P. 1
Etika Organisasi

Etika Organisasi

4.8

|Views: 34,976|Likes:
Published by anon-329243

More info:

Published by: anon-329243 on Jul 02, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/20/2013

pdf

text

original

Dalam kondisi masyarakat seperti sekarang ini, pemerintah di negara
manapun cenderung menentukan arah dan komitmen melakukan
reformasi dalam berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahannya.
Salah satu sumber inspirasi perubahan tersebut antara lain adalah
sejumlah gagasan yang mendesak diadakannya penataan ulang
kepemerintahan sejalan dengan perkembangan yang terjadi. Salah satu
alasan mengapa pemerintah perlu melakukan perubahan adalah karena
sistem dalam pemerintahan tidak cukup efektif membentuk
kompetensi dan kualitas sumber daya manusia yang andal dan
bertanggung jawab. Sebaliknya sistem dalam pemerintahan cenderung
membuat birokrat kurang responsif, lamban, berorientasi pada status-
quo, korup, dan sebagainya. Oleh sebab itu diperlukan adanya
perubahan total dalam sistem pemerintahan.

Tuntutan masyarakat kepada pemerintah adalah melakukan reformasi
total di segala bidang, untuk mewujudkan pemerintah sebagai
Penyelenggara Negara yang bersih dan bebas dari praktik korupsi,
kolusi, dan nepotisme (KKN). Di samping itu, masyarakat menuntut
berkembangnya kehidupan demokrasi, tegaknya supremasi hukum,
perlindungan dan penghormatan hak-hak asasi manusia (HAM), dan
sebagainya. Untuk itu pemerintah harus melakukan perubahan yang
mendasar pada sistem dan aparatur pemerintahannya. Di sinilah
terletak arti pentingnya meningkatkan standar etika organisasi
pemerintah.

Salah satu prinsip dalam pemerintahan adalah pelayanan, yaitu
semangat untuk melayani masyarakat dan menjadi mitra masyarakat.
Untuk mewujudkan hal itu diperlukan suatu proses perubahan
perilaku. Hal ini antara lain dapat dilakukan melalui pembudayaan
kode etik yang didasarkan pada dukungan lingkungan yang
diterjemahkan ke dalam standar perilaku yang dapat diterima umum
dan merupakan acuan bagi perilaku aparatur pemerintah. Untuk
mendorong pengamalan dan pelembagaan kode etik tersebut aparatur
dan manajemen publik harus bersikap terbuka, transparan, dan
akuntabel. Semua itu penting artinya agar masyarakat dapat
merasakan manfaat kehadiran aparatur pemerintah.

Pelayanan kepada masyarakat mengandung arti sebagai semangat
pengabdian yang mengutamakan efisiensi dan keberhasilan bangsa

ETIKA ORGANISASI PEMERINTAH

43

dalam membangun. Hal ini harus dimanifestasikan antara lain dalam
perilaku: ”melayani, bukan dilayani,” ”mendorong, bukan
menghambat,” “mempermudah, bukan mempersulit,” dan “sederhana,
bukan berbelit-belit.” Dalam hal ini standar etika organisasi
pemerintah adalah kualitas pemenuhan atau perwujudan nilai-nilai
atau norma-norma sikap dan perilaku pemerintah dalam setiap
kebijakan dan tindakannya yang dapa diterima oleh masyarakat luas.

Berdasarkan hal-hal tersbut, upaya meningkatkan standar etika
organisasi pemerintah dimaksudkan sebagai usaha meningkatkan
kualitas perwujudan nilai atau norma sikap dan perilaku dalam
kebijakan dan tindakan aparatur pemerintah yang memuaskan dan
membangun kepercayaan masyarakat. Tanpa kepercayaan masyarakat,
pemerintah tidak akan mampu menjalankan roda pemerintahan secara
efektif dan efisien.Kepercayaan diperoleh secara sukarela dari pihak
yang dilayani dan tidak mungkin diminta, apalagi dipaksakan. Upaya
pencitraan publik dengan biaya yang relatif mahal akan sia-sia selama
aparatur pemerintah hanya mengandalkan reputasi dan bukan prestasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->