P. 1
Manusia Dan Lingkungan Hidup

Manusia Dan Lingkungan Hidup

|Views: 873|Likes:
Published by aryatarta

More info:

Published by: aryatarta on Sep 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2012

pdf

text

original

Penerbit PPPGT / VEDC Malang Bekerja sama dengan Swisscontact Atas dukungan biaya Swiss Agency for Development

and Cooperation (SDC) Edisi Kedua Malang, 1999 Hak Cipta Ó PPPGT / VEDC Malang Jl. Teluk Mandar, Arjosari Tromol Pos 5 Malang 65102 Untuk keperluan pendidikan dan pelatihan lingkungan hidup, isi buku ini dapat diperbanyak dengan menyebutkan sumbernya. Untuk keperluan selain pendidikan dan pelatihan lingkungan hidup, harus seijin PPPGT / VEDC Malang. Wall Chart Konsep: 1993; Dr. Heinz Frick; Thomas Müller, dipl. Bauing. ETH Sumber: Ballungsraum in der Krise, Frederic Vester, dtv 1991, ISBN 3-423-11332-4 Gambar: Drs. Mochamad Sholeh Buku Panduan Penyusunan: 1996; Agung Suprihatin, S. Pd; Drs. Djoko Wardojo; Erika Stutz, dipl. Chem. HTL Revisi: 1998; Suryatri Darmiatun, S. Si., M.T., Drs. Tasrial Grafik: Agus Subandi Bahasa: Andjar Suwito Validasi: Bapedal, Direktorat Pengembangan Kelembagaan / SDM Percetakan Indah Offset, Malang -------------------------------------------------------------------------------DAFTAR ISI SAMBUTAN KATA PENGANTAR PENDAHULUAN PETUNJUK PEMAKAIAN MATERI 1. PENDAHULUAN 2. LINGKUNGAN TERPADU 2.1 Bagian-bagian Lingkungan Terpadu 2.2 Dua Contoh Ketergantungan Bagian-bagian 3. HUBUNGAN TIMBAL-BALIK ANTARA MANUSIA DAN LINGKUNGAN HIDUP 3.1 Udara 3.2 Air 3.3 Makanan 4. UPAYA UNTUK MELESTARIKAN LINGKUNGAN HIDUP 4.1 Aspek Pengaruh Perilaku Manusia dan Masalah Lingkungan Hidup 4.2 Contoh-contoh Upaya untuk Melestarikan Lingkungan Hidup 59 4.3 Pengertian Istilah-istilah Daya Dorong Perilaku Manusia DAFTAR PUSTAKA --------------------------------------------------------------------------------

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP SAMBUTAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP / KEPALA BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN Telah menjadi kesepakatan Internasional mengenai pentingnya menjaga bumi dari kerusakan guna kelangsungan hidup manusia. Masyarakat Internasional telah mewujudkan komitmen pelestarian lingkungan tersebut dalam strategi pembangunan berkelanjutan dan juga telah pula menjadi strategi pembangunan di Indonesia. Sebagai konsekuensinya, maka semua aspek pembangunan perlu memperhatikan kelestarian lingkungan termasuk di bidang pendidikan. Pelaksanaan program pendidikan lingkungan hidup melalui pendidikan formal yang dikenal dengan greening the curriculum, dimulai dengan penyusunan Konsep Pendidikan Lingkungan Hidup dan "Wall Chart" beserta Buku Panduan mengenai Pendidikan Lingkungan Hidup Pendidikan lingkungan hidup tersebut dilakukan dengan penyampaian bahan ajar yang diintegrasikan dengan mata pelajaran terkait sehingga tidak menjadi mata pelajaran tersendiri yang akan menambah beban kurikulum yang memang telah padat. Melalui pengembangan peran serta dunia pendidikan untuk lebih peduli terhadap masalah lingkungan, diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan kerjasama Depdikbud dengan Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup dan BAPEDAL mengenai Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup maka telah dipersiapkan pendidikan lingkungan hidup pada Sekolah Kejuruan yang diawali dengan disusunnya "Wall Chart" beserta Buku Panduan. Bahan ajar ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru-guru di dalam memberikan pendidikan lingkungan hidup kepada anak didiknya. Sekian, mudah-mudahan bermanfaat dalam pengembangan kualitas manusia Indonesia di bidang lingkungan hidup.

Jakarta, 27 Desember 1996

back to top -------------------------------------------------------------------------------KATA PENGANTAR Pendidikan Lingkungan Hidup telah diintegrasikan dalam materi semua jenjang pendidikan dasar dan menengah sejak tahun 1986. Oleh karena Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertugas untuk menghasilkan tamatan yang siap menjadi tenaga kerja tingkat menengah yang profesional, Pendidikan Lingkungan Hidup pada SMK perlu mendapat perhatian khusus. Hal ini sejalan dengan tuntutan internasional bahwa di masa depan bukan hanya mutu produk atau jasa pelayanan saja yang akan menjadi perhatian utama melainkan juga proses produksinya. Semakin penting untuk diperhatikan bahwa dalam era pasar bebas nanti, hanya produk dan jasa yang tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan saja yang akan dapat diterima oleh negara-negara konsumen. Untuk meningkatkan kualitas tamatan SMK yang mempunyai wawasan serta kesadaran lingkungan, saat ini sedang dikembangkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mendukung implementasi Pendidikan Lingkungan Hidup. Hal ini diawali dengan penyusunan dan pengembangan "Wall Chart" beserta Buku Panduan yang dapat digunakan sebagai bahan ajar program pendidikan lingkungan hidup di SMK. Proses penyampaian materi ini akan diintegrasikan ke dalam materi kejuruan terkait, sehingga materi pendidikan lingkungan hidup tidak perlu menjadi mata pelajaran tersendiri. Buku Panduan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para guru dalam memberikan bekal pendidikan lingkungan hidup kepada siswa dan dapat digunakan sebagai dasar pembentukan sikap siswa SMK "darling" (sadar lingkungan).

Jakarta, 5 Mei 1997

back to top

-------------------------------------------------------------------------------PENDAHULUAN Buku ini merupakan bagian dari serangkaian tujuh buah buku, yang mana masing-masing buku memiliki tema yang berlainan dan ditekankan pada fokus pendidikan lingkungan hidup yang berbeda-beda: Hubungan Timbal-Balik antara Manusia dan Lingkungan menitikberatkan pada interaksi-interaksi dengan memperkenalkan lingkungan hidup sebagai satu sistem yang terdiri dari bagian-bagian, dimana diantara bagian-bagian tersebut terdapat interaksiinteraksi atau hubungan timbal-balik yang membentuk satu jaringan, dan bagian-bagian itu sendiri dapat merupakan satu sistem. Sampah dan Pengelolaannya menitikberatkan pada konsumsi, yang kalau tidak dilakukan dengan bijaksana dapat memboroskan sumber daya alam dan menghasilkan sampah berjumlah besar; mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan hidup serta kesehatan manusia kalau tidak dikelola dengan cara yang tepat. Energi menitikberatkan pada kreatifitas yang dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi yang memanfaatkan sumber-sumber energi terbarui agar ketersediaan energi terjamin selama-lamanya dan agar ancaman pemanasan global dapat dikurangi. Atmosfer dan Pemanasan Global menitikberatkan pada tanggung jawab global yang dipikul bila melakukan bermacam-macam kegiatan, karena kegiatan-kegiatan tersebut walaupun dilakukan hanya secara lokal, tetapi serentak dapat menimbulkan perubahanperubahan global yang sulit diramalkan. Perusakan Lapisan Ozon menitikberatkan pada faktor waktu dengan menjelaskan bahwa berbagai kegiatan manusia yang dilakukan sekarang mempengaruhi kondisi kehidupan generasi-generasi mendatang. Siklus Air menitikberatkan pada dampak dari pencemaran yang memasuki dan mengikuti siklus air sehingga mempengaruhi lingkungan hidup serta kesehatan manusia secara langsung. Kependudukan menitikberatkan pada keberlanjutan yang harus dijamin oleh setiap pelaksanaan pembangunan, agar lingkungan hidup sebagai landasan kehidupan dan kesejahteraan manusia dapat dilestarikan. Masing-masing buku ini merupakan panduan untuk sebuah wall chart dengan tema yang sama. (Sebuah gambar wall chart terdapat di halaman terakhir buku ini.) Wall chart beserta buku panduan dengan tema "Hubungan Timbal Balik antara Manusia dan Lingkungan" memperkenalkan lingkungan terpadu di satu pihak, sebagai satu sistem yang memiliki bagian-bagian (misalnya pusat lingkungan terpadu dengan gedung-gedung pemukiman, perdagangan, perkantoran, pendidikan, disamping juga terdapat industri, pembangkit tenaga listrik, lalu lintas kendaraan bermotor, dll) yang saling berhubungan. Lingkungan terpadu, di pihak lain, diperkenalkan sebagai satu bagian di dalam sistem lingkungan hidup yang berhubungan dengan bagian-bagian lain di lingkungan alami, seperti iklim, perairan / air tanah, pertanian, dll. Dengan mengetahui hubungan antara bagian-bagian lingkungan terpadu, maka dapat dipahami alasan-alasan mengenai pesatnya pertumbuhan dan masalah-masalah yang terjadi di lingkungan terpadu. Selain itu, dengan mengetahui hubungan timbal-balik antara lingkungan terpadu dan lingkungan alami, maka dampak negatif dari kegiatan-kegiatan manusia yang dilakukan di lingkungan terpadu terhadap lingkungan alami dan akhirnya terhadap kesehatan manusia, dapat diketahui dan selanjutnya diatasi. Buku ini dirancang sedemikian rupa sehingga para peserta didik akhirnya diharapkan dapat: Menjelaskan alasan-alasan tentang pesatnya pertumbuhan lingkungan terpadu. Menyebutkan masalah-masalah yang muncul akibat cepatnya pertumbuhan lingkungan terpadu. Menyebutkan hubungan antara bagian-bagian lingkungan terpadu. Menyebutkan hubungan timbal-balik antara lingkungan terpadu dan lingkungan alami. Mengetahui kegiatan-kegiatan manusia di lingkungan terpadu yang menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan alami dan kesehatan manusia. Mengetahui upaya-upaya untuk melestarikan lingkungan hidup. Buku ini secara garis besar juga memuat tema-tema dari enam buku lainnya. Oleh karena itu buku ini sebaiknya dibahas sesudah mempelajari buku-buku tersebut. back to top

PETUNJUK PEMAKAIAN Di halaman terakhir buku panduan ini terdapat dua gambar wall chart dengan ukuran berbeda.

Apabila sedang membaca teks dalam buku, gambar wall chart berukuran kecil sekaligus dapat dilihat dengan membuka lipatannya. Gambar wall chart yang lebih besar dapat digandakan untuk keperluan siswa.

MATERI Bab ‘Materi’ berisi informasi tentang hal-hal yang terkait dengan tema dari wall chart. Teks beserta gambar-gambar disusun dalam bentuk sederhana sehingga dapat disampaikan langsung kepada para peserta didik. Cara Membaca Tanda-tanda: Piktogram yang terdapat di beberapa halaman menunjukkan wall chart secara keseluruhan. Bagian berwarna hitam merupakan bagian dari wall chart yang sedang dibahas dalam bab tersebut. § Berarti petunjuk didaktik, yaitu saran tentang apa yang dapat dilakukan oleh penyaji sebagai kegiatan tambahan terhadap materi yang disampaikan, sehingga proses belajar-mengajar menjadi lebih menarik bagi peserta didik.

ö gambar 3 / bab 3.2 Berarti lihat · Gambar (3). Hal-hal yang Mempengaruhi Kualitas Hidup · bab 3.2 Air è Kependudukan Berarti bahwa topik yang sama juga dibahas dalam buku panduan lain; dalam contoh ini buku panduan berjudul ‘Kependudukan’. sumber [1, hal. 34] Berarti bahwa sebuah buku acuan digunakan untuk menyusun teks; dalam contoh ini halaman 34 dari buku dengan nomor [1] yang dijadikan acuan. Judul dan data-data tentang buku acuan tersebut terdapat di bab ‘Daftar Pustaka’, ditandai dengan nomor urut [1].

DAFTAR PUSTAKA Daftar buku-buku yang digunakan sebagai acuan dalam penulisan buku panduan. Kalau wall chart tidak digunakan secara terintegrasi dengan pelajaran kejuruan terkait, tahapan petunjuk berikut dapat digunakan untuk membahas tema dari wall chart beserta buku panduannya secara keseluruhan. 1. Penyaji meminta para peserta menyebutkan bagian-bagian dari lingkungan hidup; baik lingkungan terpadu maupun lingkungan alami. Setiap jawaban (bagian) digambarkan di papan tulis sebagai lingkaran dengan memberi nama bagian tersebut. 2. Penyaji menanyakan hubungan yang terjalin antara bagian-bagian yang telah disusun. Para peserta menjawab dengan menyebutkan hubungan antara dua bagian, dan kemudian menjelaskan hubungan tersebut secara singkat. Setiap hubungan digambarkan sebagai garis; akhirnya terbentuk satu jaringan. 3. Para peserta diminta untuk memilih satu atau dua hubungan yang mereka anggap paling penting. Hubungan tersebut diberi tanda bulat berwarna: Setiap peserta memberi paling banyak dua tanda di satu atau dua hubungan yang telah dipilih. 4. Penyaji membuat matriks dengan menyertakan data dari semua bagian yang ada. Nilai setiap hubungan ditentukan bersama peserta dengan cara menghitung jumlah tanda bulat pada garis tersebut, kemudian diisi ke dalam kolom-kolom matriks.

5. Penyaji membahas hasil penilaian bersama-sama peserta. Tahap 1 sampai dengan tahap 5 dapat digunakan sebagai pengantar untuk mengarahkan para peserta ke tema pokok yang selanjutnya dibahas dengan menggunakan bab ‘Materi’. Selain itu, tahapan-tahapan tersebut dapat juga digunakan sebagai pengulangan / pemantapan sesudah penyampaian bab ‘Materi’. 6. Penyaji mendiskusikan bersama seluruh peserta upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan lingkungan hidup back to top MATERI

1. PENDAHULUAN Jumlah penduduk dunia terus meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah penduduk Indonesia meningkat dari 179,381 juta jiwa (1990) menjadi 194,755 juta jiwa (1995). sumber [1, hal. 34] Ini berarti, bahwa pada kurun waktu 1990 - 1995 jumlah penduduk Indonesia mengalami pertambahan rata-rata sebesar 1,66% per tahun è Kependudukan. sumber [1, hal. 34] Dari jumlah penduduk yang cukup besar tersebut ternyata penyebarannya tidak merata. Pulau Jawa yang luasnya hanya sekitar 7% dari seluruh luas daratan di Indonesia, ternyata didiami oleh sekitar 60% dari jumlah penduduk Indonesia. Sehingga Jawa merupakan pulau terpadat penduduknya dibanding pulau-pulau lain di Indonesia (kepadatan Pulau Jawa: 868 jiwa/km2 pada tahun 1995). sumber [1, hal. 34] Pada tahun 1990 sekitar 35% penduduk P. Jawa tinggal di perkotaan dan ini akan terus meningkat. Diperkirakan pada tahun 2020 sekitar 60% penduduk P. Jawa akan tinggal di kota. Untuk seluruh Indonesia pada tahun tersebut diperkirakan 50% penduduknya akan tinggal di perkotaan. sumber [2, hal. 11] Kota dengan berbagai fasilitas (pendidikan, kesehatan, hiburan, dll) yang ada, merupakan tawaran yang menarik bagi penduduk desadesa di sekelilingnya yang belum begitu berkembang. Terlebih lagi jika kota tersebut merupakan pusat pertumbuhan. Akhirnya, kota kecil berkembang menjadi kota besar, dan kota besar menjadi lebih besar lagi. Perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dari kota kecil ke kota besar disebut urbanisasi. Secara umum faktor-faktor penyebab terjadinya urbanisasi adalah sebagai berikut: Faktor pendorong dari desa: Sempitnya pemilikan lahan sebagai akibat pertambahan penduduk Upah tenaga kerja yang rendah Keterbatasan lapangan kerja Kurangnya fasilitas Faktor penarik dari kota: Kota sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, ilmu pengetahuan, teknologi, dsb. Upah tenaga kerja lebih tinggi Kesempatan kerja lebih banyak Kemudahan/tersedianya berbagai fasilitas sumber [3, hal. 36-37] back to top

Gambar (1). Peningkatan Jumlah Penduduk Dunia Seiring dengan Bertambahnya Waktu

Gambar (2). Urbanisasi

Secara naluriah, manusia selalu ingin meningkatkan kualitas hidupnya. Keinginan untuk meningkatkan kualitas hidup menyebabkan urbanisasi. § Diskusikan dengan siswa: Bagaimana kriteria hidup sejahtera. Bandingkan jawaban peserta dengan hal-hal yang mempengaruhi kualitas hidup ö gambar 3.

Pengertian kualitas hidup berbeda diantara masing-masing individu. Jelas, bahwa banyak hal mempengaruhi kualitas hidup ö gambar 3. Di antara hal-hal yang mempengaruhi kualitas hidup terdapat kebutuhan fisik yang harus dipenuhi agar kesehatan manusia tetap terpelihara. Kebutuhan fisik meliputi: Udara bersih Air bersih Makanan dengan jenis beragam Pakaian Tempat tinggal Lingkungan bersih / sehat è Kependudukan sumber [4, hal. 12] Pertambahan penduduk kota secara cepat dalam waktu singkat akan menimbulkan berbagai masalah, antara lain: Perumahan atau Tempat Tinggal Kebanyakan orang desa yang pindah ke kota adalah mereka dari golongan ekonomi lemah. Golongan ini jelas tidak akan mampu membeli atau menyewa rumah di kota yang harganya mahal. Akhirnya mereka terpaksa akan memasuki kampung-kampung yang sudah padat penduduknya, atau mendirikan gubuk liar dan bahkan hidup menggelandang. Lapangan Kerja Di kota tersedia lapangan kerja secara luas, namun untuk mendapatkan pekerjaan yang baik diperlukan keterampilan khusus. Di sisi lain umumnya pendatang baru mempunyai latar belakang pendidikan yang rendah, sehingga akan sulit memperoleh pekerjaan. Selain itu, seiring dengan luasnya lapangan kerja, ternyata jumlah penduduk usia kerja juga meningkat dengan pesat. Ini berarti persaingan untuk memperoleh lapangan kerja juga semakin tajam. Dari kedua hal di atas akan melahirkan orang-orang yang tidak beruntung hidup di kota. Dalam arti mereka terpaksa menganggur karena kalah dalam persaingan. Pengangguran ini dapat menimbulkan masalah baru seperti gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, misalnya pencopetan, pencurian, perampokan, dll.

Gambar (3). Hal-hal yang Mempengaruhi Kualitas Hidup

sumber [4, hal. 12]

Gambar (4). Masalah Perumahan atau Tempat Tinggal

Transportasi Saat ini kita sering melihat pengguna sarana angkutan di kota berdesak-desakan, akibat tidak seimbangnya antara jumlah sarana dengan jumlah pengguna sarana (penumpang). Disamping itu bertambahnya sarana angkutan umum dan kendaraan pribadi di kotakota besar juga tidak sebanding dengan jaringan jalan yang ada. Sehingga kemacetan lalu lintas bukan lagi suatu hal yang aneh di kota-kota besar. sumber [5, hal. 21-32 ] Kemerosotan Lingkungan Pencemaran yang berasal dari rumah tangga dan industri menjadi ancaman untuk wilayah perkotaan di Indonesia. Masalah pokok mencakup limbah manusia dan industri, sampah, dan pelepasan zat-zat pencemar udara oleh kendaraan bermotor serta kegiatan industri. Pencemaran tersebut mempunyai pengaruh besar terhadap kesehatan penduduk di wilayah perkotaan. Menurut ‘World Bank Country Study’ ancaman yang paling besar di wilayah perkotaan di Indonesia adalah:

Air yang tidak bersih untuk diminum langsung sebagai salah satu sumber utama penyakit ö bab 3.2 Pengelolaan sampah yang kurang memadai (penumpukan secara tidak terkendali, pembuangan ke dalam sungai, pembakaran) Pelepasan zat-zat pencemar udara oleh kendaraan bermotor karena gas kendaraan bermotor mengandung debu/jelaga dan timah hitam (timbal) ö bab 3.1. sumber [2, hal. xxix] Selain hal-hal tersebut di atas, zat-zat pencemar dapat menyebar dan mempengaruhi lingkungan hidup di luar wilayah perkotaan (perairan, lahan-lahan, hutan, dll). Dengan kata lain, kesehatan manusia dapat terganggu oleh pencemaran akibat kegiatan manusia sendiri. Terganggunya kesehatan terjadi secara langsung, atau melalui pencemaran lingkungan hidup. Akibat kegiatan manusia terhadap lingkungan hidup yang menyebabkan pencemaran serta dampak pencemaran tersebut terhadap manusia adalah satu contoh ‘hubungan timbal-balik’. Dari kenyataan di atas dapat disimpulkan bahwa hidup di kota tidak selalu dapat menjamin peningkatan kualitas hidup. Hubungan timbal-balik antara manusia dan lingkungan hidup dibahas lebih luas dalam Bab 3. Bab 4 berisi saran untuk menyusun dan mendiskusikan upaya yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak untuk melestarikan lingkungan hidup. Bab 2 memuat materi-materi dasar agar wall chart mudah ‘dibaca’, dan selanjutnya agar Bab 3 lebih mudah dimengerti.

Gambar (5). Kemacetan Lalu Lintas

back to top Artikel (1). Lalu lintas Surabaya di tahun 2010 Jawa Pos, Sabtu Pon 27 Juli 1996 Wajah transportasi Surabaya Tahun 2010 Supermacet, Kecepatan Mobil 10 Km/Jam Bagaimana wajah Surabaya 2010, khususnya bidang transportasinya? Berdasarkan penelitian sejak Maret 1995 yang hasilnya baru akan di paparkan akhir Oktober mendatang, jika tidak diantisipasi, Surabaya akan mengalami superkemacetan. Kendaraan dari barat ke timur, utara-selatan, kecepatan maksimumnya hanya akan 10 km/jam. Bayangkan saja!

SALAH satu terobosan yang akan dilakukan Pemda KMS adalah membatasi kendaraan pribadi. “Namun sekarang belum diketahui bagaimana cara membatasi semakin membeludaknya kendaraan pribadi. Apalagi, harga mobil kini semakin murah, seperti munculnya mobil nasional dan mobil Cakra. Itu satu faktor yang harus dipikirkan,” ujar Ir Alisjahbana MA technical project officer, Surabaya Integrated Tranport Network Planning Project (SITNP). Studi yang melibatkan konsorsium dengan tiga konsultan dari luar negeri -Jerman, Inggris dan Perancis-, dan dua dari Jakarta telah menghasilkan peta trans- portasi Surabaya. Menurut Alisjahbana, hasil penelitian sementara menunjukkan transportasi Surabaya terus ber- kembang seiring dengan berkembangnya jumlah penduduk, meningkatnya kesempatan kerja, dan meningkatnya tingkat pendapatan. Karena itu, perlu kebijakan transportasi. Tujuannya, kata dia, meningkatkan efisiensi, hemat energi, hemat biaya, menjaga kebersihan lingkungan, tingkat keselamatan, waktu berjalanan yang semakin pendek, dan pemerataan hasil-hasil pemba- ngunan. Yang mengagetkan, ujar dia, berdasarkan prediksi (1995 - 2010), peningkatan jumlah mobil di Surabaya mencapai 169 persen, atau 6,6 persen pertahun. Sehingga jumlah mobil pada 2010 sekitar 788.463. Sedangkan kenaikan jumlah sepeda motor sebesar 29 persen atau per tahun hanya 1,7 persen. Pada 2010 sepeda motor berjumlah 933.335.

“Ketimpangan terjadi karena jumlah angkutan umum per tahun hanya 0,9 atau hanya berjumlah 626.077.Ini sangat memberatkan bagi Surabaya yang jumlah penduduknya mencapai 4 juta,” katanya. Melihat fakta demikian, katanya, tidak perlu pembatasan jumlah sepeda motor. Justru jumlah mobil pribadi yang harus dibatasi. Masalahnya, upaya bagaimana yang paling tepat untuk membatasi jumlah kendaraan pribadi, mengingat upaya DKI Jakarta dengan menerapkan kebijakan three in one juga tidak efektif, karena mudah dimanipulasi. “Mungkin alternatif bisa menaikkan biaya parkir. Sehingga orang yang memiliki mobil akan berfikir dua kali untuk memakai mobilnya,” ujarnya didampingi Kabag Humas KMS Ismail Chamid SH. (end/sho)

2. LINGKUNGAN TERPADU Dalam waktu singkat atau hanya beberapa puluh tahun saja, pada lingkungan alami muncul daerah yang merupakan awal mula terbentuknya kota-kota besar. Umumnya daerah ini terletak di dekat sungai besar atau di tepi pantai. Namun karena pesatnya perkembangan kebutuhan manusia, lingkungan alami tidak dapat lagi mendukung pertumbuhan daerah tersebut. Sebenarnya kota tidak dapat tumbuh dengan sendirinya, akan tetapi manusia juga yang mengembangkan demi memenuhi kebutuhannya. Beberapa bagian/infrastruktur dibangun dan dikembangkan di suatu daerah, misalnya pemukiman, pabrik/industri, pembangkit tenaga listrik, jaringan lalu lintas, dan usaha pertanian/peternakan sehingga terbentuklah dalam wilayah tersebut sebuah kota besar (lingkungan terpadu). Dalam pengembangannya juga telah dirancang agar masing-masing bagian tersebut dapat berfungsi tanpa menimbulkan masalah, atau kalaupun timbul masalah sudah dipersiapkan pemecahannya secara teknis yang sesuai. sumber [6, hal. 7] Contoh: Masalah: Bila terjadi kemacetan lalu lintas kendaraan bermotor: Pemecahan: Dibuat pelebaran jalan Masalah: Bila tanah pertanian kurang subur: Pemecahan: Diberi pupuk buatan Pada awal pengembangannya belum terpikirkan, bahwa lingkungan terpadu merupakan suatu sistem dimana di dalamnya terdapat hubungan yang erat diantara bagian-bagiannya, dan saling mempengaruhi satu sama lain. Bahwa lingkungan terpadu sendiri hanyalah salah satu bagian dari lingkungan hidup, juga belum terpikirkan. Oleh karenanya saat itu juga belum dipikirkan bagaimana caranya agar kegiatan manusia tidak merugikan/merusak lingkungan hidup, yang pada akhirnya akibat-akibat yang timbul juga akan ditanggung oleh manusia karena kerusakan tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidupnya. Hubungan antara bagian-bagian lingkungan terpadu, lingkungan terpadu dengan lingkungan alami akan dibicarakan dalam bab-bab berikut. Dalam Bab 2.1 dibahas bagian-bagian lingkungan terpadu, dan hubungan antara bagian-bagian tersebut dibahas dalam Bab 2.2. Sedangkan hubungan antara lingkungan terpadu dengan lingkungan alami dibahas dalam Bab 3 dengan judul ‘Hubungan Timbal-Balik antara Manusia dan Lingkungan Hidup’.

Gambar (6). Perkembangan Kota-kota Besar

2.1 Bagian-bagian Lingkungan Terpadu § Diskusikan dan susunlah bagian-bagian lingkungan terpadu bersama-sama siswa: lingkungan terpadu yang ada di

· Gambarkan sketsa bagian-bagian lingkungan terpadu di papan tulis. · Bandingkan sketsa tersebut dengan sketsa di wallchart (identifikasikan dengan bagian-bagian wallchart). A. Lingkungan Terpadu

Gambar di wallchart dengan judul ‘Lingkungan Terpadu’ menunjukkan pusat dari lingkungan terpadu yang merupakan pemukiman yang sangat besar dan padat penghuni. Selain terdapat bangunan pemukiman, di pusat lingkungan terpadu ini juga terdapat gedung-gedung: Perdagangan (toko, pasar swalayan) Perkantoran Pendidikan, dll. Tingkat sosial penduduk di lingkungan terpadu beragam, ada yang sangat kaya namun ada pula yang miskin dan menjadi pengangguran.

B. Industri Di pabrik, bahan mentah diolah menjadi barang jadi (misal: makanan, pakaian) atau barang setengah jadi. Pemerintah Indonesia terus berusaha mengembangkan sektor industri dengan tujuan memperkokoh perekonomian. Industri sering ditemukan di kota-kota besar, karena pada umumnya syarat-syarat yang diperlukan sudah tersedia, antara lain: Tenaga kerja/tenaga ahli Modal usaha Sarana transportasi Daerah pemasaran yang luas. Di kota-kota besar sering kita jumpai kawasan-kawasan industri yang dibangun secara terpadu dimana berbagai jenis industri berada dalam satu daerah dengan menggunakan fasilitas penunjang secara terintegrasi pula, seperti air dan listrik, pengolah air limbah, komunikasi.

Gambar (7). Lingkungan Terpadu

Gambar (8). Industri

C. Pembangkit Tenaga Listrik Diperkirakan bahwa pemakaian tenaga listrik per orang dalam jangka waktu tertentu lebih tinggi di kota dari pada di desa. Karena di kota, tenaga listrik selain digunakan untuk penerangan juga untuk keperluan lain. Rumah tangga dengan taraf hidup yang cukup tinggi umumnya menggunakan peralatan modern yang membutuhkan tenaga listrik, seperti: Kipas angin Mesin cuci Pengering rambut (hair dryer) Seterika, dll. Selain itu gedung-gedung bertingkat tinggi yang ada di Jakarta, Surabaya dan kota besar lainnya mempunyai sistem AC (air conditioning) yang membutuhkan banyak tenaga listrik. Industri juga membutuhkan banyak tenaga listrik, dinyatakan bahwa kebutuhan energi listrik pada tahun 1994/1995 sebesar 42,6% dari total energi listrik yang digunakan (industri, rumah tangga, toko, hotel, kantor, dsb.) dan tahun 1996/1997 diperkirakan meningkat menjadi 44,5%. sumber [7, hal. 73] Untuk memperkecil kerugian akibat hilangnya arus listrik, pembangkit tenaga listrik sebaiknya dibangun di dekat kawasan industri dan pemukiman è Energi. D. Lalu Lintas Kendaraan Bermotor Lalu lintas kendaraan di kota-kota besar di Indonesia sudah sangat padat, sehingga sering terjadi kemacetan. Di Jakarta, sulit memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai satu tempat (misalnya, dari rumah ke kantor) dengan naik mobil atau bis. Untuk menempuh jarak yang tidak terlalu jauh bisa dibutuhkan waktu berjam-jam karena macet. Untuk mengurangi kemacetan, pemerintah berupaya memperlebar jalan-jalan dan memperbanyak jalan-jalan bebas hambatan (tol). Namun pengalaman di negara-negara industri menunjukkan bahwa dengan semakin lebar jaringan jalan ternyata jumlah kendaraan yang dioperasikan juga meningkat, dan pada akhirnya arus lalu lintas tidak bertambah lancar. Di Indonesia harga bensin dan solar lebih murah jika dibandingkan negara lain, karena memiliki sumber energi dan untuk sementara masih cukup persediaan. Hal ini menyebabkan lebih banyak digunakan sarana angkutan darat seperti sepeda motor, mobil pribadi, bus, taksi.Sarana angkutan lain seperti trem, kereta api, serta kereta api bawah tanah belum begitu menarik minat pada saat ini. Ada kemungkinan di masa mendatang, jenis angkutan trem, kereta api, dan kereta api bawah tanah menjadi lebih penting dibanding kendaraan bermotor karena memiliki kelebihan sebagai berikut: Mengangkut lebih banyak orang/barang per satuan waktu Mengkonsumsi energi lebih rendah Melayani angkutan sesuai dengan jadwal Mengurangi kebisingan.

Gambar (9). Pembangkit Tenaga Listrik

Gambar (10). Lalu lintas Kendaraan Bermotor

E. Lalu Lintas Udara Sarana lalu lintas udara yang paling populer adalah pesawat terbang. Dengan gencarnya promosi pariwisata dan dikembangkannya beberapa bandara menjadi bandara internasional membuat lalu lintas udara di Indonesia pada saat ini semakin marak dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Meningkatnya perekonomian masyarakat Indonesia, juga telah mengubah pola mobilitas masyarakat. Pada waktu dulu seseorang yang ingin mengunjungi keluarga yang ada di pulau lain cukup naik kapal laut, tetapi sekarang memilih naik pesawat terbang karena akan lebih cepat sampai walaupun harus mengeluarkan ongkos lebih. Bertambahnya permintaan jasa angkutan udara ini, tentu mendorong pihak jasa angkutan membuka rute-rute penerbangan baru atau menambah jadual penerbangan pada rute yang sudah ada. Hal ini tentunya akan meningkatkan kebisingan, baik bagi masyarakat yang bermukim di sekitar bandara maupun di daerah yang menjadi lintasan pesawat terbang.

F. Pertanian Monokultur / Pemeliharaan Hewan Secara Intensif Karena tingginya kepadatan penduduk dan terbatasnya lahan, penduduk di kota tidak lagi mempunyai lahan untuk menghasilkan pangan. Karenanya masyarakat bergantung pada pengusaha pertanian/peternakan besar yang memproduksi hasil sebanyak mungkin untuk memenuhi kebutuhan mereka. Untuk itu dilakukan pertanian monokultur dan peternakan intensif Pertanian monokultur adalah sistem pertanian yang menanam hanya satu jenis tanaman (misalnya jagung) dalam satu musim tanam. Agar hasil yang diperoleh memuaskan dan tanaman tahan terhadap hama dan penyakit, digunakan: Pupuk Pestisida (biosida).

Peternakan intensif adalah peternakan dengan sistem kandang agar dapat memenuhi kebutuhan daging, telur, dan susu secara maksimal dalam waktu relatif singkat. Agar hewan ternak cepat gemuk dan tahan penyakit, digunakan: Hormon Antibiotika.

Gambar (11). Lalu Lintas Udara

Gambar (12). Pertanian Monokultur dan Peternakan Intensif

G. Perairan / Air Tanah Pada masa lalu, saat kepadatan penduduk dan tingkat pencemaran lingkungan hidup masih rendah, masyarakat dapat menggunakan air sungai untuk memenuhi semua kebutuhan, seperti: Minum dan memasak Mandi Mencuci pakaian dan perabot rumah tangga Saat ini, di lingkungan terpadu dengan penghuni yang sangat padat, sungai telah dijadikan tempat pembuangan limbah (dari industri maupun pemukiman), sehingga air sungai tidak layak lagi digunakan untuk keperluan air minum atau memasak. Karenanya air sungai harus diolah terlebih dulu sebelum dialirkan ke sistem saluran air (PAM) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain air sungai, untuk memenuhi kebutuhan air, masyarakat juga memanfaatkan air tanah Namun karena sumber pencemar sekarang ini selalu bertambah maka sangat sulit memperoleh air tanah dengan kualitas yang baik ö bab 3.2.

H. Kesehatan Pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang ada di lingkungan terpadu adalah rumah sakit, klinik, dan puskesmas. Dengan semakin tinggi pengetahuan manusia tentang ilmu kedokteran, semakin berkembang pula ilmu pengobatan sehingga banyak jenis-jenis penyakit yang dapat diobati. Di Indonesia, telah dibangun berbagai jenis rumah sakit untuk melayani penderita berbagai macam penyakit, walaupun mungkin belum setara dengan rumah sakit yang ada di negara-negara maju. Keberadaan pusat pelayanan kesehatan sangat penting artinya bagi masyarakat yang tinggal di lingkungan terpadu, karena di lingkungan tersebut sangat rawan penyakit.

Gambar (13). Perairan / Air Tanah

Gambar (14). Pusat Pelayanan Kesehatan

Bab I sampai dengan K berikut ini membahas akibat-akibat yang timbul di Lingkungan Terpadu, yaitu: I. Sampah Pada tahun 1985/86 DKI Jakarta menghasilkan sampah sebesar 18.000 m3/hari dan pada tahun 1991/92 meningkat menjadi 23.706 m3/hari. Ini merupakan jumlah yang banyak, dan seperti di kota-kota besar lain di Indonesia, terus meningkat. sumber [8, hal. 354] Sampah dapat memberikan dampak negatif, karena: Berbau tidak sedap Menarik bagi binatang yang dapat menyebarkan bibit penyakit Mencemari air sungai dan tanah, dll. Oleh sebab itu sampah harus dibuang ke tempat khusus sampah dan dikelola dengan baik. Karena pengolahan sampah cukup mahal, dan kemacetan di jalan beberapa kota sering menghambat transportasi sampah, sebaiknya jumlah sampah yang harus dibuang ke tempat khusus dikurangi. Sebagian dari sampah tersebut dapat dibuat kompos, misalnya kompos dari sampah organik. Selain untuk kompos masih ada cara lain lagi untuk mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang è Sampah dan Pengelolaannya. J. Gangguan Stress Stres adalah gangguan mental atau emosional yang disebabkan oleh berbagai tekanan, misalnya dalam pekerjaan, pendidikan, pergaulan. § Tanyakan kepada siswa apakah mereka kemungkinan menderita gejala stress dan bila benar apa penyebabnya.

Istilah stress didefinisikan sebagai suatu gejala ketidaknyamanan yang dirasakan manusia seperti kurang semangat, kurang istirahat, dan sukar tidur yang disebabkan oleh tekanan psikologis. Dalam jangka pendek mungkin tidak menunjukkan sebagai suatu penyakit yang jelas, tetapi lama kelamaan dapat menyebabkan penyakit fisiologi seperti tekanan darah dan penyakit jantung. Di Lingkungan Terpadu, persaingan untuk memperoleh pekerjaan yang baik dan peningkatan karir cukup berat. Jika hasil kerja tidak baik, ada kemungkinan kehilangan pekerjaan. Hal ini cukup menghantui para pekerja. Ego akan terpupuk, kepedulian akan pudar. Promosi barangpun makin gencar dan selalu ada produk-produk baru di pasaran, sehingga semakin besar keinginan untuk membeli. Oleh sebab itu usaha-usaha untuk memperoleh gaji yang lebih tinggi selalu meningkat. Sering orang merasa malu jika tidak mampu membeli produk-produk terbaru. Kota-kota besar padat penghuni dan lalu lintas, merupakan sumber kebisingan yang cukup mengganggu. Hal ini sering membuat orang tidak dapat beristirahat dengan baik di saat libur. Kelelahan yang bertumpuk dan berlangsung lama dapat menyebabkan penyakit. Gambar (15). Sampah

Gambar (16). Gangguan Stres

K. Kriminalitas dan Kecanduan Alkohol Di satu sisi, di kota-kota besar banyak orang yang miskin dan tidak beruntung. Mereka ini tidak tahu bagaimana harus memenuhi kebutuhan pokoknya setiap hari. Terdorong untuk memenuhi hajat hidupnya ini, terkadang mereka mulai melakukan tindak kejahatan pencurian ataupun pencopetan. Tindak kejahatan ini dapat berkembang ke arah yang lebih luas yaitu penodongan dan perampokan. Di sisi lain, tidak sedikit pula penduduk kota besar yang sangat kaya. Diantara mereka ada juga yang merasa bosan dengan kehidupannya, karena semua keinginan sudah terpenuhi. Untuk menghilangkan kejenuhan dan kebosanan mereka pergi ke tempat hiburan seperti diskotik, dimana mereka dapat membeli minuman mengandung alkohol dan mungkin obat terlarang (pil koplo, ecstasy, dll). Dengan minuman dan obat-obat terlarang ini mereka mencari mimpi-mimpi indah untuk melupakan situasi. Alkohol dan obat-obat terlarang ini sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kecanduan dan berbagai macam penyakit. Karena banyaknya risiko hidup di lingkungan terpadu seperti diungkapkan pada bagian-bagian di atas, keinginan masyarakat untuk tinggal di lingkungan alami meningkat.

L. Daerah Wisata / Peristirahatan Untuk melepaskan lelah dan penat akibat beban kerja yang berat, secara teratur atau sekali waktu penduduk di Lingkungan Terpadu ingin beristirahat di lingkungan yang masih alami, dimana ada air jernih mengalir, pohon-pohon tumbuh dengan rimbun dan udara bersih serta sejuk. Di sini mereka sejenak melupakan suasana kota yang hiruk pikuk, hari-hari kerja yang berat, udara yang pengap dan kotor oleh asap kendaraan bermotor, serta sungai yang tercemar karena disalahgunakan untuk tempat membuang limbah. Gambar (17). Kriminalitas dan Kecanduan Alkohol

Gambar (18). Daerah Wisata / Peristirahatan

2.2 Dua Contoh Ketergantungan diantara Bagian-bagian Berbagai bagian yang ada ternyata satu sama lain saling mempengaruhi. Hal ini dapat kita lihat pada hubungan antara industri, lingkungan terpadu, dan lalu lintas kendaraan bermotor seperti berikut ini: a.

Pembangunan industri baru atau perkembangan industri berarti permintaan tenaga kerja di kota meningkat (umumnya industri didirikan di kota-kota yang sudah lengkap fasilitasnya). Hal ini menarik minat tenaga kerja dari daerah/desa di sekitarnya, terutama desa-desa yang miskin untuk pindah ke kota. Jumlah penduduk kota meningkat, kebutuhan akan pemukiman juga meningkat. Pada

umumnya para pekerja pendatang tersebut memerlukan tempat tinggal yang dekat dengan lokasi industri dimana mereka bekerja. Dari sini kemudian lahir pemukiman baru bagi para pekerja yang dikenal dengan lingkungan terpadu. b.

Para pekerja yang tinggal di lingkungan terpadu membutuhkan angkutan untuk sarana transportasi. Dengan bertambahnya pekerja berarti jumlah kendaraan bermotor juga meningkat. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor ini tentu akan memberikan dampak pada lalu lintas kendaraan. c.

Rasa ego yang tinggi di lingkungan terpadu, memacu penghuninya untuk memiliki barang-barang mewah. Misalnya pemilikan mobil pribadi, agar gengsinya meningkat tidak cukup satu mobil untuk satu keluarga, tetapi kalau bisa setiap anggota keluarga memilikinya. Banyaknya kendaraan pribadi yang digunakan di jalan raya akan menyebabkan kemacetan lalu lintas. d.

Industri perlu sarana transportasi untuk mengangkut bahan baku dari daerah pemasok ke lokasi industri, juga untuk memasarkan produk-produknya dari lokasi industri ke toko/konsumen. Semakin banyak industri berarti semakin banyak alat transportasi yang dibutuhkan, dan tentunya juga berpengaruh pada lalu lintas kendaraan bermotor. Gambar (19). Lingkungan Terpadu, Industri dan Lalu Lintas Kendaraan Bermotor

Contoh lain yang dapat dilihat pada wall chart adalah hubungan antara Lingkungan Terpadu, Gangguan Stres dan Kesehatan, seperti berikut ini: a.

Seiring dengan perkembangan fisik lingkungan terpadu, jumlah penduduknya juga terus bertambah. Kepadatan penduduk semakin tinggi, kebisingan meningkat. Keadaan semacam ini merupakan penyebab ketidaknyamanan yang dapat mendorong terjadinya stres. Ditambah lagi dengan hubungan sosial yang makin hari semakin jauh akibat perbedaan kepentingan. Hal tersebut membuat orang merasa kesepian, tanpa teman bicara di tengah kebisingan dan keramaian. b.

Jumlah penduduk yang besar dan terus meningkat di dalam suatu wilayah yang terbatas merupakan penyebab tidak terpenuhinya fasilitas kehidupan yang memenuhi syarat kesehatan (terutama bagi golongan ekonomi lemah). Lingkungan hidup yang tidak sehat merupakan awal dari timbulnya wabah penyakit. c.

Tekanan jiwa (stres) yang dialami oleh seseorang, jika terlalu lama dan berlangsung terus-menerus dapat mengakibatkan berbagai penyakit fisiologi seperti jantung (penyumbatan pembuluh darah ke jantung), kanker, mandul.

Gambar (20). Lingkungan Terpadu, Gangguan Stres, dan Kesehatan

back to top

3. HUBUNGAN TIMBAL-BALIK ANTARA MANUSIA DAN LINGKUNGAN HIDUP

Pada wall chart, kita dapat menarik satu garis dari kanan atas ke kiri bawah. Di bagian kanan bawah wall chart adalah bagian-bagian lingkungan terpadu yang sangat mempengaruhi lingkungan alami (pusat lingkungan terpadu, lalu lintas kendaraan bermotor, industri, dsb.). Pengaruh tersebut digambarkan dengan tanda-tanda panah dari bagian kanan bawah ke bagian kiri atas (a, b). Di bagian kiri atas terdapat lingkungan alami yang mempengaruhi kualitas hidup manusia ö bab 1. Pengaruh ini digambarkan dengan tanda-tanda panah dari bagian kiri atas menuju ke bagian kanan bawah (c, d). Hubungan timbal-balik antara lingkungan terpadu dan lingkungan alami digambarkan dengan tanda-tanda panah yang saling berhubungan: dari satu bagian ke bagian lain dan berulang kembali (a + c dan b + d). Sebagai contoh: Zat-zat pencemar yang dilepaskan ke lingkungan di suatu tempat dapat menyebar ke seluruh dunia. Di Kutub Utara dan Selatan yang jauh dari pemukiman manusia sudah terdapat zat-zat pencemar. Zat-zat pencemar dapat tersebar melalui: Atmosfer (udara) Siklus air (perairan, air tanah, hujan, dll) Tanah dan ekosistem-ekosistem (tanaman, hewan, dll) sumber [ 9, hal. 120] Menghirup udara tercemar, minum air kotor dan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat pencemar menganggu kesehatan manusia. sumber [ 9, hal. 138]

Gambar (21). Pembagian Wall Chart

Gambar (22). Cara Zat Pencemar Memasuki Tubuh

Untuk mengetahui keterkaitan antara iklim, air, tanah, dan kesehatan, hal-hal berikut dapat dilihat di wall chart: Kita dapat menarik satu garis dari kanan atas ke kiri bawah ö gambar 21. Di bagian kanan bawah wall chart terdapat bagian-bagian lingkungan terpadu yang melepaskan zat-zat pencemar ke lingkungan alami. Di bagian kiri atas wall chart adalah lingkungan alami yang menyediakan udara, air dan makanan untuk manusia. Selain itu dapat dilihat bahwa pencemaran buatan manusia akhirnya merugikan kesehatan manusia, khususnya di lingkungan terpadu dimana terdapat sumber-sumber zat-zat pencemar ö bab 1, gambar 23 dan gambar 24. a.

b.

c.

Penyebaran zat pencemar udara, beberapa sumber dan contoh zat pencemar udara dibahas di Bab 3.1. Penyebaran zat pencemar air, beberapa sumber dan contoh zat pencemar air dibahas di bab 3.2. Beberapa sumber dan zat pencemar makanan serta akumulasi zat pencemar dalam makanan dibahas di Bab 3.3.

Gambar (23). Hubungan Iklim dan Air Tanah dengan Kesehatan

Gambar (24). Hubungan Peternakan Intensif dan Pertanian Monokultur dengan Kesehatan

3.1 Udara Telah disebutkan dalam bab1, bahwa udara adalah kebutuhan dasar manusia. Udara yang dibutuhkan adalah udara bersih è Atmosfer dan Pemanasan Global dan è Kependudukan. Ribuan tahun lalu atmosfer mampu membersihkan udara secara alami Bumi memiliki sebuah lapisan udara yang mengelilinginya è Atmosfer dan Pemanasan Global. Komposisi lapisan udara tersebut sejak beribu-ribu tahun tidak mengalami perubahan yang berarti, walaupun bencana alam seperti kebakaran hutan, erosi, serta pembakaran kayu dan batu bara telah mencemarkan udara. Namun pencemaran tersebut tidak parah karena zat-zat pencemar di udara turun lagi ke bumi pada waktu hujan. Sedangkan karbon dioksida (CO2) diserap oleh tumbuhan dan dijadikan oksigen (O2) dalam proses fotosintesis è Energi. Sistem pembersihan udara secara alami tersebut selalu menjaga kebersihan atmosfer dan mencegah terjadinya kenaikan konsentrasi zat-zat pencemar di udara ö gambar 25.

Sekarang kita menghirup udara yang kita cemari sendiri Sejak awal era industrialisasi, pelepasan zat-zat pencemar udara oleh manusia meningkat sangat tajam sehingga sistem pembersihan udara secara alami tidak lagi dapat berfungsi dengan baik ö tabel 1. sumber [ 10, hal. 6] Gambar (25). Siklus Pembersihan Udara

Era pra-industrialisasi: Siklus tidak terganggu; sistem pembersihan udara mencegah konsentrasi tinggi zat-zat pencemar secara alami. Era industrialisasi: Siklus terganggu; sistem pembersihan udara secara alami terbebani; secara global terjadi konsentrasi karbon dioksida (CO2) yang berlebihan dan di lokasi tertentu terjadi konsentrasi tinggi zat-zat pencemar.

Tabel (1). Perbandingan Udara Alami dengan Udara Tercemar

Unsur pokok udara alami adalah nitrogen (N2) dan oksigen (O2) dengan kadar kira-kira 79 % nitrogen, 20 % oksigen Keadaan udara alami yang dulu tidak terpengaruh oleh manusia telah berubah karena mengandung zat-zat pencemar seperti gas-gas, debu, bermacam-macam uap ataupun panas.

sumber [ 10, hal. 6] § Diskusikan dengan siswa: Mengapa jika terjadi pencemaran udara akibatnya tidak hanya dirasakan di daerah sekitar sumber pencemaran, tetapi juga dirasakan di tempat lain ? Zat-zat pencemar udara dilepaskan lewat cerobong, knalpot dan juga melalui penguapan bahan-bahan pelarut. Proses ini disebut Emisi. Zat-zat pencemar udara yang teremisi bercampur dengan udara kemudian menyebar jauh atau dekat, bergantung pada arah dan kerasnya angin. Selama di udara, zat-zat pencemar dapat saling bereaksi sehingga terjadi perubahan zat. Penyebaran, perpindahan dan perubahan zat disebut Transmisi. Pengaruh zat-zat pencemar yang tersebar terhadap manusia dan lingkungan hidup, termasuk bagian zat-zat pencemar yang sudah berubah, disebut Imisi. sumber [ 10, hal. 7] Gambar (26). Emisi, Transmisi dan Imisi

§

Mintalah kepada siswa untuk menyebutkan semua tanda panah pada wall chart yang berhubungan langsung dengan udara (tanda-tanda panah yang menuju ke‘iklim’) ! Pada wall chart kita dapat melihat empat sumber pencemar udara, yaitu: Lalu lintas kendaraan bermotor Pembangkit tenaga listrik Industri Lalu lintas udara a.

Pembakaran bahan bakar (solar, bensin, kerosen, gas, dll) selalu menghasilkan karbon dioksida (CO2) dalam jumlah besar, sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOX). CO2 menyebabkan pemanasan global. Pemanasan global dapat mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan pemukaan air laut è Atmosfer dan Pemanasan Global. SO2 dan NOX dapat menyebabkan hujan asam. Hujan asam dapat merusak daun tanaman, mengikis bangunan tua (candi), menurunkan kualitas air. NOX juga dapat menaikkan konsentrasi ozon di troposfer è Perusakan Lapisan Ozon. Tingginya konsentrasi ozon di troposfer dapat mengiritasi saluran pernapasan, menurunkan hasil panen, dan mengikis bangunan. Asap timah hitam (timbal) berasal dari zat yang ditambahkan ke dalam bensin untuk mengurangi ketukan mesin. Asap timbal dapat mengganggu saluran pernapasan. Akibat lain adalah kenaikan tekanan darah dan yang paling fatal adalah penurunan kemampuan otak pada anak-anak. Di samping asap timah hitam (timbal), debu/jelaga juga dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, antara ain penyakit saluran pernapasan, kanker paru-paru.

Gambar (27). Hubungan Lalu Lintas, PTL, dan Industri dengan Iklim

b.

Pembangkit tenaga listrik, terutama yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak bumi, batu bara) juga merupakan sumber emisi CO2, SO2, dan NOX. Pengaruh pelepasan gas-gas ini sama seperti yang dijelaskan di atas è Energi. c.

Industri adalah pencemar berat bagi udara. Zat-zat pencemar yang dilepas oleh industri tidak terbatas pada CO2, SO2, dan NOX saja jika dalam proses produksinya digunakan bahan bakar fosil tetapi juga zat-zat pencemar lain bergantung pada jenis industrinya.

Artikel (2). Udara yang Dihirup Penduduk Jakarta [Kompas Online] Sabtu, 8 Juni 1996 Dalam Setahun, Penduduk Jakarta Menghirup Udara Kotor 173 Hari …Istanbul, Kompas Sepanjang 173 hari setiap tahunnya penduduk Jakarta terpaksa menghirup udara kotor yang melewati ambang batas kesehatan. Hasilnya, tingkat kematian akibat infeksi saluran pernafasan di Jakarta (12,6 persen) dua kali lebih besar dari rata-rata nasional. Polusi udara Jakarta terutama datang dari kendaraan bermotor yang mengandung polutan berbahaya, sebanyak 44 persen partikel, 89 persen hidrokarbon, 73 persen nitrogen oksida, dan 100 persen timah hitam. Selain itu, penduduk Jakarta juga menderita akibat asap buangan industri, terutama sulfur oksida sebesar 63 persen. Sedangkan buangan asap pembakaran sampah rumah tangga mengandung partikel 41 persen. Beberapa hasil penelitian yang termuat dalam publikasi resmi Pusat PBB untuk Masalah Permukiman (UNCHS) bulan Juni 1996, World Resources 1996-1997, seperti dilaporkan oleh wartawan Kompas Fitrisia M. dan Maria Hartiningsih, juga menyebutkan bahwa dengan mengurangi partikel berbahaya di udara hingga ke tingkat yang direkomendasikan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), maka Jakarta bisa mencegah 1.400 kematian atau 2 persen dari angka kematian tahunannya. Dalam kegiatan paralel berupa dialog Menciptakan Kota-kota Sehat di Abad ke-21 yang diadakan oleh WHO, Wakil Presiden Bank Dunia untuk Masalah Pembangunan Berkelanjutan, Ismail Serageldin hari Jumat (7/6) mengatakan, persoalan polusi udara (selain air dan sanitasi) harus menjadi prioritas utama dalam penetapan target perbaikan hidup manusia. "Yang paling penting adalah manajemennya. Karena tidak ada alat yang paling baik untuk membersihkan polusi, selain mengatur input dan output-nya," ujar Serageldin. Biaya kesehatan Persoalan polusi udara bukan hanya masalah Jakarta, melainkan juga kota-kota besar lain. Sebuah studi yang dibuat AS selama tujuh tahun di 151 kota yang melibatkan sekitar 550.000 orang menunjukkan, penduduk yang tinggal di kota yang paling terpolusi memiliki kemungkinan mati 15-17 persen lebih tinggi dibanding mereka yang berada di kota-kota yang tidak terpolusi. Kendati diakui oleh para peneliti sebagai tidak terlalu besar, tingkat kematian yang berhubungan dengan polusi udara di perkotaan semakin lama tampak semakin meluas. Di Jakarta, misalnya, para peneliti memperkirakan kalau rekomendasi WHO digunakan, maka 600.000 serangan asma dan 125.000 kasus bronkitis pada anak-anak setiap tahunnya bisa dicegah. Masalah polusi udara tidak berkaitan dengan status sosial ekonomi. Akibatnya, tak peduli kaya ataupun miskin, siapa pun yang tinggal di kota yang terpolusi akan memiliki kemungkinan kematian lebih besar. Menurut catatan WHO, di seluruh dunia terdapat 1,1 juta jiwa penduduk yang terpaksa menghirup partikel dan sulfur dioksida melewati ambang batas WHO. Akibatnya, biaya kesehatan yang harus dikeluarkan akibat polusi udara cukup tinggi. Dalam perhitungan Program Manajemen Perkotaan (UMP), untuk hal ini saja Jakarta harus mengeluarkan biaya kesehatan sebesar 220 juta dollar AS setiap tahunnya. Angka tersebut adalah biaya akibat serangan asma, berkurangnya intelegensia anak, persoalan hipertensi, serangan jantung, penyakit saluran pernafasan, dan lain-lain. Tetapi angka yang dikeluarkan Jakarta masih kalah dengan Mexico City (Meksiko). Di kota ini, biaya kesehatan yang berkaitan dengan polusi udara setiap tahunnya lebih dari 1,5 milyar dollar. Tingginya tingkat partikel di udara mengakibatkan rata-rata orang di kota itu kehilangan 2,4 hari kerja setiap tahun dan terjadinya 6.400 kematian dalam satu tahun. Sedangkan tingginya tingkat kandungan timah hitam di udara menyumbang pada 20 persen timbulnya hipertensi pada orang dewasa, dan 29 persen anak-anak tak sehat yang darahnya mengandung timah hitam. Sementara itu di Bangkok (Thailand), akibat tingginya kandungan timah hitam mengakibatkan 200.000-500.000 kasus hipertensi, yang selanjutnya membuat 400 kematian setiap tahun. Sedangkan akibat yang terjadi pada anak-anak adalah hilangnya IQ rata-rata 4 poin pada usia 7 tahun dan untuk jangka panjang adalah menurunnya produktivitas saat mereka menginjak dewasa. ***

3.2 Air Seperti halnya udara bersih, air bersih juga merupakan kebutuhan dasar manusia. Air yang dibutuhkan adalah air yang bersih dan sehat, yaitu: Tidak mengandung bakteri bibit penyakit Tidak mengandung bahan-bahan kimia yang beracun Tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa, dan secara fisik jernih sumber [11, hal. 77] Secara umum air berfungsi sebagai pembersih dan pengencer. Air merupakan pelarut alami (hampir semua zat dapat larut dalam air). § Diskusikan hal-hal berikut ini dengan siswa: sungai sebagai

· Kegiatan apa saja yang sering dilakukan manusia di sungai yang berkaitan dengan fungsi air pelarut, pengencer ataupun pembersih ? · Mengapa zat pencemar yang terlarut dalam air sungai dapat mencemari air di tempat lain ?

Air kotor yang bercampur dengan air bersih dapat menyebarkan kotorannya ke seluruh siklus air™ Siklus Air. § Lakukan percobaan: Masukkan lima tetes tinta ke dalam tiga buah tabung gelas yang masing-masing berisi 1 liter air, 2 liter air, dan 3 liter air. Amati apa yang terjadi.

Gambar (28). Sumber-sumber Pengotor Air Sungai

Gambar (29). Penyebaran Zat Pencemar dalam Air

§

Diskusikan dengan siswa mengenai cara-cara zat pencemar memasuki siklus air.

Sebagai satu contoh: Zat pencemar yang dilepaskan ke udara akan turun bersama air hujan ke perairan terbuka atau ke permukaan tanah. Zat pencemar yang jatuh di perairan terbuka (misalnya sungai) dapat disebarkan ke tempat lain melalui alirannya. Sedangkan zat pencemar yang jatuh di permukaan tanah akan terbawa air meresap ke dalam tanah dan memasuki air tanah. Zat ini akan terus terbawa aliran air di bawah tanah dan akhirnya sampai ke permukaan lagi, baik karena pengambilan (sumur) maupun yang muncul ke permukaan akibat tekanan dari dalam (misalnya mata air) ö gambar 30. Di kota-kota besar saat ini air bersih yang dibutuhkan sudah sangat sulit didapatkan. Tabel di halaman berikut menunjukkan ketersediaan dan kebutuhan air pada tahun 2000. Pulau Jawa dan Madura masuk dalam golongan telah sangat kritis, karena kebutuhan air bersih tidak dapat lagi dipenuhi. Karenanya harus dipikirkan sejak sekarang bagaimana cara menghemat air bersih.

Gambar (30). Peredaran Zat Pencemar Mengikuti Aliran Air

Sumber [12, hal. 312]

Tabel (2). Prediksi Ketersediaan dan kebutuhan air tahun 2000

No. Pulau (1) Air tersedia m3/kapita/th (2) Kebutuhan air m3/kapita/th (3) Perbandingan kebutuhan dan ketersediaan air (4) = (3)/(2) x 100 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Jawa dan Madura Sumatera Kalimantan Sulawesi Bali NTB NTT Tim-Tim Maluku Irian 342,2 3.529,5 18.779,9 3.590,9 435,3 503,5 642,0 967,6 9.680,0 108.670,4 523,5 483,7 333,2 739,7

318,9 292,8 292,7 292,6 292,9 358,2 152,9% 13,7% 1,8% 20,6% 73,3% 58,2% 45,6% 30,2% 3,0% 0,3% sumber: Dit Bimas Program Pengairan 1984 50%-75% = mendekati kritis 75%-100% = keadaan kritis 100% = telah kritis

§ a.

Mintalah kepada siswa untuk menunjukkan semua anak panah di wall chart yang berhubungan langsung dengan perairan / air tanah.

Air digunakan oleh industri untuk proses produksi, pendinginan, dan pembersihan/pencucian. Air juga digunakan oleh pembangkit tenaga listrik untuk proses pendinginan. Beberapa jenis industri adalah pencemar berat bagi air, karena membuang bahan kimia berbahaya dan logam berat ke dalam sungai. Bahan kimia berbahaya dan logam berat dapat meracuni semua kehidupan. Ketika air panas bekas pendingin dialirkan kembali ke sungai, air ini akan menaikkan temperatur air sungai. Keadaan ini akan mengakibatkan kematian beberapa jenis ikan di daerah tersebut, karena tidak tahan hidup pada temperatur yang tinggi. Kenaikan temperatur air menyebabkan eutrofikasi. Ini berarti bahwa pertumbuhan alga akan meningkat. Alga akan bersaing dengan hewan atau tumbuhan air dalam menggunakan cadangan oksigen dalam air, sehingga menyebabkan matinya hewan atau tumbuhan air lain yang hidup di tempat itu. sumber [13] b.

Dengan semakin banyaknya kebutuhan air untuk industri dan pemukiman, semakin banyak pula air tanah yang disedot ke permukaan. Akibat penyedotan air tanah secara besar-besaran maka permukaan air tanah menurun, sehingga banyak sumur-sumur dangkal yang kering è Siklus Air.

Menurunnya permukaan air tanah dapat juga menyebabkan perembesan air laut ke daratan, seperti telah terjadi di Jakarta dan Surabaya.

Gambar (31). Pengambilan dan Pencemaran Air oleh Industri dan PTL

Gambar (32). Hubungan Industri dan Lingkungan Terpadu dengan Air Tanah

c.

Di pusat lingkungan terpadu yang padat penghuni sangat sulit mengolah air limbah pemukiman yang sangat besar. Sehingga seringkali air sungai dan air tanah tercemar oleh kotoran manusia. Sebagaimana kita ketahui, air minum yang tercemar oleh kotoran manusia dapat menyebabkan penyakit seperti diare, kolera, dan disentri. Namun orang-orang tidak punya pilihan, kecuali menggunakan air sungai atau air tanah untuk air minum ö bab 1. Antara sepertiga sampai setengah dari penduduk Bangkok, Calcutta, Colombo dan Jakarta tidak terjangkau air ledeng. Dan banyak diantara mereka juga tidak mempunyai cukup uang untuk membeli air dari penjaja keliling karena harganya terlalu tinggi. sumber [13] Sampah dari kota dibuang di beberapa tempat. Terkadang karena terlalu banyak jumlahnya, ada yang tidak tertangani secara memadai. Air (misalnya air hujan) yang mengalir melalui tempat pembuangan sampah dapat melarutkan zat beracun yang kadang terdapat dalam sampah, dan selanjutnya air ini akan bercampur dengan air tanah ö gambar 32. e.

Pupuk digunakan untuk menambah kesuburan tanah yang secara alami menyediakan makanan bagi tanaman. Sebenarnya kotoran hewan adalah pupuk alami. Namun yang digunakan dalam pertanian monokultur kebanyakan adalah pupuk buatan. Pupuk yang tidak terserap oleh tanaman akan mengalami pencucian dan mencemari perairan. Pencucian pupuk ini dapat juga menyebabkan eutrofikasi. Pupuk yang mengalami pencucian ini juga mencemari air minum karena meningkatnya konsentrasi nitrat (NO3-) dan fosfat (PO43-). sumber [13] Biosida digunakan untuk melindungi tanaman, karena penanaman satu jenis tanaman dalam satu area adalah tempat yang ideal bagi hama dan penyakit. Biosida dapat menyebabkan masalah polusi air dan berbahaya bagi kehidupan.

Gambar (33). Pencemaran Air oleh Lingkungan Terpadu

Gambar (34). Pencemaran Air Akibat Sampah, Kegiatan Pertanian dan Peternakan

3.3 Makanan Makanan beragam dan sehat adalah kebutuhan pokok manusia. Manusia tidak dapat hidup tanpa makanan, karena makanan adalah sumber energi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan maupun untuk mempertahankan fungsi-fungsi tubuh è Energi dan è Kependudukan. ‘Makanan sehat’ adalah makanan tanpa zat-zat pencemar yang berbahaya untuk kesehatan. Sama dengan udara tercemar yang terhirup dan air kotor yang diminum, zat-zat pencemar bisa masuk ke tubuh kita melalui makanan. Zat-zat pencemar dapat masuk makanan sebagai: Zat tambahan (aditif) yang ditambahkan saat pengolahan makanan (pewarna, penyedap rasa, pemberi aroma, pengawet, dll). Endapan dari produksi pertanian dan produksi peternakan (pestisida, hormon, antibiotik, dll). Zat pengotor yang masuk ke makanan tanpa disengaja (pupuk, pestisida, bahan pengolahan kayu, pewarna, pembersih, dll). sumber [9, hal. 138] Di wall chart terdapat dua contoh bagaimana zat-zat pencemar dapat terkandung di dalam makanan dan akhirnya dapat merugikan kesehatan manusia, yaitu sebagai endapan dari produksi peternakan dan sebagai endapan dari produksi pertanian. a.

Hormon pertumbuhan digunakan untuk mempercepat pertumbuhan binatang ternak, sehingga ternak dapat segera dipanen dalam waktu yang relatif singkat. Hormon yang terus menerus masuk ke dalam tubuh ternak ada yang diendapkan. Jika ternak ini dikonsumsi manusia maka endapan hormon ini akan berpindah ke tubuh manusia. Pengkonsumsian ternak dengan endapan hormon secara terus menerus akan mempertinggi kadar endapan hormon pada tubuh manusia. Tingginya kadar hormon dalam tubuh manusia tentunya dapat mempengaruhi kerja organ-organ tubuh. Seperti pernah diberitakan bahwa anak perempuan yang mengkonsumsi ternak potong ini lebih cepat mengalami siklus yang secara umum hal ini baru dialami oleh wanita dewasa. Antibiotik digunakan untuk meningkatkan kekebalan ternak terhadap penyakit. Pemberian antibiotik secara berlebihan akan merugikan peternak sendiri. Sebab jika di kemudian hari ternaknya terserang penyakit, maka akan dibutuhkan antibiotik dengan kadar yang lebih tinggi. Selain itu, antibiotik yang berlebihan juga dapat diendapkan dalan tubuh ternak. Dan selanjutnya endapan ini akan berpindah ke tubuh manusia jika mengkonsumsi ternak tersebut. Endapan antibiotik pada tubuh manusia juga memberikan efek kekebalan yang tinggi pada manusia. Sehingga jika terserang penyakit juga akan diperlukan antibiotik dengan kadar yang tinggi.

Tabel (3). Zat Pewarna Sintetik pada Makanan dan Minuman yang Diijinkan di Indonesia Warna Nama Nomor indeks warna Merah Merah Merah Oranye Kuning Kuning Hijau Biru Biru Ungu Carmoisine Amaranth

Erythrosim Sunsetyellow FCF Tartrazine Quineline yellow Fast green FCF Brilliant blue FCF Indigocarmine (indigotine) Violet GB 14720 16185 45430 15985 19140 47005 42053 42090 42090 42640 sumber [15, hal. 183-184] Gambar (35). Pencemaran Makanan oleh Pestisida, Hormon dan Antibiotik

b.

Pestisida digunakan untuk melindungi tanaman. Pestisida yang mungkin paling terkenal adalah DDT (dichloro-diphenyl-trichloro-etana). Selain digunakan untuk pemberantasan hama tanaman, DDT juga digunakan dalam pemberantasan nyamuk malaria. Di satu sisi DDT sangat bermanfaat, tetapi di sisi lain, DDT mempunyai kekurangan yaitu sangat sulit mengurai di alam. Itu berarti bahwa sesudah digunakan keberadaannya masih dapat ditemui di lingkungan alam dalam waktu yang lama. Oleh karena itu DDT dapat terkumpul di dalam tubuh ikan, hewan dan bahkan di dalam tubuh manusia. Karena pengaruh DDT terhadap kesehatan manusia dalam jangka waktu panjang masih belum diketahui, penggunaan DDT di banyak negara sudah dilarang. sumber [14, hal. 94] Seperti DDT, pestisida-pestisida lain juga sangat sulit diuraikan di alam dan dapat terkumpul di dalam tubuh manusia. Dari beberapa pestisida sudah diketahui dapat menimbulkan kanker. sumber [9, hal. 139] Disamping pestisida, banyak zat pencemar lain dapat terkumpul di dalam organisme-organisme dan di dalam ekosistem-ekosistem. Proses ini disebut akumulasi, berarti terjadi peningkatan kadar zat pencemar di dalam organisme. Melalui akumulasi tersebut, zat-zat pencemar dapat mencapai konsentrasi tinggi di dalam bahan makanan, seperti padi-padian, sayursayuran, buah-buahan, daging hewan, dan ikan.

Semakin tinggi konsentrasi zat-zat pencemar di dalam bahan makanan, semakin banyak zat-zat pencemar memasuki tubuh dan membahayakan kesehatan. Proses akumulasi dibahas lebih lanjut dalam tiga contoh berikut: Akumulasi Melalui Penguapan Air Misalnya tanah mengandung zat pencemar. Zat pencemar yang larut dalam air ini akan diserap oleh akar tanaman. Air dan zat pencemar akan bergerak misalnya ke daun. Namun sesampainya di daun zat ini akan tetap tinggal, sementara itu air diuapkan oleh daun. Oleh karena itu zat-zat pencemar akan terakumulasi di daun ö gambar 37.

Gambar (36). Rumus Kimia DDT

Gambar (37). Akumulasi Melalui Penguapan Air

§

Lakukan percobaan berikut:

Masukkan masing-masing satu tangkai bunga sedap malam ke dalam tinta merah dan biru. Biarkan tangkai bunga tersebut terendam satu malam di dalam tinta. Amati apa yang terjadi ö gambar 38.

Akumulasi Melalui Penyaringan Proses ini terjadi pada hewan-hewan air seperti kerang dan ikan. Pada saat bernafas, air masuk ke insang dengan membawa zat pencemar dan saat air dikeluarkan lagi zat pencemar tertinggal di dalam alat pernapasan hewan tersebut. Proses ini berlanjut terus sampai pada suatu saat terdapat endapan zat pencemar yang cukup besar di tubuh hewan air. Akumulasi Melalui Rantai Makanan Zat-zat pencemar masuk ke dalam tubuh suatu organisme (mis. plankton/tanaman air). Kemudian organisme tersebut dimakan oleh organisme lain (ikan kecil) dan organisme ini dimakan oleh organisme lainnya lagi (ikan buas). Peristiwa ini terjadi secara beruntun sehingga konsentrasi tertinggi zat pencemar terdapat pada organisme konsumen terakhir, yaitu manusia. sumber [9, hal. 120]

Gambar (38). Akumulasi Melalui Penguapan Air

Gambar (39). Akumulasi Melalui Penyaringan

Gambar (40). Akumulasi Melalui Rantai Makanan

back to top

4. UPAYA UNTUK MELESTARIKAN LINGKUNGAN HIDUP Bagian-bagian lingkungan terpadu saling mempengaruhi ö bab 2.2. dan lingkungan terpadu hanyalah salah satu bagian dalam lingkungan hidup dan mempunyai hubungan timbal-balik dengan lingkungan alami ö bab 3. Saat ini belum ada pemecahan secara teknis yang benar-benar dapat menyelesaikan masalah lingkungan hidup. Contoh: Bila terjadi kemacetan lalu lintas kendaraan bermotor: maka dibuat pelebaran jalan ö bab 2 Pelebaran jalan menyebabkan jumlah kendaraan bermotor di jalan bertambah Pertambahan kendaraan bermotor yang dioperasikan berarti jumlah pemakaian bensin dan solar juga bertambah Bertambahnya pemakaian bensin dan solar menyebabkan pelepasan CO2 akibat pembakaran juga bertambah Bertambahnya pelepasan CO2 menyebabkan pemanasan global semakin cepat è Atmosfer dan Pemanasan Global Pemanasan global antara lain menyebabkan kenaikan permukaan air laut Kenaikan permukaan air laut dapat mengurangi lahan untuk sawah dan ladang, sementara penduduk yang harus terpenuhi kebutuhan pangannya semakin bertambah

è Kependudukan Persediaan minyak bumi sebagai bahan bakar bensin dan solar akan cepat habis jika pemakaiannya tidak dikurangi èEnergi Bila tanah pertanian kurang subur; maka diberi pupuk buatan Pemberian pupuk buatan yang berlebihan tidak selalu meningkatkan hasil pertanian karena ada batasan alami Kelebihan pupuk yang tidak diserap oleh tanaman, dapat mencemari perairan dan air tanah Endapan pupuk dalam perairan mengakibatkan eutrofikasi ö bab 3.2. Air tanah yang mengandung endapan pupuk dapat merugikan kesehatan ö bab 3.2. Manusia dengan kemampuan memahami hubungan seperti dibahas pada kedua contoh tersebut, bertanggung jawab untuk melestarikan lingkungan hidup. Terutama karena belum ada pemecahan secara teknis yang benar-benar menyelesaikan masalahmasalah lingkungan hidup. Tingkat masalah lingkungan hidup yang timbul bergantung pada perilaku (kegiatan-kegiatan) manusia. Perilaku manusia secara umum dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut seperti ditunjukkan dalam kotak biru pada wall chart: Etika Teknologi Ekonomi Struktur sosial Konsumerisme Perundang-undangan Pembangunan Akibat pendapat umum/awam Bab-bab berikut membahas keterkaitan masalah lingkungan hidup dengan aspek pengaruh perilaku manusia. Dalam Bab 4.1 terdapat hal/aspek yang mempengaruhi perilaku manusia terhadap satu masalah lingkungan hidup (aspek etika, teknologi, ekonomi, dll). Dalam setiap aspek (bidang kotak) disediakan pertanyaan-pertanyaan sederhana untuk memudahkan siswa mengetahui hubungan setiap aspek dengan masalah yang ada. Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut para siswa langsung dapat mengetahui upaya apa saja yang harus dilakukan untuk melestarikan lingkungan hidup. Bab 4.2 terdapat dua contoh bidang berisi jawabannya atas dua masalah yang berbeda tentang lingkungan hidup sehingga siswa dapat mengetahui upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup. Bab 4.3 membahas pengertian istilah-istilah pengaruh perilaku manusia, yaitu etika, teknologi, ekonomi, struktur sosial, konsumerisme, perundang-undangan, pembangunan, dan akibat pendapat umum/awam. § Diskusikan dua bidang yang sudah berisi bersama-sama siswa ö bab 4.2. Bersama-sama siswa mencari upaya-upaya untuk melestarikan lingkungan hidup berkaitan dengan masalah lingkungan lain dengan mengisi bidang kosongö bab 4.1.

4.1 Aspek Pengaruh Perilaku Manusia dan Masalah Lingkungan Hidup Dengan menjawab pertanyaan di dalam kotak-kotak, dapat disusun upaya-upaya untuk melestarikan lingkungan hidup:

4.2 Contoh-contoh Upaya untuk Melestarikan Lingkungan Hidup Dengan menjawab pertanyaan di dalam kotak-kotak, dapat disusun upaya-upaya untuk melestarikan lingkungan hidup seperti pada dua contoh berikut:

4.3 Pengertian Istilah-istilah Daya Dorong Perilaku Manusia Pengertian dari delapan istilah aspek pengaruh perilaku manusia terdapat pada wall chart dalam kotak biru: EKONOMI (Yunani, oikonomia; oikos = rumah, nemein = mengatur) Ilmu pemgetahuan yang menyelidiki penghasilan manusia, pendistribusiannya, pemakaiannya, kekayaannya; berhubungan juga dengan pengolahan barang industri, pertanian, perdagangannya; Penggunaan waktu, tenaga, pikiran, uang secara bermanfaat; Semua yang berhubungan dengan rumah tangga, organisasi, perusahaan, negara sumber [Kamus Umum Bahasa Indonesia, Badudu - Zain]

ETIKA (Latin) Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang tidak, sesuai dengan ukuran moral atau akhlak yang dianut oleh masyarakat luas Ukuran nilai mengenai yang salah dan yang benar sesuai dengan anggapan umum (anutan) masyarakat sumber [Kamus Umum Bahasa Indonesia, Badudu - Zain]

TEKNOLOGI (Inggris) Ilmu teknologi sumber [Kamus umum Bahasa Indonesia, Badudu - Zain] Kemampuan teknik yang berlandaskan pengetahuan ilmu eksakta yang berdasarkan proses teknis; ilmu teknik sumber [Kamus Besar Bahasa Indonesia, Depdikbud, Balai Pustaka]

STRUKTUR SOSIAL Susunan atau lapisan masyarakat sumber [Kamus Umum Bahasa Indonesia, Badudu - Zain]

PEMBANGUNAN Hasil pekerjaan membangun sumber [Kamus Umum Bahasa Indonesia, Badudu - Zain] Proses, perbuatan, cara membangun sumber [Kamus Besar Bahasa Indonesia, Depdikbud, Balai Pustaka] Pembangunan berkualitas adalah setiap tambahan kualitas hidup secara berkelanjutan, pada umum dan perkapita; yang tercapai dengan memakai kurang atau minimum tidak lebih banyak sumber daya tidak terbarui, dan juga dengan kurang atau pada minimum tidak lebih banyak memberatkan lingkungan hidup. sumber [Terjemahan: Umwelt, R. Kyburz & B. Liechti, Sauerländer]

KONSUMERISME Gerakan atau kebijaksanaan untuk melindungi konsumen dengan menata metode dan standar kerja produsen, penjual, dan pengiklan Paham atau gaya hidup yang menganggap barang-barang (mewah) sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan, dsb; gaya hidup yang tidak hemat sumber [Kamus Besar Bahasa Indonesia, Depdikbud, Balai Pustaka]

AKIBAT PENDAPAT UMUM/AWAM Hasil pikiran/anggapan masyarakat back to top

DAFTAR PUSTAKA Biro Pusat Statistik. Statistik Indonesia 1995, Jakarta, 1996 World Bank. Indonesia, Environment and Development, Washington D.C., 1994 Ardjito Pardjo A., Drs., dkk. Geografi SLTP 1B, Materi Pelajaran, Surabaya: PT. Bina Pustaka Tama, 1995 Kyburz - Graber, R. dan Liechti B. Umwelt, Zusammenhänge Fakten Lösungsansät-ze, Aarau: Sauerländer AG, 1993 Herlianto M. Th., Ir. Urbanisasi dan Pembangunan Kota, Bandung: Penerbit Alumni, 1986 Vester F. Ballungsgebiet in der Krise, München: dtv, 1991 Departemen Pertambangan dan Energi. Repelita VI Departmen Pertambangan dan Energi 1994/95 - 1998/99, Jakarta, 1994 Biro Pusat Statistik. Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 1992, Jakarta, 1992 Bossel H. Umweltwissen, Daten Fakten Zusammenhänge, Heidelberg:Springer Verlag Berlin, 1994 ATAL, Amt für Technische Anlagen und Lufthygiene. Luft, Bessere Luft im Kanton Zürich, Hombrechtikon: Druck AG,1992 Rachmad Nugroho. Diktat II, Kimia Lingkungan, Malang: IKIP, 1991 Katalyse e. V., Institut für angewandte Umweltforschung. Das Umweltlexikon, Köln: Verlag Kiepenheuer & Witsch, 1993 ICCE, International Center for Conservation Education. Science & Nature, Environment, Dwindling Resources, interactive CD-ROM, Leeds: Yorkshire International Thomson Multimedia Ltd, 1995 Juli Soemirat Slamet MPH, Ph.D. Kesehatan lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1994 Winarno FG, Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1995.

back to top

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->