara itu. blog. Armely Meiviana 29 . peneliti mengambil salah satu administrator dan kontributor tetap. Oleh karena itu. sebagai salah satu informan. Dari kedua groups yang paling populer di Indonesia tersebut. Dari pengamatan. dari kedua groups tersebut tercatat dua puluh satu buah milis bertema lingkungan (per 17 Februari 2009. satu di Googlegroups. yakni dengan juga memperhitungkan weblog atau blog sebagai bentuk lain ekspresi berpendapat sejumlah aktivis lingkungan. kemudian dilakukan observasi terhadap milis tersebut untuk mencari tahu siapa-siapa anggota yang paling aktif. dan atau jumlah post/artikel (bila di blog) yang relatif tinggi bila dibandingkan dengan situs. Dari sekian banyak milis dipilih dua milis dengan anggota dan pesan terbanyak. jumlah pesan. 94 . Sambil berkorespondensi dengan kedua informan yang lebih dahulu dipilih. 30 Ditandai dengan jumlah anggota. di googlegroups sebuah milis bertajuk “Greenlifestyle” menjadi satu-satunya milis bertema lingkungan yang secara mencolok memiliki jumlah anggota dan juga pesan terbanyak.berbasis di Indonesia. Dari yahoogroups dipilih milis bernama “Lingkungan”. satu di Yahoogroups. lihat Lampiran) yang memiliki keanggotaan di atas sepuluh orang dan dengan jumlah pesan relatif banyak. peneliti menemukan bahwa hanya dua milis tersebut yang aktivitasnya relatif cukup tinggi 30 dan potensial bercerita banyak.

com/2005/12/21/234-bloglingkungan-indonesia. ditemukan sejumlah informasi31 yang mengarahkan peneliti pada sejumlah situs dan weblog yang membahas isu.mesin pencari. peneliti juga menghubungi beberapa orang lain. dan (d) isu lingkungan cukup mendominasi isi blog. mungkin mereka sibuk. (b) memiliki jumlah post yang cukup banyak.isu lingkungan. Lihat di http://djuni. 95 . peneliti kemudian menyatakan terima kasih dan tidak memaksa orang tersebut untuk menjadi salah satu informan. Dengan pertimbangan etis. Selain keempat orang tersebut.wordpress. Karena orang-orang tersebut tidak secara jelas menolak dijadikan informan. tetapi menolak dijadikan informan dengan alasan merasa belum pantas dan bahwa ada banyak orang lain yang lebih layak untuk diwawancarai. Secara mendasar. namun sebagian besar tidak memberikan respon32 . pada titik inilah available sample mulai diputuskan untuk dipilih sebagai informan penelitian. (c) terakhir di-update setidaknya November 2008 (tiga bulan sejak penelitian dimulai). Keempat kriteria tersebut ditentukan seiring dengan penelusuran terhadap blog-blog lingkungan yang ada untuk akhirnya memutuskan blog-blog mana saja yang berpotensi menghasilkan data lebih lengkap dan beragam dan pemilik blog-blog yang mana yang diminta menjadi informan. tidak bersedia.html 32 Terdapat satu penggiat milis Lingkungan yang merespon. Michael Dharmawan. terdapat empat orang yang akhirnya (namun tidak di saat yang bersamaan) bersedia diwawancara sebagai informan penelitian ini. blog yang kemudian diputuskan untuk dihubungi adalah blog-blog yang (a) dikelola secara individual. Keempat orang tersebut adalah Ade Fadli. peneliti tidak dapat mengetahui secara pasti alasan ataupun kondisi mereka. Deretan situs dan blog tersebut kemudian diakses dan diperiksa. atau barangkali karena alamat e-mail atau blog yang mereka cantumkan hubungi sudah lama tidak diakses para pemiliknya. bukan kelembagaan atau milik organisasi. Setelah beberapa waktu mencoba menghubungi para pemilik blog melalui alamat e.mail dan terkadang juga comment box di blog mereka. 31 Termasuk di antaranya tulisan Djuni Pristiyanto berjudul “234 Blog Lingkungan Indonesia” yang dimuat di blog pribadinya. Melinda Rachman. dengan kekerapan posting yang tidak terlalu jarang. dan Marwan Azis.

aktivis lingkungan senior yang kini lebih banyak berkecimpung di isu bencana. Pengaturan janji untuk wawancara kemudian dilanjutkan melalui korespondensi via saluran telepon seluler. Armely Meiviana. khususnya fitur blog. sejak tahun 1999 memoderatori dan rutin memasok berita untuk milis Lingkungan. Ade Fadli misalnya.Pasca berkenalan dan mengetahui sejumlah informasi dasar tentang para informan. keinginan untuk mewawancarai. versi ringkas proposal penelitian. pelajar SMA yang mengelola blog dan cause Go Green bersama satu rekannya. bekerja di sebuah organisasi lingkungan besar di Indonesia. Djuni Pristiyanto. dan data diri peneliti (lihat Lampiran). untuk menyebarkan informasi lingkungan. seorang profesional di bidang bisnis dan manajemen yang berupaya keras mengelola blog AkuInginHijau yang sedang cukup populer. Proses Wawancara Penelitian ini menjalankan wawancara tak berstruktur sebagai teknik utama pengumpulan data. 2. peneliti memutuskan bahwa jumlah informan tidak perlu ditambah lagi karena keenam informan yang telah disebut di atas dinilai sudah cukup memadai untuk mengungkap keragaman penggunaan internet untuk aktivisme lingkungan. Wawancara mendalam dilakukan dengan menanyai informan pertanyaan-pertanyaan terbuka (open-ended questions). Informan yang menjawab hampir kesemuanya menyatakan kesediaannya dan kemudian pada jawaban selanjutnya bersedia memberikan nomor telepon seluler. pekerja freelance di bidang lingkungan yang masih menyempatkan diri mengelola milis dan blog Greenlifestyle. Melinda Rachman. Dan terakhir. proses korespondensi dilakukan peneliti dengan mengirimkan e. jurnalis lingkungan hidup yang bersama rekan-rekannya getol mendorong penggunaan internet. meski demikian. posting dan “celetukan-celetukan”nya tidak secara vulgar berbicara atas nama lembaganya. Para informan tersebut dinilai telah memberikan informasi yang lebih mendalam dan beragam serta cukup mewakili kasuskasus unik aktivis lingkungan yang aktif menggunakan internet. Michael Dharmawan.mail berisikan perkenalan. Marwan Azis. 96 . Secara teknis.

dan bahkan satu dua orang dari mereka acapkali bepergian ke luar Jawa. Dengan mempertimbangkan kesediaan dan keluangan waktu para informan.dimana informan menjawab secara bebas tanpa dibatasi pilihan-pilihan. tepatnya ketika informan kebetulan sedang berada di kota peneliti untuk sebuah pekerjaan. maka peneliti membuat pengecualian dan membolehkan informan yang satu itu untuk menjawab pertanyaanpertanyaan dari peneliti secara tertulis. Wawancara secara langsung dan bertatap muka memang memiliki sejumlah keuntungan. Kondisi serta keterbatasan informan dan peneliti telah mendorong dipilihnya cara-cara yang lebih efisien. Namun satu informan. bukan untuk membatasi ataupun mengekang peneliti. berkesibukan padat. Hal ini karena setelah berkorespondensi dengan para informan dan kemudian mengatur jadwal wawancara. Kelima informan sama sekali tidak keberatan dan setuju-setuju saja dengan teknik wawancara yang peneliti tawarkan. serta fleksibel. wawancara dilakukan melalui pertemuan tatap muka (face-to-face interview) dan juga wawancara melalui fasilitas chatting. antara lain memungkinkan peneliti menangkap lebih detail bahasa tubuh dan gesture informan serta setting alami tempat berlangsungnya wawancara. baru diketahui bahwa sebagian besar informan berdomisili di tempat berbeda-beda di Jakarta dan sekitarnya. Panduan pertanyaan (interview guide) telah disiapkan oleh peneliti sebelum wawancara dimulai namun hanya berfungsi untuk mengingatkan peneliti tentang topik-topik utama yang perlu ditanyakan atau dibicarakan. Walaupun 97 . namun dari keenam informan. Secara teknis. serta efisiensi waktu dan dana di pihak peneliti. menyatakan tidak memiliki keluangan waktu untuk melakukan chatting ataupun wawancara tatap muka. Karena Michael merupakan salah satu informan dengan karakteristik unik (dari kalangan pekerja profesional). maka peneliti menawarkan wawancara dilakukan secara online. yakni melalui Yahoo Messenger. hanya dengan Djuni Pristiyanto saja peneliti sempat menjalankan salah satu sesi wawancara secara bertatap muka. yakni Michael Dharmawan. baik di sela-sela jam kantor ataupun setelahnya (selama waktu untuk keluarga). praktis.

dan empat sesi wawancara tertulis (surat. pada satu hari peneliti bisa mewawancara informan A kemudian hari berikutnya mewawancara informan B dan lain sebagainya. Selain menggunakan wawancara mendalam.menyurat melalui e-mail). dan interrelating. Dari data sekunder peneliti dapat mengamati jenis-jenis perilaku atau praktik-praktik komunikatif yang riil dijalankan informan melalui blog dan atau milis mereka. satu sesi wawancara tatap muka. Kesemua wawancara kemudian ditranskrip dan dirapikan untuk memudahkan pembacaan. 3. Selain itu. Selama informan dan peneliti sama-sama luang dan terhubung dengan internet maka penggalian data pun dapat dilakukan. dan berpengalaman menggunakan internet sebagai media komunikasi. Data sekunder tersebut digunakan untuk mengklarifikasi dan atau melengkapi informasi yang diungkapkan selama proses wawancara. Penataan menurut sumber dilakukan 98 . Keseluruhan wawancara tidak berlangsung linear. wawancara termediasi lewat internet dinilai tidak akan mengurangi ketajaman informasi yang diberikan informan karena para informan adalah orang-orang yang cukup terampil. fleksibilitas waktu dan tempat yang ditawarkan oleh fasilitas chatting ternyata sangat berguna ketika peneliti merasa perlu melakukan sesi wawancara tambahan untuk mengkonfirmasi sejumlah informasi atau data. total dilakukan sembilan sesi wawancara via Yahoo Messenger –dengan rata-rata durasi chatting dua jam–.tidak mampu membangun kedalaman secara fisik dan menangkap konteks tatap muka. yakni direduksi secara fisik menurut prinsip-prinsip sorting. categorizing. bergantung pada kesibukan dan keluangan waktu para informan. Dari keenam informan. prioritizing. fasih. peneliti juga mengumpulkan dokumen aktivitas online para informan melalui data yang tersimpan di mailing list dan atau blog mereka. Pada awalnya data ditata menurut sumber dan dimensi waktu. Pengolahan Data Hasil wawancara yang telah ditranskrip kemudian dirapikan secara “administratif”. internet-savvy.

data transkrip tersebut dikoding menurut sistem kategori permulaan (preliminary category system). 15 September 2009 blog ini sudah “pindah habitat” ke http://timpakul. dan valid.id 99 . Setelah dipilah menurut kategori-kategori tersebut. B. setiap transkrip juga ditata sesuai urutan kejadian saat pengambilan data. Dari pembacaan tersebut. 1. kuat. Ade mengaku mulai nge-blog di tahun 2001 dan baru sejak tahun 2003 pindah ke timpakul. dan tujuan penggunaan internet. lalu diperiksa kesesuaian informasi waktunya.agar setiap potongan transkrip dikenali masing. Selain itu.org 34 dan berfokus pada tulisan 33 Saat ini. Samarinda. peneliti membaca kumpulan data itu satu persatu dan berkali-kali untuk menentukan bagianbagian data yang lebih utama. begitu peneliti memanggilnya. PROFIL INFORMAN Ade Fadli Bang Ade. motivasi. Saat itu Ade masih mengakses internet dengan kecepatan dial-up di kantor pos kotanya. dilakukan penarikan kesimpulan (conclusion-drawing) dan verifikasi untuk membantu peneliti menginterpretasi data dan mengkonfirmasikannya dengan temuan-temuan. saat masih kuliah S-1 di Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman33 .masing sumber informannya. dan kemudian mencari kaitan antara bagian-bagian data yang ada (data linking).hijaubiru. 34 Pada Selasa. saat ini berdomisili di Samarinda. Kalimantan Timur. Setelahnya. Informan yang satu ini menggunakan internet sejak tahun 1997. didapat temuan-temuan sementara yang kemudian dianalisis secara komparatif untuk menemukan persamaan dan perbedaan di dalamnya. informan sedang menempuh pendidikan S Ilmu Lingkungan di universitas yang -2 sama dan mengambil tesis dengan topik politik konservasi di Kalimantan Timur. Setelah dipilah-pilah dan dirapikan. Kategori-kategori permulaan tersebut antara lain adalah kebiasaan.web. untuk menemukan pola-pola dalam data tersebut . Namun tuntutan pekerjaan di Eksekutif Nasional WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) sejak Mei 2008 tak jarang menuntutnya untuk bepergian ke Jakarta dan kota-kota lain.

dengan pengeluaran Rp 150. biasanya Ade menggunakannya untuk belajar (misalnya. berdiskusi di milis. khususnya via Facebook. Gambar 4. Ade mengaku hampir selalu online dan rata-rata menggunakan internet sekitar 12-18 jam perhari.mail. Tampilan Blog Timpakul 35 Dibiayai sendiri.1. 100 . Ade biasanya memanfaatkan akses LAN bila sedang di kantor dan menggunakan HSDPA milik pribadi35 bila sedang di luar kantor atau bila jaringan internet di kantor sedang down.000/ bulan (per April 2009). dan akhir-akhir ini juga untuk berjejaring sosial. membuat website).dengan tema lingkungan hidup. e. Tindakan ini tidak lepas dari aktivitas kesehariannya saat itu di bidang lingkungan hidup. blogging. Saat mengakses internet. Terkadang juga dia hanya mengakses internet via telepon selulernya.

mengelola milis. milis (yang kemudian berkembang menjadi blog dan cause di 36 37 http://blogs. dan bersosialisasi. Ade pun tak segan-segan mencoba memanfaatkan beragam jenis fitur di internet.Blog Timpakul milik Ade menduduki posisi ke-94 menurut Indonesia Matters 36 dan ke-1. kafe.menulis. Facebook.menggunakan internet kurang lebih 12 jam dalam sehari.blogspot. 2.blogspot. http://timpakul.timpakul. Selain itu.com/group/greenlifestyle http://greenlifestyle.org/ (blog sebelum “pindah habitat” ke timpakul. Sejak Januari 2001 hingga 30 September 2009 tercatat 1.com/ . ia belajar menggunakan internet dengan bantuan teman dan juga otodidak.429 buah tulisan. Perempuan lulusan Hubungan Internasional FISIP UI ini mulai mengenal internet di bangku kuliah.multiply. mencari informasi.google. Berawal dari ide Marc. sejak tahun 2007 Armely (berduet bersama Marc Dunais) mengelola milis 39 dan blog40 Greenlifestyle. Di sela-sela kesibukannya. Ade juga me-mirror isi blog Timpakulnya di beberapa blog lain yang dimilikinya 38 . Tidak hanya rutin menulis selama empat tahun terakhir. Plurk. ataupun warnet. Tweet. Mely –begitu panggilannya. Salah satu penyebabnya barangkali tingginya frekuensi Ade untuk mem-posting di blog miliknya itu.455 menurut situs Blog Indonesia 37 . tepatnya sejak tahun 1998.web. http://timpakul. Pada tahun 2002 hingga beberapa saat setelahnya. terutama yang berhubungan dengan komunikasi dan tulis.id 101 . baik ketika sedang di rumah.id/.com/ (blog yang isinya lebih pribadi seperti puisi dan renungan keseharian).com/ (per 30 September 2009) 38 http://timpakul.or. Saat itu.id) 39 40 http://groups. Technorati dan MySpace. Dari blognya dapat kita lihat bahwa Ade pun juga memanfaatkan layanan komunikasi dan jaringan sosial seperti Twitter. dengan menggunakan beragam akses yang tersedia. Sekarang ini. Sebagian besar waktu berinternetnya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan. lihat http://www.blog-indonesia. namun sekarang sudah tidak lagi karena banyaknya aktivitas.hijaubiru.or.com/ . http://celoteh.com/ (per 30 September 2009) “Top 100 Indonesian Blogs”.indonesiamatters. http://karangmumus. Mely sempat memiliki blog pribadi. Armely Meiviana Armely tinggal di Jakarta dan bekerja lepas untuk isu lingkungan dengan berbagai posisi pekerjaan.

Facebook) ini bertujuan memberikan informasi dan tips-tips sederhana untuk gaya hidup ramah lingkungan di perkotaan. disajikan dalam tampilan yang menarik dan dengan bahasa yang populer. Tampilan Blog Greenlifestyle 102 . Gambar 4.2.

Mas Djuni bersikeras memasang telepon dan berlangganan internet. Informan yang sudah berkeluarga dan tinggal di Jakarta Selatan ini sudah sejak tahun 1998 mengenal dan sekaligus belajar otodidak untuk menggunakan internet. Sejak tahun 1998 pula dia sudah aktif mengirimi berita-berita lingkungan ke milis. Mas Djuni kemudian lebih banyak bekerja di Jakarta sebagai pekerja lepas.org). Djuni Pristiyanto Mas Djuni mulai berkegiatan di bidang lingkungan hidup sejak tahun 1997. Jawa Timur. Saat itu dia sudah menyadari pentingnya internet. Setelah lima tahun berkecimpung di daerah.3. sehingga walaupun menyulitkan secara keuangan. Tampilan Milis Greenlifestyle 3. Sekarang ini. 103 .milis yang dilanggannya.mpbi.Gambar 4. yakni sejak mendirikan LSM lingkungan di Jember. Tepatnya sejak dia memutuskan untuk meninggalkan studinya di Ilmu Sejarah UGM dan kemudian mendirikan sebuah LSM lingkungan di Jember. hingga akhirnya kini dia bekerja di lembaga Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia sebagai administrator website (www.

43 Terlacak via pencarian google. milis Lingkungan adalah milis terbesar42 untuk isu lingkungan hidup di Indonesia. “bencana”.284 anggota dengan total 45. informan juga mengelola website “Hidup Bersama Risiko Bencana”44 . milis Lingkungan memiliki 3.informan selalu online selama berada di kantor (sekitar 8 jam. Tampilan Milis Lingkungan Mengelola milis dan memasok berita lingkungan adalah bentuk utama penggunaan internet untuk lingkungan yang dijalankan Mas Djuni.4. selain di kantor. Gambar 4. dan “spiritual”. jumlah tertinggi untuk konteks milis bertema isu lingkungan di Indonesia. dia juga berlangganan internet di rumah dan terbiasa mengaksesnya selama 2-3 jam perhari. Di samping memoderatori milis Lingkungan. Saat ini. informan malah kemudian ditawari menjadi moderator untuk milis bernama Lingkungan41 .yahoo. dari jam 9 pagi hingga 5 sore). “sahabat telapak”. Selain di milis Lingkungan. informan juga aktif di milis “berita lingkungan” (sudah digabungkan dengan milis Lingkungan). Berawal dari antusiasmenya mengirimi berita-berita lingkungan. Mas Djuni juga terlacak aktif berdiskus i dan memuat tulisan atau berita di sejumlah milis lainnya43 .net 104 .com/group/lingkungan Per 30 September 2009.365 pesan (sejak April 1999). 44 http://bencana. 41 42 http://groups.

com/2005/12/29/perkemb angan-milis -lingkungan-tgl-29desember-2005-1272/.wordpress. Mas Djuni juga aktif mencurahkan gagasan dan pikiran lewat blog pribadinya.wordpress. Jalan Setapak 45 . http://djuni. http://djuni. Hal ini tampak dari tulisan-tulisannya yang membahas dinamika menjadi moderator46 .com/2007/05/19/upaya-mengusung-penyadaran-lingkungan-lewatinformasi-blog/ 105 .com/2006/02/15/perkembangan-milis lingkungan-dan-milis -berita-lingkungan-tgl-15 48 http://djuni.wordpress.wordpress.5. http://djuni. perkembangan dan peranan milis Lingkungan47 .wordpress.com/2006/02/16/tugas -moderator-milis/ 47 http://djuni. Tampilan Blog Jalan Setapak Sejak Juli 2009.Gambar 4.wordpress.wordpress.com/2005/12/08/milis -lingkungan-sebagai-media-virtual-pengontrollingkungan.wordpress. 45 46 http://djuni. Meskipun tak melulu berisi hal.com/2005/12/21/234-blog-lingkungan-indonesia/. dan http://djuni. blog ini menjadi bukti nyata komitmen dan perhatiannya dalam mengelola milis lingkungan.com http://djuni.com/2005/12/27/blog-timpakul-peringkat-pertama-234-blog-lingkungan/. ataupun pandangannya terhadap kemunculan blog-blog48 yang mulai banyak mengangkat tema-tema lingkungan hidup.hal berhubungan dengan isu lingkungan.

Pekerjaannya tidak menuntutnya untuk selalu online sehingga Marwan tidak setiap hari menggunakan internet. dan www. HMJ. Kendari.com.com. Marwan Azis Marwan berasal dan dibesarkan di Sulawesi Selatan.multiply.isu lingkungan mengantarnya terjun di bidang jurnalisme lingkungan hidup49 . lingkungan@yahoogroups. aktif sebagai tim riset di LP3ES Jakarta. misalnya dengan menjadi editor blog-blog GreenPress.com.4.com (organisasi Greenpress) 52 Seperti milis walhinews@yahooogroups. di sela-sela kesibukan dan pekerjaannya. Sulawesi Tenggara Marwan aktif di HMI.com. Jauh sebelum dunia blog berkembang di Indonesia. Marwan lebih berfokus pada blog-blog pribadinya dan blogblog komunitas.blogspot.papuatraveling. www.wordpress. Pengalaman malang melintang di dunia jurnalistik dan keeratannya dengan isu. greenpress@yahoogroups. Marwan mengaku sudah bergabung dan juga mengelola sejumlah mailinglist bertema lingkungan dan jurnalisme 52 . sekitar tahun 1999. Marwan mulai mengenal internet sejak kuliah.wordpress. Saat ini Marwan terbiasa mengakses internet dengan banyak cara. perubahaniklim@yahoogroups.com/about-me/ www. Bekerja sebagai jurnalis lingkungan secara tidak langsung membuat penggunaan internet Marwan hampir selalu bersinggungan dengan isu lingkungan.com.com 106 .com. Namun saat ini. Semasa kuliah di jurusan AGRONOMI fakultas pertanian Univ. dan dengan modem USB saat di rumah.com.blogspot.marwanazis. wartawanlingkungan@yahoogroups.com (blog berita lingkungan) dan www. www.com. mediacare@yahoogroups.greencare.blogspot.greenpressnetwork. dan Pers Mahasiswa. www. Haluoleo.com.blogspot.nusantaratraveling.wordpress. hotspost ketika sedang di luar kantor. via wireless ketika di kantor. ajisaja@yahoogroups.greenpressnetwork. 49 50 Lihat profil lengkap Marwan di http://marwanazis. Saat ini Marwan memilih menjadi jurnalis freelance di Jakarta.com.com 51 www. serta menjalankan hobinya sebagai blogger dan mengelola beberapa blog baik pribadi50 maupun komunitas 51 .com. dan belajar menggunakannya secara otodidak.petualanganku. supportergreenpress@yahoogroups.

com 107 . terutama blog.wordpress. Tampilan Blog GreenPress GreenPress adalah komunitas jurnalis lingkungan hidup yang memanfaatkan media online. Berita di blog ini selain bersumber dari reportase jurnalis yang tergabung dalam Greenpress.Gambar 4. Situs-situs Green Press di atas mereka kelola secara swadaya untuk membantu penyebaran informasi lingkungan ke publik.com mereka bangun untuk mengumpulkan dan menyebarkan berita-berita lingkungan.blogspot. mengelola lebih berfokus www. Blog www.isu jurnalisme lingkungan.6.greenpressnetwork. 53 Melinda Rachman http://greenpressnetwork. untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan.com kelembagaan GreenPress dan membahas isu. juga menampilkan berita lingkungan dari berbagai situs dalam negeri maupun 53 mancanegara Komunitas yang ini menggunakan juga yang fasilitas RSS blog pada (GreenPress) . 5.blogspot.greenpressnetwork.

Informan termuda ini masih bersekolah di SMA. 54 55 www. Melinda sudah kenal internet sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Dari pergaulan dan pertemanannya di dunia maya. Melinda hampir selalu mengakses internet dari rumah dengan layanan internet yang dilanggan orangtuanya.syalalla. Melinda biasanya baru bisa menggunakan internet di malam hari. namun masih terbatas untuk mencari bahan tugas sekolah dan itupun masih dibantu orangtua. setelah selesai dengan aktivitas sekolah dan les. tetapi saat mengakses Melinda rata-rata menghabiskan waktu tiga jam per akses.com 56 http://gogreenindonesia. yakni sejak umur 14. Melinda tidak setiap hari mengakses internet. Dalam tiga jam itu dia biasanya blogging dan blog-walking. teman blogger yang kemudian mengajaknya membangun blog Go Green56 . Walau tersedia internet di rumah. Saat itu blog pribadinya 54 lebih berisi cerita-cerita tentang pengalaman pribadi Melinda dan pendapatnya tentang kejadiankejadian yang dia lihat di berita. kelas XII.blogspot. tapi lambat laun dia belajar dan mengeksplorasi sendiri. Melinda berkenalan dengan Lalla 55 . dan mengunduh lagu. Walaupun pada awalnya Melinda diajari oleh orangtuanya untuk menggunakan internet.blogspot.mellovegoodyakan.com www. bersosialisasi via Facebook.wordpress. chatting. Melinda sudah sekitar tiga tahun mulai nge-blog.com 108 . saat di SMP kelas VIII.

mereka juga membuat cause Go Green di Facebook. Lalla dan Melinda mengajak pengunjung blog untuk lebih menyayangi bumi melalui cara-cara sederhana. dan meng-invite orang-orang untuk bergabung di cause Go Green. Tampilan Blog Go Green Blog yang mulai publish pada tanggal 2 Februari 2008 ini berfokus pada isu global warming dan kiat-kiat yang bisa dilakukan untuk mencegah dan menghadapinya. Untuk memperluas jaringan dan lebih menyebarkan pesanpesan lingkungan. 109 .658 kali dan mendapat respon yang positif dari para pengunjungnya.7. Blog ini tampaknya cukup populer. Dengan bahasa yang mudah dimengeri. dalam jangka waktu sekitar satu setengah tahun (Februari 2008-September 2009). blog ini telah dikunjungi sebanyak 55. menjawab surat atau tanggapan dari pembaca.Gambar 4. Melinda berkontribusi dalam membuat tulisan. Dalam kegiatan-kegiatan di atas.

legal. dan topik lingkungan dipilih karena ingin mulai menulis tentang sesuatu yang dia senangi. Lingkungan rumah. Di sela-sela kesibukan padatnya sebagai seorang profesional bisnis. Sebagai pemerhati lingkungan59 . Terdapat beberapa jalan yang ditempuh Michael untuk mengembangkan blog ini. Niatan awal Michael membangun blog ini hanyalah untuk melatih menulis karena kemampuan tersebut dibutuhkan dalam pekerjaannya. Blog bernama AkuInginHijau57 ini secara khusus mengambil tema lingkungan hidup. dan lain sebagainya. Berita lingkungan. Berita lingkungan lokal. Fakta Lingkungan. Michael lebih banyak menggunakan internet untuk menyelesaikan pekerjaan dan berkorespondensi dengan rekan-rekan bisnisnya. Tanaman. Bisnis hijau. untuk lebih memudahkan 57 58 http://akuinginhijau. dan Uncategorized. Energi alternatif. sejak Januari 2007 Michael menyempatkan diri mengelola blog pribadinya. Energi. Michael Dharmawan Informan terakhir ini merampungkan pendidikan di bidang manajemen. Michael tertarik dengan energi alternatif dan cara-cara inovatif untuk menyelamatkan lingkungan. Sehari. dan tak jarang juga mengaksesnya dari rumah.harinya ia mengakses internet dari kantor. Belajar Hijau. Ketertarikannya dapat terlihat dari 23 kategori60 tulisan dan artikel dalam blognya yang ia kelompokkan untuk memudahkan pembacanya menemukan topik tulisan.6. keuangan. Saat ini Michael bekerja sebagai manajer administrasi. Michael mengenal internet saat kuliah.org/ http://akuinginhijau. terutama cara-cara sederhana dan keseharian untuk menyelamatkan lingkungan. Berita lingkungan global. terutama karena adanya keharusan untuk menggunakan e-mail. Jalan-jalan. Bercocok tanam. Polling. Lingkungan Kerja.org/about/ 60 Agenda hijau. Michael termotivasi untuk terus mengembangkan blog ini 58 . Akhir Pekan. Kemudian. Hemat di Jalan. Secara umum. menyelesaikan tugas sekolah. ekonomi dan IT dari Purdue University di Amerika Serikat. sepanjang jam kerja. Produk hijau. 110 . Teknohijau. dan IT di sebuah perusahaan pakan ternak di Jakarta. Tanaman bermanfaat.org/2008/02/05/1-tahun-aku-ingin-hijau/ 59 http://akuinginhijau. Daur ulang. Manifesto hijau. Namun seiring dengan respon yang begitu hangat dari pembacanya.

8. Bahasa yang ringan dan tidak menggurui dipilihnya untuk dapat berbicara dengan khalayak yang lebih luas. Michael juga menyediakan mailing list AkuInginHijau61 .000 kali dan mendapat ratusan tanggapan62 yang sebagian besar berupa dukungan.com/group/akuinginhijau http://akuinginhijau. Tampilan Blog Aku Ingin Hijau 61 62 http://groups. Sebagai hasil kerja keras. tepatnya sejak Januari 2007 hingga akhir September 2009. Gambar 4.pembacanya untuk saling berinteraksi dan berdiskusi.org/about/ 111 . blog AkuInginHijau telah dikunjungi lebih dari 520.yahoo. sepanjang dua tiga perempat tahun.

para informan telah memberikan banyak informasi mengenai beragam penggunaan internet untuk aktivisme lingkungan.mail dan tugas sekolah” [Michael]. ilustrasi penggunaan internet mereka dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar. yakni penggunaan internet secara umum dan penggunaannya secara khusus untuk mendukung isu-isu lingkungan. “nyari tugas” [Melinda] dan “mengumpulkan bahan untuk keperluan skripsi” [Armely]. PENGGUNAAN INTERNET SECARA UMUM Sepanjang keseluruhan wawancara. Untuk memahami praktik-praktik penggunaan internet para informan dan bagaimana mereka memposisikan internet dalam kehidupan mereka. misalnya untuk “e. seperti yang sempat dialami oleh Melinda sebagai bagian generasi pengguna internet yang lebih muda.C. Barulah pada tahun 2000an internet semakin meluas dan mulai diajarkan di sekolah-sekolah formal. 1. dalam subbab ini akan terlebih dahulu dibahas penggunaan umum internet oleh para informan. Selain itu. Awal Perkenalan dan Penggunaan Internet Hampir semua informan mengenal internet pertama kali di akhir tahun 90-an dan belajar menggunakannya secara otodidak (tanpa pelatihan dan pendidikan formal). Dari penggambaran-penggambaran yang ada. yakni adanya “kebutuhan informasi dan kebutuhan untk memperdalam 112 . seperti yang dirasakan oleh Ade. Awal perkenalan dan penggunaan internet oleh para informan umumnya didorong oleh suatu “keharusan”. Kondisi ini sejalan dengan perkembangan internet di Indonesia yang masuk secara sporadis di era itu. awal penggunaan internet dapat juga didorong oleh kebutuhan.

Begitupun juga Melinda. pekerjaan Djuni sebagai administrator website serta merta mengharuskannya mengakses internet secara teratur. Waktu dan Kebiasaan Penggunaan Internet Dari keenam informan. sementara itu. tetapi pekerjaannya tidak menuntut dirinya untuk selalu terhubung dengan internet. Penggunaan internet yang sedemikian intens menjadi kebutuhan tersendiri bagi keempatnya. Marwan. bekerja jarak jauh dan mengandalkan internet untuk menekan biaya komunikasi. Armely pun tak jauh berbeda. terdapat empat orang yang rutin menggunakan internet dalam intensitas yang tinggi setiap harinya. status dan kebutuhannya saat ini sebagai pelajar sekolah menengah belum menuntutnya untuk menggunakan internet secara rutin dan dalam waktu yang lama. meskipun mengaku internet mempermudahnya dalam bekerja dan bahwa “banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan menggunakan fasilitas internet” [Marwan]. dan dua orang yang cukup sering mengakses internet namun tidak memiliki rutinitas tertentu.komputer” [Ade]. tapi juga dapat berawal dari status pengguna dan keadaan sosial di sekitar mereka (individual and social characteristics. Renckstorf. 2. Dari empat orang yang memiliki rutinitas dan intensitas tinggi (lebih dari delapan jam perharinya). kebiasaan ini rupanya berkaitan erat dengan konsekuensi pekerjaan mereka. Michael mengaku dalam konteks pekerjaan sangat sulit berpisah dengan internet karena sangat dibutuhkan untuk berkomunikasi dan bertransaksi. Dari ilustrasi di atas dapat dipahami bahwa penggunaan internet tidak hanya berawal dari sejumlah needs individual seperti yang digambarkan pendekatan uses and gratifications. Di sisi lain. Ade misalnya. Kondisi yang dihadapi keempat informan di atas berbeda dengan yang dialami Marwan dan Melinda. 1989 dalam McQuail & Windahl. 1993) yang akhirnya “memaksa” mereka berkenalan dengan internet. kesibukan Melinda sebagai 113 .

hubungan keluarga. sesuatu yang mungkin sangat penting dilakukan bila menggunakan internet lebih dari 12 jam setiap ha rinya seperti Ade.pelajar mengkondisikannya untuk hanya menggunakan internet di waktu malam. satu pandangan yang tampaknya sejalan dengan Djuni yang melihat internet “hanya sebagai media atau alat saja” [Djuni]. tampak bahwa penggunaan internet. Armely dan Michael. Sedangkan Armely mengatakan dia bahkan “selalu punya waktu-waktu tertentu untuk tidak bertemu dengan internet” [Armely]. sesudah aktivitas bersekolah dan lesnya selesai. Sementara itu. dan persepsi pengguna itu sendiri akan hubungannya dengan internet. memiliki keterkaitan dengan dimensi-dimensi sosial di sekitar penggunanya seperti jenis pekerjaan. para informan memberikan jawaban yang berbedabeda. kehidupan pribadi rupanya bisa berkelindan dan memiliki dinamika sendiri bila dikaitkan dengan penggunaan internet. Michael misalnya. secara pribadi tidak bermasalah untuk tidak online meski mengaku tidak bisa tidak menggunakan internet kalau untuk pekerjaan. Masih berhubungan dengan penggunaan internet. yang juga menggunakan internet secara intens mengaku tidak “tak terpisahkan” dengan internet. 3. terkadang dibatasi penggunaan internetnya oleh orangtuanya dengan alasan kesehatan mata. Persepsi terhadap Internet 114 . dengan intensitas penggunaan internet yang begitu tinggi. Ketika ditanya mengenai hal tersebut. serta hal. Respon pasangan ataupun anggota keluarga lainnya perlu dipertimbangkan. yang menggunakan internet via layanan yang dilanggan orangtuanya. kebiasaan penggunaan internet para informan tidak selalu berhubungan paralel dengan persepsi mereka atas hubungan dan kedekatan diri mereka dengan internet. misalnya dengan “didiskusikan di awal sebelum menikah” [Ade]. kebiasaankebiasaan. Dari pembahasan di atas. mengaku memandang internet sebagai “jembatan mencapai tujuan” [Ade]. Bagi yang belum menikah pun ada pula kendalanya. Melinda. Dalam pembahasan yang berbeda.hal yang menyertainya. Ade Fadli.

Persepsi tersebut bisa terbentuk seiring pengamatan mereka terhadap fenomena. Dari apa yang disampaikan para informan. kualitas pendidikan. ataupun mela lui pengalamanpengalaman yang mereka lalui sendiri. internet juga dinilai lebih cocok “untuk kampanye ke kelas menengah” [Ade]. Meskipun dinilai lebih murah. Marwan dan Djuni sama-sama menyebutkan bahwa indera penglihatan (mata) memiliki batas ketahanan untuk membaca di layar monitor. bisa dilakukan sambil mengerjakan hal lain. dapat ditarik kesimpulan bahwa secara umum penggunaan internet tidak hanya ditentukan oleh faktorfaktor psikologis dalam diri pengguna tetapi juga oleh dimensi-dimensi sosial yang melingkup i kehidupan pengguna. Selain itu. lebih cepat. Melinda berpendapat “lebih asik ngomong secara langsung”. Berbicara tentang keunggulan internet. Dan untuk keterbatasan internet. “lebih hemat waktu (tidak harus bepergian jauh). informan juga berpendapat keunggulan internet terletak pada fakta bahwa internet “jangkauannya lebih luas. dan juga Melinda bercerita bagaimana internet menyediakan semua jenis informasi dan hiburan yang dia inginkan. dan memberi kebebasan dalam menggungkapkan” [Ade]. dan efisien. Dimensi seperti status dalam keluarga. “menyediakan kecepatan respon dan legalitas bukti pembicaraan” [Michael].fenomena yang terjadi di internet. serta aktivitas keseharian lain dari pengguna turut mempengaruhi bagaimana seseorang menggunakan dan memposisikan internet dalam kehidupannya. para informan sepertinya sependapat bahwa dibandingkan media dan saluran komunikasi lain internet memang lebih murah. bisa dilakukan kapan saja” [Armely]. Sederetan keunggulan internet rupanya tidak menutup mata informan akan sejumlah kelemahan internet. dan terhubung dengan banyak orang. Dalam bagian berikutnya akan dibahas bagaimana penggunaan internet secara spesifik untuk mendukung isu lingkungan. jenis pekerjaan. Secara riil dalam pergaulan. para informan secara sadar maupun tidak. membangun persepsi-persepsi mereka terhadap internet. “lebih efektif dan efisien” [Marwan]. efektif.Selama berinteraksi dengan dan melalui internet. 115 . bila dibandingkan dengan media cetak misalnya.

Berbeda dengan penggunaan internet oleh organisasi lingkungan secara kelembagaan.D. 116 . keterbatasan waktu dan sumber daya seringkali membatasi gerak para aktivis perseorangan.fitur di dalamnya menjadi menarik untuk diamati. Tujuan Penggunaan Internet Para aktivis lingkungan yang menjadi informan penelitian ini menggunakan internet terutama untuk berkomunikasi. 1. dalam subbab ini pembahasan akan difokuskan pada aktivitas-aktivitas penggunaan internet para informan yang ditujukan khusus untuk mendukung aktivisme lingkungan. para informan dapat berinteraksi lebih dekat dan intens dengan para pembaca blog atau anggota milis yang mereka kelola. kondisi. Tepatnya. untuk mencari dan menyebarkan informasi lingkungan. menggalang dukungan. Pilihan-pilihan praktis yang diambil dalam rangka memanfaatkan internet dan fitur. aktivis lingkungan secara perseorangan umumnya bekerja atau menggunakan internet dengan tujuan-tujuan yang lebih sederhana. dan menyampaikan gagasan mereka kepada publik secara lebih luas. Dengan kondisi yang ada. Oleh karena itu. Hal ini karena penggunaan internet para informan. dan dimensi-dimensi yang melingkupi penggunaan internet mereka untuk aktivisme lingkungan. saling berkaitan erat dan tidak dapat dianalisis secara terpisah. baik sebagai perseorangan maupun dalam konteks dirinya sebagai aktivis atau pemerhati lingkungan. PENGGUNAAN LINGKUNGAN INTERNET UNTUK AKTIVISME Penggunaan umum internet oleh para informan seperti yang dipaparkan di subbab sebelumnya telah memberikan gambaran mendasar tentang setting. Namun tampaknya justru karena hanya berfokus pada upaya-upaya komunikasi dan sosialisasi.

blog dipilihnya sebagai tempat dokumentasi. Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa kekuatan awal yang mendorong. Motivasi. maka. dan isu lingkungan masih menjadi isu yang benar-benar minor.2. dan menjadi alasan seseorang menggunakan internet –dalam konteks ini. karena media cetak tidak selalu menerbitkan tulisan yang dia kirimkan. Bentuk-bentuk Penggunaan Internet 117 . 3. secara khusus untuk mendukung isu lingkungan– dapat berasal dari diri sendiri. Michael awalnya memulai blognya sebagai wadah untuk latihan menulis. dan politik yang berlangsung di sekitar pengguna internet tersebut. Karena itulah Djuni berfokus memanfaatkan internet untuk menyebarkan berita lingkungan melalui milis. Dia mengiyakan ajakan kawannya untuk mengelola milis dan kemudian blog Greenlifestyle karena dia ingin menyediakan informasi lingkungan dengan bahasa yang sederhana. Awal mula Djuni menggunakan internet pun tidak berbeda jauh dari Armely.5. padahal saat itu dia hanya memiliki disk 3. memotivasi. yang mudah dicerna masyarakat. Pertama. Cerita Armely sedikit berbeda dari keduanya. dan mendorong orang-orang untuk mengambil peran dalam memulai perubahan. dia merasakan pentingnya mendokumentasikan gagasan dan pemikirannya. Latar Belakang. Hasrat Armely ini rupanya dilatarbelakangi ketidakpuasannya terhadap banyak milis ataupun situs lingkungan yang dominan disesaki istilah-istilah rumit dan politis serta lebih sering berisi berita-berita negatif yang menjatuhkan pihak-pihak tertentu. Kedua. sosial. karena kemampuan itu dibutuhkan dalam pekerjaannya. ataupun datang dari adanya situasi-situasi ekonomi. awalnya “iseng” saat membuat blog Timpakul untuk menyimpan tulisantulisannya.milis. internet lebih banyak digunakan untuk kepentingan politis. Sementara itu. di tahun 1998. Ade misalnya. Djuni melihat saat itu. dan Alasan Penggunaan Penggunaan internet untuk mendukung lingkungan bisa berangkat dari cerita dan sejarah yang berbeda-beda dari tiap pelakunya.

adalah bentuk tersederhanakan dari asynchronous communication. donasi online. Di sisi lain. Karena mudah digunakan dan tanpa mengeluarkan biaya. Memiliki blog diibaratkan seperti memiliki situs pribadi. dalam artian terdapat “jeda” waktu sehingga para anggota di dalamnya tidak bisa saat itu juga. Terdapat sejumlah alasan mengapa kedua fitur di atas banyak digunakan untuk mendukung penyebaran isu lingkungan. ataupun bergabung di cause dan milis bertema lingkungan. blog atau lengkapnya weblog. namun dengan sejumlah keterbatasan. lebih hemat karena ada banyak pihak yang menyediakan layanan “gratisan” untuk memiliki milis ataupun blog. vote untuk sebuah aksi. semakin banyak orang memiliki dan mengakses milis dan blog. Milis adalah salah satu bentuk many-to-many asynchronous communication via internet (Morris dan Ogan. HTML). Semakin banyak pengguna berarti semakin besar kemungkinan untuk menarik perhatian lebih banyak orang. ataupun untuk menyediakan informasi bagi pihak lain. dari sedemikian banyak ragam fasilitas. blog sama-sama digunakan secara sepihak untuk menyediakan wadah tampilnya gagasan dan perasaan. tanpa batasan jumlah. memuat tulisan dan membaca tanggapan terhadap tulisan tersebut. 118 . Para penyedia layanan milis dan blog umumnya menyediakan teknologi yang user-friendly. Para informan dalam penelitian ini pun tak ketinggalan memanfaatkan fitur.fitur seperti petisi online. mereka umumnya memilih satu hingga dua bentuk penggunaan saja untuk mendukung isu lingkungan. Pertama. 2002). lebih mudah. Walau tidak seleluasa situs. Ketiga. lebih populer.Terdapat beragam fasilitas di Internet yang dapat digunakan aktivis lingkungan untuk mendukung aktivisme lingkungan. Kedua. misalnya. sehingga milis dan bloh lebih mudah untuk dikelola dan digunakan. namun bentuk ini tidak interaktif secara la ngsung. Bentuk ini memungkinkan interaksi dan komunikasi dari dan ke banyak orang. tanpa harus menguasai ilmu dan keahlian tertentu (misal. Namun. Saat ini tersedia banyak layanan tanpa bayar untuk dapat memiliki dan mengelola sebuah milis. Dan bentuk-bentuk yang paling utama mereka jalankan tersebut adalah milis dan blog.

Karena isu lingkungan masih seringkali 63 http://timpakul.html 119 . Temuan Johnson dan rekan-rekannya cocok untuk menggambarkan situasi blog lingkungan di Indonesia. Sedangkan Ade dan Djuni saling mengenal karena memiliki lingkaran pertemanan yang berkaitan erat. tapi juga berujung pada pembentukan jaringan sosial (social network) dengan bermacam.web. Johnson dan Kaye menekankan bahwa fairness bukanlah perhatian utama pengguna ketika menilai kredibilitas suatu blog. Ade pernah menyebut blog Michael dalam salah satu posting di blognya 63 . Schmidt (2007) misalnya. Riset ini menemukan bahwa blog dinilai cukup kredibel (moderately). Namun.Selain faktor-faktor pendorong penggunaan kedua bentuk di atas. Selain itu. Penggunaan blog kemudian tidak hanya membangun suatu hypertextual network. Dikarenakan blog memungkinkan tampilnya cara pandang terkini dan spontan akan topik-topik yang secara spesifik diminati pengguna. Terkait popularitas sejumlah blog lingkungan selama beberapa tahun terakhir. Johnson dan kawan-kawan (2007) melakukan survei online untuk mengetahui persepsi pengguna internet yang memiliki ketertarikan politik (politically-interested internet users) terhadap kredibilitas blog-blog. tepatnya sama kredibelnya dengan media konvensional ataupun sumber online lainnya. jaringan sosial gerakan lingkungan Indonesia. Armely dalam wawancara mengaku mengenal dan familiar dengan blog Michael dan Marwan. Hal ini karena pengguna umumnya bergantung pada blog untuk mencari informasi yang tampaknya luput dari liputan media tradisional atau dibahas terlalu dangkal. Sementara itu. pendapat di bawah ini patut disimak. Tanpa direncanakan.id/environment-blog. menawarkan sebuah kerangka analitis untuk mengkaji praktik-praktik blogging. terdapat pula sejumlah kajian yang membahas fenomena tersebut. Ide Schmidt ini cocok dengan apa yang terjadi di antara para informan penelitian ini.macam tingkat kedekatan. sejumlah informan dalam penelitian ini rupanya saling mengenal dan berada dalam satu jaringan besar. yakni bahwa penggunaan blog pada prakteknya terdiri dari rutinitas-rutinitas spesifik dan juga pengharapan-pengharapan agar penggunaannya dapat meraih tujuan-tujuan komunikatif. Michael menjadi anggota milis Greenlifestyle yang turut dikelola Armely. dalam riset sebelumnya di tahun 2004.

Sifat Penggunaan Internet Internet telah dimanfaatkan dengan berbagai cara oleh para aktivis lingkungan di Indonesia. Pemposisian internet sebagai media dan jalur komunikasi alternatif diperkuat oleh fenomena peminggiran isu lingkungan hidup dalam keputusan-keputusan politik dan terbatasnya akses ke media massa konvensional atau mainstream. Dari fenomena yang ada. dan kemampuan. Hal ini karena isu lingkungan selama ini relatif masih menjadi isu minor. yang memungkinkan munculnya inovasi.isu lingkungan. Keragaman bentuk-bentuk penggunaan kemungkinan juga didukung oleh karakter media internet itu sendiri. dan tulisan tentang isu. dana. penggunaan internet oleh aktivis lingkungan di Indonesia menurut sifatnya dapat dikelompokkan menjadi empat: penggunaan secara pasif atau aktif. namun sangat terbuka kesempatan untuk berpartisipasi melalui jalur-jalur lain. hak asasi manusia. Seseorang yang peduli pada isu lingkungan namun memiliki keterbatasan waktu dan kesempatan barangkali tidak mungkin berperan aktif dalam penyelamatan lingkungan di lapangan. 4. karakter isu lingkungan itu sendiri patut diperhitungkan dalam penjelasan. terutama media audiovisual. yang kalah “seksi” dengan isu. misalnya dengan online participation. dan penyebaran pesan-pesan lingkungan via jalur-jalur komunikasi sosial. politik. 120 . Penggunaan internet secara pasif oleh aktivis misalnya saat aktivis lingkungan mengakses internet untuk mendapatkan informasi ataupun berita terkini seputar isu lingkungan hidup. dan hukum. Bentuk-bentuk aktivisme dalam gerakan lingkungan hidup sedikit banyak memang dipengaruhi kondisi aktivis itu sendiri dan situasi spesifik yang mereka hadapi.terpinggirkan di media massa konvensional. Selain itu. internet dan khususnya blog menjadi sumber alternatif tapi utama untuk mendapatkan berita. ataupun isu.isu pembangunan. donasi untuk program-program lingkungan.isu ekonomi.inovasi baru. serta penggunaannya secara individual maupun kolektif. misalnya ketersediaan waktu. informasi.

Tentunya. Sementara penggunaan secara aktif-kolektif ditunjukkan oleh bagaimana Armely. bersama-sama dengan sejumlah aktivis lingkungan lainnya. atau organisasi tertentu. gerakan. Kegiatan-kegiatan di atas peneliti golongkan sebagai penggunaan pasif karena pada dasarnya aktivis sebagai pengguna hanya menerima informasi. Sementara itu. Marwan.1.baik dengan cara browsing. penggunaan di tingkat perseorangan adalah bila penggunaan internet oleh aktivis (baik secara aktif maupun pasif) lebih didasari motif dan tujuan individual.individual misalnya yang dilakukan Ade. Aktivis dapat dikatakan secara aktif menggunakan internet bila sudah sampai ke tahapan memproduksi dan atau mereproduksi pesan atau informasi lingkungan. searching. Bagan 4. dan Melinda mengelola blog-blog mereka secara kolektif. misalnya bila aktivis itu mengemban peran publikasi dan kehumasan di suatu lembaga lingkungan hidup. penggolongan sifat penggunaan internet oleh aktivis ini tidak bersifat absolut 121 . dan Djuni dalam mengelola blog dan milis lingkungan mereka. sedangkan penggunaan di level kolektif adalah bila internet digunakan aktivis lingkungan sebagai bagian dari suatu tugas atau fungsi dalam sebuah komunitas. atau melanggan suatu mailing list. Penggolongan Penggunaan Internet oleh Aktivis Lingkungan Penggunaan secara aktif. Michael.

122 . dan misalnya mencari tahu faktor. terutama konteks besar penggunaan internet di Indonesia dan dinamika gerakan lingkungan hidup di Indonesia. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa ada kemungkinan kecenderungan seorang aktivis untuk lebih dominan menempati kuadran tertentu. Pengelompokan penggunaan ini diharapkan kedepannya dapat mendorong penggalian lebih lanjut untuk mencari tahu bagaimana hubungan antara kelompok-kelompok pengguna yang ada. Setting makro perkembangan internet di Indonesia turut mewarnai sejarah pribadi para informan dalam mengenal. Penggunaan internet oleh aktivis lingkungan Indonesia sedikit banyak tidak dapat dilepaskan dari konteks yang melingkupinya. Kondisi ini tak lepas dari pola kebiasaan penggunaan internet seorang aktivis serta status dan perannya dalam ranah besar gerakan lingkungan hidup.faktor seperti apa yang membuat seseorang berada di kuadran tertentu ataupun bergerak dari satu kuadran ke kuadran yang lain. mempelajari. Sementara itu. konteks gerakan lingkungan terkini beserta permasalahan di sekitarnya telah ikut mendorong bentuk dan pilihanpilihan yang diambil aktivis lingkungan di Indonesia saat menggunakan internet. dan menggunakan internet.karena seorang aktivis dapat menggunakan internet dengan sifat yang beragam dalam waktu yang berbeda-beda pula.

Meskipun begitu.merta disadari oleh informan penelitian. serta aktivitas keseharian lain dari pengguna turut mempengaruhi bagaimana seseorang menggunakan dan memposisikan internet dalam kehidupannya. dan menjadi alasan seseorang menggunakan internet –dalam konteks ini.nilai pro. ditemukan bahwa p enggunaan internet para informan.lingkungan. saling berkaitan erat dan tidak dapat dianalisis secara terpisah. dan politik yang berlangsung di sekitar pengguna internet tersebut. namun lebih untuk memahami keenam orang informan tersebut sebagai kasuskasus unik aktivis lingkungan dan melihat praktek serta motivasi mereka menggunakan internet untuk mendukung nilai. ditemukan bahwa kekuatan awal yang mendorong.BAB V PENUTUP A. baik sebagai perseorangan maupun dalam konteks dirinya sebagai aktivis atau pemerhati lingkungan. terutama untuk mendukung isu lingkungan– dapat berasal dari diri sendiri. Sejalan dengan kerangka konseptual di awal (Uses and Gratifications dan Social Action). para aktivis dalam penelitian ini menggunakan blog dan milis sebagai senjata utama untuk 121 . jenis pekerjaan. Model Tindakan Sosial Renckstorf tidak berhasil dimanfaatkan ataupun diuji seutuhnya karena proses yang digambarkan dalam model ini tidak serta. memotivasi.faktor psikologis dalam diri mereka sebagai pengguna tetapi juga oleh dimensi-dimensi sosial yang melingkupi kehidupan mereka. ataupun datang dari adanya situasi-situasi ekonomi. Penjelasan konseptual memperlihatkan bagaimana secara umum penggunaan internet para aktivis tidak hanya ditentukan oleh faktor. Dalam prakteknya. kualitas pendidikan. KESIMPULAN Tujuan riset ini bukan untuk menggeneralisasi temuan dan melekatkannya pada aktivis lingkungan hidup di Indonesia secara keseluruhan. sosial. Dalam penggalian data. Dimensi seperti status dalam keluarga.

milis tersebut. dan konteks yang mampu mendorong penggunaan internet untuk penguatan gerakan lingkungan.memperkenalkan dan menyebarluaskan informasi. masih belum diketahui secara jelas dalam kondisi-kondisi seperti apa sajakah penggunaan internet dapat mendukung penguatan suatu gerakan. sebagian mengelolanya secara individual dan sebagian lagi mengelolanya secara kolektif. Misalnya. Lepas dari itu mereka meyakini bahwa internet berperan penting dalam penyebarluasan nilai-nilai pro. SARAN Internet adalah alat yang membuka banyak kemungkinan dan mampu melampaui berbagai batasan-batasan berkomunikasi yang sebelumnya ada. bahwa internet dapat digunakan untuk mendorong perubahan positif dalam masyarakat. B. Meskipun demikian. profan dan banal yang hadir dalam banyaknya ragam isi internet. Kedua bentuk tersebut dipilih karena lebih hemat. Kajian-kajian terkait topik ini pada tahapan selanjutnya dapat diarahkan pada penyelidikan yang lebih empiris ataupun bersifat pengujian hipotesis mengenai penggunaan internet oleh aktivis. Dalam pengelolaannya blog-blog dan milis. Pilihan pengelolaan umumnya berhubungan dengan pilihan pribadi dan keterbatasan sumber daya. terutama waktu luang. Tapi keberadaan serta adopsi internet dalam sebuah masyarakat tidak serta.merta mendorong perubahan dalam masyarakat tersebut. ataukah fungsi khusus seperti membangun jalinan pertemanan juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung gerakan lingkungan. secercah harapan terlihat. serta percakapan dengan para informan.informasi lingkungan. Namun dari penelusuran dan penggalian data. Potensi-potensi yang terkandung lebih sering terabaikan atau tertutupi oleh kekuatan-kekuatan kesenangan (pleasure) yang trivial. situasi. Sehingga di masa datang dapat diperoleh temuan yang lebih aplikatif dan dapat 122 . dan populer. apakah hanya penggunaan khusus (specific uses) seperti pencarian dan penyebaran informasi saja yang dipandang mampu menguatkan gerakan. mudah. Penelitian-penelitian selanjutnya dapat menggali bagaimana dan seperti apa sajakah keadaan.lingkungan. khususnya gerakan lingkungan.

tanpa harus terbelenggu tempat dan waktu (bisa dilakukan kapan saja. Kelemahannya. kajian tersebut diharapkan dapat lebih menggali prosesproses sosial dan sistem-sistem simbolik yang berlangsung dalam kelompok lingkungan tersebut. Kelebihan teknik pengumpulan data ini adalah wawancara dapat dilakukan secara lebih fleksibel. Sebagai masukan. Namun. misalnya dengan mengamati satu mailing list saja. dinamika sebuah group atau mailing list yang bergerak di bidang lingkungan. dan tidak memfokuskan pada sebuah komunitas virtual atau kasuskasus tunggal. Ke depannya. dapat menyesuaikan dengan waktu dan keluangan informan. penelitian ini memang mengkaji perilaku berinternet aktivis lingkungan sebagai individu. Fokus yang berbeda tersebut tentunya menghasilkan jenis temuan yang berbeda. karena tidak berinteraksi secara langsung dan membaca bahasa tubuh. atau bahkan chatting juga dengan pihak-pihak lain. hasil wawancara dapat langsung disimpan (direkam) dalam bentuk tertulis.mail. Belum lagi bila informan di saat yang bersamaan juga menyambi wawancara dengan aktivitas online lainnya. sepanjang ada kesepakatan). browsing. Tentunya ada kemungkinan 123 . semisal menjawab e. perlu m empertimbangkan dan memperhatikan beberapa kelebihan dan kelemahan wawancara yang dilakukan lewat internet (melalui chatting/messaging tools). kendala ini sedikit terbantu karena penggunaan Yahoo Messenger (YM) memungkinkan peneliti maupun informan menggunakan ikonikon emosi (emoticon) untuk mengekspresikan perasaan. komunikasi barangkali tidak se-terbuka dan hangat pertemuan tatap muka.membantu aktivis serta organisasi lingkungan untuk menyusun strategi pemanfaatan Internet yang lebih efektif dan tepat sasaran untuk menyokong aktivisme lingkungan di Indonesia. peneliti yang ke depannya berminat menggunakan Yahoo Messenger atau piranti chatting lainnya. Dengan berfokus pada satu milis saja. Kelemahan lain adalah bila koneksi internet yang digunakan tidak stabil dan “putus-nyambung” maka bisa saja mempengaruhi kenyamanan dalam berkomunikasi (sebentuk noise). Berbeda dengan online ethnography yang disarankan Paccagnella (1997). kajian serupa juga dapat difokuskan pada misalnya. Selain itu.

bukan tidak mungkin sudah tidak asing dengan aktivitas multitasking tersebut). mengingat para informan sudah lama menggunakan internet.situasi ini mempengaruhi konsentrasi dan rapport informan saat menyimak dan menjawab pertanyaan. (Namun. sehingga tidak kaku ataupun “kagok” lagi dalam menggunakan YM sebagai alat komunikasi dan pengungkapan pendapat. 124 . Keputusan untuk mewawancara lewat YM dapat diambil bila peneliti yakin bahwa para informan adalah pengguna internet yang cukup berpengalaman dan sudah internet-savvy.

Introduction to Communication Studies.sagepub. John.sagepub. 1990.edu/vol6/issue1/ebersole. Social Access to the Internet. Diunduh tanggal 12 Januari 2009 dari http://www. Ebersole. 2003. Journal of Computer-Mediated Communication. George Junus. 2008. History of the Environmental Movement.org/endangered/esahistory. Erik P. Giles. Garner. Pola-pola Gerakan Lingkungan: Refleksi untuk Menyelamatkan Lingkungan dari Ekspansi Modal. 2003. John. 50. Hall. 2003. 2000.mtmultipleuse. An Introduction to Activism on the Internet.com/cgi/content/abstract/5/1/50 Connelly. Environmental Politics. Environmental Activism and Social Networks: Campaigning for Bicycles and Alternative Transport in West London. Simon. 2nd edition. 5.backspace. 2000. London: Routledge. Samuel. New Media: An Introduction.html Emerson. 2005. Uses and Gratifications of the Web among Student s. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates. Dryzek. Publishers. 1999.htm (last updated on 31 May 2008) . 2005. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science 2003. Diakses pada tanggal 22 Juni 2009 dari http://www.php Fiske. Ana Nadhya. 1996. Jeremiah. 2003. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Vol 6 (1). Robert. Melbourne: Oxford University Press.com/cgi/content/abstract/590/1/150 Bucy. 1997. Aditjondro. New York: Oxford University Press.DAFTAR PUSTAKA Bahan Bacaan Utama Abrar. James dan Graham Smith. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://hij. London: Routledge.indiana. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://ann. 2000. Diakses pada tanggal 8 Maret 2008 dari http://jcmc. 150. Batterbury. Teknologi Komunikasi: Perspektif Ilmu Komunikasi. The Harvard International Journal of Press/Politics. John S. The Politics of the Earth: Environmental Discourses. Flew. Terry. David.com/action/all. Media Psychology. 590. London: Macmillan Press Ltd. Politics and the Environment: From theory to practice. Yogyakarta: Lesfi. 2nd edition.

Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://nms.. Amerika Serikat. Taylor & Francis Group. David T. Around the World Wide Web in 80 Ways: How Motives for Going Online are Linked to Internet Activities among Politically Interested Internet Users.runet.interested Internet users' perceptions of blog credibility. 2004. and Alladi Venkatesh. S. 21. Routledge Publications. New Media and Society.sagepub. dan Barbara K. New Media and Society.Hargittai.edu/vol13/issue1/johnson.com/cgi/content/abstract/21/3/304 Johnson. 509-523. 1974. Social Science Computer Review. The Internet in Indonesia’s New Democracy. 10. K. Radford University. J. 4. dan Krishna Sen. Johnson. Civil Society and Cyber Society: The Role of the Internet in Community Associations and Democratic Politics. 13(1).org/stable/2747854 Kenix. 2003. dan Joel David Bloom. 2007. 2008. Sage Publications. 407.sagepub. Kaye. article 6. Linda Jean. T. Diakses tanggal 20 November 2008 dari http://tvn. dan Michael Gurevitch.. Internet Access and Use in Context. Blumler. Uses and Gratifications Research. Jay G. Oxford: Oxford University Press. Diakses 6 Desember 2008 dari http://jcmc. Diakses pada tanggal 11 Desember 2008 dari http://hij. 2002.. Journal of Computer-Mediated Communication. Elihu. Diakses tanggal 3 Oktober 2009 dari www. Bichard. Diakses tanggal 8 Oktober 2008 dari http://nms. Michael J. Kaye. 6. 137. William. 2004. Jensen.com/cgi/content/abstract/9/5/407 Kerbel.jstor. & Wong. 2004. 2008. -------. Diakses pada tanggal 15 November 2007 dari http://ssc. Sage Publications. Oxon: Routledge. The Information Society. hal. Virginia. J. Sage Publications. 518. 2004.com/cgi/content/abstract/4/4/518 Kovarik.sagepub.edu/~wkovarik/envhist.sagepub. w. Communication Research About the Internet: a Thematic Meta-analysis. New Media and Society. 2007. The Harvard International Journal of Press/Politics 2005. L. Eszter. The Public Opinion Quarterly. 2002.html Kahn. 2005. Richard dan Douglas Kellner. 3.sagepub.. Television and New Media.sagepub. Danziger. B. Matthew R. 6.com Hill. 2005. New media and internet activism: from the ‘Battle of Seattle’ to blogging. Every blog has its day: Politically. Environmental History Timeline. No. 2003. Blog for America and Civic Involvement. . Thomas J. (Winter. Vol. 87. Diakses tanggal 28 November 2007 dari http://nms. 23: 39–50. 9. 4. 1973-1974). 304-325. Nonprofit Organizations' Perceptions and Uses of the Internet.indiana.com Katz.com/cgi/content/abstract/10/4/3 Kim dan Weaver. 37. James N. Diakses tanggal 12 Juni 2008 dari http://www.

1997. Mark. Madison: Winter 1997. London: SAGE Publications. Merril. Denis dan Sven Windahl.ucdavis. McQuail’s Reader in Mass Communication Theory.edu/faculty/lubell/Teaching/LubellEnviroActivism.uidaho. 2002.asu. 2003. Communication Models for The Study of Mass Communications. McQuail’s Reader in Mass Communication Theory. Diakses tanggal 12 Januari 2009 dari http://egj. Ltd.pdf ___________. 24 No. Earth Day 2000. Laurie A.com/pqdweb?did=23172565dansid=6danFmt=4danclie ntId=42788danRQT=309danVName=PQD McQuail. Curran (eds. pdf Maignan. 2001.umi. Ltd. CyberCivic Space in Indonesia: From Panopticon to Pandemonium. Electronic Green Journal. Contesting Media Power: Alternative Media in A Networked World.edu/~mlim4/files/Lim_Ch17. Cyber-Urban Activism and Political Change in Indonesia. 273288. Issue #12.pdf ___________.php/egj/article/view/2774/2732 Lim. Couldry and J. Environmental Activism as Collective Action. The nature and social uses of the Internet: A qualitative investigation.public. Environmental Groups in Politics. Diakses pada tanggal 12 September 2008 dari http://eastbound.lib. pp. _____________.des. Dalam McQuail. 4.eu/journal/2006-1/contents/lim/0601lim Lindlof. 1983. Draft tulisan untuk jurnal Environment and Behavior. Rowan dan Littlefield. Research Lowe. 2000. Morris. Diakses pada tanggal 12 September 2008 dari http://www. Oxford: Sage Publications. Environmental Activism and the Internet. Vol. Diakses 26 Agustus 2009 dari http://www. Qualitative Communication Methods. Inc. International Development and Planning Review (Third World Planning Review). The Internet as Mass Medium. The Journal of Consumer Affairs. Singapore: Longman Publishers. Oxford: Sage Publications. dan Christine Ogan. University of Wisconsin Press. Social Network and Reform in Indonesia. 2006. 1995. 1993. London: George Allen & Unwin (Publishers) Ltd. Thomas R. 2002. 1994.). McQuail. Diakses pada tanggal 12 September 2008 dari http://www.edu/~mlim4/files/Lim_IDPR_final. Vol. Denis. 3rd ed. pp 1-19. Merlyna. Philip dan Jane Goyder. Liverpool University Press. Isabelle dan Bryan A Lukas. Diakses pada tanggal 21 Maret 2008 dari http://proquest. pp. .public. The Internet.Kutner. 2006/1. Eastbound Journal . 2002. 31.Thousand Oaks: Sage Publications. Mass Communication Theory: An Introduction. 2002.asu. Dalam N.edu/index. 383-400. Denis. Lubell.

John E. Terry. Lawrence. Internet use: Here. Media. and everywhere. pp. Jul-Sep 2006. Jenny. there.edu/vol12/issue4/schmidt. Adoption of the Internet in rural NGOs in Indonesia . Frieda. Diakses tanggal 6 Juni 2008 dari http://jcmc.shockandawe. ( 7). Bandung: Institute of Technology Bandung. 2001. Diakses pada tanggal 10 Desember 2007 dari http://jcmc. Journal of Computer-Mediated Communication.html Sen. Peace Review 13:3 (2001).indiana.jennypickerill. Budaya. 1(4). Diakses tanggal 13 November 2008 dari http://jcmc. Jakarta: ISAI dan PT. Hill. 2006. Coming of Age: Indonesia’s Environmental Network Faces Dilemmas as it Turns 25. Neuman.ict-paper-ynugroho-v3. Boston: Allyn dan Bacon.col1 Schmidt. dan Sheizaf Rafaeli. Social Change Activism and the Internet: Strategic Online Activities. 4th Ed. 12(4).org/content/view/72/29/ . Media Lintas Inti Nusantara. Diakses pada tanggal 10 Juli 2008 dari http://audentis. 365–370. Journal of ComputerMediated Communication.edu/vol3/issue1/index. Diakses tanggal 12 September 2008 dari http://www. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. Jakarta: WALHI. JCMC 3 (1) June 1997. 2001.pdf _____________. 1997. 2007.pdf O’Brien. 12(4). Diakses pada tanggal 10 Desember 2008 dari http://www. Luciano.). 2007.web. 6-7 August 2007. [Final draft copy].edu/vol1/issue4/rafaeli.Munggoro.A study on Internet appropriation for rural sector reform. J.html Nugroho. Sinanu. article 13. dan Politik di Indonesia. 17-34.net/~robrien/papers/netaction.com/2007/07/r.us/archives/Environment/5107877. Journal of Computer-Mediated Communication. Khrisna dan David T.wordpress.indiana.html Paccagnella. Cyberprotest: Environmental Activism Online. (2007).files. 1995.info/Cyberprotestbook. 2003. Menjadi Environmentalis itu Gampang!: Sebuah Panduan bagi Pemula. (ed. Diakses 17 September 2008 dari http://findarticles. Occupational Outlook Quarterly. 2000.html Pickerill. 1999. Dani. Getting the Seats of Your Pants Dirty: Strategies for Ethnographic Research on Virtual Communities. 8 Diakses tanggal 18 Februari 2009 dari http://insideindonesia. Newhagen. W. Rory. Blogging practices: An analytical framework. Why Communication Researchers Should Study the Internet: A Dialogue. Winter 2000/2001.com/p/articles/mi_qa5448/is_200101/ai_n21464557/print ?tag=artBody.pdf Schau. Diunduh tanggal 12 Januari 2009 dari http://www..indiana. Yanuar. 2001. Environmental Internet Activism in Britain. Proceeding of the 1st Rural-Information and Communication Technology (r-ICT) Conference. Inside Indonesia.

2007.com/cgi/content/abstract/7/1/89 . Ed. Access to the internet in the context of community participation and community satisfaction. 2006. Internet for Development? Patterns of use among Internet café customers in Indonesia. April 2003. Diakses pada tanggal 28 November 2007 dari http://idv.pdf Bahan Bacaan Penunjang Abrar.org/issues/issue7_8/spencer/index. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Sankarto. 75. Bjørn Furuholt dan Stein Kristiansen. 8th edition. Media/Society: Industries.phtml?act_id=17458 Bräuchler. Preference for Online Social Interaction: A Theory of Problematic Internet Use and Psychosocial Well-Being. 2006. The Environmental Movement in the Global South: The Pivotal Agent in the Fight against Global Warming.sagepub. Designing Surveys: A Guide to Decisions and Procedures. 3rd. 2005. volume 7.html Wahid. Walden. Indonesia. Diakses tanggal 23 Maret 2009 dari http://www.org/stable/3351310 Caplan. and the Internet in the Moluccan Conflict.jstor.Spencer. 7. First Monday.sagepub. 2005a. 2003.edu/topics/pubs/greenweb. 2003. Cyberidentities at War: Religion. number 8 (August 2002). Csaja.com/cgi/content/abstract/30/6/625 Croteau. 22 (4). 625. China Environment Series. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 dari http://www. Jurnal Perpustakaan Pertanian. Issues 6. 2003. Ana Nadhya. Scott E. Tessa. Diakses tanggal 12 Januari 2009 dari http://wwics. California: Thompson Wadsworth. Sri Retno dan Bambang S. California: Pine Forge Press. Diakses pada tanggal 21 Oktober 2008 dari http://crx. Mohan J. Identity. 2005.com/cgi/content/abstract/22/4/278 Wimmer dan Dominick. 2005. “Focus on the Global South”. Dutta-Bergman. 2007. 2002. 2005.org/detail_page. images. Diakses pada tanggal 5 September 2008 dari http://firstmonday. Yang. 2005. Andarwati. 2003. Bello. Cornell University: Southeast Asia Program Publications. 30. Fathul. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://nms.sagepub. Thousand Oaks: Pine Forge Press. Ronald dan Johnny Blair. Weaving a Green Web: The Internet and Environmental Activism in China. Communication Research. Mass Media Research. New Media and Society. 2003.14. Nomor 1. The Potential of the Internet for Non-Profit Organizations. 12 October 2007. and audiences. 278. 89. Pemenuhan Kepuasan Penggunaan Internet oleh Peneliti Badan Litbang Pertanian di Bogor. Terampil Menulis Proposal Penelitian Komunikasi. Information Development.tni.si. Guobin. Vol. Birgit. David dan William Hoynes. Vol.

20. The antecedents of community-oriented Internet use: Community participation and community satisfaction. Diakses pada tanggal 20 Januari 2009 dari http://etd. 2006.cfm?ArticleID=933 Tulisan ini sebelumnya pernah terbit dalam jurnal Environment and History sebagai Gari. New Jersey: La wrence Erlbaum Associates. Eng. Environmental justice: Rights and means to a healthy environment for all. 3.html Echols. Lutfallah. Key Concepts in Communication and Cultural Studies. 2002.pdf Heywood. Diunduh tanggal 8 Januari 2009 dari www. et al (eds). Andrew.ttu. 2002. John. Columbia Journalism Review. article 5. London dan New York: Routledge. Ecology in Muslim Heritage: Treatises on Environmental Pollution up to the End of 13th Century. 2nd ed. Supervising Activists for Research Degrees: Responsibilities.indiana.lib. pg. Colin. 1987. Making Media Content: the influence of constituency groups on mass media. Politics. John A. November. XVII Jakarta: Gramedia. 2002. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2008 dari http://jcmc. 1998. Vol. 1992.com/cgi/content/abstract/3/1/88 Fortunato. Gari. 8 (4): 475–488. 2 pgs. article 4.sagepub.. A New Kind of Cyberwar. Diakses tanggal 1 Oktober 2009 dari http://www. Diakses pada 11 Januari 2009 dari http://alh. 2001. 2005.edu/vol11/issue2/duttabergman. 2005b. Special Briefing No. 3. Inc. Journal of Computer-Mediated Communication. Active Learning in Higher Education 2002. Peter.pdf Fiske. Rights and Freedom. Environment and History. Kamus Inggris-Indonesia. 11(1). 88.edu/vol11/issue1/dutta_bergman. Community participation and Internet use after September 11: Complementarities in channel consumption. Blythe Suezann. Hampshire dan New York: Palgrave. L. dan Hassan Shadily. . New York: Sep/Oct 1998. Cambridge (UK): White Horse Press. 2000. ESRC Global Environmental Change Programme._____________________.foe. 11(2). Iss. A Thesis in Mass Communications.muslimheritage.indiana. University of Sussex. 37. Cet. 2nd ed. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2008 dari http://jcmc.com/topics/default. 2008. Journal of Computer-Mediated Communication. Uses and Gratifications of the Internet.co. Harrell. submitted to the Graduate Faculty of Texas Tech University. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 melalui layanan ProQuest yang dilanggan Perpustakaan Universitas Gadjah Mada. John M.7.edu/theses/available/etd-0926200831295016605726/unrestricted/31295016605726.html ____________________. Fletcher. Arabic Treatises on Environmental Pollution up to the End of the Thirteenth Century. Sage Publications.uk/resource/reports/environmental_justice.

uk/Users/ssfa2/greenmovement. Ecology and Society: An Introduction. 2005.ac. Cornell University: Southeast Asia Program Publications.org/iffe_irwan. dan Krishna Sen. World Resources Institute. The Uses of and Gratifications Derived from Bulletin Board Systems (BBS) in Chinese Youth. The New Digital Media and Activist Networking within Anti–Corporate Globalization Movements.. Hyun-Chin. 2007.net Liu. Makalah asli ditulis untuk "Asia Electronics Symposium". Cornell University: Southeast Asia Program Publications. Diakses tanggal 7 Maret 2009 dari http://pdf. Diakses pada 14 Oktober 2008 dari http://ann.Hill. Carolyn. 73. Luke. Jakarta. Bruce Garrison. American Sociological Association. Lin. UNINET: An Inter-University Computer Network. Uses and Gratifications of Online and Offline News: New Wine in an Old Bottle? Dalam Salwen. Inc.vlsm. April 2002. Lim. 2002. Prepared for the International Flows and the Environment Project. dan Paul D. in collaboration with Friends of the Earth (FoE). Conference Papers. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates. What Does Research Say about the Nature of Computermediated Communication: Task-Oriented. 1998.com/cgi/content/abstract/597/1/189 Lamb. Diakses tanggal 24 Oktober 2008 dari http://www. 1996. Robert. 2005. Wiring the Warung to Global Gateways: The Internet in Indonesia. January 1998. 597. David T. dan Joon-Koo Lee. or Both? Electronic Journal of Sociology. 19-20 October 1983. Liu. 2005. David T.jstor.sussex. 189.wri. 2002. April 1997. Financial Flows and the Environmental Strategy in Indonesia in the 1990s. Alexander. Diakses tanggal 17 Juli 2008 melalui layanan EBSCO. ISSN: 1198 3655 Luhukay. The Internet Revolution? The Formation of Public Sphere in South Korea. 1983 (-2007).pdf . Jeffrey S.pdf Juris.Emotion-Oriented. Salwen. 1997. Sukki Kong. 2007. 2008. Jos dan Bagio Budiarjo.sagepub. 63. Promising the Earth. London: Routledge. Driscoll (eds). Indonesia. Michael B.org/1/55. Polity Press. Michael B. Vera Youling dan Daniela Dimitrova.html Martell.jstor. Indonesia.chinamediaresearch. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 dari http://www. Vol. dan Rasha A. Makalah kutipan diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://rms46. 3(2). Diakses pada tanggal 22 Juni 2009 dari http://www. China Media Research. East Timor and the Internet: Global Political Leverage in/on Indonesia.org/stable/3351468 Irwan. Vol. 1994. Social. Online News and The Public. The ANNALS of the American Academy of Political and Social Science 2005.org/stable/3351511 Hill. Yi-Jong Suh. Abdulla. Yuliang. Diakses pada tanggal 25 Maret 2009 dari http://www.

2008.com/p/articles/mi_m6836/is_2_44/ai_n25029542/print?ta g=artBody. 5 (1) 2004.id/2007/08/penggunaan-internet-untuk-hampart. Sally J. Diakses tanggal 3 November 2008 dari http://alh. 2000. 8(3). Journal of ComputerMediated Communication.C.com/cgi/content/abstract/8/1/73 Minunzie. “The Chain-saw Revolution”: Environmental Activism in the B. April 2003. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://jcmc. Active Learning in Higher Education.lib. Sekilas Perkembangan Internet di Indonesia. Communication Technology: The New Media in Society. 2001(-2007). a division of Macmillan. Journal of Broadcasting and Electronic Media. Diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://rms46. Syaldi.sagepub. Diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://goechi. Spring 2000.sagepub.McMillan. 2004.indiana.html Selwyn.pdf Oblak. Zizi dan Alan M. A Manifesto for Earth. New York: The Free Press. dan Margaret Morrison. 2004(-2008). [Bagian I] Penggunaan Internet untuk HAM.col1 Pavlik. 11. Thesis submitted to Simon Fraser University. New Media and Society.org/2/113. Termuat dalam blog “House of Question” dan diakses pada 24 Maret 2009 dari http://www. Vol 8(1): 7395. Natalie. Diakses pada tanggal 14 Februari 2008 dari http://rms46.ecospherics. Catatan Tambahan Hikayat Internet di Indonesia.edu/vol8/issue3/oblak.’s Forest Industry. Rahmat M. Boston: Allyn dan Bacon. Ted dan Stan Rowe. Diakses pada tanggal 26 Augustus 2009 dari http://ir. 2001. Diunduh pada tanggal 3 November 2008 dari http://nms. Rubin. 2003. Sahude. John V.com.ca/bitstream/1892/7020/1/b15197062. Neil. Diakses pada tanggal 23 November 2008 dari http://findarticles.sfu.org/1/24. 9. Diakses pada tanggal 5 September 2009 dari www. 2008. Biodiversity. Boundaries of Interactive Public Engagement: Political Institutions and Citizens in New Political Platforms. 1993. Everett M. An investigation of differences in undergraduates' academic use of the internet. Inc. 22. Newsletter Goechi. 1986. Predictors of Internet Use.vlsm.html Papacharissi. Tanja.vlsm.web. 20 Agustus 2007. 1996.com/cgi/content/abstract/9/1/11 . Hikayat Awal Penggunaan Milis di Indonesia. 2006. 44 (2).pdf Mosquin.com Rogers. Prayitno. pp: 175.net/pages/EarthManifesto. California: Sage Publications. Coming of Age with the Internet: A qualitative exploration of how the internet has become an integral part of young people’s live.html ____________________. New Media Technology: Cultural and commercial perspectives.i/ Samik-Ibrahim.syaldi.

China Media Research.org/ehof/timelinetext. 32. Decision Sciences. Light Green.com/cgi/content/abstract/9/3/261 Weiss. Bright Green. 9. Uses and Gratifications of Chinese Online Gamers. Diakses 8 Oktober 2008 dari http://crx. Lori M.sagepub.chinamediaresearch. Public Understanding of Science 2000.com/cgi/content/abstract/16/1/5 Wall.ecotopia. 26.com/cgi/content/abstract/32/5/531 Sousa. New York: Longman. 531. dan Jun Zhang. Peter. 2004. 2000. 2006. Diakses tanggal 20 November 2008 dari http://ejc.. dan James Bergman. Sage Publications.com/bios/alex. Who Participates and Why?: An Analysis of Citizens on the Internet and the Mass Public. Communication Theories: Originis.sagepub. Dark Green. 4th Ed. Luis A. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2008 dari http://www. 16. 1996. The Work of Environmentalism in an Age of Televisual Adventures. Jaeho Cho.sagepub. 2009. Determining Uses and Gratifications for the Internet. Dhavan V. 2007. 2006. dan Petra Pansegrau. Diakses pada tanggal 8 Oktober 2008 dari http://ssc. Helena. 2003. 21. European Journal of Communication 2006. Jr. Diakses pada tanggal 23 Januari 2009 dari http://findarticles.net Vivanco. Werner Joseph dan James W. JR. and Uses in the Mass Media. Diakses pada tanggal 9 Oktober 2008 dari http://nms. 9. 2006. 2004. Diakses pada tanggal 20 November 2008 dari http://pus. Environmental Movement Timeline: A History of the American Environmental Movement. Anita Engels.com/cgi/content/abstract/21/1/26 Weingart.col1 Steffen. Cultural Dynamics 2004. Tankard. William P. New Media and Society. Eveland. Social movements and email: expressions of online identity in the globalization protests. 4/1/04. politics. Bu Zhong.sagepub. 5. Situs “Ecology Hall of Fame”. dan Nojin Kwak. Shah. Information and Expression in a Digital Age: Modeling Internet Effects on Civic Participation. Diakses tanggal 26 Mei 2009 dari http://www.html Sun.com/cgi/content/abstract/21/3/373 Stafford.com/p/articles/mi_qa3713/is_200404/ai_n9398988/print? tag=artBody. 2005. Social Science Computer Review.com/cgi/content/abstract/9/2/258 Weber. Thomas F. 2(2). Information Technologies. Methods. and the mass media. Social Change and the Future: The Case of Online Journalism in Portugal.worldchanging. 2003. Diakses pada tanggal 23 Maret 2009 dari http://www. Communication Research. 261. 2005. Gray: The New Environmental Spectrum.Severin. dan Marla Royne Schkade. Risks of communication: discourses on climate change in science. Alysha Loumakis. 2005.html (Last updated 10 April 2005) . Don. 2007.sagepub. Alex. Tao. Diakses pada tanggal 11 Januari 2009 dari http://cdy. Melissa A. 373. 258.sagepub.. 21.

109. Diakses 14 Desember 2008 dari http://jcmc. 1987. 8(3). dkk. Ess and F.html Sumber Media dan Internet -------.pdf World Commission on Environment and Development (WCED). article 8. The Social Affordances of the Internet for Networked Individualism.html Zhu. Vol 30. S. 2002. January 2002. 11(3). Zhao. Do Internet users have more social ties? A call for differentiated analyses of Internet use. Power. Sudweeks (eds). 1998.via-ponsel-dongkrak-penggunaaninternet/ .edu/vol7/issue2/zhu. 2 September 2008. Jonathan J.au/~sudweeks/catac98/pdf/25_witmer. Diane F.cjconline.htm Yang. The Jakarta Post. Gazette. The Political Impact of New Information Sources and Technologies in Indonesia. Guo Bin dan Craig Calhoun.edu/vol8/issue3/wellman. Australia: University of Sydney.indiana.com/news/2008/08/05/conservation-workindonesia-requires-religious-essentials. Dalam C. Diakses 8 Desember 2008 dari http://jcmc. Diffusion.ca/index. Journal of ComputerMediated Communication. Selasa. Diakses tanggal 21 Oktober 2008 dari http://gaz. Chapter 2: Towards Sustainable Development. dan Zhou He. 1998. 2005.murdoch.com/2008/09/akses.edu.Wellman.edu/vol11/issue3/zhao. Diakses tanggal 24 Maret 2009 dari http://jamrud. Why Business People Use the World Wide Web: An Application Of Uses And Gratifications Theory. Our Common Future. Conservation work in Indonesia requires religious essentials. Proceedings Cultural Attitudes Towards Communication and Technology. Diakses pada tanggal 23 Maret 2009 dari http://www. 2008.sagepub.indiana. H. Jeffery A. Kenneth C. Diakses tanggal 17 Juli 2008 melalui layanan EBSCO. 2006. Akses via Ponsel Dongkrak Penggunaan Internet. and Chutatip Taweesuk.html Witmer. Media. 7(2).indiana. Journal of Computer-Mediated Communication. 2002.html Werbin. 64. Barry. No 1 (2005). Harvard Asia Pacific Review.un-documents. April 2003. Use and Impact of the Internet in Hong Kong: A Chain Process Model. Diakses tanggal 8 Desember 2008 dari http://jcmc.com/cgi/content/abstract/64/2/109 Wiryono.net/ocf-02. Canadian Journal of Communication. Diakses tanggal 20 Januari 2009 dari http://www. Book Review of Cyberactivism: Online Activism in Theory and Practice. Bisnis Indonesia. 2003. 2002.it. Journal of Computer-Mediated Communication. 2008.thejakartapost. Diakses dari http://www.php/journal/article/view/1537/1673 Winters. yang diunduh tanggal 30 November 2008 dari http://www. and Protest in China: From the Cultural Revolution to the Internet.

unescap.org . Diakses dari http://www. http://www. Depkominfo 2007.htm#id -------.php?lang=ind --------.or. Statistik APJII (updated Desember 2007). Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia.internetworldstats.pewinternet. 2008.apjii. PEW Internet and American Life Project. Diakses tanggal 25 Maret 2009 dari http://www. Daily Internet Activities.id/dokumentasi/statistik. Asia Internet Usage Stat and Population Statistics.pdf ------.org/icstd/events/Info-Society-Stats-Workshop2007/Indonesia-ICT-Indicators.com/asia. Indonesian ICT Indicators.-------. Diakses dari http://www.

walhi. Termasuk. energi yang terkait Pemanasan Global dan Perubahan Iklim.id/ CINTALINGKUNGANALAMSEJAHTERA Cumakita 18 May 24.or.id Energy_Troops 504 Dec 22. 2004 3. Pada awalnya milist ini dimanfaatkan untuk komunikasi berkaitan dengan peringatan Hari Bumi 2000.” Afiliasi: www.” Afiliasi: http://ypbb.420 pesan .381 pesan Ket.222 pesan greenmapper_jogja 233 Mar 6.panda. 2008 32 pesan “Ikatan Para Pecinta Lingkungan Alam dan Hidup Sejahtera” 183 May 17.or.org/ Pemilik: Michael Dharmawan (dodolipet) Mailing List ini diperuntukkan untuk pemberitaan dan diskusi kegiatan relawan YPBB (Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi). 2000 “Milis dari blog Aku Ingin Hijau” http://akuinginhijau.greenmap. 2002 2.id “Kami. Energi untuk hidup.terranet. sekumpulan orang berenergi yang perhatian untuk mendapat pencerahan dari segala sesuatu yang berhubungan dengan energi.Tambahan Yahoogroups akuinginhijau bumi-bandung Feb 9.992 pesan “Mailing list bagi para pemrakarsa diskusi/debat seputar advokasi lingkungan hidup.or. 2008 Mar 25.org/powerswitch “Komunitas peta hijau yogyakarta” Afiliasi: www. 2000 12.LAMPIRAN DATA MAILING LIST Member dan Keadaan Milis-milis bertema isu lingkungan hidup Per 17 Februari 2009 Nama Milis Jumlah Anggota 60 421 Didirikan sejak Jumlah Pesan 34 pesan 4.” (Milis internal organisasi WALHI) Afiliasi: www.

perkotaan. sharing pendapat.walhi.” “Group ini adalah forum tukar informasi mengenai lingkungan hidup.telapak.” Afiliasi: www.654 pesan sahabat-walhi 186 Jul 29.m-ruswandi. berbagi pengalaman dan informasi mengenai Pendidikan Lingkungan dan Lingkungan hidup di Sumatera Selatan.jakartagreenmonster.126 pesan langit_biru 52 Feb 11.blo gspot. istitutions and NGO that has and/or interested in EE programme to join the network. Komunitas relawan yang peduli pada kawasan pesisir utara Jakarta.LAMPIRAN DATA MAILING LIST jakartagreenmonster 392 Apr 3. 2006 2. Media ini diharapkan sebagai media yang mampu mewadahi kegiatan diskusi. pertanian. 1999 41. 2002 213 pesan lingkungan 2944 Apr 13.” Afiliasi: www. Milis ini adalah tempat berdiskusi segala masalah lingkungan. dll. 2005 1. We invite individual.com “Jaringan Pendidikan Lingkungan is an Indonesian NGO Network that work in Environmental Education (EE).com “Milis Lingkungan Indonesia .id jpl 482 Aug 22. 2006 1.” Pemilik: http://www.528 pesan plhsumsel 63 Mar 14. JPL was established in 27 November 1996.org “Milis ini adalah media informasi bagi publik yang mempunyai interest dengan lingkungan dan WALHI.781 pesan “Jakarta Green Monster adalah komunitas relawan. 1998 9.” Afiliasi: http://www.517 pesan .032 pesan sahabat-telapak 229 Nov 30. 2003 1.” “SAHABAT Telapak adalah individu-individu yang memiliki kepedulian terhadap perjuangan Telapak yang diwujudkan dengan aksi-aksi nyata. Khususnya Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) dan Suaka Margasatwa Pulau Rambut (SMPR).or. Individu-individu tersebut diharapkan bersepakat pada visi dan misi Telapak. pedesaan.” “Milis plhsumsel@yahoogroups ini merupakan media informasi dan komunikasi yang dikelola oleh Forum Komunikasi Pendidikan Lingkungan Hidup Sumatera Selatan.

690 pesan (terakhir : Mei tahun 2006) Googlegroups walhiclimate 62 - - greenlifestyle Forum hijau Komunitas lingkungan 825 15 5 - - “Milis ini adalah milis internal Wahana Lingkungan Hidup Indonesia berkaitan dengan segala macam isu.id “Di milis Berita Lingkungan Hidup Indonesia ini disajikan mengenai beritaberita lingkungan hidup dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya. dll.” Berafiliasi dengan blog http://greenlifestyle. Kegiatan Sahabat PILI terpusat di Kota Bogor dan sekitarnya.id/ “Sahabat Lingkungan merupakan sebuah organisasi berbasis kerelawanan yang bergerak dalam isu lingkungan.pili. 2000 9. perkembangan.or. Sumber berita berasal dari majalah. dan telah memiliki anggota terdaftar sebanyak ±300 orang yang tersebar di kota-kota seluruh Indonesia. jurnal.” shalinkers_jogja 78 Feb 24. 2006 783 pesan “Sahabat PILI adalah komunitas yang terdiri dari individu-individu dengan berbagai latar belakang dan mempunyai minat serta antusiasme untuk membantu upaya penyelamatan lingkungan di Indonesia.walhi. pendapat mengenai perubahan iklim. 2006 3. internet. diskusi. sharing dan kreatif kampanye" Afiliasi: www.or.701 pesan berita-lingkungan 973 Jan 19.” Afiliasi: http://www.I. "debat.or. Perubahan iklim adalah sinyal terakhir gagalnya model pembangunan global yang berlaku sekarang.id Milist internal Sahabat WALHI. koran.LAMPIRAN DATA MAILING LIST sahabat_pili 187 Mar 15. 2006 606 pesan Temukita 170 Dec 29.” Afiliasi: www.id Afiliasi: Yayasan Hijau - .or.walhi. milis lain. Sahabat-PILI berbasis volunteer (relawan) dari PILI (Pusat Informasi Lingkungan Indonesia) yang terbentuk awal tahun 2006. berdomisili di D. Yogyakarta.

dan fleksibilitas komunikasi yang ditawarkan Internet sebagai media baru dalam berkomunikasi pun tidak luput dimanfaatkan oleh elemen masyarakat sipil. Walau saat ini usulan proposal saya masih dalam tahap revisi namun saya ingin mengetahui apakah Mas bersedia menjadi salah satu informan dalam penelitian yang akan saya jalankan. Sebagai perkenalan. silakan tengok profil saya di http://www.php?#/profile. Kecepatan. Isi: perkenalan dan permohonan untuk menjadi informan.com Lampiran: Proposal Penelitian INTERNET DAN AKTIVIS LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah menawarkan beragam kemudahan proses komunikasi dan pengolahan informasi bagi bermacam elemen masyarakat.blogspot. Salam kenal Mas. masih belum banyak kajian yang menjelaskan bagaimana dinamika organisasi ataupun aktivis lingkungan 1 . Saat ini saya sedang mengerjakan tesis di S-2 Ilmu Komunikasi Fisipol UGM dan mengambil penelitian berjudul "Internet dan Aktivis Lingkungan Hidup di Indonesia".facebook.com/ Challida N.php?id=687127695&ref=profile atau blog sederhana saya di http://rani-langitbiru. Perkenalkan. Saya mengenal Mas dari keaktifan Mas di sejumlah milis lingkungan.com/home. Latar belakang dan rumusan masalah penelitian saya lampirkan agar Mas dapat melihat ruang ketertarikan saya. kemudahan. nama saya Challida N.LAMPIRAN E-mail dari peneliti Untuk Informan Template surat untuk informan. Meskipun demikian. Hikmarani. termasuk oleh para aktivis lingkungan. silakan panggil saya Rani.Hikmarani S-2 Ilmu Komunikasi Fisipol UGM Blok F no 12 Lanud Adi Sucipto Yogya 55281 0819 317 687 49 ranm_d@yahoo. Saya berharap dapat bekerjasama dengan Mas dan menggali lebih dalam bagaimana Mas memanfaatkan internet untuk menyebarkan informasi lingkungan.

aktivisme online yang terjadi tampaknya masih terbatas pada bentuk-bentuk tertentu (misalnya. Namun dari pengamatan pendahuluan terhadap sejumlah situs (website) dan mailing list lingkungan hidup Indonesia. penelitian ini akan mencari tahu bagaimana aktivis lingkungan hidup di Indonesia menggunakan Internet untuk menunjang aktivisme mereka. yang tampaknya belum cukup menyebar dan menyentuh masyarakat secara umum. sosialisasi. dan mobilisasi orang maupun informasi dalam berbagai aktivitas mereka. Hal ini terutama terkait dengan salah satu kemudahan yang ditawarkan Internet. menjadi penting untuk menggali bagaimana Internet dipergunakan untuk menunjang aktivisme mereka. pemanfaatan Internet ole h masyarakat sipil di Indonesia belum banyak dikaji dan dipahami. dalam lingkup permasalahan yang lebih luas. weblog. LATAR BELAKANG Penggunaan Internet di Indonesia dalam satu dasawarsa terakhir telah meluas dan mendalam. Dalam kasus gerakan lingkungan hidup. Penggunaan beragam fasilitas di Internet oleh para aktivis ataupun pekerja sosial adalah salah satu contoh penggunaan internet di ranah sosial (non-komersial). Meskipun begitu. Dan tidak sedikit dari mereka yang menjalankan programprogram kampanye lingkungan me lalui Internet. mailing-list. Secara umum. Salah satu kelompok masyarakat yang tak ketinggalan memanfaatkan berbagai keunggulan berkomunikasi melalui Internet adalah kelompok masyarakat sipil. Oleh karena itu. dan webpage untuk melakukan organisasi. menjadikannya salah satu alat komunikasi utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia. Para aktivis ini umumnya memanfaatkan beragam fasilitas seperti e-mail. penggunaan internet oleh LSM ataupun organisasi masyarakat sipil dinilai telah mampu mendukung dan mendorong kerja organisasi. Hal ini tentunya menjadi keresahan tersendiri bagi sejumlah aktivis serta pengurus organisasi-organisasi lingkungan hidup di Indonesia. Untuk kasus aktivis lingkungan di Indonesia. kajian empiris atas penggunaan Internet oleh aktivis dipandang penting dan perlu dilakukan sebagai batu pijakan untuk memahami bagaimana 2 . Tidak sedikit dari mereka yang masih mengujicobakan cara-cara terbaik untuk mengoptimalkan fasilitas Internet dalam upaya menyentuh dan melibatkan publik. Namun. Gambaran ideal penggunaan Internet untuk membangun masyarakat sipil dan memperkuat demokrasi barangkali terlalu jauh untuk dikait-kaitkan. Kondisi kontradiktif ini menjadi menarik untuk dikaji mengingat keberadaan dan penggunaan internet selama ini kerap dihubung-hubungkan dengan kesetaraan individu untuk terlibat secara aktif. pekerja dari organisasi maupun aktivis mandiri (non-afiliasi) sama-sama aktif bekerja mengkampanyekan beragam isu lingkungan hidup di Indonesia. Gagasan awal penelitian ini berangkat dari pengamatan sederhana peneliti atas berbagai aktivitas dunia maya yang dilancarkan oleh sejumlah aktivis lingkungan Indonesia. koordinasi.LAMPIRAN E-mail dari peneliti Untuk Informan hidup di Indonesia dalam mengoptimalkan potensi yang terkandung dalam Internet untuk mendukung aktivisme mereka. e-mail dan weblog) dan baru dilakukan oleh sejumlah tokoh-tokoh kunci saja. Keterbatasan pemanfaatan Internet oleh aktivis lingkungan dalam lingkup yang lebih luas juga dikaitkan dengan kesadaran lingkungan. Berangkat dari kegundahan teman-teman aktivis inilah peneliti menemukan celah permasalahan penelitian. yakni kecepatan dan kemudahan berkomunikasi.

Hasil penelitian ini secara keilmuan diharapkan menyumbang pengetahuan mengenai penggunaan media baru. oleh kelompok masyarakat tertentu di Indonesia. khususnya Internet. oleh organisasi non-profit atau non-pemerintah serta masyarakat sipil telah banyak dilakukan di sejumlah negara. Oleh karena itu. Penelitian mengenai penggunaan media baru. komunikasi. 3 . Dengan latar belakang seperti yang telah disebutkan maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimana aktivis lingkungan hidup memanfaatkan Internet untuk mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia?” TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan memahami bagaimana aktivis lingkungan hidup menggunakan Internet untuk mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia.LAMPIRAN E-mail dari peneliti Untuk Informan proses interaksi. Kajian ini secara pragmatis diharapkan mampu menjadi masukan bagi aktivis lingkungan pada khususnya dan gerakan lingkungan hidup di Indonesia pada umumnya RUMUSAN PERMASALAHAN Gambaran kondisi fenomena di atas menunjukkan arti penting penelitian dalam wilayah kajian ini. Kelangkaan bahan kajian juga tampak jelas untuk kasus penggunaan Internet oleh organisasi maupun aktivis yang bergerak dalam isu lingkungan. penelusuran akan difokuskan pada penggunaan Internet oleh aktivis lingkungan dalam mendukung aktivisme lingkungan (environmental activism) di Indonesia. Dalam penelitian eksploratoris ini. khususnya internet. serta aktivisme dalam masyarakat sipil dapat membantu mendorong tingkat partisipasi publik dalam kehidupan sosial politik secara lebih luas. Secara tegas dapat dikatakan bahwa penelitian mengenai penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup di Indonesia belum pernah dilakukan sebelumnya. sebagai sebuah kajian awal adalah penting untuk mengeksplorasi bagaimana aktivis lingkungan sebagai individu memanfaatkan internet sebagai media komunikasi baru. tetapi sangat sedikit yang membahas hal tersebut dalam konteks Indonesia.

ohoho. oke deh :D biasanya. atau mungkin ada panggilan lain yg lebih nyaman? Bang. Bang Ade menggunakan internet untuk apa aja? yang dulu sih untuk belajar buat website. dan kesibukan Mas saat ini? baru kemudian ngeblog. sejak Mei 2008 oke. sehari-hari. bagaimana.. email..13-16.. sebagai Kepala Departemen Kelembagaan dan Pengelolaan Sumberdaya dan juga sebagai Pengkampanye Isu Hutan.. agak telat OL nya...LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Ade Fadli : 3 April 2009. di tahun 2001 dan sejak 2003 baru pindah ke timpakul. saya ke kamar mandi bentar..bisa saya ganggu? maaf... sudah Bang terus Ade lagi. pukul 15. Bang Ade. kalau di kantor dengan LAN kantor. diskusi di milis dan juga untuk ngeblog. kadang sih cuma di HP kapan aja pake HSDPA atau di HP? 1 adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: .... hehe.he.hijaubiru.org dan memfokuskan dengan tulisan terkait lingkungan hidup saat ini saya diminta membantu Eksekutif Nasional WALHI. misalnya? apalah yang lebih nyaman. btw. via Yahoo Messenger :1 ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: Siang Mas Ade... sebentar ya Mas.. ini baru OL..gapapa Mas.. he. is it okay kalo aku panggil Mas. sekarang tambah untuk FB pake internet dengan akses LAN di kantor kah? atau ada akses lain? saat ini pake HSDPA personal. bisa tolong cerita sedikit tentang siapa. kumulai ya.39 WIB : online... biar ga kepotongpotong Halo Mas. :) karena kadang aneh. atau Mas Ade.

.. btw... ada info tentang koneksi internet yang bagus ? beberapa provider udah parah nih. ^_^ Bang Ade kenal internet sejak kapan? gimana tuh ceritanya? sejak tahun 97.. itu yang HSDPA biaya sendiri kah? yup rata-rata pengeluaran sebulan untuk HSDPA? saat ini 150ribu perbulan. atau kalo internet di kantor lagi down.aku sering denger sih. dan dengan internet. mungkin beda dengan Yogya yang udah banyak pilihan. itu akan lebih cepat dan banyak informasi yang didapat apalagi di masa 97 . media masih terlalu tertutup 2 .. warnet dengan kecepatan dial up.. ^_^ beberapa kota sulit akses lewat jaringan HSDPA.. .LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: komputer ranm_d: adefadli: adefadli: kalo tidak sedang di kantor. ya... saat baru ada satu penyedia (kantor pos). dan bahkan beberapa malah sangat terbatas. itu pas masih di kalimantan ya Mas? eh Bang :D yup karena ada kebutuhan informasi dan kebutuhan untuk memperdalam kebutuhannya datangnya dari mana? karena lagi iseng -iseng nyari informasi aja.-) yup.. sehari kirakira 12-18 jam menggunakan internet maaf. wahaha. tapi aku pribadi belum ada kebutuhan itu jadi ya belum cari tahu sekarang masih pake wifi kampus atau ya ke warnet padahal penelitiannya tentang internet ya...tapi internet as social media sih :P ga dari sudut teknologi the world will be flat...

coba-coba di blogdriver.hijaubiru Bang Ade ngeblog dimana? awalnya masih geocities. apalagi ketika bergaul dengan komputer. terus pindah ke blog.. etc) nama timpakul diambil juga karena ini nama menarik. lalu ke blogspot.memang ya. ada keinginan untuk lebih mengeksplorasi kalau secara sosial. untuk punya website. timpakul tuh nama hewan kan ya Bang? kayaknya kapan aku pernah baca di blog Bang ade 3 ranm_d: . blogs.com. ada kebutuhan untuk mengeksplorasi. dan karenanya juga bisa ketemu dengan orang lain di dunia maya. harus bisa belajar HTML dulu.com (dan selama proses ini. apa pendapat Abang tentang internet? memudahkan? menantang? menantang kali ya.com. baru tahun 2000 mulai komunikasi dengan yang di luar negeri waktu memutuskan bikin blog. ya teknologi yang ada telah semakin memudahkan. kalau dulu. yang mengirimkan info tentang timpakul.. ya. kalau sekarang tinggal klik tiga kali engga. mulailah diletakkan di blog sebelum pake timpakul. dan ketika ada internet. di luar negeri belum. ada beberapa gagasan dan pemikiran dan harus terdokumentasikan.5 jadi biar nggak hilang. apakah di tahun awal-awal kenal internet juga sudah dipake untuk kontak dengan orang lain? seseorang di luar daerah atau luar negeri mungkin? dengan di luar daerah ya.ie..waktu itu. di awal-awal. apakah juga udah mulai digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain? saat ini.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: iya. maksudku. apa niatannya waktu itu? awalnya iseng trus? dan juga karena media cetak belum tentu akan selalu mempublikasikan tulisan yang ada.. sedangkan saat itu cuma punya disk 3.

. Ada pengalaman menarik selama blogging atau ngelola timpakul? secara teknis: 3 kali di hack.. paling cuma mengangguk dan berkata ya. dulu kawan-kawan aktivis kaltim dikasih space oleh penyedia hosting dengan nama hijaubiru. sebelumnya hanya tahu tentang timpakul sebagai ungkapan bagi orang yang oportunis. ikan ini cukup tahan polutan dan menjadi indikator bagi sejarah intrusi air laut di wilayah sungai. sebagian besar yang berbahasa Indonesia. secara substansi: sering kali ketemu dengan orang baru dan saling berkenalan. yang lain menyebutnya gelodok... lalu yang penting yang mana. terus diminta saya kelola... begitu sih kebayangnya dan untuk isu lingkungan.. saya sering baca blog itu dan menggunakan tulisannya bagi berbagai kegiatan dengan yang lain" . lebih lama di darat ketimbang di air. juga ada media yang minta artikel untuk diturunkan dalam bentuk cetak dan satu trademark "tak penting.. terus disampaikannya. ada tantangan untuk membedah lebih dalam terkait dengan isu lingkungan. sebaliknya. timpakul.. itu penting dan lupa. pertimbangan Bang Ade apa saja kok akhirnya milih yang di hijaubiru? soal interface mungkin? atau ada alasan apa? karena kebablasan aja. masih pada sisi permukaannya. kemudian iseng nye wa domain dan hosting dengan nama hijaubiru. dan banyak orang samarinda ataupun banjar yang lebih mengenal timpakul. kebayang bahwa ia akan be rpikir. sebenarnya sampai sekarang juga masih pakai mirror di blogspot dan multiply dan dengan hosting sendiri. " sudah jadi hal yang diketahui blogger lain sebagai ungkapan dari timpakul. satu kali di suspend oleh provider.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 adefadli: yang menarik juga. tapi belum dengan domain. sewaktu pindah-pindah.. apalagi sebelum 2007 4 adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: . ^_^ yeah. dan juga isu lingkungan juga masih minor di kalangan blogger. akhirnya kompas menulis tentang timpakul... ikan. "ya. lebih bisa berkreasi. ada makna tertentu? atau emang itu catchy aja? tentang yang mana? tak penting? yup "tak penting" kalo yang baca ketemu kalimat tak penting..org dan keterusan. sehingga akan diingat. kalau ada kalimat penting.I realize that.. yup yup.

. itu nama aslinya kah? aku belum pernah ketemuan dengan dia. boleh tau siapa aja yang Bang Ade kenal? yang sering ya 2 orang itu. ini blog hapsoro-. he.. aktivisnya masih belum banyak.setelah melihat fenomena "kebangkitan" para aktivis lingkungan di internet sebagian besar blogger yang bicara lingkungan bukan aktivis juga kok.... paling jumadi.com aku sejauh ini dapet informasi dari google .. 5 adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: .com/2007/08/5 -bloglingkungan-yang-kerap-saya.. oke.bisa cerita siapa mas Jumadi? hapsoro. kalo mas Djuni aku sudah kontak dah wawancara...akan aku kejar.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: iya. kalau buat Bang Ade. btw tadi mas jumadi gimana Bang? gimana apanya nih..com.. ndobos. nama blognya apa ya. aliensangperempuan..he.http://zumux. hehe. aku sudah pernah ketemu sama page antubanyu.html murah dan luas dan juga ada kebebasan dalam mengungkapkan. yang pasti ng update..blogdrive. ntar aku coba liat dulu oke.....alamat blognya mungkin.... siapa lagi ya.ruangasadirumahkata.. tatap muka ataupun lewat media lain (iklan misalnya) ini yang ditulis antubanyu: http://antubanyu.. apa keunggulan menggunakan internet untuk berkomunikasi dibandingkan dengan lewat telepon.blogspot. ada juga koen setyawan.bener bgt..makanya aku ambil topik itu.. djuni.Telapak juga ada Bang Andreas Iswinarto ....atau dia aktivis dimana? hapsoro di Telapak. lupa deh..blogspot.com/ ohya.. tapi yang langsung terbaca punya blog dan "ketahuan" nama aslinya cuma sedikit oke.blogspot....tapi mas jumadi aku belum kenal..

terima kasih untuk sejauh ini. Bisa disambung nanti jam 5 atau besok-besok aja lagi? besok-besok aja ya. jam 5 mau ada rapat....aku ijin dulu. Oke Bang Ade...mo sholat. makasih juga 6 . Selamat bertugas! :) ok.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 1 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: maaf mas...

terutama radio interaktif. Bang? biayanya lebih murah dan jangkauannya lebih luas Bagaimana dengan pandangan bahwa untuk Indonesia..... udah ada yang nggarap sektor radio belum Bang? ada greenradio jakarta.. pukul 15.waktu aku wawancara Bang Ade bulan lalu. kali ini aku masih nyambung dikit tapi lebih banyak tentang penggunaan buat isu lingkungan Ini satu pertanyaan yang waktu terakhir belum kutangkap dengan jelas jawabannya.07 WIB : online. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: sore bang :) sore kita mulai aja ya? refresh dikit. Bang. kita udah ngobrol tentang penggunaan internet Bang Ade secara umum.bener.. Menurut Bang Ade. tatap muka langsung ataupun lewat media lain? ehm... internet menjadi efektif. untuk indonesia dan isu lingkungan. melalui i-radio dan radio biasa hm.. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah cara hidup atau cara kerja Bang Ade selama ini ? BangAde? 1 ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: .LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Ade Fadli : 7 Mei 2009... beberapa radio daerah juga ada chapter lingkungan ok. kampanye lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? untuk kampanye ke kelas menengah..43-18.. tapi tidak untuk ke kelas atas atau pun kelas bawah untuk kelas bawah cocoknya apa dong? padahal koran pun dianggap masih konsumsi masyarakat menengah? radio radio akan sangat cocok untuk kelas bawah. dan sebenarnya bisa dikombinasi antara internet dan radio.bener.. apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan lewat telepon.

. dan sejak 4 tahun lalu... karena menentukan kualitas koneksi internetnya berarti udah ga terpisahkan dong dengan internet? ya.. samarinda weih.. aku belajar formal ilmu kehutanan... saat ini sedang tesis untuk ilmu lingkungan.. aku lanjut lagi ya.. Bang.. saykoji kali ya. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah cara hidup atau cara kerja Bang Ade selama ini ? internet 20/7 :-) :)) kaya lagunya siapa ya. tentang politik konservasi S-2 di mana Bang? di unmul.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: yup oke. yup 2 . termasuk untuk rapat-rapat selama ini lancar? maksudku untuk rapat jadi pake teleconference gitu? ya tergantung lokasi berada. nggak harus ketemu. itu almamater Abang kan? yup kan dekat lhoh bukannya kalo di Eksekutif Nasional harus stay di Jakarta? yup udah mulai bikin tesis juga Bang? Tentang apa? politik konservasi di kaltim sip sip. yang online itu lho kebayang. saya kerja jarak jauh dengan kawan-kawan... Bang Ade latar belakang pendidikannya bukan IT kan? bukan.ya jauh ya..

next.. tapi juga masalah pendidikan dan teknologi informasi. juga tentang bagaimana aktivis bergerak di samarinda kemudian saya 'dipaksa' berkuliah di kehutanan. bisa dibilang cinta karena sering ketemu ya Bang :D apakah itu juga alasan kenapa memilih isu lingkungan sebagai topik blog? inilah yang menemukenali diri saya. pernah jadi notulis setiap pertemuan tentang SDA dan LH jadinya mendengar dan mendengar.. hehe. oke..panjang juga ya sejarahnya. untuk mendengar cerita wow.tapi... ketemu dengan kawankawan yang doyan ke hutan terus ya...kalo boleh tahu.. “berpisah” dari internet? internet sebagai alat bantu komunikasi... Bang Ade sudah menikah? udah kok jd nanya nikah ga.. istilahnya jembatan mencapai tujuan..maaf kalo agak sedikit mengulang.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: maaf. :) 3 adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: . Bisa ceritakan “sejarah” atau alasan sehingga Bang Ade dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? rumah saya sering kebanjiran..sip lah.. internet menjadi penting untuk menurunkan biaya komunikasi dan keterjangkauan target komunikasi ooke.. Apa makna atau arti penting internet untuk anda? Secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga. dan di daerah banjir. hutan dan situasi lingkungan di daerah. 'dongeng' harian adalah cerita tentang bagaimana sungai... sesekali pertemuan di kampung.istri pernah keberatan ga dengan lengketnya Bang Ade ma gadget? :D itu yang didiskusikan di awal maksudnya? apa ya Bang? kok aku cari ga ada.. maksudnya itu yang didiskusikan di awal sebelum menikah :-) oh iya ya.. dan akhirnya berada dalam isu lingkungan hidup sebenarnya nggak cuma masalah lingkungan hidup.

. :-) :) Menurut Bang Ade. terlalu nggak nyaman untuk berpikir-. jadi nggak nentu. karena media diskusi. karena media belajarnya berkurang isu blog merupakan pemikiran yang ada di kepala. itulah yang dituangkan. selama di jakarta semakin nggak produktif. tantangan mengelolanya sih kalo koneksi internetan nggak ada ataupun kalau hosting nya bermasalah selebihnya sih. dan telah ada bagaimana mengelola alam secara seimbang seiring dengan masuknya teknologi dan sistem ekonomi dunia saat ini. karena setiap pagi harus dimulai dengan membuat otak bekerja selama 5 menit. YA. menikmati banjir.harus posting tiap hari atau apa gitu? atau lebih fleksibel aja? sebelum ke jakarta. apa tantangan yang dihadapi selama ini? ya.. tapi juga pasti akan dikaitkan dengan yang ada di sekitar lebih mudah mencerna yang ada di sekitar deh kayaknya.udara jakarta...... sudah di jakarta. dan juga lainnya tentang pendidikan dan IT. hanya dari website ke website.. budaya lokal harus bertarung dan cenderung dikalahkan oleh pelayan publik ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: 4 .. ditargetkan satu tulisan setiap pagi.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: Dalam mengelola timpakul.. ada target atau rencana pribadi gitu ga sih Bang. gagasan semakin sedikit.. dan juga menjadi semakin sedikit melihat dan berbincang tentang sesuatu.. apa masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? dalam kultur tradisional komunitas di Indonesia. :-D hehe :D berarti selama ini ide posting memang lebih banyak dari perenungan ya Bang? kan ada tuh yang ide posting justru keluar setelah blog-walking ada yang blog walking ... belajar menjadi sedikit. walau menjadi minor maksudnya kalo di jakarta jadi ga produktif tuh apa Bang? ya. makanya bakal balik lagi ke s amarinda. masalah waktu aja. karena masalah lingkungan yang paling sering. melihat.

yang akhirnya tahun 65-67 mulai mengobral kekayaan alamnya.jadi ya emang tanggung jawab banyak pihak ya. karena dia alumni waktu itu ngajar teknologi komunikasi dan fotografi cocok ma hobinya skrg :)) hmm.... bukanlah semata pengantar tidur.. budaya dongeng. ya. andai saja ada yang mendengar dan mewujudkan mimpi mereka...ya... dan bukan menjadi manusia yang hidup di indonesia.. namun berisikan bagaimana sejarah keseimbangan alam tapi saat ini sudah ilang.. btw.. :-) dan celoteh seperti itu. akan ditemui di banyak kampung di negeri ini. pendidikan menjadi kunci jawabannya gaya hidup akan terbentuk oleh informasi dan pengetahuan yang diterima yup. Tapi ketika bertarung dengan sistem ekonomi global. dari tahun 53.. menganalisis foto seksi dulu pernah diajar satu semester tapi dianya ga pernah dateng 5 ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: . kalo di Indonesia. jenis bahan. Roy Sukro juga ngajar disana ya? ga dulu pernah dosen luar biasa. sistem pendidikan di Indonesia diarahkan menjadi penghasil robot intelektual.. Pemerintah sudah diintervensi kepentingan asing. akhirnya harus tersingkir dan meng hilang budaya hanya tinggal sebagai etalase budaya.padahal ga sedikit kan masyarakat yg sudah (sok) berpikir dan hidup dengan gaya modern? Atau terputus dengan pemahaman budaya yang pro alam. dan tata letak bangunan. secara budaya memiliki cara dan model penempatan bangunan. yang sangat melihat keseimbangan alam yup Demikian juga komunitas budaya lainnya. dan secara perlahan. tanggung jawab PEMERINTAH bukan tanggung jawab banyak orang.. sekitar lima tahun.. Pe raturan perundang-undangan yang dibuat sudah sangat jauh dari konstitusi dan cita-cita pendiri negeri hm...LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 adefadli: Jawa misalnya... tanpa pernah dilihat lagi filosofi budaya itu sendiri trus gimana.

aku pernah ikut seminarnya sekali itu juga jadi penyemangat untuk terus ngeblog sebenarnya udah ada draft bukunya yang jadi kumpulan artikel saya dan istri saya wah. ga juga Bang.... :) oke. kan sama-sama buku.... kumpulan tulisan kami belum pas juga untuk jadi buku .. trus dan informasi dari mana yang ditangkap sebagai sebuah kebenaran dalam pikiran kita 6 ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: .LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: adefadli: adefadli: jadi aku ngulang kuliah itu begitu dosennya ganti kan dosen biasa di luar....adefadli. bikin buku.penerbit sebenernya selalu mencari naskah bagus tergantung penerbitnya juga sih. Dijawab dengan gayanya yang gitu deh. kalo Pak Onno punya 2 Miliar akan buat apa. karena banyak pengetahuan yang belum tertuliskan... yup... kenapa buku? kata beliau... supaya kemudian mereka tertarik untuk terus mengembangkan pengetahuan. he. :-) saya pernah ketemu dengan Pak Onno W Purbo.. Bang Ade menangkap itu juga ga? ini pemikiran dari para pembawa pesan lingkungan Indonesia juga ada prinsip Atur Diri Sendiri dan kemudian juga sekarang ada prinsip Atur dan Awasi itu tergantung darimana belajarnya.. sangat individualoriented.lanjut ya Bang. jadi tetap dalam bentuk e-book aja kali..he..trus? tp belum ada yang mau nyetak kali ya..he.. liat aja di: http://alien.masalah royalti dll ya.org/ ada file pdfnya.. saya tanya. dan perlu di sebarluaskan melalui media tertulis.hijaubiru.... he. misalnya lebih ngelihat bahwa penting memulai dari diri sendiri. dan nanya..... ya ada gaya kebarat-baratan dalam melihat masalah lingkungan saat ini. adekku kebetulan jadi proofreader di penerbit Bentang cuma kadang lebih ribet pas ngurusnya....

he. Camat....... hehe..... kalo juga baca pemikiranpemikiran lain tentang Green (semisal greenleft) itu bisa jadi yang kedua.tergantung kenyamanan orang juga. Gubernur. Aku berharapnya ya karena memang lagi fasenya aja. karena memang informasi yang lifestyle jauh lebih banyak dan lebih bisa diterima langsung. Indonesia bukan negara kecil. biar mikir. tidak lagi bisa cuma bilang harus dari diri sendiri. Lurah. bener ga kalo aku membaca bahwa banyaknya orang yang peduli lingkungan krn tahu lewat internet kemudian jadi lebih condong ke pandangan pertama? ya karena taunya juga dari informasi-informasi di luar negeri lebih ke life style kalo cuma baca yang positivis bisa begitu.... jadi bisa jadi yang baca juga cape mikir. sangat sedikit dan ngajak mikir bersama. seperti negara Eropa ataupun AS yang punya kewenangan kuat di setiap distriknya Pemerintahan yang masih semi-sentralistik.. dengan . he. mantap bangets pemikiran begini biasanya akan selalu berbenturan. untuk level tertentu. pasti akan mikir deh.. yang baca nggak mikir.. :)) ya sih ya..gitu ya ternyata. antara yang bilang. kalo baca timpakul kadang suka gemes. lakuin sendiri dulu deh.. bisa berbicara memulai dari diri sendiri.he. makanya blog saya cenderung meletakkan benturan dulu... mengubah dari diri sendiri penting tapi upaya kolektif juga penting kan karena masalah lingkungan tuh kompleks dan sudah sangat besar sekarang yup. ayo bersatu untuk melawan pengrusakan lingkungan.......kan selama ini aku agak kesel juga kalo ngelihat orang-orang yang merasa "cukup" dengan apa yang mereka lihat sebagai "usaha pribadi" cukup dengan mengubah gaya hidup padahal kan ga cukup. ataupun pejabat politik lainnya).. 7 adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: . baru sampai ke mulai dari diri sendiri.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 adefadli: ketika melihat masalah di Indonesia.sip.... he.... Wah.uraian Bang Ade barusan cocok bgt untuk menjawab "argumen" beberapa orang ya.. Baru mungkin beberapa tahun lagi tergrak untuk bergerak bersama ketika ada benturan. terutama kepada pimpinan wilayah (Walikota. emang.... sampai beberapa saat. menjadikan proses pengrusakan lingkungan di Indonesia itu dipimpin. kalo yang gerakan.... Kades.. masa yang nulis aja yang mikir.

IT masa depan juga akan membantu mengatasi beberapa persoalan lingkungan. :) Menurut Bang Ade. ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: 8 .. terkait bahan pembuat laptop dan jaringan internet. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? dalam gerakan luas dan global... hingga didapatkan sebuah perlindungan bagi korporasi. karena bicara tentang dinamika alam kenapa? yang akan terus bergerak dan berubah hingga menemukan bentuknya. tapi harusnya hijau itu bukan trend.baca cuma pengen dapet sesuatu secara gratis :) sekarang juga memang lagi nggak cukup waktu dan nggak cukup belajar untuk bisa menuliskan tulisan yang lengkap. semisal kertas.. karena sistem ekonomi globalnya masih berbicara tentang pola konsumsi.males amat sih. tapi setidaknya akan mereduksi jauh lebih besar permasalahan lingkungan dibandingkan bila tidak ada internet exactly Bagaimana pendapat Bang Ade bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? kawan-kawan lingkar hijau bandung menyebutnya greenfashion. yang memuat tulisan yang lebih panjang... tapi selalu diusahakan....tinggal bbrp pertanyaan lagi nih ok beberapa itu pasti lebih dari satu.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: "Yeh. saat ini isu hijau hanya sebuah "permen" yang dibagikan. oke deh karena dulu wordpress belum ada tag. jadi sampai sekarang juga nggak pake tag.. kalo ada dari dulu.nulis kok cuma segini" (dlm hal ukuran... saya menyebutnya conserfashion menjadi trend iya. kenapa kemudian lingkungan hidup itu menjadi penting. agar kemudian setiap orang akan bilang bahwa telah peduli lingkungan.. sebenarnya bisa mulai diklasifikasikan dan menjadi urutan tulisan isu tertentu. walau juga akan ada masalah lain... internet menjadi media yang sangat dimanfaatkan dan bermanfat bagi aktivisme lingkungan.. yupp. tidak menjadi pemikiran utama. dan ada kategori urai..... oke Bang.. kedalaman bahasan) tapi kemudian aku sadar juga.

sedikit putus asa. memang ada hambatan sosial ketika menerapkan di offline apa yang jadi di online... yup.... gimana dengan pandangan dan sikap sejumlah orang yang melihat kehidupan online dan offline itu "terpisah"? (Misalnya.. nggak harus sedih juga... detik ini.. saya belum tahu kalo di travian.. :) ahaha. dalam sebuah game: secondlife bisa jadi menggunakan kepribadian yang beda. untuk pemenuhan hidup bagi sebagian kecil kelompok di dunia ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: hhh..menyedihkan... dan ketika berinteraksi di erepublik. ribet punya banyak jatidiri :D ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: 9 ...cuma mo nanya aja persepsi Bang Ade.... ini harus jadi penyemangat....he. kayak iklan aja nih.. smangat.... ^_^V buatku pribadi.. walau terkadang belum terhubungkan.aku sendiri juga tipe yang "lurus". berarti kekalahan akan tercapai dengan cepat.... mungkin itu ya pentingnya networking :) ya.. kalo semakin banyak "pejuang" yang putus asa. :) Ohya. sedang banyak manusia yang sedang bergerak untuk hal yang sama... ada pilihan jalan lain. kecenderungan karakternya sama-sama aja tuh.stay in touch with the issue itu satu hal yang at least bisa kulakuin sip.. supaya tetap semangat dan yakin bahwa tidak sedang melakukan sesuatu sendiri.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 distribusi dan produksi.....trus jadi agak "males".... he. gitu ya? Tapi ada masa aku ngerasa sangat marah dan kesal...... orang yang gembargembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) berapa banyak orang yang punya kepribadian ganda? mungkin itulah yang terpisah.. :) iya. (hmm.....) oke... dan tergantung keyakinan bahwa cita-cita perjuangan akan tercapai.....trus jadi bete. belum serius ikutan sih...com juga..keyakinan itu yang harus terus dibangun ya Bang...... tapi lebih banyak yang sebenarnya sama saja.

petisi online ya. voting dalam petisi online.... satwa. baru m-banking oke. internet bisa untuk donasi.detikinet. donasi.. komunitas volunteer iya.. gabung dalam komunitas volunteer via internet/milis) Bang? oke? maaf.. dll... :)) so. belum e -banking.pertanyaanku yang terakhir? btw udah wawancara pangeran charles: http://www. ada yang miss? ga. tergantung yang ngelewati jembatannya. donasi lewat e-banking. Ujung jembatannya bisa jadi radio komunitas. koran komunitas atau lainnya. Kalau Bang Ade memiliki waktu dan kesempatan lebih.com/read/2009/05/06/114646/1127082/455/selamatkanhutan-pangeran-charles-andalkan-myspace milis iya.... apa Abang juga memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? (Misalnya..sip Menurut Abang... kalau sudah ada teknologi yang lebih murah.iya banget..last one.. berlangganan milis bertema lingkungan. apa yang paling ingin dikembangkan dari blog timpakul? dulu berkeinginan semodel beritahabitat. bisa untuk aliran informasi internet bisa menjadikan banyak orang memantau perkembangan hutan. ada orang per orang yang menulis / nge-blog tentang lingkungan dan ada di satu halaman.net tapi udah ada yang ngembangin.. dari pada nyari-nyari kemana-mana.LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: Selain memiliki sebuah blog dengan isu utama lingkungan.. koneksinya putus nyambung kayak lagu. oke. hmm.oke. dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk menyebarkan informasi/ menyelamatkan lingkungan? dengan cara apa lagi ya? karena dia jembatan.. laut... tapi setidaknya google earth sudah membantu untuk memperlihatkan peta kondisi ekosistem dunia hmm. sekarang lagi ingin ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: adefadli: 10 .

..org/wp -content/uploads/2009/04/liaf-buku06_09.pdf ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: oh oke sip. kayaknya beneran harus wawancara pangeran charles tuh..LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 seperti blog-indonesia.udah kusimpen. semoga sukses dan tetap semangat 11 ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: adefadli: ranm_d: ranm_d: ranm_d: adefadli: adefadli: adefadli: ..... politikana. oke Bang..com/timpakul/docs/pertautanruanghidup ini link pdfnya: http://alien. biar lengkap respondennya: http://news.com .com) wah sip sip.com yang khusus isu lingkungan hidup... tapi belum ketemu program yang ringan dan pantas adefadli: sekarang lagi ngumpulin link lingkungan pake delicious dan ngomporin kolom berita online punya tag lingkungan hidup (kompasiana. di blog bang ade dan istri yang tadi link-nya dikasi ke aku. makasih juga..punya sekolah alam tapi full koneksi internet kalo kata pak Onno sih bisa bgt :D btw..hijaubiru.com/s/afp/20090505/en_afp/usbritainenvironmentclimateroy alsinternet wahahaha :)) gimana caranya yaks? :P yah.yahoo. nggak ada alamat email atau ym nya prince's sih.dan sepertinya pertanyaan saya sudah semua.. kok aku ga bisa nemu ya e-book nya? Bang? ada di page: http://alien.udah maghrib nih.. hm..hijaubiru. iya ya.html dia langsung tampil dalam flash: http://issuu. kalo di "offline"? kalo mimpi ke depan sih..org/pertautan-ruang-hidup.lagian kayaknya tenggatku ga kekejar kalo harus nunggu pak-nya satu itu :P btw.. pengen punya tempat belajar free untuk belajar dari alam dengan ada akses internet yang juga free. dengan komputer yang jaman batu....adefadli.. makasih sekali untuk obrolan yang hangat dan menyemangati :) ok..aku juga ada impian kayak gitu.adefadli..

) 12 .LAMPIRAN INFORMAN 1 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: siap!! :) salam untuk mbak Alien .

)) ah kamu :P 1 biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: . lagi ngerjain tesis di UGM.fisipol mely HI ya? eh kok tau? fisipol ugm yak kan ada di FB..15-18. sibuk FB .LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Armely Meiviana : 7 Mei 2009. Aku tertarik dengan topik ini karena juga punya concern di lingkungan. pukul 16.kita mulai aja atau mau kenalan dulu? hehehe terserah aja well.. aku Rani. hehehe. via Yahoo Messenger :1 ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: Hi Mely :) yellow dah senggang nih? sedikit lebih senggang tapi udah gak mumet lagi :-) ehehe oke..... tapi lagi off karena ribet tesis. groups yang km join hihihiii. Sempet volunteer di Sahabat Lingkungan Walhi Jogja. ya gak beda ma orang-orang... sebelomnya s1 ny apa? comms jg? ilmu komunikasi juga iya..00 WIB : online..aktivitas kamu sekarang apa aja.gw aja sampe lupa :-) cerita dong..

.kami juga ga berencana tinggal lama-lama banget Eh Mel.Indo buat orang asing.. karena ngajarin mulai dari " Bapak-tadi-berangkat-jam-berapa?" :D Mely sendiri freelance di bidang apa? Aku ada rencana mau ke jakarta setelah nikah.iya. freelance bidang apa? awalnya sih di urusan komunikasi 2 . guru kursus B. yah bertahap lah.ya kerja kalau yang gak menghasilkan...Ing... kerja kah? atau sibuk apa gitu? kalau kesibukan yang memberikan penghasilan....pengen cari kerjaan di jogja gak betah tinggal di jkt :-) iya :( aku juga males tapi kasian cowokku.katanya hobi :-) eh gue sambil ngapa-ngapain ya oke.....aku juga kok... hehehe. tapi kebetulan aku dah yang kelas tinggi. guru B. kerja dimana Mel? gue freelancer di bidang apa? rani sebelomnya pernah kerja juga? ato sekarang kuliah sambil kerja? pernah macem-macem waktu kuliah.. wah kalo gue kok kebalik. jadi mereka dah mulai diajak diskusi kalo di kelas bawah aku ga sabar banget.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: maksudku. terakhir jadi asisten dosen di almamater. tapi lagi off wah seru tuhh apanya? :) kerjaannya ngajarin bule bhs indo :-) hehe... pengen kerja tapi ga pengen yang tetap juga.

terus.. awalnya gimana.multitalented :D aku pengen cari sambilan yang bisa dari rumah. lo mau gue bisa :D hehe..kumulai aja ya. web....kapan-kapan lagi ya? atau aku kirim aja file daftar pertanyaannya aja gimana? eh sori 3 . jadi males keluar rumah males kena macet oke.LMGB... lewat internet aja. yang ngelola cuma kalian berdua? yang full time emang cuma kita berdua tapi ya? Mel..untuk urusan tulis menulis oh gitu..trus gimana sorry eh sorry waktu itu si marc tanya-tanya tentang milis yang ngebahas tips -tips lingkungan di indonesia setahu s aya yang ikut banyak milis. blog.sesi "serius"nya ceritain dong tentang GL alias green lifestyle.... kamu bikin aja marc eh lalu akhirnya kita ended up inisiasi milis seperti itu jadi awalnya milis? bukan blog? itu lanjutannya.gak ada saya bilang.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: tapi lama-lama bisa apa aja..aku harus pulang.. fb. kayak penerjemah atau editor naskah ga suka banget ma jalanan jakarta huahaha....siapa aja yang terlibat? kenal Marc dimana? waktu kerja di WWF dia suka trima orderan dari WWF. dll trus.iya samaa sekarang sejak jadi freelancer.

bentar gak lewat imel aja? kucoba dulu sudah? bisa dibuka ga filenya? yepp oke. ntar kalo masih ada pertanyaan lanjutan kita chatting lagi deh ya :) aku pamit ya Mel :) ok ok nice to chat with you sori yakk gapapa..LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 1 biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: barusan ada telpon..tolong diisi aja dulu dan dikirim ke aku kalo udah....tentang kerjaan iya mending gitu aja aku kirim lewat YM aja ya.yah.. same here 4 .

.dia bilang kalau dia backgroundnya ilmu komputer gitu. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: Hi Mel :) holaaa gimana thesisnya? :-) on the run nih :P mulai analisis data. Dia bilang di Indonesia sejak lima tahun lalu... btw..konsultan yang biasa dipakai WWF untuk bikin web content adalah Marc cuma biar aku tahu setting sih jadi pas project saya harus bikin halaman website.dan ternyata konsultannya dia ah ya. trus gimana kalian bisa kenalan..40 WIB : online. boleh tanya sedikit ga.11-16. wah kalau latar belakang dia..karena waktu saya di WWF..paling ga yg setau kamu kalau kami berdua bisa kenal. belum pernah kualitatif gini soalnya :D menantang hehe wah asik dong seruuuu. gitu deh..kudu nanya ma dia :) secara gue juga gak inget yah...LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Armely Meiviana : 31 Mei 2009. Boleh tau ga latar belakang dia? Maksudku kok dia bisa nyampe "nyangkut" di Indonesia.. agak repot juga...... pukul 14. background dia bukan komputer tapi ada kaitannya ma biologi gitu deh 1 biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: .. agak out of context sih boleeeh aku kan dah jadi ngobrol ma Marc juga.

tapi juga agak imajinatif huehehe :D mungkin ada pertanyaan-pertanyaan yang gak terjawab dari informasiinformasi yang didapat ya atau informasi-informasi yang ada malah menimbulkan pertanyaanpertanyaan baru haha.... fokusmu sampai segini aja dulu".kalo ambisi pribadi sih.. yah setidaknya kalo artis-artis yang kawin ma bule mah :D yah. agak-agak nosy..ya gitu deh.ya gini deh.org udah kubuka kemarin .ya mungkin aja dijalankan terus.. ouww hehe. btw.kepepetnya informasi dari dia buat ndukung info darimu aja. 2 ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: . kalau batasanku aktivis lingkungan Indonesia..pada satu titik harus bisa bilang "berhenti.kerjaan menganalisis kalau dipikir agak-agak kayak detektif. kecuali dia khususin kerjaannya buat isu lingkungan di indonesia.kliennya gak cuma dr indonesia coba kamu buka webnya dia www.. tapi peneliti harus bikin batasan.gak otomatis jadi WNI kan? kayaknya ga deh Mel. dia kliennya ga cuma dari Indonesia aja kan? maksudnya...... cuma pengen mastiin aja..LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: lha terus.. iya. mau tanya dia tengsin. kalau kawin sama orang Indonesia. anaknya mungkin.padahal kan ga mungkin ngejar info terus.kalau gak salah dia kerja magang gituh tau ga dia WNI ga? soalnya waktu kemarin mulai baca-baca data gitu aku malah kaget sendiri. takut dia tersinggung atau malah aku malu sendiri :p kurang teliti nyeleksi informan :D dia belom WNI.. berarti dia memang kerja di Indonesia gitu? apa gimana? dia emang udah 5 tahun kerja di Indonesia waktu dia awalnya ke Jakarta. terkait suatu penelitian tertulis. yah setidaknya. karena masih suka harus perpanjang visa eh tapi kalau di Indonesia... tapi kalo dianya ga deh. the venture for knowledge IS suppose to be endingless.. bisa jadi dia ga termasuk..dunais.. gapapa. mungkin aku bisa mempertimbangkan posisi dia..

... update web GL nah isinya kan cuma: tips. every weekend.ya tinggal upload sendiri hehe. masing-masing aja.silakan kalau mau lanjut sama aktivitasmu. tapi setelah itu kita spontan aja cari-cari sendiri soalnya kan udah mulai rame.tapi kita udah tahu materi seperti apa yang bisa untuk web GL nanti kan kalau mau ditambahin sama yang laen. untuk blog dan milis GL.tapi belum ampe merhatiin gitu kita biasanya bagi tugas seminggu 1 x.ya silakan aja sendiri-sendiri gitu? atau dikumpulin di salah satu. :) biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: 3 . film & ilustrasi artikel sejauh ini masih ambil dari web-web berita yang dari milis cuma yang ada di bagian tips yah gimana yahh intinya sih kalau mau upload.. baru dia upload? udah pernah ke webnya GL? udah. Thanks ya dah mau kugangguin no problem klo ada yg perlu diklarifikasi lagi. apa di web udah di-upload atau belom kalau belom.....LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: yoih..tinggal liat aja........ ada beberapa yang masih ngganjel. apa yang biasanya dijadikan pertimbangan saat memilih topik? awalnya ada.dah pada saling mengerti nih yee.lha kalau mau ada yg upload..topik macem-macem bisa datang dari para anggota oh gitu.muntahin aja :-) :)) oke.....jadi inget..ya dah.. adakah semacam “rapat redaksi” untuk menentukan topik-topik yang akan dibahas dalam seminggu/sebulan ke depan? Bila ada. ceritakan kebiasaan “rapat” atau musyawarah yang biasa dilakukan? Misalnya.... artikel. hhehehe..sila :-) ada sih.. gapapa ya. agenda...ngerti kok kitahh :-) hehe.

energinya butuh banyak banget... semua punya blog.. yang ngelola milis "lingkungan" kamu dan Marc (kalo jadi) bang Ade Fadli.. pendanaan. belum aku ulik satu-satu.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: oke. juga pendanaan? publikasi.... belum ampe segitunya. yaya. eh kalau boleh tauk.. masih SMA timpakul bukannya punya mas djuni ya? Michael. bagaimana manajemen di dalam GL? Misalnya terkait dengan koordinasi internal. banyak bgt.. kirain weekender tuh nama jabatan :D bego banget atau kamu belom mampir ke blog nya GL? disitu kan ada box khusus 'artikel GL' udah kok :) tapi baru lihat-lihat..narasumbernya dari mana aja? ada mas Djuni Pristyanto.utk weekender kita dah bikin daftar topik selama beberapa bulan ke depan + daftar calon penulis + deadline oke.member as a consequence of researching... yang punya akuinginhijau.. huah. ngelo la milis atau cause.weekender-nya Jakarta Post...org 4 biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: . mm. hehehe.... publikasi..hanya dilakukan saat-saat dibutuhkan misalnya mau ada acara kunjungan.. :P owalah....ketahuan telisiknya msh kurang :D ya nih. makanya batasanku aktivis as individual. ternyata bukan ya? :-) hehe. bukan blog atau websites yg mereka kelola..tauk.. ajakan buka stand/bikin acara... padahal aku punya sekitar 8 informan.mungkin yang selanjutnya agak mirip. dll weekender tuh apa? majalah bulanannya GL Jakpost btw saya pikir tadinya kamu member GL. di walhi dan yang punya blog Timpakul Melinda.. dari honor dari weekender + hasil penjualan + 15% dari keuntungan para penitip barang dagangannya di stand GL koordinasi internal.... yang punya Go Green Indonesia.

peneliti) dari situs -situs berita terpercaya 5 ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ..aku lanjut ya..... iya. yang punya akuinginhijau.timpakul tuh bang ade sama baru kemarin mulai wawancara sama Marwan Azis.tentu pernah kan search berita atau artikel.bang Ade Fadli. situs di internet.. dari Greenpressnetwork oh itu punya nya anak Walhi yak eh.. eh.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: bukan. atau kamu mo tanya lagi soal narsumku? kalau dari gue udah kok oke....aku ingin hijau & greenpressnetwork bagus tuh yup.. masih SMA Michael.tapi buat kamu sendiri (terlepas dari yang kamu tulis khusus bwt GL).... saat membaca dan memilih informasi dari sumber lain. kamu pnya pertimbangan tertentu ga. oke. nah.. misalnya. dari Greenpressnetwork nyampe ga? sampe oh iya. yang punya Go Green Indonesia.org sama baru kemarin mulai wawancara sama Marwan Azis. Melinda. bagaimana kamu bisa yakin informasi itu benar dan dapat dipercaya? Apakah kamu juga “menguji” dulu tips-tips/ info yang kamu berikan? tips -tips yang ada di web GL bukan hasil browsing di internet tapi hasil diskusi para anggota milis atau hasil implementasi dari anggota mm... eh 4 lagi sapah? gue cuma terima mesejnya sampe ade fadli he? ntar. untuk menilai suatu artikel atau berita tuh "baik" atau "benar"? oh klo artikel lain lagi di web GL artikelnya msh copas (copy & paste-red. brarti tujuh ding.

dari sisi bahasa dan isi ya...... bukan fakta-fakta "ilmiah".. temen-temen main s aya hampir semuanya bukan orang lingkungan (dulu waktu abis lulus) mereka itu merasa bahwa apa yang dibahas s ama LSM-LSM itu susah.... 6 biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ..berita yang ditampilkan adalah hal-hal yang sebisa mungkin positif bukan hal-hal yang isinya mengkritisi pem erintah karena tujuannya supaya bisa memotivasi dan menginspirasi para pembaca untuk berbuat hal positif... gak tauk harus ngapain jadi emang milis ini targetnya untuk mengajak orang-orang untuk lebih peduli dan untuk mendorong orang supaya berinisiatif bikin perubahan bahkan kami menekankan bahwa bahasa yang digunakan di milis harus bahasa yang sederhana....tapi lebih ke hal-hal yang.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: selain itu..kenapa tuh ambil posisi gitu? karena milis ini tujuannya bukan untuk marah-marahin pemerintah atau ngebahas tentang kebijakan-kebijakan pemerintah. jadi artikel yang lebih ke "aksi" ya...seperti yang udah disebut di atas saya dulu kan di LSM ya saya dulu ikut berbagai milis lingkungan tapi saya seringkali capek bacanya hmm..... karena akhirnya isinya kebanyakan cuma marah-marahin pemerintah atau LSM lainnya itu satu ya kedua.atau hal-hal yang bisa bikin orang marah deh pas bacanya :-) hehe.tapi ya itu. sementara ada banyak profesional yang peduli dengan isu lingkungan misalnya. dari diri sendiri walau ada juga sih artikel yang isinya misalnya. oh ada juga tapi intinya.bukan berita-berita negatif..berapa % terumbu karang di Indonesia rusak oke..gak boleh pakek istilah yang rumit-rumit yup....

.targetting alternative audince eh.. Apakah anda sudah cukup puas dengan apa yang anda dapatkan dari internet/ sudahkah cukup apa yang disediakan internet utk mendukung kebutuhan serta aktivitas anda? Terutama terkait dengan aktivitas utk lingkungan.peneliti) sebagai narasumber ya? kan mereka milisnya luar biasa tuh anggotanya curious aja sih ya itu tadi.. mengemasnya secara "imliah"..... ya. karena merasa gak tauk apa-apa...........jadi lebih ke aktivis as active media user...gimana cara untuk nularin semangat itu. GL bisa dbilang melakukan segmentasi audience..kenapa gak masukin b2w (Bike 2 Work-red.....pertanyaan bagus tuh setidaknya untuk diri gue ndiri . :D hmmm.. kalo yang sudah lembaga kan dah cukup jelas.tapi merasa menerima banyak informasi yang bermanfaat dari milis katanyaaaa. napa? jd pengen nanya.i see ya.menarik.... ouwww.dll.. dan tentu saja. eh mba.ada orang-orang yang kayaknya susah banget untuk gak pake istilah-istilah yang gak umum :-) itu aja.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: tapi tetep aja sih...:-) ya...padahal kan (basically) ga ada yg mbayarin.saya masih sering denger bahwa banyak yang gak berani untuk posting di milis hm.. .ingin belajar juga... 7 ...oot nh kalayu di dunia media.)) aku lanjut lagi ya.sangat bisa mengerti. lebih ke batasan teoritis aja sih ouww i see aku pribadi sih pengen taunya apa sih yang memotivasi aktivitas aktivis....takut dibilang bodoh.targetku individual.

... televisi. up to some time i have to said to my self to stop buying books.gimana tuh misalnya? kayak info tentang climate change waduuuhhh.. buku)? jarang..nyaris gak sempat untuk baca koran... apa kamu masih meluangkan waktu/ sempat mengkonsumsi media konvensional/ media massa (koran..terus nemu buku lain lagi :-) hehe.kok masih baca koran.... radio...cuma pas lagi gak ada kerjaan jadi banyak banget tuh buku yang dibaca tapi gak selesai. apalagi waktu dulu kerjaannya itu sampe -sampe saya merasa kehilangan waktu untuk baca buku yang gak ada kaitannya ma kerjaan ohya.misalnya.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: yang saya gak puas adalah saya gak punya cukup waktu untuk ngerjain semua hal yang ingin dikerjakan :(( huhaha :)) classic..... kenapa masih mengkonsumsi media2 tersebut? Apakah internet tidak cukup? Atau mungkin karena kebiasaan? kalo berhenti beli buku... senasib.itu udah gue lakukan sejak 2007 :-) alasannya karena keterbatasan dana. yang ada aja gak kepegang.. :D buat kamu. s aya jadi suka baca-baca koran/buka situs detik/kompas kalo buku.. karena udah gak kerja kantoran lagi :D media-media mana nih? yah...s ampe waktu lamaaa. 8 ..gimana mo nambah minta yang macem-macem iya iya... pernah ngerasain "information overload" ga? pernah bangeeettt hehe.karena sekarang pemilu.itu ada banyak banget di web :)) kebayang... film..

.hidup kan emang dijalani sesuai kebutuhan... selain dengan ineternet denger radio wah kayaknya emang 90% media yang saya baca internet :( sesekali baca koran.buat kamu gapapa tapi buat saya... iya sesuai kebutuhan. yah..karena ngikutin berita pemilu hehe.asal tetep sehat..aku harus balik ni..kesukaanku waktu kecil tuh. atau koran sabtu/minggu hehehe.kayaknya pertanyaanku dah abis nih :p thanks ya....met makan :D 9 .ya gapapa... itu tadi.eh..harganya mahal paling bacaan iseng beli majalah Bobo ahaha... abis baca apalagi.ampe SMP ding...banyak kan yang ga seberuntung kita misalnya.termasuk konsekuensinya.... loh kok malah seneng yah hehe. tapi setidaknya s aya jarang nonton tipi :D kalo dipikir.LAMPIRAN INFORMAN 2 WAWANCARA 2 ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: ranm_d: biroelaut: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: ranm_d: ranm_d: biroelaut: biroelaut: biroelaut: ranm_d: mel? maaf tadi keputus aku pengen tau kebiasaan bermediamu.itu berarti hidup saya sebagian besar dihabiskan di depan komputer :(( mm... :) eh Mel.....sesuai kebutuhan dan selera juga kali ya..... mo baca majalah.. bahagia.belum sholat :D sipp gue juga dah laperrr gudlak yaw thanks.

dan yang kedua pada tanggal 31 Mei 2009. dilengkapi. latar belakang pendidikan) Udah kan ya waktu chat pertama?! 2. tahun 1998. diajari/belajar sendiri. Bagaimana Anda sehari-hari menggunakan internet? (berapa jam sehari. ikut berbagai milis yang sesuai. Ceritakan bagaimana Anda mengenal internet. kafe. untuk mencari informasi: tanya teman. ym atau fb untuk mencari informasi: tanya google. untuk meningkatkan kapasitas: ambil les Sesudahnya: untuk berkomunikasi jarak-jauh: menggunakan imel. fb. blog. motivasi atau tujuan awal menggunakannya) Saat kuliah. dan dikirim dalam dua tahap. diajari teman dan belajar sendiri. berselang sekitar empat hari. untuk keperluan apa saja) ± 12 jam sehari. dll. dll. Dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah hidup atau cara kerja Anda selama ini (Sebelum? Sesudah?) Sebelumnya: untuk berkomunikasi jarak-jauh: menggunakan telepon/surat. dowload tips2 di google. cari di koran/majalah dan telp 108 untuk menjalankan hobi dan minat: mencari rekan dan keluarga di sekitar untuk menjalankan hobi dan minat bersama untuk meluaskan jaringan: ikut perkumpulan/klub (olah raga misalnya) atau ikut kegiatan yang diselenggarakan teman. (sejak kapan. mengelola milis. ikut milis untuk menjalankan hobi dan minat: bergabung dengan milis/komunitas maya untuk melakukan hobi atau mendapatkan tempat untuk berdiskusi tentang minat. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Tentang Anda dan Internet 1. 4. Bagian pertama dikirim pada tanggal 27 Mei 2009. dll). cari2 info dan bersosialisasi (chatting. mampir ke blog orang untuk meningkatkan kapasitas: bikin blog untuk latihan menulis.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A Jawaban dari Armely Meiviana. akses dari mana saja. warnet. kegiatan sehari-hari. dari rumah. Untuk meluaskan jaringan: ikut milis. fb. dll 1 . untuk mengumpulkan bahan untuk keperluan skripsi 3. untuk pekerjaan. Tolong ceritakan tentang diri Anda (pekerjaan. Ditulis.

Menginisiasi dan memoderatori berbagai milis sejak tahun 1999 tapi lebih pada milis alumni sekolah/kampus. bisa dilakukan kapan saja (bahkan di dini hari sekalipun). bacaan.. dapat ide atau bahan tulisan dari mana. (misal. bisa dari pengalaman sehari-hari. 2. lebih hemat waktu (karena tidak harus menempuh perjalanan untuk bertata p muka).. Tentang Aktivitas Anda terkait Isu Lingkungan 1. agar bisa disebarkan ke masyarakat yang lebih lu as. dapat ide bisa dari koran. 6. mulai serius mengelola milis GreenLifestyle. Apa yang memotivasi Anda memiliki dan mempertahankan milis dan website tersebut? Awalnya kami (saya dan moderator lainnya) merencanakan. sejak kapan. tatap muka langsung ataupun lewat media lain? Lebih murah.karena tidak untuk dipublikasikan. bahkan kemudian kami mengupayakan dibangunnya website. guna mendokumentasi hasil percakapan atau penyebaran informasi di milis. sudah tentu kami (moderator) berupaya mempertahankan milis tersebut. Dan sekarang sudah berhenti.. Apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan lewat telepon.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A 5. Ada banyak diskusi. namun lalu lintas di milis cukup ramai. percakapan dengan orang-orang sekitar.bahkan selalu punya waktu-waktu tertentu untuk tidak bertemu dengan internet. Tapi setelah 3 bulan. atau blog orang lain. Ide-ide topik yang dilontarkan ke milis. Apa makna atau arti penting internet untuk anda? Secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga. 2 . dll. “berpisah” dari internet? Sanggup. bagaimana tanggapan orang) Blog: sejak tahun 2002. Berawal dari cetusan ide iseng dengan seorang kawan (Marc) untuk menginisiasi milis yang bisa memberikan informasi tentang info dan tips sederhana untuk gaya hidup yang ramah lingkungan dan relevan untuk orang-orang Jakarta (akhirnya berkembang untuk orang-orang di kota -kota besar di Indonesia). kerjaan. Tidak banyak tanggapan. walau anggota tidak mencapai 300 orang. Tahun 2007.. Ceritakan tentang blog dan milis Anda. bisa dilakukan sambil mengerjakan hal lain. obrolan. maka milis akan kami tutup. tanya-jawab tentang berbagai hal praktis sehari-hari agar bisa lebih ramah lingkungan Dikarenakan banyaknya peminat yang tertarik dengan informasi-informasi dan tips-tips tersebut. jika dalam waktu 3 bulan anggota milis kurang dari 300 orang.

Dalam mengelola blog lingkungan anda. tapi juga dari segi perubahan perilaku masyarakat. dan hemat listrik. Bisa ceritakan “sejarah” atau alasan sehingga Anda dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? Saya sendiri suka menanyakan hal yang sama pada diri saya sendiri. Saya tidak ingat bagaimana prosesnya. dan hrs dilakukan secara massive. bahkan untuk skedar bertanya mrk malu. Oleh karena itu kami harus mencari strategi agar ada banyak tenaga/anggota yang bersedia ikut membantu mengembangkan GL. Ada banyak milis lingkungan di indonesia. Hampir semua milis lingkungan yang saya ikuti membicarakan hal-hal yang rumit dan eksklusif hanya untuk LSM atau wartawan saja. blog dan website. Paradigma yang terjadi di sebagian besar anggota menyebabkan mereka enggan untuk berperan aktif di milis.. Padahal moderator dalam hal ini sudah berupaya untuk menggunakan bahasa-bahasa yang sederhana. Ditambah dengan kegiatan-kegiatan berkemah saat sekolah.. terutama dalam hal kampanye online-nya di milis. Ada banyak hal sederhana yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan. dikarenakan saya dan Marc (inisiator milis GL) mempunyai ketertarikan dan passion di isu tersebut. apa kesulitan yang dialami selama ini? Adakah pengalaman menarik? Tantangannya adalah bahwa kegiatan yang berawal dari sekedar memoderasi milis ini kemudian berkembang menjadi pengelolaan blog dan website. 3 . 5. Padahal solusi untuk lingkungan tidak hanya dari sisi kebijakan. bukan perorangan. Dan diskusi banyak dilakukan di tingkat teknis dan kebijakan. serta mengeluarkan pertanyaanpertanyaan sepele. bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana dan sehari-hari. Bisa karena pengaruh ibu saya yang sejak kecil mengajarkan anakanaknya untuk hemat kertas. Untuk itu saya merasa perlu ikut mengedukasi masyarakat banyak untuk mengubah pola pikir yang digunakan oleh banyak orang saat ini.. hemat buku. Tantangan lainnya adalah menghilangkan paradigma di sebagian besar anggota bahwa bahwa yang berbicara di milis adalah orang-orang yang sudah ahli dalam hal lingkungan.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A 3. Kemudian juga muncul undangan untuk mengisi acara-acara outdoor serta permintaan untuk membuat materimateri komunikasi/publikasi.dan lebih baik lagi bisa untuk facebook. namun tak banyak yang memberikan informasiinformasi praktis untuk masyarakat awam (terutama pada tahun 2007 dan sebelumnya). Kenapa memilih isu lingkungan sebagai topik milis? Mengenai isu lingkungan sebagai topik milis. Mengingat bahwa pekerjaan kami sehari-hari terkait dengan isu lingkungan membuat kami terpapar dengan banyak info mengenai kerusakan-kerusakan lingkungan. menghindari istilah-istilah sulit. Alhasil kegiatan mengelola informasi untuk komunitas akhirnya telah menyita waktu yang lebih besar dari kegiatan-kegiatan lainnya. menyelamatkan lingkungan tidaklah sulit. Atau bisa juga dari bacaanbacaan ketika kecil/remaja. 4. permintaan masyarakat akan produk-produk ramah lingkungan akan meningkat. Melalui milis ini diharapkan bahwa orang tidak lagi berpikir bahwa isu lingkungan adalah isunya LSM atau pemerintah. pola pikir produsen akan bergeser mengikuti keinginan konsumen. khususnya yang berdampak pada perilaku yang tidak ramah lingkungan.

masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? Jika dibanding dengan tahun sebelum 2007. Akhirnya si anggota yang sudah berumur lanjut itu mau mengerti. musik/band lingkungan. mengingat hampir setiap hari dan hampir setiap media massa sudah gencar mengangkat isu lingkungan.dan tujuannya tak lain dan tak bukan untuk kepuasan para anggota . Ada yang mulai menyadari bahwa ternyata ada banyak hal di sekitar kita terkait dengan lingkungan. ada banyak anggota berasal dari luar jabodetabek dan berusia lanjut > 40 tahun.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A Pengalaman menarik adalah ketika saya menyangka bahwa yang antusias dengan milis GL hanyalah sebagian kecil orang yang sering tampak aktif di milis. Apakah menurut Anda. Pengalaman menarik lainnya adalah ketika ada anggota yang marah-marah karena imelnya tidak kami loloskan. termasuk majalah gaul/lifestyle. namun mereka sangat antusias dengan informasi-informasi dan tips-tips yang diedarkan di milis. pada saat itu juga ada banyak features/bentuk yang menarik yang bisa digunakan dalam kampanye online internet atau google merupakan perpustakaan yang sangat lengkap. untuk dibaca di rumah. Tapi pada kenyataannya ada banyak anggota yang tidak pernah muncul di milis. bahkan usia pensiun.termasuk sekedar berbelanja. Untuk itu. karena harganya semakin murah penyebarannya sangat cepat.. menerapkan gaya hidup hijau. Dan ada juga yang menyebarkan info dan tips di milis ke rekan2 kantor/keluarganya atau bahkan ke milis lain. event-event outdoor yang juga memberikan pesan-pesan lingkungan. dimana kita bisa mencari info dan data apa pun dari seluruh dunia. sudah sangat meningkat dibanding. Namun pada perkembangannya. awalnya milis ini kami tujukan untuk anggota dengan usia produktif (20 – 40 thn) dan berdomisili di jabodetabek... Internet j uga bisa membantu menyatukan/mensinergikan berbagai komunitas dalam melakukan kampanye lingkungan Sangat membantu mengakselerasi gerakan lingkungan ke berbagai lapisan masyarakat - 4 . bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? Tentunya sangat esensial karena: sangat efektif untuk menyebarkan informasi ke masyarakat luas. 7.. Ada yang saat akan pulang kantor mengkopi seluruh imel di milis. Ada yang bahkan sudah mulai mengubah gaya hidup.. Alasan kami saat itu karena ia hanya me-reply imel seseorang secara pribadi yang seharusnya bisa dijawab japri ke yang bersangkutan. Belum lagi munculnya film-film lingkungan atau film-film hollywood yang memuat pesan-pesan lingkungan. 6. sangat membantu dalam mengedukasi atau meningkatkan pemikiran kritis masyarakat. Hal menarik lainnya adalah. Kami akhirnya harus menjelaskan panjang lebar alasan kenapa milis harus kami pasang ‘semimoderated’. Menurut Anda. khususnya masyarakat urban sangat ekonomis.

. maka internet merupakan media kampanye yang sangat murah dan bisa sekaligus meraih banyak orang.. Menyebarkan informasiinformasi event lingkungan via milis-milis. Itu mungkin saja. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia. berlangganan milis bertema lingkungan. karena lebih mudah untuk berkampanye dibanding fasilitas blog lainnya.tidak menjalankan apa yang diucapkan/digembar-gemborkan... apakah Anda juga memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? (Misalnya. 9. Selain memiliki sebuah blog/milis dengan isu lingkungan. 11. 10.apakah via blog. voting dalam petisi online. khususnya ke anak anak... twitter. Join cause di fb Menggunakan status di fb sebagai media kampanye lingkungan Post artikel lingkungan di fb Bikin status terkait dengan isu lingkungan di ym Membuat blog GL menggunakan multiply.di kehidupan nyata juga banyak kok yang seperti itu... 8. Karena akan kalah dengan kegiatan pengrusakan lingkungan yang massive apalagi yang dilakukan oleh korporasi-korporasi besar.. kampanye lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? Tergantung. milis.. donasi lewat e-banking.. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? Bisa jadi begitu.jika momen ini tidak digunakan dengan sangat baik oleh para penggiat lingkungan untuk melakukan edukasi dan peningkatan pemahaman..LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A - Aktivisme lingkungan akan bergerak sangat lamban atau mati jika tidak menggunakan internet.... fb. Tinggal ditentukan media online yang dipakai. gabung dalam komunitas volunteer via internet/milis) Tolong ceritakan! o o o o o o o o Ikut petisi online Gabung dengan komunitas-komunitas maya lainnya.tergantung siapa target yang dituju. orang yang gembar-gembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata). dll. Apakah menurut Anda kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya. Memperbaharui materi-materi web GL 5 . Jika targetnya adalah masyarakat urban usia < 40-50 thn..

dll 13. via website. flickr. berkolaborasi dengan salah satu gerakan atau organisasi lingkungan. youtube. membuat event bersama) o o o o Bersinergi dengan komunitas-komunitas lain yang punya kepedulian yang sama untuk membuat kampanye bersama Menambah SDM di GL. Wikimu. guna mengajak mereka membantu mengelola website GL dan mengembangkan program-program menarik di web. forum kaskus dan fb. dengan memberikan in fo yang juga relevan untuk kota-kota lainnya. Untuk mahasiswa IT. Politikana. blog. tempat membeli sayur organik di padang.com. agar tidak terlalu Jakarta-based.LAMPIRAN INFORMAN 2 Q& A o Membuat green online shop yang bertujuan untuk mengedukasi konsumen mengenai produk-produk hijau (www. Mengoptimalkan isi info di milis dan web. dll).org) 12.freetodecide. Untuk mengajak mereka membuat tulisan pendek mengenai info dan tips lingkungan yang bisa dijalankan di kota tempat mereka kuliah (misal: tempat pengumpulan sampah kertas di jogja/sby. tampil di media massa. mencari orang-orang yang punya kepedulian yang sama untuk menjadi relawan GL. apa yang paling ingin Anda kembangkan dari GL? (Misalnya. Menjalin kerjasama dengan berbagai media massa (cetak dan elektronik) untuk penyebaran info dan tips praktis Membuat milis GL khusus untuk anak remaja (SMP dan SMA) o o o 6 . Mengoptimalkan upaya kamp anye online GL. Menurut Anda. Menjalin kerjasama dengan kampus-kampus untuk membuat program magang bagi mahasiswa jurnalistik/komunikasi/IT misalnya. dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk menyebarkan informasi/ menyelamatkan lingkungan? o o o o Ikut di dalam forum kaskus Membuat grafis-grafis/komik-komik online Membuat game online Menulis di web yang menggunakan prinsip citizen journalism spt Kompasiana.com. mendukung kampanye online/offline.Bila Anda memiliki waktu dan kesempatan lebih.

Sampai sekarang. admin website. Saya sekolah di UGM juga... Kan masih swadaya ya Mas. harus ke warnet.. pukul 07. nama saya Rani. ga punya komputer. saya sudah melihat pentingnya internet. swakarsa.peneliti) Mas Djuni bisa cerita tentang Mas Djuni dan aktivitasnya sekarang? Saya berkegiatan di lingkungan sejak 97.. Sampai sekarang juga masih seperti itu. Saya lebih mengurusi website.waktu itu yang mendorong untuk melakukan meskipun berat dan masih swadaya apa Mas? R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: 1 . repot juga. Nah saya sekarang mulai berlembaga lagi. kesulitan atau tantangannya seperti apa Mas? Waktu awal-awal kan lembaga baru tuh.SaWa ya. di MPBI. dan karena (mengambil studi ilmu) komunikasi jadi ingin melihat peran teknologi komunikasi dalam gerakan.. Jadi. saya tinggal lalu saya bikin LSM lingkungan di Jawa Timur...47-08. pertama kali menggunakan internet itu kapan? Itu saya sejak mendirikan lembaga di Jember.. di Lobby Hotel Quality Yogyakarta :1 Rani (peneliti) : Perkenalkan. Walaupun copy paste dari media online. di Jember. Websitenya apa Mas? mpbi. Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia. Oh begitu.38 WIB : Tatap muka. cerita sedikit.98. Jadi sejak awal saya sudah banyak menyebarkan berita-berita lingkungan ke via milis-milia. Ya. sehingga walau ga punya duit saya pasang telepon dan langganan internet. ga punya uang. Tapi ya kegiatan jalan terus. ga punya sumber daya. Sedang menempuh S Komunikasi FISIPOL -2 UGM dan mengambil tesis dengan tema penggunaan internet oleh aktivis lingkungan hidup. tahun 98. tepatnya Sejarah. kemudian lebih banyak freelance. Waktu awal-awal penggunaan internet.org Kalau boleh. Latar belakang saya memilih topik ini karena saya juga aktif di Sahabat Lingkungan Walhi Jogja dan punya ketertarikan terhadap isu lingkungan juga. (Sahabat Walhi-red. sampai sekarang saya sebenarnya masih terdaftar. Di Jember lima tahun kemudian saya pindah ke Jakarta.. di Sastra. tapi tinggal skripsi saya tinggal. Dj (Djuni) R: Dj: : Oh. Jadi ya lebih banyak swadaya. Jadi ya berat juga.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Djuni Pristiyanto : Rabu 18 Maret 2009.

ga apal. waktu itu bentuk-bentuk aktivitas yang mas Djuni lakukan lewat internet itu apa aja Mas? Tadi sudah disebut memposting berita lingkungan. dan karena saya terlalu sering ngirim e -mail tentang lingkungan.. begitu.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 Dj: Ya karena itu penting. Mereka bikin sistem sendiri untuk milis. capek. koran-koran lokal.. Tahun 98 itu belum banyak yang untuk kegiatan kampanye dan penyadaran. nah orang lebih banyak untuk politik.. bisa online. Terlalu capek kalo dari media cetak diketik lagi atau discan itu terlalu capek. tapi apakah korespondensi juga.... copy paste aja. waktu itu yang terkenal misalnya “Apakabar”. Terus. itu dari mana aja? Asal ada internet. saya kirim. Dan sedikit yang menggarap. Kalau untuk milis lingkungan yang tahun 98 ini. Misalkan dalam sehari.. Suara Pembaharuan. kalo ada e-mail ya dikirim. Waktu itu basisnya yahoogroups atau apa? Sudah di yahoogroups. itu yang bikin milis lingkungan. Waktu itu lebih banyak untuk kegiatan politik.... Saya baca itu. Kalau gitu. Untuk lingkungan itu belum.. sejak awal saya lihat itu penting. Kemudian saya daftar di sana. Oh bukan mas. saya menyisihkan waktu tiga jam. begitu. Nah kebetulan ada mahasiswa di Jerman. atau masih juga baca koran secara fisik? Masih. Selama ini kalau posting berita dari mana aja Mas? Maksudnya? Ya Mas Djuni kan input berita atau informasi tentang lingkungan.. Itu yang paling terkenal dan paling diminati. saya ditawari jadi moderator. Kalo awalnya milis lingkungan itu bukan di yahoogroups.. pindah ke yahoogroups tahun berapa ya? Kurang tahu saya. Mahasiswa Indonesia di Jerman? Ya. kemudian itu mereka gunakan tapi link-nya sekarang udah ga aktif ya Mas? udah ga aktif. Tahun 98 kan masamasa kisruh kan. biasanya baca berita juga di online ya Mas. Soal itu bukan masalah. Tinggal di copy-paste. headlinenya saja. dari awal 98 itu sudah di sana.. ya kita jawab..jadi kalau kita kirim-kirim kemudian orang mem-feed back. kadang-kadang. apa gimana? Itu menyusul. maksud saya sumbernya media online atau mungkin dari media cetak kemudian diketik lagi? Oh gaa. Itu di sistem mereka sendiri. itu bisa dapet 50-an berita. Jawa Pos. dari Kompas. itu untuk searching berita-berita lingkungan hidup. mereka bikin milis lingkungan dengan alat-alat seadanya juga. Media online. sampai sekarang.. 2 R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: . Bisa dibaca di blog saya yang tentang sejarah milis lingkungan. itu sekitar tiga jam. atau membangun jaringan.

Lolos itu. warnet masih barang mewah. itu kan mahal. Itu akan tampil sendiri. Kalau Kompas itu misalnya berdasarkan sub-sub berita. Kalau ada waktu ya buka satu-satu. Itu harus dibuka satu oersatu. Tapi kalau gitu tuh banyak yang lolos. Tapi tidak semua media punya indeks. feed-reader. itu masih kalangan menengah dan menengah ke atas. lebih cepat dan murah.kalau boleh cerita. atau milis. Jadi ya tergantung masing-masing. fotokopi. Itu biasanya. itu akan terpampang terus dan bisa dilihat seluruh dunia. Kalau headlinenya mengandung unsur berita lingkungan.. Kalau kita pake internet. Kalau sekarang. kalau ga ada waktu ya buka feed-reader. Cara yang lebih gampang itu yang ketiga yaitu dengan RSS.luas. Oh. sampai misal 10 tingkat. Dan orang yang akses internet yang bener-bener juga lebih sedikit lagi. Kalau menurut mas Djuni. kalau surat kan terbatas sekali.. kita kirim sekali. atau illegal logging. Dan bisa menjangkau seluruh dunia. Harus ngetik. baik itu e-mail.... Kalau internet..LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Dj: Yang Mas Djuni kategorikan berita lingkungan itu seperti apa Mas? Berita yang mengandung unsur-unsur lingkungan. Media Indonesia. mulai dari yang besar seperti illegal logging hingga ke hal kecil. Wah. Kalo definisi tentang lingkungan itu kan. hampir di banyak tempat ada warnet. apa sih keuntungan menggunakan internet dibanding media lain? Padahal kita tahu bahwa pengguna internet di Indonesia masih sedikit sekali.. Ada berbagai cara. bisa ketemu. kalau secara kebiasaan atau sistematis biasanya mas Djuni masuk ke halaman media online kemudian search berita dengan memasukkan kata kunci atau membaca judul-judul atau. Di tempat terpencil. Berarti memang dibaca satu persatu ya oleh mas Djuni? Baca judulnya.. kombinasi. sehinga kita tinggal ngecek aja. Dalam artian menggunakan 3 R: Dj: R: Dj: R: Dj: . Kalau kita pake cara yang lain.. persentasenya kurang dari 10 %. lalu baca headlinenya. seperti saya tulis di blog. Itu mahal dan lama. R: Dj: R: Dj: R: Dj: dan mungkin juga karena hasil mesin pencari terlalu banyak ya... Cara yang gampang itu lihat indeks dari media online itu. Jawa Pos itu dibagi per sub berita. Tinggal pilih-pilih aja gitu. itu ada indeksnya.. Banyak berita yang menarik dari suatu koran tapi tidak tercapai oleh mesin pencari. terbantu ya dengan feed-reader itu. jadi. tinggal di-copy paste kemudian dikirim.. satu hal yang umum ya. Pake itu sehingga kita hanya kata-kata kunci tertentu misalkan hutan. bila dibandingkan jumlah penduduk.. Ya. Iya. Dan juga disetting agar kata kunci itu bisa terkirim ke alamat e-mail kita. terpampang di website. sudah sejauh mana penyebaran internet di Indonesia? Karena kalau menurut data. laut. klik. Tapi seperti Suara Pembaharuan. bahwa lingkungan itu segala sesuatu yang ada di alam semesta kita ini. Trus kalau ga ada waktu lagi yang pake google aja.. Cara yang lain itu dengan mesin pencari. ketikkan lingkungan. Selama ini yang lebih sering digunakan yang mana? Ketiga-tiganya.. ada warnet. kemudian dikirim pake pos. Di tahun 90-an. Kalau menurut mas Djuni.

tapi emang ada orang yang nyarinya kayak gitu ya... itu cukup banyak.. Dia akan tinggalkan. Karena gampang diakses. Karena itu seksi. Dengan dia lihat judulnya yang provokatif. dan kemudian orang baca... ya website.. hutan ga akan kelar.mungkin ga? Personal. Itu hubungannya dengan kedewasaan seseorang.. orang sering menyalahkan media itu. Tapi itu kan bertahap.. Orangutan itu seksi untuk dijual.. masuk ke warnet. advokasi. Ga bisa lebih..manusia..terus kamu baca itu.. Misalkan. masyarakat. Biasanya orang yang mencari sesuatu akan langsung ke website tertentu. Biasanya. ke luar. teman-teman dengan isu orangutan. kamu baca buku Stephen Covey. dan kesadaran orang itu juga personal. Pada awalnya. itu yang pertama adalah milis.tidak ada kontrol. Tapi kalau yang sekedar gaul. karena semua akan terkait. Apa ga bisa dipicu Mas. itu orang juga menggunakan internet juga seperti itu. Lama-lama akan bosen. dibanding isu yang lain misalnya? Kalo saya pribadi lebih umum sih ya. Ga akan. dia akan b aca.tapi ga sering. Trus. pembangunan.. selain website itu bisa seperti itu tadi. Seperti perkembangan orang. Kita pengen melindungi orangutan. petisi online.kalau misalnya petisi online atau yang lain gitu pernah Mas? Kalau untuk media. Seven Habit.secara kanak-kanak. R: Dj: Ini refleksi atau gimana mas? J Saya sendiri juga ngalami yang kayak gitu. Jadi lingkungan itu tentang keterkaitan. menyebarkan informasi.. R: Kalau yang selama ini mas Djuni lakukan dalam konteks lingkungan itu apa aja Mas? Tadi kan misalnya search berita kemudian di-post. Tapi lama-lama dia akan bosen dengan itu.. ke pemerintah. nyarinya sebatas itu.. Dulu saya melihat isu lingkungan lebih ke hutan.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 internet untuk me ncari informasi. terus berubah gitu. Ga akan.itu kan orang per orang. Karena milis itu anggotanya banyak. Kamu baca Qur’an terus akan tekun ibadah pada Tuhan. konservasi. Garap semua. dia akan mencari yang lebih bermanfaat... ada unsur psikologis juga ya disana. Kalau bahas hutan saja tanpa bahas masyarakat... mo ngapain. untuk 4 R: Dj: R: Dj: Dj: R: Dj: R: Dj: . untuk chatting atau cari situs porno. Jadi. Kalau misalnya ada anak-anak SMA seneng pake internet untuk chatting.atau dipercepat begitu. cari yang kayak gitu. Selain milis... buka satu situs.. Internet juga menjadi.. isu apa yang menurut mas lebih menarik. Dan itu memang ga bisa disalahkan. Gampang sekali untuk melakukan sesuatu deng an internet itu gampang sekali. remaja.. orang menggunakan internet itu seneng cari berita yang heboh heboh. bermain. untuk sampai ke tahap itu.. Itu di milis lingkungan kan gencar sekali. itu juga tetep ga bisa. ga bisa satu hal digarap tapi hal lain engga. Tapi kalau tahap berkembangnya cuma segini ya udah... Tapi mas sendiri pernah berpartisipasi dalam bentuk-bentuk lain itu ga? Pernah. masyarakatnya digusur dari taman nasional. surfing ke situs porno.tetep kayak gitu.lifestyle.. ya itu memang.

atau Republika. Bukankah juga penting untuk menunjukkan manuver-manuver korporat dengan programprogramnya agar orang yang membaca juga bisa jadi waspada? Kalau hal itu keluar dari perusahaan itu sendiri. Apakah isu perubahan iklim itu benarbenar atau hanya bualan orang cari duit.. atau jurnalisnya kurang objektif mungkin. gitu. bagian dari lip service.. Karena itu yang menjadi kompas dia. itu saya kirim..media. Dari media apapun saya kirim. Nah itu yang menjadi dasar untuk bertindak.. saya.. ada lembaga tertentu yang untuk fundraising. dia kan yang mempertanyakan. oleh Freeport. itu mesti kita tahu j uga. ga akan saya ambil... Misalnya... kemudian sudut pandang. baca bukunya Titik balik Peradaban. aktivis lingkungan. Yang jelas.. Dasar dari segala sesuatu adalah keberpihakan kita. mas Djuni melihat seperti apa geliatnya? Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: 5 . semua hal di dunia ini akan kita seleksi.. yang judulnya State of Fear. misalkan berita-berita yang dikeluarkan oleh Monsanto. itu kembali ke orangnya. Tapi bila di berita itu terdapat “Freeport merusak lingkungan”. Dan saya berpegang bahwa itu 100% CSR mereka. Bahwa media-media itu sangat terbatas. R: Terkait dengan itu mas..kepada masyarakat. Tapi kalau tentang Freeport membuat program pemberdayaan masyarakat.apa yang bisa kita percaya sekarang. Terus. tentu memiliki keberpihakan. Itu tentang aktivis lingkungan yang radikal. dia hanya mengambil bagian kecil. dia berbeda sudut pandang. Nah.. Kita akan subyektif. Baca bukunya Michael Crichton.. cita-cita.. dia kan mempunyai idealisme. Banyak hal yang orang-orang di isu lingkungan itu diperdebatkan sebagai sesuatu yang benar. apa yang mas Djuni gunakan sebagai pakem. Bahwa dengan pemahaman seperti itu kita lebih berhati-hati mengambil beritaberita mereka. ga akan saya keluarkan atau publikasikan. kepada rakyat kecil yang tertindas. sebagai seorang aktivis yang baik dan benar. berbeda sudut pandang. di situs-situs berita online yang juga ada dalam dunia nyata. dia hanya menyorot sesuatu saja. Kalau misalnya untuk environmental activism di Indonesia sekarang. terus dia mendanai satu kelompok untuk yang radikalnya. cari keuntungan. Sehingga dana itu gampang didapat untuk membiayai yang di lapangan.. Berarti mas Djuni menyeleksi berita-berita yang akan dipost di milis? Jelas . Saat mas Djuni mencari berita. apakah saat mencari berita sempat muncul keraguan apakah suatu berita benar atau tidak. saya diemin aja.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 fundraising. dia akan terombang-ambing. tidak ada yang obyektif. untuk menentukan ini layak atau ga? Sebenarnya untuk validitas suatu berita.. Nah dari situ tempat berpijak. Di dunia yang disebut ilmiah pun diragukan kan obyektivitas itu.. dari banyak bagian. biasanya saat memilih berita. iya. darimana dia bermula..framing. Kompas dengan Suara Pembaharuan.Capra.. Dan dia membuat satu isu tertentu untuk menjalankan itu. pernah ga mas? Itu jelas ... kepedulian. terhadap apa. Walaupun itu hanya novel tapi ditunjang dengan data-data yang bagus dan kuat. Nah kalo dia sudah kehilangan itu.itu kan membuat.

Ada yang “Oh lumayan. Kira-kira perlu ga ya semacam norma tidak tertulis bahwa ketika kamu mampu mengakses suatu informasi di dunia online seharusnya kamu menyebarkannya juga secara offline. masih kecil sekali bagian yang menggunakannya untuk tujuan-tujuan lingkungan. sama aja. Sehingga ada lembaga yang khusus berkoordinasi.. Ga. ga perlu.. sampah ini. Caci maki segala macem gitu. Di kantor-kantor pemerintah orang yang gagap teknologi juga banyak..ada maju. Jadi secara umum ya baguslah.... Pake internet hanya untuk baca berita saja. dikliping. terus diprint.. ada pengalaman menarik ga Mas? Kalau pengalaman yang umum.. Sudah merambah ke banyak isu.tidak boleh ini dan itu. Jadi orang yang lain mungkin kalau ga suka ya delete. ga ada. Di kalangan LSM. Tapi masih terus berproses ya mas. orang-orang yang memiliki kesadaran itu semakin banyak. Orang yang lain melihatnya berbeda.dan remaja sebagai pengguna awal juga concern dengan isu lingkungan.delete... Kalau sekarang sudah maju. itu semakin banyak.. orang menerimanya berbeda-beda. Selama beraktivitas memposting berita dan berinteraksi dengan orang. kalau saya mengirim terlalu banyak berita di satu milis. buka e -mail hanya untuk baca aja.. Proses.. dibanding tahun 90-an atau awal 2000-an. Jadi kalau ada keterputusan itu memang wajar. Ya. Dan lembaga-lembaga pun menganggap internet itu semakin penting. sudah lebih banyak organisasi. Contohnya apa Mas? Seperti Satu Dunia.begitu. yang gagap teknologi juga banyak..net.. Di Indonesia itu kan sudah banyak peraturan dibuat untuk ini dan itu. sudah lebih bervariasi cara yang digunakan dalam melakukan sesuatu. Tapi penegakannya ga. advokasi bisa lebih efektif misalkan. itu kan satu dialektika.. dapet berita gratis”. bagaimana mas Djuni melihatnya? Katakanlah di dunia online banyak yang masuk ke sana. jadi kalau beraktivitas kayak gini dicaci-maki. menyebarluaskan.orang yang bisa akses internet itu sebagian kecil dari masyarakat yang umum. Bila. “Wah ini spam. sementara rakyat yang umum penghasilannya mungkin ga cukup untuk mengakses internet atau bahkan mungkin ga tau internet tuh apa. Dia itu concernnya pada bagaimana berkampanye dengan media teknologi dan ga hanya internet aja.. menuh-menuhin mailbox”. 6 R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: .LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 Dj: Gerakan lingkungan sekarang itu sudah bagus. care. Nah. Ada isu keterputusan dunia online dan offline. tapi juga kita lihat di luar sana banyak masyarakat yang tidak bisa mengakses berita lingkungan misalnya. kembali ke. Coba kamu klik satudunia... dan dari sebagian kecil itu. diganggu orang lain ya itu resiko. itu akan kembali ke orangnya.. misalkan. bagaimana bisa menggunakan media-media teknologi. sudah lebih banyak orang. tergantung ke masing -masing.. maju. Dengan media internet.. Mas Djuni pernah melihat ga adanya kesadaran dari orang-orang yang bisa mengakses internet dan mendapatkan informasi kemudian menyebarkannya dalam kehidupan rril? Semakin banyak.mundur... Ya.

Alat untuk melakukan sesuatu.hal-hal seperti itu. alat untuk mencapai tujuan. Begitu.disini ada siapa.30. Berjaringan.. hanya sekali-kali kirim. Oh kita tahu disana ada siapa. mengirim artikel.. Jadi misalkan bikin berita. Ada media lain ga yang juga dimanfaatkan? media lain ya. Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: ..semua hal bisa dipelajari di internet Bukan hanya itu.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Dj: Terus. ya seringnya saya kurangi deh. Sehingga tidak ada suatu ketergantungan. internet itu media. berkesadaran. karena di milis -milis lingkungan itu sudah banyak orang yang aktif. Selama mengenal internet lebih dari 10 tahun. bukan tujuan. Boleh tau ga kebiasaan penggunaan internet mas Djuni? Jadi misalkan berapa jam sehari. di Jakarta. Learning by doing aja. organisasi. itu harus online terus. Belajar sendiri bagaimana mengakses internet... Kalau rajin tuh sekali post bisa 50 berita.. Yah. Kalau begitu Mas Djuni ini otodidak ya belajar tentang teknologi informasi? Semua otodidak. Tapi karena pekerjaan saya mengurusi website ya harus selalu online ya. Kalau misalkan internet ga ada ya pake cara lain. Saya sekarang kan punya kantor. tentang lingkungan. Karena di rumah bayar sendiri ya paling 2-3 jam. apa arti penting internet bagi mas Djuni? Baik dalam level pribadi. itu juga saya lakukan..otomatis.. kalau dengan e -mail bisa disetting kirim tunda misalnya. apa mas Djuni juga melakukan penyesuaian begitu? Misalkan tadinya mengirim 20 berita kemudian dikurangi. Sehingga jaringan kita semakin luas. kalau di kantor dari jam 9 sampai jam 5 online terus. semua hal di dunia ini kalau orang itu mau belajar bisa dipelajari. Belajar sendiri bagaimana bikin proposal. Di samping (karena) kesibukan... 35. alat. Internet itu saya pandang sebagai kendaraan saja. Saya dulu sekolah di sastra. untuk sesuatu. atau mungkin gerakan? Kalau saya pribadi. 7 R: Dj: R: Dj: R: dll.. Kalau di kantor selalu online atau juga diselingi pekerjaan yang lain Mas? Laptop selalu online dan juga diselingi pekerjaan lain. organisasi. di milis. Kantor MPBI sendiri di jakarta? Ya. Biar orang lain yang lebih aktif. tapi langsung bikin satu lembaga. Sesuatu itu misalkan untuk lingkungan yang lebih baik. Kalau saya menganggap internet itu sebagai tujuan.. saya yang mengurangi. maka apa yang saya lakukan ga akan tercapai. Di acara-acara... Kendaraan saja. memperbaiki website. Karena respon orang bermacam-macam dan supaya tidak dimaki-maki terus. kopi darat. itu kan kontak -kontak. Tidak seaktif dulu. Kalau di rumah saya juga langganan internet.. Akhirnya belajar sendiri tentang lembaga. seminar-seminar.ketemu dengan orang. Karena di kantor menyediakan fasilitas untuk itu. Sekarang. Tindak lanjut dari kita kenal orang di internet. Dan internet sangat memfasilitasi itu ya. Hari ini ada acara jam 9. Itu semua belajar sendiri. ga ada hubungannya dengan lingkungan.

Jadi kadang saya mengatur sendiri. tergantung orang masing masing. konek.urusi pekerjaan. swakarsa. Itu hanya khalifah. alat mencapai satu tujuan. Orang-orang biasa seperti kita kan semua dikerjakan sambil jalan aja. Ga ada. Boleh-boleh aja. buat bayar telepon. boleh dua-duanya deh. bukan karena ada pengawas nongkrongin. suka-suka aja. ini itu. atau malah keasyikan mencari sesuatu yang sekunder. Tergantung masing-masing orang. check mail.. Itu bagian dari resiko. saya hanya mengurusi kerja”. Jadi berantem deng an istri. Karena ga ada yang membiayai jadi pake duit rumah. Waktu jadi Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: 8 . Apakah saat menggunakan akses internet di kantor mas juga menggunakannya untuk akses pribadi misalnya. Dan itu ga selalu dalam urutan yang sama. Tergantung.. karena saya banyak swadaya. dia melihat “wah ini positif ini”. baca e-mail. duit keluarga kepake buat ini. Perbaiki. ada ga dampak negatif atau katakanlah side effect dari mas Djuni sendiri menggunakan internet selama ini? Dampak ke diri sendiri atau ke umum? Yah. Dan di internet itu sangat terbuka untuk akses ke situs -situs porno. orangorang itu yang kadang kita pertanyakan. Dan orangorang yang kadang menyatakan bahwa “wah. Kalau lebih terkait dengan disiplin mas..LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Ketika berinternet.. Karena ga kerja di satu lembaga. Saya pribadi. Displin yang bagus datang dari diri sendiri.... merusak akhlak”. Ini senthir yang saya pake hanya untuk keperluan kantor. blog. cari berita.. Apakah dia hanya besar mulut aja. gitu? Susah itu. internet itu media. dan situs pertemanan. segala sesuatu di dunia ini kan ada positif-negatifnya. Mungkin yang bisa hanya Khalifah Abu Bakar saja. Nah. Itu relatif lah. Bagi orang-orang yang tekun ibadah melihat “wah negatif ini. saat di kantor.jadi misalnya saya sendiri mengalami ketika sempat jadi asisten dosen juga. oke. blogging juga. yang ini untuk keperluan rumah. kamu jangan buka website yang main-main sebelum pekerjaanmu selesai. Kalau ke umum.. ketika seharusnya saya melakukan suatu pekerjaan tapi kadang malah keasyikan fesbukan. tergantung pada sudut pandang masing-masing. Dulu. Bahkan orang yang tergantung dengan ritual tertentu itu malah tidak bebas. Dalam kenyataan. Ga ada kebiasaan khusus? Biasanya seperti apa? Ya paling buka laptop.. ada ga hal-hal atau kebiasaan yang semacam jadi ritual begitu? Misalnya ada orang yang ketika bukan internet itu pasti buka e -mail. tanggapi. Bagi orang yang memang mencari kayak gituan. Ya itu kan sekali jalan Jadi tidak ada waktu khusus ya misalnya kalau di kantor itu hanya untuk pekerjaan dan bukan untuk pribadi. Kalau untuk internet sendiri. atau kalau sudah sore dan mau pulang.

R: Dj: R: Oke Mas. cuma saya ga bisa dapet informasi beliau ini kerja di mana. Itu aja Mas Djuni. pemiliknya harus mencantumkan sendiri.. Kalo Ade Fadli misalkan dia memang punya kaitan kuat lembaga resmi. yang umurnya relatif baru tapi postingannya cukup sering dan kemudian interaksi dengan pembacanya juga bagus. Apalagi kalau blogblog gratisan.. kemudian Sabtu Minggu dia luangkan. Karena sulit juga saat saya mencari tahu tentang milis lingkungan di Indonesia. Misalkan ya. atau gimana. Kalau untuk blog.. Tapi sekarang ada lembaga ya enak aja.. sehingga hanya menyuarakan saja. Saya memilih informan kan berdasarkan kasus-kasus. Ada banyak cara. Dia pandangannya kadang terlalu kritis jadi berseberangan dengan kebanyakan orang. Nanti kalau saya perlu informasi akan saya hubungi lagi. 9 Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: R: Dj: . Oke. Juga Nurdin. sementara seperti ini. cukup banyak. kita bisa janjian untuk chatting mungkin ya. Misalkan di kantor pake akses kantor ya sah-sah aja. Kemudian ada nama Michael Dharmawan. kayaknya dia pekerja kantoran. Saya sudah berhasil hubungi beliau cuma belum tahu latar belakangnya. Makanya saat ini saya cari kasus unik. dari Senin sampe Jumat. Misalkan kemarin saya search blog go green indonesia dan ternyata yang bikin dua perempuan dan masih ABG mas.. Itu bagus... jadi karakternya berbeda. dia itu punya blog akuinginhijau. Ada juga model duaduanya. Kalau nanti ada pertanyaan lanjutan. Jadi bukan hanya dia yang aktivis.. Ada kayak gitu..polanya tuh. seperti yang Mas bilang ya. Sebenarnya dulu ada blog masalah kelautan tapi kayaknya sekarang dia ga aktif. dia bukan aktivis... Ya itu banyak karena mesin pencari itu lebih mudah dan ramah menemukan blog karena pengelolanya mendaftarkan blognya lewat tag-nya sehingga mudah ditemukan.. Dia pekerja kantoran. Dia untuk terjun di dunia aktivis lingkungan dia merasa berat. saya dapet informasi kemarin-kemarin sering freelance. Mas Djuni . tapi punya kesadaran. Hal kayak gitu sebenernya yang juga perlu dieksplorasi. Sehingga ketika klik langsung diarahkan ke blog. Tapi kalau blog personal. Pertama dia aktivis trus kemudian dia memandang internet itu penting sehingga dia memakai internet sebagai alat.org... agak lebih susah malahan. Nah.. Trus ada juga sebaliknya. di Walhi. Jadi saya akan lebih ke kasus atau karakteristik. Kalau Michael Dharmawan ini saya kurang tahu... Apakah Mas kenal dengan seseorang yang menarik yang mungkin bisa jadi informan saya? Itu aja. Makanya ketika mencari saya harus membayangkan juga kira-kira orangnya seperti apa dan cocok tidak. Chatting ga masalah ya? Boleh. Di Kanada ada anak umur 9 tahun yang sudah pidato di depan PBB tentang lingkungan. Trus juga itu Ade Fadli.si Sofyan Eyank.boleh.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 lebih tersita. di walhi Kalteng. lewat tulisan-tulisan segala macem. Siapa aja yang sudah dihubungi? Kalau yang sudah bersedia itu mas Ade Fadli. Dan mungkin saya akan menghubungi mereka juga...

terima kasih.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 1 R: Baik Mas. 10 .

tapi secara fungsi.29 WIB : online. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: Selamat malam Mas :) alllooo mat malem wah.wordpress. perbedaan apa yang dirasakan antara mengelola milis lingkungan dengan nulis sendiri di blog pribadi kenapa Jalan Setapak? penjelasannya ada disini: http://djuni.com/2005/03/ ada disitu hehe..LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Djuni Pristiyanto : 17 Mei 2009.. kita lebih banyak ngobrol tentang milis lingkungan..43-21.com/2005/12/08/jalan-setapak/ 1 . masih capek ya Mas? camping dimana? :) di lereng salak ada apaan ya? ada beberapa pertanyaan yang muncul akhir-akhir ini Mas gapapa ya? ok waktu pertama saya wawancara Mas.wordpress. pukul 19. kalo ndak salah pertengahan 2006 oke. nah saya ingin tahu juga cerita di balik blog pribadi mas :) maksudnya apaan? sejak kapan mulai nulis di Jalan Setapak? itu bisa dilihat pada tulisan yang paling awal. yang memotivasi bikin blog apa Mas? klik di sini http://djuni. oke deh mas.

. itu masalah kemauan.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: apa bedanya mas? blog dengan milis? secara prinsip sama. yang satu untuk konsumsi sendiri kalo milis untuk orang banyak sebagai moderator lebih banyak ngerjakan fungsi2 admin. mau ada yang menanggapi ato tidak itu bukan suatu masalah oke. alasan pribadi tersebut? mau dihargai atau tidak dihargai orang lain juga suatu hal yang penting kok alasan lebih seperti ini http://djuni.. yaitu sama2 menulis. kok bisa dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? kan dulu udah pernah s aya ceritakan tentang bikin LSM di Jatim? 2 . cari en ngirim berita. ajang menulis dan berekspresi betul ya Mas :) tapi kok ya kadang saya tuh beraaat banget mo nulis. kebiasaan. kalo blog lebih pe rsonal.com/2008/08/07/bekerja-denganhati-bebas/ itu lebih filosofis kalo ndak ya sekedar menulis aja. blog Mas juga dibaca dan ditanggapi orang lain kan? apakah saat menulis di blog juga "mengatur" agar tulisan Mas dapat dihargai orang lain? ndak. nge-ban anggota yang nakal dll tapi. lebih nyaman membaca dan mengomentari :P harus beranjak nih.wordpress. seperti ngelola anggota. tekad untuk menulis hehe iya :) lanjut ya mas Tolong ceritakan “sejarah” atau alasan Mas..berarti selama ini mempertahankan dan "menghidupkan" terus blog juga lebih ke alasan pribadi ya Mas? yup boleh tahu.

wordpress..blogfam.kenapa kok ya waktu bikin LSM kok LSM lingkungan? apakah karena pembelajaran Mas dari orangtua mungkin. tidak ada yang instan di dunia ini.wordpress. berubah dari perilaku sehari2.com/2007/04/upaya_mengusung_penyadaran_lin. kampanye lingkungan lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumla h pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? betul.com/2007/12/22/menulis-buku-harian/ ya. masih ada upaya2 yang lain terkait fenomena masyaraka t kelas menengah perkotaan Mas? betul saya membaca ada kecenderungan para urban internet user yang peduli dengan lingkungan lebih banyak berorientasi pada perubahan di level individu. begitu ya Mas? 3 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ..html oke.pengen tahu juga sejarah di balik itu Mas.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ini tip menulis http://djuni.wordpress. betul.com/2006/02/16/tugas-moderator-milis/ berarti mencintai lingkungan lebih sebagai proses ya Mas ya? yup Bagaimana pendapat Mas bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia.com/2007/12/23/yuk-nulis-yuk-memulaimenulis/ yup ato tulis aja di diary http://djuni. atau pengalaman di masa kecil? sampe jatuh cinta dengan isu lingkungan :) coba baca ini http://bz. bukannya itu buruk. sudah kalo untuk tugas2 moderator milis baca ini http://djuni. itu juga udah kita bahas dulu kampanye via internet = suatu bentuk upaya dan bukan segalanya.. tapi sepertinya ada kengganan untuk bergerak secara lebih kolektif untuk menekan pemerintah misalnya kesadaran memang mesti dimulai dari diri sendiri pelan2 berubahnya.

.. EGP aja (Emang Gue Pikirin-red.. yah. masyarakat. dunia masih panjaang ya Mas ya :) Kalau misalnya ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? yup ya ndak pha2. butuh waktu lama dan pe ngorbanan iya. apakah dia langsung bikin perubahan? kan ndak. misal bikin sakit hati n berantem hehe.wordpress. negara. emosi bisa juga tanda belum sadar dengan diri sendiri.masih muda :D emosi tanda semangat :P belum tentu..ya.com/2008/06/04/kesadaran-baru/ kalo belum dong ya ndak pha2 hmm... tetangga. keluarga.maklum Mas. itu bagian dari perkembangan kok perkembangan apa yang Mas juga lihat? dari kesadaran individu.kadang ikut emosi aja kalo mengingat kecepatan pengrusakan yang jauh lebih cepat dari upaya memperbaiki jadi kalo apa2 yang kita yakini kerjakan dengan penuh kesadaran itu dibilang ndak mbawa perubahan ya egp aja emosi aja juga ndak ada hasil2 en malah bikin kerusakan. belum paham dengan diri sendiri pahamkah kamu dengan tulisan ini: http://djuni.peneliti) :D kamu pernah baca biografi nabi muhammad kan.nangkep sedikit :p tentang ga mengkotak2an tidak sekedar ikut2an 4 .LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: bukan karena mereka mungkin alergi lewat jalur yang agak politis? ndak. menerapkan kepada diri sendiri.

. walo tidak banyak. bukan sekedar yang dipandang atau dipersepsi oleh umum nyambung ga sih tanggepanku?:-S sebagian kalo kamu paham dengan diri sendiri maka kamu akan tahu apa yang akan kamu cari/tuju. tapi kalo buku masih tetap sebagai sumber utama selain internet kenapa tuh Mas. dan tidak ditentukan oleh pendapat umum dengan kata lain menjadi diri sendiri hm. tidak ikut-ikut orang laen. apa yang paling ingin Anda kembangkan dari milis lingkungan? bikin acara offline misalnya? selama ini milis lingkungan memang belum pernah bikin acara jumpa darat.. Apa kah Mas sudah cukup puas dengan apa yang didapatkan dari internet/ sudahkah cukup apa yang disediakan internet untuk mendukung kebutuhan serta aktivitas Mas? selama masih berkegiatan di internet be rarti masih ada keinginan yang belum terpenuhi hemm. never ending learning.. hehe..ya :) Kalau Mas memiliki waktu dan kesempatan lebih. film. males aja. ya gpp mas. radio. televisi..cm pengen tahu aja.iya ya. buku)? masih. kok buku msh "diandalkan"? :D Apakah internet tidak cukup? Atau mungkin hanya karena kebiasaan? mengapa bus kota dan busway masih tetap dibutuhkan? yah karena masih banyak yang butuh dan belum mampu beli kendaraan sendiri :D 5 djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: . apa Mas msh mengkonsumsi media konvensional/ media massa (koran.. karena inti dari sesuatu harus dicari sendiri. searching..LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: karena itu bukan intinya. and browsing :D tapi internet itu hanya sebagai media atau alat saja bila alat sudah dianggap tidak berguna maka alat itu mesti ditinggalkan trus.

bukan.. kuat ndak :-) :D kalo listrik mati gimana? kok kalo aku milih buku karena sentimentil juga.wordpress. 6 .terakhir mas...banyak sumber jadi satu. bisa terasa lebih hanyut dan mendalam. Sejauh dan selama ini..tapi kebetulan kok ya alat yang tiap hari dipakai ya Mas :D hehe.ya karena (seharusnya) lebih baik dan ramah lingkungan masing2 ada kelebihan n kekurangannya apa tuh Mas menurut Mas..com/2009/05/15/hidup-saat-ini/ hm. cara kerja... atau bahkan hidup Mas? coba baca cerita s aya di blogfam lagi deh... kesadaran tentang esensi alat itu kan ya yang penting kalo cuma ngenet sekali seminggu tapi tanpa kesadaran juga malah ga bermanfaat bagi siapapun kesadaran terhadap esensi kehidupan itu yang penting itu adalah pemahaman terhadap pikiran dan keinginan hal seperti itu yang dilakukan Budha sehinggs dia mengalami pencerahan kalo pikiran... yang jadi kelebihan buku dibanding Internet? coba aja baca di monitor selama 3 jam.karena artikelnya nulisnya agak mbingungi..becanda Mas..LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: djuni_prist: djuni_prist: ranm_d: ranm_d: ranm_d: hehe.wordpress.. karena jawabnya ada disitu sebentar Mas.. kadang aku mulai bertanya2.kadang masih merasa ga bisa mengendalikan diri :D jadi malu. feel-nya beda. kesenangan beda2 oke.com/2009/05/12/258/ dan ini http://djuni. coba baca ini http://djuni. sepertinya internet sudah menjadi salah satu bagian keseharian Mas internet itu hanya sekedar alat iya... tapi kalo keinginan.. hehe nggaya :P yah. bagaimana internet telah mengubah/mempengaruhi cara hidup.

yup makasih Mas.semoga setelah ini kita bisa terus silaturahmi semoga sukses kerjaannya Selamat malam Mas.LAMPIRAN INFORMAN 3 WAWANCARA 2 djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: yah itu namanya masih belajar oke Mas.wordpress.. bye juga djuni_prist: ranm_d: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: ranm_d: djuni_prist: 7 . baik Mas :) semoga apa yang saya baca dapat saya sadari kemudian lakukan.com/2009/05/12/menulis-bebas-mengamatipikiran/ ok.terima kasih untuk semua :) gimana Mas? coba aja belajar menulis dengan metode menulis bebas seperti yang saya lakukan ini http://djuni....

jadi nunggu Halo juga Mbak Rani nggak papa kayaknya aku yang kecepatan ya.... so.mas marwan. pukul 15.untung aku udah di jalan oke mas.siapa kah mas marwan dan aktivitas sekarang apa? 1 .sudah bikin optimis... via Yahoo Messenger :1 ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: Halo mas marwan :) maaf ya..... oke belum jadi udah banyak gemari itu pertanda baik.kenalan dulu aja ya salam kenal balik ya Aku lagi S-2 di ilmu komunikasi Fisipol UGM senang bisa kenal dengan Rani.21-16.krn aku suka juga kebetulan aku sempet bantu-bantu di sahabat lingkungan walhi jogja tesis itu bisa jadi buku yang pastinya akan banyak yang gemari wuehehe.. bisa jadi buku best seller wahaha.belum selesei ditulis kok dah banyak yang suka? :p yah. he he gapapa.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Marwan Azis : 30 Mei 2009. liat ntar dulu lah... terima kasih.cerita dong.57 WIB : online.. :D yah.. ngambil tesis tentang penggunaan internet oleh aktivis lingkungan wah bisa nimbah ilmu ni senang juga akhirnya bisa chat ma mas Marwan :) menarik tesisnya iya..

Ini blog pertamaku www. atau target tertentu. atau fleksibel mungkin? fleksibel aja. ya biasanya kalo ngeblog ada rutinitas ga? misal beberapa hari sekali bikin tulisan..com/about-me/. nggak pake target-targetan biasanya topik tulisannya apa aja atau dapat ide dari mana aja? 2 wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ..mungkin latar belakang pendidikan.. motivasi atau tujuan awal menggunakannya) aku mengenal dunia internet sejak kuliah. terutama yang berkaitan dengan lingkungan liat aja http://marwanazis. di kampus aku banyak aktif di HMI dan Pers Mahasiswa serta HMJ (HIMAGRO) hehe. tapi sempat didiamkan. diajari/belajar sendiri. namun nanti sekitar tahun 2006 baru aktif memposting.. Haluoleo Kendari Sulawesi Tenggara.oke deh..petualanganku..com oh gitu.terus gimana ceritanya kok bisa "nyemplung" di aktivitasnya sekarang. barusan dah kubaca di alamat yg mas kasih cerita lengkap tentang diri rupanya :) oke mas.kita masuk aja ke pertanyaan tesisku ya ya. mungkin sekitar tahun 1999 lebih banyak belajar otodidak kalau bisa blog. oke bagaimana awalnya Mas mengenal internet (sejak kapan. awalnya aku hanya ingin menjadikan blog sebagai dokumentasi online sejumlah tulisanku yang telah dimuat di media tempat aku bekerja belakangan blog menjadi media bersharing dan kampanye isu lingkungan itu mulai kapan tuh mas? mulai ngeblog sekitar tahun 2005. aku ulumni jurusan AGRONOMI fakultas pertanian Univ.wordpress.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: kan udah baca kan sedikit banyak profilku di blogku jadi mau perkenalkan apalagi ni?? yah.multiply.

marwanazis. ada juga yang sharing sejumlah tulisan di banyak blog..ya.. akses dari mana saja.. ada content jalan-jalan (baru dibuat) sepulang dari Papua (tugas riset LP3ES) karena teman-teman di sana minta aku buat blog tentang papua trus? selain itu ada juga blog personal www..com blog personal ditujukan utk apa mas? kalau blog www. aku dah sempat tengok juga yang blog personal? ada maksud khusus? blog yang bercerita tentang aktivitasku... selain itu ada juga content agribisnis atau pertanian serta travelling (cerita jalan-jalan).wordpress.mengenai akses internet. ohya. trus. tapi ada beberapa postingku yang tidak ditampilkan di publik oke.. kesukaan orang kan beda2. aku perhatikan kan blog Mas banyak tuh.com). biasanya satu tulisan di-share ke banyak blog sekalian atau khusus (satu tulisan ya untuk satu blog)? itu sangat tergantung ama sang blogger. bagaimana kebiasaan Mas mengakses internet? (berapa jam sehari... idenya.banyak banget malah buat aku yang cuma punya 1 blog :D nah. ohya.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: content tulisannya lebih banyak menyangkut isu lingkungan hidup (www.blogspot.com (blog berita lingkungan) dan www. he he he hehe.com (organisasi Greenpress) itu kami kelola bersama-sama teman-teman jurnalis yang bergabung dalam Greenpress. bagiku ngeblog itu udah semacam hobby dan mungkin udah menjadi candu. repot ga ngelola banyak blog gitu? ya juga tapi dibawa senang aja.blogspot.. wah.wordpress.greenpressnetwork. nah mas. untuk keperluan apa saja) wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: 3 .greenpressnetwork. ada yang memilih blog tertentu dengan content yang spesifik. beda blog2 itu apa sih? ada blog yang content lingkungan. nah kalau ada yang menarik baru ditulis dan terakhir di-sharing ke blog oke. nah ini banyak dilakukan oleh teman-teman aktivis lingkungan yang memanfaatkan blog sebagai salah satu piranti media kampanye lingkungan oke. aku kan jurnalis yang suka melakukan perjalanan di berbagai tempat.greenpressnetwork.

semoga sukses ya. secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah/mempengaruhi cara hidup. sehingga memudahkan kita untuk melakukan riset. fasilitas internet seperti blog dan Facebook banyak juga aku pakai untuk berinteraksi dengan keluarga terutama adiku Anas yang saat ini masih studi di Al Azhar Kairo Mesir.beritalingkungan.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: kalau di Jakarta akses internet tidak terlalu susah. wah sip..lengkap banget :D Bagi penggiat lingkungan. “berpisah” dari internet? :D Bagiku internet mempermudah berbagai kerjaan saya. alternatifnya ke warnet. ngenet tiap hari ga mas? Nggak juga.. internet telah menjadi media yang mampu menghubungkan begitu banyak manusia dari berbagai penjuru dunia tanpa harus ketemu darat (jaringan situs sos ial seperti Facebook dan blog). apa makna atau arti penting internet. Makasih atas doanya menurut mas. atau bahkan hidup Mas selama ini? tapi ke depan mungkin akan lebih banyak menggunakan internet karena saat ini aku bersama sejumlah teman-teman disini lagi garap situs berita www..aku sempet baca dimana gitu. atau bahkan hidup Mas selama ini? Kalau menurut aku.. Kalau di rumah aku pake modem usb. Kalo buat Mas sendiri. dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah/mempengaruhi cara hidup. Internet juga sangat be rguna untuk riset awal sebelum melakukan peliputan dan setelah ada internet urusan kantor sebenarnya bisa diselesaikan di rumah misalnya setelah liputan tak perlu masuk kantor tapi naskah dan foto liputan cukup dikirim via email.bener bgt. Yang tak kalah pentingnya membuat ada banyak peningkatan penge tahuan yang diperoleh via internet terutama blog. masih dalam tahap pembangunan ohya..com (belum di-publish). karena hampir semua tempat ada fasilitas hospot. karena kadang ada kegiatan atau liputan keluar daerah berarti pekerjaan Mas tidak menuntut untuk ngenet tiap hari ya? ya menurut mas.. cara kerja. 4 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: . di Kantor juga ada wire less.. teman-teman. Banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan menggunakan fasilitas internet. Yang repot kalau keluar daerah. Selain itu dengan makin banyak banyak orang bergiat di dunia blog akan semakin memperkaya sharing informasi dengan content berbagai jenis. perkawanan dan sejumlah fasilitas lainnya. keberadaan blog dan situs jaringan sos ial lainnya mempermudah mereka untuk menyebarkan pesan-pesan mereka ke publik yup. cara kerja. aktivitas bisnis.

.. sip! sepakat. tapi kalo nyante.mo cabut jam berapa? Rani mau ikutan nggak? wah. Seperti yang Rani lakukan saat ini (riset) kan. menurut mas. ohya mas. dan aktivitas wawancara dengan narasumber riset bisa dilakukan via internet seperti yang kita lalukan sekarang.. Tapi tatap muka secara langsung masih tetap diperlukan. oke... wah.aku harus terbang dulu dong :D he he he dah mo pergi ya Mas? kalo ya berarti kita janjian aja. Sore ini aku mau main ke arena Pekan Lingkungan Hidup 2009 di JCC. Om Google 24 jam siap membantu.ini lagi sibuk ga? aku masih punya sekitar 10 pertanyaan lagi. efisien dan efektif" dibandingkan dengan menggunakan fasilitas komunikasi lainnya. mo kukirim sekarang aja? pake attachment makasih udah kuterima aku juga punya tulisan tentang blog sila mo dikirim Mas? aku sedang cari di folder laptopku 5 wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: . kita sambung kapan-kapan lagi... Rani nggak perlu rep kesana kemari untuk mencari narasumber tapi ot cukup browsing internet atau tanya ama Om Google (he he he). Rani udah bisa mendapatkan banyak informasi yang akan membantu risetmu. Kalo emang sibuk. apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan komunikasi lewat telepon. emang komplit gitu ya. so.. aku juga kok. tatap muka langsung ataupun lewat media lain? "Lebih murah. bentar lagi setelah shalat azhar oke aku longgar kapan aja setelah jam 2 Oh ya boleh aku baca latar dan metodelogi tesisnya Rani nggak? kalau boleh dikirim via email ya? boleh. kapan bisa ngobrol lagi.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 wawan_ep: ranm_d: ranm_d: Bahkan sejumlah tawaran pekerjaan berdatangan setelah aktif di dunia blog..

belum di-publish karena buru-buru ke Papua wah.Itu kapan ditulis nya Mas? Ya.. Insya Allah oke. sip...tulisan itu aku buat tahun 2008.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 1 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ok entar aku kirim oke tak apa.silakan kalau mau ke pekan lingkungan..senang bisa ngobrol :) sama-sama 6 ... besok bisa ngobrol lagi ga mas? aku kirim pake attachment oke udah terima belum? blm.dah bisa dibuka...aku pembaca pertama dong hehehe :D Ya oke mas. lwt YM atau e-mail? e-mail juga belum tuh YM aku coba lgi ya ok udah terkirim ok. besok sore kita bisa ngobr ol lg? Ya. makasih ya Mas..

11-22.10 WIB : online. petualanganku.greenpressnetwork.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Marwan Azis : 31 Mei 2009. marwanazis.wordpress..com dan greencare.wordpress.sebenernya ada berapa blog sih yang rutin mas "pelihara"? yang sering aku input yaitu www.com . Begitupun dalam kegiatan lingkungan hidup maupun ngeblog 1 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: .masalah masuk ke wordpress? bukan... Kalau blog GP di blogspot itu difokuskan pada news blog lingkungan hidup ohh.multiply. apa yang memotivasi atau mendorongmu untuk terus mempertahankan blog2 tersebut sih? oh yah.blogspot. belum masuk-masuk mungkin koneksi internetmu lagi kurang lancar kali?? oh.greenpressnetwork.com ya? dan www.. via Yahoo Messenger :2 ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: malam Mas :) Halo sori agak lambat ya ohya mas. kan nggak semua aktivitas nggak harus dinilai dengan materi. pukul 20. tapi baru buka depan.com.kan ga ada yang mbayarin lah ya kasarnya.blogspot.com eh.. emang belum sempet masuk-masuk aja :P Mas. oke apa yang di wordperss lebih ke internal? Ya Rani udah liat blog GP di wordpress ya? ya.bedanya greenpress yang di wordpress sama blogspot apa Mas? kalau GP wordpress itu spesifik organisasi GREENPRESS serta artikel yang terkait dengan jurnalis lingkungan (panduan)..

LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: apalagi kalau blog yang kita kelola banyak pengunjungnya. dan salah satu piranti media yang kami gunakan adalah blog hm.. tp juga lagi off beberapa bulan ini oh ternyata anak walhi juga.so.paling setengah jam lagi :D Rani tinggal ama Ortu di Yogya? yup selain studi? aktivitas lainnya apa? kerja atau?? tadinya sempat asisten di jurusan almamaterku tapi off buat nyelesein tesis relawan di sahabat lingkungan walhi jogja. sayangkan kalau ditinggalin berarti lebih buat kepuasan pribadi ya? Pribadi ya. paling kesulitannya adalah soal waktu kalau lagi banyak kerjaan di kantor. 2 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: . blog juga sangat bermanfaat dalam mendukung berbagai publikasi aktivitas organisasi. apa kesulitan yang diala mi selama ini? Adakah pengalaman menarik? apa ya kesulitannya?? kayaknya selama ini lancar-lancar aja. Misi Greenpress salah satunya adalah me mbantu penyebaran informasi lingkungan ke publik... Rani sekarang main internet di rumah atau di warnet?? di warnet kalau malam biasa sampai jam berapa? hehe.salah satu keuntungan dr perkembangan teknologi ya :) yup Dalam mengelola blog-blog itu. ok. pengalaman menarik? dalam hal apa? selama "melihara" blog2 itu mas? siip Di sini lumayan bagus koneksi internetnya oke... jadi kadang beberapa hari tidak posting.

Jadi kembali ke semula blogspot.com setelah diubah dengan menggunakan domain com (www.wordpress.mas sempet confirm ke mereka ga? setelahnya? 3 ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: . kenapa tuh kok diserang? iseng bgt Ya hackernya dari Turki lagi.com/click-of-the-week-29-marwan-azis/ ohya.com) pernah diserang oleh salah satu hacker luar negeri. karena halaman blog te rsebut penuh warna merah berbendera turki makanya aku nggak mau lagi lanjutan domain dotcom.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: kenapa? aku juga sempat jadi anggota Individu WALHI waktu di kendari? yup oke...greenpressnetwork.aku sempet nemu juga.tadi gimana.com/2007/12/06/click-of-the-week-29-marwan-azis/ resensi tersebut dibuat mereka buat secara sembunyi-sembunyi tanpa ada konfirmasi sebelumnya ke aku wew.ada pengalaman menarik selama blogging buat isu lingkungan? apa ya?? pikir-pikir dulu oke ya? pengalaman dukanya ya..greenpressnetwork.blogspot. Syukur ada kawan yang memperbaiki sehingga data-nya bisa diselamatkan dan eksis kembali.com oh gitu.trus.... supraisnya: aktivitas di sejumlah blog lingkungan ternyata mendapatkan perhatian dari salah satu situs http://maverickid.com perhatian gimana? mereka membuat resensi tentang aktivitasku di sejumlah blog http://marwanazis.. blog Greenpress www.aku lanjut ya mas. http://maverickid.. wow..

latin dan perkumpulan skala) membuat media centre Greenpress di arena UNFCCC di Bali. eh. pengelola http://maverickid. Tapi pas hari H waktu kami udah tiba di Bali. Tapi pada saat ketemu Panitia. Lucunya di tempat yang sama media komunitas yang yang diterbitkan perusahaan tambang dan sawit begitu mudah mereka memperoleh kartu peliputan 4 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: . Padahal itu tidak ada persyaratan peliputan UNFCCC Saat kami memberikan contoh tulisan. trus? Kami sempat dikabari via email agar menghadap panitia untuk mengambil kartu pers peliputan seperti hal dengan teman-2 jurnalis lainnya. Waktu itu kami masih di Jakarta..blessing in disguise ya :D dan menurut sejumlah teman-teman. tiba-tiba pihak panitia membatalkan peliputan kami tanpa alasan yang jelas. namanya Mbah Hanny hmm.. si penulisnya minta maaf. awalnya kami diterima oleh pihak PBB yang dikonfirmasi via email bahwa status kami udah oke dan memenuhi persyaratan.com sangat selektif dalam merensi sebuah blog atau situs..seneng dong ya kecuali orang-orang tertentu yang bergiat di aktivitas yang spesifik Yup pastinya. trus? Saat kami mendaftarkan diri sebagai peliput konferensi UNFCCC. bukan kami diberikan kartu peliputan. Itu juga suprais bagi aku karena resensi tersebut dibuat bertepatan dengan pelaksanaan konferensi perubahan iklim di Bali wow. justru kami dihujani dengan beberapa pertanyaan seperti apakah Greenpress memiliki hubungan dengan Greenpeace?? ahaha :)) terus kami dimintai lagi persyaratan tambahan contoh artikel (berita) yang pernah kami tulis. katanya tulisannya propokatif. ya? Cerita lainnya. wah.LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ranm_d: wawan_ep: Ya. dimana saat itu Greenpress bersama sejumlah lembaga lingkungan (kemitraan.next. oke. ya mas mo cerita atau gimana? yaitu pada saat konferensi perubahan iklim. mereka kembali menilai tulisan kami..

LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: wawan_ep: sheesh. karena lembaga yang sebesar PBB terntaya takut ama Green Press yang baru didirikan pada tahun 2004... kalo aku kirim daftar pertanyaan aja gimana Mas? bisa dikerjain kalo luang.nanti beritanya aku kirim via email kalo hari kerja mas bisa chat jam berapa? kalau kerja kayaknya agak susah chating. kayaknya aku dah ga bisa lama2 oke. trus mas. ntar kalo ada yg perlu aku konfirm baru kita chat lagi. Hanya karena nama Greenpress memiliki kemiripan dengan Greenpeace. iya lah. aku cari dulu ya ohya mas...lucu juga. hehe. Oke. ya lah. oh ya tambahkan dikit ya soal UNFCCC. jadi meskipun kami ditolak tak mendapat kartu peliputan dari PBB.. he he he.ngumpul juga di situ akhirnya :D 5 ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: ..hehe. beritanya tentang perlakuan PBB terhadap jurnalis nanti saya kirim oke. gimana kalau besok malam aja dilanjutin lagi... mestinya diarahkan bagaimana membangun komitmen terhadap pelestarian lingkungan. heard that. tapi aktivitas Media Centre Greenpress tetap jalan di kampung CSF (Markas NGO) untuk liputan di arena konferen kami menggunakan link teman-teman si lainnya yup.. Terus lembaga yang diklaim sebagai lembaga demokratis tak selamanya berlaku demokratis. menurut mas.. hmm.. Tapi dibalik itu kami justru bangga dan makin semangat.. Tapi dari apa yang kami alami bagaimana pihak Panitia memperlakukan jurnalis yang care lingkungan sangat jauh dari harapan kami.pasti gitu instruksi dr para atasannya Kapal Greenpeace juga sempat ditolak berlabuh di Bali yup... ckckck. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan belum? Akhirnya berkesimpulan betapa kuat pemilik modal (baca kapital) terhadap perhelatan besar lingkungan hidup...

Malam udah mulai agak larut Hati-hati di jalan ya.lagi seru nih padahal. Kami banyak memback up kampanye teman-teman NGO dalam isu keadilan iklim di Bali Lucunya lagi belakangan aku bersama sejumlah teman-teman diminta ama KLH untuk menyusun laporan hasil UNFCCC buat dilaporkan MENLH ke Presiden SBY.. he he he yah. ohya.. :D lucu bgt tuh kacian deh lu KLH Ya.blogspot..LAMPIRAN INFORMAN 4 WAWANCARA 2 wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: wawan_ep: dan salah satu media yang kami pake untuk menyebari informasi UNFCCC adalah media blog www.. :) Wassalam wa'alaikum salam 6 ranm_d: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: wawan_ep: ranm_d: ..terima kasih.gimana.. tapi jadinya kayak ulangan kuliah he he he kayak tugas kuliah maksudku.com wah. Insya Allah aku bantu esai kok. soalnya aku juga dikejar tenggat :P oke kucoba kirim sekarang ya. ehm.greenpressnetwork.bukan pilihan ganda :D oke sekali lagi.gimana ya mas.. ntar kalo ada yg perlu aku konfirm baru kita chat lagi. mereka kecolo ngan dalam dokumentasi aktivitas UNFCCC. kalo aku kirim daftar pertanyaan aja gimana Mas? bisa dikerjain kalo luang.. ya udah.... Orang KLH belakangan minta maaf ama aku soal terhambatnya temanteman Greenpress dalam peliputan UNFCCC... Jadi mungkin kami tim peliput menggunakan dua label. responnya pasti lumayan rame tuh Ya. jurnalis sekaligus blogger di arena UNFCCC.aku harus pulang mas. sama-sama met malam.jadi semangat :) Ya... oke.. maaf. bisa juga..senang dengar banyak cerita.

sembilan hari setelah daftar pertanyaan diberikan. kesadaran terhadap lingkungan mulai tumbuh dan berkembang terutama pasca Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah konferensi perubahan iklim Desember 2007 lalu di Bali. perubahan dan lain sebagainya. Selain menjawab pertanyaan yang diberikan peneliti. kampanye lingkungan kemasyarakat global tanpa harus bergantung lagi pada media manual seperti koran dan majalah. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Dear Rani Halo Rani. yakni berkaitan dengan aktivitas Greenpress selama pertemuan UNFCCC di Bali. Di kelompok swasta juga mulai gencar gerakan Go Green sebagai bagian dari tanggungjawab perusahaan di bidang pelestarian lingkungan hidup. situs jaringan sosial. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? Kalau menurutku.(bahan pertanyaan dan jawaban terlampir). sory agak terlambat ni menjawab puluhan pertanyaanmu karena minggu ini aku agak sibuk dengan kerjaan di LP3ES dan pembangunan situs berita lingkungan. Semoga proses pembuatan tesisnya berjalan lancar ya. "Yakin Usaha Sampai" Wassalam Marwan 1. Menurut Anda. Selain itu. baik itu berupa bencana alam. Dikirim 8 Juni 2009. Apakah menurut Anda. fasilitas internet baik blog dan situs sosial lainnya mempermudah terjadinya sharing informasi dan konsolidasi berbagai gerakan lingkungan serta menggalang donasi lingkungan via internet. Tapi Alhamdulillah akhirnya selesai juga. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? Dengan berkembangnya fasilitas multimedia seperti Internet beberapa tahun belakangan ini seperti blog. Kesadaran ini tidak terlepas dari gencarnya pemberitaan media tentang isu lin gkungan hidup dengan berbagai dinamikanya. beberapa tahun belakangan ini. 1 . 2. dan media online ini sangat membantu gerakan para aktivis lingkungan dalam menyebarkan berbagai pesan.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A Jawaban dari Marwan Azis. informan mengirimkan sejumlah artikel yang dijanjikannya pada wawancara terakhir. Kesadaran masyarakat ini dilihat dari mulai berkembangnya kelompok -kelompok masyarakat peduli lingkungan yang konsen di isu tertentu misalnya pengelolaan daur ulang sampah. kali bersih hingga munculnya kesadaran warga yang menuntut hak atas lingkungan yang baik (advokasi) yang menolak aktivitas pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit dan tambang. selain itu saya juga lampir berita cerita Greenpress di Bali.

Angin Mammiri Makassar. apalagi belakangan ini makin banyak hospot gratis di berbagai kota di Indonesia dan harga akses internet makin murah dan kita patut bersyukur karena pemerintah Indonesia dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informasi RI sangat mendukung muncul komunitas blogger di Indonesia. Berbagai komunitas blog di daerah bermunculan seperti komunitas blog bundaran HI Jakarta. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia. kampanye lingkungan lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? Saya kurang sependapat dengan pandangan tersebut. Mungkin ke depan perlu ada partai yang konsen memperjuangkan lingkungan semacam Green Party (Partai Hijau) agar isu lingkungan tidak lagi dimarjinal dalam setiap pengambilan kebijakan. 4. tapi muncul dari kesadaran publik akan tuntutan lingkungan hidup yang baik dan sudah menjadi kebutuhan bersama bagi warga bumi untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan sehingga tentu kedepan akan makin banyak orang beralih ke trend hijau karena selain ekonomis juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Jutaan individu masyarakat baik itu kalangan pelajar. 5. karena berdasarkan informasi yang saya peroleh saat pesta blogger 2008 lalu ternyata Indonesia merupakan negara pengguna blog terbesar di dunia. yang menjadi pekerjaan berat bagi penggiat lingkungan adalah bagaimana gerakan lingkungan bisa ke masuk ke ranah politik agar isu lingkungan menjadi prioritas utama dalam berbagai pengambil kebijakan politik. Tinggal bagaimana gerakan lingkungan bisa masuk ke komunitas blogger Indonesia. Dan saya yakin ke depan akan makin banyak orang yang memanfaatkan teknologi informasi internet. Komunitas Blog Yogyakarta dan lain-lain. bisnismen hingga politisi belakangan ini mulai tertarik dengan situs pertemanan sosial seperti Facebook. artinya apa. Mereka merupakan stakeholder yang potensial dan strategis bagi gerakan pelestarian lingkungan di Indonesia. Wong Kito Palembang. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? Sah-sah aja orang berpandangan bahwa Gaya hidup”hijau” hanyalah trend sesaat.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A 3. Kalau pandangan Mas tentang gerakan lingkungan saat ini? Sudah banyak kemajuan seiring dengan berkembangan fasilitas multimedia dan internet. 2 . saat ini masyarakat Indonesia sudah banyak yang memanfaatk an blog dan situs pertemanan sosial lainnya dalam berbagai aktivita s keseharian. Karena gaya hidup hijau atau yang bisa kita kenal back to nature itu tidak muncul begitu saja. artis. mahasiswa. Ini merupakan perkembangan yang menggembirakan bagi kemajuan Indonesia dan gerakan penyadaran lingkungan. Namun menurutku gaya hidup hijau itu bukanlah trend sesaat.

saya juga aktif terlibat mendukung gerakan petisi lingkungan seperti lumpur lapindo.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A 6. Selain itu. apa yang paling ingin Anda kembangkan dari Greenpress? (Misalnya. gabung dalam komunitas volunteer via internet/milis) Tolong ceritakan. supportergreenpress@yahoogroups. wartawanlingkungan@yahoogroups. ajisaja@yahoogroups. greenpress@yahoogroups. Apakah menurut Anda kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya. Namun kalau menurut pengamatan saya. Greenpress sebagai komunitas jurnalis lingkungan di Indonesia. Dan dorong orang-orang terdekat Anda untuk Ngeblog dan mau bercerita seputar aktivitas keseharian mereka dalam melestarikan lingkungan hidup via blog karena membantu penyebaran informasi lingkungan itu merupakan bagian dari salah satu upaya untuk mengurangi dampak perubahan iklim. donasi lewat e-banking.com. 9.com. mediacare@yahoogroups. 7. perubahaniklim@yahoogroups. Kegiatan lainnya adalah menyelenggarakan berbagai kegiatan lingkungan seperti pelatihan jurnalis lingkungan. Jauh sebelum dunia blog berkembang di Indonesia . saya udah bergabung dan juga mengelola komunitas mailinglist lingkungan dan jurnalis seperti walhinews@yahooogroups. Menurut Anda.com. lingkungan@yahoogroups. selain aktif membantu penyebaran informasi lingkungan ke publik baik itu lewat media masing-masing tempat kami bekerja maupun via blog dan situs. orang yang gembargembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) Itu kembali kepada personal masing-masing orang. com. tampil di media massa konvensional. 8.com. voting dalam petisi online. berkolaborasi dengan salah satu gerakan atau organisasi lingkungan. membuat event bersama). kebanyakan teman-teman blogger yang selama in i sharing informasi via blog itu diinspirasi dari aktivitas keseharian mereka apakah itu sifatnya personal maupun dinamika komunitas mereka beraktivitas.com. dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk menyelamatkan lingkungan? Manfaatkanlah internet untuk berbagai informasi apa saja tentang lingkungan mulai dari tips sederhana bagaimana berperilaku ramah lingkungan hingga bagaimana publik agar bisa memperjuangkan haknya terhadap lingkungan hidup yang baik.com dan beberapa milis lainnya. Bila Anda memiliki waktu dan kesempatan lebih. berlangganan milis bertema lingkungan. apakah Anda juga memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? (Misalnya. Selain memiliki sebuah blog dengan isu lingkungan. gerakan tolak pembangunan PLTN di Indonesia dan terakhir ikut mendukung surat petisi gerakan penyelamatan hutan Indonesia yang digalang Greenpeace Asia Tenggara yang ditujukan pada Presiden SBY.com. Jadi tentu aktivitas online tidak terlepas dari aktivitas offline yang dilakoni seorang blogger karena kebanyakan tulisan atau cerita yang dimuat di blog dan situs sosial lainnya itu diinspirasi dari aktivitas keseharian seorang blogger yang kemudian disharing ke public via blog. membuat event bersama dengan 3 .

worldpress.greenpressnetwork. 13. atau menyebarkan informasi lingkungan?) Cara efektif adalah bagaimana kita memanfaatkan blog dan situs jaringan sosial lainnya untuk berbagai informasi lingkungan mulai tips ramah lingkungan hingga gerakan advokasi lingkungan. selama ini juga saya juga mengkonsumsi media konvesional seperti koran. Content informasi baiknya menampilk an bahasa yang dimengerti publik serta memadukan antara naskah.com) dan kami juga berapa kali menjadi narasumber di sejumlah Radio seperti Green Radio Jakarta dan Radio Swara Alam Kendari. 12. kami juga banyak dikirimi buku dan majalah dari beberapa organisasi lingkungan dan penerbitan lainnya. televisi. foto (gambar) dan film dokumenter lingkungan seperti yang selama ini dilakukan oleh sejumlah organisasi lingkungan seperti Greenpeace yang sudah teruji efektif melakukan kampanye lingkungan di berbagai belahan bumi. film dan buku. (detailnya silakan akses di www.LAMPIRAN INFORMAN 4 Q&A organisasi pencinta lingkungan lainnya dalam berbagai moment hari-hari besar lingkungan serta terlibat dalam berbagai kolaborasi gerakan advokasi lingkungan. bagaimana cara terbaik memanfaatkan internet untuk menyelamatkan lingkungan? (dengan berkampanye. Selain membeli sendiri. buku)? Tolong ceritakan. memperkuat gerakan lingkungan. Menurut Anda. Kenapa Anda masih mengkonsumsi media -media tersebut? Apakah internet tidak cukup? Atau mungkin hanya karena kebiasaan? Karena udah kebiasaan. radio. film. Apakah anda sudah cukup puas dengan apa yang anda dapatkan dari internet/ sudahkah cukup apa yang disediakan internet untuk mendukung kebutuhan serta aktivitas anda? Terutama terkait dengan aktivitas untuk lingkungan. Ya. Apakah anda masih mengkonsumsi media konvensional/ media massa (koran. Ya. Greenpress juga memiliki Radio Komunitas yang saat ini dikelola teman-2 GP di Kendari (Radio Green News). 10. radio. televisi. Saat ini kami tengah membangun situs beritalingkungan. 4 . 11. lagian kan tidak selamanya kita mengakses internet karena mata kita juga memiliki keterbatasan dalam berhadapan monitor laptop atau pc.

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

[Artikel-artikel] http://csoforum.net/Artikel/Hanya-Karena-Nama-Green-Press-Tak-Dapat-Akreditasi.html 2007, Des 7 Hanya Karena Nama, Green Press Tak Dapat Akreditasi By Hendro Prasetyo, on 04-12-2007 16:15 Nusa Dua, CSOForum-Di era keterbukaan sekarang pers masih saja dihalang-halangi pemberitaannya. Pelakunya tak tanggung-tanggung, panitia United Nations Framework Climate Change Convention (UNFCCC). Contoh paling anyar yaitu ditolaknya akses Green Press meliput acara UNFCCC di Bali. “Green”, nama yang selalu diasosiasikan dengan Greenpeace, membuat Green Press tak memperoleh akses masuk ke sidang COP 13 Bali. Tak ayal, hal ini mengecewakan beberapa jurnalis Green Press. Padahal, sebagai pengusung demokrasi, PBB secara sepihak telah menolak akses Green Press dengan alasan tidak jelas. Inilah yang membuat jurnalis Green Press tak habis pikir. Sebuah lembaga ternama dunia ternyata melakukan hal tidak demokratis itu. Marwan Azis, jurnalis Green Press menuturkan bahwa sedari awal mereka telah melakukan registrasi via email kepada panitia. Hasilnya, mereka dijanjikan akan diberikan kartu identitas. Mereka diberitahu untuk mengambil kartunya di Nusa Dua Bali. Namun, apa lacur? Kartu yang dijanjikan belum dibuat. Malahan mereka seperti diinterogasi dengan dicecar pertanyaan yang sama; Apakah ada hubungan dengan Greenpeace? Tanpa tedeng aling-aling, panitia justru meminta contoh tulisan. Alhasil, mereka ditolak aksesnya sebab tulisannya dianggap provokatif. “Padahal, di syarat pendaftaran tidak ada pengecekan tulisan”, keluh Marwan. Lebih aneh lagi, ketika beberapa media yang berurusan dengan soal interior tiba-tiba diterima akreditasinya. Ini adalah secuil indikasi sterilisasi area UNFCCC dari panitia yang kebablasan. Baik kendaraan, orang hingga media dihalang-halangi kehadirannya. Apakah ini menjadi tanda UNFCCC steril dari beragam pandangan? Hingga akhirnya hanya mementingkan pandangan pemilik modal dan birokrat korup. Sumber: situs www.csoforum.net

………..

5

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

http://www.vhrmedia.com/vhr-news/berita,Etika-Media -ala-UNFCCC-1078.html "Etika Media" ala UNFCCC 7 Desember 2007 - 14:21 WIB Yerry Nikholas Borang VHRmedia.com, Chicago - Tindakan sekretariat media Perserikatan Bangsa-Bangsa membagikan daftar jurnalis terakreditasi kepada pihak lain dinilai tidak etis dan hanya untuk memperoleh liputan media yang diinginkan. Tindakan itu dikecam sejumlah kalangan karena dinilai tidak beretika. Sebab, email para jurnalis tersebut segera dibanjiri rilis dari berbagai lembaga. "Ini hari yang menyedihkan bagi PBB. Mereka sengaja menghindari pendapat yang berbeda dan memakai sejumlah taktik untuk memperoleh tujuan," kata James M Taylor, staf kebijakan lingkungan pada The Heartland Institute di Amerika Serikat sebagaimana dikutip heartland.org Kamis (6/12) . Sebelumnya para jurnalis yang ingin meliput Konferensi Perubahan Iklim PBB di Bali diharuskan mendapatkan akreditasi dengan mendaftar di sekretariat media PBB di Bonn, Jerman. Masalah akreditasi ini banyak diprotes sejumlah media. Para jurnalis yang bergabung dalam Green Press menyatakan PBB secara sepihak telah menolak akses mereka dengan alasan tidak jelas. Marwan Azis, jurnalis Green Press, mengatakan sedari awal mereka telah melakukan registrasi via email kepada panitia. Hasilnya, mereka dijanjikan akan diberi kartu identitas yang bisa diambil di Nusa Dua, Bali. Ternyata kartu itu urung dibuat. Mereka malah diinterogasi dengan dicecar pertanyaan mengenai hal-hal yang tidak relevan dan dituduh sering menulis hal yang provokatif. Gugatan juga ditujukan terhadap Panel Antar-Pemerintah mengenai Perubahan Iklim yang digagas PBB (UN Intergovernmental Panel on Climate Change, IPCC). Professor David Henderson dalam tulisannya di Wall Street Journal Kamis (11/10) mempertanyakan keterbukaan dan proses politik dalam forum itu. IPCC yang didirikan tahun 1988 berisikan pejabat pemerintahan dan sejumlah ilmuwan. Sepanjang berdirinya IPCC telah menghasilkan laporan penilaian penting yang dijadikan dasar bagi pengambilan kebijakan mengenai lingkungan hidup negara-negara di dunia. Laporan ini menjangkau isu-isu ekonomi, sains, dan aspek teknis. Laporan terakhir AR4 sebanyak 3.000 halaman dan berisi penelitian 2.000 ilmuwan di seluruh dunia akan selesai akhir Desember ini. Menurut Henderson, dosen Westminster Business School London, keikutsertaan ilmuwan di IPCC membuat forum ini memperoleh kepercayaan besar. Dalam kenyataannya kelompok ilmuwan hanyalah partisipan terpisah dari pusat pengambilan keputusan di dalam IPCC. (E5)

6

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

Pekerjaan Baru di Malam Pergantian Tahun 2008 2:20 AM / Posted by Marwan /

Ketgam: Buku SLHI dipamerkan oleh Presiden SBY saat peringatan hari lingkungan hidup di Istana Negara 5 Juni 2007, foto: DOK KLH

Sehari sebelum pergantian malam tahun baru 2007 ke 2008 (30/12/07), saya sempat diajak ama teman-teman Environment Parliament Watch (EPW) Jakarta untuk main ke Bandung untuk refresing karena selama ini kami terlalu banyak disibutkan oleh berbagai kegiatan di organisasi dan kantor yang membuat pening kepala, jadi ada baiknya main ke daerah Bandung yang terkenal dengan sebutan Paris Van Java serta ke daerah Lembang yang terkenal sebagai daerah agrowisata di Jawa Barat.

Kami sudah sepakat berangkat setelah magrib menunggu saya pulang dari kantor LP3ES. Saat tengah menyiapkan diri dengan berbagai perlengkapan yang akan saya bawa ke Bandung.Tiba -tiba HP saya berdering ternyata dari IGG Maha Adi, kawan saya seaktifitas di Green Press Jakarta yang saat ini bekerja sebagai jurnalis di Majalah Tempo. ”Wan saya minta bantuan nie, karena hanya kamu yang bisa bantu saya,”kata Adi. ”Bantuain apa Bang,”tanya saya. ”Gini Wan saya diminta oleh Henri Bastaman (Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup) ngerjain buku Bunga Rampai pertemuan Konferensi Perubahan Iklim (UNFCCC) Bali. Saya udah rekomendasikan namamu sebagai tim yang akan ngerjain buku itu,”kata Adi. ”Gimana ya Bang, sekarang saya lagi siap-siap nie menuju Bandung,”kata saya. ”Tunda aja dulu Wan, bantuin saya, sekarang saya masih di Bali, gila nie saya diminta menyelesaikan buku itu tanggal 2 Januari 2008.”Jadi tolong bantuin. Sekarang saya masih di Bali, besok tolong kamu wawancarai ibu Nelly ya.”pinta Adi. Akhirnya saya ngambil keputusan tidak ikut Bandung, demi membantuin Adi. Malam itu saya diarahkan Adi agar besok mewancarai Ibu Nelly, (Ketua Tim Delegasi RI dalam UNFCCC) seputar kronologis mulai dari penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggarakan konferensi 7

LAMPIRAN

INFORMAN 4

Q&A

perubahan iklim, proses atau dinamika sidang Konferensi Perubahan Iklim di Bali hingga hasil yang dicapai. Alasan saya tidak ikut ke Bandung selain karena alasan bantuin Adi ngerjain buku, malam itu juga kondisi badanku lagi kurang sehat (masuk angin). Syukur teman-teman EPW (Dudy, Ardi, Rudi dan Yusro) memaklumi keputusan saya untuk tidak ikut ke Bandung.”Nggak pa pa bang,”kata Dudy saat saya bilang nggak bisa ikut ke Bandung. Ini merupakan kesempatan kedua kalinya saya dilibatkan dalam pengerjaan buku lingkungan hidup yang terbitkan Kementeri Lingkungan Hidup (KLH), sebelumnya saya juga sebagai tim editor Buku SLHI (Status Lingkungan Hidup Indonesia) 2006 yang terbitkan pada pertengahan 2007. Malam itu saya langsung kontak staf Ibu Nelly namaya Mbak Upik untuk dibuatkan jadwal ketemuan dengan ibu Nelly, Setelah itu, saya berupaya kontak Ibu Nelly, akhirnya ibu Nelly bersedia meyediakan waktunya besok hari jam 9.00 WIB untuk di wawancarai. Esok harinya saya langsung meluncur ke rumah ibu Nelly di Daerah Bintaro Sektor 3 Jakarta Selatan. Alhmadullillah sebagian informasi seputar UNFCCC saya bisa peroleh dari penjelasan ibu Nelly. Usai wawancarai ibu Nelly saya langsung menuju hotel Mahakam di Blok M untuk ketemu pak Henri Bastaman guna membahas pembuatan buku itu. Dari penjelasan pak Henri ternyata KLH merancang empat buku yang akan terbitkan terkait dengan Kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) yang diselenggarakan pada tanggal 3-15 Desember 2007 lalu. Buku itu akan dibagi empat judul yaitu 1) Report kronologis berdasarkan kegiatan berlangsung baik sisi penyelenggaraan maupun subtansi isi, 2) Rekaman dari para pelaku (Presiden COP 13, Presiden RI, Sekretaris UNFCCC, DELRI (Dele gasi RI)), 3) Buku Bunga Rampai Konferensi Perubahan Iklim yang akan berisi macam catatan kejadian dala m konferensi Perubahan Iklim di Bali seperti Emil Salim diteriaki Komprador saat berkunjung ke Kampung CSO (NGO), Yvo De Boer tiba-tiba menangis di arena konferensi dan lain-lain, dan terakhir (4) Buku yang bercerita tentang hasil kesepakatan yang tercapai di UNFCCC Bali terhadap negara berkembang dan negara maju. Bagi kami ini adalah pekerjaan besar, yang membutuhkan tenaga, pikiran dan waktu. Nah buku yang pertama yaitu Buku Report UNFCCC itu menurut pak Hendi, dealine harus selesai tanggal 2 Februari, karena pak Menteri Lingkungan Hidup (Rachmat Witoelar) akan menghadap Presiden SBY. Akhirnya kami harus kerja ekstra agar bisa selesai sesuai dengan dealine yang diberikan ke kami. Bagi saya dan Adi ini pekerjaan gila. Tapi karena kami udah komitemen membantu, meskipun kami harus mengobarkan waktu malam tahun baru kami demi mengerjakan buku tersebut. Karena kan kita harus memulai tahun baru dengan penuh semangat baru agar apa yang kita cita-citakan di tahun baru 2008 ini bisa tercapai. (Marwan)

8

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE-

: Melinda Rachman : 21 April 2009, pukul 10.13-12.09 WIB : online, via Yahoo Messenger :1

dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

helo challida ya yup..silakan panggil aku rani challida tuh nama depanku resmi banget :P oh rani, oke2 hehe, kenapaaaa rani, kenalan dulu ya mel.. namaku rani, aku lagi ngerjain tesis nih..ambil tema tentang penggunaan internet untuk aktivisme lingkungan aku tinggal di jogja, kuliah di UGM yaaa, aku melinda, 16tahun, mau nanya apa? jangan susah susah yaaaa hehehe :p ga lah..ngobrol aja.. kamu masih sekolah mel? Iyaps, 2 SMA ceritain dong tentang Go Green.. kapan mulainya, gimana awalnya oke, awalnya waktu aku SMP udah punya blog, Lala (yang satu lagi) juga udah aktif ngeblog, terus suatu hari aku nemu artikel tentang penggundulan hutan kalimantan di majalah Gadis, aku tulis lagi di blog aku, syukur banget tulisan aku itu banyak yang berkomentar, Lala liat, dan tiba tiba dia ngajakin aku bikin blog khusus membahas global warming itu, khusus di Indonesia trus? akhirnya bikin deh, tebentuk 2 februari 2008 awalnya iseng iseng aja, sekedar tulisan, pokoknya semua sumber, koran majalah, buku pelajaran, pemikiran sendiri, di tuangkan semua ke blog itu ga nyangka banyak banget yang dukung, nah dari situ kita lebih serius lagi, sampai sekarang 1

dikeroyok:

ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok:

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

tapi intinya kita mendukung lewat tulisan aja kok cocok buat yang bikin skripsi dll soalnya kalau kita terjun langsung suka ga pas waktunya, akunya masih sekolah, lala harus kuliah, gitu.. hehe udah kayak pidato ya haha hubunganmu ama lala apa? Temen? temen aku, temennya dia juga, dikenalin deh, iya temen waktu awal ngeblog pas SMP, itu kamu umur berapa? waktu itu ngeblognya soal apa aja? aku umur... 14 tahun.. 3 SMP blog aku ya bersifat pribadi aja, kadang ngomongin diri sendiri, kadang ngomongin kejadian2 di berita, Lala juga sama.. yang bikin tertarik nulis tentang isu lingkungan apa? apa karena ada pengalaman pribadi mungkin hmm pertamanya emang prihatin, banyak yang kontra malah, ada yang bilang 'ngapain sok sok ngurusin lingkungan, lulus aja be lum becus' tapi sete lah kesananya, emang ngerasain juga misalnya satu hari panaaaaas banget, menit berikutnya hujan cerita dong pertama kali kenal ma internet tuh gimana? apa emang di rumah ada akses? di rumah emang disediain, ya gimana sih kalau anak2 kan main friendster, facebook hahahaha, tapi kan yah bosen juga, lebih asik ngeblog, istilahnya bisa mencurahkan gitulaaah, hehe..emang ya.. jadi, pertama kenal internet umur berapa tuh? SD? wah kalah dong aku :P SD udah kenal tapi kan sebatas nyari tugas dan itupun dibantu.. internetnya dipasang waktu SMP itu.. belajar sendiri apa diajarin tuh awalnya? akses internetnya? ya make internet..

ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d:

2

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

dikeroyo k: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok:

diajari, waktu SMP juga udah belajar soal internet gitu.. awalnya google, kan dari google bisa akses apa aja, trus yaaaa belajar belajar sendiri, gitu hehe kalo pertama kali kenal blog tau dari mana? internet juga? iyaps, ada temen punya blog, aku baca, seru juga, bikin deh, aku utak atik sendiri hehe mel sekarang kelas baru sih? lagi libur ujian kah? kelas 2, iya kelas 3 kan lagi UAN.. ada lagi raniiii? masih banyak sebenernya..tapi gapapa kok kalo disambung lain kali.. :) masih ada sekitar 20 pertanyaan lagi.. :P oh ga apa2 kok maaf ya.. sekarang juga boleh heheh oke deeh terserah rani kapan oke deh..nyante..aja. Kalo kamu mo off bilang aja ya.. ok..next.. dalam sehari, rata-rata kamu make internet berapa jam? ga nentu sebenernya, rata rata 3 jam sekali pake, kadang juga ga pake sama sekali soalnya jaga mata, sama dimarahin juga sama orang tua haha :p 3 jam udah termasuk semuanya, main, download, share sana sini hehe wah.. berarti selama ini kalo akses emang di rumah ya.. hehe.. maklum banget kita mahasiswa kere sih pada ngenet ya di warnet wah kirain mahasiswa sering banget soalnya kan tugasnya banyak banget yaaa hehe iya akses di rumah, walopun kata orang bebas, tapi menurutku enggak soalnya di tegur teruussssssss :)) biasanya jam berapa aja tuh akses? ada kebiasaan ga? biasanya malam, selain siangnya sekolah+les, malem juga biasanya tementemenku pada online jadi ya sekalian daaaaah haha :D kebiasaan.. hmm. kecanduan yang ada 3

LAMPIRAN

INFORMAN 5

WAWANCARA 1

ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

weh..tapi pernah ga ngerasain kecanduan? pernaaaah pastinya haha tapi ya kalo emang lagi males, kan pasti mikir 'ah ngapain juga bisa besok besok' yaa bisa ditunda lah, baca novel hehehehk selain nge-net, kamu nonton tv atau baca koran, majalah gitu ga? cerita dong.. nonton tv jarraaaanggg, kecuali kalo ada kartun, kadang-kadang pagi liat berita reportase pagi hahahah :p, majalah ga terlalu, kalo koran ga suka sih sebenernya tapi disuruh ibu baca, dipaksa katanya penting, yaah kadangkadang deh baca korannya hehe.. sammaa..cuma aku agak lumayan kalo nonton berita, tinggal nonton soalnya yoa haha so..balik ke soal blog..biasanya kamu ma lala bagi tugas atau punya kerjaan masingmasing sih? gimana cara kalian "ngelola" blog n cause kalian di FB? yang kelola biasanya Lala, mulai dari tampilan dll, cause juga Lala yang bikin, aku sih biasanya publikasiinnya, bisa ke teman-teman, ke guru, ke mana aja, kalau cause di facebook paling aku invite orang orang aja, dan mereka-mereka juga meng-invite teman-teman mereka, jadi makin rame deh.. trus misalnya kalau ada email dari instans i manapun, siapa yang dapet, ditanyain dulu, diskusiin dulu, baru dijawab emailnya.. sebenernya banyak yang mengundang, tapi beribu maaf waktunya benar benar ga pas, lagipula kita kan baru mengkhususkan lewat tulisan aja,.. kalau untuk tulisan, tetap kalian berdua kan? apa gantian gitu? janjian ga sih kalo mo bikin postingan? nggak, nggak sama sekali, kalau mau nulis ya tinggal nulis aja, iya cuma kita bedua yang nulis, oiya, biasa suka ada yang menyumbangkan aspirasinya lewat email, trus kita tulis kembali ke blog, tetep sumbernya ditulis dari siapa, dimana. oohh... ok.. yang bikin kalian masih bertahan apa? ada motivasi tertentu ga? rani? hoi.. putus kah? raniii udah bisaaa, lanjutt hehe woke..ya itu..tadi aku nanya.. yang bikin kalian masih bertahan apa? ada motivasi tertentu ga? error lg? 4

ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

dikeroyok: ranm_d: dikeroyok:

ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d:

. kalo nyiapin tulisan buat go green. 2 tulisan perbulan. pernah juga dari berita. :P dicariin orang-orang ga di blog? 1 . si lalanya juga ujian sama sama ujian jadi sempet ga keurus blognya hehe kan pasti suka aja ada halangannya jadi yaaa gitu deeh ehehehhe huehehe.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 NAMA INFORMAN WAKTU WAWANCARA JENIS WAWANCARA WAWANCARA KE- : Melinda Rachman : 23 April 2009. pernah "libur" lama gitu ga? :P pernaaaah haha pas ujian sekolah. pukul 09. pemikiran sendiri. atau pemikiran orang lain. kalo ada isu hangat juga ditulis hehe paling sering nulis berapa kali dalam sebulan? mungkin rata-rata 2 kali ran... ide atau bahannya dapat dari mana aja? ada koran.. kita nulis kalo ada bahan aja. gitu.refresh lagi ya... majalah.. direncanain ga sih tiap minggu/bulan mo nulis apa? apa tergantung isu yang hangat aja? nggak kok.03-11.28 WIB : online..gapapa :) lanjut heheheh ok. via Yahoo Messenger :2 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: raniiiii maaf ya lamaaa tadi update apaan dulu ga jelas nih haii.

oke tuh. trus kewajiban juga ga bisa ditinggal gitu aja kan. bisa di sekolah sekolahan. rame -rama. yang kebayang tuh pengen event apa? tapi kan balik lagi ke kitanya. iyaa makanya kan hehe ibu aku juga suka ngelarang naik motor. hahaha abisnya pada buang sembarangan. sip sip... jadi ya belum kesampean sih mungkin hal kecil dulu ya. ada yg ngasih saran blabla. pake timer. tapi belum kesampean hehe. lebih baik naik transport umum... darimanaaaaaa huhuhu. tergantung ada bahan.. kalo lewat internet. aku buang sendiri deh sampah mereka seringnya sih begitu heheha trus juga kalo pake ac.. kalo menurut dia hemat uang.. trus aku sindir. suka ga nemu waktu yang sama sama pas.. banyak juga yang ngasih usulan kalo bikin event blabla. 'mana lagi updatean nya?' gitu aja sih ekekek. kayak nanam pohon.emang yang kecil-kecil tuh ngaruh kok kalo dah jadi kebiasaan.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: nggak sih. mesti ada pendampingnya. tp yang jelas kita update juga kadang ga nentu. jadi jam 4 pagi ac nya udah mati. sama mood sih :p heehehhe ada kepengenan lebih ga selain ngeblog kalian mo ngapain? bikin event atau apaaa mungkin? naaaaah kalo event mau sih kita tapi modalnya itu. tapi palingan ada satu dua orang yang nanya. selain nge-blog. apa lagi tuh yang kamu lakuin buat ndukung bumi kita? kebanyakan nih yaaaa ingetin temen-temen di sekolah buang sampah di tempatnya.selain itu? 2 ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: . atau dimana aja. gitu. menurut aku juga ya bisa hemat polusi juga sih hehe kalo yang lewat internet? kan kamu bikin Cause tuh di FB.

iyaa rani ke jakarta dongg sama sama kita heheheh hehe. event dari menteri lingkungan. kita juga ga maksain kalo harus seperti mereka. baru undangan lewat email. global warming itu. ngikutin apa aja? maksutnya gimana? 3 . dan insya Allah kita datang kesana. semua tentang itu.mungkin setelah tesis nih kelar :P trus. bisa ada disitu. dan banyakan Lala yang mengatur semuanya. emang sengaja kah ambil tema global warming? padahal kan ada juga isu lain misal tentang illegal logging. belum diklarifikasi lebih lanjut. wuih. kan awal mulanya ketidaksengajaan gabung sih iya pasti. oiya. masukan gimana kalau adain event. kayak efek rumah kaca juga. tapi sampai sekarang belum ada. jadi rame causenya. WWF atau Greenpeace? atau setidaknya ngikutin milis atau blog mereka? ngikutin sih nggak. soalnya kan bahasa kasarnya kita masih cetek lah.. dll aku rasa global warming induk dari semuanya. 30 mei nanti kita mau ke pantai Ancol. facebook kan lumayan ya sekarang yang pake.. di dalamnya juga ada illegal logging. mungkin kalao Walhi misalnya ada event tertentu. trus informasi lain yang ga kita dapet.iya nih. dimana sampahnya banyak banget.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyo k: hmmm kayaknya cuma cause di facebook. dll kalo adanya ilegal logging kan bumi ga punya oksigen lagi. kita ikut..maunya.. informasi negara negara lain. kalo milis bertema lingkungan..seru tuh. bisa mempengaruhi kamu gabung ga di lembaga lingkungan kayak Walhi. alhamdulillah :) ada yang ngasih masukan juga di sana misalnya? seperti tips -tips.. nah bisa terjadi pemanasan.

. btw. 4 dikeroyok: dikeroyo k: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: . oke oke. sekalinya liat penebangan hutan liar. sedih gitu rasanya iya. lupa juga. masih belajar juga tuh dari lembaga-lembaga besar itu. biasanya mereka kalau punya event baru atau apa.. hmm kayaknya munafik juga sih ya. ya ga tau juga ya sejak kapan. apa adanya.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: tadi kan kamu bilang. kalo aku.. kita bisa tau sendiri dari internet (gatau kenapa bisa gitu haha) ataaaauuuu kadang mereka (Walhi misalnya) yang kirim kita email jadi kita bisa tau kegiatan terbaru mereka.. iklimnya juga bagus. langsung miris aja. kita kan ga 'sebersih' yang orang kira maksutnya pasti adalah beberapa hal yg bikin kita ''aaaaah maleeeess' hehe hehe :P kalo aku pribadi sih ya.nah. cocok tanam apa aja tapi malah peringkat 3 besar penyumbang polusi hahaha kan malu aku sih percaya. sampai disebut khatulistiwa kan. kayaknya sejak SMP . sejak kapan sih peduli ma isu lingkungan? Padahal kan kamu ma Lala ga ada yang bayar buatt kerjain ini itu :P Cerita dong..Apa kamu tahu info kegiatan mereka karena ngikut milis mereka apa gimana? oooh kita ga ngikutin banget-banget ya... iya walaupun ga ada yg percaya 'ah paling omong doang' tapi aku gregetaaaaan! hahahaha iya lah :) pokoknya kalo ditanya sejak kapan. langsung ada tiba-tiba. kesadaran tuh emang mulainya dari yang kecil aku ngerasainnya gitu rani.. dll. akakakakaa kalo dibilang kesadaran. biasanya kan mereka punya milis atau situs.... apalagi Indonesia kan terkenal sama hijau nya..

. trus ntar diloakin. iyaaaa bener banget rann...itu dia.kumpulin.nah penadah nyalurin ke pabrik kertas daur ulang. ga dibuang..trus kayak ada yang "nendang" di dada... bener2 deh sebeeel banget liatnya orang ga mikirin lingkungan sekitar sedikiiittt aja..nih sana......miris tapi ya kesadaran itu buatku kayak feeling...... ma tukang loak dibawa a ke penadah. ada yang love on first sight.. hahaha trus? padahal kan emang kukumpulin j di satu. setelah 3-4 tahun akhirnya ibuku ngikutin. jangan sampai kita nyuruh-nyuruh tapi kitanya malah nggak. yegaaak hehehehe bener banget.. minimal buang sampah deh itu huhu oke-oke.. hehe. maunya mulai dulu dari rumah kita sendiri. walo kecil kayak nota belanja.... Apa kesulitan yang dialami selama melihara Go Green? 5 . duluu banget ibuku suka heran kenapa aku tuh sukanya "mulung". :D hebat jugaaaa yah... ya itu kamu bilang.balik lagi ya.kayak kita kali ya. tiap kertas diambilin.kayak jatuh cinta... yoyoooi haheahe aa tapi ada juga yang "cinta tumbuh seiring waktu" ciee.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: baca artikel gitu soal kerusakan bumi.. susah bikin orang lain untuk ngertiin.. hmm iya2 bisa wuiih lama juga ya tiap ada kertas malah ibuku bilang.kalo kesadaran tuh kayak feeling berarti kan macem-macem cara datengnya. berjuang supaya orang ikut kita susah banget kan hehe yang penting kitanya sendiri aja dulu.

tapi buat S-2 oh s2. kalau bener-bener lagi buntu suka bingung 'nulis apalagi iniiiiiiiiii' gitu hehe hehe.. oiya sama bahan mungkin yaa. tapi di luar negeri ya tetep thesis btw. tesis itu sama kaya skripsi ga sih? iya.. orangtua dukung. eh iya ran. yang ngatain. aku langsung paaaaannnaaaassssss ggrrrr haha tapi aku tahan aja dulu hehe. kirain s3 mah tesis haha s3 di indonesia disebutnya disertasi... paling hambatannya ya kalau ada yang kontra... pikirin dulu tuh pelajaran blablaba' bawel banget deh hahaha.rese banget tuh pelan tapi nancep hehe kalo pengalaman yang nyenengin atau menarik ada ga? hmmm biasa aja ran kayaknya malah ga ada kayaknya hehehe semuanya enjoy kok :D yang biasa tuh misalnya apa? dapet tanggepan dari orang.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: kesulitan sih alhamdulillah ga banyak.gitu? hmm tadi kan kamu nanya pengalaman yang nyenengin ya.secara lagi nulis tesis.ngertii bgt. dukungan dari orang tua yang bikin aku seneng banget 6 . aku kiranya pengalaman selama nulis itu ran hehehe kalo pengalaman nyenengin dari orang aku pribadi. kalo ada yang ngatain tuh emang ngataian kayak gimana? spesifiknya sih ngatain ke diri kita misalnya yang kayak kemarin itu yang aku bilang pernah ada orang yang bilang 'sekolah aja belum tentu lulus sok sok mikirin bumi..

... ada semua. hehe kan aku suka denger musik juga. cepat. mereka tadinya ga tau.bikin tangan kamu capek :P hahahah nggak kok 7 . menurutmu.sip. lewat chat karena temen-temenku sendiri banyaaak yang suka online informasi yang ak u mau. jadi biasa kalau aku nulis artikel di internet.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: ranm_d: dike royok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: orang lain juga adaaaa yang dukung. trus berhubungan ke teman juga lebih cepat menurutku. download lagu-lagu.. sebagai alat berkomunikasi.. apa keunggulan menggunakan internet dibandingkan lewat telepon. tatap muka ataupun lewat media lain? banyak banget keunggulannya informasi apa aja bisa dapat. tapi setelah aku jelasin trus pas ayah ku juga udah liat blognya..lagi.mereka pasti bangga ma kamu :) amin hehehehehe oke.. makasih banyak. artikelnya kan harus selesai jadi ya suka ga enak aja. chat via internet sama ngobrol langsung ma orangnya? beda mungkin lebih asik ngomong secara langsung lebih cair aja suasana kan hehe udah gitu kalo chat kan capeeeeeek tangan heheheheh :)) sori ya. tapi kalo ortu udah setuju rasanya bener-bener deh hehe ohya. beda ga menurutmu. mereka suka ngira aku maiiin mulu kerjaannya haha suka ditegur tapi kan gimana. jadi ga perlu ngumpet-ngumpet lagi tuh haha wah.gimana tuh critanya? emang tadinya ga dukung gitu? nggak sih. dia setuju-setuju aja..

.apa sih arti penting internet buat kamu? sanggup ga hidup tanpanya? halah :D hahahahah kalo aku freak of internet ya mungkin bener tapi kan ya kadang suka malesssss malesss apa tuh? internet sih gimana ya. ya ga main internet.. ngenet itu kan kayak aktivitas kita lainnya..LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: eh eh. pandangan.. atau kadang juga mikir......untungnya juga cuma 1. oh 3? kirain masih 20 hehehehe :p okeeee Kamu ngerasain ada perubahan ga setelah punya dan melihara go green? perubahan dalam sikap.25. oke.tinggal 3 pertanyaan besar lagi. ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: 8 .soalnya sering baca ambil tiduran :P wtesah silinder kan parah ya katanya ya. ngapain juga ya selain main facebook hahahaha.? mungkin ada tapi ga aku sadari yup.kebanyakan depan monitor iya apalagi buat mata kan aku pake kacamata juga udah minus 3 aaaaaaaaaaa waaa... kalo dah terlalu sering ya pantes bosen..tapi silindris juga.. katanya kalo mo jadi arsitek sebaiknya jangan silindris nyusahin kalo mo nggambar ooooh gitu.. penting ga penting kalo lagi ada tugas baru penting haha malesnya kalo lagi apa atau kenapa? kadang buat nyalain laptop aja udah malessss banget.... dan ga sehat juga kali ya. oooo. aku minus 1. lagi pengen di kamar.mel. ato kalo lagi pengen baca novel.. atau mungkin kebiasaan..begicu. ya wajar lah.

dari awal bikin aja juga udah 'bersikap' kan istilahnya kalau udah ada sikap mungkin pandangan juga udah ada kalau pandangan aku miris banget ngeliat hal hal negatif kayak sekarang. ya? tadi sempet eror ran huhuhu iya.. Greenpeace. temen kalo lagi bosen :P pernah ikut petisi online? semacam apa tuh? lomba kah? ga.tes.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: sikap ada pasti kan. halah hehe oke. tapi Lala pernah ikut semacam demo gitu. yang biasanya bikin petisi online tuh WWF..petisi tuh kan surat yang ditandatangani banyak orang bareng-bareng biasanya untuk menyatakan dukungan atau penolakan ngelawan sesuatu oh belum-belum eh bentar. 9 . bareng dengan Friends of the Earth aku agak lupa ran hehe petisi kayaknya belum pernah. tapi Lala pernah ikut aduh aku lupa namanya semacam dukungan untuk indo. internet bisa dipake buat apa lagi sih untuk bantu nyelamatin bumi ini? tes.. sama akhir ini juga Walhi. kayaknya belum. informasi terntunya.. internet bisa dipake buat apa lagi sih untuk bantu nyelamatin bumi ini? hhmm apa yaaa. ya sikap aku yang bekerja gitu hehe semuanya berkesinambungan... alat main hehe. :) menurutmu. bisa sebagai alat komunikasi.disini juga agak lemot oke lanjruuttt menurutmu..

aku juga pernah diajakin. mudah-mudahan bisa dilihat oya.tapi jelas aku ga bisa ikut dari jogja :P dah kliatan kok fotonya okeeee eh.facebook. tapi lebih baik lagi kalo dilakukan ga cuma pas lagi tren aja. tapi tiap hari 10 .aku tunggu aja satu lagi ya? eh masih dua lagi ding. ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat menurtumu? menurut aku mereka yang hidup kayak gitu..... teriak teriak global warming karena trend. cuma ikut-ikutan aja tapi ga meramaikan bagus sih sebenernya.php?aid=45886&id=667676434 ini fotonya dari album dia..lalla tuh sibuk ya? kok dari kapan aku minta add di fesbuk dia ga add..LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: demo fisik ikut teriak-teriak gitu apa demo di internet? huahaahha nggak mungkin terlihat seperti demo tapi itu semua dukungan hmm sebentar ya aku cari dulu ok Lala pernah ikut global day action dari greenpeace http://www.sori.com/album. apa-apa karena musim. bilang aku temen kamu :D aku kurang tau deh hehehe tapi nanti aku bisa kok bilang ke diaa okeeee gapapa.nah ini aku kirim lagi aja. mungkin krn ga kenal kali ya...

kalo bagi aku kalau udah memang niat nulis di dunia maya.... orang-orang yang pro sama aksi ini bagus malah tapi sekarang udah hampa banget. balik lagi ke semula Apa pandanganmu sama pendapat bahwa kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya.. tapi ga bisa dipungkiri juga. iyajuga ya. gimana kepedulian lingkungan di masyarakat kita? tes. yup..setuju :D tapi orang kayak gitu boleh juga laaaah hehehehe paling tidak dia sadar.. walaupun dirinya sendiri belum disadari haha oke. maksut dan tujuan sebenernya ngapain? kalo dia bisa mempengaruhi orang. sip 11 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: .. orang yang gembar-gembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) gila abis. agak aneh juga. kenapa bisa gitu. menurutmu. balik lagi ke orang itu sendiri..LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dulu aku ngerasain banget banyak banget pamflet-pamflet... pasti dari dasar hati (cie) udah ada niat juga karena mungkin ga sih kita bisa mendapatkan semua pengalaman tanpa kita rasakan sendiri.tes.. masa iya dia ga bisa mempengaruhi diri sendiri...omong doang hmmmmm. sunyi.terakhir. ahaha.. banyak yang suka heboh comment di sana sini soal macem-macem tapi kenyataannya. aku belum pernah ketemu orang kaya gitu sih hehe jadi belum tau gimana-gimananya menurutku niat dia baik tapi aneh juga ya dia yang napsu tapi dia sendiri yang nggak melakukan.

apalagi buat masyarakat luas well.LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: apalagi? menurutmu. terutama Indonesia. gimana kepedulian lingkungan di masyarakat kita? masih kurang! kalo bisa dibilang ga ada yang sadar sama sekali seenaknya buang sampah sampah menggunung dibiarin aja jadi kita udah kayak temenan ma sampah.. ga parah-parah banget :D 12 .. di tingkatan masyrakat kecil malah perubahannya mulai bisa milah sampah. terutama dalam lima tahun terakhir.) nyaris putus asa haha beneran deeh capeeeekkkk teriak-teriak di sekolah aja dikit yang denger.. haha ih parah juga trus juga bis -bis yang asapnya tebal ga ada kepedulian misalnya uji emisi dulu ohya? sama sekali ga ada prubahan dong dari tahun ke tahun? kalo di lingkungan masyarakat kecil. tapi aku percaya pemerintah udah melakukan yang terbaik tapi kamu masih menyimpan harapan kan? atau dah desperate? . aku bersyukur banget remaja kayak kamu peduli :) berarti masa depan bumi ini. bikin kompos hmmm. apalagi masyarakat awam menurutku belum. mungkin berbagi sedikit harapan ya.sebenernya banyak kok perubahan.. tapi ya emang masih dikit banget sih persentasenya makanya.

. mempengaruhinya...iya :D aku juga mau off mau siap-siap pergi :D oke deh. nah. nah iyaaa menularkannya.. gunanya teman dan jaringan kan ya itu..LAMPIRAN INFORMAN 5 WAWANCARA 2 dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: ranm_d: ranm_d: ranm_d: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: dikeroyok: ranm_d: dikeroyok: ranm_d: haha makasih yaaaaa mudah-mudahan bisa seterusnya ya raaaan iyaaa. susaah banget aku udah ngerasain soalnya.keep the spirit lah ya Mel.. putus asa hahaa yup...ngingetin kalo kita dah mulai capek....dah ngeluangin waktu ngobrol ma aku ntar aku kabar-kabarin deh kalo tesisku dah kelar . :D yang paling susah dari menularkan kebaikan itu kan memelihara semangat. 13 .. ada hape.met jalan.) stay in touch ya okeee mudah-mudahan sukses good luck yaaaaaa oke ada fb.take care.. ada ym tenang sajalaah hehe hehe..biar ga gampang putus asa.. thanks banget ya.

diajari/belajar sendiri. motivasi atau tujuan awal menggunakannya) Belajar internet saat kuliah karena keharusan untuk email. tatap muka langsung ataupun lewat media lain? Keunggulan komunikasi lewat internet adalah kecepatan respon dan legalitas bukti pembicaraan. Apa keunggulan berkomunikasi menggunakan internet dibandingkan lewat telepon. untuk keperluan apa saja) Menggunakan internet di kantor dan rumah. Dengan cara bagaimana atau sejauh apa internet mengubah hidup atau cara kerja Anda selama ini (Sebelum? Sesudah?) Internet memudahkan dan mempercepat mendapatkan informasi dan komunikasi dengan orang lain 5. “berpisah” dari internet? Internet lebih banyak untuk pekerjaan. Bagaimana Anda sehari-hari menggunakan internet? (berapa jam sehari. tugas sekolah. legal dan IT di perusahaan pakan ternak di Jakarta. 2. 1 . (sejak kapan. 3. Secara pribadi atau saat cuti bisa berpisah dari internet tetapi untuk pekerjaan sulit karena banyak hal yang melalui email. contoh bila melalui email. kegiatan sehari-hari. 4. keuangan. 6. Tolong ceritakan tentang diri Anda (pekerjaan. Latar belakang pendidikan adalah manajemen. akses dari mana saja.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 Jawaban dari Michael Dharmawan. Diterima tanggal 21 April 2009. ekonomi dan IT dari Purdue University di Amerika Serikat. latar belakang pendidikan) Pekerjaan saya sehari-hari adalah manajer administrasi. Ceritakan bagaimana Anda mengenal internet. dsb. Apa makna atau arti penting internet untuk anda? Secara pribadi maupun profesional? Sanggup ga. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Tentang Anda dan Internet 1.

koran dan internet. semakin berat tanggung jawabnya. mengkritik pemerintah dan perusahaan mengenai lingkungan. Kadang ada juga saat-saat malas menulis karena saat awal memang semangat tetapi saat sudah begitu banyak orang yang membaca setiap hari maka akan ada tekanan untuk menulis. 2 . Ceritakan tentang blog dan milis Anda. bagaimana tanggapan orang) Memulai blog sejak Januari 2007. sejak kapan. 6. Tanggapan orang cukup baik (dapat dilihat dari komentar di bagian About di blog) 2. Apakah menurut Anda. Kenapa memilih isu lingkungan? Dipilih tema lingkungan karena begitu banyak orang yang bicara tentang lingkungan. Apa yang memotivasi Anda memiliki dan mempertahankan blog/ milis tersebut? Motivasi awal adalah untuk melatih menulis karena dibutuhkan dalam pekerjaan dan untuk hal ini mencari topik yang disenangi secara pribadi. a kesulitan yang dialami selama ini? Adakah pa pengalaman menarik? Kesulitannya adalah waktu saat banyak pekerjaan yang menyita waktu. Dalam mengelola blog lingkungan anda. Jadi dengan semakin besar pembaca blog. tanpa memiliki niat untuk merubah diri sendiri. Bisa ceritakan “sejarah” atau alasan sehingga Anda dekat dan peduli terhadap isu lingkungan? Lihat pertanyaan sebelumnya 5. dll. Bahan banyak dari observasi sehari-hari dan bahan lainnya seperti buku. Ide dari diri sendiri. 3. Tujuan blog Aku Ingin Hijau adalah memberikan ide mengenai hal-hal kecil yang dapat dilakukan siapa saja. dapat ide atau bahan tulisan dari mana. kaya/miskin. tetapi hal kecil ini bila dilakukan bersama-sama dalam jumlah besar akan memiliki impact yang sangat besar. apakah berpendidikan/tidak.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 Tentang Aktivitas Anda terkait Isu Lingkungan 1. Saya hanya menulis saat ada waktu senggang. Tetapi masih jauh lebih banyak lagi yang belum mengerti. masyarakat kita kini sudah mulai peduli lingkungan? Masyarakat kita sudah semakin terdidik mengenai lingkungan. (misal. 4. Jadi banyak orang lebih mau bicara yang besar-besar tetapi tidak bisa diimplementasikan. pengunjung ke blog lingkungan dan acara-acara lingkungan. Selain itu banyak sekali orang yang tidak peduli. Terlihat dari orang-orang yang semakin banyak naik sepeda.

Bagaimana pendapat Anda bila ada yang berkomentar bahwa gaya hidup “hijau” hanyalah trend sesaat? Gaya hidup hijau bisa menjadi trend sesaat untuk orang yang memang hanya ingin mengikuti trend. sehingga kalau akhirnya sudah terbiasa hijau. hal ini akan lebih baik karena di televisi atau radio hanya diberi ruang waktu yang terbatas sehingga hanya orang yang dapat melihat hal itu pada jam yang ditentukan bisa mengerti. Di internet. bagaimana posisi internet dalam aktivisme lingkungan saat ini? Internet bisa sangat efektif karena bila kita ada suatu ide kecil yang dapat diimplementasikan sehari-hari. orang yang gembar-gembor tentang sesuatu di dunia maya tapi ternyata tidak melaksanakannya di kehidupan yang nyata) Bisa saja. Tetapi dengan teknologi yang ada maka kehidupan online dan offline semakin bergabung contohnya adalah dengan adanya website sosial seperti facebook. kampanye lewat internet tidak terlalu bermanfaat karena jumlah pengguna internet masih rendah dibanding populasi total? Memang pengguna internet masih sangat rendah. 10. 9. Selebihnya masyarakat yang lain akan tidak mendapatkan informasi yang sama. contohnya seseorang membaca ide di internet. Bagaimana pendapat Anda bila ada yang memandang bahwa untuk Indonesia. Selain itu dengan adanya perubahan iklim yang dapat kita rasakan bersama. hal ini dapat ditularkan melalui word of mouth di rumah atau kantor. Dengan harga internet dan infrastruktur yang semakin baik maka penyebaran melalui internet akan semakin lama semakin baik. Menurut Anda. maka kehidupan offline kita malah dibawa online sehingga teman-teman semakin mengetahui 3 .LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 7. para pembaca dapat saling berinteraksi. Bila efektivitas dibandingkan televisi misalnya. maka akan lebih mudah ditulis dan disebar melalui internet daripada bicara satu -per-satu ke semua orang. informasi itu akan selalu ada dan dapat diakses kapan saja. 8. Untuk orang yang hanya nge-trend sesaat pun tidak masalah karena mudah2an saat dia lagi mencoba trend ini. Apakah menurut Anda kehidupan online dan offline itu terpisah? (Misalnya. Selain itu juga dengan blog contohnya. maka dia sudah menularkannya ke orang lain dan orang lain itu bisa lebih permanen. Tetapi tetap efektif karena dari penyebaran ini. Tetapi trend ini lebih banyak ke arah kebiasaan. sehingga ide ini akan mengalir ke banyak bagian masyarakat. Selain itu ide ini dapat diakses dari manapun sehingga tidak hanya di satu tempat. Oleh karena itu blog Aku Ingin Hijau adalah dalam bahasa indonesia karena memang ditargetkan khusus untuk masyarakat indonesia sehingga mereka lebih mudah mencari info dan berinteraksi dengan pembaca lainnya. akan bisa selamanya hijau dan malah menularkan. orang akan semakin berfikir bahwa hal ini sangat perlu dan tidak bisa sesaat. Sehingga jauh lebih cepat penyebaran idenya.

Membuat blog pun kita memiliki identitas kecuali identitas itu disembunyikan sehingga kehidupannya terpisah dan tidak diketahui orang lain.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #1 apa yang kita perbuat dan terus te rupdate. 4 .

ini daftar pertanyaan lanjutan: > Selain memiliki sebuah blog dengan isu lingkungan. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Re: Pertanyaan Lagi Wednesday. kalau ada waktu dan kesempatan. apa yang paling ingin Anda > kembangkan dari AkuInginHijau? (Misalnya. tidak hanya virtual saja. artikel juga suka diambil tanpa menulis narasumber hingga akhirnya diforward email ke mana-mana. seminggu setelah pertanyaan dikirimkan peneliti. bukan attachment. kira2 begitu jawabannya.LAMPIRAN INFORMAN 6 Q & A #2 Jawaban dari Michael Dharmawan Dikirim via body e-mail. Dukanya adalah kadang kurang ada inspirasi untuk menulis. May 13. kadang ada waktu tapi tidak ada inspirasi. maunya sih membangun komunitas di poin 2. ya. dengan cara-cara apa lagi internet dapat digunakan untuk > menyebarkan informasi/ menyelamatkan lingkungan? 2. agak pendek2 karena memang pertanyaannya sudah semakin sulit nih. mungkin kolaborasi juga dengan organisasi lain untuk acara yang lebih konkrit. sukanya kalau bisa mendapat komentar bahwa artikel itu bermanfaat dan benar-benar dilakukan. > Bila Anda memiliki waktu dan kesempatan lebih. 2009 6:52 AM From: "Michael Dharmawan" <mdharmawan@akuinginhijau. > Tolong ceritakan suka duka Anda selama mengelola AkuInginHijau.org> To: "challida hikmarani" ranm_d@yahoo. donasi lewat e-banking. :) tx. berlangganan > milis bertema lingkungan. apakah Anda juga > memanfaatkan internet dengan cara-cara lain untuk menyelamatkan lingkungan? > (Misalnya. voting dalam petisi online. tampil di media massa. 3. nyampenya ke saya lagi. Diterima tanggal 13 Mei 2009. gabung dalam komunitas volunteer via > internet/milis) Tolong ceritakan! 1. membuat event > bersama) 4. michael 1 .com>: > Dear Michael. internet dapat digunakan untuk membangun komunitas yang pada akhirnya dapat melakukan sesuatu yang konkrit bersama-sama. untuk milis greenlifestyle > Menurut Anda. (kalau blog aku ingin hijau belum :) ).com 2009/5/7 challida hikmarani <ranm_d@yahoo. kurang ada waktu. berkolaborasi dengan salah satu > gerakan atau organisasi lingkungan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->