KEHAMILAN NORMAL

1. Pengertian Menurut Federasi Obstertri dan Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi dalam tiga trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-1 hingga ke-27) dan trimester ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga 40). (Prawirohardjo : 2008) Proses kehamilan adalah proses dimana bertemunya sel telur dengan sel sperma hingga terjadi pembuahan. Proses kehamilan (gestasi) berlangsung selama 40 minggu atau 280 hari dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir. Usia kehamilan sendiri adalah 38 minggu, karena dihitung mulai dari tanggal konsepsi (tanggal bersatunya sperma dengan telur), yang terjadi dua minggu setelahnya. (Arif : 200) a. Pembuahan, Implantasi dan Perkembangan Plasenta Pembuahan (Konsepsi) adalah merupakan awal dari kehamilan, dimana satu sel telur dibuahi oleh satu sperma. Ovulasi (pelepasan sel telur) adalah merupakan bagian dari siklus menstruasi normal, yang terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi. Sel telur yang dilepaskan bergerak ke ujung tuba falopii (saluran telur) yang berbentuk corong , yang merupakan tempat terjadinya pembuahan. Jika tidak terjadi pembuahan, sel telur akan mengalami kemunduran (degenerasi) dan dibuang melalui vagina bersamaan dengan darah menstruasi. Jika terjadi pembuahan, maka sel telur yang telah dibuahi oleh sperma ini akan mengalami serangkaian pembelahan dan tumbuh menjadi embrio (bakal janin). Jika pada ovulasi dilepaskan lebih dari 1 sel telur dan kemudian diikuti dengan pembuahan, maka akan terjadi kehamilan ganda, biasanya kembar 2. Kasus seperti ini merupakan kembar fraternal. Kembar identik terjadi jika pada awal pembelahan, sel telur yang telah dibuahi membelah menjadi 2 sel yang terpisah atau dengan kata lain, kembar identik berasal dari 1 sel telur. Pada saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks (leher rahim) menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus ke dalam rahim. Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopii yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit. Sel yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot (sel telur yang telah dibuahi).

pembuluh darah terus berkembang di seluruh embrio dan plasenta. pada bagian depan maupun dinding belakang. Pemberian obatobatan yang diketahui dapat menyebabkan malformasi harus dihindari. . Pembentukan plasenta yang sempurna biasanya selesai pada minggu ke 18-20. Implantasi mulai terjadi pada hari ke 5-8 setelah pembuahan dan selesai pada hari ke 9-10. Jantung mulai memompa cairan melalui pembuluh darah pada hari ke 20 dan hari berikutnya muncul sel darah merah yang pertama. Dinding blastosis memiliki ketebalan 1 lapis sel. Susunan ini menyebabkan penambahan luas daerah kontak antara ibu dan plasenta. Tonjolan kecil (vili) dari plasenta yang sedang tumbuh. Karena itu seorang wanita hamil sebaiknya tidak menjalani immunisasi atau mengkonsumsi obat-obatan pada trimester pertama kecuali sangat penting untuk melindungi kesehatannya. yang mengapung di dalamnya. kecuali otak dan medulla spinalis. Plasenta menghasilkan hormon untuk membantu memelihara kehamilan dan memungkin perputaran oksigen. Kemudian mulai terjadi pembentukan daerah yang akan menjadi otak dan medulla spinalis. sedangkan jantung dan pembuluh darah mulai dibentuk pada hari ke 1617.Implantasi adalah penempelan blastosis ke dinding rahim. yang terus mengalami pematangan selama kehamilan. Selanjutnya. Sel-sel di bagian dalam pada dinding blastosis yang tebal akan berkembang menjadi embrio. yaitu pada tempatnya tertanam. Lapisan dalam (amnion) mulai dibuat pada hari ke 10-12 dan membentuk kantung amnion. tetapi plasenta akan terus tumbuh selama kehamilan dan pada saat persalinan beratnya mencapai 500 gram. Blastosis biasanya tertanam di dekat puncak rahim. Organ-organ terbentuk sempurna pada usia kehamilan 12 minggu (10 minggu setelah pembuahan). b. Kelainan pembentukan organ (malformasi) paling banyak terjadi pada trimester pertama (12 minggu pertama) kehamilan. sedangkan sel-sel di bagian luar tertanam pada dinding rahim dan membentuk plasenta (ari-ari). yang merupakan masa-masa pembentukan organ dimana embrio sangat rentan terhadap efek obat-obatan atau virus. Dinding blastosis merupakan lapisan luar dari selaput yang membungkus embrio (korion). sehingga zat gizi dari ibu lebih banyak yang sampai ke janin dan limbah lebih banyak dibuang dari janin ke ibu. memanjang ke dalam dinding rahim dan membentuk percabangan seperti susunan pohon. kecuali pada daerah tertentu terdiri dari 3-4 sel. Perkembangan embrio Embrio pertama kali dapat dikenali di dalam blastosis sekitar 10 hari setelah pembuahan. Kantung amnion berisi cairan jernih (cairan amnion) dan akan mengembang untuk membungkus embrio yang sedang tumbuh. zat gizi serta limbah antara ibu dan janin.

kadang disertai muntah. Pembengkakan payudara terjadi akibat bertambahnya kadar hormon wanita (terutama estrogen. Biasanya untuk menentukan kehamilan dilakukan tes kehamilan pada darah maupun air kemih. sedangkan jika menggunakan USG Doppler. c. Cara lain untuk mendeteksi kehamilan: 1) Mendengarkan denyut jantung janin. demikian juga halnya dengan denyut jantung janin. . 2) Merasakan pergerakan janin. juga progesteron). mungkin dia hamil. denyut jantung janin bisa terdengar pada usia kehamilan 18-20 minggu. Ibu bisa merasakan gerakan janin pada kehamilan 16-20 minggu. denyut jantung janin bisa terdengar pada usia kehamilan 12-14 minggu. kadar HCG berlipat ganda setiap 2 hari. Pada awal kehamilan. Diagnosa Kehamilan Jika seorang wanita yang biasanya mengalami menstruasi yang teratur mengalami keterlambatan 1 minggu atau lebih.Pada awalnya. Dengan bantuan steteoskop khusus. Wanita yang sebelumnya pernah hamil akan meraskan gerakan janin ini lebih awal. Denyut jantung janin bisa terdengar melalui stetoskop khusus atau USG Doppler. Pada awal kehamilan. janin (istilah yang digunakan setelah usia kehamilan mencapai 8 minggu) telah mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga lapisan pada kedua sisi rahim bertemu (karena janin telah memenuhi seluruh rahim). perkembangan embrio terjadi dibawah lapisan rahim pada salah satu sisi rongga rahim. serviksnya lebih lunak dan rahim juga lebih lunak dan membesar. Biasanya vagina dan serviks menjadi kebiruan sampai ungu. Tes kehamilan ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) bisa dengan segera dan mudah mendeteksi kadar HCG yang rendah di dalam air kemih. karena pembuluhnya penuh terisi darah. banyak wanita yang merasa sangat lelah dan beberapa wanita mengalami perut kembung. Kedua hormon ini membantu memelihara kehamilan dan mulai dihasilkan oleh plasenta pada sekitar 10 hari setelah pembuahan. Selama 60 hari pertama kehamilan yang normal dengan 1 janin. 3) Memeriksa rahim dengan USG. Mual dan muntah terjadi akibat estrogen dan HCG (human chorionic gonadotropin). tetapi pada minggu ke 12. Perubahan ini bisa terlihat pada pemeriksaan panggul. Jika seorang wanita hamil. wanita hamil bisa mengalami pembengkakan payudara dan mual. Rahim yang membesar bisa dilihat dengan USG pada kehamilan 6 minggu.

fisiologi ibu mengalami perubahan nyata untuk menunjang perkembangan janin dan untuk mempersiapkan ibu menjalani persalinan dan laktasi. seiring dengan dimulainya sekresi progesteron dari korpus luteum. sebelum pembuahan dan implantasi. progesteron berperan untuk elastisitas / kelenturan uterus. Sekresi lendir serviks meningkat pada kehamilan memberikan gejala keputihan. dapat terjadi rupture dan mengancam nyawa janin dan nyawa ibu. . Selama kehamilan ovarium tenang/beristirahat. kontraksi minimal sehingga berbahaya jika lemah. 2) Vagina / vulva Terjadi hipervaskularisasi akibat pengaruh estrogen dan progesteron. Apabila pembuahan berhasil. Bersama-sama mereka mengendalikan banyak perubahan pada fisiologi ibu selama kehamilan. Serviks uteri mengalami hipervaskularisasi akibat stimulasi estrogen dan perlunakan akibat progesteron (tanda Hegar). Taksiran kasar perbesaran uterus pada perabaan tinggi fundus : a) tidak hamil / normal : sebesar telur ayam (+ 30 g) b) kehamilan 8 minggu : telur bebek c) kehamilan 12 minggu : telur angsa d) kehamilan 16 minggu : pertengahan simfisis-pusat e) kehamilan 20 minggu : pinggir bawah pusat f) kehamilan 24 minggu : pinggir atas pusat g) kehamilan 28 minggu : sepertiga pusat-xyphoid h) kehamilan 32 minggu : pertengahan pusat-xyphoid i) 36-42 minggu : 3 sampai 1 jari bawah xyphoid Ismus uteri merupakan bagian dari serviks. mudah ruptur. warna menjadi livide / kebiruan. warna merah kebiruan (tanda Chadwick). Perubahan Sistem Reproduksi 1) Uterus Tumbuh membesar primer. kadar progesteron dan estrogen meningkat secara progresif. Perubahan Anatomi dan Fisiologi dalam Kehamilan Selama 279 hari kehamilan rata-rata. a. dan pada kehamilan akhir di atas 32 minggu menjadi segmen bawah uterus. maupun sekunder akibat pertumbuhan isi konsepsi intrauterin. Perubahan dimulai pada fase luteal siklus haid.2. terutama fungsi produksi progesteron dan estrogen. batas anatomik menjadi sulit ditentukan. 3) Ovarium Sejak kehamilan 16 minggu. Pada kehamilan 16 minggu menjadi satu bagian dengan korpus. fungsi diambil alih oleh plasenta. Vaskularisasi sedikit. pada kehamilan trimester I menjadi memanjang dan lebih kuat. lapis muskular tipis. Estrogen menyebabkan hiperplasi jaringan.

Eritropotein ginjal kan meningkatkan jumlah sel darah merah sebanyak 20-30 %. kolostrum. Volume plasma akan meningkat kira-kira 40-45%. b. Setelah persalinan curah jantung menurun sampai 15-25% diatas batas kehamilan. terjadi hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi kelenjar Montgomery. dan kadang terdengar murmur jantung tertentu serta ketidakteraturan irama jantung. maka denyut jantung pada saat istirahat juga meningkat (dalam keadaan normal 70 kali/menit menjadi 80-90 kali/menit). Pada akhir kehamilan. laktoalbumin. Selama trimester kedua biasanya tekanan darah menurun tetapi akan kembali normal pada trimester ketiga. curah jantung meningkat sebesar 30%.Tidak terjadi pembentukan dan pematangan folikel baru. Mammae membesar dan tegang. Setelah mencapai kehamilan 30 minggu. Ketika melakukan aktivitas/olah raga. Rontgen dada dan EKG menunjukkan sejumlah perubahan dalam jantung. lalu secara perlahan kembali ke batas kehamilan. Volume darah akan meningkat secara progresif mulai minggu ke-6 dan mencapai puncaknya pada minggu ke-32 8 kehamilan 34 dengan perubahan kecil setelah minggu tersebut. maka darah lebih banyak dikirim ke rahim ibu. Puting susu membesar dan menonjol. Perubahan Sistem Sirkulasi Selama kehamilan. tetapi tidak sebanding dengan peningkatan volume plasma sehingga akan mengakibatkan hemodilusi dan . maka curah jantung. Karena curah jantung meningkat. denyut jantung dan laju pernafasan pada wanita hamil lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak sedang hamil. Peningkatan curah jantung selama kehamilan kemungkinan terjadi karena adanya perubahan dalam aliran darah ke rahim. curah jantung) meningkat sampai 30-50%. tidak terjadi siklus hormonal menstruasi. Karena janin terus tumbuh. serta meningkatkan produksi zat-zat kasein. Semua perubahan tersebut adalah normal terjadi pada masa hamil. Selama persalinan. terutama daerah areola dan papilla akibat pengaruh melanofor. laktoglobulin. tidak terjadi ovulasi. Hormon laktogenik plasenta (diantaranya somatomammotropin) menyebabkan hipertrofi dan pertambahan sel-sel asinus payudara. rahim menerima seperlima dari seluruh darah ibu. tetapi beberapa kelainan irama jantung mungkin akan memerlukan pengobatan khusus. jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac output. curah jantung agak menurun karena rahim yang membesar menekan vena yang membawa darah dari tungkai ke jantung. Peningkatan ini mulai terjadi pada kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada kehamilan 16-28 minggu. sel-sel lemak. 4) Payudara Akibat pengaruh estrogen terjadi hiperplasia sistem duktus dan jaringan interstisial payudara.

yang puncaknya terjadi pada kehamilan 16-24 minggu sampai sesaat sebelum persalinan (pada saat ini aliran darah ke ginjal berkurang akibat penekanan rahim yang membesar).5 g/dl dan pada 6% perempuan bias mencapai dibawah 11 g/dl yang pada kehamilan lanjut merupakan suatu keadaan abnormal atau anemia. Perubahan Sistem Pernafasan Ruang yang diperlukan oleh rahim yang membesar dan meningkatnya pembentukan hormon progesteron menyebabkan paru-paru berfungsi lain dari biasanya. Perubahan Sistem Pencernaan Rahim yang semakin membesar akan menekan rektum dan usus bagian bawah sehingga terjadi sembelit (konstipasi). aktivitas ginjal meningkat ketika berbaring dan menurun ketika berdiri. Wanita hamil sering mengalami heartburn (rasa panas di dada) dan sendawa.penurunan konsentrasi hemoglobin dari 15 g/dl menjadi 12. . Tekanan dan kualitas suara wanita hamil agak berubah. Ginjal menyaring darah yang volumenya meningkat (sampai 30-50% atau lebih). Kadang hidung dan tenggorokan mengalami penyumbatan parsial akibat kongesti ini. c. d. Tidur miring mengurangi tekanan dari rahim pada vena yang membawa darah dari tungkai sehingga terjadi perbaikan aliran darah yang selanjutnya akan meningkatkan aktivitas ginjal dan curah jantung. Lingkar dada wanita hamil agak membesar. yang kemungkinan terjadi karena makanan lebih lama berada di dalam lambung dan karena relaksasi sfingter di kerongkongan bagian bawah yang memungkinkan isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Keadaan ini semakin menguat pada saat kehamilan. Volume darah akan kembali seperti semula pada 2-6 minggu setelah persalinan. ginjal bekerja lebih berat. Sembelit semakin berat karena gerakan otot di dalam usus diperlambat oleh tingginya kadar progesteron. Lapisan saluran pernafasan menerima lebih banyak darah dan menjadi agak tersumbat oleh penumpukan darah (kongesti). peningkatan aktivitas ginjal yang lebih besar terjadi pada wanita hamil yang tidur miring. Pada akhir kehamilan. e. Wanita hamil bernafas lebih cepat dan lebih dalam karena memerlukan lebih banyak oksigen untuk dirinya dan untuk janin. Dalam keadaan normal. karena itu wanita hamil sering merasa ingin berkemih ketika mereka mencoba untuk berbaring/tidur. Perubahan Sistem Perkemihan Selama kehamilan. Ulkus gastrikum jarang ditemukan pada wanita hamil dan jika sebelumnya menderita ulkus gastrikum biasanya akan membaik karena asam lambung yang dihasilkan lebih sedikit.

seperti somatomamotropin. paha dan lengan. Wanita hamil : 145 mEq/liter c. ( BMR ) meninggi hingga 15-20 %. digunakan untuk menyebut semua transformasi kimiawi dan energi yang terjadi di dalam tubuh. Dalam kehamilan. perut. karena itu wanita hamil perlu mendapat makanan yang bergizi dan dalam kondisi sehat. Maka dari itu perlu diperhatikan agar wanita hamil memperoleh cukup protein selama hamil. 5) Metabolisme Lemak Metabolisme lemak juga terjadi. Pada pemeriksaan plasma protein ditemukan adanya penurunan pada fraksi albumin dan pula sedikit penurunan gamma globulin. harus di perhatikan sungguh-sungguh hasil GTT oral dan GTT intravena. Kadar kolestrol meningkat sampai 350 mg atau lebih per 100 cc.f. 2) Asam Alkali Keseimbangan asam alkali ( acic-base balance ) sedikit mengalami perubahan konsentrasi alkali : a. Diperkirakan 1gram protein setiap kilogram berat badan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. alat kandungan. sering kencing dan kadang kala di jumpai glukosuria yang mengingatkan kita pada DM. payudara dan badan ibu. Perubahan. nafsu makan kuat. Deposit lemak lainnya terdapat dibadan. Perubahan Sistem Metabolisme Metabolisme secara harafiah berarti perubahan. Umumnya. Bikarbonat plasma : turun dari 25 menjadi 22 mEq/liter 3) Metabolisme Protein Protein dibutuhkan dalam jumlah yang banyak pada kehamilan untuk perkembangan fetus.Sistem endokrin juga meninggi dan tampak lebih jelas kelenjaer gondoknya (grandula tireoidea). terutama pada trimester akhir. Wanita tidak hamil : 155 mEq/liter b. serta untuk persiapan laktasi. pengaruh kelenjar endokrim agak terasa. 4) Metabolisme Hidrat Arang Seorang wanita hamil sering merasa haus. Untuk rekomendasi. plasma insulin dan hormon-hormon adrenal -17-ketosteroid. . Natrium serum : turun dari 142 menjadi 135 mEq/liter d. Metabolisme yang terjadi selama kehamilan 1) Basal Metabolic Rate Pada wanita hamil basal metabolic rate.perubahan dalam plasma protein ini dalam satu minggu postpartum kembali kepada keadaan sebelum adanya kehamilan. kehamilan mempunyai efek pada metabolisme. Hormon somatomamotropin mempunyai peranan dalam pembentukan lemak pada payudara.

b) Wanita hamil memerlukan makanan yang bergizi dan harus mengandung banyak protein di Indonesia masih banyak dijumpai penderita defisiensi zat besi dan vitamin B oleh karena itu wanita hamil harus diberikan Fe dan roboransia yang berisi mineral dan vitamin. 7) Kenaikan Berat Badan Berat badan wanita hamil akan naik sekitar 6. d) Air : Wanita hamil cenderung mengalami retensi air. b) Fosfor : Dibutuhkan rata-rata 2 gram/hari c) Zat Besi : Dibutuhkan tambahan zat besi kurang lebih 800 mg /atau 30-50 mg sehari. bila dibutuhkan dipakai lemak ibu untuk mendapatakan tambahan kalori. banyak wanita mengambil postur tipikal ketika mereka berdiri dan berjalan dengan punggung melengkung dan bahu ditahan ke belakang. Kenaikan berat badan wanita hamil di sebabkan oleh : a) Janin. gangguan tulang. yang melunak sebagai persiapan untuk persalinan. Simfisis pubis dan sendi sakroiliaka menjadi lebih lentur dan mobile sehingga panggul menjadi lebih lebar . Perubahan Sistem Muskuloskeletal Berat uterus gravid mengubah pusat gravitasi wanita dengan mengubah sudut inklinasi pintu atas panggul terhadap bidang horizontal. 8) Kalori a) Kebutuhan kalori meningkat selama kehamilan dan laktasi.5 kg. relaksin. air ketuban. uri. Lordosis spinalis yang terjadi mengompensasi pergeseran pusat gravitasi. Pada akhir kehamilan.5 gram sehari sedangkan untuk pembentukan tulangtulang terutama dalam trimesrer trakhir dibutuhkan 30-40 gram. dan penggunaan sepatu berhak tinggi. Spina lumbalis dalam keadaan normal konveks secara anterior. Namun. khususnya sesudah kehamilan lima bulan keatas. dan berat uterus pada diskus antarvertebra. Estrogen dan relaksin memengaruhi komposisi tulang rawan dan jaringan ikat sendi panggul. tuberkulosis. tetapi lengkung ini semakin nyata oleh kombinasi efek progesteron. g. protein dan retensi air.6) Metabolisme Mineral a) Kalsium : Dibutuhkan rata-rata 1. uterus b) Payu dara. Lordosis bertambah dalam oleh postur tubuh yang kurang baik. kenaikan volume darah. Kalori yang di butuhkan untuk ini terutama diperoleh dari pembakaran zat arang. kegemukan. lemak. Kenaikan berat badan yang terlalu banyak di temukan pada pre-eklamsi dan eklamsi.5-16.

Karena itu penderita diabetes yang sedang hamil bisa mengalami gejala diabetes yang lebih buruk. Plasenta menghasilkan sejumlah hormon untuk membantu tubuh dalam mempertahankan kehamilan. Kelenjar tiroid yang lebih aktif menyebabkan denyut jantung yang cepat.yang menyebabkan gerakan tidak stabil dan gerakan seperti bebek saat berjalan. Sebagianwanita mungkin mengalami nyeri punggung yang parah. Sekitar 10% wanita hamil mengalami restless leg syndrome 10-20 menit setelah tidur. Dengan demikian. sering memuncak pada malam hari. tekanan oleh uterus dapat menyebabkan peregangan atau penekanan saraf dan pembuluh darah yang menimbulkan rasa baal dan kesemutan di ekstremitas. Hormon utama yang dihasilkan oleh plasenta adalah HCG. Kadang-kadang pada akhir kehamilan simfisis pubis terpisah. yang disebut sebagai diastasis. yang berperan mencegah ovulasi dan merangsang pembentukan estrogen serta progesteron oleh ovarium untuk mempertahankan kehamilan. Peningkatan kadar fosfat diperkirakan menjadi penyebab dan penurunan asupan susu sering memberi manfaat. Plasenta juga menghasilkan melanocyte-stimulating hormone yang menyebabkan kulit berwarna lebih gelap dan hormon yang menyebabkan peningkatan kadar hormon adrenal di dalam darah. Punggung bawah juga terpengaruh oleh perubahan payudara. wanita hamil mungkin mengalami ketegangan ligamenfum atau otot dan rasa tidak nyaman atau nyeri. Kram tungkai bawah. Plasenta juga menghasilkan hormon yan gmenyebabkan kelenjar tiroid menjadi lebih aktif. Kram tersebut mungkinberkaitan dengan metabolisme kalsium/fosfor dan peningkatan iritabilitas neuromuskulus. h. 1992). Selama kehamilan diperlukan lebih banyak insulin yang dihasilkan oleh pankreas. dapat menyebabkan wanita hamil merasa sangat tidak nyaman saat berjalan atau saat kedua tungkai bawahnya diabduksikan. jantung berdebar-debar (palpitasi). Peningkatan kadar hormon in kemungkinan menyebabkan tanda peregangan berwarna merah muda pada kulit perut. Insiden nyeri punggung meningkat terutama setelah bulan ke-5. . peregangan ligamentum rotundum. Perubahan Sistem Hormonal Kehamilan mempengaruhi hampir semua hormon di dalam tubuh. Tetapi hipertiroidisme (overaktivitas kelenjar tiroid) hanya terjadi pada kurang dari 1% kehamilan. Pada trimester ketiga. keringat berlebihan dan perubahan suasana hati. penyebabnya tidak diketahui. terutama otot betis dan paha. dan penurunan tonus otot abdomen. sering terjadi pada paruh kedua kehamilan. selain itu juga bisa terjadi pembesaran kelenjar tiroid. Keadaan ini. tetapi mungkin berkaitan dengan anemia (Blackburn & Loper.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful