P. 1
Kehamilan Normal

Kehamilan Normal

|Views: 3,377|Likes:
Published by Diantika Ambardina

More info:

Published by: Diantika Ambardina on Sep 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/29/2013

pdf

text

original

KEHAMILAN NORMAL

1. Pengertian Menurut Federasi Obstertri dan Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi dalam tiga trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-1 hingga ke-27) dan trimester ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga 40). (Prawirohardjo : 2008) Proses kehamilan adalah proses dimana bertemunya sel telur dengan sel sperma hingga terjadi pembuahan. Proses kehamilan (gestasi) berlangsung selama 40 minggu atau 280 hari dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir. Usia kehamilan sendiri adalah 38 minggu, karena dihitung mulai dari tanggal konsepsi (tanggal bersatunya sperma dengan telur), yang terjadi dua minggu setelahnya. (Arif : 200) a. Pembuahan, Implantasi dan Perkembangan Plasenta Pembuahan (Konsepsi) adalah merupakan awal dari kehamilan, dimana satu sel telur dibuahi oleh satu sperma. Ovulasi (pelepasan sel telur) adalah merupakan bagian dari siklus menstruasi normal, yang terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi. Sel telur yang dilepaskan bergerak ke ujung tuba falopii (saluran telur) yang berbentuk corong , yang merupakan tempat terjadinya pembuahan. Jika tidak terjadi pembuahan, sel telur akan mengalami kemunduran (degenerasi) dan dibuang melalui vagina bersamaan dengan darah menstruasi. Jika terjadi pembuahan, maka sel telur yang telah dibuahi oleh sperma ini akan mengalami serangkaian pembelahan dan tumbuh menjadi embrio (bakal janin). Jika pada ovulasi dilepaskan lebih dari 1 sel telur dan kemudian diikuti dengan pembuahan, maka akan terjadi kehamilan ganda, biasanya kembar 2. Kasus seperti ini merupakan kembar fraternal. Kembar identik terjadi jika pada awal pembelahan, sel telur yang telah dibuahi membelah menjadi 2 sel yang terpisah atau dengan kata lain, kembar identik berasal dari 1 sel telur. Pada saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks (leher rahim) menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus ke dalam rahim. Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopii yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit. Sel yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot (sel telur yang telah dibuahi).

yang terus mengalami pematangan selama kehamilan. Implantasi mulai terjadi pada hari ke 5-8 setelah pembuahan dan selesai pada hari ke 9-10. Tonjolan kecil (vili) dari plasenta yang sedang tumbuh. Perkembangan embrio Embrio pertama kali dapat dikenali di dalam blastosis sekitar 10 hari setelah pembuahan. sedangkan sel-sel di bagian luar tertanam pada dinding rahim dan membentuk plasenta (ari-ari). pembuluh darah terus berkembang di seluruh embrio dan plasenta. Jantung mulai memompa cairan melalui pembuluh darah pada hari ke 20 dan hari berikutnya muncul sel darah merah yang pertama. sedangkan jantung dan pembuluh darah mulai dibentuk pada hari ke 1617. memanjang ke dalam dinding rahim dan membentuk percabangan seperti susunan pohon. Kelainan pembentukan organ (malformasi) paling banyak terjadi pada trimester pertama (12 minggu pertama) kehamilan. Plasenta menghasilkan hormon untuk membantu memelihara kehamilan dan memungkin perputaran oksigen. pada bagian depan maupun dinding belakang. zat gizi serta limbah antara ibu dan janin. b. Susunan ini menyebabkan penambahan luas daerah kontak antara ibu dan plasenta. tetapi plasenta akan terus tumbuh selama kehamilan dan pada saat persalinan beratnya mencapai 500 gram. Sel-sel di bagian dalam pada dinding blastosis yang tebal akan berkembang menjadi embrio. Blastosis biasanya tertanam di dekat puncak rahim. yang mengapung di dalamnya. yang merupakan masa-masa pembentukan organ dimana embrio sangat rentan terhadap efek obat-obatan atau virus. Dinding blastosis merupakan lapisan luar dari selaput yang membungkus embrio (korion). Kemudian mulai terjadi pembentukan daerah yang akan menjadi otak dan medulla spinalis. sehingga zat gizi dari ibu lebih banyak yang sampai ke janin dan limbah lebih banyak dibuang dari janin ke ibu. Organ-organ terbentuk sempurna pada usia kehamilan 12 minggu (10 minggu setelah pembuahan). yaitu pada tempatnya tertanam. Kantung amnion berisi cairan jernih (cairan amnion) dan akan mengembang untuk membungkus embrio yang sedang tumbuh. Karena itu seorang wanita hamil sebaiknya tidak menjalani immunisasi atau mengkonsumsi obat-obatan pada trimester pertama kecuali sangat penting untuk melindungi kesehatannya. Dinding blastosis memiliki ketebalan 1 lapis sel. Pembentukan plasenta yang sempurna biasanya selesai pada minggu ke 18-20. Pemberian obatobatan yang diketahui dapat menyebabkan malformasi harus dihindari. kecuali pada daerah tertentu terdiri dari 3-4 sel. Selanjutnya.Implantasi adalah penempelan blastosis ke dinding rahim. Lapisan dalam (amnion) mulai dibuat pada hari ke 10-12 dan membentuk kantung amnion. kecuali otak dan medulla spinalis. .

Dengan bantuan steteoskop khusus. Mual dan muntah terjadi akibat estrogen dan HCG (human chorionic gonadotropin). Diagnosa Kehamilan Jika seorang wanita yang biasanya mengalami menstruasi yang teratur mengalami keterlambatan 1 minggu atau lebih. Jika seorang wanita hamil. Cara lain untuk mendeteksi kehamilan: 1) Mendengarkan denyut jantung janin. denyut jantung janin bisa terdengar pada usia kehamilan 12-14 minggu. Biasanya vagina dan serviks menjadi kebiruan sampai ungu. perkembangan embrio terjadi dibawah lapisan rahim pada salah satu sisi rongga rahim. Ibu bisa merasakan gerakan janin pada kehamilan 16-20 minggu. mungkin dia hamil. denyut jantung janin bisa terdengar pada usia kehamilan 18-20 minggu. 2) Merasakan pergerakan janin. Wanita yang sebelumnya pernah hamil akan meraskan gerakan janin ini lebih awal. 3) Memeriksa rahim dengan USG. juga progesteron). banyak wanita yang merasa sangat lelah dan beberapa wanita mengalami perut kembung. Biasanya untuk menentukan kehamilan dilakukan tes kehamilan pada darah maupun air kemih. Perubahan ini bisa terlihat pada pemeriksaan panggul. karena pembuluhnya penuh terisi darah. c. Pada awal kehamilan. demikian juga halnya dengan denyut jantung janin. Kedua hormon ini membantu memelihara kehamilan dan mulai dihasilkan oleh plasenta pada sekitar 10 hari setelah pembuahan. Tes kehamilan ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) bisa dengan segera dan mudah mendeteksi kadar HCG yang rendah di dalam air kemih. Pada awal kehamilan. Pembengkakan payudara terjadi akibat bertambahnya kadar hormon wanita (terutama estrogen. kadang disertai muntah. kadar HCG berlipat ganda setiap 2 hari. . sedangkan jika menggunakan USG Doppler. Rahim yang membesar bisa dilihat dengan USG pada kehamilan 6 minggu. tetapi pada minggu ke 12.Pada awalnya. janin (istilah yang digunakan setelah usia kehamilan mencapai 8 minggu) telah mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga lapisan pada kedua sisi rahim bertemu (karena janin telah memenuhi seluruh rahim). Selama 60 hari pertama kehamilan yang normal dengan 1 janin. Denyut jantung janin bisa terdengar melalui stetoskop khusus atau USG Doppler. serviksnya lebih lunak dan rahim juga lebih lunak dan membesar. wanita hamil bisa mengalami pembengkakan payudara dan mual.

. Pada kehamilan 16 minggu menjadi satu bagian dengan korpus. fungsi diambil alih oleh plasenta. mudah ruptur. terutama fungsi produksi progesteron dan estrogen. Perubahan Anatomi dan Fisiologi dalam Kehamilan Selama 279 hari kehamilan rata-rata.2. pada kehamilan trimester I menjadi memanjang dan lebih kuat. dapat terjadi rupture dan mengancam nyawa janin dan nyawa ibu. Sekresi lendir serviks meningkat pada kehamilan memberikan gejala keputihan. dan pada kehamilan akhir di atas 32 minggu menjadi segmen bawah uterus. Bersama-sama mereka mengendalikan banyak perubahan pada fisiologi ibu selama kehamilan. 3) Ovarium Sejak kehamilan 16 minggu. Perubahan dimulai pada fase luteal siklus haid. warna menjadi livide / kebiruan. kadar progesteron dan estrogen meningkat secara progresif. progesteron berperan untuk elastisitas / kelenturan uterus. seiring dengan dimulainya sekresi progesteron dari korpus luteum. batas anatomik menjadi sulit ditentukan. Selama kehamilan ovarium tenang/beristirahat. Vaskularisasi sedikit. warna merah kebiruan (tanda Chadwick). Perubahan Sistem Reproduksi 1) Uterus Tumbuh membesar primer. Estrogen menyebabkan hiperplasi jaringan. Serviks uteri mengalami hipervaskularisasi akibat stimulasi estrogen dan perlunakan akibat progesteron (tanda Hegar). a. fisiologi ibu mengalami perubahan nyata untuk menunjang perkembangan janin dan untuk mempersiapkan ibu menjalani persalinan dan laktasi. lapis muskular tipis. kontraksi minimal sehingga berbahaya jika lemah. sebelum pembuahan dan implantasi. maupun sekunder akibat pertumbuhan isi konsepsi intrauterin. Taksiran kasar perbesaran uterus pada perabaan tinggi fundus : a) tidak hamil / normal : sebesar telur ayam (+ 30 g) b) kehamilan 8 minggu : telur bebek c) kehamilan 12 minggu : telur angsa d) kehamilan 16 minggu : pertengahan simfisis-pusat e) kehamilan 20 minggu : pinggir bawah pusat f) kehamilan 24 minggu : pinggir atas pusat g) kehamilan 28 minggu : sepertiga pusat-xyphoid h) kehamilan 32 minggu : pertengahan pusat-xyphoid i) 36-42 minggu : 3 sampai 1 jari bawah xyphoid Ismus uteri merupakan bagian dari serviks. 2) Vagina / vulva Terjadi hipervaskularisasi akibat pengaruh estrogen dan progesteron. Apabila pembuahan berhasil.

Setelah mencapai kehamilan 30 minggu. curah jantung) meningkat sampai 30-50%. Peningkatan curah jantung selama kehamilan kemungkinan terjadi karena adanya perubahan dalam aliran darah ke rahim. dan kadang terdengar murmur jantung tertentu serta ketidakteraturan irama jantung. curah jantung meningkat sebesar 30%. Perubahan Sistem Sirkulasi Selama kehamilan. laktoalbumin. tidak terjadi ovulasi. Selama persalinan. Puting susu membesar dan menonjol. Rontgen dada dan EKG menunjukkan sejumlah perubahan dalam jantung. Ketika melakukan aktivitas/olah raga. curah jantung agak menurun karena rahim yang membesar menekan vena yang membawa darah dari tungkai ke jantung. Pada akhir kehamilan. Karena janin terus tumbuh. maka denyut jantung pada saat istirahat juga meningkat (dalam keadaan normal 70 kali/menit menjadi 80-90 kali/menit). b. jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac output. terjadi hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi kelenjar Montgomery. Setelah persalinan curah jantung menurun sampai 15-25% diatas batas kehamilan. denyut jantung dan laju pernafasan pada wanita hamil lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak sedang hamil. Karena curah jantung meningkat. sel-sel lemak.Tidak terjadi pembentukan dan pematangan folikel baru. maka darah lebih banyak dikirim ke rahim ibu. rahim menerima seperlima dari seluruh darah ibu. Hormon laktogenik plasenta (diantaranya somatomammotropin) menyebabkan hipertrofi dan pertambahan sel-sel asinus payudara. terutama daerah areola dan papilla akibat pengaruh melanofor. tetapi tidak sebanding dengan peningkatan volume plasma sehingga akan mengakibatkan hemodilusi dan . Semua perubahan tersebut adalah normal terjadi pada masa hamil. lalu secara perlahan kembali ke batas kehamilan. 4) Payudara Akibat pengaruh estrogen terjadi hiperplasia sistem duktus dan jaringan interstisial payudara. Selama trimester kedua biasanya tekanan darah menurun tetapi akan kembali normal pada trimester ketiga. tetapi beberapa kelainan irama jantung mungkin akan memerlukan pengobatan khusus. tidak terjadi siklus hormonal menstruasi. laktoglobulin. Peningkatan ini mulai terjadi pada kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada kehamilan 16-28 minggu. maka curah jantung. Eritropotein ginjal kan meningkatkan jumlah sel darah merah sebanyak 20-30 %. serta meningkatkan produksi zat-zat kasein. Volume darah akan meningkat secara progresif mulai minggu ke-6 dan mencapai puncaknya pada minggu ke-32 8 kehamilan 34 dengan perubahan kecil setelah minggu tersebut. Mammae membesar dan tegang. kolostrum. Volume plasma akan meningkat kira-kira 40-45%.

. e. ginjal bekerja lebih berat. Ginjal menyaring darah yang volumenya meningkat (sampai 30-50% atau lebih). Lapisan saluran pernafasan menerima lebih banyak darah dan menjadi agak tersumbat oleh penumpukan darah (kongesti). Wanita hamil sering mengalami heartburn (rasa panas di dada) dan sendawa. Perubahan Sistem Pencernaan Rahim yang semakin membesar akan menekan rektum dan usus bagian bawah sehingga terjadi sembelit (konstipasi). Tidur miring mengurangi tekanan dari rahim pada vena yang membawa darah dari tungkai sehingga terjadi perbaikan aliran darah yang selanjutnya akan meningkatkan aktivitas ginjal dan curah jantung. Pada akhir kehamilan. Sembelit semakin berat karena gerakan otot di dalam usus diperlambat oleh tingginya kadar progesteron. Kadang hidung dan tenggorokan mengalami penyumbatan parsial akibat kongesti ini. Volume darah akan kembali seperti semula pada 2-6 minggu setelah persalinan. peningkatan aktivitas ginjal yang lebih besar terjadi pada wanita hamil yang tidur miring.5 g/dl dan pada 6% perempuan bias mencapai dibawah 11 g/dl yang pada kehamilan lanjut merupakan suatu keadaan abnormal atau anemia.penurunan konsentrasi hemoglobin dari 15 g/dl menjadi 12. Ulkus gastrikum jarang ditemukan pada wanita hamil dan jika sebelumnya menderita ulkus gastrikum biasanya akan membaik karena asam lambung yang dihasilkan lebih sedikit. d. c. yang puncaknya terjadi pada kehamilan 16-24 minggu sampai sesaat sebelum persalinan (pada saat ini aliran darah ke ginjal berkurang akibat penekanan rahim yang membesar). yang kemungkinan terjadi karena makanan lebih lama berada di dalam lambung dan karena relaksasi sfingter di kerongkongan bagian bawah yang memungkinkan isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan. karena itu wanita hamil sering merasa ingin berkemih ketika mereka mencoba untuk berbaring/tidur. Tekanan dan kualitas suara wanita hamil agak berubah. Lingkar dada wanita hamil agak membesar. Dalam keadaan normal. Perubahan Sistem Pernafasan Ruang yang diperlukan oleh rahim yang membesar dan meningkatnya pembentukan hormon progesteron menyebabkan paru-paru berfungsi lain dari biasanya. Keadaan ini semakin menguat pada saat kehamilan. Perubahan Sistem Perkemihan Selama kehamilan. Wanita hamil bernafas lebih cepat dan lebih dalam karena memerlukan lebih banyak oksigen untuk dirinya dan untuk janin. aktivitas ginjal meningkat ketika berbaring dan menurun ketika berdiri.

harus di perhatikan sungguh-sungguh hasil GTT oral dan GTT intravena. Kadar kolestrol meningkat sampai 350 mg atau lebih per 100 cc. seperti somatomamotropin. Wanita hamil : 145 mEq/liter c. Dalam kehamilan. . alat kandungan. Wanita tidak hamil : 155 mEq/liter b. sering kencing dan kadang kala di jumpai glukosuria yang mengingatkan kita pada DM. karena itu wanita hamil perlu mendapat makanan yang bergizi dan dalam kondisi sehat. paha dan lengan. Deposit lemak lainnya terdapat dibadan.Sistem endokrin juga meninggi dan tampak lebih jelas kelenjaer gondoknya (grandula tireoidea). 5) Metabolisme Lemak Metabolisme lemak juga terjadi. nafsu makan kuat. Hormon somatomamotropin mempunyai peranan dalam pembentukan lemak pada payudara. 4) Metabolisme Hidrat Arang Seorang wanita hamil sering merasa haus. terutama pada trimester akhir.perubahan dalam plasma protein ini dalam satu minggu postpartum kembali kepada keadaan sebelum adanya kehamilan. 2) Asam Alkali Keseimbangan asam alkali ( acic-base balance ) sedikit mengalami perubahan konsentrasi alkali : a. Perubahan Sistem Metabolisme Metabolisme secara harafiah berarti perubahan. pengaruh kelenjar endokrim agak terasa. payudara dan badan ibu. Untuk rekomendasi. Metabolisme yang terjadi selama kehamilan 1) Basal Metabolic Rate Pada wanita hamil basal metabolic rate. Perubahan. Natrium serum : turun dari 142 menjadi 135 mEq/liter d. Bikarbonat plasma : turun dari 25 menjadi 22 mEq/liter 3) Metabolisme Protein Protein dibutuhkan dalam jumlah yang banyak pada kehamilan untuk perkembangan fetus. serta untuk persiapan laktasi. Maka dari itu perlu diperhatikan agar wanita hamil memperoleh cukup protein selama hamil. plasma insulin dan hormon-hormon adrenal -17-ketosteroid. Umumnya.f. kehamilan mempunyai efek pada metabolisme. Diperkirakan 1gram protein setiap kilogram berat badan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. perut. Pada pemeriksaan plasma protein ditemukan adanya penurunan pada fraksi albumin dan pula sedikit penurunan gamma globulin. digunakan untuk menyebut semua transformasi kimiawi dan energi yang terjadi di dalam tubuh. ( BMR ) meninggi hingga 15-20 %.

5 gram sehari sedangkan untuk pembentukan tulangtulang terutama dalam trimesrer trakhir dibutuhkan 30-40 gram. b) Wanita hamil memerlukan makanan yang bergizi dan harus mengandung banyak protein di Indonesia masih banyak dijumpai penderita defisiensi zat besi dan vitamin B oleh karena itu wanita hamil harus diberikan Fe dan roboransia yang berisi mineral dan vitamin. kegemukan. uterus b) Payu dara. Namun. dan penggunaan sepatu berhak tinggi. Spina lumbalis dalam keadaan normal konveks secara anterior. dan berat uterus pada diskus antarvertebra. Kenaikan berat badan wanita hamil di sebabkan oleh : a) Janin. Lordosis spinalis yang terjadi mengompensasi pergeseran pusat gravitasi. Lordosis bertambah dalam oleh postur tubuh yang kurang baik. uri. tuberkulosis. 8) Kalori a) Kebutuhan kalori meningkat selama kehamilan dan laktasi. yang melunak sebagai persiapan untuk persalinan.6) Metabolisme Mineral a) Kalsium : Dibutuhkan rata-rata 1. tetapi lengkung ini semakin nyata oleh kombinasi efek progesteron. 7) Kenaikan Berat Badan Berat badan wanita hamil akan naik sekitar 6. Estrogen dan relaksin memengaruhi komposisi tulang rawan dan jaringan ikat sendi panggul. relaksin. g. gangguan tulang. Kalori yang di butuhkan untuk ini terutama diperoleh dari pembakaran zat arang. Simfisis pubis dan sendi sakroiliaka menjadi lebih lentur dan mobile sehingga panggul menjadi lebih lebar . banyak wanita mengambil postur tipikal ketika mereka berdiri dan berjalan dengan punggung melengkung dan bahu ditahan ke belakang. lemak. b) Fosfor : Dibutuhkan rata-rata 2 gram/hari c) Zat Besi : Dibutuhkan tambahan zat besi kurang lebih 800 mg /atau 30-50 mg sehari. Pada akhir kehamilan. protein dan retensi air. d) Air : Wanita hamil cenderung mengalami retensi air.5-16. Perubahan Sistem Muskuloskeletal Berat uterus gravid mengubah pusat gravitasi wanita dengan mengubah sudut inklinasi pintu atas panggul terhadap bidang horizontal. khususnya sesudah kehamilan lima bulan keatas. kenaikan volume darah.5 kg. Kenaikan berat badan yang terlalu banyak di temukan pada pre-eklamsi dan eklamsi. bila dibutuhkan dipakai lemak ibu untuk mendapatakan tambahan kalori. air ketuban.

Keadaan ini. Kadang-kadang pada akhir kehamilan simfisis pubis terpisah. tetapi mungkin berkaitan dengan anemia (Blackburn & Loper. Plasenta juga menghasilkan melanocyte-stimulating hormone yang menyebabkan kulit berwarna lebih gelap dan hormon yang menyebabkan peningkatan kadar hormon adrenal di dalam darah. yang berperan mencegah ovulasi dan merangsang pembentukan estrogen serta progesteron oleh ovarium untuk mempertahankan kehamilan. peregangan ligamentum rotundum. jantung berdebar-debar (palpitasi). sering memuncak pada malam hari. Hormon utama yang dihasilkan oleh plasenta adalah HCG. yang disebut sebagai diastasis. Insiden nyeri punggung meningkat terutama setelah bulan ke-5. Peningkatan kadar hormon in kemungkinan menyebabkan tanda peregangan berwarna merah muda pada kulit perut. Plasenta menghasilkan sejumlah hormon untuk membantu tubuh dalam mempertahankan kehamilan. Plasenta juga menghasilkan hormon yan gmenyebabkan kelenjar tiroid menjadi lebih aktif.yang menyebabkan gerakan tidak stabil dan gerakan seperti bebek saat berjalan. wanita hamil mungkin mengalami ketegangan ligamenfum atau otot dan rasa tidak nyaman atau nyeri. Kram tersebut mungkinberkaitan dengan metabolisme kalsium/fosfor dan peningkatan iritabilitas neuromuskulus. Sebagianwanita mungkin mengalami nyeri punggung yang parah. tekanan oleh uterus dapat menyebabkan peregangan atau penekanan saraf dan pembuluh darah yang menimbulkan rasa baal dan kesemutan di ekstremitas. . dan penurunan tonus otot abdomen. Peningkatan kadar fosfat diperkirakan menjadi penyebab dan penurunan asupan susu sering memberi manfaat. Karena itu penderita diabetes yang sedang hamil bisa mengalami gejala diabetes yang lebih buruk. Dengan demikian. Kelenjar tiroid yang lebih aktif menyebabkan denyut jantung yang cepat. dapat menyebabkan wanita hamil merasa sangat tidak nyaman saat berjalan atau saat kedua tungkai bawahnya diabduksikan. Kram tungkai bawah. selain itu juga bisa terjadi pembesaran kelenjar tiroid. Perubahan Sistem Hormonal Kehamilan mempengaruhi hampir semua hormon di dalam tubuh. h. Tetapi hipertiroidisme (overaktivitas kelenjar tiroid) hanya terjadi pada kurang dari 1% kehamilan. terutama otot betis dan paha. keringat berlebihan dan perubahan suasana hati. Sekitar 10% wanita hamil mengalami restless leg syndrome 10-20 menit setelah tidur. Selama kehamilan diperlukan lebih banyak insulin yang dihasilkan oleh pankreas. penyebabnya tidak diketahui. Pada trimester ketiga. sering terjadi pada paruh kedua kehamilan. 1992). Punggung bawah juga terpengaruh oleh perubahan payudara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->