Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Tidak dapat dipungkiri pada era global ini, peranan bahasa Inggris dalam berbagai aspek kehidupan menjadi sangat dominan dan penting. Penggunaan bahasa asing itu menyentuh dalam dunia ilmu, teknologi, perdagangan, politik, kebudayaan, dan hubungan antarnegara, baik secara bilateral maupun multilateral. Dalam kehidupan sehari-hari, umpamanya, seseorang selalu bersentuhan dengan bahasa tersebut melalui media cetak, seperti koran, majalah, jurnal dan buku-buku ilmiah lainnya; media elektronik seperti televisi, radio, internet; maupun melalui interaksi komunikatif langsung dengan orang asing yang menggunakan bahasa tersebut. Mereka dapat ditemukan di berbagai sudut kota Jakarta, sehingga sangat memungkin bagi masyarakat untuk berkomunikasi langsung dengan menggunakan bahasa Inggris. Memperhatikan peranan tersebut, pemerintah Indonesia memberikan prioritas utama terhadap bahasa Inggris untuk dipelajari di sekolah-sekolah, perguruan tinggi, atau bahkan lembaga-lembaga kursus sebagai bahasa asing. Sebagai bahasa asing, bahasa Inggris tidak dapat digunakan sebagai

1

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

alat komunikasi dalam kegiatan pemerintahan, pendidikan, politik, dan bidang-bidang lain yang melibatkan masyarakat secara luas. Meskipun demikian, pengajaran bahasa tersebut tetap dilaksanakan secara optimal agar tujuan matapelajaran tersebut tercapai. Adapun tujuan utama pengajaran bahasa Inggris di Madrasah Aliyah diarahkan pada pengembangan kemampuan komunikatif berbahasa Inggris lisan dan tulis1 Kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang harus dikuasai siswa terbentuk oleh empat sub-kemampuan, yaitu kompetensi wacana, linguistik, sosiolinguistik, dan strategis.2 Kompetensi wacana berhubungan dengan pemahaman siswa terhadap konteks situasi yang melatar-belakangi suatu peristiwa komunikasi. Menurut Celce-Murcia et al. Kompetensi wacana adalah pemahaman siswa terhadap peristiwa komunikasi yang dipengaruhi oleh topik yang dikomunikasikan, hubungan interpersonal pihak yang terlibat dalam komunikasi dan jalur komunikasi yang digunakan dalam satu konteks budaya.3 Kemampuan linguistik berkenaan dengan penguasaan siswa terhadap kaedah-kaedah bahasa yang memungkinkannya memahami dan menghasilkan kalimatkalimat berbahasa Inggris yang gramatikal. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk melihat dan mengantisipasi dengan siapa mereka berkomunikasi, sedangkan kemampuan strategis bersentuhan dengan kemampuan siswa untuk memilih dan menggunakan strategi komunikasi untuk menyampaikan pesan yang dimaksudkan secara efektif. Selain itu, untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris, seorang siswa dituntut untuk memiliki motivasi berprestasi sebagai bagian dari aspek psikologis yang banyak
Diknas, Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA (Jakarta: Puskur Balitbang Diknas, 2002), h. 6. 2 D. H. Hymes, “On Communicative Competence,” The Communicative Approach to Language Teaching, eds. C. J. Brumfit dan K. Johnson. (Oxford: OUP, 1979), h. 14. 3 Celce-Murcia, M., Z. Dornyei, S. Thurrell, “Communicative Competence: A Pedagogically Motivated Model with Content Specifications” Issues in Applied Linguistics, 6/2, 1995. p. 10. 2
1

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

menyemangati siswa untuk meraih kesuksesan melalui kemampuannya untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar,4 dan dituntut pula untuk mengusai perbedaan budaya berbahasa Inggris dengan budaya berbahasa Indonesia. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin untuk menguasai bahasa Inggris melalui berbagai cara belajar efektif. Sedangkan penguasaan silang budaya akan banyak membantu siswa bagaimana menghasilkan bentuk-bentuk bahasa Inggris yang benar-benar komunikatif. Siswa tidak akan terjebak dalam bahasa Inggris berstruktur dan berbudaya bahasa Indonesia yang seringkali menimbulkan kesalahpahaman, dan bahkan gagalnya komunikasi. Sejauh ini, sebagian besar siswa MAN di Jakarta Sealatan belum menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebagaimana yang diharapkan. Masih banyak terdengar ungkapan bahasa Inggris “thank you” yang dijawab dengan “thank you back”; dan “you look very beautiful” yang dijawab dengan “oh no, I am not” dan sebagainya. Jawaban yang diberikan siswa menunjukkan bahwa mereka tidak memahami budaya berbahasa penutur asli bahasa Inggris, sehingga menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan kegagalan komunikasi. Selain itu, contoh ungkapan-ungkapan berbahasa Inggris tersebut diduga dihasilkan oleh siswa-siswa yang tidak memiliki motivasi berprestasi. Mereka cenderung tidak ingin mendalami bahasa Inggris dengan tekun, karena mereka berfikir bahwa bahasa Inggris tidak bersentuhan dengan bidang kajian dan pekerjaan yang akan mereka tekuni. Berdasarkan penjelasan tersebut terlihat bahwa kemampuan komunikatif bahasa Inggris banyak dipengaruhi oleh motivasi berprestasi siswa dalam belajar dan pemahaman siswa terhadap budaya berbahasa Inggris atau pemahaman silang budaya. Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi, pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif
R. C. Back, Motivasion: Theories and Principles (New Jersy: Prentice Hall, 1990), p. 291. 3
4

Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian di atas dapat diduga adanya hubungan antara motivasi berprestasi. 1) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan? 2) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Sealatan? 3) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. permasalahan dalam penelitian ini lebih banyak berkaitan dengan upaya pembuktian terhadap hubungan antara ketiga variabel tersebut. dan secara lebih spesifik permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif siswa masih tetap menjadi pertanyaan besar yang perlu dijawab dan dibuktikan. pemahaman silang budaya. penelitian korelasional perlu segera dilakukan agar dapat diputuskan suatu kebijakan terhadap pengembangan matapelajaran bahasa Inggris secara komunikatif.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan Untuk membuktikan kebenaran asumsi tersebut dan melihat berapa besar kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif siswa MAN di Jakarta Selatan. Oleh karena itu. B. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan? 4) Berapa besarkah kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan 4 . Tanpa mengesampingkan beberapa faktor lain yang juga berpengaruh. bentuk hubungan antara motivasi berprestasi.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan? C. Ditinjau dari segi sosial. di dalam pengembangan kurikulum dan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk Madrasah Aliyah. dan mempertegas keterkaitan ketiganya di dalam pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk siswa menegah atas. hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan motivasi berprestasi. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 3) hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. penelitian ini bertujuan untuk mencari buktibukti empiris tentang: 1) hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Sealatan. pemahaman silang budaya. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. dan 4) besarnya kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. pemahaman silang budaya. 2) hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah. pemahaman silang budaya. Tujuan dan Manfaat Penelitian Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris tentang hubungan antara motivasi berprestasi. Sacara khusus. dalam hal ini Departemen Agama. dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi para guru bahasa Inggris di Madrasah Aliyah dalam pengembangan 5 . dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Secara teoretis.

Teknik Analisis Data Untuk melihat hubungan dan kontribusi motivasi berprestasi. Selain itu. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. motivasi berprestasi. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN khususnya.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan kegiatan belajar dan bahan pelajaran bahasa Inggris berbasis pada pemahaman silang budaya dan perhatian terhadap motivasi berprestasi yang dapat meningkatkan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. dan seluruh siswa Madrasah Aliyah pada umumnya. dan tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris digunakan untuk mengukur kemampuan menggunakan bahasa Inggris secara komunikatif. Hipotesis Penelitian 6 . Alat Pengumpul Data Data dalam penelitian ini diperoleh melalui dua instrumen. 3. pemahaman silang budaya. penelitian ini diharapkan dapar dijadikan sebagai pijakan dalam penyelenggaraan penelitian lanjutan tentang hubungan antara pemahaman silang budaya. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang berusaha untuk membuktikan secara empiris hubungan antara motivasi berprestasi. data terkumpul akan dianalisis dengan statistik korelasi dan regresi ganda. 1. 2. tes pemahaman silang budaya digunakan untuk menggali data tentang pemahaman terhadap perbedaan budaya berbahasa Inggris dan Indonesia. yaitu angket dan tes. D. Angket digunakan untuk mencari data tentang motivasi berprestasi. dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa.

dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 2) Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya. variabel dalam penelitian ini adalah: a) Variabel bebas: 1) motivasi berprestasi siswa MAN di Jakarta Selatan (X1). 2) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan 3) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. b) Hipotesis alternatif: 1) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Variabel Penelitian Sesuai dengan hipotesis yang diajukan. pemahaman silang budaya.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. pemahaman silang budaya. a) Hipotesis nol: 1) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan 3) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 4. dan 2) pemahaman silang budaya siswa MAN di Jakarta Selatan (X2) b) Variabel terikat adalah kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan 7 .

dan yang menjadi sampelnya adalah 80 orang siswa kelas III yang diambil secara acak. dan c) analisis data dan pelaporan. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung selama empat bulan di empat MAN Jakarta Selatan yang dibagi dalam tiga tahap: a) penyusunan rancangan dan instrumen penelitian. 6. b) pencarian data. Populasi dan Sample Penelitian Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MAN di Jakarta Selatan. Motivasi Berprestasi (X1) Kemampuan Komunikatif (Y) Pemahaman Silamg budaya (X2) 5.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Hubungan ketiga variabel tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. 8 .

Analisis Teoretis Berdasarkan paparan tujuan penelitian yang diharapkan. kurikulum berbasis kompetensi berorientasi pada hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna dan beragaman yang dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. 1. yakni kemampuan komunikatif dan pemahaman silang budaya. Ini berarti bahwa kurikulum tersebut menekankan hasil atau kompetensi apa yang harus dikuasai siswa bila telah menyelesaikan studinya pada suatu program pendidikan formal. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. dalam arti memiliki 9 . keterampilan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 2 ANALISIS TEORETIS DAN KERANGKA KONSEPTUAL A. Dalam hal ini. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten. terdapat dua hal yang perlu dikaji secara teoretis. kompetensi dapat diartikan sebagai pengetahuan. Berikut penjelasan keduanya. Kemampuan Komunikatif Secara umum.

Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kemampuan ini biasanya disebut dengan kemampuan pragmatik yang memungkinkan seseorang untuk melakukan interaksi komunikatif secara lebih efektif. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Siswa diharapkan dapat menggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan ide. Language Learning and Teaching (Malang: IKIP M Publisher. Siswa. baik dalam bentuk komunikasi lisan maupun komunikasi tulis.6 Penguasaan kemampuan komunikatif secara benar tidak hanya tertumpu pada kemampuan linguistik saja. komptensi yang harus dikuasai siswa adalah bagaimana menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan konteks komunikasinya. Ellis mengatakan: Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular Suwito. h. Huda mengatakan bahwa kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi dalam situasi yang sebenarnya.5 Berkaitan dengan mata pelajaran Bahasa Inggris di Madrasah Aliyah. tetapi justru diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk menggunakan bentuk-bentuk bahasa tersebut sesuai dengan tujuan komunikasi atau untuk mengungkapkan fungsi-fungsi komunikatif bahasa yang ingin disampaikan kepada pihak lain. dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu. 10 5 . tidak dituntut untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang benar secara gramatikal saja. 93.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan pengetahuan. keterampilan. dan perasaannya. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. Kemampuan tersebut biasanya disebut dengan kemampuan komunikatif. 6 Nuril Huda. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. gagasan. dalam hal ini. 1999).

Hadley.9 Secara jelas beberapa pandangan tersebut menunjukkan bahwa selain kemampuan linguistik terdapat beberapa kemampuan atau faktor lain yang membangun Rod Ellis. it includes both linguistic and pragmatic knowledge. knowledge of rhetorical rules of use that governs the patterning of such acts. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors. 26. Dalam pandangannya.O. 8 A. The Study of Second Language Acquisition (Oxford: O U P. selain kemampuan linguistik. Communicative Syllabus Design (Cambridge: C U P. 11 7 . Teaching Language in Context (Boston: Heile & Heile Publisher. kemampuan komunikatif mencakup kemampuankemampuan lain. That is. 13. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan communicative goals. h 4 9 John Munby. This happens at the level of discourse and involves interalia. seperti kemampuan retorik. 1978). h. 1993). the interpretative strategies of the language users and also contextual meaning of utterances. h. pandangan lain juga mengisyaratkan ketidakberartian kemampuan linguistik bila tidak ditunjang oleh kemampuan untuk menyesuaikan bentuk-bentuk bahasa dengan seluruh masukan informasi baik yang bersifat linguistik maupun paralinguistik. It seems clear that communicative competence includes the ability to use linguistic forms to perform communicative acts and to understand the communicative functions of sentences and their relationship to other sentences.8 Posisi kemampuan linguistik sebagai salah satu unsur kemampuan komunikatif juga diutarakan oleh Munby. Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting. dan pemahaman makna ujaran berdasarkan konteks yang melatarbelakanginya.7 Meskipun tidak dinyatakan secara explisit sebagai kemampuan pragmatik. kemampuan interpretatif. 1994).

maka kalimat tersebut bisa saja dianggap tidak layak. Suatu kalimat yang terdiri dari beberapa kata dapat saja dianggap benar secara gramatikal. Mengenai hal ini. Hymes memperjelas pandangannya dengan Tanda * (asterik) digunakan untuk menunjukkan contohcontoh kalimat yang salah. tetapi kalimat tersebut kurang atau bahkan tidak tepat. h. Aspek yang pertama berkenaan dengan kemampuan untuk menghasilkan dan membedakan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal atau tidak gramatikal (whether or not something is possible). 14. Menyempurnakan gagasannya tentang kemampuan komunikatif. dan benar secara gramatikal. Aspek yang ketiga berkaitan dengan kemampuan untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang tepat dan sesuai dengan konteksnya (appropriateness). Hymes. misalnya *my baby is funny. “On Communicative Competence. 1979). H. Hymes berpandangan bahwa kemampuan komunikatif itu terbentuk oleh empat aspek atau kemampuan yang terpadu. misalnya *The king of America visited Indonesia last year. Aspek yang terakhir berhubungan dengan apakah makna yang terkandung dalam suatu kalimat itu benarbenar terjadi atau tidak (whether or not something is in fact done). Jadi kelayakan di sini lebih erat kaitannnya dengan proses bagaimana kalimat itu dihasilkan oleh akal pikiran seseorang. J. tetapi bila dikaji dari sisi proses bagaimana kalimat itu dibuat atau dihasilkan.” The Communicative Approach to Language Teaching. misalnya: I teach English everyday dan *She is having a big car. tetapi tidak terjadi. Suatu kalimat bisa saja dianggap layak dan benar secara gramatikal. 11 D. Brumfit dan K. misalnya *The mouse the cat the dog the man the woman married beat chased ate had a white tail. eds. 12 10 .10 Aspek yang kedua berhubungan dengan kemampuan untuk mengahasilkan bentuk-bentuk bahasa yang layak (feasibility).Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris seseorang. C. tepat.11 Suatu kalimat dapat saja layak. Johnson (Oxford: O U P.

sehingga apa yang akan diutarakan atau disampaikan kepada orang lain dapat dipahami secara tepat. dan strategis. baik dalam abentuk komunikasi lisan maupun tulis. atau gambar-gambar untuk memperjelas bahasa tulis yang digunakan. Kemampuan wacana berhubungan dengan penguasaan siswa terhadap konteks situasi yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa komunikasi lisan dan tulis. Pemahaman Silang Budaya Sesuai dengan amanat yang terdapat dalam Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris untuk menengah atas 13 . wacana. Adapun kemampuan strategis merupakan kemampuan seseorang untuk memilih dan menggunakan strategi komunikasi tepat untuk menyampaikan pesan yang dimaksudkan secara efektif. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk melihat dengan siapa mereka membangun komunikasi. Kemampuan linguistik berkenaan dengan penguasaan siswa terhadap kaedah-kaedah bahasa Inggris yang memungkinkannya menghasilkan kalimat-kalimat gramatikal untuk menyam-paikan maksud. Siswa dituntut untuk mengenali situasi komunikasi yang sedang terjadi. 2. atau dengan tokoh masyarakat. apakah dalam kegiatan formal atau informal. dengan orang yang lebih tua. sosiolinguistik. dengan kawan dekat. apakah dengan teman sebaya. yaitu kemampuan linguistik. Pengenalan terhadap lawan bicara atau pembaca akan memudahkan seseorang untuk menentukan bentuk-bentuk bahasa mana yang harus digunakan. dan mengidentifikasi kalimat-kalimat gramatikal untuk menangkap pesan dan maksud. Kemampuan ini mencakup bagaimana seseorang menggunakan anggota tubuhnya untuk menyertai bahasa lisan yang digunakan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan merinci secara spesifik empat kemampuan yang membangun kemampuan komunikatif.

h. dan menulis. 13 H. It is the glue that binds a group of people together. mata pelajaran bahasa Inggris meliputi beberapa aspek. c) Aspek budaya yang terkandung dalam teks lisan dan tulis. think. h. feel. Douglas Brown. menggambarkan budaya itu sebagai suatu “blue print’ which guides the behaviour of people in a community and is incubated in family life. b) Unsur-unsur kebahasaan mencakup: tata bahasa. Budaya. membaca. yaitu menyimak. sehingga siswa dapat menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris secara benar. 14. “Culture is a way of life. merasakan. 2003). makes us sensitive to matters of status. and helps us know what our responsibility is to the group.”13 Melengkapi pengertian budaya tersebut. dan berhubungan dengan orang lain dalam suatu kelompok masyarakat. Principles of Language Learning and Teaching (Englewood Clifts: Prentice Hall Regents. lafal dan ejaan. and relate to others. Brown menjelaskan bahwa budaya merupakan cara hidup bagaimana seseorang berada. It governs our behaviour in groups. Larson dan Smally sebagaimana dikutip oleh Hasyim. berbicara. Culture is the context within which we exist. Diknas Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA/MA (Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Diknas. 1994). diartikan sebagai pola pikir dan pola tindak yang mengatur seseorang bagaimana berbahasa dan bertindak di dalam lingkungan masyarakat tertentu. dalam hal ini. kosakata. 14 12 . 164. pernyataan di atas menuntut Madrasah Aliyah dan guru bahasa Inggris untuk memberikan bahan pelajaran yang berupa aspek budaya sebagai satu kesatuan bahan pelajaran yang harus diterima siswa di dalam mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa asing. a) Keterampilan berbahasa.12 Secara jelas. berfikir.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dan Madrasah Aliyah. Budaya dapat dianggap sebagai perekat antara seseorang dengan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. yakni. d) Aspek sastra yang berupa penghayatan dan apresiasi sastra.

seni. Cross Cultural Understanding (Jakarta: Karunia UT. Jawa. dan makanan. Menado. behaviors include language. Budaya menurut Croydon adalah “a system of integrated patterns. adat istiadat. 8. prilaku mencakup bahasa. and the category of ideas reflects a notion of culture as not observable. gestures. Bagaimana cara bersalaman dengan orang-orang Sunda.1986). Berikut adalah penjelasan yang diberikan oleh Robinson: Ideas include beliefs. 1988). nilai. values and institutions. yakni gagasan. dan peralatan yang membedakan satu kelompok dan yang lain. Bagaimana melamar calon pengantin dan merayakan pesta pernikahan di satu daerah akan berbeda Laela Hanoum Hasyim. dan lemabaga.16 Kehidupan keseharian masyarakat membuktikan bahwa budaya itu merupakan satu kesatuan yang utuh. Namun. dan produk. sebagai suatu sistem budaya memcakup beberapa kategori. dari hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang besar.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Different cultures are the underlying structures which make round community round and square community square”14 Jadi. music and artifacts. The categories of behaviors and products reflect a notion of culture as observable phenomena. dan produk meliputi literatur. dan lainnya. customs/habits and foods. h. tetapi merupakan sebuah sistem yang terpaduh yang bagian-bagiannya terkait satu sama lainnya. 15 14 . adat. cerita rakyat. 3 15 Ibid. 16 Robinson. h. art. budaya itu dapat didefinisikan sebagai gagasan. prilaku. Nemetz. Gail L. Seluruh pola kehidupan masyarakat diikat oleh aturan yang disepakati oleh seluruh anggotanya.15 Menurut Robinson. Ide atau gagasan meliputi kepercayaan. yet all of which govern human behaviour just as surely as the manipulated strings of a puppet control its motion”. budaya bukanlah bagianbagian yang berdiri sendiri-sendiri. Crosscultural Understanding (London: Prentice Hall International (UK) Limited. akan berbeda dengan orang-orang Palembang. products include literature. dan artifak-artifak lainnya. musik. folklore. bahasa tubuh. keterampilan. most of which remain below the threshold of consciousness.

3) they satisfy basic human needs.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dengan daerah lain. Karena itu timbullah suatu konsepsi dalam diri kelompok-kelompok manusia itu untuk mengadakan ketentuan-ketentuan pengatur hidup. Ketentuanketentuan ini berupa gagasan yang memungkinkan seluruh anggota masyarakat dapat hidup bersama dalam kelompok dengan damai. baik secara fisik maupun materi. Maka masing-masing orang akan berbuat sekehendaknya. 4) they are cummulative and adjust to changes in external and internal conditions. 5) they tend to form a consistent structure. mereka yang tidak memiliki apa-apa kiecuali dirinya sendiri. Orang-orang yang memiliki kekuatan. 2) they facilitate human and environmental interactions. Kondisi tersebut tidak akan pernah berakhir bila tidak ada satu peraturan yang akan meluruskan semuanya itu. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak ada masyarakat di dunia ini yang tidak memiliki budaya yang mengatur pola kehidupan kemanusiaan dan kemasyarakatan. bahkan makin tampak nyata dan jelas bahwa setiap kelompok manusia itu membutuhkan budaya untuk memenuhi suatu kebutuhan biologis dan psikologis manusia. Akibatnya. tanpa aturan. Selengkapnya pandangan tersebut dapat dilihat melalui ungkapan berikut: Seven universal of cultural patters of behaviors are: 1) they originate in the human mind. Orang-orang yang pintar tentu akan membodohi mereka yang tidak memiliki pengetahuan. akan mendominasi mereka yang lemah. tanpa ikatan. Murdock menyebutkan tujuh ciri umum yang dimiliki oleh budaya. Memperhatikan pengertian budaya tersebut. Mari kita membayangkan sejenak suatu keadaan yang saling bertentangan dalam kehidupan sehari-hari. 6) they are learned and shared by all the members of a society. dan bebas takterkendali. timbul berbagai macam persoalan yang merusak sendi-sendi kehidupan individual dan kolektif. and 16 .

Tentu saja pola dan aturan bertindak dan berbahasa tersebut harus memudahkan seluruh anggota masyarakat untuk berinteraksi dengan sesamanya dan lingkungan alam sekitar. Kebutuhan pangan meliputi berbagai macam makanan. Moore. Seluruh pola dan aturan yang mengatur bagaimana seseorang bertindak dan berbahasa dalam kelompok masyarakatnya bersumber dari hasil pemikiran manusia melalui suatu proses panjang. Ciri keenam menunjukkan bahwa budaya itu merupakan hal yang dapat dipelajari dan dipelihara secara bersama-sama oleh seluruh warga George Peter Murdock. sehingga menjadi suatu konvensi yang diikuti oleh anggota masyarakat. “The Cross-cultural Suvey” Readings in Cross-Culture.17 Ciri pertama menunjukkan bahwa budaya merupakan hasil dan bersumber pada akal pikiran manusia. Itulah esensi dari ciri budaya yang ketiga. Ciri keempat menunjukkan bahwa budaya itu akulumasi pemikiran dan prilaku manusia dalam kelompok masyarakatnya yang dapat berubah-ubah atau berkembang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal di mana kelompok masyarakat tersebut berada. Frank W. sayuran. New Haven. sehingga identifikasi dari kelompok masyarakat mana seseorang dapat dilakukan dengan cepat. baik yang berupa kebutuhan sandang maupun pangan. dan ini merupakan ciri budya yang kelima. Kemudahan berinteraksi dengan sesama dan alam sekitarnya merupakan inti dari ciri kedua dari budaya. ed. Karena kemudahan-kemudahan tersebut. 1961. Meskipun selalu dapat menyesuaikan diri dengan faktor-faktor internal dan eksternal. CN: HRAF Press. manusia sebagai anggota masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasarnya.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 7) they are transmitted to new generations. 17 17 . dan buah-buahan yang dibutuhkan manusia untuk pertumbuhan fisik. dan kebutuhan sandang yang meliputi tempat tinggal dan pakian yang dibutuhkan manusia untuk perlindungan diri dari berbagai hal yang mengancam dirinya baik secara fisikal dan psikis. pola pikir dan tindak yang diikuti oleh seluruh warga masyarakat cenderung membentuk struktur yang konsisten.

Salah satu caranya adalah dengan memahami budaya berbahasa dan bertindak masyarakat lain. harus dijadikan prioritas utama dalam bermasyarakat secara luas. baik yang sederhana maupun yang kompleks. Benturan-benturan tersebut tidak hanya terjadi antar kelompok masyarakat dalam satu negara. dalam arti pola bertindak dan berbahasa dapat dialihkan kepada generasi berikutnya.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan masyarakat. Secara lebih khusus. Karena satu kelompok masyarakat memiliki budaya yang berbeda dengan kelompok masyarakat lain. Orang tua dan masyarakat dapat mengajarkan pola bertindak dan berbahasa kepada anak-anak mereka secara langsung dan tidak langsung. seperti pendidikan formal dan nonformal. tetapi juga terjadi antara satu negara dengan negara lain. Di samping itu. tentu saja hal itu akan menimbulkan benturan-benturan budaya yang dapat menimbulkan masalah-masalah sosial. Mengenai pentingnya mempelajari budaya berbahasa orang lain. Scarcella and Oxford mengatakan. Seluruh warga menjamin keberlangsungan budayanya melalui konvensi-konvensi dan norma-norma hukum tertulis dan taktertulis yang disepakati secara bersamasama. Itulah salah satu bentuk upaya untuk menjaga keberlangsungan budaya. “to 18 . Beberapa pandangan di atas memperlihatkan bahwa budaya merupakan bagian yang takterpisahkan dari bahasa dan pikiran yang mengatur bagaimana warga masyarakat berbahasa dan bertindak di dalam lingkungannya. Pelanggaran terhadap norma-norma tersebut tidak dapat ditolerir dan diberikan hukuman yang setimpal. menunjukkan bahwa budaya. Tentu saja menghindari terjadinya benturan budaya. Adapun ciri ketujuh. sebagai kelanjutan dari ciri keenam. nilai-nilai budaya masyarakat dapat juga dialihkan kepada generasi berikut melalui berbagai jalur. benturan-benturan budaya antarnegara mungkin saja terjadi dalam konteks pengajaran bahasa asing. dalam hal ini budaya berbahasa.

L. Kondisioning berisikan tentang pemahaman tentang kebiasaan-kebiasaan seseorang dalam bertindak sesuai Scarcella. 19 18 . & Oxford. h. seperti pemahaman makna kata “time” dalam konteks masyarakat Inggris yang berbeda dengan “waktu” bagi orang Indonesia. R. 89. pemahaman silang budaya merupakan upayaupaya yang dilakukan oleh seseorang yang berasal dari suatu kelompok masyarakat untuk memahami pola berbahasa dan bertindak kelompok masyarakat lainnya. pada saat makan sendiri di rumah atau makan bersama dengan teman dalam suatu pesta seluruh warga masyarakat tentu saja harus mengikuti tatatertib yang berlaku. konotasi. R. 1992). Umpamanya. (Boston: Heinle & Heinle. 1983.C. 19 Jenny Thomas. dapat dikatakan pemahaman silang budaya merupakan penguasaan seseorang terhadap perbedaan budaya berbahasa dan bertindak penutur asli bahasa asing dengan budaya bertindak dan berbahasa pertamanya. dan komprehensi.18 Berdasarkan pengertian budaya di atas. atau pada saat bermain dengan teman. kondisioning.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan study a language without studying the culture of native speakers of the language is a lifeless endeavor”. Mempertegas pengertian tersebut. yakni konvensi. Konvensi berkaitan dengan tata cara dan prilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain dapat dikatakan. Konotasi membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan bagaimana pehamanan makna berdasarkan acuan budaya suatu masyarakat.19 Adapun berhubungan dengan pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing. seseorang harus menghargai dan mengikuti aturan-aturan yang telah disepakai. 184. The Tapestry of Language Learning: the individual in the communicative classroom. “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. h.. Thomas mendefinisikan pemahaman silang budaya sebagai pemahaman tata cara berkomunikasi antara dua orang yang memiliki latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda. aspek-aspek budaya yang perlu dipelajari oleh siswa menyangkut empat hal. (1992). 3.

20 Mengenai apa yang harus dipelajari oleh siswa berkenaan dengan budaya bahasa asing. Senyum merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan sautu kesenangan. h. loc. 368-71. Kita menggeleng-gelangkan kepala ke kiri dan kanan untuk menyatakan “tidak”. seperti keluarga dan kehiduapan sehari-hari. Robinson mengatakan paling tidak ada tiga hal yang perlu diberikan kepada siswa. yakni kajian terhadap hari-hari libur. dan makanan. dan kajian terhadap kesusasteraan. kajian terhadap sistem kelembagaan. b. Robinson (1988). Komprehensi berisikan keterampilan-keterampilan yang biasanya dibutuhkan seorang warga masyarakat untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. 20 21 Hadley (1993). Gelengan kepala juga dapat digunakan untuk menyatakan sikap negatif terhadap sesuatu. dan bagaimana cara bertamu atau menerima seorang tamu. kita biasanya tersenyum. terhadap anak-anak yang berbuat nakal berulang kali kiat biasanya menggeleng-gelengkan kepala untuk menyatakan bahwa kita tidak setuju dengan perbuatan tersebut. a. atau dapat juga digunakan untuk menutupi kesalahan atau kekeliruan yang kita buat. cit. adat istiadat.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dengan kerangka budayanya. seperti bagaimana cara merima atau menolak undangan makan bersama. 20 . cit. di tempat lain kesedihan dan kemarahan diungkap dengan cara yang lebih terbuka. kita biasanya mengambil sikap diam atau menekan dan mengendalikan emosi kita. Ketika kita sedih atau bahkan marah. seperti ketika seorang siswa terlambat atau tidak bisa menjawab pertanyaan guru siswa biasanya tersenyum. Tetapi. Umpamanya. kasih sayang.21 Berikut ini beberapa contoh komunikasi verbal dan nonverbal yang berbeda antara satu budaya dengan budaya lain. tetapi di tempat lain mungkin saja berbeda. untuk memperlihatkan bahwa kita bahagia. op. c. upacaraupacara.

Motivasi Berprestasi Dalam kehidupan sehari-hari. di temapt lain pujian biasanya dijawab dengan ucapan terima kasih. Motivasi. Kita biasanya menempatkan kedua telapak tangan kita di bawah dagu untuk menunjukkan bahwa kita kecewa. sedangkan di Indonesia tidak digunakan acungan jempol. Orang yang berhasil dianggap memiliki motivasi yang kuat untuk meraih keinginannya. dianggap sebagai dorongan yang 21 . f. keberhasilan atau kegagalan seseorang untuk meraih sesuatu selalu dikaitkan dengan motivasi yang dimilikinya. dalam hal ini. Untuk mendapatkan perhatian seorang wanita yang sedang lewat. Pada saat bercakap-cakap dengan orang lain. Di negara-negara barat. Kalau kita tidak dapat mengikuti atau memahami apa yang sedang dibicarakan oleh orang lain. 3. di tempat lain budaya seperti itu mungkin sulit kita dapatkan. kita biasanya mengangkap bahu dan tangan. Bila orang lain memuji. kita biasanya menerimanya dengan memberikan jawaban yang bertolak belakang dengan kondisi yang sebenarnya.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan d. kita biasanya tidak menatap mata lawan bicara secara langsung. e. di tempat lain hal itu tidak dapat dilakukan. kita biasanya bersiul-siul atau bahkan berteriak-teriak sampai mendapatkan perhatiannya. h. sedangkan orang yang gagal dianggap tidak memiliki motivasi yang kuat untuk meraih cita-citanya. acungan jempol digunakan untuk menyetop atau menumpang kendaraan umum atau orang lain. g. i. Acungan jempol dapat bermakna bermacam-macam. acungan jempol digunakan untuk memuji orang yang telah melakukan pekerjaan yang besar/hebat. Di Indonesia. tetapi di negara-negara barat tatapan mata secara langsung ke arah lawan bicara bermakna bahwa pendengar benar-benar serius dan memperhatikan lawan bicaranya.

h. motivation refers to the choices people make as to what experiences or goals they will approach or avoid.23 Dalam dua pengertian tersebut dapat dipahami bahwa motivasi merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang menggerakkannya melakukan sesuatu untuk mencapai atau memenuhi keinginannya. W. Brown (1993). Valdosta. 368-9. Ausubel. from http://chiron. Maslow juga merinci lima dorongan dan kebutuhan secara hirarkis. impulse. 1968). Ausubel menjelaskan enam jenis dorongan yang dimiliki oleh seseorang. food. and the degree of effort they will exert in that respect”22 Pengertian lain yang tidak jauh berbeda dengan pandangan tersebut dibaerikan oleh Huitt yang mengatakan “motivation is an internal state or condition (sometimes described as a need.edu/ whuitt/col/ motivation/motivate. or in more technical terms. pengertian motivasi yang banyak dipedomani berbunyi “Motivation is commonly thought of as inner drive.24 Sedikit berbeda dengan apa yang dikemukakan oleh Ausubel. activity. Huitt. Dorongan itu dapat berbentuk respons fisik terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan atau menyakitkan. op. Retrieved [date]. Secara umum. Secara lebih rinci. 132. “Motivation to learn: An overview” Educational Psychology Interactive.valdosta.html. 3) melakukan pekerjaan. yakni kebutuhan untuk: 1) menemukan sesuatu yang baru. 24 David A. sex. 23 22 22 . water. dan dorongan tersebut juga dapat berbentuk tujuan atau keinginan yang akan dicapai. cit. h.2. or want) that serves to activate or energize behavior and give it direction”. GA: Valdosta State University. seperti lapar dan rasa sakit. 4) didorong oleh pihak lain. Rinehart & Winston. 5) memperoleh pengetahuan. emotions or disire that moves one to a particular action. h. sleep.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan menggerakkan seseorang untuk meraih sesuatu. yakni: 1) Physiological needs: air. dan 6) diakui dan diterima oleh orang lain. Educational Psychology: A cognitive view (New York: Holt. 2) membiasakan diri. desire. elimination.

respected. realistic. and fulfilling a mission or purpose in life. dan diakui oleh pihak lain. independent. Maslow. successful. independent. order. being able to understand and accept oneself and others. A self-actualized person is happy. being creative and appreciative of beauty in the world. 23 25 . physical security. and worthwhile. yakni kebutuhan pangan dan sandang. hingga ke kebutuhan yang paling tinggi. wanting knowledge and wisdom. h.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Safety needs: escape fear and pain. 2) Self Actualization Esteem Social Safety Physiological A. dapat dipahami bahwa secara berturut-turut seseorang dapat memenuhi kebutuhannya dari yang paling dasar. 3) Belonging and love needs: to love and be loved. have friends. 50. achieving one's highest potential. Untuk memperjelas bagaimana urutan dan keterkaitan antarkebutuhan dapat dilihat pada gambar berikut. be part of a family. democratic. problem-oriented. seperti memperoleh pengetahuan. 4) Self-esteem needs: to feel competent. physical safety. accepting.25 Berdasarkan lima dorongan tersebut. 5) Self-actualization needs: being one's true self. kebijakan.H. yakni aktualisasi diri. “A Theory of Human Motivation” Psychological Review. (1954). 370-396. creative.

motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi instrinsik dan ekstrinsik Motivasi intrinsik merupakan dorongan untuk melakukan suatu perbuatan atau tindakan yang berasal dari dalam diri seseorang. 1990).Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Secara lebih mendalam. Achievement Motivation. seperti pemberian latihan dan tugas-tugas dari guru. Motivasion: Theories and Principles (New Jersy: Prentice Hall. Di antara jenis-jenis motivasi tersebut. Back. ataupun cara-cara lain yang dapat menyemangati siswa untuk melakukan berbagai tindakan untuk mengatasi masalah belajar yang dihadapi. motivasi dapat diklasifikasikan berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda. seperti berdasarkan sumber dan tujuan. p. 2006. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi asimilatif. Dorongan intrinsik berasal dari dalam R. motivasi berprestasi dapat berasal dari dorongan intrinsik dan ekstrisik. atau memperoleh standard hidup yang lebih tinggi. Motivasi berprestasi ini dapat ditumbuhkan melalui pemberian saran dan nasehat. motivasi integratif. Adapun berdasarkan tujuannya. Berdasarkan sumbernya. the free encyclopedia. 27 Anonymous. Dorongan intrinsik berasal dari luar diri siswa. Wikipedia. 291. dan motivasi berprestasi. motivasi instrumental. menguasai pengetahuan dan keterampilan. sedangkan motivasi ektrinsik merupakan dorongan yang berasal dari luar diri seseorang. C. Motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai dorongan atau kecenderungan yang dimiliki siswa untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar sebaik mungkin26. motivasi berprestasi merupakan dorongan yang dimiliki individu untuk memperoleh hasil yang berarti. Menurut McCelland. motivasi berprestasi memegang peran yang sangat penting dalam keberhasilan siswa dalam belajar bahasa Inggris. Ditinjau dari sumbernya. 24 26 . pemberian latihan-latihan dan tugas-tugas bahasa yang menuntut siswa untuk terus berusaha.27 Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin mencari berbagai cara dan strategi efektif untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik.

kognitif. sosial. • maintain homeostasis. konatif. touch. dan spiritual. Sources of Motivational Needs • elicited by stimulus associated/connected to behavi oral/ externa l innately connected stimulus • obtain desired. unpleasant consequences social • imitate positive models • be a part of a group or a valued member biologic al • increase/decrease stimulation (arousal) • activate senses (taste. • solve a problem or make a decision • figure something out • eliminate threat or risk 25 . etc. dorongan-dorongan tersebut dapat dilihat paparan dalam bentuk tabel yang dikutip dari Huitt.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan diri siswa yang meliputi dorongan biologis. smell. balance • maintain attention to something interesting or threatening uncertainty cognitiv e • develop meaning or understanding • increase/decrease cognitive disequilibrium. afektif. etc. pleasant consequences (rewards) or escape/avoid undesired. • decrease hunger. thirst. Secara rinci. discomfort.

sehingga siswa merasa lebih tertantang untuk selalu menggali potensinya secara terus menerus. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin mencari berbagai cara dan strategi efektif untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik. Motivasi berprestasi juga membimbing siswa untuk berusaha memecahkan beragam kesulitan belajar bahasa Inggris.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan affectiv e • • • • increase/decrease affective dissonance increase feeling good decrease feeling bad increase security of or decrease threats to self-esteem • maintain levels of optimism and enthusiasm • • • • • conativ e meet individually developed/selected goal obtain personal dream develop or maintain self-efficacy take control of one's life eliminate threats to meeting goal. seperti motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya. Dorongandorongan akan menjadi makin bermakna bila siswa memahami 26 . Kerangka Konseptual Sesuai dengan analisis pustaka tersebut. tampak bahwa kemampuan komunikatif berbahasa Inggris dipengaruhi oleh beberapa faktor. obtaining dream • reduce others' control of one's life spiritua l • understand purpose of one's life • connect self to ultimate unknowns B.

dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. khususnya pada aspek keberterimaan bahasa Inggris secara sosial daripada gramatikal. Pemahaman silang budaya tentu saja menentukan keberhasilan komunikasi dengan bahasa Inggris yang dibangun oleh siswa. makin tinggi pemahaman silang budaya dan motivasi berprestasi siswa. Bentuk hubungan tersebut dapat digambarkan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan silang budaya antara budaya berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris. 27 . Berdasarkan hal tersebut dapat diduga adanya hubungan yang berarti antara motivasi berprestasi. pemahaman silang budaya. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3 DESKRIPSI LATAR PENELITIAN Penelitian korelasional ini melibatkan seluruh Madrasah Aliyah Negeri di wilayah Jakarta Selatan. 11. dan 13. pemilihan madrasah-madrasah tersebut dilandasi oleh beberapa alasan. 7. usia madrasah yang relatif lebih tua. dan beberapa keberhasilan/prestasi yang telah diraih keempat madrasah tersebut di tingkat propinsi. seperti terpenuhinya seluruh karakteristik populasi. Selain karena keempat madrasah tersebut berada di wilayah Jakarta Selatan. A. yakni MAN 4. Gambaran tentang keempat madrasah tersebut secara berturut-turut dapat dipaparkan sebagai berikut. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta MAN 4 Jakarta yang berdiri pada tahun 1992 berada di Jl. letak dan posisi madrasah yang relatif lebih strategis dibandingkan dengan Madrasah Aliyah Negeri lainnya. status madrasah yang beragam dari Madrasah Aliyah Negeri Percontohan sampai nonpercontohan. Ciputat Raya Pondok Pinang Jakarta Selatan. MAN 4 28 .

MAN 4 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. H. MAN 4 Jakarta juga dibantu oleh tenaga guru tidak tetap dengan jumlah 14 orang yang terdiri dari 4 orang guru laki-laki dan 10 orang guru perempuan. laboratorium IPA. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Atas lainnya. Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 4 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut. MAN 4 Jakarta juga memperkerjakan beberapa orang sebagai tenaga administrasi dan petugas kebersihan. seperti musholla.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Jakarta yang menginginkan anak-anak mereka belajar dan dididik dalam susana keagamaan yang tinggi. MAN 4 Jakarta yang menempati sebidang tanah dengan luas 30. Pada awal berdirinya. Selain itu. Selain ruang kelas yang permanen. dan perpustakaan dengan koleksi buku berjumlah kurang lebih 2000 judul. Pada masa kepemimpinannya MAN 4 masih dipandang dengan sebelah mata oleh banyak pihak. laboratorium bahasa. MAN 4 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 86 orang yang terdiri dari 36 orang guru laki-laki dan 50 orang guru perempuan. tetapi beberapa gedung bertingkat dengan luas bangunan 4409 M2 dengan jumlah ruang belajar sebanyak 28 kelas. Dewasa ini.325 M2 dipimpin oleh Drs. Daud sebagai kepala madrasah. untuk menujang kelancaran penyelenggaraan kegiatan belajar dan mengajar. Pada tahun pelajaran 29 . Setelah kepemimpinan MAN 4 mengalami perubahan dan sekarang dipegang oleh Drs. MAN 4 Jakarta tidak lagi menempati gedung yang kecil dan sempit. MAN 4 Jakarta mendapatkan status sebagai Madrasah Aliyah Negeri Percontohan. Muchyi sebagai kepala madrasah yang dibantu oleh beberapa orang wakil kepala madrasah dan kaepala tatausaha. sehingga terpenuhi suasana akademis yang kondusif. Selain guru tetap. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain. tetapi pada masa itu diletakkan dasar-dasar pengelolaan Madrasah Aliyah secara professional.

an yang tergabung dalam FMIKA. yaitu IPA sebanyak 128 orang siswa yang meliputi 52 orang siswa laki-laki dan 76 orang siswa perempuan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 2006-2007.hutup kanji bahasa Jepang. Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 4 Jakarta dapat dilihat pada tabel 1 berikut. dan kepanduan. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah berbicara di tingkat propinsi dan nasional antara lain adalah KIR. ilmiah. dan Bahasa sebanyak 89 orang siswa yang terdiri dari 29 orang siswa laki-laki dan 60 orang siswa perempuan. kaligrafi. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan PMR. Siswa kelas satu berjumlah 361 orang siswa yang terdiri dari 147 siswa laki-laki dan 214 siswa perempuan. yaitu olah raga. Secara khusus. meskipun hanya pada tataran pendidikan menengah. bola volly dan penyinta alam. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi tiga jurusan. tercatat sebanyak 1028 orang siswa yang terbagi dalam tiga kelas. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 4 Jakarta. agama. seni. Siswa kelas dua berjumlah 333 orang siswa yang terdiri dari 136 siswa laki-laki dan 197 siswa perempuan. dan sepak bola. Selain kegiatan belajar di dalam ruangan atau di luar ruangan sesuai dengan jurusan masing-masing. Kegiatan ilmiah mencakup kelompok ilmiah remaja (KIR) dan kajian Al-Qur. Dengan keseimbangan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler diharapkan tujuan pendidikan nasional yang berorientasi pada pengembangan manusia seutuhnya dapat terealisasi. Siswa kelas tiga berjumlah 234 orang siswa yang terdiri dari 133 siswa laki-laki dan 201 siswa perempuan. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyid-sholawat. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola. 30 . seluruh siswa MAN 4 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. pidato bahasa Arab. IPS sebanyak 117 orang siswa yang terdiri dari 52 orang siswa laki-laki dan 65 orang siswa perempuan. debat bahasa Inggris. MTQ.

Muchyi Drs.Pd. 76 pr menurut Jurusan IPS : 52 lk. 214 pr menurut jenis Kelas II : 136 lk. 65 pr Bahasa : 29 lk. M. 60 pr 31 . Ciputat Raya Pondok Pinang Jakarta Selatan 1992 30. Jejen Zaenudin. Drs.325 M2 4409 M2 2000 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah 8 Wakil Kepala Madrasah 9 10 11 12 13 Drs. H.Pd. 9 orang administrasi perempuan Jumlah Siswa Kelas I : 147 lk. 201 pr Jumlah siswa IPA : 52 lk. Kapti Khusnani Jumlah Guru Tetap 36 orang laki-laki dan 50 orang perempuan Jumlah Guru Tidak 4 orang laki-laki dan 10 orang Tetap perempuan Jumlah tenaga 20 orang laki-laki. 197 pr kelamin Kelas III : 133 lk. Suganda Drs. Musyahir M.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 1 Data Statistik MAN 4 Jakarta pada tahun pelajaran 2006-2007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta Jl. Dra.

laboratorium IPA. MAN 7 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. MAN 7 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 31 orang yang terdiri dari 17 32 . Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain. MAN 7 Jakarta yang menempati sebidang tanah dengan luas 3500 M2 dipimpin oleh Drs. Zaenuddin Anwar sebagai kepala madrasah. H. Barkat Guna Harahap sebagai wakil kepala madrasah. Pada masa kepemimpinannya MAN 7 masih dipandang dengan sebelah mata oleh banyak pihak. Taufik sebagai kepala madrasah yang dibantu oleh Drs. laboratorium bahasa. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Atas lainnya. bola volley. MAN 7 Jakarta tidak lagi menempati gedung yang kecil dan sempit. dan Jakarta umumnya. Srengseng Sawah Pasar Minggu Jakarta Selatan. dan perpustakaan dengan koleksi buku berjumlah kurang lebih 1303 judul. tetapi beberapa gedung bertingkat dengan luas bangunan 4000 M2 dengan beberapa ruang belajar yang layak. yang menginginkan anak-anak mereka dididik dalam susana keagamaan yang tinggi. Dewasa ini. Saat ini kepemimpinan MAN 7 dipegang oleh Drs.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 Kegiatan ilmiah 16 Seni 17 Kepanduan Sepak bola. seperti musholla. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 7 Jakarta MAN 7 Jakarta yang berdiri pada tahun 1992 berada di JL. Selain ruang kelas yang permanen. MAN 4 Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Pasar Minggu khususnya. Pada awal berdirinya. H. Penyinta Alam KIR dan FMIKA Teater dan Nasyid-Sholawat Pramuka dan PMR B. tetapi pada masa itu diletakkan dasar-dasar dalam pengelolaan Madrasah Aliyah secara professional.

Siswa-siswa tersebut terdistribusikan ke dalam kelas satu. Siswa kelas tiga berjumlah 62 orang siswa yang terdiri dari 28 siswa laki-laki dan 34 siswa perempuan. dan bola volly. tercatat sebanyak 306 orang siswa yang menuntut ilmu di sekolah tersebut yang terdiri dari 141 siswa laki-laki dan 165 siswa perempuan. dan tiga. Selain kegiatan belajar sesuai dengan kelas dan jurusan masing-masing sebagai kegiatan kurikuler. yaitu IPA sebanyak 25 orang siswa yang meliputi enam orang siswa laki-laki dan 19 orang siswa perempuan. yaitu olah raga. dua. Kegiatan ilmiah direalisaikan dalam bentuk kelompok ilmiah remaja (KIR). Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 7 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut. Selain guru tetap. seni. Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. Siswa kelas dua berjumlah 111 orang siswa yang terdiri dari 48 siswa laki-laki dan 63 siswa perempuan. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola. seluruh siswa MAN 7 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi dua jurusan. MAN 7 Jakarta juga dibantu oleh tenaga guru tidak tetap dengan jumlah 11 orang yang terdiri dari 8 orang guru laki-laki dan 3 orang guru perempuan. Secara khusus. ilmiah. Kelas satu berjumlah 113 orang siswa yang terdiri dari 63 siswa laki-laki dan 70 siswa perempuan. dan kepanduan. Pada tahun pelajaran 2006-2007. dan IPS sebanyak 37 orang siswa yang terdiri dari 22 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan. dan kegiatan keagamaan dalam bentuk Rohis. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 7 Jakarta. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan 33 . agama. untuk keperluan kegiatan administrasi MAN 7 Jakarta memperkerjakan beberapa orang tenaga administrasi dan petugas kebersihan. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyidsholawat.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan orang guru laki-laki dan 14 orang guru perempuan.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan paskibra. Barkat Guna Harahap 17 orang laki-laki dan 14 orang perempuan 8 orang laki-laki dan 3 orang perempuan 10 orang laki-laki. Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 7 Jakarta dapat dilihat pada tabel 2 pada halaman berikut. 70 pr Kelas II : 48 lk. 34 pr IPA : 6 lk. Tabel 2 Data Statistik MAN 7 Jakarta pada tahun pelajaran 2006-2007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 7 Jakarta Jl. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah berbicara di tingkat propinsi antara lain adalah KIR dan karate. 15 pr 34 . Secara khusus. Srengseng Sawah Jakarta Selatan 1992 3500 M2 4000 M2 1303 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah 8 Wakil Kepala Madrasah 9 Jumlah Guru Tetap 10 Jumlah Guru Tidak Tetap 11 Jumlah tenaga administrasi 12 Jumlah Siswa menurut jenis kelamin 13 Jumlah siswa menurut Jurusan Drs. 5 orang perempuan Kelas I : 63 lk. H. Taufik Drs. 63 pr Kelas III : 28 lk. 19 pr IPS : 22 lk.

MAN 11 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. dan Jakarta umumnya. tetapi beberapa gedung bertingkat dua dengan beberapa ruang belajar yang relatif nyaman dan kondusif untuk kegiatan belajar mengingat keberadaan gedung tersebut jauh dari pusat keramaian. Gandun No. S2 sebanyak satu orang dan D3 sebanyak dua 35 . U. seperti musholla. H. laboratorium bahasa. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 16 17 18 Kegiatan ilmiah Seni Agama Kepanduan Sepak bola. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Atas lainnya. Penyinta Alam KIR Teater dan Nasyid-Sholawat Rohis Pramuka dan Paskibra C. dan perpustakaan dengan koleksi buku yang cukup. MAN 11 Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Cilandak khususnya. Saat ini kepemimpinan MAN 11 dipegang oleh Drs. Effendi Halba sebagai kepala madrasah yang dibantu beberapa orang wakil kepala sekolah dan kepala tatausaha. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 11 Jakarta MAN 11 Jakarta yang berdiri pada tahun 1997 berada di Jl. laboratorium IPA. Selain ruang kelas yang permanen. Dewasa ini. 60 Lebak Bulus Cilandak Jakarta Selatan. MAN 11 Jakarta tidak lagi menempati gedung yang kecil dan sempit. yang menginginkan anak-anak mereka dididik dan belajar dalam susana keagamaan yang tinggi. bola volley. MAN 11 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 35 orang yang terdiri dari 14 orang guru laki-laki dan 21 orang guru perempuan yang sebagian besar berpendidikan S1 sebanyak 32 orang.

Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 11 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut. ilmiah. MAN 11 Jakarta juga memperkerjakan beberapa orang tenaga administrasi dan petugas kebersihan. Kegiatan ilmiah direalisaikan dalam bentuk kelompok ilmiah remaja (KIR). Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. dan IPS sebanyak 33 orang siswa yang terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 17 orang siswa perempuan. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah 36 . Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola. dan kepanduan. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 11 Jakarta. tercatat sebanyak 210 orang siswa yang terdiri 75 siswa laki-laki dan 135 siswa perempuan. Siswa kelas tiga berjumlah 53 orang siswa yang terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 34 siswa perempuan. yaitu olah raga. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi dua jurusan. Siswa kelas satu berjumlah 85 orang siswa yang terdiri dari 29 siswa laki-laki dan 56 siswa perempuan. Secara khusus. Selain guru tetap. dan bola basket. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyidsholawat.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan orang. seluruh siswa MAN 11 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. Pada tahun pelajaran 2006-2007. agama. Selain kegiatan belajar di dalam ruangan atau di luar ruangan sesuai dengan jurusan masing-masing. yaitu IPA sebanyak 20 orang siswa yang meliputi tiga orang siswa lakilaki dan 17 orang siswa perempuan. Siswa kelas dua berjumlah 72 orang siswa yang terdiri dari 27 siswa laki-laki dan 45 siswa perempuan. MAN 11 Jakarta juga dibantu oleh beberapa tenaga guru tidak tetap yang memegang beberapa matapelajaran sesuai dengan bidang keahlian yang tidak dimiliki oleh madrasah tersebut atau sebagai tenaga pendukung. dan kegiatan keagamaan dalam bentuk Rohis. seni. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan paskibra. Adapun untuk menunjang kegiatan administraif dan kebersihan.

56 pr Kelas II : 27 lk. Mading. 45 pr Kelas III : 19 lk. Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 11 Jakarta dapat dilihat pada tabel 3. Effendi Hlba 14 orang laki-laki dan 21 orang perempuan orang laki-laki dan orang perempuan 10 orang laki-laki. dan Bola Volley.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan berbicara di tingkat propinsi antara lain adalah KIR. 60 Lebak Bulus Cilandak Jakarta Selatan 1997 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah 8 Wakil Kepala Madrasah 9 Jumlah Guru Tetap 10 Jumlah Guru Tidak Tetap 11 Jumlah tenaga administrasi 12 Jumlah Siswa menurut jenis kelamin 13 Jumlah siswa menurut Jurusan Drs. 17 pr 37 . Gandun No. 5 orang perempuan Kelas I : 29 lk. Tabel 3 Data Statistik MAN 11 Jakarta pada tahun pelajaran 20062007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 11Jakarta Jl. 17 pr IPS : 16 lk. H. U. 34 pr IPA : 3 lk.

Nuroto sebagai wakil kepala madrasah. laboratorium bahasa. Pada awal berdirinya. Hj. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Umum lainnya. MAN 13 tetap dipimpin oleh Dra. dan Jakarta umumnya. M. yang menginginkan anak-anak mereka dididik dan belajar dalam susana keagamaan yang tinggi. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain. Mereka berlatar pendidikan tingat S1 berjumlah 47 38 . Isnadiar Dekok. Raya Lenteng Agung Depok RT 02 RW 08 Jagakarsa Pasar Minggu Jakarta Selatan.M. MAN 13 masih menyatu dengan MAN 7 yang saat itu dipimpin oleh Dra. sebagai kepala madrasah yang dibantu dengan Drs. bola basket. Isnadiar Dekok. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta MAN 13 Jakarta yang berdiri pada tahun 2004 berada di JL. MAN 13 Jakarta menempati beberapa gedung bertingkat dengan jumlah ruang belajar sebanyak 20 kelas. Setelah memisahkan diri hingga sekarang. Hj. dan perpustakaan dengan koleksi buku berjumlah kurang lebih 1303 judul. seperti musholla. MAN 13 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. Selain ruang kelas yang permanen. Penyinta Alam KIR Teater dan Nasyid-Sholawat Rohis Pramuka dan Paskibra D. Dewasa ini. laboratorium IPA. MAN 13 Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Pasar Minggu khususnya. M.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 16 17 18 Kegiatan ilmiah Seni Agama Kepanduan Sepak bola. sebagai kepala madrasah. MAN 4 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 51 orang yang terdiri dari 18 orang guru lakilaki dan 33 orang guru perempuan dengan tingkat pendidikan minimal S1.M.

Kegiatan ilmiah direalisaikan dalam bentuk kelompok ilmiah remaja. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi tiga jurusan. agama. dan kepanduan. Siswa kelas tiga berjumlah 142 orang siswa yang terdiri dari 81 siswa laki-laki dan 61 siswa perempuan. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola. Siswa kelas dua berjumlah 163 orang siswa yang terdiri dari 90 siswa laki-laki dan 73 siswa perempuan. Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 13 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut. MAN 13 Jakarta juga dibantu oleh tenaga guru tidak tetap dengan jumlah 27 orang yang terdiri dari 14 orang guru laki-laki dan 13 orang guru perempuan. Selain guru tetap. dan bola basket. Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. Pada tahun pelajaran 2006-2007. tercatat sebanyak 552 yang terdiri dari 277 siswa laki-laki dan 285 siswa perempuan. IPS sebanyak 80 orang siswa yang terdiri dari 34 orang siswa lakilaki dan 46 orang siswa perempuan. Selain kegiatan belajar di dalam ruangan atau di luar ruangan sesuai dengan jurusan masing-masing. S2 berjumlah tiga orang dan D1 berjumlah satu orang. seluruh siswa MAN 13 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. Siswa kelas satu berjumlah 240 orang siswa yang terdiri dari 109 siswa laki-laki dan 131 siswa perempuan. yaitu IPA sebanyak 35 orang siswa yang meliputi 14 orang siswa laki-laki dan 21 orang siswa perempuan. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 13 Jakarta. ilmiah. Secara khusus. dan Bahasa sebanyak 34 orang siswa yang terdiri dari 20 orang siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan. dan 39 . Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyid.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan orang. untuk keperluan kegiatan administrasif dan kebersihan MAN 13 Jakarta memperkerjakan 15 orang tenaga administrasi dan petugas kebersihan yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. yaitu olah raga. seni.

Raya Lenteng Agung Depok RT 02 RW 08 Jakarta Selatan 2004 6500 M2 5086 M2 1303 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah Dra. dan Bola basket. Tabel 4 Data Statistik MAN 13 Jakarta pada tahun pelajaran 20062007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta Jl. Secara khusus. 131 pr menurut jenis kelamin Kelas II : 90 lk. Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 13 Jakarta dapat dilihat pada tabel 4. 21 pr 40 . kegiatan ekstrakurikuler yang sudah berbicara di tingkat propinsi antara lain adalah cerdas cermat IPS. 61 pr 13 Jumlah siswa IPA : 14 lk. Nuroto Madrasah 9 Jumlah Guru Tetap 14 orang laki-laki dan 13 orang perempuan 10 Jumlah Guru Tidak 14 orang laki-laki dan 13 Tetap orang perempuan 11 Jumlah tenaga 10 orang laki-laki. 5 orang administrasi perempuan 12 Jumlah Siswa Kelas I : 109 lk. Matematika.M. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan paskibra. 73 pr Kelas III : 81 lk. bola Volley.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan kegiatan keagamaan dalam bentuk Rohis. M. Hj. Isnadiar Dekok. 8 Wakil Kepala Drs.

bola basket. 14 pr KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 16 17 18 Kegiatan ilmiah Seni Agama Kepanduan Sepak bola. 46 pr : 20 lk. Penyinta Alam KIR Teater dan Nasyid-Sholawat Rohis Pramuka dan Paskibra 41 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan menurut Jurusan IPS Bahasa : 34 lk.

A. MAN 7. deskripsi data tentang motivasi berprestasi. terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 4 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes 42 . MAN 4 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban. Berikut dipaparkan temuan data deskriptif dan hasil analisis korelasi dan regresi sederhana yang telah dilakukan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 4 TEMUAN PENELITIAN Setelah data yang terkumpul dihitung dengan menggunakan statistik deskriptif ditemukan beberapa nilai penting yang berguna untuk analisis korelasi dan regresi. 1. dan MAN 13. MAN 11. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan akan disajikan secara berturut-turut dari MAN 4. Deskripsi Data Tiap-Tiap Madrasah Berdasarkan tempat penelitian ini dilakukan.

52 KKBI 50 52 53 55 55 56 60 60 62 62 62 64 64 66 66 68 69 70 74 1168 74. Tabel 5 Skor MTB. PSB. dan KKBI siswa MAN 4 NO RESPONDEN MTB PSB 1 MAN04001 56 48 2 MAN04002 58 50 3 MAN04003 59 52 4 MAN04004 59 52 5 MAN04005 60 54 6 MAN04006 60 54 7 MAN04007 61 56 8 MAN04008 61 56 9 MAN04009 62 58 10 MAN04010 62 58 11 MAN04011 62 58 12 MAN04012 63 60 13 MAN04013 64 62 14 MAN04014 64 64 15 MAN04015 65 64 16 MAN04016 65 66 17 MAN04017 66 66 18 MAN04018 66 66 19 MAN04019 68 68 Jumlah 1181 1112 Maksimum 68. dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan.00 50.00 68.00 Rata-rata 62. dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap. Skor untuk ketiga variabel tersebut dipaparkan pada tabel 5.00 48.15 58. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian hanya berasal dari 19 responden.00 Minimum 56.00 61.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris.47 43 .

dan skor rata-ratanya adalah 61. 0 60 6. setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 4 adalah 68. jumlah keseluruhan skor adalah 1112.52. Pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang mereka kuasai juga masih di bawah persyaratan ideal yang seharusnya dikuasai oleh siswa. 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 5. berkaitan dengan pemahaman silang budaya. skor terendah adalah 48. 0 60 5. dan skor rata-ratanya adalah 62. Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris. jumlah keseluruhan skor adalah 1181. diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 4 adalah 68. 0 80 MB T Gambar 1.15. Histogram MTB MAN 4 44 . Bagaimana gambaran repons siswa MAN 4 terhadap ketiga variabel tersebut dapat juga dilihat melalui histogram berikut. jumlah keseluruhan skor adalah 1168. 0 00 6 . skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 4 adalah 74. skor terendah adalah 50. skor terendah adalah 56.0 40 6. Sebaliknya. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan motivasi berprestasi siswa MAN 4 relatif tidak terlalu tinggi.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Berkaitan dengan motivasi berprestasi.0 20 6 . 0 80 6.47. dan skor rata-ratanya adalah 58.

00 65.00 KKBI Gambar 3.00 55.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3 2 y c n u q e r F 1 0 45.00 65.00 75. Histogram PSB MAN 4 7 6 5 4 y c n u q e r F 3 2 1 0 50.00 60.00 PSB Gambar 2.00 60.00 55.00 70.00 50. Histogram KKBI MAN 4 45 .00 70.

Selengkapnya skor yang diperoleh siswa MAN 7 untuk ketiga variabel tersebut dapat dilihat pada tabel 6. dan skor rata-ratanya adalah 70. jumlah keseluruhan skor adalah 1601. Tabel 6 Skor MTB. skor terendah adalah 60. skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 7 adalah 78. Sebaliknya. terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 7 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. Berkaitan dengan motivasi berprestasi. berkaitan dengan pemahaman silang budaya. dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 2.08. dan skor rata-ratanya adalah 69. setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 7 adalah 79. Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris. skor terendah adalah 60.08. PSB. dan skor rata-ratanya adalah 66.60. dan KKBI siswa MAN 7 NO RESPONDEN MTB PSB KKBI 1 MAN07001 60 54 60 2 MAN07002 61 56 62 3 MAN07003 64 58 75 4 MAN07004 64 58 64 5 MAN07005 66 60 64 6 MAN07006 66 60 68 7 MAN07007 68 68 64 8 MAN07008 68 68 66 9 MAN07009 69 70 70 46 . dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan. skor terendah adalah 54. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah hanya berasal dari 23 responden. jumlah keseluruhan skor adalah 1520. diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 7 adalah 80. MAN 7 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban. jumlah keseluruhan skor adalah 1612.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

10 MAN07010 11 MAN07011 12 MAN07012 13 MAN07013 14 MAN07014 15 MAN07015 16 MAN07016 17 MAN07017 18 MAN07018 19 MAN07019 20 MAN07020 21 MAN07021 22 MAN07022 23 MAN07023 Jumlah Maksimum Minimum Rata-rata

70 70 70 71 73 73 74 74 76 76 78 71 71 79 1612 79.00 60.00 70.08

72 68 72 66 65 74 66 66 70 64 76 78 66 65 1601 80.00 60.00 69.60

70 66 72 66 70 68 68 70 74 74 76 76 78 80 1520 78.00 54.00 66.08

Bila skor di atas ditampilkan dalam bentuk gambar atau histogram, akan makin jelas bagaimana distribusi skor yang diperoleh siswa MAN 7 untuk ketiga variabel tersebut.
6

5

4

3

y c n u q e r F
2 1 0 6. 0 0 0 6. 0 5 0 7. 0 0 0 7. 0 5 0 8. 0 0 0

MB T

Gambar 4. Histogram MTB MAN 7

47

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

10

8

6

y c n u q e r F

4

2

0 50.00 55.00 60.00 65.00 70.00 75.00 80.00

PSB

Gambar 5. Histogram PSB MAN 7

5

4

3

y c n u q e r F

2

1

0 60.00 65.00 70.00 75.00 80.00

KKBI

Gambar 6. Histogram KKBI MAN 7

48

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

3. MAN 11 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban, terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 11 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris; dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap; dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian hanya berasal dari 18 responden. Berkaitan dengan motivasi berprestasi, setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 11 adalah 75, skor terendah adalah 63, jumlah keseluruhan skor adalah 1239, dan skor rata-ratanya adalah 68.83. Sebaliknya, berkaitan dengan pemahaman silang budaya, diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 11 adalah 74, skor terendah adalah 56, jumlah keseluruhan skor adalah 1176, dan skor rata-ratanya adalah 65.33. Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris, skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 11 adalah 80, skor terendah adalah 60, jumlah keseluruhan skor adalah 1266, dan skor rata-ratanya adalah 70.33. Data lengkap mengenai skor yang diperoleh siswa MAN 11 untuk ketiga variabel dapat dilihat pada tabel berikut 7. Adapun visualisasi skor yang diperoleh siswa dalam bentuk gambar, untuk memperjelas bagaimana distribusi skorskor tersebut dapat dilihat pada histogram/gambar 7-9. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan motivasi berprestasi siswa MAN 11 relatif tinggi; begitu juga dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris mereka. Tetapi untuk variabel kedua, skor yang mereka peroleh menunjukkan bahwa pemahaman silang budaya mereka relatif tidak terlalu tinggi. Secara umum siswa MAN 11 memiliki potensi yang relatif besar untuk menguasai kemampuan berbahasa Inggris sebagaimana yang dipersyaratkan dalam kurikulum 2004.
49

00 Minimum 63.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 7 Skor MTB.33 KKBI 60 64 64 68 68 70 70 69 72 72 75 74 74 76 66 66 78 80 1266 80.00 Rata-rata 68.83 65. dan KKBI siswa MAN 11 NO RESPONDEN MTB PSB 1 MAN011001 63 56 2 MAN011002 64 65 3 MAN011003 65 58 4 MAN011004 66 67 5 MAN011005 66 60 6 MAN011006 68 64 7 MAN011007 69 62 8 MAN011008 69 64 9 MAN011009 69 64 10 MAN011010 70 66 11 MAN011011 70 66 12 MAN011012 72 68 13 MAN011013 72 68 14 MAN011014 73 70 15 MAN011015 67 67 16 MAN011016 67 65 17 MAN011017 74 72 18 MAN011018 75 74 Jumlah 1239 1176 Maksimum 75.00 74.00 56.00 70.00 60.33 50 . PSB.

00 PSB Gambar 8.00 67.00 75.00 M TB Gambar 7.00 70.50 70.50 75. Histogram PSB MAN 11 51 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 6 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 62.00 60.00 72.00 65.50 65. Histogram MTB MAN 11 6 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 55.

Data lengkap mengenai skor yang diperoleh siswa MAN 13 dapat dilihat pada tabel berikut.00 75. dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan. MAN 13 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian hanya berasal dari 18 responden.00 70.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 4 3 2 y c n u q e r F 1 0 60.00 65. terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 13 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. 52 . Histogram KKBI MAN 11 3.00 80. dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap.00 KKBI Gambar 9.

skor terendah adalah 51.30 62. jumlah keseluruhan skor adalah 1246.90 Berkaitan dengan motivasi berprestasi.65 KKBI 50 54 60 60 56 62 64 64 64 66 66 68 68 56 70 58 69 72 57 74 1258 74. untuk pemahaman silang budaya. dan KKBI siswa MAN 13 NO RESPONDEN MTB PSB 1 MAN013001 54 50 2 MAN013002 56 53 3 MAN013003 57 56 4 MAN013004 58 56 5 MAN013005 51 58 6 MAN013006 59 58 7 MAN013007 59 60 8 MAN013008 61 60 9 MAN013009 64 62 10 MAN013010 64 62 11 MAN013011 62 64 12 MAN013012 62 64 13 MAN013013 66 66 14 MAN013014 65 66 15 MAN013015 68 68 16 MAN013016 65 68 17 MAN013017 73 70 18 MAN013018 69 65 19 MAN013019 63 72 20 MAN013020 70 75 Jumlah 1246 1253 Maksimum 73.00 75. skor terendah adalah 50. jumlah keseluruhan skor adalah 1253. diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 13 adalah 75. PSB.00 Minimum 51.30.00 62.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 8 Skor MTB.00 50.00 Rata-rata 62. Sebaliknya.00 50. setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 13 adalah 73. dan skor rata-ratanya adalah 62. dan skor 53 .

Selanjutnya.90.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan rata-ratanya adalah 62. 4 3 2 y c n u q e r F 1 0 50. dan skor rata-ratanya adalah 62.00 60.65. Histogram MTB MAN 13 54 . akan makin jelas bagaimana distribusi skor yang diperoleh siswa MAN 13 untuk ketiga variabel tersebut seperti berikut. skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 13 adalah 74.00 75. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan motivasi berprestasi siswa MAN 13 relatif tidak terlalu tinggi. begitu juga dengan pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris mereka.00 65. bila skorskor tersebut di atas dikonversikan ke dalam bentuk gambar. Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris. skor terendah adalah 50.00 55.00 70.00 MTB Gambar 10. jumlah keseluruhan skor adalah 1258. Secara umum siswa MAN 11 masih memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk menguasai kemampuan berbahasa Inggris sebagaimana yang dipersyaratkan dalam kurikulum 2004.

00 55.00 70.00 65.00 60. Histogram KKBI MAN 13 55 . Histogram PSB MAN 13 7 6 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 50.00 75.00 70.00 65.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 7 6 5 4 y c n u q e r F 3 2 1 0 50.00 75.00 60.00 PSB Gambar 11.00 KKBI Gambar 12.00 55.

88 7.88. Tabel 9.00 66. skor tertingginya 78. diperoleh jumlah keseluruhan skor adalah 5061. secara keseluruhan gabungan data tersebut menunjukkan bahwa motivasi berprestasi siswa MAN 4.00 4 Rata-rata 65.088 42. Jadi. skor tertingginya adalah 79. skor terendahnya adalah 48.029 49. skor tertingginya adalah 80. Deviasi 5. Deskripsi Data Gabungan Keempat Madrasah Berdasarkan data gabungan keempat MAN yang terlibat dalam penelitian.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan B.26 5 Std.00 8 Median 66. skor terendahnya adalah 51.00 80.00 78.00 65. data deskriptif untuk keempat madrasah tersebut dapat dilihat pada tabel 9.00 56 . 11.97. jumlah keseluruhan skor adalah 5271. diperoleh bahwa jumlah keseluruhan skor untuk motivasi berprestasi adalah 5278. Apa yang mereka kuasai masih berada di bawah peryaratan ideal yang harus dikuasai siswa.515 6 Varians 33. Selengkapnya.26. dan skor rata-ratanya adalah 63.00 3 Maksimum 79.00 48. Untuk pemahaman silang budaya. 7.418 30. skor terendahnya 50. dan skor rataratanya adalah 65.00 30. dan 13 relatif tidak terlalu tinggi. Adapun berkenaan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris.75 6. Hal yang sama juga terjadi pada pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris mereka.00 64.449 7 Range 28.00 KKBI 5271 50. dan skor rata-ratanya adalah 65. Statistik Deskriptif untuk Ketiga Variabel NO SKOR MTB PSB 1 Jumlah 5278 5061 2 Minimum 51.97 63.

3 69.8 65.3 Total 80 100.8 3.5 85.5 2.5 59.3 1.00 6 7.5 57.0 6.00 3 3.5 78.8 65.8 3.8 8.3 58.8 64.00 5 6.8 72. Tabel 10.0 5.3 6.00 1 1.0 74.3 1.3 63.00 1 1. Distribusi Frekuensi untuk MTB Gabungan Valid SKOR Frequency Percent Percent 51.8 17.5 56. Cumulative Percent 1.0 60.8 82.0 97.00 1 1.00 2 2.00 5 6.8 75.8 3.8 32.3 78.8 61.00 5 6.00 7 8.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Berdasarkan skor kasar yang diperoleh siswa dan statistik deskriptif di atas dibuatlah table frekuensi dan histogram untuk masing-masing varibel sebagai berikut .00 7 8.5 41.8 95.3 6.3 58.0 Tabel 11.00 4 5.5 28.8 13.00 3 3.5 5.3 70.00 5 6.5 73.0 71.00 3 3.5 2.00 2 2.8 100.00 2 2.5 7.3 56.8 8.3 1.3 76.00 1 1.3 1.0 5.3 1.3 6.3 2.00 2 2.3 66.0 5.00 1 1.00 1 1.0 62.5 2.0 93.0 90.00 2 2.00 3 3.5 71.3 79.3 6.0 100.5 2.00 4 5.5 68.0 57 .3 47.8 67.8 3.00 4 5.5 98.3 1.3 8.5 22.3 54.5 2.

8 67.8 13.0 100.3 6.3 76.0 Tabel 12.5 11.00 2 2.00 1 1.3 66.0 10.00 6 7.00 11 13.00 1 1.0 72.5 2.5 2.8 36.5 7.5 2.00 1 1.0 5.5 98.0 5.3 7.5 52.8 83.0 60.0 74.00 1 1.5 58.3 57.8 88.3 97.3 1.00 4 5.3 78.8 93.5 2.3 54.3 50.8 56.3 Total 80 100.5 75.3 1.5 68.0 10.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Distribusi Frekuensi untuk PSB Gabungan Valid SKOR Frequency Percent Perce nt 48.8 100.5 53.00 2 2.00 8 10.8 28.3 1.3 3.00 1 1.8 3.00 4 5.00 3 3.00 2 2.3 1.00 8 10. Distribusi Frekuensi untuk KKBI Gabungan 58 .0 Cumulative Percent 1.00 4 5.3 41.0 10.0 70.3 1.8 96.00 2 2.3 51.00 8 10.8 6.00 6 7.0 65.5 7.5 62.0 5.5 71.3 73.0 64.3 18.00 5 6.

3 10.5 3.3 1.3 2.00 80.5 1.3 1.3 1.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan SKOR Frequency 50.00 78.00 59.0 2.8 91.3 2.00 58.3 30.5 1.00 75.00 70.8 12.5 3.8 81.8 10.0 68.0 12.0 3.00 Total 2 1 1 1 2 1 2 3 2 6 3 10 9 1 8 3 8 2 6 2 3 2 2 80 Percent 2.00 56.8 10.5 3.00 68.0 97.3 1.0 Valid Percent 2.5 100.5 7.8 5.3 1.3 10.5 100.5 3.5 7.0 Cumulative Percent 2.00 76.00 54.3 1.00 62.5 3.00 52.8 78.8 10.5 2.8 2.0 65.8 2.5 11.5 2.00 67.3 95.00 57.5 100.5 7.5 11.00 55.0 2.0 3.8 2.5 3.5 3.00 66.3 8.00 72.00 69.8 55.3 2.00 64.0 59 .5 16.8 26.3 18.00 53.5 1.00 74.3 2.8 12.5 1.5 2.0 6.3 88.00 60.0 42.5 53.8 2.5 2.5 7.

Histogram PSB Gabungan 60 . Histogram MTB Gabungan 2 0 1 5 1 0 y c n u q e r F 5 0 4 .0 5 0 6 .0 0 0 PB S Gambar 14.0 5 0 8 .0 5 0 7 .0 0 0 5 .0 0 0 7 .0 0 0 5 .0 0 0 6 .0 0 0 8 .0 0 0 MB T Gambar 13.0 0 0 7 .0 0 0 6 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 1 4 1 2 1 0 8 y c n u q e r F 6 4 2 0 5 .

homogenitas. 1.0 K B K I Gambar 15.0 60 0 . Persyaratan Analisis Data Sebelum pengujian hipotesis penelitian dilakukan. dan linearitas data.0 0 0 7 5. Dalam penelititan ini yang akan dilakukan adalah pemeriksaan normalitas dan linearitas data. 61 . terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan terhadap normalitas.00 7 . Histogram KKBI Gabungan C.0 65 .0 5 0 5.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 1 2 1 0 8 6 y c n u q e r F 4 2 0 5 0 0. sedangkan pemeriksaan homogenitas tidak dilakukan dengan alasan data yang diperoleh diasumsikan berasal dari populasi yang homogen. Uji Normalitas Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah sample berasal dari populasi berdistribusi normal atau tidak.00 8 0 0.

863 4 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.363 61.843 64.00 0.758 69.895 4 0.556 63.783 7 0. Pada tabel di atas diperoleh bahwa seluruh kelompok data kemampuan komunikatif 62 .953 5 0.363 Selanjutnya.934 6 0.00 0.163 74.893 3 0.05.993 3 0. Tabel 13 Uji Normalitas Y (KKBI) berdasarkan X1(MTB) Shapiro-Wilk MTB Statistic df Sig.608 71.828 4 0.00 0.228 65. berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat dilakukan pengujian terhadap dua hipotesis kenormalan yang berbunyi: Ho: sample tidak berasal dari populasi berdistribusi normal H1 : sample berasal dari populasi berdistribusi normal Adapun kriteria pengujian hipotesis yang digunakan adalah tolak Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih besar dari taraf signifikansi yang ditentukan yakni 0.190 70. Hasil analisisnya dapat dilihat pada tabel berikut.00 0.871 3 0.619 7 0.00 0. data yang diperoleh dihitung dengan mengggunakan statistik Shapiro-Wilk di mana data kemampuan komunikatif bahasa Inggris dikelompokkan berdasarkan distribusi frekuensi data motivasi berprestasi.730 5 0.272 62.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Untuk itu.897 5 0.00 0. KK 59.924 5 0.00 0.395 66.298 73.00 0.893 3 0.409 BI 60.248 68.00 0. sebaliknya terima Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih kecil daripada taraf signifikansi yang ditentukan.

00 0.250 68.889 8 0.00 0.128 60.911 11 0.00 0. 63 .914 8 0. Jika kelompok data kemampuan komunikatif bahasa Inggris dikelompokkan berdasarkan distribusi frekuensi pemahaman silang budaya.00 0.00 0.863 8 0.00 0. Karena signifikansi tersebut jauh lebih besar daripada taraf signifikansi 0. 54.00 0.163 – 0.00 0.421 I 58.827 4 0.496 6 0. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa data yang diperoleh berasal dari populasi yang berdistribusi normal.230 70. maka hipotesis nol yang berbunyi sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal ditolak.00 0.392 62.513 72.941 5 0.939 Selanjutnya.987 4 0.05.381 65.00 0.843.00 0.05.363 KKB 56.916 4 0. Tabel 14 Uji Normalitas Y (KKBI) berdasarkan X2(PSB) Shapiro-Wilk PSB Statistic df Sig.670 66.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan bahasa Inggris memperoleh taraf signifikansi antara 0. berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat dilakukan pengujian terhadap dua hipotesis kenormalan yang berbunyi: Ho: sample tidak berasal dari populasi berdistribusi normal H1 : sample berasal dari populasi berdistribusi normal Adapun kriteria pengujian hipotesis yang digunakan adalah tolak Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih besar daripada taraf signifikansi yang ditentukan yakni 0.161 64.893 3 0.640 6 0. maka hasilnya dapat dilihat pada tabel 14.

239 0.857 2690. berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat dilakukan pengujian terhadap dua hipotesis kelinearan 64 . Pada tabel di atas diperoleh seluruh kelompok data kemampuan komunikatif bahasa Inggris memperoleh taraf signifikansi antara 0.000 KKBI * MTB Between Groups Combine d Linearity Deviatio n from Linearity 3010. data yang diperoleh dihitung dengan mengggunakan statistik F dan analisis varians.987 1 2690. Hasilnya terdapat pada tabel 15 pada halaman berikut. 2. maka hipotesis nol yang berbunyi sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal ditolak.85 0.944 16.147 165.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan sebaliknya terima Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih kecil daripada taraf tersebut.452 F 7.709 893.161 – 0. Tabel 15 Anova untuk Uji Linearitas Sum of Squares df 24 Mean Square 125. 0.000 23 55 79 13.72 Sig. Maka dapat dikatakan. Uji linearitas ini dilakukan melalui pengujian dua hipotesis linearitas yang berbunyi. Uji Linearitas Uji linearitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh membentuk garis lurus atau tidak.647 Within Groups Total Selanjutnya.05. data yang diperoleh berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Karena signifikansi tersebut jauh lebih besar daripada taraf signifikansi 0.66 0.939. Ho: Linearitas tidak terpenuhi H1: Linearitas terpenuhi Untuk itu.147 320.131 3903.

05. 1. Karena signifikansi tersebut jauh lebih kecil daripada taraf signifikansi 0.830 seperti berikut. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa data yang diperoleh berasal populasi yang membentuk garis lurus atau linear. Hubungan Motivasi Berprestasi dan Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Setelah nilai-nilai yang diperlukan dihitung. dan normalitas data. Berkenaan dengan penelitian ini. diperoleh bahwa koefisien korelasi antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif siswa MAN di Jakarta Selatan adalah 0. Adapun kriteria pengujian hipotesis yang digunakan adalah terima Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih besar dari taraf signifikansi yang ditentukan yakni 0. homogenitas. Pada tabel di atas diperoleh bahwa taraf signifikansi untuk uji linearitas adalah 0.00. dan c) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. maka hipotesis nol yang berbunyi linearitas tidak terpenuhi ditolak. sebaliknya tolak Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih kecil daripada taraf signifikansi yang ditentukan. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. b) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. pemahaman silang budaya. yakni: a) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. terdapat tiga hipotesis yang diuji.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan tersebut. D. 65 . Pemilihan statistik ini didasari oleh terpenuhinya beberapa persyaratan analisis yang berhubungan dengan pemeriksaan linearitas. Pengujian Hipotesis Penelitian Pengujian hipotesis penelitian dilakukan melalui statistik regresi dan korelasi sederhana.05.

Ini menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0.000 N 80 MTB 0.89%. jika koefisien korelasi yang diperoleh benar-benar berarti. Oleh karena itu.0 80 Supaya koefisien korelasi yang dihasilkan benar-benar dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.05 dan jumlah sampel sebanyak 80 orang siswa. terlebih dahulu perlu dilakukan pengujian terhadap keberartian koefisien tersebut dengan membandingkannya dengan nilai kritis koefisien korelasi dari Pearson.830. (2-tailed) 0. maka r hitung benar-benar sangat berati dan dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.830 0. (2-tailed) 0. Pada tabel Nilai Kritis Pearson dengan taraf signifikasi 0.0 N 80 MTB Pearson Correlation 0.830 Sig. dan terima hipotesis nol jika koefisien korelasi tidak berarti. 66 . Jika nilai r hitung lebih tinggi daripada r tabel.000 80 1 0. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. diperoleh nilai r tabel sebesar 0. dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien determinasinya sebesar 68.830 benar-benar sangat berarti dan dapat digunakan untuk menolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 16 Hasil Analisis Korelasi antara MTB dan KKBI KKBI KKBI Pearson Correlation 1 Sig. 220 yang jauh di bawah nilai r hitung 0.

perlu dilakukan pemeriksaan terhadap signifikansinya melalui statistik F dan analisis varians.22 + 0.00 .423 .697X 1 seperti pada tabel berikut.697X1 tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0. Tabel 17 Koefisien regresi Y atas X1 Model 1 (Constant ) KKBI Unstandardized Coefficients B 21.22 + 0. 67 . diperoleh persamaan garis regresi sederhana Ŷ = 21.200 13. persamaan garis regresi Ŷ = 21. Tidak diragukan lagi.148 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Selanjutnya.00 t Sig.679 SE 3.830 Standardized Coefficients Beta 6. Berdasarkan hasil analisis regresi Y atas X1.052 .697X1 tersebut menunjukkan pola hubungan linear sebagaimana terlukiskan dalam diagram pencar pada halaman berikut.22 + 0.05. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 21.221 0. untuk melihat bagaimankah pola hubungan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan perlu dilakukan pengujian terhadap persamaan garis regresi yang dihasilkan. Adapun untuk melihat apakah persamaan regresi tersebut benar-benar berarti.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KB KI 8 .212 Residual 812.420 Total 2613.0 5 0 5 . Diagram pencar untuk Ŷ = 21.697X1 Tabel 18 Analisis Varians untuk Regresi Y atas X1 Sum of Mean df Model Squares Square 1 Regression 1801.0 0 0 7. 0 50 7 . dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan.22 + 0. 0 50 6 .866 Berdasarkan hasil analisis varians yang dilakukan.212 1 1801.0 0 0 MB T Gambar 16.0 0 0 6.0 0 0 5.96. 0 50 8 .0 5 0 7 .0 0 0 5 .866 seperti pada tabel 18 di atas.950 79 F 172. Hasil tersebut jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0.22 + 0.738 78 10.0 0 0 6 . yang berbentuk makin 68 . sehingga dapat dinyatakan bahwa persamaan regresi Ŷ = 21.697X 1 tidak berarti dapat ditolak.0 5 0 6 . hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 21.22 + 0.697X1 sangat berarti. Oleh karena itu.05 dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut 78. Sesuai dengan hasil keseluruhan analisis di atas. diperoleh nilai F sebesar 172. Hal ini bermakna bahwa kemampuan komunikatif bahasa Inggris sangat tergantung pada motivasi berprestasi siswa.0 0 0 5 .0 0 0 Os r e b ev d L er in a 7 . yakni sebesar 3.

2. bila X1 =50.000 80 1 0.740 0.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan tinggi motivasi berprestasi siswa.07.697 (50) = 56.22 + 0. peningkatan dan penurunan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan 68. maka r hitung benar-benar sangat berati dan dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Supaya koefisien korelasi yang dihasilkan benar-benar dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris.740 seperti pada tabel halaman berikut. (2-tailed) 0.0 N 80 PSB Pearson Correlation 0. Tabel 19 Hasil Analisis Korelasi antara PSB dan KKBI KKBI KKBI Pearson Correlation 1 Sig. diperkirakan terdapat peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebesar 21.89% dapat dijelaskan oleh motivasi berprestasi siswa melalui persamaan regresi Ŷ = 21. Hubungan Pemahaman Silang Budaya dan Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Setelah nilai-nilai yang diperlukan dihitung. (2-tailed) 0.000 N 80 PSB 0.740 Sig. diperoleh bahwa koefisien korelasi antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif siswa MAN di Jakarta Selatan adalah 0. Selain itu. terlebih dahulu perlu dilakukan pengujian terhadap keberartian koefisien tersebut dengan membandingkannya dengan nilai kritis koefisien korelasi dari Pearson.0 80 Jika nilai r hitung lebih tinggi daripada r tabel. Umpamanya.697X1.22 + 0. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya 69 .

jika koefisien korelasi yang diperoleh benarbenar berarti. Ini menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0.76%.071 Standard Coeff.05 dan jumlah sampel sebanyak 80 orang siswa. persamaan garis regresi Ŷ = 18.740 t 3. Pada tabel Nilai Kritis Pearson dengan taraf signifikasi 0.740.686X2 tersebut menunjukkan pola hubungan linear sebagaimana terlukiskan dalam diagram pencarnya berikut.686X2 seperti pada tabel berikut. diperoleh persamaan garis regresi sederhana Ŷ = 18. Berdasarkan hasil analisis regresi Y atas X2.686 4. diperoleh nilai r tabel sebesar 0.077+ 0. Beta . Tabel 20 Koefisien regresi Y atas X2 Unstandardized Coeff. dan terima hipotesis nol jika koefisien korelasi tidak berarti. Oleh karena itu.077+ 0. Model B SE 1 Constant KKBI 18.715 Sig. Selanjutnya.077 .00 Tidak diragukan lagi. dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien determinasinya sebesar 54. 70 . untuk melihat bagaimankah pola hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan perlu dilakukan pengujian terhadap persamaan garis regresi yang dihasilkan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.865 9. 220 yang jauh di bawah nilai r hitung 0.740 benar-benar sangat berarti dan dapat digunakan untuk menolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.00 .677 . .

1517.00 6 0. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 18. perlu dilakukan pemeriksaan terhadap signifikansinya melalui statistik F dan analisis varians.077+ 0.00 8 0. Tabel 21 Analisis Varians untuk Regresi Y atas X2 Sum of Mean df Model Squares Square 1 Reg.00 65 .388 71 .0 70 0 .453 Total 3353.00 5 0.488 79 F 94. 1836.141 1 1836.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan K B K I 8 0.05.00 5 5.00 MB T Gambar 17.00 O bserve d Lin r ea 75 0 .00 7 0 0.686X2 Untuk melihat apakah persamaan regresi Ŷ = 18.141 Res.0 65 .00 55.077 + 0.077+ 0.0 75 . Diagram pencar untuk Ŷ = 18.00 5 0.686X2 tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0.347 78 19.00 60 .686X2 berarti atau tidak.

Hubungan antara Motivasi Berprestasi (X1).686X2 tidak berarti dapat ditolak. Pemahaman Silang Budaya (X2). Persamaan tersebut diperoleh dari nilai-nailai dari tabel berikut. pemahaman silang budaya.043+ 0. Sesuai dengan hasil keseluruhan analisis di atas. Umpamanya.240X2. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. 3. dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan. peningkatan dan penurunan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan 54. dan Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris (Y) Untuk menguji hipotesis ketiga yang berbunyi ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi.377.077+ 0.686 (50) =52.799X1 + 0.686X2 sangat berarti.077+ 0.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Berdasarkan hasil analisis varians yang dilakukan. Berdasarkan data-data yang sudah diperoleh. diketahui bahwa persamaan garis regresi ganda untuk ketiga variabel tersebut adalah Ŷ = -2. 72 . Penggunaan rumus tersebut tentu saja memerlukan nilai-nilai yang diperoleh dari persamaan garis regresi linear ganda dan analisis variansnya. diperkirakan terdapat peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebesar 18. yakni sebesar 3. hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 18. Hal itu bermakna kemampuan komunikatif bahasa Inggris sangat tergantung pada pemahaman silang budaya siswa. Hasil tersebut jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0. bila X2 =50.686X2. Oleh karena itu.05 dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut 78. diperoleh nilai F sebesar 94. perlu diketahui terlebih dahulu koefsien korelasi ganda yang diperoleh melalui rumus: R2 = 2 JK(Reg)/Σy .76% dapat dijelaskan oleh pemahaman silang budaya siswa melalui persamaan regresi Ŷ = 18.96. Selain itu.077+ 0. sehingga dapat dinyatakan bahwa persamaan regresi Ŷ = 18.388 seperti pada tabel 21 di atas.077+ 0.

799X1 + 0.240X2 tidak berarti dapat ditolak. yakni sebesar 3.201 seperti pada tabel 23 berikut.96.740 2 1381. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = -2.201 Nilai F sebesar 93. .05 dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut 78.799 .201 ternyata jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0.043+ 0.043 .213 Sig. sehingga dapat dinyatakan bahwa persamaan regresi Ŷ = -2.030 Untuk melihat apakah persamaan regresi Ŷ = -2. perlu dilakukan pemeriksaan terhadap signifikansinya melalui statistik F dan analisis varians.223 t -.109 Standard. Hal itu bermakna kemampuan komunikatif bahasa Inggris sangat tergantung pada motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa. Hubungan 73 .988 79 F 93.495 2.821 Total 3903.247 77 14.799X1 + 0.799X1 + 0.240X2. 1141.799X1 + 0.370 Res.654 . tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0.408 6.000 . hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = -2.043+ 0.240X2. Tabel 23 Analisis Varians untuk regresi Y atas X1 dan X2 Sum of Mean Model df Squares Square 1 Reg.043+ 0. 2762.05.123 . berarti atau tidak.684 . Coeff.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 22 Koefisien regresi Y atas X1 dan X2 Unstandard. diperoleh nilai F sebesar 93.240 5. Oleh karena itu. Berdasarkan hasil analisis varians yang dilakukan.240X2 sangat berarti.043+ 0. Coefficients Model B SE 1 Constant MTB PSB -2. Beta .007 .

41% dapat dijelaskan secara bersama-sama oleh motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa melalui persamaan regresi ganda Ŷ = -2. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa koefisien korelasi ganda tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris.258 jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0.240X2.71 sangat berarti.R2)/(n-k-1).988 = 0. yakni sebesar 3. peningkatan dan penurunan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan 50. Oleh karena itu.043+ 0. sehingga dapat dinyatakan bahwa koefisien korelasi ganda sebesar 0. yakni JK(Reg)/Σy2 = 2762.11.71 berarti atau tidak. 74 . hipotesis nol yang berbunyi bahwa koefisien korelasi ganda tidak berarti dapat ditolak.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan ketiga variabel tersebut dapat dilihat dari besarnya koefisien korelasi ganda yang diperoleh. dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi.258.799X1 + 0. untuk mengetahui apakah R2 sebesar 0. Keberartian korelasi ganda ganda dapat juga dilihat melalui korelasi parsil antar ketiga variabel tersebut dengan mengontrol salah satu dari variabel bebasnya. Hasil perhitungan statistik F di atas memperlihatkan nilai sebesar 94.71. perlu dilakukan pemeriksaan signifikansinya melalui statistik F = (R2/k)/{(1. Selain itu.05. Hubungan tersebut berbentuk makin tinggi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa.740/3903.41%. Sesuai dengan hasil keseluruhan analisis di atas. Berdasarkan anaslisis dilakukan diperoleh korelasi parsil untuk ketiga variabel tersebut seperti yang tertuang dalam tabel berikut.05 dengan dk pembilang 2 dan dk penyebut 77. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan. dan koefisien determinasinya adalah sebesar 50. Ternyata nilai F sebesar 94. Selanjutnya.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 24. dengan koefisien diterminasi korelasi parsil antara motivasi berprestasi dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris dengan pemahaman silang budaya dikontrol (Y dan X1.000 0.000 0.245 1.11% dipengaruhi oleh oleh aneka ragam tingkat motivasi berprestasi siswa.245 1. di mana X1 dikontrol).6111.6889 – 0. Koefisien Korelasi Parsil Antara Y.1936.06 = 0. Artinya hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan diduga 61. Artinya hubungan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan diduga 61.000 Berdasarkan korelasi parsil ini. Sebaliknya.5476 – 0. di mana X2 dikontrol). jika korelasi diterminasi antara kemampuan komunikatif bahasa Inggris dan pemahaman silang budaya (Y dan X1) dengan korelasi diterminasi antara kemampuan komunikatif bahasa Inggris dan pemahaman silang budaya di mana motivasi berprestasi dikontrol ((Y dan X2. diperoleh selisih sebesar 0.3540 = 0.000 0 0 MTB 0 0 0. 75 . X1 dan X2 Variabel yang dikontrol MTB PSB KKBI PSB KKBI MTB KKBI 1. Bila kita bandingkan antara koefisien diterminasi antara motivasi berprestasi dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris (antara Y dan X1).595 1. dapat diketahui keberartian salah satu variabel di dalam menentukan hubungan antara dua variabel lainnya. yang merupakan turunnya daya ramal X2 terhadap Y.11% dipengaruhi oleh oleh aneka ragam tingkat pemahaman silang budaya siswa. yang merupakan turunya daya ramal X1 terhadap Y. Keberartian tersebut diperoleh melalui selisih koefisien diterminasi korelasi sederhana dengan korelasi parsilnya. diperoleh selisih sebesar 0.595 PSB 0.

2) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Ketepatan Hipotesis Pengujian persyaratan analisis dan hipotesis penelitian pada bab terdahulu memperlihatkan bahwa asumsi-asumsi yang diturunkan dari kerangka konseptual tidak menyimpang dan bertolak belakang. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Ketepatan asumsi-asumsi tersebut dapat dilihat dari penolakan terhadap ketiga hipotetsis nol yang berbunyi: 1) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan 3) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. dan penerimaan ketiga hipotesis alternatif yang berbunyi: 1) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 2) terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di 76 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 5 PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Jakarta Selatan. ketepatan asumsi-asumsi dalam penelitian ini juga tampak pada penolakan hipotesis nol lain yang berbunyi bahwa motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya tidak dapat dijadikan sebagai prediktor terhadap kemampuan komunikatif siswa bahasa Inggris MAN di Jakarta Selatan. Pertama.. Ketiga.686X2.76% penurunan dan peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dapat dijelaskan oleh pemahaman silang budaya melalui persamaan regresi Ŷ = 18. 54. Akhirnya.740 dan koefisien diterminasinya sebesar 0. motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya secara bersama-sama memiliki 77 . dan penerimaan terhadap hipotesis alternatif yang berbunyi bahwa motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya dapat dijadikan sebagai prediktor terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.697X1. motivasi berprestasi berhubungan secara signifikan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien korelasinya sebesar 0. pemahaman silang budaya berhubungan secara signifikan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien korelasinya sebesar 0. Dengan kata lain.5476. Kedua.830 dan koefisien diterminasinya sebesar 0.6889. Hal itu berarti bahwa kontribusi pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan adalah sebesar 54.077+ 0. Hal itu berarti bahwa kontribusi motivasi berprestasi terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan adalah sebesar 68. 68.22 + 0.89% penurunan dan peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dapat dijelaskan oleh motivasi berprestasi melalui persamaan regresi Ŷ = 21.76%. Dengan kata lain. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.89%. dan 3) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. dapat dijelaskan tiga hal penting berkenaan dengan hubungan antara ketiga variabel penelitian ini. Selain itu.

Douglas Brown.valdosta. emotions or desire that moves one to a particular action. Dorongan itu dapat berbentuk respons fisik terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan atau menyakitkan. Hal itu berarti bahwa kontribusi motivasi berprestadi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan adalah sebesar 50.41% penurunan dan peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dapat dijelaskan oleh motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya melalui persamaan regresi Ŷ = -2. 1994). atau dapat juga berbentuk tujuan atau keinginan yang akan dicapai. 132. Retrieved [date]. impulse.29 H. or want) that serves to activate or energize behavior and give it direction”. and the degree of effort they will exert in that respect”28 Pengertian lain yang tidak jauh berbeda dengan pandangan tersebut dibaerikan oleh Huitt yang mengatakan “motivation is an internal state or condition (sometimes described as a need. motivation refers to the choices people make as to what experiences or goals they will approach or avoid.5041. B. or in more technical terms. desire. Dengan kata lain.edu/ whuitt/col/ motivation/motivate. motivasi dianggap sebagai dorongan yang menggerakkan seseorang untuk meraih sesuatu. W. Principles of Language Learning and Teaching (Englewood Clifts: Prentice Hall Regents.41%.html. 29 Huitt. seperti lapar dan rasa sakit. h. from http://chiron.799X1 + 0. 2 78 28 .240X2. Temuan Teoretis Secara umum. “Motivation to learn: An overview” Educational Psychology Interactive. 50. Valdosta.043+ 0. GA: Valdosta State University. h. Adapun pengertian motivasi yang banyak dipedomani berbunyi “Motivation is commonly thought of as inner drive.710 dan koefisien diterminasinya sebesar 0.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan hubungan yang signifikan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien korelasinya sebesar 0.

terbukti secara empiris melalui hubungan signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai dorongan atau kecenderungan yang dimiliki siswa untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar sebaik mungkin31. 1990). Achievement Motivation. Wikipedia. umpamanya. dan 6) diakui dan diterima oleh orang lain. Educational Psychology: A cognitive view (New York: Holt. the free encyclopedia. Rinehart & Winston. Ausubel menjelaskan enam jenis dorongan yang dimiliki oleh seseorang. Ausubel. 5) memperoleh pengetahuan. mengatasi berbagai kesulitan belajar. p. 2006. 368-9. mencari berbagai cara dan strategi belajar efektif. yakni kebutuhan untuk: 1) menemukan sesuatu yang baru. Secara lebih rinci. Motivasion: Theories and Principles (New Jersy: Prentice Hall. 4) didorong oleh pihak lain. 2) membiasakan diri. atau mengerjakan tugas sebaik mungkin agar dapat David A. 79 30 . atau memperoleh standard hidup yang lebih tinggi. secara teoretis apa yang disampaikan oleh para pakar bahwa motivasi berprestasi mendorong seseorang untuk meraih sesuatu yang lebih baik. Menurut McCelland. 32 Anonymous.32 Menguasai pengetahuan dan keterampilan. 3) melakukan pekerjaan. Back. h. Bila demikian. 1968). dalam hal ini. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin untuk. 291.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Dalam dua pengertian tersebut dapat dipahami bahwa motivasi merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang menggerakkannya melakukan sesuatu untuk mencapai atau memenuhi keinginannya. dapat juga diartikan menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris.30 Salah satu motivasi yang relatif banyak mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam belajar atau pekerjaan adalah motivasi berprestasi. menguasai pengetahuan dan keterampilan. 31 R. motivasi berprestasi merupakan dorongan yang dimiliki individu untuk memperoleh hasil yang berarti. C.

Ellis mengatakan “Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular communicative goals. pembahasan mengenai pemahaman silang budaya ini akan didahului kajian terhadap kemampuan komunikatif. khsususnya kemampuan komunikatif bahasa Inggris. 13.”33 Gagasan yang sama juga disampaikan Hadley.34 Pentingnya pengenalan latar atau konteks tempat terjadinya komunikasi juga diketengahkan oleh Munby yang mengatakan “It seems clear that communicative competence includes the ability to use linguistic forms to perform communicative acts and to understand the Rod Ellis.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris secara baik. Pemahaman silang budaya merupakan bagian yang takterpisahkan dari kemampuan pragmatik yang merupakan pengetahuan yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. Mengenai hal itu. 1993). Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting. bahwa mengenali latar di mana komunikasi itu terjadi sangat penting untuk bangunan kemampuan komunikatif. Dengan demikian secara teoretis dapat ditegaskan kembali bahwa motivasi berprestasi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan seseorang dalam belajar bahasa Inggris. it includes both linguistic and pragmatic knowledge. sehingga terbangun interaksi komunikatif yang lebih efektif. h. The Study of Second Language Acquisition (Oxford: O U P. 34 A. That is. 1994). Teaching Language in Context (Boston: Heile & Heile Publisher. kemampuan komunikatif bahasa Inggris juga dipengaruhi oleh faktor lain. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors. yakni pemahaman silang budaya. Oleh karena itu.O. h 4 80 33 . Selain itu. Hadley.

h. 1978). Budaya. Johnson (Oxford: O U P. “On Communicative Competence. segala sesuatu yang berhubungan dengan bagaimana seseorang menggunakan bahasa Inggris secara komunikatif termasuk dalam faktorfaktor non-linguistik. orang yang lebih tua. 1979). Brumfit dan K. eds. 14.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan communicative functions of sentences and their relationship to other sentences.36 Secara teoretis. Hymes. Siswa dituntut untuk mengenali situasi komunikasi yang sedang terjadi. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk melihat dengan siapa mereka membangun komunikasi. Brown menjelaskan bahwa budaya merupakan cara hidup bagaimana John Munby. atau secara lebih khusus termasuk dalam aspek budaya. 81 35 . J. dalam hal ini. C. Communicative Syllabus Design (Cambridge: C U P. the interpretative strategies of the language users and also contextual meaning of utterances. 26. h. kawan dekat. This happens at the level of discourse and involves interalia. Kemampuan tersebut dalam pandangan Hymes disebut dengan kemampuan pengenalan wacana dan sosiolinguistik. 36 D. Kemampuan wacana berhubungan dengan penguasaan siswa terhadap konteks situasi yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa komunikasi lisan dan tulis. apakah dengan teman sebaya.”35 Berdasarkan tiga pandangan tersebut tampak sangat jelas sekali pengenalan latar belakang atau latar tempat terjadinya komunikasi sangat menentukan keberhasilan komunikasi yang dibangun seseoarang melalui bahasa. diartikan sebagai pola pikir dan pola tindak yang mengatur seseorang bagaimana berbahasa dan bertindak di dalam lingkungan masyarakat tertentu. apakah dalam kegiatan formal atau informal. atau dengan tokoh masyarakat. sehingga apa yang akan diutarakan atau disampaikan kepada orang lain dapat dipahami secara tepat.” The Communicative Approach to Language Teaching. H. knowledge of rhetorical rules of use that governs the patterning of such acts.

82 . berfikir.38 Kehidupan keseharian masyarakat membuktikan bahwa budaya itu merupakan satu kesatuan yang utuh. dalam hal ini budaya berbahasa. budaya bukanlah bagian-bagian. adat. budaya itu dapat didefinisikan sebagai gagasan. feel. pc. dan peralatan yang membedakan satu kelompok dan yang lain.”37 Jadi. dari hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang besar. Ibid. Culture is the context within which we exist. yet all of which govern human behaviour just as surely as the manipulated strings of a puppet control its motion”. Budaya dapat dianggap sebagai perekat antara seseorang dengan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. Tentu saja menghindari terjadinya benturan budaya. Budaya menurut Croydon ada1ah “a system of integrated patterns. h. baik yang sederhana maupun yang kompleks. “Culture is a way of life. and relate to others. It is the glue that binds a group of people together. seni. Seluruh pola kehidupan masyarakat diikat oleh aturan yang disepakati oleh seluruh anggotanya. tentu saja hal itu akan menimbulkan benturan-benturan budaya yang dapat menimbulkan masalah-masalah sosial. Berdasarkan pandangan di atas dan hasil penelitian pada bab terdahulu. Benturan-benturan tersebut tidak hanya terjadi antar kelompok masyarakat dalam satu negara. Secara lebih khusus. 164. merasakan. benturan-benturan budaya antarnegara mungkin saja terjadi dalam konteks pengajaran bahasa asing. dan berhubungan dengan orang lain dalam suatu kelompok masyarakat. tetapi juga terjadi antara satu negara dengan negara lain. think. cit. harus dijadikan prioritas utama dalam bermasyarakat secara luas. keterampilan. Namun. most of which remain below the threshold of consciousness. dapat dikatakan pemahaman silang budaya merupakan penguasaan seseorang terhadap perbedaan budaya berbahasa dan bertindak penutur asli 37 38 Brown (1994).Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan seseorang berada. Karena satu kelompok masyarakat memiliki budaya yang berbeda dengan kelompok masyarakat lain. Salah satu caranya adalah dengan memahami budaya berbahasa dan bertindak masyarakat lain.

1983. 14. Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA/MA (Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Diknas. 2. Thomas mendefinisikan pemahaman silang budaya sebagai pemahaman tata cara berkomunikasi antara dua orang yang memiliki latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan bahasa asing dengan budaya bertindak dan berbahasa pertamanya. 3. “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. Menumbuhkan kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa asing untuk menjadi alat utama belajar. pemahaman silang budaya merupakan upaya-upaya yang dilakukan oleh seseorang yang berasal dari suatu kelompok masyarakat untuk memahami pola berbahasa dan bertindak kelompok masyarakat lainnya.40 Jenny Thomas. 89. membaca (reading). 3.39 Dengan demikian dapat ditegaskan kembali bahwa pemahaman silang budaya merupakan salah satu faktor berpengaruh terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris seseorang. h. dan menulis (writing). dalam bentuk lisan dan tulis. Perspektif Perkembangan Latar Penelitian Pengajaran bahasa Inggris pada sekolah SMA atau MA diarahkan pada pencapaian tujuan yang berbunyi: 1. 40 Diknas. berbicara (speaking). Kemampuan berkomunikasi meliputi mendengarkan (listening). 2003). C. Mengembangkan pemahaman tentang saling keterkaitan antar bahasa dan budaya serta memperluas cakrawala budaya. Mempertegas pengertian tersebut. 39 83 . Dengan kata lain dapat dikatakan. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa tersebut. h. Dengan demikian siswa memiliki wawasan lintas budaya dan melibatkan diri dalam keragaman budaya.

dan menulis. yaitu menyimak. Hal tersebut juga sudah terbukti secara empiris melalui pengujian hipotesis pada bagian terdahulu. Menurut kurkulum 2004. Selain itu. dan psikomotorik. Secara praktis dapat dikatakan. sehingga mereka lebih relatif lebih banyak mengalami kegagalan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tujuan tersebut akan dapat dicapai bila sekolah dan guru dapat menyelenggarakan kegiatan pengajaran bahasa Inggris secara baik dengan memenuhi berbagai sarana dan fasilitas belajar yang layak. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat motivasi berprestasi memiliki pengaruh yang relatif besar terhadap penguasaan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. Sebaliknya. 2) Unsur-unsur kebahasaan mencakup: tata bahasa. mata pelajaran bahasa Inggris untuk tingkat SMA/MA meliputi beberapa aspek. kosakata. sekolah dan pihak guru juga harus memperhatikan materi apa yang yang perlu diberikan kepada siswa. 1) Keterampilan berbahasa. yakni. afektif. makin tinggi motivasi berprestasi siswa makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya. Khusus berkaitan dengan pengajaran bahasa Inggris perhatian terhadap aspek kognitif dan afektif harus lebih ditekankan. untuk mencapai tujuan pengajaran bahasa Inggris untuk siswa SMA/MA. Siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi cenderung mampu melakukan berbagai upaya kreatif dan strategis untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. dan perhatian pada siswa secara utuh yang meliputi aspek kognitif. 3) Aspek budaya yang terkandung dalam teks lisan dan tulis. siswa yang motivasi berprestasinya rendah cenderung untuk tidak melakukan tindakan-tindakan jitu untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. membaca. Salah satu aspek afektif yang perlu diperhatikan adalah motivasi berprestasi siswa. berbicara. 84 . lafal dan ejaan.

Melihat pentingnya aspek motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. seperti banyaknya touris dan ekspatriat yang tinggal di wilayah DKI Jakarta. Hal ini sudah terbukti melalui pengujian hipotesis penelitian pada bagian terdahulu.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 4) Aspek sastra yang berupa penghayatan dan apresiasi sastra. Aspek budaya menjadi sangat penting karena kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebagai tujuan utama pengajaran bahasa Inggris di MAN dapat terwujud bila siswa menguasai budaya berbahasa Inggris secara benar. Pertama. dan 13 Jakarta. terdapat berbagai macam sarana komunikasi lisan dan tulis yang dapat diakses seluruh siswa untuk mempelajari aspek budaya berbahasa Inggris. 11. 7. makin tinggi pemahaman silang budaya siswa makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya. dan 13 Jakarta harus mulai berbenah diri melalui pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris yang berbasis pada motivasi berprestasi siswa dan pemahaman silang budaya antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. lokasi keempat madrasah tersebut masih termasuk dalam wilayah pemerintahan DKI Jakarta yang memiliki akses cukup besar untuk bersentuhan langsung dengan budaya berbahasa Inggris. 7. yang juga merupkan motivasi tersendiri bagi siswa untuk meraih keberhasuilan. Kedua. Kalimat atau ujaran bahasa Inggris dapat saja benar secara gramatikal. 11. MAN 4. Pengembangan bahan pelajaran seperti itu akan mempermudah siswa menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris mengingat adanya beberapa potensi yang dimiliki oleh MAN 4. 85 . dan tentu saja akses informasi yang mudah juga menjadi dorongan 41 Ibid. Secara praktis dapat dikatakan. tetapi tidak berterima dan bahkan menimbulkan salahpaham atau behkan kegagalan komunikasi.41 Secara eksplisit dapat dipahami bahwa pengajaran bahasa Inggris di MAN harus mencakup pengajaran aspek budaya.

dan 13 Jakarta memiliki semangat dan motivasi yang tinggi untuk mempelajari bahasa Inggris. dan 13 Jakarta akan menuai keberhasilan. 7. 7. Artinya kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebagai amanat yang harus diemban di dalam pengajaran bahasa Inggris di MAN 4. potensi kognitif dan afektif siswa MAN 4. maka pengajaran bahasa Inggris di MAN 4. Ditinjau dari segi kognitif. Ketiga. 7. bila pihak guru dan madrasah bekerja lebih serius dan kreatif untuk memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki. 7. dan 13 Jakarta Selatan akan menjadi terwujud. 7. sehingga mereka akan dengan mudah menangkap dan memahami perbedayaan budaya berbahasa antara bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. 11. Oleh karena itu. 11. dan 13 Jakarta berasal siswa-siswa Tsanawiyah terseleksi melalui hasil UAN. siswa-siswa MAN 4. dan dari segi afektif.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan tersendiri bagi siswa untuk belajar lebih giat. dan 13 Jakarta relatif lebih tinggi dari Madrasah Aliyah swasta. 86 . siswa-siswa MAN 4.

Kesimpulan Berdasarkan temuan penelitian yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya. dan bentuk hubungan keduanya adalah makin tinggi motivasi berprestasi siswa. dan bentuk hubungan keduanya adalah makin tinggi pemahaman silang budaya siswa. yakni: 1. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang dikuasai siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang dikuasai siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. terdapat beberapa hal penting yang dapat disimpulkan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 6 PENUTUP A. 87 . Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. 2.

4. Rekomendasi Sesuai dengan kesimpulan tersebut di atas. dan bentuk hubungan ketiganya adalah makin tinggi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa. B. dan 88 . Motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya secara bersama-sama dapat dijadikan prediktor terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. MAN di Jakarta Selatan. terdapat beberapa hal penting yang dapat diajukan sebagai rekomendasi kepada pihak Departemen Agama. dan 13 Jakarta secara berkesinambungan. c) Menyediakan berbagai fasilitas belajar yang dapat membantu siswa membedakan antara budaya berbahasa Indonesai dan budaya berbahasa Inggris. b) Melakukan pelatihan-pelatihan bagi guru-guru bahasa Inggris pada MAN 4.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3. dan guru-guru bahasa Inggris yang bertugas pada MAN di Jakarta Selatan. Direkomendasikan kepada pihak Departemen Agama untuk: a) Merekrut guru-guru bahasa Inggris yang memahami perbedaan individual siswa. Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. dalam hal ini motivasi berprestasinya. 11. khususnya berkenaan dengan peningkatan kemampuan akademik dan profesional guru. 7. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang dikuasai siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. dan perbedaan budaya berbahasa Indonessi dan bahasa Inggris. 1.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Memperketat seleksi penerimaan siswa baru. dan instansi-instansi lain. Diknas. 89 d) . c) memperhatikan potensi-potensi yang dimiliki siswa untuk dikem-bangkan sedemikian rupa. maupun instansiinstansi lain. d) Menyelenggarakan berbagai kegiatan kebahasaan yang dapat memotivasi siswa menjadi lebih giat dalam belajar bahasa Inggris. sehingga diperoleh calon-calon yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi dan potensi kognitif lebih baik. Direkomendasikan kepada pihak MAN di Jakarta Selatan untuk: a) Memberikan kesempatan kepada guru-guru bahasa Inggris untuk mengikuti berbagai kegiatan seminar dan pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuan akademik dan profesional mereka. b) selalu kreatif dan inovatif di dalam pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris komunikatif dan motivatif. b) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti berbagai kegiatan kebahasaan baik yang diselenggarakan oleh Departemen Agama. 3. 2. Direkomendasikan kepada guru-guru bahasa Inggris pada MAN di Jakarta Selatan untuk: a) selalu meningkatkan kemampuan akademik dan profesional mereka melalui berbagai kegiatan seminar dan pelatihan. baik yang diseleng-garakan oleh pihak Departemen Agama dan Diknas. c) Menyediakan fasilitas belajar yang dapat membantu siswa meningkatkan motivasi berprestasi dan memperoleh kemampuan komunikatif bahasa Inggris dengan mudah. sehingga siswa dapat mencapai tujuan yang diharapkan. dan d) Memberikan kepada siswa berbagai macam pengalaman belajar bahasa Inggris yang dapat memperjelas perbedaan budaya berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Kartono. H. 1978 Murdock. ed. Diknas. 1979. 1961.John Communicative Syllabus Design Cambridge: Cambridge University Press. CN: HRAF Press.” Politik Bahasa Nasional 2. Language Learning and Teaching. 1994. Ellis. D. New Haven. H. h. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA Jakarta: Puskur Balitbang Diknas. 1999. Douglas Principles of Language Learning and Teaching (Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. “On Communicative Competence. 1994 Hadleu..Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan DAFTAR RUJUKAN Brown.” The Communicative Approach to Language Teaching. C. 90 . Brumfit dan K. George Peter “The Cross-cultural Suvey” Readings in Cross-Culture. Jakarta: PN Balai Pustaka. 2002.1986). 3 Hymes. Moore. eds. Frank W. J. Oxford: Oxford University Press. 1993 Hasyim. Oxford: Oxford University Press. Boston: Heile and Heile Publisher. Rod The Study of Second Language Acquisition. Laela Hanoum Cross Cultural Understanding (Jakarta: Karunia UT. Nuril Huda. ed. Johnson. Alice Omaggio Teaching Language in Context. Malang: IKIP Malang Publisher. Amran Halim. Giri “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. 198 Munby .

3.Jenny “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 1983. Thomas. 91 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Suwito.

Kuesioner ini bukan sebuah tes yang mengukur kemampuan anda. dan tidak berhubungan sama sekali dengan prestasi anda dalam belajar. Jawablah kuesioner ini sejujurnya. 3. Anda tidak perlu menulis identitas diri pada buku kuesioner ini. Kuesioner ini merupakan instrument penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan antara motivasi berprestasi. 4. pemahaman silang budaya.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan LAMPIRAN 1 KUESIONER MOTIVASI BERPRESTASI Petunjuk 1. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. 2. dengan memberi tanda silang (X) pada kolom jawaban: A: Sering Sekali B: Sering C: Kadang-kadang D: Tidak Pernah 92 .

saya tetap optimistis dapat mengatasinya. laporan. saya tidak optimistis dapat menyelesaikannya. 8 Kurangnya koordinasi antara satu pihak dengan pihak lain menjadikan saya tidak antuasias dalam mengikuti seluruh kegiatan OSIS yang sudah direncanakan. 10 Ketika penyelesaian suatu pekerjaan tidak memuaskan. 9 Saya harus bertanggungjawab terhadap isi makalah. 3 Dalam kondisi yang sangat buruk. 5 Betapa pun berat tugas-tugas harian dan mingguan yang harus saya hadapi. 6 Saya tetap antusias dalam mengerjakan suatu pekerjaan meskipun banyak halangan dan rintangan yang harus saya hadapi. 7 Karena sulitnya mencari bahan-bahan. seperti kesulitan dalam memahami teks berbahasa asing. saya tidak merasa perlu untuk mempertanggungjawabkannya. 93 . saya tetap antusias dalam menjalaninya. atau tugas-tugas lain yang diberikan guru. 4 Jika menghadapi tugas atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan keinginan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan NO 1 BUTIR PERNYATAAN JAWAB A B C D Ketika sekolah melibatkan saya dalam tugas-tugas atau pekerjaan besar yang penuh tan-tangan saya tetap optimistis dapat mengerjakannya 2 Ketika mengahadapi masalah dalam belajar. saya tidak optimistis dapat menyele-saikan seluruh beban belajar yang harus saya pikul. saya menjadi tidak antusias dalam menjalankan kegiatan praktikum di laboratorium.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 11 Terhadap suatu tugas yang dikerjakan secara berkelompok. saya tidak harus beranggungjawab terhadap apa pun hasilnya. 18 Saya merasa puas dengan apa yang sudah saya ketahui. 20 Supaya dapat menyelesaikan suatu 94 . saya akan beru-saha untuk memperoleh jawabannya melalui berbagai sumber dan cara. saya tidak berupaya untuk memperoleh informasinya secara maksimal. sehingga tidak perlu lagi untuk mencari tahu hal-hal lain yang terkait dengan pengetahuan tersebut 19 Sangat penting bagi saya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sebaik mungkin sesuai dengan ketentuan yang telah dijelaskan guru/buku. seperti internet. 17 Terhadap hal-hal baru yang berhubungan dengan apa yang sedang saya pelajari. saya tidak mengerjakan tugas-tugas sekolah atau rumah tangga secara sungguh-sungguh 15 Untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan. 14 Jika tidak ada imbalan yang menguntungkan. saya senang mencari informasi dan pengetahuan lainnya melalui berbagai sarana. 12 Saya berusaha sekeras mungkin untuk menye-lesaikan suatu pekerjaan supaya hasilnya maksimal dan lebih baik daripada pekerjaan orang lain 13 Saya berusaha sekuat tenaga untuk menyele-saikan setiap tugas yang diberikan guru supaya memperoleh hasil yang terbaik. perpustakaan dan media cetak lainnya 16 Bila keterangan guru atau dari buku tidak begitu jelas.

saya lebih senang berjuang terus untuk menguasainya daripada beralih pada pekerjaan lain Terhadap hal-hal yang tidak menarik minat. saya tidak membuat laporan penelitian secara baik. Meskipun ada pembantu. Ketika mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru. Jika saya mengalami kesulitan dalam operasi komputer. tetapi asal dapat menggugurkan kewajiban saja. saya lebih senang melaksanakannya secara individual/mandiri. saya tidak perlu menyelesaikan tugas yang menjadi bagian saya sebaik mungkin. Dalam kegiatan kelompok. saya tidak berupaya untuk menggunakan bahasa asing yang saya pelajari dengan mereka yang telah menguasainya. Meskipun memiliki persyaratan yang dibutuh-kan. Saya senang memperoleh pekerjaan dan tugas yang menuntut keterampilan tingkat tinggi. saya berdiam diri saja tanpa berusaha untuk mengatasinya Karena takut salah.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 pekerjaan sebaik mungkin. Saya harus berani mencoba menggunakan cara-cara mutakhir untuk mengerjakan suatu peker-jaan bila cara-cara lama tidak membuahkan hasil yang baik. saya tidak berusaha untuk menguasainya sebaik mungkin. Jika tidak menguasai suatu pekerjaan. Jika kerja kelompok berjalan tidak efektif saya harus berani menyampaikan gagasan dan ide-ide perbaikan kinerja kelompok. karena anggota lain juga mengerjaknnya. saya berupaya untuk mengikuti petunjuk pelaksanaannya. saya tetap 95 .

saya berusaha menjadikan tujuan hidup sebagai pedoman bagi seluruh kegiatan yang saya lakukan. saya tidak tidak perlu menentukan apa tujuan yang ingin saya capai. dan ingin melakukan apa yang telah diperbuat unbtuk kepentingan umat.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 32 33 34 35 36 37 38 39 40 member-sihkan kamar dan ruang belajar secara mandiri. Untuk keperluan penulisan laporan pengamatan. saya akan membaca bukubuku pelajaran sama seriusnya dengan teman-teman. 96 . Jika saya memperoleh kesempatan untuk memimpin suatu acara. Dengan kemampuan yang saya miliki. Untuk meningkatkan pemahaman terhadap suatu pelajaran. saya ber-usaha membuat laporan pengamatan lebih baik daripada apa yang dibuat temanteman di kls. Sebagai seorang muslim. Saya senang membaca biografi tokoh-tokoh dunia. saya akan melakukannya seperti apa yang telah dilakukan teman-teman. saya meminta tolong seorang teman untuk mencarikan buku yang saya butuhkan. Untuk membaca buku-buku atau karyakarya ilmiah. saya senang mengikuti dan menyontoh pola pikir shabatshabat nabi. Supaya bermanfaat di kemudian hari. saya akan bekerja lebih keras daripada anggota-anggota lainnya. Sebagai anggota panitia peringatan hari-hari besar agama.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan LAMPIRAN 2 PEMAHAMAN SILANG BUDAYA Petunjuk 1. 4. 3. Tes ini pemahaman silang budaya. Instrument penelitian ini bertujuan untuk melihat pemahaman silang budaya antara bahasa Indonesia dan Inggris. tetapi tidak berhubungan sama sekali dengan prestasi anda dalam belajar. Jawablah pertanyaan berikut memberi tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang paling tepat: pilih: A. 2. C. B. atau D. Anda tidak perlu menulis identitas diri pada buku kuesioner ini. 97 .

Keadaan cuaca 4 98 Acungan Senyum digunakan untuk hal-hal berikut kecuali: A. Keadaan cuaca Budaya Indonesia Ungkapan yang lazim digunakan. good morning D. Dari mana? C. Tempat tinggal B. Selamat pagi D. Mengungkapkan ra-sa senang/bahagia B. Who are going with? Topik yang biasa digunakan: A. Where are you going? B. Hello. Berdiam diri Topik yang tidak biasa digunakan: A. Keluarga C. Where are you from? C. Perkawinan D. Menyembunyikan perasaan yang sebenarnya C. Menyembunyikan perasaan yang sebenarnya C.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan No Situasi 1 Ungkapan sebagai bentuk ucapan salam (basabasi) 2 3 Topiktopik pembicara an yang digunakan setelah perkenala n Pengguna an senyum dalam komunika si Budaya Barat Ungkapan yang lazim digunakan: A. Memalukan orang lain Bermakna hal-hal . kecuali: A. Mengungkapkan rasa senang/bahagia B. Perkawinan D. Memalukan orang lain Bermakna hal-hal Senyum digunakan untuk hal-hal berikut kecuali: A. Menupi hal yang memalukan D. Tempat tinggal B. Keluarga C. Mau pergi ke mana? B. Menupi hal yang memalukan D.

Menumpang mobil orang atau umum Hal-hal yang biasa dila-kukan. Menyela pembicaraan orang lain secara sopan Hal yang biasa dilakukan: A. Tidak mendominasi pembicaraan D. Tidak memperhatikan 99 . Menunjukkan angka lima B. Tidak mendominasi pembicaraan D. Mendengarkan secara seksama ucapan lawan bicara C. Memuji orang yang berhasil melakukan suatu pekerjaan dengan baik C.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan jempol jari tangan 5 Komunika si lisan secara langsung (berhadap an muka) 6 Mengakhir i percakapa n secara nonverbal berikut kecuali: A. Mendengarkan secara seksama ucapan lawan bicara C. Melihat jam tangan masingmasing B. Menunjukkan angka lima B. menatap mata lawan bicara B. Menumpang mobil orang atau umum Hal-hal yang biasa dila-kukan. Tidak memperhatikan berikut kecuali: A. kecuali: A. Melihat jam tangan masingmasing B. Menunjukan bahwa makanan yang kita coba sangat lezat D. Menunjukan bahwa makanan yang kita coba sangat lezat D. kecuali: A. Menyela pembicaraan orang lain secara sopan Hal yang biasa dilakukan: A. Tidak menatap mata lawan bicara B. Sebagai tanda setuju atau semua berjalan lancar C.

Membunyikan jari tangan “tak” B. Memanggil pelayan sambil melambaikan tangan Hal yang biasa dilakukan: A. Bersiual dengan keras C. Memanggil nama guru Hal yang biasa dilakukan: 8 Meminta perhatian guru 9 Pada saat atau lawan bicara C. Mengangkat tangan sampai guru memanggil C. Saling mengakhiri secara perlahanlahan D. Membunyikan jari tangan “tak” B. Saling mengakhiri secara perlahanlahan D. Mengakhiri pembicaraan dengan tiba-tiba 7 Memanggi l pelyan restauran Hal yang biasa dilakukan: A. Bersiual dengan keras C. Memanggil pelayan sambil melambaikan tangan Hal yang biasa dilakukan: A. Mengangkat tangan sampai guru memanggil C. Mengangkat tangan dan menurunkannya ketika guru tahu kita ingin bertanya D. Mengacungkan jari B. Memanggil nama guru Hal yang biasa dilakukan: 100 . Mengacungkan jari B. Mengakhiri pembicaraan dengan tiba-tiba Hal yang biasa dilakukan: A. Mengacungkan tangan dengan ramah D. Mengacungkan tangan dengan ramah D.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan lawan bicara C. Mengangkat tangan dan menurunkannya ketika guru tahu kita ingin bertanya D.

Berjabat tangan dengan santai/lemah B. Menghindari kontak /tatapan mata C. Berjabat tangan dengan kuat beberapa saat C. Menatap mata lawan bicara B. Menatap lawan bicara dan langsung menunduk ke bawah/lantai Hal lain yang biasa dilakukan: A. Menatap lawan bicara dan langsung menunduk ke bawah/lantai Hal lain yang biasa dilakukan: A. Merespon dengan penjelasan yang agak lengkap B. Menatap mata lawan bicara dan langsung menghindar D. Menghindari kontak /tatapan mata C. Berjabat tangan sampai perkenalan benarbenar selesai D. Berjabat tangan dengan kuat beberapa saat C. Merespon dengan jawaban-jawaban singkat C. Berjabat tangan sampai perkenalan benarbenar selesai D. Berjabat tangan dengan santai/lemah B. Menatap mata lawan bicara dan langsung menghindar D.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan setelah perkenala n (diuperken alkan) 10 Pada saat melakuka n percakapa n 11 Pada saat melakuka n percakapa n A. Berjabat tangan dan membungkuk Hal yang biasa dilakukan: A. Merespon dengan penjelasan yang agak lengkap B. Merespons A. Merespons 101 . Berjabat tangan dan membungkuk Hal yang biasa dilakukan: A. Menatap mata lawan bicara B. Merespon dengan jawaban-jawaban singkat C.

Memperlihatkan kebingunan C. Diam dan tidak meminta penjelasan 102 . Memperlihatkan kebingunan C. Tidak memberi respons Hal yang biasa dilakukan: A. Berdiri di dekat pintu dan menunggu sampai sekretaris memanggil kita B. Menepuk pundak sekretaris Hal yang biasa dilakukan: A.g. Meninggal kelas dengan bahasa tubuh D. Tidak memberi respons Hal yang biasa dilakukan: A. bertemu sekretaris) 13 Di dalam kelas dan tidak memaham i keteranga n guru dengan bahasa tubuh D. Berdiri di dekat sekretaris sampai ia mememanggil kita C. Duduk di dekat sekretaris dan diam samapi sekretaris mememanggil kita D. Mengangkat tangan dan meminta klarifikasi/penjelasan B. Berdiri di dekat sekretaris sampai ia mememanggil kita C.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 12 Meminta perhatian orang yang sibuk (e. Mengangkat tangan dan meminta klarifikasi/penjelasan B. Menepuk pundak sekretaris Hal yang biasa dilakukan: A. Diam dan bertanya kepada guru setelah kelas usai D. Diam dan bertanya kepada guru setelah kelas usai D. Duduk di dekat sekretaris dan diam samapi sekretaris mememanggil kita D. Berdiri di dekat pintu dan menunggu sampai sekretaris memanggil kita B.

Datang pada saat jamuan dimulai Hal lain yang biasa dilakukan: Hal yang biasa dilakukan: A. Menanyakan pekerjaan dan tempat kerja D. Menyombongkan diri Hal yang biasa dilakukan: A. Menanyakan kesenangan Hal yang biasa dilakukan: A. Berkomentar/berta -nya mengenai cuaca B. Datang setelah acara dimulai B. Datang beberapa menit sebelum acara dimulai C. Tersenyum dan menolak pujian C. Datang ketika pesta akan berakhir D. Berkomentar/bert a-nya mengenai cuaca B. Menyatakan terima kasih B. Menanyakan kesenangan Hal yang biasa dilakukan: A. Datang pada saat jamuan dimulai Hal lain yang biasa dilakukan: 103 . Menyombongkan diri Hal yang biasa dilakukan: A. Menanyakan nama dan alamat C. Datang ketika pesta akan berakhir D. Menyatakan terima kasih B. Menanyakan nama dan alamat C. Tersenyum dan menolak pujian C. Datang beberapa menit sebelum acara dimulai C.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 14 Ketika mendapat kan pujian 15 Memulai percakapa n dengan orang yang belum dikenal 16 Menghadir i undangan makan malam/pe sta 17 Menghadir i Hal yang biasa dilakukan: A. Berdiam diri tidak merespons D. Datang setelah acara dimulai B. Menanyakan pekerjaan dan tempat kerja D. Berdiam diri tidak merespons D.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

undangan makan malam/pe sta 18 Menghadir i pesta yang tidak resmi

A. Memimun air putih B. Memimun kopi C. Meminum anggur D. Tidak meminum apa-apa Hal yang biasa dilakukan: A. Memperkenalkan diri dengan yang lain tanpa menunggu B. Menunggu diperkenalkan oleh orang lain C. Tidak memperkenalkan diri D. Langsung membangun percakapan dengan orang lain tanpa perkenalan Hal yang biasa dilakukan: A. Berjabatan tangan dengan santai B. Berjabatan tangan dengan erat C. Berpelukan dengan kuat D. Berciuman pipih kiri-kanan Hal yang biasa dilakukan: A. Menyapa lawan bicara dengan

19 Pertemua n dengan teman berlainan jenis kelamain

20 Pengguna an nama depan setelah

A. Memimun air putih B. Memimun kopi C. Meminum anggur D. Meminum sesuka hati, selain anggur Hal yang biasa dilakukan: A. Memperkenalkan diri dengan yang lain tanpa menunggu B. Menunggu diperkenalkan oleh orang lain C. Tidak memperkenalkan diri D. Langsung membangun percakapan dengan orang lain tanpa perkenalan Hal yang biasa dilakukan: A. Berjabatan tangan dengan santai B. Berjabatan tangan dengan erat C. Berpelukan dengan kuat D. Berciuman pipih kiri-kanan Hal yang biasa dilakukan: A. Menyapa lawan bicara dengan

104

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

perkenala n

nama depan setelah diizinkan B. Menyapa lawan bicara dengan nama depan sebelum diizinkan C. Tidak menggunakan sapaan apa pun D. Menyapa lawan bicara dengan gelar dan nama depan

nama depan setelah diizinkan B. Menyapa lawan bicara dengan nama depan sebelum diizinkan C. Tidak menggunakan sapaan apa pun D. Menyapa lawan bicara dengan gelar dan nama depan

105

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

LAMPIRAN 3

KEMAMPUAN KOMUNIKATIF BAHASA INGGRIS
Petunjuk 1. Instrument penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. 2. Tes ini merupakan tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris, tetapi tidak berhubungan sama sekali dengan prestasi anda dalam belajar. 3. Anda tidak perlu menulis identitas diri pada buku kuesioner ini. 4. Jawablah pertanyaan berikut memberi tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang paling tepat: pilih: A, B, C, atau D. 1. X: My car has broken down. It won’t start. Y: _________ A. You can have a lift in my car. B. You could leave it here. C. The nearest garage is a long distance D. Can I help you? 2. X: That’s the lot! No more! Come on you! Off! Y: __________ A. If I were you. I’d be a little more polite. B. you are very impolite. C. How rude you are. D. Be a little more polite.

106

X: It is really a very good film. Shall mi open the door? B. I must study my exam 6. ________ Y: Yes. I’m sorry I don’t think I can go with you C. A. X: ___________. It’s broken C. I want to buy this one. I don’t want to travel by bus C. 7. 4. C. Do you mid if I open the door? C. I’m very pleased with it. The room is comfortable. A. A. why don’t you ask somebody else? B. I’d like it very mush. Y: No. I can’t travel second class. it is not possible B. Do you think I could try this one? C. please? D. I have asked you to book for me D. of course not. Where’s the fitting room? D. Oh yes. D. It belongs to another person. Could I ask you to open the door? 107 . I’m sorry. I have no time to go out D. It’s mine B. the windows are too small. X: Is this seat free? Y: ________ A. 8. D. Well. A. X: Would you mind traveling second class? Y: _____________.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3. there is fitting room over there. I want to try this one B. B. X: Excuse me. Y: ________. Sorry I’m afraid it is taken. X: Do you like your house? Y: __________ A. 5. Open the door.

Black’s office is. 12. B. Y: Yes. Black’s office is? 108 . I’m delighted to hear that. Y: _________. do you mind if I sit here? C. D. Y: __________. of course not. We don’t have rooms with shower. C. Are you happy with this news? C. A. I want a room with a shower. Oh. 11. X: I know you booked. Y: I’m very sorry. C. Is this seat empty? 14. A. Excuse me. C. It really makes me angry. I wonder if you could tell me where Mr. How is the baby? B. Will they be going to Bali? B. I wish them good luck. sir. I’ll just move my jacket. X: ________. 13. Y: No. Y: _______ A. I’m so glad for her.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 9. How many nephews have you? 10. A. Who is sitting there? B. B. if you come with me. but I’m afraid there aren’t any seats left on this train. I’m very annoyed. I have booked seats on this bus. Happen to know where Mr. X: My sister has just got a son and they are both doing well. X: ________ I especially asked for a room with a shower. B. Why can’t I have a room with a shower? D. D. it really makes me afraid. Is somebody sitting here? D. A. D. X: They plan an October wedding and honeymoon in Bali. I’ll tell you. X: _________. sir. A. that is marvelous. I’m afraid.

B. Oh. it was super. Eddy: ________. Mr. 17. Do you know Tommy? Y: __________. C. you had a nice time in Puncak. B. I must say good bye. Where is Mr. 16. Brown: How do you do? 109 . sorry. D. thank you. Are you really all right? 20. Don’t’ you lose it. Thanks again. Y: _________. No. Jack. X: Morning. Y: ___________. I want to know Mr. X: You know. A. indeed. It is not perfect yet. Y: _____________. Thank you. Very well. I have to study harder. 19. Thank you C. B. D. D. Black’s office? 15. That’s all right. Black’s office.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan C. Y: We’d love to A. I’m still learning B. I must leave you B. A. Thank you very much. We’d love to. Don’t forget to return it. X: It was really very kind of you to invite us. your spoken English is very good. I’ve got to go now. He is my English teacher Mr. I’m in a hurry. no it’s five to ten. Do you think so? 21. 18. I’m a lucky person C. X: So. Not at all D. C. How are you? B. It’s very nice of you to say so C. D. A. I haven’t seen you before. A. A. X: Congratulations on passing your final test. X: Thank you for lending me your novel. I’m still learning D. How do you do? D. Y: Yes. I don’t think so. John: How do you do? Mr. C. ________.

I don’t like seaside D. I won’t say now. B. A. B. 27. Y: ____________. John. 26. D. 25. 23. X: Would you care to join me for lunch in my favorite restaurant? Y: ___________. Y: ________ 110 . The pubs are not good. There are no good pubs in this small town. John C. D. I’d be delighted to. C. I don’t think I like movies. look here is Mr. I’m busy at that moment. Great C. Oh. John. I want you to know Mr. but it’s only a small place. Sure. 22. B. it is very old actually. That’s quite right. Don’t flatter me. B. A. B. tonight? Y: ___________. I went there last week with some friends. Do you really like it? C. I’d love to but I’ve got a test on Monday C. What you expect to find in a town like this? D. A. don’t you have any other things to do? 24. X: The seaside is on Sunday.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan A. I want you to meet Mr. isn’t it? C. A. I like it too. Tim? Y: ______________ A. D. Oh. Y: ________. X: I like your car. X: The management says that employees are going to get a bigger salary soon. but I’m busy. B. Thank you very much. May I introduce Mr. X: I suppose it’s too much to find a good pub in a town like this. John? D. X: Would you like to go to movie with me. I’m going somewhere else.

D. A. A. I’m very happy about that. Y: __________. you are not a good reader. How soon? 28. B. C. The minor roads are all right. whoever wins is not my business. I don’t know D. Make a guess. 29. It is boring. I couldn’t care less. X: I think Medan is boring place? Y: ____________ A. Is Medan a boring place? B. But don’t you think its beach is beautiful D. I don’t see why. C. 30. 111 . Don’t hope too much B. X: I think the motorways are the only way to travel a long distance. Y: ______________. B. X: We’ve been waiting nearly an hour for the train. it is not boring. I like to take it slowly a long the minor roads. A. 32. Just wait and see D. X: I have just seen some children throwing stones a dog. I like Medan very much C. The minor roads are saver. Y: ___________. X: Who do you think will win the presidential election? Y: ______________ A. 31. C. They don’t know what they are doing B. D. They are naughty children. Y: ______________. It’s wrong to throw stones at a dog. Why don’t you punish them? D. C. X: I don’t like this novel. I like that novel B. You can’t enjoy the countryside when you take the motorways. I don’t entirely agree with you. Everybody likes to go to Medan. C. 33.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan A.

112 . would you care to come for a ride in the country? Y: Thank. What’s wrong with the train D. Y: 38) ________. The train is late again 34. X: Well. 37) _____________. That’s too bad B. 35. C. Miss Calvo. About two o’clock then. see you tomorrow. No chance of picnic. Y: _______________. Next time better B. The train is very late today. 36) __________ tomorrow after noon? Y: Nothing special as far as I know. How are you enjoying your stay in England? Y: I’m enjoying it very much. X: By the way. thank you. We might as well take a taxi B. Don’t be angry D. X: Look at the weather.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan A. Don’t you worry too much. The rain will soon stop. The sun will be shining soon C. Conversation A X: Hallo. X: They didn’t give me that job. We can have our picnic someday D. X: Fine let’s meet here about two o’clock. X: Well. Y: _______________ A. A. They gave it to John. C. I will come around and pick you up at your hotel. Really? Bagian Kedua Lengkapilah dialog berikut dengan frase/kalimat yang tepat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful