Gusrina BUDIDAYA IKAN untuk SMK

untuk Sekolah Menengah Kejuruan

Gusrina

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Gusrina

BUDAYA IKAN
Untuk SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

i

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

BUDIDAYA IKAN
Untuk SMK
Penulis Ilustrasi, Tata Letak Perancang Kulit : Gusrina : :

Ukuran Buku

:

410 GUS b

GUSRINA Budidaya Ikan untuk SMK /oleh Gusrina. ---- Jakarta:Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008

ii

KATA SAMBUTAN Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan. Jakarta, Direktur Pembinaan SMK

iii

KATA PENGANTAR Buku Budidaya Ikan merupakan salah satu judul buku teks kejuruan yang akan digunakan oleh para pendidik dan peserta didik SMK dan lembaga pendidikan dan pelatihan lainnya. Buku teks kejuruan dalam bidang budidaya ikan saat ini belum banyak dibuat, yang beredar saat ini kebanyakan bukubuku praktis tentang beberapa komoditas budidaya ikan. Buku Budidaya Ikan secara menyeluruh yang beredar dimasyarakat saat ini belum memenuhi kebutuhan sebagai bahan ajar bagi siswa SMK yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMK. Dengan melakukan budidaya ikan maka keberadaan ikan sebagai bahan pangan bagi masyarakat akan berkesinambungan dan tidak akan punah. Pada buku ini akan dibahas beberapa bab yang dapat digunakan sebagai dasar dalam melakukan budidaya ikan. Bab pertama berisi tentang wadah budidaya ikan, bab kedua berisi tentang media budidaya ikan, bab ketiga berisi tentang hama dan penyakit ikan, bab keempat berisi tentang nutrisi ikan, bab kelima berisi tentang teknologi pakan buatan, bab keenam berisi tentang teknologi pakan alami, bab ketujuh berisi tentang pengembangbiakan ikan dan bab kedelapan berisi tentang hama dan penyakit ikan. Sedangkan materi penunjang seperti pemasaran, analisa usaha budidaya ikan dan kesehatan dan keselamatan kerja terdapat pada bab terakhir. Agar dapat membudidayakan ikan yang berasal dari perairan tawar, payau maupun laut ada beberapa hal yang harus dipahami antara lain adalah memahami jenis-jenis wadah dan media budidaya ikan, pengetahuan tentang nutrisi ikan dan jenis-jenis pakan alami yang meliputi tentang morfologi, biologi dan kebiasaan hidup. Selain itu pengetahuan teknis lainnya yang harus dipahami adalah tentang pengembangbiakan ikan mulai dari seleksi induk, teknik pemijahan ikan, proses pemeliharaannya sampai pemanenen ikan. Akhir kata penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkah dan rahmatNya sehingga dapat menyelesaikan penulisan buku ini dihadapan pembaca. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada suami dan anak-anak atas dukungan dan orang tua tercinta serta teman-teman yang telah membantu. Selain itu kepada Direktorat Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menegah yang menyediakan anggaran untuk meyediakan sumber belajar buku teks kejuruan yang sesuai dengan Standar Isi dan Standar Kompetensi Kelulusan SMK. Semoga buku ini bermanfaat bagi yang membacanya dan menambah pengetahuan serta wawasan. Dan juga kami mohon saran dan masukan yang membangun karena keterbatasan yang dimiliki oleh penyusun. Cianjur, November 2007 Penyusun

iv

DAFTAR ISI
Halaman iv v ix xiii xvi xxviii xxx 1 21 21 21 24 24 26 27 27 27 28 29 31 34 43 50 50 53 53 53 53 54 54 56 57 58 58 60 61 63 65 67 68 68

Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Tabel Glosari Sinopsis Peta Kompetensi Bab I. PENDAHULUAN Bab II. WADAH BUDIDAYA IKAN 2.1. JENIS-JENIS WADAH BUDIDAYA IKAN 2.1.1. Kolam 2.1.2. Bak 2.1.3. Akuarium 2.1.4. Karamba Jaring Apung 2.2. KONSTRUKSI WADAH BUDIDAYA 2.2.1. Konstruksi kolam 2.2.1.1. Pematang kolam 2.2.1.2. Dasar kolam dan saluran 2.2.1.3. Pintu air 2.2.2. Konstruksi akuarium 2.2.3. Konstruksi Keramba Jaring Apung 2.3. PERSIAPAN WADAH BUDIDAYA Bab III. MEDIA BUDIDAYA IKAN 3.1. SUMBER AIR 3.2. PARAMETER KUALITAS AIR 3.2.1. Sifat Fisik 3.2.1.1. Kepadatan (density/berat jenis) 3.2.1.2. Kekentalan (Viscosity) 3.2.1.3. Tegangan Permukaan 3.2.1.4. Suhu air 3.2.1.5. Kecerahan dan kekeruhan air 3.2.1.6. Salinitas 3.2.2. Sifat Kimia 3.2.2.1. Oksigen 3.2.2.2. Karbondioksida 3.2.2.3. pH air 3.2.2.4. Bahan organic dan garam mineral 3.2.2.5. Nitrogen 3.2.2.6. Alkalinitas dan kesadahan 3.2.3. Sifat Biologi 3.3. PENGUKURAN KUALITAS AIR BUDIDAYA

v

Bab IV. PENGEMBANGBIAKAN IKAN 4.1. SELEKSI INDUK 4.1.1. Selective Breeding 4.1.2. Outbreeding/Hibridisasi/Crossbreeding 4.1.3. Seks Reversal 4.1.4. Inbreeding 4.1.5. Aplikasi seleksi induk pada budidaya 4.1.5.1. Seleksi induk ikan Lele 4.1.5.2. Seleksi induk ikan mas 4.1.5.3. Seleksi induk ikan Nila 4.1.5.4. Seleksi induk ikan Patin 4.2. TEKNIK PEMIJAHAN IKAN 4.2.1. Perkembangan dan pematangan gonad 4.2.2. Kelenjar hipofisa, HCG dan ovaprim 4.2.3. Perjalanan hormon ke sel target 4.2.4. Stripping dan pembuahan buatan 4.2.5. Ovulasi dan fertilisasi 4.2.6. Aplikasi teknik pemijahan pada ikan budidaya 4.2.6.1. Pemijahan ikan mas 4.2.6.2. Pemijahan ikan lele 4.2.6.3. Pemijahan ikan nila 4.3. PENETASAN TELUR 4.3.1. Perkembangan embrio 4.3.2. Proses penetasan telur 4.3.3. Aplikasi penetasan telur ikan 4.4. PEMELIHARAAN LARVA DAN BENIH IKAN 4.5. PEMBESARAN IKAN 4.5.1. Pembesaran ikan mas 4.5.2. Pembesaran ikan nila 4.5.3. Pembesaran ikan bandeng 4.6. PEMANENAN 4.6.1. Pemanenan benih ikan nila 4.6.2. Pemanenan benih ikan patin 4.6.3. Pemanenan ikan mas Bab V. NUTRISI IKAN 5.1. ENERGI 5.2. PROTEIN 5.3. KARBOHIDRAT 5.4. LIPID 5.5. VITAMIN 5.6. MINERAL Bab VI. TEKNOLOGI PAKAN BUATAN 6.1. JENIS-JENIS BAHAN BAKU 6.2. PENYUSUNAN FORMULASI PAKAN 6.2.1. Metode segi empat Pearsons 6.2.2. Metode aljabar

73 73 76 81 83 92 95 96 97 100 102 103 104 109 113 114 116 117 117 124 126 130 131 132 133 138 146 146 151 154 157 157 158 160 162 162 167 182 190 199 232 243 246 258 258 264

vi

6.2.3. 6.2.4. 6.2.5. 6.3. 6.4. 6.4.1. 6.4.2. 6.4.3. 6.5. 6.6.

Metode linier Metode Trial and error (coba-coba) Metode Worksheet PROSEDUR PEMBUATAN PAKAN UJI COBA PAKAN IKAN Uji pakan secara kimia Uji pakan secara fisik Uji pakan secara biologis MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN PAKAN DAN KUALITAS AIR

268 272 277 282 292 292 304 308 315 324 329 329 336 336 339 348 354 354 367 377 388 396 400 400 400 402 412 412 413 415 417 431 446 446 447 449 450 454 455 463 463 476 477

Bab VII. TEKNOLOGI PRODUKSI PAKAN ALAMI 7.1. JENIS-JENIS PAKAN ALAMI 7.2. BUDIDAYA PHYTOPLANKTON 7.2.1. Wadah dan peralatan budidaya Phytoplankton 7.2.2. Penyiapan media budidaya Phytoplankton 7.2.3. Penebaran bibit/inokulasi 7.3. BUDIDAYA ZOOPLANKTON 7.3.1. Budidaya Daphnia 7.3.2. Budidaya Artemia 7.3.3. Budidaya Rotifera 7.4. BUDIDAYA BENTHOS 7.5. BIOENKAPSULASI Bab VIII. HAMA DAN PENYAKIT IKAN 8.1. JENIS-JENIS HAMA DAN PENYAKIT 8.1.1. Hama ikan 8.1.2. Penyakit ikan 8.2. PENCEGAHAN HAMA DAN PENYAKIT IKAN 8.2.1. Pencegahan hama 8.2.2. Pencegahan parasit dengan penyaringan air sistem filter 8.2.3. Pencegahan terhadap beberapa penyakit 8.3. GEJALA SERANGAN PENYAKIT 8.4. PENGOBATAN PENYAKIT IKAN Bab IX. PEMASARAN 9.1. PENGERTIAN PEMASARAN 9.2. CIRI-CIRI PEMASARAN HASIL PERIKANAN 9.3. PERENCANAAN DAN TARGET PENJUALAN 9.4. ESTIMASI HARGA JUAL 9.5. SISTEM PENJUALAN 9.6. STRATEGI PROMOSI Bab X. 10.1. 10.2. 10.3. ANALISA USAHA BUDIDAYA IKAN PENGERTIAN STUDI KELAYAKAN NET PRESENT VALUE (NPV) NET BENEFIT COST RATIO (NBC RATIO)

vii

10.4. 10.5. 10.6.

INTERNAL RATE OF RETURN (IRR) ANALISIS BREAK EVENT POINT APLIKASI ANALISA USAHA

477 478 479 485 485 485 492

Bab XI. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 11.1. PENGERTIAN K3 11.2. PENERAPAN KAIDAH K3 PADA DUNIA USAHA PERIKANAN BUDIDAYA Daftar Pustaka

viii

DAFTAR GAMBAR
No. 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. 1.6. 1.7. 1.8. 1.9. 1.10. 1.11. 1.12. 1.13. 1.14. 1.15. 1.16. 1.17. 1.18. 1.19. 1.20. 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7 2.8 2.9 2.10 2.11 2.12 2.13 2.14 2.15 2.16 2.17 2.18 2.19 2.20 2.21 2.22 2.23 Judul Ikan Mas (Cyprinus carpio) Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) Ikan Patin (Pangasius hiphothalamus) Ikan Bawal (Colosoma brachyponum) Ikan Tawes (Puntius gonionotus) Ikan Tambakan (Helostoma temmincki) Ikan Sepat (Trichogaster pectolaris) Ikan Kowan (Ctenopharyngodon idella) Ikan Lele (Clarias sp) Ikan Sidat (Anguilla sp) Udang vanamei (Penaeus vannamei) Ikan Bandeng (Chanos chanos) Kerapu Merah (Plectopomus maculates) Ikan Kakap putih (Lates calcarifer) Ikan Kerapu (Chromileptes altivelis) Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) Ikan Beronang (Siganus gutatus) Kolam tanah Kolam semiintensif Kolam intensif Kolam Pemijahan Kolam Penetasan Kolam Pemeliharaan Kolam Pemberokan Bak beton Bak Fiber Bak Plastik Akuarium Kelompok Akuarium sejenis Akuarium Tanaman Kolam jaring terapung tampak atas Kolam jaring terapung tampak depan Bentuk pematang trapesium sama kaki Bentuk pematang trapesium tidak sama kaki Kemiringan dasar kolam Saluran tengah atau kemalir Pintu pemasukan dan pengeluaran air di tengah Pintu pemasukan dan pengeluaran air di sudut Pintu pemasukan dan pengeluaran air bentuk L Pintu pemasukan dan pengeluaran air system monik Halaman 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 6 6 6 6 6 6 6 6 7 22 22 22 23 23 23 24 24 24 24 25 26 26 26 27 28 28 28 29 29 29 30 30

ix

12 4.7 3.17 4.32 2.11 3.5 4.2.28 2.10 3.6 3.9 3.37 2.5 3.36 2.34 2.15 4.4 3.19 4.11 4.8 3.20 Pemasukan dan pengeluaran air pipa paralon Meletakkan lembaran kaca Mengukur kaca Memotong kaca Menghaluskan bagian pinggir kaca Lem silicon dan alat tembak lem Penggunaan alat tembak lem Lakban pada kaca Mengeringkan akuarium Kerangka jarring apung Pelampung drum besi Jangkar Pola jarring Pengeringan dasar kolam Mengairi kolam Sanitasi bak budidaya Termometer Secchi disk Salinometer Refraktometer Flow meter DO meter pH meter Kerta Lakmus Planktonnet Haemocytometer Ekman Dredge Spektrofotometer Diagram skematik perkawinan dua tipe linebreeding Induk ikan lele betina dan genital papilla Induk ikan lele jantan dan genital papilla Induk ikan mas betina dan genital papilla Induk ikan mas jantan dan genital papilla Induk ikan nila Induk ikan patin jantan dan betina Kanulasi induk ikan patin Skema pengaturan sekresi hormone Letak dan jenis kelenjar endokrin ikan dari arah depan Mekanisme hormone steroid Representasi diagram pada penempang sagital otak Pengambilan kelenjar hipofisa Penggerusan kelenjar hipofisa Pemutaran alat sentrifuse Pembuatan ekstrak kelenjar hipofisa Pengambilan kelenjar ekstrak hipofisa Penyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa Pemasangan kakaban dikolam pemijahan cara Sunda Kolam pemijahan cara Cimindi 30 32 32 32 32 33 33 34 34 37 38 38 41 43 46 48 71 71 71 71 71 71 72 72 72 72 72 72 95 96 97 100 100 102 102 103 105 106 109 110 111 112 112 112 112 113 118 119 x .16 4.24 2.38 2.4 4.29 2.30 2.12 4.25 2.31 2.2 4.26 2.1 4.8 4.27 2.18 4.10 4.7 4.3 4.35 2.6 4.2 3.39 3.1 3.33 2.13 4.9 4.3 3.14 4.

5 7.3 7.23 7.10 7.11 7.7 6.19 7.25 4.12 7.9 6.23 4.14 7.13 7.1 7.8 7.14 7.8 6.11 6.12 6.13 6.1 Kolam pemijahan cara Magek Kolam pemijahan cara Kantong Kolam pemijahan cara Dubish Kolam pemijahan cara Hofer Diagram susunan kolam pemijahan bersekat Sampling benih ikan Pengemasan benih Disk mill Hammer mill Vertical mixer Horizontal mixer Alat penggiling daging Alur proses pembuatan pakan skala pabrikasi Silo Alat pengukur kadar air Peralatan pengukuran kadar protein Peralatan pengukuran kadar lemak Peralatan pengukuran kadar serat kasar Peralatan pengukuran kadar abu Metode pemberian pakan dengan tangan Ametode pemberian pakan dengan demand feeder Chlorella sp Tetrasemis sp Scenedesmus sp Skeletonema costatum Spirulina sp Brachionus sp Artemia salina Moina sp Daphnia sp Paramecium Tubifex sp Erlemeyer Cawan Petri Jarum ose Pipet kaca Tabung reaksi Mikroskop Bak fiber Aerator Daphnia sp (bagian-bagian tubuh) Kemasan cyst Artemia Perkembangbiakan Artemia Rotifera Daur hidup rotifer Tubifex Daur hidup tubifex Ichthyophthirius multifiliis 120 121 122 123 129 145 159 283 283 284 284 286 287 287 293 294 294 295 296 323 323 331 332 332 333 333 334 334 335 335 335 335 336 337 337 337 337 337 338 338 360 367 373 382 384 391 392 405 xi .21 4.22 7.24 7.2 6.15 7.20 7.24 4.10 6.27 6.4.21 7.1 6.2 7.26 8.26 4.16 7.7 7.17 7.9 7.22 4.6 7.25 7.4 6.5 6.18 7.3 6.4 7.6 6.

9 8.16 8.8 8.12 8.3 8.4 8.23 8.11 8.21 8.13 8.24 Siklus hidup Ichthyophthirius multifiliis Trichodina tampak bawah Trichodina tampak atas Myxobolus sp Myxosoma sp Thellohanellus sp Henneguya sp Dactylogyrus sp Gyrodactilus sp Lernea sp Argulus indicus tampak bawah Saprolegnia sp Achlya sp Aeromonas sp Mekanisme kerja mekanik Penumpukan partikel pada media filter mekanik Filter air Dropsy pada ikan plati dan cupang Dropsy tampak samping Akumulasi cairan Contoh kasus kelainan gelembung renang Gejala umum ulcer Ikan terserang white spot 406 407 407 407 408 408 408 409 409 410 411 411 411 412 413 414 415 418 419 419 420 421 422 xii .8.22 8.15 8.2 8.14 8.5 8.10 8.17 8.20 8.7 8.19 8.18 8.6 8.

Dosis kapur tohor (CaO) Pengaruh suhu air terhadap respon konsumsi pakan Hubungan antara kadar oksigen terlarut dan suhu Pengaruh pH terhadap komunitas biologi perairan Presentase ammonia bebas terhadap ammonia total Kriteria kualitas air Golongan C Parameter kualitas air untuk budidaya ikan dan peralatan pengukuran yang dapat digunakan Perbandingan strategi.1 5.4 3.3 3.5 3.3 4. 1.DAFTAR TABEL No.4 4.8 5.2 3.1 3.6 5.5 3.4 2.7 Judul Komoditas akuakultur yang sudah lazim dibudidayakan dalam system budidaya di Indonesia Perbandingan antara ukuran akuarium dengan ketebalan kaca Jenis pelampung dan lama pemakaian Ukuran mata jaring yang digunakan berdasarkan ukuran ikan yang dibudidayakan Perbandingan jumlah mata jarring yang harus dipotong dalam berbagai ukuran kantong jarring dan mata jaring.4 5.7 4.6 4.1 2.1 4.5 5. keuntungan dan kerugian dari seleksi individu (A).2 5.5 4.2 2.1 2.3 5.6 4.2 4. seleksi within family (B) dan seleksi between family (C) Pengaruh silang dalam terhadap frekuensi genotype dan frekuensi alel dalam lokus Ciri-ciri induk jantan dan betina ikan mas Ciri-ciri induk jantan dan betina ikan mas matang gonad Ciri-ciri induk jantan dan betina ikan nila Dosis pengapuran untuk menetralkan dari berbagai jenis tekstur tanah dan pH awal yang berbeda Perkembangan stadia embrio ikan lele pada suhu 28 o C Lama pemeliharaan ikan mas berdasarkan sistem pemeliharaan Kebutuhan energi untuk ikan Salmon Kebutuhan energi untuk Catfish Nama dan singkatan asam amino Kebutuhan asam amino essensial pada beberapa jenis ikan dalam % protein pakan Tingkat kebutuhan protein optimal (% berat kering pakan) pada beberapa jenis ikan budidaya Klasifikasi karbohidrat Nilai kecernaan karbohidrat berdasarkan kadar dan sumbernya oleh beberapa ikan budidaya Halaman 3 31 37 39 42 45 56 60 62 66 69 70 78 94 99 99 101 128 134 150 166 166 171 178 182 184 188 xiii .3 2.

36 5.31 5.10 5.28 5.23 5.39 5.13 5.30 5.37 5.17 5.9 5.26 5.41 5.32 5.29 5.25 5.34 5.11 5.43 Kebutuhan optimum karbohidrat dalam pakan untuk pertumbuhan beberapa ikan budidaya Nama umum asam lemak Kelompok asam lemak unsaturated jenuh Kebutuhan asam lemak essensial pada ikan Komposisi asam lemak essensial pada berbagai sumber lipid (g/100 g asam lemak) Penggolongan beberapa sumber vitamin A Kebutuhan vitamin A beberapa spesies ikan budidaya Kekurangan vitamin A pada beberapa jenis ikan Kebutuhan vitamin D beberapa spesies ikan budidaya Kebutuhan vitamin E beberapa spesies ikan budidaya Kriteria respon ikan terhadap pemberian vitamin E sesuai dengan kebutuhan ikan budidaya Gejala kekurangan vitamin E pada beberapa ikan budidaya Kebutuhan tiamin dalam pakan Tanda-tanda kekurangan tiamin A pada ikan budidaya Kebutuhan vitamin B2 dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan riboflavin pada ikan budidaya Kebutuhan vitamin B6 dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan piridoksin pada ikan budidaya Kebutuhan vitamin B5 dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan asam pantotenat pada ikan budidaya Kebutuhan biotin dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan biotin pada ikan budidaya Kebutuhan asam folat dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan asam folat pada ikan budidaya Kebutuhan vitamin B12 dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan vitamin B12 pada ikan budidaya Kebutuhan Niasin dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan Niasin pada ikan budidaya Kebutuhan inositol dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan inositol pada ikan budidaya Kebutuhan Kolin dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan kolin pada ikan budidaya Kebutuhan vitamin C dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan vitamin C pada ikan budidaya Kebutuhan mineral makro dalam pakan pada berbagai jenis ikan air tawar (mg/kg atau g/kg berat kering) Kebutuhan mineral mikro dalam pakan pada berbagai 190 194 195 196 197 202 203 203 205 207 208 209 211 212 213 214 215 216 218 218 220 220 221 222 223 223 224 225 226 226 227 228 229 230 237 237 xiv .18 5.5.19 5.8 5.20 5.24 5.14 5.12 5.38 5.21 5.35 5.42 5.33 5.15 5.40 5.27 5.22 5.16 5.

1 6.7 6.4 7.8 6.5 6.9 7.10 8.9 6.2 6.47 6.8 7.5.3 7.6 7.7 7.4 6.1 8.3 6.2 7.46 5.1 7.11 6.12 7.45 5.5 7.2 jenis ikan air tawar (mg/kg atau g/kg berat kering) Kebutuhan zat besi pada beberapa jenis ikan Kebutuhan mineral seng pada beberapa jenis ikan Kebutuhan mangan pada beberapa jenis ikan Kebutuhan mineral tembaga pada beberapa jenis ikan Beberapa jenis ikan berdasarkan kebiasaan makannya Kandungan nutrisi bahan baku nabati Kandungan nutrisi bahan baku hewani Kandungan nutrisi bahan baku limbah pertanian Rekomendasi penggunaan bahan baku untuk pakan ikan dan udang dalam % Jenis dan kandungan nutrisi bahan baku ikan karnivora Hasil analisa proksimat bahan baku Bahan baku pakan yang mengandung zat antinutrisi dan cara menghilangkan zat antinutrisi Acuan bentuk dan tipe pakan buatan untuk ikan budidaya Skedul pemberian pakan dalam usaha budidaya ikan Skedul pemberian pakan pada udang Jumlah pakan harian pudang dengan kelangsungan hidup 80% Komposisi pupuk pada media stok murni kultur algae Komposisi Trace Metal Solution Komposisi pupuk pada phytoplankton air tawar Komposisi pupuk phytoplankton semi masal Komposisi pupuk kultur missal Komposisi campuran vitamin pada media Dphnia Komposisi bahan kimia untuk membuat air laut kadar garam 5 permill Komposisi bahan kimia untuk membuat air laut kadar garam 30 permill Ukuran badan dan nilai kalori rotifer Kandungan komposisi beberapa bahan bioenkapsulasi Bahan ekstrak dari tumbuh-tumbuhan serta dosisnya Obat dan bahan kimia yang digunakan pengobatan penyakit ikan 238 239 240 241 247 251 252 252 254 255 256 285 291 320 321 322 341 341 342 346 347 363 371 372 383 398 402 443 xv .44 5.10 6.6 6.

hormon pertumbuhan (STHSomatotropin) dan Gonadotropin. suatu organisme dalam Adaptasi Aerasi Akrosom : : : Pemberian udara ke dalam air untuk penambahan oksigen Organel penghujung pada kepala spema yang dikeluarkan yang berfungsi membantu sperma menembus sel telur. hormon Adrenocorticotropic (ACTH). keduanya memberikan konstribusi yang seimbang dalam menghasilkan suatu fenotipe Penyesuaian fisiologis terhadap perubahan salah satu faktor lingkungan kondisi genetik yang tidak sempurna yang menyebabkan organisme tidak membentuk pigmen Bentuk alternatif suatu gen Alel yang diekspresikan secara penuh dalam fenotipe itu Alel yang pemunculan fenotipenya ditutupi secara sempurna Molekul organik dengan gugus karbonil yang terletak pada ujung kerangka karbon Aksi gen aditif : Aklimatisasi Albinisme : : Alel Alel dominan Alel resesif Aldehida : : : : xvi . Pars intermedia mensekresi hormon pelepas melanosit (Melanocyte Stimulating Hormone). kedua alel tidak memperlihatkan dominansi. Masa penyesuaian lingkungan baru.GLOSARI Adenohipofisa : salah satu bagian dari kelenjar hipofisa yang mengandung sel-sel pensekresi hormon prolaktin. aksi gen yang mana fenotipe heterosigot merupakan intermedit antara kedua fenotipe homosigot. hormon pelepas tiroid (Thyroid Stimulating Hormone).

Makromolekul asing yang bukan merupakan bagian dari organisme inang dan yang memicu munculnya respon imun. Asam amino berfungsi sebagai monomer protein.Anabolisme : Pembentukan zat organik kompleks dari yang sederhana. Hormon steroid jantan utama. Asam karboksilik dengan rantai karbon panjang. Imunoglobin pengikat antigen yang dihasilkan oleh sel limfosit B. Ikan-ikan yang sebagian besar hidupnya dihabiskan dilaut dan bermigrasi ke air tawar untuk memijah. Tahap mitosis dan meiosis yang mengikuti metafase ketika separuh kromosom atau kromosom homolog memisah dan bergerak ke arah kutub gelendong. Anadromus : Anafase : Androgen Androgenesis Antibiotik Antibodi : : : : Antigen : Asam amino : Asam deoksiribonukleat Asam lemak (fatty acid) : : Asam lemak jenuh (Saturated fatty acid) : xvii . Molekul organik yang memiliki gugus karboksil maupun gugus amino. Asam lemak dimana semua karbon dalam ekor hidrokarbonnya dihubungkan oleh ikatan tunggal. asimilasi zat makanan oleh organisme untuk membangun atau memulihkan jaringan dan bagian-bagian hidup lainnya. sehingga memaksimumkan jumlah atom hidrogen yang dapat berikatan dengan kerangka karbon. berfungsi sebagai efektor dalam suatu respon imun. misalnya testoteron Proses penjantanan Bahan kimiawi yang membunuh bakteri atau menghambat pertumbuhannya. tiga asam lemak berikatan dengan satu molekul gliserol akan membentuk lemak. Asam lemak bervariasi panjang dan jumlah dan lokasi ikatan gandanya. Suatu molekul asam nukleat berbentuk heliks dan beruntai ganda yang mampu bereplikasi dan menentukan struktur protein sel yang diwariskan.

Ada dua jenis yaitu DNA dan RNA. sebagai kebalikan dari kromosom seks. suatu Basofil Benthos Blastomer Blastula Blastulasi Biomassa : : : : : : Budidaya : xviii .Asam lemak tak jenuh (Unsaturated fatty acid) Asam nukleat : Asam lemak yang memiliki satu atau lebih ikatan ganda antara karbon-karbon dalam ekor hidrokarbon. Ikatan seperti itu mengurangi jumlah atom hidrogen yang terikat ke kerangka karbon. Perkembangbiakan tidak melalui perkawinan Kromosom yang secara tidak langsung terlibat dalam penentuan jenis kelamin. Bersifat menyerap basa. Asam amino yang tidak dapat disintesis sendiri oleh tubuh hewan sehingga harus tersedia dalam makanan. Sel-sel yang besar perkembangbiakan zigot baru berasal dari : Asam essensial Aseksual Autosom amino : : : Auksospora Backross : : Bentuk perkawinan yang sering digunakan dalam pemuliaan yaitu mengawinkan kembali antara anak dan orangtuanya yang sama untuk beberapa generasi. Proses pembentukan blastula Bobot kering bahan organik yang terdiri atas sekelompok organisme di dalam suatu habitat tertentu atau bobot seluruh bahan organik pada satuan luas dalam suatu waktu tertentu. Organisme yang hidup di dasar perairan Sel-sel anak yang dihasilkan selama pembelahan zygot. Suatu polimer yang terdiri atas banyak monomer nukleotida. untuk semua aktivitas seluler. Rongga yang terbentuk selama fase pembelahan zigot. Usaha yang bermanfaat dan memberi hasil. yang berfungsi sebagai cetak biru untuk protein dan melalui kerja protein.

Komponen gula pada DNA. Disterilkan dari jasad pengganggu. Fase dorman dari crustacea karena kondisi lingkungan yang tidak sesuai Fungi dan bakteri saprotropik yang menyerap nutrien dari materi organik yang tidak hidup seperti bangkai. Closed Breeding : memproduksi Perkawinan yang dekat sekali kaitan keluarganya. misalnya antara anak dan tetua atau antara antar saudara sekandung. yang gugus hidroksilnya kurang satu dibandingkan dengan ribosa. Bagian punggung Proses pemeriksaan terhadap suatu hal Proses penentuan kelamin dengan pernyataan fenotipe melalui perkembangan alat kelamin dan ciri-ciri kelamin. Keadaan perangkat kromosom kromosomnya diwakili dua kali (2n) bila setiap Cyste Dekomposer : : Densitas : Deoksiribosa : Detritus : Disipon Disucihamakan Dorsal Diagnosis Diferensiasi gonad : : : : : Diploid Diploidisasi Donor : : : Penggandaan jumlah kromosom pada sel-sel haploid Pemberi sumbangan xix . materi tumbuhan yang telah jatuh dan buangan organisme hidup dan mengubahnya menjadi bentuk anorganik. Jumlah individu persatuan luas atau volume atau masa persatuan volume yang biasanya dihitung dalam gram/cm3 atau jumlah sel/ml.sistem yang digunakan untuk sesuatu dibawah kondisi buatan. Membersihkan badan air dengan mengeluarkan kotoran bersama sebagian jumlah air. komponen gula pada RNA Materi organik yang telah mati atau hancuran bahan organik yang berasal dari proses penguraian secara biologis.

Dormant Ekspresi gen : : Telur yang dibuahi dan merupakan dinding tebal dan jika menetas menjadi betina amiktik. Pemisahan asam nukleat atau protein berdasarkan ukuran dan muatan listriknya. Pengejewantahan bahan genetik pada suatu makhluk hidup sebagai keseluruhan jumlah tabiat yang khas. mengalami meiosis. dengan cara mengukur laju pergerakkannya melalui suatu medan listrik dalam suatu gel. Proses pembetinaan Ciri fisik dan fisiologis pada suatu organisme atau sifat yang terlihat pada makhluk hidup yang dihasilkan oleh genotipe bersama-sama dengan faktor lingkungan. membelah dengan mitosis dan enzim oksidatifnya dikemas dalam mitokondria. Elektroforesis gel : Embriogenesis Endokrin Enzim : : : Enzim restriksi Estrogen Eukaryot : : : Fekunditas : Feminisasi Fenotipe : : Feromon : xx . Hormon seks steroid betina yang utama. Jumlah sel telur yang dihasilkan oleh seekor hewan betina pertahun atau persatuan berat hewan. Enzim yang digunakan untuk memotong fragmen DNA yang memiliki sekuen tertentu. Makhluk yang sel-selnya mengandung inti sejati yang diselimuti selaput inti. Sinyal kimiawi atsiri dan kecil yang berfungsi dalam komunikasi diantara hewan-hewan dan bertindak sangat mirip dengan hormon dalam mempengaruhi fisiologi dan tingkah laku. Proses perkembangan embrio Kelenjar/sel yang menghasilkan hormon Molekul protein komplek yang dihasilkan oleh sel dan bekerja sebagai katalisator dalam berbagai proses kimia didalam tubuh makhluk hidup.

yang menyelaraskan selama pembelahan Galur : Gamet : Gastrula Gastrulasi : : Gelendong : Gen : Bagian kromosom yang mengatur sifat-sifat keturunan tertentu atau satuan informasi yang terdiri atas suatu urutan nukleotida spesifik dalam DNA. Pengelompokkan anggota-anggota jenis yang hanya memiliki satu atau sejumput ciri. Pengubahan energi cahaya menjadi energi kimiawi yang disimpan dalam glukosa atau senyawa organik lainnya. gamet menyatu selama reproduksi seksual untuk menghasilkan suatu zigot diploid.Fertilisasi Flagella Fotosintesis : : : Penyatuan gamet haploid untuk menghasilkan suatu zigot diploid. mesoderm dan endoderm. Turunan pertama atau turunan hibrid dalam fertilisasi-silang genetik. Sel sperma atau telur haploid. Proses pembentukan gastrula dari blastula atau proses pembentukan tiga daun kecambah ektoderm. Kandungan genetik suatu organisme. Kumpulan mikrotubula pergerakan kromosom eukariotik. Keturunan yang dihasilkan generasi hibrid F1. Proses perkembangan embrio yang berasal dari xxi . Tonjolan berbentuk cambuk pada salah satu sel untuk alat gerak. Tahapan pembentukan embrio berlapis dua dan berbentuk piala. dari perkawinan Generasi F1 Generasi F2 Genom Genotipe Ginogenesis : : : : : Komplemen lengkap gen-gen suatu organisme. biasanya bersifat homozigot dan dipertahankan untuk keperluan percobaan genetika. materi genetik suatu organisme.

Perkawinan antara individu yang berbeda atau persilangan. Salah satu teknik dalam pengembangbiakan ikan dengan cara menyuntikkan ekstrak kelenjar hipofisa kepada induk ikan untuk mempercepat tingkat kematangan gonad. Bentuk DNA asli Protein mengandung besi dalam sel darah merah yang berikatan secara reversibel dengan oksigen. Dinotasikan dengan huruf h2 dengan nilai berkisar antara 0 – 1. Hermaphrodit Heliks ganda Haemoglobin Herbivora Heterozigot Heterosis : : : : : : Hibrid : Hibridisasi Hipofisasi : : Hipotalamus : xxii . bahkan mungkin berlainan jenis atau marga. Mempunyai dua alel yang berbeda untuk suatu sifat genetik tertentu. Bagian ventral otak depan vertebrata. Individu yang mempunyai alat kelamin jantan dan betina. organ penghasil gamet pada sebagian besar hewan. Hewan heterotropik yang memakan tumbuhan. Keragaman fenotipe yang diakibatkan oleh aksi genotipe atau menggambarkan tentang persentase keragaman fenotipe yang diwariskan dari induk kepada keturunannya. yang berfungsi dalam mempertahankan homeostasis. Hormon yang merangsang aktivitas testes dan ovarium.telur tanpa kontribusi material genetik jantan Gonad Gonadotropin Haploid Heritabilitas : : : : Organ seks jantan dan betina. Suatu ukuran untuk menilai keunggulan dan ketidakunggulan hibrid Turunan dari tetua yang secara genetik sangat berbeda. Memiliki jumlah kromosom yang khas untuk gamet makhluknya.

Metode pengorganisasian kromosom suatu sel dalam kaitannya dengan jumlah. Histon : sistem Protein kecil dengan porsi besar yang terdiri dari asam amino bermuatan positif yang berikatan dengan DNA bermuatan negatif dan berperan penting dalam struktur kromatinnya. ukuran dan jenis. Ikan yang memiliki DNA asing didalam tubuhnya Menonaktifkan sperma Perkawinan antara individu-individu yang sekerabat yaitu berasal dari jantan dan betina yang sama. Metode ini menggunakan gen-gen heterogen yang dimasukkan ke dalam genome virus dan dapat dipindahkan kepada inang yang terinfeksi virus tersebut.khususnya dalam mengkoordinasikan endokrin dengan sistem saraf. Bahan kimia pembawa sinyal yang dibentuk dalam sel-sel khusus pada kelenjar endokrin. Ikan-ikan yang sebagian besar hidupnya dihabiskan di perairan tawar dan bermigrasi ke Homeostasis Homozigot Hormon : : : Ikan transgenik Inaktivasi sperma Inbreeding : : : Infeksi Retroviral : Inkubasi Interfase Karakter kuantitatif : : : Kariotipe Katadromus : : xxiii . Masa penyimpanan Fase dimana tidak ada perubahan pada inti sel. Suatu ciri yang dapat diturunkan dalam suatu populasi yang bervariasi secara kontinu sebagai akibat pengaruh lingkungan dan pengaruh tambahan dua atau lebih gen. Kondisi fisiologis yang mantap dalam tubuh. waktu istirahat. Mempunyai dua alel yang identik untuk suatu sifat tertentu. Hormon disekresikan ke dalam darah kemudian disalurkan ke organ-organ yang menjalankan fungsi-fungsi regulasi tertentu secara fisiologik dan biokimia. Salah satu metode transfer gen.

laut untuk memijah. Kelenjar hipofisa : Kelenjar kecil dibagian otak bawah yang menghasilkan berbagai macam hormon yang dibutuhkan pada makhluk hidup . metafase. Perubahan bentuk organisme dalam daur hidup Lubang kecil pada telur tempat masuknya sperma. Metode yang digunakan dalam mengintroduksi DNA asing ke dalam pronukleus atau sitoplasma telur yang telah terbuahi. Organisme yang belum dewasa yang baru keluar dari telur atau stadia setelah telur menetas. Kromosom yang sentromernya terletak ditengahtengah. Proses pembelahan nukleus pada sel eukariotik yang secara konvensional dibagi menjadi lima tahapan : profase. Larutan yang mengandung HClO Tempat khusus disepanjang kromosom tertentu dimana gen tertentu berada. DNA asing disuntikkan pada saat fase 1-2 sel. Tipe pembelahan sel dan nukleous ketika jumlah kromosom direduksi dari diploid ke haploid. anafase. Proses perkawinan Suatu stadia istirahat pada hewan cladosera atau crustacea tingkat rendah. Mitosis mempertahankan Kromosom Kopulasi Kista Larva Larutan hipoklorit Lokus Maskul.inisasi Meiosis Metasentrik : : : : : : : : : Metafase : Metamormofose Mikropil Mikroinjeksi : : : Mitosis : xxiv . Struktur pembawa gen yang mirip benang yang terdapat di dalam nukleus. prometafase. Penjantanan. dan telofase. Tahapan mitosis dan meiosis ketika kromosom mencapai keseimbangan posisi pada bidang ekuator.

Proses terlepasnya sel telur dari folikel. Bagian dari kelenjar hipofisa. mitosis ketika Omnivore Ovarium Ovipar Ovivipar : : : : Outbreeding : Ovulasi Partenogenesis : : Pemijahan Pigmen Plasmid Polar body Profase Progeni : : : : : : Keturunan yang berasal dari sumber yang sama. Perkembangbiakan telur menjadi individu baru tanpa pembuahan telur dan menghasilkan telur diploid. xxv .jumlah kromosom dengan cara mengalokasikan kromosom yang direplikasikan secara sama ke masing-masing nukleus anak. Proses peletakan telur atau perkawinan Zat warna tubuh Molekul DNA sirkular yang bereplikasi pada sel-sel bakteri secara independent. Morula Nauplii Neurohipofisa : : : Sekelompok sel anak (blastomer) yang terbentuk selama fase pembelahan zygot. Tahap pertama meiosis dan kromosom mulai jelas terlihat. Sel telur hasil pembelahan meiosis yang tidak memiliki sitoplasma. masih dalam satu varietas atau beda varietas. terdiri dari pars nervosa yang berfungsi mensekresi Oxytoxin. Perkawinan antara individu-individu yang tidak sekerabat (berbeda induknya). Bentuk stadia setelah menetas pada crustacea atau copepoda. Berkembangbiak dengan menghasilkan telur. Arginin Vasotocin dan Isotocin Organisme pemakan segala Kelenjar kelamin betina yang menghasilkan ovum. Berkembangbiak dengan menghasilkan telur tetapi telur tersebut menetas dalam tubuh induknya.

Proses pembalikan kelamin dengan menggunakan metode tertentu. Proses perkembangbiakan baik secara aseksual maupun seksual. Sentromer juga terletak pada ujung kromosom namun masih jelas terlihat adanya lengan pendek. yaitu kelompok terpilih dan kelompok yang harus terbuang. Tahap akhir dari mitosis atau meiosis ketika Telofase : xxvi . Proses dimana spermatozoa dilepaskan dari cyste dan masuk kedalam lumen. tempat melekat benang penarik gelendong. Pemisahan populasi dasar yang digunakan ke dalam kedua kelompok. Suatu instrumen yang mengukur porsi dari cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda yang diserap dan dihantarkan oleh suatu larutan berpigmen. posisi sentromer menentukan bentuk kromosom.anak cucu Poliploidisasi : Proses pergantian kromosom dimana individu yang dihasilkan mempunyai lebih dari dua set kromosom. Proses metamorfosa spermatozoa spermatid menjadi Reproduksi Seleksi : : Sentromer : Seks reversal Spermatogenesis Spermatogonium Spermatozoa Spermiasi Spermiogenesis Submetacentrik Subtelocentrik Spektrofotometer : : : : : : : : : Sentromer terletak pada ujung kromosom yang memiliki dua lengan yang tidak sama panjangnya. Proses perkembangan spermatogonium menjadi spermatis Sel-sel kecambah untuk membentuk sperma Sel gamet jantan dengan inti haploid yang ememiliki bentuk berekor. Bagian kromosom yang terletak pada titik ekuator kumparan pada metafase.

pembagian selesai. Dalam buku teks ini akan memberikan pengetahuan mendasar tentang bagaimana membudidayakan ikan dan dapat di aplikasikan pada berbagai habitat budidaya. hama dan xxvii . bagaimana melakukan proses perkembangbiakan ikan budidaya dari sudut biologis ikan budidaya dan aplikasi pada beberapa ikan budidaya. Vitellogenesis : Zygot SINOPSIS Buku teks dengan judul budidaya ikan dapat dipelajari oleh para peserta diklat dan pendidik pada Sekolah Menengah Kejuruan yang mengambil program studi Budidaya Ikan. Budidaya Ikan Air Laut. dicirikan oleh bertambah banyaknya volume sitoplasma yang berasal dari vitelogenin eksogen yang membentuk kuning telur. bagaimana memproduksi pakan alami sebagai pakan yang sangat dibutuhkan bagi larva ikan dan benih ikan budidaya. Menurut SKKNI dalam program studi Budidaya Ikan dapat dikelompokkan menjadi Budidaya Ikan Air Tawar. perangkat perangkat Proses pembuatan organisme triploid dengan menggunakan kejutan suhu untuk menahan polar body II atau menahan pembelahan mitosis awal. Pada buku teks ini berisi tentang wadah budidaya yang dapat digunakan dalam melakukan budidaya ikan. kebutuhan nutrisi untuk ikan yang akan dibudidayakan. Budidaya Ikan Air Payau dan Budidaya Ikan Hias. Individu yang mempunyai tiga kromosom haploid pada nukleusnya. media yang optimal dalam budidaya ikan agar proses budidaya dapat berlangsung sesuai dengan kebutuhan ikan untuk hidup tumbuh dan berkembang. Testis Tetraploid Triploid Triploidisasi : : : : sitoplasma dan penyusunan inti Gonad yang berperan menghasilkan sperma Individu yang mempunyai empat kromosom haploid pada nukleusnya. Sel diploid sebagai hasil perpaduan gamet jantan dan gamet betina haploid. bagaimana membuat pakan ikan yang harus diberikan pada ikan budidaya. Proses deposisi kuning telur.

Pengembangbiakan ikan secara tradisional akan semakin kurang diminati dan akan beralih kepada sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan produksi pada ikan budidaya. Selain itu dalam membudidayakan ikan sangat dibutuhkan pakan alami pada fase larva dan benih. Oleh karen itu diperlukan pemahaman tentang jenis-jenis hama dan penyakit yang dapat menyerang ikan budidaya serta bagaimana tindakan pencegahan dan pengobatan yang harus dilakukan oleh para pembudidaya agar ikan yang dibudidayakan tidak terserang hama dan penyakit. Selain itu dalam suatu budidaya ikan maka akan ada kendala yang dialami pembudidaya ikan yaitu adanya serangan hama dan penyakit ikan. Hal ini dikarenakan ikan merupakan salah satu jenis pangan yang sangat dibutuhkan oleh manusia yang mempunyai harga jual relatif murah dan mempunyai kandungan gizi yang lengkap. Aplikasi teknologi molekuker dalam budidaya ikan sudah bisa diterapkan mulai dari rekayasa kromosom.penyakit ikan yang dapat menyerang ikan budidaya serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam budidaya ikan. Dengan mempelajari buku teks ini diharapkan para pembaca dapat mengaplikasikan ilmu budidaya pada berbagai media dan teknologi budidaya. Dengan mengkonsumsi ikan maka kebutuhan gizi manusia akan terpenuhi. maka dibutuhkan suatu teknologi budidaya ikan pada lahan yang terbatas dan produktivitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pangan. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka penerapan teknologi yang terkini telah merambah dalam budidaya ikan. Oleh karena itu kemampuan sumberdaya manusia untuk memproduksi ikan budidaya sangat dibutuhkan. maka sangat dibutuhkan suatu pemahaman bagaimana membudidayakan pakan alami yang sesuai dengan kebutuhan ikan. rekayasa gen dan terkini adalah rekayasa sel. Sedangkan rekayasa gen dapat diterapkan jika peralatan untuk melakukan rekayasa ini tersedia dimana dengan melakukan rekayasa gen dapat dibuat komoditas ikan budidaya yang disisipi gen yang menguntungkan bagi pembudidaya misalnya gen pertumbuhan. Rekayasa kromosom antara lain adalah melakukan kegiatan ginogenesis. androgenesis dan poliploidisasi yang tujuan dari manipulasi kromosom ini untuk meningkatkan produktivitas ikan budidaya dan memberikan nilai tambah pada pembudidaya ikan. xxviii . Dengan menerapkan teknologi budidaya ikan yang intensif dibutuhkan pemahaman tentang produksi pakan buatan yang ramah lingkungan tetapi sesuai dengan kebutuhan ikan budidaya. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan keterbatasan lahan budidaya selanjutnya. Budidaya ikan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting saat ini dan masa yang akan datang. gen antibeku dan gen warna tubuh. Pengetahuan tentang wadah budidaya ikan dan media yang dibutuhkan bagi ikan budidaya akan memberikan pemahaman tentang investasi yang harus dipersiapkan sesuai dengan skala produksi yang akan diterapkan.

keselamatan dan lingkungan di tempat kerja 1. PETA KOMPETENSI KODE UNIT PBD. Melakukan tindakan kesehatan dan keselamatan kerja dalam kondisi bahaya/darurat 3.003U.01 . Melakukan pertemuan. Mengumpulkan. PL 00. Memenuhi persyaratan ketenagakerjaan Memenuhi persyaratan kesehatan. menyelami dan mengarahkan klien dan pelanggan 3.01 PBD.002U. Mengikuti prosedur di tempat kerja untuk kesehatan dan keselamatan di tempat kerja 2. Memelihara insfrastruktur dan lingkungan kerja Membina kerjasama 1. PL 00. mencatat dan mengirim data xxix PBD. Dalam buku teks ini juga dijelaskan berbagai kemampuan dasar untuk melakukan suatu kegiatan yang langsung dapat diaplikasikan dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh berbagai kalangan.Dengan mempelajari buku teks ini diharapkan dapat memahami pengetahuan yang sangat mendasar dalam membudidayakan ikan. Memelihara penampilan pribadi Menggunakan sistem komunikasi 1.01 JUDUL UNIT KOMPETENSI/SUB KOMPETENSI Memenuhi persyaratan kerja di DU/DI 1.001U. Menyetujui kondisi dan ketentuan ketenagakerjaan 2. Melakukan interaksi di tempat kerja 2. PL 00.

Membuat laporan hasil identifikasi parameter kualitas air JUDUL UNIT KOMPETENSI/ELEMEN KOMPETENSI Menentukan lokasi budidaya 1. Membuat laporan Mengidentifikasi hama dan penyakit ikan xxx KODE UNIT . mencatat dan menyediakan informasi untuk memenuhi kebutuhan tempat kerja 3. PL00. 006U.PL 00. 01 2. Membuat jadwal kegiatan 2. Mengumpulkan. 01 2. Menyiapkan peralatan dan bahan yang digunakan dalam identifikasi parameter kualitas air 2. 009U. 3. Membuat laporan Menyiapkan wadah 1.007U. PL 00. Menanggapi masalah Membuat perencanaan kerja 1. Mengidentifikasi persyaratan lokasi budidaya melalui kegiatan survey lapangan 3.01 Mengidentifikasi parameter kualitas air 1. 01 2. peralatan dan cara kerja Menyiapkan peralatan Mengidentifikasi jenis peralatan Menentukan peralatan Mengontrol cara kerja peralatan Membuat laporan 1. PBD.01 PBD. Mengontrol proses penggunaan wadah 4. Menentukan lokasi 4. PL 00.004U. Mengukur parameter kualitas air 4. Mengambil sampel air di lapangan 3. PL 00. Merencanakan tahapan kegiatan penentuan lokasi budidaya PBD.01 2. 4. Mengidentifikasi wadah PBD.008U. PL 00. Mengatur bahan. Menentukan wadah 3. PBD.005U.PBD.

Mengambil sampel di lapangan PBD. Melakukan pengepakan ikan PBD.01 PBD.PL 01.01 PBD.01 .PL 01. Merencanakan kegiatan persiapan media pembenihan 2.001I.01 PBD. Memilih lokasi pembenihan ikan 4. Membuat laporan Menyiapkan media pembenihan ikan 1. Menyiapkan wadah pembenihan 3. Mengidentifikasi persyaratan lokasi pembenihan ikan 3. Menebar bibit pakan alami xxxi PBD. Melakukan pematangan gonad induk ikan 4. Menangani telur 3. PL 00. Menyiapkan air untuk pembenihan 4. Menyiapkan teknik pengepakan 2. Membuat laporan Mengelola induk ikan 1.PL 01.1. Melakukan proses pemijahan ikan 2. PL 00. Memelihara calon induk ikan 2. Merencanakan tahapan kegiatan penentuan lokasi pembenihan 2. Membuat laporan Memasarkan ikan PBD. 01 4. Mengontrol proses pemasaran Menentukan lokasi pembenihan ikan 1.002I. PL00. Mengidentifikasi jenis-jenis pakan alami 2. Menentukan jenis ikan yang dikemas 3. 010U.004I.003I.PL 01. 01 2. 01 1. Mencari order pemasaran 2. Menyeleksi calon induk jantan dan betina 3. Mengidentifikasi gejala serangan 3. Menyiapkan kuota/target 4. Menentukan jenis parasit 4.01 PBD. Menyeleksi induk siap pijah Memijahkan induk ikan 1. Menetaskan telur Mengkultur pakan alami 1.PL 01.005I. Menyiapkan media tempat tumbuhnya pakan alami 3. Membuat laporan Mengemas ikan 1. Melaksanakan penjualan 3. 011U.012U.

PL 02. Membuat laporan Memasarkan hasil pembenihan ikan 1.01 PBD.01 Memelihara larva ikan 1. Merawat larva ikan 2.012I. Membuat kesepakatan 3.01 PBD.01. Melakukan transaksi 4. Menangani hama dan penyakit pada pemeliharaan larva 5.010I.PL. Mengemas benih ikan 4.01 PBD.007I. Membuat laporan Menyiapkan media pendederan ikan 1. Merencanakan kegiatan pemantauan pertumbuhan benih ikan 2.006I.PL 02. Mengambil sampel untuk menduga pertumbuhan benih ikan 3.PL. Memilih lokasi pendederan 4. Menyiapkan wadah pendederan ikan 3. Merencanakan tahapan kegiatan penentuan lokasi pendederan ikan 2. Melakukan pemananen benih ikan 3.PL 02.01 . Mengidentifikasi persyaratan lokasi pendederan ikan 3.01. Mengidentifikasi calon pembeli 2. Merencanakan kegiatan penebaran benih ikan 2. Merencanakan kegiatan persiapan pendederan ikan 2.008I. Membuat laporan Menentukan lokasi pendederan ikan 1. Membuat laporan Memantau pertumbuhan benih ikan pada pendederan 1.PBD. Memantau kualitas dan kuantitas air pada pemeliharaan larva Memanen hasil pembenihan ikan 1.PL 01. Menebar benih ikan 3. Melakukan perhitungan laba rugi 5.011I. Memberi pakan larva 3. Mengamati perkembangan larva 4.009I. Merencanakan kegiatan pemanenan hasil pembenihan 2. Melakukan sortasi xxxii PBD.PL 02. Membuat laporan Menebar benih ikan pada pendederan 1. Menyiapkan air untuk pendederan ikan 4.01 PBD.01 PBD.

013I. Merencanakan kegiatan pengelolaan pakan benih ikan 3. Merencanakan kegiatan pengelolaan kualitas dan kuantitas air 2.014I. Melakukan perhitungan laba rugi 5.PL 02.PBD. Membuat laporan Mengelola pakan benih ikan pada pendederan 1.01 PBD. Membuat kesepakatan 3. Membuat laporan Mengendalikan hama dan penyakit pada pendederan ikan 1. Mencatat kejadian serangan penyakit 5. waktu dan frekuensi pemberian pakan 4. Mengidentifikasi calon pembeli 2.017I. Melakukan transaksi 4.PL 02. Mengidentifikasi kualitas dan kuantitas air pada pendederan ikan 3.PL 02. Membuat laporan PBD.01 Mengelola kualitas dan kuantitas air pada pendederan ikan 1. Mengidentifikasi hama dan penyakit 3.01 4. Mengidentifikasi jenis-jenis pakan untuk benih ikan 2. Mengelola kualitas dan kuantitas air pada pendederan ikan 4.01 PBD. Melakukan pengobatan ikan 4.016I. Membuat laporan Memanen hasil pendederan ikan 1 Merencanakan kegiatan pemanenan hasil pendederan ikan 2.PL 02. Merencanakan kegiatan monitoring hama dan penyakit 2.015I.PL 02. Membuat laporan Menentukan lokasi pembesaran ikan xxxiii .01 PBD. Memanen benih ikan 3. Membuat laporan Memasarkan hasil pendederan ikan 1. Menentukan jumlah.

Merencanakan kegiatan monitoring hama dan penyakit 2. Menebar benih ikan 3.PL 03.01 xxxiv .023I.022I. Membuat laporan Memantau pertumbuhan ikan pada pembesaran 1.01 Merencanakan tahapan kegiatan pemilihan lokasi Mengidentifikasi persyaratan lokasi pembesaran ikan 3. Menentukan jumlah. waktu dan frekuensi pemberian pakan 4.021I. 2. Menyiapkan wadah pembesaran ikan 3.PL 03.PL 03.020I.01 PBD.01 1. Membuat laporan Memanen hasil pembesaran ikan PBD. Melakukan pengobatan ikan 4.01 PBD. Membuat laporan Mengelola pakan pembesaran ikan 1. Menyiapkan media pembesaran ikan 4. Mengidentifikasi hama dan penyakit pada pembesaran ikan 3.PL 03. Merencanakan kegiatan persiapan pembesaran ikan 2. Merencanakan kegiatan penebaran benih ikan 2. Merencanakan kegiatan pemantauan pertumbuhan ikan 2. Mengambil sampel untuk menduga pertumbuhan ikan 3. Memilih lokasi pembesaran ikan 4. Membuat laporan Menyiapkan media pembesaran ikan 1.PL 03.019I. Membuat laporan Mengendalikan hama dan penyakit pada pembesaran ikan 1. Mengidentifikasi jenis-jenis pakan untuk pembesaran ikan 2.PBD. PBD. Merencanakan kegiatan pengelolaan pakan pembesaran ikan 3. Mencatat kejadian serangan penyakit 5. Membuat laporan Menebar benih ikan pada pembesaran 1. Melakukan sortasi 4.018I.PL 03.01 PBD.

Melakukan penghitungan laba rugi 5. Membuat laporan Memasarkan hasil pembesaran ikan 1.1. PBD.025I. Mengidentifikasi calon pembeli ikan 2. Membuat laporan xxxv .01 PBD.PL 03. Mengemas ikan hasil pembesaran 4. Melakukan kesepakatan 3. Melakukan transaksi 4.01 Merencanakan kegiatan pemanenan ikan hasil pembesaran 2.PL 03. Melakukan pemanenan 3.024I.

Pemanfaatannya hingga saat ini masing-masing baru 10.22 juta ha dan budidaya laut 12. untuk tahun 2006 Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Berdasarkan target produksi perikanan budidaya yang telah ditetapkan oleh Departemen Kelautan dan Perikanan maka Departemen Pendidikan Nasional sebagai departemen yang akan menciptakan sumber daya manusia yang bergelut dibidang kelautan dan perikanan untuk membuat suatu perangkat pendidikan agar dihasilkan sumber daya manusia yang kompeten sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang saat ini. sehingga secara nasional produksi perikanan budidaya baru mencapai 1.BAB I PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara dengan luas perairan hampir dua pertiga dari luas wilayahnya yaitu sekitar 70%. Sekolah Menengah Kejuruan merupakan 1 . akan menargetkan produksi perikanan pada tahun 2006 mencapai 7. Potensi perikanan budidaya secara nasional diperkirakan sebesar 15.1 persen untuk budidaya ikan air tawar. Perikanan budidaya baik perikanan air tawar.6 juta ton.14 juta ha. Dari ketiga jenis perairan tersebut dapat dihasilkan suatu produksi perikanan yang memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.1 juta ton dan produksi perikanan budidaya sebesar 2. yang terdiri dari produksi perikanan tangkap sebesar 5.48 juta ton. menurut Freddy Numberi (2006).01 persen untuk budidaya laut. air payau dan air laut sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. 40 persen pada budidaya air payau dan 0.59 juta hektar (Ha) yang terdiri dari potensi air tawar 2. serta konsumsi ikan menjadi 28kg/kapita/tahun.23 juta ha. Oleh karena itu. perairan payau dan perairan laut. air payau 1. Wilayah perairan di Indonesia berdasarkan kandungan kadar garamnya atau salinitas dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis perairan yaitu perairan tawar.7 juta ton atau meningkat sebesar 13%.

Dan juga akan dibahas tentang bagaimana menyiapkan wadah budidaya ikan yang akan dipergunakan untuk kegiatan budidaya sesuai dengan kaidahkaidah dalam melakukan kegiatan budidaya. Wadah budidaya ikan Dalam bab ini akan dibahas tentang berbagai macam wadah yang dapat dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya ikan antara lain adalah kolam/tambak. Salah satu alat bantu yang dapat membantu dalam kegiatan belajar mengajar di SMK adalah buku. sedangkan budidaya ikan air payau 2 . Dalam buku Budidaya Ikan ini akan dibahas tentang berbagai topik yang sangat mendukung pemahaman tentang bagaimana cara melakukan budidaya ikan sesuai dengan kaidahkaidah dalam melakukan kegiatan produksi budidaya ikan. teknologi pakan buatan.salah satu jenjang pendidikan yang akan menciptakan sumberdaya manusia tingkat menengah yang trampil dan kompenten sesuai dengan bidang keahliannya masingmasing. media budidaya ikan. nutrisi ikan. payau dan laut. Buku teks yang akan dipergunakan untuk kegiatan pembelajaran di SMK bagi bidang keahlian Budidaya Air tawar. Selain itu juga akan dibahas tentang bagaimana konstruksi dari setiap wadah yang akan dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya ikan yang sesuai dengan tingkat/level produksi yang diterapkan. Oleh karena itu Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Pembinaan SMK. Topik-topik pembelajaran ini dikelompokkan dalam beberapa bab yaitu wadah budidaya ikan. Budidaya Air Payau dan Budidaya Air laut ini diberi judul Budidaya Ikan. Dalam bidang keahlian ini akan dipelajari berbagai macam hal tentang budidaya ikan dari berbagai macam perairan baik tawar. Dirjen Mandikdasmen mengadakan kegiatan penulisan buku teks yang dapat digunakan bagi semua kalangan pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di SMK. budidaya air payau (brackishwater culture) dan budidaya laut (mariculture). Salah satu bidang keahlian yang ada pada SMK ini adalah Budidaya Ikan/Budidaya Perairan. bak. Dengan memahami berbagai macam wadah budidaya. hama penyakit ikan dan genetika ikan. teknologi produksi pakan alami. akuarium dan karamba jaring terapung. konstruksi wadah budidaya dan persiapan wadah budidaya ikan yang akan dipergunakan untuk kegiatan budidaya maka akan diperoleh peningkatan produktivitas dalam budidaya ikan. Berdasarkan keberadaan dan lokasi perairan yang ada di Indonesia maka kegiatan budidaya ikan air tawar akan lebih banyak dilakukan pada masyarakat yang tinggal di daerah dataran rendah atau dataran tinggi. pengembangbiakan ikan. yang dalam kegiatan produksi akuakultur dikenal sebagai budidaya air tawar (freshwater culture). Saat ini ketersediaan buku teks tentang budidaya ikan di Indonesia masih sangat terbatas.

nila. Tabel 1. sistem budidaya ikan dan beberapa komoditas yang sudah lazim dibudidayakan di Indonesia dapat dilihat pada Tabel 1. udang galah. kowan. gurami. sepat. kepiting bakau. ikan nila Ikan hias. gurami. bandeng. bawal.1 – 1. udang windu. benih ikan konsumsi. patin. Komoditas akuakultur yang sudah lazim dibudidayakan dalam sistem budidaya di Indonesia. muara sungai atau rawa payau. belanak. ikan hias laut.1.1. samadar. ikan hias. Sistem Kolam air tenang Komoditas Ikan mas. bawal. bandeng. dan Gambar 1. samadar. Berdasarkan jenis wadah budidaya ikan yang dipilih oleh para pembudidaya ikan di Indonesia. Kerapu. patin.20 Berbagai macam komoditas ikan budidaya. rumput laut. bawal. ikan hias laut. udang galah Kerapu. kakap. tambakan. nila. udang windu. kakap. mujair. mujair. ikan hias air tawar Ikan mas. nila. Berdasarkan lokasi budidaya ikan tersebut dapat dilakukan pemilihan terhadap wadah budidaya ikan yang sesuai dengan karakteristik setiap lokasi budidaya. mujair. sidat. mola. sidat. nila.menurut Effendi (2004). patin. gurami. betutu Ikan mas. ikan hias air tawar. nila. tawes. gurami. pakan alami Ikan mas Udang windu. ikan mas. bandeng. sidat. Pada masyarakat yang hidup di daerah pantai dimana pantainya mempunyai perairan laut yang terlindung dari ombak dan badai seperti teluk. ikan mas. kerapu. plankton pakan alami Kolam air deras Tambak Jaring apung Jaring tancap Keramba Kombongan Akuarium/tangki/bak 3 . patin. selat dan perairan dangkal yang terlindung dapat melakukan kegiatan budidaya ikan. kakap putih. mujair.dapat dilakukan pada masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah sekitar pantai.

4.5. Ikan Patin (Pangasius hiphothalamus) 4 . Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) Gambar 1.Gambar 1. Ikan Mas (Cyprinus carpio) Gambar 1.1. Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Gambar 1. Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy) Gambar 1.3.2.

9.7.6.11.10. Ikan tawes ( Puntius gonionotus) Gambar 1.8. Ikan lele (Clarias sp) Gambar 1. Ikan bawal (Colosoma brachyponum) Gambar 1. Ikan sepat (Trichogaster pectolaris ) Gambar 1. Ikan kowan (Ctenopharyngodon idella) Gambar 1.Gambar 1. Ikan tambakan (Helestoma temmincki) 5 .

17.16.19. Ikan sidat (Anguilla sp. Kerapu merah (Plectropomus maculatus) Gambar 1.18. Udang Vanamei (Penaeus vannamei) Gambar 1. Ikan bandeng (Chanos chanos) Gambar 1. Lobster Air tawar (Cherax Quadricarinatus) 6 .13.) Gambar 1.Gambar 1. Ikan betutu (Oxyeleotris marmorata) Gambar 1.12.14. Ikan kerapu (Chromileptes altivelis) Gambar 1. Ikan kakap putih (Lates calcariver) Gambar 1.15.

tangki dari bahan serat fiber dan akuarium. Air permukaan yaitu air hujan yang mengalami limpasan/berakumulasi sementara ditempat-tempat rendah misalnya : air sungai.Gambar 1. Dalam buku teks ini akan dibahas tentang berbagai macam sumber air yang dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya ikan. karamba dan kombongan. danau 7 Media Budidaya Ikan Ikan sebagai salah satu jenis organisme yang hidup pada suatu . jaring tancap. Lingkungan perairan tempat ikan yang dibudidayakan tumbuh dan berkembang biasa disebut dengan media. waduk. Media yang dapat dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya ikan ada beberapa persyaratan-persyaratan agar ikan dapat tumbuh dan berkembangbiak pada wadah yang terbatas tersebut. Oleh karena itu dalam buku teks ini akan dibahas tentang berbagai macam wadah budidaya ikan antara lain adalah kolam/ tambak. Berdasarkan asalnya sumber air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu air permukaan dan air tanah. jika manusia melakukan kegiatan budidaya yaitu memproduksi organisme tersebut dalam suatu lingkungan perairan yang terbatas dan terkontrol dengan baik maka manusia harus memahami tentang lingkungan perairan dimana ikan tersebut dapat tumbuh dan berkembangbiak seperti di habitat aslinya. Pada kegiatan budidaya ikan air tawar. Ikan Beronang Lada (Siganus gutatus) Berdasarkan sistem budidaya ikan tersebut maka dapat dipilih beberapa wadah budidaya ikan yang akan dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya yaitu kolam yang dapat dikelompokkan menjadi kolam air deras dan kolam air tenang berdasarkan sumber air yang dipergunakan dalam kegiatan budidaya.20. berbagai macam parameter kualitas air yang akan mendukung kegiatan budidaya ikan dan bagaimana kita melakukan pengukuran terhadap beberapa parameter kualitas air yang sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup oragnisme air yang akan dibudidayakan. perairan. Dalam bahasan sumber air berisi tentang sumber air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan ada beberapa macam. bak. payau ataupun laut dibutuhkan benih ikan dan induk ikan yang dapat menggunakan jenis wadah budidaya antara lain adalah bak. akuarium dan karamba jaring terapung. Sedangkan beberapa jenis wadah budidaya ikan yang dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya ikan diperairan umum antara lain adalah jaring apung.

kecerahan dan kekeruhan air serta salinitas. kimia dan biologi dengan menggunakan beberapa peralatan pengukuran kualitas air yang sangat mudah pengoperasionalan alatnya dan tersedia dibeberapa tempat budidaya. Air tanah yang saat ini digunakan untuk kegiatan budidaya dapat diperoleh melalui cara pengeboran air tanah dengan kedalaman tertentu sampai diperoleh titik sumber air yang akan keluar dan dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya. Pada aspek secara kimia akan dibahas secara detail tentang beberapa parameter kimia yang sangat berpengaruh pada media budidaya ikan antara lain adalah oksigen. Sumber air permukaan tersebut sudah banyak dipergunakan untuk kegiatan budidaya ikan. danau. Dengan mengetahui nilai parameter kualitas air pada suatu media budidaya maka akan dapat dicegah suatu kejadian yang dapat merugikan bagi organisme air yang dibudidayakan sehingga tidak merugikan manusia. Sedangkan air tanah yaitu air hujan yang mengendap atau air yang berada dibawah permukaan tanah. Sedangkan pada aspek secara biologi akan dibahas tentang kepadatan dan kelimpahan plankton pada suatu wadah budidaya ikan yang sesuai untuk media budidaya ikan. Ilmu yang mendasari 8 . Pada topik tentang parameter kualitas air akan dibahas tentang beberapa parameter kualitas air dari berbagai aspek antara lain adalah aspek fisik. Dari aspek fisik akan dibahas secara detail tentang beberapa parameter fisik dari suatu perairan yang sangat berpengaruh dalam melakukan kegiatan budidaya ikan antara lain adalah kepadatan/berat jenis air. suhu air. alkalinitas dan kesadahan. bahan organik dan garam mineral. kekentalan/viscosity. Pengembangbiakan ikan Ikan sebagai salah satu jenis organisme perairan yang sudah dapat dibudidayakan oleh manusia. karbondioksida.dan rawa. tegangan permukaan. pH. Pada topik pengukuran parameter kualitas air akan dibahas beberapa parameter kualitas air dari aspek fisik. aspek kimia dan aspek biologi. Selain itu air permukaan dapat juga didefenisikan sebagai air yang berada disungai. nitrogen. Dengan melakukan kegiatan budidaya maka kebutuhan manusia akan ikan akan selalu tersedia sesuai dengan permintaan. Seperti diketahui bahwa organisme air yang dipelihara dalam suatu wadah budidaya mempunyai kemampuan untuk beradaptasi dengan media dimana ikan itu hidup. rawa dan badan air lainnya yang tidak mengalami infiltrasi kedalam. Dalam melakukan kegiatan budidaya ikan untuk memperoleh hasil produksi yang maksimal dilakukan suatu program pengembangbiakan terhadap ikan yang akan dibudidayakan. sehingga jika terjadi fluktuasi terhadap beberapa parameter kualitas air pada suatu lingkungan budidaya segera dilakukan penanganan dengan memberikan perlakuan khusus pada media budidaya. waduk.

dalam program pengembangbiakan ikan adalah tentang biologi ikan, fisiologi ikan, kebiasaan hidup ikan, reproduksi ikan dan berbagai ilmu tentang rekayasa siklus reproduksi ikan. Ikan yang akan dibudidayakan harus dikelola dengan baik tentang persediaan induk ikan yang akan dibudidayakan. Pengembangbiakan ikan peliharaan akan berhasil jika tersedia induk yang baik. Ketersediaan induk ikan budidaya harus dikelola dengan baik untuk memperoleh benih ikan yang tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat jenis dan tepat harga. Oleh karena itu dalam buku ini akan dibahas tentang beberapa hal yang berperan penting dalam melakukan program pengembangbiakan ikan budidaya. Ikan yang akan dibudidayakan adalah ikan yang telah mengalami domestikasi dalam lingkungan budidaya. Domestikasi adalah pemindahan suatu organisme dari habitat lama ke habitat baru dalam hal ini manusia biasa memperoleh ikan dengan cara mengambil dari alam kemudian dipelihara dalam suatu lingkungan yang terbatas yaitu kolam pemeliharaan. Suatu jenis ikan dalam sistem budidaya ikan dapat dikelompokkan berdasarkan tingkat domestikasinya menjadi empat tingkat yaitu : 1. Domestikasi sempurna, yaitu apabila seluruh siklus hidup ikan sudah dapat dipelihara di dalam sistem budidaya. Contoh beberapa jenis ikan asli Indonesia yang sudah terdomestikasi sempurna antara lain adalah ikan gurame, ikan baung dan bandeng.

2. Domestikasi dikatakan hampir sempurna apabila seluruh siklus hidupnya sudah dapat dipelihara di dalam sistem budidaya, tetapi keberhasilannya masih rendah. Ikan asli Indonesia yang terdomestikasi hampir sempurna antara lain adalah ikan betutu, balashark dan arwana. 3. Domestikasi belum sempurna apabila baru sebagian siklus hidupnya yang dapat dipelihara di dalam sistem budidaya. Contohnya antara lain adalah ikan Napoleon, ikan hias laut, ikan tuna. 4. Belum terdomestikasi apabila seluruh siklus hidupnya belum dapat dipelihara di dalam sistem budidaya. Jenis-jenis ikan yang sudah dapat dibudidayakan di Indonesia sangat banyak jumlahnya ada yang berasal dari perairan Indonesia asli atau diintroduksi dari negara lain.Jenis ikan introduksi yang sudah terdomestikasi secara sempurna di Indonesia adalah ikan Mas dan ikan Nila. Dengan banyaknya jenis ikan yang sudah terdomestikasi secara sempurna akan memudahkan manusia untuk melakukan kegiatan pengembangbiakan. Pengembangbiakan ikan budidaya dapat dilakukan dengan cara tradisional, semi intensif ataupun intensif. Dengan melakukan pengembangbiakan ikan maka ketersediaan benih ikan secara kualitas dan kuantitas akan memadai. Penyediaan benih ikan budidaya saat ini dapat dilakukan oleh masyarakat dengan cara menangkap benih ikan dari alam (sungai, danau, laut dan sebagainya) 9

atau dengan cara melakukan proses pemijahan ikan di dalam wadah budidaya. Pemijahan ikan budidaya di dalam wadah budidaya dapat dilakukan dengan tiga metode yaitu pemijahan ikan secara alami, pemijahan ikan secara semi buatan dan pemijahan ikan secara buatan. Pemijahan ikan secara alami adalah pemijahan ikan tanpa campur tangan manusia, terjadi secara alamiah (tanpa pemberian rangsangan hormon) di dalam wadah budidaya. Jenis ikan yang sudah dapat dilakukan pemijahan secara alami didalam wadah budidaya antara lain adalah ikan Mas, ikan Nila, ikan Bandeng, ikan Kerapu, ikan Kakap, ikan Gurame, ikan Baung, ikan Lele. Pemijahan ikan secara semi intensif adalah pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad, tetapi proses ovulasinya terjadi secara alamiah di kolam. Jenis ikan yang sudah dapat dilakukan pemijahan secara semi buatan antara lain adalah ikan Bawal, ikan Lele, ikan Kakap, ikan Kerapu. Pemijahan ikan secara buatan adalah pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad serta proses ovulasinya dilakukan secara buatan dengan teknik stripping/pengurutan. Jenis ikan yang sudah dapat dilakukan pemijahan secara buatan antara lain adalah ikan Patin, ikan Mas, ikan Lele. Dalam buku ini akan dibahas tentang bagaimana cara melakukan kegiatan produksi budidaya ikan mulai dari

kegiatan pembenihan ikan, kegiatan pendederan ikan, kegiatan pembesaran ikan dan kegiatan pemanenan ikan. Kegiatan pembenihan ikan merupakan suatu kegiatan budidaya yang menghasilkan benih ikan. Benih ikan dalam budidaya ikan diperoleh dari induk ikan, oleh karena itu sebelum melakukan kegiatan pembenihan ikan harus dipahami terlebih dahulu tentang teknik seleksi induk ikan, karena benih ikan yang unggul diperoleh dari induk yang unggul. Jika dalam melakukan kegiatan pembenihan ikan tidak memperhatikan tentang seleksi induk yang baik maka akan memperoleh benih ikan yang tidak bermutu. Benih ikan yang diperoleh dari hasil pembenihan ikan akan dilakukan tahapan pemeliharaan yang disebut dengan kegiatan pendederan. Pendederan adalah kegiatan pemeliharaan ikan untuk menghasilkan benih yang siap ditebarkan pada kegiatan pembesaran ikan. Pada beberapa jenis ikan air tawar ada beberapa tahapan kegiatan pendederan ikan untuk mempercepat siklus perputaran produksi, seperti pada budidaya ikan mas ada beberapa tahapan pendederan, misalnya pendederan pertama menghasilkan benih ikan berukuran 2 – 3 cm, pendederan kedua menghasilkan benih ikan berukuran 5 – 8 cm. Baru kemudian berlanjut pada kegiatan produksi selanjutnya yaitu pembesaran ikan. Kegiatan pembesaran ikan merupakan kegiatan budidaya yang memelihara benih ikan sampai berukuran konsumsi. Dengan melakukan seluruh kegiatan budidaya ikan mulai 10

dari pembenihan sampai pembesaran ikan maka kegiatan pengembangbiakan ikan budidaya telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan manusia akan sumber pangan dan non pangan yang relatif murah.

buatan harus diperhatikan tentang kandungan zat gizinya agar ikan yang diberi pakan tersebut dapat tumbuh dan berkembang. Dengan memahami kebutuhan nutrisi setiap ikan yang dibudidayakan maka kebutuhan zat gizi ikan akan terpenuhi. Seperti diketahui pakan atau makanan yang dikonsumsi oleh ikan melupakan sumber energi utama dalam tubuh ikan. Makanan yang masuk kedalam tubuh ikan akan diubah menjadi energi kimia dan disimpan oleh tubuh dalam bentuk ATP (Adenosin triphosphat). Energi yang diperoleh dari makanan itu yang akan digunakan oleh ikan untuk kegiatannya. Dalam buku ini akan dibahas tentang penggunaan energi yang berasal dari pakan oleh ikan dan bagaimana penyebarannya dalam proses metabolisme ikan. Energi yang diperoleh dari makanan akan dapat memberikan pertumbuhan dan perkembangan ikan budidaya jika makanan yang diberikan mempunyai kandungan nutrisi yang cukup untuk setiap jenis ikan. Oleh karena itu sangat penting mengetahui kebutuhan energi untuk setiap jenis ikan. Seperti diketahui bahwa pakan buatan harus mengandung energi lebih dari 3000 kilokalori agar dapat memberikan pertumbuhan yang baik bagi ikan budidaya. Setelah memahami tentang energi yang dibutuhkan oleh setiap jenis ikan maka pengetahuan tentang sumber nutrien utama sebagai sumber energi yaitu protein, lemak dan karbohidrat serta vitamin dan mineral harus dipelajari agar 11

Nutrisi ikan
Kajian tentang nutrisi ikan sangat diperlukan untuk memahami kebutuhan ikan akan zat gizi yang dibutuhkan ikan agar tumbuh dan berkembang. Zat gizi yang dibutuhkan oleh ikan agar dapat tumbuh dan berkembang meliputi tentang kandungan protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Zat gizi tersebut pada setiap jenis ikan mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu sangat diperlukan pengetahuan tentang kebutuhan zat gizi tersebut bagi setiap jenis ikan yang akan dibudidayakan. Dalam kegiatan budidaya ikan biasanya para petani ikan sangat membutuhkan pakan yang akan diberikan pada ikan yang dibudidayakan pada wadah budidaya. Pakan yang diberikan ada dua jenis yaitu pakan alami dan pakan buatan. Pakan alami adalah jasad hidup yang diberikan sebagai pakan pada organisme air. Sedangkan pakan buatan adalah pakan yang dibuat dari berbagai macam bahan baku hewani dan nabati dengan memperhatikan kandungan gizi, sifat dan ukuran ikan yang akan mengkonsumsi pakan tersebut dengan cara dibuat oleh manusia dengan bantuan peralatan pakan. Pada pakan alami dan pakan

kebutuhan ikan akan nutrisi tercukupi. Protein adalah suatu molekul komplek yang besar (makromolekul), yang terbentuk dari molekul asam amino (20 macam), dimana asam amino satu sama lain berhubungan dengan ikatan peptida. Protein merupakan nutrisi utama yang mengandung nitrogen dan merupakan unsur utama dari jaringan dan organ tubuh hewan dan juga senyawa nitrogen lainnya seperti asam nukleat, enzim, hormon, vitamin dan lain-lain. Protein dibutuhkan sebagai sumber energi utama karena protein ini terus menerus diperlukan dalam makanan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan yang rusak. Protein sangat dibutuhkan oleh ikan sebagai sumber utama energi dan pada ikan kebutuhan protein ini bervariasi bergantung pada jenis ikan yang dibudidayakan. Kebutuhan ikan akan protein ini berkisar antara 20 – 60% dan kebutuhan protein ini sudah sampai pada kebutuhan asam amino setiap jenis ikan dimana setiap jenis ikan kebutuhannnya akan asam amino sangat spesifik. Protein yang diberikan pada ikan budidaya tidak boleh berlebih ataupun kekurangan harus tepat karena kalau berlebih ataupun kekurangan akan memberikan pertumbuhan yang negatif. Kelebihan protein dalam pakan akan mengakibatkan ikan memerlukan energi ekstra untuk melakukan proses deaminasi dan mengeluarkan amoniak sebagai senyawa yang bersifat racun sehingga energi yang digunakan untuk pertumbuhan akan berkurang. Kekurangan protein dalam pakan jelas akan mengakibatkan pertumbuhan yang negatif karena

protein yang disimpan didalam jaringan otot akan dirombak menjadi sumber energi sehingga pertumbuhan menjadi terhambat. Pengetahuan nutrisi ikan selanjutnya adalah karbohidrat, karbohidrat adalah senyawa organik yang terdiri dari unsur karbon, hidrogen dan oksigen dalam perbandingan yang berbeda-beda. Karbohidrat adalah sumber energi yang murah dan dapat menggantikan protein yang mahal sebagai sumber energi. Karbohidrat pada manusia dan hewan darat merupakan sumber energi utama sedangkan pada ikan karbohidrat merupakan sumber energi yang disebut dengan Protein Sparring Effect yaitu karbohidrat dapat digunakan sebagai sumber energi pengganti bagi protein , karbohidrat sebagai mitra protein jika tubuh kekurangan protein maka karbohidrat akan dipecah sebagai pengganti energi yang berasal dari protein. Dengan menggunakan karbohidrat dan lemak sebagai sumber bahan baku maka hal ini dapat mengurangi harga pakan. Pemanfaatan karbohidrat sebagai sumber energi dalam tubuh dapat juga dipengaruhi oleh aktivitas enzim dan hormon. Enzim dan hormon ini penting untuk proses metabolisme karbohidrat dalam tubuh seperti glikolisis, siklus asam trikarboksilat, jalur pentosa fosfat, glukoneogenesis dan glikogenesis. Selain itu dalam aplikasi pembuatan pakan karbohidrat seperti zat tepung, agaragar, alga, dan getah dapat juga digunakan sebagai pengikat makanan (binder) untuk meningkatkan kestabilan pakan 12

dalam air pada pakan ikan dan udang. Kemampuan setiap jenis ikan dalam memanfaatkan karbohidrat berbedabeda, kebutuhan karbohidrat bagi ikan budidaya berkisar antara 20 – 40%. Hal ini dikarenakan enzim yang mencerna karbohidrat yaitu amilase pada ikan omnivora dan herbivora aktivitasnya lebih tinggi dibandingkan dengan ikan karnivora, oleh karena itu pada pencernaan karbohidrat pada ikan karnivora lebih rendah dibandingkan dengan ikan herbivora dan omnivora. Selain itu kemampuan sel memanfaatkan glukosa sebagai bentuk sederhana dari karbohidrat dan sumber energi yang paling cepat diserap didalam sel pada ikan herbivora dan omnivora lebih besar dibandingkan dengan ikan karnivora. Pengetahuan tentang kebutuhan karbohidrat pada komposisi nutrisi pakan setiap jenis ikan perlu dipelajari agar dapat menyusun kebutuhan nutrisi ikan yang tepat dan murah. Kebutuhan nutrien ikan selanjutnya adalah lemak. Lemak sebenarnya adalah bagian dari lipid. Lipid adalah senyawa organik yang tidak larut dalam air tapi dapat diekstraksi dengan pelarut nonpolar seperti kloroform, eter dan benzena. Lipid itu terdiri dari lemak, minyak, malam dan senyawa-senyawa lain yang ada hubungannya. Perbedaan lemak dan minyak adalah pada titik cairnya dimana lemak cenderung lebih tinggi titik cairnya karena molekulnya lebih berat dan rantai molekulnya lebih panjang. Kebutuhan ikan akan lemak juga bervariasi antara 4 – 18% dan

setiap jenis ikan mempunyai kebutuhan yang spesifik. Nutrien yang digunakan oleh ikan sebagai katalisator (pemacu) terjadinya proses metabolisme di dalam tubuh ikan adalah vitamin. Vitamin merupakan salah satu nutrien yang bukan merupakan sumber tenaga tetapi sangat dibutuhkan untuk kelangsungan semua proses di dalam tubuh. Vitamin merupakan senyawa organik dan biasa disebut dietary essensial yaitu harus diberikan dari luar tubuh karena tubuh tidak dapat mensintesis sendiri, kecuali beberapa vitamin misalnya vitamin C pada ayam dan vitamin B pada ruminansia. Menurut Steffens (1989) vitamin adalah senyawa organik dengan berat molekul rendah dengan komposisi dan fungsi yang beragam dimana sangat penting untuk kehidupan tetapi tidak dapat disintesis (atau hanya disintesis dalam kuantitas yang tidak cukup/terbatas) oleh hewan tingkat tinggi dan oleh sebab itu harus disuplai dari makanan. Vitamin dibutuhkan oleh ikan dalam jumlah yang tidak banyak tetapi kekurangan vitamin dalam komposisi pakan akan membawa dampak negatif bagi ikan budidaya. Pada buku teks ini akan dibahas tentang berbagai macam vitamin, fungsi dan peranannya, kebutuhan berbagai jenis ikan akan vitamin dan dampak yang diakibatkan jika dalam komposisi pakan kekurangan vitamin. Vitamin berdasarkan klasifikasinya dikelompokkan menjadi dua yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam air mempunyai sifat bergerak 13

bebas didalam badan, darah dan limpa, mudah rusak dalam pengolahan, mudah hilang karena tercuci atau terlarut oleh air keluar dari bahan, tidak stabil dalam penyimpanan, kecuali vitamin B12 dapat disimpan dalam hati selama beberapa tahun, berfungsi sebagai koenzim atau kofaktor dalam reaksi enzimatik, kecuali vitamin C dan kelebihan vitamin ini di dalam tubuh akan dieksresikan ke dalam urin. Jenis vitamin yang larut dalam air adalah vitamin B1 (Tiamin), vitamin B2 (Riboflavin), vitamin B3 (Niasin), vitamin B5 (Asam pantotenat), vitamin B6 (Piridoksin), vitamin B12 (Kobalamin), biotin, asam folat, inositol, kolin dan vitamin C. Kelompok yang kedua adalah vitamin yang larut dalam lemak. Kelompok vitamin yang larut dalam lemak mempunyai sifat dapat disimpan dalam hati dan jaringanjaringan lemak, tidak larut dalam air maka vitamin ini tidak dapat dikeluarkan atau dieksresikan akibatnya vitamin ini dapat ditimbun dalam tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Kelompok vitamin ini terdiri dari vitamin A, vitamin D, vitamin E dan vitamin K. Kebutuhan ikan akan vitamin sangat ditentukan oleh ukuran atau umur ikan, kandungan nutrien pakan, laju pertumbuhan dan lingkungan dimana ikan itu hidup. Vitamin merupakan koenzim yang sangat diperlukan dalam metabolisme tubuh. Bila kekurangan vitamin maka ikan akan memberikan gejala-gejala yang spesifik untuk setiap jenis vitamin. Penggunaan vitamin dalam pakan ikan biasanya memakai vitamin yang sintetik karena ikan tidak dapat

menggunakan bahan makanan yang segar, kecuali pada beberapa jenis ikan herbivora yang dapat memanfaatkan vitamin dari daun. Pada proses pembuatan pakan ikan, kehilangan vitamin tidak dapat dihindarkan karena sifat vitamin tersebut. Oleh karena itu perlu diperhitungkan kandungan vitamin yang tepat pada waktu menyusun formulasi pakan. Nutrien selanjutnya yang bukan merupakan sumber energi tetapi berperan sebagai kofaktor dalam setiap proses metabolisme adalah mineral. Mineral merupakan unsur anorganik yang dibutuhkan oleh organisme perairan (ikan) untuk proses hidupnya secara normal. Ikan sebagai organisme air mempunyai kemampuan untuk menyerap beberapa unsur anorganik ini tidak hanya dari makanannya saja tetapi juga dari lingkungannya. Jumlah mineral yang dibutuhkan oleh ikan dalam jumlah yang sedikit tetapi mempunyai fungsi yang sangat penting. Dalam penyusunan pakan buatan mineral mix biasanya ditambahkan berkisar antara 2 – 5 % dari total jumlah bahan dan bergantung pada jenis ikan yang akan mengkonsumsinya. Walaupun sangat sedikit yang dibutuhkan oleh ikan mineral mempunyai fungsi yang sangat utama dalam tubuh ikan. Dalam buku teks ini akan dijelaskan secara detail tentang kebutuhan mineral pada ikan yang dibudidayakan serta dampak yang diakibatkan jika ikan kekurangan mineral dalam komposisi pakannya. Mineral berdasarkan konsentrasinya di dalam tubuh hewan dikelompok14

kan menjadi dua kelompok, kelompok pertama adalah mineral makro yaitu mineral yang konsentrasinya dalam tubuh organisme dibutuhkan dalam jumlah besar (lebih dari 100 mg/kg pakan kering) terdiri dari Calsium (Ca), Magnesium (Mg), Sodium (Na), Potassium (K), Phosphorus (P), Clorine (Cl) dan Sulphur (S). Kelompok yang kedua adalah mineral mikro yaitu mineral yang konsentrasinya dalam tubuh setiap organisme dibutuhkan dalam jumlah sedikit (kurang dari 100 mg/kg pakan kering) terdiri dari Besi (Fe), Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Seng (Zn), Cobalt (Co), Molybdenum (Mo), Cromium (Cr), Selenium (Se), Fluorinr (F), Yodium (I), Nickel (Ni) dan lain-lain.

biaya operasional tertinggi kurang lebih 60% dari total biaya produksi, jika kita dapat mengelola dengan baik penggunaan pakan buatan dalam suatu uasaha budidaya ikan maka biaya pakan akan dapat dikurangi dan pertumbuhan ikan terjadi secara optimal sehingga keuntungan produksi meningkat. Selain itu dalam proses pemberian pakan pada ikan sebagai organisme air yang hidup dalam media air maka harus diketahui juga tentang kaitan antara pakan ikan dan kualitas air, sehingga pakan yang diberikan selama proses budidaya ikan berlangsung tidak memberikan dampak negatif terhadap media budidaya. Jenis-jenis bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat pakan ikan dapat dikelompokkan kedalam bahan baku hewani yaitu jenis-jenis bahan baku yang berasal dari hewan, bahan baku nabati yaitu jenis-jenis bahan baku yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan bahan baku limbah industri yaitu bahan baku yang berasal dari hasil pengolahan industri pertanian, perikanan yang sudah tidak digunakan tetapi masih dapat diolah untuk sumber bahan baku pakan. Penyusunan formulasi pakan merupakan suatu kompetensi yang harus dimiliki oleh para pembudidaya ikan yang akan membuat pakan ikan sendiri karena pakan ikan yang dibuat sendiri mempunyai keuntungan yang lebih baik dibandingkan dengan membeli dipasar. Pakan ikan yang dibuat sendiri mempunyai formulasi sesuai dengan kebutuhan ikan yang akan 15

Teknologi pakan buatan
Dalam buku teks ini akan diuraikan secara jelas tentang berbagai kajian yang mendukung dalam membuat suatu rekayasa dalam membuat pakan ikan. Beberapa subtopik akan dibahas antara lain adalah jenis-jenis bahan baku, bagaimana cara menyusun formulasi pakan ikan dari yang sangat sederhana sampai teknologi komputer, bagaimana prosedur pembuatan pakan dari skala rumah tangga sampai pabrikasi, dan bagaimana melakukan pengelolaan terhadap pakan yang sangat membutuhkan keahlian tersendiri agar dalam melakukan suatu usaha budidaya ikan menguntungkan. Dimana kita tahu bahwa pakan buatan merupakan

mengkonsumsi pakan tersebut. Karena setiap jenis ikan mempunyai kebutuhan kandungan nutrien/zat gizi yang spesifik. Oleh karena itu dalam menyusun formulasi pakan harus dibuat perencanaan yang tepat tentang peruntukkannya jenis dan umur ikan yang akan mengkonsumsinya. Dalam menyusun formulasi pakan ada beberapa metode yang dapat digunakan antara lain adalah metode segiempat/square methods merupakan metode penyusunan formulasi pakan yang paling lama sebagai dasar utama dalam menyusun formulasi pakan, selanjutnya adalah metode cobacoba/trial and error yaitu metode penyusunan formulasi pakan yang dilakukan dengan cara mencoba berbagai bahan dengan komposisi disesuaikan dengan kandungan gizi setiap bahan baku dan merupakan kelanjutan dari metode segiempat. Metode selanjutnya adalah metode aljabar merupakan suatu metode penyusunan formulasi pakan ikan dengan menggunakan persamaan matematika yaitu persamaan aljabar dan keempat juga menggunakan persamaan matematika yaitu persamaan linier. Penyusunan formulasi pakan dengan menggunakan persamaan matematika dapat menggunakan alat bantu komputer apabila anda bisa membuat program matematika tersebut dalam komputer. Selain itu ada juga yang menyusun formulasi pakan ikan dengan metode worksheet yang prinsipnya hampir sama dengan persamaan sebelumnya, perbedaannya hanya menggunakan lembar kerja setiap

langkah untuk memudahkan dalam penyusunan formulasi. Pakan ikan dibuat oleh para produsen untuk memenuhi kebutuhan produksi budidaya ikan. Jika para pembudidaya ikan dapat membuat pakan ikan sendiri akan sangat menguntungkan apabila dipahami prosedur pembuatan pakan ikan yang benar. Pakan ikan dapat dibuat secara skala rumahtangga maupun secara pabrikasi. Prinsip dalam pembuatan pakan ikan yang harus dipahami adalah bagaimana prosedur yang benar dalam membuat pakan ikan. Pakan ikan berbeda dengan pakan ternak, pakan ikan dibuat untuk dikonsumsi oleh ikan yang hidup diair, mempunyai ukuran lambung yang pendek, dan tidak langsung dapat dikonsumsi ikan tetapi berhubungan dengan media air dimana ikan hidup. Oleh karena itu dalam prosedur pembuatan pakan harus diperhatikan dengan benar tentang komposisi bahan baku yang akan digunakan dalam membuat pakan ikan, bentuk bahan baku yang akan digunakan harus dalam bentuk tepung. Oleh karena itu tahapan pertama dalam prosedur pembuatan pakan adalah membuat tepung semua bahan baku yang disebut dengan milling. Peralatan yang dapat digunakan untuk melakukan penepungan bahan baku ada berbagai macam bergantung pada kapasitas bahan baku yang akan ditepung mulai dari disc mill, hammer mill dan lain-lain. Prosedur selanjutnya setelah bahan baku ditepung adalah melakukan penimbangan bahan baku jika proses pembuatan pakan dilakukan secara skala rumah tangga, tetapi 16

jika pembuatan pakan dilakukan secara pabrikasi maka langkah selanjutnya adalah pencampuran atau mixing. Setelah dilakukan pencampuran langkah selanjutnya adalah pembuatan adonan sampai benar-benar tercampur secara sempurna, kemudian pencetakan pakan buatan atau pelleting. Pakan yang telah terbentuk sesuai dengan keinginan pembuat jika dilakukan secara skala rumah tangga maka pakan tersebut harus dilakukan pengeringan atau drying, tetapi jika dilakukan secara pabrikasi dimana peralatan pembuatan pakannya telah dilengkapi dengan peralatan steam untuk mengeringkan pakan sehingga tidak dibutuhkan proses pengeringan pakan. Langkah terakhir dalam proses pembuatan pakan adalah pengemasan dan pengangkutan pakan kepada para konsumen. Pakan dibutuhkan dalam suatu usaha budidaya ikan dapat berasal dari pakan alami dan pakan buatan. Pada usaha budidaya ikan yang intensif pakan yang digunakan dalam usaha tersebut adalah pakan buatan. Oleh karena itu harus dibuat suatu manejemen pakan yang baik agar pakan yang digunakan benar efisien dan efektif. Penggunaan pakan yang benar dalam proses budidaya akan sangat menguntungkan para pembudidaya. Selain itu ikan sebagai organisme air maka habitatnya selalu berada didalam air. Oleh karena itu bagaimana para pembudidaya ikan harus memahami keterkaitan antara pakan ikan dan kualitas air yang sesuai dengan kebutuhan ikan. Saat ini telah ditemukan tentang formulasi pakan ikan yang ramah

lingkungan yang memperhatikan kandungan gizi pakan dengan dampaknya terhadap kualitas air sebagai media budidaya ikan.

Teknologi pakan alami
Pada bab sebelumnya telah dibahas tentang pakan buatan, pada bab ini akan dibahas tentang jenis-jenis pakan alami yang dapat digunakan dalam budidaya ikan, bagaimana melakukan budidaya berbagai jenis pakan alami yang dapat dikonsumsi oleh ikan terdiri dari phytoplankton, zooplankton dan bentos. Plankton adalah organisme renik yang hidup melayang-layang mengikuti pergerakan air. Plankton didalam perairan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu phytoplankton dan zooplankton. Phytoplankton adalah organisme renik yang hidup melayang-layang mengikuti pergerakan air yang berasal dari jasad nabati sedangkan zooplankton adalah organisme renik yang hidup melayang-layang mengikuti pergerakan air yang berasal dari jasad hewani. Sedangkan bentos adalah organisme air yang hidup didasar perairan . Jenis-jenis phytoplankton dan zooplankton yang dapat dibudidayakan dapat dikelompokkan berdasarkan habitatnya adalah plankton air tawar dan plankton air laut. Plankton air tawar digunakan untuk ikan-ikan air tawar dan plankton air laut digunakan untuk ikan-ikan air laut. Begitu juga dengan benthos disesuaikan dengan habitatnya tetapi benthos yang 17

sudah dapat dibudidayakan pada umumnya adalah yang berasal dari air tawar. Untuk meningkatkan mutu dari pakan alami saat ini sudah dapat dilakukan tenkologi bioenkapsulasi yaitu proses peningkatan mutu dari zooplankton yang telah dibudidayakan untuk meningkatkan kelangsungan hidup larva yang mengkonsumsi pakan alami tersebut. Ada berbagai macam bahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu dari zooplankton tersebut. Dalam buku teks ini akan dibahas berbagai cara dan bahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu dari pakan alami.

peralatan yang akan digunakan untuk kegiatan budidaya telah disucihamakan, jangan memelihara ikan yang sakit dengan ikan yang sehat secara bersamaan, membuang segera ikan yang sakit. Jika ikan telah terserang hama dan penyakit ikan maka langkah yang harus dilakukan adalah melakukan pengobatan terhadap ikan yang sakit. Dalam buku teks ini akan dibahas tentang jenis-jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang ikan budidaya, beberapa kegiatan pengendalian terhadap serangan hama dan penyakit ikan serta cara melakukan pengobatan jika ikan yang dibudidayakan telah terserang hama dan penyakit ikan. Hama adalah makhluk hidup yang menyerang atau memangsa ikan yang dipelihara sehingga ikan tersebut mati. Jenis hama ada beberapa macam ada hama yang menyerang larva ikan, benih ikan atau ikan ukuran besar. Penyakit ikan adalah suatu akibat dari interaksi tiga komponen yaitu lingkungan, ikan itu sendiri dan agen penyakit yang menyebabkan ikan yang dibudidayakan menjadi sakit dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit ikan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal diantaranya adalah penyakit ikan yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, parasit dan makanan. Pada bagian selanjutnya akan dibahas secara detail jenisjenis penyakit dan cara penanggulangannya serta pengobatannya.

Hama dan penyakit ikan
Pada setiap kegiatan budidaya ikan pasti akan terdapat kendala yang dapat menyebabkan berkurangnya produktivitas dalam suatu usaha. Penyebab utama terjadinya kegagalan produksi ikan budidaya biasanya disebabkan oleh karena adanya hama dan penyakit yang menyerang dalam wadah budidaya ikan. Karena ikan yang sakit tidak akan mengalami pertumbuhan berat badan yang optimal dan hal ini sangat merugikan bagi para pembudidaya. Agar tidak terjadi serangan hama dan penyakit ikan dalam wadah budidaya maka sebelum dilakukan kegiatan budidaya harus dilakukan treatment pada wadah yang akan digunakan seperti membersihkan wadah budidaya, penggunaan air yang baik secara kualitas dan kuantitas,

18

Budidaya ikan sebagai salah satu usaha yang menghasilkan ikan untuk dijual yang berarti akan mendapatkan suatu nilah tambah bagi para pembudidayanya. Net Present Value (NPV). Peraturan tentang kesehatan dan keselamatan kerja pada dunia usaha dan dunia industri telah diatur oleh negara yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja. sistem penjualan dan strategi promosi. Usaha budidaya ikan merupakan suatu kegiatan yang dapat dilakukan ditempat tertutup atau terbuka seperti kolam. Analisis break Event Point (BEP). sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Dengan mempelajari materi pemasaran ini diharapkan pembaca dapat memahami tentang pemasaran hasil produksi budidaya ikan dengan berbagai karakteristik produk perikanan yang laku jual dimasyarakat. estimasi harga jual. Jika dalam melakukan suatu usaha tidak mendapatkan keuntungan sebagai upah dari mengelola usaha budidaya ikan maka para pembudidaya ikan tidak akan tertarik untuk membudidayakan komoditas perikanan. Seperti kita ketahui budidaya ikan pada kondisi lahan yang semakin lama semakin terbatas karena bertambahnya populasi manusia di bumi harus selalau dibudidayakan dan memberikan nilai tambah bagi para pembudidaya. Tempat 19 .Pemasaran Pada bab ini akan dibahas tentang pengertian pemasaran. jaring terapung. Kesehatan dan keselamatan kerja Pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja pada suatu usaha budidaya ikan harus dapat diaplikasikan. Net Benefit Cost Ratio (NBC Ratio). Analisa Usaha Budidaya Ikan Dalam suatu kegiatan budidaya tujuan dilakukannya produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk hasil budidaya ikan. Internal Rate of return. Oleh karena itu harus diperhatikan tentang kesehatan dan keselamatan kerja selama melakukan kegiatan budidaya diberbagai tempat kerja. perencanaan dan target penjualan. Dalam melakukan usaha budidaya ikan diharapkan produk yang dihasilkan akan terjual semua dan mempunyai harga yang sesuai dengan keinginan penjual sehingga akan diperoleh keuntungan. sehat. dan aplikasi analisa usaha. bebas dari pencemaran lingkungaan. Oleh karena itu akan dibahas tentang pengertian studi kelayakan. tambak. Dalam bab ini akan dibahas tentang persyaratan yang harus dipenuhi agar suatu usaha budidaya ikan menguntungkan dikaji dari aspek ekonomi. Dengan melaksanakan Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan suatu upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman. ciri-ciri pemasaran hasil perikanan.

kerja merupakan suatu ruangan atau lapangan. bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja atausering dimasuki tempat kerja untuk keperluan usaha dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya. tertutup atau terbuka. Dengan melakukan budidaya ikan secara intensif untuk memperoleh target produksi yang telah ditetapkan maka kesehatan dan keselamatan kerja harus selalu diperhatikan agar tidak terjadi kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh kecerobohan atau kelalaian manusia. 20 .

0 m dan sumber air bermacam-macam. bak. yang terbuat dari serat fiber disebut bak fiber. akuarium. sungai) agar dapat digunakan untuk membudidayakan ikan. Kolam dan bak berdasarkan defenisinya dibedakan karena kolam dalam bahasa Inggrisnya pond adalah suatu wadah yang dapat menampung air dalam luasan yang terbatas. akuarium.1. yang terbuat dari kayu dilapisi dengan plastik disebut bak plastik. Kolam Jenis-jenis kolam yang akan digunakan sangat tergantung kepada sistem budidaya yang akan diterapkan. Sedangkan bak atau tanki adalah suatu wadah budidaya ikan yang sengaja dibuat oleh manusia yang berada diatas permukaan tanah yang dapat menampung air dengan bahan baku yang digunakan untuk membuat bak tersebut disesuaikan dengan kebutuhan manusia. Jaring terapung merupakan suatu wadah budidaya ikan air tawar dan laut yang sengaja dibuat oleh manusia untuk membatasi air yang berada dalam suatu perairan umum (danau.1.BAB II WADAH BUDIDAYA IKAN 2. jaring terapung dapat digunakan untuk melakukan budidaya ikan air tawar dan laut. sengaja dibuat oleh manusia dengan cara melakukan penggalian tanah pada lahan tertentu dengan kedalaman rata-rata berkisar antara 1. Jenis-Jenis Wadah Budidaya Ikan Dalam budidaya ikan air tawar dan laut. Jenis-jenis kolam dapat dibedakan berdasarkan sistem budidaya yang akan diterapkan dan sumber air yang digunakan. jaring terapung/ karamba jaring apung. Ada tiga sistem budidaya ikan air yang biasa dilakukan yaitu : 21 . waduk. Kolam dapat digunakan sebagai wadah untuk budidaya ikan air tawar sedangkan bak. Sedangkan jenis-jenis bak atau tanki ini biasanya dikelompokkan berdasarkan bahan baku pembuatannya yaitu yang terbuat dari beton disebut bak beton. laut. Akuarium merupakan salah satu wadah yang digunakan untuk budidaya ikan yang terbuat dari kaca dan mempunyai ukuran tertentu. 2.5 – 2. ada beberapa jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah kolam.1.

3). 3. Intensif. Kolam semiintensif Gambar 2. kolam pemeliharaan/ pembesaran.5 – 5 l/detik) dan hanya berfungsi menggantikan air yang meresap dan menguap. Kolam Intensif Jenis-jenis kolam yang dibutuhkan untuk membudidayakan ikan berdasarkan proses budidaya dan fungsinya dapat dikelompokkan menjadi beberapa kolam antara lain adalah kolam pemijahan. Jenis-jenis kolam berdasarkan sumber air yang digunakan adalah kolam air mengalir/running water dengan sumber air berasal dari sungai atau saluran irigasi dimana pada kolam tersebut selalu terjadi aliran air yang debitnya cukup besar (50 l/detik) dan kolam air tenang/ stagnant water dengan sumber air yang digunakan untuk kegiatan budidaya adalah sungai. Bentuk kolam 22 Gambar 2.1). Ukuran kolam pemijahan ikan bergantung kepada ukuran besar usaha. kolam yang digunakan adalah kolam tanah yaitu kolam yang keseluruhan bagian kolamnya terbuat dari tanah (Gambar 2. Gambar 2.1.2.2). Kolam pemijahan adalah kolam yang sengaja dibuat sebagai tempat perkawinan induk-induk ikan budidaya. yaitu jumlah induk ikan yang akan dipijahkan dalam setiap kali pemijahan.1. 2. kolam yang digunakan adalah kolam yang keseluruhan bagian kolam terdiri dari tembok (Gambar 2. Semi intensif. kolam pemberokan induk. kolam yang digunakan adalah kolam yang bagian kolamnya(dinding pematang) terbuat dari tembok sedangkan dasar kolamnya terbuat dari tanah (Gambar 2. hujan dan lain-lain tetapi aliran air yang masuk ke dalam kolam sangat sedikit debit airnya (0.3. saluran irigasi. Kolam tanah . kolam penetasan. mata air. Tradisional/ekstensif.

7) 23 .5.pemijahan biasanya empat persegi panjang dan lebar kolam pemijahan misalnya untuk kolam pemijahan ikan mas sebaiknya tidak terlalu berbeda dengan panjang kakaban. Kolam pemijahan sebaiknya dibuat dengan sistem pengairan yang baik yaitu mudah dikeringkan dan pada lokasi yang mempunyai air yang mengalir serta bersih. ukurannya adalah 3 x 2 m atau 4 x 3 m (Gambar 2. Kolam Pemijahan Kolam penetasan adalah kolam yang khusus dibuat untuk menetaskan telur ikan .6.00 m. Gambar 2. Pada kolam semi intensif atau tradisional sebaiknya tanah dasar kolam adalah tanah yang subur jika dipupuk dapat tumbuh pakan alami yang sangat dibutuhkan oleh benih ikan (Gambar 2. Sebagai patokan untuk 1 kg induk ikan mas membutuhkan ukuran kolam pemijahan 3 x 1. Gambar 2. sebaiknya dasar kolam penetasan terbuat dari semen atau tanah yang keras agar tidak ada lumpur yang dapat mengotori telur ikan sehingga telur menjadi buruk atau rusak. Selain itu kolam pemijahan harus tidak bocor dan bersih dari kotoran atau rumputrumput liar (Gambar 2.5 m dengan kedalaman air 0. Ukuran kolam penetasan disesuaikan juga dengan skala usaha. Biasanya untuk memudahkan perawatan dan pemeliharaan larva.75 – 1. Kolam Pemeliharaan Kolam pemberokan adalah kolam yang digunakan untuk menyimpan induk-induk ikan yang akan dipijahkan atau ikan yang akan dijual/angkut ke tempat jauh (Gambar 2. Kolam Penetasan Kolam pemeliharaan benih adalah kolam yang digunakan untuk memelihara benih ikan sampai ukuran siap jual (dapat berupa benih atau ukuran konsumsi). Gambar 2. Kolam pemeliharaan biasanya dapat dibedakan menjadi kolam pendederan dan kolam pembesaran ikan.4).5).4.6).

8) atau fiber (Gambar 2. Berdasarkan proses budidaya ikan.9) sedangkan bak plastik (Gambar 2. Bak Plastik 2.8.9. Bak yang digunakan untuk melakukan pemijahan ikan biasanya adalah bak yang terbuat dari beton (Gambar 2.10) biasanya digunakan untuk melakukan pemeliharaan larva ikan. yang dapat diawasi dan dinikmati.Gambar 2. Bak Wadah budidaya ikan selanjutnya adalah bak atau tanki yang dapat digunakan untuk melakukan budidaya ikan. Jadi akuarium ini adalah ruangan yang terbatas untuk tempat air yang berpenghuni.3.7. Akuarium Akuarium merupakan salah satu wadah pemeliharaan ikan yang relatif sangat mudah dalam perawatannya. bak pemeliharaan dan bak pemberokan. Kolam Pemberokan 2. Gambar 2.2.1. Bak Beton 24 .10. Akuarium ini terbuat dari bahan kaca dimana penamaan akuarium ini berasal dari bahasa latin yaitu aqua yang berarti air dan area yang berarti ruang.1. Akuarium dapat digunakan untuk budidaya ikan tawar dan air laut biasanya pada proses kegiatan pembenihan ikan atau untuk pemeliharaan ikan hias. bak penetasan. jenis bak yang akan digunakan disesuaikan dengan skala produksi budidaya dan hampir sama dengan kolam dimana dapat dikelompokkan menjadi bak pemijahan. Bak fiber Gambar 2. Gambar 2.

pipa pvc. kabel listrik. Tanaman disusun dengan estetika e. karena tujuan dari akuarium sejenis untuk mengembang-biakan ikan.2. Susunan tanaman air disesuaikan dengan ikan yang dipelihara. Akuarium Sejenis Dalam akuarium ini. estetika dan dekorasi dikesampingkan. Jenis ikan yang dipelihara harus harmonis Jenis akuarium ini biasanya digunakan sebagai hiasan bagi berbagai jenis ikan yang dapat dinikmati keindahan warna tubuh ikan baik ikan air tawar maupun ikan air laut dari jenis ikan hias maupun ikan konsumsi.12). akuarium dapat dibedakan antara lain adalah : 2. Akuarium Kelompok 2. Gambar 2. Syarat akuarium kelompok : a.1. Usahakan dasar akuarium tampak alami d.3. Syarat akuarium umum : a.11). Fungsi akuarium sebagai wadah untuk budidaya ikan juga dapat berfungsi sebagai penghias ruangan dimana akuarium tersebut dapat dinikmati keindahannya oleh penggemarnya. Jenis ikan yang dipelihara harus masih sekarabat b.3. Berdasarkan fungsinya.1.3.Akuarium yang digunakan untuk budidaya ikan ini dapat dibuat sendiri atau membeli langsung dari toko. Jenis akuarium ini yang biasa digunakan untuk membudidayakan ikan air tawar dan laut (Gambar 2. Jenis akuarium ini biasanya digunakan untuk memelihara ikan dalam satu kelompok baik ikan hias maupun ikan konsumsi dari ikan air tawar dan laut (Gambar 2.3. 25 . b. Akuarium Umum Akuarium ini diisi dengan berbagai jenis ikan dan tanaman air yang bertujuan untuk penghias ruangan. Akuarium akan diletakkan sesuai dan serasi dengan ruangan. 2.1. Akuarium Kelompok Ikan-ikan yang dipelihara di dalam akuarium kelompok harus ikan sejenis/sekeluarga serta ditanami oleh tanaman air yang tanaman air yang diperlukan oleh kelompok ikan yang dipelihara. c.1. dan lain-lain yang diletakkan tersembunyi supaya nampak alami. Alat perlengkapan akuarium meliputi aerator.11.

tidak memerlukan lahan daratan menjadi badan air yang baru serta dapat meningkatkan produksi perikanan budidaya. Jenis karamba jaring apung yang digunakan untuk membudidayakan ikan dapat dilihat pada Gambar 2. Dengan menggunakan wadah budidaya karamba dapat diterapkan beberapa sistem budidaya ikan yaitu secara ekstensif.14.12. Akuarium Tanaman 2.14 dan 2. semi intensif maupun intensif disesuaikan dengan kemampuan para pembudidaya ikan.1.Gambar 2. Teknologi yang digunakan dalam membudidayakan ikan dengan karamba ini relatif tidak mahal dan sederhana. Akuarium Tanaman Dalam akuarium ini yang memegang peranan adalah tanaman air. masyarakat dapat melakukan budidaya ikan di perairan umum.4. Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan dalam membudidayakan ikan dengan karamba ada beberapa antara lain adalah karamba jaring terapung. karamba bambu tradisional dengan berbagai bentuk bergantung pada kebiasaan masyarakat sekitar. Keramba Jaring Apung (KJA) Wadah budidaya ikan selanjutnya yang dapat digunakan oleh masyarakat yang tidak memiliki lahan darat dalam bentuk kolam.4. Akuarium sejenis 2. karamba merupakan alternatif wadah budidaya ikan yang sangat potensial untuk dikembangkan karena seperti diketahui wilayah Indonesia ini terdiri dari 70% perairan baik air tawar maupun air laut. Gambar 2.3.12.1. Budidaya ikan dengan menggunakan Gambar 2. Kolam jaring terapung tampak atas 26 . Ikan dimasukan kedalam akuarium untuk penghias dan pemelihara tanaman.15.

1.2. Pematang kolam. Kedua jenis tanah ini dapat diidentifikasi dengan memperhatikan tanah yang ciricirinya antara lain memiliki sifat lengket. tidak mudah pecah dan mampu menahan air. Dari berbagai bentuk kolam ini yang harus diperhatikan adalah tentang persyaratan teknis konstruksi kolam.15. Untuk membuat kolam maka tanah yang akan dijadikan kolam harus mampu menyimpan air atau kedap air sehingga kolam yang akan di buat tidak bocor. 2. Langkah selanjutnya adalah memahami konstruksi wadah budidaya agar wadah budidaya yang akan dibuat sesuai dengan kaidah budidaya. Persyaratan teknis konstruksi suatu kolam yang akan digunakan untuk membudidayakan ikan sebaiknya mempunyai : Gambar 2. Oleh karena itu jenis tanah yang akan digunakan untuk membuat pematang kolam harus kompak dan kedap air serta tidak mudah bocor.1. Konstruksi Wadah Budidaya Dari beberapa jenis wadah budidaya ikan yang telah dijelaskan sebelumnya dapat digunakan untuk menentukan jenis wadah yang akan digunakan untuk membudidayakan ikan. tidak poros. Pematang kolam dibuat untuk menahan massa air didalam kolam agar tidak keluar dari dalam kolam.berbentuk bujur sangkar.2. Jenis tanah yang baik untuk pematang kolam adalah tanah liat atau liat berpasir. Bentuk pematang yang biasa dibuat dalam kolam budidaya ikan ada dua bentuk yaitu berbentuk trapesium sama kaki dan bentuk trapesium tidak sama kaki.2. Tinggi pematang ditentukan oleh kedalaman air kolam.16).1. 27 . 2. sebaiknya dasar pematang kolam ini ditanam sedalam ± 20 cm dari permukaan dasar kolam. Bentuk pematang trapesium sama kaki artinya perbandingan antara kemiringan pematang 1 : 1 (Gambar 2. berbentuk lingkaran atau berbentuk segitiga. Kolam jaring terapung tampak depan 2. Konstruksi kolam Konstruksi kolam yang akan digunakan untuk budidaya ikan sangat dipengaruhi oleh pemilihan lokasi yang tepat. Ukuran pematang disesuaikan dengan ukuran kolam. Bentuk kolam yang akan digunakan untuk membudidayakan ikan ada beberapa macam antara lain adalah kolam berbentuk segi empat/empat persegipanjang.

18. Kemiringan dasar kolam Cara pengukuran yang mudah untuk mengetahui kemiringan dasar kolam adalah dengan menggunakan selang 28 .1.18). Dasar kolam dan saluran Dasar kolam untuk budidaya ikan ini dibuat miring ke arah pembuangan air.Gambar 2. Gambar 2. Bentuk pematang trapesium sama kaki sedangkan bentuk pematang trapesium tidak sama kaki artinya perbandingan antara kemiringan pematang 1 : 1.2. adalah 1 m maka lebar pematang pada bagian bawahnya adalah 4 m pada kedalaman kolam 1 m. kemiringan dasar kolam berkisar antara 1-2% yang artinya dalam setiap seratus meter panjang dasar kolam ada perbedaan tinggi sepanjang 1-2 meter (Gambar 2.5 (Gambar 2.17.16.17). jika kolam tersebut dibuat dengan pematang trapesium tidak sama kaki maka lebar pematang pada bagian atas Gambar 2. Bentuk pematang trapesium tidak sama kaki Sebagai acuan dalam membuat pematang kolam untuk kolam yang berukuran 200 m2 lebar pematang dibagian atas adalah 1 m maka lebar pematang pada bagian bawahnya adalah 3 m untuk pematang bentuk trapesium sama kaki pada kedalaman kolam 1m.2. 2.

19. Letak pintu pemasukkan dan pengeluaran air sebaiknya berada di tengah-tengah sisi kolam terpendek agar air dalam kolam dapat berganti seluruhnya (Gambar 2.20. Saluran didalam kolam budidaya ada dua macam yaitu saluran keliling atau caren dan saluran tengah atau kemalir. Pintu air Kolam yang baik harus memiliki pintu pemasukan air dan pintu pengeluaran air secara terpisah. Saluran didalam kolam ini dibuat miring ke arah pintu pengeluaran air. Gambar 2.21. Gambar 2. Pada masing-masing ujung pintu pemasukan dan pintu pengeluaran air ditempatkan sebatang kayu atau bambu yang sudah diberi ukuran. Perbedaan tinggi air pada ujungujung selang itu menunjukkan perbedaan tinggi tanah/ kemiringan dasar kolam. Pintu pemasukkan air dan pengeluaran air ditengah Ada juga letak pintu pengeluaran dan pemasukan air berada disudut secara diagonal (Gambar 2. Gambar 2. kemudian selang kecil yang telah berisi air direntangkan dan ditempatkan pada bambu.19). Hal ini untuk memudahkan di dalam pengeringan kolam dan pemanenan ikan (Gambar 2.2.21).air yang kecil.3. Letak pintu air tersebut ada kelemahannya yaitu air dikedua sudut yang lain tidak berganti dan memperpanjang saluran pengeringan sehingga penangkapan ikan relatif berlangsung agak lama.20). kayu atau meteran. Pintu pengeluaran dan pemasukan air berada disudut Pada kolam tanah pintu pemasukan dan pengeluaran air dibuat dari bambu atau pipa paralon.1. yang paling bagus meteran. Saluran tengah atau kemalir 2. Bentuk pintu pemasukan 29 .

Celah penyekat ini berfungsi untuk menempatkan papan-papan kayu yang disusun bertumpuk.24 Pemasukan dan pengeluaran air pipa paralon (PVC) 30 . Gambar 2.diletakkan sejajar dengan permukaan tanggul sedangkan pintu pengeluaran dapat dibuat dua model yaitu pertama sama dengan pintu pemasukkan dengan ketinggian sesuai dengan tinggi air kolam dan kedua dibuat dengan model huruf L (Gambar 2. Konstruksi pintu dan pemasukan air pada bak dapat dibuat dengan model pembuatan instalasi air untuk pemasukan air dan pengeluaran airnya menggunakan pipa paralon (PVC) dengan bentuk huruf L (Gambar 2.23. Gambar 2.24).23). Pintu pemasukan dan pengeluaran air menggunakan sistem monik Persyaratan konstruksi teknik dalam membuat bak yang akan digunakan untuk budidaya ikan secara prinsip hampir sama dengan kolam dimana harus mempunyai pintu pemasukan dan pengeluaran air tetapi dasar bak pada umumnya adalah rata. Papanpapan kayu ini dapat dibuka dan diatur yang pengaturannya disesuaikan dengan kebutuhan. Pada pintu air sistem monik ini ada celah penyekatnya dan dapat dibuat lebih dari satu. Gambar 2. Pada pintu air ini papan penyekatnya dapat diganti dengan saringan (Gambar 2. Pintu pemasukan dan pengeluaran air bentuk L Pada kolam beton pintu pemasukan dan pengeluaran air menggunakan sistem monik.22.22).

ukuran kaca yang akan digunakan dapat dilihat pada Tabel 1. Untuk kaca yang akan digunakan sebagai dasar akuarium sebaiknya ketebalannya ditambah 1 – 2 mm. Setelah merencanakan bentuk akuarium kaca yang akan dibuat. Hal ini untuk menghindari terjadinya keretakan kaca yang akan dipergunakan. meja kerja harus dalam keadaan datar dan bersih. Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam memotong kaca antara lain adalah : 1. Ukuran kaca yang akan digunakan biasanya berkisar antara 3 mm – 16 mm.2. Tabel 2. 31 . Kaca yang dipergunakan untuk membuat akuarium masih dalam bentuk lembaran kaca. Konstruksi Akuarium Konstruksi wadah akuarium sangat bergantung pada desain yang akan dikerjakan berdasarkan bentuk akuarium yang diinginkan.2. Letakkan lembaran kaca pada meja kerja. akuarium botol dan akuarium ellips. langkah selanjutnya menentukan ukuran kaca yang akan dipergunakan untuk membuat akuarium. Bentuk akuarium yang biasa digunakan sebagai wadah budidaya ikan antara lain adalah akuarium segiempat.1. akuarium segidelapan. Sebagai acuan dalam membuat akuarium.2. Perbandingan antara ukuran akuarium dengan ketebalan kaca Tebal kaca (mm) 3 3 3 5 5 6 6 10 10 10 12 16 Panjang akuarium (cm) 30 40 50 70 80 90 120 150 150 180 190 200 Lebar akuarium (cm) 20 20 30 35 40 45 50 45 45 45 50 70 Tinggi akuarium (cm) 20 30 30 35 40 45 50 50 60 60 60 65 Setelah menentukan bentuk dan ukuran kaca yang akan dipergunakan untuk membuat akuarium maka langkah selanjutnya adalah memotong kaca. akuarium trapesium. akuarium segienam.

lembaran kaca dibuat polanya terlebih dahulu dengan menggunakan spidol dan penggaris besi. bagian pinggir dari potongan-potongan kaca harus dihaluskan dengan gerinda atau batu asahan karborondum. Meletakan lembaran kaca 2.Gambar 2.27. Dalam membuat potonganpotongan kaca. Gambar 2. Ukuran kaca yang akan dipotong ini disesuaikan dengan bentuk akuarium yang akan dibuat. Memotong kaca 4.26. Untuk memotong kaca gunakan alat pemotong kaca yang banyak dijual di toko besi. Kaca sebagai bahan utama dalam pembuatan akuarium dapat diperoleh dengan cara membeli lembaran kaca atau 32 Gambar 2. . Pola yang sudah dibentuk dapat langsung dipotong. Menghaluskan bagian pinggir kaca Setelah kaca yang dibutuhkan untuk membuat akuarium tersebut disiapkan langkah selanjutnya adalah melakukan perakitan akuarium. Setelah kaca terpotong. Dalam merakit akuarium dibutuhkan ketelitian dan ketepatan dalam merangkainya.25.28. Gambar 2. Mengukur kaca 3.

Dalam membuat akuarium. Alat tembak lem silikon ini berfungsi untuk memudahkan si pembuat akuarium dalam merakit akuarium. Gambar 2. Penggunaan alat tembak lem Sedangkan lakban yang digunakan dalam merakit akuarium sebaiknya lakban plastik yang berwarna colklat 33 .membeli potongan kaca sesuai dengan ukuran yang tepat. Kaca yang akan dirakit menjadi akuarium ini sudah dalam bentuk potonganpotongan kaca yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran akuarium yang akan dibuat. Lem kaca yang digunakan adalah lem silikon yaitu lem khusus untuk merekatkan kaca agar melekat dengan baik dan tidak bocor.Akuarium yang akan dirakit sendiri. memotong kaca. ada beberapa hal yang harus dikuasai agar akuarium yang dibuat tidak bocor dan tahan lama. ukuran sesuai dengan kebutuhan dan kaca yang digunakan mempunyai ketebalan sesuai dengan luasan akuarium yang dibuat. bentuk alat tembak ini seperti pistol sehingga disebut alat tembak. Kaca-kaca yang telah dihaluskan seluruh bagian pinggirnya dengan gerinda ini telah siap untuk dirakit. yaitu merancang/mendesain akuarium. lakban besar dan cutter. Sebelum dirakit kaca-kaca tersebut sebaiknya dilakukan penggosokan dengan menggunakan batu asahan karborundum atau gerinda. Dengan membuat akuarium sendiri akan diperoleh keuntungan antara lain adalah harganya relatif lebih murah.30. langkah awal yang harus dilakukan adalah menyiapkan kaca sebagai dasar utama pembuatan akuarium. merakit akuarium dan melakukan uji coba terhadap akuarium tersebut. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan alat dan bahan lainnya yaitu lem kaca silikon. alat tembak lem.29. Lem silikon dan alat tembak lem Gambar 2. Hal ini bertujuan agar akuarium yang dibuat tidak berbahaya bagi pemakainya. Akuarium sebagai salah satu wadah yang dapat digunakan untuk membudidayakan ikan baik ikan hias maupun ikan konsumsi yang berasal dari perairan tawar dan laut dapat diperoleh dengan cara membeli langsung ditoko atau membuatnya sendiri.

Konstruksi Keramba Jaring Apung Wadah budidaya ikan selanjutnya yang sangat potensial dikembangkan di Indonesia adalah karamba jaring terapung. 2. Ujicoba tersebut dilakukan dengan mengisi air ke dalam akuarium selama 24 jam dan perhatikan apakah ada bagian yang bocor. Gambar 2. langkah selanjutnya adalah mengeringkan akuarium tersebut minimal selama 24 jam agar lem silikon tersebut benar-benar kering.3. 34 Gambar 2. Hal ini akan membuat ketebalan lem sama pada setiap sudut . Lakban ini berfungsi untuk membantu berdirinya kaca dengan kaca lainnya agar tidak bergeser yang memudahkan dalam pemberian lem kaca. Mengeringkan akuarium . Untuk memperoleh akuarium yang rapih setelah diuji coba bersihkan lem yang tidak rapih dengan menggunakan cutter. Kerangka berfungsi sebagai tempat pemasangan kantong jaring dan tempat lalu lalang orang pada waktu memberi pakan dan saat panen. Dalam mendesain konstruksi wadah budidaya ikan disesuaikan dengan lokasi yang dipilih untuk membuat budidaya ikan dijaring terapung. Dengan memperhitungkan konstruksi wadah secara baik dan benar akan diperoleh suatu wadah budidaya ikan yang mempunyai masa pakai yang lama. Plakban pada kaca Pada saat menempelkan lem silikon ke kaca sebaiknya ketebalan lem pada seluruh permukaan kaca sama. Agar dapat melakukan budidaya ikan dijaring terapung yang menguntungkan maka konstruksi wadah tersebut harus sesuai dengan persyaratan teknis. Kantong jaring merupakan tempat pemeliharaan ikan yang akan dibudidayakan. Budidaya ikan dijaring terapung dapat dilakukan untuk komoditas ikan air tawar dan ikan air laut. Langkah terakhir dalam merakit akuarium adalah melakukan uji coba terhadap akuarium tersebut.31. Setelah seluruh kaca terakit menjadi akuarium.atau hitam dengan ukuran lebar lakbannya adalah 5 cm. Konstruksi wadah jaring terapung pada dasarnya terdiri dari dua bagian yaitu kerangka dan kantong jaring.2.31.

tetapi jumlahnya tidak boleh lebih dari 1% dari luas perairan. yang dimaksud dengan pencemaran perairan adalah penambahan sesuatu berupa bahan atau energi ke dalam perairan yang menyebabkan perubahan kualitas air sehingga mengurangi atau merusak nilai guna air dan sumber air perairan tersebut. Sama seperti wadah budidaya ikan sebelumnya persyaratan secara teknis dan sosial ekonomis dalam memilih lahan yang akan digunakan untuk melakukan budidaya ikan harus diperhatikan. Pada perairan umum dan waduk ditinjau dari tingkat kesuburannya dapat dikelompokkan menjadi perairan dengan tingkat kesuburan rendah (oligotropik). unit budidaya sebaiknya diletakkan ditengah perairan sejajar dengan garis pantai. Bahan pencemar yang biasa 35 . Dengan tidak terlalu kuatnya arus juga berpengaruh terhadap keamanan jaring dari kerusakan sehingga masa pakai jaring lebih lama. 2.Jika perairan dengan tingkat kesuburan tinggi digunakan dalam budidaya ikan di jaring terapung maka hal ini sangat beresiko tinggi karena pada perairan eutropik kandungan oksigen terlarut pada malam hari sangat rendah dan berpengaruh buruk terhadap ikan yang dipelihara dengan kepadatan tinggi. Arus air. disarankan agar unit budidaya atau jaring dapat diusahakan di perairan tersebut. pembeli ikan dan lokasi yang dipilih merupakan daerah pengembangan budidaya ikan sehingga mempunyai prasarana jalan yang baik serta keamanan terjamin. Bila pada perairan yang akan dipilih ternyata tidak ada arusnya (kondisi air tidak mengalir).Sebelum membuat konstruksi wadah karamba jaring terapung pemilihan lokasi yang tepat dari aspek sosial ekonomis dan teknis benar. Pada kondisi perairan yang tidak mengalir. Tingkat kesuburan. Jenis perairan yang sangat baik untuk digunakan dalam budidaya ikan di jaring terapung dengan sistem intensif adalah perairan dengan tingkat kesuburan rendah hingga sedang. selain itu dengan adanya arus maka dapat menghanyutkan sisa-sisa pakan dan kotoran ikan yang terjatuh di dasar perairan. Persyaratan teknis yang harus diperhatikan dalam memilih lokasi usaha budidaya ikan di karamba jaring terapung antara lain adalah : 1. Bebas dari pencemaran. Arus air pada lokasi yang dipilih diusahakan tidak terlalu kuat namun tetap ada arusnya agar tetap terjadi pergantian air dengan baik dan kandungan oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan tercukupi. 3. sedang (mesotropik) dan tinggi (eutropik). Aspek sosial ekonomis yang sangat umum yang harus dipertimbangkan adalah lokasi tersebut dekat dengan pusat kegiatan yang mendukung operasionalisasi suatu usaha seperti tempat penjualan pakan. Dalam dunia perikanan.

Contoh bahan pencemar yang mudah terurai berupa limbah rumah tangga. Kedua jenis bahan pencemar tersebut umumnya disebabkan oleh kegiatan manusia. DDT atau bahan organik sintetis. Memilih bahan untuk kerangka. yaitu antara 4–5 tahun. Jika lokasi budidaya mengandung bahan pencemar maka akan berpengaruh terhadap kehidupan ikan yang dipelihara didalam wadah budidaya ikan tersebut. Dalam budidaya ikan. sebaiknya disesuaikan dengan ketersediaan bahan di lokasi budidaya dan nilai ekonomis dari bahan tersebut. Penyebab kedua adalah keadaan alam seperti : banjir atau gunung meletus. Jadi perairan yang dipilih harus berkualitas air yang memenuhi persyaratan bagi kehidupan dan pertumbuhan ikan yang akan dibudidayakan. kelangsungan hidup dan produktivitas ikan yang dibudidayakan. Jika akan memakai besi anti karat sebagai kerangka jaring pada umumnya usia ekonomis/ angka waktu pemakaiannya relatif lebih lama. antara lain : 1. Sesudah 1. Kualitas air meliputi sifat fisika. baik secara langsung maupun tidak langsung. Contoh bahan pencemar yang sulit terurai berupa persenyawaan logam berat. secara umum kualitas air dapat diartikan sebagai setiap perubahan (variabel) yang mempengaruhi pengelolaan. Perencanaan tersebut dapat dibuat dengan membuat gambar dari konstruksi wadah budidaya yang akan dibuat. Setelah mendapatkan lokasi yang memenuhi persyaratan teknis maupun sosial ekonomis maka harus dilakukan perencanaan selanjutnya. sianida.masuk kedalam suatu badan perairan pada prinsipnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu bahan pencemar yang sulit terurai dan bahan pencemar yang mudah terurai. bakteri.5–2 tahun masa pakai. karena selain harganya relatif murah 36 . Kayu atau bambu secara ekonomis memang lebih murah dibandingkan dengan besi anti karat. limbah panas atau limbah organik. Kerangka Kerangka (bingkai) jaring terapung dapat dibuat dari bahan kayu. Konstruksi wadah jaring terapung terdiri dari beberapa bagian. kimia dan biologi. tetapi jika dilihat dari masa pakai dengan menggunakan kayu atau bambu jangka waktu (usia teknisnya) hanya 1. Secara detail tentang kualitas air ini akan dibahas pada Bab 2. kerangka yang terbuat dari kayu atau bambu ini sudah tidak layak pakai dan harus direnofasi kembali. Perencanaan disesuaikan dengan data yang diperoleh pada waktu melakukan survey lokasi. 4. Pada umumnya petani ikan di jaring terapung menggunakan bambu sebagai bahan utama pembuatan kerangka. bambu atau besi yang dilapisi bahan anti karat (cat besi).5–2 tahun. Kualitas air.

2.32. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2.32. Petani ikan jaring terapung di perairan cirata pada umumnya menggunakan kerangka dari bambu dengan ukuran 7 X 7 meter. Jenis pelampung yang akan digunakan biasanya dilihat berdasarkan lama pemakaian. Gambar 2. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 2. Ada juga jenis bambu gombong yang mempunyai diameter 12 -15 cm tetapi jenis bambu ini kurang baik digunakan untuk kerangka karena cepat lapuk. Pelampung Pelampung berfungsi untuk mengapungkan kerangka/ jaring terapung. Jenis bambu yang digunakan adalah bambu tali. 2. 1. Jenis pelampung Drum besi Styrofoam Fiberglass Lama pemakaian (bulan) 12 – 15 36 – 75 50 – 75 Jika akan menggunakan pelampung dari drum maka drum harus terlebih dahulu dicat dengan menggunakan cat yang mengandung bahan anti karat. Bambu yang digunakan untuk kerangka sebaiknya mempunyai garis tengah 5 – 7 cm di bagian pangkalnya. dan bagian ujungnya berukuran antara 3 – 5 cm. Jenis pelampung dan lama pemakaian No. dalam satu unit jaring terapung membutuhkan pelampung antara 33 – 35 buah. Jumlah pelampung yang akan digunakan disesuaikan dengan besarnya kerangka jaring apung yang akan dibuat. Bahan yang digunakan sebagai pelampung berupa drum (besi atau plastik) yang berkapasitas 200 liter.33. Kerangka dari jaring apung umumnya dibuat tidak hanya satu petak/kantong tetapi satu unit. Kerangka Jaring Apung 37 .2 Tabel 2. Satu unit jaring terapung terdiri dari empat buah petak/kantong. 2. 3. Ukuran kerangka jaring terapung berkisar antara 5 X 5 meter sampai 10 X 10 meter.juga ketersediaannya di lokasi budidaya sangat banyak. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2. Jaring terapung berukuran 7 X 7 meter. busa plastik (stryrofoam) atau fiberglass.

Pemberat diberi tali pemberat/tali jangkar yang terbuat dari tambang plastik yang berdiameter sekitar 10 mm – 15 mm. untuk ikan air laut ukuran kantong jaring yang biasa digunakan berukuran mulai 2 X 2 38 . Tali pengikat ini digunakan untuk mengikat kerangka jaring terapung. semen atau besi. Jangkar terbuat dari bahan batu. Jangkar Jangkar berfungsi sebagai penahan jaring terapung agar rakit jaring terapung tidak hanyut terbawa oleh arus air dan angin yang kencang.33. Berat jangkar berkisar antara 50 – 75 kg. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2.34. seperti tambang plastik. pelampung atau jaring. Pengikat Tali pengikat sebaiknya terbuat dari bahan yang kuat. Gambar 2.34. Pelampung drum besi 3. besi beton ukuran 8 mm atau 10 mm. Kantong jaring terapung ini mempunyai ukuran bervariasi disesuaikan dengan jenis ikan yang dibudidayakan. Jumlah pemberat untuk satu unit jaring terapung empat petak/kantong adalah sebanyak 4 buah.Gambar 2. 4. Jangkar 5. Pemberat diikatkan pada masing-masing sudut dari kerangka jaring terapung. biasanya terbuat dari bahan polyethylene atau disebut jaring trawl. kawat ukuran 5 mm. Ukuran mata jaring yang digunakan tergantung dari besarnya ikan yang akan dibudidayakan. Jaring Jaring yang digunakan untuk budidaya ikan di perairan umum.

Di perairan umum. langkah selanjutnya adalah memotong jaring. Ukuran mata jaring yang digunakan berdasarkan ukuran ikan yang dibudidayakan.X 2 m sampai 5 X 5 x 5 m. Langkah awal yang harus dilakukan untuk membuat kantong jaring adalah membuat desain/rancangan kantong jaring yang akan dipergunakan.0 cm 2.5 cm Ukuran ikan 1 – 2 cm 5 – 10 cm 20 – 30 cm > 30 cm Kantong jaring yang digunakan untuk memelihara ikan dapat diperoleh dengan membeli jaring utuh. Untuk memotong jaring harus dilakukan dengan benar berdasarkan pada ukuran mata jaring dan tingkat perenggangannya saat terpasang di perairan. Ukuran kantong jaring yang akan dipergunakan berkisar antara 2 X 2 m sampai dengan 10 X 10 m. 3. misalnya akan dibuat kantong jaring dengan ukuran 7 X 7 X 2 m. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2. 380 D/9 dengan ukuran mata jaring (mesh size) sebesar 2 inch (5. 1. Tabel 2.08 cm) yang dipergunakan sebagai kantong jaring luar.5 cm 1. Menurut hasil penelitian. Dalam hal ini biasanya jaring trawl dijual dipasaran berupa lembaran atau gulungan. Setelah ukuran kantong jaring yang akan dipergunakan. 4. biasanya kantong jaring terapung dipasang rangkap (doubel) yaitu kantong jaring luar dan kantong jaring dalam. 280 D/12 dengan ukuran mata jaring 1 inch (2.3.5 cm) atau 1. Jaring polyethylene no. Salah satu contohnya adalah sebagai berikut : a. jaring dalam keadaan terpasang atau sudah berupa kantong jaring akan mengalami perenggangan atau mata jaring dalam keadaan 39 . 2. Ukuran jaring bagian luar biasanya mempunyai mata jaring (mesh size) yang lebih besar.5 cm > 2. No.5 m. khususnya dalam budidaya ikan di jaring terapung ukuran jaring yang digunakan adalah ukuran ¾ .1 inch. Jaring yang mempunyai ukuran mata jaring lebih kecil dari 1 inch biasanya digunakan untuk memelihara ikan yang berukuran lebih kecil.81 cm) dipergunakan sebagai kantong jaring dalam. Ukuran mata jaring 0.3. b. Untuk mengurangi resiko kebocoran akibat gigitan binatang lain. Jaring polyethylene no.5 inch (3. Sedangkan untuk jenis ikan air tawar berkisar antara 3 X 3 X 3 m sampai 7 X 7 X 2.

Diketahui dalam jaring sesudah Hang In (d) adalah 2 m.3. Panjang tali ris (i) = 4 X 7 m = 28 m.32 2 = --------------√ 0. yaitu : (1) menggunakan rumus tertentu dan (2) melakukan perhitungan cara di lapangan.8 m = 280 cm : 5.= 2.08 cm = 197.04 mata jaring dibulatkan 197 mata jaring. Diketahui Hang In Ratio (S) adalah 30% = 0.08 cm = 55.09 2 = ---------√ 0.= 40 m 1 – 0.3) – 0. L = ----------1-S 2. Nilai ”Hang In Ratio” dalam membuat kantong jaring terapung adalah 30%. 40 .51 = 2 --------.8 m 0.tertarik/terbuka (”Hang In Ratio”).08 cm).= ------.3 0.7 Jadi panjang tiap sisi adalah 40 m : 4 = 10 m Jumlah mata jaring 10 m = 1000 cm : 5.7141 Jadi jumlah mata jaring 2.1 mata jaring dibulatkan menjadi 55 mata jaring. Maka untuk mencari panjang jaring sebelum Hang In adalah : i L = -----1–S 28 28 L = ------. maka dalam kantong jaring sebelum dipotong (D) adalah : d = D √ 2S – S2 d -----------√ 2S – S2 D = 2 D = -------------------√ 2 (0. Adapun perhitungan yang digunakan untuk memotong jaring ada dua cara. kantong jaring yang akan dibuat 7 X 7 X 2 m dengan ukuran mata jaring (mesh size) 2 inch (5. Rumus berdasarkan ”Hang In Ratio” adalah sebagai berikut : i 1. d = D √ 2S – S2 Keterangan : S : Hang In Ratio L : Panjang jaring sebelum Hang In atau dalam keadaan tertarik i : Panjang tali ris D : dalam kantong jaring (jumlah mata jaring dikalikan ukuran mata jaring dalam keadaan tertarik) D : dalam kantong jaring sesudah Contoh penggunaan rumus dalam menghitung jaring yang akan dipotong dengan ukuran 7 X 7 X 2 m adalah sebagai berikut: Misalnya.6 – 0.

Sedangkan para petani ikan dilapangan biasanya menghitung jaring yang akan digunakan untuk membuat kantong jaring menggunakan perhitungan sebagai berikut : Misalnya kantong jaring yang akan dibuat berukuran 7 X 7 X 2 m dengan ukuran mata jaring (mesh size) 2 inch (5. Maka secara praktis dilapangan diperhitungkan jumlah mata jaring dalam setiap meter adalah: 100 -----------------------------. Berdasarkan hasil penelitian panjang jaring akan berkurang sebesar 30% dari semula.35. Gambar 2. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah memindahkan pola yang telah dibuat langsung kejaring.= 0.= (100% .54 100 -----------------.30%) X 2.Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh ukuran lembaran jaring yang akan dipotong untuk kantong jaring berukuran 7 X 7 X 2 m adalah 197 X 197 X 55 mata jaring.= 56.54 100 --------. Pola jaring 41 .35.08 cm). Jaring tersebut dibentangkan dan dibuat pola seperti Gambar 2. Angka-angka ini diperoleh dari hasil perkalian antara ukuran kantong jaring dengan jumlah mata jaring. Sedangkan ukuran mata jaring yang akan digunakan adalah 2 inch maka jumlah mata jaring yang akan dipotong adalah 196 X 196 X 56. sehingga jika akan membuat jaring dengan ukuran 7 X 7 X 2 m.2 = 56 1. jumlah mata jaringnya adalah 392 X 392 X 112 mata jaring. Berdasarkan hasil kedua perhitungan tersebut memperoleh nilai yang tidak jauh berbeda.778 Jadi dalam satu meter jaring yang berukuran 1 inch terdapat 56 mata jaring.7 X 2.

Perhitungan jumlah mata jaring yang harus dipotong dalam berbagai ukuran kantong jaring dan mata jaring. Pemberat Pemberat yang digunakan biasanya terbuat dari batu atau timah yang masing-masing beratnya antara 2–5 kg. 42 .4.Sebagai acuan untuk melakukan pemotongan jaring yang akan dipergunakan untuk membuat kantong jaring terapung dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2.4. Ukuran kantong jaring (p X l X t) (meter) 2 X 2 X2 3X3X2 4X4X2 5X5X2 6X6X2 7X7X2 8X8X2 9X9X2 10 X 10 X 2 Ukuran mata jaring (inch) 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 Ukuran kantong jaring (p X lX t) dalam jumlah mata jaring 112 X 112 X 112 56 X 56 X 56 168 X 168 X 112 84 X 84 X 56 224 X 224 X 112 112 X 112 X 56 280 X 280 X 112 140 X 140 X 56 336 X 336 X 112 168 X 168 X 56 392 X 392 X 112 196 X 196 X 56 448 X 448 X 112 224 X 224 X 56 504 X 504 X 112 252 X 252 X 56 560 X 560 X 112 280 X 280 X 56 6. Fungsi pemberat ini agar jaring tetap simetris dan pemberat ini diletakkan pada setiap sudut kantong jaring terapung.

Untuk lebih jelasnya akan diuraikan tahapan-tahapan yang harus dilakukan meliputi : 1. racun sisa dekomposisi selama budidaya terbuang. Pengeringan Pengeringan dasar kolam sangat dibutuhkan oleh ikan agar bakteri pembusuk yang dapat menyebabkan ikan sakit. Persiapan kolam meliputi pengeringan kolam. PERSIAPAN WADAH BUDIDAYA Setelah mengetahui bermacammacam wadah budidaya ikan dan mengetahui konstruksi wadah tersebut maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan segalanya agar wadah budidaya ikan tersebut dapat dipergunakan untuk kegiatan Gambar 2.7. perbaikan pematang. Pada kolam pemijahan pengeringan dasar kolam bertujuan agar ikan dapat memijah karena tanah yang dikeringkan dan diairi akan melepaskan bau tertentu yang disebut petrichor. perbaikan saluran pemasukan dan pengeluaran air. selain itu pengeringan dasar kolam dapat membunuh hama dan penyakit yang ada di dalam kolam Gambar 2.5 m untuk setiap sudut. Hal ini untuk memudahkan dalam melakukan aktivitas kegiatan operasional pada saat melakukan budidaya ikan.36. pemupukan dan pengapuran. Dalam membudidayakan ikan dengan menggunakan kolam yang biasanya dilakukan untuk melakukan budidaya ikan air tawar. Dengan dikalikan empat karena kantong sisi jaring terapung adalah empat sisi. Jadi tali risnya mempunyai panjang 28 m +( 4 X 0. harus dilakukan persiapan kolam agar dapat dipergunakan untuk membudidayakan ikan.36. Misalnya. Pengeringan dasar kolam 43 . budidaya. Khusus untuk tali ris pada bagian atas sebaiknya dilebihkan 0.5 m) = 30 m. pengolahan dasar kolam. kantong jaring terapung berukuran 7X7X2m maka tali risnya adalah 7m X 4 =28 m. Tali/tambang Tali/tambang yang digunakan biasanya disesuaikan dengan kondisi perairan pada perairan tawar adalah tali plastik yang mempunyai diameter 5–10 mm. Tali tambang ini mempunyai istilah lain yang disebut dengan tali ris. sedangkan pada perairan laut tali/tambang yang digunakan terbuat dari nilon atau tambang yang kuat terhadap salinitas. Panjang tali ris adalah sekeliling dari kantong jaring terapung. Tali/tambang ini dipergunakan sebagai penahan jaring pada bagian atas dan bawah.3. 2.

Kapur pertanian ada dua yaitu Kalsit dan Dolomit. penebaran kapur dapat dilakukan. Kebocoran kolam dapat diakibatkan oleh binatang air seperti belut. Tujuannya untuk menjaga agar tidak ada hama yang masuk ke dalam kolam dan benih ikan budidaya yang ditebarkan tidak kabur atau keluar kolam (Gambar 2. Pengolahan dasar kolam dilakukan dengan mencangkul dasar kolam sedalam 10 – 20 cm. Tujuan pengolahan dasar kolam adalah mempercepat berlangsungnya proses dekomposisi (penguraian) senyawa-senyawa organik dalam tanah sehingga senyawasenyawa yang beracun yang terdapat di dasar kolam akan menguap.2. Pematang bocor mengakibatkan air kolam tidak stabil dan benih ikan banyak yang keluar kolam. kepiting dan hewan air lainnya.37. lalu dibuat saluran ditengah kolam. Kalsit 44 . Perbaikan pematang Perbaikan pematang bertujuan untuk mencegah kebocoran kolam. Pengapuran merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan kestabilan keasaman (pH) tanah dan air. Saluran ini disebut kemalir. Tanah tersebut dibalik dan dibiarkan kering sampai 3-5 hari. Gambar 2. Pengapuran dasar kolam sebaiknya dilakukan setelah pengolahan tanah. Pengolahan dasar kolam Pengolahan dasar kolam dilakukan pada kolam tradisional dan kolam semi intensif dimana dasar kolam berupa tanah. yaitu kapur carbonat : CaCO3 atau [CaMg(CO3)]2. Pada saat tanah dibalikkan dan sambil menunggu kering tanah dasar. Perbaikan pematang ini hanya dilakukan pada kolam tanah. Pengapuran. Kapur pertanian yang biasa digunakan adalah kapur karbonat yaitu kapur yang bahannya dari batuan kapur tanpa lewat proses pembakaran tapi langsung digiling. dan kapur tohor/kapur aktif (CaO). sekaligus memberantas hama penyakit. Saluran pemasukan dan pengeluaran air dilengkapi dengan saringan. 3. Setelah dasar kolam rata. Pengolahan tanah dasar kolam 4.37). Jenis kapur yang digunakan untuk pengapuran kolam ada beberapa macam diantaranya adalah kapur pertanian. Tanah yang baru dicangkul diratakan. sedangkan pada kolam tembok dilakukan perawatan dan pengecekan kebocoran pada setiap bagian pematang. Kemalir berfungsi untuk memudahkan pemanenan dan sebagai tempat berlindung benih ikan pada siang hari.

Tetapi ada juga para petani menggunakan dosis kapur berkisar antara 100200gram/m2 hal ini dilakukan bergantung kepada keasaman tanah kolam. Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran ternak besar (sapi. itik dan lain-lain) yang telah dikeringkan.5. Dosis pupuk kandang juga bergantung kepada kesuburan kolam ikan. sedangkan dolomit bahan bakunya banyak mengandung kalsium karbonat dan magnesium karbonat [CaMg(CO3)]2. magnesiumnya sedikit (CaCO3). kuda dan lain-lain) atau kotoran unggas (ayam. biasanya berkisar antara 100-150 gram/m2 sedangkan untuk kolam yang kurang kesuburannya dapat 45 .bahan bakunya lebih banyak mengandung karbonat. Kapur ini dikenal dengan nama kapur sirih. sedangkan bila kekurangan kapur dalam kolam akan menyebabkan tanah dasar kolam menjadi masam. Jenis pupuk buatan yang dapat digunakan antara lain adalah pupuk nitrogen (urea. Sebagai acuan dalam memberikan kapur pada kolam budidaya ikan dapat dilihat pada Tabel 2. ZA).5. Jenis pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk kandang dan pupuk buatan. Tabel 2. kerbau. pupuk kalium (KCl) dan pupuk NPK yang merupakan gabungan dari ketiga hara tunggal. Dolomit merupakan kapur karbonat yang dimanfaatkan untuk mengapur lahan bertanah masam. Sedangkan pupuk buatan berupa bahan-bahan kimia yang dibuat manusia dipabrik pupuk yang berguna untuk menyuburkan tanah. memperbaiki struktur tanah dan menghambat peresapan air pada tanah-tanah yang porous serta menumbuhkan phytoplankton dan zooplankton yang digunakan sebagai pakan alami benih ikan. Dosis kapur yang akan ditebarkan harus tepat ukurannya karena jika berlebihan kapur akan menyebabkan kolam tidak subur. bahannya adalah batuan tohor dari gunung dan kulit kerang. Dosis kapur Tohor (CaO) menurut jenis tanah dan macam kolam dengan luas 100 meterpersegi Macam kolam Kolam baru Kolam lama Jenis tanah berpasir 25 kg 15 kg Jenis tanah pasir berlumpur 30 kg 20 kg Jenis tanah lumpur berpasir 40 kg 30 kg Jenis tanah berlumpur 60 kg 40 kg 5. Pemupukan tanah dasar kolam bertujuan untuk meningkatkan kesuburan kolam. Kapur tohor adalah kapur yang pembuatannya lewat proses pembakaran. pupuk phosphor (TSP). Pemupukan.

penetasan telur dan lain sebagainya. Persiapan wadah Wadah mempunyai pematang kokoh dan tidak bocor. pemijahan. pintu pemasukan. Kolam dapat juga dipupuk menggunakan.75-1. Pengolahan dasar kolam bertujuan untuk meningkatkan kesuburan dasar dan perairan kolam sebagai stok pakan alami bagi calon induk. dipergunakan senantiasa baik untuk kegiatan budidaya maka harus selalu dilakukan pengelolaan terhadap kolam budidaya baik kolam pemeliharaan. Agar kolam yang . 6. terutama ikan predator yang dapat mengganggu proses pemijahan bahkan dapat memangsa induk maupun larva yang dihasilkan.00 m. Pengairan ini harus dilakukan minimal 4 –7 hari sebelum larva/benih ikan di tebar ke dalam kolam pemeliharaan agar pakan alami tumbuh dengan sempurna.38. Pengolahan dasar kolam dengan cara membalik tanah bagian dasar kolam yang di lanjutkan dengan pengapuran dan pemupukan. Hal-hal yang harus dilaksanakan dalam pengelolaan kolam induk ikan ini adalah : 1. Dosis yang digunakan untuk pupuk buatan biasanya berkisar antara 200-300 gram/m2.ditebarkan kotoran ayam sebanyak 300 – 500 gr/m2 . Ketinggian air di kolam ikan ini bergantung pada jenis kolam. kolam pemeliharaan 1-1. Pemberian kapur selain dapat membunuh hama dan parasit ikan juga dapat menaikan pH dasar kolam.38). serta pintu pengeluaran yang dipasang saringan.25 m (Gambar 2. Adanya saringan air ini baik pada pintu pemasukan maupun pada pintu pengeluaran. Pengairan Kolam yang telah dikeringkan. Pada pengelolaan kolam yang akan dipergunakan sebagai wadah pemeliharaan induk/calon induk sebaiknya mempunyai persyaratan yang sesuai dengan lingkungan yang layak bagi kehidupan induk. Mengairi kolam Wadah budidaya ikan (kolam) yang sudah dipersiapkan dan siap untuk dipergunakan sebagai wadah untuk kegiatan budidaya. untuk menghindari masuknya ikan liar. Sedangkan pemupukan bertujuan untuk 46 Gambar 2. untuk kolam pemijahan ketinggian air 0. TSP dan Urea masing-masing sebanyak 10 gr/m2 dan kapur pertanian sebanyak 25 – 30 gr/ m2 atau disesuaikan dengan tingkat kesuburan lahan. dikapur dan di pupuk tersebut lalu diairi agar pakan alami di kolam tersebut tumbuh dengan subur.

Pemupukan dasar kolam dapat digunakan pupuk kandang. Bahan yang digunakan untuk membersihkan wadah dan merupakan desinfektan antara lain lain adalah Chlorin 200 ppm. Sanitasi wadah Wadah yang akan digunakan untuk budidaya ikan (bak) sebelum digunakan dibersihkan dari kotoran yang menempel. yaitu dengan cara mengambil /mencabut gulma yang ada di kolam. NH3 ( <1 ppm). sehingga ikan dapat hidup dengan laju pertumbuhan yang optimum. maka air kolam harus terus menerus mengalir sehingga tidak ada lagi penimbunan kotoran air akibat dari sisa pakan atau sampah lainnya. Pengendalian gulma air ini dapat dilakukan dengan cara memberi saringan pada pintu pemasukan air dan pengendalian gulma secara mekanis. cukup tersedia oksigen terlarut ( >5 ppm). Setelah semua langkah persiapan dilakukan maka kolam tersebut dapat digunakan untuk melakukan kegiatan budidaya. Formalin 25 ppm dan alkohol 70%. Persiapan bak budidaya ikan meliputi: 1. Pengairan Pengairan dimaksudkan untuk menjaga kondisi lingkungan bagi induk sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan yaitu perairan subur. Malachite green 100 ppm. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara menyebarkan pupuk ke dasar kolam dan dilanjutkan dengan pemupukan susulan setelah 15 hari dengan cara memberikan pupuk yang dibungkus dari karung plastik yang diberi lubang keci-kecil sehingga pupuk akan terurai secara perlahan. pupuk hijau atau pupuk buatan. bila populasinya banyak sampai menutupi permukaan air. Wadah yang akan dipergunakan setelah disikat. dibersihkan dan diberi desinfektan kemudian 47 . bak yang akan digunakan untuk budidaya ikan harus dilakukan persiapan wadah sebelum dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya.memenuhi kebutuhan unsur hara yang diperlukan fitoplankton sebagai makanan zooplankton maupun ikan. 2. Pengendalian gulma air Tanaman air yang dapat mengganggu lingkungan hidup ikan antara lain adalah eceng gondok dan kiambang. Untuk mendapatkan lingkungan yang demikian. agar tidak terdapat sisa-sisa kotoran yang dapat menyebabkan pembawa penyakit Gambar 2. Wadah budidaya ikan yang lainnya adalah bak tembok atau bak beton.31). Persiapan wadah bertujuan untuk mengkondisikan wadah agar dapat digunakan secara efesien dan memenuhi persyaratan lingkungan yang optimal. 3. CO2 (<10 ppm). maka proses difusi oksigen ke dalam air dan proses fotosintesis phytoplankton dapat terganggu sehingga Oksigen terlarut akan menurun.

Setelah dilakukan sanitasi diisi dengan air untuk memeriksa kebocoran bak. Perbaikan instalasi udara Pada wadah budidaya ikan yang menggunakan bak biasanya menggunakan alat bantu untuk meningkatkan kelarutan oksigen didalam wadah budidaya dengan menggunakan aerator ataupun blower. batu aerasi dan alat pengatur banyaknya aliran udara (kran). Setelah kerusakan diperbaiki maka bak harus dibiarkan beberapa hari agar bahan tersebut telah kering dan tidak membahayakan ikan yang akan dibudidayakan. pipa penyalur. penyaring udara. semen atau lem khusus untuk beton untuk bak yang terbuat dari beton.39. karena dapat berakibat fatal bagi ikan bila terhentinya aliran udara dalam waktu lama. bila bak yang akan digunakan terbuat dari plastik maka dapat digunakan selotip tahan air untuk menutupi . Ganti atau perbaiki peralatan yang rusak dan tidak berfungsi lagi. 4. Instalasi udara terdiri dari pompa udara. Perbaikan wadah Sebelum wadah digunakan dilakukan pemeriksaan apakah bak tersebut siap untuk digunakan untuk budidaya ikan. Pompa udara merupakan alat yang paling penting pada proses budidaya ikan di bak karena banyaknya pengudaraan pada air media tergantung dari kekuatan pompa yang ada. Oleh karena itu harus dilakukan pemeriksaan terhadap peralatan tersebut. Oleh karena itu pompa yang yang telah lemah harus segera diperbaiki. Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui apakah bak yang akan digunakan mengalami kerusakan baik karena kebocoran dasar dan dinding bak maupun karena adanya kebocoran pada pipa pengeluaran dan pemasukan. Bahan untuk memperbaiki kebocoran bak dapat berupa resin serat kaca untuk bak yang terbuat dari serat fiber. 3. Sanitasi bak budidaya 2. pada bak pintu pemasukkan air 48 Gambar 2. kebocoran wadah budidaya. Perbaikan instalasi air Pada budidaya ikan menggunakan wadah bak biasanya tidak mempunyai pipa pemasukan air seperti dikolam. Oleh karena itu kerusakan tersebut harus diperbaiki dahulu sebelum digunakan. Peralatan ini sering mengalami kebocoran pada pipa dan penyumbatan pada batu aerasi.dibersihkan kembali dan wadah tersebut dibiarkan kering udara agar bahan beracun tersebut telah hilang menguap.

Kebocoran sering terjadi pada pipa penyaluran dan kran pengatur aliran. Hal ini dilakukan agar ikan yang dibudidayakan tidak keluar dari wadah budidaya. stainless steel atau papan. besi. Pada wadah budidaya karamba jaring terapung wadah tersebut harus disiapkan sebelum digunakan dengan beberapa tahap antara lain adalah : 1. Sumber air yang digunakan dapat berasal dari mata air atau dari sumur yang dipompakan ke bak-bak melalui pipa pengaturan. Perbaikan kerangka Pemeriksaan terhadap kerangka yang digunakan dalam budidaya ikan di karamba jaring terapung harus dilakukan. ada beberapa macam bahan yang digunakan sebagai kerangka antara lain adalah bambu. oleh karena itu harus dilakukan pembersihan dengan cara menyikat kantong jaring dan menjemurnya kembali setelah dibersihkan agar hewan-hewan kecil tersebut bersih dari jaring. Perbaikan jaring Jaring yang akan digunakan untuk budidaya ikan harus dilakukan perbaikan dan pergantian jika telah mengalami kerusakan. Air harus tetap tersedia karena untuk keperluan pergantian air pada media pemeliharaan ikan. Persiapan wadah budidaya ikan yang menggunakan akuarium tidak jauh berbeda dengan penggunaan bak. karena masa pakai kerangka ini tidak bisa sepanjang tahun. Setiap bahan tersebut mempunyai masa pakai yang berbeda oleh karena itu harus dilakukan perbaikan pada kerangka jarring apung yang sudah mengalami kerusakan agar wadah tersebut dapat dipergunakan untuk budidaya ikan. Pintu pengeluaran air ini harus diperiksa apakah terjadi penyumbatan pada saluran pembuangannya. Sedangkan pintu pengeluarannya berupa pipa yang terbuat dari pipa PVC dalam bentuk L atau lurus.merupakan kran air yang dimasukkan kedalam bak budidaya. 49 . Perbaikan jaring dapat dilakukan dengan melakukan perajutan pada bagian jarring yang rusak sedangkan pada jaring yang sudah lapuk harus diganti dengan jaring yang baru. Pada kantong jaring yang di pergunakan untuk budidaya ikan sebelumnya biasanya banyak terdapat hewan-hewan kecil yang menempel pada kantong jaring. 2. Masa pakai kerangka ini sangat bergantung pada bahan yang digunakannya.

Secara umum air sebagai lingkungan hidup mempunyai sifat fisik. 3. Air yang dapat digunakan sebagai media hidup ikan harus dipelajari agar ikan sebagai organisme air dapat dibudidayakan sesuai kebutuhan manusia sebagai sumber bahan pangan yang bergizi dan relatif harganya murah. Hal ini dikarenakan organisme ini merupakan produsen primer sebagai pendukung kesuburan perairan.1. Air yang dapat memenuhi kriteria yang baik untuk hewan dan tumbuhan tingkat rendah yaitu plankton sebagai indikator paling mudah bahwa air tersebut dapat digunakan untuk budidaya ikan.BAB III MEDIA BUDIDAYA IKAN Media budidaya ikan merupakan suatu tempat hidup bagi ikan untuk tumbuh dan berkembang yaitu air. Dalam bab ini akan dibahas tentang kuantitas air dalam hal ini sumber air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya. Air yang dapat digunakan sebagai budidaya ikan harus mempunyai standar kuantitas dan kualitas yang sesuai dengan persyaratan hidup ikan. Air permukaan yaitu air hujan yang mengalami limpasan/ 50 . sifat kimia dan sifat biologi. Berdasarkan asalnya sumber air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu air permukaan dan air tanah. parameter kualitas air yang akan sangat menentukan keberhasilan suatu usaha budidaya ikan dan bagaimana cara melakukan pengukuran terhadap parameter kualitas air tersebut agar dapat selalu dipantau perubahan kualitas air dalam wadah budidaya ikan. terutama untuk tumbuhan tingkat rendah (Fitoplankton) dalam proses asimilasi sebagai sumber makanan hewan terutama ikan. Agar dapat melakukan pengelolaan kualitas air dalam budidaya ikan maka harus dipahami ketiga parameter kualitas air yang sangat menentukan keberhasilan suatu budidaya ikan. Sumber air Sumber air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan ada beberapa macam. Oleh karena itu kondisi perairan/ air harus mampu menyiapkan kondisi yang baik.

rawa dan badan air lainnya yang tidak mengalami infiltrasi kedalam. Air payau adalah air yang memiliki kadar garam (salinitas) antara 6 – 29 ppt. Air tawar adalah air yang memiliki kadar garam (salinitas) antara 0 – 5 ppt. selain itu jika air tanah mengalami kontak dengan udara akan mengalami proses oksigenasi sehingga ion feri(besi) yang terdapat pada air tanah akan segera mengalami pengendapan dan akan membentuk warna kemerahan pada air. Air PAM ini berasal dari sumber air permukaan dan mengalami proses tertentu sampai diperoleh kualitas air sesuai baku mutu yang diinginkan. danau. Sumber air tersebut dapat dipergunakan untuk budidaya ikan air tawar karena memiliki kandungan oksigen yang cukup dan pH yang stabil. Air permukaan yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan berdasarkan kadar garamnya (salinitas) dibagi menjadi tiga yaitu air tawar. pada air tawar 51 . Saat ini dibeberapa kota besar yang telah banyak sekali terjadi pengeboran air tanah secara besar-besaran maka kadar salinitas dari air tanah ini mengalami perubahan karena telah tercemar dengan air laut. Air tanah berdasarkan kandungan salinitasnya merupakan air tawar yang akan dipergunakan untuk budidaya ikan air tawar. Air tanah mempunyai kandungan oksigen yang rendah karena air ini pergerakannya didalam tanah sangat lambat dan sangat dipengaruhi oleh porositas. Air laut adalah air yang memiliki kadar garam (salinitas) antara 30 – 35 ppt. kekurangannya air tanah mempunyai kandungan oksigen yang rendah.berakumulasi sementara ditempattempat rendah misalnya : air sungai. Jika sumber air tanah ini dieksploitasi secara besar-besaran maka jumlah air tanah akan semakin berkurang. Oleh karena itu sumber air yang biasa digunakan di kota besar adalah air yang berasal dari PAM. Air tanah yang saat ini digunakan untuk kegiatan budidaya dapat diperoleh melalui cara pengeboran air tanah dengan kedalaman tertentu sampai diperoleh titik sumber air yang akan keluar dan dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya. Solusinya dengan menggunakan aerator/kincir air /blower pada air pemeliharaan dan yang utama air tanah tersebut harus diinapkan minimal semalam (12 jam) untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut. Ketiga air ini dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya ikan. Selain itu air permukaan dapat juga didefenisikan sebagai air yang berada disungai. Kekurangan air PAM ini biasanya mengandung klorin/kaporit yang cukup tinggi dan solusinya sama seperti pada air tanah cukup dilakukan pengendapan air pada wadah terpisah minimal semalam yaitu 12 jam. permeabilitas dari lapisan tanah dan pengisian kembali air. Sedangkan air tanah yaitu air hujan yang mengendap atau air yang berada dibawah permukaan tanah. danau dan rawa. Sumber air permukaan tersebut sudah banyak dipergunakan untuk kegiatan budidaya ikan. air payau dan air laut. waduk. kadar karbondioksida yang tinggi dan kandungan besi yang relatif tinggi. Air tanah memiliki kelebihan airnya bersih. waduk.

Pada perairan tergenang yang perlu diperhatikan adalah terjadinya stratifikasi secara vertikal yang diakibatkan oleh perbedaan intensitas cahaya dan perbedaan suhu secara vertikal pada kolom air. Air sungai merupakan sumber air yang murah dan tidak memerlukan biaya tetapi sumber air ini memiliki kandungan lumpur yang cukup tinggi. kuantitas dan kualitas air yang terdapat pada sumber air tersebut. air laut. Salah satu cara untuk mengetahui jumlah air yang diperlukan pada kegiatan budidaya adalah dengan mengetahui jumlah air pada saluran sepanjang tahun. Pengukuran debit air secara langsung dilakukan dengan menggunakan sekat ukur. sehingga dalam pemakaiannya sebaiknya dimasukkan terlebih dahulu pada bak pengendapan. Pemilihan dari berbagai sumber air tersebut macam sangat bergantung kepada lokasi dimana budidaya ikan tawar akan dilakukan .dipergunakan untuk membudidayakan ikan air tawar. Pengukuran secara tidak langsung inilah yang banyak digunakan oleh para pembudidaya 52 . Jumlah air yang diperlukan untuk mengairi wadah budidaya ikan harus cukup dan tersedia sepanjang tahun karena dengan melakukan budidaya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia. Air yang berasal dari danau. Untuk mengetahui kebutuhan air pada wadah budidaya ikan dapat dilakukan perhitungan jumlah persediaan air sumber. saluran irigasi. Walaupun sumber air tersebut berasal dari alam harus diperhatikan juga tentang kontinuitas ketersediaan air tersebut untuk kegiatan budidaya. Sedangkan pengukuran debit air secara tidak langsung dilakukan dengan cara menentukan rata-rata luas penampang basah saluran dikalikan dengan kecepatan aliran air rata-rata. Debit air saluran merupakan jumlah air yang mengalir dalam saluran yang dinyatakan dengan ukuran liter perdetik. Keuntungan sumber air ini adalah mempunyai kandungan oksigen yang cukup tinggi. Debit air saluran dapat diukur dengan cara langsung maupun secara tidak langsung. pada air payau dipergunakan untuk membudidayakan ikan air payau dan air laut untuk membudidayakan ikan air laut. Jumlah air yang dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya dapat diketahui dengan mengukur debit air saluran. Air permukaan ini dapat diklasifikasikan berdasarkan lamanya terakumulasi dalam suatu tempat dibagi menjadi dua yaitu perairan tergenang (Lentik) antara lain adalah danau. waduk dan situ . yang kedua adalah perairan mengalir (Lotik) antara lain adalah sungai. Air yang digunakan untuk kegiatan budidaya ikan yang berasal dari air mengalir dan banyak dipergunakan oleh masyarakat adalah air sungai untuk budidaya ikan air tawar dan air laut untuk budidaya ikan air laut. Pada kegiatan budidaya ikan jumlah air yang dibutuhkan tidak sedikit harus tersedia secara terus menerus. waduk dan situ merupakan sumber air tawar yang banyak digunakan oleh kegiatan budidaya ikan dengan metode budidaya di perairan umum yaitu karamba jaring apung.

Sifat air yang demikian itu.2. 3. demikian juga kalau suhunya lebih rendah dari 4 °C. sebagai sumber mineral bagi fitoplankton dan fitoplankton sebagai makanan ikan maupun hewan air lainnya. Dasar perairan adalah merupakan akumulasi pengendapan mineral-mineral yang merupakan persediaan “nutrient” yang akan dimanfaatkan oleh mahluk hidup (yang pada umumnya tinggal didaerah permukaan air karena mendapatkan sinar matahari yang cukup). Parameter kualitas air 3. Selain itu keuntungan adanya gerakan air ini dapat mendistribusikan/ menyebarkan berbagai zat ke seluruh perairan. justru sebaliknya dapat mengendapkan mineral-mineral yang datang dari tempat lain kedasar perairan. Makin naik suhunya. lebih tinggi dari 4° C kepadatan/berat jenisnya akan turun.1. 3. Kekentalan ( Viscosity ) Molekul-molekul air mempunyai daya saling tarik menarik. maka akan terjadi pelapisan-pelapisan suhu air pada danau atau perairan dalam. pada suhu 0° C. Akan tetapi bila air membeku jadi es.95° C ) air murni mempunyai kepadatan yang maksimum yaitu 1 (satu). maka akan timbul gesekan-gesekan yang disebut dengan “gesekan intern dalam air“/ Viscosity. sehingga menyebabkan keracunan dan kematian ikan secara masal.ikan dilapangan karena relatif mudah dilakukan. Sedangkan kerugian adanya aliran air ini adalah terutama aliran air yang vertikal sering menimbulkan “upwalling” pada danau-danau. es tersebut akan terapung.1.2. Sifat air ini mengakibatkan pada perairan didaerah yang beriklim dingin yang membeku perairannya hanya pada bagian atasnya saja sedangkan pada bagian bawahnya masih berupa cairan sehingga kehidupan organisme akuatik masih tetap berlangsung. Akibat dari sifat tersebut akan menimbulkan pergolakan/perpindahan massa air dalam perairan tersebut. Sifat Fisik 3. kekentalan air murni mempunyai nilai yang terbesar. kalau daya saling tarik menarik tersebut mengalami gangguan karena adanya benda yang bergerak dalam air seperti benda tenggelam. dan ditandai dengan angka 100. sehingga kalau suhu air naik. Pada perairan yang oligotrof (cukup banyak mengandung mineral). yaitu pada lapisan dalam suatu perairan suhu air makin rendah dibanding pada permukaan air. Hal ini disebabkan kondisi air yang anaerob (oksigen rendah) dan zatzat beracun dari dasar perairan akan naik kepermukaan air.2. mineral-mineral tersebut akan di absorbsi oleh dasar perairan .2. Menurut kesepakatan para ahli fisika. makin berkurang kekentalannya.1. Kepadatan (density/berat jenis) Pada suhu 4 °C (3.2. aliran vertikal tidak banyak membawa keberuntungan.1. Setiap kenaikan suhu 53 . baik secara vertikal maupun horizontal.

2. 3.4. Pada perairan dangkal akan menunjukkan fluktuasi suhu air yang lebih besar dari pada perairan yang dalam. Jika suhu tinggi. Dalam fase cair daya tarik menarik masih sedemikian besarnya. sedang dipermukaan hanya terjadi gaya tarik menarik kesamping dan kedalam saja dan sifat itu yang menyebabkan timbulnya tegangan permukaan. • Angin. Kisaran suhu air yang sangat diperlukan agar pertumbuhan ikanikan pada perairan tropis dapat berlangsung berkisar antara 25° C 32° C. seperti kimbung akar dapat berjalan diatas permukaan air. sehingga molekul-molekul zat cair masih mempunyai daya “Kohesi “. Tegangan Permukaan Molekul-molekul air mempunyai daya saling tarik menarik terhadap molekul-molekul yang ada. Artinya untuk naik 1° C.1. hal ini disebabkan panas jenis air lebih tinggi daripada udara. Sedangkan organisme memerlukan suhu yang stabil atau fluktuasi suhu yang rendah. CO2. Akibat adanya tegangan permukaan. 3.1° C terjadi penurunan viscosity 2%. aliran dan kedalaman air. CH4 dan sebagainya. setiap satuan volume air memerlukan sejumlah panas yang lebih banyak dari pada udara. • Aliran vertikal dari air itu sendiri. • Penyerapan (absorbsi) panas matahari pada bagian permukaan air. maka binatang dan tumbuhan yang ringan. Kisaran suhu tersebut 54 . Selain itu suhu air sangat berpengaruh terhadap jumlah oksigen terlarut didalam air. Hal tersebut tercapai secara sifat alam antara lain.1. sebagai penggerak permindahan massa air. Peningkatan suhu air mengakibatkan peningkatan viskositas.3. ketinggian dari permukaan laut (altitude). Viscosity ini akan berpengaruh terhadap proses pengendapan jasad renik (plankton). Suhu air pada suatu perairan dapat dipengaruhi oleh musim. evaporasi dan volatisasi serta penurunan kelarutan gas dalam air seperti O2. Suhu Air Air sebagai lingkungan hidup organisme air relatif tidak begitu banyak mengalami fluktuasi suhu dibandingkan dengan udara. ada juga plankton yang menggantung dibawah permukaan air. hingga pada suhu 25° C viscositas turun menjadi setengahnya dari nilai viscosity pada suhu 0° C. penutupan awan. lintang (latitude). terjadi bila disuatu perairan (danau) terdapat lapisan suhu air yaitu lapisan air yang bersuhu rendah akan turun mendesak lapisan air yang bersuhu tinggi naik kepermukaan perairan. air akan lebih lekas jenuh dengan oksigen dibanding dengan suhunya rendah. zat-zat dan benda-benda yang melayang didalam air. N2. Daya tarik menarik molekul air ini terjadi kesegala penjuru.2. reaksi kimia. waktu dalam satu hari. Agar suhu air suatu perairan berfluktuasi rendah maka perlu adanya penyebaran suhu.

Suhu air sangat berpengaruh terhadap proses kimia. sehingga kebutuhan oksigen oleh organisme akuatik itu berkurang. Selain itu untuk memecah stratifikasi suhu pada wadah budidaya ikan diperlukan suatu alat bantu dengan menggunakan aerator/blower/ kincir air. Lapisan kedua disebut dengan lapisan termoklin yaitu lapisan tengah yang mempunyai penurunan suhu sangat tajam (dari 28° C menjadi 21° C ). Suhu air yang ideal bagi organisme air yang dibudidayakan sebaiknya adalah tidak terjadi perbedaan suhu yang mencolok antara siang dan malam (tidak lebih dari 5° C) . Pada kolam yang kedalaman airnya kurang dari 2 meter biasanya terjadi stratifikasi suhu yang tidak stabil.5 meter biasanya akan terjadi pelapisan (stratifikasi) suhu. Pada perairan yang tergenang yang mempunyai kedalaman air minimal 1. Pelapisan ini terjadi karena suhu permukaan air lebih tinggi dibanding dengan suhu air dibagian bawahnya. Berdasarkan hasil penelitian suhu air sangat berpengaruh terhadap respon ikan dalam mengkonsumsi pakan yang diberikan selama berlangsung kegiatan budidaya. Stratifikasi suhu ini terjadi karena masuknya panas dari cahaya matahari kedalam kolom air yang mengakibatkan terjadinya gradien suhu yang vertikal.1 55 . Lapisan ketiga disebut lapisan hipolimnion yaitu lapisan paling bawah dimana pada lapisan ini perbedaan suhu sangat kecil relatif konstan.biasanya berlaku di Indonesia sebagai salah satu negara tropis sehingga sangat menguntungkan untuk melakukan kegiatan budidaya ikan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa peningkatan 10° C suhu perairan mengakibatkan meningkatnya konsumsi oksigen oleh organisme akuatik sekitar 2 – 3 kali lipat. Stratifikasi suhu pada kolom air dikelompokkan menjadi tiga yaitu pertama lapisan epilimnion yaitu lapisan sebelah atas perairan yang hangat dengan penurunan suhu relatif kecil (dari 32° C menjadi 28° C). Hal ini dilihat dari peningkatan suhu air maka kelarutan oksigen akan berkurang. fisika dan biologi di dalam perairan. sehingga dengan perubahan suhu pada suatu perairan akan mengakibatkan berubahnya semua proses didalam perairan. Oleh karena itu bagi para pembudidaya ikan yang melakukan kegiatan budidaya ikan kedalaman air tidak boleh lebih dari 2 meter. Respon tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.

Cahaya matahari didalam air berfungsi terutama untuk kegiatan asimilasi fito/tanaman didalam air.1. Kecerahan dan kekeruhan air Kecerahan dan kekeruhan air dalam suatu perairan dipengaruhi oleh jumlah cahaya matahari yang masuk kedalam perairan atau disebut juga dengan intensitas cahaya matahari. Kecerahan merupakan ukuran transparansi perairan dan pengukuran cahaya sinar matahari didalam air dapat dilakukan dengan menggunakan lempengan/kepingan Secchi disk. Oleh karena itu daya tembus cahaya kedalam air sangat menentukan tingkat kesuburan air. kita dapat mengetahui sampai dimanakah masih ada kemungkinan terjadinya proses asimilasi didalam air. Pengaruh suhu air terhadap respon konsumsi pakan pada ikan Suhu air (°C) Mendekati 0 8 – 10 15 22 28 – 30 33 35 36 – 38 38 – 42 Respon konsumsi pakan Kondisi kritis minimal Tidak ada respon terhadap pemberian pakan Pemberian pakan berkurang 50% optimum Pemberian pakan optimum 50% optimum Pemberian pakan berkurang Tidak respon terhadap pemberian pakan Kondisi kritis minimal Sumber : Tucker and Hargreaves (2004) 3. Jumlah cahaya yang diterima oleh phytoplankton diperairan asli bergantung pada intensitas cahaya matahari yang masuk kedalam permukaan air dan daya perambatan cahaya didalam air. Masuknya cahaya matahari kedalam air dipengaruhi juga oleh kekeruhan air 56 .5.1.Tabel 3. Dengan diketahuinya intensitas cahaya pada berbagai kedalaman tertentu. Satuan untuk nilai kecerahan dari suatu perairan dengan alat tersebut adalah satuan meter..2.

Nilai salinitas untuk perairan tawar biasanya berkisar antara 0–5 ppt. NaCl. Cl. KNO3 dan lainlain.1. 57 . Satuan untuk pengukuran salinitas adalah satuan gram per kilogram (ppt) atau promil (o/oo). Pengertian salinitas yang sangat mudah dipahami adalah jumlah kadar garam yang terdapat pada suatu perairan. Ikan sulit bernafas karena insangnya tertutup oleh partikelpartikel lumpur 3.(turbidity). perairan payau biasanya berkisar antara 6–29 ppt dan perairan laut berkisar antara 30–35 ppt. Pengertian salinitas yang lainnya adalah jumlah segala macam garam yang terdapat dalam 1000 gr air contoh. Air yang dapat digunakan untuk budidaya ikan selain harus jernih tetapi tetap terdapat plankton. Sedangkan kekeruhan menggambarkan tentang sifat optik yang ditentukan berdasarkan banyaknya cahaya yang diserap dan dipancarkan oleh bahan-bahan yang terdapat didalam perairan. Garam-garam yang ada di air payau atau air laut pada umumnya adalah Na. Rendahnya kemampuan daya ikat oksigen b. semua bromida dan iodida digantikan oleh chlorida dan semua bahan organik telah dioksidasi.6. Warna air (yang antara lain ditimbulkan oleh zat-zat koloid berasal dari daun-daun tumbuhan yang terektrak) Faktor-faktor ini dapat menimbulkan warna dalam air. Jasad-jasad renik yang merupakan plankton c. Hal ini menyebabkan hamburan dan absorbsi cahaya yang datang sehingga kekeruhan menyebabkan terhalangnya cahaya yang menembus air. Definisi yang sangat mudah adalah kekeruhan merupakan banyaknya zat yang tersuspensi pada suatu perairan.2. Selera makan ikan berkurang. Air yang sangat keruh tidak dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan. Faktor-faktor kekeruhan air ditentukan oleh: a. Benda-benda halus yang disuspensikan (seperti lumpur dsb) b. karena air yang keruh dapat menyebabkan : a. Salinitas dapat dilakukan pengukuran dengan menggunakan alat yang disebut dengan Refraktometer atau salinometer. Salinitas Salinitas adalah konsentrasi dari total ion yang terdapat didalam perairan. Hal ini dikarenakan salinitas ini merupakan gambaran tentang padatan total didalam air setelah semua karbonat dikonversi menjadi oksida. Pengukuran kekeruhan suatu perairan dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut dengan Jackson Candler Turbidimeter dengan satuan unit turbiditas setara dengan 1 mg/l SiO2. MgSO4 yang menyebabkan rasa pahit pada air laut. Berkurangnya batas pandang ikan c. sehingga efisiensi pakan rendah d. Satu unit turbiditas Jackson Candler Turbidimeter dinyatakan dengan satuan 1 JTU (Jackson Turbidity Unit).

Ikan sebagai salah satu jenis organisme air juga membutuhkan oksigen agar proses metabolisme dalam tubuhnya berlangsung. karena kandungan O2 didalam udara jauh lebih banyak.makin rendah jumlah oksigen yang dapat di kandung/ di ikat oleh air. yang terjadi karena adanya gerakan molekul-molekul udara yang tidak berurutan karena terjadi benturan dengan molekul air sehingga O2 terikat didalam air.2. maka air relatif mudah melepaskan O2 ke udara. tergantung dari jumlah molekul-molekul zat (garam-garam) yang larut di dalam air (dalam satuansatuan tertentu). sedangkan udara murni suhu pada kamar mengundang 210 cc O2.2.2. tergantung dari kondisi air itu sendiri. Makin tinggi suhu air. Diffusi oksigen dari udara ke dalam air melalui permukannya. Artinya. maka air itu dengan kadar oksigen yang rendah saja sudah dapat seimbang dengan udara.2.1. Proses diffusi ini akan selalu terjadi bila pergerakan air yang mampu mengguncang oksigen. Sifat Kimia 3. Menurut penelitian. • Kemungkinan bertubrukan molekul air di tentukan oleh suhu air. Dalam kegiatan budidaya ikan sifat tersebut penting artinya. bila di bandingkan dengan air suling. air murni 1000 cc pada suhu kamar mengandung 7 cc O2. sebab jumlah tersebut yang menentukan kemungkinan terbentuknya molekul-molekul dan menentukan pula jumlah banyaknya molekul-molekul gas yang meninggalkan air lagi. Air yang mengandung garam-garam pada kadar O2 yang rendah saja sudah dapat seimbang dengan udara lebih cepat. sehingga penambahan oksigen lebih lanjut tidak akan meningkatkan oksigen terlarut dalam air. Satuan pengukuran oksigen terlarut adalah mg/l yang berarti jumlah mg/l gas oksigen yang terlarut dalam air atau dalam satuan internasional dinyatakan ppm (part per million). Dari imbangan tersebut di atas dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut: • Tercapainya imbangan O2 di air dan di udara. jika suhu air tinggi. terutama dalam pengangkutan ikan hidup.3. Air mengandung oksigen dalam jumlah yang tertentu. atau pemeliharaan ikan secara tertutup pada 58 . pemeliharaan ikan di akuarium. Oksigen terlarut adalah oksigen dalam bentuk terlarut didalam air karena ikan tidak dapat mengambil oksigen dalam perairan dari difusi langsung dengan udara. Oksigen Semua makhluk hidup untuk hidup sangat membutuhkan oksigen sebagai faktor penting bagi pernafasan. Dari gambaran tersebut. Oksigen yang dibutuhkan oleh ikan disebut dengan oksigen terlarut. beberapa proses yang menyebabkan masuknya oksigen ke dalam air yaitu: 1.

kelarutan oksigen semakin berkurang. 59 . Pada pengangkutan ikan sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari waktu suhu udara masih relatif rendah. 2. Pada pemeliharaan ikan diakuarium atau pada tempat yang terbatas. Proses Asimilasi tumbuhan. • Dasar perairan yang bersifat mereduksi.secara tidak langsung akan meningkatkan O2 di dalam air. yang mengakibatkan suhu air meningkat. yang menggambarkan bahwa semakin tinggi suhu. 3. pemberian lampu. pertama suhu air akan turun. dan akan menambah O2 didalam air. Hubungan antara oksigen terlarut dan suhu dapat dilihat pada Tabel 3. Hujan yang jatuh. mengakibatkan gerakan air yang mampu mendorong terjadinya proses difusi oksigen dari udara ke dalam air. kecuali itu dengan aliran air. dasar demikian hanya dapat di tumbuhi bakteri yang anaerob saja. Pengambilan air O2 didalam air disebabkan oleh: • Proses pernafasan binatang dan tanaman air.2.Recyle Sistem. yang dapat menimbulkan hasil pembakaran. sehingga kemampuan air mengikat oksigen meningkat. Sedangkan pada malam hari tanaman tersebut menggunakan O2 yang ada didalam air. akan menurunkan kemampuan air mengikat. sehingga goncangan airnya yang terjadi akan mampu meningkatkan difusi 02 kedalam air. pemasukan oksigen ke dalam air terjadi karena air yang masuk sudah mengandung oksigen. 4. Diperairan umum. selanjutnya bila volume air bertambah dari gerakan air. Menurut Brown (1987) peningkatan suhu 1o C akan meningkatkan konsumsi oksigen sekitar 10%. tumbuh- Tanaman air yang seluruh batangnya ada didalam air di waktu siang akan melakukan proses asimilasi. akibat jatuhnya air hujan akan mampu meningkatkan O2 di dalam air. • Proses pembongkaran (menetralisasi) bahan-bahan organik.

Konsentrasi oksigen terlarut ini sangat menentukan dalam akuakultur.08 9.43 7.97 Kadar Oksigen terlarut (mg/l) 7.95 6.41 Suhu ( C) o Suhu ( C) o Suhu ( C) o 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Kadar oksigen terlarut dalam suatu wadah budidaya ikan sebaiknya berkisar antara 7 – 9 ppm.2.83 7.28 9.11 12.45 12.26 8.73 6.03 10.56 7. Bagian air yang banyak mengandung CO2 adalah didasar perairan.06 6.51 6.11 7.84 11. Karbondioksida yang dianalisis dalam kegiatan budidaya adalah karbondioksida dalam bentuk gas yang terkandung di dalam air.78 10.83 13. tetapi bila jumlah CO2 melampaui batas akan 60 . Hubungan antara kadar oksigen terlarut jenuh dan suhu pada tekanan udara 760 mm Hg (Cole. karena ditempat itu terjadi proses pembakaran bahan organik yang cukup banyak.42 8.66 9. Kadar oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan dapat ditentukan dengan dua cara yaitu dengan cara titrasi atau dengan menggunakan alat ukur yang disebut dengan DO meter (Dissolved Oxygen).62 14.77 12.58 8.29 11.84 6. 1983) Kadar Oksigen terlarut (mg/l) 14.2.2.18 7. Sumber gas CO2 didalam air adalah hasil pernafasan oleh binatang-binatang air dan tumbuhtumbuhan serta pembakaran bahan organik didalam air oleh jasad renik.09 8.31 10. Gas CO2 memegang peranan sebagai unsur makanan bagi semua tumbuhan yang mempunyai chlorophil.30 7.56 11. Karbondioksida Karbondioksida merupakan salah satu parameter kimia yang sangat menentukan dalam kegiatan budidaya ikan.62 6. Untuk kegiatan asimilasi bagi tumbuh-tumbuhan.69 7.Tabel 3. jumlah CO2 harus cukup.74 8.91 8.87 9.22 13. 3.46 13.14 11.47 9. baik tumbuh-tumbuhan renik maupun tumbuhan tingkat tinggi.2.54 Kadar Oksigen terlarut (mg/l) 10.

kritis bagi kehidupan binatangbinatang air. Kadar CO2 yang bebas didalam air tidak boleh mencapai batas yang mematikan (lethal). sepat jawa (Tricogaster tericopterus ) dan ikan gabus dapat hidup pada lingkungan pH air 4-9. Ikan rawa seperti sepat siam (Tricogaster pectoralis). mula-mula adalah CO2 bebas. air akan melepaskan CO2 yang terikat dalam bentuk Calsium bikarbonat maupun Magnesium bikarbonat. pH Air pH (singkatan dari “ puisance negatif de H “ ). sedangkan pada pH basa juga tidak baik untuk kegiatan 61 . pupuk hijau dsb dengan cukup. Klasifikasi nilai pH dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu : • Netral : pH = 7 • Alkalis (basa) : 7 < pH < 14 • Asam : 0 < pH < 7 Derajat keasaman suatu kolam ikan sangat dipengaruhi oleh keadaan tanahnya yang dapat menentukan kesuburan suatu perairan. Pada perairan yang tidak mengandung bahan organik dengan cukup.2. pada kadar 20 ppm sudah merupakan racun bagi ikan dan mematikan ikan jika kelarutan oksigen didalam air kurang dari 5 ppm (5 mg/l). tapi pH idealnya 7. Andaikata kedalam kolam itu kemudian kita bubuhkan bahan organik seperti pupuk kandang.2.ikan karper (Cyprinus carpio) dan gurami. Dengan meningkatnya CO2. maka mineral-mineral yang mungkin terlepas juga tidak akan lama berada didalam air itu. Untuk menciptakan lingkungan air yang bagus. maka O2 dalam air juga ikut menurun. tetapi kurang mengandung garam-garam bikarbonat yang dapat melepaskan kationnya. yaitu logaritma negatif dari kepekatan ion-ion H yang terlepas dalam suatu perairan dan mempunyai pengaruh besar terhadap kehidupan organisme perairan. sehingga pada level tertentu akan berbahaya bagi kehidupan binatang air. Nilai pH asam tidak baik untuk budidaya ikan dimana produksi ikan dalam suatu perairan akan rendah. maka mineral dalam air tidak akan ditemukan. 3.2. pH air itu sendiri harus mantap dulu (tidak banyak terjadi pergoncangan pH air). sehingga pH perairan dipakai sebagai salah satu untuk menyatakan baik buruknya sesuatu perairan. Pada pH netral sangat baik untuk kegiatan budidaya ikan. bila yang bebas sudah habis.3. tetapi juga bersifat racun. Pengaruh CO2 yang terlalu banyak tidak saja terhadap perubahan pH air. mempunyai kapasitas produksi yang baik. tidak dapat hidup pada pH 4-6. Air yang banyak mengandung persediaan Calsium atau Magnesium bikarbonat dalam jumlah yang cukup. Pada perairan perkolaman pH air mempunyai arti yang cukup penting untuk mendeteksi potensi produktifitas kolam. dapat mendorong proses pembongkaran bahan organik dalam air menjadi mineral-mineral yang dapat diasimilasikan oleh tumbuhtumbuhan (garam amonia dan nitrat). CO2 yang digunakan oleh organisme dalam air. biasanya berkisar antara 7 – 8. untuk ikan lunjar kesan pH 5-8 . Air yang agak basa.

budidaya. biomassa dan produktivitas masih belum mengalami perubahan berarti Algae hijau berfilamen mulai nampak pada zona literal Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis plankton.0 • • • 5. Dengan demikian waktu pengangkutan ikan 62 . waktu air banyak mengandung CO2. perifiton dan benthos semakin besar Penurunan kelimpahan total dan biomassa zooplankton dan benthos Algae hijau berfilamen semakin banyak Proses nitrifikasi terhambat Air kolam yang pH nya bergoncang antara 4. kelebihan CO2 hasil pernafasan ikan yang diangkut tidak jadi masalah.5 masih dapat diperbaiki dengan menambahkan kapur dalam jumlah yang cukup. Pengaruh pH pada perairan dapat berakibat terhadap komunitas biologi perairan. biomassa dan produktivitas tak mengalami perubahan Penurunan nilai keanekaragaman plankton dan benthos semakin nampak Kelimpahan total. sebab CO2 itu senantiasa masih berkesempatan menjadi seimbang dengan udara terbuka diatasnya. Pada pengangkutan ikan hidup secara terbuka. sehingga pH yang sedianya akan turun dapat dicegah.5 • • 5. Kondisi pH ini akan sangat penting artinya pada pengangkutan ikan hidup secara tertutup dengan pemberian gas O2.0 • • • Pengaruh Umum Keanekaragaman plankton dan benthos mengalami sedikit penurunan Kelimpahan total. perifiton dan benthos semakin besar Penurunan kelimpahan total dan biomassa zooplankton dan benthos Algae hijau berfilamen semakin banyak Proses nitrifikasi terhambat Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis plankton. Pengaruh pH terhadap komunitas biologi perairan (Effendi. Pada pengangkutan tertutup upaya mencegah penurunan pH air dapat ditambahkan larutan buffer seperti Na2HPO4 .5 – 6.0 – 5.5-6. Tabel 3. pada waktu sore hari air kehabisan CO2 untuk asimilasi pH air menjadi tinggi. Agar pH nya dapat dinaikan menjadi 8.5 – 5.5 • • • • 4.3.3. Pada umumnya pada pagi hari.0 supaya pengaruh OH yang rendah bisa ditiadakan. 2000) Nilai pH • 6. sehingga penurunan pH air tidak akan terlalu buruk bagi ikan. untuk jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3.0 – 6. pH air rendah.

pergoncangan pH dari yang tinggi ke pH rendah dapat disanggah oleh unsur calsium yang terdapat dalam air asli itu sendiri. beberapa jenis mineral antara lain adalah Kalsium (Ca). Proses imbangan pH dapat dituliskan dengan reaksi sebagai berikut : Ca (HCO3)2 CaCO3 + CO2 + H2O Jadi jumlah Ca (HCO3 )2 dalam air merupakan salah satu unsur dari baik buruknya perairan sebagai lingkungan hidup. Potassium (K). Sehingga jumlah CO2 bebasnya akan berkurang. Metode penentuan pH air dapat menggunakan alat pH meter atau dengan menggunakan kertas indikator pH. Magnesium (Mg).dapat diupayakan lebih panjang. kadar Ca yang terkandung dalam air . Florin (F). Faktor yang menentukan besar kecilnya kemampuan penyanggah pergoncangan asam (pH) adalah banyaknya Ca (HCO3)2 di dalam air. Tembaga (Cu). maka daya menyanggah air terhadap pergoncangan pH menjadi besar. CO2 terambil. Berdasarkan proses tersebut diatas. Sulphur (S). akibatnya pH air mempunyai kecenderungan untuk naik. Unsur Ca didalam air membentuk dua macam senyawa yaitu: 1. pada daun-daun tanaman air dsb. Kalcium bikarbonat yang terbentuk pada pemecahan itu akan mengendap berupa endapan putih didasar perairan. akan tetapi pada saat yang bersamaan Ca(HCO3)2 yang larut dalam air itu akan pecah menurut persamaan sebagai berikut: Ca (HCO3)2 Ca CO3 + H2O + CO2 menjadi berkurang. Sebaliknya. zat besi (Fe).2. Seng (Zn).2. Senyawa kalsium bicarbonat atau kalsium hidrogen karbonat (Ca(HCO3)2) yang dapat larut dalam air. Diperairan asli. Pospor (P). Menurut persamaan reaksi: CaCO + CO2 + H2O Ca (HCO3)2. apabila terbentuk gas CO2 yang banyak didalam air maka mula-mula pH air mempunyai kecenderungan untuk turun akan tetapi dengan segera gas CO2 yang berkeliaran bebas itu akan diikat oleh CaC03 yang sulit larut dalam air tadi. Proses terjadinya penyanggahan asam didalam air adalah sbb: Kalau dalam suatu perairan. Mangan (Mn). Apabila suatu perairan kadar calsium dalam bentuk Ca(HCO3)2 cukup tinggi. 3. selanjutnya pH air mempunyai kecenderungan untuk turun lagi.4. Sodium (Na). Bahan Organik dan garam mineral dalam air Mineral merupakan salah satu unsur kimia yang selalu ada dalam suatu perairan. Yodium (I) dan Nikel (Ni). Diperairan 63 Sehingga dalam air itu terjadi pembentukan CO2 yang baru. Senyawa kalsium carbonat (CaCO3) yang tidak dapat larut 2. maka mula-mula pH air akan naik. sehingga kecenderungan pH untuk turun dapat disanggah.

hasil pembongkaran itu adalah alkohol dan lebih lanjut lagi menjadi asam cuka (asam asetat ) oleh bakterium aceti. atau adanya penambahan pupuk buatan. air berwarna kehitaman. Jumlah bahan organik yang terdapat dalam suatu perairan dapat digunakan sebagai salah satu indikator banyak tidaknya mineral yang dapat dibongkar kelak. Hidrat arang dalam suasana anaerob mulamula dibongkar menjadi asam-asam karboksilat. menyisa sebagai detritus di dasar perairan. Pembongkaran bahan organik ada yang dilakukan secara anaerob (tidak memerlukan oksigen). Proses pembongkaran itu juga dipengaruhi oleh suhu air. Pembongkaran dalam suasana anaerob juga dapat dilakukan oleh ragi (Saccharomyces). Gas Metana ( CH4 ) adalah gas yang bersifat mereduksi dan dikenal sebagai gas rawa. Hasil pembongkaran tersebut adalah gas hidrogen sulfida (H2S) dan ditandai bau busuk. cacing tubifex. larva chironomaus dan sebagainya. dan sebagai hasilnya timbullah gas CO2. Gas itu merupakan limiting factor/ faktor pembatas bagi kesuburan perairan.umum mineral yang diperlukan oleh phytoplakton senantiasa diperoleh dari pembongkaran bahan-bahan organik sisa dari tumbuhan dan binatang yang sudah mati.6 mg/ l sudah dapat membunuh ikan Cyprinus carpio dalam beberapa jam saja. maka air itu akan berkurang O2. maka protein-protein yang menang mengandung belerang dapat dibongkar oleh bakteri anaerob (diantaranya adalah Bakterium vulgare). Jenis gas beracun lainnya yang berasal dari pembongkaran bahan organik adalah gas metana. Bila gas Metana ini berhubungan dengan O2 dalam air sekelilingnya. Pada umumnya jasad renik ini menghendaki perairan yang pHnya 7 sedikit mendekati basa. Bagian-bagian dari pada lumpur organik demikian yang tidak dapat dicernakan. Kandungan H2S . 64 . Kandungan bahan organik dalam air sangat sulit untuk ditentukan yang biasa disebut dengan kandungan total bahan organik (Total Organic Matter/TOM). Pembongkaran bahan organik dilakukan oleh jasad renik yang terdapat didalam air. Bila suasana air tetap anaerob maka asam-asam karboksilat direduksikan lebih lanjut menjadi Metana. Metana itu timbul pada proses pembongkaran hidrat arang dari bahan organik yang tertimbun dalam perairan. Bahan-bahan organik yang mengendap di dasar perairan yang dangkal dapat dimakan secara langsung oleh berbagai macam binatang benthos (binatang yaang hidup didasar perairan) seperti siput vivipar javanica. Bahan organik yang larut didalam air belum dapat dimanfaatkan oleh binatang air secara langsung. Di alam mineral tersebut berasal dari air yang masuk. Untuk mencegah timbulnya H2S dalam kolam biasanya kolam yang akan digunakan untuk budidaya ikan harus dilakukan pengolahan tanah dasar dan pengeringan. Bila suasana perairan anaerob.

Bahan organik yang berasal dari binatang yang telah mati akan mengalami pembusukan mineral yang terlepas dan utama adalah garam-garam nitrogen (berasal dari asam amino penyusun protein). bersama dengan 1 mg/l P dan 1 mg/l K. Nitrat (NO3) dan molekul Nitrogen (N2) dalam bentuk gas. Pembongkaran itu akan menghasilkan suatu gas CO2 bebas. COOH +O2 R. Reaksi tersebut sebagai berikut: 2NH3 + 3O2 2HNO2 + H2O Bila perairan tersebut cukup mengandung kation-kation maka asam nitrit yang terbentuk itu dengan segera dapat dirubah menjadi garam-garam nitrit. biasanya akan terjadi mortalitas yang tinggi pada ikan karena kebanyakan gas CO2 .5. garam-garam nitrit itu selanjutnya dikerjakan lebih lanjut menjadi garam-garam nitrit.NH2. Sedangkan nitrogen organik adalah nitrogen yang berasal bahan berupa protein. untuk menbentuk protoplasma itu selanjutnya tergantung pada nitrit. oleh bakteri Nitrobacter atau Nitrosomonas. Nitrogen Nitrogen didalam perairan dapat berupa nitrogen organik dan nitrogen anorganik.2. ammonium (NH4).2. menurut persamaan reaksinya adalah: R. asam amino dan urea. Nitrit tersebut pada suatu saat dapat dibongkar lebih lanjut oleh bakteri denitrifikasi (yang terkenal yaitu Micrococcus denitrifikan). bakterium nitroxus menjadi nitrogennitrogen bebas. Nitrogen anorganik dapat berupa ammonia (NH3). sehingga O2 dalam air sampai habis. Bila kadar NH3 hasil pembongkaran bahan organik di dalam air terdapat 65 . Nitrit (NO2). Proses pembusukan tadi mula-mula terbentuk amoniak (NH3) sebagai hasil perombakan asam amino oleh berbagai jenis bakteri aerob dan anaerob. reaksinya sebagai berikut: 5 C6H12O0 + 24 HNO3 24 H2 CO3 + 6 CO3 +18 H2O +12 N2 Agar supaya phitoplankton dapat tumbuh dan berkembang biak dengan subur dalam suatu perairan. phitoplankton itu selanjutnya menjadi bahan makanan bagi organisme yang lebih tinggi. COOH + NH3 + CO2 Berdasarkan reaksi kimia tersebut dapat diperlihatkan bahwa kolam yang dipupuk dengan pupuk kandang/hijau yang masih baru dalam jumlah banyak dan langsung ditebarkan benih ikan kedalam kolam. reaksinya sebagai berikut: 2NaNO2+O2 2NaNO3 Garam-garam nitrit itu penting sebagai mineral yang diasimilasikan oleh tumbuh-tumbuhan hijau untuk menyusun asam amino kembali dalam tubuhnya. paling sedikit dalam air itu harus tersedia 4 mg/l nitrogen (yang diperhitungkan dari kadar N dalam bentuk nitrat). Bila keadaan perairan semakin buruk. CH. maka secara perlahan proses pembongkaran bahan organik akan diambil oleh bakteri lain yang terkenal ialah Nitrosomonas menjadi senyawa nitrit.3.

71 8.68 37.69 5. Ikan masih dapat hidup pada air yang mengandung N 2 mg/l.4 9.82 90.41 16.84 Kadar amonia yang dapat mematikan ikan budidaya jika dalam 66 .6 9. 1988) pH 7.4 8.0 7.0 10.67 79.76 49.84 56.4.35 3.71 48.60 0.88 7.52 11.25 85.5 mg/l merupakan batas maksimum yang lazim dianggap sebagai batas untuk menyatakan bahan air itu “unpolluted”.0 9. tetapi jika dalam bentuk amonium tidak begitu berbahaya pada media akuakultur.73 2.85 90.90 44.2 7. yang disebabkan proses pembongkaran protein terhenti sehingga tidak terbentuk nitrat sebagai hasil akhir.33 70.64 37. Tabel 3.72 8.63 81.13 4.75 13.77 13.00 14.05 92.45 33.36 3.50 2.95 1.dalam jumlah besar.23 52.20 19. Pada tabel tersebut memperlihatkan daya racun ammonia yang akan meningkat dengan meningkatnya kadar pH dan suhu terhadap organisme perairan termasuk ikan. Amonia yang ada dalam wadah budidaya dapat diukur dan biasanya dalam bentuk ammonia total. Persentase (%) ammonia bebas (NH3) terhadap ammonia total (Boyd. Menurut Boyd (1988).4 7. terdapat hubungan antara kadar ammonia total dengan ammonia bebas pada berbagai pH dan suhu yang dapat dilihat pada Tabel 3.52 91.68 41.8 8. Di perairan kolam nitrogen dalam bentuk amonia sangat beracun bagi ikan budidaya. Batas letal akan tercapai pada kadar 5 mg/l.27 2.57 87.6 8.42 27.96 24.81 1.2 26oC 0.2 8.29 85.68 5.10 1.6 7. maka air tersebut disebut “sedang mengalami pengotoran (Pollution)”.4.68 89.98 21.8 10.55 10.56 28oC 0.75 30oC 0.12 76.70 1. Kadar N dalam bentuk NH3 dipakai juga sebagai indikator untuk menyatakan derajat polusi.65 63. Kadar 0.50 2.30 67.24 6.72 79.00 3.96 60.95 1.83 30.0 8.8 9.39 83.58 93.2 9.72 4.80 32oC 0.38 70.79 73.22 19.02 60.46 27.

Berdasarkan Effendi (2000) Nilai alkalinitas berkaitan jenis perairan yaitu perairan dengan nilai alkalinitas kurang dari 40 mg/l CaCO3 disebut sebagai perairan lunak (Soft water). industri dan limpasan pupuk pertanian. perairan dengan alkalinitas yang rendah (misal kurang dari 15 mg/l) tidak diinginkan dalam akuakultur karena : • Perairan tersebut sangat asam sehingga performansi produksi ikan (Kesehatan umum dan kelangsungan hidup. Untuk meningkatkan kandungan alkalinitas total pada kolam pemeliharaan ikan dapat digunakan kapur pertanian. pertumbuhan.2 mg/l (ppm).6. • Fluktuasi pada pH dan faktorfaktor yang berhubungan dapat menyebabkan ketidakstabilan mutu air yang dapat menyebabkan ikan stres.3 ppm. Total alkalinitas biasanya selalu dikaitkan dengan pH karena pH air ini akan menunjukkan apakah suatu perairan itu asam atau basa.wadah budidaya mengandung 0.1 – 0. • Produksi phytoplankton dibatasi oleh ketidakcukupan CO2 dan HCO3 yang cenderung menyebabkan rendahnya kelarutan oksigen dan bisa mengakibatkan kematian plankton. 3. Menurut Schimittou (1991). Oleh karena itu sebaiknya kadar amonia didalam wadah budidaya ikan tidak lebih dari 0. Mg dan ion-ion yang terlarut dalam air.2. tingkat pemupukan ekstensif dan pemupukan intensif. Alkalinitas dan kesadahan Alkalinitas menggambarkan jumlah basa (alkali) yang terkandung dalam air. • Pada tanah-tanah asam dapat menyerap fosfor yang akan mereduksi efek pemupukan pada tingkat produksi akuakultur sistem ekstensif. • Pada tingkat pH yang ekstrem dapat menyebabkan kondisikondisi stres masam pada pagi hari dan kondisi stres alkalin pada senja hari. Alkalinitas juga disebut dengan Daya Menggabung Asam (DMA) atau buffer/penyangga suatu perairan yang dapat menunjukkan kesuburan suatu perairan tersebut. Perairan dengan nilai alkalinitas yang tinggi lebih produkstif daripada dengan perairan yang nilai alkalinitasnya rendah.2. Oleh karena itu dalam kolam pemeliharaan ikan sebelum digunakan dilakukan proses pengapuran dengan menggunakan beberapa jenis batu kapur yang 67 . hasil dan efisiensi pakan) dipengaruhi secara negatif. Kadar amonia yang tinggi ini diakibatkan adanya pencemaran bahan organik yang berasal dari limbah domestik. sedangkan perairan yang nilai alkalinatasnya lebih dari 40 mg/l CaCO3 disebut sebagai perairan keras (Hard water). Sedangkan kesadahan menggambarkan kandungan Ca. sedangkan alkalinitas total adalah konsentrasi total dari basa yang terkandung dalam air yang dinyatakan dalam ppm setara dengan kalsium karbonat.

0. salinitas.3. pH. Kelimpahan plankton yang terdiri dari phytoplankton dan zooplankton sangat diperlukan untuk mengetahui kesuburan suatu perairan yang akan dipergunakan untuk kegiatan budidaya. sungai) 3.03 . Golongan B adalah kriteria kualitas air yang dapat digunakan sebagai air baku air minum. Macroplankton (masih dapat dilihat dengan mata telanjang/ biasa/tanpa pertolongan mikroskop). plankton dapat dibedakan sebagai berikut : 1. Netplankton atau mesoplankton (yang masih dapat disaring oleh plankton net yang mata netnya 0.3. 2. Dalam peraturan tersebut dibuat kriteria kualitas air berdasarkan golongan yaitu Golongan A adalah kriteria kualitas air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu. plankton dapat merupakan : • Limnoplankton (plankton air tawar/danau) • Haliplankton (hidup dalam air asin) • Hypalmyroplankton (khusus hidup di air payau) • Heleoplankton (khusus hidup dalam kolam-kolam) • Petamoplankton atau rheoplankton (hidup dalam air mengalir. 3. Berdasarkan ukurannya. Golongan C adalah kriteria kualitas air yang dapat digunakan untuk keperluan Perikanan dan Peternakan. cahaya matahari dll) baik untuk mempercepat perkembangan atau yang mematikan.disesuaikan dengan kualitas tanah dasar kolam pemeliharaan.2. gerakan air. Golongan D adalah kriteria kualitas air yang dapat digunakan untuk 68 . tanggal 5 Juni 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air. Pengukuran Kualitas air Budidaya Ikan Parameter kualitas air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan di Indonesia sudah dibuat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1990. 3.04 mm). Berdasarkan tempat hidupnya dan daerah penyebarannya. Sifat Biologi Parameter biologi dari kualitas air yang biasa dilakukan pengukuran untuk kegiatan budidaya ikan adalah tentang kelimpahan plankton. Nannoplankton atau microplankton (dapat lolos dengan plankton net diatas). Plankton sebagai organisme perairan tingkat rendah yang melayang-layang di air dalam waktu yang relatif lama mengikuti pergerakan air. benthos dan perifiton sebagai organisme air yang hidup di perairan dan dapat digunakan sebagai pakan alami bagi ikan budidaya. Plankton pada umumnya sangat peka terhadap perubahan lingkungan hidupnya (suhu. Kajian secara detail dari ketiga aspek tersebut akan dibahas pada Bab 6.

14.5 0. 6. 16.05 0. 3. mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l >3 metilen 1.0 Keterangan : Bq : Bequerel 69 . 4.002 0. Kriteria kualitas air Golongan C No.01 0. 3.2 Ket.06 6–9 0.1 0.05 0. 9.5. 5.004 0.5.002 0. 8.02 0.02 0. 11.1 1. 7. Satuan Kadar maksimum 0.002 0. valensi 6 Nitrit.001 1 0.02 1 1. 10. 15. 2.03 0. 1. Parameter Kimia Anorganik Air raksa Ammoniak bebas Arsen Fluorida Kadmium Klorin bebas Kromium. Radioaktivitas Aktivitas Alfa (Gross Alpha Activity) Aktivitas beta (Gross Beta Activity) Bq/l Bq/l 0. 1. 7.21 0.keperluan pertanian. Berdasarkan Tabel 3. dapat dimanfaatkan untuk usaha perkotaan. 5. 12.003 0. industri dan pembangkit listrik tenaga air.02 0. 4. 6. 13. 2. sebagai N Oksigen terlarut (DO) pH Selenium Seng Sianida Sulfida sebagai H2S Tembaga Timbal Kimia organik BHC DDT Endrin Fenol Minyak dan lemak Organofosfat dan karbonat Senyawa aktif biru (Surfaktan) peraturan tersebut kriteria kualitas air untuk perikanan dapat dilihat pada Tabel 3. 2.

3. 7. 1. 8.5 – 8 50 – 500 ppm CaCO3 3 – 15 dH < 1.1 sampai dengan Gambar 3. 70 . Peralatan Pengukuran 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3.2 ppm 0 – 1. 2.5 ppm < 0. Debit air Aspek Kimia Oksigen terlarut Karbondioksida pH Alkalinitas Kesadahan Ammonia H2S Nitrit Nitrat Phosphat Aspek Biologi Kelimpahan Plankton Kelimpahan Benthos Kelimpahan Perifiton 1.5 ppm < 0.02 ppm Sesuai kebutuhan No. 2.Berdasarkan Tabel 3.6 diatas tersebut jika akan melakukan kegiatan budidaya ikan maka harus dilakukan pengukuran beberapa parameter kualitas air pada air yang akan digunakan untuk budidaya. 5. 2.1 ppm < 0.6. Tabel 3. 3. 4.12. Parameter kualitas air itu dapat dilakukan pengukuran dengan menggunakan beberapa peralatan pengukuran. Aspek Fisik Suhu Kecerahan Kekeruhan Salinitas Termometer Secchi Disc Turbiditymeter Salinometer/ Refraktometer Current meter 5.6. DO meter/Metode Winkler CO meter/Metode Titrasi pH meter/Kertas Lakmus dH meter Spektrofotometer Spektrofotometer Spektrofotometer Spektrofotometer Spektrofotometer Planktonnet/ Haemocytometer Ekman Dredge Peralatan-peralatan yang dapat digunakan untuk mengukur parameter kualitas air dapat dilihat pada Gambar . 10. 3. 4. 9. Parameter Nilai kisaran untuk Budidaya Ikan 20 – 30 oC > 10 cm 25 – 400 JTU Air tawar 0 – 5 o/oo Air payau 6 – 29 o/oo Air tawar 30 – 35 o/oo Air deras 50 l/dt Air tenang 0. 3. 6.5 – 5 l/dt 5 – 6 ppm Max 25 ppm 6. Parameter kualitas air untuk budidaya ikan dan peralatan pengukuran yang dapat digunakan.

DO meter 71 .2.3. Secchi disc Gambar 3.5. Flow meter Gambar 3.1.Gambar 3.4. Refraktometer Gambar 3. Salinometer Gambar 3. Termometer Gambar 3.6.

8.11 Ekman dredge Gambar 3. pH meter Gambar 3.Gambar 3. Haemocytometer Gambar 3.7. Spektrofotometer 72 .12. Planktonnet Gambar 3.9. Kertas lakmus Gambar 3.10.

Tujuan 73 . Oleh karena itu dengan melakukan seleksi ikan yang benar akan dapat memperbaiki genetik ikan tersebut sehingga dapat melakukan pemuliaan ikan. Induk ikan yang unggul akan menghasilkan benih ikan yang unggul. pemeliharaan larva dan benih ikan. • Mengurangi kemungkinan perkawinan sedarah Untuk meningkatkan mutu induk yang akan digunakan dalam proses budidaya maka induk yang akan digunakan harus dilakukan seleksi. Seleksi ikan bertujuan untuk memperbaiki genetik dari induk ikan yang akan digunakan. penetasan telur. • Melakukan seleksi induk berdasarkan kaidah genetik • Melakukan pemeliharaan calon induk sesuai dengan proses budidaya sehingga kebutuhan nutrisi induk terpenuhi. Di Indonesia saat ini belum ada tempat sebagai pusat induk ikan yang menjamin keunggulan setiap jenis ikan. SELEKSI INDUK Seleksi induk merupakan tahap awal dalam kegiatan budidaya ikan yang sangat menentukan keberhasilan produksi. PENGEMBANGBIAKAN IKAN Pengembangbiakan ikan meru- pakan salah satu kegiatan dari proses budidaya ikan.1.BAB IV. Dengan melakukan seleksi induk yang benar akan diperoleh induk yang sesuai dengan kebutuhan sehingga produktivitas usaha budidaya ikan optimal. Hal-hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh para pembudidaya ikan dalam melakukan seleksi induk agar tidak terjadi penurunan mutu induk antara lain adalah : • Mengetahui asal usul induk • Melakukan pencatatan data tentang umur induk. Ikan yang akan dibudidayakan harus dapat tumbuh dan berkembang biak agar kontinuitas produksi budidaya dapat berkelanjutan. masa reproduksi dan waktu pertama kali dilakukan pemijahan sampai usia produktif. Karakteristik induk yang unggul untuk setiap jenis ikan sangat berbeda. Dalam bab ini akan dibahas beberapa materi yang terkait dalam proses pengembangbiakan ikan antara lain adalah seleksi induk. Induk ikan yang unggul pada setiap kegiatan usaha budidaya ikan dapat berasal dari hasil budidaya atau menangkap ikan di alam. pemijahan. pembesaran ikan dan pemanenan. 4. Seleksi induk ikan budidaya dapat dilakukan secara mudah dengan memperhatikan karakter fenotipenya atau dengan melakukan program breeding untuk meningkatkan nilai pemuliabiakan ikan budidaya.

Rekayasa faktor eksternal dan internal yaitu menggabungkan antara kedua rekayasa eksternal dan internal. Produktivitas dalam budidaya ikan dapat ditingkatkan dengan beberapa cara yaitu : 1. seleksi fenotipe kualitatif adalah seleksi ikan berdasarkan sifat kualitatif seperti misalnya warna tubuh. Dengan bertambahnya jumlah penduduk sepanjang tahun dan jumlah lahan budidaya yang tidak akan bertambah jumlahnya. Rekayasa faktor internal yaitu melakukan rekayasa terhadap genetik ikan pada level gen misalnya transgenik. keragaman lingkungan dan interaksi antara variasi lingkungan dan genetik. Ekstensifikasi yaitu meningkatkan produktivitas hasil budidaya dengan memperluas lahan budidaya. contoh yang sudah dapat diaplikasikan adalah budidaya ikan pada kolam air deras dan membuat pakan ikan ramah lingkungan. Fenotipe kualitatif ini merupakan sifat yang tidak dapat diukur tetapi dapat dibedakan dan dikelompokkan secara tegas. maka untuk meningkatkan produktivitas budidaya masa yang akan datang lebih baik menerapkan budidaya ikan yang intensif dengan memperhatikan aspek ramah lingkungan. Program intensifikasi dalam bidang budidaya ikan dapat dilakukan antara lain adalah : 1. 74 . 3. level sel misalnya dengan melakukan transplantasi sel. Seleksi ikan yang paling mudah dilakukan oleh para pembudidaya ikan adalah melakukan seleksi fenotipe dibandingkan dengan seleksi genotipe. level kromosom misalnya Gynogenesis. Oleh karena itu agar dapat memperoleh produktivitas yang tinggi dalam budidaya ikan harus dilakukan seleksi terhadap ikan yang akan digunakan. Menurut Tave (1986). Seleksi merupakan aplikasi genetik dimana informasi genetik dapat digunakan untuk melakukan seleksi. Poliploidisasi. Seleksi fenotipe dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu seleksi fenotipe kualitatif dan seleksi fenotipe kuantitatif. Intensifikasi yaitu meningkatkan produktivitas hasil dengan meningkatkan hasil persatuan luas dengan melakukan manipulasi terhadap faktor internal dan eksternal. Androgenesis. pola sisik ataupun bentuk tubuh dan bentuk punggung dan sebagainya yang diinginkan.dari pemuliaan ikan ini adalah menghasilkan benih yang unggul dimana benih yang unggul tersebut diperoleh dari induk ikan hasil seleksi agar dapat meningkatkan produktivitas. 2. Rekayasa faktor eksternal yaitu lingkungan hidup ikan dan pakan. 2. Sifat ini dikendalikan oleh satu atau beberapa gen dan sedikit atau tidak dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Seleksi menurut Tave (1995) adalah program breeding yang memanfaatkan phenotipic variance (keragaman fenotipe) yang diteruskan dari tetua kepada keturunannya. tipe sirip. Keragaman fenotipe merupakan penjumlahan dari keragaman genetik.

Karakter kualitatif adalah karakter yang dapat dilihat ada atau tidaknya suatu karakter. Dalam bab ini akan dibahas semua program breeding tersebut sehingga dalam budidaya ikan akan diperoleh hasil baik induk dan benih yang unggul. Fenotipe tidak bisa melewati kemampuan atau potensi genotipe. Fenotipe merupakan hasil interaksi antara genotipe dan lingkungan serta interaksi antara genotipe dan lingkungan serta merupakan bentuk luar atau sifatsifat yang tampak. atau satu gen saja. genotipe menentukan karakter sedangkan lingkungan menetukan sampai dimana tercapai potensi itu.1. persentase daging. bobot. daya hidup. Fenotipe adalah bentuk luar atau bagaimana kenyataannya karakter yang dikandung oleh suatu individu atau fenotipe adalah setiap karakteristik yang dapat diukur atau sifat nyata yang dipunyai oleh organisme. Karakter diatur oleh banyak macam gen. dikendalikan oleh banyak pasang gen dan dipengaruhi oleh lingkungan. Hasil yang akan diperoleh adalah induk yang terseleksi yang mempunyai 75 . Karakter ini tidak dapat diukur atau dibuat gradasi (diskontinyu). hibridisasi/outbreeding/ crossbreeding. Menurut Yatim (1996). Untuk mendapatkan induk ikan yang unggul dilakukan program seleksi dengan menerapkan beberapa program pengembangbiakan antara lain dengan kegiatan selective breeding. Dengan melakukan seleksi maka akan menghasilkan suatu karakter yang mempunyai nilai ekonomis penting dan karakter fenotipe yang terbaik sesuai dengan keinginan para pembudidaya. protein. fekunditas dan lain sebagainya. Berhubung dengan banyaknya gen yang menumbuhkan karakter maka dibuat dua kelompok karakter yaitu karakter kualitatif dan karakter kuantitatif. Yang dimaksud dengan karakter itu adalah sifat fisik dan psikis bagian-bagian tubuh atau jaringan. Sedangkan karakter kuantitatif adalah karakter yang dapat diukur nilai atau derajatnya. kandungan lemak. monoseks/seks reversal atau kombinasi beberapa program breeding.1. Adapun ciri-ciri atau parameter yang dapat diukur antara lain adalah panjang tubuh. Induk yang unggul akan menghasilkan benih yang unggul sehingga dengan memelihara benih unggul proses budidaya akan menguntungkan dengan melihat laju pertumbuhan ikan yang optimal sehingga produktivitas budidaya ikan akan meningkat. 4. inbreeding. Selective breeding Selective breeding adalah suatu program breeding yang mencoba untuk memperbaiki nilai pemuliabiakan (breeding value) dari suatu populasi dengan melakukan seleksi dan perkawinan hanya pada ikan-ikan yang terbaik. sehingga ada urutan gradasi dari yang rendah sampai yang tinggi (kontinu).Sedangkan seleksi fenotipe kuantitatif adalah seleksi terhadap penampakan ikan atau sifat yang dapat diukur. Karakter kuanlitatif ditentukan ole satu atau dua gen saja sedangkan karakter kuantitatif disebabkan oleh banyak gen (tiga atau lebih).

pencatatan data lebih singkat sehingga akan lebih mudah dilakukan. Seleksi individu dapat diterapkan pada ikan nila jika nilai heritabilitas ikan nila ini lebih besar dari 0. Hal ini dikarenakan pada seleksi individu hanya memerlukan fasilitas dan peralatan sedikit (kolam. Seleksi famili adalah seleksi dengan mempergunakan performans dari saudaranya baik saudara tiri sebapak (half sib) atau saudara sekandung (full sib).karakteristik lebih baik dari populasi sebelumnya. Seleksi famili merupakan alternatif seleksi yang dapat dilakukan apabila pengaruh lingkungan sulit dikontrol. seleksi within family dan between family. pengalaman menunjukan bahwa untuk mendapatkan induk 50 ekor yang sesuai kriteria diperlukan 2000 ekor calon induk.25. waktu pemijahan harus bersamaan dan culling top 5 – 10% (Tave. Sedangkan setiap keluarga/famili yang berasal dari satu bapak dengan satu induk disebut saudara sekandung (full sib). Seleksi famili dapat diterapkan untuk ikan jika nilai heritabilitas ikan tersebut lebih kecil atau sama dengan 0. Selective breeding menurut Tave (1995) dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : 1. diantara ketiga teknik seleksi yaitu seleksi individu. Seleksi within family sebaiknya diterapkan untuk seleksi pertumbuhan pada ikan . Seleksi ini merupakan teknik seleksi yang paling sederhana dengan biaya lebih murah dibandingkan seleksi lainnya. Seleksi massa/individu adalah seleksi yang dilakukan dengan memilih individuindividu dengan performan terbaik. Dari hasil penelitian pada ikan nila. jaring. maka anak-anak yang dihasilkan dari bapak yang sama dengan induk betina yang berbeda ini disebut dengan saudara tiri sebapak.15. Seleksi individu/massa 2. 1995). hapa dan lain-lain). Dalam seleksi famili ada dua jenis seleksi yaitu seleksi dalam famili (within-family) dan seleksi diantara famili (between family). karena masing-masing famili dipelihara pada kolam terpisah dan ikan dengan pertumbuhan terbaik dipilih dari masing-masing famili. ternyata seleksi within family lebih efisien hasilnya dibandingkan dengan seleksi individu atau between family. 76 . dan pada ikan budidaya ada juga yang melakukan perkawinan dimana satu jantan hanya membuahi satu induk betina. Saudara tiri sebapak adalah keluarga (famili) yang dibentuk oleh sekelompok anak yang berasal dari satu bapak dengan beberapa induk betina (Half sib). Cara ini dilakukan merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi adanya perbedaan umur akibat tidak terjadinya proses pemijahan secara serempak. karena pada ikan satu induk jantan dapat membuahi lebih dari satu induk betina. sehingga semua famili akan terwakili. Induk yang baik secara alami dapat dihasilkan melalui seleksi secara ketat dan tepat terhadap sekelompok ikan. Seleksi induk secara individu ini disebut juga dengan seleksi massa. Seleksi famili Pada ikan teknik seleksi dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu seleksi massa/individu dan seleksi famili.

panjang kepala. jumlah jari-jari sirip dubur. Nilai heritabilitas dinotasikan dengan angka. Nilai heritabilitas nol berarti karakter yang diwariskan kepada keturunannya seluruhnya diakibatkan oleh keragaman lingkungan tidak ada pengaruh genetik.1–0.1. Ciri-ciri morfologi setiap ikan budidaya yang harus diamati adalah karakter morfometrik dan karakter meristik. jumlah jari-jari lemah sirip dada. contohnya pada ikan salmon. synchronous spawning kelompok dan asynchronous spawning. medium mempunyai nilai antara 0. panjang standar. Nilai heritabilitas ini dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu rendah mempunyai nilai antara 0–0. Nilai heritabilitas satu berarti karakter yang diwariskan kepada keturunannya seluruhnya diakibatkan oleh keragaman genetik tidak ada pengaruh lingkungan. jumlah jari-jari sirip punggung. sedangkan karakter meristik yang dapat diukur antara lain adalah jumlah sisik pada linea lateralis. jumlah tapis insang pada lengkung insang bagian luar (gill racker).1 tersebut ada huruf h2.Pada saat akan membudidayakan ikan setiap pembudidaya harus sudah memahamii karakter fenotipe setiap individu ikan yang akan dibudidayakan dengan memperhatikan ciri-ciri morfologinya.0.1. huruf ini berarti heritabilitas. Karakter morfometrik adalah bentuk tubuh dari setiap ikan budidaya seperti panjang total tubuh. Heritabilitas dapat dilakukan pengukuran yang bertujuan untuk mengetahui besarnya keragaman fenotipe yang diakibatkan oleh aksi genotipe atau menggambarkan tentang persentase keragaman fenotipe yang diwariskan dari induk kepada keturunannya. jumlah jari-jari lemah sirip perut. jumlah vertebrae dan jumlah tulang rusuk. Dengan memahami karakterkarakter yang harus dipunyai oleh induk ikan yang unggul berdasarkan karakteristik setiap jenis ikan. istilah ini merupakan salah satu kelompok strategi dalam reproduksi ikan dimana ada tiga strategi reproduksi ikan yaitu synchronous spawning. Selain itu dalam tabel tersebut terdapat istilah asynchronous spawning. Synchronous spawning berarti proses pemijahan ikan dalam reproduksi dilakukan dengan cara semua telur dipijahkan dan induk ikan akan mati. seleksi within family (B) dan seleksi between family (C) dapat dilihat pada Tabel 4. tinggi badan dan lain-lain.3 – 1. Menurut Tave (1995) perbandingan strategi keuntungan serta kerugian dari seleksi individu (A).3 dan tinggi mempunyai nilai antara 0. Dalam tabel 4. yang berkisar antara 0 – 1. Synchronous spawning kelompok adalah kelompok ikan yang dapat memijah berkali-kali tetapi pemijahannya ini masih 77 .

Sangat mahal. hubungan famili tidak penting Keuntungan Terbaik ketika h2 ≥ 0. dapat digunakan dengan asynchronous spawning. Perbandingan strategi.25. B Memilih individu yang terbaik dari setiap famili Moderatly expensive. asynchronous spawning dan menyebabkan masalah. sedikit mahal daripada between famili. 1985) Tipe A Strategi Memilih individu yang terbaik. mudah untuk menahan populasi breeding. relative mudah untuk menggunakan 2-3 fenotipe. C Memilih famili yang terbaik berdasarkan nilai rata-rata famili. sehingga sangat sukar untuk memilih ikan yang terbaik.murah. ikan kecil dapat menjadi induk terpilih dapat mengakibatkan terjadinya inbreeding. data yang dibutuhkan sedikit jumlah data yang dikumpulkan sedikit Terbaik ketika h2 ≤ 0.1. seluruh ikan yang besar terseleksi. seleksi within family (B) dan seleksi between family (C) (Tave. sukar untuk menggabungkan 2-3 fenotipe. sukar untuk menggabungkan 2-3 fenotipe. keuntungan dan kerugian dari seleksi individu (A). membutuhkan banyak data dan banyak data yang harus dikumpulkan.15 dan mempengaruhi Ve famili daripada individu.15 dan mempengaruhi Ve individu daripada famili. membutuhkan banyak kolam.15. Terbaik ketika h2 ≤ 0. membutuhkan banyak data dan banyak data yang dikumpulkan. ikan kecil dapat menjadi induk ikan yang terpilih. dapat dilakukan dengan sedikit kolam.Tabel 4. nilai individual tidak dipertimbangkan 78 . membutuhkan banyak kolam. dapat dipergunakan ketika ikan harus dimatikan Kerugian Tidak efektif ketika h2 ≤ 0. mudah untuk memelihara populasi breeding yang besar.

Dari calon induk yang dipelihara pada tahap keempat akan diperoleh induk ikan yang dapat digunakan untuk proses pemijahan selanjutnya . Menurut Tave (1995) dalam program seleksi individu akan diperoleh induk yang unggul dengan melakukan perkawinan pada populasi terpilih sebanyak empat generasi. contoh jenis ikan kelompok ini adalah ikan nila. 5. 2. Benih ikan yang terpilih pada tahap ketiga tersebut dipelihara secara terpisah sebagai calon induk yang akan digunakan untuk proses pemijahan selanjutnya. Dengan produktivitas yang tinggi dalam budidaya ikan maka pendapatan para pembudidaya ikan akan meningkat. 3.tergantung pada musim pemijahan. Kemudian proses selanjutnya dilakukan pemeliharaan sampai diperoleh kurva pertumbuhan dan lakukan pemilihan dari populasi individu sebanyak 5 – 10% dari populasi yang terbaik yang mempunyai ukuran tertinggi. Dengan melakukan seleksi ikan berdasarkan selective breeding ini akan diperoleh individu ikan yang mempunyai karakter fenotipe terbaik sehingga dapat meningkatkan laju pertumbuhan pada saat dibudidayakan. maka harus selalu dilakukan pemantauan pertumbuhan benih ikan tersebut. 4. Prosedur yang harus dilakukan bagi para pembudidaya yang akan melakukan seleksi individu dengan strategi memilih individu yang terbaik dalam suatu populasi adalah sebagai berikut : 1. dan akan diperoleh larva dan benih ikan. Dalam suatu usaha budidaya ikan jika akan melakukan program seleksi individu minimal harus mempunyai 25 pasang induk yaitu 25 ekor induk jantan dan 25 ekor induk betina. Sedangkan asynchronous spawning adalah kelompok ikan yang dapat memijah berkali-kali dan tidak tergantung pada musim pemijahan karena proses perkembangan oositnya selalu ada. Melakukan pemijahan ikan dan mengamati pertumbuhan ikan dari setiap pasangan. Laju pertumbuhan yang tinggi pada populasi ikan budidaya akan meningkatkan produksi ikan yang dibudidayakan dan biasanya berkaitan dengan peningkatan dalam produksi pakan bila ikan yang dibudidayakan mengkonsumsi pakan buatan. Membuat kurva pertumbuhan dari data pertumbuhan benih ikan dan lakukan pemanenan pada individu yang terbaik sebanyak 5–10% dari ukuran populasi yang tertinggi nilai pertumbuhannya. Program selective breeding di lakukan untuk memperbaiki karakter fenotipe terutama laju pertumbuhan. Misalnya dari pemijahan satu pasang induk ikan diperoleh benih ikan sebanyak 200 – 300 ekor. ikan bawal. Lakukan kegiatan tersebut sampai empat generasi dan akan diperoleh calon induk yang telah terseleksi secara individu Berikut ini adalah contoh seleksi calon induk pada ikan nila meliputi beberapa kriteria yaitu : 79 . misalnya ikan patin.

Pada ikan nila misalnya satu ekor induk betina menghasilkan 2000 – 3000 ekor. 2. dan sisik teratur. Melakukan pemilhan ukuran dari seluruh populasi dan ambil individu dari setiap famili yang mempunyai pertumbuhan yang 80 . 4. Melakukan pemeliharaan benih ikan pada setiap famili pada waring yang terpisah. Menyiapkan ikan yang akan dipijahkan dari beberapa famili yang dimiliki. Produktifitas dalam menghasilkan telur cukup tinggi (induk dengan panjang badan 6 cm dapat menghasilkan 200 telur. Prosedur yang dapat dilakukan oleh para pembudidaya ikan yang akan melakukan seleksi famili adalah sebagai berikut : 1. Melakukan pemeliharaan larva ikan pada setiap famili pada hapa yang terpisah dengan memberikan pakan dan pengelolaan kualitas air sesuai prosedur. 6. Pendederan dilakukan pada padat penbaran yang rendah untuk setiap famili pada kolam pendederan minimal 2 bulan. Melakukan pemijahan untuk ke 32 famili tersebut dan lakukan pengamatan intensif dan cermat setiap hari untuk mengamati pasangan-pasangan ikan yang sudah memijah.8 bulan. mata relatif besar. Menghitung jumlah ikan yang diperoleh dari hasil pendederan dan lakukan pengukuran berat dan panjang tubuhnya sebanyak 30% dari jumlah populasi setiap famili.misalnya dalam satu famili ada 2000 ekor maka jumlah sampel yang dihitung adalah 600 ekor. Pada ikan nila dimana pemijahan dapat dilakukan dengan perbandingan jantan dan betina adalah 1 : 4 maka dalam perkawinan 8 jantan 5. hitung jumlah benih yang dihasilkan dari setiap famili. Konversi pakannya baik. yang dapat di identifikasikan dengan pertumbuhan bobot badan > 70 % dari jumlah pakan yang diberikan 3 . Warna ikan nila yang masih mempunyai tingkat kemurnian yang baik dapat di identifikasi dengan adanya warna garis hitam tegas dan jelas terletak secara horisontal di bagian tubuh ikan.5 % perhari dari bobot ikan. calon induk mempunyai tingkat pertumbuhan yang paling cepat diantara kelompok ikan. Waktu matang gonad induk berumur 7 . minimal jumlah famili yang harus dikumpulkan adalah 30 famili. dengan berat badan rata-rata 300 gram per ekor untuk jantan dan 250 300 gram per ekor untuk betina.• • • • • • Tingkat pertumbuhan ikan. akan diperoleh famili sebanyak 32 yaitu 1 jantan dapat membuahi 4 betina sehingga satu jantan dapat membuat famili halfsib dan full sib sebanyak 32 famili fullsib dan 8 famili haflsib karena dari satu jantan akan dihasilkan empat keluarga fullsib maka 8 jantan akan ada 32 famili fullsib atau 8 famili halfsib. 3. sedang induk yang panjang badannya 20 cm menghasilkan 1500 butir telur). Bentuk badan melebar.

1.terbaik. Melakukan pemeliharaan pada kolam pembesaran ikan sampai ikan-ikan pada setiap famili berukuran induk dan lakukan pengukuran satu persatu pada setiap famili dan pilih sebanyak 20-30 ekor betina terbesar dan jantan terbesar sebanyak 10-20 ekor dari setiap famili. Pada jenis ikan nila wanayasa dapat diperoleh induk yang terseleksi secara famili dengan melakukan pemijahan ikan yang terpilih pada generasi ke tiga. 2. Intraspecipik hibridisasi yaitu perkawinan dalam satu species. Interspecifik hibridisasi yaitu perkawinan antara spesies yang berbeda. Sedangkan crossbreeding atau hibridisasi merupakan program persilangan yang dapat diaplikasikan pada ikan. dimana dapat dilakukan striping telur dan sperma. Berdasarkan hal tersebut para ahli genetika perikanan membagai hibridisasi ke dalam dua macam yaitu : 1. Outbreeding ini akan menghasilkan heterozigositas yang akan menguatkan individuindividunya terhadap perubahan lingkungan yang biasa disebut juga mempunyai fitnes yang tinggi. Hibridisasi akan mudah dilakukan apabila dapat dilakukan reproduksi buatan seperti halnya ikan mas dan ikan nila. kadang-kadang ada juga yang steril dan dapat menghasilkan strain baru (Rustidja. Hasil dari program ini dapat menghasilkan individu-individu yang unggul. Selain itu ada defenisi lain dari hibridisasi yang sebenarnya tidak jauh berbeda. Hibridisasi atau persilangan merupakan suatu upaya untuk mendapatkan kombinasi antara populasi yang berbeda untuk menghasilkan keturunan yang memiliki sifat unggul. 8. Hasil dari beberapa jenis ikan yang dilakukan persilangan biasanya 81 . kerang-kerangan maupun rumput laut. Sisanya dibuang atau dijual sebagai ikan ukuran besar dan induk yang terpilih dapat dilakukan untuk seleksi induk selanjutnya dengan melakukan pemijahan massal. masih dalam satu varietas atau beda varietas. Hibridisasi adalah perkawinan antara spesies yang berbeda.2. Oleh karena itu untuk memperoleh induk ikan yang mempunyai kemampuan hidup yang tinggi sebaiknya dalam proses budidaya harus dilakukan perkawinan yang terseleksi. kurang lebih 8 minggu kemudian tentukan 50% dari populasi yang terbaik pertumbuhannya untuk dipelihara lebih lanjut menjadi calon induk dan sisanya dijual. udang. 2005). Individu yang mempunyai heterosigositas yang tinggi maka akan mempunyai fitness yang tinggi pula. Outbreeding/Hibridisasi/ Crossbreeding Outbreeding adalah perkawinan antara individu-individu yang tidak sekerabat (berbeda induknya). Fitnes yaitu kemampuan relative pada organisma untuk bertahan hidup dan pemindahan gen untuk generasi berikutnya. Pada beberapa spesies ikan sangat berbeda untuk diperoleh induk unggulnya. 4. 7.

Disamping itu rata-rata ukuran morfometrik dan meristik dari ikan hibrid kebanyakan berada pada pertengahan (intermediate) diantara 82 . Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam produksi benih ikan hias baru-baru ini dari suatu populasi yakni persilangan antar varitas atau strain (hibridisasi intervaritas) yang memiliki tampilan morfologi dari spesies yang sama. bentuk. karakter lain dari hasil persilangan antara varitas adalah fertile yakni dari masing-masing jenis kelamin masih tetap mampu untuk menghasilkan keturunan walaupun peluang dari benih keturunan tersebut cenderung memiliki karakter fenotipe tampilan morfologi yang bervariasi. Kirpichnikov (1981). Hibridisasi merupakan persilangan antara varitas atau spesies yang secara morfologis memiliki perbedaan.paling mudah memperhatikan karakter fenotipe kualitatif misalnya : 1. 1981). Pada umumnya jenis-jenis ikan hias yang dihasilkan oleh para pembudidaya ikan banyak yang diperoleh dari hasil persilangan. Bentuk tubuh ikan Dalam kegiatan hibridisasi ini biasanya akan dihasilkan individu baru pada ikan konsumsi yang sudah dilakukan misalnya melakukan persilangan antara ikan nila hitam dengan ikan nila putih akan dihasilkan ikan nila yang berwarna tubuh ikan merah. Pola sisik pada ikan dapat dilakukan persilangan antara ikan yang mempunyai sisik antara lain: • Ikan bersisik bergaris disilangkan dengan ikan yang tidak mempunyai sisik • Ikan bersisik menyebar/kaca disilangkan dengan ikan yang bersisik penuh 4. dimana dapat dilakukan persilangan antara ikan yang mempunyai warna antara lain : • Ikan warna tubuh Albino disilangkan dengan ikan berpigmen normal • Ikan berwarna kuning/merah/putih disilangkan dengan ikan berwarna hijau/biru/abu-abu • Ikan berwarna bintik disilangkan dengan ikan tanpa bintik 2. Waynorovich dan Horvarth (1980) menyatakan bahwa ikan hasil hibridisasi interspesies adalah steril. Warna tubuh. Hibridsasi intervaritas adalah mempersilangkan antara induk jantan dan induk betina yang berasal dari spesies yang sama namun minimal memiliki dua karakter fenotipe tampilan morfologi yang berbeda (Kirpichnikov. Disamping itu. Tipe sirip pada ikan dapat dilakukan persilangan antara ikan yang mempunyai sirip antara lain: • Ikan bersirip kumpay disilangkan dengan ikan bersirip normal • Ikan bersirip kumpay disilangkan dengan ikan yang ekornya membundar 3. menyatakan bahwa perbedaan yang paling menonjol yang digunakan dalam hibridisasi intervaritas adalah perbedaan warna. ukuran dan kelengkapan biologis lain yang melekat pada organ tubuh. Perolehan ikan hybrid sangat bergantung pada karakter dari induk.

nilai rata-rata meristik induk.3. Seks reversal Seks reversal (monosex) adalah suatu teknologi yang membalikan arah perkembangan kelamin menjadi berlawanan. Cara ini dilakukan pada waktu menetas gonad ikan belum berdiferensiasi secara jelas menjadi jantan atau betina tanpa merubah genotipenya. Jenis ikan ini merupakan hasil persilangan balik antara ikan lele generasi ke dua dengan ikan lele generasi ke enam yang telah dibuat oleh Balai Besar Pengembangan Budidaa Air Tawar. Metode paling banyak dilakukan oleh petani ikan maskoki adalah hibridisasi karena disamping memiliki varitas yang banyak. Kirpichnikov (1981) menyatakan bahwa hasil perlakuan hibridisasi tidak hanya dilihat dari tampilan morfologi namun harus dilakukan pula pengukuran morfometrik dan meristik karena data yang diperoleh merupakan refleksi dari kekuatan penurunan karakter dari sumber gamet disamping kondisi lingkungan terjadi pada saat pembelahan sel mulai bekerja. adalah ikan mas (Cyprinus carpio). bentuk dan ukuran tubuh yang berbeda sehingga jumlah varitas akan lebih banyak.1. yang sangat bermanfaat dalam : 1. Mendapatkan ikan dengan pertumbuhan yang cepat Pada beberapa jenis ikan konsumsi ada beberapa jenis 83 . Pengertian tentang persilangan ikan ini ada berbagai pendapat misalnya crossbreeding merupakan persilangan juga tetapi bukan persilangan seperti hibridisasi. pada ikan keturunan sering diperoleh warna. Sukabumi. ikan guppi (Poecilia reticulata) dan ikan maskoki (Carassius auratus). Tujuan dari penerapan sek reversal adalah menghasilkan populasi monoseks (tunggal kelamin). ikan nila (Oreochromis niloticus) dan spesies ikan konsumsi lain karena disamping memiliki berbagai varitas juga keturunan hibrid telah mampu untuk dibudidayakan. Matsui (1935) menyatakan bahwa banyaknya varitas pada ikan maskoki merupakan akibat dari perkawinan antara mutan dengan induk asal atau antara mutan dengan mutan dari induk yang sama sehingga secara morfologi terdapat varitas ikan maskoki baru. Sementara pada spesies ikan konsumsi. Jenis ikan konsumsi yang merupakan hasil persilangan balik adalah lele sangkuriang yang telah direlease oleh Menteri Perikanan dan Kelautan pada tahun 2004. Hibridisasi didasarkan pada perbedaan tampilan morfometrik dan meristik. Beberapa spesies ikan air tawar yang sering digunakan dalam kegiatan persilangan adalah spesiesspesies ikan yang memiliki varitas yang banyak dan memiliki karakter morfologi yang dapat dibedakan secara jelas seperti populasi spesies ikan hias yang terdiri dari spesies ekor pedang (Xyphophorus maculatus). 4. melainkan persilangan balik. morfometerik dan Hibridisasi merupakan metode yang digunakan dalam upaya memperoleh ikan keturunan baru.

Rekayasa kromosom Teknologi seks reversal dengan rekayasa kromosom akan dibahas pada bab IX secara detail pada subbab ini akan dibahas teknologi seks reversal dengan menggunakan terapi hormon. Pada kelompok udang-udangan khususnya lobster untuk yang berjenis kelamin jantan mempunyai pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan betina. misalnya ikan nila jantan mempunyai pertumbuhan lebih cepat pada ikan bentina. ikan mas. Teknologi seks reversal dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu : 1. selain itu waktu yang dibutuhkan untuk memelihara ikan tersebut lebih cepat sehingga terjadi efisiensi biaya produksi dan keuntungan akan meningkat. seperti ikan nila. Oleh karena itu jika yang dipelihara pada ikan hias adalah ikan jantan maka akan diperoleh hasil yang lebih menguntungkan karena nilai jualnya lebih mahal. Terapi hormon yaitu dengan menggunakan hormon steroid 2. Mendapatkan penampilan yang baik Ikan yang dinikamati keindahan warna tubuhnya adalah ikan hias. 2. Oleh karena itu bagi para pembudidaya yang akan memelihara jenis ikan tersebut dengan menggunakan populasi tunggal kelamin akan lebih menguntungkan dibandingkan jika memelihara ikan dengan populasi dua kelamin. Menurut Koolman & Rohm (2001) hormon adalah bahan kimia pembawa sinyal yang dibentuk dalam sel-sel khusus pada kelenjar endokrin. 3. Hormon disekresikan ke dalam darah kemudian disalurkan ke organ-organ yang menjalankan 84 . tetapi pada jenis ikan lainnya yaitu ikan mas pertumbuhan ikan betinanya justru lebih cepat dibandingkan dengan ikan jantan. Induk ikan yang galur murni ini akan mempunyai gen yang homozigot sehingga untuk melakukan perkawinan pada induk yang homozigot tanpa mempengaruhi karakter jenis kelamin ikan tersebut dilakukan aplikasi seks reversal pada induk galur murni sehingga pemurnian gen itu masih tetap bertahan. hampir semua jenis ikan hias yang berkelamin jantan mempunyai warna tubuh yang lebih indah dibandingkan dengan ikan bentinanya. Mencegah pemijahan liar Dalam kegiatan budidaya ikan jika memelihara ikan jantan dan betina dalam satu wadah budidaya maka tidak menutup kemungkinan ikan tersebut pada saat matang gonad akan melakukan pemijahan yang tidak diinginkan pada beberapa jenis ikan yang memijahnya sepanjang masa.ikan dimana pertumbuhan ikan jantan mempunyai pertumbuhan yang lebih cepat daripada ikan betina. Menunjang genetika ikan yaitu teknik pemurnian ras ikan Pada kegiatan rekayasa genetika misalnya ginogenesi akan diperoleh induk ikan yang mempunyai galur murni. 4.

ikan dapat dibagi menjadi tiga tipe. yaitu spesies yang semua individunya betina Ekspresi atau perwujudan seks bergantung pada dua proses. atau sekumpulan gen yang bertanggungjawab terhadap pembentukan gonad. sehingga informasi yang diperoleh dapat diteruskan ke sel-sel akhirnya menghasilkan suatu respon. fungsi hormon hanya mempercepat proses perubahan tersebut. pada ikan hermaprodit setelah melewati rentang waktu tertentu. Hormon lipofilik masuk kedalam sel dan bekerja pada inti sel. Kedua proses tersebut secara bersamasama bertanggung jawab pada timbulnya dua kemungkinan morfologi. sedangkan hormone hidrofilik bekerja pada membran sel. Penentu seks merupakan sejumlah unsur genetik yang bertanggung jawab terhadap keberadaan gonad. Pesan hormon disampaikan pada sel-sel sasaran menurut dua prinsip yang berbeda. sedangkan diferensiasi seks bertanggung jawab pada perkembangan yang nyata dari kedua jenis gonad (seks genotipe). yang merupakan pewarisan seks atau heterokromosom. Hermaprodit (hermaphroditism). Teknik sex reversal mulai dikenal tahun 1937 ketika estradiol 17β disintesis untuk pertama kalinya. yaitu kedua jenis kelamin berada pada individu yang sama. Uniseksualitas (unizexuality). serta perilaku pada individu jantan dan betina. yaitu jantan dan betina. yaitu : 1. Berdasarkan tipe reproduksinya. 3. Teknik sex reversal berbeda dengan hermaprodit. fungsional.fungsi-fungsi regulasi tertentu secara fisiologik dan biokimia. yaitu determinasi seks dan diferensiasi seks. Terdapat tiga model penentu seks yang dapat diterapkan pada ikan. Determinasi seks bertaggung jawab pada seks genetik (seks genotipe). yaitu memiliki jenis kelamin yang terpisah 2. Sistem kromosom determinasi seks betina atau jantan XX/XY. gonad secara alamiah akan berubah menjadi jenis kelamin yang berlawanan. Sedangkan pada teknik sex reversal perubahan jenis kelamin ikan sangat dipaksakan dengan membelokkan perkembangan gonad menjadi jantan atau betina dengan proses penjantanan (maskulinisasi) atau pembetinaan dengan (feminisasi). Dalam perjalanannya teknik sex reversal telah mengalami beberapa perbaikan berawal dari perlakuan sex reversal yang baik dilakukan pada saat beberapa hari setelah menetas. Sel-sel sasaran pada organ sasaran memiliki reseptor yang dapat mengikat hormon. yaitu sebelum gonad berdiferensiasi. Gonokhorisme (gonochorism). yaitu : • Kromosom. • Penentu seks poligenik (polifaktorial) adalah suatu sistem penentuan seks dimana terdapat gen penentu seks jantan dan betina epistatik (superior) yang berada pada autosom maupun heterokromosom. terus berkembang hingga penerapanyang dilakukan pada induk yang sedang bunting. 85 .

Proses diferensiasi seks adalah suatu proses perkembangan gonad ikan menjadi suatu jaringan yang definitif (pasti). Upaya pengontrolan proses diferensiasi seks dilakukan dengan pemberian steroid seks dari luar tubuh (eksogenous) pada ikan yang belum berdiferensiasi. Proses diferensiasi seks pada betina ditandai dengan meiosis oogonia dan/atau perbanyakan sel-sel somatik membentuk rongga ovari. estriol atau ethynil estradiol. efisiensi. hal ini dapat terjadi karena pada beberapa jenis ikan (lele amerika) terdapat suatu zat yang menyerupai enzim aromaterase sehingga hormon 17α metiltestosteron yang masuk ke dalam tubuh terlebih dahulu dikonversi menjadi estradiol 17β dan berfungsi sebagai hormon sehingga terjadi penyimpangan hingga 100%. Cara yang dilakukan adalah dengan mencampur hormon 17 α metyltestoesteron secara merata dengan pakan dengan dosis disesuaikan jenis ikan yang akan diaplikasikan.• Penentu seks oleh lingkungan. Androgen (hormon jantan) : Testoteron. Pemberian steroid seks sebaiknya diberikan sebelum muncul tanda-tanda diferensiasi gonad dengan menggunakan hormon estrogen atau androgen. Pada pakan buatan. Oral Metoda oral adalah metode pemberian hormon melalui mulut yang dapat dilakukan dengan pemberian pakan alami maupun pakan butan. Hormon ini memberikan efek perubahan dari jantan menjadi betina (feminisasi). terutama suhu media selama perkembangan larva. yang terjadi terlebih dahulu pada betina dan kemudian baru terjadi pada jantan. Ikan-ikan hasil sex reversal pada umumnya mengalami perubahan kelamin yang bersifat permanen dan berfungsi normal. Dalam penerapan sex reversal dengan menggunakan terapi hormon dapat diberikan beberapa cara yang didasarkan pada efektifitas. melibatkan interaksi antar genotipe dan lingkungan. Hormon steroid secara alamiah terlibat dalam proses diferensiasi seks. androstendion. hormon dilarutkan dalam pelarut polar seperti alkohol. esteron. Pemberian hormon 86 . sebaliknya pada diferensiasi seks pada jantan ditandai dengan muculnya spermatoonia serta pembentukan sistem vaskular pada testis. Gonad ikan pada saat baru menetas masih berupa benang yang sangat halus dan belum berdiferensiasi menjadi jantan atau betina. 2. Estrogen (hormon betina) : Estradiol-17 β. Jenis-jenis hormon steroid yang dapat digunakan dalam terapi hormon antara lain adalah : 1. 17 α-Methyl Testoteron. Cara pemberian hormone dalam teknologi seks reversal dapat dilakukan dengan beberapa cara antara alin adalah : 1. Hormon ini memberikan efek perubahan dari betina menjadi jantan (maskulinisasi). kemungkinan polusi dan biaya. Pada sex reversal terkadang terjadi penyimpangan ekstrim yang dialami.

(2001). dan lama perendaman tergantung dosis hormon yang diaplikasikan. namun lebih hemat pada penggunaan hormone. Prinsip kerja pencampuran hormon pada pakan yakni hormon dilarutkan dan diencerkan dalam alkohol. Menurut Muhammmad Zairin Jr. Perendaman (dipping/bathing) Metoda perendaman (dipping). Selanjutnya Anonim. karena dinggap embrio telah kuat dalam menerima perlakuan. dimana semakin banyak dosis hormon maka semakin singkat waktu perendaman dan demikian juga sebaliknya. Kemudian larutan hormon dicampurkan dengan pakan buatan berupa pellet serbuk dengan cara menyemprotkan larutan hormon secara merata kepermukaan pakan dengan menggunakan sprayer. pemberian akriflavin dengan dosis 15 mg/kg pakan dengan frekwensi pemberian pakan 3 – 4 kali sehari menghasilkan 89% ikan jantan dengan survival rate 88%.0 gram/liter air. Metode ini dapat diaplikasikan pada embrio. Dengan pencampuran hormon pada pakan juga sangat efisien dalam pemakaian dosis hormon dan kemudahan memperoleh pakan ikan. Kelemahan cara ini adalah obat atau hormone terlau jauh mengenai target gonad. dan pada larva ikan yang masih belum mengalami diferensiasi jenis kelamin (sex). larva perlu menyesuaikan jenis pakan buatan sehingga apabila pakan tidak segera dimakan maka kemungkinan besar hormon akan tercuci kedalam media budidaya. karena ada anggapan pada stadia ini gonad masih berada 87 . mengatakan bahwa berdasarkan penelitian sampai saat ini teknik penghormonan melalui oral paling banyak digunakan para pembudidaya ikan karena hasil yang diperoleh lebih dari 95 sampai 100% bila dibandingkan dengan perendaman yang menghasilkan 70 – 80%. yaitu dengan cara merendamkan larva ikan ke dalam larutan air yang mengandung 17 α metyltestoesteron dengan dosis 1. Perendaman juga dapat dilakukan pada umur larva yang telah habis kuning telurnya.pada pakan alami dapat dilakukan dengan teknik bioenkapsulasi. pakan dibiarkan di udara terbuka di tempat yang tidak terkena sinar matahari (di angin-anginkan) agar alkohol dapat menguap. (2002). Sedangkan kelemahan metoda oral ini adalah pada awal pemberian pakan. Secara detail teknik tentang bioenkapsulasi ini dijelaskan secara detail pada bab VII. Perendaman yang dilakukan pada fase embrio dilakukan pada saat fase bintik mata mulai terbentuk. Setelah tercampur dengan merata. Selanjutnya pakan yang telah tercamput hormon dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan di simpan di dalam lemari pendingin 2.

Menurut Zairin Jr (2002) Secara umum dosis yang terlalu tinggi akan mendorong sterilitas dan dosis yang terlalu rendah akan mendorong sex reversal yang tidak sempurna sehingga bakal testis dan ovari dapat dijumpai pada saat bersamaan. maka harus dilakukan uji progeni. 2001). Larva yang dipergunakan dalam penerapan teknologi sex reversal ini adalah larva yang berumur antara 5 – 10 hari setelah menetas atau pada saat tersebut panjang total larva berkisar antara 9.pada fase labil sehingga mudah dipengaruhi oleh rangsangan luar. Hal ini biasanya berhubungan dengan kesesuaian dosis yang diberikan. Kelemahannya adalah efektifitas hormone berkurang karena jauh mengenai target gonad.(Anonim. Pemeriksaan gonad dilakukan dengan cara membedah ikan terlebih dahulu yang kemudian diambil gonadnya secara hatihati. Selain itu mungkin saja dijumpai individu yang steril/abnormal karena gonadnya tidak dapat berkembang. 3. karena ikan harus dimatikan terlebih dahulu untuk diambil gonadnya. Larutan ini dibuat dengan cara melautkan 0. Suntikan/implantasi Metode suntikan atau implantasi ini biasanya hanya dapat dilakukan pada ikan yang berukuran dewasa. Asetokarmin adalah larutan pewarna yang digunakan untuk mewarnai jaringan gonad. Proses penyuntikan dilakukan pada bagian punggung ikan dengan dosis yang disesuaikan dengan jenis dan ukuran ikan.6 g bubuk karmin didalam 100 ml asam asetat 45%. Larutan dididihkan selama 2 – 4 menit kemudian didinginkan. Perlu diperhatikan bahwa pengubahan jantanisasi (maskulinisasi) kadang-kadang menunjukkan penyimpangan seperti ditemukan individu yang memiliki bakal testis dan sekaligus bakal ovari. dimana ikan dengan umur serta ukuran seperti tersebut di atas secara morfologis masih belum mengalami diferensiasi kelamin. Metode asetokarmin Identifikasi gonad dengan metode asetokarmin dilakukan hanya untuk keperluan penelitian. Setelah dilakukan aplikasi teknologi seks reversal pada individu ikan. Perendaman induk betina yang sedang bunting juga merupakan salah satu alternative pada metode dipping namun harus dipertimbangkan efektifitas dan efesiensinya sehingga induk yang direndam sebaiknya indukinduk yang berukuran kecil. Gonad yang sudah terambil diletakkan pada gelas objek dan diberi larutan asetokarmin 2 – 3 88 . Terdapat dua metode yang digunakan dalam identifikasi jenis kelamin. antara lain adalah : 1. kemudian disaring dengan kertas saring dan disimpan dalam botol yang tertutup rapat pada suhu ruang. Uji progeni ini untuk menentukan apakah ikan yang telah ditreatment tersebut sudah berubah kelamin.0 sampai 13 mm .

selang sipon. 2. spuit suntik sebagai alat untuk mengambil larutan hormon dan botol gelas yang berwarna gelap sebagai wadah pelarutan hormon dengan alcohol. lalu tutup dengan gelas penutup dan siap diamati di bawah mikroskop. selang aerasi. dan wadah pemeliharaan larva. perendaman larva untuk rainbow dan pemberian pakan. Langkah awal dalam melakukan seks reversal adalah menyiapkan wadah yang akan digunakan. Peralatan yang digunakan pada teknik sex reversal adalah peralatan lapangan pemeliharaan ikan yang berupa seser.tetes. Cara ini apat dilakukan pada ikan-ikan yang memiliki dimorfisme seksual yang jelas antara jantan dan betina. larva dan pemberian pakan. cupang. dan batu aerasi. Aplikasi seks reversal telah berhasil dilakukan pada beberapa jenis ikan berdasarkan hasil penelitian antara lain adalah : 1. hand sprayer digunakan untuk menyemprotkan larutan hormon dalam pakan. bak fiber. spuit suntik sebagai alat untuk mengambil larutan hormon dan botol gelas yang berwarna gelap sebagai wadah pelarutan hormon dengan alcohol 89 . baskom plastik sebagai wadah perendaman induk atau larva. aerator sebagai penyuplai udara. Ikan konsumsi : nila dan mas. aerator. Peralatan yang akan digunakan sebaiknya disanitasi terlebih dahulu dengan menggunakan larutan desinfektan atau sabun cuci untuk menghindari ikan yang akan dipelihara dari hama penyakit yang kemungkinan terbawa pada wadah. Selain peralatan lapangan. dengan perendaman embrio. Metode morfologi Identifikasi kelamin dengan pengamatan morfologi adalah cara terhemat karena tidak harus mematikan ikan yang akan diamati. Wadah yang dapat digunakan untuk melakukan teknik sex reversal antara lain adalah akuarium. Wadah-wadah yang digunakan yang mendasar adalah wadah pemeliharaan induk dapat berupa kolam semen atau bak-bak plastik. bak semen. perendaman induk untuk ikan guppy. bak plastik. Sedangkan peralatan yang diperlukan pada perlakuan melalui rendaman antara lain. tetra kongo dan rainbow trout dengan menggunakan metode perendaman embrio untuk ikan cupang dan tetra kongo. Ikan hias : ikan guppy. wadah perlakuan yang berupa akuarium dengan ukuran yang menyesuaikan dengan kepadatan ikan yang akan diberi perlakuan. untuk melakukan teknik sex reversal juga diperlukan peralatan dalam perlakuan melalui pakan yaitu. Wadah untuk teknik sex reversal dapat dikelompokan berdasarkan kebutuhan dan jenis metode yang akan digunakan. 2. baskom yang digunakan sebagai wadah dalam pembuatan ramuan pakan. kemudian dicincang dengan pisau skalpel sampai halus. sendok kayu digunakan untuk mengaduk dan meratakan larutan hormon.

dosis penghormonan 40 mg/kg pakan. Timbanglah pakan yang dibutuhkan untuk larva sesuai dengan dosis yang sudah ditentukan (Feeding rate 30 – 40% per bobot biomassa/hari) dikalikan selama 10 hari pemberian pakan. Simpanlah hormon yang sudah dianginkan pada kantong plastik yang berwarna gelap dengan ditutp rapat-rapat baik sebelum maupun sesudah dipakan. Untuk menghilangkan alkohol anginanginkanlah pakan tersebut sampai bau alkoholnya sudah tidak menyengat lagi. 5. Dalam prosedur ini akan dibuat pakan berhormon untuk jenis ikan nila. Campurlah larutan hormon dengan pakan dengan cara menggunakan hand sprayer disemprotkan secara merata pada pakan. selanjutnya hitunglah jumlah populasi larva. 3. Adapun prosedur yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1. 4. 6. Misalnya jumlah kebutuhan pakan 250 gram. pakan alami atau buatan (bila melalui metode oral) dan air bersih yang telah diendapkan selama 12 – 24 jam sebagai media perendaman (bila menggunakan metode dipping) Pembuatan pakan berhormon Dalam aplikasi seks reversal dengan metode oral melalui pemberian pakan berhormon maka dosis hormon yang digunakan akan sangat spesifik untuk jenis ikan tertentu. lalu kalikan dengan berat rata-rata larva untuk mendapatkan berat total larva. atau dapat juga disimpan dalam reprigrator (+ 4o C) 10.Bahan-bahan yang harus disediakan antara lain hormon 17α metiltestosteron atau estradiol 17β sesuai dengan kebutuhan dan tujuan sex reversal. 8. Timbanglah biomassa larva yang akan diberi perlakuan penghormonan yaitu dengan cara mengambil dan menimbang beberapa sampel untuk kemudian hasil penimbangan sampel dibagi dengan jumlah rata-rata larva sampel untuk mendapatkan berat rata-rata larva. Larutkanlah hormon tadi ke dalam alkohol tersebut sebanyak 10 ml ( 1mg/ml). Pada 90 . lalu simpan dalam botol berwarna gelap (tidak bening). alcohol sebagai pelarut hormon. Tangkaplah larva ikan yang akan diberikan perlakuan dari kolam/bak pemijahan 2. Siapkanlah hormon yang akan digunakan sesuai kebutuhan. 7. maka timbanglah hormon sebanyak 10 mg. Siapkanlah larutan alkohol dengan konsentrasi 70% sesuai dengan kebutuhan. Diskusikan secara berkelompok tentang prosedur pembuatan pakan berhormon Pembuatan larutan perendaman Aplikasi seks reversal pada ikan guppy bertujuan untuk menghasilkan ikan berjenis kelamin jantan. Pilihlah larva yang masih berumur di bawah 10 hari dengan melihat kriteria yang sesuai dengan ciri-ciri yang sudah ditentukan. 9.

4. Pada metode perendaman. hasilnya 95-100% jantan • Ikan guppy. Penerapan seks reversal yang telah dilakukan penelitian oleh beberapa peneliti yang telah disusun dalam Zairin (2002) sangat berbeda untuk jenis ikan tentang dosis dan hasil yang diperoleh antara lain adalah : • Ikan mas : 100 mg/kg pakan selama 36 hari pada larva 8 – 63 hari. kemudian tuangkan hormon kedalam wadah berisi 10 liter air pemeliharaan . menghasilkan 97% betina • Ikan nila 10 – 60 mg /kg pakan. hasil 100% jantan • Congo tetra fase bintik mata. hasil 70% jantan • Ikan guppy. menghasilkan 71 – 90% betina • Ikan mas : 100 mg/kg pakan selama 36 hari. 1-2 mg/liter media selama 24 jam pada betina bunting. 3. peliharalah anak yang dihasilkan sampai berumur 2-3 bulan dan diidentifikasi jenis kelaminnya secara morfologis dan histologis. Ikan guppy biasanya mengalami masa bunting selama 40 hari. selama 10 – 15 hari. 2002). Pindahkan induk ikan guppy yang telah direndam ke dalam akuarium dan amati proses kelahiran anak dan hitung jumlah anak yang dihasilkan 6. 5. 20 mg/liter media selama 8 jam. Pilihlah induk ikan guppy yang sedang bunting dengan melihat bentuk tubuhnya dan pilihlah induk yang akan melahirkan 8 hari kemudian sebanyak 50 ekor. pakan berhormon-cacing-pakan berhormon. Siapkan alat dan bahan yang akan diperlukan 2. dosis yang digunakan adalah 2 mg/l air dan lama perendaman selama 12 jam sampai 24 jam pada induk ikan yang sedang bunting dan memberikan hasil 100% jantan. Tutup dan kocok sampai hormon larut. Teknik seks reversal pada ikan guppy dapat dilakukan dengan dua metode yaitu perendaman induk dan pemberian pakan berhormon. 400 mg mt/kg pakan.5 ml larutan alkohol 70%. 25 mg/liter media selama 8 jam. hasil 85% jantan 91 . beri aerasi dan siap untuk digunakan. Masukkan induk tersebut kedalam larutan hormon dan rendam selama 24 jam. umur 21-28 hari.ikan guppy jenis kelamin jantan mempunyai warna dan bentuk tubuh yang lebih indah dibandingkan dengan ikan betina. pada suhu 20 – 25 oC. selama 10-15 hari pada betina bunting. hasil 89% jantan • Betta splendens/cupang fase bintik mata. Sedangkan dengan metode pemberian pakan dengan dosis 400 mg/l dengan lama perlakuan 10 hari hanya menghasilkan 58% jantan (Zairin. Adapun prosedur pembuatan larutan perendaman adalah sebagai berikut : 1. Buatlah larutan hormon dengan cara timbang hormon sebanyak 20 mg dan masukkan dalam tabung polietilen dan tambhakan 0.

perhitungan nisbah kelamin untuk mengetahui keberhasilan teknik sex reversal dengan rumus : jumlah individu jantan % jantan = jumlah individu total jumlah individu betina % betina = jumlah individu total Inbreeding Inbreeding adalah perkawinan antara individu-individu yang sekerabat yaitu berasal dari jantan dan betina yang sama induknya dan pada varietas yang sama. Homozigositas ini berari hanya ada satu tipe alel untuk satu atau lebih lokus. Tulung Agung dan Bogor mempunyai stabilitas perkembangan yang rendah akibat telah mengalami tekanan silang dalam yang ditunjukkan dengan tingginya nilai fluktuasi asimetri dan adanya individu yang tidak tumbuh sirip dada dan sirip perut pada kedua sisinya 92 x 100% x 100% x 100% c. Menurut Nurhidayat (2000). peningkatan frekuensi ketidak normalan bentuk dan penurunan laju pertumbuhan ikan. Kehomozigotan ini akan melemahkan individu-individunya terhadap perubahan lingkungan. perbandingan jenis kelamin yang dihasilkan.Keberhasilan teknik sex reversal dapat diketahui melalui beberapa parameter antara lain : a. Silang dalam menyebabkan heterozigositas ikan berkurang dan keragaman genetik menjadi rendah. lele dumbo yang berasal dari Sleman. Selain itu silang dalam akan menyebabkan penurunan kelangsungan hidup telur dan larva. Daya tetas telur atau kualitas larva yang dihasilkan Jumlah telur yang menetas Perhitungan daya tetas telur = Jumlah telur awal b. Derajat kelangsungan hidup larva yang dihitung setelah beberapa hari pemeliharan Jumlah larva yang hidup Derajat kelangsungan hidup = x 100% Jumlah larva awal Nisbah kelamin. . Inbreeding atau silang dalam akan menghasilkan individu yang homozigositas. Hal ini dapat dihitung setelah 2-3 bulan pemeliharaan larva.

Dalam memperoleh induk ikan yang mempunyai galur murni dapat dilakukan dengan dua metode yaitu : 1. memperlihatkan bahwa silang dalam memberikan dampak negatif dalam budidaya ikan. yang mempunyai arti lain yaitu melakukan perkawinan yang dekat sekali kaitan kekeluargaannya misalnya anak dan tetua atau antar saudara sekandung. Closed breeding. Oleh karena itu fluktuasi asimetri merupakan indikator untuk mengetahui adanya silang dalam.Jadi tujuan penerapan silang dalam (inbreeding) hanya bertujuan untuk memperoleh induk ikan yang mempunyai galur murni. Closed breeding berarti perkawinan yang tertutup. Menurut Tave (1986) pengaruh 93 . minimal harus mempunyai induk dengan jumlah lebih dari 25 pasang agar tidak terjadi inbreeding. misalnya pada ikan mas nilai Nenya adalah > 50 ekor yang berarti jika para pembudidaya akan melakukan program pembenihan ikan mas dalam suatu hatchery. Tetapi dalam program untuk memperoleh individu galur murni hanya dapat dilakukan dengan menerapkan program breeding ini. nilai Nenya adalah > 133 ekor . Pada ikan nila. sedangkan pada ikan lele adalah 50 ekor. Perkawinan antara saudara sekandung atau antara individu-individu yang sefamili akan mengakibatkan pembagian alel-alel melalui satu atau lebih dari leluhur yang sama. Berdasarkan beberapa parameter pengukuran dalam menentukan apakah pada suatu populasi telah mengalami tekanan silang dalam. individu galur murni mempunyai homozigositas yang tinggi. ferkuensi gen tidak berubah tetapi homosigositas meningkat. Perkawinan antara individu-individu yang sekerabat ini yang sangat dekat kekerabatannya biasa terjadi dalam suatu populasi ikan yang sangat kecil.(abnormal). Bila perkawinan individu ini terjadi maka alel-alel yang mereka dapatkan dari leluhur yang sama akan diperoleh kembali. Program breeding ini merupakan program konvensional dalam memperoleh induk ikan yang galur murni. Selain itu individu yang mengalami tekanan silang dalam mempunyai ketahanan terhadap perubahan lingkungan yang rendah. Berdasarkan hasil penelitian nilai Ne untuk setiap jenis ikan berbeda. Oleh karena itu untuk menghindari terjadinya silang dalam pada program penegmbangbiakan ikan dibutuhkan suatu penerapan effective breeding number (Ne) pada ikan budidaya. Dengan melakukan silang dalam. Fluktuasi asimetri ini merupakan perubahan organ atau bagian tubuh sebelah kiri dan kanan yang menyebar normal dengan rataan mendekati nol. individu yang homozigot kurang mampu mengimbangi keragaman lingkungan dan memproduksi energi untuk pertumbuhan dan perkembangan. Maka hal ini akan mengakibatkan keturunan yang dihasilkan adalah individu-individu yang homozigot dari satu atau lebih lokus. Menurut Leary et al (1985).

003906 0.49218 0.25 0.5 0.48437 0.5 0.75% pada gen individu G. 1986) Generasi P1 F1 F2 F3 F4 F5 F6 F7 F8 F9 Fn Frekuensi genotipe f(AA) 0.5 0.5 0.49804 0.5 f(Aa) 0.5 0.49218 0.5 0.5 0.000976 0. aa X aa (Tave.5 0.2.25 0.0 f (aa) 0.5 0.375 0.4375 0.5 0. Aa X Aa.3125 0.1.49804 0. Pengaruh silang dalam terhadap frekuensi genotipe dan frekuensi alel dalam lokus. Line breeding berarti perkawinan satu jalur yaitu perkawinan keluarga yang bertujuan untuk meningkatkan sifat-sifat tertentu baik yang berasal dari nenek moyang bersama yang jantan maupun betina terhadap kostitusi genetik pada progeninya.5 0.007812 0. 2.5 0.5 0.5 0.46875 0.49609 0.5 f(a) 0.001953 0.48437 0.5 0.375 0. Untuk membedakan kedua program linebreeding ini menurut Tave (1986) dapat dilihat pada Gambar 4. sedangkan pada intense linebreeding individu A berkontribusi 93.49951 0.49951 0.49609 0.2.25 0.5 0. Perkawinan setiap generasi : AA X AA.5 0.15625 0.12% pada gen individu K.4375 0.125 0.5 0.5 Frekuensi Alel f(A) 0.5 0. Line breeding.46875 0. Tabel 4.silang dalam terhadap frekuensi genotipe dan frekuensi alel dalam lokus dapat dilihat pada Tabel 4. Bentuk line breeding yang sering dilakukan adalah backcross kepada orangtuanya yang sama untuk beberapa generasi.0625 0.5 0. Menurut Tave (1986) prosedur linebreeding dapat dilakukan dengan dua tipe yaitu Mild Linebreeding dan Intense Linebreeding.5 0. Dari hasil mild linebreeding bertujuan untuk individu A berkontribusi 53.49902 0.49902 0.5 94 .

atau kolam tanah dengan pematang dari tembok.Mild Linebreeding A X ↓ C X ↓ E X ↓ H X ↓ A X ↓ K J I G D B Intense Linebreeding A X B ↓ A X C ↓ A X D ↓ A X E ↓ G Gambar 4. pengontrolan dan yang terpenting dapat mencegah terjadinya memijah diluar kehendak “mijah maling”. Setiap kolam dilengkapi dengan saluran pemasukan dan pengeluaran air. 1986). Aplikasi seleksi induk pada budidaya Dalam aplikasi budidaya para petani ikan biasanya melakukan pemeliharaan terhadap induk ikan yang diperoleh dari hasil budidaya dengan cara induk jantan dan betina dipelihara secara terpisah. Kolam induk berupa kolam tanah. maka luas kolam induk jantan dan betina masing-masing berkisar 15 – 30 meter persegi. Diagram skematik perkawinan dua tipe linebreeding yaitu mildline breeding dan intense line breeding (Tave. Untuk memudahkan dalam pengelolaan dan efisiensi penggunaan kolam. 95 . Biasanya kolam induk hanya disesuaikan dengan kondisi lahan dan keuangan. Agar diperoleh kematangan induk yang memadai. Kepadatan penebaran induk antara 3 – 4 kg/m2. sedangkan ketinggian air dikolam induk antara 60 – 75 cm. Tidak ada ketentuan khusus tentang ukuran kolam untuk pemeliharaan induk. Hal ini lebih memudahkan dalam pengelolaan. kolam tembok.1. Di kedua saluran ini biasanya dilengkapi dengan saringan agar induk-induk tersebut tidak keluar atau kabur.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4. jika di raba bagian perut terasa lembek dan alat kelamin berwarna kemerah merahan. Jenis pakan yang diberikan berupa pakan buatan berupa pelet sebanyak 3 – 5 % perhari dari bobot induk yang dipelihara.1. Seleksi Induk Ikan Lele Seleksi induk ikan lele secara umum di mulai dari ikan ukuran benih (5-10 cm ). selanjutnya calon induk tersebut dilakukan seleksi induk secara berkala sampai mendapat induk yang benar-benar baik dan sesuai dengan kebutuhan.3.setiap hari induk di beri pakan bergizi. tidak cacat. bagian perut relatif lebih besar. Kegiatan pembenihan ikan lele diawali dengan seleksi induk. Benih/calon induk tersebut dipelihara didalam kolam dengan baik. Induk ikan lele betina tampak atas (kiri) dan genital papilla (kanan) 96 . sedangkan induk jantan dicirikan dengan genitalnya meruncing ke arah ekor.5. Induk yang akan dipilih adalah induk jantan dan betina yang matang gonad. 4.2.1. Ada juga induk ikan yang diberikan pakan berupa limbah peternakan ayam (ayam yang mati) yang dibakar atau direbus terlebih dahulu. Gambar 4. perut ramping dan pada ujung alat kelamin berwarna kemerahan selain itu ada perubahan warna tubuh menjadi coklat kemerahan. Benih ikan yang baik untuk induk di pilih dengan ciri-ciri antara lain adalah memiliki pertumbuhan yang lebih cepat. gerakan lambat.2 dan Gambar 4. gerakan lincah dan memiliki bentuk tubuh yang baik. Ciri-ciri induk betina ikan lele adalah genital papila berbentuk bundar (oval).

2. • Jika bagian perut secara perlahan diurut ke arah anus.Gambar 4. Gerakannya lambat.5. Seleksi induk ikan Mas Induk ikan Mas yang akan dipijahkan sebaiknya dipelihara dalam tempat yang terpisah antara jantan dan betina agar pertumbuhan induk ikan opimal dan tidak terjadi perkawinan yang tidak diinginkan. • Lubang kelamin berwarna kemerahan dan tampak agak membesar. Selain itu. 4. akan keluar beberapa butir telur berwarna hijau tua dan ukurannya relatif besar. Hal ini bertujuan untuk menghindari mijah maling.3. kemudian diberok (dipuasakan) selama 2 hari.1. Selama pemberokan induk jantan dan betina dipisahkan. Induk ikan lele jantan tampak atas (kiri). genital papilla (kanan) Induk yang sudah dipilih berdasarkan matang gonadnya. Hal ini disebabkan lemak pada tubuh ikan dapat menghambat ovulasi telur pada betina dan pengeluaran sperma pada induk jantan. Ciri-ciri induk betina lele dumbo yang siap untuk dipijahkan sebagai berikut: • Bagian perut tampak membesar ke arah anus dan jika diraba terasa lembek. Tujuan dari pemberokan ini adalah untuk mengurangi kandungan lemak pada tubuh ikan. Dalam pemeliharaan induk ikan Mas harus dilakukan dengan baik dan benar 97 . pemisahan induk tersebut bertujuan mempercepat pemijahan ikan. • Ciri-ciri induk jantan lele dumbo jantan yang telah siap untuk dipijahkan sebagai berikut : • Alat kelamin tampak jelas memerah • Warna tubuh agak kemerahmerahan • Tubuh ramping dan gerakannya lincah. Induk yang akan diberok dipisahkan antara induk jantan dan betina.

Adapun ciri-ciri induk jantan dan betina ikan Mas dapat dilihat pada Tabel 4. baik jantan maupun ikan betina. pakan yang diberikan harus mempunyai kadar protein 30-35%. tahan terhadap penyakit dan perubahan lingkungan serta responsive terhadap pakan.1 kg/m2 – 0. Induk ikan yang baik sebaiknya dipelihara dari masa benih. Pemeliharaan induk ikan Mas merupakan salah satu aspek penting yang harus dilaksanakan dalam program pengembangbiakan ikan Mas.agar diperoleh induk yang siap dan unggul untuk dikawinkan. badan tebal dan berpunggung tinggi. • Calon induk harus berasal dari keturunan yang berbeda. diantaranya adalah: • Calon induk harus mempunyai karakter morfologis dengan kriteria sebagai berikut: bentuk tubuh kekar. Calon-calon induk yang telah di seleksi dipelihara di kolam pemeliharaan induk sampai siap untuk dipijahkan.6-0. yaitu kandungan oksigen terlarut minimal 5 ppm. Umur ikan Mas jantan 10-12 bulan dengan bobot 0. • Padat penebaran calon induk berkisar antara 0. hal tersebut dapat dilihat dari gerakan yang incah.1. Calon induk jantan dan betina dipilih berdasarkan ciri-iri morfologisnya yang baik. suhu air berkisar25-300C dan air tidak tercemar. • Calon induk harus mempunyai sifat cepat tumbuh. sehat dan mempunyai nafsu makan yang baik. Pemeliharaan benih calon induk sebaiknya dilakukan sejak pemanenan. Induk ikan Mas yang akan dipijahkan harus benar-benar dapat dibedakan antara jantan dan betina. yang harus diperhatikan adalah: • Pemeliharaan pakan yang teratur. sedangkan induk betina yang ideal mencapai matang gonad pada umur 1. daerah perut melebar dan datar. kepala lancip dan lebih kecil dari lebar tubuh (1 : 1.5). benih umur 1 bulan. Induk ikan Mas jantan lebih cepat matang gonad dibandingkan dengan ikan Mas betina. 98 .75 kg sudah sampai matang kelamin. Dalam pemeliharaan calon induk ini harus diberi pakan yang cukup dan bergizi. warna cerah. tumbuh bongsor. • Kondisi kolam pemeliharaan harus optimal.25 kg/m2. pangkal ekor kuat dan lebar. jumalh pakan yang diberikan per hari berkisar antara 2-3% dan frekuensi pemberian pakan sebanyak 2-3 kali. Induk ikan Mas yang dipelihara dengan baik akan menghasilkan telur dan benih ikan dalam jumlah dan kualitas yang diharapkan. sisik besar dan teratur.5-2 tahun dengan berat 2-3 kg. sehat. Calon-calon induk tersebut dipelihara sampai mencapai ukuran tertentu untuk dipijahkan. Calon-calon induk yang dipelihara tersebut selanjutnya di seleksi kembali pada saat berukuran 100-200 gram. Agar diperoleh induk yang berkualitas dan dapat menghasilkan telur dalam jumlah yang maksimal.

2 . 2. Ciri-ciri Induk Jantan dan Betina Ikan Mas No 1. Tubuh lebih tebal/gemuk ramping dibandingkan betina dibandingkan jantan pada umur pada umur yang sama yang sama Gerakannya gesit Gerakannya lamban dan jinak Sehat dan tidak cacat Sehat dan tidak cacat Sisik teratur dan warna cerah Sisik teratur dan warna cerah baik akan dapat mencapai matang gonad. Jantan Tubuh ramping Betina 3. Perut membulat dan lunak jika diraba Mengeluarkan cairan putih/ Genital papilla mengembang. Adapun ciri-ciri induk ikan Mas yang matang gonad dapat dilihat pada Tabel 4. Induk ikan Mas jantan dan betina harus dipelihara dalam kolam yang terpisah agar ikan cepat matang kelamin dan tidak terjadi perkawinan liar. sperma bila perut ditekan ke arah agak terbuka dan berwarna anus kemerahan Lubang anus melebar dan menonjol (agak membengkak) 99 .Tabel 4.4. Jantan Betina 5. 6. Sirip dada relatif panjang. jari-jari luar tipis Lapisan sirip dada kasar Lapisan dalam sirip dada licin Kepala tidak melebar Kepala relatif kecil. lunak. Induk yang dipelihara dengan Tabel 4.2. 3. 4. dan Gambar 4. luar tebal lemah. 7.1.3 dan Gambar 4. 2. Ciri-ciri Induk Jantan dan Betina Matang Gonad No 1. jari-jari Sirip dada relatif pendek. bentuk agak meruncing Tubuh lebih tipis/langsing.

Induk ikan mas betina tampak atas (kiri) dan genital papilla (kanan) Gambar 4. dalam pengadaan induk ada dua hal yang 100 . dan peningkatan mutu induk atau mempertahankan mutu induk.3.4.3.Gambar 4. pemeliharaan calon induk.5. Ruang lingkup pengelolaan induk dengan mengacu pada ketercapaian efisiensi suatu usaha pembenihan ikan dapat di kelompokan ke dalam tiga kelompok yaitu pengadaan induk. karena induk merupakan salah satu faktor utama yang akan menentukan kualitas dan kuantitas benih yang dihasilkan. Pengelolaan induk dilakukan atas dasar sifat induk dan kebutuhan induk agar mampu hidup dan berkembang-biak secara optimal. genital papilla (kanan) 4. Induk ikan mas jantan tampak atas (kiri). Seleksi induk ikan nila Pengelolaan induk dalam kegiatan usaha pembenihan mempunyai peran yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan.1. Untuk dapat mencapai efisiensi suatu usaha pembenihan.

yaitu prosentase jumlah induk yang hilang selama pemeliharaan (umur produktif) baik yang disebabkan oleh kematian/hilang atau sesuatu hal sehingga induk tersebut tidak berproduksi untuk menghasilkan telur.harus diperhatikan yaitu kuantitas calon induk dan kualitas calon induk. Perut melebar berwarna putih. Hal ini disebabkan sifat ikan nila memijah adalah dimana induk jantan akan membuat suatu daerah teritorial yang tidak boleh digangggu ikan lain. yaitu kemampuan induk betina dari setiap pemijahan untuk menghasilkan benih ikan nila sesuai dengan kriteria yang ditentukan. maka dalam menghitung jumlah induk harus mempertimbangkan 4 aspek yaitu : • Skala usaha.5 dan Gambar 4. 101 . Bila perut diurut dari dada ke genitalia tidak keluar cairan. Sirip dada berwarna hitam dan pendek. Dengan demikian jumlah ikan betina umumnya lebih banyak dari pada ikan jantan agar mudah memberi kesempatan pada jantan untuk dapat menemukan betina yang matang gonad. Ciri-ciri Induk Jantan dan Betina CIRI-CIRI INDUK BETINA • • • • Dagu relatif kecil berwarna putih. Perhitungan untuk menentukan berapa jumlah induk yang harus tersedia dalam suatu unit pembenihan. selanjutnya kita harus mampu membedakan induk jantan dan induk betina.5.3 . Untuk dapat membedakan antara induk jantan dan betina dapat dilihat pada Tabel 4. Dari aspek tersebut diatas secara praktis jumlah induk ikan nila pada suatu areal/kolam pemijahan ditentukan oleh induk jantan dan ukuran induk. • • • • CIRI-CIRI INDUK JANTAN Dagu menonjol berwarna merah. • Kuantitas dan kontinuitas produksi. yaitu banyaknya produk (benih) yang harus dihasilkan sesuai dengan kriteria yang ditentukan dalam periode dan interval waktu tertentu secara terus menerus sesuai dengan target yang telah ditentukan. yaitu satuan unit usaha terkecil dalam pembenihan ikan nila yang secara ekonomis masih mampu memberikan efisiensi dan keuntungan yang optimal. Perut pipih warna hitam. Tabel 4. agar dapat menghasilkan benih sesuai dengan peluang atau pangsa pasar yang ada. Sirip dada berwarna coklat kemerahan dan relatif panjang. Setelah mengetahui tanda-tanda calon induk yang baik pada ikan nila. • Mortalitas induk. • Produktifitas induk. Bila perut diurut dari dada ke genitalia keluar cairan bening.

Sedangkan ciri-ciri induk jantan ikan patin yang Induk ikan yang telah diseleksi selanjutnya diberok (dipuasakan) selama 1-2 hari.6. Untuk dapat membedakan induk ikan patin jantan dan betina yang matang gonad dapat dilihat pada Gambar 4. air terus menerus dialirkan ke kolam/wadah pemberokan. Tujuan pemberokan adalah untuk mengurangi kadar lemak pada saluran pengeluaran telur. Selama pemberokan induk ikan.4. Induk betina ikan patin yang matang gonad mempunyai ciri-ciri bagian perut membesar ke arah lubang genital berwarna merah.6. membengkak dan mengkilat agak menonjol serta jika diraba bagian perut terasa lembek. Induk ikan patin jantan (atas) dan betina (bawah) Gambar 4. induk ikan tersebut dikanulasi (dilakukan penyedotan telur ikan dengan kateter) untuk menetukan apakah induk ikan tersebut sudah siap dipijahkan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4.dapat dipijahkan adalah bila bagian perut diurut ke arah anus akan keluar cairan putih dan kental. Sedangkan induk jantan memiliki papila dan bagian perut lebih ramping.5.5. Kanulasi bertujuan untuk mengetahui derajat kematangan gonad induk betina dengan mengukur keseragaman diameter telur. Induk ikan nila 4.6. Pada umur tersebut induk ikan patin telah memiliki berat badan 3-5 kg/ekor. Ciri-ciri induk betina adalah memiliki bentuk urogenital bulat dan perut relatif lebih mengembang dibandingkan induk jantan. Oleh sebab itu selama pemberokan induk ikan tidak diberi makan. Bila bagian perut induk ikan betina masih tampak membesar setelah pemberokan. Seleksi induk ikan patin Induk ikan patin dapat dipijahkan setelah umur 2-3 tahun. Gambar 4. Kanulasi dilakukan dengan cara 102 .1.

Kanulasi induk ikan patin 4. Hal ini harus dipelajari karena tingkat kematangan gonad ikan sangat mempengaruhi keberhasilan pemijahan ikan. Tingkat kematangan gonad ikan dapat dideteksi dengan melihat tanda-tanda morfologi dan fisiologi sel telur atau sel sperma. Bila 90 95% telur memiliki garis tengah 1. terjadi secara alamiah (tanpa pemberian rangsangan hormon). kulit 103 Gambar 4. Pemijahan ikan secara intensif.6 cm ke dalam ovarium. yaitu: . namun tetap saja membutuhkan waktu dalam proses pertumbuhan dan pematangannya.2 mm. 1. Ujung selang yang lain dihisap dengan mulut selanjutnya selang tadi ditarik keluar dari lubang urogenital. 2. perut bila diraba terasa lunak. Dalam budidaya ikan teknik pemijahan ikan dapat dilakukan dengan 3 macam cara.5 mm. yaitu pemijahan ikan tanpa campur tangan manusia. Pemijahan ikan secara semi intensif. yaitu pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad.menyedot telur dengan menggunakan selang kecil (kateter) berdiameter 2-2. Selang kecil tersebut dimasukkan ke dalam lubang urogenital sedalam 4 . Untuk dapat melakukan pemijahan ikan pada beberapa jenis ikan budidaya maka harus memahami tentang tingkat kematangan gonad dan faktor-faktor yang sangat berpengaruh terhadap kematangan gonad. lalu ditiup untuk mendorong telur keluar dari selang. 3. Selanjutnya telur tersebut diukur garis tengahnya menggunakan penggaris.7.2. TEKNIK PEMIJAHAN IKAN Pemijahan adalah proses perkawinan antara ikan jantan dan betina. perut gembung. tetapi proses ovulasinya terjadi secara alamiah di kolam.0 – 1. Selain itu ciri-ciri telur yang telah matang adalah akan cepat mengering atau saling berpisah bila diletakkan dipunggung tangan. Pemijahan ikan secara alami. berarti induk betina tersebut dapat dipijahkan. yaitu pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad serta proses ovulasinya dilakukan secara buatan dengan teknik stripping/ pengurutan. Walaupun saat ini telah banyak diketemukan hormon– hormon perangsang pertumbuhan dan pematangan gonad. Telur yang keluar dari selang ditampung pada lempeng kaca tipis atau pada wadah lain. Tandatanda morfologis ikan matang gonad untuk ikan betina antara lain adalah : gerakannya lamban.

Sejenak sebelum ovulasi GV akan melebur sehingga disebut Germinal Vesicle Break Down (GVBD). Hormon gonadotropin dengan glicoprotein rendah dapat mengontrol vitelogenesis. bila diurut kearah lubang genital cairan seperti susu akan keluar. termasuk perkembangan oosit (vitelogenesis) pematangan oosit. motilitas tinggi. ukuran telur mendekati 1 mm. karena faktor ini akan diturunkan kepada anaknya. implantasi dan pakan. Jika induk ikan stress walaupun kematangan gonadnya sudah memenuhi. yang cocok untuk mengadakan perkawinan. Disamping kesehatan. gerakannya lincah. Aktivitas gonadotropin terhadap perkembangan gonad tidak langsung tetapi melalui biosintesis hormon steroid gonad pada media stadia gametogenesis. ikan tersebut biasanya tidak akan memijah. Sedangkan tanda-tanda ikan jantan matang gonad secara morfologis antara lain adalah : ikan lebih langsing dibanding ikan betina. kenormalan lebih dari 90%. yang akhirnya telur ikan akan terserap kembali atau atresia. Pengaruh faktor lingkungan terhadap gametogenesis dibantu oleh hubungan antara poros HipotalamusPituitary-Gonad melalui proses stimulisasi atau rangsangan. yang reaksinya lambat untuk menyesuaikan dengan keadaan luar. Hormon tiroid akan aktif bersinergi dengan gonadotropin untuk mempengaruhi perkembangan ovari dan kemungkinan lain juga untuk meningkatkan sensitivitas pengaruh gonadotropin. kadangkadang telur telah keluar pada lubang genital. 4. sedangkan yang tinggi mengakibatkan aksi ovulasi.2. Hormon sangat penting dalam pengaturan reproduksi dan sistem endocrine yang ada dalam tubuh. Germinal Vesicle/GV (Inti sel) telah menepi berada di depan microfile. Perkembangan dan pematangan gonad Perkembangan telur dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar dari ikan (lingkungan dan pakan). Jika demikian keadaannya pemijahan ikan bisa tertunda atau malah tidak jadi memijah. organ sperma telah lengkap.1. lubang genital memerah.kadang kelihatan memerah. Keadaan ini memungkinkan untuk perlakuan pemberian hormone baik melaui penyuntikan. spermato-genesis dan spermiasi. kenormalan ikan merupakan unsur yang penting juga. Dan tanda-tanda sel sperma matang antara lain adalah : warna kental seperti susu/santan. Pada saat pemilihan induk ikan matang gonad usahakan induk ikan tidak stress. Sel target hormon gonadotropin adalah sel teka yang merupakan bagian luar dari lapisan 104 . Dan tanda-tanda sel telur matang secara fisiologis adalah: Polar Body I telah keluar. Hormon-hormon yang ikut dalam proses ini adalah GnRH dan Steroid. warna telur telah transparan. Hasil kegiatan sistem endocrine adalah terjadinya keselarasan yang baik antara kematangan gonad dengan kondisi di luar.

Dalam sistem endokrin dilakukan sekresi internal dari substansi aktif biologik. hormone yang dihasilkan oleh kelenjar tersebut seringkali menghambat produksi hormone pituitary. antar organ dan sel. antar jaringan di dalam suatu organisma. atau (c) secara tidak langsung melalui lingkungan luarnya.8. endokrin merupakan mediasi biokimia pada proses fisiologis.folikel. Sistem endokrin menggunakan messenger kimia yang disebut hormone yang ditransportasikan oleh sistem pembuluh darah. + menunjukkan 105 . yaitu pituitary dan beberapa kelenjar dibawah kontrol pituitary. Hormon sebagai mediator biokimiawi dilepas dari tempat produksinya menuju organ target melalui beberapa cara. Pertama berdasarkan responnya dibagi menjadi dua kelenjar endokrin. Sistem endokrin didalam tubuh sangat kompleks tetapi biasanya mengikuti dua prinsip. Skema pengaturan sekresi hormone. Berdasarkan dari sudut ilmu. (b) transportasi melalui darah atau berbagai cairan tubuh sehingga langsung mencapai organ atau sel. Pada ikan goldfish dan rainbowtrout dihasilkan 17αhidrokxy-20β-dihidroxyprogresterone (17 α. 20β-Pg) oleh lapisan folikel sebagai respon terhadap aktifitas gonadotropin untuk merangsang kematangan telur. Sistem endokrin lebih lambat daripada sistem saraf karena hormone harus melalui perjalanan ke sistem memutar untuk mencapai organ target. Teori yang lain kontrol endokrin terhadap kematangan oosit dan ovulasi pada teleostei adalah GTH merangsang (a) sintesa steroid pematangan pada dinding folikel (ovari) dan (b) sekresi mediator ovulasi. Adanya bentuk kombinasi sistem penghambatan feedback ini menyebabkan terjadinya keseimbangan respons. Skema pengaturan sekresi hormone diilustrasikan pada Gambar 4. yaitu (a) difusi sederhana di dalam sel atau dari satu sel ke sel lainnya di dalam organ. Mediasi ini dapat terjadi antar populasi. dan juga antar generasi pada kasus hormon di dalam telur. antar organisma. Sistem endokrin dan sistem saraf merupakan sistem kontrol pada semua makhluk hidup tidak terkecuali ikan. Jadi sistem endokrin mengontrol dirinya sendiri sebagaimana halnya mengontrol sistem organ yang lain. proses ini disebut penghambatan feedback. sistem ini adalah cara utama tubuh untuk menyampaikan informasi antar sel dan jaringan yang berbeda.8. Kedua. Gambar 4.

peptid atau protein. intestinal tissue.. Somatotrophs (STH). Gonadotrophs (GTH). Letak dan jenis kelenjar endokrin ikan dari arah depan ke arah belakang (Lagler et al. interregnal tissue. Ikan memiliki urofisis yang terletak pada pangkal ekor. jaringan ginjal. thymus. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4.9. seperti pada kelenjar utama pada ikan adalah pituitary dimana pada kelenjar tersebut menghasilkan sembilan macam sel penghasil hormone yaitu prolactin (PL). ultibranchial. pineal. thyroid. gonad) menghasilkan hormone-hormon steroid.menunjukkan mekanisme feedback Secara umum sistem endokrin ikan sama dengan vertebrata lainnya. corticotrophs (CT). Kelenjar endokrin dilihat dari asal embrionya berdiferensiasi dari seluruh lapisan germinal. dan yang berkembang dari ectoderm atau endoderm mensekresikan hormone amino termodifikasi.sekresi hormone. Sistem endokrin juga memungkinkan tubuh untuk dapat mengatasi stress. interstitial tissue of gonads dan urohypophysis. jaringan kromaffin. tetapi tidak memiliki kelenjar paratiroid.1962) Kelenjar endokrin pada ikan menghasilkan jenis hormone tertentu. Gambar 4. Anti Diuretic Hormone (ADH) yang berfungsi menaikkan tekanan darah lewat aksinya pada 106 . pancreatic islets. Hormon yang terdapat pada kelenjar pituitary antara lain adalah Oxytocin yang berfungsi merangsang konstraksi urine dan kelenjar susu. . Kelenjar endokrin pada ikan menurut Lagler et al (1962) terdapat pada beberapa organ antara lain adalah pituitary.9. Untuk yang berasal dari mesoderm (korteks adrenal. corpuscles of stannous. Melanotrophs (MSH) dan Neurosecretory nerve ending (NS). Thyrotrophs (TSH).

metabolisme lemak dan parental panning. sekresi calcitonin dirangsang oleh tingginya kalsium dalam darah. Kelenjar lainnya penghasil hormon adalah kelenjar Thyroid antara lain adalah Tiroksin Tetraiodothyronine (T4). Sedangkan Calcitonin merangsang penyimpanan kalsium pada tulang. Kedua hormon tersebut terdapat pada bagian posterior pituitary. Pada kelenjar adrenal cortex yang merupakan lapisan luar dari kelenjar adrenal menghasilkan beberapa jenis hormone antara lain adalah cortisol (A. estrogen. Glucocorticoid). Fungsi utama cortisol ini berkaitan dengan metabolisme energi. Fungsi dari hormon tersebut antara lain adalah meningkatkan laju metabolisme. pada ikan kontrol hidromineral (air tawar) hyperosmotic regulation pada ikan teleost selain itu prolactin pada ikan air tawar berfungsi untuk maintannce ion dan water permeability pada ephitelium dari organ osmoregulasi. Kelenjar adrenal medulla atau sel kromaffin menghasilkan hormone antara lain adalah ephineprin dan norephinephrin. penanganan. esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan normal. Hormon selanjutnya yang dihasilkan dari anterior pituitary adalah Follicle Stimulating Hormone (FSH) yang merangsang produksi gamet oleh gonad atau merangsang pematangan gonad (vitellogenesis). Triidothyronine (T3) dan Calcitonin. sedangkan norephineprin berfungsi pada neurotransmitter adrenergic. kenyamanan ikan. Pada bagian anterior pituitary terdapat beberapa macam hormon diantaranya adalah hormon pertumbuhan yang berfungsi merangsang pertumbuhan dan mengontrol proses osmoregulasi. metabolisme dan osmoregulasi. Aldoserone (Mineralocorticoid). kortikosterone. Luteinezing Hormone (LH) yang merangsang produksi sex hormone yaitu testosterone. naiknya tekanan darah dan konstraksi arteriola dan venula. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endocrine pancreas pada kebanyakan vertebrata terdapat pada pulau-pulau individu dari sel sekresi yang diliputi oleh connective 107 . pollutant dan water acidification. ion regulation dan respon terhadap stress. Hormon Thyroid pada ikan selalu berasosiasi dengan hormone pertumbuhan dan cortisol memberikan kontribusi pada kontrol pertumbuhan dan perkembangan. progesterone atau merangsang pematangan akhir. bertambahnya konsumsi oksigen denyut jantung. hormon prolactin pada mamalia menstimulasi aksi produksi susu. dan pada beberapa ikan prolactin memberikan efek dalam mengontrol gonadal steroidogenesis. Epinephrin berfungsi mobilisasi glikogen. Produksi cortisol meningkat sebagai akibat dari berbagai stimulant stress yaitu rendahnya kualitas air. bertambahnya aliran darah lewat otot skeletal.arteriola dan menggiatkan reabsorbsi air dari tubuli ginjal serta hormon ini sangat penting dalam osmoregulasi yaitu pengaturan tekanan osmosis cairan tubuh.

yang mirip dengan cholesterol dan sebagian besar jenis hormone ini berasal dari kolesterol itu sendiri. penyerapan ion di usus. menambahkan pemakaian glukosa dan sintesis protein serta lemak dan menurunkan glukoneogenesis dan merangsang glikogenesisi. Glucagon Like Peptide. Enkephalin. Gastrin. Sekretin. Hormon disekresikan ke 108 . ekstrak urophysis menyebabkan konstraksi gonadal smooth muscle. Serotonin. usus. Vasoactive Intestinal Peptida. plasma. Hormon steroid adalah hormone yang memiliki struktur kimia berdasarkan pada inti steroid. Pancratic Polypeptide. Gatric Inhibitory peptide. Pada jaringan chromaffin juga dihasilkan hormone antara lain adalah catecholamines. Pada subbab ini akan dibahas tentang mekanisme aksi-aksi hormone steroid pada ikan. Bombensin. estriol dan lain-lain. sedangkan pada kelenjar thymus dihasilkan hormone Thymosin. Menurut Koolman & Rohm (2001) hormone adalah bahan kimia pembawa sinyal yang dibentuk dalam sel-sel khusus pada kelenjar endokrin. Pada Islet of Langerhans ini mengandung 4 tipe sel endocrine yaitu A cell (Glucagon). 11ketotestosteron dan lain-lain) dan plasenta (estrogen dan progesterone). disekresi oleh korteks adrenal (kortisol dan aldosteron). neuropeptide. selain itu dapat menstimulasi lipolysis pada ikan atau memobilisasi lemak. peran pada ikan secara fisiologis belum jelas tetapi dengan menyuntikkan somatostantin pada coho salmon dapat menyebabkan penurunan insulin. Cholecytokin. Glucagon berfungsi meningkatkan glukosa darah. ovarium (estrogen : estradiol-17ß. Tachikinins. B cell (Insulin). Somatostantin. mempengaruhi pergerakan ion pada ikan yang meningkatkan pertukaran ion melalui insang dengan menstimulasi peningkatan luar area gill lamella dalam kontak dengan lingkungan. progesterone).tissue dan terbenam dalam exocrine tissue dari pancreas. Sedangkan pada Urophysis dihasilkan hormone Urotensin I dan Urotensin II yang secara fisiologis masih belum jelas fungsinya namun diduga berperan dalam osmoregulator dan fisiologi reproduksi. merangsang katabolisme protein. adrenalin dan nor adrenalin. glucagons menurun dan level GLP serta berhubungan dengan penurunan glikogen hati dan hyperglycemia. Pada teleost katekolamin memiliki pengaruh penting pada peredaran oksigen ke jaringan. kantung kemih. Hal ini dimungkinkan Urotensin mensikronisasi osmoregulasi dan reproduksi pada ikan matang gonad. testosterone. Pada gastrointestinal endocrine cels dihasilkan beberapa hormone utama antara lain adalah Glucagon. Somotostantin merupakan hormone yang menghambat pertumbuhan. Urotensin II mempunyai fungsi antara lain adalah kontraksi jantung. testis (androgen : androstendion. Pada kelenjar pineal dihasilkan hormone melatonin. D cell (Somatostantin) dan F cell atau PP (Pancreatic Polypeptide). Insulin pada ikan berfungsi untuk menurunkan glukosa darah. esteron.

Hormon reseptor yang kompleks masuk kedalam nucleus dimana akan berikatan dengan chromatin dan mengaktivasi gen yang spesifik. Kelenjar hipofisa. Jika GtH keluar maka hormon Testosteron yang berada pada sel theca keluar.2. Hormon Estradiol-17β ini akan menggertak kerja liver untuk memproses precursor kuning telur (vitellogen) untuk dikirimkan ke sel telur sebagai kuning telur. Sel-sel sasaran pada organ sasaran memiliki reseptor yang dapat mengikat hormone. Mekanisme hormone steroid Teori lain untuk pematangan sel telur adalah adanya hubungan erat antara poros Hipotalamus-Pituitary-Gonad. Gen (DNA) yang mengandung informasi akan memproduksi protein. Dengan demikian pertumbuhan telur terjadi. Gambar 4. sedangkan hormon Testosteron akan merangsang dikeluarkannya hormon Estradiol-17β yang berada pada sel granulose. Hormon steroid dan tiroksin termasuk kedalam kelompok hormone lipofilik. Hormon ini menembus membrane sel dan berikatan pada suatu reseptor spesifik didalam sasaran. Pesan hormone disampaikan pada sel-sel sasaran menurut dua prinsip yang berbeda.2.20β-dyhidroxy-4pregnen-3-one yang bersumber dari sel granulose. Hipotalamus akan melepas GnRH jika dopamin tidak aktif. Ketika gen aktif maka protein akan dihasilkan secara diagram dapat dilihat pada Gambar 4. 4.dalam darah kemudian disalurkan ke organ-organ yang menjalankan fungsi-fungsi regulasi tertentu secara fisiologik dan biokimia. Hormon lipofilik masuk kedalam sel dan bekerja pada inti sel. HCG dan ovaprim 109 .10. sedangkan hormone hidrofilik bekerja pada membrane sel. Fungsi GnRH adalah merangsang keluarnya GtH (Gondotropin) yang berada pada Hipofisa. Sebagai pematang sel telur diperlukan media MIH (Maturtaion Inducing Hormon) dan MPF (Maturation Promoting Factor) untuk hormon 17α. sehingga informasi yang diperoleh dapat diteruskan ke sel-sel akhirnya menghasilkan suatu respon.10. Berdasarkan uraian diatas maka mekanisme hormone steroid adalah dengan cara hormone steroid masuk kedalam sel dan berikatan dengan reseptor didalam sitoplasma.

AVT. (Rao. Garis putus-putus mengindikasikan GHRH-ir fiber tract.11 tentang otak dan bagian-bagian pada ikan maskoki dan hampir sama untuk semua ikan. NLTp. Optic Nerve. sehingga ekstrak kelenjar hipofisa sering digunakan sebagai perangsang pematangan gonad. Catatan bahwa GHRH-ir fiber pada area NPO dan PVO tidak asli pada nuclei ini. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4. PVO. FL. Area Ventralis Telencephali. pineal. Nucleus Preopticus. (3) belum diketahui dengan pasti hormon mana yang sebenarnya berpotensi untuk ovulasi dan kematangan gonad. tetapi area transverse. pinealocytes dalam pineal dan corticotrophs pada pituitary (siklus yang gelap). (2) standarisasi ekstrak kelenjar hipofisa ikan sebagai bahan suntikan untuk induksi pematangan akhir sel telur dan sel sperma tidak tepat.11.Kelenjar hipofisa banyak sekali mengandung hormon terutama hormon yang berhubungan dengan perkembangan dan pematangan gonad. SGN. NLL. Secondary Gustatory Nucleus. Pituitary. Gambar 4. Bagi para pembudidaya ikan yang akan melakukan pemijahan ikan 110 . NPO. Representasi diagram pada penampang sagittal dari otak goldfish sebagai dasar penampang seri menggambarkan topografi dari GHRH-ir perikarya pada otak. Kelenjar ini menempel pada infundubulum dengan suatu tangkai yang pendek. Letak kelenjar hipofisa ini terdapat pada bagian otak sebelah depan. PIN. (4) penyakit mudah menular. Pematangan oosit dan ovulasi telur dengan menggunakan ekstraksi kelenjar hipofisa banyak mengandung kelemahan diantaranya adalah: (1) hilangnya ikan donor karena diambil kelenjar hipofisanya. NLTi Nucleus Lateralis Tuberis pars Lateralis. OLB. Nucleus Preopticus Periventricularis. NPP. ON. Nucleus Lateralis Tuberis pars posterioris. Paraventricular Organ. Hormon tersebut diantaranya adalah Gonadotropin yaitu GTH I dan GTH II. Olfactory Bulb. LR. Nucleus of the Lateral Lemniscus. et al. Facial Lobes. Telencephalon. TEL. Hypothalamic Inferior Lobe. GNC.. 1995). CBL. Glomerular Nuclear Complex.. Cerebellum. INF. Lateral Recess. Optic Tectum. agak panjang atau pipih bergantung pada jenis ikannya. OT. PIT.

12. Kepala ikan yang terpotong dihadapkan keatas dan disayat dari pangkal hidung ke bawah bagian potongan pertama hingga tulang tengkorak ikan terbuka dan otak kelihatan jelas (Gambar 4. Dengan menggunakan pinset.12 kiri tengah dan bawah).12. 6. 4. Adapun cara membuat kelenjar hipofisa ini adalah sebagai berikut : 1. kanan). 2. Ikan donor diletakkan di atas talenan yang tidak licin dan dipotong secara vertikal dengan titik pemotongan dibagian belakang tutup insangnya hingga kepala ikan putus atau terpisah dari badannya (Gambar 4.11.secara buatan dengan menggunakan kelenjar hipofisa dapat dengan mudah membuatnya. kelenjar hipofisa diambil dan diletakkan di dalam cawan (Gambar 4. Menimbang ikan donor dan ikan resipien . kanan) Gambar 4. kiri atas). Menentukan dosis yang akan digunakan dalam proses pemijahan. Pengambilan kelenjar hipofisa 111 .12. Kemudian kelenjar otak disingkap/diangkat dan akan tampak kelenjar hipofisa dibawah kelenjar otak (Gambar 4. 5. 3.

12) 11. Kelenjar hipofisa digerus menggunakan alu kaca hingga hancur (Gambar 4. Pembuatan ekstrak kelenjar hipofisa Gambar 4.12. Larutan yang agak keruh dibagian atas endapan diambil dengan jarum suntik (Gambar 4.15.15). Selanjutnya dibersihkan dengan aquadest hingga kotoran dan darah yang melekat hilang.13. Larutan hipofisa diambil dari gelas pengerus menggunakan alat suntik/spuit Dimasukkan ke dalam tabung reaksi/tabung sentrifuse (Gambar 4. Larutan hipofisa disentrifuse dan didiamkan selama satu menit sampai terbentuk dua lapisan pada larutan tersebut.14. 8. Penggerusan kelenjar hipofisa 9. Gambar 4.13) Gambar 4. Pengambilan ekstrak kelenjar hipofisa 112 .14 dan Gambar 4. Pemutaran alat sentrifuse Gambar 4. Kelenjar hipofisa dimasukkan ke dalam tabung pengerus.7.

16) pecahnya folikel dan pengeluaran oosit yang telah matang. bisa sebagai pengganti ekstrak kelenjar hipofisa tetapi pada beberapa spesies penggunaan hCG kurang efektif mesti dikombinasikan dengan Pregnan Mare Serum Gonadotropin (PMSG) atau ovaprim. Larutan siap disuntikkan pada ikan yang akan dipijahkan (Gambar 4. LH (Litunuising Hormon) adalah hormon perangsang ovulasi yang kuat. Ada tiga cara sel-sel itu berkomunikasi yaitu : 113 Gambar 4. Lcu8. Dari ketiga macam hormon yang dapat digunakan untuk melakukan pemijahan ikan seperti yang telah dijelaskan. Ekstrak kelenjar hipofisa siap disuntikkan pada ikan Hormon Chorionic Gonadotropin (hCG) adalah hormon gonadotropin yang disekresi oleh wanita hamil dan disintesa oleh sel-sel sintitio tropoblas dari placenta. Bila dopamine dihalangi dengan antagonisnya maka peran dopamine akan terhenti. HCG berperan dalam pemecahan dinding folikel saat akann terjadi ovulasi. Hormon tersebut mencapai sel target melalui komunikasi antar sel. HCG mempunyai dua rangkaian rantai peptida yaitu α yang mengandung 92 asam amino dan β mengandung 145 asam amino. Pada proses pematangan gonad GnRH analog yang terkandung didalamnya berperan merangsang hipofisa untuk melepaskan gonadotropin. Ovaprim juga berperan dalam memacu terjadinya ovulasi.2.3. Fungsi LH dalam sel theca akan merangsang PGE (prostaglandin) dan PGF2α dari asam arachidonad. sehingga sekresi gonadotropin akan meningkat. OVAPRIM adalah campuran analog salmon GnRH dan Anti dopamine dinyatakan bahwa setiap 1 ml ovaprim mengandung 20 ug sGnRHa(D-Arg6-Trp7. harga ekonomis dan efisiensi dalam penggunaannya. Pada beberapa spesies menggunakan hCG sebagai pemacu merangsang pematangan gonad sangat efektif. Pro9-NET) – LHRH dan 10 mg anti dopamine. Sedangkan sekresi gonadotropin akan dihambat oleh dopamine. Perjalanan hormon ke sel target Bagaimana hormon yang disuntikan itu mencapai sel target. 4. hCG memiliki potensi LH.11. maka pemilihan hormon yang akan digunakan sangat bergantung pada jenis ikan yang akan dibudidayakan. PGF2α juga mempunyai peran penting dalam . Ketiga hormon tersebut prinsipnya adalah membantu proses kematangan gonad ikan yang akan menentukan keberhasilan proses pemijahan.16.

dengan cara mempertemukan sel telur dengan sel sperma pada suatu tempat tertentu dan dengan alat tertentu. Sel menskresikan senyawa kimia (chemical signaling) kepada sel lain ditempat yang berjauhan. Sinyal parakrin (Paracrine signaling). dimana sel menskresikan senyawa kimia (local chemical mediator) yang mempunyai efek terhadap sel yang berada disekelilingnya. 3. 2. Sinyal endokrin (Endocrine signaling). 2.2. sperma tidak luka atau proses penempelan sperma pada sel telur merata. Seseorang yang akan melakukan stripping telur atau sperma ikan mesti harus telah tahu cara stripping yang baik.1. Sel-sel target akan memberikan respon terhadap sinyal yang datang melalui protein khusus yang disebut receptor. Sedangkan komunikasi antar sel dengan cara sekresi kimia dapat dibagi berdasarkan jauhnya jarak yang dirempuh senyawa kimia tersebut yaitu: 1. Sel membentuk ’gap juction’ yang menghubungkan masing-masing sitoplasma sehingga dapat terjadi pertukaran molekul-molekul kecil. Feeling seorang pengurut sebaiknya telah menyatu dengan induk ikan tersebut. 4. Stripping dan pembuahan buatan Stripping adalah proses dikeluarkannya telur atau sperma ikan dengan bantuan manusia/bukan secara alamiah. Sel mengekspresikan molekul permukaan yang mempengaruhi sel lainnya yang berkontak fisik dengan sel tersebut. Proses melakukan pembuahan buatan ini diperlukan sikap kehati-hatian agar telur tidak luka. Kenapa demikian karena seseorang tersebut akan mengerti kapan pengurutan diberhentikan dan kapan akan dimulai lagi. Pembuahan secara buatan dilakukan dengan bantuan manusia. Sinyal sinaptik (Synaptic signaling). 3. Proses pengeluaran telur atau sperma tersebut tentu saja menghendaki cara tertentu agar telur atau sperma tidak rusak ataupun justru induk ikan yang akan rusak/mati. Proses pembuahan buatan ini membutuhkan 114 . Senyawa kimia yang diskresikan ini akan diserap dan diserap dengan cepat.4. dimana sel kelenjar endokrin akan mensekresikan hormon yang akan dibawa aliran darah ke sel target yang terdistribusi di bagian lain dari tubuh. Meratanya sperma menempel pada telur akan menambah jumlah pembuahan sperma pada sel telur. dan tahu posisi gonad ikan. Telur atau sperma tidak akan bisa distripping jika proses fisiologis ovulasi belum sempurna. dengan demikian arah urutan/stripping akan benar atau organ yang diurut tidak salah. Oleh karena itu seorang pembudidaya harus memahami tentang proses secara fisiologis ovulasi dan akan dibahas pada subbab ini. merupakan suatu neurotransmitter dan bekerja khusus untuk sel syaraf pada suatu daerah khusus yang disebut chemical synapses.

Sperma yang didalamnya terkandung chromosomX akan menghasilkan embrio betina sedangkan sperma mengandung chromosom-Y akan embrio jantan. sodium. Fruktosa dan galaktosa merupakan sumber energi utama bagi sperma ikan mas. Cairan sperma adalah larutan spermatozoa yang berada dalam cairan seminal dan dihasilkan oleh hidrasi testis. Selubung mitokondria berasal dari pangkal kepala membentuk dua struktur spiral kearah berlawanan dengan arah jarum jam. Protamine. Ingat telur dan sperma itu hidup sehingga bermetabolisme. Ada sperma yang mempunyai “middel Piece” sebagai penghubung antara leher dan ekor. Asam lemak dapat dioksidasi dan sebagai sumber energi untuk aktifitas sperma. Sedangkan komposisi kimia ekor sperma adalah protein. Komposisi kimiawi sperma pada plasma inti (nukleoplasma) diantaranya adalah DNA. klarida.waktu tertentu. Gardiner dalam Norman (1995) menyatakan semen yang encer banyak 115 . Informasi genetika yang dibawa oleh spermatozoa diterjemahkan dan disimpan di dalam nolekul DNA. Sperma tidak bergerak dalam semen/air mani. lecithin dan cholesterol.Plasmalogen mengandung satu aldehid lemak dan satu asam lemak yang berhubungan dengan glicerol maupun cholin. Bagian ini banyak mengandung fosfolipid. magnesium. Langkah pertama lakukan stripping induk jantan terlebih dahulu dengan prosedur yang telah ditentukan. Campuran antara seminal plasma dengan spermatozoa disebut semen. Sedangkan seminal plasma mengandung protein. Sperma ikan yang sudah matang terdiri dari kepala. ekor sperma berfungsi memberi gerak maju seperti gerak cambuk. kepala sperma terisi materi inti. jika telah memenuhi tanda-tanda tersebut di atas maka segeralah dilakukan stripping. Mitokondria mengandung enzim-enzim yang berhubungan dengan metabolisme spermatozoa. lecithin dan plasmalogen. Jika demikian keadaannya proses pembuahan tidak akan berhasil dengan baik. chromosom terdiri dari DNA yang bersenyawa dengan protein. Dalam setiap testis semen terdapat jutaan spermatozoa. Kematangan telur dan sperma ikan dipastikan diperiksa dibawah mikroskop. tetapi akan segera bergerak ketika bersentuhan dengan air. potassium. Sperma adalah gamet jantan yang dihasilkan oleh testis. Di dalam middle piece ini berisi mitokondria yang akan berfungsi untuk metabolisme sperma. Kepala sperma. maksudnya jika terlalu lama maka sperma atau sel telur bisa mati atau terganggu. leher dan ekor. Non Basik Protein. calsium. posfat. Bagian tengah ekor merupakan gudang energi untuk kehidupan dan pergerakan spermatozoa oleh proses-proses metabolik yang berlangsung di dalam helix mitokondria. menghasilkan Ekor sperma.

Sedangkan cuprum dan besi merupakan racun bagi sperma. Pergerakan sperma tersebut akan mengarah pada sel telur kerena distimulasi oleh adanya 116 . Pada umumnya sperma than hidup dan aktif pada pH 7. serta Osmolitas media. membentuk benjolan hingga pecah dan terbentuk lubang pelepasan hingga telur keluar. air susu yang mengandung lippoprotein dan lecithin. Sperma tetap motil untuk waktu lama di dalam media yang isotonik dengan darah. Pelepasan sel telur terjadi akibat: 1.5. Pada umumknya sperma mudah dipengaruhi oleh keadaan hipertonik dari pada hipotonik. sperti fruktosa. Prinsip dasar untuk mempertahankan agar sperma tetap hidup adalah dengan menambahkan sesuatu kedalam semen yang berintikan mempertahankan pH. NaCl.mengandung glukosa sehingga memberikan motilitas yang lebih baik. Daerah tertentu pada folikel melemah. dapat dipergunakan sebagai pengencer sperma tetapi Calsium. glukosa dapat dipergunakan sebagai pengencer sperma. Ovulasi itu adalah proses keluarnya sel telur (oosit) yang telah matang dari folikel dan masuk ke dalam rongga ovarium atau rongga perut (Nagahama. sedangkan untuk pembekuan diperlukan glicerol. tekanan osmotik . 2. Sperma yang tadinya bergerak lamban menjadi bergerak cepat (motilitas tinggi) dikarenakan bersentuhan dengan air. kuning telur. magnesium. Untuk keperluan yang sesuai bagi kebutuhan sperma dipergunakan bahan glukosa. 1990). streptomicin. 4. elektrolit.2. Sedangkan semen yang kental banyak mengandung potassium sehingga akan menghambat motilitas sperma. Ovulasi dan fertilisasi Setelah telur matang maka telur akan diovulasikan oleh ikan betina. 3. Telur membesar. Untuk menghambat pertumbuhan kuman dipergunakan penicilin. Adanya konstraksi aktif dari folikel (bertindak sebagai otot halus) yang menekan sel telur keluar. tekanan osmotik serta menekan pertumbuhan kuman. KCl. Larutan non elektrolit dalam bentuk gula. Motilitas sperma banyak dipengaruhi oleh konsentrasi glukosa. Sedangkan untuk mempertahankan pH semen dipergunakan sitrat. pospor dan kalium yang tinggi dapat menghambat motilitas sperma. Larutan elektrolit sperti kalium. non elektrolit. fosfat dan tris. Enzim yang berperan dalam pemecahan dinding folikel: protease iplasmin kemudian diikuti oleh hormon Prostaglandin F2α (PGF2α) atau Cotecholamin yang merangsang konstraksi aktif dari folikel Setelah ovulasi kemudian akan diikuti oleh ikan jantan untuk mengeluarkan sperma. suhu dan cahaya. Daya tahan hidup sperma dipengaruhi oleh pH.

Pembuahan satu telur hanya membutuhkan satu spermatozoa bagian kepalanya masuk Kedalam telur melalui mycropyle.2. membersihkan kolam dari rumput atau sampah. Pemijahan ikan Mas secara alami yang banyak dikenal di masyarakat adalah cara Sunda.6. telur akan mengeluarkan Androgamon I untuk menekan motilitas sperma dan Gymnogamon II untuk menggumpalkan sperma.2. Magek. Menurut Nesler dalam Sumantadinata (1983). Kepala sperma masuk dan ekornya tertinggal diluar. Kolam pemijahan dipersiapkan secara khusus. Berjuta-juta sperma yang menempel pada telur disingkirkan oleh telur dengan reaksi kortek. Pemijahan ikan Mas Macam-macam Metode Pemijahan Ikan Mas menurut Sumantadinata (1983) dapat dilakukan secara alami dan secara buatan. Pemijahan secara alami setiap daerah memiliki ciri khas dalam cara memijahkan ikan Mas. inti spermatozoa mulai membesar dan chromosomnya mengalami perubahan sehingga memungkinkan untuk berhimpun dengan chromosom dari sel telur fase awal pembelahan. Karena apabila tidak disingkirkan akan mengganggu metabolisme zigot. Rancapaku. Berjuta-juta sperma menempel pada sel telur tetapi hanya satu sperma yang bisa masuk melalui micropil. khususnya di Jawa Barat. sebagai sumbat micropile sehingga yang lain tidak bisa masuk. 117 . Telur akan mengeluarkan fertilizing pada saat-saat terakhir ketika dilepas dan siap dibuahi. Cara ini menggunakan kolam pemijahan dan kolam penetasan secara terpisah. Pembuahan merupakan penggabungan sel telur dengan spermatozoa sehingga membentuk zygote. Setelah sperma menempel pada telur.Gimnogamon I yang dieksresikan oleh telur. dimana induk betina mengeluarkan telur dan induk jantan mengeluarkan spermatozoa. Cimindi.6. sedangkan bagian ekornya tetap berada tertinggal di luar. Telur yang tidak dibuahi akan mati dan berwarna putih air susu. Cytoplasma dan chorion merenggang dan semakin tersumbat yang akan segera menutup mycropyle untuk menghalangi masuknya spermatozoa lainnya. Kantong. Aplikasi teknik pemijahan pada ikan budidaya 4. Dubisch dan Hofer. yaitu dengan mengeringkan dasar kolam. memasang substrat dan mengairi kolam. Pembuahan sel telur merupakan awal dari perkembangan embrio ikan. setelah memasuki telur. Pemijahan cara Sunda Pemijahan ikan Mas cara Sunda merupakan cara pemijahan yang banyak digunakan petani. Pembuahan pada ikan umumnya terjadi di luar tubuh.1. Sumantadinata (1983) mengatakan. 4. suatu substansi yang disebut fertilizing merangsang spermatozoa untuk berenang berusaha mencapai telur. 1.

Pemasangan kakaban di kolam pemijahan pemijahan cara Sunda (Sumantadinata. Proses pemijahan biasanya terjadi mulai tengah malam pukul 01. Pelepasan induk dilakukan + pukul 16. Sebelum kakaban disusun di kolam penetasan. kolam pemijahan merupakan bagian dari kolam penetasan dan 118 . Pada pemijahan cara Cimindi.Pemijahan cara ini menggunakan kakaban sebagai substrat untuk menempelkan telur.00 yang ditandai dengan gerakan ikan yang saling berkejaran dan timbulnya bau anyir pada air kolam pemijahan. Pemijahan cara Cimindi Persiapan kolam pemijahan cara Sunda dan Cimindi pada dasarnya adalah sama. Pemijahan cara Sunda menggunakan kolam penetasan sekaligus sebagai kolam pendederan. Bilah bambu penahan 3. Induk ikan yang siap dipijahkan dilepaskan secara hati-hati ke dalam kolam pemijahan. pengapuran dan mengairi. pada Sehari setelah induk ikan dilepas pada kolam pemijahan dilakukan pengamatan terhadap kakaban. Kakaban 2. Telur akan menetas setelah 36-48 jam pada suhu 28-300C. Kakaban yang telah berisi telur segera diangkat dan dipindahkan ke kolam penetasan. Kakaban tersebut dipasang berderet-deret dan terapung 5-10 cm di bawah permukaan air. Patok bambu Gambar 4. Persiapan kolam penetasan meliputi pengolahan dasar kolam. pembuatan kamalir. Kakaban tersebut dipasang berderet-deret di kolam penetasan 3-5 cm di bawah permukaan air. 1983). 2. Persiapan kolam tersebut dilakukan beberapa hari sebelum pemijahan induk. terlebih dahulu dibersihkan dari Lumpur dengan menggoyang-goyangkan secara perlahan di kolam pemijahan. hanya terdapat perbedaan induk kolam.17.00-17. 2 3 1 1.00-06.00. pemupukan.

Kolam pemijahan terletak pada salah satu sudut kolam penetasan dengan pematang dari tanah sebagai pembatas sementara. 2 1 3 5 1. sedangkan induk ikan dibiarkan masuk ke kolam 4 penetasan melalui lubang pematang sementara. Telur ikan Mas akan menetas setelah 36-48 jam pada suhu 28-300C. sedangkan kakaban tetap di kolam pemijahan. Pematang sementara 3.kolam pendederan. Bila induk ikan telah memijah. Kolam pemijahan 2. Setelah selesai memijah.18. Telur ikan pada kakaban ditetaskan pada kolam pemijahan. Penetasan telur dilakukan pada kolam pemijahan. Kolam penetasan/pendederan 4. 119 . anak ikan Mas yang mulai mencari makan akan menyebar ke kolam besar melalui celah tumpukan batu atau bambu. Kolam pemijahan cara Cimindi (Sumantadinata. Saluran pengeluaran air Gambar 4. Perbedaannya adalah petak pemijahan dengan cara Rancapaku terbuat dari tumpukan batu atau bambu. Setelah benih berumur 7 hari. Pada kolam besar ini benih ikan didederkan. induk ikan dipindahkan ke kolam besar atau ke kolam pemeliharaan induk. kakaban tetap berada di kolam pemijahan. Saluran pemasukan air 5. 3. yaitu kolam pemijahan merupakan bagian kolam penetasan. 1983). Benih ikan tersebut dipelihara sampai umur 2-3 minggu. pematang sementara dibongkar dan benih ikan akan menyebar ke kolam besar. Pemijahan cara Rancapaku Pemijahan cara Rancapaku hampir sama dengan cara Cimindi.

Di atas pasir ini dhamparkan ijuk yang dijepit dengan belahan bambu. Benih ikan ditangkap setelah berumur 1 minggu.4. Pemijahan cara Kantong Pada beberapa daerah di Jawa Barat. Pemijahan cara Kantong mirip dengan cara Magek. Setelah induk ikan selesai memijah. 5. Kolam pemijahan berbentuk segi empat dengan kedalaman air sekiatr 60 cm. Kolam pemijahan cara Magek (Sumantadinata. Dasar kolam diberi lapisan kerikil dan pasir agar airnya tetap jernih.6 m P3 K 1.0 m a. Pemanenan benih dilakukan dengan mengalirkan air dari dasar kolam dan ditampung dengan kantong yang terbuat dengan bahan kain halus. Pemijahan cara Magek Pemijahan ikan Mas di Sumatera Barat dikenal dengan cara Magek. Pemijahan cara Kantong menggunakan rumput sebagai tempat menempelkan telur. ijuk tersebut c tetap berada di kolam pemijahan. penyekat papan c. d b a P2 P1 0. belahan bambu d. Bentuk dasar kolam dibuat miring ke arah pengeluaran air untuk memudahkan pengaturan air dalam penangkapan anak ikan. Pemijahan dengan cara ini diperlukan kolam seluas 3-4 m2 dengan kedalaman air 0.5-2. Rumput tersebut disebar di 120 . dinding kolam tegak lurus diperkuat papan. sedangkan induk ditangkap dan dikembalikan ke kolam induk. pemijahan ikan Mas dilakukan dengan cara Kantong.19. Dasar kolam ditebari pasir yang telah dicuci bersih dari tanah dan bahanbahan lain yang berbahaya. Rumput yang digunakan adalah rumput yang tidak mudah busuk di air. ijuk P1 pipa pemasukan P2 pipa pelimpasan P3 pipa pengurasan Gambar 4. Telur-telur ikan Mas ditetaskan padakolam pemijahan. Selanjutnya benih tersebut dipindahkan ke wadah lain untuk didederkan atau dipasarkan. papan b.5-0.75 m. 1983).

Ketinggian air kolam adalah 10 cm di atas pucuk rumput. Kolam pemijahan B. 6. benih yang berumur 5-7 hari dipungut/panen. Bentangan kain tersebut berupa kantong yang terendam setengah bagian pada genangan air tenang. Kolam pemijahan cara Dubisch berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran 8 x 8 atau 10 x 10 meter. pipa Gambar 4.kolam pemijahan. 1983). A 1 2 B K Keterangan: A.20. Dubisch adalah seorang ahli perikanan berasal dari Jerman. Kolam pemijahan cara Kantong (Sumantadinata. Pada bagian tengah dasar kolam lebih tinggi daripada bagian tepi/sisi kolam. Bagian tengah dasar kolam miring ke arah saluran pengeluaran air dan ditanami rumput yang tahan tergenang air. Kolam pemijahan dialiri air secara perlahan. Dasar tengah yang 121 . Oleh sebab itu cara pemijahan ikan yang diperkenalkan Dubisch disebut cara Dubisch. induk yang telah selesai memijah ditangkap dan dikembalikan ke kolam induk. Benih –benih ikan akan hanyut bersama air melalui pintu pengeluaran yang dialirkan ke bentangan kain yang direntangkan pada dua buah bambu. Telur ikan akan menetas setelah 36-48 jam pada suhu 28-300C. kantong 1. Kolam kecil tempat kantong pelimpasan K. Cara ini banyak digunakan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Saluran keliling berfungsi untuk memudahkan penangkapan induk setelah selesai memijah. Pemijahan cara Dubisch dan Hofer Pemijahan ikan cara Dubisch dan Hofer menggunakan rumput sebagai tempat meletakkan telur. Kedalaman air kolam pemijahan adalah 30 cm. Selanjutnya benihbenih yang ditampung pada kain tersebut dikumpulkan dan didederkan di sawah/kolam. Pada dasar kolam sekeliling petakan terdapat saluran keliling dengan lebar 60 cm dn kedalaman 30-40 cm. sedangkan telur-telurnya dibiarkan di kolam pemijahan untuk ditetaskan.

Masa takut dan stress ini mengurangi keinginan ikan untuk memijah. Hofer memodifikasi dasar kolam pemijahan cara Dubisch. tetapi seluruh petakan kolam dibagi menjadi dua bagian. sedangkan telur dibiarkan untuk ditetaskan. sedangkan bagian lebih dalam digunakan untuk berkumpulnya benih ikan Mas sehingga memudahkan pemungutan benih ikan. Induk ikan istirahat di saluran merasa tempat/kolam tersebut kecil. Ardiwinata (1971) Huet (1970) A B B A A. Induk ikan yang selesai memijah ditangkap dan dipindahkan ke kolam pemeliharaan induk.21. Berdasarkan kelemahan tersebut. Kelemahan tersebut terletak pada dasar kolam yang dapat menimbulkan stress bagi induk ikan. Saluran B B Gambar 4. Bagian yang dangkal ditanami rumput sebagai tempat menempelkan telur. Kolam pemijahan cara Dubisch (Sumantadinata. 1983) Hofer seorang ahli perikanan melihat beberapa kelemahan/ kekurangan pemijahan cara Dubisch. yaitu setengah bagian yang dangkal dan setengah bagian lebih dalam. 122 . tetapi setelah keluar dari saluran menuju bagian tengah kolam yang ditumbuhi rumput dan terang menyebabkan induk agak ketakutan.miring memudahkan turunnya air dalam pemanenan benih ikan. Pada kolam pemijahan cara Hofer tidak terdapat saluran keliling kolam. Rumput B. tidak ada rumput dan gelap. Hal ini disebabkan adanya perubahan drastic antara bentuk saluran dengan bentuk pelataran (bagian tengah kolam) yang ditumbuhi rumput tempat memijah.

A B C Cara Hofer A. ijuk yang digunakan sebagai bahan pembuat kakaban ini harus dibersihkan dengan membuang serat-serat yang kasar dan disisir dengan sikat kawat. Pemberokan ikan Mas ini bertujuan untuk : 123 . 1983) Pelepasan induk ke kolam pemijahan dilakukan dengan hati-hati.5 m dengan lebar sekitar 0. Bagian dasar yang dangkal ditanami rumput C. pemilihan induk yang matang kelamin harus tepat dan benar.22. Selama dalam pemberokan. Satu pasang induk ikan Mas adalah perbandingan jumlah induk jantan dan betina yang akan dipijahkan berdasarkan bobot badan 1 : 1. Pipa pemasukan air B. Dalam pemijahan ikan Mas secara alami dan semi buatan dibutuhkan media/substrat pemijahan yang disebut dengan kakaban. sedangkan berdasarkan jumlah ikan adalah 2 : 1 atau 3 : 1. Pemilihan sistem pemijahan ini bergantung kepada skala usaha yang dilakukan. oleh karena itu kondisi kualitas air kolam pemberokan harus optimal. Kakaban ini biasanya berukuran panjang 1-1. Kolam pemijahan cara Hofer (Sumantadinata. Untuk memijahkan satu pasang induk jumlah kakaban yang dibutuhkan adalah 5-8 buah. Kakaban ini adalah tempat meletakkan telur ikan Mas yang terbuat dari ijuk pohon enau. Hindari induk terkena benturan. Pipa pngeluaran air Gambar 4. Pada pemijahan ikan secara alami.5 m. Sebelum ikan Mas jantan dan betina dipijahkan sebaiknya induk ikan tersebut diberok terlebih dahulu di dalam kolam pemberokan selama 12 hari dan dipisahkan antara jantan dan betina. Perbandingan induk jantan dan betina adalah 1 : 1 dalam satuan berat 3 : 1 dalam satuan ekor. Jumlah kakaban yang diletakkan pada kolam pemijahan tergantung pada jumlah induk yang dipijahkan. induk ikan ini tidak diberi pakan.

Ukuran kakaban disesuaikan dengan ukuran bak pemijahan. di dasar bak dipasang kakaban yang terbuat dari ijuk.2. sehingga semua telur lele dumbo tertampung di kakaban. Namun. Memisahkan induk jantan dan betina untuk menahan sementara keinginan memijah sehingga pada saat pemijahan di kolam pemijahan kedua induk ikan saling tertarik untuk memijah. dikhawatirkan telur yang dikeluarkan ketika pemijahan tidak tertampung seluruhnya atau menumpuk di kakaban.6. 4. Mengurangi lemak pada daerah kantong pembungkus telur (ovarium). sehingga mudah membusuk dan tidak menetas. Jika pemijahan ikan Mas dilakukan secara buatan. Ikan Mas akan meletakkan telur pada kakaban. Pemijahan Ikan Lele 1. HCG atau kelenjar hipofisa ikan Mas itu sendiri. bak dicuci bersih agar kotoran-kotoran dan lumut yang menempel terlepas dan dasar bak menjadi bersih dan benih lele terhindar dari serangan penyakit. Bagian atas bak pemijahan di tutup 124 . Kakaban harus menutupi seluruh permukaan dasar bak pemijahan. Pemijahan secara buatan ini dilakukan dengan memberikan suntikan hormon kepada induk ikan Mas jantan dan betina agar cepat mengalami kematangan gonad. Sebagai tempat atau media menempelnya telur. Hal ini jika pemijahan dilakukan alami dan semi intensif.5 meter atau 1 x 1 x 0. yaitu dilakukan pengurutan agar telur dan sperma keluar dari tubuh induk ikan Mas dan dilakukan pembuahan ikan Mas secara buatan. Sebelum kolam atau bak digunakan. maka telur ikan Mas yang telah dicampur sperma ditebar ke dalam akuarium dan dipelihara sampai menetas dan berumur 2-4 minggu. Untuk setiap pasang induk yang beratnya antara 0. Persiapan wadah dan substrat (kakaban) Persiapan bak pemijahan dilakukan sebelum dilakukan pemijahan. Hormon yang digunakan antara lain adalah ovaprim. Selanjutnya bak diisi air bersih setinggi 30 – 40 cm. Ikan Mas jantan dan betina siap memijah dan matang gonad dimasukkan ke dalam kolam pemijahan. 2. untuk 1 pasang induk lele dumbo dengan berat induk betina 500 gram. ukuran yang biasa digunakan panjangnya 75 – 100 cm dan lebarnya 30 – 40 cm.2. Pemijahan ikan Mas secara buatan biasanya dilakukan oleh para petani ikan yang membutuhkan ketersediaan benih yang kontinu dalam jumlah dan mutu. Sebagai patokan. Jumlah induk yang ditebar bergantung pada luas ukuran kolam pemijahan.1. pregnil.5 – 1 kg diperlukan satu buah bak pemijahan dengan ukuran 1 x 2 x 0.5 meter. Jika kurang. induk ikan Mas jantan dan betina akan di stripping. karena lemak yang terlalu banyak dapat mengganggu kelancaran pelepasa telur. dibutuhkan kakaban sebanyak 3 – 4 buah. Kakaban yang berisi telur ikan Mas selanjutnya dipindahkan ke kolam pemeliharaan larva/benih. Setelah dilakukan penyuntikan hormon.

baik kolam induk jantan mapun betina. Penyuntikan hormon Untuk merangsang induk lele dumbo agar memijah sesuai dengan yang diharapkan. ikan donor yang akan diambil kelenjar hipofisanya. Jika akan dilakukan secara semi buatan.3 – 0. atau dipijahkan secara buatan.1 ml. 2. Pemijahan Induk lele dumbo yang telah disuntik selanjutnya dipijahkan secara alami. Akan tetapi pada umumnya dilakukan pada otot punggung dengan kemiringan alat suntik 45°. 4. Salah satu persyaratan yang mutlak adalah induk telah berumur 1 tahun. Penyuntikan dapat dilakukan pada 3 tempat. Sebagai bahan pelarut digunakan air untuk injeksi berupa aquabidest sebanyak 0. Selama proses pemijahan berlangsung dilakukan pengontrolan agar induk yang sedang memijah tidak melompat keluar tempat pemijahan.4 ml. Namun. setelah induk ikan lele disuntik dengan hormon maka induk tersebut dimasukan ke dalam bak pemijahan yang telah disiapkan. Pemijahan ikan lele dapat dilakukan secara alami. beratnya sama dengan ikan induk lele dumbo yang akan disuntik. Sebelum dipijahkan.2 ml dan untuk induk jantan sebanyak 0. penyuntikan cukup dilakukan satu kali dengan dosis untuk induk betina 0. 3. sehingga induk – induk ikan lele dumbo akan terkumpul.dengan seng atau triplek atau anyaman bambu untuk mencegah induk lele dumbo yang sedang dipijahkan meloncat keluar. yaitu pada otot punggung. semi buatan dan buatan (induced breeding). Pemilihan induk dilakukan dengan cara mengeringkan kolam induk. Pemijahan ikan lele secara alami dapat dilakukan dengan memijahkan induk jantan dan betina tanpa perlakuan khusus. baik jantan maupun betina. Artinya. Induk akan memijah setelah 8 – 12 jam dari penyuntikan. Kelenjar hipofisa dapat diambil dari donor ikan lele dumbo yang telah matang kelamin dan telah berumur minimal 1 tahun. Kelemahan pemijahan secara alami adalah pemijahan induk belum dapat diperkirakan waktunya sehingga ketersediaan telur juga belum dapat 125 . jika menggunakan ovaprim. Pemilihan induk siap pijah Tidak semua induk yang dipelihara dapat dipijahkan. Induk ikan lele memijah berdasarkan kondisi alam dan ikan itu sendiri. Penyuntikan menggunakan kelenjar hipofisa cukup dengan 1 dosis. sebelumnya induk harus disuntik menggunakan zat perangsang berupa kelenjar hipofisa atau HCG (Human Chlorionic Gonadotropine) atau ovaprim. Selanjutnya induk – induk tersebut ditangkap dengan menggunakan seser atau serokan dan ditampung dalam wadah seperti tong plastik. induk dipilih yang sesuai dengan persyaratan. batang ekor dan sirip perut. Hal ini disebabkan belum tentu semua induk telah matang kelamin dan siap dipijahkan.

Pada ikan lele yang akan dilakukan pemijahan secara buatan maka pengambilan sperma dilakukan dengan pembedahan perut induk jantan. Telur yang telah dibuahi disebarkan kepermukaan substrat “kakaban” dan direndam dalam bak sampai menetas. terutama kandungan oksigen terlarut (> 5 126 . Untuk mencegah infeksi pada induk. ada pula yang harus di ekstrak dari kelenjar horman ikan tertentu. Untuk mendapatkan hormon ini ada yang sudah dalam bentuk cairan hormon siap pakai. Pengurutan induk betina dilakukan dengan hati-hati agar induk tersebut tidak terluka.30 derajat celsius. Pada umumnya nila bersifat mengerami telurnya di dalam mulut sampai menetas kurang lebih 4 hari dan mengasuh larvanya ± 14 hari sampai larva dapat berenang bebas diperairan. maka parameter kualitas air dipertahankan dalam kondisi yang layak bagi kehidupan induk.9 % dalam mangkuk plastik yang bersih. Kelenjar sperma dipotong-potong dengan menggunakan gunting kemudian ditekan secara halus untuk mengeluarkan sel sperma dari kelenjar sperma tersebut.1-0. Hormon yang digunakan adalah hormon sintetis atau hormon hypofisa. 4. Untuk menjaga induk hidup optimal. kemudian induk ikan di lepas ke dalam bak fiber penampungan induk yang sudah disediakan.6. lalu ditambah air sampai semua telur terendam dan biarkan beberapa menit agar semua telur terbuahi oleh sperma. lalu diencerkan di dalam larutan sodium clorida 0. mengerami telur dan mengasuh larva dilakukan oleh induk betina. Air rendaman yang berwarna putih selanjutnya di buang. Setelah telur dan sperma tercampur merata. Nila dapat dipijahkan setelah mencapai berat 100 gr/ekor. sehingga diperlukan dasar kolam yang berlumpur. Telur dan sperma diaduk menggunakan bulu ayam. Jika Induk disuntik menggunakan hormon sintetis (Ovaprim) dapat dilakukan dengan dosis 0. Selanjutnya sperma diambil dan dibersihkan dari darah dengan menggunakan tissue.2 ml di tambah aquabides sebanyak 1-2 ml.2. Secara alami nila memijah pada sarang yang dibuat oleh ikan jantan di dasar kolam.3. Induk yang telah disuntik dimasukkan kedalam kolam/bak pemijahan. Pemijahan secara semi buatan induk jantan dan betina disuntik. Telur induk betina tersebut ditampung dalam baki dan pada waktu yang bersamaan sperma yang telah disiapkan sebelumnya dicampur dengan telur. Pemijahan ikan nila Ikan Nila dapat berkembang biak secara optimal pada suhu 20 .di perkirakan. Pemijahan secara buatan yaitu dengan menyuntikan hormon gonadotropin kedalam tubuh induk betina. Pemijahan secara semi buatan adalah pemijahan dengan cara memberi perlakuan khusus yaitu dengan menyuntik induk ikan menggunakan hormon. maka setelah dilakukan pengurutan induk ikan ditreatment dengan cara direndam dalam larutan formalin 50 – 150 ppm selama 3 jam.

Selama proses pemijahan air kolam harus tetap berganti. Dinding kolam diupayakan kokoh dan tidak ada yang bocor agar mampu menahan air kolam. Air dijatuhkan kepermukaan kolam agar terjadi percikan air untuk proses difusi oksigen. Ikan nila membutuhkan sarang dalam proses pemijahan. Oleh karena itu jumlah ikan jantan setiap luasan kolam tergantung pada berapa banyak kemungkinan kobakan yang dapat dibuat oleh ikan jantan pada dasar kolam tersebut. Sarang di buat di dasar kolam oleh induk jantan untuk memikat induk betina tempat bercumbu dan memijah. Biasanya jarak antara kobakan satu dengan yang lainnya kira-kira 25 cm. Pemijahan Secara Tradisional/ Alami Pemijahan secara alami dapat dilakukan di kolam. Pemijahan ikan nila berdasarkan pengelolaannya dibedakan beberapa sistim antara lain: 1. pembuatan kemalir. sekaligus merupakan wilayah teritorialnya yang tidak boleh diganggu oleh pasangan lain. pemupukan dan pengapuran. maka satu baris panjang didapat 1000:100 cm = 10 dan satu baris lebar 1000:100 = 10. jadi banyaknya kobakan 10 x 10 = 100 atau banyaknya ikan jantan adalah 100 ekor. Perbandingan jantan dan betina adalah 1 : 3 ukuran 250 .500 gr perekor. Kobakan tersebut akan digunakan ikan jantan untuk memikat ikan betina dalam pemijahan. karena mata jaring mudah sekali tertutup baik oleh lumpur maupun organisme yang menempel pada jaring sehingga dapat mengganggu sirkulasi air. dengan cara mengalirkan air pemasukan ke kolam secara kontinu melalui pipa yang ada saringannya. Kedalam air kolam 70 cm. Pemijahan ikan nila dengan menggunakan hapa (kantung jaring dengan mata jaring yang lembut lebih kecil dari ukuran larva) hanya pada ikan nila yang sudah diadaptasi pada kondisi tersebut.ppm) dan suhu tidak berfluktuasi. Hal ini berdasarkan sifat ikan jantan yang membuat sarang berbentuk kobakan didasar kolam dengan diameter kira-kira 50 cm dan akan mempertahankan kobakan tersebut dari ikan jantan lainnya. Kantung jaring dapat digunakan beberapa bulan saja paling lama 6 bulan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana dasar kolam berlumpur untuk pembuatan sarang dan 127 . Dasar kolam dilakukan pengolahan. Padat penebaran induk tergantung dari ukuran induk dan sistem pemijahan yang dilakukan. Sedangkan yang betina adalah 3 x 100 = 300 ekor. Bila areal/kolam mempunyai luasan 100 m2 (1000 x 1000 cm2). Induk betina yang lebih banyak 3 x jantan adalah agar mudah memberi kesempatan pada jantan untuk dapat menemukan betina yang matang gonad. Persiapan Kolam Kolam pemijahan luasnya harus disesuaikan dengan jumlah induk yang akan dipijahkan. Kegiatan pemijahan alami meliputi antara lain. Dengan padat penebaran 1 ekor/m2.

Untuk menciptakan kondisi seperti tersebut.790 895 0 Pemupukan dapat diberikan pupuk kandang. Dosis pengapuran untuk menetralkan berbagai tingkatan pH dan jenis tekstur tanah dapat dilihat pada Tabel 4.790 7.5 5.0 6. Dosis Pengapuran untuk Menetralkan dari Berbagai Jenis Tekstur Tanah dan pH Awal yang Berbeda NO 1 2 3 4 5 6 pH Awal < 4. pH > 5. Cara ini akan memberikan pengaruh penguraian pupuk secara bertahap dan terus menerus sehingga pertumbuhan pakan alami dapat stabil dan tidak terjadi blooming plankton yang merugikan.950 5.370 3.320 10.740 8.1 . Pemupukan susulan dapat diberikan 2 minggu kemudian dengan cara memasukan pupuk kandang/hijau ke dalam karung plastik yang diberi lubang secara merata dan direndam di dekat pintu pemasukan air kolam. tetapi bisa disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah kolam perairan.0 4.5.975 3. daun lamtoro dan lain.5 Kebutuhan Kapur CaCO3 (kg/Ha) Lempung berliat Lempung berpasir Pasir 14.790 1.meningkatkan kesuburannya agar cukup tersedia pakan alami untuk konsumsi induk dan larva hasil pemijahan. Cara pemberian pupuk kandang bisa dionggokan dibeberapa tepi kolam.4.790 4. Tabel 4.580 1. Agar kolam bisa menjadi subur lagi bisa ditambah dengan pupuk hijau.6.580 1.0 5.6. Pengairan Selama proses pemijahan ikan membutuhkan suasana parameter kualitas air yang sesuai yaitu oksigen terlarut > 5 ppm. pupuk hijau dan pupuk buatan atau kombinasi dari ketiga macam pupuk tersebut. kuda dll) dengan dosis 1500 kg/ha atau kotoran ayam sebanyak 600.475 4.1200 kg/ha • TSP dosis 100 kg/ha • Urea dosis 150 kg/ha Dosis tersebut tidak mutlak . pengairan kolam harus dilakukan dengan pengaturan yang baik.6 .1 .6 .580 1. suhu 20 30 °C dan NH3 < 1 ppm. Jenis pupuk yang biasa digunakan terdiri dari : • Kotoran ternak besar (sapi.lain.5 4. Sedang untuk pupuk anorganik disebarkan pada dasar kolam.5. kerbau. misalnya daun orok-orok. penyakit dan parasit larva ikan serta meningkatkan pH dasar kolam.160 5.475 3. Air 128 .6.6. Selanjutnya kolam diairi ± 70 cm.0 .370 4. Pengapuran dilakukan untuk mengendalikan hama.

bungkil kedelai. Pakan tambahan dapat berbentuk dedak. Pengolahan dasar kolam dilakukan seperti pada persiapan kolam pemijahan alami. dan kolam larva (III) untuk menangkap larva yang dihasilkan. Pemberian pakan tambahan dimaksudkan untuk menjaga stabilitas produktifitas induk karena selama masa inkubasi telur 3-4 hari induk berpuasa sehingga pada proses pemijahan harus cukup cadangan energi dari pakan ikan. dengan demikian pemanenan larva relatif mudah dilakukan dan induk akan lebih produktif karena tidak sering terganggu yang dapat menimbulkan stres dan kematian pada induk. 2. Kolam induk jantan (lingkaran I) hanya dapat dimasuki ikan betina yang berukuran lebih kecil dari ikan jantan. pemijahan ikan dapat dilakukan dengan melakukan manipulasi lingkungan yang sesuai dengan sifat memijah ikan. Desain kolam pemijahan dapat dilihat pada Gambar . Pemberian pakan Meskipun kolam telah di pupuk dan tumbuh subur pakan alami. pemberian pakan tambahan mutlak di perlukan.pemasukan terus menerus dialirkan dengan debit 2 .6 % per hari dari bobot induk. • Persiapan kolam Kolam pemijahan dibuat dari pagar bambu yang bersekatsekat antara kolam jantan. Diagram susunan kolam pemijahan bersekat • Proses pemijahan Apabila konstruksi berbentuk lingkaran kolam dengan 129 . kolam betina dan kolam larva (gambar. bungkil kacang atau pellet.23. Pemijahan secara buatan dapat dilakukan dengan dua cara : Pemijahan Intensif Yang Sepenuhnya Dilakukan Di Kolam Metoda ini dilakukan pada kolam yang didesain sedemikian rupa sehingga setelah pemijahan selesai dapat dipisahkan antara induk jantan.12. Selama proses pemijahan ± 7 hari dan pasca inkubasi telur yaitu setelah hari ke 8 . Pellet dapat diberikan 3 . kolam induk betina (lingkaran II) hanya dapat dilalui larva sedang induk betina tidak dapat keluar dari sekat.1).5 liter/ menit untuk luasan kolam 200 m2. induk betina dan larva ikan dalam kolam yang berbeda. Gambar 4. Pemijahan secara intensif Dari sifat perilaku ikan nila maka untuk meningkatkan hasil dan produktifitas induk ikan nila di dalam menghasilkan larva.

diameter kolam I adalah 4 meter dan kolam II adalah 10 meter, serta luas kolam III adalah 44 meter persegi, maka padat penebaran induk adalah antara 250 -300 ekor induk betina bobot ± 250 gr/ekor dan 40 ekor jantan bobot > 500 gr/ekor. Indukinduk ikan pada saat pemijahan menempati kolam I. Setelah proses pemijahan berlangsung dan telur telah menetas, induk betina akan keluar dari kolam I ke kolam II untuk mengasuh anaknya. Di kolam II ini larva tumbuh sampai ukuran ± 1 cm, selanjutnya larva akan masuk ke kolam III, sedangkan induk betina tetap pada kolam II karena ada sekat. Kolam III hanya dapat di masuki oleh larva dari kolam II ke kolam III, larva akan terusir dari kolam II, karena terganggu oleh induk betina yang ada. • Pemeliharaan Pemeliharaan induk dilakukan dengan pemberian pakan tambahan 3 - 6 % perhari dari bobot ikan. Pemberian pakan dilakukan sesuai yang dibutuhkan oleh induk dan larva.

mengumpulkan induk-induk pada satu sudut hapa untuk memperkecil ruang gerak induk dan memudahkan penangkapan. Induk betina di tangkap satu persatu di pegang bagian kepala, mulut di buka dan di goyang-goyang di dalam air atau dialiri air yang bagian bawahnya sudah dipasang lambit/seser halus. Telur yang ada pada mulut induk nila akan keluar dan tertampung di lambit dan selanjutnya di tampung pada wadah (ember/baki) untuk di bawa ke tempat penetasan. Setelah selesai pengambilan telur, induk dipelihara di kolam secara terpisah antara jantan dan betina dan setelah ± 14 hari sudah dapat dipijahkan kembali. Setelah pemijahan induk jantan dan induk betina di ambil dan di pelihara pada kolam induk yang berbeda, untuk persiapan pemijahan berikutnya. 4.3. Penetasan telur

Pemijahan Dilakukan Di Hapa, Penetasan Telur Dilakukan Pada Corong Tetas Induk yang sudah siap dipijahkan (matang gonad) di masukkan ke dalam hapa pemijahan dan dipelihara dengan memberikan pakan tambahan serta pengaturan air yang baik sampai hari ke 7. Pengambilan telur dilakukan pada hari ke 8 - 10 dengan cara

Setelah induk ikan melakukan pemijahan maka sel telur dan sel sperma akan bertemu dan mengalami proses pembuahan (fertilisasi) yang akan membentuk zygot. Oleh karena itu pembuahan ini merupakan proses peleburan antara sel telur dan sel sperma untuk membentuk zygot. Pembuahan terjadi ditandai dengan masuknya spermatozoa ke dalam telur lewat micropyle. Tiap sel sperma cukup untuk membuahi satu butir telur. Pada saat pembuahan spermatozoa masuk yaitu hanya kepalanya saja sedangkan ekornya tinggal di luar, cytoplasma dan chorion merenggang dan semacam sumbat segera menutup micropyle untuk 130

menghalangi masuknya spermatozoa lain. Pengerasan chorion disebabkan oleh enzim pengeras yang terdapat pada bagian dalam lapisan chorion. Pengerasan chorion berguna untuk melindungi embrio yang masih sangat sensitif. Setelah membentuk zygot maka setiap individu akan mengalami proses embriogenesis sebelum menetas. Untuk memahami tentang proses penetasan telur maka harus dipahami proses tentang embryogenesis. 4.3.1. Perkembangan embrio Perkembangan embrio dimulai dari pembelahan zygote (cleavage), stadia morula (morulasi), stadia blastula (blastulasi), stadia gastrula (gastrulasi) dan stadia organogenesis. Stadia Cleavage Cleavage adalah pembelahan zygote secara cepat menjadi unit-unit yang lebih kecil yang di sebut blastomer. Stadium cleavage merupakan rangkaian mitosis yang berlangsung berturut-turut segera setelah terjadi pembuahan yang menghasilkan morula dan blastomer. Stadia morula Morula merupakan pembelahan sel yang terjadi setelah sel berjumlah 32 sel dan berakhir bila sel sudah menghasilkan sejumlah blastomer yang berukuran sama akan tetapi ukurannya lebih kecil. Sel tersebut memadat untuk menjadi blastodik kecil yang membentuk dua lapisan sel. Pada saat ini ukuran sel mulai beragam. Sel membelah secara

melintang dan mulai membentuk formasi lapisan kedua secara samar pada kutup anima. Stadia morula berakhir apabila pembelahan sel sudah menghasilkan blastomer. Blastomer kemudian memadat menjadi blastodisk kecil membentuk dua lapis sel. Pada akhir pembelahan akan dihasilkan dua kelompok sel. Pertama kelompok sel-sel utama (blastoderm), yang meliputi sel-sel formatik atau gumpalan sel-sel dalam (inner mass cells), fungsinya adalah membentuk tubuh embrio. Kedua adalah adalah kelompok sel-sel pelengkap, yang meliputi trophoblast, periblast, auxilliary cells, fungsinya adalah melindungi dan menghubungi antara embrio dengan induk atau lingkungan luar. Kelompok sel-sel yang terdiri dari jaringan embrio (blastodic) dan jaringan periblas, pada ikan, reptil dan burug disebut cakram kecambah (germinal disc). Stadia blastula Blastulasi adalah proses yang menghasilkan blastula yaitu campuran sel-sel blastoderm yang membentuk rongga penuh cairan sebagai blastocoel. Pada akhir blastulasi, sel-sel blastoderm akan terdiri dari neural, epidermal, notochordal, meso-dermal, dan endodermal yang merupakan bakal pembentuk organ-organ. dicirikan dua lapisan yang sangat nyata dari sel-sel datar membentuk blastocoel dan blastodisk berada di lubang vegetal berpindah menutupi sebagian besar kuning telur. Pada blastula sudah terdapat daerah yang berdifferensiasi membentuk organorgan tertentu seperti sel saluran pencernaan, notochorda, syaraf, 131

epiderm, ektoderm, mesoderm dan endoderm. Stadia gastrula Gastrulasi adalah proses perkembangan embrio, dimana sel bakal organ yang telah terbentuk pada stadia blastula mengalami perkembangan lebih lanjut. Proses perkembangan sel bakal organ ada dua, yaitu epiboli dan emboli. Epiboli adalah proses pertumbuhan sel yang bergerak ke arah depan, belakang dan kesamping dari sumbu embrio dan akan membentuk epidermal, sedangkan emboli adalah proses pertumbuhan sel yang bergerak ke arah dalam terutama diujung sumbu embrio. Stadia gastrula ini merupakan proses pembentukan ketiga daun kecambah yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm. Pada proses gastrula ini terjadi perpindahan ektoderm, mesoderm, endoderm dan notochord menuju tempat yang definitif. Pada periode ini erat hubungannya dengan proses pembentukan susunan syaraf. Gastrulasi berakhir pada saat kuning telur telah tertutupi oleh lapisan sel. Dan beberapa jaringan mesoderm yang berada disepanjang kedua sisi notochord disusun menjadi segmensegmen yang disebut somit yaitu ruas yang terdapat pada embrio. Stadia organogenesis Organogenesis merupakan stadia terakhir dari proses perkembangan embrio. Stadia ini merupakan proses pembentukan organ-organ tubuh makhluk hidup yang sedang berkembang. Dalam proses organogenesis terbentuk berturut-

turut bakal organ yaitu syaraf, notochorda, mata, somit, rongga kuffer, kantong alfaktori, rongga ginjal, usus, tulang subnotochord, linea lateralis, jantung, aorta, insang, infundibullum dan lipatan-lipatan sirip. Sistem organ-organ tubuh berasal dari tiga buah daun kecambah, yaitu ektodermal, endodermal dan mesodermal. Pada ektodermal akan membentuk organorgan susunan (sistem) saraf dan epidermis kulit. Endodermal akan membentuk saluran pencernaan beserta kelenjar-kelenjar pencernaan dan alat pernafasan, dan mesodermal akan membentuk rangka, otot, alat-alat peredaran darah, alat eksresi, alat-alat reproduksi dan korium (chorium) kulit. Jika proses organogenesis ini telah sempurna maka akan dilanjutkan dengan proses penetasan telur. 4.3.2. Proses penetasan telur Penetasan adalah perubahan intracapsular (tempat yang terbatas) ke fase kehidupan (tempat luas), hal ini penting dalam perubahanperubahan morfologi hewan. Penetasan merupakann saat terakhir masa pengeraman sebagai hasil beberapa proses sehingga embrio keluar dari cangkangnya. Penetasan terjadi karena 1) kerja mekanik, oleh karena embrio sering mengubah posisinya karena kekurangan ruang dalam cangkangnya, atau karena embrio telah lebih panjang dari lingkungan dalam cangkangnya (Lagler et al. 1962). Dengan pergerakan132

pergerakan tersebut bagian telur lembek dan tipis akan pecah sehingga embrio akan keluar dari cangkangnya. 2) Kerja enzimatik, yaitu enzim dan zat kimia lainnya yang dikeluarkan oleh kelenjar endodermal di daerah pharink embrio. Enzim ini disebut chorionase yang kerjanya bersifat mereduksi chorion yang terdiri dari pseudokeratine menjadi lembek. Sehingga pada bagian cangkang yang tipis dan terkena chorionase akan pecah dan ekor embrio keluar dari cangkang kemudian diikuti tubuh dan kepalanya. Semakin aktif embrio bergerak akan semakin cepat penetasan terjadi. Aktifitas embrio dan pembentukan chorionase dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar. Faktor dalam antara lain hormon dan volume kuning telur. Hormon tersebut adalah hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisa dan tyroid sebagai hormon metamorfosa, sedang volume kuning telur berhubungan dengan energi perkembangan embrio. Sedangkan faktor luar yang berpengaruh adalah suhu, oksigen, pH salinitas dan intensitas cahaya. Penetasan telur terjadi bila embrio telah menjadi lebih panjang dari pada lingkaran kuning dan telah terbentuk sirip ekor. Penetasan terjadi dengan cara pelunakan chorion oleh suatu enzim atau substansi kimia lainnya hasil sekresi kelenjar ekstoderm. Selain itu penetasan juga disebabkan oleh gerakan-gerakan larva akibat peningkatan suhu, intensitas cahaya dan pengurangan tekanan oksigen.

4.3.3. Aplikasi ikan

Penetasan

Telur

Penetasan telur pada ikan budidaya dapat dilakukan dengan berbagai wadah. Wadah penetasan telur ikan dapat digunakan antara lain adalah akuarium, kolam, bak atau fiber glass. Wadah yang di gunakan harus bersih. Sebelum penetasan telur, air wadah penetasan di sanitasi menggunakan methalyne blue (MB). Jika penetasan telur dilakukan di kolam harus menggunakan hapa. Hapa yang digunakan dengan mata jaring 1 mm atau lebih kecil dari butiran telur. Air pada wadah penetasan harus mengalir terus menerus. Salah satu sumber oksigen terlarut di dalam wadah penetasan berasal dari difusi air langsung dengan udara. Kadar oksigen terlarut di dalam wadah adalah 6 - 8 ppm. Pada ikan lele biasanya telurnya dilekatkan pada substrat. Telur yang telah menempel pada kakaban dapat ditetaskan dalam wadah budidaya disesuaikan dengan sistem budidaya yang akan diaplikasikan. Selama penetasan telur, air dialirkan terus menerus. Seluruh telur yang akan ditetaskan harus terendam air, kakaban yang penuh dengan telur diletakan terbalik sehingga telur menghadap ke dasar bak. Dengan demikian telur akan terendam air seluruhnya. Telur yang telah dibuahi berwarna kuning cerah kecoklatan, sedangkan telur yang tidak dibuahi berwarna putih pucat. Di dalam proses penetasan telur diperlukan suplai oksigen yang cukup. Untuk memenuhi kebutuhan akan oksigen terlarut dalam air, setiap bak penetasan di pasang aerasi. Telur 133

akan menetas tergantung dari suhu air wadah penetasan dan suhu udara. Jika suhu semakin panas, telur akan menetas semakin cepat. Begitu juga sebaliknya, jika suhu rendah, menetasnya semakin lama. Telur ikan lele akan menetas berkisar antara 24-57 jam dari pembuahan. Selama penetasan telur harus selalu dicek, telur yang sehat berwarna hijau kecoklatan, bila ada telur yang berwarna putih harus segera dibuang untuk menghindari berkembangnya jamur. Perkembangan stadia embrio pada ikan lele telah diamati oleh Volkaert et al (1994) yang melakukan pengamatan pada suhu penetasan telur yang optimal adalah 28oC (Tabel 4.7). Telur ikan lele (African catfish) akan menetas setelah 24 jam dengan derajat penetasan 80–100%. Tabel 4.7. Perkembangan stadia embrio ikan lele pada suhu 28oC Waktu (jam) Stadia embrionik 0 : 45 1 : 00 1 : 15 1 : 30 1 : 45 2 : 00 2 : 15 2 : 30 2 : 45 4 : 15 4 : 45 5 : 15 7 : 00 8 : 15 12 : 00 24 : 00 2 sel 4 sel 16 sel 32 sel 64 sel 128 sel Morula Awal Blastula Akhir Blastula Dimulainya epiboly 30% epiboly Germinal disk 60% epiboly 90% epiboly 1 – 10 somite 80–100% menetas

Pada ikan nila penetasan telur dapat dilakukan dengan dua metode yaitu penetasan dengan menggunakan corong penetasan dan metode konvensional. Pada metode konvensional dari induk ikan nila yang mempunyai bobot 250 - 300 gr dapat menghasilkan 300 - 800 butir telur. Telur ikan nila akan menetas setelah 4 - 6 hari. Telur yang telah menetas tidak langsung dilepaskan induknya melainkan tetap dimulutnya. Induk betina melepas larva jika sudah dapat berenang. Pada tahap awal larva dilepaskan, induk betina masih menjaganya. Di alam, induk betina ikan nila mulai melepaskan larva dari mulutnya pada umur 4 - 5 hari. Pada umur tersebut induk betina masih menjaga larva-larva tersebut. Jika keadaan lingkungan larva kurang aman, induk ikan menghisap kembali larvanya. Kuning telur larva akan habis setelah berumur 5 - 7 hari. Setelah kuning telur habis, larva akan mencari makanan disekitarnya. Biasanya induk betina menjaganya dengan mengikuti kelompok larva tersebut berenang. Jika ada ikan lain yang mendekati kelompok larva atau keadaan perairan kurang aman maka induk tersebut memasukkan kembali larva-larva tersebut kedalam mulutnya. Selanjutnya larva dilepaskan kembali pada perairan yang relatif aman dari gangguan ikan lainnya. Secara keseluruhan proses ini memerlukan waktu kurang lebih 18 hari. Sedangkan penetasan telur ikan nila secara intensif dilakukan pada corong tetas, yang merupakan modifikasi dari penetasan telur secara alami. Modifikasi tersebut 134

terlihat pada kondisi lingkungan, suplai air untuk gerakan telur, oksigen terlarut dan sebagainya. Air yang dialirkan ke corong penetasan selain agar telur-telur tetap bergerak juga untuk mempertahankan kualitas air tetap baik. Corong tetas yang digunakan berbentuk kerucut terbuat dari bahan fibre glass atau bahan lain. Pada corong tetas terdapat pipa- pemasukan dan pengeluaran air. Pipa pemasukan terletak di dasar corong tetas sedangkan pipa pengeluaran terletak di bagian atas corong tetas. Corong yang berukuran tinggi 45 cm, diameter atas 30 cm, diameter bawah 15 cm dapat menetaskan telur sebanyak ± 15.000 butir telur/corong. Corong tetas sebelum digunakan terlebih dahulu dibersihkan dari endapan kotoran, sisa telur dan lumut kemudian dikeringkan. Setelah itu direndam pada larutan malachyte green atau methalyn blue 10 ppm selama 15 - 30 menit. Selama kegiatan penetasan telur air terus menerus dialirkan ke corong penetasan. Agar penggunaan air lebih efisien, sebaiknya memakai sistem resirkulasi air. Dengan sistem ini air yang telah digunakan akan melalui saringan terlebih dahulu baik secara fisis, biologis mapun khemis sebelum digunakan selanjutnya ke corong tetas. Dengan menggunakan saringan tersebut, sistem resirkulasi air dapat digunakan selama lebih dari 6 bulan, selain lebih efisien, juga mudah dalam pengontrolan parameter kualitas air yang sesuai dengan kebutuhan telur dan larva. Bak penampungan air dan saringan yang digunakan secara berkala kira-

kira 6 bulan sekali dibersihkan. Hal ini untuk menghindari penyumbatan aliran air oleh kotoran. Tujuan penetasan telur meggunakan corong tetas adalah untuk meningkatkan daya tetas telur. Tahap awal perkembangan telur, telur sangat rentan terhadap gangguan khususnya gangguan secara mekanik. Gangguan secara mekanik umumnya terjadi pada saat membersihkan telur dari kotoran, memasukkan telur ke corong penetasan dan gerakan telur akibat debit air yang terlalu besar. Oleh sebab itu penanganan telur harus dilakukan secara hati-hati. Debit air yang terlalu besar dapat menyebabkan telur membentur dinding atau telur lainnya dengan keras sehingga dapat mengakibatkan kematian. Pada saat panen, sering terdapat perbedaan umur larva. Perbedaan ini karena pemijahan induk tidak serentak sehingga perkembangan embrio telur setiap induk pada kolam pemijahan yang sama sering berbeda. Demikian juga ukuran telur setiap induk berbeda-beda. Sebelum dimasukkan ke corong penetasan, telur yang berbeda baik masa inkubasi maupun ukuran telur harus dipisahkan terlebih dahulu. Pemisahan telur bertujuan untuk memudahkan pemanenan larva. Pemisahan atau pemilihan telur dapat dilakukan pada saat telur diambil dari mulut induk dan pada saat telur ditampung. Umumnya telur pada satu induk seragam baik masa inkubasi maupun ukuran. Oleh sebab itu pemisahan telur lebih baik dan lebih cepat dilakukan dilakukan 135

pada saat telur diambil dari mulut induk. Setiap telur yang diambil dari mulut induk ditampung dalam satu wadah. Sedangkan telur dari induk lain yang berbeda masa inkubasi dan ukuran telurnya ditampung pada wadah yang lain. Selanjutnya setelah dibersihkan, telur yang sama masa inkubasi dan ukuran dari induk yang lain di tetaskan pada corong tetas yang sama. Sedangkan telur yang lain ditetaskan pada corong tetas yang berbeda. Jika pemisahan telur pada wadah penampungan dinama seluruh telur ditampung dalam satu wadah kemudian dilakukan pemisahan akan lebih rumit dan lama sehingga dapat mengakibatkan telur mati. Kematian telur tersebut dapat karena telur tidak bergerak, benturan dan sinar matahari langsung. Masa inkubasi telur ikan nila berhubungan dengan warna telur. Telur yang baru dibuahi memiliki warna kuning muda. Sedangkan telur yang akan menetas berwarna kuning kecoklatan. Telur yang berwarna putih susu adalah telur mati. Telur hasil seleksi dibersihkan dan dipisahkan, dimasukkan ke dalam corong tetas. Air terus menerus dialirkan ke dalam corong tetas. Besar kecilnya debit air yang masuk ke dalam corong tetas di atur menggunakan kran. Debit air untuk penetasan telur ikan sebesar 0,8 liter perdetik. Debit air yang terlalu besar dapat mengakibatkan kematian telur karena tekanan air sehingga telur dapat terbentur ke dinding corong tetas atau terbawa air keluar corong tetas. Sebaliknya debit air yang terlalu kecil dapat mengakibatkan

telur tidak bergerak dan kekurangan oksigen. Telur yang tidak bergerak dan kekurang oksigen akan mati. Oleh sebab itu kegiatan sehari-hari pada saat penetasan telur adalah mengontrol debit air dan membersihkan corong tetas. Corong tetas dapat dibersihkan dengan menyipon kotoran atau telur yang mati. Pada saat pengontrolan debit air di dalam corong tetas harus selalu stabil sehingga tidak mengganggu gerakan telur. Air yang masuk pada corong tetas memiliki tekanan yang merata diseluruh bagian corong tetas agar telur yang ada semua bergerak. Jika tekanan aliran air hanya terdapat pada beberapa begian corong tetas saja mengakibatkan terdapat titik mati tekanan air. Telur yang terdapat pada tekanan titik mati tersebut tidak bergerak dan mati. Telur ditetaskan pada corong tetas selama 5 - 7 hari. Selama penetasan telur, air terus menerus dialirkan. Hari ke dua penetasan telur akan terlihat telur yang mati dan hidup. Telur yang mati segera dibuang karena akan mempengaruhi kualitas air. Sumantadinata (1983) mengatakan faktor-faktor yang mempengaruhi daya tetas telur adalah : 1. Kualitas telur. Kualitas telur dipengaruhi oleh kualitas pakan yang diberikan pada induk dan tingkat kematangan telur. 2. Lingkungan yaitu kualitas air terdiri dari suhu, oksigen, karbondioksida, amonia, dll. 3. Gerakan air yang terlalu kuat yang menyebabkan terjadinya benturan yang keras di antara 136

telur atau benda lainnya sehingga mengakibatkan telur pecah. Blaxter dalam Sumantadinata (1983), penetasan telur dapat disebabkan oleh gerakan telur, peningkatan suhu, intensitas cahaya atau pengurangan tekanan oksigen. Dalam penekanan mortalitas telur, yang banyak berperan adalah faktor kualitas air dan kualitas telur selain penanganan secara intensif. Oleh karena itu induk betina hanya dapat memijah perlu waktu lama. Akan tetapi pada pemijahan secara intensif, induk ikan nila betina dapat dipijahkan setiap 2 - 4 minggu. Hal ini dapat dijelaskan secara fisiologis ikan sebagai berikut; pada pemijahan alami, selama proses pengeraman telur dan pemeliharaan larva, induk betina akan terhambat perkembangan gonadnya. Sedangkan pada pemijahan intensif proses tersebut dilakukan secara buatan (corong tetas). Dengan demikian induk betina dapat bebas dari tugas tersebut dan segera menyiapkan kembali untuk pemijahan berikutnya dalam waktu yang relatif cepat. Pada ikan nila yang telurnya akan ditetaskan pada corong penetasan harus dilakukan pemanenan telur. Pemanenan telur ikan nila ini dilakukan pada hari ke 9. Pemanenan dilakukan dengan cara mengambil telur dari mulut induk betina ikan nila. Sebelum pemanenan terlebih dahulu permukaan air kolam diturunkan sampai ketinggian 10 - 20 cm. Jika pemijahan dilakukan di hapa

(waring), maka caranya adalah dengan menarik salah satu ujung hapa ke salah satu sudut hapa. dengan hati-hati untuk menghindari induk mengeluarkan telur. Karena induk ikan nila jika merasa dalam bahaya atau terdesak akan mengeluarkan telur di sembarang tempat. Hal ini akan menyulitkan dalam mengumpulkan telur ikan nila. Pengambilan telur ikan nila dilakukan dengan menangkap induk satu persatu. Penangkapan induk dilakukan menggunakan seser kasar dan seser halus. Kedua seser ini digunakan pada saat bersamaan. Seser kasar berfungsi untuk menangkap induk sedangkan seser halus berfungsi untuk menampung telur ikan. Seser kasar terletak dibagian atas dan seser halus terletak dibagian bawah. Pada saat menangkap induk dilakukan dengan hati-hati agar telur tidak dikeluarkan. Cara mengambil telur dari induk betina yaitu dengan memegang bagian kepala ikan. Pada saat bersamaan salah satu jari tangan membuka mulut dan tutup insang. Selanjutnya tutup insang di siram air sehingga telur keluar melalui rongga mulut. Selanjutnya telur-telur tersebut ditampung dalam wadah. Hal yang perlu diperhatikan adalah menghindari gerakan induk sekecil mungkin agar telur yang telah keluar tidak berserakan. Induk yang telah diambil telurnya dan yang belum memijah dikembalikan ke kolam pemeliharaan induk. Telur pada wadah penampungan jangan terkena sinar matahari langsung dan diupayakan telur selalu bergerak. Telur yang terlalu lama 137

diam serta kena sinar matahari langsung dapat menimbulkan kematian. Selanjutnya sebelum dimasukkan ke corong tetas, telur terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran berupa lumpur, lumut, sisa pakan dan sebagainya. Telur yang telah bersih dari kotoran dapat dimasukkan ke dalam corong penetasan.

4. 4. Pemeliharaan larva dan benih ikan Larva adalah anak hewan avertebrata yang masih harus mengalami modifikasi menjadi lebih besar atau lebih kecil untuk mencapai bentuk dewasa. Menurut Lagler (1956), larva adalah organisme yang masih berbentuk primitif atau belum mempunyai organ tubuh lengkap seperti induknya untuk menjadi bentuk definitif yaitu metamorfosa. Perkembangan stadia larva meliputi stadia pro-larva dan stadia pasca larva. Stadia pro-larva merupakan tahap larva yang masih memiliki kuning telur, sedangkan stadia pasca larva merupakan tahap larva yang telah habis kuning telurnya dan masa penyempurnaan organ-organ tubuh yang ada. Akhir stadia ini ditandai dengan bentuk larva yang sama dengan induknya yang biasa disebut dengan juvenil atau benih ikan. Larva ikan yang baru menetas memiliki kuning telur. Larva tersebut mengambil makanan dari kuning telur. Kuning telur akan habis setelah larva berumur 3 hari. Setelah kuning telur habis, larva mengambil

makanan dari luar atau lingkungan hidupnya. Larva ikan yang dibudidayakan harus dilakukan pemeliharaan untuk mencapai stadia benih. Wadah yang dapat digunkan untuk melakukan pemeliharaan larva ini bermacam-macam. Wadah pemeliharaan larva ini antara lain dapat berupa bak atau kolam. Pada pemeliharaan di bak yang perlu diperhatikan adalah sanitasi wadah sebelum digunakan untuk pemeliharaan dengan cara wadah direndam menggunakan larutan Methilen Blue 100 ppm selama 24 jam, kemudian dikuras dan diisi air bersih. Sedangkan wadah yang menggunakan kolam, sebelum digunakan harus disiapkan terlebih dahulu. Persiapan kolam pemeliharaan larva/pendederan meliputi perbaikan pematang, pengolahan dasar kolam, perbaikan pipa pemasukan dan pengeluaran, pemupukan dan pengapuran. Perbaikan pematang bertujuan untuk mencegah kebocoran kolam. Kebocoran kolam dapat diakibatkan oleh binatang air seperti belut, ular, kepiting dan lain-lain. Pematang yang bocor mengakibatkan air kolam tidak stabil dan benih ikan lolos keluar kolam. Perbaikan pematang yang bocor dilakukan dengan menyumbat bagian yang bocor menggunakan tanah atau ijuk. Pengolahan dasar kolam dilakukan dengan mencangkul dasar kolam. Tujuan mengolah dasar kolam adalah untuk menguapkan gas beracun yang terdapat di dasar kolam. Tanah yang baru dicangkul diratakan. Setelah dasar kolam rata, lalu dibuat saluran ditengah kolam. Saluran ini disebut kemalir. Kemalir 138

berfungsi untuk memudahkan pemanenan dan sebagai tempat berlindung benih ikan pada siang hari dan jika ada predator (pemangsa). Kemalir dibuat mulai dari pipa pemasukan air sampai pipa pengeluaran air. Kemalir dibuat dengan ukuran lebar 0,5 meter dan kedalaman 0,3 meter. Pipa pemasukan dan pengeluaran air dilengkapi saringan. Fungsi saringan pada pipa pemasukanan adalah untuk menghindari masuknya ikan liar atau sampah, sedangkan fungsi saringan pada pipa pengeluaran adalah untuk menghindari lolosnya benih ikan keluar kolam. Setelah melakukan pengolahan dasar kolam dan perbaikan pematang, kemudian dilakukan pengapuran. Pengapuran bertujuan untuk membasmi bibit penyakit dan meningkatkan kadar pH tanah. Kapur di tebar merata di dasar kolam. Dosis kapur yang di tebar adalah 10 - 50 gr/m2 . Untuk kolam baru diperlukan 50 - 150 kg kapur/m2 Kapur ditebarkan pada dasar kolam lalu dicampur dengan lapisan lumpur paling atas sedalam 5 cm . Seminggu kemudian lakukan pemupukan dengan 50 - 100 kg pupuk kandang/100 m2, TSP 0,25 kg/100 m2, dan urea 0,25 kg/100 m2. Semprot kolam dengan menggunakan pestisida golongan organophosphat seperti Sumithion, Argothion, dan Diazinon dengan konsentrasi 3 - 4 ppm. Kolam sudah dapat diairi 5 - 7 hari setelah semua rangkaian kegiatan tersebut diatas dilakukan. Kolam yang telah di pupuk dan dikapur segera ditutup pipa

pengeluaran air. Selanjutnya pipa pemasukan air di buka. Setelah ketinggian air 20 - 30 cm, tutup pipa pemasukan air. Biarkan kolam selama 5 - 7 hari. Hari ke - 8 benih ikan dapat di tebar ke kolam untuk didederkan. Setelah dipastikan hampir semua telur menetas, kakaban diangkat untuk menghindari penurunan kualitas air akibat adanya pembusukan dari telur – telur yang tidak menetas. Disamping itu juga dilakukan pergantian air bak penetasan dengan membuang air sampai ¾ bagian volume air dan kemudian diisi kembali dengan air yang baru. Larva ikan lele yang baru menetas akan berwarna hijau dan berkumpul di dasar bak penetasan dibagian yang gelap. Ukuran larva lebih kurang 5 – 7 mm dengan berat 1,2 – 3 mg. Setelah berumur 2 hari, larva mulai bergerak dan menyebar ke seluruh bak penetasan. Sampai umur 3 hari larva tidak perlu diberi pakan tambahan, karena masih memanfaatkan cadangan makanan yang dibawa di dalam tubuhnya, yakni yang dikenal dengan “kuning telur”. Larva ikan lele dumbo baru diberikan pakan tambahan setelah berumur 4 hari dengan memberikan emulsi kuning telur ayam. Pemberian pakan tersebut sampai umur 5 hari. Setelah menginjak umur 6 hari, larva diberi pakan alami (makanan hidup) yang berukuran kecil, seperti kutu air (daphnia sp) atau cacing sutera (tubifex). Pakan buatan kurang baik diberikan karena jika tidak habis akan membusuk sehingga menurunkan kualitas air pada bak pemeliharaan. Pakan alami diberikan 139

2 kali seminggu. Sedangkan pengendalian hama penyakit dapat dilakukan dengan cara mencegah hama atau hewan liar masuk ke kolam seperti: membersihkan lingkungan sekitar kolam. Benih dapat langsung dipasarkan (dijual) langsung kepada pembeli atau didederkan pada kolam pendederan. Faktor lain yang perlu diperhatikan selama pemeliharaan benih atau larva adalah kualitas air. yakni pendederan pertama dan pendederan kedua. Pemeliharaan dilakukan selama 12 – 15 hari 140 . Cara memanennya adalah air dalam bak disurutkan secara perlahan. Pada saat pemeliharaan dapat diberi makanan tambahan berupa makanan halus seperti bekatul. Padat penebaran larva 10. benih sudah siap untuk dipanen. Jumlah air yang diganti sebanyak 50–70 % dengan cara menyipon (mengeluarkan air secara selektif dengan selang) sambil membuang kotoran yang mengendap pada dasar bak pemeliharaan larva.30 hari) pemupukan ulang perlu dilakukan untuk menjamin tersedianya makanan alami yang cukup. Selama masa pendederan (28 . Larva yang akan didederkan sebaiknya jangan ditebarkan langsung ke dalam kolam namun terlebih dahulu dilakukan aklimatisasi untuk menghindarkan perubahan suhu ekstrim antara suhu kolam dengan suhu air pada wadah pengangkutan. Setelah benih lele berumur 2 – 3 minggu dan mencapai ukuran 0. Pada pendederan pertama. selanjutnya benih ditangkap secara hati hati menggunakan seser (serokan) halus. dan lain sebagainya. Pengelolaan kualitas air dapat dilakukan berupa pengontrolan sistem pemasukan air agar tetap mengalir untuk mempertahankan tinggi air di kolam serta menjamin difusi oksigen terlarut kedalam kolam. Pemupukan dapat dilakukan 1 . konsentrat. memasang pagar sekeliling kolam. memasang lampu perangkap. Selang yang digunakan adalah selang plastik yang lentur dan biasa digunakan sebagai selang air. benih lele dumbo yang dipelihara adalah benih yang berasal dari pembenihan yang berukuran 1 – 3 cm. Benih ini dipeliharan selama 12 – 15 hari sehingga saat panen akan diperoleh lele dumbo berukuran kurang lebih 5 – 6 cm perekornya. Pendederan dilakukan dalam dua tahap. pagi.000–15. pemanenan dilakukan pada pagi atau sore hari saat suhu rendah. siang dan sore hari atau sesuai dengan kebutuhan.3 kali sehari. atau pakan buatan bentuk tepung.000 ekor/m2. Agar benih lele tidak mengalami stres.5 – 2 cm. Pada pendederan ke dua. Pergantian air dilakukan setiap 2 – 3 hari sekali atau tergantung dari kebutuhan. memasang saringan pada pipa inlet. Pendederan adalah pemeliharaan benih lele dumbo yang berasal dari hasil pembenihan sehingga mencapai ukuran tertentu. benih yang dipelihara berasal dari hasil pendederan pertama. menggunakan pupuk kandang (25 kg kotoran sapi atau 3 kg kotoran ayam/100 m2).

Pakan yang diberikan harus lebih kecil dari bukaan mulut larva dan jumlah 141 . benih harus diberi pakan tambahan. Cara penebaran untuk proses adaptasi (aklimatisasi) benih lele dumbo cukup mudah. yakni dengan menghindarkan pemberian pakan yang berlebihan. Pakan tambahan berupa tepung pelet sebanyak 3 – 5 % dari jumlah total benih yang dipelihara.sehingga diperoleh benih lele dumbo berukuran 8 – 12 cm perekornya. Pada ikan nila pemeliharaan larva dan benih ikan dapat dilakukan pada wadah pemeliharaan larva antara lain adalah akuarium. Benih lele dumbo yang masih berada di dalam wadah pengangkutan di biarkan terapung-apung diatas permukaan air selama 5 menit. pada kolam Untuk memperkecil mortalitas atau kehilangan benih. bak dan sebagainya. Pakan diberikan 3 – 4 kali sehari. larva berumur 3 hari sudah dapat berenang di dasar wadah pemeliharaan. Sanitasi dapat menggunakan malachyte green atau methalyn blue 10 ppm dengan cara dibilas keseluruh permukaan wadah. sebaiknya pemberian pakan disebarkan merata pendederan. Selama pemeliharaan. Pemeliharaan larva dilakukan selama 6 . Selanjutnya ditambahkan air dari kolam ke wadah pengangkutan sedikit demi sedikit. selama pemeliharaan harus dilakukan pengontrolan terhadap serangan hama dan penyakit. larva dapat diberi pakan berupa pakan alami. Penebaran benih dilakukan pada pagi atau sore hari dengan kepadatan 200 – 300 ekor/M2 berukuran 1 . Kegiatan pemeliharaan benih merupakan kegiatan inti dari pendederan. tepung ikan. ikan gabus. wadah pemeliharaan larva terlebih dahulu dibersihkan dan dilakukan sanitasi. dedak halus dan sebagainya. Selama pemeliharaan. Agar pemberian pakan lebih efektif. Sebelum larva dimasukkan. Penebaran harus dilakukan dengan hati-hati agar benih lele dumbo tidak mengalami stress. Sedangkan larva umur 5 hari sudah dapat berenang dipermukaan air. Benih yang akan didederkan sebaiknya jangan ditebar langsung ke kolam namun terlebih dahulu dilakukan aklimatisasi untuk menghindari perubahan suhu yang mencolok antara suhu air kolam dan suhu air pada wadah pengangkutan. Hama yang menyerang benih lele berupa belut. Pendederan ini dapat dilakukan di kolam tanah atau kolam tembok. Pemeliharaan larva meliputi pemberian pakan dan pengelolaan kualitas air. Penebaran benih dilakukan setelah 6 hari dari pemupukan atau saat pakan alami telah tersedia.3 cm per ekornya.8 hari. fibre glass. ular. Karena pakan yang berlebihan akan menumpuk di dasar kolam dan bisa membusuk yang akhirnya menjadi salah satu sumber penyakit. Tindakan pencegahan penyakit cukup dengan menjaga kualitas dan kuatitas air kolam. Dengan cara ini diharapkan kualitas air yang ada di dalam wadah pengangkutan tersebut akan sama dengan yang ada di kolam.

Sebelum ditebar terlebih dahulu di lakukan aklimatisasi dengan cara wadah yang berisi larva dimasukkan ke dalam air kolam. Pada suhu optimum. Kualitas air sangat penting diperhatikan dalam kegiatan pendederan. Pertumbuhan ikan mulai terganggu pada suhu ≤ 18 °C dan ≥ 30 °C. Sedangkan oksigen terlarut sebesar 6 . Pada umur tersebut benih ikan sudah men-capai ukuran 3 . Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan menambahkan garam dapur 142 .8 hari ditebar di kolam pendederan. Pendederan dilakukan selama 3 . Hama yang sering menyerang benih ikan nila adalah belut.pakan.8 ppm. Padat penebaran benih ikan nila sebanyak 75 . membuat saringan air sebelum air masuk ke kolam.100 ekor/m2. Pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan pengeringan dan pengapuran dasar kolam serta pergantian air kolam. Penyakit yang menyerang terutama penyakit parasitik seperti Ichthyophthirius multifilis yang mengakibatkan bintik putih dipermukaan tubuh ikan dan mengakibatkan kematian masal. Pakan yang tersisa di wadah pemeliharaan dapat mengakibatkan kualitas air kurang baik. Selain itu sebaiknya diberi aerasi pada wadah pemeliharaan larva. Selama pendederan benih ikan selain mendapatkan makanan alami di kolam juga diberi pakan tambahan yang halus seperti dedak. pertumbuhan ikan normal.5 cm. Suhu yang baik untuk pendederan ikan nila adalah 28 . ular.30 °C. Penebaran larva sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari pada saat suhu udara rendah. Benih dari wadah pemeliharaan larva ditangkap menggunakan seser halus. Jika suhu air wadah penampungan larva lebih rendah dari suhu air kolam maka air kolam dimasukkan sedikit demi sedikit ke wadah penampungan sampai suhu kedua air tersebut sama. Larva yang tertangkap tersebut ditampung di wadah. Selanjutnya benih tersebut ditebar di kolam. Perubahan temperatur yang terlalu drastis dapat menimbulkan gangguan fisiologis ikan yang dapat menyebabkan ikan stress. burung. Ukuran butiran pakan harus lebih kecil dari bukuaan mulut larva.4 minggu. Kandungan protein pakan benih ikan sebesar ≥ 30 %. Oleh sebab itu setiap hari dilakukan penyiponan terhadap kotoran atau sisa pakan. Pakan tambahan tersebut ditebar di sepanjang kolam. Demikian pula jumlah pakan harus sesuai dengan jumlah larva. ikan gabus dan ikan lele.3 kali perhari. Frekuensi pemberian pakan sebanyak 2 . Pencegahan hama dan penyakit pada kegiatan pendederan sangat perlu dilakukan. Jumlah pakan yang diberikan 10 % dari biomasa. Benih yang telah berumur 7 . Suhu air sangat berpengaruh pada laju metabolisme ikan. Air harus terus menerus mengalir di wadah. Selanjutnya larva ditebar dengan cara memiringkan wadah penampungan larva sehingga larva dapat keluar dengan sendirinya berenang ke kolam. Diharapkan pada saat penebaran pakan alami sudah tersedia di kolam.

Selain itu air baru yang akan dimasukkan sebaiknya telah diendapkan terlebih dahulu. daphnia. dactilogyrus sp. fiberglass dan dapat juga 143 . Penyiponan dapat juga dilakukan juga sekaligus dengan penggantian air. Pembersihan wadah dilakukan dengan menyipon kotoran dan sisa makanan menggunakan selang. pendederan Pemeliharaan benih pada ikan patin meliputi pemberian pakan. gyrodactius sp. Pada pemeliharaan benih ikan patin secara intensif yang dilakukan di bak atau akuarium perlu dilakukan pembersihan kotoran dan penggantian air di wadah pemeliharaan. Pencegahan dapat dilakukan dengan sanitasi lingkungan seperti wadah dan air. Air yang dikeluarkan pada saat penyiponan segera diganti dengan air bersih. Sehingga air yang diganti sebanyak air yang dikeluarkan. malachyte green. dan frekuensi pemberian pakan. aeromonas sp dan sebagainya. kurang nafsu makan. Ketiga bibit penyakit tersebut menjadi suatu sistem sehingga benih ikan terserang penyakit. kadar protein. Pada saat menyipon harus dilakukan dengan hati-hati agar benih ikan tidak ikut keluar. Hama dan penyakit ikan timbul disebabkan oleh kondisi lingkungan. Pemberian pakan yang perlu diperhatikan adalah jenis pakan. Demikian juga air yang akan digunakan sebaiknya disanitasi demgan menggunakan methylen blue. Benih ikan yang terserang penyakit ich biasanya menggosokgosokkan bagian tubuhnya ke dinding atau dasar wadah. pengelolaan kualitas air serta pengendalian/hama penyakit ikan. kondisi benih ikan dan bibit penyakit.50%. Pengendalian hama dan penyakit benih ikan patin lebih ditekankan pada pencegahan. Pakan yang diberikan untuk benih ikan sesuai dengan bukaan mulut benih ikan. akuarium.di kolam media sebanyak 200 gr/m3. Ichthyopthirius sp sering menyerang pada bagian sisik dan sirip benih ikan. Parasit/penyebab penyakit sering menyerang bibit benih ikan patin adalah Ichthyopthirius mulitifilis atau white spot. Pemeliharan benih ikan patin dilakukan secara intensif di bak. Pengelolaan kualitas air mutlak perlu diperlukan karena benih patin sangat peka terhadap perubahan lingkungan khususnya kualitas air. Kalium permanganat dan sebagainya. Pakan yang diberikan harus lebih kecil dengan bukaan mulut ikan. Pemberian pakan benih ikan patin yang dipelihara secara intensif dapat diberikan jenis cacing tubifex. Hal yang perlu diperhatikan pada saat penggantian air adalah suhu air. jumlah ukuran. Wadah yang akan digunakan sebaiknya terlebih dahulu dibersihkan menggunakan deterjen. rotifera dan lain-lain. Suhu air yang akan dimasukkan ke dalam wadah pemeliharan. Pemberian pakan benih ikan harus disesuaikan ukuran benih ikan dengan ukuran pakan. Air yang dikeluarkan sebanyak 25 . Kondisi lingkungan yang kotor menyebabkan benih ikan lemah. Pada kondisi tersebut benih ikan mudah terserang bibit penyakit.

Demikian juga untuk pelepasan benih ikan patin ini juga menggunakan metode aklimatisasi.5 kg/m2. pemupukan dan pengapuran. ginjal.3 . ada berapa ppm kandungan oksigennya atau berapa kapasitas oksigen per volume kolam tersebut. Pengolahan dasar kolam meliputi pencangkul tanah dasar kolam. Pelepasan benih ikan menggunakan metode aklimatisasi. Kemudian dengan menggunakan metode sampling ada berapa juta sel plankton yang terdapat dalam perut ikan dan berapa laju kecepatan respirasi ikan tersebut dalam menyerap oksigen. pH dan salinitas. Padat penebaran sangat tergantung kepada ”Caryng Capacity” kolam tersebut dan sifat serta ukuran ikan. 144 . Alat-alat tersebut akan dipergunakan pada saat sedang mengadakan proses osmoregulasi. Sedangkan pH termasuk ”Masking factor” yaitu sebagai faktor pengendali perubahan kimia dalam air. Pengolahan dasar kolam berfungsi untuk mengoksidasi gas beracun yang terdapat di dasar kolam. contoh : ada beberapa juta sel per ml kelimpahan planktonnya. Lingkungan baru tersebut adalah suhu. Caryng capacity bisa diartikan daya dukung kolam yang menyangkut kelimpahan pakan alami. Dosis pupuk yang ditebar sebanyak 0. Selanjutnya dilakukan pemerataan dasar kolam. Persiapan tersebut meliputi pengolahan dasar kolam. Pada hari ke 10 air kolam dinaikkan menjadi 50-70 cm. respirasi ikan pada suhu 20-30 0C. Pelepasan benih sebaiknya dilakukan sore hari agar suhu air kolam sudah menurun. Begitu juga ikan mempunyai batas toleransi terhadap perubahan lingkungannya. Suhu merupakan ”Controling factor” yaitu apabila suhu air berubah maka faktor yang lain akan berubah. Pakan alami akan mencapai puncaknya aetelah 10 – 14 hari dari pemupukan. ketersediaan oksigen serta minimalnya faktor penggangu hidupnya ikan. Pakan alami ini diharapkan menjadi pakan utama bagi benih ikan. Caryng capacity bisa dihitung. Sebagai contoh ikan hanya mampu mentolerir perubahan suhu hanya ± 5 0C.0. Hal ini bisa digunakan rumus Schroeder (1975). Namun demikian ikan mempunyai batas toleransi terhadap perubahan lingkungannya. Metode aklimatisasi adalah suatu cara memberikan kesempatan kepada ikan untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan baru. pembuatan kamalir. Jika pemeliharan benih ikan patin di kolam harus dilakukan persiapan.dilakukan dipeliharaan di kolam. insang.5 0C permenit. perubahan ini mampu ditolerir 0. Pemupukan bertujuan untuk menumbuhkan pakan alami dikolam. Pupuk ditebar merata di dasar kolam. Ikan mempunyai alat dan cara untuk beradaptasi terhadap lingkungannya. Selanjutnya kolam diisi dengan air setinggi 40 cm. Alat-alat tersebut antara lain kulit. Betapa pentingnya kehatihatian saat pelepasan benih ikan patin. Selanjutnya benih ikan dapat dilepas ke kolam. perbaikan saluran dan sebagainya.

Barangkali apabila kondisi demikian frekuensi pemberian pakan akan lebih dari 2 kali. Untuk itu pendataan hal ini perlu ketekunan. karena unsur gizinya saling melengkapi.24. Dalam pemeliharaan benih ikan patin harus dilakukan pemberian pakan. kondisi ini dibarengi dengan fotosintesis plankton terhambat.99 Dengan membandingkan caryng capacity dengan jumlah plankton isi perut ikan dan laju respirasi ikan maka padat penebaran bisa dicari. Ada suatu teori bahwa untuk mengatasi ikan kekurangan oksigen disamping melakukan aerasi air. Hal ini terjadi apabila ikan dipuasakan. siang dan sore hari dengan jumlah yang sama. Konversi/efesiensi pakan akan dapat dihitung apabila jumlah pakan yang diberikan serta bobot total ikan diketahui. Contoh kolam A seluas 200 m2 biasanya ditebar ikan 100 ekor/ m2 atau menghasilkan ikan 300 kg. Gambar 4. Dari hari kehari ikan hidup itu tumbuh.Y= 0. Jika kombinasi kedua jenis pakan yaitu pakan buatan dan pakan alami diberikan bersama adalah sangat baik. Pakan yang diberikan selama pendederan benih ikan patin adalah campuran tepung pelet dengan bekatul dengan perbandingan 1 : 2. baik bertambah panjang maupun bertambah berat. Sampling benih ikan 145 . matahari tidak bersinar otomatis suhu akan menurun. Secara singkat caryng capacity biasanya telah diketemukan berdasarkan pengalaman atas beberapa kali pendederan ikan atau pemeliharaan ikan pada kolam tersebut. Tetapi kondisi permintaan pakan akan berubahubah tergantung suhu air. Sehingga produksi oksigen menurun sebagai akibat nafsu makan ikan menurun permintaan ikan akan pakan juga menurun. Apabila cuaca cerah.82 Y= Konsumsi O2/ikan (gr)/jam W= Berat ikan R= 0.001 W0. diusahakan ikan selalu berenang dipermukaan air.24). Tetapi sebenarnya jenis ikan ini sangat menyukai pakan alami. Jika total bobot ikan diketahui maka jumlah pakan yang dibutuhkan dapat dihitung. Menurut beberapa penelitian bahwa pendekatan jumlah pakan yang diberikan per hari adalah 3% dari total bobot ikan. Tetapi apabila cuaca mendung. Frekuensi pemberian pakannya 3 kali yaitu pagi. matahari bersinar terang maka suhu air akan naik segala proses/metabolisme dipercepat. Begitu pula dari hari ke hari populasi ikan semakin berkurang ada beberapa ikan yang mati. Atas dasar kejadian ini maka untuk menetukan jumlah pakan pada hari-hari berikutnya perlu diadakan sampling ikan (Gambar 4.

pembesaran ikan disawah. Dalam pembesaran secara intensif ini harus diperhitungkan kualitas dan kuantitas air yang masuk kedalam kolam pembesaran. 2. Misalnya pembesaran ikan pada kolam tergenang. Pembesaran Ikan Pembesaran ikan merupakan salah satu proses dalam budidaya ikan yang bertujuan untuk memperoleh ikan ukuran konsumsi. Pada kegiatan pembesaran ikan yang perlu diperhatikan antara lain adalah wadah yang akan digunakan dalam proses pembesaran. Pada usaha budidaya ikan pembesaran merupakan segmen usaha yang banyak dilakukan oleh para pembudidaya ikan. Pembesaran ikan mas secara ekstensif/tradisional. Pembesaran ikan secara semi intensif. Pembesaran ikan semiintensif yaitu pembesaran ikan yang lebih mengutamakan pakan alami yang terdapat pada kolam dan diberi pakan tambahan yang tidak lengkap kandungan gizi dari pakan tersebut. Pada pembesaran semi intensif ini padat penebaran lebih tinggi dibandingkan dengan tradisional.5. Dalam pembesaran tradisional ini kesuburan perairan akan sangat menentukan tumbuhnya pakan alami. Berdasarkan jenis pakan yang digunakan dalam melakukan proses pembesaran ikan dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu : 1. Pembesaran ikan secara tradisional yaitu pembesaran ikan yang hanya mengandalkan pakan alami yang terdapat dalam kolam budidaya.4. 3. 2. Pembesaran ikan mas secara intensif. Pembesaran ikan mas Pembesaran ikan mas dapat dibedakan menjadi 3 kelompok berdasarkan penyediaan pakan dan luas lahan pemeliharaan. Misalnya melakukan pembesaran ikan pada kolam air tenang dengan memberikan pakan tambahan berupa dedak selain pakan alami yang terdapat pada kolam pembesaran. 3.5. 4. pencegahan terhadap hama dan penyakit ikan. Padat penebaran disesuaikan dengan daya dukung kolam dan pakan yang tersedia di kolam pembesaran. pola pemberian pakan. padat penebaran. Dalam melakukan pembesaran ikan ini relatif tidak terlalu sulit karena ketrampilan yang dibutuhkan tidak sesulit dalam melakukan pembenihan ikan. Pembesaran ikan mas secara tradisional adalah pembesaran ikan mas dalam kolam yang tenang 146 . pengontrolan pertumbuhan (sampling.1. yaitu : 1. Pembesaran ikan intensif yaitu pembesaran ikan yang dalam proses pemeliharaannya mengandalkan pakan buatan dalam pemberian pakannya serta dilakukan pada wadah yang terbatas dengan kepadatan maksimal. grading dan sortasi) serta pengelolaan kualitas air.

Pakan buatan yang diberikan biasanya adalah pellet. ukuran benih yang dapat digunakan sebaiknya berukuran 100 gram/ekor. Padat penebaran benih ikan mas di kolam pemeliharaan harus dilakukan dengan hati-hati dan biasanya di tebar pada saat matahari belum 147 . Dalam pemeliharaan ikan mas secara monokultur dapat dikelompokkan menjadi tunggal campur kelamin. Berdasarkan jenis ikan yang dipelihara dalam kolam pemeliharaan/pembesaran ikan mas di kelompokkan menjadi 2.airnya dan dalam pemeliharaannya hanya mengandalakan pakan yang ada didalam kolam pemeliharaan. Sedangkan pembesaran ikan mas di jaring terapung saat ini sudah dapat menggunakan benih ikan mas yang berukuran lebih dari 5 – 8 cm. ukuran kolam pemeliharaan relatif kecil (kurang dari 100m2) dan sangat bergantung pada pakan buatan. Ikan mas dapat dipelihara secara polikultur dengan ikan mas atau ikan nila. 2. karena jenis ikan ini bukan merupakan pesaing makanan dalam kolam pemeliharaan. yaitu : 1. tidak ada pakan tambahan. kelamin dan Pemeliharaan ikan mas tunggal kelamin adalah pemeliharaan ikan mas yang menggunakan ikan jantan atau ikan betina saja. daun-daunan dan sebagainya. Makanan tambahan ini dapat berupa dedak. Hal ini muncul karena adanya kecenderungan pada ikan mas betina untuk tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan ikan jantan. Pembesaran ikan mas secara intensif adalah ikan mas dalam air yang mengalir. Mono kultur. Pada budidaya ikan mas di kolam air deras. Pembesaran ikan mas di sawah dan di dalam kerambah merupakan salah satu contoh pembesaran ikan mas secara semi intensif. Salah satu contoh pembesaran ikan mas secara intensif adalah pembesaran ikan mas di kolam air deras (running water) atau jaring terapung. ukuran benih yang akan digunakan sangat bergantung kepada sistem budidaya yang akan ditetapkan. Selain itu dapat juga ditambahkan pakan buatan (pellet) tetapi jumlahnya sedikit. yaitu pemeliharaan ikan mas dalam wadah pembesaran yang hanya diisi oleh ikan mas saja. Pemeliharaan ikan mas campur kelamin adalah pemeliharaan ikan mas dengan menggunakan ikan jantan dan betina bersamasama dalam wadah pemeliharaan. Biasanya ukuran kolam pembesaran relatif luas (lebih dari 200m2). Polikultur yaitu pemeliharaan ikan mas dengan mempergunakan lebih dari satu jenis ikan dalam wadah pemeliharaan. Dalam melakukan usaha pembesaran ikan mas. Pembesaran secara semi intensif adalah pembesaran ikan mas dalam kolam air tenang tetapi dalam pemeliharannya diberi makanan tambahan. limbah rumah tangga.

bersinar. Ikan mas merupakan ikan pemakan segala (omaevora). Sebaiknya benih ikan mas tersebut dibiarkan keluar dengan sendirinya dari tempat penampungan benih (plastik) kedalam pemeliharaan. 2. Pakan tambahan dibutuhkan oleh ikan mas dalam pemeliharaan ikan mas secara semi intensif. keong. lembaran (flake atau waren) dan remahan. Tanpa makanan ikan tidak akan tumbuh dan berkembang biak. pakan buatan dan pakan tambahan. oleh karena itu sebaiknya pada kolam pemeliharaan harus dilakukan pemupukan awal 3-5 hari sebelum penebaran benih dan pemupukan susulan agar ketersediaan pakan alami di dalam kolam pemeliharaan selalu ada. Ketersediaan pakan alami yang melimpah akan menguntungkan bagi ikan dan petani itu sendiri karena tidak lagi membutuhkan pakan tambahan dalam pemeliharaannya. Pakan yang dapat diberikan untuk ikan mas adalah pakan alami. Pakan buatan dapat berbentuk pellet. Pengelolaan kualitas air adalah cara pengendalian kondisi air di dalam kolam budidaya sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan hidup bagi ikan yang akan di pelihara. Ikan mas yang dipelihara secara intensif dan semi intensif memerlukan pakan buatan. Pakan alami adalah makanan hidup bagi larva dan benih ikan yang diperoleh dari perairan/kolam atau membudidayakannya secara terpisah. Bentuk pakan buatan yang biasa diberikan adalah pellet. Pada suhu air yang tinggi maka laju metabolisme akan 148 . Variable kualitas air yang sangat berpengaruh pada ikan mas antara lain : • Suhu air Suhu air merupakan faktor penting yang harus diperhatikan karena dapat mempengaruhi laju metabolisme dalam tubuh ikan. Dalam pembesaran ikan mas agar dapat tumbuh dengan optimal maka kondisi air kolam pembesaran harus sesuai dengan kebutuhan ikan mas. Pakan tambahan yang diberikan dalam bentuk apa adanya kepada ikan pemeliharaan seperti daun-daunnan. larutan (emulsi dan suspensi). Pakan merupakan suatu sumber energi bagi ikan. Pakan. Agar benih yang ditebar tidak mengalami stress atau tingkat kematian yang tinggi. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pembesaran ikan mas sampai mencapai ukuran konsumsi adalah : 1. limbah rumah tangga dan lainlain. Pakan buatan adalah pakan yang dibuat dengan susunan bahan tertentu dengan gizi sesuai keperluan ikan. Garis tengah pellet berkisar antara 2-4 mm. Pengelolaan kualitas air.

Kadar CO2 Sumber air yang akan digunakan untuk budidaya ikan mas antara lain adalah air tanah. Jika menggunakan maka harus di tampung terlebih dahulu dalam bak penampung air minimal 24 jam. karena air tanah tersebut mengandung CO2 yang tinggi berkaitan erat dengan • kadar O2 yang terlarut yang rendah.meningkat. air yang terlalu keruhpun tidak baik untuk budidaya ikan karena banyak mengandung Lumpur. Kandungan oksigen terlarut di dalam air agar ikan mas tumbuh dan berkembang minimal 3 ppm. air sungai atau air hujan. Pada pemeliharaan ikan mas di kolam air deras membtuhkan volume air yang besar. Suhu yang optimal untuk pertumbuhan ikan mas berkisar antara 25-30oC • Kadar oksigen terlarut. Air yang jernih biasanya miskin akan mineral. dimana debit air yang masuk ke dalam kolam pemeliharaan berkisar antara 75300 liter/detik. Pada kolam air deras dengan debit air yang tinggi maka kandungan oksigen terlarut di dalam kolam pemeliharaan cukup tinggi. Kekeruhan air menggambarkan tentang banyak cahaya yang dapat masuk ke dalam perairan. Untuk dapat hidup manusia membutuhkan oksigen yang dibutuhkan ikan yang hidup di dalam air disebut dengan oksigen terlarut. Air tanah adalah salah satu sumber air yang banyak digunakan untuk budidaya. Oleh karena itu kadar CO2 yang layak untuk budidaya ikan mas sebaiknya < 5mg/l Volume air Ikan mas yang dipelihara di dalam kolam air deras mempunyai pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan ikan mas yang dipelihara d kolam air tenang. Ikan mas membutuhkan oksigen dalam bentuk terlarut dalam air untuk proses metabolisme di dalam tubuhnya dan untuk bernafas. biasanya suhu air meningkat maka kandungan oksigen terlarut menurun (berkurang). Pertumbuhan ikan mas sangat dipengaruhi oleh suhu air. baik dalam usaha pembesaran ikan mas atau pembenihan ikan mas. Air yang baik untuk budidaya ikan yang mempunyai 149 • . Dengan oksigen yang cukup maka proses metabolisme ikan akan optimal maka pertumbuhan ikan pun akan optimal. Dengan suhu yang optimal maka laju metabolisme akan optimal. sedangkan pada suhu yang rendah maka laju metabolisme akan menurun. Kekeruhan air ini disebabkan oleh bahan organic dan anorganik yang terlarut di dalam kolam. Kebutuhan oksigen terlarut ini sangat dipengaruhi oleh suhu air. • Kekeruhan air Dalam membesarkan ikan mas di kolam pemeliharaan harus diperhatikan juga tentang kekeruhan air.

yaitu : • Hama. 1. Sistem Pembesaran Pembesaran Tradisional (ekstensif) Pembesaran Semi Intensif di Kolam/ sawah Pembesaran Ikan Intensif Ukuran Benih 50-80 gram/ekor 50-80 gram/ekor 50-100 Padat Penebaran 1-2 kg/m2 3-5 kg/m2 5-10 kg/m2 Lama Pemeliharaan 6 bulan 5 bulan 4 bulan 150 . eybister sp dsb. Lama pemeliharaan ikan mas berdasarkan sistem pemeliharaan.8.warna air tidak keruh dan tidak jernih. Hama yang menyerang ikan pilihan dapat diatasi dengan melakukan penyaringan terhadap air yang masuk ke dalam kolam pemeliharaan. • Parasit. 3. Nilai kecerahan yang ideal untuk pertumbuhan air sebaiknya berkisar antara 25 – 40 cm. 2. Penyakit ikan ini dapat terjadi akibat interaksi antar ikan itu sendiri. Untuk mengukur kekeruhan biasanya dilakukan pengukuran kecerahan air karena kecerahan air sangat bergantung kepada warna iar dan kekeruhan. hal ini dapat menyebabkan daya tahan tubuh ikan menurun. Lama pemeliharaan ikan mas sangat tergantung kepada ukuran ikan yang digunakan. padat penebaran dan luas kolam yang digunakan serta sistem pemeliharaan yang digunakan. Penyakit ikan di kolam pemeliharaan ikan mas akan muncul jika kondisi perairan kolam (kualitas air kolam) rendah. 3. penyakit dan lingkungan yang buruk. Lingkungan yang uruk sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan ikan. Tabel 4. misalnya ichthyoptherius multifiliis berbentuk bulat putih yang menempel pada badab ikan. maka dalam memelihara ikan mas akan memperoleh produksi ikan mas yang cukup tinggi dan efisien. Dengan lingkungan yang buruk maka daya tahan tubuh ikan menurun sehingga penyakit akan mudah menyerang ikan.8. Jenis hama dan penyakit yang biasanya menyerang ikan mas ukuran larva sampai konsumsi dapat dikelompokkan menjadi 4 golongan. misalnya huhurangan. No. • Cendawan • Bakteri dan virus. notorecta sp. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4. Setelah ketiga hal tersebut di jelaskan di atas di lakukan dengan baik. Pengelolaan Kesehatan Ikan Salah satu kendala dalam membudidayakan ikan mas adalah terserangnya ikan mas yang dibudidayakan dari hama dan penyakit. trichodina sp dsb.

di Jaring Terapung gram/ekor 4. limbah rumah tangga. Pada suhu air yang tinggi maka laju metabolisme akan meningkat. Ikan nila yang dipelihara secara intensif dan semi intensif memerlukan pakan buatan. Dengan suhu yang optimal maka laju metabolisme akan optimal. Suhu air merupakan faktor penting yang harus diperhatikan karena dapat mempengaruhi laju metabolisme dalam tubuh ikan. Ikan nila merupakan ikan pemakan plankton yang tumbuh disekitarnya. Pakan yang dapat diberikan untuk ikan nila adalah pakan alami. pakan buatan dan pakan tambahan. Garis tengah pellet berkisar antara 2-4 mm. Pakan tambahan adalah pakan yang diberikan dalam bentuk apa adanya kepada ikan seperti daun-daunan. Persiapan pakan alami di kolam pemeliharaan dilakukan dengan pemupukan awal 3-5 hari sebelum penebaran benih dan pemupukan susulan setelah pemeliharaan berjalan agar ketersediaan pakan alami di kolam tersebut tetap ada. keong dan lain-lain. lembaran (flake atau waver) dan remahan. Sedangkan pakan buatan adalah pakan yang dibuat dengan susunan bahan tertentu dengan gizi sesuai keperluan. Pakan alami adalah makanan hidup bagi larva dan benih ikan yang diperoleh dari perairan/kolam atau membudidayakannya secara terpisah. Bentuk pakan buatan yang biasa diberikan adalah pellet. Pakan Pakan merupakan sumber energi bagi ikan. Variabel kualitas air yang sangat berpengaruh terhadap ikan nila antara lain adalah: • Suhu air. Pembesaran ikan nila Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pembesaran/ pemeliharaan ikan nila sampai mencapai ukuran konsumsi adalah : 1. 2. sedangkan pada suhu yang rendah maka laju metabolisme akan menurun. larutan (emulsi dan suspensi).5. Tanpa makanan ikan tidak akan tumbuh dan berkembang biak. Pakan buatan dapat berbentuk pellet.2. Pengelolaan kualitas air Pengelolaan kualitas adalah cara pengendalian kondisi air di dalam kolam budidaya sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan hidup bagi ikan yang akan dipelihara. Dalam budidaya ikan nila di kolam agar ikan dapat tumbuh dan berkembang maka kondisi air kolam budidaya harus sesuai dengan kebutuhan ikan nila. Suhu air sangat berpengaruh terhadap aktifitas 151 . Pertumbuhan ikan nila sangat dipengaruhi oleh suhu air dalam usaha pembesaran atau pembenihan.

• Volume air Pertumbuhan ikan nila yang dipelihara dalam air mengalir lebih cepat daripada yang dipelihara dalam air tergenang. 152 • • .31 jam pada suhu 32-33 oC. Hal ini diakibatkan oleh pengaruh secara tidak langsung dari sinar matahari yang dapat meningkatkan keasaman (pH) perairan. Ikan dapat mencernakan makanannya selama 2. Kandungan oksigen terlarut kurang dari 3 ppm dapat menyebabkan ikan tidak dapat tumbuh dan akhirnya mati.68 jam pada suhu 27 – 28oC dan 1.saluran pencernaan benih ikan nila. • Kadar garam (salinitas) Ikan nila mempunyai toleransi salinitas yang cukup luas. Oksigen yang dibutuhkan ikan yang hidup didalam air disebut dengan oksigen terlarut. Untuk mengetahui tingkat kekeruhan air kolam dapat dilihat dari tingkat kecerahan air kolam dengan menggunakan alat pengukur yang disebut secchi disk atau keeping secchi. Dalam air budidaya ikan yang baik sepintas dapat dilihat dari keruh atau tidaknya air kolam. Dalam kondisi air mengalir. Cemaran Ikan nila yang dipelihara pada musim kemarau banyak yang mati.5 – 3 jam pada suhu 30oC. Pada suhu 27 – 28oC pakan zooplankton dapat dicernakan dalam waktu 2. Gejala mabuk pada ikan nila dapat diakibatkan dari akitifitas berenang ikan yang cepat dipermukaan dengan gerakan tidak beraturan dan tutup insang bergerak aktif. Selain itu volume air sangat menentukan padat penebaran ikan nila yang optimal. Pada kadar garam yang tinggi ikan membutuhkan energi yang minim untuk osmoregulasi sehingga energi yang digunakan untuk pertumbuhan berkurang. Padat penebaran ikan nila di kolam adalah 30 ekor/m2. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka suhu optimum untuk pertumbuhan ikan nila adalah 25 – 30oC. Oleh karena itu agar ikan nila tunbuh dengan cepat air budidayanya tidak boleh tercemar baik oleh limbah industri maupun rumah tangga. Selain itu air budidaya yang tercemar minyak akan menyebabkan kerusakan sel-sel saluran pencernaan. Makanan alami yang berupa detritus dan fauna dasar selesai dicerna dalam waktu 1. tetapi pertumbuhan ikan nila pada kadar garam lebih dari 30% akan terhambat. Kadar oksigen terlarut Untuk dapat hidup manusia membutuhkan oksigen begitu juga dengan ikan. namun pertumbuhan ikan ini akan optimal jika kandungan oksigen terlarut lebih dari 3 ppm.2 jam.5% dalam waktu seminggu akan mencapai bobot 34. ikan nila dengan bobot awal 9.1 gram diberi pakan pellet 25% protein dan feeding ratenya 3.2 gram. Ikan nila merupakan ikan yang tahan terhadap kekurangan oksigen terlarut dalam air.

Pada kolam budidaya yang keruh maka jarak batas penglihatan terhadap keeping secchi rendah yang berarti kolam tercemar bahan organik atau Lumpur.Kecerahan yang baik untuk kehidupan ikan nila di kolam berkisar antara 25-40 cm. • Ukuran diatas 800 gram umurnya kurang lebih 9-12 bulan. Pengendalian hama yang paling mudah melakukan penyaringan terhadap air yang masuk kedalam kolam pemeliharaan. penyakit bakteri. Hama tersebut kadang-kadang sulit untuk dihilangkan. Lingkungan yang buruk sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan ikan. Lama pemeliharaan ikan nila sangat bergantung kepada ukuran ikan yang akan dipanen. Artinya jarak batas pengelihatan terhadap keeping secchi adalah berkisar antara 25-40 cm dari atas permukaan perairan. penyakit dan lingkungan yang buruk. Oleh karena itu banyak petani ikan yang lebih suka memelihara ikan nila jantan. 3. larva. umurnya kurang lebih 6–8 bulan. Sistem pemeliharaan ikan nila berdasarkan jenis kelamin ini disebut monokultur 153 . serangga air dan lain-lain. penyakit jamur. Penyakit ikan dikolam pemeliharaan akan muncul jika kondisi perairan kolam (kualitas air kolam) rendah. kumbang air. Dengan lingkungan yang buruk maka daya tahan tubuh ikan menurun sehingga penyakit akan mudah menyerang ikan. • Ukuran 500 gram. Pengelolaan kesehatan ikan Dalam memelihara ikan nila di kolam selalu ada saja kendalanya diantaranya adalah terhadap hama dan penyakit dalam kolam pemeliharaan. Hama yang biasa terdapat dikolam pemeliharaan adalah cladocera sebagai pesaing/kompetitor. Jenis-jenis penyakit ikan antara lain adalah penyakit pendarahan. Setelah ketiga hal utama yang telah di jelaskan diatas dilakukan dengan baik maka dalam memelihara ikan nila akan diperoleh produksi ikan nila yang cukup tinggi dan efisien. copepoda sebagai predator benih. Penyakit ikan ini dapat terjadi akibat interaksi antar ikan itu sendiri. Ikan nila mempunyai ciri khas tersendiri dimana pertumbuhan ikan nila yang dipelihara secara tunggal kelamin yaitu ikan jantan lebih cepat tumbuh dibandingkan ikan nila yang dipelihara secara campuran (jantan dan betina). hal ini dapat menyebabkan daya tahan tubuh ikan menurun. umurnya kurang lebih 4-6 bulan. Kecerahan kurang dari 25 cm tidak menguntungkan karena mengakibatkan rendahnya kandungan oksigen terlarut di kolam. Sebagai bahan pertimbangan ada 4 ukuran ikan nila yang diproduksi dipasaran yaitu : • Ukuran 100 gram. umurnya kurang lebih 3-4 bulan • Ukuran 250 gram.

Kolam jaring terapung yang berbentuk bujur sangkar dengan ukuran minimal 1-4 m2 dan maksimal 9 – 49 m2 . dasar kolam dapat tanah atau beton. Ikan bandeng dapat dipijahkan secara 154 . sedangkan di kolam air deras kepadatan tebarnya 10-20 ekor per m2. daun sente sebanyak 510% dari bobot ikan setiap hari 3. 4. Penebaran benih pada pemeliharaan ikan nila di kolam berukuran 10 gram per ekor. intensitas berbudidaya yang dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu : 1. Padat penebaran ikan nila di jaring terapung adalah 400-500 ekor per m3 dengan bobot awal benih 15-25 gram per ekor. hal ini dikarenakan sifat ikan ini yang euryhaline (tahan terhadap perubahan yang besar dari kadar garam dalam air) Ikan bandeng dapat dipelihara ditambak yang mempunyai kadar garam relatif berfluktuasi.25m. sedangkan untuk jenis terapung biasanya 25 gram per ekor. Pemeliharaan secara ekstensif Pada pemeliharaan ini kolam yang digunakan relatif cukup besar dari 200m2. Benih yang ditebarkan biasanya campur kelamin dan berukuran 10 gram per ekor.sedangkan untuk pemeliharaan ikan nila dengan jenis ikan lainnya disebut dengan polikultur. dimana untuk semi intensif padat penebarannya 5-10 ekor per m2 dan kolam diberi pupuk dan pakan tambahan kepada ikan nila berupa dedak atau ampas tahu. Pada pemeliharaan ikan untuk mencapai ukuran konsumsi dapat digunakan beberapa macam kolam pemeliharaan : 1. kedalaman air 1-1. yang terbuat dari bahan jaring dengan kedalaman air 1. Hampang atau keramba yang dapat dilakukan diperairan dasar yang dangkal dengan kedalaman air 1-2m.5 – 2 m. Pakan buatan tersebut harus mengandung protein 20-30%.5. Pemeliharaan secara intensif Pemeliharaan ikan nila secara intensif ini biasanya dilakukan di jaring terapung atau kolam air deras. kepadatan ikan relatif rendah (1 ekor per m2) dan pakan yang diberikan hanya mengandalkan pakan yang tumbuh dari kolam. 3. Jenis Ikan ini saat ini juga sudah dapat dibudidayakan di keramba jaring apung pada air tawar. 4. Mina padi yaitu pemeliharaan ikan nila disawah.3 Pembesaran ikan bandeng Ikan bandeng merupakan salah satu jenis ikan laut yang dapat dibudidayakan oleh manusia ditambak. Pemeliharaan semi intensif Perbedaan utama dalam pemeliharaan ekstensif adalah kepadatan benih yang ditebar. 2. Kolam empat persegi panjang dengan luas 200-500m2. 2. Pada pemeliharaan ini sumber energi bagi ikan untuk tumbuh dan berkembang adalah pakan buatan dalam bentuk pellet yang diberikan sebanyak 3-5% sehari dan frekuensi pemberian pakan 3-5 kali sehari.

Nener yang dihasilkan dari panti pembenihan mempunyai keunggulan. Nener dari alam selain tidak tersedia secara kontinue juga mempunyai ukuran yang sangat beragam. Nener ikan bandeng yang diperoleh dari alam ditangkap oleh pencari nener sangat bergantung kepada musim.700. Tidak cacat pada organ tubuh 3. Ikan bandeng yang telah matang kelamin akan memijah secara alami dan akan menghasilkan telur sebanyak 5. Ukuran benih yang akan ditebar ke dalam tambak pembesaran sebaiknya seragam.000 butir dalam tubuhnya. Selain itu waktu penangkapan yang tepat yaitu diawal musim penangkapan mempunyai daya tahan dan vitalitas yang tinggi dalam pengangkutan serta mempunyai harga jual yang lebih mahal. yang akan digunakan untuk usaha pembesaran ikan bandeng ditambak. Ukuran nener yang ditebar ke tambak pembesaran bisa dimulai dari ukuran nener sampai gelondongan yang dapat membedakannya adalah cara pemeliharaan ditambak pembesarannya. Karena kemurnian nener dapat dijamin 100% dan umurnya diketahui secara tepat. Oleh karena itu benih ikan bandeng yang disebut nener ini dapat diperoleh dari alam atau panti pembenihan/hatchery. Warnanya tidak kusam 4. haruslah nener yang sehat. Tidak terdapat luka atau lecet 2. Hal ini akan menguntungkan dalam pemeliharaan. Pelepasan telur ini terjadi pada malam hari dan akan menetas dalam waktu 24 jam menjadi nener yang berukuran 5 mm. Nener yang berasal dari alam atau hatchery. Ukuran nener yang ditangkap ini kurang lebih 13 mm. Pada musim nener jumlah nener cukup melimpah yang dapat mengakibatkan menurunnya harga nener.buatan di panti pembenihan/hatchery dengan cara implementasi atau hypofisasi. kekuatan makanpun seragam. cara dan waktu penangkapan. Gerakannya aktif Dengan menggunakan nener yang sehat maka akan diperoleh target produksi yang sesuai dengan rencana. 155 . Tetapi ketersediaan nener dari alam ini tidak bersifat kontinue sehingga untuk mengusahakan pembesaran ikan bandeng secara intensif dibutuhkan nener bandeng yang berasal dari panti pembenihan/hatchery. lokasi. Selain nener yang sehat dalam pemilihan benih ikan bandeng (nener) juga harus diperhatikan ukuran benih. Oleh karena itu nener yang berasal dari panti pembenihan sangat dibutuhkan untuk memenuhi kekurangan nener ditambak-tambak pembesaran. Nener bandeng yang berasal dari pantai/alam ini merupakan hasil pemijahan ikan bandeng secara alami dilaut. karena ikan tidak akan berebut makanan sehingga pertumbuhan ikan seragam. Nener ini akan terbawa oleh arus air mendekati pantai dan kemudian akan ditangkap oleh para penyeser. Nener yang sehat dapat dilihat dari ciri-ciri umurnya yaitu : 1.

Nener bandeng yang akan ditebarkan dan dipelihara ditambak pembesaran harus diketahui jumahnya agar dapat diketahui jumah ikan bandeng yang akan dipanen. Nener bandeng yang telah dipilih selanjutnya akan ditebar kedalam tambak pembesaran. Nener yang berkualitas prima memiliki jumlah ruas tulang belakang antara 44 – 45. Dengan mengetahui padat penebaran pada awal pemeliharaan akan diperoleh manfaat antara lain adalah : • Dapat menentukan jumlah pakan yang akan diberikan • Dapat mengoptimalkan tambak pembesaran sesuai dengan daya dukung tambak pembesaran tersebut. • Dapat mengurangi timbulnya penyakit ditambak pembesaran karena kepadatan tinggi. Istilah dalam perikan disebut dengan padat penebaran. Sedangkan untuk nener yang berukuran 1 – 3 cm. Setelah menghitung jumlah yang akan ditebar lalu dipersiapkan nener 156 . mutu nener dan daya dukung kesuburan tambak pembesaran. Padat penebaran adalah perbandingan jumlah ikan-ikan/nener yang akan ditebar dengan luas tambak pembesaran. Ukuran nener yang ditebar kedalam tambak pembesaran bervariasi antara 1–15 cm. padat penebarannya berkisar antara 2 – 3 ekor/m2. Sebelum nener tersebut ditebar harus dihitung terlebih dahulu padat penebaran nener ditambak pembesaran dan dilakukan aklimatisasi.Jika yang ditebar adalah nener kecil maka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ukuran konsumsi yaitu 4 – 6 ekor/kg bisa mencapai lebih dari 6 bulan sedangkan jika yang ditebar adalah gelondongan maka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ukuran konsumsi berkisar antara 4 – 6 bulan. • Dapat menetukan target produksi pada akhir pemeliharaan. Nener bandeng yang akan ditebar kedalam tambak pembesaran. Untuk benih bandeng yang berukuran 12 – 15 cm yang disebut gelondongan ditebar ke tambak pembesaran dengan padat penebaran 1. Nener ikan bandeng yang akan ditebar kedalam tambak pembesaran sebaiknya ditentukan terlebih dahulu tentang jumlah nener yang akan ditebar. lama pemeliharaan.500 ekor/ha. Jumlah ruas tulang belakang dapat dihitung menggunakan mikroskop sederhana pada pembesaran 10 kali atau nener ditempatkan pada sumber cahaya seperti lampu senter. Padat penebaran nener ditambak pembesaran juga ditentukan oleh ukuran nener. Dalam memilih nener yang berasal dari alam maupun hatchery dapat dilakukan dengan menghitung jumlah ruas tulang belakang. Padat penebaran nener ditambak pembesaran berkisar antara 5 – 6 ekor/m2 untuk ukuran nener bandeng 3 – 5 cm. Masa pemeliharaan nener bandeng ditambak pembesaran sangat bergantung kepada ukuran nener yang ditebar pada awal pemeliharaan.

Penampung benih dapat berupa hapa atau bak. maka secara perlahan-lahan nener bandeng yang ada didalam kantong platik akan keluar kedalam tambak pembesaran jika sudah terjadi penyesuaian. hal ini bertujuan untuk mensuplai oksigen ke dalam air wadah penampungan. Proses yang dilakukan selama pemeliharaan sama persis dalam melakukan budidaya ikan lainnya meliputi pemberian pakan.6. 1. Pemanenan benih ikan nila Kegiatan pemanenan benih meliputi persiapan penampungan benih. Hapa yang akan digunakan untuk menampung benih di pasang didepan pipa pemasukkan air. terlebih dahulu dilakukan persiapan penampung benih. Sebaiknya 157 . Penampungan benih Sebelum pengeringan kolam. penangkapan benih dan pengangkutan. Selain itu waktu dan cuaca pada saat panen perlu diperhatikan. pengeringan kolam. Sedangkan pada usaha pembesaran ikan yang akan dipanen adalah ikan ukuran konsumsi. Caranya kantong plastik yang terisi nener diisi penuh dengan air yang ada dalam tambak pembesaran. pengelolaan kualitas air. Dalam budidaya ikan ada dua siklus produksi yaitu pada usaha pembenihan ikan maka yang akan dipanen adalah benih ikan.1. Pemanenan benih ikan sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari. Perlakuan selama pemeliharaan sangat ditentukan oleh sistem budidaya yang diterapkan. Aklimatisasi ini bertujuan untuk menyesuaikan kondisi lingkungan dimana nener itu berada dengan kondisi lingkungan tambak pembesaran. Hal ini untuk menghindari kematian nener akibat stress karena tingginya suhu dilingkungan.tersebut. Banyak petani pembenih yang gagal karena kurang hati-hati pada saat panen. Prisnsip pemanenan benih ikan dan ikan ukuran konsumsi pada umumnya adalah sama. Nener bandeng untuk sementara diaklimatisasi selama satu hari dalam bak plastik. salinitas dan pH dapat dilakukan juga begitu nener bandeng yang dikemas dalam kantong plastik dating. Air pada penampungan harus terus menerus mengalir. pengendalian hama dan penyakit. Pemanenan Pemanenan dilakukan pada setiap akhir siklus budidaya. 4. Lakukan penebaran nener dengan hati-hati ! Langkah selanjutnya setelah dilakukan penebaran nener bandeng adalah melakukan proses pemeliharaan nener sampai mencapai ukuran konsumsi. Dalam subbab ini akan diuraikan proses pemanenan ikan pada stadia benih. 4. Penebaran nener ditambak pembesaran sebaiknya dilakukan.6. pada pagi atau sore hari pada saat matahari tenggelam. Pemanenan benih ikan harus dilakukan dengan hatihati. Penyesuaian suhu. pemantauan pertumbuhan.

2.hapa di pasang di kolam yang paling dekat dengan kolam yang akan dipanen. Benih ikan di depan pintu pengeluaran harus habis di tangkap. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengangkutan benih yang telah di tangkap. benih ikan berkumpul di kamalir. Pengeringan kolam harus dilakukan dengan hati-hati agar benih ikan dapat berkumpul pada kamalir sehingga memudahkan pemanenan. Jika penangkapan benih di mulai dari hulu (depan pintu pemasukkan) maka benih ikan yang terdapat di hilir akan stres atau mabuk karena air dari hulu sudah kotor akibat lumpur. luka dan mati lebih banyak akibat penanganan. Penangkapan benih Setelah air kolam kering. Jika benih ikan di hilir telah habis dilanjutkan ke lebih hulu sampai habis di depan pintu pemasukkan air (hulu). Penangkapan benih ikan yang di mulai dari hilir bertujuan agar benih ikan tidak stres akibat kualitas air. Pemasangan hapa dilakukan dengan mengikat ke empat sudutnya ke patok bambu/kayu. Hasil dari memanen benih ikan tersebut merupakan evaluasi terhadap pekerjaan memelihara benih ikan patin tersebut. Setelah di pasang saringan. pintu pengeluaran air di buka sedikit demi sedikit agar benih ikan tidak terbawa arus air. Penangkapan benih dilakukan menggunakan seser atau ancho. Pemanenan benih ikan patin Tahap akhir dari pekerjaan memelihara benih ikan patin adalah memanen. Hal ini diakibatkan kualitas air kurang baik khusunya suhu. Penangkapan benih di mulai dari hilir atau di depan pintu pengeluaran air. Pengeringan kolam diawali dengan menutup pintu pemasukkan air. Jika hasilnya benih ikan banyak maka secara teknik produksi 158 . Penanganan tersebut biasa terjadi pada saat penangkapan dan pengangkutan benih ke tempat penampungan benih. Benih yang cacat. Benih yang telah ditangkap di tampung dalam wadah pengangkutan berupa ember atau alat lainnya. Pengeringan Kolam Pengeringan kolam sebaiknya dilakukan pada pagi hari agar penangkapan benih dapat dilakukan sebelum suhu air naik. 2. Pada saat panen sering terlihat ikan mengalami stres atau mabuk. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan mengalirkan air dari pipa pemasukkan. oksigen dan lumpur. 3. Benih pada wadah pengangkutan segera dikumpulkan di hapa tempat penampungan benih.6. Jika masih terlihat benih ikan stres atau mabuk pemanenan dihentikan dan di tunda sampai besok atau hari lainnya. 4. Selanjutnya pada pintu pengeluaran air di pasang saringan untuk mencegah benih ikan keluar kolam.

benih ikan ditampung dalam tempat penampungan baik berupa bak maupun fiberglass. agar nanti pada saat benih ikan diangkut sudah tidak mengelurkan kotoran lagi. Pemuasaan tersebut dimaksudkan agar benih ikan mengeluarkan kotoran dari dalam perutnya. Pemenenan benih ikan patin dilakukan seperti memanen benih ikan lainnya. Setelah benih ikan tersebut dipanen. benih ikan tersebut dipuasakan terlebih dahulu selama 1 hari. Kapan benih ikan patin dipanen? Menentukan waktu/saat panen benih ikan patin biasanya tergantung dari lamanya memelihara benih ikan tersebut atau ukuran benih ikan tersebut. ukuran benih ikan akan tercapai pada periode waktu pemeliharaan ikan tersebut seperti biasanya. Ukuran benih ikan dipanen adalah 2 inci (5 cm) setelah dipelihara selam 3 minggu dimulai dari ukuran ikan 1 inci.pekerjaan memelihara benih ikan tersebut dapat dikatakan berhasil. Tetapi adakalanya jika kondisi ikan serta lingkungan ikan baik. Sebelum benih ikan patin diangkut ke tempat lain yang relatif jauh. Jangan lupa teknik aklimatisasi tetap dilakukan pada saat memasukkan benih ikan tersebut ke dalam tempat penampungan. 159 . Jika benih ikan masih mengeluarkan kotoran pada saat pengangkutan maka kondisi kualitas air media pengangkutan benih ikan akan dengan segera menurun sehingga tidak mustahil benih ikan akan segera mati. Tetapi kebalikannya jika hasilnya benih ikan sedikit maka pekerjaan memelihara benih ikan patin tersebut secara teknik produksi dapat dikatakan gagal.

Sistem Tertutup 1. 160 . Benih ikan tersebut dalam wadah dimasukkan kedalam wadah dan • Kondisi kuailtas air selama diberi aerasi selama pengangkutan yang terpenting pengangkutan. Sistem terbuka pembesaran ini sebaiknya harus memperhatikan faktor-faktor sebagai Pengangkutan benih ikan sistem berikut : terbuka biasanya dilakukan untuk • Jarak dan waktu tempuh mengangkut benih ke lokasi yang • Jumlah benih yang diangkut dekat. Pemanenan ikan mas hidup adalah 15 – 200C. Dan suhu air yaitu suhu air. • Rasio oksigen = air sekitar 2. Ikan dalam keadaan hidup agar mata ikan tenggelam sampai ketangan konsumen. Oleh karena itu sebaiknya Panen merupakan tahap akhir dari pengangkutan dilakukan pada suatu proses produksi dalam pagi atau malam hari. Tidak sedikit petani yang baik adalah 7 – 8. pH diusahakan berkisar antara 15 – dan oksigen didalam wadah 200C . • Plastik harus terikat dengan baik Penentuan waktu panen biasanya • Masukkan plastik dalam diperoleh setelah dilakukan Styrofoam dan tambahkan es pengukuran berat badan ikan yang batu yang terbungkus plastik dipelihara.6. Berat badan ikan yang lalu diselipkan diantara plastik akan dijual sangat tergantung pada dalam Styrofoam. setelah dipanen sampai tiba di Cara yang dilakukan untuk konsumen. dikarenakan pada waktu panen. Suhu air yang baik untuk pengemasan ikan 4. pengangkutan benih ikan dengan Hasil panen ikan yang akan dijual kantong plastik adalah : dan dikonsumsi oleh masyarakat • Kantong plastik yang dijual dalam dua cara : digunakan harus cukup air 1.26. Mempertahankan kesegaran ikan plastik. Pengemasan benih Pengemasan benih ikan hasil 2. pH air budidaya ikan. jumlah atau pengusaha ikan yang gagal oksigen didalam pengangkutan dalam usaha budidaya ikan harus 3 kali jumlah air. kematian dan pengemasan benih ikan dalam kerusakan ikan. Mengurangi atau menghindari Sistem tertutup yaitu sistem kehilangan. dilakukan dalam 2 cara yaitu : Penangganan ikan pada waktu panen bertujuan untuk : 1.3. salinitas air. Ikan dalam keadaan mati tetapi 3:1 masih dalam kondisi segar. pengangkutan. wadah tertutup seperti kantong 2. penanganan dan alat Pengemasan benih ikan dapat kelengkapannya kurang tepat.Gambar 4.

Waktu panen yang tepat adalah pada pagi hari atau sore hari. Panen total Panen total dilakukan secara sekaligus dengan cara menguras air kolam dan di depan pintu pengeluaran telah dipasang waring atau hapa untuk memudahkan penangkapan ikan pada saat panen.selera konsumen. Dengan mengetahui data mengenai permintaan konsumen tentang ukuran ikan dan keadaan ikan (mati segar atau masih hidup) maka akan dapat dilakukan waktu pemanenan dan penentuan cara panen yang sesuai.00). 2. Jagalah kondisi air agar tidak terlalu keruh. 3. Gunakan alat-alat pemanenan yang terbuat dari bahan halus seperti : seser. karena kotoran seperti lumpur atau larutan suspensi lainnya dapat menutupi labirin pada insang lele sehingga ikan tidak dapat bernafas. Waktu pemanenan tidak melebihi dari jam 10. Untuk menghindari kematian ikan mas pada saat pemanenan. 2.00 atau bila cuaca panas sebaiknya pada sore hari (lebih dari jam 16. Alat yang digunakan biasanya lambit dan hapa/waring. hapa agar tidak melukai ikan. Cara panen pada prinsipnya dapat dilakukan dengan dua cara : 1. Hal ini dilakukan karena pada waktu pagi atau sore hari suhu air di kolam rendah sehingga ikan tidak stress pada saat dilakukan pemanenan. hal yang harus dilakukan jangan terjadi luka atau banyak sisik lepas karena penggunaan alat saat panen adalah: 1. Pemanenan tidak dilakukan pada saat hujan. Panen selektif Panen selektif biasa dilakukan jika pada waktu tebar ukuran ikan tidak seragam atau keinginan petani untuk menjual ikan dengan ukuran yang berbedabeda. 161 . Oleh karena itu sebelum melakukan panen harus dilakukan pengamatan terhadap permintaan pasar tersebut.

Energi berasal dari kata Yunani yaitu En yang berarti in dan Ergar yang berarti work.BAB V.energi listrik dan energi molekuler. energi panas.1. vitamin dan mineral. Bentuk energi dalam kehidupan manusia dapat dikelompokkan berdasarkan sumbernya yaitu energi mekanik. Oleh karena itu dalam bab ini akan dibahas beberapa subbab yang sangat mendukung dalam proses pembuatan pakan ikan yaitu pengetahuan tentang energi dan kandungan nutrien yang harus terdapat pada pakan ikan yaitu protein. NUTRISI IKAN Dalam Bab ini akan didiskusikan tentang berbagai macam bahan gizi pakan ikan/makanan yang sangat penting bagi kebutuhan ikan. Energi akan ada dan hadir dalam setiap bentuk yang berbeda dan disesuaikan dengan pekerjaan berbeda. Pada ikan 162 . Saat ini dengan semakin meningkatnya ilmu pengetahuan tentang nutrisi ikan maka pabrik pakan buatan ikan menyusun formulasi pakan sesuai dengan kebutuhan gizi setiap jenis ikan yang akan dibudidayakan. ENERGI Dalam kehidupan manusia setiap hari sering mendengar istilah energi. 5. karbohidrat. lemak. Pakan buatan yang diberikan pada ikan harus mengandung zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan ikan tersebut. dari arti kata asalnya energi dapat didefenisikan sebagai kapasitas atau sesuatu yang dapat diolah kedalam bentuk kerja atau kemampuan untuk bekerja. karbohidrat. Ikan merupakan salah satu jenis organisme air sumber pangan bagi manusia yang banyak mengandung protein. struktur kimia. Agar dapat dibudidayakan dalam waktu yang relatif tidak terlalu lama maka dalam proses pembudidayaannya selain menggunakan pakan alami juga memberikan pakan buatan. Pengetahuan tentang zat gizi ini meliputi penggolongan nutrien dan tipe. vitamin dan mineral. Dalam materi ini akan dipelajari secara spesifik objektifitas untuk masing-masing bagian tersebut. protein dan asam amino. lipid dan asam lemak. Nutrien atau kandungan zat gizi dalam bahan pakan di bagi menjadi enam bagian yaitu : energi. fungsi umum dan arti penting di dalam ilmu gizi hewan air.

Dengan adanya energi ini dapat mengubah energi kinetik dari suatu reaksi metabolisme yang menimbulkan kerja dan panas. dan pekerjaan osmotik (memelihara badan untuk menjaga keseimbangan satu sama lain dan dengan medium air tawar. Energi dinyatakan dalam kilokalori (kkal) atau kilojoule (kJ).02 kJ atau dapat juga menggunakan satuan British Thermal Unit (BTU) dimana 1 BTU = 252 kalori. kebiasaan makan. payau atau air laut dimana organisme air itu hidup). Joule adalah satuan tenaga listrik dalam sistem metrik dan satu kkal sama dengan 4. Satu kilokalori adalah jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan temperatur satu gram air dari 14. Energi diperlukan untuk melakukan pekerjaan mekanis (aktivitas otot).sebagai organisme yang berhubungan dengan air membutuhkan makanan untuk menyediakan energi yang mereka perlukan. 163 . pembaca harus bisa membedakan bentuk energi dan pengukurannya. Energi yang diperoleh oleh makhluk hidup ini dapat menimbulkan panas dimana menurut ilmuwan Lavoiser dan La Place (1780) Panas dari tubuh hewan berasal dari oksidasi zat-zat organik dan makanan yang diberikan digunakan sebagai sumber energi. Setelah mempelajari bagian ini.5 oC (dalam air 10C). lemak dan protein dan dapat terukur secara langsung atas pertolongan bom kalorimeter. lingkungan dan status reproduksi. Oleh karena itu nilai energi suatu bahan makanan dapat dipakai sebagai dasar dalam menentukan nilai gizi dari bahan makanan tersebut. persamaan energi dalam keseimbangan dan faktor-faktor yang berpengaruh pada energi yang menyebabkan kebutuhan ikan akan energi disesuaikan dengan cara pemberian pakan dalam budidaya ikan dan memahami arti protein energi ratio yang merupakan perbandingan antara protein optimal dengan energi yang terdapat dalam pakan ikan. dimana pada pakan ikan ini mengandung zat gizi/nutrien yang berasal dari karbohidrat. 70 kkal sama dengan 293.5oC menjadi 15. pekerjaan kimia (proses kimia yang berlangsung dalam tubuh). Energi yang disediakan oleh makanan adalah salah satu pertimbangan yang penting di dalam menentukan nilai gizinya. ukuran ikan. Memahami metabolisme energi berkenaan dengan makanan. kerja elektrik ( aktifitas saraf). Energi bagi makhluk hidup berasal dari makanan dimana dari makanan ini akan diubah menjadi energi kimia dan disimpan dalam tubuh dalam bentuk Adenosin Tri Phosphat (ATP). Sebagai contoh. Pada ikan sumber energi diperoleh dari pakan. Kebutuhan energi hewan air berbeda-beda kuantitasnya. Kuantitas dan energi yang tersedia untuk pertumbuhan merupakan jenis energi yang paling utama dari segi pandangan akuakultur. hal ini dapat dibedakan berdasarkan jenis ikan yang dibudidayakan.184 kJ. Energi bebas adalah energi yang tersedia untuk aktifitas biologi dan pertumbuhan setelah kebutuhan energi terpenuhi.

aktivitas renang.Pemanfaatan Energi Energi yang diperoleh dari pakan digunakan sebagai sumber energi utama yang dalam pembagian energi disebut dengan Gross Energi atau energi kotor. Untuk memudahkan dalam memahami pembagian energi yang diperoleh dari pakan oleh ikan dapat dilihat pada diagram berikut : Gross Energy(GE)/Intake Energy Fecal Energy (FE) Digestible Energy (DE) Metabolic Excretion Metabolizable Energy Heat Increment (HiE) Net Energy (NE) Maintenance (HEm) Recovered Energy (RE) Sumber Watanabe (1988) 164 . Energi yang dipergunakan untuk kegiatan metabolisme didalam tubuh ikan ini dibagi lagi menjadi dua yang akan dipergunakan untuk kegiatan aktivitas metabolisme seperti kegiatan mengkonsumsi oksigen dalam media pemeliharaan yang biasa disebut dengan Heat Increment (HiE) atau dengan kata lain dalam proses fisiologis ikan yang disebut dengan Specific Dynamic Action yaitu energi yang diperlukan oleh ikan untuk aktivitas hidup harian ikan. tidak semuanya dipergunakan untuk keperluan pertumbuhan dan perkembangan ikan karena energi tersebut akan dibagi menjadi Digestible energy (DE) yaitu energi yang dapat dicerna dan Fecal energy (FE) yaitu energi yang digunakan untuk kegiatan pembuangan hasil eksresi pada ikan berupa feses. Jadi energi yang akan dipergunakan untuk pertumbuhan adalah energi yang tertinggal setelah kebutuhan untuk metabolisme basal ikan terpenuhi dan jika masih ada yang tersisa energi tersebut akan dipergunakan untuk kegiatan reproduksi. Gross Energi (GE) nilai makanan ini dapat didefenisikan sebagai total energi yang terdapat dalam makanan. Jadi pertumbuhan dapat terjadi jika semua proses metabolisme ikan terpenuhi dan setelah pertumbuhan somatik terpenuhi baru akan dilanjutkan dengan pertumbuhan gonadik. adaptasi terhadap suhu dan sisanya baru akan dipergunakan untuk pertumbuhan. Semua energi yang diperoleh dari asupan pakan yang dikonsumsi oleh ikan. aktivitas ikan. Dari Digestible Energy ini yang selanjutnya akan dipergunakan oleh ikan untuk kegiatan proses metabolisme dan proses hasil buangan metabolisme yang terbagi menjadi Metabolizable Energy (ME) yaitu energi yang dapat dipergunakan untuk kegiatan metabolisme dan Metabolic Excretion yaitu energi yang dikeluarkan oleh ikan untuk proses pembuangan urin (Urine Excretion) dan Gill Excretion (GE). Energi yang tersisa dari proses kegiatan metabolisme adalah energi bersih yang disebut dengan Net Energy (NE) yang akan dipergunakan maintennce atau perawatan ikan seperti metabolisme basal.

Adenosin triphosphat (ATP) adalah daya penggerak penting karena merupakan energi yang yang dibutuhkan dalam proses biokimia pada kehidupan. pertumbuhan. ATP ini sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai aktivitas misalnya proses kehidupan biokimia seperti anabolisme atau sintesa. Dalam dunia akuakultur biasa disebut dengan protein energi ratio (P/e). lemak. Nilai energi yang diperhitungkan tersebut biasa disebut dengan energi metabolisme. Energi didalam tubuh organisme biasanya akan diubah menjadi energi kimia yang biasa disebut dengan Adenosin Triphosphat atau ATP. Energi metabolisme ini diperoleh setelah nutrien utama karbohidrat. H2O dan gas lainnya. seperti berdasarkan hasil penelitian dari satu gram protein akan memberikan nilai energi kotor (GE) sebesar 5. Seperti kita ketahui pada ikan protein sangat berperan dalam pembentukan sel baru. Nilai energi dari setiap kandungan nutrisi pada ikan sangat berbeda.6 kkal/g. Nilai protein energi ratio pada ikan konsumsi sebaiknya berkisar antara 8 – 10. Nilai energi ini merupakan nilai energi yang diperoleh apabila zat makanan secara sempurna dibakar menjadi hasil-hasil oksidasi melalui CO2.Energi Metabolisme Tingkat kebutuhan energi pada ikan biasanya dikaitkan dengan tingkat kebutuhan protein optimal dalam pakan. tingkat reproduksi dan tingkat metabolisme standar.1 kkal/g. Keseimbangan antara energi dan protein sangat penting dalam meningkatkan laju pertumbuhan ikan budidaya. Energi bebas digunakan untuk pemeliharaan pada proses kehidupan seperti metabolisme sel. reproduksi dan aktifitas fisik. Oleh karena itu jumlah energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan ikan budidaya sangat dipengaruhi oleh jenis ikan. umur ikan. tenaga elektris. Apabila kandungan energi dalam pakan berkurang maka protein dalam tubuh ikan akan dipecah dan dipergunakan sebagai sumber energi. Menurut Buwono (2004) distribusi energi pada 165 . daya mekanis. komposisi pakan. ATP adalah suatu energi yang kaya akan molekul karena unit triphosphatnya berisi dua ikatan phosphoanhydride. sedangkan untuk satu gram lemak adalah 9. jika protein dipakai sebagi sumber energi maka akan menyebabkan pertumbuhan ikan terhambat.4 kkal/g dan untuk satu gram karbohidrat adalah 4. Nilai ini diperoleh dari hasil perhitungan antara kadar protein dalam pakan dengan jumlah energi yang diperoleh dalam formulasi pakan tersebut pada level energi yang dapat dicerna (DE). Ikan merupakan organisme air yang menggunakan protein sebagi sumber energi utama berbeda dengan manusia yang menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi utama. dan protein mengalami beberapa proses kimia seperti katabolisme dan oksidasi di dalam tubuh hewan. kerja osmotik dan proses metabolisme lainnya. Oleh karena itu dalam menyusun pakan ikan ada suatu parameter yang disebut dengan kesimbangan energi yang diperoleh dari perhitungan nilai energi yang dapat dicerna dibagi dengan kadar protein pakan ikan.

sedangkan untuk karbohidrat adalah 80% dikali 4. sedangkan ikan catfish merupakan salah satu jenis ikan omnivora mempunyai kemampuan mencerna karbohidrat 166 .1 kkal/g yaitu 3. Kebutuhan energi untuk Catfish Nutrient Protein Lemak Karbohidrat Gross Energy (kkal/g) 5.6 Tabel 5. Tetapi nilai konversi energi ini dari hasil penelitian sangat berbeda untuk setiap jenis ikan yang dibudidayakan seperti terlihat pada Tabel 5.0 1. Pada ikan salmon merupakan salah satu jenis ikan karnivora mempunyai kecernaan yang rendah terhadap karbohidrat sehingga energi yang diperoleh dari karbohidrat hanya dapat dicerna sebanyak 40%.5 2.1 Digestibility (persent) 80 90 70 Available (kkal/g) 4.5 % • Heat Increment Energy adalah 27.5 kkal/g.6 9.5% Jika pakan yang dikonsumsi oleh ikan masuk kedalam tubuh ikan sebagai energi kotor yang secara distribusi energi adalah 100% maka konversi energi untuk satu gram protein pada DE adalah 80% dikali 5.9 Berdasarkan data dari tabel tersebut diatas maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa setiap jenis ikan mempunyai daya cerna yang berbeda pada nutrisi yang dikonsumsinya.1 Digestibility (persent) 70 85 40 Available (kkal/g) 3.2.8 kkal/g.ikan budidaya dapat dikelompokkan sebagai berikut : • Gross Energy adalah 100% • Digestible Energy adalah 85% • Fecal Energy untuk ikan herbivora adalah 15% sedangkan untuk ikan karnivora adalah 20% • Metabolizable Energy adalah 80% • Metabolic Excretion berkisar antara 3 – 5% • Net Energy adalah 52.2.9 8. Kebutuhan energi untuk ikan Salmon Nutrient Protein Lemak Karbohidrat Gross Energy (kkal/g) 5.4 4.5 8. Tabel 5. untuk satu gram lemak adalah 80% dikali 9.1.4 4.1 dan Tabel 5.6 kkal/g yaitu 4.6 9.52 kkal/g.4 kkal/g yaitu 7.48 atau 4.

Nutrient ini di perlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan serta perawatan jaringan dan organ. Protein berasal dari bahasa Yunani yaitu Proteos yang berarti pertama atau utama. hidrogen 5-7%. Sebagai tambahan protein juga berperan untuk kontraksi otot dan komponen enzim. PROTEIN Protein merupakan nutrisi utama yang mengandung nitrogen dan merupakan unsur utama dari jaringan dan organ tubuh hewan dan juga senyawa nitrogen lainnya seperti asam nukleat. dan oksigen 20-25% yang bersamaan dengan lemak dan karbohidrat. Hewan air harus mengkonsumsi protein untuk menggantikan jaringan tubuh yang aus/rusak (perbaikan) dan untuk mensintesis jaringan baru (pertumbuhan dan reproduksi). lipid atau asam nukleat. Oleh karena itu beberapa literatur mengatakan bahwa protein adalah makro molekul yang terdiri dari karbon. Protein dibutuhkan sebagai sumber energi utama karena protein ini terus menerus diperlukan dalam makanan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan yang rusak. Hal ini dikarenakan protein merupakan makromolekul yang paling berlimpah didalam sel hidup dan merupakan 50% atau lebih berat kering sel. hormon. hidrogen. rata-rata adalah 16% dan sebagian lagi merupakan unsur sulfur dan sedikit mengandung fosfat dan besi. Protein mengandung karbon sebanyak 5055%. membedakan antara asam amino essensial dan asam amino non-essensial. Protein dalam setiap sel mahluk hidup tersimpan dalam jaringan dan organ dan sebagai komponen utama jaringan tubuh ikan. hormon dan antibodi. dan asam amino non essensial sebanyak 10 macam yaitu asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh dan dapat disintesis dalam tubuh ikan itu sendiri. Kadar nitrogen pada protein dapat dibedakan dari lemak dan karbohidrat serta komponen bahan organik lainnya. oksigen. Tidak ada bahan gizi lain yang dapat menggantikan peran utamanya dalam membangun dan memperbaiki sel dan jaringan yang rusak. 5. enzim. Dari 20 macam asam amino ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu asam amino essensial sebanyak 10 macam merupakan asam amino yang sangat dibutuhkan oleh tubuh tetapi tubuh ikan tidak dapat mensintesisnya. Protein dalam bentuk komplek sebagai heme. karbohidrat. Dalam bab ini akan dipelajari tentang sepuluh asam amino yang penting yang diperlukan oleh ikan dan struktur bahan kimia. vitamin dan lain-lain. asam 167 . nitrogen dan boleh juga berisi sulfur. Selain itu protein mempunyai peranan biologis karena merupakan instrumen molekuler yang mengekspresikan informasi genetik. Semua protein pada makhluk hidup dibangun oleh susunan yang sama yaitu 20 macam asam amino baku.2. juga mengandung nitrogen sebanyak 1518%.lebih tinggi dibandingkan dengan ikan karnivora yaitu 70%. yang molekulnya sendiri tidak mempunyai aktivitas biologi.

di mana protein jenis ini bersifat melindungi seperti kulit dan timbangan. dan protamins (salmine dari ikan salem. dan keratins. leucosin dari gandum. protein transport pada darah. elastin dari jaringan/tisu menghubungkan collagen dari tulang rawan dan tulang). scombrone dari spermatozoa sejenis ikan air tawar). Hal tersebut adalah suatu komponen nadi/jalan utama dan ikatan sendi. Protein jenis ini dapat dikelompokkan ke dalam protein sederhana. bulu. protein gabungan dan protein asal. urat daging. Penggolongan Protein Sampai saat ini protein dapat diklasifikasikan penggolongannnya berdasarkan bentuk. zat serum dari darah. scombrine dari sejenis ikan air tawar). sirip dan kulit. histones (globin dari hemoglobin. lactoalbumin dari susu. • Protein serabut adalah protein yang tidak larut dalam air dan merupakan molekul serabut panjang dengan rantai polipeptida yang memanjang pada satu sumbu dan tidak berlipat menjadi globular. yang ditemukan dalam tulang rawan atau tulang lembut. Beberapa contoh protein serabut antara lain adalah collagen. wol. globulins (edestin dari biji-rami. Pengelompokkan protein lainnya adalah diklasifikasikan berdasarkan pada sifat fisis atau disebut juga kedalam protein yang digolongkan berdasarkan penggolongan lain. serum globulin dari darah. sutera fibroin. protein pecahan serum darah. Protein jenis ini antara lain adalah albumin (zat putih telur). kuku jari tangan. antibodi dan protein penyimpan nutrien. dan bagaimana cara menentukan kebutuhan protein beberapa jenis ikan budidaya. pembuluh darah. • Protein sederhana adalah protein yang pada saat dihidrolisis hanya menghasilkan asam amino-asam amino atau derivat-derivatnya. albuminoids (keratin dari rambut. Protein ini biasanya memberikan peranan struktural atau pelindung. Jenis protein ini biasanya larut dalam sistem larutan (air) dan segera berdifusi dan mempunyai fungsi gerak atau dinamik. prosedur bagaimana cara menentukan kebutuhan asam amino secara kwantitatif dan kwalitatif pada ikan. struktur tiga dimensi serta penggolongan lainnya. metoda mengevaluasi mutu protein. • Protein globular adalah protein yang rantai-rantai polipeptidanya berlipat rapat-rapat menjadi bentuk globular atau bulat yang padat atau berbentuk bola . Beberapa contoh dari protein globular antara lain adalah: enzim. legumin dari kacang polong). Protein globular ini terdiri dari suatu rantai panjang polypeptide.hormon protein. acuan/matriks tulang. Berdasarkan bentuk protein dibagi menjadi dua golongan yaitu protein globular dan protein serabut.amino yang diserap ikan. Kelompok ini 168 . elastins. lactoglobulin dari susu. efek defisiensi dan kelebihan dari asam amino berkenaan dengan aturan makan ikan .

glykoprotein. Protein jenis ini antara lain adalah nukleoprotein. enzim. Phosphoprotein adalah gabungan molekul protein dengan zat yang mengandung phosphor selain dari asam nukleat atau lecithin misalnya kasein. Berdasarkan strukturnya protein dikelompokkan menjadi struktur primer. pepton. Seperti diketahui bahwa semua protein adalah polipetida dengan berat molekul yang besar. hemoglobins. Lecithoprotein adalah gabungan molekul protein dengan lecithin misalnya jaringan fibrinogen. larutan garam.• • dibedakan oleh daya larut dalam berbagai bahan pelarut seperti air. Sebagai contoh. phosphoprotein. Struktur sekunder lembaran berlipat β membentuk zigzag dan tidak ada ikatan hidrogen dalam rantai polipeptida yang berdekatan. dan oleh karakteristik lain. dan lecithoproteins. Peptida ini mempunyai satu gugus α-asam amino bebas dan satu gugus α-karboksi bebas. alkohol. • Struktur Primer merupakan struktur rangkaian asam amino yang memanjang pada suatu rantai polypeptida. struktur sekunder. • Struktur sekunder merupakan asam amino dalam rangkaian polipeptida yang membentuk suatu lilitan misalnya dalam bentuk α heliks atau lembaran berlipat β. Hemoglobin adalah gabungan molekul protein dengan hematin atau zat-zat yang sejenis. Gugus R mengarah keluar dari struktur zigzag. peptide Leu-Gly-Thr-HisArg-Asp-Val mempunyai suatu struktur yang utama berbeda dari peptide Val-Asp-His-Leu-Gly-ArgThr. Struktur sekunder α heliks kerangka peptida secara ketat mengelilingi sumbu panjang molekul dan gugus R residu asam amino dibiarkan mengarah keluar dari heliks dan kaya akan residu sistein yang dapat memberikan jembatan disulfida. Nukleoproteins adalah gabungan dari satu atau lebih molekul protein dengan asam nukleat yang disajikan dalam semua nucleus sel. struktur tersier. atau zat-zat kimia. Konformasi yang stabil α heliks dari rantai polipeptida karena adanya ikatan peptida yang berada pada bidang datar. Protein gabungan adalah protein sederhana bergabung dengan radikal non protein. dan struktur kwarterner. Suatu peptida yang mengandung lebih dari 10 asam amino dinamakan dengan polipeptida. tidak berotasi dan pembentukan banyak ikatan. Pada struktur ini tidak 169 . peptida. Protein asal adalah protein yang berasal dari protein bermolekul tinggi yang mengalami degradasi karena pengaruh panas. Pengelompokkan protein yang ketiga adalah pengelompokkan protein berdasarkan struktur protein. Protein yang termasuk kedalam golongan ini terdiri dari protein primer misalnya protean dan protein sekunder misalnya protease. Glykoprotein adalah gabungan dari molekul protein dan unsur yang berisi suatu karbohidrat selain dari asam nukleat atau lesitin misalnya mucin.

Asam amino secara umum ditulis dengan satu atau tiga huruf yang dapat dilihat pada Tabel 5. Istilah amino datang dari -NH2 atau suatu kelompok amino yang merupakan bahan dasar alami dan asam datang dari perbandingan COOH atau suatu kelompok karboxyl. Asam amino struktur Dalam menyusun komposisi pakan ikan saat ini para peneliti sudah melakukan penyusunan komposisi pakan berdasarkan kebutuhan asam amino setiap jenis ikan. sebagai contoh. Asam amino sangat dibutuhkan oleh ikan untuk tumbuh dan berkembang. Interaksi antara residu asam amino yang jauh pada suatu rantai polypeptide memimpin ke arah lipatan dan suatu penyesuaian yang berbentuk rantai polypeptide bulat yang mengumpamakan tiga satuan bentuk dimensional. Ada banyak asam amino di alam tetapi hanya dua puluh yang terjadi secara alami. Asam amino merupakan bahan dasar yang dihasilkan dari proses pemecahan atau hidrolisis dari protein. sebagai contoh. Dalam pengelompokkannya dibagi menjadi dua yaitu asam amino essensial dan nonessensial. Polypeptide menjaga kesatuan oleh ikatan kimia lemah. tiga. oleh karena itu disebutlah asam amino. 170 . yang berfungsi mengangkut oksigen ke jaringan badan.3. tetramers. Yang biasanya terjadi seperti dimers. hemoglobin molekul terdiri dari dua rantai α dan dua rantai β. Protein kwarterner mudah dirusak oleh berbagai manipulasi dengan akibat kehilangan aktivitas biologi. Asam amino ini membangun blok protein. Kehilangan aktivitas ini disebut denaturasi yang secara fisik denaturasi ini dapat dipandang sebagai suatu perubahan konfirmasi rantai polipeptida yang tidak mempengaruhi primernya. terdiri dari dua. Dalam molekul protein asam amino membentuk ikatan peptida (ikatan antara amino dan kelompok karboxyl) di dalam rantai yang panjang disebut rantai polipeptida. dan empat rantai polypeptide. myoglobin. Hal ini dikarenakan komposisi kebutuhan asam amino setiap jenis ikan sangat berbeda dan sangat menentukan laju pertumbuhan dari ikan yang dibudidayakan. Struktur tersier merupakan bentuk tiga dimensi dari semua atom di dalam molekul protein. trimers.• • dijumpai jembatan disulfida diantara rantai bersisihan dan rantai polipeptida yang berdekatan biasanya mempunyai arah yang berlawanan atau bersifat anti pararel. Masing-masing globin rantai di dalam hemoglobin terikat untuk suatu kelompoknya. Struktur kwarterner merupakan bentuk protein yang terdiri dari dua atau lebih rantai polypeptide menjadi bagian dari molekul protein tunggal.

glycine diperlukan oleh ayam tetapi bukanlah penting bagi ikan. Sebagai contoh. Asam amino dapat juga digolongkan berdasarkan komposisi kimia menurut Millamena (2002) adalah sebagai berikut: 1. Nama dan singkatan asam amino (Millamena.3. Asam amino essensial adalah asam amino yang tidak bisa dibuat atau disintesis oleh organisme mendukung pertumbuhan maksimum dan dapat menjadi penyuplai dari asam amino. Kapasitas dari pakan ikan memiliki kandungan asam amino yang dibutuhkan ikan berbeda-beda. Asam amino alifatik • Basic terdiri dari : arginine dan lysin 171 . 2002) Asam amino Asam amino essensial Arginin Histidin Isoleucin Leucin Lysin Methionin Phenylalanin Threonin Tryptophan Valin Asam amino nonessensial Alanin Asparagin Asam Aspartad Cystein Asam Glutamat Glutamin Glycin Prolin Serin Tyrosin Singkatan tiga huruf Singkatan satu huruf Arg His Ile Leu Lys Met Phe Thr Trp Val Ala Asn Asp Cys Glu Gln Gly Pro Ser Tyr R H I L K M F T W V A N D C E Q G P S Y Asam amino di golongkan menjadi asam amino essensial dan asam amino non essensial.Tabel 5. Esensialitas dari suatu asam amino akan tergantung pada ikan yang diberi pakan. Asam amino non esensial yaitu asam amino yang dapat dibentuk atau disintesis dalam jaringan dan tidak perlu ditambahkan dalam komposisi pakan.

2. glycin. satu dari asam amino hilang. tryptophan dan valin. histidin. Ada 20 asam amino dalam protein. threonin.methionine. phenylalanin. Tryptophan adalah prekursor dari serotonin atau suatu vitamin. valine. dan banyak unsur lain. Asam amino non esensial asam amino yang dapat secara parsial menggantikan atau memberikan asam amino yang sangat dibutuhkan atau harus ada dalam komposisi pakan. cyestin. chysteine. methionin. Metabolisme Asam Amino Metabolisme asam amino meliputi sintesis dan pemecahan protein. Arginin menghasilkan ornithin ketika urea dibentuk dalam siklus urea. serta satu lintasan proses anabolisme asam amino yang merupakan proses sintesa protein. cholin. Metabolisme asam amino umumnya dapat terjadi dalam tiga lintasan. epinephrin dan norepinephrin dan melanin pigmen. isoleucine. asam glutamat. Karena sintesis dan degradasi terus menerus dari protein adalah khas untuk semua bentuk kehidupan. Asam amino heterocyclic terdiri dari histidine. Jika suatu basa hydrogen (OH) ditambahkan ke phenylalanin. Methionin adalah prekursor dari cyestein dan cystin. Bila selama sintesis protein. isoleucin. prolin. Beberapa kelompoknya terdiri dari creatin. • Asam amino non essensial Asam amino non esensial yang dibutuhkan untuk ikan adalah: alanine. maka sintesis protein terhenti. Asam amino aromatic terdiri dari: phenylalanine dan tyrosine 3. leucin. asam nikotinik. Tyrosin diperlukan untuk hormon thyroxin. asam aspartad. Protein kemudian diserap kedalam usus dalam bentuk asam amino. glutamin. Sintesis protein dikode 172 . glycine. maka tyrosin dibentuk. threonine dan serine. protein dalam pakan pertama kali dicerna didalam lambung dan asam klorida yang terdapat dalam lambung akan memberikan medium asam yang dapat mengaktivasi pepsin dan renin untuk membantu mencerna protein. Semua ikan bersirip membutuhkan ke sepuluh asam amino esensial. yaitu 2 lintasan proses katabolisme asam amino yang merupakan proes degradasi dan glukoneogenesis. asparagirie. Perpindahan suatu karboksil (COOH) digolongkan dalam bentuk histamin. Kesepuluh asam amino ini merupakan senyawa yang membangun protein dan ada beberapa asam amino merupakan bahan dasar dari struktur atau unsur lain. tryptophan dan proline Asam amino esensial Ada sepuluh asam amino esensial (EAA) yang diperlukan oleh pertumbuhan ikan yaitu: arginin. Methionin juga sebagai penyalur metil (CH3). Pepsin memecah protein dalam gugus yang lebih sederhana yaitu protease dan pepton dan akhirnya akan dipecah menjadi asam amino. serin dan tyrosin.Acidic terdiri dari : asam aspartic dan asam glutamic • Netral terdiri dari : leocin . alanine.

Tersedianya asam amino harus mencerminkan distribusinya dalam protein. Bila tidak. Amonia adalah toksik terhadap sistem syaraf pusat oleh mekanisme yang belum seluruhnya dimengerti tetapi tampaknya melibatkan pembalikan jalan glutamat dehidrogenase dan akibatnya kekurangan ketoglutarat. Reaksi dikatalisis oleh enzim glutamat dehidrogenase yang tidak biasa karena dapat menggunakan NAD+ maupun NADP+. Enzim-enzim ini disebut juga transaminase. Asam-asam amino terutama diperlukan dalam sintesis protein tubuh dan senyawa-senyawa lain yang secara fisiologis penting bagi metabolisme. Asam amino yang berlebihan dari yang diperlukan untuk sintesis protein dan biomolekul lainnya tidak dapat disimpan dalam tubuh maupun diekskresikan keluar tubuh. umumnya menyalurkan gugus α amino dari berbagai asam amino kepada α –ketoglutarat untuk diubah menjadi NH4+ (ion amonium). Ion amonium dibentuk dari glutamat dengan deaminasi oksidatif. Sebelum memasuki siklus asam trikarboksilat untuk menghasilkan energi asam amino harus didegradasi terlebih dahulu. Karena itu tidak ada produk akhir dari metabolisme nitrogen yang dapat ditolelir dengan baik oleh organisme tingkat tinggi. merupakan tahap pengubahan asam amino menjadi zat antara yang dapat memasuki siklus asam trikarboksilat. Asam sitrat dan garamgaramnya bersifat sangat tidak larut serta mengendap dalam jaringan dan cairan bila konsentrasinya melampaui beberapa miligram per 100 ml. sintesis protein dibatasi oleh nutrien. Tahap pertama adalah deaminasi oksidatif. sedangkan 173 . Enzim aminotransferase mengkatalisis pemindahan suatu gugus α amino dari suatu asam amino α kepada keto. Guanosin trifosfat (GTP) dan Adenosin Trifosfat (ATP) adalah inhibitor alosterik.oleh DNA (kode genetik) yang terdapat di inti mitokondria. Pada umumnya kelebihan asam amino akan segera dikeluarkan oleh deaminasi oksidatif dan rangka karbonnya diubah menjadi asetil atau aseto-asetil Ko A. atau salah satu dari zat antara siklus asam trikarboksilat yang kemudian dioksidasi menjadi energi. zat antara yang diperlukan dalam siklus asam trikarboksilat. Ikan mengekskresikan amonia bebas dan disebut sebagai amonetilik. dan gugus amino. misalnya hormonhormon dan neurotransmiter. Namun dalam beberapa kasus tertentu akan diubah menjadi glukosa dan lemak. Gugus α amino dari banyak asam amino mula-mula akan dipindahkan ke α keto glutarat untuk membentuk asam glutamat yang kemudian mengalami deaminasi oksidatif membentuk ion NH4+. Kelebihan asam amino cenderung digunakan untuk bahan bakar. Tempatnya pemecahan asam amino adalah hati. Tahap ke dua adalah tahap oksidasi zat dalam siklus asam trikarboksilat menjadi CO2 dan H2O. Aktivitas glutamat dehidrogenase diatur secara alosterik. Degradasi asam amino terjadi dalam dua tahap utama. piruvat.

Protein dalam pakan ikan akan saling keterkaitan dengan zat nutrien lainnya. Kelebihan Asam amino digunakan sebagai sumber energi atau dikonversi ke lemak. Fungsi utama pakan ini adalah sebagai penyedia energi bagi aktifitas sel-sel tubuh. Kebutuhan asam amino essensial dalam pakan ikan Pakan ikan sangat dibutuhkan bagi ikan yang dibudidayakan dalam suatu wadah budidaya. Dalam tubuh ikan energi yang berasal dari pakan dipergunakan untuk proses hidupnya yaitu tumbuh. ditranspot ke ginjal dan kemudian dipisahkan kembali menjadi glutamat dan amonia. sebuah reaksi yang membutuhkan dua ATP. Jadi penurunan muatan energi akan mempercepat oksidasi asam amino. Karbamoil fosfat kemudian masuk ke dalam siklus ornithin urea. Informasi tentang kebutuhan protein kotor ikan menjadi nilai yang menentukan dan data tentang kebutuhan asam amino untuk setiap ikan penting karena mutu protein sangat bergantung kepada komposisi asam amino nya dan penyerapannya. Protein bersama dengan vitamin dan mineral ini berfungsi juga dalam pengaturan suhu tubuh. untuk membentuk glutamin membutuhkan ATP. Oleh karena itu ikan yang dibudidayakan harus memperoleh asam amino dari protein makanannya secara terus menerus yang sangat diperlukan 174 . zat ini merupakan bahan yang bersifat racun dan harus dikeluarkan dari tubuh.Guanosin Difosfat (GDP) dan Adenosin Difosfat (ADP) adalah aktivator alosterik. Protein sangat menentukan dalam menyusun formulasi pakan ikan. Ikan-ikan yang memiliki paru-paru (lungfish). Akhirnya dieksresikan ke urin sebagai garam amonium (NH4+. Penentuan tentang kebutuhan asam amino sangat penting karena akan sangat membantu dalam melakukan perancangan diet uji amino yang digunakan untuk menentukan kebutuhan asam amino yang diperlukan bagi ikan. Asam amino yang berasal dari protein ini sangat diperlukan oleh berbagai sel untuk membangun dan memperbaiki jaringan rusak.) • Amonia dengan karbondioksida untuk membentuk carbamil. berkembang dan bereproduksi. Dalam proses katabolisme protein maka akan dihasilkan amonia sebagai hasil deaminasi oksidatif. misalnya protein bersama dengan mineral dan air merupakan bahan baku utama dalam pembentukan sel-sel dan jaringan tubuh. pengaturan tekanan osmotik cairan tubuh serta pengaturan metabolisme dalam tubuh. pada musim kering menjadi ikan darat dan mengeksresikan urea untuk menghemat air. pengaturan keseimbangan asam basa. Pada makhluk hidup sebagian besar dikeluarkan melalui dua jalan kecil dalam tubuhnya yaitu : • Amonia dengan asam glutamat dalam hati. yang kemudian difosforilasi menjadi karbokmoil fosfat. Dalam tubuh ikan berisi sekitar 65-75% protein pada suatu basis berat kering.

bagi pertumbuhan sel dan pembentukan jaringan tubuhnya. mengingat protein sangat berperan dalam pembentukan sel baru. maka protein akan dipecah dan digunakan sebagai sumber energi. Kualitas pakan dikatakan rendah apabila kadar asam-asam amino esensial dalam proteinnya juga rendah. Pemberian pakan yang tepat dengan kisaran nilai kalori/energi yang memenuhi persyaratan bagi pertumbuhan ikan dan dengan kandungan gizi yang lengkap akan dapat meningkatkan nilai retensi protein. Ikan tidak mempunyai kebutuhan protein yang mutlak namun untuk menunjang pertumbuhannya ikan membutuhkan suatu campuran yang seimbang antara asam-asam aminoesensial dan non esensial. kecepatan pemberian pakan. Melalui sistem peredaran darah. pakan harus memiliki kandungan energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi metabolisme sehari-hari dan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan sel-sel tubuh yang baru. Ikan dapat tumbuh normal apabila komposisi asam amino esensial dalam pakan tak jauh berbeda (mirip) dengan asam amino dalam tubuhnya. Pemilihan bahan dan komposisi bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pakan akan sangat menentukan kelengkapan dan keseimbangan antara asam-asam amino esensial dan tak esensial. Retensi protein merupakan gambaran dari banyaknya protein yang diberikan. temperatur air. Dalam proses pencernaan. Protein yang dibutuhkan ikan dipengaruhi faktor-faktor yang bervariasi seperti ukuran ikan. Oleh karena itu adanya variasi keseimbangan antara asam amino esensial dan non esensial dalam pakan diharapkan dapat memacu pertumbuhan ikan. kandungan energi keseluruhan yang dapat dihasilkan dari pakan dan kualitas protein. serta dimanfaatkan bagi metabolisme sehari-hari. protein akan dipecah menjadi bentuk-bentuk yang lebih sederhana yaitu asam 175 . pertumbuhan kelanjar reproduksi. Keseimbangan antara energi dan kadar protein sangat penting dalam laju pertumbuhan. perkembangan dan pembangunan jaringan baru ataupun perbaikan jaringan yang rusak selalu membutuhkan protein secara optimal yang terutama diperoleh dari asam-asam amino essensial yang bersumber dari pakan ikan yang dikonsumsi. ketersediaan dan kualitas pakan alami. Pemakaian sebagian protein sebagai sumber energi ini akan menghambat pertumbuhan ikan. yang dapat diserap dan dimanfaatkan untuk membangun ataupun memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Pertumbuhan somatik. asam amino ini diserap oleh seluruh jaringan tubuh yang memerlukannya. Oleh karena itu agar ikan dapat tumbuh secara normal. Cepat tidaknya pertumbuhan ikan ditentukan oleh banyaknya protein yang dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh sebagai zat pembangun. karena apabila kebutuhan energi kurang.

Lisin merupakan asam amino esensial pembatas dalam protein nabati. misalnya leusin.sehingga perlu dipertimbangkan adanya keseimbangan antara asam-asam amino esensial dan non esensial yang terkandung pada protein bahan dasar pembuat pakan ikan tersebut. Pengamatan ini memberikan indikasi leisin mungkin mampu mempermudah jaringan tubuh dalam menyerap asam-asam amino berantai cabang. Histidin diperlukan untuk menjaga keseimbangan nitrogen dalam tubuh. Peningkatan konsentrasi dari salah satu asam amino berantai cabang ini. Dalam penyusunan komposisi bahan-bahan pembuat pakan ikan. harus diperhitungkan terlebih dahulu kelengkapan asam amino esensial pada bahan dan kebutuhan tiap jenis ikan terhadap asam amino esensial dan non esensial. Adapun yang dimaksud dengan asam amino esensial pembatas adalah asam amino esensial yang mempunyai presentase terendah yang terkandung dalam suatu protein bahan makanan. Ada dua jenis enzim yang terlibat dalam proses pencernaan protein. defisiensi pada salah satu asam amino pada suatu bahan dapat disubstitusi dengan asam amino yang sama dari bahan yang berbeda. yaitu enzim endopeptidase yang berfungsi memutuskan ikatan peptida pada rantai polipeptida dan enzim eksopeptidase yang berfungsi memutuskan gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (-NH2) yang dimiliki protein. akan memberikan pengaruh pada konsentrasi isoleisin dan valin dalam serum. Defisiensi lisin dalam pakan ikan dapat menyebabkan kerusakan pada sirip ekor (nekrosis). Perubahan-perubahan konsentrasi isoleisin. Arginin merupakan asam amino yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan optimal ikan muda. Disamping berperan dalam sintesia protein. Asam amino dan dipeptida dapat masuk kedalam aliran darah dengan cara transpot aktif. Kebutuhan setiap jenis ikan terhadap asam amino esensial dan non esensial berbedabeda. Penentuan kualitas protein dapat dilakukan dengan membandingkan komposisi asam amino esensial yang dikandung bahan makanan dengan standar kebutuhan asam amino esensial pada hewan uji. Oleh karena itu. arginin juga berperan dalam biosintesis urea. Persentase terendah dari kandungan asam amino esensial pada makanan terhadap pola standar tersebut dinamakan sebagai skore asam amino. Histidin merupakan asam amino esensial bagi pertumbuhan larva dan anak-anak ikan. Tidak semua bahan makanan yang merupakan sumber protein hewani maupun nabati mengalami defisiensi asam amino yang sama. leusin dan valin dalam serum dipengaruhi oleh peningkatan kadar protein pakan. yang 176 .amino dan dipeptida. Kualitas protein berbeda-beda tergantung pada jenis dan jumlah asam amino penyusunannya.

Metionin juga merupakan asam amino pembatas dalam beberapa bahan makanan sumber protein nabati. Ikan mampu dengan segera mengubah fenil alanin menjadi tirosin atau menggunakan tirosin untuk melakukan metabolisme yang diperlukan bagi asam amino fenil alanin tersebut. Ketidakseimbangan asam amino kaitannya dengan asam amino yang saling bertentangan atau asam amino yang berbahaya yang dapat menyebabkan pertumbuhan pada ikan tidak optimal. Hal ini dapat meningkatkan kebutuhan asam amino lain yang serupa. Asam amino bersifat racun apabila diberikan 177 . defisiensi triptopan juga akan meningkatkan kadar kalsium. magnesium. Hal ini dapat mengakibatkan kekurangan asam amino esensial yang disebabkan oleh penggunaan komposisi pakan yang kandungan proteinnya sedikit atau tidak mencukupi kebutuhan asam amino esensial. Keduanya diperlukan dalam jumlah yang cukup untuk mendorong sintesis protein dan fungsi-fungsi fisiologis lain pada ikan. pemanasan yang berlebih saat pembuatan pakan dan penguapan dari pakan tersebut. Sistein mampu mereduksi sejumlah metionin yang diperlukan bagi pertumbuhan optimal. Oleh karena itu untuk menentukan kebutuhan asam amino aromatik khususnya fenil alanin. Triptofan merupakan asam amino pembatas dalam bahan makanan sumber protein nabati.apabila berkelanjutan dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan. dalam pengujian haruslah digunakan bahan pangan tanpa tirosin atau berkadar tirosin rendah. maka penggunaan lisin akan meningkat. Kebutuhan asam amino essensial dan nonessensial pada ikan sangat ditentukan oleh jenis bahan baku pembuatan pakan. Defisiensi metionin dapat mengakibatkan penyakit katarak pada rainbow trout. Dapat juga disebabkan adanya bahan kimia yang dapat mempengaruhi komposisi pakan. Kebutuhan metionin pada ikan biasanya berkaitan dengan kadar metionin dalam serum dan kadar makanan yang dicerna. Fenil alanin (essensial) dan tirosin (non essensial) keduanya mempunyai struktur kimia yang mirip sehingga keduanya bisa saling menggantikan. urea dan amonia. Defisiensi triptofan pada ikan salmon menyebabkan lordosis dan skoliosis sedangkan pada ikan rainbow trout menyebabkan nekrosis pada sirip ekor. Contohnya adalah pertentangan leucin dengan isoleucin dan arginin dengan lisin yang diamati pada beberapa jenis ikan. Selain menyebabkan penyakit pada mata. sodium dan potasium dalam ginjal dan hati ikan. Pertentangan asam amino terjadi ketika asam amino yang diberikan melebihi jumlah yang dibutuhkan. Ketika terjadi degradasi arginin. kerusakan pada operculum insang dan katarak pada mata. Fenil alanin dan tirosin diklasifikasikan sebagai asam amnino aromatik. Metionin (essensial) dan sistein (non essensial) merupakan asam amino yang mengandung sulfur. Tingkat penggunaan lisin dipengaruhi oleh kadar arginin.

5 Thr 3.9 Phe + Tyr 6.1 4.2 5.0 2.9 5.0 6.3 4.2 3.3 1.dengan jumlah yang berlebih.3 3.5 5.5 0.6 3.8 4.0 3.0 1.8 3.7 Leu 3.0 0.0 2.6 1.7 2.7 2.1 Ile 2.2 2.2 4.0 2.8 3.6 4.5 3.3 5.3 4.1 0.4 2. asam amino esensial dari suatu organisme adalah dengan penambahan pada komposisi pakan dengan asam amino L kristal.8 Trp 0.1 3.7 Met + Cys 3.7 Lys 5.9 3.4 2.3 2.2 2.2 5.5 2.5 5.8 3.0 5.7 3.2 5.1 2.0 4.5 6.7 4.0 3.6 2.1 4.5 1.5 5.4 3.1 3. Kebutuhan asam amino essensial pada beberapa jenis ikan dalam % protein pakan (Akiyama et al.4.3 3.5 0. Di dalam perumusan komposisi pakan.8 1.4 5.1 5.5 2.1 5.7 0.2 3.4 3.7 6.6 2.2 2.8 4.9 1.2 5.4.0 3.1 4.7 2.3 3.9 4.3 5.4 5.8 5.0 2.6 3.5 3.3 4.4 3. 178 .4 2.4 2.0 5. 1997) Arg 6.8 5.0 3.6 2.1 1. Cara lain untuk mengetahui kebutuhan Tabel 5.2 2.0 3.3 4.5 4. Efek negatif yang ditimbulkan tidak dapat diperbaiki dengan penambahan asam amino ke dalam komposisi pakan. Pelarutan nutrisinya dapat diperkecil dengan penggunaan pakan yang mengandung air stabil sehingga dapat menghemat penggunaan pengikat atau memanfaatkannya dalam praktek pemberian pakan.2 3.0 3.2 2.0 4. Kebutuhan asam amino essensial pada beberapa jenis ikan dapat dilihat pada Tabel 5.9 3.0 3.9 Jenis ikan Chum Salmon Chinook Salmon Coho Salmon Channel Catfish Common carp Catle Nile Tilapia Milk Fish Japanese eel Rainbow trout Yellow tail White surgeon Red drum Kebutuhan asam amino pada ikan seperti tabel diatas diperoleh dengan cara melakukan penelitian. Menurut Millamena (2002) ada dua metoda yang digunakan untuk menentukan apakah suatu asam amino tersebut termasuk dalam kelompok asam amino essensial dan non essensial yaitu: • Metoda pertumbuhan • Metoda radio isotop.5 6.0 2.8 0.5 0.2 1.0 3.7 0.7 His 1.6 2.8 Val 3.3 4.6 1. Keterbatasan kandungan asam amino dalam salah satu sumber asam amino dapat dilengkapi dengan sumber lain yang melimpah dengan kandungan asam amino yang sama sehingga menjadi suatu pakan ynag lebih baik.3 3.5 0.5 3.4 4. komposisi pakan yang direkomendasikan tentang asam amino esensial harus dengan hatihati dalam memilih dan mengkombinasikan dua atau lebih sumber protein.0 2.2 4.3 5. Sejauh ini kebutuhan asam amino essensial dalam makanan yang dibutuhkan oleh ikan dan jumlah yang dibutuhkan pada ikan budidaya telah ditetapkan pada beberapa jenis ikan berdasarkan hasil penelitian.3 5.3 0.3 4.

Dari hasil isolasi tersebut kemudian protein tersebut dilakukan hidrolisasi dan asam amino yang diperoleh dipisahkan dengan menggunakan peralatan chromatografi dan menghitung radio aktifitas. berat tubuh dan nitrogen digunakan sebagai ukuran untuk mutu protein dimana metode biologi lebih akurat dibanding metode kimia. Evaluasi kualitas protein Protein yang terdapat dalam suatu bahan pakan dapat dikatakan bermutu jika memberikan pertumbuhan positif pada ikan budidaya atau protein dikatakan mutunya tinggi apabila komposisi asam amino yang terkandung di dalamnya menyerupai bentuk asam amino yang dibutuhkan oleh ikan dan tingkat kecernaannya tinggi. Menurut Millamena (2002) perhitungan Protein Effisiensi ratio (PER). Mutu protein biasanya dievaluasi dengan metode biologi dan kimia. percobaan dilakukan dengan melakukan pemberian pakan dengan menggunakan pakan dasar yang berisi semua asam amino dan pakan uji yang tidak mengandung asam amino. Ikan uji kemudian dimatikan dan dibuat larutan yang homogen dan melakukan isolasi protein. Untuk sepuluh amino. (1970). Pada Metoda rasio isotop yang digunakan oleh Cowey et al. atau kantung kuning telur ikan Chinook. Pakan dirumuskan berdasarkan pada pola asam amino seperti protein telor ayam utuh. ikan uji disuntik secara intraperitoneal dengan menggunakan radio aktif yang diberi label 14C glukosa dan dibiarkan hidup dengan mengkonsumsi pakan alami selama 7 hari. setelah itu penyelidik menggunakan suatu diet test serupa untuk menentukan asam amino esensial yang lain pada ikan. Dalam metode biologi.Metoda pertumbuhan digunakan oleh Halver (1957) untuk mengetahui penggunaan satu rangkaian asam amino diet uji yang berisi kristal Lamino sebagai sumber nitrogen. Selain itu sampel ikan uji juga diberi pakan yang kekurangan asam amino untuk melihat pertumbuhan yang terjadi dan dibandingkan dengan ikan yang diberi pakan dengan asam amino yang lengkap. Ikan uji dilakukan penimbangan berat badan setiap dua kali untuk mengukur pertumbuhan dan mengetahui pengaruh pakan uji tersebut. nilai biologi (BV) dan kebutuhan protein bersih (NPU) adalah sebagai berikut: Perbandingan Efisiensi Protein (PER) Penambahan bobot (gram) PER = Kandungan protein dalam pakan (gram) 179 . protein telor ikan Chinook. Metode kimia menentukan kuantitas atau jumlah protein/asam amino pada bahan pakan sedangkan metode biologi dengan cara menentukan reaksi ikan terhadap protein dalam kaitannya dengan pertumbuhan dan pertahanan.

Penggunaan Protein Bersih Nitrogen yang digunakan NPU = Nitrogen yang diambil dimana : NPU ditentukan dengan rumus sebagai berikut : Penambahan nitrogen pada pakan ikan NPU = Nitrogen yang diambil dari pengujian protein + pengurangan nitrogen pada pakan ikan x 100 180 .Fo) A – (U – Uo) Nitrogen yang diambil Nitrogen dalam feses Metabolisme nitrogen dalam feses Nitrogen yang keluar bersama urine Endogeneus nitrogen I – (F–Fo) – (U – Uo) x 100 A I – (F – Fo) x 100 Dimana : I F Fo U Uo R BV = Tidak cukup data dalam nilai biologi yang diperoleh untuk pengaturan pakan ikan dan sulit dalam penentuan metabolisme feses dan endogeneus nitrogen secara terpisah.Nilai Biologi (BV) Nitrogen yang digunakan BV = Nitrogen yang diserap Dimana : R = A = Dan : A = R = = = = = = Nitrogen yang digunakan Nitrogen yang diserap I – (F .

kandungan protein yang dibutuhkan.5. Berdasarkan penelitian beberapa spesies ikan kebutuhan kandungan protein pada ikan budidaya berkisar dari 27% sampai 60%. hormon dan antibodi. kandungan energi pakan dan faktor fisiologis ikan (Lovel. Untuk menentukan kebutuhan protein suatu jenis ikan dapat dilakukan dengan melakukan percobaan pemberian pakan yang akan membantu dalam penggunaan uji kandungan protein dari sumber yang nilai biologinya tinggi. 181 . 1989). penggantian jaringan-jaringan tubuh yang rusak dan penambahan protein tubuh dalam proses pertumbuhan. Cara ini dilakukan dengan menganalisis kandungan nitrogen dalam jaringan dengan interval dua minggu sampai tidak ada penurunan nitrogen yang tertahan pada jaringan. Protein yang dibutuhkan ikan bersumber dari berbagai macam bahan dimana kualitas protein bahan bergantung pada komposisi asam amino. Kebutuhan protein dalam pakan secara langsung dipengaruhi oleh jumlah dan jenis-jenis asam amino essensial. Selain itu protein sangat penting bagi kehidupan karena merupakan protoplasma aktif dalam semua sel hidup dan berperan sebagai instrumen molekuler yang mengekspresikan informasi genetik. Respon yang akan memberikan keuntungan dan daya tahan paling tinggi biasanya diperoleh dari komposisi pakan ikan terbaik. unsur struktural didalam sel dan jaringan. Jumlah kandungan protein yang minimal dari suatu pakan untuk menghasilkan pertumbuhan maksimum sangat bergantung pada jenis ikan yang dibudidayakan. Jumlah kebutuhan protein maksimum merupakan tingkat kualitas protein yang tinggi dalam kandungan pakan yang diperlukan untuk pertumbuhan maksimum. Protein yang terdapat dalam jaringan tubuh ikan dapat digunakan sebagai ukuran untuk menentukan kebutuhan protein. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5.Kebutuhan protein pada ikan Protein didalam tubuh sangat dibutuhkan untuk pemeliharaan. pembentukan jaringan. Protein dapat juga digunakan sebagai sumber energi jika kebutuhan energi dari lemak dan karbohidrat tidak mencukupi dan juga sebagai penyusun utama enzim. Oleh karena itu pemberian protein pada pakan ikan harus pada batas tertentu agar dapat memberikan pertumbuhan yang optimal bagi ikan dan efisiensi pakan yang tinggi.

Tingkat kebutuhan protein optimal (% berat kering pakan) pada beberapa jenis ikan budidaya (Millamena. muscle meal Fish meal. rice bran Fish meal. gelatin Fish meal. casein Tuna. KARBOHIDRAT Karbohidrat merupakan salah satumakro nutrien dan menjadi sumber energi utama pada manusia dan hewan darat. soybean. casein Fish meal Fish meal. soybean dan cassava meal Casein Fish meal Fish meal. squid meal Casein Fish meal. casein Soybean meal. collagen Squid meal Fish meal.Tabel 5. casein Casein. shrimp meal Fish meal. soybean meal Fish meal. karena pada ikan 182 . 5. squid meal Kadar protein optimal 43 31 – 38 40 – 50 43 44 60 55 40 30 – 40 24 55 52 44 40 40 30 28 34 – 42 28 – 32 55 27 Jenis ikan Asian sea bass Common carp Grouper Japanese eel Kuruma shrimp Milk Fish Red sea bream Snake head Red snapper Tiger shrimp Nile Tilapia White shrimp Yellow tail Abalone Sumber protein tinggi untuk ikan dapat diperoleh pada beberapa bahan baku antara lain adalah telor utuh. soybean. mussel meal. kombinasi kasein dan agar-agar.5. Pada ikan. temperatur air. shrimp meal Casein dan asam amino Squid meal Casein + egg albumin Fish meal. Ikan yang berukuran lebih kecil mempunyai kebutuhan protein lebih tinggi dibanding ikan yang lebih tua pada jenis ikan yang sama itu.3. protein yang berkualitas seperti yang telah dikemukanan sebelumnya dengan mengetahui komposisi asam amino. meat meal. kasein. ukuran ikan atau umur. Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan protein untuk pertumbuhan ikan yang maksimum antara lain adalah : jenis. tingkat pemanfaatn karbohidrat dalam pakan umumnya rendah pada khususnya hewan karnivora. 2002) Sumber protein Fish meal.

Oleh karena itu pada komposisi pakan ikan harus ada keseimbangan antara karbohidrat. sehingga pemanfaatan protein untuk pertumbuhan berkurang. jalur pentosa fosfat. agar-agar. Selain itu dalam aplikasi pembuatan pakan karbohidrat seperti kanji. Selain itu karbohidrat merupakan Protein sparing effect yang artinya karbohidrat dapat digunakan sebagai sumber energi pengganti bagi protein dimana dengan menggunakan karbohidrat dan lemak sebagai sumber bahan baku maka hal ini dapat mengurangi harga pakan. 183 . dimana ketiga nutrien tersebut merupakan sumber energi bagi ikan untuk tumbuh dan berkembang. Ikan laut biasanya lebih menggunakan protein dan lemak sebagai sumber energi daripada karbohidrat. Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan bahwa ikan yang diberi pakan dengan kandungan protein tinggi tanpa karbohidrat dapat menyebabkan penurunan laju pertumbuhan dan retensi protein tubuh. Karbohidrat berdasarkan analisa proksimat terdiri dari serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen. Formula umum karbohidrat adalah Cn (H2O)2. Klasifikasi Karbohidrat Karbohidrat diklasifikasikan kedalam tiga kelompok yaitu monosakarida. Ikan karnivora lebih sedikit mengkonsumsi karbohidrat dibandingkan dengan omnivora dan herbivora. dan getah dapat juga digunakan sebagai pengikat makanan (binder) untuk meningkatkan kestabilan pakan dalam air pada pakan ikan dan udang. alga. Selain itu pakan yang mengandung karbohidrat terlalu sedikit akan menyebabkan terjadinya tingkat katabolisme protein dan lemak yang tinggi untuk mensuplai kebutuhan energi ikan dan menyediakan metabolisme lanjutan (intermedier) untuk sintesis senyawa biologi penting lainnya. Karbohidrat biasanya terdapat pada tumbuhan termasuk pada gula sederhana. selulosa. protein dan lemak. Pemanfaatan karbohidrat sebagai sumber energi dalam tubuh dapat juga dipengaruhi oleh aktivitas enzim dan hormon. siklus asam trikarboksilat.O dengan rasio antara hidrogen dan oksigen 2:1 yang hampir serupa dengan H2O dan kemudian dinamakan ”karbohidrat”. Karbohidrat adalah sumber energi yang murah dan dapat menggantikan protein yang mahal sebagai sumber energi. karet dan jaringan yang berhubungan dan mengandung unsur C. kanji. zat tepung. glukoneogenesis dan glikogenesis. tetapi peranan karbohidrat dalam pakan ikan sangat penting bagi kehidupan dan pertumbuhan ikan. Enzim dan hormon ini penting untuk proses metabolisme karbohidrat dalam tubuh seperti glikolisis.H. Karbohidrat merupakan senyawa organik yang tersusun dari atom karbon (C). Selain itu ikan yang hidup diperairan tropis dan air tawar biasanya lebih mampu memanfaatkan karbohidrat daripada ikan yang hidup diperairan dingin dan air laut. hidrogen (H) dan Oksigen (O) dalam suatu perbandingan tertentu.sumber energi utama adalah protein.

inulin dan pentosa adalah termasuk karbohidrat yang dapat dicerna sebagian.disakarida. gums and mucilages. cellulosa. dextrin. pectin. Maltosa. Xylulosa. Stachyosa. Glukosa merupakan zat gula dalam tubuh yang dibawa oleh darah dan 184 . fruktosa dan mannosa merupakan bentukheksosa yang mempunyai makna fisiologis paling penting. selulosa. Laktosa Raffinosa. Galaktogen. Monosakrida utama yang terdapat dalam bentuk bebas dalam makanan adalah glukosa dan fruktosa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. dan polisakarida. Glukosa. hemicellulosa. Pembagian karbo-hidrat ini berdasarkan pada jumlah molekul pembentuknya. > 10 unit Starch/kanji. karbohidrat yang dapat dicerna sebagian dan karbohidrat yang tidak dapat dicerna. karageenan Monosakarida Monosakarida adalah bentuk karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi bentuk yang sederhana lagi. Glucosa. Polisakarida (Glycan. satu. Xylosa.6. Fruktosa dan Mannosa Sukrosa. sedangkan polisakarida (termasuk) oligosakarida akan membentuk lebih dari tiga molekul monosakarida. alginat. lignin. Disakarida dapat dihidrolisa menjadi dua molekul mono-sakarida. glycogen.6. Tabel 5. Verbascosa Disakarida (dua unit glikosa) Oligosakarida (2-10 unit glikosa) dextrin. yaitu karbohidrat yang dapat dicerna. glikosa) chitin. Disakarida dan polisakarida merupakan turunan (derivat) dari monosakarida. dua atau beberapa unit gula sederhana. Hexosa. Arabinosa. Selain itu karbohidrat dapat juga diklasifikasikan berdasarkan pada tingkat kecernaan. Gula. mannosan. Klasifikasi Karbohidrat (Millamena. dan glikogen adalah karbohidrat yang dapat dicerna. Monosakarida tidak dapat dihidrolisa lagi menjadi bentuk yang lebih sederhana. Umumnya monosakarida diperoleh dari hasil hidrolisis senyawa tanaman yang lebih kompleks. galaktosa. 2002) Kelompok Karbohidrat Monosakarida (satu unit glikosa) contoh Pentosa. larut dalam air dan rasanya manis. agar. kanji. Ribosa. serat kasar dan hemisellulosa adalah karbohidrat yang tidak dapat dicerna.

Hidrolisis lactose atau gula susu menghasilkan galactose dan glukosa. Gula heksosa biasanya dalam bentuk : galactosa. satu molekul dibentuk pada fruktosa dan satu molekul pada glukosa yang dibentuk. Pentosa mempunyai rumus yang umum C5 H10 O5. dan glukosealdoses. Dengan hidrolisis mengakibatkan perpecahan molekul dan pembentukan hexoses. Fruktosa adalah ketohexose alami penting dan karbohidrat paling manis. Arabino dihasilkan pada getah arabic dan dedak gandum. dan galactose mempunyai rumusan molekular yang sama tetapi susunan rumus mereka berbeda pengaturan di dalam suatu molekul. Rumus molekul disakrida adalah C12H22O11. Hexosa mempunyai rumus umum C6H12O6. Kebanyakan monosakarida diperoleh dengan hidrolisis unsur yang lebih komplek. Jumlah yang pantas pada xilosa dibentuk dalam pembuatan bubur pada makanan melalui hidrolisis pada hemiselulosa. Rumus empiris glukosa adalah C6H12O6. bentuk gula yang biasanya disebut juga dengan gula meja. dan mempunyai komersial yang penting dalam bentuk aldopentosa silosa dan arabinosa. laktosa dan maltosa. Glukosa dapat disimpan didalam hati dan otot dalam bentuk glikogen. D-Glukosa ini mempunyai peran penting dalam pakan dan metabolisme ikan serta merupakan gula darah pada semua hewan. Glukosa. jagung manis dan madu dalam bentuk DGlukosa. Dua rangkaian gula sederhana secara komersil penting pentosa atau lima gula atom karbon dan hexoses atau enam gula atom karbon. Glukosa banyak terdapat dalam buah-buahan. Rotan atau gula umbi manis (sukrosa) dihidrolisis. Fruktosa dapat diubah menjadi glukosa dalam hati. Silosa dibentuk dengan hidrolisis pada pentosa. Ribosa dan Dioxyribosa merupakan struktur RNA dan DNA. Disakarida Disakarida merupakan bentuk karbohidrat yang kalau dihidrolisis akan menghasilkan dua molekul monosakarida. terdiri dari satu molekul glukosa dan 185 .merupakan bentuk paling utama dalam jaringan. Hidrolisis adalah suatu reaksi kimia yang mana suatu unsur yang komplek dipecah menjadi unsur yang lebih kecil dengan penambahan suatu katalisator. Laktosa tidak terjadi secara bebas di alam. Fructose. dari rumus bangun ini memperlihatkan bahwa satu molekul air telah dipindahkan sebagai dua monosakarida yang telah dikombinasikan. Hal ini dikarenakan glukosa merupakan sumber energi yang paling cepat diserap didalam sel dan masuk kedalam darah dan akan dikatabolisme dalam proses glikolisis. Ada tiga bentuk disakarida penting yaitu sukrosa. Monosakarida sering dikatakan sebagai bentuk dari suatu gula sederhana. sedangkan galaktosa selain dapat diubah menjadi glukosa dalam hati juga dapat dimetabolisir. D-Glukosa ini telah dihasilkan secara komersial dengan hidrolisis pati jagung yang menghasilkan sirop jagung dan kristal dekstrosa. Mannosa merupakan unsur pembentuk senyawa glikoprotein. Sukrosa.

Hasil hidrolisis laktosa akan menghasilkan sebuah molekul glukosa dan sebuah molekul galaktosa. mereka dipecah ke dalam berbagai produk intermediate dan yang akhirnya ke dalam gula sederhana. Sumber utama sukrosa sebagian besar dari tebu dan gula bit. dekstrin merupakan substrat kesukaan organisme acidophilik dalam saluran pencernaan dan bila pakan mengandung dekstrin maka sintesis vitamin B dalam usus akan meningkat. banyak diperoleh pada semua susu mamalia. Sedangkan dekstrin merupakan hasil dari proses pemecahan hidrolisis pati menjadi maltosa.satu molekul fruktosa yang dinamakan dengan gula invert. Polisakarida biasanya dibentuk oleh kombinasi hexosa atau monosakarida lain dan biasanya merupakan senyawa dengan molekular tinggi dan kebanyakan tidak dapat larut dalam air dan dipertimbangkan yang paling utama bahan gizi tumbuhan asli. Glikogen merupakan bentuk penyimpanan pada karbohidrat pada hewan dan merupakan zat tepung di dalam tumbuhan. Dekstrin terdiri dari serangkaian senyawa dengan bobot molekul yang lebih rendah. dextrin dan glikogen. Pada hewan dekstrin merupakan hasil pemisahan glukosa dari amilopektin yang meninggalkan residu percabangan yang disebut α-limit dekstrin. Didalam pakan. rhizomes. Selulosa adalah unsur penting yang tidak dapat larut dan dapat didegradasi oleh enzim menjadi beberapa unit glukosa dan bisa dihidrolisis dengan asam kuat. Bentuk ini merupakan sumber bahan makanan yang termurah dan merupakan sumber energi bagi manusia dan hewan. dan biji-bijian. polisakarida mempunyai formulasi umum (C6H10O5)n. biasanya silosa yang merupakan komponen utama pada 186 . Ketika hidrolisis dengan asam atau enzim. Pati/starch merupakan bentuk polisakarida yang banyak terdapat pada tumbuhan dan diperoleh di dalam akar umbi (kentang). Glikogen dihasilkan dari mamalia dan hewan lain dari glukosa di dalam darah dan diperoleh didalam jaringan otot dan hati. Maltosa dibentuk dari hidrolisis zat tepung dengan enzim α-amilase. Maltosa terjadi secara alami dalam benih zat tepung yang diproduksi tumbuhan. Laktosa. Tiga bentuk polisakarida yang banyak terdapat dalam bahan baku pakan antara lain adalah pati. Maltosa akan dihidrolisis lebih lanjut oleh enzim α-gluc0sidase menjadi dua molekul glukosa. Polisakarida Polisakarida merupakan bentuk karbohidrat yang kalau dihidrolisis akan menghasilkan lebih dari sepuluh molekul monosakarida. tersusun dari 8 – 10 glukosa. atau gula susu. Jika dihidrolisis hemiselulosa menghasilkan glukosa dan sebuah pentosa. Selulosa adalah komponen struktur utama dalam tumbuhan pada dinding sel tumbuhan dan unsur yang paling berlimpah-limpah pada tumbuhan. Hemiselulosa merupakan polisakarida yang terdiri atas suatu campuran unit hexosa dan pentosa.

H dan O yang terdiri atas N-acetil Dglukosamin. Pada segmen usus. Aktivitas enzim amilase dalam menghidrolisa pati pada ikan omnivora seperti ikan tilapia dan ikan mas lebih tinggi daripada ikan karnivora seperti ikan rainbowtrout dan yellowtail. Perbedaan sumber pati 187 . Pencernaan karbohidrat secara intensif terjadi disegmen usus yaitu dengan adanya enzim amilase pankreatik. ragi dan jamur adalah polysoccoharida dengan atom zat hidrogen seperti halnya C. Chitin merupakan komponen struktur utama menyangkut eksoskeleton kaku pada hewan tak bertulang punggung seperti serangga. Kemudian maltosa dan dekstrin ini akan dihidrolisa oleh enzim laktase atau sukrose menghasilkan galaktosa. Pemanfaatan Karbohidrat Pakan oleh Ikan Karbohidrat pakan umumnya berbentuk senyawa polisakarida.7 Karbohidrat yang berstruktur kompleks memiliki nilai kecernaan yang rendah daripada karbohidrat yang berstruktur sederhana. Ikan tidak memiliki kelenjar air liur (salivary gland) sehingga proses pencernaan karbohidrat pada ikan dimulai dibagian lambung. Peptinase tidak dapat dihidrolisis dengan enzim pectinase mamalian tetapi dicerna oleh aksi mikrobial. Dalam bentuk glukosa itulah karbohidrat dapat diserap oleh dinding sel (enterosit) lalu masuk kedalam pembuluh darah. agar dan caragenan merupakan hasil ekstraksi dari rumput laut seperti Glacillaria sp dan Kappaphycus sp. hemiselulosa lebih sedikit bersifat resisten terhadap degradasi kimia dan dapat dihidrolisis dengan cairan asam . serat. disakarida dan monosakarida. glukosa dan fruktosa. Tidak seperti selulosa. Peptin ditemukan terutama antara dinding sel tumbuhan dan mungkin juga sebagai penyusun dinding sel itu sendiri. binatang berkulit keras dan juga terjadi dalam sel ganggang. Lignin merupakan struktur kompleks yang terdiri dari karbon-karbon yang saling berikatan dengan eter yang mana bersifat resisten terhadap alkali dan asam.dinding sel tumbuhan. Nilai kecernaan beberapasumber karbohidrat oleh beberapa ikan budidaya dapat dilihat pada Tabel 5. sehingga nilai kecernaan karbohidrat pakan umumnya rendah. galaktosa dan fruktosa akan diubah menjadi glukosa. Tindakan itu disadap dengan air panas atau air dingin dan membentuk suatu ”gel” (agar-agar). Lignin ditemukan dalam tongkol jagung dan porsi akar yang berserat. Karbohidrat tersebut berasal dari tumbuhan (zat tepung. Ikan tidak memiliki enzim pencerna karbohidrat yang memadai di dalam saluran pencernaannya. Chitin mempunyai peran struktural dan suatu jumlah dari kekuatan mekanis yang dapat menghentikan ikatan hidrogen. Nilai kecernaan karbohidrat ini sangat dipengaruhi oleh sumber dan kadar karbohidrat dalam pakan serta jenis dan ukuran ikan. amilum (zat tepung) dan glikogen akan dihidrolisis oleh enzim amilase menjadi maltosa dan dekstrin. Alginates. Pada dinding usus. sellulosa dan fruktosa) dan dari hewan (mangsa) berbentuk glikogen.

3 66.5 55.5 69.0 85.2 20 – 60 20 – 60 20 – 60 12. Tingkatan kebutuhan serat kasar dalam tubuh ikan diperlukan secara khas dan terbatas kurang dari 7%.1 83. 1994).1 78.2 45. Hal ini dikarenakan pengukusan dapat menyebabkan sel-sel pati menjadi lunak dan pecah sehingga lebih mudah dicerna.5 25 50 12.9 55. Tabel 5.2 26. Beberapa perlakuan yang biasa dilakukan pada saat membuat pakan ikan adalah dengan melakukan pengukusan pati dimana dengan melakukan pengukusan maka akan dapat meningkatkan nilai kecernaan dari karbohidrat tersebut. Dimana semakin tinggi rasio amilosa/ amilopektin maka kecernaan karbohidrat semakin tinggi.5 40.0 Channel catfish tidak Tepung jagung dikukus Mas Tepung ubi tidak kukus Tepung ubi dikukus Karbohidrat berserat dalam wujud bahan kimia sangat sukar dicerna oleh beberapa jenis ikan dan tidak membuat suatu kontribusi yang baik kepada kebutuhan gizi ikan. Jenis ikan Rainbow Trout Sumber Dekstrin Tepung ubi kukus Tepung dikukus Glukosa Sukrosa Laktosa Tepung jagung dikukus Kadar Karbohidrat pakan (%) 20 60 20 60 11.0 48.5 25 50 ? ? Nilai kecernaan (%) 77.juga dapat menyebabkan perbedaan nilai kecernaan karbohidrat dan bergantung juga pada rasio amilosa/amilopektin.8 60.1 90. Ketersediaan berbagai formulasi karbohidrat pada komposisi nilai yang gizi belum jelas. Nilai kecernaan karbohidrat berdasarkan kadar dan sumbernya oleh beberapa ikan budidaya (Wilson.2 99 – 100 99 – 100 94 – 97 72.7. karbohidrat yang dapat dicerna (karbohidrat 188 .

dengan bobot molekul kecil dan panjang rantai lebih pendek seperti glukosa).8. Kebutuhan karbohidrat untuk setiap jenis dan ukuran ikan juga dipengaruhi oleh kandungan lemak dan protein pakan. aktivitas enzim karboksilase ikan. kemampuan penyerapan glukosa serta kemampuan sel memanfaatkan glukosa dalam darah. ikan omnivora dapat memanfaatkan karbohidrat pakan secara optimal pada tingkat 30 – 40% dalam pakannya. Pakan yang mengandung karbohidrat dan lemak yang tepat dapat mengurangi penggunaan protein sebagai sumber energi yang dikenal dengan Protein Sparring Effect. 1977). Ikan sebagai organisme air kurang mampu memanfaatkan karbohidrat sebagai sumber energi utama dalam pakannya dibandingkan dengan hewan darat dan manusia. terjadi laju glukoneogenesis yang tinggi. Kebutuhan karbohidrat pakan bagi pertumbuhan ikan budidaya bervariasi menurut spesies. Secara umum kandungan karbohidrat pakan yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh ikan karnivora berkisar antara 10 – 20%. Pada ikan rainbowtrout yang diberi pakan dengan kandungan protein tinggi. Beberapa penelitian telah menunjukkan pertumbuhan ikan dan tingkat efisiensi pakan yang rendah bila kandungan karbohidrat dalam pakannya tinggi. lemak dan karbohidrat).). Ikan air laut lebih efektif menggunakan glukosa dan dekstrin sebagai sumber zat tepungnya. Udang windu menggunakan zat tepung lebih baik dengan glukosa dan dextrin. sumber karbohidrat dan kondisi lingkungannya (Tabel 5. Pada tabel tersebut jelas terlihat bahwa ikan karnivora umumnya mempunyai kemampuan yang lebih rendah dalam memanfaatkan karbohidrat pakan dibandingkan dengan ikan omnivora atau herbivora. sedangkan yang diberi pakan dengan kandungan protein rendah dan karbohidrat tinggi didapatkan laju glukoneogenesis yang rendah (Cowey et al. namun dari hasil beberapa penelitian hewan air seperti ikan masih sangat membutuhkan karbohidrat dalam komposisi pakannya. Terjadinya Protein Sparring Effect oleh karbohidrat dapat menurunkan biaya produksi pakan dan mengurangi pengeluaran limbah nitrogen ke lingkungan. Pakan yang mengandung karbohidrat terlalu tinggi dapt menyebabkan menurunnya pertumbuhan ikan budidaya. Pada ikan mas dan ikan air tawar lainnya dapat memanfaatkan karbohidrat lebih efektif dibandingkan dengan ikan air laut. Penyebab rendahnya kemampuan ikan dalam memanfaatkan karbohidrat pakan tersebut antara lain disebabkan oleh nilai kecernaan sumber karbohidrat. Fungsi utama karbohidrat sebagi sumber energi di dalam pakan harus berada dalam kondisi yang seimbang antara ketiga makro nutrien (protein. 189 . Kebutuhan optimum Karbohidrat Pakan Pertumbuhan ikan budidaya secara maksimal dapat tercapai jika kondisi lingkungan pemeliharaan dan makanan terjamin secara optimum.

Shimeno et al (1996) Wilson (1994).8 Kebutuhan optimum karbohidrat dalam pakan untuk pertumbuhan beberapa ikan budidaya.Tabel 5. minyak. phospolipid. Lipid merupakan komponen penting dalam pakan ikan karena lipid dapat dijadikan sebagai sumber energi bagi ikan selain protein dan karbohidrat. sebagai pelindung dinding sel dan juga sebagai komponen pelindung kulit vertebrata. dan vitamin lemak yang dapat larut.Shimeno et al (1996) 5. eter dan benzena. Perbedaan antara lemak dan minyak adalah pada titik cairnya. Lipid berbeda dengan lemak. untuk mengangkut bahan bakar. Lipid terdiri dari lemak. LIPID Lipid adalah senyawa organik yang tidak dapat larut dalam air tetapi dapat diekstraksi dengan pelarut nonpolar seperti kloroform. Senyawa organik ini terdapat didalam sel dan berfungsi sebagai sumber energi metabolisme dan sebagai sumber asam lemak esensial yang mempunyai fungsi specifik dalam tubuh seperti untuk struktur sel dan pemeliharaan integritas membran-membran yang hidup. lipid telah ditunjukan untuk memberikan beberapa protein untuk pertumbuhan. Karbo hidrat pakan (%) 10 20 10 20 9 30 40 40 Sumber karbohidrat Dekstrin Dekstrin Dekstrin Tepung terigu Tepung terigu Dekstrin Dekstrin Dekstrin Jenis ikan References Ekor kuning Seabream merah Rainbow trout Kakap putih Kerapu Channel catfish Mas Tilapia Shimeno et al (1996) De Silva dan anderson (1995) De Silva dan anderson (1995) Catacuta dan Coloso (1997) Shiau dan Lan (1996) Wilson (1994) Wilson(1994). Klasifikasi Lipid Berdasarkan struktur molekulnya lipid dapat diklasifikasikan kedalam tiga kelompok yaitu : 190 .4. lemak cenderung lebih tinggi titik cairnya. Sebagai sumber energi. Asam lemak dari lipid mungkin juga bertindak sebagai pendahuluan pada steroid hormon dan prostaglandin. penyimpan bahan bakar metabolik. malam dan senyawa-senyawa lain yang ada hubungannya. molekulnya lebih berat dan rantai molekulnya lebih panjang. Lipid juga sumber penting sterol. Fungsi lain dari lipid antara lain adalah sebagai komponen utama struktur sel. Oleh karena itu lipid merupakan salah satu sumber asam lemak essensial yang tidak bisa di sentesa oleh ikan.

Klasifikasi Lipid menurut Millamena et al (2002) dapat dikelompokkan menjadi : • Triglycerides atau lemak yang dibentuk oleh reaksi glicerol dengan molekul asam lemak sehingga disebut glycerides. Seperti triglycerides. Jika dihidrolisis. Lipid kompleks dibagi menjadi tiga golongan yaitu : . steroid. Lemak ini sering mempunyai basa yang mengandung nitrogen dan substituen lain. . waxes merupakan sumber nergi yang disimpan 191 • • .ikolipid (Glikosfingolipid) : kelompok lipid yang mengandung asam lemak. • Waxes adalah ester pada rantai panjang asam lemak dengan berat molekul tinggi alkohol monohydric. senyawa alkohol disamping gliserol serta sterol. Senyawa campuran tersebut biasa asam phosphatidic.Bentuk lipid komplek lainnya: Sulfolipid dan aminolipid dan lipoprotein Prekursor dan derivat lipid : asam lemak. Karena tidak bermuatan asilgliserol (gliserida). . . Beberapa Phospholipids yang penting adalah phosphatidyl choline (lecithin). Lipid sederhana ini dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu : . phosphatidyl ethanolamine (cephalin). dan phosphatidyl inositol. Lipid yang termasuk kedalam kelompok ini hanya menghasilkan asam lemak dan alkohol.Fosfolipid : kelompok lipid yang selain asam lemak dan alkohol. gliserol. aldehid lemak. Lemak dalam keadaan cair disebut minyak. seperti gugus alkohol berupa gliserol dalam gliserofosfolipid dan gugus alkohol yang berupa sfingosin dalam sfingofosfolipid. badan keton dan berbagai hormon. Dengan begitu ketika suatu triglyceride dihidrolisis.• Lipid sederhana. hidrogen dan oksigen. Mereka adalah komponen utama membran biologi. • Phospholipids adalah ester pada asam lemak dan asam phosphor (H3PO4) dan basa nitrogen.Lemak : senyawa ester lemak dengan gliserol. kolesterol dan ester kolesterol dinamakan lemak netral (Meyes. sfingosin dan karbohidrat. kelompok ini berupa ester asam lemak dengan alkohol yang mengandung gugus lain.Lilin/malam/waks : senyawa ester asam lemak dengan alkohol monohidrat yang berbobot molekul tinggi Lipid kompleks. phosphatidyl serine. 3 molekul asam lemak dan 1 molekul glicerol dibentuk. 1999). Triglycerides tidak menjadi komponen pada bio membran tetapi mereka terakumulasi pada adipose atau jaringan lemak. juga mengandung residu asam fosfat. Triglyceride merupakan bentuk utama pada binatang yang menyimpan energi. kelompok ini disebut juga dengan nama homolopida yaitu suatu bentuk ester yang mengandung karbon.

Beberapa ester pada rantai alcohol yang panjang. Lipid ini merupakan lipid komponen otak dan jaringan syarat pertumbuhan pada binatang. Kolesterol secara fisiologi adalah sterol penting dan tersebar luas dalam membran biologi. Berdasarkan kandungan unsurnya asam lemak mempunyai rumusan yang umum yaitu CH3 (CH2)n COOH . Asam lemak ini ada juga yang menyebutkan sebagai lipid dengan makna fisiologis. terutama dalam binatang. Waxes padat pada temperature lingkungan. • • • kali lebih dari energi protein dan karbohidrat. adenosine triphosphate (ATP). Sphingomyelins tidak berisi glycerol. tetapi zat asam yang mengandung gemuk ester membutuhkan rantai amino alcohol sphingosine. sebuah asam lemak di 192 Fungsi umum dari lipid Fungsi yang umum adalah: • Sumber energi berkenaan dengan metabolisme. R2-COOH O Contoh : R2 –CO -CH2 –R1 Beberapa ester. Sumber dari asam lemak esensial (EFA) yang penting untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. EFA tidak bisa disintesis oleh organisme air dan akan disintesis jika jumlahnya tidak cukup untuk pertumbuhan dan harus disediakan pada pakan ikan. misalnya : asam arachidonik (ARA). Merupakan tanda pada jenis kelamin atau hormon lain pada ikan dan udang dan secara biologi sangat penting dalam proses reproduktif. dimana: n variasi dari 0 sampai ke 24 dan pada umumnya suatu bilangan genap.dalam tumbuhan dan bintang dan bertindak melindungi mantel. Sumber steroid yang melaksanakan fungsi penting seperti pemeliharaan sistem selaput. Komponen sellular yang penting dan selaput subsellular. • Asam lemak Salah satu unsur penting dari lipid adalah asam lemak. Asam lemak diberi suatu nama umum disamping formulasi bahan kimianya dan singkatan stenografi. Streroid mempunyai beberapa struktur umum yang terdiri dari sistem fused-ring. R2-CH2 –O -CH2 –R1 • Steroids adalah rantai panjang alkohol yang biasa pada polycylic. misalnya: phospholipid dan asam lemak polyunsurated (PUFA). dan asam decosahexaenoic (DHA) adalah asam lemak esensial yang sangat penting di dalam pakan ikan dan krustasea. transportasi lipid dan prekursor dari hormon steroid. R1CH2OH dan rantai panjang asam lemak. Di dalam tatanama asam lemak. Kandungan energi lipid berisi kira-kira dua . asam eicosapentaenoie (EPA).

14.8.11. miristat (14). kaprat/dekanoat (10). behenat (22).12 ) Tiga ikatan rangkap disebut dengan asam trienoat antara lain adalah g.14). 7. antara lain adalah palmitat/ ω7 (16 : 1. kaprilat/oktanoat (8). n-6. Asam lemak jenuh terdiri dari unsur Carbon dari 1 – 24 yaitu format (1).13) • • • • • Dua ikatan rangkap disebut asam dienoat.8. asetat (2). Unsaturated. butirat (4).Linolenat/ ω6 (18 : 3.12) dan a.11. elaidat/ ω9 (18 : 1.16. n-9 adalah posisi ikatan ganda dari metil berakhir pada asam lemak. A adalah banyaknya atom carbon dan banyaknya ikatan ganda. stearat (18).13.17) dan Klupanodonat/ ω3 (22 : 5. Sedangkan asam lemak tidak jenuh adalah asam lemak yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap. Berdasarkan jumlah ikatan rangkap pada asam lemak maka asam lemak dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. Asam lemak jenuh adalah asam lemak yang tidak mengandung ikatan rangkap. sedangkan pada urutan terakhir adalah letak/lokasi ikatan rangkap terdapat pada rantai Carbon keberapa. 4. propionat (3). Polyunsaturated dan 193 .9) . 11 dan 14.Linolenat/ ω3 (18 : 3. lignoserat (24). oleat/ ω9 (18 : 1.14) Lima ikatan rangkap disebut asam pentanoat.7.5.13. kaproat (6). A:B n-9. urutan kedua adalah banyaknya ikatan rangkap pada unsur asam lemak.9.16. kadang-kadang ditulis dengan huruf ω (omega) dimana. laurat (12). 8.12. misalnya asam lemak Arakidonat/ ω6 (20 : 4.9). arakidat (20).9. 5. urutan pertama menyatakan banyaknya jumlah atom Carbon. erusat/ ω9 (22 : 1. 5. yaitu linoleat/ ω6 (18 : 2. n-3.10. Pada asam lemak tidak jenuh dapat dikelompokkan kedalam enam kelompok berdasarkan jumlah ikatan rangkapnya yaitu : • Satu ikatan rangkap disebut dengan monoeat.15) Empat ikatan rangkap disebut asam tetranoat.10.19) Enam ikatan rangkap disebut dengan asam Heksanoat antara lain adalah Servoat/ ω3 (22 : 6.9.indentifikasi dengan formula: A:B n3. letak ikatan rangkap tersebut terdapat pada Carbon ke 5. antara lain adalah Timnodonat/ ω3 (20 : 5 . rumus bangun asam lemak tersebut terdiri dari Carbon sebanyak 20 buah. valerat (5).8. Sebagai contoh tujuan kuatitatif untuk palmitoleic atau asam hexadecenoic adalah 16:l n-7 yang ini berarti bahwa asam palmitoleic mempunyai 16 karbon dan berisi pada ikatan rangkap terdapat pada posisi karbon ketujuh karbon.9).9). 6. palmitat (16). Angka yang terdapat didalam kurung merupakan jumlah atom Carbon yang terdapat pada unsur asal lemak. jumlah ikatan rangkapnya adalah 4 buah. Berdasarkan Millemena (2002) pengelompokan asam lemak dapat dibagi menjadi empat berdasarkan kejenuhannya yaitu Saturated.11. antara lain adalah arakidonat/ ω6 (20 : 4.19) Dari pengklasifikasian asam lemak tersebut diatas dapat dilihat dari penulisan angka-angka dibelakang koma. nervonat/ ω9 (24 : 1. A:B n-6.

9 Tabel 5.9 Nama umum asam lemak Nama umum Saturated Fomat Asetat Propionat Butirat Valerat Caproat Caprilat Caprat Laurat Miristat Palmitat Stearat Arachidat Behenat Lignoserat Unsaturated Asam Palmitoleat Asam oleat Polyunsaturated Asam Linoleat Asam Linolenat Highly Unsaturated Asam arakidonat Asam eikosapentanoat Asam dokosaheksanoat dan Tabel 5.10. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. Nama kimia Notasi singkat Asam butanoat Asam pentanoat Asam keksanoat Asam oktanoat Asam dekanoat Asam dodekanoat Asam tetradekanoat Asam heksadekanoat Asam oktadekanoat 1:0 2:0 3:0 4:0 5:0 6:0 8:0 10:0 12:0 14:0 16:0 18:0 20:0 22:0 24:0 16 :1 n-7 18 : 1 n-9 18 : 2 n-6 18 : 3 n-3 20 : 4 n-6 20 : 5 n-3 22 : 6 n-3 Asam heksadesenoat Asam oktadesenoat Asam oktadekadienoat Asam oktadekatrinoat Asam eikosatetraenoat 194 .Higly Unsaturated.

Kelompok Asam lemak Unsaturated/tidak jenuh (Millemena. Komposisi asam lemak di dalam ikan adalah cenderung dipengaruhi oleh faktor seperti kadar garam. 2002) Klas n-9 n-6 Keluarga Oleat Linoleat Notasi singkat 18 : 1 n-9 20 : 1 n-9 18 : 2 n-6 18 : 3 n-6 20 : 3 n-6 20 : 4 n-6 22 : 4 n-6 18 : 3 n-3 20 : 5 n-3 22 : 5 n-3 Rumus bangun CH3-(CH2)7-CH=CH-(CH2)7-COOH CH3-(CH2)4-CH=CH-CH2-CH=CH-(CH2)7COOH n-3 Linolenat CH3-CH2-CH=CH-CH2-CH=CH-CH2CH=CH-(CH2)7-COOH Kebutuhan asam lemak pada ikan Asam lemak yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan budidaya adalah asam lemak essensial yaitu asam lemak yang sangat diperlukan untuk menunjang pertumbuhan namun tubuh (hati) kurang mampu mensisntesisinya oleh karena itu harus disuplai dari pakan. suhu dan makanan. 195 . asam lemak Eicosapentanoat (EPA) dan asam lemak Dokosaheksanoat (DHA). Asam lemak essesial (Essensial Fatty Acid/EFA) yang sangat diperlukan ikan terdiri dari asam lemak linoleat.10.Tabel 5. Selain itu kebutuhan asam lemak essensial untuk setiap jenis ikan berbeda antar spesies terutama antara ikan air tawar dan air laut. asam lemak linolenat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5.11. Sedangkan asam lemak essensial yaitu asam lemak yang dapat disintesa oleh tubuh.

Kebutuhan asam lemak essensial pada ikan (Watanabe. rantai panjang asam lemak di dalam kebanyakan minyak nabati jarang melebihi 5% dan sering kurang dari 1%.5 0. 1988) Jenis ikan Rainbow Trout Jenis asam lemak 18 : 3 ω3 18 : 3 ω3 18 : 3 ω3 ω3 HUFA 18 : 2 ω6 dan 18 : 3 ω3 18 : 2 ω6 dan 18 : 3 ω3 18 : 2 ω6 dan 18 : 3 ω3 ω3 HUFA Tri18 : 3 ω3 18 : 3 ω3 atau 20 : 5 ω3 18 : 2 ω6 atau 20 : 4 ω6 18 : 3 ω6 ω3 HUFA atau 20 : 5 ω3 ω3 HUFA ω3 HUFA 18 : 3 ω3 18 : 3 ω3 Kebutuhan (%) 1 0.1/3 semua asam lemak di dalam minyak ikan. sedangkan. Tetapi dalam lemak pakan harus diperhatikan apakah terdapat komposisi asam lemak essensialnya.. walaupun penambahan lemak pada pakan sebaiknya tidak lebih 18%.5 1 – 2. Sumber lemak bagi ikan dapat berasal dari berbagai bahan pakan yaitu minyak hewani atau minyak nabati. Komposisi asam lemak dari berbagai bahan baku pakan ikan dapat dilihat pada Tabel. keduanya telah ditemukan dan bisa digunakan dalam makanan ikan.5 1 1 0.11. Jika dibandingkan dengan minyak nabati lain atau lemak minyak ikan mengandung berbagai macam asam lemak unsaturated pada rantai karbon panjang (20 atau 22 panjangnya rantai karbon).8 20 % dari lipid 10% dari lipid 1 0. Rantai panjang n-3 asam lemak biasanya menyusun 1/4 .5 Carp Sidat Chum Salmon Coho Salmom Ikan ayu Tilapia zilli Tilapia nilotica Seabream merah Turbot Yellow tail Yamame Coregonus Komposisi lemak tubuh sangat dipengaruhi oleh pakan ikan yang mengandung lemak. kebanyakan dari sumber hewani memliki asam lemak dari kelompok n-3 .5 1 0.5 0. Kebutuhan lipid berkenaan dengan aturan makan ikan dapat diperoleh dari profil asam lemak.8 2 1 0.Tabel 5. 196 .

salah satu 197 . asam linoleat ( 18:2n-6). 22: 6n-3). Pada jenis ikan rainbow trout (Oncorhynchus mykiss) memerlukan sekitar 1% 18:3n-3 dalam pakannya Kombinasi 18:3n-3 dan 18:2n-6 dalam berbagai proporsi tidak meningkatkan laju pertumbuhan atau konversi pakan ikan laut. Jenis asam lemak yang sangat diperlukan bagi ikan budidaya adalah asam linolenat ( 18:3n-3). 20:5n-3) dan asam docosahexaenoat ( DHA. Pada ikan karper (Cyprinus carpio). Asam lemak essensial ( EFA) kebutuhan sangat berbeda antara satu jenis ikan dengan jenis ikan yang lainnya seperti telah dijelaskan pada Tabel diatas.12. asam eocosapentaenoat ( EPA. Kekurangan asam lemak essensial pada komposisi pakan ikan dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan dan kondisi kekurangan asam lemak essensial dalam waktu yang brekepanjangan akan menyebabkan kematian ikan budidaya. 2002) 18 : 2 n6 18 : 3 n3 20 : 5 n3 22 : 6 n3 Sumber lipid Sumber Tanaman Minyak jagung Minyak kelapa Minyak bijikapas Minyak bijilin Minyak palm Minyak palm kernel Minyak Rapeseed Minyai kacang Minyak kedele Minyak bungamatahari Sumber hewan laut Minyak capelin Minyak hati cod Minyak hati cuttlefish Minyak herring Minyak hati pollack Minyak salmon Minyak Sardin Minyak shortnect Minyak Skipjack Minyak hati cumi 58 2 53 17 10 2 15 30 50 70 5 5 1 1 2 3 3 1 5 3 1 0 1 56 1 0 8 0 10 1 0 1 2 1 0 0 1 1 3 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 16 12 8 12 10 13 19 7 12 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 14 18 5 7 10 10 14 12 10 Ikan memerlukan asam lemak dari kelompok n-3 dan n-6 dalam komposisii pakannya.Tabel 5. Komposisi asam lemak essensial pada berbagai sumber lipid (g/100g asam lemak) (Millamena.

membutuhkan antara 18:2n-6 dan 18:3n-3. Ikan Grouper membutuhkan n-3 HUFA sekitar 1%.5%. Selain itu komposisi asam lemak dapat memberikan pertambahan berat badan yang terbaik dan konversi pakan yang baik dengan komposisi asam lemak campuran dari1% 18:2n-6 dan 1% 18:3n-3 pada ikan belut (Anguilla japonica). Akumulasi lemak pada hati hewan yang kekurangan EFA dapat mengganggu biosintesis lipoprotein.jenis ikan budidaya air tawar yang paling lama dibudidayakan di dunia memerlukan jenis asam lemak dari kelompok kedua-duanya yaitu: 18:2n-6 dan 18: 3n-3. kebutuhan asam lemak dalam komposisi pakan berkisar antara 18:2n-6 atau 20:4n-6 sebanyak 0. sebagian besar ikan air laut air diperairan dingin membutuhkan asam lemak n-3 (Millamena.5% . Pada juvenil udang windu (Penaeus monodon). 2002).6% dari komposisi pakan PUFAnya dapat meningkatkan pertumbuhan sedangkan komposisi 18:2n-6 lebih besar daripada 5% memiliki efek negatif pada pertumbuhan.0. Lemak pakan yang kekurangan asam lemak essensial akan memberikan dampak negatif bagi ikan budidaya. tetapi pada level 0. maka telur yang dihasilkan memiliki 198 . Hal ini dikarenakan lemak pakan yang tidak mengandung EFA akan mengakibatkan penurunan kandungan lemak pada hepatopankreas ikan carp. Kemudian. Pada ikan budidaya air panas yang lain. Asam lemak n-3 (n3 HUFA) adalah asam lemak esensial dari beberapa ikan air laut seperti red sea bream (Chrysophyrs majo). Selain itu berdasarkan hasil penelitian dari Watanabe (1988) kekurangan EFA akan sangat berpengaruh terhadap spawning/pemijahan rainbowtrout dan seabream merah.5% dalam komposisi pakannya atau pada perbandingan n-3/n-6 dengan rasio 1. Penelitian tentang asam lemak esensial dibutuhkan untuk ikan air panas dan spesies ikan di filiphina menunjukkan bahwa beberapa spesies membutuhkan asam lemak antara n-3 dan n-6 sementara lainnya hanya n-3. hal ini dikarenakan EFA berperan penting pada fisiologi reproduksi sebagai tokoferol pada ikan. Pada ikan Herbivora didaerah tropis seperti Nila tilapia (Tilapia nilotica) membutuhkan asam lemak n-6 ataupun lebih dari n-3.. Kebutuhan asam lemak polyunsaturated rantai yang panjang harus diberikan untuk menambah atom karbon atau melepas hidrogen dari pakan. dan ikan buntut kuning (Seriola quinquerodiata). sekitar 2. spesies yang berbeda membutuhkan EFA yang berbeda dan perbedaan lebih jelas pada ikan air panas dari pada ikan air dingin. Ikan laut kakap pada stadia juvenil membutuhkan antara n-3 dan n-6 PUFA dengan kadar 0. Pada ikan bandeng yang di budidayakan pada air laut dibutuhkan n-3 HUFA dan pertumbuhan yang terbaik didapatkan dengan menggunakan antara linolenic (18:3n-3) atau n-3 HUFA sebagai sumber lipid. Selain itu pada rainbowtrout dewasa yang memakan lemak kekurangan EFA pada usia tiga bulan sebelum telur matang.

Ketika energi diperlukan dalam jumlah besar.5 – 1. Dampak negatif lainnya jika kekurangan EFA pada telur ikan yang telah dibuahi maka akan terjadi perubahan bentuk/deformasi tubuh dan larva menjadi abnormal.5. Hidrolisis 2-monoasilglyserol selanjutnya akan membentuk glyserol dan asam lemak bebas. Dengan memberikan EFA sebanyak 1% yaitu asam lemak linoleat ternyata kondisi penetasan telur dapat ditingkatkan. Vitamin merupakan senyawa organik dengan berat molekul rendah (berat molekulnya biasanya kurang dari 1000) dengan komposisi dan fungsi yang beragam yang sangat penting bagi kehidupan tetapi tidak dapat disintesis oleh tubuh. gabungan triglyserida dilakukan penyimpanan pada suhu yang lama dalam bentuk energi dalam lemak atau jaringan adipose hewan. Monogliserida dan asam lemak yang tidak larut diemulsi dan dilarutkan membentuk komplek koloid yaitu misel yang masuk kedalam sel epitel. Berdasarkan studi secara in vitro pada ikan layang. seperti diketahui bahwa asam lemak merupakan produk yang tidak larut dalam air maka asam lemak yang lebih rendah dan kolin akan diserap langsung didalam mukosa usus halus. VITAMIN Vitamin berasal dari kata vitamine yang berarti zat hidup (vital) yang mengandung N (amine) atau disebut juga biokatalis. Triglyserida dan sedikit fosfolipid dan kolesterol bebas akan berkombinasi membentuk Chylomicron.5 µm. yaitu komplek koloid yang besarnya 0.daya tetas yang rendah. Biosintesis Asam lemak Lemak yang dikonsumsi oleh ikan akan dicerna didalam lambung akan dihidrolisis menjadi monogliserida dan asam lemak bebas dengan bantuan enzim lipase dan ditambah dengan proses saponifikasi dan emulsi oleh asam empedu dan lecithin dalam empedu. Vitamin termasuk kedalam komponen pelengkap yang mana kehadirannya dalam makanan sangat diperlukan untuk menormalkan pertumbuhan dan perawatan kesehatan dan ketidakcukupan dalam bahan makanan dapat mengakibatkan pengembangan kondisi specifik pathologic. kecacatan larva maka pertumbuhan ikan tersebut akan terlambat. 5. asam lemak dipecahkan untuk menghasilkan energi. ikan cod dan rainbow trout enzim lipase akan menghidrolisis triaslglyserol menjadi 2-monoasilglyserol dan asam lemak bebas. Monogliserida disintesis disel berepitel membentuk triglyserida. Rantai panjang asam lemak. Akhir hidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak. Setelah dicerna selanjutnya akan dilakukan penyerapan. Istilah vitamin dengan kata lain adalah dietary essensial 199 . Dengan adanya perubahan bentuk tubuh. Chylomicron ini diserap kedalam sistem lipatik dan selanjutnya lewat melalui kantong torakic menjadi sistem yang sistemik dan dengan cepat diangkut oleh hati dan jaringan untuk katabolisme dan cadangan energi.

kedua adalah vitamin yang larut dalam air terdiri dari vitamin B1 (Tiamin). biotin. kondisi fisiologis ikan serta lingkungan perairan dimana ikan itu hidup. darah dan limpa. Selain itu sifat vitamin ini tidak stabil selama penyimpanan. vitamin E (alfa tokoferol) dan vitamin K (menadion). vitamin B2 (Riboflavin). Vitamin-vitamin yang larut dalam air bergerak bebas dalam badan. Begitu diserap. vitamin B5 (asam pantotenat). vitamin D (kolekalsiferol/ergokalsiferol). laju pertumbuhan. vitamin ini mudah rusak dalam pengolahan dan mudah hilang karena tercuci atau terlarut oleh air. molekul vitamin tersebut diangkut di dalam darah dalam bentuk lipoprotein atau terikat dengan protein pengikat yang spesifik. Vitamin yang larut dalam lemak ini dapat diserap dengan efisien kalau terdapat penyerapan lemak yang normal. komposisi pakan. Kebutuhan ikan akan vitamin sangat ditentukan oleh faktor dalam maupun faktor luar antara lain adalah jenis dan ukuran ikan. kolin dan vitamin C (asam askorbat). vitamin B12 (kobalamin). Vitamin yang larut dalam lemak banyak terdapat dalam daging ikan. keluar dari bahan. vitamin B3 (Niasin). akibatnya vitamin ini dapat ditimbun dalam tubuh bila dikonsumsi berlebihan/dalam jumlah banyak.yaitu harus diberikan dari luar tubuh karena tubuh tidak dapat mensintesis sendiri. Jumlah vitamin yang dibutuhkan oleh ikan sangat sedikit dibandingkan dengan zat nutrisi lainnya tetapi kekurangan vitamin dalam komposisi pakan dapat menyebabkan gejala tidak normal pada ikan sehingga akan mengganggu proses pertumbuhannya. Oleh karena itu harus tersedia dalam pakan secara terus menerus. Berbeda halnya dengan vitamin B12 yang dapat disimpan dalam hati selama beberapa tahun. vitamin-vitamin tersebut disimpan dalam hati atau jaringanjaringan lemak seperti halnya lemak. minyak ikan dan biji-bijian sebagai sumber minyak seperti kacang tanah. kecuali vitamin C berfungsi sebagi koenzim atau kofaktor dalam reaksi enzimatik. Vitamin A Vitamin A atau retinol merupakan senyawa poliisoprenoid yang mengandung cincin sikloheksanil. Karena sifatnya yang tidak larut dalam air maka vitamin dalam kelompok ini tidak dapat dikeluarkan atau diekskresikan. Karena sifatnya yang larut dalam air. inocitol. fungsi utama vitamin A dilaksanakan oleh retinol dan 200 . Klasifikasi Vitamin Vitamin dapat dikelompokkan menjadi dua golongan menurut Tacon (1991) yaitu pertama vitamin yang larut dalam lemak terdiri dari vitamin A (retinol) . asam folat.kacang kedelai dan sebagainya. vitamin memerlukan protein pengangkut untuk memindahkan-nya dari satu tempat ke tampat yang lain. Didalam tubuh. Sekali diserap dalam tubuh. vitamin B6 (piridoksin). Semua vitamin yang larut dalam air.

Pada saat rodopsin memperoleh rangsangan sinar. saluran gastrointestin. Mekanisme penglihatan terjadi karena fungsi vitamin A dan protein yang terjadi di dalam sel batang retina mata.kedua derivatnya yaitu retinal dan asam tetinoat. dalam retina pada mata vitamin A dikombinasikan dengan protein khas membentuk pigmen penglihatan. Komponen aktif yang berperan dalam proses penglihatan adalah senyawa retinol teroksidasi yaitu retinal atau vitamin A aldehid yang akan mengikat protein yang dikenal dengan nama opsin. vitamin A merupakan jenis vitamin yang aktif dan terdapat dalam beberapa bentuk yaitu vitamin A alkohol (retinol). 1 IU vitamin A 201 . vitamin A asam (asam retinoat) dan vitamin A ester (ester retinil). retinal akan beraksi melalui berbagai reaksi enzimatis dan memberikan rangsangan ke saraf optik dan seterusnya akan diteruskan ke otak. yang akan menyusun membran sel batang. ubi jalar dan waluh. Semakin hijau daun tersebut semakin tinggi kadar karotennya. Sel tersebut akan berfungsi dengan adanya rangsangan sinar yang berintensitas rendah dan bukan oleh adanya rangsangan warna. Vitamin A mempunyai fungsi menjadikan penglihatan normal. Pigmen penglihatan ini berfungsi sebagai penerima dan transmisii cahaya dari mata ke otak. Menurut Winarno (1997). Sayuran dan buahbuahan yang berwarna hijau atau kuning biasanya banyak mengandung karoten. karena karoten merupakan sumber utama vitamin A. Dalam bahan makanan vitamin A terdapat dalam bentuk karoen sebagai ester dari vitamin A dan sebagai vitaminA bebas. tulang. bayam = 10. Jumlah vitamin A/retinol dalam sumber bahan dinyatakan dalam Internasional Unit (IU) atau Satuan Internasional (SI). vitamin A aldehida (retinal). Cairan tersebut diproduksi oleh sel epitel mukosa. Ada hubungan langsung antara derajat kehijauan sayuran dengan karoten. 1989). Provitamin A yaitu β-karoten banyak terdapat dalam sayuran hijau dan secara praktisnya terdapat dalam wortel. minyak hati ikan cod 180 ug/g) dan tepung hati hewan 25 – 100 ug/g. Keaktifan biologis karoten jauh lebih rendah dibandingkan dengan vitamin a. watercess = 5. Secara normal mata akan mengeluarkan cairan lemak kental yang disebut mukus (lendir). yang berfungsi untuk mencegah terjadinya infeksi pada mata. Bahan pakan yang berasal dari tumbuhan yang kaya akan vitamin A (retinol setara 1 ug/g berat basah) termasuk wortel tua = 20. kulit. Senyawa tersebut terutama disimpan dalam bentuk ester retinol didalam hati (Steffens. Vitamin A dibutuhkan untuk memelihara jaringan epitel lendir/cairan spesial dlam saluran reproduksi. Kompleks retinal opsin tersebut disebut Rodopsin. sedangkan sayuran yang daun-daunannya berwrna pucat seperti selada dan kol sangat miskin dengan karoten. Sumber bahan yang kaya akan retinol terdapat pada minyak hati ikan (minyak hati ikan halibut 9000 ug/g.

Xeropthalmia adalah keadaan kekurangan vitamin A. permukaan epitel serta membantu proses pertumbuhan.setara 0.13. Tabel 5. yang disebut dengan keratinisasi. Apabila keadaan tersebut terjadi secara terus menerus. 202 . tetapi akan mengeluarkan protein yang tidak larut dalam air yang disebut keratin. Penggolongan beberapa sumber Vitamin A (Flint (1981) dalam Winarno (1997) Tinggi (RE > 20000 ug/100g) Minyak ikan Minyak kelapa sawit Sedang (RE 1000-20000 ug/100g) Hati kambing/domba Hati ayam Ubi jalar Wortel Bayam Rendah (RE < 1000 ug/100g) Roti Daging (sapi) Kentang Ikan Vitamin A sangat dibutuhkan oleh ikan dan jumlah kebutuhan vitamin A pada beberapa spesies ikan berbeda. Kebutuhan vitamin A pada beberapa jenis ikan budidaya dapat dilihat pada Tabel 5. sedang dan rendah.6 ug beta karoten. jadi : 1RE = 1 ug retinol (3. suatu pigmen yang mengandung retinol. Pada kondisi kekurangan vitamin A. mula-mula konyugasi mata mengalami keratinasi. Beberapa gejala kekurangan vitamin A pada ikan dapat dilihat pada Tabel 5.13.15. Peranan retinol untuk penglihatan normal sangat penting karena penglihatan mata sangat tergantung oleh adanya rodopsin. mata. kemudian kornea mata juga terpengaruh dan bila dibiarkan berlanjut akan menjadi buta. sel epitel mukosa mata tidak mampu memproduksi mukus. maka sel-sel membran akan menjadi kering dan mengeras. Sumber vitamin A dibagi dalam tiga kelompok yaitu kandungan tinggi.344 ug retinol atau 0.33 IU) = 6 ug βkaroten (10 IU) = 12 ug karatenoid (10 IU).14. Vitamin dalam tubuh ikan berperan dalam penglihatan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5.

mortalitas meningkat Pertumbuhan menurun.15.1967 Halver. mata menonjol dan buram (xeropthalmia). 1987 dan 1991) Jenis ikan Ikan Mas (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout Rainbow trout Salmon Ikan Guppy Status pemeliharaan/ wadah/vitamin Dalam ruangan/ tangki/bahan murni Dalam ruangan/ tangki/bahan murni Dalam ruangan/ tangki/bahan murni Dalam ruangan/ tangki/bahan murni - Kebutuhan 4000–20000IU/kg 1000–2000 IU/kg 2000–2500 IU/kg 2500–5000 IU/kg 2000–2500 IU/kg R 2000–4000 IU/kg Referensi Aoe dkk. 1970 Halver. pendarahan pada sirip dan kulit. Kekurangan vitamin A pada beberapa jenis ikan (Tacon 1987&1991) Jenis ikan Salmon Ikan mas (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Guppy (Poecilia reticulata) Gejala defisiensi Pertumbuhan lambat.Tabel 5. 1968 Dupre.1972 Halver. pendarahan pada ginjal. xeropthalmia. 1989 Tabel 5.14 Kebutuhan vitamin A beberapa spesies ikan budidaya (Tacon. oedema. epitel kornea menjadi keruh dan mengental. warna tubuh menjadi kusam. 1972 Shim & Tan. 1972 Kitamura. efisiensi pakan buruk 203 . atropia. degenerasi retina Anoexia. xeropthalmia. abnormal/melengkung pada bagian operculum Depigmentasi.

vitamin D berfungsi dalam mengurangi clearance Ca dan P. Menurut Tacon (1987). pecah/erosi yang hebat pada sirip ekor. laju sintesis vitamin D tergantung pada jumlah sinar matahari yang diterima serta konsentrasi pigmen di kulit. Vitamin D Menurut Murray (1999). Vitamin D didalam tubuh aktifitasnya dapat dibagi kedalam tiga tempat yaitu usus. Di dalam tulang vitamin D berperan dalam proses reaksi collagen dan meningkatkan resorbsi tulang. karena vitamin A ini merupakan vitamin yang larut dalam lemak jika kelebihan dalam tubuh ikan tidak dapat dieksresikan keluar tubuh tetapi disimpan dalam bentuk berikatan dengan lemak. kolekalsiferol hanya terdapat pada jaringan hewan. Oleh karena itu pemberian vitamin A ini harus sesuai dengan kebutuhan ikan. kalsitriol ini mempunyai peranan sentral dalam metabolisme kalsium dan fosfor. Vitamin ini diwaklili oleh senyawa steroid yang terutama terdapat pada hewan. Struktur kedua vitamin tersebut sangat mirip.2 – 2. karena berdasarkan hasil penelitian dalam Tacon (1991). Melalui berbagai perubahan metabolik dalam tubuh. tulang dan ginjal. minyak dan tepung 204 . Vitamin ini merupakan vitamin yang larut dalam lemak dan sangat sensitif terhadap adanya oksigen dan sinarmatahari.7 juta IU/kg pada ikan salmon memberikan dampak keracunan. Di dalam usus vitamin D berperan dalam absorbsi Ca.Vitamin A dalam pemberiannya pada ikan sebaiknya tidak berlebihan. Dari beberapa jenis vitamin D dua diantaranya dianggap yang paling penting yaitu vitamin D2 (ergo kalsiferol) dan (7-dehidrokolesterol vitamin D3 kolikolaferol). Seperti vitamin A. Kedua vitamin tersebut merupakan kristal putih yang dibentuk dari proses irradiasi senyawa sterol yang kemudian diikuti dengan proses pemurnian. Di dalam usus terdapat Ca binding protein yang memerlukan vitamin D. pemberian vitamin A dengan dosis 2. perut dan punggung. tanaman dan ragi. 1989). Vitamin D dapat disintesis dalam tubuh manusia dan hewan dalam bentuk vitamin D2. Sumber utama vitamin D di alam adalah kolekalsiferol (vitamin D3). dubur. karena pada keadaan defisiensi/kekurangan vitamin D maka penyerapan Ca menurun. sumber bahan yang kaya akan kolekalsiferol termasuk hati ikan (minyak hati ikan cod 2 – 10 ug/g). Sedangkan dalam ginjal. Vitamin tersebut kemudian diaktifkan oleh sinar matahari dan diangkut ke berbagai alat tubuh untuk dimanfaatkan atau disimpan di dalam hati. Dampak keracunan vitamin A ini dapat dilihat dari gejala-gejalanya antara lain adalah pertumbuhan menurun dan terjadi pendarahan. dada. vitamin D merupakan prohormon steroid. Pada kebanyakan hewan darat kolekalsiferol diproduksi dalam kulit melalui sinar UV dengan provitamin 7 dehidrokolestrol. vitamin D menghasilkan suatu hormon yang dikenal dengan nama kalsitriol. Vitamin D disebut juga vitamin anti-rachitis (Andarwulan dan Koswara.

1983 Murray. Kebutuhan vitamin D pada ikan budidaya juga bervariasi menurut jenis ikannya Tabel 5.025 ug cholecalciferol dan setara 1 unit BSI (British Standart Unit) atau 1. 1987 & 1991) Jenis ikan Ikan Mas (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (S. Kekurangan vitamin D dapat mengakibatkan : • Riketsia. gairdneri) Penaeid (Penaeus japonicus) Status pemeliharaan/ wadah/vitamin Dalam ruangan/ tangki/bahan murni Dalam ruangan / tangki / bahan murni Dalam ruangan / tangki / bahan murni Dalam ruangan / tangki / bahan murni Kebutuhan NR 1000 IU/kg 500 IU/kg 1600 – 2400IU/kg R Referensi NRC. Pengukuran keaktifan atau kekurangan vitamin D dapat dilakukan dengan cara line test yaitu membandingkan 2 kelompok hewan percobaan yang dibiarkan kekurangan vitamin D dengan memberi diet rachitogeni dan kelompok lain diberi minyak ikan. 1983 Kekurangan vitamin D pada ikan budidaya dapat menyebabkan beberapa gejala. misalnya pada ikan salmon mengakibatkan terjadinya penurunan pertumbuhan dan efisiensi pakan. Sumber pakan yang mengandung cholecalciferol/vitamin D sering dinyatakan dalam Internasional Unit (IU).16. makin tebal calcium linenya maka makin tinggi kekuatan vitamin D tersebut.3 unit AOAC (Association of Analytical Chemist USA). ditandai oleh bengkok tulang belakang kaki sehingga berbentuk O pada anak-anak. tetani. 1980 Lowel&Li. 1979 Kanazawa. 1978 Barnet.16.hati hewan serta tepung ikan. Pada ikan channel catfish mengakibatkan terjadinya penurunan petumbuhan sedangkan pada udang sintasan/kelangsungan hidup menurun. Tabel 5. suatu gejala ditandai bengkoknya pergelangan tangan dan sendi akibat rendahnya kalsium dalam serum karena 205 . anorexia. isi hati/lemak otot meningkat tinggi dan tingkat plasma T3 meningkat. • Tetani. Kebutuhan vitamin D pada beberapa jenis ikan budidaya (Tacon. Setelah 7 – 10 hari tulang-tulang panjang dianalisis terhadap adanya calcium line. 1 IU berpotensi 0.

Vitamin E juga terlibat dalam proses sintesis. Pencernaan vitamin E biasanya bersamaan dengan pencernaan lemak yang dimulai dari bagian lambung dab secara intensif ada di usus. gandum biasa (10 -75 mg/kg). 1991). khususnya dalam proses pemasangan pirimidin ke dalam asam nukleat. dedak gandum. bahan pembuat bir kering. Dalam jaringan vitamin E menekan terjadinya oksidasi asam lemk tak jenuh. Dengan adanya garam empedu yang berfungsi sebagai pengelmusi lemak maka terbentuklah 206 . penderitaan diakibatkan kekurangan vitamin D dan kalsium pada orang dewasa. tepung biji bunga matahari. Vitamin D dalam tubuh jika berlebihan dapat menyebabkan keracunan. Biasanya keaktifan tokoferol yang bukan alfa tokoferol diabaikan karena potensi keaktifannya rendah. Pada ikan channel catfish gejala keracunan mengakibatkan penurunan pertumbuhan dan efisiensi pakan buruk (Tacon. biji jagung. tepung biji kapas (10-25 mg/kg) dan sumber lainnya. Sumber bahan pakan yang banyak mengandung tocopherol antara lain adalah : tepung alfalfa. gejala keracunan pada ikan salmon dapat diperlihatkan dengan terjadinya penurunan pertumbuhan. 1990). vitamin E dapat membantu mencegah okidasi terhadap vitamin A dalam saluran pencernaan. oat. bijian barley. tepung kulit ari gandum (100 mg/kg). tepung ikan. 1 SI vitamin E sama dengan 1 mg DL-alfa-tokoferol asetat sintetik. sorgum. Dengan menerima oksigen. sisa penggilingan gandum ( 25. kulit ari beras (75 – 100 mg/kg). kelesuan. semua tepung lemak kedelai. warna tubuh semakin gelap.50 mg/kg). bijian gandum hitam. Vitamin E dan vitamin C dapat berfungsi sebagai antioksidan. D-alfa-tokoferol alami sama dengan 1. tepung getah biji/buah pohon ek. seluruh telur ayam. Vitamin E Vitamin E (tokoferol) berperan sebagai antioksidan dari larutan lemak ekstraseluler dan intraseluler dalam tubuh hewan. serta dalam proses pembentukan sel darah merah dalam sumsum tulang. kulit padi. Vitamin E dibutuhkan dalam sintesis koenzim A yang penting dalam pernafasan. Vitamin E juga berperan penting dalam respirasi sel dan biosintesisa DNA dan sebagai koenzim Q.• kekurangan vitamin D atau rusaknya kelenjar paratiroid Osteomalacia. Selain itu dapat melindungi HUFA (Highly Unsaturated Fatty acid) dalam sel dan submembran sel dan senyawa reaktif lainnya (seperti vitamin A dan vitamin C) dari pengaruh oksidasi dengan bertindak sebagai perangkap radikal bebas. Cara pengukuran vitamin E dinyatakan dalam Satuan Internasional (SI) atau dalam miligram alfa tokoferol.49 SI/g. melindungi asam lemak secara in vitro dan in vivo (Machlin. Lemak dan vitamin E dihidrolisis dengan katalisator lemak menjadi monogliserida dan asam lemak.

1980 Satoh etal. Kebutuhan vitamin E dalam komposisi pakan ikan mutlak diberikan karena vitamin E sangat membantu dalam proses reproduksi ikan dan sebagai antibodi.’miseles” yang siap diserap dalam dinding usus. 1972 secara kuantitas 100 Dalam ruangan/ Ikan Mas tangki / bahan murni (Cyprinus carpio) 300 Dalam ruangan/ Ikan Mas tangki / bahan murni (Cyprinus carpio) 30 . 1970 Murray. kisuth) 40 – 50 Dalam ruangan/ Chinook salmon tangki / bahan murni (O. 1970 Watanabe. tshawytscha) R Dalam ruangan/ Brook trout tangki / bahan murni (S.18.17. berdasarkan hasil penelitian oleh beberapa peneliti sangat beragam. 1981 Kanazawa. Vitamin E akan dibebaskan dan diserap selama proses pencernaan lemak dan diangkut dalam darah oleh lipoprotein pertama lewat penyatuan ke dalam kilomikron yang mendistribusikan vitamin kejaringan yang megandung lipoprotein lipase kemudian ke hati.100 Dalam ruangan/ Tilapia tangki / bahan murni (Oreochromis niloticus) 20 – 30 Dalam ruangan/ Rainbow trout tangki / bahan murni (S. 1987 Cowey et al. gairdneri) 200 Dalam ruangan/ Penaeid tangki / bahan murni (Penaeus japonicus) R Dalam ruangan/ Coho salmon tangki / bahan murni (O. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. tetapi keperluan belum diketahui Selain itu kebutuhan akan vitamin E telah dilakukan penelitian oleh beberapa peneliti dengan mengamati pertambahan berat badan dengan kisaran kebutuhan vitamin untuk setiap jenis ikan. 1981 Watanabeet al. 207 . Kebutuhan vitamin E pada beberapa jenis ikan (Tacon. 1991) Jenis ikan Status pemeliharaan / wadah/vitamin Kebutuhan (mg/kg pakan) Referensi Watanabe. Kebutuhan vitamin E untuk setiap jenis ikan budidaya sangat bervariasi. 1972 Halver. gairdneri) 50 – 100 Dalam ruangan/ Rainbow trout tangki / bahan murni (S. 1983 Halver. 1972 Halver.75 Dalam ruangan/ Channel catfish tangki / bahan murni (Ictalurus punctatus) 50 . Tabel 5. 1987. fontinalis) R: memperlihatkan kebutuhan akan vitamin.17. Penyerapan vitamin E di dalam usus dalam bentuk αtokoferol yang merupakan bentuk aktif vitamin E. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5.

27. 1981 Cowey et al. Berdasarkan hasil penelitian beberapa peneliti yang konsern tentang pemberian vitamin E pada ikan budidaya tersebut memperlihatkan bahwa vitamin E ini benar-benar sangat dibutuhkan oleh ikan budidaya untukmeningkatkan laju pertumbuhan dan seperti juga pada manusia vitamin e dapat meningkatkan kesuburan dan ternyata pada ikan budidaya juga memberikan dampak yang positif terhadap proses percepatan organ 208 .60 – 308. Ikan yang mengalami defisiensi vitamin E akan memperlihatkan haemoglobin seluler rendah. 1976 Takeuchi (1992).5 dan 9.50%.4 mg/100 g pakan.5 mg/100 g pakan.16 mg/kg pakan pada kadar lemak 6. ADS MLS WG WG. ADS WG. ADS WG.1964 Halver. Ikan mengalami distropi yang ditandai hilangnya daging ikan bagian punggung tubuh jika diberikan α-tokoferol sebanyak 2. meneliti ikan salmon atlantik dengan pemberian DL αtokoferol asetat sebanyak 0 dan 15 mg/kg pakan.38 – 6. 1983 Murray&Andrew.4. 1993) Jenis ikan Atlantik salmon Pasifik salmon Pasifik salmon Rainbow trout Rainbow trout Rainbow trout Rainbow trout Channel catfish Channel catfish Ikan mas Ekor kuning Tilapia biru Ikan nila Kebutuhan (berat/kg pakan) 35 mg 30 IU 40 – 50 mg 30 IU 25 mg 100 mg 50 mg 25 mg 50 mg 100 119 25 mg 50 -100 mg Kriteria Respon WG. ADS WG.0 mg/100 g pakan. ADS AASLP WG. 1974 Wilson et al. Kriteria respon ikan terhadap pemberian vitamin E sesuai dengan kebutuhan ikan budidaya (NRC. 9. Pada hasil penelitian Syahrizal (1988) pada ikan lele pemberian α-tokoferol dalam pakan akan memberikan hasil yang terbaik pada kadar 211. 1964 Hung et al. 1984 Watanabe et al. Kadar vitamin E 60 mg/kg pakan dapat memberikan kelngsungan hidup yang tinggi.7. 1991 Roem et al. 1980 Watanabe et al. menjelaskan bahwa ikan grass carp (Ctenopharyngodon idella) yang diberikan α-tokoferol 2. 4. memberikan hasil pertumbuhan yang terbaik pada pemberian vitamin E sebanyak 4. 1990 Sotoh et al.18.1988 Woodall et al.5. 44.0.5. 1972 Woodall et al. ADS Referensi Lall et al. ADS MLS AASLP WG. Sedangkan Hamre et al (1994). ikan mengalami defisiensi.Tabel 5. MLS WG. volume dan jumlah sel darah merah meningkat dan bagian sel darah merah tidak matang. 1970 Shimeno. 18.

degradasi urat/otot. endapan ceroid dalam limpa. Dari hasil pengamatan para peneliti diperoleh suatu gejala umum jika ikan yang dibudidayakan kekurangan vitamin E dalam pakan. mortalitas meningkat. mortalitas meningkat. ascites. pendarahan pada kulit dan sirip. epicarditis. anemia. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. di alam vitamin K terdapat dalam dua bentuk yaitu vitamin K1 yang disebut mefiton dan vitamin K2 yang disebut mevaquinon atau farnaquinon. Gejala kekurangan vitamin E pada beberapa ikan budidaya (Tacon. Tabel 5. hati berlemak.19. Oleh karena itu pemberian vitamin e pada ikan harus sesuai dengan kebutuhan ikan tidak boleh berlebihan dan kekurangan. insang menggumpal. terhentinya perkembangan jaringan pankreas. anemia. penyakit otot. warna insang memucat. pertumbuhan menurun.reproduksi yang dapat meningkatkan masa reproduksi ikan budidaya. exopthalmia.19. meneteskan diathesis. exopthalmia Pertumbuhan menurun. pengendapan ceroid dalam hati dan pembuluh darah Survival dan pertumbuhan menurun Anorexia. mortalitas meningkat. depigmentasi. mortalitas meningkat. kerusakan otot. daya tetas telur menurun Pertumbuhan dan efisiensi pakan menurun. 1991) Jenis ikan Ikan mas (Cyprinus carpio) Salmon Gejala Penyakit otot. kerusakan pada sel produksi darah merah Channel catfish (Ictalurus punctatus) Penaeids (Penaeus japonicus) Tilapia (Oreochromis niloticus) Vitamin K Menurut Tacon (1987). effisiensi pakan rendah. Vitamin K1 banyak terdapat pada sayuran sedangkan vitamin K2 banyak terdapat pada hasil 209 .

kangkung. kubis. brokoli. Vitamin K merupakan senyawa sintetis yang banyak digunakan secara klinis dan disebut sebagai Menadion (Vitamin K3). Vitamin K digunakan untuk pemeliharaan koagulasi darah normal dalam kemudahan produksi dan atau pelepas berbagai protein plasma yang dipergunakan untuk koagulasi darah (pembekuan darah). Sedangkan dalam jumlah terbatas tiamin dapat disimpan di dalam hati. Didalam tubuh tiamin tidak dapat disimpan dalam jumlah banyak. 1991). 210 . menurut Tacon (1991) kebutuhan vitamin K pada ikan channel catfish berkisar antara 0. teh hijau. anemia. oleh karena itu kelebihian tiamin didalam tubuh akan dibuang melalui urin. Penyerapan tiamin oleh usus berlangsung melalui dua mekanisme yaitu pertama difusi secara pasif yang terjadi pada saat konsentrasinya tinggi dan kedua berlangsung melalui transport aktif yaitu pada saat konsentrasinya menurun. jantung. selada. Kebutuhan vitamin K pada ikan budidaya belum banyak dilakukan penelitian. Sumber bahan baku pakan yang banyak mengandung vitamin K antara lain adalah tepung alfalfa (9 mg/kg). tepung ikan (2 mg/kg). Vitamin K1 banyak terdapat pada daun lobak . sedangkan vitamin K2 banyak terdapat pada hasil metabolisme bakteri usus dan terdapat pada jaringan. jelatang dan pine neddles). Selain itu kekurangan vitamin K pada ikan budidaya juga memberikan dampak yang negatif pada ikan salmon dimana ikan salamon yang kekurangan vitamin K akan memberikan gejal peningkatan penggumpalan darah. mata dan jaringan pembuluh darah.5– 1 mg/kg pakan. Kebutuhan tiamin untuk berbagai jenis ikan berbeda-beda seperti yang diperoleh dari hasil rangkuman oleh Tacon (1991) melalui berbagai penelitian oleh peneliti pada Tabel 5. ginjal. Sedangkan pada channel catfish mengakibatkan pendarahan pada kulit dan pada udang mengakibatkan terjadinya penurunan kelangsungan hidup (Tacon.metabolisme bakteri usus dan terdapat pada jaringan. pendarahan pada insang. Vitamin Yang Larut Dalam Air Vitamin B1 (Tiamin) Tiamin berperan sebagai kofaktor enzim untuk metabolisme karbohidrat dalam menghasilkan energi dan proses dekarboksilasi (pelepasan karbondioksida) dalam reaksi enzim multiplek.20. otot dan otak. dimana pada dosis tersebut dapat memberikan pertambahan berat badan. kol. tepung hati dan sayuran hijau (bayam.

20.120 Referensi Aoe et al.5 40 60 . Apabila kandungan tiamin dalam pakan tidak mencukupi maka akan menyebabkan gejalagejala penyakit seperti pada Tabel 5. 1972 Halver. gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brook trout (Salvelinus fontinalis) Chinok salmon (O. 1972 Halver. 1972 Halver. 1975 Lim et al.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Atlantik salmon (Salmo salar) Turbot (Scopthalmus maximus) Tilapia (Oreochromis sp) Shrimp larva (Penaeus japonicus) Shrimp juvenile (Penaeus japonicus) Kandungan (mg/kg) 0.Tabel 5. 1991) Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (S. 1969 Mclaren et al. 1985 Deshimaru&Kuroki. Kebutuhan Tiamin dalam pakan (Tacon. 1972 Cowey et al.6 2.5 1 1 -10 10 – 12 10 – 12 10 – 15 10 – 15 10 – 15 0.21.6 – 2. 211 . 1979 Setiap jenis ikan membutuhkan jumlah tiamin yang berbeda dalam komposisi pakan. 1991 Kanazawa. 1972 Halver. 1978 Halver. 1972 Halver.

1991 Shrimp (Penaeus japonicus) Kanazawa. pertumbuhan lambat Nafsu makan berkurang. 1966. kematian yang diakibatkan setelah penanganan Pertumbuhan dan kelangsungan hidup rendah Referensi Mc Laren et al. pendarahan pada sirip Nafsu makan berkurang. Tiamin juga sudah diproduksi secara komersil dalam bentuk tiamin klorida dan tiamin difosfat monoklorida. moluska. 1975 Arai et al. 1972 Hashimoto et al. Pendarahan pada sirip. Keberadaan tiamin dalam tubuh ikan sangat 212 . kematian Nafsu makan berkurang.Kitamura et al. pertumbuhan lambat. 1975. hati mamalia laut dan beras merah. nafsu makan berkurang. efisiensi pakan dan pertumbuhan rendah. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung tiamin antara lain adalah daging berwarna merah. krustasea. Tanda-tanda kekurangan tiamin pada ikan budidaya (Tacon. sayuran dan buah-buahan. pertumbuhan lambat. ataxia. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Berkurangnya nafsu makan. 1972 Lim et al. Murai& Andrew.Tabel 5. gangguan syaraf.21. 1991 Asian seabass (Lates calcarifer) Booyaratpalin & Wanakowat. 1967 Aoe et al. pertumbuhan lambat Nafsu makan berkurang. 1978 Red sea bream (C. 1974 Philips&Brockway. kepekaan yang meningkat karena getaran pada wadah atau akibat kilatan cahaya. major) Eel (Anguila japonica) Tilapia (Oreochromis sp) Yone. pewarnaan kulit menjadi gelap. Halver 1957. kegugupan memucatnya warna tubuh. 1969 Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Dupree. hematocrit rendah Nafsu makan berkurang. pertumbuhan lambat. gejala perubahan memutarnya badan. pewarnaan kulit menjadi gelap. warna kulit menjadi muda.

enzim tiaminase dan radiasi (Steffens. reaksi dihydropolite dehydrogenase dan transport elektron.23.6 – 2.1990 Halver. Ada dua koenzim dari riboflavin yaitu Flavin Mono Nucleotida (FMN) dan Flavin Adenin Dinucleotida (Prawirokusumo. (FAD) Penyerapan riboflavin akan meningkat dengan adanya garamgaram empedu.6 5 80 Referensi Takeuchi et al. 1991 Kanazawa.22. pH dan bisulfat. Flavoprotein ini sebagai koenzim pada oksidasi asam amino. 1972 Halver. Kebutuhan Vitamin B2 dalam pakan ikan Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brook trout (Salvelinus fontinalis) Chinok salmon (O. 1978 Amezaga&Knox.7 20 – 30 20 – 30 20 – 25 20 – 25 5 – 10 0. 1980 Murai&Andrew. 1980 Halver.dipengaruhi oleh suhu. 1991). 1985 213 . Pada keadaan hipotiroid akan terjadi peningkatan laju perubahan riboflavin menjadi FMN dan FAD. Kebutuhan ikan akan vitamin B2 ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. Riboflavin didalam usus diubah kedalam bentuk koenzimnya dan setelah itu akan didistribusikan ke dalam sel-sel agar dapat berfungsi dalam proses biokimia. Metabolisme riboflavin dipengaruhi oleh hormon tiroid dimana hormon tiroid ini akan meningkatkan aktivitas FAD dan FMN. 1972 Halver. 1972 Halver. 1972 Lim et al. Tabel 5. 1972 Halver. basa organik. Apabila kandungan riboflavin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejalagejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5.22. 1992) Vitamin B2 (Riboflavin) Riboflavin berperan dalam proses oksidasi reduksi dalam jaringan dan terdapat dalam bentuk koenzim/enzim flavin yang disebut flavoprotein.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Atlantik salmon (Salmo salar) Tilapia (Oreochromis sp) Shrimp larva (Penaeus japonicus) Shrimp juvenile (Penaeus japonicus) Kandungan (mg/kg) 7 9 2. Hasil metabolisme riboflavin ini akan dieksresikan ke dalam urin dan feses dan sejumlah kecil melalui cairan empedu dan keringat.

1991 Tilapia (Oreochromis sp) Shrimp (Penaeus japonicus) Lim et al. 1969 Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Red sea bream (C. takut pada cahaya. Kekerdilan dengan badan yang pendek. 1991 Kanazawa. laju kematian sangat tinggi. Hughes et al. erosi pada moncong mulut. 1985 214 . pendarahan pada sirip ekor. ada paskularisasi pada kornea. pertumbuhan lambat. Woodward. 1975 Arai et al. 1967. bagian dinding perut mengalami pencekungan. 1985 Booyaratpalin & Wanakowat. Halver 1957. kurang darah Nafsu makan berkurang. kaget terhadap sinar. pendarahan pada kulit dan sirip. otot yang lemah. takut sinar. pertumbuhan dan efisiensi pakan serta kelangsungan hidup menurun. pertumbuhan lambat. Tanda-tanda kekurangan riboflavin pada ikan budidaya (Tacon. Kitamura et al. pembentukan zat warna yang terang atau gelap. katarak Pertumbuhan lambat Pendarahan pada sirip. 1990 Aoe et al. pertumbuhan lambat. pertumbuhan lambat. Poston et al. 1981. nafsu makan berkurang. pertumbuhan menurun.Tabel 5. kematian tinggi. lensa mata kabur. Takeuchi et al. tubuh pendek. katarak. bertambahnya laju kematian. hilangnya nafsu makan. malas bergerak. 1966. Amegaza&Knox. 1980. 1975.23. bertambahnya laju kematian Pergerakan lambat. tulang punggung tidak normal. pendarahan pada kulit dan sirip. 1972 Butthep et al. pewarnaan tubuh menjadi gelap Nafsu makan menurun. takut sinar.1982. 1974 Philips&Brockway. major) Eel (Anguila japonica) Walking carfish (Clarias batracus) Asian seabass (Lates calcarifer) Dupree. malas bergerak Nafsu makan berkurang. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Berkurangnya nafsu makan. sangat gugup. Murai& Andrew. pertumbuhan lambat. erosi sirip ekor yang parah. katarak Pertumbuhan dan kelangsungan hidup pada benih menurun Referensi McLaren et al. takut cahaya. 1978 Yone.1977. tidak ada koordinasi.

reaksi kondensasi.major) Glithead bream (Sparus auratus) Asean seabass ( Lates calcarifer) Penaeids (Penaeus japonicus) juvenil Penaeids (Penaeus japonicus)larva Penaeids (Penaeus vannamei) Kandungan (mg/kg) 5.25 5 .4 3 10 . 1972 Halver. 1980 Takeda&Yone. 1965 Murai&Andrew. reaksi desulphurasi. 1985 He&Lawrence. 1991 215 . reaksi aldolase serta reaksi-reaksi lainnya. Riboflavin tidak stabil jika terkena panas dan cahaya. hati dan ginjal. 1989 Deshimaru&Kuroki.Sumber bahan pakan yang banyak mengandung riboflavin antara lain adalah daging dan produk susu. Vitamin B6 (Piridoksin) Piridoksin berperan dalam metabolisme asam amino. 1978 Halver.24. Dalam bentuk larutan riboflavin sangat tidak stabil. Dalam metabolisme protein ada enam reaksi yang memerlukan vitamin B6 yaitu reaksi transaminasi. Transportasi vitamin ini didalam tubuh diperantarai oleh enzim piridoksal kinase yang banyak terdapat pada semua jaringan terutama otak .tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Atlantik salmon (Salmo salar) Red sea bream (C. 1981 Wanakowat et al. 1972 Halver.15 10 – 15 10 – 15 10 15 – 20 10 – 15 5–6 1. maka bila kekurangan vitamin ini akan mengalami gangguan pada metabolisme protein.25. Kebutuhan Vitamin B6 dalam pakan ikan Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brook trout (Salvelinus fontinalis) Chinok salmon (O. Metabolisme piridoksin dimulai sejak vitamin ini masuk kedalam organ atau jaringan tubuh dan akan diubah menjadi piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat sampai dikeluarkan lagi kedalam berbagai bentuk untuk digunakan oleh jaringan lain atau dieksresikan. reaksi dehydrasi. asparagus dan brokoli. Dekomposisinya sangat dipengaruhi olehsuhu dan pH larutan.100 Referensi Ogino. dimana dengan adanya cahaya akan merusak aktivitas riboflavin secara perlahanlahan. Apabila kandungan piridoksin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejalagejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. Tabel 5. 24. 1979 Halver. 1979 Kanazawa. 1972 Hardy et al. 1972 Halver. bayam. Piridoksin didalam usus diubah kedalam bentuk piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat. Kebutuhan ikan akan vitamin B6 ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. reaksi decarboksilasi. reaksi racemisasi. 1971 Kissil et al.10 60 120 80 . reaksi cleavage.

1983 216 . 1975. berenang cepat dan tidak teratur. 1981. pewarnaan biru hijau pada permukaan punggung Pertumbuhan lambat Nafsu makan menurun. kejang. awal rigor mortis yang cepat. 1978 Kissil et al. Murai& Andrew. kebutaan. pewarnaan pada kulit. 1972 Adron et al. sangat mudah terganggu Pertumbuhan menurun Nafsu makan menurun. lensa kabur Referensi McLaren et al. Halver 1957. Hughes et al.Tabel 5. efisiensi pakan menurun Pertumbuhan menurun Pertumbuhan menurun. sangat mudah terganggu.25. Takeuchi et al. 1974 Philips&Brockway. sangat mudah terganggu Nafsu makan menurun. 1969 Sakaguchi et al. Tanda-tanda kekurangan riboflavin pada ikan budidaya (Tacon. pertumbuhan lambat. penimbunan cairan pada kantong perut. berenang tidak teratur. berenang tidak teratur. peka terhadap rangsangan. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Mudah terganggu. 1978 Red sea bream (C. Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Ogino. 1966. berenang tidak teratur. 1980. 1967. ataxia. wedema. kurang darah dan bernafas dengan cepat Nafsu makan menurun. ataxia. pewarnaan tidak normal. kematian tinggi. major) Eel (Anguila japonica) Turbot (S maximus) Gilthead bream (S auratus) Yellowtail Snakhead Yone. pewarnaan permukaan punggung hijau kebiruan. 1965 Dupree. berkurangnya nafsu makan. konstraksi overkulum yang berlebihan.1977. pertumbuhan lambat. Poston et al. hyperirritability. 1975 Arai et al. Kitamura et al. 1983 Agrawal&Mahajan.

1 979. Apabila kandungan asam pantotenat dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejalagejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. 1991).26. pengikisan pada sirip dan rahang bawah. Kanazawa. 1989 Penaeid Shrimp (Penaeus japonicus) Deshimaru&Kuroki. berenang tidak teratur. Piridoksin tidak stabil jika terkena sinar ultra violet karena vitamin ini mempunyai spektrum absornas ultra violet yang khas dan sangat dipengaruhi oleh perubahan pH. Asam pantotenat mudah diserap didalam usus yang akan mengalami fosforilasi oleh ATP menjadi bentuk asam 4-fosfopantotenat. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung piridoksin antara lain adalah khamir. protein dan lemak (Prawirokusumo. biji-bijian misalnya jagung dan gandum.27. peningkatan kematian. Pertumbuhan dan kelangsungan hidup menurun Referensi Butthep et al. 1985 Asian seabass (Lates calcarifer) Wankowat et al. kekejangan pada otot tak sadar. 217 . Koenzim A ini berfungsi dalam metabolisme karbohidrat. sangat mudah terganggu. awal rigor mortis lebih cepat. Vitamin B5 (Asam Pantotenat) Asam pantotenat berperan dalam formasi koenzim A. kematian tinggi. luka pada bibir bawah.Jenis ikan Ikan lele (Clarias batracus) Tanda-tanda Pertumbuhan lambat. Koenzim A adalah gabungan antara mercapto ethyl amine dengan phosphopanthothenic acid dan adenosin -31-51 diphosphat. Kebutuhan ikan akan vitamin B5 ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. berenang di permukaan tidak mau berkelompok. erosi pada sungut. berenang seperti spiral tidak beraturan. penurunan konversi pakan. bernafas dengan cepat Nafsu makan menurun. kehilangan keseimbangan.

Coat & Halver. 1975. 1972 Yano et al. Murai& Andrew. 1965 Wilson et al. 1972 Halver. Kebutuhan Vitamin B5 dalam pakan Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brook trout (Salvelinus fontinalis) Chinok salmon (O. 1972 Halver. 1972 Halver. kematian tinggi Pertumbuhan lambat. exophthalmia Nafsu makan menurun. 1974 Philips&Brockway. 1990 Kanazawa. 1991.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Red sea bream (C. luka pada kulit Referensi McLaren et al.50 40 – 50 10 80 NR NR Referensi Ogino. partumbuhan menurun. Kitamura et al. 1972 218 . Matsumoto et al. 1958. Ogino. berenang tidak normal. pengikisan pada kulit. 1975 Chaves et al. 1988 Arai et al. Tanda-tanda kekurangan asam pantotenat pada ikan budidaya (Tacon. 1967 Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Red sea bream (C. 1966. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Berkurangnya nafsu makan. 1975. 1967. kurang darah. major) Eel (Anguila japonica) Dupree. urophthalmtus) Tilapia ( Oreochromis mossambicus) Shrimp (Penaeus japonicus) Kandungan (mg/kg) 30 . pertumbuhan menurun. Yano et al. pergerakan lambat. 1983 Halver. kurang darah Pertumbuhan menurun. 1990 Room et al.Tabel 5. operculum menggembung Nafsu makan menurun. pendarahan pada kulit. tutup insang berlendir. 1977. 1972 Halver.27. Poston et al. 1978 Yone.26.50 40 – 50 41 – 50 40 .major) Mexican cichlid (C. Halver 1957. kurang darah.50 15 40 . pergerakan sangat lambat. partumbuhan menurun. 1985 Tabel 5.

dedak gandum. air susu. Asam pantotenat dapat mengalami kerusakan mutu karena proses oksidasi dan suhu tinggi. Biotin Biotin berperan di dalam metabolisme sebagai fiksasi karbondioksida yang selanjutnya ditransfer ke substrat yang lain. pewarnaan gelap. exophthalmia. bernafas cepat. tepung kacang tanah. 1990 Asian seabass (Lates calcarifer) Boonyaratpalin & Wanakowat. kematian tinggi. Biotin yang berikatan dengan karbondioksida disebut dengan karboksibiotin. berenang tidak normal. Kebutuhan ikan akan biotin ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. metabolisme beberapa asam amino dan metabolisme karbohidrat. penurunan efisiensi pakan. insang dan hati pucat Nafsu makan menurun. tepung alfalfa dan gula tebu kering. oedema. 1988 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung asam pantotenat antara lain adalah ragi bir kering. 1991 Prawn (M. pertum-buhan menurun. keju. pewarnaan gelap. Oleh karena itu penyimpanan dalam suhu dingin sangat dianjurkan. sungut terkikis. Biotin juga berperan dalam reaksi dalam pembentukan asam lemak. pertumbuhan menurun. telur yam. 219 . kematian tinggi. Apabila kandungan biotin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. sirip rusak. 1985 Mexican cichlid (C urophthalmus) Chaves de Martinezl et al. pertumbuhan menurun. pendarahan pada sirip dan kepala Nafsu makan menurun. Dan selama proses pengolahan pakan dengan suhu yang tinggi vitamin ini akan mengalami kehilangan kandungannya karena pemanasan. bernafas cepat.28. pendarahan pada operculum.rosenbergii) Heinem. pengikisan pada sirip pelvic Pertumbuhan menurun Referensi Butthep et al.29. pendarahan di bawah kulit. tepung biji matahari. beras sosoh.Jenis ikan Ikan lele (Clarias batracus) Tanda-tanda Nafsu makan menurun. keju dilaktose kering.

telur ayam. nafsu makan menurun. 1990 Lovel & Buston. luka pada colon. pertumbuhan menurun. 1984 Arai et al. 1970. pertumbuhan menurun. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung biotin antara lain adalah ragi bir kering. Kitamura et al.05 – 0. Halver 1957. 1958. pewarnaan gelap. 1972 Poston. 1978. 1984 Halver.2 1. 1972 Halver. jaringan tidak tumbuh. 1972 Halver. 1972 Halver. hypersinsiitifity Pertumbuhan lambat.25 <1 1 – 1.5 1 – 1. Tanda-tanda kekurangan biotin pada ikan budidaya (Tacon. 1967. Guther & M Burgdoff. beras sosoh.28. Kebutuhan Biotin dalam pakan Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brook trout (Salvelinus fontinalis) Chinok salmon (O. 1985 Tabel 5. tepung biji kapas. tingkah laku berenang tidak normal Pertumbuhan dan kelangsungan hidup menurun Referensi Philips&Brockway. kejang.5 1 – 1. 1975. Tidak terjadi pewarnaan. 1990 Robinson & Lovel. 1984 Halver.2 1 – 1.5 0. efisiensi pakan menurun. 1972 Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Eel (Anguila japonica) Shrimp (Penaeus japonicus) Kanazawa. 1976 Yone. ragi torula kering.major) Larva udang (Penaeus japonicus) Kandungan (mg/kg) 1 1 . tepung hati dan paru. dedak padi.Tabel 5. tepung 220 . kematian bertambah. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Berkurangnya nafsu makan. Poston & Page 1985 Ogino et al. Lovel & Buston.5 . 1970 Guther & Meyer. pergerakan menurun.2 < 0. kurang darah. Coat & Halver. 1972 Walton et al.251 NR >4 Referensi Ogino et al. 1975 Kanazawa. tepung biji bunga.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Lake trout (S namaycush) Red sea bream (C. insang pucat Pertumbuhan menurun.29.

1969 Duchan& Lovel. Hidrolisis berlangsung oleh adanya aktivitas enzim konjugase. Kebutuhan ikan akan asam folat ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. Asam Folat Asam folat merupakan koenzim untuk beberapa sistem enzim. tepung darah kering.5 . 1972 Halver. Penyerapan asam folat dipengaruhi oleh efisiensi mekanisme dekonjungase yaitu yeast. Oleh karena itu asam folat berperan di dalam sintesis asam amino. gandum. 1975 221 . Apabila kandungan biotin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. Biotin juga bisa dalam bentuk alkohol yang disebut dengan biotimal dan dapat disintesis secara kimia dan mempunyai aktivitas biotin 100% (Tacon.30. tepung ikan. Di dalam tubuh asam folat berfungsi untuk mentransfer satu satuan karbon seperti gugus metil dimana unit-unit karbon ini akan dihasilkan selama metabolisme asam amino. 1991) Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Chinok salmon (O.10 6 – 10 6 – 10 5 – 10 NR Referensi Aoe et al. Kandungan biotin dari bahan baku akan mudah hilang karena proses leaching. 1972 Halver. 1991 McLaren et al.31. 1980 Yone. 1972 Halver. 1991).major) Kandungan (mg/kg) NR 0. tepung alfalfa. Oleh karena itu sebelum dapat diserap oleh usus. Tabel 5. asam folat harus dihidrolisis terlebih dahulu.1 1–5 6 – 10 6 . Kelebihan asam folat didalam tubuh akan dibuang melalui urin. Asam folat yang terdapat dalam bahan baku pakan biasanya dalam bentuk poliglumat sedangkan asam folat yang dapat diserap oleh usus harus dalam bentuk monoglutamat. 1972 Halver. 1972 Halver.30. Kebutuhan Asam folat dalam pakan Ikan (Tacon.kacang tanah.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Atlantic salmon (Salmo salar) Red sea bream (C.

Apabila kandungan biotin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. hematocrit rendah Nafsu makan menurun. exophthalmia Nafsu makan menurun. Vitamin ini berperan dalam penggunaan asam propionat. 1972 John & Mahajan. 1979 Dupree. insang dan hati pucat Penurunan kelangsungan hidup larva Kanazawa. Gugus cyanide terdapat pada asam cobalt. Asam folat dapat berbentuk kristal folasin sebagai bentuk komersil yang banyak digunakan sebagai food additive untuk fortifikasi bahan makanan (Andarwulan dan Sutrisno. karena itu disebut cyanokobalamin. pertumbuhan lambat. gandum.33. pertumbuhan lambat. Duncan & Lovel. pertumbuhan penurunan Referensi McLaren et al. susu. Philips&Brockway. 1947. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Kurang darah. 1966. Tanda-tanda kekurangan asam folat pada ikan budidaya (Tacon. 1958 Arai et al. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung asam folat antara lain adalah tepung ikan laut. kacang-kacangan. 1992).32. Penurunan hematocrit. peningkatan kematian. nafsu makan menurun.1957 Kitamura et al. 222 . Kebutuhan ikan akan vitamin B12 ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. lethargy. pertumbuhan menurun. pewarnaan gelap. pertumbuhan menurun. 1967. Vitamin B12 (Cyanokobalamin) Vitamin B12 disebut juga dengan cyanokobalamin karena berdasarkan struktur kimianya vitamin ini terdiri atas asam cobalt ditengah dengan tetra ring dari porphyrin. bunga kobis. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan timbunan methylmalonyl CoA dan akan dikeluarkan lewat urin dan disebut methylmalonic aciduria. 1985 Eel (Anguila japonica) Rohu (Labeo rohita) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Ikan lele (Clarias batracus) Shrimp ( P japonicus) Nafsu makan menurun. insang pucat. warna kulit memudar. Coat & Halver.31.Tabel 5.1991 Butthep et al. pewarnaan gelap. sayuran berdaun hijau tua.

32. pertumbuhan menurun. 1981 Lovel&Limsuwan. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Nafsu makan menurun.33. Kebutuhan Vitamin B12 dalam pakan Ikan (Tacon.punctatus) Eel (Anguila japonica) Red sea bream Rohu (Labeo rohita) Shrimp ( P japonicus) Dupree.015-0. 1953 Kashiwada&Teshima. 1975 John & Mahajan. efisiensi pakan rendah Penurunan pertumbuhan.02 Referensi Hashimoto. Niasin (Asam nikotinat) Niasin dapat juga disebut dengan vitamin B3 atau asam nikotinat yang berperan dalam reaksi enzimatik dalam tubuh. 1979 Kanazawa. kepiting. eritrocit pecah.niloticusi) Chinok salmon (O.02 0. 1981 Arai et al.015-0.1966 Limsuwan& Lovel. 1972 Tabel 5. hematocrit rendah Pertumbuhan lambat Pertumbuhan lambat Penurunan pertumbuhan. 1957. oyster. Limsuwan & Lovell. 1982 Halver. 1991) Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Tilapia (O.1966. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung vitamin B12 antara lain adalah tepung ikan laut. 1972 Halver. megaloblastic Penurunan kelangsungan hidup larva Referensi Halver. hematocrit rendah.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Kandungan (mg/kg) NR NR NR NR 0. Tanda-tanda kekurangan vitamin B12 pada ikan budidaya (Tacon. Asam nikotinat merupakan unsur dari dua buah 223 . microcyctic hypochromic anemia. 1963 Channel catfish (I. udang. scallop. tepung daging dan tulang.Tabel 5. 1972 Yone. Philips et al.

34. Sedangkan NADP berperan dalam reaksi hidrogenasi pada jalur heksosa monofosfat (HMP) dalam metabolisme glukosa.34.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Shrimp (P. karbohidrat dan asam amino. Kebutuhan ikan akan niasin ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. NAD adalah koenzim bagi sejumlah enzim dehidrogenase yang berperanan dalam metabolisme lemak. 1972 Halver.koenzim. 1985 Halver. 1993). Kebutuhan Niasin dalam pakan Ikan (Tacon. 1978 Halver. 1972 Halver. 1972 Poston&Wolfe. 1969 Murai& Andrews. Bentuk tereduksi dari NADP mempunyai peranan penting dalam sintesis lemak dan steroid (Muchtadi dkk. Apabila kandungan niasin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. 1985 224 . 1991) Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brown trout (Salmo fontinalis) Chinok salmon (O.japonicus) larva Kandungan (mg/kg) 28 14 120 – 150 10 120 . Tabel 5. yaitu Nikotinamid Adenin Dinukleotida (NAD) dan Nikotinamid Adenin Dinukleotida Fosfat (NADP).150 120 – 150 150 – 200 150 – 200 400 Referensi Aoe et al. 1972 Kanazawa.35. 1972 Halver.

Katabolisme inositol mungkin terjadi melalui reaksi glikolisis dan siklus krebs (Kuksis dan Mookerjea. Inositol Inositol disebut pula zat lipotropik yang berarti dibutuhkan untuk menghilangkan lemak dalam hati. Philips&Brockway.1985 Aoe.35. 1958. kematian tinggi Pertumbuhan lambat Pendarahan dan luka pada kulit. pertumbuhan lambat. et al. 1975 Arai et al. ataxia. pewarnaan gelap. tepung kacang tanah. Kebutuhan ikan akan inositol ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada 225 . pertumbuhan menurun. penimbunan cairan pada lambung Pendarahan pada kulit. 1967. 1966.1979 Yone. penurunan efisiensi pakan. pewarnaan gelap Nafsu makan menurun. Myoinositol merupakan komponen penting inositol yang mengandung phospholipid. 1972 Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Red sea bream Eel (Anguila japonica) Ikan lele (Clarias batracus) Butthep et al. Murai & Andrew. 1991). Poston & Wolfe. kehilangan keseimbangan. tepung hati dan paru.Tabel 5. Tanda-tanda kekurangan niasin pada ikan budidaya (Tacon. penurunan pertumbuhan. pendarahan dibawah kulit dan sirip. kurang darah.1957 Kitamura et al. exophthalmia. ragi kering. muscle spasms. 1966 Dupree. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Nafsu makan menurun. 1991). tepung jagung. 1985 Shrimp ( P japonicus) Kanazawa. tepung gandum (Tacon. berenang tidak teratur. Inositol berperan terutama sebagai komponen inositida pada hampir semua membran sel. berenang tidak teratur. tepung biji bunga matahari. exopthalmia. dedak. kematian tinggi. 1947. kematian tinggi Pendarahan dan luka pada kulit dan sirip. Pertumbuhan dan penurunan kelangsungan hidup Referensi McLaren et al. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung niasin antara lain adalah beras sosoh. Coat & Halver. dedak gandum.

distended abdomen. 1976.major) Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil Shrimp (Penaeus japonicus)larva Kandungan (mg/kg) 440 NR 250 – 300 200 – 300 300 – 400 300 – 400 550 – 900 2000-4000 2000 Referensi Aoe et al. ragi bir kering. 1985 Kanazawa et al. 1971 Kanazawa. peningkatan waktu pengosongan lambung Penurunan pertumbuhan. 1957. 1969 Burtle. Tabel 5. 1972 Yone et al.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Red sea bream (C. 1958 Aoe&Masuda. Philips & Brockway 1957 Coates & Halver. kulit dan sirip luka/pendarahan. 1947. 226 . 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Pertumbuhan menurun.36. benih gandum.37. Apabila kandungan biotin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5.37. kehilangan mucosa kulit Pertumbuhan menurun Nafsu makan dan pertumbuhan menurun Pertumbuhan dan hidup menurun kelangsungan Referens Mc Laren et al. 1972 Kanazawa et al.Tabel 5. Tanda-tanda kekurangan inositol pada ikan budidaya (Tacon.1981 McLaren et al. 1985 Tabel 5. Halver. 1972 Halver. Kebutuhan inositol dalam pakan Ikan (Tacon. Kanazawa. warna gelap. 1967 Common carp (Cyprinus carpio) Red sea bream Eel (Anguila japonica) Shrimp ( P japonicus) Yone. 1947 Halver. 1991) Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Chinok salmon (O. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung inositol antara lain adalah tepung ikan. 1972 Halver.36. 1975 Arai et al.

Kolin Kolin adalah basa ammonium bervalensi empat dan tersebar luas dia alam, produk degradasinya seperti betain (garam karboksimetiltrimetilammonium hidroksida. Menurut Halver (1988) peran dan fungsi dari kolin antara lain adalah komponen utama dalam fosfolipid dalam membran sel dan lipoprotein serum (pengemulsi), donor asam lemak untuk kolesterol dalam pengelolaan LDL, sumber

grup metil untuk sintesis metionin dan substrat untuk pembentukan neurotransmitter, asetil kolin. Kebutuhan ikan akan kolin ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5.38. Apabila kandungan biotin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5.39.

Tabel 5.38. Kebutuhan kolin dalam pakan Ikan (Tacon, 1991) Jenis ikan
Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Lake trout (Salmo nemaycush) Chinok salmon (O.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Red sea bream (C.major) Stureon (A. transmontanus) Tilapia (T.aurea) Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil Shrimp (Penaeus japonicus)larva

Kandungan (mg/kg)
4000 400 774 - 813 1000 600 – 800 600 – 800 500 1700 – 3100 NR 600 6000

Referensi
Ogino et al, 1970 Wilson & Poe,1988 Rumsey, 1991 Ketola, 1976 Halver, 1972 Halver, 1972 Yone et al, 1988 Hung, 1989 Roem et al, 1990 Kanazawa, 1985 Kanazawa et al, 1985

227

Tabel 5.39. Tanda-tanda kekurangan kolin pada ikan budidaya (Tacon, 1991) Jenis ikan
Salmonids

Tanda-tanda
Pertumbuhan menurun, hati banyak mengandung lemak, efisiensi pakan menurun, pendarahan pada ginjal dan usus

Referensi
Mc Laren et al, 1947, Halver, 1957, Philips & Brockway, 1957,Coates & Halver, 1958, Ketola,1976, Poston, 1990, Rumsey, 1991 Ogino et al, 1970 Dupree, 1976, Wilson&Poe, 1988 Yone, 1975, Yano et al, 1988 Arai et al, 1972 Rumsey, 1991 Kanazawa et al, 1976, Kanazawa, 1985

Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (I. punctatus) Red sea bream (C. major) Eel (Anguila japonica) Sturgeon (A.transmontanus) Shrimp ( P japonicus)

Pertumbuhan menurun dan hati banyak mengandung lemak Penurunan pertumbuhan, pendarahan pada ginjal dan usus Pertumbuhan menurun, kematian Nafsu makan dan pertumbuhan menurun Pertumbuhan menurun, penyerapan lemak pada hati Pertumbuhan dan hidup menurun kelangsungan

Sumber bahan pakan yang banyak mengandung kolin antara lain adalah tepung udang, tepung hati, tepung biji matahari, tepung paru, tepung ikan , tepung benih gandum, tepung ikan putih , tepung biji kapas, tepung kedelai, tepung tulang, tepung kacang tanah (Tacon, 1991). Vitamin C (asam askorbat) Vitamin C atau asam korbat mempunyai dua bentuk yaitu bentuk oksidasi disebut L dehydro ascorbic acid dan bentuk reduksi yang disebut

L ascorbic acid. Vitamin C sangat penting bagi pertumbuhan semua hewan karena berperan pada banyak sistem metabolisme enzim. Hasil penelitian dari Boonyaratpalin et al (1993), vitamin C sangat berperan dalam pembentukan hydroksiprolin (penyusun kolagen). Dimana kolagen ini terdiri dari hydroksi prolin dan hydroksiprolin. Bersama-sama dengan ATP dan Mg Cl2 merupakan kofaktor dalam menghambat adipose tissue lipase dan memacu hydrolitik deaminasi dari peptidaatau protein sehingga berperan dalam proses aging yaitu membuat jaringan lebih

228

tahan lama dari proses pelapukan. Selain itu vitamin C dapat meningkatkan respon netrofil terhadap kemotoksis dan meningkatkan proliferosi limfosit sebagai respon terhadap nitrogen serta peningkatan aktivitas netrofil terhadap endotoksin. Gejala defisiensi vitamin C pada ikan disebabkan oleh rusaknya kolagen dan jaringan penunjang. Kolagen merupakan protein pada ikan dan konsentrasinya tinggi ditemukan pada kulit dan tulang (Sandness, 1991). Kelebihan vitamin C dalam tubuh akan dimetabolisme selanjutnya

dieksresikan melalui urin. Dengan demikian didalam urin terdapat sejumlah metabolit-metabolit asam askorbat dan yang telah teridentifikasi antara lain adalah asam dehidro askorbat, asam diketogulonat askorbat-2-sulfat, metil askorbat serta 2-keto-askorbitol (Muchtadi dkk, 1993). Kebutuhan ikan akan vitamin C ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5.40. Apabila kandungan viatamin C dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejalagejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5.41.

Tabel 5.40. Kebutuhan vitamin C dalam pakan Ikan (Tacon, 1991) Jenis ikan
Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Nile tilapia (Oreochromis niloticus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Chinok salmon (O.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Atlantic salmon (Salmo salar) Atlantic salmon (Salmo salar) Yellow tail (S quinqueradiata) Asean sea bass (Lates calcarifer)

Kandungan (mg/kg)
NR 60 60 880 25 – 50 NR 11 1250 100 – 150 40 50 – 100 20 – 264 210 10 100 – 150 50 – 80 50 10 – 20 30 700 – 1100

Referensi
Sato et al, 1978 Wilson & Poe, 1973 Lovel & Lim, 1978 Lovell, 1973 Andrew & Murray, 1974 Launer et al, 1978 Lovell & Naggar, 1989 Soliman et al, 1986 Halver, 1972 Hilton et al, 1978 Sato et al, 1982 Dabowski et al, 1990 Sato et al, 1991 Cho & Cowey, 1991 Halver, 1972 Halver, 1972 Lall et al, 1989 Sandness et al, 1991 Kanazawa et al, in press Boonyaratpalin et al, 1989

229

Jenis ikan
Mexican cichlid (C urophthalmus) Flounder (Paralichthys olivaceus) Plaice (Pleuronectes platessa) Prawn (Macrobrachium rosenbergii) Shrimp (Penaeus japonicus) juvenile Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil Shrimp (Penaeus vannamei) juvenil Shrimp (Penaeus japonicus)larva

Kandungan (mg/kg)
40 – 110 60 – 100 200 50 – 100 10.000 3000 1000 215- 430 100 10.000

Referensi
Chaves de Martinez, 1990 Tesima et al, 1991 Rosenlund et al, 1990 Moncreiff et al, 1991 Guary et al, 1976 Deshimaru & kuroki, 1976 Lightner et al, 1979 Shigueno&itoh, 1988 Kanazawa, 1985 Lawrence& He, 1991

Tabel 5.41. Tanda-tanda kekurangan inositol pada ikan budidaya (Tacon, 1991) Jenis ikan
Salmonids

Tanda-tanda
Pertumbuhan menurun, scoliosis lordosis, pendarahan pada sirip bagian dalam, warna gelap, kematian meningkat, penurunan daya tetas telur

Referensi
Mc Laren et al, 1947, Halver, 1989, Philips &Brockway, 1957, Coates & Halver, 1958, Kitamura et al, 1967, Hilton et al, 1978, Sato et al, 1991 Lovell,1973, Andrew&Murai, 1974, Lovel&Lim, 1973, Wilson&Poe, 1973, Lim&lovell, 1978, Wilson et al, 1989 Yone, 1975 Arai et al, 1972 Mahajan & Agrawal, 1979.

Channel catfish (I punctatus)

Penurunan pertumbuhan, scoliosis lordosis, pendarahan bagian dalam dan luar, erosi pada sirip, kulit berwarna gelap, nafsu makan menurun, berenang tidak teratur Pertumbuhan menurun Pertumbuhan menurun, erosi pada sirip, erosi pada rahang bawah Scoliosis lordosis, kurang darah, filamen insang berubah.

Red sea bream Eel (Anguila japonica) Snakehead (C.punctata)

230

Jenis ikan
Tilapia

Tanda-tanda
Scoliosis lordosis, pertumbuhan menurun, pendarahan pada bagian dalam dan luar, erosi pada sirip ekor, exophthalmia, kurang darah, daya tetas telur menurun Scoliosis, pendarahan pada bagian luar, erosi pada sirip, warna kulit gelap Pertumbuhan menurun, kematian meningkat, scoliosis lordosis, hypochromic macrocytic anemia Pertumbuhan menurun, renal granuloma, kematian

Referensi
Soliman et al, 1986

Ikan lele (C batracus) Indian major carp

Butthep et al, 1985

Agrawal & Mahajan, 1980

Turbot (S maximus)

Baudin-Laurence et al, 1989, Coustans et al, 1990, Gouillou et al, 1991 Rosenlund et al, 1990 Boonyaratpalin et al, 1989

Plaice Asian seabass (Lates calcarifer)

Pertumbuhan dan kelangsungan hidup menurun Pertumbuhan menurun, pewarnaan gelap, kehilangan keseimbangan, erosi pada sirip ekor, pendarahan pada insang, exophthalmia, badan pendek, filamen insang rusak Pertumbuhan menurun, kematian tinggi, pewarnaan gelap, pendarahan pada mata, erosi pada kepala dan sirip, exophthalmia, scoliosis lordosis, iritasi, perubahan tulang kepala Pertumbuhan dan kelangsungan hidup menurun Gejala kematian dengan tandatanda hitam, efisiensi pakan dan pertumbuhan serta kelangsungan hidup menurun

Mexican Cichlid

Chevas de Martinez, 1990

Udang galah

Heinen, 1988, Moncreiff et al, 1991 Kanazawa, 1985, Guary,1976, Lightener et al, 1970, Shigueno&Itoh, 1988, Lawrence & He, 1991

Shrimp ( P japonicus)

231

Sumber bahan pakan yang banyak mengandung vitamin C antara lain adalah lobster, kepiting dan sebagian besar terutama terdapat pada sayuran dan buah-buahan. Vitamin C merupakan vitamin yang paling mudah rusak dan sangat larut dalam air. Disamping itu vitamin C mudah teroksidsi bila dalam keadaan alkalis, suhu tinggi, terkena sinar matahari dan logam beraty seperti seng, besi dan terutama tembaga. Oleh karena itu agar vitamin C yang terdapat dalam bahan pakan harus dihindari dari hal-hal tersebut diatas.

5.6. MINERAL
Ikan dalam komposisi zat gizinya juga membutuhkan mineral dalam campuran pakannya agar ikan dapat tumbuh dengan baik. Mineral merupakan unsur anorganik yang dibutuhkan oleh organisme perairan (ikan) untuk proses hidupnya secara normal. Ikan sebagai organisme air mempunyai kemampuan untuk menyerap beberapa unsur anorganik ini, tidak hanya dari makanannya saja tetapi juga dari lingkungan. Jumlah mineral yang dibutuhkan oleh ikan adalah sangat sedikit tetapi mempunyai fungsi yang sangat penting. Dalam penyusunan pakan buatan mineral mix biasanya ditambahkan berkisar antara 2 – 5% dari total jumlah baha baku dan bervariasa bergantung pada jenis ikan yang akan mengkonsumsinya. Walaupun sangat sedikit yang dibutuhkan oleh ikan, mineral ini mempunyai fungsi yang sangat

utama dalam tubuh ikan antara lain adalah : • Merupakan bagian terbesar dari pembentukan struktur kerangka, tulang, gigi dan sisik. • Mineral tertentu dalam bentuk ion di dalam cairan tubuh dapat berperan untuk mempertahankan keseimbangan asam basa serta regulasi pH dari darah dan cairan tubuh lainnya. • Adanya keterlibatan mineral dalam kerja sistem syaraf dan konstraksi otot • Merupakan komponen penting dalam hormon, vitamin, enzim dan pigmen pernafasan atau sebagai kofaktor dalam metabolisme, katalis dan enzim aktivator. • Berperan dalam pemeliharaan tekanan osmotik dan juga mengatur pertukaran air dan larutan dalam tubuh ikan. Berdasarkan banyaknya fungsi mineral dalam kehidupan ikan, maka mineral merupakan salah satu bahan yang harus ada dalam komposisi pakan ikan. Dan unsur mineral ini sangat essensial bagi kehidupan hewan, ikan dan udang. Unsur mineral essensial ini biasanya diklasifikasikan menjadi dua grup berdasarkan konsentrasinya di dalam tubuh ikan, yaitu: mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah mineral yang konsentrasinya dalam tubuh organisme dibutuhkan dalam jumlah besar (lebih dari 100 mg/kg pakan kering), yaitu Calsium (Ca), Magnesium (Mg), Sodium (Na), Potassium (K), Phosphorus (P), Chlorine (Cl) dan Sulphur (S).

232

Mineral mikro adalah mineral yang konsentrasinya dalam tubuh setiap organisme dalam jumlah sedikit (kurang dari 100 mg/kg pakan kering),yaitu : Besi (Fe), Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Seng (Zn), Cobalt (Co), Molybdenum (Mo), Cromium (Cr), Selenium (Se), Fluorine (F), Iodine/Iodium (I), Nickel (Ni) dan lain-lain. Calsium (Ca) Kalsium merupakan unsur mineral makro yang didalam tubuh disimpan pada tulang, gigi dan sebagian besar pada kulit dan kerangka tubuh. Peranan dan fungsi kalsium didalam tubuh antara lain adalah sebagai komponen utama pembentuk tulang, gigi, kulit serta sisik dan memelihara ketegaran kerangka tubuh, mengentalkan darah, sebagai ”intracellular regulator” atau messenger yaitu membantu regulasi aktivitas otot kerangka, jantung dan jaringan lainnya, konstraksi dan relaksasi otot, membantu penyerapan vitamin B12, menjaga keseimbangan osmotik. Pengambilan kalsium dari perairan oleh ikan digunakan atas dasar untuk kegiatan struktural. Transpor Ca dari air oleh aliran darah ke jaringan tulang dan kulit berlangsung secara cepat. Jumlah lemak dalam pakan sangat berpengaruh dalam penyerapan Ca oleh usus. Pada kondisi abnormal, yaitu penyerapan lemak terganggu maka Ca pun akan sedikit yang diserap. Hal ini dikarenakan asam lemak yang tidak diserap akan berikatan dengan Ca

dan akan terbuang dalam bentuk feses. Kandungan Ca dalam perairan sangat diperlukan untuk kehidupan ikan. Perairan dengan kandungan Ca rendah akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan dan mengganggu adaptasi pada saat kondisi lingkungan berubah. Perairan yang kaya akan Ca akan meningkatkan toleransi terhadap temperatur dan akan mengurangi keracunan akibat menurunnya pH. Untuk perairan yang kandungan Ca rendah, pH rendah dan kandungan alumunium tinggi tidak akan dihuni oleh ikan. Kandungan Ca yang harus ada dalam pakan ikan sangat sulit untuk diterapkan secara pasti. Sebagai contoh, pada ikan rainbowtrout dengan bobot awal 1,2 g, antara ikan yang diberi Ca 0,3 g/kg dengan 3,4 g/kg ternyata tidak menunjukkan adanya perbedaan dalam pertumbuhannya yang dipelihara pada perairan dengan kandungan Ca 20 – 30 mg/l (Ogino dan Takeda, 1978). Menurut Rumsey (1977) kebutuhan Ca untuk ikan rainbowtrout pada perairan dengan kalsium rendah (3 mg Ca/l) sama saja dengan yang dipelihara pada kandungan kalsium tinggi (45 mg Ca/l) yaitu sebesar 2 g/kg dalam pakannya. Sedangkan menurut Arai et al (1975) pemberian Ca sebanyak 2,4 g/kg merupakan kebutuhan minimal yang harus dipertimbangkan, pemberian Ca sebanyak 11,5 – 14 g/kg akan berakibat buruk terhadap laju pertumbuhan.

233

Phosphor (P) Phosphor adalah komponen pembentuk kerangka tubuh dimana tulang itu disusun oleh mineral P sebesar 16% dan Ca 37%. Selain itu phosphor berfungsi dalampengaktifan proses metabolisme, komponen DNA, RNA, ATP dan berbagai koenzim, pergerakan otot dan memelihara keseimbangan asam basa. Phosphor yang diserap oleh tubuh berasal dari makanan dalam bentuk ion fosfat. Penyerapan P oleh tubuh sangat bergantung kepada kandungan P dan Ca dalam pakan. Tingginya kandungan P dalam pakan akan berkorelasi terhadap peningkatan penyerapan P. Akan tetapi, penyerapan P akan semakin menurun dengan meningkatnya kandungan Ca dalam pakan. Sebagian besar kebutuhan P untuk membentuk jaringan struktur tubuh diperoleh dari pakan. Ketersediaan P dalam air akan mengganggu penyerapan P dalam pakan oleh tubuh. Pakan dengan kandungan Ca rendah dan P tinggi akan mendorong ikan untuk mengambil Ca dari lingkungan perairan. Kekurangan mineral P pada pakan ikan dapat mengakibatkan pertumbuhan terhambat, proses pembentukan tulang terganggu dan konversi pakan menjadi meningkat. Kekurangan phosphor pada ikan mas mengakibatkan pertumbuhan terganggu, nafsu makan menurun, tulang belakang bengkok dan rapuh serta kandungan lemak dalam daging meningkat. Wilson et al (1982), melakukan penelitian

terhadap ikan channel catfish yang memperlihatkan bahwa peningkatan P yang tersedia dalam makanan dari 0,07% menjadi 0,54% akan meningkatkan pertambahan bobot relatif dari 135% menjadi 706% dan efisiensi pakan dari 36% menjadi 99%. Tetapi bila kandungan P terus dinaikkan sampai 1,02% maka pertumbuhan relatif akan turun dari 706% menjadi 620% dan efisiensi pakan akan turun dari 99% mejadi 90%. Magnesium (Mg) Magnesium merupakan kofaktor bagi semua enzim yang terlibat di dalam reaksi pemindahan fosfat (fosfokinase) yang menggunakan ATP dan fosfat nukleotida yang lain sebagai substrat. Pada hewan vertebrata kurang lebih 60% total magnesium tubuh berada dalam tulang, sebagian lagi terdapat dalam bentuk mineral yang mengkristal dan berada dalam sel jaringan lunak. Fungsi magnesium bagi ikan dan udang adalah sebagai komponen esensial dalam menjaga homeostasis intra dan ekstra seluler. Magnesium dalam tubuh diserap oleh usus halus dan hanya sedikit yang dieksresikan dan hampir seluruhnya diserap secara sempurna. Penyerapan magnesium dalam tubuh dipengaruhi oleh masuknya magnesium dalam usus, waktu singgah diusus, kecepatan penyerapan air, kadar kalsium fosfat dan laktosa dalam pakan, sumber magnesium dan umur serta jenis ikan. Kandungan magnesium di dalam ikan jumlahnya relatif rendah 234

dibandingkan dengan hewan darat. Sebagian besar magnesium, kurang lebih 65%, berada dalam kerangka tubuh ikan. Pada ikan mirror carp terdapat 340 – 3300 gram dimana kandungan terbesar terdapat pada vertebrae sebesar 1,0 – 1,6 g/kg, pada otot 200 – 267 mg/kg dan pada hati terdapat 62 – 203 mg/kg. Konsentrasi magnesium dalam perairan tawar sering tidak mencukupi untuk kebutuhan metabolisme ikan, oleh karena itu pemberian mineral magnesium pada pakan untuk pemeliharaan ikan air tawar sangat penting. Rendahnya suplai magnesium dalam pakan dapat mengakibatkan nafsu makan berkurang, pertumbuhan dan aktivitas ikan berkurang, kandungan Ca dan Mg dalam tubuh dan vertebrae akan berkurang. Selain itu ikan akan memperlihatkan keabnormalan dalam pertumbuhan tulang. Pada ikan trout telah diteliti oleh Cowey et al (1977) bahwa pertambahan bobot dan penggunaan pakan pada ikan yang diberi pakan dengan kandungan Mg sebesar 1000 mg/kg jauh lebih baik dibandingkan dengan ikan trout yang hanya diberi Mg sebesar 26 - 63 mg/kg. Perbaikan kandungan Mg dalam pakan akan berdampak terhadap peningkatan Mg dalam serum. Kekurangan Mg pada kandungan Ca 26 dan 40 g/kg akan menyebabkan penyakit nephacalcinosis dan di dalam jaringan otot akan meningkat kandungan Na yang dapat meningkatkan cairan ekstraseluler. Pada ikan rainbow trout berukuran 16 gram atau 35 gram memerlukan Mg dalam pakan sebesar 500 mg/kg. Jika kurang dari 500 mg/kg pakan

maka dapat mengakibatkan pertumbuhan lambat dan pakan menjadi tidak efisien. Sedangkan pada ikan yang berukuran 21 gram yang dipelihara selama delapan minggu, kekurangan Mg dapat mengakibatkan penurunan kandungan Mg pada plasma, otot dan tulang. Berdasarkan hasil penelitian Satoh et al (1983) , pada ikan trout yang tidak ditambahkan mineral Mg pada pakan buatannya menunjukkan adanya gejala katarak sebesar 29%. Pada ikan Mas pemberian Mg sebesar 52 mg/kg dapat meningkatkan kematian sebesar 16%. Selain itu pada ikan mas yang dipelihara selama 83 hari dengan pakan kurang Mg menunjukkan peningkatan terjadinya katarak sebesar 40%. Oleh karena itu pada ikan mas diestimasi kebutuhan Mg dalam pakan berkisar antara 400 – 500 mg/kg. Potassium (K) Ion potassium (K) adalah elektrolit yang banyak dijumpai dalam tubuh dalam bentuk ion terdisosiasi penuh dan merupakan partikel utama yang bertanggungjawab dalam osmolaritas. Ion K ini akan mempengaruhi kelarutan protein dan komponen lainnya. Ion K ini bersama-sama dengan natrium dan klorida berperan secara fisiologis dalam memelihara keseimbangan air dan distribusinya, memelihara keseimbangan osmotik normal, memelihara keseimbangan asam basa dan memelihara iritabilitas otot.

235

Berdasarkan hasil penelitian dari beberapa peneliti diketahui bahwa ikan air tawar dalam pemenuhan ion K tidak banyak diambil dari lingkungan perairan, namun lebih banyak diperoleh dari pakan. Apabila ion K dalam pakan kurang dari 1 mg/kg akan menyebabkan penggunaan pakan tidak efisien, pertumbuhan lambat dan kematian meningkat. Pertumbuhan ikan dapat dicapai jika pada pakan ikan mengandung ion K maksimum 800 mg/kg. Konsentrasi K dalam tubuh berkisar antara 600 – 800 mg/kg pakan. Sodium (Na) Sodium seperti halnya potasium sangat penting perannya dalam osmoregulasi dan keseimbangan asam basa ikan. Pada hewan darat sodium yang berasal dari makanan akan diserap oleh tubuh secara cepat dan efisien dan hanya sedikit sekali yang dikeluarkan melalui feses. Kekurangan sodium dapat mengakibatkan dehidrasi, keletihan, anoeexia dan kram otot. Pemberian sodium sebesar 2200 mg/kg pakan pada ikan rainbowtrout sudah mencukupi kebutuhan ikan tersebut terhadap sodium. Tetapi dalam percobaan Salman dan Eddy (1988) pemberian sodium sebesar 1000 – 3000 mg/kg pakantidak memberikan perbedaan pertambahan bobot .

Clorin (Cl) Clorin berperan besar dalam aktivitas osmoregulasi. Pertukaran klorin sebagian besar terjadi pada insang. Pada ikan air tawar pengambilan klorin terjadi pada kondisi medium yang hipotonik, dengan cara memompa NaCl melalui insangnya dan pengeluaran klorin dilakukan dalam bentuk urin. Pada ikan air laut pengambilan klorin dilakukan dengan cara melakukan banyak minum air laut sehingga klorin secara difusi ikut masuk kedalam tubuh ikan. Selain itu ikan air laut bisa melakukan dengan cara memompa melalui insang epithelium pada kondisi medium hipertonik. Dalam kondisi normal klorin dikeluarkan dalam bentuk urin pada jumlah yang sedikit, namun pada kondisi stres ikan banyakmengeluarkan urin sehingga kehilangan NaCl cukup besar. Klorin keluar dari tubuh melalui urin dan sedikit melalui feses. Ketersediaan Cl di dalam air sangat menguntungkan untuk kehidupan ikan agar mempunyai toleransi terhadap perubahan suhu. Pada ikan salmon yang dipelihara dengan kandungan garam 1 – 1,5% memberikan pengaruh terhadap peningkatan food intake dan transportasi. Pemberian garam pada bahan pakan dari segi manfaatnya masih diperdebatkan. Hal ini dikarenakan dari hasil penelitian memberikan hasil yang menunjukkan bahwa pemberian NaCl pada pakan berakibat buruk pada penambahan bobot. Pemberian NaCl sebanyak 3% pada pakan mengakibatkan pertambahan bobot hanya 85% dibandingkan dengan kontrol. Pada 236

Dalam makanan terdapat dua macam zat besi.5 g 7g P Sekitar 6 g Sekitar 6 g Sekitar 6 g 4.6 g - Tabel 5. Tabel 5. 237 . Kebutuhan mineral makro dan mikro pada beberapa jenis ikan menurut hasil penelitian Steffens dapat dilihat pada Tabel 5.5 – 6 g Mg 400 – 700 mg 400 – 700 mg 400 – 700 mg 400 – 700 mg 400 – 700 mg K Max 1.0.4 1.penambahan NaCl sebanyak 6% memberikan pertambahan bobot sebesar 77% sedangkan penambahan sebanyak 12% mengakibatkan pertambahan bobot sebesar 70%.5 Se 0.25 R 0. Hal ini dikarenakan NaCl pada tingkatan yang tinggi diserap dalam 24 jam yang kelebihannya akan dikeluarkan kedalam perairan tawar pada sistem osmoregulasi dalam urin hipoosmotik normal.2 – 4. yaitu dalam bentuk heme dan non heme.43.38 0.42 dan 5.15 . Kebutuhan mineral makro dalam pakan pada berbagai jenis ikan air tawar (mg/kg atau g/kg berat kering) Jenis ikan Rainbow trout Mas Sidat Jepang Channel catfish Tilapia Ca 300 mg – 3g 300 mg – 3g 300 mg – 3g 4.5 g 4. Kebutuhan mineral mikro dalam pakan pada berbagai jenis ikan air tawar (mg/kg pakan) Jenis ikan Rainbow trout Channel catfish Tilapia Common carp Ikan kerapu Fe R 30 30 Cu 3 5 3 3 Mn 13 2.43.7 13 5 Zn 15 – 30 20 20 15 – 30 30 Co 0. Zat besi heme ditemukan dalam bentuk hemoglobin dan zat besi non heme dalam otot yang disebut myoglobin.1 Besi (Fe) Zat besi merupakan unsur mineral mikro yang paling banyak terdapat dalam tubuh ikan dan manusia. sedangkan pada ikan laut pengambilan NaCl dalam jumlah besar relatif sering terjadi pada berbagai kasus.42.

ion Fero (Fe ++) lebih mudah diserap karena lebih mudah larut dalam cairan-cairan pencernaan. yang meliputi enzim katalase. konversi pakan rendah. common carp dan red sea bream dapat mengakibatkan hypochromic microcytic anemia yaitu sel-sel darah merah berwarna lebih pucat dengan ukuran sel yang lebih besar. 5. 3.44.Fungsi dan peranan zat besi dalam tubuh ikan antara lain adalah : • Unsur yang sangat penting dalam pigmen darah (hemoglobin dan myoglobin) • Terlibat dalam pengangkutan oksigen dalam darah dan urat daging (otot) serta pemindahan/transfer elektron dalam tubuh • Unsur yang sangat penting dari variasi sistem enzim. Kebutuhan zat besi pada beberapa jenis ikan No. Sedangkan pada ikan salmon. Menurut hasil penelitian Lall (1989) dan NRC (1993) kebutuhan zat besi pada setiap jenis ikan dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. sirip dan kulit. 4. enzim aldehyde oxidase dan enzim succinic dehydrogenase. 2. pH atau keasaman lambung dan bagian atas usus halus. 238 . Jenis ikan Atlantik Salmon (Salmo solar) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Eel (Anguila japonica) Common carp (Cyprinus carpio) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Kerapu (Epinephelus sp) Zat besi (mg/kg pakan) 60 30 170 150 60 30 Kekurangan zat besi pada ikan dapat membawa dampak yang merugikan bagi ikan. misalnya pada ikan channel catfish dapat mengakibatkan pertumbuhan terhambat. enzim peroxidase. japanese eel. Penyerapan zat besi dalam saluran pencernaan sangat dipengaruhi oleh kadar keasaman. Ikan dapat menyerap zat besi terlarut dari air melalui insang. nafsu makan menurun dan abnormalitas. Kebutuhan zat besi untuk setiap jenis ikan berbeda. Pada beberapa jenis ikan memberikan dampak yang berbeda.44. Zat besi dalam bentuk tereduksi. 1. enzim xantin oksidase. 6. Ikan sangat membutuhkan zat besi dalam suplai makanannya.

namun seng yang berasal dari pakan penyerapannya lebih efisien daripada dari air. Pada ikan channel catfish dapat menyebabkan pertumbuhan menurun. nafsu makan menurun. 5. Pada ikan mas menyebabkan pertumbuhan lambat. nafsu makan rendah dan menurunkan tingkat serum alkaline phosphatase. 2. Pada Japanese eel akan menyebabkan bentuk tubuh yang kerdil sedangkan pada channel catfish juga menyebabkan 239 . Kebutuhan ikan akan mineral seng ini bervariasi bergantung pada usi. suhu air dan kualitas air. yaitu pakan dan air.30 50 Dampak dari kekurangan mineral Zn untuk setiap jenis ikan berbeda. kulit dan sirip. pengikisan pada kulit dan sirip serta menaikkan kadar besi dan tembaga diusus dan hepatopankreas. Kebutuhan mineral seng pada beberapa jenis ikan No. Ikan dapat menyerap seng dari insang. pengikisan pada sirip dan kulit serta katarak pada mata dan bentuk tubuh menjadi kerdil dan pendek. mortalitas tinggi.45. Seperti unsur lainnya selain diperoleh dari lingkungan perairan mineral seng perlu ditambahkan kedalam sumber makanannya agar kebutuhan ikan akan mineral seng dapat terpenuhi.45.30 15 . 1. Jenis ikan Channel catfish (Ictalurus punctatus) Tilapia (Oreochromis aurea) Common carp (Cyprinus carpio) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Kerapu (Epinephelus sp) Zat besi (mg/kg pakan) 20 20 15 .Seng (Zn) Ikan mengakumulasi seng dari dua sumber. monosakarida dan komponenkomponen EDTA. Kebutuhan mineral seng dari hasil penelitian dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Selain itu menurut Watanabe (1988) memperlihatkan bahwa kekurangan seng pada Rainbow trout dapat menyebabkan pertumbuhan menurun. kematangan seksual. kematian tinggi. asam sitrat. komposisi pakan. Seng di dalam tubuh organisme sangat berperan penting sebagai kofaktor dari beberapa sistem enzim yng penting dalam proses metabolisme. Mineral seng diserap dengan bantuan proses difusidalam duodenum dan jejenum bagian atas. Zat-zat yang membantu penyerapan mineral seng antara lain adalah asam amino terutama histidin dan sistein. 4. 3.

ataxia yaitu ketidakmampuan tubuh untuk mengkoordinasikan gerakangerakan otot secara sempurna serta menurunnya penampakan reproduksi. Kekurangan mangan pada pakan dapat dilakukan dengan menambahkan kandungan mineral mangan dalam pakan dalam bentuk mangan sulphat MnSO4) (MnCl2). Tembaga dibutuhkan untuk pembentukan pigmen melanin dan pigmen pada kulit. Mangan pada ikan sangat berperan sebagai enzim aktivator untuk enzim-enzim yang menjembatani transfer dari grup phosphatase. carp dan tilapia. Kebutuhan mangan pada beberapa jenis ikan berbeda (Tabel 5. 2. untuk pembentukan tulang dan penghubung jaringan serta merawat keseimbangan serabut myelin dari jaringan syaraf. sebagai komponen essensial dari enzim piruvate carboxylase. 240 . struktur tulang yang tidak normal pada ikan rainbow trout. 3. Jenis ikan Atlantik Salmon (Salmo solar) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Common carp (Cyprinus carpio) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Zat besi (mg/kg pakan) 20 20 13 13 Dampak yang diakibatkan dari kekurangan mineral mangan pada komposisi pakan ikan untuk setiap jenis ikan biasanya berbeda. Mangan (Mn) lambat serta kunci dari beberapa sistem enzim. 4. dan mangan klorida Tembaga (Cu) Tembaga merupakan unsur essensial dari sistem oksidasireduksi-enzim dan terlibat dalam metabolisme besi. untuk induk ikan salmon kebutuhan mineral mangannya > 50 mg/kg. regenerasi sel darah merah. 1. metabolisme karbohidrat dan siklus reproduksi. Kebutuhan mangan pada beberapa jenis ikan No. berkurangnya pertumbuhan. rendahnya daya tetas dan jumla telur pada induk ikan. mangan essensial untuk pembentukan tulang.46. Oleh karena itu tembaga terlibat dalam sintesis hemoglobin dan produksi sel darah dan perawatannya. antara lain adalah .46).pertumbuhan anorexia. sebagai kofaktor atau komponen Tabel 5.

hanya 1/10 – 1/12 cobalt pada tubuh dalam bentuk vitamin. Konsentrasi cobalt yang masuk kedalam tubuh ikan sanagt dipengaruhi oleh suhu lingkungan dan konsentrasi kalsium. Cobalt (Co) Mineral cobalt pada ikan diserap dari air disekitarnya dan masuk melalui insang. Cobalt yang diserap secara normal tidak selalu dalam bentuk vitamin B12. dimana dengan meningkatnya suhu dan kalsium dilingkungan akan meningkatkan konsentrasi cobalt. 2. Jenis ikan Atlantik Salmon (Salmo solar) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Common carp (Cyprinus carpio) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Zat besi (mg/kg pakan) 5 5 3 3 Dampak kekurangan tembaga pada ikan sebagai organisme air jarang sekali terjadi karena mineral ini sudah cukup banyak tersedia dalam air. 3.Mineral tembaga yang diserap oleh hewan dan ikan sangat dipengaruhi oleh jumlah dan bentuk kimia mineral tembaga yang diterima. Tabel 5. Pada ikan dampak mineral tembaga yang sudah diamati adalah kalau terjadi keracunan tembaga akibat terjadinya pencemaran lingkungan perairan yang dapat mengakibatkan rusaknya insang. Meningkatnya kandungan cobalt pada tubuh ikan rainbow trout dapat menyebabkan racun dan meningkatkan haemorrhages pada saluran 241 . Kebutuhan mineral cobalt oleh ikan berkisar antara 1 – 6 mg/kg pakan. Penyerapan mineral cobalt oleh ikan akan meningkat jika tubuh kekurangandan diserap dalam usus halus. sangat dibutuhkan untuk sintesa microflom pada saluran usus serta sangat penting untuk pembentukan sel darah merah dan perawatan jaringan syaraf. 4. kandungan beberapa ion metal lain dan zat-zat organik serta umur. cobalt juga berfungsi sebagai agen kegiatan untuk sistem variasi enzim.47. 1.47. Kebutuhan mineral tembaga berdasarkan hasil penelitian pada beberapa jenis ikan dapat dilihat pada Tabel 5. Cobalt mempunyai fungsi dan peranan pada ikan antara lain adalah merupakan komponen integral dari Cyanocobalamin (vitamin B12). Kebutuhan mineral tembaga pada beberapa jenis ikan No. mengurangi pigmentasi dan pertumbuhan lambat.

Ikan memperoleh yodium dari air melalui pompa brachial dan makanan. kemudian ditransport ke kelenjar thyroid dan diubah dalam bentuk yodium inorganik yaitu Monoiodotirosin.25 mg/kg untuk ikan channel catfish. Diodotirosin. bentuk tubuh kerdil dan pertumbuhan terhambat. Kebutuhan selenium untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan memaksimalkan aktivitas glutathione peroxidase adalah 0. yaitu Triiodothyronine (T3) dan thyroxine (Tetra iodothyronine/ T4). Jumlah total yodium yang terkandung dalam kelnjar thyroid adalah 70 – 80%. Yodium berfungsi untuk mengatur laju metabolisme seluruh proses ke dalam tubuh.dan diserap secara sempurna dalam lambung dan usus. Enzim ini berfungsi dalam melindungi sel dari pengaruh peroxides. Selama masa perkembangan embrio telur ikan rainbow trout kebutuhan cobalt meningkat. Enzim ini bersama-sama dengan vitamin E berfungsi sebagai antioksidan biologis yang melindungi polyunsaturated phospholipid di dalam sel dan sub sel membran dari kerusakan peroksidatif.pencernaan dan pola putih pada sel darah. Yodium yang tertangkap oleh kelenjar thyroid akan disimpan dalam bentuk Tiraglobulin merupakan protein yang mengandung yodium. 242 . Kebutuhan ikan akan yodium berkisar antara 1 – 5 mg/kg pakan. Triiodothyronine (T3) dan thyroxine (Tetra iodothyronine/ T4) serta komponen-komponen organik yang mengandung yodium. Yodium terdapat dalam saluran pencernaan dalam bentuk ion I. Selenium yang berikatan dengan protein ini akan ditransport kedalam plasma darah dan jaringan lainnya. Yodium (I) Yodium adalah komponen integral dari hormon thyroid dan sangat penting untuk sintesis hormon thyroid. Selenium diserap oleh ikan dari makanan dan lingkungan perairan melalui jalur gastrointestinal.28 mg/kg untuk ikan rainbowtrout dan 0. Duodenum merupakan daerah penyerapan utama mineral ini dan akan berikatan pada protein dalam bentuk asam amino yang mengandung ikatan sulfur. Selenium (Se) Selenium adalah bagian yang melengkapi dari enzim Glutation Peroksidase yaitu suatu enzim yang merubah hydrogen peroxide dan lemak hydroperoxides ke dalam air dan lemak alkohol secara berurutan.15 – 0. Dampak kekurangan yodium pada ikan brook trout mengakibatkan thyroid hyperflasia (pembengkakan pada kelenjar thyroid). Pada ikan selenium sangat dibutuhkan untuk mencegah penyakit otot menyusut (muscular dystrophy). Pada ikan rainbow trout dan channel catfish kekurangan selenium dapat mengakibatkan depresi pertumbuhan.

Teknologi Pakan Buatan Pakan buatan adalah pakan yang dibuat oleh manusia untuk ikan peliharaan yang berasal dari berbagai macam bahan baku yang mempunyai kandungan gizi yang baik sesuai dengan kebutuhan ikan dan dalam pembuatannya sangat memperhatikan sifat dan ukuran ikan. Dengan membuat pakan buatan diharapkan jumlah pakan yang dibutuhkan oleh ikan akan terpenuhi setiap saat. berdasarkan kandungan airnya. Bentuk tepung/meals Digunakan sebagai pakan larva sampai benih (berumur 2-40 hari).BAB VI. bahan yang terlarut tidak menyatu dengan air pelarutnya. Pakan buatan dibuat oleh manusia untuk mengantisipasi kekurangan pakan yang berasal dari alam yang kontinuitas produksinya tidak dapat dipastikan. Pengelompokkan jenisjenis pakan ikan dapat dibuat berdasarkan bentuk. berdasarkan sumber dan berdasarkan konstribusinya pada pertumbuhan ikan. Pakan buatan yang berkualitas baik harus memenuhi kriteria-kriteria seperti: • Kandungan gizi pakan terutama protein harus sesuai dengan kebutuhan ikan • Diameter pakan harus lebih kecil dari ukuran bukaan mulut ikan • Pakan mudah dicerna • Kandungan nutrisi pakan mudah diserap tubuh • Memiliki rasa yang disukai ikan • Kandungan abunya rendah • Tingkat efektivitasnya tinggi Sebelum melakukan pembuatan pakan ikan harus dipahami terlebih dahulu tentang jenis-jenis pakan yang dapat diberikan kepada ikan budidaya. 2) Suspensi. yaitu: 1) Emulsi.20 hari). bahan yang terlarut menyatu dengan air pelarutnya. Tepung halus diperoleh dari 243 . Jenis-jenis pakan buatan berdasarkan bentuk antara lain adalah: 1. Bentuk larutan ini biasanya diberikan pada saat larva dengan komposisi bahan baku yang utama adalah kuning telur bebek atau ayam dengan tambahan vitamin dan mineral. Larutan ada 2 macam. Bentuk larutan Digunakan sebagai pakan burayak ikan (berumur 2 . 2.

Ukuran ikan yang mengkonsumsi pakan bentuk pellet bervariasi dari ukuran bukaan mulut lebih dari 2 mm maka ukuran pelet yang dibuat biasanya 50%nya yaitu 1 mm. contoh pakan basah antara lain adalah cincangan daging cumicumi atau ikan laut. berupa cincangan atau gilingan daging ikan yang tidak bernilai ekonomis. Bentuk pellet terapung/floating Biasa digunakan untuk kegiatan pembesaran ikan air tawar maupun ikan air laut yang mempunyai kebiasaan tingkah laku ikan tersebut berenang di permukaan perairan. remah yang dihancurkan atau dibuat komposisi dari berbagai sumber bahan baku seperti menyusun formulasi pakan . 5. dan biasanya diberikan pada larva sampai benih ikan. Pakan lembab yaitu pakan yang mengandung air berkisar antara 20-40%. Bentuk remahan/crumble Digunakan sebagai pakan gelondongan besar/ikan tanggung (berumur 80-120 hari). Bentuk pellet tenggelam/sinking Biasa digunakan untuk kegiatan pembesaran ikan air tawar maupun ikan air laut yang mempunyai kebiasaan tingkah laku ikan tersebut berenang di dalam perairan. Remah berasal dari pellet yang dihancurkan menjadi butiran kasar. Pakan basah yaitu pakan yang mengandung air biasanya lebih dari 50%. 2. Bentuk pellet ini juga dapat digunakan sebagai pakan ikan dewasa yang sudah mempunyai berat > 60-75 gram dan berumur > 120 hari. Ukuran ikan yang mengkonsumsi pakan bentuk pellet bervariasi dari ukuran bukaan mulut lebih dari 2 mm maka ukuran pelet yang dibuat biasanya 50%nya yaitu 1 mm. 4. Jenis pakan ikan berdasarkan kandungan airnya dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu : 1. Bentuk lembaran/flake Biasa diberikan pada ikan hias atau ikan laut dan dibuat dari berbagai bahan baku disesuaikan dengan kebutuhan dan pada saat akan dibentuk dapat menggunakan peralatan pencetak untuk bentuk lembaran atau secara sederhana dengan cara membuat komposisi pakan kemudian komposisi berbagai bahan baku tersebut dibuat emulsi yang kemudian dihamparkan di atas alas aluminium atau seng dan dkeringkan. Bentuk pellet ini juga dapat digunakan sebagai pakan ikan dewasa yang sudah mempunyai berat > 60-75 gram dan berumur > 120 hari. Tepung kasar juga diperoleh dari remah yang dihancurkan atau dibuat sama seperti membuat formulasi pakan lengkap dan bentuknya dibuat menjadi butiran. Jenis pakan ini biasa diberikan kepada induk-induk ikan laut/udang. Bentuk butiran/granules Digunakan sebagai pakan benih gelondongan (berumur 40-80 hari). Pakan lembab dibuat 244 . Pakan basah biasanya terdiri dari pakan segar atau pakan beku.3. kemudian diremasremas. 6. 7.

Suplementary Feed/pakan suplemen yaitu pakan yang dalam konstribusinya hanya menghasilkan penambahan berat badan kurang dari 50%. Pakan lembab ini dapat diberikan pada ukuran ikan dari benih sampai ke pembesaran. Pakan kering yaitu pakan yang mengandung air kurang dari 10%. Jenis pakan ini biasanya adalah pakan kering dengan berbagai bentuk dimana komposisi bahan bakunya lengkap sehingga kandungan protein pakan mencukupi kebutuhan ikan yang akan mengkonsumsinya. Jenis pakan ikan berdasarkan konstribusinya dalam menghasilkan penambahan berat badan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu : 1. Pakan buatan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan akan 245 . Jenis pakan ini yang biasa digunakan pada budidaya ikan secara intensif karena sangat mudah dalam proses distribusi. Complete Feed/pakan lengkap yaitu pakan yang dalam konstribusinya menghasilkan penambahan berat badan lebih dari 50%. Jenis pakan buatan yang akan dibahas dalam buku ini adalah pakan buatan yang akan dikonsumsi oleh ikan yang berukuran induk. Jenis pakan ini biasanya dibuat oleh para pembudidaya ikan dengan mencampurkan beberapa bahan baku tanpa memperhitungkan kandungan proteinnya sehingga kandungan nutrisi dari pakan ini tidak lengkap. Pakan lembab ini dibuat dengan komposisi pakan sesuai kebutuhan ikan tetapi dalam prosesnya tidak dilakukan pengeringan. larva atau benih sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan dalam bentuk pakan kering atau lembab. 3. Dalam buku teks ini akan dibahas secara detail setiap kelompok pakan ini pada bab tersendiri yaitu teknologi pembuatan pakan dan teknologi produksi pakan alami. dibiarkan lembab dan disimpan dalam bentuk pasta kemudian dibekukan. Jenis pakan ikan berdasarkan sumbernya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu pakan alami dan pakan buatan. penyimpanan dan penanganannya.sebagai alternatif dari pakan basah yang banyak kekurangannya antara lain dapat mencemari perairan dan kekurangan asam amino tertentu. Tetapi ada juga pakan basah ini dibuat dengan komposisi ikan yang dipasteurisasi ditambah beberapa tambahan seperti perekat. Dengan mengetahui jenis-jenis pakan maka para pembudidaya ikan dapat menentukan jenis pakan yang akan dibuat disesuaikan dengan ikan yang akan dipeliharanya. 2. Jenis pakan kering ini dapat dibuat dengan berbagai macam bentuk disesuaikan dengan kebutuhan ikan dan pada setiap tahapan budidaya dapat menggunakan pakan kering ini disesuaikan dengan ukuran dan jenis ikan yang akan mengkonsumsinya. vitamin dan mineral atau silase ikan yang diberi beberapa komposisi zat tambahan.

bahan baku yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan kebiasaan makan ikan dialam. Hal ini disebabkan selain nilai gizi yang dikandung bahan baku harus sesuai dengan kebutuhan ikan. Pengetahuan pertama yang harus dipahami adalah mengenai kandungan nutrisi dari pakan buatan. Seperti diketahui bahwa berdasarkan kebiasaan makannya jenis pakan 246 . aroma dan lain sebagainya yang dapat merangsang ikan untuk memakan pakan buatan ini. 6. Pakan merupakan komponen biaya operasional yang cukup besar dalam suatu usaha budidaya ikan sekitar 60% merupakan biaya pakan. juga pakan buatan ini disukai ikan baik rasa. Kandungan nutrisi yang terdapat didalam pakan buatan harus terdiri dari protein. Dalam membuat pakan buatan langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan perencanaan pembuatan pakan buatan. Kualitas pakan buatan ditentukan antara lain oleh kualitas bahan baku yang ada. Persyaratan teknis yang harus diperhatikan dalam memilih bahan baku untuk pembuatan pakan buatan adalah : • Mempunyai nilai gizi tinggi. Perencanaan terhadap pembuatan pakan harus dibuat dengan seksama agar pakan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan ikan yang mengkonsumsinya. Selain itu pakan yang dibuat sendiri mempunyai kandungan protein dan energi yang sesuai dengan kebutuhan ikan serta mempunyai harga yang lebih murah dibandingkan dengan membeli pakan buatan.1. karbohidrat . dengan bahan baku yang bergizi tinggi akan diperoleh pakan yang dapat dicerna oleh ikan dan dapat menjadi daging ikan lebih besar dari 50%. Oleh karena itu dengan mempunyai kompetensi pembuatan pakan ikan diharapkan akan mengurangi biaya produksi yang cukup besar. vitamin dan mineral. JENIS-JENIS BAHAN BAKU Bahan baku yang dapat digunakan dalam membuat pakan buatan ada beberapa macam. hal ini dapat meningkatkan selera makan dan daya cerna ikan. Kajian tentang materi ini telah dibahas dalam bab sebelumnya yaitu tentang nutrisi ikan. • Sesuai dengan kebiasaan makan ikan.memberikan pertumbuhan yang optimal bagi ikan yang mengkonsumsinya. lemak. Dalam memilih beraneka macam bahan baku tersebut harus dipertimbangkan beberapa persyaratan. bahan baku yang mengandung racun akan menghambat pertumbuhan ikan dan dapat membuat ikan mati. • Tidak mengandung racun. Persyaratan pemilihan bahan baku ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu persyaratan teknis dan persyaratan sosial ekonomis. Komposisi nutrisi pakan yang terdapat pada pakan buatan sangat spesifik untuk setiap ukuran ikan.

1. kebiasaan makannya Beberapa jenis ikan berdasarkan (Hertrampf.P. Maka dalam memilih bahan baku yang akan digunakan untuk ikan herbivor akan sangat berbeda untuk ikan karnivora atau omnivor.dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu herbivor. baku lebih banyak yang berasal dari nabati dan untuk ikan karnivor maka komposisi bahan bakunya lebih banyak berasal dari hewani.W and Pascual.F.J. omnivor dan karnivor.1. Beberapa jenis ikan berdasarkan kebiasaan makannya dapat dilihat pada Tabel 6. 2000) Kelompok Herbivora Jenis ikan Big head carp (Aristichtus nobilis) Grass carp/ikan koan (Ctenopharyngodon idellus) Javanese carp (Puntius gonionotus) Silver carp (Hypothalmichtys molitrix) Gurami (Osphyronemus gourami) Bandeng (Chanos chanos) Perch (Perca sp) Rabbit fish/beronang (Siganus guttatus) Tilapia (Oreochromis spp) Siamemese gurami (Trichogaster pectoralis) Omnivora Channel catfish/lele amerika (Ictalurus punctatus) Common carp/ikan mas (Cyprinus carpio) Grey mullet/ikan belanak (Mugil cephalus) Karnivora Black carp (Mylopharyngodon piceus) Catfish/ikan lele (Clarias batrachus) Grouper/ikan kerapu (Epinephelus spp) Atlantic salmon (Salmo salar) Pacific salmon (Oncorhynchus spp) Seabass/ikan kakap (Lates calcarifer) Brown trout (Salmo trutta) Rainbow trout (Salmo gairdneri) 247 . Pada ikan herbivor komposisi bahan Tabel 6.

Bahan baku hewan ini merupakan sumber protein yang relatif lebih mudah dicerna dan kandungan asam aminonya lebih lengkap dibandingkan dengan bahan baku nabati. namun banyak juga yang kaya akan protein dan vitamin. Beberapa macam bahan limbah yang sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan pakan ikan antara lain terdiri dari.Persyaratan sosial ekonomis yang perlu diperhatikan dalam memilih bahan baku untuk pembuatan pakan buatan adalah : • Mudah diperoleh • Mudah diolah • Harganya relatif murah • Bukan merupakan makanan pokok manusia. Jumlah bahan tambahan (feed additive) yaitu bahan makanan atau suatu zat yang ditambahkan dalam komposisi pakan untuk meningkatkan kualitas dari pakan 248 . Beberapa macam bahan baku nabati yang biasa digunakan dalam pembuatan pakan ikan antara lain terdiri dari . • Sedapat mungkin memanfaatkan limbah industri pertanian Jenis-jenis bahan baku yang digunakan dalam membuat pakan buatan dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu bahan baku hewani. • Tepung kepala udang • Tepung anak ayam • Tepung darah • Tepung tulang • Ampas tahu • Bungkil kelapa • Dedak halus • Isi perut hewan mamalia Selain ketiga jenis bahan baku tersebut untuk melengkapi ramuan dalam pembuatan pakan buatan biasanya diberikan beberapa bahan tambahan. bahan baku nabati dan bahan baku limbah industri pertanian. Bahan baku hewani adalah bahan baku yang berasal dari hewan atau bagian-bagian tubuh hewan. sehingga tidak merupakan saingan. Beberapa macam bahan baku hewani yang biasa digunakan dalam pembuatan pakan ikan antara lain adalah : • Tepung ikan • Silase ikan • Tepung udang • Tepung cumi-cumi • Tepung cacing tanah • Tepung benawa/kepiting • Tepung darah • Tepung tulang • Tepung hati • Tepung artemia Bahan baku nabati adalah bahan baku yang berasal dari tumbuhan atau bagian dari tumbuh-tumbuhan. Bahan nabati pada umumnya merupakan sumber karbohidrat. • Tepung kedelai • Tepung jagung • Tepung terigu • Tepung tapioka • Tepung sagu • Tepung daun lamtoro • Tepung daun singkong • Tepung kacang tanah • Tepung beras Bahan baku limbah industri pertanian adalah bahan baku yang berasal dari limbah pertanian baik hewani maupun nabati.

Jenis-jenis bahan tambahan antara lain terdiri dari : • Vitamin dan mineral. tepung maizena. Rhodiamix 273. Asam amino essensial sintetik. Vitamin dan mineral dijual di toko penggunaannya sebenarnya untuk ternak tetapi dapat juga digunakan untuk ikan. penambahan bahan pengikat di dalam ramuan pakan buatan berfungsi untuk menarik air. Rajamix. vitamin dan mineral dibutuhkan dalam jumlah sedikit karena tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh ikan maka dalam pembuatan pakan harus ditambahkan. Carboxymethy Cellulose (CMC). P frizer Premix B. memberikan warna yang khas dan memperbaiki tekstur produk. asam alginat. Bahan pengikat (Binder). protein tersebut diperoleh dari sumber bahan baku hewani dan 249 . Jumlah pemberian vitamin dan mineral dalam pakan buatan berkisar antara 2 – 5%. Asam amino ini dapat diperoleh dari hasil perombakan protein. Dalam memilih jenis antioksidan yang akan digunakan harus diperhatikan beberapa syarat berikut yaitu . Merek dagang vitamin dan mineral tersebut antara lain adalah Aquamix. Vitamin dan mineral untuk membuat pakan ikan dapat dibuat sendiri yang disebut vitamin premix atau membelinya di toko. P fizer Premix A.tersebut. Tidak bersifat racun bagi ikan Harus efektif dalam konsentrasi rendah Mempunyai nilai ekonomis Jenis antioksidan yang biasa digunakan dalam pembuatan pakan buatan adalah BHA (Butil Hidroksi Anisol) dan BHT (Butil Hidroksi Toluene). antioksidan adalah zat antigenik yang dapat mencegah terjadinya oksidasi pada makanan dan bahan-bahan makanan. Jumlah yang aman digunakan sebaiknya adalah 200 ppm atau 0. karageenan. Jumlah bahan tambahan yang digunakan biasanya relatif sedikit tetapi harus ada dalam meramu pakan buatan. Top Mix. gelatin. Jenis bahan pengikat yang dapat digunakan antara lain adalah : agar-agar.02% dari kandungan lemak dalam pakan. Jumlah penggunaan bahan pengikat ini berkisar antara 5 – 10%. serta untuk mencegah kerusakan vitamin yang larut dalam lemak. tepung terigu. tepung kanji. Penggunaan antioksidan dalam pembuatan pakan ikan bertujuan untuk mencegah penurunan nilai nutrisi makanan dan bahan-bahan makanan ikan serta mencegah terjadinya ketengikan lemak atau minyak. Antioksidan harus efektif dalam mencegah proses • • oksidasi dari makanan ikan yang mengandung lemak dan unit yang larut dalam lemak. Selain itu vitamin C saat ini merupakan salah satu jenis vitamin yang dapat berfungsi sebagai antioksidan. sedangkan jenis antioksidan lainnya yaitu Etoksikuin dapat digunakan sebesar 150 mg/kg pakan. • Antioksidan. adalah asam-asam amino yang sangat dibutuhkan sekali oleh ikan untuk pertumbuhannya dan tidak dapat diproduksi oleh ikan.

Lysine. hormon yang digunakan adalah kombinasi antara 17 αmetiltestoteron dan a-LHRH. adalah zat atau suatu jenis obat yang biasa ditambahkan dalam komposisi pakan untuk menyembuhkan ikan yang terserang penyakit oleh bakteri. Beberapa jenis attractant yang biasa digunakan dari bahan alami atau sintetis antara lain adalah terasi udang. Dosis antibiotik yang digunakan sangat bergantung pada jenis penyakit dan ukuran ikan yang terserang penyakit. Oleh karena itu bisa ditambahkan asam amino buatan/sintetik kedalam makanan ikan.• • nabati. asam glutamate. • • Attractants adalah suatu zat perangsang yang biasa ditambahkan dalam komposisi pakan udang/ikan laut. Dosis pemberian pigmen dalam komposisi pakan biasanya berkisar antara 5 – 10%. Jenis pigmen yang ada dapat diperoleh dari bahan-bahan alami atau sintetik seperti pigmen karoten . adalah zat pewarna yang dapat diberikan dalam komposisi pakan buatan yang peruntukkannya untuk pakan ikan hias. Phenylalanine. glysine 2%. Seperti diketahui udang merupakan organisme yang hidupnya di dasar dan untuk menarik perhatiannya terhadap pakan buatan biasanya ditambahkan zat perangsang agar pakan buatan tersebut mempunyai bau yang sangat menyengat sehingga merangsang udang/ikan laut untuk makan pakan ikan tersebut. dimana pada pakan buatan tersebut ditambahkan hormon yang bertujuan untuk mempercepat tingkat kematangan gonad. Histidine. Pigmen. dimana pada ikan hias yang dinikmati adalah keindahan warna tubuhnya sehingga dengan menambahkan pigmen tertentu kedalam pakan buatan akan memunculkan warna tubuh ikan hias yang indah sesuai dengan keinginan pembudidaya. Tryptophan. Dengan pemberian obat dalam pakan yang berarti pengobatan dilakukan secara oral mempermudah pembudidaya untuk menyembuhkan ikan yang sakit. Selain mengetahui jenis-jenis bahan baku yang akan digunakan untuk 250 . ikan kerapu adalah pembuatan pakan dalam bentuk pelet kolesterol. Methionine. Threonine. Ada banyak jenis hormon yang terdapat pada makhluk hidup. Penggunaan hormon dalam pakan buatan yang telah dicoba pada beberapa ikan antara lain ikan bandeng. astaxantin dan sebagainya. Antibiotik. kerang darah. cacing tanah atau sukrosa. Valine dan Leucine. Hormon. adalah suatu bahan yang dikeluarkan oleh kelenjar endokrin dan ditransportasikan melalui pembuluh darah ke jaringan lain dimana beraksi mengatur fungsi dari jaringan target. Jenis asam amino essensial tersebut adalah : arginine. Tetapi ada sumber bahan baku yang kandungan asam aminonya tidak mencukupi. Isoleucine.

41 KARBOHIDRAT % 28. JENIS BAHAN BAKU Dedak padi Dedak gandum Cantel Tepung terigu Tepung kedelai Tahu Tepung sagu Bungkil kelapa Biji kapok randu Biji kapas Tepung daun turi Tepung daun lamtoro Tepung daun singkong Tepung jagung Kanji PROTEIN % 11.54 251 .55 9.4.membuat pakan buatan harus mengetahui kandungan nutrisi dari bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan buatan.3 dan 6.99 13.6 7.69 74.82 34. Dari hasil analisa proximat akan diketahui kandungan zat gizi bahan baku yang meliputi : kadar air. 14.25 17. 3. 6.08 14.50 4. 12. 15.45 23.60 0. Kandungan Nutrisi Bahan Baku Nabati NO 1. 11.60 4.05 1. kadar abu.62 64.30 14.60 21.63 0.40 27. 4. Kandungan nutrisi bahan baku dapat diketahui dengan melakukan analisa proximat terhadap bahan baku tersebut.40 4.00 8. 2.09 27. 13. kadar lemak.40 19. 9.40 LEMAK % 12.50 1.30 4. 7.30 16.54 36. 10. Adapun komposisi kandungan nutrisi bahan baku dapat dilihat pada tabel 6.23 86.43 0.85 77. kadar serat kasar dan kadar bahan ekstra tanpa nitrogen (BETN).78 47. 8.15 1. kadar protein.73 5. 5. Tabel 6. 6.30 29.80 7.44 5.60 19.60 77.77 18.21 7.90 39.2.35 11.48 2.2 .

50 1.56 46.54 64 0 28. 12. 4.18 11.3 4.67 30.63 13. 10.86 8.12 3.45 18. 10.80 35. 2.45 0.1 2.76 60. 5. Kandungan Nutrisi Bahan Baku Hewani NO 1.92 252 .60 KARBOHIDRAT % 5.62 62.00 Tabel 6. 8.15 1.42 1.29 72.74 49.25 1. 3.20 23. 11.19 1.65 18.7 15.20 0.08 13.06 7.39 61. 6. 12.36 4.64 KARBOHIDRAT % 5.4.5 6.38 3. JENIS BAHAN BAKU Tepung ikan import Tepung rebon Benawa/kepiting Tepung ikan mujair Ikan teri kering Ikan petek kering Tepung kepiting Tepung cumi Tepung ikan kembung Rebon basah Tepung bekicot Tepung cacing tanah Tepung artemia Telur ayam/itik Susu PROTEIN % 62. 6.81 3. Kandungan Nutrisi Bahan Baku Limbah Pertanian NO 1.51 27. 14.0 53.70 52. 7.65 27.55 10.65 59.60 25.54 11.00 12.52 4.2 3.46 88. 15.40 23. 9.5 71.3 13. 5.6 63.30 29. 9.75 11.33 11.26 1.74 61.66 5.38 55. 8.7 53. 11. 7.20 5.3.45 45.00 LEMAK % 15.32 43. 3.21 40. JENIS BAHAN BAKU Isi perut hewan mamalia Tepung anak ayam Bungkil kelapa sawit Tepung kepala udang Tepung anak ayam Tepung kepompong ulat sutera Bungkil kacang tanah Tepung darah Silase ikan Ampas tahu Bekatul Tepung menir PROTEIN % 8.03 LEMAK % 53. 13.00 42.4 0.Tabel 6. 4. 2.37 54.

Bahan baku yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan jenis ikan yang akan mengkonsumsi pakan buatan tersebut.5) 253 . majalah dan sebagainya.Bagaimanakah anda melakukan penyiapan bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan buatan? Apakah bahan baku itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut diskusikan dan pelajari materi dalam buku ini atau mencari referensi lain dari buku. Jenis bahan baku yang akan digunakan untuk pembuatan pakan ikan laut biasanya berasal dari sumber hewani. larva dan benih ikan dapat dikelompokkan menjadi bahan baku hewani. Berdasarkan kebiasaan makan pada setiap jenis ikan maka jenis-jenis bahan baku yang akan digunakan untuk ikan karnivora atau herbivora/omnivora akan sangat berbeda dalam pemilihannya. Hal ini dikarenakan ikan-ikan laut merupakan organisme air yang bersifat karnivora yaitu organisme air yang makanan utamanya adalah berasal dari hewani dalam hal ini adalah ikanikan yang mempunyai ukuran tubuhnya lebih kecil dari yang mengkonsumsinya. nabati dan bahan tambahan. Jenis-jenis bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat pakan buatan untuk induk. internet. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Tacon (1988) dalam Millamena et al (2000) telah direkomendasikan penggunaan beberapa bahan baku yang dapat digunakan berdasarkan kebiasaan makan ikan (Tabel 6. Bahan baku adalah bahan yang akan digunakan untuk membuat pakan buatan.

Rekomendasi penggunaan bahan baku untuk pakan ikan dan udang dalam % (Tacon. didalam suatu usaha budidaya biasanya diberikan ikanikan rucah.6 .6. Kandungan nutrisi bahan baku yang biasa digunakan untuk membuat pakan buatan dapat dilihat pada Tabel 6.5. 1988) Jenis bahan baku Tepung Alfalfal Tepung darah Cassava/tepung tapioka Tepung kelapa Tepung biji jagung Tepung maizena Tepung biji kapas Penyulingan jagung Dicalsium phosphate Tepung bulu ayam Tepung ikan Konsentrat protein ikan Tepung giling Tepung hati Tepung daging dan tulang Tepung limbah peternakan Tepung minyak lobak Tepung kulit padi Tepung udang Tepung cumi Tepung gandum Tepung kedelai Tepung kedele penuh lemak Tepung terigu Biji gandum Tepung kanji Air dadih Yeast kering Ikan karnivora 5 10 15 15 20 15 15 10 3 10 Bebas 15 15 50 20 15 20 15 25 Bebas 20 25 35 20 15 15 10 15 Ikan herbivora/ omnivora 10 10 35 25 35 20 20 15 3 10 Bebas 10 25 50 25 20 25 35 25 Bebas 35 35 40 35 30 15 10 15 Udang karnivora 5 10 15 15 15 15 10 10 3 10 20 15 15 25 15 15 15 15 Bebas Bebas 15 20 20 20 15 20 10 15 Udang herbivora/ omnivora 10 10 25 25 20 15 15 3 10 35 15 25 20 20 20 20 35 Bebas Bebas 35 30 30 35 30 20 10 15 Ikan karnivora di alam akan memakan ikan yang lebih kecil ukurannya. 254 . Oleh karena itu pembuatan pakan buatan diharapkan mampu menggantikan kebutuhan ikan laut akan pakan. Pakan buatan untuk ikan laut bahan baku yang biasa digunakan antara lain dapat dilihat pada Tabel 6. Kontinuitas ikan rucah di alam sangat bergantung kepada ketersediaan alam.Tabel 6.

73 72.49 1.24 2.40 6.19 4.63 Kadar lemak 11.55 12.96 3.13 11.54 15.53 2.62 1.41 14.43 Kadar karbohidrat 7.11 1.25 8.00 63.32 12.02 Kadar abu 19.28 28.11 5.26 0.51 73.70 4.52 Kadar air 6.10 13.12 3.28 4.Tabel 6.16 12.70 Selain itu untuk menambah pengetahuan tentang jenis-jenis bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat pakan ikan.76 55.98 1.40 26.48 12.26 0. Philipina dapat dilihat pada Tabel 6.86 7.95 66.08 4. Jenis dan Kandungan nutrisi bahan baku ikan karnivora Jenis bahan Tepung mujair Tepung petek Tepung teri Tepung tongkol Tepung kembung Tepung cumi Tepung kepala udang Tepung kerang Tepung darah Tepung kedelai Tepung kanji Tepung beras Tepung sagu Tepung ketan Tepung dedak Tepung jagung Kadar protein 55.55 2. 255 .12 34.80 1.26 47.20 15.90 6.53 8.70 7. Aquaculture Departement.7.80 43.60 11.00 37.55 2.10 0.60 66.16 1.80 11.42 0.72 40.36 74.6.21 10.95 20. berdasarkan hasil analisa proksimat kandungan bahan baku pakan yang telah dilakukan pada laboratorium Southeast Asian Fisheries Development Center.45 1.80 5.25 8.24 66.80 8.10 7.50 13.34 9.10 6.60 10.36 2.96 1.26 13.56 93.20 18.21 83.71 Kadar serat kasar 0 17.60 31.10 4.

8 14.6 3.3 0.7 17.4 12.3 7.6 25.4 2.2 84.5 7.8 0.4 11.2 27.6 10.0 12.0 9.9 1.3 5.4 8.2 6.6 13.1 3.3 35.8 4.5 5. 2000). Hasil analisa proksimat bahan baku (Mllamena et al.9 8.3 15.2 1.1 70.8 4.3 0.3 3.1 1.5 8.7 5.0 18.2 29.1 8.7 67.8 0.6 78.6 5.3 11.6 5.5 0.0 7.8 9.5 5.0 19.0 23.8 62.9 Jenis bahan baku Abu Sumber Hewani Tepung ikan lokal Tepung ikan chili Tepung ikan danish Tepung ikan Peru 1 Tepung ikan Peru 2 Tepung ikan tuna Tepung ikan putih Tepung kepala udang Tepung udang Tepung cumi Tepung kepiting Tepung kodok Tepung darah Tepung daging & tulang Nabati Tepung daun akasia Tepung daun alfalfal Tepung daun camote Tepung daun cassava Tepung daun ipil Tepung daun kangkung Tepung malunggay Tepung daun pepaya Tepung copra Cowpea Mugbean hijau Mugbean kuning Butiran beras Tepung jagung Tepung tapioka Tepung roti Tepung terigu Tepung pollard Tepung biji gandum Tepung maizena Tepung beras Dedak Tepung jagung 10.8 1.5 9.2 1.6 4.1 1.9 4.5 74.6 1.9 65.7 22.7 3.4 11.2 17.9 81.7 10.5 7.3 3.2 8.7 0.1 11.9 1.4 10.0 4.0 51.8 25.3 67.9 68.7 1.3 9.3 7.6 83.0 7.0 59.8 5.Tabel 6.3 67.5 68.4 7.2 44.1 3.8 4.1 7.1 2.5 32.8 5.8 4.2 0.2 1.3 0.7 20.2 68.7 17.0 16.9 5.7 22.7 4.5 8.7 46.1 5.1 73.0 9.2 4.6 6.3 6.2 49.9 53.4 9.4 7.6 44.3 7.9 10.3 1.4 41.5 4.9 7.6 1.0 5.3 4.0 23.1 26.0 17.7.1 62.6 34.6 6.9 15.5 7.1 98.1 5.0 2.1 0.5 4.6 256 .7 4.9 43.4 7.8 0.4 27.5 41.2 12.4 7.8 5.7 8.0 21.0 43.2 3.7 1.2 13.4 4.9 9. Kadar air Kadar protein Kadar lemak Kadar serat kasar Bahan Ekstra Tanpa Nitrogen 8.4 2.6 43.8 3.9 5.0 13.4 20.4 5.5 8.2 7.6 6.3 9.5 87.0 8.2 6.5 8.8 6.3 8.8 29.9 9.1 3.7 3.1 4.8 0.6 64.2 24.1 64.3 8.1 25.8 10.1 16.9 5.7 5.2 7.1 0.0 25.3 16.5 6.8 0.3 3.6 10.7 42.1 64.0 7.5 12.1 28.0 8.6 33.5 30.4 69.9 20.1 9.3 0.1 0.7 14.9 12.7 3.1 2.0 9.7 4.7 42.3 7.6 13.

4 20.7 27.1 1.4 0.2 46.9 39.5 15.0 35.4 10.9 15. Oleh 257 .2 52.1 20.0 36.1 8.3 5. Seperti diketahui bahwa dari hasil analisa proksimat karbohidrat dibagi menjadi serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen.1 16.1 9.1 7.4 35.1 19.8 10.7 56.1 7.3 89. Sedangkan untuk menghitung energi yang digunakan adalah kadar karbohidrat.7 3.5 35.4 55.0 1.6 2.5 27.8 1.1 3.8 15.9 9.1 33.2 8.4 1.6 0.4 2.2 5.8 3.0 8.1 7.0 5.4 20.8 11.9 5.2 55.2 4.5 20.2 18.9 94.8 38.1 2.5 10.4 8.0 18.4 10.1 10.6 10.6 0.2 51.6 4.4 11.6 57.7 49.0 17.4 11. tetapi untuk mengetahui daya cerna setiap bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat pakan ikan adalah kadar serat kasar.7 34.2 28.6 9.4 8.1 0.8 15.9 1.0 8.7 0.4 8.3 12.7 23.8 30.3 12.4 0.2 7.7 0.9 0.9 3.6 0.2 11. Pada tabel sebelumnya telah diuraikan tentang kadar karbohidrat dari setiap bahan baku pakan untuk memudahkan dalam menghitung jumlah energi dalam setiap formulasi.5 2.Jenis bahan baku Kadar air Kadar protein Kadar lemak Kadar serat kasar Bahan Ekstra Tanpa Nitrogen Abu Sumber lainnya Casein Tepung kepiting Gelatin Tepung kerang hijau Tepung Oyster Tepung scallops Tepung snail Ragi Breewer Ragi Candida Pakan alami Acartia sp Artemia Azolla Brachionus sp Chaetoceros calcitran Chlorella air laut Isochrysis galbana Moina macrocopa Sargassum Skeletonema Spirulina Tetraselmis sp Digman Enteromorpha Gracilaria sp Kappaphycus sp 7.3 5.0 4.8 57.9 8.1 23.0 38.1 4.4 20.8 6.8 2.9 4.8 10.3 10.7 37.3 1.8 5.4 9.9 36.2 7.3 26.1 49.7 8.2 0.0 24.6 13.4 Hasil analisa proksimat dari setiap bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan perhitungan formulasi pakan.8 8.6 65.1 71.0 8.8 0.4 64.7 28.6 54.9 44.4 7.8 11.9 5.1 4.0 34.1 12.4 8.4 9.8 19.5 5.5 9.3 27.9 24.9 13.4 7.4 10.8 9.3 4.2 51.0 6.0 7.6 2.3 6.1 38.4 7.

Sumber karbohidrat biasanya dari nabati seperti jagung. Metode Work Sheet 6. Metode Aljabar 3. 2. kelapa sawit. Vitamin dan mineral. kacang tanah. Kandungan serat kasar kurang dari 8% akan menambah struktur pellet. minyak ikan • Nabati : jagung.karena itu pemahaman tentang bahan baku tersebut sangat penting. Pada bagian sebelumnya telah dibahas tentang jenis bahan baku dan kandungan gizinya selanjutnya adalah menyusun formulasi. Selain itu untuk mengetahui jenis-jenis bahan baku yang akan dipilih harus dilakukan perhitungan. Protein. Metode segi empat Pearsons Metoda segiempat kuadrat adalah suatu metode yang pertama kali 258 . Metode Linier (Program linier) 4. kandungan zat gizi dari bahan-bahan baku tersebut dan cara menyusun formulasi/ramuan pakan buatan barulah kita dapat membuat pakan buatan. Lemak. Metode coba-coba (Trial and Error) 5. kebutuhannya berkisar antara 20 – 30%. 5. terdiri dari serat kasar dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN). kacang kedelai Karbohidrat. untuk ikan laut lebih menyukai sumber protein diambil dari hewani. jika lebih dari 8% akan mengurangi kualitas pellet ikan. Sumber lemak/lipid biasanya adalah : • Hewani : lemak sapi. kebutuhannya berkisar antara 4-18%. kebutuhannya berkisar antara 2–5% Jumlah keseluruhan bahan baku dalam menyusun formulasi pakan ikan ini harus 100%. Ada beberapa metode yang digunakan dalam menyusun formulasi pakan antara lain adalah : 1. 4. Sumber protein dapat diperoleh dari hewani atau nabati tetapi 3. kebutuhannya berkisar antara 20 – 60%. PENYUSUNAN FORMULASI PAKAN Jenis bahan baku yang harus disiapkan sangat bergantung kepada jenis ikan yang akan mengkonsumsi pakan tersebut dan stadia pemberian pakannya. beras.2. ayam.1. Setelah mengetahui tentang jenis-jenis bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan. Perhitungan jumlah bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan tersebut dinamakan menyusun formulasi pakan.2. biji kapas. sagu dan lain-lain. Metode Pearsons Square (Metode segi empat Pearsons) 2. Pengetahuan yang harus dipahami dalam menyusun formulasi pakan ikan adalah kebutuhan ikan akan beberapa kandungan zat gizi antara lain adalah : 1. dedak. tapioka. kelinci. kelapa. tepung terigu. Untuk ikan-ikan laut biasanya kebutuhan protein cukup tinggi karena merupakan kelompok ikan karnivora yaitu berkisar antara 30 – 60%. 6.

36% Melakukan perhitungan rata-rata kandungan bahan baku dari protein basal dan protein suplemen dengan cara melakukan penjumlahan semua bahan baku yang berasal dari protein basal dan membagi dengan berapa macam jumlah bahan baku protein basal. Tepung Jagung 9.99% + 43.58%. kemudian nilai rata-rata bahan baku protein basal adalah 37. Dalam metode segi empat ini langkah pertama adalah melakukan pemilihan bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan.50% + 12. tepung terigu dan tepung kedelai. Pada bagian tengah kotak segi empat diletakkan nilai kandungan 259 . bahan-bahan pakan ikan ini terbagi atas dua bagian yaitu : • Protein Basal.68%. yaitu bahan baku pakan ikan.Bahan baku kelompok protein Basal : Dedak halus 15. . hewani dan limbah yang mempunyai kandungan protein kurang dari 20%.35% : 3 = 12. kemudian rata-rata bahan baku protein suplemen adalah 109. Dari contoh kasus diatas maka jumlah kadar protein basal dari ketiga bahan baku tersebut adalah 15. dedak halus.27% .35%.35%.27% = 37. Setelah bahan baku dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu protein basal dan protein suplemen maka langkah selanjutnya adalah membuat kotak segi empat. tahapan yang harus dilakukan antara lain adalah : • Mengelompokkan bahan baku yang telah dipilih berdasarkan • • kadar protein dari setiap bahan baku tersebut yaitu . Begitu juga dengan bahan baku suplemen dilakukan penjumlahan kadar protein suplemen kemudian dibagi dengan berapa macam jumlah bahan baku protein suplemen. Sedangkan jumlah kadar protein suplemen dari dua bahan baku tersebut adalah 62.99%. Metode ini ternyata dapat diadaptasi oleh para ahli pakan ikan dan digunakan untuk menyusun formulasi pakan ikan. Dalam menyusun formulasi pakan ikan dengan metode ini didasari pada pembagian kadar protein bahan-bahan pakan ikan.45%. Tepung terigu 12. baik yang berasal dari nabati. Maka dengan menggunakan metode segiempat ini. yaitu bahan baku pakan ikan. Disarankan untuk memilih bahan baku pembuatan pakan ikan ini tidak hanya dari satu sumber bahan saja tetapi menggunakan beberapa bahan baku dari sumber nabati.. Berdasarkan tingkat kandungan protein. • Protein Suplement.Bahan baku kelompok protein Suplemen: Tepung ikan 62. hewani dan limbah yang mempunyai kandungan protein lebih dari 20%. baik yang berasal dari nabati. Tepung kedelai 43.36% = 109. hewani atau limbah hasil pertanian.50%.35% : 2 = 54. tepung jagung.dibuat oleh ahli pakan ternak dalam menyusun pakan ternak yang bernama Pearsons. Misalnya kita akan membuat pakan ikan dengan kadar protein 35% dengan menggunakan bahan baku terdiri dari tepung ikan.58% + 9.

maka dapat dilihat pada gambar segiempat di bawah ini : 260 .45% . langkah selanjutnya adalah melakukan penjumlahan 22..68% Protein suplemen 54...68% 35% = 19.% Protein suplemen 54. Sedangkan untuk mengisi nilai pada segiempat sisi kanan pada bagian bawah adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein basal bahan baku dilakukan pengurangan antara kadar protein pakan dengan kadar protein bahan baku basal yaitu 35% ..68% • Setelah diperoleh nilai pada keempat sudut segiempat tersebut. .12.. Untuk mengisi nilai disebelah kanan segiempat bagian atas adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein suplemen maka nilai tersebut adalah melakukan pengurangan nilai Protein basal 12.protein pakan yang akan dibuat.% protein suplemen dengan kadar protein pakan yaitu 54.68%.45% = 22. Pada bagian atas kiri segiempat diletakkan nilai rat-rata kandungan protein basal dan pada bagian bawah kiri Protein basal12. 19....55%. maka dapat dilihat pada gambar segiempat dibawah ini adalah sebagai berikut ..68% • Lakukan perhitungan untuk mengisi kekosongan nilai pada sisi sebelah kanan segiempat dengan cara diagonal untuk setiap kandungan protein basal dan kandungan protein suplemen tersebut.45% segiempat diletakkan nilai ratarata kandungan protein suplemen.... Pada bagian tengah segiempat tersebut diletakkan kadar protein pakan ikan yang akan dibuat yaitu 35%.... ....55% nilai pada bagian sisi sebelah kanan.. lihat pada gambar dibawah ini .

36% X 15.60% : 3 = 15.82% = 12.91% -------------.50% X 12.7% 15.40% : 2 = 26.Protein basal 12.23% = 46.53% X 62.X 100% 42.55% = ---------.53% Protein Suplemen - - Dari hasil perhitungan langkah sebelumnya maka dihitung komposisi bahan yang akan digunakan pada dapat baku untuk Untuk membuktikan bahwa komposisi bahan baku yang dipergunakan untuk membuat pakan ikan mengandung kadar protein 35% yang berarti dalam satu kilogram pakan mengandung 350 gram protein dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut : Tepung ikan Tepung kedelai Dedak halus Tepung jagung Tepung terigu 26.53% 15.27% = 16.38% = 2.01% 261 .60% : 3 = 15.68% 22.7% 26.23% • Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan komposisi setiap bahan baku yang telah disusun dengan cara sebagai berikut : 19.40% membuat pakan sebagai berikut : - ikan adalah Komposisi bahan baku yang berasal protein suplemen adalah : Tepung ikan = 53.60% 22.23% = 53.60% : 3 = 15.53% Tepung terigu = 46.68% Protein suplemen 54.55% __________ + 42.68% Protein Basal = ---------.58% X 9.48% = 1.7% Komposisi bahan baku yang berasal dari protein basal adalah : Dedak halus = 46.99% X 46.40% : 2 = 26.53% 15.42% = 1.53% Tepung Jagung = 46.7% Tepung kedelai = 53.X 100% 42.+ 35.45% 19.

46%.46%.53% 15.01% 262 .22% Protein suplemen 54.Jika akan membuat pakan ikan sebanyak 100 kg maka komposisi bahan baku yang harus disiapkan adalah sebagai berikut : Tepung ikan Tepung kedelai Dedak halus Tepung jagung Tepung terigu 26.45% Pada bagian tengah segiempat tersebut diletakkan kadar protein pakan ikan yang telah ditambahkan menjadi 36.68% 24. Untuk mengisi nilai di sebelah kanan segiempat bagian atas adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein suplemen maka nilai tersebut adalah melakukan pengurangan nilai protein suplemen dengan kadar protein pakan yaitu 54. maka dapat dilihat pada gambar segiempat di bawah ini adalah sebagai berikut 18.53 kg = 15. Maka jumlah kadar protein dari bahan utama tersebut ditambahkan agar komposisi bahan baku dari pakan ikan tersebut memenuhi kebutuhan kadar protein pakan yang akan dibuat menjadi (35%) X 100% /96% = 36.53% X 100 kg X 100 kg X 100 kg X 100 kg X 100 kg = 26. Misalnya dalam komposisi bahan pakan tersebut akan ditambahkan vitamin sebanyak 2% dan mineral 2% maka jumlah bahan utama akan berkurang menjadi 100% .70 kg = 15.53 kg --------------.+ 99. Protein basal 12.70% 26. Maka komposisi bahan baku menjadi sebagai berikut .53% 15.68% .4% (2% + 2%) = 96%.22%.46% = 18.01%.12. Hal ini dilakukan karena vitamin dan mineral tidak mempunyai kandungan protein.46% .53 kg = 15.99 kg Jika dalam komposisi bahan baku pembuatan pakan ikan akan ditambahkan bahan tambahan maka jumlah bahan baku utama harus dikurangi dengan jumlah bahan tambahan yang akan digunakan.45% = 24.36.70 kg = 26. 70% 15. Sedangkan untuk mengisi nilai pada segiempat sisi kanan pada bagian bawah adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein basal bahan baku dilakukan pengurangan antara kadar protein pakan dengan kadar protein bahan baku basal yaitu 36.

45% sebelah kanan.42% : 3 = 13.01% __________ + 42.Setelah diperoleh nilai pada keempat sudut segiempat tersebut.42% : 3 = 13.58% : 2 7.58% : 2 27.23% Komposisi bahan baku yang berasal dari protein basal adalah: Dedak halus = 41.22% Protein suplemen 54.68% 24.81% Tepung terigu = 41.58% 42.29% 54.22% --------------.42% 42.X 96% = 41. langkah selanjutnya adalah melakukan penjumlahan nilai pada bagian sisi Protein basal 12.01% --------------.X 96% = 54.23% 24.81% Protein Suplemen = Dari hasil perhitungan pada langkah sebelumnya maka dapat dihitung komposisi bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan adalah sebagai berikut : .81% Tepung jagung = 41. maka dapat dilihat pada gambar segiempat di bawah ini: 18.23% Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan komposisi setiap bahan baku yang telah disusun dengan cara sebagai berikut : Protein Basal = 18.42% : 3 = 13.Komposisi bahan baku yang berasal protein suplemen adalah: Tepung ikan = = Tepung kedelai = = 54.29% 263 .

65%). Metode aljabar Metode aljabar merupakan suatu metode penyusunan formulasi yang didasari pada perhitungan matematika yang bahan bakunya dikelompokkan menjadi X dan Y.6516% = 2.29% Tepung kedelai 27.82% mendekati 35% X 62.29% 27. Metode substitusi adalah suatu metode mencari nilai x dan y dengan cara mengganti dengan beberapa persamaan sedangkan metode eliminasi adalah suatu metode mencari nilai x dan y dengan cara menghilangkan salah satu komponen dalam persamaan tersebut.+ 34.6945% -------------.2.81% Tepung terigu 13.81% Tepung jagung 13.27% Maka komposisi bahan baku pakan ikan menjadi : Tepung ikan 27.29% 13.81% yang berarti dalam satu kilogram pakan mengandung 350 gram protein dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut : = 17.99% X 46. tepung kedelai (kadar 264 . Contoh kasus menghitung formulasi pakan dengan menggunakan metode aljabar.36% X 15. X merupakan jumlah berat bahan baku dari kelompok sumber protein utama (protein suplement) dan Y merupakan jumlah berat kelompok sumber protein basal.1516% = 1.81% 13. Perhitungannya menggunakan rumus aljabar sehingga didapat formulasi pakan ikan sesuai dengan kebutuhan.58% X 9.81% Vitamin 2 % Mineral 2 % -------------+ 100% 6.50% X 12.19% = 12.2.29% Dedak halus 13.1320% = 1.Untuk membuktikan bahwa komposisi bahan baku yang dipergunakan untuk membuat pakan ikan mengandung kadar protein 35% Tepung ikan Tepung kedelai Dedak halus Tepung jagung Tepung terigu 27. jika akan dibuat pakan ikan dengan kadar protein 35% dari berbagai bahan baku antara lain adalah tepung ikan (kadar protein 62.81% 13. Pada persamaan aljabar dalam matematika ada dua metode yang digunakan dalam mencari nilai pada komponen X dan Y yaitu metode substitusi dan metode eliminasi.

29%).50%).+ 299.protein 39.03% dibagi 6 = 49.55%). Oleh karena itu dalam menggunakan Tepung ikan kadar protein Tepung kedelai kadar protein Ampas tahu kadar protein Tepung bekicot kadar protein metode aljabar rekomendasi penggunaan bahan baku dapat diterapkan sesuai dengan jenis ikan yang akan disusun formulasinya.Tepung kedelai kadar protein 39.60% 25.84% = 0.6% adalah 1 bagian .Ampas tahu kadar protein 25. Maka komposisi kelompok sumber bahan protein suplemen adalah sebagai berikut: .4984 Sedangkan untuk bahan baku sebagai kelompok protein basal adalah dedak halus dapat digunakan 2 kali lebih banyak dibandingkan dengan tepung jagung karen aselain harganya murah juga penggunaannya masih dapat lebih besar dari tepung jagung maka komposisi 265 .03% Rata-rata kadar protein dari kelompok sumber protein suplement adalah 299. Maka tahapan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : • Melakukan pengelompokkan bahan baku berdasarkan kadar proteinnya yang dibagi menjadi 2 kelompok.55% 54.30% = 39.Tepung ikan kadar protein 62.58% ------------.55% adalah1 bagian . Seperti dalam rekombinasi penggunaan bahan baku bahwa penggunaan bahan mempunyai batas optimum yang dapat digunakan untuk menyusun formulasi pakan. Misalnya dalam formulasi pakan ini ingin dibuat kandungan bahan baku yang berasal dari tepung ikan dan tepung bekicot sebagai sumber bahan baku hewani adalah 2 kali lebih banyak dari komposisi bahan baku lainnya. ampas tahu (kadar protein 25.65% 39.29% X2 X1 X1 X2 = 125.6%).29% adalah 2 bagian Maka dari komposisi kelompok bahan baku protein suplemen tersebut menjadi 6 bagian (2+1+1+2 bagian) maka rata-rata kadar protein dari kelompok ini menjadi : 62. tepung bekicot (kadar protein 54. padahal seperti kita ketahui ada kebutuhan bahan baku yang berbeda untuk setiap jenis ikan.58%) dan tepung jagung (kadar protein 9. Dalam metode aljabar dapat dibuat suatu formulasi pakan ikan yang sangat sesuai dengan kebutuhan ikan yang akan mengkonsumsi pakan ikan tersebut.60% = 25.65% adalah 2 bagian .55% = 108.Tepung bekicot kadar protein 54. Pada metode segiempat semua bahan baku dari kelompok protein basal dan kelompok protein suplemen dibuat sama. yaitu bahan baku protein suplemen dan bahan baku protein basal. dedak halus (kadar protein 15.

1355 Y = 100 (persamaan 2) Persamaan 1 dikalikan dengan nilai 0.4984 Y = 49.84 0.84 Persamaan 3 dikurangi dengan persamaan 2 maka hasilnya : 0.4984Y = 49.3629 Y = 14. Persamaan 2 adalah 0.50% --------.50% X 1 = 9.66% dibagi 3 = 13. Nilai x dan y ini dapat diperoleh dengan cara substitusi atau eliminasi.66% Rata-rata kadar protein dari kelompok sumber basal adalah 40.1355 Y = 35.4948 adalah rata-rata kadar protein dari kelompok protein suplemen. nilai 0.89 X = 59.4984 X + 0. Setelah mendapatkan dua buah persamaan maka langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan secara matematika dengan menggunakan metode aljabar untuk mencari nilai x dan y.50% adalah 1 bagian Maka dari komposisi kelompok bahan baku protein basal tersebut menjadi 3 bagian (2+1 bagian) maka rata-rata kadar protein dari kelompok ini menjadi : Dedak 15.4984 X + 0.1355 adalah rata-rata kadar protein kelompok protein basal.55% = 0.58% adalah 2 bagian Tepung jagung kadar protein 9. nilai .4948X + 0.84 0.4984 maka diperoleh persamaan 3 yaitu : 0.89 Setelah diperoleh nilai Y maka untuk mencari nilai X dengan cara memasukkan persamaan 1 sehingga diperoleh nilai X yaitu: X + Y = 100 X = 100 – Y X = 100 – 40. sedangkan nilai 35 adalah kadar protein pakan yang akan dibuat. Jagung 9.4948X + 0.00 0. seperti diketahui bahwa jumlah bahan baku yang akan digunakan untuk menyusun formulasi pakan adalah 100 %.84 Y = 14.58%X2 = 31.1355Y = 35.kelompok sumber bahan protein basal adalah sebagai berikut : Dedak halus kadar protein 15.16% T.1355 • Langkah selanjutnya menetapkan komponen X dan Y X adalah kelompok protein suplemen Y adalah kelompok protein basal sumber sumber • 0.11 266 Berdasarkan persamaan aljabar akan diperoleh dua persamaan yaitu : Persamaan 1 adalah X + Y = 100.+ 40. Secara eliminasi : X + Y = 100 (persamaan 1) 0.3629 = 40.4984 X + 0.

4948Y+0.3 X = 59.4948 (100–Y)+0.11% 59. maka jika nilai X dari persamaan 1 dimasukkan dalam persamaan 2 maka nilai Y akan diperoleh yaitu : 0.11% 59. Langkah selanjutnya adalah menghitung setiap komposisi bahan baku dari nilai X dan Y yang telah diperoleh pada tahap sebelumnya.14. • Komposisi bahan baku dari protein suplemen adalah sebagai berikut : Tepung ikan Tepung kedelai Ampas tahu Tepung bekicot 2/6 1/6 1/6 2/6 X X X X 59. dimana nilai X merupakan komposisi bahan dari protein suplemen dan nilai Y merupakan komposisi bahan dari protein basal.10% Komposisi bahan baku dari protein basal adalah sebagai berikut : Dedak halus Tepung jagung 2/3 1/3 X 40.3593 Y = Y = .48 0.3593 = 40.48 .1355 Y = 35 49.64% + 40.3 Setelah diperoleh nilai Y maka untuk mencari niali X dengan cara memasukkan persamaan 1 sehingga diperoleh nilai X yaitu: X + Y = 100 X = 100 – Y X = 100 – 40.11% 59.1355Y=35 – 49.85% 9.4948Y+0.48–0.70% + 59.0.89% = 27.4948 X + 0.7 Dari kedua metode dalam persamaan aljabar ini diperoleh nilai yang tidak terlalu berbeda sehingga dapat diperoleh nilai X dan nilai Y.1355 Y = 35 .85% 19.70% 9.11% = = = = 19.1355 Y = 35 (persamaan 2) Dari persamaan 1 dapat diperoleh persamaan X=100–Y.Secara substitusi : X + Y = 100 (persamaan 1) 0.89% = X 40.48 14.0.26% 13.90% 267 .

95% 19.3.26% 13.70% 9.50% = = = = = = 12.63% X X X X X X 62. misalnya akan dibuat pakan ikan dengan kadar protein 35% dengan menggunakan jenis bahan baku antara lain adalah tepung ikan (kadar protein 62.2.65% 39.69% 4.29% 15. tepung kedele (kadar protein 39.54% 10.34% 3. dedak halus (kadar protein 15.26% Berdasarkan perhitungan tersebut terbukti bahwa formulasi pakan dengan menggunakan metode aljabar dapat dengan mudah dibuat dengan kelebihan dapat menggunakan bahan baku sesuai dengan kebutuhan ikan atau kebiasaan makan ikan dan kebutuhan optimal pemakaian bahan baku.58% 9.65%). ampas tahu (25. 58%) dan tepung jagung (kadar protein 9.90% 2. Metode linier Metode Linier merupakan metode penyusunan formulasi pakan dengan menggunakan rumus matematika dan bisa dibuat programnya melalui komputer.55%).55% 54.Untuk membuktikan bahwa kadar protein pakan dari hasil perhitungan ini mempunyai kadar protein 35% dapat dilakukan pengecekan dengan cara menghitung sebagai berikut : Tepung ikan Tepung kedelai Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung 19. 6.29% + 35.60% 25. Metode ini dapat diterapkan jika pengetahuan komputer dan matematikanya cukup 268 .85% 9. Pada metode linier dengan melakukan perhitungan secara manual dengan menggunakan rumus matematika dapat dilakukan dengan cara : • Memilih jenis bahan baku yang akan digunakan dan dibuat suatu tabel dengan beberapa persamaan yang akan digunakan.5%).25% 1.70% 27. tepung bekicot (kadar protein 54. baik.59%).6%).

Σ X Σ X Y = n. 5. a + b.65 39.65) dibagi 100 = 39.29 15. Begitu seterusnya untuk setiap bahan baku yang digunakan sehingga diperoleh nilai seperti pada tabel di bawah ini : 269 .No. Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Σ • Nilai Y dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan linier. Jenis bahan baku n Kadar Protein (%) X 62.58 9.60 25. 6. Σ X a + b. 2. Σ X2 ΣY–bΣX a = n nΣXY–ΣXΣY b= n Σ X 2 – ( Σ X )2 Nilai X kuadrat dalam persen dapat dihitung dengan cara mengalikan nilai X pada kolom tersebut kemudian dibagi 100 maka nilai X dalam kuadrat untuk tepung ikan adalah (62.55 54.17 Jumlah bahan baku (%) Y ? ? ? ? ? ? 100% Nilai X kuadrat (Dalam persen) X2 ? ? ? ? ? ? ? Kadar protein yang diinginkan (%) XY ? ? ? ? ? ? 35% 1.65 X 62.25. 3. 4. yaitu : Y=a+bX Σ Y = n.50 207.

207. Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Σ • Dari persamaan linier tersebut kita dapat menghitung nilai a dan b sebagai koefisien yang akan dipergunakan untuk menghitung nilai Y dengan cara sebagai berikut : nΣXY–ΣXΣY b = n Σ X 2 – ( Σ X )2 6.68 6.19% 2. 94.44% .17 .17% b = 565. 35% .47 2. 5. Dari persamaan tersebut kemudian digunakan untuk menghitung nilai Y pada tabel 270 . 4.02. 3.83 b = 136.02 6.50 207.55 54.17 Jumlah bahan baku (%) Y ? ? ? ? ? ? 100% Nilai X kuadrat (Dalam persen) X2 39.0.02 X.25 15.53 29.17) 2 ΣY–bΣX a = n 100% .207.17% a = 6 100% .98 Setelah diperoleh nilai koefisien a dan b maka dapat dimasukkan dalam persamaan linier untuk mencari nilai Y yaitu Y = 15.90 94. 6.58 9. 100% b = 210% .429.4.14% a = 6 95. 2. Jenis bahan baku n Kadar Protein (%) X 62.24 – (207.86 a = 6 a = 15.25 b = 0.No.29 15. 207.43 0.24 Kadar protein yang diinginkan (%) XY ? ? ? ? ? ? 35% 1.98 + 0.60 25.65 39.

54% 1.23.65) = 15. 3.29 16.60 25. 6.47 2.65 39.58 9. Lakukan perhitungan untuk setiap bahan baku yang digunakan sehingga diperoleh nilai seperti pada Tabel dibawah ini : No.43 0.07 16.02 X 62.23 16.29 15. misalnya untuk bahan baku tepung ikan nilai Y nya adalah = 15.90 94.23 16.25 15.17 dibagi 100 maka hasilnya adalah 10.24 Kadar protein yang diinginkan (%) XY 10. Kadar Protein (%) X 62.68 6.90 94. • Setelah diperoleh nilai Y pada setiap bahan baku maka dapat dihitung nilai XY dengan cara mengalikan nilai X dengan nilai Y sehingga dapat diperoleh nilai XY untuk bahan baku tepung ikan adalah 62.24 Kadar protein yang diinginkan (%) XY ? ? ? ? ? ? 35% No.55 54.29 15.50 207.53 29.29 16.58 + 1.47 2. Jenis bahan baku n Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Σ Jumlah bahan baku (%) Y 17. 3.53 29.21% 9.65 39. 6.17 100% 1.17 lakukan perhitungan nilai Y untuk setiap bahan baku yang digunakan sehingga semua nilai Y pada setiap bahan baku dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Jumlah bahan baku (%) Y 17.77 16.55 54.49 17. 5.98 + (0.64% 4.43 0. 5. 4.58 9.diatas untuk setiap bahan baku yang digunakan.79%.253 = 17.25 15. 2. 4. Jenis bahan baku n Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Σ 1.77 16.49 17.50 207.27% 2. 2.54% 35% 271 .65 dikali dengan 17. Nilai X kuadrat (Dalam persen) X2 39.07 16.23 Kadar Protein (%) X 62.17 100% Nilai X kuadrat (Dalam persen) X2 39.60 25.79% 6.68 6.

6%).02% 6. Dalam metode ini maka si pembuat formula harus sudah mengetahui dan memahami kebutuhan bahan baku yang akan digunakan tersebut sesuai dengan kebutuhan ikan dan kebiasaan makan setiap jenis ikan serta kandungan optimal setiap bahan baku yang akan digunakan dalam formulasi tersebut.49% 17. ampas tahu (25. Misalnya dalam membuat pakan ikan untuk ikan Mas dengan kandungan protein 35% dengan bahan baku yang digunakan adalah tepung ikan (kadar protein 62. 58%) dan tepung jagung (kadar protein 9.65%). Metode Trial and Error (coba-coba) Metode coba-coba (Trial and Error) merupakan metode yang banyak digunakan oleh pembuat pakan skala kecil dimana metode ini relatif sangat mudah dalam membuat formulasi pakan ikan.2.23% 16.77% 16. Jika bahan baku yang dipilih untuk penyusunan formulasi sudah ditetapkan maka langkah selanjutnya adalah mengalikan antara jumlah bahan baku dengan kandungan protein bahan baku.5%). dedak halus (kadar protein 15. Langkah tersebut dilakukan sampai diperoleh kandungan protein pakan sesuai dengan yang diinginkan.55%).• Langkah selanjutnya adalah menyusun formulasi bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dengan kadar protein 35% dengan metode linier adalah sebagai berikut : Tepung ikan Tepung kedelai Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung 17. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyusun pakan ikan dengan metode coba-coba (Trial and error) adalah sebagai berikut : • Pilihlah bahan baku yang akan digunakan untuk menyusun pakan ikan dan susunlah berdasarkan kandungan protein pada setiap bahan baku tersebut. Metode ini prinsipnya adalah semua bahan baku yang akan digunakan harus berjumlah 100%. tepung kedele (kadar protein 39.4. tepung bekicot (kadar protein 54.07% 16.59%). Para peneliti yang menggunakan metode ini biasanya menggunakan rumus matematika biasa yang digunakan dalam persamaam kuadrat atau dengan menggunakan perkalian biasa atau menggunakan metode berat yaitu menghitung dengan cara mencoba dan mencoba lagi berdasarkan satuan berat. Untuk memudahkan maka dibuat tabel seperti dibawah ini : 272 .17% + 100.29% 16.

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung

Kadar protein bahan baku (%) 62,65 39,60 25,55 54,29 15,58 9,50

Jumlah bahan baku (%) ? ? ? ? ? ? 100%

Kadar protein bahan baku (%) ? ? ? ? ? ? 35%

Masukkan jumlah bahan baku yang akan digunakan dalam formulasi pakan sampai semua bahan baku yang digunakan berjumlah 100%. Dalam mengisi kolom jumlah bahan baku harus mempertimbangkan kadar protein bahan baku, jenis ikan yang akan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral Kadar protein bahan baku (%) 62,65 39,60 25,55 54,29 15,58 9,50 -

mengkonsumsi bahan baku, macam-macam bahan baku, harga dan kebutuhan optimal bahan baku untuk setiap jenis ikan berdasarkan kebiasaan makannya.

Jumlah bahan baku (%) 20 15 16 15 20 10 2 2 100%

Kadar protein bahan baku (%) ? ? ? ? ? ?

35%

Setelah jumlah bahan baku yang akan digunakan diletakkan pada kolom jumlah bahan baku maka langkah selanjutnya adalah menghitung kadar protein pada setiap bahan baku dengan cara

jumlah bahan baku yang akan digunakan dkalikan dengan kadar protein bahan baku. Misalnya untuk tepung ikan mempunyai kadar protein 62,55%, jika akan digunakan 273

sebanyak 20% dari total bahan baku maka kontribusi kadar protein dari tepung ikan adalah 20% dikali dengan 62,55% = No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral Kadar protein bahan baku (%) 62,65 39,60 25,55 54,29 15,58 9,50 -

12,51%. Lakukan perhitungan untuk semua bahan baku sehingga diperoleh nilai seperti dalam tabel dibawah ini. Jumlah bahan baku (%) 20 15 16 15 20 10 2 2 100% Kadar protein bahan baku (%) 12,51 5,94 4,09 8,14 3,12 0,95

35%

Setelah dimasukkan kedalam tabel tersebut lakukan penjumlahan dan dicek apakah jumlah kadar protein semua bahan baku tersebut sudah 35% . Jumlah kadar protein semua bahan baku itu adalah 12,51 + 5,94 + 4,09 + 8,14 + 3,12 + 0,95 = 34,75. dari hasil coba-coba tersebut baru diperoleh kadar protein semua bahan baku adalah 34,75%, padahal kadar protein pakan yang diinginkan

adalah 35% maka masih kekurangan kadar protein sebanyak 0,25%, maka dari bahan baku yang digunakan harus ditambahkan bahan baku yang kadar proteinnya tinggi dan mengurangi jumlah bahan baku yang kadar proteinnya rendah sampai benar-benar diperoleh nilai kadar protein sebesar 35%. Maka komposisi pakan ikan kadar 35% yang telah diperbaiki menjadi seperti tabel dibawah ini:

274

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral

Kadar protein bahan baku (%) 62,65 39,60 25,55 54,29 15,58 9,50 -

Jumlah bahan baku (%) 22 16 15 13 20 10 2 2 100%

Kadar protein bahan baku (%) 13,78 6,34 3,83 7,06 3,12 0,95 35,08%

Untuk melengkapi komposisi pakan dari keempat metode diatas sebaiknya dilakukan perhitungan nilai energi dari formulasi pakan tersebut. Formulasi pakan yang telah dibuat tersebut dapat memberikan pertumbuhan yang optimal pada ikan budidaya jika pakan yang dibuat tersebut mempunyai perbandingan/rasio protein energi berkisar antara 8 – 10. Nilai No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral

perbandingan antara protein dan energi (digestible energi) dapat dilakukan perhitungan. Adapun cara melakukan perhitungan adalah sebagai berikut : • Misalnya komposisi pakan yang telah diperoleh adalah dari hasil perhitungan seperti yang telah dilakukan dengan metode trial and error sebagai berikut : Jumlah bahan baku (%) 22 16 15 13 20 10 2 2 100% Kadar protein bahan baku (%) 13,78 6,34 3,83 7,06 3,12 0,95 35,08%

Kadar protein bahan baku (%) 62,65 39,60 25,55 54,29 15,58 9,50 -

275

Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan untuk kadar lemak dan karbohidrat dari No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral Kadar lemak bahan baku (%) 15,38 14,30 5,54 4,18 12,15 4,43 -

setiap bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan sebagai berikut : Jumlah bahan baku (%) 22 16 15 13 20 10 2 2 100% Kadar lemak bahan baku (%) 3,38 2,29 0,83 0,54 2,43 0,43 9,90%

Setelah itu lakukan perhitungan kadar karbohidrat bahan baku, karbohidrat dalam analisa proksimat merupakan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral Kadar karbohidrat bahan baku (%) 5,81 29,5 26,92 30,45 28,62 74,23 -

penjumlahan dari serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen.

Jumlah bahan baku (%) 22 16 15 13 20 10 2 2 100%

Kadar karbohidrat bahan baku (%) 1,28 4,72 4,04 3,96 5,72 7,42 27,14%

Dari hasil perhitungan diperoleh kandungan nutrisi dari formulasi pakan yang telah dibuat yaitu : Kadar protein : 35 %

Kadar Lemak : 9,9% Kadar Karbohidrat : 27,14%

276

Pada penjelasan tentang energi pada bab sebelumnya telah dijelaskan tentang nilai energi dari setiap bahan makanan dimana berdasarkan nilai Gross Energi (GE) diketahui 1 gram protein setara dengan 5,6 kkal/g, sedangkan untuk satu gram lemak adalah 9,4 kkal/g dan untuk satu gram karbohidrat adalah 4,1 kkal/g. Dengan berdasarkan nilai GE dapat dihitung nilai energi yang dapat dicerna oleh ikan yaitu 80% dari nilai GE maka 1 gram protein setara Protein Lemak Karbohidrat : : :

dengan 4,48 kkal/g, sedangkan untuk satu gram lemak adalah 7,52 kkal/g dan untuk satu gram karbohidrat adalah 3,28 kkal/g. Maka dalam komposisi pakan dengan kandungan protein 35% berarti dalam satu kilogram pakan terdapat 350 gram protein, 99 gram lemak dan 271,4 gram karbohidrat. Untuk memperoleh nilai jumlah energi dari formulasi pakan tersebut dilakukan penjumlahan nilai energi yang berasal dari protein, lemak dan karbohidrat yaitu :

350 gram X 4,48 kkal/gram = 1568,00 kkal 99 gram X 7,52 kkal/gram = 744,48 kkal 271,4 gram X 3,28 kkal/gram = 890,19 kkal + 3202,67 kkal

Maka protein energi ratio adalah 3202,67 dibagi 350 = 9,15.

Hal ini berarti dalam satu gram protein yang dihasilkan dari formulasi pakan tersebut diimbangi dengan energi sebesar 9,15 kkal, yang berarti energi yang diperoleh dari hasil perhitungan formulasi pakan tersebut sudah memenuhi kriteria kebutruhan ikan akan energi yaitu berkisar antara 8 – 10. 6.2.5. Metode worksheet Metode yang terakhir dan saat ini banyak digunakan oleh pembuat pakan adalah metode worksheet. Metode ini dapat menggunakan alat bantu komputer untuk menghitung jumlah bahan baku yang digunakan dengan membuat lembar kerja pada program microsoft excell. Data

kandungan nutrisi bahan baku dan jenis bahan baku yang akan digunakan dimasukkan dalam data tersebut dan berapa jumlah kebutuhan untuk setiap jenis bahan baku harus mengalikan antara persentase bahan baku yang digunakan dengan kandungan protein, lemak dan karbohidrat bahan baku, dengan program ini hanya membantu dalam perkalian antara kolom yang satu dengan kolam yang lainnya dengan program komputer. Prinsipnya adalah hampir sama dengan trial and error atau mau menggunakan metode apa saja untuk mengisi kolom jumlah bahan baku yang akan digunakan dimana pada metode ini perhitungan dapat dibantu dengan komputer. Metode ini dapat mempermudah para pembuat 277

formulasi untuk memperoleh formulasi pakan yang lengkap dengan kandungan energi dari formulasi pakan yang dibuat. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyusun formulasi pakan dengan metode worksheet adalah sebagai berikut : • Lakukan pemilihan terhadap jenis bahan baku yang akan digunakan dalam membuat pakan ikan. Misalnya akan dibuat pakan ikan Mas, ikan Mas ini merupakan salah satu jenis ikan berdasarkan kebiasaan makannya adalah ikan dari kelompok omnivora yaitu kelompok ikan pemakan segala. Oleh karena itu jenis bahan baku Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedelai Tepung keong mas Tepung terigu Tepung jagung Dedak Vitamin Mineral • Kadar protein (%) 65,8 35,8 52,8 15,3 7,8 13,3 Kadar lemak (%) 6,5 19,8 14,6 1,7 4,7 14,1 -

yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dapat bersumber dari hewani, nabati atau limbah hasil pertanian. Selain itu dengan menggunakan berbagai sumber bahan baku akan saling melengkapi kekurangan dan kelebihan zat nutrisi yang terkandung di dalam setiap bahan baku. Misalnya bahan baku yang akan digunakan adalah tepung ikan, tepung kedelai, tepung bekicot, tepung terigu, dedak, tepung jagung, vitamin dan mineral dengan komposisi zat nutrisi pada setiap bahan baku tersebut adalah seperti pada tabel dibawah ini. Kadar abu (%) 20,1 1,8 15,3 0,7 1,8 10,7 Kadar serat kasar (%) 0,8 4,9 0,7 0,8 2,6 8,5 Kadar BETN (%) 8,5 33,9 19,5 81,1 83,1 53,4 -

Dari tabel pada tahap sebelumnya tentukan terlebih dahulu jumlah setiap bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan mas dan kadar protein, lemak dan karbohidrat serta energi (kalori) pakan buatan yang akan dibuat. Misalnya kadar protein pakan adalah 35%, kadar lemak adalah

10% dan kadar karbohidrat kurang dari 40% dengan nilai energi (kalori) pakan buatan adalah 3500 sehingga ratio/perbandingan protein dan energi adalah 10. Buatlah perkiraan jumlah setiap bahan baku yang akan digunakan dengan cara menggunakan menggunakan 278

metode yang anda inginkan dan masukkan dalam kolom yang berisi jumlah bahan baku dan hitunglah kadar protein, lemak Jenis bahan baku Jumlah bahan baku (%) Kadar protein (%) 65,8 35,8 52,8 15,3 7,8 13,3 100 35

dan karbohidratnya. Adapun worksheet yang dibuat seperti tabel dibawah ini : Kadar lemak (%) 6,5 19,8 14,6 1,7 4,7 14,1 10 Kadar abu (%) 20,1 1,8 15,3 0,7 1,8 10,7 Kadar serat kasar (%) 0,8 4,9 0,7 0,8 2,6 8,5 Kadar BETN (%) 8,5 33,9 19,5 81,1 83,1 53,4 <40

Tepung ikan Tepung kedelai Tepung keong Tepung terigu Tepung jagung Dedak Vitamin Mineral Jumlah •

Langkah selanjutnya adalah menentukan jumlah bahan baku yang akan digunakan dan Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedelai Tepung keong Tepung terigu Tepung jagung Dedak Vitamin Mineral Jumlah Jumlah bahan baku (%) 20 15 10 10 15 25 2 3 100 Kadar protein (%) 65,8 35,8 52,8 15,3 7,8 13,3 35

dimasukkan dalam worksheet kedua seperti dibawah ini. Kadar lemak (%) 6,5 19,8 14,6 1,7 4,7 14,1 10 Kadar abu (%) 20,1 1,8 15,3 0,7 1,8 10,7 Kadar serat kasar (%) 0,8 4,9 0,7 0,8 2,6 8,5 Kadar BETN (%) 8,5 33,9 19,5 81,1 83,1 53,4 <40

Hitunglah kandungan protein, lemak, serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen dari perkiraan formulasi di atas

sampai dioeroleh nilai seperti yang diinginkan dengan menggunakan metode coba-coba atau sesuai keinginan pembuat formulasi. Dan letakkan hasil 279

perhitungannya pada bagian sudut kanan setiap kandungan Jumlah bahan baku (%) 20 15 10 10 15 25 2 3 100 Kadar protein (%) 65,8 13,16 35,8 5,37 52,8 5,28 15,3 1,53 7,8 1,17 13,3 3,33 30 29,84

nutrisi bahan baku worksheet dibawah ini : Kadar lemak (%) 6,5 1,3 19,8 2,97 14,6 0,14 1,7 0,17 4,7 0,71 14,1 3,53 10 8,11 Kadar abu (%) 20,1 1,8 15,3 0,7 1,8 10,7 Kadar serat kasar (%) 0,8 4,9 0,7 0,8 2,6 8,5 -

seperti

Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedelai Tepung keong Tepung terigu Tepung jagung Dedak Vitamin Mineral Jumlah

Kadar BETN (%) 8,5 0,17 33,9 5,09 19,5 1,95 81,1 8,11 83,1 12,47 53,4 13,35 <40 41,14

Dari hasil perhitungan dengan menggunakan bantuan komputer dengan program excell (misalnya kolom 2 dikalikan dengan kolom 3 dibagi 100) atau dengan menggunakan perhitungan matematika biasa dalam metode coba-coba dimana jumlah bahan baku dikalikan dengan kadar protein dibagi 100, begitu juga dengan kadar lemak dan karbohidrat (Bahan ekstrak tanpa nitrogen). Dari hasil perhitungan itu ternyata hasil yang diperoleh belum sesuai dengan keinginan penyusun pada awalnya maka harus dilakukan perhitungan

ulang sampai diperoleh nilai yang pas dengan rencana. Pada perhitungan tersebut diperoleh kadar protein yang kurang dari 35%, begitu juga dengan kadar lemak sedangkan karbohidratnya berlebih, maka dalam menghitung kebutuhan jumlah bahan baku selanjutnya harus ditambahkan bahan baku yang mempunyai kadar protein tinggi dan mengurangi bahan baku yang kandungan karbohidratnya tinggi. Oleh karena itu harus dibuat kembali worksheets selanjutnya seperti dibawah ini :

280

Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedelai Tepung keong Tepung terigu Tepung jagung Dedak Vitamin Mineral Jumlah

Jumlah bahan baku (%) 26 12 17 10 10 20 2 3 100

Kadar protein (%) 65,8 17,11 35,8 4,29 52,8 8,97 15,3 1,53 7,8 0,78 13,3 2,66 35 35, 34

Kadar lemak (%) 6,5 1,69 19,8 2,38 14,6 2,48 1,7 0,17 4,7 0,47 14,1 2,82 10 10,01

Kadar abu (%) 20,1 1,8 15,3 0,7 1,8 10,7 -

Kadar serat kasar (%) 0,8 4,9 0,7 0,8 2,6 8,5 -

Kadar BETN (%) 8,5 2,21 33,9 4,07 19,5 3,32 81,1 8,11 83,1 8,31 53,4 10,64 <40 36,66 sebagai

Setelah diperoleh kadar nutrisi bahan baku pakan sesuai dengan rencana langkah selanjutnya adalah menghitung nilai energi dari Protein Lemak Karbohidrat : : :

komposisi berikut :

bahan

baku

353,4 gram X 4,48 kkal/gram = 1583,23 kkal 100,1 gram X 7,52 kkal/gram = 752,75 kkal 366,6 gram X 3,28 kkal/gram = 1202,45 kkal + 3538,48 kkal

Maka protein energi ratio adalah 3538,48 dibagi 350 = 10,1 Hal ini berarti dalam satu gram protein yang dihasilkan dari formulasi pakan tersebut diimbangi dengan energi sebesar 10,1 kkal, yang berarti energi yang diperoleh dari hasil perhitungan formulasi pakan tersebut sudah memenuhi kriteria kebutuhan ikan akan energi yaitu berkisar antara 8 – 10.

281

6.3

PROSEDUR PEMBUATAN PAKAN

Setelah ditentukan komposisi bahan baku yang akan dibuat pakan buatan dengan menggunakan salah satu metode, langkah selanjutnya adalah melakukan pembuatan pakan ikan. Prosedur dalam pembutan pakan ikan dapat dikelompokkan berdasarkan skala usahanya yaitu: 1. Skala besar yaitu pembuatan pakan ikan secara besar/pabrikasi 2. Skala sedang yaitu pembuatan pakan untuk memenuhi kegiatan produksi dengan peralatan sedang 3. Skala kecil yaitu pembuatan pakan secara sederhana dengan menggunakan peralatan rumahtangga. Dalam proses pembuatan pakan ikan diperlukan beberapa peralatan baik untuk skala pabrikasi, sedang dan skala rumah tangga. Adapun peralatan yang digunakan dapat dikelompokkan menjadi : 1. Alat penepung (grinding) 2. Alat pencampur (mixing) 3. Alat pengukus / pemanas (steaming) 4. Alat pencetak (pelleting) 5. Alat pengering (drying) 6. Alat pengepak/pengemasan (packing) Alat penepung (Grinding) Alat penepung digunakan untuk membuat semua bahan baku yang akan digunakan berubah menjadi tepung. Seperti penjelasan

sebelumnya, sebelum membuat pakan diharuskan untuk memilih jenis-jenis bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan. Jenis-jenis bahan baku yang telah dipilih dan ditentukan jumlahnya berdasarkan hasil perhitungan formulasi pakan pada materi sebelumnya, selanjutnya dilakukan proses penepungan terhadap bahan-bahan baku tersebut. Bahan baku yang akan dibuat menjadi pakan buatan semuanya harus dalam bentuk tepung karena jika ada bahan baku yang tidak dalam bentuk tepung akan terjadi campuran bahan baku yang tidak homogen dan akan menyebabkan pakan yang akan dibuat tidak dapat menggumpal dengan baik. Penghalusan bahan baku sampai menjadi tepung ini menggunakan alat bantu penepungan . Penepungan bahan baku harus dilakukan agar proses pembuatan pakan sesuai prosedur. Bahan baku untuk pembuatan pakan buatan pada umumnya adalah bahan baku kering. Ukuran tepung untuk bahan baku pakan buatan dalam bentuk pellet sebaiknya berukuran kurang dari 0,6 mm, agar daya ikat antar partikel bahan baku lebih kuat sehingga tidak mudah larut dalam air. Untuk mendapatkan ukuran tepung yang diinginkan tersebut kita dapat mengatur saringan yang terdapat pada alat penepung dengan cara mengganti/menukar saringannya sesuai dengan yang diinginkan. Namun perlu diingat dalam menggunakan saringan pada alat penepung sebaiknya bertahap, yaitu saringan yang digunakan 282

1) dan hammer mill (Gambar 6.2). Gambar 6. kemudian bahan baku yang telah dihancurkan akan dilakukan proses penyaringan dalam peralatan ini secara langsung.2. Sedangkan hammer mill adalah alat penepung yang bekerja dengan cara prinsip palu yaitu memukul suatu bahan baku yang akan ditepung pada sistem saringan yang berfungsi sebagai lempengan plat yang akan terpukul semua bahan baku dan tersaring pada saringan tersebut. Disk mill . skala menengah atau skala rumah tangga. Hammer Mill Disc mill adalah alat penepung yang bekerja dengan cara berputarnya suatu pasangan piringan logam baja yang satu berputar sedangkan yang lainnya sebagai landasan.pertama kali harus saringan yang paling kasar sampai yang terakhir saringan yang paling halus atau ukuran saringan yang diinginkan. Ada dua jenis alat yang dapat digunakan untuk melakukan penepungan bahan baku. Disc mill dan hammer mill ini dibuat dengan berbagai macam kapasitas produksi bergantung pada keinginan pemakai alat ini bisa digunakan untuk skala pabrikasi .1. Hal ini perlu diperhatikan agar dalam proses penepungan tidak terjadi kemacetan pada mesin yang dapat mengakibatkan kerusakan mesin. Bahan baku yang akan ditepung berada pada dua kepingan logam tersebut. Kapasitas produksi 283 Gambar 6. Peralatan yang digunakan pada proses penepungan menggunakan saringan adalah menggunakan alat penepung disk mill (Gambar 6.

Proses pencampuran bahan baku menjadi suatu campuran yang homogen dapat dilakukan dengan menggunakan alat pencampur baik alat pencampur vertikal (Vertical mixer) (Gambar 6. Proses pencampuran bahan baku harus dilakukan dengan cara mencampur bahan baku yang jumlahnya paling sedikit kemudian secara bertahap ditambahkan jenis bahan baku lainnya yang jumlahnya semakin banyak. dilakukan proses pencampuran. Selanjutnya bahan baku yang telah ditimbang tersebut selesai. Alat pencampur Setelah penepungan bahan baku dilakukan terhadap semua jenis bahan baku yang akan digunakan untuk pembuatan pakan buatan adalah melakukan penimbangan ulang bahan baku sesuai dengan formulasi yang telah ditentukan sebelumnya. Hal ini bertujuan agar semua bahan baku tersebut dapat tercampur secara homogen.peralatan ini mulai dari 1kg perjam sampai satu ton perjam.4. Vertical mixer Gambar 6. Horizontal mixer Alat pemanas/pengukus Alat pemanas ini biasanya dilakukan jika dalam membuat pakan ikan menggunakan beberapa bahan baku yang mengandung zat antinutrisi. Gambar 6. Pemakaian jenis alat pencampur ini sangat bergantung kepada kapasitas produksi . Beberapa zat antinutrisi yang terdapat pada beberapa bahan baku pakan menurut 284 . Pencampuran bahan baku kering yang sempurna akan sangat berpengaruh terhadap kekompakan bahan baku tersebut jika sudah dicampur dengan air menjadi adonan dan siap dibentuk sesuai keinginan. Dimana dengan perlakuan pemanasan zat antinutrisi ini akan menjadi tidak aktif dan dapat meningkatkan pemakaian nutrien tersebut.4).3.3) maupun horizontal (horizontal mixer) (Gambar 6.

8. Zat antinutrisi ini misalnya pada bahan baku kedele mentah atau jenis-jenis legumes dapat mempengaruhi laju pencernaan bahan tersebut di dalam sistem pencernaan ikan. dipanaskan dan dimasak Dibuat larutan ekstrak Menambahkan garam besi atau phytase Dehulling Goitrogens Antivitamin D Antivitamin E Thiaminase Estrogens (isoflavon) Gossipol Tannin Cyanogens Mimosine Direndam dalam air selama 12 jam Daun direndam selama 24 jam Peroksida Phytates Penyimpanan yang jelek Tepung biji kapas. dan cara menghilangkan zat antinutrisi (Millamena et al.Millamena et al (2000) dapat dilihat pada Tabel 6. merusak sel hepatopankreas udang Mengikat protein dan vitamin Mengikat protein dan mineral dan mengurangi daya gunanya Bahan pakan Kedele dan berbagai legumes Kedele dan berbagai legumes Kedele dan berbagai legumes Kedele dan berbagai legumes Kedele dan berbagai legumes Ikan mentah kerang dan kedele Tanaman glycoside Tepung biji kapuk Kacang-kacangan dan legumes Daun singkong Daun ipil-ipil Perbaikan Pemanasan pada suhu 175-195oC atau dimasak selama 10 menit Merebus di dalam air/ dimasukkan dalam autoclave selama 30 menit Diuapkan dan atau dimasukkan dalam autoclave selama 10-30 menit Diautoclave atau direbus selama 30 menit Diautoclave Diautoclave. kedele dan legumes Penyimpanan diperbaiki Dehulling 285 .8. 2000) Zat antinutrisi Trypsin inhibitor Lectins Aksi merugikan Mengikat trypsin untuk membentuk senyawa inaktif Menghancurkan sel darah merah Menghambat penyerapan iodine kedalam kelanjar thyroid Mengikat vitamin D membuatnya tidak bermanfaat Mengurangi kontribusi vitamin E Merangsang penghancuran thiamin (Vit B1) Mengganggu reproduksi Mengikat phosphor dan beberapa protein Mengikat protein dan menghambat pencernaan trypsin Melepaskan racun asam hydrocyanic Mengganggu sintesis enzim pada hati. Tabel 6. Bahan baku pakan yang mengandung zat antinutrisi.

Alat pencetak Alat pencetak adalah alat yang digunakan untuk mencetak pakan buatan. Adapun langkah pengerjaan pakan ikan ini dilakukan dengan alur proses seperti Gambar dibawah ini (Gambar 6.6 ) Gambar 6. Alat pengiling daging 286 . Alat pencetak (pelleting) untuk skala rumah tangga dapat digunakan alat pengiling daging (Gambar 6. Panjang dan diameter pellet ini dapat diatur sesuai dengan kebutuhan (Gambar 6. sedangkan skala menengah dapat menggunakan alat pelleting (Gambar 6.6) dan skala besar/pabrikasi dengan menggunakan alat pelleting otomatis (gambar 6. Prosedur pembuatan pakan skala besar/pabrikasi Pada skala besar dimana biasanya menggunakan peralatan yang cukup canggih dan lengkap dengan skala produksi dapat mencapai 1-20 ton perhari.5.5).8).7). Bentuk pakan buatan yang biasa di buat adalah pakan kering dalam bentuk pellet dan ukuran pakannya disesuaikan dengan peruntukkan ikan. Bentuk alat pencetak ini sangat bergantung pada bentuk pakan buatan yang akan dicetak. Alat pengering Pada skala usaha rumahtangga alat yang digunakan untuk mengeringkan pakan buatan adalah sinar matahari atau oven biasa. Pada industri skala menengah biasanya menggunakan oven listrik sedangkan pada industri skala besar pakan buatan yang dibuatnya menggunakan alat pencetak yang lengkap dengan alat pemanas (steam) sehingga pellet yang dihasilkan sudah dalam bentuk pellet kering.

6. Setelah semua bahan baku menjadi tepung langkah kedua adalah melakukan pencampuran bahan baku (mixing). Bahan baku yang dibuat menjadi tepung adalah bahan baku dalam bentuk kering. Langkah selanjutnya adalah mecetak pellet menjadi bentuk pellet dengan ukuran yang telah ditentukan (pellleting). ukuran pellet ini berkisar antara 1 – 22 mm. Jika bahan baku masih dalam bentuk mentah maka dilakukan proses penepungan terlebih dahulu sampai semua jenis . sebelum bahan baku kering tersebut dilakukan pencampuran harus dilakukan penimbangan terlebih dahulu terhadap bahan baku tersebut sesuai dengan formulasi yang telah disusun sebelumnya. Alur proses pembuatan pakan skala pabrikasi Tahap awal dalam pabrik pakan skala pabrikasi dilakukan persiapan bahan baku dimana semua bahan baku di pabrik disimpan pada alat yang disebut silo (Gambar 6. Proses tahap awal ini biasa disebut milling. Silo Setiap bahan baku yang disimpan dalam silo ada yang sudah ditepung terlebih dahulu atau masih dalam bentuk bahan mentah.7.Gambar 6. bahan baku tersebut menjadi tepung. Pada skala pabrik 287 Gambar 6. Bahan-bahan tambahan seperti vitamin. mineral dan minyak sebagai sumber lipid biasanya ditambahkan setelah semua bahan tercampur sempurna (homogen) kemudian dibiarkan selama 15 menit.7).

Mesin yag digunakan untuk mengemas pakan ini dilakukan secara otomatis. transparan. sedangkan karung plastik anyaman merupakan pelindung agar kantong plastik tidak mudah bocor serta memudahkan dalam pengangkutan. sedangkan pada bagian dalamnya merupakan kantong plastik tipis dan transparan. Bagian kantong plastik itulah yang membuat pellet/pakan buatan terisolasi dari udara bebas. sehingga tidak terkontaminasi. mudah Bahan yang umum digunakan untuk mengemas pakan buatan antara lain adalah karung plastik anyaman untuk bagian luar sedangkan untuk bagian dilapisi kantong plastik tipis. Pada pengemasan skala pabrik semua alat pengemasan sudah terangkai menjadi satu pada saat pakan buatan masuk kedalam kantong kemasan langsung dilakukan penjahitan otomatis pada kemasan tersebut. pengemasan yang baik akan dapat meningkatkan daya simpan pakan buat semakin lama sebelum dijual dan tetap mempertahankan kualitas pakan buatan. Pengemasan pakan Pengemasan/pengepakan pakan buatan merupakan tahap akhir dari proses pembuatan pakan sebelum didistribusikan kepada konsumen. maka pakan buatan harus dikemas dengan rapi dan terisolasi dengan udara bebas. Dengan pengemasan yang benar akan sangat menentukan daya simpan pakan buatan . Kantong kertas semen ini merupakan bagian luar dari kantong kemasan. Dalam skala pabrikasi pellet yang telah tercetak biasanya langsung dikemas dalam prosesnya dibuat secara berangkai dengan proses pencetakan pellet. Pengemasan pakan buatan dapat dilakukan secara langsung dari proses pembuatan pakan. agar pakan buatan yang sudah kering sampai kadar airnya berkisar antara 10 – 12% sebelum dijual atau digunakan oleh konsumen dan tetap terjaga kadar airnya didalam kemasan sehingga pakan buatan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama dengan kualitas tetap terjaga. Tetapi pada beberapa perusahaan kecil proses pengemasan dilakukan secara manual dengan memasukkan pakan buatan kedalam kantong dan ditimbang beratnya secara manual.pellet yang telah tercetak akan langsung masuk kedalam mesin uap (steam) yang sudah terangkai secara pararel dengan peralatan pellleting. Oleh karena itu. Langkah terakhir dalam proses pembuatan pakan adalah pengemasan dan penyimpanan pakan. Jenis bahan kemasan yang lainnya adalah dari kertas semen yang dibuat seperti kantong dan biasanya digunakan untuk mengemas pakan yang mempunyai berat antara 5–10 kg. kemudian dilakukan penjahitan kantong kemasan dengan 288 . Dalam melakukan pengemasan pakan buatan dibutuhkan alat untuk memasukkan pakan langsung ke dalam kantong kemasan dan dilakukan penjahitan pada kantong bagian dalam dan bagian luar.

jika lebih dari 65% akan cepat merangsang pertumbuhan jamur dan serangga. Suhu ruangan penyimpanan pakan yang tinggi akan merusak dan mengurangi ketersediaan nutrient pakan. 2. Dalam menyimpan pakan buatan ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi stabilitas nutrient pakan yang disimpan antara lain adalah : 1. Kelembaban relatif ruangan penyimpanan pakan sebaiknya kurang dari 65%. sedangkan kemasan 25 kg – 50 kg biasanya digunakan untuk mengemas pakan buatan untuk ikan kelompok grower/pembesaran dan induk ikan. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat ruangan penyimpanan yang banyak terdapat ventilasi. Jumlah pakan buatan dalam setiap kantong kemasan berbeda mulai dari ukuran 5 kg perkemasan sampai 50 kg perkemasan. pakan buatan padaumumnya mengandung lemak. 4. Penyimpanan pakan Proses terakhir dari suatu usaha pembuatan pakan adalah penyimpanan. selama proses penyimpanan lemak yang terdapat didalam pakan jika ruangan tidak memenuhi syarat maka lemak yang terkandung didalam pakan akan mengakibatkan proses peroksidasi lemak terjadi dan pakan akan tengik dan bau busuk. Suhu ruangan yang ideal untuk menyimpan pakan adalah 20oC. Kadar air pakan yang akan disimpan sebaiknya tidak lebih dari 10% agar tidak diserang jamur dan serangga. 3. Supply oksigen di dalam ruangan penyimpanan harus mencukupi. Berdasarkan beberapa hal tersebut diatas maka dalam melakukan proses penyimpanan pakan buatan ada beberapa prosedur yang harus dilakukan dalam menyimpan pakan buatan dalam bentuk kering yaitu : 289 . Penyimpanan pakan buatan yang telah dibuat harus dilakukan dengan benar agar pakan yang telah dibuat tidak mengalami kemunduran mutu pakan. Ukuran kemasan 5 kg – 10 kg biasanya digunakan untuk mengemas pakan buatan untuk ikan dalam kelompok larva/benih. Kadar lemak dalam pakan. Dengan adanya ventilasi yang cukup akan terdapat pergantian udara yang cukup didalam ruangan penyimpanan yang akan mengakibatkan rendahnya suhu didalam ruangan. Pakan buatan yang dikemas dalam kemasan yang benar akan mempunyai daya simpan yang relatif lebih panjang daripada pakan yang tidak dikemas dengan benar. 5.menggunakan mesin jahit portable untuk plastik kemasan. Dengan tidak adanya udara bebas dalam kantong kemasan maka mikroorganisme perusak pakan buatan tidak dapat tumbuh sehingga pakan buatan yang dikemas dengan prosedur yang benar akan mampu disimpan dalam jangka waktu 90-100 hari.

Para pembudidaya ikan yang akan membuat pakan ikan biasanya menggunakan acuan seperti Tabel 6. Tumpukan kemasan pakan dalam tempat penyimpanan pakan sebaiknya tidak lebih dari enam tumpukan. Pencampuran adonan kering dan basah 7. Pencetakan (pelleting) 8. 290 .2. 2. Penyimpanan pakan buatan. dimana tahapannya dimulai dari : 1. Langkah pertama dilakukan pada saat sebelum menyusun formulasi pakan dan pemilihan bahan baku pada saat akan dilakukan proses pembuatan pakan adalah dengan memilih bahan baku yang bermutu agar pakan yang akan dibuat juga menghasilkan bentuk pakan yang sesuai. Prosedur pembuatan pakan skala menengah atau rumah tangga Proses rumah pembuatan pakan tangga dengan skala skala menengah tidak jauh berbeda. Pengayakan bahan baku (screening) 4. Kesepuluh tahapan prosedur pembuatan pakan ini harus dilakukan untuk memperoleh pakan buatan yang sesuai dengan keinginan. 4. Sebaiknya ruang penyimpanan pakan berhubungan langsung dengan sinar matahari. Ruang penyimpanan pakan harus bersih. Penepungan bahan baku (grinding) 3. Gunakan pakan yang diproduksi terlebih dahulu baru pakan yang diproduksi selanjutnya (First infirst out) 5. Jangan berjalan diatas tumpukan pakan. Lama penyimpanan pakan buatan didalam ruang penyimpanan sebaiknya tidak lebih dari tiga bulan. aman dan memiliki ventilasi yang baik. Bentuk pakan buatan yang akan dibuat mempunyai ukuran sesuai dengan kebutuhan ikan. Pengeringan pellet 9. kering. dan jarak palet yaitu kayu tempat meletakkan pakan dalam ruang penyimpanan berjarak 12 – 15 cm dari dasar lantai agar tidak terjadi kerusakan pakan yang ada didasar oleh serangga. kutu dan abu serta sirkulasi udara dari bawah cukup baik.1. Pemilihan bahan baku 2. Penimbangan bahan baku (weighing) 5. Kemasan pada pakan harus terdapat label pakan dan kandungan nutrisi yang terdapat pada pakan serta masa kadaluarsa pakan tertera pada kemasan (tanggal kadaluarsa pakan) 3. Pencampuran bahan baku (mixing) 6. hal ini dapat mengakibatkan rusak dan hancurnya pakan buatan. Pengemasan pellet 10.

0 2. 2000) Ukuran ikan (gram) < 0.0 7. Jika menggunakan alat pencampur mixer maka bahan baku yang dicampur kedalam alat tersebut adalah bahan baku kering.Tabel 6. Pada proses skala rumah tangga dapat dilakukan pencampuran bahan baku kering dan pencampuran bahan baku basah. Hal ini dilakukan jika bahan baku yang digunakan sebagai perekat misalnya kanji dan untuk meningkatkan tingkat kecernaan kanji tersebut dalam pakan ikan maka kanji tersebut dibuat adaonan basah yang terpisah dari bahan baku lainnya. Oleh karena itu harus dilakukan penyaringan semua jenis bahan baku tersebut dengan menggunakan saringan atau ayakan khusus tepung. Hal ini dilakukan agar semua bahan baku tersebut tercampur secara homogen. Saringan yang digunakan adalah saringan yang mempunyai ukuran khusus tepung. Untuk melihat apakah campuran 291 . Dengan cara melakukan pemanasan kanji dengan air seperti membuat lem (sebagai acuan dapat digunakan 50 gram kanji dimasak dalam 200 ml air untuk membuat adonan pakan sebanyak 1000 gram) sampai kanji tersebut lengket seperti jelli. Pada skala rumah tangga biasanya para pembudidaya membeli bahan baku dalam bentuk tepung tetapi ukuran tepungnya berbeda. Kemudian dilakukan pencampuran bahan baku dari mulai bahan baku yang paling sedikit sampai yang terbanyak.2.0 5.0 3.0 Panjang pakan (mm) 2–3 3–5 5 -7 Starter Grower Grower Finisher Finisher Setelah penyusunan bahan baku selesai dibuat langkah selanjutnya adalah melakukan penepungan setiap jenis bahan baku. minimal pencampuran dilakukan selama lima menit. Hal ini harus dilakukan pada semua bahan baku yang akan digunakan sampai ukuran partikel bahan baku tersebut semuanya sama. Bahan baku yang telah menjadi tepung selanjutnya dilakukan penimbangan sesuai dengan formulasi pakan yang telah dibuat sebelumnya dan diletakkan dalam wadah yang terpisah. Bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan semua harus dalam bentuk tepung dan semuanya harus berukuran sama. Acuan bentuk dan tipe pakan buatan untuk ikan budidaya (Millamena et al.Jika menggunakan adonan basah dalam membuat pakan ikan maka harus dilakukan pencampuran antara bahan kering dan bahan basah tersebut sampai benar-benar diperoleh campuran yang homogen.35 2–5 5 – 12 12 – 20 20 – 30 Tipe pakan Diameter pakan (mm) 1.

Setelah pakan buatan dicetak dan dikeringkan langkah selanjutnya adalah melakukan pengemasan dan penyimpanan pakan ikan seperti yang dilakukan pada skala pabrikasi. Jika menggunakan alat pengering hanya beberapa jam saja tergantung suhu pemanasan didalam oven sampai kadar air dalam pakan tersebut adalah kurang dari 10%.4. 6. Uji pakan secara fisik 3. UJI COBA PAKAN IKAN Pakan ikan yang akan digunakan oleh ikan budidaya harus dilakukan ujicoba terhadap pakan tersebut. Pakan buatan yang akan diberikan kepada ikan air ada berbagai macam bentuk antara lain adalah tepung. Jika anda bertujuan untuk menjual produk pakan ikan kepada masyarakat dan dilakukan sebagai suatu usaha produksi pakan ikan maka pakan ikan yang telah dibuat harus dilakukan uji coba terhadap pakan yang telah dibuat tersebut.tersebut benar-benar tercampur buatlah bentuk adonan tersebut bolabola dan adonana tersebut sudah tidak lengket ditangan. Proses selanjutnya setelah pakan buatan dicetak adalah melakukan pengeringan terhadap pakan yang telah dicetak.4.1 Uji Pakan secara Kimia Uji pakan ikan secara kimia dapat dilakukan jika memiliki peralatan analisa proximat yang lengkap. uji secara fisik dan uji secara biologis. Uji pakan secara kimia 2. Uji coba terhadap pakan ikan dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu : 1. Proses pengeringan dengan menggunakan sinar matahari bisa memakan waktu 2-3 hari jika sinar matahari bersinar sepanjang hari. Bentuk pellet ada berbagai macam ukuran mulai dari 1 mm sampai 5 mm sesuai dengan peruntukkannya. Uji coba pakan yang telah dibuat sebelum digunakan oleh ikan yang akan mengkonsumsi pakan tersebut adalah uji secara kimia. Hal ini bertujuan agar pakan yang dibuat mempunyai daya simpan lama dan proses pembusukan dihambat karena kadar air dalam bahan pakan sangat rendah. Oleh karena itu kita akan membahas dalam subbab selanjutnya tentang uji coba pakan ikan. Setelah dilakukan pencampuran bahan baku secara homogen langkah selanjutnya adalah membuat pakan buatan sesuai dengan bentuk pakan buatan yang ditentukan. Uji pakan secara biologi 6. remahan dan pellet. Hal ini dilakukan agar pakan yang akan digunakan tersebut memberikan hasil yang optimal sesuai dengan standar produk pakan ikan. Pada uji secara kimia bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi pada pakan buatan yang telah dibuat 292 . Pakan tersebut kemudian dikeringkan dengan menggunakan alat pengering atau dengan menggunakan sumber panas alami yaitu sinar matahari. Pengujian tersebut sebaiknya dilakukan untuk mendapatkan validitas data uji coba terhadap pakan buatan yang akan digunakan.

Uji coba ini sangat berguna bagi konsumen dan juga sebagai pengawasan mutu pakan yang diproduksi. Hal ini sangat penting karena pakan buatan tidak langsung dikonsumsi oleh ikan setelah diproduksi tetapi disimpan beberapa saat. Cara ini adalah dengan menentukan kadarN-nya kemudian mengalikan dengan protein 6.8. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 6. Uji pakan secara kimia meliputi : 1. 293 .25. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 6. Uji kadar protein. kadar protein pellet yang dibuat harus benarbenar disesuaikan dengan ukuran ikan dan jenis ikan yang akan mengkonsumsi pakan tersebut.8.9.pakan sesuai dengan formulasi pakan yang disusun. Prinsip pengujian kadar protein di laboratorium adalah dengan menggunakan cara Kyeldahl yaitu menentukan kadar protein secara tidak langsung. Peralatan yang digunakan untuk melakukan uji kadar air adalah oven dan peralatan gelas. Gambar 6. Prinsip pengujian kadar air dilaboratorium adalah bahan makanan (pellet) dipanaskan pada suhu 105 – 110oC. kadar air yang baik untuk pellet/pakan buatan adalah kurang dari 12%. Peralatan yang digunakan untuk mengukur kadar protein pakan ikan dengan peralatan semi mikrokjeldahl . Uji kadar air. dengan pemanasan tersebut maka air akan menguap. Alat pengukur kadar air 2.

kadar lemk dalam pakan buatan menurut hasil penelitian sebaiknya kurang dari 8%.Gambar 6. Peralatan pengukuran kadar lemak 294 . Prinsip pengujian kadar lemak adalah bahan makanan akan larut di dalam petrelium eter disebut lemak kasar. Hal ini dikarenakan jika kadar lemak dalam pakan tinggi akan mempercepat proses ketengikan pakan buatan. Uji inimenggunakan alat yang disebut Soxhlet.10.9. Uji kadar lemak.10. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 6. Peralatan pengukuran kadar protein 3. Gambar 6.

11. Pada suhu tersebut semua bahan organik akan menguap dan yang tertinggal hanya bahan anorganik yaitu abu. Peralatan untuk melakuakn pengukuaran kadar abu dilakukan dengan menggunakan tanur listrik. Gambar 6. Peralatan yang digunakan untuk melakukan pengukuran kadar serat kasar adalah peralatan soxlet ditambah dengan peralatan lainnya. jika kadar abu tinggi dalam pakan buatan berarti pakan buatan tersebut tidak akan memberikan pertumbuhan yang baik untuk ikan. Kadar abu ini merupakan bahan anorganik. Untuk 295 . Prinsip pengujian kadar serat kasar adalah menentukan zat organik yang tidak larut dalam asam kuat dan basa kuat dan disertai pemanasan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 6. Kadar Serat kasar. Kandungan serat kasar yang terlalu tinggi pada pakan buatan akan mempengaruhi data cerna dan penyerapan didalam alat pencernaan ikan. Peralatan pengukuran kadar serat kasar 5.4. Prinsip pengujian kadar abu ini adalah bahan makanan dilakukan pemanasan didalam tanur listrik yang bersuhu 600oC. kadar abu dalam pakan buatan sebaiknya kurang dari 12%.11. Serat kasar ini diperlukan untuk menambah baik srtuktur pellet. kadar serat kasardalam pakan buatan menurut hasil penelitian sebaiknya adalah kurang dari 7%. Kadar abu.

Cawan dipanaskan dalam oven pada suhu 105 – 110o C selama 1jam. Peralatan pengukuran kadar abu. 4. Adapun prosedur yang dapat dilakukan dalam melakukan uji coba secara kimia yang disebut dengan melakukan uji analisa proksimat dapat menggunakan beberapa metode. dinginkan dalam eksikator dan timbang. . lakukan pemanasan kembali dalam oven selama 30 menit.02 gram). Dibawah ini akan diuraikan beberapa metode yang dapat dilakukan dalam melakukan pengukuran beberapa parameter uji kimia pakan ikan. Cawan dan bahan dipanaskan dalam oven selama 4 – 6 jam pada suhu 105 – 110o C. Adapun prosedur yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : Pengukuran Kadar Air Pengukuran kadar air pakan ikan atau bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dapat dilakukan dengan cara pemanasan yang biasa disebut dengan Metode Gravimetri. Timbang bahan/contoh yang telah dihaluskan sebanyak 2 – 3 gram (a) lalu dimasukkan kedalam cawan X1 . Peralatan : Botol timbang bertutup/cawan Dessiccator/Eksikator Oven Neraca analitik Langkah Kerja 1 : 1. dinginkan dalam eksikator selama 10 menit dan ditimbang (x1).lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 6.12. Prinsip : Air akan menguap seluruhnya jika bahan makanan dipanaskan pada suhu 105–110 oC. lakukan hal tersebut sampai tercapai berat yang konstan (selisih penimbangan berturutturut kurang dari 0.12. Hitunglah persentase kadar air bahan yang dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut : (X1 + a) . dengan menggunakan pengukuran dengan SNI yang merupakan suatu 296 Gambar 6. 2. 3. dinginkan dalam eksikator kemudian timbang.X2 Kadar air (%) = X100% a Prosedur pengukuran kadar air dapat dilakukan berdasarkan prrosedur Standar Nasional Indonesia (SNI).

Dinginkan dalam eksikator selama 15 menit dan timbang cawan dan abu tersebut (X2). 3. Prinsip : Bahan makanan jika dilakukan pemanasan didalam tanur listrik yang bersuhu 600o C. 4. agar oksigen bisa masuk) 3. Oleh karena itu bagi para penguji yang laboratoriumnya telah mendapatkan sertifikat ini akan menggunakan prosedur pengujian dengan prosedur SNI. lalu abukan dalam tanur listrik pada suhu maksimum 550o C sampai pengabuan sempurna (sekali-kali pintu tanur dibuka sedikit. maka zatzat organik akan diuraikan menjadi air dan CO2 yang tertinggal hanya bahan anorganik yaitu abu. Masukkan cawan dan bahan kedalam oven pengabuan/tanur dengan cara dipanaskan dengan suhu 550 – 600 o C sampai menjadi abu dan berwarna putih (selama 3 – 6 jam). Timbang bahan/contoh yang kering sebanyak 2 – 3 gram (a) lalu masukkan ke dalam cawan X1. 2. Dinginkan dalam eksikator 4. Timbang dengan seksama 1-2 g cuplikan pada sebuah botol timbang bertutup yang sudah diketahui bobotnya (W1). . 5. dinginkan dalam eksikator selama 10 menit dan ditimbang (X1). Hitunglah persentase kadar abu bahan yang dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut : Kadar Abu (%) = X2 – X1 a Langkah kerja SNI : 1. Dinginkan dalam eksikator. lalu timbang sampai bobot tetap 297 X 100% Pengukuran kadar abu pakan ikan atau bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dapat dilakukan dengan cara pemanasan yang biasa disebut dengan Metode Gravimetri. Keringkan pada oven suhu 105oC selama 3 jam 3. Arangkan di atas nyala pembakar. Langkah Kerja SNI : 1. 2. Timbang (W). Timbang dengan seksama 2-3 g contoh kedalam cawan porselen yang telah diketahui bobotnya 2.standar dalam melakukan pengukuran yang telah diakreditasi secara internasional yang disebut dengan ISO 17025 mengenai Internasional Standar Operational untuk kegiatan laboratorium. ulangi pekerjaan ini hingga diperoleh bobot tetap Perhitungan : W Kadar air = X 100% W1 Pengukuran Kadar Abu Peralatan : Cawan porselen Tanur listrik Neraca analitik Dessicator/eksikator Langkah Kerja 1 : 1. Cawan dipanaskan dalam oven pada suhu 105 – 110 o C selama 1jam.

Metode soxlet digunakan jika bahan baku pakan atau pakan ikan mengandung kadar lemak yang relatif tidak terlalu banyak. dan jika kadar lemak dalam bahan pakan atau pakan ikan cukup banyak maka bahan pakan dan pakan itu harus dilakukan hidrolisis terlebih dahulu dan metode yang digunakan adalah metode weibull. 7. 3. 5. atau ekstraksi lemak bebas dengan pelarut non polar Peralatan : Kertas saring Labu lemak Alat soxhlet Pemanas listrik Oven Neraca analitik Kapas bebas lemak X 100% Pereaksi : hexane atau pelarut lemak lainnya Langkah kerja 1 : 1. 4. Pemanasan ini berlangsung selama 2 – 4 jam. Pasanglah tabung ekstraksi pada alat destilasi Soxhlet dengan pelarut petroleum ether/ petroleum benzena/hexana sebanyak 150 ml yang dimasukkan kedalam soxhlet sampai kertas saring tersebut terendam dan sisa larutan dimasukkan kedalam labu. Prinsip : Bahan makanan yang larut di dalam petrelium eter. Lepaskan labu dari soxhlet dan tetap dipanaskan di atas water bath untuk menguapkan semua petroleum ether dari cawan labu. Masukkan selongsong kertas filter kedalam tabung ekstraksi dan diberi pemberat serta dihubungkan dengan kondensor/pendingin . Panaskan cawan labu dalam oven pada suhu 105–110o C selama satu jam. apabila setelah 4 jam ekstraksi belum sempurna pemanasan dapat dilanjutkan selama 2 jam lagi. Cawan labu dipanaskan dalam oven pada suhu 105 – 110 oC selama 15 –60 menit. 2. 6. Timbang bahan/contoh sebanyak 2 – 5 gram (bahan sebaiknya dalam bentuk halus dan kering). dinginkan dalam eksikator selama 10 menit dan timbang (X1). kemudian didinginkan dalam eksikator 298 . dan dibungkus dengan kertas saring/kertas filter dalam bentuk silinder (a).Perhitungan : W1 – W2 Kadar abu = W W : Bobot contoh sebelum diabukan dalam gram W1 : Bobot contoh + cawan sesudah diabukan dalam gram W2 : Bobot cawan kosong dalam gram Pengukuran Kadar Lemak Pengukuran kadar lemak pakan ikan atau bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dapat dilakukan dengan menggunakan metode Soxhlet dan metode Weibull. Panaskan cawan labu yang dihubungkan dengan soxhlet di atas water bath sampai cairan dalam soxhlet terlihat bening.

ekstrak dengan heksana atau pelarut lemak lainnya selama lebih kurang 6 jam 4. Tambah 30 ml HCl 25% dan 20 ml air serta beberapa butir batu didih 3. Ulangi prosedur ini sampai diperoleh berat yang stabil (X2). Dinginkan dan timbang 6. keringkan dalam oven pada suhu tidak lebih dari 80 oC selama lebih kurang satu jam. n-Heksana atau pelarut lemak lainnya Langkah kerja SNI . X2 – X1 a Langkah kerja SNI : 1. Keringkan kertas saring berikut isinya pada suhu 100 – 105 oC. kertas lakmus. Sulingkan heksana dan keringkan ekstrak lemak dalam oven pengering pada suhu 105oC 5. 7. Timbang seksama 1-2 g cuplikan ke dalam gelas piala 2. Ulangi pengeringan ini hingga tercapai bobot tetap Perhitungan : W – W1 % Lemak = W2 W : W1 : bobot contoh dalam gram bobot lemak sebelum ekstraksi dalam gram X 100% W2 : bobot labu lemak sesudah ekstraksi Pengukuran Kadar Lemak dengan Metode Weibull Prinsip : ekstraksi lemak dengan pelarut non polar setelah contoh dihidrolisis dalam suasana asam untuk membebaskan lemak yang terikat. Hitunglah persentase kadar lemak bahan/contoh dengan persamaan sebagai berikut . Tutup gelas dengan kaca arloji dan didihkan selama 15 menit 4. Masukkan ke dalam kertas saring pembungkus (paper thimble) dan ekstrak dengan heksana atau pelarut lemak lainnya 2 – 3 jam pada suhu lebih kurang 80 oC. Peralatan : Kertas saring Kertas saring pembungkus (Thimle) Labu lemak Alat Soxhlet Neraca Analitik Pereaksi : larutan HCl 25%. Saring dengan keadaan panas dan cuci dengan air panas hingga tidak bereaksi asam lagi 5. Timbang seksama 1-2 g contoh. 1.selama 10 menit dan ditimbang. 6. 8. Sulingkan larutan heksana atau pelarut lemak lainnya dan 299 Kadar Lemak (%)= X 100% . masukkan kedalam selongsong kertas yang dialasi dengan kapas 2. kemudian masukkan ke dalam alat soxhlet yang telah dihubungkan dengan labu lemak berisi batu didih yang telah dikeringkan dan telah diketahui bobotnya 3. Sumbat selongsong kertas berisi contoh tersebut dengan kapas.

Dinginkan dan timbang 9. 2. Masukkan 0. Tabung dipanaskan hingga larutan di dalam tabung berubah warna menjadi hijau bening. Lakukan prosedur yang sama pada blanko. masukkan H2SO4 0. langkah kerjanya: 1. Hasil destruksi dititrasi dengan NaOH 0. Ulangi proses pengeringan ini hingga tercapai bobot tetap Perhitungan : W1 – W2 Kadar lemak = W W : W1 : W2 : bobot cuplikan dalam gram bobot labu lemak sesudah ekstraksi dalam gram bobot labu lemak sebelum ekstraksi dalam gram X 100% Pemanas listrik/pembakar Neraca analitik Tahap Oksidasi. Tambahkan NaOH 0. 2. Senyawa nitrogen diubah menjadi amonium sulfat oleh H2SO4 pekat. Tahap Titrasi 1. 3. 3.5 – 1 gram bahan/contoh (a). langkah kerjanya . Encerkan dengan akuades sampai larutan menjadi 100 ml. Masukkan 5 ml larutan hasil oksidasike dalam cawan labu kjeldahl. amoniak yang dibebaskan diikat dengan asam borat dan kemudian dititar dengan larutan baku asam. kemudian di dinginkan. Peralatan : Labu kjeldhal Alat penyulingan kelengkapannya dan 0.05 N sebanyak 10 ml.keringkan ekstrak lemak pada suhu 100 – 105 oC. 1.0007 X 6. 3.25. 8. Siapkan Erlenmeyer.25 X 20 X (titran blanko-titran sampel) Kadar Protein (%) = a X 100% 300 .05 N sebanyak 10 ml dan tambahkan 2 – 3 tetes larutan indikator (metyl red/methylen blue). Perhitungan kadar protein diperoleh dari persamaan sebagai berikut : Pengukuran Kadar Protein dengan Metode Kjeldahl Prinsip : Menentukan kadar protein secara tidak langsung. Tahap Destruksi.05 N 2. 3 gram katalis ( K2SO4 + CuSO4) dan 10 ml H2SO4 kedalam tabung Kjeldahl. dengan cara menentukan kadar N nya kemudian dikalikan dengan faktor protein 6. Amonium Sulfat yang terbentuk diuraikan dengan NaOH. kemudian didestruksi selam 10 menit. Volume titran yang digunakan dicatat.

Larutan Natrium Hidroksida NaOH 30%. destilat ditampung dalam erlenmeyer yang berisi 100 ml HCl 0. Kelebihan HCl 0. 7.008 (ml NaOH blanko – ml NaOH contoh) Kadar Nitrogen (%)= Gram contoh X 10 Kadar Protein (%) = Kadar Nitrogen X faktor konversi Pengukuran Kadar Protein Metode SNI Pereaksi : 1. Larutan asam klorida. Lakukan langkah 1 dan 2 untuk perlakuan blanko. kalau destruksi sukar dilakukan perlu ditambah katalis CuSO4 sebanyak 6 gram dan digoyang. mula-mula dengan api kecil dan setelah asap hilang api dibesarkan. 2. 4.1 N) samapi larutan berwarna pink. Timbang bahan sebanyak 2 – 5 gram yang telah ditumbuk halus dan masukkan kedalam labu kjeldahl. 4. catat volume titran. Setelah dingin pindahkan kedalam botol bertutup gelas. 6. Larutan asam borat H3BO3 2 %. larutkan 150 gram 301 . Destilasi diakhiri setelah volume destilat 150 ml atau setelah destilat yang keluar tidak bersifat basa. pasanglah labu kjeldahl dengan segera pada alat destilasi.1 % dan larutan merah metil 0.1 N yang sudah diberi indikator phenolphtalein 1% 2 – 5 tetes. Hitunglah kadar protein bahan dengan persamaan sebagai berikut : X N NaOH X 14. Setelah labu kjeldahl beserta cairannya menjadi dingin. Kemudian dipanaskan pada pemanas listrik atau api bunsen dalam almari asanm. Indikator campuran.5 gr serbuk SeO2.1 N dalam destilat dititrasi dengan larutan basa standar (larutan NaOH 0. 3. 2. Campur 500 ml asam borat dengan 5 ml indikator. pemanasan diakhiri setelah cairan menjadi jernih tidak berwarna.1 % dalam alkohol 95 % secara terpisah. 3. larutkan 10 gr H3BO3 dalam 500 ml air suling. Panaskan labu kjeldahl sampai amonia menguap semua. tambahkan 200 ml aquades dan 75 ml larutan NaOH 40-45% sampai larutan menjadi basa. siapkan latutan bromcresol green 0. Campur 10 ml bromcresol green dengan 2 ml merah metil. tambahkan 10 gram K2S atau Na2SO4 anhidrat dan 15 – 25 ml H2SO4 pekat.01 N 5. campuran 2. Campuran selen. 5.Pengukuran Kadar Metode Gunning Langkah kerja : Protein 1. 100 gr K2SO4 dan 20 gr CuSO4 5 H2O. HCL 0.

simpan dalam botol bertutup karet. Panaskan diatas pemanas listrik atau api pembakar sampai mendidih dan larutan menjadi jernih kehijau-hijauan (sekitar 2 jam) 4. masukkan ke dalam labu Kjeldahl 100 ml 2.25 faktor pengenceran Peralatan : Neraca analitik Pendingin Corong Buchner Pompa vakum Pereaksi : Asam sulfat H2SO4 1. Biarkan dingin. 8.01 N yang dipergunakan penitaran contoh volume HCl yang dipergunkan penitaran blanko normalitas HCl faktor konversi untuk protein 6. 7. tambahkan 5 ml NaOH 30% dan beberapa tetes indikator PP. Timbang seksama 0. tambahkan 2 g campuran selen dan 25 ml H2SO4 pekat. NaOH 3. mengenap tuangkan contoh dalam pelarut organik sebanyak 3 kali. 3. Keringkan 302 Pengukuran Kadar Serat Kasar dengan Metode Pencucian asam dan basa kuat Prinsip : Menentukan zat organik yang tidak larut dalam asam kuat dan basa kuat dan disertai dengan pemanasan.51 g cuplikan. .25% Natrium Hidroksida.k X fp Kadar Protein = W W : V1 : V2 : N : Fk : fp : bobot cuplikan volume HCL 0.25% Etanol 96% Kertas saring Whatman 54. 541 atau 41 Langkah kerja SNI : 1. 6.Natrium Hidroksida kedalam 350 ml air.01 N Kerjakan penetapan blanko (V1-V2) X N X 0. tepatkan sampai tanda garis Pipet 5 ml larutan dan masukkan kedalam alat penyuling. Timbang seksama 2 – 4 g cuplikan Bebaskan lemaknya dengan cara ekstraksi dengan cara SOXlet atau dengan cara mengaduk. kemudian encerkan dan masukkan kedalam Perhitungan : 5. labu ukur 100 ml. sebagai penampung gunakan 10 ml larutan asam borat 2% yang telah dicampur indikator Titar dengan larutan HCL 0.014 X f. Sulingkan selama lebih kurang 10 menit. Langkah kerja : 1.

w % Serat kasar = w1 b. 5.2. Serat kasar < 1%. 6. 3.5–1 jam. didinginkan dan timbang (X3). Panaskan juga cawan porselen pada suhu 110 oC selama satu jam dan dinginkan didalam eksikator. Pasang kertas saring pada corong buchner yang dihubungkan dengan vacuum pump. bila ternyata kadar serat kasar lebih besar 1% abukan kertas saring beserta isinya. panaskan pada suhu 105–110 oC selama 0. saring dengan corong Buchner yang berisi kertas saring tak berabu Whatman 54.25% panas. keringkan pada suhu 105o C dinginkan dan timbang sampai bobot tetap. masukkan kedalam kotak timbang yang telah diketahui bobotnya. air panas dan etanol 96%.3 N. Masukkan kertas saring dari corong buchner kedalam cawan. Tambahkan 25 ml NaOH 1. kemudian tambahkan 50 ml H2SO4 0. 4. 6. Angkat kertas saring beserta isinya. serat kasar > 1% w – w1 % Serat kasar = w2 w : w1 : w2 : bobot cuplikan dalam gram bobot abu dalam gram bobot endapan pada kertas saring dalam gram X 100% X 100% Langkah kerja 2 : 1. Hitunglah kadar serat kasar bahan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : X2 – X3 – X1 Serat Kasar (%)= X100% a 303 .25% dan didihkan lagi selama 30 menit Dalam keadaan panas.25%. 7. 41 atau 541 yang telah dikeringkan dan diketahui bobotnya. 50 ml air panas dan 25 ml aceton. timbang sampai bobot tetap Perhitungan : a. 50 ml H2SO4 0. Cuci endapan yang terdapat pada kertas saring berturut-turut dengan H2SO4 1. 7. Lakukan pembilasan berturut-turut menggunakan 50 ml air panas. kemudian didihkan selama 30 menit dengan menggunakan pendingin tegak Tambahkan 50 ml NaOH 3. Larutan yang telah dipanaskan dituang ke dalam corong buchner. Panaskan cawan dalam tanur listrik bersuhu 600 oC selama 2 jam hingga bahan di dalam cawan berwarna putih. 5.5 N kemudian panaskan kembali selama 30 menit. dinginkan dalam eksikator dan timbang (X2). Tambahkan 50 ml larutan H2SO4 1.3 N dan di panaskan diatas hot plate selama 30 menit. 3. 2. Timbang bahan sebanyak 0. 4.5–2 gram (a) lalu masukkan kedalam erlenmeyer. contoh dan masuk-kan ke dalam erlemeyer 500 ml. Panaskan kertas saring di dalam oven selama 1 jam pada suhu 110 oC Dan dinginkan dalam eksikator lalu ditimbang (X1).

Didihkan dengan pendingin balik sambil kadang kala digoyang-goyangkan selama 30 menit. 4. dinginkan dalam eksikator dan timbang 7. panaskan selama 30 menit dengan dilakukan penggoyangan sesekali.4.313 N sebanyak 200 ml sampai semua residu masuk kedalam erlemeyer. Keringkan kertas saring dan isinya pada oven dengan suhu 110OC sampai berat konstan selama 1 – 2 jam. sambil dicuci dengan larutan K2SO4 10%. Pindahkan secara kuantitatif residu dari kertas saring kedalam erlemeyer kembali dengan spatula. Timbang bahan sebanyak 2 – 5 gram 2. 6. sampai berwarna biru tidak berubah).2. cuci lagi residu dengan aquades mendidih dan kemudian dengan lebih kurang 15 ml alkohol 95%.255 N sebanyak 200 ml dan batu didih. 5. berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh ikan untuk mengejar pakan dikaitkan dengan lama waktu pakan itu bertahan didalam air sebelum dimakan oleh ikan. Hitunglah kadar serat kasar dengan persamaan sebagai berikut : (Berat kertas saring +serat) – Berat kertas saring) Kadar Serat Kasar(%)= X100% Berat Sampel 6. Selain itu uji fisik dapat dilakukan dengan melihat kehalusan dan kekerasan bahan baku pakan yang akan sangat berpengaruh terhadap kekompakan pakan didalam air. dan sisanya dicuci dengan larutan NaOH 0. Masukkan kedalam erlemeyer 600 ml. tambahkan larutan H2SO4 0. bahan baku yang digunakan harus dalam bentuk tepung. Uji coba pakan secara fisik bertujuan untuk mengetahui stabilitas pellet didalam air (Water Stability Feed) yaitu daya tahan pakan buatan didalam air. cucilah residu dalam kertas saring sampai air cucian tidak bersifat asam lagi (uji dengan kertas lakmus. Oleh karena itu dalam membuat pakan buatan. Uji Pakan secara Fisik Uji coba yang kedua adalah uji coba pakan secara fisik. Saring menggunakan kertas saring yang telah diketahui beratnya. Saring suspensi dengan kertas saring dan residu yang tertinggal dalam erlemeyer dicuci dengan aquades mendidih. Dengan mengetahui daya tahan pakan buatan didalam air akan sangat membantu para praktisi perikanan dalam memberikan pakan. 3. dengan semakin halusnya bahan baku yang digunakan maka bentuk fisik akan semakin baik.Langkah Kerja 3 : 1. Hal ini dapat dideteksi dengan daya tahan pakan buatan didalam air. dan seluruh bahan baku akan tercampur 304 .

Masukkan keranjang kawat yang telah berisi pakan kedalam air pada kondisi perairan yang dibuat sama dengan kondisi pakan ikan tersebut akan diberikan dan dibuat eksperiment penelitian dengan desain waktu selama 2. 305 X 100 . Masukkan sebanyak 5 gram pakan yang telah diketahui kadar airnya kedalam keranjang kawat tersebut. Water stability pakan menurut Millamenena et al (2000) dapat dilakukan pengukuran dengan prosedur sebagai berikut : 1. Dengan pakan buatan yang kompak dan stabil maka pakan buatan akan mudah dicerna oleh ikan. 6 dan 8 jam. berat kering pakan adalah 95% maka berat kering pakan adalah berat pakan X % berat kering dibagi 100. Adapun pengukuran pakan secara fisik dapat dilakukan sebagai berikut : Pengukuran Water Stability Daya tahan pakan ikan didalam air harus diperhatikan karena hal ini sangat diperlukan bagi pakan yang akan dikonsumsi oleh ikan. 5. Pakan buatan yang mudah dicerna oleh ikan akan mengakibatkan efisiensi pakan yang sangat baik dan sangat menguntungkan pemakai/petani ikan.26 gram. Oleh karena itu water stability dari pakan ikan ini sangat bergantung pada peruntukkan pakan tersebut. berat pakan adalah 5. Hal ini akan menghasilkan dampak terhadap pakan buatan yang dibentuk menjadi lebih kompak dan stabil. Persentase berat kering yang hilang dihitung setelah dikurangi dengan berat keranjang. 4. 2. Kemudian simpan di dalam desikator dan timbanglah keranjang tersebut sampai diperoleh berat yang konstant. 4.secara sempurna. Nilai water stability dalam persen dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut : Fo % Water stability = Io Dimana : Io : adalah berat awal pakan kering Fo: adalah berat akhir pakan kering Sebagai contoh dalam pengukuran water stability adalah sebagai berikut: Misalnya. Semakin lama pakan terendam dalam air dan tidak cepat hancur maka ikan dapat dengan mudah memakan pakan buatan tersebut. 3. 6. Lakukan pengeringan keranjang basket yang telah direndam dalam air kedalam oven. Ikan yang hidup didasar perairan membutuhkan pakan yang lebih tahan lama didalam air dibandingkan pakan ikan yang akan dibuat untuk ikan yang hidup dipermukaan atau ditengah perairan. kemudian simpan dalam desikator dan timbang beratnya sampai diperoleh berat yang konstan. Masukkan keranjang kawat ke dalam oven untuk dikeringkan pada suhu 100 oC selama 1 – 3 jam.

Daya tahan pakan di dalam air ini sangat bergantung pada jumlah bahan baku yang digunakan sebagi perekat (binder) dan prosesing pembuatan pakan. 3.0 = 90% Pengukuran water stability yang paling mudah dilakukan dengan menghitung lama waktu yang dibutuhkan oleh pakan tersebut sampai hancur di dalam wadah budidaya.5 gram Fo % Water Stability = X 100 Io 4. sedangkan untuk ikan yang hidup dipermukaan air lebih cepat menangkap pakan sehingga waktu yang dibutuhkan sampai pakan hancur lebih cepat. 2. Memasang aerator dengan kuat sehingga air didalam wadah uji bergerak dan menimbulkan gelombang. Memasukkan pakan buatan kedalam wadah uji dan catat waktu pertama pakan buatan dimasukkan kedalam wadah uji.26 gram X 100 Io = 5. Mengisi wadah uji dengan air dengan ketinggian minimal 50 cm.5 gram – 8. Langkah kerja dalam uji water stability yang praktis adalah sebagai berikut : 1. Memperhatikan kekompakan pakan buatan didalam wadah uji dan catat waktu pakan tersebut 306 . Memasukkan selang aerasi kedalam wadah uji.5 = 5. air). Biasanya pakan untuk udang sebagai organisme air yang hidup di dasar perairan maka pakan yang direndam di dalam air minimal membutuhkan waktu selama 30 X 100 menit. 6. pakan ikan yang dibuat.0 gram Dari hasil perlakuan pencelupan tadi diperoleh data sebagai berikut : Berat pakan dan keranjang = 12. stop watch. 4.% berat kering Berat kering pakan = berat pakan X 100 95 Maka Io = 5.5 gram Berat keranjang kosong= 8. aerator. 5.0 gram Maka berat akhir pakan kering adalah berat keranjang dan pakan dikurangi dengan berat keranjang yaitu : Fo = 12. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan uji fisik pakan (wadah budidaya.0 gram Fo = 4.

Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan uji fisik pakan. tingkat kehalusan Pengujian pakan Pakan ikan yang dibuat biasanya tidak akan langsung dijual kepada konsumen. 7. pakan ikan ini biasanya disimpan dalam tumpukan pakan yang berjumlah 6 karung dengan berat setiap karung adalah 50 kilogram maka jumlah beban pakan selama penyimpanan adalah 300 kilogram. Pakan yang baik akan stabil didalam air selama 30 menit untuk pakan udang sedangkan untuk pakan ikan biasanya kurang dari tiga puluh menit. 7. Melakukan uji fisik yang kedua yaitu bau pakan buatan dengan cara mencium pakan buatan yang telah dibuat dibandingkan dengan pakan buatan pabrik yang sudah biasa digunakan untuk pakan ikan. Mencatat hasil perbandingan tersebut . Membandingkan hasilnya secara organoleptik dan juga amati daya terima ikan terhadap pakan buatan yang dibuat dengan cara mengamati respon ikan terhadap pakan buatan dan bandingkan pula respon ikan terhadap pakan pabrik. Pengujian bau pakan (attractant) Pakan ikan yang sudah dibuat harus mempunyai bau yng khas sesuai dengan keinginan ikan sehingga ikan yang mencium bau pakan ikan tersebut tertarik untuk mengkonsumsi pakan atau biasa disebut dengan daya terima ikan terhadap pakan ikan yang dibuat (pallatabilitas). Memasang aerator dengan kuat sehingga air didalam wadah uji bergerak dan menimbulkan 5. gelombang dan masukkan ikan kedalam wadah tersebut. 4. Pakan ikan yang mempunyai bau yang enak akan menarik minat ikan untuk segera memakan pakan ikan tersebut. Oleh karena itu jika anda membuat pakan ikan ini harus dilakukan uji fisik tentang bau pakan tersebut apakah sudah dapat diterima oleh ikan. Mengisi wadah uji dengan air dengan ketinggian minimal 50 cm. Memasukkan selang aerasi kedalam wadah uji. 2. tetapi akan disimpan terlebih dahulu dalam ruang penyimpanan pakan. 8. 3. Dalam ruang penyimpanan pakan. Adapun langkah kerja yang dapat dilakukan untuk mengetahui bau pakan dan daya terima ikan terhadap pakan dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut : Langkah kerja : 1. 6. Bagaimana anda membuat pakan yang tidak mudah hancur dengan beban berat selama 307 .mulai mengembang serta catat pula waktu pakan tersebut mulai hancur. Memasukkan pakan buatan kedalam wadah uji dan perhatikan tingkah laku ikan dalam menangkap pakan dan perhatikan juga berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh ikan untuk mengkonsumsi pakan tersebut.

Hal ini harus dilakukan karena pakan ikan yang dibuat akan disimpan maksimal tiga bulan setelah proses pembuatan pakan. Perhatikan kekompakan pakan buatan didalam ruang penyimpanan dan perhatikan apakah pakan yang terdapat pada bagian bawah terjadi kehancuran atau tidak. 4. Dalam uji coba pakan secara biologis dilakukan untuk mengetahui bebrapa parameter biologis yang sangat diperlukan untuk menilai apakah pakan ikan yang dibuat dapat memberikan dampak terhadap ikan yang mengkonsumsinya. 6. Meletakkan pakan pada ruang penyimpanan pakan diatas kayu dengan jarak antara lantai dengan kayu sebaiknya 3 – 4 inci (1 inci = 2.lemak dan energi.54 cm) sebanyak enam tumpukan jika berat pakan perkarung adalah 50 kg. Nilai konversi pakan yang baik adalah kurang dari dua yang berarti dalam memberikan pakan sebanyak dua kilogram akan menghasilkan daging ikan sebanyak satu kilogram. 3. Oleh karena itu untuk mengetahui tingkat kehalusan pakan dapat dilakukan uji coba secara fisik ini dengan cara sebagai berikut : Langkah kerja : 1. Uji Pakan secara Biologis Uji coba pakan yang ketiga adalah uji pakan secara biologis.penyimpanan. Beberapa parameter biologis tersebut antara lain adalah nilai konversi pakan dan effisiensi pakan. Nilai konversi pakan dan efisiensi pakan ini dapat diketahui dengan melakukan pemberian pakan selama periode waktu tertentu sehingga bisa dihitung nilainya dengan menggunakan rumus yang sudah berlaku. Parameter bilogi lainnya yang dapat dilakukan pengukuran antara lain adalah pertumbuhan. Hal ini sangat ditentukan pada saat pemilihan bahan baku dimana bahan baku yang digunakan untuk membuat pakan ikan harus dari bahan yang benar halus dalam bentuk tepung. retensi protein.3.kecernaan total. Semakin kecil nilai konversi pakan maka semakin baik kualitas pakan tersebut karena semakin ekonomis. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan uji fisik pakan. Oleh karena itu dalam uji biologis harus dilakukan pengujian terhadap pakan yang dibuat dengan cara memelihara ikan dengan diberikan pakan uji tersebut. 2. Tingkat Konsumsi Pakan Pada umumnya tingkat konsumsi pakan yang diberikan pada ikan erat hubungannya dengan besarnya individu ikan. Memasukkan tumpukan pakan buatan kedalam ruang uji sebanyak 350 kg dan catat waktu pertama pakan buatan dimasukkan kedalam ruang penyimpanan. tingkat konsumsi pakan.4. Pakan yang baik tidak akan hancur jika dilakukan penumpukan pakan dalam ruang penyimpanan. Semakin kecil bobot 308 . 5. Semakin halus ukuran tepung maka kekompokan pakan dalam komposisi pakan semakin bagus.

Proses ini terjadi terus menerus. kecernaan pakan dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu: keberadaan enzim dalam saluran pencernaan ikan. Ikan mempunyai kemampuan mencerna yang berbeda dengan hewan darat (Watanabe.diawali dengan pengambilan pakan dan berakhir dengan pembuangan sisa pakan (Zonneveld et al. karena dalam suatu proses pencernaan selalu ada bagian makanan yang tidak dapat dicerna dan dikeluarkan dalam bentuk feses (Affandi et al. tingkat aktivitas enzim-enzim pencernaan dan lamanya pakan yang dimakan bereaksi dengan enzim pencernaan. 1988). 1992). 1977 adalah : 100 TKP = % pakan yang diberikan X bobot total populasi X Berat kering pakan Menurut Halver (1989). sehingga bisa diserap melalui dinding usus kedalam kapiler darah. dan ukuran ikan. Menurut Heper (1988).. Pakan yang berasal dari bahan nabati umumnya lebih sulit dicerna oleh ikan dibandingkan bahan hewani (Hepher.NRC. 1988).. Menurut Affandi et al. ukuran serta pakan yang dikonsumsi. nilai kecernaan pakan dapat menggambarkan kemampuan ikan dalam mencerna suatu pakan. Selain itu nilai kecernaan dapat menentukan kualitas pakan yang dikonsumsi ikan. Masing-masing faktor tersebut akan dipengaruhi oleh faktor sekunder.individu ikan tingkat konsumsi pakan yang diberikan persentasenya semakin besar.kondisi lingkungan dan komposisi. yang berhubungan dengan spesies ikan. 1983). umur. et al. 309 . Kecernaan adalah suatu parameter yang menunjukkan berapa dari makanan yang dikonsumsi dapat X ∆L X 100 diserap oleh tubuh (Lovel.1988). (1992).1991. Tingkat Konsumsi Pakan (TKP) yang diberikan dapat dihitung dengan menggunakan berbagai macam rumus antara lain adalah menurut National Research Council (NRC). tingkat konsumsi pakan perhari dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : Konversi Pakan TKP = 3 X L Dimana : TKP : Tingkat konsumsi pakan ∆L : kenaikan harian panjang tubuh ikan L : panjang tubuh ikan Kecernaan Total Pencernaan adalah proses penghancuran pakan menjadi molekul-molekul mikro melalui rangkaian proses fisik maupun kimiawi. sebaliknya semakin besar bobot individu ikan semakin menurun tingkat konsumsi pakan yang diberikan..

Penentuan daya cerna secara langsung dianggap sulit dan memakan waktu lama karena pengumpulan feses dilakukan dengan stripping. sebab ada beberapa bahan makanan yang perlu penanganan khusus karena keberadaan zat inhibitor dalam bahan makanan. Prinsip penentuan kecernaan pakan adalah dengan membandingkan kadar nutrisi atau energi pakan dengan kadar nutrisi atau energi feses (Affandi et al. 1988). contohnya pemanasan terhadap kacang kedelai dapat meningkatkan tingkat kecernaannya. 1992). menghisap feses lewat anus. dapat dianalisa dan dapat melewati saluran pencernaan (Lovell.Sedangkan bahan-bahan semi murni seperti kasein dan gelatin dicerna hampir sempurna oleh ikan (NRC. 1988). Penentuan daya cerna ini bisa dilakukan secara langsung dilakukan pengukuran jumlah pakan yang dikonsumsi untuk dibandingkan dengan jumlah feses yang diekskresikan (Lovel. tidak berubah secara kimiawi. Metoda kecernaan makanan dapat dihitung menurut Affandi et al 1992 dengan menggunakan rumus sebagai berikut : 1. Disamping itu kecernaan pakan juga dipengaruhi oleh proses dan metoda pengolahan bahanbahan tersebut.1983). 1988). atau dengan membedah ikan. Kecernaan secara tidak langsung dihitung berdasarkan perbandingan indikator yang terdapat pada pakan dengan indikator yang terdapat pada feses.5 dalam pakan uji (NRC.Indikator yang digunakan adalah bahan yang tidak dapat dicerna.. Metoda langsung Kecernaan pakan dengan metoda langsung biasa diterapkan pada level individu dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut : I-F D= I Keterangan : D = kecernaan total I = total nutrien yang dikonsumsi F = total nutrien dalam feses Pada metoda ini semua makanan yang dikonsumsi dan semua feses yang dikeluarkan oleh ikan selama fase pengukuran (24 jam) harus diukur. 2. 1983). Pengukuran kecernaan secara tidak langsung lebih menguntungkan karena tidak memperhitungkan jumlah pakan yang dikonsumsi serta feses yang diekskresikan. Metoda tidak langsung Kecernaan total pakan dari pakan yang dikonsumsi dapat 310 X 100 % . diserap atau masuk kedalam lendir usus. tetapi didasarkan kepada kandungan indikator dalam pakan dan feses (Tytler and Calow. 1985). Biasanya indikator yang sering digunakan adalah Cr2O3 sebesar 0. Indikator yang digunakan mengukur daya cerna yang digunakan secara tidak langsung adalah Cr2O3 dan lignin (Hepher.

dihitung dengan metode tidak langsung yaitu : Ip Np D = 100 – (100 X --. Perhitungan kecernaan nutrien ini menggunakan rumus yang dikemukakan oleh NRC (1982) yaitu : Kecernaan Protein = 100 – ( 100 X a/a* X b*/b ) dimana : a = Cr2O3 dalam pakan (%) a* = Cr2O3 dalam feses (%) b = protein dalam pakan (%) b* = protein dalam feses (%) Kecernaan Lemak Kecernaan Lemak = 100 – ( 100 X a/a* X b*/b ) dimana : a = Cr2O3 dalam pakan (%) a* = Cr2O3 dalam feses (%) b = lemak dalam pakan (%) b* = lemak dalam feses (%) Kecernaan Karbohidrat Kecernaan Karbohidrat = 100 – (100 X a/a* X b*/b) dimana : 311 .X ) If Nf Keterangan : D = kecernaan total Ip = persentase indikator dalam pakan If = persentase indikator dalam feses Np = persentase nutrien dalam pakan Nf = persentase nutrien dalan feses Kecernaan total dari pakan yang dikonsumsi dapat pula dihitung Kecernaan Protein berdasarkan rumus Windel (1978) yaitu : Kecernaan Total=100–(100–a/a*) dimana : a = Cr2O3 dalam pakan (%) a* = Cr2O3 dalam feses (%) Selain kecernaan total dari pakan yang dikonsumsi juga harus diperhitungkan kecernaan dari nutrien yang terdapat pada pakan. kecernaan lemak. kecernaan karbohidrat dan kecernaan energi. Kecernaan nutrien itu terdiri dari kecernaan protein.

Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung retensi protein. lemak dan energi sebagai berikut : Bobot protein yang disimpan tubuh (gram) Retensi Protein (%) = Bobot protein yang diberikan (gram) Bobot lemak yang disimpan tubuh (gram) Retensi Lemak (%) = Bobot lemak yang diberikan (gram) Jumlah energi (kkal) yang disimpan tubuh Retensi Energi (%) = Jumlah energi (kkal) yang diberikan Cara menghitung Retensi Protein/ Lemak Bobot protein/lemak yang disimpan tubuh: Bobot biomassa awal = WA Analisa proksimat awal ikan = a% Jumlah protein awal = a% X WA=A Bobot biomass akhir + bobot mortalitas = WT 312 X 100% X 100% X 100% .a a* b b* = = = = Cr2O3 dalam pakan (%) Cr2O3 dalam feses (%) karbohidrat dalam pakan (%) karbohidrat dalam feses (%) Kecernaan Energi Kecernaan Energi = 100 – ( 100 X a/a* X b*/b ) dimana : a = Cr2O3 dalam pakan (%) a* = Cr2O3 dalam feses (%) b = energi dalam pakan (%) b* = energi dalam feses (%) Retensi Protein. lemak dan energi Untuk mengetahui efektivitas pakan yang diberikan dapat diketahui dengan jalan menentukan banyaknya zat makanan yang disimpan dalam tubuh.

Analisa proksimat akhir ikan = b% Jumlah protein pada akhir = b% X WT = B Protein yang disimpan dalam tubuh= B–A=C Bobot protein yang diberikan: Jumlah total pakan yang diberikan= p (gram) % Protein pakan = CP % (hasil analisa proksimat) Jumlah protein pakan=CP% X p= K Retensi Protein/ Lemak (%) = C X 100 K Pertumbuhan Pertumbuhan adalah perubahan ukuran baik panjang. Sedangkan secara energetik . Pertumbuhan terjadi apabila ada kelebihan energi bebas setelah energi yang tersedia dipakan untuk metabolisme standar. egt dimana : Wt : bobot ikan pada saat t Wo : bobot ikan awal E : dasar logaritma natural (2. Model pertama adalah model yang berhubungan dengan berat dan berbentuk eksponensial. egt Wt Ln Wo g= = gt → g = Wt → Wo tubuh pada periode waktu tertentu (Rahardjo et al. pertumbuhan diekspresikan dengan adanya perubahan kandungantotal energi Wt = Wo. Ada dua model yang dipakai untuk menghitung pertumbuhan. berat atau volume dalam jangka waktu tertentu.7183) g : aju pertumbuhan harian spesifik t : waktu Laju pertumbuhan harian spesifik dapat dihitung dari rumus awal yaitu : = egt Ln Wt – Ln Wo t Wt . Model ini baik untuk waktu yang pendek. energi untuk proses pencernaan dan energi untuk aktivitas. Model pertumbuhannya menurut Ricker (1979) adalah: Wt = Wo.Wo t 313 . 1989). Pertumbuhan ini secara fisik diekspresikan dengan adanya perubahan jumlah atau ukuran sel penyusun jaringan tubuh pada periode waktu tertentu.

Wi % Wt/hari = X 100 (Wi) (waktu kultur) Laju pertumbuhan harian spesifik (SGR) Ln W2 – ln W1 SGR = t2 – t1 dimana : W1 : berat ikan pada periode waktu 1 (t1) W2 : berat ikan pada periode waktu 2 (t2) Konversi Pakan Untuk dapat mengetahui penggunaan pakan oleh ikan dapat dihitung dengan menentukan perbandingan faktor konversi pakan. Nilai konversi pakan yang mendekati nilai satu maka semakin bagus kualitas pakan yang 314 .Wi Wt/hari = Waktu kultur (hari) Wf .Wi % Wt = Wi Laju pertumbuhan relatif X 100 Model pertumbuhan yang kedua adalah berhubungan dengan panjang yang dinamakan rumus Von Bertalanfall dimana rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : Lt = L ~ 1 – e –k (t-to) dimana : Lt : panjang ikan pada waktu t L~ : panjang maksimum ikan k : koefisien pertumbuhan e : bilangan yang nilainya adalah 2.Menurut Huisman (1976) dan NRC (1977) mengemukakan rumus laju pertumbuhan harian sebagai berikut : Wt = Wo (1 + g/100) t atau g = √ (Wt/Wo) – 1 X 100% t Pertumbuhan relatif Wf .7183 Selain itu dari beberapa literatur pertumbuhan ikan dapat juga dilakukan pengukuran secara sederhana dengan menggunakan rumus antara lain adalah : Pertumbuhan mutlak Wt = Wf – Wi dimana : Wt : pertumbuhan mutlak Wf : berat akhir Wi : berat awal Laju pertumbuhan mutlak Wf . Dari segi ekonomis nilai konversi pakan dapat juga dipakai untuk menentukan kualitas pakan. Ikan hanya diberi pakan buatan 100% nilai konversi pakannya lebih dari 1. Hal ini disebabkan pakan tidak dapat dimanfaatkan semua dan ada yang menjadi feses.

Pemberian pakan dalam suatu usaha budidaya sangat bergantung kepada beberapa faktor antara lain adalah jenis dan ukuran ikan.Wo E (%) = F dimana : Wt : bobot ikan pada waktu t Wo : bobot ikan pada waktu 0 D : bobot ikan yang mati selama pengamatan F : jumlah pakan yang dikonsumsi Dari rumus efisiensi pakan juga dapat dihitung nilai konversi pakan X 100 6.diberikan. lingkungan dimana ikan itu hidup dan teknik budidaya yang akan digunakan. feeding time. Dalam subbab ini akan dibahas tentang manajemen pemberian pakan dilihat dari jenis dan ukuran ikan serta teknik budidaya.Wo dimana : F : jumlah pakan yang diberikan selama pemeliharaan Wt : berat akhir ikan rata-rata Wo : berat awal ikan rata-rata D : jumlah ikan yang mati selama pemeliharaan Efisiensi Pakan Sama halnya dengan konversi pakan. feeding habits. efisiensi pakan merupakan indikator untuk mengetahui efektivitas pakan yang diberikan kepada ikan terhadap pertumbuhan. Feeding frekuensi atau frekuensi pemberian pakan mempunyai makna jumlah waktu ikan untuk makan dalam sehari. feeding behaviour. Konversi pakan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : F Konversi pakan = (Wt + D) .5. Pemberian pakan adalah kegiatan yang rutin dilakukan dalam suatu usaha budidaya ikan oleh karena itu dalam manajemen pemberian pakan harus dipahami tentang beberapa pengertian dalam kegiatan budidaya ikan sehari-hari yang terkait dengan manajemen pemberian pakan antara lain adalah feeding frekuensi. feeding periodicity dan feeding level. Untuk menghitung efisiensi pakan dapat digunakan rumus menurut NRC (1977) adalah sebagai berikut : (Wt + D) . Setiap jenis ikan mempunyai kebiasaan makan yang berbeda. MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN Dalam budidaya ikan pakan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan suatu budidaya ikan selain kualitas air. Oleh karena itu dalam melakukan pemberian pakan kepada ikan setiap hari biasanya bergantung 315 . Sedangkan pakan dan kualitas air akan dibahas pada subbab selanjutnya. Pakan dalam kegiatan budidaya ikan sangat dibutuhkan oleh ikan untuk tumbuh dan berkembang.

ketersediaan tenaga kerja. Berdasarkan kebiasaan makannya ikan yang dibudidayakan dapat dikelompokkan menjadi ikan herbivora. ikan omnivora dan ikan karnivora. Jumlah pakan ikan yang diberikan setiap hari pada ikan yang dibudidayakan dan biasanya diekspresikan dalam persen biomas ikan biasa disebut dengan feeding 316 . Pada ikan air tawar misalnya ikan patin merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai fase kritis pada saat berusia larva yaitu 0 – 14 hari.kepada jenis dan ukuran ikan. pakan dan ukuran kolam budidaya. Biasanya semakin kecil ikan frekuensi pemberian pakannya semakin banyak sedangkan semakin besar ikan frekuensi pemberian pakannya setiap hari semakin berkurang. Oleh karena itu frekuensi pemberian pakan pada masa larva bagi ikan budidaya mempunyai jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan fase lainnya dan setiap jenis ikan mempunyai kekhasan dalam frekuensi pemberian pakan. Untuk meningkatkan kelangsungan hidup larvanya salah satu solusinya adalah memberikan pakan alami selama fase tersebut sebanyak 12 kali sehari dimana pakan alami tersebut diberikan setiap dua jam sekali selama sehari. ikan yang hidupnya lebih senang berada ditengah-tengah air dan ikan yang hidupnya lebih senang di dasar perairan. waktu pemberian pakannya sebaiknya lebih banyak pada malam hari. Oleh karena itu pada kelompok ikan yang mempunyai aktivitas makan pada malam hari maka dalam melakukan pemberian makan. Agar pakan yang diberikan lebih efisien dan efektif. Selain itu dalam melakukan pemberian pakan juga harus diperhatikan tentang tingkah laku ikan dalam kehidupannya di dalam perairan dimana ikan berdasarkan tingkah lakunya dalam media hidupnya dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu ikan yang hidupnya diatas permukaan air. Oleh karena itu melakukan pemberian pakan untuk ikan herbivora. Berdasarkan kapasitas daya tampung lambung setiap jenis ikan atau biasa disebut juga dengan feeding periodicity jenis ikan dapat dibedakan yaitu ikan pemakan malam hari atau aktivitas makannya meningkat pada malam hari yang biasa disebut dengan nocturnal misalnya ikan kelompok catfish. Pada ikan laut frekuensi pemberian pakan pada masa larva lebih banyak dibandingkan pada fase pembesaran. omnivora dan karnivora harus berbeda. dan ikan pemakan siang hari atau aktivitas makannya lebih meningkat pada siang hari (diurnal). Feeding time atau waktu pemberian pakan adalah waktu yang tepat untuk melakukan pemberian pakan pda setiap jenis ikan. Frekuensi pemberian pakan dihitung dalam waktu sehari (24 jam). Waktu pemberian pakan ini juga sangat khas untuk setiap jenis ikan. Oleh karena dalam melakukan pemberian pakan terhadap jenis-jenis ikan tersebut harus disesuaikan dengan tingkah laku ikan tersebut.

Pada suatu usaha budidaya ikan dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu : 1. Feeding rate pada pemberian pakan ikan berkisar antara 2 – 5% perhari atau bahkan lebih. Budidaya ikan secara ekstensif Pada budidaya ikan ini yang menjadi ciri khasnya adalah dalam pemberian pakannya mengandalkan pakan alami. Biasanya dalam pemberian pakan pada ikan yang berukuran besar jumlah pakan yang diberikan setiap hari semakin berkurang dan semakin kecil ukuran ikan jumlah pakan yang diberikan semakin banyak. Biasanya kelompok ikan yang dipelihara secara semi intensif adalah kelompok ikan omnivora misalnya kelompok carper seperti ikan mas.rate. Pakan alami masih digunakan dalam sisitem budidaya ini sehingga sistem pemupukan pada kolam budidaya masih dilakukan dan pemberian pakan tambahan yaitu pakan yang dalam kontribusinya hanya menghasilkan penambahan berat pada ikan kurang dari 50% atau kurang dari pakan utama. Seperti yang diketahui bahwa pertumbuhan ikan mempunyai kurva pertumbuhan yang sigmoid yaitu ada masa dalam kurva tersebut adalah masa pertumbuhan emas dan itu biasa terjadi pada ikan yang berukuran larva dan benih. Pengelolaan pemberian pakan pada sistem budidaya ekstensif lebih mengutamakan tumbuhnya plankkton baik phytoplankton maupun zooplankton di dalam wadah budidaya sebagai pakan alami ikan yang dibudidayakan dan jenis ikan yang dibudidayakan adalah ikan herbivora yaitu ikan yang senang mengkonsumsi tumbuhan atau nabati. Oleh karena itu dibutuhkan jumlah pakan yang lebih banyak dibandingkan dengan ikan yang berukuran dewasa. 2. Oleh karena itu dalam sistem budidaya ini pemupukan pada kolam budidaya harus kontinu dilakukan agar pakan alami tumbuh dengan subur pada kolam budidaya. Budidaya ikan secara intensif Pada budidaya ikan secara intensif yang menjadi ciri khasnya 317 . 3. Pakan tambahan ini biasanya dibuat sendiri oleh pembudidaya dari beberpa bahan baku dan kandungan nutrisinya tidak selengkap pakan buatan pabrik sehingga pertumbuhan ikan dari pakan tambahan ini kurang dari 50%. Hal ini dikarenakan ikan yang berukuran kecil mempunyai masa pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan dengan ikan berukuran besar. Dalam melakukan pengelolaan pemberian pakan pada suatu usaha budidaya sangat bergantung pada teknik budidaya yang diterapkan. Sedangkan biomas adalah jumlah total ikan perunit area pada waktu tertentu dan diekspresikan dalam kg/ha atau kg/meter persegi. Budidaya ikan semi intensif Pada budidaya ikan sistem semiintensif yang menjadi cirinya adalah dalam budidayanya sangat mengandalkan pakan alami dan pakan tambahan.

Oleh karena itu dalam mengelola pemberian pakan secara intensif harus benar-benar dilakukan secara benar agar efisiensi pakan dan efektifitas kegiatan budidaya dapat menguntungkan. struktur alat pencernaan yang masih belum sempurna dan ukuran bukaan mulut larva yang masih sangat kecil. Pakan buatan dalam usaha budidaya ikan intensif merupakan komponen terbesar dalam suatu usaha budidaya biasanya berkisar antara 40 – 70% dari total biaya produksi . waktu pemberian pakan yang tepat (feeding time) dan konversi pakan yang ditargetkan dalam suatu usaha budidaya ikan. Jumlah pakan yang akan diberikan setiap hari ini juga ditentukan pada perbandingan jumlah pakan yang akan diberikan. Hal ini dikarenakan pada pengelolaan pemberian pakan dalam suatu usaha budidaya ada beberapa elemen kritis yang harus diperhatikan antara lain adalah jumlah pakan perhari yang diberikan dalam pemeliharaan ikan (feeding rate). frekuensi pemberian pakan dalam satu hari (feeding frekuensi). Pada stadia tersebut tingkat konsumsi pakan masih tinggi hal ini berkaitan dengan kapasitas tampung lambung larva atau benih ikan masih sangat terbatas. Manajemen pemberian pakan pada suatu usaha budidaya ikan yang intensif harus dilakukan . Karena pakan buatan ini sebagai sumber energi utama dan materi bagi kehidupan dan pertumbuhan ikan. sehingga dengan memberikan pakan dengan sekenyangnya atau ad libitum dimana pakan selalu tersedia dalam jumlah yang tidak dibatasai maka larva atau benih ikan ini dapat makan kapanpun juga sesuai dengan keinginan ikan. Pakan yang digunakan adalah pakan buatan yang mempunyai kandungan gizi yang lengkap. Dimana pakan ikan yang berlebihan akan berpengaruh langsung terhadap organisme akuatik (ikan) yang hidup dalam 318 . Berdasarkan jumlah pakan yang harus diberikan dalam suatu usaha budidaya dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu : 1.adalah dalam melakukan kegiatan budidaya mengandalkan pakan buatan sebagai sumber makanan utama ikan yang dibudidayakan. Pada suatu usaha budidaya ikan dimana terdapat beberapa fase kegiatan budidaya sehingga pakan yang akan diberikan pada setiap fase akan berbeda. Pemberian pakan secara berlebihan (excess) Pemberian pakan secara berlebihan atau biasa disebut ad libitum merupakan salah satu cara pemberian pakan yang biasa diberikan pada fase pemberian pakan untuk larva ikan sampai ukuran benih ikan pada suatu hatchery. Jumlah pakan yang akan diberikan setiap hari pada budidaya ikan secara intensif sangat bergantung pada faktor biotik dan faktor lingkungan dimana ikan itu hidup. Tetapi pemberian pakan secara berlebihan pada fase setelah larva atau nebih akan membawa dampak yang merugikan bagi sistem perairan dalam suatu usaha budidaya.

Pemberian pakan dalam budidaya ikan secara intensif biasanya jumlah pakan yang diberikan dibatasi jumlahnya berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman dilapangan. Berdasarkan pengalaman petani ikan mas di Jawa Barat dalam melakukan manajemen pemberian pakan dapat dilihat pada Tabel 6. Pakan ikan yang berlebihan tidak akan dimakan oleh ikan dan akan terjadi penumpukan pakan pada wadah budidaya di dasar perairan. lingkungan perairan serta teknik budidaya yang digunakan. Pemberian pakan sekenyangnya (satiation) Pada sistem pemberian pakan seknyangnya adalah suatu usaha para pembudidaya ikan untuk melakukan pemberian pakan pada ikan yang dibudidayakan dalam jumlah yang maksimal. Hal ini dapat dilakukan pada ikan budidaya yang benar-benar sudah diketahui daya tampung lambungnya secara maksimal dalam setiap pemberian pakan. Penumpukan pakan ikan didasar budidaya akan tercampur dengan hasil buangan ikan seperti feses. urine yang nantinya akan menghasilkan bahan-bahan toksik seperti amoniak.3. Oleh karena itu dalam pemberian pakan secara maksimal akan mudah diterapkan jika ikan yang dibudidayakan sudah terbiasa dengan jumlah pemberian pakan tersebut setiap hari berdasarkan pengalaman di lapangan. H2S dan sebagainya yang dihasilkan dari perombakan bahan-bahan organiktersebut. Oleh karena itu manajemen pemberian pakan pada ikan harus dilakukan dengan benar disesuaikan dengan melihat jenis dan umur ikan. Pemberian pakan secara ad libitum dengan menggunakan pakan buatan akan memberikan dampak negatif karena mengakibatkan meningkatnya biaya produksi. Jumlah pakan yang aka diberikan setiap hari ini dibatasi berdasarkan hasil suatu penelitian dengan jumlah pakan tertentu akan diperoleh pertumbuhan ikan yang optimal. 2. Pemberian pakan yang dibatasi (restricted) Pemberian pakan tipe ini adalah pemberian pakan buatan yang biasa dilakukan dalam suatu usaha budidaya ikan dimana para pembudidaya melakukan pembatasan jumlah pakan yang diberikan setiap hari. Tetapi dalam kenyataannya sangat sulit bagi para pembudidaya untuk menerapkan sistem pemberian pakan ini karena untuk menghindari pakan yang terbuang itu sangat sulit. 3. Kandungan toksik yang tinggi dalam wadah budidaya akan menyebabkan aktivitas ikan dan terganggu. sehingga pakan ikan yang diberikan semuanya dikonsumsi oleh ikan. 319 .wadah budidaya dan kondisi lingkungan budidaya tersebut.

Pada stadia burayak ukuran sudah mulai bertambah sehingga jumlah emulsi pakannya ditingkatkan menjadi 2 gram untuk 1000 ekor kebul dengan frekuensi pemberian pakan 6 – 8 kali sehari. kecuali untuk paka alami dimana proses penyiapannya sudah dilakukan pada saat persiapan kolam mulai dari pengeringan dasar kolam.3. Setelah kantung kuning telur habis maka larva akan mulai mengkonsumsi pakan alami yang tumbuh di kolam. Frekuensi pemberian pakan untuk pakan remahan adalah 5 kali sehari pada minggu pertama sedangkan pada minggu selanjutnya diberikan pakan buatan bentuk pellet 2 mm sebanyak 320 . Skedul pemberian pakan dalam usaha budidaya ikan mas Stadia ikan Larva Kebul Burayak Putihan Benih Induk Umur ikan 1-4 hr 5 hr 5-10 hr 10-15 hr 3 bl 6 bl Ukuran ikan 0. Frekuensi pemberian pakan pada suatu usaha budidaya ikan mas harus disesuaikan dengan kebutuhan pakan berdasarkan stadia ikan mas itu sendiri.5 kg Jenis pakan Kuning telur Pakan alami & Emulsi Emulsi Emulsi Remah Pellet Pellet Dosis pakan Adlibitum Adlibitum 1 g/1000 2 g/1000 3 g/1000 4% biomas 3% biomas 3% biomas Feeding frekuensi 6 .8 kali 6 – 8 kali 6 -8 kali 5 kali 4 kali 3 kali Dalam membuat skedul pemberian pakan ikan mas ini dibuat suatu asumsi berdasarkan stadia dan ukuran ikan. Hal ini dikembalikan kepada sifat alamiah ikan yang mulai dari larva yang baru menetas dengan sumber pakannya masih disediakna oleh kantung kuning telur.1-0. Pada stadia putihan menjadi 3 gram untuk 1000 ekor . pengapuran dan pemupukan.5 g 0. sedangkan pada tahap benih mencapai ukuran gelondongan atau ukuran 3 bulan pakan nya berubah menggunakan pakan buatan di muali dari bentuk remahan kemudian pellet berukuran 2 mm dengan jumlah pakan remahan sebanyak 4% dari total biomas sedangkan untuk pakan pellet 2 mm jumlah pakan yang diberikan 3% dari biomas.18-20 mg 15-20 mg 0. Jenis pakan yang diberikan pada stadia kebul adalah pakan alami yang tumbuh di kolam ditambah dengan emulsi kuning telur dengan jumlah pakannya 1 gram kuning telur untuk 1000 ekor kebul dan diberikan sebanyak 6 – 8 kali dalam sehari.6 mm 1 cm 1-3 cm 3-5cm 8-12 cm > 12 cm Bobot ikan 0.5-2. Skedul pemberian pakan ikan mas ini tidaklah mutlak seperti tabel di atas harus disesuaikan dengan kondisi lahan dimana ikan mas tersebut dibudidayakan.Tabel 6. baik dari jenis phytoplankton maupun zooplankton dengan ukuran pakan alami yang dikonsumsi disesuaikan dengan bukaan mulut larva dan setelah beberapa hari kemudian larva siap dipindah ke kolam pendederan.5 g 100 g 0. sehingga pada stadia ini larva tidak perlu diberi pakan tambahan.5-0.

4.00 <3g 3-15 g > 15 g 30% 20% 20% 10. yang memperlihatkan jumlah pemberian pakan dari larva samapi ukuran siap panen semakin berkurang.4. Tabel 6.00 30% 30% 22.00 15% 15% Feeding Time 14. Dengan demikian jumlah pakan yang diberikan selama pemeliharaan dibatasi sehingga pertumbuhan mencapai optimal. Skedul pemberian pakan pada udang Tipe pakan Starter Grower Finisher Berat udang 06.Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan Tabel 6.00 35% 15% 15% 18. Pada stadia ini ikan sudah akan mengalami pertumbuhan gonadik sehingga pakan yang diberikan harus memiliki kandungan gizi yang lengkap untuk mempercepat tingkat kematangan gonad. Aktifitas makan ikan mas akan meningkat pada siang hari karena ikan mas termasuk jenis ikan diurnal.00 35% 20% 20% Pada tabel diatas memperlihatkan bahwa pakan udang yang diberikan bervariasi pada setiap stadia udang dan waktu pemberian pakannya disesuaikan dengan kebiasaan udang yang mempunyai aktivitas makannya meningkat pada hari gelap sehingga menjelang sore jumlah pakan relatif lebih banyak.5. Pada tahap calon induk samapi akan menjadi induk ikan mas yang dipelihara mempunyai pertumbuhan yang sudah lebih lambat sehingga jumlah pakan yang diberikan berkurang menjadi 3% dari biomas dengan frekuensi pemberian pakan sebanyak 3 kali sehari. Hal ini dilakukan karena pada stadia ini ikan mas sangat rakus memakan makanannya dan sifat alami ikan mas sebagai pemakan segala/omnivora akan muncul. Oleh karena itu dalam pemeliharaan dikolam juga diberikan pakan tambahan untuk memenuhi kebutuhan ikan mas terhadap pakan alami.4 kali sehari. Selain itu dalam melakukan pengelolaan pemberian pakan pada udang yang telah dilakukukan oleh Akiyama dalam Goddart (1996) merupakan salah satu komoditas organisma air yang mempunyai kebiasaan makan pada malam hari dapat dilihat pada Tabel 6. 321 .

4 2. ada beberapa metode 322 .9 2. Jumlah pakan harian pada udang dengan kelangsungan hidup 80% Berat udang (gram) < 10 hari 10 – 20 hari 20 – 30 hari 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Biomas (kg) 240 320 400 480 560 640 720 800 880 960 1040 1120 1200 1280 1360 1440 1520 1600 1680 1760 1840 1920 2000 2080 2160 2240 2320 2400 2480 2560 2640 2720 2800 Feed Rate (%) 5.21 4.2 2.4 5.6 3.6 4.1 2. Berdasarkan peralatan yang digunakan dalam melakukan pemberian pakan pada usaha budidaya ikan.5 2.7 5.3 2.6 2.2 2.8 4.9 3.0 Jumlah pakan harian (kg) 4 8 12 14 17 20 23 26 28 30 32 34 36 37 39 40 41 42 42 43 43 44 45 46 46 46 48 48 49 49 50 52 54 55 56 57 Pada beberapa negara yang sudah maju jika akan memberikan pakan pada suatu usaha budidaya ikan menggunakan beberapa alat yang dapat membantu proses pemberian pakan.1 2.5.0 3.3 2.1 4.1 2.3 3.1 2.1 2.4 4.7 2.Tabel 6.1 2.2 3.7 3.1 2.5 3.6 2.8 2.

seperti demand feeder dan automatically feeder yang biasa digunakan pada budidaya ikan di kolam air deras. Dengan membuat suatu catatan tentang pemberian pakan pada setiap kolam budidaya akan memudahkan untuk memantau perkembangan setiap kolam budidaya. Selain itu yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengelolaan pemberian pakan adalah melakukan pencatatan pemberian pakan yang biasa disebut dengan Feeding record.18.17. Pada stadia larva ikan merupakan fase kritis dimana pada fase tersebut dibutuhkan pakan yang tepat jenis. . ukuran dan jumlah dimana yang dimasukkan kedalam pipapipa adalah pakan alami yang telah dibuat sedemikian rupa sehingga pipa yang berisi pakan alami ini masuk kedalam wadah pemeliharaan secara otomatis. Metode pemberian pakan dengan tangan 2. Adapun data yang 323 Gambar 6.pemberian pakan dilakukan yaitu : yang dapat 1. Pemberian mekanik pakan secara Pemberian pakan dengan cara menggunakan alat bantu pakan yang digerakkan oleh tenaga mekanik. Metode pemberian pakan dengan tangan ini biasanya disesuaikan dengan stadia dan umur ikan yang dibudidayakan Gambar 6. Pemberian pakan di Hatchery Pada beberapa unit hatchery ikan air laut atau ikan air tawar biasanya dibutuhkan suatu alat bantu untuk memudahkan proses pemberian pakan. Pemberian pakan dengan tangan Pemberian pakan dengan cara metode pemberian pakannya menggunakan tangan (disebar). Metode pemberian pakan dengan demand feeder 3.

dengan berat rata-rata ikan pada waktu tebar adalah 5 g. Jumlah pakan selama pemeliharaan Dari contoh diatas maka jumlah pakan yang dibutuhkan selama pemeliharaan 15 hari adalah 18 kg/hari X 15 hari = 270 kg 7. Dengan melakukan pencatatan maka akan jumlah pakan yang dihabiskan selama kegiatan budidaya dan dapat diprediksi hasil produksi dengan memperkirakan nilai konversi pakan dan efisiensi pakan dari kegiatan selama budidaya ikan. 10.5 berarti dalam 1. Jumlah ikan yang ditebar dalam satu kolam (N) 3. 6. Pada budidaya ikan secara intensif penggunaan pakan buatan sangat mendominasi biaya produksi. Jumlah pakan yang diberikan setiap hari (FR) dalam % 5. pakan tersebut akan diberikan kepada larva ikan sebanyak 4 kali pada waktu pukul 06.00.sebaiknya dicatat pada setiap kolam dalam manjemen pemberian pakan adalah : 1. Hal ini berarti pakan yang diolah menjadi daging tidak seratus persen ada bagian dari pakan yang digunakan sebagai energi untuk feses dan lainnya.00. Jika konversi pakan pada ikan mas mencapai 1.000 ekor.00. Menurut Calow (1986) dalam Harris (2005) energi pakan yang dimakan ikan (C) sama dengan produksi daging ikan (P) + energi metabolisme (R) + energi urine (U) dan energi feses (F) atau 324 .9 X 0.000 X 0. dengan perkiraan kelangsungan hidup adalah 90% dan jumlah pakan harian adalah 8%. Frekuensi pemberian pakan dan waktu pemberian pakan Dalam contoh diatas jumlah pakan perhari adalah 18 kg. Maka jumlah pakan setiap kali pemberian adalah 18 kg : 4 = 4. Jumlah pakan harian yang diberikan pada setiap kolam (DFA) Nilai DFA dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : DFA = W X N X SR X FR Misalnya dalam suatu kolam budidaya jumlah ikan yang ditebar adalah 50. Seperti kita ketahui pakan ikan yang diberikan selama kegiatan budidaya tidak seratus persen dikonsumsi oleh ikan.00 dan 19. maka jumlah pakan harian yang harus diberikan pada setiap kolam adalah : 5 X 50. Berat rata-rata ikan yang ditebar pada waktu tertentu (W) dalam gram 2.08 = 18 kg perhari 6.5 kilogram pakan akan memberikan konstribusi penambahan berat daging ikan sebanyak 1 kilogram.5 kg.6 PAKAN DAN KUALITAS AIR Pakan yang diberikan kepada ikan sebagai organisme air akan selalu berhubungan dengan air sebagai media budidaya ikan. Perkiraan kelangsungan hidup/sintasan selama periode waktu pemeliharaan (SR) dalam % 4. 14.

Salah satu limbah nitrogen yang sebagian besar berupa amoniak terlarut dan feses merupakan bahan yang akan banyak dibuang kedalam peraiaran. pakan yang diberikan (P) = pakan yang dikonsumsi (C) + pakan yang tidak termakan (PT). Jika kolam dalam kondisi optimal maka amoniak dan 325 . Ada beberapa parameter kualitas air yang sangat mempengaruhi aktivitas makan. keseimbangan energi antar nutrien. Kalau dilihat dari sisi praktis. Pakan yang dicerna selanjutnya diabsorbsi ke dalam darah dan seberapa banyak pakan yang diabsorbsi akan menjadi daging ikan bergantung pada pola asam amino. metabolisme dan pertumbuhan ikan diantaranya adalah suhu air dan tingkat kelarutan oksigen. Dalam budidaya ikan secara intensif dimana 40 – 70% komponen biaya produksi adalah pakan ikan maka efisiensi pakan atau konversi pakan sangat penting diperhatikan. Dari sekian banyak pakan yang dikonsumsi oleh ikan maka akan banyak terjadi pelepasan bahan organik dan anorganik yang berasal dari pakan yang akan mempengaruhi kualitas air dalam wadah budidaya. sementara untuk udang dapat mencapai 15% (Goddard. Berapa banyak pakan yang dikonsumsi (C) akan menjadi daging tergantung dari berapa banyak yang terbuang sebagai limbah feses dan sisa metabolisme berupa urin. Pakan yang diberikan dalam budidaya ikan intensif akan dikonsumsi oleh ikan dan ikan akan mengeluarkan buangan berupa limbah organik dan organik kedalam wadah budidaya. Perbedaan itu terjadi karena ikan makannya jauh lebih cepat daripada udang. karbondioksida. amoniak. Karena amoniak dalam bentuk belum terionisasi sangat berbahaya bagi ikan. sedngkan feses yang dikeluarkan oleh ikan lama kelamaan akan menjadi bahan tersuspensi ataupun terendap dalam sistem perairan. Oleh karena itu antara pemberian pakan dengan kualitas air di dalam budidaya ikan secara intensif sangat komplek. 1996). mineral dan lain-lain. urine dan feses. Seberapa banyak pakan akan menjadi feses tergantung pada seberapa sesuai komponen pakan dengan kemampuan enzimatik di saluran pencernaan ikan (daya cerna). vitamin. ransum udang biasanya habis dimakan selama 0.5– 2 jam dan selama proses tersebut terjadi pencucian pakan (leaching). asamlemak. Amoniak dikeluarkan oleh ikan melalui insang. Untuk ikan bagian yang tidak termakan ini bisa 0 – 10%. air dan hidrogen sulfida. Amoniak dapat mempengaruhi secara langsung pada ikan budidaya sedangkan bahan limbah lainnya seperti phosphor dan nitrogen dalam bentuk lainnya secara tidak langsung akan mempengaruhi ikan juga. Pada kolam air mengalir dengan pergantian air yang memadai maka kandungan amoniak dan feses yang terndap dalam wadah budidaya bisa terbuang keluar tetapi pada kolam pemeliharaan ikan dengan sistem air yang tidak mengalir maka semua amoniak dan feses yang dikeluarkan oleh ikan akan tetap mengendap di dalam wadah budidaya yang dapat mengakibatkan racun bagi ikan yang dibudidayakan.dengan rumus ditulis sebagai berikut: C = P + R + U + F.

5 25 – 30 28 – 33 25 .racun lainnya masih dapat dinetralisir dan akan diubah menjadi mikronutrien untuk pertumbuhan pakan alami dikolam budidaya. Pada suhu 326 Rainbow trout Atlantic salmon Common carp Channel catfish European eel Japanese eel African catfish Tilapia Giant tiger shrimp Giant freshwater prawn Dari tabel diatas diketahui bahwa setiap jenis ikan mempunyai kebutuhan terhadap suhu yang .5 23 – 30 25 – 27. Berdasarkan perubahan suhu ikan yang hidup didaerah panas mempunyai aktivitas makan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ikan yang hidup didaerah dingin. Oleh karena itu pada suhu air yang tinggi nafsu makan ikan akan meningkat dan metabolisme didalam tubuh ikan akan meningkat dan pertumbuhan ikan akan meningkat pula. Kaitan antara suhu perairan dan pertumbuhan ikan telah dilakukan penelitian oleh Elliot (1981) dalam Goddard (1996) pada ikan mas (Cyprinus carpio) dan brown trout (Salmo trutta) pada gambar dibawah ini dan tabel 6.6. 1996) Jenis ikan Suhu optimal untuk pertumbuhan (oC) 12 – 18 12 – 17 23 – 25 28 – 30 18 – 21.6.30 berbeda. Suhu Setiap ikan mempunyai kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan suhu karena sifat ikan yang poikilothermal yaitu mampu beradaptasi dengan perubahan suhu lingkungan dengan suhu tubuhnya. Tetapi jika kesuburan perairan menjadi meningkat maka hal ini juga akan membahayakan organisma air lainnya karena dengan adanya blooming phytoplankton dapat membahayakan bagi ikan. dimana pada setiap jenis ikan mempunyai kebutuhan suhu optimum yang berbeda. Parameter yang akan dibahas dalam hal ini adalah suhu dan oksigen. Oleh karena itu keterkaitan antara pemberian pakan dengan kualitas air sangat penting diperhatikan dalam budidaya ikan secara intensif. Gambar Kebutuhan suhu pada ikan mas dan ikan brown trout Kisaran suhu optimum untuk beberapa ikan budidaya (Goddard. mempunyai toleransi yang optimal terhadap suhu untuk dapat tumbuh dan berkembang. Tetapi setiap jenis ikan ini Tabel 6.

Ikan yang hidup didaerah tropis biasanya dapat hidup pada kondisi perairan yang kandungan oksigennya rendah seperti ikan nila yang masih dapat hidup pada kondisi oksigen terlarut 3 ppm dibandingkan dengan ikan salmon yang hanya dapat hidup jika perairan mengandung oksigen terlarut berkisar antara 5 – 6 ppm. Ikan sebagi organisme air membutuhkan energi untuk bergerak. Energi yang disimpan didalam tubuh ikan diperoleh dari proses metabolisme. Ikan melakukan pertukaran oksigen melalui sistem pernafasannya yaitu di insang khususnya lamella insang. dengan adanya kecukupan oksigen yang terlarut dalam wadah budidaya maka kebutuhan ikan akan oksigen untuk proses metabolisme akan terpenuhi. Dalam proses metabolisme ini dibutuhkan oksigen. suhu air dan tingkat aktivitas ikan. Pada bab ini akan dibahas kaitan antara kandungan oksigen terlarut dengan proses pemberian pakan. Oksigen diserap maka karbondioksida dilepaskan. pertumbuhan . untuk tumbuh dan merawat fungsi tubuhnya. oleh karena itu ketersediaan oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan mutlak diperlukan. Rata-rata konsumsi oksigen pada organisme air sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah berat tubuh. Kandungan oksigen terlarut dalam suatu wadah budidaya sangat berpengaruh terhadap aktivitas pemberian pakan. Pada suhu yang tinggi dan aktivitas ikan yang tinggi. Kandungan oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan minimal adalah 5 ppm. akibatnya ikan akan lebih cepat tumbuh dan efisiensi makanan akan meningkat. tipe dan jumlah pakan yang akan diberikan. metabolisme. Oleh karena itu dalam proses pemeliharaan ikan agar pakan yang diberikan dikonsumsi oleh ikan secara optimal karena aktivitas makannya meningkat perlu dibuat suatu lingkungan budidaya yang mempunyai suhu optimal. Hal ini akan sangat menguntungkan dalam proses pemberian pakan karena pakan yang dicerna oleh ikan akan termetabolisme dengan baik sehingga akan diperoleh energi yang akan dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang. ikan akan membutuhkan oksigen lebih banyak daripada suhu yang rendah dan pada saat ikan beristirahat. Pada umumnya ikan yang berukuran besar mengkonsumsi oksigen lebih banyak perjamnya daripada ikan yang berukuran kecil. Oksigen terlarut Dalam bab 2 kita telah bahas secara detail tentang oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan . Perpindahan gas ini dilakukan secara difusi melewati membran tipis 327 .lingkungan yang optimal dimungkinkan juga ikan akan mengalami pertumbuhan yang optimal. mencari dan mencerna makanan. Semakin tinggi kandungan oksigen terlarut dalam wadah budidaya dapat meningkatkan nafsu makan ikan. Tetapi jika dihitung perberat tubuh ikan yang lebih kecil mengkonsumsi oksigen yang lebih banyak daripada ikan yang berukuran besar.

Dengan mengetahui kandungan oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan dapat dibuat pengaturan tentang jumlah pakan yang diberikan setiap hari dan waktu yang tepat alam melakukan pemberian pakan serta berapa kali dalam sehari diperlukan pemberian pakan tersebut. Selama proses pemberian pakan maka aktivitas makan ikan akan meningkat dan kebutuhan ikan akan oksigen akan meningkat dan akan menurun kembali jika ikan tidak melakukan aktivitas makan. oleh karena itu ikan akan mempertahankan kebutuhannya jika tidak ikan akan mati. 328 . Kandungan oksigen dalam darah bergantung pada beberapa faktor dinatranya adalah tekanan partial oksigen dan karbondioksida di dalam air. Pemantauan kandungan oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan sangat diperlukan dalam melakukan manajemen pemberian pakan. Pada suhu air yang meningkat tinggi biasanya kandungan oksigen terlarut akan didalam wadah bididaya menurun tetapi kebutuhan ikan akan oksigen terlarut meningkat karena nafsu makan ikan meningkat dan proses metabolisme didalam tubuh akan meningkat. Selama dalam pemeliharaan ikan yang dibudidayakan selalu melakukan aktivitas makan. Hal ini sangat perlu diperhatikan agar dalam proses pemberian pakan pada suhu perairan yang sedang tinggi sebaiknya dikurangi untuk meminimalkan oksigen yang dibutuhkan untuk proses metabolisme. Kandungan oksigen yang rendah dapat menyebabkan mortalitas dan lambatnya pertumbuhan ikan atau udang di dalam wadah budidaya.lamella yang memisahkan sistem perputaran darah dari air selama melewati insang. pH. suhu dan tingkat aktivitas makan ikan.

Pakan alami merupakan salah satu jenis pakan ikan hias dan ikan konsumsi air tawar.1. Pakan alami adalah pakan yang disediakan secara alami dari alam dan ketersediaannya dapat di budidayakan oleh manusia. Pakan merupakan peristilahan yang digunakan dalam dunia perikanan yang mempunyai arti makanan. Penyediaan pakan alami secara selektif adalah melakukan budidaya pakan alami ini secara terpisah dengan wadah budidaya ikan. JENIS-JENIS PAKAN ALAMI Apakah pakan alami itu? Sebelum membicarakan tentang pakan alami perlu dipahami arti katanya. Sedangkan alami menurut arti katanya adalah sesuatu yang berasal dari alam.BAB VII. payau dan laut. Dalam bab ini akan dibicarakan tentang pakan alami yang merupakan makanan yang sangat disukai oleh ikan hias dan ikan konsumsi. TEKNOLOGI PRODUKSI PAKAN ALAMI 7. Pakan alami dapat diperoleh dengan melakukan usaha budidaya. sedangkan pakan buatan adalah pakan yang hanya dibuat oleh manusia dengan menggunakan beberapa bahan baku dan formulasi pakannya disesuaikan dengan kebutuhan ikan. tahapan stadia 329 . Agar dapat membudidayakan pakan alami maka harus dikuasai teknik budidayanya yang didasarkan pada pengetahuan aspek biologi dan kimianya yang mencakup: morfologi. sedangkan budidaya pakan alami secara nonselekstif adalah melakukan budidaya pakan alami bergabung dengan ikan yang akan dibudidayakan dimana kegiatan tersebut dilakukan pada saat dilakukan persiapan kolam untuk budidaya. Oleh karena itu pakan alami adalah pakan yang dikonsumsi oleh organisme yang berasal dari alam. Usaha budidaya pakan alami ini dapat dibagi atas dua kelompok besar yaitu : penyediaan pakan alami yang selektif dan penyediaan pakan alami secara nonselektif seperti pemupukan di lahan perairan.

Kelas Chlorophyceae. tidak menyebabkan penurunan kualitas air pada wadah budidaya ikan. daur hidup dan habitat. Warna hijau (Klorofil) 3. Alga Merah Rhodophyceae) 5. Phytoplankton yang hidup di dalam perairan ini akan memberikan warna yang khas pada perairan tersebut seperti berwarna hijau. bulat dan seperti benang. Scenedesmus. Dalam siklus hidupnya phytoplankton melakukan proses fotosintesa dan berukuran kecil yaitu terdiri dari satu sel atau beberapa sel. meningkatkan daya tahan tubuh benih ikan terhadap penyakit dan perubahan kualitas air. Tetraselmis. Euglena. mudah ditangkap karena pergerakan pakan alami tidak begitu aktif dan berukuran kecil sesuai dengan bukaan mulut larva. Alga Hijau Kebiruan Cyanophyceae) dimiliki dapat (Kelas (Kelas (Kelas (Kelas (Kelas Beberapa jenis phytoplankton yang sudah dapat dibudidayakan dan dikonsumsi oleh ikan/udang/ikan hias antara lain adalah : 1. misalnya Chlamydomonas. Pakan alami yang dapat dibudidayakan dan banyak terdapat dialam dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu phytoplankton. Phytoplankton adalah organisme air yang melayang-layang mengikuti pergerakan air dan berupa jasad nabati. misalnya Spyrogyra. misalnya Volvox. Warna keemasan (Karoten) Berdasarkan zat warna yang oleh alga ini. Alga Coklat Bacillariophyceae/kelas Phaephyceae) 3. misalnya Hydrodictyon reticulatum • Bentuk benang. kebiasaan dan cara makan atau unsur hara yang dibutuhkan untuk hidup dan pertumbuhan serta nilai gizi pakan alami. Warna kuning (Xantofil) 6. Oedogonium 330 . • Bersel tunggal dapat bergerak. Pakan alami sangat cocok untuk benih ikan/udang dan ikan hias karena pakan alami sangat mudah dicerna didalam tubuh benih ikan/udang dan ikan hias. Zat warna atau pigmen ini dapat diklasifikasikan yaitu : 1. Alga Keemasan Chrysophyceae) 4. • Bentuk koloni yang tidak bergerak. Warna biru (Fikosianin) 2. kecepatan dan tingkat pertumbuhan. biru atau coklat. zooplankton dan benthos. Selain itu nilai gizi pakan alami sangat lengkap dan sesuai dengan tubuh ikan. Chlorella. Bentuk phytoplankton antara lain: oval. Warna merah (Fikoeritrin) 5. Hal ini dikarenakan didalam tubuh phytoplankton terdapat zat warna atau pigmen. maka alga dikelompokkan menjadi : 1. misalnya Chlorococcum.perkembangbiakkannya. Warna pirang (Fikosantin) 4. mempunyai ciri-ciri : • Bersel tunggal tidak bergerak. • Bentuk koloni dapat bergerak. Alga Hijau Chlorophyceae) 2.

yaitu dengan pembelahan sel atau pemisahan autospora dari sel induknya. K dan unsur mikro lainnya (karbon.1. Habitatnya adalah tempattempat yang basah dan medianya mengandung cukup unsur hara seperti N. • padat dan garis tengahnya 5 mikron. Aspek biologi Chlorella sp. Beberapa aspek biologi dari phytoplankton yang sudah dapat dibudidayakan secara massal antara lain adalah : 1. misalnya. fosfor. misalnya Spirulina. Aspek biologi Tetraselmis sp. : • Alga sel tunggal • Bentuknya bulat atau bulat telur • Mempunyai khloroplas seperti cawan. Chara • Selain itu ciri-ciri umum yang dimiliki dari alga hijau ini adalah: • Berwarna hijau rumput karena mengandung khlorofil • Mempunyai empat bulu cambuk. P. Gambar 7.1. misalnya Chaetoceros calcitran dan Skeletonema costatum 3. Chlorella sp 2. sulfur dan lain-lain) Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. dindingnya keras. Ulva.• Bentuk lembaran. nitrogen. • Alga sel tunggal yang bergerak aktif • Mempunyai empat buah flagella dan berukuran 7 – 12 mikron • Mempunyai kloroplas • Perkembangbiakan secara aseksual yaitu pembelahan sel dan seksual yaitu dengan 331 . mempunyai ciri-ciri : Berwarna hijau kebiruan karena mengandung klorofil dan pigmen kebiru-biruan yaitu phycocyanin Berbentuk benang yang melingkar seperti spiral. Perkembangbiakan terjadi secara aseksual. Kelas Bacillariophyceae mempunyai ciri-ciri : • Berwarna coklat karena mengandung silikat • Berbentuk seperti cawan petri • Reproduksi secara pembelahan sel • Bersel tunggal. Kelas Cyanophyceae. • Reproduksi sel terjadi secara vegetatif aseksual dan seksual 2.

Gambar 7. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 7.• bersatunya khloroplas dari gamet jantan dan betina Hidup di perairan pantai atau laut dengan kisaran salinitas 27 – 37 permil. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Gambar 7.3.2. dari setiap sel induk dapat membentuk sebuah koloni awal yang membebaskan diri melalui suatu pecahan pada dinding sel induk.3. Tetraselmis sp 3. • Jenis alga yang berkoloni • Mempunyai kloroplas pada selnya • Perkembangbiakkannya dengan pembentukan koloni. Aspek biologi Scenedesmus sp.2. Scenedesmus sp 332 .

Jenis pakan alami yang kedua adalah zooplankton yaitu organisma air yang melayang-layang mengikuti pergerakan air dan berupa jasad hewani. Jenis zooplankton yang biasa digunakan sebagai makanan larva atau benih ikan/udang/ikan hias dan sudah dapat dibudidayakan secara massal adalah : 1.6. Skeletonema costatum 5.4.5. Aspek biologi Skeletonema costatum • Bersel tunggal. yaitu Brachionus sp. Rotifera.5. Aspek biologi Spirulina sp. • Alga hijau biru yang berbentuk spiral dan memiliki dinding sel tipis yang mengandung murein • Mempunyai dua macam ukuran yaitu jenis kecil berukuran 1–3 mikron dan jenis besar berukuran 3–12 mikron • Perkembangbiakan terjadi secara aseksual atau pembelahan sel yaitu dengan memutus filamen menjadi satuan-satuan sel yang membentuk filamen baru. berukuran 4– 6 mikron • Mempunyai bentuk seperti kotak dengan sitoplasma yang memenuhi sel dan tidak memiliki alat gerak • Perkembangbiakan melalui pembelahan sel Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. 333 .4. Spirulina. sp Gambar 7. Ciri-cirinya antara lain adalah : • Berwarna putih • Tubuhnya berbentuk seperti piala dan mempunyai panjang 60 – 80 mikron • Terlihat koronanya dan terdapat bulu getar yang bergerak aktif • Perkembangbiakannya dilakukan dengan dua cara yaitu secara parthenogenesis dan seksual Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Gambar 7.4.

yaitu Artemia salina Ciri-cirinya antara lain adalah : Telurnya berwarna coklat dengan diameter 200 – 300 mikron. 334 . Brachionus sp 2. Brachiopoda. Ciri-cirinya antara lain adalah : Berwarna merah karena mengandung haemoglobin Bergerak aktif Bentuk tubuh membulat untuk moina dan lonjong untuk daphnia Perkembangbiakannya secara sexual dan parthenogenesis Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Artemia dewasa berukuran 12 cm dengan sepasang mata Gambar 7.8 dan 7.9. Dan Daphnia sp. Cladocera. Artemia salina 3.7 Gambar 7.6.7. sedangkan pada saat dewasa berwarna kuning cerah Perkembangbiakan dengan dua cara yaitu parthenogenesis dan biseksual Nauplius tubuhnya terdiri dari tiga pasang anggota badan yaitu antenula. antenna I yang berfungsi sebagai alat sensor dan antenna II yang berfungsi sebagai alat gerak atau penyaring makanan dan rahang bawah belum sempurna. yaitu Moina sp.majemuk dan thoracopoda 11 pasang Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7.

8. larva dan benih ikan/udang/ikan hias adalah benthos. Benthos yang biasa dimanfaatkan dan dapat dibudidayakan sebagai makanan ikan antara lain adalah cacing rambut atau tubifex dan larva Chironomus sp.9. Infusaria.10. Benthos adalah organisma air yang hidupnya di .10. 335 Jenis pakan alami yang ketiga yang dapat diberikan kepada ikan hias.11. yaitu Pharamecium sp. Ciri-cirinya antara lain adalah : • Bersel tunggal • Berwarna putih Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Moina sp 4.Gambar 7. Paramecium Gambar 7. Daphnia sp dasar perairan. Gambar 7. Gambar 7.11. Cacing rambut (Tubifex sp) Ciri-ciri benthos secara umum antara lain adalah : • Berwarna merah darah karena banyak mengandung haemoglobin. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7.

dalam hal ini adalah tempat yang digunakan untuk membudidayakan phytoplakton. Erlemeyer/toples Sedangkan peralatannya adalah.12. BUDIDAYA PHYTOPLANKTON Agar dapat membudidayakan phytoplankton harus dilakukan beberapa kegiatan yaitu : 1. 336 . Pemilihan bibit dan menginokulasi bibit 4. pipet kaca.• Berbentuk seperti benang yang bersegmen-segmen. Tahap awal dalam membudidayakan phytoplankton adalah melakukan isolasi dan kultur murni.2. wadah yang digunakan adalah erlemeyer/toples. Pemilihan jenis wadah ini sangat bergantung kepada jenis phytoplankton dan sistem kulturnya. sedangkan jenis pakan alami air laut yang sudah dibudidayakan adalah jenis-jenis phytoplankton. Pada bab ini akan diuraikan secara detail tentang budidaya pakan alami dari kelompok phytoplankton. Artemia salina. Tubifex . jarum ose. Berdasarkan media tumbuhnya pakan alami dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu pakan alami air tawar dan pakan alami air laut. Wadah dan peralatan budidaya phytoplankton Apakah wadah itu? Wadah adalah tempat yang digunakan untuk memelihara organisme air . Brachionus. mikroskop. 7. Daphnia. Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan untuk budidaya phytoplankton sangat bergantung pada skala produksi.2. Dalam membudidayakan pakan alami yang akan diberikan kepada ikan hias dan ikan konsumsi dipilih jenis pakan alami yang relatif mudah dan mempunyai siklus hidup yang singkat. Ada beberapa jenis wadah yang dapat digunakan untuk membudidayakan pytoplankton. Pemanenan Gambar 7. Penyiapan media budidaya 3. Hal ini bermanfaat untuk menyediakan pakan alami tersebut secara kontinu. Brachionus. Jenis pakan alami air tawar yang sudah banyak dibudidayakan antara lain adalah Moina.1. 7. zooplankton dan benthos. tabung reaksi. Persiapan wadah dan peralatan budidaya 2. Pemeliharaan pakan alami 5.

tanki plastik. Jarum ose Gambar 7.15.14. gelas ukur kaca. bak beton dan bak fiber. gayung. wadah yang digunakan antara lain adalah bak semen.17. Gambar 7.Gambar 7. Tabung reaksi Gambar 7. Cawan petri Gambar 7. Pipet kaca 337 . selang air.13. saringan halus/seser. timbangan. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya phytoplankton secara semi massal dan massal antara lain adalah aerator/blower selang aerasi. batu aerasi.16. ember. Mikroskop Pada tahap selanjutnya adalah tahap semi massal dan massal.

Peralatan ini digunakan juga untuk mengeluarkan kotoran dan air pada saat dilakukan pemeliharaan. Peralatan selang aerasi berfungsi untuk menyalurkan oksigen dari tabung oksigen kedalam wadah budidaya.19.18. Oleh karena itu ukuran dari wadah yang akan digunakan sangat menentukan kapasitas produksi dari pakan alami . karena fungsi utama alat ini untuk menimbang bahan yang akan digunakan dalam membudidayakan phytoplankton. Peralatan yang digunakan untuk budidaya phytoplankton mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Selang air digunakan untuk memasukkan air bersih dari tempat penampungan air kedalam wadah budidaya. Bak fiber Gambar 7. Aerator Untuk membedakan antara kultur semi massal dan massal hanya dari volume media yang dapat disimpan didalam wadah tersebut. Phytoplankton yang dipelihara didalam wadah pemeliharaan akan tumbuh dan berkembang oleh karena itu harus dipantau kepadatan populasinya didalam wadah. Dengan menggunakan selang air akan memudahkan dalam melakukan penyiapan wadah sebelum digunakan untuk budidaya.menggunakan blower. misalnya aerator digunakan untuk mensuplai oksigen pada saat membudidayakan pakan alami skala kecil dan menengah. mikroskop lengkap dengan haemocytometer untuk menghitung kepadatan phytoplankton didalam wadah budidaya. timbangan yang digunakan boleh berbagai macam bentuk dan skala digitalnya. sedangkan batu aerasi digunakan untuk menyebarkan oksigen yang terdapat dalam selang aerasi keseluruh permukaan air yang terdapat didalam wadah budidaya. Alat yang digunakan adalah gelas ukur kaca yang berfungsi untuk melihat kepadatan populasi phytoplankton yang dibudidayakan didalam wadah pemeliharaan. Selain itu diperlukan juga plakton net atau saringan halus pada 338 Gambar 7. Peralatan lainnya yang diperlukan dalam membudidayakan phytoplankton adalah timbangan. tetapi apabila sudah dilakukan budidaya secara massal/skala besar maka peralatan yang digunakan untuk mensuplai oksigen kedalam wadah budidaya .

Untuk wadah dan peralatan budidaya skala laboratorium harus dilakukan pensucihamaan dilakukan sterilisasi dengan alat autoclave atau dengan larutan chlorin. Media adalah bahan atau zat sebagai tempat hidup pakan alami. majalah dan sebagainya. Media seperti apakah yang dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang pakan alami dari kelompok phytoplankton ini. Jadi media kultur adalah bahan yang digunakan oleh suatu organisme sebagai tempat hidupnya selama proses pemeliharaan. Setelah berbagai macam peralatan dan wadah yang digunakan dalam membudidayakan pakan alami phytoplankton diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara kerjanya . Kultur adalah kata lain dari budidaya yang merupakan suatu kegiatan pemeliharaan organisme. Langkah pertama adalah peralatan dan wadah yang akan digunakan ditentukan sesuai dengan skala produksi dan kebutuhan. Oleh karena itu untuk dapat membudidayakan phytoplankton kita harus menyiapkan media yang tepat untuk phytoplankton tersebut agar dapat tumbuh dan berkembang. 7. Penyiapan media budidaya phytoplankton Bagaimanakah anda melakukan penyiapan media kultur yang akan digunakan untuk membudidayakan phytoplankton secara terkontrol ? Apakah media kultur itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita diskusikan dan pelajari bab pada buku ini atau mencari referensi lain dari internet . Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya harus bebas dari kontaminan seperti pestisida. Wadah yang telah dibersihkan selanjutnya dapat diari dengan air bersih. Peralatan dan wadah disiapkan untuk digunakan dalam budidaya phytoplankton.saat akan melakukan pemanenan phytoplankton.2. Air yang digunakan sebaiknya diberi oksigen dengan menggunakan aerator dan batu aerasi yang disambungkan dengan selang aerasi.2. Dalam hal ini phytoplankton pada umumnya merupakan organisme air yang hidupnya melayang-layang mengikuti pergerakan air dalam bentuk jasad nabati dan mempunyai ukuran yang relatif sangat kecil dan disebut sebagai mikroorganisme. langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan terhadap wadah tersebut. Wadah yang akan digunakan dibersihkan dengan menggunakan sikat dan diberikan desinfektan untuk menghindari terjadinya kontaminasi dengan mikroorganisme yang lain. Wadah budidaya yang telah diairi dapat digunakan untuk memelihara phytoplankton. Media tempat tumbuhnya pakan alami sangat berbeda untuk setiap jenis pakan alami. Aerasi ini dapat digunakan pula untuk menetralkan chlor atau menghilangkan karbondioksida didalam air. Setiap jenis 339 . Pada subbab sebelumnya sudah dijelaskan berbagai jenis pakan alami yang dapat dibudidayakan. deterjen dan chlor.

Pupuk Conwy digunakan untuk phytoplankton hijau sedangkan pupuk Guillard untuk phytoplankton coklat. Sumber cahaya yang digunakan agar proses fotosintesis terjadi adalah lampu neon TL dengan kekuatan cahaya 2000 – 8000 lux. Tetraselmis dan Skeletonema costatum. Metode subkultur 3. Metode kultur murni phytoplankton di laboratorium untuk memperoleh satu jenis phytoplankton (monospesies) dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 1. Dari ketiga jenis phytoplankton tersebut secara proses pembuatan medianya hampir sama yang membedakannya adalah jenis pupuk dan volume media yang digunakan. Pupuk yang umum digunakan adalah pupuk Conwy dan pupuk Guillard . Jenis pupuk yang akan digunakan untuk melakukan kultur murni beberapa jenis phytoplankton sangat bermacam-macam biasanya jenis medium yang digunakan disesuaikan dengan jenis phytoplankton yang akan di kultur 340 . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 7.2. Didalam buku ini akan dibicarakan tentang media tumbuh dari phytoplankton. Setelah media kultur skala laboratorium disiapkan langkah selanjutnya adalah melakukan penebaran bibit pakan alami. Metode pipet kapiler Metode media agar Metode media agar adalah suatu metode pemurnian individu dari suatu sampel perairan dengan cara membuat kultur murni dengan menggunakan media agar . Metode pengenceran berseri 4. sedangkan sumber aerasi menggunakan HI-Blower tersendiri yang dilengkapi dengan saringan untuk memperkecil kontaminasi.pakan alami tersebut mempunyai media tumbuh yang berbeda. Media tempat tumbuhnya phytoplankton ini dapat dikelompokkan dalam tiga tahap kegiatan yaitu isolasi dan teknik kultur murni di laboratorium. Jenis phytoplankton yang banyak dibudidayakan pada usaha budidaya perikanan laut adalah Chlorella. larutan trace element dan vitamin. Metode media agar 2. Sumber nutrient yang digunakan untuk tumbuhnya phytoplankton dalam kultur murni digunakan bahan kimia Pro Analis (PA) dengan dosis pemakaian 1 ml/liter kultur. Media Kultur murni Teknik kultur phytoplankton dalam skala laboratorium dilakukan dalam ruangan tertutup dan ber-AC.1 dan 7. Media nutrient tersebut mengandung bahan-bahan kimia yang digunakan untuk sintesis protoplasma pada proses kulturnya. Hal ini diperlukan agar suhu selalu terkendali dan mencegah kontak dengan lingkungan luar yang dapat menyebabkan kontaminasi sehingga mengurangi kemurnian phytoplankton yang dikultur. teknik kultur skala semi massal dan teknik kultur skala massal. Media yang digunakan pada saat inokulasi adalah media agar yang dilengkapi dengan larutan nutrien pengkaya .

Komposisi Trace Metal Solution No.2. 4. 3. 2.0 gram 0. Untuk lebih jelasnya komposisi ketiga media tersebut dapat dilihat pada Tabel 7.9H2O Trace Metal Solution Vitamin Aquades sampai Pupuk Conwy/wayne 45 gram 20 gram 1. 5. 1.3 gram 33.6 gram 100 gram 5 gram/30 ml 1 ml 1 ml 1000 ml Tabel 7. 6. Pada tabel 7. 2. 3.26 gram 100 ml 341 .96 gram 4. 7 H2O CoCl2.1.40 gram 2. Bahan kimia ZnCL2 CuSO4. Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa komposisi nutrien untuk membuat medium pada phytoplankton air tawar antara lain adalah media Benneck. Untuk jenis phytoplankton dari perairan tawar dapat dilakukan dengan komposisi nutrien yang berbeda. 10. 7. 1.6H2O H3BO3 MnCl2.00 gram 1.secara murni. 6.2 merupakan komposisi nutrien yang biasa digunakan untuk membuat medium pada jenis phytoplankton dari air laut.9 gram 3. 8.2H2O FeCl3.1 gram 2.36 gram 100 gram 1 ml 1 ml 1000 ml Pupuk Guillard 10 gram 10 gram 2. Tabel 7. 4. Bahan kimia EDTA NaH2PO4.0 gram 2. media Demer dan media Bristole.3.4H2O NaNO3 Na2SiO3. 5.6 gram 0. Mo7O24. Komposisi pupuk pada media stok murni kultur algae No. 5 H2O ZnSO4. 4 H2O Aquabides sampai Pupuk Conwy/Wayne 2. 9. 6 H2O (NH4)6.1 dan 7.9 gram 100 ml Pupuk Guillard 1.

Kegiatan yang dilakukan dalam melakukan kultur murni untuk semua metode adalah hampir sama . diautoclave dengan temperature 100oC dengan tekanan 1 atm selama 20 menit atau di oven. 2.7H2O K2HPO4 NaCl Media Benneck 100 mg/l 200 mg/l 500 mg/l Sedikit -Media Demer 550 mg/l 250 mg/l 1000 mg/l 250 mg/l Media Bristole 7 g/400ml 10g/400 ml 1 g/400ml 3 g/400ml 3 g/400ml 1 g/400ml Pada metode agar ini peralatan yang digunakan adalah mikroskop. timbangan. 4.3. Sterilisasi peralatan dan bahan 2. pH meter dll). Pembuatan pupuk 6. formalin. Komposisi pupuk pada phytoplankton air tawar (Chlorella sp) No.Tabel 7. 5. alat penghitung plankton (Haemocytometer. 7. alkohol. 1. pipet. peralatan gelas (erlemeyer. Kultur di media cair 5. Kultur di media agar 4. dalam metode media agar kegiatan yang harus dilakaukan antara lain adalah : 1. Bahan kimia MgSO4 KH2PO4 NaNO3 FeCl3 Ca(NO3)2 KCl CaCl2. Pembuatan media agar 3. penyaringan dengan menggunakan plankton net ukuran 15 mikron atau pemberian larutan chlorine 60 ppm. 3. lemari es. 8. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan selain bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pupuk ditambah lagi agar difco. 9. 2. alat ukur kualitas air (termometer. penyimpanan Sterilisasi peralatan dan bahan yang akan digunakan dapat dilakukan dengan cara : 1. air conditioner. dengan memberikan sinar ultraviolet atau ozonisasi. refraktometer. Sedangkan peralatan yang akan digunakan juga dapat dilakukabn dengan beberapa cara diantaranya adala perebusan. Penghitungan phytoplankton 7.2H2O MgSO4. oven/autoclave. aquades. 6. air laut steril. beker glass. petri dish. lampu neon. toples. tabung reaksi). 10. 342 . hand counter). Air laut yang akan digunakan dilakukan sterilisasi dengan berbagai cara diantarany adalah perebusan selama 10 menit. blower. pemberian alkohol. kemudian diaduk rata selama beberapa menit dan dinetralkan dengan Natrium Thiosulfat 20 ppm. perendaman dalam larutan kaporit/chlorine 150 ppm.

Siapkan erlemeyer yang telah disterilisasi 2.Setelah peralatan dan bahan yang akan digunakan disterilisasi langkah selanjutnya adalah membuat media agarnya dengan cara : 1. media Berneck. 3. Adapun langkah yang harus dilakukan adalah: 1. Masukkan air laut dan pupuk sesuai dengan media yang diinginkan pada setiap jenis phytoplankton 3. Media yang akan digunakan sebagi pupuk pada media agar ini banyak sekali macamnya antara lain adalah media Zarrouk. Biarkan agak dingin sebentar kemudian tambahkan vitamin setelah itu larutan agar dan pupuk tersebut dituangkan kedalam petridish atau tabung reaksi dan dibiarkan sampai dingin dan membeku kemudian simpan di dalam lemari es. Koloni murni ini selanjutnya diinkubasi pada ruangan ber AC. 3. Lakukan inokulasi bibit phytoplankton dari hasil kultur murni 4. kemudian tutup dan simpan media agar yang telah digoresi dengan plankton pada suhu kamar dibawah sinar cahaya lampu neon secara terus menerus. 2. media allan miquel.5 gram Bacto agar dalam 100 ml air laut di tambah dengan pupuk Conwy untuk green algae dan pupuk silikat untuk Diatomae. Ambil contoh air plankton dengan jarum ose yang telah dipanaskan/disterilisasi dan oleskan kepermukaan media agar. Amati dibawah mikroskop koloni tersebut dan ambil koloni yang diinginkan dan dikultur pada media agar miring dalam tabung reaksi yang akan digunakan sebagai bibit. 2. Langkah selanjutnya adalah melakukan kultur murni/isolasi plankton pada media agar yang telah disiapkan sebelumnya. Bahan yang akan digunakan untuk membuat media agar adalah 1. 343 . Adapun prosedur yang harus dilakukan adalah : 1. Kultur murni dimedia cair ini dapat dilakukan dengan berbagai macam media yang sudah biasa dilakukan. Amati pertumbuhan phytoplankton tersebut dengan menghitung kepadatan populasi phytoplankton. pengolesan jarum ose pada media agar ini dilakukan dengan cara zigzag. Kultur selanjutnya setelah diperoleh koloni murni pada tabung rekasi langkah selanjutnya adalah melakukan kultur koloni plankton yang diperoleh tersebut pada media cair. media detmer. Biarkan media tersebut dan biasanya inokulum akan tumbuh setelah 4 – 7 hari dilakukan penggoresan dengan terlihatnya koloni plankton yang tumbuh pada media agar tersebut. Panaskan agar dan media tersebut dengan menggunakan hotplate atau microwave sampai cairannnya mendidih dan masukkan kedalam autoclave pada suhu 120oC dengan tekanan 1 atm selama 20 menit . media mollish dan media TMRL.

gelas ukur. air tanah. Ambil masing-masing 1 ml sampel air kolam kemudian encerkan 10 kali 344 . gelas ukur. kemudian tempatkan dalam wadah yang tertutup. Siapkan air tanah dengan melarutkan 1 sendok teh tanah kering dalam 200 ml air.1 N dan kemudian dibilas kembali dengan akuades. 5. Bahan-bahan yang digunakan adalah medium Bristole. 500 ml dan botol kultur 1 liter yang kemudian dikembangkan dari ukuran 2 liter sampai 30 liter. Haemocytometer. kemudian dinginkan dalam suhu ruang atau di lemari es selama 24 jam sebelum digunakan. Sterilisasi dilakukan pada semua alat dan bahan yang akan digunakan dalam kultur mikroalga/ phytoplankton. Adapun prosedur yang digunakan dalam metode subkultur ada dua tahapan yaitu pertama melakukan sterilisasi peralatan dan bahan yang akan digunakan . sterilisasi dilakukan dengan cara memakai autoclave pada suhu 120oC dengan tekanan 1 atm selama 15 menit. 3. 2. kemudian dipindahkan pada botol erlemeyer dengan volume yang bertahap dari100 ml . Peralatan yang digunakan dalam mengisolasi phytoplankton dengan metode ini adalah mikroskop. pipet. gelas piala dan tabung reaksi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Mencuci semua peralatan tersebut dengan menggunakan sabun yang tidak mengandung deterjen kemudian dibilas sampai bersih. Bilaskan peralatan pada point satu dengan menggunakan HCl 0. Kukus media selama dua jam pada dua hari berturut-turut. vitamin B1 dan sampel air kolam. oven. kedua adalah melakukan isolasi. akuades.Volume media kultur murni biasanya adalah bertahap mulai dari isolasi dalam tabung rekasi volume 10 – 15 ml. Sedangkan untuk bahan yang akan digunakan sebagi media kecuali vitamin. Setelah peralatan kering udara masukkan peralatan tersebut ke dalam autoclave dengan suhu 120oC dengan tekanan 1 atm selama 20 menit atau menggunakan oven dengan suhu 150oC selama 1 jam. autoclave. vitamin B6. 250 ml. vitamin B12. Biarkan peralatan tersebut kering udara 4. Karena pemanasan dapat merusak vitamin maka larutan ini disterilisasikan dengan menggunakan metode penyaringan. Untuk peralatan gelas seperti pipet. 3. Metode subkultur Metode subkultur adalah suatu metode mengisolasi mikroalga dimana metode ini dapat digunakan jika mikroalga yang kita inginkan bukan mikroalga yang dominan. Buat medium air tanah dengan cara mencampurkan 960 ml medium Bristol dengan 40 ml air tanah. 2. gelas piala dan tabung rekasi. Isolasi mikroalga dengan menggunakan metode subkultur dapat dilakukan dengan mengikuti prosedur sebagai berikut : 1.

Adapun peralatan yang digunakan adalah sama dengan metode subkultur.4. 5. Ambil sampel air kolam sebanyak 1 ml kemudian diencerkan dengan cara dimasukkan dalam tabung reaksi yang telah berisi 9 ml medium Bristol lalu aduk. kemudian masukkan kedalam tabung reaksi yang telah berisi medium Bristol sebanyak 9 ml. Kemudian phytoplankton tersebut dilakukan penyaringan dan diteteskan pada gelas obyek. Dengan menggunakan pipet kapiler ambil tetesan pytoplankton tersebut dan amati dibawah mikroskop. sampel air kolam. Metode Pengenceran Berseri Metode pengenceran berseri merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengisolasi mikroalga atau phytoplankton jika jenis mikroalga atau phytoplankton yang kita inginkan adalah jenis yang dominan. Letakkan tabung reaksi dalam rak kemudian di tempatkan dibawah lampu dan amati pertumbuhan dan jenis mikroalga yang tumbuh pada masingmasing media. Ambil lagi 1 ml sampel dari tabung reaksi pada tahap 1 tersebut. Sedangkan prosedur isolasi dengan cara pengenceran berseri dengan prosedur sebagai berikut : 1. Peralatan dan bahan yang akan digunakan dalam metode pengenceran berseri dilakukan isolasi. Kemudian pytoplankton tersebut 345 . Lakukan pengenceran seperti tahapan ke dua tersebut sampai lima kali pengenceran. Metode Pipet Kapiler Metode kultur murni dengan menggunakan metode pipet kapiler dapat dilakukan dengan cara sel mikroalga atau phytoplankton yang akan dikultur dipisahkan dengan menggunakan pipet kapiler steril lalu dipindahkan ke dalam media yang sesuai. Amati pertumbuhan dan jenis mikroalga yang tumbuh dominan selama 7 hari dibawah mikroskop dan hitung populasi kepadatan mikroalga atau phytoplankton dengan menggunakan Haemocytometer. sedangkan bahan yang digunakan adalah medium Bristol. vitamin B6 dan vitamin B1. 5. Proses isolasi ini dilakukan dibawah mikroskop dengan cara mengambil phytoplankton yang diperoleh dengan menggunakan alat plankton net. akuades. vitamin B12. Ambil masing-masing 1 ml sampel air kolam yang sudah diencerkan tadi lalu masukkan masing-masing kedalam tabung reaksi yang sudah berisi 9 ml media Bristol dan media air tanah. Isolasi peralatan dan bahan yang akan digunakan sama dengan metode subkultur. 2. Susun semua tabung reaksi tersebut dalam rak tabung reaksi kemudian letakkan di bawah cahaya lampu. 3. 4. Pipet yang akan digunakan untuk metode ini adalah pipet yang mempunyai diameter berkisar antara 3 – 5 kali besar phytoplankton yang akan diisolasi dan pipetnya dilakukan pembakaran pada bagian ujungnya.

Volume media kultur semi massal 100 liter sampai 0. 4. Komposisi jenis pupuk yang digunakan pada media kultur dapat dilihat pada Tabel 7. 9. Teknik kultur yang terakhir adalah teknik kultur skala massal dimana pada teknik ini bibit yang digunakan berasal dari teknik skala semi massal.dikultur dalam tabung reaksi volume 10 ml yang telah diperkaya dengan jenis pupuk yang sesuai dengan phytoplankton yang akan diisolasi dan lakukan pengamatan jenis phytoplankton yang tumbuh dibawah mikroskop setiap hari dan lakukan kegiatan tersebut sampai diperoleh jenis phytoplankton yang diinginkan.3 m3. Tabel 7. Komposisi pupuk phytoplankton Semi Massal No.3 meterkubik.36 gr 33. 8.4. 2. 5.3 gr 0.5 ml 1 ml 1000 ml 40 gr 30 gr Teknik kultur phytoplankton selanjutnya adalah teknik kultur skala massal.4. Bibit yang digunakan untuk kultur semi massal berasal dari kultur murni.36 gr 10 gr 50 gr 1 ml 1 ml 1000 ml Pupuk TMRL 100 gr 3 gr 10 gr 1 gr 1000 ml Pupuk BBL SM 50 gr 5 gr 1 gr 10 gr 15 ml 0.9 gr 0. Media kultur semi massal dan massal Media yang digunakan untuk teknik kultur phytoplankton skala semi massal berbeda dengan teknik kultur murni. Kegiatan ini umumnya dilakukan dalam akuarium bervolume 100 liter sampai dengan bak fiber 0. 1. 12. 3. 11.2 gr 10 gr 2.6 gr 20 gr 1 ml 1 ml 1000 ml Pupuk Guillard 84. 10. Bahan kimia NaNO3/KNO3 Na2EDTA FeCl3 MnCl2 H3BO3 Na2HPO4 Na2SiO3 Trace metal Solution Vitamin Aquabides Urea ZA Pupuk Conwy 100 gr 5 gr 1. dengan menggunakan bibit dari hasil kultur skala semi massal. Bibit yang digunakan diambil sebanyak 5 – 10% dari volume total yang akan dikultur. 6. 7. Pupuk yang digunakan adalah pupuk teknis dan sewaktu-waktu dapat menggunakan pupuk laboratorium. Kegiatan ini dilakukan pada bak-bak kultur berukuran besar dan dilakukan diluar ruangan dengan 346 . Pada teknik kultur ini dilakukan diruang terbuka tetapi beratap transparan agar bisa memanfaatkan sinar matahari.

Komposisi pupuk untuk teknik kultur secara massal dapat dilihat pada Tabel 7. Pasanglah peralatan aerasi dengan merangkaikan antara aerator. Bersihkan wadah dengan menggunakan sikat dan disiram dengan air bersih. Tentukan media tumbuh yang akan digunakan dan hitung jumlah pupuk yang dibutuhkan sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan. kemudian lakukan pensucihamaan wadah dengan menggunakan desinfektan sesuai dengan dosisnya. Urea ZA TSP Molase/orgami Silikat Teknis Langkah kerja dalam menyiapkan media tempat tumbuhnya pakan alami phytoplankton semi massal dan massal adalah :. 1. Media tempat tumbuhnya pakan alami siap untuk ditebari dengan bibit sesuai dengan kebutuhan produksi 347 . Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan sebutkan fungsi dan cara kerja peralatan tersebut! 2. ZA. Bilaslah wadah yang telah dibersihkan dengan menggunakan air bersih. 5. 5. Buatlah larutan terhadap berbagai macam pupuk pada wadah yang sesuai. Masukkan air bersih yang tidak terkontaminasi kedalam wadah budidaya dengan menggunakan selang plastik dengan kedalaman air yang telah ditentukan. 2. Tentukan wadah yang akan digunakan untuk membudidayakan pakan alami ! 3.volume berkisar antara 40 – 100 meterkubik. Komposisi pupuk kultur massal No. jika sudah terbentuk larutan masukkan kedalam wadah yang digunakan untuk budidaya pakan alami 10. 7. 8. Bahan kimia Pupuk Yashima (ppm) 10 100 10 Pupuk diatom (ppm) 30 40 20 10 5-20 Pupuk Phyto A (ppm) 30 30 10-15 10 Pupuk Phyto B (ppm) 50 20 10-15 10 Pupuk Phyto C (ppm) 50 50 15-20 15 - 1. 3. Tabel 7. TSP. 4.5. 4. 9. selang aerasi dan batu aerasi. 6. Timbanglah pupuk sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Media kultur yang dibuat pada tahap ini menggunakan pupuk teknis seperti urea.5. Ceklah keberfungsian peralatan tersebut dengan memasukkan kedalam arus listrik. masukkan kedalam wadah budidaya.

Oleh karena itu dalam bahasan selanjutnya diharapkan sudah dikuasai dan dipahami tentang jenis-jenis pakan alami yang akan dibudidayakan. Setelah dilakukan seleksi bibit pakan alami dari kelompok phytoplankton dilakukan penebaran bibit pakan alami sesuai dengan jenis dan volume media kultur yang telah ditentukan. Langkah selanjutnya setelah dapat mengidentifikasi jenis-jenis pakan alami yang akan ditebar kedalam media kultur adalah melakukan pemilihan terhadap bibit pakan alami. Identifikasi jenis-jenis pakan alami air laut telah dipelajari pada bab sebelumnya . Kultur pakan alami phytoplankton biasanya untuk 348 . Perkembangbiakan pakan alami di dalam media kultur dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara sexual dan asexual. Ada beberapa jenis phytoplakton yang merupakan pakan alami bagi ikan hias maupun ikan konsumsi. kedua melakukan seleksi terhadap bibit pakan alami. Digunakan peristilahan ini karena yang ditebarkan kedalam media kultur adalah mikroorganisme yang memiliki ukuran kecil antara 45 – 300 µm. ketiga melakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai dengan prosedur. Bibit yang akan ditebar kedalam media kultur harus yang sudah dewasa. Identifikasi pakan alami perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan inokulasi. Perkembangbiakan secara asexual (tidak kawin) yang disebut dengan Parthenogenesis terjadi dalam keadaan normal. Kata inokulasi diambil dari bahasa Inggris yaitu inoculate yang mempunyai arti menyuntik atau memberi vaksinasi. Apakah inokulasi itu? Bagaimana anda melakukan inokulasi/menebar bibit pakan alami pada media kultur ? Dalam buku ini akan diuraikan secara singkat tentang seleksi/pemilihan bibit pakan alami yang akan diinokulasi dan cara melakukan inokulasi pada media kultur pakan alami. untuk kelompok phytoplankton hanya dibutuhkan waktu beberapa hari saja sudah mencapai puncak populasi dan akan mati. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yaitu pertama melakukan identifikasi jenis bibit pakan alami.Penebaran Inokulasi bibit/ Setelah media tempat tumbuhnya pakan alami disiapkan langkah selanjutnya adalah melakukan penebaran bibit pakan alami. Dalam peristilahan dunia perikanan diterjemahkan menjadi memasukkan bibit pakan alami kedalam media kultur dengan cara disuntikkan atau ditebar secara langsung. Pemilihan bibit pakan alami yang akan ditebar kedalam media kultur harus dilakukan dengan tepat. Pakan alami mempunyai umur hidup yang relatif singkat. Peristilahan penebaran bibit pakan alami biasanya menggunakan kata melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media tempat tumbuhnya pakan alami.

Lakukan penebaran bibit pakan alami pada pagi atau sore hari dengan cara menebarkannya secara perlahan-lahan kedalam media kultur. 7. Tetraselmis dan Skeletonema costatum. Langkah kerja dalam menebar bibit phytoplankton 1. Penebaran bibit pakan alami ini sebaiknya dilakukan pada saat suhu perairan tidak terlalu tinggi yaitu pada pagi dan sore hari. dan batu aerasi • Botol diisi medium ± 3 liter. Bibit yang dibudidayakan dari kultur murni berasal dari hasil inokulasi dari alam yaitu perairan laut atau perairan tawar. slang aerasi. Siapkan mikroskop dan peralatannya untuk mengidentifikasi jenis pakan alami yang akan dibudidayakan! 3. 9. sedangkan bibit yang digunakan pada teknik kultur semi massal berasal dari kultur murni. 4. 5.2. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan inokulasi/penebaran bibit pakan alami ! 2. kemudian dibilas dengan larutan klorin 150 ppm 2. Cara yang dilakukan dalam melakukan inokulasi adalah dengan menebarkannya secara hati-hati kedalam media kultur sesuai dengan padat tebar yang telah ditentukan. Padat penebaran bibit phytoplankton ini sangat bergantung kepada volume media. Pemeliharaan dan pemanenan Phytoplankton Pada subbab ini akan dibahas beberapa contoh dalam melakukan pemeliharaan dan pemanenan Phytoplankton antara lain adalah Cholrela. untuk Chlorella air laut menggunakan medium dengan kadar garam 15 349 . Lakukan pengamatan terhadap individu pakan alami beberapa kali ulangan agar dapat membedakan tahapan stadia 6. Hitunglah jumlah bibit yang akan ditebar tersebut sesuai dengan point 7. Alat-alat yang akan digunakan dicuci dengan deterjen. Dalam wadah 1 galon: • Menggunakan stoples atau botol “carboys”. 8.4. pada pakan alami yang sedang diamati dibawah mikroskop ! Lakukanlah pemilihan bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur dan letakkan dalam wadah yang terpisah! Tentukan padat penebaran yang akan digunakan dalam budidaya pakan alami tersebut sebelum dilakukan penebaran. 7. Letakkan objec glass dibawah mikroskop dan amati morfologi pakan alami serta cocokkan dengan gambar sebelumnya. waktu pemanenan dan kebutuhan produksi. Chlorella Penyiapan Bibit 1.kebutuhan produksi menggunakan teknik kultur massal dan bibit yang ditebarkan pada teknik kultur massal ini berasal dari teknik kultur semi massal. Ambillah sampel pakan alami dengan menggunakan pipet dan letakkan diatas objec glass.

6H2O. Urea sebanyak 10-15 mg/liter dan pupuk KCl sebanyak 10-15 mg/l • Untuk pertumbuhan dalam wadah besar (1ton) cukup menggunakan urea dengan takaran 50 gram/m3 Pemeliharaan 1. (2) Larutan B. Dalam wadah 1liter 350 • . terdiri dari 20 gram KNO3 dalam 100 ml air suling. Tetraselmis Penyiapan Bibit 1. Air untuk medium harus disaring. Medium dipupuk dengan jenis dan takaran: 100 mg/liter pupuk TSP. menggunakan 2 ml larutan A dan 1 ml larutan B 3. sampai airnya berwarna agak kehijau-hijauan. dapat dilepaskan ikan mujair besar 4-5 ekor/m2 yang diberi makan pelet secukupnya. terdiri dari: 4 gram Na2HPO4. klorinasi. Dalam wadah 1 galon : • Bibit ditebar dalam medium yang telah diberi pupuk. 2. Dalam wadah 60 liter atau 1 ton : • Untuk wadah 60 liter membutuhkan 1 galon bibit dan untuk wadah 1 ton membutuhkan 5 galon bibit • Selain dipupuk. yang terdiri dari 2 larutan. dan 2 ml HCl. semuanya dilarutkan dalam 80 ml air suling Setiap 1 liter medium. atau penyinaran dengan lampu ultraviolet Pemupukan dengan menggunakan ramuan AllenMiguel.12H2O. dan air diudarai terus-menerus • Setelah ± 5 hari. Dalam wadah 60 liter atau 1 ton • Wadah dicuci dan dibebashamakan. dan pemberian obat pemberantas hama Pemanenan Chlorella dipanen dari perairan masal 60 l/ 1 ton dan dapat langsung diumpankan pada ikan. dan untuk Chlorella air tawar dapat menggunakan air tawar yang disaring dengan kain saringan 15 mikron Air disterilkan dengan cara mendidihkan. Chlorella sudah tumbuh dengan kepadatan sekitar 10 juta sel/ml. yaitu: (1) Larutan A.• • • permil. Airnya berwarna hijau segar • Hasil penumbuhan ini digunakan sebagai bibit pada penumbuhan dalam wadah yang lebih besar. penambahan air baru. Bibit yang masuk disaring dengan saringan 15 mikron Wadah disimpan di dalam ruang laboratorium di bawah penyinaran lampu neon. 2 gram CaCl2. 2 gram FeCl3. bertujuan sebagai penghasil pupuk organik dari kotorannya • Wadah disimpan dalam ruangan yang kena sinar matahari langsung • Setelah 5 hari pertumbuhan terjadi dan pada puncaknya dapat mencapai kepadatan 5 juta sel/ml • Secara berkala medium perlu dipupuk susulan.

Urea – 46 = 100 mg/l .EDTA (Ethyelene Dinitro Tetraacetic Acid) = 2 mg/l .7H2O = 0. slang plastik.6 mg/l 2. Botol. atau disinari lampu ultraviolet Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut : .5H2O = 0.Natrium molibdatNaMoO4.Natrium nitrat – NaNO3 = 84 mg/l .Kalium hidrofosfatK2HPO4 = 5 mg/liter atau Kalium dihidrofosfatK2H2PO4 = 5 mg/liter .044 mg/l .Vitamin B12 = 1mikrogram/l .6 mg/l atau Kalsium fosfat-Ca3(PO4)2 =11.7H2O = 0.Besi klorida-FeCl3 = 2 mg/liter • Untuk wadah 1 ton dapat hanya menggunakan urea 60 351 . dan batu aerasi dicuci dengan deterjen dan dibilas dengan larutan klorin 150 ml/ton Wadah diisi air medium dengan kadar garam 28 permil yang telah disaring dengan saringan 15 mikron. Dalam wadah 1 galon (3 liter): • Dapat menggunakan botol “carboys” atau stoples • Persiapan sama dengan dalam wadah 1 liter • Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut : .Biotin = 1 mikrogram/l .Natrium dihidrofosfatNaH2PO4 = 10 mg/l atau Natrium fosfat.Vitamin B12 = 0.4H2O = 0.005 mg/l .Besi klorida – FeCl3 = 2 mg/l .Pupuk 16-20-0 = 5 mg/liter .Tiamin-HCl (vitamin B1) = 9. Dalam wadah 200 liter dan 1 ton • Wadah 200 liter dapat menggunakan akuarium. atau bak fiberglass • Persiapan lain sama • Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut : .6H2O = 3.0126 mg/l Kobalt korida kristalCoCl2.0196 mg/l . diklorin 60 ppm dan dinetralkan dengan 20 ppm Na2S2O3.Agrimin = 1 mg/liter .Besi klorida – FeCl3 = 2.005 mg/l 3.02 mg/l - Mangan klorida kristalMnCl2.Tembaga sulfat kristal CuSO4.Seng sulfat kristal ZnSO4.Kalium hidrofosfat – K2HPO4 = 10 mg/l .Vitamin B1 = 0.2 mg/l . Kemudian disterilkan dengan cara direbus. bak semen.Agrimin = 1 mg/l .EDTA (Ethylene dinitrotetraacetic acid) = 10 mg/l .Urea-46 = 100 mg/liter .2 mg/l . dan untuk 1 ton menggunakan bak dari kayu.• • • Dapat menggunakan botol erlenmeyer.Na3PO4 = 27.9 mg/l .

Hasilnya digunakan sebagai bibit pada penumbuhan berikutnya 3.000 sel/ml. Siapkan larutan pupuk A. hingga kepadatan mencapai 100. dan di bawah sinar lampu neon • Setelah 4-5 hari telah berkembang dengan kepadatan 4 . 4.0 g Na2HPO4 dengan 100 cc aqudest.50 mg/liter Pemeliharaan 1. untuk setiap galon membutuhkan bibit 100 ml.0 g Na2SiO3 dengan 100 cc aqudest.C dan D. Larutan pupuk C adalah campuran antara 1.B.000 sel/ml • Wadah ditaruh di dalam ruangan ber-AC.-100 mg/liter dan TSP 20 . dan airnya diudarai terus-menerus • Setelah 4-5 hari telah berkembang dengan kepadatan 4-5 juta sel/ml. B. Perbandingan antara air laut dengan pupuk adalah 1 liter air laut diberi larutan A. sedangkan dari wadah 1 ton dapat digunakan sebagai pakan Pemanenan Cara pemanenan langsung diumpankan dan diambil dari budidaya masal 1 ton.2 g KNO3 dengan 100 cc aquadest. Dalam wadah 1 galon (3 liter) : • Bibit dari penumbuhan dalam wadah 1 liter. Gelas erlemeyer. sedangkan wadah 1 ton 100 liter • • Dalam waktu 4-5 hari mencapai puncak perkembangan dengan kepadatan 2-4 juta sel/ml Hasil penumbuhan di wadah 200 ton digunakan sebagai bibit untuk penumbuhan di wadah 1 ton. Larutan pupuk B adalah campuran antara 2. Kultur Skeletonema costatum dalam gelas erlemeyer 1 liter 1. Larutan D adalah 1. Airnya diudarai terusmenerus dan wadah diletakkan dalam ruang berAC. Hasilnya digunakan sebagai bibit pada penumbuhan berikutnya 2. 3. Larutan pupuk A adalah campuran antara 20. Masukkan air laut yang telah disterilisasi dan dicampur dengan pupuk kedalam wadah sebanyak 352 .0 g FeCl3 dengan 20 cc aquadest. dan C masing-masing 1 cc dan 4 tetes larutan D. Dalam wadah 1liter : • Bibit ditebar dalam medium yang telah diberi pupuk sebanyak 100. Dalam wadah 200 liter dan 1 ton • Wadah 200 liter membutuhkan 3 galon bibit. ditebar dalam medium yang telah diberi pupuk. di bawah lampu neon.5 juta sel/ml. selang dan batu aerasi dibersihkan dengan cara dicuci bersih dengan deterjent kemudian dibilas dengan Chlorin 150 ppm (150 ml chlorine dalam 1000 liter air) 2.

Tebar bibit Skeletonema costatum dengan padat penebaran (N2) sekitar 70. kadar garam (salinitas) yang baik untuk kultur Skeletonema costatum adalah 28 – 35 ppt 5.300 – 500 cc dan ukur kadar garamnya. oleh karena itu dalam menentukan besarnya N2 harus perlu dipertimbangkan pemenfaatannya. 2. Botol kultur diletakkan dibawah cahaya lampu neon (TL) sebagai sumber energi untuk fotosintesa.000 sel per cc) Makin tinggi jumlah N2 makin cepat kultur ini mencapai kepadatan maksimal . . Volume Skeletonema costatum yang dibutuhkan untuk penebaran (V1) dapat dihitung dengan rumus : V1 = N2 X V2 N1 (dalam cc atau liter) 6.000/ml 353 dimana : V1 : Volume Skeletonema costatum yang diperlukan untuk penebaran V2 : Volume kultur Skeletonema costatum yang dibuat dalam gelas erlemeyer N1 : Jumlah Skeletonema costatum per cc yang akan ditebar N2 : Jumlah Skeletonema costatum per cc yang dikehendaki dalam penebaran ( dalam hal ini misalnya ditentukan yaitu 70. 8. Dalam waktu 3 – 4 hari perkembangan diatom mencapai puncaknya yaitu 6 – 7 juta sel per cc dan siap untuk dipanen dan dapat digunakan sebagai bibit pada budidaya skala semi massal Cara Menghitung Kepadatan Phytoplankton 1. maka volume air diatas permukaan bergaris sama dengan 1 mm2 X 0. Dengan kepadatan awal 70. kemudian tutup dengan gelas penutup maka air akan menutupi permukaan gelas yang bergaris. 7.000 sel diharapkan dalam waktu 3 – 4 hari sudah mencapai puncaknya dan siap dipanen.000/ml • Jika dihitung hanya beberapa kotak : rata-rata jumlah sel/kotak X 400 kotak X 10. Luas permukaan yang bergaris adalah 1 mm persegi dan tinggi atau jarak cairan alga antara permukaan gelas bagian tengah dan gelas penutup juga diketahui yaitu 0.1 mm3 (0.0001 cm3). Teteskan alga diatas permukaan gelas preparat dibagian tengah. Hitunglah jumlah plankton yang terdapat dalam kotak dan lakukan perhitungan : • Jika dihitung dalam 400 kotak: Jumlah sel X 10.000 sel per cc. Aerasi dipasangkan kedalam wadah budidaya yang bertujuan untuk meningkatkan kandungan Oksigen yang diperlukan dalam proses metabolisme dan mencegah pengendapan plankton.1 mm = 0.1 mm .

tali rafia. selang air. tanki plastik. karena fungsi utama alat ini untuk menimbang bahan yang akan digunakan dalam membudidayakan daphnia.1. Budidaya Daphnia Wadah dan peralatan Budidaya Daphnia Peralatan dan wadah yang dapat digunakan dalam mengkultur pakan alami daphnia ada beberapa macam. sedangkan batu aerasi digunakan untuk menyebarkan oksigen yang terdapat dalam selang aerasi keseluruh permukaan air yang terdapat didalam wadah budidaya. bak beton. Pemilihan wadah yang akan digunakan dalam membudidayakan daphnia sangat bergantung kepada tujuannya. ember.gayung. misalnya aerator digunakan untuk mensuplai oksigen pada saat membudidayakan pakan alami skala kecil dan menengah. bak beton. bak fiber dan kolam tanah. 7. batu aerasi. Oleh karena itu ukuran dari wadah yang akan digunakan sangat Peralatan yang digunakan untuk budidaya pakan alami daphnia mempunyai fungsi yang berbedabeda. Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah bak semen. timbangan yang digunakan boleh berbagai macam bentuk dan skala digitalnya. Wadah yang terbuat dari bak semen.menentukan kapasitas produksi dari pakan alami daphnia. tetapi apabila sudah dilakukan budidaya secara massal/skala besar maka peralatan yang digunakan untuk mensuplai oksigen kedalam wadah budidaya menggunakan blower. timbangan. Peralatan lainnya yang diperlukan dalam membudidayakan daphnia adalah timbangan. BUDIDAYA ZOOPLANKTON 7. Peralatan ini digunakan juga untuk mengeluarkan kotoran dan air pada saat dilakukan pemeliharaan. Bahan yang telah ditimbang tersebut selanjutnya bisa diletakkan didalam wadah plastik atau kantong 354 . Peralatan selang aerasi berfungsi untuk menyalurkan oksigen dari tabung oksigen kedalam wadah budidaya. selang aerasi.3. gelas ukur kaca. Sedangkan wadah budidaya kolam tanah biasanya dilakukan untuk membudidayakan pakan alami nonselektif yaitu membudidayakan pakan alami secara bersama-sama dengan ikan yang akan mengkomsumsi pakan alami tersebut. Dengan menggunakan selang air akan memudahkan dalam melakukan penyiapan wadah sebelum digunakan untuk budidaya. bak fiber dan tanki plastik biasanya digunakan untuk membudidayakan daphnia secara selektif yaitu membudidayakan pakan alami ditempat terpisah dari ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami.3. kantong plastik. saringan halus/seser. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya Daphnia antara lain adalah aerator/blower. Selang air digunakan untuk memasukkan air bersih dari tempat penampungan air kedalam wadah budidaya.

Wadah yang akan digunakan dibersihkan dengan menggunakan sikat dan diberikan desinfektan untuk menghindari terjadinya kontaminasi dengan mikroorganisme yang lain. Ceklah 355 .plastik dan diikat dengan menggunakan karet plastik. Setelah berbagai macam peralatan dan wadah yang digunakan dalam membudidayakan pakan alami daphnia diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara kerjanya . 5. masukkan kedalam wadah budidaya. Tentukan wadah yang akan digunakan untuk membudidayakan daphnia ! 3. Daphnia yang telah dipanen tersebut dimasukkan kedalam ember plastik untuk memudahkan dalam pengangkutan dan digunakan juga gayung plastik untuk mengambil media air budidaya daphnia yang telah diukur kepadatannya. Alat yang digunakan adalah gelas ukur kaca yang berfungsi untuk melihat kepadatan populasi daphnia yang dibudidayakan didalam wadah pemeliharaan. langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan terhadap wadah tersebut. Langkah pertama adalah peralatan dan wadah yang akan digunakan ditentukan sesuai dengan skala produksi dan kebutuhan. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan sebutkan fungsi dan cara kerja peralatan tersebut! 2. 4. Wadah yang telah dibersihkan selanjutnya dapat diari dengan air bersih. Bersihkan wadah dengan menggunakan sikat dan disiram dengan air bersih. Wadah budidaya yang telah diairi dapat digunakan untuk memelihara daphnia. deterjen dan chlor. kemudian lakukan pensucihamaan wadah dengan menggunakan desinfektan sesuai dengan dosisnya. Bilaslah wadah yang telah dibersihkan dengan menggunakan air bersih. Langkah kerja dalam menyiapkan wadah budidaya Daphnia adalah sebagai berikut : 1. Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya harus bebas dari kontaminan seperti pestisida. Aerasi ini dapat digunakan pula untuk menetralkan chlor atau menghilangkan Carbondioksida didalam air. Air yang digunakan sebaiknya diberi oksigen dengan menggunakan aerator dan batu aerasi yang disambungkan dengan selang aerasi. Daphnia yang dipelihara didalam wadah pemeliharaan akan tumbuh dan berkembang oleh karena itu harus dipantau kepadatan populasi daphnia didalam wadah. Peralatan dan wadah disiapkan untuk digunakan dalam budidaya daphnia. Pasanglah peralatan aerasi dengan merangkaikan antara aerator. Kedalaman air didalam wadah budidaya yang optimum adalah 50 cm dan maksimum adalah 90 cm. Bahan yang telah terbungkus dengan kantong plastik tersebut selanjutnya dimasukkan kedalam media budidaya daphnia. selang aerasi dan batu aerasi. Selain itu diperlukan juga seser atau saringan halus pada saat akan melakukan pemanenan daphnia.

natrium. yang hidupnya ada didalam air. misalnya 60 cm. dan kedua jenis pupuk tersebut dapat digunakan sebagai sumber unsur hara. Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Jenis pupuk organik yang biasa digunakan adalah pupuk kandang. Daphnia merupakan hewan air yang hidup diperairan tawar subtropik dan tropik baik di daerah danau.Amonium nitrat. Jenis pupuk yang dapat digunakan sebagai sumber unsur hara pada media kultur pakan alami Daphnia adalah pupuk organik dan anorganik. Berdasarkan habitat alaminya pakan alami Daphnia ini dapat hidup pada perairan yang mengandung unsur hara.keberfungsian peralatan tersebut dengan memasukkan kedalam arus listrik. Unsur hara yang dimasukkan kedalam media tersebut pada umumnya adalah pupuk. seperti Nitrat. Untuk melakukan budidaya pakan alami diperlukan unsur hara tersebut didalam media budidaya. Zwavelzure amoniak/ZA. pupuk kandang adalah pupuk yang 356 . Dalam hal ini pakan alami pada umumnya merupakan organisme air. Silikat. 6. Pemilihan antara kedua jenis pupuk tersebut sangat bergantung kepada ketersediaan pupuk tersebut dilokasi budidaya.Superphosphat 36. Fused Magnesium Phospate/FMP). Oleh karena itu untuk dapat membudidayakan pakan alami Daphnia kita harus menyiapkan media yang tepat untuk pakan alami tersebut agar dapat tumbuh dan berkembang. sungai dan kolam-kolam. Fosfat (Duperfosfat/DS. Nitrogen (Urea. Masukkan air bersih yang tidak terkontaminasi kedalam wadah budidaya dengan menggunakan selang plastik dengan kedalaman air yang telah ditentukan. Media adalah bahan atau zat sebagai tempat hidup pakan alami. Jadi media kultur adalah bahan yang digunakan oleh suatu organisme sebagai tempat hidupnya selama proses pemeliharaan. limbah rumah tangga. Triple Superfosfat/TSP. Amonium sulfanitrat) dan lainlain. Pupuk yang terdapat dialam ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Kultur adalah kata lain dari budidaya yang merupakan suatu kegiatan pemeliharaan organisme. Unsur hara ini dialam diperoleh dari hasil dekomposisi nutrien yang ada didasar perairan. Media seperti apakah yang dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang pakan alami Daphnia. Sedangkan pupuk anorganik adalah pupuk yang berasal dari bahan kimia dasar yang dibuat secara pabrikasi atau yang berasal dari hasil tambang. Media Budidaya Daphnia Bagaimanakah anda melakukan penyiapan media kultur yang akan digunakan untuk membudidayakan pakan alami Daphnia secara terkontrol ? Apakah media kultur itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita diskusikan dan pelajari buku ini. sisa tanaman.

berasal dari campuran antara kotoran hewan dengan sisa makanan dan alas tidur hewan tersebut. artinya dalam setiap 100 kg urea mengandung unsur N sebanyak 46 kg. Campuran ini telah mengalami pembusukan sehingga sudah tidak berbentuk seperti semula. Pupuk anorganik yang banyak mengandung unsur nitrogen dan banyak dijual dipasaran adalah urea. tekstur. kerbau. . Dosis yang digunakan untuk pupuk anorganik harus dihitung berdasarkan kebutuhan unsur hara yang dibutuhkan. Berapakah dosis pupuk yang harus ditebarkan kedalam media kultur pakan alami Daphnia ? Berdasarkan pengalaman beberapa pembudidaya dosis yang digunakan untuk pupuk kandang adalah 1500 gram/m3 . Kadar unsur N dalam urea adalah 46%.45 gram/liter. Dosis yang digunakan dihitung berdasarkan kandungan unsur hara yang terdapat dalam pupuk an organik. atau 1. Pupuk kandang ini jenisnya ada beberapa macam antara lain adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan sapi. fungi. Beberapa pembudidaya ada yang menggunakan pupuk nitrat dan phosphat sebagai unsur hara yang dimasukkan kedalam media kultur pakan alami. misalnya pupuk yang akan digunakan adalah urea dan ZA. Untuk ZA kadar N nya 21% . Phosphat dan Kalium.5 gram/liter. Mengapa pupuk kandang yang digunakan harus yang kering ? Pupuk kandang yang telah kering sudah mengalami proses pembusukan secara sempurna sehingga secara fisik seperti warna. detritus dan beragam phytoplankton sebagai makanan utama Daphnia. bau dan kadar airnya tidak seperti bahan aslinya. Dari berbagai jenis kotoran hewan tersebut yang biasa digunakan adalah kotoran ayam. Zwavelzure Ammoniak (ZA). ayam dan kuda. Phosphate dan Kalium (NPK). kelinci. sedangkan unsur phosphat adalah Triple Superphosphat (TSP). Jenis pupuk anorganik yang biasa digunakan adalah pupuk yang mengandung unsur Nitrogen. Jenis pupuk anorganik juga bisa digunakan sebagai sumber unsur hara pada media kultur daphnia jika pupuk kandang tidak terdapat dilokasi tersebut. Kotoran ayam yang telah kering ini digunakan dengan dosis yang telah ditentukan. Pupuk yang dimasukkan kedalam media kultur pakan alami Daphnia ini berfungsi untuk menumbuhkan bakteri. Dengan tumbuhnya pakan daphnia didalam media kultur maka pakan alami yang akan dipelihara didalam wadah budidaya tersebut akan tumbuh dan berkembang. Untuk lebih mudahnya saat ini juga sudah dijual pupuk majemuk yang mengandung unsur Nitrogen. Pupuk kandang yang akan dipergunakan sebagai pupuk dalam media kultur pakan alami adalah pupuk kandang yang telah kering. Tetapi dosis pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam kering berdasarkan hasil penelitian dan memberikan pertumbuhan populasi Daphnia yang optimal adalah 450g/1000 liter media kultur atau 0. artinya kadar N dalam 357 . rupa.

Selama dalam pemeliharaan harus terus dilakukan pemupukan susulan seminggu sekali dengan dosis setengah dari pemupukan awal. 5.pupuk ZA adalah 21 kg. Parameter kualitas air didalam media kultur pakan alami Daphnia juga harus dilakukan pengukuran. Lakukan penimbangan dengan tepat berdasarkan perhitungan dosis pupuk pada point 3. Oleh karena dalam menghitung jumlah pupuk anorganik yang dibutuhkan dalam media kultur pakan alami dilakukan perhitungan matematis. Penimbangan dilakukan setelah wadah budidaya disiapkan.5. 2. Masukkanlah pupuk yang telah ditimbang ke dalam kantong/ karung plastik dan ikatlah dengan karet . Oleh karena itu agar pembudidayaannya bisa berlangsung terus harus selalu diberikan pemupukan susulan. Sedangkan pupuk kandang yang baik mengandung unsur N sebanyak 1. 2X1. Pakan alami Daphnia mempunyai siklus hidup yang relatif singkat yaitu 28 – 33 hari. Hitunglah dosis pupuk yang telah ditentukan pada point 2 berdasarkan kebutuhan unsur hara yang diinginkan dalam pembuatan media kultur ! 4. maka kebutuhan urea adalah 3 : 46 = 0. Langkah kerja dalam menyiapkan media budidaya Daphnia adalah sebagai berikut : 1. Kemudian pupuk tersebut dimasukkan kedalam kantong plastik atau karung plastik diikat dan di lubangi dengan menggunakan paku atau gunting agar pupuk tersebut dapat mudah larut didalam media kultur pakan alami Daphnia. Setelah itu baru bisa dilakukan penebaran bibit Daphnia kedalam media kultur. 6. Waktu yang dibutuhkan oleh proses dekomposisi pupuk didalam media kultur pakan alami Daphnia ini berkisar antara 7 – 14 hari. Dalam memberikan pemupukan susulan ini caranya hampir sama dengan pemupukan awal dan ada juga yang memberikan pemupukan susulannya dalam bentuk larutan pupuk yang dicairkan. Lubangilah kantong/karung plastik tersebut dengan paku 358 .3 – 8. Misalnya kebutuhan urea adalah V1N1 = V2N2.065 kg.5=VX46. Tentukan jenis pupuk yang akan digunakan sebagai unsur hara dalam pembuatan media kultur berdasarkan identifikasi jenisjenis pupuk berdasarkan fungsi dan kegunaan! 3.5–2%. Pupuk yang telah ditentukan akan digunakan sebagai sumber unsur hara dalam media kultur pakan alami selanjutnya dihitung dan ditimbang sesuai dengan dosis yang dibutuhkan. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum menyiapkan media kultur pakan alami Daphnia. kandungan amonia < 1 ppm. Pupuk tersebut akan berproses didalam media dan akan tumbuh mikroorganisme sebagai makanan utama dari Daphnia. suhu air berkisar antara 28 – 30 oC dan pH air antara 6. Daphnia akan tumbuh dan berkembang pada media kultur yang mempunyai kandungan Oksigen terlarut sebanyak > 4 ppm.

kedua melakukan seleksi terhadap bibit pakan alami Daphnia. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yaitu pertama melakukan identifikasi jenis bibit pakan alami Daphnia. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Daphnia merupakan salah satu jenis zooplankton yang hidup diperairan tawar didaerah tropis dan subtropis. bentuk tubuhnya lonjong. berdasarkan pengamatan para ahli genus ini terdapat lebih dari 20 jenis. Berdasarkan klasifikasinya Daphnia sp dapat dimasukkan kedalam : Filum : Arthropoda Kelas : Crustacea Subklas : Branchiopoda Divisi : Oligobranchiopoda Ordo : Cladocera Famili : Daphnidae Genus : Daphnia Spesies : Daphnia sp Morfologi Daphnia dapat dilihat secara langsung dibawah mikroskop. Identifikasi Daphnia perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan inokulasi. Ruang antara cangkang dan tubuh bagian dorsal merupakan tempat pengeraman telur. pipih dan segmen badan tidak terlihat. Tubuh Daphnia ditutupi oleh cangkang dari kutikula yang mengandung khitin yang transparan. Pada bagian ventral kepala terdapat paruh. Masukkanlah kantong/karung plastik kedalam wadah budidaya dan letakkan kedalam media kultur sampai posisi karung/kantong plastik tersebut terendam didalamnya. Sedangkan tiga pasang alat tambahan lainnya merupakan alat tambahan yang merupakan bagian-bagian dari mulut. sedangkan didaerah tropis ada 6 jenis. Ikatlah dengan menggunakan tali rafia agar posisinya aman tidak terlepas. yang pertama disebut antenna pertama (antennule). 9. Pada bagian kepala terdapat lima pasang apendik atau alat tambahan. dibagian dorsal (punggung) bersatu tetapi dibagian ventral (perut) berongga/terbuka dan terdapat lima pasang kaki yang tertutup oleh cangkang. ketiga melakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai dengan prosedur .20.atau gunting untuk memudahkan pelarutan pupuk didalam media kultur ! 7. yang kedua disebut antenna kedua yang mempunyai fungsi utama sebagai alat gerak. 359 . Di alam ada banyak genus daphnia. 8. Pada ujung post abdomen terdapat dua kuku yang berduri kecil-kecil. pemilihan bibit Daphnia yang akan diinokulasi dan cara melakukan inokulasi pada media kultur pakan alami Daphnia. Inokulasi Bibit Daphnia Apakah inokulasi itu ? Bagaimana anda melakukan inokulasi/menanam bibit pakan alami Daphnia pada media kultur ? Dalam buku ini akan diuraikan secara singkat tentang identifikasi Daphnia. Biarkan selama 7 -14 hari agar media kultur tersebut siap untuk ditebari bibit Daphnia.

telur dierami didalam kantong pengeraman sampai menetas dan anak Daphnia dikeluarkan pada waktu pergantian kulit. Pada kondisi perairan yang mulai memburuk disamping individu betina dihasilkan individu jantan yang dapat mendominasi populasi dengan perbandingan 1 : 27. hanya terbentuk individu betina tanpa individu jantan. Daphnia mempunyai umur hidup yang relatif singkat yaitu antara 28 – 33 hari.20. Pada kondisi ini . Perkembangbiakan Daphnia di dalam media kultur dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara sexual dan asexual. Perkembangbiakan secara asexual (tidak kawin) yang disebut dengan Parthenogenesis biasa terjadi dan akan menghasilkan individu muda betina. anak pertama sebesar 0. Pemilihan bibit Daphnia yang akan ditebar kedalam media kultur harus dilakukan dengan tepat.A B C D E F G I J K L M : Otak : Ruang pengeraman : Caecum Pencernaan : Mata : Fornix : Antena Pertama : Usus : Jantung : Ocellus : Ovarium : Paruh : Kelenjar Kulit Gambar 7. Daphnia sp Langkah selanjutnya setelah dapat mengidentifikasi jenis Daphnia yang akan ditebar kedalam media kultur adalah melakukan pemilihan terhadap bibit Daphnia. Daphnia dewasa berukuran 2. Daphnia ini akan beranak dengan selang waktu 360 .8 mm dihasilkan secara parthenogenesis.5 mm. Pada umur empat hari individu Daphnia sudah menjadi dewasa dan akan mulai menghasilkan anak pertamanya pada umur 4 – 6 hari. Bibit yang akan ditebar kedalam media kultur harus yang sudah dewasa. Perbandingan jenis kelamin atau sex ratio pada Daphnidae menunjukkan keragaman dan bergantung kepada kondisi lingkungannya. Dengan munculnya individu jantan. populasi yang bereproduksi secara sexual akan membentuk efipia atau resting egg disebut juga siste yang akan menetas jika kondisi perairan baik kembali. Pada lingkungan yang baik.

Jumlah bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur sangat bergantung kepada volume media kultur . dan teteskan formalin agar individu tersebut tidak bergerak ! 4. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan inokulasi/penanaman bibit pakan alami Daphnia! 2. remaja dan dewasa maka selanjutnya adalah memilih individu yang dewasa sebagai calon bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur. Segera setelah Daphnia ganti kulit pada akhir instar remaja memasuki instar dewasa pertama. anak. Lakukanlah pemilihan bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur dan letakkan dalam wadah yang terpisah! 361 . anak Daphnia yang bentuknya mirip dengan Daphnia dewasa dilepas pada ruang pengeraman. kelompok telur kedua berkembang diovarium dan seterusnya. Jumlah instar pada stadium anak ini hanya dua sampai lima kali. Selama instar dewasa pertama. Padat penebaran bibit yang akan diinokulasi kedalam media kultur biasanya adalah 20 – 25 individu perliter. Penebaran bibit Daphnia ini sebaiknya dilakukan pada saat suhu perairan tidak terlalu tinggi yaitu pada pagi dan sore hari. Pertambahan ukuran terjadi sesaat setelah telur menetas didalam ruang pengeraman.selama dua hari . jumlah anak yang dihasilkan dalam sekali reproduksi adalah 29 – 30 ekor. Langkah kerja dalam menginokulasi/menanam bibit pakan alami Daphnia adalah sebagai berikut : 1. 5. Periode remaja adalah instar tunggal antara instar anak terakhir dan instar dewasa pertama. Selama hidupnya Daphnia mengalami empat periode yaitu telur. Letakkan objec glass dibawah mikroskop dan amati morfologi Daphnia serta cocokkan dengan gambar 1. Cara yang dilakukan dalam melakukan inokulasi adalah dengan menebarkannya secara hati-hati kedalam media kultur sesuai dengan padat tebar yang telah ditentukan. Hitunglah panjang tubuh individu daphnia dewasa beberapa ulangan dan perhatikan ukuran tersebut dengan kasat mata! 7. anak. remaja dan dewasa. Setelah dapat membedakan antara individu Daphnia yang telur. tetapi tingkat pertumbuhan tertinggi terjadi pada stadium ini. Siapkan mikroskop dan peralatannya untuk mengidentifikasi jenis Daphnia yang akan dibudidayakan! 3. sekelompok telur pertama dilepaskan kedalam ruang pengeraman. Ambillah seekor Daphnia dengan menggunakan pipet dan letakkan di atas objec glass. Setelah dua kali instar pertama. Pada periode ini sekelompok telur pertama mencapai perkembangan penuh didalam ovarium. Lakukan pengamatan terhadap individu Daphnia beberapa kali ulangan agar dapat membedakan tahapan stadia pada Daphnia yang sedang diamati dibawah mikroskop ! 6.

Lakukan penebaran bibit pakan alami Daphnia pada pagi atau sore hari dengan cara menebarkannya secara perlahanlahan kedalam media kultur. 10. Pemeliharaan Budidaya Daphnia Agar Daphnia yang dipelihara dalam wadah budidaya tumbuh dan berkembang harus dilakukan pemberian pupuk susulan yang berfungsi untuk menumbuhkan mikroorganisme sebagai makanan Daphnia. Pakan alami Daphnia mempunyai siklus hidup yang relatif singkat yaitu 28 – 33 hari. Pemupukan tersebut sangat berguna bagi pertumbuhan phytoplankton. Phytoplakton yang dibutuhkan dibudidayakan sendiri dan didalam media kultur Daphnia tersebut ditambahkan campuran 362 . Detrital System adalah penggunaan pupuk kandang kering yang dimasukkan dalam media kultur Daphnia sebanyak 450 gram dalam 1000 liter air dan dilakukan pemupukan susulan dengan dosis 50 – 100% dari pemupukan pertama yang diberikan seminggu sekali. fungi. Fungsi utama pemupukan susulan adalah untuk menumbuhkan pakan yang dibutuhkan oleh Daphnia agar tumbuh dan berkembang. Autotrophic system adalah sistem dalam budidaya Daphnia dimana pakan yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembangnya Daphnia tersebut dikultur secara terpisah dengan media kultur Daphnia. Dalam memberikan pemupukan susulan ini caranya hampir sama dengan pemupukan awal dan ada juga yang memberikan pemupukan susulannya dalam bentuk larutan pupuk yang dicairkan. Hitunglah jumlah bibit yang akan ditebar tersebut sesuai dengan point 8.8. Oleh karena itu agar pembudidayaannya bisa berlangsung terus menerus harus selalu diberikan pemupukan susulan. Berdasarkan kebutuhan pakan bagi Daphnia tersebut ada dua metode yang biasa dilakukan oleh pembudidaya yaitu Detrital system dan Autotrophic system. detritus. Pemupukan susulan adalah pemupukan yang dimasukkan kedalam media kultur selama pemeliharaan pakan alami Daphnia dengan dosis 50 – 100 % dari dosis pemupukan pertama yang sangat bergantung kepada kondisi media kultur. biasanya dosis yang digunakan adalah setengah dari pemupukan awal. detritus dan beragam phytoplankton ditambahkan dedak dan ragi dosis yang digunakan adalah 450 gram kotoran ayam kering ditambah 112 gram dedak dan 22 gram ragi kedalam 1000 liter media kultur. fungi dan bakteri yang merupakan makanan utama dari pakan alami Daphnia. 9. Selama dalam pemeliharaan tersebut harus terus dilakukan pemupukan susulan seminggu sekali atau dua minggu sekali dengan dosis yang bergantung kepada kondisi media kultur . Tentukan padat penebaran yang akan digunakan dalam budidaya pakan alami Daphnia tersebut sebelum dilakukan penebaran. Selain itu untuk mempercepat tumbuhnya bakteri.

Langkah kerja dalam melakukan pemupukan susulan adalah : 1. Selain campuran vitamin didalam media kultur pakan alami Daphnia juga ditambahkan larutan dedak dengan dosis 50 gram dedak ditambahkan dengan 1 liter air lalu diblender dan diaduk selama satu menit. satu gram dedak biasanya digunakan untuk 500 ekor Daphnia setiap dua hari sekali. jika pemupukan susulan akan dilakukan dengan membuat larutan suspensi pupuk juga dapat dilakukan. Tabel 7. Jenis pupuk yang digunakan sama dengan pemupukan awal.3 m didalam media kultur. Tentukan jenis pupuk dan dosis yang akan digunakan dalam pemupukan susulan ! 4. Dosis campuran vitamin tersebut adalah satu mililiter larutan digunakan untuk satu liter media kultur. Komposisi campuran vitamin pada media Daphnia Jenis Vitamin Biotin Thiamine Pyridoxine Ca Panthothenate B 12 Nicotinic acid Nicotinamide Folic acid Riboflavin Inositol Konsentrasi (µg/l) 5 100 3 250 100 50 50 20 30 90 Jika hal tersebut terjadi segera dilakukan pemupukan susulan. Hal ini dapat dilihat dari warna air media yang berwarna keruh atau warna bening. Komposisi campuran vitamin dapat dilihat pada Tabel 7. Suspensi tersebut diberikan kewadah yang berisi media kultur Daphnia. .6. Timbanglah pupuk sesuai dengan dosis pupuk yang telah dihitung ! 6. Masukkan pupuk kedalam kantong/karung plastik dan ikat serta dimasukkan kedalam media kultur. Amati warna air didalam media kultur.6. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan pemupukan susulan. Cara pembuatan larutan suspensi pupuk ini dengan menambahkan air kedalam pupuk dan disaring lalu ditebarkan larutan tersebut kedalam media kultur. catat dan diskusikan ! 3. Pemantauan Pertumbuhan Daphnia Mengapa pertumbuhan populasi pakan alami Daphnia harus dipantau? Kapan waktu yang tepat dilakukan pemantauan populasi pakan alami Daphnia yang dibudidayakan didalam media kultur? Bagaimana kita menghitung kepadatan populasi pakan alami 363 Frekuensi pemupukan susulan ditentukan dengan melihat sampel air didalam media kultur . 2. Hitunglah kebutuhan pupuk yang akan digunakan sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan ! 5.beberapa vitamin dan ditambahkan dedak. parameter yang mudah dilihat adalah jika transparansi kurang dari 0. larutan tersebut disaring dengan menggunakan saringan kain yang berdiameter 60 µm.

sehingga bisa diperhitungkan prediksi populasi Daphnia didalam media kultur. Hal tersebut diakibatkan oleh kurangnya oksigen didalam media kultur. karena periode maturasi daphnia pada media yang mempunyai suhu 25o C adalah dua hari. minimal tiga kali sampling. Tentukan waktu pemantauan kepadatan populasi sesuai dengan prediksi tingkat pertumbuhan Daphnia di media kultur. Langkah kerja dalam memantau pertumbuhan populasi pakan alami Daphnia adalah sebagai berikut : 1. Ambillah sampel air dimedia kultur dengan menggunakan baker glass/erlemeyer. yang dikeluarkan dengan selang waktu dua hari. amati dengan seksama dan teliti ! 364 . Ukuran Daphnia yang dewasa dan anak-anak berbeda oleh karena itu perbedaan ukuran tersebut sangat bermanfaat bagi ikan yang akan mengkonsumsi dan disesuaikan dengan ukuran bukaan mulut larva. menghitung kepadatan populasi dan waktu pemantauannya. Daphnia yang dipelihara dalam media kultur yang tepat akan mengalami pertumbuhan yang cepat. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan pemantauan pertumbuhan populasi pakan alami Daphnia. Didalam buku ini akan diuraikan secara singkat tentang pertumbuhan Daphnia. jika pada saat inokulasi yang ditebarkan adalah bibit Daphnia yang dewasa maka dalam waktu dua hari bibit Daphnia tersebut sudah mulai beranak. Tingkat kepadatan populasi yang maksimal didalam media kultur adalah 1500 individu perliter. walaupun ada juga yang mencapai kepadatan 3000 – 5000 individu perliter. Hitunglah jumlah Daphnia yang terdapat dalam botol contoh tersebut. Daur hidup Daphnia adalah 28–33 hari dan Daphnia menjadi dewasa hanya dalam waktu empat hari.Daphnia didalam media kultur ? Mari kita jawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mempelajari buku ini selanjutnya. 3. Untuk mengukur tingkat kepadatan populasi Daphnia didalam media kultur dilakukan dengan cara sampling beberapa titik dari media. Pemantauan pertumbuhan pakan alami Daphnia di media kultur harus dilakukan agar tidak terjadi kapadatan populasi yang mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi didalam media. Sampling dilakukan dengan cara mengambil air media kultur yang berisi Daphnia dengan menggunakan baker glass atau erlemeyer. Jumlah anak yang dikeluarkan dari satu induk bibit Daphnia adalah sebanyak 29–30 ekor. Secara biologis Daphnia akan tumbuh dewasa pada umur empat hari. 2. Berdasarkan siklus hidup Daphnia maka kita dapat menentukan waktu yang tepat untuk dilakukan pemanenan sesuai dengan kebutuhan larva atau benih ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami Daphnia. data tersebut dapat dikonversikan dengan volume media kultur.

Hal tersebut bergantung kepada kebutuhan suatu usaha terhadap ketersediaan pakan alami Daphnia. Sebagai contoh. Lakukanlah kegiatan tersebut minimal tiga kali ulangan dan catat apakah terjadi perbedaan nilai pengukuran dari ketiga lokasi yang berbeda. lalu kepadatan di dalam wadah budidaya dapat diketahui dengan cara mengalikan 10 kali jumlah didalam gelas 100 ml. Daphnia diambil dari dalam wadah. Catat volume air sampel dan jumlah Daphnia dari data point 6. 6. Nilai rata-rata ini akan dipergunakan untuk menghitung kepadatan populasi pakan alami Daphnia di media kultur. yang telah diaerasi agak besar sehingga daphnia merata berada di seluruh kolom air. Untuk menghitung kepadatan daphnia pada saat akan dilakukan pemanenan. Pemanenan pakan alami Daphnia ini dapat dilakukan setiap hari atau seminggu sekali atau dua minggu sekali. 7. maka dari gelas piala 100 ml dapat diencerkan. caranya adalah dengan menuangkan kedalam gelas piala 1000 ml dan ditambah air hingga volumenya 1000 ml. lalu diambil sebanyak 100 ml. 8. Hitunglah rata-rata nilai populasi dari ketiga sampel yang berbeda lokasi. dapat dilakukan tanpa menggunakan alat pembesar atau mikroskop. Daphnia yang ada dihitung seperti cara diatas. maka kepadatan daphnia diwadah budidaya adalah 10 X 200 ekor = 2000 individu per 100 ml. dimana Daphnia akan 365 . Diskusikan nilai perhitungan tersebut dengan temanmu ! Pemanenan Daphnia Pakan alami yang telah dibudidayakan di media kultur bertujuan untuk diberikan kepada larva/benih yang dipelihara. lakukan konversi nilai perhitungan tersebut untuk menduga kepadatan populasi pakan alami Daphnia didalam media kultur. dengan memakai gelas piala volume 100 ml. Pemanenan Daphnia dapat dilakukan berdasarkan siklus reproduksinya. Pemanenan pakan alami Daphnia yang dilakukan setiap hari biasanya jumlah yang dipanen adalah kurang dari 20% . Apabila jumlah daphnia yang ada sangat banyak.4. Pemanenan Daphnia dapat juga dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali sangat bergantung kepada kelimpahan populasi Daphnia di dalam media kultur.Dari gelas 1000 ml. Oleh karena itu waktu pemanenan pakan alami itu sangat bergantung kepada kebutuhan larva/benih akan pakan alami Daphnia. Hitunglah jumlah Daphnia yang terdapat dalam baker glass tersebut ! 5. apabila di dalam gelas piala 100 ml terdapat 200 ekor daphnia. Daphnia dan air di dalam gelas piala selanjutnya dituangkan secara perlahan-lahan sambil dihitung jumlah daphnia yang keluar bersama air. Kebutuhan larva/benih ikan akan pakan alami Daphnia selama pemeliharaan adalah setiap hari.

Langkah kerja dalam memanen pakan alami Daphnia adalah sebagai berikut : • Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum • • • • • • • • • melakukan pemanenan pakan alami Daphnia. maka dapat dipredeksi kepadatan populasi Daphnia didalam media kultur jika padat tebar awal dilakukan pencatatan. Jika kepadatan populasi Daphnia sudah mencapai 3000 – 5000 individu perliter maka pakan alami Daphnia siap dilakukan pemanenan. pada waktu tersebut Daphnia akan banyak mengumpul dibagian permukaan media untuk mencari sinar. lakukan konversi nilai perhitungan tersebut untuk menduga kepadatan populasi pakan alami Daphnia didalam media kultur. Daphnia yang sudah dipanen tersebut dapat tidak secara langsung diberikan pada larva dan benih ikan hias yang dibudidayakan tetapi dilakukan penyimpanan. Daphnia yang baru dipanen tersebut dapat digunakan langsung untuk konsumsi larva atau benih ikan. Cara penyimpanan Daphnia yang dipanen berlebih dapat dilakukan pengolahan Daphnia segar menjadi beku .menjadi dewasa pada umur empat hari dan dapat beranak selang dua hari sekali. Hitunglah rata-rata nilai populasi dari ketiga sampel yang berbeda lokasi. pemanenan tersebut dilakukan dengan cara menggunakan seser halus. Catat volume air sampel dan jumlah Daphnia dari data point 6. Ambillah sampel air dimedia kultur dengan menggunakan baker glass/erlemeyer. Pemanenan dapat dilakukan pada hari ke tujuh – sepuluh jika populasinya sudah mencukupi. amati dengan seksama dan teliti ! Hitunglah jumlah Daphnia yang terdapat dalam baker glass tersebut ! Lakukanlah kegiatan tersebut minimal tiga kali ulangan dan catat apakah terjadi perbedaan nilai pengukuran dari ketiga lokasi yang berbeda. Pemanenan dilakukan dengan cara menyeser pakan alami Daphnia pada saat pagi hari Kumpulkan Daphnia yang sudah diambil dari media kultur dan letakkan dalam wadah terpisah. Dengan tingkahlakunya tersebut akan sangat mudah bagi para pembudidaya untuk melakukan pemanenan. Nilai rata-rata ini akan dipergunakan untuk menghitung kepadatan populasi pakan alami Daphnia di media kultur. Daphnia dapat berkembangbiak tanpa kawin dan usianya relative singkat yaitu 28 – 33 hari. 366 . Waktu pemanenan dilakukan pada pagi hari disaat matahari terbit. Tentukan waktu pemanenan pakan alami Daphnia jika kepadatan populasi sesuai dengan prediksi tingkat pertumbuhan Daphnia di media kultur. Proses tersebut dilakukan dengan menyaring Daphnia dengan air dan Daphnianya saja yang dimasukkan dalam wadah plastic dan disimpan didalam lemari pembeku (Freezer).

Gambar 7. Oleh karena itu harus dilakukan penumbuhan makanan alami untuk artemia tersebut dengan cara melakukan pemupukan secara kontinu dengan menggunakan pupuk organik atau anorganik sebanyak 10% dari dosis awal pemupukan dan dilakukan inokulasi pakan alami. penumbuhan makanan alami. Sebelum digunakan tambak garam ini dilakukan persiapan tambak yaitu : • Penjemuran/pengeringan dasar tambak • Pengapuran tambak dengan dosis 500 kg/ha • Pemupukan organik 500 kg/ha • Pemupukan TSP/urea 200 kg (1:3) • Pengisian air tambak dengan salinitas 80 ppt sedalam 70 cm Setelah tambak dipersiapkan langkah selanjutnya adalah melakukan penebaran benih yaitu nauplii artemia sebanyak 200 ekor perliter pada stadia instar I yaitu artemia yang baru menetas. Kemasan cyst Artemia Menurut Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Jepara (2003) sudah dapat memproduksi Artemia ini secara massal pada tambak bersamaan dengan produksi garam.21. Tambak Artemia yang dipelihara didalam tambak garam untuk tumbuh dan berkembangbiak harus terdapat makanan yang dapat dikonsumsi oleh artemia tersebut. Selain itu Artemia dapat diberikan pakan 367 . Makanan artemia diperairan alami adalah material partikel detritus organik dan organisme hidup seperti algae mikroskopik dan bakteri.21. yang dapat digunakan untuk membudidayakan artemia adalah tambak yang garam yang tidak bocor dan ketersediaan air selalu ada dengan kedalaman tambak adalah 70 cm. Budidaya artemia dapat dilakukan dengan beberapa kegiatan yaitu mulai dari persiapan tambak. payau dan laut.siap untuk diberikan kepada larva dan benih ikan. pemanenan dan prosesing. Budidaya Artemia Artemia merupakan salah satu jenis zooplankton yang hidup diperairan asin yang dapat digunakan pada larva dan benih ikan air tawar. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. produk ini dibeli dalam bentuk kemasan kaleng dengan berbagai merek.500 m2 dan garam 56 ton. Penebaran ini harus dilakukan pada saat suhu rendah.3. Saat ini kebutuhan hatchery akan Artemia masih import dari berbagai negara penghasil. penebaran benih. pemeliharaan. 7.2. Dalam satu musim kering diproduksi sedikitnya 6 bulan dan menghasilkan kista basah sebanyak 40 kg dari luas tambak 1.

kemudian kista tersebut dimasukkan kedalam wadah yang berbentuk kerucut dan dilakukan hidrasi selama 1 – 2 jam dengan menggunakan air tawar atau air laut dengan salinitas maksimum 35 permil serta diberi aerasi dari dasar wadah . menurut hasil penelitian salinitas ditambak budidaya artemia pada saat penebaran nauplii artemia adalah 70 ppt dan untuk menghasilkan kista dengan hasil yang optimum dibutuhkan salinitas antara 120 – 140 ppt sedangkan peningkatan salinitas hingga 150 ppt akan menghasilkan produktivitas telur menjadi menurun. Prosedur yang harus dilakukan dalam menetaskan cyst artemia dengan metode Dekapsulasi adalah : 1. Dilakukan penghentian aerasi sebelum kista tersebut disaring dengan menggunakan saringan kasa yang berdiameter 120 mikron .pada tambak budidaya artemia setelah dilakukan penebaran nauplii artemia salinitas tambak secara bertahap terus ditingkatkan dari 70 ppt menjadi 80 ppt terus secara bertahap dinaikkan sampai menjadi 120 – 140 ppt. payau maupun laut yang membutuhkan artemia sebagai pakan alami larva dan benihnya. Dalam menetaskan cyst Artemia ada dua metoda yang dapat dilakukan yaitu metoda Dekapsulasi dan metoda tanpa Dekapsulasi. Larutan hipoklorit yang digunakan dapat diperoleh dari dua macam senyawa yang banyak dijual dipasaran yaitu Natrium hipoklorit (Na O Cl) 368 . Pada usaha hatchery air tawar. 2. Oleh karena itu pada tambak pemeliharaan artemia diberikan pakan tambahan berupa bungkil kelapa yang sebelumnya (2 jam) direndam baru diberikan dengan cara menebarkannya secara merata pada tambak budidaya. Budidaya artemia dapat dilakukan pada lokasi yang memiliki salinitas cukup tinggi yaitu lebih dari 50 promill. kemudian kista tersebut dicuci dengan air bersih. 3. Larutan hipoklorit yaitu larutan yang mengandung HclO disiapkan yang akan digunakan untuk melakukan proses penghilangan lapisan luar kista. silase ikan maupun tepung terigu. biasanya mereka membeli produk cyst artemia dan hanya melakukan kegiatan penetasan cyst/kista artemia yang sudah cukup banyak dijual dalam kemasan kaleng tersebut. Oleh karena itu.tambahan berupa dedak yang diperkaya dengan vitamin dan mineral atau bungkil kelapa. Sedangkan metoda penetasan tanpa dekapsulasi adalah suatu cara penetasan artemia tanpa melakukan proses penghilangan lapisan luar kista tetapi secara langsung ditetaskan dalam wadah penetasan. Ambil kista artemia sejumlah yang telah ditentukan dan harus diketahui bobotnya. Metoda penetasan dengan dekapsulasi adalah suatu cara penetasan kista artemia dengan melakukan proses penghilangan lapisan luar kista dengan menggunakan larutan hipokhlorit tanpa mempengaruhi kelangsungan hidup embrio.

suhu dipertahankan dibawah 40 oC. Media penetasan diberi sinar yang berasal dari lampu TL dengan intensitas cahaya minimal 1. Proses penghilangan lapisan luar kista dilakukan selama 5 – 15 menit yang ditandai dengan terjadinya perubahan warna kista dari coklat gelap menjadi abuabu kemudian orange. Wadah penetasan cyst Artemia Peralatan dan wadah yang dapat digunakan dalam mengkultur pakan alami Artemia ada beberapa macam. 5. Kista yang telah disaring dengan saringan kasa dimasukkan kedalam media larutan hipoklorit dan diaduk secara manual serta diaerasi secara kuat-kuat. Pemilihan metoda penetasan cyst artemia sangat bergantung kepada jenis artemia yang digunakan dan spesifikasi dari jenis artemia tersebut. 4. 8. Cyst/kista artemia dimasukkan kedalam media penetasan yang diberi aerasi dengan kecepatan 10 – 20 liter udara/menit. sedangkan natrium hipoklorit dijual berupa cairan dan dikenal sebagai klorin. Kista disaring dengan menggunakan saringan 120 mikron dan dilakukan pencucian kista dengan menggunakan air laut secara berulang-ulang sampai bau klorin itu hilang.67 gram untuk satu gram kista . Wadah dan media penetasan disiapkan sesuai persyaratan teknis 3. Cyst/kista yang akan ditetaskan ditimbang sesuai dengan dosis yang digunakan misalnya 5 gram kista per liter air media penetasan. 5. Prosedur yang dilakukan dalam menetaskan cyst artemia dengan metoda tanpa dekapsulasi adalah : 1. Dalam dunia perdagangan dan bahasa seharihari kalsium hipoklorit dikenal sebagai kaporit (berupa bubuk). Intensitas cahaya tersebut dapat diperoleh dari lampu TL /neon 60 watt sebanyak dua buah dengan jarak penyinaran dari lampu kewadah penetasan adalah 20 cm.1 N sebanyak dua kali dan dicuci dengan air bersih dan siap untuk ditetaskan dengan menggunakan larutan penetasan Proses penetasan yang dilakukan sama dengan proses penetasan tanpa dekapsulasi.4. 7. 6. Kista artemia tersebut dicelupkan kedalam larutan HCl 0. 2. 369 .000 lux . suhu dipertahankan 25 – 30 oC dan pH sekitar 8 – 9. Dari kedua senyawa larutan hipoklorit ini kalsium hipoklorit lebih mudah didapat dan harganya relatif lebih murah daripada natrium hipoklorit. dengan dosis 10 cc Na O Cl untuk satu gram kista dan Kalsium hipoklorit (Ca (Ocl)2 dengan dosis 0. Penetasan cyst artemia akan berlangsung selama 24–48 jam kemudian. Artemia yang ditetaskan dari hasil dekapsulasi dapat langsung diberikan pada benih ikan atau ditetaskan terlebih dahulu baru diberikan kepada benih ikan.

selang air. refraktometer. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya Artemia antara lain adalah aerator/blower. Wadah budidaya yang telah diairi dapat digunakan untuk memelihara Artemia. Amerika Tengah dan Amerika Selatan dimana pada daerah tersebut memiliki salinitas yang cukup pekat. gelas ukur kaca. saringan halus/seser. Setelah berbagai macam peralatan dan wadah yang digunakan dalam membudidayakan pakan alami Artemia diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara kerjanya . Wadah yang terbuat dari bak semen. Wadah yang telah dibersihkan selanjutnya dapat diari dengan air bersih. deterjen dan chlor. Langkah pertama adalah peralatan dan wadah yang akan digunakan ditentukan sesuai dengan skala produksi dan kebutuhan. Artemia merupakan hewan air yang hidup diperairan laut yang memiliki salinitas berkisar antara 42 – 316 permil. Organisme ini banyak terdapat didaerah Australia. Pemilihan wadah yang akan digunakan dalam membudidayakan Artemia sangat bergantung kepada tujuannya. Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya harus bebas dari kontaminan seperti pestisida. Berdasarkan habitat 370 . batu aerasi. Media seperti apakah yang dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang pakan alami Artemia. ember plastik dan bentuk wadah lainnya yang didesain berbentung kerucut pada bagian bawahnya agar memudahkan pada waktu panen. selang aerasi. botol aqua . Sedangkan wadah budidaya kolam tanah yaitu tambak biasanya dilakukan untuk membudidayakan artemia. bak beton. ember. Amerika Utara. Aerasi ini dapat digunakan pula untuk menetralkan chlor atau menghilangkan Carbondioksida didalam air. langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan terhadap wadah tersebut. Peralatan dan wadah disiapkan untuk digunakan dalam budidaya Artemia. Air yang digunakan sebaiknya diberi oksigen dengan menggunakan aerator dan batu aerasi yang disambungkan dengan selang aerasi. Afrika. Wadah yang akan digunakan dibersihkan dengan menggunakan sikat dan diberikan desinfektan untuk menghindari terjadinya kontaminasi dengan mikroorganisme yang lain. timbangan. Asia.gayung. bak fiber dan tanki plastik biasanya digunakan untuk menetaskan cyst Artemia secara massal dan merupakan budidaya artemia secara selektif yaitu membudidayakan pakan alami ditempat terpisah dari ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami. Media penetasan cyst Artemia Untuk dapat menetaskan cyst Artemia kita harus menyiapkan media yang tepat untuk pakan alami tersebut agar dapat tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu ukuran dari wadah yang akan digunakan sangat menentukan kapasitas produksi dari pakan alami Artemia.Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah kantong plastik berbentuk kerucut. Eropa.

Jenis bahan Garam dapur (NaCl) Magnesium Sulfat (MgSO4) Magnesium Chlorida (MgCl2) Kalsium Chlorida (CaCl2) Kalium Chlorida (KCl) Natrium Hidrokarbonat (NaHCO3) Air tawar Jumlah 50 gram 13 gram 10 gram 3 gram 2 gram 20 gram 10 liter 371 . 3. 4. Untuk membuat air laut tiruan dengan garam mineralnya dapat dilihat pada tabel 7. Apabila garam-garam mineral ini sulit untuk diperoleh dapat digunakan air tawar biasa ditambahkan dengan garam dapur dan diukur salinitas media tersebut dengan menggunakan refraktometer. 6. walaupun pada habitat aslinya dapat hidup pada salinitas yang sangat tinggi.alaminya pakan alami Artemia ini dapat hidup pada perairan yang mengandung salinitas cukup tinggi.7. 1. Bagaimanakah mempersiapkan media yang akan dipergunakan untuk menetaskan cyst artemia? Cyst artemia dapat ditetaskan pada media yang mempunyai salinitas 5 permil sampai dengan 35 permil. 2. walaupun tidak menutup kemungkinan untuk hidup diperairan yang bersalinitas rendah karena Artemia memiliki adaptasi yang cukup luas terhadap salinitas. Komposisi bahan kimia untuk membuat air laut kadar garam 5 permill No. Air laut tiruan ini dapat dibuat dengan menggunakan air tawar ditambahkan unsur-unsur mineral yang sangat dibutuhkan untuk media penetasan. 5. Dosis garam dapur yang digunakan untuk membuat air laut dengan salinitas 35 permil adalah berkisar 30 gram – 35 gram per liter air. 7. Tabel 7.7 dan 7. Media penetasan tersebut dapat dipergunakan air laut biasa atau membuat air laut tiruan .8.

Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan sebutkan fungsi dan cara kerja peralatan tersebut! 2. Pasanglah peralatan aerasi dengan merangkaikan antara aerator. Ukurlah salinitas media penetasan dengan menggunakan alat refraktometer.5 gram 10 liter dapur (NaCl) kedalam air tawar dengan dosis 35 gram perliter air tawar. 7.Tabel 7. Ceklah keberfungsian peralatan tersebut dengan memasukkan kedalam arus listrik. masukkan kedalam wadah budidaya. Inokulasi Artemia Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yaitu pertama melakukan identifikasi jenis bibit pakan alami Artemia. 6. ketiga melakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai dengan prosedur. 5. Jika salinitas media tidak sesuai dengan yang diinginkan tambahkan garam atau air tawar kedalam media sampai diperoleh salinitas media sesuai kebutuhan. 1. kedua melakukan seleksi terhadap bibit pakan alami Artemia. 4. 7.8. Buatlah larutan garam untuk media penetasan cyst artemia dengan cara melarutkan garam . Komposisi bahan kimia untuk membuat air laut kadar garam 30 permill No. kemudian lakukan pensucihamaan wadah dengan menggunkan desinfektan sesuai dengan dosisnya. catat. 4.05 gram 15 gram 7 gram 1 gram 0. Bilaslah wadah yang telah dibersihkan dengan menggunakan air bersih. Identifikasi Artemia perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan inokulasi. Artemia 372 Langkah kerja dalam menyiapkan wadah budidaya Artemia adalah sebagai berikut : 1. 2. Bersihkan wadah dengan menggunakan sikat dan disiram dengan air bersih. 3. selang aerasi dan batu aerasi. 5. 6. Jenis bahan Garam dapur (NaCl) Magnesium Sulfat (MgSO4) Kalium Iodida (KI) Kalsium Chlorida (CaCl2) Kalium Chlorida (KCl) Natrium Bromida (NaBr) Kalium Bifosfat (KH2PO4) Air tawar Jumlah 280 gram 70 gram 0. Tentukan wadah yang akan digunakan untuk menetaskan Artemia ! 3. 8.

endopodit dan epipodite yang masing-masing berfungsi sebagai alat pengumpul pakan. Berdasarkan klasifikasinya Artemia sp dapat dimasukkan kedalam : Filum : Arthropoda Kelas : Crustacea Ordo : Anastraca Famili : Artemidae Genus : Artemia Spesies : Artemia salina Morfologi Artemia dapat dilihat secara langsung dibawah mikroskop. 373 . Cyst artemia berupa telur yang mengalami fase istirahat karena kondisi lingkungan perairan buruk . Artemia yang akan ditebar kedalam media penetasan berasal dari cyst artemia.22. Setiap thoracopoda mempunyai eksopodit. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. setiap kali perubahan bentuk merupakan tahapan suatu tingkatan yaitu instar I – instar XV. Gambar 7. Untuk lebih jelasnya tentang perkembangbiakan Artemia dapat dilihat pada Gambar 7.22. Penebaran bibit Artemia ini sebaiknya dilakukan pada saat suhu perairan tidak terlalu tinggi yaitu pada pagi dan sore hari. Hal ini terjadi karena sifat induk artemia di alam mempunyai dua cara perkembangbiakan yaitu pada saat kondisi perairan baik maka telur yang dihasilkan akan langsung menetas menjadi nauplius (ovovivipar) sedangkan pada kondisi perairan buruk akan disimpan dalam bentuk telur (kista) disebut juga ovipar. Tubuh Artemia dewasa mempunyai ukuran 1 – 2 cm dengan sepasang kaki majemuk dan 11 pasang thoracopoda. Bagaimanakah anda melakukan penebaran cyst Artemia yang akan digunakan untuk menetaskan cyst Artemia didalam wadah budidaya yang dilakukan secara terkontrol ? Apakah cyst Artemia itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita diskusikan dan pelajari dari buku ini.merupakan salah satu jenis zooplankton yang hidup diperairan laut yang bersalinitas antara 42 sampai dengan 316 permil. Dalam perkembangannya mengalami 15 kali perubahan bentuk (metamorfosis) . alat berenang dan alat pernafasan. setelah itu menjadi artemia dewasa. ciri khas nya yang sangat mudah untuk dikenali setelah siste artemia menetas adalah berubah menjadi nauplius. Perkembangbiakan Artemia Cara yang dilakukan dalam melakukan inokulasi adalah dengan menebarkannya secara hati-hati kedalam media kultur sesuai dengan padat tebar yang telah ditentukan.

Masukkan siste kedalam wadah yang berisi media penetasan sesuai dengan salinitas yang telah ditetapkan dengan cara menuangkan secara perlahan siste kedalam media. Setelah ditentukan padat penebaran yang akan dilakukan dalam penetasan cyst artemia. Kista yang berisi embrio akan mengapung dipermukaan air. Ambil siste artemia dan timbanglah sesuai kebutuhan. langkah selanjutnya jika media penetasan sudah dipersiapkan dan volumenya sudah dihitung adalah melakukan penebaran siste artemia kedalam media penetasan. 374 . Tentukan volume media penetasan. Hitung jumlah siste yang akan ditebar sesuai dengan volume media penetasan sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan. Berdasarkan pengalaman beberapa akuakulturis dalam menetaskan cyst artemia. kemudian dibersihkan dari kotoran-kotoran yang melekat. Semakin besar wadah yang digunakan maka jumlah siste yang akan ditebarkan akan semakin banyak. Pengeringan didalam alat pengering ini dilakukan selama tiga jam sampai kadar air dari siste tersebut kurang dari 10% agar tahan lama dalam penyimpanan. Artemia yang dijual dipasaran merupakan hasil budidaya atau eksploitasi dari alam yang dikemas dalam kemasan kaleng dengan berat rata-rata 450 gram. 3. Jadi cyst artemia itu yang akan ditetaskan adalah hasil dari perkawinan artemia dewasa jantan dan betina yang pada kondisi lingkungan buruk akan membentuk fase istirahat atau dorman. Lama penyimpanan siste artemia jika dilakukan pengemasan dengan kaleng tanpa udara atau kantong plastik berisi gas Nitrogen adalah lima tahun.Cyst Artemia atau siste Artemia adalah telur yang telah berkembang lebih lanjut menjadi embrio dan kemudian diselubungi oleh cangkang yang tebal dan kuat. sinar ultra violet dan mempermudah pengapungan. Berapakah kebutuhan cyst artemia yang harus ditetaskan untuk memenuhi kebutuhan produksi? Untuk menjawab hal tersebut ada beberapa hal yang harus dipahami antara lain adalah padat penebaran cyst atau siste artemia didalam media penetasan dan disesuaikan dengan volume media penetasan. Dan biasanya disebut telur kering (diapauze). benturan keras. Oleh karena itu harus dipilih wadah yang tepat untuk menetaskan siste artemia tersebut. Cara yang dilakukan untuk melakukan penebaran siste artemia adalah : 1. Kemudian kista tersebut dikeringkan dibawah sinar matahari atau dengan alat pengering/oven dengan suhu sebaiknya tidak lebih dari 40oC . 4. pada saat siste ditebar sebaiknya selang aerasi dihentikan terlebih dahulu agar siste tersebut berada didalam media penetasan. Cangkang ini berguna untuk melindungi embrio terhadap pengaruh kekeringan. 2. Telur artemia yang berasal dari laut atau tambak ini dipanen dengan menggunakan seser. padat penebaran yang digunakan adalah 5-7 gram/liter.

Kemudian dimasukkan 375 . cyst artemia pada tahap awal dilakukan perendaman dengan air tawar selama satu jam yang berfungsi untuk meningkatkan kadar air pada cyst artemia dan cyst artemia tersebut akan menggembung karena air masuk kedalam cyst. Pasanglah aerasi setelah cyst Artemia ditebarkan kedalam media penetasan ! 7. Setelah satu jam direndam dan cyst sudah mengandung kadar air kurang lebih 65% maka cyst artemia tersebut disaring dengan menggunakan kain saringan 120 mikron serta dicuci dengan air tawar atau air laut sampai bersih. Proses penetasan artemia akan berlangsung selama 24-48 jam. Lakukan penimbangan dengan tepat berdasarkan perhitungan jumlah cyst Artemia pada point 3. Dalam menetaskan cyst/siste artemia ada beberapa tahapan yang harus dilakukan antara lain adalah memantau proses penetasan cyst artemia.Langkah kerja dalam menebar cyst artemia adalah sebagai berikut : 1. Cyst yang menggembung akan mulai terjadi proses metabolisme. Tentukan padat penebaran cyst Artemia dan volume media penetasan! 3. Hitunglah jumlah cyst yang akan ditebar setelah ditentukan pada point 2 berdasarkan volume media penetasan ! 4. Cyst artemia yang ditetaskan dalam wadah budidaya berbentuk kerucut dan bening akan sangat mudah untuk memantau proses penetasannya.X 100% C Dimana : N : jumlah nauplius yang menetas C : jumlah cyst yang ditebar Artemia salina merupakan salah satu zooplankton sebagai sumber pakan alami yang sangat cocok bagi larva ikan konsumsi maupun ikan hias. 2. lepaskan aerasi didalam media penetasan pada saat dilakukan penebaran ! 6. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum menebar cyst Artemia. Jenis pakan alami ini dapat diperoleh dengan cara membudidayakan Artemia di lahan budidaya/ tambak atau hanya menetaskan cyst/siste Artemia yang dibeli dalam bentuk kemasan kaleng berisi 450 gram dan ditetaskan dalam wadah budidaya yang sesuai sampai dipelihara sesuai dengan kebutuhan. Masukkanlah cyst Artemia yang telah ditimbang kedalam media penetasan secara hati-hati. Oleh karena itu dalam proses penetasan dapat dilakukan dengan dua metoda yaitu metoda Dekapsulasi dan metoda tanpa dekapsulasi. Cyst Artemia yang diperdagangkan merupakan cyst yang telah dikeringkan dengan kadar air kurang dari 10%. Dari kedua metoda tersebut akan terjadi proses penetasan yang berbeda. Amati proses penetasan cyst Artemia dengan menghitung percentage penetasannya! Persentase penetasan N (Hatching Persentase) = ---. Proses penetasan dengan menggunakan metoda dekapsulasi. 5.

Langkah Kerja Memantau proses penetasan artemia adalah sebagai berikut : 1. Amati setiap jam perkembangan dari siste artemia dibawah mikroskop dan catat jam terjadinya penetasan siste manjadi nauplius ! 4.48 jam. Oleh karena itu masih harus dilakukan penetasan dengan menggunakan air laut yang bersalinitas 5-35 permil. Proses penetasan cyst artemia dengan metoda dekapsulasi selanjutnya adalah melarutkan siste tersebut dengan larutan garam bersalinitas antara 5 permil sampai dengan 35 permil. Media penetasan diberi sinar yang berasal dari lampu TL dengan intensitas cahaya minimal 1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan pemantauan proses penetasan artemia. Setelah proses dekapsulasi selesai siste yang sudah tidak bercangkang diambil dengan alat penyedot dan disaring dengan menggunakan alat penyaring dari kasa kawat baja tahan karat (stainless steel) dengan ukuran mata 120-150 mikron. Intensitas cahaya tersebut dapat diperoleh dari lampu TL/neon 60 watt sebanyak dua buah dengan jarak penyinaran dari lampu kewadah penetasan adalah 20 cm.000 lux. Proses pencucian dilakukan dengan menggunakan air tawar atau air laut sampai bau chlorine hilang. Kemudian wadah dan media penetasan disiapkan sesuai persyaratan teknis yang telah ditentukan. Waktu yang dibutuhkan sampai siste tersebut menetas menjadi nauplius dibutuhkan waktu sekitar 24 . Penetasan cyst artemia akan berlangsung selama 24-48 jam kemudian. catat dan diskusikan ! 3. Hitunglah jumlah persentase siste yang menetas didalam media penetasan sesuai dengan rumus ! Pakan alami artemia yang telah ditetaskankan di media penetasan bertujuan untuk diberikan kepada larva/benih yang dipelihara. Proses dekapsulasi berlangsung selama 10-15 menit.kedalam larutan hipoklorit yang telah disiapkan lengkap dengan aerasinya. suhu dipertahankan 25 – 30 oC dan pH sekitar 8 – 9. Kebutuhan larva/benih ikan akan 376 . 2. Proses dekapsulasi ditandai dengan terjadinya perubahan warna siste dari coklat menjadi abu-abu dan akhirnya berwarna jingga serta air didalam wadah mengandung buih atau busa. Amati siste artemia didalam media penetasan. siste artemia dimasukkan kedalam media penetasan yang diberi aerasi dengan kecepatan 10 – 20 liter udara/menit. Siste yang sudah tidak bercangkang tersebut masih berupa siste yang telanjang belum menetas karena masih diselimuti oleh selaput embrio yang tipis. Proses penetasan cyst/siste artemia dengan metoda tanpa dekapsulasi dilakukan dengan cara siste yang akan ditetaskan ditimbang sesuai dengan dosis yang digunakan misalnya 5 gram siste per liter air media penetasan.

Duapuluh empat jam setelah menetas nauplius artemia ini akan mulai tumbuh organ pencernaannya. oleh karena itu pada masa tersebut artemia sudah mulai makan dengan adanya makanan didalam media penetasan artemia akan tumbuh dan berkembang.3. Pemanenan Artemia dapat juga dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali sangat bergantung kepada ukuran Artemia yang akan diberikan kepada larva/benih ikan. Lepaskan aerasi yang ada didalam wadah penetasan. Bersihkan artemia yang telah dipanen dengan menggunakan air tawar yang bersih dan siap untuk diberikan kepada larva/benih ikan konsumsi/ikan hias. Pemanenan pakan alami Artemia yang dilakukan setiap hari biasanya jumlah yang dipanen adalah kurang dari 20%.pakan alami Artemia selama pemeliharaan adalah setiap hari. Jika didalam media penetasan tidak terdapat sumber makanan bagi artemia maka artemia tidak akan tumbuh dan berkembang melainkan akan mati secara perlahan-lahan karena kekurangan energi. 7. Artemia mempunyai sifat fototaksis positif yang akan bergerak menuju sumber cahaya.3. Lakukan penutupan wadah penetasan pada bagian atas dengan menggunakan plastik hitam agar artemia yang menetas akan berkumpul pada bagian bawah wadah penetasan. Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah bak semen. Jadi waktu panen artemia sangat ditentukan oleh ukuran besar mulut larva yang akan mengkonsumsinya dengan ukuran artemia yang akan ditetaskan. Pemanenan pakan alami Artemia ini dapat dilakukan setiap hari atau seminggu sekali atau dua minggu sekali. Cyst artemia yang baru menetas mempunyai ukuran antara 200-350 mikrometer (0. tanki plastik. Hal tersebut bergantung kepada kebutuhan suatu usaha terhadap ketersediaan pakan alami Artemia. 5. Artemia menjadi dewasa pada umur empatbelas hari dan akan beranak setiap empat sampai lima hari sekali. bak beton. bak 377 .2-0. Setelah cyst artemia menetas 24-48 jam setelah ditetaskan maka akan dilakukan pemanenan cyst artemia dengan cara sebagai berikut : 1. Budidaya Rotifera Peralatan dan wadah yang dapat digunakan dalam mengkultur pakan alami Rotifera ada beberapa macam.35 mm) dan disebut nauplius. Pada beberapa usaha pembenihan biasanya hanya dilakukan penetasan cyst artemia tanpa melakukan pemeliharaan terhadap cyst yang telah ditetaskan. Diamkan beberapa lama (kurang lebih 15-30 menit) sampai seluruh cyst yang telah menetas berkumpul didasar wadah. 3. 2. Lakukan penyedotan dengan selang untuk mengambil artemia yang telah menetas dan ditampung dengan kain saringan yang diletakkan didalam wadah penampungan. Oleh karena itu waktu pemanenan pakan alami itu sangat bergantung kepada kebutuhan larva/benih akan pakan alami Artemia. 4.

bak fiber dan tanki plastik biasanya digunakan untuk membudidayakan Rotifera secara selektif yaitu membudidayakan pakan alami ditempat terpisah dari ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami. selang aerasi. timbangan. batu aerasi. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya Rotifera antara lain adalah aerator/blower. Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya harus bebas dari kontaminan seperti pestisida. Wadah yang akan digunakan dibersihkan dengan menggunakan sikat dan diberikan desinfektan untuk menghindari terjadinya kontaminasi dengan mikroorganisme yang lain. Rotifera yang dipelihara didalam wadah pemeliharaan akan tumbuh dan berkembang oleh karena itu harus dipantau kepadatan populasi Rotifera didalam wadah. saringan halus/seser. Wadah yang telah dibersihkan selanjutnya dapat diari dengan air bersih. langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan terhadap wadah tersebut. ember. Selain itu diperlukan juga seser atau saringan halus pada saat akan melakukan pemanenan Rotifera. Air yang digunakan sebaiknya diberi oksigen dengan menggunakan aerator dan batu aerasi yang disambungkan dengan selang aerasi. Langkah kerja dalam menyiapkan peralatan dan wadah kultur pakan 378 . Aerasi ini dapat digunakan pula untuk menetralkan chlor atau menghilangkan Carbondioksida didalam air. gelas ukur kaca. Sedangkan wadah budidaya kolam tanah biasanya dilakukan untuk membudidayakan pakan alami nonselektif yaitu membudidayakan pakan alami secara bersama-sama dengan ikan yang akan mengkomsumsi pakan alami tersebut.gayung. bak beton. Wadah yang terbuat dari bak semen. selang air. Wadah budidaya yang telah diairi dapat digunakan untuk memelihara Rotifera. Langkah pertama adalah peralatan dan wadah yang akan digunakan ditentukan sesuai dengan skala produksi dan kebutuhan. Setelah berbagai macam peralatan dan wadah yang digunakan dalam membudidayakan pakan alami Rotifera diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara kerjanya . kantong plastik. Rotifera yang telah dipanen tersebut dimasukkan kedalam ember plastik untuk memudahkan dalam pengangkutan dan digunakan juga gayung plastik untuk mengambil media air budidaya Rotifera yang telah diukur kepadatannya. Alat yang digunakan adalah gelas ukur kaca yang berfungsi untuk melihat kepadatan populasi Rotifera yang dibudidayakan didalam wadah pemeliharaan. tali rafia.fiber dan kolam tanah. Peralatan dan wadah disiapkan untuk digunakan dalam budidaya Rotifera. Pemilihan wadah yang akan digunakan dalam membudidayakan Rotifera sangat bergantung kepada tujuannya. Kedalaman air didalam wadah budidaya yang optimum adalah 50 cm dan maksimum adalah 90 cm. deterjen dan chlor.

Mengapa pupuk kandang yang digunakan harus yang kering ? Pupuk kandang yang telah kering sudah mengalami proses pembusukan secara sempurna sehingga secara fisik seperti warna. Bilaslah wadah yang telah dibersihkan dengan menggunakan air bersih. 5. burung dan kuda. Dari berbagai jenis kotoran hewan tersebut yang biasa 379 . masukkan kedalam wadah budidaya. Untuk melakukan budidaya pakan alami diperlukan unsur hara tersebut didalam media budidaya. Pupuk kandang ini jenisnya ada beberapa macam antara lain adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan sapi. kemudian lakukan pensucihamaan wadah dengan menggunkan desinfektan sesuai dengan dosisnya. dan kedua jenis pupuk tersebut dapat digunakan sebagai sumber unsur hara. ayam. Ceklah keberfungsian peralatan tersebut dengan memasukkan kedalam arus listrik. rupa. 4. kerbau. pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari campuran antara kotoran hewan dengan sisa makanan dan alas tidur hewan tersebut. Campuran ini telah mengalami pembusukan sehingga sudah tidak berbentuk seperti semula. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan sebutkan fungsi dan cara kerja peralatan tersebut! 2. Pupuk kandang yang akan dipergunakan sebagai pupuk dalam media kultur pakan alami adalah pupuk kandang yang telah kering. Unsur hara ini dialam diperoleh dari hasil dekomposisi nutrien yang ada didasar perairan. bau dan kadar airnya tidak seperti bahan aslinya. Jenis pupuk yang dapat digunakan sebagai sumber unsur hara pada media kultur pakan alami Rotifera adalah pupuk organik dan anorganik. Rotifera merupakan hewan air yang hidup diperairan tawar subtropik dan tropik baik di daerah danau. Media seperti apakah yang dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang pakan alami Rotifera. Pemilihan antara kedua jenis pupuk tersebut sangat bergantung kepada ketersediaan pupuk tersebut dilokasi budidaya. Masukkan air bersih yang tidak terkontaminasi kedalam wadah budidaya dengan menggunakan selang plastik dengan kedalaman air yang telah ditentukan. sungai dan kolam-kolam. tekstur. Berdasarkan habitat alaminya pakan alami Rotifera ini dapat hidup pada perairan yang mengandung unsur hara. kelinci. selang aerasi dan batu aerasi. misalnya 50 cm.alami Rotifera adalah sebagai berikut : 1. Jenis pupuk organik yang biasa digunakan adalah pupuk kandang. Pasanglah peralatan aerasi dengan merangkaikan antara aerator. Tentukan wadah yang akan digunakan untuk membudidayakan Rotifera ! 3 Bersihkan wadah dengan menggunakan sikat dan disiram dengan air bersih. Unsur hara yang dimasukkan kedalam media tersebut pada umumnya adalah pupuk. 6.

Beberapa pembudidaya ada yang menggunakan pupuk nitrat dan phosphat sebagai unsur hara yang dimasukkan kedalam media kultur pakan alami. Phosphat dan Kalium. Sedangkan pupuk kandang yang baik mengandung unsur N sebanyak 1. Kemudian pupuk tersebut 380 . Untuk ZA kadar N nya 21% . Penimbangan dilakukan setelah wadah budidaya disiapkan.065 kg. Dosis yang digunakan untuk pupuk anorganik harus dihitung berdasarkan kebutuhan unsur hara yang dibutuhkan. Untuk lebih mudahnya saat ini juga sudah dijual pupuk majemuk yang mengandung unsur Nitrogen. Kotoran ayam dan burung puyuh yang telah kering ini digunakan dengan dosis sesuai kebutuhan. Pupuk anorganik yang banyak mengandung unsur nitrogen dan banyak dijual dipasaran adalah urea. Jenis pupuk anorganik juga bisa digunakan sebagai sumber unsur hara pada media kultur Rotifera jika pupuk kandang tidak terdapat dilokasi tersebut. Misalnya kebutuhan urea adalah V1N1 = V2N2. detritus dan beragam phytoplankton sebagai makanan utama Rotifera. Oleh karena dalam menghitung jumlah pupuk anorganik yang dibutuhkan dalam media kultur pakan alami dilakukan perhitungan matematis. Dosis yang digunakan dihitung berdasarkan kandungan unsur hara yang terdapat dalam pupuk an organik. Pupuk yang dimasukkan kedalam media kultur pakan alami yang berfungsi untuk menumbuhkan bakteri. 2X1.5– 2%. Pupuk yang telah ditentukan akan digunakan sebagai sumber unsur hara dalam media kultur pakan alami selanjutnya dihitung dan ditimbang sesuai dengan dosis yang dibutuhkan. atau 1.5=VX46.0 gram/liter. sedangkan yang berasal dari kotoran burung puyuh adalah 1000 gram/m3.digunakan adalah kotoran ayam dan burung puyuh. misalnya pupuk yang akan digunakan adalah urea dan ZA. Jenis pupuk anorganik yang biasa digunakan adalah pupuk yang mengandung unsur Nitrogen. Zwavelzure Ammoniak (ZA). sedangkan unsur phosphat adalah Triple Superphosphat (TSP). Berapakah dosis pupuk yang harus ditebarkan kedalam media kultur pakan alami Rotifera ? Berdasarkan pengalaman beberapa pembudidaya dosis yang digunakan untuk pupuk kandang dari kotoran ayam sebanyak 500 gram/m3. maka kebutuhan urea adalah 3 : 46 = 0. Kadar unsur N dalam urea adalah 46%. Tetapi dosis pupuk kandang yang berasal dari kotoran burung puyuh berdasarkan hasil penelitian dan memberikan pertumbuhan populasi Rotifera pada hari ketujuh sebanyak 80 individu/liter. artinya dalam setiap 100 kg urea mengandung unsur N sebanyak 46 kg. artinya kadar N dalam pupuk ZA adalah 21 kg. fungi. Dengan tumbuhnya pakan Rotifera di dalam media kultur maka pakan alami yang akan dipelihara di dalam wadah budidaya tersebut akan tumbuh dan berkembang. Phosphate dan Kalium (NPK).

Identifikasi Rotifera perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan inokulasi. Rotifera merupakan salah satu jenis zooplankton yang hidup diperairan tawar didaerah tropis dan subtropis. Parameter kualitas air didalam media kultur pakan alami Rotifera juga harus dilakukan pengukuran. Lingkaran cilia dibagian anterior terdapat diatas pedestal yang terbagi dua yang disebut trocal disk. Dalam memberikan pemupukan susulan ini caranya hampir sama dengan pemupukan awal dan ada juga yang memberikan pemupukan susulannya dalam bentuk larutan pupuk yang dicairkan. Oleh karena itu agar pembudidayaannya bisa berlangsung terus harus selalu diberikan pemupukan susulan. 381 . Selama dalam pemeliharaan harus terus dilakukan pemupukan susulan seminggu sekali dengan dosis setengah dari pemupukan awal. Pupuk tersebut akan berproses didalam media dan akan tumbuh mikroorganisme sebagai makanan utama dari Rotifera. suhu air berkisar antara 28 – 30 oC dan pH air antara 6 – 8. Pakan alami Rotifera mempunyai siklus hidup yang relatif singkat yaitu 4 – 12 hari. Berdasarkan klasifikasinya Rotifera sp dapat dimasukkan kedalam : Filum : Rotifera Kelas : Monogononta Ordo : Ploima Famili : Brachionidae Subfamili : Brachioninae Genus : Brachionus Spesies : Brachionus calyciflorus Morfologi Rotifera dapat dilihat secara langsung dibawah mikroskop. Rotifera akan tumbuh dan berkembang pada media kultur yang mempunyai kandungan Oksigen terlarut sebanyak > 5 ppm. Langkah kerja yang harus dilakukan pada pembuatan media budidaya Rotifera sama dengan budidaya Daphnia. kandungan amonia < 1 ppm. ciri khas nya yang sangat mudah untuk dikenali adalah adanya corona atau semacam selaput yang dikelilingi cilia yang mencolok disekitar mulutnya. Setelah itu baru bisa dilakukan penebaran bibit Rotifera kedalam media kultur. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yaitu pertama melakukan identifikasi jenis bibit pakan alami Rotifera. kedua melakukan seleksi terhadap bibit pakan alami Rotifera. Gerakan membranela pada trochal disk seperti dua roda yang berputar.dimasukkan kedalam kantong plastik atau karung plastik diikat dan di lubangi dengan menggunakan paku atau gunting agar pupuk tersebut dapat mudah larut didalam media kultur pakan alami Rotifera. ketiga melakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai dengan prosedur . Waktu yang dibutuhkan oleh proses dekomposisi pupuk didalam media kultur pakan alami Rotifera ini berkisar antara 7 – 14 hari.

lambung dengan kelenjar perut dan usus. merah atau coklat yang disebabkan oleh warna makanan yang ada disekitar saluran pencernaannya. Badan Brachionus dilapisi kutikula yang membentuk lapisan agak tebal dan kaku yang disebut lorica. oesophagus. untuk Tubuh Rotifera umumnya transparan. Rata-rata lebar lorica Brachionus calyciflorus bervariasi antara 124 – 300 mikron.23.9. yaitu saluran pencernaan yang terdiri dari mastax dengan kelenjar ludah. Organ ekresi. pada ujung kaki terdapat dua ruas semu atau lebih bahkan kadang-kadang tidak terlihat karena ditarik kedalam tubuh atau mengkerut dan adakalanya tidak.5 mm. Ukuran badan dan nilai kalori rotifer berdasarkan volume dan bobot dapat dilihat pada tabel 7. badan yang besar dan kaki atau ekor. Bibit yang akan ditebar kedalam media kultur harus yang sudah dewasa. Pemilihan bibit Rotifera yang akan ditebar kedalam media kultur harus dilakukan dengan tepat.Trochal disk digunakan berenang dan makan. kaki ramping dan ujung kaki mengecil. organ perasa atau peraba dan bukaan mulut. Kaki yang beruas semu mempunyai dua jari dan mengandung kelenjar kaki yang bermuara di ujung jari. Sejumlah otot-otot melingkar dan membujur yang meluas sampai ke kepala dan kaki. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. 382 . Bentuk tubuh agak panjang dan silindris. beberapa berwarna hijau. Ukuran lorica berbeda-beda untuk setiap spesies yang sama pada habitat berbeda. anak pertama sebesar 0.8 mm dihasilkan secara parthenogenesis.23. Tubuh terbagi atas tiga bagian yaitu bagian kepala yang pendek. organ genital meliputi germanium atau ovari dan vitellarium. Rongga badan berisi cairan tubuh dan terdapat beberapa organ tubuh. Panjang tubuh berkisar antara 200 – 500 µm . Kepala dan badan tidak jelas batasnya. Gambar 7. Rotifera Langkah selanjutnya setelah dapat mengidentifikasi jenis Rotifera yang akan ditebar kedalam media kultur adalah melakukan pemilihan terhadap bibit Rotifera. Rotifera dewasa berukuran 2. Pada kepala terdapat corona yang berguna sebagai alat untuk mengalirkan makanan.

Ukuran badan dan nilai kalori rotifer (Brachionus sp) Rotifer Betina Jantan Telur Telur Kista Panjang lorika (µm) 273 ± 13 113 ± 3 128 ± 1 98 ± 4 Lebar lorika (µm) 170 92 105 77 Volume (ml) 1.85 Perkembangbiakan Rotifera di dalam media kultur dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara sexual dan asexual. Sifat yang khas pada rotifera adalah adanya dua tipe jenis betina yaitu betina miktik dan amiktik.195 0. Bila jantan dan betina miktik tersebut kawin.096 0.Tabel 7.9. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7.90 0. 383 .24.77 0.033 Nilai kalori (10 -7 kkal) 10.89 1.29 0.031 0.30 Bobot (µg) 0. maka telur betina amiktik tersebut dapat menetas menjadi betina miktik. maka betina miktik akan menghasilkan telur dorman (dorman egg) dengan cangkang yang keras dan tebal yang tahan terhadap kondisi perairan yang jelek dan kekeringan.75 5. Perkembangbiakan secara asexual (tidak kawin) yang disebut dengan Parthenogenesis terjadi dalam keadaan normal.50 1. suhu air dan kualitas pakan. dan dapat menetas bila keadaan perairan telah normal kembali. Betina miktik ini akan menghasilkan telur yang akan berkembang menjadi jantan. Betina amiktik menghasilkan telur yang akan berkembang menjadi betina amiktik pula. Tetapi dalam keadaan lingkungan yang kurang menguntungkan (tidak normal) seperti terjadi perubahan salinitas.

anak. Menurut beberapa ahli 24 jam setelah menetas Brachionus muda telah menjadi dewasa dan dapat menghasilkan telur 2 sampai 3 butir.24. Hal ini telah diperkuat oleh peneliti bahwa jumlah telur yang dihasilkan oleh induk betina Brachionus calyciflorus yang dikultur secara khusus di laboratorium adalah rata-rata 3 – 6 butir. Cara yang dilakukan dalam melakukan inokulasi adalah dengan menebarkannya secara hati-hati kedalam media kultur sesuai dengan 384 . Sedangkan pengetahuan tentang jumlah telur yang dihasilkan oleh betina miktik masih sedikit sekali.Gambar 7. remaja dan dewasa maka selanjutnya adalah memilih individu yang dewasa sebagai calon bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur. Jumlah bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur sangat bergantung kepada volume media kultur . tetapi diduga tidak jauh berbeda dari jumlah telur yang dihasilkan oleh betina amiktik. Setelah dapat membedakan antara individu Rotifera yang telur. Daur hidup rotifer (Brachionus sp) Rotifera mempunyai umur hidup yang relatif singkat yaitu antara 4 – 19 hari. Padat penebaran bibit yang akan diinokulasi kedalam media kultur biasanya adalah 20 – 25 individu perliter.

385 . Siapkan mikroskop dan peralatannya untuk mengidentifikasi jenis Rotifera yang akan dibudidayakan! 3. parameter yang mudah dilihat adalah jika transparansi kurang dari 0. Jika hal tersebut terjadi segera dilakukan pemupukan susulan. Mengapa pertumbuhan populasi pakan alami Rotifera harus dipantau ? Kapan waktu yang tepat dilakukan pemantauan populasi pakan alami Rotifera yang dibudidayakan didalam media kultur ? Bagaimana kita menghitung kepadatan populasi pakan alami Rotifera didalam media kultur ? Mari kita jawab pertanyaanpertanyaan tersebut dengan mempelajari beberapa referensi tentang hal tersebut atau dari majalah dan internet yang dapat menjawabnya. 5. Hal ini dapat dilihat dari warna air media yang berwarna keruh atau warna teh bening. Ambillah seekor Rotifera dengan menggunakan pipet dan letakkan diatas objec glass. Lakukan penebaran bibit pakan alami Rotifera pada pagi atau sore hari dengan cara menebarkannya secara perlahan-lahan kedalam media kultur. Didalam handout ini akan diuraikan secara singkat tentang pertumbuhan Rotifera. Tentukan padat penebaran yang akan digunakan dalam budidaya pakan alami Rotifera tersebut sebelum dilakukan penebaran. 9. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan inokulasi/penanaman bibit pakan alami Rotifera! 2. Letakkan objec glass dibawah mikroskop dan amati morfologi Rotifera serta cocokkan dengan gambar 6. Jenis pupuk yang digunakan sama dengan pemupukan awal.3 m didalam media kultur. Lakukanlah pemilihan bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur d an letakkan dalam wadah yang terpisah! 8. Langkah kerja dalam menebar bibit pakan alami rotifera adalah sebagai berikut : 1. Lakukan pengamatan terhadap individu Rotifera beberapa kali ulangan agar dapat membedakan tahapan stadia pada Rotifera yang sedang diamati dibawah mikroskop ! 6. Pemupukan susulan pada budidaya rotifera dilakukan sama dengan budidaya daphnia. Hitunglah jumlah bibit yang akan ditebar tersebut sesuai dengan point 8. Hitunglah panjang tubuh individu Rotifera dewasa beberapa ulangan dan perhatikan ukuran tersebut dengan kasat mata! 7. menghitung kepadatan populasi dan waktu pemantauannya. 10. Penebaran bibit Rotifera ini sebaiknya dilakukan pada saat suhu perairan tidak terlalu tinggi yaitu pada pagi dan sore hari.padat tebar yang telah ditentukan. Frekuensi pemupukan susulan ditentukan dengan melihat sample air didalam media kultur . dan teteskan formalin agar individu tersebut tidak bergerak ! 4.

data tersebut dapat dikonversikan dengan volume media kultur. Jumlah telur yang dikeluarkan dari satu induk bibit Rotifera adalah sebanyak 2 – 3 butir. Langkah Kerja dalam memantau pertumbuhan populasi pakan alami Rotifera adalah sebagai berikut : 1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan pemantauan pertumbuhan populasi pakan alami Rotifera. Secara biologis Rotifera akan tumbuh dewasa pada umur satu hari (24 jam setelah menetas). Untuk mengukur tingkat kepadatan populasi Rotifera didalam media kultur dilakukan dengan cara sampling beberapa titik dari media. walaupun ada juga yang mencapai kepadatan 120 – 150 individu permililiter. Pemantauan pertumbuhan pakan alami Rotifera di media kultur harus dilakukan agar tidak terjadi kepadatan populasi yang mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi didalam media. Berdasarkan siklus hidup Rotifera maka kita dapat menentukan waktu yang tepat untuk dilakukan pemanenan sesuai dengan kebu tuhan larva atau benih ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami Rotifera. Tingkat kepadatan populasi yang maksimal didalam media kultur adalah 80 individu permililiter. Daur hidup Rotifera adalah 6 – 19 hari dan Rotifera menjadi dewasa hanya dalam waktu satu hari. amati dengan seksama dan teliti ! 4. jika pada saat inokulasi yang ditebarkan adalah bibit Rotifera yang dewasa maka dalam waktu dua hari bibit Rotifera tersebut sudah mulai beranak. Sampling dilakukan dengan cara mengambil air media kultur yang berisi Rotifera dengan menggunakan baker glass atau erlemeyer. Hitunglah jumlah Rotifera yang terdapat dalam botol contoh tersebut.Rotifera yang dipelihara dalam media kultur yang tepat akan mengalami pertumbuhan yang cepat. Lakukanlah kegiatan tersebut minimal tiga kali ulangan dan catat apakah terjadi perbedaan nilai pengukuran dari ketiga lokasi yang berbeda. minimal tiga kali sampling. Tentukan waktu pemantauan kepadatan populasi sesuai dengan prediksi tingkat pertumbuhan Rotifera di media kultur. 3. Hitunglah jumlah Rotifera yang terdapat dalam baker glass tersebut ! 5. sehingga bisa diperhitungkan prediksi populasi Rotifera didalam media kultur. karena periode maturasi Rotifera pada media yang mempunyai suhu 25 oC adalah satu hari. Ukuran Rotifera yang dewasa dan anak-anak berbeda oleh karena itu perbedaan ukuran tersebut sangat bermanfaat bagi ikan yang akan mengkonsumsi dan disesuaikan dengan ukuran bukaan mulut larva. 386 . Ambillah sampel air dimedia kultur dengan menggunakan baker glass/erlemeyer. 2. Hal tersebut diakibatkan oleh kurangnya oksigen didalam media kultur.

maka kepadatan Rotifera diwadah budidaya adalah 10 X 200 ekor = 2000 individu per 100 ml. Rotifera dan air di dalam gelas piala selanjutnya dituangkan secara perlahan-lahan sambil dihitung jumlah Rotifera yang keluar bersama air. Sebagai contoh. Pemanenan pakan alami Rotifera yang dilakukan setiap hari biasanya jumlah yang dipanen adalah kurang dari 20% . pada waktu tersebut Rotifera akan banyak mengumpul dibagian permukaan media untuk mencari sinar. dengan memakai gelas piala volume 100 ml. Pemanenan pakan alami Rotifera ini dapat dilakukan setiap hari atau seminggu sekali atau dua minggu sekali. Nilai rata-rata ini akan dipergunakan untuk menghitung kepadatan populasi pakan alami Rotifera di media kultur. Pemanenan Rotifera dapat juga dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali sangat bergantung kepada kelimpahan populasi Rotifera di dalam media kultur. 7. Untuk menghitung kepadatan Rotifera pada saat akan dilakukan pemanenan. Apabila jumlah Rotifera yang ada sangat banyak. Waktu pemanenan dilakukan pada pagi hari disaat matahari terbit. Hitunglah rata-rata nilai populasi dari ketiga sampel yang berbeda lokasi. lakukan konversi nilai perhitungan tersebut untuk menduga kepadatan populasi pakan alami Rotifera didalam media kultur.6.Dari gelas 1000 ml. Rotifera yang ada dihitung seperti cara diatas. Pemanenan Rotifera dapat dilakukan berdasarkan siklus reproduksinya. Rotifera diambil dari dalam wadah. caranya adalah dengan menuangkan kedalam gelas piala 1000 ml dan ditambah air hingga volumenya 1000 ml. yang telah diaerasi agak besar sehingga Rotifera merata berada di seluruh kolom air. lalu diambil sebanyak 100 ml. Hal tersebut bergantung kepada kebutuhan suatu usaha terhadap ketersediaan pakan alami Rotifera. pemanenan tersebut dilakukan dengan cara menggunakan seser halus. Catat volume air sampel dan jumlah Rotifera dari data point 6. dapat dilakukan tanpa menggunakan alat pembesar atau mikroskop. Pemanenan dapat dilakukan pada hari ke empat – sembilan jika populasinya sudah mencukupi. maka dapat dipredeksi kepadatan populasi Rotifera didalam media kultur jika padat tebar awal dilakukan pencatatan. Rotifera yang baru 387 . lalu kepadatan di dalam wadah budidaya dapat diketahui dengan cara mengalikan 10 kali jumlah didalam gelas 100 ml. maka dari gelas piala 100 ml dapat diencerkan. Rotifera dapat berkembangbiak tanpa kawin dan usianya relative singkat yaitu 6 – 19 hari. Dengan tingkahlakunya tersebut akan sangat mudah bagi para pembudidaya untuk melakukan pemanenan. apabila di dalam gelas piala 100 ml terdapat 200 ekor Rotifera. dimana Rotifera akan menjadi dewasa pada umur satu hari dan dapat bertelur setiap hari.

penyiapan media kultur. bak beton. timbangan. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya Tubifex antara lain adalah selang air. Dalam rambut membudidayakan cacing prosedur yang dilakukan . Langkah kerja dalam melakukan pemanenan rotifera dilakukan sama dengan pemanenan pada Daphnia. ember. penanaman bibit. Selang air digunakan untuk memasukkan air bersih dari tempat penampungan air kedalam wadah 388 7.4. bak semen. Wadah yang terbuat dari bak semen. hampir sama dalam membudidayakan pakan alami sebelumnya. pemantauan pertumbuhan dan pemanenan cacing rambut. bak fiber dan tanki plastik biasanya digunakan untuk membudidayakan Tubifex secara selektif yaitu membudidayakan pakan alami ditempat terpisah dari ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami.gayung.dipanen tersebut dapat digunakan langsung untuk konsumsi larva atau benih ikan. Proses tersebut dilakukan dengan menyaring Rotifera dengan air dan Rotiferanya saja yang dimasukkan dalam wadah plastic dan disimpan didalam lemari pembeku (Freezer). Pada budidaya tubifex fungsi aerator dapat digantikan dengan mengalirkan air secara kontinue kedalam wadah pemeliharaan. Peralatan dan wadah yang dapat digunakan dalam mengkultur pakan alami Tubifex ada beberapa macam. tanki plastik. Kegiatan budidaya cacing rambut ini dimulai dari persiapan peralatan dan wadah. bak fiber . BUDIDAYA BENTHOS Jenis organisma yang dapat digunakan sebagai pakan alami bagi ikan konsumsi dan ikan hias yang termasuk kedalam kelompok Benthos adalah cacing rambut. Cacing rambut sangat banyak diberikan untuk ikan hias dan ikan konsumsi karena mengandung nutrisi yang cukup tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan yang dibudidayakan. bak beton. Rotifera yang sudah dipanen tersebut dapat tidak secara langsung diberikan pada larva dan benih ikan hias yang dibudidayakan tetapi dilakukan penyimpanan. saringan halus/seser. pemberian pupuk susulan. Pemilihan wadah yang akan digunakan dalam membudidayakan Tubifex sangat bergantung kepada tujuannya. Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah bak platik.kolam tanah dan saluran air. Oleh karena itu semua kegiatan tersebut akan diuraikan didalam buku ini. yang membedakan adalah waktu pemanenan dan jumlah rotifera yang akan dipanen setiap hari. Debit air yang masuk kedalam wadah pemeliharaan adalah 900 ml/menit. Cara penyimpanan Rotifera yang dipanen berlebih dapat dilakukan pengolahan Rotifera segar menjadi beku .

Wadah budidaya yang telah diairi dapat digunakan untuk memelihara Tubifex.budidaya. sungai dan kolam-kolam. seperti Nitrat. Nitrogen (Urea. Bahan organik yang terdapat didalam perairan biasanya berasal dari dekomposisi unsur hara. Sedangkan pupuk anorganik adalah pupuk yang berasal dari bahan kimia dasar yang dibuat secara pabrikasi atau yang berasal dari hasil tambang. deterjen dan chlor. Peralatan ini digunakan juga untuk mengeluarkan kotoran dan air pada saat dilakukan pemeliharaan. Fused Magnesium Phospate/FMP).1 – 5.0 mg pada kedalaman 2 – 4 cm. Triple Superfosfat/ TSP. Fosfat (Duperfosfat/DS. Berdasarkan habitat alaminya pakan alami Tubifex ini merupakan organisme yang hidup didasar perairan yang banyak mengandung detritus dan mikroorganik lainnya. Setelah berbagai macam peralatan dan wadah yang digunakan dalam membudidayakan pakan alami Tubifex diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara kerjanya . Jenis pupuk yang dapat digunakan sebagai sumber unsur hara pada media kultur pakan alami Tubifex adalah pupuk organik dan 389 . Kedalaman media dalam wadah budidaya berdasarkan habitat asli di alamnya hidup pada daerah yang mengandung lumpur dengan distribusi pada daerah permukaan substrat pada kedalaman tertentu. Untuk melakukan budidaya pakan alami diperlukan unsur hara tersebut didalam media budidaya. Dengan menggunakan selang air akan memudahkan dalam melakukan penyiapan wadah sebelum digunakan untuk budidaya. Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya harus bebas dari kontaminan seperti pestisida. Superphosphat 36. Silikat. Media seperti apakah yang dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang pakan alami Tubifex. limbah rumah tangga. Berdasarkan hasil peneltian tubifex yang berukuran juwana dengan berat kurang dari 0.0 mg pada kedalaman 0 – 4 cm. cacing muda yang mempunyai berat 0. Tubifex ini biasanya dapat hidup pada perairan yang banyak mengandung bahan organik. Kedalaman media didalam wadah budidaya yang optimum adalah 10 cm dan maksimum adalah 20 cm. natrium. Amonium sulfanitrat) dan lain-lain.1 mg umumnya terdapat pada kedalaman 0 – 2 cm. langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan terhadap wadah tersebut. Amonium nitrat. sisa tanaman. Pupuk yang terdapat dialam ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Tubifex merupakan hewan air yang hidup diperairan tawar subtropik dan tropik baik di daerah danau. Unsur hara ini dialam diperoleh dari hasil dekomposisi nutrien yang ada didasar perairan. Unsur hara yang dimasukkan kedalam media tersebut pada umumnya adalah pupuk. Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. sedangkan cacing dewasa yang mempunyai berat 5. Zwavelzure amoniak/ZA.

Pemilihan antara kedua jenis pupuk tersebut sangat bergantung kepada ketersediaan pupuk tersebut dilokasi budidaya. Jika jumlah media yang dibuat sebanyak 500 gram maka jumlah pupuknya adalah 250 gram. kelinci. tekstur. Campuran ini telah mengalami pembusukan sehingga sudah tidak berbentuk seperti semula. burung dan kuda. Oleh karena itu agar pembudidayaannya 390 . Berapakah dosis pupuk yang harus ditebarkan kedalam media kultur pakan alami Tubifex ? Berdasarkan pengalaman beberapa pembudidaya dosis yang digunakan untuk pupuk kandang dari kotoran ayam sebanyak 50% dari jumlah media yang akan dibuat. bau dan kadar airnya tidak seperti bahan aslinya. Selama dalam pemeliharaan harus terus dilakukan pemupukan susulan seminggu sekali dengan dosis 9% pemupukan awal.anorganik. Kotoran ayam dan burung puyuh yang telah kering ini digunakan dengan dosis sesuai kebutuhan. Pupuk kandang yang akan dipergunakan sebagai pupuk dalam media kultur pakan alami adalah pupuk kandang yang telah kering. pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari campuran antara kotoran hewan dengan sisa makanan dan alas tidur hewan tersebut. Mengapa pupuk kandang yang digunakan harus yang kering ? Pupuk kandang yang telah kering sudah mengalami proses pembusukan secara sempurna sehingga secara fisik seperti warna. Setelah itu baru bisa dilakukan penebaran bibit Tubifex kedalam media kultur. Pupuk yang dimasukkan ke dalam media kultur pakan alami yang berfungsi untuk menumbuhkan bakteri. Pupuk tersebut akan berproses didalam media dan akan tumbuh mikroorganisme sebagai makanan utama dari Tubifex. Pakan alami Tubifex mempunyai siklus hidup yang relatif singkat yaitu 50 – 57 hari. Kemudian pupuk tersebut dimasukkan kedalam wadah budidaya dicampur dengan lumpur kolam dengan perbandingan satu banding satu. Berdasarkan hasil penelitian Yuherman (1987) pemupukan susulan dengan dosis 75% dari pemupukan awal setelah 10 hari inokulasi dapat memberikan pertumbuhan yang optimal pada tubifex. fungi. Waktu yang dibutuhkan oleh proses dekomposisi pupuk didalam media kultur pakan alami Tubifex ini berkisar antara 2-7 hari. rupa. Pupuk kandang ini jenisnya ada beberapa macam antara lain adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan sapi. Jenis pupuk organik yang biasa digunakan adalah pupuk kandang. dan kedua jenis pupuk tersebut dapat digunakan sebagai sumber unsur hara. ayam. detritus dan beragam phytoplankton sebagai makanan utama Tubifex. kerbau. Dengan tumbuhnya pakan Tubifex di dalam media kultur maka pakan alami yang akan dipelihara didalam wadah budidaya tersebut akan tumbuh dan berkembang. Dari berbagai jenis kotoran hewan tersebut yang biasa digunakan adalah kotoran ayam dan burung puyuh.

Berdasarkan klasifikasinya Tubifex sp dapat dimasukkan kedalam : Filum : Annelida Kelas : Oligochaeta Ordo : Haplotaxida Famili : Tubificidae Genus Spesies : : Tubifex Tubifex sp. Dalam memberikan pemupukan susulan ini caranya hampir sama dengan pemupukan awal dan ada juga yang memberikan pemupukan susulannya dalam bentuk larutan pupuk yang dicairkan. kedua melakukan seleksi terhadap bibit pakan alami Tubifex. Pada setiap segmen di bagian punggung dan perut akan keluar seta dan ujungnya bercabang dua tanpa rambut. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Tubifex merupakan salah satu jenis Benthos yang hidup didasar perairan tawar didaerah tropis dan subtropis. Pemilihan bibit Tubifex yang akan ditebar kedalam media kultur harus 391 . suhu air berkisar antara 28 – 30 oC dan pH air antara 6 – 8. Parameter kualitas air didalam media kultur pakan alami Tubifex juga harus dilakukan pengukuran. Bentuk tubuh agak panjang dan silindris mempunyai dinding yang tebal terdiri dari dua lapis otot yang membujur dan melingkar sepanjang tubuhnya.bisa berlangsung terus harus selalu diberikan pemupukan susulan. Tubifex sp Langkah selanjutnya setelah dapat mengidentifikasi jenis Tubifex yang akan ditebar kedalam media kultur adalah melakukan pemilihan terhadap bibit Tubifex. Gambar 7. ketiga melakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai dengan prosedur . Tubifex akan tumbuh dan berkembang pada media kultur yang mempunyai kandungan Oksigen terlarut berkisar antara 2. Identifikasi Tubifex perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan inokulasi. Tubuh terdiri dari beberapa segmen berkisar antara 30 – 60 segmen.25. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yaitu pertama melakukan identifikasi jenis bibit pakan alami Tubifex. kandungan amonia < 1 ppm.75 – 5 ppm dan jika kandungan oksigen terlarut > 5 ppm dapat meningkatkan pertumbuhan tubifek. ciri khasnya yang sangat mudah untuk dikenali adalah adanya tubuhnya berwarna merah kecoklatan karena banyak mengandung haemoglobin.25. Morfologi Tubifex dapat dilihat secara langsung dibawah mikroskop.

26.0 mm dan garis tengahnya 0. remaja dan dewasa maka selanjutnya adalah memilih individu yang dewasa sebagai calon bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur. blastula dan gastrula. Cara yang dilakukan dalam melakukan inokulasi adalah dengan menebarkannya secara hati-hati kedalam media kultur sesuai dengan 392 . Proses perkembangbiakan embrio didalam kokon ini biasanya berlangsung selama 10 – 12 hari jika suhu didalam media pemeliharaan berkisar antara 24 – 25 oC.7 mm. Telur yang terdapat didalam kokon ini akan mengalami proses metamorfosis dan akan mengalami pembelahan sel seperti pada umumnya perkembangbiakan embrio didalam telur yang dimulai dari stadia morula. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. panjang 1. Jadi daur hidup cacing rambut dari telur . Perkembangbiakan Tubifex di dalam media kultur dapat dilakukan dengan cara asexual yaitu pemutusan ruas tubuh dan pembuahan sendiri (Hermaphrodit). Jumlah bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur sangat bergantung kepada volume media kultur . Daur hidup Tubifex (Tubifex sp) Setelah dapat membedakan antara individu Tubifex yang bertelur. Telur yang terdapat didalam kokon ini akan menetas menjadi embrio yang sama persis dengan induknya hanya ukurannya lebih kecil. Telur cacing rambut dihasilkan didalam kokon yaitu suatu bangunan yang berbentuk bulat telur.dilakukan dengan tepat. menetas dan menjadi dewasa serta mengeluarkan kokon dibutuhkan waktu sekitar 50 – 57 hari.8 mm dihasilkan secara hermaprodit. Jumla telur dalam setiap kokon berkisar antara 4 – 5. Padat penebaran bibit yang akan diinokulasi kedalam media kultur biasanya adalah 2 gram permeter persegi. Bibit yang akan ditebar kedalam media kultur harus yang sudah dewasa. anak. Induk tubifex yang dapat menghasilkan kokon dan mengeluarkan telur yang menetas menjadi tubifex mempunyai usia sekitar 40 – 45 hari. anak pertama sebesar 0.26. Gambar 7. Waktu yang dibutuhkan untuk proses perkembangbiakan telur didalam kokon sampai menetas menjadi embrio tubifex membutuhkan waktu sekitar 10 – 12 hari. Kokon ini dibentuk oleh kelenjar epidermis dari salah satu segmen tubuhnya yang disebut klitelum. Tubifex dewasa berukuran 30 mm.

Berdasarkan kebutuhan pakan bagi Tubifex tersebut maka prosedur yang dilakukan dalam memberikan pemupukan susulan ada dua cara . Jika hal tersebut terjadi segera dilakukan pemupukan susulan. Pemupukan tersebut sangat berguna bagi pertumbuhan detritus. Pertama adalah dengan menebarkan secara merata kedalam media pemeliharaan sejumlah pupuk yang sudah ditimbang sesuai dengan dosis pemupukan susulan. larutan pupuk tersebut dialirkan keseluruh permukaan media pemeliharaan . parameter yang mudah dilihat adalah jika warna media pemeliharaan sudah terang didalam media kultur. Kedua adalah dengan cara membuat larutan pupuk didalam wadah yang terpisah dengan wadah budidaya. Didalam buku ini akan diuraikan secara singkat tentang pertumbuhan 393 . Pakan alami Tubifex mempunyai siklus hidup yang relatif singkat yaitu 50 – 57 hari. fungi dan bakteri yang merupakan makanan utama dari pakan alami Tubifex. Penebaran bibit Tubifex ini sebaiknya dilakukan pada saat suhu perairan tidak terlalu tinggi yaitu pada pagi dan sore hari. Frekuensi pemupukan susulan ditentukan dengan melihat sample air didalam media kultur . Dalam memberikan pemupukan susulan ini caranya hampir sama dengan pemupukan awal dan ada juga yang memberikan pemupukan susulannya dalam bentuk larutan pupuk yang dicairkan. Oleh karena itu agar pembudidayaannya bisa berlangsung terus menerus harus selalu diberikan pemupukan susulan. Fungsi utama pemupukan susulan adalah untuk menumbuhkan pakan yang dibutuhkan oleh Tubifex agar tumbuh dan berkembang. Jenis pupuk yang digunakan sama dengan pemupukan awal. Setelah dilakukan penebaran bibit didalam media pemeliharaan harus dilakukan pemupukan susulan. Selama dalam pemeliharaan tersebut harus terus dilakukan pemupukan susulan seminggu sekali atau dua minggu sekali dengan dosis yang bergantung kepada kondisi media kultur . biasanya dosis yang digunakan adalah 9% dari pemupukan awal. Mengapa pertumbuhan populasi pakan alami Tubifex harus dipantau ? Kapan waktu yang tepat dilakukan pemantauan populasi pakan alami Tubifex yang dibudidayakan didalam media kultur ? Bagaimana kita menghitung kepadatan populasi pakan alami Tubifex didalam media kultur ? Mari kita jawab pertanyaanpertanyaan tersebut dengan mempelajari buku ini selanjutnya. Hal ini dapat dilihat dari warna air media yang berwarna keruh atau warna teh bening.padat tebar yang telah ditentukan. Pemupukan susulan adalah pemupukan yang dimasukkan kedalam media kultur selama pemeliharaan pakan alami Tubifex dengan dosis 9 % dari dosis pemupukan pertama yang sangat bergantung kepada kondisi media kultur.dengan dosis yang telah ditentukan.

Daur hidup Tubifex adalah 50 – 57 hari dan Tubifex menjadi dewasa dalam waktu empat puluh hari. menghitung kepadatan populasi dan waktu pemantauannya. Pemanenan Tubifex dapat juga dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali sangat bergantung kepada kelimpahan populasi Tubifex di dalam media kultur. Kokon ini akan terbentuk pada salah satu segmen tubuh induk tubifex. walaupun ada juga yang mencapai kepadatan 120 – 150 gram permeterpersegi. Tingkat kepadatan populasi yang maksimal didalam media kultur adalah 30 – 50 gram permeterpersegi. karena dengan penutupan selama 6 jam tubifex akan keluar secara perlahanlahan dari lumpur tempatnya bersembunyi membenamkan sebagian tubuhnya tersebut. Hitunglah jumlah Tubifex yang terdapat dalam botol contoh tersebut. Berdasarkan siklus hidup Tubifex maka kita dapat menentukan waktu yang tepat untuk dilakukan pemanenan sesuai dengan kebutuhan larva atau benih ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami Tubifex. Tubifex yang dipelihara dalam media kultur yang tepat akan mengalami pertumbuhan yang cepat.Tubifex. Secara biologis Tubifex akan tumbuh dewasa pada umur 40 – 45 hari. data tersebut dapat dikonversikan dengan volume media kultur. Pemanenan pakan alami Tubifex dapat dilakukan setelah pemeliharaan selama dua bulan setelah itu pemanenen dapat dilakukan setiap dua minggu biasanya jumlah yang dipanen adalah kurang dari 50% . Jumlah telur yang dikeluarkan dari satu induk Tubifex sangat bergantung kepada jumlah kokon yang dihasilkan pada setiap induk. 394 . Untuk mengukur tingkat kepadatan populasi Tubifex didalam media kultur dilakukan dengan cara sampling beberapa titik dari media. sehingga bisa diperhitungkan prediksi populasi Tubifex didalam media kultur. minimal tiga kali sampling. Pada saat pemanenan sebaiknya wadah budidaya tubifex tersebut ditututp terlebih dahulu selama 6 jam untuk memudahkan pemanenan. Pemantauan pertumbuhan pakan alami Tubifex di media kultur harus dilakukan agar tidak terjadi kapadatan populasi yang mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi didalam media. Hal tersebut diakibatkan oleh kurangnya oksigen didalam media kultur. Ukuran Tubifex yang dewasa dan anak-anak berbeda oleh karena itu perbedaan ukuran tersebut sangat bermanfaat bagi ikan yang akan mengkonsumsi dan disesuaikan dengan ukuran bukaan mulut larva. jika pada saat inokulasi yang ditebarkan adalah bibit Tubifex yang dewasa maka dalam waktu sepuluh sampai duabelas hari bibit Tubifex tersebut sudah mulai bertelur pada media yang mempunyai suhu 24 – 25 oC. Sampling dilakukan dengan cara mengambil air media kultur yang berisi Tubifex dengan menggunakan baker glass atau erlemeyer.

Tubifex dapat berkembang iak tanpa kawin dan usianya relative singkat yaitu 50–57 hari. pemanenan tersebut dilakukan dengan cara menggunakan seser halus. Waktu pemanenan dilakukan pada pagi hari disaat matahari terbit. Masukkan air kedalam wadah yang telah berisi media tersebut. Untuk melakukan budidaya tubifek secara skala kecil dapat dilakukan dengan menggunakan wadah yang terbuat dari bak plastik dengan langkah kerja sebagai berikut : 1. Pemanenan Tubifex dapat dilakukan berdasarkan siklus reproduksinya. Masukkan media kedalam wadah budidaya tubifex dengan kedalaman media 5 cm. 3. Dengan tingkahlakunya tersebut akan sangat mudah bagi para pembudidaya untuk melakukan pemanenan. Pembuatan wadah budidaya dengan menggunakan bak kayu yang terbuat dari kayu yang dilapisi plasti dengan ukuran misalnya 100 cm X 50 cm X 10 cm. Biarkan media tersebut selama 5–7 hari agar terjadi proses pembusukan didalam wadah budidaya dan akan tumbuh detritus dan mikroorganisme lainnya sebagai makanan untuk tubifex. 2. 4. 395 . Tubifex diambil dari dalam wadah pemeliharaan dan ditimbang jumlah tubifex yang diambil setelah itu dapat dihitung jumlah individu pergramnya dengan melakukan perhitungan matematis. kedalaman air dalam wadah budidaya adalah 2 cm dan buatlah sistem air mengalir pada wadah budidaya dengan debit air berkisar 900 ml/menit. Proses tersebut dilakukan dengan menyaring Tubifex dengan air dan Tubifexnya saja yang dimasukkan dalam wadah plastic dan disimpan didalam lemari pembeku (Freezer). Pemanenan dapat dilakukan pada hari ke limapuluh sampai limapuluh tujuh jika populasinya sudah mencukupi. Cara penyimpanan Tubifex yang dipanen berlebih dapat dilakukan pengolahan Tubifex segar menjadi beku. Tubifex tersebut yang dapat sudah dipanen tidak secara langsung diberikan pada larva dan benih ikan hias yang dibudidayakan tetapi dilakukan penyimpanan. dimana Tubifex akan menjadi dewasa pada umur empat puluh sampai empat puluh lima hari dan dapat bertelur setelah sepuluh sampai duabelas hari. Tubifex yang baru dipanen tersebut dapat digunakan langsung untuk konsumsi larva atau benih ikan.Untuk menghitung kepadatan Tubifex pada saat akan dilakukan pemanenan. dapat dilakukan tanpa menggunakan alat pembesar atau mikroskop. pada waktu tersebut Tubifex akan banyak mengumpul dibagian permukaan media untuk mencari sinar. maka dapat dipredeksi kepadatan populasi Tubifex didalam media kultur jika padat tebar awal dilakukan pencatatan. media ini terbuat dari lumpur dan pupuk kandang dengan perbandingan lumpur dan pupuk kandang adalah 1 : 1.

Tahapannya : 396 7. BIOENKAPSULASI Untuk meningkatkan mutu pakan alami dapat dilakukan pengkayaan . Setelah itu masukkan tubifex kedalam media tersebut dengan dosis 2 gram permeter persegi. Indirect Method yaitu metode tidak langsung. Metode pengkayaan zooplankton secra tidak langsung adalah dengan cara membuat emulsi lipid. 7. meningkatkan pertumbuhan larva dan benih ikan serta meningkatkan daya tahan tubuh larva dan benih ikan. Semua jenis zooplankton tersebut biasanya diberikan kepada larva dan benih ikan air tawar. Jenis pakan alami yang dapat dilakukan pengkayaan adalah dari kelompok zooplankton misalnya artemia. Asam lemak ini tidak dapat disintesis di dalam tubuh dan merupakan salah satu dari asam lemak essensial.5. dipelihara. moina dan tigriopus. payau dan laut. Lipids yang mengandung ω 3 HUFA di homogenisasi dengan sedikit kuning telur mentah dan air yang akan menghasilkan emulsi dan secara langsung diberikan kepada pakan alami dicampur dengan ragi roti. Pengkayaan terhadap pakan alami ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas nutrisi dari pakan tersebut.5. istilah pengkayaan bisa juga disebut dengan bioenkapsulasi. Metode pengkayaan zooplankton secara tidak langsung dilakukan dengan cara memelihara zooplankton dengan media Chlorella dan ragi roti Saccharomyces cerevisiae. Peningkatan mutu pakan alami dapat dilihat dari meningkatkan kelangsungan hidup/sintasan larva dan benih yang . rotifer. dengan dosis sebanyak 1 gram yeast/106 sel/ml air alut perhari. Ada dua metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pakan alami yaitu : 1. Dengan meningkatkan mutu dari pakan alami dari kelompok ini dapat meningkatkan mutu dari larva dan benih ikan yang mengkonsumsi pakan tersebut. Pemanenan tubifex dapat dilakukan setelah minimal 40 hari pemeliharaan. Hal ini berdasarkan hasil penelitian Fadillah (2004) bahwa pertumbuhan populasi tubifex mencapai puncaknya setelah dipelihara selama 40 hari. Direct Method yaitu metode langsung. 2. daphnia. 6. Omega tiga merupakan salah satu jenis asam lemak tidak jenuh tinggi yaitu asam lemak yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap. Menurut Watanabe (1988) zooplankton dapat ditingkatkan mutunya dengan teknik bioenkapsulasi dengan menggunaan teknik omega yeast (ragi omega). Lakukan pemeliharaan tubifex tersebut dengan melakukan pemupukan susulan dan pemantauan pertumbuhan setiap sepuluh hari sekali.

Alat dan bahan • Mixer • Minyak ikan • Vitamin yang larut dalam air • Kuning telur • Aquades • Ragi roti/fermipan Langkah kerja : 1. Tambahkan 10 gram vitamin yang larut dalam air kedalam mixer dan tambahkan pula kuning telur mentah sebanyak 1 gram kemudian tambahkan 100 ml aquades. 3. Artemia salina merupakan salah satu jenis pakan alami dari kelompok zooplankton yang dapat diberikan kepada larva ikan konsumsi atau ikan hias. Pengkayaan terhadap pakan alami ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Jepang dapat meningkatkan pertumbuhan. Siapkan alat dan bahan 2. Pemenuhan kebutuhan akan asam lemak essensial oleh larva ikan dapat dipenuhi dengan pemberian sumber pakan yang tepat yang berasal dari hewani dan nabati pada pengkayaan pakan alami seperti minyak ikan dan minyak jagung. 4. 7. Lakukanlah pencampuran dengan mixer selama 2 – 3 menit sampai terjadi campuran yang homogen. Ambillah 20 ml emulsi yang telah dibuat pada langkah sebelumnya sebanyak 20 ml. Timbanglah minyak ikan sebanyak 5 gram. Pada stadia larva semua jenis ikan sangat membutuhkan nutrisi yang lengkap agar pertumbuhan larva sempurna sesuai dengan kebutuhannya. vitamin yang larut dalam air sebanyak 10 gram dan kuning telur sebanyak 1 gram dan letakkan dalam wadah yang terpisah. Masukkan 5 gram minyak ikan kedalam mixer dan lakukan homogenisasi selama 2 – 3 menit dengan alat tersebut. 5. Jumlah emulsi yang telah dibuat diatas tersebut dapat dipergunakan untuk memperkaya jumlah nauplius artemia sebanyak 100 – 200 naupli perml. Pada umumnya komposisi minyak ikan laut lebih komplek dan 397 . 6. dan tambahkan 5 gram ragi roti dan campurlah dengan air kultur artemia. sedangkan untuk rotifer emulsi tersebut dapat dipergunakan untuk memperkaya sebanyak 500 1000 individu per liter.- Pembuatan emulsi lipid (mayonnaise) Pengecekkan ke Homoenisasi emulsi dibawah mikroskop Pencampuran dengan ragi roti Pemasukan emulsi kedalam media pakan alami Pemberian pakan alami langsung ke larva ikan Adapun prosedur yang dapat dilakukan jika akan melakukan pengkayaan zooplankton adalah sebagai berikut : Pengayaan terhadap Artemia salina sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas nutrisi dari pakan tersebut.

Komposisi lain yang terkandung dalam minyak ikan adalah lilin ester.10.70 1.40 398 Ragi roti (% total asam lemak) Minyak ikan lemuru (%) .2 88.0 1. antara lain adalah : vitamin.1 () 10. Minyak jagung diperoleh dengan jalan ekstraksi bagian lembaga.45 2. Kandungan komposisi beberapa bahan bioenkapsulasi Komposisi asam lemak SFA C 14 : 0 C 16 : 0 C 18 : 0 C 20 : 0 C 22 : 0 MUFA C 16 : 1 C 18 : 1 C 20 : 1 PUFA C 18 : 2 C 18 : 3 C 20 : 2 C 20 : 3 Minyak ikan lemuru (%) 20.377 () () Kuning telur ayam (g/100g) 23.mengandung asam lemak tak jenuh berantai panjang pada minyak ikan laut terdiri dari asam lemak C18.2 8.1 6.6 15.4 () () 14.2 3.10. plasmalogen netral dan fosfolipid.1 11. 1979). C20 dan C22 dengan kandungan C20 dan C22 yang tinggi dan kandungan C16 dan C18 yang rendah.2 38.16 0. Minyak jagung mengandung asam lemak linoleat (n-6) sekitar 53% (Stickney.8 Minyak jagung (g/100g) 1 14 2 Trace Trace Trace 30 50 2 () () () () 10.88 0.34 12.5 7.17 0.41 3.52 0. dimana komponenkomponen ini banyak ditemukan pada minyak hati ikan bertulang rawan. Sedangkan kandungan asam lemak ikan air tawar mengandung C16 dan C18 yang tinggi serta C20 dan C22 yang rendah. Tabel 7. Bahan yang kaya akan asam lemak n-6 umumnya banyak dikandung oleh minyak yang berasal dari tumbuhan. hidrokarbon dan pigmen. Dalam pembuatan bahan emulsi untuk memperkaya Daphnia sp dapat ditambahkan juga kuning telur ayam mentah dan ragi roti (Saccharomyces cerevisiae ).1 1. diasil gliserol eter.42 4. Kandungan asam lemak dari beberapa bahan yang dapat dipergunakan untuk membuat emulsi bioenkapsulasi dapat dilihat pada Tabel 7. Terdapat pula sejumlah kecil fraksi yang tak tersabunkan. sterol.202 0.869 1. baik dengan tekanan tinggi maupun dengan jalan ekstraksi menggunakan pelarut.82 0.4 () () 12.68 20.0 () 2.

81 6.: tidak terdeteksi 399 .3 6.Komposisi asam lemak C 20 : 4 C 20 : 5 C 22 : 2 C 22 : 3 C 22 : 4 C 22 : 5 C 22 : 6 Sumber Minyak ikan lemuru (%) 5.16 1.629 Yuhendi (1998) Ragi roti (% total asam lemak) () () () () () () () Watanabe (1988) Minyak ikan lemuru (%) 2.2 3.4 Winarno (1993) Minyak jagung (g/100g) () () () () () () () Gurr (1992) Kuning telur ayam (g/100g) 1.2 17 Trace Trace 1.61 0.53 10.28 Dualantus (2003) Keterangan : SFA : Saturated Fatty Acid MUFA : Monounsaturated Fatty Acid PUFA : Polyunsaturated Fatty Acid () : tidak ada data .012 () () () () 0.419 0.

perusak dan kompetitor (penyaing). Pencegahan merupakan tindakan yang paling efektif dibandingkan dengan pengobatan. 8. HAMA DAN PENYAKIT IKAN Dalam suatu usaha budidaya ikan yang intensif dengan padat penebaran tinggi. Sebagai predator (organisme pemangsa). Masuknya hama dapat bersama saluran pemasukan air maupun sengaja datang melalui pematang untuk memangsa ikan yang ada.1. Masalah terbesar yang sering dianggap menjadi penghambat budidaya ikan adalah munculnya serangan penyakit. Serangan penyakit yang disertai gangguan hama dapat menyebabkan pertumbuhan ikan menjadi sangat lambat (kekerdilan). JENIS-JENIS HAMA DAN PENYAKIT 8. Sebab. konversi pakan manjadi sangat tinggi dan menurunnya hasil panen (produksi). baik hama maupun penyakit. sehingga biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar. pencegahan dilakukan sebelum terjadi serangan. Oleh karena itu agar ikan yang dipelihara di dalam wadah budidaya tidak terserang hama dan penyakit harus dilakukan pencegahan. Hama bersifat sebagai organisma yang memangsa (predator). Ikan yang sehat akan mengalami pertumbuhan berat badan yang optimal. Ikan yang sakit sangat merugikan bagi para pembudidaya karena akan mengakibatkan penurunan produktivitas. yakni makhluk yang menyerang dan memangsa ikan yang biasanya mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dari ikan itu sendiri. 400 . membunuh dan mempengaruhi produktivitas ikan. Ikan yang dipelihara dapat terserang hama dan penyakit karena diakibatkan oleh kualitas air yang memburuk dan malnutrisi.1. baik secara langsung maupun secara bertahap. Hama Ikan Hama adalah organisme pengganggu yang dapat memangsa.BAB VIII. mortalitas meningkat. dengan penggunaan pakan buatan yang sangat besar dapat mengakibatkan terjadinya suatu masalah. Hama sering menyerang ikan bila masuk dalam lingkungan perairan yang sedang dilakukan pemeliharaan ikan.1.

serangga air.1. ikan carnivora. Hama yang berasal dari dalam biasanya akibat persiapan kolam yang kurang sempurna. ular. berang-berang atau lisang. Secara rutin melakukan pembersihan disekitar kolam pemeliharaan agar hama seperti siput atau trisipan tidak dapat berkembangbiak disekitar kolam budidaya Untuk menghindari adanya hama ikan.Hama yang menyerang ikan biasanya datang dari luar melalui aliran air. notonecta atau bebeasan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan hama terhadap ikan : • Pengeringan dan pengapuran kolam sebelum digunakan. ikan liar pemangsa. buaya . sehingga pengaruhnya (daya racunnya) akan lama dan dapat membunuh ikan yang sedang dipelihara. Saringan air pemasukan ini berguna untuk menghindari masuknya kotoran dan hama ke dalam kolam budidaya. Oleh karena itu untuk mencegah hama ini masuk kedalam wadah budidaya dapat dilakukan penyaringan pada saluran pemasukan dan pemagaran pematang. tetapi ikan kecil-kecil itu menjadi pesaing bagi ikan dalam hal mencari makan dan memperoleh oksigen. daun tembakau dan lain-lain. dilakukan pemberantasan hama dengan menggunakan bahan kimia. Hama menyerang ikan hanya pada saat ikan masih kecil atau bila populasi ikan terlalu padat. Pada Tabel 8. Akan tetapi penggunaan bahan kimia ini harus hati-hati hal ini mengingat pengaruhnya terhadap lingkungan sekitarnya. trisipan. Sedangkan bila ikan mulai gesit gerakannya umumnya hama sulit memangsanya. 401 . biji teh. Meskipun bukan hama. larva cybister atau ucrit. biawak. di bawah ini kandungan zat aktif serta dosis yang tepat untuk pemberantasan hama. Sedangkan hama yang menyerang larva dan benih ikan biasanya notonecta atau bebeasan. Hama yang menyerang ikan budidaya biasanya berupa ular. larva cybister atau ucrit. • • Dalam pengapuran sebaiknya dosis pemakaiannya diperhatikan atau dipatuhi. Bahan kimia sintetis umumnya sulit mengalami penguraian secara alami. Ikan-ikan kecil yang masuk ke dalam wadah juga akan mengganggu. Pada pintu pemasukan air dipasang saringan agar hama tidak masuk ke dalam kolam. Hama ikan banyak sekali jenisnya antara lain larva serangga. belut. udara atau darat. Oleh karena itu sebaiknya menggunakan bahan pemberantas hama yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti ekstrak akar tuba. larva capung. Bahan ini efektif untuk membunuh hama yang ada dalam kolam dan cepat terurai kembali menjadi netral.

yakni 0. Perlu dilakukan pengontrolan pada malam hari. Setelah diberi pembasmi hama. jamur dan parasit.3 – 0. antara lain adalah sebagai berikut : Penanggulangan Ular 1. Penanggulangan Belut 1. 2. 2. yaitu penyakit infeksi (penyakit menular) dan non infeksi (penyakit tidak menular). sebaiknya dibuat pematang dari beton atau tembok untuk menghindari serangannya. kolam dibiarkan selama 2 hari hingga belut mati. Memasang saringan di pintu pemasukan air kolam.1. Ular tidak menyukai tempattempat yang bersih. Penyakit tidak menular adalah penyakit yang disebabkan antar lain oleh keracunan makanan. 8. bakteri. kemudian diberi obat pembasmi hama berupa akodan dengan dosis rendah.Tabel 8. Sebelum diolah. 3. bisa langsung dibunuh dengan pemukul atau dijerat dengan tali. Karena ular tidak dapat bersarang di pematang tembok. Selanjutnya air dibuang. 2. Jika ada ular. Penanggulangan Ikan Gabus 1. 402 . sebaiknya kolam digenangi air setinggi 20 – 30 cm. cara menghindari serangan hama ular adalah dengan mejaga kebersihan lingkungan kolam. kekurangan makanan atau kelebihan makanan dan mutu air yang buruk. sehingga hama ikan gabus tidak dapat masuk.2. Bahan organik Akar tuba Biji teh Tembakau Bahan aktif Rotenon Saponin Nikotin Dosis 10 kg/ha 150 – 200 kg/ha 200 – 400 kg/ha Ada beberapa tindakan penanggulangan serangan hama yang dapat dilakukan. Penyakit menular adalah penyakit yang timbul disebabkan oleh masuknya makhluk lain kedalam tubuh ikan. baik pada bagian tubuh dalam maupun bagian tubuh luar. Makhluk tersebut antara lain adalah virus. Penyakit Ikan Penyakit adalah terganggunya kesehatan ikan yang diakibatkan oleh berbagai sebab yang dapat mematikan ikan.5 cc per meter kubik air. Karena itu. Bahan ekstrak dari tumbuh-tumbuhan serta dosisnya.1. Mempertinggi pematang kolam agar ikan gabus dari saluran atau kolam lain tidak dapat loncat ke kolam yang berisi ikan. Secara garis besar penyakit yang menyerang ikan dapat dikelompokkan menjadi dua.

karena faktor genetik (kurang kuat menghadapi perubahan lingkungan). Pada prinsipnya penyakit yang menyerang ikan tidak datang begitu saja. bakteri dan virus. salinitas. Pakan yang tidak sesuai atau gizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan ikan 5. menghilangkan bahan yang beracun serta kepadatan benih dalam wadah yang optimal. Harus dihindari masuknya binatang pembawa penyakit seperti burung. dan kekeruhan yang besar 4. dengan pemberian KMnO4. Kondisi lingkungan harus tetap dijaga. Sumber penyakit atau agen penyakit itu antara lain adalah parasit. agar benih ikan tidak mengalami stress perlu perlakuan sebagai berikut antara lain. 5. Jika berlebihan dapat mengganggu lingkungan dalam kolam. Dari ketiga hubungan faktor tersebut dapat mengakibatkan ikan sakit. Beberapa tindakan pencegahan penyakit yang dapat dilakukan sebagai berikut: 1. Faktor-faktor yang menyebabkan penyakit pada ikan antara lain : 1. virus. penambahan O2 yang tinggi. Pakan tambahan yang diberikan harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan. suhu. kondisi inang (ikan) dan kondisi jasad patogen (agen penyakit). pH. 2. Adanya serangan organisme parasit. Kondisi tubuh ikan sendiri yang lemah. pemberian pakan yang sesuai (keseimbangan gizi yang cukup). Sebelum pemeliharaan. pH yang normal. cendawan atau jamur. Lingkungan yang tercemar (amonia. misalnya kualitas air tetap baik. Penyakit dapat diartikan sebagai organisme yang hidup dan berkembang di dalam tubuh ikan sehingga organ tubuh ikan terganggu. 2. akan terganggu pula seluruh jaringan tubuh ikan . Oleh karena itu untuk mencegah serangan penyakit pada ikan dapat dilakukan dengan cara antara lain . melainkan melalui proses hubungan antara tiga faktor. yaitu kondisi lingkungan (kondisi di dalam air). Dalam hal penanganan saat tranportasi benih.Penyakit yang muncul pada ikan selain di pengaruhi kondisi ikan yang lemah juga cara penyerangan dari organisme yang menyebabkan penyakit tersebut. 3. Jika salah satu atau sebagian organ tubuh terganggu. bakteri dan jamur. 403 . 4. hasil keturunan yang unggul dan penanganan benih ikan yang baik (saat panen dan transportasi benih). siput atau keong mas. mengetahui sifat dari organisme yang menyebabkan penyakit. sulfida atau bahanbahan kimia beracun) 3. Lingkungan dengan fluktuasi . kolam harus dikeringkan dan dikapur untuk memotong siklus hidup penyakit. fluktuasi suhu yang tidak tinggi. Penanganan saat panen harus baik dan benar untuk menghindari agar ikan tidak lukaluka.

Viral Haemorrhagic Septicaemia (VHS). Penyakit non infeksi Gejala keracunan dapat diidentifikasi dari tingkah laku ikan. tidak seimbang dengan ukuran tubuh. Pada kasus yang berbahaya. Organisme pathogen yang menyebabkan infeksi biasanya berupa parasit. Biasanya ikan yang mengalami keracunan terlihat lemah dan berenang tidak normal dipermukaan air. Penyakit noninfeksi tidak menular. Infectious Haemopotic Necrosis (IHN). mineral. Penyakit non-infeksi yang banyak ditemukan adalah keracunan dan kekurangan gizi. kontak langsung antara ikan yang satu dengan ikan yang lainnya dan adanya inang perantara. ikan berenang terbalik kemudian mati. ikan tampak kurus dan kepala terlihat lebih besar. 2. Ikan juga akan terlihat kurang lincah. Penyebaran penyakit ikan di dalam wadah budidaya sangat bergantung pada jenis sumber penyakitnya. Penyakit non-infeksi adalah penyakit yang timbul akibat adanya gangguan faktor yang bukan patogen.Di lingkungan alam. Selain itu. kekuatan ikan (daya tahan tubuh ikan) dan kekebalan ikan itu sendiri terhadap serangan penyakit. ikan dapat diserang berbagai macam penyakit. kualitas air tetap dijaga agar selalu mengalir lancar dan parameter kimia maupun biologi mencukupi standar budidaya. Keracunan dapat disebabkan oleh pemberian pakan yang berjamur. sehingga kerugian yang ditimbulkannya pun sangat besar. Bila tingkat keracunan tidak terlalu parah atau masih dalam taraf dini. bahkan penyakit tersebut dapat menyerang ikan dalam jumlah besar dan dapat menyebabkan kematian ikan. Pakan yang diberikan harus dipastikan mengandung kadar protein tinggi yang dilengkapi lemak. Penyakit karena kurang gizi. pakan harus diberikan secara selektif dan lingkungan dijaga agar tetap bersih. antara lain adalah Infectious Pancreatic Necrosis (IPN). jamur. Penyakit yang disebabkan virus. Untuk mencegah kekurangan gizi. Selain itu cara penyebaran penyakit itu biasanya terjadi melalui air sebagai media tempat hidup ikan. segar dan dilengkapi dengan suplai oksigen. Jenis-jenis Penyakit 1. 404 . Penyakit infeksi 1. ikan-ikan yang stress dan berenang tidak normal harus segera diangkat dan ditempatkan pada wadah yang berisi air bersih. berkuman dan pencemaran lingkungan perairan. vitamin A. Channel Catfish Virus (CCV). Untuk mencegah terjadinya keracunan. Demikian juga dalam pembudidayaannya. pemberian pakan harus terjadwal dan jumlahnya cukup. bakteri atau virus. Penyakit akibat infeksi biasanya timbul karena gangguan organisme pathogen.

kelas Ciliata. Jenis parasit ada beberapa macam yaitu endoparasit dan ektoparasit. Yang termasuk kedalam endoparasit antara lain adalah protozoa dan trematoda. 4. Vibrio anguillarum. Ordo Hymenostomatida. sedangkan ectoparasit adalah crustacean. Henneguya sp dan Thelohanellus sp. 1967). hampir di seluruh permukaan tubuh Ichthyophthirius multifiliis tertutup oleh silia yang berfungsi untuk pergerakannya. famili Ophryoglenia dan genus Ichthyophthirius multifiliis (Hoffman. antara lain adalah Flexibacter columnaris. Edwardsiella tarda.1. maka harus dipahami terlebih dahulu tentang morfologi dari macam-macam penyakit tersebut. Myxobolus sp. Penyakit yang disebabkan oleh parasit. mikronukleus (inti yang kecil) yang menempel pada makronukleus dan sejumlah vakuola kontraktil Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada Gambar 8. Edwardsiela ictalurus. Penyakit yang disebabkan oleh crustacean antara lain adalah Argulus sp. 1. Ichthyophthirius multifiliis. bagian sitoplasmanya terdapat makronukleus yang berbentuk seperti tapal kuda. Aeromonas hydrophylla. Ichthyophthirius multifiliis Ichthyophthirius multifiliis menyebabkan penyakit bintik putih atau White spot disease atau Ich. Saprolegnia sp dan Achlya sp.2. Aeromonas salmonicida.1. subkelas Holotrichia. Oleh karena itu dalam penjelasan berikut akan diuraikan tentang biologi dan morfologi dari berbagai jenis penyakit yang biasa menyerang ikan budidaya. Trichodina sp. Penyakit yang disebabkan oleh trematoda antara lain adalah Dactylogyrus sp. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Kecuali pada bagian anterior yang berbentuk cincin (cystome). subphylum Ciliophora. Branchyomycetes sp. Penyakit yang disebabkan oleh jamur. Myxosoma sp. 3. Ichthyophthirius multifiliis adalah jenis parasit yang digolongkan kedalam phylum Protozoa. antara lain adalah Ichthyoponus sp. Lernea cyprinaceae. Penyakit yang disebabkan oleh protozoa antara lain adalah Ichtyopthirius multifiliis. Gambar 8. Gyrodactylus sp dan Clinostomum sp. Parasit 405 . Untuk memahami tentang berbagai jenis penyakit infeksi dan bagaimana para pembudidaya melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan pada ikan yang terserang penyakit.

payau dan laut.2. Ikan yang terserang parasit ini memperlihatkan gejala sebagai berikut : • produksi lendir yang berlebihan. Parasit ini berkembangbiak dengan cara membelah biner. Tomittomit itu motil dan bersifat infektif sampai berumur 4 hari dan akan mati jika dalam waktu 48 jam tidak segera menemukan inang yang baru. Siklus hidupnya dimulai dari stadium dewasa atau stadium memakan (tropozoit) yang berkembang dalam kulit atau jaringan epitelium insang dari inang. Individu muda parasit ini memiliki diameter antara 30 – 50 µm dan individu dewasanya dapat mencapai ukuran diameter 50– 100 µm. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8. Pada bagian mulut dilengkapi alat penghisap dengan 406 . batuan atau obyek lain yang ada di perairan. Ichthyophthirius multifiliis akan memecahkan epithelium dan keluar dari inangnya untuk membentuk kista. sedangkan mulut pada bagian ventral. Kemudian membelah hingga sepuluh kali melalui pembelahan biner yang menghasilkan 100 – 2000 sel bulat berdiameter 18 – 22 µm. Jenis parasit ini berbentuk seperti setengah bola dengan bagian tengah (dorsal) cembung. insang dan mata pada berbagai jenis ikan baik ikan air tawar. parasit ini akan menghisap sel darah merah dan sel pigmen pada kulit ikan.1 – 1. Gambar 8.2.ini dapat menginfeksi kulit. Enzim tersebut digunakan untuk memecahkan kista sehingga tomit (sel-sel muda) yang dihasilkan dapat berenang bebas dan segera mendapatkan inang baru. Parasit ini mempunyai panjang tubuh 0. Sel-sel itu akan memanjang seperti cerutu berdiameter 10 X 40 µm dan mengeluarkan enzim hyaluronidase. Cyclochaeta domerguei Hewan ini termasuk protozoa.0 mm dan dapat menyebabkan kerusakan kulit dan dapat menyebabkan kematian. Setelah fase makannya selesai. • adanya bintik-bintik putih (white spote) • frekuensi pernafasan meningkat • pertumbuhan terhambat 2. Larva-larva berkista tersebut akan menempel pada tumbuhan. jenis protozoa ini mempunyai nama lain Trichodina . Siklus hidup Ichthyophthirius multifiliis Cara penyerangan parasit ini dengan menempel pada lapisan lendir bagian kulit ikan.

Alat chitine ini berbentuk seperti jangkar (anchor).7 dan 8. kapsul polar dan sporoplasm. famili Myxobolidae yang merupakan bagian dari filum Myxozoa dan termasuk kedalam kelompok endoparasit. 8. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Gambar 8. subkelas Myxosporea. ikan berlendir banyak. 407 . Thellohanellus sp dan Henneguya sp. ordo Cnidosporodia. Trichodina tampak bawah dari kelas Sporozoa. yang merupakan fase resisten dan alat penyebaran populasi.6. Keempat jenis parasit ini merupakan penyebab penyakit Myxosporeasis. Kunci identifikasi yang penting dari keempat jenis parasit ini adalah pada sporanya. yang dibatasi oleh sebuah suture. subordo Myxosporidia. Trichodina tampak atas 3.5. Gambar 8. Gejala adanya serangan parasit ini adalah pendarahan pada kulit ikan. pucat. Spora myxosorea terdiri atas dua valve. Spora pada parasit kelas Cnidosporidia ini mempunyai cangkang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8.3.3 dan Gambar 8.8.5. Gambar 8. Myxobulus sp. Myxosoma sp. Myxobulus sp. Pada valve terdapat satu atau dua polar kapsul yang penting untuk identifikasi.dilengkapi suatu alat dari chitine yang melingkari mulut.4. 8. Di dalam kapsul polar terdapat filament polar.4. Bila spora memiliki dua kapsul polar maka digolongkan ke dalam genus Myxobolus sp dan bila hanya memiliki satu kapsul polar maka akan digolongkan kedalam genus Thellohanellus. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8.

Thellohanellus sp. gerakan ikan menjadi lambat. Gambar 8. Pada bagian tubuhnya terdapat posterior Haptor.8. ordo Monogenea. kelas Trematoda. Dactylogyrus sp sering menyerang pada bagian insang ikan air tawar.02 mm. 408 Gambar 8. sehingga sering tertelan oleh ikan. Dactylogyrus sp Dactylogyrus sp digolongkan ke dalam phylum Vermes.01 – 0.Myxosoma sp. Henneguya sp. Sedangkan serangan yang berat pada jaringan bawah kulit dan insang menyebabkan berkurangnya berat badan ikan. Hewan parasit ini termasuk cacing tingkat rendah (Trematoda). warna tubuh menjadi gelap dan system syaraf menjadi lemah.7. Gambar 8. memiliki 16 kait utama. Bintil ini sebenarnya berisi ribuan spora yang dapat menyebabkan tutup insang ikan selalu terbuka. Jika bintil ini pecah. Spora ini berukuran 0. Serangan yang berat pada insang menyebabkan gangguan pada sirkulasi pernafasan serta penurunan fungsi organ pernafasan. payau dan laut. 4. .6.Gejala infeksi pada ikan antara lain adanya benjolan pada bagian tubuh luar (bintil) yang berwarna kemerahmerahan. Pengaruh serangan myxosporea tergantung pada ketebalan serta lokasi kistanya. Haptornya ini tidak memiliki struktur cuticular dan memiliki satu pasang kait dengan satu baris kutikular. maka spora yang ada di dalamnya akan menyebar seperti plankton. famili Dactylogyridae. subfamily Dactylogyrinae dan genus Dactylogyrus . subphylum Platyhelmintes.

terdapat dua tonjolan yang menyerupai kuping. produksi lendir berlebih. payau dan laut pada bagian kulit luar dan insang. produksi lendir berlebih. hidup pada permukaan tubuh ikan dan biasa menginfeksi organ-organ lokomosi hospes dan respirasi. 6. subphylum Platyhelmintes. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8. Memiliki panjang tubuh berkisar antara 0.8 mm. Parasit ini sangat berbahaya karena menghisap cairan tubuh ikan untuk perkembangan telurnya. kelas Trematoda. famili Gyrodactylidae. Ciri parasit ini adalah jangkar yang menusuk pada kulit ikan dengan bagian ekor (perut) yang bergantung.satu pasang kait yang sangat kecil. ordo Monogenea. Gyrodactilus sp.5 – 0. akan meninggalkan berkas lubang pada kulit ikan sehingga akan terjadi infeksi sekunder oleh bakteri.9.9. tetapi memiliki sederet kait-kait kecil berjumlah 16 buah disepanjang tepinya dan sepanjang kait besar di tengah-tengah. Gyrodactilus sp digolongkan kedalam phylum Vermes. Parasit ini termasuk crustacea (udang-udangan tingkat rendah). Ophisthaptor individu dewasa tidak mengandung batil isap. Jenis parasit ini biasa disebut dengan cacing jangkar karena bentuk tubuhnya yaitu bagian kepalanya seperti jangkar yang akan dibenamkan pada tubuh ikan sehingga parasit ini akan terlihat menempel pada bagian tubuh ikan yang terserang parasit ini. kelompok sel embrionik.10. Kepala memiliki 4 lobe dengan dua pasang mata yang terletak di daerah pharynx. Parasit ini dalam siklus hidupnya mengalami 409 . dua kantong telur berwarna hijau. Lernea sp. Selain itu bila parasit ini mati.10. subfamily Gyrodactylinae dan genus Gyrodactilus. Dactylogyrus sp 5. Gejala infeksi pada ikan antara lain : pernafasan ikan meningkat. Larva berkembang di dalam uterus parasit tersebut dan dapat berisi kelompok- Gambar 8. Gyrodactilus sp biasanya sering menyerang ikan air tawar. Dactylogyrus sp mempunyai ophistapor (posterior suvker) dengan 1 – 2 pasang kait besar dan 14 kait marginal yang terdapat pada bagian posterior. Parasit ini bersifat vivipar dimana telur berkembang dan menetas di dalam uterusnya. Gambar 8. Hewan parasit ini termasuk cacing tingkat rendah (Trematoda). Gejala infeksi pada ikan antara lain : pernafasan ikan meningkat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8. Gyrodactilus sp.

Lernea sp. ukuran tubuh jantan lebih kecil daripada betina. Individu dewasa dapat terlihat secara kasat mata dan pada bagian bawah tubuhnya pada individu betina mempunyai sepasang kantung telur.11. Jumlah telur yang dihasilkan dari individu betina berkisar antara 50 250 butir. Argulus indicus Argulus indicus merupakan salah satu ektoparasit yang termasuk kedalam phylum Arthropoda. menempel pada bagian tubuh ikan. . Daur hidup Argulus indicus terjadi selama 28 hari dimana 12 hari untuk fase telur dan menetas sedangkan fase larva sampai dewasa membutuhkan waktu berkisar 16 hari.tiga kali perubahan tubuhnya yaitu nauplius. sehingga biasa disebut juga dengan nama kutu ikan. Larva Argulus indicus dapat hidup tanpa ikan selama 36 jam sedangkan individu dewasa dapat hidup tanpa inang selama 9 hari. Kantung telur ini akan menetas dan naupliusnya akan berenang keluar dari dalam kantung untuk mencari ikan lainnya. Dalam satu siklus hidupnya membutuhkan waktu berkisar antara 21 – 25 hari. Perkembangbiakan terjadi secara kawin karena jenis Argulus indicus ini ada jantan dan betina. subordo Branchiora. Oleh karena itu ikan yang terserang akan menurun pertumbuhannya serta akan mengakibatkan pendarahan pada kulit. 7. Ciriciri parasit ini adalah bentuk seperti kutu berwarna keputih-putihan. Telur yang dihasilkannya 410 Gambar 8. mempunyai alat penghisap. Untuk lebi jelasnya dapat di lihat pada Gambar 8.11. Alat penghisap ini akan menghisap darah ikan. ordo copepoda. famili Argulidae. berupa alat yang akan menusukkan alat tersebut kedalam tubuh ikan yang diserang. Tubuh Argulus indicus mempunyai dua alat penghisap dibagian bawah tubuhnya. genus Argulus. copepodit dan bentuk dewasa. kelas Crustacea. Pada pinggiran karapacenya terdapat empat pasang kaki yang berfungsi untuk berjalan pada bagian tubuh ikan. berenang bebas dan berpindah dari satu ikan ke ikan yang lain. subkelas Entomostsaca.

Aeromonas sp.akan diletakkan pada berbagai benda yang ada di dalam perairan. 13. Saprolegnea sp dan Achlya sp. Gambar 8. Ciri-ciri jamur ini adalah adanya benang pada tubuh ikan yang lemah kondisi tubuhnya.14. Achlya sp 9.12. lingkungan air yang kandungan organiknya tinggi. pakan yang tidak seimbang kandungan gizinya. Edwardsiella sp Keempat organisme tersebut termasuk jenis bakteri yang sangat berbahaya bagi ikan. Kedua organisme ini termasuk jenis jamur yang sangat berbahaya bila lingkungan air sangat tercemar oleh bahan organik. Telur akan menetas menjadi larva setelah beberapa kali berganti kulit akan berubah menjadi dewasa. Flexibacter columnaris.12. fluktuasi parameter kualitas air yang besar. Pada umumnya jamur ini biasanya menyerang ikan-ikan yang lemah karena terserang penyakit lain seperti ektoparasit. Secara kasat mata jamur ini hanya terlihat berwarna putih dan untuk melihat secara jelas harus menggunakan alat bantu mikroskop. Hifa dari jamur dapat masuk ke dalam otot ikan bagian dalam dan dapat menyebabkan kematian ikan.14.13 dan 8. Bentuk jamur dengan bantuan alat bantu mikroskop ini dapat dilihat pada Gambar 8. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8. Argulus indicus tampak bawah 8.. Selain itu dapat menyerang telur-telur ikan yang tidak dibuahi atau yang berkualitas buruk. Saprolegnea sp Gambar 8. Pseudomonas sp. Serangan bakteri tersebut terjadi bila ikan dalam kondisi antara lain. infeksi sekunder yang disebabkan oleh serangan parasit dan faktor genetik (ikan tidak cukup kebal oleh 411 . Gambar 8. terutama ikan yang tidak bersisik.

Pencegahan Hama Pada pemeliharaan ikan di kolam hama yang mungkin menyerang antara lain lingsang. Sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel. Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas atau daya dukung kolam pemeliharaan. Ikan-ikan kecil yang masuk kedalam kolam akan menjadi pesaing ikan yang dipelihara dalam hal mencari makan dan memperoleh oksigen. Aeromonas sp 10. . Herpesvirus. dan seluang (Rasbora). Pemberian pakan cukup. • • • • • • Gambar 8.serangan bakteri). biawak. baik kualitas maupun kuantitasnya. insang dan organ bagian dalam. Lymphocystis Pemeliharaan ikan yang benarbenar bebas penyakit. Cara untuk menghindari dari serangan burung bangau (Leptotilus javanicus). dan burung. 8. tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air. PENCEGAHAN HAMA DAN PENYAKIT IKAN Secara umum hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya hama dan penyakit pada kegiatan budidaya ikan antara lain adalah : • Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen. siput.16. Binatang seperti burung. ular air. kura-kura.2. Untuk menghindari serangan hama pada kolam sebaiknya semak belukar yang tumbuh di pinggir dan disekitar kolam dibersihkan.1. Umumnya bila tidak diobati dapat menyebabkan penyebaran yang sangat luas dan menyebabkan kematian ikan secara massal. Ciri-ciri serangan bakteri tersebut adalah adanya bercak merah pada kulit. udang. pecuk (Phalacrocorax carbo sinensis). Jika ikan terserang virus maka ikan akan sulit sekali untuk dilakukan pengobatan dan ikan yang terserang virus akan mati secara massal. Hama lain berupa hewan pemangsa lainnya seperti. blekok (Ramphalcyon capensis capensis) adalah dengan menutupi bagian atas kolam dengan 412 Ketiga organisme ini termasuk kedalam kelompok virus yang dapat menyerang ikan budidaya baik ikan air tawar. Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati dan benar. payau maupun laut. ikan seribu (Lebistus reticulatus peters) sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman. 8.2. Epithelioma papulasum.

17). Gambar 8. Partikel-partikel ini dapat terperangkap dalam berbagai jenis media. hingga tidak bisa dilihat oleh mata (sebagai contoh: partikel. Mekanisme Kerja Filter Mekanik Gambar 8. Media tersebut dapat berupa kapas sintetis atau bahan berserabut lain. Cara ini berfungsi ganda. dengan syarat diameter lubangnya atau porinya lebih kecil dari diameter partikel. plankton. kerikil.2. 413 .2. memiliki lubang- lubang (pori-pori) dengan diameter tertentu sehingga dapat menahan atau menangkap partikel-partikel yang berukuran lebih besar dari diameter media filter tersebut (Gambar 8. juga ikan tidak akan melompat keluar.17 menunjukkan gambaran kasar tentang mekanisme kerja sebuah filter mekanik. Partikel padatan dalam hal ini bukan merupakan bahan terlarut tetapi merupakan suatu suspensi. spong.17. Bak pengendapan umum digunakan dalam manajeman kolam ikan (seperti kolam ikan koi). Akan tetapi proses yang terjadi bukan melalui penyaringan partikel melainkan melalui proses pengendapan. selain burung tidak dapat masuk. Hal ini dimungkinkan dengan membuat aliran air serendah mungkin sehingga kecepatan partikel mengendap menjadi lebih besar daripada laju aliran air. bakteri yang menyebabkan air keruh). dengan cara menangkap/menyaring materialmaterial tersebut sehingga tidak terbawa pada air pemasukan.lembararan jaring. 8. Ukurannya dapat bervariasi dari sangat kecil. Dalam gambar itu tampak bahwa partikel yang berukuran lebih besar dari diameter (pori) media filter akan terperangkap dalam filter sedangkan partikel-partikel yang lebih kecil dan juga air akan lolos. Sebuah wadah atau bak kosong dapat pula berfungsi sebagai filter mekanik. Pencegahan Parasit dengan Penyaringan Air Sistem Filter Mekanik Filter mekanik merupakan sebuah alat untuk memisahkan material padatan dari air secara fisika (berdasarkan ukurannya). Bahan yang diperlukan untuk sebuah filter mekanik adalah berupa bahan yang tahan lapuk. pasir. Oleh karena itu fungsi filter mekanik selain menyaring partikel juga parasit yang berukuran besar tidak dapat masuk dalam kolam. kaca atau keramik berpori. dll. Material-material tersebut dapat berupa suspensi partikel kecil atau parasit ikan. organisme parasit.

Diatom atau membran berpori-mikro. Hal demikian dapat terjadi. sehingga partikel lebih kecilpun lama-kelamaan akan bisa tertangkap. Dengan kata lain filter akan tersumbat total sehingga gagal berfungsi (Gambar 8. maka perlu dilakukan penggantian dengan media baru. dari satuan mikron (sepersejuta meter) hingga satuan sentimeter (seperseratus meter). memiliki pori-pori dengan satuan ukuran mikron sehingga selain dapat menahan suspensi juga dapat menangkap infusoria. Seperti terlihat pada gambar 8. Kontrol terhadap kondisi filter ini sebaiknya dilakukan secara rutin. tapi dalam jangka waktu tertentu akan menyebabkan terjadinya penyumbatan sehingga filter gagal berfungsi. secara alamiah akan terjadi bahwa efektifitas filter mekanik akan meningkat dengan berjalannya waktu. Apabila penggunakan media sangat halus ini perlu dilakukan maka dengan menggunakan sistem filter mekanik bertingkat akan dapat menolong mengurangi resiko terjadinya penyumbatan dengan cepat. Diameter pori filter yang semula hanya dapat menangkap partikel yang berkukuran lebih besar dari diameter porinya. tergantung dari bahan yang digunakan. dengan berjalannya waktu akan dapat pula menangkap partikel yang berukuran lebih kecil. Apabila media sudah tidak dapat lagi berfungsi dengan baik karena rusak atau terdekomposisi. Hal yang umum terjadi adalah semakin halus pori-pori media filter mekanik yang digunakan akan semakin cepat pula penyumbatan terjadi. Keadaan ini dapat membawa kesimpulan yang salah.18.Media filter mekanik (bahan yang digunakan untuk menyaring atau menangkap partikel) memiliki ukuran diamater lubang atau ukuran pori beragam. misalnya. karena dengan adanya halangan yang diakibatkan oleh partikel yang terjebak dan menutup lubang pori semula maka ukuran pori efektif yang berfungsi akan semakin mengecil. bahwa filter mekanik semakin lama akan semakin efektif.18) Gambar 8. Filter mekanik perlu dirawat dan dibersihkan secara periodik agar dapat tetap berfungsi dengan baik. Penumpukan partikelpartikel pada media filter mekanik. Pada kenyataannya tidak demikian. termasuk air.17. 414 . Sedangkan jenis yang lain bisa mempunyai ukuran pori lebih besar. yang bisa dilewatkan. Hal yang menarik dari ukuran pori ini adalah diameter efektifnya. dengan semakin "efektifnya" filter mekanik akan membawa ke keadaan dimana tidak akan ada lagi sebuah partikelpun. Meskipun pada awalnya akan dapat meningkatkan efektifitas filter. bakteri dan algae bersel tunggal.

dan peralatan dengan menyikat secara 3. Bersihkan bahan dengan membilaskan air bersih Susunlah bahan filter seperti gambar dibawah ini Pasang frame besi dengan kawat kasanya Pasang pompa diatas kotak plastik. Siapkan alat dan bahan pembuatan filter 2. Pencegahan terhadap beberapa penyakit Pencegahan terhadap white spot Tindakan karantina terhadap ikan yang akan dipelihara merupakan tindakan pencegahan yang sangat dianjurkan dalam menghindari berjangkitnya white spot. 4. 5. dan atau formalin. 6. 8. Jalankan pompa. 7. Bersihkan wadah. Pada dasarnya white spot termasuk mudah dihilangkan apabila diketahui secara dini.3. Produk ini biasanya terdiri dari senyawa-senyawa kimia seperti metil biru.Selain itu agar dapat melakukan pembuatan filter secara mekanik yang akan digunakan dalam kolam pemeliharaan ikan dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut : 1. Meskipun demikian.2. Filter mekanik. ketiga senyawa itu tidak akan mampu menghancurkan fase infektif yang hidup di dalam tubuh 415 . catat kondisi air yang keluar. Air menuju kolam Pasir halus Frame besi dan kawat kasa Kerikil kasar/ potongan plastik Air dari kolam Gambar 8. malachite green. seksama agar semua kotoran hilang.19. Berbagai produk anti white spot banyak dijumpai di tokotoko perikanan.

Perlu diperhatikan bahwa spesies ikan tertentu. Karena air merupakan media penular yang membawa bibit-bibit penyakit secara luas. pemberian bahan ini harus dilakukan berulang-ulang untuk menghilangkan white spot secara menyeluruh dari wadah pemeliharaan. seperti lele. Ikan yang lolos dari serangan white spot diketahui akan memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut. akan terbebas dari white spot setelah dibiarkan selama 4 hari. Akan lebih aman lagi apabila wadah tersebut dibiarkan selama 7 hari. perhatikan cara pemberian obat-obatan tersebut pada kemasannya dengan baik Perlakuan perendaman dengan garam dalam jangka panjang (selama 7 hari pada dosis 2ppt (part per thousand)) diketahui dapat menghilangkan white spot. Ikan akan terhindar dari wabah penyakit apabila ikan selalu dalam kondisi yang baik. Untuk mencegah agar tidak berjangkit penyakit bintik putih. apalagi berupa bakteri yang sangat kecil dan sudah tersebar di semua perairan. makanan cukup. Pada wadah pemeliharaan ikan dengan suhu diatas 21°C. perlakuan hati-hati pada saat pemeliharaan ikan sangat perlu diperhatikan. sukar sekali diberantas sampai tuntas. Kondisi baik artinya. diketahui sangat tidak toleran terhadap produk-produk anti white spot. keadaan lingkungan baik. Radiasi dengan sinar ultra violet dapat pula membantu mengurangi populasi white spot. Agar ikan tidak terluka. Wadah dapat dibersihkan dari white spot dengan cara memindahkan seluruh ikan dari wadah tersebut. Semua peralatan budidaya juga akan terbebas dari white spot setelah dibiarkan selama 7 hari. oleh karena itu. fase berenang dari whte spot akan mati dengan sendirinya. Meskipun demikian ketahanan ini dapat menurun apabila ikan yang bersangkutan mengalami stres atau terjangkit penyakit lain. air kolam harus sering diganti atau dialiri air baru yang segar dan jernih. Pencegahan terhadap jamur Pencegahan jamur dapat dilakukan dengan cara menjaga kualitas air agar kondisinya tetap baik. khususnya yang tidak bersisik. Pencegahan terhadap bakteri Pada umumnya bibit penyakit. Pada lingkungan tanpa ikan sebagai inang. Harus dijaga agar air buangan ini tidak menularkan kepada ikan di kolamkolam lain. Maka cara pencegahanlah yang harus dipahami benar-benar oleh petani ikan. Kekebalan ini dapat bertahan selama beberapa minggu atau beberapa bulan.kulit ikan. bersih dari segala pencemaran. Oleh karena itu. agar ikan-ikan berdaya tahan tinggi untuk 416 . Perlakuan ini hanya dapat dilakukan pada ikan-ikan yang tahan terhadap garam.

Adapun ciri-ciri ikan sakit adalah sebagai berikut. ikan akan kehilangan keseimbangan pada saat berenang. sirip. • Ikan tidak mau makan (nafsu makan menurun). Bagian dalam tubuh ikan. External lesion pada ikan antara lain: • Discoloration Pada ikan sehat mempunyai warna tubuh normal sesuai dengan pigmen yang dimilikinya. Kelainan pada warna yang tidak sesuai dengan pigmennya adalah 417 . Sering pula dijumpai perut ikan menjadi kurus. pernafasan. biasanya akan mengakibatkan peradangan dan jika menyerang gelembung renang. Ikan tersebut biasanya akan menggosokgosokkan tubuhnya pada bendabenda yang ada di sekitarnya. hidung dan insang. Pada lembaran insang sering terlihat bintik-bintik merah karena pendarahan kecil (peradangan). External lesion Adalah abnomalitas dari organ tubuh tertentu karena adamya serangan penyakit. Bagian luar tubuh ikan yaitu kulit. ikan yang terserang penyakit keseimbangannya terganggu. 2. Behaviour (perilaku ikan) • Ikan sering berenang di permukaan air dan terlihat terengah-engah (megapmegap). maka ikan yang sakit akan memisahkan diri dan berenang secara pasif 2. Jika menyerang usus. sirip dan perut. Penyakit yang menyerang organ dalam sering mengakibatkan perut ikan membengkak dengan sisik yang berdiri. mata. Sedangkan serangan penyakit pada insang menyebabkan ikan sulit bernafas. sirkulasi darah dan lainlain. • Untuk jenis ikan yang sering berkelompok. bahkan menabrak dinding bak. penglihatan. 3. kepala. Secara anatomis terjadi kelainan bentuk bagian-bagian tubuh ikan seperti bagian badan. • Ikan sering menggosokgosokan tubuhmya pada suatu permukaan benda. ekor. dan loncat-loncat tidak teratur. GEJALA SERANGAN PENYAKIT Berdasarkan tempat tumbuhnya penyakit di dalam tubuh ikan maka bagian tubuh ikan yang diserang penyakit dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu : 1. Ikan yang terserang penyakit pada kulitnya akan terlihat lebih pucat dan berlendir. Equilibriun Equibriun artinya keseim-bangan. tutup insang mengembang dan warna insang menjadi pucat. Oleh karena itu ikan dikatakan sakit bila terjadi suatu kelainan baik secara anatomis maupun fisiologis. Secara fisiologis terjadi kelainan fungsi organ seperti. 1. Gejala yang diperlihatkan dapat berupa kelainan perilaku atau penampakan kerusakan bagian tubuh ikan.3. maka ikan berenang oleng. pencernaan. 8.membentuk kekebalan alamiah terhadap berbagai penyakit.

K= L3 Dimana : M : berat ikan (gr) L : panjang ikan (cm) Ikan mempunyai nilai K yang berbeda-beda tergantung jenisnya bila nilai K berubah dari normal maka ikan dikatakan sakit. Pada ikan mas sehat K = 1. Tampak sisik yang berdiri (mengembang) sehingga menyerupai bentuk buah pinus. Gejala dropsy ditandai dengan terjadinya pembengkakan pada rongga tubuh ikan. insang dan lainlain. Faktor kondisi Pada ikan sehat mempunyai korelasi antara bobot (M) dan panjang (L) ikan yang seimbang yaitu dengan rumus sebagai berikut 100 M Gambar 8. Kerusakan organ luar Kelainan bentuk organ ini disebabkan oleh parasit tertentu yang menyebabkan kerusakan organ seperti pada kulit. Gejala penampakan kerusakan bagian tubuh ikan antara lain: 1. Pembengkakan tersebut sering menyebabkan sirip ikan berdiri sehingga penampakannya akan menyerupai buah pinus. Dropsy pada Platty (kiri) dan Cupang (kanan) . 4. sirip. Pada insang dapat menyebabkan insang terlihat pucat atau adanya bercak merah.4 ikan tidak dapat hidup lagi.6 ikan yang mempunyai K < 1.19. Seperti warna gelap menjadi pucat dan lain-lain.9 sedangkan yang sakit K = 1. 418 . Produksi lendir Lendir pada ikan sakit akan berlebihan bahkan sampai menyelimuti tubuh ikan tergantung pada berat tidaknya tingkat infeksi. Dropsy Dropsy merupakan gejala dari suatu penyakit bukan penyakit itu sendiri.• • suatu discoloration.

20. malnutrisi atau karena faktor genetik. Akumulasi cairan Akumulasi cairan selain akan menyisakan rongga yang "menganga" lebar. sehingga ikan tersebut tidak perlu berenang terus menerus untuk mempertahankan posisinya. 2. menunjukkan perut membuncit sebagai akibat akumulasi cairan/lendir pada rongga perut.21).21. terutama akibat berkelahi atau 419 Gambar 8. atau lendir dalam rongga tubuh (Gambar 8. • kualitas air yang kurang baik • menurunnya fungsi kekebalan tubuh ikan. yang umum dijumpai.Gambar 8. juga akan menyebabkan organ dalam tubuh ikan tertekan. Bila gelembung renang ikut tertekan dapat menyebabkan keseimbangan ikan terganggu Secara alamiah bakteri penyebab dropsy kerap dijumpai dalam lingkungan. yaitu ikan secara sengaja atau tidak memakan kotoran ikan lain yang terkontaminasi patogen atau akibat kanibalisme terhadap ikan lain yang terinfeksi. Pembengkakan terjadi sebagai akibat berakumulasinya cairan. Dropsy tampak samping. • gangguan pernapasan.pada ikan yaitu. Beberapa kelainan atau masalah dengan gelembung renang. Kelainan Gelembung Renang Gelembung renang (swimbladder) adalah organ berbentuk kantung berisi udara yang berfungsi untuk mengatur ikan mengapung atau melayang di dalam air. • malas bergerak. Organ ini hampir ditemui pada semua jenis ikan. • warna kulit pucat kemerahan masalah osmoregulator . Perubahan bakteri ini menjadi patogen. Infeksi utama biasanya terjadi melalui mulut. bisa terjadi karena akibat . Gejala ini disertai dengan. tetapi biasanya dalam jumlah normal dan terkendali. • malnutrisi atau karena faktor genetik. adalah : • sebagai akibat dari luka dalam.

Beberapa jenis ikan yang hidup di air deras seringkali memiliki gelembung renang yang kecil atau bahkan hampir hilang sama sekali. tidak bisa buang kotoran. karena dalam kondisi demikian gelembung renang boleh dikatakan tidak ada fungsinya. Dalam beberapa kasus ikan tampak berenang dengan kepala atau ekor dibawah atau terapung pada salah satu sisi tubuhnya. Untuk ikan-ikan jenis ini.22. Dalam kasus berat bisa disertai dengan nafas tersengal420 . 3. sedangkan parameter air dalam keadaan normal. Contoh kasus kelainan gelembung renang (swim bladder) pada ikan "red parrot". Mata Berkabut (Cloudy Eye) Mata berkabut atau "cloudy eye" ditandai dengan memutihnya selaput mata ikan. Perilaku berenang tidak normal dan b. Mereka biasanya hidup di dasar atau menempel pada subtrat. maka hal yang harus dicurigai terlebih dahulu adalah kondisi air. • Apabila gejala ini terjadi. Kehilangan keseimbangan. Tanda-tanda penyakit kelainan gelembung renang a. sehingga menyebabkan ikan mengapung dipermukaan atau tenggelam. Kerusakan gelembung renang menyebabkan organ ini tidak bisa mengembang dan mengempis. kondisi gelembung renang demikian adalah normal dan bukan merupakan suatu gejala penyakit. Permukaan luar mata tampak dilapisi oleh lapisan tipis berwarna putih. 4. Sembelit atau konstipasi (constipation) merupakan gejala yang tidak jarang dijumpai pada ikan. atau bahkan berenang terbalik. dengan ciri utama ikan kehilangan nafsu makan. Koreksi parameter air hingga sesuai dengan keperluan ikan yang bersangkutan. Sembelit (Konstipasi) Gambar 8. Secara umum gejala ini disebabkan oleh • Kondisi kualitas air yang memburuk.• karena kelainan bentuk tubuh. Apabila gejala mata berkabut terjadi. terutama sebagai akibat meningkatnya kadar amonia dalam air. c. ikan berenang dengan kepala di bawah. dan malas (berdiam diri di dasar). maka terdapat kemungkinan gejala tersebut disebabkan oleh hal lain. Ikan tampak kesulitan dalam menjaga posisinya dalam air.

dapat pula disertai dengan gejala penyakit bakterial lainnya seperti kembung. disusul kematian dalam waktu singkat. di beberapa kasus bisa terjadi 421 . penyakit tersebut dapat berinkubasi kurang dari 24 jam dan kematian terjadi dalam waktu 2 – 3 hari.sengal (megap-megap) dan badan mengembung. Memar tersebut kemudian akan bekembang menjadi bentukan berupa kapas berwarna putih kelabu. Fenomena ini biasanya ditandai dengan munculnya borok/luka terbuka pada tubuh ikan. Kehadiran penyakit ini ditandai dengan munculnya memar putih atau abu-abu disekitar kepala. seperti ditunjukkan oleh adanya memar putih saja. Gambar 8. mulut membengkak. Sedangkan dalam serangan akut dan cepat. Kehadiran benda ini tidak jarang sulit dibedakan dengan serangan jamur. kurus. khususnya di sekitar mulut. untuk memastikan dengan jelas diperlukan pengamatan dibawah mikroskop. atau mata menonjol (pop eye). mulut tidak bisa mengatup 3. 2. insang dan rongga mulut. 1. Oleh karena itu. Pada serangan ringan. Sering pula borok ini disertai dengan memerahnya pinggiran borok tersebut. Ulcer Ulcer merupakan suatu pertanda tarjadinya berbagai infeksi bakteri sistemik pada ikan. sirip. diantaranya disertai dengan rontoknya mulut. Busuk Mulut Tanda-tanda penyakit adalah : 1.23. dropsi. Busuk mulut merupakan penyakit akibat infeksi bakteri. 3. 5. 6. selain itu. sehingga mulut sering menjadi tidak bisa terkatup. 2. Gejala umum Ulcer yang disertai dengan infeksi jamur Saprolegnia. yang biasanya terjadi di dearah dengan suhu udara hangat seperti di Indonesia. Meskipun demikian. Ulcer dapat memicu terjadinya infeksi sekunder terutama infeksi jamur. kematian dapat terjadi setelah timbulnya kerusakan fisik yang berarti.

7. 422 . Bintik Putih . tubuh. Secara potensial white spot dapat berakibat mematikan. berdekatan dengan lapisan basal lamina.White Spot (Ich) White spot atau dikenal juga sebagai penyakit "ich". julukan white spot sebagai ektoparasit dirasa kurang tepat. Tanda-tanda Penyakit Siklus hidup white spot terdiri dari beberapa tahap. merupakan penyakit ikan yang disebabkan oleh parasit. Gambar 8. insang atau mulut. • Masing-masing bintik ini sebenarnya adalah individu parasit yang diselimuti oleh lapisan semi transparan dari jaringan tubuh ikan. Penyakit ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik putih di sekujur tubuh dan juga sirip. Ujud dari "white spot" pada tahapan infektif ini dikenal sebagai Trophont.kematian tanpa disertai gejala fisik apapun. Inang white spot yang bervariasi. insang atau rongga mulut. Ikan yang terserang "white spot" Ikan-ikan yang terjangkit akan menunjukkan gejala sebagai berikut : • Penampakan berupa bintik-bintik putih pada sirip. karena sebenarnya mereka hidup dilapisan dalam kulit. salah satu yang perlu dicurigai adalah akibat serangan penyakit ini. siklus hidupnya serta caranya meperbanyak diri dalam air memegang peranan penting terhadap berjangkitnya penyakit tersebut. Gejala klinis white spot merupakan akibat dari bentuk tahapan sisklus infektif. Oleh karena itu.24. sehingga apabila dijumpai kematian mendadak pada ikan. Penyakit ini umum dijumpai pada hampir seluruh spesies ikan. Trophont hidup dalam lapisan epidermis kulit. tahapan tesebut secara umum dapat dibagi dua yaitu : • Tahapan infektif dan • Tahapan tidak infektif (sebagai "mahluk" yang hidup bebas di dalam air atau dikenal sebagai fase berenang). Meskipun demikian parasit ini tidak sampai menyerang lapisan di bawahnya atau organ dalam lainnya.

Insang juga tampak memucat.5-1 mm. 8. tumbuh dan membesar. • Ikan berukuran kecil dan burayak dapat mengalami kematian setelah beberapa hari terjangkit berat. insektisida. ikan untuk dapat disembuhkan akan relatif sangat kecil. aerosol.• • Pada awal perkembangannya bintik tersebut tidak akan bisa dilihat dengan mata. Ikan yang terjangkit berat akan menunjukkan perilaku abnormal dan disertai dengan perubahan fisiologis antara lain adalah : • Ikan tampak gelisah atau meluncur kesana kemari dengan cepat • Siripnya tampak bergetar (mungkin sebagai akibat terjadinya iritasi pada sirip tersebut). Pada kasus berat beberapa individu dapat dijumpai bergerombol pada tempat yang sama. atau terapung di permukaan. sehingga bisa mencapai 0. Kerusakan pada kulit dan insang ini akan memicu ikan mengalami stres osmotik dan stres pernapasan. oleh karena itu terjadinya pencemaran oleh bahan beracun yang dapat terakumulasi pada ekosistem tersebut. • Pada ikan yang terjangkit sangat parah. • Akibat gangguan pernapasan. cat. atau • Menyebabkan infeksi sekunder. deterjen atau sabun. 423 . Keracunan Kolam maupun akuarium merupakan suatu ekosistem kecil yang sangat terbatas. Stres pernapasan ditunjukkan dengan pergerakan tutup insang yang cepat (megapmegap) dan ikan tampak mengapung di permukaan dalam usahanya untuk mendapatkan oksigen lebih banyak. • • • Sedangkan ikan yang terjangkit berat dapat menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut : • Mengalami kematian sebagai akibat terganggunya sistem pengaturan osmotik ikan. minyak. Sirip tampak robek-robek dan compang-camping. Kulitnya berubah menjadi pucat dan mengelupas. Tapi pada saat parasit tersebut makan. antara lain adalah: • Obat-obatan yang sengaja diberikan untuk mengatasi/mencegah suatu penyakit pada ikan. bintik tersebut dapat dengan mudah dikenali. • Bahan kimia yang secara tidak sengaja digunakan disekitar akuarium. sperti parfum. Beberapa bahan beracun yang dapat masuk kedalam lingkungan kolam maupun akuarium baik sengaja maupun tidak. Ikan yang terjangkit ringan sering dijumpai menggosok-gosokan tubuhnya pada benda-benda lain di dalam air sebagai respon terhadap terjadinya iritasi pada kulit mereka. Apabila ini terjadi. mereka akan tampak lesu. asap rokok berlebihan.

• Nafas tersengal-sengal. Kemudian kepala ikan tersebut 424 . Beberapa jenis juga dapat mengeluarkan racunnya apabila terluka atau sakit. lionfish. Pada umumnya binatangbinatang tersebut akan mengeluarkan racunnya apabila dalam keadaan terancam atau ketakutan. 9. koal api. soapfish. apabila ikan secara tiba-tiba dan serentak (hampir menimpa seluruhnya) bernapas tersengal-sengal bisa dipastikan air tercemar bahan beracun. Jika tindakan euthannasia diperlukan berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan. Terkadang tergeletak di dasar wadah dangan nafas tersengalsengal. • Berenang dengan liar. seperti. apalagi bila selama ini sudah terjalin keakraban antara pemilik dan ikan kesayangannya. Gejala keracunan pada ikan: • Ikan meluncur dengan cepat kesana kemari secara tiba-tiba. anemon. Cara Euthanasia yang Dianjurkan: Perlu diingat bahwa ikan mempunyai rasa sakit dan stress. euthanasia perlu dilakukan secara manusiawi. dan fireworms. dan nitrat • Ikan beracun: Beberapa jenis ikan dan binatang tertentu (terutama dari lingkungan air laut) diketahui mengandung racun. Kualitas air sumber yang tercemar. mentimun laut. ikan pari. boxfish.• • Hasil metabolisme ikan yaitu urine dan kotoran ikan. dan terkadang hingga menabrak benda-benda yang adad. gurita. binatang-binatang ini bisa menimbulkan akibat fatal pada ikan lainnya. Euthanasia Dalam memelihara ikan hias. amonia. spong api. oleh karena itu. Keputusan untuk menentukan apakah harus mencoba mengakhiri penderitaan ikan tersebut (Euthanasia) atau mencoba menyembuhkannya merupakan hal yang sangat sulit. skinned puffer. landak laut. ada kalanya kita dihadapkan pada suatu pilihan yang sulit. Oleh karena itu. scorpion fish. nitrit. Racun bisa juga juga ditimbulkan dari : • Obat-obatan atau bahan kimia seperti kaporit • Pembusukan bahan-bahan organik pada dasar wadah dapat pula menyumbangkan bahan beracun. Beberapa contoh dari golongan binatang beracun ini adalah. khususnya pada saat ikan kesayangan tersebut menderita suatu penyakit atau mengalami luka-luka yang parah. truckfish. • • Warna menjadi pudar. Beberapa cara yang biasa dilakukan adalah: • Konkusi : Pada cara ini tubuh ikan dibungkus dengan kain tetapi kepalanya dibiarkan terbuka. Oleh karena itu.

Mendinginkan ikan secara perlahan-lahan. tumbuh dan membesar. Pada awal perkembangannya bintik tersebut tidak akan bisa dilihat dengan mata. Dari penjelasan tentang beberapa gejala serangan penyakit maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa tanda-tanda penyakit pada beberapa jenis ikan pada umumnya hampir sama. • • • • Memasukkan ikan pada air mendidih. Tapi pada saat parasit tersebut makan. Pembiusan overdosis: Cara ini termasuk sesuai untuk berbagai jenis ukuran ikan. payau maupun laut hampir sama. Masing-masing bintik ini sebenarnya adalah individu parasit yang diselimuti oleh lapisan semi transparan dari jaringan tubuh ikan. Ikan masih dapat tersadar selama beberapa saat setelah kepalanya terpisah. sehingga bisa mencapai 0. insang atau mulut.dipukulkan pada benda keras. terdapat kemungkinkan ikan akan sadar kembali. Jangan berikan ikan sakit tersebut sebagai pakan pada ikan lainya untuk menghindari penularan dan penyebaran penyakit pada ikan lainnya. • Dekapitasi: Untuk ikan-ikan berukuran kecil. pastikan jenis penyakitnya tidak akan menulari binatang lain tersebut. Memasukkan ikan pada air dingin (es). tubuh. • Mengeluarkan ikan dari dalam air. Pada kasus 425 • Cara Euthanasia yang tidak dianjurkan: • Memasukan ikan kedalam septitank hidup-hidup dan menggelontornya dengan air. Selain itu juga sesuai untuk melakukan Euthanasia bersamasama pada ikan yang mengalami sakit secara masal. bintik tersebut dapat dengan mudah dikenali. . sekeras mungkin. kepala ikan dapat dipisahkan dengan cepat menggunakan pisau atau gunting yang sangat tajam. kalau tidak.5-1 mm. Untuk memastikannya anda bisa gunakan gunting atau pisau untuk merusakkan otaknya. kemudian membiarkannya sampai mati. Mematahkan leher ikan tanpa diikuti dengan pengrusakan otak Setelah melakukan Euthanasia. Pastikan bahwa otak ikan tersebut telah rusak. Apabila akan diberikan sebagai pakan pada binatang lain. Bisa juga dilakukan dengan cara memukul kepala ikan tersebut dengan benda keras. Gejala yang umum pada ikanikan yang terjangkit penyakit ini akan menunjukkan penampakan berupa bintik-bintik putih pada sirip. Selanjutnya otak ikan tersebut segera dihancurkan. Caranya adalah dengan merendam ikan pada larutan obat bius ikan pada konsentrasi berlebih dan dalam waktu relatif lama. misalnya untuk penyakit bintik putih pada ikan air tawar. agar tidak menimbulkan penularan yang tidak diperlukan. kuburlah ikan tersebut di tempat yang aman. tindakan penghancuran otak ini diperlukan. oleh karena itu.

Hal ini penyebabnya adalah : kekurangan oksigen di kolam budidaya 2. Terjadinya kerusakan pada kulit dan insang ini akan memicu ikan mengalami stres osmotik dan stres pernapasan. atau akibat infeksi sekunder. Stres pernapasan ditunjukkan dengan pergerakan tutup insang yang cepat (megap-megap) dan ikan tampak mengapung di permukaan dalam usahanya untuk mendapatkan oksigen lebih banyak. mereka akan tampak lesu. akan relatif sangat Penyakit yang menyerang ikan budidaya sebenarnya dapat dideteksi lebih dini oleh para pembudidaya jika memperhatikan gejala-gejala yang diperlihatkan oleh ikan budidaya. Ikan yang terjangkit berat akan menunjukkan perilaku abnormal dan disertai dengan perubahan fisiologis. Setiap ikan yang terserang penyakit akan memberikan suatu gejala yang khas. Pada ikan yang terjangkit sangat parah. atau terapung di permukaan. Insang juga tampak memucat. Secara umum gejala ikan sakit yang dapat dilihat dengan mudah bagi para pembudidaya ikan. Mereka akan tampak gelisah atau meluncur kesana kemari dengan cepat dan siripnya tampak bergetar (mungkin sebagai akibat terjadinya iritasi pada sirip tersebut). Kematian ikan yang terjadi secara tiba-tiba dan kejadiannya tidak selalu pada pagi hari tetapi terjadi kapan saja dengan ciricirinya adalah : 426 . sirip tampak robek-robek dan compangcamping. Sedangkan ikan yang terjangkit berat dapat mengalami kematian sebagai akibat terganggunya sistem pengaturan osmotik ikan.berat beberapa individu dapat dijumpai bergerombol pada tempat yang sama. Apabila ini terjadi peluang ikan untuk dapat disembuhkan kecil. Ikan berukuran kecil dan burayak dapat mengalami kematian setelah beberapa hari terjangkit berat. akibat gangguan pernapasan. Ikan yang terjangkit ringan sering dijumpai menggosok-gosokan tubuhnya pada benda-benda lain di dalam wadah sebagai respon terhadap terjadinya iritasi pada kulit mereka. Kematian ikan di kolam budidaya terjadi secara tiba-tiba dengan ciri-cirinya adalah : • Ikan yang berukuran besar mati lebih dulu • Ikan yang belum mati ada dipermukaan kolam atau disaluran air masuk • • • Air kolam berubah warna dan menyebarkan bau busuk Ikan-ikan yang mati terjadi pada dini hari Tanaman air pada mati. Cara kematian ikan dikolam budidaya dapat dikelompokkan menjadi beberapa yaitu : 1. dapat dilihat dari dua kejadian yang terjadi pada ikan budidaya yaitu cara kematian ikan di kolam dan tingkah laku ikan yang dipelihara. Kulitnya berubah menjadi pucat dan mengelupas.

5.• • • Ikan yang kecil mati terlebih dahulu Hewan air lainnya seperti kodok. Aktivitas makan ikan berkurang. Kematian ikan yang terjadi secara berurutan dengan kecepatan kematian ikan sedikit. Penyebabnya adalah masalah makanan. Tingkah laku ikan yang terserang penyakit pada beberapa jenis penyakit biasanya spesifik. Ikan berada di dasar perairan dan tidak mau makan. penyakit yang menyerang pada ikan budidaya dapat dilakukan pemantauan dengan melihat tingkah laku ikan yang diduga terserang penyakit. Adapun tingkah laku ikan pada wadah budidaya yang terserang penyakit dapat diketahui antara lain adalah : 1. Penyebabnya adalah : virus dan bakteri. siput Ikan berenang bertabrakan mati saling pemasukkan air. Kematian ikan yang terjadi dengan kecepatan kematian pada awal. serta siripnya tidak berkembang. kemudian banyak dan jarak antara kematian berselang sedikit. Ikan berada di permukaan air dan gerakannya sedikit lebih cenderung ikan tersebut berdiam diri (seperti keadaan lemas). Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • • Kekurangan perairan Parasit ikan oksigen di Hal ini penyebabnya adalah : keracunan 3. Ikan-ikan yang dipelihara selalu berada atau berkumpul di permukaan air atau di saluran 2. sampai mencapai puncak dengan jumlah kematian yang tetap. Penyebabnya adalah parasit 4. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Parasit • Virus 5. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • • Parasit di insang Kerusakan disebabkan (virus) insang yang oleh bakteri • Ikan kekurangan zat nutrisi (haemoglobin) 3. Jumlah ikan yang mati sedikit. Ikan berenang terbalik dengan posisi bagian perut berada di atas dan ikan melakukan gerakan mengguling-gulingkan badannya. Selain memperhatikan cara kematian dari ikan yang dipelihara di dalam wadah budidaya. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : 427 . Kematian ikan yang terjadi secara berurutan pada waktu yang cukup lama. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Perubahan kualitas atau mutu air • Makanan tidak cocok • Segala macam penyakit 4.

Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Genetik (keturunan) • Kekurangan zat nutrisi (makanan) Perubahan kulit ikan ada beberapa macam. 6. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Argulus • Lernea • Bakteri Ikan tubuhnya bengkak. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Kekurangan vitamin C • Virus 2. Ikan bergetar. Untuk melihat secara jelas dan pasti tentang jenis penyakit yang menyerang ikan peliharaan tersebut maka harus dilakukan pengamatan dan melihat secara langsung organ tubuh ikan yang terserang penyakit. Secara kasat mata dapat diketahui tentang jenis penyakit yang menyerang ikan budidaya dari bagian tubuh luar ikan dan bagian dalam tubuh ikan. 7. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Trematoda • Bakteri • Lernea dan Argulus Adanya pendarahan pada daerah tertentu. seperti badannya bengkok. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah parasit. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : Parasit dari jenis Ichthyophthirius multifiliis. Ikan gelisah (terlampau aktif) dan menggesekkan badannya pada batu-batuan. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Insang ikan menggumpal disebabkan oleh bakteri. Dengan melihat tingkah laku ikan yang dibudidayakan di wadah budidaya apapun. maka para pembudidaya ikan sudah dapat menduga adanya gejala serangan penyakit pada ikan. Pada bagian tubuh ikan bagian luar antara lain memberikan tanda-tanda serangan penyakit adalah : 1. 3. 7.• Parasit • Kualitas air yang buruk 6. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Tumor • Siste (telur dari parasit) Perubahan bentuk tubuh ikan. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Myxosoma • Crustacea 8. tidak mempunyai sirip. Parasit jenis Trypanosoma (whirling disease) Warna tubuh ikan kemerahan. Warna tubuh ikan lebih gelap dari biasanya. jamur dan parasit • Ikan kekurangan makanan Adanya luka borok. 3. Ikan diam di dasar perairan dan menepi dipinggiran kolam. 5. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • 428 .

setelah itu lendir dikerik dengan menggunakan pisau bedah dan dibuat preparat ulas pada gelas obyek yang telah ditetesi air dan diamati di bawah mikroskop. Costia. metode pemeriksaan endoparasit. lambung dan usus. Kemudian panjang tubuh ikan dan berat tubuh ikan setiap sampel di catat. Metode pemeriksaan Ektoparasit 1. 429 . Isi perut dipindahkan ke dalam gelas objek atau cawan petri yang ditetesi dengan NaCl 0.6% lalu diamati dibawah mikroskop. 3. penyebabnya adalah Trichodina. Pemeriksaan dapat dilakukan pada bagian internal maupun eksternal meliputi permukaan tubuh. Chilodonella. Perut ikan dibuka dengan menggunting perut bagian bawah ikan dari mulai anus hingga ke bawah sirip dada.ditempatkan pada gelas obyek yang telah ditetesi oleh air agar tidak kering lalu diamati di bawah mikroskop. 3. buka lambung dengan menggunakan gunting secara memanjang lalu diamati dibawah mikroskop atau bisa dengan mengerik secara perlahan bagian dalam lambung lalu oleskan pada gelas objek yang telah ditetesi oleh NaCl 0. sirip. Ada bercak lendir dan darah. Pisahkan antara usus dan lambung. insang. Selain itu untuk lebih memastikan praduga tentang jenis penyakit yang telah menyerang ikan budidaya sebaiknya dilakukan kembali pemeriksaan ikan sampel di laboratorium hama dan penyakit ikan atau ditempat pengambilan sampel secara langsung. Kedua belah insang diambil semua. metode penanganan spesimen dan identifikasi parasit.• • • • Terdapat bintik putih. 2. Metode Pemeriksaan Endoparasit 1. penyebabnya adalah Ichthyophthirius multifiliis Terdapat selaput yang tidak beraturan. Seluruh sirip ikan dipotong dari tubuh dengan menggunakan gunting. Seluruh permukaan tubuh diamati secara kasat mata atau dengan menggunakan mikroskop dengan pembesaran 50 kali. Usus yang sudah dipisahkan digunting memanjang lalu diletakkan pada gelas objek. penyebabnya adalah jamur Ada lapisan lendir berwarna abu-abu.6% lalu diamati dibawah mikroskop. Ada beberapa metode pemeriksaan yaitu metode pemeriksaan ektoparasit. Prosedur yang harus dilakukan sebelum pemeriksaan parasit adalah ikan sampel terlebih dahulu dimatikan dengan cara menusukkan jarum pada bagian medulla oblangata. dipisahkan antara filamen dengan tapisnya lalu ditumbuk secara perlahan dan ditetesi oleh air agar tidak kering lalu diamati di bawah mikroskop. dibuat sayatan setipis mungkin baru dilihat dibawah mikroskop. penyebabnya adalah Monogenea. 2. Buka penutup rongga perut pada bagian atas mulai dari anus sampai sirip dada dan digunting mengikuti tutup insang sehingga isi perut terlihat.

Cestoda Cestoda yang biasanya menenpel pada usus dilepaskan dengan hatihati agar scoleks tidak terputus. Parasit ini ditemukan dalam bentuk kista atau spora.2% selama 5 – 10 menit.Jika dari pengamatan secara kasat mata atau visual dapat diduga jenis penyakit yang menyerang ikan budidaya dan untuk memastikan secara ilmiah dapat dilakukan pemeriksaan dibawah mikroskop dengan membuat preparat. Suspensi spora ditipiskan dan difiksasi dengan methanol 3 – 5 menit dan diwarnai dengan Giemsa selama 20 menit. Digenea Digenea atau metaserkaria di dapat dari usus atau daging ikan. Spesies parasit ini diidentifikasi menurut organ penempelannya. Kemudian preparat ini difiksasi dengan alkohol 70% atau formalin 3% selama 5 – 30 menit. Misalkan dari penampakan bagian luar tubuh ikan yang dibudidayakan diprediksi jenis penyakitnya maka prosedur yang akan dilakukan adalah sebagai berikut : Protozoa Protozoa diperoleh dengan mengerik lendir atau mukus yang kemudian dioleskan pada gelas objek yang telah ditetesi oleh air. Cestoda yang telah terlepas diletakkan dalam gelas objek dan dipres. rendam preparat dalam air di bawah sinar matahari selama 15 – 30 menit kemudian dikeringkan. yaitu : • Teknik Impregnaris Perak Nitrat • Sediakan ulasan mukus yang sudah kering udara lalu genangi dengan larutan perak nitrat 0. • Teknik pewarnaan Giemsa • Sediakan ulasan mukus yang sudah dikeringkan udara lalu fiksasi dengan menggunakan metanol selama 15 menit. Setelah itu preparat dicuci dengan air bersih. Kista dapat dipecahkan sehingga spora dapat keluar. dikeringkan dan diperiksa dibawah mikroskop. Monogenea Organ yang mengandung parasit ini direndam dalam larutan formalin selama 30 menit untuk melepaskan parasit. genangi preparat dengan Giemsa selama 15 – 30 menit kemudian bilas dengan air dan keringkan. Parasit ini kemudian dicuci dengan NaCl 430 . Acathocephala Cacing yang terdapat pada usus ikan ini diambil dengan hati-hati agar proboscisnya tidak terputus. Terdapat dua cara untuk dapat membuat preparat protozoa. Parasit ini mudah mengkerut sehingga harus dipres dengan gelas penutup dan difiksasi dengan formalin 3% selama 5 menit dan disimpan dalam larutan alkohol 70%. Myxosporea Parasit ini merupakan endoparasit yang berada pada urat daging. Parasit monogenea yang terlepas disusun dalam gelas objek dan ditetesi dengan amonium pikrat gliserin.

hati. Cacing disimpan dalam formalin 3%. 2. Jika penyakit disebabkan oleh bakteri maka obat yang dapat digunakan adalah bahan kimia sintetik atau alami atau antibiotika. Larutan fiksatif yang digunakan adalah Bouin beralkohol dan dicuci dengan alkohol untuk menghilangkan formalin.4. Metoda yang dilakukan harus mempertimbangkan antara lain.85% lalu dicuci dengan air bersih. Perbedaan tekanan akan membuat cacing menjadi kaku dan proboscis terjulur. Beberapa metoda pengobatan adalah sebagai berikut : 1. Melalui suntikan dengan antibiotika Metoda penyuntikan dilakukan bila yang diberikan adalah sejenis obat seperti antibiotik atau vitamin. 3. Jika penyakit disebabkan oleh jamur dan parasit maka obat yang digunakan adalah bahan kimia. Penyuntikan 431 8. ukuran ikan. Yang bisa dilakukan adalah mengurangi hal-hal yang menyebabkan terjadinya penyakit. Ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh para pembudidaya ikan yang akan melakukan pengobatan terhadap beberapa jenis penyakit infeksi yaitu: . 3. Cacing dibiarkan dalam air kran kurang lebih selama 1 jam kemudian ditutup dan difiksasi dengan larutan fiksatif pada salah satu ujung gelas penutup. bahan kimia atau obat yang diberikan dan sifat ikan. terlebih dahulu harus diketahui jenis penyakit yang menyebabkan ikan sakit agar dapat diketahui jenis obat yang akan digunakan untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Bahan yang digunakan harus selektif yaitu bahan yang digunakan hanya mematikan sumber penyakit tidak mematikan ikan. kulit. Bahan tersebut tidak mempunyai pengaruh yang besar terhadap produksi kolam. Jika penyakit ikan disebabkan oleh virus maka tidak ada obat yang dapat memberantas virus tersebut. Nematoda dapat ditemukan dalam bentuk kista maupun tidak. Bahan kimia yang digunakan harus larut dalam air 2. Cacing yang melekat diambil dengan menggunakan pinset sedangkan kista dipecah sehingga cacing keluar kemudian difiksasi dengan alkohol atau formalin 3% agar tetap rileks. Bahan tersebut mudah terurai Pengobatan ikan sakit dapat dilakukan beberapa metoda. Sebelum melakukan pengobatan terhadap ikan yang sakit. PENGOBATAN PENYAKIT IKAN Pengobatan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh para pembudidaya ikan jika ikan yang dipelihara terserang penyakit. Dalam melakukan pengobatan dengan menggunakan bahan kimia harus diperhatikan beberapa hal yaitu : 1. Nematoda Parasit ini biasanya menginfeksi usus. 1. daging dan perut. ukuran wadah.0.

bahan kimia atau obat dioleskan pada luka di tubuh ikan. Pengobatan ikan sakit dengan metoda perendaman adalah sebagai berikut: • Pengolesan dengan bahan kimia atau obat. dilakukan bila bahan kimia atau obat kurang sifat racunnya atau konsentrasi yang diberikan tidak akan membunuh ikan.dilakukan pada daerah punggung ikan yang mempunyai jaringan otot lebih tebal. Melalui makanan Obat atau vitamin dapat diberikan melalui makanan.Oksigen elemental. KMnO4 K+ + MnO4MnO4 MnO2+2On On . Ikan sakit dicelupkan pada larutan bahan kimia atau obat selama 15 – 30 detik. 3. • Pencelupan. • Mudah mengalami degradasi dalam waktu singkat. Bila dilarutkan dalam air akan terjadi reaksi kimia sebagai berikut. metoda ini pun dilakukan bila bahan kimia atau obat yang digunakan dapat meracuni ikan. Perendaman Metoda perendaman dilakukan bila yang diberikan adalah bahan kimia untuk membunuh parasit maupun mikroorganisme dalam air atau untuk memutuskan siklus hidup parasit. Oleh karena itu metoda ini afektif diberikan pada ikan yang tidak kehilangan nafsu makannya. Pada perendaman jangka pendek (15 – 30 menit) dapat diberikan konsentrasi yang lebih tinggi daripada pada perendaman dengan waktu yang lebih lama (1 jam lebih sampai beberapa hari) Jenis bahan kimia dan obat yang digunakan dalam pengobatan dan pencegahan harus mempertimbangkan antara lain: • Dalam dosis tertentu tidak membuat ikan stress maupun mati • Efektif dapat membunuh parasit • Sifat racun cepat menurun dalam waktu tertentu. (Oksidator) 432 . Akan tetapi bila makanan yang diberikan tidak segera dimakan ikan maka konsentrasi obat atau vitamin pada makanan akan menurun karena sebagian akan larut dalam air. 2. Jenis Bahan Kimia Dan Obat Yang digunakan antara lain adalah : 1. • Perendaman. Kalium Permanganat (PK) Kalium permanganat (PK) dengan rumus kimia KMnO4 sebagai serbuk maupun larutan berwarna viol et. Penyuntikan hanya dilakukan pada ikan yang berukuran besar terutama ukuran induk. Sering dimanfaatkan untuk mengobati penyakit ikan akibat ektoparasit dan infeksi bakteri terutama pada ikan-ikan dalam kolam. Sedangkan yang kecil tidak dapat dilakukan. metoda ini dilakukan bila bahan kimia atau obat yang digunakan dapat membunuh ikan.

Transportasi burayak dapat dengan perlakuan kalium permanganat dibawah 2 ppm. kecuali dengan perendaman. parasit. sehingga menyebabkan warna coklat pada ikan dan sirip. karena dapat membunuh bakteri dalam filter biologi.4 ppm pada perendaman. dan bakteri) • Filter biologi tidak boleh dilewatkan larutan PK. • Kalium permanganat sangat efektif dalam menghilangkan Flukes. Dosis PK sebaiknya diberikan setara dengan dosis pestisida yang diberikan. Golongan ikan Catfish. Sebagai antitoxin terhadap aplikasi bahan-bahan beracun. Dapat mengoksidasi bahan organik. Lernea and Piscicola diketahui hanya akan respon apabila PK digunakan dalam perendaman (dengan dosis: 1025 ppm selama 90 menit). dilaporkan resisten terhadap PK. • • • • • • • • • Manfaat • Efektif mencegah flukes. perlakuann kalium permanganat dilakukan pada konsentrasi diatas 2 ppm. Prosedur Perlakuan PK (untuk jamur. sebagai contoh apabila Rotenone diberikan sebanyak 2 ppm. Dapat mengurangi aeromonas (hingga 99%) dan bakteri gram negatif lainnya. dan infeksi jamur (ektoparasit dan infeksi bakteri) dengan dosis 2 . Mangan oksida membentuk kompleks protein pada permukaan epithelium. Sebagai contoh. ulcer. juga membentuk kompleks protein pada struktur pernapasan parasit yang akhirnya menyebabkan kematian. Konsentrasi 2-3 ppm selama 10-20 jam dapat menetralisir residu Rotenone atau Antimycin. Tingkat keracunannya sedikit lebih tinggi dari tingkat pengobatannya. karena pada saat molekul-molekul organik 433 .Sifat Kimia Oksidator kuat • • Sifat bahan aktif beracun adalah merusak dinding-dinding sel melalui proses oksidasi. tricodina. Dapat membunuh Saprolegnia yang umum dijumpai sebagai infeksi sekunder pada Ulcer. • Argulus. Begitu pula dengan Costia dan Chilodinella. Rotenone dan Antimycin. perlakuan diulang setiap 2-3 hari Sebagai disinfektan luka. Secara umum tingkat keracunan PK akan meningkat pada lingkungan perairan yang alkalin (basa). maka untuk menetralisirnya PK pun diberikan sebanyak 2 ppm. Gyrodactylus dan Dactylus dapat hilang setelah 8 jam perlakuan dengan dosis 3 ppm pada suatu sistem tertutup. • Aliran air dan aerasi bekerja optimal. • Bahan aktif beracun yang mampu membunuh berbagai parasit dengan merusak dinding-dinding sel mereka melalui proses oksidasi.

Dosis tersebut tidak akan merusak tanaman air.3 ppm dapat membunuh ikan dengan cepat Tanda-tanda Keracunan • Ikan bergerak kesana kemari dengan cepat.• • • • • teroksidasi. terutama dari gangguan siput dan telurnya.0. karena pada pH rendah kadar asam hipoklorit akan meningkat. Klorin Dan Kloramin Klorin dan kloramin merupakan bahan kimia yang biasa digunakan . Sedangkan kloramin merupakan senyawa klorin-amonia (NH4Cl). • Ikan akan gemetar dan warna menjadi pucat. atau dengan kata lain sudah tidak ada lagi bahan yang dioksidasi. • Klorin dan kloramin secara langsung akan merusak insang sehingga dapat menimbulkan gejala hipoxia. • Tingkat keracunan klorin dan kloramin akan meningkat pada pH rendah dan temperatur tinggi. lesu dan lemah. dan algae mati maka air akan cenderung keruh dan oksigen terlarut menurun. meningkatkan 434 2. Satu sendok teh peres (jangan dipadatkan) kurang lebih setara dengan 6 gram. sehingga biasa digunakan untuk mensterilkan tanaman air dari hama dan penyakit.2 . Berikan dosis sebanyak 2-4 ppm. Hal ini dapat dijadikan patokan untuk mendapatkan dosis yang diinginkan apabila timbangan tidak tersedia. Perlakuan klorinasi dikenal dengan kaporit. Perlakuan dilakukan 4 kali berturut dalam waktu 4 hari.003 ppm • Klorin pada konsentrasi 0. Cl2 + H2O H2ClO3 Cl2 + H2O + NH4Cl + H2O NH4 + ClO3Sifat Kimia • Klorin relatif tidak stabil di dalam air • Kloramin lebih stabil dibandingkan klorin • Klorin maupun kloramin sangat beracun bagi ikan • Reaksi dengan air membentuk asam hipoklorit • Asam hipoklorit tersebut dapat merusak sel-sel protein dan sistem enzim ikan. Karena hal ini menunjukkan bahwa PK sudah tidak bereaksi lagi. Dosis 4 ppm diberikan pada ikanikan bersisik. maka hal ini dapat dijadikan pertanda untuk menghentikan perlakuan. Setelah perlakuan dihentikan lakukan penggantian air sebanyak 40 % untuk segera membantu pemulihan warna air. dengan pemberian PK dilakukan setiap pagi hari. • Efek racun dari bahan tersebut dapat diperkecil bila residu klorin dalam air dijaga tidak lebih dari 0. Apabila pada perlakuan ketiga atau keempat air bertahan berwarna ungu selama lebih dari 8 jam (warna tidak berubah menjadi coklat). Klorin (Cl2) merupakan gas berwarna kuning kehijauan dengan bau menyengat. sebagai pembunuh kuman (disinfektan) di perusahan-perusahan air minum. Dosis 2 ppm diberikan pada ikanikan muda atau ikan-ikan yang tidak bersisik.

dengan konsenrasi 1 . baik secara kimiawi maupun fisika. • Tingkatkan intensitas aerasi untuk mengatasi kemungkinan terjadinya gangguan pernapasan pada ikan-ikan. Selain itu tersedia pula dalam bentuk serbuk. 3. • Mengendapkan air selama semalam. • Dapat merusak pada tanaman air. • Digunakan sebagai bakterisida dan fungsida pada akuarium. Pada setiap tetesan biarkan larutan metil biru tersebut tersebar secara merata. juga sering digunakan untuk mencegah serangan jamur pada telur ikan. • Cara pemberian metil biru pada bak pemijahan adalah setetes demi setetes. jamur dan protozoa dosis yang dianjurkan adalah 2 ml larutan Metil biru (Methylene Blue) 1 % per 10 liter air akuarium. • Dapat merusak filtrasi biologi dan kemampuan warnanya untuk melekat pada kulit. • Tetesan dihentikan apabila air akuarium telah berwarna kebiruan atau biru jernih (tembus pandang). Biru Metilen (Methylene Blue) Metil biru diketahui efektif untuk pengobatan Ichthyopthirius (white spot) dan jamur. dekorasi akuarium dan peralatan lainnya termasuk lem akuarium. • Anti-klorin lebih dianjurkan untuk air yang diolah dengan kloramin.kerja insang dan ikan tampak tersengal-sengal dipermukaan.2 persen. Dalam keadaan terpaksa tambahkan anti-klorin pada akuarium. pakaian. • Untuk mencegah serangan jamur pada telur ikan. • Menggunakan bahan deklorinator atau lebih dikenal dengan nama anti klorin. Metil biru biasanya tersedia sebagai larutan jadi di toko-toko akuarium. • Perlakuan dilakukan dengan perendaman jangka panjang pada karantina. • Mengalirkan air hasil deklorinasi tersebut melewati zeolit. dosis yang dianjurkan adalah 2 mg/liter. • Air di deklorinasi sebelum digunakan. Dosis dan Cara Pemberian • Untuk infeksi bakteri. Sifat Kimia • Metil biru merupakan pewarna thiazine. • Kloramin relatif lebih sulit diatasi hanya oleh natrium tiosulfat saja dibandingkan dengan klorin. • Untuk mencegah serangan jamur pada telur. Artinya isi di dalam 435 . Perlakuan Oleh karena klorin sangat beracun bagi ikan maka perlu dihilangkan dengan cara sebagai berikut. • Segera pindahkan ikan yang terkena keracunan klorin kedalam akuarium/wadah yang tidak terkontaminasi. karena maskipun gas klorinnya dapat diikat dengan baik. Dengan demikian maka gas klorin akan terbebas ke udara. Selain itu. • Pengaruh klorin dihilangkan dengan pemberian aerasi secara intensif. tetapi akan menghasilkan amonia.

termasuk plastik.004%. Penggunaan bahan ini hendaknya dilakukan pada sistem tertutup seperti akuarium atau kolam ikan hias. dan white spot. hingga sebanyak 3 ulangan • Pergantian air sebanyak 25 % selama perlakuan. Setelah telur menetas. baju. diketahui. Hindari penggunaan malachite green dalam bentuk serbuk (tepung). Malachite Green Malachite Green merupakan pewarna triphenylmethane dari group rasamilin. Dalam dunia ikan hias. . Terdapat indikasi bahwa kepopuleran penggunaan bahan ini agak menurun. pengobatan dapat dilakukan dengan perendaman selama 48 jam dengan dosis 0.• • akuarium tersebut masih dapat dilihat dengan jelas. tetapi ulangan dilakukan dengan selang 3 hari (4 hari sekali). konsentrasi 1 % berat. Perlakuan ini cukup dilakukan sekali kemudian dibiarkan hingga warna terdegradasi secara alami. Malachite green diketahui mempunya efek sinergis apabila diberikan bersama-sama dengan formalin. 5. dan peralatan akuarium. • Metronidazol diberikan secara oral. trichodina. obat ini biasa digunakan untuk mengobati hexamitiasis. Dosis dan Cara Pemberian • Dosis yang disarankan adalah 10 ppm • Obat ini biasanya berbentuk tablet dengan kadar 250 mg/tablet • Perlakuan ini harus diulang selang sehari. beberapa jenis ikan diketahui tidak toleran terhadap bahan ini. serta sebagai fungisida. Malachite Green juga dapat menimbulkan akibat buruk pada filter biologi dan pada tanaman air. 436 4. Diberikan seperti halnya cara pemberian metronidazol. seperti: ichtyobodo. karena diketahui bisa menimbulkan akibat buruk bagi kesehatan manusia apabila terhirup. seperti tangan. Warna malachite green bisa melekat pada apa saja. Disamping itu. Pada kasus berat. Bahan ini merupakan bahan yang kerap digunakan untuk mengobati berbagai penyakit dan parasit dari golongan protozoa. flukes insang. yaitu dicampurkan pada pakan dengan obat. Metronidazol Metronidazol dan di-metrinidazol adalah obat antimikroba yang dibuat dan dikembangkan untuk manusia melawan bakteri-bakteri anaerob dan protozoa. penggantian air sebanyak 5 % setiap hari dapat dilakukan untuk mengurangi kadar metil biru dalam air tersebut dan mengurangi akumulasi bahan organik dan ammonium Di-Metronidazol Dosis = 5 ppm. • Diberikan dengan cara mencelupkan pakan pada larutan metronidazol.

Disarankan untuk menggunakan malachite green dalam bentuk larutan jadi dengan konsentrasi 1% dan telah terbebas dari unsur seng. sebagai perlakuan perendaman jangka panjang. Ulangi penyuntikan apabila diperlukan.05 . Yakinkanlah MG yang digunakan adalah dari jenis yang bebas Seng. Perlakuan dapat dilakukan sebanyak 4-5 ulangan. sebagai perlakuan jangka pendek (30 . 10-20 mg oksitetrasiklin per kg berat badan ikan. Oxytetracyline Oksitetrasiklin hidroklorida merupakan antibiotik yang kadang-kadang digunakan dalam pengobatan penyakit akibat infeksi bakterial sistemik pada ikan Dosis dan Cara Pemakaian • Suntik. Berikan selama 7 .7H20) Garam inggris biasa digunakan untuk meningkatkan kadar mineral dalam air. terhadap beberapa jenis tetra. Dosis 20 -100 ppm. • Perlakuan hendaknya dilakukan pada tempat terpisah.25 ppm Formalin.1 -0.0. • Malachite Green dapat pula diberikan sebagai disinfektan pada telur dengan dosis 5 ppm selama 10 menit. dan sering efektif dalam mengobati sembelit (tidak bisa buang kotoran) pada ikan.2 ml dari larutan 1% per 10 liter.14 hari.75 mg per kg berat badan ikan per hari. • Oral. • Dosis campuran antara Malachite Green dan Formalin untuk perlakuan pada ikan adalah 0. Dosis 60 . larutkan 1 sendok teh peres (2. Tidak ada salahnya dilakukan percobaan terlebih dahulu pada 1 atau 2 ikan sebelum perlakuan MG dilakukan pada sejumlah banyak ikan.2 ppm MG dan 10 . Untuk udang-udangan atau invertebrata laut adalah 0. Jangka panjang (5 hari). Dosis dan Cara Pemberian Sebagai pencahar (pencuci perut). 6. Perlakuan dapat di ulang setiap 2 hari sekali.60 menit). Dosis dan Cara Pemberian • Dosis 0.1 . Garam Inggris / Epsom Salts (MgSO4.0. Perhatian • Malachite Green dapat bersifat racun terhadap burayak ikan. diberikan melalui pakan. Sebelum pemberian dosis dilakukan.5 g) 437 . • Perendaman.1 ppm MG dan 10 -25ppm Formalin.2 ml dari larutan 1% per 10 liter air. disarankan untuk mengganti air sebanyak 25 % • Dosis 1 . 7. Ulangi apabila diperlukan. Beberapa penyimpangan hasil perlakuan dengan MG dapat terjadi apabila perlakuan dilakukan pada pH air diatas 9 • • atau apabila temperatur air diatas 21 ° C. dan beberapa jenis catfish seperti Pimelodidae atau blue gill. Pemberian dosis dapat dilakukan setiap 4-5 hari sekali.

Untuk memulihkan kondisi kekurangan oksigen: Dosis yang digunakan 1-2 ml Hidrogen Peroksida 3% dalam 10 liter air akuarium. Dosis harus dijaga agar jangan sampai kelebihan. Hidrogen peroksida akan terurai menjadi dua produk yang aman yaitu. dengan rumus kimia H2O2. Perendaman harus dihentikan apabila ikan menunjukkan gejala stress. untuk mengatasi kondisi kekurangan oksigen yang terjadi. Hidrogen peroksida bisa pula digunakan sebagai penambah oksigen dalam akuarium. 438 . Penggunaan Hidrogen Peroksida Dalam Akuarium: Sebagai anti protozoa: Diberikan sebagai perlakuan perendaman dalam jangka pendek. Setelah itu baru dimasukan kedalam akuarium. Bahan ini merupakan oksidator kuat. Hidrogen Peroksida Larutan jernih ini sepintas mirip air. selanjutnya masukan kedalam akuarium yang telah berisi air dengan takaran yang sesuai. setidaknya dengan perbandingan 1: 10 (satu bagian bahan dengan 10 bagian air). Bahan inipun digunakan pula sebagai antiseptik pada akuarium. Sebelum diberikan dianjurkan untuk mengencerkan terlebih dahulu hidrogen perioksida tersebut. Terlebih dahulu larutkan garam inggris tersebut dalam sedikit air akuarium pada wadah tertentu. Dosis yang digunakan adalah 10 ml larutan dengan konsenrasi 3 % (teknis) dalam 1 liter air. Setelah itu dicari penyebab sebenarnya agar dapat diatasi dengan lebih baik. 2H2O2 2H2O + O2 Bahan ini kerap digunakan dalam dunia kesehatan sebagai disinfektan (pembunuh kuman) karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya. berbahaya bila dikonsumsi.garam inggris dalam 18 liter air (0. 8. air dan oksigen. Peningkatan sedikit temperatur air (dalam selang toleransi ikan yang bersangkutan) dapat membantu meningkatkan laju metabolisme ikan tersebut sehingga diharapkan akan dapat mempercepat pemulihan dari gejala sembelit. yaitu bila kekurangan oksigen. Kelebihan dosis akan membuat ikan menjadi stress dan bisa membahayakan kehidupan ikan yang bersangkutan.14 ppt). Perendaman dilakukan selama maksimum 5-10 menit. Perlakuan ini hanya dianjurkan pada kondisi darurat saja. Pastikan pula bahwa larutan ini dapat segera tercampur dengan baik setelah dimasukan kedalam akuarium. Sebuah produk peralatan akuarium menggunakan hidrogen perosida untuk penambah oksigen tanpa tenaga listrik.

25 ml Formalin (37-40%) per 10 liter air. meskipun masih dipakai secara luas dalam akurkulutur dan lingkungan kolam tertentu. dan pengawet.3 hari. 439 .15 -0. • Yang perlu diperhatikan adalah: penggunaan formalin dalam perlakuan jangka pendek harus diawasi dengan ketat. seperti untuk pengobatan akibat infeksi ektoparasit penyebab kulit berlendir adalah 0. karena akan membunuh bakteri yang ada pada filter • Lakukan penggantian air sebanyak 30%. Formalin (HCHO dan CH3OH) Formalin merupakan larutan komersial dengan konsentrasi 3740% dari formaldehid. germisida. • Untuk perlakuan jangka pendek. oleh karena itu. Formalin diketahui sering digunakan dan efektif dalam pengobatan penyakit akibat ektoparasit seperti fluke dan kulit berlendir. perlakuan sebaiknya dilakukan di akuarium khusus. Untuk pengawetan biasanya digunakan formalin dengan konsentrasi 10%. sehinggga terkadang ikan yang diobati malah mati akibat formalin daripada akibat penyakitnya. Penggunaan • Untuk penggunaan jangka panjang (beberapa hari) atau jangka pendek (10 . ikan tersebut dapat segera dikembalikan pada akuarium utama.30 menit). • Formalin dapat mengganggu filter biologi. Meskipun demikian. Keuntungan dengan perlakuan terpisah ini adalah apabila ikan mengalami stres pada saat diperlakukan. tetapi lebih banyak digunakan dalam pengawetan specimen ikan untuk keperluan identifikasi. Dosis dan Cara Pemberian • Dosis penggunaan formalin bervariasi tergantung pada spesies ikannya. seperti untuk pengobatan akibat infeksi ektoparasit besar penyebab fluke. kecuali apabila ikan tersebut telah mati sebelumnya. Dengan demikian dosis yang dicantumkan pada artikel ini bukan merupakan jaminan. • Jangan dilakukan pada filter biologi. Lakukan perendaman selama maksimal 30 menit. Setelah 2 . Bahan ini biasanya digunakan sebagai antiseptic. bahan ini juga sangat beracun bagi ikan. Ikan yang akan diawetkan harus melalui proses euthanasia yang hewani terlebih dahulu.9. atau kurang apabila ikan menunjukkan gejala stres. Setiap spesies akan memiliki toleransi berbeda terhadap formalin. dosisnya adalah 2 ml Formalin (37-40%) per 10 liter air. kembalikan ikan pada wadah semula. tetapi merupakan kriteria rata-rata. Formalin sangat beracun. Dan perlakuan harus segera dihentikan apabila ikan mulai menunjukkan gejala stres seperti nafas tersengal-sengal (megapmegap) atau meloncat (ingin keluar dari akuarium) • Untuk perlakuan jangka panjang. Siapkan campuran terlebih dahulu sebelum ikan dimasukkan. Ambang batas amannya sangat rendah.

Selain itu. sambil melepas pakaian yang terkena. Uap berbahaya. Simpan formalin dalam botol berwarna gelap dan hindarkan dari cahaya. Apabila muntah. Sifat Fisika dan Kimia Formalin Tampilan : cairan jernih (tidak berwarna) Bau : berbau menusuk. • • • Tertelan: Apabila korban sadar usahakan untuk mengencerkan. Dapat berakibat fatal atau menyebabkan kebutaan apabila tertelan. Mudah terbakar. bahkan dalam konsentrasi yang sangat rendah. Resiko kanker tergantung pada tingkat dan lama kontak. menonaktifkan dan menyerap bahan dengan memberi susu. apabila kesulitan bernafas beri oksigen. Apabila hal ini terjadi segeralah cuci dengan air yang banyak. Tetrasiklin. Sebagai contoh dalam aplikasinya. Setiap bahan organik akan dapat menonaktifkan formalin.8 Identifikasi Bahaya: Sangat berbahaya! Dapat menyebabkan kanker. Atau mau menggunakan bahan kimia dengan cara merendam ikan dalam larutan nitrofuran 5 – 10 ppm selama 12 – 24 jam. arang aktif. panggil dokter. Apabila tidak bernafas. Jaga tubuh korban agar tetap hangat dan rileks. Kontak Kulit: Segera cuci dengan air yang banyak selama paling tidak 15 menit. Kontak Mata: Segera cuci dengan air yang banyak selama paling tidak 15 menit Segera hubungi dokter. Menyebabkan iritasi terhadap kulit. kalau tidak maka akan dapat terbentuk paraformaldehid (berupa endapan putih) yang sangat beracun bagi ikan. Streptomisin yang berupa serbuk dapat dicampurkan ke dalam makanan ikan 440 . Berbahaya apabila terhirup atau terserap kulit. Cuci pakaian sebelum digunakan kembali. jaga agar kepala lebih rendah dari pinggul. untuk ikan yang sakit yang akan diobati dengan antibiotika antara lain oxytetracycline. maka akan sangat membantu para pembudidaya ikan untuk mengobati ikan yang sakit. mata dan saluran pernafasan. Bahan ini juga dapat menghasilkan uap beracun.08 pH : 2. keras Kelarutan : sangat larut Berat jenis : 1.Peringatan Formalin sangat berbahaya apabila terkena kulit atau mata. Maka cara pengobatannya dapat dilakukan misalnya saja dengan merendam ikan dalam larutan oksitetrasiklin 5 ppm selama 24 jam. beri nafas buatan. atau air. Pertolongan Pertama: • Terhisap: Pindahkan korban pada udara bersih. formalin dapat bersifat eksplosif (meledak). Dengan mengetahui berbagai macam obat dan bahan kimia yang dapat digunakan dalam melakukan pengobatan. oleh karena itu jangan biarkan botol formalin terbuka di ruang tertutup. Obat-obat antibiotika seperti Kemicitin. merendam ikan dalam larutan kalium permanganate (PK) 10 – 20 ppm selama 30 – 60 menit.

Hal ini dapat berakibat selain bertujuan untuk mengobati ikan sakit. Untuk mengantisipasi kesalahan dalam melakukan pengobatan terhadap ikan yang sakit maka harus dilakukan beberapa persiapan yaitu : 1. jumlah obat yang akan diberikan kepada ikan yang sakit harus tepat jenis. 4. dosis dan benarbenar terukur.jika akan melakukan pengobatan dengan sistem oral. yang dilakukan setelah 12 – 24 jam dari pengobatan pendahuluan. Ikan yang akan diobati sebaiknya harus dipuasakan terlebih dahulu selama 24 jam sebelum diberikan pengobatan. Pengobatan sebaiknya dilakukan pada suhu perairan yang rendah misalnya pada pagi atau sore hari. • Pengobatan pokok. Perlu diketahui bahwa apabila pemakaian antibiotika tidak sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan. Cara lain yang lebih praktis dalam pengobatan penyakit bakteri adalah melalui makanan. dapat memakan 1 mg antibiotika itu per hari.5 sebanyak 1 – 2 ml disuntikkan ke dalam rongga perut (intra abdomincal cavity) untuk setiap berat badan ikan 200 gram. Penyuntikan perlu diulang setiap 2 – 3 hari sampai jangka waktu 2 minggu. Makanan ikan yang akan diberikan dicampur dulu dengan chloromycetin 1 – 2 gram untuk setiap 1 kg pellet. akan tetapi ikan pun dapat terbunuh bila tidak dilakukan metoda. maka lama kelamaan bakteri akan kebal terhadap obat itu. waktu. obat tersebut tidak mempan lagi untuk memberantas jenis bakteri tertentu. Lama pemberian obat ini 2 – 3 minggu. Hal yang harus diperhatikan adalah tetap menjaga kualitas air agar selalu sesuai dengan kebutuhan hidup yang ideal bagi ikan. untuk larutan chloramphenicol (kemicitin) 1 : 1. dosis obat yang tepat. Kalau cara ini berhasil. biasanya dapat terlihat gejala penyembuhan dari hari ke hari. 3. Dosisnya harus diperhitungkan agar setiap 100 gram berat ikan. Hal ini dapat membuat bahan kimia bereaksi dengan wadah yang terbuat dari seng. 2. atau perhitungannya kurang cermat. Wadah yang digunakan untuk melakukan pengobatan ikan harus memakai wadah yang terbuat dari bahan plastik. sering kali pencegahannya sulit dihindari. sehingga bahan kimia yang digunakan juga akan terlarut dalam air. 441 . jangan menggunakan wadah yang terbuat dari seng. 5. Pada daerah yang mengalami wabah penyakit. Sebaiknya dalam melakukan pengobatan dilakukan secara bertahap yaitu : • Pengobatan pendahuluan • Pengobatan pendahuluan merupakan pengobatan awal dimana ikan yang sakit diambil sebagian kecil dan diberi obat dengan jumlah yang sesuai dengan dosis. Oleh karena ikan hidup di air. Akibatnya. Dosisnya. Dalam melakukan pengobatan. Antibiotika juga dapat diberikan dengan disuntikkan. Untuk mengurangi kerugian yang besar biasanya dilakukan pengobatan pada ikan.

Ikan yang terserang penyakit direndam dalam wadah/bak tertentu yang berisi larutan obat selama 5 – 30 menit. Oleh karena ikan terendam pada larutan yang berbahaya maka konsentrasi obat toleransi oleh ikan. Caranya sangat sesuai bila parasit terdapat dalam lapisan kulit yang terlindung. Tujuan dari perendaman yang lama ini adalah memberi kesempatan pada obat untuk memutuskan rantai kehidupan parasit dan konsentrasi obat biasanya sangat rendah sekali sehingga tidak berbahaya bagi ikan. Pengolesan. Umumnya cara ini memerlukan perendaman yang lebih lama dari pada bak (1 jam s/d beberapa hari) dengan bahan kimia.Cara pengobatan yang tidak berakibat fatal bagi ikan adalah sebagai berikut : 1. Perendaman pada bak. Perendaman pada kolam. 442 . Bahan kimia dan obat yang dapat digunakan untuk mengobati ikan pada berbagai penyakit dapat dilihat pada Tabel 8. 2. masih di 3.2. Untuk metoda ini sebaiknya menggunakan bahan kimia yang mudah terurai menjadi netral. Bagian ikan yang sakit diolesi obat dengan menggunakan kapas. Cara ini biasanya digunakan untuk penyakit ikan yang kronis dengan dosis obat yang tinggi. Kemudian ikan segar dikembalikan ke air yang segar. Hal ini memberi kemungkinan lamanya kerja obat untuk membunuh penyakit.

15 ‘ 0. ikan yang sakit akan sembuh.01 ppm 0. pemakaiannya tidak dianjurkan pada ikan yang dikonsumsi.25 ppm 50 ppm 1-1. Dalam 443 . crustacea tingkat rendah dan jamur Perendaman pada kolam • Oxytetrac yclin • Pengobatan white spot Obat hanya dianjurkan untuk pencegah penyakit.15 ppm 200 kg/ha 100 ppm 1 kapsul tiap 10 Kg makanan 50 mg/kg Makanan selama 7 – 10 hari 2 Cacing. Beberapa obat yang dapat dipakai untuk mengobati penyakit bintik putih adalah: Malachyte green.Tabel 8.1 % 100 ppm 20 % 0. Obat ini akan tertinggal dalam jaringan daging atau lemak dan ini berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu. Obat dan bahan kimia yang digunakan pengobatan penyakit ikan. pengobatan diulang setiap 2 hari. dalam 10 hari. Obat ini diberikan sebanyak 1 gram (berupa serbuk) untuk air kolam 10 m2. Sebenarnya pemakaian antibiotik kurang baik pengaruhnya terhadap ikan dan lingkungan.2. NO 1 JENIS PARASIT Protozoa METODA Pengolesan Perendaman pada bak Perendaman pada kolam Pengolesan Perendaman pada bak BAHAN KIMIA/OBAT • • • • • • • • • • • • • • 3 Aeromonas sp dan Pseudomonas sp Perendaman pada kolam Pemberian antibiotic pada makanan • • Formalin NaCl.5%. KMnO4 Rivanol Formalin Formalin Rivanol NaCl KMnO4 NH4OH Formalin NH4Cl Malachite green Ekstrak biji teh Formalin Tetrasiklin • • • • • • • • • • • • • • • • DOSIS 100 ppm 25 % 100 ppm 100 ppm 20 ppm 0.

dan larutan malachite green. untuk dipakai merendam ikan selama 1 jam. Metode perendaman dalam larutan PK 10 . apalagi yang dilakukan cukup lama. yaitu direndam larutan kalium permanganate. lamanya perendaman 1 jam. Ikan yang sakit direndam setiap hari dalam larutan formalin 30% (dalam dosis 1 : 2000). sebelumnya dibuat larutan baku (1 mg serbuk dilarutkan dalam 450 ml air). Untuk merendam ikan. Caranya. Sedangkan untuk mengobati penyakit ikan dengan malachite green. Pengobatan penyakit dari kelompok bakteri ini dapat dilakukan dengan beberapa metode diantaranya adalah : 1. warna insang pucat dan warna tubuh berubah gelap. Ikan dibiarkan di dalam larutan selama 24 jam.60 menit atau PK 3 – 5 ppm selama 12 – 24 jam. Methilene blue. Ikan yang sakit kemudian dimasukkan dalam wadah yang berisi air bersih. dibuat larutan methyl biru dengan konsentrasi 1 % (satu gram metal biru dalam 100 cc air). Agar ikan yang sakit benarbenar sembuh dan terbebas dari parasit. bernafas megapmegap di permukaan air.20 ppm selama 30 . selama 3 – 5 hari berturut-turut. Kemudian didalamnya diberi larutan baku yang sudah dibuat tadi. 1–2 ml larutan baku itu dilarutkan (diencerkan) dalam 1 liter air.15 – 0. Larutan garam dapur sebanyak 30 mg per liter dengan waktu perendaman 1 menit dan dilakukan setiap hari. Cara ini juga dapat menyembuhkan penyakit bintik putih. Dapat juga menggunakan formalin 100 – 200 ppm selama 1 – 3 jam dan perendaman dengan larutan garam dapur (NaCl) 20 ppm selama 1 jam. Dengan larutan Nitrofuran 5 – 10 ppm 444 . Penyakit ikan yang disebabkan oleh jamur dapat diobati dengan tiga cara. kolam harus diaerasi dan ikan diberi makanan yang cukup baik. Formalin. Ikan direndam dalam larutan kalium permanganate 1 gram per 100 liter. Pengobatan bakteri Ikan yang terserang penyakit ini akan bergerak lambat. selama 60 – 90 menit. Garam dapur.70 ppm. Juga terdapat bercak-bercak merah pada bagian luar tubuhnya dan kerusakan pada insang dan kulit.pengobatan cara ini. Ikan direndam dalam larutan garam dapur (10 gram per liter) selama 1 menit. Pengobatan diulang sampai tiga hari berturut-turut. Selain itu juga dapat dilakukan dengan perendaman selama 24 jam tetapi dosisnya dikurangi menjadi 0. larutan garam dapur. pengobatan dilakukan berulang-ulang selama tiga kali dengan selang waktu sehari. Pengobatan jamur Ikan yang terserang penyakit ini tubuhnya ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas dan dapat menyerang telur sehingga menghambat pernafasan yang dapat mengakibatkan kematian.

dapat memakan 1 mg antibiotika itu per hari. Penyuntikan perlu diulang setiap 2 – 3 hari sampai jangka waktu 2 minggu. 3. Streptomisin yang berupa serbuk. Dosisnya harus diperhitungkan agar setiap 100 gram berat ikan. Dosis penyuntikan antibiotik larutan chloramphenicol (kemicitin) 1 : 1. Kalau cara ini berhasil. Lama pemberian obat ini 2 – 3 minggu. 445 . Kanamysine sebanyak 20 – 40 mg/kg ikan dan Streptomysin sebanyak 20 – 60 mg/kg ikan. tetrasiklin / kemisitin/Chloramphenikol 250 mg dalam 500 liter air selama 2 jam dan dilakukan setiap hari selama 3 – 5 hari. Obat-obat antibiotika seperti Kemicitin. Metoda oral yaitu dengan pemberian pakan yang dicampur dengan antibiotik misalnya oksitetrasiklin sebanyak 50 mg/kg ikan diberikan setiap hari selama 7 – 10 hari. Insang yang dirusaknya akan menjadi luka dan menimbulkan pendarahan yang akan mengakibatkan terganggunya pernafasan ikan. Pengobatan Trematoda Pada ikan budidaya salah satu jenis parasit dari kelompok Trematoda yaitu Dactylogyrus dan Gyrodactylus biasa menyerang ikan pada bagian insang dan kulit.5 sebanyak 1 – 2 ml disuntikkan ke dalam rongga perut (intra abdomincal cavity) untuk setiap berat badan ikan 200 gram. dicampurkan ke dalam makanan ikan. Pada ikan besar.selama 24 jam dan dengan larutan antibiotik oksitetrasiklin 5 ppm selama 24 jam. biasanya dapat terlihat gejala penyembuhan dari hari ke hari. Pengobatan yang dapat dilakukan dengan metode perendaman dalam larutan formalin teknis (formalin 40%) sebanyak 250 ml dalam 1 m3 selama 15 menit atau dengan larutan Methylene Blue 3 ppm selama 24 jam dan larutan Malachite Green 2 – 3 ppm selama 30 – 60 menit. Tetrasiklin. pengobatan dapat dilakukan dengan metode penyuntikan menggunakan antibiotik oksitetrasiklin sebanyak 20 – 40 mg/kg ikan. 2.

BAB. serta pemasar dan konsep. pemasaran merupakan tindakan yang bertalian dengan pergerakan barang-barang atau jasa dari produsen ke tangan atau pihak konsumen. Berdasarkan defenisi tersebut diketahui bahwa pemasaran sangat diperlukan untuk mentransfer antara produsen dan konsumen. Permintaan hasil produksi budidaya merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat produksi. Menurut Hanafiah dan Saefuddin (1986). maka dengan demikian pemasaran termasuk tindakan atau usaha yang produktif. Pemasaran merupakan kegiatan yang bertalian dengan penciptaan atau penambahan kegunaan dari barang atau jasa. PENGERTIAN PEMASARAN Untuk menentukan jumlah produksi ikan yang akan dibudidayakan pada suatu usaha budidaya ikan diperlukan data tentang permintaan hasil produksi tersebut. Keberhasilan usaha budidaya ikan ini sangat ditentukan oleh pemasaran (marketing) hasil produksi. dan permintaan (demands). pasar. Produksi yang tinggi dengan nilai jual yang tinggi sangat diharapkan oleh para pembudidaya. umpamanya ikan jambal siam (Pangasius succi) harganya mahal bila bukan pada musimnya dan nilainya bisa sangat 446 . nilai. kegunaan waktu. dan kegunaan kepemilikan. hubungan dan jaringan. biaya dan kepuasan. Proses tersebut terjadi karena adanya kebutuhan (needs). menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain. Kegunaan yang diciptakan oleh kegiatan pemasaran adalah kegunaan tempat. pertukaran dan transaksi. keinginan (wants). IX. PEMASARAN 9.1. produk. Pemasaran menurut Kotler (1997) didefinisikan sebagai proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan. Kegunaan waktu berarti bahwa barang-barang mempunyai faedah (manfaat) atau nilai (harga) yang lebih besar (tinggi) setelah terjadi perubahan waktu. oleh karena itu maka terlebih dahulu kita harus mengenal konsep dan ruang lingkup pemasaran.

umpamanya ikan mas (Cyprinus carpio) yang dihasilkan di Cianjur akan mempunyai kegunaan lebih besar (harganya mahal) bila dipindahkan atau di bawa ke Jakarta sebagai daerah konsumen. diantaranya sebagai berikut : 1.2. dan proses penyebaran (dispersi). Proses konsentrasi merupakan tahap pertama dari aliran barang atau jasa yang dihasilkan dalam jumlah kecil dikumpulkan menjadi jumlah yang lebih besar. dimana barang-barang atau jasa yang terkumpul disebarkan ke arah konsumen. Equalisasi merupakan proses tahap kedua dari aliran barang atau jasa. tingkat harga. kegiatan ini berlangsung antara proses konsentrasi dengan proses dispersi. waktu. pemasaran hasil perikanan mempunyai sejumlah ciri. CIRI-CIRI PEMASARAN HASIL PERIKANAN Menurut Hanafiah dan Saefuddin (1986). umpamanya ikan nila (Tilapia nilotica) mempunyai kegunaan (faedah) yang lebih tinggi bila berada atau dimiliki oleh si A dibandingkan apabila berada pada si B. Dengan memahami pengertian dari pemasaran ini maka proses produksi budidaya ikan sebaiknya mengacu pada aspek pasar. proses equalisasi ini merupakan tindakan-tindakan penyesuaian permintaan dan penawaran berdasarkan tempat. Kegunaan kepemilikan berarti bahwa barang-barang atau jasa mempunyai faedah (manfaat) atau nilai (harga) yang lebih besar (tinggi) karena beralihnya hak milik atas barang. 9.murah bila pada musimnya. Proses dispersi merupakan tahap ketiga atau tahap terakhir dari aliran barang atau jasa. Sebagian besar dari hasil perikanan berupa bahan makanan yang dipasarkan diserap oleh konsumen akhir secara relatif stabil sepanjang 447 . maka proses pengaliran barang dari produsen ke konsumen tersebut meliputi proses pengumpulan (konsentrasi). proses pengimbangan (equalisasi). Pemasaran merupakan tindakan atau kegiatan yang berhubungan dengan pergerakan barang atau jasa dari produsen sampai konsumen. ikan bandeng pada hari raya suku tertentu harganya sangat tinggi karena banyaknya permintaan sedangkan produksi tetap sehingga harga jual menjadi mahal. jumlah dan kualitas. waktu atau musim. Aspek pasar ini akan menentukan kapasitas produksi hasil perikanan berdasarkan komoditas perikanan yang akan diusahakan dan bagaimana sistem pemasaran yang akan diterapkan. Kegunaan tempat berarti bahwa barang-barang atau jasa mempunyai faedah (manfaat) atau nilai (harga) yang lebih besar (tinggi) karena perubahan tempat. Permintaan terhadap komoditas perikanan ini meliputi jumlah ikan yang akan diproduksi yaitu volume atau biomassa. agar dapat disalurkan ke pasar-pasar eceran secara lebih efisien.

Barangbarang konsumsi adalah produk perikanan yang langsung 448 . barang-barang hasil perikanan dapat digolongkan ke dalam : barang-barang konsumsi dan bahan-bahan mentah. Saluran pemasaran hasil perikanan pada umumnya terdiri dari : produsen (petani ikan).2. Barang-barang perikanan mempunyai ciri yang dapat mempengaruhi atau menimbulkan masalah dalam pemasaran. Produksi ikan juga dilakukan oleh petani ikan terpencar-pencar dengan ukurannya yang kecil-kecil. Pada umumnya pedagang pengumpul memberi kredit (advanced payment) kepada produen (petani ikan) sebagai ikatan atau jaminan untuk dapat memperoleh bagian terbesar dari hasil perikanan dalam waktu tertentu. dan penyebaran. pengangkutan. skala produksi kecil-kecil. Konsumsi hasil perikanan berupa bahan makanan relatif stabil sepanjang tahun. 5. grosir (wholesaler). pengimbangan. sehingga dapat menimbulkan beban musiman (peak load) dalam pembiayaan. dipergunakan oleh konsumen akhir dalam bentuk yang sama saat meninggalkan produsen. dan konsumen (industri pengolahan atau konsumen akhir). berlangsung dalam ukuran kecilkecil (small scale) dan daerah terpencar-pencar. 2. Produksinya musiman. sedangkan untuk komoditas tertentu produksinya kadang bersifat musiman dan jumlahnya tidak tentu karena pengaruh cuaca. sehingga menimbulkan masalah Menurut Hanafiah dan Saefuddin (1986). pedagang perantara sebagai pengumpul. Pergerakan hasil perikanan berupa bahan makanan dari produsen sampai konsumen pada umumnya meliputi prosesproses pengumpulan. Sedangkan bahan-bahan mentah adalah produk perikanan yang dipergunakan oleh pabrik atau pengolah (processor) untuk dijadikan atau menghasilkan barang baru. pedagang eceran. 3. tahun. dan produksinya musiman. dimana proses pengumpulan merupakan proses yang terpenting. penyimpanan. Ciri-ciri tersebut antara lain adalah sebagai berikut : 1. Produksi ikan tertentu dapat berlangsung secara musiman. Kedudukan terpenting dalam pemasaran hasil perikanan terletak pada pedagang pengumpul karena berhubungan dengan fungsinya sebagai pengumpul dari daerah produksi yang terpencar-pencar. 4. dan penjualan. sehingga memerlukan lembagalembaga dan fasilitas-fasilitas pemasaran yang dapat menghimpun hasil perikanan tersebut agar menjadi jumlah yang lebih besar guna diangkut ke pusat-pusat konsumsi dan pusat-pusat pengolahan (processing) agar lebih efisien. sedangkan penawarannya sangat tergantung kepada produksi yang sangat dipengaruhi oleh iklim.

Memperkirakan kesanggupan penjualan (estimating potentials of sales). Usaha ini memerlukan biaya tambahan dan demikian dapat meningkatkan biaya pemasaran. karena sangat tergantung dengan keadaan cuaca. peti dingin). akibatnya menyebabkan perubahan harga. Penelitian pasar dipusatkan kepada barangbarang yang akan dijual. seperti penyimpanan perlu dilakukan di tempat-tempat atau ruangan dingin (kamar dingin. Penelitian ini akan dihubungkan dengan persoalan tentang rencana produksi. pengaruh 449 . bagaimana pengaruh harga terhadap permintaan. Jumlah atau kualitas hasil perikanan dapat berubah-ubah. Dengan berbagai ciri khas dari produk hasil perikanan tersebut maka dalam memasarkan hasil perikanan ada dalam beberapa bentuk antara lain adalah bentuk segar yaitu bentuk asli dari hasil produksi budidaya ikan. enzimatis. Penelitian pasar dan perencanaan. Variasi demikian dapat mengakibatkan tidak terorganisirnya pasar. Barang hasil perikanan berupa bahan makanan mempunyai sifat cepat atau mudah rusak (perishable). ruangan dingin. Karena barangbarang hasil perikanan merupakan organisme hidup. 9. Masalah ini membutuhkan usaha perawatan khusus dalam proses pemasaran guna mempertahankan mutu. adalah sebagai berikut : 1. berbagai kegiatan perlu dilalui sebelum memasarkan suatu produk.3. antara lain harga dari macam-macam barang. 2. sehingga mudah atau cepat mengalami kerusakan atau pembusukan akibat dari kegiatan bakteri. kebiasaan dan motif pembelian dari konsumen. dengan maksud untuk menemukan barang apa yang diinginkan oleh konsumen. 3. kualitas barang. dan oksidasi. 4.dalam penyimpanan dan pembiayaan. pengangkutan perlu dilengkapi dengan alat atau mesin pendingin. menambah ongkos penyimpanan dan sukar dalam grading. Kegiatan-kegiatan tersebut menurut Hanafiah dan Saefuddin (1986). produk setengah jadi yaitu produksi hasil perikanan dalam bentuk pengolahan sederhana seperti ikan asin atau produk hasil perikanan dipasarkan dalam bentuk sudah diolah lebih tinggi telah mengalami perubahan bentuk dari aslinya seperti dibuat menjadi sarden atau produk lainnya. Dalam hal ini harus diperhitungkan pendapatan konsumen serta cara-cara bagaimana pendapatan konsumen tersebut dibelanjakannya. PERENCANAAN DAN TARGET PENJUALAN Pemasaran akan berhasil dengan baik apabila direncanakan terlebih dahulu. Perubahan tersebut dapat mnimbulkan fluktuasi harga sebagai akibat perubahan dari kondisi penawaran.

Selain itu perencanaan biaya pemasaran ini sebagai bahan 450 . maka perlu direncanakan terlebih dahulu kebutuhan biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya pemasaran. Kegiatan penjualan dikatakan sudah selesai apabila pihak pembeli sudah menerima barang dari pihak penjual dan memilikinya. pihak penjual harus mencari pembeli di pasar tersebut. Penentuan syarat-syarat penjualan. diantaranya : • menetapkan pasar. Pemilihan saluran distribusi. • cara-cara pembayaran misalnya potongan harga dan kredit.4. memberi contoh barang untuk dicoba secara Cuma-cuma. Pemilihan saluran distribusi merupakan sebagian daripada perencanaan fungsi-fungsi penjualan yang juga mencakup pengambilan keputusan dengan memperhatikan macam distribusi mana yang paling efektif. ESTIMASI HARGA JUAL Agar pemasaran dapat berjalan dengan lancar. ataukah langsung menjual kepada konsumen akhir dari rumah ke rumah. 3. • menciptakan permintaan konsumen potensial misalnya melalui reklame. 9. dimana para pembeli berada dan bagaimana kebutuhannya • membuat kontak dengan pembeli potensial tersebut dan mengembangkan serta memelihara hubungannya. Membuat kontak dengan pembeli. dan • hal-hal lain yang ada hubungannya dengan penjualan. Apakah produsen menjual barangnya langsung kepada pedagang eceran ataukah menjual melalui berbagai perantara. 5. Pemindahan hak milik atas barang. melalui pos. tetapi pemindahan hak milik ini harus disertai dengan penerimaan barang-barang oleh pihak pembeli sesuai dengan kontrak pembelian. Kegiatan ini meliputi penetapan syarat-syarat dan kondisi-kondisi penjualan yang meliputi : • syarat-syarat pengiriman misalnya waktu penyerahan dan pembayaran ongkos angkutan. • kualitas serta kuantitas barang yang dijual. 6. apakah barangnya akan dijual di daerah geografis luas atau sempit • setelah menetapkan pasar. 4. Pemindahan hak milik atas barang dari pihak penjual kepada pihak pembeli merupakan suatu langkah yang diperlukan dan yang resmi di dalam penjualan barang-barang.persaingan dan penilaian terhadap akibat-akibat karena adanya perubahan-perubahan penjualan di dalam keadaankeadaan perdagangan pada umumnya. Kegiatan membuat kontak dengan pembeli meliputi berbagai kegiatan.

hal ini berarti menggunakan modal uang orang lain yang nantinya harus dikembalikan berikut bunganya. Koperasi. Kredit dapat diperoleh dari pihak swasta (perorangan). 2. atau Organisasi Sosial. Kredit pasar yang dikenal sebagai ”utang mindering” (karena pelunasannya secara cicilan. tengkulak) dengan harga yang ditentukan oleh pihak pemberi kredit. Oleh karena itu penggunaan kredit oleh petani ikan semakin penting untuk melakukan proses produksi 451 . Ketiga aspek masalah kredit seperti diuraikan di atas telah menempatkan petani ikan bermodal kecil pada bargaining position sangat lemah. Pembiayaan bisa saja berasal dari kredit. dan kegiatankegiatan peragaan. Ketiga aspek dimaksud adalah : 1. Pedagang eceran harus juga mengeluarkan biaya untuk kegiatan penjualannya dan dalam beberapa hal untuk pembelian oleh pelanggan di tingkat eceran. sarana dan prasarana pengangkutan. Hasil produksi harus segera dijual kepada pemberi kredit (pedagang pengumpul) tanpa dapat ditahan sementara waktu untuk menunggu harga lebih baik. storage plan. Kredit dari pihak swasta (para pelepas uang. Petani ikan juga perlu modal atau kredit untuk fase selama memiliki barang dan menunggu penjualan atau pembayaran. Pembiayaan dan menanggung risiko merupakan fungsi umum dan penyerta dari semua kegiatan pemasaran. pedagang pengumpul atau tengkulak) telah menimbulkan tiga aspek masalah kredit dalam pemasaran hasil perikanan. ”midering”). 3. harus juga membiayai fasilitas-fasilitas pemasaran yang terikat padanya seperti processing plan. sebaliknya sistem kredit seperti ini menempatkan pedagang pengumpul dan pelepas uang pada posisi sangat menguntungkan. Bank Desa. bunga tersebut bisa sampai 120 bahkan 150% per tahun. Bank Komersial. Bank Pemerintah. Karena tanpa memberi kesempatan kepada petani ikan untuk memilih pedagang dan harga yang lebih menguntungkan. Oleh karena itu barang-barang tidak dapat melalui semua sistem pemasaran tanpa didukung oleh pembiayaan. bahkan mempunyai aplikasi penting dalam bidang pemasaran.pertimbangan juga dalam hal nilai atau harga barang yang akan dijual. pembiayaan pemasaran berarti mencari dan mengurus modal uang yang berkaitan dengan transaksi-transaksi dalam arus barang dari sektor produksi sampai sektor konsumsi. Petani ikan wajib menjual hasil produksinya kepada pemberi kredit (pelepas uang. Menurut Hanafiah dan Saefuddin (1986). Tingkat bunga (interest rate) sangat tinggi. Pemilik barang pada setiap tingkat pasar (stage of distribution) harus mengorbankan modal yang dimilikinya atau harus meminjam modal dari sumber lainnya (kredit). Pedagang besar (wholesaler) di samping membiayai stock yang dimilikinya.

penyimpanan. konsekuensinya akan berpengaruh terhadap harga eceran (harga yang harus dibayarkan oleh konsumen). biaya pengolahan. Sebaiknya jumlah kredit juga mempertimbangkan jangka waktu proses produksi dan proses penyaluran barang. antara lain : pengangkutan. Analisa Biaya dan Margin Perpindahan barang dari produsen ke konsumen akhir kadang-kadang memerlukan waktu cukup lama. waktu kerja. dan lain-lain. maka disebut mark-up. Konsep Biaya Pemasaran Biaya pemasaran ini mencakup jumlah biaya yang dikeluarkan oleh produsen (petani ikan) untuk keperluan pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan penjualan hasil produksinya dan jumlah biaya yang dikeluarkan oleh lembaga pemasaran (badan perantara) serta laba (profit) yang diterima oleh badan yang bersangkutan. Maka dengan demikian petani ikan perlu merencanakan terlebih dahulu semua kebutuhan biaya dengan seksama agar penggunaan modal terutama modal hasil pinjaman dapat digunakan lebih efisien. grading. Pembiayaan merupakan fungsi pemasaran yang mutlak diperlukan dalam menangani sistem pemasaran. Biaya pemasaran suatu produk biasanya diukur secara kasar dengan margin.terlebih dahulu sesuai permintaan konsumen. risiko. dan lain-lain. sehingga memungkinkan timbulnya berbagai risiko yang perlu ditangani dan berhubungan dengan masalah biaya pemasaran yang harus dikeluarkan. Margin adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyatakan perbedaan harga yang dibayar kepada penjual pertama (produsen) dan harga yang dibayarkan oleh pembeli akhir (konsumen). Analisa Biaya Pemasaran 1. biaya pengangkutan. sampai barang tersebut dijual kepada konsumen akhir. Apabila margin dinyatakan dalam persentase. seperti : biaya grading. Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya pemasaran tersebut. kerusakan. yaitu suatu persentase margin (margin dalam bentuk persentase) yag dihitung atas dasar harga pokok penjualan (cost of goods sold) atau atas dasar harga penjualan eceran suatu produk. Metode yang dapat dipakai untuk menghitung perbedaan harga yang diterima oleh produsen dengan harga yang dikeluarkan oleh konsumen (marketing margin). Sehubungan dengan itu maka harus ada lembaga pemasaran yang menyediakan biaya untuk seluruh kegiatan fungsi pemasaran tersebut. nilai 452 . yaitu : • Marketing margin dapat dihitung dengan memilih sejumlah barang tertentu yang diperdagangkan dan mencatatnya sejak dari produsen sampai ke konsumen akhir sistem pemasaran • Marketing margin dapat dihitung dengan mencatat nilai penjualan (gross money sale).

Masalah pola saluran pemasaran ini. Untuk menentukan saluran mana yang memberikan keuntungan maksimum. termasuk pemasaran di bidang perikanan terdapat dua pihak yang perlu duhubungkan satu sama lain selama proses penyaluran barang. Ada saluran pemasaran yang melibatkan banyak lembaga pemasaran sehingga salurannya menjadi panjang. maka average gross margin (AGM) dari tiap marketing agency dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Ps . dan biaya transfer bagi barang tersebut. bukan semata-mata terletak pada panjang pendeknya saluran pemasaran. maka dapat digunakan analisis Reactive Programming. Untuk memudahkan analisa pemasaran antar regional dengan asumsi bahwa jumlah produksi yang dihasilkan di daerah produksi sama dengan jumlah yang diminta di daerah konsumsi. harga di daerah konsumsi. yaitu pihak produsen di satu pihak dan pihak konsumen di lain pihak. Analisa Reactive Programming didasarkan kepada analisa regional daerah produksi dan daerah konsumsi. ada juga saluran pemasaran yang hanya melibatkan sedikit lembaga pemasaran sehingga salurannya menjadi pendek. maka marketing margin dari keseluruhan saluran pemasaran dapat diketahui.pembelian (gross money purchase) dan volume barang dari setiap lembaga pemasaran (marketing agency) yang terlibat pada saluran pemasaran. yang ditunjukkan oleh besarnya penerimaan bersih dari kegiatan pemasaran tersebut. 2. nilai pembelian (Pb). Hubungan antara daerah produksi dan konsumsi biaya transfer per unit barang dari masingmasing saluran antar kedua daerah tersebut. Dengan demikian saluran pemasaran antara daerah produksi (i) dan daerah konsumsi (j) hanya dapat aktif selama keadaan : Hj > Hi + BTij 453 . dan volume barang (V).Pb AGM = V Dengan menetapkan suatu saluran pemasaran tertentu dan mencari average gross margin dari pedagang yang mengambil bagian dalam saluran tersebut. Proses penyaluran barang oleh produsen atau lembaga pemasaran sebetulnya bisa lebih dari satu saluran/pola pemasaran. yaitu : nilai pemasaran (Ps). tetapi saluran mana yang memberikan tingkat efisiensi yang paling tinggi. Analisis Reactive Programming Dalam pemasaran. dimana masing-masing pola itu mungkin akan melibatkan lembaga pemasaran yang tidak sama. yang kaitannya sangat erat dengan masalah biaya transfer. Dengan ketiga unsur tersebut. Untuk menentukan pola pemasaran yang optimum antara kedua daerah itu harus diketahui harga di daerah produksi.

penjualan melalui penggambaran (description). Penjualan dengan atau melalui contoh adalah penjualan karena berdasarkan kepada prinsip-prinsip standarisasi. sasaran penjualan adalah mengalihkan barang kepada pihak pembeli dengan harga yang memuaskan (Hanafiah dan Saefuddin. Pada dasarnya kegiatan penjualan dapat dilaksanakan sebagai berikut : penjualan melalui inspeksi (pengawasan. jadi contoh ini akan merupakan wakil untuk semua unit barang yang akan dijual. SISTEM PENJUALAN Kegiatan penjualan merupakan salah satu fungsi pemasaran yang termasuk kelompok fungsi pertukaran.5. • adanya sifat cepat rusak yang tinggi dari barang. atau penjualan melalui kombinasi dari ketiga penjualan tersebut. dimana : • tidak adanya standarisasi terhadap barang. sehingga cukup dengan contoh saja dari barang yang diperdagangkan yang dilihat atau diteliti oleh pembeli. penjualan melalui contoh (sample). • suatu cara memamerkan barangbarang yang akan mendorong sejumlah pembelian yang terjadi saat bersamaan. Penjualan dengan penggambaran terjadi karena ada anggapan bahwa barang-barang akan bisa digunakan sedemikian rupa di dalam katalogkatalog. • tingkat pembelian yang sangat cepat sehingga lalu lintas langganan dan tingkat penjualan akan terganggu. Penjualan dengan cara ini terjadi karena adanya sifat-sifat barang tersebut dan situasi pemasarannya. sehingga tidak ada satu unit barang pun perlu ada pada waktu penjualan diselesaikan.Selain itu satu daerah produksi (i) akan menyalurkan barang ke daerah konsumsi (j) dan (k) apabila : Hk – BTij = Hj – BTik Dimana : Hi = harga barang di produksi (i) Hj = harga barang di konsumsi (j) Hk = harga barang di konsumsi (k) BTij = biaya transport daerah produksi konsumsi (j) BTik = biaya transport daerah produksi konsumsi (k) daerah daerah daerah antara (i) dan antara (i) dan 9. pemeriksaan). Penjualan pengawasan (inspection) melalui/dengan atau pemeriksaan maksudnya adalah adanya ijin dari para penjual kepada pembeli untuk memeriksa dan meneliti semua barang sebelum pembeli memilih apa yang dibelinya. dan • adanya tekanan kepada tingkat pelayanan sendiri yang tinggi oleh pembeli-pembelinya atau wakil-wakil dari pembeli. 1986). Contoh penjualan barang seperti ini adalah penjualan barang yang dilakukan melalui pos (mail order selling) dan 454 .

6. Iklan merupakan alat komunikasi masal dan dapat diulangi dengan biaya yang relatif rendah. STRATEGI PROMOSI Suatu usaha untuk menarik perhatian pembeli dengan tujuan meningkatkan volume penjualan disebut “promosi penjualan”. Para pembeli dapat memeriksa contoh dalam kemasan-kemasan dari semua barang yang diperdagangkan. melalui pemasangan (advertising). iklan 9. Pada penjualan seperti ini tersedianya contoh (sample) yang mewakili semua barang yang diperdagangkan dan daftar penawaran (cataloque) dari sebagian barang yang dijual yang dibuat setiap hari. selling by inspection. gambargambar. Berbeda dengan produk industri (pabrik) yang mana kualitas dapat dikontrol. • Perishability dari produk Sifat ini mempersulit reklame (iklan). dari tahun ke tahun bahkan dari suatu usaha ke usaha yang lain. terutama untuk barang-barang konsumsi. Namun program iklan untuk hasil perikanan dibatasi beberapa hal. Penjualan dengan cara ini hanya akan berhasil baik. dari musim ke musim. sebagai berikut: • Kualitas produk bervariasi luas Rata-rata kualitas produk bervariasi dari hari ke hari. Iklan ini dapat berupa kata-kata tertulis. sehingga manfaat daripada kegiatan promosi sangat kecil dibandingkan dengan produk yang permintaannya elastis.penjualan barang yang dilakukan untuk masa yang akan datang (future trading). Penjualan kombinasi antara selling by sample. karena perubahan dalam kualitas maupun tersedianya produk (availability) • Kesukaran dalam mempertahankan keseragaman produk dan pengepakannya Karena produk perikanan dihasilkan oleh banyak usaha perikanan yang skala kecil (small scale) dan secara geografis terpencar • Elastisitas dari berbagai produk Permintaan untuk kebanyakan hasil perikanan inelastis. sehingga dengan demikian pembeli tidak perlu memeriksa barangbarang untuk memuaskan pilihannya. atau dengan cara tidak langsung yaitu Iklan merupakan elemen penting dalam program penjualan. Promosi penjualan hasil perikanan dapat dilakukan secara langsung yaitu dengan cara menghubungi atau mengunjungi para pembeli (calon pembeli) secara langsung. tercetak atau diucapkan. dan selling by description telah menjadi biasa di dalam perdagangan yang modern. diagram-diagram dan simbol-simbol. Penjualan dengan cara ini hanya mungkin dilakukan karena adanya perkembangan standarisasi dan perbaikan mutu bersama-sama dengan perkembangan di dalam proses komunikasi. 455 . jika adanya syarat kebebasan dalam mengadakan kebijakan garansi terhadap barang-barang. sehingga hasilnya relatif seragam.

bahan pembuatan pakan 6. Membantu mengenal dan memahami keadaan target pemasaran 4. tahap mencari kemungkinan pemecahan masalah. Hama dan penyakit ikan. karena riset pemasaran merupakan kunci keberhasilan pemasaran. sumber air yang dapat digunakan. varietas ikan. termasuk untuk memecahkan masalah-masalah pemasaran (Converse. Jenis ikan. tahap mengukur kemungkinan pemecahan masalah. antara lain : 1. bonus 4. Sehingga dengan demikian riset pemasaran akan banyak membantu untuk : 1. dan sebagainya. 1985). Kualitas air yang baik. yaitu : tahap merumuskan masalah. Mengembangkan kombinasi pemasaran Riset pemasaran sangat penting untuk pengambilan keputusan. dan janji tidak akan kecewa setelah menandatangani pesanan. harga grosir. Teknis budidaya Riset pemasaran sangat penting dilakukan. Mengantisipasi peluang-peluang pasar 3. Harga ikan per ekor. asal ikan. umur ikan. nama dagang. dan cara pergantian air 3. karena keputusan dimulai dari analisa permasalahan melalui beberapa tahapan. Jenis pakan. Sedangkan pendekatan yang beroreientasi pada pelanggan adalah pendekatan yang berupaya agar penjualan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan. Huegy and Mitchell. 2. Dalam melatih tenaga penjual ini ada 2 (dua) macam pendekatan. sehingga mereka terpengaruh oleh presentasi yang rapi dan sikap manis. Pendekatan yang berorientasi pada penjualan ini beranggapan bahwa pelanggan tidak akan membeli kecuali bila ditekan. nama daerah. harga pakan. Pengertian riset pemasaran adalah suatu riset yang ditujukan untuk mengumpulkan data yang akan digunakan untuk menentukan kebijakan pemasaran (marketing policies) dan rencana usaha. besar maksimal. dan tahap memutuskan kemungkinan pemecahan masalah yang paling baik.Menyiapkan Tenaga Penjualan Semua pendekatan penjualan adalah mencoba mengubah seorang tenaga penjual yang asalnya hanya pencatat pesanan yang pasif menjadi pencari pesanan yang aktif. Mengidentifikasi masalahmasalah dalam pemasaran 2. nama ilmiah. 456 . Adapun tujuan riset pemasaran adalah untuk menaksir permintaan efektif (demand efektive) dan permintaan potensial (demand potensial) dari suatu produk. jenis kelamin. 5. yaitu : pendekatan yang berorientasi pada penjualan dan pendekatan yang berorientasi pada pelanggan. Beberapa hal yang harus dikuasai oleh tenaga penjual ikan. pengendalian dan pengobatannya.

Ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam metoda survey. Metode survey merupakan metode yang paling sering digunakan dan juga paling produktif. dan kemungkinan di masa yang akan datang. segi penawaran. yaitu : pendahuluan. Sedangkan observasi pasar meliputi segi permintaan. Prosedur riset pemasaran pada dasarnya dibedakan dalam 3 (tiga) tahap. Tahap perencanaan dan pelaksanaan terdiri dari 2 (dua) langkah. personal interview. Sedangkan observasi pasar adalah suatu bagian dari penyelidikan pasar yang bertugas mempelajari gerakan dan perubahan yang terdapat di daerah penjualan. sekarang. historis. yaitu : perencanaan penelitian formal dan pengumpulan data. Beberapa metode yang dapat digunakan dalam riset pemasaran. pendapatan. dan hasil dan rekomendasi. 457 . situasi ekonomi. dan perumusan masalah. walaupun kadangkadang tetap memerlukan instuisi dari hasil pengalaman-pengalaman masa lalu. Analisa pasar ini meliputi penyelidikan pasar mengenai analisa permintaan. penelitian informal. yaitu : survey. persaingan teknologi baru. Kemudian didorong lagi oleh perubahan penduduk. masing-masing mempunyai pilihan yang berbeda terhadap barang yang ditawarkan. Manusia sebagai pembeli yang sifatnya dinamis dan mempunyai karakter yang berbeda-beda. serta tidak memerlukan pemecahan segera sebaiknya diselesaikan dengan fakta. bukan insidentil. dan segi pergerakan atau perubahan dalam distribusi. dan sebagainya. Analisa pasar adalah penyelidikan keadaan pasar pada suatu saat tertentu. dan percobaan. Untuk masalah-masalah kecil. kesimpulan dan rekomendasi. observasi. yaitu : tabulasi dan analisa. telephone survey. yaitu : mail survey. insidentil. interpretasi hasil. Kesemuanya itu sematamata karena pertimbangan biaya dan waktu merupakan pembatasan utama. yaitu : analisa pasar dan observasi pasar. Jadi pada saat ini keputusan tidak hanya dapat diambil berdasarkan intuisi dan pengalaman saja. Pentingnya riset pemasaran ini makin terasa karena pemasaran bersifat komplek dan dinamis. Riset pemasaran dibagi dalam 2 (dua) bagian. serta penyusunan laporan. perencanaan dan pelaksanaan penelitian.Tahap-tahap tersebut di atas dapat diselesaikan dengan intuisi atau dengan fakta atau dengan keduanya. dan panel. Tahap pendahuluan terdiri dari 3 (tiga) langkah. dan analisa produk yang di bawa ke pasar. analisa penawaran. Sedangkan tahap hasil dan rekomendasi terdiri dari 4 (empat) langkah. Sebaliknya untuk masalahmasalah besar. yaitu : analisa situasi. dan masalah yang perlu pemecahan segera bisa dengan intuisi. Oleh karena itu riset pemasaran akan berhasil dengan baik apabila metode yang diterapkan baik dan tepat. tetapi harus ditunjang dengan fakta yang cukup tentang keadaan yang lalu.

antara lain : keadaan persaingan. Walaupun dalam hal ini ada risiko. Juga perubahanperubahan politik. Perubahan-perubahan tersebut dapat mempengaruhi kegiatan bisnis yang sulit diduga sebelumnya. 4. seperti : perubahan susunan keanggotaan DPR. namun dengan metode observasi ini lebih banyak waktu yang dibutuhkan. Keuntungan metode ini adalah lebih obyektif dan lebih akurat dibandingkan dengan metode survey. kelainankelainan pada masa lalu. perubahan atau pergantian pejabat. 2. atau politik moneter. dengan maksud untuk dapat melihat perbandingan-perbandingan. Sumber Daya Alam Dalam beberapa hal sumber daya alam juga sulit diramalkan kapan berkurang atau kapan ditemukan sumber daya alam baru. seperti : naik turunnya suku bunga. Perkembangan Teknologi Kemunculan teknologi baru yang akan memperbaiki proses produksi. misalnya : reklame promosi penjualan untuk mendeterminasi harga-harga dan produk-produk dan pembungkus baru. Oleh karena itu sebaiknya selalu perbaikan mutu dijadikan sebagai kegiatan yang selalu harus diperhatikan walaupun tidak atau belum ada saingan. 1. persamaan-persamaan. sehingga perlu pertimbangan yang matang. perkembangan teknologi. Metode historis ini sering dilakukan untuk keprluan : pengukuran potensi pasar.Metode historis merupakan metode pengumpulan data yang telah lalu. 3. pembatasan kredit. sumber daya alam. untuk dapat digunakan memprediksi atau meramalkan masa sekarang dan masa yang akan datang. apalagi bila harus menunggu sampai terjadinya feno