P. 1
Struktur+Atom+Dan+Sistem+Periodik+Unsur

Struktur+Atom+Dan+Sistem+Periodik+Unsur

|Views: 1,364|Likes:
Published by Rina Agustini

More info:

Published by: Rina Agustini on Sep 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/04/2013

pdf

text

original

BAB 3 STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR

A.

STRUKTUR ATOM Perkembangan Model Atom : (Pelajari Buku Paket Kimia 1A halaman 121 sampai 126!) 1). Model Atom Dalton a) Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil. b) Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dipecah lagi. c) Atom suatu unsur sama memiliki sifat yang sama, sedangkan atom unsur berbeda, berlainan dalam massa dan sifatnya. d) Senyawa terbentuk jika atom bergabung satu sama lain. e) Reaksi kimia hanyalah reorganisasi dari atom-atom, sehingga tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia.

Gambar Model Atom Dalton

Teori atom Dalton ditunjang oleh 2 hukum alam yaitu :

1. Hukum Kekekalan Massa (hukum Lavoisier) 2. Hukum Perbandingan Tetap (hukum Proust)

: massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. : perbandingan massa unsur-unsur yang menyusun suatu zat adalah tetap.

Kelemahan Model Atom Dalton : Menurut teori atom Dalton nomor 5, tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia. Kini ternyata dengan reaksi kimia nuklir, suatu atom dapat berubah menjadi atom lain. Contoh :
238 14 7 92 234 4 2 4 2

U He

90

Th +

He

N +

1 17 O + H 8 1

2). Model Atom Thomson a) Setelah ditemukannya elektron oleh J.J Thomson, disusunlah model atom Thomson yang merupakan penyempurnaan dari model atom Dalton. b) Atom terdiri dari materi bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron bagaikan kismis dalam roti kismis. Perhatikan Gambar Model Atom Thomson dari Buku Paket Kimia 1A halaman 121!
13

14 . Perhatikan Gambar Model Atom Rutherford dari Buku Paket Kimia 1A halaman 123! 4).  Menurut teori Maxwell.3). elektron menempati tingkat energi terendah (disebut tingkat dasar = ground state). Perhatikan Gambar Model Atom Niels Bohr dari Buku Paket Kimia 1A halaman 125! Kelemahan Model Atom Niels Bohr : 1. Model Atom Niels Bohr • • Model atomnya didasarkan pada teori kuantum untuk menjelaskan spektrum gas hidrogen. energi akan tetap sehingga tidak ada cahaya yang dipancarkan. Model Atom Rutherford a) Rutherford menemukan bukti bahwa dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan positif. Sebaliknya. Menurutnya : a) Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan di sekitarnya beredar elektron-elektron yang bermuatan negatif. Menurut Bohr. jika elektron berpindah dari lintasan stasioner yang lebih tinggi ke rendah terjadi pelepasan energi. berukuran lebih kecil daripada ukuran atom tetapi massa atom hampir seluruhnya berasal dari massa intinya. 2. b) Elektron beredar mengelilingi inti atom pada orbit tertentu yang dikenal sebagai keadaan gerakan yang stasioner (tetap) yang selanjutnya disebut dengan tingkat energi utama (kulit elektron) yang dinyatakan dengan bilangan kuantum utama (n). spektrum garis menunjukkan bahwa elektron hanya menempati tingkat-tingkat energi tertentu dalam atom. Hanya dapat menerangkan spektrum dari atom atau ion yang mengandung satu elektron dan tidak sesuai dengan spektrum atom atau ion yang berelektron banyak. Kelemahan Model Atom Rutherford :  Ketidakmampuan untuk menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke inti atom akibat gaya tarik elektrostatis inti terhadap elektron. b) Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan berada pada pusat atom serta elektron bergerak melintasi inti (seperti planet dalam tata surya). c) Selama elektron berada dalam lintasan stasioner. e) Pada keadaan normal (tanpa pengaruh luar). jika elektron sebagai partikel bermuatan mengitari inti yang memiliki muatan yang berlawanan maka lintasannya akan berbentuk spiral dan akan kehilangan tenaga/energi dalam bentuk radiasi sehingga akhirnya jatuh ke inti. Tidak mampu menerangkan bahwa atom dapat membentuk molekul melalui ikatan kimia. d) Elektron hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner yang lebih rendah ke lintasan stasioner yang lebih tinggi jika menyerap energi.

Jarak atau letak elektron-elektron yang mengelilingi inti hanya dapat ditentukan dengan kemungkinan – kemungkinan saja.5). c) Erwin Schrodinger (menyempurnakan model Atom Bohr) Berhasil menyusun persamaan gelombang untuk elektron dengan menggunakan prinsip mekanika gelombang. Orbit Orbital Gambar Perbedaan antara orbit dan orbital untuk elektron   Orbital digambarkan sebagai awan elektron yaitu : bentuk-bentuk ruang dimana Semakin rapat awan elektron maka semakin besar kemungkinan elektron ditemukan suatu elektron kemungkinan ditemukan. Elektron-elektron yang mengelilingi inti terdapat di dalam suatu orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan energi tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar. 15 . diprakarsai oleh 3 ahli : a) Louis Victor de Broglie Menyatakan bahwa materi mempunyai dualisme sifat yaitu sebagai materi dan sebagai gelombang. dan sebaliknya. Model Atom Modern Dikembangkan berdasarkan teori mekanika kuantum yang disebut mekanika gelombang. b) Werner Heisenberg Mengemukakan prinsip ketidakpastian untuk materi yang bersifat sebagai partikel dan gelombang.

6 x 10-19 C +1 0 -1 0 e -1 1 1836 sma Catatan : massa partikel dasar dinyatakan dalam satuan massa atom ( sma ). sehingga : A = nomor massa = jumlah proton ( p ) + jumlah neutron ( n ) A = p+n=Z+n  A Z Penulisan atom tunggal dilengkapi dengan nomor atom di sebelah kiri bawah dan nomor massa di sebelah kiri atas dari lambang atom tersebut..  Untuk atom netral.11 x 10-28 g 1 sma 1 sma 1.PARTIKEL DASAR PENYUSUN ATOM (Pelajari Buku Paket Kimia 1A halaman 88 sampai 96!) Partikel Notasi Massa Sesungguhnya Relatif thd proton Muatan Sesungguhnya Relatif thd proton Proton Neutron Elektron +1 p 1 1 n 0 1.66 x 10-24 gram NOMOR ATOM  Menyatakan jumlah proton dalam atom.67 x 10-24 g 9. X Keterangan : X = lambang atom Z = nomor atom A = nomor massa Contoh : 16 . sebaliknya yang menerima elektron berubah menjadi ion negatif. Proton dan neutron sebagai partikel penyusun inti atom disebut Nukleon. 1 sma = 1. jumlah proton = jumlah elektron (nomor atom juga menyatakan jumlah elektron).67 x 10-24 g 1.  Diberi simbol huruf Z  Contoh : 19K Artinya …………. NOMOR MASSA  Menunjukkan jumlah proton dan neutron dalam inti atom. Jumlah nukleon dalam atom suatu unsur dinyatakan sebagai Nomor Massa (diberi lambang Atom yang melepaskan elektron berubah menjadi ion positif. Notasi semacam ini disebut dengan Nuklida.   huruf A).6 x 10-19 C 0 -1.

yang berubah hanyalah jumlah elektron saja. Atom yang mendapat/menerima elektron. Untuk nuklida anion : A X y− : Z p=Z e = Z – (-y) n = (A-Z) 17 . Proton 11 11 11 Elektron 11 10 12 Neutron 12 12 12 Na − Rumus umum untuk menghitung jumlah proton. Untuk nuklida atom netral : AX : Z p=Z e=Z n = (A-Z) 2). Dalam suatu Ion. Untuk nuklida kation : A X y+ : Z p=Z e = Z – (+y) n = (A-Z) 3).238 92 U SUSUNAN ION  tambahan. akan menjadi ion positif (kation). neutron dan elektron : 1). sedangkan jumlah proton dan neutronnya tetap. akan menjadi ion negatif (anion). Suatu atom dapat kehilangan/melepaskan elektron atau mendapat/menerima elektron    Contoh : Spesi Atom Na Ion Na + Ion Atom yang kehilangan/melepaskan elektron.

ISOBAR Adalah atom-atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda) tetapi mempunyai nomor massa yang sama. 2 lambang L dst. 14 C 6 6 6 2). Contoh : 12 C . namun kenyataannya kulit-kulit tersebut belum pernah terisi penuh.  Contoh : Kulit K (n = 1) maksimum 2 x 12 = 2 elektron Kulit L (n = 2) maksimum 2 x 22 = 8 elektron Kulit M (n = 3) maksimum 2 x 32 = 18 elektron Kulit N (n = 4) maksimum 2 x 42 = 32 elektron Kulit O (n = 5) maksimum 2 x 52 = 50 elektron Catatan : Meskipun kulit O.ISOTOP. Contoh : 14 C dengan 14 N 7 6 3). ISOBAR DAN ISOTON 1). kulit ke-2 diberi Jumlah maksimum elektron pada setiap kulit memenuhi rumus 2n (n = nomor kulit). ISOTON Adalah atom-atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda) tetapi mempunyai jumlah neutron yang sama. Contoh : 31 P 15 dengan 32 S 16 KONFIGURASI ELEKTRON (Pelajari Buku Paket Kimia 1A halaman 83 sampai 88!)   Persebaran elektron dalam kulit-kulit atomnya disebut konfigurasi. P dan Q dapat menampung lebih dari 32 elektron. 13 C . 18 . Kulit atom yang pertama (yang paling dekat dengan inti) diberi lambang K. ISOTOP Adalah atom-atom dari unsur yang sama (mempunyai nomor atom yang sama) tetapi berbeda nomor massanya.

Elektron valensi berperan pada pembentukan ikatan antar atom dalam membentuk Sifat kimia suatu unsur ditentukan juga oleh elektron valensinya. o Contoh : Unsur He Li Ar Ca Sr unsur-unsur yang memiliki elektron valensi sama.3 dari Buku Paket halaman 88 nomor 1 – nomor 5! 19 . sedemikian sehingga kulit ke-2 terluar itu berisi 18 elektron. Khusus untuk golongan utama (golongan A) : Jumlah kulit = nomor periode Jumlah elektron valensi = nomor golongan Jumlah maksimum elektron pada kulit terluar (elektron valensi) adalah 8. Nomor Atom 2 3 18 20 38 K 2 2 2 2 2 L 1 8 8 8 M N O 8 8 18 2 8 2 Perhatikan Tabel 3. kemudian L dst.Langkah-Langkah Penulisan Konfigurasi Elektron : Kulit-kulit diisi mulai dari kulit K. o suatu senyawa. tetapi mengisi kulit ke-2 terluar.3 Buku Paket Kimia 1A halaman 85! Catatan : • • Contoh : Unsur Sc Ti Mn Zn Konfigurasi elektron untuk unsur-unsur golongan B (golongan transisi) sedikit berbeda dari golongan A (golongan utama). akan memiliki sifat kimia yang mirip. Elektron tambahan tidak mengisi kulit terluar. Oleh karena itu. Nomor Atom 21 22 25 30 K 2 2 2 2 L 8 8 8 8 M 9 10 13 18 N 2 2 2 2 Soal-Soal Latihan : Kerjakan Latihan 3.

• • Contoh : Khusus untuk senyawa ion digunakan istilah Massa Rumus Relatif (Mr) karena senyawa ion tidak terdiri atas molekul. sehingga dirumuskan : massa rata − rata 1 atom unsur X Ar unsur X = 1 12 massa 1 atom C −12 ……………………(1)  Karena : m assa 1 1 2 massa 1 atom C-12 = 1 sma . Pada umumnya.MASSA ATOM RELATIF (Ar) (Pelajari Buku Paket Kimia 1A halaman 38 sampai 39 dan halaman 100 sampai 103!)   Adalah perbandingan massa antar atom yang 1 terhadap atom yang lainnya. C = 12. maka : ……………………(2) Ar unsur X = rata −rata 1 atom unsur X 1 sm a MASSA MOLEKUL RELATIF (Mr) • • Adalah perbandingan massa antara suatu molekul dengan suatu standar. sebagai pembanding digunakan atom C-12 yaitu dari massa 1 atom C-12. unsur terdiri dari beberapa isotop maka pada penetapan massa atom relatif 1 1 2 (Ar) digunakan massa rata-rata dari isotop-isotopnya. Mr = Σ Ar Diketahui : massa atom relatif (Ar) H = 1. Berapa massa molekul relatif (Mr) dari CO(NH2)2 Jawab : Mr CO(NH2)2 = (1 x Ar C) + (1 x Ar O) + (2 x Ar N) + (4 x Ar H) = (1 x 12) + (1 x 16) + (2 x 14) + (4 x 1) = 60 20 . Besarnya massa molekul relatif (Mr) suatu zat = jumlah massa atom relatif (Ar) dari atom- atom penyusun molekul zat tersebut.  Menurut IUPAC. N = 14 dan O = 16.

Triade Litium (Li).B.  Lothar Meyer lebih mengutamakan sifat-sifat kimia unsur sedangkan Mendeleev lebih mengutamakan kenaikan massa atom. Unsur-unsur dikelompokkan ke dalam kelompok tiga unsur yang disebut Triade.02 b. 21 . Unsur-unsur dikelompokkan berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya (Ar). Triade Klor (Cl). Natrium (Na) dan Kalium (K) Unsur Li Na K Massa Atom 6.  Oktaf. Triade Kalsium (Ca). Lothar Meyer (Jerman) dan Dmitri Ivanovich Mendeleev (Rusia) berdasarkan pada prinsip dari Newlands. 3). unsur H. unsur ke-9 memiliki sifat yang   mirip dengan unsur ke-2 dst. Hukum Triade Dobereiner  Dikemukakan oleh Johan Wolfgang Dobereiner (Jerman). PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK UNSUR (Pelajari Buku Paket Kimia 1A halaman 72 sampai 82!) 1).94 + 39 . Hukum Oktaf Newlands  Dikemukakan oleh John Newlands (Inggris). H F Cl Sifat-sifat unsur yang ditemukan berkala atau periodik setelah 8 unsur disebut Hukum Li Na K Be Mg Ca B Al Cr C Si Ti N P Mn O S Fe Berdasarkan Daftar Oktaf Newlands di atas.94 22. melakukan penggolongan unsur. F dan Cl mempunyai kemiripan sifat. Jenis Triade : a. Dasarnya : kemiripan sifat fisika dan kimia dari unsur-unsur tersebut. Stronsium (Sr) dan Barium (Ba) c. Sistem Periodik Mendeleev (Sistem Periodik Pendek)  Dua ahli kimia.10 Wujud Padat Padat Padat   Massa Atom Na (Ar Na) = 6. Unsur ke-8 memiliki sifat kimia mirip dengan unsur pertama.10 2 = 23. Brom (Br) dan Iod (I) 2).99 39.

disebut Golongan. Sedangkan lajur horizontal.   Unsur-unsur yang memiliki sifat-sifat serupa ditempatkan pada satu lajur tegak. C. 2 dan 3 disebut periode pendek karena berisi relatif sedikit unsur. 3 periode ke-4 Catatan : a) Periode 1. untuk unsur-unsur berdasarkan pada kenaikan massa atom relatifnya dan disebut Periode. b) Periode 4 dan seterusnya disebut periode panjang. Menurut Mendeleev : sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Tiap-tiap periode menyatakan jumlah/banyaknya kulit atom unsur-unsur yang menempati periode-periode tersebut. SPU Modern terdiri atas 7 periode. PERIODE DAN GOLONGAN DALAM SPU MODERN 1). 2 : 2 . yang berpendapat bahwa sifat-sifat unsur merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya. Contoh : 9 F Ga :2. 18 . Sistem Periodik Modern (Sistem Periodik Panjang) • Dikemukakan oleh Henry G Moseley. 4). Periode o o Adalah lajur-lajur horizontal pada tabel periodik. 8 . unsur-unsur yang memiliki 2 kulit (kulit K dan L) terletak pada periode ke-2 dst.7 periode ke-2 periode ke-3 12 31 Mg : 2 . Jadi : Nomor Periode = Jumlah Kulit Atom o Unsur-unsur yang memiliki 1 kulit (kulit K saja) terletak pada periode 1 (baris 1). c) Periode 7 disebut periode belum lengkap karena belum sampai ke golongan VIII A. • Artinya : sifat dasar suatu unsur ditentukan oleh nomor atomnya bukan oleh massa atom relatifnya (Ar). 8 . Artinya : jika unsur-unsur disusun menurut kenaikan massa atom relatifnya. 22 . d) Untuk mengetahui nomor periode suatu unsur berdasarkan nomor atomnya. maka sifat tertentu akan berulang secara periodik. Anda hanya perlu mengetahui nomor atom unsur yang memulai setiap periode.

Golongan  Sistem periodik terdiri atas 18 kolom vertikal yang terbagi menjadi 8 golongan utama Unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi sama ditempatkan pada golongan yang (golongan A) dan 8 golongan transisi (golongan B). 23 .  Dalam satu periode (dari kiri ke kanan).  Untuk unsur-unsur golongan A sesuai dengan letaknya dalam sistem periodik : Nomor Golongan = Jumlah Elektron Valensi  Golongan IA Golongan IIA Golongan IIIA Golongan IVA Golongan VA Golongan VIA Golongan VIIA Golongan VIIIA Unsur-unsur golongan A mempunyai nama lain yaitu : = golongan Alkali = golongan Alkali Tanah = golongan Boron = golongan Karbon = golongan Nitrogen = golongan Oksigen = golongan Halida / Halogen = golongan Gas Mulia D.  Semakin besar nomor atom unsur-unsur segolongan. sehingga semakin besar pula jari-jari atomnya.  Besarnya jari-jari atom dipengaruhi oleh besarnya nomor atom unsur tersebut. sehingga menyebabkan semakin kecilnya jari-jari atom. Akibatnya tarikan inti terhadap elektron terluar makin besar pula. sedangkan jumlah kulit elektronnya tetap. jari-jari atomnya semakin besar. nomor atomnya bertambah yang berarti semakin bertambahnya muatan inti.2). semakin banyak pula jumlah kulit elektronnya. 2). Energi Ionisasi  Adalah energi minimum yang diperlukan atom netral dalam bentuk gas untuk melepaskan satu elektron membentuk ion bermuatan +1. Jadi : dalam satu golongan (dari atas ke bawah). SIFAT-SIFAT PERIODIK UNSUR Meliputi : 1). Jari-Jari Atom  Adalah jarak dari inti atom sampai ke elektron di kulit terluar.  sama. Jadi : dalam satu periode (dari kiri ke kanan). jari-jari atomnya semakin kecil.

Akibatnya elektron terluar semakin mudah untuk dilepaskan. Dalam satu golongan (dari atas ke bawah). 3). • • • • semakin kecil. kecuali golongan IIA Afinitas elektron terbesar dimiliki golongan VIIA. EI semakin kecil karena jari-jari atom bertambah sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin kecil.7 (keelektronegatifan Cs) sampai 4 (keelektronegatifan F). cenderung menerima elektron dan akan membentuk ion negatif.  Dalam satu periode (dari kiri ke kanan). Diukur dengan menggunakan skala Pauling yang besarnya antara 0. menerima/menarik elektron dan semakin reaktif pula unsurnya. Dalam satu periode (dari kiri ke kanan). semakin mudah atom tersebut Afinitas elektron bukanlah kebalikan dari energi ionisasi. Unsur golongan utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif. o 4). menerima sebuah elektron untuk membentuk ion negatif. EI 1< EI 2 < EI 3 dst  Dalam satu golongan (dari atas ke bawah). harga keelektronegatifan semakin 24 . dst. o o dan VIIIA. cenderung melepaskan elektron dan akan membentuk ion positif. Afinitas Elektron o Adalah energi yang dilepaskan atau diserap oleh atom netral dalam bentuk gas apabila Semakin negatif harga afinitas elektron. o o o kecil. Keelektronegatifan • Adalah kemampuan suatu unsur untuk menarik elektron dalam molekul suatu senyawa (dalam ikatannya). Jika atom tersebut melepaskan elektronnya yang ke-2 maka akan diperlukan energi yang lebih besar (disebut energi ionisasi kedua). harga afinitas elektronnya semakin Dalam satu periode (dari kiri ke kanan). harga afinitas elektronnya semakin besar. Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan kecil. Dalam satu golongan (dari atas ke bawah). harga keelektronegatifan • besar. Akibatnya elektron terluar semakin sulit untuk dilepaskan. Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan besar. EI semakin besar karena jari-jari atom semakin kecil sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin besar/kuat.

Beberapa saat kemudian. Unsur ini memiliki 7 elektron valensi. lunak. Pada umumnya. Sebagai contoh. Saat atom-atom berinteraksi. Unsur yang terletak pada golongan yang sama akan memiliki struktur Lewis dot yang serupa.Ikatan Kimia. Sebaliknya. sesuatu yang sangat menakjubkan akan terjadi. Gilbert Lewis. Sementara. dan kita akan mendapatkan garam meja atau NaCl yang terendapkan di dasar beaker glass. seorang kimiawan berkebangsaan Amerika. Natrium termasuk unsur logam yang cukup umum. Untuk menunjukkan elektron valensi yang terlibat dalam pembentukan ikatan. reaksi selesai. Natrium memiliki 1 elektron valensi. akan memiliki 6 elektron valensi (6 dot). kita akan mempelajari dua jenis utama ikatan kimia. Natrium adalah logam alkali. proses pembentukan ikatan kimia melalui penggabungan orbital-orbitan atom pusat (hibridisasi). unsur Mg terletak pada golongan IIA. Bentuk Molekul. proses ini melibatkan 25 . Penyusunan tabel periodik dan konsep konfigurasi elektron telah membantu para ahli kimia menjelaskan proses pembentukan molekul dan ikatan yang terdapat dalam suatu molekul. unsur S yang terletak pada golongan VIA. Umumnya. Jumlah elektron valensi suatu unsur sama dengan golongan unsur bersangkutan. dan merupakan konduktor yang baik. hanya elektron valensi yang terlibat dalam proses pembentukan ikatan kimia. atau berbagi elektron valensi untuk mengisi tingkat energi valensinya dan menjadi sempurna (meniru konfigurasi gas mulia). golongan IA pada tabel periodik. para ahli kimia menggunakan simbol Lewis dot. Kestabilan dicapai saat atom-atom memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia (semua kulit dan subkulit terisi penuh oleh elektron serta memiliki 8 elektron valensi). Natrium mulai memancarkan cahaya putih yang semakin terang dan gas klorin mulai bercampur. yaitu simbol suatu unsur dan satu dot untuk mewakili tiap elektron valensi unsur bersangkutan. mengajukan teori bahwa atom akan bergabung dengan sesama atom lainnya membentuk molekul dengan tujuan untuk mencapai konfigurasi elektron yang lebih stabil. serta meramalkan bentuk suatu molekul berdasarkan jumlah pasangan elektron yang mengelilingi atom pusat molekul tersebut. unsur golongan halogen (VIIA) pada tabel periodik. Unsur ini berkilau. Unsur-unsur di golongan A pada tabel periodik akan mendapatkan. kehilangan. Interaksi Antarmolekul. natrium disimpan di dalam minyak untuk mencegahnya bereaksi dengan air yang berasal dari udara. sehingga memiliki 2 elektron valensi (2 dot). interaksi yang terjadi sesama molekul. yang disertai dengan hilangnya warna. dan Hibridisasi Orbital Atom Oleh Andy Adom Dalam tulisan ini. Jika kita melelehkan sepotong logam natrium dan meletakannya ke dalam beaker glass yang terisi penuh oleh gas klorin yang berwarna kuning kehijauan. selain itu juga sangat reaktif. klorin adalah unsur nonlogam.

Jika natrium dicampurkan dengan klorin. atom hidrogen memiliki satu elektron valensi. Senyawa ionik. maupun gas. untuk memenuhi aturan oktet. Peristiwa serah-terima elektron terjadi dalam proses pembentukan senyawa NaCl. tidak terjadi peristiwa serah-terima elektron. pada suhu kamar. dapat berbentuk padat. Sebagai contoh. tidak semua ikatan kimia terbentuk melalui mekanisme serah-terima elektron. 26 . Senyawa ionik memiliki sifat yang berbeda dari senyawa kovalen. Dengan demikian. pada suhu kamar. Dengan demikian. Ikatan tunggal terjadi saat dua atom menggunakan sepasang elektron bersama. atom hidrogen membutuhkan satu elektron tambahan. senyawa kovalen memiliki titik didih dan titik leleh yang relatif rendah bila dibandingkan dengan senyawa ionik serta cenderung bersifat nonelektrolit. cair. Satu elektron 3s pada natrium akan dipindahkan ke orbital 3p pada klorin. natrium akan kehilangan elektron 3s-nya. Pada umumnya. dengan titik didih dan titik leleh tinggi. Ini merupakan contoh dari ikatan ionik. Ikatan ini terjadi di antara dua unsur nonlogam. Setelah menerima satu elektron tambahan. Yang akan terjadi adalah kedua atom akan menggunakan elektronnya secara bersama-sama.isoelektronik dengan argon (gas mulia) sehingga bersifat stabil. yaitu representasi ikatan kovelen. Ikatan ionik terbentuk saat unsur logam bereaksi dengan unsur nonlogam. serta bersifat elektrolit. yaitu unsur akan mendapatkan atau kehilangan elektron untuk mencapai keadaan penuh delapan elektron valensi (oktet). Sementara. unsur klorin membutuhkan satu elektron untuk melengkapi pengisian elektron pada 3p. Selain itu. Atomatom juga dapat mencapai kestabilan melalui mekanisme pemakaian bersama pasangan elektron. Ikatan rangkap dua (ganda) terjadi saat dua atom menggunakan menggunakan dua pasangan elektron bersama. ikatan rangkap tiga terjadi saat dua atom menggunakan tiga pasangan elektron bersama. Di sisi lain. unsur ini akan bersifat stabil ketika memiliki 8 elektron valensi. Kedua elektron (satu dari masing-masing hidrogen) menjadi milik kedua atom tersebut. Atom-atom dapat membentuk berbagai jenis ikatan kovelen. Untuk mencapai kestabilan (isoelektronik dengan helium). yaitu unsur akan berbagi elektron untuk mencapai keadaan penuh delapan elektron valensi (oktet). unsur ini berubah menjadi ion dengan muatan negatif satu (Cl-). Dengan demikian. sementara pasangan elektron yang tidak digunakan bersama (lone pair) digambarkan sebagai pasangan dot pada atom bersangkutan. Sebaliknya. senyawa kovelen. atom natrium akan berubah menjadi ion natrium dengan muatan positif satu (Na+). Ion Cl. Ikatan kovalen dapat dinyatakan dalam bentuk Struktur Lewis.pengisian orbital s dan p terluar yang disebut sebagai aturan oktet. Saat dua atom hidrogen membentuk ikatan kimia. Menurut hukum oktet. Senyawa kovelen adalah senyawa yang hanya memiliki ikatan kovelen. kecuali hidrogen dengan dua elektron valensi (duplet). Natrium memiliki satu elektron valensi. proses ini melibatkan pengisian orbital s dan p (bahkan orbital d) terluar yang disebut sebagai aturan oktet. Ikatan yang terbentuk dikenal dengan istilah ikatan kovelen. dimana elektron yang digunakan bersama digambarkan sebagai garis atau sepasang dot antara dua atom. Sementara. umumnya berbentuk padat. yaitu ikatan kimia (gaya tarik-menarik yang kuat yang tetap menyatukan dua unsur kimia) yang berasal dari gaya tarik elektrostatik (gaya tarik-menarik dari muatan-muatan yang berlawanan) antara ion positif (kation) dan ion negatif (anion). yaitu ikatan kimia yang berasal dari penggunaan bersama satu atau lebih pasangan elektron antara dua atom. jumlah elektron natrium yang hilang akan sama dengan jumlah elektron yang diperoleh klorin. Ion tersebut isoelektronik dengan neon (gas mulia) sehingga ion Na+ bersifat stabil. molekul H2 terbentuk melalui pembentukan ikatan kovelen.

Ketika atom klorin berikatan secara kovalen dengan atom klorin lainnya. elektronegativitas akan naik dari kiri ke kanan. Sifat yang digunakan untuk membedakan ikatan kovalen polar dengan ikatan kovalen nonpolar adalah elektronegativitas (keelektronegatifan). akan turun dari atas ke bawah. The expanded octet Contoh : PCl5 dan SF6 (atom pusat dikelilingi oleh lebih dari 8 elektron valensi dengan memanfaatkan orbital d yang kosong) 27 . dalam satu golongan.3 sampai 1. Akan tetapi. terdapat pula sejumlah penyimpangan aturan oktet yang terjadi dalam proses pembentukan ikatan. Sementara. apa yang akan terjadi bila kedua atom yang terlibat dalam ikatan kimia tidak sama? Kedua inti yang bermuatan positif yang mempunyai gaya tarik berbeda akan menarik pasangan elektron dengan derajat (kekuatan) yang berbeda. semakin polar pula ikatan yang bersangkutan.5 Jenis Ikatan yang Terbentuk Kovalen nonpolar Kovalen polar Ionik Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya. Ikatan semacam ini dikenal dengan istilah ikatan kovalen polar. semakin besar pula kekuatan atom untuk menarik pasangan elektron pada ikatan. beda elektronegativitas merupakan salah satu cara untuk meramalkan jenis ikatan yang akan terbentuk di antara dua unsur yang berikatan. apabila beda elektronegativitas atom-atom sangat besar.0 sampai 0. Sementara. maka yang akan terbentuk justru adalah ikatan ionik. pada satu periode. Sebagai tambahan. Ikatan ini terbentuk bila atom-atom yang terlibat dalam ikatan adalah berbeda. Kerapatan elektron yang mengandung ikatan kovalen terletak di tengah-tengah di antara kedua atom. pasangan elektron akan digunakan bersama secara seimbang. aturan oktet berlaku pada unsur-unsur periode 2 dalam tabel periodik. BF3. sedangkan atom lainnya akan menjadi sedikit lebih bermuatan positif.4 > 1. antara lain: 1. atom yang menarik pasangan elektron pengikat dengan lebih kuat akan sedikit lebih bermuatan negatif. Ikatan seperti ini dikenal dengan istilah ikatan kovalen nonpolar. Ada tiga tipe penyimpangan aturan oktet. Ikatan kovelen nonpolar terbentuk bila dua atom yang terlibat dalam ikatan adalah sama atau bila beda elektronegativitas dari atom-atom yang terlibat pada ikatan sangat kecil. Odd electron molecules Contoh : NO dan NO2 (disebut sebagai radikal karena memiliki sebuah elektron yang tidak berpasangan) 3. Sebaliknya. Dalam tabel periodik. dan BCl3 (catatan: BF3maupun BCl3 dapat berikatan dengan molekul lain yang memiliki lone pair (seperti NH3) membentuk ikatan kovalen koordinasi (datif) untuk mencapai konfigurasi oktet) 2. Dengan demikian. Hasilnya adalah pasangan elektron cenderung ditarik dan bergeser ke salah satu atom yang lebih elektronegatif. Semakin besar nilai elektronegativitas. yaitu kekuatan (kemampuan) suatu atom untuk menarik pasangan elektron yang berikatan. Semakin besar beda elektronegativitas. BeCl2. Setiap atom menarik kedua elektron yang berikatan secara sama. pada ikatan kovelen polar. The incomplete octet Contoh : BeH2. Perbedaan Elektronegativitas 0.2 0.

yaitu F. Interaksi ini bertanggung jawab terhadap sifat fisik suatu zat. Interaksi Ion-Dipol Gaya antarmolekul ini terjadi saat ion (kation maupun anion) berinteraksi dengan molekul polar. yaitu: 1. Akibatnya. seperti titik didih. sebab molekul yang memiliki massa molar besar cenderung memiliki lebih banyak elektron. titik didih senyawa yang memiliki ikatan hidrogen relatif tinggi (walapun massa molarnya paling rendah) bila dibandingkan senyawa lain pada golongan yang sama. Ikatan Hidrogen Interaksi dipol-dipol yang sangat kuat. O. seperti HCl dan HBr. Gaya London atau Gaya Dispersi Jenis gaya tarik yang sangat lemah ini umumnya terjadi di antara molekul-molekul kovalen nonpolar. Titik didih senyawa sebanding sekaligus mencerminkan kekuatan Gaya London. sehingga interaksi antarmolekul menjadi sangat kuat. Terdapat lima jenis interaksi antarmolekul. 3. Kekuatan interaksi ini bergantung pada muatan dan ukuran ion serta kepolaran dan ukuran molekul polar. 5. seperti N2. Gaya tarik-menarik antarmolekul ini terjadi dan merupakan jenis interaksi antarmolekul (gaya antar molekul-molekul yang berbeda). dan N. Dipol terimbas inilah yang menyebabkan gas oksigen larut dalam air. Interaksi Dipol-Dipol Gaya antarmolekul ini terjadi bila ujung positif dari salah satu molekul dipol ditarik ke ujung negatif dari dipol molekul lainnya. yang terjadi bila atom hidrogen terikat pada salah satu dari ketiga unsur yang sangat elektronegatif. Interaksi ini terjadi pada senyawa kovelen polar. 28 . Sebagai contoh. sehingga memberikan pemisahan muatan yang sangat lemah dan sangat singkat di sekitar ikatan. Gaya London meningkat seiiring bertambahnya jumlah elektron. Interaksi Dipol Terimbas (Dipol Terinduksi) Gaya antarmolekul ini terjadi saat molekul polar mengimbas (menginduksi) molekul nonpolar. interaksi intramolekul (ikatan kimia) merupakan ikatan yang terbentuk saat atom-atom bergabung membentuk molekul. Kation memiliki interaksi yang lebih kuat dengan molekul polar dibandingkan anion. sebab adanya percabangan akan memperkecil area kontak antarmolekul. titik leleh. yang disusun berdasarkan kekuatan. Salah satu contoh interaksi ini adalah hidrasi senyawa NaCl dalam air (proses ion-ion dikelilingi oleh molekul air). serta fasa (wujud) zat. H2. 4. Adanya percabangan pada molekul akan menurunkan kekuatan Gaya London. Berbeda dengan interaksi antarmolekul. dari yang terlemah hingga yang terkuat. 2. namun tetap saja sangat lemah. Ini dihasilkan oleh menyurut dan mengalirnya orbital-orbital elektron. molekul air (H2O) yang bersifat polar dapat menginduksi molekul oksigen (O2) yang bersifat nonpolar. Gaya London juga meningkat seiiring bertambahnya massa molar zat.Molekul-molekul umumnya berinteraksi satu sama lainnya. Gaya ini lebih kuat dari Gaya London. Ketiga unsur ini memiliki tarikan yang sangat kuat pada pasangan elektron yang berikatan sehingga atom yang terlibat pada ikatan mendapatkan muatan parsial yang sangat besar. Interaksi antarmolekul lebih lemah dibandingkan ikatan kimia. atau CH4. Ikatan ini sangat polar. Ikatan kimia berperan dalam menjaga kestabilan molekul sekaligus dapat digunakan dalam meramalkan bentuk suatu molekul.

sedangkan yang lain tidak. Berdasarkan jumlah domain elektron. sebab hal ini sering menjelaskan mengapa reaksi-reaksi tertentu dapat terjadi. akan berada dalam jarak sejauh mungkin untuk meminimalkan gaya tolakan di antara elektron tersebut. geometri molekul juga menjelaskan mengapa air mempunyai dwikutub (ujung positif pada atom H dan ujung negatif pada atom O). Tentukan struktur Lewis molekul tersebut 2. tentukan pula bentuk molekulnya. kita dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: 1. dalam ilmu farmasi. sementara karbondioksida tidak. kita dapat meramalkan bentuk molekul. Teori VSEPR (Valence Shell Electron-Pair Repulsion) atau Tolakan Pasangan Elektron Kulit Valensi memungkinkan para ahli kimia untuk meramalkan geometri molekul dari molekulmolekul. Class of Number of Molecule Electron Pairs AB2 AB3 AB4 AB5 2 3 4 5 Arrangement Molecular Examples (Geometry) of Shape Electron Pairs Linear Linear BeCl2 Trigonal Planar Trigonal Planar BF3 Tetrahedral Tetrahedral CH4 Trigonal Trigonal PCl5 Bipyramidal Bipyramidal Octahedral Octahedral SF6 Number Number of Arrangement Molecular Examples of Lone Electron (Geometry) of Shape Pairs Pairs Electron Pairs 1 1 2 1 2 3 1 2 3 4 4 5 5 5 6 6 Trigonal Planar Tetrahedral Tetrahedral Trigonal Bipyramidal Trigonal Bipyramidal Trigonal Bipyramidal Octahedral Octahedral 29 AB6 6 Class of Number Molecule of Bonding Pairs AB2E 2 AB3E AB2E2 AB4E AB3E2 AB2E3 AB5E AB4E2 3 2 4 3 2 5 4 Bent Trigonal Pyramidal Bent Seesaw T-shaped Linear Square Pyramidal Square SO2 NH3 H2O SF4 ClF3 I3BrF5 XeF4 . Tentukan jumlah keseluruhan pasangan elektron total (domain elektron) yang berada di sekitar atom pusat (ikatan rangkap dua dan rangkap tiga masing-masing dianggap satu domain) 3. baik itu bonding pair maupun lone pair (nonbonding pair). baik bonding pair maupun lone pair di sekitar atom pusat. tentukanlah geometri pasangan elektron (domain elektron) Dengan menggunakan tabel di bawah ini. Dengan menggunakan tabel di bawah ini. Untuk menentukan geometri molekul atau bentuk molekul dengan menggunakan teori VSEPR.Bentuk molekul (geometri molekul) dari suatu molekul adalah cara atom-atom tersusun dalam ruang tiga dimensi. Geometri pasangan elektron (domain elektron) adalah susunan pasangan elektron. geometri molekul dari suatu obat dapat mengakibatkan reaksi-reaksi samping. Sebagai contoh. Hal ini penting untuk diketahui oleh para ahli kimia. Selain itu. Teori ini mengasumsikan bahwa pasangan elektron di sekitar atom.

bergabung membentuk orbital-orbital baru dengan tingkat energi sama (terjadi pada proses pembentukan ikatan kovalen). Van Der Waals. sp d 6 Octahedral SF6 d Dengan mengetahui jenis dan jumlah orbital atom pusat yang terlibat dalam proses pembentukan ikatan. p. bentuk molekul juga dapat diramalkan melalui pembentukan orbital hibrida. p sp 3 Trigonal Planar BF3 3 s. p. 2009. d sp d 5 Trigonal PCl5 Bipyramidal 3 2 s. 2003. p. Chemistry Ninth Edition. Referensi: Andy. Sementara untuk menentukan bentuk molekul. Ikatan Ionik. 2007. kita dapat mempelajari jenis dan jumlah orbital yang terlibat dalam pembentukan ikatan sekaligus meramalkan bentuk molekulnya. d. VSEPR 30 .p sp 2 Linear BeCl2 2 s. Keelektronegatifan. Kimia For Dummies. Ikatan Hidrogen. John T. p. Aturan Oktet. Melalui kombinasi kedua teori tersebut. p. New York: Mc Graw Hill. Hibridisasi adalah proses penggabungan orbital-orbital atom (biasanya pada atom pusat) untuk mendapatkan orbital hibrida. Gaya London. Bentuk Molekul. p. p. Tag: Chemistry for Grade XI Students. Indonesia:Pakar Raya. kita dapat menggunakan teori VSEPR. Hibridisasi. p. Moore. Pre-College Chemistry. yaitu orbital-orbital suatu atom yang diperoleh saat dua atau lebih orbital atom bersangkutan yang memiliki tingkat energi yang berbeda. Hubungan antara jumlah dan jenis orbital atom pusat yang digunakan pada proses hibridisasi terhadap geometri molekul senyawa bersangkutan dapat dilihat pada tabel berikut ini: Pure Hybridization Number Shape of Hybrid Examples Atomic of the Central of Hybrid Orbitals Orbitals of Atom Orbitals (Geometry the Arrangement) Central Atom s. Chang. Ikatan Kovalen. p. kita hanya dapat menentukan bentuk geometri (domain elektron) molekul bersangkutan. Raymond. Simbol Lewis Dot.Planar Selain menggunakan teori VSEPR. Dengan demikian. p sp 4 Tetrahedral CH4 3 s. teori hibridisasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari teori VSEPR.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->