KEHAMILAN NORMAL

1. Pengertian Menurut Federasi Obstertri dan Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi dalam tiga trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-1 hingga ke-27) dan trimester ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga 40). (Prawirohardjo : 2008) Proses kehamilan adalah proses dimana bertemunya sel telur dengan sel sperma hingga terjadi pembuahan. Proses kehamilan (gestasi) berlangsung selama 40 minggu atau 280 hari dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir. Usia kehamilan sendiri adalah 38 minggu, karena dihitung mulai dari tanggal konsepsi (tanggal bersatunya sperma dengan telur), yang terjadi dua minggu setelahnya. (Arif : 200) a. Pembuahan, Implantasi dan Perkembangan Plasenta Pembuahan (Konsepsi) adalah merupakan awal dari kehamilan, dimana satu sel telur dibuahi oleh satu sperma. Ovulasi (pelepasan sel telur) adalah merupakan bagian dari siklus menstruasi normal, yang terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi. Sel telur yang dilepaskan bergerak ke ujung tuba falopii (saluran telur) yang berbentuk corong , yang merupakan tempat terjadinya pembuahan. Jika tidak terjadi pembuahan, sel telur akan mengalami kemunduran (degenerasi) dan dibuang melalui vagina bersamaan dengan darah menstruasi. Jika terjadi pembuahan, maka sel telur yang telah dibuahi oleh sperma ini akan mengalami serangkaian pembelahan dan tumbuh menjadi embrio (bakal janin). Jika pada ovulasi dilepaskan lebih dari 1 sel telur dan kemudian diikuti dengan pembuahan, maka akan terjadi kehamilan ganda, biasanya kembar 2. Kasus seperti ini merupakan kembar fraternal. Kembar identik terjadi jika pada awal pembelahan, sel telur yang telah dibuahi membelah menjadi 2 sel yang terpisah atau dengan kata lain, kembar identik berasal dari 1 sel telur. Pada saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks (leher rahim) menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus ke dalam rahim. Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopii yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit. Sel yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot (sel telur yang telah dibuahi).

Tonjolan kecil (vili) dari plasenta yang sedang tumbuh. yaitu pada tempatnya tertanam. pada bagian depan maupun dinding belakang. Perkembangan embrio Embrio pertama kali dapat dikenali di dalam blastosis sekitar 10 hari setelah pembuahan. Dinding blastosis merupakan lapisan luar dari selaput yang membungkus embrio (korion). Plasenta menghasilkan hormon untuk membantu memelihara kehamilan dan memungkin perputaran oksigen. Kelainan pembentukan organ (malformasi) paling banyak terjadi pada trimester pertama (12 minggu pertama) kehamilan. sedangkan sel-sel di bagian luar tertanam pada dinding rahim dan membentuk plasenta (ari-ari). Pembentukan plasenta yang sempurna biasanya selesai pada minggu ke 18-20. Implantasi mulai terjadi pada hari ke 5-8 setelah pembuahan dan selesai pada hari ke 9-10. Sel-sel di bagian dalam pada dinding blastosis yang tebal akan berkembang menjadi embrio. Selanjutnya.Implantasi adalah penempelan blastosis ke dinding rahim. memanjang ke dalam dinding rahim dan membentuk percabangan seperti susunan pohon. Pemberian obatobatan yang diketahui dapat menyebabkan malformasi harus dihindari. Lapisan dalam (amnion) mulai dibuat pada hari ke 10-12 dan membentuk kantung amnion. kecuali otak dan medulla spinalis. Organ-organ terbentuk sempurna pada usia kehamilan 12 minggu (10 minggu setelah pembuahan). yang mengapung di dalamnya. Kemudian mulai terjadi pembentukan daerah yang akan menjadi otak dan medulla spinalis. pembuluh darah terus berkembang di seluruh embrio dan plasenta. Jantung mulai memompa cairan melalui pembuluh darah pada hari ke 20 dan hari berikutnya muncul sel darah merah yang pertama. Kantung amnion berisi cairan jernih (cairan amnion) dan akan mengembang untuk membungkus embrio yang sedang tumbuh. sedangkan jantung dan pembuluh darah mulai dibentuk pada hari ke 1617. yang terus mengalami pematangan selama kehamilan. kecuali pada daerah tertentu terdiri dari 3-4 sel. tetapi plasenta akan terus tumbuh selama kehamilan dan pada saat persalinan beratnya mencapai 500 gram. Dinding blastosis memiliki ketebalan 1 lapis sel. Susunan ini menyebabkan penambahan luas daerah kontak antara ibu dan plasenta. sehingga zat gizi dari ibu lebih banyak yang sampai ke janin dan limbah lebih banyak dibuang dari janin ke ibu. Karena itu seorang wanita hamil sebaiknya tidak menjalani immunisasi atau mengkonsumsi obat-obatan pada trimester pertama kecuali sangat penting untuk melindungi kesehatannya. . zat gizi serta limbah antara ibu dan janin. b. Blastosis biasanya tertanam di dekat puncak rahim. yang merupakan masa-masa pembentukan organ dimana embrio sangat rentan terhadap efek obat-obatan atau virus.

Mual dan muntah terjadi akibat estrogen dan HCG (human chorionic gonadotropin). Wanita yang sebelumnya pernah hamil akan meraskan gerakan janin ini lebih awal. Perubahan ini bisa terlihat pada pemeriksaan panggul. banyak wanita yang merasa sangat lelah dan beberapa wanita mengalami perut kembung. Tes kehamilan ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) bisa dengan segera dan mudah mendeteksi kadar HCG yang rendah di dalam air kemih. sedangkan jika menggunakan USG Doppler. Jika seorang wanita hamil. tetapi pada minggu ke 12. denyut jantung janin bisa terdengar pada usia kehamilan 18-20 minggu. Pembengkakan payudara terjadi akibat bertambahnya kadar hormon wanita (terutama estrogen. kadang disertai muntah. c. . perkembangan embrio terjadi dibawah lapisan rahim pada salah satu sisi rongga rahim. serviksnya lebih lunak dan rahim juga lebih lunak dan membesar. juga progesteron). Biasanya vagina dan serviks menjadi kebiruan sampai ungu. denyut jantung janin bisa terdengar pada usia kehamilan 12-14 minggu. Dengan bantuan steteoskop khusus. 3) Memeriksa rahim dengan USG. Pada awal kehamilan. Pada awal kehamilan. mungkin dia hamil. janin (istilah yang digunakan setelah usia kehamilan mencapai 8 minggu) telah mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga lapisan pada kedua sisi rahim bertemu (karena janin telah memenuhi seluruh rahim). Ibu bisa merasakan gerakan janin pada kehamilan 16-20 minggu. kadar HCG berlipat ganda setiap 2 hari. 2) Merasakan pergerakan janin. wanita hamil bisa mengalami pembengkakan payudara dan mual. Kedua hormon ini membantu memelihara kehamilan dan mulai dihasilkan oleh plasenta pada sekitar 10 hari setelah pembuahan. Denyut jantung janin bisa terdengar melalui stetoskop khusus atau USG Doppler. demikian juga halnya dengan denyut jantung janin. Diagnosa Kehamilan Jika seorang wanita yang biasanya mengalami menstruasi yang teratur mengalami keterlambatan 1 minggu atau lebih. Biasanya untuk menentukan kehamilan dilakukan tes kehamilan pada darah maupun air kemih. karena pembuluhnya penuh terisi darah.Pada awalnya. Selama 60 hari pertama kehamilan yang normal dengan 1 janin. Rahim yang membesar bisa dilihat dengan USG pada kehamilan 6 minggu. Cara lain untuk mendeteksi kehamilan: 1) Mendengarkan denyut jantung janin.

Taksiran kasar perbesaran uterus pada perabaan tinggi fundus : a) tidak hamil / normal : sebesar telur ayam (+ 30 g) b) kehamilan 8 minggu : telur bebek c) kehamilan 12 minggu : telur angsa d) kehamilan 16 minggu : pertengahan simfisis-pusat e) kehamilan 20 minggu : pinggir bawah pusat f) kehamilan 24 minggu : pinggir atas pusat g) kehamilan 28 minggu : sepertiga pusat-xyphoid h) kehamilan 32 minggu : pertengahan pusat-xyphoid i) 36-42 minggu : 3 sampai 1 jari bawah xyphoid Ismus uteri merupakan bagian dari serviks. lapis muskular tipis. progesteron berperan untuk elastisitas / kelenturan uterus. maupun sekunder akibat pertumbuhan isi konsepsi intrauterin. kadar progesteron dan estrogen meningkat secara progresif. fungsi diambil alih oleh plasenta. seiring dengan dimulainya sekresi progesteron dari korpus luteum. mudah ruptur. Bersama-sama mereka mengendalikan banyak perubahan pada fisiologi ibu selama kehamilan. Perubahan Sistem Reproduksi 1) Uterus Tumbuh membesar primer. kontraksi minimal sehingga berbahaya jika lemah. Apabila pembuahan berhasil. sebelum pembuahan dan implantasi. Vaskularisasi sedikit. warna menjadi livide / kebiruan. Selama kehamilan ovarium tenang/beristirahat. Sekresi lendir serviks meningkat pada kehamilan memberikan gejala keputihan. fisiologi ibu mengalami perubahan nyata untuk menunjang perkembangan janin dan untuk mempersiapkan ibu menjalani persalinan dan laktasi. a. dapat terjadi rupture dan mengancam nyawa janin dan nyawa ibu. warna merah kebiruan (tanda Chadwick). . Estrogen menyebabkan hiperplasi jaringan. Perubahan Anatomi dan Fisiologi dalam Kehamilan Selama 279 hari kehamilan rata-rata. Perubahan dimulai pada fase luteal siklus haid. pada kehamilan trimester I menjadi memanjang dan lebih kuat.2. batas anatomik menjadi sulit ditentukan. dan pada kehamilan akhir di atas 32 minggu menjadi segmen bawah uterus. Serviks uteri mengalami hipervaskularisasi akibat stimulasi estrogen dan perlunakan akibat progesteron (tanda Hegar). Pada kehamilan 16 minggu menjadi satu bagian dengan korpus. 2) Vagina / vulva Terjadi hipervaskularisasi akibat pengaruh estrogen dan progesteron. terutama fungsi produksi progesteron dan estrogen. 3) Ovarium Sejak kehamilan 16 minggu.

Puting susu membesar dan menonjol. maka darah lebih banyak dikirim ke rahim ibu. terjadi hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi kelenjar Montgomery. laktoglobulin. curah jantung meningkat sebesar 30%. curah jantung) meningkat sampai 30-50%. Rontgen dada dan EKG menunjukkan sejumlah perubahan dalam jantung.Tidak terjadi pembentukan dan pematangan folikel baru. Mammae membesar dan tegang. Karena curah jantung meningkat. maka curah jantung. Ketika melakukan aktivitas/olah raga. laktoalbumin. tetapi beberapa kelainan irama jantung mungkin akan memerlukan pengobatan khusus. Semua perubahan tersebut adalah normal terjadi pada masa hamil. Karena janin terus tumbuh. Hormon laktogenik plasenta (diantaranya somatomammotropin) menyebabkan hipertrofi dan pertambahan sel-sel asinus payudara. serta meningkatkan produksi zat-zat kasein. Setelah persalinan curah jantung menurun sampai 15-25% diatas batas kehamilan. lalu secara perlahan kembali ke batas kehamilan. tetapi tidak sebanding dengan peningkatan volume plasma sehingga akan mengakibatkan hemodilusi dan . rahim menerima seperlima dari seluruh darah ibu. sel-sel lemak. jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac output. curah jantung agak menurun karena rahim yang membesar menekan vena yang membawa darah dari tungkai ke jantung. terutama daerah areola dan papilla akibat pengaruh melanofor. Pada akhir kehamilan. dan kadang terdengar murmur jantung tertentu serta ketidakteraturan irama jantung. b. kolostrum. denyut jantung dan laju pernafasan pada wanita hamil lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak sedang hamil. Selama persalinan. tidak terjadi ovulasi. Eritropotein ginjal kan meningkatkan jumlah sel darah merah sebanyak 20-30 %. Selama trimester kedua biasanya tekanan darah menurun tetapi akan kembali normal pada trimester ketiga. Peningkatan curah jantung selama kehamilan kemungkinan terjadi karena adanya perubahan dalam aliran darah ke rahim. maka denyut jantung pada saat istirahat juga meningkat (dalam keadaan normal 70 kali/menit menjadi 80-90 kali/menit). tidak terjadi siklus hormonal menstruasi. Peningkatan ini mulai terjadi pada kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada kehamilan 16-28 minggu. Volume darah akan meningkat secara progresif mulai minggu ke-6 dan mencapai puncaknya pada minggu ke-32 8 kehamilan 34 dengan perubahan kecil setelah minggu tersebut. Volume plasma akan meningkat kira-kira 40-45%. Setelah mencapai kehamilan 30 minggu. Perubahan Sistem Sirkulasi Selama kehamilan. 4) Payudara Akibat pengaruh estrogen terjadi hiperplasia sistem duktus dan jaringan interstisial payudara.

Pada akhir kehamilan. Tidur miring mengurangi tekanan dari rahim pada vena yang membawa darah dari tungkai sehingga terjadi perbaikan aliran darah yang selanjutnya akan meningkatkan aktivitas ginjal dan curah jantung. Ginjal menyaring darah yang volumenya meningkat (sampai 30-50% atau lebih). Sembelit semakin berat karena gerakan otot di dalam usus diperlambat oleh tingginya kadar progesteron.penurunan konsentrasi hemoglobin dari 15 g/dl menjadi 12. Volume darah akan kembali seperti semula pada 2-6 minggu setelah persalinan. Keadaan ini semakin menguat pada saat kehamilan. karena itu wanita hamil sering merasa ingin berkemih ketika mereka mencoba untuk berbaring/tidur. Wanita hamil sering mengalami heartburn (rasa panas di dada) dan sendawa. Kadang hidung dan tenggorokan mengalami penyumbatan parsial akibat kongesti ini. . aktivitas ginjal meningkat ketika berbaring dan menurun ketika berdiri. Tekanan dan kualitas suara wanita hamil agak berubah. e. Wanita hamil bernafas lebih cepat dan lebih dalam karena memerlukan lebih banyak oksigen untuk dirinya dan untuk janin. Lingkar dada wanita hamil agak membesar. c. Perubahan Sistem Perkemihan Selama kehamilan. Perubahan Sistem Pernafasan Ruang yang diperlukan oleh rahim yang membesar dan meningkatnya pembentukan hormon progesteron menyebabkan paru-paru berfungsi lain dari biasanya. ginjal bekerja lebih berat. Dalam keadaan normal. Lapisan saluran pernafasan menerima lebih banyak darah dan menjadi agak tersumbat oleh penumpukan darah (kongesti).5 g/dl dan pada 6% perempuan bias mencapai dibawah 11 g/dl yang pada kehamilan lanjut merupakan suatu keadaan abnormal atau anemia. peningkatan aktivitas ginjal yang lebih besar terjadi pada wanita hamil yang tidur miring. yang puncaknya terjadi pada kehamilan 16-24 minggu sampai sesaat sebelum persalinan (pada saat ini aliran darah ke ginjal berkurang akibat penekanan rahim yang membesar). d. yang kemungkinan terjadi karena makanan lebih lama berada di dalam lambung dan karena relaksasi sfingter di kerongkongan bagian bawah yang memungkinkan isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Perubahan Sistem Pencernaan Rahim yang semakin membesar akan menekan rektum dan usus bagian bawah sehingga terjadi sembelit (konstipasi). Ulkus gastrikum jarang ditemukan pada wanita hamil dan jika sebelumnya menderita ulkus gastrikum biasanya akan membaik karena asam lambung yang dihasilkan lebih sedikit.

Perubahan. 2) Asam Alkali Keseimbangan asam alkali ( acic-base balance ) sedikit mengalami perubahan konsentrasi alkali : a. 4) Metabolisme Hidrat Arang Seorang wanita hamil sering merasa haus.Sistem endokrin juga meninggi dan tampak lebih jelas kelenjaer gondoknya (grandula tireoidea). plasma insulin dan hormon-hormon adrenal -17-ketosteroid. Natrium serum : turun dari 142 menjadi 135 mEq/liter d. serta untuk persiapan laktasi. Untuk rekomendasi. Kadar kolestrol meningkat sampai 350 mg atau lebih per 100 cc.f. sering kencing dan kadang kala di jumpai glukosuria yang mengingatkan kita pada DM. Wanita tidak hamil : 155 mEq/liter b. Bikarbonat plasma : turun dari 25 menjadi 22 mEq/liter 3) Metabolisme Protein Protein dibutuhkan dalam jumlah yang banyak pada kehamilan untuk perkembangan fetus. Wanita hamil : 145 mEq/liter c. harus di perhatikan sungguh-sungguh hasil GTT oral dan GTT intravena. nafsu makan kuat. perut. paha dan lengan. Maka dari itu perlu diperhatikan agar wanita hamil memperoleh cukup protein selama hamil. Deposit lemak lainnya terdapat dibadan. Dalam kehamilan. alat kandungan. ( BMR ) meninggi hingga 15-20 %. . Perubahan Sistem Metabolisme Metabolisme secara harafiah berarti perubahan. Pada pemeriksaan plasma protein ditemukan adanya penurunan pada fraksi albumin dan pula sedikit penurunan gamma globulin. Umumnya. Metabolisme yang terjadi selama kehamilan 1) Basal Metabolic Rate Pada wanita hamil basal metabolic rate. digunakan untuk menyebut semua transformasi kimiawi dan energi yang terjadi di dalam tubuh. kehamilan mempunyai efek pada metabolisme. payudara dan badan ibu. seperti somatomamotropin. Hormon somatomamotropin mempunyai peranan dalam pembentukan lemak pada payudara. karena itu wanita hamil perlu mendapat makanan yang bergizi dan dalam kondisi sehat. pengaruh kelenjar endokrim agak terasa. 5) Metabolisme Lemak Metabolisme lemak juga terjadi.perubahan dalam plasma protein ini dalam satu minggu postpartum kembali kepada keadaan sebelum adanya kehamilan. Diperkirakan 1gram protein setiap kilogram berat badan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. terutama pada trimester akhir.

d) Air : Wanita hamil cenderung mengalami retensi air. b) Fosfor : Dibutuhkan rata-rata 2 gram/hari c) Zat Besi : Dibutuhkan tambahan zat besi kurang lebih 800 mg /atau 30-50 mg sehari. banyak wanita mengambil postur tipikal ketika mereka berdiri dan berjalan dengan punggung melengkung dan bahu ditahan ke belakang. uri.6) Metabolisme Mineral a) Kalsium : Dibutuhkan rata-rata 1. 8) Kalori a) Kebutuhan kalori meningkat selama kehamilan dan laktasi. tetapi lengkung ini semakin nyata oleh kombinasi efek progesteron. dan berat uterus pada diskus antarvertebra. kegemukan. lemak.5-16. Kalori yang di butuhkan untuk ini terutama diperoleh dari pembakaran zat arang. kenaikan volume darah. tuberkulosis.5 kg. Perubahan Sistem Muskuloskeletal Berat uterus gravid mengubah pusat gravitasi wanita dengan mengubah sudut inklinasi pintu atas panggul terhadap bidang horizontal. bila dibutuhkan dipakai lemak ibu untuk mendapatakan tambahan kalori. gangguan tulang. Kenaikan berat badan yang terlalu banyak di temukan pada pre-eklamsi dan eklamsi. uterus b) Payu dara. protein dan retensi air. Kenaikan berat badan wanita hamil di sebabkan oleh : a) Janin. Simfisis pubis dan sendi sakroiliaka menjadi lebih lentur dan mobile sehingga panggul menjadi lebih lebar . Spina lumbalis dalam keadaan normal konveks secara anterior. khususnya sesudah kehamilan lima bulan keatas.5 gram sehari sedangkan untuk pembentukan tulangtulang terutama dalam trimesrer trakhir dibutuhkan 30-40 gram. 7) Kenaikan Berat Badan Berat badan wanita hamil akan naik sekitar 6. yang melunak sebagai persiapan untuk persalinan. Pada akhir kehamilan. dan penggunaan sepatu berhak tinggi. air ketuban. g. Lordosis bertambah dalam oleh postur tubuh yang kurang baik. Lordosis spinalis yang terjadi mengompensasi pergeseran pusat gravitasi. Estrogen dan relaksin memengaruhi komposisi tulang rawan dan jaringan ikat sendi panggul. b) Wanita hamil memerlukan makanan yang bergizi dan harus mengandung banyak protein di Indonesia masih banyak dijumpai penderita defisiensi zat besi dan vitamin B oleh karena itu wanita hamil harus diberikan Fe dan roboransia yang berisi mineral dan vitamin. relaksin. Namun.

terutama otot betis dan paha. peregangan ligamentum rotundum. Kram tungkai bawah. h. Sebagianwanita mungkin mengalami nyeri punggung yang parah. Kram tersebut mungkinberkaitan dengan metabolisme kalsium/fosfor dan peningkatan iritabilitas neuromuskulus. Perubahan Sistem Hormonal Kehamilan mempengaruhi hampir semua hormon di dalam tubuh. Peningkatan kadar fosfat diperkirakan menjadi penyebab dan penurunan asupan susu sering memberi manfaat. keringat berlebihan dan perubahan suasana hati. penyebabnya tidak diketahui. 1992). tetapi mungkin berkaitan dengan anemia (Blackburn & Loper. .yang menyebabkan gerakan tidak stabil dan gerakan seperti bebek saat berjalan. dan penurunan tonus otot abdomen. tekanan oleh uterus dapat menyebabkan peregangan atau penekanan saraf dan pembuluh darah yang menimbulkan rasa baal dan kesemutan di ekstremitas. Kadang-kadang pada akhir kehamilan simfisis pubis terpisah. Plasenta juga menghasilkan hormon yan gmenyebabkan kelenjar tiroid menjadi lebih aktif. wanita hamil mungkin mengalami ketegangan ligamenfum atau otot dan rasa tidak nyaman atau nyeri. yang berperan mencegah ovulasi dan merangsang pembentukan estrogen serta progesteron oleh ovarium untuk mempertahankan kehamilan. Keadaan ini. Dengan demikian. Hormon utama yang dihasilkan oleh plasenta adalah HCG. selain itu juga bisa terjadi pembesaran kelenjar tiroid. Plasenta menghasilkan sejumlah hormon untuk membantu tubuh dalam mempertahankan kehamilan. Kelenjar tiroid yang lebih aktif menyebabkan denyut jantung yang cepat. Plasenta juga menghasilkan melanocyte-stimulating hormone yang menyebabkan kulit berwarna lebih gelap dan hormon yang menyebabkan peningkatan kadar hormon adrenal di dalam darah. Peningkatan kadar hormon in kemungkinan menyebabkan tanda peregangan berwarna merah muda pada kulit perut. sering terjadi pada paruh kedua kehamilan. Tetapi hipertiroidisme (overaktivitas kelenjar tiroid) hanya terjadi pada kurang dari 1% kehamilan. yang disebut sebagai diastasis. sering memuncak pada malam hari. jantung berdebar-debar (palpitasi). Punggung bawah juga terpengaruh oleh perubahan payudara. Selama kehamilan diperlukan lebih banyak insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Insiden nyeri punggung meningkat terutama setelah bulan ke-5. Karena itu penderita diabetes yang sedang hamil bisa mengalami gejala diabetes yang lebih buruk. Pada trimester ketiga. dapat menyebabkan wanita hamil merasa sangat tidak nyaman saat berjalan atau saat kedua tungkai bawahnya diabduksikan. Sekitar 10% wanita hamil mengalami restless leg syndrome 10-20 menit setelah tidur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful