P. 1
Hakikat Manusia Menurut Islam

Hakikat Manusia Menurut Islam

|Views: 1,184|Likes:
Published by sasyaprasti

More info:

Published by: sasyaprasti on Sep 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2012

pdf

text

original

HAKIKAT MANUSIA MENURUT ISLAM

Manusia diciptakan Allah Swt. Berasal dari saripati tanah, lalu menjadi nutfah, alaqah, dan mudgah sehingga akhirnya menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. Oleh karena itu, manusia wajib bersyukur atas karunia yang telah diberikan Allah Swt. Manusia menurut pandangan al-Quran, al-Quran tidak menjelaskan asal-usul kejadian manusia secara rinci. Dalam hal ini al-Quran hanya menjelaskan mengenai prinsip-prinsipnya saja. Ayat-ayat mengenai hal tersebut terdapat dalam surat Nuh 17, Ash-Shaffat 11, AlMukminuun 12-13, Ar-Rum 20, Ali Imran 59, As-Sajdah 7-9, Al-Hijr 28, dan Al-Hajj 5. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacammacam istilah, seperti : Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah. Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsure kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapan-tahapan dalam proses selanjutnya, al-Quran tidak menjelaskan secara rinci. Manusia yang sekarang ini, prosesnya dapat diamati meskipun secara bersusah payah. Berdasarkan pengamatan yang mendalam dapat diketahui bahwa manusia dilahirkan ibu dari rahimnya yang proses penciptaannya dimulai sejak pertemuan antara permatozoa dengan ovum. Ayat-ayat yang menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari tanah, umumnya dipahami secara lahiriah. Hal ini itu menimbulkan pendapat bahwa manusia benar-benar dari tanah, dengan asumsi karena Tuhan berkuasa , maka segala sesuatu dapat terjadi. Akan tetapi ada sebagian umat islam yang berpendapat bahwa Adam bukan manusia pertama. Pendapat tersebut didasarkan atas asumsi bahwa: Ayat-ayat yang menerangkan bahwa manusia diciptakan dari tanah tidak berarti bahwa semua unsure kimia yang ada dalam tanah ikut mengalami reaksi kimia. Hal itu seperti pernyataan bahwa tumbuh-tumbuhan bahan makanannya dari tanah, karena tidak semua unsur kimia yang ada dalam tanah ikut diserap oleh tumbuh-tumbuhan, tetapi sebagian saja. Oleh karena itu bahan-bahan pembuk manusia yang disebut dalam al-Quran hanya merupakan petunjuk manusia yang disebut dalam al-Quran , hanya merupakan petunjuk dimana sebenarnya bahan-bahan pembentuk manusia yaitu ammonia, menthe, dan air terdapat, yaitu pada tanah, untuk kemudian bereaksi kimiawi. Jika dinyatakan istilah “Lumpur hitam yang diberi bentuk” (mungkin yang dimaksud adalah bahan-bahan yang terdapat pada Lumpur hitam yang kemudian diolah dalam bentuk reaksi kimia). Sedangkan kalau dikatakan sebagai tembikar yang dibakar , maka maksudnya adalah bahwa proses kejadiannya melalui oksidasi pembakaran. Pada zaman dahulu tenaga yang memungkinkan terjadinya sintesa cukup banyak dan terdapat di mana-mana seperti panas dan sinar ultraviolet. Ayat yang menyatakan ( zahir ayat ) bahwa jika Allah menghendaki sesuatu jadi maka jadilah ( kun fayakun ), bukan ayat yang menjamin bahwa setiap yang dikehendaki Allah pasti akan terwujud seketika. Dalam hal ini harus dibedakan antara kalimat kun fayakun dengan kun fa kana. Apa yang dikehendaki Allah pasti terwujud dan terwujudnya mungkin saja melalui suatu proses. Hal ini dimungkinkan karena segala sesuatu yang ada didunia juga mengalami prosi yang seperti dinyatakan antara lain dalam surat al-A’la 1-2 dan Nuh 14.

Ruh adalah daya hidup. Di samping itu manusia juga disertai dengan sifat-sifat yang negatif seperti lemah ( an-Nisa 28 ). suka berkeluh kesah ( al-Ma’arif 19 ). yang berarti aku adalah pelanjut sunah rasulillah. agar dalam memahami ayat-ayat tersebut tidak secara harfiah. ahli-ahli kimi. Pada waktu itu beliau mengucapkan inni khalifaur rasulillah. suka membantah ( al-kahfi 54 ). Dalam pidatonya setelah diangkat oleh umat islam. Al-Ara’f 179. Nafs adalah jiwa . kecenderungan tersebut belum sepenuhnya dapat terkendali. Jika polemik ini senantiasa diperpanjang. maka dapat menimbulkan pemikiran bahwa apabila isa lahir dari sesuatu yang hidup. yaitu maryam. Nafs (al-Baqarah 48. dinyatakan dalam albaqarah 30. Hal itu semua merupakan produk dari nafs . dan lainlainnya perlu dilibatkan. jangan-jangan hanya akan menghabiskan waktu dan tidak sempat lagi memikirkan tentang status dn tugas yang telah ditetapkan Allah pada manusia al-Quran cukup lengkap dalam memberikan informasi tentang itu. yaitu ilmu yang obyektif dari Allah. maka ikutilah saya. al-Anfal 22. Ruh (alHijr 29. diciptakan langsung atau melalui suatu proses tampaknya tidak akan ada ujungnya karena masing-masing akan teguh pada pendiriannya. dan Qolb ( Ali Imran 159. dan Qolb adalah daya rasa. al-Mulk 10 dan lain-lain). Shaffat 84 dan lain-lain ). Untuk memahami informasi tersebut secara mendalam. Ali Imran 185 dan lain-lain ) . maka Adam lahir pula dari sesuatu yang hidup sebelumnya. Jasad adalah bentuk lahiriah manusia. yang biasanya dihubunkan dengan jabatan pimpinan umat islam sesudah Nabi Muhammad saw wafat .Jika diperhatikan surat Ali Imran 59 dimana Allah menyatakan bahwa penciptaan Isa seperti proses penciptaan Isa seperti proses penciptaan Adam. Yang dapat mengendalikan adalah wahyu. Hal itu karena kata “tsumma” yang berarti kemudian. karena subyektif. suka bernuat zalim dan ingkar ( ibrahim 34). Perlu diingat bahwa istilah khalifah pernah dimunculkan Abu bakar pada waktu dipercaya untuk memimpin umat islam. Tetapi jika hanya dengan aqal dan qolb. Kemampuan seseorang untuk dapat menetralisasi kecenderungan negatif tersebut ( karena tidak mungkin dihilangkan sama sekali ) ditentukan oleh kemauan dan kemampuan dalam menyerap dan membudayakan wahyu. Hal itu karena kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua orang mau memilih ajaran Allah. Aqal ( al-Baqarah 76. baik pimpinan yang termasuk khulafaurrasyidin maupun di masa Muawiyah-‘Abbasiah. sedang yang dapat mengendalikan kecenderungan negatif adalah aqal dan qolb. Shad : 34 ). Unsur-unsur tersebut ialah : jasad ( al-Anbiya’ : 8. Aqal adalah daya fakir. maka luruskanlah saya”. Yang perlu diingatkan sekarang adalah bahwa manusia oleh Allah. sehingga kata khalifah dapat diartikan sebagai pemilih atau penerus ajaran Allah. Jika demikian pengertian khalifah. maka tidak setiap manusia mampu menerima atau melaksanakan kekhalifahannya. tetapi apabila saya menyimpang . suka melampaui batas ( al-‘Alaq 6 ) suka terburu nafsu ( al-Isra 11 ) dan lain sebagainya. . dapat juga berarti suatu proses. Status manusia sebagai khalifah . Dalam penciptaannya manusia dibekali dengan beberapa unsure sebagai kelengkapan dalam menunjang tugasnya. Al-anbiya’ :91 dan lain-lain). As-Sajadah 9. biologi. diharapkan menjadi khalifah ( pemilih atau penerus ajaran Allah ). abu bakar antara lain menyatakan “selama saya menaati Allah. Perbedaan pendapat tentang apakah adam manusia pertama atau tidak. kata khalifah berasal dari kata khalafa yakhlifu khilafatan atau khalifatan yang berarti meneruskan. Kebanyakan umat Islam menerjemahkan dengan pemimpin atau pengganti.

.Berdasarkan ungkapan pada surat al-Baqarah 30 terlihat suatu gambaran bahwa Adam bukanlah manusia pertama. karena malaikat tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa depan. tetapi dengan bantuan ilmu pengetahuan dapat dipahami urutannya. Kelebihan-kelebihan itu membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Jika manusia hidup dengn ilmu selain ilmu Allah. Kata khalaqa mengarah pada penciptaan sesuatu yang baru. sebab yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan hanya Allah. kemudian lahir ke dunia setelah berproses dalam rahim ibu. berupa al-Quran menurut sunah rasul. Biarkanlah para saintis berbicara tentang asal-usul manusia dengan usaha pembuktian yang berdasarkan penemuan fosil. Dengan demikian al-Quran tidak berbicara tentang proses penciptaan manusia pertama. sedang kata ja’ala mengarah pada sesuatu yang bukan baru. Mengenai kelebihan manusia atas makhluk lain dijelaskan surat al-Isra’ ayat 70. Oleh karena al-Quran tidak bicara tentang manusia pertama. tetapi ia khalifah pertama. malaikat melihat ada makhluk dan jenis makhluk yang dilihat adalah jenis yang selalu merusak alam dan bertumpah darah. Adanya pengertian seperti itu dimungkinkan. Dengan demikian. kata yang dipakai adalah jaa’ilun dan bukan khaaliqun. Allah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya (at-Tiin : 95:4). ditiupkannya ruh. maupun diudara. Karena ilmunya itulah manusia dilebihkan ( bisa dibedakan ) dengan makhluk lainny. ϖPersamaan dan perbedaan manusia dengan makhluk lain Dibanding makhluk lainnya manusai mempunyai kelebihan-kelebihan. Dalam keadaan demikian manusia disamakan dengan binatang. sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah. Walaupun ada binatang yang bergerak didarat dan dilaut.dengan arti kata “ memberi bentuk baru”. manusia diberi akal dan hati. Misalnya. mungkinkah penemuan baru itu dilakukan oleh ulama islam?. Dengan ilmu manusia mampu berbudaya. Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang bagaimanapun. namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa melampaui manusia. Pemahaman seperti ini konsisten dengan ungkapan malaikat yang menyatakan “ apakah engkau akan menjadikan di bumi mereka yang merusak alam dan bertumpah darah?” ungkapan malaikat tersebut memberi pengertian bahwa sebelum adam diciptakan. Hasil pembuktian para saintis hanya bersifat relatif dan pada suatu saat dapat disanggah kembali. Dalam keadaan demikian manusia bermartabat rendah ( at-Tiin : 4 ). Al-An’am : 165 ). berkembang menjadi mudgah. Disamping itu. dilaut. saripati makanan. air yang kotor yang keluar dari tulang sulbi. manusia tidak bermartabat lagi. Ayat berserak. Dalam ayat tersebut. pemahaman ayat akan lebih sempurna jika ditunjang dengan ilmu pengetahuan. Semua itu bersifat sekedar pengayaan saint untuk menambah wawasan pendekatan diri pada Allah. baik didarat. “mereka itu seperti binatang ( ulaaika kal an’aam ). bahkan lebih buruk dari binatang ( bal hum adhal ). jika ada penemuan baru. Yang dibicarakan secara terinci namun dalam ungkapan yang tersebar adalah proses terciptanya manusia dari tanah. manusia akan tetap bermartabat mulia kalau mereka sebagai khalifah ( makhluk alternatif ) tetap hidup dengan ajaran Allah ( QS. Namun demikian. Sedangkan binatang bergerak diruang yang terbatas. alaqah.

Kedamaian akan hadir. Inilah yang sering dikatakan sebagai sudut lahirnya keberagamanaan seorang manusia yang akan berbeda satu dengan yang lainnya. Teori ini sebenarnya merupakan kata lain untuk menanamkan pandangan pencipta dengan kuasa Tuhan atas makhluk-Nya. relevansi. begitu pun nasrani dan lain sebagainya.Islam merupakan salah satu agama samawi yang meletakan nilai-nilai kemanusia atau hubungan personal. Fitrah kemanusiaan yang merupakan pemberian Tuhan (Given) memang tidak dapat ditawar. Konsep manusia Ada 3 teori dalam konsepsi manusia yaitu : • Pertama yaitu Teori Evolusi. jika manuia itu sendiri menggunakan dorongan diri (drive) kearah bagaimana memanusiakan manusia dan atau memposisikan dirinya sebagai makhluk ciptaaan Tuhan yang bukan saja unik. namun jika sebaliknya manusia mengikuti nafsu dan tidak berjalan seiring fitrah. tapi juga sempurna. Karena Islam yang berakar pada kata “salima” dapat diartikan sebagai sebuah kedamaian yang hadir dalam diri manusia dan itu sifatnya fitrah. . dia hadir sering tiupan ruh dalam janin manusia dan begitu manusia lahir dalam bentuk “manusia” punya mata. Teori ini merupakan perubahan atau perkembangan secara berlahan – lahan dari tidak sempurna menjadi perubahan yang sempurna. • Kedua yaitu Teori Revolusi Teori revolusi ini merupakan perubahan yang amat cepat bahkan mungkin dari tidak ada menjadi ada. Anak yang dilahirkan dalam keluarga dan lingkungan muslim sudah barang tentu secara akidah akan mempunyai persepsi ketuhanan (iman) yang sama. kaki dan anggota tubuh lainnya sangat tergantung pada wilayah. Teori ini pertama kali dikemukakan oleh seorang sarjana Perancis J. Dalam wacana studi agama sering dikatakan bahwa fenomena keberagamaan manusia tidak hanya dapat dilihat dari berbagai sudut pandang normativitas melainkan juga dilihat dari historisitas. tangan. kedamaian yang mengikat semua aspek manusia. maka janji Tuhan adzab dan kehinaan akan datang. lingkungan dimana manusia itu dilahirkan. tidak ada perbedaan satu sama lain. keadilan. telinga.B de Lamarck yang menyatakan bahwa kehidupan berkembang dari tumbuh – tumbuhan menuju binatang dan dari binatang menuju manusia. tempat. interpersonal dan masyarakat secara agung dan luhur. Pandangan ini gabungan pemikiran dari umat manusia yang berbeda keyakinan yaitu umat Kristen dan umat Islam tentang proses kejadian manusia yang dihubungkan dengan keMaha Kuasaan Tuhan. .

dan ruh Insan dengan seluruh perwatakannya dan ciri pertumbuhannya adalah hasil pencapaian dua factor.mukhaiyar. Manusia mempunyai perbedaan sifat antara yang satu dengan yang lainnya. syukur (al-Insaan:3). Insan manusia sebagai makhluk sosial yang berbahasa. Seperti yang dikemukakan oleh FransDahler. Teori ini adalah gabungan pemikiran dari pihak-pihak agama yang berlandaskan dengan alasan-alasan serta pembuktian dari pihak sarjana penganut teori evolusi. Manusia sebagai makhluk Allah yang paling mulia dimuka bumi Manusia sebagai khalifah dimuka bumi. Manusia Dalam pandangan islam Dalam pandangan Islam. dan manusia selama ribuan atau jutaan tahun yang benarbenar mengalami mutasi (perubahan) yang tidak sedikit. Manusia mempunyai motivasi. bahwa manusia dan juga alam semesta tercipta secara cepat oleh Kuasa Allah. faqir ‘ketergantungan atau memerlukan’ (Faathir: 15). binatang. 6. yaitu faktor warisan dan lingkungan. mukaram. jahula ‘bodoh’ (alAhzab: 72). karena tanah molekulnya lebih rendah keteraturannya. yang mengakui bahwa tumbuhtumbahan. 3. 2.antara lain: 1. Syahirul Alim cendekiawan Muslim ahli kimia menyatakan bahwa kita sebagai manusia harus merasa terhormat kalau diciptakan dari keturunan kera karena secara kimia molekul-molekul kera jauh lebih kompleks dibandingkan dengan tanah. kecenderungan. 5. . Menurut RHA. manusia didefinisikan sebagai makhluk. 7. 4. Dalam ajaran Islam terbentuk opini dan tidak berlebihan jika dikatakan sebagai keyakinan.Dalam ajaran Kristen dijumpai kisah kejadian manusia dalam surat Kejadian 1-11 dan 12-50 tentang kisah oleh Martinus dalam “ Bagaimana Agama Kristen Memandang teori Darwin “. mukalaf. Manusia adalah makhluk yang memiliki nilai-nilai fitri dan sifat-sifat insaniah. dan kebutuhan permulaan baik yang diwarisi maupun yang diperoleh dalam proses sosialisasi. dibentuk dan ditiupkan ruh kedalamnya. Menurut Al-Syaibani manusia dikelompokkan menjadi delapan definisi. Keyakinan tersebut merupakan hasil interpretasi dari ayat – ayat Al-Quran dalam surat Al-Baqarah ayat 30 yang menjelaskan tetntang kejadian Adam yaitu “ Adam adalah suatu makhluk yang diciptakan dari tanah yang diambil dari berbagai jenis yang kemudian dicampur dengan air. kafuuro ‘sangat mengingkari nikmat’ (al-Israa’: 67). serta Yasin ayat 82 yang berbunyi kun fayakun dengan arti “ jadilah maka terjadilah dia ”. dan kemudian menjadi makhluk hidup ”. • Ketiga yaitu Teori Evolusi Terbatas. dan mujzak. serta fujur dan taqwa (asySyams: 8). seperti dha’if ‘lemah’ (an-Nisaa’: 28). Insan yang mempunyai tiga dimensi yaitu badan. akal.

” (al-Baqarah: 30) “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. yaitu dengan keistimewaan yang dimilikinya. ia harus benar-benar mampu menjabarkan kehendak-kehendak ilahiah dalam setiap misi dan risalah yang diembannya. Dengan akal yang dimilikinya. . Oleh karena itu. dengan sederet sifat-sifat kemuliaan dan sifat-sifat insaniah yang berkaitan dengan keterbatasan dan kekurangan. Dengan hatinya. dan telah menundukkan seluruh alam baginya agar ia mampu memelihara dan memakmurkan serta melestarikan kelangsungan hidup yang ada di alam ini. merenungkannya. “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Ia membawa amanah ilahiah yang harus diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh. Perhatikanlah ayatayat Qur`aniah di bawah ini. Maka. ulul albab. dan dipikullah amanat itu oleh manusia. rabbaniun dan yang lainnya. maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. sehingga ia tetap mempertahankan gelar kemuliaan yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadanya seperti ahsanu taqwim. dan kemudian memilihnya. kebaikan. ia mampu memutuskan sesuatu yang sesuai dengan iradah Robbnya dan dengan raganya. seperti akal yang mampu menangkap sinyal-sinyal kebenaran. manusia diharapkan mampu memilah dan memilih nilai-nilai kebenaran. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”. Allah SWT telah menciptakan manusia dengan ahsanu taqwim. padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. ia diharapkan pro-aktif untuk melahirkan karya-karya besar dan tindakan-tindakan yang benar. yaitu menegakkan khilafah. manusia juga diciptakan untuk mengaplikasikan beban-beban ilahiah yang mengandung maslahat dalam kehidupannya. Allah SWT membebankan misi-misi khusus kepada manusia untuk menguji dan mengetahui siapa yang jujur dalam beriman dan dusta dalam beragama.” (al-Ahzab: 72) Manusia adalah makhluk pilihan dan makkhluk yang dimuliakan oleh Allah SWT dari makhluk-makhluk yang lainnya.” (al-Ankabuut: 2-3).” (adz-Dzariyat: 56) “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit. Keberadaannya di alam mayapada memiliki arti yang hakiki. maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orangorang yang dusta. Keberadaannya tidaklah untuk huru-hara dan tanpa hadaf ‘tujuan’ yang berarti. sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. dan keindahan yang tertuang dalam risalah para rasul. bumi dan gunung-gunung.Selain itu.

misi fungsional. Setiap desah nafasnya harus selaras dengan kebijakankebijakan ilahiah. Karena. seperti nilai filosofis yang ada dalam ibadah shalat. Maka. serta setiap detak jantung dan keinginan hatinya harus seirama dengan alunan-alunan kehendak-Nya. apabila manusia mampu menangkap sinyal-sinyal nilai filosofis dan kemudian mengaplikasikan serta mengekspresikannya dalam bahasa lisan maupun perbuatan. Maka. yaitu beribadah kepada Allah SWT. al-An’aam: 26. kekuatan taqwa dan kekuatan fujur. dan mengantisipasi gelombang kekejian dan kemungkaran (alAnkabuut: 45).Misi Manusia Manusia di dalam hidup ini memiliki tiga misi khusus: misi utama. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT sebagai berikut. Gerbang yang dijadikan satu-satunya tujuan penciptaannya. dalam bingkai misi utama ini. Namun. dalam setiap ibadah yang telah diwajibkan olehIslam memuat nilai filosofis. banyak di antara mereka yang berpaling dari ajaran-ajaran suci yang didakwahkan kepada mereka. Hal ini bisa terjadi pada manusia karena dalam dirinya ada dua kekuatan yang sangatdominan mempengaruhi setiap pikiran dan perbuatannya. dan misi operasional. muqtashidun. setiap langkah dan gerak-geriknya harus searah dengan garis yang telah ditentukan. maka ia akan mampu menangkap sinyal-sinyal yang ada di balik ibadahnya. Kekuatan taqwa didorong oleh nafsu mutmainnah (jiwa yang tenang) untuk selalu menterjemahkan kehendak ilahiah dalam realitas kehidupan. dan sebagai benteng kokoh untuk menghindari. manusia bisa diklasifikasikan menjadi tiga. Bahkan. dan dzalimun linafsihi. Semakin mantap langkahnya dalam merespon seruan Islam dan semakin teguh hatinya dalam mengimplementasikan apa yang telahmenjadi tugas dan kewajibannya. dan ibadah-ibadah lain yang bertujuan untuk melahirkan manusia-manusia muslim yang berakhlak mulia (al-Baqarah: 183 dan aat-Taubah:103). dan kekuatan fujur yang di dominasi oleh nasfu ammarah (nafsu angkara murka) yang senantiasa memerintahkan manusia untuk masuk dalam dunia kegelapan. yaitu sebagai ‘aun (pertolongan) bagi manusia dalam mengarungi lautan kehidupan (al-Baqarah:153). Ada juga yang secara terangterangan mengingkari dan memusuhinya (an-Nahl: 36. tidak semua manusia di dunia ini mengikuti perintah dan merespon risalah yang di bawa oleh para Rasul. Maka. Adapun nilai filosofis ibadah puasa adalah untuk menghantarkan manusia muslim menuju gerbang ketaqwaan. yaitu sabiqun bil khairat. Misi Utama Keberadaan manusia di muka bumi ini mempunyai misi utama. lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri .1. ia akan sampai gerbang ketaqwaan. dan alBaqarah: 91). “Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. menghadang. A.

Jadi. • Muqtashidun Hamba Allah yang masuk dalam kategori ini adalah manusia muslim yang puas ketika mampu mengamalkan perintah dan meninggalkan larangan Allah SWT. yaitu wilayah sunnah. dan menjadi budak syahwatnya. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.” (Faathiir: 32) • Sabiqun bil khairat Hamba Allah SWT yang termasuk dalam kategori ini adalah hamba yang tidak hanya puas melakukan kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan olehNya. tergantung kekuatan mana yang lebih dominan. Dalam benaknya. Abu al-Hasan Ali al-Mawardy) Apabila manusia mengikuti libido. dan kepasrahan kepada Allah SWT. Inilah hamba yang selalu melihat kehidupan dengan cahaya bashirah. sehingga hatinya sakit parah. dan dalam kelompok ini. Ia akan mencampakkan dan mensia-siakan amanah yang agung. ia juga masih sering berkubang dalam kubangan lumpur dosa. dan menjauhi hal-hal yang dimakruhkan.tidak pernah terlintas ruh kompetitif dalam memperluas wilayah iman ke wilayah ibadah yang lebih jauh lagi. ia . mengekor nafsu angkara murka. cinta. pengagungan.dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Selain ia mengamalkan perintah-perintah Allah SWT. • Dzalimun linafsihi Hamba yang termasuk dalam kelompok ini adalah yang masih mencampuradukkan antara hak dan batil. “Mengikuti syahwat adalah penyakit. dalam diri seorang hamba ada dua kekuatan yang mempengaruhinya. namun ia terus berlomba dan berpacu untuk mengaplikasikan sunnah-sunnah yang telah digariskan. Imannya hanya bisa menjadi benteng dari hal-hal yang diharamkan dan belum mampu membentengi hal-hal yangdimakruhkan. sedangkan durhaka kepadanya adalah obat mujarab dab terapi yang manjur” (Adab ad-Diin wa ad-Dunya. Bahkan. Hati sucinya menerima pilihan-pilihan akal selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. nampaknya kekuatan syahwat yang mendominasi kehidupannya. Hamba yang hatinya senantiasa dihiasi ketundukan. Akal sehatnya menerawang jauh ke depan untuk menggagas karya-karya besar dan langkahlangkah positif. maka ia akan keluar dari poros yang telah digariskan oleh Allah SWT.

batu. yang pertama akan menjadi tembok penghalang antara dirinya dan kebenaran. tuli.” (Adab ad-Diin wa ad-Dunya) B. Mereka adalah sebuah komunitas dari manusia-manusia yang dungu. ia juga mempunyai misi fungsional sebagai khalifah.” Sebagian ahli hikmah yang lain berkata. adu domba. “Hawa nafsu adalah raja yang bengis dan penguasa yang lalim. Di sini. numun ia tidak pernahberfikir. dan yang kedua mengakibatkan lupa akan akhirat. al-Munaafiquun: 4. Pertama. maupun syahwat bahaimiah ‘binatang ternak’. Khianat lahir dari rahim syahwat. maka ia akan mempertahankan kekuasaan dan kedudukannya. manusia akan bergeser dari gelar khairul barriah ‘sebaik-baik makhluk’ dan ahsanu taqwim ke gelar baru. kecuali ia istiqamah di atas rel-rel robbaniah. Ia bersenang-senang di atas penderitaan rakyat dan tak pernah berhenti mengeruk kekayaan rakyat. baik syahwat mulkiah ‘kekuasan’.” Sebagian ahli hikmah berkata. juga harus bisa bermain cantik untuk memakmurkam bumi (Huud: 61). MisiOperasional Manusia diciptakan di bumi ini—selain untuk beribadah dan sebagai khalifah. Misi Fungsional Selain misi utama yang harus diemban manusia. “Akal merupakan teman setia. banyak menghayal. dan kayu yang berdiri. Inilahmanusia-manusia yang memiliki hati. maka ia akan selalu menciptakan permusuhan. yaitu syarrul barriah ‘seburuk-buruk makhluk’. Tidak ada sorot mata persahabatan dan sentuhan kasih dalam dirinya.akan melakukan konspirasi bersama thogut-thogut untuk memberangus nilai-nilai kebenaran. babi. dan konspirasi politik untuk menjegal lawannya (al-Anfal: 26-27 dan Shaad: 26). kera. dan hawa nafsu adalah musuh yang ditaati. al-Maidaah: 60. syahwat syaithaniah. tipuan-tipuan. C. dan tidak pernah mendengar ayat-ayat Qur`aniah dan Kauniah dengan tiga faktor tersebut. Ia senantiasa melakukan makar. Adapun ketika jiwa manusia terbelenggu oleh syahwat syaithaniah dan bahaimiah. asfalus saafilin ‘tempat yang paling rendah’. dan al-Baqarah:74) Ali bin Abu Thalib ra. Ibnu Qaiyim al-Jauziah) Ketika jiwa manusia di kuasai oleh syahwat mulkiah. tidak pernah melihat kebenaran. al-an’aam ‘binatang ternak’.(al-Jawab alKaafi. Kedua. dan menjadi rakus serta tamak akan harta. Manusia tidak mampu memikul misi ini. al-A’raaf: 179. dan bisu dari nilai-nilai Islam (al-Bayyinah: 6-7. mengikuti hawa nafsu. buta. Karena. meskipun dengan jalan yang tidak dibenarkan oleh Islam. Manusia harus membuang jauh bahasa khianat dari kamus kehidupannya. mata dan telinga. “Ada dua masalah yang saya takutkan menimpa kamu. Kerusakan di . keonaran. berkata.

manusia akan sanggup bertahan mengibarkan panji-panji kekhilafahan di antara awan jahiliah modern. bumi ini membutuhkan pengelola dari manusiamanusia yang ideal. sanggup mengaplikasikan simbol-simbol ilahi dalam realitas kehidupan. semua yang ada di bumi ini diciptakan untuk manusia. Hanya dengan nafsu muthmainnahlah. namun ia tidak bebas bertindak diluar ketentuan dan rambu ilahi (ar-Ruum: 41). Benar. . dan merekonstruksi peradaban manusia kembali. Oleh karena itu. tetapi ia lahir dari tangan-tangan jahil manusia yang tidak pernah mengenal rambu-rambu Tuhannya. maupun di lautan bukan karena binatang ternak yang tidak tahu apa-apa. Manusia yang memiliki sifat-sifat luhur sebagaimana disebutkan di bawah ini. membumikan seruanseruan langit. manusia yang sadar akan misi sucinya harus mampu mengendalikan nafsu dan menjadikannya sebagai tawanan akal sehatnya dan tidak sebaliknya.dunia. di darat. diperbudak hawa nafsu sehingga tidak mampu menegakkan tonggak misi-misinya. Inilah sebenarnya hakikat risalah insan di muka bumi ini. Syukur (Luqman: 31)¬ Sabar (Ibrahim: 5)¬ Mempunyai belas kasih (at-Taubah: 128)¬ Santun (at-Taubah: 114)¬ Taubat (Huud: 75)¬ Jujur (Maryam: 54)¬ Terpercaya (al-A’raaf: 18)¬ Maka.

Insan • • • • • • • Egois Rakus Tamak Tidak mau mendengar pendapat orang lain Munafik Khianat Al-Basyar • Sengkretisme. Semua persoalan kertuhanan dan perbuatan pada diri manusia ditentukan oleh akal dan konsep rasionalitas disebut Mutazillah. Jika diatur oleh Al-Qur’an tau wahyu (menyadari adanya kekuasaan Allah pada dirinya) disebut aliran Jabbariyah 2. maka kepadanya diberikan kebebasan dalam melakukan tindakan: 1. Jika dia melakukan kebebasan menurut dirinya dalam bertindak disebut Qadariyah 3. Manusia didalam Al-Qur’an dibagi Allah menjadi 3 tingkatan: • Tingkatan paling jahat: Al. mencampuradukkan ide dengan wahyu • An-Nassbergaul dengan siapa saja .Manusia diangkat oleh Allah ke dunia menjadi khalifah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->