P. 1
Leadership

Leadership

|Views: 643|Likes:
Published by fee_gfr

More info:

Published by: fee_gfr on Sep 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2012

pdf

text

original

PENGERTIAN KEPEMIMPINAN

Berbicara kepemimpinan, maka kata ini berasal dari kata pemimpin, yang berarti seseorang yang berada di depan dan memimpin suatu perkumpulan atau wadah. Pemimpin adalah manusianya atau orang yang memimpin, sedangkan kepemimpinan adalah sifat atau gaya perilaku yang melekat pada seseorang yang memimpin. Perkataan leader atau pemimpin itu sendiri mempunyai banyak definisi, sebanyak pribadi yang meminati masalah pemimpin tersebut. Beberapa definisi dapat disebutkan dibawah ini:
1. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan,

khususnya kecakapan kelebihan disatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai satu atau beberapa tujuan (Kartono, 2004).
2. Henry Pratt Fairchild (1960) menyatakan bahwa pemimpin dalam pengertian luas

ialah seorang dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain, atau melalui prestige, kekuasaan atau posisi. Dalam pengertian terbatas, pemimpin ialah seorang yang membimbing memimpin dengan bantuan kualitas-kualitas persuasifnya, dan akseptansi/penerimaan secara sukarela oleh para pengikutnya.
3. John Gage Allee (1969) menyatakan: “leader...a guide; a conductor; a

commander” (pemimpin itu ialah pemandu, penunjuk, penuntun, komandan)
4. Menurut Peter Drucker, pemimpin adalah individu yang “make things happen”

Dari beberapa definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pemimpin adalah pribadi yang memiliki kecakapan khusus, dengan atau tanpa pengakuan resmi dapat mempengaruhi kelompok yang dipimpinnya, untuk melakukan usaha bersama mengarah pada pencapaian sasaran-sasaran tertentu. Pada awalnya banyak orang berpendirian bahwa kepemimpinan itu tidak dapat dipelajari. Sebab kepemimpinan adalah suatu bakat yang diperoleh orang sebagai
1

kemampuan yang istimewa yang dibawa sejak lahir. Akan tetapi dalam perkembangan zaman, kepemimpinan itu secara ilmiah kemudian berkembang, bersamaan dengan pertumbuhan scientific management (manajemen ilmiah), yang dipelopori oleh ilmuwan Frederick W. Taylor pada awal abad ke-20 dan dikemudian hari berkembang menjadi satu ilmu kepemimpinan. Beberapa definisi mengenai kepemimpinan adalah sebagai berikut:
1. Warren Benis mengenai kepemimpinan berkata: “...the process by which an agent

induces a subordinate to behave in a desired manner” (proses dengan mana seorang agen menyebabkan bawahan bertingkah laku menurut satu cara tertentu).
2. Ordway Tead dalam bukunya “The Art of Leadership” menyatakan bahwa

kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang agar mereka mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
3. George

R.

Terry

dalam

bukunya “Principle

of Management”

berkata

kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang agar mereka suka berusaha mencapai tujuan-tujuan kelompok.
4. Howard H. Hoyt dalam bukunya “Aspect of Modern Public Administration”

menyatakan bahwa kepemimpinan adalah seni untuk mempengaruhi tingkah laku manusia, kemampuan untuk membimbing orang. Dari berbagai definisi di atas kelompok kami mengambil kesimpulan, bahwa kepemimpinan adalah suatu proses atau kegiatan untuk mempengaruhi atau mengarahkan tingkah laku orang lain atau bawahan guna mencapai tujuan organisasi atau kelompok.

KONSEP KEPEMIMPINAN
Moeljono (2003) menulis tentang ajaran Ki Hajar Dewantara yang merupakan sebuah konsep guru kemudian ditransformasikan secara luas ke konsep kepemimpinan. Konsepnya yaitu ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.

2

(Sutarto. Sebagai pemimpin jika ingin berhasil dianjurkan untuk dapat membentuk. Teori Sifat Pada mulanya. Sebagai pemimpin kita harus mampu mengasuh bawahan dengan baik.1 Sumber : Moeljono. 2003. Beyond Leadership. pemimpin bukan dibuat. Pemikiran ini dinamakan pemikiran “hereditary” (turuntemurun). Jakarta: PT Elex Media Komputindo TEORI KEPEMIMPINAN 1. tut wuri handayani. ing ngarsa sung tuladha. dan menjaga kehendak dan keperluan atasan serta bawahan secara seimbang. Kedua. Tut Wuri Handayani Ing Madya Mangun Karsa Ing Ngarsa Sung Tuladha Leadership domain Gambar 1. timbul suatu teori baru yang dinamakan “physical characteristic theory”. Tut wuri artinya dibelakang sedangkan handayani artinya memberi kekuatan. bukan memanjakan tetapi justru memberikan arahan dan rasa aman. 1989) 3 . Dikemukakan adanya 76 tipe struktur badan yang berhubungan dengan perbedaan temperamen dan kepribadian. Ketiga. memelihara. Makna dari ajaran ini adalah bahwa sebagai pemimpin dimana pun seyogianya memberi contoh yang baik. memperhatikan. timbul suatu pemikiran bahwa pemimpin itu dilahirkan. Pada masa berikutnya.Pertama. Ngarsa artinya di depan sedangkan tuladha maknanya contoh. Djokosantoso. Madya artinya tengah dan mangun artinya membentuk sesuai keperluan sedangkan karsa artinya kehendak. ing madya mangun karsa.

1989). 1991) Teori sifat kepemimpinan adalah evaluasi dan seleksi dari pemimpin berdasarkan ciri . sosial. (Mondy. dan ciri – ciri pribadi lainnya.ciri fisik. meliputi ciri – ciri intelektual. mempraktekkan penyeliaan ketat sehingga bawahan melaksanakan tugas mereka dengan menggunakan prosedur yang ditentukan dengan jelas. social.The trait approach to leadership is the evaluation and selection of leaders on the basis of their physical. 2. yaitu berorientasi pada pekerjaan (job centered) dan berorientasi pada karyawan (employee centered). emosional. mental. imbalan. Jenis pemimpin ini mengandalkan kepemimpinan mereka atas kekuasaan paksaan. Pemimpin yang berorientasi pekerjaan. mental. and psychological characteristics. dan legitimasi untuk mempengaruhi 4 . Teori Perilaku Teori perilaku berlandaskan pemikiran bahwa keberhasilan atau kegagalan pemimpin ditentukan oleh gaya bersikap dan bertindak pemimpin yang bersangkutan (Sutarto. 2008). fisik. dan karakter psikologi mereka. Teori perilaku pribadi mengkaji perilaku dan dampaknya atas prestasi dan kepuasan para pengikut (Robbins. Teori sifat kepemimpinan membedakan para pemimpin dari mereka yang bukan pemimpin dengan cara berfokus pada berbagai sifat dan karakteristik pribadi. a. Penelitian Universitas Michigan : Orientasi Pekerjaan dan Orientasi Karyawan Hasil penelitian menunjukkan ada dua gaya kepemimpinan yang berbeda.

Pemimpin yang berorientasi karyawan menaruh perhatian akan kemajuan pribadi. kehangatan. Penelitian Universitas Negeri Ohio : Pemrakarsaan Struktur dan Pertimbangan Penelitian yang diketuai Fleishman ini menghasilkan teori dua faktor tentang kepemimpinan. dan prestasi karyawan. b. kurang kemampuan menyamaratakan. Perhatian atas karyawan dipandang sebagai hal penting. Pemimpin yang berorientasi karyawan. kepercayaan timbal-balik. Menurut teori ini. Sedangkan pertimbangan menyangkut perilaku yang menunjukkan persahabatan. tetapi merupakan barang mewah yang tidak dapat diberikan pemimpin. 1985). Tindakan ini diasumsikan kondusif untuk menimbulkan dukungan bagi pembentukan dan pengembangan kelompok. dan menunjukkan cara – cara penyelesaian pekerjaan. dan desakan waktu (Gibson. pengaruh pemimpin ke atas tingkat otonomi. Pemrakarsa struktur merupakan perilaku dimana pemimpin yang mengorganisasi dan menetapkan hubungan dalam kelompok tersebut.perilaku dan prestasi pengikut. dan hubungan antara pemimpin dan pengikut. Teori ini telah dikritik karena kesederhanaannya (misalnya hanya dua dimensi kepemimpinan). cenderung membentuk pola dan saluran komunikasi yang ditetapkan dengan baik. respek. pengetahuan tentang pekerjaan. Penelitian tersebut memisahkan dua faktor kepemimpinan. harapan atas perilaku pemimpin. yang diacu sebagai pemrakarsa struktur dan pertimbangan. yakin tentang perlunya pendelegasian pengambilan keputusan dan upaya membantu karyawan dalam memenuhi kebutuhan mereka dengan menciptakan suatu lingkungan kerja yang mendorong. variabel yang mempengaruhi hubungan perilaku kepemimpinan dan keefektifan organisasi antara lain pengalaman karyawan. kewenangan. dan mengandalkan jawaban kuesioner untuk mengukur keefektifan kepemimpinan (Robbins. pertumbuhan. 5 . 2008).

Pemimpin itu akan berhasil menjalankan kepemimpinannya apabila menerapkan gaya kepemimpinan yang berbeda untuk menghadapi situasi yang berbeda (Sutarto. efisiensi. lingkungan yang berbeda. Oleh karena itu. 1989). Teori Kontingensi Tiap – tiap organisasi memiliki ciri khusus. . muncul pendekatan yang disebut “contingency approach”. Oleh Fred Luthans. sehingga menurut dia. tidak mungkin dipimpin dengan perilaku tunggal untuk segala situasi. . 2007). 2007). Model kepemimpinan “path-goal” (Evans dan House) 6 . teori kontingensi dirumuskan sebagai hubungan “jika . tiap organisasi adalah unik. Namun. 1989). a. dan kepuasan secara meyakinkan (Ivancevich. Bahkan organisasi yang sejenis pun akan menghadapi masalah yang berbeda. mengubah situasi merupakan alternatif yang lebih baik (Ivancevich.Pendekatan keprilakuan pribadi ini telah dipelajari dalam lingkungan keorganisasian yang berbeda. pejabat dengan watak serta perilaku yang berbeda.. 3. . Model kepemimpinan kontingensi dari Fiedler Fiedler menyatakan bahwa tidak ada seseorang yang dapat menjadi pemimpin yang berhasil dengan hanya menerapkan satu macam gaya untuk segala situasi. maka . seperti produksi. “Jika” merupakan variabel lingkungan dan “maka” merupakan variabel manajemen.”. b. kedua teori dalam pendekatan keprilakuan pribadi ini belum menunjukkan kaitan antara kepemimpinan dan indikator prestasi yang penting. dinamakan pula “situational approach” (pendekatan situasional) (Sutarto. Fiedler tidak optimis bahwa pemimpin bisa dilatih dengan sukses untuk mengubah gaya kepemimpinan mereka. . Oleh karena itu. Situasi yang berbeda harus dihadapi dengan perilaku kepemimpinan yang berbeda pula.

c. Pendekatan situasi didasarkan atas hubungan antara perilaku tugas. Pendekatan ini menitikberatkan pada pemimpin sebagai sumber imbalan. Model kepemimpinan situasional (Paul Hersey dan Kenneth H. (Sutarto. Carl R. prestasi. dan kepuasan bawahan. Functions. Teori Hersey dan Blanchard didasarkan pada gagasan bahwa kepemimpinan yang efektif bervariasi menurut tingkat kesiapan bawahan dan tuntutan situasi. Anderson (1988) di dalam buku Management : Skills. Oleh Stoner. serta tingkat kematangan bawahan. 1991). 1989). Pendekatan ini mencoba untuk meramalkan bagaimana perbedaan tipe imbalan dan perbedaan gaya kepemimpinan mempengaruhi motivasi. 1989) Dari berbagai teori diatas.Pendekatan “path-goal” berdasarkan pada model pengharapan yang menyatakan bahwa motivasi individu berdasarkan pada pengharapannya atas imbalan yang menarik. and Organizations Performance menyebutkan bahwa teori situasional merupakan teori yang lebih baik. Berdasarkan pendekatan situasional.Blanchard) Hersey and Blanchard’s theory is based on the notion that the most effective leadership style varies according to the level of readiness of the followers and the demands of the situation (Mondy. “The situational approach is both the most complicated and most useful approach to understanding what leaders do. This is consistent with the 7 . perilaku hubungan. tiada satu jalan terbaik untuk mempengaruhi orang atau tiada satu jalan terbaik untuk memimpin. pendekatan “path-goal” digambarkan sebagai pemimpin menjelaskan jalan untuk mencapai tujuan (imbalan) (Sutarto.

Bagaimanapun. Masing – masing teori memberikan wawasan tentang elemen apa dalam sebuah situasi yang harus dipertimbangkan oleh pemimpin. Hal ini menunjukkan bahwa pemimpin harus mengubah perilakunya dari situasi yang satu ke situasi yang lain. dan pemimpin. Semua teori ini menegaskan bahwa tidak ada satupun pendekatan atau teori kepemimpinan yang sesuai. All the theories emphasize that no one “best” approach to leadership exists. and the leader. the job. situational theory is widely accepted by both practitioners and researches. Dalam Kamus Besar Bahasa 8 . Semakin baik sifat pemimpinnya maka semakin baik hasil kepemimpinan yang didapat. teori situasional lebih banyak diterima. SIFAT. Each of the theories adds insights to what elements of the situation leaders should consider. It “makes sense” that leaders must change how they behave from situation to situation. Jadi sukses atau gagalnya kepemimpinan dapat dilihat dari sifat pemimpinnya. Regardless. semuanya tergantung pada pengaturan bawahan.complexity of most leadership positions. Hal ini sesuai dengan kompleksitas dari posisi pemimpin tersebut. GAYA DAN TIPE KEPEMIMPINAN Sifat Kepemimpinan Sifat pemimpin sangat tepat digunakan sebagai kriteria untuk mengukur kualitas kepemimpinannya.” Pendekatan situasional adalah pendekatan yang paling rumit dan juga paling berguna untuk mengerti apa yang seharusnya dilakukan pemimpin. begitu juga sebaliknya. it all depends on the employees managed. pekerjaan.

b. partisipasi sosial. Akan tetapi. banyak juga organisasi yang membutuhkan orang dengan fisik yang besar untuk menjamin kepatuhan pengikutnya. keseimbangan dan pengendalian emosional. kewaspadaan. serta mandiri berkaitan dengan kepemimpinan yang efektif. Kelemahan dari pendekatan menurut sifat ini adalah tidak menyediakan gambaran tentang apa yang dilakukan pemimpin yang efektif pada pekerjaan yang bersangkutan. kepercayaan diri. pengetahuan. berat badan. c. Kecerdasan (Intellegence) Stogdill menemukan suatu kecenderungan umum yang menunjukkan bahwa pemimpin lebih cerdas dari pengikutnya. dan penampilan mengungkapkan hasil yang bertentangan. tinggi. d. kerja sama. Tubuh yang terlalu tinggi dan terlalu berat dibanding rata – rata kelompok tentunya tidak menguntungkan untuk mencapai posisi kepemimpinan. dan kefasihan berbicara. Meliputi pertimbangan. kemampuan adaptasi. popularitas dan prestige. ketegasan. Meliputi. orisinalitas. integritas pribadi. Kepribadian (Personality) Sifat kepribadian seperti keuletan. sifat adalah ciri khas yang ada pada sesuatu.Indonesia. a. dan bijaksana (Gibson : 1985). kemampuan memperoleh kerja sama. Karakteristik Fisik (Physical Characteristics) Studi tentang hubungan antara kepemimpinan yang efektif dengan karakteristik fisik seperti umur. Kemampuan Supervisi Kemampuan supervisi didefinisikan sebagai pendayagunaan segala bentuk praktek supervisi secara efektif ditunjukkan oleh persyaratan situasi tertentu. Gaya Kepemimpinan 9 . Maka untuk mewujudkan kesuksesan dalam kepemimpinan diperlukan suatu sifat-sifat kepemimpinan yang baik secara universal. kreativitas. kemampuan bergaul.

gaya adalah sikap.” Dalam mengambil keputusan. gerakan. pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan dan selalu mengutamakan kerja tim dalam menyelesaikan suatu masalah..” Pemimpin dengan gaya kepemimpinan seperti ini memusatkan segala keputusan dan kebijakan diambil dari dirinya secara penuh.. is a leader who tells subordinates what to do and expects to be obeyed without question. terdapat 4 dasar gaya kepemimpinan seorang pemimpin dalam memimpin yaitu otokratis. Gaya Demokratis “. bawahan juga dapat bekerja dengan mudah karena pemimpin menginformasikan dengan jelas tugas-tugas bawahannya. 3. parsitipatif. Semua bawahan harus mematuhi dan menerima perintah pemimpin tanpa banyak bertanya. demokratis dan laissez-faire. pemimpin hanya terlibat dalam kuantitas kecil. jadi para bawahanlah yang 10 . and Skills”. 1. tingkah laku.” Gaya kepemimpinan ini merupakan kebalikan dari gaya kepemimpinan otokratis. 2. Gaya Otokratis “..” Dalam kepemimpinan ini.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. is a leader who involves subordinates in decision making but may retain the final authority. Gaya Partisipatif “. is a leader who is uninvolved in the work of the unit. Gaya Laissez-Faire “. Menurut Mondy Mondy (1991) dalam buku “Management Concepts. Terjadi banyak komunikasi dua arah antara pemimpin dan bawahan. 4.. Disini. Selain itu. Practices. pemimpin juga membuka kesempatan bagi anak buahnya untuk menentukan keputusan terakhir. is a person who tries to do what the majority of subordinates desire.

the leader uses one-way communication. Hal ini tentunya sangat 11 . jarang terjadi hubungan yang erat antara pemimpin dan anak buahnya serta hanya memberikan tugas-tugas kepada anak buahnya. Jadi pemimpin ini selalu ingin tahu apakah instruksinya sudah dilaksanakan dengan baik atau tidak. S2-Selling. 1991). Mondy (1991) juga menjelaskan bahwa ada pula empat macam pengelompokan gaya kepemimpinan yang dapat diikuti. Masing-masing dari gaya kepemimpinan tersebut memiliki kelemahan dan kelebihan yang juga merupakan pembeda dari setiap gaya kepemimpinan. S3-Participating dan S4-Delegating. when and where to do the work. This style is appropriate for managers dealing with subordinates who lack-relevant readiness ex-sample. Perbedaan gaya kepemimpinan tersebut tidak semata-mata karena watak dari pemimpin. low-relationship leadership style. those who are relatively for new an inexperienced (Mondy.aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah. how. Maksud dari pernyataan di atas yaitu gaya kepemimpinan ini menggunakan komunikasi satu arah. Setiap pemimpin mempunyai gaya kepemimpinan yang berbeda-beda. Ciri-ciri khusus dari gaya kepemimpinan ini yaitu: With the S1 (telling) high-task. Gaya kepemimpinan tersebut adalah S1-Telling. defining the objectives and roles of employees and telling employees what. Pemimpin bergaya ini selalu memberikan instruksi yang jelas lalu mengawasi secara ketat anak buahnya serta selalu memberikan penilaian tersendiri pada mereka. Gaya kepemimpinan ini merupakan gaya yang memberikan kebebasan berekspresi paling besar bagi bawahan. S1 (Telling) Gaya kepemimpinan ini sangat senang mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan atau bertukar pikiran dengan anak buahnya. 1. Pemimpin seperti ini selalu memperlihatkan apa yang dia inginkan dengan jelas. Gaya kepemimpinan merupakan wujud dari usaha pemimpin untuk menghadapi anak buahnya yang sangat bervariasi pemikiran dan tingkah lakunya.

Karena pimpinan mendominasi semua persoalan maka ide dan gagasan anak buah tidak berkembang karena komunikasi satu arah yang dilakukan pemimpinnya. 3. as well as more achievement- 12 . Namun efisiensi yang tinggi dalam setiap pengambilan keputusan sulit untuk tercapai. As employees exhibit an increase in task-relevant readiness they as become more experienced and skilled. Keputusan yang diambil pemimpin akan lebih mewakili tim daripada emosi pribadi pemimpin. S3 (Participating) Salah satu ciri dari gaya kepemimpinan ini adalah kesediaan pemimpin untuk memberikan tanggung jawab dan kesempatan lebih bagi anak buahnya. kapan dan dimana tugas mereka harus dikerjakan. Namun hal ini juga mengakibatkan rasa ketergantungan yang tinggi anak buah terhadap pemimpinnya. Situasi seperti ini tentunya akan mendorong anak buah untuk berkembang dan memacu kreativitas. Gaya kepemimpinan ini juga masih menonjolkan kejelasan pemimpin dalam memberikan instruksi meskipun tidak sekaku gaya kepemimpinan S1-telling. 2. Kelebihan dari gaya kepemimpinan ini adalah mengurangi ketergantungan anak buah terhadap pemimpinnya. Gaya kepemimpinan ini sangat cocok untuk memimpin orang yang respek terhadap kemampuan maupun posisi pemimpin dan memiliki motivasi yang tinggi untuk bekerja sesuai harapan pemimpin namun dengan kemampuan yang terbatas.menguntungkan anak buahnya karena mereka akan tahu apa. bagaimana. Gaya kepemimpinan seperti ini sangat cocok untuk untuk menghadapi anak buah yang baru bergabung dan memiliki pengalaman serta kemampuan yang terbatas. Pemimpin tidak hanya membagi persoalannya dengan anak buahnya namun ia juga bersedia mendengarkan apa yang menjadi persoalan anak buahnya. Hal ini karena dibutuhkan waktu yang lebih untuk pembicaraan suatu masalah antara pemimpin dan anak buahnya. Selain itu pemimpin bergaya seperti ini juga memberikan dukungan penuh mengenai apa yang mereka perlukan. S2 (Selling) Pemimpin bergaya seperti ini melibatkan anak buahnya dalam pengambilan keputusan.

Maksudnya adalah dalam gaya kepemimpinan ini pemimpin tidak perlu lagi memberikan instruksi maupun dukungan emosional yang berlebihan kepada anak buahnya. They are skilled and experienced. 13 .1991). Continuing a high level of relationship behavior is the manager’s way of reinforcing the employees’ responsible performance. the S3 (participating) highrelationship and low-task behavior becomes the appropriate leadership style (Mondy. At this point. and are capable of exercising self-control. low-task leadership style goes with the highest level of follower readiness. 1991).motivated and more willing to assume responsibility leader should the reduce the amount of task be-havior but continue the high level of emotional support and consideration. possess of a high level of achievement motivation. Thus. Namun dukungan emosional dari pemimpin harus tetap dijalankan agar tercipta suasana yang menyenangkan dalam bekerja. Selain itu mereka juga sudah sangat berpengalaman dan memiliki kemampuan yang sangat bagus. Hal ini dikarenakan mereka sangat responsif dan tanggung jawab tinggi terhadap tugas mereka sendiri. Maksudnya. In this stage. Demikian juga terhadap anak buah yang bermotivasi tinggi serta sangat responsif terhadap pemimpin maka tidak perlu memberikan instruksi yang berlebihan. they no longer need or expect a high level of task behavior from their leader (Mondy. S4 (Delegating) The S4 (delegating) low-relationship. Sehingga mereka tidak membutuhkan perintah yang diperjelas dari pemimpin mereka karena mereka bisa mengontrol diri mereka sendiri. Gaya kepemiimpinan ini memiliki kelemahan yaitu diperlukan waktu yang lebih lama dalam setiap pengambilan keputusan. the employees are at a high level of task-relevant readiness. ketika anak buah sudah memiliki kemampuan dan pengalaman yang lebih maka pemimpin bisa mengurangi instruksi untuk melaksanakan tugas-tugas. 4. Jadi pemimpin harus selalu mennyediakan wakttu yang lebih banyak untuk berdiskusi dengan anak buahnya.

6. 7.Kelebihan dari gaya kepemimpinan ini adalah anak buah sangat kreatif dan berkembang. 4. 3. 8. Tokoh-tokoh besar yang memiliki tipe 14 . Sedangkan kekurangan dari gaya kepemimpinan ini adalah saat anak buah membutuhkan keterlibatan pemimpin untuk menyelesaikan suatu masalah. Tipe Kepemimpinan Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. maka ada kecenderungan pemimpin akan mengembalikan persoalan tersebut pada anak buahnya meskipun sebenarnya itu tugas pemimpin. Tipe kharismatis Tipe paternalistis Tipe militeristis Tipe otokratis Tipe laisser faire Tipe populistis Tipe administrative Tipe demokratis. keberanian dan berkeyakinan yang teguh. Mereka merasa memiliki semua tugas yang tentu saja akan meringankan beban pemimpin. 2. 5. Jadi sering terjadi kerancuan dalam pembagian tugas. contoh. Selain itu pemimpin juga lebih mempunyai banyak waktu untuk memikirkan hal-hal lain yang memerlukan perhatian lebih besar. tipe adalah model. corak. yaitu: 1. Tipe kepemimpinan dalam buku “Pemimpin dan Kepemimpinan: Apakah Pemimpin Abnormal itu?”. 1. Pemimpin bertipe seperti ini banyak memberi inspirasi. Tipe Kharismatis Tipe pemimpin ini memiliki totalitas kepribadian yang memancarkan pengaruh dan daya tarik yang luar biasa. Ia mempunyai keahlian untuk untuk mempengaruhi orang lain. Kartono (1994) menyebutkan bahwa ada delapan tipe. Keadaan tersebut membuatnya mempunyai banyak pengikut dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya.

15 . John F. Kennedy. Tipe Militeristis Tipe kepemimpinan ini bersifat seolah-olah merupakan kepemimpinan dalam organisasi militer. kekuatan. Ia selalu menyisihakan diri dari anak buahnya karena ia merasa derajatnya lebih tinggi. Ia juga tidak bisa mengontrol kerja anak buahnya. Jadi komunikasi hanya berlangsung satu arah saja. Tipe ini mendasarkan pada kekuasaan dan paksaan yang mutlak harus dipenuhi. Imajinasi dan kreativitas anak buahnya juga tidak berkembang dengan baik. Ia tidak punya kemampuan teknis untuk memimpin. tunggal dan merajai keadaan. Pemimpin ini tidak bisa menciptakan suasana kerja yang kondusif. Gandhi. 2. Ia memenghendaki kepatuhan dan disiplin mutlak dari anak buahnya. Tipe Paternalistis Yaitu tipe kepemimpinan yang lebih seperti sifat bapak kepada anaknya. Hitler. Tipe Laisser Faire Pemimpin bertipe ini hanyalah sebagai simbol. 5. 3. Selain itu pemimpin bertipe ini selalu bersikap seolaholah dialah yang maha tahu dan maha benar. Jadi otokrat berarti: kekuasaan absolut. kratos = kekuasaan. Sikapnya yang melindungi anak buahnya jugaa sangat berlebihan. Soekarno dan lain-lain. Saran dan kritikan dari anak buah tidah bisa ia terima. Dia membiarkan orang yang dipimpinnya bekerja semau hatinya. Jadi pemimpin bertipe ini ingin berkuasa secara absolute. Anak buah tidak mendapat informasi yang detail menenai tugas maupun tindakan yang harus dilakukan. Tipe Otokratis Otokrat berasal dari perkataan autos = sendiri.kepemimpinan semacam ini antara lain Jengis Khan. Pemimpin seperti ini menganggap semua anak buahnya belum dewasa sehingga tidak memperbolehkan anak buahnya mengambil keputusan sendiri. Pemimpin bertipe ini sangat kaku dan kurang bijaksana. Akibatnya pemimpin ini tidak mempunyai wibawa di mata anak buahnya. 4.

Pemimpin yang bertipe kepemimpinan seperti ini selalu mau mendengarkkan kritik dan usulan anak buahnya. Menurut Wilson Learning. Tipe Populistis Tipe kepemimpinan seperti ini berusaha untuk menghindari pemaksaan maupun penindasan. Tipe ini lebih menekankan pada rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan kerjasama yang baik. Tipe Administratif Kepemimpinan yang bertipe semacam ini mampu menyelenggarakan tugastugas administrasi secara efektif. Tipe Demokratis Tipe kepemimpinan ini berorientasi pada manusia. potensi dari setiap individu sangat dihargai. 7. Pemimpin ini juga pandai memaksimalkan pemanfaatan kapasitas setiap anak buahnya pada saat yang tepat.6. Kepemimpinan ini menuntut kemandirian dan tidak bergantung pada pihak luar. Pemimpin bertipe ini merupakan teknokrat maupun administrator yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. dalam tulisannya yang berjudul “Leadership Effectiveness Developing Leaders with Character and Skill” 16 . Pada kepemimpinan ini terdapat koordinasi pekerjaan pada semua anak buah. 8. Kepemimpinan ini berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisional. EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN Setiap pimpinan membutuhkan waktu dan proses yang lama untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif dan dihormati bawahannya. Selanjutnya dari tipe kepemimpinan ini akan ada perkembangan teknis dan perkembangan sosial di lingkungan kerja. Dan akhirnya kepemimpinan tipe ini dapat membangun solidaritas yang erat antar anggota kelompok. Sebenarnya kekuatan kepemimpinan ini bukan pada pemimpinnya tetapi pada partisipasi aktif setiap sumber daya manusia. seseorang yang telah mempelajari kepemimpinan selama 30 tahun.

3. seorang pemimpin mempunyai empat peran dasar. 2. the Facilitator.The Tactician Pintar mengatur strategi dengan memanfaatkan secara maksimal sumber daya yang dimiliki adalah peran seorang pemimpin sebagai seorang ahli siasat.The Visionary Seorang pemimpin mempunyai peran sebagai pemilik visi. Bukan hanya anggota saja yang 17 . and the Contributor” Untuk dapat melaksanakan kepemimpinan yang efektif. kepandaian atau kemampuan dibutuhkan dalam melaksanakan kepemimpinan yang efektif. Dia harus mempunyai pandangan ke depan tentang kemajuan apa yang ingin dilakukan oleh organisasinya. Dengan segala keterbatasan dan sumber daya yang ada pada organisasi itu.menulis bahwa kecakapan.The Facilitator Suatu organisasi dapat berjalan dengan lancar apabila segala fasilitas yang diinginkan lengkap dan terpenuhi. “Leadership is that the skills required to execute effective leadership can be defined as four core roles that each leader must fulfill: the Visionary. hal-hal apa saja yang ingin diraih oleh kelompok tersebut. seorang pemimpin yang efektif akan dapat mengatur dan merencanakan suatu cara agar organisasi tersebut dapat memperoleh hasil semaksimal mungkin.The Cotributor Keberhasilan suatu kelompok dalam pencapaian hasil akhir yang memuaskan pasti tidak telepas dari kontribusi setiap anggota kelompok. yaitu menyediakan segala macam kebutuhan yang penting dan diperlukan bagi kemajuan organisasi. 4. the Tactician. Hal ini juga termasuk salah satu peran dari pemimpin. yaitu: 1. dan lain sebagainya.

Hal ini diperlukan agar para pegawai paham strategi apa yang tepat. 18 . Pemimpin harus memiliki rasa kontinuitas dan penting untuk melihat masa kini di masa lalu dan masa depan di masa kini. tapi juga pemimpin. Membantu karyawan agar lebih mengerti tentang bagaimana cara mereka ikut berkontribusi dalam meraih keberhasilan tujuan organisasi. 2. Pemimpin harus mengembangkan visi dan kekuatan untuk memutuskan. Saling bertukar pikiran. ide atau uang. b. Mencakup tiga masalah. Kontribusi bisa dalam bentuk apa saja. yaitu: 1. Pemimpin harus menempatkan kepala mereka di atas rumput dan resiko kemungkinan tertabrak batu. waktu. pendapat dan informasi antara pemimpin dan pegawai mengenai cara kerja perusahaan dan bagaimana cara kerja pegawai masingmasing divisi dalam menjalankan strategi bisnis agar tujuan perusahaan tersebut dapat tercapai dengan memuaskan. Pemimpin harus konseptualis. dan untuk itu para atasan harus membimbing bawahannya. baik itu tenaga.yaitu: a. Pemimpin yang efektif harus dapat dipercaya dan dia percaya diri atas kemampuannya sehingga menjadi atasan. Seorang pemimpin yang efektif harus dapat menjaga dan memperbaiki kualitas komunikasi antara dirinya dengan bawahannya. Menolong para pegawainya untuk memahami secara menyeluruh mengenai strategi bisnis yang diterapkan di perusahaannya. Dalam hal yang sama mengenai kepemimpinan. pikiran. Warren Bennis menawarkan hal-hal berikut untuk kepemimpinan yang efektif: 1. 2. 4. Dia juga harus dapat diandalkan untuk memprediksi kepuasan para pegawai didalam suatu organisasi yang dipimpinnya. meskipun tanpa menggunakan kata sifat. c. Menurut Lamb McKee dalam suatu tulisan berjudul “The Two Most Important Keys to Effective Leadership” mengemukakan beberapa hal penting yang merupakan kunci dari kepemimpinan yang efektif.berkontribusi. 3.

5. namun ada satu kesamaan dalam hal personality trait. HOW TO BE A LEADER Peter Drucker (1996) membuat karakterisasi sederhana dari hasil amatannya terhadap pemimpin-pemimpin dunia yang paling efektif yang pernah ditemuinya. namun mereka adalah individu yang menjadikan para pengikutnya berbuat benar. Kepemimpinan berbeda dengan popularitas. atau uang. Pemimpin harus menemukan kebenaran dan mempelajari bagaimana untuk menyaring arus informasi deras ke dalam corak yang berkesinambungan. 3. 4.di antaranya: 1. 19 . ada beberapa tahap yang harus dipenuhi oleh seorang pemimpin. Kepemimpinan bukanlah kedudukan. jabatan. Pemimpin adalah mereka yang sangat tampak. mereka harus memberikan contoh. Oleh karena itu. Untuk memimpin yang lain. yaitu mereka tidak memiliki atau sangat sedikit memiliki apa yang disebut “karisma”. Pemimpin efektif bukanlah selalu seseorang yang dipuja atau dicintai. Kepemimpinan identik dengan pencapaian hasil. Untuk membentuk karakter kepemimpinan yang baik. 6. 2003) : 1. pemimpin terlebih dulu harus tahu diri mereka sendiri. Namun. 7. menurut Higuera (2009). pemimpin yang baik menyadari bahwa ia kadang-kadang akan membuat keputusan yang salah dan mereka belajar dari kesalahan mereka dan bergerak maju. Kepemimpinan adalah tanggung jawab. Dicirikan dari adanya pengikut. Ada berbagai karakter dari mereka. Learn Decision-Making Skills Pemimpin besar memiliki kemampuan dan keberanian untuk membuat keputusan. Pemimpin harus menjadi arsitek sosial yang mempelajari dan membentuk apa yang disebut "budaya kerja". 2. Beberapa syarat pemimpin dan kepemimpinan adalah (Moeljono.

PERBEDAAN MANAJER DENGAN PEMIMPIN 20 . Pada gilirannya. Untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. mereka dapat memotivasi tim mereka untuk bertindak. dan bertanggung jawab. Dalam rangka mengilhami orang lain. Selalu berlatih berbicara di depan umum.2. Pemimpin haruslah mengidentifikasi kesalahan dan menerima kritik konstruktif dari timnya. Beberapa orang menghindari situasi berisiko dan selalu mengambil jalan yang aman. Be trustworthy Setiap orang menginginkan pemimpin yang terhormat. seorang pemimpin besar juga akan mendengarkan timnya dan mengambil ide-ide dan pikiran mereka menjadi pertimbangan. Namun. Dari dua pendapat para ahli di atas. dan sepenuh hati percaya pada visi. 7. Motivate Orang yang memimpin sebuah tim atau organisasi biasanya dapat memotivasi orang lain. 4. Recognize personal shortcomings Pemimpin juga membuat kesalahan. Be a risk taker Ada risiko yang terkait dengan setiap keputusan. 3. 5. penting untuk memiliki sifat-sifat ini. para pemimpin menerima tujuan utama atau tujuan bersama. memperlambat dan berpikir sebelum berbicara. Improve oral communication skills Para pemimpin yang efektif dapat mengungkapkan pikiran mereka dan visi secara jelas dan mudah dipahami. Orang lain akan mengenali kualitas-kualitas baik. kelompok kami sependapat dengan syarat pemimpin dari Moeljono (2003) agar dapat tercapai kepemimpinan yang efektif. Namun. seorang pemimpin besar tahu bahwa risiko tertentu pantas diambil. dapat dipercaya. praktek berbicara keras. 6. dan cenderung untuk menghormati peran kepemimpinan. Learn to Listen Seorang pemimpin yang baik akan muncul dengan gagasan yang bermanfaat.

pemimpin membangkitkan kepercayaan. Pemimpin di sisi lain menetapkan arah. - - 21 . Manajer memiliki pandangan pada bawahannya. semangat dan kreativitas. Manajer bergantung pada kontrol. inovatif. pemimpin melakukan inovasi. Kepemimpinan tidak harus dibatasi oleh aturan-aturan atau tatakrama birokrasi. memotivasi dan menginspirasi (Kotter. Seorang pemimpin memiliki jiwa. Bennis (1997) - Manajer mengelola. 5. 2006). pemimpin mengembangkan. pemimpin memiliki perspektif jangka panjang. Sementara seorang manajer memiliki pikiran yang rasional dan ketekunan. 2006). Seorang pemimpin adalah fleksibel. pemimpin berfokus pada orang. pemimpin menyelidiki. berwibawa dan menstabilkan (Capowski. 4. Apabila kepemimpinan dibatasi oleh tatakrama birokrasi atau dikaitkan terjadinya dalam suatu organisasi tertentu. Manajer memelihara. 1994). kedua istilah tersebut ternyata merupakan dua hal yang sangat berbeda. 2001). Manajer menerima kenyataan. hati-hati. berani dan mandiri dan pada saat yang sama seorang manajer adalah konsultasi. Namun. 3. Manajer menentukan seseorang untuk mengerjakan tugas manajerial dan umumnya hal itu dilakukan agar mereka mencapai tujuan yang diinginkan melalui fungsifungsi utama yaitu perencanaan dan penganggaran. kreatif dan yang terpenting yaitu proaktif. analitis. Manajer memiliki perspektif jangka pendek. pemimpin bertanya apa dan mengapa. pemecahan masalah dan pengendalian. Manajer berfokus pada sistem dan struktur. pemimpin memiliki pandangan di cakrawala. Manajemen adalah reaktif terhadap segala situasi yang muncul tiba-tiba (Sullivan. 2.Istilah manajer dan pemimpin seringkali disamakan pengertiannya oleh banyak orang dalam menyebut seseorang yang memiliki pengaruh terhadap lingkungan disekitarnya. penuh inspirasi. Manajer bertanya bagaimana dan kapan. menyejajarkan orang. maka dinamakan manajemen (Thoha. pengorganisasian dan staff. Kepemimpinan adalah inovatif. Berikut pendapat para ahli mengenai perbedaan manajer dengan pemimpin : 1.

Colvard (2003) - Manajer menangani di mana Anda berada. Manajer berurusan dengan kompleksitas. pemimpin menantang hal itu. kelompok kami menyimpulkan bahwa perbedaan mendasarkan antara manajer dan pemimpin adalah cara memberi pengaruh pada orang disekitarnya. Manajer hendaknya memiliki jiwa pemimpin sedangkan pemimpin belum tentu dapat menjadi manajer. Manajer memiliki bawahan (staff) dan ia memiliki kekuasaan untuk mengorganisir bawahannya dan terikat oleh aturan-aturan. pemimpin melakukan hal-hal yang benar. pemimpin bertanya-tanya apakah masalah di lingkungan baru mungkin memerlukan solusi yang berbeda. Manajer adalah prajurit klasik yang baik. Manajer melakukan sesuatu dengan cara yang benar. Sedangkan pemimpin memiliki pengikut yang menjadikannya sebagai panutan dan tidak selalu terikat oleh aturan. pemimpin adalah dirinya sendiri. 6. - Manajer mencari kesamaan antara masalah-masalah saat ini dan sebelumnya. Manajer menemukan jawaban dan solusi.- Manajer adalah peniru. pemimpin mencari perbedaan. pemimpin berfokus pada efektivitas. Manajer menerima status quo. pemimpin membuat keputusan. pemimpin berhubungan dengan ketidakpastian. pemimpin menetapkan prinsip-prinsip. Manajer melihat dan mendengar apa yang sedang terjadi. Manajer memiliki perhatian penting pada efisiensi. 22 . pemimpin akan membawa Anda ke tempat baru. Manajer menciptakan kebijakan. Manajer berpendapat bahwa solusi yang berhasil untuk masalah manajemen dapat digunakan lagi. pemimpin mendengar ketika tidak ada suara dan melihat ketika tidak ada cahaya. pemimpin adalah asli. - Berdasarkan pendapat di atas. pemimpin merumuskan - - - - - pertanyaan-pertanyaan dan mengidentifikasi masalah. Manajer berkaitan dengan menemukan fakta-fakta.

Mengetahui modalnya. Pada keseluruhan proses tersebut. peran dari seorang pemimpin (bridging leader) yang dapat menjembatani proses tersebut sangatlah penting. latar belakang keluarga. organisasi lain. yaitu: 1. Terdapat beberapa hal yang menjadi bagian penting dalam hubungan kolaborasi tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan seorang pemimpin yang dapat menjembatani (Bridging Leadership ) terbentuknya kolaborasi atau kerjasama antara organisasi tersebut dengan pihak luar. Tanpa ini 23 . stakeholder (pemangku kepentingan). serta bagaimana melakukan inovasi sosial. Pemimpin yang menjembatani mengakui kisaran asetnya (yaitu nilai – nilai. Ownership (Kepemilikan) Berfokus pada kesadaran diri dan mengembangkan rasa kepemilikan pribadi atas masalah sosial dan tanggapan terhadapnya. maupun elemen – elemen lain di luar organisasinya serta menjembatani antara berbagai kelompok yang ada pada masyarakat. Analisis ini ke depannya akan dibutuhkan untuk mengambil tanggapan pribadi dan melakukan satu sumber daya untuk penyelesaian masalah ini. baik dengan masyarakat. pendidikan. tak terkecuali organisasi dalam bidang kesehatan.RELEVANSI KONSEP KEPEMIMPINAN DALAM BIDANG KESEHATAN Setiap organisasi bersifat kolaboratif. bagaimana pemberdayaan masyarakat dilakukan. pemimpin meneliti bagaimana aset tersebut ditempatkan untuk digunakan agar bermanfaat bagi masyarakat yang lebih luas. (Nurbeti. pengalaman. misalnya responsivitas personal maupun kolektif. Hal ini diperlukan untuk mencapai visi dan misinya. responsivitas institusi terhadap masyarakat atau pelanggan. Ada tiga unsur dalam menjembatani tindakan kepemimpinan tersebut. dll) saat memangkas akumulasi modal kepemimpinannya. 2009) Kunci konsep kepemimpinan adalah kemampuan individu untuk berpindah dari pemahaman pribadi dan kepemilikan sebuah isu sosial kepada tindakan kolektif untuk menyelesaikan masalah itu. dengan penyebab dan kemungkinan sumbangan itu. Ini membawa pemimpin untuk pemahaman yang lebih dalam mengenai masalah sosial.

2. akuntabilitas. 3. Bagian ini melibatkan berbagai pihak untuk bersidang masalah (termasuk mereka yang bertentangan dengan yang lain). memfasilitasi dialog konstruktif untuk sampai pada pemahaman umum mengenai masalah. dipandu oleh prinsip-prinsip transparansi. Mempertahankan komitmen para stakeholder merupakan sesuatu hal yang penting. Tetapi dalam membangun landasan bersama. kepercayaan dibangun di antara beragam pemangku kepentingan. kelompok berusaha untuk mencapai visi bersama mereka melalui mekanisme dan strategi konkret. Dalam mengejar program – program. sehingga terbukalah jalan untuk tindakan kolektif. Rencana dan program – program inovatif diambil secara kolektif.Ownership melibatkan para pemangku kepentingan bersama-sama mulai untuk memperdalam pemahaman mereka tentang masalah. tindakan kolaboratif dengan stakeholder lain tidak akan makmur ketika dihadapkan dengan tantangan yang tiba – tiba. sebagai penyelesaian masalah sosial yang mungkin akan memakan waktu. Co – Ownership Bergerak dari diri sendiri untuk membangun hubungan dengan mereka yang punya kepentingan pada masalah. keluaran dan sasaran yang akan mengarah pada penyelesaian masalah. partisipasi dan berbagai sumber daya. Memberikan perhatian pada aspek ini memungkinkan pemimpin untuk memperluas kepemilikan masalah tersebut dari pemahaman dirinya sendiri ke grup.komitmen pribadi. Co . Proses dapat penuh dengan ketegangan dan kesulitan sebagai kepentingan bersaing dengan satu sama lain. Keberlanjutan inisiatif pada akhirnya bersandar pada kapasitas pemimpin untuk memberi “nutrisi” dirinya dan memperbaharui komitmen untuk misi pribadinya (Asian Institute of Management (AIM) – Team Energy Center for Bridging Societal Divides).Creation (Kolaborasi Kerja Aktual ) Komitmen untuk bekerja sama diartikan ke dalam sasaran yang jelas. untuk mengenali bagaimana mereka adalah bagian dari masalah dan solusi dan mengakui perlunya respon kolektif. Membangun Co . Adanya tiga elemen diatas merupakan langkah – langkah untuk menyelesaikan sebuah masalah sosial (misalnya : masalah kesehatan) dalam sebuah organisasi 24 . mengelola konflik datang dengan respon yang kolaboratif.

tidak hanya bagi pengikutnya saja namun juga bagi masyarakat. Sebagai contoh pada kasus penanggulangan DBD.2 The Concept of Bridging Leadership Sumber : http://bfellows.(misalnya : organisasi kesehatan). dimana penyelasaiannya berupa pembentukan program – program yang diharapkan dapat menyelesaian masalah sosial tersebut. Dalam pencegahan penyebaran DBD. Sebagai seorang pemimpin yang bisa menjadi panutan.com/about/the-bridging-leadership-framework/ 25 . seorang ketua RT yang notabene sebagai pemimpin di lingkungan tempat tinggalnya akan menerapkan program 3M+ di rumahnya terlebih dahulu. dan pada akhirnya akan berkembang dalam kehidupan masyarakat luas. Gambar 1. Seiring dengan waktu.wordpress. masyarakat sekitar akan mengikuti gaya hidup ketua RT karena dianggap sebagai sebuah perilaku panutan yang baik. kemudian akan menjadi panutan atau tauladan bagi pengikutnya (follower). sebaiknya bisa menerapkan program – program yang disusun pada dirinya sendiri pada awalnya. Itulah salah satu sifat pemimpin yang bisa menjadi panutan atau tauladan.

Leadership vs Management. Organisasi. 2000. Peter.com/dailyfed/ 0703/070703ff. Leadership vs Management. Inc. and Skills. Vorria. Functions. G. R. 2nd ed. Diakses pada tanggal 25 Maret 2010 Capowski. http://www. and Carl P. Inc. Sweden: Lund University Gibson.DAFTAR PUSTAKA Anderson. dan Evanthia P. Learning to Lead: A Workbook on Becoming a Leader. “What leaders really do?“. 1991. dkk. Massachussetts: Allyn and Bacon. 2003. Thomas S. Massachussets: Addison Wesley dalam Coutts. Vorria. Diakses pada tanggal 5 26 . How to Become a Leader. Bateman. Perilaku dan Manajemen Organisasi.. RajaGrafindo Persada Kotter.ehow. Higuera. Kartini. Jakarta: Elex Media Komputindo Mondy. Jakarta: Erlangga. Irwin. Harvard Business Review. Warren and Joan Goldsmith. Vol. 1988. 2003. Carl R.html. 79 Issue 11. Sweden: Lund University Moeljono. “Anatomy of a leader: where are the leader of tomorrow?”. and Organization Performance. Kartono. James. Management: Function and Strategy.10-18 dalam Bohoris. Management Review. Bennis. Massachussetts: Allyn and Bacon. (2001). Management Concepts. Practices.pdf. April 2010 Ivancevich. Inc. Proses Jilid 1. J. Jakarta: Erlangga. Edisi Ketujuh. Struktur. 2009. George A. Djokosantoso. Management: Skills. Jakarta: PT. Perilaku.85-96 dalam Bohoris. Beyond Leadership : Konsep Kepemimpinan. Pemimpin dan Kepemimpinan: Apakah Pemimpin Abnormal itu?. 1997. Valencia. http://www. 1994. Zeithaml. 1985. Leadership vs Management. 2007. George A. Managers vs Leaders. p. p. Massachussets: Richard D. 83 Issue 3.com/how_2110107_become-a-leader. 1990. Diunduh pada tanggal 25 Maret 2010 Colvard..htm. dan Evanthia P. 1994. Wayne. John M. Vol. P.govexec.

RajaGrafindo Persada www.managementissues.html 27 . 2008.kesehatanmasyarakat. Thoha. Leadership vs Management. Jakarta: Salemba Empat. dkk.com/capabilities/leadership_effectiveness/ www.ehow. http://www. Perilaku Organisasi Edisi 12.html . Diakses pada tanggal 20 Maret 2010 Sutarto.com/~donclark/leader/leadcon.skagit. 1989. Dasar – Dasar Kepemimpinan Administrasi.asp.com/how_2168559_leader-six-key-characteristicseffectiveness.Amerika Serikat wilsonlearning. Jakarta: PT. 2006. Brian M. http://www. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.com/2006/6/22/opinion/leadership-vs-management. Miftah. Kepemimpinan Dalam Manajemen.com/2009/02/pemberdayaan- maasyarakat-dalam-konsep. 1993. Maftuhah.html Robbins.Nurbeti. Sullivan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->