P. 1
DIFERENSIAL

DIFERENSIAL

5.0

|Views: 5,509|Likes:
Published by Nikko Adhitama
modul turunan untuk MA kelas XI IPS
modul turunan untuk MA kelas XI IPS

More info:

Published by: Nikko Adhitama on Sep 20, 2010
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2013

MA AS-SALAMAH PATI

MODUL KALKULUS DIFERENSIAL
Untuk MA Kelas XI IPS
REFNIDA, S.P.
2010

KALKULUS DIFERENSIAL (TURUNAN) A. TURUNAN FUNGSI ALJABAR 1. Laju Perubahan Kedudukan Terhadap Waktu a. Kecepatan Rata-Rata Apabila jarak dilambangakan S dan waktu dilambangkan t maka fungsi jarak terhadap waktu dilambangkan S = f(t). Kecepatan rata-rata merupakan perpindahan jarak dalam selang waktu tertentu. Sehingga secara matematis: πΎπ‘’π‘π‘’π‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘› π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Ž βˆ’ π‘Ÿπ‘Žπ‘‘π‘Ž = π‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘π‘Žπ‘•π‘Žπ‘› π‘—π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘˜ π‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘π‘Žπ‘•π‘Žπ‘› π‘€π‘Žπ‘˜π‘‘π‘’ 𝑆2 βˆ’ 𝑆1 𝑓(𝑑2 ) βˆ’ 𝑓(𝑑1 ) 𝑣 = = 𝑑2 βˆ’ 𝑑1 𝑑2 βˆ’ 𝑑1

Contoh soal: Sebuah peluru bergerak vertikal ke atas dengan kecepatan awal 100 m/s sesuai persamaan 𝑆 = 100𝑑 βˆ’ 3𝑑 2 . Tentukan kecepatan rata-rata peluru dari t=1 sampai t=2! Jawab: 𝑓(𝑑2 ) βˆ’ 𝑓(𝑑1 ) 𝑓(2) βˆ’ 𝑓(1) 𝑣 = = 𝑑2 βˆ’ 𝑑1 2βˆ’1 100 2 βˆ’ 3 22 βˆ’ 100 1 βˆ’ 3 12 = 2βˆ’1 188 βˆ’ 97 = = 91 π‘š/𝑠 1 b. Kecepatan Sesaat Misalkan pada 𝑑1 = π‘₯, jarak yang ditempuh adalah 𝑆1 = 𝑓(π‘₯) dan pada 𝑑2 = π‘₯ + 𝑕, jarak yang ditempuh adalah 𝑆2 = 𝑓(π‘₯ + 𝑕). Maka kecepatan rataratanya adalah: 𝑆2 βˆ’ 𝑆1 𝑓(π‘₯ + 𝑕) βˆ’ 𝑓(π‘₯) 𝑣 = = 𝑑2 βˆ’ 𝑑1 π‘₯ + 𝑕 βˆ’ π‘₯ 𝑓(π‘₯ + 𝑕) βˆ’ 𝑓(π‘₯) 𝑣 = 𝑕 Jika kita ambil h yang sangat kecil (infenitesimal) sehingga mendekati nol, maka kecepatan rata-rata pada 𝑑 = π‘₯ sampai 𝑑 = π‘₯ + 𝑕 dianggap merupakan kecepatan sesaat pada 𝑑 = π‘₯. Kita bisa menuliskan rumusnya menjadi: 𝑓(π‘₯ + 𝑕) βˆ’ 𝑓(π‘₯) 𝑣 π‘₯ = lim 𝑕→0 𝑕 Contoh soal: Suatu benda bergerak memenuhi persamaan 𝑆 = 20𝑑 βˆ’ 𝑑 2 . Carilah kecepatan sesaat pada t=5 sekon! Jawab: 𝑓 π‘₯ + 𝑕 βˆ’ 𝑓 π‘₯ 𝑣 π‘₯ = lim 𝑕→0 𝑕 𝑓 5 + 𝑕 βˆ’ 𝑓 5 𝑣 5 = lim 𝑕→0 𝑕 20 5 + 𝑕 βˆ’ 5 + 𝑕 2 βˆ’ 20.5 βˆ’ 52 = lim 𝑕→0 𝑕

DIFERENSIAL

REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -

100 + 20𝑕 βˆ’ 25 βˆ’ 10𝑕 βˆ’ 𝑕2 βˆ’ 100 + 25 = lim 𝑕→0 𝑕 10𝑕 βˆ’ 𝑕2 = lim 𝑕→0 𝑕 = lim 10 βˆ’ 𝑕 𝑕
β†’0

= 10 π‘š/𝑠 2. Pengertian Turunan Pertama Turunan pertama suatu fungsi aljabar didefinisikan sebagai gradien (m) dari fungsi tersebut. Gradien dari suatu garis didefinisikan sebagai tangen dari sudut garis terhadap sumbu x (ΞΈ) βˆ†π‘¦ π‘š = tan πœƒ = βˆ†π‘₯ Kemiringan suatu garis lurus adalah tetap di seluruh segmen garis. Akan tetapi, jika ada suatu fungsi yang tidak linear (berbentuk kurva) maka kemiringannya tidak tetap. Misal pada gambar berikut ini Seandainya A(x1,y1) dan B(x2,y2) merupakan titik yang terletak pada kurva y=f(x), maka gradien garis AB adalah 𝑦2 βˆ’ 𝑦1 βˆ†π‘¦ π‘šπ΄π΅ = = π‘₯2 βˆ’ π‘₯1 βˆ†π‘₯ Jika titik B dipindahkan sepanjang kurva mendekati titik A, maka gradiennya akan berubah-ubah. Perubahan nilai gradien itu semakin lama semakin kecil yang mendekati nilai batas yang tetap. Dikatakan gradien AB mendekati nilai limit yang konstan dan disebut kemiringan dari sudut kurva pada (x1,y1). Kemiringan dari f(x) pada (x1,y1) disebut sebagai turunan pertama dari fungsi pada titik itu dan dituliskan sebagai βˆ†π‘¦ lim π‘šπ΄π΅ = lim βˆ†π‘₯β†’0 βˆ†π‘₯β†’0 βˆ†π‘₯ Jika notasi (x,y) untuk titik stasioner (x1,y1) dan notasi π‘₯ + βˆ†π‘₯, 𝑦 + βˆ†π‘¦ untuk titik perpindahan (x2,y2), maka turunan pertama suatu fungsi y=f(x) terhadap x adalah 𝑑𝑦 Δ𝑦 𝑓 π‘₯ + βˆ†π‘₯ βˆ’ 𝑓(π‘₯) = lim = lim 𝑑π‘₯ βˆ†π‘₯β†’0 Ξ”π‘₯ βˆ†π‘₯β†’0 βˆ†π‘₯ Simbol turunan (diferensial) dari fungsi y=f(x) adalah: 𝑑𝑦 β€² β€² 𝑑 𝑑 ; 𝑦 ; 𝑓 π‘₯ ; 𝑦 ; 𝑓 π‘₯ . 𝑑π‘₯ 𝑑𝑦 𝑑π‘₯ Contoh soal: Carilah turunan fungsi 𝑓 π‘₯ = 2π‘₯ 2 βˆ’ 3 pada π‘₯ = 2. Jawab: Turunan 𝑓(π‘₯) pada π‘₯ = 2 adalah 𝑓 2 + βˆ†π‘₯ βˆ’ 𝑓 2 𝑓 β€² 2 = lim βˆ†π‘₯β†’0 βˆ†π‘₯

DIFERENSIAL

REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -

βˆ’ 3 βˆ’ 2. 22 βˆ’ 3 = lim βˆ†π‘₯β†’0 βˆ†π‘₯ 8 + 8βˆ†π‘₯ + 2βˆ†π‘₯ 2 βˆ’ 3 βˆ’ 8 + 3 = lim βˆ†π‘₯β†’0 βˆ†π‘₯ = lim 8 + 2βˆ†π‘₯ 2 2 + βˆ†π‘₯
βˆ†π‘₯β†’0

2

=8 ∴ 𝑓 β€² 2 = 8 Latihan Soal 1 1. Gunakan limβˆ†π‘₯β†’0 𝑓
π‘₯+βˆ†π‘₯ βˆ’π‘“(π‘₯) βˆ†π‘₯

untuk menentukan turunan masing-masing fungsi

pada nilai x berikut ini: a. 𝑓 π‘₯ = π‘₯ 2 βˆ’ 5π‘₯ + 1 pada π‘₯ = 2 b. 𝑓 π‘₯ = 6π‘₯ βˆ’ 3 pada π‘₯ = 9 c. 𝑓 π‘₯ = π‘₯ + 1 (π‘₯ βˆ’ 1) pada π‘₯ = 1 2 2. Jika turunan pertama fungsi f(x) adalah 𝑓 π‘₯ + 𝑕 βˆ’ 𝑓(π‘₯) 𝑓 β€² π‘₯ = lim 𝑕→0 𝑕 Maka tentukanlah 𝑓 β€² π‘₯ bila: a. 𝑓 π‘₯ = 3π‘₯ βˆ’ 2π‘₯ 2 b. 𝑓 π‘₯ = 13 βˆ’ 12π‘₯ + π‘₯ 2 3. Rumus-Rumus Turunan Fungsi π’š = 𝒇(𝒙) Ada beberapa rumus umum yang dapat kita gunakan untuk menentukan turunan pertama dari fungsi 𝑦 = 𝑓(π‘₯).

1. 𝑓 π‘₯ = 𝑐 maka 𝑓 β€² π‘₯ = 0, dengan 𝑐 =konstanta. 2. 𝑓 π‘₯ = π‘Žπ‘₯ 𝑛 , maka 𝑓 β€² π‘₯ = 𝑛. π‘Žπ‘₯ 𝑛 βˆ’1 . 3. Jika 𝑒 = 𝑓(π‘₯) dan 𝑣 = 𝑔 π‘₯ . 𝑕 π‘₯ = 𝑒 + 𝑣, maka 𝑕′ π‘₯ = 𝑒′ + 𝑣 β€² . 𝑕 π‘₯ = 𝑒 βˆ’ 𝑣, maka 𝑕′ π‘₯ = 𝑒′ βˆ’ 𝑣 β€² . 𝑕 π‘₯ = 𝑒𝑣, maka 𝑕′ π‘₯ = 𝑒′ 𝑣 + 𝑒𝑣 β€² . 𝑕 π‘₯ = 𝑣 , maka 𝑕′ π‘₯ = 𝑣 2 , 𝑣 β‰  0. 𝑕 π‘₯ = 𝑒𝑛 , maka 𝑕′ π‘₯ = π‘›π‘’π‘›βˆ’1 𝑒′ .
Contoh soal: 1. Carilah 𝑑π‘₯ dari: a. 𝑦 = 2. b. 𝑦 = 2π‘₯ 2 βˆ’ 8π‘₯ + 1. c. 𝑦 = 2π‘₯ + 9 π‘₯ 2 βˆ’ 2 . d. 𝑦 = π‘₯
2 βˆ’4 3π‘₯ 𝑑𝑦 𝑒 𝑒

β€² π‘£βˆ’π‘£ β€² 𝑒

e. 𝑦 = (6π‘₯ + 2)18 Jawab: 1. Kita dapat menggunakan rumus umum diferensial untuk menyelesaikan soal tersebut. a. 𝑦 = 2 Karena 2 merupakan konstanta, maka 𝑑π‘₯ = 0
DIFERENSIAL REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI 𝑑𝑦

b. 𝑦 = 2π‘₯ 2 βˆ’ 8π‘₯ + 1 𝑑𝑦 = 2.2π‘₯ 2βˆ’1 βˆ’ 1.8π‘₯ 1βˆ’1 + 0.1π‘₯ 0βˆ’1 𝑑π‘₯ = 4π‘₯ βˆ’ 8 c. 𝑦 = 2π‘₯ + 9 π‘₯ 2 βˆ’ 2 Misalkan 𝑒 = (2π‘₯ + 9) dan 𝑣 = (π‘₯ 2 βˆ’ 2) 𝑑𝑦 = 𝑒′ 𝑣 + 𝑒𝑣 β€² 𝑑π‘₯ = 2 π‘₯ 2 βˆ’ 2 + 2π‘₯ + 9 2π‘₯ = 2π‘₯ 2 βˆ’ 4 + 4π‘₯ 2 + 18π‘₯ = 6π‘₯ 2 + 18π‘₯ βˆ’ 4 d. 𝑦 = π‘₯
2 βˆ’4 3π‘₯

Misalkan 𝑒 = π‘₯ 2 βˆ’ 4 dan 𝑣 = 3π‘₯ 𝑑𝑦 𝑒′ 𝑣 βˆ’ 𝑣 β€² 𝑒 = 𝑑π‘₯ 𝑣 2 2π‘₯ 3π‘₯ βˆ’ 3 π‘₯ 2 βˆ’ 4 = 3π‘₯ 2 6π‘₯ 2 βˆ’ 3π‘₯ 2 + 12 = 9π‘₯ 2 2 3π‘₯ + 12 = 9π‘₯ 2 2 π‘₯ + 4 = 3π‘₯ 2 e. 𝑦 = (6π‘₯ + 2)18 𝑑𝑦 = 18 6 6π‘₯ + 2 18βˆ’1 𝑑π‘₯ = 108(6π‘₯ + 2)17 Latihan Soal 2 1. Carilah nilai 𝑑π‘₯ dari fungsi-fungsi dibawah ini! a. 𝑦 = 2π‘₯ βˆ’ 2. b. 𝑦 = π‘₯ π‘₯ 3 βˆ’ 8π‘₯ 2 c. 𝑦 = 3 π‘₯ βˆ’ 8. d. 𝑦 = 1 π‘₯ βˆ’ π‘₯ 2 βˆ’ 1. 3π‘₯βˆ’1 e. 𝑦 = π‘₯βˆ’9 f. 𝑦 = (2π‘₯ 2 βˆ’ 4π‘₯ + 3)20 2. Sebuah peluru bergerak memenuhi persamaan 𝑕 𝑑 = 98𝑑 βˆ’ 3𝑑 2 . Tentukan: a. Kecepatan sesaat peluru pada 𝑑 = 10𝑠. b. Percepatan sesaat peluru. (gunakan turunan kedua) B. TURUNAN FUNGSI TRIGONOMETRI 1. Turunan fungsi π’š = 𝐬𝐒𝐧 𝒙 Misalkan 𝑓 π‘₯ = sin π‘₯, maka 𝑓 β€² (π‘₯) dapat dicari menggunakan: 𝑓 π‘₯ + βˆ†π‘₯ βˆ’ 𝑓 π‘₯ 𝑓 β€² π‘₯ = lim βˆ†π‘₯β†’0 βˆ†π‘₯ sin π‘₯ + βˆ†π‘₯ βˆ’ sin π‘₯ = lim βˆ†π‘₯β†’0 βˆ†π‘₯ 𝑑𝑦

DIFERENSIAL

REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -

1 1 2 cos 2 π‘₯ + βˆ†π‘₯ + π‘₯ sin 2 π‘₯ + βˆ†π‘₯ βˆ’ π‘₯ = lim βˆ†π‘₯β†’0 βˆ†π‘₯ 1 sin 2 βˆ†π‘₯ 1 = lim . lim 2 cos 2π‘₯ + βˆ†π‘₯ βˆ†π‘₯β†’0 βˆ†π‘₯β†’0 βˆ†π‘₯ 2 1 = 2 cos π‘₯ 2 = cos π‘₯ 2. Turunan fungsi π’š = 𝐜𝐨𝐬 𝒙 Misalkan 𝑓 π‘₯ = cos π‘₯, maka 𝑓 β€² (π‘₯) dapat dicari mengguanakan: 𝑓 π‘₯ + βˆ†π‘₯ βˆ’ 𝑓 π‘₯ 𝑓 β€² π‘₯ = lim βˆ†π‘₯β†’0 βˆ†π‘₯ cos π‘₯ + βˆ†π‘₯ βˆ’ cos π‘₯ = lim βˆ†π‘₯β†’0 βˆ†π‘₯ 1 1 βˆ’2 sin 2 π‘₯ + βˆ†π‘₯ + π‘₯ sin 2 π‘₯ + βˆ†π‘₯ βˆ’ π‘₯ = lim βˆ†π‘₯β†’0 βˆ†π‘₯ 1 sin 2 βˆ†π‘₯ 1 = lim . lim βˆ’2 sin 2π‘₯ + βˆ†π‘₯ βˆ†π‘₯β†’0 βˆ†π‘₯β†’0 βˆ†π‘₯ 2 1 = βˆ’2 sin π‘₯ 2 = βˆ’ sin π‘₯ 3. Turunan Fungsi π’š = 𝐭𝐚𝐧 𝒙 Fungsi 𝑦 = tan π‘₯ dapat dituliskan sebagai 𝑦 = cos π‘₯ , sehingga: 𝑒′ 𝑣 βˆ’ 𝑣 β€² 𝑒 𝑣 2 cos π‘₯ cos π‘₯ βˆ’ sin π‘₯ (βˆ’sin π‘₯) = cos 2 π‘₯ 2 cos π‘₯ + sin2 π‘₯ = cos 2 π‘₯ 1 = = sec2 π‘₯ cos 2 π‘₯ 𝑓 β€² π‘₯ =
sin π‘₯

Sekarang kita mendapatkan tiga buah rumus dasar turunan fungsi trigonometri, yaitu:

1. Jika 𝑦 = sin π‘₯, maka 𝑦 β€² = cos π‘₯ Jika 𝑦 = sin π‘Žπ‘₯, maka 𝑦 β€² = π‘Ž cos π‘Žπ‘₯ Jika 𝑦 = sin π‘Žπ‘₯ + 𝑏 , maka 𝑦 β€² = π‘Ž cos(π‘Žπ‘₯ + 𝑏) 2. Jika 𝑦 = cos π‘₯, maka 𝑦 β€² = βˆ’ sin π‘₯ Jika 𝑦 = cos π‘Žπ‘₯, maka 𝑦 β€² = βˆ’π‘Ž sin π‘Žπ‘₯ Jika 𝑦 = cos(π‘Žπ‘₯ + 𝑏), maka 𝑦 β€² = βˆ’π‘Ž sin π‘Žπ‘₯ + 𝑏 3. Jika 𝑦 = tan π‘₯, maka 𝑦 β€² = sec 2 π‘₯
Contoh soal: 1. Tentukan 𝑑π‘₯ dari fungsi trigonometri berikut! a. 𝑦 = sin 4π‘₯ b. 𝑦 = cos 2π‘₯ Jawab: 1. a. 𝑦 β€² = 4 cos 4π‘₯
DIFERENSIAL 𝑑𝑦

c. 𝑦 = cos(2π‘₯ βˆ’ 5) d. 𝑦 = sin2 (3π‘₯ βˆ’ 5)

REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -

b. 𝑦 β€² = βˆ’2 sin 2π‘₯ c. 𝑦 β€² = βˆ’2 cos 2π‘₯ βˆ’ 5 d. 𝑦 = sin2 3π‘₯ βˆ’ 5 𝑦 = sin(3π‘₯ βˆ’ 5) 2 Gunakan Dalil Rantai Misalkan 𝑒 = 3π‘₯ βˆ’ 5 β†’ 𝑑π‘₯ = 3 𝑦 = sin 𝑒 2 , misalkan 𝑣 = sin 𝑒 β†’ 𝑑𝑒 = cos 𝑒 = cos 3π‘₯ βˆ’ 5 𝑑𝑦 = 2𝑣 = 2 sin 𝑒 = 2 sin 3π‘₯ βˆ’ 5 𝑑𝑣 𝑑𝑦 𝑑𝑦 𝑑𝑣 𝑑𝑒 𝑦 β€² = = . . 𝑑π‘₯ 𝑑𝑣 𝑑𝑒 𝑑π‘₯ = 2 sin 3π‘₯ βˆ’ 5 cos 3π‘₯ βˆ’ 5 (3) = 6 sin 3π‘₯ βˆ’ 5 cos 3π‘₯ βˆ’ 5 1 = 6 sin 2 3π‘₯ βˆ’ 5 2 = 3 sin(6π‘₯ βˆ’ 10) Latihan Soal 3 Tentukan turunan pertama dari tiap-tiap fungsi trigonometri berikut ini! 𝑦 = 𝑣 2 β†’ 1. 𝑦 = cos 2 π‘₯ 2. 𝑦 = sin 18π‘₯ 3. 𝑦 = sin4 π‘₯ 4. 𝑦 = sin 2π‘₯ 5. 𝑦 = sin2 π‘₯ cos 2 π‘₯ C. PERSAMAAN GARIS SINGGUNG KURVA 1. Gradien Garis Singgung Seperti yang telah dijelaskan di awal bahwa gradien merupakan tangen sudut dari grafik terhadap sumbu π‘₯. Namun, ketika grafiknya berupa kurva, gradiennya tidak tetap di semua tempat sehingga perlu menggunakan pendekatan diferensial. Dari grafik kita mendapat: 𝑄𝑅 = 𝑕 𝑃𝑅 = 𝑓 π‘Ž + 𝑕 βˆ’ 𝑓 π‘Ž Gradien tali busur PQ adalah: 𝑃𝑅 𝑓 π‘Ž + 𝑕 βˆ’ 𝑓(π‘Ž) π‘šπ‘ƒπ‘„ = = 𝑄𝑅 𝑕 Jika titik P bergerak mendekati Q, maka nilai h akan sangat kecil (mendekati nol) sehingga gradien garis singgung PQ adalah: 𝑓 π‘Ž + 𝑕 βˆ’ 𝑓(π‘Ž) π‘šπ‘ƒπ‘„ = lim = 𝑓 β€² (π‘Ž) 𝑕→0 𝑕 Jadi, untuk sembarang titik Q yang terletak pada 𝑦 = 𝑓(π‘₯) pada koordinat π‘₯, 𝑓 π‘₯ , maka gradiennya adalah: 𝑓 π‘₯ + 𝑕 βˆ’ 𝑓(π‘₯) π‘š = lim = 𝑓 β€² (π‘₯) 𝑕→0 𝑕 atau bisa juga dituliskan dengan 𝑑𝑦 π‘š = 𝑑π‘₯
2 1 𝑑𝑣 𝑑𝑒

DIFERENSIAL

REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -

Contoh soal: Cari gradien garis singgung pada kurva 𝑦 = 4π‘₯ 2 + 2π‘₯ yang melalui titik βˆ’1,2 ! Jawab: 𝑑𝑦 π‘š = 𝑑π‘₯ = 8π‘₯ + 2 π‘₯ = βˆ’1, gradien π‘š = 8 βˆ’1 + 2 = βˆ’6 2. Menentukan Persamaan Garis Singgung Kurva Persamaan garis singgung kurva 𝑦 = 𝑓(π‘₯) yang melalui titik π‘₯, 𝑦 adalah: 𝑦 βˆ’ 𝑦1 = π‘š(π‘₯ βˆ’ π‘₯1 ) Karena π‘š = 𝑓 β€² (π‘₯) maka persamaannya menjadi: π’š βˆ’ π’šπŸ = 𝒇′ 𝒙 𝒙 βˆ’ π’™πŸ Contoh soal: Tentukan persamaan garis singgung kurva 𝑓(π‘₯) = π‘₯ 3 + 3π‘₯ βˆ’ 5 pada titik (2,9)! Jawab: 𝑑𝑦 = 𝑓 β€² π‘₯ = 3π‘₯ 2 + 3 𝑑π‘₯ π‘š = 𝑓 β€² 2 = 3 2 2 + 3 = 15 Persamaan garis singgungnya: ⇔ 𝑦 βˆ’ 𝑦1 = 𝑓 β€² π‘₯ π‘₯ βˆ’ π‘₯1 ⇔ 𝑦 βˆ’ 9 = 15 π‘₯ βˆ’ 2 ⇔ 𝑦 = 15π‘₯ βˆ’ 30 + 9 ⇔ 𝑦 = 15π‘₯ βˆ’ 21 Jadi, persamaan garis singgungnya adalah 𝑦 = 15π‘₯ βˆ’ 21. Latihan Soal 4 Tentukan persamaan garis singgung kurva berikut ini! 1. 𝑦 = 8π‘₯, pada 1,8 2. 𝑦 = π‘₯ 2 βˆ’ 5π‘₯ + 6, pada (4,2) 3. 𝑦 = π‘₯ 3 + π‘₯, pada π‘₯ = 2 4. 𝑦 = 2π‘₯ 4 βˆ’ 3π‘₯ 2 + 4π‘₯ βˆ’ 1, pada π‘₯ = 2 5. 𝑦 = 3π‘₯ βˆ’ 2π‘₯ 2 , pada π‘₯ = 1 D. FUNGSI NAIK DAN FUNGSI TURUN Gambar di samping menunjukkan grafik fungsi 𝑓(π‘₯) = π‘₯ 2 βˆ’ 4 sehingga didapatkan 𝑓 β€² π‘₯ = 2π‘₯. 1. Untuk π‘₯ > 0 maka 𝑓 β€² π‘₯ > 0 dan setiap garis singgung kurva di tiap titik dimana π‘₯ > 0 mempunyai gradien positif. Sehingga fungsi 𝒇 naik untuk π‘₯ > 0. 2. Untuk π‘₯ < 0 maka 𝑓 β€² π‘₯ < 0 sehingga fungsi 𝒇 turun untuk x<0 β€² 3. Untuk π‘₯ = 0 maka 𝑓 π‘₯ = 0 berarti gradien garis singgung adalah 0 (sejajar sumbu π‘₯) sehingga fungsi 𝑓 dikatakan tidak naik ataupun turun.

DIFERENSIAL

REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -

Contoh soal: Tentukan interval-interval supaya fungsi 𝑓 π‘₯ = βˆ’π‘₯ 2 + 2π‘₯ + 3 a. Naik b. Turun Jawab: a. 𝑓 π‘₯ = βˆ’π‘₯ 2 + 2π‘₯ + 3 Syarat naik 𝑓 β€² π‘₯ > 0 ⇔ βˆ’2π‘₯ + 2 > 0 ⇔ βˆ’2π‘₯ > βˆ’2 ⇔ π‘₯ < 1 b. Syarat turun 𝑓 β€² π‘₯ < 0 ⇔ βˆ’2π‘₯ + 2 < 0 ⇔ βˆ’2π‘₯ < βˆ’2 ⇔ π‘₯ > 1 Latihan Soal 5 1. Tentukan interval-interval untuk fungsi naik ataupun turun pada masing-masing fungsi berikut ini! a. 𝑓 π‘₯ = π‘₯ 2 βˆ’ 6π‘₯ + 16 b. 𝑓 π‘₯ = π‘₯ 3 + 3π‘₯ 2 βˆ’ 9π‘₯ + 6 c. 𝑓 π‘₯ = π‘₯ 3 βˆ’ 8 d. 𝑓 π‘₯ = 1 3 π‘₯ 3 βˆ’ 2π‘₯ 2 βˆ’ 5π‘₯ βˆ’ 1 2. Tunjukkan bahwa fungsi 𝑓 π‘₯ = π‘₯ 3 + 3π‘₯ 2 + 12π‘₯ βˆ’ 8 merupakan fungsi yang selalu naik! 3. Tentukan interval-interval di mana fungsi 𝑓 π‘₯ = 1 3 π‘₯ 3 βˆ’ π‘₯ 2 βˆ’ 3π‘₯ + 3 naik dan turun! E. NILAI STASIONER FUNGSI DAN JENIS-JENISNYA Perhatikan gambar grafik fungsi 𝑓(π‘₯) = π‘₯ 3 5 βˆ’ 3π‘₯ 2 dibawah ini! Dari fungsi 𝑓(π‘₯) = π‘₯ 3 5 βˆ’ 3π‘₯ 2 dapat kita peroleh: 𝑓 β€² π‘₯ = 15π‘₯ 2 (1 βˆ’ π‘₯ 2 ) 𝑓 β€² π‘₯ = 15π‘₯ 2 1 + π‘₯ 1 βˆ’ π‘₯ Pada titik A (-1,0), 0 (0,0), dan B (1,0) terdapat 𝑓 β€² π‘₯ = 0 dan garis singgung di titik-titik tersebut pasti sejajar dengan sumbu π‘₯. Pada titik-titik tersebut juga grafik fungsi 𝑓 tidak naik dan tidak turun serta mempunyai nilai-nilai stasioner 𝑓 βˆ’1 , 𝑓(0), dan 𝑓 1 . a. Nilai Stasioner pada A Pada fungsi 𝑓(π‘₯) = π‘₯ 3 5 βˆ’ 3π‘₯ 2 yang menghasilkan 𝑓 β€² π‘₯ = 15π‘₯ 2 1 + π‘₯ 1 βˆ’ π‘₯ untuk setiap titik di sekitar π‘₯ = βˆ’1 kita peroleh: 1. Jika π‘₯ < βˆ’1, maka 𝑓 β€² π‘₯ < 0 (negatif) 2. Jika π‘₯ = βˆ’1, maka 𝑓 β€² π‘₯ = 0 3. Jika π‘₯ > βˆ’1, maka 𝑓 β€² π‘₯ > 0 (positif) Kita dapatkan bahwa 𝑓 β€² (π‘₯) berganti tanda dari negatif melewati nol lalu positif. Dengan demikian, dikatakan bahwa 𝑓 mempunyai nilai balik mininum 𝑓 βˆ’1 = βˆ’2 pada π‘₯ = βˆ’1.
DIFERENSIAL REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -

b. Nilai Stasioner pada B Pada fungsi 𝑓(π‘₯) = π‘₯ 3 5 βˆ’ 3π‘₯ 2 untuk setiap titik di sekitar π‘₯ = 1 kita peroleh: 1. Jika π‘₯ < 1, maka 𝑓 β€² π‘₯ > 0 (positif) 2. Jika π‘₯ = 1, maka 𝑓 β€² π‘₯ = 0 3. Jika π‘₯ > 1, maka 𝑓 β€² π‘₯ < 0 (negatif) Kita dapatkan bahwa 𝑓 β€² (π‘₯) berganti tanda dari positif melewati nol lalu negatif. Dengan demikian, dikatakan bahwa 𝑓 mempunyai nilai balik maksimum 𝑓 1 = 2 pada π‘₯ = 1. c. Nilai Stasioner pada O Pada fungsi 𝑓(π‘₯) = π‘₯ 3 5 βˆ’ 3π‘₯ 2 untuk setiap titik di sekitar π‘₯ = 0 kita peroleh: 1. Jika π‘₯ < 0, maka 𝑓 β€² π‘₯ > 0 (positif) 2. Jika π‘₯ = 0, maka 𝑓 β€² π‘₯ = 0 3. Jika π‘₯ > 0, maka 𝑓 β€² π‘₯ > 0 (positif) Kita dapatkan bahwa 𝑓 β€² (π‘₯) tidak berganti tanda tapi bergerak dari positif ke nol lalu positif, grafik membelok melalui garis singgung di 0. Dengan demikian, dikatakan bahwa grafik mempunyai titik belok horizontal di titik 0,0 . Jika 𝒇′ 𝒄 = 𝟎, maka 𝒇(𝒄) merupakan nilai stasioner 𝒇 pada 𝒙 = 𝒄. Nilai stasioner pada grafik 𝒇 dapat berupa nilai balik minimum, nilai balik maksimum, atau titik belok horizontal Contoh soal: Tentukan nilai stasioner dari fungsi 𝑓 π‘₯ = 2π‘₯ 3 βˆ’ 9π‘₯ 2 + 12π‘₯ βˆ’ 3 dan jenis nilai stasioner tersebut! Jawab: 𝑓 π‘₯ = 2π‘₯ 3 βˆ’ 9π‘₯ 2 + 12π‘₯ βˆ’ 3, maka 𝑓 β€² π‘₯ = 6π‘₯ 2 βˆ’ 18π‘₯ + 12 Nilai stasioner didapat bila 𝑓 β€² π‘₯ = 0 ⇔ 6π‘₯ 2 βˆ’ 18π‘₯ + 12 = 0 ⇔ π‘₯ 2 βˆ’ 3π‘₯ + 2 = 0 ⇔ π‘₯ βˆ’ 2 π‘₯ βˆ’ 1 = 0 ⇔ π‘₯ = 2 atau π‘₯ = 1 Untuk π‘₯ = 1, maka 𝑓 1 = 2 1 3 βˆ’ 9 1 2 + 12 1 βˆ’ 2 = 2 ∴ titik balik maksimumnya (1,2) Untuk π‘₯ = 2, maka 𝑓 2 = 2 2 3 βˆ’ 9 2 2 + 12 2 βˆ’ 2 = 1 ∴ titik balik minimumnya (2,1) Latihan Soal 6 Tentukan nilai-nilai stasioner, jenis nilai stasioner, dan koordinat nilai stasioner dari fungsi-fungsi berikut! a. 𝑓 π‘₯ = 4π‘₯ 3 βˆ’ 15π‘₯ 2 + 12π‘₯ + 9 b. 𝑓 π‘₯ = π‘₯ 3 βˆ’ 12π‘₯ c. 𝑔 π‘₯ = (π‘₯ + 2)2 π‘₯ d. 𝑓 π‘₯ = 2π‘₯ 4 βˆ’ 2π‘₯ 2 e. 𝑔 π‘₯ = π‘₯ + 3 (π‘₯ βˆ’ 2)

DIFERENSIAL

REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -

F. NILAI MAKSIMUM DAN MINIMUM FUNGSI DALAM INTERVAL TERTUTUP Jika 𝑓(π‘₯) kontinu pada interval 𝐴 ≀ π‘₯ ≀ 𝐡 maka kita dapat menentukan nilai maksimum dan minimum pada interval tersebut. Beberapa alogaritma yang dilakukan adalah dengan: a. Tentukan nilai stasioner b. Tentukan nilai 𝑓(𝐴) dan 𝑓(𝐡) c. Cari nilai terendah dari 𝑓(𝐴), 𝑓(𝐡), dan nilai stasioner. NILAI MAKSIMUM DAN MINIMUM FUNGSI 𝒇 DALAM INTERVAL TERTUTUP DAPAT DITENTUKAN DARI NILAI STASIONER 𝒇 DALAM INTERVAL TERSEBUT ATAU NILAI DARI 𝒇 PADA BATAS-BATAS INTERVAL. Contoh soal: Tentukan nilai maksimum dan minimum fungsi 𝑓 π‘₯ = π‘₯ 3 βˆ’ 3π‘₯ 2 pada interval βˆ’1 ≀ π‘₯ ≀ 2! Jawab: Langkah 1, nilai stasioner. 𝑓 π‘₯ = π‘₯ 3 βˆ’ 3π‘₯ 2 , nilai stasioner bila 𝑓 β€² π‘₯ = 0 ⇔ 3π‘₯ 2 βˆ’ 6π‘₯ = 0 ⇔ π‘₯ 2 βˆ’ 2π‘₯ = 0 ⇔ π‘₯ π‘₯ βˆ’ 2 = 0 ⇔ π‘₯ = 0 atau π‘₯ = 2 Untuk π‘₯ = 0 maka 𝑓 0 = (0)3 βˆ’ 3(0)2 = 0 Untuk π‘₯ = 2 maka 𝑓 2 = 23 βˆ’ 3(2)2 = βˆ’4 Langkah 2, nilai batas interval. Untuk π‘₯ = βˆ’1 maka 𝑓 βˆ’1 = (βˆ’1)3 βˆ’ 3(βˆ’1)2 = βˆ’4 Untuk π‘₯ = 2 maka 𝑓 2 = βˆ’4 Langkah 3, kesimpulan. Jadi, nilai maksimumnya adalah 0 dan nilai minimumnya adalah -4 Latihan Soal 7 Tentukan nilai maksimum dan minimum fungsi dalam interval tertutup yang diberikan! 1. 𝑓 π‘₯ = π‘₯ 2 βˆ’ 9 dalam π‘₯| βˆ’ 6 ≀ π‘₯ ≀ 6, π‘₯ ∈ 𝑅 2. 𝑓 π‘₯ = βˆ’π‘₯ 2 + 4π‘₯ βˆ’ 3 dalam π‘₯|0 ≀ π‘₯ ≀ 3, π‘₯ ∈ 𝑅 3. 𝑓 π‘₯ = π‘₯ 2 βˆ’ 4π‘₯ dalam π‘₯| βˆ’ 4 ≀ π‘₯ ≀ 1, π‘₯ ∈ 𝑅 4. 𝑓 π‘₯ = π‘₯ 3 βˆ’ 12π‘₯ + 2 dalam π‘₯| βˆ’ 3 ≀ π‘₯ ≀ 5, π‘₯ ∈ 𝑅 5. 𝑓 π‘₯ = 2π‘₯ βˆ’ π‘₯ 2 π‘₯ 2 dalam π‘₯| βˆ’ 2 ≀ π‘₯ ≀ 2 , π‘₯ ∈ 𝑅 G. MENGGAMBAR KURVA FUNGSI Dalam menggambar grafik fungsi, ada beberapa langkah penting yang perlu dilakukan, antara lain: 1. Tentukan titik potong kurva terhadap sumbu π‘₯ dan 𝑦. 2. Tentukan titik-titik stasioner dan jenisnya. 3. Tentukan beberapa titik-titik bantu bila perlu.
1 1

DIFERENSIAL

REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -

Contoh soal: Gambarlah grafik fungsi 𝑦 = π‘₯ 3 βˆ’ 3π‘₯ 2 ! Jawab: ο‚· Langkah 1, titik potong grafik terhadap sumbu π‘₯ dan sumbu 𝑦. Titik potong sumbu π‘₯, syarat οƒ  𝑦 = 0 ⇔ 0 = π‘₯ 3 βˆ’ 3π‘₯ 2 ⇔ 0 = π‘₯ 2 (π‘₯ βˆ’ 3) ⇔ π‘₯ = 0 atau π‘₯ = 3 Jadi, titik potong sumbu π‘₯ adalah (0,0) dan (3,0) Titik potong sumbu 𝑦, syarat οƒ  π‘₯ = 0 ⇔ 𝑦 = 03 βˆ’ 3(02 ) ⇔ 𝑦 = 0 Jadi, titik potong sumbu 𝑦 adalah (0,0). ο‚· Langkah 2, nilai stasioner dan jenisnya. Nilai stasioner οƒ  𝑓 β€² π‘₯ = 0 ⇔ 3π‘₯ 2 βˆ’ 6π‘₯ = 0 ⇔ π‘₯ 2 βˆ’ 2π‘₯ = 0 ⇔ π‘₯ π‘₯ βˆ’ 2 = 0 ⇔ π‘₯ = 0 atau π‘₯ = 2 Untuk π‘₯ = 0 maka 𝑓 0 = (0)3 βˆ’ 3(0)2 = 0 Untuk π‘₯ = 2 maka 𝑓 2 = 23 βˆ’ 3(2)2 = βˆ’4 Jadi titik balik maksimum (0,0) dan titik balik minimum 2, βˆ’4 Gambar grafiknya:

Latihan Soal 8 Gambarlah kurva dari fungsi-fungsi berikut! 1. 𝑦 = π‘₯ 4 2. 𝑦 = π‘₯(π‘₯ + 3)2 3. 𝑦 = 4 βˆ’ π‘₯ π‘₯ 3 4. 𝑦 = π‘₯ 2 βˆ’ 2π‘₯ βˆ’ 1 5. 𝑦 = 2π‘₯ 4 βˆ’ 4π‘₯ 2 H. MERANCANG MODEL MATEMATIKA DARI MASALAH KEHIDUPAN SEHARI-HARI YANG BERKAITAN DENGAN KONSEP TURUNAN 1. Penggunaan Nilai Maksimum dan Minimum Dalam kehidupan sehari-hari sering kita menemukan masalah-masalah yang berhubungan dengan nilai maksimum dan minimum. Misalnya dalam dunia ekonomi kita dapat menggunakan konsep ini untuk menentukan bagaimana

DIFERENSIAL

REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -

menentukan bahan dari suatu proses produksi seminimum mungkin supaya keuntungannya maksimum. Dalam bidang teknik misalnya kita bisa menentukan tinggi maksimum yang bisa dicapai oleh suatu objek yang bergerak ke atas. Oleh karena itu, kita harus memahami konsep nilai maksimum dan minimum suatu fungsi. Perhatikan contoh soal berikut! Contoh Soal 1 Sebuah peluru ditembakkan ke atas. Dalam waktu 𝑑 detik ketinggian yang dicapai oleh peluru dengan persamaan 𝑕 𝑑 = 36𝑑 βˆ’ 9𝑑 2 . a. Tentukan waktu yang dibutuhkan peluru untuk mencapai tinggi maksimum! b. Tentukan tinggi maksimum yang dicapai peluru! Jawab: a. 𝑕 𝑑 = 36𝑑 βˆ’ 9𝑑 2 𝑕′ 𝑑 = 36 βˆ’ 18𝑑 agar mencapai maksimum, maka 𝑕′ 𝑑 = 0, maka ⇔ 0 = 36 βˆ’ 18𝑑 ⇔ 18𝑑 = 36 ⇔ 𝑑 = 2 Jadi, waktu yang dibutuhkan adalah 2 sekon. b. Ketinggian maksimum berarti 𝑕(2) 𝑕 2 = 36 2 βˆ’ 9 2 2 = 72 βˆ’ 36 = 36 meter Jadi, ketinggian maksimum yang dicapai peluru adalah 36 meter. Contoh Soal 2 Untuk memproduksi π‘₯ potong pakaian jadi dalam 1 hari diperlukan biaya produksi yang dinyatakan dalam π‘₯ 2 + 4π‘₯ + 10 . Jika harga jual per potong pakaian jadi dinyatakan dalam 20 βˆ’ π‘₯ , maka berapakah keuntungan maksimum (dalam ribuan rupiah) yang diperoleh per hari? Jawab: Keuntungan = harga jual-biaya produksi 𝐾 π‘₯ = π‘₯ 20 βˆ’ π‘₯ βˆ’ π‘₯ 2 + 4π‘₯ + 10 𝐾 π‘₯ = 20π‘₯ βˆ’ π‘₯ 2 βˆ’ π‘₯ 2 βˆ’ 4π‘₯ βˆ’ 10 𝐾 π‘₯ = 16π‘₯ βˆ’ 10 βˆ’ 2π‘₯ 2 𝐾(π‘₯) akan maksimum jika 𝐾 β€² π‘₯ = 0, maka: ⇔ 𝐾 β€² π‘₯ = 16 βˆ’ 4π‘₯ ⇔ 0 = 16 βˆ’ 4π‘₯ ⇔ 4π‘₯ = 16 ⇔ π‘₯ = 4 Sehingga, 𝐾 4 = 16 4 βˆ’ 10 βˆ’ 2 4 2 = 64 βˆ’ 10 βˆ’ 32 = 22 ribu Jadi, keuntungan maksimum tiap hari adalah sebesar 𝑅𝑝22.000,00 Contoh Soal 3 Selembar karton berbentuk persegi dengan sisi 24 cm. Pada setiap sudutnya dipotong berbentuk persegi dengan sisi π‘₯ cm yang akan dibuat kotak tanpa tutup. Tentukan ukuran kotak agar volumnya maksimal!

DIFERENSIAL

REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -

Jawab:

Volume kotak = luas alas x tinggi = 24 βˆ’ 2π‘₯ 2π‘₯ βˆ’ 2π‘₯ π‘₯ 𝑉(π‘₯) = 576π‘₯ βˆ’ 96π‘₯ 2 + 4π‘₯ 3 Volume kotak maksimum apabila 𝑉 β€² π‘₯ = 0, maka: ⇔ 𝑉 β€² π‘₯ = 576 βˆ’ 192π‘₯ + 12π‘₯ 2 ⇔ 0 = 48 βˆ’ 16π‘₯ + π‘₯ 2 ⇔ 0 = π‘₯ βˆ’ 12 π‘₯ βˆ’ 4 ⇔ π‘₯ = 12 atau π‘₯ = 4 Jika π‘₯ = 12, maka 𝑉 12 = 576 12 βˆ’ 96 12 2 + 4(12)3 = 0 Jika π‘₯ = 4, maka 𝑉 4 = 576 4 βˆ’ 96 4 2 + 4(4)3 = 1024 Maka untuk volume maksimum, gunakan π‘₯ = 4 Jadi, ukuran kotak 𝑝 = 24 βˆ’ 2π‘₯ = 24 βˆ’ 2 4 = 16 cm 𝑙 = 24 βˆ’ 2π‘₯ = 24 βˆ’ 2 4 = 16 cm 𝑑 = π‘₯ = 4 cm Sehingga volume maksimal kotak 𝑉 = 𝑝. 𝑙. 𝑑 = 16.16.4 = 1024 π‘π‘š3 Latihan Soal 9 1. Suatu perusahaan menghasilkan π‘₯ buah produk dengan biaya total sebesar 75 + 2π‘₯ + 0,1π‘₯ 2 . Bila tiap produk terjual dengan harga 𝑅𝑝40,00 tiap buah, maka tentukan laba maksimum yang mungkin diperoleh! 2. Biaya untuk membuat π‘₯ unit komputer per hari adalah 𝐢 π‘₯ = 2π‘₯ 2 βˆ’ 160π‘₯ + 3400 rupiah. Berapa banyak komputer yang dibuat perhari supaya biaya produksi mimimum? Berapakah biaya minimum tersebut? 3. Sebuah bak mandi alasnya persegi dengan jumlah luas kelima sisinya 432 π‘‘π‘š2 . Tentukan ukuran bak supaya bisa menampung air sebanyak mungkin! 2. Teorema L’Hospital Penggunaan turunan untuk menghitung bentuk-bentuk tak tentu suatu limit fungsi disebut Teorema L’Hospital. Jika 𝑓(π‘₯) dan 𝑔(π‘₯) merupakan fungsi yang dapat diturunkan, dan limπ‘₯β†’π‘Ž 𝑔(π‘₯) menghasilkan bentuk tak tentu (0 atau ∞ ) pada π‘₯ = π‘Ž, maka
0 ∞ 𝑓(π‘₯) 𝑓

(π‘₯) 𝑓 β€² (π‘₯) lim = lim β€² , π‘₯β†’π‘Ž 𝑔(π‘₯) π‘₯β†’π‘Ž 𝑔 (π‘₯) 𝑓
asalkan limπ‘₯β†’π‘Ž 𝑔 β€² (π‘₯) ada (π‘₯)
β€²

DIFERENSIAL

REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -

Apabila limπ‘₯β†’π‘Ž 𝑔 β€² (π‘₯) masih memiliki bentuk tak tentu, maka bisa diteruskan dengan menggunakan turunan kedua limπ‘₯β†’π‘Ž 𝑔(π‘₯) = limπ‘₯β†’π‘Ž 𝑔 β€²β€² (π‘₯) dan seterusnya sampai diperoleh nilai limitnya. Contoh soal: 1. Tentukan nilai dari: 2π‘₯ 3 + π‘₯ 2 βˆ’ 2π‘₯ βˆ’ 1 lim π‘₯β†’βˆ’1 π‘₯ + 1 2. Tentukan nilai dari: sin 10π‘₯ lim π‘₯β†’0 6π‘₯ Jawab: 1. Gunakan teorema L’Hospital 2π‘₯ 3 + π‘₯ 2 βˆ’ 2π‘₯ βˆ’ 1 6π‘₯ 2 + 2π‘₯ βˆ’ 2 lim = lim π‘₯β†’βˆ’1 π‘₯β†’βˆ’1 π‘₯ + 1 1 =2 2. Gunakan teorema L’Hospital sin 10π‘₯ 10 cos 10π‘₯ lim = lim π‘₯β†’0 π‘₯β†’0 6π‘₯ 6 10 2 = =1 6 3 Latihan Soal 10 1. Tentukan nilai limit-limit berikut! 1 βˆ’ cos 2π‘₯ lim π‘₯β†’0 π‘₯ 2 π‘₯ sin π‘₯ lim π‘₯β†’0 1 βˆ’ cos π‘₯ 2π‘₯ 2 + 9π‘₯ βˆ’ 5 lim 1 2π‘₯ βˆ’ 1 π‘₯β†’
2 𝑓(π‘₯) 𝑓 β€²β€² (π‘₯) 𝑓

β€² (π‘₯) π‘₯

3 βˆ’ 27 lim π‘₯β†’3 3 βˆ’ π‘₯

DIFERENSIAL

REFNIDA, S.P. – MA AS-SALAMAH PATI -

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->