Full Life: Kejadian (Pendahuluan Kitab

)
Penulis : Musa Tema : Permulaan Tanggal Penulisan: + 1445 -- 1405 SM Latar Belakang Kejadian cocok sebagai kitab Perjanjian Lama yang pertama dan sebagai pendahuluan yang hakiki dari seluruh Alkitab. Judul kitab ini di dalam bahasa Ibrani diambil dari kata pertamanya, _bereshith_ ("pada mulanya"). Nama "Kejadian" merupakan terjemahan judul Ibrani itu ke bahasa Yunani dan berarti "asal mula, sumber, penciptaan atau awal dari sesuatu." Kejadian merupakan "kitab permulaan." Penulisnya tidak disebutkan dalam kitab ini. Akan tetapi, kesaksian lain dalam Alkitab menunjukkan bahwa Musa merupakan penulis seluruh Pentateukh (yaitu, kelima kitab PL pertama) dan oleh karenanya juga Kejadian (mis. 1Raj 2:3; 2Raj 14:6; Ezr 6:18; Neh 13:1; Dan 9:11-13; Mal 4:4; Mr 12:26; Luk 16:29,31; Yoh 7:19-23; Kis 26:22; 1Kor 9:9; 2Kor 3:15). Demikian pula para penulis Yahudi kuno dan para bapa gereja semuanya menyatakan bahwa Musa menjadi penulis/penyusun Kejadian. Karena seluruh sejarah dalam Kejadian terjadi sebelum kehidupan Musa, peranannya dalam menulis Kejadian adalah menyusun, di bawah pengilhaman Roh Kudus, semua catatan lisan dan tulisan yang ada sejak Adam hingga wafatnya Yusuf yang sekarang menjadi isi Kejadian. Yang mungkin merupakan petunjuk dipakainya catatan-catatan sejarah oleh Musa ketika menulis Kejadian ialah bahwa terdapat 11 kali pemakaian "Demikianlah riwayat" atau "Iniliah keturunan" (Ibr. 'elleh toledoth' ) yang dapat diterjemahkan "inilah sejarah oleh" (lih. Kej 2:4; Kej 5:1; Kej 6:9; Kej 10:1; Kej 11:10,27; Kej 25:12,19;Kej 36:1,9; Kej 37:2). Kejadian mencatat penciptaan, permulaan sejarah manusia, dan asal mula umat Ibrani dan perjanjian Allah dengan mereka melalui Abraham dan leluhur lainnya dengan tepat. Ketepatan sejarahnya selaku Alkitab yang terilham dipastikan dalam PB oleh Tuhan Yesus (Mat 19:4-6; Mat 24:37-39; Luk 11:51; Luk 17:26-32; Yoh 7:21-23; Yoh 8:56-58) dan para rasul (Rom 4:1-25; 1Kor 15:21-22,45-47; 2Kor 11:3; Gal 3:8; Gal 4:22-24,28; 1Tim 2:13-14; Ibr 11:4-22; 2Pet 3:4-6; Yud 1:7,11). Sejarah Kejadian masih diperkuat oleh berbagai penemuan purbakala pada zaman modern. Musa dipersiapkan secara luar biasa melalui pendidikan (Kis 7:22) dan oleh Allah untuk menulis kitab pertama yang unik dalam Alkitab. Tujuan Kejadian menyediakan suatu landasan hakiki bagi Pentateukh dan semua penyataan Alkitabiah selanjutnya. Kejadian memelihara satu-satunya catatan yang dapat dipercaya mengenai awal alam semesta, umat manusia, perkawinan, dosa, kota-kota, bahasa-bahasa, bangsa-bangsa, Israel dan sejarah penebusan. Kejadian ditulis sesuai dengan tujuan Allah untuk memberikan umat perjanjian-Nya suatu pemahaman mendasar tentang diri-Nya, ciptaan, umat manusia, kejatuhan, kematian, penghakiman, perjanjian, dan janji penebusan melalui keturunan Abraham. Survai Kejadian dengan sendirinya terbagi atas dua bagian utama.

1. (1) Pasal 1-11 (Kej 1:1--11:32) memberi suatu pandangan luas mengenai permulaan manusia
dari Adam hingga Abraham dan berpusat pada lima peristiwa yang sangat penting. 1. (a) Penciptaan: Allah menciptakan segala sesuatu, termasuk Adam dan Hawa yang ditempatkan-Nya di taman Eden (pasal 1-2; Kej 1:1--2:25). 2. (b) Kejatuhan: Melalui pelanggaran mereka, Adam dan Hawa memasukkan kutukan dosa dan kematian ke dalam sejarah manusia (pasal 3; Kej 3:1-24). 3. (c) Kain dan Habel: Tragedi ini menggerakkan dua arus utama dalam sejarah: peradaban humanistik dan kaum sisa yang tertebus (pasal 4-5; Kej 4:1--5:32). 4. (d) Air bah: Dunia purbakala telah demikian jahat pada waktu angkatan Nuh sehingga Allah memusnahkannya dengan suatu banjir universal, hanya menyelamatkan Nuh yang benar dan keluarganya sebagai sisa (pasal 6-10; Kej 6:1--10:32). 5. (e) Menara Babel: Ketika dunia pasca-air bah bersatu dalam penyembahan berhala dan pemberontakan, Allah membubarkan persatuan mereka dengan mengacaukan bahasa

Banyak tokoh dan peristiwa dari Kejadian disebut dalam PB berkaitan dengan iman dan kebenaran (mis. berkembang hingga sejarah dunia pra-air bah. dimulai dengan pasangan manusia pertama. Torah. diresmikan dalam pasal 15 (Kej 15:1-21) dan disahkan dalam pasal 17 (Kej 17:1-27).pernikahan pertama. PB menerapkan Kej 12:3 langsung pada persediaan Allah untuk penebusan di dalam Yesus Kristus (Gal 3:16. dan sebagainya. Ishak.Abraham. tokoh poligami pertama.32. (2) Pasal 12-50 (Kej 12:1--50:26) mencatat permulaan umat Ibrani dan memusatkan perhatian kepada kesinambungan tujuan penebusan Allah melalui empat bapa leluhur besar -. pembunuhan pertama. Ciri-ciri Khas Tujuh ciri utama menandai Kejadian. Kej 11:1-32). Ibr 7:1).11). dosa.. Kej 12:1-20) dan perlakuan-Nya terhadap Abraham dan keturunannya dalam kaitan dengan perjanjian-Nya merupakan awal yang sangat penting dari pelaksanaan maksud Allah tentang seorang Penebus dan penebusan dalam sejarah. penghakiman oleh Allah (mis. PEMBAGIAN DAN ISI Kelima buku pertama Kitab Suci merupakan suatu kesatuan yang oleh orang-orang Yahudi diberi nama "Hukum". (5) Perjanjian Allah dengan Abraham. Yud 1:7. (3) Kejadian menyatakan bahwa alam semesta dan hidup di bumi ini adalah jelas karya Allah dan bukan suatu proses lepas dari alam. dan melalui keturunan Abraham (Kej 12:3). alat-alat musik pertama. Full Life: Kejadian (Garis Besar) Garis Besar I. merupakan inti dari seluruh Alkitab. (2) Sejarah dalam Kejadian meliputi jangka waktu yang lebih lama dari seluruh sisa Alkitab. Mat 1:1. dan penebusan. Rom 4:1. Luk 17:26-29.29). Lima puluh kali dalam pasal 1-2 (Kej 1:1--2:25) Allah menjadi subyek dari kata kerja yang menunjukkan apa yang dilakukan-Nya selaku Pencipta. yang dalam bahasa Arab menjadi Taurat. Penggenapan Dalam Perjanjian Baru Kejadian menyatakan sejarah nubuat penebusan dan seorang Penebus yang akan datang melalui benih wanita (Kej 3:15). Kitab Kejadian berakhir dengan kematian Yusuf dan perbudakan yang akan datang di Mesir. peristiwa penebusan yang utama dalam PL. Panggilan Allah kepada Abraham (pasal 12. dan pribadi Kristus (mis.dan kebudayaan serta dengan menyebarkan umat manusia ke seluruh penjuru dunia (pasal 11. janji penebusan pertama. keluarga pertama. Asal Mula Alam Semesta dan Kehidupan (Ke. Yoh 8:58. (4) Kejadian mengisahkan berbagai peristiwa perdana -. melalui keturunan Sem (Kej 9:26-27). Bukti yang pasti dan pertama tentang nama . melalui keturunan Set (Kej 4:25-26). dan kemudian menyempit lagi pada sejarah bangsa Ibrani sebagai arus penebusan yang dirunut sepanjang sisa PL. 2Pet 3:6. dan mencatat permulaan sejarah manusia. dosa pertama. Permulaan Sejarah Manusia (Kej 1:1-11:26) A. Yakub. yang dimulai dengan panggilannya (Kej 12:1-3). Ibr 11:1-22). 2. (6) Hanya Kejadian menerangkan asal mula kedua belas suku Israel. kelahiran pertama. (7) Kejadian menyatakan bagaimana keturunan Abraham akhirnya tinggal di Mesir (selama 430 tahun) dan demikian menyiapkan untuk keluaran. Jerusalem: Kejadian (Pendahuluan Kitab) PENGANTAR JUDUL-JUDUL. (1) Kejadian adalah kitab pertama yang ditulis (mungkin kecuali Ayub). dan Yusuf. bangsa Ibrani..

bab 37-50 (kecuali 38 dan 49) adalah kisah Yusuf. Ketiga kitab yang berikut merupakan kesatuan tersendiri. Im 1:1-7:38. Kitab Imamat yang hampir berisikan peraturan melulu. Abraham ialah seorang beriman. dengan licik memperoleh berkat bapanya Ishak dan dalam hal menipu melebihi pamannya. orang berhikmat. Seluruh kisah itu berupa suatu pengajaran: kebaikan orang berhikmat mendapat ganjarannya dan Penyelenggaraan Ilahi memanfaatkan kedosaan manusia untuk tujuan yang baik. Dibandingkan dengan Abraham dan Yakub. dosa pertama dan akibat-akibatnya. Pembagian ini menyebabkan bahwa kitab Taurat. Yakub berwatak penipu. Kej 1:111:32. Mat 5:17. Imamat (yang memuat peraturan-peraturan para imam dari suku Lewi). seandainya Allah sendiri tidak mengutamakan Yakub sejak kelahirannya dari Esau dan tidak mengulagi janji perjanjian yang dahulu diberikanNya kepada Abraham. Nama-nama dari terjemahan Yunani itu menjadi lazim dalam Gereja. Luk 10:26. lalu kemerosotn moril yang makin hari makin bertambah besar dan yang akhirnya diberi hukuman melalui air bah. Sejarah para bapa bangsa. Riwayat salah seorang di antaranya dikisahkan pada seluruh bagian terakhir kitab Kejadian. dan anaknya yaitu Yakub. Bilangan (judul ini dikarenakan bilangan-bilangan dalam bab 1-4). Kisah tersebut berbeda sifatnya dengan kisah-kisah yang mendahuluinya. Kedua tema itu dihubungkan satu sama lain oleh suatu tema tambambahan yaitu perjalanan di padang gurun. Di sana dalam penampakan yang mendahsyatkan Allah mengikat perjanjian dengan umatNya serta memaklumkan hukum. Karena ingin mempunyai naskah-naskah yang dapat ditangani. kakaknya. ketaatannya diganjar Allah dengan janji. diberi judul: he pentateuchos (biblos).ini dapat kita jumpai dalam kata pembukaan kitab Bin Sirakh. Suatu rangkaian peraturan mengatur ibadat bangsa Israel di padang gurun. Istilah Taurat lazim dipakai pada permulaan tarikh Masehi dan juga dalam Perjanjian Baru. menghentikan untuk sementara kisah peristiwaperistiwa Kitab ini berisikan: peraturan untuk upacara korban. Laban. Sejarah itu dimulai dengan ceritera tetntang awal jadinya dunia dan menyangkut seluruh umat manusia. Dalam bagian ini. Septuaginta menyebut jilid-jilid itu menurut isinya: Kejadian (yang dimulai dari asal mula dunia). orang-orang Yahudi dulu dan sampai sekarang menyebut masing-masing kitab itu menurut kata pertamanya atau dengan kata penting pertama yang terdapat dalam teksnya. merupakan semacam-macam serambi terbuka menuju sejarah penyelamatan yang akan diceritakannya dalam seluruh Kitab Suci. lalu membaharui perjanjian itu. bumi mulai dihuni kembali oleh bangsa manusia. Musa yang di gurun Allah telah menerima wahyu nama Yahwe mengantar orang-orang Israel dari perbudakan di negeri Mesir sampai ke gunung yang sama. Kitab Kejadian dapat dibagi atas dua bagian yang tidak sama panjangnya. Kel 1:1. upacara pentahbisan para . di kalangan orang berbahasa Yunani. Kej 12:1-50:26. Ulangan ("Hukum yang kedua". menurut salah satu tafsiran Yunani atas Ul 17:18). Kej 12:1-25:18. Kel 15:22-18:27. tidak ada campur tangan langsung dari Allah atau pewahyuan baru. maka Ishak seorang tokoh yang kurang menonjol. ia berhasil menyingkirkan Esau.21 dan Perjanjian di gunung Sinai. Sedangkan orang-orang Yahudi yang berbahasa Ibrani menyebutkannya juga "Seperlima kitab Taurat". Dikisahkan didalamnya penciptaan alam semesta dan manusia. namun daftar-daftar silsilah semakin dipersempit dan akhirnya terpusat perhatiannya pada Abraham. maka orang-orang yahudi membagibagikan Kitab yang terlalu tebal in menjadi lima gulungan yang hampir sama besarnya. bapa bangsa terpilih. Akan tetapi Allah mengampuni umatNya. Kitab Keluaran berkisar pada dua tema pokok: pembebasan dari Mesir. Adanya pembagian atas kelima kitab ini sebelum tarikh Masehi terbukti oleh terjemahan Yunani Septuaginta. dibatalkan oleh bangsa Israel dengan menyembah lembu emas. diceritakan di dalamnya pembentukan umat terpilih serta diberinya hukum sosial dan agama umat itu. Kel 19:1-40:38. bahwa dia sendiri akan memperoleh keturunan dan keturunannya akan mendapat Tanah Suci. Kitab Kejadian merupakan suatu kisah yang utuh dan lengkap. yaitu riwayat para leluhur.15. Kej 25:19-36:43. Sejarah permulaan. Riwayat hidupnya hanya diceritakan demi kehidupan ayahnya. menampilkan tokoh-tokoh leluhur bangsa Israel. Abraham. Namun segala kepandaiannya itu tidak akan berguna. Dalam rangka kehidupan Musa.hukum-Nya kepadanya Perjanjian baru saja diadakan itu. bdk Luk 24:44. Namun dalam bahasa Ibrani. yang dalam bahasa Latin disalin dengan judul Pentateuchus (liber). Mulai dari Nuh. Kedua belas anak Yakub adalah leluhur kedua belas suku Israel. artinya: "Kitab berjilid lima".

Keberangkatan dari gunung Sinai didahului oleh cacah jiwa. Im 8:1-10:20. Bil 33. nyanyian dan berkat Musa serta kematiannya. Wejangan-wejangan yang kita jumpai dalam kitab ini mengingatkan peristiwa-peristiwa besar di saat keluaran. Bangsa Midian dikalahkannya dan suku-suku Gad dan Ruben menetap di seberang Yordan. Im 11:1-15:33.berkat dan kutukan-kutukan. yaitu nama Allah yang diwahyukan kepada Musa. Im 17:1-26:46. 26. Sebenarnya penyelidikan ilmiah dan modern terhadap kitab-kitab tersebut. Kitab Hukum Para Imam (P). Dari situ diadakan suatu percobaan memasuki negeri Kanaan bagian Selatan yang akhirnya gagal. KOMPOSISI DAN GAYA SASTRA Setidak-tidaknya sejak permulaan tarikh Masehi. menurut teori ini. disusul oleh wejangan yang ketiga. Bil 20:1-25:18. Tidak ada dua orang ahlipun yang seluruhnya sependapat dalam menentukan bagianbagian Pentateukh manakah yang termasuk ke dalam masing-masing dokumen. serta upacara ibadat hari raya Pendamaian. Sesudah merayakan Paskah untuk kedua kalinya. Rom 10:5. menampilkan perbedaan-perbedan gaya bahasa. yang menyebut Allah dengan nama umum yaitu Elohim.anaknya. Bil 1:1-4:49. Undang-undang kitab ini mengulangi sebagian undang yang diumumkan di padang gurun. 7. bangsa Israel meninggalkan gunung Sinai.syarat tebusan bagi manusia. Lalu menyusul "Hukum Kekudusan". Kristus dan para rasul menuruti pendapat tersebut. mencetuskan teori begini: pentateukh adalah kumpulan yang terdiri dari empat buah dokumen yang berlain-lainan usia dan lingkungan asalnya. bahwa penyelidikan dari segi bahasa saja tidak cukup menerangkan . 34-36. 5:45-47. yang disisipkan ke dalam wejangan panjang Musa Ul 5-11 danUl 26:1628:68 Kumpulan ini sendiri didahului oleh wejangan Musa pertama.undang sipil dan agama. 8:15-19. Kitab Ulangan mempunayi susunan khas. Sehabis Pembuangan. dan berakhir dengan berkat. Terutama di masa sekarang ini para ahli sependapat. Sebagai tambahan. yang terutama berisikan peraturan-peraturan dan beberapa ceritera. sedangkan Elohista sedikit kemudian mendapat bentuknya di Israel. Kitab Bilangan menyambut kembali tema perjalanan di padang gurun. mendapat bentuk tertulis dalam abad ke-9 di Yehuda. maka ungkapan ini menyangkut bagian-bagian tertentu saja. Ditengah cerita-cerita yang disebut tadi dapat kita jumpai beberapa kumpulan perundangan yang melengkapi perundangan Sinai atau menyiapkan pendudukan Tanah Kanaan. pengulangan dan kekacauan dalam cerita. bangsa Israel berangkat lagi dan tiba di padang Moab. dan persembahan dalam jumlah besar buat pentahbisan Kemah Suci. yang menjadi penghalang untuk memandang kumpulan ini sebagai sebuah karya yang seluruhnya dikerjakan oleh seorang pengarang saja. wejangan-wejangan tersebut mengungkapkan arti religius peristiwa-peristiwa itu. Teori dokumen yang klasik ini . Ul 31-34. Dokumen Yahwista.Bil 5:1-6:27. Apabila di dalam Pentateukh sendiri terdapat (jarang sekali) kalimat: "Musa menulis". bab 27 merumuskan syarat. yang mulai dari kisah penciptaan mempergunakan nama Yahwe. disatukan dengan kumpulan tadi dan menjadi rangka dan bingkainya (JEDP). Sesudah tinggal di Kadesy selama beberapa waktu. lalu dilengkapi dengan beberapa berita mengenai akhir kehidupan Musa: pengangkatan Yosua. 16. hewan dan barang yang dikuduskan bagi Yahwe. karena kali dipersilahkan. Sesudah raja Yosia. kedua dokumen itu dilebur menjadi satu (JE). Dewasa inipun seluruh teori tersebut masih ditolak oleh sebagian para ahli. bahwa Musa adalah penyusun seluruh Pentateukh. di gunung Sinai dan permulaan perebutan tanah yang dijanjikan. 23. Bil 11:1-14:45. dan Elohista (E). yang memuat juga suatu penanggalan liturgis. Ul 12:1-26:15. Ul 29-30. Sesudah musnahnya Kerajaan Utara. di seberang kota Yerikho. 26-30. peraturan tentang tahir dan najis. khususnya di bawah pengaruh karya-karya Graf dan Wellhause. Bil 9:1-10:36. Yoh 1:45. Aslinya ada dua dokumen berisikan ceritera yakni Yahwista (J). kitab Ulangan (D) ditambahkan kepada gabungan tadi (JED). yang juga dihubungkan dengan suatu gagasan tentang evolusi pahampaham keagamaan bangsa Israel. Namun tradisi yang paling tua tidak pernah dengan tegas membenarkan pendapat. dan lambat laun mendekati Kadesy. Musa dianggap sebagai penyusun kumpulan yang besar ini. para kritikus yang hidup pada akhir abad ke-19. Ul 1-4.imam yang dijalani Harun serta anak. menekankan makna perundangan dan mengajak bangsa Israel supaya tetap setia kepada Allah. namun semuanya berasal dari zaman sesudah Musa. Suatu daftar meringkaskan tahap-tahap perjalanan di gurun. Sesudah banyak penyelidikan yang dilakukan dengan hati-hati. Sejumlah ahli lain menerimanya dengan perubahan-perubahan yang cukup penting. sebab merupakan semacam buku undang. Bil 31:132:42.

Tradisi in berasal dari Yehuda dan barangkali bagiannya yang terpenting dicatat di zaman pemerintahan raja Salomo. Kej 16 dan Kej 21. Berdasarkan kesamaan bahasa. tradisi ini menjawab secara mendalam pertanyaan. dua mujizat air di Meriba. dua kali Hagar diusir. Macam-macam tradisi dari zaman dahulu. utuh-lengkap. tetapi memantulkan gagasan. Kej 6-8. lalu mengalir terus dan berkembang. Kej 12:10-20. Kej 4:17 dst dan Kej 5:12-17. karena gaya bahasanya lebih sederhana dan juga kurang menarik. kadang-kadang ditemukan sebuah tradisi sejalan. Hanya penggubahanpenggubahan itu bukanlah tahap terakhir. Aliran-aliran tradisi yang lebih tua seolah-olah tersimpul di dalamnya.gagasan yang kadang-kadang lebih kuno dan kadang-kadang berbeda-beda dengan yang lazim dalam Yahwista. "Sumbersumber" tertulis dari Pentateukh merupakan tahap-tahap penting dalam perkembangan yang lama. Kej 1:1-2:4a dan Kej 2:4b-3:24. Dalam tradisi ini tidak terdapat ceritera. gabungan dua ceritera tentang Yusuf dan saudarasaudaranya.ceritera tentang asal jadinya dunia. baik hukum maupun ceritera.tradisi itu dikumpulkan menjadi kumpulan-kumpulan lebih kurang besar. Dapat dikemukakan banyak contoh lain lagi. Im 23. ada tiga ceritera tentang nasib malang isteri seorang Bapa Bangsa di negeri asing. Ul 16:1-16. Kej 17:1-7 dan Bil 20:1-13. dalam riwayat para bapa bangsa.pertanyaan serius yang dimbul dalam hati setiap manusia. 17 dan Kej 6:2-7:7. berbeda dengan tradisi Yahwista. ditambah dan akhirnya digabungkan satu sama lain menjadi Pentateukh yang kita miliki. Dengan demikian ditemukan empat aliran tradisi. disajikannya sebuah ringkasan sejarah umat manusia sejak penciptaan pasangan manusia pertama. gabungan dua kisah tentang air bah. memuat unsur-unsur yang sangat tua. Tradisi. lagi pula karena dalam hal kesusilaan lebih banyak tuntutannya dan karena usahanya mempertahankan jarak yang memisahkan manusia dengan Allah. namun sukar menentukan. Pembedaan ini tampaknya dapat dibenarkan. Kej 15 dan Kej 17. pengulangan dan pertentangan-pertentangan yang mengherankan pembaca mulai dari halamanhalaman pertama kitab Kejadian. Penyelidikan bahasa itu masih perlu dilengkapi dengan studi tentang bentuk sastra dan tradisi lisan atau tertulis yang mendahului pengubahan sumber-sumber Pentateukh.kebudayaan dan bangsa-bangsa yang bertetangga dengan Israel. 34:18-23.cara digubahnya Pentateukh. yang terdapat dalam bab-bab terakhir kitab Kejadian.k. Kej 3:1-4. Beberapa ahli tidak menyetujui adanya tradisi . sehingga tampillah kesatuan-kesatuan (ceritera-ceritera dan hukum-hukum) yang berbeda satu sama lain dan yang l. Terdapat pula dua kisah tentang panggilan Musa. melalui bahasa penuh gambar dan berkat bakat berceritakan yang mengagumkan. dua silsilah Kain-Keni-Kenan. Barangkali tradisi ini lebih muda dari pada tradisi Yahwista dan biasanya dikatakan berasal dari suku-suku Utara. gaya bahasa dan gagasan-gagasan bagian-bagian tertentu dari Pentateukh dapat dikelompokkan. bahwa sebagian besar undang atau peraturan yang terdapat dalam Pentateukh sangat serupa dengan undang atau peraturan di luar Kitab Suci dan lebih tua usianya dari pada yang ditetapkan buat "dokumen-dokumen"tadi. ia mulai dari Abraham. ungkapan-ungkapan manusiwi yang dipakainya dalam berceritera tentang Allah. Sebagaimana pengantar ke dalam sejarah para leluhur Israel. dua kisah mengenai penciptaan.suku Badui). yang membuka pengetahuan baru tentang kebudayaan. Kej 20:1-17 dan Ul 5:6-21. Tradisi "Elohista" yang ciri khas lahiriahnya ialah penggunaan nama umum bagi Allah (Elohim). Kesusastraan kuno di Timur Dekat yang ditemukan kembali serta kemajuan ilmu arkheologi dan sejarah. Ternyata pula sejumlah ceritera Kitab Suci mengadaikan lingkungan lain dan lebih tua dari pada lingkungan tempat "dokumen-dokumen" itu disusun. yang asal-usulnya sama juga. Tradisi "Yahwista" (disebut demikian karena mulai dengan kisah penciptaan mempergunakan nama Allah yang khusus yaitu Yahwe) mempunyai gaya bahasa yang hidup dan berwarna-warni. 26:1-11. Kej 23:14-19. terpelihara di tempattempat suci atau turun-temurun diceriterakan oleh ahli-ahli ceritera di kalangan rakyat. lalu dituliskan atas desakan kalangan-kalangan tertentu atau oleh seorang tokoh yang berperan penting. membuktikan. kepada tradisi itu diberi tanda Y 1(Yahwista yang pertama) atau L (sebab berasal dari kalangan kaum awam) atau N (sebab berasal dari suku. empat penanggalan liturgis. Masing-masing dokumen. bahkan yang paling mudapun (P). Dalam kumpulan teks yang dikatakan termasuk tradisi ini. Banyaknya aliran tradisi tersebut merupakan kenyataan yang menjelaskan adanya ceritera dobel. 20. Sebaliknya kumpulan-kumpulan tradisi itu disadur kembali. menyembunyikan suatu rasa keagamaan yang bermutu tinggi. perjanjian Abraham diceriterakan sebanyak dua kali. apakah di sini terdapat suatu tradisi yang berdiri sendiri ataukah hanya beberapa unsur saja yang diambil-alih oleh tradisi Yahwista dengan mengindahkan coraknya yang asli. dua teks Dekalog.

namun ceritera-ceritera Yahwista dan Elohista pada kahekatnya mengisahkan sejarah yang sama. Elohista dan Para Imam. Sehabis kitab Bilangan. Allah telah berkenan memilih Israel sebagai umatNya. Mereka menganggap hipotesa tentang pelengkapan. Tradisi ini dapat dikenal melalui bahasa yang khas. bahwa seseorang atau beberapa orang yang mewakili tradisi para imam di Yerusalem itu memungut bahannya dan tradisi-tradisi yang sudah ada. Maka satu hal penting perlu diperhatikan. Kitab itu diterbitkan kembali (dengan tambahan atau saduran) pada awal masa pembuangan. Tradisi Yahdisi maupun Elohista memuat hanya sedikit teks berupa hukum. tradisi Para Imam memuat juga cerita. terutama dalam bagian terakhir kitab Keluaran. dapat dikenal melalui ajaran yang terus-menerus ditegaskan kembali. agak mudah diikuti. seluruh kitab Imamat dan bagian-bagian besar dari kitab Bilangan. Tetapi pilihan itu dan perjanjian yang telah mengukuhkannya bersyarat kesetiaan Israel kepada Hukum Allahnya dan kepada Ibadat resmi yang harus diadakan bagiNya dalam satu Bait Suci saja. Tetapi di samping bagian-bagian yang berisikan hukum atau yang mengenai lembaga-lembaga keagamaan itu. lalu diumumkan untuk mendukung pembaharuan agama di Yehuda. yang menjadi tahap terakhir sebelum direbutnya Tanah Terjanji. Selebihnya sulit ditentukan. yakni Yahwista. Cerita-cerita itu khususnya menjadi terperinci mana kala dapat mengungkapkan perhatian khusus yang diberikan oleh tradisi Para Imam kepada hukum dan ibadat. yaitu bahwa dari antara segala bangsa. yakni sejak Israel mulai menjadi suatu bangsa. korban-korban dan hari-hari raya. tradisi itu mudah dikenal Inilah tradisi para imam Bait Suci di Yerusalem. di mana sering terulang ungkapan-ungkapan yang tetap sama. pribadi dan tugas Harun serta keturunannya. yakni tradisi Ulangan(D). Agaknya lebih mungkin. tetapi teori tentang adanya suatu tradisi dan penulisan tradisi E. Bagian inti kitab Ulangan boleh jadi memuat adat-istiadat Kerajaan Utara yang oleh orang-orang Lewi dibawa ke Yehuda sesudah kerajaan Samaria musnah. Dalam kitab Kejadian garis-garis ketiga tradisi tersebut. Hukum-hukum itu khususnya mengenai Bait Suci. Sehabis kitab Kejadian tradisi Para Imam gampang saja dipisahkan dari kedua tradisi lain. penyempurnaan atau penyadaran yang diadakan terhadap karya Yahwista sebagai hipotesa yang sudah cukup memuaskan. hukum-hukum merupakan urat tradisi Para Imam. Ishak dan Yakub. Tradisi itu menertibkan kenangan-kenangan bangsa Israel dalam hal sejarahnya. Kitab hukum yang barangkali sudah diberi kerangka sebuah wejangan Musa itu disimpai dalam Bait Suci di Yerusalem.Elohista terpisah. kisah E yang sejalan dengan kisah J. ketiga tradisi tersebut menghilang sama sekali sampai muncul kembali dalam bab 31 dan 34 dari kitab Ulangan. Jadi kedua tradisi ini mempunyai titik-pangkal yang sama. ialah: urutan ketiga bapa bangsa Abraham. tidak hanya didukung oleh ciri-ciri khas pada gaya bahasa dan ajaran tetapi juga oleh perbedaan dengan J dalam asal-usulnya. Tetapi sukar menentukan waktunya masing-masing tahap dikerjakan. Tradisi bersama ini mulai terbentuk secara lisan dan mungkin juga secara tertulis sejak zaman para Hakim. Tradisi Yahwista dan Elohista digabungkan di Yehuda pada akhir zaman kerajaan. keluaran dan Mesir yang digabungkan dengan penampakan Allah di gunung Sinai. Berpangkal pada kumpulan-kumpulan tradisi yang berbeda-beda itu.bedakannya. Ketiga tradisi tersebut diganti dengan tradisi lain. apakah tradisi in pernah berdiri sendiri sebagai sebuah karya tertulis. Di dalamnya dibeda-bedakan beberapa lapisan atau tahap penggubahan. yang paling berarti ialah Kitab Hukum Perjanjian yang akan dibicarakan nanti. kitab Pentateukh bertahap-tahap tumbuh dan digubah. Kitab Ulangan merupakan tahap terakhir sebuah tradisi yang berdekatan dengan tradisi Elohista dan dengan gerakan para nabi. barangkali di masa . bahwa mulai dari Abraham sampai dengan ceritera-ceritera tentang wafatnya Musa. Padahal sebaliknya. Walaupun di dalamnya terpelihara macam-macam unsur kuno. Tetapi sehubungan dengan bahan lain dalam ketiga kitab itu sukar ditentukan mana termasuk tradisi Yahwista dan mana termasuk tradisi Elohista. yaitu bahasa berlebih-lebihan dan berupa seni berpidato. namun tradisi ini baru terwujud di masa pembuangan Israel dan baru umum diterima dan mulai beredar setelah Israel kembali dari pembuangan. cukup lengkap sambil berbeda dengan J. Suku-suku Israel di Utara dan di Selatan mempunyai tradisi yang sama. Teori ini didukung pula oleh kenyataan. yang mula-mula berdiri sendiri. Kendati corak-corak yang membeda. Karena perbendaharaan kata yang khas dan gaya bahasanya yang abstrak. Tetapi suara tradisi D itu sudah terdengar dalam beberapa bagian Kitab Suci yang agak tua. Di zaman raja Yosia ditemukan kembali. pengikatan Perjanjian di gunung Sinai yang dihubungkan dengan pendudukan daerah Trans-Yordania. lalu menggubah dan menerbitkan Pentateukh seperti sekarang ada. Tradisi in menggemari angka-angka dan silsilah-silsilah.

Mereka menekankan. kitab Ulangan. Sudah dikatakan di atas. Dialah pangkal hidup keagamaan bangsanya dan diapun sebagai yang pertama memberi hukum dan undang-undang kepada bangsanya. ialah perebutan Tanah Terjanji. yang mencakup juga kitab Yosua dan bagian pertama kitab Hakim-hakim. CERITERA-CERITERA DAN SEJARAH Tidaklah bijaksana. maka hal yang sama boleh dikatakan tentang bagian-bagian Pentateukh yang berisikan hukum. perkembangan Pentateukh pada pokoknya nampaklah homogen. Tidaklah penting. Hanya perlu tetap diingat. yang tidak mencakup kitab Ulangan. yaitu tentang sebuah kitab yang berjilid enam. yakni J. bahwa kita tidak dapat dengan pasti menentukan satu bagianpun dari Pentateukh sebagai karya Musa sendiri. bahwa para penggubah pertama dari kalangan para imam mulai menangani kitab itu. Sebab hukum Musa tetap menjadi pedoman bagi bangsa itu. Bisa jadi . bahwa semuanya hanya berupa hitopesa. Oleh karenanya tidak kelirulah tradisi Yahudi yang menyebut Pentateukh sebagai Kitab Taurat Musa. Menurut pendapat mereka. Menurut mereka. waktu orang ingin mengumpulkan di dalam satu karya . akhirnya menjadi kisah sejarah terbentuknya bangsa Israel. Sejak lama sementara ahli Kitab bicara tentang "Heksateukh". Tetapi juga pendapat dahulu mengenai Heksateukh berupa hipotesa saja. Tradisi-tradisi sebelumnya yang terarah kepada Musa dan kenangan akan kejadian-kejadian yang dipimpin olehnya. tetapi asal. Menjelang akhir masa Pembuangan. jikalau dari pada tradisi-tradisi yang merupakan pusaka yang hidup bagi suatu bangsa dan yang membangun rasa persatuannya dan melandaskan kepercayaannya. Tetapi bagaimanapun juga "Taurat Musa". Dengan memperhatikan seperlunya perbedaan. kitab Ulangan mula-mula dipakai sebagai pendahuluan sebuah kitab sejarah yang berlangsung sampai dengan akhir masa para raja(karenanya kita Sejarah itu diistilahkan sebagai kitab "Sejarah Ulangan"). yang dianggap sebagai kitab hukuman yang diberikan oleh Musa di padang Moab. Penyesuaian-penyesuaian yang dituntut oleh perubahanperubahan zaman diadakan menurut jiwa dan semangat Musa dan ditempatkan di bawah kewibawaannya. namun tidaklah adil juga menyangkal adanya kebenaran di dalamnya hanya karena tidak adanya norma-norma ilmu sejarah modern. E dan P. Hubungan antara Pentateukh dengan kitab-kitab Alkitab berikut menjadi sebab timbulnya pelbagai hipotesa yang saling bertentangan. . Mereka menemukan di dalamnya lanjutan ketiga sumber Pentateukh. bahwa tidak lama kemudian pada kitab ini ditambahkan tradisi Para Imam.yaitu Pentateukh kita segala sesuatunya yang menyangkut diri Musa serta karyanya. bahwa di zaman itu karya-karya sastra kuno dikumpulkan. yang dibawa dari Babel oleh Ezra. kitab Yosua baru kemudian dipisahkan dari kesatuan itu. Ada kintinuitas dalam perkembangan dan kontinuitas itu mempunyai dasar keagamaan: iman akan Yahwelah yang mempersatukan bangsa itu dan iman akan Yahwe itu dibayangi oleh pribadi Musa. Sebaliknya. akan kita tuntut apa yang dapat dituntut dari pada ahli ilmu sejarah dalam arti modern. Kemudian kitb Ulangan dipisahkan dari kitab sejarah tersebut. Ul 31 dan 34. Bagian-bagian itu memuat hukum sipil dan agama yang berkembang bersama dengan masyarakat yang dipimpin olehnya. jikalau ini lebih disukai. lalu menjadi kitab pertama dari kitab-kitab sejarah. sebab berdasarkan Ams 25:1 kita ketahui. Pendapat yang kedua inilah yang dalam terbitan Kitab Suci ini akan dituruti dalam kata pengatar bagi masing-masing kitab sejarah dan diandaikan dalam beberapa catatan. bahwa tema janji yang begitu sering muncul dalam ceritera.perubahan yang dialami hidup kebangsaan dan keagamaan Israel. Untuk seterusnya agama Musalah yang menentukan kepercayaan dan adat-istiadat keagamaan Israel. sididipkan antara bagian terakhir kitab Bilangan dan ceritera-ceritera tentang pengangkatan Yosua dan kematian Musa. Memang kitab itu digubah selama sekurang-kurangnya enam abad dan ia mencerminkan perubahan. bahwa tradisi-tradisi yang berupa ceritera berasal dari zaman terbentuknya bangsa Israel. bahwa ketidak-pastian yang sama menyangkut sejumlah besar persoalan yang ditimbulkan oleh caranya Pentateukh digubah.usul hukum itu bercampur dengan asal-usul bangsa itu sendiri. pengarang-pengarang yang lebih baru bicara mengenai "Tetrateukh". yakni tentang kitab yang berjilid empat. walaupun di sana-sini pendapat itu akan dirubah seperlunya. Sudah jelaslah kiranya.pemerintahan Hizkia.ceritera Pentateukh menuntut adanya dalam tradisi itu ceritera-ceritera yang mengisahkan pula pelaksanaan janji-janji tersebut. rupa-rupanya adalah kitab Pentateukh yang bentuknya sudah mendekati bentuk yang paling akhir. Namun kendati pasang surut yang dialaminya itu. sebab dialah yang menjadi tokoh utama bagi seluruh kitab itu. atau.

yaitu: Allah menciptakan dunia pada awal mula. kemerosotan dan hukuman turun-temurun yang dijatuhkan kepadanya. Tidak ada usaha sedikitpun untuk menghubungkan ceritera-ceritera itu dengan sejarah umum. dengan gaya bahasa yang sederhana dan penuh gambar. Allah terlibat langsung dalam penciptaan pria dan wanita.peristiwa tersebut maupun pribadi Musa hendak disangkal. bahwa pentingnya kenangan-kenangan tersebut kehilangan bangsa Israel dan gemanya dalam ibadat memberi ceriteraceritera itu ciri kisah kepahlawanan (misalnya penyeberangan laut) dan kadang-kadang rupa ibadat (Paskah). Pendekatan ini secara teologis memang tepat. yaitu Abraham. yang masih bergema dalam bab-bab pertama kitab Ulangan. Allah itu ialah Yahwe. apabila kebenaran-kebenaran ini memang pasti. pada waktu yang sama "anak-anak Yakub" lainnya bergabung dengannya. sejauh dengan caranya sendiri mengisahkan peristiwa-peristiwa riil dan sejauh memberi gambaran tepat mengenai asal-usul dan pengembaraan leluhur Israel. Walaupun tiada satu dokumen kunopun yang menyinggung Israel. diungkapkannyalah kebenaran-kebenaran pokok yang menjadi pangkal seluruh tata keselamatan. Selebihnya sejarah itu sejarah keagamaan. Dengan sikap hati-hati yang dikarenakan kurangnya petunjuk-petunjuk Kitab Suci serta ketidak-pastian khronologi kejadian-kejadian yang tidak termasuk Kitab Suci. namun apa yang diceriterakan oleh Kitab Suci tentang Israel. Untuk menentukan waktu keluaran tidak dapat kita percaya petunjukpetunjuk yang terdapat dalam 1Rj 6:1 dan Hak 11:26. sehingga tampaknya sebagai sejarah yang diatur oleh Penyelenggaraan Ilahi. Seandainya kebenaran historis peristiwa. Masehi. sebab petunjuk-petunjuk tersebut dimasukkan dan berasal dari perhitungan yang dibuat-buat. Yakub dan Yusuf.peristiwa yang menyangkut pribadi bapa-bapa bangsa dan diceriterakan dengan memakai daya khayal yang menyegarkan. menceritakan peristiwa-peristiwa yang terjadi sejak kelahiran sampai dengan kematian Musa yaitu: keluaran Israel dari Mesir. 1850 seb. Akan tetapi kebenarankebenaran ini yang menyangkut dogma dan diperkuat oleh kewibawaan Kitab Suci. Sejarah itu bersifat populer: ia gemar akan peristiwa. perhentian di daerah gunung Sinai.Kesebelas bab pertama kitab Kerajaan perlu diperhatikan secara tersendiri. Setelah menjadi bangsa. orang-orang Ibrani ikut membangun kota-kota bandar (perniagaan)Pitom dan Raamses. Yusuf mencapai kedudukan menjalankan tugasnya di Mesir tidak lama sehabis thn. yaitu: ada satu Allah yang membentuk satu umat dan yang memberikan kepadanya satu negeri. kecuali satu tulisan pada tugu Firaun Merneptah yang tidak jelas maksudnya. tetapi tidak peduli akan pengaruh sebab-sebab di luar Allah. perjalanan menuju Kadesy. Sesudah jangka waktu lama yang tidak ada beritanya kitab Keluaran maupun kitab Bilangan. maka di dalamnya diandaikan fakta-fakta riil. Israel tampil di panggung sejarah umum. Kesangsian-kesangsian yang dikemukakan tentang ceritera-ceritera itu seharusnya dijauhkan. sebab terselubung dalam bungkusan mitos yang dipakaikan padanya sesuai dengan mentalita masa dan lingkungan yang bersangkutan. 1700. kesetiaannya kepada Yahwe serta terlekatnya bangsa itu pada hukum Taurat. segala kejadian yang menentukan. disertai campur tangan Allah. Secara populer diceriterakan di dalamnya awal-mula bangsa manusia. dikumpulkan di dalamnya kenangan-kenangan yang masih terpelihara mengenai para leluhur. Ishak. umat itu tidak lain dari Israel dan negeri itu ialah Tanah Suci. dijelaskan dan dikumpulkan untuk membuktikan suatu kebenaran keagamaan. sekaligus merupakan fakta. dapat dikatakan: Abraham hidup di negeri Kanaan sekitar thn. Tugas ahli ilmu sejarah modern ialah membandingkan berita-berita Kitab Suci dengan fakta-fakta sejarah umum. dosa leluhur pertama. maka mustahillah menjelaskan kelanjutan sejarah Israel. perjalanan melalui daerah Trans-Yordania dan menerapkannya Israel di padang Moab. Akan tetapi ceritera-ceritera itu adalah sejarah. mengenai ikatan-ikatan geografis dan etnis serta mengenai kelakuan moril dan religius mereka. Namun perlu diingat. mengenai tata negara di Delta Nil dan mengenai keadaan politik di wilayah di seberang sungai Yordan. Maka peristiwa keluaran terjadi sesudah Firman Ramses II yang . persatuan manusia. menurut teks kuno Kel 1:11. mengingat bahwa ceritera-ceritera itu didukung oleh buktibukti yang dihasilkan oleh penemuan-penemuan terbaru di bidang sejarah dan arkheologi di negerinegeri Timur Dekat. walaupun kita tidak mampu menentukan dengan tepat hal-ihwalnya. yang dengan mentalita bangsa yang kurang beradab. dalam garis-garis besarnya sesuai dan cocok dengan apa yang diberitahukan oleh teks-teks dan arkheilogi mengenai masuknya kelompok-kelompok bangsa Semit ke Mesir. Sejarah para bapa bangsa adalah sejarah keluarga. Kitab Suci memberi satu petunjuk yang pasti. Lagi pula semua peristiwa dikemukakan. Walaupun demikian.

mendirikan kota Raamses itu naik takhta.ceritera tentang peristiwa-peristiwa di padang gurun. mengapa Kitab Hukum Perjanjian sampai dengan hal terperinci sangat serupa dengan kitab-kitab hukum dari daerah Mesopotamia. Bagi kita yang berpandangan modern. 1225 seb. PERUNDANG-UNDANGAN Dalam Kitab Suci Yahudi. tidak dapat tidak Israel dalam hal in bergantung pada tetangga. yang dari padanya Kitab Hukum tersebut mengambil bahannya. Tetapi Kitab Hukum itu sesungguhnya berlatarbelakang suatu keadaan masyarakat di zaman kemudian dari zaman Musa. Di Israel hukum didiktekan oleh Allah. Ciri ini dapat dijumpai juga dalam beberapa kitab hukum dari daerah Timur di zaman dahulu. Hukum adat itupun dapat menerangkan.13 timbul di seluruh wilayah Timur Dekat. Namun Kitab Hukum Israel itu dijiwai oleh agama Yahwe dan karenanya kerap . ciri yang paling menarik dalam hukum tersebut ialah sifat keagamaannya. Dekalog itu merupakan undang-undang dasar perjanjian. namun kesamaan-kesamaannya itu dapat diterngkan oleh pengaruh hukum asing atau oleh hukum adat yang sebagian merupakan milik bersama bangsa-bangsa Timur Dekat di zaman dahulu kala. katakanlah di sekitar thn. Tetapi tidak ada satupun yang di dalamnya unsur profan dan unsur sakral bercampur baur dan saling meresapi dengan cara seperti yang terjadi dalam hukum Taurat Israel. Karena demikian halnya. perumahan. bahwa dalam kumpulan yang sama bercampur-baurlah hukum-hukum perdata dan pidana serta perintah-perintah agama dan bahwa semuanya itu dikemukakan sebagai piagam perjanjian dengan Yahwe. Kitab itu berisikan hukumhukum dari suatu masyarakat kaum tani dan peternak. dengan perbedaan. Dengan demikian menjadi jelas. Kedua nas tersebut berasal dari sebuah bentuk Dekalog yang lebih tua dan lebih singkat. Tanggal tersebut cocok dengan keterangan-keterangan dari ilmu sejarah umum tentang tempat kediaman para Firman dar wangsa keXIX di Delta Nil. pengaruh Kanaan dalam peristiwa undang dan bentuk-bentuk ibadat sangat terasa sekali. Kitab Hukum (Elohista) Perjanjian. mengapa dalam kumpulan-kumpulan yang nanti akan kita kupas. Bahwa Dekalog yang asli itu berasal dari Musa tidak dapat dibantah oleh argumen apapun. maka pemakluman hukum-hukum itu secara wajar dihubungkan dengan ceritera. Pentateukh disebut Taurat. dan memang sesungguhnya terdapatlah di dalamnya kumpulan peraturan yang mengatur kehidupan moral. dan tentang kerusuhan-kerusuhan yang pada akhir abad ke. Kumpulan Hukum dari Asyur dan Kitab Hukum bangsa Het. Ia memuat undang-undang dasar.perbedaan yang cukup besar. tentang mundurnya kuasa negara Mesir di Siria-Palestina pada akhir pemerintahan Ramses II. Oleh karena hukum dibuat untuk dilaksanakan. 1250 seb Masehi atau sedikit sebelumnya. maka timbullah keharusan menyesuaikannya dengan keadaan dan dengan zaman yang berubah-ubah. Karya-karya besar itu dimulai pada awal pemerintahannya dan mungkin sekali kelompok di bawah pimpinan Musa meninggalkan Mesir di pertengahan pertama atau di sekitar pertengahan pemerintahannya yang amat lama (1290-1224). sosial dan agama bangsa Israel. Dekalog ialah "Kesepuluh Firman" yang tergores di atas loh-loh batu di gunung Sinai. Di lain pihak. Selebihnya sesudah keluarga dari Mesir dan perebutan negeri Kanaan. Kel 20:2-17 dan Ul 5:6-18. Penetapanpenetapan tertentu dalam Kitab Hukum Perjanjian atau kitab Ulangan. undang-undangnya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan keagamaan. Baru di zaman itulah Israel dapat mengenai dan melaksanakan hukum adat. Masehi. Perhatian khusus yang diberikan kepada ternak. akan tetapi jauh lebih berarti. Bukan pinjaman langsung. di mana perjanjian itu diadakan. Kel 20:22-23:33(atau 20:24-23:9) disisipkan antara Dekalog dan ceritera tentang diikatnya perjanjian di gunung Sinai.tetangganya. maka pendudukan daerah di seberang Yordan terjadi kurang lebih pada thn. sekaligus dapat ditemukan unsur-unsur kuno maupun kaidah-kaidah ataupun peraturan-peraturan yang membuktikan adanya keperluan-keperluan baru. Hal ini dengan sendirinya dapat dipahami buat peraturanperaturan moral Dekalog atau buat hukum-hukum ibadat yang terdapat dalam kitab Imamat. mirip sekali dengan Kitab-kitab Hukum dari Mesopotamia. hukum itu mengatur kewajiban-kewajiban terhadap Allah. Tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan petunjuk-petunjuk dari arkheologi mengenai awal Zaman Besi yang bersamaan waktunya dengan menetapkan orang-orang Israel di Kanaan. baik di bisang kesusilaan maupun di bidang agama. pekerjaan di ladang dan di kebun anggur mengandaikan bahwa Israel sudah lama menetap di negeri Kanaan. apabila kita perhatikan tradisi Kitab Suci mengenai Israel dipadang gurun yang berlangsung selama masa kehidupan satu keturunan. ia disajikan sebanyak dua kali.

sebelum dimasukkan ke dalam Pentateukh oleh penyusun-penyusun pentateukh dari kalangan para Imam yang menyesuaikannya dengan bahan lain yang mereka kumpulkan.kali menantang peradaban negeri Kanaan.peraturan itu berasal dari sumber-sumber yang tidak dikenal. sebab bahasa serta isi kitab Yehezkiel menunjukkan banyak kesamaan dengan "Hukum Kekudusan" itu. Peraturan. merupakan bagian inti kitab Ulangan. Hukum itu mengumpulkan berbagai-bagai unsur. Ul 13:1-11 dan Kel 23:10-11. Im 13-15. yang berasal dari zaman belakangan.peraturan lama yang menyangkut korban-korban. landasan ialah campur tangan Allah pada saat-saat tertentu dalam perkembangan umat manusia. Walaupun kitab Imamat baru mendapatkan bentuknya yang definitip sesudah masa Pembuangan. Sebelum kitab Ulangan disusun. Ul 13:12-18 dan Kel 21:2-11. Pentateukh adalah kitab janji: kepada Adam dan Hawa. ia telah menjadi hukum baginya. yaitu: mengapa Yahwe yang Esa adalah Allah Israel. Kitab Hukum yang tercantum dalam kitab Ulangan. persoalan Israel. bagian sepersepuluh dan hari-hari raya. maka harus diperbuat begini begitu. Perintah-perintah itu berbeda baik isinya maupun perumpamaannya. dilakukan. mulai dari perintahnya pertama. Kitab Hukum Ulangan memuat juga peraturan-peraturan yang tidak terdapat dalam Kitab Hukum Perjanjian dan yang kadang-kadang bercorak ketuaan. Oleh karena kitab itu tidak menyinggung jabatan raja. maka boleh disimpulkan. Pemusatan ibadat ini menyebabkan perubahan-perubahan dalam peraturan. serta nada ajakan yang meresapi peraturan-peraturan hukum itu. Kumpulan hukum-hukum itu mula-mula berdiri sendiri dan mendahului adanya kitab Ulangan. dalam keadaan-keadaan tertentu. Orang Israel menemukan di dalamnya keterangan tentang tujuan hidupnya. namun terdapatlah di dalamnya unsur-unsur yang sangat kuno. atau peraturan-peraturan tentang ketahiran. Bab-bab 17-26 merupakan suatu keseluruhan yang disebut "Hukum Kekudusan" dan mula-mula terpisah dari Pentateukh.26:13. padahal hukum-hukum lain berasal dari zaman sebelum Pembuangan dan yang lain lagi dari zaman kemudian. Ul 12:2-12. Kitab Hukum ini meminjam sebagian hukum dari Kitab Hukum Perjanjian. Ada yang berupa syarat: Kalau hal ini atau itu terjadi. Akan tetapi "Hukum Kekudusan" itu baru diumumkan di masa Pembuangan. diberitakan keselamatan yang . penderitaan dan kematian. bahwa berasal dari zaman para Hakim. Kitab Hukum ini langsung bertentangan dengan Kitab Hukum Perjanjian dalam satu hal penting: kitab Hukum Perjanjian membenarkan adanya banyak tempat suci. yang ciri-ciri khasnya dan sejarahnya telah diuraikan di muka. Upacara ibadat hari raya Pendamaian. akan tetapi. Ul 12:1 . sesudah jatuhnya ke dalam dosa. Kitab Hukum Perjanjian sudah disisipkan ke dalam ceritera-ceritera mengenai peristiwa-peristiwa di gunung Sinai. ARTI KEAGAMAAN Agama Perjanjian Lama dan juga Perjanjian Baru adalah agama historis: dasarnya ialah wahyu yang diberikan Allah kepada manusia-manusia tertentu. melainkan dijumpainya pula jawaban atas persoalan yang khusus. merupakan dasar agama Yahudi dan telah menjadi Kitab Suci utamanya. Kitab Hukum Perjanjian mengumpulkan berbagai kelompok perintah-perintah.menggabungkan suatu pengertian sangat dalam mengenai dosa dengan upacara pentahiran yang kuno sekali. 11. peringatan yang berulang-ulang tentang hak-hak Allah atas negeriNya dan umatNya. Apa yang menjadi milik kita Kitab Kudus Ulangan dan yang menunjukkan perubahan zaman ialah usaha untuk melindungi orang-orang yang lemah. larangan-larangan tentang makanan. padahal kitab Ulangan menetapkan sebagai hukum bahwa hanya ada satu tempat ibadat saja. di tempat-tempat tertentu. Untuk pertama kalinya hukum-hukum itu dikumpulkan di Yerusalem menjelang masa Pembuangan dan kumpulan pertama itu barangkali dikenal oleh Yehezkiel. Dengan tidak mengatur dan menyusunnya dengan rapih. Ada juga hukum-hukum yang berupa perintah/larangan dan yang secara mutlak berlaku. mis. tetapi menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam tata ekonomi dan sosial Israel. mengapa Israel adalah umatNya yang terpilih di antara segala bangsa di bumi? Jawabannya ialah: sebab Israel telah menerima janji. Bukan hanya di bagian pertama kitab Kejadian dapat dijumpai olehnya jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang bercokol dalam hati setiap manusia tentang dunia dan kehidupan. Sebagai contoh bandingkan soal penghapusan hutang dan status para budak. Beberapa di antaranya dapat dikembalikan pada masa suku-suku Israel masih Badui (demikian halnya dengan bab 18). 16. Sebab Kitab Ulangan memang memanfaatkan Kitab Hukum Perjanjian. Pentateukh yang menguraikan sejarah hubungan Allah dengan dunia itu. Kel 20:24. Memang. maka perintah-perintah macam itu tidak mempunyai nada mutlak.

Yahwehlah yang membuat mereka menjadi satu bangsa. dalam perayaan hari-hari raya dan dalam upacara-upacara di padang gurun (pengorbanan Ishak. Janji itu secara langsung terarah pada pendudukan negeri yang pernah didiami oleh para bapa bangsa. paulus membuka dan menguraikan rahasianya. walaupun tersembunyi.pewaris Abraham. karena kisahnya berhenti sebelum masuknya bangsa Israel ke Tanah Suci. yaitu Tanah Terjanji. Akan tetapi ini tidak cukup. yaitu: pelepasan. sebab Allah tidak membutuhkannya dan justru Dialah yang memprakarsainya. Pilihan. Pentateukh haruslah tinggal terbuka bagaikan sebuah harapan dan ancaman: harapan akan janji yang tampaknya terpenuhi dengan penaklukan Kanaan. sudah diadakah oleh Allah dengan Adam. namun ia tetap wajib menjalankan ajaran moral dan agama Hukum Taurat. dalam perjanjian dengan Abraham dan akhirnya dalam perjanjian yang diikat dengan seluruh bangsa dengan perantaraan Musa. Semuanya berdasarkan pilihan bebas dari pihak Allah dan berurat-berakar dalam sebuah rencana penuh kasih yang dimulai sejak saat penciptaan dan berlangsung terus. Kristus mengadakan Perjanjian Baru yang telah dilambangkan dalam perjanjian-perjanjian dahulu kala dan Ia mengikut. Setiap manusiapun dapat . ia merupakan kelanjutannya saja. penyeberangan Laut Merah. Ada perjanjian yang. Keadaan demikian akan berlangsung sampai kedatangan Kristus yang menjadi tongkat batasnya. dst). ia sudah dibebaskan dari kewajiban menjalankan Hukum Taurat. kepadaNyalah secara samar-samar tertuju sejarah keselamatan itu. khususnya janji itu diberikan kepada Abraham. maka Perjanjian Baru tidak bertentangan dengan Perjanjian Lama. dapat memusnahkan ikatan yang sudah terjalin oleh cinta-kasih Allah.realita Hukum Baru (korban Kristus. Ia memberi hukum Taurat kepada umat yang dipilihNya. janji yang diberikan kepadanya diperbaharui oleh Allah bagi Ishak dan Yakub dan mencakup seluruh bangsa yang akan menjadi keturunan mereka itu. Tema-tema: Janji. diberi jaminan akan datangnya "orde baru" di dunia. merupakan benang mas yang bersilang-silang di sepanjang kitab-kitab Pentateukh dan dapat dijumpai dalam seluruh Perjanjian Lama. lalu perjanjian itu menjadi kentara dalam perjanjian dengan Nuh. percobaan. Perjanjian dan Hukum Taurat. ia memberi kepadanya arti yang sebenarnya. Mat 5:17. Walaupun demikian Allah telah melibatkan diri di dalamnya. tetapi di dalamnya tercakup lebih dari itu. Sebab Yahwelah yang telah memanggil Abraham. Orang Kristen tidak lagi tunduk kepada kekuasaan pendidikan itu. pemenuhan janji-janji tersebut. kepada Nuh. Dalam peristiwa-peristiwa penting di masa para bapa bangsa dan Musa. lalu satu bangsa itu menjadi umatNya sendiri. Yos 23. Iman kristen menuntut sikap hati yang sama yang dituntut dari pada orang-orang Israel oleh ceritera-ceritera dan peraturan-peraturan Pentateukh. Panggilan itu menjadi pralambang terpilihnya Israel. Ul 31:26. ia mengikatkan diri dengan cara tertentu melalui janji-janji yang diberikanNya. Sebab Pentateukh bukannya sebuah karya yang selesai/tertutup: ia mengemukakan janji tetapi ia tidak bicara tentang pelaksanaannya. ancaman yang tercantum dalam hukum yang selalu menekan dan di Israel selalu menjadi saksi melawan mereka. Paskah Kristen). terutama dalam Gal 3:15-29. Paskah. yang dialami pula oleh umat terpilih. akhirnya disadari kembali oleh kaum buangan di Babel. Allah sendiri menggariskan syarat-syarat kesetiaan itu. yakni: janji itu menjadi tanda akan adanya hubungan istimewa dan yang tiada bandingannya antara Israel dan Allah para leluhur. lalu tergantung oleh dosa-dosa umat terpilih. kendati segala ketidak.sertakan di dalamnya orang-orang Kristen yang berkat imannya menjadi pewaris. dosanya. peranannya dapat dibandingkan dengan seorang pendidik yang mengatur kepada Kristus.setiaan dari pihak manusia. Hukum itu memberi petunjuk-petunjuk tentang tugas kewajiban umat mengatur tingkahlakunya sesuai dengan kehendak Allah dan dengan mempertahankan perjanjian menyiapkan pemenuhan janji-janji Allah. penolakan dari pihak Israel.akan datang (Pra-Injil). Oleh sebab Kristus tidak datang untuk menghapus melainkan untuk menyempurnakan. setiap manusia mengalami tahap-tahap yang sama. Janji serta pilihan itu terjamin dalam perjanjian. Gereja memang menemukan realita. Malahan lebih dari itu: dalam perjalanannya kepada Allah. Perjanjian itu bukannya sebuah kontrak antara pihak-pihak yang sama dengannya. baptisan. Pentateukh adalah kitab pelbagai perjanjian. Adapun Hukum Perjanjian Lama diberi untuk menjaga janji-janji. pembersihan. Akan tetapi dari pihak umatNya dituntut olehNya kesetiaan. sehabis air bah.

Kitab Kejadian mengajarkan kebenaran dengan menceritakan kisah-kisah. namun tuntutan-tuntutannya mengenai kebersihan dan kesucian dalam pengabdian kepada Allah merupakan pengajaran yang tetap berlaku. sebaiknya memperhatikan urutan yang berikut: kitab Kejadian. Kitab Imamat akan lebih bermanfaat. Kitab Kejadian tetap merupakan kebenaran. Kitab ini menjawab pertanyaan-pertanyaan "penting" seperti mengapa kita berada di sini dari mana kita datang. dan memuat wahj.bab terakhir kitab Yehezkiel atau sesudah kitabkitab Ezra dan Nehemia. nabi yang paling dekat padanya. Di atas segalanya. Kitab Kejadian merupakan kebenaran yang diungkapkan oleh Allah sendiri mengenai diri-Nya. Kendatipun demikian. manusia. dosa dan keselamatan. Dinilai dari standar apa pun. Apapun anggapan kita tentang kebenaran. jang tertulis atas Ilham ilahi. tetapi cukup beralasan untuk menerima Musa sebagai editor yang mengumpulkan sejumlah kisah dan fakta. baik karena ia hidup di masa yang sama. Karena di antara semua argumentasi ilmiah atau sejarah yang mempertanyakan ketepatan Kitab Kejadian selalu terdapat lebih dari satu yang mendukung Kitab Kejadian. PENULIS KITAB KEJADIAN Penulisnya tidak dikenal. asal-usul umat manusia. pangkal dosa dan penderitaan di dunia. keluarga. kitab Bilangan memgisahkan masa percobaan. Ende: Kejadian (Pendahuluan Kitab) KEDJADIAN KATA PENDAHULUAN Perintjian Kitab Perdjandjian Lama Perdjandjian Lama terdiri dari 45 kitab. yaitu: 1. BIS: Kejadian (Pendahuluan Kitab) KEJADIAN PENGANTAR Buku Kejadian mengisahkan dapat memahami kekuasaan Allah dalam sejarah penciptaan. di mana Allah mendidik dan memperbaiki tingkah-laku anakanakNya dan dengan demikian disiapkanNya sebuah himpunan para terpilih. serta bagaimana Ajaran: Kejadian (Pendahuluan Kitab) Tujuan Supaya dengan mengetahui isi kitab Kejadian. serta kuasa dan kehendak Allah terhadap penciptaan alam semesta. Khususnya. Intisari: Kejadian (Pendahuluan Kitab) Segalanya Bermula Dari Sini PENTINGNYA KITAB KEJADIAN Isi Alkitab tidak akan berarti banyak tanpa Kitab Kejadian.menemukan petunjuk. masyarakat. GAYA PENULISAN KITAB KEJADIAN 1. NILAI KITAB KEJADIAN Banyak orang mungkin menilai bahwa ilmu modern dan sejarah telah meremehkan nilai Kitab Kejadian. Kejaian berbicara tentang awal mula dunia. Semua kisah diceritakan dengan penuh keagungan dan dengan gaya yang mengharukan. bahkan pahlawan-pahlawan besar sekalipun digambarkan apa adanya. melainkan tentang cara-cara pendekatan modern terhadap kebenaran. Pesan . yang percaya. kitab Keluaran adalah semacam gambaran penebusan dalam garis-garis besar. kalau dibaca bersamaan dengan bab. 2.. bukan dengan memberikan pelajaran dalam bentuk yang lebih formal. tetapi Perjanjian Baru secara tidak langsung menunjukkan bahwa Kitab Kejadian ditulis oleh Musa dan pendapat ini tidak pernah dipertanyakan oleh gereja sampai saat ini. 3. Sebagian besar dari yang diperdebatkan bukan terutama mengenai kebenaran itu sendiri.. kita dan dunia tempat kita hidup. Tidak ada upaya untuk menutup-nutupi fakta. yang beberapa di antaranya mungkin sudah lama beredar luas sebelum masa Musa. disimpulkan bahwa Kitab Kejadian ditulis dengan cemerlang. bangsa-bangsa. yang sesudah memperlawankan kebaikan Allah Pencipta dengan ketidak-setiaan manusia yang berdosa. maupun karena kitab Ulangan diresapi semangat yang sama. korban tunggal Kristus memang sudah membuat peribadatan di Bait Suci Perjanjian Lama menjadi usang dan tidaj berguna lagi. memperlihatkan dalam diri para bapa bangsa ganjaran yang dilimpahkan kepada mereka.petunjuk yang berguna baginya di dalam pelajaran-pelajaran yang telah diberikan kepada umat terpilih. kita tetap dapat membaca Kitab Kejadian dengan penuh kepercayaan akan nilai kebenarannya berdasarkan dua alasan. 2. Kita tidak tahu bagaimana kitab ini ditulis. Kejadian bercerita tentang lahirnya bangsa Yahudi. Orang Kristen yang ingin membaca Pentateukh. Bacaan kitab Ulangan sebaiknya diadakan bersamaan dengan kitab Yeremia. Kisah-kisah yang diceritakan bersifat sangat manusiawi.

Kej 18:14. 4:15. seperti ditunjukkan oleh Abraham. 11:1-9. walaupun kelihatannya tidak masuk akal. Kej 3:1-7 o Dosanya sudah tertanam dalam tatanan hidupnya. 15:1-16 o Dia kudus dan akan menghakimi orang berdosa. o Hiduplah dengan jujur dan jadilah saksi yang baik. Apakah yang diajarkan oleh Kitab Kejadian mengenai masyarakat? o Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. o Percayalah kepada-Nya. 3:8. 1. 2. 18:16-19:29 o Dia penuh belas kasihan. 50:20 2. o Taati Allah. o Dia bisa diubahkan oleh Allah.Memerinci pengajaran dari Kitab Kejadian tidak selalu mudah dan apa yang diberikan di bawah ini hanyalah sekadar contoh. Kej 1:1-2:9 o Dia adalah pribadi dan rindu bersekutu dengan manusia. Tema-tema Kunci . Kej 1:1 o Dia pencipta dan pemberi hidup. Ini yang paling benar. yaitu mengikuti jalan Allah. Penerapan Pesan dalam Kitab Kejadian dapat diterapkan ke dalam tiga wilayah hubungan: 1. o Jangan pilih kasih. seperti ditunjukkan melalui kehidupan Yusuf 3. bukan sebagai pribadi yang menyendiri. 3. dalam penghakiman sekalipun. Ini yang terbaik. Apa yang diajarkan oleh Kitab Kejadian mengenai manusia? o Dia dilahirkan dalam gambar Allah. o Kesatuan dasar dari struktur masyarakat ialah perkawinan. Dia harus ditanyai tentang masalah-masalah dan keputusan-keputusan yang kita ambil. o Ingatlah bahwa Allah juga memperhatikan masalah-masalah internasional. o Dia berdaulat atas segala kuasa. o Dia berada di bawah kuasa pemeliharaan Allah. o Kembangkan dan gunakan sumber-sumber alam dengan penuh tanggung jawab. Kej 3:21. bukan menurut keinginan sendiri. Allah sungguh-sungguh memelihara kita. o Tetap setia dalam keadaan sukar sekalipun. o Berimanlah kepada-Nya. Kej 2:24 o Undang-undang pemerintah juga diperlukan untuk membantu manusia hidup dalam dunia yang penuh dosa ini. Kej 1:26-2:25. bukan hanya masalah pribadi dan rohani. Ke dalam kehidupan kita dalam dunia. o Hati-hati terhadap perasaan iri. o Jujurlah satu dengan yang lain. Kej 1:27-30 o Dia mengikuti kehendak sendiri dan menuruti jalannya yang berdosa tanpa Allah. Apa yang diajarkan oleh Kitab Kejadian mengenai Allah o Dia kekal dan hidup. Ke dalam kehidupan keluarga kita. Ke dalam kehidupan kita dengan Allah. Kej 20:1-18 o Dia perlu bersekutu dengan penciptanya. o Hiduplah menurut perintah Allah. o Ingatlah bahwa semua orang mempunyai pencipta yang sama dan dibentuk menurut gambar-Nya. dan karenanya bernilai serta mempunyai kemampuan kreatif. 26:12-16. seperti ditunjukkan melalui kehidupan Yakub. Allah mampu mengubah suatu kehidupan yang serusak apa pun menjadi suatu kehidupan yang indah. o Berbicaralah dengan-Nya. 6:5-8. seperti diajarkan melalui kehidupan Abraham. o Biarkan Dia bekerja. Kej 3:8-24. Kej 2:1-18 o Banyak terdapat contoh mengenai masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupan bersama. 6:8. 18:32 o Dia sabar menangani pengikut-pengikut-Nya seperti digambarkan dalam kisah Abraham dan Yakub.

Apa ciriciri utama dari moralitas yang digariskan di sini? 8. Istirahat Gagasan untuk menjadikan satu hari dalam seminggu sebagai waktu untuk beristirahat datang dari pasal-pasal pertama dalam Alkitab (Kej 2:2.Sem sampai Abram [2] RIWAYAT ABRAHAM Kej 11:31-25:18 Kej 11:31-12:9 Abraham memulai perjalanannya Kej 12:10-20 Abraham menghadapi kelaparan dan Mesir Kej 13:1-18 Abraham berpisah dari Lot Kej 14:1-24 Abraham menyelamatkan Lot Kej 15:1-21 Abraham bertemu dengan Allah Kej 16:1-16 Abraham mendapat seorang anak laki-laki dengan caranya sendiri Kej 17:1-27 Abraham bertemu lagi dengan Allah Kej 18:1-19:38 Abraham menerima tiga pengunjung surgawi . manusia sudah mempunyai tugas untuk dikerjakan di dunia ini (Kej 1:28). pilihan tersebut bertentangan dengan cara-cara tradisional yang lazim dilakukan. tetapi merupakan perintah utama dari pencipta kita. Kej 3:15. Setelah jatuh ke dalam dosa. Perkawinan Apa yang diajarkan dalam ayat-ayat Kej2:18-25 mengenai maksud perkawinan? 9. Manusia diciptakan untuk bekerja. Maut Maut mengancam (Kej 3:3). dikalahkan (Kej 5:24) dan dihadapi (contoh Kej 49:1-50:3). Allah menyatakan dengan jelas bahwa Dia akan menyelamatkannya. Apa yang dapat kita pelajari dari sini? 7. 2. Ibadah Apa yang diajarkan Kitab Kejadian tentang bagaimana kita seharusnya menyembah Allah (contoh Kej 4:1-7. 22:8 menunjuk kepada karya Kristus di kemudian hari. Moralitas Dalam keseluruhan Kitab Kejadian kita membaca adanya perhatian terhadap kehidupan moral.Adam sampai Nuh Kej 6:1-9:28 Riwayat Nuh Kej 10:1-32 Keluarga Nuh Kej 11:1-9 Menara Babel Kej 11:10-30 Ringkasan sejarah -. Abraham. Pelajaran apa yang dapat kita ambil dalam hubungannya dengan pekerjaan dalam dunia dewasa ini? 4. Perintah itu bukan saja merupakan salah satu dari sepuluh perintah Allah. Nuh. 4:4. 28:10-22)? Garis Besar Intisari: Kejadian (Pendahuluan Kitab) [1] RIWAYAT UMAT MANUSIA Kej 1:1-11:30 Kej 1:1-2:3 Penciptaan Dunia Kej 2:4-25 Penciptaan laki-laki dan perempuan Kej 3:1-24 Kejatuhan manusia Kej 4:1-26 Riwayat Kain dan Habil Kej 5:1-32 Ringkasan sejarah -. 6. Keselamatan Setelah manusia berdosa.1. Yakub dan Yusuf semuanya dipanggil Allah dan dipilih untuk ditempatkan dalam sejarah umat Allah. Apa pesan semuanya ini bagi masyarakat kita sendiri? 5. Setan Baca kembali kisah tentang kejatuhan manusia (Kej 3:1-7) dan perhatikan apa yang diajarkan mengenai setan dan cara-cara kerjanya. Bacalah sekali lagi kisah mengenai panggilan mereka dan catatlah apa yang Anda pelajari tentang bagaimana Allah memilih. tugas itu menjadi kurang menyenangkan (Kej 3:17-19). Pemilihan Habel. Pengajaran apa lagi mengenai keselamatan yang Anda temukan dalam kitab ini? 3. Kerja Bahkan sebelum kejatuhannya.3). Kadang-kadang seperti dalam kisah Yakub.

Kej 20:1-18 Abraham berbohong pada Abimelekh Kej 21:1-7 Abraham mendapat seorang anak laki-laki dengan cara Allah Kej 21:8-34 Abraham menghadapi berbagai masalah Kej 22:1-24 Abraham menghadapi ujian berat Kej 23:1-20 Abraham mengubur istrinya Kej 24:1-67 Abraham merencanakan hari depannya Kej 25:1-18 Hari-hari akhir Abraham [3] RIWAYAT ISHAK Kej 25:19-27:40 Kej 25:19-34 Ishak mendapatkan dua orang anak laki-laki Kej 26:1-35 Ishak menghadapi masalah Kej 27:1-40 Ishak ditipu [4] RIWAYAT YAKUB Kej 27:41-37:1 Kej 27:41-28:9 Yakub bergegas meninggalkan kampung halamannya Kej 28:10-22 Yakub bertemu Allah di Betel Kej 29:1-31:55 Yakub bekerja pada Laban selama bertahun-tahun Kej 32:1-33:20 Yakub akhirnya pulang ke rumah Kej 34:1-31 Yakub berselisih dengan Sikem Kej 35:1-21 Yakub bertemu Allah lagi di Betel Kej 35:22-37:1 Keluarga Yakub [5] RIWAYAT YUSUF Kej 37:2-50:26 Kej 37:2-11 Yusuf dan mimpi kanak-kanaknya Kej 37:12-36 Yusuf dan saudara-saudaranya yang jahat Kej 38:1-30 Yehuda dan Tamar Kej 39:1-40:23 Yusuf di penjara dengan tidak adil Kej 41:1-57 Yusuf dan pembebasannya secara tak terduga Kej 42:1-45:28 Yusuf dan saudara-saudaranya yang kekurangan Kej 46:1-50:3 Yusuf dan ayahnya yang sudah lanjut usia Kej 50:4-26 Yusuf dan hari-hari akhir hidupnya .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful