You are on page 1of 26

SUMBER DAYA MINYAK BUMI dan EKSPLORASINYA

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Geofisika

Oleh:

Febrian Eko P.

080210102038

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MIPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JEMBER

2010
BAB I

PENDAHULUAN

Minyak bumi merupakan sumber energi yang banyak digunakan dalam


kehidupan. Banyak hasil yang didapat dari minyak bumi yang dirubah menjadi
berbagai jenis bahan bakar, mulai dari bensin untuk bahan bakar mobil, solar untuk
bahan bakar mesin diesel, dan lain sebagainya. Hasil dari minyak bumi tidak hanya
dipakai untuk kendaraan bermotor saja tetapi juga digunakan dalam pabrik-pabrik
industri.

Pemanfaatan minyak bumi sebagai sumber energi juga memiliki dampak


negatif. Dampak negatif itu mulai dari pencemaran lingkungan dan lain sebagainya.
Eksploitasi minyak bumi harus mengikuti atauran-aturan yang berlaku, hal ini untuk
mengurangi dampak yang ditimbulkan dari pemanfaatan minyak bumi yang
berlebihan, sehingga kita bisa membantu menjaga agar bumi tidak semakin rusak.
BAB II

ISI

A. Minyak Bumi
Minyak: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum –
minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, coklat gelap,
atau kehijauan yang mudah terbakar , yang berada di lapisan atas dari
beberapa area di kerak Bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks
dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam
penampilan, komposisi, dan kemurniannya.
Komponen kimia dari minyak bumi dipisahkan oleh proses distilasi,
yang kemudian, setelah diolah lagi, menjadi minyak tanah, bensin, lilin,
aspal, dll.Minyak bumi terdiri dari hidrokarbon, senyawaan hidrogen dan
karbon.Empat alkana teringan- CH4 (metana), C2H6 (etana), C3H8 (propana),
dan C4H10 (butana) - semuanya adalah gas yang mendidih pada -161.6 °C,
-88.6 °C, -42 °C, dan -0.5 °C, berturut-turut (-258.9°, -127.5°, -43.6°, dan
+31.1° F).
Rantai dalam wilayah C5-7 semuanya ringan, dan mudah menguap,
nafta jernih. Senyawaan tersebut digunakan sebagai pelarut, cairan pencuci
kering (dry clean), dan produk cepat-kering lainnya. Rantai dari C6H14 sampai
C12H26 dicampur bersama dan digunakan untuk bensin. Minyak tanah terbuat
dari rantai di wilayah C10. Minyak pelumas dan gemuk setengah-padat
(termasuk Vaseline®) berada di antara C16 sampai ke C20. Rantai di atas C20
berwujud padat, dimulai dari "lilin, kemudian tar, dan bitumen aspal.
Titik pendidihan dalam tekanan atmosfer fraksi distilasi dalam derajat
Celcius:

 minyak eter: 40 - 70 °C (digunakan sebagai pelarut)


 minyak ringan: 60 - 100 °C (bahan bakar mobil)
 minyak berat: 100 - 150 °C (bahan bakar mobil)
 minyak tanah ringan: 120 - 150 °C (pelarut dan bahan bakar untuk rumah
tangga)
 kerosene: 150 - 300 °C (bahan bakar mesin jet)
 minyak gas: 250 - 350 °C (minyak diesel/pemanas)
 minyak pelumas: > 300 °C (minyak mesin)
 sisanya: tar, aspal, bahan bakar residu

Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak adalah zat abiotik,


yang berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi berasal dari zat anorganik
yang dihasilkan secara alami dalam perut bumi. Namun, pandangan ini
diragukan dalam lingkungan ilmiah.

B. Eksplorasi Minyak Bumi

Eksplorasi atau pencarian minyak bumi merupakan suatu kajian


panjang yang melibatkan beberapa bidang kajian kebumian dan ilmu eksak.
Untuk kajian dasar, riset dilakukan oleh para geologis, yaitu orang-orang
yang menguasai ilmu kebumian. Mereka adalah orang yang bertanggung
jawab atas pencarian hidrokarbon tersebut.

Perlu diketahui bahwa minyak di dalam bumi bukan berupa wadah


yang menyerupai danau, namum berada di dalam pori-pori batuan bercampur
bersama air. Ilustrasinya seperti gambar di bawah ini.

Gambar pori batuan


Abu-abu adalah pasir
Biru adalah air
Hitam adalah minyak
C. Penyulingan, Pemrosesan, dan Penggunaan Minyak Bumi
Minyak mentah (petroleum) adalah campuran yang kompleks,
terutama. terdiri dari hidrokarbon bersama-sama dengan sejumlah kecil
komponen yang. mengandung sulfur, oksigen dan nitrogen dan sangat sedikit
komponen yang mengandung logam.
Struktur hidrokarbon yang ditemukan dalam minyak mentah:
1. Alkana (parafin) CnH2n + 2
Alkana ini memiliki rantai lurus dan bercabang, fraksi ini merupakan yang
terbesar di dalam minyak mentah.
2. Siklo alkana (napten) CnH2n
Sikloalkana ada yang memiliki cincin 5 (lima) yaitu siklopentana ataupun
cincin 6
(enam) yaitu sikloheksana.
Sikloheksana Siklopentana
3. Aromatik CnH2n -6
Aromatik memiliki cincin 6 (enam)
Aromatik hanya terdapat dalam jumlah kecil, tetapi sangat diperlukan dalam
bensin karena :
- Memiliki harga anti knock yang tinggi
- Stabilitas penyimpanan yang baik
- Dan kegunaannya yang lain sebagai bahan bakar (fuels)
Proporsi dari ketiga tipe hidrokarbon sangat tergantung pada sumber
dari minyak bumi. Pada umumnya alkana merupakan hidrokarbon yang
terbanyak tetapi kadang-kadang (disebut sebagai crude napthenic)
mengandung sikloalkana sebagai komponen yang terbesar, sedangkan
aromatik selalu merupakan komponen yang paling sedikit.
Pengilangan/penyulingan (refining) adalah proses perubahan minyak
mentah menjadi produk yang dapat dijual (marketeble product) melalui
kombinasi proses fisika dan kimia. Produk yang dihasilkan dari proses
pengilangan/penyulingan tersebut antara lain:
1. Light destilates adalah komponen dengan berat molekul terkecil.
a. Gasoline (Amerika Serikat) atau motor spirit (Inggris) atau bensin
(Indonesia)
memiliki titik didih terendah dan merupakan produk kunci dalam
penyulingan
© 2003 Digitized by USU digital library 2
yang digunakan sebagai bahan pembakar motor (:t 45% dari minyak mentah
diproses untuk menghasilkan gasolin.
b. Naphta adalah material yang memiliki titik didih antara gasolin dan
kerasin.
Beberapa naphta digunakan sebagai :
- Pelarut dry cleaning (pencuci)
- Pelarut karet
- Bahan awal etilen
- Dalam kemileteran digunakan sebagai bahan bakar jet dikenanl sebagai jP-4
c. Kerosin memiliki titik didih tertinggi dan biasanya digunakan sebagai :
- Minyak tanah
- Bahan bakar jet untuk air plane
2. Intermediate destilates merupakan minyak gas atau bahan bakar diesel
yang
penggunaannya sebagai bahan bakar transportasi truk-truk berat, kereta api,
kapal kecil komersial, peralatan pertanian dan lain-lain.
3. Heavy destilates merupakan komponen dengan berat molekul tinggi. Fraksi
ini
biasanya dirubah menjadi minyak pelumas (lubricant oils), minyak dengan
berat
jenis tinggi dari bahan bakar, lilin dan stock cracking.
4. Residu termasuk aspal, residu bahan bakar minyak dan petrolatum.

Proses pertama dalam pemrosesan minyak bumi adalahfraksionasi


dari minyak mentah dengan menggunakan proses destilasi bertingkat, adapun
hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:
Jangka titik
Didih (ºC)
Banyaknya atom
karbon
Nama Penggunaan
Dibawah 30 1 - 4 Fraksi Gas Bahan Bakar Pemanas
30 – 180 5 – 10 Bensin Bahan bakar mobil
180 – 230 11 – 12 Minyak Tanah Bahan bakar jet
230 – 305 13 – 17 Minyak Gas Bahan bakar diesel,
pemanas
305 – 405 18 - 25 Minyak Gas Berat Bahan bakar pemanas
Sisa: 1. Minyak bisa menguap : Minyak-minyak pelumas, lilin, parafin dan
vaselin.
2. Bahan yang tidak bisa menguap : aspal dan arang minyak bumi.
a. Fraksi Gas
Gas alam dapat diperoleh secara terpisah maupun bersama-sama dengan
minyak bumi. Gas alam sebagian besar terdiri dari alkana berantai karbon
rendah
yaitu antara lain metana, etana, propana, butana dan iso-butana. Gas alam
dapat
dipergunakan sebagai:
1. Bahan bakar rumah tangga atau pabrik
Gas alam merupakan bahan bakar yang paling bersih dan praktis, tetapi gas
alam mempunyai keburukan yaitu sifatnya yang tidak berbaun (bila
dibandingkan
dengan gas dari batubara) sehingga sering terjadi kecelakaan karena bocor.
Oleh
karena itu kadang-kadang gas ini diberi "bau" yaitu sedikit zat yang berbau
sekali.
Propana yang merupakan salah satu fraksi gas pada perusahaan biasanya
digunakan sebagai :
- Mengelas paduan-paduan tembaga, alumunium dan magnesium.
- Mengelas besi tuang.
- Menyolder dan mengelas solder.
- Menyemprot Jogam.
© 2003 Digitized by USU digital library 3
- Memotong besi dengan gas karbit.
- Penerangan pantai.
Butana dipakai dalam rumah tangga sebagai :
- Pemanas ruangan.
- Penerangan.
- Pemakaian di dapur.
Butana mempunyai batas meledak yang lebih kecil bila dibandingkan dengan
propana.
2. Karbon hitam (Carbon Black)
Karbon hitam (Carbon black) adalah arang harus yang dibuat oleh
pembakaran yang tidak sempurna. Pegunaannya antara lain sebagai :
- Bahan dalam pembuatan cat, tinta cetak dan tinta Gina.
- Zat pengisi pada karet terutama dalam pembuatan ban-ban mobil dan
sepeda.
Karbon hitam dibuat dengan membawa nyala gas bumi ke sebuah bidang
datar yang didinginkan, arang yang terbentuk kemudian dipisahkan dari
bidang ini
dan dibagi berdasarkan kehalusannya. Metana yang mengandung 75% karbon
akan
menghasilkan 4 atau 4,5% zat penghitam dan sisanya hilang sebagai asap, zat
asam
arang dan sebagainya.
3. Tujuan-tujuan Sintesis
Hasil sintesis dibuat dengan oksidasi zat-zat hidrokarbon dari gas alamo
Proses pembuatan lainnya, yaitu :
- Pembuatan zat cair dari metana.
- Pembuatan bensin-bensin untuk kapal terbang yang bernilai tinggi dengan
cara
menggandeng (alkylering) iso-butana dengan butena-butena.
b. Bensin
Bensin dapat dibuat dengan beberapa cara, antara lain yaitu ;
1. Penyulingan langsung dari minyak bumi (bensin straight run), dimana
kualitasnya
tergantung pada susunan kimia dari bahan-bahan dasar. Bila mengandung
banyak aromatik-aromatik dan napthen-naphten akan menghasilkan bensin
yang
tidak mengetok (anti knocking).
2. Merengkah (cracking) dari hasil-hasil minyak bumi berat, misalnya dari
minyak
gas dan residu.
3. Merengkah (retor ming) bensin berat dari kualitas yang kurang baik.
4. Sintesis dari zat-zat berkarbon rendah.
Bensin biasanya digunakan sebagai :
1. Bahan bakar motor
Sebagai bahan bakar motor ada beberapa sifat yang diperhatikan untuk
menentukan baik atau tidaknya bensin tersebut.
* Keadaan terbang (titik embun)
Gangguan yang disebabkan oleh adanya gelembung-gelembung gas didalam
karburator dari sebuah motor yang disebabkan oleh adanya kadar yang terlalu
tinggi
dari fraksi-fraksi yang sangat ringan dalam bensin. Hal ini terutama
disebabkan oleh
terlalu banyaknya propana dan butana yang berasal dari bensin.
Gelembunggelembung
gas yang terdapat dalam keadaan tertentu dapat menutup lubang-lubang
perecik yang sempit dan pengisian bensin akan terhenti.
© 2003 Digitized by USU digital library 4
* Kecendrungan mengetok (knocking)
Ketika rasio tekanan dari motor relatif tinggi, pembakaran bisa menyebabkan
peletusan (peledakan) didalam sijinder, sehingga :
- Timbulnya kebisingan knock
- Kekuatan berkurang
- Menyebabkan kerusakan mesin
Hidrokarbon rantai bercabang dan aromatik sangat mengurangi kecendrungan
dari bahan bakar yang menyebabkan knocking, misalnya 2,2,4 -trimetil
pentana
(iso-oktan) adalah anti knock fuels. Harga yang tinggi dari bilangan oktan
mengakibatkan makin baik melawan knocking. Mesin automibil modern
memerlukan
bahan bakar dengan bilangan oktan antara 90 dan 100, semakin tinggi rasio
penekanan (compression) maka diperlukan bilangan oktan yang tinggi pula.
Bilangan oktan dapat dinaikkan dengan menambahkan beberapa substansi,
antara lain fefraefyl lead (TEL) dan feframefyl lead (l-MI) yang ditambahkan
da!am
bensin dengan kuantitas yang kecil karena dikuatirkan apabila ditambahkan
terlalu
banyak efek timah bagi lingkungan. TEL (Pb(C2Hs)4) dibuat dari campuran
timah
hitam dengan natrium dan eti!klorida, reaksinya :
Pb + 4Na + 4C2H5CI Pb (C2H5 )4 + 4 NaCI
TEL
* Keadaan "damar" dan stabilitas penyimpanan
Damar dapat terbentuk karena adanya alkena-alkena yang mempunyai satu
ikatan ganda sehingga berpotensi untuk berpolirherisasi membentuk
molekulmolekul
yang lebih besar. Pembentukan damar ini dipercepat oleh adanya zat asam
di udara, seperti peroksiden. Kerugian yang disebabkan oleh pembentukan
damar ini
antara lain;
- Bahan ini dapat menempel pada beberapa tempat dalam motor, antara lain
saluran-saluran gas dan pada kutub yang dapat mengakibatkan kerusakan
pada
motor.
- Menurunkan bilangan oktan karena hilangnya alkena-alkena dari bensin.
Pembentukan damar dapat dicegah dengan penambahan senyawa-senyawa
dari tipe poliphenol dan aminophenol, seperti hidroquinon dan p-aminophen.
* Titik beku
Jika dalam bensin terdapat prosentasi yang tinggi dari aromatik-aromatik
tertentu
maka pada waktu pendinginan, aromatik itu akan mengkristal dari
mengakibatkan
tertutupnya lubang-lubang alai penyemprotan dalam karburator. Titik beku ini
terutama dipengaruhi oleh benzen (titik beku benzen murni ± 5ºC).
* Kadar belerang
Kerugian yang disebabkan bila kadar belerang terlalu tinggi, adalah :
- Memberikan bau yang tidak enak dari gas-gas yang dihasilkan.
- Mengakibatkan korosi dari bagian-bagian logam, seperti rusaknya silinder-
silinder
yang disebabkan oleh asam yang mengembun pada didnding silinder.
- Mempunyai pengaruh yang tidak baik terhadap bilangan oktan.
2. Bahan Ekstraksi, Pelarut dan Pembersih
Sebelum digunakan sebaagi pengekstraksi bensin di fraksinasi dengan
destilasi bertingkat menjadi fraksi yang lebih kecil. Bensin biasanya
digunakan untuk
mengekstraksi berbagai bahan, seperti minyak kedelai, minyak kacang tanah,
minyak kelapa dan bahan-bahan alam lain.
© 2003 Digitized by USU digital library 5
Sebagai bahan pelarut bagi karet digunakan fraksi dengan titik didih antara
80 -130°C dan 100 -130°C. Larutan karet ini biasanya digunakan untuk :
- Mencelupkan kanvas pada pembuatan ban.
- Melekatkan karet.
- Perekat-perekat untuk industri sepatu.
- Larutan untuk pasta-pasta karet untuk memadatkan dan melaburkan
tenunan.
Bensin juga dapat digunakan sebagai bahan pembersih yaitu membersihkan
secara kimia dengan cara diuapkan. Keuntungan menggunakan bensin
sebagai
bahan pembersih adalah:
- Bensin memiliki titik didih rendah sehingga barang-barang yang dicuci
lekas
menjadi kering dan baunya cepat hilang.
- Tidak mudah terbakar di ruang terbuka.
- Kualitas dari bahan wol tahan terhadap ini.
3. Bahan bakar penerangan dan pemanasan
Bensin digunakan pada lampu-lampu tambang dimana tidak terdapat tenaga
listrik. Dan sebagai pemanas digunakan pada:
- Lampu soldir dan lampu pembakar cat.
- Penghangus yang dapat menghilangkan serat-serat yang menonjol dari
tenunan
dan rambut kulit.
C. Kerosin
Pemakaian kerasin sebagai penerangan di negara-negara maju semakin
berkurang, sekarang kerasin digunakan untuk pemenasan. Pemakaian
terpenting
dari kerasin antara lain:
1. Minyak Lampu
Kerosin sebagai minyak lampu dihasilkan dengan jalan penyulingan
langsung, sifatsifat
yang harus diperhatikan bila kerasin digunakan sebagai minyak lampu
adalah :
* Warna
Kerosin dibagai dalam berbagai kelas warna:
- Water spirit (tidak berwarna)
- Prime spirit
- Standar spirit
Di India, pemakai di pedalaman tidak mau membeli kerosin putih karena
mengira
ini adalah air dan mengira hanya yang berwarna kuning atau sawo matang
saja
yang dapat membakar dengan baik.
* Sifat bakar
Nyala kerasin tergantung pada susunan kimia dari minyak tanah :
- Jika mengandung banyak aromatik maka apinya tidak dapat dibesarkan
karena
apinya mulai berarang.
- Alkana-alkana memiliki nyala api yang paling baik.
- Sifat bakar napthen terletak antara aromatik dan alkana.
* Viskositas
Minyak dalam lampu kerasin mengalir ke sumbu karena adanya gaya kapiler
dalam saluran-saluran sempit antara serat-serat sumbu.
Aliran kerosin tergantung pada viskositas yaitu jika minyak cair kental dan
lampu mempunyai tinggi-naik yang besar maka api akan tetap rendah dan
sumbu menjadi arang (hangus) karena kekurangan minyak.
* Kadar belerang
Sama seperti kadar belerang pada bensin.
© 2003 Digitized by USU digital library 6
2. Bahan bakar untuk pemanasan untuk memasak
Macam-macam alat pembakar kerosin:
- Alat pembakar dengan sumbu gepeng: baunya tidak enak.
- Alat pembakar dengan sumbu bulat: mempunyai pengisian hawa yang
dipusatkan.
- Alat pembakar dengan pengabutan tekan: merek dagang primus
3. Bahan bakar motor
Motor-motor yang menggunakan kerosin sebagai bahan bakar adalah :
- Alat-alat pertanian (traktor).
- Kapal perikanan.
- Pesawat penerangan listrik kecil.
Motor ini selain memiliki sebuah karburator juga mempunyai alat penguap
untuk
kerosin. Motor ini jalannya dimulai dengan bensin dan dilanjutkan dengan
kerosin
kalau alat penguap sudah cukup panas. Motor ini akan berjalan dengan baik
bila
kadar aromatik didalam bensin tinggi.
4. Bahan pelart untuk bitumen
Kerosin jenis white spirit sering digunakan sebagai pelarut untuk bitumen
aspal.
5. Bahan pelarut untuk insektisida
Bubuk serangga dibuat dari bunga Chrysant (Pyerlhrum cinerarieotollum)
yang
telah dikeringkan dan dihaluskan, sebagai bahan pelarut digunakan kerosin.
Untuk keperluan ini kerasin harus mempunyai bau yang enak atau biasanya
obat
semprot itu mengandung bahan pengharum.
d. Minyak Gas
Minyak gas pada awalnya banyak digunakan sebagai penerangan dalam
gerbong
kereta api, tetapi sekarang sebagian telah diganti oleh listrik karena lebih
mudah
dipakai dan sedikit bahaya kebakaran jika ada kecelakaan kereta api.
Minyak gas juga digunakan sebagai :
- Bahan bakar untuk motor diesel.
- Pesawat-pesawat pemanasan pusat otomatis dengan nama minyak bakar
untuk
keperluan rumah tangga, biasanya adalah minyak gas tanpa bagian-bagian
residual.
Seperti pada bensin untuk menaikkan bilangan oktan pada minyak gas maka
perlu ditambahkan :
- Persenyawaan yang mengandung banyak sekali zat asam, misalnya
amilnitrit dan
etilnitrit. Untuk memperoleh hasil yang nyata maka persentasenya harus besar
yaitu kira-kira 5% sehingga pemakaian senyawa ini menjadi mahal.
- Persenyawaan yang penggunaannya lebih sedikit peroksida (peroxyden) dan
berbagai persenyawaan organik, dipakai 0,5% untuk menaikkan 10 atau 15
titik
bilangan oktan.
e. Minyak Bakar
Walaupun setiap minyak yang dibakar dapat dinamakan minyak bakar tetapi
nama
ini biasanya hanya digunakan untuk bahan bakar residual dan untuk bahan
bakar
sulingan. Bahan bakar residua! biasanya diperoleh dengan cara mengentalkan
minyak bumi atau merengkah minyak gas dan residu minyak tanah.
Bahan bakar digunakan sebagai :
- Motor diesel tipe besar.
- Minyak yang dinyalakan dengan pembakar dalam tungku masak yang
digunakan
untuk :
- Memproduksi uap
- Pengerjaan panas dari logam
- Mencairkan hasil perindustrian
© 2003 Digitized by USU digital library 7
- Membakar batu, emaile, dan sebagainya.
Sifat-sifat yang harus ada pada minyak bakar adalah :
* Memiliki batas viskositas tertentu
Viskositas minyak bakar terletak antara viskositas minyak gas yaitu kira-kira
4 cs
= 1,30E pada 50°C dan kira-kira 550/650 cs = 75/850E pada 50°C. Minyak
bakar
yang lebih encer diperlukan untuk pesawat bakar yang lebih kecil, misalnya
untuk
alat pemanasan sentral otomatis dalam rumah.
* Banyaknya panas yang diberikan
Kalor pembakaran minyak bakar batasnya kira-kira 10.000 dan 10.550 cal/g.
* Kadar belerang
Lebih penting pada minyak diesel daripada minyak bakar karena pada minyak
disesi belerang dapat menyebabkan kerusakan silinder dan kerosi dari sistem
buang.
* Titik beku
- Mempunyai titik beku maksimal tertentu.
- Biasanya titik beku tergantung pada perlakuan terlebih dahulu yang
dikerjakan
terhadap bahan. Misalnya minyak bakar sebagian terdiri dari residu cracking
yang sesudah dipanaskan hingga 1000C memiliki titik didih –210C, tetapi
sesudah
dibiarkan untuk waktu yang lama titik beku menjadi 1500C.
3. Pemrosesan Minyak Bumi
Pada pemrosesan minyak bumi melibatkan 2 proses utama, yaitu :
1. Proses pemisahan (separation processes)
2. Proses konversi (convertion processes)
Proses pengilangan (refines) pertama-tama adalah mengubah komponen
minyak menjadi fraksi-fraksi yang laku dijual berupa beberapa tipe dari
destilasi.
Beberapa perlakuan kimia dan pemanasan dilakukan untuk memperbaiki
kualitas
dari produk minyak mentah yang diperoleh. Misalnya pada tahun 1912
permintaan
gasolin melebihi supply dan untuk memenuhi permintaan tersebut maka
digunakan
proses "pemanasan" dan "tekanan" yang tinggi untuk mengubah fraksi yang
tidak
diharapkan. Molekul besar menjadi yang lebih kecil dalam range titik didih
gasolin,
proses ini disebut cracking.
a. Proses Pemisahan (Separation Processes)
Unit operasi yang digunakan dalam penyulingan minyak biasanya sederhana
tetapi yang kompleks adalah interkoneksi dan interaksinya.
Proses pemisahan tersebut adalah :
1. Destilasi
Bensin, kerasin dan minyak gas biasanya disuling pada tekanan atmosfer,
fraksi-fraksi minyak pelumas akan mencapai suhu yang lebih tinggi dimana
zat-zat
hidrokarbon mulai terurai (biasanya kira-kira antara suhu 375 -400°C) karena
itu
lebih baik jika minyak pelumas disuling dengan tekanan yang diturunkan.
Pengurangan tekanan diperoleh dengan menggunakan sebuah pompa vakum
(vacum
pump).
2. Absorpsi
Umumnya digunakan untuk memisahkan zat yang bertitik didih tinggi dengan
gas. Minyak gas digunakan untuk menyerap gasolin alami dari gas-gas basah.
Gasgas
dikeluarkan dari tank penyimpanan gas sebagai hasil dari pemanasan
matahari
yang kemudian diserap ulang oleh tanaman. Steam stripping pada umumnya
digunakan untuk mengabsorpsi hidrokarbon fraksi ringan dan memperbaiki
kapasitas
absorpsi minyak gas.
© 2003 Digitized by USU digital library 8
Proses ini dilakukan terutama dalam hal-hal sebagai berikut:
- Untuk mendapatkan fraksi-fraksi gasolin alami yang dapat dicampurkan
pada
bensin.
- Untuk pemisahan gas-gas rekahan dalam suatu fraksi yang sangat ringan
(misalnya fraksi yang terdiri dari zat hidrogen, metana, etana) dan fraksi yang
lebih berat yaitu yang mempunyai komponen-komponen yang lebih tinggi.
- Untuk menghasilkan bensin-bensin yang dapat dipakai dari berbagai gas
ampas
dari suatu instalasi penghalus.
3. Adsorpsi
Proses adsorpsi digunakan untuk memperoleh material berat dari gas.
Pemakaian terpenting proses adsorpsi pada perindustrian minyak adalah :
- Untuk mendapatkan bagian-bagian berisi bensin (natural gasoline) dari gas-
gas
buni, dalam hal ini digunakan arang aktif.
- Untuk menghilangkan bagian-bagian yang memberikan warna dan hal-hal
lain
yang tidak dikehendaki dari minyak, digunakan tanah liat untuk
menghilangkan
warna dan bauxiet (biji oksida-aluminium).
4. Filtrasi
Digunakan untuk memindahkan endapan lilin dari lilin yang mengandung
destilat. Filtrasi dengan tanah liat digunakan untuk decolorisasi fraksi.
5. Kristalisasi
Sebelum di filtrasi lilin harus dikristalisasi untuk menyesuaikan ukuran kristal
dengan cooling dan stirring. Lilin yang tidak diinginkan dipindahkan dan
menjadi lilin
mikrokristalin yang diperdagangkan.
6. Ekstraksi
Pengerjaan ini didasarkan pada pembagian dari suatu bahan tertentu dalam
dua bagian yang mempunyai sifat dapat larut yang berbeda.
b. Proses Konversi (conversion processes)
Hampir 70% dari minyak mentah di proses secara konversi di USA,
mekanisme yang terjadi berupa pembentukan "ion karbonium" dan "radikal
bebas".
Dibawah ini ada beberapa contoh reaksi konversi dasar yang penting:
1. Cracking atau Pyrolisis
Cracking atau pyirolisis merupakan proses pemecahan molekul-molekul
hidrokarbon besar menjadi molekul-molekul yang lebih kecil dengan adanya
pemanasan atau katalis.
C7H15C15H30C7H15 C7H16 + C6H12CH2 + C14H28CH2
minyak gas berat gasolin gasalin (anti knock) recycle stock
Dengan adanya pemanasan yang cukup dan katalis maka hidrokarbon parafin
akan pecah menjadi dua atau lebih fragmen dan salah satunya berupa olefin.
Semua
reaksi cracking adalah endotermik dan melibatkan energi yang tinggi. Proses
cracking meliputi:
* Proses cracking thermis murni
Proses ini merupakan proses pemecahan molekul-molekul besar dari zat
hidrokarbon yang dilakukan pada suhu tinggi yang bekerja pada bahan awal
selama
waktu tertentu.
© 2003 Digitized by USU digital library 9
Pada pelaksanaannya tidak mungkin mengatur produk yang dihasilkan pada
suatu proses crackingi, biasanya selain menghasilkan bensin (gasoline) juga
mengandung molekul-molekul yang lebih kecil (gas) dan molekul-molekul
yang lebih
besar (memiliki titik didih yang lebih tinggi dari bensin).
Proses cracking dilakukan untuk menghasilkan fraksi-fraksi bensin yang berat
yaitu yang mempunyai bilangan oktan yang buruk karena umunya bilangan
oktan itu
meningkat jika titik didihnya turun. Maka pada cracking bensin berat akan
diperoleh
suatu perbaikan dalam kualitas bahan pembakarnya yang disebabkan oleh 2
hal,
yaitu:
- Penurunan titik didih rata-rata
- Terbentuknya alken
Oleh karena itu bilangan oktan dapat meningkat dengan sangat tinggi,
misalnya dari
45-50 hingga 75-80.
* Proses cracking thermis dengan katalisator
Dengan adanya katalisator maka reaksi cracking dapat terjadi pada suhu
yang lebih rendah. Keuntungan dari proses thermis-katalisator adalah:
- Perbandingan antara bensin terhadap gas adalah sangat baik karena
disebabkan
oleh pendeknya waktu cracking pada suhu yang lebih rendah.
- Bensin yang dihasilkan menunjukkan angka oktan yang lebih baik.
Dengan adanya katalisator dapat terjadi proses isomerisasi, dimana
alkenaalkena
dengan rantai luru dirubah menjadi hidrokarbon bercabang, selanjtnya terjadi
aromatik-aromatik dalam fraksi bensin yang lebih tinggi yang juga dapat
mempengaruhi bilangan oktan.
* Proses cracking dengan chlorida-aluminium (AlCl3) yang bebas air
Bila minyak dengan kadar aromatik rendah dipanaskan dengan AlCl3 bebas
air
pada suhu 180-2000C maka akan terbentuk bensin dalam keadaan dan waktu
tertentu. Bahan yang tidak mengandung aromatik (misalnya parafin murni)
dengan
2 atau 5% AlCl3 dapat merubah sebagian besar (90%) dari bahan itu menjadi
bensin, bagian lain akan ditingga/ sebagai arang dalam ketel. Anehnya pada
proses
ini bensin yang dihasilkan tidak mengandung alkena-alkena tetapi masih
memiliki
bilangan oktan yang lumayan, hal ini mungkin disebabkan kerena sebagian
besar
alkena bercabang. Kerugian dari proses ini adalah :
- Mahal karena AlCl3 yang dipakai akan menyublim dan mengurai.
- Bahan-bahan yang dapat dikerjakan terbatas.
- Pada saat reaksi berlangsung, banyak sekali gas asam garam maka harus
memakai
alat-alat yang tahan korosi.
2. Polimerisasi
Terbentuknya polimer antara ikatan molekul yang sama yaitu ikatan bersama
dari
light gasoline.
C C katalis C C
C – C = C + C – C = C C – C – C – C = C+ C - C- C- C = C - C
suhu /tekanan C C C
rantai pendek tidak jenuh rantai lebih panjang
Proses polimerisasi merubah produk samping gas hirokarbon yang dihasilkan
pada cracking menjadi hidrokarbok liquid yang bisa digunakan sebagai:
- Bahan bakar motor dan penerbangan yang memiliki bilangan oktan yang
tinggi.
- Bahan baku petrokimia.
© 2003 Digitized by USU digital library 10
Bahan dasar utama dalam proses polimerisasi adalah olefin (hidrokarbon
tidak jenuh) yang diperoleh dari cracking still. Contohnya: Propilen, n-
butilen,
isobutilen.
CH3 CH3 CH3 H3PO4
2CH3 – C - CH2 CH3 - C - CH2 - C = CH2 C12H24
CH3 tetramer atau tetrapropilen
Isobutelin diisobutilen (campuran isomer)
3. Alkilasi
Proses alkilasi merupakan proses penggabungan olefin dari aromat atau
hidrokarbon parafin.
C katalis C
C=C+C-C-CC-C-C-C
C
etilen isobutan 2,2-dimetilbutan atau neoheksan
(unsaturated) (isounsaturated) ( saturated branched chain)
Proses alkilasi adalah eksotermik dan pada dasarnya sama dengan
polimerisasi, hanya berbeda pada bagian-bagian dari charging stock need be
unsaturated. Sebagai hasilnya adalah produk alkilat yang tidak mengandung
olefin
dan memiliki bilangan oktan yang tinggi. Metode ini didasarkan pada
reaktifitas dari
karbon tersier dari isobutan dengan olefin, seperti propilen, butilen dan
amilen.
4. Hidrogenasi
Proses ini adalah penambahan hidrogen pada olefin. Katalis hidrogen adalah
logam yang dipilih tergantung pada senyawa yang akan di reduksi dan pada
kondisi
hidrogenasi, misalnya Pt, Pd, Ni, dan Cu.
C H2 C
C–C–C=C-CC-C–C–C-C
C katalis C C
diisobutilen isooktan
Disamping untuk menjenuhkan ikatan ganda, hidrogenasi dapat digunakan
untuk mengeliminasi elemen-elemen lain dari molekul, elemen ini termasuk
oksigen,
nitrogen, halogen dan sulfur.
5. Hydrocracking
Proses hydrocracking merupakan penambahan hidrogen pada proses
cracking.
C17H15C15H30C7H15 + H2 C7H16 + C7H16 + C15H32

D. Dampak Penggunaan Bahan Bakar Minyak Bumi

Selain menghasilkan energi, pembakaran sumber energi fosil


(misalnya: minyak bumi, batu bara) juga melepaskan gas-gas, antara lain
karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx),dan sulfur dioksida (SO2)
yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog dan pemanasan
global).

Emisi NOx (Nitrogen oksida) adalah pelepasan gas NOx ke udara. Di


udara, setengah dari konsentrasi NOx berasal dari kegiatan manusia
(misalnya pembakaran bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik dan
transportasi), dan sisanya berasal dari proses alami (misalnya kegiatan
mikroorganisme yang mengurai zat organik). Di udara, sebagian NOx
tersebut berubah menjadi asam nitrat (HNO3) yang dapat menyebabkan
terjadinya hujan asam.
Emisi SO2 (Sulfur dioksida) adalah pelepasan gas SO2 ke udara yang
berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan peleburan logam. Seperti
kadar NOx di udara, setengah dari konsentrasi SO2 juga berasal dari kegiatan
manusia. Gas SO2 yang teremisi ke udara dapat membentuk asam sulfat
(H2SO4) yang menyebabkan terjadinya hujan asam.
Emisi gas NOx dan SO2 ke udara dapat bereaksi dengan uap air di
awan dan membentuk asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) yang
merupakan asam kuat. Jika dari awan tersebut turun hujan, air hujan tersebut
bersifat asam (pH-nya lebih kecil dari 5,6 yang merupakan pH “hujan
normal”), yang dikenal sebagai “hujan asam”. Hujan asam menyebabkan
tanah dan perairan (danau dan sungai) menjadi asam. Untuk pertanian dan
hutan, dengan asamnya tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman
produksi. Untuk perairan, hujan asam akan menyebabkan terganggunya
makhluk hidup di dalamnya. Selain itu hujan asam secara langsung
menyebabkan rusaknya bangunan (karat, lapuk).
Smog merupakan pencemaran udara yang disebabkan oleh tingginya
kadar gas NOx, SO2, O3 di udara yang dilepaskan, antara lain oleh kendaraan
bermotor, dan kegiatan industri. Smog dapat menimbulkan batuk-batuk dan
tentunya dapat menghalangi jangkauan mata dalam memandang.
Emisi CO2 adalah pemancaran atau pelepasan gas karbon dioksida
(CO2) ke udara. Emisi CO2 tersebut menyebabkan kadar gas rumah kaca di
atmosfer meningkat, sehingga terjadi peningkatan efek rumah kaca dan
pemanasan global. CO2 tersebut menyerap sinar matahari (radiasi
inframerah) yang dipantulkan oleh bumi sehingga suhu atmosfer menjadi
naik. Hal tersebut dapat mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan
permukaan air laut.
Emisi CH4 (metana) adalah pelepasan gas CH4 ke udara yang berasal,
antara lain, dari gas bumi yang tidak dibakar, karena unsur utama dari gas
bumi adalah gas metana. Metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang
menyebabkan pemasanan global.
Batu bara selain menghasilkan pencemaran (SO2) yang paling tinggi,
juga menghasilkan karbon dioksida terbanyak per satuan energi. Membakar 1
ton batu bara menghasilkan sekitar 2,5 ton karbon dioksida. Untuk
mendapatkan jumlah energi yang sama, jumlah karbon dioksida yang dilepas
oleh minyak akan mencapai 2 ton sedangkan dari gas bumi hanya 1,5 ton

Dampak Terhadap Perairan

Eksploitasi minyak bumi, khususnya cara penampungan dan


pengangkutan minyak bumi yang tidak layak, misalnya: bocornya tangker
minyak atau kecelakaan lain akan mengakibatkan tumpahnya minyak (ke
laut, sungai atau air tanah) dapat menyebabkan pencemaran perairan. Pada
dasarnya pencemaran tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia.
Pencemaran air oleh minyak bumi umumnya disebabkan oleh pembuangan
minyak pelumas secara sembarangan. Di laut sering terjadi pencemaran oleh
minyak dari tangki yang bocor. Adanya minyak pada permukaan air
menghalangi kontak antara air dengan udara sehingga kadar oksigen
berkurang.

Dampak Terhadap Tanah

Dampak penggunaan energi terhadap tanahdapat diketahui, misalnya


dari pertambahan batu bara. Msalah yang berkaitan dengan lapisan tanah
muncul terutama dalam pertambangan terbuka.

BAB III
PENUTUP
Pencemaran udara terutama di kota-kota besar telah menyebabkan
turunnya kualitas udara sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan
bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan. Menurunnya
kualitas udara tersebut terutama disebabkan oleh penggunaan bahan bakar
fosil yang tidak terkendali dan tidak efisien pada sarana transportasi dan
industri yang umumnya terpusat di kota-kota besar, disamping kegiatan
rumah tangga dan kebakaran hutan. Hasil penelitian dibeberapa kota besar
(Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya) menunjukan bahwa kendaraan
bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara. Hasil penelitian di
Jakarta menunjukan bahwa kendaraan bermotor memberikan kontribusi
pencemaran CO sebesar 98,80%, NOx sebesar 73,40% dan HC sebesar
88,90% (Bapedal, 1992).
Sehingga, sebagai generasi penerus kita harus bisa menjaga
pemanfaatan minyak bumi dalam batas-batas yang wajar, sehingga dalam
pemanfaatannya minyak bumi tidak menjadi bencana bagi bumi kita.

BAB IV
DAFTAR BACAAN
http://library.usu.ac.id/download/fmipa/kimia-fatimah2.pdf
http://www.ccitonline.com/mekanikal/tiki-print_article.php?articleId=50

http://id.wikipedia.org/wiki/Eksplorasi_minyak

http://id.wikipedia.org/wiki/Eksplorasi_minyak_bumi

http://www.scribd.com/doc/16576360/Proses-Pengambilan-Minyak-Bumi?
secret_password=&autodown=doc

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090425051457AAfnlDr

http://arghainc.wordpress.com

You might also like