BAB 1

PENDAHULUAN
PENDAHULUAN

JASA LABORATORIUM DAN PENGAWASAN PADA PEKERJAAN REKONSTRUKSI TAXIWAY C & D DI BANDAR UDARA SYAMSUDIN NOOR BANJARMASIN

1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 1.8

Umum Sistematika Usulan Teknis Latar Belakang Pekerjaan Maksud dan Tujuan Sasaran Lokasi Pekerjaan Waktu Pelaksaan Pekerjaan Latar belakang dan Gambaran Umum Perusahaan

1.1 Umum Berdasarkan Surat Undangan Lelang Panitia Pengadaan Jasa Konsultansi PT. Angkasa Pura I (persero) kantor cabang Bandar Udara Syamsudin Noor Banjarmasin Nomor P4.64/PL.02/2010B. tertanggal 30 April 2010 dan setelah menerima dokumen lelang untuk pekerjaan : JASA LABORATORIUM DAN PENGAWASAN PADA PEKERJAAN REKONSTRUKSI TAXIWAY C & D DI BANDAR UDARA SYAMSUDIN NOOR BANJARMASIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN ANGGARAN 2010 Dan setelah mengikuti rapat penjelasan pekerjaan (Aanwijzing) dan Berita Acara Aanwijzing pada tanggal 3 Mei 2010, bersama ini kami mengajukan Dokumen Penawaran Teknis. Dokumen Usulan Teknis ini merupakan salah satu persyaratan dalam penawaran yang kami ajukan dan disusun berdasarkan persyaratan teknis seperti yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK)/Terms of Reference (TOR). Usulan Teknis ini berisikan uraian tahapan pelaksaan pekerjaan dan metode penanganan pekerjaan dengan menyatakan perkiraan volume pekerjaan dan perkiraan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tiap tahapan pekerjaan, kebutuhan personil pelaksana dan peralatan yang akan digunakan. Dengan demikian diharapkan pekerjaan dapat dilaksanakan secara efekktif dan efisien, sehingga penyelesaian pekerjaan dapat berjalan secara tepat waktu dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis. CV. CANDRA DIMUKA 1

1.2 Sistematika Usulan Teknis Pada penyusunan Usulan Teknis ini disusun dengan menggunakan sistematika laporan yang dapat secara mudah dipahami dan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK). Sistematika Dokumen Usulan Teknis disusun sebagai berikut: Bab I. Pendahuluan Bab ini berisi uraian mengenai latar belakang perusahaan dan gambaran umum keadaan perusahaan yang meliputi organisasi perusahaan, lingkup layanan jasa konsultan serta pengalaman perusahaan yang menggambarkan kemampuan perusahaan menangani pekerjaan sejenis. Bab II. Metode dan Pemahaman terhadap Lingkup Pekerjaan Bab ini menguraikan tentang kemampuan konsultan dalam memahami lingkup pekerjaan dan metode pelaksanaan yang akan dilaksanakn konsultan seta mengulas tentang lingkup pekerjaan fisik yang akan diawasi. Bab III. Lingkup Layanan Konsultan Berisi uraian pemahaman konsultan terhadap pekerjaan ini terutama mengenai bidang layanan dan tangungjawab yang ditawarkan oleh konsultan pengawas. Bab IV. Pemahaman dan Tanggapan Terhadap Kerangka Acuan Kerja Konsultan Pengawas Berisi uraian mengenai kondisi daerah proyek menurut pemahaman konsultan serta tanggapan konsultan terhadap pekerjaan dan dokumen pengadaan jasa konsultan pengawas. Dalam bab ini juga menguraikan konsep dasar pendekatan pelaksanaan pekerjaan, meliputi pendekatan operasional dan penekatan teknis. Selain itu diuraikan juga secara rinci metode pelaksaan pekerjaan, baik menyangkut aspek teknis maupun administratif. Bab V. Pemahaman dan Tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja Kontraktor Pada bab ini akan diuraikan mengenai tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja Kontraktor, rencana kerja pada masing-masing tahapan, langkah-langkah yang akan ditempuh dalam menghadapi persoalan dilapangan yang kemungkinan timbul.

LAMPIRAN 1. 2. 3. 4. DAFTAR PENGALAMAN PERUSAHAAN DAFTAR PERSONIL YANG AKAN DITUGASKAN DAFTAR PERALATAN STRUKTUR OGRANISASI PROYEK 2

CV. CANDRA DIMUKA

landasan mempunyai peranan yang sangat penting dalam operasional penerbangan. Guna menunjang pelayanan dan keselamatan penerbangan maka kondisi fasilitas Bandara senantiasa harus dalam keadaan konsidi baik.5. (Persero) Angkasa Pura I akan melaksanakan Pekerjaan Rekonstruksi Taxiway Charlie dan Delta yang membutuhkan perbaikan. maka PT. baik yang bersifat rutin dan teknis maupun usulan-usulan yang sifatnya menunjang pelaksanaan fisik. Sedangkan tujuannya adalah untuk mengindahkan kelancaran pelaksanaan pekerjaan Kontraktor sehingga idapat hasil kerja yang sesuai dengan Dokumen Kontrak baik dari segi kualitas. JADWAL PELAKSANAAN DAN JADWAL PENUGASAN PERSONIL 1. landasan mempunyai peranan penting dalam menunjang keselamatan penerbangan dengan cara menyediakan fasilitas landasan yang memnuhi persyaratan teknis. dan secara periodic memberikan masukan kepada Pengguna Jasa.3 Latar Belakang Pekerjaan Dalam rangka menunjang keselamatan. Konsultan pengawas akan melakukan koordinasi pengendalian baik intern maupun ekstern pengawasan pekerjaan dalam tahap proses pelaksanaan pekerjaan. CV. Pada saat ini Bandar Udara Syamsudin Noor sudah dilakukan penambahan airside antara lain Taxiway Charlie dan Delta. kuantitas serta dapat diselesaikan dalam waktu dan biaya yang telah ditentukan. Sebagai prasarana bandara. keamanan dan kelancaran angkutan udara. yang merupakan satu system terpadu dan menyeluruh untuk mencapai hasil optimal dalam aspek biaya. 1. Sehubungan dengan hal tersebut diatas. Dalam upaya memnuhi aspek pelayanan dan keselamatan penerbangan tersebut. (Persero) Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandar Udara Syamsudin Noor Banjarmasin dituntut untuk mampu memenuhi kebutuhan saran dan prasaran angkutan udara dengan memperhatikan aspek-aspek penting yaitu pelayanan dan keselamatan penerbangan. mutu serta waktu pelaksanaan dan pemeliharaan. CANDRA DIMUKA 3 . Sebagai control kualitas hasil pelaksanaan pekerjaan rekonstruksi taxiway tersebut maka disetiap tahap yang akan dilaksanakan memerlukan tindakan koordinasi penendalian dan pengawasan agar proses berlangsung baik sesuai dengan susunan dan persyaratan yang ditetapkan.4 Maksud dan Tujuan Maksud dan kegiatan ini adalah tersusunnya suatu organisasi pengawasan proyek dengan beban tugas membantu Pengguan Jasa dalam pengawasan pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan Rekonstruksi Taxiway Charlie dan Delta. PT.

1. Struktur.6 Lokasi Pekerjaan Lokasi Proyek terletak di Bandar Udara Syamsudin Noor Banjarmasin Propinsi Kalimantan Selatan. Interior/Furniture dan bidang keahlian lainnya. Pada usia yang muda serta pengalaman-pengalaman yang didapat dari penerapan teori kedalam pekerjaan-pekerjaan fisik yang nyata merupakan bekal yang menunjang kegiatan selanjutnya. CV. Pelaporan 1. Sarana kemampuan serta lingkup usaha yang kami miliki meliputi Survey.7 Waktu Pelaksaan Pekerjaan Seleruh pekerjaan seperti yang telah disebutkan dan diuraikan diatas dilaksanakan sesuai dengan waktu pelaksaan fisik oleh Kontraktor dan harus diselesaikan dalam jangka waktu 6 (enam) bulan. Study Kelayakan. CANDRA DIMUKA dibentuk atas ikrar bersama tenaga muda putera Indonesia yang bergabung dengan landasan kemampuan dan keahlian yang terdidik dan terlatih dibidang Arsitektur. Pengawasan pada saat Pelaksanaan c.5 Sasaran Secara garis besar sasaran Pekerjaan Rekonstruksi Taxiway Charlie dan Delta Bandar Udara Syamsudin Noor Banjarmasin ini meliputi: a. terhitung sejak Surat Perintah Kerja (SPK) ditandatangani. Perancangan & Pengawasan serta aspek manajemen dalam pendayagunaan volume Pembangunan Negara maupun Swasta. Landscape. Mekanikal & Elektrikal. 1. CANDRA DIMUKA adalah suatu badan usaha yang dibentuk dengan maksud menyediakan jasa-jasa pekerjaan Konsultan Perencanaan. perencanaan & Perancangan.Penelitian selama Pleaksanaan b.Penelitian Pendahuluan . CANDRA DIMUKA 4 . Jasa Laboratorium pada pekerjaan : . CV. 1.8 Latar belakang dan Gambaran Umum Perusahaan CV. Pengawasan Pelaksaan yang dapat membantu sebagian tugas yang harus diselesaikan oleh Instansi Pemerintah maupun Swasta yang memerlukannya.

Ahli Geodesi. berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Komanditer CV.CV.Jasa Perencanaan Teknik.Jasa Survey . berkedudukan di Kota Banyuwangi.Studi Perencanaan Umum . Perusahaan ini sejak berdirinya sampai dengan saat ini selalu aktif dalam penanganan pekerjaan dibeberapa lingkungan Departem yang ada di Indonesia. Dalam melaksanakan pekerjaan CV. SH dengan Akte Notaris No. 5. Dalam menjalankan pekerjaannya CV. baik sebagai Konsultan Utama maupun sebagai Asosiasi. Ahli Sosial dan Ekonomi.Inspeksi/Supervisi Pekerjaan Fisik CV. CANDRA DIMUKA 5 . CANDRA DIMUKA yang sejak berdirinya tahun 1996 dan dalam kurun waktu 13 (tiga belas) tahun terakhir telah banyak melaksanakan konsultasi pada berbagai proyek dari berbagai instansi pemerintah antara lain: y y y y y y Direktorat jenderal Bina Marga Direktorat Jenderal Pengairan Direktorat Jenderal Cipta Karya Direktorat Jenderal Perikanan Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen perdagangan Lingkungan Dinas di Pemerintahan Kabupaten/Kota CV.Jasa Testing Laboratorium . CV. Ahli Sipil Transportasi. CANDRA DIMUKA berdiri pada tahun 2004. CANDRA DIMUKA oleh Notaris Heru Ismadi. Operasi dan Pemeliharaan . Perencanaan Konstruksi . yang terdiri dati Tenaga Ahli Teknik Sipil Struktur. Ahli Mekanika Tanah. Pengawasan Konstruksi . CANDRA DIMUKA. CANDRA DIMUKA telah beberapa kali bekerjasama dengan konsultan-konsultan lain terutama konsultan Anggota Inkindo. Ahli Lingkungan dan Tenaga Penunjang. Ahli Pengairan.Jasa Bantuan dan Nasehat Teknis b. CANDRA DIMUKA didukung kurang lebih 20 orang tenaga ahli. tanggal 16 Maret 2004.Studi Kelayakan Lingkungan . sesuai dengan kapasitasnya menyajikan layanan yang cukup luas dalam setiap bidang pekerjaan yang melitputi antara lain: a. Ahli Hukum. Tenaga tersebut adalah tenaga tetap dan tenaga tidak tetap yang akan selalu mendukung semua kegiatan pekerjaan perusahaan.

CANDRA DIMUKA dalam waktu 13 (tiga belas) tahun terakhir dapat diperiksa pada Tabel (terlampir). CANDRA DIMUKA telah melaksanakan beberapa/berbagai proyek diseluruh wilayah Indonesia dan pada khususnya di daerah Jawa. disajikan sebagai berikut: Bidang layanan pekerjaan dibagi menjadi 5 (lima) kelompok bidang. CV. Pekerjaan-pekerjaan yang telah dilaksanakan. maka seluruh unit manager dan coordinator-koordinator proyek yang mengkoordinator seluruh staf di perusahaan ini bertanggung jawab terhadap Dewan Direksi. antara lain: y y y y y Bidang Perhubungan dan Transportasi Bidang Sumber Daya Air Bidang Perumahan dan Pemukiman Bidang Manajemen Konstruksi Bidang Tata Lingkungan Di dalam menajalankan perusahaan. CV. CANDRA DIMUKA 6 . sesuai dengan bidang keahliannya. Sumatera dan Bali. Kalimantan.Pekerjaan-pekerjaan yang telah dan sedang ditangai oleh CV.

apron dan terutama landasan pacu dari sebuah lapangan terbang adalah harus selalu diperhatikan dengan baik.BAB II METODE DAN PEMAHAMAN TERHADAP LINGKUP PEKERJAAN JASA LABORATORIUM DAN PENGAWASAN PADA PEKERJAAN REKONSTRUKSI TAXIWAY C & D DI BANDAR UDARA SYAMSUDIN NOOR BANJARMASIN METODE DAN PEMAHAMAN TERHADAP LINGKUP PEKERJAAN 2. Lapangan terbang adalah salah satu faisilitas umum yang cukup penting. Metodologi Pelaksanaan Pengawasan 2.1. Curah hujan yang cenderung meyebabkan terjadinya genangan harus selalu diperhatikan. Sebagai control kualitas hasil pelaksanaan pekerjaan rekonstruksi taxiway tersebut. Genangan yang terjadi akibat curah hujan akan dapat segera ditanggulangi jika system buangan (drainase system) dari lapar gan terbang tersebut masih baik.2. Pemahaman Lingkup Pkerjaan Fisik 2. Pemahaman Lingkup Kegiatan Lingkup Pekerjaan dan Lingkup Tugas 2.3. Kondisi taxiway. agar mampu dilewati oleh pesawat denga CAN sebesar 57 (sekelas pesawat B 767 300ER) dengan PCN sebesar PCN 58/R/X/T. apron dan terutama landasan pacu akan sangat mengganggu. Oleh karena itu perawatan terhadap kondisi taxiway. CV. Lapangan terbang yang tidaka nyaman akibat adanya genangan pada daerah taxiway .4. Konsultan Pengawas akan melakukan koordinasi pengendalian baik intern maupun ekstern dan pengawasan pekerjaan dalam tahapan proses pelaksanaan yang merupakan satu system terpadu dan menyeluruh untuk mencapai hasil optimal dalam aspek biaya mutu serta waktu selama pelaksanaan penataan dan masa pemeliharaan. Pemahaman Latar Belakang Pekerjaan Rekonstruksi Taxiway C dan D ini bertujuan untuk memperbaiki Konstruksi Taxiway C & D di Bandara Syamsudin NOOr Banjarmasin.1. Untuk itu setiap perencanaan struktur lapagan terbag perlu selalu memperhatikan kondisi system drainase bawah tanah (sub surfaccce drainage). maka disetiap proses/tahap yang dilaksanakan memerlukan tindakan koordinasi pengendalian dan pengawasan agar proses berlangsung baik sesuai dengan susunan dan persyaratan yang ditetapkan. Pemahaman Latar Belakang 2. apron dan terutama landasan pacu harus selalu bebas dari adanya genangan atau dengan kata lain genangan yang diijinkan sama dengan nol. CANDRA DIMUKA 7 .

Melakukan koordinasi dengan Perencana dan Pelaksana (Pemborong_ di lapangan. standarisasi. Menyusun Berita Acara kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Mengkoordinasikan Dokumentasi Proyek serta meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As built drawings) sebelum ST I. pemelihraaan dan fasilitas penunjangnya.2.  Kemudahan dalam pelaksanaan.  Kejelasan spesifikasi teknis.2.  Kelengkapan. c. serta Serah Terima I (ST I) dan II (ST II) pekerjaan fisik. Perencana dan Kontraktor serta menjalankan/menerrapkan prosedur yang telah disetujui oleh Pemberi Tugas (Bouwheer). Memeriksa dan mempelajari dokumen kontrak yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan. e. f. Pada masing-masing tahapan pelaksanaan fisik. serrta Bill of Quantity. i. l. pemakaian bahan. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala dan membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan dengan masukan hasil rapat lapangan. Menentukan tahapan pelaksanaan pekerjaan yang disesuaikan dengan waktu dan kulifikasi. agar diperoleh keserasian antara perencanaan dengan pelaksanaan di lapangan. Meneliti biaya dan memproses pekerjaan tambah/kurang akibat adanya perubahan pekerjaan setelah ada persetujuan dari Bouwheer. kejelasan dan konsistensi gambar-gambar rencana. laporan harian. pemeliharaan pekerjaan. kemudahan dalam pengadaan dan pemelihraan. mengawwasi ketepatan waktu dan biaya pekerjaan. b. peralatan serta metoda pelaksanaan. k. j. h. Menginventarisasi perubahannnn serta penyesuaian di lapangan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi selama pelaksanaan pekerjaan fisik. kualitas. CANDRA DIMUKA 8 .  Penggunaan bahan-bahan terutama ditinjau dari segi biaya. Menyusun suatu system dan prosedur administrasi yang menyangkut hubungan antara Pemberi Tugas (Bouwheer). gambar-gambar serta dokumen lainnya. Mengawasi pekerja. risalah Aanwijzing yang berkaitan dengan:  Persyaratan Teknis yang berlaku  Kemantapan asumsi yang diambil dan ketelitian dalam perhitungan. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan fisik kualitas. mingguan dan bulanan pekerjaan fisik yang dibuat oleh Kontraktor. Menyusun manual proyek yang menyangkut prosedur administrasi maupun teknis.pekerjaan Konsultan Pengawas secara umum dapat diuraikan sebagai berikut: a. d. lingkup tugas Konsultan Pengawas adalah sebagai berikut: a. Pemahaman Lingkup Kegiatan Lingkup Pekerjaan dan Lingkup Tugas Lingkup Kegiatan. g. Tahap Persiapan 1) Konsultan bertugas meneliti dan mengevaluasi rencan kerja dan syarat-syarat (RKS). kuantitas & laju pencapaian volume. CV. Bill of Quantity (BQ).sifat dari pekerjaan yang telah ditetapkan.

yang terdiri atas:  Program pencapaian sasaran pelaksanaan fisik dan waktu  Program peneyediaan dan pengguanaan tenaga kerja. S Curve serta network planning. 5) Melakukan monitoring dan pengendalian terhadap pemesanan berbagai peralatan penting agar kedatangannya di proyek tepat waktu dan sesuai dengan perjanjian pelaksanaan pekerjaan dan melaporkan hasilnya kepada Direksi Pekerjaan. material dan informasi 2) Mengadakan rapat pra pelaksanaan. Tahap Pelaksanaan Fisik 1) Melakukan evaluasi. 4) Mengendalikan kegiatan pelaksanaan fisik agara sesuai dokumen Kontrak dan RKS serta laju pencapaian volume dan waktu. 9) Menyusun program K3 (Keselamtan & Kesehatan Kerja dengan mematuhi ketentuanketentuan yang berlaku. memproses tuntutan (claim) dan force majeure jika ada. Tahap Pengetesan / Pengujian d. melaksanakan penetapan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan di lapangan. mengendalikan. c. koordinasi dan pengendalian program kegiatan secara terpadu untuk seluruh paket pekerjaan yang disusun oleh Kontraktor. CANDRA DIMUKA 9 . hal-hal sebagai berikut: 1) Menjaga keamanan dan keselamatan beserta sarana penunjang dan lingkungannya 2) Mengawasi hasil pelaksanaan secara berkesinambungan 3) Memperbaiki dan menyempurnakan bagian-bagian yang cacat dan kurang sempurna dalam pelaksanaannya 4) Mencegah segala hal yang dapat menimbulkan kerusakan hasil pekerjaan serta fasilitas pendukungnya 5) Memperbaiki kerusakan jalan. 7) Mengkoordinasikan dengan aktif pelaksanaan di lapangan yang meliputi kualitas tenaga kerja. 8) Merekomendasikan bahwa tahapan pembayaran kepada Kontraktor telah dapat dilaksankan dan selanjutnya dituangkan dalam berita acara pemeriksaan pekerjaan. Tahap Pemeliharaan Selama masa pemeliharaan proyek yang ditetapkan selama 6 bulan atau 180 (seratus delapan puluh) hari kerja sejak tanggal berlakunya Berita Acara Penyerahan I. bangunan dan prasaran lainnya akibat pelaksanaan pekerjaan ke kondisi semula CV. menggenai jadwal waktu pelaksanaan yang diajukan untuk Kontraktor yang terdiri dari Time Schedule / Barchart. peralatan. Konsultan pengawas berkewajiban mengawasi. mengkoordinasikan dan memerintahkan kepada Kontraktor. material dan peralatan dari Kontraktor. 3) Memeriksa dan selanjutnya melaporkan kepada Bouwheer untuk disetujui. 6) Menyiapkan prosedur uji coba serta membuat evaluasi atas hasil test yang didapat di dalam percobaan dann melaporkan hasilnya kepada Direksi Pekerjaan.b.

Pengukuran awal bertujuan untuk menggetahui ukuran atau batas-batas pekerjaan yang akan dilaksanakan. merupakan tugas pokok konsultan. 2) Memberikan laporan keterlambatan yang terjadi di lapangan secara dini dan memberikan jalan keluar dan langkah-langkah yang harus diambil untuk menanggulangi keterlambatan tersebut 3) Melaporkan kemajuan pekerjaan yang telah dilaksanakan dan dibandingkan dengan jadwal yang tela disetujui 4) Membuat daftar kekurangan dan cacat selama masa pemelihraaan serta mengawasi perbaikan / rehabilitas atas cacat / kekurangan yang telah dilaksanakan 5) Membuat lapran perbaikan / rehabilitasi atas perbaikan terhadap cacat / kekurangan yang telah dilaksanakan Lingkup tugas konsultan pengawas sebagaimana diuraikan dalam lingkup pekerjaan diatas. Pengukuran akhir bertujuan untuk mengetahui ukuran atau batas-batas pekerjaan yang sudah dilaksanakan. Penelitian/Pengujian Awal Sebelum pelaksanaan fisik pekerjaan dilaksanakan. membuat laporan mingguan dan bulanan dilengkapi foto dokumentasi. berikut elevasinya seta data lain yang akan dipergunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan fisik maupun control pekerjaan. FAA dan ICAO). berikut elevasinya. Pengawasan Pekerjaan Pengukuran Konsultan pengawas bertugas untuk mengawasi dan mendampingi pekerjaan pengukuran yang dilaksanakan oleh Kontraktor.6) Melaksanakan dan melaporkan pengecekan periodic setiap fasilitas sesuai dengan prosedur pemeliharaan 7) Membuat evaluasi terhadap hasil pelaksanaan pekerjaan dan memberikan rekomendasi e. sebagai bahan pembuatan as built drawing. CV. b. Pembuatan Laporan 1) Meneliti dan mengevaluasi laporan perkembangan plaksanaan pekerjaan (progress report) harian yang dibuat Kontraktor.ASTM.BINA MARGA. Prosuder/metode pelaksanaan pemeriksaan maupun penelitian material ini harus mengacu pada peraturan-peraturan yang berlaku (AASHTO. Konsultan Pengawas mempunyai kewajiban melaksanakan pemeriksaan terhadap material-material yang akan dipakai dalam pelaksanaan fisik pekerjaan. Sedang uraian teknis tugas konsultan meliputi 4 (empat) pokok pekerjaan yaitu: a. CANDRA DIMUKA 10 .

d. Pemeriksaan selama Pelaksanaan (Quality Control): 1) CBR Lapangan:  Subgrade  Subbase course  CTB 2) Sand Cone:  Subgrade  Subbase course  CTB 3) Slump Test 4) Kuat Tekan Beton 5) Flexural Test 6) Uji Tarik Baja (Besi Dowel) CV.Pemeriksaan material tersebut termasuk pemilihan lokasi/Quary material yang memadai baik kualitas maupun kuantitas. Konsultan bertanggung jawab terhadap hasil pelaksanaan pekerjaan fisik yang diawasinya. CANDRA DIMUKA 11 . Pengawasan terhadap Pelaksanaan Pekerjaan pengawasn pada pekerjaan ini meliputi: 1) Pekerjaan Persiapan 2) Pengawasan pekerjaan Rekonstruksi Taxiway Charlie dan Delta di Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin Detail pekerjaan maupun persyaratan teknis terhdap mutu material dan prosedur pelaksanaan dapat dilihat pada persyaratan teknis pekerjaan fisik kontraktor. yang dilaksanakan 2 (dua) test per sample/duplo yang meliputi: 1) Uji Properties Tanah Dasar:  Water Content  Density  Atterberg Limit  Compaction (modified)  CBR laboratorium 2) 3) 4) 5) 6) 7) Sound Equivalent Pasir Abrasi batu pecah untuk CTB Abrasi batu pecah untuk beton K-400 Job Mix Subbase Course Job Mix Design CTB Job Mix Desgn Beton K-400 c.

Kegiatan tersebut kami pahami sebagai rangkaian kegiatan yang akan diselenggaran di dalam bentuk Pengawssan Pekerjaan Rekonstruksi Taxiway C dan D Bandar Udara Syamsudin Noor CV. 4) Laporan Serah Terima I Laporan Serah Terima ini Berisi:  Laporan pelaksanaan pekerjaan fisik yang sudah dilaksanakan oleh Kontraktor. CANDRA DIMUKA 12 .  Hasil uji dan hasil pengawasan terhadap pekerjaan yang dilaksanakan pada minggu/bulan terkait. 5) Dokumentasi Foto-foto mengenai lokasi. Pelaporan Pelaporan diserahkan sebanyak 4 (empat) copy. meliputi: 1) Laporan Pendahuluan Laporan pendddahuluan ini meliputi:  Prosedur serta metode pengujian atau penelitian bahan baku  Prosedur dan metode perencanaan Job Mix Design Subbase course. 3) Laporan Akhir Laporan Akhir ini berisi:  Laporan pelaksanaan pekerjaanyang sudah dilaksanakan  Resume atau risalah pelaksanaan maupun pengukukuran/pemeriksaan pekerjaan  Evaluasi hasil pelaksanaan pekerjaan yang sudah dilaksanakan. serta memberikan saran perbaikan kepada pemberi tugas/Bouwheer untuk pelaksanaan pekerjaan sejenis.  Saran untuk perbaikan-perbaikan pekerjaan yang harus diselesaikan dalam masa pemelihraan pekerjaan.  Gambar situasi yang memuat lokasi pelaksanaan tehapan pekerjaan yang sudah dilaksanakan. CTB dan Beton K-400  Hasil pengujian bahan baku  Data dan grafik hasil perencanaan Job Mix Design 2) Laporan Mingguan/Bulanan Laporan ini berisi:  Tahapan Pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan pada minggu/bulan terkait beserta laporan prestasi. proses pengujian maupun kegiatan pelaksanaan pekerjaan (kontraktor maupun konsultan).e.

4. Ketepatan Waktu Penyelesaian Pembengunan sesuai dengan ketetapan Pemberi Tugas yang mendapatkan pengkajian professional dari Konsultan (Konsultan Supervisi dan Konsultan Perencana). Membuat dan menyampaikan laporan secara berkala (laporan mingguan dan bulanan) dan laporan akhir dari hasil pengawasan yang meliputi kemajuan pekerjaan fisik. 2. monitoring supervise pembangunan. dan pelaporan seluruh kegiatan pelaksanaan kegiatan. c. 5. Memberikan pendapat terhadap dokumen perencanaan untuk pekerjaan yang akan diawasi. 6. 7. 3. koordinasi. Lingkup pekerjaan dan tugas-tugas yang harus dilakukan oleh konsultan Pengawas adalah sebagai berikut: 1. Ketepatan Mutu sesuai dengan kebutuhan yang ditetapkan oleh Pemberi Tugas. dapat konsultan pahami bahwa lingkup pekerjaan tersebut sangat kompleks dan tidak sederhana. tenaga dan peralatan disesuaikan dengan spesifikasi yang ada. pelaksanaan. serta merekomendasikan ke Pejabat Pembuat Komitmen agar Kontraktor Pelaksana mengganti metode kerja yang akan dilaksanakan dengan pertimbangan keamanan dan kualitas konstruksi yang akan dihasilkan. Melakukan pengawsan terhadap material yang digunakan termasuk kualitas dan kuantitas serta kebenaran penggunaan ukuran. Ketepatan Biaya. status CV. baik yang bertalian dengan jenis & luasan ruangan-ruangan maupun dengan kualitas penggunaan & pengerjaan bahan-bahan bangunan serta berbagai instalasi elektrikal dan mekanikal yang ditetapkan dan lain-lain. Melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan Pengawasan Pekerjaan Rekonstruksi Taxiway C dan D Bandar Udara Syamsudin Noor Banjarmasin yang dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana selama pekerjaan berlangsung. CANDRA DIMUKA 13 . Dengan demikian. yang besarnya ditetapkan oleh Pmeberi Tugas yang telah mendapatkan pengkajian professional dari Konsultan (Konsultan Perencana) serta merupakan besaran biaya yang paling ekonomis. Memberitahukan kepada Pemilik Pekerjaan apabila ada perencanaan pekerjaan yang tidak memungkinkan dapat dikerjakan akibat kondisi lapangan yang mungkin sudah berubah untuk dikoordinasikan dengan konsultan perencana. agar keseluruhan pekerjaan dapat terlaksana dengan baik harus memnuhi sasaran sebagai berikut: a. Melakukan pengawasan terhadap kemajuan pekerjaan yang dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana sehingga dapat memenuhi jadwal yang sudah ditentukan. Didalam tujuan kegiatan Supervisi sangat jelas yaitu melakukan evaluasi perencanaan yang dilakukan melalui survey dan pengujian awal sebagai bagian dari pekerjaan persiapan. Memperhatikan hal tersebut diatas. b. Mengevaluasi metode pelaksanaan dari Kontraktor Pelaksana.Banjarmasin.

Design Build Delivery Method.8. Fast Track delivery Method. 2. b. Metode ini hanya dipergunakan dalam pelaksanaan pembangunanBanunan Sederhana. Metodologi Pelaksanaan Pengawasan 2. Memeriksa dan mengevaluasi laporan harian dan mingguan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. yang merupakan gambar hasil akhir dari pekerjaan yang telah dilakukan.3.1. CANDRA DIMUKA 14 . 12.3. artinya bila proses awal/pertama belum berakhir akan dapat menghambat peneyelesaian tahap kegiatan selanjutnya. karena membutuhkan waktu penyelesaian pembangunan yang panjang. Metode Penanganan Pekerjaan A. 11. sejak penyelenggaraan pekerjaan Survei & Investigasi oleh Konsultan Perencana sampai dengan Penyelessaian dan Penyerahan Hasil Pekerjaan oleh Kontraktor secara linear. keuangan proyek.2. c. Bagian Alir Pelaksanaan Supervisi Pada intinya tahapan kegiatan penanganan Sistem Supervisi Konstruksi terbagi dalam tahapan kerja yang berurutan dan lsaling ketergantungan proses satu dan yang lainnya. Traditional Linear Delivery Methood. CV. 9.3. Metode ini memproses seluruh tahapan pekerjaan pembangunan. Memeriksa mengevaluasi dan merekomendasikan gambar-gambar kerja (shop drawing) yang diajukan oleh kontraktor serta memberikan saran-saran metode pelaksanaan yang tepat. Metode Penyelesaian Pekerjaan (delivery method) terdapat 3 (tiga) Metode Penyelesaian Pekerjaan sebagai berikut: a. Membantu Pemilik Pekerjaan dalam menyiapkan format-format laporan harian yang harus dibuat oleh kontraktor Pelaksana. 2. Metode ini cocok dipergunakan pada pelaksanaan pembangunan Pekerjaan Tidak Sederhana dengan waktu yang mendesak. 10. Memeriksa As built Drawing yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. serta melaporkan jadwal pelaksanaan dan masalah-masalah yang ada di lapangan. Memeriksa dan memberikan persetujuan serta bertanggung jawab atas kebenaran atas progress fisik yang dicapai di lapangan dalam rangka penagihan setiap termyn oleh kontraktor pelaksana. Pada Tahap Konstruksi Kegiatan konstruksi dilaksanakan oleh Kontraktor yang ditunjuk berdasarkan ketentuanketentuan yang tercantum dalam Surat Perjanjian Pemborongan.

Organisasi Proyek Terdapat 2 (dua) alternative organisasi Proyek yaitu: a. Kondisi kerja sama yang baik tersebut dilakukan melalui system komunikasi antar pelaku yang terlibat di lapangan melalui koordinasi-koordinasi teknis di lapangan. Gambaran sekematis alur kegiatan pelaksanaan pembangunan dengan membergunakan ketiga metode ini dapat dilihat pada gambar di halaman sebelah. Untuk itu maka pengguanaan metode tersebut menuntut aktualisasi system manajemen Konstruksi yang kondusif dan intens di dalam setiap langkahnya sehingga tidak terjadi proses berulang yang akan memakan waktu. kontraktor pelaksanaan yang berada dalam koordinasinya maupun pemberi tugas yang diwakili Tim Teknis Proyek. Oleh karenanya dimuka kami sampaiakan penerapan Sistem Supervisi Konstruksi yang kondusif dan intens sangat dibuthkan demi kelancaran penyelenggaraan proses konstruksi.  Memberikan keterangan dan informasi teknis secara benar dan bertanggung jawab. Posisi Konsultan Supervisi Konstruksi sebagai Manajer Lini dari Pemimpin Proyek (Kuasa Pengguna Anggaran Project Administrator).3. CV. Dengan catatan tidak terjadi proses yang berulang untuk untuk suatu tahapan kegiatan dengan tujuan yang sama. Metode tersebut harus diterapkan secara menyeluruh dan komprehensid mengingat kultur tingkat kesulitan pekerjaan cenderung didominasi pekerjaan fisik. b. dikombinasikan dengan Fast Track Delivery Method pada saat masa pelaksanaan konstruksi. Kesemua personil yang terlibat di lapangan harus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara professional sesuai tugas dan tanggun jawabnya dan sesuai bidang keahlian yang ditangani. dalam hal:  Pelaksanaan prosedur pekerjaan yang benar  Mentaati dan menjalankan peraturan dan standar teknis maupun administrasi dan biaya yang telah tetuang dalam kontrak. Untuk itu dibutuhkan beberapa prasayat kondisi sebagai berikut: a. Untuk itu digunakan Metode Traditional Linear Delivery Method khususnya pada masa perencanaan. kontraktor pelaksana termasuk sub-sub Kontraktor/specialist yang beradda dalam koordinasinya maupun pemberi tugas yang diwakili Tim Teknis Proyek.Penggunaan metode ini menghasilkan waktu penyelesaian pembangunan yang cepat namun menuntut persyaratan administrasi dan professional yang amat ketat. baik konsultan supervise konstruksi.3. Performa Personil (SDM) pelaku pekerjaan baik dari sisi konsultan MK dan Konsultan Supervisi. Kerja sama yang baik antara unsure pelaku yang terlibat di lapangan. CANDRA DIMUKA 15 . 2. dokumen pelaksanaan maupun peraturan lainnya. sehingga tidak diusulkan untuk digunakan pada Proyek ini.

Kontraktor dapat diminta mempersiapkan terlebih dahulu contoh dari pekerjaan penyelesaian yang akan dilakukan (mock up). Dalam posisi seperti ini Konsultan Supervisi Konstruksi mampu member dukungan penuh dalam penyelenggaraan Proyek (complete staf support). CANDRA DIMUKA 16 . setiap proses pelaksanaan pekerjaan maupun pengujian dari awal sampai akhir harus memenuhi prosedur pelaksanaan sebagai contoh pada pelaksanaan pekerjaan tertentu yang dianggap khusus. Spesifiasi Teknis.4. 2.3. RKS. Prosedur tersebut dijalankan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan teknis dan peraturan-peraturan yang berlaku meliputi:  Dokumen Pelaksanaan Pekerjaan (Kontrok.Dalam Posisi seperti ini Konsultan Pengawas Konstruksi bertanggung jawab penuh atas keseluruhan kegiatan pembangunan dan bertanggung jawab kepada Pejabat Pembuat Komitmen/Pemimpin Proyek. bill off Quantity)  Perhitungan-perhitungan Konstruksi  Peraturan dan Standarisasi Pelaksanaan Pekerjaan  Peraturan-peraturan lain dan Standart-standart Teknis yang Berlaku Didalam pengendalian mutu. CV. Posisi Konsultan Supervisi Konstruksi sebagai staf dari Pejabat Pembuat Komitmen / Pimpinan Proyek. Alternatif ini dipergunakan pproyek dengan sifat khusus dimana konsultan supervise konstruksi dibutuhkan berperan secara penuh. Monitoring untuk pengendalian mutu tersebut antara lain adalah:         Monitoring prosedur suitset (setting out awal pekerjaan konstruksi) Monitoring prosedur pekerjaan pondasi Monitoring prosedur pekerjaan pembesian Monitoring prosedur pekerjaan penulangan besi & pemeriksaannya Monitoring prosedur pekerjaan beton Monitoring prosedur pekerjaan pemeliharaan beton Monitoring prosedur Joint Sealent Monitoring prosedur pengetesan PCN Taxiway C dan D. Metode Pengendalian Mutu Pada tahap pelaksanaan konstruksi Konsultan Pengawas senantiasa mengawasi pelaksanaan setiap bagian pekerjaan serta melakukan prosedur-proosedur pelaksanaan pekerjaan maupun pengujian-pengujian yang diperlukan (sesuai kebutuhan yang diminta). Gambar Pelaksanaan. b. namun pengambilan keputusan dalam berbagai permasalahan Proyek yang bersifat penting tetap dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen/ Pimpinan Proyek.

 Mengendalikan waktu pelaksanaan dan melakukan usaha untuk mengembalikan penyimpangan waktu sehingga sesuai dengan jadwal rencana induk (master schedule). dimana pada setiap tahap pelaksanaan pekerjaan dilakukan perhitungan biaya yang dibutuhkan.  Melaksanakan pemantauan atas kebutuhan hidup dan tujuh bahan pokok yang mungkin dapat mempengaruhi upah harian yang akan disampaikan kepada para pekerja.  Menekan seminimal mungkin penyimpangan-penyimpangan pekerjaan. alokasi dan cash flow untuk semua kegiatan proyek serta memberikan rekomendasi berupa koreksi-koreksi sehubungan dengan program pencapaian sasaran secara efisien yaitu:  Memberikan batasan biaya pelaksanaan proyek. Beberapa kasus dalam pelaksanaan kegiatan supervise terkait manajemen pengendalian biaya ini langkah-langkah yang bisa dilakukan antara lain:  Mengadakan evaluasi terhadap estimasi biaya. Metode Pengendalian Biaya Kegiatan Penggendalian Biaya dilakukan oleh Konsultan Supervisi Konstruksi secara berkesinambungan sampai dengan penyelesaian keseluruhan kegiatan Konstruksi. Pada tahap ini yang perlu diperhatikan adalah dimensi-dimensi rancangan bangunan yang dipilih oleh konsultan perancang. Pengendalian timbulnya pekerjaan tambah kuran / variation order (V.6.2.  Memberikan patokan terhadap biaya pelaksanaan proyek. Secara garis besar pengendalian biaya meliputi antara lain: a.  Melaksanakan survey harga bahan bangunan setiap bulan dan membuat analisa perkiraan atas pengendalian harga yang ada. Karena ketida-telitian dalam penentuan dimensi dapat mengakibatkan banyak waste of material . 2.3. terutama yang berkaitan dengan kualitas maupun kuantitas bahan pada tahapan kegiatan konstruksi. b. Metode Pengendalian Waktu CV. CANDRA DIMUKA 17 . Pengendalian biaya sudah dapat dilakukan pada waktu tahap perancangan. yang berujung pada mahalnya bangunan.  Realistik terhadap kenyataan yang diharapkan.5. Mengurangi kemungkinan adanya perubahan perancangan yang dapat mengakibatkan pekerjaan tambahan.  Membuat laporan keuangan proyek yang dilengkapi dengan cash disbursement secara periodic serta mengevaluasinya terhadap S Curve . Disamping itu dapat pula bentuk rancangan yang keliru menyebabkan sulitnya pelaksanaan di lapangan yang juga mempunyai implikasi pada biaya pelaksanaan.O).3.

Sub Kontraktor dan Supplier. Dapat menunjukkan lintasan kritis.Terdapat 4 (empat) alternative metode pengendalian Waktu yang sering dipergunakan. d. namun tidak dapat dipergunakan untuk menunjukkan lintasan kritis. sebagai berikut: a. pelaksanaan sampai dengan pemeliharaan. Program Evaluation and Review Technique (PERT) Metode ini banyak dipergunakan pada proyek=proyek rintisan yang tidak memiliki data-data proyek sebelumnya yang biasa dimanfaatkan. Dengan demikian diperlukan bentuk lain yaitu bar chart. c. CV. Untuk keperluan analisa dianjurkan untuk memakai bentuk Network atau yang dikenal sebagai bentuk CPM (Crithical Path Method). Bar Chart hanya dapat dipergunakan untuk perencanaan dan penyesuaian waktu pembangunan. Paling banyak dipergunakan dalam proyek-proyek konstruksi. Crithical Path Method Metode ini banyak dipergunakan pada proyek-proyek konstruksi. karena saat ini sudah ada program computer (software) di pasaran umpamanya Adobe Acrobat. b. CANDRA DIMUKA 18 . CPM menunjukan lintasan kritis yang dapat dipergunakan untuk mengejar ketinggalan waktu pembangunan. Presentasi suatu schedule/jadwal dapat dibuat dalam bermacam-macam bentuk. Perlu disadari bagi mereka yang tidak biasa menganalisa secara detail bentuk Network agak rumit dan membingungkan. Saat ini pembuatan network atau Gantt chart tidak sesulit dulu dan memakan waktu. Pada penyelenggaraan proyek ini Konsultan mengusulkan penggunaan metode PDM bersama-sama dengan metode Path Chart. Bentuk bar chart yang dibuat berdasarkan network dapaat pula dibuatkan. Bar Chart Metode Pengendalian waktu yang paling mudah dan banyak dioergunakan. Precedence Diagram Methon (PDM) PDM adalah metode yang dapat menunjukkan lintasan kiritis serta mudah dipahami dan dijalankan. Oleh karena itu jadwal utama proyek merupaakan gabungan dari beberapa jadwal yang disusun dari jadwal milik Kontraktor. yang memiliki rentang dari tahap perizinan. disebut Gantt Chart. Primavera dan Microsoft Project. Pengendalian Waktu adalah menjaga agar laju pekerjaan proyek sesuai kecepatannya dengan yang telah ditetapkan pada Project Maste Schedule (jadwal utama proyek)> jadwal utama proyek ini disusun oleh Konsultan Supervisi Konstruksi. Program computer pengendalian waktu pembangunan yang cukup baik (misalnya Microsoft Project) mempergunakan metode ini.

Menyiapkan progress report berdasarkan kemajuan actual sebagaimana diperlihatkan pada Master Schedule. Value Engineering dapat diselenggarakan secara bersama-sama dengan pihak-pihak terkait. Dan koreksi terhadap struktur biaya tidak akan dapat dilakukan dengan baik tanpa memahami teknis desain dari bangunan yang ada.3. Selain itu konsultan Supervisi Konstruksi juga harus mengarhkan konstraktor dalam membuat penyajjian detail-detail konstruksi yang jelas dan lengkap. Hal ini dapat memberikan hasil yang komunikatif dan layak untuk dilaksanakan di lapangan. kondisi lapangan. timbul beberapa desain yang bila dilaksanakan akan menemui hambatan yaitu pada cara atau metoda pelaksanaan konstruksinya.8. pengumpulan informasi dan perencanaan ulang. Metode Pelaksanaan Pembangunan Seringkali pada hasil perencanaan.7. Memonitor dan evaluasi Master Schedule secara periodic. ktersediaan material. Oleh sebab itu Konsultan Supervisi Konstruksi sedini mungkin memberikan pertimbanganpertimbangan kepada kontraktor pelaksana tentang segala kemungkinan tenang alternative metode pelaksanaan yang nantinya akan dipergunakan oleh kontraktor di lapangan. CV. Value Engineering Value Engineering diharapkan dapat memberikan mutu hasil pekerjaan yang lebih baik dengan biaya dan waktu pelaksanaan yang sama. serta menghasilkan pekerjaan yang bermutu baik dalam waktu yang terkendali.Secara garis besar kegiatan pengendalian jadwal (waktu) antara lain: a. c. Jadi perhatian utama dari Value Engineering adalah masalah pengendalian biaya akibat penggunaan sumber daya yang ada. Melalui teknik penetapan sasaran. Hasil akhir dari hal tersebut adalah kemudahan-kemudahan untuk menentukan pilihan penggunaan metode pelaksanaan konstruksi yang lebih efisien dari segi biaya dan waktu. Pembandingan antara kinerja Schedule dengan Actual sebagai alat detector untuk mengetahui bila terjadi keterlambatan dan ada upaya untuk mengejar keterlamabtan tersebut. siapapun yang melakukan Value Engineering harus mengetahu struktur biaya suatu proyek. Master Schedule sebagai dasar untuk pembayaran periodic angsuran/termin kepada kontraktor. tenaga kerja yang diperlukan dan berbagai aspek penting lainnya. Sebaliknya dapat dihasilkan pekerjaan dengan mutu yang sama namun dengan mempergunakan biaya dan waktu pelaksanaan yang lebih sedikit. 2. b. Karen itu.3. d. CANDRA DIMUKA 19 . 2.

bisa saja tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. CANDRA DIMUKA 20 . Alat bantu tersebut bisa berupa:  Teknik-teknik pelaksanaan/metode kerja yang baru yang lebih sederhana. Biaya pembangunan yang kini telah disiapkan. 2. Untuk Pekerjaan Jasa Laboratorium dan Pengawasan Pekerjaan Rekonstruksi Taxiway Charlie dan Delta Bandar udara Syamsudin Noor Banjarmasin. Value Engineering akan sangat berperan penting. Pekerjaan Rekonstruksi Taxiway C dan D ini dilakukan dengan menggunakan metode dan peraltan penghampar beton (concrete finisher) yaitu: Concrete Paver dengan tetap mengikuti petunjuk dan persyaratan teknis pelaksanaan Rigid Pavement yang telah ditetapkan.4. murah dan menyelesaikan permasalahan  Peralatan/teknologi yang lebih murah  System pengorganisasian proyek  Pengaturan waktu kerja  Control penggunaan SDM  Pprosedur dan tata cara pengendalian operasi proyek  Tindakan antisipasi atas berbagai masalah di lapangan yang langsng dan tepat sasaran  Dan lain-lainnya.Karena itulah Value Engineering menggunakan banyak alat bantu agar efisiensi pemakaian sumberdaya bisa dilakukan. dimana pekerjaan ini adalah untuk pengkatan kualitas dan kuantitaas pelayanan prasaran dan sarana transportasi udara dalam menunjang pengembangan ekonomi dan wilayah serta menunjang pengembangan kegiatan social dan ekonomi masyarakat. Pemahaman Lingkup Pekerjaan Fisik Pendahuluan: Rendana pekerjaan Rekonstruksi taxiway C dan D Bandar Udara Syamsudin Noor pada tahun 2010 ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi struktur taxiway. CV.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful