P. 1
Isi lengkap

Isi lengkap

|Views: 760|Likes:
Published by mfarkhan

More info:

Published by: mfarkhan on Sep 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. Latar Belakang
  • B. Perumusan Masalah
  • C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
  • D. Metode Penelitian
  • 1. Alat Pengumpul Data
  • 2. Teknik Analisis Data
  • 3. Hipotesis Penelitian
  • 4. Variabel Penelitian
  • 5. Populasi dan Sample Penelitian
  • 6. Waktu dan Tempat Penelitian
  • A. Analisis Teoretis
  • 1. Kemampuan Komunikatif
  • 2. Pemahaman Silang Budaya
  • 3. Motivasi Berprestasi
  • Sources of Motivational Needs
  • B. Kerangka Konseptual
  • A. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta
  • B. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 7 Jakarta
  • C. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 11 Jakarta
  • D. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta
  • A. Deskripsi Data Tiap-Tiap Madrasah
  • 1. MAN 4 Jakarta
  • 2. MAN 7 Jakarta
  • 3. MAN 11 Jakarta
  • 3. MAN 13 Jakarta
  • B. Deskripsi Data Gabungan Keempat Madrasah
  • C. Persyaratan Analisis Data
  • 1. Uji Normalitas
  • 2. Uji Linearitas
  • D. Pengujian Hipotesis Penelitian
  • A. Ketepatan Hipotesis
  • B. Temuan Teoretis
  • C. Perspektif Perkembangan Latar Penelitian
  • A. Kesimpulan
  • B. Rekomendasi
  • Petunjuk
  • NO BUTIR PERNYATAAN JAWAB
  • Bagian Kedua

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Tidak dapat dipungkiri pada era global ini, peranan bahasa Inggris dalam berbagai aspek kehidupan menjadi sangat dominan dan penting. Penggunaan bahasa asing itu menyentuh dalam dunia ilmu, teknologi, perdagangan, politik, kebudayaan, dan hubungan antarnegara, baik secara bilateral maupun multilateral. Dalam kehidupan sehari-hari, umpamanya, seseorang selalu bersentuhan dengan bahasa tersebut melalui media cetak, seperti koran, majalah, jurnal dan buku-buku ilmiah lainnya; media elektronik seperti televisi, radio, internet; maupun melalui interaksi komunikatif langsung dengan orang asing yang menggunakan bahasa tersebut. Mereka dapat ditemukan di berbagai sudut kota Jakarta, sehingga sangat memungkin bagi masyarakat untuk berkomunikasi langsung dengan menggunakan bahasa Inggris. Memperhatikan peranan tersebut, pemerintah Indonesia memberikan prioritas utama terhadap bahasa Inggris untuk dipelajari di sekolah-sekolah, perguruan tinggi, atau bahkan lembaga-lembaga kursus sebagai bahasa asing. Sebagai bahasa asing, bahasa Inggris tidak dapat digunakan sebagai

1

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

alat komunikasi dalam kegiatan pemerintahan, pendidikan, politik, dan bidang-bidang lain yang melibatkan masyarakat secara luas. Meskipun demikian, pengajaran bahasa tersebut tetap dilaksanakan secara optimal agar tujuan matapelajaran tersebut tercapai. Adapun tujuan utama pengajaran bahasa Inggris di Madrasah Aliyah diarahkan pada pengembangan kemampuan komunikatif berbahasa Inggris lisan dan tulis1 Kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang harus dikuasai siswa terbentuk oleh empat sub-kemampuan, yaitu kompetensi wacana, linguistik, sosiolinguistik, dan strategis.2 Kompetensi wacana berhubungan dengan pemahaman siswa terhadap konteks situasi yang melatar-belakangi suatu peristiwa komunikasi. Menurut Celce-Murcia et al. Kompetensi wacana adalah pemahaman siswa terhadap peristiwa komunikasi yang dipengaruhi oleh topik yang dikomunikasikan, hubungan interpersonal pihak yang terlibat dalam komunikasi dan jalur komunikasi yang digunakan dalam satu konteks budaya.3 Kemampuan linguistik berkenaan dengan penguasaan siswa terhadap kaedah-kaedah bahasa yang memungkinkannya memahami dan menghasilkan kalimatkalimat berbahasa Inggris yang gramatikal. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk melihat dan mengantisipasi dengan siapa mereka berkomunikasi, sedangkan kemampuan strategis bersentuhan dengan kemampuan siswa untuk memilih dan menggunakan strategi komunikasi untuk menyampaikan pesan yang dimaksudkan secara efektif. Selain itu, untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris, seorang siswa dituntut untuk memiliki motivasi berprestasi sebagai bagian dari aspek psikologis yang banyak
Diknas, Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA (Jakarta: Puskur Balitbang Diknas, 2002), h. 6. 2 D. H. Hymes, “On Communicative Competence,” The Communicative Approach to Language Teaching, eds. C. J. Brumfit dan K. Johnson. (Oxford: OUP, 1979), h. 14. 3 Celce-Murcia, M., Z. Dornyei, S. Thurrell, “Communicative Competence: A Pedagogically Motivated Model with Content Specifications” Issues in Applied Linguistics, 6/2, 1995. p. 10. 2
1

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

menyemangati siswa untuk meraih kesuksesan melalui kemampuannya untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar,4 dan dituntut pula untuk mengusai perbedaan budaya berbahasa Inggris dengan budaya berbahasa Indonesia. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin untuk menguasai bahasa Inggris melalui berbagai cara belajar efektif. Sedangkan penguasaan silang budaya akan banyak membantu siswa bagaimana menghasilkan bentuk-bentuk bahasa Inggris yang benar-benar komunikatif. Siswa tidak akan terjebak dalam bahasa Inggris berstruktur dan berbudaya bahasa Indonesia yang seringkali menimbulkan kesalahpahaman, dan bahkan gagalnya komunikasi. Sejauh ini, sebagian besar siswa MAN di Jakarta Sealatan belum menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebagaimana yang diharapkan. Masih banyak terdengar ungkapan bahasa Inggris “thank you” yang dijawab dengan “thank you back”; dan “you look very beautiful” yang dijawab dengan “oh no, I am not” dan sebagainya. Jawaban yang diberikan siswa menunjukkan bahwa mereka tidak memahami budaya berbahasa penutur asli bahasa Inggris, sehingga menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan kegagalan komunikasi. Selain itu, contoh ungkapan-ungkapan berbahasa Inggris tersebut diduga dihasilkan oleh siswa-siswa yang tidak memiliki motivasi berprestasi. Mereka cenderung tidak ingin mendalami bahasa Inggris dengan tekun, karena mereka berfikir bahwa bahasa Inggris tidak bersentuhan dengan bidang kajian dan pekerjaan yang akan mereka tekuni. Berdasarkan penjelasan tersebut terlihat bahwa kemampuan komunikatif bahasa Inggris banyak dipengaruhi oleh motivasi berprestasi siswa dalam belajar dan pemahaman siswa terhadap budaya berbahasa Inggris atau pemahaman silang budaya. Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi, pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif
R. C. Back, Motivasion: Theories and Principles (New Jersy: Prentice Hall, 1990), p. 291. 3
4

Tanpa mengesampingkan beberapa faktor lain yang juga berpengaruh. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif siswa masih tetap menjadi pertanyaan besar yang perlu dijawab dan dibuktikan. penelitian korelasional perlu segera dilakukan agar dapat diputuskan suatu kebijakan terhadap pengembangan matapelajaran bahasa Inggris secara komunikatif. dan secara lebih spesifik permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian di atas dapat diduga adanya hubungan antara motivasi berprestasi.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan Untuk membuktikan kebenaran asumsi tersebut dan melihat berapa besar kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan? 4) Berapa besarkah kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan 4 . Oleh karena itu. pemahaman silang budaya. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif siswa MAN di Jakarta Selatan. permasalahan dalam penelitian ini lebih banyak berkaitan dengan upaya pembuktian terhadap hubungan antara ketiga variabel tersebut. B. 1) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan? 2) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Sealatan? 3) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. bentuk hubungan antara motivasi berprestasi.

di dalam pengembangan kurikulum dan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk Madrasah Aliyah. dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi para guru bahasa Inggris di Madrasah Aliyah dalam pengembangan 5 . pemahaman silang budaya. pemahaman silang budaya. 3) hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan? C. hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan motivasi berprestasi. dan mempertegas keterkaitan ketiganya di dalam pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk siswa menegah atas. dan 4) besarnya kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 2) hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Ditinjau dari segi sosial. Tujuan dan Manfaat Penelitian Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris tentang hubungan antara motivasi berprestasi. dalam hal ini Departemen Agama. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. penelitian ini bertujuan untuk mencari buktibukti empiris tentang: 1) hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Sealatan. Sacara khusus. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah. Secara teoretis. pemahaman silang budaya.

dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan kegiatan belajar dan bahan pelajaran bahasa Inggris berbasis pada pemahaman silang budaya dan perhatian terhadap motivasi berprestasi yang dapat meningkatkan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. Hipotesis Penelitian 6 . D. pemahaman silang budaya. dan seluruh siswa Madrasah Aliyah pada umumnya. 3. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN khususnya. tes pemahaman silang budaya digunakan untuk menggali data tentang pemahaman terhadap perbedaan budaya berbahasa Inggris dan Indonesia. data terkumpul akan dianalisis dengan statistik korelasi dan regresi ganda. Selain itu. Alat Pengumpul Data Data dalam penelitian ini diperoleh melalui dua instrumen. motivasi berprestasi. Angket digunakan untuk mencari data tentang motivasi berprestasi. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. yaitu angket dan tes. penelitian ini diharapkan dapar dijadikan sebagai pijakan dalam penyelenggaraan penelitian lanjutan tentang hubungan antara pemahaman silang budaya. 2. dan tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris digunakan untuk mengukur kemampuan menggunakan bahasa Inggris secara komunikatif. Teknik Analisis Data Untuk melihat hubungan dan kontribusi motivasi berprestasi. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang berusaha untuk membuktikan secara empiris hubungan antara motivasi berprestasi. 1.

2) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. 2) Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya. a) Hipotesis nol: 1) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan 3) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. pemahaman silang budaya. dan 3) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. b) Hipotesis alternatif: 1) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan 2) pemahaman silang budaya siswa MAN di Jakarta Selatan (X2) b) Variabel terikat adalah kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan 7 . dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Variabel Penelitian Sesuai dengan hipotesis yang diajukan. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. variabel dalam penelitian ini adalah: a) Variabel bebas: 1) motivasi berprestasi siswa MAN di Jakarta Selatan (X1). dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. pemahaman silang budaya. 4.

8 . 6. dan yang menjadi sampelnya adalah 80 orang siswa kelas III yang diambil secara acak. Motivasi Berprestasi (X1) Kemampuan Komunikatif (Y) Pemahaman Silamg budaya (X2) 5. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung selama empat bulan di empat MAN Jakarta Selatan yang dibagi dalam tiga tahap: a) penyusunan rancangan dan instrumen penelitian. dan c) analisis data dan pelaporan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Hubungan ketiga variabel tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Populasi dan Sample Penelitian Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MAN di Jakarta Selatan. b) pencarian data.

yakni kemampuan komunikatif dan pemahaman silang budaya. Ini berarti bahwa kurikulum tersebut menekankan hasil atau kompetensi apa yang harus dikuasai siswa bila telah menyelesaikan studinya pada suatu program pendidikan formal. kurikulum berbasis kompetensi berorientasi pada hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna dan beragaman yang dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Analisis Teoretis Berdasarkan paparan tujuan penelitian yang diharapkan. Kemampuan Komunikatif Secara umum. dalam arti memiliki 9 . keterampilan. Berikut penjelasan keduanya. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 2 ANALISIS TEORETIS DAN KERANGKA KONSEPTUAL A. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. terdapat dua hal yang perlu dikaji secara teoretis. Dalam hal ini. 1. kompetensi dapat diartikan sebagai pengetahuan.

93. Ellis mengatakan: Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular Suwito. Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kemampuan tersebut biasanya disebut dengan kemampuan komunikatif. dalam hal ini.6 Penguasaan kemampuan komunikatif secara benar tidak hanya tertumpu pada kemampuan linguistik saja. dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu. Siswa. 1999).Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan pengetahuan. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. dan perasaannya. komptensi yang harus dikuasai siswa adalah bagaimana menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan konteks komunikasinya. 6 Nuril Huda. h. tidak dituntut untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang benar secara gramatikal saja. gagasan. keterampilan.5 Berkaitan dengan mata pelajaran Bahasa Inggris di Madrasah Aliyah. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. tetapi justru diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk menggunakan bentuk-bentuk bahasa tersebut sesuai dengan tujuan komunikasi atau untuk mengungkapkan fungsi-fungsi komunikatif bahasa yang ingin disampaikan kepada pihak lain. Siswa diharapkan dapat menggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan ide. baik dalam bentuk komunikasi lisan maupun komunikasi tulis. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. Language Learning and Teaching (Malang: IKIP M Publisher. Huda mengatakan bahwa kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi dalam situasi yang sebenarnya. 10 5 . Kemampuan ini biasanya disebut dengan kemampuan pragmatik yang memungkinkan seseorang untuk melakukan interaksi komunikatif secara lebih efektif.

kemampuan interpretatif. This happens at the level of discourse and involves interalia. kemampuan komunikatif mencakup kemampuankemampuan lain. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input.O. h. 11 7 .9 Secara jelas beberapa pandangan tersebut menunjukkan bahwa selain kemampuan linguistik terdapat beberapa kemampuan atau faktor lain yang membangun Rod Ellis. Dalam pandangannya.8 Posisi kemampuan linguistik sebagai salah satu unsur kemampuan komunikatif juga diutarakan oleh Munby. Teaching Language in Context (Boston: Heile & Heile Publisher. seperti kemampuan retorik. That is. 8 A. Hadley. selain kemampuan linguistik.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan communicative goals. h 4 9 John Munby. It seems clear that communicative competence includes the ability to use linguistic forms to perform communicative acts and to understand the communicative functions of sentences and their relationship to other sentences. 1993). h. it includes both linguistic and pragmatic knowledge. 26. the interpretative strategies of the language users and also contextual meaning of utterances. 13. Communicative Syllabus Design (Cambridge: C U P. pandangan lain juga mengisyaratkan ketidakberartian kemampuan linguistik bila tidak ditunjang oleh kemampuan untuk menyesuaikan bentuk-bentuk bahasa dengan seluruh masukan informasi baik yang bersifat linguistik maupun paralinguistik. The Study of Second Language Acquisition (Oxford: O U P. knowledge of rhetorical rules of use that governs the patterning of such acts. 1994).7 Meskipun tidak dinyatakan secara explisit sebagai kemampuan pragmatik. Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting. dan pemahaman makna ujaran berdasarkan konteks yang melatarbelakanginya. 1978). both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors.

dan benar secara gramatikal. C. misalnya *my baby is funny. Aspek yang ketiga berkaitan dengan kemampuan untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang tepat dan sesuai dengan konteksnya (appropriateness). 11 D. misalnya: I teach English everyday dan *She is having a big car. Menyempurnakan gagasannya tentang kemampuan komunikatif. Suatu kalimat bisa saja dianggap layak dan benar secara gramatikal.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris seseorang. Aspek yang pertama berkenaan dengan kemampuan untuk menghasilkan dan membedakan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal atau tidak gramatikal (whether or not something is possible). maka kalimat tersebut bisa saja dianggap tidak layak. 1979). tetapi tidak terjadi.10 Aspek yang kedua berhubungan dengan kemampuan untuk mengahasilkan bentuk-bentuk bahasa yang layak (feasibility).” The Communicative Approach to Language Teaching. Hymes.11 Suatu kalimat dapat saja layak. Jadi kelayakan di sini lebih erat kaitannnya dengan proses bagaimana kalimat itu dihasilkan oleh akal pikiran seseorang. J. tepat. tetapi kalimat tersebut kurang atau bahkan tidak tepat. eds. h. Hymes memperjelas pandangannya dengan Tanda * (asterik) digunakan untuk menunjukkan contohcontoh kalimat yang salah. tetapi bila dikaji dari sisi proses bagaimana kalimat itu dibuat atau dihasilkan. misalnya *The king of America visited Indonesia last year. H. 12 10 . Suatu kalimat yang terdiri dari beberapa kata dapat saja dianggap benar secara gramatikal. Mengenai hal ini. Aspek yang terakhir berhubungan dengan apakah makna yang terkandung dalam suatu kalimat itu benarbenar terjadi atau tidak (whether or not something is in fact done). 14. “On Communicative Competence. Johnson (Oxford: O U P. Hymes berpandangan bahwa kemampuan komunikatif itu terbentuk oleh empat aspek atau kemampuan yang terpadu. Brumfit dan K. misalnya *The mouse the cat the dog the man the woman married beat chased ate had a white tail.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan merinci secara spesifik empat kemampuan yang membangun kemampuan komunikatif. yaitu kemampuan linguistik. apakah dalam kegiatan formal atau informal. 2. Kemampuan linguistik berkenaan dengan penguasaan siswa terhadap kaedah-kaedah bahasa Inggris yang memungkinkannya menghasilkan kalimat-kalimat gramatikal untuk menyam-paikan maksud. Pemahaman Silang Budaya Sesuai dengan amanat yang terdapat dalam Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris untuk menengah atas 13 . sosiolinguistik. atau gambar-gambar untuk memperjelas bahasa tulis yang digunakan. dan mengidentifikasi kalimat-kalimat gramatikal untuk menangkap pesan dan maksud. sehingga apa yang akan diutarakan atau disampaikan kepada orang lain dapat dipahami secara tepat. atau dengan tokoh masyarakat. wacana. baik dalam abentuk komunikasi lisan maupun tulis. dan strategis. Kemampuan wacana berhubungan dengan penguasaan siswa terhadap konteks situasi yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa komunikasi lisan dan tulis. Adapun kemampuan strategis merupakan kemampuan seseorang untuk memilih dan menggunakan strategi komunikasi tepat untuk menyampaikan pesan yang dimaksudkan secara efektif. dengan orang yang lebih tua. Pengenalan terhadap lawan bicara atau pembaca akan memudahkan seseorang untuk menentukan bentuk-bentuk bahasa mana yang harus digunakan. Siswa dituntut untuk mengenali situasi komunikasi yang sedang terjadi. dengan kawan dekat. apakah dengan teman sebaya. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk melihat dengan siapa mereka membangun komunikasi. Kemampuan ini mencakup bagaimana seseorang menggunakan anggota tubuhnya untuk menyertai bahasa lisan yang digunakan.

and helps us know what our responsibility is to the group. “Culture is a way of life. feel. and relate to others. Larson dan Smally sebagaimana dikutip oleh Hasyim.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dan Madrasah Aliyah. b) Unsur-unsur kebahasaan mencakup: tata bahasa. 164. Culture is the context within which we exist. a) Keterampilan berbahasa. lafal dan ejaan. sehingga siswa dapat menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris secara benar.12 Secara jelas. h. diartikan sebagai pola pikir dan pola tindak yang mengatur seseorang bagaimana berbahasa dan bertindak di dalam lingkungan masyarakat tertentu. Douglas Brown. dan menulis. membaca. mata pelajaran bahasa Inggris meliputi beberapa aspek. dan berhubungan dengan orang lain dalam suatu kelompok masyarakat. 13 H. It governs our behaviour in groups. c) Aspek budaya yang terkandung dalam teks lisan dan tulis. makes us sensitive to matters of status. berbicara. dalam hal ini. Brown menjelaskan bahwa budaya merupakan cara hidup bagaimana seseorang berada. 1994). Principles of Language Learning and Teaching (Englewood Clifts: Prentice Hall Regents. Budaya dapat dianggap sebagai perekat antara seseorang dengan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. yakni. d) Aspek sastra yang berupa penghayatan dan apresiasi sastra. kosakata. berfikir. merasakan. 14 12 . h. menggambarkan budaya itu sebagai suatu “blue print’ which guides the behaviour of people in a community and is incubated in family life.”13 Melengkapi pengertian budaya tersebut. Budaya. 2003). Diknas Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA/MA (Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Diknas. yaitu menyimak. think. It is the glue that binds a group of people together. 14. pernyataan di atas menuntut Madrasah Aliyah dan guru bahasa Inggris untuk memberikan bahan pelajaran yang berupa aspek budaya sebagai satu kesatuan bahan pelajaran yang harus diterima siswa di dalam mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa asing.

Bagaimana cara bersalaman dengan orang-orang Sunda. cerita rakyat. Jawa. dan makanan. nilai.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Different cultures are the underlying structures which make round community round and square community square”14 Jadi.15 Menurut Robinson. Cross Cultural Understanding (Jakarta: Karunia UT. 8. musik. dari hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang besar. products include literature. sebagai suatu sistem budaya memcakup beberapa kategori. budaya itu dapat didefinisikan sebagai gagasan. dan lemabaga. bahasa tubuh. yet all of which govern human behaviour just as surely as the manipulated strings of a puppet control its motion”. dan produk. music and artifacts. Gail L. Budaya menurut Croydon adalah “a system of integrated patterns. Ide atau gagasan meliputi kepercayaan. Nemetz.16 Kehidupan keseharian masyarakat membuktikan bahwa budaya itu merupakan satu kesatuan yang utuh. seni. values and institutions. dan peralatan yang membedakan satu kelompok dan yang lain. art. Berikut adalah penjelasan yang diberikan oleh Robinson: Ideas include beliefs. yakni gagasan. dan artifak-artifak lainnya. 16 Robinson. Crosscultural Understanding (London: Prentice Hall International (UK) Limited. behaviors include language. Menado. h. dan produk meliputi literatur. gestures. Namun. keterampilan. 3 15 Ibid. most of which remain below the threshold of consciousness. 15 14 . budaya bukanlah bagianbagian yang berdiri sendiri-sendiri. prilaku mencakup bahasa. folklore. Bagaimana melamar calon pengantin dan merayakan pesta pernikahan di satu daerah akan berbeda Laela Hanoum Hasyim. akan berbeda dengan orang-orang Palembang. customs/habits and foods. dan lainnya. and the category of ideas reflects a notion of culture as not observable. h.1986). adat istiadat. tetapi merupakan sebuah sistem yang terpaduh yang bagian-bagiannya terkait satu sama lainnya. Seluruh pola kehidupan masyarakat diikat oleh aturan yang disepakati oleh seluruh anggotanya. The categories of behaviors and products reflect a notion of culture as observable phenomena. prilaku. adat. 1988).

Ketentuanketentuan ini berupa gagasan yang memungkinkan seluruh anggota masyarakat dapat hidup bersama dalam kelompok dengan damai.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dengan daerah lain. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak ada masyarakat di dunia ini yang tidak memiliki budaya yang mengatur pola kehidupan kemanusiaan dan kemasyarakatan. Karena itu timbullah suatu konsepsi dalam diri kelompok-kelompok manusia itu untuk mengadakan ketentuan-ketentuan pengatur hidup. Akibatnya. 2) they facilitate human and environmental interactions. mereka yang tidak memiliki apa-apa kiecuali dirinya sendiri. 6) they are learned and shared by all the members of a society. Orang-orang yang pintar tentu akan membodohi mereka yang tidak memiliki pengetahuan. 5) they tend to form a consistent structure. Selengkapnya pandangan tersebut dapat dilihat melalui ungkapan berikut: Seven universal of cultural patters of behaviors are: 1) they originate in the human mind. baik secara fisik maupun materi. tanpa aturan. bahkan makin tampak nyata dan jelas bahwa setiap kelompok manusia itu membutuhkan budaya untuk memenuhi suatu kebutuhan biologis dan psikologis manusia. Memperhatikan pengertian budaya tersebut. tanpa ikatan. akan mendominasi mereka yang lemah. timbul berbagai macam persoalan yang merusak sendi-sendi kehidupan individual dan kolektif. dan bebas takterkendali. Maka masing-masing orang akan berbuat sekehendaknya. Orang-orang yang memiliki kekuatan. 4) they are cummulative and adjust to changes in external and internal conditions. and 16 . Murdock menyebutkan tujuh ciri umum yang dimiliki oleh budaya. Mari kita membayangkan sejenak suatu keadaan yang saling bertentangan dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut tidak akan pernah berakhir bila tidak ada satu peraturan yang akan meluruskan semuanya itu. 3) they satisfy basic human needs.

17 17 . manusia sebagai anggota masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. ed. Kebutuhan pangan meliputi berbagai macam makanan. Moore. Karena kemudahan-kemudahan tersebut. pola pikir dan tindak yang diikuti oleh seluruh warga masyarakat cenderung membentuk struktur yang konsisten. dan buah-buahan yang dibutuhkan manusia untuk pertumbuhan fisik. dan kebutuhan sandang yang meliputi tempat tinggal dan pakian yang dibutuhkan manusia untuk perlindungan diri dari berbagai hal yang mengancam dirinya baik secara fisikal dan psikis. sehingga menjadi suatu konvensi yang diikuti oleh anggota masyarakat. sehingga identifikasi dari kelompok masyarakat mana seseorang dapat dilakukan dengan cepat. Tentu saja pola dan aturan bertindak dan berbahasa tersebut harus memudahkan seluruh anggota masyarakat untuk berinteraksi dengan sesamanya dan lingkungan alam sekitar. CN: HRAF Press. Meskipun selalu dapat menyesuaikan diri dengan faktor-faktor internal dan eksternal. baik yang berupa kebutuhan sandang maupun pangan. dan ini merupakan ciri budya yang kelima. Kemudahan berinteraksi dengan sesama dan alam sekitarnya merupakan inti dari ciri kedua dari budaya. Ciri keempat menunjukkan bahwa budaya itu akulumasi pemikiran dan prilaku manusia dalam kelompok masyarakatnya yang dapat berubah-ubah atau berkembang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal di mana kelompok masyarakat tersebut berada. Frank W.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 7) they are transmitted to new generations. sayuran. Seluruh pola dan aturan yang mengatur bagaimana seseorang bertindak dan berbahasa dalam kelompok masyarakatnya bersumber dari hasil pemikiran manusia melalui suatu proses panjang. “The Cross-cultural Suvey” Readings in Cross-Culture. Ciri keenam menunjukkan bahwa budaya itu merupakan hal yang dapat dipelajari dan dipelihara secara bersama-sama oleh seluruh warga George Peter Murdock. 1961.17 Ciri pertama menunjukkan bahwa budaya merupakan hasil dan bersumber pada akal pikiran manusia. Itulah esensi dari ciri budaya yang ketiga. New Haven.

harus dijadikan prioritas utama dalam bermasyarakat secara luas. Itulah salah satu bentuk upaya untuk menjaga keberlangsungan budaya. Salah satu caranya adalah dengan memahami budaya berbahasa dan bertindak masyarakat lain. benturan-benturan budaya antarnegara mungkin saja terjadi dalam konteks pengajaran bahasa asing. tetapi juga terjadi antara satu negara dengan negara lain. nilai-nilai budaya masyarakat dapat juga dialihkan kepada generasi berikut melalui berbagai jalur. Adapun ciri ketujuh. Benturan-benturan tersebut tidak hanya terjadi antar kelompok masyarakat dalam satu negara. menunjukkan bahwa budaya.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan masyarakat. Mengenai pentingnya mempelajari budaya berbahasa orang lain. Pelanggaran terhadap norma-norma tersebut tidak dapat ditolerir dan diberikan hukuman yang setimpal. Tentu saja menghindari terjadinya benturan budaya. Secara lebih khusus. Orang tua dan masyarakat dapat mengajarkan pola bertindak dan berbahasa kepada anak-anak mereka secara langsung dan tidak langsung. tentu saja hal itu akan menimbulkan benturan-benturan budaya yang dapat menimbulkan masalah-masalah sosial. Seluruh warga menjamin keberlangsungan budayanya melalui konvensi-konvensi dan norma-norma hukum tertulis dan taktertulis yang disepakati secara bersamasama. Karena satu kelompok masyarakat memiliki budaya yang berbeda dengan kelompok masyarakat lain. baik yang sederhana maupun yang kompleks. sebagai kelanjutan dari ciri keenam. seperti pendidikan formal dan nonformal. dalam hal ini budaya berbahasa. Di samping itu. Beberapa pandangan di atas memperlihatkan bahwa budaya merupakan bagian yang takterpisahkan dari bahasa dan pikiran yang mengatur bagaimana warga masyarakat berbahasa dan bertindak di dalam lingkungannya. “to 18 . Scarcella and Oxford mengatakan. dalam arti pola bertindak dan berbahasa dapat dialihkan kepada generasi berikutnya.

h.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan study a language without studying the culture of native speakers of the language is a lifeless endeavor”. & Oxford. 89. seseorang harus menghargai dan mengikuti aturan-aturan yang telah disepakai. 3. Umpamanya. (Boston: Heinle & Heinle. aspek-aspek budaya yang perlu dipelajari oleh siswa menyangkut empat hal. dapat dikatakan pemahaman silang budaya merupakan penguasaan seseorang terhadap perbedaan budaya berbahasa dan bertindak penutur asli bahasa asing dengan budaya bertindak dan berbahasa pertamanya. 19 18 .19 Adapun berhubungan dengan pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing.C. 19 Jenny Thomas. dan komprehensi. Mempertegas pengertian tersebut. atau pada saat bermain dengan teman. kondisioning. pada saat makan sendiri di rumah atau makan bersama dengan teman dalam suatu pesta seluruh warga masyarakat tentu saja harus mengikuti tatatertib yang berlaku. 1992). (1992). R. “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. yakni konvensi. Konvensi berkaitan dengan tata cara dan prilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. konotasi. R.L. 184. Dengan kata lain dapat dikatakan. Thomas mendefinisikan pemahaman silang budaya sebagai pemahaman tata cara berkomunikasi antara dua orang yang memiliki latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda. seperti pemahaman makna kata “time” dalam konteks masyarakat Inggris yang berbeda dengan “waktu” bagi orang Indonesia. Kondisioning berisikan tentang pemahaman tentang kebiasaan-kebiasaan seseorang dalam bertindak sesuai Scarcella.. 1983. Konotasi membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan bagaimana pehamanan makna berdasarkan acuan budaya suatu masyarakat. h.18 Berdasarkan pengertian budaya di atas. The Tapestry of Language Learning: the individual in the communicative classroom. pemahaman silang budaya merupakan upayaupaya yang dilakukan oleh seseorang yang berasal dari suatu kelompok masyarakat untuk memahami pola berbahasa dan bertindak kelompok masyarakat lainnya.

Senyum merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan sautu kesenangan. untuk memperlihatkan bahwa kita bahagia. kita biasanya tersenyum. cit. Tetapi. cit. upacaraupacara. Ketika kita sedih atau bahkan marah. adat istiadat. terhadap anak-anak yang berbuat nakal berulang kali kiat biasanya menggeleng-gelengkan kepala untuk menyatakan bahwa kita tidak setuju dengan perbuatan tersebut.20 Mengenai apa yang harus dipelajari oleh siswa berkenaan dengan budaya bahasa asing. dan kajian terhadap kesusasteraan. dan bagaimana cara bertamu atau menerima seorang tamu. 368-71. Kita menggeleng-gelangkan kepala ke kiri dan kanan untuk menyatakan “tidak”. op. loc. a. Gelengan kepala juga dapat digunakan untuk menyatakan sikap negatif terhadap sesuatu. seperti bagaimana cara merima atau menolak undangan makan bersama. Robinson mengatakan paling tidak ada tiga hal yang perlu diberikan kepada siswa. kita biasanya mengambil sikap diam atau menekan dan mengendalikan emosi kita. b. yakni kajian terhadap hari-hari libur.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dengan kerangka budayanya. seperti keluarga dan kehiduapan sehari-hari. seperti ketika seorang siswa terlambat atau tidak bisa menjawab pertanyaan guru siswa biasanya tersenyum. atau dapat juga digunakan untuk menutupi kesalahan atau kekeliruan yang kita buat. dan makanan.21 Berikut ini beberapa contoh komunikasi verbal dan nonverbal yang berbeda antara satu budaya dengan budaya lain. Umpamanya. di tempat lain kesedihan dan kemarahan diungkap dengan cara yang lebih terbuka. Komprehensi berisikan keterampilan-keterampilan yang biasanya dibutuhkan seorang warga masyarakat untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. 20 . 20 21 Hadley (1993). Robinson (1988). tetapi di tempat lain mungkin saja berbeda. h. kajian terhadap sistem kelembagaan. c. kasih sayang.

Di Indonesia. e. Di negara-negara barat. Motivasi. kita biasanya menerimanya dengan memberikan jawaban yang bertolak belakang dengan kondisi yang sebenarnya. kita biasanya tidak menatap mata lawan bicara secara langsung. Untuk mendapatkan perhatian seorang wanita yang sedang lewat. tetapi di negara-negara barat tatapan mata secara langsung ke arah lawan bicara bermakna bahwa pendengar benar-benar serius dan memperhatikan lawan bicaranya. i. dalam hal ini. Kita biasanya menempatkan kedua telapak tangan kita di bawah dagu untuk menunjukkan bahwa kita kecewa. Bila orang lain memuji. sedangkan di Indonesia tidak digunakan acungan jempol. f. kita biasanya bersiul-siul atau bahkan berteriak-teriak sampai mendapatkan perhatiannya. Acungan jempol dapat bermakna bermacam-macam. keberhasilan atau kegagalan seseorang untuk meraih sesuatu selalu dikaitkan dengan motivasi yang dimilikinya. dianggap sebagai dorongan yang 21 . h. sedangkan orang yang gagal dianggap tidak memiliki motivasi yang kuat untuk meraih cita-citanya. di tempat lain hal itu tidak dapat dilakukan. g. Orang yang berhasil dianggap memiliki motivasi yang kuat untuk meraih keinginannya. Kalau kita tidak dapat mengikuti atau memahami apa yang sedang dibicarakan oleh orang lain. acungan jempol digunakan untuk menyetop atau menumpang kendaraan umum atau orang lain. kita biasanya mengangkap bahu dan tangan. 3.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan d. di tempat lain budaya seperti itu mungkin sulit kita dapatkan. Motivasi Berprestasi Dalam kehidupan sehari-hari. di temapt lain pujian biasanya dijawab dengan ucapan terima kasih. acungan jempol digunakan untuk memuji orang yang telah melakukan pekerjaan yang besar/hebat. Pada saat bercakap-cakap dengan orang lain.

Valdosta. water. “Motivation to learn: An overview” Educational Psychology Interactive. pengertian motivasi yang banyak dipedomani berbunyi “Motivation is commonly thought of as inner drive. h. cit. Huitt. 4) didorong oleh pihak lain. Secara umum. h. dan 6) diakui dan diterima oleh orang lain. dan dorongan tersebut juga dapat berbentuk tujuan atau keinginan yang akan dicapai.edu/ whuitt/col/ motivation/motivate. desire. Educational Psychology: A cognitive view (New York: Holt. and the degree of effort they will exert in that respect”22 Pengertian lain yang tidak jauh berbeda dengan pandangan tersebut dibaerikan oleh Huitt yang mengatakan “motivation is an internal state or condition (sometimes described as a need. 24 David A.24 Sedikit berbeda dengan apa yang dikemukakan oleh Ausubel. 132. activity. 23 22 22 . sleep. op. W. emotions or disire that moves one to a particular action. motivation refers to the choices people make as to what experiences or goals they will approach or avoid.html. Secara lebih rinci. 3) melakukan pekerjaan.23 Dalam dua pengertian tersebut dapat dipahami bahwa motivasi merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang menggerakkannya melakukan sesuatu untuk mencapai atau memenuhi keinginannya. from http://chiron.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan menggerakkan seseorang untuk meraih sesuatu. Brown (1993). yakni kebutuhan untuk: 1) menemukan sesuatu yang baru. Rinehart & Winston.valdosta. 2) membiasakan diri. Retrieved [date]. or want) that serves to activate or energize behavior and give it direction”. Maslow juga merinci lima dorongan dan kebutuhan secara hirarkis. 5) memperoleh pengetahuan. Dorongan itu dapat berbentuk respons fisik terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan atau menyakitkan. Ausubel menjelaskan enam jenis dorongan yang dimiliki oleh seseorang. impulse. Ausubel. h. or in more technical terms. yakni: 1) Physiological needs: air. sex. 1968). 368-9. GA: Valdosta State University. seperti lapar dan rasa sakit. food.2. elimination.

being creative and appreciative of beauty in the world. A self-actualized person is happy. kebijakan. physical security. achieving one's highest potential. be part of a family. problem-oriented. accepting. hingga ke kebutuhan yang paling tinggi. h. dapat dipahami bahwa secara berturut-turut seseorang dapat memenuhi kebutuhannya dari yang paling dasar. physical safety. being able to understand and accept oneself and others. 2) Self Actualization Esteem Social Safety Physiological A. 23 25 . order. 5) Self-actualization needs: being one's true self. Untuk memperjelas bagaimana urutan dan keterkaitan antarkebutuhan dapat dilihat pada gambar berikut. seperti memperoleh pengetahuan. respected. 4) Self-esteem needs: to feel competent. “A Theory of Human Motivation” Psychological Review. wanting knowledge and wisdom. and worthwhile. (1954). independent.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Safety needs: escape fear and pain. and fulfilling a mission or purpose in life. dan diakui oleh pihak lain. 370-396.H. independent. creative. Maslow.25 Berdasarkan lima dorongan tersebut. successful. realistic. democratic. 3) Belonging and love needs: to love and be loved. yakni aktualisasi diri. 50. yakni kebutuhan pangan dan sandang. have friends.

motivasi dapat diklasifikasikan berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda. Ditinjau dari sumbernya. Back. Wikipedia. p.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Secara lebih mendalam. sedangkan motivasi ektrinsik merupakan dorongan yang berasal dari luar diri seseorang. seperti berdasarkan sumber dan tujuan. motivasi instrumental. Motivasi berprestasi ini dapat ditumbuhkan melalui pemberian saran dan nasehat. ataupun cara-cara lain yang dapat menyemangati siswa untuk melakukan berbagai tindakan untuk mengatasi masalah belajar yang dihadapi. dan motivasi berprestasi. Motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai dorongan atau kecenderungan yang dimiliki siswa untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar sebaik mungkin26. seperti pemberian latihan dan tugas-tugas dari guru. pemberian latihan-latihan dan tugas-tugas bahasa yang menuntut siswa untuk terus berusaha. the free encyclopedia.27 Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin mencari berbagai cara dan strategi efektif untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi instrinsik dan ekstrinsik Motivasi intrinsik merupakan dorongan untuk melakukan suatu perbuatan atau tindakan yang berasal dari dalam diri seseorang. Dorongan intrinsik berasal dari dalam R. 1990). Dorongan intrinsik berasal dari luar diri siswa. Motivasion: Theories and Principles (New Jersy: Prentice Hall. motivasi berprestasi memegang peran yang sangat penting dalam keberhasilan siswa dalam belajar bahasa Inggris. Adapun berdasarkan tujuannya. Menurut McCelland. atau memperoleh standard hidup yang lebih tinggi. motivasi berprestasi dapat berasal dari dorongan intrinsik dan ekstrisik. 291. Berdasarkan sumbernya. C. Di antara jenis-jenis motivasi tersebut. 24 26 . menguasai pengetahuan dan keterampilan. 2006. 27 Anonymous. Achievement Motivation. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi asimilatif. motivasi berprestasi merupakan dorongan yang dimiliki individu untuk memperoleh hasil yang berarti. motivasi integratif.

• decrease hunger. touch. smell. etc. discomfort. afektif. balance • maintain attention to something interesting or threatening uncertainty cognitiv e • develop meaning or understanding • increase/decrease cognitive disequilibrium. thirst. • maintain homeostasis. etc. pleasant consequences (rewards) or escape/avoid undesired. dorongan-dorongan tersebut dapat dilihat paparan dalam bentuk tabel yang dikutip dari Huitt. unpleasant consequences social • imitate positive models • be a part of a group or a valued member biologic al • increase/decrease stimulation (arousal) • activate senses (taste. dan spiritual. Secara rinci. Sources of Motivational Needs • elicited by stimulus associated/connected to behavi oral/ externa l innately connected stimulus • obtain desired. konatif. sosial.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan diri siswa yang meliputi dorongan biologis. • solve a problem or make a decision • figure something out • eliminate threat or risk 25 . kognitif.

seperti motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan affectiv e • • • • increase/decrease affective dissonance increase feeling good decrease feeling bad increase security of or decrease threats to self-esteem • maintain levels of optimism and enthusiasm • • • • • conativ e meet individually developed/selected goal obtain personal dream develop or maintain self-efficacy take control of one's life eliminate threats to meeting goal. Dorongandorongan akan menjadi makin bermakna bila siswa memahami 26 . obtaining dream • reduce others' control of one's life spiritua l • understand purpose of one's life • connect self to ultimate unknowns B. tampak bahwa kemampuan komunikatif berbahasa Inggris dipengaruhi oleh beberapa faktor. Motivasi berprestasi juga membimbing siswa untuk berusaha memecahkan beragam kesulitan belajar bahasa Inggris. sehingga siswa merasa lebih tertantang untuk selalu menggali potensinya secara terus menerus. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin mencari berbagai cara dan strategi efektif untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik. Kerangka Konseptual Sesuai dengan analisis pustaka tersebut.

Bentuk hubungan tersebut dapat digambarkan. Berdasarkan hal tersebut dapat diduga adanya hubungan yang berarti antara motivasi berprestasi. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya. Pemahaman silang budaya tentu saja menentukan keberhasilan komunikasi dengan bahasa Inggris yang dibangun oleh siswa.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan silang budaya antara budaya berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris. makin tinggi pemahaman silang budaya dan motivasi berprestasi siswa. pemahaman silang budaya. khususnya pada aspek keberterimaan bahasa Inggris secara sosial daripada gramatikal. dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. 27 .

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3 DESKRIPSI LATAR PENELITIAN Penelitian korelasional ini melibatkan seluruh Madrasah Aliyah Negeri di wilayah Jakarta Selatan. Ciputat Raya Pondok Pinang Jakarta Selatan. pemilihan madrasah-madrasah tersebut dilandasi oleh beberapa alasan. seperti terpenuhinya seluruh karakteristik populasi. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta MAN 4 Jakarta yang berdiri pada tahun 1992 berada di Jl. letak dan posisi madrasah yang relatif lebih strategis dibandingkan dengan Madrasah Aliyah Negeri lainnya. MAN 4 28 . Gambaran tentang keempat madrasah tersebut secara berturut-turut dapat dipaparkan sebagai berikut. Selain karena keempat madrasah tersebut berada di wilayah Jakarta Selatan. 11. dan 13. status madrasah yang beragam dari Madrasah Aliyah Negeri Percontohan sampai nonpercontohan. yakni MAN 4. dan beberapa keberhasilan/prestasi yang telah diraih keempat madrasah tersebut di tingkat propinsi. 7. A. usia madrasah yang relatif lebih tua.

MAN 4 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 86 orang yang terdiri dari 36 orang guru laki-laki dan 50 orang guru perempuan. untuk menujang kelancaran penyelenggaraan kegiatan belajar dan mengajar. MAN 4 Jakarta juga memperkerjakan beberapa orang sebagai tenaga administrasi dan petugas kebersihan. laboratorium IPA. MAN 4 Jakarta yang menempati sebidang tanah dengan luas 30. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Atas lainnya. H. seperti musholla. laboratorium bahasa. Daud sebagai kepala madrasah. sehingga terpenuhi suasana akademis yang kondusif. Selain guru tetap. Muchyi sebagai kepala madrasah yang dibantu oleh beberapa orang wakil kepala madrasah dan kaepala tatausaha. Pada awal berdirinya. Setelah kepemimpinan MAN 4 mengalami perubahan dan sekarang dipegang oleh Drs. Selain itu. Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 4 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Jakarta yang menginginkan anak-anak mereka belajar dan dididik dalam susana keagamaan yang tinggi. Pada tahun pelajaran 29 . Selain ruang kelas yang permanen. MAN 4 Jakarta mendapatkan status sebagai Madrasah Aliyah Negeri Percontohan. dan perpustakaan dengan koleksi buku berjumlah kurang lebih 2000 judul. MAN 4 Jakarta juga dibantu oleh tenaga guru tidak tetap dengan jumlah 14 orang yang terdiri dari 4 orang guru laki-laki dan 10 orang guru perempuan. MAN 4 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain. Pada masa kepemimpinannya MAN 4 masih dipandang dengan sebelah mata oleh banyak pihak. tetapi beberapa gedung bertingkat dengan luas bangunan 4409 M2 dengan jumlah ruang belajar sebanyak 28 kelas. tetapi pada masa itu diletakkan dasar-dasar pengelolaan Madrasah Aliyah secara professional. Dewasa ini. MAN 4 Jakarta tidak lagi menempati gedung yang kecil dan sempit.325 M2 dipimpin oleh Drs.

kaligrafi. Secara khusus. Kegiatan ilmiah mencakup kelompok ilmiah remaja (KIR) dan kajian Al-Qur. Selain kegiatan belajar di dalam ruangan atau di luar ruangan sesuai dengan jurusan masing-masing. Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 4 Jakarta dapat dilihat pada tabel 1 berikut. debat bahasa Inggris.an yang tergabung dalam FMIKA.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 2006-2007. yaitu olah raga. pidato bahasa Arab. Siswa kelas tiga berjumlah 234 orang siswa yang terdiri dari 133 siswa laki-laki dan 201 siswa perempuan. yaitu IPA sebanyak 128 orang siswa yang meliputi 52 orang siswa laki-laki dan 76 orang siswa perempuan. Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. agama. tercatat sebanyak 1028 orang siswa yang terbagi dalam tiga kelas. Siswa kelas dua berjumlah 333 orang siswa yang terdiri dari 136 siswa laki-laki dan 197 siswa perempuan. MTQ. IPS sebanyak 117 orang siswa yang terdiri dari 52 orang siswa laki-laki dan 65 orang siswa perempuan. ilmiah. bola volly dan penyinta alam. meskipun hanya pada tataran pendidikan menengah. Dengan keseimbangan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler diharapkan tujuan pendidikan nasional yang berorientasi pada pengembangan manusia seutuhnya dapat terealisasi. seni. dan sepak bola. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi tiga jurusan. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan PMR. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola. 30 . dan kepanduan. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah berbicara di tingkat propinsi dan nasional antara lain adalah KIR. dan Bahasa sebanyak 89 orang siswa yang terdiri dari 29 orang siswa laki-laki dan 60 orang siswa perempuan. seluruh siswa MAN 4 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyid-sholawat. Siswa kelas satu berjumlah 361 orang siswa yang terdiri dari 147 siswa laki-laki dan 214 siswa perempuan. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 4 Jakarta.hutup kanji bahasa Jepang.

Pd.325 M2 4409 M2 2000 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah 8 Wakil Kepala Madrasah 9 10 11 12 13 Drs. 76 pr menurut Jurusan IPS : 52 lk. 60 pr 31 . Musyahir M. M. Muchyi Drs. 214 pr menurut jenis Kelas II : 136 lk. Jejen Zaenudin.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 1 Data Statistik MAN 4 Jakarta pada tahun pelajaran 2006-2007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta Jl.Pd. Drs. Kapti Khusnani Jumlah Guru Tetap 36 orang laki-laki dan 50 orang perempuan Jumlah Guru Tidak 4 orang laki-laki dan 10 orang Tetap perempuan Jumlah tenaga 20 orang laki-laki. H. 197 pr kelamin Kelas III : 133 lk. Suganda Drs. Dra. Ciputat Raya Pondok Pinang Jakarta Selatan 1992 30. 201 pr Jumlah siswa IPA : 52 lk. 65 pr Bahasa : 29 lk. 9 orang administrasi perempuan Jumlah Siswa Kelas I : 147 lk.

seperti musholla. Zaenuddin Anwar sebagai kepala madrasah. Barkat Guna Harahap sebagai wakil kepala madrasah. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Atas lainnya. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain. Saat ini kepemimpinan MAN 7 dipegang oleh Drs. laboratorium bahasa. tetapi beberapa gedung bertingkat dengan luas bangunan 4000 M2 dengan beberapa ruang belajar yang layak. MAN 7 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 31 orang yang terdiri dari 17 32 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 Kegiatan ilmiah 16 Seni 17 Kepanduan Sepak bola. MAN 7 Jakarta tidak lagi menempati gedung yang kecil dan sempit. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 7 Jakarta MAN 7 Jakarta yang berdiri pada tahun 1992 berada di JL. dan perpustakaan dengan koleksi buku berjumlah kurang lebih 1303 judul. Taufik sebagai kepala madrasah yang dibantu oleh Drs. Selain ruang kelas yang permanen. MAN 7 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. MAN 7 Jakarta yang menempati sebidang tanah dengan luas 3500 M2 dipimpin oleh Drs. bola volley. dan Jakarta umumnya. Pada masa kepemimpinannya MAN 7 masih dipandang dengan sebelah mata oleh banyak pihak. tetapi pada masa itu diletakkan dasar-dasar dalam pengelolaan Madrasah Aliyah secara professional. H. Pada awal berdirinya. H. Srengseng Sawah Pasar Minggu Jakarta Selatan. MAN 4 Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Pasar Minggu khususnya. Dewasa ini. Penyinta Alam KIR dan FMIKA Teater dan Nasyid-Sholawat Pramuka dan PMR B. yang menginginkan anak-anak mereka dididik dalam susana keagamaan yang tinggi. laboratorium IPA.

untuk keperluan kegiatan administrasi MAN 7 Jakarta memperkerjakan beberapa orang tenaga administrasi dan petugas kebersihan. yaitu olah raga. Kelas satu berjumlah 113 orang siswa yang terdiri dari 63 siswa laki-laki dan 70 siswa perempuan. Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 7 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut. Siswa kelas dua berjumlah 111 orang siswa yang terdiri dari 48 siswa laki-laki dan 63 siswa perempuan. MAN 7 Jakarta juga dibantu oleh tenaga guru tidak tetap dengan jumlah 11 orang yang terdiri dari 8 orang guru laki-laki dan 3 orang guru perempuan. dan kepanduan. dan bola volly.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan orang guru laki-laki dan 14 orang guru perempuan. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola. ilmiah. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyidsholawat. seni. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan 33 . Pada tahun pelajaran 2006-2007. Selain guru tetap. dan IPS sebanyak 37 orang siswa yang terdiri dari 22 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 7 Jakarta. agama. yaitu IPA sebanyak 25 orang siswa yang meliputi enam orang siswa laki-laki dan 19 orang siswa perempuan. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi dua jurusan. tercatat sebanyak 306 orang siswa yang menuntut ilmu di sekolah tersebut yang terdiri dari 141 siswa laki-laki dan 165 siswa perempuan. seluruh siswa MAN 7 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. Secara khusus. Siswa kelas tiga berjumlah 62 orang siswa yang terdiri dari 28 siswa laki-laki dan 34 siswa perempuan. Siswa-siswa tersebut terdistribusikan ke dalam kelas satu. Kegiatan ilmiah direalisaikan dalam bentuk kelompok ilmiah remaja (KIR). dan kegiatan keagamaan dalam bentuk Rohis. Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. Selain kegiatan belajar sesuai dengan kelas dan jurusan masing-masing sebagai kegiatan kurikuler. dua. dan tiga.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan paskibra. 19 pr IPS : 22 lk. Tabel 2 Data Statistik MAN 7 Jakarta pada tahun pelajaran 2006-2007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 7 Jakarta Jl. 63 pr Kelas III : 28 lk. H. Taufik Drs. 5 orang perempuan Kelas I : 63 lk. Barkat Guna Harahap 17 orang laki-laki dan 14 orang perempuan 8 orang laki-laki dan 3 orang perempuan 10 orang laki-laki. 70 pr Kelas II : 48 lk. Srengseng Sawah Jakarta Selatan 1992 3500 M2 4000 M2 1303 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah 8 Wakil Kepala Madrasah 9 Jumlah Guru Tetap 10 Jumlah Guru Tidak Tetap 11 Jumlah tenaga administrasi 12 Jumlah Siswa menurut jenis kelamin 13 Jumlah siswa menurut Jurusan Drs. 34 pr IPA : 6 lk. Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 7 Jakarta dapat dilihat pada tabel 2 pada halaman berikut. 15 pr 34 . kegiatan ekstrakurikuler yang sudah berbicara di tingkat propinsi antara lain adalah KIR dan karate. Secara khusus.

MAN 11 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. tetapi beberapa gedung bertingkat dua dengan beberapa ruang belajar yang relatif nyaman dan kondusif untuk kegiatan belajar mengingat keberadaan gedung tersebut jauh dari pusat keramaian. dan perpustakaan dengan koleksi buku yang cukup. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Atas lainnya. Saat ini kepemimpinan MAN 11 dipegang oleh Drs. Gandun No. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 11 Jakarta MAN 11 Jakarta yang berdiri pada tahun 1997 berada di Jl. bola volley. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 16 17 18 Kegiatan ilmiah Seni Agama Kepanduan Sepak bola. laboratorium bahasa. yang menginginkan anak-anak mereka dididik dan belajar dalam susana keagamaan yang tinggi. dan Jakarta umumnya. Effendi Halba sebagai kepala madrasah yang dibantu beberapa orang wakil kepala sekolah dan kepala tatausaha. H. S2 sebanyak satu orang dan D3 sebanyak dua 35 . MAN 11 Jakarta tidak lagi menempati gedung yang kecil dan sempit. laboratorium IPA. 60 Lebak Bulus Cilandak Jakarta Selatan. Dewasa ini. MAN 11 Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Cilandak khususnya. seperti musholla. Penyinta Alam KIR Teater dan Nasyid-Sholawat Rohis Pramuka dan Paskibra C. MAN 11 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 35 orang yang terdiri dari 14 orang guru laki-laki dan 21 orang guru perempuan yang sebagian besar berpendidikan S1 sebanyak 32 orang. U. Selain ruang kelas yang permanen.

yaitu olah raga. tercatat sebanyak 210 orang siswa yang terdiri 75 siswa laki-laki dan 135 siswa perempuan. Selain guru tetap. Pada tahun pelajaran 2006-2007. Siswa kelas tiga berjumlah 53 orang siswa yang terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 34 siswa perempuan. yaitu IPA sebanyak 20 orang siswa yang meliputi tiga orang siswa lakilaki dan 17 orang siswa perempuan. dan kegiatan keagamaan dalam bentuk Rohis. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah 36 . Secara khusus. Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyidsholawat. Siswa kelas satu berjumlah 85 orang siswa yang terdiri dari 29 siswa laki-laki dan 56 siswa perempuan. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi dua jurusan. Kegiatan ilmiah direalisaikan dalam bentuk kelompok ilmiah remaja (KIR). agama. MAN 11 Jakarta juga dibantu oleh beberapa tenaga guru tidak tetap yang memegang beberapa matapelajaran sesuai dengan bidang keahlian yang tidak dimiliki oleh madrasah tersebut atau sebagai tenaga pendukung. Selain kegiatan belajar di dalam ruangan atau di luar ruangan sesuai dengan jurusan masing-masing. Siswa kelas dua berjumlah 72 orang siswa yang terdiri dari 27 siswa laki-laki dan 45 siswa perempuan. seni. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan paskibra. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 11 Jakarta. ilmiah. Adapun untuk menunjang kegiatan administraif dan kebersihan. Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 11 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut. MAN 11 Jakarta juga memperkerjakan beberapa orang tenaga administrasi dan petugas kebersihan. dan bola basket. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan orang. seluruh siswa MAN 11 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. dan kepanduan. dan IPS sebanyak 33 orang siswa yang terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 17 orang siswa perempuan.

56 pr Kelas II : 27 lk. 45 pr Kelas III : 19 lk. U. Tabel 3 Data Statistik MAN 11 Jakarta pada tahun pelajaran 20062007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 11Jakarta Jl. 60 Lebak Bulus Cilandak Jakarta Selatan 1997 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah 8 Wakil Kepala Madrasah 9 Jumlah Guru Tetap 10 Jumlah Guru Tidak Tetap 11 Jumlah tenaga administrasi 12 Jumlah Siswa menurut jenis kelamin 13 Jumlah siswa menurut Jurusan Drs. 17 pr IPS : 16 lk. 34 pr IPA : 3 lk. Mading.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan berbicara di tingkat propinsi antara lain adalah KIR. dan Bola Volley. Gandun No. H. Effendi Hlba 14 orang laki-laki dan 21 orang perempuan orang laki-laki dan orang perempuan 10 orang laki-laki. Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 11 Jakarta dapat dilihat pada tabel 3. 17 pr 37 . 5 orang perempuan Kelas I : 29 lk.

Dewasa ini.M. dan Jakarta umumnya. MAN 4 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 51 orang yang terdiri dari 18 orang guru lakilaki dan 33 orang guru perempuan dengan tingkat pendidikan minimal S1. Nuroto sebagai wakil kepala madrasah. sebagai kepala madrasah. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta MAN 13 Jakarta yang berdiri pada tahun 2004 berada di JL. seperti musholla. Penyinta Alam KIR Teater dan Nasyid-Sholawat Rohis Pramuka dan Paskibra D. Raya Lenteng Agung Depok RT 02 RW 08 Jagakarsa Pasar Minggu Jakarta Selatan. M. bola basket. sebagai kepala madrasah yang dibantu dengan Drs. Selain ruang kelas yang permanen. Mereka berlatar pendidikan tingat S1 berjumlah 47 38 . dan perpustakaan dengan koleksi buku berjumlah kurang lebih 1303 judul. Pada awal berdirinya. MAN 13 tetap dipimpin oleh Dra. MAN 13 Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Pasar Minggu khususnya. laboratorium IPA. MAN 13 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah.M. Isnadiar Dekok. laboratorium bahasa. Hj. MAN 13 Jakarta menempati beberapa gedung bertingkat dengan jumlah ruang belajar sebanyak 20 kelas. Setelah memisahkan diri hingga sekarang. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 16 17 18 Kegiatan ilmiah Seni Agama Kepanduan Sepak bola. Hj. M. Isnadiar Dekok. yang menginginkan anak-anak mereka dididik dan belajar dalam susana keagamaan yang tinggi. MAN 13 masih menyatu dengan MAN 7 yang saat itu dipimpin oleh Dra. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Umum lainnya.

Secara khusus. tercatat sebanyak 552 yang terdiri dari 277 siswa laki-laki dan 285 siswa perempuan. dan Bahasa sebanyak 34 orang siswa yang terdiri dari 20 orang siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan. Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 13 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut. dan 39 . Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. S2 berjumlah tiga orang dan D1 berjumlah satu orang. yaitu IPA sebanyak 35 orang siswa yang meliputi 14 orang siswa laki-laki dan 21 orang siswa perempuan. Siswa kelas satu berjumlah 240 orang siswa yang terdiri dari 109 siswa laki-laki dan 131 siswa perempuan. Kegiatan ilmiah direalisaikan dalam bentuk kelompok ilmiah remaja.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan orang. IPS sebanyak 80 orang siswa yang terdiri dari 34 orang siswa lakilaki dan 46 orang siswa perempuan. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyid. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola. Selain kegiatan belajar di dalam ruangan atau di luar ruangan sesuai dengan jurusan masing-masing. untuk keperluan kegiatan administrasif dan kebersihan MAN 13 Jakarta memperkerjakan 15 orang tenaga administrasi dan petugas kebersihan yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. MAN 13 Jakarta juga dibantu oleh tenaga guru tidak tetap dengan jumlah 27 orang yang terdiri dari 14 orang guru laki-laki dan 13 orang guru perempuan. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi tiga jurusan. yaitu olah raga. Siswa kelas tiga berjumlah 142 orang siswa yang terdiri dari 81 siswa laki-laki dan 61 siswa perempuan. Selain guru tetap. dan kepanduan. seluruh siswa MAN 13 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. Siswa kelas dua berjumlah 163 orang siswa yang terdiri dari 90 siswa laki-laki dan 73 siswa perempuan. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 13 Jakarta. dan bola basket. Pada tahun pelajaran 2006-2007. agama. seni. ilmiah.

Secara khusus.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan kegiatan keagamaan dalam bentuk Rohis. Tabel 4 Data Statistik MAN 13 Jakarta pada tahun pelajaran 20062007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta Jl. 5 orang administrasi perempuan 12 Jumlah Siswa Kelas I : 109 lk.M. Isnadiar Dekok. M. 61 pr 13 Jumlah siswa IPA : 14 lk. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan paskibra. Hj. dan Bola basket. Matematika. Raya Lenteng Agung Depok RT 02 RW 08 Jakarta Selatan 2004 6500 M2 5086 M2 1303 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah Dra. 21 pr 40 . 8 Wakil Kepala Drs. Nuroto Madrasah 9 Jumlah Guru Tetap 14 orang laki-laki dan 13 orang perempuan 10 Jumlah Guru Tidak 14 orang laki-laki dan 13 Tetap orang perempuan 11 Jumlah tenaga 10 orang laki-laki. bola Volley. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah berbicara di tingkat propinsi antara lain adalah cerdas cermat IPS. 131 pr menurut jenis kelamin Kelas II : 90 lk. Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 13 Jakarta dapat dilihat pada tabel 4. 73 pr Kelas III : 81 lk.

bola basket. 14 pr KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 16 17 18 Kegiatan ilmiah Seni Agama Kepanduan Sepak bola.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan menurut Jurusan IPS Bahasa : 34 lk. Penyinta Alam KIR Teater dan Nasyid-Sholawat Rohis Pramuka dan Paskibra 41 . 46 pr : 20 lk.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 4 TEMUAN PENELITIAN Setelah data yang terkumpul dihitung dengan menggunakan statistik deskriptif ditemukan beberapa nilai penting yang berguna untuk analisis korelasi dan regresi. MAN 4 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban. Berikut dipaparkan temuan data deskriptif dan hasil analisis korelasi dan regresi sederhana yang telah dilakukan. MAN 7. dan MAN 13. deskripsi data tentang motivasi berprestasi. A. 1. terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 4 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes 42 . pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan akan disajikan secara berturut-turut dari MAN 4. MAN 11. Deskripsi Data Tiap-Tiap Madrasah Berdasarkan tempat penelitian ini dilakukan.

Tabel 5 Skor MTB.00 61.00 48. PSB.52 KKBI 50 52 53 55 55 56 60 60 62 62 62 64 64 66 66 68 69 70 74 1168 74.00 Minimum 56.00 68.00 50. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian hanya berasal dari 19 responden. dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan. Skor untuk ketiga variabel tersebut dipaparkan pada tabel 5. dan KKBI siswa MAN 4 NO RESPONDEN MTB PSB 1 MAN04001 56 48 2 MAN04002 58 50 3 MAN04003 59 52 4 MAN04004 59 52 5 MAN04005 60 54 6 MAN04006 60 54 7 MAN04007 61 56 8 MAN04008 61 56 9 MAN04009 62 58 10 MAN04010 62 58 11 MAN04011 62 58 12 MAN04012 63 60 13 MAN04013 64 62 14 MAN04014 64 64 15 MAN04015 65 64 16 MAN04016 65 66 17 MAN04017 66 66 18 MAN04018 66 66 19 MAN04019 68 68 Jumlah 1181 1112 Maksimum 68.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap.00 Rata-rata 62.47 43 .15 58.

15. 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 5.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Berkaitan dengan motivasi berprestasi. jumlah keseluruhan skor adalah 1181. Bagaimana gambaran repons siswa MAN 4 terhadap ketiga variabel tersebut dapat juga dilihat melalui histogram berikut. skor terendah adalah 56. dan skor rata-ratanya adalah 62. skor terendah adalah 50.0 20 6 . dan skor rata-ratanya adalah 58. 0 80 6. setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 4 adalah 68. 0 60 6.0 40 6. skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 4 adalah 74.47. jumlah keseluruhan skor adalah 1168. dan skor rata-ratanya adalah 61. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan motivasi berprestasi siswa MAN 4 relatif tidak terlalu tinggi. 0 00 6 . berkaitan dengan pemahaman silang budaya. Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris. Histogram MTB MAN 4 44 . Sebaliknya. skor terendah adalah 48.52. 0 80 MB T Gambar 1. jumlah keseluruhan skor adalah 1112. Pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang mereka kuasai juga masih di bawah persyaratan ideal yang seharusnya dikuasai oleh siswa. 0 60 5. diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 4 adalah 68.

00 55. Histogram KKBI MAN 4 45 .00 70.00 PSB Gambar 2.00 70.00 75.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3 2 y c n u q e r F 1 0 45.00 60.00 60.00 50.00 KKBI Gambar 3.00 65.00 55.00 65. Histogram PSB MAN 4 7 6 5 4 y c n u q e r F 3 2 1 0 50.

PSB.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 2. Sebaliknya. Selengkapnya skor yang diperoleh siswa MAN 7 untuk ketiga variabel tersebut dapat dilihat pada tabel 6. jumlah keseluruhan skor adalah 1601. berkaitan dengan pemahaman silang budaya. skor terendah adalah 60. Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris. dan KKBI siswa MAN 7 NO RESPONDEN MTB PSB KKBI 1 MAN07001 60 54 60 2 MAN07002 61 56 62 3 MAN07003 64 58 75 4 MAN07004 64 58 64 5 MAN07005 66 60 64 6 MAN07006 66 60 68 7 MAN07007 68 68 64 8 MAN07008 68 68 66 9 MAN07009 69 70 70 46 . setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 7 adalah 79. skor terendah adalah 54. terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 7 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. dan skor rata-ratanya adalah 66. Tabel 6 Skor MTB. Berkaitan dengan motivasi berprestasi. diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 7 adalah 80. dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap. skor terendah adalah 60. dan skor rata-ratanya adalah 69. skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 7 adalah 78.60. dan skor rata-ratanya adalah 70.08. dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah hanya berasal dari 23 responden. jumlah keseluruhan skor adalah 1520. MAN 7 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban.08. jumlah keseluruhan skor adalah 1612.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

10 MAN07010 11 MAN07011 12 MAN07012 13 MAN07013 14 MAN07014 15 MAN07015 16 MAN07016 17 MAN07017 18 MAN07018 19 MAN07019 20 MAN07020 21 MAN07021 22 MAN07022 23 MAN07023 Jumlah Maksimum Minimum Rata-rata

70 70 70 71 73 73 74 74 76 76 78 71 71 79 1612 79.00 60.00 70.08

72 68 72 66 65 74 66 66 70 64 76 78 66 65 1601 80.00 60.00 69.60

70 66 72 66 70 68 68 70 74 74 76 76 78 80 1520 78.00 54.00 66.08

Bila skor di atas ditampilkan dalam bentuk gambar atau histogram, akan makin jelas bagaimana distribusi skor yang diperoleh siswa MAN 7 untuk ketiga variabel tersebut.
6

5

4

3

y c n u q e r F
2 1 0 6. 0 0 0 6. 0 5 0 7. 0 0 0 7. 0 5 0 8. 0 0 0

MB T

Gambar 4. Histogram MTB MAN 7

47

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

10

8

6

y c n u q e r F

4

2

0 50.00 55.00 60.00 65.00 70.00 75.00 80.00

PSB

Gambar 5. Histogram PSB MAN 7

5

4

3

y c n u q e r F

2

1

0 60.00 65.00 70.00 75.00 80.00

KKBI

Gambar 6. Histogram KKBI MAN 7

48

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

3. MAN 11 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban, terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 11 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris; dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap; dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian hanya berasal dari 18 responden. Berkaitan dengan motivasi berprestasi, setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 11 adalah 75, skor terendah adalah 63, jumlah keseluruhan skor adalah 1239, dan skor rata-ratanya adalah 68.83. Sebaliknya, berkaitan dengan pemahaman silang budaya, diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 11 adalah 74, skor terendah adalah 56, jumlah keseluruhan skor adalah 1176, dan skor rata-ratanya adalah 65.33. Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris, skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 11 adalah 80, skor terendah adalah 60, jumlah keseluruhan skor adalah 1266, dan skor rata-ratanya adalah 70.33. Data lengkap mengenai skor yang diperoleh siswa MAN 11 untuk ketiga variabel dapat dilihat pada tabel berikut 7. Adapun visualisasi skor yang diperoleh siswa dalam bentuk gambar, untuk memperjelas bagaimana distribusi skorskor tersebut dapat dilihat pada histogram/gambar 7-9. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan motivasi berprestasi siswa MAN 11 relatif tinggi; begitu juga dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris mereka. Tetapi untuk variabel kedua, skor yang mereka peroleh menunjukkan bahwa pemahaman silang budaya mereka relatif tidak terlalu tinggi. Secara umum siswa MAN 11 memiliki potensi yang relatif besar untuk menguasai kemampuan berbahasa Inggris sebagaimana yang dipersyaratkan dalam kurikulum 2004.
49

33 50 .00 Minimum 63.00 74.00 Rata-rata 68.00 56.00 70.00 60. PSB.33 KKBI 60 64 64 68 68 70 70 69 72 72 75 74 74 76 66 66 78 80 1266 80. dan KKBI siswa MAN 11 NO RESPONDEN MTB PSB 1 MAN011001 63 56 2 MAN011002 64 65 3 MAN011003 65 58 4 MAN011004 66 67 5 MAN011005 66 60 6 MAN011006 68 64 7 MAN011007 69 62 8 MAN011008 69 64 9 MAN011009 69 64 10 MAN011010 70 66 11 MAN011011 70 66 12 MAN011012 72 68 13 MAN011013 72 68 14 MAN011014 73 70 15 MAN011015 67 67 16 MAN011016 67 65 17 MAN011017 74 72 18 MAN011018 75 74 Jumlah 1239 1176 Maksimum 75.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 7 Skor MTB.83 65.

50 75.00 70.50 70.00 M TB Gambar 7. Histogram MTB MAN 11 6 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 55. Histogram PSB MAN 11 51 .00 72.50 65.00 75.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 6 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 62.00 65.00 60.00 67.00 PSB Gambar 8.

52 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 4 3 2 y c n u q e r F 1 0 60.00 80. MAN 13 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban. terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 13 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris.00 65. Histogram KKBI MAN 11 3. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian hanya berasal dari 18 responden.00 KKBI Gambar 9.00 75. dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan.00 70. dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap. Data lengkap mengenai skor yang diperoleh siswa MAN 13 dapat dilihat pada tabel berikut.

30 62.00 50.00 50.30. skor terendah adalah 51.90 Berkaitan dengan motivasi berprestasi. diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 13 adalah 75. jumlah keseluruhan skor adalah 1253. Sebaliknya. PSB.65 KKBI 50 54 60 60 56 62 64 64 64 66 66 68 68 56 70 58 69 72 57 74 1258 74. dan skor rata-ratanya adalah 62. setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 13 adalah 73.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 8 Skor MTB.00 Minimum 51. jumlah keseluruhan skor adalah 1246. dan KKBI siswa MAN 13 NO RESPONDEN MTB PSB 1 MAN013001 54 50 2 MAN013002 56 53 3 MAN013003 57 56 4 MAN013004 58 56 5 MAN013005 51 58 6 MAN013006 59 58 7 MAN013007 59 60 8 MAN013008 61 60 9 MAN013009 64 62 10 MAN013010 64 62 11 MAN013011 62 64 12 MAN013012 62 64 13 MAN013013 66 66 14 MAN013014 65 66 15 MAN013015 68 68 16 MAN013016 65 68 17 MAN013017 73 70 18 MAN013018 69 65 19 MAN013019 63 72 20 MAN013020 70 75 Jumlah 1246 1253 Maksimum 73. skor terendah adalah 50.00 Rata-rata 62.00 62. dan skor 53 .00 75. untuk pemahaman silang budaya.

00 75.00 70. bila skorskor tersebut di atas dikonversikan ke dalam bentuk gambar. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan motivasi berprestasi siswa MAN 13 relatif tidak terlalu tinggi. akan makin jelas bagaimana distribusi skor yang diperoleh siswa MAN 13 untuk ketiga variabel tersebut seperti berikut.00 MTB Gambar 10.00 55.65. dan skor rata-ratanya adalah 62. skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 13 adalah 74. Secara umum siswa MAN 11 masih memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk menguasai kemampuan berbahasa Inggris sebagaimana yang dipersyaratkan dalam kurikulum 2004. Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris.00 60. Selanjutnya.00 65.90. jumlah keseluruhan skor adalah 1258. begitu juga dengan pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris mereka. Histogram MTB MAN 13 54 . 4 3 2 y c n u q e r F 1 0 50. skor terendah adalah 50.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan rata-ratanya adalah 62.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 7 6 5 4 y c n u q e r F 3 2 1 0 50.00 70.00 55. Histogram PSB MAN 13 7 6 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 50. Histogram KKBI MAN 13 55 .00 KKBI Gambar 12.00 70.00 PSB Gambar 11.00 65.00 65.00 60.00 60.00 55.00 75.00 75.

skor tertingginya adalah 79. skor terendahnya adalah 51.00 65.00 4 Rata-rata 65.00 64. Apa yang mereka kuasai masih berada di bawah peryaratan ideal yang harus dikuasai siswa. dan skor rata-ratanya adalah 63. dan skor rataratanya adalah 65. Deskripsi Data Gabungan Keempat Madrasah Berdasarkan data gabungan keempat MAN yang terlibat dalam penelitian.75 6. diperoleh bahwa jumlah keseluruhan skor untuk motivasi berprestasi adalah 5278. skor terendahnya adalah 48. Deviasi 5. dan 13 relatif tidak terlalu tinggi. jumlah keseluruhan skor adalah 5271. Adapun berkenaan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. Jadi.97.088 42. skor tertingginya 78. Untuk pemahaman silang budaya. 11.515 6 Varians 33. data deskriptif untuk keempat madrasah tersebut dapat dilihat pada tabel 9.26. Selengkapnya.00 30.00 78.449 7 Range 28.00 48.00 66.00 KKBI 5271 50.00 3 Maksimum 79.029 49. 7.00 8 Median 66.97 63. skor terendahnya 50.00 80.88.00 56 . dan skor rata-ratanya adalah 65.418 30. Statistik Deskriptif untuk Ketiga Variabel NO SKOR MTB PSB 1 Jumlah 5278 5061 2 Minimum 51.26 5 Std. Hal yang sama juga terjadi pada pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris mereka. skor tertingginya adalah 80. diperoleh jumlah keseluruhan skor adalah 5061. Tabel 9. secara keseluruhan gabungan data tersebut menunjukkan bahwa motivasi berprestasi siswa MAN 4.88 7.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan B.

8 8.3 6.00 2 2.5 85.0 5.3 79.5 56.8 67.00 7 8.3 70.5 2.00 5 6.5 41.00 5 6.5 57.0 Tabel 11.5 28.00 5 6.00 2 2.0 74.00 1 1.3 47.8 8.3 78.0 97.0 71.3 69.3 6.8 32.00 3 3.0 90.8 3.00 7 8.00 6 7.0 62.5 2. Cumulative Percent 1.00 3 3.3 54.3 6.00 1 1.8 64.3 76.5 73.00 1 1.5 22.8 95.0 5.5 68.5 2.8 82.00 3 3.3 1.3 63.00 4 5.8 75.00 2 2.5 2.8 3.0 93.3 1.5 59.00 2 2.5 98.3 58.00 4 5.00 5 6.8 65.8 100.8 13.3 Total 80 100.5 5.3 66. Tabel 10.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Berdasarkan skor kasar yang diperoleh siswa dan statistik deskriptif di atas dibuatlah table frekuensi dan histogram untuk masing-masing varibel sebagai berikut .3 1.00 1 1.8 3.3 2.5 7.00 1 1.3 1.3 8.8 61.5 78.0 6.0 57 .3 6.00 4 5.8 17.0 5.3 1.3 56.00 2 2.8 72. Distribusi Frekuensi untuk MTB Gabungan Valid SKOR Frequency Percent Percent 51.8 65.3 58.0 60.8 3.5 71.0 100.5 2.00 3 3.3 1.00 1 1.

Distribusi Frekuensi untuk KKBI Gabungan 58 .00 1 1.0 72.5 68.00 8 10.8 3.8 96.0 10.3 1.00 1 1.0 65.8 28.3 66.0 10.00 5 6.3 50.5 2.3 7.8 36.0 60.8 88.00 6 7.3 6.3 3.00 2 2.5 53.0 5.0 10.5 7.00 1 1.3 51.3 73.8 56.0 100.0 64.3 54.3 1.3 Total 80 100.8 83.00 1 1.3 1.3 18.0 70.5 7.00 8 10.0 Cumulative Percent 1.8 13.3 1.3 57.5 52.00 3 3.3 97.00 2 2.00 6 7.8 6.00 8 10.5 98.00 4 5.3 41.8 67.00 4 5.00 11 13.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Distribusi Frekuensi untuk PSB Gabungan Valid SKOR Frequency Percent Perce nt 48.0 5.5 2.5 71.5 2.8 100.00 4 5.00 1 1.00 2 2.5 2.00 2 2.0 5.5 75.0 Tabel 12.3 1.5 11.8 93.0 74.3 76.3 78.5 62.5 58.

5 2.5 3.00 52.3 88.5 16.0 3.00 56.3 2.5 7.0 2.5 53.0 3.00 54.3 1.0 Cumulative Percent 2.3 18.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan SKOR Frequency 50.8 10.3 1.8 10.3 2.8 12.8 5.5 100.00 57.3 1.3 10.8 2.0 6.5 3.5 2.8 10.8 78.5 3.00 78.0 97.8 2.00 59.0 Valid Percent 2.5 11.3 2.0 42.5 7.00 Total 2 1 1 1 2 1 2 3 2 6 3 10 9 1 8 3 8 2 6 2 3 2 2 80 Percent 2.0 65.00 70.5 11.5 100.8 2.3 30.5 3.00 67.0 68.5 1.00 68.8 2.00 55.5 1.0 12.3 2.00 58.8 26.00 72.3 1.5 3.00 60.5 2.5 7.00 75.8 12.3 8.5 7.0 59 .00 53.00 69.5 1.3 10.3 95.8 91.00 74.00 66.00 80.0 2.00 64.5 2.5 3.8 81.8 55.5 100.5 1.3 1.3 1.00 62.00 76.5 3.

0 0 0 7 .0 0 0 MB T Gambar 13. Histogram PSB Gabungan 60 .0 5 0 8 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 1 4 1 2 1 0 8 y c n u q e r F 6 4 2 0 5 .0 0 0 7 .0 5 0 6 .0 5 0 7 .0 0 0 5 .0 0 0 PB S Gambar 14.0 0 0 8 .0 0 0 6 .0 0 0 6 . Histogram MTB Gabungan 2 0 1 5 1 0 y c n u q e r F 5 0 4 .0 0 0 5 .

00 8 0 0.00 7 . Persyaratan Analisis Data Sebelum pengujian hipotesis penelitian dilakukan. sedangkan pemeriksaan homogenitas tidak dilakukan dengan alasan data yang diperoleh diasumsikan berasal dari populasi yang homogen.0 0 0 7 5. Uji Normalitas Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah sample berasal dari populasi berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelititan ini yang akan dilakukan adalah pemeriksaan normalitas dan linearitas data.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 1 2 1 0 8 6 y c n u q e r F 4 2 0 5 0 0. dan linearitas data. homogenitas. 61 .0 K B K I Gambar 15. Histogram KKBI Gabungan C.0 65 .0 5 0 5. terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan terhadap normalitas. 1.0 60 0 .

00 0.00 0.993 3 0.00 0.00 0.895 4 0. Hasil analisisnya dapat dilihat pada tabel berikut.228 65.298 73.00 0.843 64.556 63.893 3 0.05.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Untuk itu.924 5 0. KK 59.395 66.363 Selanjutnya.871 3 0.828 4 0.00 0. Tabel 13 Uji Normalitas Y (KKBI) berdasarkan X1(MTB) Shapiro-Wilk MTB Statistic df Sig.953 5 0.00 0.897 5 0.363 61. data yang diperoleh dihitung dengan mengggunakan statistik Shapiro-Wilk di mana data kemampuan komunikatif bahasa Inggris dikelompokkan berdasarkan distribusi frekuensi data motivasi berprestasi.608 71.934 6 0.783 7 0.272 62.00 0.00 0.163 74.893 3 0.00 0.190 70.248 68.863 4 0. berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat dilakukan pengujian terhadap dua hipotesis kenormalan yang berbunyi: Ho: sample tidak berasal dari populasi berdistribusi normal H1 : sample berasal dari populasi berdistribusi normal Adapun kriteria pengujian hipotesis yang digunakan adalah tolak Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih besar dari taraf signifikansi yang ditentukan yakni 0.00 0. sebaliknya terima Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih kecil daripada taraf signifikansi yang ditentukan. Pada tabel di atas diperoleh bahwa seluruh kelompok data kemampuan komunikatif 62 .619 7 0.758 69.730 5 0.00 0.00 0.00 0.409 BI 60.

Jika kelompok data kemampuan komunikatif bahasa Inggris dikelompokkan berdasarkan distribusi frekuensi pemahaman silang budaya. maka hipotesis nol yang berbunyi sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal ditolak. berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat dilakukan pengujian terhadap dua hipotesis kenormalan yang berbunyi: Ho: sample tidak berasal dari populasi berdistribusi normal H1 : sample berasal dari populasi berdistribusi normal Adapun kriteria pengujian hipotesis yang digunakan adalah tolak Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih besar daripada taraf signifikansi yang ditentukan yakni 0.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan bahasa Inggris memperoleh taraf signifikansi antara 0.939 Selanjutnya. Karena signifikansi tersebut jauh lebih besar daripada taraf signifikansi 0.421 I 58.893 3 0.00 0.05.827 4 0.513 72.163 – 0.00 0. Tabel 14 Uji Normalitas Y (KKBI) berdasarkan X2(PSB) Shapiro-Wilk PSB Statistic df Sig.392 62.00 0.00 0.914 8 0.00 0.250 68.00 0. maka hasilnya dapat dilihat pada tabel 14.987 4 0.640 6 0.863 8 0.496 6 0.161 64.916 4 0.00 0.911 11 0.128 60.00 0.00 0.05. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa data yang diperoleh berasal dari populasi yang berdistribusi normal.363 KKB 56. 54.381 65. 63 .843.230 70.00 0.670 66.889 8 0.00 0.941 5 0.

147 320.239 0. Uji Linearitas Uji linearitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh membentuk garis lurus atau tidak.857 2690.147 165.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan sebaliknya terima Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih kecil daripada taraf tersebut. maka hipotesis nol yang berbunyi sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal ditolak.944 16.987 1 2690. Pada tabel di atas diperoleh seluruh kelompok data kemampuan komunikatif bahasa Inggris memperoleh taraf signifikansi antara 0.000 KKBI * MTB Between Groups Combine d Linearity Deviatio n from Linearity 3010. Maka dapat dikatakan.05. Ho: Linearitas tidak terpenuhi H1: Linearitas terpenuhi Untuk itu.131 3903.161 – 0. Hasilnya terdapat pada tabel 15 pada halaman berikut. data yang diperoleh dihitung dengan mengggunakan statistik F dan analisis varians.66 0.939. berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat dilakukan pengujian terhadap dua hipotesis kelinearan 64 . Tabel 15 Anova untuk Uji Linearitas Sum of Squares df 24 Mean Square 125.647 Within Groups Total Selanjutnya.85 0.709 893.72 Sig. Uji linearitas ini dilakukan melalui pengujian dua hipotesis linearitas yang berbunyi. 2.000 23 55 79 13. data yang diperoleh berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Karena signifikansi tersebut jauh lebih besar daripada taraf signifikansi 0. 0.452 F 7.

Pengujian Hipotesis Penelitian Pengujian hipotesis penelitian dilakukan melalui statistik regresi dan korelasi sederhana. Adapun kriteria pengujian hipotesis yang digunakan adalah terima Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih besar dari taraf signifikansi yang ditentukan yakni 0. yakni: a) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Hubungan Motivasi Berprestasi dan Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Setelah nilai-nilai yang diperlukan dihitung. Pemilihan statistik ini didasari oleh terpenuhinya beberapa persyaratan analisis yang berhubungan dengan pemeriksaan linearitas. Karena signifikansi tersebut jauh lebih kecil daripada taraf signifikansi 0. pemahaman silang budaya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa data yang diperoleh berasal populasi yang membentuk garis lurus atau linear.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan tersebut.05. sebaliknya tolak Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih kecil daripada taraf signifikansi yang ditentukan. dan normalitas data.830 seperti berikut.00. Pada tabel di atas diperoleh bahwa taraf signifikansi untuk uji linearitas adalah 0. 65 . b) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. homogenitas. maka hipotesis nol yang berbunyi linearitas tidak terpenuhi ditolak. 1. diperoleh bahwa koefisien korelasi antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif siswa MAN di Jakarta Selatan adalah 0.05. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Berkenaan dengan penelitian ini. dan c) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. D. terdapat tiga hipotesis yang diuji.

220 yang jauh di bawah nilai r hitung 0.05 dan jumlah sampel sebanyak 80 orang siswa. jika koefisien korelasi yang diperoleh benar-benar berarti.0 N 80 MTB Pearson Correlation 0.830 benar-benar sangat berarti dan dapat digunakan untuk menolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. diperoleh nilai r tabel sebesar 0.830 0. Oleh karena itu. maka r hitung benar-benar sangat berati dan dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien determinasinya sebesar 68.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 16 Hasil Analisis Korelasi antara MTB dan KKBI KKBI KKBI Pearson Correlation 1 Sig. Pada tabel Nilai Kritis Pearson dengan taraf signifikasi 0. terlebih dahulu perlu dilakukan pengujian terhadap keberartian koefisien tersebut dengan membandingkannya dengan nilai kritis koefisien korelasi dari Pearson.000 80 1 0. Jika nilai r hitung lebih tinggi daripada r tabel.830. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan terima hipotesis nol jika koefisien korelasi tidak berarti. (2-tailed) 0.89%. (2-tailed) 0. Ini menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0. 66 .0 80 Supaya koefisien korelasi yang dihasilkan benar-benar dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.830 Sig.000 N 80 MTB 0.

Tabel 17 Koefisien regresi Y atas X1 Model 1 (Constant ) KKBI Unstandardized Coefficients B 21.22 + 0. Tidak diragukan lagi.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Selanjutnya. 67 .679 SE 3.148 .22 + 0.697X1 tersebut menunjukkan pola hubungan linear sebagaimana terlukiskan dalam diagram pencar pada halaman berikut.22 + 0.200 13. persamaan garis regresi Ŷ = 21. diperoleh persamaan garis regresi sederhana Ŷ = 21.00 t Sig.697X 1 seperti pada tabel berikut.052 .00 .830 Standardized Coefficients Beta 6. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 21. untuk melihat bagaimankah pola hubungan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan perlu dilakukan pengujian terhadap persamaan garis regresi yang dihasilkan.697X1 tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0.221 0.05. Berdasarkan hasil analisis regresi Y atas X1. perlu dilakukan pemeriksaan terhadap signifikansinya melalui statistik F dan analisis varians. Adapun untuk melihat apakah persamaan regresi tersebut benar-benar berarti.423 .

0 0 0 5 . hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 21. Oleh karena itu. Diagram pencar untuk Ŷ = 21.0 0 0 7. 0 50 7 .0 0 0 6.0 0 0 5 .22 + 0.0 5 0 5 .0 5 0 6 . Hal ini bermakna bahwa kemampuan komunikatif bahasa Inggris sangat tergantung pada motivasi berprestasi siswa. 0 50 8 .212 Residual 812.212 1 1801.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KB KI 8 .420 Total 2613. diperoleh nilai F sebesar 172.0 5 0 7 .0 0 0 MB T Gambar 16. yakni sebesar 3.866 Berdasarkan hasil analisis varians yang dilakukan. Hasil tersebut jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0.697X1 Tabel 18 Analisis Varians untuk Regresi Y atas X1 Sum of Mean df Model Squares Square 1 Regression 1801. sehingga dapat dinyatakan bahwa persamaan regresi Ŷ = 21.738 78 10.0 0 0 5.0 0 0 Os r e b ev d L er in a 7 .0 0 0 6 . 0 50 6 .866 seperti pada tabel 18 di atas.697X1 sangat berarti.697X 1 tidak berarti dapat ditolak.05 dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut 78. dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan.22 + 0.950 79 F 172. Sesuai dengan hasil keseluruhan analisis di atas.96.22 + 0. yang berbentuk makin 68 .

000 80 1 0. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris.07. diperoleh bahwa koefisien korelasi antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif siswa MAN di Jakarta Selatan adalah 0. Umpamanya. (2-tailed) 0. (2-tailed) 0. Tabel 19 Hasil Analisis Korelasi antara PSB dan KKBI KKBI KKBI Pearson Correlation 1 Sig. Supaya koefisien korelasi yang dihasilkan benar-benar dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.000 N 80 PSB 0. diperkirakan terdapat peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebesar 21. Selain itu. Hubungan Pemahaman Silang Budaya dan Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Setelah nilai-nilai yang diperlukan dihitung.0 N 80 PSB Pearson Correlation 0. peningkatan dan penurunan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan 68.697X1.740 seperti pada tabel halaman berikut.22 + 0.0 80 Jika nilai r hitung lebih tinggi daripada r tabel.740 0.697 (50) = 56. maka r hitung benar-benar sangat berati dan dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.22 + 0.740 Sig. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya 69 .89% dapat dijelaskan oleh motivasi berprestasi siswa melalui persamaan regresi Ŷ = 21. terlebih dahulu perlu dilakukan pengujian terhadap keberartian koefisien tersebut dengan membandingkannya dengan nilai kritis koefisien korelasi dari Pearson. bila X1 =50. 2.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan tinggi motivasi berprestasi siswa.

686X2 tersebut menunjukkan pola hubungan linear sebagaimana terlukiskan dalam diagram pencarnya berikut. 70 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. untuk melihat bagaimankah pola hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan perlu dilakukan pengujian terhadap persamaan garis regresi yang dihasilkan.077 .865 9.00 . Ini menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0.077+ 0.00 Tidak diragukan lagi. Tabel 20 Koefisien regresi Y atas X2 Unstandardized Coeff. jika koefisien korelasi yang diperoleh benarbenar berarti. diperoleh nilai r tabel sebesar 0.05 dan jumlah sampel sebanyak 80 orang siswa. Beta . dan terima hipotesis nol jika koefisien korelasi tidak berarti.740 t 3.077+ 0. Pada tabel Nilai Kritis Pearson dengan taraf signifikasi 0.740 benar-benar sangat berarti dan dapat digunakan untuk menolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.686X2 seperti pada tabel berikut.071 Standard Coeff. dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien determinasinya sebesar 54. . Oleh karena itu.715 Sig.740. diperoleh persamaan garis regresi sederhana Ŷ = 18.686 4. persamaan garis regresi Ŷ = 18. Model B SE 1 Constant KKBI 18.677 . 220 yang jauh di bawah nilai r hitung 0. Berdasarkan hasil analisis regresi Y atas X2. Selanjutnya.76%.

0 75 .00 65 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan K B K I 8 0.00 MB T Gambar 17. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 18.141 Res.00 60 . Tabel 21 Analisis Varians untuk Regresi Y atas X2 Sum of Mean df Model Squares Square 1 Reg.141 1 1836.05.0 70 0 .686X2 Untuk melihat apakah persamaan regresi Ŷ = 18.00 5 5.077+ 0.00 8 0.686X2 berarti atau tidak.00 6 0.0 65 .488 79 F 94.00 O bserve d Lin r ea 75 0 .00 7 0 0.347 78 19.453 Total 3353. Diagram pencar untuk Ŷ = 18. perlu dilakukan pemeriksaan terhadap signifikansinya melalui statistik F dan analisis varians. 1836.00 55.388 71 .00 5 0.00 5 0.077 + 0.686X2 tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0. 1517.077+ 0.

perlu diketahui terlebih dahulu koefsien korelasi ganda yang diperoleh melalui rumus: R2 = 2 JK(Reg)/Σy .377.077+ 0. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. bila X2 =50.077+ 0. yakni sebesar 3.05 dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut 78.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Berdasarkan hasil analisis varians yang dilakukan. Penggunaan rumus tersebut tentu saja memerlukan nilai-nilai yang diperoleh dari persamaan garis regresi linear ganda dan analisis variansnya. Hal itu bermakna kemampuan komunikatif bahasa Inggris sangat tergantung pada pemahaman silang budaya siswa.043+ 0.686X2 tidak berarti dapat ditolak.077+ 0. Persamaan tersebut diperoleh dari nilai-nailai dari tabel berikut.388 seperti pada tabel 21 di atas.077+ 0. diperkirakan terdapat peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebesar 18.96. diperoleh nilai F sebesar 94.686 (50) =52. diketahui bahwa persamaan garis regresi ganda untuk ketiga variabel tersebut adalah Ŷ = -2. peningkatan dan penurunan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan 54.686X2. Oleh karena itu. 72 . Hubungan antara Motivasi Berprestasi (X1).686X2 sangat berarti. Selain itu. Hasil tersebut jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0. Berdasarkan data-data yang sudah diperoleh. Sesuai dengan hasil keseluruhan analisis di atas. Umpamanya. hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 18. Pemahaman Silang Budaya (X2).240X2.76% dapat dijelaskan oleh pemahaman silang budaya siswa melalui persamaan regresi Ŷ = 18. dan Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris (Y) Untuk menguji hipotesis ketiga yang berbunyi ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan. sehingga dapat dinyatakan bahwa persamaan regresi Ŷ = 18. pemahaman silang budaya.799X1 + 0. 3.

123 . berarti atau tidak.247 77 14.799 .240 5.240X2 tidak berarti dapat ditolak.109 Standard. .007 .043+ 0.240X2 sangat berarti. Oleh karena itu. 2762. 1141.799X1 + 0. Coefficients Model B SE 1 Constant MTB PSB -2. Tabel 23 Analisis Varians untuk regresi Y atas X1 dan X2 Sum of Mean Model df Squares Square 1 Reg. Hal itu bermakna kemampuan komunikatif bahasa Inggris sangat tergantung pada motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa.030 Untuk melihat apakah persamaan regresi Ŷ = -2. tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0. diperoleh nilai F sebesar 93. perlu dilakukan pemeriksaan terhadap signifikansinya melalui statistik F dan analisis varians.96. sehingga dapat dinyatakan bahwa persamaan regresi Ŷ = -2. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = -2.654 .213 Sig. yakni sebesar 3.684 .05. Beta .201 seperti pada tabel 23 berikut.740 2 1381.799X1 + 0. Hubungan 73 . hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = -2.408 6. Berdasarkan hasil analisis varians yang dilakukan.988 79 F 93.370 Res.000 .821 Total 3903.043+ 0.495 2.799X1 + 0.799X1 + 0.201 ternyata jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0.240X2.043+ 0.05 dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut 78.043 .043+ 0.240X2.223 t -. Coeff.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 22 Koefisien regresi Y atas X1 dan X2 Unstandard.201 Nilai F sebesar 93.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan ketiga variabel tersebut dapat dilihat dari besarnya koefisien korelasi ganda yang diperoleh.988 = 0. Berdasarkan anaslisis dilakukan diperoleh korelasi parsil untuk ketiga variabel tersebut seperti yang tertuang dalam tabel berikut. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan. untuk mengetahui apakah R2 sebesar 0.043+ 0.05.41% dapat dijelaskan secara bersama-sama oleh motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa melalui persamaan regresi ganda Ŷ = -2.799X1 + 0. dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Selain itu.71 sangat berarti. dan koefisien determinasinya adalah sebesar 50.740/3903. 74 . Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa koefisien korelasi ganda tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0. Oleh karena itu.71 berarti atau tidak.11.41%. hipotesis nol yang berbunyi bahwa koefisien korelasi ganda tidak berarti dapat ditolak. Hasil perhitungan statistik F di atas memperlihatkan nilai sebesar 94.R2)/(n-k-1).240X2. perlu dilakukan pemeriksaan signifikansinya melalui statistik F = (R2/k)/{(1.258 jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0. Ternyata nilai F sebesar 94. Selanjutnya. yakni JK(Reg)/Σy2 = 2762. Sesuai dengan hasil keseluruhan analisis di atas.71. Keberartian korelasi ganda ganda dapat juga dilihat melalui korelasi parsil antar ketiga variabel tersebut dengan mengontrol salah satu dari variabel bebasnya. sehingga dapat dinyatakan bahwa koefisien korelasi ganda sebesar 0. peningkatan dan penurunan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan 50.258. yakni sebesar 3. Hubungan tersebut berbentuk makin tinggi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa.05 dengan dk pembilang 2 dan dk penyebut 77. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris.

000 0. jika korelasi diterminasi antara kemampuan komunikatif bahasa Inggris dan pemahaman silang budaya (Y dan X1) dengan korelasi diterminasi antara kemampuan komunikatif bahasa Inggris dan pemahaman silang budaya di mana motivasi berprestasi dikontrol ((Y dan X2.595 1.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 24. yang merupakan turunya daya ramal X1 terhadap Y. Artinya hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan diduga 61.245 1. Koefisien Korelasi Parsil Antara Y.000 Berdasarkan korelasi parsil ini. Keberartian tersebut diperoleh melalui selisih koefisien diterminasi korelasi sederhana dengan korelasi parsilnya. diperoleh selisih sebesar 0. yang merupakan turunnya daya ramal X2 terhadap Y. di mana X1 dikontrol).3540 = 0.5476 – 0.11% dipengaruhi oleh oleh aneka ragam tingkat motivasi berprestasi siswa. X1 dan X2 Variabel yang dikontrol MTB PSB KKBI PSB KKBI MTB KKBI 1.6111.11% dipengaruhi oleh oleh aneka ragam tingkat pemahaman silang budaya siswa.245 1.6889 – 0. diperoleh selisih sebesar 0. Artinya hubungan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan diduga 61. Bila kita bandingkan antara koefisien diterminasi antara motivasi berprestasi dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris (antara Y dan X1). Sebaliknya. dengan koefisien diterminasi korelasi parsil antara motivasi berprestasi dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris dengan pemahaman silang budaya dikontrol (Y dan X1.1936.06 = 0. 75 . dapat diketahui keberartian salah satu variabel di dalam menentukan hubungan antara dua variabel lainnya.000 0 0 MTB 0 0 0. di mana X2 dikontrol).595 PSB 0.000 0.

Ketepatan Hipotesis Pengujian persyaratan analisis dan hipotesis penelitian pada bab terdahulu memperlihatkan bahwa asumsi-asumsi yang diturunkan dari kerangka konseptual tidak menyimpang dan bertolak belakang. Ketepatan asumsi-asumsi tersebut dapat dilihat dari penolakan terhadap ketiga hipotetsis nol yang berbunyi: 1) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 5 PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. 2) terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di 76 . dan penerimaan ketiga hipotesis alternatif yang berbunyi: 1) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan 3) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. 2) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.

830 dan koefisien diterminasinya sebesar 0.697X1. Hal itu berarti bahwa kontribusi motivasi berprestasi terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan adalah sebesar 68. dapat dijelaskan tiga hal penting berkenaan dengan hubungan antara ketiga variabel penelitian ini. 68. Pertama. dan penerimaan terhadap hipotesis alternatif yang berbunyi bahwa motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya dapat dijadikan sebagai prediktor terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.89%. Hal itu berarti bahwa kontribusi pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan adalah sebesar 54. Ketiga.76%. dan 3) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Jakarta Selatan..6889.077+ 0.22 + 0.89% penurunan dan peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dapat dijelaskan oleh motivasi berprestasi melalui persamaan regresi Ŷ = 21. ketepatan asumsi-asumsi dalam penelitian ini juga tampak pada penolakan hipotesis nol lain yang berbunyi bahwa motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya tidak dapat dijadikan sebagai prediktor terhadap kemampuan komunikatif siswa bahasa Inggris MAN di Jakarta Selatan.5476. Dengan kata lain. pemahaman silang budaya berhubungan secara signifikan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien korelasinya sebesar 0. motivasi berprestasi berhubungan secara signifikan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien korelasinya sebesar 0. 54. motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya secara bersama-sama memiliki 77 . Dengan kata lain.686X2.76% penurunan dan peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dapat dijelaskan oleh pemahaman silang budaya melalui persamaan regresi Ŷ = 18. Akhirnya. Selain itu. Kedua. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.740 dan koefisien diterminasinya sebesar 0.

710 dan koefisien diterminasinya sebesar 0. impulse. motivation refers to the choices people make as to what experiences or goals they will approach or avoid. emotions or desire that moves one to a particular action. and the degree of effort they will exert in that respect”28 Pengertian lain yang tidak jauh berbeda dengan pandangan tersebut dibaerikan oleh Huitt yang mengatakan “motivation is an internal state or condition (sometimes described as a need. Hal itu berarti bahwa kontribusi motivasi berprestadi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan adalah sebesar 50. Principles of Language Learning and Teaching (Englewood Clifts: Prentice Hall Regents. or in more technical terms. 29 Huitt. Valdosta.valdosta. 50. W. B. or want) that serves to activate or energize behavior and give it direction”. Dorongan itu dapat berbentuk respons fisik terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan atau menyakitkan. GA: Valdosta State University. 132. motivasi dianggap sebagai dorongan yang menggerakkan seseorang untuk meraih sesuatu.41% penurunan dan peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dapat dijelaskan oleh motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya melalui persamaan regresi Ŷ = -2. Temuan Teoretis Secara umum.29 H. Dengan kata lain.043+ 0. “Motivation to learn: An overview” Educational Psychology Interactive. 1994). 2 78 28 .240X2. atau dapat juga berbentuk tujuan atau keinginan yang akan dicapai. Adapun pengertian motivasi yang banyak dipedomani berbunyi “Motivation is commonly thought of as inner drive.41%. h.html. h.edu/ whuitt/col/ motivation/motivate. Douglas Brown.5041. desire.799X1 + 0.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan hubungan yang signifikan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien korelasinya sebesar 0. from http://chiron. Retrieved [date]. seperti lapar dan rasa sakit.

mengatasi berbagai kesulitan belajar. Educational Psychology: A cognitive view (New York: Holt. 1968). 5) memperoleh pengetahuan.32 Menguasai pengetahuan dan keterampilan. yakni kebutuhan untuk: 1) menemukan sesuatu yang baru. motivasi berprestasi merupakan dorongan yang dimiliki individu untuk memperoleh hasil yang berarti. Achievement Motivation. Motivasion: Theories and Principles (New Jersy: Prentice Hall. p. 31 R. 1990). umpamanya. 32 Anonymous. C. atau memperoleh standard hidup yang lebih tinggi. Bila demikian. Wikipedia. dan 6) diakui dan diterima oleh orang lain. menguasai pengetahuan dan keterampilan. 2006. Ausubel menjelaskan enam jenis dorongan yang dimiliki oleh seseorang. terbukti secara empiris melalui hubungan signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Secara lebih rinci. 2) membiasakan diri. Back. Rinehart & Winston.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Dalam dua pengertian tersebut dapat dipahami bahwa motivasi merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang menggerakkannya melakukan sesuatu untuk mencapai atau memenuhi keinginannya. Ausubel. secara teoretis apa yang disampaikan oleh para pakar bahwa motivasi berprestasi mendorong seseorang untuk meraih sesuatu yang lebih baik. dapat juga diartikan menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. 4) didorong oleh pihak lain. Menurut McCelland. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin untuk. Motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai dorongan atau kecenderungan yang dimiliki siswa untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar sebaik mungkin31. 3) melakukan pekerjaan. atau mengerjakan tugas sebaik mungkin agar dapat David A. 368-9. 291. mencari berbagai cara dan strategi belajar efektif. dalam hal ini.30 Salah satu motivasi yang relatif banyak mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam belajar atau pekerjaan adalah motivasi berprestasi. 79 30 . h. the free encyclopedia.

”33 Gagasan yang sama juga disampaikan Hadley. 1994). both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors. Teaching Language in Context (Boston: Heile & Heile Publisher. 1993). 34 A. h. Selain itu. kemampuan komunikatif bahasa Inggris juga dipengaruhi oleh faktor lain. 13. The Study of Second Language Acquisition (Oxford: O U P. pembahasan mengenai pemahaman silang budaya ini akan didahului kajian terhadap kemampuan komunikatif.34 Pentingnya pengenalan latar atau konteks tempat terjadinya komunikasi juga diketengahkan oleh Munby yang mengatakan “It seems clear that communicative competence includes the ability to use linguistic forms to perform communicative acts and to understand the Rod Ellis. Mengenai hal itu. Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting. h 4 80 33 . Oleh karena itu. khsususnya kemampuan komunikatif bahasa Inggris.O. That is. Hadley. Pemahaman silang budaya merupakan bagian yang takterpisahkan dari kemampuan pragmatik yang merupakan pengetahuan yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. Ellis mengatakan “Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular communicative goals. it includes both linguistic and pragmatic knowledge.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris secara baik. yakni pemahaman silang budaya. bahwa mengenali latar di mana komunikasi itu terjadi sangat penting untuk bangunan kemampuan komunikatif. sehingga terbangun interaksi komunikatif yang lebih efektif. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. Dengan demikian secara teoretis dapat ditegaskan kembali bahwa motivasi berprestasi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan seseorang dalam belajar bahasa Inggris.

atau dengan tokoh masyarakat. apakah dengan teman sebaya. sehingga apa yang akan diutarakan atau disampaikan kepada orang lain dapat dipahami secara tepat. orang yang lebih tua.” The Communicative Approach to Language Teaching. diartikan sebagai pola pikir dan pola tindak yang mengatur seseorang bagaimana berbahasa dan bertindak di dalam lingkungan masyarakat tertentu. Brumfit dan K. eds.36 Secara teoretis. H. Johnson (Oxford: O U P. Hymes. J. Siswa dituntut untuk mengenali situasi komunikasi yang sedang terjadi. 1978).Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan communicative functions of sentences and their relationship to other sentences. segala sesuatu yang berhubungan dengan bagaimana seseorang menggunakan bahasa Inggris secara komunikatif termasuk dalam faktorfaktor non-linguistik. dalam hal ini. 81 35 . Communicative Syllabus Design (Cambridge: C U P. Kemampuan wacana berhubungan dengan penguasaan siswa terhadap konteks situasi yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa komunikasi lisan dan tulis. 14. kawan dekat. Budaya. the interpretative strategies of the language users and also contextual meaning of utterances. 26. C. Brown menjelaskan bahwa budaya merupakan cara hidup bagaimana John Munby. knowledge of rhetorical rules of use that governs the patterning of such acts. atau secara lebih khusus termasuk dalam aspek budaya. “On Communicative Competence. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk melihat dengan siapa mereka membangun komunikasi. This happens at the level of discourse and involves interalia. 36 D. h. Kemampuan tersebut dalam pandangan Hymes disebut dengan kemampuan pengenalan wacana dan sosiolinguistik. 1979). apakah dalam kegiatan formal atau informal.”35 Berdasarkan tiga pandangan tersebut tampak sangat jelas sekali pengenalan latar belakang atau latar tempat terjadinya komunikasi sangat menentukan keberhasilan komunikasi yang dibangun seseoarang melalui bahasa. h.

Seluruh pola kehidupan masyarakat diikat oleh aturan yang disepakati oleh seluruh anggotanya. tetapi juga terjadi antara satu negara dengan negara lain. h. budaya bukanlah bagian-bagian.”37 Jadi. benturan-benturan budaya antarnegara mungkin saja terjadi dalam konteks pengajaran bahasa asing. Benturan-benturan tersebut tidak hanya terjadi antar kelompok masyarakat dalam satu negara. Budaya menurut Croydon ada1ah “a system of integrated patterns. “Culture is a way of life. harus dijadikan prioritas utama dalam bermasyarakat secara luas. seni. Namun. baik yang sederhana maupun yang kompleks. think.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan seseorang berada. Culture is the context within which we exist. cit. dan berhubungan dengan orang lain dalam suatu kelompok masyarakat. Berdasarkan pandangan di atas dan hasil penelitian pada bab terdahulu.38 Kehidupan keseharian masyarakat membuktikan bahwa budaya itu merupakan satu kesatuan yang utuh. merasakan. Secara lebih khusus. budaya itu dapat didefinisikan sebagai gagasan. dari hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang besar. most of which remain below the threshold of consciousness. Tentu saja menghindari terjadinya benturan budaya. berfikir. 82 . Budaya dapat dianggap sebagai perekat antara seseorang dengan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. It is the glue that binds a group of people together. and relate to others. Salah satu caranya adalah dengan memahami budaya berbahasa dan bertindak masyarakat lain. dapat dikatakan pemahaman silang budaya merupakan penguasaan seseorang terhadap perbedaan budaya berbahasa dan bertindak penutur asli 37 38 Brown (1994). pc. adat. dalam hal ini budaya berbahasa. dan peralatan yang membedakan satu kelompok dan yang lain. feel. keterampilan. 164. Karena satu kelompok masyarakat memiliki budaya yang berbeda dengan kelompok masyarakat lain. Ibid. tentu saja hal itu akan menimbulkan benturan-benturan budaya yang dapat menimbulkan masalah-masalah sosial. yet all of which govern human behaviour just as surely as the manipulated strings of a puppet control its motion”.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan bahasa asing dengan budaya bertindak dan berbahasa pertamanya.39 Dengan demikian dapat ditegaskan kembali bahwa pemahaman silang budaya merupakan salah satu faktor berpengaruh terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris seseorang. Dengan demikian siswa memiliki wawasan lintas budaya dan melibatkan diri dalam keragaman budaya. 3. dalam bentuk lisan dan tulis. Dengan kata lain dapat dikatakan. “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA/MA (Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Diknas. Menumbuhkan kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa asing untuk menjadi alat utama belajar. Kemampuan berkomunikasi meliputi mendengarkan (listening). h. 39 83 . h. dan menulis (writing). 2. membaca (reading). 89. 3. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa tersebut. 40 Diknas. Thomas mendefinisikan pemahaman silang budaya sebagai pemahaman tata cara berkomunikasi antara dua orang yang memiliki latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda. 2003). Perspektif Perkembangan Latar Penelitian Pengajaran bahasa Inggris pada sekolah SMA atau MA diarahkan pada pencapaian tujuan yang berbunyi: 1. Mempertegas pengertian tersebut. pemahaman silang budaya merupakan upaya-upaya yang dilakukan oleh seseorang yang berasal dari suatu kelompok masyarakat untuk memahami pola berbahasa dan bertindak kelompok masyarakat lainnya. C. Mengembangkan pemahaman tentang saling keterkaitan antar bahasa dan budaya serta memperluas cakrawala budaya. 1983. berbicara (speaking).40 Jenny Thomas. 14.

lafal dan ejaan. 1) Keterampilan berbahasa. Hal tersebut juga sudah terbukti secara empiris melalui pengujian hipotesis pada bagian terdahulu. Sebaliknya. Secara praktis dapat dikatakan. afektif. Siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi cenderung mampu melakukan berbagai upaya kreatif dan strategis untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. sehingga mereka lebih relatif lebih banyak mengalami kegagalan. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat motivasi berprestasi memiliki pengaruh yang relatif besar terhadap penguasaan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. 84 . yaitu menyimak. dan psikomotorik. 2) Unsur-unsur kebahasaan mencakup: tata bahasa. Selain itu. dan menulis. 3) Aspek budaya yang terkandung dalam teks lisan dan tulis. dan perhatian pada siswa secara utuh yang meliputi aspek kognitif. yakni. Salah satu aspek afektif yang perlu diperhatikan adalah motivasi berprestasi siswa. sekolah dan pihak guru juga harus memperhatikan materi apa yang yang perlu diberikan kepada siswa. kosakata. membaca. berbicara. mata pelajaran bahasa Inggris untuk tingkat SMA/MA meliputi beberapa aspek. Khusus berkaitan dengan pengajaran bahasa Inggris perhatian terhadap aspek kognitif dan afektif harus lebih ditekankan. siswa yang motivasi berprestasinya rendah cenderung untuk tidak melakukan tindakan-tindakan jitu untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. untuk mencapai tujuan pengajaran bahasa Inggris untuk siswa SMA/MA.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tujuan tersebut akan dapat dicapai bila sekolah dan guru dapat menyelenggarakan kegiatan pengajaran bahasa Inggris secara baik dengan memenuhi berbagai sarana dan fasilitas belajar yang layak. Menurut kurkulum 2004. makin tinggi motivasi berprestasi siswa makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya.

41 Secara eksplisit dapat dipahami bahwa pengajaran bahasa Inggris di MAN harus mencakup pengajaran aspek budaya. Kedua. MAN 4. 85 . Kalimat atau ujaran bahasa Inggris dapat saja benar secara gramatikal. lokasi keempat madrasah tersebut masih termasuk dalam wilayah pemerintahan DKI Jakarta yang memiliki akses cukup besar untuk bersentuhan langsung dengan budaya berbahasa Inggris.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 4) Aspek sastra yang berupa penghayatan dan apresiasi sastra. makin tinggi pemahaman silang budaya siswa makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya. Secara praktis dapat dikatakan. Pertama. Hal ini sudah terbukti melalui pengujian hipotesis penelitian pada bagian terdahulu. tetapi tidak berterima dan bahkan menimbulkan salahpaham atau behkan kegagalan komunikasi. Pengembangan bahan pelajaran seperti itu akan mempermudah siswa menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris mengingat adanya beberapa potensi yang dimiliki oleh MAN 4. 7. dan 13 Jakarta harus mulai berbenah diri melalui pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris yang berbasis pada motivasi berprestasi siswa dan pemahaman silang budaya antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. terdapat berbagai macam sarana komunikasi lisan dan tulis yang dapat diakses seluruh siswa untuk mempelajari aspek budaya berbahasa Inggris. 11. Aspek budaya menjadi sangat penting karena kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebagai tujuan utama pengajaran bahasa Inggris di MAN dapat terwujud bila siswa menguasai budaya berbahasa Inggris secara benar. 11. seperti banyaknya touris dan ekspatriat yang tinggal di wilayah DKI Jakarta. dan tentu saja akses informasi yang mudah juga menjadi dorongan 41 Ibid. yang juga merupkan motivasi tersendiri bagi siswa untuk meraih keberhasuilan. dan 13 Jakarta. 7. Melihat pentingnya aspek motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa.

dan 13 Jakarta akan menuai keberhasilan. dan 13 Jakarta relatif lebih tinggi dari Madrasah Aliyah swasta. bila pihak guru dan madrasah bekerja lebih serius dan kreatif untuk memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki. 7. dan dari segi afektif. dan 13 Jakarta Selatan akan menjadi terwujud. 7. potensi kognitif dan afektif siswa MAN 4. 7. Artinya kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebagai amanat yang harus diemban di dalam pengajaran bahasa Inggris di MAN 4. 7. 86 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan tersendiri bagi siswa untuk belajar lebih giat. siswa-siswa MAN 4. Ketiga. dan 13 Jakarta berasal siswa-siswa Tsanawiyah terseleksi melalui hasil UAN. siswa-siswa MAN 4. 7. Ditinjau dari segi kognitif. Oleh karena itu. dan 13 Jakarta memiliki semangat dan motivasi yang tinggi untuk mempelajari bahasa Inggris. sehingga mereka akan dengan mudah menangkap dan memahami perbedayaan budaya berbahasa antara bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. 11. 11. maka pengajaran bahasa Inggris di MAN 4.

dan bentuk hubungan keduanya adalah makin tinggi motivasi berprestasi siswa. Kesimpulan Berdasarkan temuan penelitian yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 6 PENUTUP A. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang dikuasai siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. dan bentuk hubungan keduanya adalah makin tinggi pemahaman silang budaya siswa. terdapat beberapa hal penting yang dapat disimpulkan. yakni: 1. Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. 87 . makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang dikuasai siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. 2.

makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang dikuasai siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. dan perbedaan budaya berbahasa Indonessi dan bahasa Inggris. 11. Motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya secara bersama-sama dapat dijadikan prediktor terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. Direkomendasikan kepada pihak Departemen Agama untuk: a) Merekrut guru-guru bahasa Inggris yang memahami perbedaan individual siswa. Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. dan 13 Jakarta secara berkesinambungan. 4. dalam hal ini motivasi berprestasinya. c) Menyediakan berbagai fasilitas belajar yang dapat membantu siswa membedakan antara budaya berbahasa Indonesai dan budaya berbahasa Inggris. b) Melakukan pelatihan-pelatihan bagi guru-guru bahasa Inggris pada MAN 4. dan guru-guru bahasa Inggris yang bertugas pada MAN di Jakarta Selatan. 1.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3. 7. dan 88 . terdapat beberapa hal penting yang dapat diajukan sebagai rekomendasi kepada pihak Departemen Agama. dan bentuk hubungan ketiganya adalah makin tinggi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa. Rekomendasi Sesuai dengan kesimpulan tersebut di atas. khususnya berkenaan dengan peningkatan kemampuan akademik dan profesional guru. MAN di Jakarta Selatan. B.

dan instansi-instansi lain. d) Menyelenggarakan berbagai kegiatan kebahasaan yang dapat memotivasi siswa menjadi lebih giat dalam belajar bahasa Inggris. b) selalu kreatif dan inovatif di dalam pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris komunikatif dan motivatif. 2. Diknas. sehingga diperoleh calon-calon yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi dan potensi kognitif lebih baik. c) memperhatikan potensi-potensi yang dimiliki siswa untuk dikem-bangkan sedemikian rupa. 3. sehingga siswa dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Direkomendasikan kepada guru-guru bahasa Inggris pada MAN di Jakarta Selatan untuk: a) selalu meningkatkan kemampuan akademik dan profesional mereka melalui berbagai kegiatan seminar dan pelatihan. Direkomendasikan kepada pihak MAN di Jakarta Selatan untuk: a) Memberikan kesempatan kepada guru-guru bahasa Inggris untuk mengikuti berbagai kegiatan seminar dan pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuan akademik dan profesional mereka. b) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti berbagai kegiatan kebahasaan baik yang diselenggarakan oleh Departemen Agama. baik yang diseleng-garakan oleh pihak Departemen Agama dan Diknas. maupun instansiinstansi lain. dan d) Memberikan kepada siswa berbagai macam pengalaman belajar bahasa Inggris yang dapat memperjelas perbedaan budaya berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris. c) Menyediakan fasilitas belajar yang dapat membantu siswa meningkatkan motivasi berprestasi dan memperoleh kemampuan komunikatif bahasa Inggris dengan mudah.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Memperketat seleksi penerimaan siswa baru. 89 d) .

Rod The Study of Second Language Acquisition. Moore. Jakarta: PN Balai Pustaka. Boston: Heile and Heile Publisher.” The Communicative Approach to Language Teaching. Frank W. 3 Hymes. 1993 Hasyim. Giri “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. H. New Haven.1986). 1999. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA Jakarta: Puskur Balitbang Diknas. Nuril Huda. Ellis.. Malang: IKIP Malang Publisher. ed. Alice Omaggio Teaching Language in Context. ed. Amran Halim. C. H. eds. D. 1979. Oxford: Oxford University Press.” Politik Bahasa Nasional 2. h. Kartono. George Peter “The Cross-cultural Suvey” Readings in Cross-Culture. 2002. Oxford: Oxford University Press. J. Laela Hanoum Cross Cultural Understanding (Jakarta: Karunia UT. CN: HRAF Press. Language Learning and Teaching. 1961. 1994 Hadleu. 1994. 1978 Murdock. Diknas. 198 Munby . Douglas Principles of Language Learning and Teaching (Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents.John Communicative Syllabus Design Cambridge: Cambridge University Press. Brumfit dan K.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan DAFTAR RUJUKAN Brown. “On Communicative Competence. 90 . Johnson.

Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Suwito. 1983. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. 3.Jenny “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. 91 . Thomas. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi.

dengan memberi tanda silang (X) pada kolom jawaban: A: Sering Sekali B: Sering C: Kadang-kadang D: Tidak Pernah 92 . 2. Anda tidak perlu menulis identitas diri pada buku kuesioner ini. pemahaman silang budaya. Kuesioner ini bukan sebuah tes yang mengukur kemampuan anda. Jawablah kuesioner ini sejujurnya. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. Kuesioner ini merupakan instrument penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan antara motivasi berprestasi.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan LAMPIRAN 1 KUESIONER MOTIVASI BERPRESTASI Petunjuk 1. 3. dan tidak berhubungan sama sekali dengan prestasi anda dalam belajar. 4.

saya menjadi tidak antusias dalam menjalankan kegiatan praktikum di laboratorium. 7 Karena sulitnya mencari bahan-bahan. saya tetap optimistis dapat mengatasinya. atau tugas-tugas lain yang diberikan guru. 93 . 10 Ketika penyelesaian suatu pekerjaan tidak memuaskan. saya tetap antusias dalam menjalaninya. saya tidak merasa perlu untuk mempertanggungjawabkannya. 3 Dalam kondisi yang sangat buruk. laporan. seperti kesulitan dalam memahami teks berbahasa asing. 9 Saya harus bertanggungjawab terhadap isi makalah. saya tidak optimistis dapat menyele-saikan seluruh beban belajar yang harus saya pikul. 6 Saya tetap antusias dalam mengerjakan suatu pekerjaan meskipun banyak halangan dan rintangan yang harus saya hadapi.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan NO 1 BUTIR PERNYATAAN JAWAB A B C D Ketika sekolah melibatkan saya dalam tugas-tugas atau pekerjaan besar yang penuh tan-tangan saya tetap optimistis dapat mengerjakannya 2 Ketika mengahadapi masalah dalam belajar. 5 Betapa pun berat tugas-tugas harian dan mingguan yang harus saya hadapi. saya tidak optimistis dapat menyelesaikannya. 4 Jika menghadapi tugas atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan keinginan. 8 Kurangnya koordinasi antara satu pihak dengan pihak lain menjadikan saya tidak antuasias dalam mengikuti seluruh kegiatan OSIS yang sudah direncanakan.

seperti internet. saya tidak harus beranggungjawab terhadap apa pun hasilnya. sehingga tidak perlu lagi untuk mencari tahu hal-hal lain yang terkait dengan pengetahuan tersebut 19 Sangat penting bagi saya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sebaik mungkin sesuai dengan ketentuan yang telah dijelaskan guru/buku. 20 Supaya dapat menyelesaikan suatu 94 . saya senang mencari informasi dan pengetahuan lainnya melalui berbagai sarana. saya tidak mengerjakan tugas-tugas sekolah atau rumah tangga secara sungguh-sungguh 15 Untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan. 14 Jika tidak ada imbalan yang menguntungkan. saya tidak berupaya untuk memperoleh informasinya secara maksimal. 12 Saya berusaha sekeras mungkin untuk menye-lesaikan suatu pekerjaan supaya hasilnya maksimal dan lebih baik daripada pekerjaan orang lain 13 Saya berusaha sekuat tenaga untuk menyele-saikan setiap tugas yang diberikan guru supaya memperoleh hasil yang terbaik. 18 Saya merasa puas dengan apa yang sudah saya ketahui. perpustakaan dan media cetak lainnya 16 Bila keterangan guru atau dari buku tidak begitu jelas.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 11 Terhadap suatu tugas yang dikerjakan secara berkelompok. saya akan beru-saha untuk memperoleh jawabannya melalui berbagai sumber dan cara. 17 Terhadap hal-hal baru yang berhubungan dengan apa yang sedang saya pelajari.

saya tetap 95 . Jika saya mengalami kesulitan dalam operasi komputer. saya tidak membuat laporan penelitian secara baik. saya berupaya untuk mengikuti petunjuk pelaksanaannya. Saya senang memperoleh pekerjaan dan tugas yang menuntut keterampilan tingkat tinggi. Dalam kegiatan kelompok. Meskipun ada pembantu. saya tidak perlu menyelesaikan tugas yang menjadi bagian saya sebaik mungkin. saya lebih senang berjuang terus untuk menguasainya daripada beralih pada pekerjaan lain Terhadap hal-hal yang tidak menarik minat. saya berdiam diri saja tanpa berusaha untuk mengatasinya Karena takut salah. saya tidak berupaya untuk menggunakan bahasa asing yang saya pelajari dengan mereka yang telah menguasainya. Ketika mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru. tetapi asal dapat menggugurkan kewajiban saja.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 pekerjaan sebaik mungkin. Saya harus berani mencoba menggunakan cara-cara mutakhir untuk mengerjakan suatu peker-jaan bila cara-cara lama tidak membuahkan hasil yang baik. Meskipun memiliki persyaratan yang dibutuh-kan. saya lebih senang melaksanakannya secara individual/mandiri. saya tidak berusaha untuk menguasainya sebaik mungkin. Jika tidak menguasai suatu pekerjaan. Jika kerja kelompok berjalan tidak efektif saya harus berani menyampaikan gagasan dan ide-ide perbaikan kinerja kelompok. karena anggota lain juga mengerjaknnya.

Jika saya memperoleh kesempatan untuk memimpin suatu acara. 96 . saya tidak tidak perlu menentukan apa tujuan yang ingin saya capai.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 32 33 34 35 36 37 38 39 40 member-sihkan kamar dan ruang belajar secara mandiri. Dengan kemampuan yang saya miliki. saya akan melakukannya seperti apa yang telah dilakukan teman-teman. Untuk meningkatkan pemahaman terhadap suatu pelajaran. saya akan membaca bukubuku pelajaran sama seriusnya dengan teman-teman. Supaya bermanfaat di kemudian hari. Untuk membaca buku-buku atau karyakarya ilmiah. Sebagai seorang muslim. saya meminta tolong seorang teman untuk mencarikan buku yang saya butuhkan. saya ber-usaha membuat laporan pengamatan lebih baik daripada apa yang dibuat temanteman di kls. saya berusaha menjadikan tujuan hidup sebagai pedoman bagi seluruh kegiatan yang saya lakukan. Saya senang membaca biografi tokoh-tokoh dunia. Sebagai anggota panitia peringatan hari-hari besar agama. dan ingin melakukan apa yang telah diperbuat unbtuk kepentingan umat. Untuk keperluan penulisan laporan pengamatan. saya senang mengikuti dan menyontoh pola pikir shabatshabat nabi. saya akan bekerja lebih keras daripada anggota-anggota lainnya.

Anda tidak perlu menulis identitas diri pada buku kuesioner ini. B. 97 . 4. atau D. C. 2. 3. Jawablah pertanyaan berikut memberi tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang paling tepat: pilih: A. Instrument penelitian ini bertujuan untuk melihat pemahaman silang budaya antara bahasa Indonesia dan Inggris.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan LAMPIRAN 2 PEMAHAMAN SILANG BUDAYA Petunjuk 1. Tes ini pemahaman silang budaya. tetapi tidak berhubungan sama sekali dengan prestasi anda dalam belajar.

Tempat tinggal B. Mengungkapkan rasa senang/bahagia B. Berdiam diri Topik yang tidak biasa digunakan: A. Who are going with? Topik yang biasa digunakan: A. good morning D. Mengungkapkan ra-sa senang/bahagia B. Where are you going? B. Hello. Menupi hal yang memalukan D. Menyembunyikan perasaan yang sebenarnya C. Menupi hal yang memalukan D. Where are you from? C. Perkawinan D. Menyembunyikan perasaan yang sebenarnya C. Mau pergi ke mana? B. Perkawinan D. Memalukan orang lain Bermakna hal-hal . Keluarga C. Memalukan orang lain Bermakna hal-hal Senyum digunakan untuk hal-hal berikut kecuali: A. Keluarga C. Keadaan cuaca Budaya Indonesia Ungkapan yang lazim digunakan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan No Situasi 1 Ungkapan sebagai bentuk ucapan salam (basabasi) 2 3 Topiktopik pembicara an yang digunakan setelah perkenala n Pengguna an senyum dalam komunika si Budaya Barat Ungkapan yang lazim digunakan: A. Keadaan cuaca 4 98 Acungan Senyum digunakan untuk hal-hal berikut kecuali: A. kecuali: A. Tempat tinggal B. Dari mana? C. Selamat pagi D.

Menyela pembicaraan orang lain secara sopan Hal yang biasa dilakukan: A. Mendengarkan secara seksama ucapan lawan bicara C. Menunjukkan angka lima B. Mendengarkan secara seksama ucapan lawan bicara C. Tidak mendominasi pembicaraan D. Menyela pembicaraan orang lain secara sopan Hal yang biasa dilakukan: A. Sebagai tanda setuju atau semua berjalan lancar C. kecuali: A. Tidak menatap mata lawan bicara B. kecuali: A. Menunjukan bahwa makanan yang kita coba sangat lezat D. Menunjukan bahwa makanan yang kita coba sangat lezat D. menatap mata lawan bicara B. Menumpang mobil orang atau umum Hal-hal yang biasa dila-kukan. Tidak mendominasi pembicaraan D.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan jempol jari tangan 5 Komunika si lisan secara langsung (berhadap an muka) 6 Mengakhir i percakapa n secara nonverbal berikut kecuali: A. Melihat jam tangan masingmasing B. Menunjukkan angka lima B. Menumpang mobil orang atau umum Hal-hal yang biasa dila-kukan. Tidak memperhatikan 99 . Melihat jam tangan masingmasing B. Tidak memperhatikan berikut kecuali: A. Memuji orang yang berhasil melakukan suatu pekerjaan dengan baik C.

Membunyikan jari tangan “tak” B. Mengacungkan jari B. Mengakhiri pembicaraan dengan tiba-tiba Hal yang biasa dilakukan: A. Mengacungkan tangan dengan ramah D. Bersiual dengan keras C. Saling mengakhiri secara perlahanlahan D. Mengacungkan jari B. Mengangkat tangan sampai guru memanggil C. Mengangkat tangan sampai guru memanggil C. Memanggil pelayan sambil melambaikan tangan Hal yang biasa dilakukan: A. Membunyikan jari tangan “tak” B. Saling mengakhiri secara perlahanlahan D. Mengangkat tangan dan menurunkannya ketika guru tahu kita ingin bertanya D. Memanggil nama guru Hal yang biasa dilakukan: 8 Meminta perhatian guru 9 Pada saat atau lawan bicara C.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan lawan bicara C. Memanggil nama guru Hal yang biasa dilakukan: 100 . Memanggil pelayan sambil melambaikan tangan Hal yang biasa dilakukan: A. Mengakhiri pembicaraan dengan tiba-tiba 7 Memanggi l pelyan restauran Hal yang biasa dilakukan: A. Mengacungkan tangan dengan ramah D. Mengangkat tangan dan menurunkannya ketika guru tahu kita ingin bertanya D. Bersiual dengan keras C.

Berjabat tangan dengan santai/lemah B.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan setelah perkenala n (diuperken alkan) 10 Pada saat melakuka n percakapa n 11 Pada saat melakuka n percakapa n A. Menghindari kontak /tatapan mata C. Menatap lawan bicara dan langsung menunduk ke bawah/lantai Hal lain yang biasa dilakukan: A. Menatap mata lawan bicara dan langsung menghindar D. Merespons A. Berjabat tangan sampai perkenalan benarbenar selesai D. Merespon dengan jawaban-jawaban singkat C. Berjabat tangan dengan santai/lemah B. Menatap lawan bicara dan langsung menunduk ke bawah/lantai Hal lain yang biasa dilakukan: A. Menghindari kontak /tatapan mata C. Menatap mata lawan bicara B. Berjabat tangan dengan kuat beberapa saat C. Menatap mata lawan bicara dan langsung menghindar D. Merespon dengan jawaban-jawaban singkat C. Berjabat tangan sampai perkenalan benarbenar selesai D. Merespon dengan penjelasan yang agak lengkap B. Berjabat tangan dan membungkuk Hal yang biasa dilakukan: A. Merespon dengan penjelasan yang agak lengkap B. Berjabat tangan dengan kuat beberapa saat C. Merespons 101 . Menatap mata lawan bicara B. Berjabat tangan dan membungkuk Hal yang biasa dilakukan: A.

Meninggal kelas dengan bahasa tubuh D. Memperlihatkan kebingunan C. Diam dan bertanya kepada guru setelah kelas usai D. Memperlihatkan kebingunan C. Duduk di dekat sekretaris dan diam samapi sekretaris mememanggil kita D. Duduk di dekat sekretaris dan diam samapi sekretaris mememanggil kita D. Menepuk pundak sekretaris Hal yang biasa dilakukan: A. Diam dan tidak meminta penjelasan 102 . Berdiri di dekat sekretaris sampai ia mememanggil kita C. bertemu sekretaris) 13 Di dalam kelas dan tidak memaham i keteranga n guru dengan bahasa tubuh D. Berdiri di dekat pintu dan menunggu sampai sekretaris memanggil kita B. Berdiri di dekat sekretaris sampai ia mememanggil kita C. Mengangkat tangan dan meminta klarifikasi/penjelasan B. Menepuk pundak sekretaris Hal yang biasa dilakukan: A. Mengangkat tangan dan meminta klarifikasi/penjelasan B. Berdiri di dekat pintu dan menunggu sampai sekretaris memanggil kita B. Tidak memberi respons Hal yang biasa dilakukan: A. Diam dan bertanya kepada guru setelah kelas usai D.g. Tidak memberi respons Hal yang biasa dilakukan: A.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 12 Meminta perhatian orang yang sibuk (e.

Datang beberapa menit sebelum acara dimulai C. Menanyakan nama dan alamat C. Menyatakan terima kasih B. Datang pada saat jamuan dimulai Hal lain yang biasa dilakukan: 103 . Menanyakan pekerjaan dan tempat kerja D. Menyombongkan diri Hal yang biasa dilakukan: A. Menanyakan kesenangan Hal yang biasa dilakukan: A. Berdiam diri tidak merespons D. Datang ketika pesta akan berakhir D. Menanyakan kesenangan Hal yang biasa dilakukan: A. Tersenyum dan menolak pujian C. Datang setelah acara dimulai B. Berdiam diri tidak merespons D. Menyombongkan diri Hal yang biasa dilakukan: A.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 14 Ketika mendapat kan pujian 15 Memulai percakapa n dengan orang yang belum dikenal 16 Menghadir i undangan makan malam/pe sta 17 Menghadir i Hal yang biasa dilakukan: A. Datang beberapa menit sebelum acara dimulai C. Menyatakan terima kasih B. Datang pada saat jamuan dimulai Hal lain yang biasa dilakukan: Hal yang biasa dilakukan: A. Menanyakan nama dan alamat C. Berkomentar/bert a-nya mengenai cuaca B. Menanyakan pekerjaan dan tempat kerja D. Datang ketika pesta akan berakhir D. Berkomentar/berta -nya mengenai cuaca B. Datang setelah acara dimulai B. Tersenyum dan menolak pujian C.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

undangan makan malam/pe sta 18 Menghadir i pesta yang tidak resmi

A. Memimun air putih B. Memimun kopi C. Meminum anggur D. Tidak meminum apa-apa Hal yang biasa dilakukan: A. Memperkenalkan diri dengan yang lain tanpa menunggu B. Menunggu diperkenalkan oleh orang lain C. Tidak memperkenalkan diri D. Langsung membangun percakapan dengan orang lain tanpa perkenalan Hal yang biasa dilakukan: A. Berjabatan tangan dengan santai B. Berjabatan tangan dengan erat C. Berpelukan dengan kuat D. Berciuman pipih kiri-kanan Hal yang biasa dilakukan: A. Menyapa lawan bicara dengan

19 Pertemua n dengan teman berlainan jenis kelamain

20 Pengguna an nama depan setelah

A. Memimun air putih B. Memimun kopi C. Meminum anggur D. Meminum sesuka hati, selain anggur Hal yang biasa dilakukan: A. Memperkenalkan diri dengan yang lain tanpa menunggu B. Menunggu diperkenalkan oleh orang lain C. Tidak memperkenalkan diri D. Langsung membangun percakapan dengan orang lain tanpa perkenalan Hal yang biasa dilakukan: A. Berjabatan tangan dengan santai B. Berjabatan tangan dengan erat C. Berpelukan dengan kuat D. Berciuman pipih kiri-kanan Hal yang biasa dilakukan: A. Menyapa lawan bicara dengan

104

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

perkenala n

nama depan setelah diizinkan B. Menyapa lawan bicara dengan nama depan sebelum diizinkan C. Tidak menggunakan sapaan apa pun D. Menyapa lawan bicara dengan gelar dan nama depan

nama depan setelah diizinkan B. Menyapa lawan bicara dengan nama depan sebelum diizinkan C. Tidak menggunakan sapaan apa pun D. Menyapa lawan bicara dengan gelar dan nama depan

105

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

LAMPIRAN 3

KEMAMPUAN KOMUNIKATIF BAHASA INGGRIS
Petunjuk 1. Instrument penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. 2. Tes ini merupakan tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris, tetapi tidak berhubungan sama sekali dengan prestasi anda dalam belajar. 3. Anda tidak perlu menulis identitas diri pada buku kuesioner ini. 4. Jawablah pertanyaan berikut memberi tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang paling tepat: pilih: A, B, C, atau D. 1. X: My car has broken down. It won’t start. Y: _________ A. You can have a lift in my car. B. You could leave it here. C. The nearest garage is a long distance D. Can I help you? 2. X: That’s the lot! No more! Come on you! Off! Y: __________ A. If I were you. I’d be a little more polite. B. you are very impolite. C. How rude you are. D. Be a little more polite.

106

X: Is this seat free? Y: ________ A. It’s broken C. C. B. 8. I don’t want to travel by bus C. Shall mi open the door? B. X: Would you mind traveling second class? Y: _____________. I have no time to go out D. I must study my exam 6. ________ Y: Yes. Well. Oh yes. X: Do you like your house? Y: __________ A. please? D. 5. I want to buy this one. Do you mid if I open the door? C. it is not possible B. of course not. there is fitting room over there. Where’s the fitting room? D. D. I’m sorry. I have asked you to book for me D. A. The room is comfortable. 7. I’d like it very mush. It’s mine B. D. why don’t you ask somebody else? B. Y: No. X: Excuse me. It belongs to another person. I can’t travel second class. Sorry I’m afraid it is taken. A. Do you think I could try this one? C. I’m sorry I don’t think I can go with you C. A. Could I ask you to open the door? 107 . the windows are too small.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3. I want to try this one B. Open the door. X: It is really a very good film. 4. A. I’m very pleased with it. X: ___________. Y: ________.

I’m very annoyed. Happen to know where Mr. it really makes me afraid. How is the baby? B. sir. Are you happy with this news? C. Y: No. sir. 12. X: They plan an October wedding and honeymoon in Bali. How many nephews have you? 10. Is somebody sitting here? D. B. A. I wish them good luck. Why can’t I have a room with a shower? D. D. D. I’m afraid. but I’m afraid there aren’t any seats left on this train. B. Black’s office is? 108 . I want a room with a shower. do you mind if I sit here? C. Who is sitting there? B. C. It really makes me angry. Is this seat empty? 14. Y: I’m very sorry. of course not. Excuse me. X: ________. X: I know you booked. D. Y: _______ A. C. We don’t have rooms with shower. Y: __________. I have booked seats on this bus. Y: _________. I’m so glad for her. Will they be going to Bali? B. X: ________ I especially asked for a room with a shower. C. Oh. I’m delighted to hear that. 13. if you come with me. I’ll tell you. X: _________. X: My sister has just got a son and they are both doing well. A. A. Black’s office is. Y: Yes. I’ll just move my jacket. 11.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 9. A. that is marvelous. I wonder if you could tell me where Mr. B. A.

How are you? B. Y: We’d love to A. I must say good bye. Not at all D. A. 18. No. I have to study harder. Eddy: ________. indeed. I haven’t seen you before. He is my English teacher Mr. Don’t’ you lose it. Oh. X: Thank you for lending me your novel. I don’t think so. no it’s five to ten. 16. I want to know Mr. Thank you very much. X: Morning. 17. D. It’s very nice of you to say so C. I’m still learning D. A. B. We’d love to. Brown: How do you do? 109 . C. I’m a lucky person C. Black’s office. B. I’ve got to go now. C. Black’s office? 15. Jack. A. I must leave you B. Do you know Tommy? Y: __________. X: You know. Y: ___________. your spoken English is very good. Thank you. thank you. X: It was really very kind of you to invite us. Y: _____________. D. John: How do you do? Mr. Are you really all right? 20. you had a nice time in Puncak. sorry. A. D. It is not perfect yet. How do you do? D. Where is Mr. I’m still learning B. D. I’m in a hurry. That’s all right. Thank you C. Thanks again. Don’t forget to return it. B. it was super. 19. X: So. Mr. C. X: Congratulations on passing your final test. Do you think so? 21. Y: Yes. Very well. A. Y: _________.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan C. ________.

John C. Tim? Y: ______________ A. Y: ____________. B. C. 25. What you expect to find in a town like this? D. I went there last week with some friends. Great C. X: Would you care to join me for lunch in my favorite restaurant? Y: ___________. The pubs are not good. John. 23.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan A. I want you to meet Mr. I’d be delighted to. I won’t say now. I’m busy at that moment. A. Y: ________. Don’t flatter me. don’t you have any other things to do? 24. look here is Mr. I’m going somewhere else. Sure. but I’m busy. I don’t like seaside D. X: The seaside is on Sunday. isn’t it? C. Y: ________ 110 . B. 26. Do you really like it? C. 22. tonight? Y: ___________. X: I suppose it’s too much to find a good pub in a town like this. B. B. A. I want you to know Mr. A. May I introduce Mr. I like it too. John? D. A. I’d love to but I’ve got a test on Monday C. Oh. X: I like your car. B. Thank you very much. D. That’s quite right. John. B. D. X: The management says that employees are going to get a bigger salary soon. but it’s only a small place. it is very old actually. 27. I don’t think I like movies. Oh. There are no good pubs in this small town. X: Would you like to go to movie with me. D.

C. A. Make a guess. I like to take it slowly a long the minor roads. Is Medan a boring place? B. I like Medan very much C. 33. X: I don’t like this novel. I don’t entirely agree with you. X: We’ve been waiting nearly an hour for the train. A. X: I think Medan is boring place? Y: ____________ A. Why don’t you punish them? D. They don’t know what they are doing B.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan A. I couldn’t care less. Y: ______________. The minor roads are all right. 32. Everybody likes to go to Medan. Just wait and see D. I like that novel B. C. I’m very happy about that. The minor roads are saver. D. Y: ______________. D. It’s wrong to throw stones at a dog. How soon? 28. X: I think the motorways are the only way to travel a long distance. Y: ___________. whoever wins is not my business. You can’t enjoy the countryside when you take the motorways. It is boring. B. But don’t you think its beach is beautiful D. Y: __________. C. A. 29. 111 . X: Who do you think will win the presidential election? Y: ______________ A. X: I have just seen some children throwing stones a dog. Don’t hope too much B. C. 30. it is not boring. C. I don’t see why. you are not a good reader. They are naughty children. 31. I don’t know D. B.

36) __________ tomorrow after noon? Y: Nothing special as far as I know. Don’t you worry too much. The rain will soon stop. see you tomorrow.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan A. X: By the way. Y: 38) ________. X: Well. The train is late again 34. X: Fine let’s meet here about two o’clock. 112 . No chance of picnic. How are you enjoying your stay in England? Y: I’m enjoying it very much. X: Well. 35. Y: _______________ A. 37) _____________. X: Look at the weather. That’s too bad B. C. Don’t be angry D. X: They didn’t give me that job. We can have our picnic someday D. What’s wrong with the train D. We might as well take a taxi B. would you care to come for a ride in the country? Y: Thank. The sun will be shining soon C. I will come around and pick you up at your hotel. The train is very late today. thank you. Next time better B. Miss Calvo. Conversation A X: Hallo. Really? Bagian Kedua Lengkapilah dialog berikut dengan frase/kalimat yang tepat. A. Y: _______________. They gave it to John. C. About two o’clock then.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->