Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Tidak dapat dipungkiri pada era global ini, peranan bahasa Inggris dalam berbagai aspek kehidupan menjadi sangat dominan dan penting. Penggunaan bahasa asing itu menyentuh dalam dunia ilmu, teknologi, perdagangan, politik, kebudayaan, dan hubungan antarnegara, baik secara bilateral maupun multilateral. Dalam kehidupan sehari-hari, umpamanya, seseorang selalu bersentuhan dengan bahasa tersebut melalui media cetak, seperti koran, majalah, jurnal dan buku-buku ilmiah lainnya; media elektronik seperti televisi, radio, internet; maupun melalui interaksi komunikatif langsung dengan orang asing yang menggunakan bahasa tersebut. Mereka dapat ditemukan di berbagai sudut kota Jakarta, sehingga sangat memungkin bagi masyarakat untuk berkomunikasi langsung dengan menggunakan bahasa Inggris. Memperhatikan peranan tersebut, pemerintah Indonesia memberikan prioritas utama terhadap bahasa Inggris untuk dipelajari di sekolah-sekolah, perguruan tinggi, atau bahkan lembaga-lembaga kursus sebagai bahasa asing. Sebagai bahasa asing, bahasa Inggris tidak dapat digunakan sebagai

1

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

alat komunikasi dalam kegiatan pemerintahan, pendidikan, politik, dan bidang-bidang lain yang melibatkan masyarakat secara luas. Meskipun demikian, pengajaran bahasa tersebut tetap dilaksanakan secara optimal agar tujuan matapelajaran tersebut tercapai. Adapun tujuan utama pengajaran bahasa Inggris di Madrasah Aliyah diarahkan pada pengembangan kemampuan komunikatif berbahasa Inggris lisan dan tulis1 Kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang harus dikuasai siswa terbentuk oleh empat sub-kemampuan, yaitu kompetensi wacana, linguistik, sosiolinguistik, dan strategis.2 Kompetensi wacana berhubungan dengan pemahaman siswa terhadap konteks situasi yang melatar-belakangi suatu peristiwa komunikasi. Menurut Celce-Murcia et al. Kompetensi wacana adalah pemahaman siswa terhadap peristiwa komunikasi yang dipengaruhi oleh topik yang dikomunikasikan, hubungan interpersonal pihak yang terlibat dalam komunikasi dan jalur komunikasi yang digunakan dalam satu konteks budaya.3 Kemampuan linguistik berkenaan dengan penguasaan siswa terhadap kaedah-kaedah bahasa yang memungkinkannya memahami dan menghasilkan kalimatkalimat berbahasa Inggris yang gramatikal. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk melihat dan mengantisipasi dengan siapa mereka berkomunikasi, sedangkan kemampuan strategis bersentuhan dengan kemampuan siswa untuk memilih dan menggunakan strategi komunikasi untuk menyampaikan pesan yang dimaksudkan secara efektif. Selain itu, untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris, seorang siswa dituntut untuk memiliki motivasi berprestasi sebagai bagian dari aspek psikologis yang banyak
Diknas, Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA (Jakarta: Puskur Balitbang Diknas, 2002), h. 6. 2 D. H. Hymes, “On Communicative Competence,” The Communicative Approach to Language Teaching, eds. C. J. Brumfit dan K. Johnson. (Oxford: OUP, 1979), h. 14. 3 Celce-Murcia, M., Z. Dornyei, S. Thurrell, “Communicative Competence: A Pedagogically Motivated Model with Content Specifications” Issues in Applied Linguistics, 6/2, 1995. p. 10. 2
1

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

menyemangati siswa untuk meraih kesuksesan melalui kemampuannya untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar,4 dan dituntut pula untuk mengusai perbedaan budaya berbahasa Inggris dengan budaya berbahasa Indonesia. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin untuk menguasai bahasa Inggris melalui berbagai cara belajar efektif. Sedangkan penguasaan silang budaya akan banyak membantu siswa bagaimana menghasilkan bentuk-bentuk bahasa Inggris yang benar-benar komunikatif. Siswa tidak akan terjebak dalam bahasa Inggris berstruktur dan berbudaya bahasa Indonesia yang seringkali menimbulkan kesalahpahaman, dan bahkan gagalnya komunikasi. Sejauh ini, sebagian besar siswa MAN di Jakarta Sealatan belum menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebagaimana yang diharapkan. Masih banyak terdengar ungkapan bahasa Inggris “thank you” yang dijawab dengan “thank you back”; dan “you look very beautiful” yang dijawab dengan “oh no, I am not” dan sebagainya. Jawaban yang diberikan siswa menunjukkan bahwa mereka tidak memahami budaya berbahasa penutur asli bahasa Inggris, sehingga menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan kegagalan komunikasi. Selain itu, contoh ungkapan-ungkapan berbahasa Inggris tersebut diduga dihasilkan oleh siswa-siswa yang tidak memiliki motivasi berprestasi. Mereka cenderung tidak ingin mendalami bahasa Inggris dengan tekun, karena mereka berfikir bahwa bahasa Inggris tidak bersentuhan dengan bidang kajian dan pekerjaan yang akan mereka tekuni. Berdasarkan penjelasan tersebut terlihat bahwa kemampuan komunikatif bahasa Inggris banyak dipengaruhi oleh motivasi berprestasi siswa dalam belajar dan pemahaman siswa terhadap budaya berbahasa Inggris atau pemahaman silang budaya. Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi, pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif
R. C. Back, Motivasion: Theories and Principles (New Jersy: Prentice Hall, 1990), p. 291. 3
4

dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan? 4) Berapa besarkah kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan 4 . pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif siswa masih tetap menjadi pertanyaan besar yang perlu dijawab dan dibuktikan. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif siswa MAN di Jakarta Selatan. 1) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan? 2) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Sealatan? 3) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian di atas dapat diduga adanya hubungan antara motivasi berprestasi. permasalahan dalam penelitian ini lebih banyak berkaitan dengan upaya pembuktian terhadap hubungan antara ketiga variabel tersebut. pemahaman silang budaya. penelitian korelasional perlu segera dilakukan agar dapat diputuskan suatu kebijakan terhadap pengembangan matapelajaran bahasa Inggris secara komunikatif. Oleh karena itu. bentuk hubungan antara motivasi berprestasi. Tanpa mengesampingkan beberapa faktor lain yang juga berpengaruh.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan Untuk membuktikan kebenaran asumsi tersebut dan melihat berapa besar kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan secara lebih spesifik permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. B.

dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan? C. Ditinjau dari segi sosial. dan mempertegas keterkaitan ketiganya di dalam pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk siswa menegah atas. dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi para guru bahasa Inggris di Madrasah Aliyah dalam pengembangan 5 . dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. di dalam pengembangan kurikulum dan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk Madrasah Aliyah. Secara teoretis. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah. dalam hal ini Departemen Agama. hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan motivasi berprestasi. pemahaman silang budaya. pemahaman silang budaya. 2) hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan 4) besarnya kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 3) hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Sacara khusus. Tujuan dan Manfaat Penelitian Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris tentang hubungan antara motivasi berprestasi. penelitian ini bertujuan untuk mencari buktibukti empiris tentang: 1) hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Sealatan. pemahaman silang budaya.

2. dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. motivasi berprestasi. yaitu angket dan tes. penelitian ini diharapkan dapar dijadikan sebagai pijakan dalam penyelenggaraan penelitian lanjutan tentang hubungan antara pemahaman silang budaya. tes pemahaman silang budaya digunakan untuk menggali data tentang pemahaman terhadap perbedaan budaya berbahasa Inggris dan Indonesia. dan tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris digunakan untuk mengukur kemampuan menggunakan bahasa Inggris secara komunikatif. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN khususnya. 3. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang berusaha untuk membuktikan secara empiris hubungan antara motivasi berprestasi. pemahaman silang budaya. Hipotesis Penelitian 6 . Teknik Analisis Data Untuk melihat hubungan dan kontribusi motivasi berprestasi. Angket digunakan untuk mencari data tentang motivasi berprestasi.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan kegiatan belajar dan bahan pelajaran bahasa Inggris berbasis pada pemahaman silang budaya dan perhatian terhadap motivasi berprestasi yang dapat meningkatkan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. dan seluruh siswa Madrasah Aliyah pada umumnya. Alat Pengumpul Data Data dalam penelitian ini diperoleh melalui dua instrumen. D. Selain itu. data terkumpul akan dianalisis dengan statistik korelasi dan regresi ganda. 1. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.

b) Hipotesis alternatif: 1) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan 3) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. pemahaman silang budaya. a) Hipotesis nol: 1) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 2) Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya. dan 2) pemahaman silang budaya siswa MAN di Jakarta Selatan (X2) b) Variabel terikat adalah kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan 7 . 4. dan 3) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Variabel Penelitian Sesuai dengan hipotesis yang diajukan. pemahaman silang budaya. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. variabel dalam penelitian ini adalah: a) Variabel bebas: 1) motivasi berprestasi siswa MAN di Jakarta Selatan (X1). 2) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut.

dan yang menjadi sampelnya adalah 80 orang siswa kelas III yang diambil secara acak. b) pencarian data. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung selama empat bulan di empat MAN Jakarta Selatan yang dibagi dalam tiga tahap: a) penyusunan rancangan dan instrumen penelitian. 8 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Hubungan ketiga variabel tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Populasi dan Sample Penelitian Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MAN di Jakarta Selatan. dan c) analisis data dan pelaporan. 6. Motivasi Berprestasi (X1) Kemampuan Komunikatif (Y) Pemahaman Silamg budaya (X2) 5.

Analisis Teoretis Berdasarkan paparan tujuan penelitian yang diharapkan. terdapat dua hal yang perlu dikaji secara teoretis. yakni kemampuan komunikatif dan pemahaman silang budaya.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 2 ANALISIS TEORETIS DAN KERANGKA KONSEPTUAL A. Kemampuan Komunikatif Secara umum. Ini berarti bahwa kurikulum tersebut menekankan hasil atau kompetensi apa yang harus dikuasai siswa bila telah menyelesaikan studinya pada suatu program pendidikan formal. Dalam hal ini. keterampilan. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Berikut penjelasan keduanya. 1. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten. dalam arti memiliki 9 . kompetensi dapat diartikan sebagai pengetahuan. kurikulum berbasis kompetensi berorientasi pada hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna dan beragaman yang dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa.

Kemampuan tersebut biasanya disebut dengan kemampuan komunikatif. komptensi yang harus dikuasai siswa adalah bagaimana menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan konteks komunikasinya. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. dalam hal ini. 6 Nuril Huda. 10 5 . Siswa diharapkan dapat menggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan ide. Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. gagasan. dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu. keterampilan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan pengetahuan. tidak dituntut untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang benar secara gramatikal saja. 93. Kemampuan ini biasanya disebut dengan kemampuan pragmatik yang memungkinkan seseorang untuk melakukan interaksi komunikatif secara lebih efektif. Huda mengatakan bahwa kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi dalam situasi yang sebenarnya. h. Language Learning and Teaching (Malang: IKIP M Publisher.5 Berkaitan dengan mata pelajaran Bahasa Inggris di Madrasah Aliyah. tetapi justru diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk menggunakan bentuk-bentuk bahasa tersebut sesuai dengan tujuan komunikasi atau untuk mengungkapkan fungsi-fungsi komunikatif bahasa yang ingin disampaikan kepada pihak lain. Siswa. dan perasaannya. Ellis mengatakan: Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular Suwito. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. baik dalam bentuk komunikasi lisan maupun komunikasi tulis. 1999).6 Penguasaan kemampuan komunikatif secara benar tidak hanya tertumpu pada kemampuan linguistik saja.

kemampuan komunikatif mencakup kemampuankemampuan lain. seperti kemampuan retorik. h.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan communicative goals. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. 11 7 . It seems clear that communicative competence includes the ability to use linguistic forms to perform communicative acts and to understand the communicative functions of sentences and their relationship to other sentences. h 4 9 John Munby. 1994). Communicative Syllabus Design (Cambridge: C U P. h.8 Posisi kemampuan linguistik sebagai salah satu unsur kemampuan komunikatif juga diutarakan oleh Munby. Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting. This happens at the level of discourse and involves interalia. 8 A. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors. selain kemampuan linguistik. 13. it includes both linguistic and pragmatic knowledge. 1978).7 Meskipun tidak dinyatakan secara explisit sebagai kemampuan pragmatik. pandangan lain juga mengisyaratkan ketidakberartian kemampuan linguistik bila tidak ditunjang oleh kemampuan untuk menyesuaikan bentuk-bentuk bahasa dengan seluruh masukan informasi baik yang bersifat linguistik maupun paralinguistik. Dalam pandangannya. dan pemahaman makna ujaran berdasarkan konteks yang melatarbelakanginya. knowledge of rhetorical rules of use that governs the patterning of such acts. The Study of Second Language Acquisition (Oxford: O U P.O. Teaching Language in Context (Boston: Heile & Heile Publisher.9 Secara jelas beberapa pandangan tersebut menunjukkan bahwa selain kemampuan linguistik terdapat beberapa kemampuan atau faktor lain yang membangun Rod Ellis. the interpretative strategies of the language users and also contextual meaning of utterances. 1993). kemampuan interpretatif. That is. 26. Hadley.

maka kalimat tersebut bisa saja dianggap tidak layak.10 Aspek yang kedua berhubungan dengan kemampuan untuk mengahasilkan bentuk-bentuk bahasa yang layak (feasibility).Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris seseorang. tepat. 14.” The Communicative Approach to Language Teaching. misalnya *The mouse the cat the dog the man the woman married beat chased ate had a white tail. “On Communicative Competence. Brumfit dan K. misalnya: I teach English everyday dan *She is having a big car. Johnson (Oxford: O U P. Aspek yang terakhir berhubungan dengan apakah makna yang terkandung dalam suatu kalimat itu benarbenar terjadi atau tidak (whether or not something is in fact done). tetapi bila dikaji dari sisi proses bagaimana kalimat itu dibuat atau dihasilkan. Menyempurnakan gagasannya tentang kemampuan komunikatif. C. dan benar secara gramatikal. Jadi kelayakan di sini lebih erat kaitannnya dengan proses bagaimana kalimat itu dihasilkan oleh akal pikiran seseorang. 11 D. misalnya *my baby is funny.11 Suatu kalimat dapat saja layak. 1979). Hymes memperjelas pandangannya dengan Tanda * (asterik) digunakan untuk menunjukkan contohcontoh kalimat yang salah. Mengenai hal ini. eds. Hymes. J. 12 10 . misalnya *The king of America visited Indonesia last year. Aspek yang ketiga berkaitan dengan kemampuan untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang tepat dan sesuai dengan konteksnya (appropriateness). Suatu kalimat yang terdiri dari beberapa kata dapat saja dianggap benar secara gramatikal. Suatu kalimat bisa saja dianggap layak dan benar secara gramatikal. Aspek yang pertama berkenaan dengan kemampuan untuk menghasilkan dan membedakan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal atau tidak gramatikal (whether or not something is possible). h. tetapi tidak terjadi. Hymes berpandangan bahwa kemampuan komunikatif itu terbentuk oleh empat aspek atau kemampuan yang terpadu. tetapi kalimat tersebut kurang atau bahkan tidak tepat. H.

Pengenalan terhadap lawan bicara atau pembaca akan memudahkan seseorang untuk menentukan bentuk-bentuk bahasa mana yang harus digunakan. apakah dalam kegiatan formal atau informal. atau gambar-gambar untuk memperjelas bahasa tulis yang digunakan. Adapun kemampuan strategis merupakan kemampuan seseorang untuk memilih dan menggunakan strategi komunikasi tepat untuk menyampaikan pesan yang dimaksudkan secara efektif. sosiolinguistik. dan strategis. yaitu kemampuan linguistik.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan merinci secara spesifik empat kemampuan yang membangun kemampuan komunikatif. atau dengan tokoh masyarakat. sehingga apa yang akan diutarakan atau disampaikan kepada orang lain dapat dipahami secara tepat. wacana. apakah dengan teman sebaya. Kemampuan ini mencakup bagaimana seseorang menggunakan anggota tubuhnya untuk menyertai bahasa lisan yang digunakan. Pemahaman Silang Budaya Sesuai dengan amanat yang terdapat dalam Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris untuk menengah atas 13 . dan mengidentifikasi kalimat-kalimat gramatikal untuk menangkap pesan dan maksud. dengan orang yang lebih tua. Kemampuan linguistik berkenaan dengan penguasaan siswa terhadap kaedah-kaedah bahasa Inggris yang memungkinkannya menghasilkan kalimat-kalimat gramatikal untuk menyam-paikan maksud. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk melihat dengan siapa mereka membangun komunikasi. baik dalam abentuk komunikasi lisan maupun tulis. Kemampuan wacana berhubungan dengan penguasaan siswa terhadap konteks situasi yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa komunikasi lisan dan tulis. 2. Siswa dituntut untuk mengenali situasi komunikasi yang sedang terjadi. dengan kawan dekat.

lafal dan ejaan. Budaya dapat dianggap sebagai perekat antara seseorang dengan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. 14 12 . 14. It is the glue that binds a group of people together. Brown menjelaskan bahwa budaya merupakan cara hidup bagaimana seseorang berada. It governs our behaviour in groups. and relate to others. yaitu menyimak. c) Aspek budaya yang terkandung dalam teks lisan dan tulis.”13 Melengkapi pengertian budaya tersebut. dalam hal ini. d) Aspek sastra yang berupa penghayatan dan apresiasi sastra. Diknas Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA/MA (Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Diknas. kosakata. h. 164. menggambarkan budaya itu sebagai suatu “blue print’ which guides the behaviour of people in a community and is incubated in family life. berfikir. Douglas Brown. h. mata pelajaran bahasa Inggris meliputi beberapa aspek. b) Unsur-unsur kebahasaan mencakup: tata bahasa. 13 H. and helps us know what our responsibility is to the group. yakni. 2003). sehingga siswa dapat menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris secara benar. feel. Culture is the context within which we exist.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dan Madrasah Aliyah. diartikan sebagai pola pikir dan pola tindak yang mengatur seseorang bagaimana berbahasa dan bertindak di dalam lingkungan masyarakat tertentu. dan berhubungan dengan orang lain dalam suatu kelompok masyarakat. makes us sensitive to matters of status. Principles of Language Learning and Teaching (Englewood Clifts: Prentice Hall Regents. Larson dan Smally sebagaimana dikutip oleh Hasyim. 1994).12 Secara jelas. pernyataan di atas menuntut Madrasah Aliyah dan guru bahasa Inggris untuk memberikan bahan pelajaran yang berupa aspek budaya sebagai satu kesatuan bahan pelajaran yang harus diterima siswa di dalam mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa asing. merasakan. “Culture is a way of life. berbicara. dan menulis. membaca. Budaya. think. a) Keterampilan berbahasa.

Menado. dan produk meliputi literatur. bahasa tubuh. budaya itu dapat didefinisikan sebagai gagasan. 16 Robinson. customs/habits and foods. Ide atau gagasan meliputi kepercayaan. Cross Cultural Understanding (Jakarta: Karunia UT. prilaku mencakup bahasa. adat. yet all of which govern human behaviour just as surely as the manipulated strings of a puppet control its motion”. music and artifacts. Gail L.1986).15 Menurut Robinson. keterampilan. dan makanan. adat istiadat. dan artifak-artifak lainnya. akan berbeda dengan orang-orang Palembang. dan lainnya. dari hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang besar. budaya bukanlah bagianbagian yang berdiri sendiri-sendiri. The categories of behaviors and products reflect a notion of culture as observable phenomena. dan lemabaga.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Different cultures are the underlying structures which make round community round and square community square”14 Jadi. tetapi merupakan sebuah sistem yang terpaduh yang bagian-bagiannya terkait satu sama lainnya. Budaya menurut Croydon adalah “a system of integrated patterns. 15 14 . Berikut adalah penjelasan yang diberikan oleh Robinson: Ideas include beliefs. products include literature. and the category of ideas reflects a notion of culture as not observable. h. seni. Namun. h. behaviors include language. 8. 1988). dan peralatan yang membedakan satu kelompok dan yang lain. art. Seluruh pola kehidupan masyarakat diikat oleh aturan yang disepakati oleh seluruh anggotanya. Bagaimana cara bersalaman dengan orang-orang Sunda. prilaku. cerita rakyat. Nemetz. Jawa.16 Kehidupan keseharian masyarakat membuktikan bahwa budaya itu merupakan satu kesatuan yang utuh. dan produk. most of which remain below the threshold of consciousness. folklore. sebagai suatu sistem budaya memcakup beberapa kategori. Crosscultural Understanding (London: Prentice Hall International (UK) Limited. nilai. yakni gagasan. values and institutions. 3 15 Ibid. gestures. musik. Bagaimana melamar calon pengantin dan merayakan pesta pernikahan di satu daerah akan berbeda Laela Hanoum Hasyim.

Akibatnya. 4) they are cummulative and adjust to changes in external and internal conditions. Maka masing-masing orang akan berbuat sekehendaknya. Karena itu timbullah suatu konsepsi dalam diri kelompok-kelompok manusia itu untuk mengadakan ketentuan-ketentuan pengatur hidup. and 16 . 5) they tend to form a consistent structure. bahkan makin tampak nyata dan jelas bahwa setiap kelompok manusia itu membutuhkan budaya untuk memenuhi suatu kebutuhan biologis dan psikologis manusia. dan bebas takterkendali. Selengkapnya pandangan tersebut dapat dilihat melalui ungkapan berikut: Seven universal of cultural patters of behaviors are: 1) they originate in the human mind. timbul berbagai macam persoalan yang merusak sendi-sendi kehidupan individual dan kolektif. Mari kita membayangkan sejenak suatu keadaan yang saling bertentangan dalam kehidupan sehari-hari. 3) they satisfy basic human needs. mereka yang tidak memiliki apa-apa kiecuali dirinya sendiri.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dengan daerah lain. akan mendominasi mereka yang lemah. Orang-orang yang memiliki kekuatan. tanpa ikatan. baik secara fisik maupun materi. Murdock menyebutkan tujuh ciri umum yang dimiliki oleh budaya. Ketentuanketentuan ini berupa gagasan yang memungkinkan seluruh anggota masyarakat dapat hidup bersama dalam kelompok dengan damai. Memperhatikan pengertian budaya tersebut. 2) they facilitate human and environmental interactions. Kondisi tersebut tidak akan pernah berakhir bila tidak ada satu peraturan yang akan meluruskan semuanya itu. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak ada masyarakat di dunia ini yang tidak memiliki budaya yang mengatur pola kehidupan kemanusiaan dan kemasyarakatan. Orang-orang yang pintar tentu akan membodohi mereka yang tidak memiliki pengetahuan. tanpa aturan. 6) they are learned and shared by all the members of a society.

1961. dan buah-buahan yang dibutuhkan manusia untuk pertumbuhan fisik. dan kebutuhan sandang yang meliputi tempat tinggal dan pakian yang dibutuhkan manusia untuk perlindungan diri dari berbagai hal yang mengancam dirinya baik secara fisikal dan psikis. CN: HRAF Press. sehingga identifikasi dari kelompok masyarakat mana seseorang dapat dilakukan dengan cepat. baik yang berupa kebutuhan sandang maupun pangan. “The Cross-cultural Suvey” Readings in Cross-Culture. sehingga menjadi suatu konvensi yang diikuti oleh anggota masyarakat. Moore. Kebutuhan pangan meliputi berbagai macam makanan. pola pikir dan tindak yang diikuti oleh seluruh warga masyarakat cenderung membentuk struktur yang konsisten. sayuran. Meskipun selalu dapat menyesuaikan diri dengan faktor-faktor internal dan eksternal. manusia sebagai anggota masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. Frank W. Tentu saja pola dan aturan bertindak dan berbahasa tersebut harus memudahkan seluruh anggota masyarakat untuk berinteraksi dengan sesamanya dan lingkungan alam sekitar. Karena kemudahan-kemudahan tersebut. Ciri keenam menunjukkan bahwa budaya itu merupakan hal yang dapat dipelajari dan dipelihara secara bersama-sama oleh seluruh warga George Peter Murdock. Itulah esensi dari ciri budaya yang ketiga.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 7) they are transmitted to new generations. Seluruh pola dan aturan yang mengatur bagaimana seseorang bertindak dan berbahasa dalam kelompok masyarakatnya bersumber dari hasil pemikiran manusia melalui suatu proses panjang. New Haven. 17 17 . Kemudahan berinteraksi dengan sesama dan alam sekitarnya merupakan inti dari ciri kedua dari budaya. Ciri keempat menunjukkan bahwa budaya itu akulumasi pemikiran dan prilaku manusia dalam kelompok masyarakatnya yang dapat berubah-ubah atau berkembang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal di mana kelompok masyarakat tersebut berada.17 Ciri pertama menunjukkan bahwa budaya merupakan hasil dan bersumber pada akal pikiran manusia. dan ini merupakan ciri budya yang kelima. ed.

Tentu saja menghindari terjadinya benturan budaya. Beberapa pandangan di atas memperlihatkan bahwa budaya merupakan bagian yang takterpisahkan dari bahasa dan pikiran yang mengatur bagaimana warga masyarakat berbahasa dan bertindak di dalam lingkungannya. Adapun ciri ketujuh. Orang tua dan masyarakat dapat mengajarkan pola bertindak dan berbahasa kepada anak-anak mereka secara langsung dan tidak langsung. sebagai kelanjutan dari ciri keenam. tetapi juga terjadi antara satu negara dengan negara lain. tentu saja hal itu akan menimbulkan benturan-benturan budaya yang dapat menimbulkan masalah-masalah sosial. seperti pendidikan formal dan nonformal. benturan-benturan budaya antarnegara mungkin saja terjadi dalam konteks pengajaran bahasa asing. dalam arti pola bertindak dan berbahasa dapat dialihkan kepada generasi berikutnya. harus dijadikan prioritas utama dalam bermasyarakat secara luas. Secara lebih khusus. dalam hal ini budaya berbahasa. nilai-nilai budaya masyarakat dapat juga dialihkan kepada generasi berikut melalui berbagai jalur. Karena satu kelompok masyarakat memiliki budaya yang berbeda dengan kelompok masyarakat lain. “to 18 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan masyarakat. Seluruh warga menjamin keberlangsungan budayanya melalui konvensi-konvensi dan norma-norma hukum tertulis dan taktertulis yang disepakati secara bersamasama. Mengenai pentingnya mempelajari budaya berbahasa orang lain. baik yang sederhana maupun yang kompleks. Itulah salah satu bentuk upaya untuk menjaga keberlangsungan budaya. Di samping itu. Pelanggaran terhadap norma-norma tersebut tidak dapat ditolerir dan diberikan hukuman yang setimpal. Scarcella and Oxford mengatakan. Salah satu caranya adalah dengan memahami budaya berbahasa dan bertindak masyarakat lain. Benturan-benturan tersebut tidak hanya terjadi antar kelompok masyarakat dalam satu negara. menunjukkan bahwa budaya.

The Tapestry of Language Learning: the individual in the communicative classroom. Umpamanya. atau pada saat bermain dengan teman. konotasi. seseorang harus menghargai dan mengikuti aturan-aturan yang telah disepakai. dapat dikatakan pemahaman silang budaya merupakan penguasaan seseorang terhadap perbedaan budaya berbahasa dan bertindak penutur asli bahasa asing dengan budaya bertindak dan berbahasa pertamanya. (1992). Konvensi berkaitan dengan tata cara dan prilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. kondisioning. 89. h.. 1983. R. (Boston: Heinle & Heinle. 184.L. Konotasi membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan bagaimana pehamanan makna berdasarkan acuan budaya suatu masyarakat. h. pemahaman silang budaya merupakan upayaupaya yang dilakukan oleh seseorang yang berasal dari suatu kelompok masyarakat untuk memahami pola berbahasa dan bertindak kelompok masyarakat lainnya. yakni konvensi. seperti pemahaman makna kata “time” dalam konteks masyarakat Inggris yang berbeda dengan “waktu” bagi orang Indonesia. 19 Jenny Thomas. Dengan kata lain dapat dikatakan. pada saat makan sendiri di rumah atau makan bersama dengan teman dalam suatu pesta seluruh warga masyarakat tentu saja harus mengikuti tatatertib yang berlaku.18 Berdasarkan pengertian budaya di atas. 19 18 . & Oxford. aspek-aspek budaya yang perlu dipelajari oleh siswa menyangkut empat hal. 1992). Kondisioning berisikan tentang pemahaman tentang kebiasaan-kebiasaan seseorang dalam bertindak sesuai Scarcella. “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. 3. dan komprehensi. Mempertegas pengertian tersebut.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan study a language without studying the culture of native speakers of the language is a lifeless endeavor”.C.19 Adapun berhubungan dengan pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Thomas mendefinisikan pemahaman silang budaya sebagai pemahaman tata cara berkomunikasi antara dua orang yang memiliki latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda. R.

21 Berikut ini beberapa contoh komunikasi verbal dan nonverbal yang berbeda antara satu budaya dengan budaya lain. yakni kajian terhadap hari-hari libur. cit. Ketika kita sedih atau bahkan marah. Senyum merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan sautu kesenangan. kita biasanya mengambil sikap diam atau menekan dan mengendalikan emosi kita. cit. atau dapat juga digunakan untuk menutupi kesalahan atau kekeliruan yang kita buat. Kita menggeleng-gelangkan kepala ke kiri dan kanan untuk menyatakan “tidak”. dan bagaimana cara bertamu atau menerima seorang tamu. dan makanan. Gelengan kepala juga dapat digunakan untuk menyatakan sikap negatif terhadap sesuatu. Robinson (1988). terhadap anak-anak yang berbuat nakal berulang kali kiat biasanya menggeleng-gelengkan kepala untuk menyatakan bahwa kita tidak setuju dengan perbuatan tersebut. c. h. untuk memperlihatkan bahwa kita bahagia. seperti bagaimana cara merima atau menolak undangan makan bersama. op. seperti keluarga dan kehiduapan sehari-hari. b. dan kajian terhadap kesusasteraan.20 Mengenai apa yang harus dipelajari oleh siswa berkenaan dengan budaya bahasa asing. upacaraupacara. a. Umpamanya. kita biasanya tersenyum. adat istiadat. loc. kasih sayang. 20 21 Hadley (1993). 20 . tetapi di tempat lain mungkin saja berbeda. di tempat lain kesedihan dan kemarahan diungkap dengan cara yang lebih terbuka. Tetapi. Robinson mengatakan paling tidak ada tiga hal yang perlu diberikan kepada siswa. kajian terhadap sistem kelembagaan. seperti ketika seorang siswa terlambat atau tidak bisa menjawab pertanyaan guru siswa biasanya tersenyum.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dengan kerangka budayanya. 368-71. Komprehensi berisikan keterampilan-keterampilan yang biasanya dibutuhkan seorang warga masyarakat untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.

f. kita biasanya menerimanya dengan memberikan jawaban yang bertolak belakang dengan kondisi yang sebenarnya. dalam hal ini. Pada saat bercakap-cakap dengan orang lain.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan d. tetapi di negara-negara barat tatapan mata secara langsung ke arah lawan bicara bermakna bahwa pendengar benar-benar serius dan memperhatikan lawan bicaranya. g. Untuk mendapatkan perhatian seorang wanita yang sedang lewat. di tempat lain hal itu tidak dapat dilakukan. e. di tempat lain budaya seperti itu mungkin sulit kita dapatkan. i. sedangkan di Indonesia tidak digunakan acungan jempol. Kalau kita tidak dapat mengikuti atau memahami apa yang sedang dibicarakan oleh orang lain. sedangkan orang yang gagal dianggap tidak memiliki motivasi yang kuat untuk meraih cita-citanya. h. keberhasilan atau kegagalan seseorang untuk meraih sesuatu selalu dikaitkan dengan motivasi yang dimilikinya. acungan jempol digunakan untuk memuji orang yang telah melakukan pekerjaan yang besar/hebat. di temapt lain pujian biasanya dijawab dengan ucapan terima kasih. Di negara-negara barat. acungan jempol digunakan untuk menyetop atau menumpang kendaraan umum atau orang lain. kita biasanya bersiul-siul atau bahkan berteriak-teriak sampai mendapatkan perhatiannya. Motivasi Berprestasi Dalam kehidupan sehari-hari. Kita biasanya menempatkan kedua telapak tangan kita di bawah dagu untuk menunjukkan bahwa kita kecewa. dianggap sebagai dorongan yang 21 . Di Indonesia. Acungan jempol dapat bermakna bermacam-macam. Bila orang lain memuji. Motivasi. 3. Orang yang berhasil dianggap memiliki motivasi yang kuat untuk meraih keinginannya. kita biasanya mengangkap bahu dan tangan. kita biasanya tidak menatap mata lawan bicara secara langsung.

h. dan dorongan tersebut juga dapat berbentuk tujuan atau keinginan yang akan dicapai. Retrieved [date]. GA: Valdosta State University.valdosta. op. elimination. activity. Secara lebih rinci. pengertian motivasi yang banyak dipedomani berbunyi “Motivation is commonly thought of as inner drive. Dorongan itu dapat berbentuk respons fisik terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan atau menyakitkan. yakni: 1) Physiological needs: air.24 Sedikit berbeda dengan apa yang dikemukakan oleh Ausubel. 24 David A. 5) memperoleh pengetahuan. Ausubel menjelaskan enam jenis dorongan yang dimiliki oleh seseorang. Brown (1993). Maslow juga merinci lima dorongan dan kebutuhan secara hirarkis. yakni kebutuhan untuk: 1) menemukan sesuatu yang baru. W. cit.html. desire. Rinehart & Winston. seperti lapar dan rasa sakit. impulse. h. sleep. Valdosta. 4) didorong oleh pihak lain. sex. water. 2) membiasakan diri. or want) that serves to activate or energize behavior and give it direction”. Huitt. h. and the degree of effort they will exert in that respect”22 Pengertian lain yang tidak jauh berbeda dengan pandangan tersebut dibaerikan oleh Huitt yang mengatakan “motivation is an internal state or condition (sometimes described as a need. 368-9. “Motivation to learn: An overview” Educational Psychology Interactive. 23 22 22 . or in more technical terms. food. emotions or disire that moves one to a particular action. from http://chiron. motivation refers to the choices people make as to what experiences or goals they will approach or avoid.edu/ whuitt/col/ motivation/motivate. Ausubel. Educational Psychology: A cognitive view (New York: Holt. 132. dan 6) diakui dan diterima oleh orang lain.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan menggerakkan seseorang untuk meraih sesuatu.2. 1968). Secara umum.23 Dalam dua pengertian tersebut dapat dipahami bahwa motivasi merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang menggerakkannya melakukan sesuatu untuk mencapai atau memenuhi keinginannya. 3) melakukan pekerjaan.

Maslow. A self-actualized person is happy. dapat dipahami bahwa secara berturut-turut seseorang dapat memenuhi kebutuhannya dari yang paling dasar. achieving one's highest potential. 4) Self-esteem needs: to feel competent. problem-oriented. being creative and appreciative of beauty in the world. be part of a family. 50. 3) Belonging and love needs: to love and be loved. (1954). respected. wanting knowledge and wisdom. h. kebijakan. realistic. accepting. successful. 23 25 . Untuk memperjelas bagaimana urutan dan keterkaitan antarkebutuhan dapat dilihat pada gambar berikut. “A Theory of Human Motivation” Psychological Review. yakni kebutuhan pangan dan sandang. physical safety. seperti memperoleh pengetahuan. 2) Self Actualization Esteem Social Safety Physiological A. order. independent. democratic. and fulfilling a mission or purpose in life. dan diakui oleh pihak lain.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Safety needs: escape fear and pain.H. independent. hingga ke kebutuhan yang paling tinggi.25 Berdasarkan lima dorongan tersebut. and worthwhile. yakni aktualisasi diri. 370-396. 5) Self-actualization needs: being one's true self. have friends. creative. physical security. being able to understand and accept oneself and others.

pemberian latihan-latihan dan tugas-tugas bahasa yang menuntut siswa untuk terus berusaha. Dorongan intrinsik berasal dari luar diri siswa. C. sedangkan motivasi ektrinsik merupakan dorongan yang berasal dari luar diri seseorang. motivasi integratif. Di antara jenis-jenis motivasi tersebut. ataupun cara-cara lain yang dapat menyemangati siswa untuk melakukan berbagai tindakan untuk mengatasi masalah belajar yang dihadapi. seperti pemberian latihan dan tugas-tugas dari guru. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi asimilatif. 24 26 . motivasi berprestasi dapat berasal dari dorongan intrinsik dan ekstrisik. atau memperoleh standard hidup yang lebih tinggi. 291. seperti berdasarkan sumber dan tujuan. menguasai pengetahuan dan keterampilan. the free encyclopedia.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Secara lebih mendalam. Motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai dorongan atau kecenderungan yang dimiliki siswa untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar sebaik mungkin26. p. 1990). Menurut McCelland. dan motivasi berprestasi.27 Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin mencari berbagai cara dan strategi efektif untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik. motivasi berprestasi memegang peran yang sangat penting dalam keberhasilan siswa dalam belajar bahasa Inggris. motivasi berprestasi merupakan dorongan yang dimiliki individu untuk memperoleh hasil yang berarti. motivasi dapat diklasifikasikan berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda. Wikipedia. Achievement Motivation. Adapun berdasarkan tujuannya. Ditinjau dari sumbernya. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi instrinsik dan ekstrinsik Motivasi intrinsik merupakan dorongan untuk melakukan suatu perbuatan atau tindakan yang berasal dari dalam diri seseorang. Motivasion: Theories and Principles (New Jersy: Prentice Hall. motivasi instrumental. 27 Anonymous. Back. Berdasarkan sumbernya. 2006. Motivasi berprestasi ini dapat ditumbuhkan melalui pemberian saran dan nasehat. Dorongan intrinsik berasal dari dalam R.

Sources of Motivational Needs • elicited by stimulus associated/connected to behavi oral/ externa l innately connected stimulus • obtain desired. • maintain homeostasis. dorongan-dorongan tersebut dapat dilihat paparan dalam bentuk tabel yang dikutip dari Huitt. dan spiritual. discomfort. sosial. unpleasant consequences social • imitate positive models • be a part of a group or a valued member biologic al • increase/decrease stimulation (arousal) • activate senses (taste. thirst. balance • maintain attention to something interesting or threatening uncertainty cognitiv e • develop meaning or understanding • increase/decrease cognitive disequilibrium. smell. afektif. • decrease hunger. kognitif.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan diri siswa yang meliputi dorongan biologis. touch. konatif. • solve a problem or make a decision • figure something out • eliminate threat or risk 25 . Secara rinci. etc. etc. pleasant consequences (rewards) or escape/avoid undesired.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan affectiv e • • • • increase/decrease affective dissonance increase feeling good decrease feeling bad increase security of or decrease threats to self-esteem • maintain levels of optimism and enthusiasm • • • • • conativ e meet individually developed/selected goal obtain personal dream develop or maintain self-efficacy take control of one's life eliminate threats to meeting goal. Kerangka Konseptual Sesuai dengan analisis pustaka tersebut. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin mencari berbagai cara dan strategi efektif untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik. seperti motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya. Motivasi berprestasi juga membimbing siswa untuk berusaha memecahkan beragam kesulitan belajar bahasa Inggris. Dorongandorongan akan menjadi makin bermakna bila siswa memahami 26 . sehingga siswa merasa lebih tertantang untuk selalu menggali potensinya secara terus menerus. obtaining dream • reduce others' control of one's life spiritua l • understand purpose of one's life • connect self to ultimate unknowns B. tampak bahwa kemampuan komunikatif berbahasa Inggris dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Pemahaman silang budaya tentu saja menentukan keberhasilan komunikasi dengan bahasa Inggris yang dibangun oleh siswa. pemahaman silang budaya.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan silang budaya antara budaya berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris. khususnya pada aspek keberterimaan bahasa Inggris secara sosial daripada gramatikal. dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya. makin tinggi pemahaman silang budaya dan motivasi berprestasi siswa. 27 . Bentuk hubungan tersebut dapat digambarkan. Berdasarkan hal tersebut dapat diduga adanya hubungan yang berarti antara motivasi berprestasi.

seperti terpenuhinya seluruh karakteristik populasi. dan 13. pemilihan madrasah-madrasah tersebut dilandasi oleh beberapa alasan. MAN 4 28 . Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta MAN 4 Jakarta yang berdiri pada tahun 1992 berada di Jl. Ciputat Raya Pondok Pinang Jakarta Selatan. status madrasah yang beragam dari Madrasah Aliyah Negeri Percontohan sampai nonpercontohan. Selain karena keempat madrasah tersebut berada di wilayah Jakarta Selatan. Gambaran tentang keempat madrasah tersebut secara berturut-turut dapat dipaparkan sebagai berikut. yakni MAN 4. usia madrasah yang relatif lebih tua. A. 7.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3 DESKRIPSI LATAR PENELITIAN Penelitian korelasional ini melibatkan seluruh Madrasah Aliyah Negeri di wilayah Jakarta Selatan. 11. letak dan posisi madrasah yang relatif lebih strategis dibandingkan dengan Madrasah Aliyah Negeri lainnya. dan beberapa keberhasilan/prestasi yang telah diraih keempat madrasah tersebut di tingkat propinsi.

Pada tahun pelajaran 29 . untuk menujang kelancaran penyelenggaraan kegiatan belajar dan mengajar. Daud sebagai kepala madrasah. dan perpustakaan dengan koleksi buku berjumlah kurang lebih 2000 judul. laboratorium IPA. tetapi pada masa itu diletakkan dasar-dasar pengelolaan Madrasah Aliyah secara professional. H. MAN 4 Jakarta juga memperkerjakan beberapa orang sebagai tenaga administrasi dan petugas kebersihan. tetapi beberapa gedung bertingkat dengan luas bangunan 4409 M2 dengan jumlah ruang belajar sebanyak 28 kelas. Muchyi sebagai kepala madrasah yang dibantu oleh beberapa orang wakil kepala madrasah dan kaepala tatausaha.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Jakarta yang menginginkan anak-anak mereka belajar dan dididik dalam susana keagamaan yang tinggi. laboratorium bahasa. Selain guru tetap. MAN 4 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. MAN 4 Jakarta tidak lagi menempati gedung yang kecil dan sempit. MAN 4 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 86 orang yang terdiri dari 36 orang guru laki-laki dan 50 orang guru perempuan. seperti musholla.325 M2 dipimpin oleh Drs. MAN 4 Jakarta yang menempati sebidang tanah dengan luas 30. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Atas lainnya. Selain ruang kelas yang permanen. Selain itu. Pada masa kepemimpinannya MAN 4 masih dipandang dengan sebelah mata oleh banyak pihak. Setelah kepemimpinan MAN 4 mengalami perubahan dan sekarang dipegang oleh Drs. MAN 4 Jakarta mendapatkan status sebagai Madrasah Aliyah Negeri Percontohan. MAN 4 Jakarta juga dibantu oleh tenaga guru tidak tetap dengan jumlah 14 orang yang terdiri dari 4 orang guru laki-laki dan 10 orang guru perempuan. sehingga terpenuhi suasana akademis yang kondusif. Dewasa ini. Pada awal berdirinya. Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 4 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut.

30 . Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 4 Jakarta. yaitu olah raga. seni. dan sepak bola.hutup kanji bahasa Jepang. Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 4 Jakarta dapat dilihat pada tabel 1 berikut. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan PMR. Siswa kelas dua berjumlah 333 orang siswa yang terdiri dari 136 siswa laki-laki dan 197 siswa perempuan. IPS sebanyak 117 orang siswa yang terdiri dari 52 orang siswa laki-laki dan 65 orang siswa perempuan. Siswa kelas satu berjumlah 361 orang siswa yang terdiri dari 147 siswa laki-laki dan 214 siswa perempuan. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 2006-2007. agama. debat bahasa Inggris. Siswa kelas tiga berjumlah 234 orang siswa yang terdiri dari 133 siswa laki-laki dan 201 siswa perempuan. meskipun hanya pada tataran pendidikan menengah. tercatat sebanyak 1028 orang siswa yang terbagi dalam tiga kelas. seluruh siswa MAN 4 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. Secara khusus. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi tiga jurusan. Kegiatan ilmiah mencakup kelompok ilmiah remaja (KIR) dan kajian Al-Qur. bola volly dan penyinta alam. pidato bahasa Arab. ilmiah.an yang tergabung dalam FMIKA. Dengan keseimbangan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler diharapkan tujuan pendidikan nasional yang berorientasi pada pengembangan manusia seutuhnya dapat terealisasi. Selain kegiatan belajar di dalam ruangan atau di luar ruangan sesuai dengan jurusan masing-masing. yaitu IPA sebanyak 128 orang siswa yang meliputi 52 orang siswa laki-laki dan 76 orang siswa perempuan. Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. MTQ. kaligrafi. dan Bahasa sebanyak 89 orang siswa yang terdiri dari 29 orang siswa laki-laki dan 60 orang siswa perempuan. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah berbicara di tingkat propinsi dan nasional antara lain adalah KIR. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyid-sholawat. dan kepanduan.

Drs. Kapti Khusnani Jumlah Guru Tetap 36 orang laki-laki dan 50 orang perempuan Jumlah Guru Tidak 4 orang laki-laki dan 10 orang Tetap perempuan Jumlah tenaga 20 orang laki-laki. Ciputat Raya Pondok Pinang Jakarta Selatan 1992 30. 60 pr 31 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 1 Data Statistik MAN 4 Jakarta pada tahun pelajaran 2006-2007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta Jl. Musyahir M. H. Dra. M. Suganda Drs. 65 pr Bahasa : 29 lk.Pd.Pd. Muchyi Drs. Jejen Zaenudin. 76 pr menurut Jurusan IPS : 52 lk. 197 pr kelamin Kelas III : 133 lk.325 M2 4409 M2 2000 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah 8 Wakil Kepala Madrasah 9 10 11 12 13 Drs. 9 orang administrasi perempuan Jumlah Siswa Kelas I : 147 lk. 214 pr menurut jenis Kelas II : 136 lk. 201 pr Jumlah siswa IPA : 52 lk.

Taufik sebagai kepala madrasah yang dibantu oleh Drs. MAN 7 Jakarta yang menempati sebidang tanah dengan luas 3500 M2 dipimpin oleh Drs. tetapi beberapa gedung bertingkat dengan luas bangunan 4000 M2 dengan beberapa ruang belajar yang layak. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain. Pada masa kepemimpinannya MAN 7 masih dipandang dengan sebelah mata oleh banyak pihak. bola volley. Barkat Guna Harahap sebagai wakil kepala madrasah. MAN 7 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. Saat ini kepemimpinan MAN 7 dipegang oleh Drs.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 Kegiatan ilmiah 16 Seni 17 Kepanduan Sepak bola. laboratorium bahasa. Srengseng Sawah Pasar Minggu Jakarta Selatan. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 7 Jakarta MAN 7 Jakarta yang berdiri pada tahun 1992 berada di JL. seperti musholla. tetapi pada masa itu diletakkan dasar-dasar dalam pengelolaan Madrasah Aliyah secara professional. dan Jakarta umumnya. Selain ruang kelas yang permanen. dan perpustakaan dengan koleksi buku berjumlah kurang lebih 1303 judul. H. Zaenuddin Anwar sebagai kepala madrasah. MAN 7 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 31 orang yang terdiri dari 17 32 . yang menginginkan anak-anak mereka dididik dalam susana keagamaan yang tinggi. Dewasa ini. Pada awal berdirinya. MAN 4 Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Pasar Minggu khususnya. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Atas lainnya. Penyinta Alam KIR dan FMIKA Teater dan Nasyid-Sholawat Pramuka dan PMR B. MAN 7 Jakarta tidak lagi menempati gedung yang kecil dan sempit. H. laboratorium IPA.

Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 7 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut. dan kegiatan keagamaan dalam bentuk Rohis. Selain guru tetap. Selain kegiatan belajar sesuai dengan kelas dan jurusan masing-masing sebagai kegiatan kurikuler. yaitu IPA sebanyak 25 orang siswa yang meliputi enam orang siswa laki-laki dan 19 orang siswa perempuan. untuk keperluan kegiatan administrasi MAN 7 Jakarta memperkerjakan beberapa orang tenaga administrasi dan petugas kebersihan. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyidsholawat. dan kepanduan. dan IPS sebanyak 37 orang siswa yang terdiri dari 22 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan. MAN 7 Jakarta juga dibantu oleh tenaga guru tidak tetap dengan jumlah 11 orang yang terdiri dari 8 orang guru laki-laki dan 3 orang guru perempuan. Siswa kelas dua berjumlah 111 orang siswa yang terdiri dari 48 siswa laki-laki dan 63 siswa perempuan. ilmiah. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 7 Jakarta. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi dua jurusan. Siswa kelas tiga berjumlah 62 orang siswa yang terdiri dari 28 siswa laki-laki dan 34 siswa perempuan. Siswa-siswa tersebut terdistribusikan ke dalam kelas satu. seni. seluruh siswa MAN 7 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. tercatat sebanyak 306 orang siswa yang menuntut ilmu di sekolah tersebut yang terdiri dari 141 siswa laki-laki dan 165 siswa perempuan. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan 33 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan orang guru laki-laki dan 14 orang guru perempuan. Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. dan tiga. dan bola volly. Kelas satu berjumlah 113 orang siswa yang terdiri dari 63 siswa laki-laki dan 70 siswa perempuan. Secara khusus. dua. yaitu olah raga. agama. Pada tahun pelajaran 2006-2007. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola. Kegiatan ilmiah direalisaikan dalam bentuk kelompok ilmiah remaja (KIR).

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan paskibra. 63 pr Kelas III : 28 lk. Barkat Guna Harahap 17 orang laki-laki dan 14 orang perempuan 8 orang laki-laki dan 3 orang perempuan 10 orang laki-laki. Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 7 Jakarta dapat dilihat pada tabel 2 pada halaman berikut. H. 5 orang perempuan Kelas I : 63 lk. Srengseng Sawah Jakarta Selatan 1992 3500 M2 4000 M2 1303 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah 8 Wakil Kepala Madrasah 9 Jumlah Guru Tetap 10 Jumlah Guru Tidak Tetap 11 Jumlah tenaga administrasi 12 Jumlah Siswa menurut jenis kelamin 13 Jumlah siswa menurut Jurusan Drs. 19 pr IPS : 22 lk. 34 pr IPA : 6 lk. Secara khusus. Taufik Drs. 15 pr 34 . 70 pr Kelas II : 48 lk. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah berbicara di tingkat propinsi antara lain adalah KIR dan karate. Tabel 2 Data Statistik MAN 7 Jakarta pada tahun pelajaran 2006-2007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 7 Jakarta Jl.

Saat ini kepemimpinan MAN 11 dipegang oleh Drs. S2 sebanyak satu orang dan D3 sebanyak dua 35 . yang menginginkan anak-anak mereka dididik dan belajar dalam susana keagamaan yang tinggi. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain. bola volley. MAN 11 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 35 orang yang terdiri dari 14 orang guru laki-laki dan 21 orang guru perempuan yang sebagian besar berpendidikan S1 sebanyak 32 orang. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Atas lainnya. dan Jakarta umumnya. Effendi Halba sebagai kepala madrasah yang dibantu beberapa orang wakil kepala sekolah dan kepala tatausaha. MAN 11 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. U. laboratorium IPA. 60 Lebak Bulus Cilandak Jakarta Selatan. MAN 11 Jakarta tidak lagi menempati gedung yang kecil dan sempit. MAN 11 Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Cilandak khususnya. Selain ruang kelas yang permanen. Gandun No. laboratorium bahasa.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 16 17 18 Kegiatan ilmiah Seni Agama Kepanduan Sepak bola. H. dan perpustakaan dengan koleksi buku yang cukup. Penyinta Alam KIR Teater dan Nasyid-Sholawat Rohis Pramuka dan Paskibra C. tetapi beberapa gedung bertingkat dua dengan beberapa ruang belajar yang relatif nyaman dan kondusif untuk kegiatan belajar mengingat keberadaan gedung tersebut jauh dari pusat keramaian. Dewasa ini. seperti musholla. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 11 Jakarta MAN 11 Jakarta yang berdiri pada tahun 1997 berada di Jl.

Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola. Pada tahun pelajaran 2006-2007. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah 36 . MAN 11 Jakarta juga dibantu oleh beberapa tenaga guru tidak tetap yang memegang beberapa matapelajaran sesuai dengan bidang keahlian yang tidak dimiliki oleh madrasah tersebut atau sebagai tenaga pendukung. Siswa kelas tiga berjumlah 53 orang siswa yang terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 34 siswa perempuan. tercatat sebanyak 210 orang siswa yang terdiri 75 siswa laki-laki dan 135 siswa perempuan. Secara khusus. Selain kegiatan belajar di dalam ruangan atau di luar ruangan sesuai dengan jurusan masing-masing.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan orang. yaitu olah raga. Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. seni. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan paskibra. Adapun untuk menunjang kegiatan administraif dan kebersihan. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi dua jurusan. Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 11 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut. agama. dan kegiatan keagamaan dalam bentuk Rohis. dan IPS sebanyak 33 orang siswa yang terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 17 orang siswa perempuan. seluruh siswa MAN 11 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. Kegiatan ilmiah direalisaikan dalam bentuk kelompok ilmiah remaja (KIR). Selain guru tetap. Siswa kelas satu berjumlah 85 orang siswa yang terdiri dari 29 siswa laki-laki dan 56 siswa perempuan. Siswa kelas dua berjumlah 72 orang siswa yang terdiri dari 27 siswa laki-laki dan 45 siswa perempuan. ilmiah. MAN 11 Jakarta juga memperkerjakan beberapa orang tenaga administrasi dan petugas kebersihan. yaitu IPA sebanyak 20 orang siswa yang meliputi tiga orang siswa lakilaki dan 17 orang siswa perempuan. dan bola basket. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 11 Jakarta. dan kepanduan. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyidsholawat.

60 Lebak Bulus Cilandak Jakarta Selatan 1997 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah 8 Wakil Kepala Madrasah 9 Jumlah Guru Tetap 10 Jumlah Guru Tidak Tetap 11 Jumlah tenaga administrasi 12 Jumlah Siswa menurut jenis kelamin 13 Jumlah siswa menurut Jurusan Drs. 34 pr IPA : 3 lk. dan Bola Volley. 5 orang perempuan Kelas I : 29 lk. 17 pr IPS : 16 lk. Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 11 Jakarta dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3 Data Statistik MAN 11 Jakarta pada tahun pelajaran 20062007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 11Jakarta Jl. Effendi Hlba 14 orang laki-laki dan 21 orang perempuan orang laki-laki dan orang perempuan 10 orang laki-laki.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan berbicara di tingkat propinsi antara lain adalah KIR. Mading. 17 pr 37 . 45 pr Kelas III : 19 lk. U. Gandun No. 56 pr Kelas II : 27 lk. H.

MAN 13 tetap dipimpin oleh Dra.M. Pada awal berdirinya. Dewasa ini. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Umum lainnya. sebagai kepala madrasah. laboratorium bahasa. seperti musholla. Hj. Penyinta Alam KIR Teater dan Nasyid-Sholawat Rohis Pramuka dan Paskibra D. MAN 13 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. MAN 13 masih menyatu dengan MAN 7 yang saat itu dipimpin oleh Dra. M. sebagai kepala madrasah yang dibantu dengan Drs.M. Nuroto sebagai wakil kepala madrasah.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 16 17 18 Kegiatan ilmiah Seni Agama Kepanduan Sepak bola. yang menginginkan anak-anak mereka dididik dan belajar dalam susana keagamaan yang tinggi. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain. Mereka berlatar pendidikan tingat S1 berjumlah 47 38 . Selain ruang kelas yang permanen. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta MAN 13 Jakarta yang berdiri pada tahun 2004 berada di JL. MAN 13 Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Pasar Minggu khususnya. Hj. MAN 13 Jakarta menempati beberapa gedung bertingkat dengan jumlah ruang belajar sebanyak 20 kelas. Isnadiar Dekok. dan Jakarta umumnya. bola basket. Isnadiar Dekok. dan perpustakaan dengan koleksi buku berjumlah kurang lebih 1303 judul. laboratorium IPA. MAN 4 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 51 orang yang terdiri dari 18 orang guru lakilaki dan 33 orang guru perempuan dengan tingkat pendidikan minimal S1. Setelah memisahkan diri hingga sekarang. Raya Lenteng Agung Depok RT 02 RW 08 Jagakarsa Pasar Minggu Jakarta Selatan. M.

agama. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan orang. IPS sebanyak 80 orang siswa yang terdiri dari 34 orang siswa lakilaki dan 46 orang siswa perempuan. dan Bahasa sebanyak 34 orang siswa yang terdiri dari 20 orang siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan. Secara khusus. S2 berjumlah tiga orang dan D1 berjumlah satu orang. ilmiah. yaitu olah raga. tercatat sebanyak 552 yang terdiri dari 277 siswa laki-laki dan 285 siswa perempuan. seni. Selain kegiatan belajar di dalam ruangan atau di luar ruangan sesuai dengan jurusan masing-masing. dan kepanduan. dan bola basket. Siswa kelas tiga berjumlah 142 orang siswa yang terdiri dari 81 siswa laki-laki dan 61 siswa perempuan. Siswa kelas dua berjumlah 163 orang siswa yang terdiri dari 90 siswa laki-laki dan 73 siswa perempuan. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyid. seluruh siswa MAN 13 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 13 Jakarta. Kegiatan ilmiah direalisaikan dalam bentuk kelompok ilmiah remaja. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi tiga jurusan. untuk keperluan kegiatan administrasif dan kebersihan MAN 13 Jakarta memperkerjakan 15 orang tenaga administrasi dan petugas kebersihan yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. MAN 13 Jakarta juga dibantu oleh tenaga guru tidak tetap dengan jumlah 27 orang yang terdiri dari 14 orang guru laki-laki dan 13 orang guru perempuan. Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. dan 39 . Siswa kelas satu berjumlah 240 orang siswa yang terdiri dari 109 siswa laki-laki dan 131 siswa perempuan. Pada tahun pelajaran 2006-2007. Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 13 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut. yaitu IPA sebanyak 35 orang siswa yang meliputi 14 orang siswa laki-laki dan 21 orang siswa perempuan. Selain guru tetap.

sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan paskibra. Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 13 Jakarta dapat dilihat pada tabel 4. 131 pr menurut jenis kelamin Kelas II : 90 lk. 21 pr 40 . Raya Lenteng Agung Depok RT 02 RW 08 Jakarta Selatan 2004 6500 M2 5086 M2 1303 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah Dra. M. Secara khusus. Nuroto Madrasah 9 Jumlah Guru Tetap 14 orang laki-laki dan 13 orang perempuan 10 Jumlah Guru Tidak 14 orang laki-laki dan 13 Tetap orang perempuan 11 Jumlah tenaga 10 orang laki-laki. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah berbicara di tingkat propinsi antara lain adalah cerdas cermat IPS. bola Volley. Isnadiar Dekok.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan kegiatan keagamaan dalam bentuk Rohis. Tabel 4 Data Statistik MAN 13 Jakarta pada tahun pelajaran 20062007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta Jl. 8 Wakil Kepala Drs. Hj. 73 pr Kelas III : 81 lk. 61 pr 13 Jumlah siswa IPA : 14 lk. Matematika. 5 orang administrasi perempuan 12 Jumlah Siswa Kelas I : 109 lk.M. dan Bola basket.

14 pr KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 16 17 18 Kegiatan ilmiah Seni Agama Kepanduan Sepak bola. 46 pr : 20 lk. bola basket.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan menurut Jurusan IPS Bahasa : 34 lk. Penyinta Alam KIR Teater dan Nasyid-Sholawat Rohis Pramuka dan Paskibra 41 .

pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan akan disajikan secara berturut-turut dari MAN 4. MAN 4 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban. deskripsi data tentang motivasi berprestasi. MAN 7. Berikut dipaparkan temuan data deskriptif dan hasil analisis korelasi dan regresi sederhana yang telah dilakukan. MAN 11. A.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 4 TEMUAN PENELITIAN Setelah data yang terkumpul dihitung dengan menggunakan statistik deskriptif ditemukan beberapa nilai penting yang berguna untuk analisis korelasi dan regresi. Deskripsi Data Tiap-Tiap Madrasah Berdasarkan tempat penelitian ini dilakukan. dan MAN 13. terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 4 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes 42 . 1.

00 68.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. PSB. Skor untuk ketiga variabel tersebut dipaparkan pada tabel 5.47 43 . dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan.15 58. dan KKBI siswa MAN 4 NO RESPONDEN MTB PSB 1 MAN04001 56 48 2 MAN04002 58 50 3 MAN04003 59 52 4 MAN04004 59 52 5 MAN04005 60 54 6 MAN04006 60 54 7 MAN04007 61 56 8 MAN04008 61 56 9 MAN04009 62 58 10 MAN04010 62 58 11 MAN04011 62 58 12 MAN04012 63 60 13 MAN04013 64 62 14 MAN04014 64 64 15 MAN04015 65 64 16 MAN04016 65 66 17 MAN04017 66 66 18 MAN04018 66 66 19 MAN04019 68 68 Jumlah 1181 1112 Maksimum 68.00 Minimum 56. Tabel 5 Skor MTB.00 61.52 KKBI 50 52 53 55 55 56 60 60 62 62 62 64 64 66 66 68 69 70 74 1168 74.00 50.00 Rata-rata 62.00 48. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian hanya berasal dari 19 responden. dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap.

skor terendah adalah 48.47.0 20 6 . 0 80 MB T Gambar 1. jumlah keseluruhan skor adalah 1112.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Berkaitan dengan motivasi berprestasi. dan skor rata-ratanya adalah 58. berkaitan dengan pemahaman silang budaya. 0 00 6 . jumlah keseluruhan skor adalah 1181. Histogram MTB MAN 4 44 . 0 60 6. dan skor rata-ratanya adalah 61. 0 60 5. Bagaimana gambaran repons siswa MAN 4 terhadap ketiga variabel tersebut dapat juga dilihat melalui histogram berikut. skor terendah adalah 56.15. 0 80 6. jumlah keseluruhan skor adalah 1168. 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 5. setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 4 adalah 68. dan skor rata-ratanya adalah 62. Sebaliknya. skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 4 adalah 74. Pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang mereka kuasai juga masih di bawah persyaratan ideal yang seharusnya dikuasai oleh siswa. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan motivasi berprestasi siswa MAN 4 relatif tidak terlalu tinggi. skor terendah adalah 50.0 40 6. Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris.52. diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 4 adalah 68.

00 PSB Gambar 2.00 55.00 KKBI Gambar 3. Histogram PSB MAN 4 7 6 5 4 y c n u q e r F 3 2 1 0 50.00 65.00 70.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3 2 y c n u q e r F 1 0 45.00 75.00 50.00 55.00 60.00 70. Histogram KKBI MAN 4 45 .00 65.00 60.

Sebaliknya. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah hanya berasal dari 23 responden. Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris. diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 7 adalah 80. dan skor rata-ratanya adalah 69. dan skor rata-ratanya adalah 66. Selengkapnya skor yang diperoleh siswa MAN 7 untuk ketiga variabel tersebut dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6 Skor MTB.08. jumlah keseluruhan skor adalah 1520. dan skor rata-ratanya adalah 70. PSB. terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 7 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. jumlah keseluruhan skor adalah 1612. dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap. skor terendah adalah 60.08. skor terendah adalah 60. jumlah keseluruhan skor adalah 1601. MAN 7 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban. Berkaitan dengan motivasi berprestasi. dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan. skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 7 adalah 78. skor terendah adalah 54.60. setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 7 adalah 79. dan KKBI siswa MAN 7 NO RESPONDEN MTB PSB KKBI 1 MAN07001 60 54 60 2 MAN07002 61 56 62 3 MAN07003 64 58 75 4 MAN07004 64 58 64 5 MAN07005 66 60 64 6 MAN07006 66 60 68 7 MAN07007 68 68 64 8 MAN07008 68 68 66 9 MAN07009 69 70 70 46 . berkaitan dengan pemahaman silang budaya.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 2.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

10 MAN07010 11 MAN07011 12 MAN07012 13 MAN07013 14 MAN07014 15 MAN07015 16 MAN07016 17 MAN07017 18 MAN07018 19 MAN07019 20 MAN07020 21 MAN07021 22 MAN07022 23 MAN07023 Jumlah Maksimum Minimum Rata-rata

70 70 70 71 73 73 74 74 76 76 78 71 71 79 1612 79.00 60.00 70.08

72 68 72 66 65 74 66 66 70 64 76 78 66 65 1601 80.00 60.00 69.60

70 66 72 66 70 68 68 70 74 74 76 76 78 80 1520 78.00 54.00 66.08

Bila skor di atas ditampilkan dalam bentuk gambar atau histogram, akan makin jelas bagaimana distribusi skor yang diperoleh siswa MAN 7 untuk ketiga variabel tersebut.
6

5

4

3

y c n u q e r F
2 1 0 6. 0 0 0 6. 0 5 0 7. 0 0 0 7. 0 5 0 8. 0 0 0

MB T

Gambar 4. Histogram MTB MAN 7

47

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

10

8

6

y c n u q e r F

4

2

0 50.00 55.00 60.00 65.00 70.00 75.00 80.00

PSB

Gambar 5. Histogram PSB MAN 7

5

4

3

y c n u q e r F

2

1

0 60.00 65.00 70.00 75.00 80.00

KKBI

Gambar 6. Histogram KKBI MAN 7

48

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

3. MAN 11 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban, terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 11 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris; dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap; dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian hanya berasal dari 18 responden. Berkaitan dengan motivasi berprestasi, setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 11 adalah 75, skor terendah adalah 63, jumlah keseluruhan skor adalah 1239, dan skor rata-ratanya adalah 68.83. Sebaliknya, berkaitan dengan pemahaman silang budaya, diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 11 adalah 74, skor terendah adalah 56, jumlah keseluruhan skor adalah 1176, dan skor rata-ratanya adalah 65.33. Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris, skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 11 adalah 80, skor terendah adalah 60, jumlah keseluruhan skor adalah 1266, dan skor rata-ratanya adalah 70.33. Data lengkap mengenai skor yang diperoleh siswa MAN 11 untuk ketiga variabel dapat dilihat pada tabel berikut 7. Adapun visualisasi skor yang diperoleh siswa dalam bentuk gambar, untuk memperjelas bagaimana distribusi skorskor tersebut dapat dilihat pada histogram/gambar 7-9. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan motivasi berprestasi siswa MAN 11 relatif tinggi; begitu juga dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris mereka. Tetapi untuk variabel kedua, skor yang mereka peroleh menunjukkan bahwa pemahaman silang budaya mereka relatif tidak terlalu tinggi. Secara umum siswa MAN 11 memiliki potensi yang relatif besar untuk menguasai kemampuan berbahasa Inggris sebagaimana yang dipersyaratkan dalam kurikulum 2004.
49

00 74.00 56. PSB.33 KKBI 60 64 64 68 68 70 70 69 72 72 75 74 74 76 66 66 78 80 1266 80.83 65.00 60.00 Minimum 63. dan KKBI siswa MAN 11 NO RESPONDEN MTB PSB 1 MAN011001 63 56 2 MAN011002 64 65 3 MAN011003 65 58 4 MAN011004 66 67 5 MAN011005 66 60 6 MAN011006 68 64 7 MAN011007 69 62 8 MAN011008 69 64 9 MAN011009 69 64 10 MAN011010 70 66 11 MAN011011 70 66 12 MAN011012 72 68 13 MAN011013 72 68 14 MAN011014 73 70 15 MAN011015 67 67 16 MAN011016 67 65 17 MAN011017 74 72 18 MAN011018 75 74 Jumlah 1239 1176 Maksimum 75.00 Rata-rata 68.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 7 Skor MTB.33 50 .00 70.

00 72.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 6 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 62. Histogram MTB MAN 11 6 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 55.00 60.00 67.50 70.50 65.00 70.00 65.00 75.00 M TB Gambar 7.50 75. Histogram PSB MAN 11 51 .00 PSB Gambar 8.

00 65.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 4 3 2 y c n u q e r F 1 0 60. dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan. dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap. Data lengkap mengenai skor yang diperoleh siswa MAN 13 dapat dilihat pada tabel berikut. MAN 13 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban. 52 .00 70.00 KKBI Gambar 9. terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 13 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris.00 80.00 75. Histogram KKBI MAN 11 3. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian hanya berasal dari 18 responden.

00 62.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 8 Skor MTB.00 50. PSB. skor terendah adalah 50.30.00 50. setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 13 adalah 73. dan skor 53 . Sebaliknya.00 Minimum 51. jumlah keseluruhan skor adalah 1246. dan skor rata-ratanya adalah 62. jumlah keseluruhan skor adalah 1253.90 Berkaitan dengan motivasi berprestasi.00 Rata-rata 62. dan KKBI siswa MAN 13 NO RESPONDEN MTB PSB 1 MAN013001 54 50 2 MAN013002 56 53 3 MAN013003 57 56 4 MAN013004 58 56 5 MAN013005 51 58 6 MAN013006 59 58 7 MAN013007 59 60 8 MAN013008 61 60 9 MAN013009 64 62 10 MAN013010 64 62 11 MAN013011 62 64 12 MAN013012 62 64 13 MAN013013 66 66 14 MAN013014 65 66 15 MAN013015 68 68 16 MAN013016 65 68 17 MAN013017 73 70 18 MAN013018 69 65 19 MAN013019 63 72 20 MAN013020 70 75 Jumlah 1246 1253 Maksimum 73. untuk pemahaman silang budaya.65 KKBI 50 54 60 60 56 62 64 64 64 66 66 68 68 56 70 58 69 72 57 74 1258 74. skor terendah adalah 51.00 75. diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 13 adalah 75.30 62.

Selanjutnya. Histogram MTB MAN 13 54 . Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris. akan makin jelas bagaimana distribusi skor yang diperoleh siswa MAN 13 untuk ketiga variabel tersebut seperti berikut. begitu juga dengan pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris mereka. skor terendah adalah 50. 4 3 2 y c n u q e r F 1 0 50.00 55.00 75. Secara umum siswa MAN 11 masih memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk menguasai kemampuan berbahasa Inggris sebagaimana yang dipersyaratkan dalam kurikulum 2004.00 70. dan skor rata-ratanya adalah 62.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan rata-ratanya adalah 62.65. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan motivasi berprestasi siswa MAN 13 relatif tidak terlalu tinggi. bila skorskor tersebut di atas dikonversikan ke dalam bentuk gambar.00 60.90. skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 13 adalah 74. jumlah keseluruhan skor adalah 1258.00 65.00 MTB Gambar 10.

00 PSB Gambar 11. Histogram PSB MAN 13 7 6 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 50.00 65.00 KKBI Gambar 12.00 60.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 7 6 5 4 y c n u q e r F 3 2 1 0 50. Histogram KKBI MAN 13 55 .00 55.00 75.00 70.00 55.00 75.00 60.00 70.00 65.

skor terendahnya 50.00 KKBI 5271 50. secara keseluruhan gabungan data tersebut menunjukkan bahwa motivasi berprestasi siswa MAN 4.088 42. skor tertingginya adalah 79.97.26. dan skor rata-ratanya adalah 63.00 4 Rata-rata 65. Jadi. 11.88. dan skor rata-ratanya adalah 65. dan 13 relatif tidak terlalu tinggi. skor terendahnya adalah 48.418 30.26 5 Std. data deskriptif untuk keempat madrasah tersebut dapat dilihat pada tabel 9. 7. diperoleh bahwa jumlah keseluruhan skor untuk motivasi berprestasi adalah 5278. Statistik Deskriptif untuk Ketiga Variabel NO SKOR MTB PSB 1 Jumlah 5278 5061 2 Minimum 51.515 6 Varians 33. dan skor rataratanya adalah 65. Deskripsi Data Gabungan Keempat Madrasah Berdasarkan data gabungan keempat MAN yang terlibat dalam penelitian. Tabel 9. skor terendahnya adalah 51.00 80. Deviasi 5.00 65.00 78.449 7 Range 28. Untuk pemahaman silang budaya.97 63.00 3 Maksimum 79.00 66. Adapun berkenaan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris.029 49. Hal yang sama juga terjadi pada pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris mereka. Apa yang mereka kuasai masih berada di bawah peryaratan ideal yang harus dikuasai siswa.00 64.88 7. skor tertingginya adalah 80.75 6.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan B. Selengkapnya.00 56 . skor tertingginya 78. diperoleh jumlah keseluruhan skor adalah 5061.00 8 Median 66.00 48.00 30. jumlah keseluruhan skor adalah 5271.

00 2 2.3 78.3 6.8 65.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Berdasarkan skor kasar yang diperoleh siswa dan statistik deskriptif di atas dibuatlah table frekuensi dan histogram untuk masing-masing varibel sebagai berikut .3 1.3 Total 80 100.00 4 5.5 28.0 6.3 1.5 7.00 1 1.5 41.00 5 6.8 67.00 1 1.5 2.5 68.5 5.00 3 3.00 2 2.8 8.0 97.8 95.0 Tabel 11.5 98.3 70.5 2.00 2 2.00 4 5.3 6.3 54.8 72.8 17.00 1 1.5 2.0 93.00 4 5.00 1 1.8 75.8 8.5 22. Distribusi Frekuensi untuk MTB Gabungan Valid SKOR Frequency Percent Percent 51.5 2. Tabel 10.8 3.8 61.8 32.0 71.3 2.3 1.5 56.0 74.00 2 2.00 5 6.00 1 1.00 3 3.0 100.3 1.3 47.3 79.3 6.8 65.3 69.8 64.00 5 6.3 58.3 8.5 85.00 3 3.3 1.0 62.00 1 1.5 57.0 5.5 73.5 2.0 90.3 58.0 5.3 66.8 3.5 59.8 13.00 5 6. Cumulative Percent 1.3 76.8 100.00 7 8.8 3.5 78.8 3.00 3 3.0 5.00 6 7.00 2 2.0 60.3 1.3 6.8 82.5 71.0 57 .00 7 8.3 63.3 56.

00 1 1. Distribusi Frekuensi untuk KKBI Gabungan 58 .3 7.00 2 2.3 1.0 5.3 1.3 78.00 8 10.00 4 5.0 100.8 56.00 1 1.00 5 6.0 74.00 6 7.00 4 5.5 62.0 72.3 41.8 88.5 58.00 8 10.8 83.3 97.3 50.3 6.5 7.0 70.00 1 1.8 13.3 1.00 6 7.0 5.5 2.8 6.3 Total 80 100.00 8 10.3 18.5 2.0 5.0 65.3 57.5 98.5 68.0 10.3 76.0 60.00 1 1.8 67.00 2 2.8 93.3 1.5 2.3 3.3 51.00 11 13.5 52.0 64.0 10.3 66.00 3 3.5 11.5 7.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Distribusi Frekuensi untuk PSB Gabungan Valid SKOR Frequency Percent Perce nt 48.0 Tabel 12.00 2 2.5 71.8 96.8 28.3 73.8 36.8 100.3 1.0 Cumulative Percent 1.00 2 2.5 75.5 2.3 54.00 4 5.8 3.5 53.0 10.00 1 1.

5 3.5 53.3 2.00 52.5 11.00 72.5 3.00 68.8 2.00 59.8 2.5 2.00 78.00 54.5 7.00 76.8 78.5 3.3 1.5 1.0 Valid Percent 2.8 10.3 10.5 3.3 30.0 68.3 2.8 81.5 16.5 2.0 2.5 1.8 5.00 57.00 67.8 12.8 10.00 74.00 64.00 66.8 2.5 100.00 75.8 2.00 62.5 7.3 1.0 97.3 8.5 3.5 1.00 55.0 42.00 60.5 100.00 53.8 10.00 80.3 1.0 6.3 2.00 Total 2 1 1 1 2 1 2 3 2 6 3 10 9 1 8 3 8 2 6 2 3 2 2 80 Percent 2.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan SKOR Frequency 50.0 Cumulative Percent 2.5 7.5 3.0 12.8 55.3 1.5 11.0 3.3 1.3 2.3 88.8 26.5 7.00 56.5 3.0 59 .00 70.5 2.8 12.00 58.5 1.3 10.3 18.0 65.0 3.5 100.0 2.3 95.00 69.8 91.5 2.3 1.

Histogram MTB Gabungan 2 0 1 5 1 0 y c n u q e r F 5 0 4 .0 5 0 6 .0 0 0 5 .0 0 0 7 .0 5 0 7 .0 0 0 PB S Gambar 14. Histogram PSB Gabungan 60 .0 0 0 8 .0 0 0 6 .0 0 0 MB T Gambar 13.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 1 4 1 2 1 0 8 y c n u q e r F 6 4 2 0 5 .0 0 0 7 .0 0 0 5 .0 0 0 6 .0 5 0 8 .

00 7 . homogenitas. 1.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 1 2 1 0 8 6 y c n u q e r F 4 2 0 5 0 0.0 K B K I Gambar 15.0 60 0 . Histogram KKBI Gabungan C.0 65 .0 5 0 5. dan linearitas data. Dalam penelititan ini yang akan dilakukan adalah pemeriksaan normalitas dan linearitas data. Persyaratan Analisis Data Sebelum pengujian hipotesis penelitian dilakukan. Uji Normalitas Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah sample berasal dari populasi berdistribusi normal atau tidak. 61 . sedangkan pemeriksaan homogenitas tidak dilakukan dengan alasan data yang diperoleh diasumsikan berasal dari populasi yang homogen.00 8 0 0. terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan terhadap normalitas.0 0 0 7 5.

190 70.272 62.730 5 0. Hasil analisisnya dapat dilihat pada tabel berikut.783 7 0.248 68.00 0.897 5 0.843 64.871 3 0.556 63.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Untuk itu. KK 59.619 7 0.934 6 0.953 5 0.00 0.828 4 0.00 0. berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat dilakukan pengujian terhadap dua hipotesis kenormalan yang berbunyi: Ho: sample tidak berasal dari populasi berdistribusi normal H1 : sample berasal dari populasi berdistribusi normal Adapun kriteria pengujian hipotesis yang digunakan adalah tolak Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih besar dari taraf signifikansi yang ditentukan yakni 0.00 0.893 3 0.163 74.00 0.363 Selanjutnya.298 73.00 0.00 0.863 4 0. Pada tabel di atas diperoleh bahwa seluruh kelompok data kemampuan komunikatif 62 .993 3 0.00 0.608 71.228 65. data yang diperoleh dihitung dengan mengggunakan statistik Shapiro-Wilk di mana data kemampuan komunikatif bahasa Inggris dikelompokkan berdasarkan distribusi frekuensi data motivasi berprestasi.758 69.00 0.00 0.395 66.00 0.893 3 0.409 BI 60.895 4 0.363 61. sebaliknya terima Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih kecil daripada taraf signifikansi yang ditentukan.05.924 5 0.00 0.00 0.00 0. Tabel 13 Uji Normalitas Y (KKBI) berdasarkan X1(MTB) Shapiro-Wilk MTB Statistic df Sig.

maka hasilnya dapat dilihat pada tabel 14.05.00 0.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan bahasa Inggris memperoleh taraf signifikansi antara 0.00 0.250 68.381 65.987 4 0.161 64. Jika kelompok data kemampuan komunikatif bahasa Inggris dikelompokkan berdasarkan distribusi frekuensi pemahaman silang budaya.513 72.670 66.863 8 0.00 0.363 KKB 56. 63 .421 I 58. Karena signifikansi tersebut jauh lebih besar daripada taraf signifikansi 0.889 8 0.00 0.496 6 0.911 11 0.843. Tabel 14 Uji Normalitas Y (KKBI) berdasarkan X2(PSB) Shapiro-Wilk PSB Statistic df Sig.00 0.392 62.163 – 0.00 0. 54.230 70.00 0.00 0.939 Selanjutnya.00 0.827 4 0.128 60. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa data yang diperoleh berasal dari populasi yang berdistribusi normal. maka hipotesis nol yang berbunyi sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal ditolak.914 8 0.00 0.916 4 0.05.00 0. berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat dilakukan pengujian terhadap dua hipotesis kenormalan yang berbunyi: Ho: sample tidak berasal dari populasi berdistribusi normal H1 : sample berasal dari populasi berdistribusi normal Adapun kriteria pengujian hipotesis yang digunakan adalah tolak Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih besar daripada taraf signifikansi yang ditentukan yakni 0.893 3 0.941 5 0.640 6 0.

data yang diperoleh berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Maka dapat dikatakan.647 Within Groups Total Selanjutnya.05.939.709 893.131 3903.66 0.147 165.000 KKBI * MTB Between Groups Combine d Linearity Deviatio n from Linearity 3010.944 16. Ho: Linearitas tidak terpenuhi H1: Linearitas terpenuhi Untuk itu. 2. Uji Linearitas Uji linearitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh membentuk garis lurus atau tidak.72 Sig.239 0. maka hipotesis nol yang berbunyi sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal ditolak. data yang diperoleh dihitung dengan mengggunakan statistik F dan analisis varians. Hasilnya terdapat pada tabel 15 pada halaman berikut. Pada tabel di atas diperoleh seluruh kelompok data kemampuan komunikatif bahasa Inggris memperoleh taraf signifikansi antara 0.85 0. 0.161 – 0.147 320.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan sebaliknya terima Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih kecil daripada taraf tersebut. Uji linearitas ini dilakukan melalui pengujian dua hipotesis linearitas yang berbunyi.987 1 2690. Tabel 15 Anova untuk Uji Linearitas Sum of Squares df 24 Mean Square 125. berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat dilakukan pengujian terhadap dua hipotesis kelinearan 64 . Karena signifikansi tersebut jauh lebih besar daripada taraf signifikansi 0.857 2690.452 F 7.000 23 55 79 13.

Hubungan Motivasi Berprestasi dan Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Setelah nilai-nilai yang diperlukan dihitung. Berkenaan dengan penelitian ini.830 seperti berikut. Pengujian Hipotesis Penelitian Pengujian hipotesis penelitian dilakukan melalui statistik regresi dan korelasi sederhana. diperoleh bahwa koefisien korelasi antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif siswa MAN di Jakarta Selatan adalah 0. dan c) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. pemahaman silang budaya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa data yang diperoleh berasal populasi yang membentuk garis lurus atau linear. terdapat tiga hipotesis yang diuji. homogenitas. 65 . Adapun kriteria pengujian hipotesis yang digunakan adalah terima Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih besar dari taraf signifikansi yang ditentukan yakni 0.00.05. D. maka hipotesis nol yang berbunyi linearitas tidak terpenuhi ditolak.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan tersebut. b) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 1. Pada tabel di atas diperoleh bahwa taraf signifikansi untuk uji linearitas adalah 0. Pemilihan statistik ini didasari oleh terpenuhinya beberapa persyaratan analisis yang berhubungan dengan pemeriksaan linearitas. dan normalitas data. sebaliknya tolak Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih kecil daripada taraf signifikansi yang ditentukan. Karena signifikansi tersebut jauh lebih kecil daripada taraf signifikansi 0.05. yakni: a) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.

0 80 Supaya koefisien korelasi yang dihasilkan benar-benar dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Ini menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0.830.0 N 80 MTB Pearson Correlation 0. dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien determinasinya sebesar 68. 66 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 16 Hasil Analisis Korelasi antara MTB dan KKBI KKBI KKBI Pearson Correlation 1 Sig.830 Sig. terlebih dahulu perlu dilakukan pengujian terhadap keberartian koefisien tersebut dengan membandingkannya dengan nilai kritis koefisien korelasi dari Pearson. dan terima hipotesis nol jika koefisien korelasi tidak berarti. (2-tailed) 0.830 0. Pada tabel Nilai Kritis Pearson dengan taraf signifikasi 0.830 benar-benar sangat berarti dan dapat digunakan untuk menolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.05 dan jumlah sampel sebanyak 80 orang siswa. diperoleh nilai r tabel sebesar 0. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. (2-tailed) 0.000 80 1 0.89%. maka r hitung benar-benar sangat berati dan dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Oleh karena itu.000 N 80 MTB 0. Jika nilai r hitung lebih tinggi daripada r tabel. 220 yang jauh di bawah nilai r hitung 0. jika koefisien korelasi yang diperoleh benar-benar berarti.

00 . Tabel 17 Koefisien regresi Y atas X1 Model 1 (Constant ) KKBI Unstandardized Coefficients B 21.22 + 0. Tidak diragukan lagi.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Selanjutnya.200 13.697X1 tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0.00 t Sig.830 Standardized Coefficients Beta 6.221 0.679 SE 3. perlu dilakukan pemeriksaan terhadap signifikansinya melalui statistik F dan analisis varians.05. 67 .052 . Berdasarkan hasil analisis regresi Y atas X1.22 + 0. persamaan garis regresi Ŷ = 21. Adapun untuk melihat apakah persamaan regresi tersebut benar-benar berarti.697X 1 seperti pada tabel berikut. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 21.148 . untuk melihat bagaimankah pola hubungan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan perlu dilakukan pengujian terhadap persamaan garis regresi yang dihasilkan.697X1 tersebut menunjukkan pola hubungan linear sebagaimana terlukiskan dalam diagram pencar pada halaman berikut. diperoleh persamaan garis regresi sederhana Ŷ = 21.22 + 0.423 .

0 0 0 6. Diagram pencar untuk Ŷ = 21. 0 50 8 .950 79 F 172.0 0 0 7.420 Total 2613.0 5 0 6 .738 78 10.22 + 0.96. sehingga dapat dinyatakan bahwa persamaan regresi Ŷ = 21. Oleh karena itu.0 0 0 5. diperoleh nilai F sebesar 172.697X1 sangat berarti.212 1 1801.05 dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut 78. yang berbentuk makin 68 . Sesuai dengan hasil keseluruhan analisis di atas.0 0 0 MB T Gambar 16.0 0 0 5 .0 5 0 5 . 0 50 7 .22 + 0.212 Residual 812.697X 1 tidak berarti dapat ditolak. dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan.0 5 0 7 . hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 21.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KB KI 8 .866 seperti pada tabel 18 di atas. Hasil tersebut jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0.866 Berdasarkan hasil analisis varians yang dilakukan.0 0 0 5 .0 0 0 Os r e b ev d L er in a 7 . yakni sebesar 3. Hal ini bermakna bahwa kemampuan komunikatif bahasa Inggris sangat tergantung pada motivasi berprestasi siswa.0 0 0 6 .697X1 Tabel 18 Analisis Varians untuk Regresi Y atas X1 Sum of Mean df Model Squares Square 1 Regression 1801.22 + 0. 0 50 6 .

Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya 69 . bila X1 =50. Umpamanya.07. Hubungan Pemahaman Silang Budaya dan Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Setelah nilai-nilai yang diperlukan dihitung. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris.22 + 0.740 Sig.22 + 0.740 0. 2.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan tinggi motivasi berprestasi siswa. terlebih dahulu perlu dilakukan pengujian terhadap keberartian koefisien tersebut dengan membandingkannya dengan nilai kritis koefisien korelasi dari Pearson. Selain itu. diperkirakan terdapat peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebesar 21.740 seperti pada tabel halaman berikut.89% dapat dijelaskan oleh motivasi berprestasi siswa melalui persamaan regresi Ŷ = 21. Supaya koefisien korelasi yang dihasilkan benar-benar dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. maka r hitung benar-benar sangat berati dan dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. (2-tailed) 0. diperoleh bahwa koefisien korelasi antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif siswa MAN di Jakarta Selatan adalah 0.0 80 Jika nilai r hitung lebih tinggi daripada r tabel. peningkatan dan penurunan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan 68. Tabel 19 Hasil Analisis Korelasi antara PSB dan KKBI KKBI KKBI Pearson Correlation 1 Sig.000 N 80 PSB 0.697X1.0 N 80 PSB Pearson Correlation 0.000 80 1 0.697 (50) = 56. (2-tailed) 0.

686X2 tersebut menunjukkan pola hubungan linear sebagaimana terlukiskan dalam diagram pencarnya berikut. Ini menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0.077+ 0.077 . jika koefisien korelasi yang diperoleh benarbenar berarti.00 Tidak diragukan lagi.740.677 . dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien determinasinya sebesar 54.00 .865 9.686X2 seperti pada tabel berikut. Oleh karena itu.740 benar-benar sangat berarti dan dapat digunakan untuk menolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. diperoleh nilai r tabel sebesar 0.686 4.76%.715 Sig. 70 . Model B SE 1 Constant KKBI 18. Berdasarkan hasil analisis regresi Y atas X2.077+ 0.071 Standard Coeff.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. untuk melihat bagaimankah pola hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan perlu dilakukan pengujian terhadap persamaan garis regresi yang dihasilkan. Selanjutnya. diperoleh persamaan garis regresi sederhana Ŷ = 18. Tabel 20 Koefisien regresi Y atas X2 Unstandardized Coeff. 220 yang jauh di bawah nilai r hitung 0. persamaan garis regresi Ŷ = 18. .05 dan jumlah sampel sebanyak 80 orang siswa. Pada tabel Nilai Kritis Pearson dengan taraf signifikasi 0. dan terima hipotesis nol jika koefisien korelasi tidak berarti. Beta .740 t 3.

00 5 5.00 65 .077+ 0.0 65 .00 O bserve d Lin r ea 75 0 .347 78 19.00 55.686X2 Untuk melihat apakah persamaan regresi Ŷ = 18.388 71 .05. perlu dilakukan pemeriksaan terhadap signifikansinya melalui statistik F dan analisis varians. 1517. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 18.00 5 0.141 1 1836.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan K B K I 8 0.00 5 0. 1836.686X2 tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0.0 75 .0 70 0 .00 7 0 0.488 79 F 94.453 Total 3353.077 + 0.141 Res. Tabel 21 Analisis Varians untuk Regresi Y atas X2 Sum of Mean df Model Squares Square 1 Reg.00 MB T Gambar 17.00 60 .077+ 0. Diagram pencar untuk Ŷ = 18.00 8 0.686X2 berarti atau tidak.00 6 0.

Berdasarkan data-data yang sudah diperoleh. 3. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris.077+ 0.240X2. Hubungan antara Motivasi Berprestasi (X1).388 seperti pada tabel 21 di atas.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Berdasarkan hasil analisis varians yang dilakukan.077+ 0.76% dapat dijelaskan oleh pemahaman silang budaya siswa melalui persamaan regresi Ŷ = 18.077+ 0. 72 . Persamaan tersebut diperoleh dari nilai-nailai dari tabel berikut. bila X2 =50. yakni sebesar 3.799X1 + 0.686X2 tidak berarti dapat ditolak. Pemahaman Silang Budaya (X2). perlu diketahui terlebih dahulu koefsien korelasi ganda yang diperoleh melalui rumus: R2 = 2 JK(Reg)/Σy . diketahui bahwa persamaan garis regresi ganda untuk ketiga variabel tersebut adalah Ŷ = -2. hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 18.686 (50) =52. Hasil tersebut jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0. Umpamanya. Selain itu.377. Penggunaan rumus tersebut tentu saja memerlukan nilai-nilai yang diperoleh dari persamaan garis regresi linear ganda dan analisis variansnya. diperkirakan terdapat peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebesar 18.05 dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut 78. peningkatan dan penurunan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan 54. dan Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris (Y) Untuk menguji hipotesis ketiga yang berbunyi ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. diperoleh nilai F sebesar 94. dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan.043+ 0.686X2.686X2 sangat berarti. Hal itu bermakna kemampuan komunikatif bahasa Inggris sangat tergantung pada pemahaman silang budaya siswa.96. Oleh karena itu. pemahaman silang budaya. sehingga dapat dinyatakan bahwa persamaan regresi Ŷ = 18.077+ 0. Sesuai dengan hasil keseluruhan analisis di atas.

hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = -2. Hubungan 73 .247 77 14. tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = -2.240X2.030 Untuk melihat apakah persamaan regresi Ŷ = -2. diperoleh nilai F sebesar 93. berarti atau tidak.201 seperti pada tabel 23 berikut. sehingga dapat dinyatakan bahwa persamaan regresi Ŷ = -2. Berdasarkan hasil analisis varians yang dilakukan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 22 Koefisien regresi Y atas X1 dan X2 Unstandard. yakni sebesar 3.240 5.799X1 + 0. Beta .007 . Oleh karena itu.408 6. 1141.799 .05.96.740 2 1381.799X1 + 0.799X1 + 0. 2762.370 Res.109 Standard.123 . Tabel 23 Analisis Varians untuk regresi Y atas X1 dan X2 Sum of Mean Model df Squares Square 1 Reg.495 2.654 .240X2.240X2 tidak berarti dapat ditolak.240X2 sangat berarti. perlu dilakukan pemeriksaan terhadap signifikansinya melalui statistik F dan analisis varians.043 .223 t -.043+ 0. .043+ 0.799X1 + 0.821 Total 3903.201 Nilai F sebesar 93. Hal itu bermakna kemampuan komunikatif bahasa Inggris sangat tergantung pada motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa.684 . Coeff.201 ternyata jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0.988 79 F 93.213 Sig.000 .05 dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut 78.043+ 0. Coefficients Model B SE 1 Constant MTB PSB -2.043+ 0.

R2)/(n-k-1). Berdasarkan anaslisis dilakukan diperoleh korelasi parsil untuk ketiga variabel tersebut seperti yang tertuang dalam tabel berikut.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan ketiga variabel tersebut dapat dilihat dari besarnya koefisien korelasi ganda yang diperoleh.043+ 0. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan.41%. yakni sebesar 3.05. Hubungan tersebut berbentuk makin tinggi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa. hipotesis nol yang berbunyi bahwa koefisien korelasi ganda tidak berarti dapat ditolak. Selanjutnya.258.740/3903.05 dengan dk pembilang 2 dan dk penyebut 77.799X1 + 0. 74 . Sesuai dengan hasil keseluruhan analisis di atas. dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi.71 sangat berarti.71.258 jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0.71 berarti atau tidak. Oleh karena itu. Ternyata nilai F sebesar 94.11. sehingga dapat dinyatakan bahwa koefisien korelasi ganda sebesar 0.988 = 0. Hasil perhitungan statistik F di atas memperlihatkan nilai sebesar 94. dan koefisien determinasinya adalah sebesar 50. Selain itu. Keberartian korelasi ganda ganda dapat juga dilihat melalui korelasi parsil antar ketiga variabel tersebut dengan mengontrol salah satu dari variabel bebasnya.240X2. untuk mengetahui apakah R2 sebesar 0. yakni JK(Reg)/Σy2 = 2762. perlu dilakukan pemeriksaan signifikansinya melalui statistik F = (R2/k)/{(1. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa koefisien korelasi ganda tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0. peningkatan dan penurunan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan 50.41% dapat dijelaskan secara bersama-sama oleh motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa melalui persamaan regresi ganda Ŷ = -2.

11% dipengaruhi oleh oleh aneka ragam tingkat motivasi berprestasi siswa.6111.1936. dengan koefisien diterminasi korelasi parsil antara motivasi berprestasi dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris dengan pemahaman silang budaya dikontrol (Y dan X1. yang merupakan turunnya daya ramal X2 terhadap Y.11% dipengaruhi oleh oleh aneka ragam tingkat pemahaman silang budaya siswa.5476 – 0. Koefisien Korelasi Parsil Antara Y. Bila kita bandingkan antara koefisien diterminasi antara motivasi berprestasi dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris (antara Y dan X1). Artinya hubungan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan diduga 61. diperoleh selisih sebesar 0. dapat diketahui keberartian salah satu variabel di dalam menentukan hubungan antara dua variabel lainnya. diperoleh selisih sebesar 0. Sebaliknya.000 0. jika korelasi diterminasi antara kemampuan komunikatif bahasa Inggris dan pemahaman silang budaya (Y dan X1) dengan korelasi diterminasi antara kemampuan komunikatif bahasa Inggris dan pemahaman silang budaya di mana motivasi berprestasi dikontrol ((Y dan X2.595 1.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 24. Artinya hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan diduga 61. yang merupakan turunya daya ramal X1 terhadap Y.000 Berdasarkan korelasi parsil ini.6889 – 0.3540 = 0.000 0 0 MTB 0 0 0.245 1. di mana X2 dikontrol).06 = 0. X1 dan X2 Variabel yang dikontrol MTB PSB KKBI PSB KKBI MTB KKBI 1.000 0. 75 .245 1. di mana X1 dikontrol).595 PSB 0. Keberartian tersebut diperoleh melalui selisih koefisien diterminasi korelasi sederhana dengan korelasi parsilnya.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 5 PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. dan penerimaan ketiga hipotesis alternatif yang berbunyi: 1) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 2) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Ketepatan asumsi-asumsi tersebut dapat dilihat dari penolakan terhadap ketiga hipotetsis nol yang berbunyi: 1) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 2) terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di 76 . dan 3) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Ketepatan Hipotesis Pengujian persyaratan analisis dan hipotesis penelitian pada bab terdahulu memperlihatkan bahwa asumsi-asumsi yang diturunkan dari kerangka konseptual tidak menyimpang dan bertolak belakang.

697X1. Selain itu. pemahaman silang budaya berhubungan secara signifikan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien korelasinya sebesar 0.76%.76% penurunan dan peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dapat dijelaskan oleh pemahaman silang budaya melalui persamaan regresi Ŷ = 18.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Jakarta Selatan. dapat dijelaskan tiga hal penting berkenaan dengan hubungan antara ketiga variabel penelitian ini. 68. Hal itu berarti bahwa kontribusi motivasi berprestasi terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan adalah sebesar 68.89% penurunan dan peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dapat dijelaskan oleh motivasi berprestasi melalui persamaan regresi Ŷ = 21. Dengan kata lain. Dengan kata lain. motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya secara bersama-sama memiliki 77 . Pertama.686X2.740 dan koefisien diterminasinya sebesar 0.077+ 0. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Ketiga. ketepatan asumsi-asumsi dalam penelitian ini juga tampak pada penolakan hipotesis nol lain yang berbunyi bahwa motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya tidak dapat dijadikan sebagai prediktor terhadap kemampuan komunikatif siswa bahasa Inggris MAN di Jakarta Selatan.. Akhirnya.5476. Hal itu berarti bahwa kontribusi pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan adalah sebesar 54.830 dan koefisien diterminasinya sebesar 0.89%. dan penerimaan terhadap hipotesis alternatif yang berbunyi bahwa motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya dapat dijadikan sebagai prediktor terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. motivasi berprestasi berhubungan secara signifikan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien korelasinya sebesar 0.22 + 0. dan 3) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi.6889. 54. Kedua.

B. Principles of Language Learning and Teaching (Englewood Clifts: Prentice Hall Regents.29 H. 29 Huitt. motivasi dianggap sebagai dorongan yang menggerakkan seseorang untuk meraih sesuatu.043+ 0. from http://chiron. 1994).5041. “Motivation to learn: An overview” Educational Psychology Interactive. Valdosta.240X2. h. Retrieved [date].edu/ whuitt/col/ motivation/motivate. h.html.valdosta. seperti lapar dan rasa sakit. emotions or desire that moves one to a particular action.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan hubungan yang signifikan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien korelasinya sebesar 0. Temuan Teoretis Secara umum. Adapun pengertian motivasi yang banyak dipedomani berbunyi “Motivation is commonly thought of as inner drive. W. 2 78 28 . GA: Valdosta State University. impulse. Douglas Brown. atau dapat juga berbentuk tujuan atau keinginan yang akan dicapai. 50.710 dan koefisien diterminasinya sebesar 0. Dorongan itu dapat berbentuk respons fisik terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan atau menyakitkan. 132. and the degree of effort they will exert in that respect”28 Pengertian lain yang tidak jauh berbeda dengan pandangan tersebut dibaerikan oleh Huitt yang mengatakan “motivation is an internal state or condition (sometimes described as a need. or in more technical terms.41%. Dengan kata lain. desire. Hal itu berarti bahwa kontribusi motivasi berprestadi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan adalah sebesar 50. or want) that serves to activate or energize behavior and give it direction”. motivation refers to the choices people make as to what experiences or goals they will approach or avoid.41% penurunan dan peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dapat dijelaskan oleh motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya melalui persamaan regresi Ŷ = -2.799X1 + 0.

Ausubel. 291. Educational Psychology: A cognitive view (New York: Holt. Secara lebih rinci. Motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai dorongan atau kecenderungan yang dimiliki siswa untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar sebaik mungkin31. 368-9. 32 Anonymous. 2006.32 Menguasai pengetahuan dan keterampilan. dapat juga diartikan menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. yakni kebutuhan untuk: 1) menemukan sesuatu yang baru. 1968).Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Dalam dua pengertian tersebut dapat dipahami bahwa motivasi merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang menggerakkannya melakukan sesuatu untuk mencapai atau memenuhi keinginannya. Achievement Motivation. dan 6) diakui dan diterima oleh orang lain. 2) membiasakan diri. menguasai pengetahuan dan keterampilan. Back. Motivasion: Theories and Principles (New Jersy: Prentice Hall.30 Salah satu motivasi yang relatif banyak mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam belajar atau pekerjaan adalah motivasi berprestasi. atau mengerjakan tugas sebaik mungkin agar dapat David A. mengatasi berbagai kesulitan belajar. umpamanya. terbukti secara empiris melalui hubungan signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 31 R. h. 3) melakukan pekerjaan. motivasi berprestasi merupakan dorongan yang dimiliki individu untuk memperoleh hasil yang berarti. atau memperoleh standard hidup yang lebih tinggi. 5) memperoleh pengetahuan. Menurut McCelland. the free encyclopedia. Bila demikian. mencari berbagai cara dan strategi belajar efektif. p. dalam hal ini. C. Wikipedia. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin untuk. 4) didorong oleh pihak lain. 1990). secara teoretis apa yang disampaikan oleh para pakar bahwa motivasi berprestasi mendorong seseorang untuk meraih sesuatu yang lebih baik. Rinehart & Winston. 79 30 . Ausubel menjelaskan enam jenis dorongan yang dimiliki oleh seseorang.

The Study of Second Language Acquisition (Oxford: O U P. Oleh karena itu. kemampuan komunikatif bahasa Inggris juga dipengaruhi oleh faktor lain.”33 Gagasan yang sama juga disampaikan Hadley. Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting. pembahasan mengenai pemahaman silang budaya ini akan didahului kajian terhadap kemampuan komunikatif. Dengan demikian secara teoretis dapat ditegaskan kembali bahwa motivasi berprestasi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan seseorang dalam belajar bahasa Inggris.34 Pentingnya pengenalan latar atau konteks tempat terjadinya komunikasi juga diketengahkan oleh Munby yang mengatakan “It seems clear that communicative competence includes the ability to use linguistic forms to perform communicative acts and to understand the Rod Ellis. yakni pemahaman silang budaya. Ellis mengatakan “Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular communicative goals. 1993). Pemahaman silang budaya merupakan bagian yang takterpisahkan dari kemampuan pragmatik yang merupakan pengetahuan yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. Hadley. sehingga terbangun interaksi komunikatif yang lebih efektif. h 4 80 33 . both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors. khsususnya kemampuan komunikatif bahasa Inggris. 34 A.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris secara baik. 1994).O. Teaching Language in Context (Boston: Heile & Heile Publisher. 13. That is. h. Selain itu. bahwa mengenali latar di mana komunikasi itu terjadi sangat penting untuk bangunan kemampuan komunikatif. it includes both linguistic and pragmatic knowledge. Mengenai hal itu. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input.

atau secara lebih khusus termasuk dalam aspek budaya. knowledge of rhetorical rules of use that governs the patterning of such acts. Siswa dituntut untuk mengenali situasi komunikasi yang sedang terjadi. apakah dengan teman sebaya. h. segala sesuatu yang berhubungan dengan bagaimana seseorang menggunakan bahasa Inggris secara komunikatif termasuk dalam faktorfaktor non-linguistik. atau dengan tokoh masyarakat. 36 D. dalam hal ini. diartikan sebagai pola pikir dan pola tindak yang mengatur seseorang bagaimana berbahasa dan bertindak di dalam lingkungan masyarakat tertentu.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan communicative functions of sentences and their relationship to other sentences. Johnson (Oxford: O U P. Hymes. 81 35 . “On Communicative Competence. sehingga apa yang akan diutarakan atau disampaikan kepada orang lain dapat dipahami secara tepat. eds. Communicative Syllabus Design (Cambridge: C U P.36 Secara teoretis. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk melihat dengan siapa mereka membangun komunikasi. h. apakah dalam kegiatan formal atau informal. Budaya. J.” The Communicative Approach to Language Teaching. kawan dekat. Brumfit dan K. Kemampuan wacana berhubungan dengan penguasaan siswa terhadap konteks situasi yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa komunikasi lisan dan tulis.”35 Berdasarkan tiga pandangan tersebut tampak sangat jelas sekali pengenalan latar belakang atau latar tempat terjadinya komunikasi sangat menentukan keberhasilan komunikasi yang dibangun seseoarang melalui bahasa. 26. Kemampuan tersebut dalam pandangan Hymes disebut dengan kemampuan pengenalan wacana dan sosiolinguistik. C. H. 1979). This happens at the level of discourse and involves interalia. 1978). orang yang lebih tua. the interpretative strategies of the language users and also contextual meaning of utterances. Brown menjelaskan bahwa budaya merupakan cara hidup bagaimana John Munby. 14.

Seluruh pola kehidupan masyarakat diikat oleh aturan yang disepakati oleh seluruh anggotanya. Culture is the context within which we exist. It is the glue that binds a group of people together. most of which remain below the threshold of consciousness. Karena satu kelompok masyarakat memiliki budaya yang berbeda dengan kelompok masyarakat lain. Budaya dapat dianggap sebagai perekat antara seseorang dengan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. Budaya menurut Croydon ada1ah “a system of integrated patterns. dalam hal ini budaya berbahasa. dapat dikatakan pemahaman silang budaya merupakan penguasaan seseorang terhadap perbedaan budaya berbahasa dan bertindak penutur asli 37 38 Brown (1994). adat. dan berhubungan dengan orang lain dalam suatu kelompok masyarakat. Benturan-benturan tersebut tidak hanya terjadi antar kelompok masyarakat dalam satu negara. and relate to others.38 Kehidupan keseharian masyarakat membuktikan bahwa budaya itu merupakan satu kesatuan yang utuh. Salah satu caranya adalah dengan memahami budaya berbahasa dan bertindak masyarakat lain. Namun.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan seseorang berada. dari hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang besar. Ibid. Secara lebih khusus. yet all of which govern human behaviour just as surely as the manipulated strings of a puppet control its motion”. harus dijadikan prioritas utama dalam bermasyarakat secara luas. baik yang sederhana maupun yang kompleks. h. think. tetapi juga terjadi antara satu negara dengan negara lain. feel. dan peralatan yang membedakan satu kelompok dan yang lain. merasakan. benturan-benturan budaya antarnegara mungkin saja terjadi dalam konteks pengajaran bahasa asing. tentu saja hal itu akan menimbulkan benturan-benturan budaya yang dapat menimbulkan masalah-masalah sosial. pc. budaya bukanlah bagian-bagian. seni. budaya itu dapat didefinisikan sebagai gagasan. Tentu saja menghindari terjadinya benturan budaya.”37 Jadi. 82 . cit. Berdasarkan pandangan di atas dan hasil penelitian pada bab terdahulu. “Culture is a way of life. berfikir. 164. keterampilan.

Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA/MA (Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Diknas. Dengan kata lain dapat dikatakan. Thomas mendefinisikan pemahaman silang budaya sebagai pemahaman tata cara berkomunikasi antara dua orang yang memiliki latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa tersebut. berbicara (speaking). pemahaman silang budaya merupakan upaya-upaya yang dilakukan oleh seseorang yang berasal dari suatu kelompok masyarakat untuk memahami pola berbahasa dan bertindak kelompok masyarakat lainnya. dan menulis (writing). h. “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. 1983. h. 3. dalam bentuk lisan dan tulis. 40 Diknas. Menumbuhkan kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa asing untuk menjadi alat utama belajar. 2.40 Jenny Thomas.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan bahasa asing dengan budaya bertindak dan berbahasa pertamanya. C. Perspektif Perkembangan Latar Penelitian Pengajaran bahasa Inggris pada sekolah SMA atau MA diarahkan pada pencapaian tujuan yang berbunyi: 1. Dengan demikian siswa memiliki wawasan lintas budaya dan melibatkan diri dalam keragaman budaya.39 Dengan demikian dapat ditegaskan kembali bahwa pemahaman silang budaya merupakan salah satu faktor berpengaruh terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris seseorang. 3. 89. membaca (reading). 14. 39 83 . 2003). Mempertegas pengertian tersebut. Mengembangkan pemahaman tentang saling keterkaitan antar bahasa dan budaya serta memperluas cakrawala budaya. Kemampuan berkomunikasi meliputi mendengarkan (listening).

Hal tersebut perlu dilakukan mengingat motivasi berprestasi memiliki pengaruh yang relatif besar terhadap penguasaan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. afektif. Salah satu aspek afektif yang perlu diperhatikan adalah motivasi berprestasi siswa. Secara praktis dapat dikatakan. siswa yang motivasi berprestasinya rendah cenderung untuk tidak melakukan tindakan-tindakan jitu untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. dan perhatian pada siswa secara utuh yang meliputi aspek kognitif. 1) Keterampilan berbahasa. mata pelajaran bahasa Inggris untuk tingkat SMA/MA meliputi beberapa aspek. Hal tersebut juga sudah terbukti secara empiris melalui pengujian hipotesis pada bagian terdahulu.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tujuan tersebut akan dapat dicapai bila sekolah dan guru dapat menyelenggarakan kegiatan pengajaran bahasa Inggris secara baik dengan memenuhi berbagai sarana dan fasilitas belajar yang layak. lafal dan ejaan. berbicara. Siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi cenderung mampu melakukan berbagai upaya kreatif dan strategis untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. dan psikomotorik. sekolah dan pihak guru juga harus memperhatikan materi apa yang yang perlu diberikan kepada siswa. Khusus berkaitan dengan pengajaran bahasa Inggris perhatian terhadap aspek kognitif dan afektif harus lebih ditekankan. sehingga mereka lebih relatif lebih banyak mengalami kegagalan. yakni. 3) Aspek budaya yang terkandung dalam teks lisan dan tulis. untuk mencapai tujuan pengajaran bahasa Inggris untuk siswa SMA/MA. yaitu menyimak. Sebaliknya. Selain itu. kosakata. membaca. Menurut kurkulum 2004. makin tinggi motivasi berprestasi siswa makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya. 2) Unsur-unsur kebahasaan mencakup: tata bahasa. 84 . dan menulis.

85 . dan 13 Jakarta. Melihat pentingnya aspek motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. seperti banyaknya touris dan ekspatriat yang tinggal di wilayah DKI Jakarta. dan tentu saja akses informasi yang mudah juga menjadi dorongan 41 Ibid. 7. tetapi tidak berterima dan bahkan menimbulkan salahpaham atau behkan kegagalan komunikasi. terdapat berbagai macam sarana komunikasi lisan dan tulis yang dapat diakses seluruh siswa untuk mempelajari aspek budaya berbahasa Inggris. Kalimat atau ujaran bahasa Inggris dapat saja benar secara gramatikal.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 4) Aspek sastra yang berupa penghayatan dan apresiasi sastra. Hal ini sudah terbukti melalui pengujian hipotesis penelitian pada bagian terdahulu. makin tinggi pemahaman silang budaya siswa makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya. yang juga merupkan motivasi tersendiri bagi siswa untuk meraih keberhasuilan. Kedua. dan 13 Jakarta harus mulai berbenah diri melalui pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris yang berbasis pada motivasi berprestasi siswa dan pemahaman silang budaya antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Secara praktis dapat dikatakan. 7. Pertama.41 Secara eksplisit dapat dipahami bahwa pengajaran bahasa Inggris di MAN harus mencakup pengajaran aspek budaya. Pengembangan bahan pelajaran seperti itu akan mempermudah siswa menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris mengingat adanya beberapa potensi yang dimiliki oleh MAN 4. 11. Aspek budaya menjadi sangat penting karena kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebagai tujuan utama pengajaran bahasa Inggris di MAN dapat terwujud bila siswa menguasai budaya berbahasa Inggris secara benar. MAN 4. 11. lokasi keempat madrasah tersebut masih termasuk dalam wilayah pemerintahan DKI Jakarta yang memiliki akses cukup besar untuk bersentuhan langsung dengan budaya berbahasa Inggris.

dan 13 Jakarta Selatan akan menjadi terwujud. dan 13 Jakarta memiliki semangat dan motivasi yang tinggi untuk mempelajari bahasa Inggris. siswa-siswa MAN 4. 7. 11. maka pengajaran bahasa Inggris di MAN 4. 7. 7. Artinya kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebagai amanat yang harus diemban di dalam pengajaran bahasa Inggris di MAN 4. 7. dan 13 Jakarta berasal siswa-siswa Tsanawiyah terseleksi melalui hasil UAN. siswa-siswa MAN 4. bila pihak guru dan madrasah bekerja lebih serius dan kreatif untuk memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki. 7. sehingga mereka akan dengan mudah menangkap dan memahami perbedayaan budaya berbahasa antara bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. dan dari segi afektif. dan 13 Jakarta relatif lebih tinggi dari Madrasah Aliyah swasta. 11. dan 13 Jakarta akan menuai keberhasilan. potensi kognitif dan afektif siswa MAN 4. Oleh karena itu. Ketiga.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan tersendiri bagi siswa untuk belajar lebih giat. 86 . Ditinjau dari segi kognitif.

dan bentuk hubungan keduanya adalah makin tinggi motivasi berprestasi siswa. Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 6 PENUTUP A. 87 . Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang dikuasai siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. 2. terdapat beberapa hal penting yang dapat disimpulkan. yakni: 1. Kesimpulan Berdasarkan temuan penelitian yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya. dan bentuk hubungan keduanya adalah makin tinggi pemahaman silang budaya siswa. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang dikuasai siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan.

dalam hal ini motivasi berprestasinya. Motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya secara bersama-sama dapat dijadikan prediktor terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. dan 13 Jakarta secara berkesinambungan. Rekomendasi Sesuai dengan kesimpulan tersebut di atas. 1. 11. c) Menyediakan berbagai fasilitas belajar yang dapat membantu siswa membedakan antara budaya berbahasa Indonesai dan budaya berbahasa Inggris. dan guru-guru bahasa Inggris yang bertugas pada MAN di Jakarta Selatan. dan 88 . 7. MAN di Jakarta Selatan. khususnya berkenaan dengan peningkatan kemampuan akademik dan profesional guru. terdapat beberapa hal penting yang dapat diajukan sebagai rekomendasi kepada pihak Departemen Agama. dan perbedaan budaya berbahasa Indonessi dan bahasa Inggris.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3. b) Melakukan pelatihan-pelatihan bagi guru-guru bahasa Inggris pada MAN 4. 4. dan bentuk hubungan ketiganya adalah makin tinggi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa. Direkomendasikan kepada pihak Departemen Agama untuk: a) Merekrut guru-guru bahasa Inggris yang memahami perbedaan individual siswa. B. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang dikuasai siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan.

sehingga siswa dapat mencapai tujuan yang diharapkan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Memperketat seleksi penerimaan siswa baru. b) selalu kreatif dan inovatif di dalam pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris komunikatif dan motivatif. c) Menyediakan fasilitas belajar yang dapat membantu siswa meningkatkan motivasi berprestasi dan memperoleh kemampuan komunikatif bahasa Inggris dengan mudah. Direkomendasikan kepada pihak MAN di Jakarta Selatan untuk: a) Memberikan kesempatan kepada guru-guru bahasa Inggris untuk mengikuti berbagai kegiatan seminar dan pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuan akademik dan profesional mereka. 2. b) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti berbagai kegiatan kebahasaan baik yang diselenggarakan oleh Departemen Agama. 89 d) . 3. dan instansi-instansi lain. Direkomendasikan kepada guru-guru bahasa Inggris pada MAN di Jakarta Selatan untuk: a) selalu meningkatkan kemampuan akademik dan profesional mereka melalui berbagai kegiatan seminar dan pelatihan. Diknas. sehingga diperoleh calon-calon yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi dan potensi kognitif lebih baik. d) Menyelenggarakan berbagai kegiatan kebahasaan yang dapat memotivasi siswa menjadi lebih giat dalam belajar bahasa Inggris. maupun instansiinstansi lain. dan d) Memberikan kepada siswa berbagai macam pengalaman belajar bahasa Inggris yang dapat memperjelas perbedaan budaya berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris. baik yang diseleng-garakan oleh pihak Departemen Agama dan Diknas. c) memperhatikan potensi-potensi yang dimiliki siswa untuk dikem-bangkan sedemikian rupa.

Brumfit dan K. Oxford: Oxford University Press. eds.” The Communicative Approach to Language Teaching. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA Jakarta: Puskur Balitbang Diknas. 198 Munby . h. 1993 Hasyim. 90 . Malang: IKIP Malang Publisher. H. C. H..John Communicative Syllabus Design Cambridge: Cambridge University Press. 3 Hymes. Moore.” Politik Bahasa Nasional 2. “On Communicative Competence. Douglas Principles of Language Learning and Teaching (Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. Johnson. 1994 Hadleu. Rod The Study of Second Language Acquisition. 1961. ed. Diknas. D. Laela Hanoum Cross Cultural Understanding (Jakarta: Karunia UT. Amran Halim. Jakarta: PN Balai Pustaka. Language Learning and Teaching. Boston: Heile and Heile Publisher. CN: HRAF Press. Frank W. New Haven. 2002. 1994. Giri “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. Nuril Huda.1986). 1999. 1978 Murdock. ed. 1979. Ellis. George Peter “The Cross-cultural Suvey” Readings in Cross-Culture. Alice Omaggio Teaching Language in Context. J. Kartono.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan DAFTAR RUJUKAN Brown. Oxford: Oxford University Press.

Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. 1983.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Suwito. 3.Jenny “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. Thomas. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 91 .

2.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan LAMPIRAN 1 KUESIONER MOTIVASI BERPRESTASI Petunjuk 1. dengan memberi tanda silang (X) pada kolom jawaban: A: Sering Sekali B: Sering C: Kadang-kadang D: Tidak Pernah 92 . dan tidak berhubungan sama sekali dengan prestasi anda dalam belajar. Kuesioner ini bukan sebuah tes yang mengukur kemampuan anda. 4. 3. Kuesioner ini merupakan instrument penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan antara motivasi berprestasi. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. Jawablah kuesioner ini sejujurnya. Anda tidak perlu menulis identitas diri pada buku kuesioner ini. pemahaman silang budaya.

saya tidak merasa perlu untuk mempertanggungjawabkannya. saya tidak optimistis dapat menyele-saikan seluruh beban belajar yang harus saya pikul. 93 . seperti kesulitan dalam memahami teks berbahasa asing. saya tetap antusias dalam menjalaninya. 10 Ketika penyelesaian suatu pekerjaan tidak memuaskan. laporan. 9 Saya harus bertanggungjawab terhadap isi makalah. 6 Saya tetap antusias dalam mengerjakan suatu pekerjaan meskipun banyak halangan dan rintangan yang harus saya hadapi. saya tidak optimistis dapat menyelesaikannya. saya tetap optimistis dapat mengatasinya. 5 Betapa pun berat tugas-tugas harian dan mingguan yang harus saya hadapi. 3 Dalam kondisi yang sangat buruk. atau tugas-tugas lain yang diberikan guru. 8 Kurangnya koordinasi antara satu pihak dengan pihak lain menjadikan saya tidak antuasias dalam mengikuti seluruh kegiatan OSIS yang sudah direncanakan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan NO 1 BUTIR PERNYATAAN JAWAB A B C D Ketika sekolah melibatkan saya dalam tugas-tugas atau pekerjaan besar yang penuh tan-tangan saya tetap optimistis dapat mengerjakannya 2 Ketika mengahadapi masalah dalam belajar. 4 Jika menghadapi tugas atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan keinginan. saya menjadi tidak antusias dalam menjalankan kegiatan praktikum di laboratorium. 7 Karena sulitnya mencari bahan-bahan.

seperti internet. saya tidak berupaya untuk memperoleh informasinya secara maksimal. 14 Jika tidak ada imbalan yang menguntungkan. perpustakaan dan media cetak lainnya 16 Bila keterangan guru atau dari buku tidak begitu jelas. 12 Saya berusaha sekeras mungkin untuk menye-lesaikan suatu pekerjaan supaya hasilnya maksimal dan lebih baik daripada pekerjaan orang lain 13 Saya berusaha sekuat tenaga untuk menyele-saikan setiap tugas yang diberikan guru supaya memperoleh hasil yang terbaik. saya senang mencari informasi dan pengetahuan lainnya melalui berbagai sarana. saya tidak harus beranggungjawab terhadap apa pun hasilnya. 18 Saya merasa puas dengan apa yang sudah saya ketahui. 17 Terhadap hal-hal baru yang berhubungan dengan apa yang sedang saya pelajari. 20 Supaya dapat menyelesaikan suatu 94 . sehingga tidak perlu lagi untuk mencari tahu hal-hal lain yang terkait dengan pengetahuan tersebut 19 Sangat penting bagi saya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sebaik mungkin sesuai dengan ketentuan yang telah dijelaskan guru/buku.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 11 Terhadap suatu tugas yang dikerjakan secara berkelompok. saya tidak mengerjakan tugas-tugas sekolah atau rumah tangga secara sungguh-sungguh 15 Untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan. saya akan beru-saha untuk memperoleh jawabannya melalui berbagai sumber dan cara.

saya tetap 95 . saya tidak berupaya untuk menggunakan bahasa asing yang saya pelajari dengan mereka yang telah menguasainya. Jika tidak menguasai suatu pekerjaan. saya lebih senang melaksanakannya secara individual/mandiri. karena anggota lain juga mengerjaknnya. Dalam kegiatan kelompok. tetapi asal dapat menggugurkan kewajiban saja. Jika saya mengalami kesulitan dalam operasi komputer. Saya harus berani mencoba menggunakan cara-cara mutakhir untuk mengerjakan suatu peker-jaan bila cara-cara lama tidak membuahkan hasil yang baik. saya tidak berusaha untuk menguasainya sebaik mungkin. Saya senang memperoleh pekerjaan dan tugas yang menuntut keterampilan tingkat tinggi. saya tidak membuat laporan penelitian secara baik. saya tidak perlu menyelesaikan tugas yang menjadi bagian saya sebaik mungkin. Meskipun ada pembantu. Jika kerja kelompok berjalan tidak efektif saya harus berani menyampaikan gagasan dan ide-ide perbaikan kinerja kelompok. saya berdiam diri saja tanpa berusaha untuk mengatasinya Karena takut salah. saya lebih senang berjuang terus untuk menguasainya daripada beralih pada pekerjaan lain Terhadap hal-hal yang tidak menarik minat. saya berupaya untuk mengikuti petunjuk pelaksanaannya.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 pekerjaan sebaik mungkin. Meskipun memiliki persyaratan yang dibutuh-kan. Ketika mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru.

saya ber-usaha membuat laporan pengamatan lebih baik daripada apa yang dibuat temanteman di kls. saya senang mengikuti dan menyontoh pola pikir shabatshabat nabi. saya akan melakukannya seperti apa yang telah dilakukan teman-teman. Untuk meningkatkan pemahaman terhadap suatu pelajaran. Supaya bermanfaat di kemudian hari. saya meminta tolong seorang teman untuk mencarikan buku yang saya butuhkan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 32 33 34 35 36 37 38 39 40 member-sihkan kamar dan ruang belajar secara mandiri. Jika saya memperoleh kesempatan untuk memimpin suatu acara. saya akan bekerja lebih keras daripada anggota-anggota lainnya. Dengan kemampuan yang saya miliki. Saya senang membaca biografi tokoh-tokoh dunia. dan ingin melakukan apa yang telah diperbuat unbtuk kepentingan umat. saya berusaha menjadikan tujuan hidup sebagai pedoman bagi seluruh kegiatan yang saya lakukan. Untuk membaca buku-buku atau karyakarya ilmiah. saya tidak tidak perlu menentukan apa tujuan yang ingin saya capai. Sebagai seorang muslim. 96 . Sebagai anggota panitia peringatan hari-hari besar agama. Untuk keperluan penulisan laporan pengamatan. saya akan membaca bukubuku pelajaran sama seriusnya dengan teman-teman.

atau D. Anda tidak perlu menulis identitas diri pada buku kuesioner ini. Instrument penelitian ini bertujuan untuk melihat pemahaman silang budaya antara bahasa Indonesia dan Inggris. tetapi tidak berhubungan sama sekali dengan prestasi anda dalam belajar. 2. 4. 97 . 3. Tes ini pemahaman silang budaya. B. C.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan LAMPIRAN 2 PEMAHAMAN SILANG BUDAYA Petunjuk 1. Jawablah pertanyaan berikut memberi tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang paling tepat: pilih: A.

Mau pergi ke mana? B. Memalukan orang lain Bermakna hal-hal Senyum digunakan untuk hal-hal berikut kecuali: A. Who are going with? Topik yang biasa digunakan: A. Perkawinan D. Menupi hal yang memalukan D. Keluarga C. Keadaan cuaca Budaya Indonesia Ungkapan yang lazim digunakan. Tempat tinggal B. Tempat tinggal B. Berdiam diri Topik yang tidak biasa digunakan: A.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan No Situasi 1 Ungkapan sebagai bentuk ucapan salam (basabasi) 2 3 Topiktopik pembicara an yang digunakan setelah perkenala n Pengguna an senyum dalam komunika si Budaya Barat Ungkapan yang lazim digunakan: A. Mengungkapkan rasa senang/bahagia B. Memalukan orang lain Bermakna hal-hal . Selamat pagi D. Hello. Keluarga C. Dari mana? C. Menyembunyikan perasaan yang sebenarnya C. Mengungkapkan ra-sa senang/bahagia B. Menupi hal yang memalukan D. Keadaan cuaca 4 98 Acungan Senyum digunakan untuk hal-hal berikut kecuali: A. Menyembunyikan perasaan yang sebenarnya C. Where are you going? B. good morning D. Perkawinan D. kecuali: A. Where are you from? C.

Sebagai tanda setuju atau semua berjalan lancar C. Menumpang mobil orang atau umum Hal-hal yang biasa dila-kukan. Menunjukkan angka lima B. Menunjukkan angka lima B. Menumpang mobil orang atau umum Hal-hal yang biasa dila-kukan. kecuali: A. Tidak mendominasi pembicaraan D. Tidak mendominasi pembicaraan D. Menyela pembicaraan orang lain secara sopan Hal yang biasa dilakukan: A. Menunjukan bahwa makanan yang kita coba sangat lezat D. kecuali: A. Tidak memperhatikan 99 . menatap mata lawan bicara B. Tidak memperhatikan berikut kecuali: A.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan jempol jari tangan 5 Komunika si lisan secara langsung (berhadap an muka) 6 Mengakhir i percakapa n secara nonverbal berikut kecuali: A. Melihat jam tangan masingmasing B. Mendengarkan secara seksama ucapan lawan bicara C. Menyela pembicaraan orang lain secara sopan Hal yang biasa dilakukan: A. Menunjukan bahwa makanan yang kita coba sangat lezat D. Mendengarkan secara seksama ucapan lawan bicara C. Melihat jam tangan masingmasing B. Memuji orang yang berhasil melakukan suatu pekerjaan dengan baik C. Tidak menatap mata lawan bicara B.

Mengacungkan jari B. Saling mengakhiri secara perlahanlahan D. Mengacungkan jari B. Memanggil pelayan sambil melambaikan tangan Hal yang biasa dilakukan: A. Membunyikan jari tangan “tak” B. Memanggil nama guru Hal yang biasa dilakukan: 100 . Saling mengakhiri secara perlahanlahan D. Mengacungkan tangan dengan ramah D. Mengakhiri pembicaraan dengan tiba-tiba Hal yang biasa dilakukan: A. Bersiual dengan keras C. Membunyikan jari tangan “tak” B. Memanggil nama guru Hal yang biasa dilakukan: 8 Meminta perhatian guru 9 Pada saat atau lawan bicara C. Mengangkat tangan dan menurunkannya ketika guru tahu kita ingin bertanya D. Mengangkat tangan dan menurunkannya ketika guru tahu kita ingin bertanya D. Mengangkat tangan sampai guru memanggil C. Bersiual dengan keras C.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan lawan bicara C. Mengangkat tangan sampai guru memanggil C. Memanggil pelayan sambil melambaikan tangan Hal yang biasa dilakukan: A. Mengacungkan tangan dengan ramah D. Mengakhiri pembicaraan dengan tiba-tiba 7 Memanggi l pelyan restauran Hal yang biasa dilakukan: A.

Menatap lawan bicara dan langsung menunduk ke bawah/lantai Hal lain yang biasa dilakukan: A. Menatap mata lawan bicara B. Menatap mata lawan bicara dan langsung menghindar D. Berjabat tangan sampai perkenalan benarbenar selesai D. Berjabat tangan dengan santai/lemah B.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan setelah perkenala n (diuperken alkan) 10 Pada saat melakuka n percakapa n 11 Pada saat melakuka n percakapa n A. Merespon dengan jawaban-jawaban singkat C. Berjabat tangan dengan kuat beberapa saat C. Menatap lawan bicara dan langsung menunduk ke bawah/lantai Hal lain yang biasa dilakukan: A. Menatap mata lawan bicara B. Merespons 101 . Berjabat tangan sampai perkenalan benarbenar selesai D. Merespon dengan penjelasan yang agak lengkap B. Berjabat tangan dan membungkuk Hal yang biasa dilakukan: A. Menghindari kontak /tatapan mata C. Berjabat tangan dengan santai/lemah B. Berjabat tangan dan membungkuk Hal yang biasa dilakukan: A. Menatap mata lawan bicara dan langsung menghindar D. Menghindari kontak /tatapan mata C. Berjabat tangan dengan kuat beberapa saat C. Merespon dengan jawaban-jawaban singkat C. Merespons A. Merespon dengan penjelasan yang agak lengkap B.

Mengangkat tangan dan meminta klarifikasi/penjelasan B.g. Mengangkat tangan dan meminta klarifikasi/penjelasan B. Berdiri di dekat sekretaris sampai ia mememanggil kita C. Meninggal kelas dengan bahasa tubuh D. Menepuk pundak sekretaris Hal yang biasa dilakukan: A. Diam dan tidak meminta penjelasan 102 . Memperlihatkan kebingunan C. Tidak memberi respons Hal yang biasa dilakukan: A. Berdiri di dekat pintu dan menunggu sampai sekretaris memanggil kita B. Berdiri di dekat sekretaris sampai ia mememanggil kita C. Duduk di dekat sekretaris dan diam samapi sekretaris mememanggil kita D. Diam dan bertanya kepada guru setelah kelas usai D. bertemu sekretaris) 13 Di dalam kelas dan tidak memaham i keteranga n guru dengan bahasa tubuh D.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 12 Meminta perhatian orang yang sibuk (e. Tidak memberi respons Hal yang biasa dilakukan: A. Diam dan bertanya kepada guru setelah kelas usai D. Memperlihatkan kebingunan C. Menepuk pundak sekretaris Hal yang biasa dilakukan: A. Berdiri di dekat pintu dan menunggu sampai sekretaris memanggil kita B. Duduk di dekat sekretaris dan diam samapi sekretaris mememanggil kita D.

Datang ketika pesta akan berakhir D. Datang beberapa menit sebelum acara dimulai C. Menanyakan nama dan alamat C. Datang pada saat jamuan dimulai Hal lain yang biasa dilakukan: 103 . Datang beberapa menit sebelum acara dimulai C. Menanyakan kesenangan Hal yang biasa dilakukan: A. Datang pada saat jamuan dimulai Hal lain yang biasa dilakukan: Hal yang biasa dilakukan: A. Berkomentar/bert a-nya mengenai cuaca B. Tersenyum dan menolak pujian C. Menanyakan kesenangan Hal yang biasa dilakukan: A. Menyombongkan diri Hal yang biasa dilakukan: A. Menanyakan pekerjaan dan tempat kerja D. Datang ketika pesta akan berakhir D.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 14 Ketika mendapat kan pujian 15 Memulai percakapa n dengan orang yang belum dikenal 16 Menghadir i undangan makan malam/pe sta 17 Menghadir i Hal yang biasa dilakukan: A. Menanyakan pekerjaan dan tempat kerja D. Menanyakan nama dan alamat C. Berdiam diri tidak merespons D. Datang setelah acara dimulai B. Menyatakan terima kasih B. Menyombongkan diri Hal yang biasa dilakukan: A. Menyatakan terima kasih B. Datang setelah acara dimulai B. Berkomentar/berta -nya mengenai cuaca B. Tersenyum dan menolak pujian C. Berdiam diri tidak merespons D.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

undangan makan malam/pe sta 18 Menghadir i pesta yang tidak resmi

A. Memimun air putih B. Memimun kopi C. Meminum anggur D. Tidak meminum apa-apa Hal yang biasa dilakukan: A. Memperkenalkan diri dengan yang lain tanpa menunggu B. Menunggu diperkenalkan oleh orang lain C. Tidak memperkenalkan diri D. Langsung membangun percakapan dengan orang lain tanpa perkenalan Hal yang biasa dilakukan: A. Berjabatan tangan dengan santai B. Berjabatan tangan dengan erat C. Berpelukan dengan kuat D. Berciuman pipih kiri-kanan Hal yang biasa dilakukan: A. Menyapa lawan bicara dengan

19 Pertemua n dengan teman berlainan jenis kelamain

20 Pengguna an nama depan setelah

A. Memimun air putih B. Memimun kopi C. Meminum anggur D. Meminum sesuka hati, selain anggur Hal yang biasa dilakukan: A. Memperkenalkan diri dengan yang lain tanpa menunggu B. Menunggu diperkenalkan oleh orang lain C. Tidak memperkenalkan diri D. Langsung membangun percakapan dengan orang lain tanpa perkenalan Hal yang biasa dilakukan: A. Berjabatan tangan dengan santai B. Berjabatan tangan dengan erat C. Berpelukan dengan kuat D. Berciuman pipih kiri-kanan Hal yang biasa dilakukan: A. Menyapa lawan bicara dengan

104

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

perkenala n

nama depan setelah diizinkan B. Menyapa lawan bicara dengan nama depan sebelum diizinkan C. Tidak menggunakan sapaan apa pun D. Menyapa lawan bicara dengan gelar dan nama depan

nama depan setelah diizinkan B. Menyapa lawan bicara dengan nama depan sebelum diizinkan C. Tidak menggunakan sapaan apa pun D. Menyapa lawan bicara dengan gelar dan nama depan

105

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

LAMPIRAN 3

KEMAMPUAN KOMUNIKATIF BAHASA INGGRIS
Petunjuk 1. Instrument penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. 2. Tes ini merupakan tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris, tetapi tidak berhubungan sama sekali dengan prestasi anda dalam belajar. 3. Anda tidak perlu menulis identitas diri pada buku kuesioner ini. 4. Jawablah pertanyaan berikut memberi tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang paling tepat: pilih: A, B, C, atau D. 1. X: My car has broken down. It won’t start. Y: _________ A. You can have a lift in my car. B. You could leave it here. C. The nearest garage is a long distance D. Can I help you? 2. X: That’s the lot! No more! Come on you! Off! Y: __________ A. If I were you. I’d be a little more polite. B. you are very impolite. C. How rude you are. D. Be a little more polite.

106

I want to try this one B. A. X: Would you mind traveling second class? Y: _____________. X: It is really a very good film. C. there is fitting room over there. please? D. D. I have asked you to book for me D. Sorry I’m afraid it is taken. 5. The room is comfortable. It’s mine B. I want to buy this one. A. D. B. X: Is this seat free? Y: ________ A.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3. X: Excuse me. A. ________ Y: Yes. X: Do you like your house? Y: __________ A. A. I must study my exam 6. Open the door. I can’t travel second class. 8. It belongs to another person. I have no time to go out D. Could I ask you to open the door? 107 . Oh yes. Y: ________. I’m sorry I don’t think I can go with you C. Well. Y: No. I don’t want to travel by bus C. it is not possible B. of course not. I’m very pleased with it. 7. I’d like it very mush. Do you think I could try this one? C. It’s broken C. X: ___________. 4. why don’t you ask somebody else? B. Where’s the fitting room? D. the windows are too small. Shall mi open the door? B. I’m sorry. Do you mid if I open the door? C.

of course not. A. I’m very annoyed. but I’m afraid there aren’t any seats left on this train. A. I wonder if you could tell me where Mr. Will they be going to Bali? B. Y: I’m very sorry. Y: __________. C. A. Oh. X: ________ I especially asked for a room with a shower. I wish them good luck. 11. I’m delighted to hear that. 12. Who is sitting there? B. I’m afraid. Black’s office is. X: They plan an October wedding and honeymoon in Bali. that is marvelous. Is this seat empty? 14. X: I know you booked. 13. I want a room with a shower. Y: _________. I’ll tell you. How is the baby? B. if you come with me. X: _________. A. Happen to know where Mr. it really makes me afraid. Y: No. sir. D. Are you happy with this news? C. How many nephews have you? 10. A. X: ________. I’m so glad for her. X: My sister has just got a son and they are both doing well. B. Is somebody sitting here? D. It really makes me angry. C. Y: _______ A. sir. I have booked seats on this bus. Excuse me. D. I’ll just move my jacket. C. D. B. B. Why can’t I have a room with a shower? D.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 9. do you mind if I sit here? C. Y: Yes. We don’t have rooms with shower. Black’s office is? 108 .

A. I must leave you B. 17. It is not perfect yet. B. Y: Yes. I’m still learning B. B. I have to study harder. It’s very nice of you to say so C. Y: _____________. Y: We’d love to A. Where is Mr. Don’t forget to return it. thank you. indeed. Y: ___________. D. Y: _________. How are you? B. D. How do you do? D. D. Black’s office? 15. I’ve got to go now. Are you really all right? 20. you had a nice time in Puncak. A. Jack. A. 16. C. X: It was really very kind of you to invite us. I’m still learning D. Very well. A. No. John: How do you do? Mr. B. X: You know. Brown: How do you do? 109 . I’m a lucky person C. Thank you very much. ________. Do you think so? 21.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan C. 19. A. Do you know Tommy? Y: __________. I want to know Mr. it was super. Thanks again. Oh. no it’s five to ten. I must say good bye. Thank you. We’d love to. C. He is my English teacher Mr. D. Thank you C. I’m in a hurry. Not at all D. 18. Eddy: ________. Black’s office. X: So. sorry. your spoken English is very good. I don’t think so. C. X: Morning. X: Thank you for lending me your novel. I haven’t seen you before. Mr. X: Congratulations on passing your final test. Don’t’ you lose it. That’s all right.

John. A. 25. Do you really like it? C. Sure. That’s quite right. I don’t like seaside D. I’m busy at that moment. Tim? Y: ______________ A. B. X: The management says that employees are going to get a bigger salary soon. Oh. I’m going somewhere else. X: I like your car. I won’t say now. John. Y: ________. Y: ________ 110 . I went there last week with some friends. I want you to know Mr. There are no good pubs in this small town. D. John? D. 27. X: The seaside is on Sunday. Oh. 26. B. May I introduce Mr. but I’m busy. A. C. B. Great C. X: Would you care to join me for lunch in my favorite restaurant? Y: ___________. 23. B. I’d be delighted to. What you expect to find in a town like this? D. tonight? Y: ___________. it is very old actually. I want you to meet Mr. B. Y: ____________. X: I suppose it’s too much to find a good pub in a town like this. look here is Mr. I like it too. B. D. The pubs are not good. but it’s only a small place. don’t you have any other things to do? 24. A. I don’t think I like movies.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan A. 22. I’d love to but I’ve got a test on Monday C. Thank you very much. John C. isn’t it? C. D. X: Would you like to go to movie with me. A. Don’t flatter me.

Is Medan a boring place? B. 111 . 33. A. D. X: I don’t like this novel. B. You can’t enjoy the countryside when you take the motorways. It’s wrong to throw stones at a dog. They are naughty children. The minor roads are saver. I don’t entirely agree with you. you are not a good reader. 32. A. I like that novel B. C. Y: __________. C. It is boring. it is not boring. They don’t know what they are doing B. Just wait and see D. But don’t you think its beach is beautiful D. X: I have just seen some children throwing stones a dog. The minor roads are all right. I don’t see why. X: Who do you think will win the presidential election? Y: ______________ A. Everybody likes to go to Medan. I don’t know D. X: We’ve been waiting nearly an hour for the train. Y: ______________. A. I like to take it slowly a long the minor roads. 30. Y: ______________.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan A. X: I think Medan is boring place? Y: ____________ A. 29. Y: ___________. X: I think the motorways are the only way to travel a long distance. Don’t hope too much B. How soon? 28. Make a guess. whoever wins is not my business. I like Medan very much C. C. D. Why don’t you punish them? D. I couldn’t care less. 31. B. C. I’m very happy about that. C.

I will come around and pick you up at your hotel. X: Fine let’s meet here about two o’clock. Next time better B. We might as well take a taxi B. 36) __________ tomorrow after noon? Y: Nothing special as far as I know. X: They didn’t give me that job. Y: _______________. About two o’clock then. X: Look at the weather. That’s too bad B. 35. Really? Bagian Kedua Lengkapilah dialog berikut dengan frase/kalimat yang tepat. C. X: Well. The train is late again 34. What’s wrong with the train D. We can have our picnic someday D. Don’t you worry too much. C.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan A. A. see you tomorrow. X: Well. The sun will be shining soon C. Y: _______________ A. No chance of picnic. 112 . Conversation A X: Hallo. The rain will soon stop. Miss Calvo. The train is very late today. Y: 38) ________. They gave it to John. Don’t be angry D. 37) _____________. X: By the way. would you care to come for a ride in the country? Y: Thank. How are you enjoying your stay in England? Y: I’m enjoying it very much. thank you.