BAB 3 STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR

A.

STRUKTUR ATOM Perkembangan Model Atom : (Pelajari Buku Paket Kimia 1A halaman 121 sampai 126!) 1). Model Atom Dalton a) Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil. b) Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dipecah lagi. c) Atom suatu unsur sama memiliki sifat yang sama, sedangkan atom unsur berbeda, berlainan dalam massa dan sifatnya. d) Senyawa terbentuk jika atom bergabung satu sama lain. e) Reaksi kimia hanyalah reorganisasi dari atom-atom, sehingga tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia.

Gambar Model Atom Dalton

Teori atom Dalton ditunjang oleh 2 hukum alam yaitu :

1. Hukum Kekekalan Massa (hukum Lavoisier) 2. Hukum Perbandingan Tetap (hukum Proust)

: massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. : perbandingan massa unsur-unsur yang menyusun suatu zat adalah tetap.

Kelemahan Model Atom Dalton : Menurut teori atom Dalton nomor 5, tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia. Kini ternyata dengan reaksi kimia nuklir, suatu atom dapat berubah menjadi atom lain. Contoh :
238 14 7 92 234 4 2 4 2

U He

90

Th +

He

N +

1 17 O + H 8 1

2). Model Atom Thomson a) Setelah ditemukannya elektron oleh J.J Thomson, disusunlah model atom Thomson yang merupakan penyempurnaan dari model atom Dalton. b) Atom terdiri dari materi bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron bagaikan kismis dalam roti kismis. Perhatikan Gambar Model Atom Thomson dari Buku Paket Kimia 1A halaman 121!
13

b) Elektron beredar mengelilingi inti atom pada orbit tertentu yang dikenal sebagai keadaan gerakan yang stasioner (tetap) yang selanjutnya disebut dengan tingkat energi utama (kulit elektron) yang dinyatakan dengan bilangan kuantum utama (n). spektrum garis menunjukkan bahwa elektron hanya menempati tingkat-tingkat energi tertentu dalam atom.3). Model Atom Rutherford a) Rutherford menemukan bukti bahwa dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan positif. Menurutnya : a) Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan di sekitarnya beredar elektron-elektron yang bermuatan negatif. b) Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan berada pada pusat atom serta elektron bergerak melintasi inti (seperti planet dalam tata surya). energi akan tetap sehingga tidak ada cahaya yang dipancarkan. Perhatikan Gambar Model Atom Rutherford dari Buku Paket Kimia 1A halaman 123! 4). e) Pada keadaan normal (tanpa pengaruh luar). Hanya dapat menerangkan spektrum dari atom atau ion yang mengandung satu elektron dan tidak sesuai dengan spektrum atom atau ion yang berelektron banyak. elektron menempati tingkat energi terendah (disebut tingkat dasar = ground state). c) Selama elektron berada dalam lintasan stasioner. Menurut Bohr. Kelemahan Model Atom Rutherford :  Ketidakmampuan untuk menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke inti atom akibat gaya tarik elektrostatis inti terhadap elektron. jika elektron berpindah dari lintasan stasioner yang lebih tinggi ke rendah terjadi pelepasan energi. Tidak mampu menerangkan bahwa atom dapat membentuk molekul melalui ikatan kimia. Sebaliknya.  Menurut teori Maxwell. berukuran lebih kecil daripada ukuran atom tetapi massa atom hampir seluruhnya berasal dari massa intinya. Perhatikan Gambar Model Atom Niels Bohr dari Buku Paket Kimia 1A halaman 125! Kelemahan Model Atom Niels Bohr : 1. 14 . Model Atom Niels Bohr • • Model atomnya didasarkan pada teori kuantum untuk menjelaskan spektrum gas hidrogen. d) Elektron hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner yang lebih rendah ke lintasan stasioner yang lebih tinggi jika menyerap energi. jika elektron sebagai partikel bermuatan mengitari inti yang memiliki muatan yang berlawanan maka lintasannya akan berbentuk spiral dan akan kehilangan tenaga/energi dalam bentuk radiasi sehingga akhirnya jatuh ke inti. 2.

15 .5). c) Erwin Schrodinger (menyempurnakan model Atom Bohr) Berhasil menyusun persamaan gelombang untuk elektron dengan menggunakan prinsip mekanika gelombang. Orbit Orbital Gambar Perbedaan antara orbit dan orbital untuk elektron   Orbital digambarkan sebagai awan elektron yaitu : bentuk-bentuk ruang dimana Semakin rapat awan elektron maka semakin besar kemungkinan elektron ditemukan suatu elektron kemungkinan ditemukan. Elektron-elektron yang mengelilingi inti terdapat di dalam suatu orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan energi tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar. Model Atom Modern Dikembangkan berdasarkan teori mekanika kuantum yang disebut mekanika gelombang. b) Werner Heisenberg Mengemukakan prinsip ketidakpastian untuk materi yang bersifat sebagai partikel dan gelombang. Jarak atau letak elektron-elektron yang mengelilingi inti hanya dapat ditentukan dengan kemungkinan – kemungkinan saja. diprakarsai oleh 3 ahli : a) Louis Victor de Broglie Menyatakan bahwa materi mempunyai dualisme sifat yaitu sebagai materi dan sebagai gelombang. dan sebaliknya.

11 x 10-28 g 1 sma 1 sma 1. jumlah proton = jumlah elektron (nomor atom juga menyatakan jumlah elektron).67 x 10-24 g 1.6 x 10-19 C +1 0 -1 0 e -1 1 1836 sma Catatan : massa partikel dasar dinyatakan dalam satuan massa atom ( sma ).   huruf A).66 x 10-24 gram NOMOR ATOM  Menyatakan jumlah proton dalam atom.6 x 10-19 C 0 -1.  Untuk atom netral. sehingga : A = nomor massa = jumlah proton ( p ) + jumlah neutron ( n ) A = p+n=Z+n  A Z Penulisan atom tunggal dilengkapi dengan nomor atom di sebelah kiri bawah dan nomor massa di sebelah kiri atas dari lambang atom tersebut. 1 sma = 1. Proton dan neutron sebagai partikel penyusun inti atom disebut Nukleon. X Keterangan : X = lambang atom Z = nomor atom A = nomor massa Contoh : 16 . sebaliknya yang menerima elektron berubah menjadi ion negatif.  Diberi simbol huruf Z  Contoh : 19K Artinya …………. Jumlah nukleon dalam atom suatu unsur dinyatakan sebagai Nomor Massa (diberi lambang Atom yang melepaskan elektron berubah menjadi ion positif. NOMOR MASSA  Menunjukkan jumlah proton dan neutron dalam inti atom.67 x 10-24 g 9.. Notasi semacam ini disebut dengan Nuklida.PARTIKEL DASAR PENYUSUN ATOM (Pelajari Buku Paket Kimia 1A halaman 88 sampai 96!) Partikel Notasi Massa Sesungguhnya Relatif thd proton Muatan Sesungguhnya Relatif thd proton Proton Neutron Elektron +1 p 1 1 n 0 1.

akan menjadi ion positif (kation). neutron dan elektron : 1). yang berubah hanyalah jumlah elektron saja. Dalam suatu Ion. sedangkan jumlah proton dan neutronnya tetap. Untuk nuklida kation : A X y+ : Z p=Z e = Z – (+y) n = (A-Z) 3). akan menjadi ion negatif (anion). Untuk nuklida anion : A X y− : Z p=Z e = Z – (-y) n = (A-Z) 17 . Proton 11 11 11 Elektron 11 10 12 Neutron 12 12 12 Na − Rumus umum untuk menghitung jumlah proton. Suatu atom dapat kehilangan/melepaskan elektron atau mendapat/menerima elektron    Contoh : Spesi Atom Na Ion Na + Ion Atom yang kehilangan/melepaskan elektron. Atom yang mendapat/menerima elektron. Untuk nuklida atom netral : AX : Z p=Z e=Z n = (A-Z) 2).238 92 U SUSUNAN ION  tambahan.

ISOTOP. ISOTOP Adalah atom-atom dari unsur yang sama (mempunyai nomor atom yang sama) tetapi berbeda nomor massanya.  Contoh : Kulit K (n = 1) maksimum 2 x 12 = 2 elektron Kulit L (n = 2) maksimum 2 x 22 = 8 elektron Kulit M (n = 3) maksimum 2 x 32 = 18 elektron Kulit N (n = 4) maksimum 2 x 42 = 32 elektron Kulit O (n = 5) maksimum 2 x 52 = 50 elektron Catatan : Meskipun kulit O. Kulit atom yang pertama (yang paling dekat dengan inti) diberi lambang K. 2 lambang L dst. 13 C . Contoh : 12 C . ISOBAR Adalah atom-atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda) tetapi mempunyai nomor massa yang sama. 14 C 6 6 6 2). ISOBAR DAN ISOTON 1). P dan Q dapat menampung lebih dari 32 elektron. namun kenyataannya kulit-kulit tersebut belum pernah terisi penuh. kulit ke-2 diberi Jumlah maksimum elektron pada setiap kulit memenuhi rumus 2n (n = nomor kulit). ISOTON Adalah atom-atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda) tetapi mempunyai jumlah neutron yang sama. 18 . Contoh : 31 P 15 dengan 32 S 16 KONFIGURASI ELEKTRON (Pelajari Buku Paket Kimia 1A halaman 83 sampai 88!)   Persebaran elektron dalam kulit-kulit atomnya disebut konfigurasi. Contoh : 14 C dengan 14 N 7 6 3).

Langkah-Langkah Penulisan Konfigurasi Elektron : Kulit-kulit diisi mulai dari kulit K.3 dari Buku Paket halaman 88 nomor 1 – nomor 5! 19 . Nomor Atom 2 3 18 20 38 K 2 2 2 2 2 L 1 8 8 8 M N O 8 8 18 2 8 2 Perhatikan Tabel 3. Nomor Atom 21 22 25 30 K 2 2 2 2 L 8 8 8 8 M 9 10 13 18 N 2 2 2 2 Soal-Soal Latihan : Kerjakan Latihan 3. Elektron tambahan tidak mengisi kulit terluar. o suatu senyawa. Elektron valensi berperan pada pembentukan ikatan antar atom dalam membentuk Sifat kimia suatu unsur ditentukan juga oleh elektron valensinya. sedemikian sehingga kulit ke-2 terluar itu berisi 18 elektron. akan memiliki sifat kimia yang mirip. Oleh karena itu. Khusus untuk golongan utama (golongan A) : Jumlah kulit = nomor periode Jumlah elektron valensi = nomor golongan Jumlah maksimum elektron pada kulit terluar (elektron valensi) adalah 8. tetapi mengisi kulit ke-2 terluar. kemudian L dst. o Contoh : Unsur He Li Ar Ca Sr unsur-unsur yang memiliki elektron valensi sama.3 Buku Paket Kimia 1A halaman 85! Catatan : • • Contoh : Unsur Sc Ti Mn Zn Konfigurasi elektron untuk unsur-unsur golongan B (golongan transisi) sedikit berbeda dari golongan A (golongan utama).

Mr = Σ Ar Diketahui : massa atom relatif (Ar) H = 1. Besarnya massa molekul relatif (Mr) suatu zat = jumlah massa atom relatif (Ar) dari atom- atom penyusun molekul zat tersebut. unsur terdiri dari beberapa isotop maka pada penetapan massa atom relatif 1 1 2 (Ar) digunakan massa rata-rata dari isotop-isotopnya. Berapa massa molekul relatif (Mr) dari CO(NH2)2 Jawab : Mr CO(NH2)2 = (1 x Ar C) + (1 x Ar O) + (2 x Ar N) + (4 x Ar H) = (1 x 12) + (1 x 16) + (2 x 14) + (4 x 1) = 60 20 .  Menurut IUPAC. maka : ……………………(2) Ar unsur X = rata −rata 1 atom unsur X 1 sm a MASSA MOLEKUL RELATIF (Mr) • • Adalah perbandingan massa antara suatu molekul dengan suatu standar. sebagai pembanding digunakan atom C-12 yaitu dari massa 1 atom C-12. N = 14 dan O = 16. sehingga dirumuskan : massa rata − rata 1 atom unsur X Ar unsur X = 1 12 massa 1 atom C −12 ……………………(1)  Karena : m assa 1 1 2 massa 1 atom C-12 = 1 sma . Pada umumnya. C = 12. • • Contoh : Khusus untuk senyawa ion digunakan istilah Massa Rumus Relatif (Mr) karena senyawa ion tidak terdiri atas molekul.MASSA ATOM RELATIF (Ar) (Pelajari Buku Paket Kimia 1A halaman 38 sampai 39 dan halaman 100 sampai 103!)   Adalah perbandingan massa antar atom yang 1 terhadap atom yang lainnya.

unsur H. Hukum Triade Dobereiner  Dikemukakan oleh Johan Wolfgang Dobereiner (Jerman).B. Sistem Periodik Mendeleev (Sistem Periodik Pendek)  Dua ahli kimia. Triade Kalsium (Ca). PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK UNSUR (Pelajari Buku Paket Kimia 1A halaman 72 sampai 82!) 1).10 2 = 23. 3). Stronsium (Sr) dan Barium (Ba) c. Lothar Meyer (Jerman) dan Dmitri Ivanovich Mendeleev (Rusia) berdasarkan pada prinsip dari Newlands. Unsur-unsur dikelompokkan ke dalam kelompok tiga unsur yang disebut Triade. unsur ke-9 memiliki sifat yang   mirip dengan unsur ke-2 dst.  Oktaf. Unsur ke-8 memiliki sifat kimia mirip dengan unsur pertama. Hukum Oktaf Newlands  Dikemukakan oleh John Newlands (Inggris).99 39.94 + 39 . Triade Klor (Cl).  Lothar Meyer lebih mengutamakan sifat-sifat kimia unsur sedangkan Mendeleev lebih mengutamakan kenaikan massa atom. melakukan penggolongan unsur.10 Wujud Padat Padat Padat   Massa Atom Na (Ar Na) = 6. 21 . Unsur-unsur dikelompokkan berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya (Ar). Triade Litium (Li). H F Cl Sifat-sifat unsur yang ditemukan berkala atau periodik setelah 8 unsur disebut Hukum Li Na K Be Mg Ca B Al Cr C Si Ti N P Mn O S Fe Berdasarkan Daftar Oktaf Newlands di atas. Dasarnya : kemiripan sifat fisika dan kimia dari unsur-unsur tersebut. Brom (Br) dan Iod (I) 2).02 b. F dan Cl mempunyai kemiripan sifat.94 22. Jenis Triade : a. Natrium (Na) dan Kalium (K) Unsur Li Na K Massa Atom 6.

4). C. PERIODE DAN GOLONGAN DALAM SPU MODERN 1). 18 . Anda hanya perlu mengetahui nomor atom unsur yang memulai setiap periode. maka sifat tertentu akan berulang secara periodik. c) Periode 7 disebut periode belum lengkap karena belum sampai ke golongan VIII A. Periode o o Adalah lajur-lajur horizontal pada tabel periodik. Jadi : Nomor Periode = Jumlah Kulit Atom o Unsur-unsur yang memiliki 1 kulit (kulit K saja) terletak pada periode 1 (baris 1). disebut Golongan.7 periode ke-2 periode ke-3 12 31 Mg : 2 . Artinya : jika unsur-unsur disusun menurut kenaikan massa atom relatifnya. unsur-unsur yang memiliki 2 kulit (kulit K dan L) terletak pada periode ke-2 dst. d) Untuk mengetahui nomor periode suatu unsur berdasarkan nomor atomnya. yang berpendapat bahwa sifat-sifat unsur merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya. Sistem Periodik Modern (Sistem Periodik Panjang) • Dikemukakan oleh Henry G Moseley. Menurut Mendeleev : sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa atom relatifnya. 8 . SPU Modern terdiri atas 7 periode. • Artinya : sifat dasar suatu unsur ditentukan oleh nomor atomnya bukan oleh massa atom relatifnya (Ar). untuk unsur-unsur berdasarkan pada kenaikan massa atom relatifnya dan disebut Periode. Contoh : 9 F Ga :2. 2 : 2 . 3 periode ke-4 Catatan : a) Periode 1. 22 . 8 . 2 dan 3 disebut periode pendek karena berisi relatif sedikit unsur. Tiap-tiap periode menyatakan jumlah/banyaknya kulit atom unsur-unsur yang menempati periode-periode tersebut.   Unsur-unsur yang memiliki sifat-sifat serupa ditempatkan pada satu lajur tegak. Sedangkan lajur horizontal. b) Periode 4 dan seterusnya disebut periode panjang.

semakin banyak pula jumlah kulit elektronnya.  Semakin besar nomor atom unsur-unsur segolongan.  Untuk unsur-unsur golongan A sesuai dengan letaknya dalam sistem periodik : Nomor Golongan = Jumlah Elektron Valensi  Golongan IA Golongan IIA Golongan IIIA Golongan IVA Golongan VA Golongan VIA Golongan VIIA Golongan VIIIA Unsur-unsur golongan A mempunyai nama lain yaitu : = golongan Alkali = golongan Alkali Tanah = golongan Boron = golongan Karbon = golongan Nitrogen = golongan Oksigen = golongan Halida / Halogen = golongan Gas Mulia D. jari-jari atomnya semakin kecil. nomor atomnya bertambah yang berarti semakin bertambahnya muatan inti. Akibatnya tarikan inti terhadap elektron terluar makin besar pula. Jari-Jari Atom  Adalah jarak dari inti atom sampai ke elektron di kulit terluar. 2). 23 .  Besarnya jari-jari atom dipengaruhi oleh besarnya nomor atom unsur tersebut. Jadi : dalam satu periode (dari kiri ke kanan). jari-jari atomnya semakin besar.  Dalam satu periode (dari kiri ke kanan).  sama. sehingga menyebabkan semakin kecilnya jari-jari atom. sehingga semakin besar pula jari-jari atomnya. Energi Ionisasi  Adalah energi minimum yang diperlukan atom netral dalam bentuk gas untuk melepaskan satu elektron membentuk ion bermuatan +1.2). Golongan  Sistem periodik terdiri atas 18 kolom vertikal yang terbagi menjadi 8 golongan utama Unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi sama ditempatkan pada golongan yang (golongan A) dan 8 golongan transisi (golongan B). sedangkan jumlah kulit elektronnya tetap. SIFAT-SIFAT PERIODIK UNSUR Meliputi : 1). Jadi : dalam satu golongan (dari atas ke bawah).

semakin mudah atom tersebut Afinitas elektron bukanlah kebalikan dari energi ionisasi. Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan besar. Afinitas Elektron o Adalah energi yang dilepaskan atau diserap oleh atom netral dalam bentuk gas apabila Semakin negatif harga afinitas elektron. o o o kecil. EI semakin besar karena jari-jari atom semakin kecil sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin besar/kuat. cenderung melepaskan elektron dan akan membentuk ion positif. cenderung menerima elektron dan akan membentuk ion negatif. Akibatnya elektron terluar semakin mudah untuk dilepaskan. harga keelektronegatifan • besar. Dalam satu periode (dari kiri ke kanan). harga afinitas elektronnya semakin Dalam satu periode (dari kiri ke kanan). Akibatnya elektron terluar semakin sulit untuk dilepaskan. EI semakin kecil karena jari-jari atom bertambah sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin kecil. kecuali golongan IIA Afinitas elektron terbesar dimiliki golongan VIIA. Dalam satu golongan (dari atas ke bawah). Keelektronegatifan • Adalah kemampuan suatu unsur untuk menarik elektron dalam molekul suatu senyawa (dalam ikatannya).  Dalam satu periode (dari kiri ke kanan). Diukur dengan menggunakan skala Pauling yang besarnya antara 0. Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan kecil. harga keelektronegatifan semakin 24 . o 4). Jika atom tersebut melepaskan elektronnya yang ke-2 maka akan diperlukan energi yang lebih besar (disebut energi ionisasi kedua). o o dan VIIIA. harga afinitas elektronnya semakin besar. Dalam satu golongan (dari atas ke bawah).7 (keelektronegatifan Cs) sampai 4 (keelektronegatifan F). menerima/menarik elektron dan semakin reaktif pula unsurnya. EI 1< EI 2 < EI 3 dst  Dalam satu golongan (dari atas ke bawah). menerima sebuah elektron untuk membentuk ion negatif. • • • • semakin kecil. dst. Unsur golongan utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif. 3).

lunak. Unsur-unsur di golongan A pada tabel periodik akan mendapatkan. Beberapa saat kemudian. Saat atom-atom berinteraksi. yang disertai dengan hilangnya warna. sesuatu yang sangat menakjubkan akan terjadi. Unsur ini berkilau. hanya elektron valensi yang terlibat dalam proses pembentukan ikatan kimia. Sebagai contoh. atau berbagi elektron valensi untuk mengisi tingkat energi valensinya dan menjadi sempurna (meniru konfigurasi gas mulia).Ikatan Kimia. unsur Mg terletak pada golongan IIA. Kestabilan dicapai saat atom-atom memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia (semua kulit dan subkulit terisi penuh oleh elektron serta memiliki 8 elektron valensi). unsur S yang terletak pada golongan VIA. Sementara. Sebaliknya. Unsur yang terletak pada golongan yang sama akan memiliki struktur Lewis dot yang serupa. mengajukan teori bahwa atom akan bergabung dengan sesama atom lainnya membentuk molekul dengan tujuan untuk mencapai konfigurasi elektron yang lebih stabil. golongan IA pada tabel periodik. Untuk menunjukkan elektron valensi yang terlibat dalam pembentukan ikatan. akan memiliki 6 elektron valensi (6 dot). serta meramalkan bentuk suatu molekul berdasarkan jumlah pasangan elektron yang mengelilingi atom pusat molekul tersebut. Pada umumnya. klorin adalah unsur nonlogam. Umumnya. proses ini melibatkan 25 . para ahli kimia menggunakan simbol Lewis dot. interaksi yang terjadi sesama molekul. Penyusunan tabel periodik dan konsep konfigurasi elektron telah membantu para ahli kimia menjelaskan proses pembentukan molekul dan ikatan yang terdapat dalam suatu molekul. kehilangan. yaitu simbol suatu unsur dan satu dot untuk mewakili tiap elektron valensi unsur bersangkutan. Jumlah elektron valensi suatu unsur sama dengan golongan unsur bersangkutan. dan kita akan mendapatkan garam meja atau NaCl yang terendapkan di dasar beaker glass. unsur golongan halogen (VIIA) pada tabel periodik. sehingga memiliki 2 elektron valensi (2 dot). seorang kimiawan berkebangsaan Amerika. Gilbert Lewis. dan merupakan konduktor yang baik. Natrium termasuk unsur logam yang cukup umum. Interaksi Antarmolekul. selain itu juga sangat reaktif. proses pembentukan ikatan kimia melalui penggabungan orbital-orbitan atom pusat (hibridisasi). reaksi selesai. kita akan mempelajari dua jenis utama ikatan kimia. Natrium memiliki 1 elektron valensi. Natrium mulai memancarkan cahaya putih yang semakin terang dan gas klorin mulai bercampur. Unsur ini memiliki 7 elektron valensi. Bentuk Molekul. dan Hibridisasi Orbital Atom Oleh Andy Adom Dalam tulisan ini. Jika kita melelehkan sepotong logam natrium dan meletakannya ke dalam beaker glass yang terisi penuh oleh gas klorin yang berwarna kuning kehijauan. Natrium adalah logam alkali. natrium disimpan di dalam minyak untuk mencegahnya bereaksi dengan air yang berasal dari udara.

cair. Ikatan rangkap dua (ganda) terjadi saat dua atom menggunakan menggunakan dua pasangan elektron bersama. Natrium memiliki satu elektron valensi. dimana elektron yang digunakan bersama digambarkan sebagai garis atau sepasang dot antara dua atom. Sementara. atom hidrogen memiliki satu elektron valensi. senyawa kovelen. Di sisi lain. Ini merupakan contoh dari ikatan ionik. Senyawa ionik. untuk memenuhi aturan oktet. Ion Cl. Setelah menerima satu elektron tambahan. pada suhu kamar. Senyawa kovelen adalah senyawa yang hanya memiliki ikatan kovelen. kecuali hidrogen dengan dua elektron valensi (duplet). Yang akan terjadi adalah kedua atom akan menggunakan elektronnya secara bersama-sama. Dengan demikian. yaitu unsur akan berbagi elektron untuk mencapai keadaan penuh delapan elektron valensi (oktet). atom hidrogen membutuhkan satu elektron tambahan. Peristiwa serah-terima elektron terjadi dalam proses pembentukan senyawa NaCl. atom natrium akan berubah menjadi ion natrium dengan muatan positif satu (Na+). unsur klorin membutuhkan satu elektron untuk melengkapi pengisian elektron pada 3p.isoelektronik dengan argon (gas mulia) sehingga bersifat stabil. Atom-atom dapat membentuk berbagai jenis ikatan kovelen. molekul H2 terbentuk melalui pembentukan ikatan kovelen. Pada umumnya. yaitu unsur akan mendapatkan atau kehilangan elektron untuk mencapai keadaan penuh delapan elektron valensi (oktet). Kedua elektron (satu dari masing-masing hidrogen) menjadi milik kedua atom tersebut. yaitu representasi ikatan kovelen. Selain itu. pada suhu kamar. umumnya berbentuk padat. tidak terjadi peristiwa serah-terima elektron. dengan titik didih dan titik leleh tinggi. proses ini melibatkan pengisian orbital s dan p (bahkan orbital d) terluar yang disebut sebagai aturan oktet. Sebagai contoh. Ikatan ini terjadi di antara dua unsur nonlogam. sementara pasangan elektron yang tidak digunakan bersama (lone pair) digambarkan sebagai pasangan dot pada atom bersangkutan.pengisian orbital s dan p terluar yang disebut sebagai aturan oktet. Ikatan ionik terbentuk saat unsur logam bereaksi dengan unsur nonlogam. unsur ini akan bersifat stabil ketika memiliki 8 elektron valensi. Dengan demikian. yaitu ikatan kimia yang berasal dari penggunaan bersama satu atau lebih pasangan elektron antara dua atom. Saat dua atom hidrogen membentuk ikatan kimia. serta bersifat elektrolit. Ikatan tunggal terjadi saat dua atom menggunakan sepasang elektron bersama. Ikatan kovalen dapat dinyatakan dalam bentuk Struktur Lewis. Sebaliknya. Sementara. maupun gas. Untuk mencapai kestabilan (isoelektronik dengan helium). Atomatom juga dapat mencapai kestabilan melalui mekanisme pemakaian bersama pasangan elektron. yaitu ikatan kimia (gaya tarik-menarik yang kuat yang tetap menyatukan dua unsur kimia) yang berasal dari gaya tarik elektrostatik (gaya tarik-menarik dari muatan-muatan yang berlawanan) antara ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Satu elektron 3s pada natrium akan dipindahkan ke orbital 3p pada klorin. Menurut hukum oktet. senyawa kovalen memiliki titik didih dan titik leleh yang relatif rendah bila dibandingkan dengan senyawa ionik serta cenderung bersifat nonelektrolit. dapat berbentuk padat. Dengan demikian. ikatan rangkap tiga terjadi saat dua atom menggunakan tiga pasangan elektron bersama. Jika natrium dicampurkan dengan klorin. Ikatan yang terbentuk dikenal dengan istilah ikatan kovelen. natrium akan kehilangan elektron 3s-nya. Senyawa ionik memiliki sifat yang berbeda dari senyawa kovalen. tidak semua ikatan kimia terbentuk melalui mekanisme serah-terima elektron. 26 . unsur ini berubah menjadi ion dengan muatan negatif satu (Cl-). jumlah elektron natrium yang hilang akan sama dengan jumlah elektron yang diperoleh klorin. Ion tersebut isoelektronik dengan neon (gas mulia) sehingga ion Na+ bersifat stabil.

atom yang menarik pasangan elektron pengikat dengan lebih kuat akan sedikit lebih bermuatan negatif. semakin polar pula ikatan yang bersangkutan.3 sampai 1.0 sampai 0. Kerapatan elektron yang mengandung ikatan kovalen terletak di tengah-tengah di antara kedua atom.4 > 1. Ikatan ini terbentuk bila atom-atom yang terlibat dalam ikatan adalah berbeda.2 0. pasangan elektron akan digunakan bersama secara seimbang. Sebaliknya. Ada tiga tipe penyimpangan aturan oktet. Perbedaan Elektronegativitas 0. aturan oktet berlaku pada unsur-unsur periode 2 dalam tabel periodik. terdapat pula sejumlah penyimpangan aturan oktet yang terjadi dalam proses pembentukan ikatan. pada satu periode. Dalam tabel periodik. Setiap atom menarik kedua elektron yang berikatan secara sama. BF3.Ketika atom klorin berikatan secara kovalen dengan atom klorin lainnya. Dengan demikian. akan turun dari atas ke bawah.5 Jenis Ikatan yang Terbentuk Kovalen nonpolar Kovalen polar Ionik Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya. Sementara. BeCl2. Sebagai tambahan. Semakin besar nilai elektronegativitas. The expanded octet Contoh : PCl5 dan SF6 (atom pusat dikelilingi oleh lebih dari 8 elektron valensi dengan memanfaatkan orbital d yang kosong) 27 . Ikatan kovelen nonpolar terbentuk bila dua atom yang terlibat dalam ikatan adalah sama atau bila beda elektronegativitas dari atom-atom yang terlibat pada ikatan sangat kecil. The incomplete octet Contoh : BeH2. elektronegativitas akan naik dari kiri ke kanan. Sementara. Sifat yang digunakan untuk membedakan ikatan kovalen polar dengan ikatan kovalen nonpolar adalah elektronegativitas (keelektronegatifan). Hasilnya adalah pasangan elektron cenderung ditarik dan bergeser ke salah satu atom yang lebih elektronegatif. Akan tetapi. Ikatan seperti ini dikenal dengan istilah ikatan kovalen nonpolar. yaitu kekuatan (kemampuan) suatu atom untuk menarik pasangan elektron yang berikatan. sedangkan atom lainnya akan menjadi sedikit lebih bermuatan positif. dan BCl3 (catatan: BF3maupun BCl3 dapat berikatan dengan molekul lain yang memiliki lone pair (seperti NH3) membentuk ikatan kovalen koordinasi (datif) untuk mencapai konfigurasi oktet) 2. beda elektronegativitas merupakan salah satu cara untuk meramalkan jenis ikatan yang akan terbentuk di antara dua unsur yang berikatan. maka yang akan terbentuk justru adalah ikatan ionik. dalam satu golongan. Odd electron molecules Contoh : NO dan NO2 (disebut sebagai radikal karena memiliki sebuah elektron yang tidak berpasangan) 3. apa yang akan terjadi bila kedua atom yang terlibat dalam ikatan kimia tidak sama? Kedua inti yang bermuatan positif yang mempunyai gaya tarik berbeda akan menarik pasangan elektron dengan derajat (kekuatan) yang berbeda. semakin besar pula kekuatan atom untuk menarik pasangan elektron pada ikatan. pada ikatan kovelen polar. apabila beda elektronegativitas atom-atom sangat besar. Ikatan semacam ini dikenal dengan istilah ikatan kovalen polar. Semakin besar beda elektronegativitas. antara lain: 1.

sebab molekul yang memiliki massa molar besar cenderung memiliki lebih banyak elektron. seperti N2. Kation memiliki interaksi yang lebih kuat dengan molekul polar dibandingkan anion. Ikatan kimia berperan dalam menjaga kestabilan molekul sekaligus dapat digunakan dalam meramalkan bentuk suatu molekul. Gaya London atau Gaya Dispersi Jenis gaya tarik yang sangat lemah ini umumnya terjadi di antara molekul-molekul kovalen nonpolar. Salah satu contoh interaksi ini adalah hidrasi senyawa NaCl dalam air (proses ion-ion dikelilingi oleh molekul air). seperti titik didih. namun tetap saja sangat lemah. Akibatnya. dari yang terlemah hingga yang terkuat. Gaya tarik-menarik antarmolekul ini terjadi dan merupakan jenis interaksi antarmolekul (gaya antar molekul-molekul yang berbeda). Ketiga unsur ini memiliki tarikan yang sangat kuat pada pasangan elektron yang berikatan sehingga atom yang terlibat pada ikatan mendapatkan muatan parsial yang sangat besar. Kekuatan interaksi ini bergantung pada muatan dan ukuran ion serta kepolaran dan ukuran molekul polar. Interaksi antarmolekul lebih lemah dibandingkan ikatan kimia. yaitu F. yang terjadi bila atom hidrogen terikat pada salah satu dari ketiga unsur yang sangat elektronegatif. H2. 2. seperti HCl dan HBr. sehingga interaksi antarmolekul menjadi sangat kuat. Berbeda dengan interaksi antarmolekul. yaitu: 1.Molekul-molekul umumnya berinteraksi satu sama lainnya. Ini dihasilkan oleh menyurut dan mengalirnya orbital-orbital elektron. yang disusun berdasarkan kekuatan. Interaksi ini terjadi pada senyawa kovelen polar. Terdapat lima jenis interaksi antarmolekul. Titik didih senyawa sebanding sekaligus mencerminkan kekuatan Gaya London. 5. Interaksi Dipol Terimbas (Dipol Terinduksi) Gaya antarmolekul ini terjadi saat molekul polar mengimbas (menginduksi) molekul nonpolar. 28 . sebab adanya percabangan akan memperkecil area kontak antarmolekul. Sebagai contoh. 3. Gaya ini lebih kuat dari Gaya London. titik leleh. Gaya London juga meningkat seiiring bertambahnya massa molar zat. interaksi intramolekul (ikatan kimia) merupakan ikatan yang terbentuk saat atom-atom bergabung membentuk molekul. Interaksi ini bertanggung jawab terhadap sifat fisik suatu zat. Interaksi Ion-Dipol Gaya antarmolekul ini terjadi saat ion (kation maupun anion) berinteraksi dengan molekul polar. Dipol terimbas inilah yang menyebabkan gas oksigen larut dalam air. Adanya percabangan pada molekul akan menurunkan kekuatan Gaya London. serta fasa (wujud) zat. O. atau CH4. Interaksi Dipol-Dipol Gaya antarmolekul ini terjadi bila ujung positif dari salah satu molekul dipol ditarik ke ujung negatif dari dipol molekul lainnya. Ikatan ini sangat polar. titik didih senyawa yang memiliki ikatan hidrogen relatif tinggi (walapun massa molarnya paling rendah) bila dibandingkan senyawa lain pada golongan yang sama. sehingga memberikan pemisahan muatan yang sangat lemah dan sangat singkat di sekitar ikatan. molekul air (H2O) yang bersifat polar dapat menginduksi molekul oksigen (O2) yang bersifat nonpolar. Gaya London meningkat seiiring bertambahnya jumlah elektron. dan N. 4. Ikatan Hidrogen Interaksi dipol-dipol yang sangat kuat.

Teori ini mengasumsikan bahwa pasangan elektron di sekitar atom. tentukan pula bentuk molekulnya. Dengan menggunakan tabel di bawah ini.Bentuk molekul (geometri molekul) dari suatu molekul adalah cara atom-atom tersusun dalam ruang tiga dimensi. Tentukan jumlah keseluruhan pasangan elektron total (domain elektron) yang berada di sekitar atom pusat (ikatan rangkap dua dan rangkap tiga masing-masing dianggap satu domain) 3. Tentukan struktur Lewis molekul tersebut 2. tentukanlah geometri pasangan elektron (domain elektron) Dengan menggunakan tabel di bawah ini. Untuk menentukan geometri molekul atau bentuk molekul dengan menggunakan teori VSEPR. baik bonding pair maupun lone pair di sekitar atom pusat. Selain itu. kita dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: 1. kita dapat meramalkan bentuk molekul. geometri molekul juga menjelaskan mengapa air mempunyai dwikutub (ujung positif pada atom H dan ujung negatif pada atom O). Berdasarkan jumlah domain elektron. Sebagai contoh. Hal ini penting untuk diketahui oleh para ahli kimia. akan berada dalam jarak sejauh mungkin untuk meminimalkan gaya tolakan di antara elektron tersebut. sebab hal ini sering menjelaskan mengapa reaksi-reaksi tertentu dapat terjadi. dalam ilmu farmasi. baik itu bonding pair maupun lone pair (nonbonding pair). Teori VSEPR (Valence Shell Electron-Pair Repulsion) atau Tolakan Pasangan Elektron Kulit Valensi memungkinkan para ahli kimia untuk meramalkan geometri molekul dari molekulmolekul. Class of Number of Molecule Electron Pairs AB2 AB3 AB4 AB5 2 3 4 5 Arrangement Molecular Examples (Geometry) of Shape Electron Pairs Linear Linear BeCl2 Trigonal Planar Trigonal Planar BF3 Tetrahedral Tetrahedral CH4 Trigonal Trigonal PCl5 Bipyramidal Bipyramidal Octahedral Octahedral SF6 Number Number of Arrangement Molecular Examples of Lone Electron (Geometry) of Shape Pairs Pairs Electron Pairs 1 1 2 1 2 3 1 2 3 4 4 5 5 5 6 6 Trigonal Planar Tetrahedral Tetrahedral Trigonal Bipyramidal Trigonal Bipyramidal Trigonal Bipyramidal Octahedral Octahedral 29 AB6 6 Class of Number Molecule of Bonding Pairs AB2E 2 AB3E AB2E2 AB4E AB3E2 AB2E3 AB5E AB4E2 3 2 4 3 2 5 4 Bent Trigonal Pyramidal Bent Seesaw T-shaped Linear Square Pyramidal Square SO2 NH3 H2O SF4 ClF3 I3BrF5 XeF4 . Geometri pasangan elektron (domain elektron) adalah susunan pasangan elektron. sedangkan yang lain tidak. geometri molekul dari suatu obat dapat mengakibatkan reaksi-reaksi samping. sementara karbondioksida tidak.

Hibridisasi adalah proses penggabungan orbital-orbital atom (biasanya pada atom pusat) untuk mendapatkan orbital hibrida. Tag: Chemistry for Grade XI Students. Melalui kombinasi kedua teori tersebut. p. Moore. d sp d 5 Trigonal PCl5 Bipyramidal 3 2 s. John T. d. Aturan Oktet. p. kita dapat mempelajari jenis dan jumlah orbital yang terlibat dalam pembentukan ikatan sekaligus meramalkan bentuk molekulnya. p. Ikatan Ionik. Raymond. Chang. Van Der Waals. bergabung membentuk orbital-orbital baru dengan tingkat energi sama (terjadi pada proses pembentukan ikatan kovalen). Kimia For Dummies. New York: Mc Graw Hill. Ikatan Kovalen. Ikatan Hidrogen. 2007. Bentuk Molekul. p. p. p. p. Chemistry Ninth Edition. bentuk molekul juga dapat diramalkan melalui pembentukan orbital hibrida. Pre-College Chemistry. VSEPR 30 . kita dapat menggunakan teori VSEPR. Sementara untuk menentukan bentuk molekul. Indonesia:Pakar Raya. sp d 6 Octahedral SF6 d Dengan mengetahui jenis dan jumlah orbital atom pusat yang terlibat dalam proses pembentukan ikatan. 2009. p. 2003. p sp 4 Tetrahedral CH4 3 s. p.Planar Selain menggunakan teori VSEPR.p sp 2 Linear BeCl2 2 s. Keelektronegatifan. Hubungan antara jumlah dan jenis orbital atom pusat yang digunakan pada proses hibridisasi terhadap geometri molekul senyawa bersangkutan dapat dilihat pada tabel berikut ini: Pure Hybridization Number Shape of Hybrid Examples Atomic of the Central of Hybrid Orbitals Orbitals of Atom Orbitals (Geometry the Arrangement) Central Atom s. Dengan demikian. Simbol Lewis Dot. p sp 3 Trigonal Planar BF3 3 s. yaitu orbital-orbital suatu atom yang diperoleh saat dua atau lebih orbital atom bersangkutan yang memiliki tingkat energi yang berbeda. teori hibridisasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari teori VSEPR. Hibridisasi. kita hanya dapat menentukan bentuk geometri (domain elektron) molekul bersangkutan. Referensi: Andy. Gaya London.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.