Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Tidak dapat dipungkiri pada era global ini, peranan bahasa Inggris dalam berbagai aspek kehidupan menjadi sangat dominan dan penting. Penggunaan bahasa asing itu menyentuh dalam dunia ilmu, teknologi, perdagangan, politik, kebudayaan, dan hubungan antarnegara, baik secara bilateral maupun multilateral. Dalam kehidupan sehari-hari, umpamanya, seseorang selalu bersentuhan dengan bahasa tersebut melalui media cetak, seperti koran, majalah, jurnal dan buku-buku ilmiah lainnya; media elektronik seperti televisi, radio, internet; maupun melalui interaksi komunikatif langsung dengan orang asing yang menggunakan bahasa tersebut. Mereka dapat ditemukan di berbagai sudut kota Jakarta, sehingga sangat memungkin bagi masyarakat untuk berkomunikasi langsung dengan menggunakan bahasa Inggris. Memperhatikan peranan tersebut, pemerintah Indonesia memberikan prioritas utama terhadap bahasa Inggris untuk dipelajari di sekolah-sekolah, perguruan tinggi, atau bahkan lembaga-lembaga kursus sebagai bahasa asing. Sebagai bahasa asing, bahasa Inggris tidak dapat digunakan sebagai

1

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

alat komunikasi dalam kegiatan pemerintahan, pendidikan, politik, dan bidang-bidang lain yang melibatkan masyarakat secara luas. Meskipun demikian, pengajaran bahasa tersebut tetap dilaksanakan secara optimal agar tujuan matapelajaran tersebut tercapai. Adapun tujuan utama pengajaran bahasa Inggris di Madrasah Aliyah diarahkan pada pengembangan kemampuan komunikatif berbahasa Inggris lisan dan tulis1 Kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang harus dikuasai siswa terbentuk oleh empat sub-kemampuan, yaitu kompetensi wacana, linguistik, sosiolinguistik, dan strategis.2 Kompetensi wacana berhubungan dengan pemahaman siswa terhadap konteks situasi yang melatar-belakangi suatu peristiwa komunikasi. Menurut Celce-Murcia et al. Kompetensi wacana adalah pemahaman siswa terhadap peristiwa komunikasi yang dipengaruhi oleh topik yang dikomunikasikan, hubungan interpersonal pihak yang terlibat dalam komunikasi dan jalur komunikasi yang digunakan dalam satu konteks budaya.3 Kemampuan linguistik berkenaan dengan penguasaan siswa terhadap kaedah-kaedah bahasa yang memungkinkannya memahami dan menghasilkan kalimatkalimat berbahasa Inggris yang gramatikal. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk melihat dan mengantisipasi dengan siapa mereka berkomunikasi, sedangkan kemampuan strategis bersentuhan dengan kemampuan siswa untuk memilih dan menggunakan strategi komunikasi untuk menyampaikan pesan yang dimaksudkan secara efektif. Selain itu, untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris, seorang siswa dituntut untuk memiliki motivasi berprestasi sebagai bagian dari aspek psikologis yang banyak
Diknas, Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA (Jakarta: Puskur Balitbang Diknas, 2002), h. 6. 2 D. H. Hymes, “On Communicative Competence,” The Communicative Approach to Language Teaching, eds. C. J. Brumfit dan K. Johnson. (Oxford: OUP, 1979), h. 14. 3 Celce-Murcia, M., Z. Dornyei, S. Thurrell, “Communicative Competence: A Pedagogically Motivated Model with Content Specifications” Issues in Applied Linguistics, 6/2, 1995. p. 10. 2
1

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

menyemangati siswa untuk meraih kesuksesan melalui kemampuannya untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar,4 dan dituntut pula untuk mengusai perbedaan budaya berbahasa Inggris dengan budaya berbahasa Indonesia. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin untuk menguasai bahasa Inggris melalui berbagai cara belajar efektif. Sedangkan penguasaan silang budaya akan banyak membantu siswa bagaimana menghasilkan bentuk-bentuk bahasa Inggris yang benar-benar komunikatif. Siswa tidak akan terjebak dalam bahasa Inggris berstruktur dan berbudaya bahasa Indonesia yang seringkali menimbulkan kesalahpahaman, dan bahkan gagalnya komunikasi. Sejauh ini, sebagian besar siswa MAN di Jakarta Sealatan belum menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebagaimana yang diharapkan. Masih banyak terdengar ungkapan bahasa Inggris “thank you” yang dijawab dengan “thank you back”; dan “you look very beautiful” yang dijawab dengan “oh no, I am not” dan sebagainya. Jawaban yang diberikan siswa menunjukkan bahwa mereka tidak memahami budaya berbahasa penutur asli bahasa Inggris, sehingga menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan kegagalan komunikasi. Selain itu, contoh ungkapan-ungkapan berbahasa Inggris tersebut diduga dihasilkan oleh siswa-siswa yang tidak memiliki motivasi berprestasi. Mereka cenderung tidak ingin mendalami bahasa Inggris dengan tekun, karena mereka berfikir bahwa bahasa Inggris tidak bersentuhan dengan bidang kajian dan pekerjaan yang akan mereka tekuni. Berdasarkan penjelasan tersebut terlihat bahwa kemampuan komunikatif bahasa Inggris banyak dipengaruhi oleh motivasi berprestasi siswa dalam belajar dan pemahaman siswa terhadap budaya berbahasa Inggris atau pemahaman silang budaya. Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi, pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif
R. C. Back, Motivasion: Theories and Principles (New Jersy: Prentice Hall, 1990), p. 291. 3
4

dan secara lebih spesifik permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. permasalahan dalam penelitian ini lebih banyak berkaitan dengan upaya pembuktian terhadap hubungan antara ketiga variabel tersebut. pemahaman silang budaya. Oleh karena itu. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif siswa masih tetap menjadi pertanyaan besar yang perlu dijawab dan dibuktikan. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan? 4) Berapa besarkah kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan 4 . penelitian korelasional perlu segera dilakukan agar dapat diputuskan suatu kebijakan terhadap pengembangan matapelajaran bahasa Inggris secara komunikatif. B.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan Untuk membuktikan kebenaran asumsi tersebut dan melihat berapa besar kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian di atas dapat diduga adanya hubungan antara motivasi berprestasi. Tanpa mengesampingkan beberapa faktor lain yang juga berpengaruh. bentuk hubungan antara motivasi berprestasi. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif siswa MAN di Jakarta Selatan. 1) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan? 2) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Sealatan? 3) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi.

dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. pemahaman silang budaya. 2) hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. pemahaman silang budaya. pemahaman silang budaya. dalam hal ini Departemen Agama. 3) hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan motivasi berprestasi. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan mempertegas keterkaitan ketiganya di dalam pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk siswa menegah atas. penelitian ini bertujuan untuk mencari buktibukti empiris tentang: 1) hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Sealatan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan? C. dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi para guru bahasa Inggris di Madrasah Aliyah dalam pengembangan 5 . Ditinjau dari segi sosial. di dalam pengembangan kurikulum dan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk Madrasah Aliyah. Sacara khusus. Tujuan dan Manfaat Penelitian Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris tentang hubungan antara motivasi berprestasi. dan 4) besarnya kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Secara teoretis.

Hipotesis Penelitian 6 . Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang berusaha untuk membuktikan secara empiris hubungan antara motivasi berprestasi. penelitian ini diharapkan dapar dijadikan sebagai pijakan dalam penyelenggaraan penelitian lanjutan tentang hubungan antara pemahaman silang budaya. data terkumpul akan dianalisis dengan statistik korelasi dan regresi ganda. 1. motivasi berprestasi. dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. dan seluruh siswa Madrasah Aliyah pada umumnya. Alat Pengumpul Data Data dalam penelitian ini diperoleh melalui dua instrumen. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 3.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan kegiatan belajar dan bahan pelajaran bahasa Inggris berbasis pada pemahaman silang budaya dan perhatian terhadap motivasi berprestasi yang dapat meningkatkan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. yaitu angket dan tes. Angket digunakan untuk mencari data tentang motivasi berprestasi. tes pemahaman silang budaya digunakan untuk menggali data tentang pemahaman terhadap perbedaan budaya berbahasa Inggris dan Indonesia. Selain itu. D. dan tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris digunakan untuk mengukur kemampuan menggunakan bahasa Inggris secara komunikatif. 2. pemahaman silang budaya. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN khususnya. Teknik Analisis Data Untuk melihat hubungan dan kontribusi motivasi berprestasi.

dan 3) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. 4. variabel dalam penelitian ini adalah: a) Variabel bebas: 1) motivasi berprestasi siswa MAN di Jakarta Selatan (X1). pemahaman silang budaya. b) Hipotesis alternatif: 1) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 2) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. pemahaman silang budaya. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. a) Hipotesis nol: 1) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan 2) pemahaman silang budaya siswa MAN di Jakarta Selatan (X2) b) Variabel terikat adalah kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan 7 . dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Variabel Penelitian Sesuai dengan hipotesis yang diajukan. dan 3) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. 2) Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya.

6. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung selama empat bulan di empat MAN Jakarta Selatan yang dibagi dalam tiga tahap: a) penyusunan rancangan dan instrumen penelitian. dan yang menjadi sampelnya adalah 80 orang siswa kelas III yang diambil secara acak.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Hubungan ketiga variabel tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Motivasi Berprestasi (X1) Kemampuan Komunikatif (Y) Pemahaman Silamg budaya (X2) 5. dan c) analisis data dan pelaporan. Populasi dan Sample Penelitian Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MAN di Jakarta Selatan. b) pencarian data. 8 .

Analisis Teoretis Berdasarkan paparan tujuan penelitian yang diharapkan. terdapat dua hal yang perlu dikaji secara teoretis. kurikulum berbasis kompetensi berorientasi pada hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna dan beragaman yang dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Berikut penjelasan keduanya. Ini berarti bahwa kurikulum tersebut menekankan hasil atau kompetensi apa yang harus dikuasai siswa bila telah menyelesaikan studinya pada suatu program pendidikan formal. yakni kemampuan komunikatif dan pemahaman silang budaya. 1. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. keterampilan. Kemampuan Komunikatif Secara umum. Dalam hal ini. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten. dalam arti memiliki 9 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 2 ANALISIS TEORETIS DAN KERANGKA KONSEPTUAL A. kompetensi dapat diartikan sebagai pengetahuan.

Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kemampuan tersebut biasanya disebut dengan kemampuan komunikatif.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan pengetahuan. dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu. h. Huda mengatakan bahwa kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi dalam situasi yang sebenarnya. dan perasaannya.5 Berkaitan dengan mata pelajaran Bahasa Inggris di Madrasah Aliyah. Kemampuan ini biasanya disebut dengan kemampuan pragmatik yang memungkinkan seseorang untuk melakukan interaksi komunikatif secara lebih efektif. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Siswa diharapkan dapat menggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan ide. Ellis mengatakan: Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular Suwito. tidak dituntut untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang benar secara gramatikal saja. 6 Nuril Huda. 1999). gagasan. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. tetapi justru diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk menggunakan bentuk-bentuk bahasa tersebut sesuai dengan tujuan komunikasi atau untuk mengungkapkan fungsi-fungsi komunikatif bahasa yang ingin disampaikan kepada pihak lain. 10 5 . 93. keterampilan. Language Learning and Teaching (Malang: IKIP M Publisher.6 Penguasaan kemampuan komunikatif secara benar tidak hanya tertumpu pada kemampuan linguistik saja. Siswa. baik dalam bentuk komunikasi lisan maupun komunikasi tulis. dalam hal ini. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. komptensi yang harus dikuasai siswa adalah bagaimana menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan konteks komunikasinya.

It seems clear that communicative competence includes the ability to use linguistic forms to perform communicative acts and to understand the communicative functions of sentences and their relationship to other sentences. This happens at the level of discourse and involves interalia. Hadley.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan communicative goals. 1978). 26.9 Secara jelas beberapa pandangan tersebut menunjukkan bahwa selain kemampuan linguistik terdapat beberapa kemampuan atau faktor lain yang membangun Rod Ellis. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors. Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting. kemampuan interpretatif. knowledge of rhetorical rules of use that governs the patterning of such acts. That is. 8 A. the interpretative strategies of the language users and also contextual meaning of utterances. 11 7 .8 Posisi kemampuan linguistik sebagai salah satu unsur kemampuan komunikatif juga diutarakan oleh Munby. Communicative Syllabus Design (Cambridge: C U P. 13.O. 1994). kemampuan komunikatif mencakup kemampuankemampuan lain. h 4 9 John Munby. Teaching Language in Context (Boston: Heile & Heile Publisher. h. dan pemahaman makna ujaran berdasarkan konteks yang melatarbelakanginya. seperti kemampuan retorik. h. Dalam pandangannya.7 Meskipun tidak dinyatakan secara explisit sebagai kemampuan pragmatik. selain kemampuan linguistik. pandangan lain juga mengisyaratkan ketidakberartian kemampuan linguistik bila tidak ditunjang oleh kemampuan untuk menyesuaikan bentuk-bentuk bahasa dengan seluruh masukan informasi baik yang bersifat linguistik maupun paralinguistik. it includes both linguistic and pragmatic knowledge. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. The Study of Second Language Acquisition (Oxford: O U P. 1993).

Aspek yang terakhir berhubungan dengan apakah makna yang terkandung dalam suatu kalimat itu benarbenar terjadi atau tidak (whether or not something is in fact done). tetapi tidak terjadi. misalnya *my baby is funny. tetapi kalimat tersebut kurang atau bahkan tidak tepat. Hymes berpandangan bahwa kemampuan komunikatif itu terbentuk oleh empat aspek atau kemampuan yang terpadu. tetapi bila dikaji dari sisi proses bagaimana kalimat itu dibuat atau dihasilkan. Menyempurnakan gagasannya tentang kemampuan komunikatif. 14. maka kalimat tersebut bisa saja dianggap tidak layak. Aspek yang pertama berkenaan dengan kemampuan untuk menghasilkan dan membedakan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal atau tidak gramatikal (whether or not something is possible). tepat. C.11 Suatu kalimat dapat saja layak. Mengenai hal ini. misalnya: I teach English everyday dan *She is having a big car. 11 D. Hymes memperjelas pandangannya dengan Tanda * (asterik) digunakan untuk menunjukkan contohcontoh kalimat yang salah. “On Communicative Competence. Johnson (Oxford: O U P.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris seseorang. Jadi kelayakan di sini lebih erat kaitannnya dengan proses bagaimana kalimat itu dihasilkan oleh akal pikiran seseorang. Hymes. Aspek yang ketiga berkaitan dengan kemampuan untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang tepat dan sesuai dengan konteksnya (appropriateness). Brumfit dan K.” The Communicative Approach to Language Teaching. H. 1979).10 Aspek yang kedua berhubungan dengan kemampuan untuk mengahasilkan bentuk-bentuk bahasa yang layak (feasibility). Suatu kalimat yang terdiri dari beberapa kata dapat saja dianggap benar secara gramatikal. Suatu kalimat bisa saja dianggap layak dan benar secara gramatikal. misalnya *The king of America visited Indonesia last year. eds. misalnya *The mouse the cat the dog the man the woman married beat chased ate had a white tail. dan benar secara gramatikal. h. 12 10 . J.

Pengenalan terhadap lawan bicara atau pembaca akan memudahkan seseorang untuk menentukan bentuk-bentuk bahasa mana yang harus digunakan. apakah dalam kegiatan formal atau informal. atau dengan tokoh masyarakat.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan merinci secara spesifik empat kemampuan yang membangun kemampuan komunikatif. dan strategis. apakah dengan teman sebaya. Kemampuan ini mencakup bagaimana seseorang menggunakan anggota tubuhnya untuk menyertai bahasa lisan yang digunakan. wacana. sehingga apa yang akan diutarakan atau disampaikan kepada orang lain dapat dipahami secara tepat. Siswa dituntut untuk mengenali situasi komunikasi yang sedang terjadi. sosiolinguistik. Kemampuan linguistik berkenaan dengan penguasaan siswa terhadap kaedah-kaedah bahasa Inggris yang memungkinkannya menghasilkan kalimat-kalimat gramatikal untuk menyam-paikan maksud. Kemampuan wacana berhubungan dengan penguasaan siswa terhadap konteks situasi yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa komunikasi lisan dan tulis. dan mengidentifikasi kalimat-kalimat gramatikal untuk menangkap pesan dan maksud. atau gambar-gambar untuk memperjelas bahasa tulis yang digunakan. dengan kawan dekat. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk melihat dengan siapa mereka membangun komunikasi. dengan orang yang lebih tua. baik dalam abentuk komunikasi lisan maupun tulis. Pemahaman Silang Budaya Sesuai dengan amanat yang terdapat dalam Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris untuk menengah atas 13 . Adapun kemampuan strategis merupakan kemampuan seseorang untuk memilih dan menggunakan strategi komunikasi tepat untuk menyampaikan pesan yang dimaksudkan secara efektif. 2. yaitu kemampuan linguistik.

h. dan menulis. and helps us know what our responsibility is to the group. 1994). mata pelajaran bahasa Inggris meliputi beberapa aspek. It is the glue that binds a group of people together. Budaya dapat dianggap sebagai perekat antara seseorang dengan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. a) Keterampilan berbahasa. 164. sehingga siswa dapat menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris secara benar. yaitu menyimak.12 Secara jelas. c) Aspek budaya yang terkandung dalam teks lisan dan tulis. 2003). merasakan. h. berbicara. and relate to others. d) Aspek sastra yang berupa penghayatan dan apresiasi sastra. b) Unsur-unsur kebahasaan mencakup: tata bahasa. membaca. feel. “Culture is a way of life. Larson dan Smally sebagaimana dikutip oleh Hasyim. dalam hal ini. Budaya. kosakata. makes us sensitive to matters of status. Diknas Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA/MA (Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Diknas. menggambarkan budaya itu sebagai suatu “blue print’ which guides the behaviour of people in a community and is incubated in family life. Principles of Language Learning and Teaching (Englewood Clifts: Prentice Hall Regents. 13 H. lafal dan ejaan. diartikan sebagai pola pikir dan pola tindak yang mengatur seseorang bagaimana berbahasa dan bertindak di dalam lingkungan masyarakat tertentu. 14. yakni.”13 Melengkapi pengertian budaya tersebut. Culture is the context within which we exist. It governs our behaviour in groups. pernyataan di atas menuntut Madrasah Aliyah dan guru bahasa Inggris untuk memberikan bahan pelajaran yang berupa aspek budaya sebagai satu kesatuan bahan pelajaran yang harus diterima siswa di dalam mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa asing. berfikir. dan berhubungan dengan orang lain dalam suatu kelompok masyarakat.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dan Madrasah Aliyah. Douglas Brown. 14 12 . Brown menjelaskan bahwa budaya merupakan cara hidup bagaimana seseorang berada. think.

dan peralatan yang membedakan satu kelompok dan yang lain. Namun. Crosscultural Understanding (London: Prentice Hall International (UK) Limited. gestures. dan lemabaga. sebagai suatu sistem budaya memcakup beberapa kategori. adat.15 Menurut Robinson. akan berbeda dengan orang-orang Palembang. budaya itu dapat didefinisikan sebagai gagasan. dan lainnya. The categories of behaviors and products reflect a notion of culture as observable phenomena.1986). dan produk. musik.16 Kehidupan keseharian masyarakat membuktikan bahwa budaya itu merupakan satu kesatuan yang utuh. keterampilan. Bagaimana melamar calon pengantin dan merayakan pesta pernikahan di satu daerah akan berbeda Laela Hanoum Hasyim. music and artifacts. 1988). cerita rakyat.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Different cultures are the underlying structures which make round community round and square community square”14 Jadi. prilaku. art. adat istiadat. Ide atau gagasan meliputi kepercayaan. yakni gagasan. 16 Robinson. Budaya menurut Croydon adalah “a system of integrated patterns. dan artifak-artifak lainnya. 3 15 Ibid. customs/habits and foods. bahasa tubuh. prilaku mencakup bahasa. Gail L. Menado. Berikut adalah penjelasan yang diberikan oleh Robinson: Ideas include beliefs. Nemetz. products include literature. dan makanan. tetapi merupakan sebuah sistem yang terpaduh yang bagian-bagiannya terkait satu sama lainnya. h. and the category of ideas reflects a notion of culture as not observable. 8. values and institutions. seni. most of which remain below the threshold of consciousness. 15 14 . dan produk meliputi literatur. behaviors include language. Bagaimana cara bersalaman dengan orang-orang Sunda. nilai. h. dari hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang besar. Seluruh pola kehidupan masyarakat diikat oleh aturan yang disepakati oleh seluruh anggotanya. yet all of which govern human behaviour just as surely as the manipulated strings of a puppet control its motion”. Cross Cultural Understanding (Jakarta: Karunia UT. folklore. budaya bukanlah bagianbagian yang berdiri sendiri-sendiri. Jawa.

Ketentuanketentuan ini berupa gagasan yang memungkinkan seluruh anggota masyarakat dapat hidup bersama dalam kelompok dengan damai. 6) they are learned and shared by all the members of a society.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dengan daerah lain. Kondisi tersebut tidak akan pernah berakhir bila tidak ada satu peraturan yang akan meluruskan semuanya itu. bahkan makin tampak nyata dan jelas bahwa setiap kelompok manusia itu membutuhkan budaya untuk memenuhi suatu kebutuhan biologis dan psikologis manusia. baik secara fisik maupun materi. 2) they facilitate human and environmental interactions. akan mendominasi mereka yang lemah. Akibatnya. Memperhatikan pengertian budaya tersebut. Selengkapnya pandangan tersebut dapat dilihat melalui ungkapan berikut: Seven universal of cultural patters of behaviors are: 1) they originate in the human mind. tanpa ikatan. tanpa aturan. Orang-orang yang pintar tentu akan membodohi mereka yang tidak memiliki pengetahuan. timbul berbagai macam persoalan yang merusak sendi-sendi kehidupan individual dan kolektif. and 16 . 4) they are cummulative and adjust to changes in external and internal conditions. Maka masing-masing orang akan berbuat sekehendaknya. Karena itu timbullah suatu konsepsi dalam diri kelompok-kelompok manusia itu untuk mengadakan ketentuan-ketentuan pengatur hidup. Orang-orang yang memiliki kekuatan. 3) they satisfy basic human needs. dan bebas takterkendali. Murdock menyebutkan tujuh ciri umum yang dimiliki oleh budaya. mereka yang tidak memiliki apa-apa kiecuali dirinya sendiri. 5) they tend to form a consistent structure. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak ada masyarakat di dunia ini yang tidak memiliki budaya yang mengatur pola kehidupan kemanusiaan dan kemasyarakatan. Mari kita membayangkan sejenak suatu keadaan yang saling bertentangan dalam kehidupan sehari-hari.

ed. manusia sebagai anggota masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. Ciri keempat menunjukkan bahwa budaya itu akulumasi pemikiran dan prilaku manusia dalam kelompok masyarakatnya yang dapat berubah-ubah atau berkembang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal di mana kelompok masyarakat tersebut berada. “The Cross-cultural Suvey” Readings in Cross-Culture. Kemudahan berinteraksi dengan sesama dan alam sekitarnya merupakan inti dari ciri kedua dari budaya.17 Ciri pertama menunjukkan bahwa budaya merupakan hasil dan bersumber pada akal pikiran manusia. Itulah esensi dari ciri budaya yang ketiga. New Haven. Seluruh pola dan aturan yang mengatur bagaimana seseorang bertindak dan berbahasa dalam kelompok masyarakatnya bersumber dari hasil pemikiran manusia melalui suatu proses panjang. sehingga menjadi suatu konvensi yang diikuti oleh anggota masyarakat. Meskipun selalu dapat menyesuaikan diri dengan faktor-faktor internal dan eksternal. Karena kemudahan-kemudahan tersebut. Ciri keenam menunjukkan bahwa budaya itu merupakan hal yang dapat dipelajari dan dipelihara secara bersama-sama oleh seluruh warga George Peter Murdock.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 7) they are transmitted to new generations. 1961. pola pikir dan tindak yang diikuti oleh seluruh warga masyarakat cenderung membentuk struktur yang konsisten. baik yang berupa kebutuhan sandang maupun pangan. dan ini merupakan ciri budya yang kelima. 17 17 . sehingga identifikasi dari kelompok masyarakat mana seseorang dapat dilakukan dengan cepat. Frank W. Kebutuhan pangan meliputi berbagai macam makanan. Moore. dan kebutuhan sandang yang meliputi tempat tinggal dan pakian yang dibutuhkan manusia untuk perlindungan diri dari berbagai hal yang mengancam dirinya baik secara fisikal dan psikis. dan buah-buahan yang dibutuhkan manusia untuk pertumbuhan fisik. Tentu saja pola dan aturan bertindak dan berbahasa tersebut harus memudahkan seluruh anggota masyarakat untuk berinteraksi dengan sesamanya dan lingkungan alam sekitar. CN: HRAF Press. sayuran.

Salah satu caranya adalah dengan memahami budaya berbahasa dan bertindak masyarakat lain. benturan-benturan budaya antarnegara mungkin saja terjadi dalam konteks pengajaran bahasa asing. menunjukkan bahwa budaya. Itulah salah satu bentuk upaya untuk menjaga keberlangsungan budaya. Beberapa pandangan di atas memperlihatkan bahwa budaya merupakan bagian yang takterpisahkan dari bahasa dan pikiran yang mengatur bagaimana warga masyarakat berbahasa dan bertindak di dalam lingkungannya. dalam arti pola bertindak dan berbahasa dapat dialihkan kepada generasi berikutnya. Karena satu kelompok masyarakat memiliki budaya yang berbeda dengan kelompok masyarakat lain. tetapi juga terjadi antara satu negara dengan negara lain. Orang tua dan masyarakat dapat mengajarkan pola bertindak dan berbahasa kepada anak-anak mereka secara langsung dan tidak langsung. nilai-nilai budaya masyarakat dapat juga dialihkan kepada generasi berikut melalui berbagai jalur. Scarcella and Oxford mengatakan. tentu saja hal itu akan menimbulkan benturan-benturan budaya yang dapat menimbulkan masalah-masalah sosial. Adapun ciri ketujuh. Mengenai pentingnya mempelajari budaya berbahasa orang lain.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan masyarakat. Seluruh warga menjamin keberlangsungan budayanya melalui konvensi-konvensi dan norma-norma hukum tertulis dan taktertulis yang disepakati secara bersamasama. Benturan-benturan tersebut tidak hanya terjadi antar kelompok masyarakat dalam satu negara. seperti pendidikan formal dan nonformal. harus dijadikan prioritas utama dalam bermasyarakat secara luas. Di samping itu. sebagai kelanjutan dari ciri keenam. dalam hal ini budaya berbahasa. baik yang sederhana maupun yang kompleks. Secara lebih khusus. Tentu saja menghindari terjadinya benturan budaya. Pelanggaran terhadap norma-norma tersebut tidak dapat ditolerir dan diberikan hukuman yang setimpal. “to 18 .

184. Thomas mendefinisikan pemahaman silang budaya sebagai pemahaman tata cara berkomunikasi antara dua orang yang memiliki latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda. “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. (Boston: Heinle & Heinle. The Tapestry of Language Learning: the individual in the communicative classroom. Konvensi berkaitan dengan tata cara dan prilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. konotasi. 1992). kondisioning. dapat dikatakan pemahaman silang budaya merupakan penguasaan seseorang terhadap perbedaan budaya berbahasa dan bertindak penutur asli bahasa asing dengan budaya bertindak dan berbahasa pertamanya. 3. Mempertegas pengertian tersebut. Umpamanya. Konotasi membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan bagaimana pehamanan makna berdasarkan acuan budaya suatu masyarakat. 19 18 . h. pemahaman silang budaya merupakan upayaupaya yang dilakukan oleh seseorang yang berasal dari suatu kelompok masyarakat untuk memahami pola berbahasa dan bertindak kelompok masyarakat lainnya. atau pada saat bermain dengan teman. yakni konvensi. 89.C. 1983. seseorang harus menghargai dan mengikuti aturan-aturan yang telah disepakai. 19 Jenny Thomas. seperti pemahaman makna kata “time” dalam konteks masyarakat Inggris yang berbeda dengan “waktu” bagi orang Indonesia. & Oxford.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan study a language without studying the culture of native speakers of the language is a lifeless endeavor”.L. Dengan kata lain dapat dikatakan.19 Adapun berhubungan dengan pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing. (1992). aspek-aspek budaya yang perlu dipelajari oleh siswa menyangkut empat hal. h. pada saat makan sendiri di rumah atau makan bersama dengan teman dalam suatu pesta seluruh warga masyarakat tentu saja harus mengikuti tatatertib yang berlaku. R. Kondisioning berisikan tentang pemahaman tentang kebiasaan-kebiasaan seseorang dalam bertindak sesuai Scarcella. R. dan komprehensi..18 Berdasarkan pengertian budaya di atas.

Robinson mengatakan paling tidak ada tiga hal yang perlu diberikan kepada siswa. c. atau dapat juga digunakan untuk menutupi kesalahan atau kekeliruan yang kita buat. untuk memperlihatkan bahwa kita bahagia. Senyum merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan sautu kesenangan. Ketika kita sedih atau bahkan marah. Komprehensi berisikan keterampilan-keterampilan yang biasanya dibutuhkan seorang warga masyarakat untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. h. kajian terhadap sistem kelembagaan. Kita menggeleng-gelangkan kepala ke kiri dan kanan untuk menyatakan “tidak”.21 Berikut ini beberapa contoh komunikasi verbal dan nonverbal yang berbeda antara satu budaya dengan budaya lain. dan bagaimana cara bertamu atau menerima seorang tamu. Gelengan kepala juga dapat digunakan untuk menyatakan sikap negatif terhadap sesuatu. Umpamanya. terhadap anak-anak yang berbuat nakal berulang kali kiat biasanya menggeleng-gelengkan kepala untuk menyatakan bahwa kita tidak setuju dengan perbuatan tersebut. Tetapi. 368-71. 20 21 Hadley (1993). dan kajian terhadap kesusasteraan. cit.20 Mengenai apa yang harus dipelajari oleh siswa berkenaan dengan budaya bahasa asing. di tempat lain kesedihan dan kemarahan diungkap dengan cara yang lebih terbuka. upacaraupacara. tetapi di tempat lain mungkin saja berbeda. cit. kita biasanya tersenyum. op. seperti ketika seorang siswa terlambat atau tidak bisa menjawab pertanyaan guru siswa biasanya tersenyum. b. yakni kajian terhadap hari-hari libur. 20 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dengan kerangka budayanya. loc. a. seperti bagaimana cara merima atau menolak undangan makan bersama. dan makanan. adat istiadat. seperti keluarga dan kehiduapan sehari-hari. kita biasanya mengambil sikap diam atau menekan dan mengendalikan emosi kita. Robinson (1988). kasih sayang.

acungan jempol digunakan untuk menyetop atau menumpang kendaraan umum atau orang lain. g. f. Kita biasanya menempatkan kedua telapak tangan kita di bawah dagu untuk menunjukkan bahwa kita kecewa. acungan jempol digunakan untuk memuji orang yang telah melakukan pekerjaan yang besar/hebat. e. h. kita biasanya menerimanya dengan memberikan jawaban yang bertolak belakang dengan kondisi yang sebenarnya. dianggap sebagai dorongan yang 21 . Orang yang berhasil dianggap memiliki motivasi yang kuat untuk meraih keinginannya. kita biasanya bersiul-siul atau bahkan berteriak-teriak sampai mendapatkan perhatiannya. dalam hal ini. di temapt lain pujian biasanya dijawab dengan ucapan terima kasih. Acungan jempol dapat bermakna bermacam-macam. di tempat lain budaya seperti itu mungkin sulit kita dapatkan. Di Indonesia. Untuk mendapatkan perhatian seorang wanita yang sedang lewat. Pada saat bercakap-cakap dengan orang lain. Motivasi Berprestasi Dalam kehidupan sehari-hari. kita biasanya mengangkap bahu dan tangan. keberhasilan atau kegagalan seseorang untuk meraih sesuatu selalu dikaitkan dengan motivasi yang dimilikinya. 3. sedangkan orang yang gagal dianggap tidak memiliki motivasi yang kuat untuk meraih cita-citanya. di tempat lain hal itu tidak dapat dilakukan. sedangkan di Indonesia tidak digunakan acungan jempol. i.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan d. kita biasanya tidak menatap mata lawan bicara secara langsung. Di negara-negara barat. Motivasi. Bila orang lain memuji. tetapi di negara-negara barat tatapan mata secara langsung ke arah lawan bicara bermakna bahwa pendengar benar-benar serius dan memperhatikan lawan bicaranya. Kalau kita tidak dapat mengikuti atau memahami apa yang sedang dibicarakan oleh orang lain.

23 Dalam dua pengertian tersebut dapat dipahami bahwa motivasi merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang menggerakkannya melakukan sesuatu untuk mencapai atau memenuhi keinginannya. and the degree of effort they will exert in that respect”22 Pengertian lain yang tidak jauh berbeda dengan pandangan tersebut dibaerikan oleh Huitt yang mengatakan “motivation is an internal state or condition (sometimes described as a need. GA: Valdosta State University. pengertian motivasi yang banyak dipedomani berbunyi “Motivation is commonly thought of as inner drive. 24 David A. desire. emotions or disire that moves one to a particular action. Ausubel menjelaskan enam jenis dorongan yang dimiliki oleh seseorang. impulse. Brown (1993).Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan menggerakkan seseorang untuk meraih sesuatu. h. dan 6) diakui dan diterima oleh orang lain. 1968). Huitt.html. 4) didorong oleh pihak lain. seperti lapar dan rasa sakit. W. h.24 Sedikit berbeda dengan apa yang dikemukakan oleh Ausubel. or want) that serves to activate or energize behavior and give it direction”. 132. Rinehart & Winston. motivation refers to the choices people make as to what experiences or goals they will approach or avoid. h. Secara umum. activity. Maslow juga merinci lima dorongan dan kebutuhan secara hirarkis. Educational Psychology: A cognitive view (New York: Holt. yakni kebutuhan untuk: 1) menemukan sesuatu yang baru. from http://chiron. 5) memperoleh pengetahuan. “Motivation to learn: An overview” Educational Psychology Interactive. op. elimination. or in more technical terms. 3) melakukan pekerjaan. cit. Ausubel.valdosta. Secara lebih rinci.edu/ whuitt/col/ motivation/motivate. food. 23 22 22 . water. yakni: 1) Physiological needs: air. dan dorongan tersebut juga dapat berbentuk tujuan atau keinginan yang akan dicapai. Dorongan itu dapat berbentuk respons fisik terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan atau menyakitkan. sleep. Retrieved [date]. 2) membiasakan diri.2. Valdosta. sex. 368-9.

5) Self-actualization needs: being one's true self.25 Berdasarkan lima dorongan tersebut. 50.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Safety needs: escape fear and pain. 2) Self Actualization Esteem Social Safety Physiological A. 23 25 . (1954). order. 3) Belonging and love needs: to love and be loved. seperti memperoleh pengetahuan. yakni kebutuhan pangan dan sandang. h. successful. 370-396. kebijakan. being creative and appreciative of beauty in the world. achieving one's highest potential. Untuk memperjelas bagaimana urutan dan keterkaitan antarkebutuhan dapat dilihat pada gambar berikut. dan diakui oleh pihak lain. hingga ke kebutuhan yang paling tinggi. respected. being able to understand and accept oneself and others. be part of a family. have friends. independent. and fulfilling a mission or purpose in life. 4) Self-esteem needs: to feel competent. accepting. and worthwhile. wanting knowledge and wisdom. democratic. physical security. physical safety. “A Theory of Human Motivation” Psychological Review. independent. A self-actualized person is happy. realistic. Maslow. yakni aktualisasi diri. creative. problem-oriented. dapat dipahami bahwa secara berturut-turut seseorang dapat memenuhi kebutuhannya dari yang paling dasar.H.

Berdasarkan sumbernya. motivasi integratif. Back. Motivasion: Theories and Principles (New Jersy: Prentice Hall.27 Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin mencari berbagai cara dan strategi efektif untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Secara lebih mendalam. Di antara jenis-jenis motivasi tersebut. Dorongan intrinsik berasal dari dalam R. dan motivasi berprestasi. menguasai pengetahuan dan keterampilan. 1990). 24 26 . pemberian latihan-latihan dan tugas-tugas bahasa yang menuntut siswa untuk terus berusaha. Dorongan intrinsik berasal dari luar diri siswa. 2006. atau memperoleh standard hidup yang lebih tinggi. C. motivasi instrumental. Motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai dorongan atau kecenderungan yang dimiliki siswa untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar sebaik mungkin26. sedangkan motivasi ektrinsik merupakan dorongan yang berasal dari luar diri seseorang. Wikipedia. motivasi berprestasi merupakan dorongan yang dimiliki individu untuk memperoleh hasil yang berarti. Adapun berdasarkan tujuannya. 291. seperti pemberian latihan dan tugas-tugas dari guru. Ditinjau dari sumbernya. seperti berdasarkan sumber dan tujuan. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi instrinsik dan ekstrinsik Motivasi intrinsik merupakan dorongan untuk melakukan suatu perbuatan atau tindakan yang berasal dari dalam diri seseorang. Menurut McCelland. the free encyclopedia. ataupun cara-cara lain yang dapat menyemangati siswa untuk melakukan berbagai tindakan untuk mengatasi masalah belajar yang dihadapi. 27 Anonymous. Achievement Motivation. motivasi berprestasi dapat berasal dari dorongan intrinsik dan ekstrisik. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi asimilatif. p. motivasi dapat diklasifikasikan berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda. Motivasi berprestasi ini dapat ditumbuhkan melalui pemberian saran dan nasehat. motivasi berprestasi memegang peran yang sangat penting dalam keberhasilan siswa dalam belajar bahasa Inggris.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan diri siswa yang meliputi dorongan biologis. unpleasant consequences social • imitate positive models • be a part of a group or a valued member biologic al • increase/decrease stimulation (arousal) • activate senses (taste. • decrease hunger. etc. dorongan-dorongan tersebut dapat dilihat paparan dalam bentuk tabel yang dikutip dari Huitt. afektif. kognitif. dan spiritual. pleasant consequences (rewards) or escape/avoid undesired. etc. Sources of Motivational Needs • elicited by stimulus associated/connected to behavi oral/ externa l innately connected stimulus • obtain desired. balance • maintain attention to something interesting or threatening uncertainty cognitiv e • develop meaning or understanding • increase/decrease cognitive disequilibrium. • maintain homeostasis. Secara rinci. discomfort. thirst. sosial. touch. konatif. • solve a problem or make a decision • figure something out • eliminate threat or risk 25 . smell.

Dorongandorongan akan menjadi makin bermakna bila siswa memahami 26 . obtaining dream • reduce others' control of one's life spiritua l • understand purpose of one's life • connect self to ultimate unknowns B. sehingga siswa merasa lebih tertantang untuk selalu menggali potensinya secara terus menerus. seperti motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya. tampak bahwa kemampuan komunikatif berbahasa Inggris dipengaruhi oleh beberapa faktor. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin mencari berbagai cara dan strategi efektif untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik. Motivasi berprestasi juga membimbing siswa untuk berusaha memecahkan beragam kesulitan belajar bahasa Inggris.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan affectiv e • • • • increase/decrease affective dissonance increase feeling good decrease feeling bad increase security of or decrease threats to self-esteem • maintain levels of optimism and enthusiasm • • • • • conativ e meet individually developed/selected goal obtain personal dream develop or maintain self-efficacy take control of one's life eliminate threats to meeting goal. Kerangka Konseptual Sesuai dengan analisis pustaka tersebut.

27 . makin tinggi pemahaman silang budaya dan motivasi berprestasi siswa. Bentuk hubungan tersebut dapat digambarkan. Pemahaman silang budaya tentu saja menentukan keberhasilan komunikasi dengan bahasa Inggris yang dibangun oleh siswa. Berdasarkan hal tersebut dapat diduga adanya hubungan yang berarti antara motivasi berprestasi. pemahaman silang budaya. dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. khususnya pada aspek keberterimaan bahasa Inggris secara sosial daripada gramatikal. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan silang budaya antara budaya berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris.

usia madrasah yang relatif lebih tua. seperti terpenuhinya seluruh karakteristik populasi. Gambaran tentang keempat madrasah tersebut secara berturut-turut dapat dipaparkan sebagai berikut. MAN 4 28 . Selain karena keempat madrasah tersebut berada di wilayah Jakarta Selatan. letak dan posisi madrasah yang relatif lebih strategis dibandingkan dengan Madrasah Aliyah Negeri lainnya. status madrasah yang beragam dari Madrasah Aliyah Negeri Percontohan sampai nonpercontohan. dan 13. Ciputat Raya Pondok Pinang Jakarta Selatan. 7. A. dan beberapa keberhasilan/prestasi yang telah diraih keempat madrasah tersebut di tingkat propinsi. yakni MAN 4.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3 DESKRIPSI LATAR PENELITIAN Penelitian korelasional ini melibatkan seluruh Madrasah Aliyah Negeri di wilayah Jakarta Selatan. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta MAN 4 Jakarta yang berdiri pada tahun 1992 berada di Jl. pemilihan madrasah-madrasah tersebut dilandasi oleh beberapa alasan. 11.

Pada awal berdirinya. Muchyi sebagai kepala madrasah yang dibantu oleh beberapa orang wakil kepala madrasah dan kaepala tatausaha. seperti musholla. sehingga terpenuhi suasana akademis yang kondusif. MAN 4 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 86 orang yang terdiri dari 36 orang guru laki-laki dan 50 orang guru perempuan. laboratorium bahasa. untuk menujang kelancaran penyelenggaraan kegiatan belajar dan mengajar. Setelah kepemimpinan MAN 4 mengalami perubahan dan sekarang dipegang oleh Drs. MAN 4 Jakarta yang menempati sebidang tanah dengan luas 30. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Atas lainnya. Dewasa ini. Daud sebagai kepala madrasah. MAN 4 Jakarta tidak lagi menempati gedung yang kecil dan sempit.325 M2 dipimpin oleh Drs. MAN 4 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. Pada masa kepemimpinannya MAN 4 masih dipandang dengan sebelah mata oleh banyak pihak. Selain ruang kelas yang permanen. dan perpustakaan dengan koleksi buku berjumlah kurang lebih 2000 judul. H. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain. Pada tahun pelajaran 29 . tetapi beberapa gedung bertingkat dengan luas bangunan 4409 M2 dengan jumlah ruang belajar sebanyak 28 kelas. Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 4 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut. laboratorium IPA.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Jakarta yang menginginkan anak-anak mereka belajar dan dididik dalam susana keagamaan yang tinggi. MAN 4 Jakarta juga memperkerjakan beberapa orang sebagai tenaga administrasi dan petugas kebersihan. MAN 4 Jakarta mendapatkan status sebagai Madrasah Aliyah Negeri Percontohan. tetapi pada masa itu diletakkan dasar-dasar pengelolaan Madrasah Aliyah secara professional. Selain itu. Selain guru tetap. MAN 4 Jakarta juga dibantu oleh tenaga guru tidak tetap dengan jumlah 14 orang yang terdiri dari 4 orang guru laki-laki dan 10 orang guru perempuan.

Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. bola volly dan penyinta alam. IPS sebanyak 117 orang siswa yang terdiri dari 52 orang siswa laki-laki dan 65 orang siswa perempuan. kaligrafi. Siswa kelas tiga berjumlah 234 orang siswa yang terdiri dari 133 siswa laki-laki dan 201 siswa perempuan. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola. seni. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah berbicara di tingkat propinsi dan nasional antara lain adalah KIR. MTQ. pidato bahasa Arab. dan kepanduan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 2006-2007. tercatat sebanyak 1028 orang siswa yang terbagi dalam tiga kelas. Siswa kelas satu berjumlah 361 orang siswa yang terdiri dari 147 siswa laki-laki dan 214 siswa perempuan. ilmiah.hutup kanji bahasa Jepang. meskipun hanya pada tataran pendidikan menengah. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi tiga jurusan. seluruh siswa MAN 4 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan PMR. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyid-sholawat. debat bahasa Inggris. dan Bahasa sebanyak 89 orang siswa yang terdiri dari 29 orang siswa laki-laki dan 60 orang siswa perempuan. Siswa kelas dua berjumlah 333 orang siswa yang terdiri dari 136 siswa laki-laki dan 197 siswa perempuan. Kegiatan ilmiah mencakup kelompok ilmiah remaja (KIR) dan kajian Al-Qur. Selain kegiatan belajar di dalam ruangan atau di luar ruangan sesuai dengan jurusan masing-masing. 30 . yaitu olah raga. Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 4 Jakarta dapat dilihat pada tabel 1 berikut. dan sepak bola.an yang tergabung dalam FMIKA. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 4 Jakarta. Dengan keseimbangan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler diharapkan tujuan pendidikan nasional yang berorientasi pada pengembangan manusia seutuhnya dapat terealisasi. Secara khusus. yaitu IPA sebanyak 128 orang siswa yang meliputi 52 orang siswa laki-laki dan 76 orang siswa perempuan. agama.

Suganda Drs. 201 pr Jumlah siswa IPA : 52 lk.325 M2 4409 M2 2000 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah 8 Wakil Kepala Madrasah 9 10 11 12 13 Drs. 76 pr menurut Jurusan IPS : 52 lk. M. Drs. Ciputat Raya Pondok Pinang Jakarta Selatan 1992 30.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 1 Data Statistik MAN 4 Jakarta pada tahun pelajaran 2006-2007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta Jl. Dra.Pd. 214 pr menurut jenis Kelas II : 136 lk. H.Pd. 60 pr 31 . 197 pr kelamin Kelas III : 133 lk. 65 pr Bahasa : 29 lk. Musyahir M. Jejen Zaenudin. Muchyi Drs. Kapti Khusnani Jumlah Guru Tetap 36 orang laki-laki dan 50 orang perempuan Jumlah Guru Tidak 4 orang laki-laki dan 10 orang Tetap perempuan Jumlah tenaga 20 orang laki-laki. 9 orang administrasi perempuan Jumlah Siswa Kelas I : 147 lk.

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 7 Jakarta MAN 7 Jakarta yang berdiri pada tahun 1992 berada di JL. Penyinta Alam KIR dan FMIKA Teater dan Nasyid-Sholawat Pramuka dan PMR B. Taufik sebagai kepala madrasah yang dibantu oleh Drs. MAN 7 Jakarta yang menempati sebidang tanah dengan luas 3500 M2 dipimpin oleh Drs. MAN 7 Jakarta tidak lagi menempati gedung yang kecil dan sempit. Selain ruang kelas yang permanen. tetapi beberapa gedung bertingkat dengan luas bangunan 4000 M2 dengan beberapa ruang belajar yang layak. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Atas lainnya. MAN 7 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. Saat ini kepemimpinan MAN 7 dipegang oleh Drs. Pada awal berdirinya. laboratorium IPA. H. Dewasa ini. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain. MAN 4 Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Pasar Minggu khususnya. tetapi pada masa itu diletakkan dasar-dasar dalam pengelolaan Madrasah Aliyah secara professional.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 Kegiatan ilmiah 16 Seni 17 Kepanduan Sepak bola. laboratorium bahasa. Srengseng Sawah Pasar Minggu Jakarta Selatan. H. seperti musholla. bola volley. MAN 7 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 31 orang yang terdiri dari 17 32 . Pada masa kepemimpinannya MAN 7 masih dipandang dengan sebelah mata oleh banyak pihak. Zaenuddin Anwar sebagai kepala madrasah. Barkat Guna Harahap sebagai wakil kepala madrasah. dan perpustakaan dengan koleksi buku berjumlah kurang lebih 1303 judul. yang menginginkan anak-anak mereka dididik dalam susana keagamaan yang tinggi. dan Jakarta umumnya.

dan kepanduan. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyidsholawat. MAN 7 Jakarta juga dibantu oleh tenaga guru tidak tetap dengan jumlah 11 orang yang terdiri dari 8 orang guru laki-laki dan 3 orang guru perempuan. untuk keperluan kegiatan administrasi MAN 7 Jakarta memperkerjakan beberapa orang tenaga administrasi dan petugas kebersihan. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola. yaitu olah raga. dan kegiatan keagamaan dalam bentuk Rohis. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 7 Jakarta. Kelas satu berjumlah 113 orang siswa yang terdiri dari 63 siswa laki-laki dan 70 siswa perempuan. Kegiatan ilmiah direalisaikan dalam bentuk kelompok ilmiah remaja (KIR). seni. tercatat sebanyak 306 orang siswa yang menuntut ilmu di sekolah tersebut yang terdiri dari 141 siswa laki-laki dan 165 siswa perempuan. Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. Siswa-siswa tersebut terdistribusikan ke dalam kelas satu. Siswa kelas dua berjumlah 111 orang siswa yang terdiri dari 48 siswa laki-laki dan 63 siswa perempuan. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan 33 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan orang guru laki-laki dan 14 orang guru perempuan. dan bola volly. seluruh siswa MAN 7 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. ilmiah. Selain kegiatan belajar sesuai dengan kelas dan jurusan masing-masing sebagai kegiatan kurikuler. Siswa kelas tiga berjumlah 62 orang siswa yang terdiri dari 28 siswa laki-laki dan 34 siswa perempuan. dua. agama. dan IPS sebanyak 37 orang siswa yang terdiri dari 22 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan. Selain guru tetap. dan tiga. yaitu IPA sebanyak 25 orang siswa yang meliputi enam orang siswa laki-laki dan 19 orang siswa perempuan. Pada tahun pelajaran 2006-2007. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi dua jurusan. Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 7 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut. Secara khusus.

63 pr Kelas III : 28 lk. Barkat Guna Harahap 17 orang laki-laki dan 14 orang perempuan 8 orang laki-laki dan 3 orang perempuan 10 orang laki-laki. 15 pr 34 . Tabel 2 Data Statistik MAN 7 Jakarta pada tahun pelajaran 2006-2007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 7 Jakarta Jl. Secara khusus. 70 pr Kelas II : 48 lk. Srengseng Sawah Jakarta Selatan 1992 3500 M2 4000 M2 1303 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah 8 Wakil Kepala Madrasah 9 Jumlah Guru Tetap 10 Jumlah Guru Tidak Tetap 11 Jumlah tenaga administrasi 12 Jumlah Siswa menurut jenis kelamin 13 Jumlah siswa menurut Jurusan Drs.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan paskibra. 34 pr IPA : 6 lk. 19 pr IPS : 22 lk. Taufik Drs. H. Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 7 Jakarta dapat dilihat pada tabel 2 pada halaman berikut. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah berbicara di tingkat propinsi antara lain adalah KIR dan karate. 5 orang perempuan Kelas I : 63 lk.

H. laboratorium IPA. dan Jakarta umumnya. S2 sebanyak satu orang dan D3 sebanyak dua 35 . Penyinta Alam KIR Teater dan Nasyid-Sholawat Rohis Pramuka dan Paskibra C. 60 Lebak Bulus Cilandak Jakarta Selatan. Gandun No. MAN 11 Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Cilandak khususnya. seperti musholla. Selain ruang kelas yang permanen. Dewasa ini. MAN 11 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 35 orang yang terdiri dari 14 orang guru laki-laki dan 21 orang guru perempuan yang sebagian besar berpendidikan S1 sebanyak 32 orang. tetapi beberapa gedung bertingkat dua dengan beberapa ruang belajar yang relatif nyaman dan kondusif untuk kegiatan belajar mengingat keberadaan gedung tersebut jauh dari pusat keramaian. yang menginginkan anak-anak mereka dididik dan belajar dalam susana keagamaan yang tinggi. U. bola volley. laboratorium bahasa. Saat ini kepemimpinan MAN 11 dipegang oleh Drs. Effendi Halba sebagai kepala madrasah yang dibantu beberapa orang wakil kepala sekolah dan kepala tatausaha. dan perpustakaan dengan koleksi buku yang cukup.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 16 17 18 Kegiatan ilmiah Seni Agama Kepanduan Sepak bola. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Atas lainnya. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 11 Jakarta MAN 11 Jakarta yang berdiri pada tahun 1997 berada di Jl. MAN 11 Jakarta tidak lagi menempati gedung yang kecil dan sempit. MAN 11 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain.

MAN 11 Jakarta juga dibantu oleh beberapa tenaga guru tidak tetap yang memegang beberapa matapelajaran sesuai dengan bidang keahlian yang tidak dimiliki oleh madrasah tersebut atau sebagai tenaga pendukung. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi dua jurusan. dan kepanduan. Selain guru tetap. Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. seni.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan orang. seluruh siswa MAN 11 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola. Siswa kelas satu berjumlah 85 orang siswa yang terdiri dari 29 siswa laki-laki dan 56 siswa perempuan. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyidsholawat. ilmiah. Selain kegiatan belajar di dalam ruangan atau di luar ruangan sesuai dengan jurusan masing-masing. MAN 11 Jakarta juga memperkerjakan beberapa orang tenaga administrasi dan petugas kebersihan. Adapun untuk menunjang kegiatan administraif dan kebersihan. tercatat sebanyak 210 orang siswa yang terdiri 75 siswa laki-laki dan 135 siswa perempuan. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan paskibra. dan IPS sebanyak 33 orang siswa yang terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 17 orang siswa perempuan. Siswa kelas dua berjumlah 72 orang siswa yang terdiri dari 27 siswa laki-laki dan 45 siswa perempuan. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 11 Jakarta. yaitu olah raga. dan bola basket. yaitu IPA sebanyak 20 orang siswa yang meliputi tiga orang siswa lakilaki dan 17 orang siswa perempuan. agama. dan kegiatan keagamaan dalam bentuk Rohis. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah 36 . Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 11 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut. Siswa kelas tiga berjumlah 53 orang siswa yang terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 34 siswa perempuan. Kegiatan ilmiah direalisaikan dalam bentuk kelompok ilmiah remaja (KIR). Secara khusus. Pada tahun pelajaran 2006-2007.

Effendi Hlba 14 orang laki-laki dan 21 orang perempuan orang laki-laki dan orang perempuan 10 orang laki-laki. U. Gandun No. 17 pr IPS : 16 lk. 17 pr 37 . Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 11 Jakarta dapat dilihat pada tabel 3. 5 orang perempuan Kelas I : 29 lk.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan berbicara di tingkat propinsi antara lain adalah KIR. 60 Lebak Bulus Cilandak Jakarta Selatan 1997 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah 8 Wakil Kepala Madrasah 9 Jumlah Guru Tetap 10 Jumlah Guru Tidak Tetap 11 Jumlah tenaga administrasi 12 Jumlah Siswa menurut jenis kelamin 13 Jumlah siswa menurut Jurusan Drs. 45 pr Kelas III : 19 lk. H. 56 pr Kelas II : 27 lk. Tabel 3 Data Statistik MAN 11 Jakarta pada tahun pelajaran 20062007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 11Jakarta Jl. Mading. dan Bola Volley. 34 pr IPA : 3 lk.

MAN 13 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. Pada awal berdirinya. yang menginginkan anak-anak mereka dididik dan belajar dalam susana keagamaan yang tinggi. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Umum lainnya. Setelah memisahkan diri hingga sekarang. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain. M.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 16 17 18 Kegiatan ilmiah Seni Agama Kepanduan Sepak bola. dan Jakarta umumnya. Mereka berlatar pendidikan tingat S1 berjumlah 47 38 .M. Selain ruang kelas yang permanen. dan perpustakaan dengan koleksi buku berjumlah kurang lebih 1303 judul. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta MAN 13 Jakarta yang berdiri pada tahun 2004 berada di JL. bola basket. Penyinta Alam KIR Teater dan Nasyid-Sholawat Rohis Pramuka dan Paskibra D. laboratorium bahasa. MAN 13 Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Pasar Minggu khususnya. Dewasa ini. laboratorium IPA. MAN 4 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 51 orang yang terdiri dari 18 orang guru lakilaki dan 33 orang guru perempuan dengan tingkat pendidikan minimal S1. Hj. sebagai kepala madrasah. Nuroto sebagai wakil kepala madrasah. sebagai kepala madrasah yang dibantu dengan Drs. MAN 13 tetap dipimpin oleh Dra. MAN 13 masih menyatu dengan MAN 7 yang saat itu dipimpin oleh Dra.M. MAN 13 Jakarta menempati beberapa gedung bertingkat dengan jumlah ruang belajar sebanyak 20 kelas. Isnadiar Dekok. M. Raya Lenteng Agung Depok RT 02 RW 08 Jagakarsa Pasar Minggu Jakarta Selatan. seperti musholla. Isnadiar Dekok. Hj.

Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 13 Jakarta. Pada tahun pelajaran 2006-2007. Secara khusus. Selain kegiatan belajar di dalam ruangan atau di luar ruangan sesuai dengan jurusan masing-masing. dan bola basket. ilmiah. agama. untuk keperluan kegiatan administrasif dan kebersihan MAN 13 Jakarta memperkerjakan 15 orang tenaga administrasi dan petugas kebersihan yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyid. Selain guru tetap. Siswa kelas dua berjumlah 163 orang siswa yang terdiri dari 90 siswa laki-laki dan 73 siswa perempuan. S2 berjumlah tiga orang dan D1 berjumlah satu orang. Siswa kelas tiga berjumlah 142 orang siswa yang terdiri dari 81 siswa laki-laki dan 61 siswa perempuan. Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 13 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi tiga jurusan. dan kepanduan. MAN 13 Jakarta juga dibantu oleh tenaga guru tidak tetap dengan jumlah 27 orang yang terdiri dari 14 orang guru laki-laki dan 13 orang guru perempuan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan orang. Kegiatan ilmiah direalisaikan dalam bentuk kelompok ilmiah remaja. Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. seluruh siswa MAN 13 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. dan Bahasa sebanyak 34 orang siswa yang terdiri dari 20 orang siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan. yaitu IPA sebanyak 35 orang siswa yang meliputi 14 orang siswa laki-laki dan 21 orang siswa perempuan. Siswa kelas satu berjumlah 240 orang siswa yang terdiri dari 109 siswa laki-laki dan 131 siswa perempuan. dan 39 . seni. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola. IPS sebanyak 80 orang siswa yang terdiri dari 34 orang siswa lakilaki dan 46 orang siswa perempuan. yaitu olah raga. tercatat sebanyak 552 yang terdiri dari 277 siswa laki-laki dan 285 siswa perempuan.

Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 13 Jakarta dapat dilihat pada tabel 4. Isnadiar Dekok. 21 pr 40 . Nuroto Madrasah 9 Jumlah Guru Tetap 14 orang laki-laki dan 13 orang perempuan 10 Jumlah Guru Tidak 14 orang laki-laki dan 13 Tetap orang perempuan 11 Jumlah tenaga 10 orang laki-laki. Hj. Tabel 4 Data Statistik MAN 13 Jakarta pada tahun pelajaran 20062007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta Jl. M. 131 pr menurut jenis kelamin Kelas II : 90 lk. Raya Lenteng Agung Depok RT 02 RW 08 Jakarta Selatan 2004 6500 M2 5086 M2 1303 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah Dra. 73 pr Kelas III : 81 lk. Matematika. 5 orang administrasi perempuan 12 Jumlah Siswa Kelas I : 109 lk. Secara khusus. 61 pr 13 Jumlah siswa IPA : 14 lk.M. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah berbicara di tingkat propinsi antara lain adalah cerdas cermat IPS. dan Bola basket. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan paskibra. 8 Wakil Kepala Drs. bola Volley.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan kegiatan keagamaan dalam bentuk Rohis.

bola basket. 46 pr : 20 lk. 14 pr KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 16 17 18 Kegiatan ilmiah Seni Agama Kepanduan Sepak bola.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan menurut Jurusan IPS Bahasa : 34 lk. Penyinta Alam KIR Teater dan Nasyid-Sholawat Rohis Pramuka dan Paskibra 41 .

pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan akan disajikan secara berturut-turut dari MAN 4. terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 4 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes 42 . Berikut dipaparkan temuan data deskriptif dan hasil analisis korelasi dan regresi sederhana yang telah dilakukan. MAN 11. dan MAN 13. MAN 4 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban. 1. Deskripsi Data Tiap-Tiap Madrasah Berdasarkan tempat penelitian ini dilakukan. deskripsi data tentang motivasi berprestasi. A. MAN 7.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 4 TEMUAN PENELITIAN Setelah data yang terkumpul dihitung dengan menggunakan statistik deskriptif ditemukan beberapa nilai penting yang berguna untuk analisis korelasi dan regresi.

dan KKBI siswa MAN 4 NO RESPONDEN MTB PSB 1 MAN04001 56 48 2 MAN04002 58 50 3 MAN04003 59 52 4 MAN04004 59 52 5 MAN04005 60 54 6 MAN04006 60 54 7 MAN04007 61 56 8 MAN04008 61 56 9 MAN04009 62 58 10 MAN04010 62 58 11 MAN04011 62 58 12 MAN04012 63 60 13 MAN04013 64 62 14 MAN04014 64 64 15 MAN04015 65 64 16 MAN04016 65 66 17 MAN04017 66 66 18 MAN04018 66 66 19 MAN04019 68 68 Jumlah 1181 1112 Maksimum 68. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian hanya berasal dari 19 responden. dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap. Skor untuk ketiga variabel tersebut dipaparkan pada tabel 5.47 43 .15 58.52 KKBI 50 52 53 55 55 56 60 60 62 62 62 64 64 66 66 68 69 70 74 1168 74.00 Rata-rata 62. dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris.00 61.00 48. Tabel 5 Skor MTB.00 50.00 68. PSB.00 Minimum 56.

0 00 6 . Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan motivasi berprestasi siswa MAN 4 relatif tidak terlalu tinggi. skor terendah adalah 48. 0 80 6. skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 4 adalah 74.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Berkaitan dengan motivasi berprestasi. diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 4 adalah 68. Bagaimana gambaran repons siswa MAN 4 terhadap ketiga variabel tersebut dapat juga dilihat melalui histogram berikut. 0 60 5. 0 60 6.15. Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris. dan skor rata-ratanya adalah 58.0 20 6 . skor terendah adalah 56. berkaitan dengan pemahaman silang budaya.52. jumlah keseluruhan skor adalah 1168. Histogram MTB MAN 4 44 . 0 80 MB T Gambar 1. setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 4 adalah 68. dan skor rata-ratanya adalah 61. 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 5. Pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang mereka kuasai juga masih di bawah persyaratan ideal yang seharusnya dikuasai oleh siswa.0 40 6. dan skor rata-ratanya adalah 62. jumlah keseluruhan skor adalah 1181. jumlah keseluruhan skor adalah 1112. skor terendah adalah 50. Sebaliknya.47.

Histogram KKBI MAN 4 45 .00 60.00 50.00 65.00 55.00 65.00 70.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3 2 y c n u q e r F 1 0 45.00 55.00 75.00 KKBI Gambar 3.00 70. Histogram PSB MAN 4 7 6 5 4 y c n u q e r F 3 2 1 0 50.00 60.00 PSB Gambar 2.

Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris. dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan.60. skor terendah adalah 60. Tabel 6 Skor MTB. skor terendah adalah 60. skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 7 adalah 78. dan skor rata-ratanya adalah 66. setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 7 adalah 79.08. skor terendah adalah 54. Selengkapnya skor yang diperoleh siswa MAN 7 untuk ketiga variabel tersebut dapat dilihat pada tabel 6. terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 7 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. dan skor rata-ratanya adalah 69. dan KKBI siswa MAN 7 NO RESPONDEN MTB PSB KKBI 1 MAN07001 60 54 60 2 MAN07002 61 56 62 3 MAN07003 64 58 75 4 MAN07004 64 58 64 5 MAN07005 66 60 64 6 MAN07006 66 60 68 7 MAN07007 68 68 64 8 MAN07008 68 68 66 9 MAN07009 69 70 70 46 . MAN 7 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban. Sebaliknya. PSB.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 2. berkaitan dengan pemahaman silang budaya. Berkaitan dengan motivasi berprestasi. diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 7 adalah 80. jumlah keseluruhan skor adalah 1601. dan skor rata-ratanya adalah 70. dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap.08. jumlah keseluruhan skor adalah 1612. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah hanya berasal dari 23 responden. jumlah keseluruhan skor adalah 1520.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

10 MAN07010 11 MAN07011 12 MAN07012 13 MAN07013 14 MAN07014 15 MAN07015 16 MAN07016 17 MAN07017 18 MAN07018 19 MAN07019 20 MAN07020 21 MAN07021 22 MAN07022 23 MAN07023 Jumlah Maksimum Minimum Rata-rata

70 70 70 71 73 73 74 74 76 76 78 71 71 79 1612 79.00 60.00 70.08

72 68 72 66 65 74 66 66 70 64 76 78 66 65 1601 80.00 60.00 69.60

70 66 72 66 70 68 68 70 74 74 76 76 78 80 1520 78.00 54.00 66.08

Bila skor di atas ditampilkan dalam bentuk gambar atau histogram, akan makin jelas bagaimana distribusi skor yang diperoleh siswa MAN 7 untuk ketiga variabel tersebut.
6

5

4

3

y c n u q e r F
2 1 0 6. 0 0 0 6. 0 5 0 7. 0 0 0 7. 0 5 0 8. 0 0 0

MB T

Gambar 4. Histogram MTB MAN 7

47

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

10

8

6

y c n u q e r F

4

2

0 50.00 55.00 60.00 65.00 70.00 75.00 80.00

PSB

Gambar 5. Histogram PSB MAN 7

5

4

3

y c n u q e r F

2

1

0 60.00 65.00 70.00 75.00 80.00

KKBI

Gambar 6. Histogram KKBI MAN 7

48

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

3. MAN 11 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban, terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 11 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris; dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap; dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian hanya berasal dari 18 responden. Berkaitan dengan motivasi berprestasi, setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 11 adalah 75, skor terendah adalah 63, jumlah keseluruhan skor adalah 1239, dan skor rata-ratanya adalah 68.83. Sebaliknya, berkaitan dengan pemahaman silang budaya, diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 11 adalah 74, skor terendah adalah 56, jumlah keseluruhan skor adalah 1176, dan skor rata-ratanya adalah 65.33. Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris, skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 11 adalah 80, skor terendah adalah 60, jumlah keseluruhan skor adalah 1266, dan skor rata-ratanya adalah 70.33. Data lengkap mengenai skor yang diperoleh siswa MAN 11 untuk ketiga variabel dapat dilihat pada tabel berikut 7. Adapun visualisasi skor yang diperoleh siswa dalam bentuk gambar, untuk memperjelas bagaimana distribusi skorskor tersebut dapat dilihat pada histogram/gambar 7-9. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan motivasi berprestasi siswa MAN 11 relatif tinggi; begitu juga dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris mereka. Tetapi untuk variabel kedua, skor yang mereka peroleh menunjukkan bahwa pemahaman silang budaya mereka relatif tidak terlalu tinggi. Secara umum siswa MAN 11 memiliki potensi yang relatif besar untuk menguasai kemampuan berbahasa Inggris sebagaimana yang dipersyaratkan dalam kurikulum 2004.
49

PSB.33 KKBI 60 64 64 68 68 70 70 69 72 72 75 74 74 76 66 66 78 80 1266 80. dan KKBI siswa MAN 11 NO RESPONDEN MTB PSB 1 MAN011001 63 56 2 MAN011002 64 65 3 MAN011003 65 58 4 MAN011004 66 67 5 MAN011005 66 60 6 MAN011006 68 64 7 MAN011007 69 62 8 MAN011008 69 64 9 MAN011009 69 64 10 MAN011010 70 66 11 MAN011011 70 66 12 MAN011012 72 68 13 MAN011013 72 68 14 MAN011014 73 70 15 MAN011015 67 67 16 MAN011016 67 65 17 MAN011017 74 72 18 MAN011018 75 74 Jumlah 1239 1176 Maksimum 75.00 56.00 Minimum 63.00 70.33 50 .83 65.00 60.00 Rata-rata 68.00 74.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 7 Skor MTB.

00 70.00 65.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 6 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 62.50 70.00 M TB Gambar 7.00 60.00 PSB Gambar 8.50 65. Histogram PSB MAN 11 51 . Histogram MTB MAN 11 6 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 55.50 75.00 67.00 72.00 75.

terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 13 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian hanya berasal dari 18 responden.00 KKBI Gambar 9. dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap.00 75. Data lengkap mengenai skor yang diperoleh siswa MAN 13 dapat dilihat pada tabel berikut.00 80. dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan.00 70. Histogram KKBI MAN 11 3. MAN 13 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban.00 65.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 4 3 2 y c n u q e r F 1 0 60. 52 .

dan skor 53 . skor terendah adalah 50.00 50.30. untuk pemahaman silang budaya.00 75. jumlah keseluruhan skor adalah 1246.00 Rata-rata 62. jumlah keseluruhan skor adalah 1253. Sebaliknya. dan skor rata-ratanya adalah 62. skor terendah adalah 51.90 Berkaitan dengan motivasi berprestasi.30 62.00 50.65 KKBI 50 54 60 60 56 62 64 64 64 66 66 68 68 56 70 58 69 72 57 74 1258 74. PSB. setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 13 adalah 73. dan KKBI siswa MAN 13 NO RESPONDEN MTB PSB 1 MAN013001 54 50 2 MAN013002 56 53 3 MAN013003 57 56 4 MAN013004 58 56 5 MAN013005 51 58 6 MAN013006 59 58 7 MAN013007 59 60 8 MAN013008 61 60 9 MAN013009 64 62 10 MAN013010 64 62 11 MAN013011 62 64 12 MAN013012 62 64 13 MAN013013 66 66 14 MAN013014 65 66 15 MAN013015 68 68 16 MAN013016 65 68 17 MAN013017 73 70 18 MAN013018 69 65 19 MAN013019 63 72 20 MAN013020 70 75 Jumlah 1246 1253 Maksimum 73. diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 13 adalah 75.00 62.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 8 Skor MTB.00 Minimum 51.

Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan motivasi berprestasi siswa MAN 13 relatif tidak terlalu tinggi.00 70. akan makin jelas bagaimana distribusi skor yang diperoleh siswa MAN 13 untuk ketiga variabel tersebut seperti berikut.00 65. 4 3 2 y c n u q e r F 1 0 50. skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 13 adalah 74.00 MTB Gambar 10.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan rata-ratanya adalah 62.00 75. bila skorskor tersebut di atas dikonversikan ke dalam bentuk gambar. dan skor rata-ratanya adalah 62.00 60. Selanjutnya.90. skor terendah adalah 50. begitu juga dengan pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris mereka.00 55. Secara umum siswa MAN 11 masih memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk menguasai kemampuan berbahasa Inggris sebagaimana yang dipersyaratkan dalam kurikulum 2004. Histogram MTB MAN 13 54 .65. jumlah keseluruhan skor adalah 1258.

00 70.00 PSB Gambar 11.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 7 6 5 4 y c n u q e r F 3 2 1 0 50. Histogram PSB MAN 13 7 6 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 50.00 60.00 60.00 65.00 75.00 KKBI Gambar 12.00 55.00 70.00 75.00 55.00 65. Histogram KKBI MAN 13 55 .

Apa yang mereka kuasai masih berada di bawah peryaratan ideal yang harus dikuasai siswa.88. skor terendahnya 50.029 49.418 30. 11.75 6.00 KKBI 5271 50.00 3 Maksimum 79. diperoleh jumlah keseluruhan skor adalah 5061. dan skor rata-ratanya adalah 65. Jadi.88 7. dan skor rata-ratanya adalah 63. Untuk pemahaman silang budaya.00 8 Median 66. dan skor rataratanya adalah 65. Tabel 9. data deskriptif untuk keempat madrasah tersebut dapat dilihat pada tabel 9.00 78.97 63.00 64. Statistik Deskriptif untuk Ketiga Variabel NO SKOR MTB PSB 1 Jumlah 5278 5061 2 Minimum 51. 7. jumlah keseluruhan skor adalah 5271.00 56 .00 66.515 6 Varians 33.97. Selengkapnya.449 7 Range 28.00 30.26 5 Std.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan B.26. Deskripsi Data Gabungan Keempat Madrasah Berdasarkan data gabungan keempat MAN yang terlibat dalam penelitian.088 42. skor terendahnya adalah 51. skor tertingginya adalah 79. dan 13 relatif tidak terlalu tinggi.00 48. skor terendahnya adalah 48.00 4 Rata-rata 65. skor tertingginya adalah 80. diperoleh bahwa jumlah keseluruhan skor untuk motivasi berprestasi adalah 5278. Adapun berkenaan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. secara keseluruhan gabungan data tersebut menunjukkan bahwa motivasi berprestasi siswa MAN 4. Deviasi 5.00 80.00 65. Hal yang sama juga terjadi pada pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris mereka. skor tertingginya 78.

00 3 3.3 70.00 5 6.5 5.0 5.3 78.00 4 5.0 5.00 2 2.5 28.3 6.8 65.00 7 8.00 6 7.0 Tabel 11.0 62.0 74.5 98.5 73.3 1.5 7.00 1 1.5 78.00 1 1.3 2.0 57 .3 63.3 76.3 58.00 1 1.0 60.8 32.3 1.8 8.00 2 2.3 1.5 2.5 85.3 79.8 61.8 17.0 71.00 5 6.8 65.0 93.8 3.3 1.00 1 1.00 3 3.8 72.5 2.8 67.5 2.0 100.8 3. Distribusi Frekuensi untuk MTB Gabungan Valid SKOR Frequency Percent Percent 51.00 3 3.3 6.00 5 6.00 4 5.8 82.8 13.00 2 2.3 47.0 97.00 4 5.00 2 2.3 56.3 1.5 2.8 95.00 5 6.5 22. Cumulative Percent 1.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Berdasarkan skor kasar yang diperoleh siswa dan statistik deskriptif di atas dibuatlah table frekuensi dan histogram untuk masing-masing varibel sebagai berikut .3 66.8 3.3 1.3 6.00 7 8.8 75. Tabel 10.00 2 2.3 8.5 56.3 Total 80 100.00 3 3.5 71.0 6.3 58.3 6.8 8.00 1 1.8 64.8 3.0 5.5 59.8 100.0 90.00 1 1.5 41.3 69.5 2.5 57.3 54.5 68.

3 3.5 7.8 28.00 1 1.3 78.8 93.00 5 6.0 100.00 3 3.00 4 5.00 4 5.8 13.0 60.00 8 10.3 50.3 18.3 54.00 6 7.5 2.0 74.00 11 13.3 6.8 88.0 5.8 36.5 53.5 52.5 11.3 Total 80 100.00 2 2.00 6 7.5 98.0 Cumulative Percent 1.00 8 10.3 1.3 97.0 64.8 67.0 70.0 5.0 10.0 10.00 1 1.8 6.3 41.00 2 2.8 83.0 65.00 1 1.0 10.8 96.3 57.00 1 1.00 2 2.8 3.5 58.5 68.5 2.3 1.8 100.3 51.3 73.5 62.8 56.3 1.5 75.0 72.5 7.0 5.5 2.3 7.0 Tabel 12.5 71.3 76.00 4 5.00 1 1.3 66.00 2 2. Distribusi Frekuensi untuk KKBI Gabungan 58 .00 8 10.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Distribusi Frekuensi untuk PSB Gabungan Valid SKOR Frequency Percent Perce nt 48.3 1.3 1.5 2.

5 100.00 59.8 12.3 1.5 2.8 78.5 1.0 6.0 65.00 53.8 10.3 1.5 7.5 7.00 69.00 76.00 70.5 3.8 5.00 67.3 1.5 1.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan SKOR Frequency 50.8 2.3 1.8 2.5 7.0 Valid Percent 2.00 55.5 1.00 74.0 3.5 11.0 Cumulative Percent 2.5 2.3 8.3 2.00 66.3 30.8 12.8 55.00 62.5 16.3 10.0 2.3 88.00 54.3 2.00 68.3 2.5 1.00 60.5 11.5 53.0 68.8 10.8 26.3 1.0 97.00 78.00 58.3 95.5 2.00 52.5 3.0 3.00 75.3 18.5 2.0 42.8 2.3 1.8 2.5 100.5 3.00 56.5 3.00 57.00 72.5 100.00 80.00 Total 2 1 1 1 2 1 2 3 2 6 3 10 9 1 8 3 8 2 6 2 3 2 2 80 Percent 2.3 2.5 7.3 10.0 59 .5 3.0 2.5 3.5 3.8 10.8 81.00 64.0 12.8 91.

0 5 0 7 .0 0 0 7 .0 5 0 8 .0 0 0 5 .0 0 0 8 .0 0 0 5 .0 5 0 6 .0 0 0 6 . Histogram MTB Gabungan 2 0 1 5 1 0 y c n u q e r F 5 0 4 .0 0 0 7 .0 0 0 PB S Gambar 14.0 0 0 MB T Gambar 13. Histogram PSB Gabungan 60 .0 0 0 6 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 1 4 1 2 1 0 8 y c n u q e r F 6 4 2 0 5 .

sedangkan pemeriksaan homogenitas tidak dilakukan dengan alasan data yang diperoleh diasumsikan berasal dari populasi yang homogen.0 65 .00 8 0 0. 61 .0 K B K I Gambar 15.00 7 . terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan terhadap normalitas. 1.0 60 0 . dan linearitas data.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 1 2 1 0 8 6 y c n u q e r F 4 2 0 5 0 0. Histogram KKBI Gabungan C. Dalam penelititan ini yang akan dilakukan adalah pemeriksaan normalitas dan linearitas data. homogenitas.0 5 0 5. Persyaratan Analisis Data Sebelum pengujian hipotesis penelitian dilakukan. Uji Normalitas Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah sample berasal dari populasi berdistribusi normal atau tidak.0 0 0 7 5.

00 0.953 5 0. berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat dilakukan pengujian terhadap dua hipotesis kenormalan yang berbunyi: Ho: sample tidak berasal dari populasi berdistribusi normal H1 : sample berasal dari populasi berdistribusi normal Adapun kriteria pengujian hipotesis yang digunakan adalah tolak Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih besar dari taraf signifikansi yang ditentukan yakni 0.843 64.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Untuk itu.248 68. Tabel 13 Uji Normalitas Y (KKBI) berdasarkan X1(MTB) Shapiro-Wilk MTB Statistic df Sig.00 0. Pada tabel di atas diperoleh bahwa seluruh kelompok data kemampuan komunikatif 62 .190 70.619 7 0. data yang diperoleh dihitung dengan mengggunakan statistik Shapiro-Wilk di mana data kemampuan komunikatif bahasa Inggris dikelompokkan berdasarkan distribusi frekuensi data motivasi berprestasi.897 5 0.363 Selanjutnya.00 0.863 4 0.893 3 0.608 71.00 0.556 63.00 0.409 BI 60.934 6 0.395 66.893 3 0.298 73.924 5 0.783 7 0.871 3 0.00 0.05.00 0.163 74.00 0. sebaliknya terima Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih kecil daripada taraf signifikansi yang ditentukan. KK 59.993 3 0.00 0.272 62.730 5 0.00 0. Hasil analisisnya dapat dilihat pada tabel berikut.00 0.228 65.00 0.363 61.828 4 0.758 69.895 4 0.00 0.00 0.

00 0.00 0. berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat dilakukan pengujian terhadap dua hipotesis kenormalan yang berbunyi: Ho: sample tidak berasal dari populasi berdistribusi normal H1 : sample berasal dari populasi berdistribusi normal Adapun kriteria pengujian hipotesis yang digunakan adalah tolak Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih besar daripada taraf signifikansi yang ditentukan yakni 0.889 8 0.863 8 0.00 0.941 5 0. Tabel 14 Uji Normalitas Y (KKBI) berdasarkan X2(PSB) Shapiro-Wilk PSB Statistic df Sig.421 I 58.939 Selanjutnya.363 KKB 56.128 60.163 – 0.381 65.911 11 0. maka hasilnya dapat dilihat pada tabel 14. maka hipotesis nol yang berbunyi sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal ditolak. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa data yang diperoleh berasal dari populasi yang berdistribusi normal.670 66.05.916 4 0.513 72.00 0.05.230 70. 54.827 4 0.914 8 0. Jika kelompok data kemampuan komunikatif bahasa Inggris dikelompokkan berdasarkan distribusi frekuensi pemahaman silang budaya. Karena signifikansi tersebut jauh lebih besar daripada taraf signifikansi 0.00 0.00 0.496 6 0.893 3 0.00 0.00 0. 63 .843.00 0.250 68.392 62.00 0.987 4 0.00 0.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan bahasa Inggris memperoleh taraf signifikansi antara 0.640 6 0.161 64.

maka hipotesis nol yang berbunyi sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal ditolak.239 0. Pada tabel di atas diperoleh seluruh kelompok data kemampuan komunikatif bahasa Inggris memperoleh taraf signifikansi antara 0. Tabel 15 Anova untuk Uji Linearitas Sum of Squares df 24 Mean Square 125. data yang diperoleh dihitung dengan mengggunakan statistik F dan analisis varians.147 320. Uji Linearitas Uji linearitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh membentuk garis lurus atau tidak.000 23 55 79 13.85 0. Uji linearitas ini dilakukan melalui pengujian dua hipotesis linearitas yang berbunyi.709 893. Karena signifikansi tersebut jauh lebih besar daripada taraf signifikansi 0.66 0. Maka dapat dikatakan.72 Sig.647 Within Groups Total Selanjutnya. Hasilnya terdapat pada tabel 15 pada halaman berikut. berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat dilakukan pengujian terhadap dua hipotesis kelinearan 64 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan sebaliknya terima Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih kecil daripada taraf tersebut. data yang diperoleh berasal dari populasi yang berdistribusi normal. 2. 0.452 F 7.131 3903.161 – 0.987 1 2690.944 16.857 2690.939.000 KKBI * MTB Between Groups Combine d Linearity Deviatio n from Linearity 3010.05. Ho: Linearitas tidak terpenuhi H1: Linearitas terpenuhi Untuk itu.147 165.

terdapat tiga hipotesis yang diuji. b) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Karena signifikansi tersebut jauh lebih kecil daripada taraf signifikansi 0. 1. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan normalitas data. Pengujian Hipotesis Penelitian Pengujian hipotesis penelitian dilakukan melalui statistik regresi dan korelasi sederhana. Hubungan Motivasi Berprestasi dan Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Setelah nilai-nilai yang diperlukan dihitung.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan tersebut. dan c) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. yakni: a) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. homogenitas. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa data yang diperoleh berasal populasi yang membentuk garis lurus atau linear. maka hipotesis nol yang berbunyi linearitas tidak terpenuhi ditolak. 65 . Pada tabel di atas diperoleh bahwa taraf signifikansi untuk uji linearitas adalah 0. diperoleh bahwa koefisien korelasi antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif siswa MAN di Jakarta Selatan adalah 0. D.05.830 seperti berikut. Berkenaan dengan penelitian ini. Pemilihan statistik ini didasari oleh terpenuhinya beberapa persyaratan analisis yang berhubungan dengan pemeriksaan linearitas.00. Adapun kriteria pengujian hipotesis yang digunakan adalah terima Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih besar dari taraf signifikansi yang ditentukan yakni 0.05. pemahaman silang budaya. sebaliknya tolak Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih kecil daripada taraf signifikansi yang ditentukan.

(2-tailed) 0. Jika nilai r hitung lebih tinggi daripada r tabel. terlebih dahulu perlu dilakukan pengujian terhadap keberartian koefisien tersebut dengan membandingkannya dengan nilai kritis koefisien korelasi dari Pearson. dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien determinasinya sebesar 68. Oleh karena itu. 220 yang jauh di bawah nilai r hitung 0. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 16 Hasil Analisis Korelasi antara MTB dan KKBI KKBI KKBI Pearson Correlation 1 Sig. 66 .000 80 1 0. dan terima hipotesis nol jika koefisien korelasi tidak berarti. (2-tailed) 0. Ini menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0. Pada tabel Nilai Kritis Pearson dengan taraf signifikasi 0.89%.830.05 dan jumlah sampel sebanyak 80 orang siswa. maka r hitung benar-benar sangat berati dan dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.830 0.830 Sig.830 benar-benar sangat berarti dan dapat digunakan untuk menolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.0 N 80 MTB Pearson Correlation 0.0 80 Supaya koefisien korelasi yang dihasilkan benar-benar dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. diperoleh nilai r tabel sebesar 0. jika koefisien korelasi yang diperoleh benar-benar berarti.000 N 80 MTB 0.

697X 1 seperti pada tabel berikut. Tidak diragukan lagi. 67 .697X1 tersebut menunjukkan pola hubungan linear sebagaimana terlukiskan dalam diagram pencar pada halaman berikut.052 .22 + 0.00 t Sig.22 + 0.679 SE 3. Adapun untuk melihat apakah persamaan regresi tersebut benar-benar berarti. diperoleh persamaan garis regresi sederhana Ŷ = 21.423 .697X1 tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0. perlu dilakukan pemeriksaan terhadap signifikansinya melalui statistik F dan analisis varians. persamaan garis regresi Ŷ = 21.00 .05. Berdasarkan hasil analisis regresi Y atas X1.830 Standardized Coefficients Beta 6.148 .200 13.221 0. Tabel 17 Koefisien regresi Y atas X1 Model 1 (Constant ) KKBI Unstandardized Coefficients B 21.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Selanjutnya. untuk melihat bagaimankah pola hubungan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan perlu dilakukan pengujian terhadap persamaan garis regresi yang dihasilkan.22 + 0. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 21.

05 dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut 78.0 0 0 5 .22 + 0.22 + 0. 0 50 7 .866 Berdasarkan hasil analisis varians yang dilakukan. Oleh karena itu. 0 50 8 .697X1 sangat berarti.0 0 0 Os r e b ev d L er in a 7 .950 79 F 172. yakni sebesar 3.22 + 0.0 0 0 5 .866 seperti pada tabel 18 di atas.212 Residual 812.0 0 0 MB T Gambar 16. Sesuai dengan hasil keseluruhan analisis di atas. dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan.697X 1 tidak berarti dapat ditolak.0 5 0 7 . diperoleh nilai F sebesar 172.96.0 0 0 5. Hasil tersebut jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0.420 Total 2613.0 0 0 7.0 5 0 6 .0 0 0 6 . yang berbentuk makin 68 . hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 21.738 78 10.212 1 1801. Diagram pencar untuk Ŷ = 21.0 0 0 6. 0 50 6 .697X1 Tabel 18 Analisis Varians untuk Regresi Y atas X1 Sum of Mean df Model Squares Square 1 Regression 1801. sehingga dapat dinyatakan bahwa persamaan regresi Ŷ = 21. Hal ini bermakna bahwa kemampuan komunikatif bahasa Inggris sangat tergantung pada motivasi berprestasi siswa.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KB KI 8 .0 5 0 5 .

makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris. Umpamanya. Selain itu. 2. (2-tailed) 0.07.89% dapat dijelaskan oleh motivasi berprestasi siswa melalui persamaan regresi Ŷ = 21.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan tinggi motivasi berprestasi siswa.000 N 80 PSB 0. Supaya koefisien korelasi yang dihasilkan benar-benar dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. peningkatan dan penurunan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan 68.697X1. (2-tailed) 0.0 N 80 PSB Pearson Correlation 0.697 (50) = 56. Tabel 19 Hasil Analisis Korelasi antara PSB dan KKBI KKBI KKBI Pearson Correlation 1 Sig.000 80 1 0. diperoleh bahwa koefisien korelasi antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif siswa MAN di Jakarta Selatan adalah 0. terlebih dahulu perlu dilakukan pengujian terhadap keberartian koefisien tersebut dengan membandingkannya dengan nilai kritis koefisien korelasi dari Pearson. Hubungan Pemahaman Silang Budaya dan Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Setelah nilai-nilai yang diperlukan dihitung.740 0.22 + 0.0 80 Jika nilai r hitung lebih tinggi daripada r tabel.740 Sig.740 seperti pada tabel halaman berikut.22 + 0. bila X1 =50. maka r hitung benar-benar sangat berati dan dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya 69 . diperkirakan terdapat peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebesar 21.

diperoleh persamaan garis regresi sederhana Ŷ = 18.740 benar-benar sangat berarti dan dapat digunakan untuk menolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.740 t 3. Selanjutnya. dan terima hipotesis nol jika koefisien korelasi tidak berarti. Beta .05 dan jumlah sampel sebanyak 80 orang siswa. dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien determinasinya sebesar 54. 220 yang jauh di bawah nilai r hitung 0.00 .00 Tidak diragukan lagi.740. persamaan garis regresi Ŷ = 18. Model B SE 1 Constant KKBI 18. Tabel 20 Koefisien regresi Y atas X2 Unstandardized Coeff.686X2 tersebut menunjukkan pola hubungan linear sebagaimana terlukiskan dalam diagram pencarnya berikut. untuk melihat bagaimankah pola hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan perlu dilakukan pengujian terhadap persamaan garis regresi yang dihasilkan.865 9.76%.077+ 0.686X2 seperti pada tabel berikut. Ini menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0. jika koefisien korelasi yang diperoleh benarbenar berarti.071 Standard Coeff.077+ 0. . 70 . Oleh karena itu. Berdasarkan hasil analisis regresi Y atas X2.715 Sig. Pada tabel Nilai Kritis Pearson dengan taraf signifikasi 0.677 .077 . diperoleh nilai r tabel sebesar 0.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.686 4.

perlu dilakukan pemeriksaan terhadap signifikansinya melalui statistik F dan analisis varians.00 5 0. 1517.00 6 0.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan K B K I 8 0.686X2 berarti atau tidak. Diagram pencar untuk Ŷ = 18.141 Res.686X2 Untuk melihat apakah persamaan regresi Ŷ = 18.00 65 .686X2 tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0.00 O bserve d Lin r ea 75 0 . Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 18. 1836.0 70 0 .00 55.077+ 0.141 1 1836.077 + 0.077+ 0.00 7 0 0.0 75 . Tabel 21 Analisis Varians untuk Regresi Y atas X2 Sum of Mean df Model Squares Square 1 Reg.488 79 F 94.347 78 19.05.453 Total 3353.00 MB T Gambar 17.00 5 5.00 8 0.00 60 .0 65 .00 5 0.388 71 .

96. diketahui bahwa persamaan garis regresi ganda untuk ketiga variabel tersebut adalah Ŷ = -2.377. Hubungan antara Motivasi Berprestasi (X1). 3. Hasil tersebut jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0. Pemahaman Silang Budaya (X2). Hal itu bermakna kemampuan komunikatif bahasa Inggris sangat tergantung pada pemahaman silang budaya siswa. diperoleh nilai F sebesar 94. Oleh karena itu. Umpamanya.077+ 0.686 (50) =52.077+ 0. Selain itu. Sesuai dengan hasil keseluruhan analisis di atas. pemahaman silang budaya. yakni sebesar 3.077+ 0. 72 .686X2 tidak berarti dapat ditolak. dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan.799X1 + 0.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Berdasarkan hasil analisis varians yang dilakukan.686X2. perlu diketahui terlebih dahulu koefsien korelasi ganda yang diperoleh melalui rumus: R2 = 2 JK(Reg)/Σy . diperkirakan terdapat peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebesar 18. dan Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris (Y) Untuk menguji hipotesis ketiga yang berbunyi ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris.388 seperti pada tabel 21 di atas. peningkatan dan penurunan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan 54. bila X2 =50. Persamaan tersebut diperoleh dari nilai-nailai dari tabel berikut.240X2.686X2 sangat berarti. hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 18.76% dapat dijelaskan oleh pemahaman silang budaya siswa melalui persamaan regresi Ŷ = 18. sehingga dapat dinyatakan bahwa persamaan regresi Ŷ = 18. Penggunaan rumus tersebut tentu saja memerlukan nilai-nilai yang diperoleh dari persamaan garis regresi linear ganda dan analisis variansnya. Berdasarkan data-data yang sudah diperoleh.077+ 0.05 dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut 78.043+ 0.

043+ 0.740 2 1381. tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0. Oleh karena itu.201 seperti pada tabel 23 berikut. Berdasarkan hasil analisis varians yang dilakukan. Beta .240X2.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 22 Koefisien regresi Y atas X1 dan X2 Unstandard.05 dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut 78. Tabel 23 Analisis Varians untuk regresi Y atas X1 dan X2 Sum of Mean Model df Squares Square 1 Reg.821 Total 3903. sehingga dapat dinyatakan bahwa persamaan regresi Ŷ = -2.223 t -.043+ 0.408 6.684 .201 Nilai F sebesar 93.370 Res.495 2. berarti atau tidak.240X2 sangat berarti.007 .240 5. diperoleh nilai F sebesar 93.123 .240X2.799X1 + 0.109 Standard.043+ 0. yakni sebesar 3.030 Untuk melihat apakah persamaan regresi Ŷ = -2.799X1 + 0. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = -2.213 Sig.043 .05.000 .988 79 F 93.799X1 + 0.201 ternyata jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0. Coefficients Model B SE 1 Constant MTB PSB -2.240X2 tidak berarti dapat ditolak.799 .043+ 0.799X1 + 0.654 . hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = -2. Hubungan 73 . 2762. Coeff.247 77 14. perlu dilakukan pemeriksaan terhadap signifikansinya melalui statistik F dan analisis varians. . 1141.96. Hal itu bermakna kemampuan komunikatif bahasa Inggris sangat tergantung pada motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa.

05.R2)/(n-k-1).71 sangat berarti. Keberartian korelasi ganda ganda dapat juga dilihat melalui korelasi parsil antar ketiga variabel tersebut dengan mengontrol salah satu dari variabel bebasnya.258.240X2. Berdasarkan anaslisis dilakukan diperoleh korelasi parsil untuk ketiga variabel tersebut seperti yang tertuang dalam tabel berikut. sehingga dapat dinyatakan bahwa koefisien korelasi ganda sebesar 0.258 jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0. 74 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan ketiga variabel tersebut dapat dilihat dari besarnya koefisien korelasi ganda yang diperoleh. Ternyata nilai F sebesar 94. Sesuai dengan hasil keseluruhan analisis di atas. untuk mengetahui apakah R2 sebesar 0.11. Hasil perhitungan statistik F di atas memperlihatkan nilai sebesar 94. Selanjutnya. yakni JK(Reg)/Σy2 = 2762. peningkatan dan penurunan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan 50. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan.05 dengan dk pembilang 2 dan dk penyebut 77. hipotesis nol yang berbunyi bahwa koefisien korelasi ganda tidak berarti dapat ditolak. dan koefisien determinasinya adalah sebesar 50. Oleh karena itu.71. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris.71 berarti atau tidak. yakni sebesar 3.41%.043+ 0. Hubungan tersebut berbentuk makin tinggi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa.799X1 + 0. dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa koefisien korelasi ganda tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0.988 = 0.41% dapat dijelaskan secara bersama-sama oleh motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa melalui persamaan regresi ganda Ŷ = -2. Selain itu. perlu dilakukan pemeriksaan signifikansinya melalui statistik F = (R2/k)/{(1.740/3903.

di mana X1 dikontrol).245 1.000 0 0 MTB 0 0 0.6889 – 0.11% dipengaruhi oleh oleh aneka ragam tingkat pemahaman silang budaya siswa. Koefisien Korelasi Parsil Antara Y.000 0.595 1. Artinya hubungan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan diduga 61.245 1. 75 .06 = 0. diperoleh selisih sebesar 0. Artinya hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan diduga 61. di mana X2 dikontrol).1936.3540 = 0.5476 – 0. yang merupakan turunnya daya ramal X2 terhadap Y. Bila kita bandingkan antara koefisien diterminasi antara motivasi berprestasi dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris (antara Y dan X1). Keberartian tersebut diperoleh melalui selisih koefisien diterminasi korelasi sederhana dengan korelasi parsilnya.595 PSB 0.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 24. X1 dan X2 Variabel yang dikontrol MTB PSB KKBI PSB KKBI MTB KKBI 1.000 0.11% dipengaruhi oleh oleh aneka ragam tingkat motivasi berprestasi siswa. diperoleh selisih sebesar 0. dengan koefisien diterminasi korelasi parsil antara motivasi berprestasi dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris dengan pemahaman silang budaya dikontrol (Y dan X1. yang merupakan turunya daya ramal X1 terhadap Y.000 Berdasarkan korelasi parsil ini. Sebaliknya.6111. dapat diketahui keberartian salah satu variabel di dalam menentukan hubungan antara dua variabel lainnya. jika korelasi diterminasi antara kemampuan komunikatif bahasa Inggris dan pemahaman silang budaya (Y dan X1) dengan korelasi diterminasi antara kemampuan komunikatif bahasa Inggris dan pemahaman silang budaya di mana motivasi berprestasi dikontrol ((Y dan X2.

dan 3) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 2) terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di 76 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 5 PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. dan penerimaan ketiga hipotesis alternatif yang berbunyi: 1) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 2) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Ketepatan Hipotesis Pengujian persyaratan analisis dan hipotesis penelitian pada bab terdahulu memperlihatkan bahwa asumsi-asumsi yang diturunkan dari kerangka konseptual tidak menyimpang dan bertolak belakang. Ketepatan asumsi-asumsi tersebut dapat dilihat dari penolakan terhadap ketiga hipotetsis nol yang berbunyi: 1) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.

motivasi berprestasi berhubungan secara signifikan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien korelasinya sebesar 0. Akhirnya.740 dan koefisien diterminasinya sebesar 0.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Jakarta Selatan. ketepatan asumsi-asumsi dalam penelitian ini juga tampak pada penolakan hipotesis nol lain yang berbunyi bahwa motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya tidak dapat dijadikan sebagai prediktor terhadap kemampuan komunikatif siswa bahasa Inggris MAN di Jakarta Selatan.5476. motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya secara bersama-sama memiliki 77 .76%.. Selain itu.686X2. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.077+ 0. Dengan kata lain. dan penerimaan terhadap hipotesis alternatif yang berbunyi bahwa motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya dapat dijadikan sebagai prediktor terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Hal itu berarti bahwa kontribusi motivasi berprestasi terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan adalah sebesar 68.89%. pemahaman silang budaya berhubungan secara signifikan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien korelasinya sebesar 0.89% penurunan dan peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dapat dijelaskan oleh motivasi berprestasi melalui persamaan regresi Ŷ = 21. Kedua. Dengan kata lain. dapat dijelaskan tiga hal penting berkenaan dengan hubungan antara ketiga variabel penelitian ini. Ketiga. Pertama. dan 3) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Hal itu berarti bahwa kontribusi pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan adalah sebesar 54.6889.22 + 0. 54.76% penurunan dan peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dapat dijelaskan oleh pemahaman silang budaya melalui persamaan regresi Ŷ = 18.830 dan koefisien diterminasinya sebesar 0.697X1. 68.

emotions or desire that moves one to a particular action. h. from http://chiron.valdosta. or want) that serves to activate or energize behavior and give it direction”.edu/ whuitt/col/ motivation/motivate. B. desire. motivasi dianggap sebagai dorongan yang menggerakkan seseorang untuk meraih sesuatu.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan hubungan yang signifikan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien korelasinya sebesar 0. 132. 1994). 29 Huitt. Principles of Language Learning and Teaching (Englewood Clifts: Prentice Hall Regents. Temuan Teoretis Secara umum. seperti lapar dan rasa sakit.41% penurunan dan peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dapat dijelaskan oleh motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya melalui persamaan regresi Ŷ = -2.41%.29 H. motivation refers to the choices people make as to what experiences or goals they will approach or avoid. atau dapat juga berbentuk tujuan atau keinginan yang akan dicapai. Adapun pengertian motivasi yang banyak dipedomani berbunyi “Motivation is commonly thought of as inner drive. and the degree of effort they will exert in that respect”28 Pengertian lain yang tidak jauh berbeda dengan pandangan tersebut dibaerikan oleh Huitt yang mengatakan “motivation is an internal state or condition (sometimes described as a need.043+ 0.240X2.799X1 + 0. “Motivation to learn: An overview” Educational Psychology Interactive. W. impulse. 2 78 28 . GA: Valdosta State University. Dengan kata lain. Hal itu berarti bahwa kontribusi motivasi berprestadi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan adalah sebesar 50. h.html.5041. Douglas Brown. Dorongan itu dapat berbentuk respons fisik terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan atau menyakitkan. or in more technical terms. 50.710 dan koefisien diterminasinya sebesar 0. Retrieved [date]. Valdosta.

umpamanya. Ausubel menjelaskan enam jenis dorongan yang dimiliki oleh seseorang. 1968). Bila demikian. Wikipedia. Motivasion: Theories and Principles (New Jersy: Prentice Hall. motivasi berprestasi merupakan dorongan yang dimiliki individu untuk memperoleh hasil yang berarti. Secara lebih rinci. 32 Anonymous. 2006. h. mengatasi berbagai kesulitan belajar. Educational Psychology: A cognitive view (New York: Holt. Rinehart & Winston. dapat juga diartikan menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. 2) membiasakan diri. 368-9. 5) memperoleh pengetahuan. 291. dalam hal ini. 3) melakukan pekerjaan. mencari berbagai cara dan strategi belajar efektif. secara teoretis apa yang disampaikan oleh para pakar bahwa motivasi berprestasi mendorong seseorang untuk meraih sesuatu yang lebih baik. Menurut McCelland.32 Menguasai pengetahuan dan keterampilan. 31 R. 1990). Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin untuk. yakni kebutuhan untuk: 1) menemukan sesuatu yang baru.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Dalam dua pengertian tersebut dapat dipahami bahwa motivasi merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang menggerakkannya melakukan sesuatu untuk mencapai atau memenuhi keinginannya. Motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai dorongan atau kecenderungan yang dimiliki siswa untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar sebaik mungkin31. Achievement Motivation.30 Salah satu motivasi yang relatif banyak mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam belajar atau pekerjaan adalah motivasi berprestasi. the free encyclopedia. 79 30 . menguasai pengetahuan dan keterampilan. C. atau memperoleh standard hidup yang lebih tinggi. Back. p. terbukti secara empiris melalui hubungan signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 4) didorong oleh pihak lain. atau mengerjakan tugas sebaik mungkin agar dapat David A. dan 6) diakui dan diterima oleh orang lain. Ausubel.

The Study of Second Language Acquisition (Oxford: O U P. yakni pemahaman silang budaya. Dengan demikian secara teoretis dapat ditegaskan kembali bahwa motivasi berprestasi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan seseorang dalam belajar bahasa Inggris.O. kemampuan komunikatif bahasa Inggris juga dipengaruhi oleh faktor lain. 34 A. h. Teaching Language in Context (Boston: Heile & Heile Publisher. Hadley. pembahasan mengenai pemahaman silang budaya ini akan didahului kajian terhadap kemampuan komunikatif. sehingga terbangun interaksi komunikatif yang lebih efektif. 13. bahwa mengenali latar di mana komunikasi itu terjadi sangat penting untuk bangunan kemampuan komunikatif. h 4 80 33 .34 Pentingnya pengenalan latar atau konteks tempat terjadinya komunikasi juga diketengahkan oleh Munby yang mengatakan “It seems clear that communicative competence includes the ability to use linguistic forms to perform communicative acts and to understand the Rod Ellis. That is. Oleh karena itu.”33 Gagasan yang sama juga disampaikan Hadley. Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting. Ellis mengatakan “Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular communicative goals. 1993). khsususnya kemampuan komunikatif bahasa Inggris. 1994). Pemahaman silang budaya merupakan bagian yang takterpisahkan dari kemampuan pragmatik yang merupakan pengetahuan yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. it includes both linguistic and pragmatic knowledge. Mengenai hal itu. Selain itu.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris secara baik. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors.

h. This happens at the level of discourse and involves interalia. 81 35 . 36 D. orang yang lebih tua. Hymes.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan communicative functions of sentences and their relationship to other sentences.” The Communicative Approach to Language Teaching. Brown menjelaskan bahwa budaya merupakan cara hidup bagaimana John Munby. Communicative Syllabus Design (Cambridge: C U P. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk melihat dengan siapa mereka membangun komunikasi. 26. atau dengan tokoh masyarakat. C. the interpretative strategies of the language users and also contextual meaning of utterances. segala sesuatu yang berhubungan dengan bagaimana seseorang menggunakan bahasa Inggris secara komunikatif termasuk dalam faktorfaktor non-linguistik. apakah dengan teman sebaya. atau secara lebih khusus termasuk dalam aspek budaya. Johnson (Oxford: O U P. Kemampuan wacana berhubungan dengan penguasaan siswa terhadap konteks situasi yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa komunikasi lisan dan tulis. dalam hal ini.”35 Berdasarkan tiga pandangan tersebut tampak sangat jelas sekali pengenalan latar belakang atau latar tempat terjadinya komunikasi sangat menentukan keberhasilan komunikasi yang dibangun seseoarang melalui bahasa.36 Secara teoretis. knowledge of rhetorical rules of use that governs the patterning of such acts. Kemampuan tersebut dalam pandangan Hymes disebut dengan kemampuan pengenalan wacana dan sosiolinguistik. Siswa dituntut untuk mengenali situasi komunikasi yang sedang terjadi. J. diartikan sebagai pola pikir dan pola tindak yang mengatur seseorang bagaimana berbahasa dan bertindak di dalam lingkungan masyarakat tertentu. 1979). 1978). apakah dalam kegiatan formal atau informal. h. eds. kawan dekat. sehingga apa yang akan diutarakan atau disampaikan kepada orang lain dapat dipahami secara tepat. Brumfit dan K. 14. “On Communicative Competence. H. Budaya.

Budaya menurut Croydon ada1ah “a system of integrated patterns. most of which remain below the threshold of consciousness. keterampilan. Benturan-benturan tersebut tidak hanya terjadi antar kelompok masyarakat dalam satu negara.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan seseorang berada. harus dijadikan prioritas utama dalam bermasyarakat secara luas. Berdasarkan pandangan di atas dan hasil penelitian pada bab terdahulu. think. dan peralatan yang membedakan satu kelompok dan yang lain. dan berhubungan dengan orang lain dalam suatu kelompok masyarakat. benturan-benturan budaya antarnegara mungkin saja terjadi dalam konteks pengajaran bahasa asing. “Culture is a way of life. and relate to others. merasakan. dalam hal ini budaya berbahasa.38 Kehidupan keseharian masyarakat membuktikan bahwa budaya itu merupakan satu kesatuan yang utuh. Culture is the context within which we exist. tetapi juga terjadi antara satu negara dengan negara lain. Salah satu caranya adalah dengan memahami budaya berbahasa dan bertindak masyarakat lain. Seluruh pola kehidupan masyarakat diikat oleh aturan yang disepakati oleh seluruh anggotanya. It is the glue that binds a group of people together. Ibid.”37 Jadi. Namun. h. seni. budaya itu dapat didefinisikan sebagai gagasan. tentu saja hal itu akan menimbulkan benturan-benturan budaya yang dapat menimbulkan masalah-masalah sosial. yet all of which govern human behaviour just as surely as the manipulated strings of a puppet control its motion”. pc. 82 . budaya bukanlah bagian-bagian. Budaya dapat dianggap sebagai perekat antara seseorang dengan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. dapat dikatakan pemahaman silang budaya merupakan penguasaan seseorang terhadap perbedaan budaya berbahasa dan bertindak penutur asli 37 38 Brown (1994). Karena satu kelompok masyarakat memiliki budaya yang berbeda dengan kelompok masyarakat lain. berfikir. Tentu saja menghindari terjadinya benturan budaya. adat. dari hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang besar. 164. cit. feel. Secara lebih khusus. baik yang sederhana maupun yang kompleks.

2003).40 Jenny Thomas. 14.39 Dengan demikian dapat ditegaskan kembali bahwa pemahaman silang budaya merupakan salah satu faktor berpengaruh terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris seseorang. Menumbuhkan kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa asing untuk menjadi alat utama belajar. Mempertegas pengertian tersebut. Kemampuan berkomunikasi meliputi mendengarkan (listening). Mengembangkan pemahaman tentang saling keterkaitan antar bahasa dan budaya serta memperluas cakrawala budaya. h. dan menulis (writing). dalam bentuk lisan dan tulis. 3. 3. “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa tersebut. Dengan kata lain dapat dikatakan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan bahasa asing dengan budaya bertindak dan berbahasa pertamanya. berbicara (speaking). 40 Diknas. C. 1983. Dengan demikian siswa memiliki wawasan lintas budaya dan melibatkan diri dalam keragaman budaya. h. Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA/MA (Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Diknas. 89. membaca (reading). Perspektif Perkembangan Latar Penelitian Pengajaran bahasa Inggris pada sekolah SMA atau MA diarahkan pada pencapaian tujuan yang berbunyi: 1. 39 83 . 2. pemahaman silang budaya merupakan upaya-upaya yang dilakukan oleh seseorang yang berasal dari suatu kelompok masyarakat untuk memahami pola berbahasa dan bertindak kelompok masyarakat lainnya. Thomas mendefinisikan pemahaman silang budaya sebagai pemahaman tata cara berkomunikasi antara dua orang yang memiliki latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda.

Selain itu. kosakata. dan psikomotorik.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tujuan tersebut akan dapat dicapai bila sekolah dan guru dapat menyelenggarakan kegiatan pengajaran bahasa Inggris secara baik dengan memenuhi berbagai sarana dan fasilitas belajar yang layak. Secara praktis dapat dikatakan. Salah satu aspek afektif yang perlu diperhatikan adalah motivasi berprestasi siswa. yakni. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat motivasi berprestasi memiliki pengaruh yang relatif besar terhadap penguasaan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. Siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi cenderung mampu melakukan berbagai upaya kreatif dan strategis untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. yaitu menyimak. membaca. dan perhatian pada siswa secara utuh yang meliputi aspek kognitif. siswa yang motivasi berprestasinya rendah cenderung untuk tidak melakukan tindakan-tindakan jitu untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. 84 . lafal dan ejaan. untuk mencapai tujuan pengajaran bahasa Inggris untuk siswa SMA/MA. mata pelajaran bahasa Inggris untuk tingkat SMA/MA meliputi beberapa aspek. Hal tersebut juga sudah terbukti secara empiris melalui pengujian hipotesis pada bagian terdahulu. afektif. makin tinggi motivasi berprestasi siswa makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya. berbicara. Menurut kurkulum 2004. Khusus berkaitan dengan pengajaran bahasa Inggris perhatian terhadap aspek kognitif dan afektif harus lebih ditekankan. Sebaliknya. sekolah dan pihak guru juga harus memperhatikan materi apa yang yang perlu diberikan kepada siswa. 1) Keterampilan berbahasa. 3) Aspek budaya yang terkandung dalam teks lisan dan tulis. dan menulis. 2) Unsur-unsur kebahasaan mencakup: tata bahasa. sehingga mereka lebih relatif lebih banyak mengalami kegagalan.

11. lokasi keempat madrasah tersebut masih termasuk dalam wilayah pemerintahan DKI Jakarta yang memiliki akses cukup besar untuk bersentuhan langsung dengan budaya berbahasa Inggris. 7. MAN 4. dan tentu saja akses informasi yang mudah juga menjadi dorongan 41 Ibid. yang juga merupkan motivasi tersendiri bagi siswa untuk meraih keberhasuilan. 7.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 4) Aspek sastra yang berupa penghayatan dan apresiasi sastra. Kedua. terdapat berbagai macam sarana komunikasi lisan dan tulis yang dapat diakses seluruh siswa untuk mempelajari aspek budaya berbahasa Inggris. Kalimat atau ujaran bahasa Inggris dapat saja benar secara gramatikal. makin tinggi pemahaman silang budaya siswa makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya. tetapi tidak berterima dan bahkan menimbulkan salahpaham atau behkan kegagalan komunikasi. seperti banyaknya touris dan ekspatriat yang tinggal di wilayah DKI Jakarta. dan 13 Jakarta. 11. 85 . dan 13 Jakarta harus mulai berbenah diri melalui pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris yang berbasis pada motivasi berprestasi siswa dan pemahaman silang budaya antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Pengembangan bahan pelajaran seperti itu akan mempermudah siswa menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris mengingat adanya beberapa potensi yang dimiliki oleh MAN 4. Hal ini sudah terbukti melalui pengujian hipotesis penelitian pada bagian terdahulu. Melihat pentingnya aspek motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa.41 Secara eksplisit dapat dipahami bahwa pengajaran bahasa Inggris di MAN harus mencakup pengajaran aspek budaya. Secara praktis dapat dikatakan. Pertama. Aspek budaya menjadi sangat penting karena kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebagai tujuan utama pengajaran bahasa Inggris di MAN dapat terwujud bila siswa menguasai budaya berbahasa Inggris secara benar.

maka pengajaran bahasa Inggris di MAN 4. dan 13 Jakarta berasal siswa-siswa Tsanawiyah terseleksi melalui hasil UAN. 7. Oleh karena itu. dan 13 Jakarta relatif lebih tinggi dari Madrasah Aliyah swasta. sehingga mereka akan dengan mudah menangkap dan memahami perbedayaan budaya berbahasa antara bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. dan 13 Jakarta akan menuai keberhasilan. 11. bila pihak guru dan madrasah bekerja lebih serius dan kreatif untuk memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki. siswa-siswa MAN 4.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan tersendiri bagi siswa untuk belajar lebih giat. dan dari segi afektif. siswa-siswa MAN 4. 86 . 7. 7. dan 13 Jakarta Selatan akan menjadi terwujud. dan 13 Jakarta memiliki semangat dan motivasi yang tinggi untuk mempelajari bahasa Inggris. Ketiga. Artinya kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebagai amanat yang harus diemban di dalam pengajaran bahasa Inggris di MAN 4. Ditinjau dari segi kognitif. 7. potensi kognitif dan afektif siswa MAN 4. 11. 7.

Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 6 PENUTUP A. yakni: 1. Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. Kesimpulan Berdasarkan temuan penelitian yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya. 87 . terdapat beberapa hal penting yang dapat disimpulkan. dan bentuk hubungan keduanya adalah makin tinggi motivasi berprestasi siswa. 2. dan bentuk hubungan keduanya adalah makin tinggi pemahaman silang budaya siswa. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang dikuasai siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang dikuasai siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan.

B. terdapat beberapa hal penting yang dapat diajukan sebagai rekomendasi kepada pihak Departemen Agama. khususnya berkenaan dengan peningkatan kemampuan akademik dan profesional guru. dan perbedaan budaya berbahasa Indonessi dan bahasa Inggris. dan 13 Jakarta secara berkesinambungan. b) Melakukan pelatihan-pelatihan bagi guru-guru bahasa Inggris pada MAN 4. 4. dan 88 . Motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya secara bersama-sama dapat dijadikan prediktor terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. MAN di Jakarta Selatan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3. dan guru-guru bahasa Inggris yang bertugas pada MAN di Jakarta Selatan. dan bentuk hubungan ketiganya adalah makin tinggi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa. Rekomendasi Sesuai dengan kesimpulan tersebut di atas. c) Menyediakan berbagai fasilitas belajar yang dapat membantu siswa membedakan antara budaya berbahasa Indonesai dan budaya berbahasa Inggris. dalam hal ini motivasi berprestasinya. Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. 1. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang dikuasai siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. 11. Direkomendasikan kepada pihak Departemen Agama untuk: a) Merekrut guru-guru bahasa Inggris yang memahami perbedaan individual siswa. 7.

Diknas. dan d) Memberikan kepada siswa berbagai macam pengalaman belajar bahasa Inggris yang dapat memperjelas perbedaan budaya berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Direkomendasikan kepada guru-guru bahasa Inggris pada MAN di Jakarta Selatan untuk: a) selalu meningkatkan kemampuan akademik dan profesional mereka melalui berbagai kegiatan seminar dan pelatihan. b) selalu kreatif dan inovatif di dalam pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris komunikatif dan motivatif. sehingga diperoleh calon-calon yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi dan potensi kognitif lebih baik. c) memperhatikan potensi-potensi yang dimiliki siswa untuk dikem-bangkan sedemikian rupa. dan instansi-instansi lain. 2. 89 d) . sehingga siswa dapat mencapai tujuan yang diharapkan. d) Menyelenggarakan berbagai kegiatan kebahasaan yang dapat memotivasi siswa menjadi lebih giat dalam belajar bahasa Inggris. Direkomendasikan kepada pihak MAN di Jakarta Selatan untuk: a) Memberikan kesempatan kepada guru-guru bahasa Inggris untuk mengikuti berbagai kegiatan seminar dan pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuan akademik dan profesional mereka. baik yang diseleng-garakan oleh pihak Departemen Agama dan Diknas. b) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti berbagai kegiatan kebahasaan baik yang diselenggarakan oleh Departemen Agama. 3. c) Menyediakan fasilitas belajar yang dapat membantu siswa meningkatkan motivasi berprestasi dan memperoleh kemampuan komunikatif bahasa Inggris dengan mudah. maupun instansiinstansi lain.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Memperketat seleksi penerimaan siswa baru.

2002. 90 . 1999. Douglas Principles of Language Learning and Teaching (Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. ed. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA Jakarta: Puskur Balitbang Diknas. Malang: IKIP Malang Publisher. Alice Omaggio Teaching Language in Context.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan DAFTAR RUJUKAN Brown. 198 Munby . 1994 Hadleu.” The Communicative Approach to Language Teaching. eds.” Politik Bahasa Nasional 2.John Communicative Syllabus Design Cambridge: Cambridge University Press. Moore. Brumfit dan K. h. CN: HRAF Press. Ellis. Kartono. C. Frank W. D. Language Learning and Teaching. New Haven. Giri “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. 1961. Oxford: Oxford University Press. 3 Hymes. Jakarta: PN Balai Pustaka. Diknas. 1993 Hasyim.. 1994. 1978 Murdock. Oxford: Oxford University Press. Johnson.1986). J. H. 1979. Amran Halim. George Peter “The Cross-cultural Suvey” Readings in Cross-Culture. Boston: Heile and Heile Publisher. Rod The Study of Second Language Acquisition. Nuril Huda. Laela Hanoum Cross Cultural Understanding (Jakarta: Karunia UT. ed. H. “On Communicative Competence.

Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Thomas.Jenny “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. 91 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Suwito. 3. 1983.

Jawablah kuesioner ini sejujurnya. pemahaman silang budaya. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. Kuesioner ini bukan sebuah tes yang mengukur kemampuan anda. 2. 3. Anda tidak perlu menulis identitas diri pada buku kuesioner ini. Kuesioner ini merupakan instrument penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan antara motivasi berprestasi. dan tidak berhubungan sama sekali dengan prestasi anda dalam belajar. dengan memberi tanda silang (X) pada kolom jawaban: A: Sering Sekali B: Sering C: Kadang-kadang D: Tidak Pernah 92 . 4.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan LAMPIRAN 1 KUESIONER MOTIVASI BERPRESTASI Petunjuk 1.

5 Betapa pun berat tugas-tugas harian dan mingguan yang harus saya hadapi. saya tidak optimistis dapat menyele-saikan seluruh beban belajar yang harus saya pikul. saya tidak merasa perlu untuk mempertanggungjawabkannya. 93 . saya tetap optimistis dapat mengatasinya. saya tetap antusias dalam menjalaninya. 9 Saya harus bertanggungjawab terhadap isi makalah. atau tugas-tugas lain yang diberikan guru. laporan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan NO 1 BUTIR PERNYATAAN JAWAB A B C D Ketika sekolah melibatkan saya dalam tugas-tugas atau pekerjaan besar yang penuh tan-tangan saya tetap optimistis dapat mengerjakannya 2 Ketika mengahadapi masalah dalam belajar. 3 Dalam kondisi yang sangat buruk. seperti kesulitan dalam memahami teks berbahasa asing. saya tidak optimistis dapat menyelesaikannya. 4 Jika menghadapi tugas atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan keinginan. 6 Saya tetap antusias dalam mengerjakan suatu pekerjaan meskipun banyak halangan dan rintangan yang harus saya hadapi. saya menjadi tidak antusias dalam menjalankan kegiatan praktikum di laboratorium. 10 Ketika penyelesaian suatu pekerjaan tidak memuaskan. 8 Kurangnya koordinasi antara satu pihak dengan pihak lain menjadikan saya tidak antuasias dalam mengikuti seluruh kegiatan OSIS yang sudah direncanakan. 7 Karena sulitnya mencari bahan-bahan.

20 Supaya dapat menyelesaikan suatu 94 . perpustakaan dan media cetak lainnya 16 Bila keterangan guru atau dari buku tidak begitu jelas.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 11 Terhadap suatu tugas yang dikerjakan secara berkelompok. 18 Saya merasa puas dengan apa yang sudah saya ketahui. seperti internet. saya tidak mengerjakan tugas-tugas sekolah atau rumah tangga secara sungguh-sungguh 15 Untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan. saya akan beru-saha untuk memperoleh jawabannya melalui berbagai sumber dan cara. saya senang mencari informasi dan pengetahuan lainnya melalui berbagai sarana. saya tidak berupaya untuk memperoleh informasinya secara maksimal. 14 Jika tidak ada imbalan yang menguntungkan. 12 Saya berusaha sekeras mungkin untuk menye-lesaikan suatu pekerjaan supaya hasilnya maksimal dan lebih baik daripada pekerjaan orang lain 13 Saya berusaha sekuat tenaga untuk menyele-saikan setiap tugas yang diberikan guru supaya memperoleh hasil yang terbaik. sehingga tidak perlu lagi untuk mencari tahu hal-hal lain yang terkait dengan pengetahuan tersebut 19 Sangat penting bagi saya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sebaik mungkin sesuai dengan ketentuan yang telah dijelaskan guru/buku. 17 Terhadap hal-hal baru yang berhubungan dengan apa yang sedang saya pelajari. saya tidak harus beranggungjawab terhadap apa pun hasilnya.

Saya harus berani mencoba menggunakan cara-cara mutakhir untuk mengerjakan suatu peker-jaan bila cara-cara lama tidak membuahkan hasil yang baik. saya tidak berusaha untuk menguasainya sebaik mungkin. saya tidak perlu menyelesaikan tugas yang menjadi bagian saya sebaik mungkin. saya tidak membuat laporan penelitian secara baik. saya tetap 95 . Jika saya mengalami kesulitan dalam operasi komputer. karena anggota lain juga mengerjaknnya. saya berupaya untuk mengikuti petunjuk pelaksanaannya. Jika kerja kelompok berjalan tidak efektif saya harus berani menyampaikan gagasan dan ide-ide perbaikan kinerja kelompok. Meskipun memiliki persyaratan yang dibutuh-kan. Dalam kegiatan kelompok. saya berdiam diri saja tanpa berusaha untuk mengatasinya Karena takut salah. saya lebih senang berjuang terus untuk menguasainya daripada beralih pada pekerjaan lain Terhadap hal-hal yang tidak menarik minat. Ketika mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru. tetapi asal dapat menggugurkan kewajiban saja. Meskipun ada pembantu. Saya senang memperoleh pekerjaan dan tugas yang menuntut keterampilan tingkat tinggi. saya tidak berupaya untuk menggunakan bahasa asing yang saya pelajari dengan mereka yang telah menguasainya.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 pekerjaan sebaik mungkin. Jika tidak menguasai suatu pekerjaan. saya lebih senang melaksanakannya secara individual/mandiri.

Sebagai seorang muslim. Sebagai anggota panitia peringatan hari-hari besar agama. 96 . saya ber-usaha membuat laporan pengamatan lebih baik daripada apa yang dibuat temanteman di kls. Jika saya memperoleh kesempatan untuk memimpin suatu acara. Dengan kemampuan yang saya miliki. Untuk membaca buku-buku atau karyakarya ilmiah. saya akan membaca bukubuku pelajaran sama seriusnya dengan teman-teman.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 32 33 34 35 36 37 38 39 40 member-sihkan kamar dan ruang belajar secara mandiri. Supaya bermanfaat di kemudian hari. saya senang mengikuti dan menyontoh pola pikir shabatshabat nabi. saya akan bekerja lebih keras daripada anggota-anggota lainnya. Untuk meningkatkan pemahaman terhadap suatu pelajaran. saya akan melakukannya seperti apa yang telah dilakukan teman-teman. saya tidak tidak perlu menentukan apa tujuan yang ingin saya capai. dan ingin melakukan apa yang telah diperbuat unbtuk kepentingan umat. Untuk keperluan penulisan laporan pengamatan. saya berusaha menjadikan tujuan hidup sebagai pedoman bagi seluruh kegiatan yang saya lakukan. saya meminta tolong seorang teman untuk mencarikan buku yang saya butuhkan. Saya senang membaca biografi tokoh-tokoh dunia.

C. 4. Instrument penelitian ini bertujuan untuk melihat pemahaman silang budaya antara bahasa Indonesia dan Inggris. B. Jawablah pertanyaan berikut memberi tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang paling tepat: pilih: A. 3. tetapi tidak berhubungan sama sekali dengan prestasi anda dalam belajar.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan LAMPIRAN 2 PEMAHAMAN SILANG BUDAYA Petunjuk 1. atau D. 97 . Anda tidak perlu menulis identitas diri pada buku kuesioner ini. Tes ini pemahaman silang budaya. 2.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan No Situasi 1 Ungkapan sebagai bentuk ucapan salam (basabasi) 2 3 Topiktopik pembicara an yang digunakan setelah perkenala n Pengguna an senyum dalam komunika si Budaya Barat Ungkapan yang lazim digunakan: A. good morning D. Memalukan orang lain Bermakna hal-hal Senyum digunakan untuk hal-hal berikut kecuali: A. Berdiam diri Topik yang tidak biasa digunakan: A. Where are you from? C. Selamat pagi D. Perkawinan D. Keadaan cuaca 4 98 Acungan Senyum digunakan untuk hal-hal berikut kecuali: A. Menyembunyikan perasaan yang sebenarnya C. Keluarga C. Perkawinan D. Tempat tinggal B. Dari mana? C. Mau pergi ke mana? B. Menupi hal yang memalukan D. Mengungkapkan ra-sa senang/bahagia B. Menyembunyikan perasaan yang sebenarnya C. Menupi hal yang memalukan D. Memalukan orang lain Bermakna hal-hal . Who are going with? Topik yang biasa digunakan: A. Mengungkapkan rasa senang/bahagia B. Keadaan cuaca Budaya Indonesia Ungkapan yang lazim digunakan. Hello. Keluarga C. kecuali: A. Where are you going? B. Tempat tinggal B.

Tidak mendominasi pembicaraan D. Tidak mendominasi pembicaraan D. Tidak memperhatikan 99 . kecuali: A. menatap mata lawan bicara B. Menunjukkan angka lima B. Tidak menatap mata lawan bicara B. Mendengarkan secara seksama ucapan lawan bicara C. Menunjukkan angka lima B. Menyela pembicaraan orang lain secara sopan Hal yang biasa dilakukan: A. Menumpang mobil orang atau umum Hal-hal yang biasa dila-kukan. Menyela pembicaraan orang lain secara sopan Hal yang biasa dilakukan: A. Melihat jam tangan masingmasing B. Melihat jam tangan masingmasing B. kecuali: A. Menunjukan bahwa makanan yang kita coba sangat lezat D. Mendengarkan secara seksama ucapan lawan bicara C. Sebagai tanda setuju atau semua berjalan lancar C. Tidak memperhatikan berikut kecuali: A. Memuji orang yang berhasil melakukan suatu pekerjaan dengan baik C. Menumpang mobil orang atau umum Hal-hal yang biasa dila-kukan. Menunjukan bahwa makanan yang kita coba sangat lezat D.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan jempol jari tangan 5 Komunika si lisan secara langsung (berhadap an muka) 6 Mengakhir i percakapa n secara nonverbal berikut kecuali: A.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan lawan bicara C. Bersiual dengan keras C. Mengakhiri pembicaraan dengan tiba-tiba Hal yang biasa dilakukan: A. Mengangkat tangan dan menurunkannya ketika guru tahu kita ingin bertanya D. Mengakhiri pembicaraan dengan tiba-tiba 7 Memanggi l pelyan restauran Hal yang biasa dilakukan: A. Mengangkat tangan sampai guru memanggil C. Mengacungkan jari B. Mengacungkan tangan dengan ramah D. Membunyikan jari tangan “tak” B. Memanggil nama guru Hal yang biasa dilakukan: 100 . Mengangkat tangan sampai guru memanggil C. Bersiual dengan keras C. Memanggil pelayan sambil melambaikan tangan Hal yang biasa dilakukan: A. Mengangkat tangan dan menurunkannya ketika guru tahu kita ingin bertanya D. Membunyikan jari tangan “tak” B. Mengacungkan jari B. Saling mengakhiri secara perlahanlahan D. Memanggil pelayan sambil melambaikan tangan Hal yang biasa dilakukan: A. Mengacungkan tangan dengan ramah D. Memanggil nama guru Hal yang biasa dilakukan: 8 Meminta perhatian guru 9 Pada saat atau lawan bicara C. Saling mengakhiri secara perlahanlahan D.

Menatap mata lawan bicara dan langsung menghindar D. Merespon dengan jawaban-jawaban singkat C. Menatap mata lawan bicara dan langsung menghindar D. Berjabat tangan dengan santai/lemah B. Merespon dengan penjelasan yang agak lengkap B. Menatap lawan bicara dan langsung menunduk ke bawah/lantai Hal lain yang biasa dilakukan: A. Menatap mata lawan bicara B. Menatap lawan bicara dan langsung menunduk ke bawah/lantai Hal lain yang biasa dilakukan: A. Berjabat tangan dengan kuat beberapa saat C. Merespons A. Menatap mata lawan bicara B. Menghindari kontak /tatapan mata C. Menghindari kontak /tatapan mata C.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan setelah perkenala n (diuperken alkan) 10 Pada saat melakuka n percakapa n 11 Pada saat melakuka n percakapa n A. Merespon dengan jawaban-jawaban singkat C. Berjabat tangan dan membungkuk Hal yang biasa dilakukan: A. Berjabat tangan dengan kuat beberapa saat C. Merespon dengan penjelasan yang agak lengkap B. Berjabat tangan dan membungkuk Hal yang biasa dilakukan: A. Berjabat tangan sampai perkenalan benarbenar selesai D. Berjabat tangan dengan santai/lemah B. Merespons 101 . Berjabat tangan sampai perkenalan benarbenar selesai D.

Memperlihatkan kebingunan C. Berdiri di dekat sekretaris sampai ia mememanggil kita C.g. Menepuk pundak sekretaris Hal yang biasa dilakukan: A. Berdiri di dekat pintu dan menunggu sampai sekretaris memanggil kita B. Tidak memberi respons Hal yang biasa dilakukan: A. Mengangkat tangan dan meminta klarifikasi/penjelasan B. Diam dan bertanya kepada guru setelah kelas usai D. Menepuk pundak sekretaris Hal yang biasa dilakukan: A. Duduk di dekat sekretaris dan diam samapi sekretaris mememanggil kita D. bertemu sekretaris) 13 Di dalam kelas dan tidak memaham i keteranga n guru dengan bahasa tubuh D. Mengangkat tangan dan meminta klarifikasi/penjelasan B. Berdiri di dekat sekretaris sampai ia mememanggil kita C. Diam dan tidak meminta penjelasan 102 . Duduk di dekat sekretaris dan diam samapi sekretaris mememanggil kita D. Tidak memberi respons Hal yang biasa dilakukan: A. Berdiri di dekat pintu dan menunggu sampai sekretaris memanggil kita B. Memperlihatkan kebingunan C.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 12 Meminta perhatian orang yang sibuk (e. Meninggal kelas dengan bahasa tubuh D. Diam dan bertanya kepada guru setelah kelas usai D.

Menanyakan nama dan alamat C. Tersenyum dan menolak pujian C. Datang beberapa menit sebelum acara dimulai C.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 14 Ketika mendapat kan pujian 15 Memulai percakapa n dengan orang yang belum dikenal 16 Menghadir i undangan makan malam/pe sta 17 Menghadir i Hal yang biasa dilakukan: A. Berkomentar/bert a-nya mengenai cuaca B. Menyatakan terima kasih B. Datang setelah acara dimulai B. Tersenyum dan menolak pujian C. Berdiam diri tidak merespons D. Berkomentar/berta -nya mengenai cuaca B. Menanyakan kesenangan Hal yang biasa dilakukan: A. Menyombongkan diri Hal yang biasa dilakukan: A. Datang setelah acara dimulai B. Menanyakan pekerjaan dan tempat kerja D. Menanyakan kesenangan Hal yang biasa dilakukan: A. Datang beberapa menit sebelum acara dimulai C. Menanyakan nama dan alamat C. Menanyakan pekerjaan dan tempat kerja D. Datang pada saat jamuan dimulai Hal lain yang biasa dilakukan: Hal yang biasa dilakukan: A. Datang ketika pesta akan berakhir D. Berdiam diri tidak merespons D. Datang pada saat jamuan dimulai Hal lain yang biasa dilakukan: 103 . Menyombongkan diri Hal yang biasa dilakukan: A. Datang ketika pesta akan berakhir D. Menyatakan terima kasih B.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

undangan makan malam/pe sta 18 Menghadir i pesta yang tidak resmi

A. Memimun air putih B. Memimun kopi C. Meminum anggur D. Tidak meminum apa-apa Hal yang biasa dilakukan: A. Memperkenalkan diri dengan yang lain tanpa menunggu B. Menunggu diperkenalkan oleh orang lain C. Tidak memperkenalkan diri D. Langsung membangun percakapan dengan orang lain tanpa perkenalan Hal yang biasa dilakukan: A. Berjabatan tangan dengan santai B. Berjabatan tangan dengan erat C. Berpelukan dengan kuat D. Berciuman pipih kiri-kanan Hal yang biasa dilakukan: A. Menyapa lawan bicara dengan

19 Pertemua n dengan teman berlainan jenis kelamain

20 Pengguna an nama depan setelah

A. Memimun air putih B. Memimun kopi C. Meminum anggur D. Meminum sesuka hati, selain anggur Hal yang biasa dilakukan: A. Memperkenalkan diri dengan yang lain tanpa menunggu B. Menunggu diperkenalkan oleh orang lain C. Tidak memperkenalkan diri D. Langsung membangun percakapan dengan orang lain tanpa perkenalan Hal yang biasa dilakukan: A. Berjabatan tangan dengan santai B. Berjabatan tangan dengan erat C. Berpelukan dengan kuat D. Berciuman pipih kiri-kanan Hal yang biasa dilakukan: A. Menyapa lawan bicara dengan

104

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

perkenala n

nama depan setelah diizinkan B. Menyapa lawan bicara dengan nama depan sebelum diizinkan C. Tidak menggunakan sapaan apa pun D. Menyapa lawan bicara dengan gelar dan nama depan

nama depan setelah diizinkan B. Menyapa lawan bicara dengan nama depan sebelum diizinkan C. Tidak menggunakan sapaan apa pun D. Menyapa lawan bicara dengan gelar dan nama depan

105

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

LAMPIRAN 3

KEMAMPUAN KOMUNIKATIF BAHASA INGGRIS
Petunjuk 1. Instrument penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. 2. Tes ini merupakan tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris, tetapi tidak berhubungan sama sekali dengan prestasi anda dalam belajar. 3. Anda tidak perlu menulis identitas diri pada buku kuesioner ini. 4. Jawablah pertanyaan berikut memberi tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang paling tepat: pilih: A, B, C, atau D. 1. X: My car has broken down. It won’t start. Y: _________ A. You can have a lift in my car. B. You could leave it here. C. The nearest garage is a long distance D. Can I help you? 2. X: That’s the lot! No more! Come on you! Off! Y: __________ A. If I were you. I’d be a little more polite. B. you are very impolite. C. How rude you are. D. Be a little more polite.

106

it is not possible B. Sorry I’m afraid it is taken. 5. D. Do you mid if I open the door? C.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3. I’m sorry I don’t think I can go with you C. I can’t travel second class. X: Would you mind traveling second class? Y: _____________. please? D. the windows are too small. Where’s the fitting room? D. I’d like it very mush. Shall mi open the door? B. X: Excuse me. I have no time to go out D. I must study my exam 6. 8. 4. X: ___________. Could I ask you to open the door? 107 . It’s broken C. X: Do you like your house? Y: __________ A. A. I want to buy this one. It belongs to another person. D. The room is comfortable. of course not. 7. I want to try this one B. I don’t want to travel by bus C. I’m very pleased with it. A. ________ Y: Yes. C. Y: No. Do you think I could try this one? C. X: Is this seat free? Y: ________ A. A. Y: ________. Oh yes. Well. B. I’m sorry. there is fitting room over there. X: It is really a very good film. I have asked you to book for me D. A. It’s mine B. Open the door. why don’t you ask somebody else? B.

Is somebody sitting here? D. B. D. it really makes me afraid. do you mind if I sit here? C. Is this seat empty? 14. Y: _________. D. A. 13. I’ll just move my jacket. A. X: ________ I especially asked for a room with a shower. Happen to know where Mr. Y: I’m very sorry. I’m afraid. Will they be going to Bali? B. We don’t have rooms with shower. 12. I have booked seats on this bus. C. Y: Yes. I wish them good luck. It really makes me angry. of course not. A. Y: _______ A. Who is sitting there? B. C. Are you happy with this news? C. Oh. I want a room with a shower. X: They plan an October wedding and honeymoon in Bali. How is the baby? B. Black’s office is? 108 . 11. that is marvelous. A. Excuse me. C. X: I know you booked. X: My sister has just got a son and they are both doing well. X: _________. I’m delighted to hear that. How many nephews have you? 10. Y: No. I wonder if you could tell me where Mr. Why can’t I have a room with a shower? D. B. A. I’m very annoyed. D. sir. I’m so glad for her. B. I’ll tell you. if you come with me. sir. Black’s office is.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 9. but I’m afraid there aren’t any seats left on this train. X: ________. Y: __________.

A. Thank you very much. I want to know Mr. I’ve got to go now. I’m still learning D. X: So. John: How do you do? Mr. Oh. Thank you C. Y: Yes. your spoken English is very good. C. Thanks again. Are you really all right? 20. C. you had a nice time in Puncak. X: Thank you for lending me your novel. A. D. Brown: How do you do? 109 . Black’s office. B. indeed. I have to study harder. No. X: Morning. That’s all right. X: Congratulations on passing your final test. Do you think so? 21. How do you do? D. How are you? B. 19. B. Do you know Tommy? Y: __________. He is my English teacher Mr. Y: We’d love to A. A. Not at all D. I’m in a hurry. Jack. Thank you. sorry. A. it was super. I must say good bye. Eddy: ________. X: You know. Black’s office? 15. I don’t think so. Where is Mr. It’s very nice of you to say so C. We’d love to. D. Mr. I haven’t seen you before. A. It is not perfect yet. X: It was really very kind of you to invite us. Don’t’ you lose it. no it’s five to ten. B. thank you. D. I’m a lucky person C. 16. Y: ___________. 18. D. Don’t forget to return it. I must leave you B. Very well. ________.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan C. Y: _________. I’m still learning B. 17. Y: _____________. C.

Y: ____________. 22. John. B. Oh. A. I want you to meet Mr. I don’t like seaside D.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan A. 23. I won’t say now. John C. B. There are no good pubs in this small town. X: The seaside is on Sunday. B. I’m busy at that moment. X: I like your car. 25. Sure. A. I’d be delighted to. The pubs are not good. isn’t it? C. X: The management says that employees are going to get a bigger salary soon. Y: ________. I want you to know Mr. C. A. don’t you have any other things to do? 24. D. Oh. X: Would you care to join me for lunch in my favorite restaurant? Y: ___________. Great C. I went there last week with some friends. 26. John. tonight? Y: ___________. X: Would you like to go to movie with me. What you expect to find in a town like this? D. but I’m busy. D. I’m going somewhere else. Don’t flatter me. May I introduce Mr. I don’t think I like movies. it is very old actually. John? D. Y: ________ 110 . B. That’s quite right. Tim? Y: ______________ A. D. look here is Mr. X: I suppose it’s too much to find a good pub in a town like this. Do you really like it? C. A. I like it too. but it’s only a small place. Thank you very much. B. I’d love to but I’ve got a test on Monday C. 27. B.

I don’t see why. Y: ______________. I don’t entirely agree with you. I like to take it slowly a long the minor roads. 111 . I’m very happy about that. Is Medan a boring place? B. I couldn’t care less. B. X: Who do you think will win the presidential election? Y: ______________ A. Just wait and see D. How soon? 28. A. 32. But don’t you think its beach is beautiful D. 33. C. it is not boring. The minor roads are saver. They don’t know what they are doing B. C. Y: ___________. Y: ______________. A. They are naughty children. Y: __________. you are not a good reader. X: I don’t like this novel. C. A. B. whoever wins is not my business. I like Medan very much C. 31. It is boring. It’s wrong to throw stones at a dog. X: We’ve been waiting nearly an hour for the train. Why don’t you punish them? D. X: I think Medan is boring place? Y: ____________ A. X: I have just seen some children throwing stones a dog. 30. You can’t enjoy the countryside when you take the motorways. Make a guess. C. X: I think the motorways are the only way to travel a long distance. I don’t know D. D. D. 29. Don’t hope too much B. I like that novel B. C. Everybody likes to go to Medan. The minor roads are all right.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan A.

Don’t you worry too much. C. X: Well. Don’t be angry D. The train is very late today. 35. What’s wrong with the train D. 37) _____________. X: Fine let’s meet here about two o’clock. No chance of picnic. would you care to come for a ride in the country? Y: Thank. see you tomorrow. We can have our picnic someday D. Y: _______________. X: By the way. Y: 38) ________. Miss Calvo. Really? Bagian Kedua Lengkapilah dialog berikut dengan frase/kalimat yang tepat. X: Look at the weather. The sun will be shining soon C. I will come around and pick you up at your hotel. Y: _______________ A. Conversation A X: Hallo. We might as well take a taxi B. That’s too bad B. They gave it to John. X: They didn’t give me that job.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan A. The train is late again 34. The rain will soon stop. A. X: Well. 112 . About two o’clock then. 36) __________ tomorrow after noon? Y: Nothing special as far as I know. How are you enjoying your stay in England? Y: I’m enjoying it very much. C. thank you. Next time better B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful