P. 1
5EBA48E4d01

5EBA48E4d01

|Views: 554|Likes:
Published by Ika Suwandi

More info:

Published by: Ika Suwandi on Sep 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/15/2013

pdf

text

original

1

UJI AKTIVITAS GEL EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Tenore) Steen.) SEBAGAI PENYEMBUH LUKA BAKAR PADA KULIT PUNGGUNG KELINCI

SKRIPSI

Oleh :

KELIK PURYANTO K 100050016 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SURAKARTA 2009

2

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Luka bakar merupakan suatu kelainan akibat trauma terkena api, air panas atau air keras, apapun yang menyebabkan kulit rusak (Effendy, 1999). Berdasarkan literatur dan pengalaman yang berkembang di masyarakat, daun binahong digunakan untuk menyembuhkan luka bakar. Cara penggunaan masih sangat sederhana yaitu daun binahong ditumbuk sampai halus kemudian dibalurkan pada tubuh yang terkena luka bakar. Penggunaan tanaman binahong ini masih dalam batas berdasarkan pengalaman, belum ada dasar bukti penelitian ilmiah (Webb dan Harrington, 2005). Penelitian mengenai aktivitas antibakteri daun binahong dan kandungan metabolit sekundernya pernah dilakukan bahwa dalam simplisia daun binahong terkandung senyawa alkaloid, polifenol dan saponin (Annisa, 2007). Saponin mempunyai kemampuan sebagai pembersih dan mampu memacu pembentukan kolagen I yang merupakan suatu protein yang berperan dalam penyembuh luka (Suratman et al., 1996). Penggunaan daun binahong untuk menyembuhkan luka bakar dapat dipermudah dengan membuat dalam bentuk sediaan gel. Sediaan gel mempunyai kadar air yang tinggi, sehingga dapat menghidrasi stratum corneum dan mengurangi resiko timbulnya peradangan lebih lanjut akibat menumpuknya minyak pada pori-pori. Daya lekat gel sangat lama kerena sebagian besar air

Apakah gel ekstrak etanol daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis ) mempunyai efek penyembuhan terhadap luka bakar? 2. HPMC dan carbopol adalah basis yang sering digunakan dalam pembuatan sediaan gel. HPMC atau carbopol 940? .macam jenisnya. Penelitian ini untuk membuktikan secara ilmiah khasiat dari ekstrak etanol daun binahong dalam bentuk sediaan gel yang dilakukan secara in vivo pada kulit punggung kelinci jantan. 1989 cit Sukmawati. Perumusan Masalah Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: 1. Perbedaan sifat antara kedua basis tersebut memungkinkan timbulnya efek pelepasan obat yang berbeda sehingga mempengaruhi efek penyembuhan luka bakar. HPMC termasuk basis gel golongan polimer semi sintetik sedangkan carbopol 940 termasuk basis gel golongan sintetik (Swarbrick dan Boylan. 1985). B. diantaranya adalah HPMC (Hydroxypropilmethylcellulose) dan carbopol 940. Ekstrak etanol daun binahong dengan basis gel manakah yang lebih efektif terhadap penyembuhan luka bakar. 2007). Basis gel bermacam.3 juga sediaan padat didalamnya hampir tidak ada sehingga mudah diserap (Ansel.

Daun dari binahong berjenis tunggal. sedangkan di Inggris nama umum dari binahong yaitu heartleaf madeiravine atau madeira vine (Pink. bertangkai sangat . 1. berwarna merah. 2. Mengetahui apakah gel ekstrak etanol daun binahong mempunyai efek penyembuhan luka bakar. a. berbatang lunak.4 C. Binahong juga mempunyai nama umum dari berbagai negara. Sedangkan sinonim dari binahong send iri ada 3 nama latin yaitu Boussingaultia gracilis. bisa mencapai panjang ± 5 m. Miers Boussingaultia cordifolia.) Steenis. Binahong Tinjauan Pustaka Binahong mempunyai nama latin Anredera cordifolia (Ten. dan Boussingaultia basselloides. D. Di negara Cina binahong dikenal dengan nama teng san chi. berumur panjang (perenial). bagian dalam solid. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1. Deskripsi Binahong berupa tumbuhan menjalar. silindris. saling membelit. permukaan halus. 2004). kadang membentuk semacam umbi yang melekat di ketiak daun dengan bentuk tak beraturan dan bertekstur kasar. Mengetahui basis gel ekstrak etanol daun binahong yang lebih efektif dalam penyembuha n luka bakar.

Binahong mempunyai jenis bunga majemuk berbentuk tandan. Asal dan Habitat Binahong (Anredera cordifolia (Ten. lebar 3 .10 cm. c.) Steenis) merupakan tumbuhan . Klasifikasi Kingdom : Plantae (tumbuhan) Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh) Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji) Divisio Kelas Sub-kelas Ordo Familia Genus Spesies : Magnoliophyta (berbunga) : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) : Hamamelidae : Caryophyllales : Basellaceae : Anredera : Anredera cordifolia (Ten. panjang helai mahkota 0. mahkota berwarna krem keputihputihan berjumlah lima helai tidak berlekatan. bertangkai panjang. Akarnya berbentuk rimpang. permukaan licin. berbau harum . panjang 5 . helaian daun tipis lemas. tersusun berseling. 2004). pangkal berlekuk (emerginatus). tepi rata. 2004). bisa dimakan. berwarna hijau. b.5 pendek (subsessile). berdaging lunak (Pink. ujung runcing. munc ul di ketiak daun.) Steenis (Pink.1 cm.7 cm. bentuk jantung (cordata).5 .

1996). d. yaitu protein struktur yang berperan dalam proses penyembuhan luka (Suratman et al. daun binahong mengandung saponin. sering kali bersifat optis .6 yang diduga berasal dari Australia. merupakan golongan zat tumbuhan sekunder terbesar. saponin ada dua yaitu steroid dan triterpenoid. alkaloid dan polifenol (Annisa. Tumbuhan ini mudah tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi (Pink. Berdasarkan strukturnya. biasanya dalam gabungan. saponin menghasilkan aglikon yang disebut sapogenin (sebagai kortison). Saponin merupakan senyawa aktif permukaan dan bersifat seperti sabun. Saponin steroid terdapat dalam tumbuhan monokotil. 2007). Alkaloid sering kali beracun bagi manusia dan yang mempunyai kegiatan fisiologi yang menonjol. sebagai bagian dari sistem siklik. jadi digunakan secara luas dalam bidang pengobatan. dan saponin triterpenoid terdapat dalam tumbuhan dikotil (Gunawan dan Mulyani.. Kandungan Berdasarkan hasil penelitian. Alkaloid mencakup senyawa bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen. 2008). namun lebih sering berkembang atau dikembangbiakan secara vegetatif melalui akar rimpangnya (Anonim. Hawaii. Alkaloid. Penyarian senyawa saponin akan memberikan hasil yang lebih baik sebagai antibakteri jika menggunakan pelarut polar seperti etanol 70% (Harborne. New Zealand dan Pulau Pasifik lainnya. 2004). Afrika Selatan. Perbanyakannya biasanya secara generatif (biji). Pada hidrolisis. Alkaloid biasanya tak berwarna. 1973). sekitar 5500 telah diketahui. Saponin memacu pembentukan kolagen. 2004).

Polifenol dapat dideteksi dengan penambahan besi (III) klorida dan uji daya reduksi. gusi berdarah. kurang nafsu makan. radang ginjal. jerawat. 1995). Simplisia Simplisia adalah bahan alamiah yang digunakan sebagi obat yang belum mengalami pengolahan apapun kecuali pengeringan. e. Khasiat Tanaman binahong ( nredera cordifolia (Ten. penghangat badan. 2007). disentri. dan lemah syahwat (Anonim.7 aktif. juga antibakteri (Nurul dan Annisa. yaitu dengan penambahan Fehling A dan Fehling B pada ekstrak sehingga membentuk endapan merah bata (Harborne. menjaga stamina tubuh agar tetap sehat. borok akut yang menahun. sesak nafas. hidung mimisan. radang paru-paru. darah rendah. haid habis bersalin (melahirkan). 1973). kebanyakan berbentuk kristal tetapi hanya sedikit yang berupa cairan (misalnya nikotina) pada suhu kamar (Harbone. habis bedah operasi. Ekstraksi Simplisia a. Polifenol mudah larut dalam air karena bersifat polar. gejala liver. Simplisia nabati adalah simplisia yang berupa tanaman utuh. Eksudat tanaman merupakan isi yang spontan . kencing manis. 2. luka akibat benda tajam. bagian tanaman dan eksudat tanaman. 1973). Ada tiga macam simplisia yaitu simplisia nabati.) Steenis) berkhasiat A sebagai obat batuk atau muntah darah. Polifenol merupakan senyawa dengan inti benzene lebih dari satu. 2008). simplisia hewani dan simplisia mineral (Anonim. melancarkan haid. luka bakar. usus bengkak.

1986). 1995). atau penyeduhan dengan air mendidih. 1979). 2000). Ekstrak Ekstrak adalah sediaan yang berupa kering. perkolasi. ditarik oleh cairan penyari tertentu sehingga terjadi zat aktif dalam cairan penyari (Anonim. 1985). Ekstraks i Ekstraksi atau penyarian merupakan pemindahan massa zat aktif yang semula berada dalam sel. Maserasi Maserasi berasal dari baha sa latin macerare yang artinya merendam (Ansel. b. Metode ekstraksi ada beberapa macam : 1). Ekstraksi dengan pelarut Ekstraksi yang menggunakan pelarut ada dua macam yaitu cara dingin dan cara panas. a). kental dan cair.8 keluar dari tanaman atau isi sel yang dikeluarkan dari selnya dengan cara tertentu dan belum berupa zat kimia murni (Anonim. 1973). Maserasi adalah proses pengekstraksi simplisia dengan . dibuat dengan menyari simplisia nabati atau hewani menurut cara yang sesuai yaitu maserasi. Metode penyarian yang digunakan tergantung pada wujud dan kandungan zat dari bahan yang akan disari (Harborne. Ekstraksi cara dingin yaitu maserasi dan perkolasi (Anonim. Ekstrak cair adalah sediaan dari simplisia nabati yang mengandung etanol sebagai pelarut atau sebagai pengawet (Anonim. c.

berdasarkan tekanan parsial senyawa . Maserasi dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari. Keuntungan penyarian dengan maserasi adalah: pengerjaan dan peralatan yang digunakan sederhana. 2). 2000). b). Peristiwa ini berulang sehingga terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan di dalam sel dengan di luar sel (Anonim. Tahap dalam proses perkolasi yaitu penetesan terus menerus sampai diperoleh ekstrak 1-5 kali bahan awal (Anonim. maka larutan yang terpekat didesak ke luar. Destilasi uap Destilasi uap adalah metode ekstraksi untuk senyawa dengan kandungan menguap seperti minyak atsiri. ditutup dan dibiarkan selama 5 hari terlindung dari cahaya. serta perusakan zat aktif yang tidak tahan panas dapat dihindari (Anonim. Perkolasi Perkolasi adalah metode ekstraksi dengan pelarut yang selalu baru sampai sempurna ya ng dilakukan pada temperatur kamar (ruangan). kemudian dituangi dengan 75 bagian cairan penyari.9 menggunakan pelarut dengan beberapa kali pengocokan pada temperatur ruangan (kamar) (Anonim. Maserasi dilakukan dengan cara: 10 bagian simplisia dengan derajat halus tertentu dimasukan dalam bejana. 1986). Setelah 5 hari diserkai dan ampas diperas. 2000). 1986). Karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif di dalam sel dengan di luar sel. Cairan penyari akan me nembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif.

dan klorofil. Etanol digunakan sebagai penyari karena lebih selektif. bahan pengatur hanya sedikit turut dalam cairan pengekstraksi (Voigt. 2000). antrakinon. Etanol 70% efektif dalam menghasilk an jumlah bahan aktif yang optimal. 1987). damar. jadi zat pengganggu yang larut terbatas. lemak. absorbsinya baik. 1986). d. dan lendir akan ikut tersari (Anonim. kapang dan kuman sulit tumbuh dalam etanol =20 %. bereaksi netral. tidak beracun. minyak menguap. Etanol dapat melarutkan alkaloid basa. dan mudah bercampur dengan air (Anonim. pati.10 kandungan menguap dengan fase uap air secara kontinu sampai sempurna dan diakhiri dengan kondensasi fase uap campuran (Anonim. Larutan penyari Sistem pelarut dalam ekstraksi dipilih berdasarkan kemampuannya dalam melarutkan jumlah yang maksimal dari zat aktif dan seminimum mungkin bagi unsur yang tidak diinginkan (Anief. tidak mudah terbakar. Larutan penyari yang baik harus memenuhi kriteria: murah. enzim. flavonoid. steroid. selektif yaitu hanya menarik zat berkhasiat yang dikehendaki dan tidak mempengaruhi zat aktif. kumarin. protein. glikosida. netral. kurkumin. Air sebagai cairan penyari kurang menguntungkan karena zat lain yang mengganggu proses pembuatan sari seperti gom. Tanin dan saponin sedikit larut. panas untuk pemekatan sedikit. 1984) . tidak mudah menguap. stabil secara fisika dan kimia. 1986). mudah diperoleh.

Natrium karboksilmetil sellulosa. karagenan. glycyrrhizin dan tragakan. (2003). hidroksipropilmetilsellulosa (HPMC) dan metilsellulosa merupakan basis gel golongan polimer semisintetik. nama lain dari HPMC antara lain : hypromellose. Termasuk dalam golongan polimer sintetik adalah karbomer (carbopol). gellum gum.11 3. polimer semisintetik. Gelatin maupun produk denaturasi dari kolagen pada kondisi asam maupun basa. polo xamer. hydroxypropilmethilcellulose. pharmacoat. poliakrilamid dan polivinyl alkohol. methocel. metolose. merupakan sistem semi padat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar. substansi-substansi pembentuk gel adalah protein. HPMC Menurut Rowe.1995). polimer sintetik dan substansi anorganik Termasuk dalam golongan protein adalah kolagen dan gelatin. et al. Rumus kimia HPMC adalah CH3 CH(OH)CH2 . HPMC secara luas digunakan . Uraian basis yang digunakan untuk membuat sediaan gel ekstrak etanol daun binahong : 1). polisakarida. terpenetrasi oleh suatu cairan (Anonim. Kolagen merupakan protein jaringan pada hewan dengan struktur molekul yang asimetris sehingga dapat menghasilkan struktur gel yang kaku. Menurut Swarbick dan Boylan (1989).. Termasuk dalam golongan polisakarida adalah agar. alginate. Gel Gel kadang-kadang disebut jeli.

tetapi dapat larut di dalam campuran dari etanol dan dichloromethane. Dibandingkan dengan metilselulosa. HPMC menghasilkan cairan lebih jernih. Hypermellose (HPMC) secara umum diakui sebagai bahan tidak beracun dan non iritasi. 2). Titik gel adalah 50-90o C. carboxyvinyl polimer. Carbomer digunakan sebagian besar di dalam cairan atau sediaan formulasi semisolid berkenaan dengan farmasi sebagai agen pensuspensi atau agen penambah kekentalan. tergantung pada konsentrasi dan nilai material. menyediakan stabilitas kekentalan yang baik di suhu ruang walau disimpan dalam jangka waktu yang panjang. Carbomer 940 Menurut Rowe. carbopol. resistan. etanol (95%) dan eter.. membent uk satu larutan koloid merekat. agen pensuspensi. Daya larutnya yaitu dapat larut di dalam air dingin. pada kenyataannya tidak dapat larut di dalam cloroform. terus meningkatnya konsentrasi juga menghasilkan sediaan yang lebih kental dan merekat. Sifat merekat dari HPMC apabila sediaan menggunakan bahan pelarut organik cenderung menjadi lebih kental dan merekat. walaupun konsumsi oral berlebihan mungkin punya satu efek laksatif. dan agen penstabil di dalam sediaan salep dan gel.12 sebagai suatu eksipien di dalam formulasi pada sediaan topical dan oral. campuran dari metanol dan dichloromethane. (2003). Sediaan HPMC mengandung air secara komparatif enzim. acrylic acid polymer. . HPMC juga digunakan sebagai zat pengemulsi. dan campuran dari alkohol dan air. et al. nama lain carbomer adalah acritamer.

.5–1. et al. gel dan salep. higroskopik. Gliserin Nama lain gliserin adalah gliserol. 1989). 2003). Rumus kimia gliserin adalah C3 H8 O3.1-0.0 % dan bahan perekat sediaan tablet pada konsentrasi 5 – 10 % (Rowe. . pemanis. pricerine. dengan sedikit karakteristik bau. topik al. trihydroxypropane glycerol.0 %.5 %. dan kemungkinan digunakan dalam sediaan obat mata dan sediaan topikal lain. bersifat asam. Gliserin secara umum berfungsi mencegah tumbuhnya mikroba. di dalam etanol (95%) dan gliserin. viscositasnya tinggi. bahan pembentuk gel pada konsentrasi 0.5-2. perekat. pelunak dan pelindung kulit.zat alkali seperti trietanolamin atau diisopropilamin untuk membentuk suatu sediaan semipadat (Lachman et al. serbuk halus. sifat merekatnya rendah. croderol. 3).000 – 60. pelarut. pelentur. Carbomers bersifat stabil. Carbomer 940 akan mengembang jika didispersikan dalam air dengan adanya zat. menghasilkan gel yang bening.000 (cP) digunakan sebagai bahan pengental yang baik. parenteral. Gliserin secara luas digunakan dalam formulasi dalam pembuatan sediaan oral. dapat terdispersi di dalam air untuk membentuk larutan koloidal bersifat asam. Carbomer dapat larut di dalam air. dan ophthalmic.. bahan pensuspensi pada konsentrasi 0. Carbomer 940 NF mempunyai viskositas antara 40.13 Digunakan pada formulasi krim. penambahan temperatur berlebih dapat mengakibatkan kekentalan menurun sehingga mengurangi stabilitas. Carbomer berwarna putih. Carbomer 940 digunakan untuk bahan pengemulsi pada konsentrasi 0. higroskopik.

Fungsi utama . Selsel epidermis memulai gerakan mitotiknya menuju ke permukaan. sel-sel memipih dan menyusut kemudian mati secara perlahan-lahan karena kekurangan oksigen dan makanan (Lachman et al. dermis dan jaringan subkutan.lapisan metabolik aktif dari epidermis. Definisi kulit Kulit merupakan suatu organ besar yang terdiri dari lapisan epidermis. dan penetrasi substansi asing (Anief. 1997). Lapisan sel mati berkeratin sangat hidrofil dan mengembang bila tercelup air. kekurangan komponen sel. dan emollien (Rowe. Sel mati mengandung keratin. Kelenjar ekrin dipusatkan terutama di telapak tangan dan telapak kaki. dan mati. Kelenjar keringat dibagi atas jenis ekrin dan jenis apokrin. Kulit a. mencegah masuknya mikroba (bakteri. Keratin berfungsi untuk mengusir patogen dan mencegah kehilangan cairan tubuh (Effend y. 1986). Lapisan terluar kulit adalah stratum korneum atau lapisan tanduk yang terdiri dari sel-sel padat. Di bawah stratum korneum terdapat lapisan.. 1999). dan menjaga cairan tubuh. Lapisan basal atau lapisan germinal terletak di atas dermis. Kulit berfungsi sebagai pelindung tubuh. yaitu protein fibrosa tidak larut yang membentuk barier terluar kulit. virus. 2003). jamur).14 Dalam formulasi sediaan topical gliserin digunakan untuk humektan. Stratum korneum merupakan sawar kulit pokok terhadap kehilangan air. hal ini menjaga permukaan kulit tetap halus dan lentur.. 4. et al. Hilangnya stratum korneum dapat menyebabkan penguapan (evaporasi).

... 1993): dC D x A x K ? (C1 ? C 2 ) ....... Absorbsi obat melalui kulit Absorbsi perkutan adalah absorbsi bahan dari luar kulit masuk ke dalam dalam kulit dan aliran darah (Ansel. 1997).. 1985)... daerah anogenital dan di sekitar put ing susu (Lachman et al. Prinsip absorbsi obat melalui kulit adalah difusi pasif.. 1986)................ misalnya dengan mensekresi larutan garam yang encer........15 kelenjar ini adalah untuk mengatur panas. b........................... Difusi pasif adalah proses dimana substansi dari daerah suatu sistem (konsentrasi tinggi) ke daerah lain (konsentrasi rendah) dan terjadi penurunan kadar gradie n diikuti bergeraknya molekul (Anief. Kelenjar apokrin terdapat di ketiak.(1) dt Vx h dC ? kecepatan difusi obat persatuan waktu dt D A K V h C1 = koefesien difusi (cm2 /dt) =luas permukaan membran (cm2 ) = koefesien partisi = viskositas zat = ketebalan membran (cm) = konsentrasi obat dalam sediaan (g/cm3 ) C2 = konsentrasi obat yang yang dilepaskan (g/cm3 ) ...... Persamaan kecepatan difusi menurut hukum Fick 1 (Martin........

Skema Absorbsi Obat dengan Rute Transepidermal dan Transfolikuler (Lachman. et al. Semakin besar koefesien partisi. Konsentrasi obat: semakin besar konsentrasi zat aktif.2 Menurut Martin (1993). Koefesien partisi: perbandingan konsentrasi dalam dua fase. Koefesien difusi: semakin luas membran. 1986 ) Rute transfolikuler Partisi ke stratum korneum Difusi melintasi lipid dalam pori sebasea . 4). difusi obat akan semakin baik. 3). 5). 2). Ketebalan membran: semakin tebal membran. difusi obat akan semakin meningkat.. koefesien difusi semakin besar. Viskositas: semakin besar viskositas (konsistensi) suatu zat. difusi obat dipengaruhi oleh beberapa faktor: 1). koefesien difusi semakin kecil. difusi akan semakin lambat. Disolusi obat dalam pembawa Disolusi obat melalui pembawa ke permukaan kulit Rute transepidermal Partisi ke stratum korneum Difusi melintasi matriks protein-lipid stratum korneum Partisi ke epidermis Difusi melintasi massa seluler epidermis Difusi melintasi massa fibrous dermis atas Masuk ke kapiler dan difusi sistemik Gambar 1. dan difusi akan semakin lambat. kecepatan difusi obat akan semakin meningkat.

Ledakan dapat menimbulkan luka bakar dan menyebabkan kerusakan organ. Lama kontak jaringan dengan sumber panas menentukan luas dan kedalaman kerusakan jaringan. Definisi luka bakar Luka bakar adalah suatu be ntuk kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan adanya kontak dengan sumber panas seperti api. b. semakin luas dan dalam kerusakan jaringan yang terjadi (Moenadjat. Luka Bakar a. 1997). 2003). Kerusakan jaringan yang disebabkan api dan koloid (misalnya bubur panas) lebih berat dibandingkan air panas. Bahan kimia terutama asam menyebabkan kerusakan yang hebat akibat reaksi jaringan sehingga terjadi diskonfigurasi jaringan yang menyebabkan gangguan proses penyembuhan. Menurut waktu penyembuhan luka bakar dibagi me njadi luka akut dan luka kronis. Luka kronis yaitu luka yang mengalami kegagalan dalam proses penyembuhan. Klasifikasi luka bakar Kedalaman luka bakar ditentukan oleh tingginya suhu dan lamanya pejanan tingginya suhu (Syamsuhidayat dan Jong. Luka akut yaitu luka dengan masa penyembuhan sesuai dengan konsep penyembuhan yang telah disepakati. 2008). . listrik.3 5. Semakin lama waktu kontak. bahan kimia. dan radiasi. air panas. dapat karena faktor eksogen dan endogen (Admin.

kulit kering. Luka bakar derajat I Luka bakar derajat I kerusakan terbatas pada bagian superfisial epidermis. Contohnya luka bakar akibat sengatan matahari. kelenjar keringat. nyeri karena ujung-ujung saraf teriritasi. Luka sembuh dalam waktu 5-10 hari. berupa reaksi inflamasi akut disertai proses eksudasi. luka bakar dibedakan atas beberapa jenis yaitu: 1). nyeri karena ujung saraf sensorik teriritasi. dasar luka berwarna merah atau pucat. Luka sembuh dalam waktu 10-14 hari. 1999) Menurut Moenadjat (2003). Lokasi Luka Bakar dalam Anatomi Kulit (Effendy. hipermik memberikan efloresensi berupa eritema.4 Luka bakar derajat I Luka bakar derajat I Luka bakar derajat II dalam Luka bakar derajat II dangkal Luka bakar derajat III Gambar 2. terletak lebih tinggi di atas permukaan kulit normal. melepuh. apendises kulit seperti folikel rambut. Kedua derajat II . tidak melepuh. 2). Luka bakar de rajat II ada dua yaitu : Pertama derajat II dangkal (superficial) adalah kerusakan yang mengenai bagian superficial dari dermis. Luka bakar derajat II Kerusakan meliputi epidermis dan sebagian dermis.

Perubahan-perubahan yang terjadi akibat luka bakar adalah: tubuh kehilangan cairan 0. dan tukak lambung (Moenadjat. tidak ada pelepuhan. apendises kulit. letaknya lebih rendah dibandingkan kulit sekitar karena koagulasi protein pada lapisan epidermis dan dermis. eritrosit pecah. tidak timbul rasa nyeri. kering. Kehilangan cairan tubuh disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: peningkatan mineralokortikoid. fase poliferasi. Luka bakar derajat III Kerusakan meliputi seluruh ketebalan dermis dan lapisan yang lebih dalam. apendises kulit seperti folikel rambut. Penyembuhan lama karena tidak ada proses epitelisasi spontan. glandula tiroid lebih aktif. Luka sembuh >1 bulan. 1999). peningkatan permeabilitas pembuluh darah. dan perbedaan tekanan osmotik intrasel dan ekstrasel (Effend y.5 dalam (deep) adalah kerusakan yang mengenai hampir seluruh bagian dermis. kelenjar sebasea rusak. d. kulit berwarna abu-abu atau coklat. c. Patofisiologi Luka bakar menyebabkan peningkatkan permeabilitas pembuluh darah sehingga air. proses penyembuhan luka bakar terbagi dalam tiga fase yaitu fase inflamasi. kelenjar keringat. 2003). dan fase penyudahan. kelenjar keringat. .5-1 % blood volume. kegagalan fungsi ginjal. kelenjar sebasea. 3). Penyembuhan luka bakar Menurut Syamsuhidayat dan Jong (1997). klorida dan protein tubuh akan keluar dari dalam sel dan menyebabkan terjadinya edema yang berlanjut menjadi hipovolemia dan hemokonsentr asi. natrium.

2000).6 1). tumor (pembengkakan daerah yang meradang. pejanan toksin. membentuk jaringan berwarna kemerahan . terjadi akibat peningkatan permeabilitas kapiler sehingga protein-protein plasma masuk keruang interstisium). Fase ini berlangsung sampai minggu ketiga. 2). 2000).sel darah putih dan trombosit dengan tujuan memb atasi kerusakan dan mempercepat penyembuhan (Elizabeth. dolor (nyeri peradangan akibat peregangan saraf karena pembengkakan dan rangsangan ujung-ujung saraf oleh mediator. kalor (panas yang menyertai peradangan yang timbul akibat peningkatan aliran darah). Pada fase proliferasi luka dipenuhi sel radang. Fase inflamasi Fase ini berlangsung sejak terjadinya luka sampai hari kelima. Degranulasi sel mast terjadi karena adanya cedera jaringan. 2000). pengerutan ujung pembuluh darah yang terputus. dan reaksi hemostatis (Syamsuhidayat dan Jong. dan pengangkutan antigen antibodi sehingga sel mast pecah (Elizabeth.mediator peradangan) (Elizabeth. fibroplasia dan kilagen. Tujuan respon peradangan adalah untuk membawa sel. Karakteristik lokal peradangan yaitu: rubor (kemerahan yang menyertai peradangan. Peradangan dimulai dengan rupturnya sel mast. 1997). Pembuluh darah yang terputus pada luka akan menyebabkan pendarahan dan tubuh akan menghentikannya dengan vasokontriksi. terjadi akibat peningkatan aliran darah ke daerah yang meradang). Fase proliferasi Fase proliferasi disebut fase fibroplasia karena yang terjadi proses proliferasi fibroblast. Sel mast adalah kantong yang berisi banyak granula dan terdapat di jaringan ikat longgar yang mengelilingi pembuluh darah.

3). Epitel tepi luka yang terdiri dari sel basal terlepas dari dasar dan mengisi permukaan luka. Landasan Teori Daun binahong mengandung saponin. sel muda menjadi matang. Saponin memacu pembentukan kolagen. kapiler baru menutup dan diserap kembali. Fase ini berakhir bila semua tanda radang sudah hilang. 1997). juga sediaan padat didalamnya hampir tidak ada sehingga mudah diserap (Ansel.. Selama proses ini dihasilkan jaringan parut yang pucat. dan berakhir dengan perupaan kembali jaringan yang baru terbentuk. Daya lekat gel tahan lama dan karena basisnya sebagian besar air maka efek pendinginnya besar.7 dengan permukaan berbenjol halus yang disebut granulasi. Pada fase ini terjadi poses pematangan yang terdiri dari penyerapan kembali jaringan yang berlebih. 1985). Hal ini dimungkinkan dapat mempercepat penyembuhan luka . Fase penyudahan Fase penyudahan disebut fase maturasi. 1996). 1997). tipis dan mudah digerakan dari dasar. kolagen yang berlebih diserap dan sisanya mengerut. 2007). E. tempatnya diisi sel baru dari proses mitosis. yaitu protein struktur yang berperan dalam proses penyembuhan luka (Suratman et al. Proses fibroplasia akan berhenti dan mulaila h proses pematangan (Syamsuhidayat dan Jong. pengerutan karena gaya gravitasi. Pada akhir fase. Udem dan sel radang diserap. proses migrasi terjadi ke arah yang lebih rendah atau datar. alkaloid dan polifenol (Annisa. perupaan luka kulit mampu menahan regangan 80% dari kulit normal. Fase i i berlangsung 3-6 bulan (Syamsuhidayat dan n Jong.

8 bakar. Terdispersi di dalam air membentuk larutan koloidal bersifat asam. et al. Hidroksilpropil metilcellulose (HPMC) termasuk dalam golongan polimer semi sintetik sedangkan carbopol 940 termasuk dalam golongan polimer sintetik (Swarbrick dan Boylan. et al. Titik gel adalah 50 – 90o C. Pemilihan jenis basis ini didasarkan atas sifat polimer carbopol dan HPMC yang memiliki daya adhesi yang relatif kuat pada kulit sehingga akan meningkatkan waktu kontak antara sediaan dengan kulit. 2003). Carbomer 940 digunakan untuk agen pembentuk gel.) Steenis) mempunyai efek penyembuhan terhadap luka bakar dan gel ekstrak etanol daun binahong . Hipotesis Gel ekstrak etanol daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.. Sediaan HPMC mengandung air menyediakan stabilitas kekentalan yang baik di suhu ruang walau disimpan dalam jangka waktu yang panjang (Rowe. HPMC digunakan sebagai agen pensuspensi. Carbomer bersifat stabil. Penambahan temperatur berlebihan dapat mengakibatkan penurunan kekentalan dan mengurangi stabilitas (Rowe. dan agen penstabil di dalam sediaan gel. 1989 cit Sukmawati. 2003). HPMC tahan temperatur tinggi. 1999). 2007). sifat merekat rendah. Pembuatan gel ekstrak binahong dilakukan menggunakan 2 macam basis yaitu carbopol 940 dan HPMC. F.. Luka bakar memerlukan pendinginan untuk mempercepat penyembuhannya (Effendy. higroskopik. dapat larut di dalam air dingin membentuk suatu larutan koloid merekat kuat.

9 dengan basis HPMC dan basis carbopol 940 mempunyai efek penyembuhan ya ng berbeda terhadap luka bakar. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->