Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Tidak dapat dipungkiri pada era global ini, peranan bahasa Inggris dalam berbagai aspek kehidupan menjadi sangat dominan dan penting. Penggunaan bahasa asing itu menyentuh dalam dunia ilmu, teknologi, perdagangan, politik, kebudayaan, dan hubungan antarnegara, baik secara bilateral maupun multilateral. Dalam kehidupan sehari-hari, umpamanya, seseorang selalu bersentuhan dengan bahasa tersebut melalui media cetak, seperti koran, majalah, jurnal dan buku-buku ilmiah lainnya; media elektronik seperti televisi, radio, internet; maupun melalui interaksi komunikatif langsung dengan orang asing yang menggunakan bahasa tersebut. Mereka dapat ditemukan di berbagai sudut kota Jakarta, sehingga sangat memungkin bagi masyarakat untuk berkomunikasi langsung dengan menggunakan bahasa Inggris. Memperhatikan peranan tersebut, pemerintah Indonesia memberikan prioritas utama terhadap bahasa Inggris untuk dipelajari di sekolah-sekolah, perguruan tinggi, atau bahkan lembaga-lembaga kursus sebagai bahasa asing. Sebagai bahasa asing, bahasa Inggris tidak dapat digunakan sebagai

1

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

alat komunikasi dalam kegiatan pemerintahan, pendidikan, politik, dan bidang-bidang lain yang melibatkan masyarakat secara luas. Meskipun demikian, pengajaran bahasa tersebut tetap dilaksanakan secara optimal agar tujuan matapelajaran tersebut tercapai. Adapun tujuan utama pengajaran bahasa Inggris di Madrasah Aliyah diarahkan pada pengembangan kemampuan komunikatif berbahasa Inggris lisan dan tulis1 Kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang harus dikuasai siswa terbentuk oleh empat sub-kemampuan, yaitu kompetensi wacana, linguistik, sosiolinguistik, dan strategis.2 Kompetensi wacana berhubungan dengan pemahaman siswa terhadap konteks situasi yang melatar-belakangi suatu peristiwa komunikasi. Menurut Celce-Murcia et al. Kompetensi wacana adalah pemahaman siswa terhadap peristiwa komunikasi yang dipengaruhi oleh topik yang dikomunikasikan, hubungan interpersonal pihak yang terlibat dalam komunikasi dan jalur komunikasi yang digunakan dalam satu konteks budaya.3 Kemampuan linguistik berkenaan dengan penguasaan siswa terhadap kaedah-kaedah bahasa yang memungkinkannya memahami dan menghasilkan kalimatkalimat berbahasa Inggris yang gramatikal. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk melihat dan mengantisipasi dengan siapa mereka berkomunikasi, sedangkan kemampuan strategis bersentuhan dengan kemampuan siswa untuk memilih dan menggunakan strategi komunikasi untuk menyampaikan pesan yang dimaksudkan secara efektif. Selain itu, untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris, seorang siswa dituntut untuk memiliki motivasi berprestasi sebagai bagian dari aspek psikologis yang banyak
Diknas, Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA (Jakarta: Puskur Balitbang Diknas, 2002), h. 6. 2 D. H. Hymes, “On Communicative Competence,” The Communicative Approach to Language Teaching, eds. C. J. Brumfit dan K. Johnson. (Oxford: OUP, 1979), h. 14. 3 Celce-Murcia, M., Z. Dornyei, S. Thurrell, “Communicative Competence: A Pedagogically Motivated Model with Content Specifications” Issues in Applied Linguistics, 6/2, 1995. p. 10. 2
1

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

menyemangati siswa untuk meraih kesuksesan melalui kemampuannya untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar,4 dan dituntut pula untuk mengusai perbedaan budaya berbahasa Inggris dengan budaya berbahasa Indonesia. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin untuk menguasai bahasa Inggris melalui berbagai cara belajar efektif. Sedangkan penguasaan silang budaya akan banyak membantu siswa bagaimana menghasilkan bentuk-bentuk bahasa Inggris yang benar-benar komunikatif. Siswa tidak akan terjebak dalam bahasa Inggris berstruktur dan berbudaya bahasa Indonesia yang seringkali menimbulkan kesalahpahaman, dan bahkan gagalnya komunikasi. Sejauh ini, sebagian besar siswa MAN di Jakarta Sealatan belum menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebagaimana yang diharapkan. Masih banyak terdengar ungkapan bahasa Inggris “thank you” yang dijawab dengan “thank you back”; dan “you look very beautiful” yang dijawab dengan “oh no, I am not” dan sebagainya. Jawaban yang diberikan siswa menunjukkan bahwa mereka tidak memahami budaya berbahasa penutur asli bahasa Inggris, sehingga menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan kegagalan komunikasi. Selain itu, contoh ungkapan-ungkapan berbahasa Inggris tersebut diduga dihasilkan oleh siswa-siswa yang tidak memiliki motivasi berprestasi. Mereka cenderung tidak ingin mendalami bahasa Inggris dengan tekun, karena mereka berfikir bahwa bahasa Inggris tidak bersentuhan dengan bidang kajian dan pekerjaan yang akan mereka tekuni. Berdasarkan penjelasan tersebut terlihat bahwa kemampuan komunikatif bahasa Inggris banyak dipengaruhi oleh motivasi berprestasi siswa dalam belajar dan pemahaman siswa terhadap budaya berbahasa Inggris atau pemahaman silang budaya. Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi, pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif
R. C. Back, Motivasion: Theories and Principles (New Jersy: Prentice Hall, 1990), p. 291. 3
4

dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan? 4) Berapa besarkah kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan 4 . dan secara lebih spesifik permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. Tanpa mengesampingkan beberapa faktor lain yang juga berpengaruh. penelitian korelasional perlu segera dilakukan agar dapat diputuskan suatu kebijakan terhadap pengembangan matapelajaran bahasa Inggris secara komunikatif. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif siswa MAN di Jakarta Selatan. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian di atas dapat diduga adanya hubungan antara motivasi berprestasi. permasalahan dalam penelitian ini lebih banyak berkaitan dengan upaya pembuktian terhadap hubungan antara ketiga variabel tersebut. pemahaman silang budaya. B. Oleh karena itu. 1) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan? 2) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Sealatan? 3) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif siswa masih tetap menjadi pertanyaan besar yang perlu dijawab dan dibuktikan. bentuk hubungan antara motivasi berprestasi.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan Untuk membuktikan kebenaran asumsi tersebut dan melihat berapa besar kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.

Secara teoretis. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan motivasi berprestasi. penelitian ini bertujuan untuk mencari buktibukti empiris tentang: 1) hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Sealatan. Tujuan dan Manfaat Penelitian Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris tentang hubungan antara motivasi berprestasi.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan? C. Ditinjau dari segi sosial. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Sacara khusus. 3) hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. dan 4) besarnya kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 2) hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. di dalam pengembangan kurikulum dan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk Madrasah Aliyah. pemahaman silang budaya. dan mempertegas keterkaitan ketiganya di dalam pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk siswa menegah atas. dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi para guru bahasa Inggris di Madrasah Aliyah dalam pengembangan 5 . dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. pemahaman silang budaya. dalam hal ini Departemen Agama. pemahaman silang budaya. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah.

Teknik Analisis Data Untuk melihat hubungan dan kontribusi motivasi berprestasi. Angket digunakan untuk mencari data tentang motivasi berprestasi. tes pemahaman silang budaya digunakan untuk menggali data tentang pemahaman terhadap perbedaan budaya berbahasa Inggris dan Indonesia. pemahaman silang budaya. motivasi berprestasi. dan tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris digunakan untuk mengukur kemampuan menggunakan bahasa Inggris secara komunikatif. penelitian ini diharapkan dapar dijadikan sebagai pijakan dalam penyelenggaraan penelitian lanjutan tentang hubungan antara pemahaman silang budaya. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN khususnya. yaitu angket dan tes. 1. Alat Pengumpul Data Data dalam penelitian ini diperoleh melalui dua instrumen. Hipotesis Penelitian 6 . dan seluruh siswa Madrasah Aliyah pada umumnya. 3. Selain itu. dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan kegiatan belajar dan bahan pelajaran bahasa Inggris berbasis pada pemahaman silang budaya dan perhatian terhadap motivasi berprestasi yang dapat meningkatkan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang berusaha untuk membuktikan secara empiris hubungan antara motivasi berprestasi. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. data terkumpul akan dianalisis dengan statistik korelasi dan regresi ganda. 2. D.

dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 2) Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya. b) Hipotesis alternatif: 1) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. dan 3) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. a) Hipotesis nol: 1) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. variabel dalam penelitian ini adalah: a) Variabel bebas: 1) motivasi berprestasi siswa MAN di Jakarta Selatan (X1). pemahaman silang budaya. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. pemahaman silang budaya. 2) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 4. dan 3) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Variabel Penelitian Sesuai dengan hipotesis yang diajukan. dan 2) pemahaman silang budaya siswa MAN di Jakarta Selatan (X2) b) Variabel terikat adalah kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan 7 .

6. b) pencarian data.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Hubungan ketiga variabel tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. 8 . Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung selama empat bulan di empat MAN Jakarta Selatan yang dibagi dalam tiga tahap: a) penyusunan rancangan dan instrumen penelitian. Motivasi Berprestasi (X1) Kemampuan Komunikatif (Y) Pemahaman Silamg budaya (X2) 5. Populasi dan Sample Penelitian Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MAN di Jakarta Selatan. dan yang menjadi sampelnya adalah 80 orang siswa kelas III yang diambil secara acak. dan c) analisis data dan pelaporan.

dalam arti memiliki 9 . 1. Analisis Teoretis Berdasarkan paparan tujuan penelitian yang diharapkan. Kemampuan Komunikatif Secara umum. yakni kemampuan komunikatif dan pemahaman silang budaya. keterampilan. kompetensi dapat diartikan sebagai pengetahuan. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Dalam hal ini. Berikut penjelasan keduanya. terdapat dua hal yang perlu dikaji secara teoretis.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 2 ANALISIS TEORETIS DAN KERANGKA KONSEPTUAL A. Ini berarti bahwa kurikulum tersebut menekankan hasil atau kompetensi apa yang harus dikuasai siswa bila telah menyelesaikan studinya pada suatu program pendidikan formal. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten. kurikulum berbasis kompetensi berorientasi pada hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna dan beragaman yang dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa.

Siswa diharapkan dapat menggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan ide. dan perasaannya. dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu. h. 93.5 Berkaitan dengan mata pelajaran Bahasa Inggris di Madrasah Aliyah. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. 6 Nuril Huda. keterampilan. 10 5 . Huda mengatakan bahwa kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi dalam situasi yang sebenarnya. tetapi justru diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk menggunakan bentuk-bentuk bahasa tersebut sesuai dengan tujuan komunikasi atau untuk mengungkapkan fungsi-fungsi komunikatif bahasa yang ingin disampaikan kepada pihak lain. 1999).6 Penguasaan kemampuan komunikatif secara benar tidak hanya tertumpu pada kemampuan linguistik saja. Kemampuan ini biasanya disebut dengan kemampuan pragmatik yang memungkinkan seseorang untuk melakukan interaksi komunikatif secara lebih efektif. Kemampuan tersebut biasanya disebut dengan kemampuan komunikatif. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. Language Learning and Teaching (Malang: IKIP M Publisher. gagasan. tidak dituntut untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang benar secara gramatikal saja. Siswa. dalam hal ini. baik dalam bentuk komunikasi lisan maupun komunikasi tulis. komptensi yang harus dikuasai siswa adalah bagaimana menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan konteks komunikasinya. Ellis mengatakan: Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular Suwito. Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan pengetahuan. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya.

That is. h. kemampuan interpretatif. kemampuan komunikatif mencakup kemampuankemampuan lain.7 Meskipun tidak dinyatakan secara explisit sebagai kemampuan pragmatik. This happens at the level of discourse and involves interalia. it includes both linguistic and pragmatic knowledge. h 4 9 John Munby.O. Teaching Language in Context (Boston: Heile & Heile Publisher. selain kemampuan linguistik. 8 A. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting.8 Posisi kemampuan linguistik sebagai salah satu unsur kemampuan komunikatif juga diutarakan oleh Munby. Communicative Syllabus Design (Cambridge: C U P. h. 1993). pandangan lain juga mengisyaratkan ketidakberartian kemampuan linguistik bila tidak ditunjang oleh kemampuan untuk menyesuaikan bentuk-bentuk bahasa dengan seluruh masukan informasi baik yang bersifat linguistik maupun paralinguistik. It seems clear that communicative competence includes the ability to use linguistic forms to perform communicative acts and to understand the communicative functions of sentences and their relationship to other sentences. knowledge of rhetorical rules of use that governs the patterning of such acts. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors. seperti kemampuan retorik. Dalam pandangannya. dan pemahaman makna ujaran berdasarkan konteks yang melatarbelakanginya. 26. 11 7 . The Study of Second Language Acquisition (Oxford: O U P. 13. the interpretative strategies of the language users and also contextual meaning of utterances. 1994). 1978). Hadley.9 Secara jelas beberapa pandangan tersebut menunjukkan bahwa selain kemampuan linguistik terdapat beberapa kemampuan atau faktor lain yang membangun Rod Ellis.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan communicative goals.

1979). Suatu kalimat yang terdiri dari beberapa kata dapat saja dianggap benar secara gramatikal. Brumfit dan K.10 Aspek yang kedua berhubungan dengan kemampuan untuk mengahasilkan bentuk-bentuk bahasa yang layak (feasibility). J.11 Suatu kalimat dapat saja layak. “On Communicative Competence. tepat. Aspek yang ketiga berkaitan dengan kemampuan untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang tepat dan sesuai dengan konteksnya (appropriateness). Suatu kalimat bisa saja dianggap layak dan benar secara gramatikal. tetapi kalimat tersebut kurang atau bahkan tidak tepat. 12 10 . misalnya *The king of America visited Indonesia last year. maka kalimat tersebut bisa saja dianggap tidak layak.” The Communicative Approach to Language Teaching. C. Hymes. Hymes berpandangan bahwa kemampuan komunikatif itu terbentuk oleh empat aspek atau kemampuan yang terpadu. misalnya: I teach English everyday dan *She is having a big car. Mengenai hal ini. tetapi bila dikaji dari sisi proses bagaimana kalimat itu dibuat atau dihasilkan. tetapi tidak terjadi. Jadi kelayakan di sini lebih erat kaitannnya dengan proses bagaimana kalimat itu dihasilkan oleh akal pikiran seseorang. Hymes memperjelas pandangannya dengan Tanda * (asterik) digunakan untuk menunjukkan contohcontoh kalimat yang salah. 11 D. H.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris seseorang. Menyempurnakan gagasannya tentang kemampuan komunikatif. Johnson (Oxford: O U P. misalnya *The mouse the cat the dog the man the woman married beat chased ate had a white tail. h. Aspek yang pertama berkenaan dengan kemampuan untuk menghasilkan dan membedakan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal atau tidak gramatikal (whether or not something is possible). eds. 14. misalnya *my baby is funny. Aspek yang terakhir berhubungan dengan apakah makna yang terkandung dalam suatu kalimat itu benarbenar terjadi atau tidak (whether or not something is in fact done). dan benar secara gramatikal.

Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk melihat dengan siapa mereka membangun komunikasi. yaitu kemampuan linguistik. Pengenalan terhadap lawan bicara atau pembaca akan memudahkan seseorang untuk menentukan bentuk-bentuk bahasa mana yang harus digunakan. dengan orang yang lebih tua. Adapun kemampuan strategis merupakan kemampuan seseorang untuk memilih dan menggunakan strategi komunikasi tepat untuk menyampaikan pesan yang dimaksudkan secara efektif. Kemampuan wacana berhubungan dengan penguasaan siswa terhadap konteks situasi yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa komunikasi lisan dan tulis. Kemampuan ini mencakup bagaimana seseorang menggunakan anggota tubuhnya untuk menyertai bahasa lisan yang digunakan. Siswa dituntut untuk mengenali situasi komunikasi yang sedang terjadi. sehingga apa yang akan diutarakan atau disampaikan kepada orang lain dapat dipahami secara tepat. apakah dalam kegiatan formal atau informal. sosiolinguistik. dan mengidentifikasi kalimat-kalimat gramatikal untuk menangkap pesan dan maksud. Pemahaman Silang Budaya Sesuai dengan amanat yang terdapat dalam Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris untuk menengah atas 13 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan merinci secara spesifik empat kemampuan yang membangun kemampuan komunikatif. atau dengan tokoh masyarakat. atau gambar-gambar untuk memperjelas bahasa tulis yang digunakan. apakah dengan teman sebaya. wacana. baik dalam abentuk komunikasi lisan maupun tulis. dengan kawan dekat. dan strategis. 2. Kemampuan linguistik berkenaan dengan penguasaan siswa terhadap kaedah-kaedah bahasa Inggris yang memungkinkannya menghasilkan kalimat-kalimat gramatikal untuk menyam-paikan maksud.

dan berhubungan dengan orang lain dalam suatu kelompok masyarakat. think. 13 H. h. Brown menjelaskan bahwa budaya merupakan cara hidup bagaimana seseorang berada. Principles of Language Learning and Teaching (Englewood Clifts: Prentice Hall Regents. Culture is the context within which we exist. b) Unsur-unsur kebahasaan mencakup: tata bahasa. 14. sehingga siswa dapat menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris secara benar.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dan Madrasah Aliyah. feel. Douglas Brown. a) Keterampilan berbahasa. merasakan. “Culture is a way of life. pernyataan di atas menuntut Madrasah Aliyah dan guru bahasa Inggris untuk memberikan bahan pelajaran yang berupa aspek budaya sebagai satu kesatuan bahan pelajaran yang harus diterima siswa di dalam mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa asing. c) Aspek budaya yang terkandung dalam teks lisan dan tulis. and helps us know what our responsibility is to the group.12 Secara jelas. dalam hal ini. membaca. dan menulis. and relate to others. mata pelajaran bahasa Inggris meliputi beberapa aspek. Larson dan Smally sebagaimana dikutip oleh Hasyim. h. 164. Diknas Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA/MA (Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Diknas. yaitu menyimak. berbicara. makes us sensitive to matters of status. 2003). Budaya dapat dianggap sebagai perekat antara seseorang dengan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat.”13 Melengkapi pengertian budaya tersebut. menggambarkan budaya itu sebagai suatu “blue print’ which guides the behaviour of people in a community and is incubated in family life. yakni. lafal dan ejaan. Budaya. It governs our behaviour in groups. diartikan sebagai pola pikir dan pola tindak yang mengatur seseorang bagaimana berbahasa dan bertindak di dalam lingkungan masyarakat tertentu. 14 12 . d) Aspek sastra yang berupa penghayatan dan apresiasi sastra. It is the glue that binds a group of people together. 1994). berfikir. kosakata.

budaya itu dapat didefinisikan sebagai gagasan. dan produk meliputi literatur. sebagai suatu sistem budaya memcakup beberapa kategori. Berikut adalah penjelasan yang diberikan oleh Robinson: Ideas include beliefs. Bagaimana cara bersalaman dengan orang-orang Sunda. behaviors include language. art. dan makanan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Different cultures are the underlying structures which make round community round and square community square”14 Jadi. 3 15 Ibid. 8. yet all of which govern human behaviour just as surely as the manipulated strings of a puppet control its motion”. folklore. adat. 16 Robinson. 1988).1986). and the category of ideas reflects a notion of culture as not observable. music and artifacts. Cross Cultural Understanding (Jakarta: Karunia UT. Ide atau gagasan meliputi kepercayaan. prilaku. products include literature. Menado. Seluruh pola kehidupan masyarakat diikat oleh aturan yang disepakati oleh seluruh anggotanya. customs/habits and foods.15 Menurut Robinson. most of which remain below the threshold of consciousness. h. Nemetz. dari hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang besar. nilai. seni. yakni gagasan. keterampilan. dan artifak-artifak lainnya. values and institutions. Namun. akan berbeda dengan orang-orang Palembang. Gail L. Budaya menurut Croydon adalah “a system of integrated patterns. Bagaimana melamar calon pengantin dan merayakan pesta pernikahan di satu daerah akan berbeda Laela Hanoum Hasyim. h. musik. bahasa tubuh. dan lainnya. cerita rakyat. dan peralatan yang membedakan satu kelompok dan yang lain. adat istiadat. dan produk. gestures. tetapi merupakan sebuah sistem yang terpaduh yang bagian-bagiannya terkait satu sama lainnya. dan lemabaga. Jawa.16 Kehidupan keseharian masyarakat membuktikan bahwa budaya itu merupakan satu kesatuan yang utuh. prilaku mencakup bahasa. budaya bukanlah bagianbagian yang berdiri sendiri-sendiri. 15 14 . Crosscultural Understanding (London: Prentice Hall International (UK) Limited. The categories of behaviors and products reflect a notion of culture as observable phenomena.

Maka masing-masing orang akan berbuat sekehendaknya. tanpa aturan. 4) they are cummulative and adjust to changes in external and internal conditions. Kondisi tersebut tidak akan pernah berakhir bila tidak ada satu peraturan yang akan meluruskan semuanya itu. 6) they are learned and shared by all the members of a society. akan mendominasi mereka yang lemah. mereka yang tidak memiliki apa-apa kiecuali dirinya sendiri. bahkan makin tampak nyata dan jelas bahwa setiap kelompok manusia itu membutuhkan budaya untuk memenuhi suatu kebutuhan biologis dan psikologis manusia. Mari kita membayangkan sejenak suatu keadaan yang saling bertentangan dalam kehidupan sehari-hari. timbul berbagai macam persoalan yang merusak sendi-sendi kehidupan individual dan kolektif. 3) they satisfy basic human needs. dan bebas takterkendali. Ketentuanketentuan ini berupa gagasan yang memungkinkan seluruh anggota masyarakat dapat hidup bersama dalam kelompok dengan damai. tanpa ikatan. Orang-orang yang pintar tentu akan membodohi mereka yang tidak memiliki pengetahuan. 5) they tend to form a consistent structure. Orang-orang yang memiliki kekuatan. 2) they facilitate human and environmental interactions.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dengan daerah lain. Karena itu timbullah suatu konsepsi dalam diri kelompok-kelompok manusia itu untuk mengadakan ketentuan-ketentuan pengatur hidup. Murdock menyebutkan tujuh ciri umum yang dimiliki oleh budaya. baik secara fisik maupun materi. Memperhatikan pengertian budaya tersebut. Selengkapnya pandangan tersebut dapat dilihat melalui ungkapan berikut: Seven universal of cultural patters of behaviors are: 1) they originate in the human mind. and 16 . Akibatnya. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak ada masyarakat di dunia ini yang tidak memiliki budaya yang mengatur pola kehidupan kemanusiaan dan kemasyarakatan.

Frank W. Meskipun selalu dapat menyesuaikan diri dengan faktor-faktor internal dan eksternal. Kemudahan berinteraksi dengan sesama dan alam sekitarnya merupakan inti dari ciri kedua dari budaya. Karena kemudahan-kemudahan tersebut. Kebutuhan pangan meliputi berbagai macam makanan. 1961. sehingga identifikasi dari kelompok masyarakat mana seseorang dapat dilakukan dengan cepat. 17 17 . Ciri keenam menunjukkan bahwa budaya itu merupakan hal yang dapat dipelajari dan dipelihara secara bersama-sama oleh seluruh warga George Peter Murdock. dan kebutuhan sandang yang meliputi tempat tinggal dan pakian yang dibutuhkan manusia untuk perlindungan diri dari berbagai hal yang mengancam dirinya baik secara fisikal dan psikis. Moore. baik yang berupa kebutuhan sandang maupun pangan. Ciri keempat menunjukkan bahwa budaya itu akulumasi pemikiran dan prilaku manusia dalam kelompok masyarakatnya yang dapat berubah-ubah atau berkembang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal di mana kelompok masyarakat tersebut berada.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 7) they are transmitted to new generations. Tentu saja pola dan aturan bertindak dan berbahasa tersebut harus memudahkan seluruh anggota masyarakat untuk berinteraksi dengan sesamanya dan lingkungan alam sekitar. sehingga menjadi suatu konvensi yang diikuti oleh anggota masyarakat. ed. New Haven. Seluruh pola dan aturan yang mengatur bagaimana seseorang bertindak dan berbahasa dalam kelompok masyarakatnya bersumber dari hasil pemikiran manusia melalui suatu proses panjang. dan buah-buahan yang dibutuhkan manusia untuk pertumbuhan fisik. pola pikir dan tindak yang diikuti oleh seluruh warga masyarakat cenderung membentuk struktur yang konsisten. Itulah esensi dari ciri budaya yang ketiga. “The Cross-cultural Suvey” Readings in Cross-Culture. dan ini merupakan ciri budya yang kelima.17 Ciri pertama menunjukkan bahwa budaya merupakan hasil dan bersumber pada akal pikiran manusia. manusia sebagai anggota masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. sayuran. CN: HRAF Press.

menunjukkan bahwa budaya. Orang tua dan masyarakat dapat mengajarkan pola bertindak dan berbahasa kepada anak-anak mereka secara langsung dan tidak langsung. Karena satu kelompok masyarakat memiliki budaya yang berbeda dengan kelompok masyarakat lain. Seluruh warga menjamin keberlangsungan budayanya melalui konvensi-konvensi dan norma-norma hukum tertulis dan taktertulis yang disepakati secara bersamasama. nilai-nilai budaya masyarakat dapat juga dialihkan kepada generasi berikut melalui berbagai jalur. benturan-benturan budaya antarnegara mungkin saja terjadi dalam konteks pengajaran bahasa asing. dalam arti pola bertindak dan berbahasa dapat dialihkan kepada generasi berikutnya. “to 18 . Di samping itu. Mengenai pentingnya mempelajari budaya berbahasa orang lain.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan masyarakat. harus dijadikan prioritas utama dalam bermasyarakat secara luas. Benturan-benturan tersebut tidak hanya terjadi antar kelompok masyarakat dalam satu negara. tentu saja hal itu akan menimbulkan benturan-benturan budaya yang dapat menimbulkan masalah-masalah sosial. sebagai kelanjutan dari ciri keenam. Itulah salah satu bentuk upaya untuk menjaga keberlangsungan budaya. Salah satu caranya adalah dengan memahami budaya berbahasa dan bertindak masyarakat lain. Tentu saja menghindari terjadinya benturan budaya. Beberapa pandangan di atas memperlihatkan bahwa budaya merupakan bagian yang takterpisahkan dari bahasa dan pikiran yang mengatur bagaimana warga masyarakat berbahasa dan bertindak di dalam lingkungannya. Secara lebih khusus. dalam hal ini budaya berbahasa. Pelanggaran terhadap norma-norma tersebut tidak dapat ditolerir dan diberikan hukuman yang setimpal. Scarcella and Oxford mengatakan. Adapun ciri ketujuh. seperti pendidikan formal dan nonformal. tetapi juga terjadi antara satu negara dengan negara lain. baik yang sederhana maupun yang kompleks.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan study a language without studying the culture of native speakers of the language is a lifeless endeavor”. 89. konotasi. Dengan kata lain dapat dikatakan. atau pada saat bermain dengan teman. Thomas mendefinisikan pemahaman silang budaya sebagai pemahaman tata cara berkomunikasi antara dua orang yang memiliki latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda. h. dan komprehensi. (Boston: Heinle & Heinle. seseorang harus menghargai dan mengikuti aturan-aturan yang telah disepakai. yakni konvensi.. 1992). seperti pemahaman makna kata “time” dalam konteks masyarakat Inggris yang berbeda dengan “waktu” bagi orang Indonesia. kondisioning. Umpamanya.L. Konvensi berkaitan dengan tata cara dan prilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. & Oxford.C. Kondisioning berisikan tentang pemahaman tentang kebiasaan-kebiasaan seseorang dalam bertindak sesuai Scarcella. 19 18 .19 Adapun berhubungan dengan pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing. 184. Mempertegas pengertian tersebut. 19 Jenny Thomas. 1983. (1992). The Tapestry of Language Learning: the individual in the communicative classroom. pemahaman silang budaya merupakan upayaupaya yang dilakukan oleh seseorang yang berasal dari suatu kelompok masyarakat untuk memahami pola berbahasa dan bertindak kelompok masyarakat lainnya. 3. aspek-aspek budaya yang perlu dipelajari oleh siswa menyangkut empat hal. h.18 Berdasarkan pengertian budaya di atas. “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. R. R. Konotasi membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan bagaimana pehamanan makna berdasarkan acuan budaya suatu masyarakat. dapat dikatakan pemahaman silang budaya merupakan penguasaan seseorang terhadap perbedaan budaya berbahasa dan bertindak penutur asli bahasa asing dengan budaya bertindak dan berbahasa pertamanya. pada saat makan sendiri di rumah atau makan bersama dengan teman dalam suatu pesta seluruh warga masyarakat tentu saja harus mengikuti tatatertib yang berlaku.

untuk memperlihatkan bahwa kita bahagia. Robinson (1988). seperti bagaimana cara merima atau menolak undangan makan bersama. 368-71. cit. b.21 Berikut ini beberapa contoh komunikasi verbal dan nonverbal yang berbeda antara satu budaya dengan budaya lain. kita biasanya mengambil sikap diam atau menekan dan mengendalikan emosi kita. upacaraupacara. cit. tetapi di tempat lain mungkin saja berbeda. seperti keluarga dan kehiduapan sehari-hari. atau dapat juga digunakan untuk menutupi kesalahan atau kekeliruan yang kita buat. Tetapi. Umpamanya. 20 21 Hadley (1993). kita biasanya tersenyum. dan kajian terhadap kesusasteraan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dengan kerangka budayanya. 20 . c.20 Mengenai apa yang harus dipelajari oleh siswa berkenaan dengan budaya bahasa asing. terhadap anak-anak yang berbuat nakal berulang kali kiat biasanya menggeleng-gelengkan kepala untuk menyatakan bahwa kita tidak setuju dengan perbuatan tersebut. loc. Komprehensi berisikan keterampilan-keterampilan yang biasanya dibutuhkan seorang warga masyarakat untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. di tempat lain kesedihan dan kemarahan diungkap dengan cara yang lebih terbuka. dan makanan. Robinson mengatakan paling tidak ada tiga hal yang perlu diberikan kepada siswa. dan bagaimana cara bertamu atau menerima seorang tamu. a. Kita menggeleng-gelangkan kepala ke kiri dan kanan untuk menyatakan “tidak”. adat istiadat. yakni kajian terhadap hari-hari libur. Gelengan kepala juga dapat digunakan untuk menyatakan sikap negatif terhadap sesuatu. Senyum merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan sautu kesenangan. Ketika kita sedih atau bahkan marah. h. op. kajian terhadap sistem kelembagaan. kasih sayang. seperti ketika seorang siswa terlambat atau tidak bisa menjawab pertanyaan guru siswa biasanya tersenyum.

Kalau kita tidak dapat mengikuti atau memahami apa yang sedang dibicarakan oleh orang lain. Acungan jempol dapat bermakna bermacam-macam. 3. kita biasanya menerimanya dengan memberikan jawaban yang bertolak belakang dengan kondisi yang sebenarnya. dianggap sebagai dorongan yang 21 . Pada saat bercakap-cakap dengan orang lain. acungan jempol digunakan untuk memuji orang yang telah melakukan pekerjaan yang besar/hebat. i. e. di temapt lain pujian biasanya dijawab dengan ucapan terima kasih. di tempat lain hal itu tidak dapat dilakukan. di tempat lain budaya seperti itu mungkin sulit kita dapatkan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan d. Orang yang berhasil dianggap memiliki motivasi yang kuat untuk meraih keinginannya. h. dalam hal ini. Motivasi. kita biasanya bersiul-siul atau bahkan berteriak-teriak sampai mendapatkan perhatiannya. kita biasanya mengangkap bahu dan tangan. Kita biasanya menempatkan kedua telapak tangan kita di bawah dagu untuk menunjukkan bahwa kita kecewa. sedangkan di Indonesia tidak digunakan acungan jempol. Di negara-negara barat. Untuk mendapatkan perhatian seorang wanita yang sedang lewat. sedangkan orang yang gagal dianggap tidak memiliki motivasi yang kuat untuk meraih cita-citanya. f. g. tetapi di negara-negara barat tatapan mata secara langsung ke arah lawan bicara bermakna bahwa pendengar benar-benar serius dan memperhatikan lawan bicaranya. Bila orang lain memuji. Motivasi Berprestasi Dalam kehidupan sehari-hari. acungan jempol digunakan untuk menyetop atau menumpang kendaraan umum atau orang lain. kita biasanya tidak menatap mata lawan bicara secara langsung. keberhasilan atau kegagalan seseorang untuk meraih sesuatu selalu dikaitkan dengan motivasi yang dimilikinya. Di Indonesia.

132. from http://chiron. h. yakni kebutuhan untuk: 1) menemukan sesuatu yang baru. 1968). elimination. seperti lapar dan rasa sakit.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan menggerakkan seseorang untuk meraih sesuatu. Maslow juga merinci lima dorongan dan kebutuhan secara hirarkis.edu/ whuitt/col/ motivation/motivate. desire. 24 David A. Valdosta. Dorongan itu dapat berbentuk respons fisik terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan atau menyakitkan. sex. 4) didorong oleh pihak lain. Ausubel menjelaskan enam jenis dorongan yang dimiliki oleh seseorang. sleep. “Motivation to learn: An overview” Educational Psychology Interactive.valdosta. dan dorongan tersebut juga dapat berbentuk tujuan atau keinginan yang akan dicapai.html. motivation refers to the choices people make as to what experiences or goals they will approach or avoid. Brown (1993).23 Dalam dua pengertian tersebut dapat dipahami bahwa motivasi merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang menggerakkannya melakukan sesuatu untuk mencapai atau memenuhi keinginannya. water. h. 368-9. GA: Valdosta State University. dan 6) diakui dan diterima oleh orang lain. emotions or disire that moves one to a particular action. pengertian motivasi yang banyak dipedomani berbunyi “Motivation is commonly thought of as inner drive. 23 22 22 . yakni: 1) Physiological needs: air.2. Retrieved [date]. h. and the degree of effort they will exert in that respect”22 Pengertian lain yang tidak jauh berbeda dengan pandangan tersebut dibaerikan oleh Huitt yang mengatakan “motivation is an internal state or condition (sometimes described as a need. 5) memperoleh pengetahuan. Rinehart & Winston. cit. Huitt. food.24 Sedikit berbeda dengan apa yang dikemukakan oleh Ausubel. Ausubel. Educational Psychology: A cognitive view (New York: Holt. activity. op. Secara lebih rinci. or want) that serves to activate or energize behavior and give it direction”. W. 2) membiasakan diri. Secara umum. impulse. 3) melakukan pekerjaan. or in more technical terms.

h. independent. democratic. 4) Self-esteem needs: to feel competent. physical safety.25 Berdasarkan lima dorongan tersebut. hingga ke kebutuhan yang paling tinggi. kebijakan. 23 25 . successful. order.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Safety needs: escape fear and pain. accepting. 370-396. creative.H. dan diakui oleh pihak lain. Untuk memperjelas bagaimana urutan dan keterkaitan antarkebutuhan dapat dilihat pada gambar berikut. respected. problem-oriented. yakni kebutuhan pangan dan sandang. 3) Belonging and love needs: to love and be loved. dapat dipahami bahwa secara berturut-turut seseorang dapat memenuhi kebutuhannya dari yang paling dasar. yakni aktualisasi diri. be part of a family. independent. being creative and appreciative of beauty in the world. wanting knowledge and wisdom. seperti memperoleh pengetahuan. realistic. have friends. 5) Self-actualization needs: being one's true self. “A Theory of Human Motivation” Psychological Review. 50. (1954). achieving one's highest potential. physical security. being able to understand and accept oneself and others. and worthwhile. 2) Self Actualization Esteem Social Safety Physiological A. A self-actualized person is happy. and fulfilling a mission or purpose in life. Maslow.

dan motivasi berprestasi. the free encyclopedia. motivasi dapat diklasifikasikan berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda. p. Achievement Motivation. Adapun berdasarkan tujuannya. atau memperoleh standard hidup yang lebih tinggi. Dorongan intrinsik berasal dari dalam R. Motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai dorongan atau kecenderungan yang dimiliki siswa untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar sebaik mungkin26. Di antara jenis-jenis motivasi tersebut. ataupun cara-cara lain yang dapat menyemangati siswa untuk melakukan berbagai tindakan untuk mengatasi masalah belajar yang dihadapi. motivasi integratif. Berdasarkan sumbernya. sedangkan motivasi ektrinsik merupakan dorongan yang berasal dari luar diri seseorang.27 Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin mencari berbagai cara dan strategi efektif untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi instrinsik dan ekstrinsik Motivasi intrinsik merupakan dorongan untuk melakukan suatu perbuatan atau tindakan yang berasal dari dalam diri seseorang. Wikipedia. pemberian latihan-latihan dan tugas-tugas bahasa yang menuntut siswa untuk terus berusaha. Dorongan intrinsik berasal dari luar diri siswa. Back. motivasi instrumental. seperti pemberian latihan dan tugas-tugas dari guru. C. 2006. 24 26 . motivasi berprestasi dapat berasal dari dorongan intrinsik dan ekstrisik. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi asimilatif. Ditinjau dari sumbernya. menguasai pengetahuan dan keterampilan. 1990).Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Secara lebih mendalam. Menurut McCelland. 27 Anonymous. seperti berdasarkan sumber dan tujuan. Motivasi berprestasi ini dapat ditumbuhkan melalui pemberian saran dan nasehat. 291. motivasi berprestasi memegang peran yang sangat penting dalam keberhasilan siswa dalam belajar bahasa Inggris. motivasi berprestasi merupakan dorongan yang dimiliki individu untuk memperoleh hasil yang berarti. Motivasion: Theories and Principles (New Jersy: Prentice Hall.

dorongan-dorongan tersebut dapat dilihat paparan dalam bentuk tabel yang dikutip dari Huitt. • maintain homeostasis. Sources of Motivational Needs • elicited by stimulus associated/connected to behavi oral/ externa l innately connected stimulus • obtain desired. etc. kognitif. afektif. Secara rinci. sosial. dan spiritual. konatif. pleasant consequences (rewards) or escape/avoid undesired. smell. etc. • decrease hunger. unpleasant consequences social • imitate positive models • be a part of a group or a valued member biologic al • increase/decrease stimulation (arousal) • activate senses (taste. touch. discomfort. • solve a problem or make a decision • figure something out • eliminate threat or risk 25 . thirst. balance • maintain attention to something interesting or threatening uncertainty cognitiv e • develop meaning or understanding • increase/decrease cognitive disequilibrium.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan diri siswa yang meliputi dorongan biologis.

tampak bahwa kemampuan komunikatif berbahasa Inggris dipengaruhi oleh beberapa faktor. obtaining dream • reduce others' control of one's life spiritua l • understand purpose of one's life • connect self to ultimate unknowns B. Kerangka Konseptual Sesuai dengan analisis pustaka tersebut.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan affectiv e • • • • increase/decrease affective dissonance increase feeling good decrease feeling bad increase security of or decrease threats to self-esteem • maintain levels of optimism and enthusiasm • • • • • conativ e meet individually developed/selected goal obtain personal dream develop or maintain self-efficacy take control of one's life eliminate threats to meeting goal. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin mencari berbagai cara dan strategi efektif untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik. Dorongandorongan akan menjadi makin bermakna bila siswa memahami 26 . sehingga siswa merasa lebih tertantang untuk selalu menggali potensinya secara terus menerus. Motivasi berprestasi juga membimbing siswa untuk berusaha memecahkan beragam kesulitan belajar bahasa Inggris. seperti motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya.

Bentuk hubungan tersebut dapat digambarkan. khususnya pada aspek keberterimaan bahasa Inggris secara sosial daripada gramatikal. dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. Berdasarkan hal tersebut dapat diduga adanya hubungan yang berarti antara motivasi berprestasi. pemahaman silang budaya. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya. 27 . makin tinggi pemahaman silang budaya dan motivasi berprestasi siswa.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan silang budaya antara budaya berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris. Pemahaman silang budaya tentu saja menentukan keberhasilan komunikasi dengan bahasa Inggris yang dibangun oleh siswa.

seperti terpenuhinya seluruh karakteristik populasi. dan beberapa keberhasilan/prestasi yang telah diraih keempat madrasah tersebut di tingkat propinsi. 7. Ciputat Raya Pondok Pinang Jakarta Selatan. A.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3 DESKRIPSI LATAR PENELITIAN Penelitian korelasional ini melibatkan seluruh Madrasah Aliyah Negeri di wilayah Jakarta Selatan. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta MAN 4 Jakarta yang berdiri pada tahun 1992 berada di Jl. letak dan posisi madrasah yang relatif lebih strategis dibandingkan dengan Madrasah Aliyah Negeri lainnya. status madrasah yang beragam dari Madrasah Aliyah Negeri Percontohan sampai nonpercontohan. 11. pemilihan madrasah-madrasah tersebut dilandasi oleh beberapa alasan. dan 13. usia madrasah yang relatif lebih tua. Gambaran tentang keempat madrasah tersebut secara berturut-turut dapat dipaparkan sebagai berikut. yakni MAN 4. Selain karena keempat madrasah tersebut berada di wilayah Jakarta Selatan. MAN 4 28 .

laboratorium IPA. H. MAN 4 Jakarta juga memperkerjakan beberapa orang sebagai tenaga administrasi dan petugas kebersihan. laboratorium bahasa. Selain itu. Selain guru tetap. tetapi pada masa itu diletakkan dasar-dasar pengelolaan Madrasah Aliyah secara professional. Setelah kepemimpinan MAN 4 mengalami perubahan dan sekarang dipegang oleh Drs. Selain ruang kelas yang permanen. Dewasa ini. MAN 4 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. dan perpustakaan dengan koleksi buku berjumlah kurang lebih 2000 judul. MAN 4 Jakarta juga dibantu oleh tenaga guru tidak tetap dengan jumlah 14 orang yang terdiri dari 4 orang guru laki-laki dan 10 orang guru perempuan. tetapi beberapa gedung bertingkat dengan luas bangunan 4409 M2 dengan jumlah ruang belajar sebanyak 28 kelas. Pada masa kepemimpinannya MAN 4 masih dipandang dengan sebelah mata oleh banyak pihak. Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 4 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain. sehingga terpenuhi suasana akademis yang kondusif. MAN 4 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 86 orang yang terdiri dari 36 orang guru laki-laki dan 50 orang guru perempuan. seperti musholla.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Jakarta yang menginginkan anak-anak mereka belajar dan dididik dalam susana keagamaan yang tinggi. MAN 4 Jakarta yang menempati sebidang tanah dengan luas 30. Pada awal berdirinya. untuk menujang kelancaran penyelenggaraan kegiatan belajar dan mengajar. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Atas lainnya.325 M2 dipimpin oleh Drs. Pada tahun pelajaran 29 . MAN 4 Jakarta mendapatkan status sebagai Madrasah Aliyah Negeri Percontohan. Muchyi sebagai kepala madrasah yang dibantu oleh beberapa orang wakil kepala madrasah dan kaepala tatausaha. MAN 4 Jakarta tidak lagi menempati gedung yang kecil dan sempit. Daud sebagai kepala madrasah.

seluruh siswa MAN 4 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 4 Jakarta. Dengan keseimbangan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler diharapkan tujuan pendidikan nasional yang berorientasi pada pengembangan manusia seutuhnya dapat terealisasi. Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola. Secara khusus.an yang tergabung dalam FMIKA.hutup kanji bahasa Jepang. Kegiatan ilmiah mencakup kelompok ilmiah remaja (KIR) dan kajian Al-Qur. yaitu IPA sebanyak 128 orang siswa yang meliputi 52 orang siswa laki-laki dan 76 orang siswa perempuan. agama. Siswa kelas tiga berjumlah 234 orang siswa yang terdiri dari 133 siswa laki-laki dan 201 siswa perempuan. tercatat sebanyak 1028 orang siswa yang terbagi dalam tiga kelas. pidato bahasa Arab. MTQ. yaitu olah raga. Selain kegiatan belajar di dalam ruangan atau di luar ruangan sesuai dengan jurusan masing-masing. dan sepak bola. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyid-sholawat. seni. debat bahasa Inggris. IPS sebanyak 117 orang siswa yang terdiri dari 52 orang siswa laki-laki dan 65 orang siswa perempuan. meskipun hanya pada tataran pendidikan menengah. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan PMR. ilmiah. Siswa kelas satu berjumlah 361 orang siswa yang terdiri dari 147 siswa laki-laki dan 214 siswa perempuan. bola volly dan penyinta alam. dan kepanduan. dan Bahasa sebanyak 89 orang siswa yang terdiri dari 29 orang siswa laki-laki dan 60 orang siswa perempuan. Siswa kelas dua berjumlah 333 orang siswa yang terdiri dari 136 siswa laki-laki dan 197 siswa perempuan. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi tiga jurusan. Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 4 Jakarta dapat dilihat pada tabel 1 berikut. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah berbicara di tingkat propinsi dan nasional antara lain adalah KIR.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 2006-2007. kaligrafi. 30 .

197 pr kelamin Kelas III : 133 lk. 201 pr Jumlah siswa IPA : 52 lk. H. M. Musyahir M. Muchyi Drs. 60 pr 31 . Drs. Dra.325 M2 4409 M2 2000 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah 8 Wakil Kepala Madrasah 9 10 11 12 13 Drs. Ciputat Raya Pondok Pinang Jakarta Selatan 1992 30. Suganda Drs.Pd. 214 pr menurut jenis Kelas II : 136 lk. Kapti Khusnani Jumlah Guru Tetap 36 orang laki-laki dan 50 orang perempuan Jumlah Guru Tidak 4 orang laki-laki dan 10 orang Tetap perempuan Jumlah tenaga 20 orang laki-laki. 9 orang administrasi perempuan Jumlah Siswa Kelas I : 147 lk.Pd.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 1 Data Statistik MAN 4 Jakarta pada tahun pelajaran 2006-2007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta Jl. 65 pr Bahasa : 29 lk. Jejen Zaenudin. 76 pr menurut Jurusan IPS : 52 lk.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 Kegiatan ilmiah 16 Seni 17 Kepanduan Sepak bola. tetapi pada masa itu diletakkan dasar-dasar dalam pengelolaan Madrasah Aliyah secara professional. tetapi beberapa gedung bertingkat dengan luas bangunan 4000 M2 dengan beberapa ruang belajar yang layak. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 7 Jakarta MAN 7 Jakarta yang berdiri pada tahun 1992 berada di JL. MAN 7 Jakarta tidak lagi menempati gedung yang kecil dan sempit. bola volley. Pada awal berdirinya. MAN 7 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 31 orang yang terdiri dari 17 32 . laboratorium IPA. laboratorium bahasa. Selain ruang kelas yang permanen. dan perpustakaan dengan koleksi buku berjumlah kurang lebih 1303 judul. Dewasa ini. yang menginginkan anak-anak mereka dididik dalam susana keagamaan yang tinggi. dan Jakarta umumnya. MAN 7 Jakarta yang menempati sebidang tanah dengan luas 3500 M2 dipimpin oleh Drs. Zaenuddin Anwar sebagai kepala madrasah. MAN 7 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. seperti musholla. Barkat Guna Harahap sebagai wakil kepala madrasah. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain. H. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Atas lainnya. Saat ini kepemimpinan MAN 7 dipegang oleh Drs. MAN 4 Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Pasar Minggu khususnya. Srengseng Sawah Pasar Minggu Jakarta Selatan. Penyinta Alam KIR dan FMIKA Teater dan Nasyid-Sholawat Pramuka dan PMR B. H. Pada masa kepemimpinannya MAN 7 masih dipandang dengan sebelah mata oleh banyak pihak. Taufik sebagai kepala madrasah yang dibantu oleh Drs.

Siswa kelas tiga berjumlah 62 orang siswa yang terdiri dari 28 siswa laki-laki dan 34 siswa perempuan. Siswa-siswa tersebut terdistribusikan ke dalam kelas satu. dan tiga. dan IPS sebanyak 37 orang siswa yang terdiri dari 22 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan. agama. dan kepanduan. MAN 7 Jakarta juga dibantu oleh tenaga guru tidak tetap dengan jumlah 11 orang yang terdiri dari 8 orang guru laki-laki dan 3 orang guru perempuan. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyidsholawat. yaitu olah raga. dua. dan kegiatan keagamaan dalam bentuk Rohis. Pada tahun pelajaran 2006-2007. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi dua jurusan. tercatat sebanyak 306 orang siswa yang menuntut ilmu di sekolah tersebut yang terdiri dari 141 siswa laki-laki dan 165 siswa perempuan. yaitu IPA sebanyak 25 orang siswa yang meliputi enam orang siswa laki-laki dan 19 orang siswa perempuan. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan 33 . Secara khusus.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan orang guru laki-laki dan 14 orang guru perempuan. Selain kegiatan belajar sesuai dengan kelas dan jurusan masing-masing sebagai kegiatan kurikuler. Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. Kegiatan ilmiah direalisaikan dalam bentuk kelompok ilmiah remaja (KIR). seni. Kelas satu berjumlah 113 orang siswa yang terdiri dari 63 siswa laki-laki dan 70 siswa perempuan. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 7 Jakarta. untuk keperluan kegiatan administrasi MAN 7 Jakarta memperkerjakan beberapa orang tenaga administrasi dan petugas kebersihan. ilmiah. dan bola volly. Selain guru tetap. seluruh siswa MAN 7 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. Siswa kelas dua berjumlah 111 orang siswa yang terdiri dari 48 siswa laki-laki dan 63 siswa perempuan. Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 7 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut.

Taufik Drs. 19 pr IPS : 22 lk. Tabel 2 Data Statistik MAN 7 Jakarta pada tahun pelajaran 2006-2007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 7 Jakarta Jl. 70 pr Kelas II : 48 lk. 34 pr IPA : 6 lk. 15 pr 34 . Srengseng Sawah Jakarta Selatan 1992 3500 M2 4000 M2 1303 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah 8 Wakil Kepala Madrasah 9 Jumlah Guru Tetap 10 Jumlah Guru Tidak Tetap 11 Jumlah tenaga administrasi 12 Jumlah Siswa menurut jenis kelamin 13 Jumlah siswa menurut Jurusan Drs. Barkat Guna Harahap 17 orang laki-laki dan 14 orang perempuan 8 orang laki-laki dan 3 orang perempuan 10 orang laki-laki. 63 pr Kelas III : 28 lk.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan paskibra. 5 orang perempuan Kelas I : 63 lk. Secara khusus. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah berbicara di tingkat propinsi antara lain adalah KIR dan karate. Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 7 Jakarta dapat dilihat pada tabel 2 pada halaman berikut. H.

seperti musholla. MAN 11 Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Cilandak khususnya. dan perpustakaan dengan koleksi buku yang cukup. laboratorium IPA.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 16 17 18 Kegiatan ilmiah Seni Agama Kepanduan Sepak bola. yang menginginkan anak-anak mereka dididik dan belajar dalam susana keagamaan yang tinggi. tetapi beberapa gedung bertingkat dua dengan beberapa ruang belajar yang relatif nyaman dan kondusif untuk kegiatan belajar mengingat keberadaan gedung tersebut jauh dari pusat keramaian. laboratorium bahasa. 60 Lebak Bulus Cilandak Jakarta Selatan. Selain ruang kelas yang permanen. MAN 11 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. MAN 11 Jakarta tidak lagi menempati gedung yang kecil dan sempit. MAN 11 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 35 orang yang terdiri dari 14 orang guru laki-laki dan 21 orang guru perempuan yang sebagian besar berpendidikan S1 sebanyak 32 orang. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain. Gandun No. H. Saat ini kepemimpinan MAN 11 dipegang oleh Drs. Effendi Halba sebagai kepala madrasah yang dibantu beberapa orang wakil kepala sekolah dan kepala tatausaha. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Atas lainnya. Penyinta Alam KIR Teater dan Nasyid-Sholawat Rohis Pramuka dan Paskibra C. S2 sebanyak satu orang dan D3 sebanyak dua 35 . U. Dewasa ini. dan Jakarta umumnya. bola volley. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 11 Jakarta MAN 11 Jakarta yang berdiri pada tahun 1997 berada di Jl.

agama. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 11 Jakarta. Siswa kelas satu berjumlah 85 orang siswa yang terdiri dari 29 siswa laki-laki dan 56 siswa perempuan. ilmiah. dan bola basket. Adapun untuk menunjang kegiatan administraif dan kebersihan. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan orang. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah 36 . dan kepanduan. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi dua jurusan. Pada tahun pelajaran 2006-2007. dan IPS sebanyak 33 orang siswa yang terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 17 orang siswa perempuan. MAN 11 Jakarta juga dibantu oleh beberapa tenaga guru tidak tetap yang memegang beberapa matapelajaran sesuai dengan bidang keahlian yang tidak dimiliki oleh madrasah tersebut atau sebagai tenaga pendukung. Siswa kelas dua berjumlah 72 orang siswa yang terdiri dari 27 siswa laki-laki dan 45 siswa perempuan. seluruh siswa MAN 11 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyidsholawat. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan paskibra. MAN 11 Jakarta juga memperkerjakan beberapa orang tenaga administrasi dan petugas kebersihan. Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. yaitu IPA sebanyak 20 orang siswa yang meliputi tiga orang siswa lakilaki dan 17 orang siswa perempuan. Secara khusus. seni. Selain guru tetap. Selain kegiatan belajar di dalam ruangan atau di luar ruangan sesuai dengan jurusan masing-masing. yaitu olah raga. Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 11 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut. dan kegiatan keagamaan dalam bentuk Rohis. tercatat sebanyak 210 orang siswa yang terdiri 75 siswa laki-laki dan 135 siswa perempuan. Siswa kelas tiga berjumlah 53 orang siswa yang terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 34 siswa perempuan. Kegiatan ilmiah direalisaikan dalam bentuk kelompok ilmiah remaja (KIR).

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan berbicara di tingkat propinsi antara lain adalah KIR. H. Tabel 3 Data Statistik MAN 11 Jakarta pada tahun pelajaran 20062007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 11Jakarta Jl. Gandun No. dan Bola Volley. 17 pr IPS : 16 lk. Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 11 Jakarta dapat dilihat pada tabel 3. 60 Lebak Bulus Cilandak Jakarta Selatan 1997 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah 8 Wakil Kepala Madrasah 9 Jumlah Guru Tetap 10 Jumlah Guru Tidak Tetap 11 Jumlah tenaga administrasi 12 Jumlah Siswa menurut jenis kelamin 13 Jumlah siswa menurut Jurusan Drs. Mading. 17 pr 37 . Effendi Hlba 14 orang laki-laki dan 21 orang perempuan orang laki-laki dan orang perempuan 10 orang laki-laki. 56 pr Kelas II : 27 lk. 5 orang perempuan Kelas I : 29 lk. U. 45 pr Kelas III : 19 lk. 34 pr IPA : 3 lk.

MAN 13 masih menyatu dengan MAN 7 yang saat itu dipimpin oleh Dra. dan Jakarta umumnya. Pada awal berdirinya. yang menginginkan anak-anak mereka dididik dan belajar dalam susana keagamaan yang tinggi. Nuroto sebagai wakil kepala madrasah. sebagai kepala madrasah yang dibantu dengan Drs. M. bola basket. M. Dewasa ini. laboratorium IPA. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain. Selain ruang kelas yang permanen. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Umum lainnya. dan perpustakaan dengan koleksi buku berjumlah kurang lebih 1303 judul. Setelah memisahkan diri hingga sekarang. MAN 13 Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Pasar Minggu khususnya. MAN 13 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. Raya Lenteng Agung Depok RT 02 RW 08 Jagakarsa Pasar Minggu Jakarta Selatan. MAN 13 tetap dipimpin oleh Dra. seperti musholla. Hj. Mereka berlatar pendidikan tingat S1 berjumlah 47 38 . MAN 13 Jakarta menempati beberapa gedung bertingkat dengan jumlah ruang belajar sebanyak 20 kelas. Isnadiar Dekok.M. MAN 4 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 51 orang yang terdiri dari 18 orang guru lakilaki dan 33 orang guru perempuan dengan tingkat pendidikan minimal S1. Isnadiar Dekok. Penyinta Alam KIR Teater dan Nasyid-Sholawat Rohis Pramuka dan Paskibra D. Hj. laboratorium bahasa.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 16 17 18 Kegiatan ilmiah Seni Agama Kepanduan Sepak bola.M. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta MAN 13 Jakarta yang berdiri pada tahun 2004 berada di JL. sebagai kepala madrasah.

seluruh siswa MAN 13 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. seni. dan Bahasa sebanyak 34 orang siswa yang terdiri dari 20 orang siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan. untuk keperluan kegiatan administrasif dan kebersihan MAN 13 Jakarta memperkerjakan 15 orang tenaga administrasi dan petugas kebersihan yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola. Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. dan kepanduan. S2 berjumlah tiga orang dan D1 berjumlah satu orang. ilmiah. dan 39 . dan bola basket. Siswa kelas satu berjumlah 240 orang siswa yang terdiri dari 109 siswa laki-laki dan 131 siswa perempuan. IPS sebanyak 80 orang siswa yang terdiri dari 34 orang siswa lakilaki dan 46 orang siswa perempuan. Secara khusus. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 13 Jakarta.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan orang. MAN 13 Jakarta juga dibantu oleh tenaga guru tidak tetap dengan jumlah 27 orang yang terdiri dari 14 orang guru laki-laki dan 13 orang guru perempuan. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi tiga jurusan. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyid. agama. Selain kegiatan belajar di dalam ruangan atau di luar ruangan sesuai dengan jurusan masing-masing. tercatat sebanyak 552 yang terdiri dari 277 siswa laki-laki dan 285 siswa perempuan. Selain guru tetap. Kegiatan ilmiah direalisaikan dalam bentuk kelompok ilmiah remaja. Siswa kelas tiga berjumlah 142 orang siswa yang terdiri dari 81 siswa laki-laki dan 61 siswa perempuan. yaitu olah raga. Siswa kelas dua berjumlah 163 orang siswa yang terdiri dari 90 siswa laki-laki dan 73 siswa perempuan. Pada tahun pelajaran 2006-2007. Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 13 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut. yaitu IPA sebanyak 35 orang siswa yang meliputi 14 orang siswa laki-laki dan 21 orang siswa perempuan.

21 pr 40 . M. 131 pr menurut jenis kelamin Kelas II : 90 lk.M. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah berbicara di tingkat propinsi antara lain adalah cerdas cermat IPS. Secara khusus. Isnadiar Dekok.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan kegiatan keagamaan dalam bentuk Rohis. Raya Lenteng Agung Depok RT 02 RW 08 Jakarta Selatan 2004 6500 M2 5086 M2 1303 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah Dra. 5 orang administrasi perempuan 12 Jumlah Siswa Kelas I : 109 lk. 73 pr Kelas III : 81 lk. Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 13 Jakarta dapat dilihat pada tabel 4. Hj. 8 Wakil Kepala Drs. 61 pr 13 Jumlah siswa IPA : 14 lk. Matematika. Nuroto Madrasah 9 Jumlah Guru Tetap 14 orang laki-laki dan 13 orang perempuan 10 Jumlah Guru Tidak 14 orang laki-laki dan 13 Tetap orang perempuan 11 Jumlah tenaga 10 orang laki-laki. bola Volley. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan paskibra. Tabel 4 Data Statistik MAN 13 Jakarta pada tahun pelajaran 20062007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta Jl. dan Bola basket.

bola basket. Penyinta Alam KIR Teater dan Nasyid-Sholawat Rohis Pramuka dan Paskibra 41 . 14 pr KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 16 17 18 Kegiatan ilmiah Seni Agama Kepanduan Sepak bola. 46 pr : 20 lk.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan menurut Jurusan IPS Bahasa : 34 lk.

A. deskripsi data tentang motivasi berprestasi. terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 4 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes 42 . Deskripsi Data Tiap-Tiap Madrasah Berdasarkan tempat penelitian ini dilakukan. dan MAN 13. MAN 7. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan akan disajikan secara berturut-turut dari MAN 4. 1. Berikut dipaparkan temuan data deskriptif dan hasil analisis korelasi dan regresi sederhana yang telah dilakukan. MAN 11.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 4 TEMUAN PENELITIAN Setelah data yang terkumpul dihitung dengan menggunakan statistik deskriptif ditemukan beberapa nilai penting yang berguna untuk analisis korelasi dan regresi. MAN 4 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban.

Tabel 5 Skor MTB.00 48.00 50.52 KKBI 50 52 53 55 55 56 60 60 62 62 62 64 64 66 66 68 69 70 74 1168 74.00 Rata-rata 62.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. dan KKBI siswa MAN 4 NO RESPONDEN MTB PSB 1 MAN04001 56 48 2 MAN04002 58 50 3 MAN04003 59 52 4 MAN04004 59 52 5 MAN04005 60 54 6 MAN04006 60 54 7 MAN04007 61 56 8 MAN04008 61 56 9 MAN04009 62 58 10 MAN04010 62 58 11 MAN04011 62 58 12 MAN04012 63 60 13 MAN04013 64 62 14 MAN04014 64 64 15 MAN04015 65 64 16 MAN04016 65 66 17 MAN04017 66 66 18 MAN04018 66 66 19 MAN04019 68 68 Jumlah 1181 1112 Maksimum 68. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian hanya berasal dari 19 responden.00 68.47 43 . PSB.00 Minimum 56. dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap.00 61. dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan. Skor untuk ketiga variabel tersebut dipaparkan pada tabel 5.15 58.

5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 5. berkaitan dengan pemahaman silang budaya. setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 4 adalah 68. jumlah keseluruhan skor adalah 1112. skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 4 adalah 74. skor terendah adalah 56. 0 80 MB T Gambar 1. dan skor rata-ratanya adalah 61. skor terendah adalah 48. Histogram MTB MAN 4 44 . Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan motivasi berprestasi siswa MAN 4 relatif tidak terlalu tinggi. diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 4 adalah 68.47. dan skor rata-ratanya adalah 58. 0 60 5. skor terendah adalah 50. jumlah keseluruhan skor adalah 1181. Bagaimana gambaran repons siswa MAN 4 terhadap ketiga variabel tersebut dapat juga dilihat melalui histogram berikut. 0 60 6.15. jumlah keseluruhan skor adalah 1168.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Berkaitan dengan motivasi berprestasi. 0 00 6 .0 40 6. dan skor rata-ratanya adalah 62.52. Pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang mereka kuasai juga masih di bawah persyaratan ideal yang seharusnya dikuasai oleh siswa.0 20 6 . Sebaliknya. 0 80 6.

00 65.00 55.00 PSB Gambar 2.00 50.00 70.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3 2 y c n u q e r F 1 0 45.00 65.00 75.00 60.00 70. Histogram PSB MAN 4 7 6 5 4 y c n u q e r F 3 2 1 0 50.00 KKBI Gambar 3. Histogram KKBI MAN 4 45 .00 60.00 55.

skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 7 adalah 78. jumlah keseluruhan skor adalah 1601. PSB. setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 7 adalah 79. diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 7 adalah 80. dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan. skor terendah adalah 54. dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap. Berkaitan dengan motivasi berprestasi. Selengkapnya skor yang diperoleh siswa MAN 7 untuk ketiga variabel tersebut dapat dilihat pada tabel 6. dan skor rata-ratanya adalah 66. dan skor rata-ratanya adalah 69. jumlah keseluruhan skor adalah 1612.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 2. skor terendah adalah 60. terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 7 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. berkaitan dengan pemahaman silang budaya.08. Tabel 6 Skor MTB. dan KKBI siswa MAN 7 NO RESPONDEN MTB PSB KKBI 1 MAN07001 60 54 60 2 MAN07002 61 56 62 3 MAN07003 64 58 75 4 MAN07004 64 58 64 5 MAN07005 66 60 64 6 MAN07006 66 60 68 7 MAN07007 68 68 64 8 MAN07008 68 68 66 9 MAN07009 69 70 70 46 . skor terendah adalah 60.08. Sebaliknya.60. Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris. MAN 7 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban. dan skor rata-ratanya adalah 70. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah hanya berasal dari 23 responden. jumlah keseluruhan skor adalah 1520.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

10 MAN07010 11 MAN07011 12 MAN07012 13 MAN07013 14 MAN07014 15 MAN07015 16 MAN07016 17 MAN07017 18 MAN07018 19 MAN07019 20 MAN07020 21 MAN07021 22 MAN07022 23 MAN07023 Jumlah Maksimum Minimum Rata-rata

70 70 70 71 73 73 74 74 76 76 78 71 71 79 1612 79.00 60.00 70.08

72 68 72 66 65 74 66 66 70 64 76 78 66 65 1601 80.00 60.00 69.60

70 66 72 66 70 68 68 70 74 74 76 76 78 80 1520 78.00 54.00 66.08

Bila skor di atas ditampilkan dalam bentuk gambar atau histogram, akan makin jelas bagaimana distribusi skor yang diperoleh siswa MAN 7 untuk ketiga variabel tersebut.
6

5

4

3

y c n u q e r F
2 1 0 6. 0 0 0 6. 0 5 0 7. 0 0 0 7. 0 5 0 8. 0 0 0

MB T

Gambar 4. Histogram MTB MAN 7

47

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

10

8

6

y c n u q e r F

4

2

0 50.00 55.00 60.00 65.00 70.00 75.00 80.00

PSB

Gambar 5. Histogram PSB MAN 7

5

4

3

y c n u q e r F

2

1

0 60.00 65.00 70.00 75.00 80.00

KKBI

Gambar 6. Histogram KKBI MAN 7

48

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

3. MAN 11 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban, terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 11 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris; dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap; dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian hanya berasal dari 18 responden. Berkaitan dengan motivasi berprestasi, setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 11 adalah 75, skor terendah adalah 63, jumlah keseluruhan skor adalah 1239, dan skor rata-ratanya adalah 68.83. Sebaliknya, berkaitan dengan pemahaman silang budaya, diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 11 adalah 74, skor terendah adalah 56, jumlah keseluruhan skor adalah 1176, dan skor rata-ratanya adalah 65.33. Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris, skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 11 adalah 80, skor terendah adalah 60, jumlah keseluruhan skor adalah 1266, dan skor rata-ratanya adalah 70.33. Data lengkap mengenai skor yang diperoleh siswa MAN 11 untuk ketiga variabel dapat dilihat pada tabel berikut 7. Adapun visualisasi skor yang diperoleh siswa dalam bentuk gambar, untuk memperjelas bagaimana distribusi skorskor tersebut dapat dilihat pada histogram/gambar 7-9. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan motivasi berprestasi siswa MAN 11 relatif tinggi; begitu juga dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris mereka. Tetapi untuk variabel kedua, skor yang mereka peroleh menunjukkan bahwa pemahaman silang budaya mereka relatif tidak terlalu tinggi. Secara umum siswa MAN 11 memiliki potensi yang relatif besar untuk menguasai kemampuan berbahasa Inggris sebagaimana yang dipersyaratkan dalam kurikulum 2004.
49

00 74.00 Rata-rata 68.00 60. PSB.33 50 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 7 Skor MTB. dan KKBI siswa MAN 11 NO RESPONDEN MTB PSB 1 MAN011001 63 56 2 MAN011002 64 65 3 MAN011003 65 58 4 MAN011004 66 67 5 MAN011005 66 60 6 MAN011006 68 64 7 MAN011007 69 62 8 MAN011008 69 64 9 MAN011009 69 64 10 MAN011010 70 66 11 MAN011011 70 66 12 MAN011012 72 68 13 MAN011013 72 68 14 MAN011014 73 70 15 MAN011015 67 67 16 MAN011016 67 65 17 MAN011017 74 72 18 MAN011018 75 74 Jumlah 1239 1176 Maksimum 75.00 56.00 Minimum 63.00 70.83 65.33 KKBI 60 64 64 68 68 70 70 69 72 72 75 74 74 76 66 66 78 80 1266 80.

Histogram PSB MAN 11 51 .00 70.00 M TB Gambar 7.50 75.50 70.00 75.00 60.50 65.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 6 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 62. Histogram MTB MAN 11 6 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 55.00 72.00 65.00 PSB Gambar 8.00 67.

terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 13 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. Histogram KKBI MAN 11 3.00 65.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 4 3 2 y c n u q e r F 1 0 60.00 80. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian hanya berasal dari 18 responden. dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan. MAN 13 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban.00 KKBI Gambar 9.00 75. 52 .00 70. Data lengkap mengenai skor yang diperoleh siswa MAN 13 dapat dilihat pada tabel berikut. dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 8 Skor MTB. untuk pemahaman silang budaya.00 62.00 Rata-rata 62. skor terendah adalah 50.30. skor terendah adalah 51.00 50.00 Minimum 51. setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 13 adalah 73.30 62. Sebaliknya.90 Berkaitan dengan motivasi berprestasi. dan skor rata-ratanya adalah 62. jumlah keseluruhan skor adalah 1246. dan KKBI siswa MAN 13 NO RESPONDEN MTB PSB 1 MAN013001 54 50 2 MAN013002 56 53 3 MAN013003 57 56 4 MAN013004 58 56 5 MAN013005 51 58 6 MAN013006 59 58 7 MAN013007 59 60 8 MAN013008 61 60 9 MAN013009 64 62 10 MAN013010 64 62 11 MAN013011 62 64 12 MAN013012 62 64 13 MAN013013 66 66 14 MAN013014 65 66 15 MAN013015 68 68 16 MAN013016 65 68 17 MAN013017 73 70 18 MAN013018 69 65 19 MAN013019 63 72 20 MAN013020 70 75 Jumlah 1246 1253 Maksimum 73.00 75.00 50. PSB. dan skor 53 . jumlah keseluruhan skor adalah 1253.65 KKBI 50 54 60 60 56 62 64 64 64 66 66 68 68 56 70 58 69 72 57 74 1258 74. diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 13 adalah 75.

00 65.00 MTB Gambar 10. begitu juga dengan pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris mereka. Selanjutnya.00 70.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan rata-ratanya adalah 62. akan makin jelas bagaimana distribusi skor yang diperoleh siswa MAN 13 untuk ketiga variabel tersebut seperti berikut. Histogram MTB MAN 13 54 . Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris. jumlah keseluruhan skor adalah 1258. bila skorskor tersebut di atas dikonversikan ke dalam bentuk gambar.00 75. skor terendah adalah 50.90. skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 13 adalah 74. 4 3 2 y c n u q e r F 1 0 50. Secara umum siswa MAN 11 masih memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk menguasai kemampuan berbahasa Inggris sebagaimana yang dipersyaratkan dalam kurikulum 2004. dan skor rata-ratanya adalah 62.00 55.00 60.65. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan motivasi berprestasi siswa MAN 13 relatif tidak terlalu tinggi.

00 55.00 75.00 70.00 PSB Gambar 11.00 KKBI Gambar 12.00 60.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 7 6 5 4 y c n u q e r F 3 2 1 0 50.00 55. Histogram PSB MAN 13 7 6 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 50.00 70.00 60. Histogram KKBI MAN 13 55 .00 65.00 65.00 75.

dan skor rata-ratanya adalah 65.26 5 Std.029 49. diperoleh jumlah keseluruhan skor adalah 5061. Apa yang mereka kuasai masih berada di bawah peryaratan ideal yang harus dikuasai siswa.88.00 65.00 8 Median 66. Tabel 9.00 48. skor tertingginya 78. skor terendahnya 50. skor tertingginya adalah 80. 11.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan B. Statistik Deskriptif untuk Ketiga Variabel NO SKOR MTB PSB 1 Jumlah 5278 5061 2 Minimum 51.00 KKBI 5271 50. secara keseluruhan gabungan data tersebut menunjukkan bahwa motivasi berprestasi siswa MAN 4. skor tertingginya adalah 79. Hal yang sama juga terjadi pada pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris mereka. 7. skor terendahnya adalah 51.88 7.00 78.00 4 Rata-rata 65. Deskripsi Data Gabungan Keempat Madrasah Berdasarkan data gabungan keempat MAN yang terlibat dalam penelitian. skor terendahnya adalah 48.00 66.00 80.00 30. jumlah keseluruhan skor adalah 5271. data deskriptif untuk keempat madrasah tersebut dapat dilihat pada tabel 9.00 56 . dan skor rata-ratanya adalah 63.75 6. Adapun berkenaan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris.515 6 Varians 33. dan skor rataratanya adalah 65. Deviasi 5. Jadi.00 64.00 3 Maksimum 79.449 7 Range 28. Untuk pemahaman silang budaya.97.088 42. diperoleh bahwa jumlah keseluruhan skor untuk motivasi berprestasi adalah 5278.26.418 30. dan 13 relatif tidak terlalu tinggi.97 63. Selengkapnya.

0 57 .00 1 1.3 6.00 5 6.8 8.8 64.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Berdasarkan skor kasar yang diperoleh siswa dan statistik deskriptif di atas dibuatlah table frekuensi dan histogram untuk masing-masing varibel sebagai berikut .00 4 5.00 1 1.00 5 6.3 1.8 65.00 2 2.5 28.5 7.3 66.3 76.0 100.5 2.3 8. Tabel 10. Cumulative Percent 1.3 69.0 60.3 1.00 3 3.5 85.8 67.8 95.8 3.5 57.00 5 6.3 6.3 1. Distribusi Frekuensi untuk MTB Gabungan Valid SKOR Frequency Percent Percent 51.00 1 1.00 4 5.00 3 3.0 6.3 6.5 56.3 58.3 1.0 90.3 1.3 79.00 4 5.00 3 3.5 78.8 72.5 68.5 41.8 65.8 75.0 97.3 Total 80 100.00 3 3.00 7 8.3 78.3 56.8 3.0 62.0 74.8 3.8 100.3 63.00 1 1.8 82.0 71.00 5 6.3 1.5 2.0 5.5 59.0 Tabel 11.5 98.3 54.0 5.5 22.8 32.5 73.5 2.3 70.3 58.00 2 2.00 2 2.0 5.00 7 8.00 2 2.00 2 2.5 2.8 3.5 5.0 93.5 2.00 1 1.5 71.8 8.8 17.3 6.3 47.00 6 7.00 1 1.3 2.8 61.8 13.

00 8 10.00 6 7.0 100.3 78.8 96.8 67.00 4 5.00 8 10.0 5.5 75.5 62.3 1.00 2 2.8 93.3 76.3 41.00 1 1.3 7.8 3.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Distribusi Frekuensi untuk PSB Gabungan Valid SKOR Frequency Percent Perce nt 48.5 7.0 60.0 64.3 51.3 6.00 1 1.0 Cumulative Percent 1.00 8 10.0 10.8 28.8 100.3 1.0 10.3 97.3 3.8 13.8 83.8 36.5 2.00 4 5.0 5.00 1 1.00 3 3.3 54.00 6 7.00 11 13.8 56.3 1.0 65. Distribusi Frekuensi untuk KKBI Gabungan 58 .3 1.5 7.0 5.0 Tabel 12.3 Total 80 100.5 2.3 1.5 53.00 2 2.3 66.0 10.3 50.00 5 6.5 98.3 18.5 68.0 74.00 2 2.00 1 1.00 4 5.3 73.5 11.5 2.0 72.5 58.8 6.0 70.3 57.5 71.5 2.00 2 2.5 52.8 88.00 1 1.

5 1.00 67.8 2.5 3.0 6.00 57.3 1.00 55.00 68.5 3.3 95.3 2.3 1.8 10.00 72.0 2.00 58.3 2.3 10.3 2.5 100.8 12.5 3.00 75.00 64.8 10.8 91.8 12.00 62.8 5.0 3.0 12.8 78.5 7.3 8.5 11.00 80.0 65.5 7.5 7.5 1.5 7.00 54.8 81.00 52.5 100.00 66.3 18.5 53.5 1.3 10.5 100.5 1.8 26.00 Total 2 1 1 1 2 1 2 3 2 6 3 10 9 1 8 3 8 2 6 2 3 2 2 80 Percent 2.0 97.5 2.5 3.0 3.00 53.3 1.3 2.3 88.00 69.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan SKOR Frequency 50.5 3.5 3.00 56.3 1.3 1.5 2.3 30.8 2.5 11.3 1.0 42.00 76.0 59 .8 10.0 68.0 Valid Percent 2.5 3.00 60.8 2.00 59.5 16.00 78.00 74.0 Cumulative Percent 2.8 2.0 2.8 55.5 2.5 2.00 70.

0 0 0 MB T Gambar 13.0 5 0 8 .0 0 0 7 .0 0 0 6 .0 0 0 PB S Gambar 14.0 0 0 8 .0 0 0 7 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 1 4 1 2 1 0 8 y c n u q e r F 6 4 2 0 5 .0 0 0 5 .0 5 0 6 . Histogram MTB Gabungan 2 0 1 5 1 0 y c n u q e r F 5 0 4 . Histogram PSB Gabungan 60 .0 5 0 7 .0 0 0 6 .0 0 0 5 .

00 7 . Histogram KKBI Gabungan C. sedangkan pemeriksaan homogenitas tidak dilakukan dengan alasan data yang diperoleh diasumsikan berasal dari populasi yang homogen.0 5 0 5. 61 . terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan terhadap normalitas.0 0 0 7 5.00 8 0 0. 1. dan linearitas data. Persyaratan Analisis Data Sebelum pengujian hipotesis penelitian dilakukan. homogenitas.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 1 2 1 0 8 6 y c n u q e r F 4 2 0 5 0 0. Uji Normalitas Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah sample berasal dari populasi berdistribusi normal atau tidak.0 60 0 .0 K B K I Gambar 15. Dalam penelititan ini yang akan dilakukan adalah pemeriksaan normalitas dan linearitas data.0 65 .

05.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Untuk itu. Hasil analisisnya dapat dilihat pada tabel berikut.871 3 0.00 0.00 0.843 64.00 0.363 Selanjutnya.730 5 0.953 5 0.934 6 0.298 73.00 0.863 4 0.00 0.619 7 0.272 62. Tabel 13 Uji Normalitas Y (KKBI) berdasarkan X1(MTB) Shapiro-Wilk MTB Statistic df Sig.163 74. sebaliknya terima Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih kecil daripada taraf signifikansi yang ditentukan. KK 59.00 0.00 0.993 3 0.556 63.00 0.608 71.893 3 0.00 0.893 3 0. berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat dilakukan pengujian terhadap dua hipotesis kenormalan yang berbunyi: Ho: sample tidak berasal dari populasi berdistribusi normal H1 : sample berasal dari populasi berdistribusi normal Adapun kriteria pengujian hipotesis yang digunakan adalah tolak Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih besar dari taraf signifikansi yang ditentukan yakni 0.363 61.00 0. Pada tabel di atas diperoleh bahwa seluruh kelompok data kemampuan komunikatif 62 . data yang diperoleh dihitung dengan mengggunakan statistik Shapiro-Wilk di mana data kemampuan komunikatif bahasa Inggris dikelompokkan berdasarkan distribusi frekuensi data motivasi berprestasi.00 0.895 4 0.409 BI 60.248 68.00 0.758 69.783 7 0.924 5 0.395 66.00 0.897 5 0.828 4 0.228 65.190 70.00 0.

00 0.381 65.670 66. berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat dilakukan pengujian terhadap dua hipotesis kenormalan yang berbunyi: Ho: sample tidak berasal dari populasi berdistribusi normal H1 : sample berasal dari populasi berdistribusi normal Adapun kriteria pengujian hipotesis yang digunakan adalah tolak Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih besar daripada taraf signifikansi yang ditentukan yakni 0.00 0. 54.941 5 0.250 68. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa data yang diperoleh berasal dari populasi yang berdistribusi normal.987 4 0.05.640 6 0.00 0.889 8 0. 63 .00 0.916 4 0. maka hasilnya dapat dilihat pada tabel 14.911 11 0.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan bahasa Inggris memperoleh taraf signifikansi antara 0.161 64.00 0.128 60.00 0.230 70.939 Selanjutnya.163 – 0.863 8 0.363 KKB 56.00 0.914 8 0.00 0. maka hipotesis nol yang berbunyi sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal ditolak.827 4 0. Tabel 14 Uji Normalitas Y (KKBI) berdasarkan X2(PSB) Shapiro-Wilk PSB Statistic df Sig.00 0.513 72.421 I 58.00 0.00 0.843. Jika kelompok data kemampuan komunikatif bahasa Inggris dikelompokkan berdasarkan distribusi frekuensi pemahaman silang budaya.496 6 0.05. Karena signifikansi tersebut jauh lebih besar daripada taraf signifikansi 0.392 62.893 3 0.

05. Uji Linearitas Uji linearitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh membentuk garis lurus atau tidak.709 893.944 16.72 Sig. Ho: Linearitas tidak terpenuhi H1: Linearitas terpenuhi Untuk itu. data yang diperoleh berasal dari populasi yang berdistribusi normal. data yang diperoleh dihitung dengan mengggunakan statistik F dan analisis varians.239 0.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan sebaliknya terima Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih kecil daripada taraf tersebut. Maka dapat dikatakan. Karena signifikansi tersebut jauh lebih besar daripada taraf signifikansi 0. 2.939.131 3903. maka hipotesis nol yang berbunyi sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal ditolak. Pada tabel di atas diperoleh seluruh kelompok data kemampuan komunikatif bahasa Inggris memperoleh taraf signifikansi antara 0.147 320.85 0. berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat dilakukan pengujian terhadap dua hipotesis kelinearan 64 .452 F 7.000 23 55 79 13.000 KKBI * MTB Between Groups Combine d Linearity Deviatio n from Linearity 3010.987 1 2690.647 Within Groups Total Selanjutnya.161 – 0.66 0.857 2690. Tabel 15 Anova untuk Uji Linearitas Sum of Squares df 24 Mean Square 125.147 165. 0. Uji linearitas ini dilakukan melalui pengujian dua hipotesis linearitas yang berbunyi. Hasilnya terdapat pada tabel 15 pada halaman berikut.

pemahaman silang budaya.830 seperti berikut. Karena signifikansi tersebut jauh lebih kecil daripada taraf signifikansi 0. 1. diperoleh bahwa koefisien korelasi antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif siswa MAN di Jakarta Selatan adalah 0. Pengujian Hipotesis Penelitian Pengujian hipotesis penelitian dilakukan melalui statistik regresi dan korelasi sederhana. yakni: a) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. homogenitas. sebaliknya tolak Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih kecil daripada taraf signifikansi yang ditentukan. dan c) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi.00. Pemilihan statistik ini didasari oleh terpenuhinya beberapa persyaratan analisis yang berhubungan dengan pemeriksaan linearitas. 65 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan tersebut. D. terdapat tiga hipotesis yang diuji. Pada tabel di atas diperoleh bahwa taraf signifikansi untuk uji linearitas adalah 0. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.05. b) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. maka hipotesis nol yang berbunyi linearitas tidak terpenuhi ditolak. Berkenaan dengan penelitian ini.05. Hubungan Motivasi Berprestasi dan Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Setelah nilai-nilai yang diperlukan dihitung. Adapun kriteria pengujian hipotesis yang digunakan adalah terima Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih besar dari taraf signifikansi yang ditentukan yakni 0. dan normalitas data. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa data yang diperoleh berasal populasi yang membentuk garis lurus atau linear.

89%. jika koefisien korelasi yang diperoleh benar-benar berarti. 66 . dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien determinasinya sebesar 68.830 benar-benar sangat berarti dan dapat digunakan untuk menolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. terlebih dahulu perlu dilakukan pengujian terhadap keberartian koefisien tersebut dengan membandingkannya dengan nilai kritis koefisien korelasi dari Pearson. Jika nilai r hitung lebih tinggi daripada r tabel. 220 yang jauh di bawah nilai r hitung 0.05 dan jumlah sampel sebanyak 80 orang siswa. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Ini menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0. dan terima hipotesis nol jika koefisien korelasi tidak berarti.000 N 80 MTB 0.0 N 80 MTB Pearson Correlation 0.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 16 Hasil Analisis Korelasi antara MTB dan KKBI KKBI KKBI Pearson Correlation 1 Sig. (2-tailed) 0.830 Sig.830 0.000 80 1 0. maka r hitung benar-benar sangat berati dan dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.0 80 Supaya koefisien korelasi yang dihasilkan benar-benar dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.830. (2-tailed) 0. Pada tabel Nilai Kritis Pearson dengan taraf signifikasi 0. diperoleh nilai r tabel sebesar 0. Oleh karena itu.

200 13.697X1 tersebut menunjukkan pola hubungan linear sebagaimana terlukiskan dalam diagram pencar pada halaman berikut. Adapun untuk melihat apakah persamaan regresi tersebut benar-benar berarti.00 .05.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Selanjutnya. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 21.221 0.22 + 0.00 t Sig.22 + 0.697X 1 seperti pada tabel berikut.052 .22 + 0. untuk melihat bagaimankah pola hubungan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan perlu dilakukan pengujian terhadap persamaan garis regresi yang dihasilkan.830 Standardized Coefficients Beta 6. Tabel 17 Koefisien regresi Y atas X1 Model 1 (Constant ) KKBI Unstandardized Coefficients B 21.148 . Tidak diragukan lagi. 67 . Berdasarkan hasil analisis regresi Y atas X1. perlu dilakukan pemeriksaan terhadap signifikansinya melalui statistik F dan analisis varians.679 SE 3.423 . persamaan garis regresi Ŷ = 21. diperoleh persamaan garis regresi sederhana Ŷ = 21.697X1 tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0.

0 0 0 5 .697X1 Tabel 18 Analisis Varians untuk Regresi Y atas X1 Sum of Mean df Model Squares Square 1 Regression 1801.22 + 0.212 1 1801. yakni sebesar 3.212 Residual 812.05 dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut 78.0 0 0 MB T Gambar 16. dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan.738 78 10.0 0 0 Os r e b ev d L er in a 7 .0 0 0 5.0 0 0 6 .22 + 0.420 Total 2613.0 5 0 7 . Sesuai dengan hasil keseluruhan analisis di atas.866 Berdasarkan hasil analisis varians yang dilakukan. Oleh karena itu. yang berbentuk makin 68 .0 0 0 7.0 0 0 6.697X1 sangat berarti.96. Diagram pencar untuk Ŷ = 21.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KB KI 8 .866 seperti pada tabel 18 di atas.697X 1 tidak berarti dapat ditolak.950 79 F 172. 0 50 7 .22 + 0. 0 50 6 . 0 50 8 .0 5 0 5 . Hal ini bermakna bahwa kemampuan komunikatif bahasa Inggris sangat tergantung pada motivasi berprestasi siswa. Hasil tersebut jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0.0 0 0 5 . diperoleh nilai F sebesar 172. hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 21.0 5 0 6 . sehingga dapat dinyatakan bahwa persamaan regresi Ŷ = 21.

diperkirakan terdapat peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebesar 21. maka r hitung benar-benar sangat berati dan dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.07. (2-tailed) 0.22 + 0. Umpamanya.0 80 Jika nilai r hitung lebih tinggi daripada r tabel. bila X1 =50.000 N 80 PSB 0. Supaya koefisien korelasi yang dihasilkan benar-benar dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Selain itu.740 0.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan tinggi motivasi berprestasi siswa. (2-tailed) 0. terlebih dahulu perlu dilakukan pengujian terhadap keberartian koefisien tersebut dengan membandingkannya dengan nilai kritis koefisien korelasi dari Pearson.0 N 80 PSB Pearson Correlation 0.89% dapat dijelaskan oleh motivasi berprestasi siswa melalui persamaan regresi Ŷ = 21.22 + 0. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya 69 . 2.740 seperti pada tabel halaman berikut. Tabel 19 Hasil Analisis Korelasi antara PSB dan KKBI KKBI KKBI Pearson Correlation 1 Sig.000 80 1 0.740 Sig.697 (50) = 56. Hubungan Pemahaman Silang Budaya dan Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Setelah nilai-nilai yang diperlukan dihitung. diperoleh bahwa koefisien korelasi antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif siswa MAN di Jakarta Selatan adalah 0. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris.697X1. peningkatan dan penurunan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan 68.

715 Sig. 70 . diperoleh persamaan garis regresi sederhana Ŷ = 18. diperoleh nilai r tabel sebesar 0.686X2 tersebut menunjukkan pola hubungan linear sebagaimana terlukiskan dalam diagram pencarnya berikut.05 dan jumlah sampel sebanyak 80 orang siswa.740 t 3.677 . Ini menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0.077+ 0. Berdasarkan hasil analisis regresi Y atas X2.686 4.865 9.686X2 seperti pada tabel berikut. Selanjutnya.077+ 0.00 .740. persamaan garis regresi Ŷ = 18.76%.740 benar-benar sangat berarti dan dapat digunakan untuk menolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.071 Standard Coeff. Pada tabel Nilai Kritis Pearson dengan taraf signifikasi 0.077 . Tabel 20 Koefisien regresi Y atas X2 Unstandardized Coeff. jika koefisien korelasi yang diperoleh benarbenar berarti. untuk melihat bagaimankah pola hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan perlu dilakukan pengujian terhadap persamaan garis regresi yang dihasilkan. Beta . dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien determinasinya sebesar 54.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 220 yang jauh di bawah nilai r hitung 0. dan terima hipotesis nol jika koefisien korelasi tidak berarti. . Oleh karena itu. Model B SE 1 Constant KKBI 18.00 Tidak diragukan lagi.

perlu dilakukan pemeriksaan terhadap signifikansinya melalui statistik F dan analisis varians.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan K B K I 8 0.141 1 1836.0 70 0 .00 5 0.00 8 0.0 75 .686X2 tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0.347 78 19.00 55.488 79 F 94. Diagram pencar untuk Ŷ = 18.05.00 7 0 0.077+ 0.00 6 0.0 65 .077 + 0.388 71 .00 60 .00 5 5.686X2 berarti atau tidak.686X2 Untuk melihat apakah persamaan regresi Ŷ = 18. 1836.453 Total 3353. Tabel 21 Analisis Varians untuk Regresi Y atas X2 Sum of Mean df Model Squares Square 1 Reg.077+ 0.00 65 .00 5 0. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 18. 1517.141 Res.00 MB T Gambar 17.00 O bserve d Lin r ea 75 0 .

Hasil tersebut jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0. bila X2 =50. sehingga dapat dinyatakan bahwa persamaan regresi Ŷ = 18. 72 . Selain itu.388 seperti pada tabel 21 di atas. perlu diketahui terlebih dahulu koefsien korelasi ganda yang diperoleh melalui rumus: R2 = 2 JK(Reg)/Σy . Hal itu bermakna kemampuan komunikatif bahasa Inggris sangat tergantung pada pemahaman silang budaya siswa. Sesuai dengan hasil keseluruhan analisis di atas.76% dapat dijelaskan oleh pemahaman silang budaya siswa melalui persamaan regresi Ŷ = 18.077+ 0.377. 3. Berdasarkan data-data yang sudah diperoleh. Persamaan tersebut diperoleh dari nilai-nailai dari tabel berikut. yakni sebesar 3.05 dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut 78.686X2 tidak berarti dapat ditolak. diperkirakan terdapat peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebesar 18.077+ 0. Penggunaan rumus tersebut tentu saja memerlukan nilai-nilai yang diperoleh dari persamaan garis regresi linear ganda dan analisis variansnya. diperoleh nilai F sebesar 94. diketahui bahwa persamaan garis regresi ganda untuk ketiga variabel tersebut adalah Ŷ = -2.077+ 0.96.799X1 + 0. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris.686X2 sangat berarti.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Berdasarkan hasil analisis varians yang dilakukan.686 (50) =52. hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 18. pemahaman silang budaya.686X2. Hubungan antara Motivasi Berprestasi (X1). dan Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris (Y) Untuk menguji hipotesis ketiga yang berbunyi ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Umpamanya. Pemahaman Silang Budaya (X2). dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan.077+ 0. peningkatan dan penurunan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan 54.043+ 0.240X2. Oleh karena itu.

96. diperoleh nilai F sebesar 93.740 2 1381.495 2. 2762.213 Sig.370 Res.821 Total 3903.043+ 0.988 79 F 93. Berdasarkan hasil analisis varians yang dilakukan.684 .240X2 tidak berarti dapat ditolak. 1141.043 .123 . Coefficients Model B SE 1 Constant MTB PSB -2. yakni sebesar 3.240 5.240X2. Hal itu bermakna kemampuan komunikatif bahasa Inggris sangat tergantung pada motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa.05.799X1 + 0. tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0.030 Untuk melihat apakah persamaan regresi Ŷ = -2.240X2.109 Standard.408 6.043+ 0. Hubungan 73 . . Tabel 23 Analisis Varians untuk regresi Y atas X1 dan X2 Sum of Mean Model df Squares Square 1 Reg. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = -2.247 77 14. hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = -2.799X1 + 0.240X2 sangat berarti.05 dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut 78.201 Nilai F sebesar 93.000 . perlu dilakukan pemeriksaan terhadap signifikansinya melalui statistik F dan analisis varians.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 22 Koefisien regresi Y atas X1 dan X2 Unstandard.799 .201 ternyata jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0.043+ 0. sehingga dapat dinyatakan bahwa persamaan regresi Ŷ = -2. berarti atau tidak.007 . Beta .799X1 + 0.043+ 0. Oleh karena itu.201 seperti pada tabel 23 berikut. Coeff.654 .223 t -.799X1 + 0.

untuk mengetahui apakah R2 sebesar 0.11. hipotesis nol yang berbunyi bahwa koefisien korelasi ganda tidak berarti dapat ditolak.41%. Selanjutnya. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa koefisien korelasi ganda tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0. Keberartian korelasi ganda ganda dapat juga dilihat melalui korelasi parsil antar ketiga variabel tersebut dengan mengontrol salah satu dari variabel bebasnya. Ternyata nilai F sebesar 94. peningkatan dan penurunan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan 50.258.41% dapat dijelaskan secara bersama-sama oleh motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa melalui persamaan regresi ganda Ŷ = -2.R2)/(n-k-1). Berdasarkan anaslisis dilakukan diperoleh korelasi parsil untuk ketiga variabel tersebut seperti yang tertuang dalam tabel berikut. Sesuai dengan hasil keseluruhan analisis di atas. dan koefisien determinasinya adalah sebesar 50.799X1 + 0.240X2. perlu dilakukan pemeriksaan signifikansinya melalui statistik F = (R2/k)/{(1. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris. Selain itu.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan ketiga variabel tersebut dapat dilihat dari besarnya koefisien korelasi ganda yang diperoleh.258 jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0. sehingga dapat dinyatakan bahwa koefisien korelasi ganda sebesar 0.988 = 0. 74 .71 berarti atau tidak.05 dengan dk pembilang 2 dan dk penyebut 77. Hubungan tersebut berbentuk makin tinggi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa.71 sangat berarti.05.71. Hasil perhitungan statistik F di atas memperlihatkan nilai sebesar 94. Oleh karena itu.043+ 0.740/3903. yakni JK(Reg)/Σy2 = 2762. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan. dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. yakni sebesar 3.

6111. Koefisien Korelasi Parsil Antara Y. di mana X1 dikontrol).595 1. diperoleh selisih sebesar 0.06 = 0. Keberartian tersebut diperoleh melalui selisih koefisien diterminasi korelasi sederhana dengan korelasi parsilnya.000 0. X1 dan X2 Variabel yang dikontrol MTB PSB KKBI PSB KKBI MTB KKBI 1. diperoleh selisih sebesar 0. di mana X2 dikontrol). Bila kita bandingkan antara koefisien diterminasi antara motivasi berprestasi dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris (antara Y dan X1).595 PSB 0.11% dipengaruhi oleh oleh aneka ragam tingkat motivasi berprestasi siswa.000 0 0 MTB 0 0 0. Artinya hubungan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan diduga 61. jika korelasi diterminasi antara kemampuan komunikatif bahasa Inggris dan pemahaman silang budaya (Y dan X1) dengan korelasi diterminasi antara kemampuan komunikatif bahasa Inggris dan pemahaman silang budaya di mana motivasi berprestasi dikontrol ((Y dan X2. yang merupakan turunya daya ramal X1 terhadap Y.1936.6889 – 0. dapat diketahui keberartian salah satu variabel di dalam menentukan hubungan antara dua variabel lainnya.3540 = 0.11% dipengaruhi oleh oleh aneka ragam tingkat pemahaman silang budaya siswa.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 24.000 Berdasarkan korelasi parsil ini.245 1. Sebaliknya.5476 – 0. yang merupakan turunnya daya ramal X2 terhadap Y. dengan koefisien diterminasi korelasi parsil antara motivasi berprestasi dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris dengan pemahaman silang budaya dikontrol (Y dan X1. 75 . Artinya hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan diduga 61.245 1.000 0.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 5 PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Ketepatan asumsi-asumsi tersebut dapat dilihat dari penolakan terhadap ketiga hipotetsis nol yang berbunyi: 1) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan penerimaan ketiga hipotesis alternatif yang berbunyi: 1) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 2) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan 3) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Ketepatan Hipotesis Pengujian persyaratan analisis dan hipotesis penelitian pada bab terdahulu memperlihatkan bahwa asumsi-asumsi yang diturunkan dari kerangka konseptual tidak menyimpang dan bertolak belakang. 2) terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di 76 .

dan penerimaan terhadap hipotesis alternatif yang berbunyi bahwa motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya dapat dijadikan sebagai prediktor terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Hal itu berarti bahwa kontribusi pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan adalah sebesar 54. 54.89% penurunan dan peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dapat dijelaskan oleh motivasi berprestasi melalui persamaan regresi Ŷ = 21. Selain itu. Dengan kata lain. Hal itu berarti bahwa kontribusi motivasi berprestasi terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan adalah sebesar 68.89%.697X1. Ketiga. 68. pemahaman silang budaya berhubungan secara signifikan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien korelasinya sebesar 0. Kedua. motivasi berprestasi berhubungan secara signifikan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien korelasinya sebesar 0. dapat dijelaskan tiga hal penting berkenaan dengan hubungan antara ketiga variabel penelitian ini.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Jakarta Selatan. Dengan kata lain.830 dan koefisien diterminasinya sebesar 0.76% penurunan dan peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dapat dijelaskan oleh pemahaman silang budaya melalui persamaan regresi Ŷ = 18. Pertama.077+ 0.22 + 0.76%.6889.5476. motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya secara bersama-sama memiliki 77 .740 dan koefisien diterminasinya sebesar 0. dan 3) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Akhirnya.686X2. ketepatan asumsi-asumsi dalam penelitian ini juga tampak pada penolakan hipotesis nol lain yang berbunyi bahwa motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya tidak dapat dijadikan sebagai prediktor terhadap kemampuan komunikatif siswa bahasa Inggris MAN di Jakarta Selatan..

motivasi dianggap sebagai dorongan yang menggerakkan seseorang untuk meraih sesuatu.710 dan koefisien diterminasinya sebesar 0.html. impulse. W. from http://chiron. h. Retrieved [date].41%.043+ 0. Hal itu berarti bahwa kontribusi motivasi berprestadi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan adalah sebesar 50. desire. or in more technical terms.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan hubungan yang signifikan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien korelasinya sebesar 0. Douglas Brown. GA: Valdosta State University. h. Adapun pengertian motivasi yang banyak dipedomani berbunyi “Motivation is commonly thought of as inner drive.240X2. Valdosta. 50.5041. motivation refers to the choices people make as to what experiences or goals they will approach or avoid. atau dapat juga berbentuk tujuan atau keinginan yang akan dicapai. 1994). 2 78 28 . and the degree of effort they will exert in that respect”28 Pengertian lain yang tidak jauh berbeda dengan pandangan tersebut dibaerikan oleh Huitt yang mengatakan “motivation is an internal state or condition (sometimes described as a need. Temuan Teoretis Secara umum.edu/ whuitt/col/ motivation/motivate. Dorongan itu dapat berbentuk respons fisik terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan atau menyakitkan. Principles of Language Learning and Teaching (Englewood Clifts: Prentice Hall Regents.valdosta. Dengan kata lain. or want) that serves to activate or energize behavior and give it direction”. 132.799X1 + 0. B. 29 Huitt.41% penurunan dan peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dapat dijelaskan oleh motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya melalui persamaan regresi Ŷ = -2. seperti lapar dan rasa sakit. “Motivation to learn: An overview” Educational Psychology Interactive.29 H. emotions or desire that moves one to a particular action.

dalam hal ini. Educational Psychology: A cognitive view (New York: Holt. menguasai pengetahuan dan keterampilan. 32 Anonymous. Bila demikian. Menurut McCelland. p. mengatasi berbagai kesulitan belajar. Wikipedia. 4) didorong oleh pihak lain. atau memperoleh standard hidup yang lebih tinggi. 368-9. secara teoretis apa yang disampaikan oleh para pakar bahwa motivasi berprestasi mendorong seseorang untuk meraih sesuatu yang lebih baik. 291. 1968). 5) memperoleh pengetahuan. yakni kebutuhan untuk: 1) menemukan sesuatu yang baru. 2) membiasakan diri. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin untuk. h.32 Menguasai pengetahuan dan keterampilan. terbukti secara empiris melalui hubungan signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Ausubel. Achievement Motivation. 1990).30 Salah satu motivasi yang relatif banyak mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam belajar atau pekerjaan adalah motivasi berprestasi. Motivasion: Theories and Principles (New Jersy: Prentice Hall. dapat juga diartikan menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. mencari berbagai cara dan strategi belajar efektif. Ausubel menjelaskan enam jenis dorongan yang dimiliki oleh seseorang. C. 31 R. umpamanya. 2006. 3) melakukan pekerjaan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Dalam dua pengertian tersebut dapat dipahami bahwa motivasi merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang menggerakkannya melakukan sesuatu untuk mencapai atau memenuhi keinginannya. the free encyclopedia. atau mengerjakan tugas sebaik mungkin agar dapat David A. 79 30 . dan 6) diakui dan diterima oleh orang lain. Back. Motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai dorongan atau kecenderungan yang dimiliki siswa untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar sebaik mungkin31. motivasi berprestasi merupakan dorongan yang dimiliki individu untuk memperoleh hasil yang berarti. Rinehart & Winston. Secara lebih rinci.

Ellis mengatakan “Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular communicative goals. sehingga terbangun interaksi komunikatif yang lebih efektif.O. h 4 80 33 . The Study of Second Language Acquisition (Oxford: O U P. Dengan demikian secara teoretis dapat ditegaskan kembali bahwa motivasi berprestasi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan seseorang dalam belajar bahasa Inggris. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. 1994). it includes both linguistic and pragmatic knowledge. bahwa mengenali latar di mana komunikasi itu terjadi sangat penting untuk bangunan kemampuan komunikatif. yakni pemahaman silang budaya.”33 Gagasan yang sama juga disampaikan Hadley. Teaching Language in Context (Boston: Heile & Heile Publisher. 13. Oleh karena itu. 1993). both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors. That is. h. Mengenai hal itu. Selain itu. Pemahaman silang budaya merupakan bagian yang takterpisahkan dari kemampuan pragmatik yang merupakan pengetahuan yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. 34 A. Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting. khsususnya kemampuan komunikatif bahasa Inggris. kemampuan komunikatif bahasa Inggris juga dipengaruhi oleh faktor lain.34 Pentingnya pengenalan latar atau konteks tempat terjadinya komunikasi juga diketengahkan oleh Munby yang mengatakan “It seems clear that communicative competence includes the ability to use linguistic forms to perform communicative acts and to understand the Rod Ellis.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris secara baik. pembahasan mengenai pemahaman silang budaya ini akan didahului kajian terhadap kemampuan komunikatif. Hadley.

81 35 . eds. Kemampuan wacana berhubungan dengan penguasaan siswa terhadap konteks situasi yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa komunikasi lisan dan tulis. segala sesuatu yang berhubungan dengan bagaimana seseorang menggunakan bahasa Inggris secara komunikatif termasuk dalam faktorfaktor non-linguistik. “On Communicative Competence. 14. h. atau secara lebih khusus termasuk dalam aspek budaya. Siswa dituntut untuk mengenali situasi komunikasi yang sedang terjadi. h. atau dengan tokoh masyarakat. Brumfit dan K. the interpretative strategies of the language users and also contextual meaning of utterances. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk melihat dengan siapa mereka membangun komunikasi. knowledge of rhetorical rules of use that governs the patterning of such acts. dalam hal ini.”35 Berdasarkan tiga pandangan tersebut tampak sangat jelas sekali pengenalan latar belakang atau latar tempat terjadinya komunikasi sangat menentukan keberhasilan komunikasi yang dibangun seseoarang melalui bahasa. 26.36 Secara teoretis. Johnson (Oxford: O U P. 1979). This happens at the level of discourse and involves interalia. Budaya. kawan dekat. J. C. diartikan sebagai pola pikir dan pola tindak yang mengatur seseorang bagaimana berbahasa dan bertindak di dalam lingkungan masyarakat tertentu. Hymes.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan communicative functions of sentences and their relationship to other sentences. H. 36 D. Kemampuan tersebut dalam pandangan Hymes disebut dengan kemampuan pengenalan wacana dan sosiolinguistik. Communicative Syllabus Design (Cambridge: C U P.” The Communicative Approach to Language Teaching. sehingga apa yang akan diutarakan atau disampaikan kepada orang lain dapat dipahami secara tepat. apakah dalam kegiatan formal atau informal. apakah dengan teman sebaya. orang yang lebih tua. 1978). Brown menjelaskan bahwa budaya merupakan cara hidup bagaimana John Munby.

feel. dapat dikatakan pemahaman silang budaya merupakan penguasaan seseorang terhadap perbedaan budaya berbahasa dan bertindak penutur asli 37 38 Brown (1994). and relate to others. dan berhubungan dengan orang lain dalam suatu kelompok masyarakat. seni. harus dijadikan prioritas utama dalam bermasyarakat secara luas.”37 Jadi. budaya bukanlah bagian-bagian. Ibid. most of which remain below the threshold of consciousness. Karena satu kelompok masyarakat memiliki budaya yang berbeda dengan kelompok masyarakat lain. Tentu saja menghindari terjadinya benturan budaya. Namun. budaya itu dapat didefinisikan sebagai gagasan. merasakan. Seluruh pola kehidupan masyarakat diikat oleh aturan yang disepakati oleh seluruh anggotanya. berfikir. Culture is the context within which we exist. keterampilan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan seseorang berada. dan peralatan yang membedakan satu kelompok dan yang lain. pc. adat. yet all of which govern human behaviour just as surely as the manipulated strings of a puppet control its motion”. It is the glue that binds a group of people together. Secara lebih khusus. tentu saja hal itu akan menimbulkan benturan-benturan budaya yang dapat menimbulkan masalah-masalah sosial. think. 164. baik yang sederhana maupun yang kompleks. h. Budaya menurut Croydon ada1ah “a system of integrated patterns. cit. benturan-benturan budaya antarnegara mungkin saja terjadi dalam konteks pengajaran bahasa asing. “Culture is a way of life.38 Kehidupan keseharian masyarakat membuktikan bahwa budaya itu merupakan satu kesatuan yang utuh. Berdasarkan pandangan di atas dan hasil penelitian pada bab terdahulu. Salah satu caranya adalah dengan memahami budaya berbahasa dan bertindak masyarakat lain. dari hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang besar. Budaya dapat dianggap sebagai perekat antara seseorang dengan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. 82 . Benturan-benturan tersebut tidak hanya terjadi antar kelompok masyarakat dalam satu negara. tetapi juga terjadi antara satu negara dengan negara lain. dalam hal ini budaya berbahasa.

39 Dengan demikian dapat ditegaskan kembali bahwa pemahaman silang budaya merupakan salah satu faktor berpengaruh terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris seseorang. pemahaman silang budaya merupakan upaya-upaya yang dilakukan oleh seseorang yang berasal dari suatu kelompok masyarakat untuk memahami pola berbahasa dan bertindak kelompok masyarakat lainnya. Mempertegas pengertian tersebut. C. Thomas mendefinisikan pemahaman silang budaya sebagai pemahaman tata cara berkomunikasi antara dua orang yang memiliki latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda. Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA/MA (Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Diknas.40 Jenny Thomas. 2003). 3. membaca (reading). h. Perspektif Perkembangan Latar Penelitian Pengajaran bahasa Inggris pada sekolah SMA atau MA diarahkan pada pencapaian tujuan yang berbunyi: 1. dan menulis (writing). 14. Menumbuhkan kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa asing untuk menjadi alat utama belajar. h. 2. 3.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan bahasa asing dengan budaya bertindak dan berbahasa pertamanya. dalam bentuk lisan dan tulis. Mengembangkan pemahaman tentang saling keterkaitan antar bahasa dan budaya serta memperluas cakrawala budaya. “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. berbicara (speaking). Dengan kata lain dapat dikatakan. Kemampuan berkomunikasi meliputi mendengarkan (listening). 39 83 . Dengan demikian siswa memiliki wawasan lintas budaya dan melibatkan diri dalam keragaman budaya. 89. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa tersebut. 40 Diknas. 1983.

kosakata. Secara praktis dapat dikatakan. dan psikomotorik. afektif. siswa yang motivasi berprestasinya rendah cenderung untuk tidak melakukan tindakan-tindakan jitu untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. makin tinggi motivasi berprestasi siswa makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat motivasi berprestasi memiliki pengaruh yang relatif besar terhadap penguasaan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. Siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi cenderung mampu melakukan berbagai upaya kreatif dan strategis untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. dan menulis. Sebaliknya. 3) Aspek budaya yang terkandung dalam teks lisan dan tulis. 1) Keterampilan berbahasa. Menurut kurkulum 2004. 2) Unsur-unsur kebahasaan mencakup: tata bahasa. sehingga mereka lebih relatif lebih banyak mengalami kegagalan. Selain itu. Khusus berkaitan dengan pengajaran bahasa Inggris perhatian terhadap aspek kognitif dan afektif harus lebih ditekankan. sekolah dan pihak guru juga harus memperhatikan materi apa yang yang perlu diberikan kepada siswa. yakni. dan perhatian pada siswa secara utuh yang meliputi aspek kognitif. Hal tersebut juga sudah terbukti secara empiris melalui pengujian hipotesis pada bagian terdahulu. mata pelajaran bahasa Inggris untuk tingkat SMA/MA meliputi beberapa aspek. lafal dan ejaan. berbicara. yaitu menyimak. untuk mencapai tujuan pengajaran bahasa Inggris untuk siswa SMA/MA. membaca. Salah satu aspek afektif yang perlu diperhatikan adalah motivasi berprestasi siswa. 84 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tujuan tersebut akan dapat dicapai bila sekolah dan guru dapat menyelenggarakan kegiatan pengajaran bahasa Inggris secara baik dengan memenuhi berbagai sarana dan fasilitas belajar yang layak.

seperti banyaknya touris dan ekspatriat yang tinggal di wilayah DKI Jakarta. 11. Kedua. 85 . Pengembangan bahan pelajaran seperti itu akan mempermudah siswa menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris mengingat adanya beberapa potensi yang dimiliki oleh MAN 4. Melihat pentingnya aspek motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 4) Aspek sastra yang berupa penghayatan dan apresiasi sastra. Pertama. makin tinggi pemahaman silang budaya siswa makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya. 7. yang juga merupkan motivasi tersendiri bagi siswa untuk meraih keberhasuilan. Kalimat atau ujaran bahasa Inggris dapat saja benar secara gramatikal.41 Secara eksplisit dapat dipahami bahwa pengajaran bahasa Inggris di MAN harus mencakup pengajaran aspek budaya. Aspek budaya menjadi sangat penting karena kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebagai tujuan utama pengajaran bahasa Inggris di MAN dapat terwujud bila siswa menguasai budaya berbahasa Inggris secara benar. dan 13 Jakarta. dan tentu saja akses informasi yang mudah juga menjadi dorongan 41 Ibid. 11. MAN 4. 7. lokasi keempat madrasah tersebut masih termasuk dalam wilayah pemerintahan DKI Jakarta yang memiliki akses cukup besar untuk bersentuhan langsung dengan budaya berbahasa Inggris. Hal ini sudah terbukti melalui pengujian hipotesis penelitian pada bagian terdahulu. Secara praktis dapat dikatakan. tetapi tidak berterima dan bahkan menimbulkan salahpaham atau behkan kegagalan komunikasi. dan 13 Jakarta harus mulai berbenah diri melalui pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris yang berbasis pada motivasi berprestasi siswa dan pemahaman silang budaya antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. terdapat berbagai macam sarana komunikasi lisan dan tulis yang dapat diakses seluruh siswa untuk mempelajari aspek budaya berbahasa Inggris.

Ditinjau dari segi kognitif. 7. siswa-siswa MAN 4. 11. 7.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan tersendiri bagi siswa untuk belajar lebih giat. potensi kognitif dan afektif siswa MAN 4. sehingga mereka akan dengan mudah menangkap dan memahami perbedayaan budaya berbahasa antara bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Ketiga. bila pihak guru dan madrasah bekerja lebih serius dan kreatif untuk memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki. dan dari segi afektif. dan 13 Jakarta Selatan akan menjadi terwujud. maka pengajaran bahasa Inggris di MAN 4. 86 . 7. 11. 7. Artinya kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebagai amanat yang harus diemban di dalam pengajaran bahasa Inggris di MAN 4. dan 13 Jakarta relatif lebih tinggi dari Madrasah Aliyah swasta. dan 13 Jakarta memiliki semangat dan motivasi yang tinggi untuk mempelajari bahasa Inggris. dan 13 Jakarta berasal siswa-siswa Tsanawiyah terseleksi melalui hasil UAN. 7. siswa-siswa MAN 4. dan 13 Jakarta akan menuai keberhasilan. Oleh karena itu.

2. Kesimpulan Berdasarkan temuan penelitian yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya. Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang dikuasai siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 6 PENUTUP A. dan bentuk hubungan keduanya adalah makin tinggi pemahaman silang budaya siswa. yakni: 1. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. 87 . makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang dikuasai siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. dan bentuk hubungan keduanya adalah makin tinggi motivasi berprestasi siswa. terdapat beberapa hal penting yang dapat disimpulkan.

Rekomendasi Sesuai dengan kesimpulan tersebut di atas. 11. b) Melakukan pelatihan-pelatihan bagi guru-guru bahasa Inggris pada MAN 4. dan perbedaan budaya berbahasa Indonessi dan bahasa Inggris. 4. khususnya berkenaan dengan peningkatan kemampuan akademik dan profesional guru. 7. dan guru-guru bahasa Inggris yang bertugas pada MAN di Jakarta Selatan. 1. Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. MAN di Jakarta Selatan. dan bentuk hubungan ketiganya adalah makin tinggi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa. dan 13 Jakarta secara berkesinambungan. B. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang dikuasai siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. dalam hal ini motivasi berprestasinya. terdapat beberapa hal penting yang dapat diajukan sebagai rekomendasi kepada pihak Departemen Agama.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3. c) Menyediakan berbagai fasilitas belajar yang dapat membantu siswa membedakan antara budaya berbahasa Indonesai dan budaya berbahasa Inggris. Direkomendasikan kepada pihak Departemen Agama untuk: a) Merekrut guru-guru bahasa Inggris yang memahami perbedaan individual siswa. Motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya secara bersama-sama dapat dijadikan prediktor terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. dan 88 .

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Memperketat seleksi penerimaan siswa baru. Direkomendasikan kepada pihak MAN di Jakarta Selatan untuk: a) Memberikan kesempatan kepada guru-guru bahasa Inggris untuk mengikuti berbagai kegiatan seminar dan pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuan akademik dan profesional mereka. b) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti berbagai kegiatan kebahasaan baik yang diselenggarakan oleh Departemen Agama. Diknas. sehingga siswa dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Direkomendasikan kepada guru-guru bahasa Inggris pada MAN di Jakarta Selatan untuk: a) selalu meningkatkan kemampuan akademik dan profesional mereka melalui berbagai kegiatan seminar dan pelatihan. c) memperhatikan potensi-potensi yang dimiliki siswa untuk dikem-bangkan sedemikian rupa. dan d) Memberikan kepada siswa berbagai macam pengalaman belajar bahasa Inggris yang dapat memperjelas perbedaan budaya berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris. maupun instansiinstansi lain. b) selalu kreatif dan inovatif di dalam pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris komunikatif dan motivatif. d) Menyelenggarakan berbagai kegiatan kebahasaan yang dapat memotivasi siswa menjadi lebih giat dalam belajar bahasa Inggris. baik yang diseleng-garakan oleh pihak Departemen Agama dan Diknas. c) Menyediakan fasilitas belajar yang dapat membantu siswa meningkatkan motivasi berprestasi dan memperoleh kemampuan komunikatif bahasa Inggris dengan mudah. 2. dan instansi-instansi lain. 3. sehingga diperoleh calon-calon yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi dan potensi kognitif lebih baik. 89 d) .

1978 Murdock. Jakarta: PN Balai Pustaka. New Haven. C. Brumfit dan K. 90 . Oxford: Oxford University Press. D. Boston: Heile and Heile Publisher. Ellis. Johnson. J. ed. H. Malang: IKIP Malang Publisher. 1994 Hadleu. 1979.” The Communicative Approach to Language Teaching. 1994.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan DAFTAR RUJUKAN Brown. 1999. Giri “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. Moore. 1993 Hasyim. CN: HRAF Press. Diknas. 198 Munby . Alice Omaggio Teaching Language in Context. 3 Hymes. Oxford: Oxford University Press. 1961.1986). “On Communicative Competence.” Politik Bahasa Nasional 2. Rod The Study of Second Language Acquisition. h. Kartono. 2002. Amran Halim. ed. Language Learning and Teaching. H.. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA Jakarta: Puskur Balitbang Diknas. Frank W. eds. Laela Hanoum Cross Cultural Understanding (Jakarta: Karunia UT. George Peter “The Cross-cultural Suvey” Readings in Cross-Culture. Douglas Principles of Language Learning and Teaching (Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. Nuril Huda.John Communicative Syllabus Design Cambridge: Cambridge University Press.

91 . pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Thomas. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi.Jenny “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. 1983. 3.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Suwito.

Jawablah kuesioner ini sejujurnya. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. 2. Kuesioner ini merupakan instrument penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan antara motivasi berprestasi. 4. dengan memberi tanda silang (X) pada kolom jawaban: A: Sering Sekali B: Sering C: Kadang-kadang D: Tidak Pernah 92 . pemahaman silang budaya. 3. Anda tidak perlu menulis identitas diri pada buku kuesioner ini.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan LAMPIRAN 1 KUESIONER MOTIVASI BERPRESTASI Petunjuk 1. dan tidak berhubungan sama sekali dengan prestasi anda dalam belajar. Kuesioner ini bukan sebuah tes yang mengukur kemampuan anda.

laporan. 3 Dalam kondisi yang sangat buruk. saya tidak optimistis dapat menyele-saikan seluruh beban belajar yang harus saya pikul. saya tidak optimistis dapat menyelesaikannya. saya tetap antusias dalam menjalaninya. 7 Karena sulitnya mencari bahan-bahan. 9 Saya harus bertanggungjawab terhadap isi makalah. seperti kesulitan dalam memahami teks berbahasa asing. saya menjadi tidak antusias dalam menjalankan kegiatan praktikum di laboratorium. 8 Kurangnya koordinasi antara satu pihak dengan pihak lain menjadikan saya tidak antuasias dalam mengikuti seluruh kegiatan OSIS yang sudah direncanakan. 4 Jika menghadapi tugas atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan keinginan. 10 Ketika penyelesaian suatu pekerjaan tidak memuaskan. 6 Saya tetap antusias dalam mengerjakan suatu pekerjaan meskipun banyak halangan dan rintangan yang harus saya hadapi. 93 . saya tetap optimistis dapat mengatasinya. atau tugas-tugas lain yang diberikan guru.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan NO 1 BUTIR PERNYATAAN JAWAB A B C D Ketika sekolah melibatkan saya dalam tugas-tugas atau pekerjaan besar yang penuh tan-tangan saya tetap optimistis dapat mengerjakannya 2 Ketika mengahadapi masalah dalam belajar. 5 Betapa pun berat tugas-tugas harian dan mingguan yang harus saya hadapi. saya tidak merasa perlu untuk mempertanggungjawabkannya.

18 Saya merasa puas dengan apa yang sudah saya ketahui. 12 Saya berusaha sekeras mungkin untuk menye-lesaikan suatu pekerjaan supaya hasilnya maksimal dan lebih baik daripada pekerjaan orang lain 13 Saya berusaha sekuat tenaga untuk menyele-saikan setiap tugas yang diberikan guru supaya memperoleh hasil yang terbaik. saya akan beru-saha untuk memperoleh jawabannya melalui berbagai sumber dan cara. 17 Terhadap hal-hal baru yang berhubungan dengan apa yang sedang saya pelajari. saya tidak harus beranggungjawab terhadap apa pun hasilnya.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 11 Terhadap suatu tugas yang dikerjakan secara berkelompok. sehingga tidak perlu lagi untuk mencari tahu hal-hal lain yang terkait dengan pengetahuan tersebut 19 Sangat penting bagi saya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sebaik mungkin sesuai dengan ketentuan yang telah dijelaskan guru/buku. saya tidak mengerjakan tugas-tugas sekolah atau rumah tangga secara sungguh-sungguh 15 Untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan. saya tidak berupaya untuk memperoleh informasinya secara maksimal. 20 Supaya dapat menyelesaikan suatu 94 . seperti internet. 14 Jika tidak ada imbalan yang menguntungkan. perpustakaan dan media cetak lainnya 16 Bila keterangan guru atau dari buku tidak begitu jelas. saya senang mencari informasi dan pengetahuan lainnya melalui berbagai sarana.

tetapi asal dapat menggugurkan kewajiban saja. Meskipun memiliki persyaratan yang dibutuh-kan. Saya senang memperoleh pekerjaan dan tugas yang menuntut keterampilan tingkat tinggi. saya berdiam diri saja tanpa berusaha untuk mengatasinya Karena takut salah. Meskipun ada pembantu. Ketika mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru. saya tidak membuat laporan penelitian secara baik. saya tidak perlu menyelesaikan tugas yang menjadi bagian saya sebaik mungkin.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 pekerjaan sebaik mungkin. Jika tidak menguasai suatu pekerjaan. karena anggota lain juga mengerjaknnya. Dalam kegiatan kelompok. saya tidak berupaya untuk menggunakan bahasa asing yang saya pelajari dengan mereka yang telah menguasainya. saya lebih senang melaksanakannya secara individual/mandiri. Jika saya mengalami kesulitan dalam operasi komputer. saya berupaya untuk mengikuti petunjuk pelaksanaannya. Saya harus berani mencoba menggunakan cara-cara mutakhir untuk mengerjakan suatu peker-jaan bila cara-cara lama tidak membuahkan hasil yang baik. saya tetap 95 . saya tidak berusaha untuk menguasainya sebaik mungkin. Jika kerja kelompok berjalan tidak efektif saya harus berani menyampaikan gagasan dan ide-ide perbaikan kinerja kelompok. saya lebih senang berjuang terus untuk menguasainya daripada beralih pada pekerjaan lain Terhadap hal-hal yang tidak menarik minat.

saya berusaha menjadikan tujuan hidup sebagai pedoman bagi seluruh kegiatan yang saya lakukan. Supaya bermanfaat di kemudian hari. Saya senang membaca biografi tokoh-tokoh dunia. Sebagai anggota panitia peringatan hari-hari besar agama. Dengan kemampuan yang saya miliki. saya akan bekerja lebih keras daripada anggota-anggota lainnya. saya akan membaca bukubuku pelajaran sama seriusnya dengan teman-teman. Jika saya memperoleh kesempatan untuk memimpin suatu acara. 96 . saya senang mengikuti dan menyontoh pola pikir shabatshabat nabi. dan ingin melakukan apa yang telah diperbuat unbtuk kepentingan umat. Sebagai seorang muslim. saya meminta tolong seorang teman untuk mencarikan buku yang saya butuhkan. Untuk keperluan penulisan laporan pengamatan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 32 33 34 35 36 37 38 39 40 member-sihkan kamar dan ruang belajar secara mandiri. Untuk membaca buku-buku atau karyakarya ilmiah. saya akan melakukannya seperti apa yang telah dilakukan teman-teman. Untuk meningkatkan pemahaman terhadap suatu pelajaran. saya tidak tidak perlu menentukan apa tujuan yang ingin saya capai. saya ber-usaha membuat laporan pengamatan lebih baik daripada apa yang dibuat temanteman di kls.

4. Jawablah pertanyaan berikut memberi tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang paling tepat: pilih: A. C. tetapi tidak berhubungan sama sekali dengan prestasi anda dalam belajar. Tes ini pemahaman silang budaya. Instrument penelitian ini bertujuan untuk melihat pemahaman silang budaya antara bahasa Indonesia dan Inggris. B. 2.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan LAMPIRAN 2 PEMAHAMAN SILANG BUDAYA Petunjuk 1. 3. atau D. 97 . Anda tidak perlu menulis identitas diri pada buku kuesioner ini.

Keluarga C. Menyembunyikan perasaan yang sebenarnya C. Perkawinan D. Berdiam diri Topik yang tidak biasa digunakan: A. Keluarga C. Perkawinan D. Memalukan orang lain Bermakna hal-hal Senyum digunakan untuk hal-hal berikut kecuali: A. Where are you from? C. Memalukan orang lain Bermakna hal-hal . Menupi hal yang memalukan D. Who are going with? Topik yang biasa digunakan: A. Hello. Dari mana? C. Tempat tinggal B.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan No Situasi 1 Ungkapan sebagai bentuk ucapan salam (basabasi) 2 3 Topiktopik pembicara an yang digunakan setelah perkenala n Pengguna an senyum dalam komunika si Budaya Barat Ungkapan yang lazim digunakan: A. Keadaan cuaca 4 98 Acungan Senyum digunakan untuk hal-hal berikut kecuali: A. Menyembunyikan perasaan yang sebenarnya C. Mau pergi ke mana? B. kecuali: A. good morning D. Mengungkapkan ra-sa senang/bahagia B. Selamat pagi D. Where are you going? B. Keadaan cuaca Budaya Indonesia Ungkapan yang lazim digunakan. Tempat tinggal B. Menupi hal yang memalukan D. Mengungkapkan rasa senang/bahagia B.

Melihat jam tangan masingmasing B. Menunjukkan angka lima B.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan jempol jari tangan 5 Komunika si lisan secara langsung (berhadap an muka) 6 Mengakhir i percakapa n secara nonverbal berikut kecuali: A. Menumpang mobil orang atau umum Hal-hal yang biasa dila-kukan. Tidak memperhatikan 99 . Mendengarkan secara seksama ucapan lawan bicara C. kecuali: A. Menunjukan bahwa makanan yang kita coba sangat lezat D. Menyela pembicaraan orang lain secara sopan Hal yang biasa dilakukan: A. Menumpang mobil orang atau umum Hal-hal yang biasa dila-kukan. Tidak memperhatikan berikut kecuali: A. menatap mata lawan bicara B. Menyela pembicaraan orang lain secara sopan Hal yang biasa dilakukan: A. Tidak mendominasi pembicaraan D. Menunjukan bahwa makanan yang kita coba sangat lezat D. kecuali: A. Mendengarkan secara seksama ucapan lawan bicara C. Sebagai tanda setuju atau semua berjalan lancar C. Menunjukkan angka lima B. Tidak mendominasi pembicaraan D. Tidak menatap mata lawan bicara B. Melihat jam tangan masingmasing B. Memuji orang yang berhasil melakukan suatu pekerjaan dengan baik C.

Mengangkat tangan sampai guru memanggil C. Mengangkat tangan dan menurunkannya ketika guru tahu kita ingin bertanya D. Membunyikan jari tangan “tak” B. Mengacungkan tangan dengan ramah D. Mengacungkan jari B. Memanggil nama guru Hal yang biasa dilakukan: 8 Meminta perhatian guru 9 Pada saat atau lawan bicara C. Mengacungkan tangan dengan ramah D. Memanggil pelayan sambil melambaikan tangan Hal yang biasa dilakukan: A. Mengakhiri pembicaraan dengan tiba-tiba Hal yang biasa dilakukan: A. Mengangkat tangan sampai guru memanggil C. Saling mengakhiri secara perlahanlahan D.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan lawan bicara C. Mengakhiri pembicaraan dengan tiba-tiba 7 Memanggi l pelyan restauran Hal yang biasa dilakukan: A. Mengacungkan jari B. Mengangkat tangan dan menurunkannya ketika guru tahu kita ingin bertanya D. Memanggil pelayan sambil melambaikan tangan Hal yang biasa dilakukan: A. Membunyikan jari tangan “tak” B. Memanggil nama guru Hal yang biasa dilakukan: 100 . Bersiual dengan keras C. Saling mengakhiri secara perlahanlahan D. Bersiual dengan keras C.

Merespons 101 . Menatap mata lawan bicara B. Menatap mata lawan bicara dan langsung menghindar D. Berjabat tangan dengan santai/lemah B. Berjabat tangan dengan kuat beberapa saat C. Merespon dengan jawaban-jawaban singkat C. Merespons A. Menatap mata lawan bicara dan langsung menghindar D. Menatap mata lawan bicara B. Berjabat tangan dengan santai/lemah B.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan setelah perkenala n (diuperken alkan) 10 Pada saat melakuka n percakapa n 11 Pada saat melakuka n percakapa n A. Berjabat tangan sampai perkenalan benarbenar selesai D. Berjabat tangan dengan kuat beberapa saat C. Menatap lawan bicara dan langsung menunduk ke bawah/lantai Hal lain yang biasa dilakukan: A. Berjabat tangan sampai perkenalan benarbenar selesai D. Merespon dengan jawaban-jawaban singkat C. Merespon dengan penjelasan yang agak lengkap B. Menghindari kontak /tatapan mata C. Berjabat tangan dan membungkuk Hal yang biasa dilakukan: A. Merespon dengan penjelasan yang agak lengkap B. Menghindari kontak /tatapan mata C. Menatap lawan bicara dan langsung menunduk ke bawah/lantai Hal lain yang biasa dilakukan: A. Berjabat tangan dan membungkuk Hal yang biasa dilakukan: A.

Memperlihatkan kebingunan C. Mengangkat tangan dan meminta klarifikasi/penjelasan B. Meninggal kelas dengan bahasa tubuh D.g. Berdiri di dekat pintu dan menunggu sampai sekretaris memanggil kita B. Menepuk pundak sekretaris Hal yang biasa dilakukan: A. Berdiri di dekat pintu dan menunggu sampai sekretaris memanggil kita B. Menepuk pundak sekretaris Hal yang biasa dilakukan: A. Tidak memberi respons Hal yang biasa dilakukan: A. Diam dan bertanya kepada guru setelah kelas usai D. Diam dan tidak meminta penjelasan 102 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 12 Meminta perhatian orang yang sibuk (e. Duduk di dekat sekretaris dan diam samapi sekretaris mememanggil kita D. Berdiri di dekat sekretaris sampai ia mememanggil kita C. Tidak memberi respons Hal yang biasa dilakukan: A. bertemu sekretaris) 13 Di dalam kelas dan tidak memaham i keteranga n guru dengan bahasa tubuh D. Duduk di dekat sekretaris dan diam samapi sekretaris mememanggil kita D. Mengangkat tangan dan meminta klarifikasi/penjelasan B. Berdiri di dekat sekretaris sampai ia mememanggil kita C. Diam dan bertanya kepada guru setelah kelas usai D. Memperlihatkan kebingunan C.

Datang ketika pesta akan berakhir D. Berkomentar/berta -nya mengenai cuaca B. Menanyakan kesenangan Hal yang biasa dilakukan: A. Datang ketika pesta akan berakhir D. Berdiam diri tidak merespons D. Datang setelah acara dimulai B. Menanyakan pekerjaan dan tempat kerja D. Datang beberapa menit sebelum acara dimulai C. Menanyakan nama dan alamat C. Menanyakan pekerjaan dan tempat kerja D. Datang pada saat jamuan dimulai Hal lain yang biasa dilakukan: Hal yang biasa dilakukan: A. Tersenyum dan menolak pujian C. Berkomentar/bert a-nya mengenai cuaca B. Datang setelah acara dimulai B. Menyatakan terima kasih B. Datang beberapa menit sebelum acara dimulai C.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 14 Ketika mendapat kan pujian 15 Memulai percakapa n dengan orang yang belum dikenal 16 Menghadir i undangan makan malam/pe sta 17 Menghadir i Hal yang biasa dilakukan: A. Menyombongkan diri Hal yang biasa dilakukan: A. Datang pada saat jamuan dimulai Hal lain yang biasa dilakukan: 103 . Berdiam diri tidak merespons D. Menanyakan nama dan alamat C. Tersenyum dan menolak pujian C. Menyatakan terima kasih B. Menanyakan kesenangan Hal yang biasa dilakukan: A. Menyombongkan diri Hal yang biasa dilakukan: A.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

undangan makan malam/pe sta 18 Menghadir i pesta yang tidak resmi

A. Memimun air putih B. Memimun kopi C. Meminum anggur D. Tidak meminum apa-apa Hal yang biasa dilakukan: A. Memperkenalkan diri dengan yang lain tanpa menunggu B. Menunggu diperkenalkan oleh orang lain C. Tidak memperkenalkan diri D. Langsung membangun percakapan dengan orang lain tanpa perkenalan Hal yang biasa dilakukan: A. Berjabatan tangan dengan santai B. Berjabatan tangan dengan erat C. Berpelukan dengan kuat D. Berciuman pipih kiri-kanan Hal yang biasa dilakukan: A. Menyapa lawan bicara dengan

19 Pertemua n dengan teman berlainan jenis kelamain

20 Pengguna an nama depan setelah

A. Memimun air putih B. Memimun kopi C. Meminum anggur D. Meminum sesuka hati, selain anggur Hal yang biasa dilakukan: A. Memperkenalkan diri dengan yang lain tanpa menunggu B. Menunggu diperkenalkan oleh orang lain C. Tidak memperkenalkan diri D. Langsung membangun percakapan dengan orang lain tanpa perkenalan Hal yang biasa dilakukan: A. Berjabatan tangan dengan santai B. Berjabatan tangan dengan erat C. Berpelukan dengan kuat D. Berciuman pipih kiri-kanan Hal yang biasa dilakukan: A. Menyapa lawan bicara dengan

104

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

perkenala n

nama depan setelah diizinkan B. Menyapa lawan bicara dengan nama depan sebelum diizinkan C. Tidak menggunakan sapaan apa pun D. Menyapa lawan bicara dengan gelar dan nama depan

nama depan setelah diizinkan B. Menyapa lawan bicara dengan nama depan sebelum diizinkan C. Tidak menggunakan sapaan apa pun D. Menyapa lawan bicara dengan gelar dan nama depan

105

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

LAMPIRAN 3

KEMAMPUAN KOMUNIKATIF BAHASA INGGRIS
Petunjuk 1. Instrument penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. 2. Tes ini merupakan tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris, tetapi tidak berhubungan sama sekali dengan prestasi anda dalam belajar. 3. Anda tidak perlu menulis identitas diri pada buku kuesioner ini. 4. Jawablah pertanyaan berikut memberi tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang paling tepat: pilih: A, B, C, atau D. 1. X: My car has broken down. It won’t start. Y: _________ A. You can have a lift in my car. B. You could leave it here. C. The nearest garage is a long distance D. Can I help you? 2. X: That’s the lot! No more! Come on you! Off! Y: __________ A. If I were you. I’d be a little more polite. B. you are very impolite. C. How rude you are. D. Be a little more polite.

106

8. Could I ask you to open the door? 107 . 7. X: Would you mind traveling second class? Y: _____________. X: It is really a very good film. why don’t you ask somebody else? B. X: Excuse me. X: Do you like your house? Y: __________ A. Y: ________. B. I want to try this one B. I have asked you to book for me D. I can’t travel second class. I don’t want to travel by bus C. Sorry I’m afraid it is taken. D. 5. Open the door. I have no time to go out D. It’s broken C. A. it is not possible B. It’s mine B. I want to buy this one. Do you think I could try this one? C. Well. ________ Y: Yes. I’m sorry. the windows are too small. there is fitting room over there.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3. The room is comfortable. X: ___________. I’m sorry I don’t think I can go with you C. A. 4. A. I’d like it very mush. D. please? D. Oh yes. C. Shall mi open the door? B. X: Is this seat free? Y: ________ A. A. Y: No. It belongs to another person. of course not. I must study my exam 6. Where’s the fitting room? D. I’m very pleased with it. Do you mid if I open the door? C.

but I’m afraid there aren’t any seats left on this train. I’m delighted to hear that. C. do you mind if I sit here? C. X: ________. A. X: My sister has just got a son and they are both doing well. We don’t have rooms with shower. A. sir. A. Happen to know where Mr. I wish them good luck. Y: Yes. Will they be going to Bali? B. of course not. D. Black’s office is. X: They plan an October wedding and honeymoon in Bali. Y: __________. Who is sitting there? B. Y: _______ A. I’m afraid. B. Oh. sir. Why can’t I have a room with a shower? D. Y: _________. B. 13. X: _________. Excuse me. C. X: I know you booked. I’m so glad for her. that is marvelous. I wonder if you could tell me where Mr. B.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 9. A. How is the baby? B. D. if you come with me. How many nephews have you? 10. Is this seat empty? 14. Are you happy with this news? C. 12. Black’s office is? 108 . I’ll tell you. Is somebody sitting here? D. I’m very annoyed. It really makes me angry. D. I have booked seats on this bus. Y: No. it really makes me afraid. I’ll just move my jacket. I want a room with a shower. A. Y: I’m very sorry. X: ________ I especially asked for a room with a shower. C. 11.

It is not perfect yet. Very well. C. sorry. I want to know Mr. 16. Do you know Tommy? Y: __________. A. Thank you very much. 17. It’s very nice of you to say so C. I’m still learning B. How do you do? D. C. it was super. He is my English teacher Mr. D. We’d love to. A. your spoken English is very good. A. X: Morning. No. Brown: How do you do? 109 . Y: _________. C. Where is Mr. Do you think so? 21. Thank you. no it’s five to ten. thank you. Thank you C. Don’t’ you lose it. I’m still learning D. D. Mr. indeed. I don’t think so. 19. you had a nice time in Puncak.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan C. I haven’t seen you before. Black’s office? 15. B. Not at all D. Y: _____________. D. ________. D. That’s all right. 18. X: So. I’m a lucky person C. I have to study harder. X: It was really very kind of you to invite us. Eddy: ________. Black’s office. I’ve got to go now. John: How do you do? Mr. B. Y: We’d love to A. Thanks again. X: You know. How are you? B. X: Congratulations on passing your final test. I’m in a hurry. Don’t forget to return it. Y: Yes. A. X: Thank you for lending me your novel. Y: ___________. B. I must leave you B. A. Are you really all right? 20. I must say good bye. Oh. Jack.

Thank you very much. 27. 25. B. I went there last week with some friends. Sure. The pubs are not good. look here is Mr. John. Do you really like it? C. John. D. Great C. Tim? Y: ______________ A. X: The management says that employees are going to get a bigger salary soon. There are no good pubs in this small town. B. John? D. A. D. I’d love to but I’ve got a test on Monday C. I’m going somewhere else. but it’s only a small place. X: Would you care to join me for lunch in my favorite restaurant? Y: ___________. I’m busy at that moment. C. I don’t think I like movies. X: Would you like to go to movie with me. I want you to know Mr. 26. Y: ________ 110 . B. X: I like your car. Y: ____________. Don’t flatter me. it is very old actually. That’s quite right. 22. I like it too. I want you to meet Mr. A. A. D. don’t you have any other things to do? 24. but I’m busy. B. I don’t like seaside D. Oh. A. X: The seaside is on Sunday. B.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan A. tonight? Y: ___________. 23. Y: ________. John C. May I introduce Mr. I won’t say now. Oh. isn’t it? C. B. What you expect to find in a town like this? D. I’d be delighted to. X: I suppose it’s too much to find a good pub in a town like this.

A. it is not boring. Make a guess. It is boring. B. 32. you are not a good reader. How soon? 28. Y: __________. They are naughty children.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan A. C. Y: ______________. Y: ___________. C. 30. C. The minor roads are all right. 33. C. Y: ______________. I like Medan very much C. I don’t see why. A. I don’t know D. 31. D. 29. Is Medan a boring place? B. Just wait and see D. But don’t you think its beach is beautiful D. X: We’ve been waiting nearly an hour for the train. They don’t know what they are doing B. I like that novel B. C. It’s wrong to throw stones at a dog. X: I think Medan is boring place? Y: ____________ A. X: I have just seen some children throwing stones a dog. D. X: Who do you think will win the presidential election? Y: ______________ A. Don’t hope too much B. I like to take it slowly a long the minor roads. I’m very happy about that. 111 . B. whoever wins is not my business. I don’t entirely agree with you. X: I don’t like this novel. Everybody likes to go to Medan. You can’t enjoy the countryside when you take the motorways. The minor roads are saver. I couldn’t care less. A. Why don’t you punish them? D. X: I think the motorways are the only way to travel a long distance.

112 . X: They didn’t give me that job. The rain will soon stop. 37) _____________. That’s too bad B. Y: _______________ A. Next time better B. C. How are you enjoying your stay in England? Y: I’m enjoying it very much. I will come around and pick you up at your hotel. X: Well. Really? Bagian Kedua Lengkapilah dialog berikut dengan frase/kalimat yang tepat. see you tomorrow. About two o’clock then. What’s wrong with the train D. Don’t be angry D. would you care to come for a ride in the country? Y: Thank. 36) __________ tomorrow after noon? Y: Nothing special as far as I know. X: By the way. The train is late again 34. A. 35. X: Look at the weather. They gave it to John. X: Fine let’s meet here about two o’clock. Miss Calvo. C. The train is very late today. The sun will be shining soon C. No chance of picnic. Conversation A X: Hallo. X: Well. Y: 38) ________. We might as well take a taxi B. We can have our picnic someday D. thank you.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan A. Don’t you worry too much. Y: _______________.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful