KEHAMILAN NORMAL

1. Pengertian Menurut Federasi Obstertri dan Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi dalam tiga trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-1 hingga ke-27) dan trimester ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga 40). (Prawirohardjo : 2008) Proses kehamilan adalah proses dimana bertemunya sel telur dengan sel sperma hingga terjadi pembuahan. Proses kehamilan (gestasi) berlangsung selama 40 minggu atau 280 hari dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir. Usia kehamilan sendiri adalah 38 minggu, karena dihitung mulai dari tanggal konsepsi (tanggal bersatunya sperma dengan telur), yang terjadi dua minggu setelahnya. (Arif : 200) a. Pembuahan, Implantasi dan Perkembangan Plasenta Pembuahan (Konsepsi) adalah merupakan awal dari kehamilan, dimana satu sel telur dibuahi oleh satu sperma. Ovulasi (pelepasan sel telur) adalah merupakan bagian dari siklus menstruasi normal, yang terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi. Sel telur yang dilepaskan bergerak ke ujung tuba falopii (saluran telur) yang berbentuk corong , yang merupakan tempat terjadinya pembuahan. Jika tidak terjadi pembuahan, sel telur akan mengalami kemunduran (degenerasi) dan dibuang melalui vagina bersamaan dengan darah menstruasi. Jika terjadi pembuahan, maka sel telur yang telah dibuahi oleh sperma ini akan mengalami serangkaian pembelahan dan tumbuh menjadi embrio (bakal janin). Jika pada ovulasi dilepaskan lebih dari 1 sel telur dan kemudian diikuti dengan pembuahan, maka akan terjadi kehamilan ganda, biasanya kembar 2. Kasus seperti ini merupakan kembar fraternal. Kembar identik terjadi jika pada awal pembelahan, sel telur yang telah dibuahi membelah menjadi 2 sel yang terpisah atau dengan kata lain, kembar identik berasal dari 1 sel telur. Pada saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks (leher rahim) menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus ke dalam rahim. Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopii yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit. Sel yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot (sel telur yang telah dibuahi).

Plasenta menghasilkan hormon untuk membantu memelihara kehamilan dan memungkin perputaran oksigen. Blastosis biasanya tertanam di dekat puncak rahim. sedangkan jantung dan pembuluh darah mulai dibentuk pada hari ke 1617. Susunan ini menyebabkan penambahan luas daerah kontak antara ibu dan plasenta. pada bagian depan maupun dinding belakang. pembuluh darah terus berkembang di seluruh embrio dan plasenta. Kantung amnion berisi cairan jernih (cairan amnion) dan akan mengembang untuk membungkus embrio yang sedang tumbuh. Karena itu seorang wanita hamil sebaiknya tidak menjalani immunisasi atau mengkonsumsi obat-obatan pada trimester pertama kecuali sangat penting untuk melindungi kesehatannya. Implantasi mulai terjadi pada hari ke 5-8 setelah pembuahan dan selesai pada hari ke 9-10. Jantung mulai memompa cairan melalui pembuluh darah pada hari ke 20 dan hari berikutnya muncul sel darah merah yang pertama. Perkembangan embrio Embrio pertama kali dapat dikenali di dalam blastosis sekitar 10 hari setelah pembuahan. Tonjolan kecil (vili) dari plasenta yang sedang tumbuh. Dinding blastosis memiliki ketebalan 1 lapis sel. . Kelainan pembentukan organ (malformasi) paling banyak terjadi pada trimester pertama (12 minggu pertama) kehamilan. yang mengapung di dalamnya. Kemudian mulai terjadi pembentukan daerah yang akan menjadi otak dan medulla spinalis. b. zat gizi serta limbah antara ibu dan janin. tetapi plasenta akan terus tumbuh selama kehamilan dan pada saat persalinan beratnya mencapai 500 gram. Pembentukan plasenta yang sempurna biasanya selesai pada minggu ke 18-20. kecuali pada daerah tertentu terdiri dari 3-4 sel. sedangkan sel-sel di bagian luar tertanam pada dinding rahim dan membentuk plasenta (ari-ari). memanjang ke dalam dinding rahim dan membentuk percabangan seperti susunan pohon. Pemberian obatobatan yang diketahui dapat menyebabkan malformasi harus dihindari. yang merupakan masa-masa pembentukan organ dimana embrio sangat rentan terhadap efek obat-obatan atau virus. Dinding blastosis merupakan lapisan luar dari selaput yang membungkus embrio (korion). Selanjutnya. yang terus mengalami pematangan selama kehamilan. kecuali otak dan medulla spinalis. sehingga zat gizi dari ibu lebih banyak yang sampai ke janin dan limbah lebih banyak dibuang dari janin ke ibu. Organ-organ terbentuk sempurna pada usia kehamilan 12 minggu (10 minggu setelah pembuahan). yaitu pada tempatnya tertanam. Lapisan dalam (amnion) mulai dibuat pada hari ke 10-12 dan membentuk kantung amnion.Implantasi adalah penempelan blastosis ke dinding rahim. Sel-sel di bagian dalam pada dinding blastosis yang tebal akan berkembang menjadi embrio.

Jika seorang wanita hamil. demikian juga halnya dengan denyut jantung janin. denyut jantung janin bisa terdengar pada usia kehamilan 18-20 minggu. 3) Memeriksa rahim dengan USG. wanita hamil bisa mengalami pembengkakan payudara dan mual. tetapi pada minggu ke 12. banyak wanita yang merasa sangat lelah dan beberapa wanita mengalami perut kembung. karena pembuluhnya penuh terisi darah. . Perubahan ini bisa terlihat pada pemeriksaan panggul. Tes kehamilan ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) bisa dengan segera dan mudah mendeteksi kadar HCG yang rendah di dalam air kemih. Pada awal kehamilan. serviksnya lebih lunak dan rahim juga lebih lunak dan membesar. Diagnosa Kehamilan Jika seorang wanita yang biasanya mengalami menstruasi yang teratur mengalami keterlambatan 1 minggu atau lebih. 2) Merasakan pergerakan janin. denyut jantung janin bisa terdengar pada usia kehamilan 12-14 minggu. Mual dan muntah terjadi akibat estrogen dan HCG (human chorionic gonadotropin). mungkin dia hamil. Biasanya vagina dan serviks menjadi kebiruan sampai ungu. Ibu bisa merasakan gerakan janin pada kehamilan 16-20 minggu. Cara lain untuk mendeteksi kehamilan: 1) Mendengarkan denyut jantung janin. juga progesteron). Biasanya untuk menentukan kehamilan dilakukan tes kehamilan pada darah maupun air kemih. Dengan bantuan steteoskop khusus. Rahim yang membesar bisa dilihat dengan USG pada kehamilan 6 minggu. Denyut jantung janin bisa terdengar melalui stetoskop khusus atau USG Doppler. janin (istilah yang digunakan setelah usia kehamilan mencapai 8 minggu) telah mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga lapisan pada kedua sisi rahim bertemu (karena janin telah memenuhi seluruh rahim). perkembangan embrio terjadi dibawah lapisan rahim pada salah satu sisi rongga rahim. Selama 60 hari pertama kehamilan yang normal dengan 1 janin.Pada awalnya. kadang disertai muntah. Pembengkakan payudara terjadi akibat bertambahnya kadar hormon wanita (terutama estrogen. Wanita yang sebelumnya pernah hamil akan meraskan gerakan janin ini lebih awal. kadar HCG berlipat ganda setiap 2 hari. Kedua hormon ini membantu memelihara kehamilan dan mulai dihasilkan oleh plasenta pada sekitar 10 hari setelah pembuahan. sedangkan jika menggunakan USG Doppler. c. Pada awal kehamilan.

Serviks uteri mengalami hipervaskularisasi akibat stimulasi estrogen dan perlunakan akibat progesteron (tanda Hegar). Perubahan Sistem Reproduksi 1) Uterus Tumbuh membesar primer. Taksiran kasar perbesaran uterus pada perabaan tinggi fundus : a) tidak hamil / normal : sebesar telur ayam (+ 30 g) b) kehamilan 8 minggu : telur bebek c) kehamilan 12 minggu : telur angsa d) kehamilan 16 minggu : pertengahan simfisis-pusat e) kehamilan 20 minggu : pinggir bawah pusat f) kehamilan 24 minggu : pinggir atas pusat g) kehamilan 28 minggu : sepertiga pusat-xyphoid h) kehamilan 32 minggu : pertengahan pusat-xyphoid i) 36-42 minggu : 3 sampai 1 jari bawah xyphoid Ismus uteri merupakan bagian dari serviks. fungsi diambil alih oleh plasenta. sebelum pembuahan dan implantasi. mudah ruptur. Apabila pembuahan berhasil. kontraksi minimal sehingga berbahaya jika lemah. 3) Ovarium Sejak kehamilan 16 minggu. 2) Vagina / vulva Terjadi hipervaskularisasi akibat pengaruh estrogen dan progesteron. progesteron berperan untuk elastisitas / kelenturan uterus. batas anatomik menjadi sulit ditentukan. Perubahan dimulai pada fase luteal siklus haid. warna merah kebiruan (tanda Chadwick). maupun sekunder akibat pertumbuhan isi konsepsi intrauterin. pada kehamilan trimester I menjadi memanjang dan lebih kuat. Perubahan Anatomi dan Fisiologi dalam Kehamilan Selama 279 hari kehamilan rata-rata. Selama kehamilan ovarium tenang/beristirahat. terutama fungsi produksi progesteron dan estrogen. lapis muskular tipis. Estrogen menyebabkan hiperplasi jaringan. kadar progesteron dan estrogen meningkat secara progresif. fisiologi ibu mengalami perubahan nyata untuk menunjang perkembangan janin dan untuk mempersiapkan ibu menjalani persalinan dan laktasi. Vaskularisasi sedikit. dapat terjadi rupture dan mengancam nyawa janin dan nyawa ibu. Pada kehamilan 16 minggu menjadi satu bagian dengan korpus. seiring dengan dimulainya sekresi progesteron dari korpus luteum. . dan pada kehamilan akhir di atas 32 minggu menjadi segmen bawah uterus. a.2. Bersama-sama mereka mengendalikan banyak perubahan pada fisiologi ibu selama kehamilan. Sekresi lendir serviks meningkat pada kehamilan memberikan gejala keputihan. warna menjadi livide / kebiruan.

4) Payudara Akibat pengaruh estrogen terjadi hiperplasia sistem duktus dan jaringan interstisial payudara. Selama persalinan. curah jantung meningkat sebesar 30%. maka darah lebih banyak dikirim ke rahim ibu. terutama daerah areola dan papilla akibat pengaruh melanofor. tetapi beberapa kelainan irama jantung mungkin akan memerlukan pengobatan khusus. sel-sel lemak. Ketika melakukan aktivitas/olah raga.Tidak terjadi pembentukan dan pematangan folikel baru. dan kadang terdengar murmur jantung tertentu serta ketidakteraturan irama jantung. denyut jantung dan laju pernafasan pada wanita hamil lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak sedang hamil. rahim menerima seperlima dari seluruh darah ibu. Puting susu membesar dan menonjol. curah jantung) meningkat sampai 30-50%. jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac output. Rontgen dada dan EKG menunjukkan sejumlah perubahan dalam jantung. curah jantung agak menurun karena rahim yang membesar menekan vena yang membawa darah dari tungkai ke jantung. terjadi hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi kelenjar Montgomery. laktoalbumin. laktoglobulin. Volume darah akan meningkat secara progresif mulai minggu ke-6 dan mencapai puncaknya pada minggu ke-32 8 kehamilan 34 dengan perubahan kecil setelah minggu tersebut. Peningkatan curah jantung selama kehamilan kemungkinan terjadi karena adanya perubahan dalam aliran darah ke rahim. Semua perubahan tersebut adalah normal terjadi pada masa hamil. b. serta meningkatkan produksi zat-zat kasein. Karena janin terus tumbuh. Volume plasma akan meningkat kira-kira 40-45%. Setelah persalinan curah jantung menurun sampai 15-25% diatas batas kehamilan. tetapi tidak sebanding dengan peningkatan volume plasma sehingga akan mengakibatkan hemodilusi dan . maka denyut jantung pada saat istirahat juga meningkat (dalam keadaan normal 70 kali/menit menjadi 80-90 kali/menit). Hormon laktogenik plasenta (diantaranya somatomammotropin) menyebabkan hipertrofi dan pertambahan sel-sel asinus payudara. kolostrum. Peningkatan ini mulai terjadi pada kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada kehamilan 16-28 minggu. Perubahan Sistem Sirkulasi Selama kehamilan. Selama trimester kedua biasanya tekanan darah menurun tetapi akan kembali normal pada trimester ketiga. Pada akhir kehamilan. Eritropotein ginjal kan meningkatkan jumlah sel darah merah sebanyak 20-30 %. tidak terjadi ovulasi. Setelah mencapai kehamilan 30 minggu. tidak terjadi siklus hormonal menstruasi. lalu secara perlahan kembali ke batas kehamilan. maka curah jantung. Karena curah jantung meningkat. Mammae membesar dan tegang.

Wanita hamil sering mengalami heartburn (rasa panas di dada) dan sendawa. Ulkus gastrikum jarang ditemukan pada wanita hamil dan jika sebelumnya menderita ulkus gastrikum biasanya akan membaik karena asam lambung yang dihasilkan lebih sedikit. aktivitas ginjal meningkat ketika berbaring dan menurun ketika berdiri. Kadang hidung dan tenggorokan mengalami penyumbatan parsial akibat kongesti ini. ginjal bekerja lebih berat. Perubahan Sistem Pernafasan Ruang yang diperlukan oleh rahim yang membesar dan meningkatnya pembentukan hormon progesteron menyebabkan paru-paru berfungsi lain dari biasanya. Perubahan Sistem Pencernaan Rahim yang semakin membesar akan menekan rektum dan usus bagian bawah sehingga terjadi sembelit (konstipasi). Lapisan saluran pernafasan menerima lebih banyak darah dan menjadi agak tersumbat oleh penumpukan darah (kongesti). Perubahan Sistem Perkemihan Selama kehamilan. c. Sembelit semakin berat karena gerakan otot di dalam usus diperlambat oleh tingginya kadar progesteron.5 g/dl dan pada 6% perempuan bias mencapai dibawah 11 g/dl yang pada kehamilan lanjut merupakan suatu keadaan abnormal atau anemia. d. e. Tekanan dan kualitas suara wanita hamil agak berubah. Keadaan ini semakin menguat pada saat kehamilan. peningkatan aktivitas ginjal yang lebih besar terjadi pada wanita hamil yang tidur miring. yang puncaknya terjadi pada kehamilan 16-24 minggu sampai sesaat sebelum persalinan (pada saat ini aliran darah ke ginjal berkurang akibat penekanan rahim yang membesar). . Volume darah akan kembali seperti semula pada 2-6 minggu setelah persalinan. Lingkar dada wanita hamil agak membesar. Tidur miring mengurangi tekanan dari rahim pada vena yang membawa darah dari tungkai sehingga terjadi perbaikan aliran darah yang selanjutnya akan meningkatkan aktivitas ginjal dan curah jantung.penurunan konsentrasi hemoglobin dari 15 g/dl menjadi 12. Dalam keadaan normal. karena itu wanita hamil sering merasa ingin berkemih ketika mereka mencoba untuk berbaring/tidur. yang kemungkinan terjadi karena makanan lebih lama berada di dalam lambung dan karena relaksasi sfingter di kerongkongan bagian bawah yang memungkinkan isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Pada akhir kehamilan. Wanita hamil bernafas lebih cepat dan lebih dalam karena memerlukan lebih banyak oksigen untuk dirinya dan untuk janin. Ginjal menyaring darah yang volumenya meningkat (sampai 30-50% atau lebih).

perut. serta untuk persiapan laktasi. Natrium serum : turun dari 142 menjadi 135 mEq/liter d. Hormon somatomamotropin mempunyai peranan dalam pembentukan lemak pada payudara. 2) Asam Alkali Keseimbangan asam alkali ( acic-base balance ) sedikit mengalami perubahan konsentrasi alkali : a. Kadar kolestrol meningkat sampai 350 mg atau lebih per 100 cc. Maka dari itu perlu diperhatikan agar wanita hamil memperoleh cukup protein selama hamil. karena itu wanita hamil perlu mendapat makanan yang bergizi dan dalam kondisi sehat. sering kencing dan kadang kala di jumpai glukosuria yang mengingatkan kita pada DM.Sistem endokrin juga meninggi dan tampak lebih jelas kelenjaer gondoknya (grandula tireoidea). Deposit lemak lainnya terdapat dibadan. Bikarbonat plasma : turun dari 25 menjadi 22 mEq/liter 3) Metabolisme Protein Protein dibutuhkan dalam jumlah yang banyak pada kehamilan untuk perkembangan fetus. pengaruh kelenjar endokrim agak terasa. Diperkirakan 1gram protein setiap kilogram berat badan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. payudara dan badan ibu. harus di perhatikan sungguh-sungguh hasil GTT oral dan GTT intravena. Perubahan.perubahan dalam plasma protein ini dalam satu minggu postpartum kembali kepada keadaan sebelum adanya kehamilan. paha dan lengan. Umumnya. terutama pada trimester akhir. Wanita hamil : 145 mEq/liter c. digunakan untuk menyebut semua transformasi kimiawi dan energi yang terjadi di dalam tubuh. Pada pemeriksaan plasma protein ditemukan adanya penurunan pada fraksi albumin dan pula sedikit penurunan gamma globulin. nafsu makan kuat. . kehamilan mempunyai efek pada metabolisme.f. seperti somatomamotropin. 5) Metabolisme Lemak Metabolisme lemak juga terjadi. plasma insulin dan hormon-hormon adrenal -17-ketosteroid. alat kandungan. Dalam kehamilan. Untuk rekomendasi. Perubahan Sistem Metabolisme Metabolisme secara harafiah berarti perubahan. Metabolisme yang terjadi selama kehamilan 1) Basal Metabolic Rate Pada wanita hamil basal metabolic rate. 4) Metabolisme Hidrat Arang Seorang wanita hamil sering merasa haus. Wanita tidak hamil : 155 mEq/liter b. ( BMR ) meninggi hingga 15-20 %.

b) Fosfor : Dibutuhkan rata-rata 2 gram/hari c) Zat Besi : Dibutuhkan tambahan zat besi kurang lebih 800 mg /atau 30-50 mg sehari.5 gram sehari sedangkan untuk pembentukan tulangtulang terutama dalam trimesrer trakhir dibutuhkan 30-40 gram. Namun. Estrogen dan relaksin memengaruhi komposisi tulang rawan dan jaringan ikat sendi panggul. Simfisis pubis dan sendi sakroiliaka menjadi lebih lentur dan mobile sehingga panggul menjadi lebih lebar . tuberkulosis. gangguan tulang. d) Air : Wanita hamil cenderung mengalami retensi air. yang melunak sebagai persiapan untuk persalinan. 7) Kenaikan Berat Badan Berat badan wanita hamil akan naik sekitar 6. bila dibutuhkan dipakai lemak ibu untuk mendapatakan tambahan kalori. khususnya sesudah kehamilan lima bulan keatas. dan berat uterus pada diskus antarvertebra. dan penggunaan sepatu berhak tinggi. Kalori yang di butuhkan untuk ini terutama diperoleh dari pembakaran zat arang. 8) Kalori a) Kebutuhan kalori meningkat selama kehamilan dan laktasi. lemak. Lordosis bertambah dalam oleh postur tubuh yang kurang baik. air ketuban. tetapi lengkung ini semakin nyata oleh kombinasi efek progesteron. protein dan retensi air. kegemukan. banyak wanita mengambil postur tipikal ketika mereka berdiri dan berjalan dengan punggung melengkung dan bahu ditahan ke belakang. relaksin. Kenaikan berat badan yang terlalu banyak di temukan pada pre-eklamsi dan eklamsi. b) Wanita hamil memerlukan makanan yang bergizi dan harus mengandung banyak protein di Indonesia masih banyak dijumpai penderita defisiensi zat besi dan vitamin B oleh karena itu wanita hamil harus diberikan Fe dan roboransia yang berisi mineral dan vitamin. g. uterus b) Payu dara.5-16. kenaikan volume darah. Pada akhir kehamilan.5 kg. Kenaikan berat badan wanita hamil di sebabkan oleh : a) Janin. Spina lumbalis dalam keadaan normal konveks secara anterior. Perubahan Sistem Muskuloskeletal Berat uterus gravid mengubah pusat gravitasi wanita dengan mengubah sudut inklinasi pintu atas panggul terhadap bidang horizontal. uri.6) Metabolisme Mineral a) Kalsium : Dibutuhkan rata-rata 1. Lordosis spinalis yang terjadi mengompensasi pergeseran pusat gravitasi.

tetapi mungkin berkaitan dengan anemia (Blackburn & Loper. Plasenta menghasilkan sejumlah hormon untuk membantu tubuh dalam mempertahankan kehamilan. Dengan demikian. sering memuncak pada malam hari. jantung berdebar-debar (palpitasi). Sebagianwanita mungkin mengalami nyeri punggung yang parah. h. Hormon utama yang dihasilkan oleh plasenta adalah HCG. Punggung bawah juga terpengaruh oleh perubahan payudara. Kelenjar tiroid yang lebih aktif menyebabkan denyut jantung yang cepat. Tetapi hipertiroidisme (overaktivitas kelenjar tiroid) hanya terjadi pada kurang dari 1% kehamilan. Karena itu penderita diabetes yang sedang hamil bisa mengalami gejala diabetes yang lebih buruk. Kram tersebut mungkinberkaitan dengan metabolisme kalsium/fosfor dan peningkatan iritabilitas neuromuskulus. Plasenta juga menghasilkan hormon yan gmenyebabkan kelenjar tiroid menjadi lebih aktif. wanita hamil mungkin mengalami ketegangan ligamenfum atau otot dan rasa tidak nyaman atau nyeri. Kram tungkai bawah. Peningkatan kadar hormon in kemungkinan menyebabkan tanda peregangan berwarna merah muda pada kulit perut. Perubahan Sistem Hormonal Kehamilan mempengaruhi hampir semua hormon di dalam tubuh. . Plasenta juga menghasilkan melanocyte-stimulating hormone yang menyebabkan kulit berwarna lebih gelap dan hormon yang menyebabkan peningkatan kadar hormon adrenal di dalam darah. Insiden nyeri punggung meningkat terutama setelah bulan ke-5. terutama otot betis dan paha. 1992). peregangan ligamentum rotundum. selain itu juga bisa terjadi pembesaran kelenjar tiroid.yang menyebabkan gerakan tidak stabil dan gerakan seperti bebek saat berjalan. Kadang-kadang pada akhir kehamilan simfisis pubis terpisah. Pada trimester ketiga. penyebabnya tidak diketahui. Keadaan ini. sering terjadi pada paruh kedua kehamilan. yang disebut sebagai diastasis. Peningkatan kadar fosfat diperkirakan menjadi penyebab dan penurunan asupan susu sering memberi manfaat. tekanan oleh uterus dapat menyebabkan peregangan atau penekanan saraf dan pembuluh darah yang menimbulkan rasa baal dan kesemutan di ekstremitas. Sekitar 10% wanita hamil mengalami restless leg syndrome 10-20 menit setelah tidur. keringat berlebihan dan perubahan suasana hati. yang berperan mencegah ovulasi dan merangsang pembentukan estrogen serta progesteron oleh ovarium untuk mempertahankan kehamilan. dapat menyebabkan wanita hamil merasa sangat tidak nyaman saat berjalan atau saat kedua tungkai bawahnya diabduksikan. Selama kehamilan diperlukan lebih banyak insulin yang dihasilkan oleh pankreas. dan penurunan tonus otot abdomen.