Alat Ukur Otomotif Peralatan yang tidak diatur dan berceceran di sekitar bengkel akan menyulitkan penggunaan dan

pencarian alat tersebut. Jika hal tersebut terjadi, pekerjaan yang ada pada bengkel akan terganggu dan memberikan citra yang buruk bagi bengkel tersebut. Berbagai macam alat tangan digunakan pada waktu menservis kendaraan. Tujuan utamanya adalah agar pekerjaan dilaksanakan dengan aman, tepat dan cepat. Untuk mencapai ini Anda harus bisa memilih alat yang paling tepat serta mengetahui bagaimana menggunakannya secara benar

Aturan Pemakaian Alat Secara Umum : 1. Pilihlah alat yang paling cocok untuk melakukan suatu pekerjaan dengan aman dan efisien. 2. Kurangi waktu yang terbuang untuk mencari alat yang akan digunakan dan percepat pengecekan setiap alat. Hal ini diperoleh dengan jalan menyimpannya pada tempat yang telah ditentukan dalam kotaknya serta menyampan secara teratur. 3. Lindungi kendaraan dari kotoran, serta hindarkan terlepasnya alat yang sedang digunakan. Hal ini dilakukan dengan cara selalu membersihkan oli dari alat serta selalu menjaga agar alat tetap bersih. 4. Pada waktu memberikan alat kepada orang lain, hadapkanlah tempat memegang

alat tersebut kepada orang tersebut sehingga ia tidak perlu lagi memutar alat yang dimaksud. 5. Apabila kepala alat tumpul, longgar atau cacat, atau gerakannya keras, alat harus diperbaiki atau diganti bagian yang perlu diganti. Alat diusahakan selalu dalam keadaan siap pakai. Keamanan : 1. Jangan menggunakan peralatan yang sudah retak, atau ukurannya sudah berubah atau aus 2. Jagalah peralatan tetap bersih, terutama dari minyak, peralatan yang berminyak akan tergelincir/ selip dari genggaman pemakainya 6 Pemeliharaan : 1. Lap peralatan dari debu, minyak atau gemuk yang menempel 2. Lumasi bagian-bagian yang memerlukannya 3. Simpanlah peralatan pada kotak atau dinding tempel dengan rapi 4. Gantilah alat jika terjadi keausan, perubahan ukuran atau rusak Penataan peralatan yang biasa dilakukan adalah : 1. Menata dan menyimpan peralatan didalam kotak (Caddy) , kotak yang kecil dapat dijinjing dan kotak yang besar diberi roda untuk didorong. Peralatan dalam kotak biasanya dipakai dan menjadi tanggung jawab seorang mekanik, biasanya berisikan peralatan tangan pada umumnya. 2. Menata peralatan pada papan tempel, penataan semacam ini untuk peralatan khusus dan jumlahnya terbatas. PERALATAN STANDAR OTOMOTIF Pemilihan peralatan yang akan kita gunakan untuk bekerja di bengkel otomotif, harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut : 1. Pilih peralatan menurut pekerjaannya. 2. Pilih peralatan berdasarkan kecepatannya dalam menyelesaikan pekerjaan. 3. Pilih peralatan dengan mempertimbangkan ukuran momen

pemutaran. Jenis-jenis peralatan tangan yang umum digunakan di bengkel otomotif adalah : - general tool - peralatan pengukur - special service tool ( SST ) 7 1. GENERAL TOOL Peralatan untuk memasang atau melepas mur dan baut disebut kunci, yang dibuat dalam berbagai bentuk untuk tujuan pemakaian kunci yang umum digunakan untuk perbaikan kendaraan otomotif yaitu : 1. Kunci pas (Open-end wrench) 2. Kunci allen (Hexagonal wrench) 3. Kunci soket (Socket wrench) 4. Kunci ring (Box closed-end wrench) 5. Kunci inggris (Adjustable wrench) 6. Obeng (Screw driver) 7. Tang (Plier) 8. Palu (Hammer) 9. Kunci Momen (Torqur wrench) Untuk memilih kunci mana yang akan dipakai tergantung dari pada keadaan baut dan mur yang akan dipasang atau dilepas. Untuk itu harus mempertimbangkan beberapa faktor, yaitu : posisi baut/ mur, ukuran baut/ mur, satuan ukuran baut/ mur (metric atau inch), kekencangan pemasangan baut/ mur, kualitas bahan kunci 1. KUNCI PAS ( Open-End Wrench ) Kunci pas adalah untuk membuka dan mengencangkan mur dan baut yang tidak terlalu kuat momen pengencangannya. Hal-hal yang harus diperhatikan pada waktu menggunakan kunci pas 1. Pilihlah ukuran yang tepat dengan mur atau baut, lalu dimasukkan dalam-dalam, tidak hanya dipinggir kunci. 8 2. Mulut kunci pas miring 15° terdapat gagangnya sehingga dapat

digunakan secara terbalik pada yang sempit. 3. Agar tidak terjatuh pada waktu mengencangkan atau mengendorkan, kunci digunakan dengan posisi menarik. Apabila perlu mendorong, gunakan telapak tangan agar jari tangan tidak rusak atau terluka. 4. Jangan memperpanjang kunci pas dengan sambungan lain atau memukulnya dengan palu dalam usaha membuka mur atau baut. Apabila diperlukan kekuatan yang cukup besar dalam membuka atau mengencangkan, pakailah kunci ring atau kunci soket. Kunci pas akan slip dan dapat merusak mur atau baut. 2. KUNCI ALLEN (Hexagonal Wrench ) Kunci ini dirancang untuk keperluan membuka baut yang kepala bautnya dilubangi berbentuk segi-enam. Kunci allen ada yang berbentuk huruf L dan juga berbentuk huruf T yang digunakan untuk momen pengencangan baut yang besar. Spesifikasi Ukuran Ukuran-ukuran kunci allen yang umum digunakan di otomotif adalah sebagai berikut : 1). Bentuk segi-enam satuan metric (mm) 1.5,2,2.5,3,3.5,4,4.5,5,6,7,8,9,10,12,13,14, 17,19,22, 24,27,30,32,36 2). Bentuk segi-enam satuan inch 3/64,1/16,5/64,3/32,1/8,5/32,3/16,7/32,1/4 ,9/32,5/16,3/8,7/16,1/2,9/16,5/8,3/4 3. KUNCI SOKET ( Socket Wrench ) Kunci soket adalah untuk pekerjaan mengendorkan atau mengencangkan mur dan baut walaupun dalam posisi sulit dapat dikerjakan dengan aman dan cepat. 9 Hal-hal yang harus diperhatikan pada waktu menggunakan kunci soket 1. Pilihlah soket yang berukuran dengan mur atau baut. Masukkan sepenuhnya serta

pakailah sambungan yang sesuai. pakailah gagang putar 4. hingga soket dapat diputar pada satu jurusan saja. 2. BATANG PENYAMBUNG DAN JOINT UNIVERSAL (1) Apabila mur berada jauh di dalam. Arah kunci ratchet dapat dirubah oleh tuas pengunci ratchet. Hindari daya tarik yang kuat. Juga diujung soket terdapat joint universal sehingga mur dan baut dapat diputar dengan cepat. Apabila memerlukan daya tarik yang besar. (2) Pakailah joint universal di tempat dimana sambungan tidak dapat masuk langsung GAGANG LUNCUR Dengan menggunakan gagang.paskan posisinya terhadap mur atau bautnya. dengan mengangkat tuas. KUNCI RING (Box Closed-end Wrench ) Fungsinya adalah kunci ring (box end wrench) digunakan untuk . Dan justru karena hanya berputar kesatu jurusan dan tidak bisa berputar ke jurusan yang berlawanan maka pekerjaan dapat dilakukan dengan cepat. (2) Untuk menjamin umur ratchet (yakni agar tahan lama). Cara penggunaannya adalah : 10 (1) Dikarenakan mekanisme ratchet (kotrek) sedemikian rupa. dan gagang tidak bisa bergerak bebas. maka momen dan pengatur ungkitan dapat disetel GAGANG PUTAR Apabila pegangan gagang diperpanjang. perubahan ungkitan dan momen dapat disetel. Sambungkan dengan sambungan menggunakan adaptor soket. tanpa mengangkat soket dari mur atau baut.

kunci ring mencekam mur atau baut pada keenam sisinya tanpa slip pada waktu melakukan pengencangan atau membuka dengan kuat. Pada waktu membuka. 11 Hal-hal yang harus diperhatikan pada waktu menggunakan kunci ring 1. ia dapat digunakan dengan hanya memutarnya sedikit. dll. Pilihlah kunci ring dengan ukuran tepat dan masukkan sedalamdalamnya dan setepat-tepatnya kedalam mur. Karena pekerjaan dengan menggunakan kunci ring lebih lambat daripada dengan kunci pas. Karena kunci ring mempunyai 12 lekukan sisi. segi-segi dari mur atau baut akan rusak sehingga dol. (3) Kunci Inggris dipasang sedemikian rupa sehingga daya pengencangan atau pengendoran berada lebih . Hal-hal yang harus diperhatikan pada waktu menggunakan kunci Inggris (1) Kunci Inggris hanya digunakan apabila tidak punya kunci pas yang tepat. ini berbeda dengan kunci pas. Dimana dibutuhkan daya pengencangan yang kuat. KUNCI INGGRIS ( Adjustable Wrench ) Fungsinya adalah dapat distel sesuai dengan ukuran mur atau baut. 5. Berbeda dengan kunci pas. jangan memukul kunci ring dengan palu. 3. Jika cengkramannya tidak kuat. sedapat mungkin kunci ring hanya digunakan pada waktu putaran pertama dan terakhir.membuka dan mengencangkan mur atau baut. dipakai untuk membuka dan mengencangkan. 2. Kunci Inggris juga dapat digunakan untuk mengencangkan mur pada sambungan pipa air conditioner. (2) Harus distel dengan baik sesuai dengan mur atau baut.

TANG KOMBINASI Hal-hal yang harus dperhatikan pada waktu menggunakan tang. 12 6. OBENG ( Screw Driver ) Fungsinya adalah obeng digunakan untuk mengencangkan atau mengendorkan sekrup. memutar serta memotong kawat. (2) Jangan menggunakan obeng sebagai pengganti pengumpil atau pahat karena hal begini akan merusak.banyak pada rahang tetap. Pada waktu memutar . TANG LANCIP . Jangan menggunakan tang kombinasi sebagai pengganti kunci pas dalam usaha membuka dan mengencangkan mur dan baut. gerindalah sesuai dengan petunjuk instruktor 13 7. Kalau perlu. Hal-hal yang harus diperhatikan pada waktu menggunakan obeng (1) Pilihlah obeng ukuran yang cocok yang persis dengan panjang dan lebar alur sekrup. (3) Waktu mengendorkan sekrup yang amat keras. jangan memukul kepala obeng. pakailah obeng sok. TANG ( Plier ) Fungsinya adalah terdapat berbagai jenis tang sesuai dengan fungsinya untuk menjepit. Juga obeng tidak boleh dijepit dengan tang. Rahang tang kombinasi dapat distel pada 2 posisi sesuai dengan ukuran benda yang akan dijepitnya. obeng tegak lurus terhadap terhadap sekrup. (4) Apabila ujung obeng standar rusak. Ujung obeng bermacam-macam sesuai dengan kepala sekrup. Kawat dan sejenisnya juga dapat dipotong dengan sudut melintang.

Digunakan untuk menjepit pen yang berada dilubang yang kecil dan dalam. Beberapa jenis palu lunak digunakan untuk mencegah kerusakan terhadap bagian yang dipukul. Hal-hal yang harus dperhatikan pada waktu menggunakan palu (1) Palu dipegang dibagian ujung. 8. pasaknya dipukul kembali sehingga aman. 14 TANG KUAT Digunakan untuk membuka mur atau sesuatu yang memerlukan pegangan yang kuat sekali. Jika tidak digunakan dengan tepat. KUNCI MOMEN ( Torque Wrench) Fungsinya adalah satu jenis batang pemutar kunci sok yang . PALU Fungsinya adalah palu digunakan untuk membuka atau memasang suku cadang. Jangan menggunakan tang potong untuk memotong kawat pegas karena akan merusak mata tang itu sendiri. Jika longgar. 15 9. palu plastik. palu karet. atau untuk menjepit pinggir baut yang sudah rusak dalam usaha menariknya keluar. Macam-macam palu menurut bahannya : Palu baja. TANG POTONG Digunakan untuk memotong kawat atau membuka selubung kabel. Juga berguna untuk mengeluarkan pen koter (spipen). dimana tang kombinasi tidak banyak membantu. muka palu akan mengembang seprti cendawan. (2) Sebelum menggunakan palu periksalah dahulu apakah kepalanya tidak longgar atau hampir lepas. palu tembaga. tidak ditengah dan pukullah tepat mengenai sasaran dengan merata. atau apabila segi mur sukar sekali dijepit.

17 18 19 3. yaitu : 1. ALAT-ALAT PENGANGKAT KENDARAAN Ditinjau dari segi konstruksinya. Menggunakan jarum penunjuk skala ( Direct Reading Torque wrench ) Kunci momen jenis ini menggunakan jarum penunjuk untuk menunjukkan momen pengencangan baut / mur yang sudah tercapai pada saat baut / mur dikencangkan 2. Macam-macam alat angkat yang banyak digunakan adalah: 1. Ada dua jenis kunci momen yang sudah umum digunakan di Indonesia. Dongkrak . Di bawah ini ada beberapa contoh peralatan SST dan kegunaannya. Tetapi yang akan dijelaskan disini adalah alat-alat angkat kendaraan penumpang atau kendaraan ringan. Alat ini dirancang khusus untuk mengerjakan pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan dengan general tool.digunakan untuk mengencangkan baut dan mur sekaligus menentukan momen pengencangannya. termasuk yang digunakan untuk alat berat. alat pengangkat kendaraan cukup banyak jenisnya. Kunci momen dengan bunyi ( Slim Tension Wrench ) Penggunaan Kunci Momen 16 SPECIAL SERVICE TOOLS (SST) Peralatan ini bisa berbeda-beda bentuknya untuk setiap merek kendaraan atau mobil. Kunci momen digunakan hanya untuk mengencangkan baut dan mur dimana telah ditetapkan momen pengencngan pada angka tertentu. Jenis dan jumlahnya sangat beragam.

terdapat sebuah pompa minyak yang toraknya digerakkan oleh tuas panjang. Safety Stand 4. Crocodile jack / dongkrak buaya paling banyak digunakan dibengkel-bengkel maupun digarasi kendaraan. disamping itu waktu yang dibutuhkan untuk mengangkat kendaraan lebih cepat dan aman Didalam rumah yang dibuat dari baja tuang dapat berjalan dan berputar diatas empat roda. sekarang ada yang ukuran kecil sehingga dapat dibawa di mobil. Fungsi bottle jack sama seperti crocodile jack. Tuas tersebut dapat juga dipakai untuk mendorong atau menarik dongkrak. dongkrak harus diletakkan tegak lurus pada torak pengangkatnya supaya jangan sampai .Perbandingan lengan-lengan batang pengangkat kira-kira 20 : 1 Disekeliling rumah dan diatas pompa diisi dengan minyak encer (SAE-10). dongkrak ini disebut bottle jack karena bentuknya seperti botol. Dongkrak Dongkrak adalah alat untuk menaikkan kendaraan guna mempermudah pekerjaan reparasi dibagian bawah kendaraan Jenis – jenis dongkrak : . Car Lift 3. yaitu untuk mengangkat kendaraan pada ketinggian tertentu untuk dapat melakukan perbaikan pada bagian bawah kendaraan.Untuk mendongkrak sebuah kendaraan. Cranes 1. 2).2. Bottle jack / dongkrak botol. Perbedaannya adalah penggunaan bottle jack dapat dimasukkan kedalam kendaraan sebagai perlengkapan utama kendaraan yang mutlak dibutuhkan untuk mengganti roda (ban) sewaktu ban kempes/ bocor. Keuntungan pemakaian crocodile jack dibandingkan yang lainnya adalah lebih mudah digunakan karena gampang menggesernya kearah posisi yang diinginkan. 20 1).

Car Lift Car lift merupakan alat pengangkat kendaraan yang memberikan keleluasan yang lebih besar kepada mekanik bengkel untuk bergerak secara leluasa dibawah kendaraan dalam memperbaiki hampir seluruh komponen yang ada di bawah kendaraan. 4. Sebab bila tidak. Cara Menggunakan Dongkrak 1. Macam-macam car lift Car lift dibedakan menurut alat penggeraknya. 22 3. Penggerak hidrolik. apabila lagi dibawah kendaraan. Sebelum dongkrak mulai mengangkat. 3. 21 Jangan sekali-kali bekerja dibawah kendaraan yang hanya ditopang dengan dongkrak saja. 2. dongkrak dapat slip sewaktu mengangkat kendaraan. yaitu : 1). Penggerak mekanik (poros berulir) 2). Dongkrak ditempatkan ditempat yang telah ditentukan. Sebaliknya. Safety Stand Safety stand adalah merupakan alat penopang dan . Sebelum mengangkat dan menurunkan kendaraan. karena mekanik dapat berdiri dan berjalan di bawah kendaraan sehingga perbaikan lebih mudah dilakukan. periksalah sekali lagi apakah tempat pengangkatan kendaraan tepat berada ditengah-tengah sadel dongkrak. Penggerak pneumatik. Topanglah kendaraan tersebut dengan stand (penopang) 2. Letakkan ganjalan pada ban-ban belakang apabila bagian depan kendaraan yang diangkat.bengkok. a. letakkan ganjalan pada ban-ban depan apabila bagian belakang kendaraan yang diangkat. dan 3). periksalah bahwa tidak ada orang atau sesuatu disekitarnya.

Tempatkan cranes pada posisi aman untuk mengangkat engine atau transmisi b. Setelah terangkat hingga ketinggian yang diharapkan. Pengetahuan tentang pengukuran yang dimaksud adalah pengetahuan teknik untuk melakukan pengukuran atas bagian-bagian dan suatu benda hasil produksi. Jika perlu siapkan rantai sebagai kelengkapan dari pada cranes c. Cranes Cranes digunakan khusus untuk mengangkat engine dan transmisi yang akan diperbaiki dan sekaligus untuk memasangkannya setelah perbaikan. 4. Untuk itu.II ALAT UKUR OTOMOYIF A. SISTEM PENGUKURAN Kualitas produk merupakan masalah yang tidak bisa diabaikan. Tekan batang pengungkit berulang-ulang hingga engine atau transmisi terangkat melalui rantai e. .pengaman kendaraan yang sudah diangkat dengan dongkrak. berat. Khususnya dibengkael dan garasi. Ikatkan rantai pada lengan pangangkat cranes d. terutama jika terjadi goyangan pada kendaraan sewaktu memperbaiki. Cara menggunakan cranes a. temperatur. dorong cranes keluar Untuk menurunkan engine atau transmisi. cranes dilengkapi dengan roda agar bisa memindahkan engine ke tempat perbaikan. oleh karenanya pengetahuan tentang pengukuran yang dilakukan terhadap benda kerja merupakan produk yang sangat vital dalam menjamin kualitas dari produksi yang dihasilkan. baik mengukur dimensi ataupun sifat geometris. bukalah katup oli secara perlahan-lahan POSISI DEPAN POSISI BELAKANG 23 BAB. safety stand mutlak dibutuhkan karena dongkrak atau jack tidak dapat menjamin keamanan terhadap terjadinya slip antara dongkrak dengan titik tumpu pada kendaraan.

kondisi (fisik) benda yang akan diukur. 1. sehingga hasil pengukurannya dianggap sebagai hasil yang paling dekat dengan ukuran sesungguhnya. dan temperatur.2 Unit Pengukuran dan Konversi Sistem pengukuran yang digunakan khususnya dalam bidang teknik adalah sistem matrik dan ada juga yang menggunakan sistem imperial (pembagaian dalam satuan Inggeris) khususnya pengukuran panjang.Berat . tingkat ketelitian yang direncanakan.Temperatur .Panjang .Sudut . Hanya saja penggunaan alat ukur tersebut juga akan dipengaruhi oleh berbagai hal diantaranya : besar benda yang akan diukur. Dengan kata lain setiap orang yang bekerja dalam bidang teknik harus mengetahui teknik pengukuran yang mempunyai ruang lingkup tentang bagaimana cara menggunakan alat ukur dengan benar dan pengetahuan lain yang berkaitan erat dengan masalah pengukuran.1 Klasifikasi Pengukuran Untuk mendapatkan pengukuran dengan tepat. Dalam praktiknya pengkuran dapat diklasifikasikan antara lain . efesien. dituntut adanya pengetahuan dan kemampuan mengoperasikannya yang memadai dan kemampuan untuk membedakan berbagai sistem pengukuran sesuai dengan spesifikasi/geometris benda yang akan diukur. dsb. berat.Kerataan 1.kekerasan dari suatu produk atau parts mesin dengan alat dengan cara yang tepat. Dasar dari unit pengukuran dalam bidang keteknikan adalah: Jenis Pengukuran Besaran Metrik/ imperial Panjang meter(m)/ feet Temperatur Celcius ( 0 C )/ Fahtenheit Berat kilogram (kg) /pound 24 . . posisi benda yang akan diukur.

Dalam sistem matrik unit yang sering digunakan dalam ilmu teknik dalam mengukur panjang adalah milimeter (mm ).1 Panjang Mengukur panjang suatu benda merupakan pengukuran yang dimulai dengan menarik garis dari sutu titik ke titik ke dua dengan lurus atau dapat dikatakan suatu garis lurus.75” Konversi 2” ke mm 2” X 25.4 = 1. Dimana 1000 mm sama dengan 1 m (1000 mm = 1 m).4 mm. Satuan yang digunakan dalam satuan metrik dan imperial dapat dihitung dengan sistim konversi faktor.8 mm. Konversi 10 mm ke inchi. Dalam praktiknya konversi antara ukuran metrik ke ukuran imperial atau sebaliknya. Dimana 1000 meter sama dengan satu kilometer. Pengukuran yang . Pengukuran panjang yang ukuran pendek digunakan satuan inchi (in atau “) 12” = 1 ft. 44.2. feet merupakan satauan yang digunakan untuk mengukur panjang dalam bengkel (workshop) dan sebagian industri pemesinan.4 = 0.45 mm : 25. Jika pengukuran yang dilakukan terhadap garis tengah lingkaran atau diameter pada dasarnya adalah menarik garis lurus dari sisi pertama ke sisi yang lain. Satuan lain yang digunakan dalam pengukuran panjang dalam sistim imperial adalah yard (yd) dan mile (3 ft = 1 yd). Untuk konversi milimeter ke inchi.1.4 = 50. (1000 m = 1 km). (10 mm : 25. Jika pengukuran yang sangat panjang satuan yang digunakan adalah kilometer.394”) Konversi 44. hasil konversi untuk metrik digunakan dua angka debelakang koma sedangkan untuk imperial digunakan 3 angka debelakang koma.45 mm ke dalam satuan inchi. Beberapa bengkel (workshop) teknik untuk memudahkan dalam menerjemahkan/pembacaan ukuran digunakan tabel konversi. Pada sistem Imperial. 1 in = 25. (5280 ft = 1 mile).

1 m = 3.4 = Penyelesaian. Celcius dan skala perseratus simbol yang digunakan sama.375 “ Jika ukuran bilangan bulat dengan pecahan ( contoh 11/2 “).88 mm. 11/16” 11 : 16 = 0.54 mm ke inchi Penyelesaian.2 Temperatur Pengukuran temperatur satuan yang digunakan dalam satuan metrik adalah Celcius (0C). Contoh: Konversi 11. Konversi 3/8 inchi ke bilangan desimal 3 : 8 = 0.1/16” ke dalam mm 1. 1/2” = 12.91441 m = 914.8 mm 21/2” = 63. Bentuk konversi yang sering digunakan dalam bengkel (workshop) adalah bengan cara memisahkan konversi antara bilangan bulat dengan bilangan pecahan Contoh. Pada sistim metrik temperatur sering juga disebut skala perseratus.menggunakan satuan imperial ukuran yang ditulis sering menggunakan bilangan pecahan seperti 1/2 ” jika ukurannya kurang dari satu.4937” Tabel: Konversi bilangan desimal.688” 111/16” = 1.3937” 2 mm = 0. Ukuran pada satuan inchi ditulis tidak menggunakan bilangan berkoma/desimal tetapi dengan bilangan pecahan. 10 mm = 0.688” 0 42.688” X 25. 3’ : 3.7 mm 2” = 50.0787” 0.2. 25 Konversi feet ke meter dan milimeter. Konversi 0C ke 0F (0C x 5 9 ) + 32 = 0F Konversi 0F ke 0C (0F . Sistim imperial satuan yang digunakan adalah Fahrenheit (oF). Konversi 21/2” ke dalam Inchi Penyelesaian.2808 ft. pecahan dalam milimeter dan inchi 1.0213” 12. Untuk memudahkan dalam konversi bilangan ini dapat dilakukan dengan cara menjadikan bilangan pecahan kedalam bilangan berkoma.54 mm = 0.50 mm Konversi 12.2808 = 0.54 mm = 0.41 mm.

2. Perubahan pound ke kilogram. mistar ukur. kilogram (kg). Konfersi gram ke kilogram dan kilogram ke ton adalah.– 32) X 9 5 -0C. jangka sorong.2. dan ton (t).x 2046 kilogram Perubahan gram ke ounce. Hasil pengukuran diukur oleh . Pengukuran langsung yaitu dengan menggunakan alat ukur langsung.35 ounce (oz) 26 B. Berdasarkan sifatnya alat ukur ukur itu dapat dibagi: 1. hasil pengukuran dapat langsung dibaca alat ukur tersebut. yaitu pengukuran menggunakan alat ukur tidak langsung.2 = 0F 1. maka alat ukur pun ada beberapa jenis dengan cara pemakaian yang berlainan. pound (lb). Hal tersebut akan sangat tergantung pada jenis. KLASIFIKASI PENGUKURAN Banyak cara yang dilakukan oleh juru teknik dalam melakukan proses pengukuran semuanya itu bertujuan untuk mendapatkan hasil pengukuran seakurat mungkin. posisi bahkan temperatur dari benda ukur ataupun alat ukur yang digunakan. Sesuai dengan jenis-jenis pengukuran yang biasa dilaksanakan.2 Contoh. Perubahan kilogram ke pound. alat ukur jenis pembanding atau pembantu dan standar.2046 pound. 1 ounce = 1/28. bentuk. Pengukuran tak langsung.35 ounce (oz) Perubahan ounce ke gram. Konversi 350C ke 0F (0C x 5 9 ) + 32 = 0F (35 x 5 9 ) + 32 = 0F 63 + 32 = 0F 65 = 0F Konversi 1980F ke 0C (0F – 32) X 9 5 = 0C (189 – 32) X 9 5 = 0C 166 X 9 5 = 0F 92. dsb. 2. 1 kilogram = 2. Contoh. 1 pound = 1/2. dan ton. 1000 g = 1 kg 1000kg = 1 ton Pada sistim imperial satuan untuk mengukur berat adalah ounce (oz).3 Berat Satuan untuk mengukur/menimbang berat yang digunakan dalam sistem metrik adalah gram (g). 16 oz = 1 lb 2240 lb = 1 t. 1 gram = 28. mikrometer.

�� Pengukuran Linier . Mistar Ukur Pendek . Meteran Gulungan b.Pengukuran Linier Tidak Langsung �� Pengukuran sudut �� Pengukuran dengan Pembanding (Comparative length) �� Pengukuran Kelurusan (Straightness) �� Pengukur Kerataan Permukaan (Flatness) 27 �� Pengukuran Kebulatan (Roundness) �� Pengukuran Profile �� Pengukuran GO-NOT GO �� Pengukuran dengan Microscopes �� Pengukur Serbaguna Khusus Pengukuran Linier Langsung Alat ukur yang digunakan untuk pengukuran linier langsung sebagai berikut : 1. Mistar Ukur a. Cara pengukuran seperti ini dimaksudkan untuk mempercepat pemeriksaan atas produksi masal. Pengukuran dengan kaliber batas ( limit gage) yaitu pengukuran menggunakan alat ukur batas/kaliber. Pengukuran dengan cara membandingkan yaitu pengukuran dengan cara ini tidak menentukan dimensi ataupun toberansi suatu benda ukur secara langsung. Pengukuran dengan cara ini menggunakan perbandingan dengan bentuk standar misalnya untuk pengecekkan/pemeriksaan bentuk konis. 3.Pengukuran Linier Langsung . 4. Mistar Ukur Berkait d.alat ukur langsung. Pengukuran ini tidak menentukan ukuran suatu dimensi dengan pasti. melainkan hanya menunjukkan apakah dimensi tersebut terletak di dalam atau di luar daerah toleransi. dan alat ukur yang digunakan adalah jenis kaliber GO dan NO GO gauges. Meteran Lipat c.

Pupitas (Dial Test Indicator) . 4) Pipa.Kaliber Induk Tinggi 28 2. 7) Kedalaman. Tongkat. Bola Dibelah.Pengukur Lubang Kecil (Small Hole Gauge) . Terbatas S/D 150 Mm . Micrometer 4.Komparator . optik Pengukuran Linier Tak Langsung Alat ukur yang digunakan untuk pengukuran linier tidak langsung sebagai berikut : 1. 9) Kaliber Ulir Trapesium Dan Segiempat.Batang Ukur (Bentuk Batang Silindris) . 3. mekanik b. Untuk Mengecek Dimensi Alat Ukur Dan Mengkalibrasi Alat Ukur Langsung)…. Alat Ukur Standar . Mesin Ukur a. 5) Posisi Dan Lebar Alur.Blok Ukur (Bentuknya Balok. . Mistar Ingsut Skala Nonius b. 6) Tekanan Ringan. 3) Alur Dalam. 3) Kaliber Celah (Tidak Dapat Disetel Dan Dapat Disetel). Mistar Ingsut/Jangka Sorong a.Pengukur T (Telescope Gauge) . 6) Kaliber Radius. Alat Ukur Pembanding . 7) Kaliber Ketebalan. 8) Kaliber Ulir Dalam. Kaliber Ring Konis. Mistar Ingsut Pengukur Tinggi Macam Bentuk Mistar Ingsut : 1) Tak Sebidang. 4) Kaliber Konis. Mistar Ingsut Jam Ukur c.Rol Dan Bola Baja : . 2) Jarak Senter. 5) Kaliber Posisi.2. 2) Kaliber Lubang Bentuk Bola .Kaliber Batas (Limit Gauge) : 1) Kaliber Poros Bentuk Silindris.. 8) Serba Guna. 9) Digital.Jam Ukur (Dial Indicator) .

Dial indicator Circular tracing Pengukuran Profile .Dial indicator . 3) Radius Luar Dan Dalam.Autocollimator . Pengukuran sudut .Electronic gage .Dial indicator .Light section .Ring gage .Gage blocks Pengukuran Kelurusan (Straightness) . 4) Poros Dan Lubang Konis. 6) Ulir Dan Roda Gigi.Laser beam 29 Pengukur Kerataan Permukaan .Blok Pengukur Sudut .Toolmaker’s .Optimal plat .Snap gage Pengukuran dengan Microscopes .Radius or fillet gage . 5) Sudut.1) Jarak Luar/Celah.Coordinate measuring machines Pengukuran GO-NOT GO .Alat ukur permukaan .Kepala Bagi Pengukuran dengan Pembanding (Comparative length) Alat ukur yang digunakan : .Protaktor . 2) Diameter Dalam.Sipat .Perangkat Kombinasi .Batang Sinus .Plug gage .Interferometry Pengukuran Kebulatan (Roundness) .Perangkat Kombinasi .Transit .Meterprofil .Optical comparator .

• Benda yang diukur harus bersih dari debu.Pneumatik . yang diperlukan di dalam kita melakukan pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan otomotif khususnya dan peralatan teknik atau pekerjaan logam lainnya.. ALAT UKUR OTOMOTIF Yang dimaksud dengan alat ukur disini adalah alat yang dipergunakan untuk mengukur secara presisi. yaitu : 1) Alat Ukur Mekanis 2) Alat Ukur Pneumatis 3) Alat Ukur Elektris dan Elektronis Yang Harus Diperhatikan Dalam Menggunakan Alat Ukur Mengingat pengukuran yang harus dilakukan menuntut kepresisian yang tinggi. minyak pelumas dsb.Laser 30 C. • Perhatikan suhu benda yang diukur. Alat ukur yang banyak dipergunakan di otomotif dapat diklasifikasikan menjadi 3 kategori.Listrik . maka dalam menggunakan alat-alat ukur untuk pemeliharaan dan perbaikan otomotif. harus dalam keadaan normal.Elektronik . usahakan suhu benda yang diukur dan alat ukur harus sama. di atasnya terdapat guratan-guratan . karena jika tidak.Scanning electron . Permukaan dan bagian sisinya rata dan halus. Mistar Baja Mistar baja adalah alat ukur yang terbuat dari baja tahan karat.Laser scan Pengukur Serbaguna Khusus . Alat Ukur Mekanis 1. harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut : • Pelajari cara pemakaiannya dengan seksama. pembacaannya salah.

Dalam pelaksanaannya harus dibantu dengan menggunakan alat ukur lain seperti jangka bengkok dan bagian diameter dalam diperlukan bantuan jangka kaki.mengukur lebar . 2.memeriksa kerataan suatu permukaan benda kerja. Meteran Lipat Meteran lipat ini biasanya terbuat dari bahan aluminium atau baja. lihat Gambar: Mistar baja juga dapat digunakan untuk mengukur diameter luar secara kasar. maka meteran lipat tidak akan memberikan hasil yang Iebih baik dibandingkan dengan pengukuran mistar baja biasa.ukuran. Sepanjang mistar ini terdapat ukuran-ukuran satuan inchi dan metrik. 31 Fungsi lain dari penggunaan mistar baja antara lain: . sentimeter dan ada pula yang gabungan inchi dan sentimeter/milimeter. Sifatnya lemas/lentur sehingga dapat digunakan untuk mengukur bagian-bagian yang cembung dan menyudut seperti: mengukur panjang. keliling bidang Iengkung (bundar). Setiap menarik.mengukur tebal serta. garis hanya dilakukan satu kali. . Di samping itu mistar baja (steelrule) dapat dipergunakan untuk mengukur dan menentukan batas-batas ukuran juga biasa dipergunakan sebagal pertolongan menarik garis pada waktu menggambar pada permukaan benda pekerjaan. Dilihat dari segi konstruksinya sebelumnya merupakan gabungan dan mistar baja dengan sambungan engsel pada setiap ujungnya. 3. Meteran Gulung Mal ukur ini dibuat dan pelat baja yang Iebih tipis dari ada mistar baja. ada yang dalam satuan inchi. Meteran gulung dapat digunakan dari 1 meter sampai . Mengingat kemungkinan ausnya engsel dan ketidaktirusan garis pengukuran sewaktu melakukan pengukuran.

32 4. dan 0. kedalaman lubang dan jarak anatara dua buah titik. Jangka Kaki Jangka kaki digunakan antara lain untuk mengukur diameter lubang dan jarak sesuatu celah. maka kita perlu banyak berlatih menggunakan jangka ini untuk memperhalus perasaan jari-jari. Panjang kakinya. Alat ini terbuat dari baja perkakas dengan ujungnya dikeraskan. Bentuk kakinya menghadap keluar dan panjang kakinya itulah ukuran jangka kaki dalam inchi. Skala Utama (main scale) . merupakan ukuran jangka bengkok. Permukaan pengukur luar d.30 meter. dalam inchi.02 mm untuk satuan metrik. Jangka Bengkok Guna jangka bengkok digunakan untuk mengukur tebal. lebar. diameter dalam. yang membutuhkan ketelitian hingga 0. 6. Baut pengunci final f. Permukaan pengukur dalam e. Pada ujungnya terdapat kait yang gunanya untuk mengait ujung benda kerja sehingga mendapat ukuran yang tepat. Hasil pengukuran yang diperoleh adalah ukuran kasar. Batang pengukur utama (main beam) c. 33 a. Disebabkan ke dua kakinya itu mengeper bila menyentuh bidangbidang yang diukur. Skala Vernier (vernier scale) b. Dengan jari-jari yang tidak perasa kesalahan ukur mudah terjadi. Pengukur kedalaman (depth probe) g. Penggunaan alat ukur ini tidak untuk pengukuran yang tepat sekali (presisi). Mistar Geser ( Vernier Caliper ) Alat ukur ini digunakan untuk mengukur diameter luar. Bentuknya ada yang dilengkapi dengan mur penyetel dan ada pula yang tidak. 5. panjang dan garis tengah benda bulat secara kasar.001 inch untuk satuan inch.

Ulir penyetelan halus digunakan untuk mengunci rahang secara presisi sehingga didapatkan hasil . Jangka sorong dengan daerah pengukuran 600 mm dan 1000 mm tidak dilengkapi dengan batang pengukur kedalaman. digunakan untuk mengukur dimensi luar. Baut pengunci final digunakan untuk mengunci rahang bagian bawah yang setelah dilakukan pengukuran. rahang bagian bawah akan bergerak bebas.Konstruksi jangka sorong tipe standar dijelaskan seperti di atas. sehingga jangka sorong dapat dilepas dari benda yang diukur dan dapat dilihat hasilnya a c d g b e f 34 tanpa ukurannya berubah akibat pelepasan tersebut. Ketika baut pengunci kendur. Rahang pengukur dalam (a) akan sesuai pada lubang dan digunakan untuk mengukur dimensi dalam. Bagian alat pengukuran dalam letaknya terpisah dengan bagian alat pengukur luar. Rahang pengunci luar (g) akan mencekam pada bagian luar dari suatu benda. sedangkan ujung batang pengukur kedalaman menempel pada dasar lubang. Batang pengukur kedalaman hanya dilengkapi pada jangka sorong dengan daerah pengukuran sampai dengan 300 mm. Baut ini baru dikencangkan setelah dilakukan pengukuran pada benda. Batang pengukur kedalaman (c) digunakan untuk menentukan ukuran kedalaman dari bagian benda yang dilakukan dengan menempelkan ujung batang pengukur utama pada permukaan lubang.

01 cm. Dengan demikian n dapat dicari dengan cara sebagai berikut : n = 19 ⁄ 20 = 0. Pembagian 10 skala akan menghasilkan 0.05 mm mempunyai jumlah strip pada skala nonius sebanyak 20 strip (divisi).95 mm i=x–n = 1 – 0.1 mm. Mistar geser dengan ketelitian 0. Pembagian ini umumnya sebanyak 10.1 mm * Mistar geser dengan tingkat ketelitian 0.50 atau 100 skala.1 cm dibagi 10 = 0.05 mm mempunyai selisih antara x dan n sebesar 0.95= 0.pengukuran dengan akurasi yang lebih tinggi. sedangkan n dapat dicari dengan rumus : n = panjang skala utama (SU) dibagi dengan jumlah strip pada skala nonius atau skala vernier (SV).9 mm i=x–n = 1 – 0. Besarnya x = 1 mm. Dengan demikian n dapat dicari dengan cara sebagai berikut : n = 9 ⁄ 10 = 0.1 mm Mistar geser dengan tingkat ketelitian 0.05 mm Mistar geser dengan tingkat ketelitian 0.1 mm. Mistar geser dengan ketelitian 0.05 mm 35 . Besarnya x = 1 mm. sedangkan n dapat dicari dengan rumus : n = panjang skala (SU) dibagi dengan jumlah strip pada skala nonius atau skala vernier (SV).1 mm mempunyai jumlah strip pada skala nonius sebanyak 10 strip (divisi).01 cm. * Mistar geser dengan tingkat ketelitian 0. Sehingga jangka sorong itu akan memiliki tingkat ketelitian 0. Tingkat ketelitian dari jangka sorong tergantung pada banyaknya pembagian pada skala vernier-nya.05 mm Jadi tingkat ketelitian mistar geser (i) = 0.9 = 0.1 mm mempunyai selisih antara x dan n sebesar 0.1 mm Jadi tingkat ketelitian mistar geser (i) = 0.

sedangkan n dapat dicari dengan rumus : n = panjang skala utama (SU) dibagi dengan jumlah strip pada skala nonius atau skala vernier (SV).001 inci Mistar geser dengan tingkat ketelitian 1/1000 inci atau 0. berarti satu bagian skala utama (x) . Besarnya x = 1 mm.* Mistar geser dengan tingkat ketelitian 0.001. Mistar geser dengan tingkat ketelitian 1/128 inci mempunyai selisih antara x dan n sebesar 1/128 inci. Pada skala noniusnya dibagi dalam 8 bagian. Besarnya x = 1/16 inci.02 mm mempunyai jumlah strip pada skala nonius sebanyak 50 strip (divisi).02 mm mempunyai selisih antara x dan n sebesar 0. Dengan demikian n dapat dicari dengan cara sebagai berikut : n = 49 ⁄ 50 = 0. skala utamanya setiap i inci dibagi menjadi 16 bagian.98= 0. Panjang skala utama dihitung mulai garis nol sampai garis terakhir pada skala nonius yaitu : 7/16 inci. sedangkan n dapat dicari dengan rumus : n = panjang skala utama (SU) dibagi dengan jumlah strip pada skala nonius atau skala vernier (SV).98 mm i=x–n = 1 – 0.02mm Mistar geser dengan tingkat ketelitian 0. Dengan demikian n dapat dicari dengan cara sebagai berikut : n = 7⁄16 / 16 = 7 / 8 x 1 / 128 = 7/128 i=x–n = 1/16 – 7/128 = 8/128 – 7/128 = 1/128 Jadi tingkat ketelitian mistar geser (i) = 1/128 inci 36 * Mistar geser dengan tingkat ketelitian 0.02 mm. Mistar geser dengan ketelitian 0.02 mm Jadi tingkat ketelitian mistar geser (i) = 0.02 mm * Mistar geser dengan tingkat ketelitian 1/128 inci Mistar geser dengan tingkat ketelitian 1/128 inci. berarti satu bagian skala utama (x) nilainya sama dengan 1/16 inci. skala utamanya setiap i inci dibagi menjadi 40 bagian.

Dengan demikian n dapat dicari dengan cara sebagai berikut : n = 1. Pada gambar dibawah. garis yang berimpit dengan skala utama adalah garis ke empat. sedangkan n dapat dicari dengan rumus : n = panjang skala utama (SU) dibagi dengan jumlah strip pada skala nonius atau skala vernier (SV).04 cm.001 inci Jadi tingkat ketelitian mistar geser (i) adalah : 0.001 inci mempunyai selisih antara x dan n sebesar 0.050 . Cara Menggunakan mistar geser Hasil pengukuran benda ukur dengan menggunakan mistar geser .049 inci i=x–n = 0.225 inci.1 cm.4 mm atau 0. skala utama menunjukkan angka 3. Hasil pengukuran total adalah penjumlahan skala utama dan skala vernier. yang menandakan nilai 0.025 inci.001 inci Cara membaca ukuran pada jangka sorong terdiri dari dua langkah. Ukuran benda pada gambar 4 adalah 3.0.04 cm = 3. Panjang skala utama dihitung mulai garis nol sampai garis terakhir pada skala nonius yaitu : 1. 37 Pada gambar dibawah. Angka pada skala utama yang digunakan adalah yang terletak di sebelah kiri angka 0 (nol) pada skala vernier.14 cm.049 = 0.nilainya = 1/40 inci atau 0.225 / 25 = 0.001 inci. Pada skala noniusnya dibagi dalam 25 bagian. Mistar geser dengan tingkat ketelitian 0. Besarnya x = 1/40 inci. Pembacaan skala vernier dilakukan dengan menentukan garis pada skala vernier yang paling tepat berimpit segaris dengan garis pada skala utama..1 + 0. yaitu membaca skala utama dan membaca skala vernier. Angka pada garis tersebut menunjukkan nilai pada skala vernier.

Pengukuran di ujung rahang mistar geser menghasilkan pembacaan yang kurat akurat • Tempatkan mistar geser tegak lurus dengan benda yang diukur 38 7. pengaruh lingkungan d. Pada skala timble tiap strip nilainya 0. Hasil pengukuran pada mikrometer adalah jumlah pembacaan ketiga skala tersebut. Cara Membaca Skala Pengukuran Mikrometer (1). usahakan benda yang diukur sedekat mungkin dengan skala utama. dan mikrometer kedalaman. mikrometer luar.001 mm. Adapun cara penggunaan mistar geser anatara lain sebagai berikut : • Bersihkan benda yang akan diukur dan alat ukur • Periksa bahwa skala vernier bergerak dengan bebas.01 mm. . cara menggunakan alat ukur. Mikrometer luar ( Outside Micrometer ) Mikrometer luar digunakan untuk mengukur dimensi luar (2). Mikrometer Mikrometer merupakan alat ukur linier langsung dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi hingga mencapai 0. Mikrometer luar dengan tingkat ketelitian 0. Mikrometer kedalaman ( Dept Micrometer ) Mikrometer kedalaman digunakan untuk mengukur kedalaman 39 b). dan angka nol pada skala bertemu dengan tepat • Pada waktu melakukan pengukuran.sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : a. a). Macam-macam Mikrometer (1). Mikrometer dalam ( Inside Micrometer ) Mikrometer dalam digunakan untuk mengukur dimensi dalam (3).01 mm Jarak tiap strip diatas garis horisontal pada outer sleeve adalah 1 mm. Ada 3 macam mikrometer yaitu : mikrometer dalam. dan jarak tiap strip diwah garis adalah 0.5 mm. faktor si pengukur b. benda yang diukur c.

Nilai ukuran dari gambar dibaca sbb : .01 mm = 0. Apabila kesalahannya kurang dari 0.001 mm.001 mm Jarak tiap strip diatas garis horisontal pada outer sleeve adalah 1 mm. dan akhirnya bacalah skala perseratusan pada lingkaran. dalam 41 . c).00 mm = 10. dan jarak tiap strip diwah garis adalah 0.00 mm .(2). Mikrometer luar dengan tingkat ketelitian 0.02 mm * Kuncilahlah spindle dengan lock clamp * Putar outer sleeve dengan kunci penyetel sampai tanda “ 0 “ pada thimble lurus dengan garis horisontal pada outer sleeve * Periksa kembali tanda “ 0 “ setelah penyetelan 40 (2).66 mm Melakukan teknik pengukuran a) Mengukur diamter dalam dengan mikrometer dalam Gambar 2. Apabila kesalahannya lebih dari 0.4. Pada skala thimble tiap strip nilainya 0.-Skala utama = 10 x 1.01 mm dan pada skala vernier 0.-Skala minor = 1 x 0.-Skala pemutar = 16 x 0. lalu perhatikan apakah terbaca skala setengah milimeter pada bagian atas skala utama (ada kalanya dibawah).25 mm.50 mm = 0. Cara Menyetel titik “ 0 “ (1).50 mm .02 mm * Kuncilah spindle dengan lock clamp * Kendorkan ratchet stoper sampai thimble bebas * Luruskan tanda “ 0 “ thimble dengan garis pada outer sleeve dan kencangkan kembali dengan ratchet stoper * Periksa kembali tanda “ 0 “ setelah penyetelan Cara membaca skala pada mikrometer Pertama-tama perhatikan bilangan bulat pada skala utama barrel. Hasil pengukuran pada mikrometer adalah jumlah pembacaan ketiga skala tersebut.16 mm Nilai = 10.

1 mm .001 mm (tergantung tipe dial indikator).01 mm hingga 0. terdapat jam kecil dalam piringan yang besar dimana satu putaran jarum besar sama dengan tanda satu angka jam kecil. kekocakan. 2. Untuk jam ukur dengan kapasitas besar. dengan tingkat ketelitian anatara 0. 0.01 . 10. 0. Sedangkan pegas spiral berfungsi sebagai penekan sistem transmisi roda gigi sehingga permukaan gigi yang berpasangan selalu menekan pada sisi yang sama untuk kedua arah putaran (untuk menghindari backlash) yang mungkin terjadi karena profil gigi yang tidak sempurna atau sudah aus. misalnya : 20. end play. run out. Ketelitian dan kecermatan jam ukur berbeda – beda ada yang kecermatannya 0. back lash. Dial Indikator ( Dial Dauge ) Dial indikator digunakan untuk mengukur kebengkokan.b) Mengukur diameter luar dengan micrometer dan jangka sorong 8.005 dan kapasitas ukurnya juga berbeda – beda . Pegas koil berfungsi sebagai penekan batang bergigi hingga sensor selalu menekan ke bawah.02 . dimana gerak linier sensor diubah menjadi gerak rotasi oleh jarum penunjuk pada piringan dengan perantaraan batang bergigi dan susunan roda gigi. Pada . 5. a = gigi pinion b = gigi besar c = gigi penggerak kedua d = gigi besar ke dua e = pegas h = pegas coil s = poros penekan 42 Prinsip kerja jam ukur secara mekanis. kerataan. Jam ukur juga dilengkapi dengan jewel untuk mengurangi gesekan pada dudukan poros roda gigi.

Kaliper dan Pembagi Kaliper digunakan untuk pengukuran kasar. (2) Garis imajinasi dari mata si pengukur ke jarum penunjuk harus tegak lurus pada permukaan dial indikator pada saat sedang membaca hasil pengukuran. sehingga memerlukan batang penyangga dan blok magnet. Memeriksa eksentrisitas d. 43 (5) Usahakan dial indikator tidak sampai terjatuh. (3) Dial indikator harus dipasang dengan teliti pada batang penyangganya. Melakukan teknik pengukuran a. Pemeriksaan kesejajaran bidang silindris 9. karena terdapat mekanisme pengubah yang presisi. (6) Jangan memberi oli atau grease diantara spindle dan tangkainya. Dalam penggunaannya. Gerakkan spindle ke atas dan ke bawah.piringan terdapat skala yang dilengkapi dengan tanda batas atas dan tanda batas bawah. Memeriksa kebulatan poros c. Alat tidak mengukur secara langsung namun harus dicocokkan dengan penggaris atau alat ukur lainnya. Kaliper yang digunakan di bengkel adala jenis kaliper pegas terdiri dari dua kaki dengan pegas yang dilengkapi mur dan baut . kemudian periksalah bahwa jarum penunjuk selalu kembali ke posisi nol setelah spindle dibebaskan. Memeriksa kesejajaran bidang b. baik untuk permukaan luar maupun dalam. (4) Putarlah outer ring dan stel pada posisi nol. artinya dial indikator tidak boleh goyang. Prosedur Penggunaan Dial Indikator (1) Posisi spindle dial indikator harus tegak lurus dengan permukaan yang diukur. dial indikator tidak dapat berdiri sendiri. karena akan menghambat gerakan spindle. Piringan skala dapat diputar untuk kalibrasi posisi nol.

antara lain : No. 8 untuk jarak ukur antara 70~82 mm No. selanjutnya set mikrometer ke angka mendekati hasil ukur vernier caliper dan kelipatan dari 0. Ukur diameter dalam dengan vernier caliper. membuat lingkaran dan menggambar bagan. Misal hasil pengukuran 8. ketelitian alat ukur ini mencapai 0.5 mm yaitu 5. Kemampuan jarak ukurnya bervariasi sesuai dengan nomor yang dikeluarkan pabrik. digunakan untuk mengukur lebar lubang atau celah. 3 untuk jarak ukur antara 20~32 mm No. . Alat ini dipakai untuk mentransfer dimensi. Ada dua tipe caliper gauge yaitu inside caliper dan outside caliper. 7 untuk jarak ukur antara 60~72 mm No. 44 Dial calliper atau jangka kaki dengan pembacaan indikator. 4 untuk jarak ukur antara 30~42 mm No. Pembagi terdiri dari dari dua kaki yang lurus dengan ujung yang tajam dan keras.01 mm.40 mm. 5 untuk jarak ukur antara 40~52 mm No. Metoda pengukuran : 1. 1 untuk jarak ukur antara 6~18 mm No. Yang umum dopakai di otomotif adala inside caliper. 6 untuk jarak ukur antara 50~62 mm No.untuk mengencangkannya. 10 untuk jarak ukur antara 90~102 mm Untuk jarak ukur yang lebih panjang maka digunakan dial calliper yang mempunyai batang geser seperti pada gambar berikut. 2 untuk jarak ukur antara 10~22 mm No. 9 untuk jarak ukur antara 80~92 mm No.50 mm. Dial calliper yang mempunyai batang geser ini mempunyai jarak ukur antara 55 sampai dengan 600 mm dengan ketelitian 0.025 mm.

50 – 0.5 mm 46 .ukur diameter silinder dengan vernier caliper .08).Contoh . Tekan tombol caliper gauge dan masukan lug pada diameter dalam benda yang akan diukur dan bebaskan tombol. apakah lebih besar atau lebih kecil dari 0.45 2. Set mikrometer pada 91 mm (seperti . alat ini dilengkapi dengan mikrometer dan dial indikator. berarti diameter dalam adalah 8. pilih sbagai berikut : Replacement rod : 50 mm Replacement washer : 2 mm Bila hasil pengukuran : 52.30 mm. pilih sebagai berikut : Replacement rod : 50 mm Replacement washer : 3 mm Cara melakukan pengukuran seperti tampak pada gambar 1.08 mm.00 mm. Gerakan caliper sampai didapat pembacaan terkecil. 3.01 mm.42 mm (8. gunakan replacement rod 90 mm dan replacement washer 1 mm. Bila hasil pengukuran : 52. 2. Cara pemilihan replacement rod dan washer : . Pilih replacement rod dan washer yang sesuai. dan pasangkan pada silinder gauge. Jika pembacaan menunjukan 0.Lihat angka dibelakang koma. Tempatkan kaki-kaki caliper diantara anvil dan spindle mikrometer. Ukur diameter silinder dengan vernier caliper. Cylinder Gauge Alat ukur ini digunakan untuk mengukur diameter silinder dengan ketelitian 0.70 mm. Gerakan caliper sampai mendapatkan angka terkecil. Kemudian set dial gauge ke ”0”. Bila hasil pengukuran diameter adalah 91. 10.

Karena daerah antara permukaan ini sangat sempit maka diperlukan alat ukur tak berskala yang dapat digunakan untuk menentukan ukuran tersebut. 0. fitting dan otomotif. Pengukur Celah (feeler gauges) Kaliper celah adalah alat ukur yang biasa digunakan untuk memeriksa jarakjarak yang kecil atau ukuran celah-celah diantara dua permukaan.hasil ukur diatas).08) 47 11.10. geraka cylinder gauge sampai diperoleh hasil pembacaan terkecil. dijepit pada penjepit baja dengan pena yang berfungsi sebagai gantungan pada saat kaliper itu digunakan. dimulai dari ukuran 0. Masukan cylinder gauge pada posisi diagonal kedalam silinder. Kaliper celah dibuat dari baja yang lentur dan berkualitas tinggi. Ada juga kaliper celah dengan ukuran dalam inch.05. 0. 0. Tiap set terdiri dari 10 buah kaliper atau lebih.40.08 mm sebelum ”0”. 0. 0. dan 0. masukan replacement rod dan measuring point kedalam mikrometer dan dial gauge diset ke ”0” 3. 0. Sebuah Kaliper celah yang berisi 10 kaliper masingmasing kalipernya mempunyai ukuran yang tertera pada tiap-tiap kaliper.08 mm (91.20. berarti diameter silinder adalah 0. Karena itu diameter silinder adalah 90. Ukuran terkecil dari kaliper celah adalah sekaligus menunjukkan tingkat ketelitian yang . Bila hasil pembacaan adalah 0.80 milimeter. Contoh penggunaannya adalah untuk menyetel pisau mesin frais atau memeriksa kelonggaran katup pada mesin. 0.60.50.70. Alat ini dipakai secara luas dalam bidang pemesinan.30.08 mm lebih besar dari 91 mm.00 + 0.15. 0.

Masukkan presssure gauge pada lubang busi sambil di tekan dengan tangan c. engine di start ± 3 detik hingga tercapai tekanan maksimum pada pengukuran tekanan kompresi d. Kaliper-kaliper tersebut dapat ditambahkan sehingga didapatkan ukuran yang pas. Tekanan kompresi dapat dibaca langsung . Ketelitian pengukuran dapat diperoleh dengan menggabungkan beberapa kaliper. Sehingga ukuran celah adalah jumlah dari ukuran kaliper yang dapat masuk dengan pas tersebut. ring piston. ALAT UKUR PNEUMATIS 1. transmisi netral. Apabila kaliper terlalu tebal bisa dipilih kaliper lain dengan ukuran di bawahnya. Cara Menggunakan a. Kaliper-kaliper ini mempunyai panjang tiap kaliper kira-kira 100 mm dengan bentuk ujung yang bulat atau ada juga yang tirus pada sisi lebarnya.05 mm akan mempunyai ketelitian 0. Apabila sebuah kaliper dapat masuk dengan longgar. Jangan coba untuk memaksakan kaliper yang tidak sesuai atau terlalu sesak karena bisa menyebabkan kaliper bengkok dan mungkin akan terjadi perubahan bentuk yang tetap.05 mm. Sehingga kaliper celah dengan ukuran kaliper terkecil 0. yang ditentukanoleh kondisi piston. Lepaskan semua busi b. Pada posisi pedal gas diinjak penuh. dan katup. 48 Pengukuran celah dilakukan dengan memasukkan salah satu kaliper yang sesuai dengan celah yang di ukur.dapat dicapai dari alat ukur tersebut. Pengukur Tekanan Kompresi ( Pressure Gauge ) Alat ini digunakan untuk mengukur tekanan kompresi pada silinder engine. coba ditambahkan dengan kaliper yang dengan ukuran terkecil.

3. Cara Menggunakan a. Berat jenis juga dipengaruhi oleh suhu.007 (t – 20) .pada alat 49 2. Lepaskan tutup radiator b. sehingga rumus ini digunakan untuk menentukan hubungannya: S20 = St + 0. Pengukur Kebocoran Pendingin ( Radiator Cup Tester ) Alat ini digunakan untuk mengetahui adanya kebocoran pada sistem pendingin. Berat jenis battery penuh adalah 1. Pengukur Vakum ( Vacuum Gauge ) Alat ini digunakan untuk mengukur kevakuman pada intake manifold dan pompa bahan bakar. Berat jenis elektrolit berubah menurut tingkat isi battery. Hidrometer Hidrometer berfungsi untuk mengukur berat jenis elektrolit battery. Cara Menggunakan a. Amati tekanan pada alat ukur ± 1 menit. Pasangkan selang alat ukur pada intake manifold dibawah katup throttle atau pada pipa isap pompa bahan bakar.26 – 1. apakah terjadi penurunan e. Hidupkan engine dan periksa besarnya kevakuman pada alat ukur. b. Tekan pompa tangan berulang-ulang hingga tekanan mencapai ukuran spesifdikasi d.28. Alat ini dilengkapi dengan pompa udara dan pengukur tekanan untuk menaikkan tekanan di dalam sistem pendinginan sekaligus mengetahui tekanan yang dihasilkan. Jika terjadi penurunan tekanan berarti ada kebocoran pada sistem pendinginan 50 4. Pasang alat pengukur pada tempat tutup radiator c.

putarkan pointer calibration screw dengan obeng sampai jarum penunjuk berada tepat di ujung garis kiri .5 0 – 2. kalau ohmmeter digunakan untuk mengukur tahanan penghantar ataupun resistor.Pengukuran tegangan DC Daerah pengukuran tegangan adalah 0 – 500 volt. Pengukuran arus listrik b.Pemeriksaan dan penyetelan skala no (0) Sebelum menggunakan multi tester. AVO Meter AVO meter terdiri dari tiga buah alat ukur yang digabungkan menjadi satu unit yaitu : amperemeter. dan ohmmeter. 51 ALAT UKUR ELEKTRIS DAN ELEKTRONIS 1. Apabila tidak. Nozzle Tester Nozzle tester digunakan untuk memeriksa tekanan pembukaan injector dan kondisi injector (kebocoran setelah injeksi. Amperemeter digunakan untuk mengukur besar arus listrik. sedangkan voltmeter untuk mengukur tegangan arus listrik.5 . Posisikan range selector pada salah satu daerah DCV dengan pilihan : Range Selector Voltage yang dapat diukur (V) 2. Pengukuran tegangan listrik c. anda harus memastikan bahwa jarum penunjuk ada di bagian garis ujung sebelah kiri pada skala. Kegunaan AVOmeter adalah : a. Hubungkan test lead warna merah ke terminal positif dan test lead warna hitam keterminal negatif tester.Dimana: S20 = berat jenis koreksi St = berat jenis terukur t = suhu saat pengukuran 5. Pengukuran tahanan resistor Metoda Pengukuran . voltmeter.

dengan kata lain multi tester dihubungkan pararel dengan rangkaian.Pengukuran arus DC Daerah arus yang dapat diukur adalah 0 – 20 A 1. sebab selector diset pada 250 mA. Contoh : Nilai pengukuran adalah 30 mA.10 2.5 – 10 25 10 – 25 50 25 – 50 500 50 . Hubungkan test lead dan posisikan range selector pada salah satu daerah ACV dengan pilihan : Range Selector Voltage yang dapat diukur (V) 10 0 – 10 25 10 – 25 250 25 – 250 1000 250 . Mengukur arus DC dari 0 – 20 A Hubungkan test lead pada terminal tester dan stel selector ke 20 A DCA.1000 Hubungkan test lead secara parallel dengan rangkaian. . Contoh : Range selector dipilih pada 25 DCV.Pengukuran tegangan AC Daerah pengukuran tegangan adalah 0 – 1000 volt. jarum penunjuk akan terbaca 12 V. sebab range selectornya diset pada 250 ACV 53 . . Hubungkan test lead secara seri pada rangkaian. 2. Hubungkan test lead secara seri pada rangkaian.500 52 Kemudian hubungkan test lead warna merah dengan terminal positif dari sumber arus dan test lead warna hitam dengan terminsl negatif dari sumber arus. Mengukur arus DC dari 0 – 250 mA Hubungkan test lead pada terminal tester dan stel selector ke 250 mA DCA. Contoh : Pembacaan adalah 100 volt AC.

Ada beberapa skala untuk mengukur tahanan. .Contoh : Nilai pengukuran adalah 1 A. pertama anda harus memutar tombol kalibrasi ohm. Kalibrasi ini diperlukan setiap anda merubah range. Tombol kalibrasi ohm 54 Range Tingkat tahanan yang dapat diukur (V) X1 0 – 1K X10 0 – 10 K X100 0 – 100 K X1 K 0 . sebab range selector diset pada X10 Ω 2. Kalibrasi Sebelum anda mengukur tahanan. ada timing light yang dilengkapi dengan pengukur sudut percepatan pengapian untuk memeriksa kerja dari vacuum advancer dan centrifugal advancer pada distributor motor bensin.Q Contoh : Nilai pengukuran adalah 90 Ω. Pengukuran Setel selector pada salah satu posisi ohm. Disamping itu. dengan demikian 10 K berarti 10. 2. Ini yang disebut “timing” pada sistem pengapian.000 dan sebagainya.000. Timing Light Timing lihgt adalah suatu alat berbentuk lampu sorot yang akan menyala kalau sensornya mendapat tegangan. 55 . sehingga posisi torak dan poros engkol dapat diketahui pada saat busi menyala.Pengukuran Tahanan 1. dengan ujung test lead dihubungkan sampai jarum menunjukan angka “0” pada skala ohm. Posisi ”K” untuk 1. Alat ini dugunakan untuk memeriksa saat (waktu) penyalaan busi pada motor bensin. Karena alat ini hanya menyala (sesaat) pada saat yang bersamaan dengan menyalanya busi. sebab selector diset pada 20 A.

Hidupkan motor hingga mencapai temperatur normal e. Cara menggunakan a. Pasangkan pipa pengisap gas buang pada knalpot b. Setelah jarum penunjuk pada alat stabil. Hidupkan motor pada putaran ± 1000 rpm d. Dweel Tester dan Tachometer Dweel tester dan tachometer merupakan dua buah alat yang diasatukan. karena unsur CO pada gas buang merupakan bagian yang paling utama untuk diketahui. Hubungkan kabel hijau atau merah pada terminal negatif koil dan kabel hitam ke massa b.3. Set jarum penunjuk alat ukur pada angka nol d. catatlah angka yang ditunjuk jarum tersebut yang merupakan penunjukan kadar CO. Pilih jumlah silinder motor dengan cara menggeser sakelar pemilih pada alat ukur c. alat ukur ini juga seringkali dimanfaatkan untuk mengukur unsur-unsur kimia lainnya yang terkandung dalam gas buang yaitu : CO2 dan HC untuk mengetahui kesempurnaan pembakaran. yang berhubungan dengan masalah polusi udara (gas beracun). Cara menggunakan a. Sudut cam dan rpm dapat dibaca langsung pada angka yang ditunjuk jarum alat ukur dengan cara memindahkan sakelar pemilih ke pengukuran sudut cam atau ke rpm 4. Pasangkan kedua kabel daya listrik pada baterai c. CO2 dan HC pada gas buang . Sebagai tambahan. Penyatuan kedua alat ukur ini dimaksudkan agar dapat digunakan secara bersamaan untuk mengukur sudut dweel/ sudut cam sistem pengapian menggunakan dweel tester dan untuk mengukur putaran mesin atau RPM (Rotary Per Minute) menggunakan tachometer. Exhaust Gas Analyzer Alat ini digunakan untuk mengukur kadar CO (karbon monoksida) pada gas buang motor bensin.

Timing light Penggunaan engine scope secara singkat adalah sebagai berikut: 1). Tachometer f.56 5. Hubungkan kabel sensor putaran ke terminal negatif coil 2). tujuan tampilan ini adalah dapat membanding lamanya bunga api dan besarnya sudut cam yang terjadi antara silinder satu dengan yang lainnya. Ohmmeter e. Exhaust gas analyzer h. Alat-alat ukur yang digabungkan pada engine analyzer pada umumnya adalah : a. Engine scope dan alternator scope. Dwell tester g. Dengan menekan tombol stack maka pada layar CRT akan ditampilkan sejumlah grafik. . Voltmeter d. Hubungkan kabel sensor kabel busi nomor 1 ke kabel nomor 1 4). yang digunakan untuk memeriksa kondisi sistem pengapian dan pengisian dalam bentuk tampilan grafik pada layar (seperti TV) b. atau sumperimpose dan perhatikan pada layar CRT akan muncul grafik sesuai dengan tombol mana yang dipilih. Hubungkan kabel sumber tenaga listrik alat ukur (biasanya ke sumber listrik PLN) 5). Hidupkan engine pada putaran ± 1000 rpm 6). Amperemeter c. Tekan tombol bertanda KV (atau 25 KV / 50 KV) 9). Tekan tombol pemilih jumlah silinder 8). Engine Analyzer Engine analyzer adalah merupakan kumpulan dari alat-alat ukur kelistrikan otomotif yang terpasang pada bentuk satu unit yang kompak. Hubungkan kabel sensor tegangan tinggi ke kabel tegangan tinggi dari coil 3). Tekan salah satu dari ketiga tombol bertanda stack. parade. Tekan sakelar power ke posisi ON. dimana akan kelihatan lampu indikator menyala 7).

Cara Pemakaian Persiapan • Pastikan jarum pada posisi “0” jika tidak. Tachometer Tachometer adalah alat untuk mengukur putaran mesin (RPM) (Rotary Per Minute). Hidupkan motor pada putaran 1000 rpm 5). 58 . • Set batt/RPM selection switch pada posisi “Batt Chk” dan periksa apakah jarum bergerak ke daerah OK.57 Menekan tombol parade akan menampilkan grafik bersusun ke samping. Menekan tombol superimpose akan menampilkan semua grafik yang berimpit satu sama lain. Hubungkan kabel sumber listrik PLN 4). dengan tujuan untuk mengetahui dan membandingkan tegangan maksimum dan tegangan saat terjadinya bunga api untuk masing-masing silinder. Tampilan ini dapat menunjukkan perbedaan grafik secara menyeluruh antara silinder yang satu dan lainnya tanpa mengetahui silinder mana yang terganggu. Penggunaan alternator scope secara singkat adalah sebagai berikut: 1). Hubungkan sensor arus ke kabel yang keluar dari terminal B alternator 3). kabel merah ke positif dan kabel hitam ke negatif baterai 2). set dengan memutar adjusting screw. Baca grafik output alternator pada layar monitor CRT. Jika tidak ganti battery. Hubungkan kedua kabel tegangan pada baterai. • Keluarkan pick-up probe dari bagian belakang tachometer dan pasang pada connector. Tekan tombol bertanda alternator 7). dan bandingkan dengan spesifikasi 6. Tekan tombol power hingga lampu power menyala 6).

Pasangkan kabel (11) warna hijau pada . (d) Volt (2) Saklar seleksi jumlah silinder: 4 Cyl. dwell angle. (8) Vakum meter. 6 Cyl. (4) Pengecekan dwell angle dan RPM. (12) Pick up klip distributor. Cara Penggunaan • Mengukur Breaker Point i. 59 Lampu indikator putaran tinggi (H). (b) Dwell. breaker point dan volt. tegangan battery. (11) Kabel klip distributor. 8 Cyl. • Hubungkan pick-up probe ke injector holder no. dwell. • Set Batt/RPM selection switch ke posisi “RPM”. (3) Niple selang vakum dan penyetel damper vakum. (13) Adaptor vakum intake manifold. (6) Meter indicator: RPM. 1 • Baca hasil pengukuran. (c) RPM. (9) Timing light (10) Kabel klip power battery.Pengecekan RPM • Set cycle selection knob ke-4. Lampu indikator putaran rendah (L). sistem pengisian dan kevakuman dari intake manifold. (1) Saklar (a) Breaker point. Pasangkan kabel (10) warna merah pada (+) battery dan warna hiitam pada (-) battery atau massa body. Tune Up Tester Tune up tester adalah alat yang berfungsi untuk memeriksa breaker point. 7. ii. • Set sensitivity pada auto. putaran mesin (rpm). (5) Pengecekan out put. (7) L/H lamp led indikator.

v.terminal breaker point di distributor atau pada (-) ignition coil.Untuk rpm rendah baca skala 0 – 1600 rpm dan lampu L menyala. • Mengukur RPM (1) Pasangkan kabel (10) warna merah pada (+) battery dan warna hiitam pada (-) battery atau massa body. 60 (2) Pasangkan kabel (11) warna hijau pada terminal breaker point di distributor atau pada (-) ignition coil. . iv. maka jarum berada di luar daerah hijau. (5) Tentukan pemakaian tester dengan memutar saklar (1) pada posisi rpm. Apabila breaker point pada saat ini dalam keadaan tertutup dan hubungan point tersebut baik. Sedangkan apabila point tidak baik. maka jarum pada posisi strip hijau (OK) di kiri. iii. (4) Hidupkan mesin dan panaskan sampai temperatur kerjanya. vi. maka jarum akan bergerak dan baca angka yang tertera pada skala dwell (6). • Mengukur Dwell Angle (1) Pasangkan kabel (10) warna merah pada (+) battery dan warna hitam pada (-) battery atau massa body. Tentukan pemakaian tester dengan memutar saklar (1) pada posisi breaker point. . (5) Tentukan pemakaian tester dengan memutar saklar (1) pada posisi dwell. (3) Putar saklar (2) menurut jumlah silinder dari mesin. (3) Putar saklar (2) menurut jumlah silinder dari mesin. maka jarum akan bergerak dan baca angka yang tertera pada skala rpm (6). (4) Hidupkan mesin dan panaskan sampai temperatur kerjanya. Pengukuran breaker point dilakukan saat mesin mati tetapi kunci kontak pada posisi ON. (2) Pasangkan kabel (11) warna hijau pada terminal breaker point di distributor atau pada (-) ignition coil. Putar saklar (2) menurut jumlah silinder dari mesin.

(5) Tentukan pemakaian tester dengan memutar saklar (1) pada posisi volt. • Mengukur Voltase Output Alternator (1) Pasangkan kabel (10) warna merah pada (+) battery dan warna hiitam pada (-) battery atau massa body. (3) Putar saklar (2) menurut jumlah silinder dari mesin. (3) Putar saklar (2) menurut jumlah silinder dari mesin. (2) Pasangkan kabel (11) warna hijau pada terminal breaker point di distributor atau pada (-) ignition coil. (4) Hidupkan mesin dan panaskan sampai temperatur kerjanya.Untuk rpm lebih tinggi dari 1600 rpm maka lampu H akan menyala dan bacalah skala 0 – 8000 rpm. maka jarum akan bergerak dan baa angka yang tertera pada skala volt (6). . 1 dan saklar timing light (9) harus pada posisi ON dan arahkan pada puli mesin atau penunjuk saat pengapian. (6) Output alternator = 13 – 15 volt. Jangan mempergunakan tune up tester untuk tegangan lebih dari 20 volt. (2) Pasangkan kabel (11) warna hijau pada terminal breaker point di distributor atau pada (-) ignition coil. (5) Pasangkan kabel (12) pada kabel busi no.. • Mengukur Waktu Pengapian (1) Pasangkan kabel (10) warna merah pada (+) battery dan warna hiitam pada (-) battery atau massa body. (4) Hidupkan mesin dan panaskan sampai temperatur kerjanya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful