Diabetes Mellitus

Makalah Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Epidemiologi Penyakit Tidak Menular

Oleh: TITI RAKHMADANY 108101000002 MIZNA SABILLA 108101000011 SITI FARHATUN 108101000025

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1431 H

2010 M

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan masalah yang sangat substansial, mengingat pola kejadian sangat menentukan status kesehatan di suatu daerah dan juga keberhasilan peningkatan status kesehatan di suatu negara. Secara global WHO (World Health Organization) memperkirakan PTM menyebabkan sekitar 60% kematian dan 43% kesakitan di seluruh dunia.1 Perubahan pola struktur masyarakat dari agraris ke industri dan perubahan pola fertilitas gaya hidup dan sosial ekonomi masyarakat diduga sebagai hal yang melatarbelakangi prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM), sehingga kejadian penyakit tidak menular semakin bervariasi dalam transisi epidemiologi. Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Diabetes Mellitus sering disebut sebagai the great imitator, karena penyakit ini dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan. Gejalanya sangat bervariasi dan dapat timbul secara perlahan-lahan, sehingga pasien tidak menyadari akan adanya perubahan seperti minum yang menjadi lebih banyak, buang air kecil ataupun berat badan yang menurun. Menurut Riskesdas 2007, Diabetes Mellitus menduduki peringkat ke 6 pola kematian semua umur di Indonesia dengan persentase sebesar 5,7%. Sedangkan menurut survei yang dilakukan WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 dengan jumlah penderita Diabetes Mellitus terbesar di dunia setelah India, Cina dan Amerika Serikat.2 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan memprediksi bahwa di Indonesia angka prevalensi diabetes mellitus akan terus meningkat, dan pada tahun 2030 diperkirakan penderita penyakit DM tersebut akan mencapai angka 21,3 juta jiwa – suatu jumlah yang luar biasa dan berpotensi kerugian yang sangat besar juga.3 Suatu fakta yang
1

http://ridwanamiruddin.wordpress.com/2007/12/10/epidemiologi-dm-dan-isu-mutakhirnya/ http://pdnindo.com/berita-65-jumlah-penderita-diabetes-indonesia-ranking-ke4-di-dunia.html http://saptophw.blogspot.com/2009/12/pertamina-peduli-diabetes-mellitus_07.html 2

2

3

lebih mengejutkan menyatakan bahwa di dunia ini setiap 10 detik akan meninggal seorang penderita DM dengan komplikasinya, dan pada saat bersamaan ditemukan 2 orang penderita yang baru.4 Meskipun banyak masyarakat yang sudah mengetahui bahaya penyakit Diabetes Mellitus, namun masih banyak juga yang belum tanggap terhadap penyakit ini dan kurangnya pengetahuan tentang penyakit ini. Karena masyarakat merasa mempunyai ketidaktahuan bagaimana proses perjalanan penyakitnya, maka masyarakat juga banyak yang tidak tahu langkah-langkah apa yang harus dilakukan agar mereka terhindar dari penyakit ini. Penulis membuat paper ini yang berisi tentang epidemiologi diabetes mellitus/perkembangan penyakit diabetes mellitus beserta prevalensi di Indonesia dan dunia, konsep Host-Agent-Environment, riwayat alamiah penyakit, faktor risiko, etiologi, dan program pencegahan serta penanggulangannya.

B. 1.
2. 3.

Rumusan Masalah Apa pengertian Diabetes Mellitus? Bagaimana sejarah Perkembangan Diabetes Mellitus? Bagaimana prevalensi Diabetes Mellitus di dunia dan Indonesia? Bagaimana konsep Host, Agent, dan Environment pada Diabetes Mellitus? Bagaimana riwayat alamiah penyakit Diabetes Mellitus? Apa saja etiologi dan tipe Diabetes Mellitus? Apa saja faktor risiko Diabetes Mellitus? Bagaimana hubungan kausal Diabetes Melitus? Bagaimana upaya pencegahan Diabetes Mellitus? Bagaimana upaya penanggulangan Diabetes Mellitus?

4. 5.
6.

7.
8.

9. 10.

4

http://rumahdiabetes.com 3

dan penurunan berat badan yang cepat tanpa disertai rasa nyeri. 1997). “Epidemiologi penyakit diabetes mellitus” dalam Himpunan Epidemiologi Penyakit Tidak Menular Editor: Nasrin Kodim. Akhirnya. Urin penderita diabetes yang mengandung gula dalam kadar tinggi tersebut menarik bagi semut. karena selalu minum dan dalam jumlah Narila Mutia Nasir dan Febrianti. sehingga gagal mempertahankan kadar normal gula di dalam darah (Walqvist. Aretaeus pada tahun 200 sebelum masehi adalah orang yang pertama kali memberi nama Diabetes. h.dkk. Sedangkan Mellitus berarti manis atau madu. Sushratha menamakan penyakit tersebut penyakit kencing madu ( honey urine disease ). 6 Kelebihan gula yang kronis di dalam darah ( Hiperglikemia) ini menjadi racun bagi tubuh. Sejarah Perkembangan Diabetes Mellitus Pada tahun 1552 sebelum masehi. yang berarti “mengalir terus”. di Mesir dikenal penyakit yang ditandai dengan sering buang air kecil dan dalam jumlah yang banyak ( yang disebut : Poliurial ). h.BAB II PEMBAHASAN I. Kemudian pada tahun 400 sebelum masehi. Modul Gizi Kesehatan Masyarakat. penulis India. Sebagian glukosa yang tertahan di dalam darah itu melimpah ke sistem urin untuk dibuang melalui urin. dan Mellitus berarti “manis”. h. FKM UI. Disebut Diabetes. 109 6 7 Lanny sustrani. Pengertian Diabetes Mellitus Diabetes adalah suatu keadaan dimana terjadi gangguan pengaturan gula darah. Diabetes. Jakarta: 2006. FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 45 5 Krisnawati Bantas. Gramedia Pustaka Utama. karena itulah gejala ini disebut gejala kencing manis.7 II.5 Diabetes Mellitus adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh metabolisme yang abnormal pada tubuh yang mengakibatkan kadar gula dalam darah menjadi lebih tinggi dari keadaan normal (Hiperglikemia). 13-14 4 .

banyak ( Polidipsia ). Tabel 1 Prevalensi Kejadian Diabetes Mellitus Di Beberapa Negara Tahun 2000 dan 2030 Menurut WHO No 1. Rangking Negara Tahun 2000 India Cina Amerika Serikat Indonesia Jepang Pakistan Federasi Rusia Brazil Italia Banglades Orang dengan DM (Juta) 31. meningkat setiap tahunnya.8 III.7 Sumber: http://www.com/2008_07_01_archive. yang akhirnya temuan OAD ini berkembang pesat dengan berbagai jenis dan indikasi penggunaanya.8 5.6 4.4 42.wordpress. Sejak ditemukan hormon insulin pada tahun 1921 oleh Banting dan Best di Kanada. 5. Prevalensi Diabetes Mellitus Berdasarkan beberapa data yang didapatkan.8 17. 7. yang kemudian “mengalir” terus berupa air seni ( urine ).4 6. disebut Mellitus karena air seni penderita ini mengandung gula ( manis ).ridwanamiruddin.7 20. prevalensi penyakit Diabetes Mellitus khususnya di Indonesia. 8. 9.9 11. 4.9 7. maka angka kematian dan keguguran ibu-ibu diabetes yang hamil makin berkurang.2 4.8 6.3 30.6 4.3 11.html 5 . 6.html 8 http://informasidiabetes.7 8. 2. atau tidak dapat bekerja normal.2 Rangking Negara Tahun Orang dengan DM (juta) 2030 India Cina Amerika Serikat Indonesia Pakistan Brazil Banglades Jepang Filipina Mesir 79. Diabetes Mellitus (DM) atau penyakit kencing manis disebabkan hormon INSULIN penderita tidak mencukupi. 3.3 13. Akhirnya pada tahun 1954 Franke dan Fuchs mencoba tablet OAD ( Obat Anti Diabetes ) pada manusia.3 3. 10 .3 21. sedangkan hormon insulin tersebut mempunyai peranan utama untuk mengatur kadar glukosa ( gula ) didalam darah sekitar 60 .blogspot.1 8.120 mg/dl waktu puasa dan di bawah 200 mg/dl pada dua jam sesudah makan.

com Meskipun pada tabel 2 Indonesia tidak termasuk dalam 20 negara di dunia yang memiliki angka kejadian Diabetes Mellitus tertinggi. Bahkan pada tabel 3. 6 .wordpress.Tabel 2 Prevalensi Diabetes Mellitus di Dunia Tahun 2003 Sumber :http://www. DM menjadi peringkat ke-2 PTM yang memiliki angka keparahan penyakit yang berakibat fatal (CFR) tertinggi.micpohling. namun bukan berarti Diabetes Mellitus tidak menjadi salah satu masalah PTM di Indonesia.

< 200 mg/dl : Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) > 200 mg/dl : Diabetes Mellitus (DM) Tabel 4 (sumber: riskesdas 2007) memperlihatkan prevalensi TGT dan total DM pada penduduk perkotaan Indonesia.912 823 8. Penyakit Diabetes Mellitus Tiroktosikosis Gangguan kelenjar tyroid lainnya Penyakit endokrin dan metabolic lainnya Jumlah Kasus Jumlah Mati CFR (%) 42.000 3.065 148 3. 4. Ditjen Yanmed Depkes RI Untuk menegakkan diagnosis DM dipergunakan rujukan menurut WHO 1999 dan American Diabetic Association 2003. 2.6 9.Tabel 3 Distribusi Penyakit Diabetes Mellitus dan Penyakit Metabolik Lainnya Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Tahun 2005 No 1.3 Sumber : Statistik RS.316 7. yaitu kadar glukosa darah dua jam pembebanan: < 140 mg/dl : Tidak DM 140 . 3. dan persentase responden yang belum mengetahui bahwa dirinya menderita DM – baru terdiagnosis dalam Riskesdas ini 7 . Angka total DM merupakan gabungan dari persentase responden yang sudah mengetahui bahwa dirinya menderita DM.9 913 67 7.3 4. atau dalam laporan ini disebut Diagnosed Diabetes Mellitus (DDM).Indonesia Edisi Tahun 2005.

Prevalensi TGT tertinggi di Papua Barat (21. sedangkan terendah di Jambi (4%).2 % DDM* 1. baru terdiagnosis saat pemeriksaan Riskesdas) ***Total DM = DDM + UDDM Tabel 5 menunjukkan prevalensi TGT dan DM pada penduduk urban Indonesia menurut provinsi.5 5.7% Sumber : Riskesdas 2007 *DDM = Diagnosed Diabetes Melltus (Responden sudah mengetahui dirinya DM) **UDDM = Undiagnosed Diabetes Mellitus (Responden belum mengetahui dirinya menderita DM.5% (kira-kira 26% dari total DM). dan Sulut (17.5%).6%).8%). Tabel 5 Prevalensi Toleransi Glukosa Terganggu dan Diabetes Mellitus menurut Provinsi di Daerah Perkotaan. diikuti Sulbar (17.3 Total DM % 8. Riskesdas 2007 Provinsi TGT (%) Total DM (%) Provinsi NAD Sumatera Utara TGT % 12.– yang dalam laporan ini disebut Undiagnosed Diabetes Mellitus (UDDM).1%). Secara umum prevalensi TGT yang didapat dalam penelitian ini hampir dua (2) kali prevalensi DM.9%) . diikuti Riau (10. Prevalensi DM terendah di Papua (1. diikuti NTT (1.4 %) dan NAD (8.5% UDDM** 4. tetapi responden yang telah mengetahui dirinya menderita DM (DDM) hanya 1.8%). Tabel 4 Prevalensi TGT.0 11.7%). diikuti NTT (4.2% Total DM*** 5.3 8 . DM.7%. Prevalensi DM tertinggi terdapat di Kalimantan Barat dan Maluku Utara (masing-masing 11.3%). DDM dan UDDM pada Penduduk Perkotaan Penduduk perkotaan Indonesia TGT 10. Prevalensi total DM 5.

5 4.8 7.9 6.2 8.6 3.3 9.3 7.1 8.3 8.7 10.2 14.2 6.Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Bangka Belitung Kepulauan Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara 8.6 3.2 17.0 7.0 4.7 4.1 5.5 12.7 17.1 4.1 10.6 6.3 9.6 4.0 6.0 8.9 12.5 8.2 5.4 5.4 11.2 3.8 11.4 6.7 3.8 5.1 10.0 7.4 3.4 4.8 5.1 1.6 4.3 6.3 9.8 11.3 8.6 10.1 3.3 3.1 9 .0 6.6 10.2 7.8 13.3 6.9 4.

com IV.2 Sumber : Riskesdas 2007 5.7 Gambar 1 Sumber : http://www.8 6. dan Environment pada Diabetes Mellitus • Konsep Host 10 .Papua Barat Papua Indonesia 21.diabetesmellituscenter. Konsep Host.7 5.7 10.5 1. Agent.wordpress.

118 9 11 .* Genetika Jika dalam riwayat keluarga ada yang menderita diabetes mellitus. * Ras / Etnik Insidens IDDM paling banyak pada keturunan Eropa. Sedangkan pada usia dewasa dan lanjut mempunyai resiko untuk terkena penyakit diabetes mellitus tipe 2. 9 • Konsep Agent Krisnawati Bantas. kurang tidur dan kurang gizi dapat membuat imunitas terganggu. Sedangkan pada NIDDM prevalensi tertinggi pada orang Asia. “Epidemiologi Penyakit Diabetes Mellitus” Himpunan Epidemiologi Penyakit Tidak Menular Editor: Nasrin Kodim. Selain itu. FKM UI. h. Sehingga tidak sedikit manusia yang berpola makan tidak sehat yang mampu menaikkan kadar gula darahnya. sehingga mempunyai resiko yang tinggi terkena diabetes mellitus tipe 1. * Usia Bayi dan balita yang masih rentan terhadap perubahan lingkungan. * Kebiasaan hidup Kebiasaan hidup yang dimaksud adalah pola makan yang tidak sehat dan minimnya gerak. Pada era globalisasi ini banyak sekali terdapat restoran makanan cepat saji. maka orang tersebut memiliki resiko untuk menderita diabetes mellitus juga. dan tertinggi pada orang-orang Skandinavia. * Kondisi fisik Kondisi fisik seseorang. misalnya kelelahan. globalisasi membawa masyarakat ke arah modern yang canggih akan teknologi sehingga membuat masyarakat minim aktivitas. sehingga penyakit diabetespun dapat menyerang orang tersebut.

Nutrisi yang berlebihan (overnutrition) merupakan faktor resiko pertama yang diketahui menyebabkan Diabetes Mellitus. dan Human coxsackievirus B4.*Agent Biologis (Virus dan Bakteri) Virus penyebab Diabetes Mellitus adalah Rubela. Mumps. dan streptozoctin (produk dari sejenis jamur). * Agent Kimia (Bahan Toksik atau Beracun) Bahan beracun yang mampu merusak sel β secara langsung adalah alloxan. • Konsep Environment * Sosial Ekonomi Tingkat sosial ekonomi yang rendah mempunyai resiko terkena penyakit infeksi sedangkan tingkat sosial yang tinggi mempunyai resiko terkena Diabetes Mellitus. para ahli kesehatan menduga bakteri cukup berperan menyebabkan penyakit ini. Bahan lain adalah sianida yang berasal dari singkong. seperti fast food. Bisa juga. karena pada tingkat sosial ekonomi yang tinggi mempunyai kecenderungan untuk terjadinya perubahan pola konsumsi makanan. semakin besar kemungkinan seseorang terjangkit Diabetes Mellitus. Namun. virus ini menyerang melalui reaksi otoimunitas yang menyebabkan hilangnya otoimun dalam sel beta. virus ini mengakibatkan destruksi atau perusakan sel. para peneliti mengamati 3000 anak 12 . pyrinuron (rodentisida). * Agent Nutrisi Termasuk dalam kategori ini adalah karbohidrat yang mampu mempertinggi kadar gula darah. Semakin berat badan berlebih atau obesitas akibat nutrisi yang berlebihan. Melalui mekanisme infeksi sitolitik dalam sel β. Dalam penelitian yang merupakan usaha jangka panjang pertama dalam mempelajari hubungan antara makan fast food dengan diabetes. Diabetes Mellitus akibat bakteri masih belum bisa dideteksi.

Para peneliti mengungkapkan dari penelitian mereka bahwa fast food.com/lg_smf/index. aktivitas fisik yang dilakukan.10 * Musim Virus telah diduga sebagai etiologi dari IDDM. tidak bisa diperhitungkan sebagai bagian dari gaya hidup yang sehat.20. Mereka yang makan fast food 2 kali seminggu atau lebih bisa menambah berat badannya sebanyak 10 pound dan dua kali menjadi insulin resistance (sel tubuh tdak sensitif lagi/tidak merespon terhadap hormon insulin). hal ini berdasarkan penemuan adanya peningkatan insidens IDDM pada musim-musim tertentu.muda selama 15 tahun. 117 11 13 . meskipun pola hidup lainnya telah diperhitungkan sebelumnya. Periode diabetes kimiawi • • Pasien masih bersifat asimptomatik ( belum timbul gejala-gejala) Tapi sudah ada abnormalitas metabolisme pada pemeriksaan laboratoris 10 http://ligagame. Riwayat Alamiah Penyakit Diabetes Mellitus 1. sebagaimana sampai sekarang dikonsumsi. Ukuran porsi besar dan berat jenis kalori yang tinggi dari kebanyakan fast food merupakan penyebab utama dari obesitas.php?topic=68159. dibandingkan dengan mereka yang makan fast food kurang dari sekali seminggu. FKM UI. dimana berhubungan dengan diabetes. h. 2. Periode prediabetes • • Pada masa ini belum terdapat abnormalitas dari metabolisme Tapi sudah membawa faktor genetik ( carriers). yaitu musim gugur dan semi.11 V. memonitor pengecekan rutin kesehatan mereka dan menanyakan pola makan mereka.wap2 Krisnawati Bantas. dan faktor gaya hidup lainnya. pada masa ini antibodi terhadap virus tertentu meningkat. “Epidemiologi penyakit diabetes mellitus” Himpunan Epidemiologi Penyakit Tidak Menular Editor: Nasrin Kodim.

Jika pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu masih meragukan. polifagia (banyak makan).setelah melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan seseorang tersebut menderita Diabetes Mellitus atau tidak. 2. Diagnosis ini disebut dengan diagnosis pasti. Gejala-gejala diabetes mellitus antara lain: • • • • Trias Poli : Polidipsi (banyak minum). Periode klinis Fase dimana penderita sudah menunjukkan gejala-gejala dan tanda-tanda penyakit DM. dokter akan melakukan diagnosis dugaan terlebih dahulu. hipertensi.  Komplikasi dan Keluhan yang Menyertai Diabetes Mellitus 14 . dan poliuri (banyak buang air kecil) Disertai keluhan sering kesemutan terutama jari-jari tangan. Setelah itu. Seseorang menderita gejala khas beserta keluhan seperti disebutkan di atas ditambah dengan kadar glukosa darah sewaktu lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl. Seseorang memiliki kadar glukosa darah puasa lebih besar atau sama dengan 126 mg/dl sebanyak 2 kali pemeriksaan pada saat yang berbeda.3. perlu dilakukan tes toleransi glukosa oral dengan tujuan untuk memastikan diagnosis. Kadang berat badan turun secara drastis. Kadar gula darah normal yaitu: - puasa: 80 .< 110 gr/dl setelah makan: 110 . badan lemas. gatal-gatal dan bila ada luka sukar sembuh. yaitu berdasarkan keluhan atau gejala khas yang dialami seseorang.< 160gr/dl • Penyulit atau komplikasi adalah penyakit jantung kronis.  Diagnosis DM Biasanya. dokter akan memutuskan bahwa seseorang telah menderita Diabetes Mellitus jika memenuhi kriteria sebagi berikut: 1.

Perubahan yang besar dan mendadak dapat berakibat fatal. 2. 3. 15 . glaucoma. 4. urogenital. dan diabetic retinophaty). hipotensi. dan penderita bisa menjadi koma. Akibatnya. Koma lakto asidosis yang diartikan sebagai keadaan tubuh dengan asam laktat yang tidak dapat diubah menjadi bikarbonat. Koma hiperosmoler non ketotik yang diakibatkan adanya dehidrasi berat. atau stres. dan shock.Komplikasi DM dapat bersifat akut atau kronis. autonomic neurophaty). Gejala hipoglikemia ditandai dengan munculnya rasa lapar. Ketoasidosis diabetik-koma. ginjal (glomerulosklerosis). diabetik yang diartikan sebagai keadaan tubuh yang sangat kekurangan insulin dan bersifat mendadak akibat infeksi. mengeluarkan keringat. berdebar-debar. Komplikasi Kronis Komplikasi kronis diartikan sebagai kelainan pembuluh darah yang akhirnya bisa menyebabkan serangan jantung. seperti kelainan di bagian mata (katarak. Hipoglikemia yaitu keadaan seseorang dengan kadar glukosa darah di bawah nilai normal. 2. gemetar. Kadar glukosa darah bisa menurun drastis jika penderita menjalani diet yang terlalu ketat. lupa suntik insulin. gangguan fungsi ginjal. Komplikasi kronis sering dibedakan berdasarkan bagian tubuh yang mengalami kelainan. saraf (lesi pada satu syaraf. gelisah. Komplikasi Akut Komplikasi akut terjadi jika kadar glukosa darah seseorang meningkat atau menurun dengan tajam dalam waktu relatif singkat. dan kulit (luka yang sukar sembuh) hingga amputasi. Dalam komplikasi akut dikenal beberapa istilah sebagai berikut: 1. Karena itu. kadar asam laktat dalam darah meningkat dan seseorang bisa mengalami koma. jantung (atherosclerosis dan microangiopathy). pusing. pola makan yang terlalu bebas. dan gangguan. koma hiperosmoler non ketotik diartikan sebagai keadaan tubuh tanpa penimbunan lemak yang menyebabkan penderita menunjukkan pernapasan yang cepat dan dalam (kusmaul).

DM bisa diklasifikasikan secara etiologi menjadi diabetes tipe 1.VI. sel-sel β telah dirusak semuanya. Jika terjadi kelainan. Manifestasi klinis dari diabetes mellitus terjadi jika lebih dari 90% sel-sel β menjadi rusak. Epidemic IDDM awitan baru telah 12 http://www. Bukti untuk determinan genetic dari IDDM adalah adanya kaitan dengan tipe-tipe histokompatibilitas (HLA) spesifik. dan diabetes tipe lain. Diabetes Mellitus tipe ini disebut juga Diabetes Mellitus tergantung insulin (IDDM).com 16 . Kejadian pemicu yang menentukan proses otoimun pada individu yang peka secara genetik dapat berupa infeksi virus Coxsackie B4 dan gondongan. Menurut anjuran Konferensi Kerja Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) yang sesuai dengan anjuran ADA 1997. sehingga terjadi insulinopenia dan semua kelainan metabolik yang berkaitan dengan defisiensi insulin. dengan memproduksi antibodi terhadap selsel β. diabetes dalam kehamilan (gestasional). Diabetes Mellitus tipe 1 Yaitu diabetes yang dikarenakan oleh adanya destruksi sel β pankreas yang secara absolut menyebabkan defisiensi insulin. Tipe dari gen histikompabilitas yang berkaitan dengan IDDM (DW3 dan DW4) adalah yang memberi kode kepada protein-protein yang berperanan penting dalam interaksi monosit-limfosit. fungsi limfosit T yang terganggu akan berperanan penting dalam patogenesis perusakan sel-sel pulau Langerhans yang ditujukan terhadap komponen antigenic tertentu dari sel β. yaitu penyakit autoimun yang ditentukan secara genetic dengan gejala-gejala yang pada akhirnya menuju pada proses bertahap perusakan imunologik sel-sel yang memproduksi insulin.12 a. Etiologi dan Tipe Diabetes Mellitus Banyak diketahui bahwa etiologi Diabetes Mellitus adalah kurangnya insulin dalam tubuh manusia yang mengakibatkan kelebihan kadar glukosa darah. Individu yang peka secara genetic tampaknya memberikan respons terhadap kejadian-kejadian pemicu yang diduga berupa infeksi virus. Pada Diabetes Mellitus dalam bentuk yang lebih berat. ada beberapa kondisi berbeda yang menyebabkan hal itu terjadi. yang akan mengakibatkan berkurangnya sekresi insulin yang dirangsang oleh glukosa. Protein-protein ini mengatur respons sel T sebagai bagian normal dari respons imun. diabetes tipe 2.infomedia. Akan tetapi.

Diabetes Mellitus tipe 2 Yaitu diabetes yang dikarenakan oleh adanya kelainan sekresi insulin yang progresif dan adanya resistensi insulin. NIDDM ditandai dengan adanya kelainan dalam sekresi insulin maupun dalam kerja insulin. Faktor risiko GDM: riwayat keluarga DM. Kadar glukosa normal dapat dipertahankan dalam waktu yang cukup lama dengan meningkatkan sekresi insulin. Pada pasien-pasien dengan NIDDM terdapat kelainan dalam pengikatan insulin dengan reseptor. maka kemungkinan besar gangguan toleransi glukosa dan diabetes mellitus yang pada akhirnya terjadi pada pasien-pasien NIDDM merupakan akibat dari obesitasnya. Pada awalnya kelihatan terdapat resistensi dari sel-sel sasaran terhadap kerja insulin. Diabetes mellitus gestasional Yaitu tipe diabetes yang terdiagnosa atau dialami selama masa kehamilan. Pada pasien-pasien dengan Diabetes Mellitus tak tergantung insulin (NIDDM). Sekitar 80% pasien NIDDM mengalami obesitas. penyakitnya mempunyai pola familial yang kuat. Insulin mula-mula mengikat dirinya kepada reseptor-reseptor permukaan sel tertentu. dan jumlah insulin yang beredar tidak lagi memadai untuk mempertahankan euglikemia. Ini dapat disebabkan oleh berkurangnya jumlah tempat reseptor yang responsive insulin pada membrane sel. b.diamati pada saat-saat tertentu dalam setahun pada anggota-anggoata dari kelompok sosial yang sama. c.GDM) adalah kehamilan normal yang disertai dengan peningkatan insulin resistance (ibu hamil gagal mempertahankan euglycemia). kemudian terjadi reaksi intraselular yang meningkatkan transport glukosa menembus membrane sel. Obat-obat tertentu yang diketahui dapat memicu penyakit autoimun lain juga dapat memulai proses autoimun pada pasien-pasien IDDM. Pengurangan berat badan seringkali dikaitkan dengan perbaikan dalam sensitivitas insulin dan pemilihan toleransi glukosa. terjadi penggabungan abnormal antara kompleks reseptor insulin dengan sistem transport glukosa. DM dan kehamilan (Gestational Diabetes Mellitus . Penyaringan imunologil dari pemeriksaan sekresi insulin pada orang-orang dengan risiko tinggi terhadap IDDM akan memberi jalan untuk pengobatan imunosupresif dini yang dapat menunda awitan manifestasi klinis defisiensi insulin. dan glikosuria. tetapi pada akhirnya sekresi insulin menurun. Antibodi anti sel-sel pulau langerhans juga biasanya terdapat pada awal perkembangan penyakit. Akibatnya. 17 . Karena obesitas berkaitan dengan resistensi insulin. kegemukan.

13 d. dan makrosomia. 116 14 18 . 3. 2. Usia Diabetes Mellitus 1 paling banyak terjadi pada anak-anak.com Krisnawati Bantas.GDM ini meningkatkan morbiditas neonatus. FKM UI. Genetik Suseptibilitas DM tipe 1 tidak diturunkan secara genetik. Ras / Etnik Insidens IDDM paling banyak pada keturunan Eropa dan insidens tertinggi pada orang-orang Skandinavia. yaitu pada usia 10-13 tahun. VII. polisitemia. “Epidemiologi penyakit diabetes mellitus” dalam Himpunan Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. dan akibat penggunaan obat atau bahan kimia lainnya (terapi pada penderita AIDS dan terapi setelah transplantasi organ). Editor: Nasrin Kodim. ikterus.infomedia. kelainan genetik pada aktivitas insulin. h. Diabetes mellitus tipe lain Yaitu diabetes yang disebabkan oleh beberapa faktor lain seperti kelainan genetik pada fungsi sel β pankreas. Frekuensi GDM kira-kira 3--5% dan para ibu tersebut meningkat risikonya untuk menjadi DM di masa mendatang.14 13 http://www. penyakit eksokrin pankreas (cystic fibrosis). Hal ini terjadi karena bayi dari ibu GDM mensekresi insulin lebih besar sehingga merangsang pertumbuhan bayi dan makrosomia. misalnya hipoglikemia. Faktor Resiko Diabetes Mellitus  DM tipe 1:  Unchangeable Risk Factor 1. tetapi meningkatnya susepibilitas dari penyakit inilah yang diturunkan.

karena kelainan gen yang mengakibatkan tubuhnya tak dapat menghasilkan insulin dengan baik. terutama setelah usia 45 tahun pada mereka yang berat badannya berlebih. 2. sehingga tubuhnya tidak peka lagi terhadap insulin. Stress Stress kronis cenderung membuat seseorang mencari makanan yang manis-manis dan berlemak tinggi untuk meningkatkan kadar serotonin otak. Serotonin ini memiliki efek penenang sementara untuk meredakan stress. DM tipe 2 :  Unchangeable Risk Factor 1. Pola Makan yang Salah Kurang gizi atau kelebihan berat badan keduanya meningkatkan resiko terkena diabetes mellitus. Diabetes sering muncul setelah seseorang memasuki usia rawan tersebut. sedangkan berat badan lebih (obesitas) mengakibatkan gangguan kerja insulin ( resistensi insulin). tetapi gula dan lemak itulah yang berbahaya bagi mereka yang beresiko terkena diabetes mellitus. Minimnya Aktivitas Fisik 19 . Kurang gizi (malnutrisi) dapat merusak pankreas. Kelainan Genetik Diabetes dapat menurun menurut silsilah keluarga yang mengidap diabetes mellitus. Usia Umumnya manusia mengalami perubahan fisiologis yang secara drastis menurun dengan cepat setelah usia 40 tahun. 3. 2.  Changeable risk factor 1.

yang biasa dilakukan atau aktivitas sehari-hari sesuai profesi atau pekerjaan. “Epidemiologi penyakit diabetes mellitus” Himpunan Epidemiologi Penyakit Tidak Menular Editor: Nasrin Kodim.16 6. Mereka yang menghabiskan sedikitnya 20 batang rokok sehari memiliki resiko terserang diabetes 62% lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Kekebalan tubuh terhadap insulin biasanya mengawali terbentuknya Diabetes tipe 2. h. Krisnawati Bantas.Setiap gerakan tubuh dengan tujuan meningkatkan dan mengeluarkan tenaga dan energi.2 juta peserta yang ditelusuri selama 30 tahun. Merokok dapat mengakibatkan kondisi yang tahan terhadap insulin. Itu berarti merokok dapat mencampuri cara tubuh memanfaatkan insulin. Sel endotelial mensintesis beberapa substansi bioaktif kuat yang mengatur struktur fungsi pembuluh darah.com/habis-rokok-terbitlah-diabetes/ 20 . 4. Abnormalitas metabolik berhubungan dengan peningkatan diabetes mellitus pada kelainan fungsi tubuh/ disfungsi endotelial. dengan sebanyak 1.drarief. FKM UI. sehingga pengeluaran tenaga dan energi hanya sedikit. Sedangkan faktor resiko penderita DM adalah mereka yang memiliki aktivitas minim. Hipertensi Pada orang dengan diabetes mellitus. Merokok Sebuah universitas di Swiss membuat suatu analisis 25 kajian yang menyelidiki hubungan antara merokok dan diabetes yang disiarkan antara 1992 dan 2006. Obesitas 80% dari penderita NIDDM adalah Obesitas/gemuk. kata para peneliti tersebut. Mereka mendapati resiko bahkan lebih tinggi bagi perokok berat. 118 15 16 http://www. hipertensi berhubungan dengan resistensi insulin dan abnormalitas pada sistem renin-angiotensin dan konsekuensi metabolik yang meningkatkan morbiditas.15 5.

Web of Causation Diabetes Mellitus Kelainan Genetik tidak dapat menghasilkan insulin dengan baik Merokok tubuh resisten terhadap insulin Usia (lanjut) Hipertensi Banyak makan Stress Pola Makan yang Salah Hiperglikemi a Minimnya Aktivitas Fisik Obesitas Diabetes Mellitus 21 . Hubungan kausal Diabetes Mellitus Diabetes Mellitus merupakan salah satu contoh penyakit dengan konsep multiple causation.VIII. Model ini menjelaskan bahwa suatu penyakit disebabkan oleh banyak faktor determinan.

Salah satu penyulit DM yang sering terjadi adalah penyakit kardiovaskular yang merupakan penyebab utama kematian pada penyandang diabetes. tetapi berpotensi untuk menderita DM. pola dan jenis makanan yang sehat.IX. Demikian pula pemerintah melalui semua jajaran terkait seperti Departemen Kesehatan dan Departemen Pendidikan perlu memasukkan upaya pencegahan primer DM dalam program penyuluhan dan pendidikan kesehatan. Sejak masa prasekolah hendaknya telah ditanamkan pengertian mengenai pentingnya kegiatan jasmani teratur. b. a. kadar gula darah puasa. Dilakukan dengan pemberian pengobatan yang cukup dan tindakan deteksi dini penyulit sejak awal pengelolaan penyakit DM. Masyarakat luas melalui lembaga swadaya masyarakat dan lembaga sosial lainnya harus diikutsertakan. dan risiko merokok bagi kesehatan. Penyuluhan sangat penting perannya dalam upaya pencegahan primer.17 Pencegahan sekunder dapat dilakukan dengan : • Skrinning • Skrinning dilakukan dengan menggunakan tes urin. menjaga badan agar tidak terlalu gemuk. Pencegahan Diabetes Melitus Pencegahan Primer Pencegahan primer adalah upaya yang ditujukan pada orang-orang yang termasuk kelompok risiko tinggi. dan GIT. Pencegahan Sekunder Pencegahan sekunder adalah upaya mencegah atau menghambat timbulnya penyulit pada pasien yang telah menderita DM. yakni mereka yang belum menderita. Skrinning direkomendasikan untuk : • Orang-orang yang mempunyai keluarga diabetes • Orang-orang dengan kadar glukosa abnormal pada saat hamil • Orang-orang yang mempunyai gangguan vaskuler • Orang-orang yang gemuk 17 Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2006 22 .

agar gula darah dapat terjaga dalam batas-batas normal.  Insulin (tipe I) & Pengobatannya Insulin tersedia dalam 3 bentuk. Untuk itu perlu dibantu dengan diet dan bergerak badan. Takaran obat dipakai jika dosis serendah mungkin. long acting. cukup dengan menurunkan berat badan sampai mencapai berat badan ideal. DM tipe I (IDDM) hanya bisa diobati dengan suntikan insulin dan tidak bisa terkontrol dengan obat minum dan tipe II (NIDDM) bisa terkontrol dengan obat minum. Pada umumnya pasien IDDM atau tipe I memerlukan sedikitnya dosis 2 kali sehari. dan 23 . Kalau masih bisa tanpa obat. Obat untuk pasien gemuk dan untuk pasien kurus. biasanya diberikan sebelum makan pagi atau sebelum makan malam dan biasanya diberikan keduanya short dan intermediate acting insulin. Beberapa individu dengan DM diobati dengan insulin atau obat oral. intermediate acting.• Pengobatan Pengobatan diabetes mellitus bergantung kepada pengobatan diet dan pengobatan bila diperlukan. Takaran obat tidak selalu harus statis melainkan boleh ditambah atau dikurangi sesuai kebutuhan. Gula darah berhasil dikontrol. Obat minum memiliki dua pilihan jenis. Jadwal lainnya: 1) 3 kali suntikan sehari short dan inter Perkiraan berapa jam setelah suntikan • • Mediate acting pada pagi hari Short acting sebelum makan malam. Dosis obat diatur sesuai dengan tinggi rendahnya kadar gula darah yang berfluktuasi dari waktu ke waktu. short acting. disertai dengan diet dan tetap aktivitas fisik normal ditambah gerak badan.

3) CSII (Continuous subcutaneous insulin infusion) atau terpai pompa insulin. dirancanag untuk mempertahankan jumlah yang dekat dengan euglikemia. tetapi bilamana hal ini bersama latihan 24 . Dua metode terakhir adalah yang sangat intensif.5-5 4-12 4-12 14-24 18-24 6-10 10-30 24-36 2) Ultidosis-injeksi short acting setiap sebelum makan dikombinasikan dengan 1 atau 2 kali suntikan sehari long atau intermediate acting. Ini memerlukan tanggung jawab penuh dari pasien dan keluarganya untuk memantau gula darah yang tepat dan memberikan insulin dan tindakan ini membawa resiko terbesar untuk terjadinya hipoglikemia dan perkembangan obesitas. dimana diberikan insulin short acting secara terus menerus untuk memenuhi kadar basal atau memungkinkan pasien diberi bolus makanan dengan snack.• Intermediate acting pada waktu mau tidur Tabel 6 Aktivitas Insulin Insulin Short acting regular Intermediate acting NPH Lente Long acting Ultra lente Mula kerja 0.5-5 2.5 Puncak 2-5 Lamanya 6-8 1.  Pengobatan DM tipe II (obat hipoglisemik oral) Pengobatan dengan perencanaan makanan (diet) atau terapi nutrisi medik masih merupakan pengobatan utama.

2002. 428 jawaban untuk 25 penyakit manajer dan keluhan-keluhan orang mapan.18 • Modifikasi dari faktor-faktor resiko • • • • • Menjaga berat badan Tekanan darah Kadar kolesterol Berhenti merokok Membiasakan diri untuk hidup sehat 18 Hendrawan Nadesul. Ini harus konsisten dari hari kehari. Kompas. Toleransi glukosa sering membaik dengan penurunan berat badan. Obat hipoglikemik oral hanya digunakan untuk mengobati beberapa individu dengan DM tipe II. Tabel 7 Aktivitas Obat Hipoglisemik Oral Obat Klorpropamid (diabinise) Glizipid (glucotrol) Gliburid (diabeta. Obat ini menstimulasi pelapisan insulin dari sel beta pancreas atau pengambilan glukosa oleh jaringan perifer. cenderung kegemukan dimana ini berhubungan dengan resistensi insulin dan hiperglikemia. Adalah sangat penting bagi pasien yang menerima insulin dikordinasikan antara makanan yang masuk dengan aktivitas insulin lebih jauh orang dengan DM tipe II. micronase) Tolazamid (tolinase) Tolbutamid (orinase) Lamanya jam 60 12-24 16-24 14-16 6-12 Dosis lazim/hari 1 1-2 1-2 1-2 1-3  DIET Diet adalah penatalaksanaan yang penting dari kedua tipe DM.jasmani/kegiatan fisik ternyata gagal maka diperlukan penambahan obat oral. 25 . makanan yang masuk harus dibagi merata sepanjang hari.

sebelum kecacatan menetap.• Biasakan diri berolahraga secara teratur. Upaya rehabilitasi pada pasien dilakukan sedini mungkin. • Hindari menonton televisi atau menggunakan komputer terlalu lama. garam yang tinggi. • Jangan mengonsumsi permen. Pencegahan Tersier Pencegahan tersier ditujukan pada kelompok penyandang diabetes yang telah mengalami penyulit dalam upaya mencegah terjadinya kecacatan lebih lanjut. Gambar 2 Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 26 . atau snack dengan kandungan. Olahraga adalah aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur yang memanfaatkan gerakan tubuh yang berulang untuk mencapai kebugaran. Sebagai contoh aspirin dosis rendah (80-325 mg/hari) dapat diberikan secara rutin bagi penyandang diabetes yang sudah mempunyai penyulit makroangiopati. Hindari makanan siap saji dengan kandungan kadar karbohidrat dan lemak tinggi. karena hali ini yang menyebabkan aktivitas fisik berkurang atau minim. Materi penyuluhan termasuk upaya rehabilitasi yang dapat dilakukan untuk mencapai kualitas hidup yang optimal. c. • Konsumsi sayuran dan buah-buahan. coklat. Pada upaya pencegahan tersier tetap dilakukan penyuluhan pada pasien dan keluarga.

bedah ortopedi. Kolaborasi yang baik antar para ahli di berbagai disiplin (jantung dan ginjal. mata.s Pencegahan tersier memerlukan pelayanan kesehatan holistik dan terintegrasi antar disiplin yang terkait. bedah 27 . terutama di rumah sakit rujukan.

radiologi. perawat. gizi. menjelang resolusi Majelis Umum PBB pada bulan Desember 2006 yang menghimbau aksi internasional bersama. Finlandia. Federasi Diabetes Internasional (IDF) mengeluarkan pernyataan konsensus baru mengenai pencegahan Diabetes Mellitus.19 X. Program pencegahan primer di Indonesia telah dilaksanakan oleh PT.wordpress. Melakukan kegiatan-kegiatan antara lain memberikan informasi dan edukasi mengenai Diabetes Mellitus dan pemeriksaan kadar gula darah secara gratis bagi sejuta orang yang telah diluncurkan oleh Menkes pada 15 Maret 2003. apoteker dan dengan pemeriksaan sendiri.vaskular. Mengingat penderita Diabetes sangat rentan untuk terkena infeksi.com/2009/11/konsensus-pengelolaaln-dan-pencegahan- diabets-melitus-tipe-2-di-indonesia-2006. Cina.pdf 28 . mantan presiden IDF sekaligus penulis bersama konsensus baru IDF mengatakan: “Terdapat banyak bukti dari sejumlah kajian di Amerika Serikat.) sangat diperlukan dalam menunjang keberhasilan pencegahan tersier. dll. Profesor George Alberti. Konsensus IDF baru ini merekomendasikan bahwa semua individu yang berisiko tinggi terjangkiti diabetes tipe-2 dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan oportunistik oleh dokter. podiatrist. India dan Jepang bahwa perubahan gaya hidup (mencapai berat badan yang sehat dan kegiatan olahraga yang moderat) dapat 19 http://penyakitdalam. Pengendalian DM lebih diprioritaskan pada pencegahan dini melalui upaya pencegahan faktor risiko DM yaitu upaya promotif dan preventif dengan tidak mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif.Merck Indonesia Tbk bekerja sama dengan Depkes RI dan organisasi profesi seperti Konferensi Kerja Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) dan organisasi kemasyarakatan seperti Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADI) dan Perhimpunan Edukator Diabetes Indonesia (PEDI) yaitu program bertajuk Pandu Diabetes dengan simbol Titik Oranye. kecacatan dan kematian yang disebabkan DM. Penanggulangan Diabetes Mellitus Program penanggulangan penyakit Diabetes Mellitus di Indonesia Tujuan program pengendalian DM di Indonesia adalah terselenggaranya pengendalian faktor risiko untuk menurunkan angka kesakitan. hal ini juga merupakan salah satu cara untuk mengurangi amputasi kaki akibat pekait Diabetes Mellitus. rehabilitasi medis.files.

Konsensus baru IDF ini menganjurkan bahwa hal ini haruslah merupakan intervensi awal bagi semua orang yang beresiko terjangkiti diabetes tipe-2.ikut mencegah berkembangnya diabetes tipe-2 pada mereka yang beresiko tinggi.”20 BAB III 20 Federasi Diabetes Internasional 29 . dan juga fokus dari pendekatan kesehatan penduduk.

yaitu primer berupa penyuluhan pada faktor risiko. Pencegahannya dilakukan pada tiga level. pola makan yang salah. Penyakit ini memiliki riwayat alamiah penyakit yang pada periode klinis dapat terjadi komplikasi akut maupun kronis yang memperparah kondisi penderita. dan Mellitus berarti “manis”. minim gerak. yaitu DM tipe 1. usia. tipe 2. yang berarti “mengalir terus”. Sedangkan faktor risiko DM tipe 2 seperti genetik. pengobatan. tersier berupa tindakan rehabilitatif untuk mencapai kualitas hidup yang optimal. dan kebiasaan hidup dapat dikatakan pula sebagai faktor risiko. gestasional. dan diet. Tindakan penanggulangan iaalah pengendalian DM yang lebih diprioritaskan pada pencegahan dini melalui upaya pencegahan faktor risiko DM seperti upaya promotif dan preventif dengan tidak mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. yaitu insufisiensi insulin. prevalensi Diabetes Mellitus di Indonesia mencapai 5. Faktor agent berupa agent biologi (virus dan bakteri) dan nutrisi (karbohidrat dan lemak) yang mampu menimbulkan etiologi penyakit ini.7 % dengan prevalensi yang terus meningkat tiap tahunnya. Namun yang lebih familiar di masyarakat adalah DM tipe 1 (IDDM) dan DM tipe 2 (NIDDM) yang juga memiliki perbedaan faktor risiko.PENUTUP Kesimpulan Diabetes Mellitus adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh metabolisme yang abnormal pada tubuh yang mengakibatkan kadar gula dalam darah menjadi lebih tinggi dari keadaan normal (Hiperglikemia). usia. Aretaeus pada tahun 200 sebelum Masehi adalah orang yang pertama kali memberi nama Diabetes. dan tipe lain. Komplikasi ini cenderung dialami wanita daripada pria. dan ras. stres. DAFTAR PUSTAKA 30 . kondisi fisik. usia. Faktor host penyakit ini seperti genetik. ras. dan obesitas. Pada DM tipe 1 faktor risiko berupa genetik suseptibilitas. Ada 4 tipe Diabetes Mellitus. Sedangkan faktor Environment yang mempengaruhinya adalah lingkngan sosial ekonomi dan fisik(musim). Berdasarkan data riskesdas 2007. sekunder berupa diagnosis dini (skirning).

31 . Diabetes. Modul Gizi Kesehatan Masyarakat.pdf http://rumahdiabetes.Bantas. FKM UI.blogspot. Nasir.com/2009/11/konsensus-pengelolaaln-danpencegahan-diabets-melitus-tipe-2-di-indonesia-2006. Hendrawan. Sustrani. “Epidemiologi penyakit diabetes mellitus” Himpunan Epidemiologi Penyakit Tidak Menular.files.com http://www.wordpress.com http://ridwanamiruddin.diabetesmellituscenter.com/2007/12/10/epidemiologi-dm-dan-isumutakhirnya/ http://pdnindo.infomedia. Jakarta: 2006.com/2009/12/pertamina-peduli-diabetes-mellitus_07. 2002. Krisnawati. FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 428 Jawaban untuk 25 Penyakit Manajer dan Keluhan-keluhan Orang Mapan. Narila Mutia dan Febrianti.wordpress. http://www. Kompas.com/berita-65-jumlah-penderita-diabetes-indonesia-ranking-ke4-didunia. Editor: Nasrin Kodim.drarief.wordpress.html http://www. Gramedia Pustaka Utama.com http://penyakitdalam.html http://saptophw. Lanny dkk.com/habis-rokok-terbitlah-diabetes/ Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2006 Nadesul.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful