P. 1
20. PENURUNAN KESADARAN (AMS)

20. PENURUNAN KESADARAN (AMS)

|Views: 550|Likes:
Published by Teddy Agung Saputra

More info:

Published by: Teddy Agung Saputra on Sep 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

PENURUNAN KESADARAN (ALTERED MENTAL STATE

)

Perhatian Fokus perhatian utama dalam evaluasi IRD pada pasien dengan Altered Mental State (AMS) antara lain : • Untuk menentukan penyebab reversibel yang mudah terjadi seperti hipoksemia, hiperkarbi, hipoglikemi • Untuk membedakan penyebab struktural dengan penyebab toksik metabolic dimana penyebab yang pertama lebih memerlukan pemeriksaan pencitraan CNS secepatnya, sedangkan penyebab yang kedua lebih mudah diidentifikasi dengan pemeriksaan laboratoris. • Menentukan sistem skor yang sering digunakan menurut Glasgow Coma Scale untuk mendefinisikan keadaan koma yang terjadi. Penatalaksanaan Prioritas Awal : • Lihat bagan 1 untuk mengetahui diagnosa banding penyebab Altered Mental State • Pasien harus segera ditangani pada area gawat darurat • Jika penyebab AMS yang reversibel telah dapat ditentukan, maka pasien dapat ditangani pada area intermediate acuity. • Kontrol jalan nafas/imobilisasi C spine 1. Buka jalan nafas dan cari adanya benda asing didalamnya 2. Masukkan oral atau nasofaringeal airway 3. Aplikasikan Neck collar atau imobilisasi manual jika tidak dapat menyingkirkan riwayat adanya trauma. 4. Aplikasikan definitive airway jika pasien koma, intubasi dengan atau tanpa rapid sequence intubation atau lakukan pembebasan jalan nafas secara pembedahan misalnya dengan emergency krikotirotomi bila diperlukan.. • Oksigenasi/ventilasi 1. Pemberian oksigen dengan aliran yang tinggi 2. Jika ada indikasi peningkatan tekanan intrakranial, maka usahakan menurunkannya dengan hiperventilasi untuk mencapai PCO2 sebesar 30-35 mmHg. Pada kasus biasa, kadar PCO2 seharusnya berada pada kisaran 35-40 mmHg. • Output jantung 1. Periksa adanya pulsasi, jika tidak ada maka mulailah CPR ! 2. Perdarahan eksternal yang jelas terlihat harus dihentikan dengan penekanan langsung. • Periksa kadar gula darah kapiler • Monitoring EKG, pulse oksimetri, tanda-tanda vital tiap 5-15 menit.

diikuti dengan infus 5 10 W selama 3-4 jam. . Naloxon (Narcan)0. maka penggunaan Flumazenil dapat mengakibatkan intractabel fits. Jangan digunakan berdasarkan perkiraan saja.0 mg iv bolus 3. harus ada riwayat OD. 4. BGA (cari adanya asidosis metabolic & hiperkarbia) Catatan : keracunan CO2 biasanya langsung timbul pada keadaan distress respiratori.Dapat diulang setiap 5 menit jika diperlukan b. ureum/elektrolit/kreatinin.• Mulai pemberian infus intravena dengan tetesan kecil (kecuali terjadi hipoperfusi) dengan menggunakan cairan kristaloid isotonic. Perhatikan kalsium serum. serum etanol. GXM. biasanya keadaan tersebut muncul pada keadaan depresi respiratori. drug screen. 5. Foto C spine dengan cross tabel lateral film jika riwayat trauma tidak dapat disingkirkan.8-2. kadar karboksihemoglobin. D50 W 40 ml iv jika pasien mengalami hipoglikemia. • Jenis cairan yang digunakan pada keadaan AMS: pertimbangkan untuk menggunakan nya separuh atau seluruhnya 1. Thiamine 100 mg iv bolus pada pasien dengan keracunan alkohol atau malnutrisi. Jika pasien telah mengkonsumsi antidepressant golongan siklik atau menggunakan benzodiazepine dalam jangka lama. 2. • Lab: FBC. Flumazenil (Anexate) 0.5mg iv bolus a.

Bagan 1. Bagan Pendekatan Diagnosa Banding Pada Keadaan AMS .

BZD. hepatic. koma diabetikum.Altered Mental State Airway Breathing Circulation Cek SpO2 Berikan 02 100% Periksa Nadi Tanda-tanda vital/temperature Monitoring EKG Periksa kadar gula darah Target anamnesa dan Pemeriksaan Fisik : Adanya trauma kepala Kekakuan pada leher Laju nafas dan ukuran pupil Tanda deficit neurologik fokal 1 Tanda kegagalan organ kronik Penyebab Struktural Penyebab toksik/metabolik Trauma Kepala . sedangkan penyebab toksik/metabolic tidak ada. TCA. respirasi. Pada SAH dan beberapa penyebab toksik/metabolic. Afebris Keracunan Over dosis obat : opioid. namun tidak dapat membuat suatu gerakan spontan serta hanya sedikit merespon stimulus dari luar. hipoperfusi serebral. barbiturate. Stupor psikogenik merupakan suatu keadaan disosiatif dimana pasien terlihat sangat sadar. kardiak (jantung) Post ictal state Psikiatrik Stupor psikogenik 2 Demensia . SAH bisaanya tidak menunjukkan tanda deficit neurologik fokal. dehidrasi. ekstasi Alkohol Wernicke’s ensefalopati Karbonmonoksida Metabolik Hipoglikemi. abnormalitas elektrolit & asam basa Kegagalan organ Uremia. hipotermi. hiperkarbia. dapat terjadi panas/demam.Perdarahan intra kranial Trauma Non kepala Perdarahan intracerebral Perdarahan subarachnoid Stroke braintem Stroke cerebellar Tumor cerebral Febris abses serebral meningitis Ensefalitis Malaria serebral Bakteremia Septisemia ISK pd lansia Heat Stroke Catatan : Penyebab structural bisaanya akan mengakibatkan terjadinya tanda deficit neurologik fokal. Bisaanya terkait pada suatu kejadian yang bersifat “stressful” dengan onset yang mendadak. Pasien yang sering mengalami “flickering”/kedipan pada kelopak matanya merupakan diagnosa eksklusinya. ketamin.

Mannitol iv bermanfaat dilakukan dengan konsultasi pada bagian bedah saraf. Lihat BAB Prinsip Penanganan Umum Keracunan. dilakukan dengan tetap melindungi airway • Gunakan bahan arang aktif (Charcoal) pada kasus yang dicurigai overdosis obat. . • Jika ada kecurigaan meningitis. BB x 5 mls/KgBB dengan menggunakan larutan manitol 20%. yaitu struktural atau toksik-metabolik (tabel 1) • Riwayat anamnesa : cari petunjuk melalui heteroanamnesa kepada keluarga pasien. • Pemeriksaan : pemeriksaan fisik eksternal singkat untuk mencari tanda kecacatan yang terjadi pada berbagai proses penyakit. diabetes Kemungkinan paparan CO Tidak adanya tanda neurologik fokal Tanda asidosis metabolic Tanda antikolinergik Penyebab Struktural Keluhan nyeri kepala sebelum terjadinya AMS Riwayat tumor otak Trauma Adanya tanda neurologik fokal Trauma kepala • Evaluasi klinik : fokusnya adalah membedakan penyebab AMS. kontrol ventilasi : kerjakan dengan lebih cepat. informasi lain dari petugas ambulan atau paramedic yang berada langsung pada tempat kejadian. namun lebih difokuskan pada pencarian gejala neurologik. AMS yang dicurigai karena penyebab structural : • Berikan suplemen Oksigen untuk mempertahankan SpO2 pada kisaran 96% • Mulai pemberian infus dengan aliran lambat • Lakukan CT scan kepala • Turunkan tekanan intracranial jika ada indikasi 1.Tabel 1 : Petunjuk anamnesa dan pemeriksaan fisik yang mengacu pada penyebab AMS Penyebab Non-struktural Ditemukannya wadah obat yang kosong (intoxikasi?) Riwayat medis : epilepsy. pertimbangkan pungsi lumbal lebih dini (setelah CT scan kepala). Pemeriksaan dari kepala hingga ujung kaki tetap penting. Mulai pemberian antibiotik berdasarkan data empiris sebelum melakukan tes serta konsul pada bagian neurologi. • Periksa temperature rectum dan pertimbangkan adanya heat stroke jika temperature > 40oC dan mengkonsumsi antikolinergik. 3. Rujuk kepada keadaan meningitis. AMS yang dicurigai karena penyebab toksik-metabolik • Lakukan Gastric Lavage. teman. 2. penyakit hati. Dosis 1g/kgBB. penggunaan steroid masih diperdebatkan.

.Disposisi • MRS-kan seluruh pasien AMS. Masukkan pasien yang diintubasi atau dengan keadaan hemodinamik yang tidak stabil ke dalam ICU/ setidaknyaRuang intermediat .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->