Isi lengkap

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Tidak dapat dipungkiri pada era global ini, peranan bahasa Inggris dalam berbagai aspek kehidupan menjadi sangat dominan dan penting. Penggunaan bahasa asing itu menyentuh dalam dunia ilmu, teknologi, perdagangan, politik, kebudayaan, dan hubungan antarnegara, baik secara bilateral maupun multilateral. Dalam kehidupan sehari-hari, umpamanya, seseorang selalu bersentuhan dengan bahasa tersebut melalui media cetak, seperti koran, majalah, jurnal dan buku-buku ilmiah lainnya; media elektronik seperti televisi, radio, internet; maupun melalui interaksi komunikatif langsung dengan orang asing yang menggunakan bahasa tersebut. Mereka dapat ditemukan di berbagai sudut kota Jakarta, sehingga sangat memungkin bagi masyarakat untuk berkomunikasi langsung dengan menggunakan bahasa Inggris. Memperhatikan peranan tersebut, pemerintah Indonesia memberikan prioritas utama terhadap bahasa Inggris untuk dipelajari di sekolah-sekolah, perguruan tinggi, atau bahkan lembaga-lembaga kursus sebagai bahasa asing. Sebagai bahasa asing, bahasa Inggris tidak dapat digunakan sebagai

1

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

alat komunikasi dalam kegiatan pemerintahan, pendidikan, politik, dan bidang-bidang lain yang melibatkan masyarakat secara luas. Meskipun demikian, pengajaran bahasa tersebut tetap dilaksanakan secara optimal agar tujuan matapelajaran tersebut tercapai. Adapun tujuan utama pengajaran bahasa Inggris di Madrasah Aliyah diarahkan pada pengembangan kemampuan komunikatif berbahasa Inggris lisan dan tulis1 Kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang harus dikuasai siswa terbentuk oleh empat sub-kemampuan, yaitu kompetensi wacana, linguistik, sosiolinguistik, dan strategis.2 Kompetensi wacana berhubungan dengan pemahaman siswa terhadap konteks situasi yang melatar-belakangi suatu peristiwa komunikasi. Menurut Celce-Murcia et al. Kompetensi wacana adalah pemahaman siswa terhadap peristiwa komunikasi yang dipengaruhi oleh topik yang dikomunikasikan, hubungan interpersonal pihak yang terlibat dalam komunikasi dan jalur komunikasi yang digunakan dalam satu konteks budaya.3 Kemampuan linguistik berkenaan dengan penguasaan siswa terhadap kaedah-kaedah bahasa yang memungkinkannya memahami dan menghasilkan kalimatkalimat berbahasa Inggris yang gramatikal. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk melihat dan mengantisipasi dengan siapa mereka berkomunikasi, sedangkan kemampuan strategis bersentuhan dengan kemampuan siswa untuk memilih dan menggunakan strategi komunikasi untuk menyampaikan pesan yang dimaksudkan secara efektif. Selain itu, untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris, seorang siswa dituntut untuk memiliki motivasi berprestasi sebagai bagian dari aspek psikologis yang banyak
Diknas, Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA (Jakarta: Puskur Balitbang Diknas, 2002), h. 6. 2 D. H. Hymes, “On Communicative Competence,” The Communicative Approach to Language Teaching, eds. C. J. Brumfit dan K. Johnson. (Oxford: OUP, 1979), h. 14. 3 Celce-Murcia, M., Z. Dornyei, S. Thurrell, “Communicative Competence: A Pedagogically Motivated Model with Content Specifications” Issues in Applied Linguistics, 6/2, 1995. p. 10. 2
1

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

menyemangati siswa untuk meraih kesuksesan melalui kemampuannya untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar,4 dan dituntut pula untuk mengusai perbedaan budaya berbahasa Inggris dengan budaya berbahasa Indonesia. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin untuk menguasai bahasa Inggris melalui berbagai cara belajar efektif. Sedangkan penguasaan silang budaya akan banyak membantu siswa bagaimana menghasilkan bentuk-bentuk bahasa Inggris yang benar-benar komunikatif. Siswa tidak akan terjebak dalam bahasa Inggris berstruktur dan berbudaya bahasa Indonesia yang seringkali menimbulkan kesalahpahaman, dan bahkan gagalnya komunikasi. Sejauh ini, sebagian besar siswa MAN di Jakarta Sealatan belum menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebagaimana yang diharapkan. Masih banyak terdengar ungkapan bahasa Inggris “thank you” yang dijawab dengan “thank you back”; dan “you look very beautiful” yang dijawab dengan “oh no, I am not” dan sebagainya. Jawaban yang diberikan siswa menunjukkan bahwa mereka tidak memahami budaya berbahasa penutur asli bahasa Inggris, sehingga menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan kegagalan komunikasi. Selain itu, contoh ungkapan-ungkapan berbahasa Inggris tersebut diduga dihasilkan oleh siswa-siswa yang tidak memiliki motivasi berprestasi. Mereka cenderung tidak ingin mendalami bahasa Inggris dengan tekun, karena mereka berfikir bahwa bahasa Inggris tidak bersentuhan dengan bidang kajian dan pekerjaan yang akan mereka tekuni. Berdasarkan penjelasan tersebut terlihat bahwa kemampuan komunikatif bahasa Inggris banyak dipengaruhi oleh motivasi berprestasi siswa dalam belajar dan pemahaman siswa terhadap budaya berbahasa Inggris atau pemahaman silang budaya. Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi, pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif
R. C. Back, Motivasion: Theories and Principles (New Jersy: Prentice Hall, 1990), p. 291. 3
4

bentuk hubungan antara motivasi berprestasi. B. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif siswa masih tetap menjadi pertanyaan besar yang perlu dijawab dan dibuktikan. permasalahan dalam penelitian ini lebih banyak berkaitan dengan upaya pembuktian terhadap hubungan antara ketiga variabel tersebut. dan secara lebih spesifik permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. penelitian korelasional perlu segera dilakukan agar dapat diputuskan suatu kebijakan terhadap pengembangan matapelajaran bahasa Inggris secara komunikatif. Tanpa mengesampingkan beberapa faktor lain yang juga berpengaruh. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian di atas dapat diduga adanya hubungan antara motivasi berprestasi. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan? 4) Berapa besarkah kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan 4 . pemahaman silang budaya. Oleh karena itu. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif siswa MAN di Jakarta Selatan. 1) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan? 2) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Sealatan? 3) Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan Untuk membuktikan kebenaran asumsi tersebut dan melihat berapa besar kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.

Tujuan dan Manfaat Penelitian Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris tentang hubungan antara motivasi berprestasi. Ditinjau dari segi sosial. dan mempertegas keterkaitan ketiganya di dalam pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk siswa menegah atas. dalam hal ini Departemen Agama. pemahaman silang budaya. Sacara khusus. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah. dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi para guru bahasa Inggris di Madrasah Aliyah dalam pengembangan 5 . di dalam pengembangan kurikulum dan bahan pelajaran bahasa Inggris untuk Madrasah Aliyah. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan 4) besarnya kontribusi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. 2) hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Secara teoretis. pemahaman silang budaya. hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan motivasi berprestasi.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan? C. 3) hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. pemahaman silang budaya. penelitian ini bertujuan untuk mencari buktibukti empiris tentang: 1) hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Sealatan.

pemahaman silang budaya. Teknik Analisis Data Untuk melihat hubungan dan kontribusi motivasi berprestasi. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN khususnya. motivasi berprestasi. tes pemahaman silang budaya digunakan untuk menggali data tentang pemahaman terhadap perbedaan budaya berbahasa Inggris dan Indonesia. 2. Hipotesis Penelitian 6 . Alat Pengumpul Data Data dalam penelitian ini diperoleh melalui dua instrumen. penelitian ini diharapkan dapar dijadikan sebagai pijakan dalam penyelenggaraan penelitian lanjutan tentang hubungan antara pemahaman silang budaya.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan kegiatan belajar dan bahan pelajaran bahasa Inggris berbasis pada pemahaman silang budaya dan perhatian terhadap motivasi berprestasi yang dapat meningkatkan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. D. 3. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan seluruh siswa Madrasah Aliyah pada umumnya. dan tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris digunakan untuk mengukur kemampuan menggunakan bahasa Inggris secara komunikatif. Angket digunakan untuk mencari data tentang motivasi berprestasi. data terkumpul akan dianalisis dengan statistik korelasi dan regresi ganda. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang berusaha untuk membuktikan secara empiris hubungan antara motivasi berprestasi. 1. yaitu angket dan tes. Selain itu.

dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. pemahaman silang budaya. b) Hipotesis alternatif: 1) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan 2) pemahaman silang budaya siswa MAN di Jakarta Selatan (X2) b) Variabel terikat adalah kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan 7 . 4.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 2) Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya. Variabel Penelitian Sesuai dengan hipotesis yang diajukan. 2) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. variabel dalam penelitian ini adalah: a) Variabel bebas: 1) motivasi berprestasi siswa MAN di Jakarta Selatan (X1). dan 3) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. dan 3) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. a) Hipotesis nol: 1) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. pemahaman silang budaya.

6. dan c) analisis data dan pelaporan. Motivasi Berprestasi (X1) Kemampuan Komunikatif (Y) Pemahaman Silamg budaya (X2) 5. 8 . dan yang menjadi sampelnya adalah 80 orang siswa kelas III yang diambil secara acak. Populasi dan Sample Penelitian Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MAN di Jakarta Selatan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Hubungan ketiga variabel tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. b) pencarian data. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan berlangsung selama empat bulan di empat MAN Jakarta Selatan yang dibagi dalam tiga tahap: a) penyusunan rancangan dan instrumen penelitian.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 2 ANALISIS TEORETIS DAN KERANGKA KONSEPTUAL A. Dalam hal ini. Berikut penjelasan keduanya. Analisis Teoretis Berdasarkan paparan tujuan penelitian yang diharapkan. keterampilan. kurikulum berbasis kompetensi berorientasi pada hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna dan beragaman yang dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. yakni kemampuan komunikatif dan pemahaman silang budaya. terdapat dua hal yang perlu dikaji secara teoretis. dalam arti memiliki 9 . Kemampuan Komunikatif Secara umum. 1. Ini berarti bahwa kurikulum tersebut menekankan hasil atau kompetensi apa yang harus dikuasai siswa bila telah menyelesaikan studinya pada suatu program pendidikan formal. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. kompetensi dapat diartikan sebagai pengetahuan.

Language Learning and Teaching (Malang: IKIP M Publisher. h.5 Berkaitan dengan mata pelajaran Bahasa Inggris di Madrasah Aliyah. dalam hal ini. 93. keterampilan. 10 5 . tetapi justru diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk menggunakan bentuk-bentuk bahasa tersebut sesuai dengan tujuan komunikasi atau untuk mengungkapkan fungsi-fungsi komunikatif bahasa yang ingin disampaikan kepada pihak lain. 1999). dan perasaannya. komptensi yang harus dikuasai siswa adalah bagaimana menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan konteks komunikasinya. Siswa. tidak dituntut untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang benar secara gramatikal saja. dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu. Huda mengatakan bahwa kemampuan komunikatif merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa Inggris untuk komunikasi dalam situasi yang sebenarnya.6 Penguasaan kemampuan komunikatif secara benar tidak hanya tertumpu pada kemampuan linguistik saja. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. Kemampuan tersebut biasanya disebut dengan kemampuan komunikatif. tetapi juga mencakup kemampuan lain yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. gagasan. Ellis mengatakan: Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular Suwito. Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Kemampuan ini biasanya disebut dengan kemampuan pragmatik yang memungkinkan seseorang untuk melakukan interaksi komunikatif secara lebih efektif. baik dalam bentuk komunikasi lisan maupun komunikasi tulis.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan pengetahuan. 6 Nuril Huda. Siswa diharapkan dapat menggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan ide.

8 A.8 Posisi kemampuan linguistik sebagai salah satu unsur kemampuan komunikatif juga diutarakan oleh Munby. Communicative Syllabus Design (Cambridge: C U P. kemampuan komunikatif mencakup kemampuankemampuan lain. the interpretative strategies of the language users and also contextual meaning of utterances.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan communicative goals. 1993). dan pemahaman makna ujaran berdasarkan konteks yang melatarbelakanginya.7 Meskipun tidak dinyatakan secara explisit sebagai kemampuan pragmatik. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors. seperti kemampuan retorik. h. It seems clear that communicative competence includes the ability to use linguistic forms to perform communicative acts and to understand the communicative functions of sentences and their relationship to other sentences. 26. Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting. pandangan lain juga mengisyaratkan ketidakberartian kemampuan linguistik bila tidak ditunjang oleh kemampuan untuk menyesuaikan bentuk-bentuk bahasa dengan seluruh masukan informasi baik yang bersifat linguistik maupun paralinguistik. Hadley.9 Secara jelas beberapa pandangan tersebut menunjukkan bahwa selain kemampuan linguistik terdapat beberapa kemampuan atau faktor lain yang membangun Rod Ellis. Teaching Language in Context (Boston: Heile & Heile Publisher. The Study of Second Language Acquisition (Oxford: O U P. 13. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. Dalam pandangannya. h. 1978). kemampuan interpretatif. 11 7 . selain kemampuan linguistik. h 4 9 John Munby. knowledge of rhetorical rules of use that governs the patterning of such acts. it includes both linguistic and pragmatic knowledge.O. This happens at the level of discourse and involves interalia. That is. 1994).

tetapi bila dikaji dari sisi proses bagaimana kalimat itu dibuat atau dihasilkan. C. tetapi tidak terjadi. Hymes. misalnya *The king of America visited Indonesia last year. eds.11 Suatu kalimat dapat saja layak. maka kalimat tersebut bisa saja dianggap tidak layak. 1979).10 Aspek yang kedua berhubungan dengan kemampuan untuk mengahasilkan bentuk-bentuk bahasa yang layak (feasibility). h.” The Communicative Approach to Language Teaching. Menyempurnakan gagasannya tentang kemampuan komunikatif. Hymes memperjelas pandangannya dengan Tanda * (asterik) digunakan untuk menunjukkan contohcontoh kalimat yang salah. “On Communicative Competence. 12 10 . 11 D. Aspek yang ketiga berkaitan dengan kemampuan untuk menghasilkan bentuk-bentuk bahasa yang tepat dan sesuai dengan konteksnya (appropriateness). misalnya *my baby is funny. Johnson (Oxford: O U P. Brumfit dan K.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris seseorang. Mengenai hal ini. Hymes berpandangan bahwa kemampuan komunikatif itu terbentuk oleh empat aspek atau kemampuan yang terpadu. tepat. Aspek yang pertama berkenaan dengan kemampuan untuk menghasilkan dan membedakan bentuk-bentuk bahasa yang gramatikal atau tidak gramatikal (whether or not something is possible). Jadi kelayakan di sini lebih erat kaitannnya dengan proses bagaimana kalimat itu dihasilkan oleh akal pikiran seseorang. tetapi kalimat tersebut kurang atau bahkan tidak tepat. dan benar secara gramatikal. misalnya *The mouse the cat the dog the man the woman married beat chased ate had a white tail. J. Suatu kalimat yang terdiri dari beberapa kata dapat saja dianggap benar secara gramatikal. H. Aspek yang terakhir berhubungan dengan apakah makna yang terkandung dalam suatu kalimat itu benarbenar terjadi atau tidak (whether or not something is in fact done). Suatu kalimat bisa saja dianggap layak dan benar secara gramatikal. 14. misalnya: I teach English everyday dan *She is having a big car.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan merinci secara spesifik empat kemampuan yang membangun kemampuan komunikatif. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk melihat dengan siapa mereka membangun komunikasi. Siswa dituntut untuk mengenali situasi komunikasi yang sedang terjadi. Pengenalan terhadap lawan bicara atau pembaca akan memudahkan seseorang untuk menentukan bentuk-bentuk bahasa mana yang harus digunakan. dengan kawan dekat. sehingga apa yang akan diutarakan atau disampaikan kepada orang lain dapat dipahami secara tepat. baik dalam abentuk komunikasi lisan maupun tulis. dengan orang yang lebih tua. dan mengidentifikasi kalimat-kalimat gramatikal untuk menangkap pesan dan maksud. apakah dengan teman sebaya. Adapun kemampuan strategis merupakan kemampuan seseorang untuk memilih dan menggunakan strategi komunikasi tepat untuk menyampaikan pesan yang dimaksudkan secara efektif. 2. dan strategis. atau gambar-gambar untuk memperjelas bahasa tulis yang digunakan. sosiolinguistik. wacana. Kemampuan linguistik berkenaan dengan penguasaan siswa terhadap kaedah-kaedah bahasa Inggris yang memungkinkannya menghasilkan kalimat-kalimat gramatikal untuk menyam-paikan maksud. apakah dalam kegiatan formal atau informal. atau dengan tokoh masyarakat. Kemampuan wacana berhubungan dengan penguasaan siswa terhadap konteks situasi yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa komunikasi lisan dan tulis. Pemahaman Silang Budaya Sesuai dengan amanat yang terdapat dalam Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris untuk menengah atas 13 . yaitu kemampuan linguistik. Kemampuan ini mencakup bagaimana seseorang menggunakan anggota tubuhnya untuk menyertai bahasa lisan yang digunakan.

Budaya dapat dianggap sebagai perekat antara seseorang dengan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. d) Aspek sastra yang berupa penghayatan dan apresiasi sastra. and helps us know what our responsibility is to the group. lafal dan ejaan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dan Madrasah Aliyah. yaitu menyimak. feel. mata pelajaran bahasa Inggris meliputi beberapa aspek. 2003). menggambarkan budaya itu sebagai suatu “blue print’ which guides the behaviour of people in a community and is incubated in family life. 164. It governs our behaviour in groups. merasakan. Principles of Language Learning and Teaching (Englewood Clifts: Prentice Hall Regents. b) Unsur-unsur kebahasaan mencakup: tata bahasa. “Culture is a way of life. Culture is the context within which we exist. diartikan sebagai pola pikir dan pola tindak yang mengatur seseorang bagaimana berbahasa dan bertindak di dalam lingkungan masyarakat tertentu. h. makes us sensitive to matters of status. dan menulis. h. Douglas Brown. think. 13 H. 14. sehingga siswa dapat menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris secara benar. Brown menjelaskan bahwa budaya merupakan cara hidup bagaimana seseorang berada. a) Keterampilan berbahasa. Larson dan Smally sebagaimana dikutip oleh Hasyim. membaca. Diknas Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA/MA (Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Diknas. dan berhubungan dengan orang lain dalam suatu kelompok masyarakat.”13 Melengkapi pengertian budaya tersebut. It is the glue that binds a group of people together. 1994). c) Aspek budaya yang terkandung dalam teks lisan dan tulis. berfikir. dalam hal ini. yakni. berbicara. 14 12 .12 Secara jelas. kosakata. and relate to others. pernyataan di atas menuntut Madrasah Aliyah dan guru bahasa Inggris untuk memberikan bahan pelajaran yang berupa aspek budaya sebagai satu kesatuan bahan pelajaran yang harus diterima siswa di dalam mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Budaya.

h.1986). Cross Cultural Understanding (Jakarta: Karunia UT. folklore. 3 15 Ibid. budaya bukanlah bagianbagian yang berdiri sendiri-sendiri. dan makanan. dan artifak-artifak lainnya. akan berbeda dengan orang-orang Palembang. bahasa tubuh. dari hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang besar. dan peralatan yang membedakan satu kelompok dan yang lain. and the category of ideas reflects a notion of culture as not observable. budaya itu dapat didefinisikan sebagai gagasan. Seluruh pola kehidupan masyarakat diikat oleh aturan yang disepakati oleh seluruh anggotanya. keterampilan. dan lemabaga. adat. most of which remain below the threshold of consciousness. Budaya menurut Croydon adalah “a system of integrated patterns. Bagaimana melamar calon pengantin dan merayakan pesta pernikahan di satu daerah akan berbeda Laela Hanoum Hasyim. Bagaimana cara bersalaman dengan orang-orang Sunda.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Different cultures are the underlying structures which make round community round and square community square”14 Jadi. Namun. h.16 Kehidupan keseharian masyarakat membuktikan bahwa budaya itu merupakan satu kesatuan yang utuh. sebagai suatu sistem budaya memcakup beberapa kategori. prilaku mencakup bahasa. yakni gagasan.15 Menurut Robinson. Ide atau gagasan meliputi kepercayaan. 8. yet all of which govern human behaviour just as surely as the manipulated strings of a puppet control its motion”. Nemetz. art. seni. behaviors include language. gestures. 1988). adat istiadat. Jawa. products include literature. music and artifacts. nilai. cerita rakyat. 15 14 . values and institutions. dan lainnya. Menado. Crosscultural Understanding (London: Prentice Hall International (UK) Limited. dan produk meliputi literatur. The categories of behaviors and products reflect a notion of culture as observable phenomena. Gail L. tetapi merupakan sebuah sistem yang terpaduh yang bagian-bagiannya terkait satu sama lainnya. prilaku. Berikut adalah penjelasan yang diberikan oleh Robinson: Ideas include beliefs. musik. 16 Robinson. customs/habits and foods. dan produk.

baik secara fisik maupun materi. 3) they satisfy basic human needs. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak ada masyarakat di dunia ini yang tidak memiliki budaya yang mengatur pola kehidupan kemanusiaan dan kemasyarakatan. tanpa ikatan. Orang-orang yang pintar tentu akan membodohi mereka yang tidak memiliki pengetahuan. mereka yang tidak memiliki apa-apa kiecuali dirinya sendiri. dan bebas takterkendali. Akibatnya. timbul berbagai macam persoalan yang merusak sendi-sendi kehidupan individual dan kolektif. bahkan makin tampak nyata dan jelas bahwa setiap kelompok manusia itu membutuhkan budaya untuk memenuhi suatu kebutuhan biologis dan psikologis manusia. Memperhatikan pengertian budaya tersebut. Karena itu timbullah suatu konsepsi dalam diri kelompok-kelompok manusia itu untuk mengadakan ketentuan-ketentuan pengatur hidup. and 16 . Orang-orang yang memiliki kekuatan. Murdock menyebutkan tujuh ciri umum yang dimiliki oleh budaya. 6) they are learned and shared by all the members of a society. Maka masing-masing orang akan berbuat sekehendaknya. akan mendominasi mereka yang lemah. tanpa aturan. Kondisi tersebut tidak akan pernah berakhir bila tidak ada satu peraturan yang akan meluruskan semuanya itu. 5) they tend to form a consistent structure. Mari kita membayangkan sejenak suatu keadaan yang saling bertentangan dalam kehidupan sehari-hari. 2) they facilitate human and environmental interactions. Ketentuanketentuan ini berupa gagasan yang memungkinkan seluruh anggota masyarakat dapat hidup bersama dalam kelompok dengan damai. 4) they are cummulative and adjust to changes in external and internal conditions.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dengan daerah lain. Selengkapnya pandangan tersebut dapat dilihat melalui ungkapan berikut: Seven universal of cultural patters of behaviors are: 1) they originate in the human mind.

sayuran. dan buah-buahan yang dibutuhkan manusia untuk pertumbuhan fisik. CN: HRAF Press. “The Cross-cultural Suvey” Readings in Cross-Culture. dan ini merupakan ciri budya yang kelima. ed.17 Ciri pertama menunjukkan bahwa budaya merupakan hasil dan bersumber pada akal pikiran manusia. Itulah esensi dari ciri budaya yang ketiga. Meskipun selalu dapat menyesuaikan diri dengan faktor-faktor internal dan eksternal. 1961. sehingga identifikasi dari kelompok masyarakat mana seseorang dapat dilakukan dengan cepat. 17 17 . Frank W. Moore. dan kebutuhan sandang yang meliputi tempat tinggal dan pakian yang dibutuhkan manusia untuk perlindungan diri dari berbagai hal yang mengancam dirinya baik secara fisikal dan psikis.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 7) they are transmitted to new generations. Tentu saja pola dan aturan bertindak dan berbahasa tersebut harus memudahkan seluruh anggota masyarakat untuk berinteraksi dengan sesamanya dan lingkungan alam sekitar. sehingga menjadi suatu konvensi yang diikuti oleh anggota masyarakat. Ciri keempat menunjukkan bahwa budaya itu akulumasi pemikiran dan prilaku manusia dalam kelompok masyarakatnya yang dapat berubah-ubah atau berkembang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal di mana kelompok masyarakat tersebut berada. pola pikir dan tindak yang diikuti oleh seluruh warga masyarakat cenderung membentuk struktur yang konsisten. manusia sebagai anggota masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. baik yang berupa kebutuhan sandang maupun pangan. Seluruh pola dan aturan yang mengatur bagaimana seseorang bertindak dan berbahasa dalam kelompok masyarakatnya bersumber dari hasil pemikiran manusia melalui suatu proses panjang. Karena kemudahan-kemudahan tersebut. New Haven. Kebutuhan pangan meliputi berbagai macam makanan. Ciri keenam menunjukkan bahwa budaya itu merupakan hal yang dapat dipelajari dan dipelihara secara bersama-sama oleh seluruh warga George Peter Murdock. Kemudahan berinteraksi dengan sesama dan alam sekitarnya merupakan inti dari ciri kedua dari budaya.

seperti pendidikan formal dan nonformal. Salah satu caranya adalah dengan memahami budaya berbahasa dan bertindak masyarakat lain. Secara lebih khusus.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan masyarakat. benturan-benturan budaya antarnegara mungkin saja terjadi dalam konteks pengajaran bahasa asing. Pelanggaran terhadap norma-norma tersebut tidak dapat ditolerir dan diberikan hukuman yang setimpal. Adapun ciri ketujuh. nilai-nilai budaya masyarakat dapat juga dialihkan kepada generasi berikut melalui berbagai jalur. Beberapa pandangan di atas memperlihatkan bahwa budaya merupakan bagian yang takterpisahkan dari bahasa dan pikiran yang mengatur bagaimana warga masyarakat berbahasa dan bertindak di dalam lingkungannya. dalam hal ini budaya berbahasa. Itulah salah satu bentuk upaya untuk menjaga keberlangsungan budaya. Di samping itu. dalam arti pola bertindak dan berbahasa dapat dialihkan kepada generasi berikutnya. Tentu saja menghindari terjadinya benturan budaya. Orang tua dan masyarakat dapat mengajarkan pola bertindak dan berbahasa kepada anak-anak mereka secara langsung dan tidak langsung. sebagai kelanjutan dari ciri keenam. Seluruh warga menjamin keberlangsungan budayanya melalui konvensi-konvensi dan norma-norma hukum tertulis dan taktertulis yang disepakati secara bersamasama. tentu saja hal itu akan menimbulkan benturan-benturan budaya yang dapat menimbulkan masalah-masalah sosial. Karena satu kelompok masyarakat memiliki budaya yang berbeda dengan kelompok masyarakat lain. Benturan-benturan tersebut tidak hanya terjadi antar kelompok masyarakat dalam satu negara. baik yang sederhana maupun yang kompleks. menunjukkan bahwa budaya. tetapi juga terjadi antara satu negara dengan negara lain. “to 18 . Mengenai pentingnya mempelajari budaya berbahasa orang lain. Scarcella and Oxford mengatakan. harus dijadikan prioritas utama dalam bermasyarakat secara luas.

18 Berdasarkan pengertian budaya di atas.19 Adapun berhubungan dengan pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing. atau pada saat bermain dengan teman. konotasi. Konotasi membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan bagaimana pehamanan makna berdasarkan acuan budaya suatu masyarakat. Kondisioning berisikan tentang pemahaman tentang kebiasaan-kebiasaan seseorang dalam bertindak sesuai Scarcella. seseorang harus menghargai dan mengikuti aturan-aturan yang telah disepakai. yakni konvensi. 1992). 19 18 . 19 Jenny Thomas. 3. 184. Thomas mendefinisikan pemahaman silang budaya sebagai pemahaman tata cara berkomunikasi antara dua orang yang memiliki latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda. (1992). Konvensi berkaitan dengan tata cara dan prilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan study a language without studying the culture of native speakers of the language is a lifeless endeavor”. Dengan kata lain dapat dikatakan. R. dan komprehensi..C.L. h. Umpamanya. 89. “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol. kondisioning. h. (Boston: Heinle & Heinle. R. pada saat makan sendiri di rumah atau makan bersama dengan teman dalam suatu pesta seluruh warga masyarakat tentu saja harus mengikuti tatatertib yang berlaku. pemahaman silang budaya merupakan upayaupaya yang dilakukan oleh seseorang yang berasal dari suatu kelompok masyarakat untuk memahami pola berbahasa dan bertindak kelompok masyarakat lainnya. seperti pemahaman makna kata “time” dalam konteks masyarakat Inggris yang berbeda dengan “waktu” bagi orang Indonesia. aspek-aspek budaya yang perlu dipelajari oleh siswa menyangkut empat hal. Mempertegas pengertian tersebut. 1983. The Tapestry of Language Learning: the individual in the communicative classroom. & Oxford. dapat dikatakan pemahaman silang budaya merupakan penguasaan seseorang terhadap perbedaan budaya berbahasa dan bertindak penutur asli bahasa asing dengan budaya bertindak dan berbahasa pertamanya.

a. kita biasanya tersenyum.20 Mengenai apa yang harus dipelajari oleh siswa berkenaan dengan budaya bahasa asing. cit. kajian terhadap sistem kelembagaan. dan bagaimana cara bertamu atau menerima seorang tamu. 20 . cit. h. atau dapat juga digunakan untuk menutupi kesalahan atau kekeliruan yang kita buat. c. seperti bagaimana cara merima atau menolak undangan makan bersama. 368-71. dan makanan. op. adat istiadat. seperti ketika seorang siswa terlambat atau tidak bisa menjawab pertanyaan guru siswa biasanya tersenyum. loc. Senyum merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan sautu kesenangan. Robinson mengatakan paling tidak ada tiga hal yang perlu diberikan kepada siswa. Komprehensi berisikan keterampilan-keterampilan yang biasanya dibutuhkan seorang warga masyarakat untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. Ketika kita sedih atau bahkan marah. Robinson (1988). kita biasanya mengambil sikap diam atau menekan dan mengendalikan emosi kita. terhadap anak-anak yang berbuat nakal berulang kali kiat biasanya menggeleng-gelengkan kepala untuk menyatakan bahwa kita tidak setuju dengan perbuatan tersebut. Tetapi. b.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dengan kerangka budayanya. tetapi di tempat lain mungkin saja berbeda. di tempat lain kesedihan dan kemarahan diungkap dengan cara yang lebih terbuka. untuk memperlihatkan bahwa kita bahagia. Gelengan kepala juga dapat digunakan untuk menyatakan sikap negatif terhadap sesuatu. dan kajian terhadap kesusasteraan.21 Berikut ini beberapa contoh komunikasi verbal dan nonverbal yang berbeda antara satu budaya dengan budaya lain. seperti keluarga dan kehiduapan sehari-hari. Umpamanya. upacaraupacara. Kita menggeleng-gelangkan kepala ke kiri dan kanan untuk menyatakan “tidak”. 20 21 Hadley (1993). kasih sayang. yakni kajian terhadap hari-hari libur.

Kita biasanya menempatkan kedua telapak tangan kita di bawah dagu untuk menunjukkan bahwa kita kecewa. 3. Orang yang berhasil dianggap memiliki motivasi yang kuat untuk meraih keinginannya. f. keberhasilan atau kegagalan seseorang untuk meraih sesuatu selalu dikaitkan dengan motivasi yang dimilikinya. sedangkan orang yang gagal dianggap tidak memiliki motivasi yang kuat untuk meraih cita-citanya. kita biasanya menerimanya dengan memberikan jawaban yang bertolak belakang dengan kondisi yang sebenarnya. h. dalam hal ini. Di Indonesia. Kalau kita tidak dapat mengikuti atau memahami apa yang sedang dibicarakan oleh orang lain. di tempat lain budaya seperti itu mungkin sulit kita dapatkan. Motivasi. tetapi di negara-negara barat tatapan mata secara langsung ke arah lawan bicara bermakna bahwa pendengar benar-benar serius dan memperhatikan lawan bicaranya. e. acungan jempol digunakan untuk memuji orang yang telah melakukan pekerjaan yang besar/hebat. Pada saat bercakap-cakap dengan orang lain. Untuk mendapatkan perhatian seorang wanita yang sedang lewat. kita biasanya mengangkap bahu dan tangan. kita biasanya bersiul-siul atau bahkan berteriak-teriak sampai mendapatkan perhatiannya. sedangkan di Indonesia tidak digunakan acungan jempol.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan d. Acungan jempol dapat bermakna bermacam-macam. dianggap sebagai dorongan yang 21 . kita biasanya tidak menatap mata lawan bicara secara langsung. di temapt lain pujian biasanya dijawab dengan ucapan terima kasih. g. Bila orang lain memuji. Motivasi Berprestasi Dalam kehidupan sehari-hari. i. di tempat lain hal itu tidak dapat dilakukan. acungan jempol digunakan untuk menyetop atau menumpang kendaraan umum atau orang lain. Di negara-negara barat.

1968). h. dan 6) diakui dan diterima oleh orang lain. from http://chiron. impulse. Maslow juga merinci lima dorongan dan kebutuhan secara hirarkis. op. seperti lapar dan rasa sakit. 23 22 22 . Ausubel menjelaskan enam jenis dorongan yang dimiliki oleh seseorang. 2) membiasakan diri. Secara lebih rinci. sex. or in more technical terms. emotions or disire that moves one to a particular action. sleep. Retrieved [date]. Ausubel. dan dorongan tersebut juga dapat berbentuk tujuan atau keinginan yang akan dicapai. Rinehart & Winston.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan menggerakkan seseorang untuk meraih sesuatu. elimination. Huitt. yakni kebutuhan untuk: 1) menemukan sesuatu yang baru. Dorongan itu dapat berbentuk respons fisik terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan atau menyakitkan. 4) didorong oleh pihak lain. motivation refers to the choices people make as to what experiences or goals they will approach or avoid. 132. 368-9. yakni: 1) Physiological needs: air. activity. food.edu/ whuitt/col/ motivation/motivate. Educational Psychology: A cognitive view (New York: Holt. or want) that serves to activate or energize behavior and give it direction”.24 Sedikit berbeda dengan apa yang dikemukakan oleh Ausubel. and the degree of effort they will exert in that respect”22 Pengertian lain yang tidak jauh berbeda dengan pandangan tersebut dibaerikan oleh Huitt yang mengatakan “motivation is an internal state or condition (sometimes described as a need. 24 David A. Valdosta. pengertian motivasi yang banyak dipedomani berbunyi “Motivation is commonly thought of as inner drive. h. water. GA: Valdosta State University.html. Brown (1993).valdosta. W. 5) memperoleh pengetahuan. h.2.23 Dalam dua pengertian tersebut dapat dipahami bahwa motivasi merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang menggerakkannya melakukan sesuatu untuk mencapai atau memenuhi keinginannya. 3) melakukan pekerjaan. cit. desire. Secara umum. “Motivation to learn: An overview” Educational Psychology Interactive.

2) Self Actualization Esteem Social Safety Physiological A. hingga ke kebutuhan yang paling tinggi. realistic. Maslow. and fulfilling a mission or purpose in life. 50. 23 25 . dapat dipahami bahwa secara berturut-turut seseorang dapat memenuhi kebutuhannya dari yang paling dasar. wanting knowledge and wisdom. kebijakan. 4) Self-esteem needs: to feel competent. A self-actualized person is happy. democratic. problem-oriented. 5) Self-actualization needs: being one's true self. “A Theory of Human Motivation” Psychological Review. respected.H. independent. yakni kebutuhan pangan dan sandang. seperti memperoleh pengetahuan. achieving one's highest potential. successful. h. yakni aktualisasi diri. accepting. order. 370-396. creative. be part of a family. being creative and appreciative of beauty in the world. (1954). physical security. independent. Untuk memperjelas bagaimana urutan dan keterkaitan antarkebutuhan dapat dilihat pada gambar berikut. dan diakui oleh pihak lain. have friends.25 Berdasarkan lima dorongan tersebut.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Safety needs: escape fear and pain. 3) Belonging and love needs: to love and be loved. and worthwhile. being able to understand and accept oneself and others. physical safety.

Back. 27 Anonymous. Dorongan intrinsik berasal dari luar diri siswa. motivasi berprestasi dapat berasal dari dorongan intrinsik dan ekstrisik. Berdasarkan sumbernya. seperti berdasarkan sumber dan tujuan. C. Wikipedia. Motivasi berprestasi ini dapat ditumbuhkan melalui pemberian saran dan nasehat. p. the free encyclopedia. seperti pemberian latihan dan tugas-tugas dari guru. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi asimilatif. motivasi dapat dibedakan menjadi motivasi instrinsik dan ekstrinsik Motivasi intrinsik merupakan dorongan untuk melakukan suatu perbuatan atau tindakan yang berasal dari dalam diri seseorang. Di antara jenis-jenis motivasi tersebut. Dorongan intrinsik berasal dari dalam R. menguasai pengetahuan dan keterampilan. 291. Ditinjau dari sumbernya. pemberian latihan-latihan dan tugas-tugas bahasa yang menuntut siswa untuk terus berusaha. Motivasion: Theories and Principles (New Jersy: Prentice Hall. ataupun cara-cara lain yang dapat menyemangati siswa untuk melakukan berbagai tindakan untuk mengatasi masalah belajar yang dihadapi. motivasi berprestasi merupakan dorongan yang dimiliki individu untuk memperoleh hasil yang berarti. Adapun berdasarkan tujuannya. Menurut McCelland. 24 26 . motivasi instrumental. motivasi integratif. 2006.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Secara lebih mendalam.27 Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin mencari berbagai cara dan strategi efektif untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik. motivasi dapat diklasifikasikan berdasarkan sudut pandang yang berbeda-beda. Motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai dorongan atau kecenderungan yang dimiliki siswa untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar sebaik mungkin26. dan motivasi berprestasi. 1990). atau memperoleh standard hidup yang lebih tinggi. motivasi berprestasi memegang peran yang sangat penting dalam keberhasilan siswa dalam belajar bahasa Inggris. sedangkan motivasi ektrinsik merupakan dorongan yang berasal dari luar diri seseorang. Achievement Motivation.

dorongan-dorongan tersebut dapat dilihat paparan dalam bentuk tabel yang dikutip dari Huitt. etc. kognitif. thirst. • maintain homeostasis. discomfort. • decrease hunger. • solve a problem or make a decision • figure something out • eliminate threat or risk 25 . Secara rinci. afektif. pleasant consequences (rewards) or escape/avoid undesired. sosial. dan spiritual. balance • maintain attention to something interesting or threatening uncertainty cognitiv e • develop meaning or understanding • increase/decrease cognitive disequilibrium. smell. konatif. etc. touch. unpleasant consequences social • imitate positive models • be a part of a group or a valued member biologic al • increase/decrease stimulation (arousal) • activate senses (taste.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan diri siswa yang meliputi dorongan biologis. Sources of Motivational Needs • elicited by stimulus associated/connected to behavi oral/ externa l innately connected stimulus • obtain desired.

sehingga siswa merasa lebih tertantang untuk selalu menggali potensinya secara terus menerus. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin mencari berbagai cara dan strategi efektif untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik. obtaining dream • reduce others' control of one's life spiritua l • understand purpose of one's life • connect self to ultimate unknowns B. seperti motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya. Dorongandorongan akan menjadi makin bermakna bila siswa memahami 26 . Kerangka Konseptual Sesuai dengan analisis pustaka tersebut. Motivasi berprestasi juga membimbing siswa untuk berusaha memecahkan beragam kesulitan belajar bahasa Inggris.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan affectiv e • • • • increase/decrease affective dissonance increase feeling good decrease feeling bad increase security of or decrease threats to self-esteem • maintain levels of optimism and enthusiasm • • • • • conativ e meet individually developed/selected goal obtain personal dream develop or maintain self-efficacy take control of one's life eliminate threats to meeting goal. tampak bahwa kemampuan komunikatif berbahasa Inggris dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Pemahaman silang budaya tentu saja menentukan keberhasilan komunikasi dengan bahasa Inggris yang dibangun oleh siswa. Berdasarkan hal tersebut dapat diduga adanya hubungan yang berarti antara motivasi berprestasi. 27 . pemahaman silang budaya. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya. dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. makin tinggi pemahaman silang budaya dan motivasi berprestasi siswa.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan silang budaya antara budaya berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris. Bentuk hubungan tersebut dapat digambarkan. khususnya pada aspek keberterimaan bahasa Inggris secara sosial daripada gramatikal.

letak dan posisi madrasah yang relatif lebih strategis dibandingkan dengan Madrasah Aliyah Negeri lainnya. Selain karena keempat madrasah tersebut berada di wilayah Jakarta Selatan. A.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3 DESKRIPSI LATAR PENELITIAN Penelitian korelasional ini melibatkan seluruh Madrasah Aliyah Negeri di wilayah Jakarta Selatan. Ciputat Raya Pondok Pinang Jakarta Selatan. yakni MAN 4. status madrasah yang beragam dari Madrasah Aliyah Negeri Percontohan sampai nonpercontohan. 7. seperti terpenuhinya seluruh karakteristik populasi. MAN 4 28 . dan 13. usia madrasah yang relatif lebih tua. pemilihan madrasah-madrasah tersebut dilandasi oleh beberapa alasan. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta MAN 4 Jakarta yang berdiri pada tahun 1992 berada di Jl. 11. Gambaran tentang keempat madrasah tersebut secara berturut-turut dapat dipaparkan sebagai berikut. dan beberapa keberhasilan/prestasi yang telah diraih keempat madrasah tersebut di tingkat propinsi.

Setelah kepemimpinan MAN 4 mengalami perubahan dan sekarang dipegang oleh Drs. tetapi beberapa gedung bertingkat dengan luas bangunan 4409 M2 dengan jumlah ruang belajar sebanyak 28 kelas. seperti musholla.325 M2 dipimpin oleh Drs. Muchyi sebagai kepala madrasah yang dibantu oleh beberapa orang wakil kepala madrasah dan kaepala tatausaha. Selain ruang kelas yang permanen. Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 4 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut. Selain itu. Dewasa ini. Pada masa kepemimpinannya MAN 4 masih dipandang dengan sebelah mata oleh banyak pihak. sehingga terpenuhi suasana akademis yang kondusif. MAN 4 Jakarta mendapatkan status sebagai Madrasah Aliyah Negeri Percontohan. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Atas lainnya. dan perpustakaan dengan koleksi buku berjumlah kurang lebih 2000 judul. laboratorium bahasa. MAN 4 Jakarta juga dibantu oleh tenaga guru tidak tetap dengan jumlah 14 orang yang terdiri dari 4 orang guru laki-laki dan 10 orang guru perempuan. MAN 4 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. Daud sebagai kepala madrasah. Selain guru tetap. MAN 4 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 86 orang yang terdiri dari 36 orang guru laki-laki dan 50 orang guru perempuan. Pada awal berdirinya. H. untuk menujang kelancaran penyelenggaraan kegiatan belajar dan mengajar. tetapi pada masa itu diletakkan dasar-dasar pengelolaan Madrasah Aliyah secara professional. MAN 4 Jakarta juga memperkerjakan beberapa orang sebagai tenaga administrasi dan petugas kebersihan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Jakarta yang menginginkan anak-anak mereka belajar dan dididik dalam susana keagamaan yang tinggi. laboratorium IPA. Pada tahun pelajaran 29 . MAN 4 Jakarta yang menempati sebidang tanah dengan luas 30. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain. MAN 4 Jakarta tidak lagi menempati gedung yang kecil dan sempit.

Secara khusus. seni. dan sepak bola. Kegiatan ilmiah mencakup kelompok ilmiah remaja (KIR) dan kajian Al-Qur. IPS sebanyak 117 orang siswa yang terdiri dari 52 orang siswa laki-laki dan 65 orang siswa perempuan. pidato bahasa Arab. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi tiga jurusan. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan PMR. Dengan keseimbangan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler diharapkan tujuan pendidikan nasional yang berorientasi pada pengembangan manusia seutuhnya dapat terealisasi. Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 4 Jakarta dapat dilihat pada tabel 1 berikut. seluruh siswa MAN 4 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya.an yang tergabung dalam FMIKA. 30 . Siswa kelas dua berjumlah 333 orang siswa yang terdiri dari 136 siswa laki-laki dan 197 siswa perempuan. dan Bahasa sebanyak 89 orang siswa yang terdiri dari 29 orang siswa laki-laki dan 60 orang siswa perempuan. agama. meskipun hanya pada tataran pendidikan menengah. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyid-sholawat. Siswa kelas satu berjumlah 361 orang siswa yang terdiri dari 147 siswa laki-laki dan 214 siswa perempuan. Siswa kelas tiga berjumlah 234 orang siswa yang terdiri dari 133 siswa laki-laki dan 201 siswa perempuan. yaitu olah raga.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 2006-2007. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah berbicara di tingkat propinsi dan nasional antara lain adalah KIR. Selain kegiatan belajar di dalam ruangan atau di luar ruangan sesuai dengan jurusan masing-masing. kaligrafi. MTQ. bola volly dan penyinta alam. tercatat sebanyak 1028 orang siswa yang terbagi dalam tiga kelas.hutup kanji bahasa Jepang. Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. dan kepanduan. debat bahasa Inggris. ilmiah. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 4 Jakarta. yaitu IPA sebanyak 128 orang siswa yang meliputi 52 orang siswa laki-laki dan 76 orang siswa perempuan.

197 pr kelamin Kelas III : 133 lk. 201 pr Jumlah siswa IPA : 52 lk.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 1 Data Statistik MAN 4 Jakarta pada tahun pelajaran 2006-2007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Jakarta Jl.325 M2 4409 M2 2000 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah 8 Wakil Kepala Madrasah 9 10 11 12 13 Drs. Jejen Zaenudin. H.Pd. 9 orang administrasi perempuan Jumlah Siswa Kelas I : 147 lk. Muchyi Drs. Musyahir M. Suganda Drs. 76 pr menurut Jurusan IPS : 52 lk. Drs. 60 pr 31 . Kapti Khusnani Jumlah Guru Tetap 36 orang laki-laki dan 50 orang perempuan Jumlah Guru Tidak 4 orang laki-laki dan 10 orang Tetap perempuan Jumlah tenaga 20 orang laki-laki. Dra. M. Ciputat Raya Pondok Pinang Jakarta Selatan 1992 30. 65 pr Bahasa : 29 lk. 214 pr menurut jenis Kelas II : 136 lk.Pd.

dan Jakarta umumnya.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 Kegiatan ilmiah 16 Seni 17 Kepanduan Sepak bola. MAN 4 Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Pasar Minggu khususnya. laboratorium bahasa. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain. MAN 7 Jakarta tidak lagi menempati gedung yang kecil dan sempit. Dewasa ini. tetapi beberapa gedung bertingkat dengan luas bangunan 4000 M2 dengan beberapa ruang belajar yang layak. H. Pada masa kepemimpinannya MAN 7 masih dipandang dengan sebelah mata oleh banyak pihak. yang menginginkan anak-anak mereka dididik dalam susana keagamaan yang tinggi. Selain ruang kelas yang permanen. Penyinta Alam KIR dan FMIKA Teater dan Nasyid-Sholawat Pramuka dan PMR B. laboratorium IPA. Taufik sebagai kepala madrasah yang dibantu oleh Drs. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 7 Jakarta MAN 7 Jakarta yang berdiri pada tahun 1992 berada di JL. Barkat Guna Harahap sebagai wakil kepala madrasah. Zaenuddin Anwar sebagai kepala madrasah. Srengseng Sawah Pasar Minggu Jakarta Selatan. H. Pada awal berdirinya. dan perpustakaan dengan koleksi buku berjumlah kurang lebih 1303 judul. Saat ini kepemimpinan MAN 7 dipegang oleh Drs. seperti musholla. MAN 7 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. bola volley. tetapi pada masa itu diletakkan dasar-dasar dalam pengelolaan Madrasah Aliyah secara professional. MAN 7 Jakarta yang menempati sebidang tanah dengan luas 3500 M2 dipimpin oleh Drs. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Atas lainnya. MAN 7 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 31 orang yang terdiri dari 17 32 .

tercatat sebanyak 306 orang siswa yang menuntut ilmu di sekolah tersebut yang terdiri dari 141 siswa laki-laki dan 165 siswa perempuan. Kelas satu berjumlah 113 orang siswa yang terdiri dari 63 siswa laki-laki dan 70 siswa perempuan. yaitu olah raga. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi dua jurusan. Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 7 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan orang guru laki-laki dan 14 orang guru perempuan. Secara khusus. dan tiga. Siswa kelas dua berjumlah 111 orang siswa yang terdiri dari 48 siswa laki-laki dan 63 siswa perempuan. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyidsholawat. dan IPS sebanyak 37 orang siswa yang terdiri dari 22 orang siswa laki-laki dan 15 orang siswa perempuan. dan kepanduan. Selain kegiatan belajar sesuai dengan kelas dan jurusan masing-masing sebagai kegiatan kurikuler. Selain guru tetap. untuk keperluan kegiatan administrasi MAN 7 Jakarta memperkerjakan beberapa orang tenaga administrasi dan petugas kebersihan. Kegiatan ilmiah direalisaikan dalam bentuk kelompok ilmiah remaja (KIR). Siswa-siswa tersebut terdistribusikan ke dalam kelas satu. MAN 7 Jakarta juga dibantu oleh tenaga guru tidak tetap dengan jumlah 11 orang yang terdiri dari 8 orang guru laki-laki dan 3 orang guru perempuan. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola. dan kegiatan keagamaan dalam bentuk Rohis. Pada tahun pelajaran 2006-2007. dan bola volly. agama. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan 33 . seni. Siswa kelas tiga berjumlah 62 orang siswa yang terdiri dari 28 siswa laki-laki dan 34 siswa perempuan. Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. dua. seluruh siswa MAN 7 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. ilmiah. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 7 Jakarta. yaitu IPA sebanyak 25 orang siswa yang meliputi enam orang siswa laki-laki dan 19 orang siswa perempuan.

Taufik Drs. H. 34 pr IPA : 6 lk.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan paskibra. 15 pr 34 . Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 7 Jakarta dapat dilihat pada tabel 2 pada halaman berikut. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah berbicara di tingkat propinsi antara lain adalah KIR dan karate. 5 orang perempuan Kelas I : 63 lk. Secara khusus. 70 pr Kelas II : 48 lk. Srengseng Sawah Jakarta Selatan 1992 3500 M2 4000 M2 1303 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah 8 Wakil Kepala Madrasah 9 Jumlah Guru Tetap 10 Jumlah Guru Tidak Tetap 11 Jumlah tenaga administrasi 12 Jumlah Siswa menurut jenis kelamin 13 Jumlah siswa menurut Jurusan Drs. Barkat Guna Harahap 17 orang laki-laki dan 14 orang perempuan 8 orang laki-laki dan 3 orang perempuan 10 orang laki-laki. 19 pr IPS : 22 lk. Tabel 2 Data Statistik MAN 7 Jakarta pada tahun pelajaran 2006-2007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 7 Jakarta Jl. 63 pr Kelas III : 28 lk.

MAN 11 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 35 orang yang terdiri dari 14 orang guru laki-laki dan 21 orang guru perempuan yang sebagian besar berpendidikan S1 sebanyak 32 orang. seperti musholla. Saat ini kepemimpinan MAN 11 dipegang oleh Drs. Penyinta Alam KIR Teater dan Nasyid-Sholawat Rohis Pramuka dan Paskibra C. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Atas lainnya. Selain ruang kelas yang permanen. H. bola volley. MAN 11 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 16 17 18 Kegiatan ilmiah Seni Agama Kepanduan Sepak bola. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 11 Jakarta MAN 11 Jakarta yang berdiri pada tahun 1997 berada di Jl. S2 sebanyak satu orang dan D3 sebanyak dua 35 . laboratorium IPA. yang menginginkan anak-anak mereka dididik dan belajar dalam susana keagamaan yang tinggi. MAN 11 Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Cilandak khususnya. MAN 11 Jakarta tidak lagi menempati gedung yang kecil dan sempit. U. dan Jakarta umumnya. tetapi beberapa gedung bertingkat dua dengan beberapa ruang belajar yang relatif nyaman dan kondusif untuk kegiatan belajar mengingat keberadaan gedung tersebut jauh dari pusat keramaian. Dewasa ini. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain. dan perpustakaan dengan koleksi buku yang cukup. laboratorium bahasa. 60 Lebak Bulus Cilandak Jakarta Selatan. Effendi Halba sebagai kepala madrasah yang dibantu beberapa orang wakil kepala sekolah dan kepala tatausaha. Gandun No.

dan bola basket. yaitu IPA sebanyak 20 orang siswa yang meliputi tiga orang siswa lakilaki dan 17 orang siswa perempuan. Pada tahun pelajaran 2006-2007. Selain kegiatan belajar di dalam ruangan atau di luar ruangan sesuai dengan jurusan masing-masing. dan kegiatan keagamaan dalam bentuk Rohis. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyidsholawat. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah 36 . seni. MAN 11 Jakarta juga dibantu oleh beberapa tenaga guru tidak tetap yang memegang beberapa matapelajaran sesuai dengan bidang keahlian yang tidak dimiliki oleh madrasah tersebut atau sebagai tenaga pendukung. Siswa kelas dua berjumlah 72 orang siswa yang terdiri dari 27 siswa laki-laki dan 45 siswa perempuan. Kegiatan ilmiah direalisaikan dalam bentuk kelompok ilmiah remaja (KIR).Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan orang. Secara khusus. Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. seluruh siswa MAN 11 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. Selain guru tetap. dan kepanduan. Siswa kelas satu berjumlah 85 orang siswa yang terdiri dari 29 siswa laki-laki dan 56 siswa perempuan. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan paskibra. yaitu olah raga. ilmiah. MAN 11 Jakarta juga memperkerjakan beberapa orang tenaga administrasi dan petugas kebersihan. Siswa kelas tiga berjumlah 53 orang siswa yang terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 34 siswa perempuan. Adapun untuk menunjang kegiatan administraif dan kebersihan. Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 11 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut. dan IPS sebanyak 33 orang siswa yang terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 17 orang siswa perempuan. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi dua jurusan. agama. tercatat sebanyak 210 orang siswa yang terdiri 75 siswa laki-laki dan 135 siswa perempuan. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 11 Jakarta.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan berbicara di tingkat propinsi antara lain adalah KIR. 17 pr IPS : 16 lk. 56 pr Kelas II : 27 lk. 45 pr Kelas III : 19 lk. 5 orang perempuan Kelas I : 29 lk. Effendi Hlba 14 orang laki-laki dan 21 orang perempuan orang laki-laki dan orang perempuan 10 orang laki-laki. Tabel 3 Data Statistik MAN 11 Jakarta pada tahun pelajaran 20062007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 11Jakarta Jl. H. 34 pr IPA : 3 lk. Mading. dan Bola Volley. 60 Lebak Bulus Cilandak Jakarta Selatan 1997 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah 8 Wakil Kepala Madrasah 9 Jumlah Guru Tetap 10 Jumlah Guru Tidak Tetap 11 Jumlah tenaga administrasi 12 Jumlah Siswa menurut jenis kelamin 13 Jumlah siswa menurut Jurusan Drs. Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 11 Jakarta dapat dilihat pada tabel 3. Gandun No. U. 17 pr 37 .

Isnadiar Dekok. Dewasa ini.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 16 17 18 Kegiatan ilmiah Seni Agama Kepanduan Sepak bola. Hj. seperti musholla. M. laboratorium IPA. Pada awal berdirinya. Selain ruang kelas yang permanen. MAN 13 Jakarta menempati beberapa gedung bertingkat dengan jumlah ruang belajar sebanyak 20 kelas. sebagai kepala madrasah yang dibantu dengan Drs. dan perpustakaan dengan koleksi buku berjumlah kurang lebih 1303 judul. Nuroto sebagai wakil kepala madrasah.M. tetapi tidak mengurangi kualitas keilmuan sebagaimana di Sekolah Menengah Umum lainnya. bola basket. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta MAN 13 Jakarta yang berdiri pada tahun 2004 berada di JL. Raya Lenteng Agung Depok RT 02 RW 08 Jagakarsa Pasar Minggu Jakarta Selatan. M. Mereka berlatar pendidikan tingat S1 berjumlah 47 38 . laboratorium bahasa. Setelah memisahkan diri hingga sekarang. MAN 13 masih menyatu dengan MAN 7 yang saat itu dipimpin oleh Dra. sebagai kepala madrasah. dan Jakarta umumnya. MAN 13 Jakarta berdiri sebagai jawaban dari animo masyarakat Pasar Minggu khususnya. Untuk menjalankan kegiatan belajar dan administrasi lain. MAN 13 Jakarta juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas belajar dan sarana ibadah. yang menginginkan anak-anak mereka dididik dan belajar dalam susana keagamaan yang tinggi. MAN 4 Jakarta didukung oleh tenaga guru tetap sebanyak 51 orang yang terdiri dari 18 orang guru lakilaki dan 33 orang guru perempuan dengan tingkat pendidikan minimal S1. MAN 13 tetap dipimpin oleh Dra. Isnadiar Dekok.M. Hj. Penyinta Alam KIR Teater dan Nasyid-Sholawat Rohis Pramuka dan Paskibra D.

Pada tahun pelajaran 2006-2007. agama. IPS sebanyak 80 orang siswa yang terdiri dari 34 orang siswa lakilaki dan 46 orang siswa perempuan. Secara keseluruhan kegiatan ekstrakurikuler yang dikendalikan oleh OSIS dan dapat diikuti seluruh siswa meliputi lima kegiatan utama. untuk keperluan kegiatan administrasif dan kebersihan MAN 13 Jakarta memperkerjakan 15 orang tenaga administrasi dan petugas kebersihan yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. S2 berjumlah tiga orang dan D1 berjumlah satu orang. dan bola basket. seluruh siswa yang sudah memiliki hak untuk menentukan jurusan yang diminati dapat dibedakan menjadi tiga jurusan. Kegiatan seni terdiri dari teater dan nasyid. ilmiah. seluruh siswa MAN 13 Jakarta dapat mengikuti kegiatan ekstra kurikuler yang beragam sesuai dengan minat dan keinginannya. Kegiatan oleh raga meliputi sepak bola. Banyaknya jumlah tenaga guru dan administrasi yang bekerja di MAN 13 Jakarta seimbang dengan jumlah siswa yang menuntut ilmu di madrasah tersebut. MAN 13 Jakarta juga dibantu oleh tenaga guru tidak tetap dengan jumlah 27 orang yang terdiri dari 14 orang guru laki-laki dan 13 orang guru perempuan. Bila ditinjau dari jurusan yang ada di MAN 13 Jakarta. Siswa kelas satu berjumlah 240 orang siswa yang terdiri dari 109 siswa laki-laki dan 131 siswa perempuan. dan Bahasa sebanyak 34 orang siswa yang terdiri dari 20 orang siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan. tercatat sebanyak 552 yang terdiri dari 277 siswa laki-laki dan 285 siswa perempuan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan orang. Secara khusus. Selain kegiatan belajar di dalam ruangan atau di luar ruangan sesuai dengan jurusan masing-masing. Kegiatan ilmiah direalisaikan dalam bentuk kelompok ilmiah remaja. Selain guru tetap. dan 39 . yaitu olah raga. dan kepanduan. Siswa kelas tiga berjumlah 142 orang siswa yang terdiri dari 81 siswa laki-laki dan 61 siswa perempuan. Siswa kelas dua berjumlah 163 orang siswa yang terdiri dari 90 siswa laki-laki dan 73 siswa perempuan. seni. yaitu IPA sebanyak 35 orang siswa yang meliputi 14 orang siswa laki-laki dan 21 orang siswa perempuan.

M. Isnadiar Dekok. 8 Wakil Kepala Drs. bola Volley. 131 pr menurut jenis kelamin Kelas II : 90 lk. M. Nuroto Madrasah 9 Jumlah Guru Tetap 14 orang laki-laki dan 13 orang perempuan 10 Jumlah Guru Tidak 14 orang laki-laki dan 13 Tetap orang perempuan 11 Jumlah tenaga 10 orang laki-laki. Informasi lengkap mengenai data statistik MAN 13 Jakarta dapat dilihat pada tabel 4. Raya Lenteng Agung Depok RT 02 RW 08 Jakarta Selatan 2004 6500 M2 5086 M2 1303 judul buku DATA PERSONEL 7 Kepala Madrsah Dra. Hj. kegiatan ekstrakurikuler yang sudah berbicara di tingkat propinsi antara lain adalah cerdas cermat IPS. Secara khusus. sedangkan kegiatan kepanduan meliputi pramuka dan paskibra. 61 pr 13 Jumlah siswa IPA : 14 lk. 21 pr 40 . 5 orang administrasi perempuan 12 Jumlah Siswa Kelas I : 109 lk.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan kegiatan keagamaan dalam bentuk Rohis. 73 pr Kelas III : 81 lk. Tabel 4 Data Statistik MAN 13 Jakarta pada tahun pelajaran 20062007 NO 1 Nama Madrasah 2 Alamat 3 4 5 6 Tahun berdiri Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah koleksi buku DATA FISIK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta Jl. dan Bola basket. Matematika.

46 pr : 20 lk. bola basket. Penyinta Alam KIR Teater dan Nasyid-Sholawat Rohis Pramuka dan Paskibra 41 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan menurut Jurusan IPS Bahasa : 34 lk. 14 pr KEGIATAN EKSTRAKURIKULER 14 Olah raga 15 16 17 18 Kegiatan ilmiah Seni Agama Kepanduan Sepak bola.

deskripsi data tentang motivasi berprestasi. 1. Deskripsi Data Tiap-Tiap Madrasah Berdasarkan tempat penelitian ini dilakukan. MAN 7. Berikut dipaparkan temuan data deskriptif dan hasil analisis korelasi dan regresi sederhana yang telah dilakukan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 4 TEMUAN PENELITIAN Setelah data yang terkumpul dihitung dengan menggunakan statistik deskriptif ditemukan beberapa nilai penting yang berguna untuk analisis korelasi dan regresi. terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 4 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes 42 . A. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan akan disajikan secara berturut-turut dari MAN 4. dan MAN 13. MAN 11. MAN 4 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban.

00 50. Skor untuk ketiga variabel tersebut dipaparkan pada tabel 5.00 48.15 58.00 61. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian hanya berasal dari 19 responden.00 68.47 43 .52 KKBI 50 52 53 55 55 56 60 60 62 62 62 64 64 66 66 68 69 70 74 1168 74. PSB. dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan.00 Minimum 56. dan KKBI siswa MAN 4 NO RESPONDEN MTB PSB 1 MAN04001 56 48 2 MAN04002 58 50 3 MAN04003 59 52 4 MAN04004 59 52 5 MAN04005 60 54 6 MAN04006 60 54 7 MAN04007 61 56 8 MAN04008 61 56 9 MAN04009 62 58 10 MAN04010 62 58 11 MAN04011 62 58 12 MAN04012 63 60 13 MAN04013 64 62 14 MAN04014 64 64 15 MAN04015 65 64 16 MAN04016 65 66 17 MAN04017 66 66 18 MAN04018 66 66 19 MAN04019 68 68 Jumlah 1181 1112 Maksimum 68. dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap.00 Rata-rata 62. Tabel 5 Skor MTB.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris.

skor terendah adalah 48. diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 4 adalah 68. berkaitan dengan pemahaman silang budaya.15. Sebaliknya. 0 60 6. 0 80 6. Histogram MTB MAN 4 44 . Bagaimana gambaran repons siswa MAN 4 terhadap ketiga variabel tersebut dapat juga dilihat melalui histogram berikut. dan skor rata-ratanya adalah 61.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Berkaitan dengan motivasi berprestasi. jumlah keseluruhan skor adalah 1168. dan skor rata-ratanya adalah 58. dan skor rata-ratanya adalah 62. Pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang mereka kuasai juga masih di bawah persyaratan ideal yang seharusnya dikuasai oleh siswa. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan motivasi berprestasi siswa MAN 4 relatif tidak terlalu tinggi. jumlah keseluruhan skor adalah 1112.0 40 6. setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 4 adalah 68. skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 4 adalah 74. 0 80 MB T Gambar 1. 0 00 6 .52. 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 5.47.0 20 6 . jumlah keseluruhan skor adalah 1181. skor terendah adalah 50. 0 60 5. skor terendah adalah 56. Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris.

00 50.00 60.00 55.00 KKBI Gambar 3.00 60.00 65.00 70. Histogram PSB MAN 4 7 6 5 4 y c n u q e r F 3 2 1 0 50.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3 2 y c n u q e r F 1 0 45.00 75.00 55.00 PSB Gambar 2.00 70. Histogram KKBI MAN 4 45 .00 65.

jumlah keseluruhan skor adalah 1520. PSB. skor terendah adalah 60. berkaitan dengan pemahaman silang budaya. setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 7 adalah 79. MAN 7 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban. Tabel 6 Skor MTB. diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 7 adalah 80. dan skor rata-ratanya adalah 70. skor terendah adalah 54. Selengkapnya skor yang diperoleh siswa MAN 7 untuk ketiga variabel tersebut dapat dilihat pada tabel 6. Sebaliknya. skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 7 adalah 78. terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 7 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. skor terendah adalah 60. jumlah keseluruhan skor adalah 1612.60. dan skor rata-ratanya adalah 69. dan skor rata-ratanya adalah 66.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 2. dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan.08. Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris. dan KKBI siswa MAN 7 NO RESPONDEN MTB PSB KKBI 1 MAN07001 60 54 60 2 MAN07002 61 56 62 3 MAN07003 64 58 75 4 MAN07004 64 58 64 5 MAN07005 66 60 64 6 MAN07006 66 60 68 7 MAN07007 68 68 64 8 MAN07008 68 68 66 9 MAN07009 69 70 70 46 . jumlah keseluruhan skor adalah 1601. Berkaitan dengan motivasi berprestasi. dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap.08. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah hanya berasal dari 23 responden.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

10 MAN07010 11 MAN07011 12 MAN07012 13 MAN07013 14 MAN07014 15 MAN07015 16 MAN07016 17 MAN07017 18 MAN07018 19 MAN07019 20 MAN07020 21 MAN07021 22 MAN07022 23 MAN07023 Jumlah Maksimum Minimum Rata-rata

70 70 70 71 73 73 74 74 76 76 78 71 71 79 1612 79.00 60.00 70.08

72 68 72 66 65 74 66 66 70 64 76 78 66 65 1601 80.00 60.00 69.60

70 66 72 66 70 68 68 70 74 74 76 76 78 80 1520 78.00 54.00 66.08

Bila skor di atas ditampilkan dalam bentuk gambar atau histogram, akan makin jelas bagaimana distribusi skor yang diperoleh siswa MAN 7 untuk ketiga variabel tersebut.
6

5

4

3

y c n u q e r F
2 1 0 6. 0 0 0 6. 0 5 0 7. 0 0 0 7. 0 5 0 8. 0 0 0

MB T

Gambar 4. Histogram MTB MAN 7

47

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

10

8

6

y c n u q e r F

4

2

0 50.00 55.00 60.00 65.00 70.00 75.00 80.00

PSB

Gambar 5. Histogram PSB MAN 7

5

4

3

y c n u q e r F

2

1

0 60.00 65.00 70.00 75.00 80.00

KKBI

Gambar 6. Histogram KKBI MAN 7

48

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

3. MAN 11 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban, terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 11 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris; dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap; dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian hanya berasal dari 18 responden. Berkaitan dengan motivasi berprestasi, setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 11 adalah 75, skor terendah adalah 63, jumlah keseluruhan skor adalah 1239, dan skor rata-ratanya adalah 68.83. Sebaliknya, berkaitan dengan pemahaman silang budaya, diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 11 adalah 74, skor terendah adalah 56, jumlah keseluruhan skor adalah 1176, dan skor rata-ratanya adalah 65.33. Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris, skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 11 adalah 80, skor terendah adalah 60, jumlah keseluruhan skor adalah 1266, dan skor rata-ratanya adalah 70.33. Data lengkap mengenai skor yang diperoleh siswa MAN 11 untuk ketiga variabel dapat dilihat pada tabel berikut 7. Adapun visualisasi skor yang diperoleh siswa dalam bentuk gambar, untuk memperjelas bagaimana distribusi skorskor tersebut dapat dilihat pada histogram/gambar 7-9. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan motivasi berprestasi siswa MAN 11 relatif tinggi; begitu juga dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris mereka. Tetapi untuk variabel kedua, skor yang mereka peroleh menunjukkan bahwa pemahaman silang budaya mereka relatif tidak terlalu tinggi. Secara umum siswa MAN 11 memiliki potensi yang relatif besar untuk menguasai kemampuan berbahasa Inggris sebagaimana yang dipersyaratkan dalam kurikulum 2004.
49

00 74.00 Minimum 63. PSB.33 KKBI 60 64 64 68 68 70 70 69 72 72 75 74 74 76 66 66 78 80 1266 80.00 70.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 7 Skor MTB.00 60.83 65. dan KKBI siswa MAN 11 NO RESPONDEN MTB PSB 1 MAN011001 63 56 2 MAN011002 64 65 3 MAN011003 65 58 4 MAN011004 66 67 5 MAN011005 66 60 6 MAN011006 68 64 7 MAN011007 69 62 8 MAN011008 69 64 9 MAN011009 69 64 10 MAN011010 70 66 11 MAN011011 70 66 12 MAN011012 72 68 13 MAN011013 72 68 14 MAN011014 73 70 15 MAN011015 67 67 16 MAN011016 67 65 17 MAN011017 74 72 18 MAN011018 75 74 Jumlah 1239 1176 Maksimum 75.00 56.00 Rata-rata 68.33 50 .

00 65.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 6 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 62.50 65.00 67. Histogram MTB MAN 11 6 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 55.50 75. Histogram PSB MAN 11 51 .50 70.00 75.00 60.00 72.00 M TB Gambar 7.00 70.00 PSB Gambar 8.

dan kuesioner motivasi berprestasi secara lengkap. Data lengkap mengenai skor yang diperoleh siswa MAN 13 dapat dilihat pada tabel berikut. Histogram KKBI MAN 11 3. Adapun lembar jawaban yang dianggap sah dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian hanya berasal dari 18 responden.00 70. 52 . terdapat beberapa lembar jawaban yang dianggap tidak sah karena beberapa hal seperti beberapa orang siswa MAN 13 tidak mengembalikan lembar jawaban untuk tes pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris.00 KKBI Gambar 9. MAN 13 Jakarta Setelah dilakukan pengecekan terhadap seluruh lembar jawaban.00 65.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 4 3 2 y c n u q e r F 1 0 60. dan beberapa orang siswa mengembalikan lembar jawaban secara lengkap tetapi tidak memberikan respon sebagaimana yang diharapkan.00 75.00 80.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 8 Skor MTB.30. diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 13 adalah 75. dan KKBI siswa MAN 13 NO RESPONDEN MTB PSB 1 MAN013001 54 50 2 MAN013002 56 53 3 MAN013003 57 56 4 MAN013004 58 56 5 MAN013005 51 58 6 MAN013006 59 58 7 MAN013007 59 60 8 MAN013008 61 60 9 MAN013009 64 62 10 MAN013010 64 62 11 MAN013011 62 64 12 MAN013012 62 64 13 MAN013013 66 66 14 MAN013014 65 66 15 MAN013015 68 68 16 MAN013016 65 68 17 MAN013017 73 70 18 MAN013018 69 65 19 MAN013019 63 72 20 MAN013020 70 75 Jumlah 1246 1253 Maksimum 73. PSB. jumlah keseluruhan skor adalah 1253.00 50.30 62. skor terendah adalah 50.00 Rata-rata 62. skor terendah adalah 51.00 50. dan skor rata-ratanya adalah 62. jumlah keseluruhan skor adalah 1246. untuk pemahaman silang budaya. dan skor 53 . setelah dilakukan konversi dari rentangan skor 40-160 menjadi 0-100 diketahui bahwa skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 13 adalah 73.00 62. Sebaliknya.65 KKBI 50 54 60 60 56 62 64 64 64 66 66 68 68 56 70 58 69 72 57 74 1258 74.00 75.00 Minimum 51.90 Berkaitan dengan motivasi berprestasi.

65. Adapun untuk tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris.00 55.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan rata-ratanya adalah 62. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan motivasi berprestasi siswa MAN 13 relatif tidak terlalu tinggi. Secara umum siswa MAN 11 masih memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk menguasai kemampuan berbahasa Inggris sebagaimana yang dipersyaratkan dalam kurikulum 2004. dan skor rata-ratanya adalah 62. akan makin jelas bagaimana distribusi skor yang diperoleh siswa MAN 13 untuk ketiga variabel tersebut seperti berikut. Histogram MTB MAN 13 54 . skor terendah adalah 50.00 65. skor tertinggi yang diperoleh siswa MAN 13 adalah 74.00 70.00 MTB Gambar 10. jumlah keseluruhan skor adalah 1258.90.00 60. Selanjutnya. begitu juga dengan pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris mereka. 4 3 2 y c n u q e r F 1 0 50.00 75. bila skorskor tersebut di atas dikonversikan ke dalam bentuk gambar.

00 70.00 55.00 65.00 55.00 PSB Gambar 11.00 60.00 65. Histogram PSB MAN 13 7 6 5 4 3 y c n u q e r F 2 1 0 50. Histogram KKBI MAN 13 55 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 7 6 5 4 y c n u q e r F 3 2 1 0 50.00 75.00 60.00 75.00 KKBI Gambar 12.00 70.

Deskripsi Data Gabungan Keempat Madrasah Berdasarkan data gabungan keempat MAN yang terlibat dalam penelitian.00 8 Median 66. dan skor rataratanya adalah 65. skor terendahnya adalah 48.00 KKBI 5271 50.97 63.449 7 Range 28. secara keseluruhan gabungan data tersebut menunjukkan bahwa motivasi berprestasi siswa MAN 4.00 78.00 30. diperoleh bahwa jumlah keseluruhan skor untuk motivasi berprestasi adalah 5278.26 5 Std. Hal yang sama juga terjadi pada pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris mereka. 7.88 7. Tabel 9. Untuk pemahaman silang budaya.00 3 Maksimum 79.00 80. Deviasi 5.00 48. Selengkapnya. Statistik Deskriptif untuk Ketiga Variabel NO SKOR MTB PSB 1 Jumlah 5278 5061 2 Minimum 51. jumlah keseluruhan skor adalah 5271.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan B.88.515 6 Varians 33.029 49. skor tertingginya adalah 80. Jadi. dan skor rata-ratanya adalah 63. data deskriptif untuk keempat madrasah tersebut dapat dilihat pada tabel 9.00 4 Rata-rata 65. skor tertingginya adalah 79. 11.00 65. dan 13 relatif tidak terlalu tinggi.00 66. skor terendahnya adalah 51.75 6.00 56 . Adapun berkenaan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. skor terendahnya 50.26. skor tertingginya 78.418 30.00 64.97. Apa yang mereka kuasai masih berada di bawah peryaratan ideal yang harus dikuasai siswa.088 42. dan skor rata-ratanya adalah 65. diperoleh jumlah keseluruhan skor adalah 5061.

3 47.00 6 7.3 8.8 64.5 2.0 100.0 90.00 1 1.00 1 1. Distribusi Frekuensi untuk MTB Gabungan Valid SKOR Frequency Percent Percent 51.00 4 5.00 5 6.0 6.0 74.5 2.00 7 8.8 3.8 3.3 66.5 68.3 76.5 71.3 6.5 56.00 2 2.5 7.3 1.8 61.00 7 8.0 5.3 1.0 60.8 32.3 6.3 58.5 78.3 6.00 2 2.3 1.8 8.00 3 3.0 57 .00 2 2.8 3.00 3 3.8 8.0 62.0 71.3 58.3 6.0 Tabel 11.5 2.5 2.0 5.00 2 2.8 65.00 1 1.8 72.5 59.00 5 6.8 95.3 1.5 57.8 13.3 63.00 3 3.5 73.8 67.5 41. Cumulative Percent 1.5 85.5 2.8 17.3 1.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Berdasarkan skor kasar yang diperoleh siswa dan statistik deskriptif di atas dibuatlah table frekuensi dan histogram untuk masing-masing varibel sebagai berikut . Tabel 10.3 1.0 93.0 97.3 56.3 78.5 98.8 75.00 2 2.5 28.00 5 6.00 5 6.3 79.00 4 5.00 4 5.3 Total 80 100.5 5.00 1 1.3 2.8 3.8 100.0 5.8 65.00 3 3.00 1 1.3 69.8 82.3 54.3 70.5 22.00 1 1.

3 1.0 10.00 6 7.0 74.8 56.8 36.3 41.00 1 1.00 5 6.00 1 1.5 98.00 6 7.00 8 10.8 88.3 1.00 2 2.3 76. Distribusi Frekuensi untuk KKBI Gabungan 58 .3 1.00 4 5.0 72.00 2 2.3 7.0 5.3 6.3 73.5 71.3 50.0 5.0 60.00 2 2.5 11.3 78.3 1.00 2 2.00 1 1.3 97.00 4 5.00 1 1.0 10.0 Cumulative Percent 1.0 5.00 3 3.5 53.00 1 1.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Distribusi Frekuensi untuk PSB Gabungan Valid SKOR Frequency Percent Perce nt 48.5 75.5 2.0 65.8 13.5 2.00 11 13.5 62.8 6.00 8 10.8 3.8 83.5 7.00 4 5.5 7.3 1.5 2.0 10.0 70.0 Tabel 12.3 51.0 64.3 66.8 96.0 100.5 58.8 67.3 Total 80 100.8 28.3 3.8 93.8 100.5 2.5 52.3 18.3 54.00 8 10.3 57.5 68.

00 66.0 Valid Percent 2.5 16.3 10.5 7.0 3.5 2.0 97.8 10.5 3.8 78.00 62.0 2.5 3.3 1.00 57.8 81.5 100.8 12.5 2.3 88.00 80.0 Cumulative Percent 2.00 64.3 2.0 6.00 78.5 3.3 10.00 69.0 12.0 68.00 59.5 1.8 2.3 1.8 26.0 2.00 53.3 1.5 100.8 10.5 7.0 3.00 76.5 3.00 70.0 65.5 2.5 11.3 18.8 5.8 2.3 2.0 42.8 12.00 72.5 3.3 8.00 55.3 1.5 1.00 60.3 1.3 2.5 11.5 7.5 7.3 30.00 67.8 10.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan SKOR Frequency 50.8 2.00 74.00 52.8 55.5 100.00 58.00 75.3 1.00 54.3 2.5 1.0 59 .00 56.8 2.8 91.3 95.5 53.00 Total 2 1 1 1 2 1 2 3 2 6 3 10 9 1 8 3 8 2 6 2 3 2 2 80 Percent 2.00 68.5 1.5 2.5 3.5 3.

0 0 0 PB S Gambar 14.0 5 0 6 . Histogram MTB Gabungan 2 0 1 5 1 0 y c n u q e r F 5 0 4 .0 5 0 8 .0 0 0 5 .0 0 0 6 .0 0 0 6 .0 0 0 5 .0 0 0 8 .0 0 0 7 .0 0 0 7 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 1 4 1 2 1 0 8 y c n u q e r F 6 4 2 0 5 .0 0 0 MB T Gambar 13.0 5 0 7 . Histogram PSB Gabungan 60 .

homogenitas. sedangkan pemeriksaan homogenitas tidak dilakukan dengan alasan data yang diperoleh diasumsikan berasal dari populasi yang homogen. Histogram KKBI Gabungan C. Persyaratan Analisis Data Sebelum pengujian hipotesis penelitian dilakukan.0 5 0 5.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 1 2 1 0 8 6 y c n u q e r F 4 2 0 5 0 0.0 K B K I Gambar 15. 1.00 7 . dan linearitas data. Uji Normalitas Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah sample berasal dari populasi berdistribusi normal atau tidak. terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan terhadap normalitas.00 8 0 0. 61 . Dalam penelititan ini yang akan dilakukan adalah pemeriksaan normalitas dan linearitas data.0 0 0 7 5.0 65 .0 60 0 .

00 0. Hasil analisisnya dapat dilihat pada tabel berikut.363 Selanjutnya. Tabel 13 Uji Normalitas Y (KKBI) berdasarkan X1(MTB) Shapiro-Wilk MTB Statistic df Sig.893 3 0.924 5 0.00 0.228 65.556 63. data yang diperoleh dihitung dengan mengggunakan statistik Shapiro-Wilk di mana data kemampuan komunikatif bahasa Inggris dikelompokkan berdasarkan distribusi frekuensi data motivasi berprestasi.163 74. sebaliknya terima Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih kecil daripada taraf signifikansi yang ditentukan.843 64.363 61.863 4 0.395 66.897 5 0.783 7 0.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Untuk itu.993 3 0.00 0.871 3 0.758 69.00 0.730 5 0.608 71.00 0. Pada tabel di atas diperoleh bahwa seluruh kelompok data kemampuan komunikatif 62 .00 0.895 4 0.934 6 0.953 5 0.00 0.272 62. berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat dilakukan pengujian terhadap dua hipotesis kenormalan yang berbunyi: Ho: sample tidak berasal dari populasi berdistribusi normal H1 : sample berasal dari populasi berdistribusi normal Adapun kriteria pengujian hipotesis yang digunakan adalah tolak Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih besar dari taraf signifikansi yang ditentukan yakni 0.00 0.00 0.190 70.00 0. KK 59.05.248 68.619 7 0.00 0.409 BI 60.00 0.893 3 0.00 0.00 0.828 4 0.298 73.

893 3 0. Karena signifikansi tersebut jauh lebih besar daripada taraf signifikansi 0.863 8 0.00 0.128 60.496 6 0. berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat dilakukan pengujian terhadap dua hipotesis kenormalan yang berbunyi: Ho: sample tidak berasal dari populasi berdistribusi normal H1 : sample berasal dari populasi berdistribusi normal Adapun kriteria pengujian hipotesis yang digunakan adalah tolak Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih besar daripada taraf signifikansi yang ditentukan yakni 0.00 0.00 0.889 8 0.381 65. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa data yang diperoleh berasal dari populasi yang berdistribusi normal.00 0.916 4 0.00 0.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan bahasa Inggris memperoleh taraf signifikansi antara 0.00 0. maka hasilnya dapat dilihat pada tabel 14. 63 . maka hipotesis nol yang berbunyi sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal ditolak.05.00 0.00 0. Tabel 14 Uji Normalitas Y (KKBI) berdasarkan X2(PSB) Shapiro-Wilk PSB Statistic df Sig.163 – 0.987 4 0.513 72.914 8 0.392 62.230 70.05. 54.911 11 0.363 KKB 56.670 66.941 5 0.640 6 0.00 0. Jika kelompok data kemampuan komunikatif bahasa Inggris dikelompokkan berdasarkan distribusi frekuensi pemahaman silang budaya.250 68.00 0.161 64.939 Selanjutnya.843.00 0.827 4 0.421 I 58.

709 893.239 0. data yang diperoleh dihitung dengan mengggunakan statistik F dan analisis varians.161 – 0.000 23 55 79 13. data yang diperoleh berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Ho: Linearitas tidak terpenuhi H1: Linearitas terpenuhi Untuk itu.05.147 165.452 F 7. berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat dilakukan pengujian terhadap dua hipotesis kelinearan 64 .939.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan sebaliknya terima Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih kecil daripada taraf tersebut. 0. 2.000 KKBI * MTB Between Groups Combine d Linearity Deviatio n from Linearity 3010. Karena signifikansi tersebut jauh lebih besar daripada taraf signifikansi 0.72 Sig. Maka dapat dikatakan.147 320.944 16.85 0.131 3903.647 Within Groups Total Selanjutnya.987 1 2690. Tabel 15 Anova untuk Uji Linearitas Sum of Squares df 24 Mean Square 125. Uji linearitas ini dilakukan melalui pengujian dua hipotesis linearitas yang berbunyi. maka hipotesis nol yang berbunyi sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal ditolak. Uji Linearitas Uji linearitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh membentuk garis lurus atau tidak.857 2690. Pada tabel di atas diperoleh seluruh kelompok data kemampuan komunikatif bahasa Inggris memperoleh taraf signifikansi antara 0.66 0. Hasilnya terdapat pada tabel 15 pada halaman berikut.

Hubungan Motivasi Berprestasi dan Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Setelah nilai-nilai yang diperlukan dihitung. Pada tabel di atas diperoleh bahwa taraf signifikansi untuk uji linearitas adalah 0. Berkenaan dengan penelitian ini. diperoleh bahwa koefisien korelasi antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif siswa MAN di Jakarta Selatan adalah 0. 1. terdapat tiga hipotesis yang diuji. maka hipotesis nol yang berbunyi linearitas tidak terpenuhi ditolak. dan c) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi.05.05.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan tersebut. sebaliknya tolak Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih kecil daripada taraf signifikansi yang ditentukan. 65 . homogenitas. D. Karena signifikansi tersebut jauh lebih kecil daripada taraf signifikansi 0. dan normalitas data. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa data yang diperoleh berasal populasi yang membentuk garis lurus atau linear. yakni: a) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Pemilihan statistik ini didasari oleh terpenuhinya beberapa persyaratan analisis yang berhubungan dengan pemeriksaan linearitas. b) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.830 seperti berikut. pemahaman silang budaya. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Pengujian Hipotesis Penelitian Pengujian hipotesis penelitian dilakukan melalui statistik regresi dan korelasi sederhana.00. Adapun kriteria pengujian hipotesis yang digunakan adalah terima Ho jika signifikansi yang diperoleh jauh lebih besar dari taraf signifikansi yang ditentukan yakni 0.

000 N 80 MTB 0.830 0.0 N 80 MTB Pearson Correlation 0. jika koefisien korelasi yang diperoleh benar-benar berarti. (2-tailed) 0.830. dan terima hipotesis nol jika koefisien korelasi tidak berarti. Pada tabel Nilai Kritis Pearson dengan taraf signifikasi 0. 220 yang jauh di bawah nilai r hitung 0.000 80 1 0. Jika nilai r hitung lebih tinggi daripada r tabel.89%. maka r hitung benar-benar sangat berati dan dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. (2-tailed) 0. terlebih dahulu perlu dilakukan pengujian terhadap keberartian koefisien tersebut dengan membandingkannya dengan nilai kritis koefisien korelasi dari Pearson.830 benar-benar sangat berarti dan dapat digunakan untuk menolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 16 Hasil Analisis Korelasi antara MTB dan KKBI KKBI KKBI Pearson Correlation 1 Sig.830 Sig. Oleh karena itu. diperoleh nilai r tabel sebesar 0. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Ini menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0.0 80 Supaya koefisien korelasi yang dihasilkan benar-benar dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. 66 .05 dan jumlah sampel sebanyak 80 orang siswa. dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien determinasinya sebesar 68.

Tidak diragukan lagi. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 21. 67 .221 0.22 + 0.05.423 . untuk melihat bagaimankah pola hubungan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan perlu dilakukan pengujian terhadap persamaan garis regresi yang dihasilkan. diperoleh persamaan garis regresi sederhana Ŷ = 21.830 Standardized Coefficients Beta 6.00 t Sig.22 + 0.200 13.22 + 0. Adapun untuk melihat apakah persamaan regresi tersebut benar-benar berarti.148 . Tabel 17 Koefisien regresi Y atas X1 Model 1 (Constant ) KKBI Unstandardized Coefficients B 21.679 SE 3.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Selanjutnya. Berdasarkan hasil analisis regresi Y atas X1.697X 1 seperti pada tabel berikut. perlu dilakukan pemeriksaan terhadap signifikansinya melalui statistik F dan analisis varians.697X1 tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0.697X1 tersebut menunjukkan pola hubungan linear sebagaimana terlukiskan dalam diagram pencar pada halaman berikut. persamaan garis regresi Ŷ = 21.052 .00 .

0 0 0 Os r e b ev d L er in a 7 .697X1 Tabel 18 Analisis Varians untuk Regresi Y atas X1 Sum of Mean df Model Squares Square 1 Regression 1801. 0 50 8 .697X1 sangat berarti.05 dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut 78.0 0 0 5 .0 0 0 5 . diperoleh nilai F sebesar 172. hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 21.866 seperti pada tabel 18 di atas. yakni sebesar 3.420 Total 2613.0 0 0 6 .22 + 0. Diagram pencar untuk Ŷ = 21.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan KB KI 8 . yang berbentuk makin 68 . dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan.22 + 0.0 0 0 7.738 78 10. Sesuai dengan hasil keseluruhan analisis di atas.212 Residual 812.0 0 0 5.866 Berdasarkan hasil analisis varians yang dilakukan.0 0 0 MB T Gambar 16. Oleh karena itu. Hasil tersebut jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0.950 79 F 172.96.212 1 1801.0 0 0 6. sehingga dapat dinyatakan bahwa persamaan regresi Ŷ = 21. Hal ini bermakna bahwa kemampuan komunikatif bahasa Inggris sangat tergantung pada motivasi berprestasi siswa. 0 50 7 . 0 50 6 .0 5 0 5 .0 5 0 7 .697X 1 tidak berarti dapat ditolak.0 5 0 6 .22 + 0.

697X1.000 80 1 0. Supaya koefisien korelasi yang dihasilkan benar-benar dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. peningkatan dan penurunan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan 68.697 (50) = 56.740 0. (2-tailed) 0. Selain itu.740 Sig.07.740 seperti pada tabel halaman berikut.22 + 0. Umpamanya. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris. terlebih dahulu perlu dilakukan pengujian terhadap keberartian koefisien tersebut dengan membandingkannya dengan nilai kritis koefisien korelasi dari Pearson.000 N 80 PSB 0.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan tinggi motivasi berprestasi siswa.0 80 Jika nilai r hitung lebih tinggi daripada r tabel. 2. diperkirakan terdapat peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebesar 21. bila X1 =50. diperoleh bahwa koefisien korelasi antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif siswa MAN di Jakarta Selatan adalah 0.22 + 0. maka r hitung benar-benar sangat berati dan dapat digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Hubungan Pemahaman Silang Budaya dan Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Setelah nilai-nilai yang diperlukan dihitung.0 N 80 PSB Pearson Correlation 0. Tabel 19 Hasil Analisis Korelasi antara PSB dan KKBI KKBI KKBI Pearson Correlation 1 Sig.89% dapat dijelaskan oleh motivasi berprestasi siswa melalui persamaan regresi Ŷ = 21. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya 69 . (2-tailed) 0.

Selanjutnya.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Tabel 20 Koefisien regresi Y atas X2 Unstandardized Coeff.00 .740 benar-benar sangat berarti dan dapat digunakan untuk menolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.686X2 seperti pada tabel berikut. jika koefisien korelasi yang diperoleh benarbenar berarti. Pada tabel Nilai Kritis Pearson dengan taraf signifikasi 0.740. 70 .686 4. Oleh karena itu.715 Sig. diperoleh persamaan garis regresi sederhana Ŷ = 18. persamaan garis regresi Ŷ = 18.740 t 3. 220 yang jauh di bawah nilai r hitung 0. Berdasarkan hasil analisis regresi Y atas X2. . untuk melihat bagaimankah pola hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan perlu dilakukan pengujian terhadap persamaan garis regresi yang dihasilkan. Ini menunjukkan bahwa koefisien korelasi sebesar 0.865 9. diperoleh nilai r tabel sebesar 0.76%.00 Tidak diragukan lagi.05 dan jumlah sampel sebanyak 80 orang siswa.077 .686X2 tersebut menunjukkan pola hubungan linear sebagaimana terlukiskan dalam diagram pencarnya berikut.077+ 0. Beta . dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien determinasinya sebesar 54.071 Standard Coeff. dan terima hipotesis nol jika koefisien korelasi tidak berarti. Model B SE 1 Constant KKBI 18.077+ 0.677 .

00 8 0.0 75 .686X2 tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0. Tabel 21 Analisis Varians untuk Regresi Y atas X2 Sum of Mean df Model Squares Square 1 Reg. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 18.0 65 .00 55.00 60 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan K B K I 8 0. 1517.077 + 0.077+ 0.141 Res.077+ 0.00 5 0.00 65 .141 1 1836. Diagram pencar untuk Ŷ = 18.686X2 Untuk melihat apakah persamaan regresi Ŷ = 18.388 71 .686X2 berarti atau tidak.00 5 5.00 MB T Gambar 17.347 78 19. perlu dilakukan pemeriksaan terhadap signifikansinya melalui statistik F dan analisis varians.00 5 0.488 79 F 94.05. 1836.00 O bserve d Lin r ea 75 0 .0 70 0 .00 7 0 0.453 Total 3353.00 6 0.

Hubungan antara Motivasi Berprestasi (X1).377.077+ 0.043+ 0.077+ 0. 3. diperkirakan terdapat peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebesar 18. Selain itu.799X1 + 0. Umpamanya.686X2 tidak berarti dapat ditolak. yakni sebesar 3.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Berdasarkan hasil analisis varians yang dilakukan. diketahui bahwa persamaan garis regresi ganda untuk ketiga variabel tersebut adalah Ŷ = -2. Sesuai dengan hasil keseluruhan analisis di atas.96.077+ 0. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris.76% dapat dijelaskan oleh pemahaman silang budaya siswa melalui persamaan regresi Ŷ = 18.077+ 0. Hal itu bermakna kemampuan komunikatif bahasa Inggris sangat tergantung pada pemahaman silang budaya siswa. Oleh karena itu. perlu diketahui terlebih dahulu koefsien korelasi ganda yang diperoleh melalui rumus: R2 = 2 JK(Reg)/Σy . dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan. Pemahaman Silang Budaya (X2). hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = 18. diperoleh nilai F sebesar 94. 72 .686X2.05 dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut 78. Penggunaan rumus tersebut tentu saja memerlukan nilai-nilai yang diperoleh dari persamaan garis regresi linear ganda dan analisis variansnya.240X2. Hasil tersebut jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0.686X2 sangat berarti. pemahaman silang budaya. bila X2 =50. Persamaan tersebut diperoleh dari nilai-nailai dari tabel berikut. dan Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris (Y) Untuk menguji hipotesis ketiga yang berbunyi ada hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Berdasarkan data-data yang sudah diperoleh. sehingga dapat dinyatakan bahwa persamaan regresi Ŷ = 18.686 (50) =52. peningkatan dan penurunan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan 54.388 seperti pada tabel 21 di atas.

Berdasarkan hasil analisis varians yang dilakukan.213 Sig.043+ 0. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = -2.799X1 + 0.247 77 14.030 Untuk melihat apakah persamaan regresi Ŷ = -2.96.799 .799X1 + 0.240X2.821 Total 3903.684 .043+ 0.495 2.740 2 1381.654 . 2762.05.988 79 F 93.007 . Coefficients Model B SE 1 Constant MTB PSB -2. Beta . Hubungan 73 .201 seperti pada tabel 23 berikut.799X1 + 0.240X2 sangat berarti.240X2. tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0. Oleh karena itu.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 22 Koefisien regresi Y atas X1 dan X2 Unstandard. hipotesis nol yang berbunyi bahwa persamaan regresi Ŷ = -2. Hal itu bermakna kemampuan komunikatif bahasa Inggris sangat tergantung pada motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa. 1141.043+ 0.000 .240X2 tidak berarti dapat ditolak.240 5.05 dengan dk pembilang 1 dan dk penyebut 78.408 6. . berarti atau tidak. perlu dilakukan pemeriksaan terhadap signifikansinya melalui statistik F dan analisis varians.799X1 + 0.370 Res.043 . yakni sebesar 3. diperoleh nilai F sebesar 93.043+ 0.109 Standard. Coeff.223 t -. Tabel 23 Analisis Varians untuk regresi Y atas X1 dan X2 Sum of Mean Model df Squares Square 1 Reg.201 ternyata jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0. sehingga dapat dinyatakan bahwa persamaan regresi Ŷ = -2.123 .201 Nilai F sebesar 93.

pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan.71. sehingga dapat dinyatakan bahwa koefisien korelasi ganda sebesar 0. Berdasarkan anaslisis dilakukan diperoleh korelasi parsil untuk ketiga variabel tersebut seperti yang tertuang dalam tabel berikut. perlu dilakukan pemeriksaan signifikansinya melalui statistik F = (R2/k)/{(1. dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi.240X2. peningkatan dan penurunan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN Jakarta Selatan 50. hipotesis nol yang berbunyi bahwa koefisien korelasi ganda tidak berarti dapat ditolak. Selain itu. Selanjutnya. Ternyata nilai F sebesar 94.11.043+ 0.799X1 + 0.258 jauh lebih tinggi daripada nilai F tabel pada taraf signifikansi 0.41% dapat dijelaskan secara bersama-sama oleh motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa melalui persamaan regresi ganda Ŷ = -2. Hasil perhitungan statistik F di atas memperlihatkan nilai sebesar 94. Keberartian korelasi ganda ganda dapat juga dilihat melalui korelasi parsil antar ketiga variabel tersebut dengan mengontrol salah satu dari variabel bebasnya. yakni JK(Reg)/Σy2 = 2762. Sesuai dengan hasil keseluruhan analisis di atas.740/3903.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan ketiga variabel tersebut dapat dilihat dari besarnya koefisien korelasi ganda yang diperoleh.71 sangat berarti.258. yakni sebesar 3.988 = 0. dan koefisien determinasinya adalah sebesar 50. Oleh karena itu. 74 .R2)/(n-k-1). makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris.05.05 dengan dk pembilang 2 dan dk penyebut 77. Hubungan tersebut berbentuk makin tinggi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa. Adapun kriteria pengujiannya adalah tolak hipotesis nol yang berbunyi bahwa koefisien korelasi ganda tidak berarti jika nilai F hitung lebih tinggi daripada F tabel pada taraf signifikani 0.41%. untuk mengetahui apakah R2 sebesar 0.71 berarti atau tidak.

6889 – 0. Artinya hubungan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan diduga 61.5476 – 0.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tabel 24.000 0 0 MTB 0 0 0. Keberartian tersebut diperoleh melalui selisih koefisien diterminasi korelasi sederhana dengan korelasi parsilnya. 75 .11% dipengaruhi oleh oleh aneka ragam tingkat pemahaman silang budaya siswa.1936. jika korelasi diterminasi antara kemampuan komunikatif bahasa Inggris dan pemahaman silang budaya (Y dan X1) dengan korelasi diterminasi antara kemampuan komunikatif bahasa Inggris dan pemahaman silang budaya di mana motivasi berprestasi dikontrol ((Y dan X2.595 PSB 0. Bila kita bandingkan antara koefisien diterminasi antara motivasi berprestasi dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris (antara Y dan X1). Sebaliknya. dengan koefisien diterminasi korelasi parsil antara motivasi berprestasi dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris dengan pemahaman silang budaya dikontrol (Y dan X1.06 = 0. dapat diketahui keberartian salah satu variabel di dalam menentukan hubungan antara dua variabel lainnya.11% dipengaruhi oleh oleh aneka ragam tingkat motivasi berprestasi siswa. diperoleh selisih sebesar 0.245 1. X1 dan X2 Variabel yang dikontrol MTB PSB KKBI PSB KKBI MTB KKBI 1. diperoleh selisih sebesar 0.6111. Artinya hubungan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan diduga 61.000 0. yang merupakan turunnya daya ramal X2 terhadap Y. di mana X2 dikontrol). di mana X1 dikontrol).000 0.000 Berdasarkan korelasi parsil ini. Koefisien Korelasi Parsil Antara Y.595 1.3540 = 0.245 1. yang merupakan turunya daya ramal X1 terhadap Y.

pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Ketepatan asumsi-asumsi tersebut dapat dilihat dari penolakan terhadap ketiga hipotetsis nol yang berbunyi: 1) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. dan penerimaan ketiga hipotesis alternatif yang berbunyi: 1) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. Ketepatan Hipotesis Pengujian persyaratan analisis dan hipotesis penelitian pada bab terdahulu memperlihatkan bahwa asumsi-asumsi yang diturunkan dari kerangka konseptual tidak menyimpang dan bertolak belakang. 2) terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di 76 .Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 5 PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. dan 3) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. 2) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.

dan 3) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi. Hal itu berarti bahwa kontribusi motivasi berprestasi terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan adalah sebesar 68. motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya secara bersama-sama memiliki 77 . Selain itu. motivasi berprestasi berhubungan secara signifikan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien korelasinya sebesar 0.76%. pemahaman silang budaya berhubungan secara signifikan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien korelasinya sebesar 0. 54.686X2. 68. pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.89%. Kedua.077+ 0. dan penerimaan terhadap hipotesis alternatif yang berbunyi bahwa motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya dapat dijadikan sebagai prediktor terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan.830 dan koefisien diterminasinya sebesar 0..697X1.5476. Pertama.89% penurunan dan peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dapat dijelaskan oleh motivasi berprestasi melalui persamaan regresi Ŷ = 21.6889. dapat dijelaskan tiga hal penting berkenaan dengan hubungan antara ketiga variabel penelitian ini. Dengan kata lain.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Jakarta Selatan.740 dan koefisien diterminasinya sebesar 0. Ketiga.22 + 0. Hal itu berarti bahwa kontribusi pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan adalah sebesar 54. Akhirnya. Dengan kata lain. ketepatan asumsi-asumsi dalam penelitian ini juga tampak pada penolakan hipotesis nol lain yang berbunyi bahwa motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya tidak dapat dijadikan sebagai prediktor terhadap kemampuan komunikatif siswa bahasa Inggris MAN di Jakarta Selatan.76% penurunan dan peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dapat dijelaskan oleh pemahaman silang budaya melalui persamaan regresi Ŷ = 18.

Principles of Language Learning and Teaching (Englewood Clifts: Prentice Hall Regents. seperti lapar dan rasa sakit. Hal itu berarti bahwa kontribusi motivasi berprestadi dan pemahaman silang budaya terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan adalah sebesar 50. W. atau dapat juga berbentuk tujuan atau keinginan yang akan dicapai. h. Adapun pengertian motivasi yang banyak dipedomani berbunyi “Motivation is commonly thought of as inner drive.240X2.5041.html.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan hubungan yang signifikan dengan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dengan koefisien korelasinya sebesar 0. Dengan kata lain.710 dan koefisien diterminasinya sebesar 0. impulse. Dorongan itu dapat berbentuk respons fisik terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan atau menyakitkan. GA: Valdosta State University.043+ 0. “Motivation to learn: An overview” Educational Psychology Interactive.edu/ whuitt/col/ motivation/motivate. or in more technical terms. motivasi dianggap sebagai dorongan yang menggerakkan seseorang untuk meraih sesuatu. desire.29 H. Temuan Teoretis Secara umum. Douglas Brown. and the degree of effort they will exert in that respect”28 Pengertian lain yang tidak jauh berbeda dengan pandangan tersebut dibaerikan oleh Huitt yang mengatakan “motivation is an internal state or condition (sometimes described as a need. 1994). or want) that serves to activate or energize behavior and give it direction”. motivation refers to the choices people make as to what experiences or goals they will approach or avoid.41% penurunan dan peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan dapat dijelaskan oleh motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya melalui persamaan regresi Ŷ = -2. Valdosta. h. 50.799X1 + 0.valdosta. Retrieved [date].41%. 2 78 28 . B. from http://chiron. emotions or desire that moves one to a particular action. 132. 29 Huitt.

Wikipedia. Ausubel menjelaskan enam jenis dorongan yang dimiliki oleh seseorang. motivasi berprestasi merupakan dorongan yang dimiliki individu untuk memperoleh hasil yang berarti. the free encyclopedia. 31 R. 1968). mengatasi berbagai kesulitan belajar. mencari berbagai cara dan strategi belajar efektif. Achievement Motivation. terbukti secara empiris melalui hubungan signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa MAN di Jakarta Selatan. 368-9. umpamanya. Back. dan 6) diakui dan diterima oleh orang lain. Motivasion: Theories and Principles (New Jersy: Prentice Hall. dalam hal ini. atau mengerjakan tugas sebaik mungkin agar dapat David A. 32 Anonymous. Bila demikian.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Dalam dua pengertian tersebut dapat dipahami bahwa motivasi merupakan dorongan dari dalam diri seseorang yang menggerakkannya melakukan sesuatu untuk mencapai atau memenuhi keinginannya. Educational Psychology: A cognitive view (New York: Holt. secara teoretis apa yang disampaikan oleh para pakar bahwa motivasi berprestasi mendorong seseorang untuk meraih sesuatu yang lebih baik. 79 30 . Secara lebih rinci.30 Salah satu motivasi yang relatif banyak mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam belajar atau pekerjaan adalah motivasi berprestasi. 2) membiasakan diri. Motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai dorongan atau kecenderungan yang dimiliki siswa untuk mengatasi berbagai masalah dan kesulitan dalam belajar sebaik mungkin31. Motivasi berprestasi mendorong siswa untuk terus-menerus berusaha semaksimal mungkin untuk. Ausubel. 3) melakukan pekerjaan. p. atau memperoleh standard hidup yang lebih tinggi. 4) didorong oleh pihak lain. 291.32 Menguasai pengetahuan dan keterampilan. 1990). Rinehart & Winston. 5) memperoleh pengetahuan. dapat juga diartikan menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. Menurut McCelland. C. yakni kebutuhan untuk: 1) menemukan sesuatu yang baru. 2006. menguasai pengetahuan dan keterampilan. h.

kemampuan komunikatif bahasa Inggris juga dipengaruhi oleh faktor lain. Hadley. h 4 80 33 . h. 1994). 34 A. that is in a dynamic exchange in which linguistic competence must adapt itself to the total informational input. Ellis mengatakan “Communicative competence includes the knowledge the speaker-hearer has of what constitutes appropriate as well as correct language behavior and also of what constitutes effective language behavior in relation to particular communicative goals. both linguistic and paralinguistic of one or more interlocutors. Dengan demikian secara teoretis dapat ditegaskan kembali bahwa motivasi berprestasi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan seseorang dalam belajar bahasa Inggris. The Study of Second Language Acquisition (Oxford: O U P. Oleh karena itu. Teaching Language in Context (Boston: Heile & Heile Publisher.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris secara baik.34 Pentingnya pengenalan latar atau konteks tempat terjadinya komunikasi juga diketengahkan oleh Munby yang mengatakan “It seems clear that communicative competence includes the ability to use linguistic forms to perform communicative acts and to understand the Rod Ellis. it includes both linguistic and pragmatic knowledge. Pemahaman silang budaya merupakan bagian yang takterpisahkan dari kemampuan pragmatik yang merupakan pengetahuan yang mengarahkan seseorang untuk memilih bentuk-bentuk bahasa mana yang sesuai dengan konteksnya. That is.O. bahwa mengenali latar di mana komunikasi itu terjadi sangat penting untuk bangunan kemampuan komunikatif. Mengenai hal itu. 1993). sehingga terbangun interaksi komunikatif yang lebih efektif. yakni pemahaman silang budaya.”33 Gagasan yang sama juga disampaikan Hadley. Communicative competence may be defined as the ability to function in a truly communicative setting. khsususnya kemampuan komunikatif bahasa Inggris. Selain itu. 13. pembahasan mengenai pemahaman silang budaya ini akan didahului kajian terhadap kemampuan komunikatif.

Brown menjelaskan bahwa budaya merupakan cara hidup bagaimana John Munby. apakah dengan teman sebaya. H. atau dengan tokoh masyarakat. 14. 26. sehingga apa yang akan diutarakan atau disampaikan kepada orang lain dapat dipahami secara tepat. diartikan sebagai pola pikir dan pola tindak yang mengatur seseorang bagaimana berbahasa dan bertindak di dalam lingkungan masyarakat tertentu. Kemampuan sosiolinguistik berkenaan dengan kemampuan siswa untuk melihat dengan siapa mereka membangun komunikasi. Johnson (Oxford: O U P. Budaya. kawan dekat. 36 D. C. dalam hal ini. h. J. Brumfit dan K. This happens at the level of discourse and involves interalia. Hymes. segala sesuatu yang berhubungan dengan bagaimana seseorang menggunakan bahasa Inggris secara komunikatif termasuk dalam faktorfaktor non-linguistik.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan communicative functions of sentences and their relationship to other sentences. Communicative Syllabus Design (Cambridge: C U P. h.”35 Berdasarkan tiga pandangan tersebut tampak sangat jelas sekali pengenalan latar belakang atau latar tempat terjadinya komunikasi sangat menentukan keberhasilan komunikasi yang dibangun seseoarang melalui bahasa. 1978).” The Communicative Approach to Language Teaching. 81 35 . eds.36 Secara teoretis. orang yang lebih tua. Siswa dituntut untuk mengenali situasi komunikasi yang sedang terjadi. Kemampuan tersebut dalam pandangan Hymes disebut dengan kemampuan pengenalan wacana dan sosiolinguistik. 1979). “On Communicative Competence. knowledge of rhetorical rules of use that governs the patterning of such acts. atau secara lebih khusus termasuk dalam aspek budaya. Kemampuan wacana berhubungan dengan penguasaan siswa terhadap konteks situasi yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa komunikasi lisan dan tulis. the interpretative strategies of the language users and also contextual meaning of utterances. apakah dalam kegiatan formal atau informal.

and relate to others. cit. h. merasakan. Karena satu kelompok masyarakat memiliki budaya yang berbeda dengan kelompok masyarakat lain. dalam hal ini budaya berbahasa. dan berhubungan dengan orang lain dalam suatu kelompok masyarakat.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan seseorang berada. baik yang sederhana maupun yang kompleks. It is the glue that binds a group of people together. think. Tentu saja menghindari terjadinya benturan budaya. Culture is the context within which we exist. Namun. feel.”37 Jadi. Budaya dapat dianggap sebagai perekat antara seseorang dengan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. dari hal-hal yang kecil sampai hal-hal yang besar. berfikir. “Culture is a way of life.38 Kehidupan keseharian masyarakat membuktikan bahwa budaya itu merupakan satu kesatuan yang utuh. dan peralatan yang membedakan satu kelompok dan yang lain. adat. Berdasarkan pandangan di atas dan hasil penelitian pada bab terdahulu. tetapi juga terjadi antara satu negara dengan negara lain. Ibid. tentu saja hal itu akan menimbulkan benturan-benturan budaya yang dapat menimbulkan masalah-masalah sosial. Benturan-benturan tersebut tidak hanya terjadi antar kelompok masyarakat dalam satu negara. keterampilan. 164. Secara lebih khusus. dapat dikatakan pemahaman silang budaya merupakan penguasaan seseorang terhadap perbedaan budaya berbahasa dan bertindak penutur asli 37 38 Brown (1994). Budaya menurut Croydon ada1ah “a system of integrated patterns. budaya bukanlah bagian-bagian. harus dijadikan prioritas utama dalam bermasyarakat secara luas. benturan-benturan budaya antarnegara mungkin saja terjadi dalam konteks pengajaran bahasa asing. 82 . seni. Salah satu caranya adalah dengan memahami budaya berbahasa dan bertindak masyarakat lain. yet all of which govern human behaviour just as surely as the manipulated strings of a puppet control its motion”. most of which remain below the threshold of consciousness. budaya itu dapat didefinisikan sebagai gagasan. pc. Seluruh pola kehidupan masyarakat diikat oleh aturan yang disepakati oleh seluruh anggotanya.

dalam bentuk lisan dan tulis. dan menulis (writing). 2003). berbicara (speaking). Dengan kata lain dapat dikatakan. Mempertegas pengertian tersebut. Mengembangkan pemahaman tentang saling keterkaitan antar bahasa dan budaya serta memperluas cakrawala budaya. C. Menumbuhkan kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa asing untuk menjadi alat utama belajar. pemahaman silang budaya merupakan upaya-upaya yang dilakukan oleh seseorang yang berasal dari suatu kelompok masyarakat untuk memahami pola berbahasa dan bertindak kelompok masyarakat lainnya. 39 83 . membaca (reading). h. 2. Dengan demikian siswa memiliki wawasan lintas budaya dan melibatkan diri dalam keragaman budaya.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan bahasa asing dengan budaya bertindak dan berbahasa pertamanya.39 Dengan demikian dapat ditegaskan kembali bahwa pemahaman silang budaya merupakan salah satu faktor berpengaruh terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris seseorang. Perspektif Perkembangan Latar Penelitian Pengajaran bahasa Inggris pada sekolah SMA atau MA diarahkan pada pencapaian tujuan yang berbunyi: 1. Thomas mendefinisikan pemahaman silang budaya sebagai pemahaman tata cara berkomunikasi antara dua orang yang memiliki latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda. 1983. 89.40 Jenny Thomas. Kemampuan berkomunikasi meliputi mendengarkan (listening). 14. 3. h. 3. 40 Diknas. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa tersebut. Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA/MA (Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Diknas. “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol.

dan menulis. berbicara. 1) Keterampilan berbahasa. lafal dan ejaan. dan psikomotorik. kosakata. sekolah dan pihak guru juga harus memperhatikan materi apa yang yang perlu diberikan kepada siswa. siswa yang motivasi berprestasinya rendah cenderung untuk tidak melakukan tindakan-tindakan jitu untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. sehingga mereka lebih relatif lebih banyak mengalami kegagalan. 2) Unsur-unsur kebahasaan mencakup: tata bahasa. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat motivasi berprestasi memiliki pengaruh yang relatif besar terhadap penguasaan kemampuan komunikatif bahasa Inggris. Siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi cenderung mampu melakukan berbagai upaya kreatif dan strategis untuk menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris. Salah satu aspek afektif yang perlu diperhatikan adalah motivasi berprestasi siswa. Menurut kurkulum 2004. Selain itu. dan perhatian pada siswa secara utuh yang meliputi aspek kognitif. 84 . 3) Aspek budaya yang terkandung dalam teks lisan dan tulis. mata pelajaran bahasa Inggris untuk tingkat SMA/MA meliputi beberapa aspek.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Tujuan tersebut akan dapat dicapai bila sekolah dan guru dapat menyelenggarakan kegiatan pengajaran bahasa Inggris secara baik dengan memenuhi berbagai sarana dan fasilitas belajar yang layak. untuk mencapai tujuan pengajaran bahasa Inggris untuk siswa SMA/MA. Sebaliknya. afektif. membaca. yakni. Khusus berkaitan dengan pengajaran bahasa Inggris perhatian terhadap aspek kognitif dan afektif harus lebih ditekankan. Secara praktis dapat dikatakan. Hal tersebut juga sudah terbukti secara empiris melalui pengujian hipotesis pada bagian terdahulu. yaitu menyimak. makin tinggi motivasi berprestasi siswa makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya.

Secara praktis dapat dikatakan. Pengembangan bahan pelajaran seperti itu akan mempermudah siswa menguasai kemampuan komunikatif bahasa Inggris mengingat adanya beberapa potensi yang dimiliki oleh MAN 4. terdapat berbagai macam sarana komunikasi lisan dan tulis yang dapat diakses seluruh siswa untuk mempelajari aspek budaya berbahasa Inggris. 11. tetapi tidak berterima dan bahkan menimbulkan salahpaham atau behkan kegagalan komunikasi. Kedua. 7. Melihat pentingnya aspek motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya terhadap peningkatan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 4) Aspek sastra yang berupa penghayatan dan apresiasi sastra. Pertama. dan tentu saja akses informasi yang mudah juga menjadi dorongan 41 Ibid. dan 13 Jakarta harus mulai berbenah diri melalui pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris yang berbasis pada motivasi berprestasi siswa dan pemahaman silang budaya antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. 11. Aspek budaya menjadi sangat penting karena kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebagai tujuan utama pengajaran bahasa Inggris di MAN dapat terwujud bila siswa menguasai budaya berbahasa Inggris secara benar.41 Secara eksplisit dapat dipahami bahwa pengajaran bahasa Inggris di MAN harus mencakup pengajaran aspek budaya. makin tinggi pemahaman silang budaya siswa makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggrisnya. 7. MAN 4. Kalimat atau ujaran bahasa Inggris dapat saja benar secara gramatikal. yang juga merupkan motivasi tersendiri bagi siswa untuk meraih keberhasuilan. Hal ini sudah terbukti melalui pengujian hipotesis penelitian pada bagian terdahulu. dan 13 Jakarta. lokasi keempat madrasah tersebut masih termasuk dalam wilayah pemerintahan DKI Jakarta yang memiliki akses cukup besar untuk bersentuhan langsung dengan budaya berbahasa Inggris. 85 . seperti banyaknya touris dan ekspatriat yang tinggal di wilayah DKI Jakarta.

Ketiga. 7. Artinya kemampuan komunikatif bahasa Inggris sebagai amanat yang harus diemban di dalam pengajaran bahasa Inggris di MAN 4. 7. Ditinjau dari segi kognitif. dan 13 Jakarta Selatan akan menjadi terwujud. dan 13 Jakarta akan menuai keberhasilan. 11. bila pihak guru dan madrasah bekerja lebih serius dan kreatif untuk memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan tersendiri bagi siswa untuk belajar lebih giat. potensi kognitif dan afektif siswa MAN 4. Oleh karena itu. 7. maka pengajaran bahasa Inggris di MAN 4. 7. siswa-siswa MAN 4. 86 . dan 13 Jakarta memiliki semangat dan motivasi yang tinggi untuk mempelajari bahasa Inggris. sehingga mereka akan dengan mudah menangkap dan memahami perbedayaan budaya berbahasa antara bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. 11. dan 13 Jakarta relatif lebih tinggi dari Madrasah Aliyah swasta. 7. dan 13 Jakarta berasal siswa-siswa Tsanawiyah terseleksi melalui hasil UAN. dan dari segi afektif. siswa-siswa MAN 4.

makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang dikuasai siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. 2. yakni: 1. 87 . Kesimpulan Berdasarkan temuan penelitian yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya. terdapat beberapa hal penting yang dapat disimpulkan. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 6 PENUTUP A. dan bentuk hubungan keduanya adalah makin tinggi motivasi berprestasi siswa. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang dikuasai siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. dan bentuk hubungan keduanya adalah makin tinggi pemahaman silang budaya siswa.

1. Motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya secara bersama-sama dapat dijadikan prediktor terhadap kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. terdapat beberapa hal penting yang dapat diajukan sebagai rekomendasi kepada pihak Departemen Agama. b) Melakukan pelatihan-pelatihan bagi guru-guru bahasa Inggris pada MAN 4. Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. 4. dan guru-guru bahasa Inggris yang bertugas pada MAN di Jakarta Selatan. dan 88 . khususnya berkenaan dengan peningkatan kemampuan akademik dan profesional guru. dan perbedaan budaya berbahasa Indonessi dan bahasa Inggris.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3. c) Menyediakan berbagai fasilitas belajar yang dapat membantu siswa membedakan antara budaya berbahasa Indonesai dan budaya berbahasa Inggris. 7. makin tinggi pula kemampuan komunikatif bahasa Inggris yang dikuasai siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. dalam hal ini motivasi berprestasinya. MAN di Jakarta Selatan. Direkomendasikan kepada pihak Departemen Agama untuk: a) Merekrut guru-guru bahasa Inggris yang memahami perbedaan individual siswa. 11. dan bentuk hubungan ketiganya adalah makin tinggi motivasi berprestasi dan pemahaman silang budaya siswa. Rekomendasi Sesuai dengan kesimpulan tersebut di atas. dan 13 Jakarta secara berkesinambungan. B.

Direkomendasikan kepada pihak MAN di Jakarta Selatan untuk: a) Memberikan kesempatan kepada guru-guru bahasa Inggris untuk mengikuti berbagai kegiatan seminar dan pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuan akademik dan profesional mereka. Diknas. d) Menyelenggarakan berbagai kegiatan kebahasaan yang dapat memotivasi siswa menjadi lebih giat dalam belajar bahasa Inggris. dan instansi-instansi lain. 2. c) Menyediakan fasilitas belajar yang dapat membantu siswa meningkatkan motivasi berprestasi dan memperoleh kemampuan komunikatif bahasa Inggris dengan mudah. baik yang diseleng-garakan oleh pihak Departemen Agama dan Diknas.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Memperketat seleksi penerimaan siswa baru. c) memperhatikan potensi-potensi yang dimiliki siswa untuk dikem-bangkan sedemikian rupa. dan d) Memberikan kepada siswa berbagai macam pengalaman belajar bahasa Inggris yang dapat memperjelas perbedaan budaya berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Direkomendasikan kepada guru-guru bahasa Inggris pada MAN di Jakarta Selatan untuk: a) selalu meningkatkan kemampuan akademik dan profesional mereka melalui berbagai kegiatan seminar dan pelatihan. b) selalu kreatif dan inovatif di dalam pengembangan bahan pelajaran bahasa Inggris komunikatif dan motivatif. 89 d) . 3. b) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti berbagai kegiatan kebahasaan baik yang diselenggarakan oleh Departemen Agama. maupun instansiinstansi lain. sehingga diperoleh calon-calon yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi dan potensi kognitif lebih baik. sehingga siswa dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

1986). George Peter “The Cross-cultural Suvey” Readings in Cross-Culture. Nuril Huda. ed. Brumfit dan K. 90 . Jakarta: PN Balai Pustaka. New Haven. H. 1979. 1993 Hasyim. eds. Language Learning and Teaching. “On Communicative Competence. Diknas. 1999. Moore. Rod The Study of Second Language Acquisition. 1978 Murdock.. Giri “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing di Indonesia. Malang: IKIP Malang Publisher.John Communicative Syllabus Design Cambridge: Cambridge University Press. h. 198 Munby . Alice Omaggio Teaching Language in Context. Kartono. D. Frank W. Oxford: Oxford University Press.” The Communicative Approach to Language Teaching. C. 3 Hymes.” Politik Bahasa Nasional 2. H. 1994. Laela Hanoum Cross Cultural Understanding (Jakarta: Karunia UT. J. CN: HRAF Press. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA dan MA Jakarta: Puskur Balitbang Diknas. Ellis.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan DAFTAR RUJUKAN Brown. Boston: Heile and Heile Publisher. 1961. Johnson. Amran Halim. ed. Douglas Principles of Language Learning and Teaching (Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents. Oxford: Oxford University Press. 2002. 1994 Hadleu.

Thomas. 3. Makalah yang disampaikan pada Warkshop Kurikulum Berbasis Kompetensi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan Suwito. pada tanggal 17-19 Juli 2003 di Cisarua. Kebijakan yang Diperlukan Dalam Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi. 1983. 91 .Jenny “Cross-Cultural Pragmatic Failure” Applied Linguistic Vol.

Kuesioner ini merupakan instrument penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan antara motivasi berprestasi. Kuesioner ini bukan sebuah tes yang mengukur kemampuan anda. Jawablah kuesioner ini sejujurnya. 4. 2. Anda tidak perlu menulis identitas diri pada buku kuesioner ini. 3. pemahaman silang budaya.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan LAMPIRAN 1 KUESIONER MOTIVASI BERPRESTASI Petunjuk 1. dan tidak berhubungan sama sekali dengan prestasi anda dalam belajar. dan kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah Negeri di Jakarta Selatan. dengan memberi tanda silang (X) pada kolom jawaban: A: Sering Sekali B: Sering C: Kadang-kadang D: Tidak Pernah 92 .

saya tidak optimistis dapat menyele-saikan seluruh beban belajar yang harus saya pikul. 10 Ketika penyelesaian suatu pekerjaan tidak memuaskan. atau tugas-tugas lain yang diberikan guru. 8 Kurangnya koordinasi antara satu pihak dengan pihak lain menjadikan saya tidak antuasias dalam mengikuti seluruh kegiatan OSIS yang sudah direncanakan. saya tidak merasa perlu untuk mempertanggungjawabkannya. 6 Saya tetap antusias dalam mengerjakan suatu pekerjaan meskipun banyak halangan dan rintangan yang harus saya hadapi. saya menjadi tidak antusias dalam menjalankan kegiatan praktikum di laboratorium. 7 Karena sulitnya mencari bahan-bahan. 5 Betapa pun berat tugas-tugas harian dan mingguan yang harus saya hadapi.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan NO 1 BUTIR PERNYATAAN JAWAB A B C D Ketika sekolah melibatkan saya dalam tugas-tugas atau pekerjaan besar yang penuh tan-tangan saya tetap optimistis dapat mengerjakannya 2 Ketika mengahadapi masalah dalam belajar. saya tetap antusias dalam menjalaninya. saya tetap optimistis dapat mengatasinya. laporan. 3 Dalam kondisi yang sangat buruk. saya tidak optimistis dapat menyelesaikannya. 9 Saya harus bertanggungjawab terhadap isi makalah. 93 . seperti kesulitan dalam memahami teks berbahasa asing. 4 Jika menghadapi tugas atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat dan keinginan.

saya senang mencari informasi dan pengetahuan lainnya melalui berbagai sarana.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 11 Terhadap suatu tugas yang dikerjakan secara berkelompok. saya tidak harus beranggungjawab terhadap apa pun hasilnya. seperti internet. 17 Terhadap hal-hal baru yang berhubungan dengan apa yang sedang saya pelajari. 18 Saya merasa puas dengan apa yang sudah saya ketahui. saya tidak mengerjakan tugas-tugas sekolah atau rumah tangga secara sungguh-sungguh 15 Untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan. saya akan beru-saha untuk memperoleh jawabannya melalui berbagai sumber dan cara. saya tidak berupaya untuk memperoleh informasinya secara maksimal. perpustakaan dan media cetak lainnya 16 Bila keterangan guru atau dari buku tidak begitu jelas. sehingga tidak perlu lagi untuk mencari tahu hal-hal lain yang terkait dengan pengetahuan tersebut 19 Sangat penting bagi saya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah sebaik mungkin sesuai dengan ketentuan yang telah dijelaskan guru/buku. 12 Saya berusaha sekeras mungkin untuk menye-lesaikan suatu pekerjaan supaya hasilnya maksimal dan lebih baik daripada pekerjaan orang lain 13 Saya berusaha sekuat tenaga untuk menyele-saikan setiap tugas yang diberikan guru supaya memperoleh hasil yang terbaik. 14 Jika tidak ada imbalan yang menguntungkan. 20 Supaya dapat menyelesaikan suatu 94 .

saya tidak berusaha untuk menguasainya sebaik mungkin. Dalam kegiatan kelompok. karena anggota lain juga mengerjaknnya. Jika tidak menguasai suatu pekerjaan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 pekerjaan sebaik mungkin. saya berdiam diri saja tanpa berusaha untuk mengatasinya Karena takut salah. Saya senang memperoleh pekerjaan dan tugas yang menuntut keterampilan tingkat tinggi. saya berupaya untuk mengikuti petunjuk pelaksanaannya. Meskipun memiliki persyaratan yang dibutuh-kan. saya tetap 95 . saya lebih senang melaksanakannya secara individual/mandiri. tetapi asal dapat menggugurkan kewajiban saja. Saya harus berani mencoba menggunakan cara-cara mutakhir untuk mengerjakan suatu peker-jaan bila cara-cara lama tidak membuahkan hasil yang baik. Jika saya mengalami kesulitan dalam operasi komputer. saya tidak berupaya untuk menggunakan bahasa asing yang saya pelajari dengan mereka yang telah menguasainya. Ketika mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan guru. Meskipun ada pembantu. saya tidak membuat laporan penelitian secara baik. Jika kerja kelompok berjalan tidak efektif saya harus berani menyampaikan gagasan dan ide-ide perbaikan kinerja kelompok. saya lebih senang berjuang terus untuk menguasainya daripada beralih pada pekerjaan lain Terhadap hal-hal yang tidak menarik minat. saya tidak perlu menyelesaikan tugas yang menjadi bagian saya sebaik mungkin.

saya akan bekerja lebih keras daripada anggota-anggota lainnya. saya meminta tolong seorang teman untuk mencarikan buku yang saya butuhkan. saya akan membaca bukubuku pelajaran sama seriusnya dengan teman-teman. dan ingin melakukan apa yang telah diperbuat unbtuk kepentingan umat. saya senang mengikuti dan menyontoh pola pikir shabatshabat nabi. saya berusaha menjadikan tujuan hidup sebagai pedoman bagi seluruh kegiatan yang saya lakukan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 32 33 34 35 36 37 38 39 40 member-sihkan kamar dan ruang belajar secara mandiri. saya ber-usaha membuat laporan pengamatan lebih baik daripada apa yang dibuat temanteman di kls. 96 . Dengan kemampuan yang saya miliki. Untuk meningkatkan pemahaman terhadap suatu pelajaran. Sebagai anggota panitia peringatan hari-hari besar agama. Sebagai seorang muslim. Jika saya memperoleh kesempatan untuk memimpin suatu acara. saya tidak tidak perlu menentukan apa tujuan yang ingin saya capai. saya akan melakukannya seperti apa yang telah dilakukan teman-teman. Saya senang membaca biografi tokoh-tokoh dunia. Untuk keperluan penulisan laporan pengamatan. Untuk membaca buku-buku atau karyakarya ilmiah. Supaya bermanfaat di kemudian hari.

Jawablah pertanyaan berikut memberi tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang paling tepat: pilih: A. Tes ini pemahaman silang budaya. Instrument penelitian ini bertujuan untuk melihat pemahaman silang budaya antara bahasa Indonesia dan Inggris. 2. 4. atau D. tetapi tidak berhubungan sama sekali dengan prestasi anda dalam belajar.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan LAMPIRAN 2 PEMAHAMAN SILANG BUDAYA Petunjuk 1. B. Anda tidak perlu menulis identitas diri pada buku kuesioner ini. 3. C. 97 .

Keluarga C. Menyembunyikan perasaan yang sebenarnya C. Mengungkapkan ra-sa senang/bahagia B. Berdiam diri Topik yang tidak biasa digunakan: A. Dari mana? C. Menupi hal yang memalukan D. Selamat pagi D. Hello. Tempat tinggal B. Who are going with? Topik yang biasa digunakan: A. good morning D. Where are you from? C. Mau pergi ke mana? B. Keadaan cuaca Budaya Indonesia Ungkapan yang lazim digunakan. Mengungkapkan rasa senang/bahagia B. Menupi hal yang memalukan D. Menyembunyikan perasaan yang sebenarnya C. Tempat tinggal B.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan No Situasi 1 Ungkapan sebagai bentuk ucapan salam (basabasi) 2 3 Topiktopik pembicara an yang digunakan setelah perkenala n Pengguna an senyum dalam komunika si Budaya Barat Ungkapan yang lazim digunakan: A. kecuali: A. Perkawinan D. Memalukan orang lain Bermakna hal-hal Senyum digunakan untuk hal-hal berikut kecuali: A. Where are you going? B. Perkawinan D. Memalukan orang lain Bermakna hal-hal . Keadaan cuaca 4 98 Acungan Senyum digunakan untuk hal-hal berikut kecuali: A. Keluarga C.

Menumpang mobil orang atau umum Hal-hal yang biasa dila-kukan. Melihat jam tangan masingmasing B. Menumpang mobil orang atau umum Hal-hal yang biasa dila-kukan.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan jempol jari tangan 5 Komunika si lisan secara langsung (berhadap an muka) 6 Mengakhir i percakapa n secara nonverbal berikut kecuali: A. Sebagai tanda setuju atau semua berjalan lancar C. kecuali: A. menatap mata lawan bicara B. Tidak memperhatikan berikut kecuali: A. Menunjukan bahwa makanan yang kita coba sangat lezat D. kecuali: A. Tidak menatap mata lawan bicara B. Menyela pembicaraan orang lain secara sopan Hal yang biasa dilakukan: A. Menunjukkan angka lima B. Tidak mendominasi pembicaraan D. Menunjukan bahwa makanan yang kita coba sangat lezat D. Mendengarkan secara seksama ucapan lawan bicara C. Melihat jam tangan masingmasing B. Menunjukkan angka lima B. Tidak mendominasi pembicaraan D. Tidak memperhatikan 99 . Memuji orang yang berhasil melakukan suatu pekerjaan dengan baik C. Mendengarkan secara seksama ucapan lawan bicara C. Menyela pembicaraan orang lain secara sopan Hal yang biasa dilakukan: A.

Mengangkat tangan sampai guru memanggil C. Mengakhiri pembicaraan dengan tiba-tiba 7 Memanggi l pelyan restauran Hal yang biasa dilakukan: A. Bersiual dengan keras C. Memanggil pelayan sambil melambaikan tangan Hal yang biasa dilakukan: A. Memanggil pelayan sambil melambaikan tangan Hal yang biasa dilakukan: A. Membunyikan jari tangan “tak” B. Saling mengakhiri secara perlahanlahan D. Saling mengakhiri secara perlahanlahan D. Mengacungkan tangan dengan ramah D. Mengacungkan tangan dengan ramah D. Mengangkat tangan dan menurunkannya ketika guru tahu kita ingin bertanya D. Mengacungkan jari B. Mengangkat tangan dan menurunkannya ketika guru tahu kita ingin bertanya D. Membunyikan jari tangan “tak” B. Memanggil nama guru Hal yang biasa dilakukan: 8 Meminta perhatian guru 9 Pada saat atau lawan bicara C. Mengangkat tangan sampai guru memanggil C. Mengakhiri pembicaraan dengan tiba-tiba Hal yang biasa dilakukan: A. Mengacungkan jari B.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan lawan bicara C. Bersiual dengan keras C. Memanggil nama guru Hal yang biasa dilakukan: 100 .

Berjabat tangan sampai perkenalan benarbenar selesai D. Menatap lawan bicara dan langsung menunduk ke bawah/lantai Hal lain yang biasa dilakukan: A. Berjabat tangan dengan santai/lemah B. Merespon dengan jawaban-jawaban singkat C. Berjabat tangan sampai perkenalan benarbenar selesai D. Menatap mata lawan bicara dan langsung menghindar D. Menatap lawan bicara dan langsung menunduk ke bawah/lantai Hal lain yang biasa dilakukan: A.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan setelah perkenala n (diuperken alkan) 10 Pada saat melakuka n percakapa n 11 Pada saat melakuka n percakapa n A. Merespon dengan penjelasan yang agak lengkap B. Merespons 101 . Menghindari kontak /tatapan mata C. Merespon dengan jawaban-jawaban singkat C. Merespons A. Menatap mata lawan bicara B. Menatap mata lawan bicara dan langsung menghindar D. Menghindari kontak /tatapan mata C. Berjabat tangan dan membungkuk Hal yang biasa dilakukan: A. Berjabat tangan dengan kuat beberapa saat C. Berjabat tangan dan membungkuk Hal yang biasa dilakukan: A. Berjabat tangan dengan santai/lemah B. Menatap mata lawan bicara B. Merespon dengan penjelasan yang agak lengkap B. Berjabat tangan dengan kuat beberapa saat C.

Mengangkat tangan dan meminta klarifikasi/penjelasan B. Berdiri di dekat sekretaris sampai ia mememanggil kita C.g. Diam dan bertanya kepada guru setelah kelas usai D. Meninggal kelas dengan bahasa tubuh D. bertemu sekretaris) 13 Di dalam kelas dan tidak memaham i keteranga n guru dengan bahasa tubuh D. Berdiri di dekat sekretaris sampai ia mememanggil kita C. Menepuk pundak sekretaris Hal yang biasa dilakukan: A. Berdiri di dekat pintu dan menunggu sampai sekretaris memanggil kita B. Duduk di dekat sekretaris dan diam samapi sekretaris mememanggil kita D. Memperlihatkan kebingunan C. Duduk di dekat sekretaris dan diam samapi sekretaris mememanggil kita D. Berdiri di dekat pintu dan menunggu sampai sekretaris memanggil kita B. Tidak memberi respons Hal yang biasa dilakukan: A. Diam dan bertanya kepada guru setelah kelas usai D. Menepuk pundak sekretaris Hal yang biasa dilakukan: A.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 12 Meminta perhatian orang yang sibuk (e. Memperlihatkan kebingunan C. Diam dan tidak meminta penjelasan 102 . Tidak memberi respons Hal yang biasa dilakukan: A. Mengangkat tangan dan meminta klarifikasi/penjelasan B.

Datang pada saat jamuan dimulai Hal lain yang biasa dilakukan: 103 . Berdiam diri tidak merespons D. Menanyakan pekerjaan dan tempat kerja D.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 14 Ketika mendapat kan pujian 15 Memulai percakapa n dengan orang yang belum dikenal 16 Menghadir i undangan makan malam/pe sta 17 Menghadir i Hal yang biasa dilakukan: A. Menyatakan terima kasih B. Menyombongkan diri Hal yang biasa dilakukan: A. Datang setelah acara dimulai B. Datang ketika pesta akan berakhir D. Datang beberapa menit sebelum acara dimulai C. Datang ketika pesta akan berakhir D. Menanyakan nama dan alamat C. Datang pada saat jamuan dimulai Hal lain yang biasa dilakukan: Hal yang biasa dilakukan: A. Menanyakan pekerjaan dan tempat kerja D. Menanyakan kesenangan Hal yang biasa dilakukan: A. Menyombongkan diri Hal yang biasa dilakukan: A. Menyatakan terima kasih B. Datang beberapa menit sebelum acara dimulai C. Menanyakan kesenangan Hal yang biasa dilakukan: A. Berdiam diri tidak merespons D. Tersenyum dan menolak pujian C. Datang setelah acara dimulai B. Tersenyum dan menolak pujian C. Menanyakan nama dan alamat C. Berkomentar/berta -nya mengenai cuaca B. Berkomentar/bert a-nya mengenai cuaca B.

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

undangan makan malam/pe sta 18 Menghadir i pesta yang tidak resmi

A. Memimun air putih B. Memimun kopi C. Meminum anggur D. Tidak meminum apa-apa Hal yang biasa dilakukan: A. Memperkenalkan diri dengan yang lain tanpa menunggu B. Menunggu diperkenalkan oleh orang lain C. Tidak memperkenalkan diri D. Langsung membangun percakapan dengan orang lain tanpa perkenalan Hal yang biasa dilakukan: A. Berjabatan tangan dengan santai B. Berjabatan tangan dengan erat C. Berpelukan dengan kuat D. Berciuman pipih kiri-kanan Hal yang biasa dilakukan: A. Menyapa lawan bicara dengan

19 Pertemua n dengan teman berlainan jenis kelamain

20 Pengguna an nama depan setelah

A. Memimun air putih B. Memimun kopi C. Meminum anggur D. Meminum sesuka hati, selain anggur Hal yang biasa dilakukan: A. Memperkenalkan diri dengan yang lain tanpa menunggu B. Menunggu diperkenalkan oleh orang lain C. Tidak memperkenalkan diri D. Langsung membangun percakapan dengan orang lain tanpa perkenalan Hal yang biasa dilakukan: A. Berjabatan tangan dengan santai B. Berjabatan tangan dengan erat C. Berpelukan dengan kuat D. Berciuman pipih kiri-kanan Hal yang biasa dilakukan: A. Menyapa lawan bicara dengan

104

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

perkenala n

nama depan setelah diizinkan B. Menyapa lawan bicara dengan nama depan sebelum diizinkan C. Tidak menggunakan sapaan apa pun D. Menyapa lawan bicara dengan gelar dan nama depan

nama depan setelah diizinkan B. Menyapa lawan bicara dengan nama depan sebelum diizinkan C. Tidak menggunakan sapaan apa pun D. Menyapa lawan bicara dengan gelar dan nama depan

105

Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan

LAMPIRAN 3

KEMAMPUAN KOMUNIKATIF BAHASA INGGRIS
Petunjuk 1. Instrument penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan komunikatif bahasa Inggris siswa. 2. Tes ini merupakan tes kemampuan komunikatif bahasa Inggris, tetapi tidak berhubungan sama sekali dengan prestasi anda dalam belajar. 3. Anda tidak perlu menulis identitas diri pada buku kuesioner ini. 4. Jawablah pertanyaan berikut memberi tanda silang (X) pada pilihan jawaban yang paling tepat: pilih: A, B, C, atau D. 1. X: My car has broken down. It won’t start. Y: _________ A. You can have a lift in my car. B. You could leave it here. C. The nearest garage is a long distance D. Can I help you? 2. X: That’s the lot! No more! Come on you! Off! Y: __________ A. If I were you. I’d be a little more polite. B. you are very impolite. C. How rude you are. D. Be a little more polite.

106

Sorry I’m afraid it is taken. X: Is this seat free? Y: ________ A.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 3. 4. 8. X: It is really a very good film. Shall mi open the door? B. A. Do you mid if I open the door? C. X: Would you mind traveling second class? Y: _____________. I must study my exam 6. Well. I want to try this one B. there is fitting room over there. It’s mine B. it is not possible B. I’m sorry. A. Y: No. I don’t want to travel by bus C. B. It belongs to another person. C. X: ___________. Oh yes. X: Do you like your house? Y: __________ A. ________ Y: Yes. Could I ask you to open the door? 107 . I’m sorry I don’t think I can go with you C. The room is comfortable. why don’t you ask somebody else? B. Where’s the fitting room? D. Y: ________. D. A. I have asked you to book for me D. 7. A. Do you think I could try this one? C. I have no time to go out D. I can’t travel second class. D. I’m very pleased with it. please? D. I want to buy this one. of course not. I’d like it very mush. the windows are too small. 5. X: Excuse me. It’s broken C. Open the door.

C. X: ________ I especially asked for a room with a shower. I’ll just move my jacket. Are you happy with this news? C. How is the baby? B. sir. Excuse me. C. D. X: My sister has just got a son and they are both doing well.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan 9. Y: _________. C. 13. We don’t have rooms with shower. Oh. I’m so glad for her. A. it really makes me afraid. D. A. that is marvelous. Is somebody sitting here? D. Y: __________. but I’m afraid there aren’t any seats left on this train. Who is sitting there? B. if you come with me. Black’s office is? 108 . Black’s office is. I’ll tell you. Is this seat empty? 14. I have booked seats on this bus. I wish them good luck. D. A. I want a room with a shower. of course not. Y: No. Y: I’m very sorry. Happen to know where Mr. Why can’t I have a room with a shower? D. X: ________. 11. A. X: They plan an October wedding and honeymoon in Bali. It really makes me angry. A. sir. How many nephews have you? 10. I’m afraid. B. Y: Yes. B. I’m very annoyed. B. Will they be going to Bali? B. I’m delighted to hear that. X: _________. Y: _______ A. do you mind if I sit here? C. 12. I wonder if you could tell me where Mr. X: I know you booked.

I haven’t seen you before. Very well. 17. D. Y: We’d love to A. C. A.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan C. A. Do you know Tommy? Y: __________. He is my English teacher Mr. I must say good bye. Mr. I don’t think so. Don’t forget to return it. It’s very nice of you to say so C. Black’s office. Don’t’ you lose it. Oh. D. I must leave you B. B. Black’s office? 15. D. ________. Y: Yes. I’m still learning D. your spoken English is very good. I want to know Mr. indeed. I’ve got to go now. A. Thank you very much. sorry. Thanks again. X: Morning. I’m still learning B. Y: ___________. Y: _________. How do you do? D. Jack. Brown: How do you do? 109 . X: Thank you for lending me your novel. I’m in a hurry. A. C. 19. Thank you. Y: _____________. No. you had a nice time in Puncak. It is not perfect yet. John: How do you do? Mr. Not at all D. How are you? B. 16. X: You know. it was super. no it’s five to ten. A. Where is Mr. B. We’d love to. Do you think so? 21. X: It was really very kind of you to invite us. B. I have to study harder. thank you. C. I’m a lucky person C. Thank you C. That’s all right. 18. D. Eddy: ________. X: So. X: Congratulations on passing your final test. Are you really all right? 20.

isn’t it? C. I don’t think I like movies. X: The management says that employees are going to get a bigger salary soon. X: The seaside is on Sunday. I don’t like seaside D. Do you really like it? C. 25. but it’s only a small place. I want you to meet Mr. John? D. I’m going somewhere else. Tim? Y: ______________ A. but I’m busy. Oh. I went there last week with some friends. B. 26. I’m busy at that moment. B. X: Would you like to go to movie with me. I like it too. B. look here is Mr. A. Y: ________ 110 . Oh. Don’t flatter me. tonight? Y: ___________. B. 22. John. I want you to know Mr. That’s quite right. 27. I’d be delighted to.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan A. B. C. John C. 23. don’t you have any other things to do? 24. The pubs are not good. A. John. A. Thank you very much. B. D. Sure. There are no good pubs in this small town. X: I like your car. What you expect to find in a town like this? D. Great C. X: Would you care to join me for lunch in my favorite restaurant? Y: ___________. Y: ________. X: I suppose it’s too much to find a good pub in a town like this. A. Y: ____________. May I introduce Mr. D. I’d love to but I’ve got a test on Monday C. I won’t say now. D. it is very old actually.

But don’t you think its beach is beautiful D. 31. A. They don’t know what they are doing B. The minor roads are all right. 32. It’s wrong to throw stones at a dog. It is boring. 111 . Y: ______________. Just wait and see D. I like to take it slowly a long the minor roads. B. C. I don’t entirely agree with you. Y: ______________. C. 33. C. I don’t know D. X: I think the motorways are the only way to travel a long distance. X: I don’t like this novel. You can’t enjoy the countryside when you take the motorways. D. it is not boring. Y: __________. Is Medan a boring place? B. Why don’t you punish them? D. C. X: Who do you think will win the presidential election? Y: ______________ A. A. D. A. you are not a good reader. I’m very happy about that. Y: ___________. whoever wins is not my business. X: We’ve been waiting nearly an hour for the train. Make a guess. 29. I like Medan very much C. I couldn’t care less.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan A. Don’t hope too much B. 30. X: I have just seen some children throwing stones a dog. How soon? 28. I like that novel B. B. C. They are naughty children. The minor roads are saver. Everybody likes to go to Medan. X: I think Medan is boring place? Y: ____________ A. I don’t see why.

37) _____________. Y: 38) ________. Don’t you worry too much. X: Look at the weather. thank you. The rain will soon stop. We can have our picnic someday D. see you tomorrow. would you care to come for a ride in the country? Y: Thank. X: Well. A. How are you enjoying your stay in England? Y: I’m enjoying it very much. 36) __________ tomorrow after noon? Y: Nothing special as far as I know.Kemampuan Komunikatif Bahasa Inggris Siswa MAN di Jakarta Selatan A. X: Fine let’s meet here about two o’clock. X: By the way. 112 . We might as well take a taxi B. About two o’clock then. The train is very late today. Don’t be angry D. Really? Bagian Kedua Lengkapilah dialog berikut dengan frase/kalimat yang tepat. I will come around and pick you up at your hotel. X: They didn’t give me that job. What’s wrong with the train D. Next time better B. Conversation A X: Hallo. That’s too bad B. 35. X: Well. No chance of picnic. The sun will be shining soon C. Miss Calvo. The train is late again 34. They gave it to John. Y: _______________ A. Y: _______________. C. C.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful