1

CULTUsRE SHOCK A. Pengertian Pada umumnya individu tidak menyadari secara nyata budaya yang mengatur dan membentuk kepribadian dan perilakunya. Ketika individu dipisahkan dari budayanya, baik secara fisik maupun psikis, dan menghadapi kondisi yang berbeda atau bertolak belakang dengan gambaran dan asumsi yang dipercaya sebelumnya maka pada saat itulah individu menjadi sepenuhnya sadar akan sistem kontrol dari budayanya yang selama ini tersembunyi. Memasuki budaya yang berbeda membuat individu menjadi orang asing di budaya tersebut, dimana individu dihadapkan dengan situasi dimana kebiasaankebiasaannya diragukan. Hal ini dapat menimbulkan keterkejutan dan stress. Keterkejutan dapat menyebabkan terguncangnya konsep diri dan identitas kultural ndividu dan mengakibatkan kecemasan. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar individu mengalami gangguan mental dan fisik, setidaknya untuk jangka waktu tertentu. Reaksi terhadap situasi tersebut oleh Oberg disebut dengan istilah culture shock. Culture Shock adalah suatu bentuk penyakit mental, yaitu penyakit yang tidak disadari oleh korbannya. Penyakit ini timbul akibat kecemasan karena orang itu kehilangan tanda-tanda dan lambang-lambang pergaulan sosial yang sudah ia kenal dengan baik. Culture shock adalah benturan persepsi yang di akibatkan penggunaan persepsi berdasarkan faktor-faktor internal (nilai-nilai budaya) yang telah di pelajari orang yang bersangkutan dalam lingkungan baru yang nilai-nilai budayanya berbeda yang belum ia pahami. B. Faktor yang Mempengaruhi Culture Shock Penyesuaian diri antarbudaya dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern, menurut Brislin (1981) dalam Ilmu Budaya Dasar (1995) ialah faktor watak, kecakapan (skills), dan sikap (attitude).

Tugas Transcultural in Nursing – Culture Shock

• Suasana lingkungan tempat ia bekerja. umur. semakin berbeda antar dua budaya. pesimis. • Sikap (attitude) seseorang berpengaruh terhadap penyesuaian antarbudaya. kemampuan sosialisasi juga mempengaruhi. Karakteristik fisik seperti penampilan. Sedangkan faktor ekstern yang berpengaruh terhadap penyesuaian diri antarbudaya adalah: • Besar kecilnya perbedaan antara kebudayaan tempat asalnya dengan kebudayaan lingkungan yang dimasukinya. Tipe Culture Shock 1. seperti bahasa. curiga. semakin sulit kedua individu tersebut membangun dan memelihara hubungan yang harmonis. adatistiadat. berprasangka baik/buruk. Role Shock – Disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang perilaku/kebiasaan. keadaan ekonomi. • Kecakapan (skills) menyangkut segala sesuatu yang dapat dipelajari mengenai lingkungan budaya yang akan dimasuki. tata krama. Contoh-contoh sikap: terus terang. dan lain-lain. dan sebagainya. Menurut Allport. keadaan geografis. Suasana lingkungan yang terbuka akan mempermudah seseorang untuk menyesuaikan diri bila dibandingkan dengan suasana lingkungan yang tertutup.2 • Watak adalah segala tabiat yang membentuk keseluruhan pribadi seseorang. C. yakni apakah pekerjaan ynag dilakukannya itu dapat ditolelir dengan latar belakang pendidikannya atau pekerjaan sebelumnya. Tugas Transcultural in Nursing – Culture Shock . dalam Ilmu Budaya Dasar (1995) yang dimaksud dengan sikap disini adalah kesiapan mental yang terbina melalui pengalaman yang memberikan pengaruh terhadap bagaimana sesorang menanggapi segala macam objek atau situasi yang dihadapinya. Selain itu. • Pekerjaan yang dilakukannya. Semakin berbeda kebudayaan antar dua individu yang berinteraksi. maka interaksi sosial dengan mahasiswa lokal akan semakin rendah. situasi politik. toleran. kesehatan. optimistis.

Tahap Inkubasi – kadang-kadang disebut tahap bulan madu (honeymoon). Language shock – Karena permasalahan bahasa yang tidak di kenal. terdapat keseimbangan antara budayanya sendiri dengan budaya baru. hidup dengan damai. 3. mulai membanggakan sesuatu yang dilihat dan dirasakannya dalam kondisi yang baru itu. 60 ) Reverse Shock Back Hom e Tugas Transcultural in Nursing – Culture Shock .3 2. merasa bersemangat. Dimanifestasikan melalui insomnia. pada saat inilah terjadi korban culture shock. D. Ditandai dengan suatu perasaan dendam. 2. rasa cemas dalam dirinya sudah berlalu. Tahap Kesembuhan – mampu melewati tahap kedua. Culture Fatigue – Karena adaptasi yang sulit terhadap satu lingkungan budaya baru. Tahap Penyesuaian Diri (Adaptasi) – kembalinya rasa percaya diri. p. Tahap Krisis – hal-hal yang sebelumnya terlihat menarik mulai tersa normal atau bahkan mulai terasa menyebalkan. sebagai suatu pengalaman baru yang menarik. Tahapan Culture Shock 1. berlangsung beberapa hari atau bulan. Enjoym ent High Optim ism Honeym oon Adaptation Hum our Recovery At Hom e Medium Readjustm ent Low Dissappointm ent Hostility During Trip Tim e Source : R eisinger (2003 . mudah marah. Transition Shock – Reaksi negatif untuk suatu perubahan kepada lingkungan budaya baru. 4. dan gangguan psikosomatis lainnya. 4. 3.

html. Eresco. Bahkan bagi mereka dengan ekonomi rendah tidak ikut ketinggalan dengan memburu ponsel mirip Blackberry yang harganya jauh lebih terjangkau daripada ponsel Blackberry original. terjadi tabung gas bocor hingga meledak yang sudah sangat sering terjadi akhir-akhir ini. 1995. Gegar budaya ini terjadi saat pemerintah melakukan konversi minyak tanah ke gas. diakses tanggal 17 September 2010) Tugas Transcultural in Nursing – Culture Shock . Hal serupa dapat disaksikan ketika ponsel Blackberry mewabah. apakah punya e-mail atau tidak. Contoh-contoh Culture Shock Culture shock tak hanya terjadi saat kita harus menyesuaikan diri ketika berada di negeri orang. Mereka juga tidak berpikir panjang. Reaksi pun timbul. diakses tanggal 17 September 2010) AIM. Culture Shock dan bagaimana menghadapinya. Ilmu Budaya Dasar. namun juga pada ranah keseharian. Begitu terus.4 E. Tak peduli apakah bisa atau tidak mengoperasikannya. Misalnya. yang penting punya. (http://aimjakarta. Cultural Shock. Dapat dilihat betapa mabuknya masyarakat saat itu. kebiasaan dan budaya. Masyarakat berbondong-bondong memiliki ponsel Blackberry. memiliki kantor perwakilan di Indonesia atau tidak.com/blog. Culture shock ini terus terjadi dan terus berulang. Muhammad Riza. Bandung: PT. Sulaeman. Fahlevi. DAFTAR PUSTAKA Munandar. Culture shock beberapa kali terjadi di Indonesia. tidak peduli lagi apakah Riset in Motion. Culture shock adalah hal yang serius. selaku produsen Blackberry. (http://rizafahlevi.blogspot.com/2009/07/cultural-shock. Karena ini menyangkut akan kebiasaan dan sosialisasi yang puncaknya pada tata cara. karena banyak akibat yang terjadi di masyarakat akibat gegaran yang tidak terkendali. akibat kurangnya sosialisasi dari pemerintah maka tak jarang menimbulkan malapetaka bagi masyarakat itu sendiri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful