Jangkep Minggu, 5 September 2010 Minggu I (Hari Doa Alkitab

)

PILIHAN YANG MENENTUKAN
Bacaan I: Ulangan 30:15-20; Antar Bacaan: Mazmur 1; Bacaan II: Filemon 1: 1-21; Bacaan III: Injil Lukas 14 : 25-33 Tujuan: Jemaat menjalani hidup di dalam Tuhan Yesus sebagai pilihan yang mesti dijalani dengan totalitas sehingga menjadi berkat bagi diri dan orang lain. 

Dasar Pemikiran

Hidup adalah pilihan. Dan setiap pilihan akan menentukan masa depan. Banyak contoh dalam kehidupan tentang salah pilih yang akhirnya berakibat kepada kesIa-sIaan dan kebinasaan. Oleh karena itu pilihan tidak boleh dilakukan dengan gegabah, sembrono, atau tanpa pemikiran yang matang. Setiap pilihan membutuhkan totalitas, tidak bisa setengah-setengah, tidak juga leda-lede. Komitmen atas pilihan yang diambil adalah hal yang harus dan mesti, kalau tidak ingin malu, karena kita mengingkari pilihan kita sendiri. Harapan untuk umat adalah agar kita memilih dengan sungguh-sungguh untuk hidup kita dengan komitmen yang jelas agar hidup kita tetap di dalam berkat Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain.  Tafsir Ulangan 30:15-20 Ayat-ayat ini berisi perintah, berkat dan kutuk, serta seruan untuk taat. Musa menghadapkan umat kepada pilihan. Pilihan itu akan menentukan masa depan umat Israel. Kemurahan Allah tidak mengalir begitu saja, tetapi juga dari respon umat. Untuk itulah Musa mendorong umat untuk memilih ‘Hidup’ dengan mengasihi TUHAN (ayat.16,19). Hidup menunjuk kepada kehidupan yang dilindungi Allah, sedangkan mati menunjuk kepada kehidupan yang tanpa Allah atau menolak Allah. Hidup adalah berkat, mati adalah kutuk. Pilihan untuk mengasihi Allah diwujudkan dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, berpegang kepada perintah, ketetapan, dan peraturanNya. Pilihan hidup mengasihi Allah akan menjamin masa depan (ayat 20).

Khotbah Jangkep September & Oktober 2010

Mazmur 1 Puisi ini digolongkan ke dalam mazmur kebijaksanaan karena mempertentangkan ‘dua jalan’, yaitu jalan orang benar dan jalan orang fasik. Mazmur membagi manusia menjadi dua kelompok yaitu orang-orang yang taat kepada Tuhan (ayat 1-3) dan orang jahat yang tidak taat kepada Tuhan (ayat 45) dan masing-masing kelompok akan menerima akibat dari perbuatannya. Hidup dan kemakmuran bagi yang taat, kesia-siaan dan kebinasaan bagi orang jahat. Filemon 1:1-21 Dalam suratnya kepada Filemon, Paulus mengucap syukur kepada Tuhan karena mendengar mengenai iman Filemon serta kasihnya kepada Tuhan dan sesama. Filemon dapat menjadi contoh bagi orang Kristen lainnya. Ini menjadi jalan bagi Paulus untuk meminta Filemon dengan Kasih, walaupun sebagai rasul punya wibawa untuk memerintah Filemon memenuhi keinginannya. Paulus meminta Filemon untuk menerima kembali Onesimus yang disebut sebagai budak yang melarikan diri, bukan hanya sebagai budak melainkan sebagai sesama Kristen yang terkasih, yang artinya dalam kedudukan yang lebih penting. Paulus tidak meminta pembebasan bagi Onesimus dari perbudakan, tetapi supaya Filemon menerima kembali budak ini tanpa memberikan hukuman berat atau denda yang biasa diberikan kepada budak yang melarikan diri. Paulus memberikan pilihan bebas kepada Filemon atas permintaannya, karena Paulus percaya akan kemurahan hati Filemon dan Ia akan melakukan lebih dari apa yang diminta Paulus. Paulus tidak menggunakan wibawanya sebagai rasul untuk memaksa Filemon, tetapi ingin menunjukkan kepada Filemon perlunya menanggapi secara Kristen masalah yang berdampak sosIal. Bagaimana seorang Kristen menerima saudara dalam Kristus bukan masalah biasa, melainkan memerlukan tindakan yang mungkin jauh mengatasi kebiasaan dan hukum duniawi karena hidup dalam Kristus adalah suatu tatanan baru. Injil Lukas 14 : 25-33 Kepada orang yang berduyun-duyun mengikuti-Nya, Yesus mengatakan bahwa untuk menanggapi panggilan mengikuti-Nya, tidak bisa setengahsetengah (ayat 33). Yesus mengatakan bahwa mereka harus membenci ayah, ibu, dan keluarganya. Ini ungkapan yang keras bahkan bisa dikatakan berlebihan. Membenci dalam hal ini berarti ‘tidak begitu memilih’. Ini adalah pesan radikal dari Salib.(ayat 26-27).

Khotbah Jangkep September & Oktober 2010

Menjadi murid adalah panggilan yang menuntut segalanya. Untuk itu pilihan untuk menjadi murid perlu dipikirkan dengan masak, diperhitungkan dengan matang, dengan kesadaran penuh atas segala resiko dari pilihan tersebut. Jangan sampai kita dicibir orang karena memilih dengan sembrono. Seperti gambaran yang diberikan Yesus tentang mendirikan menara dan raja yang mau pergi berperang. (ayat.28-32). Hal yang sangat penting untuk menjadi murid Yesus adalah meninggalkan segalanya. Meninggalkan segalanya adalah pokok pemuridan. Jika seseorang menjadi murid Yesus dengan mengambil untung untuk dirinya, maka pemuridan menjadi cacat.(ayat 35). 

Benang Merah

Tuhan adalah Allah yang tidak memaksa umat untuk melakukan sesuatu bagi diri-Nya. Ia memberi kebebasan kepada umat untuk menentukan pilihannya. Dan setiap pilihan menentukan masa depan. Tetapi Tuhan juga bukan Allah yang tidak peduli terhadap umat, justru Tuhan sangat peduli, untuk itu Ia memberikan pilihan kepada umat dengan menjelaskan akibat dari setiap pilihan yang diambil. Maka Musa, yang merasa bertanggung-jawab terhadap masa depan umat Israel, mendorong umat untuk memilih mengasihi Tuhan. Pemazmur mengungkapkan kata-kata hikmatnya mengenai akibat jika seseorang hidup menurut Taurat Tuhan dan jika seseorang mengikuti nasihat orang Fasik. Setiap pilihan harus dipikirkan dengan sungguh-sunguh, tidak bisa setengahsetengah karena pilihan yang sembrono akan berakibat tragis. Untuk itu Tuhan Yesus menuntut totalitas terhadap orang yang mau mengikut Dia. Pilihan bebas ada pada pihak umat, tetapi diharapkan supaya umat memilih dengan bijaksana dan benar yaitu hidup mengasihi Tuhan karena akan berdampak kepada hidup yang penuh dengan damai sejahtera bagi semua. Itu pula yang diinginkan Paulus terhadap Filemon agar mau menerima Onesimus dengan kasih Kristus. 

Khotbah Jangkep

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus, erbicara masalah memilih, kita pasti sadar bahwa kita akan memilih yang baik. Apalagi jika pilihan itu menyangkut dengan diri kita. Bahkan tidak jarang orang berdesak-desakan untuk antri supaya bisa memilih lebih dulu agar tidak mendapatkan sisa atau yang tidak baik. Setiap saat kita harus memilih, baik untuk perkara yang rutin dan biasa, atau untuk hal-hal yang besar, yang akan berakibat besar dalam diri kita

B

Khotbah Jangkep September & Oktober 2010

maupun orang lain. Mau ke gereja atau tidak, kita juga harus memilih. Mau persembahan yang hapalan (karena kalau persembahan ya uangnya mesti gambarnya itu/sama) atau yang layak sesuai dengan berkat Tuhan, kita juga harus memilih, dan masih banyak lagi contohnya. Kita tahu setiap pilihan yang kita ambil memiliki akibat. Dan yang menanggung akibatnya adalah kita, atau bahkan orang lain jika pilihan kita menyangkut kehidupan orang lain, untuk itu setiap pilihan harus dipikirkan dengan matang supaya jangan sampai kita menyesali pilihan kita. Bahkan tidak jarang pilihan yang sembrono, dan sikap yang tidak konsekuen akan mempermalukan kita. Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus, Bacaan minggu ini mengajak kita untuk memilih dengan sungguh-sungguh. Juga mengajak kita bertanggungjawab dengan pilihan kita supaya pilihan kita menjadi berkat dalam hidup kita dan bagi orang lain. Pilihan Bebas Tuhan adalah Allah yang tidak memaksa umat untuk melakukan sesuatu bagi diri-Nya. Ia memberi kebebasan kepada umat untuk menentukan pilihannya. Setiap pilihan menentukan masa depan. Namun Tuhan juga bukan Allah yang tidak peduli terhadap umat. Justru Tuhan sangat peduli. Oleh karena itu Ia memberikan pilihan kepada umat dengan menjelaskan akibat dari setiap pilihan yang diambil, supaya umat dapat memilih dengan bijaksana. Sebagaimana dikatakan dalam Ulangan 30:15 “Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan.” Apakah umat mau memilih kehidupan atau memilih kecelakaan, terserah umat. Umat dapat memilih dengan bebas. Tetapi Musa, yang merasa bertanggungjawab terhadap masa depan umat Israel, mendorong umat untuk memilih mengasihi Tuhan. Pemazmur mengungkapkan kata-kata hikmatnya mengenai akibat jika seseorang hidup menurut Taurat Tuhan dan jika mengikuti nasihat orang Fasik. Memang kita memiliki pilihan bebas, tetapi marilah kita menggunakan pilihan bebas itu dengan bijaksana, untuk kebaikan, kehidupan kita. Jangan sampai kita sudah mengetahui sesuatu itu akan merusak, mencelakakan, bahkan membinasakan kita, namuna tetap kita pilih. Ini namanya tidak bijaksana dan tidak berhikmat. Misalnya sudah tahu berzinah, selingkuh, korupsi, minumminuman keras, dapat merusak tetapi tetap saja dipilih. Jadi jika dengan pilihan

Khotbah Jangkep September & Oktober 2010

Yesus mengatakan bahwa mereka harus membenci ayah. “Barang siapa tidak memikul salibnya. ketetapan dan peraturan-Nya supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN. Jangan sampai kita dicibir orang karena memilih dengan sembrono. Jika seseorang menjadi murid Yesus dengan mengambil untung untuk dirinya. Seperti gambaran yang diberikan Yesus tentang mendirikan menara dan raja yang mau pergi berperang. Bu. tidak hanya diungkapkan secara lisan saja. “Karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN. dan mengikut Aku. karena penyesalan itu datangnya mesti telat dan tidak mengubah yang sudah terjadi. kok Saudara melamar?” Jika dijawab: “Ya Pak. Untuk itu pilihan untuk menjadi murid perlu dipikir dan diperhitungkan dengan matang. Jangan sampai keputusan yang diambil tidak dapat diselesaikan. dan ketika saudara tanya: ”Apakah Saudara mencintai anak saya. Ini ungkapan yang keras bahkan bisa dikatakan berlebihan.30:16. Itu artinya setiap pilihan menuntut totalitas.” Ul. tidak boleh setengah-setengah. dengan kesadaran penuh segala resiko dari pilihan tersebut. Menjadi murid adalah panggilan yang menuntut segalanya. Pilihan pasti ada konsekuensinya. dan keluarganya. Membenci dalam hal ini berarti ‘tidak begitu memilih’. maka sebelum memilih perlu dipikirkan dengan sungguh. Contoh saja. tidak mengikuti jalan orang Fasik seperti yang dikatakan pemazmur. memilih untuk berjalan di jalan orang benar. memilih untuk mengasihi Tuhan itu pilihan bijaksana. Yesus mengatakan bahwa untuk menanggapi panggilan mengikut-Nya.kita itu terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Meninggalkan segalanya adalah pokok pemuridan. Semua pilihan bebas itu harus diwujud-nyatakan. Memilih untuk ikut Tuhan Yesus itu pilihan bijaksana. Ini adalah pesan radikal. Allahmu. Allahmu. Karena di manapun berada orang yang setengah-setengah tidak akan laku. Menuntut Totalitas Kepada orang yang berduyun-duyun mengikuti-Nya.” Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya dan berpegang pada perintah. maka pemuridan menjadi cacat. di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya. saya mencintai anak bapak setengah-setengah!” Apakah jawaban orang itu akan menjadikan lamarannya diterima?. ibu. tidak bisa setengah-setengah. itu pilihan bebas yang bijaksana. ya jangan menyesal. jika ada seorang pemuda melamar anak perempuan saudara satu-satunya. Setiap pilihan membutuhkan totalitas. ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Mereka harus berhitung dahulu sebelum mengambil keputusan/ memilih. Hal yang sangat penting untuk menjadi murid Yesus adalah meninggalkan segalanya.

Amin. Pilihan bebas ada pada pihak umat. Setiap pilihan harus dipikirkan dengan sungguh-sunguh. Itu pula yang diinginkan Paulus terhadap Filemon agar mau menerima Onesimus dengan kasih Kristus. yang ditanam di tepi aliran air. Tuhan Memberkati.2 Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . tidak mau mendengar Tuhan. karena akan berdampak kepada hidup yang penuh dengan damai sejahtera bagi semua. Selamat memilih dengan bijaksana. tetapi diharapkan supaya umat memilih dengan bijaksana. ia seperti pohon.2 NyanyIan Penyesalan : Kidung Jemaat 23: 1-3 NyanyIan Kesanggupan : Kidung Jemaat 369 A: 1. tetapi ingin menunjukkan kepada Filemon perlunya menanggapi secara Kristen masalah yang berdampak sosIal. bernasib seperti apa tergantung dari pilihan kita. Berita Anugerah : Yohanes 3: 16-17 Petunjuk Hidup Baru : Wahyu 2: 10-11 Nats Persembahan : II Korintus 9: 7  Rancangan Nyanyian Ibadah NyanyIan PujIan : Kidung Jemaat 21: 1. Pilihan itu menentukan.  Rancangan Bacaan Alkitab. Demikian juga Musa mengatakan jika orang Israel berpaling dari Tuhan. yaitu hidup mengasihi Tuhan. melainkan memerlukan tindakan yang mungkin jauh mengatasi kebiasaan dan hukum duniawi karena hidup dalam Kristus adalah suatu tatanan baru. benar. tidak bisa setengah-setengah karena pilihan yang sembrono akan berakibat tragis. Untuk itu Tuhan Yesus menuntut totalitas terhadap orang yang mau mengikut Dia. dan bertanggungjawab. yang menghasilkan buahnya pada musimnya. Kita akan jadi orang Kristen macam apa. Setiap pilihan kita memiliki konsekuensi dan akibat. nilai yang kita pilih.Akibat Sebuah Pilihan. Bagaimana seorang Kristen menerima saudara dalam Kristus bukan masalah biasa.3 NyanyIan Persembahan : Kidung Jemaat 302: 1-3 NyanyIan Penutup : Kidung Jemaat 370: 1. Tetapi orang Fasik menuju kebinasaan. tetapi memilih itu berarti jalan hidup. Pemazmur mengatakan jika orang tidak mengikuti jalan orang Fasik. dan yang tidak layu daunnya. apa saja yang diperbuatnya berhasil. Inilah Pilihan. pastilah engkau binasa. Maka memilih tidak hanya sekadar memilih. Setiap pilihan pasti membawa akibat. bahkan beribadah kepada Allah lain. Paulus tidak menggunakan wibawanya sebagai rasul untuk memaksa Filemon.

kita kedah nenimbang kanthi permati.Khotbah Jangkep Jawi Minggu. grembag babagan nemtokaken pilihan. Saben wekdal kita kedah nemtokaken pilihan. sae prekawis padintenan lan limrah utawi prekawis ageng lan pituwasipun kangge kita utawi tiyang sanes ugi ageng. supados boten getun ing tembe-wingkingipun awit saking pilihan kanthi sembrono. punapa malih magepokan kaliyan gesang kita. umpaminipun ing dinten Minggu badhe dhateng greja utawi boten. supados saged nemtokaken pilihan ingkang saged mbabaraken berkahing Gusti sae kangge kita punapa dene tiyang sanes. boten pikantuk ingkang awon.  Khotbah Jangkep Pasamuwan ingkang kinasih wonten ing patungggilanipun Gusti Yesus. Mila boten mokal tiyang rebat ngajeng supados pikantuk ingkang sae piyambak. Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Waosan III: Injil Lukas 14 : 25-33 Tujuan: Pasamuwan nglampahi gesang ndherek Gusti Yesus minangka pilihan. kanthi tanggel-jawab. Waosan II: Filemon 1: 1-21. saben nemtokaken pilihan mesthi wonten pituwasipun ingkang kedah kita tanggel. malah saged ugi tiyang sanes ndherek nanggel menawi pancen magepokan kaliyan tiyang sanes. kedah nglampahi kanthi pasrah-sumarah temahan dados berkah tumraping dhiri pribadi lan tiyang sanes. Antar Waosan: Jabur 1. sami nglenggana bilih mesthi kita milih ingkang prayogi lan sae. Kita mangertos. kanthi sikep ingkang boten tanggel-jawab lan nglelingsemi N Pasamuwan ingkang kinasih. Nemtokaken pilihan punika kathah tuladhanipun. Saben nemtokaken pilihan. Ing waosan Minggu punika kita kaajak nemtokaken pilihan kanthi saestu. lan ugi nemtokaken pilihan ngaturaken pisungsung kanthi mirunggan utawi apalan. 5 September 2010 Minggu I (Hari Doa Alkitab) PILIHAN INGKANG NEMTOKAKEN Waosan I: Pangandharing Toret 30:15-20.

Juru Masmur ngandharaken kados pundi pituwasipun kangge tiyang ingkang nindakaken Toretipun Gusti lan punapa pituwasipun gesang ingkang manut pangajaking tiyang duraka. nyimpen gendhakan. Pancen kita saged nemtokaken pilihan kanthi mardika. Gusti nggelaraken pituwasipun. supaya kowe tresnaa marang Pangeran Yehuwah Gusti Allahmu sarta lumakua ana ing dalan pitedahe. adamel cilaka. “Marga ing dina iki aku prentah marang kowe. boten namung ing lambe. Nemtokaken pilihan ingkang mardika kedah kawujudaken wonten ing tuindak. awit getun jumedhulipun wonten wingking lan boten saged ngewahi punapa ingkang kawuri. Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Kados pangandika ing Pangandaring Toret 30:15 “Elinga ing dina iki aku wus nggelarake bab urip lan karahayon.Nemtokaken pilihan kanthi mardika Gusti punika Allah sayektinipun boten nate meksa umat nindakaken satunggaling prakawis kagem Panjenenganipun. korupsi. Gusti sanget anggenipun nggatosaken. Kanthi kawicaksanan. kangge kasaenan lan tumuju dhateng gesang. Tuladhanipun kathah. Punika ateges boten ngginakaken kawicaksanan. sarta diberkahana dening Pangeran Yehuwah Gusti Allahmu ana ing negara kang kokparani lan bakal kokejegi”. bab pati lan kasangsaran”. nanging kedah kaginakaken kanthi kebak ing kawicaksanan. nanging tetep kita pilih. omben-omben. supados umat saged nemtokaken pilihanipun kanthi wicaksana. boten milih ndherek lumampah ing margining tiyang duraka -kados ingkang kapratelakaken Juru Masmur. nilar tetimbangan ingkang prayogi. piyambakipun lajeng mbereg supados sami milih nresnani Gusti. kepara tiwas. Nemtokaken pilihan ndherekaken Gusti Yesus punika pilihan ingkang wicaksana. dene pilihan kita ndhatengaken prakawis-prakawis ingkang boten ngremenaken. Sampun ngantos yen kita sumerep bilih satunggaling bab badhe tumuju dhateng karisakan. Ananging Gusti ugi sanes Allah ingkang boten nggatosaken umatipun. Menawi kita sampun netepaken pilihan.punika wicaksana. sampun ngantos getun. nresnani Panjenenganipun. Punapa umat punika badhe milih gesang utawi kacilakan? Sumangga kanthi mardika nemtokaken piyambak Nabi Musa rumaos tanggel-jawab tumrap gesanging umat ing tembewingkingipun. apadene netepana ing pepaken lan katetepan sarta prasetyane supaya kowe lestarIa urip lan tangkar-tumangkara. Umpaminipun lampah bedhang. sadaya saged dhatengaken karisakan. Panjenenganipun paring kamardikan supados umatipun saged nemtokaken pilihanipun ingkang ugi saged nemtokaken gesang ing tembe-wingkingipun. nanging kenging punapa tetep dipun pilih. mlampah wonten margi ingkang leres.

Menawi kanthi patrap sangga-runggi punika boten trep lan boten pantes.Mundhut Saranduning Gesang Dhateng tiyang kathah ingkang sami ngetutaken Panjenenganipun. “Apa bener kowe nresnani anakku?” Menawi wangsulanipun: ”Kasinggihan. Dados siswanipun Gusti punika timbalan ingkang mundhut samudayanipun. Mila kedah dipun-penggalih lan dipun-timbang kanthi saestu lan permati. temtunipun lamaran badhe katampik amargi wangsulanipun ngabritaken talingan. Nemtokaken pilihan mesthi wonten pituwasipun. Sampun ngantos dipun-remehaken dening tiyang sanes awit kita nemtokaken pilihan kanthi sembrono. Punika pepundhutanipun Gusti ing perangan punika keras. utawi ratu ingkang badhe majeng wonten madyaning palagan. Semanten ugi Nabi Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Saben nemtokaken pilihan mbetahaken saranduning gesang. menawi sampun nemtokaken pilihan. dados siswanipun Gusti Yesus kedah nilar samudayanipun. Pituwasipun saben nemtokaken pilihan Saben nemtokaken pilihan mesthi wonten pituwasipun. sedaya panyambut damel wonten pituwasipun. den-enget mesthi wonten pituwas awit saking pilihan kasebat. Sengit ateges boten nengenaken. kedah saranduning gesang boten kenging sanggarunggi. sampun ngantos panjangkanipun boten kadumugen. Nanging tiyang duraka badhe tiwas. Ingkang paling baken. calon mara sepuh mundhut pitakenan. dheweke ora pantes dadi siswaKu”. kanthi sangga-runggi tresna kula dhateng putra panjenengan”. Juru Masmur ngendikakaken saben tiyang ingkang boten manut pangangen-angenipun tiyang duraka. mila saderengipun kedah kapanggalih kanthi saestu. ”Sing sapa ora manggul salibe lan melu Aku. Piyambakipun kedah nimbang-nimbang rumiyin saderengipun nemtokaken pilihan. piyambakipun kados wit ingkang katanem ing sapinggiring lepen ingkang badhe ngedalaken woh ing mangsanipun. Gusti Yesus ngendikakaken kudu sengit marang rama. Umpaminipun satunggaling nem-neman ngayunaken pawestri badhe dipun dadosaken semahipun. Gusti Yesus ngandika bilih kangge nyanggemi timbalan dados siswanipun boten kenging sangga-runggi lan mamang (tidha-tidha: red). ibu lan brayatipun. punika minangka pepundhutan ingkang keras ugi. Nilar samudaya punika dados titikan minangka siswanipun Gusti. Kados sanepan ingkang kapangandikakaken dening Gusti Yesus tumrap tiyang ingkang badhe ngedegaken menara.

Kita badhe dados tiyang Kristen kados punapa. Mila sugeng nemtokaken pilihan kanthi wicaksana. Saben nemtokaken pilihan mesthi wonten pituwasipun. Paulus boten ngagem kawibawanipun minangka rasul kangge ngrodapeksa Filemon.2 Kidung Pisungsung : KPK. 1. BMGJ. amargi nemtokaken pilihan kanthi sembrono pituwasipun boten ngremenaken. Saben nemtokaken pilihan kedah kapenggalih kanthi lebet. Umat saged nemtokaken pilihan kanthi mardika nanging kaajab saged nemtokaken pilihan kanthi wicaksana. punika gumantung pilihan kita.2 Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . nanging menawi dipunkertoaji (dipun kinten-kinten: red) pilihan wau kedah tumuju dhateng gesang.3 Kidung Panelangsa : KPK. boten kenging sangga. Amin. 82 . 18 : 1.Musa ngendika menawi bangsa Israel nilar Gusti. ananging kepingin nedahaken dhumateng Filemon kados pundi tiyang Kristen kedah gesang sesambetan kaliyan tiyang sanes. BMGJ. BMGJ. inggih punika gesang nresnani Gusti ingkang badhe dhatengaken gesang kebak tentrem lan karahayon kangge kita sadaya. boten purun mirengaken pangandikanipun. awit pilihan punika nemtokaken. BMGJ. lan nyembah dhateng brahala mesthi badhe tiwas. awit sinten ingkang wonten ing Sang Kristus. leres lan tanggel-jawab. Gusti berkahi. punika dados titah anyar. Mekaten ugi ingkang dipun-kersakaken dening Paulus dhumateng Filemon. 32 : 1-3 Kidung Panutup : KPK. Kanthi punika Gusti Yesus ngersakaken kita ngetut wingking Panjenenganipun kedah kanthi saranduning gesang.runggi.  Rancangan Waosan Kitab Suci Pawartos Sih Rahmat : Yokanan 3 : 16-17 Pitedah Gesang Enggal : Wahyu 2 : 10-11 Pangatag Pisungsung : II Korinta 9 : 7  Rancangan Kidung Pangibadah Kidung Pambuka : KPK. Pasamuwan ingkang dipun tresnani dening Gusti Yesus. 31 : 1. supados purun nampi Onesimus linambaran katresnan wonten ing Sang Kristus. 52 : 1-3 Kidung Kesanggeman : KPK. mila boten namung uger nemtokaken pilihan kemawon. BMGJ.

membedakan Musa dengan para pemimpin lain yang patuh saja dengan rencana Tuhan. masyarakat dan gereja. Musa berani mengingatkan Tuhan Allah karena nanti Tuhan akan menyesal kalau menumpas bangsa Israel.  Tafsir: Keluaran 32: 7 – 14 Sikap kepemimpinan yang besar. Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Tidak hanya bagi yang sudah jadi pemimpin. Bacaan II: I Tim 1: 12 – 17. telah ditunjukkan oleh Musa. Bagi Musa. Mazmur Tanggapan: Mazmur 51: 1 – 10. dampak atas hukuman yang dijatuhkan Tuhan perlu menjadi cara untuk “Tuhan diperingatkan” oleh Musa. yang sangat bertanggung jawab dan yang berbela. karena nantinya Tuhan pasti akan menyesal.  Dasar pemikiran: Pola kepemimpinan yang dikehendak Tuhan dari sejak dahulu hingga sekarang tentulah sama. Pola kepemimpinan yang dikehendaki Tuhan sangat dibutuhkan bagi kehidupan manusia yang bermartabat.Khotbah Jangkep Minggu. Keberanian Musa terhadap Tuhan. ini suatu sikap yang berbeda dari kebiasaan manusia pada umumnya yang hanya menurut apa yang menjadi kehendak Tuhan. ketika Musa memberanikan diri untuk mengingatkan Tuhan agar tidak menghukum Israel karena bangsa Israel membuat patung lembu emas sebagai ganti kehadiran Alah. Dengan pola kepemimpinan yang akan direnungkan dan dipelajari melalui Kitab Suci akan memberi harapan baru bagi pola kepemimpinan saat ini dan mendatang. Boleh dikatakan bahwa Musa mengajukan keberatan terhadap Tuhan sendiri. 12 September 2010 Minggu II PEMIMPIN YANG DIPERKENAN TUHAN Bacaan: Bacaan I: Keluaran 32: 7 – 14. Hal tersebut merupakan tantangan bersama. tetapi lebih khusus jika kepemimpinan itu dimulai dari diri kita sendiri. Tuhan pun akhirnya mengurungkan niat-Nya menghukum Israel. Bacaan Injil: Lukas 15: 1 – 10 Tujuan: Agar jemaat dapat mengembangkan pola kepemimpinan dalam kehidupan tiap hari di tengah keluarga.

Agaknya sudah menjadi kebiasaan. Namun kini Paulus yang dengan tekun melayani jemaat. demikian Injil Lukas. maka Tuhan mempercayakan pelayanan itu kepadanya. Mazmur 51: 1 – 10 Mazmur pada pasal ini merupakan nyanyian yang berisi refleksi atas dosa manusia dan pengakuan dosa di hadapan Tuhan. Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Paulus telah menunjukan ketekunan dan kesetiaan menjadi rasul walaupun di dalam menjadi orang Kristen dan menjalani kerasulannya ia berhadapan dengan resiko dipenjara. kedatangan mereka dan kesediaan mereka untuk mendengarkan-Nya. Apalagi jika memandang Daud sebagai seorang raja yang mampu membawa negeri Israel. sementara ayat delapan dan ayat 10 merupakan pernyataan perkenan manusia yang beroleh tempat di hati Tuhan.Dalam pemahaman ini. Paparan mazmur ini adalah paparan pengakuannya seorang raja Israel. I Timotius 1: 12 – 17 Rasul Paulus menyatakan diri sebagai orang yang mendapat limpahan belas kasih Tuhan. meskipun ia seorang raja namun bersedia dikritik oleh Nabi Natan dan segera menyesali dosanya. waktu itu. Sehingga pada pihak Musa sebagai manusia bisa mengkritik Tuhan dan Tuhan menerima kritik dan peringatan dari Musa. raja yang amat terkenal. redaktor Kitab Suci hendak menunjukkan betapa antara Musa dengan Tuhan terjalin relasi yang amat dekat. mengingat masa lalunya ketika menjadi orang yang gigih memusuhi jemaat Kristen. Namun mari kita melihat sosok Tuhan Yesus yang menerima kehadiran para pemungut cukai dan orang-orang yang dianggap berdosa di tengah masyarakat. Lukas 15: 1 – 10 Dalam bacaan ini lebih memang perhatian orang lebih banyak tertuju pada bagian pernyataan Yesus yang menegaskan pertobatan manusia yang dihargai demikian tinggi oleh Tuhan. Ungkapan itu secara utuh pada ayat tiga hingga ayat tujuh serta ayat 9. Dalam mazmurnya ini. menjadi negeri yang tersohor dan menikmati jaman keemasan. para pemungut cukai dan beberapa orang berdosa datang kepada Yesus untuk mendengarkan ajaran-Nya. bukan merupakan gangguan atau hal yang menurunkan kredibilitas seorang yang telah diagungkan waktu itu. Sebelum dan sesudah Daud tidak ada pemimpin Israel yang mampu seperti dia. Mazmur ini menjadi teks pelengkap atas tindakan penyesalan Daud ketika dengan licik merebut Batsyeba istri Uria untuk diambil menjadi isterinya. Sementara bagi Yesus sendiri.

Tata nilai pergaulan masyarakat waktu itu memiliki asas kepatutan seseorang itu dijaga menurut apa. ika kita membahas soal kepemimpinan. pemilik dirham itu pun bersukacita.  Khotbah Jangkep: Jemaat yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus. Dan ketika dirham itu ditemukan. siapa dan kondisi seperti apa. Bahkan Yesus merasa wajib dan harus mencari orang berdosa. jika orang berdosa itu diumpamakan seperti dirham yang hilang. sosok pemimpin seperti Daud yang mengakui sisi kemanusiaannya yang lemah dan dengan iklas ia bertobat dari dosanya. Karena bisa jadi di benak kita. Benang merah: Sosok seorang pemimpin yang dapat kita pelajari dalam rangkaian bacaan ini. jikalau sedia menerima cara pandang Alkitab bagi seorang pemimpin. sudah terlanjur memiliki gambaran pemimpin itu berkaitan dengan orang yang saat ini sudah jadi pemimpin. Sekalipun ada benarnya memang hal kepemimpinan itu diterapkan bagi mereka yang menjadi pemimpin. atau sosok pemimpin seperti Yesus yang mencari orang berdosa. Watak bagi seorang pemimpin yang baik. namun lebih tepat jika kepemimpinan itu juga bagi diri kita dan untuk diterapkan pada diri kita. tapi untuk orang lain. bukan urusan kita. Yesus hendak mengubah pandangan orang bahwa relasi seperti itu tidak berlaku ketika Yesus. relasi itu dibangun. sebagai Juru Selamat memang sudah semestinya mendekati orang yang akan diselamatkan. J Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . agaknya lebih tertuju bahwa soal kepemimpinan itu bukan untuk kita. Serangkaian bacaan ini hendak merefleksikan bahwa tugas kepemimpinan bagaimanapun tetap harus dilangsungkan dalam kehidupan ini. maka Yesus dengan menyamakan diri sebagai orang yang berusaha mencari dengan tekun dirham yang hilang itu. Pemimpin yang berani seperti Musa yang mengingatkan serta mengkritik Tuhan agar tidak menghukum bangsa Israel. seorang pemimpin yang tekun dan setia melayani seperti halnya Paulus. yakni hendak menunjukkan bagaimana tipologi seorang pemimpin. Kehadiran para pemungut cukai dan orang-orang berdosa justru merupakan hal yang terbaik karena kehadiran Yesus akan mengubah kehidupan para pemungut cukai dan orang yang dianggap berdosa.

Musa meninggalkan bangsanya untuk naik ke gunung. Sebuah pementasan sikap seorang pemimpin yang penuh tanggung jawab terhadap bangsa yang dipimpin. Daud mengakui apa yang dilakukan itu jahat di mata Tuhan. menjadi sebuah cara untuk mengganti Israel bukan lagi sebagai keluarga besar anak cucu keturunan Abraham. perlu diingat pula bahwa pemberian hukum-hukum itu. bagaimana Kitab suci mengajarkan hal kepemimpinan itu kepada kita. hal itu menimbulkan kemarahan di pihak Tuhan. Seorang pemimpin yang sungguh-sungguh mengalami kedekatan dengan Sang Khalik. Seorang pemimpin yang mengalami perubahan dan hidup dalam pertobatan telah ditunjukkan oleh Daud. sehingga Tuhan berniat menghukum bangsa Israel. ia memimpin bangsa Israel keluar dari negeri Mesir sudah berusia 80 tahun. Tuhan memberikan hukum-hukum yang akan dipergunakan oleh bangsa Israel dalam beribadah dan dalam kehidupan setiap hari kelak ketika sudah berhasil menempati negeri yang dijanjikan Tuhan. Sebuah relasi yang amat dekat antara Musa dengan Tuhan. Musa sebagai manusia berada dalam kedekatan personal yang amat khusus dengan Tuhan. Daud dalam ungkapan hatinya menyatakan penyesalan atas dosanya. Dalam pengembaraan di Sinai yang dikehendaki oleh Tuhan melewati jalur yang lebih jauh. menjadikan bangsa Israel mengalami kehilangan kepastian bahkan kepastian relasi dengan Tuhan. sebuah tempat yang legendaris bagi sejarah Israel. bangsa Israel mengarahkan gerak imannya kepada patung tersebut. Keberatan yang diajukan Musa sekaligus mengingatkan Tuhan bahwa hukuman itu nantinya justru akan menjadikan penyesalan bagi Tuhan sendiri. Di kawasan gunung Sinai itu Tuhan mengadakan relasi yang lebih intens dengan bangsa Israel. seperti anak dengan bapaknya. Musa meninggal lebih dahulu di usia 120 tahun. sehingga mereka membuat patung lembu emas yang dimaksudkan untuk menggantikan Tuhan. dan kita tahu bahwa pengembaraan di padang gurun Sinai 40 tahun serta sebelum memasuki negeri Kanaan. Tidak ada batas waktu hingga kapan Musa turun gunung. Israel dituntun Tuhan hingga pada suatu saat sampai di kawasan gunung Sinai. di mana melalui Musa. Dalam kesempatan genting itulah nabi Musa memberanikan diri untuk mengajukan keberatan kepada Tuhan. telah ditunjukkan pula oleh Musa dengan berhasil mengurungkan niat Tuhan menghukum Israel. Musa adalah nabi Allah yang sudah berusia tua. sehingga Tuhan pun bersedia mengurungkan niat-Nya menghukum Israel. Dalam rentang waktu pemberian hukum itu. ia pernah dengan kelicikannya mengambil Batsyeba istri Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 .Apakah menjadi pemimpin bagi orang lain akan lebih mudah daripada menjadi pemimpin bagi diri sendiri? Mari kita belajar dari Firman Tuhan pada hari ini. melainkan menjadi sebuah bangsa. Setelah patung lembu emas selesai dibuat.

Rasul Paulus pantas disebut rasul yang meletakkan dasar-dasar pandangan keimanan gereja. kini Yesus di datangi Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Paulus adalah seorang yang pilih tanding dari antara bangsa Yahudi kala itu. akan tetapi Daud menunjukkan diri sebagai pemimpin yang telah melakukan kesalahan dan bertobat serta membaharui sikapnya. Hal yang demikian besar itu berkat ketekunan dan kesetiaan dari seorang Paulus. Kini dalam pertobatannya itu. hal itu terbukti dengan upaya pembasmian para pengikut Kristus. Daud menjadi pemimpin yang berjiwa besar. apapun yang diucapkan menjadi keputusan. ia mengaku diri sebagai orang ganas. ia sosok yang cerdas. Artinya bahwa Rasul Paulus sebagai seorang rasul besar yang memiliki wawasan teologi yang amat luas dan dalam. artinya watak kejam ada padanya. kini ia merasakan hidup yang tidak lagi diganggu oleh dosa. amat diperlukan bagi Tuhan dalam memimpin bangsa yang dipilih-Nya itu. Kasih itu telah ia pelihara dalam ketekunan dan kesetiaannya menjalani tugas kerasulannya.panglimanya sendiri. atau mereka yang dianggap berdosa oleh masyarakat atau hanya oleh kalangan Farisi. Maka dalam perkara ini. Duduk makan dengan kalangan orang yang dianggap berdosa pun dimasalahkan oleh orang Farisi. sehingga ia tidak membanggakan lagi apa yang dimilikinya dahulu. Sedangkan dalam bacaan Injil Lukas tadi. ia tidak lagi melakukan pola hidup seperti tatkala belum menjadi orang Kristen. Ketekunan Paulus dan kesetiaannya memang telah membuahkan pertumbuhan gereja. karena ia sudah bertobat dan menyesali perbuatannya. Perlu kita ketahui. Sikap seorang pemimpin yang berani mengakui atas kesalahannya sendiri. Jiwa kepemimpinan Daud memiliki kesamaan dengan apa yang dimiliki oleh rasul Paulus. Harta terindah dalam hidup Paulus adalah kasih karunia dari Tuhan Yesus Kristus. Rasul Paulus kini mengakui bahwa ia dikaruniai kasih dan pengampunan dari Tuhan Yesus. ia kemudian bertobat. pemimpin itu tidak mengukuhi sebagai orang yang paling benar. Akan tetapi setelah mengalami perjumpaan dengan Kristus sendiri. kini ia hidup dalam kerasulannya yang benar-benar berkaliber sebagai rasul Kristus. pemuka agama yang disegani. mengingat orang Farisi yang sudah memiliki pandangan bahwa orang yang terhormat di kalangan tradisi Yahudi. Lintasan pengalaman kelam dari Daud diakuinya. bahwa pandangan teologi Paulus mengisi hampir seluruh kitab Perjanjian Baru. tidak pantas bergaul dengan masyarakat kelas bawah. menampilkan pemandangan yang sangat menarik. namun yang dengan kerendahannya mengakui bahwa semua itu hanya karena kasih Kristus semata. sehingga pandangan kitab Perjanjian Baru sering diidentikkan dengan pandangan rasul Paulus. untuk diambil menjadi istri Daud. Artinya. Jemaat yang terkasih.

Jelas bagi Farisi bahwa apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus merupakan suatu penyimpangan dari tata nilai yang berlaku dalam tradisi Yahudi. Namun bagi Tuhan Yesus justru tidak demikian. Jemaat yang dikasihi Tuhan. Atau seperti yang ditampilkan oleh sikap raja Daud ataupun rasul Paulus. tangan besi. tetapi dengan kasih mereka.mereka para pemungut cukai dan orang-orang berdosa. Justru para pemimpin yang mengakui keberadaannya hanya karena Tuhan. mereka mengakui pernah berdosa bagi Tuhan. yang melakukan tugasnya dengan tetap berada dalam kerendahan hatinya. Mereka tokoh dalam bacaan ini yang kita sebut para pemimpin itu. kedatangan mereka dan kesediaan mereka untuk mendengarkan-Nya. Tuhan Yesus dianggap melanggar asas kepatutan dalam tradisi Yahudi. Kepemimpinan memang tidak bisa dipisahkan dari si pemimpin itu sendiri memiliki kekuatan pada dirinya sendiri. Tuhan Yesus menerima kehadiran mereka dengan sukacita. Kita mau perhatian bagi orang lain. Lantas bagi kita. ditempatkan dalam relasi dengan Tuhan. di dalam kehidupan pribadi kita masing-masing? Diri kita adalah juga pemimpin bagi diri kita sendiri. demikian Injil Lukas. Kita memang dengan bebas mengarahkan diri kita mau kemana atau mau seperti apa. Agaknya sudah menjadi kebiasaan. mau peduli. Sementara bagi Tuhan Yesus sendiri. Semuanya bebas pada kita sendiri. apakah kita bukan pemimpin? Di keluarga kita masing-masing. Namun perlu Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Tuhan Yesus menjadi seorang pemimpin yang tetap dengan keagungan-Nya tanpa harus terganggu oleh pandangan orang Farisi. Mau acuh tak acuh dengan orang lain atau keluarga. pemimpin yang berkenan menerima setiap orang tanpa pembedaan kelas sosial. mau menerima orang lain atau kebalikan dari itu. memiliki kekuatan kepemimpinannya bukan dengan kuasa. Kekuatan kepemimpinan itu dalam contoh-contoh di dalam Alkitab. seperti halnya nabi Musa dengan Tuhan. sebagai seorang pemimpin yang menampilkan sikap kerendahan hati. sehingga memungkinkan terjadinya relasi yang begitu erat. Gambaran pemimpin yang melakukan pola kepemimpinan yang keras. kita mau ramah. Tuhan Yesus memandang adalah hal yang utama jika orang berdosa datang kepada-Nya. tidak dijumpai dalam contoh pada tokoh bacaan Alkitab pada hari ini. para pemungut cukai dan beberapa orang berdosa datang kepada Yesus untuk mendengarkan ajaran-Nya. bukan merupakan gangguan atau hal yang menurunkan kredibilitas seorang yang telah diagungkan waktu itu. berkuasa. Jemaat yang dikasihi Tuhan. dan hidup selanjutnya dipersembahkan bagi Tuhan pula.

2. kurang rendah hati. dan mengorbankan orang lain? Jika kita menyadari sebagai pemimpin bagi diri sendiri sudah tentu kita sekarang mengambil cara kepemimpinan Musa Daud Paulus dan Tuhan Yesus. atau justru pekerjaan kita hanya untuk menumpuk harta saja. jika demikian. kritik dari orang lain akan ditolak semampu kita. diwarnai oleh halhal seperti itu? Kerapkali kita membiarkan hidup dipengaruhi oleh hal-hal yang menyebabkan kita menjadikan lebih mudah marah. 3 Nyanyian Kesanggupan : Kidung Jemaat 364: 1. Paulus dan tentu Tuhan Yesus sendiri. dan apakah kita bersedia menerima sesama kita sebagaimana kita diterima Tuhan? Adakah semuanya itu menjiwai dalam hidup dan pikiran kita? Atau apakah rapat-rapat di dalam gereja kita. 2 Nyanyian Penyesalan : Kidung Jemaat 355: 1. 14 Petunjuk Hidup Baru : I Timotius 4: 12 Persembahan : Mazmur 76: 11  Rancangan Nyanyian Pujian: Nyanyian Pembuka : Kidung Jemaat 20: 1.2 Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Daud. Agar segala sesuatu yang ada pada mereka membuat diri kita diperkenan bagi Allah.diingat. Apakah kehidupan keluarga kita sangat terasa sikap seperti itu? Apakah dalam pekerjaan kita diwarnai nilai-nilai kepemimpinan seperti dalam tokoh Kitab Suci tadi. Nah. alangkah baiknya kita mengikuti pola kepemimpinan Musa. sehingga kurang atau tidak mampu memimpin diri sendiri dengan sikap-sikap yang lebih arif dan bijak.3 Nyanyian Penutup : Kidung Jemaat 273: 1. 2. tidak sabar. Apakah kita memiliki kedekatan pribadi dengan Tuhan. mengakui realitas kekuasaan Tuhan. pelayanan di dalam gereja kita.  Rancangan Bacaan Alkitab: Berita Anugerah : Yohanes 10: 11. mengakui hidup kita karena kasih dan kemurahan Tuhan. Kita dibuat sibuk meladeni situasi seperti itu. kita lebih mengutamakan bagaimana kita bisa menang. apapun yang dipilih dalam sikap hidup kita menentukan bagi diri kita dan berpengaruh pula bagi orang lain. rendah hati menjadi jauh dari kebiasaan kita.2. Amin. Mari kita tengok jika kita sendiri di dalam keluarga kita dan pekerjaan kita serta dalam pelayanan kita di manapun kita berada. 4 Nyanyian Persembahan : Kidung Jemaat 68: 1. Bisa jadi selama ini.

Wonten ing pasamunan Sinai. nuntun. 12 September 2010 Minggu II PEMIMPIN INGKANG KARENAN ING PANGGALIHIPUN GUSTI Pangentasan 32: 7 – 14. kita inggih sumerep bilih bangsa Israel mlampah tumuju dhateng Kanaan nglangkungi pasamunan Sinai dangunipun 40 tahun. ing semu wosing pirembagan punika kaeneraken dhateng tetiyang ingkang sampun dados pemimpin. nanging kangge tiyang sanes. ngreksa lan ngereh punika kangge kita piyambak. masyarakat lan pasamuwan. I Tim 1: 12 – 17. Lukas 15: 1 – 10 Ancas tujuan: Supados pasamuwan saged anjembaraken patraping pemimpin ing gesang padintenan wonten ing brayat.  Khotbah Jangkep Pasamuwan ingkang kinasih wonten ing Gusti Yesus Kristus. Punapa dados pemimpin ingkang nuntun tiyang sanes badhe kaanggep langkung gampil katimbang kangge dhiri kita piyambak? Sumangga kita purun sinau dhateng pangandikanipun Gusti ing dinten punika. enawi kita ngrembag bab timbalan dados pemimpin. satunggaling papan ingkang pikantuk kawigatosan dening bangsa Israel. nuntun bangsa Israel medal saking nagari pangawulan Mesir nalika sampun yuswa 80 tahun. Nabi Musa seda langkung rumiyin saderengipun bangsa Israel kalampah mlebet dhateng Kanaan. Jalaran ing pikiran kita sampun kebacut ndarbeni pangganggep bilih bab mimpin punika gegayutan kaliyan tiyang ingkang sampun dados satunggaling pemimpin. M Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Sanadyan inggih wonten leresipun. ngantos dumugi ing laladan redi Sinai. nanging langkung trep menawi bab mimpin. inggih margi lan panggenan ingkang kalangkungan punika tebih lan dangu wekdalipun.Khotbah Jangkep Jawi Minggu. lumantar nabi Musa. Mazmur 51: 1 – 10. kadospundi Kitab Suci mulangaken bab punika kangge kita. nabi Musa seda ing yuswa 120 tahun. Israel katuntun dening Gusti. Nabi Musa katimbalan dados nabi sampun yuswa sepuh. inganggep bab punika sanes prakawis kita.

satemah Gusti Allah sumadya ndhawahaken bebendunipun dhateng bangsa Israel. Gusti maringi pepaken ingkang badhe kaginakaken dening bangsa Israel salebeting ngabekti lan ing gesang padintenanipun benjing ing wekdal wancinipun bangsa Israel sampun kalampah manggen ing negari prasetyan. Satunggaling pemimpin ingkang ngalami ewah-ewahan lan gesang ing pamratobat kasumerepaken dening Sang Prabu Dawud. Boten wonten katemtuaning wekdal benjing punapa sang nabi badhe tedhak mandhap saking redi Sinai. Ing swasana ingkang tintrim ngajengaken dhawahing pidana. Sasampunipun reca wewangunan lembu mas wau rampung kawangun. Ing wekdal samanten. piyambakipun nate kanthi kajuliganipun mendhet Batsyeba semahipun Uria. Nabi Musa minangka jalma manungsa limrah dene mapan ing rumaketing sesambetan pribadi kaliyan Gustinipun. senopatinipun Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 .Ing wewengkon redi Sinai punika Gusti akarya tetangsulan ingkang langkung bakuh kaliyan bangsa Israel. ing satemah Gusti inggih lajeng murungaken sedyanipun midana bangsa Israel. sang nabi nilar bangsa Israel saprelu minggah redi Sinai. Nabi Musa nguningakaken raos kawratan tuwin kedugi ngengetaken dhumateng Gusti Allah bilih bebendu punika mangke anamung damel keduwung panggalihipun Gusti piyambak. bab punika nuwuhaken bramantyanipun Gusti. boten dados satunggaling brayat ageng tedhak turunipun Abraham malih. bangsa Israel lajeng ngeneraken pangabektinipun dhateng reca wau. Ing wekdal ingkang boten gumathok wau. Pasamuwan ingkang kinasih. Ing ingriki nabi Musa mratelakaken dados satunggaling pemimpin ingkang kebak tanggel jawab dhateng bangsanipun kanthi saged meper bramantyanipun Gusti. satemah bangsa Israel mangun reca lembu mas kinarya gantosing Gusti Allah. Prelu kasumerepana bilih sarana Gusti paring sakathahing pepaken punika nelakaken bilih Gusti badhe anggantos Israel. anjalari bangsa Israel kecalan underaning sesambetan kaliyan Gusti Allah. Bab punika nedahaken wontenipun sesambetan ingkang mirungga lan sakelangkung raket ing antawising nabi Musa kaliyan Gusti Allah. sinami kadosdene anak kaliyan bapakipun. Satungaling pemimpin ingkang tuhu angraosaken rumaketing patungggilan kaliyan ingkang nitahaken jagad. nalika Gusti paring pepaken dhateng nabi Musa. nabi Musa nguningakaken panyuwunan dhateng Gusti. Lumantar nabi Musa. ananging dados satunggaling bangsa. Dawud ngakeni punapa ingkang katindakaken awon ing paningalipun Gusti Allah.

Patraping pemimpin ingkang purun ngakeni kalepatanipun piyambak. Rasul Paulus ngakeni bilih piyambakipun kaparingan sih lan pangapunten saking Gusti Yesus Kristus. samangke piyambakipun mratobat. Ing bab punika Dawud madeg pemimpin ingkang agung karana purun nglengganani kalepatanipun. tegesipun watak gampil nepsu lan kejem wonten ing piyambakipun. jer punapa kemawon ingkang kaucapaken dados paugeran. dipun akeni dening Dawud. piyambakipun babar pisan boten nindakaken malih patraping gsang kados ing wekdal dereng dados tiyang Kristen. RasulPaulus samangke tumemen nindakaken pakaryaning karasulanipun ingkang laras minangka rasulipun Gusti Yesus. Pasamuwan ingkang kinasih. sayekti dipun betahaken dening Gusti kangge nuntun bangsa pilihanipun Allah. Katresnanipun Gusti Yesus dipun raosaken lan kajagi wonten ing katemenanipun salebeting leladi kagem Gusti minangka rasul. piyambakipun boten badhe ngegungaken dhiri tumrap punapa ingkang rumiyin nate dipun darbeni.piyambak. Tegesipun pemimpin punika boten ngekahi minangka tiyang ingkang sampun leres. Piyambakipun dados pawongan ingkang lantip. Tumemen lan kasetyanipun Rasul Paulus nguwohaken pasamuwanpasamuwan. Bab ingkang Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . ananging Sang Prabu Dawud nedahaken bilih piyambakipun minangka pemimpin ingkang sampun nate nindakaken kalepatan. piyambakipun ngaken minangka tiyang ingkang kereng. Watak kepemimpinan ingkang sami kadosdene Sang Prabu Dawud kaliyan Rasul Paulus. Salebeting pamrabatobat. Prelu den-enget. Rasul Paulus pantes sinebat rasul ingkang akarya tetalesing wawasaning tumrap iman kapitadosanipun pasamuwan. awit piyambakipun purun nelangsani pandamelipun wau tuwin mratobat. bilih kawruh utawi seserepan teologi Rasul Paulus sumebar ing Kitab Suci Prajanjian Anyar. Rasul Paulus minangka satunggaling tiyang ingkang pilih tandhing saking antawising bangsa Yahudi. Ananging sasampunipun ngalami pepanggihan kaliyan Gusti Yesus piyambak. kadadosaken semahipun Dawud. bab punika kayektenan wonten ing wekdal nalika nguya-uya pasamuwanipun Gusti. pangarsa agami ingkang kebak pangaribawa. Lelampahan ingkang ngucemaken rumiyin. inggih kadarbe dening Rasul Paulus. Bandha ingkang nengsemaken lan elok ing gesangipun Paulus samangke inggih punika sih rahmat saking Gusti Yesus Kristus. Dene samangke piyambakipun boten karidhu dening dosanipun malih. satemah punapa ingkang dados wawasanipun Kitab Suci Prajanjian Anyar punika inganggep sami kaliyan wawasanipun Rasul Paulus.

Kakiyataning leladi dados pemimpin pinanggih ing sawetawis tuladha ing Kitab Suci. Wondene ing waosan Injil Lukas. ananging samangke gesangipun lumadi kagem Gusti. Gusti Yesus tetep dados pemimpin ingkang agung tanpa kaganggu damel dening panampining tiyang Farisi wau. Samangke Gusti nampi pisowanipun para juru mupu beya lan tiyang-tiyang ingkang kaanggep dosa. Nanging tumrap Gusti boten makaten. Pasamuwan ingkang kinasih Magepokan kaliyan bab mimpin. manut pakulinanipun masyarakat Yahudi. para tiyang ingkang Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . nyumerepaken dhateng kita sesawangan ingkang narik kawigatosan. utawi para tiyang ingkang kaanggep dosa tumraping masyarakat Yahudi. babar pisan boten pinanggih ing gesangipun. Inggih kados dene ingkang katingal ing gesangipun Sang Prabu Dawud lan Rasul Paulus. boten pantes sesrawungan kaliyan masyarakat ingkang kaanggep asor. Manut paseksining Injil Lukas. utawi badhe nglorop kalenggahanipun Gusti.ageng punika amargi tumemen saha kasetyanipun satunggaling Paulus. ngengeti bilih tiyang Farisi ingkang sampun gadhah paugeran ing pundi tiyang ingkang kinurmat. lan sanes bab ingkang adamel reridhu. nelakaken para pemimpin ingkang andhap asor. Gegambaraning pemimpin ingkang awatak keras. bilih juru mupu beya lan tiyang dosa sampun kulina sowan saprelu mirengaken piwulangipun Gusti. tegesipun. bilih kakiyatan wau kapapanaken ing sesambetan kaliyan Gusti. sowanipun para tiyang wau karana kepingin mirengaken. Gusti Yesus mirsa bilih bab ingkang utami menawi tiyang ingkang nandhang dosa sowan dhateng ing ngarsanipun. nanging ingkang kanthi patrap andhap asor ngakeni bilih sadaya punika awit katresnanipun Gusti Yesus Kristus. boten saged pinisah saking ingkang mimpin piyambak. cetha bilih ingkang katindakaken Gusti Yesus medal saking paugeran ingkang sampun lumampah ing masyarakat Yahudi. Gusti Yesus inganggep nerak paugeraning masyarakat Yahudi. Lenggah sapajagongan sinambi dhahar sesarengan kaliyan tiyang dosa punika dipun dadosaken prakawis dening tiyang Farisi. Tumraping tiyang Farisi. tiyang ingkang mimpin prelu nggadhahi kakiyatan wonten ing dhirinipun pribadi. kumawasa. Rasul paulus minangka rasul agung ingkang kagungan wawasan teologi ingkang jembar lan lebet. para tiyang wau samidene nate nindakaken punapa ingkang boten prayogi ing ngrasanipun Allah. satemah nukulaken sesambetan ingkang raket kadosdene nabi Musa kaliyan Gusti Allah. Tumrap Gusti Yesus. Para pemimpin ingkang kaseksenan ing Kitab Suci dinten punika.

punapa kita punika sanes pemimpin? Sae ing satengahing brayatkita punapadene ing gesang kita piyambakpiyambak? Kita punika inggih dados pemimpin tumrap gesang kita piyambak. Sumangga kita tingali. Pasamuwan ingkang kinasih. kita badhe migatosaken. Menawi sampun makaten. Sadanguipun punika bok menawi ingkang nama panyaruwe saking tiyang sanes ingkang katujokaken dhateng kita. kereng. katampik sakakiyatan kita. kirang andhap asor. Lajeng kadospundi menggahing kita. Badhe mendel kemawon tanpa migatosaken brayat lan tiyang sanes. kita langkung nengenaken kadospundi kita saged mimpang. wonten ing paladosan-paladosaning pasamuwan inggih sampun kadayan dening sikep ingkang makaten? Asring kalampahan kita kembet dening prakawis-prakawis ingkang njalari kita langkung gampil nepsu. Punapa kita gadhah sesambetan ingkang mirungga satata pribadi kaliyan Gusti. boten kita tanggapi kanthi prayogi. punapa kemawon ingkang kita pilih. Kita kadayan nguja ngladosi kahanan ingkang makaten. badhe nampi tiyang sanes utawi kosokwangsul saking sadaya punika. ngakeni bilih gesang kita punika karana sih lan kamirahanipun Gusti. lembah manah. Rasul Paulus lan sampun temu dhateng Gusti Yesus piyambak. Kita pancen kanthi mardika ngeneraken dhiri kita tumuju dhateng cakriking pemimpin ingkang kados punapa. punapa gesanging brayat kita saestu saged ngraosaken awit kita saged dados pemimpin ingkang nulad ing Kitab Suci? Punapa ing pakaryan lan pangabden kita cakriking pemimpin ingkang alus. ananging kanthi sih lan katresnanipun. pemimpin agung ingkang karsa nampeni para tiyang tanpa memilah tataran ing masyarakatipun. Nanging denenget. menawi kita piyambak ing satengahing brayat kita lan panyambut damel kita ing pundi kita mapan. grapyak sumanak. badhe nemtokaken tumraping dhiri kita pribadi lan andayani tumraping tiyang sanes. ngakeni dhateng panguwaosipun. Sang Prabu Dawud. tuwin punapa kita purun nampeni sesami kadosdene kita katampi dening Gusti? Punapa bab ingkang makaten rumeksa ing pikiran lan gesang kita? Punapa sampun kapratelakaken nalika rapat-rapat ing pasamuwan kita.nindakaken timbalanipun salebeting sikep andhap asor. andhap asor dados sikep ingkang tebih saking gesang kita. satemah kirang utawi boten saged mimpin dhiri pribadi kanthi sikep ingkang wicaksana. boten sabar. Para tiyang ingkang nindakaken timbalan dados pemimpin boten lumantar panguwaosing kadonyan. langkung prayogi kita nulad dhateng Nabi Musa. andhap asor inggih andayani? Utawi panyambut Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 .

2. 2.damel kita anamung kangge numpuk bandha kemawon lan ngurbanaken tiyang sanes? Menawi kita nglenggana minangka pemimpin tumrap gesang kita piyambak. 3 Kidung Kasanggeman:K : KPK BMGJ 168: 1. 2 Kidung Pisungsung : KPK BMGJ 188: 1. Rasul Paulus lan Gusti Yesus piyambak. supados sadaya ingkang kawengku ing caranipun mimpin para priyagung ing Kitab Suci wau.  Rancangan Waosan Kitab Suci: Pawartos Sihrahmat : Yokanan 10: 11. Sang Prabu Dawud. 3 Kidung Panutup : KPK BMGJ 174: 1. andadosaken kita karenan ing panggalihipun Gusti. 14 Pitedal Gesang Anyar : I Timotius 4: 12 Pangatag Pisungsung : Jabur 76: 11  Rancangan Kidung Pamuji: Kidung Pambuka : KPK BMGJ 27: 1. Amin. 2 Kidung Panalangsa : KPK BMGJ 46: 1. sampun temtu samangke wekdalipun kita ngginakaken caranipun Nabi Musa.3 Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . kadadosaken caranipun kita mimpin dhiri pribadi.

Ketidak-jujuran. keserakahan dan kecurangan rupanya menjadi gaya hidup para pemimpin/penguasa tidak hanya masa lampau melainkan juga masa kini. Antar Bacaan: Mazmur 113. kesalehan dan kehormatan yang akan diperoleh para pemimpin/penguasa yang tidak jujur. namun justru hal sebaliknya yang akan diperoleh mereka.Khotbah Jangkep Minggu. Dengan dasar ini doa untuk orang lain atau para pemimpin yang dilakukan dengan sungguh merupakan pernyataan kasih yang agung. Hambatan ini bukan saja karena para koruptor ini memiliki kesempatan untuk korup. Kasih yang sejati diberikan tanpa mengharap balasan. namun juga karena kecerdikan mereka yang mampu menutupi segala ketidak-jujurannya. dan di Indonesia khususnya selalu mengalami banyak hambatan. ketenangan. Bacaan II: I Timotius 2: 1-7. Itu cara yang paling indah untuk mentaati perintah mengasihi orang lain seperti diri kita sendiri. Bekal kejujuran para Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Bacaan III: Injil Lukas 16: 1-13 Tujuan: Jemaat mampu dan setia mendoakan dalam kesabaran dan penyangkalan diri bagi para pemimpin/penguasa. Kejujuran para pemimpin menjadi harapan yang sangat didambakan oleh banyak orang. 19 September 2010 Minggu III DOA BAGI PEMIMPIN Bacaan I: Amos 8: 4-7. Buktinya memang hingga saat ini upaya untuk memberantas korupsi di dunia umumnya. Dengan sendiri atau bersama berdoa. Tentu bukan ketentraman. Kasih yang alkitabiah tidak boleh diartikan sebagai perbuatan tukar-menukar yang timbal-balik atau sebagai transaksi dagang. dalam doa itu mengangkat nama-nama atau problem orang lain di hadapan hadirat Allah. tanpa pamrih. Tanpa pamer. Entah itu pemimpin bangsa atau bisa jadi juga para pemimpin gereja. dengan harapan dapat mendukung dan mengarahkan perbuatan kasih yang nyata dan mampu mengubah.  Dasar Pemikiran Doa adalah suatu perintah yang menegaskan hubungan kena-mengena kita dengan orang lain.

Bentuk kemerosotan moral itu ditunjukkan dengan cara berpikir dan sikap hidup menindas dan memeras orang yang lebih lemah. Bentuk kepedulian Allah dinyatakan bahwa Ia menentang setiap orang yang Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Namun demikian bukan berarti tidak mungkin akan terjadi perubahan dalam kehidupan para pemimpin yang tidak jujur. tetapi juga mereka yang bergerak di bidang ekonomi (para pebisnis dan pedagang) banyak berlaku curang dengan menggunakan neraca yang telah dipalsukan. Bukan saja para pemimpin politik yang cenderung suka menindas. Allah merespon perilaku jahat mereka dengan mengambil keputusan dan sumpah untuk tidak melupakan dan mengampuni dosa dan kejahatan para pemimpin ini. dilatar belakangi oleh kemerosotan moral para pemimpin Israel. Mazmur 113 Pemazmur menyaksikan dengan puji-pujian dan menyatakan kemahatinggian Allah yang luar biasa.  Tafsiran: Amos 8: 4-7 Kitab Amos banyak dikenal sebagai kitab yang mampu membawa gerakan sosial untuk membela keadilan bagi orang-orang yang tertindas. Tidak sedikit mereka yang berlaku kejam dan curang terhadap sesamanya. Walau demikian yang utama dari kitab Amos ini adalah bagaimana penulis menempatkan Allah sebagai pemilik kehidupan dan pencipta seluruh umat manusia. melainkan justru sebaliknya. Bukan perkara mudah pada masa ini mengubah ketidak-jujuran para pemimpin. Pola kepemimpinan yang dijalankan selalu tidak mengarah pada upaya membangun kesejahteraan bersama. Kekuatan doa dan upaya untuk berubah serta menyediakan diri untuk diubah memungkinkan karya Tuhan dalam Roh Kudus terjadi.pemimpin akan membawa yang dipimpin pada kesejahteraan dan kesentosaan hidup. Sikap serakah para pemimpin/penguasa yang telah mendorong mereka untuk mengkorupsi dan menistakan hari-hari yang telah dikuduskan Allah. Sekalipun demikian Allah yang dikenal pemazmur adalah Allah yang juga peduli kepada umatnya yang lemah dan tertindas. Bacaan dalam pasal 8 ayat 4-7. Bahkan kejahatan senantiasa dirancangkan oleh para pemimpin/penguasa untuk mengambil keuntungan bagi diri sendiri. yang membuat hati TUHAN tergerak untuk mengingatkan dan memberikan hukuman kepada mereka.

penguasa duniawi dikehendaki Tuhan untuk melaksanakan perintah-Nya. Secara fungsional. Allah tidak menghendaki umat manusia saling menindas. I Timotius 2: 1-7 Surat pribadi Rasul Paulus kepada Timotius ini sekaligus merupakan surat penggembalaan bagi jemaat yang sedang menghadapi masalah tertentu. nampak bahwa Ia selalu akan memulihkan martabat kemanusiaan dari mereka yang direndahkan dan dihina. Kesetiaan untuk mendoakan memerlukan kesabaran dan penyangkalan diri yang luar biasa. Dalam melaksanakan pemerintahan atau kekuasaan mereka seharusnya berpedoman pada kebenaran dan keadilan Allah yang memelihara kehidupan rakyatnya. maupun bagi para budak dalam ketidak-berdayaannya. kepercayaan pada dongeng dan penekanan silsilah sebagai keturunan orangorang rohani. Dalam karya penyelamatan Allah. Di sinilah kekuatan karya Roh Kudus yang telah mengubah kehidupan Rasul Paulus. Untuk orang baik dan orang jahat.suka menindas sesamanya. Ia akan menegakkan orang yang hina memulihkan mereka yang miskin dari lumpur kehinaan. untuk orang Kristen maupun yang bukan Kristen. Perikop ini memuat beberapa hal penting: Doa bagi penguasa. Dan sebaliknya. Sewajarnya. Injil mencakup orang besar dan kecil. baik untuk kaisar dengan kekuasaannya. Tapi harus juga didoakan. lebih mudah bagi Rasul Paulus mengajak jemaat untuk mengutuk dan mengumpati tindakan sang penguasa saat itu daripada mengajak jemaat untuk mendoakan mereka. Doa dinaikkan bagi semua orang. Rasul Paulus melalui Timotius justru mendorong jemaat untuk setia mendoakan para pemimpin tersebut. Lukas 16: 1-13 Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Dalam pengertian yang demikian orang percaya dituntut untuk mendoakan para penguasa Dalam pengajaran tentang doa. Kaisar waktu itu bukan Kristen. Yang Allah kehendaki adalah agar umat manusia saling menghargai dan saling memberi tempat untuk memperoleh kesejahteraan bersama. bahkan memusuhi gereja. sehingga ia mau menyangkali dirinya dalam menyatakan doa bagi para pemimpin/penguasa. terkandung pengertian bahwa Injil keselamatan Allah itu berlaku universal. Latar belakang yang dihadapi jemaat adalah berkembangnya ajaran sesat berupa intelektualisme spekulatif yang cenderung bermain-main dengan logika. termasuk mereka yang tidak Kristen.

tentu ada kemungkinan kebaikan yang dapat dijadikan contoh dalam kehidupan. tidak layak untuk diberi kepercayaan yang lebih besar tentunya!  Khotbah Jangkep: Jemaat yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus. ‘Kecil’ tentu bukan berarti tidak penting. apalagi untuk hal-hal yang terkait dengan pekerjaan Tuhan? Mereka yang gagal mengelola uang yang sangat berkait dengan hidup sehari-hari. kecurangan. Karena di balik kejahatan atau keburukan seseorang. Tetapi justru dilakukan oleh mereka yang nota-bene disebut sebagai pejabat. tindakan itu bukan saja dilakukan oleh mereka yang secara nyata memang kekurangan dalam memenuhi hidupnya. menjadi sebuah rutinitas yang biasa saja. tetapi lebih dalam arti sudah biasa dilakukan. tetapi karena kecerdikannya mencermati segala kemungkinan yang dapat terjadi di masa yang akan datang. mana mungkin kita akan setia dalam mengurus perkara-perkara yang lebih besar. Uang adalah barang yang senantiasa lekat dalam kehidupan manusia. (pengkhotbah bisa membawa cuplikan surat kabar tentang kasus korupsi yang sedang terjadi).Perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur hendak mengajar kepada kita untuk berpikir obyektif. penguasa atau pemimpin bangsa ini. K Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . kekesalan kebanyakan rakyat yang telah merasa ditipu oleh para pemimpinnya! Sudah sedemikian parahkah kehidupan moral para pemimpin/penguasa bangsa ini? Mereka yang seharusnya menjadi teladan atau contoh bagi kehidupan bermasyarakat justru telah mencurangi rakyat dengan seenaknya. Keserakahan. Bila kita gagal dalam mengurus urusan ‘kecil’ sehari-hari. omisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan tersangka terkait dugaan korupsi pejabat di salah satu instansi pemerintahan…. Uang diupayakan dan diperoleh dengan bersusah-payah agar terwujud keberhasian hidup yang sejahtera. Anehnya. “ demikianlah sebagian cuplikan dari berita surat kabar yang bisa jadi kita temui setiap hari. ketidak-jujuran rupanya telah menjadi berita setiap hari masyarakat. Mau dibawa kemana bangsa ini? Mau dibawa kemana masyarakat kita ini? Demikian. maka manusia cenderung menganggap ‘kecil’. Sering kali karena bersifat rutin dan seharihari lekat. Yesus memuji sang bendahara bukan karena ketidakjujurannya dalam mengelola uang majikannya. Mencari dan mengelola uang menjadi bagian hidup sehari-hari manusia.

Pola kepemimpinan yang dijalankan selalu tidak mengarah pada upaya membangun kesejahteraan bersama. Ia akan menegakkan orang yang hina memulihkan mereka yang miskin dari lumpur kehinaan. Perilaku tidak jujur dengan dibungkus kecerdikan membuat para pelaku kejahatan sulit untuk dijerat dengan hukum duniawi. Dan sebaliknya. dilatar-belakangi oleh adanya kenyataan kemerosotan moral para pemimpin Israel. Adakah kemungkinan akan terjadi perubahan dalam kehidupan para pemimpin bangsa ini. tetapi juga mereka yang bergerak di bidang ekonomi (para pebisnis dan pedagang) banyak berlaku curang dengan menggunakan neraca yang telah dipalsukan. dalam menyaksikan dengan pujipujian dan menyatakan kemaha-tinggian Allah yang luar biasa. Sikap serakah para pemimpin/penguasa yang telah mendorong mereka untuk mengkorupsi dan menistakan hari-hari yang telah dikuduskan Allah. Tidak sedikit mereka yang berlaku kejam dan curang terhadap sesamanya. Bukan saja para pemimpin politik yang cenderung suka menindas. Bentuk kemerosotan moral itu ditunjukkan dengan cara berpikir dan sikap hidup menindas dan memeras orang yang lebih lemah. namun ia juga meyakini bahwa Allah adalah Allah yang peduli kepada umatnya yang lemah dan tertindas. Bentuk kepeduliaan-Nya dinyatakan bahwa Ia menentang setiap orang yang suka menindas sesamanya. Yang Allah kehendaki adalah agar umat manusia saling menghargai dan saling memberi tempat untuk memperoleh kesejahteraan bersama. Untuk itulah Allah merespon perilaku jahat mereka dengan mengambil keputusan dan sumpah untuk tidak melupakan dan mengampuni dosa dan kejahatan para pemimpin ini. Kitab Amos.Kenyataan tentang kemerosotan moral. yang mampu membawa kehidupan seluruh rakyat menjadi lebih baik dan sejahtera? Pemazmur. yang membuat hati Tuhan tergerak untuk mengingatkan dan memberikan hukuman kepada mereka. nampak bahwa Ia selalu akan memulihkan martabat kemanusiaan dari mereka yang direndahkan dan dihina. melainkan justru sebaliknya. Jemaat yang terkasih. Allah tidak menghendaki umat manusia saling menindas. sebenarnya bukan masalah manusia pada masa kini saja. memiliki keyakinan bahwa. Bahkan kejahatan senantiasa dirancangkan oleh para pemimpin/penguasa untuk mengambil keuntungan bagi diri sendiri. Berangkat dari keyakinan sebagaimana Pemazmur. Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . sudah semestinya orang percaya selalu membangun hidup dalam persekutuan dengan Tuhan. sekalipun Allah yang dikenalnya adalah Allah yang mahatinggi. Dalam karya penyelamatan Allah.

Orang percaya menghadapi banyak tantangan dan ujian serta persoalan-persoalan. Oleh karena itu. Sebagai orang percaya. Dalam surat pribadinya kepada Timotius. Memang secara fungsional. termasuk mereka yang tidak Kristen. Dalam melaksanakan pemerintahan atau kekuasaan mereka seharusnya berpedoman pada kebenaran dan keadilan Allah yang memeilihara kehidupan rakyatnya. Tetapi doa bukanlah alat si tukang sihir. dalam kehidupan ekonomi bentuk-bentuk kecurangan terjadi. Sikap hati kita terhadap Tuhan sangat menentukan. Di sini doa dapat menjadi senjata yang ampuh untuk menghadapi segala kemungkinan dan menetapkan pengharapan. kita juga hidup dalam pergolakan. Bahkan dalam kehidupan agamawi.Doa menjadi salah satu sarana mewujudkan kehidupan yang dekat dan intim dengan Tuhan. Rasul Paulus menyatakan kepada anak yang dikasihi dalam iman itu untuk berdoa bagi penguasa. doa tidak boleh hanya merupakan upacara yang formal dan tradisional saja. perubahan dalam kehidupan dan keajaiban-keajaiban. Kaisar waktu itu bukan orang Kristen. namun harus menyatakan kesejahteraan dan keselamatan bagi semua orang. Doa adalah nafas dan sarana untuk meletakkan pengharapan orang percaya kepada Allah Bapa. tetapi juga tidak karena terpaksa. Doa dapat mendatangkan perkara-perkara yang besar. Keampuhannya tidak terletak pada doanya sebagai alat. Meskipun demikian Rasul Paulus menyatakan juga agar mereka didoakan. Dalam pengertian yang demikian orang percaya dituntut untuk mendoakan para penguasa. Doa dinaikkan bagi semua orang. Doa adalah suatu kehidupan dan pergumulan. Sebab tindakan para penguasa saat itu cenderung jahat dan berperilaku tidak adil. Bahkan tidak hanya dalam hal politis mereka melakukan tindak kejahatan. Kemerosotan moral yang mengakibatkan ketidak-sejahteraan dan ketidaktentraman hidup telah merambah dalam seluruh sendi kehidupan. Doa juga bukanlah hanya diberi arti untuk kepentingan sendiri. bahkan cenderung memusuhi gereja. penguasa duniawi dikehendaki Tuhan untuk melaksanakan perintah-Nya. Karena itulah yang sebenarnya dikehendaki Allah. jemaat banyak disesatkan dengan berbagai ajaran yang lebih mengutamakan logika dan kepercayaan pada dongeng-dongeng. Oleh karenanya orang percaya tidak dapat terlepas dari doa. Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Tindakan para pemimpin/penguasa yang cenderung korup dan tidak jujur dalam melaksanakan fungsinya sebagai penguasa duniawi menambah semakin parahnya kerusakan relasi dalam kehidupan masyarakat. Sewajarnya. lebih mudah bagi Rasul Paulus mengajak jemaat untuk mengutuk dan mengumpati tindakan sang penguasa saat itu dari pada mengajak jemaat untuk mendoakan mereka.

450: 1.Jemaat yang terkasih. 37a: 1.7 Nyanyian Penyesalan : KJ. dapat membangun sikap doa yang positif dan tidak apriori. 452:1.  Rancangan Bacaan Alkitab: Berita Anugerah : Kolose 1: 13-14 Petunjuk Hidup Baru : II Petrus 2: 13-17 Nats Persembahan : II Korintus 8: 13-14  Rancangan Nyanyian Pujian: Nyanyian Pembuka : KJ. 2 Nyanyian Kesanggupan : KJ. dapat mendukung dan mengarahkan perbuatan kasih yang nyata dan mampu mengubah segala sesuatunya. Karena di balik kejahatan atau keburukan seseorang. hendak mengajar kepada kita untuk berpikir obyektif. 5 Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . tetapi karena kecerdikannya mencermati segala kemungkinan yang dapat terjadi di masa yang akan datang. tentu masih ada kemungkinan kebaikan yang dapat dijadikan contoh bagi kehidupan. Doa sebagai suatu perintah yang menegaskan hubungan kena mengena kita dengan orang lain. kejahatan dan ketidak-jujuran para pemimpin. Menjadi cara yang paling indah untuk mentaati perintah mengasihi orang lain seperti diri kita sendiri. Kasih yang alkitabiah tidak boleh diartikan sebagai perbuatan tukar-menukar yang timbal-balik atau sebagai transaksi dagang. Namun demikian bukan berarti tidak mungkin akan terjadi perubahan dalam kehidupan para pemimpin. Amin. Perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur yang diceritakan Yesus dalam Injil Lukas di atas. tanpa pamrih. Yesus memuji sang bendahara bukan karena ketidak-jujurannya dalam mengelola uang majikannya. Kekuatan doa dan upaya untuk berubah serta menyediakan diri untuk diubah memungkinkan karya Tuhan dalam Roh Kudus terjadi. 369a: 1. 60: 1.dst. Tanpa pamer. Nyanyian Penutup : KJ. Kasih yang sejati diberikan tanpa mengharap balasan.2 Nyanyian Persembahan : KJ. bahkan orang yang sering kita pandang tidak layak untuk dihormati. Bukan perkara mudah pada masa ini mengubah keserakahan. Dengan dasar ini.2. Sendiri atau bersama berdoa dan mengangkat namanama atau problem para pemipin/penguasa di hadapan hadirat Allah. doa untuk para pemimpin yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan sikap hati yang benar merupakan pernyataan kasih yang agung. Cara berpikir dan bertindak obyektif kita kepada orang lain. dihargai sebagaimana umumnya.

omisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan tersangka terkait dugaan korupsi pejabat di salah satu instansi pemerintahan .. Waosan Injil: Injil Lukas 16: 1-13  Khotbah Jangkep Pasamuwan ingkang kinasih wonten ing patunggilanipun Gusti Yesus Kristus. kaculikan. Budi kethaha.. Waosan II: I Timotius 2: 1-7. Kitab Amos nekseni bilih karana sudaning bebudenipun para pangarsaning bangsa Israel ingkang ndadosaken sekeling penggalihipun Allah ingkang krenteg paring pemut lan paring pidana dhateng para tiyang ingkang patrapipun awon wau. panguwaos utawi pemimpin bangsa. tumindak kados makaten punika boten namung katindakaken dening para tiyang ingkang boten nandhang kekirangan ing kabetahaning gesangipun. Punapa inggih sampun samanten risakipun patraping para pemimpin/ panguwaos bangsa punika? Para pemimpin ingkang kedahipun dados tepapalupi utawi panutanipun para warganing masyarakat malah kepara nyulikani rakyat kanthi sasekecanipun. nanging malah katindakaken dening para tiyang ingkang saged kasebat pejabat.. 19 September 2010 Minggu III PANDONGA TUMRAP PARA PEMIMPIN Waosan I: Amos 8: 4-7.” Makaten saperangan pawartos saking serat kabar ingkang saged ugi kita panggihi saben dinten ( pengkhotbah saged maosaken cuplikan serat kabar ingkang magepokan kaliyan pawarta bab korupsi ingkang dumados ).. Ingkang nama sudaning bebuden sejatosipun sanes prakawisipun manungsa ing wekdal samangke kemawon.. Mloroding bebuden wau K Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Badhe tumuju dateng pundi bangsa punika? Badhe kabekta dhateng pundi purugipun masyarakat kita punika? Makaten raos panggresula saperangan ageng warga masyarakat kita ingkang rumaos dipun apusi dening para pemimpinipun. Mazmur Tanggapan: Mazmur 113. Ananging emanipun...Khotbah Jangkep Jawi Minggu.. watak boten jujur kados sampun dados pawartos padintenan ing satengahing masyarakat.

Boten namung para pemimpin politik kemawon ingkang remen nindhes.saged katingal saking caranipun nenimbang lan netepaken tumindak ingkang asikep nindhes lan meres tiyang ingkang langkung ringkih. Watak serakah para pemimpin/panguwaos anjurung dateng tumindak korupsi lan damel nistha dinten-dinten ingkang kasucekaken Allah. Kosok wangsulipun Gusti Allah badhe njejegaken tiyang ingkang asor lan mangsulaken para tiyang mlarat saking lendhuting kanisthan. Punapa badhe kalampah wontenipun ewah-ewahan ing gesangipun para pemimpin bangsa kita punika. Pasamuwan ingkang kinasih. Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Kanthi makaten Gusti Allah nanggapi sikep kaculikanipun para tiyang punika sarana akarya pancasan lan sumpah boten badhe nyupekaken lan ngapunteni dosa lan kadursilanipun para pemimpin wau. Kepara kadursilan karantam dening para pemimpin/panguwaos kangge kamuktenipun piyambak. Tumindak boten jujur ingkang kawungkus weweka ingkang limpad ndadosaken para paraganipun angel badhe karangket ing ukum. nanging ugi para sudagar ingkang kiprah ing babagan ekonomi. Boten sakedhik para ingkang tumindak kejem lan culika dhateng sesaminipun. Allah boten ngersakaken manungsa sami nindhes. inggih para juragan lan sudagar ageng sami nglampahi culika kanthi ngginakaken traju ingkang boten samesthinipun. Allah ingkang Maha Luhur. juru mazmur anggadhahi kapitadosan bilih Gusti Allah punika inggih Allah ingkang dipun tepangi. Wewaton anggenipun mimpin tansah boten tumuju kangge ngupadi mangun karahayoning bebrayan. Wujuding kawigatosanipun kacetha bilih Allah nglawan dhateng tiyang ingkang remen nindhes sesaminipun. nanging ugi pitados bilih Gusti Allah ingkang migatosaken dhateng umat kagunganipun ingkang ringkih lan katindhes. nanging malah kosok wangsulipun. nanging Allah ngersakaken supados manungsa urmat-ingurmatan lan tampi tinampi kanthi tulusing manah kangge ngraosaken karahayon sesarengan. ingkang saged marsudi gesanging para kawula tumuju dhateng katentreman lan karahayon? Juru Mazmur ingkang nekseni kanthi kekidungan lan mratelakaken mahaluhuripun Allah ingkang boten saged ginayuh ing nalar. Pakaryan kawilujenganipun Allah kacetha bilih Panjenenganipun tansah badhe mangsulaken martabat kamanungsaning para tiyang ingkang karemehaken lan kaina.

Pandonga saged ndhatengaken prakawis-prakawis ageng. Nanging pandonga sanes kadosdene pirantinipun tukang sihir. Minangka tiyang pitados. Dayaning pandonga boten mapan wonten ing pandonganipun minangka sarana. Pandonga punika tumuju tumrap sedaya tiyang. tiyang pitados kaatag ndongakaken para panguwaos supados saged nindakaken kados ingkang dipun kersakaken Gusti. Pandonga punika prakawis gesang lan tantangan. kita ugi gesang ing satengahing tetarungan. Awit adeging para panguwaos kadonyan punika dipun kersakaken minangka sarana nindakaken dhawuhipun Gusti. ananging sikep kita dhumateng Gusti punika ingkang nemtokaken.Adhedasar kapitadosanipun juru mazmur. ugi boten karana kapeksa. Kaisar wekdal samanten sanes tiyang Kristen. Pramila tiyang pitados boten kepareng nglirwakaken pandonga. Pandonga punika inggih napasing gesang lan sarana kangge sumendhe ing pangajeng-ajeng tumrap para tiyang pitados dumateng Allah Sang Rama. pandonga dados salah satunggaling sarana mujudaken gesang ingkang rumaket lan ajrih asih dhumateng Pangeran. amargi inggih punika ingkang kakersakaken dening Allah. sampun samesthinipun para tiyang pitados kedah tansah mangun gesang ing patunggilanipun kaliyan Gusti. supados ndedonga tumrap para panguwaos. Amargi Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Ing ngriki pandonga dados pusaka ingkang ampuh kangge ngadhepi samukawis prakawis lan netepaken pangajeng-ajeng. Limrahipun langkung gampil Rasul Paulus ngatag pasamuwan kangge nyupata lan memoyok dhateng pratingkahipun panguwaos kala samanten katimbang ngatag pasamuwan ndongakaken piyambakipun. Para pitados ngadhepi sawernining tantangan lan pandadaran sarta ruwet rentenging gesang. para panguwaos punika kedahipun lelandhesan kaleresan lan keadilaning Allah ingkang ngrimati gesanging kawulanipun. malah mengsahi pasawuwan. Kanthi pangertosan makaten. Salebeting nindakaken paprentahan utawi panguwaosipun. nanging sinaosa makaten Rasul Paulus paring pangatag supados kadongakaken. nanging kedah mratelakaken karahayon lan kawilujengan tumrap sedaya tiyang. Wigatining seratipun Rasul Paulus ingkang kaparingaken dhateng Timotius anak rohani ingkang kinasih punika. Pramila pandonga boten kenging namung mujudaken upacara ingkang asipat tata lair lan adhapur pakulinan kemawon. kalebet tiyang sanes Kristen. pandonga ugi sanes nggadahi pangertosan kangge kabetahanipun piyambak. ewah-ewahan salebeting gesang lan sakathahing bab ingkang nengsemaken.

Katresnan ingkang sejatos kaedumaken kanthi tulusing manah tanpa ngajengaken piwales. punapa malih dhumateng tiyang ingkang kita wawas boten pantes kinurmatan. Kanthi landhesan punika. paring piwulang dhumateng kita sedaya sageda nggadhahi pemanggih ingkang trep kaliyan kasunyatan. Tanpa pamer. Malah ing babagan agami. Olah pikir lan tumindak kita ingkang prayogi dhateng tiyang sanes. temtu taksih wonten gempilaning kasaenan ing tiyang wau. ingkang kaagem dening Gusti (ing waosan wau) kangge memulang tumrap gesanging manungsa. ingkang kacariyosaken Gusti Yesus ing Injil Lukas kala wau. pasamuwan dipun sasaraken sarana ajaran-ajaran ingkang nengenaken pikir lan kapitadosan dumateng dongeng-dongeng. Pandonga minangka dhawuh ingkang negesaken sesambetaning bebrayan kita dumateng tiyang sanes. dipun aosi sapantesipun. sampun sumrambah ing sedaya gesangipun rakyat. saged mangun sikep pandonga ingkang prayogi lan boten kebak ing raos sanggarunggi.tumindakipun para panguwaos kala samanten tansah katindakaken salebeting kadursilan lan boten adil. tanpa pamrih. Pasamuwan ingkang kinasih. nanging karana limpadipun nanggulangi bab-bab ingkang bok menawi badhe dumados ing tembe. tuwin dados satunggaling sarana ingkang endah kangge ngemban dhawuh nresnani tiyang sanes kadosdene dhateng gesang kita pribadi. Sanadyan kadursilan ingkang nelakaken sipat budi candhala ing satunggaling tiyang. Gusti Yesus paring pangalembana dhateng juru-gedhong boten karana sipatipun ingkang boten jujur anggenipun mranata arta bendaranipun. Pasemon bab juru-gedhong ingkang boten jujur. Katresnan ingkang jumbuh kaliyan pangandikaning Kitab Suci boten kepareng dipun tegesaken kadosdene tumindak dol-tinuku kados limrahipun tiyang sesadeyan. kepara boten namung ing babagan politik piyambakipun ugi nindakaken kaculikan ing babagan ekonomi kanthi kaculikan. Tumindakipun para pemimpin/panguwaos lankung ngener dhateng watak culika lan boten jujur anggenipun nindakaken jejibahanipun minangka panguwaosing kadonyan sangsaya damel risakipun sesambetaning bebrayan ing satengahing masyarakat. Mloroding patrap gesang ingkang nebihaken katentreman lan karahayoning gesang. kanthi piyambakan utawi sersarengan ndedonga lan ngunjukaken asmanipun tuwin Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . pandonga tumrap para pemimpin utawi panguwaos ingkang katindakaken kanthi tumemen lan sikeping manah ingkang leres mratelakaken cihnaning katresnan ingkang agung.

Pancen sanes prakawis ingkang gampil wekdal punika ngewahi keserakahan. Kekiyataning pandonga lan pambudidaya tumuju dhateng ewah-ewahan. nyagedaken pakaryaning Gusti ing Roh Suci badhe kalampahan.2 Kidung Pisungsung : KPK BMGJ. sarta anggenipun purun dipun dandosi. Amin. nanging sinaosa makaten boten ateges boten saged kalampahan ewah-ewahan wonten ing gesanging para pemimpin.188:1-4 Kidung Panutup : KPK BMGJ 168: 1.  Rancangan Waosan Kitab Suci: Pawartos Sih Rahmat : Kolose 1: 13-14 Pitedah Gesang Anyar : 1 Petrus 2: 13-17 Pangatag Pisungsung : 2 Korintus 8: 13-14  Rancangan Kidung Pamuji: Kidung Pambuka : KPK BMGJ 1: 1.sadaya ruwet rentenging gesangipun para pemimpin/panguwaos.2 Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . kadursilan.3 Kidung Panelangsa : KPK BMGJ 52: 1-3 Kidung Kesanggeman : KPK BMGJ 71: 1. lan sirnaning kejujuranipun para pemimpin. saged njurungi lan ngeneraken dhateng tumindaking katresnan ingkang nyata lan ndhatengaken ewah-ewahan tumuju kasaenan. dhateng ing ngarsanipun Allah.

pemimpin menjadi tumpuan untuk mengarahkan. Di sini hakekat kerja bersama untuk mencapai tujuan bersama perlu dibangun atau diingatkan kembali. Perjalanan bisa terarah jelas dalam satu komando pemimpin yang jelas. Padahal dengan munculnya perasaan seperti ini arahan kehidupan sebuah kelompok menjadi tidak sehat. Proses itu harus terus berjalan bersama dengan kerja-sama yang terus dibangun untuk mencapai tujuan bersama tadi. Baik dalam diri pemimpin itu yang harus dilakukan oleh kelompok tersebut. mungkinkah akan bisa mencapai tujuan yang dituju bila pemimpinnya bermasalah? Bisa jadi dalam kegelisahan tersebut mengakibatkan munculnya rasa tidak suka. tetapi berusaha untuk mengembalikan suasana bekerja sama yang baik. Bacaan III: Injil Lukas 16:19-31 Tujuan: Jemaat mampu hidup saling mendukung dengan setiap pemimpin. Proses ini perlu disadari sebagai upaya bersama untuk selalu menggali ketidaktahuan dari kondisi keduanya. Perjalanan untuk menuju harapan yang sama tidak bisa terselesaikan hanya dengan mengganti pemimpin dengan yang baru. Bacaan II: I Timotius 6:6-19. supaya bisa mencari celah yang jelas sesuai dengan konteks kehidupan kelompoknya. Kelompok harus bisa mengupayakan kejernihan berpikir bahwa perjalanan ke arah harapan bersama jangan sampai dikalahkan hanya karena rasa tidak suka. Kalau sudah demikian kemungkinan besar kelompok ingin mengganti pemimpinnya. Tetapi bagaimana ketika pemimpin ternyata tidak seperti yang diharapkan? Kondisi ini menyebabkan perjalanan menuju harapan mengalami kegelisahan. Mazmur Tanggapan: Mazmur146. Proses ini tidak bisa berhenti hanya dalam pertemuan pertama. Untuk Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . dan di sisi yang lain pemimpin itu sendiri. Mencari pemimpin yang sejalan dengan pemikiran mereka. atau hanya dalam perkenalan saja ketika saling mengikat perjanjian sebagai pemimpin dan yang dipimpin. 4-7.  Dasar Pemikiran Untuk menuju sebuah harapan. 26 September 2010 Minggu IV BERJUANG BERSAMA PEMIMPIN Bacaan I: Amos 6:1a. dengan keteguhan iman yang tulus.Khotbah Jangkep Minggu. Gelisah oleh pertanyaan.

Dan sekalipun buangan.itu dibutuhkan ketulusan hati dalam rangka saling mengenal dan saling mengingatkan. Pimpinan Tuhan pun bersifat kekal apabila manusia mau menuruti kehendak Tuhan. Mazmur146 Mazmur ini mengingatkan supaya kehidupan manusia jangan tergantung kepada para bangsawan karena keputusan mereka hanya bersifat sementara. Nubuatan ini diungkapkan dengan kebersihan niat dari segala kepentingan pribadinya. I Timotius 6:6-19 Paulus memberikan pengajarannya kepada Timotius untuk membangun hidup yang teguh dalam ketulusan hidup kepada Tuhan. Mereka yang berada di Sion dan di gunung-gunung Samaria adalah para pemuka yang diharapkan selalu dekat dengan kehendak Tuhan. Hal yang menarik dalam perikop ini adalah keberanian Amos untuk melontarkan nubuatnya. Dengan mengatakan “sebab itu sekarang. mereka akan” menjadikan ayat ini sebagai ajakan supaya mereka bersiap-siap menghadapi petaka yang akan dialami bangsa Israel secara keseluruhan. 4-7 Perikop ini diawali dengan kata “celaka” yang ditujukan kepada orangorang yang merasa aman di Sion dan di gunung-gunung Samaria. mereka tetap diharapkan untuk berjuang menuju kepada harapan bangsa yang sama. Dijelaskan ketika orang mengalami cinta uang. Paulus mengingatkan bahwa kehidupan manusia sering mengalami godaan yang kuat dari kekayaan. Hal ini semakin diperjelas dengan ayat 7 yang mengatakan. Manusia diingatkan supaya senantiasa hidup dengan kehendak dari Tuhan saja. Dalam bangunan pengajarannya. Secara khusus dikatakan godaan kekayaan itu sebagai cinta uang. Melalui bangunan hati yang teguh dalam ketulusan tersebut niscaya kelompok akan berhasil menuju harapannya bersama dengan pemimpinnya. Sebab itu sekarang. Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . mereka akan pergi sebagai orang buangan di kepala barisan.  Tafsiran: Amos 6:1a. Secara khusus disebutkan dalam kehidupan dari keturunan Yusuf. Tuhanlah yang menciptakan segalanya dan mencukupi segala kebutuhan manusia. Lalu kenapa justru mereka disumpahi dengan kata celaka? Jawabnya adalah karena mereka tidak memperhatikan kehidupan orang-orang Israel. Keputusan-Nya bersifat kekal.

apalagi peringatan dari kenyataan yang sulit diterima akal manuasia. Dengan mengarahkan diri murni kepada Tuhan.kehidupannya akan mengalami kedukaan yang menyiksa dirinya. Karena kalau belum memiliki akan merasa tersiksa. Hanya Tuhan yang menjadi tujuan hidup. yaitu melalui orang yang bangkit dari kematian. yaitu supaya saudara-saudaranya jangan sampai mengalami hal yang sama seperti dirinya. Untuk itu Paulus menyarankan untuk membentengi semua godaan tadi dengan membangun sikap ibadah yang benar. Kalau kepada orang-orang yang telah menjadi pemberita kehendak Tuhan saja mereka tidak percaya. Inilah gambaran kehidupan yang mengandalkan kekayaan yang akhirnya harus mengalami kesengsaraan kekal. Injil Lukas 16:19-31 Bacaan ini memperlihatkan perumpamaan penyesalan yang telah terlambat dari seorang kaya. maka manusia akan memiliki keteguhan ketulusan hidup. Paulus yakin kalau Timotius telah berhasil membangun sikap ibadah yang tepat maka dirinya dimampukan untuk memberikan peringatan yang tulus. orang kaya ini mempunyai harapan yang baik. Kekayaan yang dimiliki ternyata tidak bisa menolongnya. apapun yang dilakukan akan dilandasi dengan ketulusan. bahkan akan mampu memberikan peringatan yang tidak bertendensi untuk meraup keuntungan pribadi. Ketika manusia telah memiliki keteguhan sikap hidup dalam ketulusan. Bahkan ketika dia memohon kepada Tuhan supaya pengemis Lazarus mencelupkan kakinya ke dalam air untuk memberikan kesejukan padanya pun tidak bisa. Orang yang demikian tidak akan mudah digoyahkan dengan kekayaan. Orang kaya ini baru menyesal ketika sudah mati. Hanya satu hal yang menjadi pokok kehidupannya. Dengan bekal ini Timotius dapat memperingatkan orang kaya supaya tidak terbelenggu dengan kekayaannya. Dia berharap supaya Tuhan berkenan memperingatkan saudara-saudarnya supaya jangan bertindak seperti dirinya. Dialog menarik tentang permohonan untuk memberi peringatan ini ditutup dengan kata-kata Abraham tentang pentingnya mendengarkan karya Tuhan pada setiap orang yang dipakai Tuhan.  Benang Merah Tafsiran Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Melalui dialog ini setiap orang diajak untuk jeli melihat karya Tuhan. Kejelian tersebut bisa terwujud dengan memperhatikan setiap karya Tuhan sekecil apapun itu sebagai peringatan bagi hidup manusia. Dalam sikap ibadah yang benar orang akan memahami yang terutama dalam kehidupannya. Setelah mati dia merasakan kesengsaraan di alam maut. Namun sekalipun dia merasakan keterlambatan.

Memang lebih mudah untuk mengatakan hal tadi. Tuhan sebagai satu-satunya pribadi yang dijunjung tinggi dalam kehidupan. Tampak bahwa pemimpin tidak bisa lepas dari orang di sekitarnya. Di sisi lain.  Khotbah Jangkep: dak jelas apa maunya. Nampak jelas perbedaan antara pemimpin dan penguasa. jadi keputusan dibuat untuk mendukung kebutuhan dari yang dipimpin. semangat saling menguatkan dengan mengingatkan menjadi motor penggerak menuju kehidupan bersama yang lebih baik di dalam Tuhan. mempertanyakan dengan nada kemarahan yang tinggi. Kita akan merasa bahwa semua sudah kita cukupi. kita ini mau dibawa kemana?” “Dengan caranya memimpin seperti itu sebentar lagi semuanya pasti hancur. Pemimpin mengambil keputusan dengan mengambil pertimbangan dari yang dipimpin. Melalui kekuatan ini manusia bisa saling menopang kehidupan orang lain. Tuhan sebagai satu-satunya sumber kekuatan. Apalagi ketika kita sudah merasa memberikan banyak untuk membekali pemimpin tadi. atau bertanya dengan nada sinis menyindir pemimpin yang tidak tepat menempatkan diri dalam bekerja. tetapi kenapa kinerja yang dilakukan hanya seperti itu. Pemimpin berbeda dengan penguasa. Yang dikuasai tidak berhak untuk ikut andil mengambil keputusan. Tetapi dengan kejernihan hati seperti Amos. Pemimpin hidupnya dipakai untuk memimpin dan bukan untuk menguasai. pengambilan keputusan penguasa ada pada diri mereka sendiri dan kemungkinan besar menguntungkan dirinya sendiri. sekalipun orang tersebut adalah orang yang tidak kita sukai. Pemimpin butuh pertimbangan supaya langkah perjalanan kelompok yang dipimpinnya bisa berjalan dengan baik sesuai dengan Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 N . Melalui bangunan hidup ibadah orang dituntun untuk mengenal satu hakekat yang menjadi tujuan hidupnya yaitu Tuhan.Memberikan perhatian untuk mengingatkan dengan ketulusan terhadap orang-orang penting dalam kehidupan masyarakat perlu dilandasi dengan semangat memandang Tuhan yang Tunggal. ketika melihat pemimpin yang asal-asalan bekerja dan pemimpin yang seringkali malah menjadikan yang dipimpin bingung. Jemaat yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus. Untuk itu Timotius diantar oleh Paulus untuk mengupayakan hidup yang senantiasa membangun ibadah yang disertai dengan rasa cukup atas karunia Tuhan. Maksudnya pengambilan keputusan dengan cara yang berbeda.” Sering kita mendengar kata-kata tadi ketika melihat sosok pemimpin yang tidak becus bekerja atau bahkan mungkin kita sendiri akan mengatakan hal itu.

Hal yang menjadi kekuatan dalam peringatan yang disampaikan oleh Amos adalah kebersihan hatinya yang bertindak dengan tulus dan tidak mudah digoyahkan. Ketika ada yang salah dengan segera diingatkan supaya segera pulih kinerjanya.. Hal ini bisa dilihat ketika Amos menyebutkan beberapa tokoh besar seperti Daud dan Yusuf. Tentu saja dengan dasar bangunan berpikir yang senantiasa mau bekerja sama dan tidak mudah menyalahkan. Pemimpin tidak bisa hidup sendiri. Amos dalam bacaan pertama membantu kita untuk melihat ketulusan hati dalam memperingatkan para pemimpinnya. Pemimpin juga bisa salah. seorang pemimpin pun akan merasakan bahwa Amos berbicara benar bagi dirinya. Pemimpin butuh orang lain. tentunya? Sudah salah masih dibodoh-bodohkan. Mari bersama-sama kita perhatikan hal ini. hendak menunjukkan bahwa nubuatan ini sudah Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Mengingatkan. kemudian masuk ke dalam jurang kesalahan yang lain. tetapi karena cara yang kurang tepat menanggapi tudingan terhadap dirinya. Amos tidak berbicara tentang dirinya sendiri..harapan dan kebutuhan kelompok itu. Semua bisa saling mendukung. pemimpin yang kepemimpinannya baik tidak terjadi dengan begitu saja. Dengan sikap yang demikian. Melihat dari penggunaan bahasa waktu. Sekalipun keras. Namun apa yang terjadi ketika pemimpin goyah? Apa yang terjadi ketika pemimpin tidak bisa menjalankan kepemimpinannya dengan baik? Lebih banyak yang akan membuat kasak-kusuk tentang pemimpin. sebuah pekerjaan yang tidak mudah. Amos sedang memperjuangkan kepentingan bangsanya. Amos tidak sedang memperjuangkan kepentingannya sendiri. Bagaimana pun kondisinya. Apa buktinya kalau Amos tulus? Buktinya adalah. Sudah salah malah didorong untuk masuk ke dalam jurang kesalahan yang lain. Kepemimpinan yang baik bisa terwujud apabila ada kerja sama yang baik dari pemimpin dan yang dipimpin. ”sebab itu sekarang. kan.. Apalagi mengingatkan orang yang mungkin secara prinsip tidak benar di mata kita. Butuh ketrampilan khusus untuk menyatakan peringatan ini. Kita lebih cenderung ingin menyalahkan mereka. Bisa terjadi lho mereka yang sudah salah. Jemaat yang dikasihi Tuhan. Sudah mengakui bersalah. Ungkapan ini hendak mengingatkan bahwa kehidupan para pemimpin sebaiknya mengingat perjuangan kehidupan yang pernah dilakukan oleh para pendahulu.. Bukankah pemimpin juga manusia. dan sudah seharusnya di dengarkan. ungkapan yang disampaikan oleh Amos ini berupa peringatan dan ajakan supaya segera mempersiapkan diri.. Atau kalau yang mau terang-terangan akan menuding pemimpin dan mengatakan ketidakmampuannya untuk memimpin.” pada ayat 7. Kasihan. menjadikannya emosi dan justru semakin mengeraskan hati.

Bagaimana bisa membangun ketulusan niat dan keteguhan niat seperti Amos? Supaya ketika kita melihat pemimpin. uang. atau yang lainnya. Kenapa sikap ibadah yang dipilih dipakai untuk mengalahkan godaan? Karena dalam sikap ibadah manusia dituntun untuk menetapkan tujuan hatinya yang paling utama. Bukan dikatakan nanti atau yang akan datang. Dengan pemahaman sikap ibadah tersebut Timotius diajar untuk mengarahkan hidup hanya kepada Tuhan. Ketidakbenaran pemimpin menuntut semua untuk bersiap pada saat “sekarang”. tentunya niatan saling mengingatkan menjadi potensi pemulihan yang penting. seluruh bangsa supaya bisa saling mendukung untuk mengalami kebebasan bersama nantinya. Dalam bacaan Injil Lukas kita diajak memahami kehidupan orang yang buruk perilakunya. peringatan yang diberikan akan bernada saling memulihkan. tetapi dalam hatinya pasti ada kebaikan. Tidak mungkin orang akan melakukan ibadah dengan baik kalau hatinya bercabang kemana-mana. Dengan meyakini bahwa dalam diri pemimpin yang terburuk sekalipun pasti memiliki niat untuk menjadi baik. tetapi sekarang ini. para pemimpin yang sudah mendapatkan cap tidak baik tetap ditempatkan sebagai yang terkemuka. Hatinya hanya mengarah pada satu hal. Dalam perilaku yang buruk itu ternyata dia masih memiliki harapan yang baik. Bukan ibadah kepada kekayaan. bahkan minta supaya saudara-saudaranya diingatkan. Jangan sampai apa yang telah terjadi pada dirinya terulang pada saudara-saudaranya. Dalam kehidupannya selalu Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Hanya kepada Tuhan. tetapi dengan modal ketulusan hati dan keteguhan hati yang tidak mudah terombang-ambingkan. kita berani mengingatkan. atau jahat. Rasul Paulus memperjelas godaan untuk kaya dengan menggunakan istilah “cinta uang. Supaya melihat Tuhan saja yang terpenting dalam kehidupannya. Dasar keteguhan sikap hidup dalam ketulusan seperti ini yang seharusnya dikembangkan dalam kehidupan bersama. bukan bernada saling menjatuhkan. Harapan yang baik tersebut merupakan cerminan kehidupan manusia yang sekalipun buruk. Mereka akan tetap memimpin sekalipun ada dalam pembuangan. Jadi kekayaan adalah yang nomor ke sekian di bawah pentingnya Tuhan bagi kehidupannya. Dalam ayat ini juga. Timotius diingatkan untuk menempatkan diri membangun sikap ibadah dalam kehidupannya. Rasul Paulus memberikan resepnya kepada Timotius. Resep yang diberikan dimulai dengan mengingatkan bahwa godaan manusia yang terbesar adalah kekayaan. hanya pada Tuhan.” Untuk melawan godaan.tidak bisa ditolak. Untuk itu mereka semua. Sehingga ketika ada kesalahan yang dilakukan oleh pemimpin. Dengan demikian Timotius menjadi teguh keyakinannya dan akan melakukan apapun dengan tulus karena semua yang dilakukan dalam hidupnya adalah ibadah kepada Tuhan.

tetapi saling menopang untuk bersama menjadi baik. Jemaat Tuhan yang terkasih. Dan kebaikan itu nantinya menjadi milik bersama. Sehingga ketika semuanya menjadi baik. Niat yang memandang bahwa segala yang kita sokongkan dalam pekerjaan bersama dengan setiap pemimpin kita merupakan ucap syukur hidup kita kepada Tuhan. Harapan sekecil apapun sebaiknya diterima untuk mengalami pemulihan bersama. 5 Nyanyian Kesanggupan : KJ 400:1. Melalui firman Tuhan pada saat ini kita dibimbing untuk memberikan dukungan kepada setiap pemimpin kita.2 Nyanyian Pengakuan : KJ 28:1. Yang tadinya dianggap tidak becus malah justru akan menjadi pendorong yang luar biasa. Jadi bukan sekedar mangganti pemimpin yang tidak becus. Karena pada akhirnya semua saling mendukung untuk meraih berkat Tuhan dalam damai sejahteraNya. 4. sebaiknya menyemaikan benih yang baik tadi. dan bekerja bersama. Malah manusia diberi kesempatan bekerja dalam pelayanan. Seperti Sang Kristus yang mau menerima manusia yang berdosa. akhirnya menjadi ibadah yang sesungguhnya kepada Tuhan.  Rancangan Bacaan Alkitab: Berita Anugerah : Roma 15:5-7 Petunjuk Hidup Baru : Ibrani 13:17 Persembahan : Mazmur 4:5  Rancangan Nyanyian Ibadah: Nyanyian Pembukaan : KJ 18:1. Dalam rangka memberikan dukungan itu kita diajak untuk melatih niat yang tulus dalam keteguhan. 2 Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Dengan bangunan hidup mengarah pada hidup bersama yang baik. karena merasa bahwa dia yang pernah bersalah ternyata boleh tetap bersama. Bukankah hal ini merupakan pertanda yang baik? Dalam diri setiap manusia ternyata memiliki benih harapan yang baik. Amin. 3 Nyanyian Penutup : KJ 370:1.3 Nyanyian Persembahan : KJ 161:1. Tentunya kita yang senantiasa disadarkan akan hal ini.mengharapkan kebaikan terjadi. 2. semua menjadi sarana menjadikan pulihnya citra Tuhan. Ini merupakan gambar penerimaan kita terhadap orang yang tidak baik.

Waosan II: I Timotius 6:6-19. Tegesipun. putusan ingkang dipun damel caranipun ugi beda. Dene putusaning panguwaos.Khotbah Jangkep Jawi Minggu. wonten ing dhirinipun piyambak lan isining putusan padatanipun namung nguntungaken panguwaos kemawon. lan pemimpin ingkang asring ndadosaken kita bingung. nyindhir pemimpin ingkang boten trep mapanaken dhiri ing papaning ayahanipun. Pemimpin beda kaliyan panguwaos. Mazmur Tanggapan: Jabur146. Dados putusaning rembag katetepaken kangge nyekapi kabetahaning ingkang kapimpin. nanging kenging punapa asil pakaryanipun namung kados mekaten.  Khotbah Jangkep: oten cetha punapa pikajengipun. Utawi malah kita piyambak ingkang ngucapaken ukara punika. 26 September 2010 Minggu IV MAKARYA SESARENGAN KALIYAN PEMIMPIN Waosan I: Amos 6:1a. Pasamuwan ingkang dipun tresnani Gusti.” Asring kita mireng ukara-ukara wau nalika wonten pemimpin ingkang boten becus nyambut damel. sampun dipun cekapi. pitaken kanthi ukara ingkang kinemulan ing nepsu. Pemimpin gesangipun dipun ginakaken kangge mimpin sanes nguwaosi. Pemimpin damel putusan kanthi nyuwun pamanggih saking ingkang dipun pimpin. kita punika badhe dipun bekta dhateng pundi?” “Kanthi cara mimpin ingkang kados mekaten mesthi sedaya bakalan bubrah. Kita saged rumaos. Punapa malih nalika kita sampun rumaos nyumbang kathah kangge nyangoni pemimpin wau. Nalika nyumerepi pemimpin ingkang tanpa wewaton anggenipun nyambut damel. utawi menawi boten kanthi pedhes. Ingkang dipun kuwaosi boten B Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Waosan III: Injil Lukas 16:19-31 Tujuan: Supados pasamuwan saged makarya sesarengan kaliyan pemimpin kanthi iman kapitadosan ingkang bakuh lan tulus. Pancen langkung gampil ngucapaken ukara wau. 4-7 .

pemimpin badhe nanggapi bilih Amos nyaruwe kanthi leres lan sampun samesthinipun dipun pirengaken. Bab ingkang dados kekiyatanipun Amos jalaran manah ingkang resik nalika ngemutaken. sampun lepat lajeng mlebet dhateng juranging kalepatan ingkang sanes. Pemimpin punika rak manungsa ugi ta? Pemimpin saged lepat.gadhah wenang kangge tumut mutusaken rembag. pemimpin ingkang anggenipun mimpin wau kanthi cara ingkang sae. Punapa malih ingkang dipun engetaken punika tiyang ingkang boten sae tumindakipun. Amos boten nguningakaken bab dhirinipun piyambak. Nanging punapa ingkang kalampahan nalika pemimpin miyar-miyur? Punapa ingkang badhe dumados nalika pemimpin boten saged ngayahi pakaryanipun kanthi sae? Kathah-kathahipun kita lajeng ngraosi pemimpin kita. lan malah mangkotaken manah. Pemimpin mbetahaken pamanggihipun tiyang sanes supados lampahing pakempalan saged lumampah kados ingkang dipun kajengaken pakempalan punika.. Cetha sanget bedanipun pemimpin lan panguwaos. mbiyantu kita kangge ningali tulusing manah nalika ngemutaken pemimpin. Sadaya saged sami mitulungi nalika wonten ingkang lepat. Amos boten saweg Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . Pemimpin boten saged luwar saking tiyang-tiyang ing sakiwa tengenipun.. Pemimpin boten saged gesang piyambak. Amos ing waosan sepisanan. Mangga kita gatosaken. Saged kedugi mekaten lho para sedherek. Cara mimpin ingkang sae saged katindakaken menawi sami dene purun nyengkuyung ing antawisipun pemimpin kaliyan ingkang dipun pimpin. punapa kemawon kawontenanipun. nanging karana saking cara ingkang kirang trep anggenipun nanggapi tudingan. Punapa buktinipun menawi Amos burus manahipun? Buktinipun. boten lajeng mekaten kemawon dumados. Temtu kanthi nggerba pamanggih ingkang tansah purun makarya sesarengan lan boten gampil nglepataken. Pasamuwan ingkang kinasih. Mesakaken temtunipun? Sampun kaanggep lepat. nuding pemimpin lan njlentrehaken kekiranganipun. setunggaling ayahan ingkang boten gampil. Ngengetaken. Ambetahaken kaprigelan mirunggan kangge mratelakaken pemut punika. Kanthi patrap ingkang kados mekaten. enggal ngengetaken supados tumindaking pakaryan enggal pulih. Sampun lepat malah dipun surung mlebet dhateng jurang kalepatan sanesipun. Pemimpin betahaken tiyang sanes. andadosaken piyambakipun nepsu. kanthi burus lan bakuh ing pemanggih.. Utawi menawi boten tedheng aling-aling. Sampun nglenggana yen lepat. Kita langkung asring kepingin nglepataken.. taksih dipun anggep bodho.

supados nalika nyumerepi pemimpin ingkang lepat kita wantun ngemutaken. Kanthi makaten Timotius kawulang supados ngeneraken gesangipun dhateng Gusti Allah kemawon. nanging sejatosipun pemut punika minangka pambereg supados nyawisaken dhiri. Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . utawi ingkang badhe dhateng. Nggatosaken tembung. Awit saking punika sedaya warganing bangsa. namung Gusti Allah kemawon. Dados wigatining kasugihan punika badhe mapan ing urudan ingkang kantun sasampunipun Gusti Allah. Kanthi mekaten Timotius dados bakuh ing kapitadosan. punika nedahaken bilih pangandika punika saestu badhe kalampahan. Pitedah ingkang dipun paringaken kawiwitan kanthi nyumerepaken perkawis ingkang asring dados panggodha ingkang paling kiyat. Timotius dipun emutaken supados ambangun patrap ngibadah ing gesangipun. “mulane saiki” ing ayat 7. Bab punika saged dipun tingali nalika nyebataken asmanipun Dawud lan Yusuf. Panggodha punika kasugihan. Boten dipun telakaken kangge mangke. Kados pundi saged mbangun niat ingkang burus lan bakuh kados Amos. kasuwun supados sami nyengkuyung setunggal lan setunggalipun. Kanthi nyebataken kekalihipun. awit sedaya katindakaken minangka pangabekti konjuk dhumateng Gusti Allah. supados saged ngraosaken pangluwaran ing tembenipun. ”saiki” kedah siyaga. Kenging punapa patrap ngibadah ingkang dipun ginakaken kangge ngawonaken panggodha? Awit ing patrapaning ngibadah manungsa katuntun netepi enering manah ingkang utami. Amos ngemutaken supados jejering pemimpin kedah ngengetana lara-lapaning pemimpin ingkang saderengipun. para pemimpin ingkang sampun kawawas boten sae tetep kapapanaken minangka pangarsa. Ing ayat punika. Manahipun kedah namung ngener dhateng sinten ingkang kacaosan pangabekti. Pancen punapa ingkang dipun ngendikakaken Amos keras. Supados namung ningali Gusti Allah ingkang wigati ing gesangipun.ngrumiyinaken kepentinganipun piyambak. Rasul Paul nandhesaken bab panggodha kepingin sugih kanthi ngginakaken tembung “karem arta. Manungsa pangabektinipun boten badhe pinanggih leres menawi manahipun nyawang dhateng papan-pan sanes temtunipun. lan nindakaken punapa kemawon kanthi tulus.” Kangge ngadhepi panggodha. nanging sapunika. Sedaya pemimpin punika tetep kasuwun supados tetep mimpin sinaosa wontening pambuwangan. Amos saweg ngrumiyinaken kabetahaning bangsanipun. Patraping pemimpin ingkang lepat ndadosaken sedaya ing wekdal punika. nanging tetep kanthi niat ingkang burus? Rasul Paul paring pitedah dhateng Timotius bab caranipun ngengetaken.

kaatag supados nggladhi amangun sedyaning manah ingkang tulus. nanging sami dene mitulungi murih sedaya dados sae. dhateng arta utawi sanesipun. dados pakiyatan ingkang wigati. Ingkang suwau kaanggep boten becus malah saged dados panjurung ingkang ngedab-edabi. Namung dhumateng Gusti Allah kemawon. nanging ing salebeting manahipun mesthi wonten perangan ingkang prayogi lan sae. Kanthi punika kita dipun emutaken bilih prayogi kita nyebar winih ingkang sae. Pikajengan ingkang sae kala wau. Dhasaring patrap gesang ingkang bakuh punika kedah kaudi ing gesang bebrayan. Ing waosan Injil kita dipun bereg nggatosaken dhateng satunggaling tiyang ingkang patrapanipun awon. Satemah sadaya bab ingkang prayogi lan sae dados gadhahn kita sadaya. Lumantar pangandikanipun Gusti wekdal samangke. Ing gesangipun tansah ngajeng-ajeng kasaenan sageda kalampahan. lan makarya sesarengan. pranyata piyambakipun nggadhahi pepinginan ingkang prayogi. Sanadyan pangajeng-ajeng punika namung alit prayoginipun katampia murih kalampahaning kawontenan ingkang sae kawangsulaken malih. pepenget ingkang dipun uningakaken kinanthenan raosing manah badhe andadosi. Punapa punika sanes pratandha ingkang sae? Ing gesanging manungsa kanyata gadhah winih gegadhangan ingkang sae. temtu gadhah niat kangge dados sae. Dados boten namung kanthi nggantos pemimpin ingkang boten becus. Kados Sang Kritsus ingkang kersa nampi manungsa ingkang dosa.Sanes pangibadah ingkang ngener dhateng kasugihan. Sampun ngantos punapa ingkang sampun nate dipun tindakaken. Satemah nalika sadaya dados sae. mracihnani bab kadospundia kemawon manungsa punika awon. Satemah nalika wonten pemimpin ingkang lepat. temtu sedyaning manah kepingin samidene ngengetaken. Malah manungsa Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 . dene kaparingan wewengan saged tetep sesarengan. punika mujudaken pangabekti ingkang lugunipun namung dhateng Gusti Allah. Ing salebeting panyengkuyung kita. malah adreng nyuwun supados sadherek-sadherekipun kaemutaken. Niat ingkang kadhasaraken bilih sedaya ingkang kita aturaken ing pakaryan sesarengan dhateng sedaya pemimpin punika. Kanthi pitados bilih ing kapribadenipun pemimpin ingkang samangke ketingalipun awon. Pasamuwan ingkang dipun tresnani Gusti. awit piyambakipun rumaos ingkang suwaunipun kaanggep awon utawi lepat. kita sami kabereg suka panyengkuyung dhateng para pemimpin kita. Salebeting patrap ingkang awon punika. Sanes raosing manah ingkang badhe ndhawahaken. minangka pangucap sokur kita dhateng Gusti. kalampah ugi ing gesanging para sadherekipun wau.

punika sageda dados gegambaran panampining gesang kita dhateng tiyang ingkang kaanggep boten sae.2 Kidung Panelangsa : KPK 53: 1.2. sedaya saged adamel pulihing citranipun Gusti. Amin  Rancangan Waosan Kitab Suci: Pawartos Sih Rahmat : Rum 15:5-7 Pitedah Gesang Anyar : Ibrani 13:17 Pangatag Pisungsung : Jabur 4:5  Rancangan Kidung Pamuji: Kidung Pambuka : KPK 5 : 1. Supados kanthi wewangunaning gesang ingkang kepingin ngener dhateng gesang sae. 4 Kidung Kesanggeman : KPK 78: 1. Awit sadaya saged suka panyengkuyung kangge ngarah berkahipun Gusti salebeting tentrem rahayunipun.3 Khotbah Jangkep September & Oktober 2010 .2 Kidung Pisungsung : KPK 33:1-sckp Kidung Panutup : KPK 127:1.kaparingan timbalan leladi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful