P. 1
Pemeriksaan Parameter Sperma

Pemeriksaan Parameter Sperma

|Views: 634|Likes:
Published by Pendil Wesi

More info:

Published by: Pendil Wesi on Sep 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

PEMERIKSAAN PARAMETER SPERMA Parameter-parameter sperma dapat dinyatakan secara : 1.

Kuantitatif, misalnya volume, jumlah spermatozoa/ml, kadar fruktosa. 2. Semi kuantitatif, misalnya viskositas sperma, motilitas spermatozoa. 3. Kuantitatif, misalnya bau dan warna sperma. Yang akan dibahas berikut adalah pemeriksaan parameter-parameter sperma pada analisa sperma dasar (rutin). Analisis sperma dasar dilakukan menurut tahapan sebagai berikut : 1. Pemeriksaan makroskopis. Segera setelah sperma diejakulasikan, hendaknya diamati dalam wadah pe-nampung : 1. Ada/tidaknya koagulum 2. Warna sperma 3. Bau sperma 4. Proses likuefaksi sperma Setelah proses likuefaksi selesai, ditentukan parameter sebagai berikut : 1. Volume sperma 2. pH sperma 3. Kekerasan dan warna sperma 4. Viskositas sperma 2. Pemeriksaan mikroskopis Pemeriksaan mikroskopis dilakukan setelah proses likuefaksi selesai. Pemeriksaan ini meliputi : 1. Pergerakan spermatozoa 2. Kepadatan spermatozoa 3. Morfologi spermatozoa 4. Ada/tidaknya aglutinasi spermatozoa 5. Adanya sel bundar (Round cells) 6. Mikroorganisme 7. Partikel lepasan dan kristal

INTERPRETASI SPERMIOGRAM Interprestasi spermiogram sampai saat ini adalah berdasarkan pada 3 parameter pokok, yakni : 1. Jumlah spermatozoa/ml 2. Persentase spermatozoa motil 3. Persentase spermatozoa berbentuk normal Dengan perkataan lain, penilaian dititik beratkan pada spermatozoa. Walaupun demikian, parameterparameter sperma yang lain tidak selalu dapat kita abaikan nilainya. Misalnya sperma yang tidak mengandung spermatozoa dengan volume kecil dan pH asam, memberikan dugaan suatu kelainan konginital tertentu dari sistem reproduksi pria. Jumlah spermatozoa/ml Jumlah spermatozoa/ml yang menjadi pegangan untuk dikatakan cukup, kurang ataupun berlebih adalah 20 juta/ml. Istilah yang dipakai adalah sbb : 0 Juta/ml disebut Azoospermia > 0 - 5 Juta/ml disebut Ekstrimoligozoospermia < 20 juta disebut oligozoospermia > 250 Juta/ml disebut Polizoospermia Jumlah spermatozoa 20 – 250 juta/ml sudah dianggap masuk dalam batas-batas yang normal.

Viskositas : .Normal : tidak terdapat aqlutinasi sejati. Parameter-parameter tersebut adalah : 1. PERSENTASE MORFOLOGI NORMAL Spermatozoa disebut mempunyai kualitas bentuk yang cukup baik bila ≥ 50% spermatozoa mempunyai morfologi normal. Bila proses likuefaksi belum selesai/sempurna dalam waktu 20 menit. oleh karena proses likwefaksi telah selesai. Aqlutinasi : . maka keadaan ini di sebut teratozoospermia.H. atau “langu” 4.7 5.PROSENTASE SPERMATOZOA MOTIL Kualitas pergerakan spermatozoa disebut baik bila 50% atau lebih spermatozoa menunjukkan pergerakan yang sebagian besar adalah gerak yang cukup baik atau sangat baik (grade II/III). Sperma yang mengandung lebih dari 1 juta lekosit per ml disebut sebagai sperma yang mengalami pencemaran. 3. Bila > 50% spermatozoa mempunyai morfologi abnormal. atau sedikit kekuningan. Lekosit : . sehingga perlu dicantumkan dalam spermiogram. 6. kita sebut waktu likuefaksi memanjang. 8. Istilah yang digunakan adalah Astenozoospermia. Koagulum : Normal terdapat sesaat setelah sperma diejakulasi dan tidak tampak lagi setelah 20 menit. 2. sperma normal tidak mengandung lekosit lebih dari satu juta/ml. maka spermatozoa disebut astenik.sebagai batasan. pH : 7. Pemeriksaan morfologi men-cakup bagian kepala. Dengan pegangan ketiga parameter pokok tersebut di atas. maka didapat kesan atau “diagnosis” spermatologis dalam istilah-istilah sbb : • • • • • • • • • • Normozoospermia Oligozoospermia Extrimoligozoospermia Astenozoospermia Ekstrimoligoastenozoospermia Oligoastenozoospermia Oligoastenoteratozoospermia Astenoteratozoospermia Poliastenozoospermia Azoospermia Parameter sperma yang lainnya juga mempunyai nilai informatif untuk penilaian fungsi kelenjar Seks asesori pria. leher dan ekor dari spermatozoa.O. Bau : Khas spesifik sperma. untuk pergerakan spermatozoa adalah sebagai berikut : 0 = spermatozoa tidak menunjukkan pergerakan 1 = spermatozoa bergerak ke depan dengan lambat 2 = spermatozoa bergerak ke depan dengan cepat 3 = spermatozoa bergerak ke depan sangat cepat Bila spermatozoa yang motil kurang dari 50%.Normal : waktu tetesan 1 – 2 detik 7. Gradasi menurut W. . Volume : Umumnya 2 – 4 ml.2 – 7. Warna : Lazimnya putih keabuan agak keruh.

ISTILAH Jumlah Spermatozoa (juta/ml) Motil Normal (%) Morfologi Normal (%) 1 Normozoospermia > 20 > 80 > 50 2 Oligozoospermia < 20 > 50 > 50 3 Ekstrim Oligozoospermia < 50 > 50 > 50 4 Asthenozoospermia > 20 < 50 > 50 5 Teratozoospermia > 20 > 50 < 50 6 Oligo Asthenozoospermia < 20 < 50 > 50 7 Oligi Astheno Teratozoospermia < 20 < 50 < 50 8 Oligo Teratozoospermia < 20 > 50 < 50 9 Astheno Teratozoospermia > 20 < 50 < 50 10 Polizoospermia > 250 > 50 > 50 11 Azoospermia Bila tidak ada spermatozoa dalam cairan sperma 12 Nekrozoospermia Bila semua sperma tidak ada yang hidup 13 Aspermia Tidak ada cairan semen yang keluar saat ejakulasi .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->