Gusrina BUDIDAYA IKAN untuk SMK

untuk Sekolah Menengah Kejuruan

Gusrina

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Gusrina

BUDAYA IKAN
Untuk SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

i

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

BUDIDAYA IKAN
Untuk SMK
Penulis Ilustrasi, Tata Letak Perancang Kulit : Gusrina : :

Ukuran Buku

:

410 GUS b

GUSRINA Budidaya Ikan untuk SMK /oleh Gusrina. ---- Jakarta:Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008

ii

KATA SAMBUTAN Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan. Jakarta, Direktur Pembinaan SMK

iii

KATA PENGANTAR Buku Budidaya Ikan merupakan salah satu judul buku teks kejuruan yang akan digunakan oleh para pendidik dan peserta didik SMK dan lembaga pendidikan dan pelatihan lainnya. Buku teks kejuruan dalam bidang budidaya ikan saat ini belum banyak dibuat, yang beredar saat ini kebanyakan bukubuku praktis tentang beberapa komoditas budidaya ikan. Buku Budidaya Ikan secara menyeluruh yang beredar dimasyarakat saat ini belum memenuhi kebutuhan sebagai bahan ajar bagi siswa SMK yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMK. Dengan melakukan budidaya ikan maka keberadaan ikan sebagai bahan pangan bagi masyarakat akan berkesinambungan dan tidak akan punah. Pada buku ini akan dibahas beberapa bab yang dapat digunakan sebagai dasar dalam melakukan budidaya ikan. Bab pertama berisi tentang wadah budidaya ikan, bab kedua berisi tentang media budidaya ikan, bab ketiga berisi tentang hama dan penyakit ikan, bab keempat berisi tentang nutrisi ikan, bab kelima berisi tentang teknologi pakan buatan, bab keenam berisi tentang teknologi pakan alami, bab ketujuh berisi tentang pengembangbiakan ikan dan bab kedelapan berisi tentang hama dan penyakit ikan. Sedangkan materi penunjang seperti pemasaran, analisa usaha budidaya ikan dan kesehatan dan keselamatan kerja terdapat pada bab terakhir. Agar dapat membudidayakan ikan yang berasal dari perairan tawar, payau maupun laut ada beberapa hal yang harus dipahami antara lain adalah memahami jenis-jenis wadah dan media budidaya ikan, pengetahuan tentang nutrisi ikan dan jenis-jenis pakan alami yang meliputi tentang morfologi, biologi dan kebiasaan hidup. Selain itu pengetahuan teknis lainnya yang harus dipahami adalah tentang pengembangbiakan ikan mulai dari seleksi induk, teknik pemijahan ikan, proses pemeliharaannya sampai pemanenen ikan. Akhir kata penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkah dan rahmatNya sehingga dapat menyelesaikan penulisan buku ini dihadapan pembaca. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada suami dan anak-anak atas dukungan dan orang tua tercinta serta teman-teman yang telah membantu. Selain itu kepada Direktorat Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menegah yang menyediakan anggaran untuk meyediakan sumber belajar buku teks kejuruan yang sesuai dengan Standar Isi dan Standar Kompetensi Kelulusan SMK. Semoga buku ini bermanfaat bagi yang membacanya dan menambah pengetahuan serta wawasan. Dan juga kami mohon saran dan masukan yang membangun karena keterbatasan yang dimiliki oleh penyusun. Cianjur, November 2007 Penyusun

iv

DAFTAR ISI
Halaman iv v ix xiii xvi xxviii xxx 1 21 21 21 24 24 26 27 27 27 28 29 31 34 43 50 50 53 53 53 53 54 54 56 57 58 58 60 61 63 65 67 68 68

Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Tabel Glosari Sinopsis Peta Kompetensi Bab I. PENDAHULUAN Bab II. WADAH BUDIDAYA IKAN 2.1. JENIS-JENIS WADAH BUDIDAYA IKAN 2.1.1. Kolam 2.1.2. Bak 2.1.3. Akuarium 2.1.4. Karamba Jaring Apung 2.2. KONSTRUKSI WADAH BUDIDAYA 2.2.1. Konstruksi kolam 2.2.1.1. Pematang kolam 2.2.1.2. Dasar kolam dan saluran 2.2.1.3. Pintu air 2.2.2. Konstruksi akuarium 2.2.3. Konstruksi Keramba Jaring Apung 2.3. PERSIAPAN WADAH BUDIDAYA Bab III. MEDIA BUDIDAYA IKAN 3.1. SUMBER AIR 3.2. PARAMETER KUALITAS AIR 3.2.1. Sifat Fisik 3.2.1.1. Kepadatan (density/berat jenis) 3.2.1.2. Kekentalan (Viscosity) 3.2.1.3. Tegangan Permukaan 3.2.1.4. Suhu air 3.2.1.5. Kecerahan dan kekeruhan air 3.2.1.6. Salinitas 3.2.2. Sifat Kimia 3.2.2.1. Oksigen 3.2.2.2. Karbondioksida 3.2.2.3. pH air 3.2.2.4. Bahan organic dan garam mineral 3.2.2.5. Nitrogen 3.2.2.6. Alkalinitas dan kesadahan 3.2.3. Sifat Biologi 3.3. PENGUKURAN KUALITAS AIR BUDIDAYA

v

Bab IV. PENGEMBANGBIAKAN IKAN 4.1. SELEKSI INDUK 4.1.1. Selective Breeding 4.1.2. Outbreeding/Hibridisasi/Crossbreeding 4.1.3. Seks Reversal 4.1.4. Inbreeding 4.1.5. Aplikasi seleksi induk pada budidaya 4.1.5.1. Seleksi induk ikan Lele 4.1.5.2. Seleksi induk ikan mas 4.1.5.3. Seleksi induk ikan Nila 4.1.5.4. Seleksi induk ikan Patin 4.2. TEKNIK PEMIJAHAN IKAN 4.2.1. Perkembangan dan pematangan gonad 4.2.2. Kelenjar hipofisa, HCG dan ovaprim 4.2.3. Perjalanan hormon ke sel target 4.2.4. Stripping dan pembuahan buatan 4.2.5. Ovulasi dan fertilisasi 4.2.6. Aplikasi teknik pemijahan pada ikan budidaya 4.2.6.1. Pemijahan ikan mas 4.2.6.2. Pemijahan ikan lele 4.2.6.3. Pemijahan ikan nila 4.3. PENETASAN TELUR 4.3.1. Perkembangan embrio 4.3.2. Proses penetasan telur 4.3.3. Aplikasi penetasan telur ikan 4.4. PEMELIHARAAN LARVA DAN BENIH IKAN 4.5. PEMBESARAN IKAN 4.5.1. Pembesaran ikan mas 4.5.2. Pembesaran ikan nila 4.5.3. Pembesaran ikan bandeng 4.6. PEMANENAN 4.6.1. Pemanenan benih ikan nila 4.6.2. Pemanenan benih ikan patin 4.6.3. Pemanenan ikan mas Bab V. NUTRISI IKAN 5.1. ENERGI 5.2. PROTEIN 5.3. KARBOHIDRAT 5.4. LIPID 5.5. VITAMIN 5.6. MINERAL Bab VI. TEKNOLOGI PAKAN BUATAN 6.1. JENIS-JENIS BAHAN BAKU 6.2. PENYUSUNAN FORMULASI PAKAN 6.2.1. Metode segi empat Pearsons 6.2.2. Metode aljabar

73 73 76 81 83 92 95 96 97 100 102 103 104 109 113 114 116 117 117 124 126 130 131 132 133 138 146 146 151 154 157 157 158 160 162 162 167 182 190 199 232 243 246 258 258 264

vi

6.2.3. 6.2.4. 6.2.5. 6.3. 6.4. 6.4.1. 6.4.2. 6.4.3. 6.5. 6.6.

Metode linier Metode Trial and error (coba-coba) Metode Worksheet PROSEDUR PEMBUATAN PAKAN UJI COBA PAKAN IKAN Uji pakan secara kimia Uji pakan secara fisik Uji pakan secara biologis MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN PAKAN DAN KUALITAS AIR

268 272 277 282 292 292 304 308 315 324 329 329 336 336 339 348 354 354 367 377 388 396 400 400 400 402 412 412 413 415 417 431 446 446 447 449 450 454 455 463 463 476 477

Bab VII. TEKNOLOGI PRODUKSI PAKAN ALAMI 7.1. JENIS-JENIS PAKAN ALAMI 7.2. BUDIDAYA PHYTOPLANKTON 7.2.1. Wadah dan peralatan budidaya Phytoplankton 7.2.2. Penyiapan media budidaya Phytoplankton 7.2.3. Penebaran bibit/inokulasi 7.3. BUDIDAYA ZOOPLANKTON 7.3.1. Budidaya Daphnia 7.3.2. Budidaya Artemia 7.3.3. Budidaya Rotifera 7.4. BUDIDAYA BENTHOS 7.5. BIOENKAPSULASI Bab VIII. HAMA DAN PENYAKIT IKAN 8.1. JENIS-JENIS HAMA DAN PENYAKIT 8.1.1. Hama ikan 8.1.2. Penyakit ikan 8.2. PENCEGAHAN HAMA DAN PENYAKIT IKAN 8.2.1. Pencegahan hama 8.2.2. Pencegahan parasit dengan penyaringan air sistem filter 8.2.3. Pencegahan terhadap beberapa penyakit 8.3. GEJALA SERANGAN PENYAKIT 8.4. PENGOBATAN PENYAKIT IKAN Bab IX. PEMASARAN 9.1. PENGERTIAN PEMASARAN 9.2. CIRI-CIRI PEMASARAN HASIL PERIKANAN 9.3. PERENCANAAN DAN TARGET PENJUALAN 9.4. ESTIMASI HARGA JUAL 9.5. SISTEM PENJUALAN 9.6. STRATEGI PROMOSI Bab X. 10.1. 10.2. 10.3. ANALISA USAHA BUDIDAYA IKAN PENGERTIAN STUDI KELAYAKAN NET PRESENT VALUE (NPV) NET BENEFIT COST RATIO (NBC RATIO)

vii

10.4. 10.5. 10.6.

INTERNAL RATE OF RETURN (IRR) ANALISIS BREAK EVENT POINT APLIKASI ANALISA USAHA

477 478 479 485 485 485 492

Bab XI. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 11.1. PENGERTIAN K3 11.2. PENERAPAN KAIDAH K3 PADA DUNIA USAHA PERIKANAN BUDIDAYA Daftar Pustaka

viii

DAFTAR GAMBAR
No. 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. 1.6. 1.7. 1.8. 1.9. 1.10. 1.11. 1.12. 1.13. 1.14. 1.15. 1.16. 1.17. 1.18. 1.19. 1.20. 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7 2.8 2.9 2.10 2.11 2.12 2.13 2.14 2.15 2.16 2.17 2.18 2.19 2.20 2.21 2.22 2.23 Judul Ikan Mas (Cyprinus carpio) Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) Ikan Patin (Pangasius hiphothalamus) Ikan Bawal (Colosoma brachyponum) Ikan Tawes (Puntius gonionotus) Ikan Tambakan (Helostoma temmincki) Ikan Sepat (Trichogaster pectolaris) Ikan Kowan (Ctenopharyngodon idella) Ikan Lele (Clarias sp) Ikan Sidat (Anguilla sp) Udang vanamei (Penaeus vannamei) Ikan Bandeng (Chanos chanos) Kerapu Merah (Plectopomus maculates) Ikan Kakap putih (Lates calcarifer) Ikan Kerapu (Chromileptes altivelis) Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) Ikan Beronang (Siganus gutatus) Kolam tanah Kolam semiintensif Kolam intensif Kolam Pemijahan Kolam Penetasan Kolam Pemeliharaan Kolam Pemberokan Bak beton Bak Fiber Bak Plastik Akuarium Kelompok Akuarium sejenis Akuarium Tanaman Kolam jaring terapung tampak atas Kolam jaring terapung tampak depan Bentuk pematang trapesium sama kaki Bentuk pematang trapesium tidak sama kaki Kemiringan dasar kolam Saluran tengah atau kemalir Pintu pemasukan dan pengeluaran air di tengah Pintu pemasukan dan pengeluaran air di sudut Pintu pemasukan dan pengeluaran air bentuk L Pintu pemasukan dan pengeluaran air system monik Halaman 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 6 6 6 6 6 6 6 6 7 22 22 22 23 23 23 24 24 24 24 25 26 26 26 27 28 28 28 29 29 29 30 30

ix

24 2.5 3.19 4.25 2.10 4.5 4.2 4.16 4.2 3.30 2.27 2.6 3.3 4.11 4.38 2.12 4.9 4.39 3.1 4.20 Pemasukan dan pengeluaran air pipa paralon Meletakkan lembaran kaca Mengukur kaca Memotong kaca Menghaluskan bagian pinggir kaca Lem silicon dan alat tembak lem Penggunaan alat tembak lem Lakban pada kaca Mengeringkan akuarium Kerangka jarring apung Pelampung drum besi Jangkar Pola jarring Pengeringan dasar kolam Mengairi kolam Sanitasi bak budidaya Termometer Secchi disk Salinometer Refraktometer Flow meter DO meter pH meter Kerta Lakmus Planktonnet Haemocytometer Ekman Dredge Spektrofotometer Diagram skematik perkawinan dua tipe linebreeding Induk ikan lele betina dan genital papilla Induk ikan lele jantan dan genital papilla Induk ikan mas betina dan genital papilla Induk ikan mas jantan dan genital papilla Induk ikan nila Induk ikan patin jantan dan betina Kanulasi induk ikan patin Skema pengaturan sekresi hormone Letak dan jenis kelenjar endokrin ikan dari arah depan Mekanisme hormone steroid Representasi diagram pada penempang sagital otak Pengambilan kelenjar hipofisa Penggerusan kelenjar hipofisa Pemutaran alat sentrifuse Pembuatan ekstrak kelenjar hipofisa Pengambilan kelenjar ekstrak hipofisa Penyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa Pemasangan kakaban dikolam pemijahan cara Sunda Kolam pemijahan cara Cimindi 30 32 32 32 32 33 33 34 34 37 38 38 41 43 46 48 71 71 71 71 71 71 72 72 72 72 72 72 95 96 97 100 100 102 102 103 105 106 109 110 111 112 112 112 112 113 118 119 x .36 2.8 4.1 3.9 3.3 3.37 2.12 4.33 2.29 2.4 4.18 4.6 4.7 4.14 4.35 2.4 3.34 2.13 4.28 2.26 2.8 3.2.31 2.10 3.32 2.11 3.15 4.7 3.17 4.

4.11 6.8 7.26 4.23 7.12 7.24 4.21 4.1 Kolam pemijahan cara Magek Kolam pemijahan cara Kantong Kolam pemijahan cara Dubish Kolam pemijahan cara Hofer Diagram susunan kolam pemijahan bersekat Sampling benih ikan Pengemasan benih Disk mill Hammer mill Vertical mixer Horizontal mixer Alat penggiling daging Alur proses pembuatan pakan skala pabrikasi Silo Alat pengukur kadar air Peralatan pengukuran kadar protein Peralatan pengukuran kadar lemak Peralatan pengukuran kadar serat kasar Peralatan pengukuran kadar abu Metode pemberian pakan dengan tangan Ametode pemberian pakan dengan demand feeder Chlorella sp Tetrasemis sp Scenedesmus sp Skeletonema costatum Spirulina sp Brachionus sp Artemia salina Moina sp Daphnia sp Paramecium Tubifex sp Erlemeyer Cawan Petri Jarum ose Pipet kaca Tabung reaksi Mikroskop Bak fiber Aerator Daphnia sp (bagian-bagian tubuh) Kemasan cyst Artemia Perkembangbiakan Artemia Rotifera Daur hidup rotifer Tubifex Daur hidup tubifex Ichthyophthirius multifiliis 120 121 122 123 129 145 159 283 283 284 284 286 287 287 293 294 294 295 296 323 323 331 332 332 333 333 334 334 335 335 335 335 336 337 337 337 337 337 338 338 360 367 373 382 384 391 392 405 xi .16 7.12 6.2 7.8 6.21 7.10 6.27 6.14 7.25 4.13 7.6 7.4 6.24 7.4 7.15 7.13 6.11 7.14 7.22 7.1 6.20 7.25 7.2 6.23 4.7 6.9 7.26 8.5 6.5 7.19 7.7 7.18 7.1 7.3 7.17 7.22 4.6 6.9 6.3 6.10 7.

5 8.24 Siklus hidup Ichthyophthirius multifiliis Trichodina tampak bawah Trichodina tampak atas Myxobolus sp Myxosoma sp Thellohanellus sp Henneguya sp Dactylogyrus sp Gyrodactilus sp Lernea sp Argulus indicus tampak bawah Saprolegnia sp Achlya sp Aeromonas sp Mekanisme kerja mekanik Penumpukan partikel pada media filter mekanik Filter air Dropsy pada ikan plati dan cupang Dropsy tampak samping Akumulasi cairan Contoh kasus kelainan gelembung renang Gejala umum ulcer Ikan terserang white spot 406 407 407 407 408 408 408 409 409 410 411 411 411 412 413 414 415 418 419 419 420 421 422 xii .17 8.15 8.20 8.8.12 8.6 8.19 8.23 8.16 8.13 8.9 8.22 8.4 8.8 8.2 8.14 8.3 8.10 8.21 8.18 8.7 8.11 8.

5 4.4 4. seleksi within family (B) dan seleksi between family (C) Pengaruh silang dalam terhadap frekuensi genotype dan frekuensi alel dalam lokus Ciri-ciri induk jantan dan betina ikan mas Ciri-ciri induk jantan dan betina ikan mas matang gonad Ciri-ciri induk jantan dan betina ikan nila Dosis pengapuran untuk menetralkan dari berbagai jenis tekstur tanah dan pH awal yang berbeda Perkembangan stadia embrio ikan lele pada suhu 28 o C Lama pemeliharaan ikan mas berdasarkan sistem pemeliharaan Kebutuhan energi untuk ikan Salmon Kebutuhan energi untuk Catfish Nama dan singkatan asam amino Kebutuhan asam amino essensial pada beberapa jenis ikan dalam % protein pakan Tingkat kebutuhan protein optimal (% berat kering pakan) pada beberapa jenis ikan budidaya Klasifikasi karbohidrat Nilai kecernaan karbohidrat berdasarkan kadar dan sumbernya oleh beberapa ikan budidaya Halaman 3 31 37 39 42 45 56 60 62 66 69 70 78 94 99 99 101 128 134 150 166 166 171 178 182 184 188 xiii .3 4.1 4.6 5.1 2.4 5.7 Judul Komoditas akuakultur yang sudah lazim dibudidayakan dalam system budidaya di Indonesia Perbandingan antara ukuran akuarium dengan ketebalan kaca Jenis pelampung dan lama pemakaian Ukuran mata jaring yang digunakan berdasarkan ukuran ikan yang dibudidayakan Perbandingan jumlah mata jarring yang harus dipotong dalam berbagai ukuran kantong jarring dan mata jaring. 1.7 4. keuntungan dan kerugian dari seleksi individu (A).3 2.2 5.5 3.4 2.3 3.5 3.3 5.4 3.DAFTAR TABEL No.1 2.5 5.6 4.1 5.6 4. Dosis kapur tohor (CaO) Pengaruh suhu air terhadap respon konsumsi pakan Hubungan antara kadar oksigen terlarut dan suhu Pengaruh pH terhadap komunitas biologi perairan Presentase ammonia bebas terhadap ammonia total Kriteria kualitas air Golongan C Parameter kualitas air untuk budidaya ikan dan peralatan pengukuran yang dapat digunakan Perbandingan strategi.8 5.1 3.2 4.2 3.2 2.

5.31 5.41 5.26 5.23 5.21 5.24 5.34 5.29 5.12 5.36 5.33 5.28 5.25 5.30 5.40 5.32 5.13 5.35 5.22 5.27 5.15 5.8 5.42 5.19 5.11 5.20 5.17 5.16 5.18 5.9 5.14 5.39 5.37 5.10 5.38 5.43 Kebutuhan optimum karbohidrat dalam pakan untuk pertumbuhan beberapa ikan budidaya Nama umum asam lemak Kelompok asam lemak unsaturated jenuh Kebutuhan asam lemak essensial pada ikan Komposisi asam lemak essensial pada berbagai sumber lipid (g/100 g asam lemak) Penggolongan beberapa sumber vitamin A Kebutuhan vitamin A beberapa spesies ikan budidaya Kekurangan vitamin A pada beberapa jenis ikan Kebutuhan vitamin D beberapa spesies ikan budidaya Kebutuhan vitamin E beberapa spesies ikan budidaya Kriteria respon ikan terhadap pemberian vitamin E sesuai dengan kebutuhan ikan budidaya Gejala kekurangan vitamin E pada beberapa ikan budidaya Kebutuhan tiamin dalam pakan Tanda-tanda kekurangan tiamin A pada ikan budidaya Kebutuhan vitamin B2 dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan riboflavin pada ikan budidaya Kebutuhan vitamin B6 dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan piridoksin pada ikan budidaya Kebutuhan vitamin B5 dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan asam pantotenat pada ikan budidaya Kebutuhan biotin dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan biotin pada ikan budidaya Kebutuhan asam folat dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan asam folat pada ikan budidaya Kebutuhan vitamin B12 dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan vitamin B12 pada ikan budidaya Kebutuhan Niasin dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan Niasin pada ikan budidaya Kebutuhan inositol dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan inositol pada ikan budidaya Kebutuhan Kolin dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan kolin pada ikan budidaya Kebutuhan vitamin C dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan vitamin C pada ikan budidaya Kebutuhan mineral makro dalam pakan pada berbagai jenis ikan air tawar (mg/kg atau g/kg berat kering) Kebutuhan mineral mikro dalam pakan pada berbagai 190 194 195 196 197 202 203 203 205 207 208 209 211 212 213 214 215 216 218 218 220 220 221 222 223 223 224 225 226 226 227 228 229 230 237 237 xiv .

1 6.12 7.11 6.4 6.9 6.5.6 6.4 7.2 jenis ikan air tawar (mg/kg atau g/kg berat kering) Kebutuhan zat besi pada beberapa jenis ikan Kebutuhan mineral seng pada beberapa jenis ikan Kebutuhan mangan pada beberapa jenis ikan Kebutuhan mineral tembaga pada beberapa jenis ikan Beberapa jenis ikan berdasarkan kebiasaan makannya Kandungan nutrisi bahan baku nabati Kandungan nutrisi bahan baku hewani Kandungan nutrisi bahan baku limbah pertanian Rekomendasi penggunaan bahan baku untuk pakan ikan dan udang dalam % Jenis dan kandungan nutrisi bahan baku ikan karnivora Hasil analisa proksimat bahan baku Bahan baku pakan yang mengandung zat antinutrisi dan cara menghilangkan zat antinutrisi Acuan bentuk dan tipe pakan buatan untuk ikan budidaya Skedul pemberian pakan dalam usaha budidaya ikan Skedul pemberian pakan pada udang Jumlah pakan harian pudang dengan kelangsungan hidup 80% Komposisi pupuk pada media stok murni kultur algae Komposisi Trace Metal Solution Komposisi pupuk pada phytoplankton air tawar Komposisi pupuk phytoplankton semi masal Komposisi pupuk kultur missal Komposisi campuran vitamin pada media Dphnia Komposisi bahan kimia untuk membuat air laut kadar garam 5 permill Komposisi bahan kimia untuk membuat air laut kadar garam 30 permill Ukuran badan dan nilai kalori rotifer Kandungan komposisi beberapa bahan bioenkapsulasi Bahan ekstrak dari tumbuh-tumbuhan serta dosisnya Obat dan bahan kimia yang digunakan pengobatan penyakit ikan 238 239 240 241 247 251 252 252 254 255 256 285 291 320 321 322 341 341 342 346 347 363 371 372 383 398 402 443 xv .45 5.1 7.46 5.7 6.3 6.44 5.10 8.9 7.47 6.5 6.6 7.10 6.5 7.8 7.8 6.7 7.2 7.2 6.1 8.3 7.

Pars intermedia mensekresi hormon pelepas melanosit (Melanocyte Stimulating Hormone). hormon Adrenocorticotropic (ACTH). kedua alel tidak memperlihatkan dominansi.GLOSARI Adenohipofisa : salah satu bagian dari kelenjar hipofisa yang mengandung sel-sel pensekresi hormon prolaktin. hormon pelepas tiroid (Thyroid Stimulating Hormone). keduanya memberikan konstribusi yang seimbang dalam menghasilkan suatu fenotipe Penyesuaian fisiologis terhadap perubahan salah satu faktor lingkungan kondisi genetik yang tidak sempurna yang menyebabkan organisme tidak membentuk pigmen Bentuk alternatif suatu gen Alel yang diekspresikan secara penuh dalam fenotipe itu Alel yang pemunculan fenotipenya ditutupi secara sempurna Molekul organik dengan gugus karbonil yang terletak pada ujung kerangka karbon Aksi gen aditif : Aklimatisasi Albinisme : : Alel Alel dominan Alel resesif Aldehida : : : : xvi . suatu organisme dalam Adaptasi Aerasi Akrosom : : : Pemberian udara ke dalam air untuk penambahan oksigen Organel penghujung pada kepala spema yang dikeluarkan yang berfungsi membantu sperma menembus sel telur. aksi gen yang mana fenotipe heterosigot merupakan intermedit antara kedua fenotipe homosigot. hormon pertumbuhan (STHSomatotropin) dan Gonadotropin. Masa penyesuaian lingkungan baru.

Molekul organik yang memiliki gugus karboksil maupun gugus amino. Anadromus : Anafase : Androgen Androgenesis Antibiotik Antibodi : : : : Antigen : Asam amino : Asam deoksiribonukleat Asam lemak (fatty acid) : : Asam lemak jenuh (Saturated fatty acid) : xvii . Imunoglobin pengikat antigen yang dihasilkan oleh sel limfosit B. sehingga memaksimumkan jumlah atom hidrogen yang dapat berikatan dengan kerangka karbon. Suatu molekul asam nukleat berbentuk heliks dan beruntai ganda yang mampu bereplikasi dan menentukan struktur protein sel yang diwariskan. Asam amino berfungsi sebagai monomer protein. Hormon steroid jantan utama. asimilasi zat makanan oleh organisme untuk membangun atau memulihkan jaringan dan bagian-bagian hidup lainnya. Asam lemak bervariasi panjang dan jumlah dan lokasi ikatan gandanya. tiga asam lemak berikatan dengan satu molekul gliserol akan membentuk lemak. Tahap mitosis dan meiosis yang mengikuti metafase ketika separuh kromosom atau kromosom homolog memisah dan bergerak ke arah kutub gelendong. Ikan-ikan yang sebagian besar hidupnya dihabiskan dilaut dan bermigrasi ke air tawar untuk memijah. berfungsi sebagai efektor dalam suatu respon imun. misalnya testoteron Proses penjantanan Bahan kimiawi yang membunuh bakteri atau menghambat pertumbuhannya. Asam karboksilik dengan rantai karbon panjang.Anabolisme : Pembentukan zat organik kompleks dari yang sederhana. Makromolekul asing yang bukan merupakan bagian dari organisme inang dan yang memicu munculnya respon imun. Asam lemak dimana semua karbon dalam ekor hidrokarbonnya dihubungkan oleh ikatan tunggal.

Usaha yang bermanfaat dan memberi hasil. suatu Basofil Benthos Blastomer Blastula Blastulasi Biomassa : : : : : : Budidaya : xviii . yang berfungsi sebagai cetak biru untuk protein dan melalui kerja protein. Sel-sel yang besar perkembangbiakan zigot baru berasal dari : Asam essensial Aseksual Autosom amino : : : Auksospora Backross : : Bentuk perkawinan yang sering digunakan dalam pemuliaan yaitu mengawinkan kembali antara anak dan orangtuanya yang sama untuk beberapa generasi. Asam amino yang tidak dapat disintesis sendiri oleh tubuh hewan sehingga harus tersedia dalam makanan. untuk semua aktivitas seluler. Rongga yang terbentuk selama fase pembelahan zigot. Ada dua jenis yaitu DNA dan RNA.Asam lemak tak jenuh (Unsaturated fatty acid) Asam nukleat : Asam lemak yang memiliki satu atau lebih ikatan ganda antara karbon-karbon dalam ekor hidrokarbon. Bersifat menyerap basa. Suatu polimer yang terdiri atas banyak monomer nukleotida. Perkembangbiakan tidak melalui perkawinan Kromosom yang secara tidak langsung terlibat dalam penentuan jenis kelamin. Organisme yang hidup di dasar perairan Sel-sel anak yang dihasilkan selama pembelahan zygot. Ikatan seperti itu mengurangi jumlah atom hidrogen yang terikat ke kerangka karbon. Proses pembentukan blastula Bobot kering bahan organik yang terdiri atas sekelompok organisme di dalam suatu habitat tertentu atau bobot seluruh bahan organik pada satuan luas dalam suatu waktu tertentu. sebagai kebalikan dari kromosom seks.

Closed Breeding : memproduksi Perkawinan yang dekat sekali kaitan keluarganya. yang gugus hidroksilnya kurang satu dibandingkan dengan ribosa. Keadaan perangkat kromosom kromosomnya diwakili dua kali (2n) bila setiap Cyste Dekomposer : : Densitas : Deoksiribosa : Detritus : Disipon Disucihamakan Dorsal Diagnosis Diferensiasi gonad : : : : : Diploid Diploidisasi Donor : : : Penggandaan jumlah kromosom pada sel-sel haploid Pemberi sumbangan xix .sistem yang digunakan untuk sesuatu dibawah kondisi buatan. materi tumbuhan yang telah jatuh dan buangan organisme hidup dan mengubahnya menjadi bentuk anorganik. Fase dorman dari crustacea karena kondisi lingkungan yang tidak sesuai Fungi dan bakteri saprotropik yang menyerap nutrien dari materi organik yang tidak hidup seperti bangkai. Komponen gula pada DNA. komponen gula pada RNA Materi organik yang telah mati atau hancuran bahan organik yang berasal dari proses penguraian secara biologis. misalnya antara anak dan tetua atau antara antar saudara sekandung. Bagian punggung Proses pemeriksaan terhadap suatu hal Proses penentuan kelamin dengan pernyataan fenotipe melalui perkembangan alat kelamin dan ciri-ciri kelamin. Jumlah individu persatuan luas atau volume atau masa persatuan volume yang biasanya dihitung dalam gram/cm3 atau jumlah sel/ml. Membersihkan badan air dengan mengeluarkan kotoran bersama sebagian jumlah air. Disterilkan dari jasad pengganggu.

Pengejewantahan bahan genetik pada suatu makhluk hidup sebagai keseluruhan jumlah tabiat yang khas. mengalami meiosis. Proses pembetinaan Ciri fisik dan fisiologis pada suatu organisme atau sifat yang terlihat pada makhluk hidup yang dihasilkan oleh genotipe bersama-sama dengan faktor lingkungan.Dormant Ekspresi gen : : Telur yang dibuahi dan merupakan dinding tebal dan jika menetas menjadi betina amiktik. Elektroforesis gel : Embriogenesis Endokrin Enzim : : : Enzim restriksi Estrogen Eukaryot : : : Fekunditas : Feminisasi Fenotipe : : Feromon : xx . Pemisahan asam nukleat atau protein berdasarkan ukuran dan muatan listriknya. Jumlah sel telur yang dihasilkan oleh seekor hewan betina pertahun atau persatuan berat hewan. Hormon seks steroid betina yang utama. dengan cara mengukur laju pergerakkannya melalui suatu medan listrik dalam suatu gel. Sinyal kimiawi atsiri dan kecil yang berfungsi dalam komunikasi diantara hewan-hewan dan bertindak sangat mirip dengan hormon dalam mempengaruhi fisiologi dan tingkah laku. Enzim yang digunakan untuk memotong fragmen DNA yang memiliki sekuen tertentu. Proses perkembangan embrio Kelenjar/sel yang menghasilkan hormon Molekul protein komplek yang dihasilkan oleh sel dan bekerja sebagai katalisator dalam berbagai proses kimia didalam tubuh makhluk hidup. membelah dengan mitosis dan enzim oksidatifnya dikemas dalam mitokondria. Makhluk yang sel-selnya mengandung inti sejati yang diselimuti selaput inti.

Proses perkembangan embrio yang berasal dari xxi . Pengelompokkan anggota-anggota jenis yang hanya memiliki satu atau sejumput ciri. biasanya bersifat homozigot dan dipertahankan untuk keperluan percobaan genetika.Fertilisasi Flagella Fotosintesis : : : Penyatuan gamet haploid untuk menghasilkan suatu zigot diploid. dari perkawinan Generasi F1 Generasi F2 Genom Genotipe Ginogenesis : : : : : Komplemen lengkap gen-gen suatu organisme. Tahapan pembentukan embrio berlapis dua dan berbentuk piala. Keturunan yang dihasilkan generasi hibrid F1. Tonjolan berbentuk cambuk pada salah satu sel untuk alat gerak. mesoderm dan endoderm. Turunan pertama atau turunan hibrid dalam fertilisasi-silang genetik. Sel sperma atau telur haploid. gamet menyatu selama reproduksi seksual untuk menghasilkan suatu zigot diploid. Pengubahan energi cahaya menjadi energi kimiawi yang disimpan dalam glukosa atau senyawa organik lainnya. Kumpulan mikrotubula pergerakan kromosom eukariotik. materi genetik suatu organisme. Proses pembentukan gastrula dari blastula atau proses pembentukan tiga daun kecambah ektoderm. yang menyelaraskan selama pembelahan Galur : Gamet : Gastrula Gastrulasi : : Gelendong : Gen : Bagian kromosom yang mengatur sifat-sifat keturunan tertentu atau satuan informasi yang terdiri atas suatu urutan nukleotida spesifik dalam DNA. Kandungan genetik suatu organisme.

Suatu ukuran untuk menilai keunggulan dan ketidakunggulan hibrid Turunan dari tetua yang secara genetik sangat berbeda. Salah satu teknik dalam pengembangbiakan ikan dengan cara menyuntikkan ekstrak kelenjar hipofisa kepada induk ikan untuk mempercepat tingkat kematangan gonad. Individu yang mempunyai alat kelamin jantan dan betina. organ penghasil gamet pada sebagian besar hewan. Hewan heterotropik yang memakan tumbuhan. bahkan mungkin berlainan jenis atau marga. yang berfungsi dalam mempertahankan homeostasis. Perkawinan antara individu yang berbeda atau persilangan. Hermaphrodit Heliks ganda Haemoglobin Herbivora Heterozigot Heterosis : : : : : : Hibrid : Hibridisasi Hipofisasi : : Hipotalamus : xxii . Bentuk DNA asli Protein mengandung besi dalam sel darah merah yang berikatan secara reversibel dengan oksigen. Mempunyai dua alel yang berbeda untuk suatu sifat genetik tertentu. Dinotasikan dengan huruf h2 dengan nilai berkisar antara 0 – 1. Hormon yang merangsang aktivitas testes dan ovarium. Bagian ventral otak depan vertebrata. Keragaman fenotipe yang diakibatkan oleh aksi genotipe atau menggambarkan tentang persentase keragaman fenotipe yang diwariskan dari induk kepada keturunannya. Memiliki jumlah kromosom yang khas untuk gamet makhluknya.telur tanpa kontribusi material genetik jantan Gonad Gonadotropin Haploid Heritabilitas : : : : Organ seks jantan dan betina.

Hormon disekresikan ke dalam darah kemudian disalurkan ke organ-organ yang menjalankan fungsi-fungsi regulasi tertentu secara fisiologik dan biokimia. Metode pengorganisasian kromosom suatu sel dalam kaitannya dengan jumlah. Kondisi fisiologis yang mantap dalam tubuh. Ikan-ikan yang sebagian besar hidupnya dihabiskan di perairan tawar dan bermigrasi ke Homeostasis Homozigot Hormon : : : Ikan transgenik Inaktivasi sperma Inbreeding : : : Infeksi Retroviral : Inkubasi Interfase Karakter kuantitatif : : : Kariotipe Katadromus : : xxiii . Suatu ciri yang dapat diturunkan dalam suatu populasi yang bervariasi secara kontinu sebagai akibat pengaruh lingkungan dan pengaruh tambahan dua atau lebih gen.khususnya dalam mengkoordinasikan endokrin dengan sistem saraf. Bahan kimia pembawa sinyal yang dibentuk dalam sel-sel khusus pada kelenjar endokrin. waktu istirahat. Mempunyai dua alel yang identik untuk suatu sifat tertentu. Ikan yang memiliki DNA asing didalam tubuhnya Menonaktifkan sperma Perkawinan antara individu-individu yang sekerabat yaitu berasal dari jantan dan betina yang sama. Masa penyimpanan Fase dimana tidak ada perubahan pada inti sel. Metode ini menggunakan gen-gen heterogen yang dimasukkan ke dalam genome virus dan dapat dipindahkan kepada inang yang terinfeksi virus tersebut. Salah satu metode transfer gen. Histon : sistem Protein kecil dengan porsi besar yang terdiri dari asam amino bermuatan positif yang berikatan dengan DNA bermuatan negatif dan berperan penting dalam struktur kromatinnya. ukuran dan jenis.

Penjantanan.inisasi Meiosis Metasentrik : : : : : : : : : Metafase : Metamormofose Mikropil Mikroinjeksi : : : Mitosis : xxiv . prometafase. anafase. Proses perkawinan Suatu stadia istirahat pada hewan cladosera atau crustacea tingkat rendah. dan telofase. Tahapan mitosis dan meiosis ketika kromosom mencapai keseimbangan posisi pada bidang ekuator. Struktur pembawa gen yang mirip benang yang terdapat di dalam nukleus. Proses pembelahan nukleus pada sel eukariotik yang secara konvensional dibagi menjadi lima tahapan : profase. Perubahan bentuk organisme dalam daur hidup Lubang kecil pada telur tempat masuknya sperma. Tipe pembelahan sel dan nukleous ketika jumlah kromosom direduksi dari diploid ke haploid. Kelenjar hipofisa : Kelenjar kecil dibagian otak bawah yang menghasilkan berbagai macam hormon yang dibutuhkan pada makhluk hidup . DNA asing disuntikkan pada saat fase 1-2 sel. Organisme yang belum dewasa yang baru keluar dari telur atau stadia setelah telur menetas. Mitosis mempertahankan Kromosom Kopulasi Kista Larva Larutan hipoklorit Lokus Maskul. Metode yang digunakan dalam mengintroduksi DNA asing ke dalam pronukleus atau sitoplasma telur yang telah terbuahi. Larutan yang mengandung HClO Tempat khusus disepanjang kromosom tertentu dimana gen tertentu berada. metafase. Kromosom yang sentromernya terletak ditengahtengah.laut untuk memijah.

Tahap pertama meiosis dan kromosom mulai jelas terlihat. Perkawinan antara individu-individu yang tidak sekerabat (berbeda induknya). Morula Nauplii Neurohipofisa : : : Sekelompok sel anak (blastomer) yang terbentuk selama fase pembelahan zygot. mitosis ketika Omnivore Ovarium Ovipar Ovivipar : : : : Outbreeding : Ovulasi Partenogenesis : : Pemijahan Pigmen Plasmid Polar body Profase Progeni : : : : : : Keturunan yang berasal dari sumber yang sama.jumlah kromosom dengan cara mengalokasikan kromosom yang direplikasikan secara sama ke masing-masing nukleus anak. masih dalam satu varietas atau beda varietas. Bentuk stadia setelah menetas pada crustacea atau copepoda. Berkembangbiak dengan menghasilkan telur. Perkembangbiakan telur menjadi individu baru tanpa pembuahan telur dan menghasilkan telur diploid. Sel telur hasil pembelahan meiosis yang tidak memiliki sitoplasma. Proses terlepasnya sel telur dari folikel. Bagian dari kelenjar hipofisa. xxv . Proses peletakan telur atau perkawinan Zat warna tubuh Molekul DNA sirkular yang bereplikasi pada sel-sel bakteri secara independent. Arginin Vasotocin dan Isotocin Organisme pemakan segala Kelenjar kelamin betina yang menghasilkan ovum. Berkembangbiak dengan menghasilkan telur tetapi telur tersebut menetas dalam tubuh induknya. terdiri dari pars nervosa yang berfungsi mensekresi Oxytoxin.

Sentromer juga terletak pada ujung kromosom namun masih jelas terlihat adanya lengan pendek. tempat melekat benang penarik gelendong. Proses dimana spermatozoa dilepaskan dari cyste dan masuk kedalam lumen. Tahap akhir dari mitosis atau meiosis ketika Telofase : xxvi . Proses perkembangan spermatogonium menjadi spermatis Sel-sel kecambah untuk membentuk sperma Sel gamet jantan dengan inti haploid yang ememiliki bentuk berekor. Proses perkembangbiakan baik secara aseksual maupun seksual. Pemisahan populasi dasar yang digunakan ke dalam kedua kelompok. Proses metamorfosa spermatozoa spermatid menjadi Reproduksi Seleksi : : Sentromer : Seks reversal Spermatogenesis Spermatogonium Spermatozoa Spermiasi Spermiogenesis Submetacentrik Subtelocentrik Spektrofotometer : : : : : : : : : Sentromer terletak pada ujung kromosom yang memiliki dua lengan yang tidak sama panjangnya. Proses pembalikan kelamin dengan menggunakan metode tertentu.anak cucu Poliploidisasi : Proses pergantian kromosom dimana individu yang dihasilkan mempunyai lebih dari dua set kromosom. Bagian kromosom yang terletak pada titik ekuator kumparan pada metafase. yaitu kelompok terpilih dan kelompok yang harus terbuang. posisi sentromer menentukan bentuk kromosom. Suatu instrumen yang mengukur porsi dari cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda yang diserap dan dihantarkan oleh suatu larutan berpigmen.

Proses deposisi kuning telur. Sel diploid sebagai hasil perpaduan gamet jantan dan gamet betina haploid. dicirikan oleh bertambah banyaknya volume sitoplasma yang berasal dari vitelogenin eksogen yang membentuk kuning telur. hama dan xxvii . bagaimana memproduksi pakan alami sebagai pakan yang sangat dibutuhkan bagi larva ikan dan benih ikan budidaya. media yang optimal dalam budidaya ikan agar proses budidaya dapat berlangsung sesuai dengan kebutuhan ikan untuk hidup tumbuh dan berkembang. bagaimana melakukan proses perkembangbiakan ikan budidaya dari sudut biologis ikan budidaya dan aplikasi pada beberapa ikan budidaya. Budidaya Ikan Air Payau dan Budidaya Ikan Hias. Vitellogenesis : Zygot SINOPSIS Buku teks dengan judul budidaya ikan dapat dipelajari oleh para peserta diklat dan pendidik pada Sekolah Menengah Kejuruan yang mengambil program studi Budidaya Ikan. Dalam buku teks ini akan memberikan pengetahuan mendasar tentang bagaimana membudidayakan ikan dan dapat di aplikasikan pada berbagai habitat budidaya. perangkat perangkat Proses pembuatan organisme triploid dengan menggunakan kejutan suhu untuk menahan polar body II atau menahan pembelahan mitosis awal. Individu yang mempunyai tiga kromosom haploid pada nukleusnya. Pada buku teks ini berisi tentang wadah budidaya yang dapat digunakan dalam melakukan budidaya ikan. kebutuhan nutrisi untuk ikan yang akan dibudidayakan.pembagian selesai. bagaimana membuat pakan ikan yang harus diberikan pada ikan budidaya. Menurut SKKNI dalam program studi Budidaya Ikan dapat dikelompokkan menjadi Budidaya Ikan Air Tawar. Budidaya Ikan Air Laut. Testis Tetraploid Triploid Triploidisasi : : : : sitoplasma dan penyusunan inti Gonad yang berperan menghasilkan sperma Individu yang mempunyai empat kromosom haploid pada nukleusnya.

Pengetahuan tentang wadah budidaya ikan dan media yang dibutuhkan bagi ikan budidaya akan memberikan pemahaman tentang investasi yang harus dipersiapkan sesuai dengan skala produksi yang akan diterapkan. Pengembangbiakan ikan secara tradisional akan semakin kurang diminati dan akan beralih kepada sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan produksi pada ikan budidaya. maka dibutuhkan suatu teknologi budidaya ikan pada lahan yang terbatas dan produktivitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pangan. Dengan mengkonsumsi ikan maka kebutuhan gizi manusia akan terpenuhi. Hal ini dikarenakan ikan merupakan salah satu jenis pangan yang sangat dibutuhkan oleh manusia yang mempunyai harga jual relatif murah dan mempunyai kandungan gizi yang lengkap. Sedangkan rekayasa gen dapat diterapkan jika peralatan untuk melakukan rekayasa ini tersedia dimana dengan melakukan rekayasa gen dapat dibuat komoditas ikan budidaya yang disisipi gen yang menguntungkan bagi pembudidaya misalnya gen pertumbuhan. Rekayasa kromosom antara lain adalah melakukan kegiatan ginogenesis. Budidaya ikan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting saat ini dan masa yang akan datang. Oleh karen itu diperlukan pemahaman tentang jenis-jenis hama dan penyakit yang dapat menyerang ikan budidaya serta bagaimana tindakan pencegahan dan pengobatan yang harus dilakukan oleh para pembudidaya agar ikan yang dibudidayakan tidak terserang hama dan penyakit. maka sangat dibutuhkan suatu pemahaman bagaimana membudidayakan pakan alami yang sesuai dengan kebutuhan ikan. Selain itu dalam membudidayakan ikan sangat dibutuhkan pakan alami pada fase larva dan benih. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka penerapan teknologi yang terkini telah merambah dalam budidaya ikan.penyakit ikan yang dapat menyerang ikan budidaya serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam budidaya ikan. Aplikasi teknologi molekuker dalam budidaya ikan sudah bisa diterapkan mulai dari rekayasa kromosom. Selain itu dalam suatu budidaya ikan maka akan ada kendala yang dialami pembudidaya ikan yaitu adanya serangan hama dan penyakit ikan. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan keterbatasan lahan budidaya selanjutnya. xxviii . gen antibeku dan gen warna tubuh. androgenesis dan poliploidisasi yang tujuan dari manipulasi kromosom ini untuk meningkatkan produktivitas ikan budidaya dan memberikan nilai tambah pada pembudidaya ikan. Dengan menerapkan teknologi budidaya ikan yang intensif dibutuhkan pemahaman tentang produksi pakan buatan yang ramah lingkungan tetapi sesuai dengan kebutuhan ikan budidaya. Oleh karena itu kemampuan sumberdaya manusia untuk memproduksi ikan budidaya sangat dibutuhkan. rekayasa gen dan terkini adalah rekayasa sel. Dengan mempelajari buku teks ini diharapkan para pembaca dapat mengaplikasikan ilmu budidaya pada berbagai media dan teknologi budidaya.

keselamatan dan lingkungan di tempat kerja 1. PETA KOMPETENSI KODE UNIT PBD. menyelami dan mengarahkan klien dan pelanggan 3. Memelihara penampilan pribadi Menggunakan sistem komunikasi 1.003U. Melakukan interaksi di tempat kerja 2.002U. PL 00. Memenuhi persyaratan ketenagakerjaan Memenuhi persyaratan kesehatan. Melakukan pertemuan.01 PBD. Mengikuti prosedur di tempat kerja untuk kesehatan dan keselamatan di tempat kerja 2. Mengumpulkan. Memelihara insfrastruktur dan lingkungan kerja Membina kerjasama 1. PL 00. Dalam buku teks ini juga dijelaskan berbagai kemampuan dasar untuk melakukan suatu kegiatan yang langsung dapat diaplikasikan dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh berbagai kalangan. PL 00. Melakukan tindakan kesehatan dan keselamatan kerja dalam kondisi bahaya/darurat 3.01 JUDUL UNIT KOMPETENSI/SUB KOMPETENSI Memenuhi persyaratan kerja di DU/DI 1. Menyetujui kondisi dan ketentuan ketenagakerjaan 2.001U.Dengan mempelajari buku teks ini diharapkan dapat memahami pengetahuan yang sangat mendasar dalam membudidayakan ikan. mencatat dan mengirim data xxix PBD.01 .

peralatan dan cara kerja Menyiapkan peralatan Mengidentifikasi jenis peralatan Menentukan peralatan Mengontrol cara kerja peralatan Membuat laporan 1. 009U. 3. Membuat laporan Menyiapkan wadah 1.007U. Mengukur parameter kualitas air 4. 01 2. Membuat jadwal kegiatan 2.01 PBD. Mengontrol proses penggunaan wadah 4. 01 2. Merencanakan tahapan kegiatan penentuan lokasi budidaya PBD. Mengidentifikasi wadah PBD.008U. Menentukan wadah 3. PBD. PL 00. Mengidentifikasi persyaratan lokasi budidaya melalui kegiatan survey lapangan 3. 006U.PL 00. PL 00. Menentukan lokasi 4. PBD.PBD. PL 00. Mengumpulkan. Membuat laporan hasil identifikasi parameter kualitas air JUDUL UNIT KOMPETENSI/ELEMEN KOMPETENSI Menentukan lokasi budidaya 1. Membuat laporan Mengidentifikasi hama dan penyakit ikan xxx KODE UNIT . mencatat dan menyediakan informasi untuk memenuhi kebutuhan tempat kerja 3. PL 00.005U. Mengambil sampel air di lapangan 3. Mengatur bahan. Menyiapkan peralatan dan bahan yang digunakan dalam identifikasi parameter kualitas air 2. 01 2.004U. Menanggapi masalah Membuat perencanaan kerja 1.01 Mengidentifikasi parameter kualitas air 1. 4.01 2. PL00.

01 2.005I. Membuat laporan Mengemas ikan 1. Melakukan pengepakan ikan PBD. Merencanakan tahapan kegiatan penentuan lokasi pembenihan 2. Menyiapkan air untuk pembenihan 4.001I. PL 00.002I.PL 01. Menentukan jenis parasit 4. Membuat laporan Menyiapkan media pembenihan ikan 1.01 PBD. Mengidentifikasi gejala serangan 3. Mengontrol proses pemasaran Menentukan lokasi pembenihan ikan 1. 011U. Membuat laporan Memasarkan ikan PBD.01 . 010U. Menyiapkan wadah pembenihan 3. Menyeleksi induk siap pijah Memijahkan induk ikan 1.012U. 01 4. Merencanakan kegiatan persiapan media pembenihan 2.004I.003I. Mengambil sampel di lapangan PBD.PL 01. Melakukan pematangan gonad induk ikan 4.01 PBD.01 PBD. Menetaskan telur Mengkultur pakan alami 1. Menentukan jenis ikan yang dikemas 3. Menangani telur 3. Melakukan proses pemijahan ikan 2. Menyiapkan media tempat tumbuhnya pakan alami 3.PL 01. Membuat laporan Mengelola induk ikan 1. Menyiapkan teknik pengepakan 2. Menyeleksi calon induk jantan dan betina 3. PL 00.PL 01. Melaksanakan penjualan 3. Mengidentifikasi persyaratan lokasi pembenihan ikan 3.PL 01. Mencari order pemasaran 2. 01 1. PL00. Menebar bibit pakan alami xxxi PBD.1. Menyiapkan kuota/target 4. Memelihara calon induk ikan 2.01 PBD. Memilih lokasi pembenihan ikan 4. Mengidentifikasi jenis-jenis pakan alami 2.

Menyiapkan wadah pendederan ikan 3. Merencanakan kegiatan pemanenan hasil pembenihan 2. Mengemas benih ikan 4. Melakukan pemananen benih ikan 3.009I. Mengambil sampel untuk menduga pertumbuhan benih ikan 3.01 PBD. Memantau kualitas dan kuantitas air pada pemeliharaan larva Memanen hasil pembenihan ikan 1.01 . Menyiapkan air untuk pendederan ikan 4. Memilih lokasi pendederan 4.01.011I. Mengidentifikasi calon pembeli 2. Menangani hama dan penyakit pada pemeliharaan larva 5.01 PBD.01 PBD. Membuat kesepakatan 3. Merencanakan tahapan kegiatan penentuan lokasi pendederan ikan 2. Memberi pakan larva 3.PL 02.PL.006I.PL 01. Membuat laporan Menentukan lokasi pendederan ikan 1.01 Memelihara larva ikan 1. Melakukan perhitungan laba rugi 5. Merencanakan kegiatan penebaran benih ikan 2. Membuat laporan Memantau pertumbuhan benih ikan pada pendederan 1. Membuat laporan Menyiapkan media pendederan ikan 1.PL 02.010I.01 PBD.PL 02.01 PBD.01. Merawat larva ikan 2.PL. Merencanakan kegiatan persiapan pendederan ikan 2. Menebar benih ikan 3.PL 02.PBD. Membuat laporan Memasarkan hasil pembenihan ikan 1. Mengamati perkembangan larva 4. Melakukan sortasi xxxii PBD. Mengidentifikasi persyaratan lokasi pendederan ikan 3. Merencanakan kegiatan pemantauan pertumbuhan benih ikan 2.012I.008I. Melakukan transaksi 4. Membuat laporan Menebar benih ikan pada pendederan 1.007I.

PL 02. Mengidentifikasi calon pembeli 2.PL 02. Membuat laporan Menentukan lokasi pembesaran ikan xxxiii .PL 02. waktu dan frekuensi pemberian pakan 4.015I. Memanen benih ikan 3.01 PBD. Membuat laporan PBD.PBD. Merencanakan kegiatan monitoring hama dan penyakit 2. Merencanakan kegiatan pengelolaan pakan benih ikan 3.01 4. Melakukan perhitungan laba rugi 5.013I. Membuat laporan Memasarkan hasil pendederan ikan 1.014I.01 Mengelola kualitas dan kuantitas air pada pendederan ikan 1. Membuat laporan Mengendalikan hama dan penyakit pada pendederan ikan 1.PL 02.PL 02.01 PBD.017I. Melakukan pengobatan ikan 4. Mengidentifikasi kualitas dan kuantitas air pada pendederan ikan 3.01 PBD. Membuat kesepakatan 3. Mengidentifikasi jenis-jenis pakan untuk benih ikan 2. Merencanakan kegiatan pengelolaan kualitas dan kuantitas air 2.016I. Menentukan jumlah. Mengidentifikasi hama dan penyakit 3. Melakukan transaksi 4. Mengelola kualitas dan kuantitas air pada pendederan ikan 4. Mencatat kejadian serangan penyakit 5. Membuat laporan Mengelola pakan benih ikan pada pendederan 1. Membuat laporan Memanen hasil pendederan ikan 1 Merencanakan kegiatan pemanenan hasil pendederan ikan 2.

018I.021I. Membuat laporan Menyiapkan media pembesaran ikan 1.020I.PL 03.01 xxxiv . Menyiapkan media pembesaran ikan 4. Merencanakan kegiatan penebaran benih ikan 2.01 PBD.022I. Mengambil sampel untuk menduga pertumbuhan ikan 3. Membuat laporan Memantau pertumbuhan ikan pada pembesaran 1. Menebar benih ikan 3. Menentukan jumlah. Membuat laporan Mengelola pakan pembesaran ikan 1.PBD. Membuat laporan Menebar benih ikan pada pembesaran 1.PL 03. Membuat laporan Mengendalikan hama dan penyakit pada pembesaran ikan 1.PL 03. Membuat laporan Memanen hasil pembesaran ikan PBD.023I. PBD. 2. Mengidentifikasi hama dan penyakit pada pembesaran ikan 3.01 1. Merencanakan kegiatan monitoring hama dan penyakit 2.019I.PL 03. Memilih lokasi pembesaran ikan 4. Melakukan pengobatan ikan 4.01 PBD. Merencanakan kegiatan persiapan pembesaran ikan 2. waktu dan frekuensi pemberian pakan 4.PL 03.01 Merencanakan tahapan kegiatan pemilihan lokasi Mengidentifikasi persyaratan lokasi pembesaran ikan 3.01 PBD. Merencanakan kegiatan pemantauan pertumbuhan ikan 2. Merencanakan kegiatan pengelolaan pakan pembesaran ikan 3. Melakukan sortasi 4. Mengidentifikasi jenis-jenis pakan untuk pembesaran ikan 2. Mencatat kejadian serangan penyakit 5.PL 03. Menyiapkan wadah pembesaran ikan 3.

PL 03. Melakukan kesepakatan 3. Mengemas ikan hasil pembesaran 4. Melakukan transaksi 4.025I. Mengidentifikasi calon pembeli ikan 2. Membuat laporan Memasarkan hasil pembesaran ikan 1. PBD.PL 03. Melakukan pemanenan 3.01 Merencanakan kegiatan pemanenan ikan hasil pembesaran 2.024I.1.01 PBD. Membuat laporan xxxv . Melakukan penghitungan laba rugi 5.

air payau 1.23 juta ha. akan menargetkan produksi perikanan pada tahun 2006 mencapai 7. untuk tahun 2006 Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Wilayah perairan di Indonesia berdasarkan kandungan kadar garamnya atau salinitas dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis perairan yaitu perairan tawar. Potensi perikanan budidaya secara nasional diperkirakan sebesar 15.6 juta ton. yang terdiri dari produksi perikanan tangkap sebesar 5.48 juta ton.14 juta ha. menurut Freddy Numberi (2006).1 juta ton dan produksi perikanan budidaya sebesar 2.22 juta ha dan budidaya laut 12.BAB I PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara dengan luas perairan hampir dua pertiga dari luas wilayahnya yaitu sekitar 70%. Pemanfaatannya hingga saat ini masing-masing baru 10.7 juta ton atau meningkat sebesar 13%. serta konsumsi ikan menjadi 28kg/kapita/tahun. perairan payau dan perairan laut. Sekolah Menengah Kejuruan merupakan 1 .01 persen untuk budidaya laut.1 persen untuk budidaya ikan air tawar. air payau dan air laut sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia.59 juta hektar (Ha) yang terdiri dari potensi air tawar 2. Oleh karena itu. Perikanan budidaya baik perikanan air tawar. Berdasarkan target produksi perikanan budidaya yang telah ditetapkan oleh Departemen Kelautan dan Perikanan maka Departemen Pendidikan Nasional sebagai departemen yang akan menciptakan sumber daya manusia yang bergelut dibidang kelautan dan perikanan untuk membuat suatu perangkat pendidikan agar dihasilkan sumber daya manusia yang kompeten sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang saat ini. 40 persen pada budidaya air payau dan 0. sehingga secara nasional produksi perikanan budidaya baru mencapai 1. Dari ketiga jenis perairan tersebut dapat dihasilkan suatu produksi perikanan yang memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

pengembangbiakan ikan. yang dalam kegiatan produksi akuakultur dikenal sebagai budidaya air tawar (freshwater culture). akuarium dan karamba jaring terapung. hama penyakit ikan dan genetika ikan. konstruksi wadah budidaya dan persiapan wadah budidaya ikan yang akan dipergunakan untuk kegiatan budidaya maka akan diperoleh peningkatan produktivitas dalam budidaya ikan. Dalam buku Budidaya Ikan ini akan dibahas tentang berbagai topik yang sangat mendukung pemahaman tentang bagaimana cara melakukan budidaya ikan sesuai dengan kaidahkaidah dalam melakukan kegiatan produksi budidaya ikan. Dalam bidang keahlian ini akan dipelajari berbagai macam hal tentang budidaya ikan dari berbagai macam perairan baik tawar. nutrisi ikan. Salah satu alat bantu yang dapat membantu dalam kegiatan belajar mengajar di SMK adalah buku. Berdasarkan keberadaan dan lokasi perairan yang ada di Indonesia maka kegiatan budidaya ikan air tawar akan lebih banyak dilakukan pada masyarakat yang tinggal di daerah dataran rendah atau dataran tinggi. sedangkan budidaya ikan air payau 2 .salah satu jenjang pendidikan yang akan menciptakan sumberdaya manusia tingkat menengah yang trampil dan kompenten sesuai dengan bidang keahliannya masingmasing. Oleh karena itu Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Pembinaan SMK. budidaya air payau (brackishwater culture) dan budidaya laut (mariculture). payau dan laut. Salah satu bidang keahlian yang ada pada SMK ini adalah Budidaya Ikan/Budidaya Perairan. Dirjen Mandikdasmen mengadakan kegiatan penulisan buku teks yang dapat digunakan bagi semua kalangan pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di SMK. Saat ini ketersediaan buku teks tentang budidaya ikan di Indonesia masih sangat terbatas. bak. Buku teks yang akan dipergunakan untuk kegiatan pembelajaran di SMK bagi bidang keahlian Budidaya Air tawar. teknologi produksi pakan alami. Dan juga akan dibahas tentang bagaimana menyiapkan wadah budidaya ikan yang akan dipergunakan untuk kegiatan budidaya sesuai dengan kaidahkaidah dalam melakukan kegiatan budidaya. teknologi pakan buatan. Wadah budidaya ikan Dalam bab ini akan dibahas tentang berbagai macam wadah yang dapat dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya ikan antara lain adalah kolam/tambak. Selain itu juga akan dibahas tentang bagaimana konstruksi dari setiap wadah yang akan dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya ikan yang sesuai dengan tingkat/level produksi yang diterapkan. media budidaya ikan. Dengan memahami berbagai macam wadah budidaya. Topik-topik pembelajaran ini dikelompokkan dalam beberapa bab yaitu wadah budidaya ikan. Budidaya Air Payau dan Budidaya Air laut ini diberi judul Budidaya Ikan.

bandeng. udang galah. mujair. ikan hias air tawar. bawal.menurut Effendi (2004). muara sungai atau rawa payau. ikan hias air tawar Ikan mas. bawal. bandeng. sidat. selat dan perairan dangkal yang terlindung dapat melakukan kegiatan budidaya ikan. patin. Kerapu. udang windu. ikan nila Ikan hias. samadar. sepat. kakap. kakap. dan Gambar 1. patin. udang windu. Sistem Kolam air tenang Komoditas Ikan mas. kerapu.1. kepiting bakau.20 Berbagai macam komoditas ikan budidaya.1 – 1. sistem budidaya ikan dan beberapa komoditas yang sudah lazim dibudidayakan di Indonesia dapat dilihat pada Tabel 1. nila. Komoditas akuakultur yang sudah lazim dibudidayakan dalam sistem budidaya di Indonesia. ikan hias. nila. bawal. nila. bandeng. udang galah Kerapu. sidat. Berdasarkan jenis wadah budidaya ikan yang dipilih oleh para pembudidaya ikan di Indonesia. mujair. benih ikan konsumsi. mujair. ikan hias laut. ikan hias laut.dapat dilakukan pada masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah sekitar pantai. gurami. nila. Berdasarkan lokasi budidaya ikan tersebut dapat dilakukan pemilihan terhadap wadah budidaya ikan yang sesuai dengan karakteristik setiap lokasi budidaya. rumput laut. Pada masyarakat yang hidup di daerah pantai dimana pantainya mempunyai perairan laut yang terlindung dari ombak dan badai seperti teluk. samadar. betutu Ikan mas. mola.1. patin. ikan mas. plankton pakan alami Kolam air deras Tambak Jaring apung Jaring tancap Keramba Kombongan Akuarium/tangki/bak 3 . mujair. belanak. patin. kowan. pakan alami Ikan mas Udang windu. gurami. ikan mas. gurami. nila. tawes. tambakan. Tabel 1. kakap putih. gurami. sidat.

4.2. Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy) Gambar 1.Gambar 1. Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Gambar 1. Ikan Mas (Cyprinus carpio) Gambar 1.1.5.3. Ikan Patin (Pangasius hiphothalamus) 4 . Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) Gambar 1.

Ikan sepat (Trichogaster pectolaris ) Gambar 1.6. Ikan bawal (Colosoma brachyponum) Gambar 1.10.8.Gambar 1. Ikan kowan (Ctenopharyngodon idella) Gambar 1. Ikan tambakan (Helestoma temmincki) 5 .7. Ikan lele (Clarias sp) Gambar 1. Ikan tawes ( Puntius gonionotus) Gambar 1.9.11.

) Gambar 1.16. Lobster Air tawar (Cherax Quadricarinatus) 6 .15.14. Ikan kakap putih (Lates calcariver) Gambar 1.17. Udang Vanamei (Penaeus vannamei) Gambar 1.18. Kerapu merah (Plectropomus maculatus) Gambar 1. Ikan kerapu (Chromileptes altivelis) Gambar 1.Gambar 1. Ikan bandeng (Chanos chanos) Gambar 1. Ikan betutu (Oxyeleotris marmorata) Gambar 1. Ikan sidat (Anguilla sp.12.13.19.

Oleh karena itu dalam buku teks ini akan dibahas tentang berbagai macam wadah budidaya ikan antara lain adalah kolam/ tambak.20. Ikan Beronang Lada (Siganus gutatus) Berdasarkan sistem budidaya ikan tersebut maka dapat dipilih beberapa wadah budidaya ikan yang akan dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya yaitu kolam yang dapat dikelompokkan menjadi kolam air deras dan kolam air tenang berdasarkan sumber air yang dipergunakan dalam kegiatan budidaya.tangki dari bahan serat fiber dan akuarium. Media yang dapat dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya ikan ada beberapa persyaratan-persyaratan agar ikan dapat tumbuh dan berkembangbiak pada wadah yang terbatas tersebut. Lingkungan perairan tempat ikan yang dibudidayakan tumbuh dan berkembang biasa disebut dengan media. Pada kegiatan budidaya ikan air tawar. Dalam bahasan sumber air berisi tentang sumber air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan ada beberapa macam. Berdasarkan asalnya sumber air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu air permukaan dan air tanah. payau ataupun laut dibutuhkan benih ikan dan induk ikan yang dapat menggunakan jenis wadah budidaya antara lain adalah bak. Dalam buku teks ini akan dibahas tentang berbagai macam sumber air yang dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya ikan. karamba dan kombongan. jika manusia melakukan kegiatan budidaya yaitu memproduksi organisme tersebut dalam suatu lingkungan perairan yang terbatas dan terkontrol dengan baik maka manusia harus memahami tentang lingkungan perairan dimana ikan tersebut dapat tumbuh dan berkembangbiak seperti di habitat aslinya. danau 7 Media Budidaya Ikan Ikan sebagai salah satu jenis organisme yang hidup pada suatu . waduk. berbagai macam parameter kualitas air yang akan mendukung kegiatan budidaya ikan dan bagaimana kita melakukan pengukuran terhadap beberapa parameter kualitas air yang sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup oragnisme air yang akan dibudidayakan. jaring tancap. Air permukaan yaitu air hujan yang mengalami limpasan/berakumulasi sementara ditempat-tempat rendah misalnya : air sungai.Gambar 1. perairan. akuarium dan karamba jaring terapung. bak. Sedangkan beberapa jenis wadah budidaya ikan yang dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya ikan diperairan umum antara lain adalah jaring apung.

Sedangkan air tanah yaitu air hujan yang mengendap atau air yang berada dibawah permukaan tanah. tegangan permukaan. Pada topik pengukuran parameter kualitas air akan dibahas beberapa parameter kualitas air dari aspek fisik. danau. rawa dan badan air lainnya yang tidak mengalami infiltrasi kedalam. Pengembangbiakan ikan Ikan sebagai salah satu jenis organisme perairan yang sudah dapat dibudidayakan oleh manusia. Air tanah yang saat ini digunakan untuk kegiatan budidaya dapat diperoleh melalui cara pengeboran air tanah dengan kedalaman tertentu sampai diperoleh titik sumber air yang akan keluar dan dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya. pH. bahan organik dan garam mineral. Ilmu yang mendasari 8 . Seperti diketahui bahwa organisme air yang dipelihara dalam suatu wadah budidaya mempunyai kemampuan untuk beradaptasi dengan media dimana ikan itu hidup. Dalam melakukan kegiatan budidaya ikan untuk memperoleh hasil produksi yang maksimal dilakukan suatu program pengembangbiakan terhadap ikan yang akan dibudidayakan. aspek kimia dan aspek biologi. Sumber air permukaan tersebut sudah banyak dipergunakan untuk kegiatan budidaya ikan. kekentalan/viscosity. Selain itu air permukaan dapat juga didefenisikan sebagai air yang berada disungai. suhu air. nitrogen. Dengan melakukan kegiatan budidaya maka kebutuhan manusia akan ikan akan selalu tersedia sesuai dengan permintaan. Pada aspek secara kimia akan dibahas secara detail tentang beberapa parameter kimia yang sangat berpengaruh pada media budidaya ikan antara lain adalah oksigen. kecerahan dan kekeruhan air serta salinitas. kimia dan biologi dengan menggunakan beberapa peralatan pengukuran kualitas air yang sangat mudah pengoperasionalan alatnya dan tersedia dibeberapa tempat budidaya. Dengan mengetahui nilai parameter kualitas air pada suatu media budidaya maka akan dapat dicegah suatu kejadian yang dapat merugikan bagi organisme air yang dibudidayakan sehingga tidak merugikan manusia. karbondioksida. Sedangkan pada aspek secara biologi akan dibahas tentang kepadatan dan kelimpahan plankton pada suatu wadah budidaya ikan yang sesuai untuk media budidaya ikan. waduk. sehingga jika terjadi fluktuasi terhadap beberapa parameter kualitas air pada suatu lingkungan budidaya segera dilakukan penanganan dengan memberikan perlakuan khusus pada media budidaya. alkalinitas dan kesadahan. Dari aspek fisik akan dibahas secara detail tentang beberapa parameter fisik dari suatu perairan yang sangat berpengaruh dalam melakukan kegiatan budidaya ikan antara lain adalah kepadatan/berat jenis air. Pada topik tentang parameter kualitas air akan dibahas tentang beberapa parameter kualitas air dari berbagai aspek antara lain adalah aspek fisik.dan rawa.

dalam program pengembangbiakan ikan adalah tentang biologi ikan, fisiologi ikan, kebiasaan hidup ikan, reproduksi ikan dan berbagai ilmu tentang rekayasa siklus reproduksi ikan. Ikan yang akan dibudidayakan harus dikelola dengan baik tentang persediaan induk ikan yang akan dibudidayakan. Pengembangbiakan ikan peliharaan akan berhasil jika tersedia induk yang baik. Ketersediaan induk ikan budidaya harus dikelola dengan baik untuk memperoleh benih ikan yang tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat jenis dan tepat harga. Oleh karena itu dalam buku ini akan dibahas tentang beberapa hal yang berperan penting dalam melakukan program pengembangbiakan ikan budidaya. Ikan yang akan dibudidayakan adalah ikan yang telah mengalami domestikasi dalam lingkungan budidaya. Domestikasi adalah pemindahan suatu organisme dari habitat lama ke habitat baru dalam hal ini manusia biasa memperoleh ikan dengan cara mengambil dari alam kemudian dipelihara dalam suatu lingkungan yang terbatas yaitu kolam pemeliharaan. Suatu jenis ikan dalam sistem budidaya ikan dapat dikelompokkan berdasarkan tingkat domestikasinya menjadi empat tingkat yaitu : 1. Domestikasi sempurna, yaitu apabila seluruh siklus hidup ikan sudah dapat dipelihara di dalam sistem budidaya. Contoh beberapa jenis ikan asli Indonesia yang sudah terdomestikasi sempurna antara lain adalah ikan gurame, ikan baung dan bandeng.

2. Domestikasi dikatakan hampir sempurna apabila seluruh siklus hidupnya sudah dapat dipelihara di dalam sistem budidaya, tetapi keberhasilannya masih rendah. Ikan asli Indonesia yang terdomestikasi hampir sempurna antara lain adalah ikan betutu, balashark dan arwana. 3. Domestikasi belum sempurna apabila baru sebagian siklus hidupnya yang dapat dipelihara di dalam sistem budidaya. Contohnya antara lain adalah ikan Napoleon, ikan hias laut, ikan tuna. 4. Belum terdomestikasi apabila seluruh siklus hidupnya belum dapat dipelihara di dalam sistem budidaya. Jenis-jenis ikan yang sudah dapat dibudidayakan di Indonesia sangat banyak jumlahnya ada yang berasal dari perairan Indonesia asli atau diintroduksi dari negara lain.Jenis ikan introduksi yang sudah terdomestikasi secara sempurna di Indonesia adalah ikan Mas dan ikan Nila. Dengan banyaknya jenis ikan yang sudah terdomestikasi secara sempurna akan memudahkan manusia untuk melakukan kegiatan pengembangbiakan. Pengembangbiakan ikan budidaya dapat dilakukan dengan cara tradisional, semi intensif ataupun intensif. Dengan melakukan pengembangbiakan ikan maka ketersediaan benih ikan secara kualitas dan kuantitas akan memadai. Penyediaan benih ikan budidaya saat ini dapat dilakukan oleh masyarakat dengan cara menangkap benih ikan dari alam (sungai, danau, laut dan sebagainya) 9

atau dengan cara melakukan proses pemijahan ikan di dalam wadah budidaya. Pemijahan ikan budidaya di dalam wadah budidaya dapat dilakukan dengan tiga metode yaitu pemijahan ikan secara alami, pemijahan ikan secara semi buatan dan pemijahan ikan secara buatan. Pemijahan ikan secara alami adalah pemijahan ikan tanpa campur tangan manusia, terjadi secara alamiah (tanpa pemberian rangsangan hormon) di dalam wadah budidaya. Jenis ikan yang sudah dapat dilakukan pemijahan secara alami didalam wadah budidaya antara lain adalah ikan Mas, ikan Nila, ikan Bandeng, ikan Kerapu, ikan Kakap, ikan Gurame, ikan Baung, ikan Lele. Pemijahan ikan secara semi intensif adalah pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad, tetapi proses ovulasinya terjadi secara alamiah di kolam. Jenis ikan yang sudah dapat dilakukan pemijahan secara semi buatan antara lain adalah ikan Bawal, ikan Lele, ikan Kakap, ikan Kerapu. Pemijahan ikan secara buatan adalah pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad serta proses ovulasinya dilakukan secara buatan dengan teknik stripping/pengurutan. Jenis ikan yang sudah dapat dilakukan pemijahan secara buatan antara lain adalah ikan Patin, ikan Mas, ikan Lele. Dalam buku ini akan dibahas tentang bagaimana cara melakukan kegiatan produksi budidaya ikan mulai dari

kegiatan pembenihan ikan, kegiatan pendederan ikan, kegiatan pembesaran ikan dan kegiatan pemanenan ikan. Kegiatan pembenihan ikan merupakan suatu kegiatan budidaya yang menghasilkan benih ikan. Benih ikan dalam budidaya ikan diperoleh dari induk ikan, oleh karena itu sebelum melakukan kegiatan pembenihan ikan harus dipahami terlebih dahulu tentang teknik seleksi induk ikan, karena benih ikan yang unggul diperoleh dari induk yang unggul. Jika dalam melakukan kegiatan pembenihan ikan tidak memperhatikan tentang seleksi induk yang baik maka akan memperoleh benih ikan yang tidak bermutu. Benih ikan yang diperoleh dari hasil pembenihan ikan akan dilakukan tahapan pemeliharaan yang disebut dengan kegiatan pendederan. Pendederan adalah kegiatan pemeliharaan ikan untuk menghasilkan benih yang siap ditebarkan pada kegiatan pembesaran ikan. Pada beberapa jenis ikan air tawar ada beberapa tahapan kegiatan pendederan ikan untuk mempercepat siklus perputaran produksi, seperti pada budidaya ikan mas ada beberapa tahapan pendederan, misalnya pendederan pertama menghasilkan benih ikan berukuran 2 – 3 cm, pendederan kedua menghasilkan benih ikan berukuran 5 – 8 cm. Baru kemudian berlanjut pada kegiatan produksi selanjutnya yaitu pembesaran ikan. Kegiatan pembesaran ikan merupakan kegiatan budidaya yang memelihara benih ikan sampai berukuran konsumsi. Dengan melakukan seluruh kegiatan budidaya ikan mulai 10

dari pembenihan sampai pembesaran ikan maka kegiatan pengembangbiakan ikan budidaya telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan manusia akan sumber pangan dan non pangan yang relatif murah.

buatan harus diperhatikan tentang kandungan zat gizinya agar ikan yang diberi pakan tersebut dapat tumbuh dan berkembang. Dengan memahami kebutuhan nutrisi setiap ikan yang dibudidayakan maka kebutuhan zat gizi ikan akan terpenuhi. Seperti diketahui pakan atau makanan yang dikonsumsi oleh ikan melupakan sumber energi utama dalam tubuh ikan. Makanan yang masuk kedalam tubuh ikan akan diubah menjadi energi kimia dan disimpan oleh tubuh dalam bentuk ATP (Adenosin triphosphat). Energi yang diperoleh dari makanan itu yang akan digunakan oleh ikan untuk kegiatannya. Dalam buku ini akan dibahas tentang penggunaan energi yang berasal dari pakan oleh ikan dan bagaimana penyebarannya dalam proses metabolisme ikan. Energi yang diperoleh dari makanan akan dapat memberikan pertumbuhan dan perkembangan ikan budidaya jika makanan yang diberikan mempunyai kandungan nutrisi yang cukup untuk setiap jenis ikan. Oleh karena itu sangat penting mengetahui kebutuhan energi untuk setiap jenis ikan. Seperti diketahui bahwa pakan buatan harus mengandung energi lebih dari 3000 kilokalori agar dapat memberikan pertumbuhan yang baik bagi ikan budidaya. Setelah memahami tentang energi yang dibutuhkan oleh setiap jenis ikan maka pengetahuan tentang sumber nutrien utama sebagai sumber energi yaitu protein, lemak dan karbohidrat serta vitamin dan mineral harus dipelajari agar 11

Nutrisi ikan
Kajian tentang nutrisi ikan sangat diperlukan untuk memahami kebutuhan ikan akan zat gizi yang dibutuhkan ikan agar tumbuh dan berkembang. Zat gizi yang dibutuhkan oleh ikan agar dapat tumbuh dan berkembang meliputi tentang kandungan protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Zat gizi tersebut pada setiap jenis ikan mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu sangat diperlukan pengetahuan tentang kebutuhan zat gizi tersebut bagi setiap jenis ikan yang akan dibudidayakan. Dalam kegiatan budidaya ikan biasanya para petani ikan sangat membutuhkan pakan yang akan diberikan pada ikan yang dibudidayakan pada wadah budidaya. Pakan yang diberikan ada dua jenis yaitu pakan alami dan pakan buatan. Pakan alami adalah jasad hidup yang diberikan sebagai pakan pada organisme air. Sedangkan pakan buatan adalah pakan yang dibuat dari berbagai macam bahan baku hewani dan nabati dengan memperhatikan kandungan gizi, sifat dan ukuran ikan yang akan mengkonsumsi pakan tersebut dengan cara dibuat oleh manusia dengan bantuan peralatan pakan. Pada pakan alami dan pakan

kebutuhan ikan akan nutrisi tercukupi. Protein adalah suatu molekul komplek yang besar (makromolekul), yang terbentuk dari molekul asam amino (20 macam), dimana asam amino satu sama lain berhubungan dengan ikatan peptida. Protein merupakan nutrisi utama yang mengandung nitrogen dan merupakan unsur utama dari jaringan dan organ tubuh hewan dan juga senyawa nitrogen lainnya seperti asam nukleat, enzim, hormon, vitamin dan lain-lain. Protein dibutuhkan sebagai sumber energi utama karena protein ini terus menerus diperlukan dalam makanan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan yang rusak. Protein sangat dibutuhkan oleh ikan sebagai sumber utama energi dan pada ikan kebutuhan protein ini bervariasi bergantung pada jenis ikan yang dibudidayakan. Kebutuhan ikan akan protein ini berkisar antara 20 – 60% dan kebutuhan protein ini sudah sampai pada kebutuhan asam amino setiap jenis ikan dimana setiap jenis ikan kebutuhannnya akan asam amino sangat spesifik. Protein yang diberikan pada ikan budidaya tidak boleh berlebih ataupun kekurangan harus tepat karena kalau berlebih ataupun kekurangan akan memberikan pertumbuhan yang negatif. Kelebihan protein dalam pakan akan mengakibatkan ikan memerlukan energi ekstra untuk melakukan proses deaminasi dan mengeluarkan amoniak sebagai senyawa yang bersifat racun sehingga energi yang digunakan untuk pertumbuhan akan berkurang. Kekurangan protein dalam pakan jelas akan mengakibatkan pertumbuhan yang negatif karena

protein yang disimpan didalam jaringan otot akan dirombak menjadi sumber energi sehingga pertumbuhan menjadi terhambat. Pengetahuan nutrisi ikan selanjutnya adalah karbohidrat, karbohidrat adalah senyawa organik yang terdiri dari unsur karbon, hidrogen dan oksigen dalam perbandingan yang berbeda-beda. Karbohidrat adalah sumber energi yang murah dan dapat menggantikan protein yang mahal sebagai sumber energi. Karbohidrat pada manusia dan hewan darat merupakan sumber energi utama sedangkan pada ikan karbohidrat merupakan sumber energi yang disebut dengan Protein Sparring Effect yaitu karbohidrat dapat digunakan sebagai sumber energi pengganti bagi protein , karbohidrat sebagai mitra protein jika tubuh kekurangan protein maka karbohidrat akan dipecah sebagai pengganti energi yang berasal dari protein. Dengan menggunakan karbohidrat dan lemak sebagai sumber bahan baku maka hal ini dapat mengurangi harga pakan. Pemanfaatan karbohidrat sebagai sumber energi dalam tubuh dapat juga dipengaruhi oleh aktivitas enzim dan hormon. Enzim dan hormon ini penting untuk proses metabolisme karbohidrat dalam tubuh seperti glikolisis, siklus asam trikarboksilat, jalur pentosa fosfat, glukoneogenesis dan glikogenesis. Selain itu dalam aplikasi pembuatan pakan karbohidrat seperti zat tepung, agaragar, alga, dan getah dapat juga digunakan sebagai pengikat makanan (binder) untuk meningkatkan kestabilan pakan 12

dalam air pada pakan ikan dan udang. Kemampuan setiap jenis ikan dalam memanfaatkan karbohidrat berbedabeda, kebutuhan karbohidrat bagi ikan budidaya berkisar antara 20 – 40%. Hal ini dikarenakan enzim yang mencerna karbohidrat yaitu amilase pada ikan omnivora dan herbivora aktivitasnya lebih tinggi dibandingkan dengan ikan karnivora, oleh karena itu pada pencernaan karbohidrat pada ikan karnivora lebih rendah dibandingkan dengan ikan herbivora dan omnivora. Selain itu kemampuan sel memanfaatkan glukosa sebagai bentuk sederhana dari karbohidrat dan sumber energi yang paling cepat diserap didalam sel pada ikan herbivora dan omnivora lebih besar dibandingkan dengan ikan karnivora. Pengetahuan tentang kebutuhan karbohidrat pada komposisi nutrisi pakan setiap jenis ikan perlu dipelajari agar dapat menyusun kebutuhan nutrisi ikan yang tepat dan murah. Kebutuhan nutrien ikan selanjutnya adalah lemak. Lemak sebenarnya adalah bagian dari lipid. Lipid adalah senyawa organik yang tidak larut dalam air tapi dapat diekstraksi dengan pelarut nonpolar seperti kloroform, eter dan benzena. Lipid itu terdiri dari lemak, minyak, malam dan senyawa-senyawa lain yang ada hubungannya. Perbedaan lemak dan minyak adalah pada titik cairnya dimana lemak cenderung lebih tinggi titik cairnya karena molekulnya lebih berat dan rantai molekulnya lebih panjang. Kebutuhan ikan akan lemak juga bervariasi antara 4 – 18% dan

setiap jenis ikan mempunyai kebutuhan yang spesifik. Nutrien yang digunakan oleh ikan sebagai katalisator (pemacu) terjadinya proses metabolisme di dalam tubuh ikan adalah vitamin. Vitamin merupakan salah satu nutrien yang bukan merupakan sumber tenaga tetapi sangat dibutuhkan untuk kelangsungan semua proses di dalam tubuh. Vitamin merupakan senyawa organik dan biasa disebut dietary essensial yaitu harus diberikan dari luar tubuh karena tubuh tidak dapat mensintesis sendiri, kecuali beberapa vitamin misalnya vitamin C pada ayam dan vitamin B pada ruminansia. Menurut Steffens (1989) vitamin adalah senyawa organik dengan berat molekul rendah dengan komposisi dan fungsi yang beragam dimana sangat penting untuk kehidupan tetapi tidak dapat disintesis (atau hanya disintesis dalam kuantitas yang tidak cukup/terbatas) oleh hewan tingkat tinggi dan oleh sebab itu harus disuplai dari makanan. Vitamin dibutuhkan oleh ikan dalam jumlah yang tidak banyak tetapi kekurangan vitamin dalam komposisi pakan akan membawa dampak negatif bagi ikan budidaya. Pada buku teks ini akan dibahas tentang berbagai macam vitamin, fungsi dan peranannya, kebutuhan berbagai jenis ikan akan vitamin dan dampak yang diakibatkan jika dalam komposisi pakan kekurangan vitamin. Vitamin berdasarkan klasifikasinya dikelompokkan menjadi dua yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam air mempunyai sifat bergerak 13

bebas didalam badan, darah dan limpa, mudah rusak dalam pengolahan, mudah hilang karena tercuci atau terlarut oleh air keluar dari bahan, tidak stabil dalam penyimpanan, kecuali vitamin B12 dapat disimpan dalam hati selama beberapa tahun, berfungsi sebagai koenzim atau kofaktor dalam reaksi enzimatik, kecuali vitamin C dan kelebihan vitamin ini di dalam tubuh akan dieksresikan ke dalam urin. Jenis vitamin yang larut dalam air adalah vitamin B1 (Tiamin), vitamin B2 (Riboflavin), vitamin B3 (Niasin), vitamin B5 (Asam pantotenat), vitamin B6 (Piridoksin), vitamin B12 (Kobalamin), biotin, asam folat, inositol, kolin dan vitamin C. Kelompok yang kedua adalah vitamin yang larut dalam lemak. Kelompok vitamin yang larut dalam lemak mempunyai sifat dapat disimpan dalam hati dan jaringanjaringan lemak, tidak larut dalam air maka vitamin ini tidak dapat dikeluarkan atau dieksresikan akibatnya vitamin ini dapat ditimbun dalam tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Kelompok vitamin ini terdiri dari vitamin A, vitamin D, vitamin E dan vitamin K. Kebutuhan ikan akan vitamin sangat ditentukan oleh ukuran atau umur ikan, kandungan nutrien pakan, laju pertumbuhan dan lingkungan dimana ikan itu hidup. Vitamin merupakan koenzim yang sangat diperlukan dalam metabolisme tubuh. Bila kekurangan vitamin maka ikan akan memberikan gejala-gejala yang spesifik untuk setiap jenis vitamin. Penggunaan vitamin dalam pakan ikan biasanya memakai vitamin yang sintetik karena ikan tidak dapat

menggunakan bahan makanan yang segar, kecuali pada beberapa jenis ikan herbivora yang dapat memanfaatkan vitamin dari daun. Pada proses pembuatan pakan ikan, kehilangan vitamin tidak dapat dihindarkan karena sifat vitamin tersebut. Oleh karena itu perlu diperhitungkan kandungan vitamin yang tepat pada waktu menyusun formulasi pakan. Nutrien selanjutnya yang bukan merupakan sumber energi tetapi berperan sebagai kofaktor dalam setiap proses metabolisme adalah mineral. Mineral merupakan unsur anorganik yang dibutuhkan oleh organisme perairan (ikan) untuk proses hidupnya secara normal. Ikan sebagai organisme air mempunyai kemampuan untuk menyerap beberapa unsur anorganik ini tidak hanya dari makanannya saja tetapi juga dari lingkungannya. Jumlah mineral yang dibutuhkan oleh ikan dalam jumlah yang sedikit tetapi mempunyai fungsi yang sangat penting. Dalam penyusunan pakan buatan mineral mix biasanya ditambahkan berkisar antara 2 – 5 % dari total jumlah bahan dan bergantung pada jenis ikan yang akan mengkonsumsinya. Walaupun sangat sedikit yang dibutuhkan oleh ikan mineral mempunyai fungsi yang sangat utama dalam tubuh ikan. Dalam buku teks ini akan dijelaskan secara detail tentang kebutuhan mineral pada ikan yang dibudidayakan serta dampak yang diakibatkan jika ikan kekurangan mineral dalam komposisi pakannya. Mineral berdasarkan konsentrasinya di dalam tubuh hewan dikelompok14

kan menjadi dua kelompok, kelompok pertama adalah mineral makro yaitu mineral yang konsentrasinya dalam tubuh organisme dibutuhkan dalam jumlah besar (lebih dari 100 mg/kg pakan kering) terdiri dari Calsium (Ca), Magnesium (Mg), Sodium (Na), Potassium (K), Phosphorus (P), Clorine (Cl) dan Sulphur (S). Kelompok yang kedua adalah mineral mikro yaitu mineral yang konsentrasinya dalam tubuh setiap organisme dibutuhkan dalam jumlah sedikit (kurang dari 100 mg/kg pakan kering) terdiri dari Besi (Fe), Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Seng (Zn), Cobalt (Co), Molybdenum (Mo), Cromium (Cr), Selenium (Se), Fluorinr (F), Yodium (I), Nickel (Ni) dan lain-lain.

biaya operasional tertinggi kurang lebih 60% dari total biaya produksi, jika kita dapat mengelola dengan baik penggunaan pakan buatan dalam suatu uasaha budidaya ikan maka biaya pakan akan dapat dikurangi dan pertumbuhan ikan terjadi secara optimal sehingga keuntungan produksi meningkat. Selain itu dalam proses pemberian pakan pada ikan sebagai organisme air yang hidup dalam media air maka harus diketahui juga tentang kaitan antara pakan ikan dan kualitas air, sehingga pakan yang diberikan selama proses budidaya ikan berlangsung tidak memberikan dampak negatif terhadap media budidaya. Jenis-jenis bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat pakan ikan dapat dikelompokkan kedalam bahan baku hewani yaitu jenis-jenis bahan baku yang berasal dari hewan, bahan baku nabati yaitu jenis-jenis bahan baku yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan bahan baku limbah industri yaitu bahan baku yang berasal dari hasil pengolahan industri pertanian, perikanan yang sudah tidak digunakan tetapi masih dapat diolah untuk sumber bahan baku pakan. Penyusunan formulasi pakan merupakan suatu kompetensi yang harus dimiliki oleh para pembudidaya ikan yang akan membuat pakan ikan sendiri karena pakan ikan yang dibuat sendiri mempunyai keuntungan yang lebih baik dibandingkan dengan membeli dipasar. Pakan ikan yang dibuat sendiri mempunyai formulasi sesuai dengan kebutuhan ikan yang akan 15

Teknologi pakan buatan
Dalam buku teks ini akan diuraikan secara jelas tentang berbagai kajian yang mendukung dalam membuat suatu rekayasa dalam membuat pakan ikan. Beberapa subtopik akan dibahas antara lain adalah jenis-jenis bahan baku, bagaimana cara menyusun formulasi pakan ikan dari yang sangat sederhana sampai teknologi komputer, bagaimana prosedur pembuatan pakan dari skala rumah tangga sampai pabrikasi, dan bagaimana melakukan pengelolaan terhadap pakan yang sangat membutuhkan keahlian tersendiri agar dalam melakukan suatu usaha budidaya ikan menguntungkan. Dimana kita tahu bahwa pakan buatan merupakan

mengkonsumsi pakan tersebut. Karena setiap jenis ikan mempunyai kebutuhan kandungan nutrien/zat gizi yang spesifik. Oleh karena itu dalam menyusun formulasi pakan harus dibuat perencanaan yang tepat tentang peruntukkannya jenis dan umur ikan yang akan mengkonsumsinya. Dalam menyusun formulasi pakan ada beberapa metode yang dapat digunakan antara lain adalah metode segiempat/square methods merupakan metode penyusunan formulasi pakan yang paling lama sebagai dasar utama dalam menyusun formulasi pakan, selanjutnya adalah metode cobacoba/trial and error yaitu metode penyusunan formulasi pakan yang dilakukan dengan cara mencoba berbagai bahan dengan komposisi disesuaikan dengan kandungan gizi setiap bahan baku dan merupakan kelanjutan dari metode segiempat. Metode selanjutnya adalah metode aljabar merupakan suatu metode penyusunan formulasi pakan ikan dengan menggunakan persamaan matematika yaitu persamaan aljabar dan keempat juga menggunakan persamaan matematika yaitu persamaan linier. Penyusunan formulasi pakan dengan menggunakan persamaan matematika dapat menggunakan alat bantu komputer apabila anda bisa membuat program matematika tersebut dalam komputer. Selain itu ada juga yang menyusun formulasi pakan ikan dengan metode worksheet yang prinsipnya hampir sama dengan persamaan sebelumnya, perbedaannya hanya menggunakan lembar kerja setiap

langkah untuk memudahkan dalam penyusunan formulasi. Pakan ikan dibuat oleh para produsen untuk memenuhi kebutuhan produksi budidaya ikan. Jika para pembudidaya ikan dapat membuat pakan ikan sendiri akan sangat menguntungkan apabila dipahami prosedur pembuatan pakan ikan yang benar. Pakan ikan dapat dibuat secara skala rumahtangga maupun secara pabrikasi. Prinsip dalam pembuatan pakan ikan yang harus dipahami adalah bagaimana prosedur yang benar dalam membuat pakan ikan. Pakan ikan berbeda dengan pakan ternak, pakan ikan dibuat untuk dikonsumsi oleh ikan yang hidup diair, mempunyai ukuran lambung yang pendek, dan tidak langsung dapat dikonsumsi ikan tetapi berhubungan dengan media air dimana ikan hidup. Oleh karena itu dalam prosedur pembuatan pakan harus diperhatikan dengan benar tentang komposisi bahan baku yang akan digunakan dalam membuat pakan ikan, bentuk bahan baku yang akan digunakan harus dalam bentuk tepung. Oleh karena itu tahapan pertama dalam prosedur pembuatan pakan adalah membuat tepung semua bahan baku yang disebut dengan milling. Peralatan yang dapat digunakan untuk melakukan penepungan bahan baku ada berbagai macam bergantung pada kapasitas bahan baku yang akan ditepung mulai dari disc mill, hammer mill dan lain-lain. Prosedur selanjutnya setelah bahan baku ditepung adalah melakukan penimbangan bahan baku jika proses pembuatan pakan dilakukan secara skala rumah tangga, tetapi 16

jika pembuatan pakan dilakukan secara pabrikasi maka langkah selanjutnya adalah pencampuran atau mixing. Setelah dilakukan pencampuran langkah selanjutnya adalah pembuatan adonan sampai benar-benar tercampur secara sempurna, kemudian pencetakan pakan buatan atau pelleting. Pakan yang telah terbentuk sesuai dengan keinginan pembuat jika dilakukan secara skala rumah tangga maka pakan tersebut harus dilakukan pengeringan atau drying, tetapi jika dilakukan secara pabrikasi dimana peralatan pembuatan pakannya telah dilengkapi dengan peralatan steam untuk mengeringkan pakan sehingga tidak dibutuhkan proses pengeringan pakan. Langkah terakhir dalam proses pembuatan pakan adalah pengemasan dan pengangkutan pakan kepada para konsumen. Pakan dibutuhkan dalam suatu usaha budidaya ikan dapat berasal dari pakan alami dan pakan buatan. Pada usaha budidaya ikan yang intensif pakan yang digunakan dalam usaha tersebut adalah pakan buatan. Oleh karena itu harus dibuat suatu manejemen pakan yang baik agar pakan yang digunakan benar efisien dan efektif. Penggunaan pakan yang benar dalam proses budidaya akan sangat menguntungkan para pembudidaya. Selain itu ikan sebagai organisme air maka habitatnya selalu berada didalam air. Oleh karena itu bagaimana para pembudidaya ikan harus memahami keterkaitan antara pakan ikan dan kualitas air yang sesuai dengan kebutuhan ikan. Saat ini telah ditemukan tentang formulasi pakan ikan yang ramah

lingkungan yang memperhatikan kandungan gizi pakan dengan dampaknya terhadap kualitas air sebagai media budidaya ikan.

Teknologi pakan alami
Pada bab sebelumnya telah dibahas tentang pakan buatan, pada bab ini akan dibahas tentang jenis-jenis pakan alami yang dapat digunakan dalam budidaya ikan, bagaimana melakukan budidaya berbagai jenis pakan alami yang dapat dikonsumsi oleh ikan terdiri dari phytoplankton, zooplankton dan bentos. Plankton adalah organisme renik yang hidup melayang-layang mengikuti pergerakan air. Plankton didalam perairan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu phytoplankton dan zooplankton. Phytoplankton adalah organisme renik yang hidup melayang-layang mengikuti pergerakan air yang berasal dari jasad nabati sedangkan zooplankton adalah organisme renik yang hidup melayang-layang mengikuti pergerakan air yang berasal dari jasad hewani. Sedangkan bentos adalah organisme air yang hidup didasar perairan . Jenis-jenis phytoplankton dan zooplankton yang dapat dibudidayakan dapat dikelompokkan berdasarkan habitatnya adalah plankton air tawar dan plankton air laut. Plankton air tawar digunakan untuk ikan-ikan air tawar dan plankton air laut digunakan untuk ikan-ikan air laut. Begitu juga dengan benthos disesuaikan dengan habitatnya tetapi benthos yang 17

sudah dapat dibudidayakan pada umumnya adalah yang berasal dari air tawar. Untuk meningkatkan mutu dari pakan alami saat ini sudah dapat dilakukan tenkologi bioenkapsulasi yaitu proses peningkatan mutu dari zooplankton yang telah dibudidayakan untuk meningkatkan kelangsungan hidup larva yang mengkonsumsi pakan alami tersebut. Ada berbagai macam bahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu dari zooplankton tersebut. Dalam buku teks ini akan dibahas berbagai cara dan bahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu dari pakan alami.

peralatan yang akan digunakan untuk kegiatan budidaya telah disucihamakan, jangan memelihara ikan yang sakit dengan ikan yang sehat secara bersamaan, membuang segera ikan yang sakit. Jika ikan telah terserang hama dan penyakit ikan maka langkah yang harus dilakukan adalah melakukan pengobatan terhadap ikan yang sakit. Dalam buku teks ini akan dibahas tentang jenis-jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang ikan budidaya, beberapa kegiatan pengendalian terhadap serangan hama dan penyakit ikan serta cara melakukan pengobatan jika ikan yang dibudidayakan telah terserang hama dan penyakit ikan. Hama adalah makhluk hidup yang menyerang atau memangsa ikan yang dipelihara sehingga ikan tersebut mati. Jenis hama ada beberapa macam ada hama yang menyerang larva ikan, benih ikan atau ikan ukuran besar. Penyakit ikan adalah suatu akibat dari interaksi tiga komponen yaitu lingkungan, ikan itu sendiri dan agen penyakit yang menyebabkan ikan yang dibudidayakan menjadi sakit dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit ikan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal diantaranya adalah penyakit ikan yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, parasit dan makanan. Pada bagian selanjutnya akan dibahas secara detail jenisjenis penyakit dan cara penanggulangannya serta pengobatannya.

Hama dan penyakit ikan
Pada setiap kegiatan budidaya ikan pasti akan terdapat kendala yang dapat menyebabkan berkurangnya produktivitas dalam suatu usaha. Penyebab utama terjadinya kegagalan produksi ikan budidaya biasanya disebabkan oleh karena adanya hama dan penyakit yang menyerang dalam wadah budidaya ikan. Karena ikan yang sakit tidak akan mengalami pertumbuhan berat badan yang optimal dan hal ini sangat merugikan bagi para pembudidaya. Agar tidak terjadi serangan hama dan penyakit ikan dalam wadah budidaya maka sebelum dilakukan kegiatan budidaya harus dilakukan treatment pada wadah yang akan digunakan seperti membersihkan wadah budidaya, penggunaan air yang baik secara kualitas dan kuantitas,

18

tambak. Usaha budidaya ikan merupakan suatu kegiatan yang dapat dilakukan ditempat tertutup atau terbuka seperti kolam. bebas dari pencemaran lingkungaan. Dengan mempelajari materi pemasaran ini diharapkan pembaca dapat memahami tentang pemasaran hasil produksi budidaya ikan dengan berbagai karakteristik produk perikanan yang laku jual dimasyarakat. Peraturan tentang kesehatan dan keselamatan kerja pada dunia usaha dan dunia industri telah diatur oleh negara yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja. sehat. Oleh karena itu harus diperhatikan tentang kesehatan dan keselamatan kerja selama melakukan kegiatan budidaya diberbagai tempat kerja. Budidaya ikan sebagai salah satu usaha yang menghasilkan ikan untuk dijual yang berarti akan mendapatkan suatu nilah tambah bagi para pembudidayanya. Net Present Value (NPV). Dalam bab ini akan dibahas tentang persyaratan yang harus dipenuhi agar suatu usaha budidaya ikan menguntungkan dikaji dari aspek ekonomi. estimasi harga jual. Analisa Usaha Budidaya Ikan Dalam suatu kegiatan budidaya tujuan dilakukannya produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk hasil budidaya ikan. Kesehatan dan keselamatan kerja Pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja pada suatu usaha budidaya ikan harus dapat diaplikasikan. Internal Rate of return. Seperti kita ketahui budidaya ikan pada kondisi lahan yang semakin lama semakin terbatas karena bertambahnya populasi manusia di bumi harus selalau dibudidayakan dan memberikan nilai tambah bagi para pembudidaya. dan aplikasi analisa usaha. Oleh karena itu akan dibahas tentang pengertian studi kelayakan. Jika dalam melakukan suatu usaha tidak mendapatkan keuntungan sebagai upah dari mengelola usaha budidaya ikan maka para pembudidaya ikan tidak akan tertarik untuk membudidayakan komoditas perikanan. Net Benefit Cost Ratio (NBC Ratio). ciri-ciri pemasaran hasil perikanan. sistem penjualan dan strategi promosi. Tempat 19 . sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. jaring terapung. Analisis break Event Point (BEP). perencanaan dan target penjualan. Dalam melakukan usaha budidaya ikan diharapkan produk yang dihasilkan akan terjual semua dan mempunyai harga yang sesuai dengan keinginan penjual sehingga akan diperoleh keuntungan. Dengan melaksanakan Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan suatu upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman.Pemasaran Pada bab ini akan dibahas tentang pengertian pemasaran.

20 . Dengan melakukan budidaya ikan secara intensif untuk memperoleh target produksi yang telah ditetapkan maka kesehatan dan keselamatan kerja harus selalu diperhatikan agar tidak terjadi kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh kecerobohan atau kelalaian manusia.kerja merupakan suatu ruangan atau lapangan. bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja atausering dimasuki tempat kerja untuk keperluan usaha dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya. tertutup atau terbuka.

Ada tiga sistem budidaya ikan air yang biasa dilakukan yaitu : 21 . waduk. Kolam dan bak berdasarkan defenisinya dibedakan karena kolam dalam bahasa Inggrisnya pond adalah suatu wadah yang dapat menampung air dalam luasan yang terbatas. ada beberapa jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah kolam. bak. Kolam dapat digunakan sebagai wadah untuk budidaya ikan air tawar sedangkan bak. sengaja dibuat oleh manusia dengan cara melakukan penggalian tanah pada lahan tertentu dengan kedalaman rata-rata berkisar antara 1. sungai) agar dapat digunakan untuk membudidayakan ikan. Sedangkan bak atau tanki adalah suatu wadah budidaya ikan yang sengaja dibuat oleh manusia yang berada diatas permukaan tanah yang dapat menampung air dengan bahan baku yang digunakan untuk membuat bak tersebut disesuaikan dengan kebutuhan manusia.0 m dan sumber air bermacam-macam. Akuarium merupakan salah satu wadah yang digunakan untuk budidaya ikan yang terbuat dari kaca dan mempunyai ukuran tertentu. Sedangkan jenis-jenis bak atau tanki ini biasanya dikelompokkan berdasarkan bahan baku pembuatannya yaitu yang terbuat dari beton disebut bak beton.1. Jaring terapung merupakan suatu wadah budidaya ikan air tawar dan laut yang sengaja dibuat oleh manusia untuk membatasi air yang berada dalam suatu perairan umum (danau. Jenis-jenis kolam dapat dibedakan berdasarkan sistem budidaya yang akan diterapkan dan sumber air yang digunakan. Kolam Jenis-jenis kolam yang akan digunakan sangat tergantung kepada sistem budidaya yang akan diterapkan. jaring terapung dapat digunakan untuk melakukan budidaya ikan air tawar dan laut.5 – 2. Jenis-Jenis Wadah Budidaya Ikan Dalam budidaya ikan air tawar dan laut. 2.1. yang terbuat dari kayu dilapisi dengan plastik disebut bak plastik. yang terbuat dari serat fiber disebut bak fiber. akuarium. jaring terapung/ karamba jaring apung. laut. akuarium.BAB II WADAH BUDIDAYA IKAN 2.1.

Semi intensif.1. hujan dan lain-lain tetapi aliran air yang masuk ke dalam kolam sangat sedikit debit airnya (0. Tradisional/ekstensif.2). Kolam pemijahan adalah kolam yang sengaja dibuat sebagai tempat perkawinan induk-induk ikan budidaya. Gambar 2. 3. 2. Kolam tanah . Ukuran kolam pemijahan ikan bergantung kepada ukuran besar usaha. kolam penetasan.3.2. Bentuk kolam 22 Gambar 2. saluran irigasi. kolam pemeliharaan/ pembesaran. kolam yang digunakan adalah kolam yang keseluruhan bagian kolam terdiri dari tembok (Gambar 2. Kolam Intensif Jenis-jenis kolam yang dibutuhkan untuk membudidayakan ikan berdasarkan proses budidaya dan fungsinya dapat dikelompokkan menjadi beberapa kolam antara lain adalah kolam pemijahan. Intensif.1).1. kolam yang digunakan adalah kolam yang bagian kolamnya(dinding pematang) terbuat dari tembok sedangkan dasar kolamnya terbuat dari tanah (Gambar 2. yaitu jumlah induk ikan yang akan dipijahkan dalam setiap kali pemijahan. mata air. kolam pemberokan induk.3). Kolam semiintensif Gambar 2. kolam yang digunakan adalah kolam tanah yaitu kolam yang keseluruhan bagian kolamnya terbuat dari tanah (Gambar 2. Jenis-jenis kolam berdasarkan sumber air yang digunakan adalah kolam air mengalir/running water dengan sumber air berasal dari sungai atau saluran irigasi dimana pada kolam tersebut selalu terjadi aliran air yang debitnya cukup besar (50 l/detik) dan kolam air tenang/ stagnant water dengan sumber air yang digunakan untuk kegiatan budidaya adalah sungai.5 – 5 l/detik) dan hanya berfungsi menggantikan air yang meresap dan menguap.

Kolam pemeliharaan biasanya dapat dibedakan menjadi kolam pendederan dan kolam pembesaran ikan.00 m. Gambar 2.5). Gambar 2. sebaiknya dasar kolam penetasan terbuat dari semen atau tanah yang keras agar tidak ada lumpur yang dapat mengotori telur ikan sehingga telur menjadi buruk atau rusak.4). Sebagai patokan untuk 1 kg induk ikan mas membutuhkan ukuran kolam pemijahan 3 x 1. Biasanya untuk memudahkan perawatan dan pemeliharaan larva.5 m dengan kedalaman air 0.75 – 1. Gambar 2. Kolam pemijahan sebaiknya dibuat dengan sistem pengairan yang baik yaitu mudah dikeringkan dan pada lokasi yang mempunyai air yang mengalir serta bersih.5.7) 23 . ukurannya adalah 3 x 2 m atau 4 x 3 m (Gambar 2. Pada kolam semi intensif atau tradisional sebaiknya tanah dasar kolam adalah tanah yang subur jika dipupuk dapat tumbuh pakan alami yang sangat dibutuhkan oleh benih ikan (Gambar 2.6). Selain itu kolam pemijahan harus tidak bocor dan bersih dari kotoran atau rumputrumput liar (Gambar 2.pemijahan biasanya empat persegi panjang dan lebar kolam pemijahan misalnya untuk kolam pemijahan ikan mas sebaiknya tidak terlalu berbeda dengan panjang kakaban.6. Ukuran kolam penetasan disesuaikan juga dengan skala usaha. Kolam Pemijahan Kolam penetasan adalah kolam yang khusus dibuat untuk menetaskan telur ikan . Kolam Pemeliharaan Kolam pemberokan adalah kolam yang digunakan untuk menyimpan induk-induk ikan yang akan dipijahkan atau ikan yang akan dijual/angkut ke tempat jauh (Gambar 2.4. Kolam Penetasan Kolam pemeliharaan benih adalah kolam yang digunakan untuk memelihara benih ikan sampai ukuran siap jual (dapat berupa benih atau ukuran konsumsi).

1. Berdasarkan proses budidaya ikan. Kolam Pemberokan 2.Gambar 2. bak penetasan.10) biasanya digunakan untuk melakukan pemeliharaan larva ikan.2. Akuarium dapat digunakan untuk budidaya ikan tawar dan air laut biasanya pada proses kegiatan pembenihan ikan atau untuk pemeliharaan ikan hias.3. yang dapat diawasi dan dinikmati. Bak yang digunakan untuk melakukan pemijahan ikan biasanya adalah bak yang terbuat dari beton (Gambar 2. Gambar 2.1.8) atau fiber (Gambar 2. Bak Plastik 2. Akuarium ini terbuat dari bahan kaca dimana penamaan akuarium ini berasal dari bahasa latin yaitu aqua yang berarti air dan area yang berarti ruang.7.9.9) sedangkan bak plastik (Gambar 2. Bak Beton 24 .8. Jadi akuarium ini adalah ruangan yang terbatas untuk tempat air yang berpenghuni. Bak fiber Gambar 2. Akuarium Akuarium merupakan salah satu wadah pemeliharaan ikan yang relatif sangat mudah dalam perawatannya. Gambar 2. Bak Wadah budidaya ikan selanjutnya adalah bak atau tanki yang dapat digunakan untuk melakukan budidaya ikan.10. bak pemeliharaan dan bak pemberokan. jenis bak yang akan digunakan disesuaikan dengan skala produksi budidaya dan hampir sama dengan kolam dimana dapat dikelompokkan menjadi bak pemijahan.

Akuarium Kelompok Ikan-ikan yang dipelihara di dalam akuarium kelompok harus ikan sejenis/sekeluarga serta ditanami oleh tanaman air yang tanaman air yang diperlukan oleh kelompok ikan yang dipelihara. Susunan tanaman air disesuaikan dengan ikan yang dipelihara.2. dan lain-lain yang diletakkan tersembunyi supaya nampak alami.1. akuarium dapat dibedakan antara lain adalah : 2. Usahakan dasar akuarium tampak alami d. Jenis ikan yang dipelihara harus masih sekarabat b.1. pipa pvc. Jenis akuarium ini biasanya digunakan untuk memelihara ikan dalam satu kelompok baik ikan hias maupun ikan konsumsi dari ikan air tawar dan laut (Gambar 2. 2. Alat perlengkapan akuarium meliputi aerator.3. Berdasarkan fungsinya.1. c.11. karena tujuan dari akuarium sejenis untuk mengembang-biakan ikan. b. Tanaman disusun dengan estetika e. estetika dan dekorasi dikesampingkan. Gambar 2. 25 .11). Akuarium akan diletakkan sesuai dan serasi dengan ruangan. Syarat akuarium kelompok : a. kabel listrik. Akuarium Kelompok 2.1.Akuarium yang digunakan untuk budidaya ikan ini dapat dibuat sendiri atau membeli langsung dari toko.12). Akuarium Sejenis Dalam akuarium ini. Jenis ikan yang dipelihara harus harmonis Jenis akuarium ini biasanya digunakan sebagai hiasan bagi berbagai jenis ikan yang dapat dinikmati keindahan warna tubuh ikan baik ikan air tawar maupun ikan air laut dari jenis ikan hias maupun ikan konsumsi. Syarat akuarium umum : a.3. Jenis akuarium ini yang biasa digunakan untuk membudidayakan ikan air tawar dan laut (Gambar 2.3.3. Akuarium Umum Akuarium ini diisi dengan berbagai jenis ikan dan tanaman air yang bertujuan untuk penghias ruangan. Fungsi akuarium sebagai wadah untuk budidaya ikan juga dapat berfungsi sebagai penghias ruangan dimana akuarium tersebut dapat dinikmati keindahannya oleh penggemarnya.

15. Jenis karamba jaring apung yang digunakan untuk membudidayakan ikan dapat dilihat pada Gambar 2.12.14. Keramba Jaring Apung (KJA) Wadah budidaya ikan selanjutnya yang dapat digunakan oleh masyarakat yang tidak memiliki lahan darat dalam bentuk kolam. Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan dalam membudidayakan ikan dengan karamba ada beberapa antara lain adalah karamba jaring terapung.12. karamba merupakan alternatif wadah budidaya ikan yang sangat potensial untuk dikembangkan karena seperti diketahui wilayah Indonesia ini terdiri dari 70% perairan baik air tawar maupun air laut. Dengan menggunakan wadah budidaya karamba dapat diterapkan beberapa sistem budidaya ikan yaitu secara ekstensif.14 dan 2.Gambar 2.1. tidak memerlukan lahan daratan menjadi badan air yang baru serta dapat meningkatkan produksi perikanan budidaya.4.4. semi intensif maupun intensif disesuaikan dengan kemampuan para pembudidaya ikan. Gambar 2.3. karamba bambu tradisional dengan berbagai bentuk bergantung pada kebiasaan masyarakat sekitar. Budidaya ikan dengan menggunakan Gambar 2. Kolam jaring terapung tampak atas 26 . Akuarium sejenis 2. Akuarium Tanaman Dalam akuarium ini yang memegang peranan adalah tanaman air. Teknologi yang digunakan dalam membudidayakan ikan dengan karamba ini relatif tidak mahal dan sederhana. Ikan dimasukan kedalam akuarium untuk penghias dan pemelihara tanaman.1. Akuarium Tanaman 2. masyarakat dapat melakukan budidaya ikan di perairan umum.

berbentuk lingkaran atau berbentuk segitiga.2. tidak mudah pecah dan mampu menahan air. Konstruksi kolam Konstruksi kolam yang akan digunakan untuk budidaya ikan sangat dipengaruhi oleh pemilihan lokasi yang tepat. Bentuk pematang yang biasa dibuat dalam kolam budidaya ikan ada dua bentuk yaitu berbentuk trapesium sama kaki dan bentuk trapesium tidak sama kaki. Ukuran pematang disesuaikan dengan ukuran kolam. Kolam jaring terapung tampak depan 2.berbentuk bujur sangkar. Langkah selanjutnya adalah memahami konstruksi wadah budidaya agar wadah budidaya yang akan dibuat sesuai dengan kaidah budidaya. Dari berbagai bentuk kolam ini yang harus diperhatikan adalah tentang persyaratan teknis konstruksi kolam.16). Pematang kolam. Pematang kolam dibuat untuk menahan massa air didalam kolam agar tidak keluar dari dalam kolam. Persyaratan teknis konstruksi suatu kolam yang akan digunakan untuk membudidayakan ikan sebaiknya mempunyai : Gambar 2. 2.2.1. 27 .1. Tinggi pematang ditentukan oleh kedalaman air kolam. Kedua jenis tanah ini dapat diidentifikasi dengan memperhatikan tanah yang ciricirinya antara lain memiliki sifat lengket. Jenis tanah yang baik untuk pematang kolam adalah tanah liat atau liat berpasir. Untuk membuat kolam maka tanah yang akan dijadikan kolam harus mampu menyimpan air atau kedap air sehingga kolam yang akan di buat tidak bocor. Bentuk kolam yang akan digunakan untuk membudidayakan ikan ada beberapa macam antara lain adalah kolam berbentuk segi empat/empat persegipanjang. Oleh karena itu jenis tanah yang akan digunakan untuk membuat pematang kolam harus kompak dan kedap air serta tidak mudah bocor.2. tidak poros.1. Konstruksi Wadah Budidaya Dari beberapa jenis wadah budidaya ikan yang telah dijelaskan sebelumnya dapat digunakan untuk menentukan jenis wadah yang akan digunakan untuk membudidayakan ikan.15. Bentuk pematang trapesium sama kaki artinya perbandingan antara kemiringan pematang 1 : 1 (Gambar 2. sebaiknya dasar pematang kolam ini ditanam sedalam ± 20 cm dari permukaan dasar kolam. 2.

adalah 1 m maka lebar pematang pada bagian bawahnya adalah 4 m pada kedalaman kolam 1 m.17).17.16. Dasar kolam dan saluran Dasar kolam untuk budidaya ikan ini dibuat miring ke arah pembuangan air.18). 2.5 (Gambar 2. Bentuk pematang trapesium sama kaki sedangkan bentuk pematang trapesium tidak sama kaki artinya perbandingan antara kemiringan pematang 1 : 1. Bentuk pematang trapesium tidak sama kaki Sebagai acuan dalam membuat pematang kolam untuk kolam yang berukuran 200 m2 lebar pematang dibagian atas adalah 1 m maka lebar pematang pada bagian bawahnya adalah 3 m untuk pematang bentuk trapesium sama kaki pada kedalaman kolam 1m. Gambar 2. jika kolam tersebut dibuat dengan pematang trapesium tidak sama kaki maka lebar pematang pada bagian atas Gambar 2. Kemiringan dasar kolam Cara pengukuran yang mudah untuk mengetahui kemiringan dasar kolam adalah dengan menggunakan selang 28 .18. kemiringan dasar kolam berkisar antara 1-2% yang artinya dalam setiap seratus meter panjang dasar kolam ada perbedaan tinggi sepanjang 1-2 meter (Gambar 2.1.Gambar 2.2.2.

1. kemudian selang kecil yang telah berisi air direntangkan dan ditempatkan pada bambu. Pintu air Kolam yang baik harus memiliki pintu pemasukan air dan pintu pengeluaran air secara terpisah. Gambar 2.3.2. yang paling bagus meteran.20).21). Gambar 2. Pintu pemasukkan air dan pengeluaran air ditengah Ada juga letak pintu pengeluaran dan pemasukan air berada disudut secara diagonal (Gambar 2.air yang kecil. Letak pintu pemasukkan dan pengeluaran air sebaiknya berada di tengah-tengah sisi kolam terpendek agar air dalam kolam dapat berganti seluruhnya (Gambar 2.19.19). Saluran tengah atau kemalir 2. Gambar 2. kayu atau meteran. Bentuk pintu pemasukan 29 . Saluran didalam kolam budidaya ada dua macam yaitu saluran keliling atau caren dan saluran tengah atau kemalir.21. Pintu pengeluaran dan pemasukan air berada disudut Pada kolam tanah pintu pemasukan dan pengeluaran air dibuat dari bambu atau pipa paralon. Letak pintu air tersebut ada kelemahannya yaitu air dikedua sudut yang lain tidak berganti dan memperpanjang saluran pengeringan sehingga penangkapan ikan relatif berlangsung agak lama. Perbedaan tinggi air pada ujungujung selang itu menunjukkan perbedaan tinggi tanah/ kemiringan dasar kolam. Saluran didalam kolam ini dibuat miring ke arah pintu pengeluaran air. Hal ini untuk memudahkan di dalam pengeringan kolam dan pemanenan ikan (Gambar 2. Pada masing-masing ujung pintu pemasukan dan pintu pengeluaran air ditempatkan sebatang kayu atau bambu yang sudah diberi ukuran.20.

22). Konstruksi pintu dan pemasukan air pada bak dapat dibuat dengan model pembuatan instalasi air untuk pemasukan air dan pengeluaran airnya menggunakan pipa paralon (PVC) dengan bentuk huruf L (Gambar 2.24). Pada pintu air ini papan penyekatnya dapat diganti dengan saringan (Gambar 2. Pintu pemasukan dan pengeluaran air bentuk L Pada kolam beton pintu pemasukan dan pengeluaran air menggunakan sistem monik. Pintu pemasukan dan pengeluaran air menggunakan sistem monik Persyaratan konstruksi teknik dalam membuat bak yang akan digunakan untuk budidaya ikan secara prinsip hampir sama dengan kolam dimana harus mempunyai pintu pemasukan dan pengeluaran air tetapi dasar bak pada umumnya adalah rata. Gambar 2.diletakkan sejajar dengan permukaan tanggul sedangkan pintu pengeluaran dapat dibuat dua model yaitu pertama sama dengan pintu pemasukkan dengan ketinggian sesuai dengan tinggi air kolam dan kedua dibuat dengan model huruf L (Gambar 2. Gambar 2.23.23).24 Pemasukan dan pengeluaran air pipa paralon (PVC) 30 . Papanpapan kayu ini dapat dibuka dan diatur yang pengaturannya disesuaikan dengan kebutuhan. Celah penyekat ini berfungsi untuk menempatkan papan-papan kayu yang disusun bertumpuk. Pada pintu air sistem monik ini ada celah penyekatnya dan dapat dibuat lebih dari satu.22. Gambar 2.

2. Setelah merencanakan bentuk akuarium kaca yang akan dibuat.1. akuarium segidelapan. akuarium botol dan akuarium ellips. Letakkan lembaran kaca pada meja kerja. Hal ini untuk menghindari terjadinya keretakan kaca yang akan dipergunakan. akuarium trapesium. akuarium segienam. Untuk kaca yang akan digunakan sebagai dasar akuarium sebaiknya ketebalannya ditambah 1 – 2 mm. Bentuk akuarium yang biasa digunakan sebagai wadah budidaya ikan antara lain adalah akuarium segiempat. Tabel 2. Perbandingan antara ukuran akuarium dengan ketebalan kaca Tebal kaca (mm) 3 3 3 5 5 6 6 10 10 10 12 16 Panjang akuarium (cm) 30 40 50 70 80 90 120 150 150 180 190 200 Lebar akuarium (cm) 20 20 30 35 40 45 50 45 45 45 50 70 Tinggi akuarium (cm) 20 30 30 35 40 45 50 50 60 60 60 65 Setelah menentukan bentuk dan ukuran kaca yang akan dipergunakan untuk membuat akuarium maka langkah selanjutnya adalah memotong kaca. ukuran kaca yang akan digunakan dapat dilihat pada Tabel 1. langkah selanjutnya menentukan ukuran kaca yang akan dipergunakan untuk membuat akuarium.2. Sebagai acuan dalam membuat akuarium. Konstruksi Akuarium Konstruksi wadah akuarium sangat bergantung pada desain yang akan dikerjakan berdasarkan bentuk akuarium yang diinginkan. Ukuran kaca yang akan digunakan biasanya berkisar antara 3 mm – 16 mm.2. 31 . meja kerja harus dalam keadaan datar dan bersih. Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam memotong kaca antara lain adalah : 1. Kaca yang dipergunakan untuk membuat akuarium masih dalam bentuk lembaran kaca.

25.Gambar 2. Kaca sebagai bahan utama dalam pembuatan akuarium dapat diperoleh dengan cara membeli lembaran kaca atau 32 Gambar 2. Dalam membuat potonganpotongan kaca. Dalam merakit akuarium dibutuhkan ketelitian dan ketepatan dalam merangkainya.27. Meletakan lembaran kaca 2.28. bagian pinggir dari potongan-potongan kaca harus dihaluskan dengan gerinda atau batu asahan karborondum. Mengukur kaca 3. . Pola yang sudah dibentuk dapat langsung dipotong.26. lembaran kaca dibuat polanya terlebih dahulu dengan menggunakan spidol dan penggaris besi. Untuk memotong kaca gunakan alat pemotong kaca yang banyak dijual di toko besi. Ukuran kaca yang akan dipotong ini disesuaikan dengan bentuk akuarium yang akan dibuat. Memotong kaca 4. Gambar 2. Menghaluskan bagian pinggir kaca Setelah kaca yang dibutuhkan untuk membuat akuarium tersebut disiapkan langkah selanjutnya adalah melakukan perakitan akuarium. Setelah kaca terpotong. Gambar 2.

Lem kaca yang digunakan adalah lem silikon yaitu lem khusus untuk merekatkan kaca agar melekat dengan baik dan tidak bocor. alat tembak lem. Dalam membuat akuarium. Alat tembak lem silikon ini berfungsi untuk memudahkan si pembuat akuarium dalam merakit akuarium. ukuran sesuai dengan kebutuhan dan kaca yang digunakan mempunyai ketebalan sesuai dengan luasan akuarium yang dibuat. Akuarium sebagai salah satu wadah yang dapat digunakan untuk membudidayakan ikan baik ikan hias maupun ikan konsumsi yang berasal dari perairan tawar dan laut dapat diperoleh dengan cara membeli langsung ditoko atau membuatnya sendiri. Gambar 2. lakban besar dan cutter. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan alat dan bahan lainnya yaitu lem kaca silikon. Hal ini bertujuan agar akuarium yang dibuat tidak berbahaya bagi pemakainya. Lem silikon dan alat tembak lem Gambar 2. Dengan membuat akuarium sendiri akan diperoleh keuntungan antara lain adalah harganya relatif lebih murah. Sebelum dirakit kaca-kaca tersebut sebaiknya dilakukan penggosokan dengan menggunakan batu asahan karborundum atau gerinda. Penggunaan alat tembak lem Sedangkan lakban yang digunakan dalam merakit akuarium sebaiknya lakban plastik yang berwarna colklat 33 .membeli potongan kaca sesuai dengan ukuran yang tepat. langkah awal yang harus dilakukan adalah menyiapkan kaca sebagai dasar utama pembuatan akuarium. yaitu merancang/mendesain akuarium.29. memotong kaca. Kaca-kaca yang telah dihaluskan seluruh bagian pinggirnya dengan gerinda ini telah siap untuk dirakit. merakit akuarium dan melakukan uji coba terhadap akuarium tersebut.Akuarium yang akan dirakit sendiri. Kaca yang akan dirakit menjadi akuarium ini sudah dalam bentuk potonganpotongan kaca yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran akuarium yang akan dibuat.30. ada beberapa hal yang harus dikuasai agar akuarium yang dibuat tidak bocor dan tahan lama. bentuk alat tembak ini seperti pistol sehingga disebut alat tembak.

Plakban pada kaca Pada saat menempelkan lem silikon ke kaca sebaiknya ketebalan lem pada seluruh permukaan kaca sama.31. Konstruksi Keramba Jaring Apung Wadah budidaya ikan selanjutnya yang sangat potensial dikembangkan di Indonesia adalah karamba jaring terapung.atau hitam dengan ukuran lebar lakbannya adalah 5 cm. Hal ini akan membuat ketebalan lem sama pada setiap sudut .2. Langkah terakhir dalam merakit akuarium adalah melakukan uji coba terhadap akuarium tersebut. Mengeringkan akuarium . Agar dapat melakukan budidaya ikan dijaring terapung yang menguntungkan maka konstruksi wadah tersebut harus sesuai dengan persyaratan teknis. Dalam mendesain konstruksi wadah budidaya ikan disesuaikan dengan lokasi yang dipilih untuk membuat budidaya ikan dijaring terapung. 2. Konstruksi wadah jaring terapung pada dasarnya terdiri dari dua bagian yaitu kerangka dan kantong jaring. Gambar 2. langkah selanjutnya adalah mengeringkan akuarium tersebut minimal selama 24 jam agar lem silikon tersebut benar-benar kering. Ujicoba tersebut dilakukan dengan mengisi air ke dalam akuarium selama 24 jam dan perhatikan apakah ada bagian yang bocor.31. Dengan memperhitungkan konstruksi wadah secara baik dan benar akan diperoleh suatu wadah budidaya ikan yang mempunyai masa pakai yang lama. Kantong jaring merupakan tempat pemeliharaan ikan yang akan dibudidayakan. Kerangka berfungsi sebagai tempat pemasangan kantong jaring dan tempat lalu lalang orang pada waktu memberi pakan dan saat panen. Setelah seluruh kaca terakit menjadi akuarium. Untuk memperoleh akuarium yang rapih setelah diuji coba bersihkan lem yang tidak rapih dengan menggunakan cutter. 34 Gambar 2. Budidaya ikan dijaring terapung dapat dilakukan untuk komoditas ikan air tawar dan ikan air laut. Lakban ini berfungsi untuk membantu berdirinya kaca dengan kaca lainnya agar tidak bergeser yang memudahkan dalam pemberian lem kaca.3.

selain itu dengan adanya arus maka dapat menghanyutkan sisa-sisa pakan dan kotoran ikan yang terjatuh di dasar perairan. Dalam dunia perikanan. pembeli ikan dan lokasi yang dipilih merupakan daerah pengembangan budidaya ikan sehingga mempunyai prasarana jalan yang baik serta keamanan terjamin. Pada perairan umum dan waduk ditinjau dari tingkat kesuburannya dapat dikelompokkan menjadi perairan dengan tingkat kesuburan rendah (oligotropik). Bila pada perairan yang akan dipilih ternyata tidak ada arusnya (kondisi air tidak mengalir). disarankan agar unit budidaya atau jaring dapat diusahakan di perairan tersebut. Persyaratan teknis yang harus diperhatikan dalam memilih lokasi usaha budidaya ikan di karamba jaring terapung antara lain adalah : 1. tetapi jumlahnya tidak boleh lebih dari 1% dari luas perairan. Sama seperti wadah budidaya ikan sebelumnya persyaratan secara teknis dan sosial ekonomis dalam memilih lahan yang akan digunakan untuk melakukan budidaya ikan harus diperhatikan. Bahan pencemar yang biasa 35 . Tingkat kesuburan. Pada kondisi perairan yang tidak mengalir. unit budidaya sebaiknya diletakkan ditengah perairan sejajar dengan garis pantai. 2. yang dimaksud dengan pencemaran perairan adalah penambahan sesuatu berupa bahan atau energi ke dalam perairan yang menyebabkan perubahan kualitas air sehingga mengurangi atau merusak nilai guna air dan sumber air perairan tersebut. Bebas dari pencemaran. Arus air. 3. Aspek sosial ekonomis yang sangat umum yang harus dipertimbangkan adalah lokasi tersebut dekat dengan pusat kegiatan yang mendukung operasionalisasi suatu usaha seperti tempat penjualan pakan. Jenis perairan yang sangat baik untuk digunakan dalam budidaya ikan di jaring terapung dengan sistem intensif adalah perairan dengan tingkat kesuburan rendah hingga sedang. Dengan tidak terlalu kuatnya arus juga berpengaruh terhadap keamanan jaring dari kerusakan sehingga masa pakai jaring lebih lama.Sebelum membuat konstruksi wadah karamba jaring terapung pemilihan lokasi yang tepat dari aspek sosial ekonomis dan teknis benar.Jika perairan dengan tingkat kesuburan tinggi digunakan dalam budidaya ikan di jaring terapung maka hal ini sangat beresiko tinggi karena pada perairan eutropik kandungan oksigen terlarut pada malam hari sangat rendah dan berpengaruh buruk terhadap ikan yang dipelihara dengan kepadatan tinggi. Arus air pada lokasi yang dipilih diusahakan tidak terlalu kuat namun tetap ada arusnya agar tetap terjadi pergantian air dengan baik dan kandungan oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan tercukupi. sedang (mesotropik) dan tinggi (eutropik).

Kedua jenis bahan pencemar tersebut umumnya disebabkan oleh kegiatan manusia. DDT atau bahan organik sintetis. Jika akan memakai besi anti karat sebagai kerangka jaring pada umumnya usia ekonomis/ angka waktu pemakaiannya relatif lebih lama. Konstruksi wadah jaring terapung terdiri dari beberapa bagian. sianida. secara umum kualitas air dapat diartikan sebagai setiap perubahan (variabel) yang mempengaruhi pengelolaan. Perencanaan tersebut dapat dibuat dengan membuat gambar dari konstruksi wadah budidaya yang akan dibuat. karena selain harganya relatif murah 36 . Secara detail tentang kualitas air ini akan dibahas pada Bab 2. Kualitas air meliputi sifat fisika. kelangsungan hidup dan produktivitas ikan yang dibudidayakan. Pada umumnya petani ikan di jaring terapung menggunakan bambu sebagai bahan utama pembuatan kerangka. Jadi perairan yang dipilih harus berkualitas air yang memenuhi persyaratan bagi kehidupan dan pertumbuhan ikan yang akan dibudidayakan. Kayu atau bambu secara ekonomis memang lebih murah dibandingkan dengan besi anti karat. Contoh bahan pencemar yang mudah terurai berupa limbah rumah tangga. limbah panas atau limbah organik. bambu atau besi yang dilapisi bahan anti karat (cat besi). bakteri. yaitu antara 4–5 tahun. Setelah mendapatkan lokasi yang memenuhi persyaratan teknis maupun sosial ekonomis maka harus dilakukan perencanaan selanjutnya. 4. Perencanaan disesuaikan dengan data yang diperoleh pada waktu melakukan survey lokasi.5–2 tahun masa pakai. baik secara langsung maupun tidak langsung. Kerangka Kerangka (bingkai) jaring terapung dapat dibuat dari bahan kayu.masuk kedalam suatu badan perairan pada prinsipnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu bahan pencemar yang sulit terurai dan bahan pencemar yang mudah terurai. kerangka yang terbuat dari kayu atau bambu ini sudah tidak layak pakai dan harus direnofasi kembali. Jika lokasi budidaya mengandung bahan pencemar maka akan berpengaruh terhadap kehidupan ikan yang dipelihara didalam wadah budidaya ikan tersebut. Dalam budidaya ikan. sebaiknya disesuaikan dengan ketersediaan bahan di lokasi budidaya dan nilai ekonomis dari bahan tersebut. Memilih bahan untuk kerangka. kimia dan biologi.5–2 tahun. Contoh bahan pencemar yang sulit terurai berupa persenyawaan logam berat. Penyebab kedua adalah keadaan alam seperti : banjir atau gunung meletus. antara lain : 1. Kualitas air. tetapi jika dilihat dari masa pakai dengan menggunakan kayu atau bambu jangka waktu (usia teknisnya) hanya 1. Sesudah 1.

juga ketersediaannya di lokasi budidaya sangat banyak. Jenis pelampung Drum besi Styrofoam Fiberglass Lama pemakaian (bulan) 12 – 15 36 – 75 50 – 75 Jika akan menggunakan pelampung dari drum maka drum harus terlebih dahulu dicat dengan menggunakan cat yang mengandung bahan anti karat. Bahan yang digunakan sebagai pelampung berupa drum (besi atau plastik) yang berkapasitas 200 liter. 2. Pelampung Pelampung berfungsi untuk mengapungkan kerangka/ jaring terapung. Jenis bambu yang digunakan adalah bambu tali. Petani ikan jaring terapung di perairan cirata pada umumnya menggunakan kerangka dari bambu dengan ukuran 7 X 7 meter. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 2. Jenis pelampung dan lama pemakaian No. Jumlah pelampung yang akan digunakan disesuaikan dengan besarnya kerangka jaring apung yang akan dibuat. Jaring terapung berukuran 7 X 7 meter. Ada juga jenis bambu gombong yang mempunyai diameter 12 -15 cm tetapi jenis bambu ini kurang baik digunakan untuk kerangka karena cepat lapuk. Kerangka Jaring Apung 37 . dalam satu unit jaring terapung membutuhkan pelampung antara 33 – 35 buah. 2.33. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2. Ukuran kerangka jaring terapung berkisar antara 5 X 5 meter sampai 10 X 10 meter.32. Gambar 2.2 Tabel 2.32. dan bagian ujungnya berukuran antara 3 – 5 cm. Kerangka dari jaring apung umumnya dibuat tidak hanya satu petak/kantong tetapi satu unit. Jenis pelampung yang akan digunakan biasanya dilihat berdasarkan lama pemakaian. busa plastik (stryrofoam) atau fiberglass. 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2. Satu unit jaring terapung terdiri dari empat buah petak/kantong. Bambu yang digunakan untuk kerangka sebaiknya mempunyai garis tengah 5 – 7 cm di bagian pangkalnya.2. 3.

besi beton ukuran 8 mm atau 10 mm. Jaring Jaring yang digunakan untuk budidaya ikan di perairan umum. 4. Jangkar terbuat dari bahan batu. Tali pengikat ini digunakan untuk mengikat kerangka jaring terapung. Pemberat diikatkan pada masing-masing sudut dari kerangka jaring terapung. semen atau besi. Pemberat diberi tali pemberat/tali jangkar yang terbuat dari tambang plastik yang berdiameter sekitar 10 mm – 15 mm.34. kawat ukuran 5 mm. Pelampung drum besi 3. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2. Kantong jaring terapung ini mempunyai ukuran bervariasi disesuaikan dengan jenis ikan yang dibudidayakan. Gambar 2. seperti tambang plastik.Gambar 2. pelampung atau jaring. Pengikat Tali pengikat sebaiknya terbuat dari bahan yang kuat. untuk ikan air laut ukuran kantong jaring yang biasa digunakan berukuran mulai 2 X 2 38 . Jangkar 5. biasanya terbuat dari bahan polyethylene atau disebut jaring trawl. Ukuran mata jaring yang digunakan tergantung dari besarnya ikan yang akan dibudidayakan. Jangkar Jangkar berfungsi sebagai penahan jaring terapung agar rakit jaring terapung tidak hanyut terbawa oleh arus air dan angin yang kencang. Jumlah pemberat untuk satu unit jaring terapung empat petak/kantong adalah sebanyak 4 buah.34.33. Berat jangkar berkisar antara 50 – 75 kg.

5 inch (3. Jaring polyethylene no. Ukuran mata jaring yang digunakan berdasarkan ukuran ikan yang dibudidayakan. Langkah awal yang harus dilakukan untuk membuat kantong jaring adalah membuat desain/rancangan kantong jaring yang akan dipergunakan. langkah selanjutnya adalah memotong jaring. Jaring polyethylene no. Di perairan umum. misalnya akan dibuat kantong jaring dengan ukuran 7 X 7 X 2 m. Sedangkan untuk jenis ikan air tawar berkisar antara 3 X 3 X 3 m sampai 7 X 7 X 2.5 m. Setelah ukuran kantong jaring yang akan dipergunakan. No.3. b. jaring dalam keadaan terpasang atau sudah berupa kantong jaring akan mengalami perenggangan atau mata jaring dalam keadaan 39 . Untuk memotong jaring harus dilakukan dengan benar berdasarkan pada ukuran mata jaring dan tingkat perenggangannya saat terpasang di perairan. Ukuran jaring bagian luar biasanya mempunyai mata jaring (mesh size) yang lebih besar.5 cm) atau 1. Ukuran mata jaring 0. Dalam hal ini biasanya jaring trawl dijual dipasaran berupa lembaran atau gulungan.X 2 m sampai 5 X 5 x 5 m. Menurut hasil penelitian.5 cm > 2.5 cm 1.1 inch. 2. 4. Untuk mengurangi resiko kebocoran akibat gigitan binatang lain.81 cm) dipergunakan sebagai kantong jaring dalam. Jaring yang mempunyai ukuran mata jaring lebih kecil dari 1 inch biasanya digunakan untuk memelihara ikan yang berukuran lebih kecil.5 cm Ukuran ikan 1 – 2 cm 5 – 10 cm 20 – 30 cm > 30 cm Kantong jaring yang digunakan untuk memelihara ikan dapat diperoleh dengan membeli jaring utuh. 1.3. Tabel 2. 280 D/12 dengan ukuran mata jaring 1 inch (2. Salah satu contohnya adalah sebagai berikut : a.0 cm 2.08 cm) yang dipergunakan sebagai kantong jaring luar. 380 D/9 dengan ukuran mata jaring (mesh size) sebesar 2 inch (5. biasanya kantong jaring terapung dipasang rangkap (doubel) yaitu kantong jaring luar dan kantong jaring dalam. khususnya dalam budidaya ikan di jaring terapung ukuran jaring yang digunakan adalah ukuran ¾ . Ukuran kantong jaring yang akan dipergunakan berkisar antara 2 X 2 m sampai dengan 10 X 10 m. 3. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.

1 mata jaring dibulatkan menjadi 55 mata jaring.= ------.7141 Jadi jumlah mata jaring 2.08 cm = 197.3) – 0.09 2 = ---------√ 0.51 = 2 --------. Adapun perhitungan yang digunakan untuk memotong jaring ada dua cara. Diketahui dalam jaring sesudah Hang In (d) adalah 2 m.32 2 = --------------√ 0.04 mata jaring dibulatkan 197 mata jaring.7 Jadi panjang tiap sisi adalah 40 m : 4 = 10 m Jumlah mata jaring 10 m = 1000 cm : 5. Maka untuk mencari panjang jaring sebelum Hang In adalah : i L = -----1–S 28 28 L = ------.3 0. kantong jaring yang akan dibuat 7 X 7 X 2 m dengan ukuran mata jaring (mesh size) 2 inch (5.6 – 0.8 m 0. Nilai ”Hang In Ratio” dalam membuat kantong jaring terapung adalah 30%.= 2.08 cm = 55.tertarik/terbuka (”Hang In Ratio”). maka dalam kantong jaring sebelum dipotong (D) adalah : d = D √ 2S – S2 d -----------√ 2S – S2 D = 2 D = -------------------√ 2 (0. Rumus berdasarkan ”Hang In Ratio” adalah sebagai berikut : i 1. d = D √ 2S – S2 Keterangan : S : Hang In Ratio L : Panjang jaring sebelum Hang In atau dalam keadaan tertarik i : Panjang tali ris D : dalam kantong jaring (jumlah mata jaring dikalikan ukuran mata jaring dalam keadaan tertarik) D : dalam kantong jaring sesudah Contoh penggunaan rumus dalam menghitung jaring yang akan dipotong dengan ukuran 7 X 7 X 2 m adalah sebagai berikut: Misalnya. yaitu : (1) menggunakan rumus tertentu dan (2) melakukan perhitungan cara di lapangan. L = ----------1-S 2.8 m = 280 cm : 5. 40 . Panjang tali ris (i) = 4 X 7 m = 28 m.= 40 m 1 – 0.08 cm).3. Diketahui Hang In Ratio (S) adalah 30% = 0.

= 0.35. Sedangkan para petani ikan dilapangan biasanya menghitung jaring yang akan digunakan untuk membuat kantong jaring menggunakan perhitungan sebagai berikut : Misalnya kantong jaring yang akan dibuat berukuran 7 X 7 X 2 m dengan ukuran mata jaring (mesh size) 2 inch (5. Jaring tersebut dibentangkan dan dibuat pola seperti Gambar 2.778 Jadi dalam satu meter jaring yang berukuran 1 inch terdapat 56 mata jaring. Sedangkan ukuran mata jaring yang akan digunakan adalah 2 inch maka jumlah mata jaring yang akan dipotong adalah 196 X 196 X 56. Angka-angka ini diperoleh dari hasil perkalian antara ukuran kantong jaring dengan jumlah mata jaring. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah memindahkan pola yang telah dibuat langsung kejaring.54 100 --------.30%) X 2.35. Gambar 2.54 100 -----------------.7 X 2.08 cm). Berdasarkan hasil kedua perhitungan tersebut memperoleh nilai yang tidak jauh berbeda.= (100% . sehingga jika akan membuat jaring dengan ukuran 7 X 7 X 2 m.2 = 56 1. Berdasarkan hasil penelitian panjang jaring akan berkurang sebesar 30% dari semula.= 56. jumlah mata jaringnya adalah 392 X 392 X 112 mata jaring. Pola jaring 41 . Maka secara praktis dilapangan diperhitungkan jumlah mata jaring dalam setiap meter adalah: 100 -----------------------------.Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh ukuran lembaran jaring yang akan dipotong untuk kantong jaring berukuran 7 X 7 X 2 m adalah 197 X 197 X 55 mata jaring.

Perhitungan jumlah mata jaring yang harus dipotong dalam berbagai ukuran kantong jaring dan mata jaring.4. Ukuran kantong jaring (p X l X t) (meter) 2 X 2 X2 3X3X2 4X4X2 5X5X2 6X6X2 7X7X2 8X8X2 9X9X2 10 X 10 X 2 Ukuran mata jaring (inch) 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 Ukuran kantong jaring (p X lX t) dalam jumlah mata jaring 112 X 112 X 112 56 X 56 X 56 168 X 168 X 112 84 X 84 X 56 224 X 224 X 112 112 X 112 X 56 280 X 280 X 112 140 X 140 X 56 336 X 336 X 112 168 X 168 X 56 392 X 392 X 112 196 X 196 X 56 448 X 448 X 112 224 X 224 X 56 504 X 504 X 112 252 X 252 X 56 560 X 560 X 112 280 X 280 X 56 6. Fungsi pemberat ini agar jaring tetap simetris dan pemberat ini diletakkan pada setiap sudut kantong jaring terapung. Tabel 2.4. Pemberat Pemberat yang digunakan biasanya terbuat dari batu atau timah yang masing-masing beratnya antara 2–5 kg. 42 .Sebagai acuan untuk melakukan pemotongan jaring yang akan dipergunakan untuk membuat kantong jaring terapung dapat dilihat pada Tabel 2.

Panjang tali ris adalah sekeliling dari kantong jaring terapung. Tali/tambang Tali/tambang yang digunakan biasanya disesuaikan dengan kondisi perairan pada perairan tawar adalah tali plastik yang mempunyai diameter 5–10 mm.5 m untuk setiap sudut. Misalnya. selain itu pengeringan dasar kolam dapat membunuh hama dan penyakit yang ada di dalam kolam Gambar 2. perbaikan pematang. perbaikan saluran pemasukan dan pengeluaran air. Persiapan kolam meliputi pengeringan kolam. Khusus untuk tali ris pada bagian atas sebaiknya dilebihkan 0. Pengeringan Pengeringan dasar kolam sangat dibutuhkan oleh ikan agar bakteri pembusuk yang dapat menyebabkan ikan sakit.3. Pada kolam pemijahan pengeringan dasar kolam bertujuan agar ikan dapat memijah karena tanah yang dikeringkan dan diairi akan melepaskan bau tertentu yang disebut petrichor. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan tahapan-tahapan yang harus dilakukan meliputi : 1. harus dilakukan persiapan kolam agar dapat dipergunakan untuk membudidayakan ikan. kantong jaring terapung berukuran 7X7X2m maka tali risnya adalah 7m X 4 =28 m. pengolahan dasar kolam. Hal ini untuk memudahkan dalam melakukan aktivitas kegiatan operasional pada saat melakukan budidaya ikan. Dengan dikalikan empat karena kantong sisi jaring terapung adalah empat sisi. 2. Pengeringan dasar kolam 43 . pemupukan dan pengapuran. budidaya.5 m) = 30 m. sedangkan pada perairan laut tali/tambang yang digunakan terbuat dari nilon atau tambang yang kuat terhadap salinitas. Tali/tambang ini dipergunakan sebagai penahan jaring pada bagian atas dan bawah. Dalam membudidayakan ikan dengan menggunakan kolam yang biasanya dilakukan untuk melakukan budidaya ikan air tawar. Jadi tali risnya mempunyai panjang 28 m +( 4 X 0.7.36. PERSIAPAN WADAH BUDIDAYA Setelah mengetahui bermacammacam wadah budidaya ikan dan mengetahui konstruksi wadah tersebut maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan segalanya agar wadah budidaya ikan tersebut dapat dipergunakan untuk kegiatan Gambar 2. racun sisa dekomposisi selama budidaya terbuang.36. Tali tambang ini mempunyai istilah lain yang disebut dengan tali ris.

Pada saat tanah dibalikkan dan sambil menunggu kering tanah dasar. Kapur pertanian ada dua yaitu Kalsit dan Dolomit. dan kapur tohor/kapur aktif (CaO). Gambar 2. Kemalir berfungsi untuk memudahkan pemanenan dan sebagai tempat berlindung benih ikan pada siang hari. yaitu kapur carbonat : CaCO3 atau [CaMg(CO3)]2. Pengapuran merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan kestabilan keasaman (pH) tanah dan air. Tujuan pengolahan dasar kolam adalah mempercepat berlangsungnya proses dekomposisi (penguraian) senyawa-senyawa organik dalam tanah sehingga senyawasenyawa yang beracun yang terdapat di dasar kolam akan menguap.2. Kapur pertanian yang biasa digunakan adalah kapur karbonat yaitu kapur yang bahannya dari batuan kapur tanpa lewat proses pembakaran tapi langsung digiling. Pengapuran. Tanah tersebut dibalik dan dibiarkan kering sampai 3-5 hari. Tujuannya untuk menjaga agar tidak ada hama yang masuk ke dalam kolam dan benih ikan budidaya yang ditebarkan tidak kabur atau keluar kolam (Gambar 2. Pengolahan tanah dasar kolam 4. Saluran pemasukan dan pengeluaran air dilengkapi dengan saringan. sekaligus memberantas hama penyakit. Pematang bocor mengakibatkan air kolam tidak stabil dan benih ikan banyak yang keluar kolam. Pengapuran dasar kolam sebaiknya dilakukan setelah pengolahan tanah. Kalsit 44 .37. Jenis kapur yang digunakan untuk pengapuran kolam ada beberapa macam diantaranya adalah kapur pertanian. kepiting dan hewan air lainnya. sedangkan pada kolam tembok dilakukan perawatan dan pengecekan kebocoran pada setiap bagian pematang. lalu dibuat saluran ditengah kolam. Setelah dasar kolam rata. Perbaikan pematang Perbaikan pematang bertujuan untuk mencegah kebocoran kolam. Kebocoran kolam dapat diakibatkan oleh binatang air seperti belut.37). Tanah yang baru dicangkul diratakan. penebaran kapur dapat dilakukan. Perbaikan pematang ini hanya dilakukan pada kolam tanah. 3. Pengolahan dasar kolam dilakukan dengan mencangkul dasar kolam sedalam 10 – 20 cm. Pengolahan dasar kolam Pengolahan dasar kolam dilakukan pada kolam tradisional dan kolam semi intensif dimana dasar kolam berupa tanah. Saluran ini disebut kemalir.

bahan bakunya lebih banyak mengandung karbonat. Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran ternak besar (sapi. Dolomit merupakan kapur karbonat yang dimanfaatkan untuk mengapur lahan bertanah masam. sedangkan dolomit bahan bakunya banyak mengandung kalsium karbonat dan magnesium karbonat [CaMg(CO3)]2. Dosis kapur Tohor (CaO) menurut jenis tanah dan macam kolam dengan luas 100 meterpersegi Macam kolam Kolam baru Kolam lama Jenis tanah berpasir 25 kg 15 kg Jenis tanah pasir berlumpur 30 kg 20 kg Jenis tanah lumpur berpasir 40 kg 30 kg Jenis tanah berlumpur 60 kg 40 kg 5. Dosis pupuk kandang juga bergantung kepada kesuburan kolam ikan. Pemupukan tanah dasar kolam bertujuan untuk meningkatkan kesuburan kolam. itik dan lain-lain) yang telah dikeringkan. magnesiumnya sedikit (CaCO3). pupuk phosphor (TSP). Tabel 2. bahannya adalah batuan tohor dari gunung dan kulit kerang. kuda dan lain-lain) atau kotoran unggas (ayam. pupuk kalium (KCl) dan pupuk NPK yang merupakan gabungan dari ketiga hara tunggal. Dosis kapur yang akan ditebarkan harus tepat ukurannya karena jika berlebihan kapur akan menyebabkan kolam tidak subur. Sedangkan pupuk buatan berupa bahan-bahan kimia yang dibuat manusia dipabrik pupuk yang berguna untuk menyuburkan tanah. ZA). Kapur ini dikenal dengan nama kapur sirih. biasanya berkisar antara 100-150 gram/m2 sedangkan untuk kolam yang kurang kesuburannya dapat 45 .5. memperbaiki struktur tanah dan menghambat peresapan air pada tanah-tanah yang porous serta menumbuhkan phytoplankton dan zooplankton yang digunakan sebagai pakan alami benih ikan. Jenis pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk kandang dan pupuk buatan.5. Kapur tohor adalah kapur yang pembuatannya lewat proses pembakaran. kerbau. Pemupukan. Tetapi ada juga para petani menggunakan dosis kapur berkisar antara 100200gram/m2 hal ini dilakukan bergantung kepada keasaman tanah kolam. sedangkan bila kekurangan kapur dalam kolam akan menyebabkan tanah dasar kolam menjadi masam. Sebagai acuan dalam memberikan kapur pada kolam budidaya ikan dapat dilihat pada Tabel 2. Jenis pupuk buatan yang dapat digunakan antara lain adalah pupuk nitrogen (urea.

Pengairan Kolam yang telah dikeringkan. dipergunakan senantiasa baik untuk kegiatan budidaya maka harus selalu dilakukan pengelolaan terhadap kolam budidaya baik kolam pemeliharaan.25 m (Gambar 2.75-1.38). Pemberian kapur selain dapat membunuh hama dan parasit ikan juga dapat menaikan pH dasar kolam.00 m. Sedangkan pemupukan bertujuan untuk 46 Gambar 2.ditebarkan kotoran ayam sebanyak 300 – 500 gr/m2 . 6. Mengairi kolam Wadah budidaya ikan (kolam) yang sudah dipersiapkan dan siap untuk dipergunakan sebagai wadah untuk kegiatan budidaya. terutama ikan predator yang dapat mengganggu proses pemijahan bahkan dapat memangsa induk maupun larva yang dihasilkan. Dosis yang digunakan untuk pupuk buatan biasanya berkisar antara 200-300 gram/m2.38. penetasan telur dan lain sebagainya. TSP dan Urea masing-masing sebanyak 10 gr/m2 dan kapur pertanian sebanyak 25 – 30 gr/ m2 atau disesuaikan dengan tingkat kesuburan lahan. Ketinggian air di kolam ikan ini bergantung pada jenis kolam. Pengairan ini harus dilakukan minimal 4 –7 hari sebelum larva/benih ikan di tebar ke dalam kolam pemeliharaan agar pakan alami tumbuh dengan sempurna. Pengolahan dasar kolam bertujuan untuk meningkatkan kesuburan dasar dan perairan kolam sebagai stok pakan alami bagi calon induk. untuk kolam pemijahan ketinggian air 0. Adanya saringan air ini baik pada pintu pemasukan maupun pada pintu pengeluaran. untuk menghindari masuknya ikan liar. pemijahan. Kolam dapat juga dipupuk menggunakan. Persiapan wadah Wadah mempunyai pematang kokoh dan tidak bocor. serta pintu pengeluaran yang dipasang saringan. dikapur dan di pupuk tersebut lalu diairi agar pakan alami di kolam tersebut tumbuh dengan subur. pintu pemasukan. kolam pemeliharaan 1-1. Pada pengelolaan kolam yang akan dipergunakan sebagai wadah pemeliharaan induk/calon induk sebaiknya mempunyai persyaratan yang sesuai dengan lingkungan yang layak bagi kehidupan induk. Hal-hal yang harus dilaksanakan dalam pengelolaan kolam induk ikan ini adalah : 1. Pengolahan dasar kolam dengan cara membalik tanah bagian dasar kolam yang di lanjutkan dengan pengapuran dan pemupukan. Agar kolam yang .

3. Malachite green 100 ppm. maka proses difusi oksigen ke dalam air dan proses fotosintesis phytoplankton dapat terganggu sehingga Oksigen terlarut akan menurun. maka air kolam harus terus menerus mengalir sehingga tidak ada lagi penimbunan kotoran air akibat dari sisa pakan atau sampah lainnya. Persiapan wadah bertujuan untuk mengkondisikan wadah agar dapat digunakan secara efesien dan memenuhi persyaratan lingkungan yang optimal. Wadah yang akan dipergunakan setelah disikat.31). bila populasinya banyak sampai menutupi permukaan air. NH3 ( <1 ppm). sehingga ikan dapat hidup dengan laju pertumbuhan yang optimum. Sanitasi wadah Wadah yang akan digunakan untuk budidaya ikan (bak) sebelum digunakan dibersihkan dari kotoran yang menempel. CO2 (<10 ppm).memenuhi kebutuhan unsur hara yang diperlukan fitoplankton sebagai makanan zooplankton maupun ikan. Bahan yang digunakan untuk membersihkan wadah dan merupakan desinfektan antara lain lain adalah Chlorin 200 ppm. yaitu dengan cara mengambil /mencabut gulma yang ada di kolam. Wadah budidaya ikan yang lainnya adalah bak tembok atau bak beton. bak yang akan digunakan untuk budidaya ikan harus dilakukan persiapan wadah sebelum dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya. cukup tersedia oksigen terlarut ( >5 ppm). Pengendalian gulma air Tanaman air yang dapat mengganggu lingkungan hidup ikan antara lain adalah eceng gondok dan kiambang. Setelah semua langkah persiapan dilakukan maka kolam tersebut dapat digunakan untuk melakukan kegiatan budidaya. Persiapan bak budidaya ikan meliputi: 1. pupuk hijau atau pupuk buatan. 2. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara menyebarkan pupuk ke dasar kolam dan dilanjutkan dengan pemupukan susulan setelah 15 hari dengan cara memberikan pupuk yang dibungkus dari karung plastik yang diberi lubang keci-kecil sehingga pupuk akan terurai secara perlahan. Untuk mendapatkan lingkungan yang demikian. Formalin 25 ppm dan alkohol 70%. dibersihkan dan diberi desinfektan kemudian 47 . agar tidak terdapat sisa-sisa kotoran yang dapat menyebabkan pembawa penyakit Gambar 2. Pengairan Pengairan dimaksudkan untuk menjaga kondisi lingkungan bagi induk sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan yaitu perairan subur. Pengendalian gulma air ini dapat dilakukan dengan cara memberi saringan pada pintu pemasukan air dan pengendalian gulma secara mekanis. Pemupukan dasar kolam dapat digunakan pupuk kandang.

Instalasi udara terdiri dari pompa udara. Setelah dilakukan sanitasi diisi dengan air untuk memeriksa kebocoran bak. Setelah kerusakan diperbaiki maka bak harus dibiarkan beberapa hari agar bahan tersebut telah kering dan tidak membahayakan ikan yang akan dibudidayakan. Perbaikan instalasi air Pada budidaya ikan menggunakan wadah bak biasanya tidak mempunyai pipa pemasukan air seperti dikolam. Pompa udara merupakan alat yang paling penting pada proses budidaya ikan di bak karena banyaknya pengudaraan pada air media tergantung dari kekuatan pompa yang ada. 4. pipa penyalur. bila bak yang akan digunakan terbuat dari plastik maka dapat digunakan selotip tahan air untuk menutupi . Sanitasi bak budidaya 2. Oleh karena itu pompa yang yang telah lemah harus segera diperbaiki. Bahan untuk memperbaiki kebocoran bak dapat berupa resin serat kaca untuk bak yang terbuat dari serat fiber. Oleh karena itu harus dilakukan pemeriksaan terhadap peralatan tersebut. karena dapat berakibat fatal bagi ikan bila terhentinya aliran udara dalam waktu lama. 3. Perbaikan wadah Sebelum wadah digunakan dilakukan pemeriksaan apakah bak tersebut siap untuk digunakan untuk budidaya ikan. kebocoran wadah budidaya. semen atau lem khusus untuk beton untuk bak yang terbuat dari beton. Oleh karena itu kerusakan tersebut harus diperbaiki dahulu sebelum digunakan. Peralatan ini sering mengalami kebocoran pada pipa dan penyumbatan pada batu aerasi. Perbaikan instalasi udara Pada wadah budidaya ikan yang menggunakan bak biasanya menggunakan alat bantu untuk meningkatkan kelarutan oksigen didalam wadah budidaya dengan menggunakan aerator ataupun blower. penyaring udara. Ganti atau perbaiki peralatan yang rusak dan tidak berfungsi lagi.dibersihkan kembali dan wadah tersebut dibiarkan kering udara agar bahan beracun tersebut telah hilang menguap. batu aerasi dan alat pengatur banyaknya aliran udara (kran). Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui apakah bak yang akan digunakan mengalami kerusakan baik karena kebocoran dasar dan dinding bak maupun karena adanya kebocoran pada pipa pengeluaran dan pemasukan.39. pada bak pintu pemasukkan air 48 Gambar 2.

oleh karena itu harus dilakukan pembersihan dengan cara menyikat kantong jaring dan menjemurnya kembali setelah dibersihkan agar hewan-hewan kecil tersebut bersih dari jaring. 2. Air harus tetap tersedia karena untuk keperluan pergantian air pada media pemeliharaan ikan. Masa pakai kerangka ini sangat bergantung pada bahan yang digunakannya. Pada kantong jaring yang di pergunakan untuk budidaya ikan sebelumnya biasanya banyak terdapat hewan-hewan kecil yang menempel pada kantong jaring. Kebocoran sering terjadi pada pipa penyaluran dan kran pengatur aliran. Persiapan wadah budidaya ikan yang menggunakan akuarium tidak jauh berbeda dengan penggunaan bak. Hal ini dilakukan agar ikan yang dibudidayakan tidak keluar dari wadah budidaya. Sedangkan pintu pengeluarannya berupa pipa yang terbuat dari pipa PVC dalam bentuk L atau lurus. stainless steel atau papan. Pintu pengeluaran air ini harus diperiksa apakah terjadi penyumbatan pada saluran pembuangannya. Pada wadah budidaya karamba jaring terapung wadah tersebut harus disiapkan sebelum digunakan dengan beberapa tahap antara lain adalah : 1. Perbaikan jaring Jaring yang akan digunakan untuk budidaya ikan harus dilakukan perbaikan dan pergantian jika telah mengalami kerusakan. besi. karena masa pakai kerangka ini tidak bisa sepanjang tahun.merupakan kran air yang dimasukkan kedalam bak budidaya. ada beberapa macam bahan yang digunakan sebagai kerangka antara lain adalah bambu. Perbaikan jaring dapat dilakukan dengan melakukan perajutan pada bagian jarring yang rusak sedangkan pada jaring yang sudah lapuk harus diganti dengan jaring yang baru. Setiap bahan tersebut mempunyai masa pakai yang berbeda oleh karena itu harus dilakukan perbaikan pada kerangka jarring apung yang sudah mengalami kerusakan agar wadah tersebut dapat dipergunakan untuk budidaya ikan. Sumber air yang digunakan dapat berasal dari mata air atau dari sumur yang dipompakan ke bak-bak melalui pipa pengaturan. Perbaikan kerangka Pemeriksaan terhadap kerangka yang digunakan dalam budidaya ikan di karamba jaring terapung harus dilakukan. 49 .

Sumber air Sumber air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan ada beberapa macam. Air yang dapat digunakan sebagai media hidup ikan harus dipelajari agar ikan sebagai organisme air dapat dibudidayakan sesuai kebutuhan manusia sebagai sumber bahan pangan yang bergizi dan relatif harganya murah.1. 3. Secara umum air sebagai lingkungan hidup mempunyai sifat fisik. Dalam bab ini akan dibahas tentang kuantitas air dalam hal ini sumber air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya. parameter kualitas air yang akan sangat menentukan keberhasilan suatu usaha budidaya ikan dan bagaimana cara melakukan pengukuran terhadap parameter kualitas air tersebut agar dapat selalu dipantau perubahan kualitas air dalam wadah budidaya ikan. sifat kimia dan sifat biologi. Air permukaan yaitu air hujan yang mengalami limpasan/ 50 . Air yang dapat memenuhi kriteria yang baik untuk hewan dan tumbuhan tingkat rendah yaitu plankton sebagai indikator paling mudah bahwa air tersebut dapat digunakan untuk budidaya ikan. terutama untuk tumbuhan tingkat rendah (Fitoplankton) dalam proses asimilasi sebagai sumber makanan hewan terutama ikan.BAB III MEDIA BUDIDAYA IKAN Media budidaya ikan merupakan suatu tempat hidup bagi ikan untuk tumbuh dan berkembang yaitu air. Oleh karena itu kondisi perairan/ air harus mampu menyiapkan kondisi yang baik. Air yang dapat digunakan sebagai budidaya ikan harus mempunyai standar kuantitas dan kualitas yang sesuai dengan persyaratan hidup ikan. Agar dapat melakukan pengelolaan kualitas air dalam budidaya ikan maka harus dipahami ketiga parameter kualitas air yang sangat menentukan keberhasilan suatu budidaya ikan. Hal ini dikarenakan organisme ini merupakan produsen primer sebagai pendukung kesuburan perairan. Berdasarkan asalnya sumber air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu air permukaan dan air tanah.

waduk. Air PAM ini berasal dari sumber air permukaan dan mengalami proses tertentu sampai diperoleh kualitas air sesuai baku mutu yang diinginkan. Saat ini dibeberapa kota besar yang telah banyak sekali terjadi pengeboran air tanah secara besar-besaran maka kadar salinitas dari air tanah ini mengalami perubahan karena telah tercemar dengan air laut. danau. waduk. danau dan rawa. Kekurangan air PAM ini biasanya mengandung klorin/kaporit yang cukup tinggi dan solusinya sama seperti pada air tanah cukup dilakukan pengendapan air pada wadah terpisah minimal semalam yaitu 12 jam. Air payau adalah air yang memiliki kadar garam (salinitas) antara 6 – 29 ppt. Oleh karena itu sumber air yang biasa digunakan di kota besar adalah air yang berasal dari PAM. pada air tawar 51 . Selain itu air permukaan dapat juga didefenisikan sebagai air yang berada disungai. Sumber air permukaan tersebut sudah banyak dipergunakan untuk kegiatan budidaya ikan. selain itu jika air tanah mengalami kontak dengan udara akan mengalami proses oksigenasi sehingga ion feri(besi) yang terdapat pada air tanah akan segera mengalami pengendapan dan akan membentuk warna kemerahan pada air. Solusinya dengan menggunakan aerator/kincir air /blower pada air pemeliharaan dan yang utama air tanah tersebut harus diinapkan minimal semalam (12 jam) untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut. kadar karbondioksida yang tinggi dan kandungan besi yang relatif tinggi. Air tanah yang saat ini digunakan untuk kegiatan budidaya dapat diperoleh melalui cara pengeboran air tanah dengan kedalaman tertentu sampai diperoleh titik sumber air yang akan keluar dan dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya. Air tanah memiliki kelebihan airnya bersih. Sumber air tersebut dapat dipergunakan untuk budidaya ikan air tawar karena memiliki kandungan oksigen yang cukup dan pH yang stabil. permeabilitas dari lapisan tanah dan pengisian kembali air. Air tawar adalah air yang memiliki kadar garam (salinitas) antara 0 – 5 ppt. rawa dan badan air lainnya yang tidak mengalami infiltrasi kedalam. Air tanah berdasarkan kandungan salinitasnya merupakan air tawar yang akan dipergunakan untuk budidaya ikan air tawar. air payau dan air laut. Jika sumber air tanah ini dieksploitasi secara besar-besaran maka jumlah air tanah akan semakin berkurang. Air tanah mempunyai kandungan oksigen yang rendah karena air ini pergerakannya didalam tanah sangat lambat dan sangat dipengaruhi oleh porositas.berakumulasi sementara ditempattempat rendah misalnya : air sungai. Air laut adalah air yang memiliki kadar garam (salinitas) antara 30 – 35 ppt. Air permukaan yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan berdasarkan kadar garamnya (salinitas) dibagi menjadi tiga yaitu air tawar. Ketiga air ini dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya ikan. kekurangannya air tanah mempunyai kandungan oksigen yang rendah. Sedangkan air tanah yaitu air hujan yang mengendap atau air yang berada dibawah permukaan tanah.

Air permukaan ini dapat diklasifikasikan berdasarkan lamanya terakumulasi dalam suatu tempat dibagi menjadi dua yaitu perairan tergenang (Lentik) antara lain adalah danau. sehingga dalam pemakaiannya sebaiknya dimasukkan terlebih dahulu pada bak pengendapan. Salah satu cara untuk mengetahui jumlah air yang diperlukan pada kegiatan budidaya adalah dengan mengetahui jumlah air pada saluran sepanjang tahun. air laut. kuantitas dan kualitas air yang terdapat pada sumber air tersebut. Air yang digunakan untuk kegiatan budidaya ikan yang berasal dari air mengalir dan banyak dipergunakan oleh masyarakat adalah air sungai untuk budidaya ikan air tawar dan air laut untuk budidaya ikan air laut. Keuntungan sumber air ini adalah mempunyai kandungan oksigen yang cukup tinggi. saluran irigasi. Pengukuran debit air secara langsung dilakukan dengan menggunakan sekat ukur. Pada perairan tergenang yang perlu diperhatikan adalah terjadinya stratifikasi secara vertikal yang diakibatkan oleh perbedaan intensitas cahaya dan perbedaan suhu secara vertikal pada kolom air. Pengukuran secara tidak langsung inilah yang banyak digunakan oleh para pembudidaya 52 . waduk dan situ . Debit air saluran merupakan jumlah air yang mengalir dalam saluran yang dinyatakan dengan ukuran liter perdetik. pada air payau dipergunakan untuk membudidayakan ikan air payau dan air laut untuk membudidayakan ikan air laut. Jumlah air yang dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya dapat diketahui dengan mengukur debit air saluran. Sedangkan pengukuran debit air secara tidak langsung dilakukan dengan cara menentukan rata-rata luas penampang basah saluran dikalikan dengan kecepatan aliran air rata-rata. Debit air saluran dapat diukur dengan cara langsung maupun secara tidak langsung. Jumlah air yang diperlukan untuk mengairi wadah budidaya ikan harus cukup dan tersedia sepanjang tahun karena dengan melakukan budidaya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia. waduk dan situ merupakan sumber air tawar yang banyak digunakan oleh kegiatan budidaya ikan dengan metode budidaya di perairan umum yaitu karamba jaring apung. Untuk mengetahui kebutuhan air pada wadah budidaya ikan dapat dilakukan perhitungan jumlah persediaan air sumber. Pemilihan dari berbagai sumber air tersebut macam sangat bergantung kepada lokasi dimana budidaya ikan tawar akan dilakukan . Air sungai merupakan sumber air yang murah dan tidak memerlukan biaya tetapi sumber air ini memiliki kandungan lumpur yang cukup tinggi. yang kedua adalah perairan mengalir (Lotik) antara lain adalah sungai. Walaupun sumber air tersebut berasal dari alam harus diperhatikan juga tentang kontinuitas ketersediaan air tersebut untuk kegiatan budidaya. Air yang berasal dari danau.dipergunakan untuk membudidayakan ikan air tawar. Pada kegiatan budidaya ikan jumlah air yang dibutuhkan tidak sedikit harus tersedia secara terus menerus.

Setiap kenaikan suhu 53 . yaitu pada lapisan dalam suatu perairan suhu air makin rendah dibanding pada permukaan air. demikian juga kalau suhunya lebih rendah dari 4 °C. 3.1. Pada perairan yang oligotrof (cukup banyak mengandung mineral). Selain itu keuntungan adanya gerakan air ini dapat mendistribusikan/ menyebarkan berbagai zat ke seluruh perairan. mineral-mineral tersebut akan di absorbsi oleh dasar perairan .1.2. baik secara vertikal maupun horizontal.2. Makin naik suhunya. Sifat Fisik 3.2. kalau daya saling tarik menarik tersebut mengalami gangguan karena adanya benda yang bergerak dalam air seperti benda tenggelam. 3. Parameter kualitas air 3. aliran vertikal tidak banyak membawa keberuntungan. es tersebut akan terapung. Kepadatan (density/berat jenis) Pada suhu 4 °C (3. Sedangkan kerugian adanya aliran air ini adalah terutama aliran air yang vertikal sering menimbulkan “upwalling” pada danau-danau. Sifat air yang demikian itu. maka akan terjadi pelapisan-pelapisan suhu air pada danau atau perairan dalam. Kekentalan ( Viscosity ) Molekul-molekul air mempunyai daya saling tarik menarik. pada suhu 0° C. Akan tetapi bila air membeku jadi es. sebagai sumber mineral bagi fitoplankton dan fitoplankton sebagai makanan ikan maupun hewan air lainnya. Sifat air ini mengakibatkan pada perairan didaerah yang beriklim dingin yang membeku perairannya hanya pada bagian atasnya saja sedangkan pada bagian bawahnya masih berupa cairan sehingga kehidupan organisme akuatik masih tetap berlangsung.2. lebih tinggi dari 4° C kepadatan/berat jenisnya akan turun.2. Hal ini disebabkan kondisi air yang anaerob (oksigen rendah) dan zatzat beracun dari dasar perairan akan naik kepermukaan air. dan ditandai dengan angka 100. sehingga menyebabkan keracunan dan kematian ikan secara masal. Akibat dari sifat tersebut akan menimbulkan pergolakan/perpindahan massa air dalam perairan tersebut.ikan dilapangan karena relatif mudah dilakukan. Dasar perairan adalah merupakan akumulasi pengendapan mineral-mineral yang merupakan persediaan “nutrient” yang akan dimanfaatkan oleh mahluk hidup (yang pada umumnya tinggal didaerah permukaan air karena mendapatkan sinar matahari yang cukup).1. Menurut kesepakatan para ahli fisika. makin berkurang kekentalannya.1. sehingga kalau suhu air naik.95° C ) air murni mempunyai kepadatan yang maksimum yaitu 1 (satu). kekentalan air murni mempunyai nilai yang terbesar. maka akan timbul gesekan-gesekan yang disebut dengan “gesekan intern dalam air“/ Viscosity. justru sebaliknya dapat mengendapkan mineral-mineral yang datang dari tempat lain kedasar perairan.

Dalam fase cair daya tarik menarik masih sedemikian besarnya. aliran dan kedalaman air. 3. lintang (latitude). terjadi bila disuatu perairan (danau) terdapat lapisan suhu air yaitu lapisan air yang bersuhu rendah akan turun mendesak lapisan air yang bersuhu tinggi naik kepermukaan perairan. Akibat adanya tegangan permukaan. Hal tersebut tercapai secara sifat alam antara lain. Kisaran suhu tersebut 54 . Jika suhu tinggi.2. CO2. setiap satuan volume air memerlukan sejumlah panas yang lebih banyak dari pada udara. sehingga molekul-molekul zat cair masih mempunyai daya “Kohesi “. reaksi kimia. Selain itu suhu air sangat berpengaruh terhadap jumlah oksigen terlarut didalam air. zat-zat dan benda-benda yang melayang didalam air. Daya tarik menarik molekul air ini terjadi kesegala penjuru. 3. Pada perairan dangkal akan menunjukkan fluktuasi suhu air yang lebih besar dari pada perairan yang dalam. Peningkatan suhu air mengakibatkan peningkatan viskositas. hingga pada suhu 25° C viscositas turun menjadi setengahnya dari nilai viscosity pada suhu 0° C.4. maka binatang dan tumbuhan yang ringan.1° C terjadi penurunan viscosity 2%.2. Suhu air pada suatu perairan dapat dipengaruhi oleh musim.1. air akan lebih lekas jenuh dengan oksigen dibanding dengan suhunya rendah. Agar suhu air suatu perairan berfluktuasi rendah maka perlu adanya penyebaran suhu. waktu dalam satu hari. Viscosity ini akan berpengaruh terhadap proses pengendapan jasad renik (plankton). CH4 dan sebagainya. Tegangan Permukaan Molekul-molekul air mempunyai daya saling tarik menarik terhadap molekul-molekul yang ada. • Aliran vertikal dari air itu sendiri. seperti kimbung akar dapat berjalan diatas permukaan air. sebagai penggerak permindahan massa air. • Penyerapan (absorbsi) panas matahari pada bagian permukaan air.1. hal ini disebabkan panas jenis air lebih tinggi daripada udara. Suhu Air Air sebagai lingkungan hidup organisme air relatif tidak begitu banyak mengalami fluktuasi suhu dibandingkan dengan udara. Sedangkan organisme memerlukan suhu yang stabil atau fluktuasi suhu yang rendah. Artinya untuk naik 1° C. N2. ketinggian dari permukaan laut (altitude). penutupan awan. ada juga plankton yang menggantung dibawah permukaan air. Kisaran suhu air yang sangat diperlukan agar pertumbuhan ikanikan pada perairan tropis dapat berlangsung berkisar antara 25° C 32° C. sedang dipermukaan hanya terjadi gaya tarik menarik kesamping dan kedalam saja dan sifat itu yang menyebabkan timbulnya tegangan permukaan.3. • Angin. evaporasi dan volatisasi serta penurunan kelarutan gas dalam air seperti O2.

Hal ini dilihat dari peningkatan suhu air maka kelarutan oksigen akan berkurang. Oleh karena itu bagi para pembudidaya ikan yang melakukan kegiatan budidaya ikan kedalaman air tidak boleh lebih dari 2 meter. Pelapisan ini terjadi karena suhu permukaan air lebih tinggi dibanding dengan suhu air dibagian bawahnya. Berdasarkan hasil penelitian suhu air sangat berpengaruh terhadap respon ikan dalam mengkonsumsi pakan yang diberikan selama berlangsung kegiatan budidaya. Stratifikasi suhu ini terjadi karena masuknya panas dari cahaya matahari kedalam kolom air yang mengakibatkan terjadinya gradien suhu yang vertikal. sehingga dengan perubahan suhu pada suatu perairan akan mengakibatkan berubahnya semua proses didalam perairan. Stratifikasi suhu pada kolom air dikelompokkan menjadi tiga yaitu pertama lapisan epilimnion yaitu lapisan sebelah atas perairan yang hangat dengan penurunan suhu relatif kecil (dari 32° C menjadi 28° C).biasanya berlaku di Indonesia sebagai salah satu negara tropis sehingga sangat menguntungkan untuk melakukan kegiatan budidaya ikan.5 meter biasanya akan terjadi pelapisan (stratifikasi) suhu. Lapisan kedua disebut dengan lapisan termoklin yaitu lapisan tengah yang mempunyai penurunan suhu sangat tajam (dari 28° C menjadi 21° C ). Suhu air sangat berpengaruh terhadap proses kimia. sehingga kebutuhan oksigen oleh organisme akuatik itu berkurang. Respon tersebut dapat dilihat pada Tabel 3. Lapisan ketiga disebut lapisan hipolimnion yaitu lapisan paling bawah dimana pada lapisan ini perbedaan suhu sangat kecil relatif konstan. Pada kolam yang kedalaman airnya kurang dari 2 meter biasanya terjadi stratifikasi suhu yang tidak stabil.1 55 . fisika dan biologi di dalam perairan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa peningkatan 10° C suhu perairan mengakibatkan meningkatnya konsumsi oksigen oleh organisme akuatik sekitar 2 – 3 kali lipat. Suhu air yang ideal bagi organisme air yang dibudidayakan sebaiknya adalah tidak terjadi perbedaan suhu yang mencolok antara siang dan malam (tidak lebih dari 5° C) . Pada perairan yang tergenang yang mempunyai kedalaman air minimal 1. Selain itu untuk memecah stratifikasi suhu pada wadah budidaya ikan diperlukan suatu alat bantu dengan menggunakan aerator/blower/ kincir air.

5. Oleh karena itu daya tembus cahaya kedalam air sangat menentukan tingkat kesuburan air.Tabel 3. Jumlah cahaya yang diterima oleh phytoplankton diperairan asli bergantung pada intensitas cahaya matahari yang masuk kedalam permukaan air dan daya perambatan cahaya didalam air.1.. kita dapat mengetahui sampai dimanakah masih ada kemungkinan terjadinya proses asimilasi didalam air.1. Cahaya matahari didalam air berfungsi terutama untuk kegiatan asimilasi fito/tanaman didalam air.2. Kecerahan dan kekeruhan air Kecerahan dan kekeruhan air dalam suatu perairan dipengaruhi oleh jumlah cahaya matahari yang masuk kedalam perairan atau disebut juga dengan intensitas cahaya matahari. Masuknya cahaya matahari kedalam air dipengaruhi juga oleh kekeruhan air 56 . Kecerahan merupakan ukuran transparansi perairan dan pengukuran cahaya sinar matahari didalam air dapat dilakukan dengan menggunakan lempengan/kepingan Secchi disk. Satuan untuk nilai kecerahan dari suatu perairan dengan alat tersebut adalah satuan meter. Dengan diketahuinya intensitas cahaya pada berbagai kedalaman tertentu. Pengaruh suhu air terhadap respon konsumsi pakan pada ikan Suhu air (°C) Mendekati 0 8 – 10 15 22 28 – 30 33 35 36 – 38 38 – 42 Respon konsumsi pakan Kondisi kritis minimal Tidak ada respon terhadap pemberian pakan Pemberian pakan berkurang 50% optimum Pemberian pakan optimum 50% optimum Pemberian pakan berkurang Tidak respon terhadap pemberian pakan Kondisi kritis minimal Sumber : Tucker and Hargreaves (2004) 3.

Rendahnya kemampuan daya ikat oksigen b. Berkurangnya batas pandang ikan c. Pengertian salinitas yang lainnya adalah jumlah segala macam garam yang terdapat dalam 1000 gr air contoh. Salinitas Salinitas adalah konsentrasi dari total ion yang terdapat didalam perairan. Sedangkan kekeruhan menggambarkan tentang sifat optik yang ditentukan berdasarkan banyaknya cahaya yang diserap dan dipancarkan oleh bahan-bahan yang terdapat didalam perairan. Salinitas dapat dilakukan pengukuran dengan menggunakan alat yang disebut dengan Refraktometer atau salinometer. semua bromida dan iodida digantikan oleh chlorida dan semua bahan organik telah dioksidasi. karena air yang keruh dapat menyebabkan : a. MgSO4 yang menyebabkan rasa pahit pada air laut. perairan payau biasanya berkisar antara 6–29 ppt dan perairan laut berkisar antara 30–35 ppt.2. Ikan sulit bernafas karena insangnya tertutup oleh partikelpartikel lumpur 3. Pengukuran kekeruhan suatu perairan dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut dengan Jackson Candler Turbidimeter dengan satuan unit turbiditas setara dengan 1 mg/l SiO2. 57 .1. Warna air (yang antara lain ditimbulkan oleh zat-zat koloid berasal dari daun-daun tumbuhan yang terektrak) Faktor-faktor ini dapat menimbulkan warna dalam air. Nilai salinitas untuk perairan tawar biasanya berkisar antara 0–5 ppt. Satuan untuk pengukuran salinitas adalah satuan gram per kilogram (ppt) atau promil (o/oo). Benda-benda halus yang disuspensikan (seperti lumpur dsb) b. Hal ini dikarenakan salinitas ini merupakan gambaran tentang padatan total didalam air setelah semua karbonat dikonversi menjadi oksida. sehingga efisiensi pakan rendah d. Selera makan ikan berkurang. Hal ini menyebabkan hamburan dan absorbsi cahaya yang datang sehingga kekeruhan menyebabkan terhalangnya cahaya yang menembus air. NaCl. Satu unit turbiditas Jackson Candler Turbidimeter dinyatakan dengan satuan 1 JTU (Jackson Turbidity Unit). Jasad-jasad renik yang merupakan plankton c.6. Faktor-faktor kekeruhan air ditentukan oleh: a. Pengertian salinitas yang sangat mudah dipahami adalah jumlah kadar garam yang terdapat pada suatu perairan. Garam-garam yang ada di air payau atau air laut pada umumnya adalah Na. Air yang sangat keruh tidak dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan. Air yang dapat digunakan untuk budidaya ikan selain harus jernih tetapi tetap terdapat plankton. Cl.(turbidity). KNO3 dan lainlain. Definisi yang sangat mudah adalah kekeruhan merupakan banyaknya zat yang tersuspensi pada suatu perairan.

atau pemeliharaan ikan secara tertutup pada 58 .1. maka air relatif mudah melepaskan O2 ke udara. Diffusi oksigen dari udara ke dalam air melalui permukannya. Satuan pengukuran oksigen terlarut adalah mg/l yang berarti jumlah mg/l gas oksigen yang terlarut dalam air atau dalam satuan internasional dinyatakan ppm (part per million).2. Sifat Kimia 3. Dari gambaran tersebut. tergantung dari jumlah molekul-molekul zat (garam-garam) yang larut di dalam air (dalam satuansatuan tertentu). Air yang mengandung garam-garam pada kadar O2 yang rendah saja sudah dapat seimbang dengan udara lebih cepat. maka air itu dengan kadar oksigen yang rendah saja sudah dapat seimbang dengan udara. jika suhu air tinggi. Oksigen terlarut adalah oksigen dalam bentuk terlarut didalam air karena ikan tidak dapat mengambil oksigen dalam perairan dari difusi langsung dengan udara. tergantung dari kondisi air itu sendiri. Dalam kegiatan budidaya ikan sifat tersebut penting artinya. Air mengandung oksigen dalam jumlah yang tertentu. Oksigen yang dibutuhkan oleh ikan disebut dengan oksigen terlarut. pemeliharaan ikan di akuarium. yang terjadi karena adanya gerakan molekul-molekul udara yang tidak berurutan karena terjadi benturan dengan molekul air sehingga O2 terikat didalam air. air murni 1000 cc pada suhu kamar mengandung 7 cc O2. Ikan sebagai salah satu jenis organisme air juga membutuhkan oksigen agar proses metabolisme dalam tubuhnya berlangsung. Oksigen Semua makhluk hidup untuk hidup sangat membutuhkan oksigen sebagai faktor penting bagi pernafasan. Artinya.2. Menurut penelitian. Makin tinggi suhu air. sedangkan udara murni suhu pada kamar mengundang 210 cc O2. Proses diffusi ini akan selalu terjadi bila pergerakan air yang mampu mengguncang oksigen.2. terutama dalam pengangkutan ikan hidup.2. beberapa proses yang menyebabkan masuknya oksigen ke dalam air yaitu: 1. Dari imbangan tersebut di atas dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut: • Tercapainya imbangan O2 di air dan di udara.3. sehingga penambahan oksigen lebih lanjut tidak akan meningkatkan oksigen terlarut dalam air. • Kemungkinan bertubrukan molekul air di tentukan oleh suhu air. bila di bandingkan dengan air suling.makin rendah jumlah oksigen yang dapat di kandung/ di ikat oleh air. sebab jumlah tersebut yang menentukan kemungkinan terbentuknya molekul-molekul dan menentukan pula jumlah banyaknya molekul-molekul gas yang meninggalkan air lagi. karena kandungan O2 didalam udara jauh lebih banyak.

2. • Proses pembongkaran (menetralisasi) bahan-bahan organik. akan menurunkan kemampuan air mengikat.Recyle Sistem. Pada pengangkutan ikan sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari waktu suhu udara masih relatif rendah. yang mengakibatkan suhu air meningkat. yang menggambarkan bahwa semakin tinggi suhu. pemberian lampu. pemasukan oksigen ke dalam air terjadi karena air yang masuk sudah mengandung oksigen.secara tidak langsung akan meningkatkan O2 di dalam air. mengakibatkan gerakan air yang mampu mendorong terjadinya proses difusi oksigen dari udara ke dalam air. kelarutan oksigen semakin berkurang. Hujan yang jatuh. Sedangkan pada malam hari tanaman tersebut menggunakan O2 yang ada didalam air. sehingga goncangan airnya yang terjadi akan mampu meningkatkan difusi 02 kedalam air. dan akan menambah O2 didalam air. Hubungan antara oksigen terlarut dan suhu dapat dilihat pada Tabel 3. akibat jatuhnya air hujan akan mampu meningkatkan O2 di dalam air. • Dasar perairan yang bersifat mereduksi. 59 . Proses Asimilasi tumbuhan. 4. kecuali itu dengan aliran air. Diperairan umum. 2. 3. selanjutnya bila volume air bertambah dari gerakan air. Pengambilan air O2 didalam air disebabkan oleh: • Proses pernafasan binatang dan tanaman air. tumbuh- Tanaman air yang seluruh batangnya ada didalam air di waktu siang akan melakukan proses asimilasi. Menurut Brown (1987) peningkatan suhu 1o C akan meningkatkan konsumsi oksigen sekitar 10%. pertama suhu air akan turun. Pada pemeliharaan ikan diakuarium atau pada tempat yang terbatas. dasar demikian hanya dapat di tumbuhi bakteri yang anaerob saja. sehingga kemampuan air mengikat oksigen meningkat. yang dapat menimbulkan hasil pembakaran.

41 Suhu ( C) o Suhu ( C) o Suhu ( C) o 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Kadar oksigen terlarut dalam suatu wadah budidaya ikan sebaiknya berkisar antara 7 – 9 ppm. Bagian air yang banyak mengandung CO2 adalah didasar perairan.30 7.2.84 11.2.74 8.97 Kadar Oksigen terlarut (mg/l) 7. Gas CO2 memegang peranan sebagai unsur makanan bagi semua tumbuhan yang mempunyai chlorophil.62 14. tetapi bila jumlah CO2 melampaui batas akan 60 .43 7.31 10. karena ditempat itu terjadi proses pembakaran bahan organik yang cukup banyak. Hubungan antara kadar oksigen terlarut jenuh dan suhu pada tekanan udara 760 mm Hg (Cole.91 8.29 11.18 7.2. Konsentrasi oksigen terlarut ini sangat menentukan dalam akuakultur.28 9. 1983) Kadar Oksigen terlarut (mg/l) 14.08 9.26 8.66 9.87 9.42 8.47 9.45 12. Karbondioksida yang dianalisis dalam kegiatan budidaya adalah karbondioksida dalam bentuk gas yang terkandung di dalam air.14 11.46 13.22 13. jumlah CO2 harus cukup.83 13. Kadar oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan dapat ditentukan dengan dua cara yaitu dengan cara titrasi atau dengan menggunakan alat ukur yang disebut dengan DO meter (Dissolved Oxygen).54 Kadar Oksigen terlarut (mg/l) 10.83 7.Tabel 3.69 7.09 8.62 6.58 8.84 6.95 6.03 10. Untuk kegiatan asimilasi bagi tumbuh-tumbuhan.77 12.2.11 7.73 6. baik tumbuh-tumbuhan renik maupun tumbuhan tingkat tinggi.51 6.06 6. Karbondioksida Karbondioksida merupakan salah satu parameter kimia yang sangat menentukan dalam kegiatan budidaya ikan. 3.11 12.56 7.56 11.78 10. Sumber gas CO2 didalam air adalah hasil pernafasan oleh binatang-binatang air dan tumbuhtumbuhan serta pembakaran bahan organik didalam air oleh jasad renik.

yaitu logaritma negatif dari kepekatan ion-ion H yang terlepas dalam suatu perairan dan mempunyai pengaruh besar terhadap kehidupan organisme perairan. sehingga pada level tertentu akan berbahaya bagi kehidupan binatang air. Air yang banyak mengandung persediaan Calsium atau Magnesium bikarbonat dalam jumlah yang cukup.2. sepat jawa (Tricogaster tericopterus ) dan ikan gabus dapat hidup pada lingkungan pH air 4-9. Untuk menciptakan lingkungan air yang bagus. pupuk hijau dsb dengan cukup. bila yang bebas sudah habis.kritis bagi kehidupan binatangbinatang air. biasanya berkisar antara 7 – 8. maka O2 dalam air juga ikut menurun. CO2 yang digunakan oleh organisme dalam air. tidak dapat hidup pada pH 4-6.ikan karper (Cyprinus carpio) dan gurami. Air yang agak basa. Andaikata kedalam kolam itu kemudian kita bubuhkan bahan organik seperti pupuk kandang. Pada pH netral sangat baik untuk kegiatan budidaya ikan. untuk ikan lunjar kesan pH 5-8 . dapat mendorong proses pembongkaran bahan organik dalam air menjadi mineral-mineral yang dapat diasimilasikan oleh tumbuhtumbuhan (garam amonia dan nitrat).2. Nilai pH asam tidak baik untuk budidaya ikan dimana produksi ikan dalam suatu perairan akan rendah. tetapi juga bersifat racun. 3. pH Air pH (singkatan dari “ puisance negatif de H “ ). mula-mula adalah CO2 bebas. sedangkan pada pH basa juga tidak baik untuk kegiatan 61 . Dengan meningkatnya CO2. sehingga pH perairan dipakai sebagai salah satu untuk menyatakan baik buruknya sesuatu perairan. maka mineral-mineral yang mungkin terlepas juga tidak akan lama berada didalam air itu.2. pH air itu sendiri harus mantap dulu (tidak banyak terjadi pergoncangan pH air). Pengaruh CO2 yang terlalu banyak tidak saja terhadap perubahan pH air. Klasifikasi nilai pH dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu : • Netral : pH = 7 • Alkalis (basa) : 7 < pH < 14 • Asam : 0 < pH < 7 Derajat keasaman suatu kolam ikan sangat dipengaruhi oleh keadaan tanahnya yang dapat menentukan kesuburan suatu perairan.3. Ikan rawa seperti sepat siam (Tricogaster pectoralis). Pada perairan yang tidak mengandung bahan organik dengan cukup. Pada perairan perkolaman pH air mempunyai arti yang cukup penting untuk mendeteksi potensi produktifitas kolam. tetapi kurang mengandung garam-garam bikarbonat yang dapat melepaskan kationnya. mempunyai kapasitas produksi yang baik. Kadar CO2 yang bebas didalam air tidak boleh mencapai batas yang mematikan (lethal). maka mineral dalam air tidak akan ditemukan. air akan melepaskan CO2 yang terikat dalam bentuk Calsium bikarbonat maupun Magnesium bikarbonat. pada kadar 20 ppm sudah merupakan racun bagi ikan dan mematikan ikan jika kelarutan oksigen didalam air kurang dari 5 ppm (5 mg/l). tapi pH idealnya 7.

5-6. perifiton dan benthos semakin besar Penurunan kelimpahan total dan biomassa zooplankton dan benthos Algae hijau berfilamen semakin banyak Proses nitrifikasi terhambat Air kolam yang pH nya bergoncang antara 4. pada waktu sore hari air kehabisan CO2 untuk asimilasi pH air menjadi tinggi. kelebihan CO2 hasil pernafasan ikan yang diangkut tidak jadi masalah.0 – 6.0 • • • Pengaruh Umum Keanekaragaman plankton dan benthos mengalami sedikit penurunan Kelimpahan total. Pada umumnya pada pagi hari. Kondisi pH ini akan sangat penting artinya pada pengangkutan ikan hidup secara tertutup dengan pemberian gas O2.0 – 5.5 masih dapat diperbaiki dengan menambahkan kapur dalam jumlah yang cukup. Pada pengangkutan tertutup upaya mencegah penurunan pH air dapat ditambahkan larutan buffer seperti Na2HPO4 .3.5 – 6.0 • • • 5.budidaya. sehingga pH yang sedianya akan turun dapat dicegah. waktu air banyak mengandung CO2. biomassa dan produktivitas tak mengalami perubahan Penurunan nilai keanekaragaman plankton dan benthos semakin nampak Kelimpahan total.3. perifiton dan benthos semakin besar Penurunan kelimpahan total dan biomassa zooplankton dan benthos Algae hijau berfilamen semakin banyak Proses nitrifikasi terhambat Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis plankton.5 • • 5. Tabel 3. Pengaruh pH pada perairan dapat berakibat terhadap komunitas biologi perairan.5 – 5. untuk jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3.0 supaya pengaruh OH yang rendah bisa ditiadakan. pH air rendah. Dengan demikian waktu pengangkutan ikan 62 . biomassa dan produktivitas masih belum mengalami perubahan berarti Algae hijau berfilamen mulai nampak pada zona literal Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis plankton. Pada pengangkutan ikan hidup secara terbuka. Pengaruh pH terhadap komunitas biologi perairan (Effendi. sehingga penurunan pH air tidak akan terlalu buruk bagi ikan. Agar pH nya dapat dinaikan menjadi 8. 2000) Nilai pH • 6. sebab CO2 itu senantiasa masih berkesempatan menjadi seimbang dengan udara terbuka diatasnya.5 • • • • 4.

pergoncangan pH dari yang tinggi ke pH rendah dapat disanggah oleh unsur calsium yang terdapat dalam air asli itu sendiri. sehingga kecenderungan pH untuk turun dapat disanggah. Magnesium (Mg).dapat diupayakan lebih panjang. akibatnya pH air mempunyai kecenderungan untuk naik. Metode penentuan pH air dapat menggunakan alat pH meter atau dengan menggunakan kertas indikator pH. Menurut persamaan reaksi: CaCO + CO2 + H2O Ca (HCO3)2. Apabila suatu perairan kadar calsium dalam bentuk Ca(HCO3)2 cukup tinggi. Sodium (Na).2. Seng (Zn). Pospor (P). maka daya menyanggah air terhadap pergoncangan pH menjadi besar. Mangan (Mn).2. Senyawa kalsium carbonat (CaCO3) yang tidak dapat larut 2. kadar Ca yang terkandung dalam air . akan tetapi pada saat yang bersamaan Ca(HCO3)2 yang larut dalam air itu akan pecah menurut persamaan sebagai berikut: Ca (HCO3)2 Ca CO3 + H2O + CO2 menjadi berkurang. Diperairan asli. Kalcium bikarbonat yang terbentuk pada pemecahan itu akan mengendap berupa endapan putih didasar perairan. selanjutnya pH air mempunyai kecenderungan untuk turun lagi. Unsur Ca didalam air membentuk dua macam senyawa yaitu: 1. CO2 terambil. pada daun-daun tanaman air dsb. Proses imbangan pH dapat dituliskan dengan reaksi sebagai berikut : Ca (HCO3)2 CaCO3 + CO2 + H2O Jadi jumlah Ca (HCO3 )2 dalam air merupakan salah satu unsur dari baik buruknya perairan sebagai lingkungan hidup. Faktor yang menentukan besar kecilnya kemampuan penyanggah pergoncangan asam (pH) adalah banyaknya Ca (HCO3)2 di dalam air. Diperairan 63 Sehingga dalam air itu terjadi pembentukan CO2 yang baru. beberapa jenis mineral antara lain adalah Kalsium (Ca). Yodium (I) dan Nikel (Ni). apabila terbentuk gas CO2 yang banyak didalam air maka mula-mula pH air mempunyai kecenderungan untuk turun akan tetapi dengan segera gas CO2 yang berkeliaran bebas itu akan diikat oleh CaC03 yang sulit larut dalam air tadi. Sulphur (S). Sebaliknya. maka mula-mula pH air akan naik. Bahan Organik dan garam mineral dalam air Mineral merupakan salah satu unsur kimia yang selalu ada dalam suatu perairan.4. 3. Potassium (K). Florin (F). Tembaga (Cu). Sehingga jumlah CO2 bebasnya akan berkurang. Senyawa kalsium bicarbonat atau kalsium hidrogen karbonat (Ca(HCO3)2) yang dapat larut dalam air. zat besi (Fe). Proses terjadinya penyanggahan asam didalam air adalah sbb: Kalau dalam suatu perairan. Berdasarkan proses tersebut diatas.

maka protein-protein yang menang mengandung belerang dapat dibongkar oleh bakteri anaerob (diantaranya adalah Bakterium vulgare). Hasil pembongkaran tersebut adalah gas hidrogen sulfida (H2S) dan ditandai bau busuk. Bila gas Metana ini berhubungan dengan O2 dalam air sekelilingnya. Gas itu merupakan limiting factor/ faktor pembatas bagi kesuburan perairan. Bila suasana perairan anaerob. Pembongkaran bahan organik ada yang dilakukan secara anaerob (tidak memerlukan oksigen). Bagian-bagian dari pada lumpur organik demikian yang tidak dapat dicernakan. Bahan-bahan organik yang mengendap di dasar perairan yang dangkal dapat dimakan secara langsung oleh berbagai macam binatang benthos (binatang yaang hidup didasar perairan) seperti siput vivipar javanica. Untuk mencegah timbulnya H2S dalam kolam biasanya kolam yang akan digunakan untuk budidaya ikan harus dilakukan pengolahan tanah dasar dan pengeringan. Pembongkaran dalam suasana anaerob juga dapat dilakukan oleh ragi (Saccharomyces).umum mineral yang diperlukan oleh phytoplakton senantiasa diperoleh dari pembongkaran bahan-bahan organik sisa dari tumbuhan dan binatang yang sudah mati. Pembongkaran bahan organik dilakukan oleh jasad renik yang terdapat didalam air. Pada umumnya jasad renik ini menghendaki perairan yang pHnya 7 sedikit mendekati basa. 64 . Kandungan H2S . Bahan organik yang larut didalam air belum dapat dimanfaatkan oleh binatang air secara langsung. Gas Metana ( CH4 ) adalah gas yang bersifat mereduksi dan dikenal sebagai gas rawa. Jumlah bahan organik yang terdapat dalam suatu perairan dapat digunakan sebagai salah satu indikator banyak tidaknya mineral yang dapat dibongkar kelak. cacing tubifex. dan sebagai hasilnya timbullah gas CO2. larva chironomaus dan sebagainya. Kandungan bahan organik dalam air sangat sulit untuk ditentukan yang biasa disebut dengan kandungan total bahan organik (Total Organic Matter/TOM). Proses pembongkaran itu juga dipengaruhi oleh suhu air. Metana itu timbul pada proses pembongkaran hidrat arang dari bahan organik yang tertimbun dalam perairan.6 mg/ l sudah dapat membunuh ikan Cyprinus carpio dalam beberapa jam saja. atau adanya penambahan pupuk buatan. menyisa sebagai detritus di dasar perairan. Di alam mineral tersebut berasal dari air yang masuk. maka air itu akan berkurang O2. Bila suasana air tetap anaerob maka asam-asam karboksilat direduksikan lebih lanjut menjadi Metana. hasil pembongkaran itu adalah alkohol dan lebih lanjut lagi menjadi asam cuka (asam asetat ) oleh bakterium aceti. Hidrat arang dalam suasana anaerob mulamula dibongkar menjadi asam-asam karboksilat. air berwarna kehitaman. Jenis gas beracun lainnya yang berasal dari pembongkaran bahan organik adalah gas metana.

Nitrit (NO2). Sedangkan nitrogen organik adalah nitrogen yang berasal bahan berupa protein. reaksinya sebagai berikut: 5 C6H12O0 + 24 HNO3 24 H2 CO3 + 6 CO3 +18 H2O +12 N2 Agar supaya phitoplankton dapat tumbuh dan berkembang biak dengan subur dalam suatu perairan. paling sedikit dalam air itu harus tersedia 4 mg/l nitrogen (yang diperhitungkan dari kadar N dalam bentuk nitrat).2.NH2. Nitrit tersebut pada suatu saat dapat dibongkar lebih lanjut oleh bakteri denitrifikasi (yang terkenal yaitu Micrococcus denitrifikan). maka secara perlahan proses pembongkaran bahan organik akan diambil oleh bakteri lain yang terkenal ialah Nitrosomonas menjadi senyawa nitrit. phitoplankton itu selanjutnya menjadi bahan makanan bagi organisme yang lebih tinggi. garam-garam nitrit itu selanjutnya dikerjakan lebih lanjut menjadi garam-garam nitrit. CH. Nitrat (NO3) dan molekul Nitrogen (N2) dalam bentuk gas. reaksinya sebagai berikut: 2NaNO2+O2 2NaNO3 Garam-garam nitrit itu penting sebagai mineral yang diasimilasikan oleh tumbuh-tumbuhan hijau untuk menyusun asam amino kembali dalam tubuhnya. biasanya akan terjadi mortalitas yang tinggi pada ikan karena kebanyakan gas CO2 . Proses pembusukan tadi mula-mula terbentuk amoniak (NH3) sebagai hasil perombakan asam amino oleh berbagai jenis bakteri aerob dan anaerob. Reaksi tersebut sebagai berikut: 2NH3 + 3O2 2HNO2 + H2O Bila perairan tersebut cukup mengandung kation-kation maka asam nitrit yang terbentuk itu dengan segera dapat dirubah menjadi garam-garam nitrit.5. sehingga O2 dalam air sampai habis. Pembongkaran itu akan menghasilkan suatu gas CO2 bebas. bersama dengan 1 mg/l P dan 1 mg/l K. COOH +O2 R. asam amino dan urea. Bahan organik yang berasal dari binatang yang telah mati akan mengalami pembusukan mineral yang terlepas dan utama adalah garam-garam nitrogen (berasal dari asam amino penyusun protein). oleh bakteri Nitrobacter atau Nitrosomonas.3. COOH + NH3 + CO2 Berdasarkan reaksi kimia tersebut dapat diperlihatkan bahwa kolam yang dipupuk dengan pupuk kandang/hijau yang masih baru dalam jumlah banyak dan langsung ditebarkan benih ikan kedalam kolam. Nitrogen Nitrogen didalam perairan dapat berupa nitrogen organik dan nitrogen anorganik. bakterium nitroxus menjadi nitrogennitrogen bebas. untuk menbentuk protoplasma itu selanjutnya tergantung pada nitrit. Nitrogen anorganik dapat berupa ammonia (NH3). Bila keadaan perairan semakin buruk. ammonium (NH4).2. Bila kadar NH3 hasil pembongkaran bahan organik di dalam air terdapat 65 . menurut persamaan reaksinya adalah: R.

90 44.52 11.10 1. Kadar 0.05 92. Di perairan kolam nitrogen dalam bentuk amonia sangat beracun bagi ikan budidaya.70 1. Pada tabel tersebut memperlihatkan daya racun ammonia yang akan meningkat dengan meningkatnya kadar pH dan suhu terhadap organisme perairan termasuk ikan.2 8.50 2.76 49. Kadar N dalam bentuk NH3 dipakai juga sebagai indikator untuk menyatakan derajat polusi.85 90.72 8.23 52.79 73.27 2.41 16.69 5.5 mg/l merupakan batas maksimum yang lazim dianggap sebagai batas untuk menyatakan bahan air itu “unpolluted”.4.36 3. Menurut Boyd (1988).75 30oC 0.96 60.4 9.72 4.98 21.00 14.60 0.46 27.57 87.8 8.96 24.00 3.20 19.29 85.6 8.95 1.80 32oC 0.33 70.72 79.75 13.8 10.2 9. Ikan masih dapat hidup pada air yang mengandung N 2 mg/l.73 2.56 28oC 0.81 1.4 7.0 7. 1988) pH 7.6 7.0 8.0 9.68 41. Persentase (%) ammonia bebas (NH3) terhadap ammonia total (Boyd.65 63.12 76.35 3.4 8.8 9.42 27. terdapat hubungan antara kadar ammonia total dengan ammonia bebas pada berbagai pH dan suhu yang dapat dilihat pada Tabel 3. tetapi jika dalam bentuk amonium tidak begitu berbahaya pada media akuakultur. Tabel 3.52 91.30 67.50 2.38 70.dalam jumlah besar.84 Kadar amonia yang dapat mematikan ikan budidaya jika dalam 66 .55 10.88 7.68 5.95 1. yang disebabkan proses pembongkaran protein terhenti sehingga tidak terbentuk nitrat sebagai hasil akhir. Amonia yang ada dalam wadah budidaya dapat diukur dan biasanya dalam bentuk ammonia total.0 10.77 13.25 85.24 6.71 8.84 56.4.82 90.71 48.2 7.67 79. maka air tersebut disebut “sedang mengalami pengotoran (Pollution)”.2 26oC 0.83 30.64 37.22 19.6 9.02 60.13 4.68 37.63 81.39 83.58 93.45 33. Batas letal akan tercapai pada kadar 5 mg/l.68 89.

sedangkan perairan yang nilai alkalinatasnya lebih dari 40 mg/l CaCO3 disebut sebagai perairan keras (Hard water). Total alkalinitas biasanya selalu dikaitkan dengan pH karena pH air ini akan menunjukkan apakah suatu perairan itu asam atau basa.2. Kadar amonia yang tinggi ini diakibatkan adanya pencemaran bahan organik yang berasal dari limbah domestik. Untuk meningkatkan kandungan alkalinitas total pada kolam pemeliharaan ikan dapat digunakan kapur pertanian.2. • Produksi phytoplankton dibatasi oleh ketidakcukupan CO2 dan HCO3 yang cenderung menyebabkan rendahnya kelarutan oksigen dan bisa mengakibatkan kematian plankton. Menurut Schimittou (1991). pertumbuhan. Berdasarkan Effendi (2000) Nilai alkalinitas berkaitan jenis perairan yaitu perairan dengan nilai alkalinitas kurang dari 40 mg/l CaCO3 disebut sebagai perairan lunak (Soft water). 3. Mg dan ion-ion yang terlarut dalam air. industri dan limpasan pupuk pertanian. • Pada tingkat pH yang ekstrem dapat menyebabkan kondisikondisi stres masam pada pagi hari dan kondisi stres alkalin pada senja hari. • Fluktuasi pada pH dan faktorfaktor yang berhubungan dapat menyebabkan ketidakstabilan mutu air yang dapat menyebabkan ikan stres. • Pada tanah-tanah asam dapat menyerap fosfor yang akan mereduksi efek pemupukan pada tingkat produksi akuakultur sistem ekstensif.1 – 0. perairan dengan alkalinitas yang rendah (misal kurang dari 15 mg/l) tidak diinginkan dalam akuakultur karena : • Perairan tersebut sangat asam sehingga performansi produksi ikan (Kesehatan umum dan kelangsungan hidup. hasil dan efisiensi pakan) dipengaruhi secara negatif. Alkalinitas juga disebut dengan Daya Menggabung Asam (DMA) atau buffer/penyangga suatu perairan yang dapat menunjukkan kesuburan suatu perairan tersebut.6.2 mg/l (ppm).wadah budidaya mengandung 0. Perairan dengan nilai alkalinitas yang tinggi lebih produkstif daripada dengan perairan yang nilai alkalinitasnya rendah. Oleh karena itu dalam kolam pemeliharaan ikan sebelum digunakan dilakukan proses pengapuran dengan menggunakan beberapa jenis batu kapur yang 67 . sedangkan alkalinitas total adalah konsentrasi total dari basa yang terkandung dalam air yang dinyatakan dalam ppm setara dengan kalsium karbonat. Sedangkan kesadahan menggambarkan kandungan Ca. tingkat pemupukan ekstensif dan pemupukan intensif.3 ppm. Alkalinitas dan kesadahan Alkalinitas menggambarkan jumlah basa (alkali) yang terkandung dalam air. Oleh karena itu sebaiknya kadar amonia didalam wadah budidaya ikan tidak lebih dari 0.

plankton dapat merupakan : • Limnoplankton (plankton air tawar/danau) • Haliplankton (hidup dalam air asin) • Hypalmyroplankton (khusus hidup di air payau) • Heleoplankton (khusus hidup dalam kolam-kolam) • Petamoplankton atau rheoplankton (hidup dalam air mengalir.3.2.disesuaikan dengan kualitas tanah dasar kolam pemeliharaan. Plankton pada umumnya sangat peka terhadap perubahan lingkungan hidupnya (suhu. Golongan C adalah kriteria kualitas air yang dapat digunakan untuk keperluan Perikanan dan Peternakan. pH. Kajian secara detail dari ketiga aspek tersebut akan dibahas pada Bab 6. Netplankton atau mesoplankton (yang masih dapat disaring oleh plankton net yang mata netnya 0.03 . Berdasarkan ukurannya. sungai) 3. Golongan B adalah kriteria kualitas air yang dapat digunakan sebagai air baku air minum. benthos dan perifiton sebagai organisme air yang hidup di perairan dan dapat digunakan sebagai pakan alami bagi ikan budidaya. Dalam peraturan tersebut dibuat kriteria kualitas air berdasarkan golongan yaitu Golongan A adalah kriteria kualitas air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu. Berdasarkan tempat hidupnya dan daerah penyebarannya. Nannoplankton atau microplankton (dapat lolos dengan plankton net diatas). Golongan D adalah kriteria kualitas air yang dapat digunakan untuk 68 . 3. Plankton sebagai organisme perairan tingkat rendah yang melayang-layang di air dalam waktu yang relatif lama mengikuti pergerakan air. 2.3. Pengukuran Kualitas air Budidaya Ikan Parameter kualitas air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan di Indonesia sudah dibuat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1990. plankton dapat dibedakan sebagai berikut : 1. 3.0. Macroplankton (masih dapat dilihat dengan mata telanjang/ biasa/tanpa pertolongan mikroskop). tanggal 5 Juni 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air.04 mm). cahaya matahari dll) baik untuk mempercepat perkembangan atau yang mematikan. salinitas. gerakan air. Sifat Biologi Parameter biologi dari kualitas air yang biasa dilakukan pengukuran untuk kegiatan budidaya ikan adalah tentang kelimpahan plankton. Kelimpahan plankton yang terdiri dari phytoplankton dan zooplankton sangat diperlukan untuk mengetahui kesuburan suatu perairan yang akan dipergunakan untuk kegiatan budidaya.

02 0. 7.5. dapat dimanfaatkan untuk usaha perkotaan. mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l >3 metilen 1.5. 4. Satuan Kadar maksimum 0. Kriteria kualitas air Golongan C No.003 0.02 0. 1. 1.03 0. 6. 2.keperluan pertanian. 14. 3.1 0.002 0. 10.2 Ket.1 1. industri dan pembangkit listrik tenaga air.01 0. 6.05 0. sebagai N Oksigen terlarut (DO) pH Selenium Seng Sianida Sulfida sebagai H2S Tembaga Timbal Kimia organik BHC DDT Endrin Fenol Minyak dan lemak Organofosfat dan karbonat Senyawa aktif biru (Surfaktan) peraturan tersebut kriteria kualitas air untuk perikanan dapat dilihat pada Tabel 3.002 0. 8. 13.002 0. Parameter Kimia Anorganik Air raksa Ammoniak bebas Arsen Fluorida Kadmium Klorin bebas Kromium.004 0.21 0.001 1 0. 16. 5.0 Keterangan : Bq : Bequerel 69 . 11. valensi 6 Nitrit. 3.05 0. Berdasarkan Tabel 3.02 0. Radioaktivitas Aktivitas Alfa (Gross Alpha Activity) Aktivitas beta (Gross Beta Activity) Bq/l Bq/l 0. 5. 15. 12. 2.06 6–9 0.5 0. 7. 9.02 1 1. 4. 2.

Parameter Nilai kisaran untuk Budidaya Ikan 20 – 30 oC > 10 cm 25 – 400 JTU Air tawar 0 – 5 o/oo Air payau 6 – 29 o/oo Air tawar 30 – 35 o/oo Air deras 50 l/dt Air tenang 0. 9. Debit air Aspek Kimia Oksigen terlarut Karbondioksida pH Alkalinitas Kesadahan Ammonia H2S Nitrit Nitrat Phosphat Aspek Biologi Kelimpahan Plankton Kelimpahan Benthos Kelimpahan Perifiton 1.6. 3. Tabel 3. Peralatan Pengukuran 1.5 ppm < 0. 6.Berdasarkan Tabel 3. DO meter/Metode Winkler CO meter/Metode Titrasi pH meter/Kertas Lakmus dH meter Spektrofotometer Spektrofotometer Spektrofotometer Spektrofotometer Spektrofotometer Planktonnet/ Haemocytometer Ekman Dredge Peralatan-peralatan yang dapat digunakan untuk mengukur parameter kualitas air dapat dilihat pada Gambar . 2. 8. 2.6. 2. 7. 5.5 ppm < 0. 4. 1.02 ppm Sesuai kebutuhan No. Parameter kualitas air itu dapat dilakukan pengukuran dengan menggunakan beberapa peralatan pengukuran.12. Parameter kualitas air untuk budidaya ikan dan peralatan pengukuran yang dapat digunakan. 3. 3.2 ppm 0 – 1. 3. Aspek Fisik Suhu Kecerahan Kekeruhan Salinitas Termometer Secchi Disc Turbiditymeter Salinometer/ Refraktometer Current meter 5.6 diatas tersebut jika akan melakukan kegiatan budidaya ikan maka harus dilakukan pengukuran beberapa parameter kualitas air pada air yang akan digunakan untuk budidaya. 4. 10. 70 .5 – 5 l/dt 5 – 6 ppm Max 25 ppm 6. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3.5 – 8 50 – 500 ppm CaCO3 3 – 15 dH < 1.1 sampai dengan Gambar 3.1 ppm < 0.

Flow meter Gambar 3. DO meter 71 .6.5.3.4.Gambar 3. Salinometer Gambar 3.2.1. Termometer Gambar 3. Refraktometer Gambar 3. Secchi disc Gambar 3.

Haemocytometer Gambar 3. pH meter Gambar 3.12.8.10. Spektrofotometer 72 .Gambar 3. Kertas lakmus Gambar 3. Planktonnet Gambar 3.9.11 Ekman dredge Gambar 3.7.

Karakteristik induk yang unggul untuk setiap jenis ikan sangat berbeda. pemijahan. Hal-hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh para pembudidaya ikan dalam melakukan seleksi induk agar tidak terjadi penurunan mutu induk antara lain adalah : • Mengetahui asal usul induk • Melakukan pencatatan data tentang umur induk. masa reproduksi dan waktu pertama kali dilakukan pemijahan sampai usia produktif. pemeliharaan larva dan benih ikan.1. Seleksi induk ikan budidaya dapat dilakukan secara mudah dengan memperhatikan karakter fenotipenya atau dengan melakukan program breeding untuk meningkatkan nilai pemuliabiakan ikan budidaya. Tujuan 73 . Induk ikan yang unggul pada setiap kegiatan usaha budidaya ikan dapat berasal dari hasil budidaya atau menangkap ikan di alam. penetasan telur. Di Indonesia saat ini belum ada tempat sebagai pusat induk ikan yang menjamin keunggulan setiap jenis ikan. Ikan yang akan dibudidayakan harus dapat tumbuh dan berkembang biak agar kontinuitas produksi budidaya dapat berkelanjutan. PENGEMBANGBIAKAN IKAN Pengembangbiakan ikan meru- pakan salah satu kegiatan dari proses budidaya ikan. Dengan melakukan seleksi induk yang benar akan diperoleh induk yang sesuai dengan kebutuhan sehingga produktivitas usaha budidaya ikan optimal.BAB IV. Induk ikan yang unggul akan menghasilkan benih ikan yang unggul. pembesaran ikan dan pemanenan. Oleh karena itu dengan melakukan seleksi ikan yang benar akan dapat memperbaiki genetik ikan tersebut sehingga dapat melakukan pemuliaan ikan. 4. SELEKSI INDUK Seleksi induk merupakan tahap awal dalam kegiatan budidaya ikan yang sangat menentukan keberhasilan produksi. • Melakukan seleksi induk berdasarkan kaidah genetik • Melakukan pemeliharaan calon induk sesuai dengan proses budidaya sehingga kebutuhan nutrisi induk terpenuhi. Dalam bab ini akan dibahas beberapa materi yang terkait dalam proses pengembangbiakan ikan antara lain adalah seleksi induk. • Mengurangi kemungkinan perkawinan sedarah Untuk meningkatkan mutu induk yang akan digunakan dalam proses budidaya maka induk yang akan digunakan harus dilakukan seleksi. Seleksi ikan bertujuan untuk memperbaiki genetik dari induk ikan yang akan digunakan.

Rekayasa faktor internal yaitu melakukan rekayasa terhadap genetik ikan pada level gen misalnya transgenik. Rekayasa faktor eksternal yaitu lingkungan hidup ikan dan pakan. Dengan bertambahnya jumlah penduduk sepanjang tahun dan jumlah lahan budidaya yang tidak akan bertambah jumlahnya. 2. maka untuk meningkatkan produktivitas budidaya masa yang akan datang lebih baik menerapkan budidaya ikan yang intensif dengan memperhatikan aspek ramah lingkungan. Intensifikasi yaitu meningkatkan produktivitas hasil dengan meningkatkan hasil persatuan luas dengan melakukan manipulasi terhadap faktor internal dan eksternal. Rekayasa faktor eksternal dan internal yaitu menggabungkan antara kedua rekayasa eksternal dan internal. seleksi fenotipe kualitatif adalah seleksi ikan berdasarkan sifat kualitatif seperti misalnya warna tubuh. keragaman lingkungan dan interaksi antara variasi lingkungan dan genetik. Menurut Tave (1986). Seleksi menurut Tave (1995) adalah program breeding yang memanfaatkan phenotipic variance (keragaman fenotipe) yang diteruskan dari tetua kepada keturunannya. Keragaman fenotipe merupakan penjumlahan dari keragaman genetik. Seleksi merupakan aplikasi genetik dimana informasi genetik dapat digunakan untuk melakukan seleksi. pola sisik ataupun bentuk tubuh dan bentuk punggung dan sebagainya yang diinginkan. Ekstensifikasi yaitu meningkatkan produktivitas hasil budidaya dengan memperluas lahan budidaya. level sel misalnya dengan melakukan transplantasi sel. contoh yang sudah dapat diaplikasikan adalah budidaya ikan pada kolam air deras dan membuat pakan ikan ramah lingkungan. Seleksi ikan yang paling mudah dilakukan oleh para pembudidaya ikan adalah melakukan seleksi fenotipe dibandingkan dengan seleksi genotipe. 2. Fenotipe kualitatif ini merupakan sifat yang tidak dapat diukur tetapi dapat dibedakan dan dikelompokkan secara tegas. Seleksi fenotipe dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu seleksi fenotipe kualitatif dan seleksi fenotipe kuantitatif. 3.dari pemuliaan ikan ini adalah menghasilkan benih yang unggul dimana benih yang unggul tersebut diperoleh dari induk ikan hasil seleksi agar dapat meningkatkan produktivitas. Sifat ini dikendalikan oleh satu atau beberapa gen dan sedikit atau tidak dipengaruhi oleh faktor lingkungan. 74 . level kromosom misalnya Gynogenesis. Oleh karena itu agar dapat memperoleh produktivitas yang tinggi dalam budidaya ikan harus dilakukan seleksi terhadap ikan yang akan digunakan. Produktivitas dalam budidaya ikan dapat ditingkatkan dengan beberapa cara yaitu : 1. tipe sirip. Program intensifikasi dalam bidang budidaya ikan dapat dilakukan antara lain adalah : 1. Poliploidisasi. Androgenesis.

daya hidup. Sedangkan karakter kuantitatif adalah karakter yang dapat diukur nilai atau derajatnya. Fenotipe adalah bentuk luar atau bagaimana kenyataannya karakter yang dikandung oleh suatu individu atau fenotipe adalah setiap karakteristik yang dapat diukur atau sifat nyata yang dipunyai oleh organisme. Berhubung dengan banyaknya gen yang menumbuhkan karakter maka dibuat dua kelompok karakter yaitu karakter kualitatif dan karakter kuantitatif. Induk yang unggul akan menghasilkan benih yang unggul sehingga dengan memelihara benih unggul proses budidaya akan menguntungkan dengan melihat laju pertumbuhan ikan yang optimal sehingga produktivitas budidaya ikan akan meningkat. Karakter kuanlitatif ditentukan ole satu atau dua gen saja sedangkan karakter kuantitatif disebabkan oleh banyak gen (tiga atau lebih). Karakter diatur oleh banyak macam gen. Menurut Yatim (1996).1.Sedangkan seleksi fenotipe kuantitatif adalah seleksi terhadap penampakan ikan atau sifat yang dapat diukur. persentase daging. dikendalikan oleh banyak pasang gen dan dipengaruhi oleh lingkungan. Hasil yang akan diperoleh adalah induk yang terseleksi yang mempunyai 75 .1. Fenotipe tidak bisa melewati kemampuan atau potensi genotipe. Karakter ini tidak dapat diukur atau dibuat gradasi (diskontinyu). bobot. protein. genotipe menentukan karakter sedangkan lingkungan menetukan sampai dimana tercapai potensi itu. 4. hibridisasi/outbreeding/ crossbreeding. Adapun ciri-ciri atau parameter yang dapat diukur antara lain adalah panjang tubuh. sehingga ada urutan gradasi dari yang rendah sampai yang tinggi (kontinu). monoseks/seks reversal atau kombinasi beberapa program breeding. Dengan melakukan seleksi maka akan menghasilkan suatu karakter yang mempunyai nilai ekonomis penting dan karakter fenotipe yang terbaik sesuai dengan keinginan para pembudidaya. Untuk mendapatkan induk ikan yang unggul dilakukan program seleksi dengan menerapkan beberapa program pengembangbiakan antara lain dengan kegiatan selective breeding. Selective breeding Selective breeding adalah suatu program breeding yang mencoba untuk memperbaiki nilai pemuliabiakan (breeding value) dari suatu populasi dengan melakukan seleksi dan perkawinan hanya pada ikan-ikan yang terbaik. Dalam bab ini akan dibahas semua program breeding tersebut sehingga dalam budidaya ikan akan diperoleh hasil baik induk dan benih yang unggul. Karakter kualitatif adalah karakter yang dapat dilihat ada atau tidaknya suatu karakter. Fenotipe merupakan hasil interaksi antara genotipe dan lingkungan serta interaksi antara genotipe dan lingkungan serta merupakan bentuk luar atau sifatsifat yang tampak. fekunditas dan lain sebagainya. atau satu gen saja. kandungan lemak. inbreeding. Yang dimaksud dengan karakter itu adalah sifat fisik dan psikis bagian-bagian tubuh atau jaringan.

Seleksi individu dapat diterapkan pada ikan nila jika nilai heritabilitas ikan nila ini lebih besar dari 0. jaring. Seleksi famili dapat diterapkan untuk ikan jika nilai heritabilitas ikan tersebut lebih kecil atau sama dengan 0. Seleksi famili Pada ikan teknik seleksi dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu seleksi massa/individu dan seleksi famili. hapa dan lain-lain). Selective breeding menurut Tave (1995) dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : 1. Cara ini dilakukan merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi adanya perbedaan umur akibat tidak terjadinya proses pemijahan secara serempak.25. Seleksi within family sebaiknya diterapkan untuk seleksi pertumbuhan pada ikan . waktu pemijahan harus bersamaan dan culling top 5 – 10% (Tave.karakteristik lebih baik dari populasi sebelumnya. maka anak-anak yang dihasilkan dari bapak yang sama dengan induk betina yang berbeda ini disebut dengan saudara tiri sebapak. 76 . Saudara tiri sebapak adalah keluarga (famili) yang dibentuk oleh sekelompok anak yang berasal dari satu bapak dengan beberapa induk betina (Half sib). Dari hasil penelitian pada ikan nila. Seleksi famili adalah seleksi dengan mempergunakan performans dari saudaranya baik saudara tiri sebapak (half sib) atau saudara sekandung (full sib).15. Sedangkan setiap keluarga/famili yang berasal dari satu bapak dengan satu induk disebut saudara sekandung (full sib). Seleksi famili merupakan alternatif seleksi yang dapat dilakukan apabila pengaruh lingkungan sulit dikontrol. karena masing-masing famili dipelihara pada kolam terpisah dan ikan dengan pertumbuhan terbaik dipilih dari masing-masing famili. Seleksi ini merupakan teknik seleksi yang paling sederhana dengan biaya lebih murah dibandingkan seleksi lainnya. karena pada ikan satu induk jantan dapat membuahi lebih dari satu induk betina. Induk yang baik secara alami dapat dihasilkan melalui seleksi secara ketat dan tepat terhadap sekelompok ikan. Seleksi induk secara individu ini disebut juga dengan seleksi massa. Seleksi massa/individu adalah seleksi yang dilakukan dengan memilih individuindividu dengan performan terbaik. diantara ketiga teknik seleksi yaitu seleksi individu. 1995). dan pada ikan budidaya ada juga yang melakukan perkawinan dimana satu jantan hanya membuahi satu induk betina. Dalam seleksi famili ada dua jenis seleksi yaitu seleksi dalam famili (within-family) dan seleksi diantara famili (between family). seleksi within family dan between family. sehingga semua famili akan terwakili. ternyata seleksi within family lebih efisien hasilnya dibandingkan dengan seleksi individu atau between family. Seleksi individu/massa 2. pengalaman menunjukan bahwa untuk mendapatkan induk 50 ekor yang sesuai kriteria diperlukan 2000 ekor calon induk. pencatatan data lebih singkat sehingga akan lebih mudah dilakukan. Hal ini dikarenakan pada seleksi individu hanya memerlukan fasilitas dan peralatan sedikit (kolam.

1–0. jumlah jari-jari sirip punggung. jumlah jari-jari lemah sirip dada. Synchronous spawning berarti proses pemijahan ikan dalam reproduksi dilakukan dengan cara semua telur dipijahkan dan induk ikan akan mati.1. jumlah jari-jari sirip dubur. Nilai heritabilitas dinotasikan dengan angka.0.3 dan tinggi mempunyai nilai antara 0. medium mempunyai nilai antara 0.1. Ciri-ciri morfologi setiap ikan budidaya yang harus diamati adalah karakter morfometrik dan karakter meristik. jumlah jari-jari lemah sirip perut. contohnya pada ikan salmon. Dengan memahami karakterkarakter yang harus dipunyai oleh induk ikan yang unggul berdasarkan karakteristik setiap jenis ikan. panjang standar. Synchronous spawning kelompok adalah kelompok ikan yang dapat memijah berkali-kali tetapi pemijahannya ini masih 77 .1 tersebut ada huruf h2. Selain itu dalam tabel tersebut terdapat istilah asynchronous spawning. Heritabilitas dapat dilakukan pengukuran yang bertujuan untuk mengetahui besarnya keragaman fenotipe yang diakibatkan oleh aksi genotipe atau menggambarkan tentang persentase keragaman fenotipe yang diwariskan dari induk kepada keturunannya. Nilai heritabilitas satu berarti karakter yang diwariskan kepada keturunannya seluruhnya diakibatkan oleh keragaman genetik tidak ada pengaruh lingkungan. tinggi badan dan lain-lain. Menurut Tave (1995) perbandingan strategi keuntungan serta kerugian dari seleksi individu (A). seleksi within family (B) dan seleksi between family (C) dapat dilihat pada Tabel 4. sedangkan karakter meristik yang dapat diukur antara lain adalah jumlah sisik pada linea lateralis.Pada saat akan membudidayakan ikan setiap pembudidaya harus sudah memahamii karakter fenotipe setiap individu ikan yang akan dibudidayakan dengan memperhatikan ciri-ciri morfologinya. huruf ini berarti heritabilitas.3 – 1. yang berkisar antara 0 – 1. istilah ini merupakan salah satu kelompok strategi dalam reproduksi ikan dimana ada tiga strategi reproduksi ikan yaitu synchronous spawning. Nilai heritabilitas ini dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu rendah mempunyai nilai antara 0–0. synchronous spawning kelompok dan asynchronous spawning. jumlah vertebrae dan jumlah tulang rusuk. jumlah tapis insang pada lengkung insang bagian luar (gill racker). Nilai heritabilitas nol berarti karakter yang diwariskan kepada keturunannya seluruhnya diakibatkan oleh keragaman lingkungan tidak ada pengaruh genetik. Dalam tabel 4. Karakter morfometrik adalah bentuk tubuh dari setiap ikan budidaya seperti panjang total tubuh. panjang kepala.

membutuhkan banyak data dan banyak data yang dikumpulkan. sukar untuk menggabungkan 2-3 fenotipe. mudah untuk memelihara populasi breeding yang besar. dapat digunakan dengan asynchronous spawning. dapat dipergunakan ketika ikan harus dimatikan Kerugian Tidak efektif ketika h2 ≤ 0. sedikit mahal daripada between famili. sehingga sangat sukar untuk memilih ikan yang terbaik. seleksi within family (B) dan seleksi between family (C) (Tave.1. seluruh ikan yang besar terseleksi. data yang dibutuhkan sedikit jumlah data yang dikumpulkan sedikit Terbaik ketika h2 ≤ 0.15 dan mempengaruhi Ve individu daripada famili. Terbaik ketika h2 ≤ 0. mudah untuk menahan populasi breeding. ikan kecil dapat menjadi induk ikan yang terpilih.15. nilai individual tidak dipertimbangkan 78 . sukar untuk menggabungkan 2-3 fenotipe. asynchronous spawning dan menyebabkan masalah. ikan kecil dapat menjadi induk terpilih dapat mengakibatkan terjadinya inbreeding. relative mudah untuk menggunakan 2-3 fenotipe.15 dan mempengaruhi Ve famili daripada individu. keuntungan dan kerugian dari seleksi individu (A). B Memilih individu yang terbaik dari setiap famili Moderatly expensive. membutuhkan banyak kolam. membutuhkan banyak kolam. Perbandingan strategi. Sangat mahal.Tabel 4. dapat dilakukan dengan sedikit kolam.25. hubungan famili tidak penting Keuntungan Terbaik ketika h2 ≥ 0. membutuhkan banyak data dan banyak data yang harus dikumpulkan. 1985) Tipe A Strategi Memilih individu yang terbaik.murah. C Memilih famili yang terbaik berdasarkan nilai rata-rata famili.

Membuat kurva pertumbuhan dari data pertumbuhan benih ikan dan lakukan pemanenan pada individu yang terbaik sebanyak 5–10% dari ukuran populasi yang tertinggi nilai pertumbuhannya. maka harus selalu dilakukan pemantauan pertumbuhan benih ikan tersebut. Laju pertumbuhan yang tinggi pada populasi ikan budidaya akan meningkatkan produksi ikan yang dibudidayakan dan biasanya berkaitan dengan peningkatan dalam produksi pakan bila ikan yang dibudidayakan mengkonsumsi pakan buatan. Menurut Tave (1995) dalam program seleksi individu akan diperoleh induk yang unggul dengan melakukan perkawinan pada populasi terpilih sebanyak empat generasi. Dengan produktivitas yang tinggi dalam budidaya ikan maka pendapatan para pembudidaya ikan akan meningkat. Dari calon induk yang dipelihara pada tahap keempat akan diperoleh induk ikan yang dapat digunakan untuk proses pemijahan selanjutnya .tergantung pada musim pemijahan. Dengan melakukan seleksi ikan berdasarkan selective breeding ini akan diperoleh individu ikan yang mempunyai karakter fenotipe terbaik sehingga dapat meningkatkan laju pertumbuhan pada saat dibudidayakan. Prosedur yang harus dilakukan bagi para pembudidaya yang akan melakukan seleksi individu dengan strategi memilih individu yang terbaik dalam suatu populasi adalah sebagai berikut : 1. 3. dan akan diperoleh larva dan benih ikan. Benih ikan yang terpilih pada tahap ketiga tersebut dipelihara secara terpisah sebagai calon induk yang akan digunakan untuk proses pemijahan selanjutnya. 4. 5. Kemudian proses selanjutnya dilakukan pemeliharaan sampai diperoleh kurva pertumbuhan dan lakukan pemilihan dari populasi individu sebanyak 5 – 10% dari populasi yang terbaik yang mempunyai ukuran tertinggi. Dalam suatu usaha budidaya ikan jika akan melakukan program seleksi individu minimal harus mempunyai 25 pasang induk yaitu 25 ekor induk jantan dan 25 ekor induk betina. Program selective breeding di lakukan untuk memperbaiki karakter fenotipe terutama laju pertumbuhan. misalnya ikan patin. contoh jenis ikan kelompok ini adalah ikan nila. Sedangkan asynchronous spawning adalah kelompok ikan yang dapat memijah berkali-kali dan tidak tergantung pada musim pemijahan karena proses perkembangan oositnya selalu ada. 2. Melakukan pemijahan ikan dan mengamati pertumbuhan ikan dari setiap pasangan. Lakukan kegiatan tersebut sampai empat generasi dan akan diperoleh calon induk yang telah terseleksi secara individu Berikut ini adalah contoh seleksi calon induk pada ikan nila meliputi beberapa kriteria yaitu : 79 . ikan bawal. Misalnya dari pemijahan satu pasang induk ikan diperoleh benih ikan sebanyak 200 – 300 ekor.

Bentuk badan melebar. akan diperoleh famili sebanyak 32 yaitu 1 jantan dapat membuahi 4 betina sehingga satu jantan dapat membuat famili halfsib dan full sib sebanyak 32 famili fullsib dan 8 famili haflsib karena dari satu jantan akan dihasilkan empat keluarga fullsib maka 8 jantan akan ada 32 famili fullsib atau 8 famili halfsib. sedang induk yang panjang badannya 20 cm menghasilkan 1500 butir telur). Melakukan pemijahan untuk ke 32 famili tersebut dan lakukan pengamatan intensif dan cermat setiap hari untuk mengamati pasangan-pasangan ikan yang sudah memijah. calon induk mempunyai tingkat pertumbuhan yang paling cepat diantara kelompok ikan. Pada ikan nila dimana pemijahan dapat dilakukan dengan perbandingan jantan dan betina adalah 1 : 4 maka dalam perkawinan 8 jantan 5. mata relatif besar.8 bulan. Produktifitas dalam menghasilkan telur cukup tinggi (induk dengan panjang badan 6 cm dapat menghasilkan 200 telur. dengan berat badan rata-rata 300 gram per ekor untuk jantan dan 250 300 gram per ekor untuk betina. yang dapat di identifikasikan dengan pertumbuhan bobot badan > 70 % dari jumlah pakan yang diberikan 3 . Konversi pakannya baik. Menyiapkan ikan yang akan dipijahkan dari beberapa famili yang dimiliki. Pada ikan nila misalnya satu ekor induk betina menghasilkan 2000 – 3000 ekor. 4. Pendederan dilakukan pada padat penbaran yang rendah untuk setiap famili pada kolam pendederan minimal 2 bulan. Melakukan pemeliharaan larva ikan pada setiap famili pada hapa yang terpisah dengan memberikan pakan dan pengelolaan kualitas air sesuai prosedur. Waktu matang gonad induk berumur 7 . Prosedur yang dapat dilakukan oleh para pembudidaya ikan yang akan melakukan seleksi famili adalah sebagai berikut : 1.5 % perhari dari bobot ikan.misalnya dalam satu famili ada 2000 ekor maka jumlah sampel yang dihitung adalah 600 ekor. Menghitung jumlah ikan yang diperoleh dari hasil pendederan dan lakukan pengukuran berat dan panjang tubuhnya sebanyak 30% dari jumlah populasi setiap famili. 6. 2. Melakukan pemeliharaan benih ikan pada setiap famili pada waring yang terpisah. Warna ikan nila yang masih mempunyai tingkat kemurnian yang baik dapat di identifikasi dengan adanya warna garis hitam tegas dan jelas terletak secara horisontal di bagian tubuh ikan. Melakukan pemilhan ukuran dari seluruh populasi dan ambil individu dari setiap famili yang mempunyai pertumbuhan yang 80 . hitung jumlah benih yang dihasilkan dari setiap famili. 3. minimal jumlah famili yang harus dikumpulkan adalah 30 famili. dan sisik teratur.• • • • • • Tingkat pertumbuhan ikan.

Pada jenis ikan nila wanayasa dapat diperoleh induk yang terseleksi secara famili dengan melakukan pemijahan ikan yang terpilih pada generasi ke tiga. 7. Hasil dari program ini dapat menghasilkan individu-individu yang unggul.1. Hasil dari beberapa jenis ikan yang dilakukan persilangan biasanya 81 . 8. Selain itu ada defenisi lain dari hibridisasi yang sebenarnya tidak jauh berbeda. Sisanya dibuang atau dijual sebagai ikan ukuran besar dan induk yang terpilih dapat dilakukan untuk seleksi induk selanjutnya dengan melakukan pemijahan massal. kerang-kerangan maupun rumput laut. udang. Interspecifik hibridisasi yaitu perkawinan antara spesies yang berbeda. Hibridisasi atau persilangan merupakan suatu upaya untuk mendapatkan kombinasi antara populasi yang berbeda untuk menghasilkan keturunan yang memiliki sifat unggul. Fitnes yaitu kemampuan relative pada organisma untuk bertahan hidup dan pemindahan gen untuk generasi berikutnya. Individu yang mempunyai heterosigositas yang tinggi maka akan mempunyai fitness yang tinggi pula. Hibridisasi adalah perkawinan antara spesies yang berbeda. Hibridisasi akan mudah dilakukan apabila dapat dilakukan reproduksi buatan seperti halnya ikan mas dan ikan nila. kadang-kadang ada juga yang steril dan dapat menghasilkan strain baru (Rustidja.2. Sedangkan crossbreeding atau hibridisasi merupakan program persilangan yang dapat diaplikasikan pada ikan. kurang lebih 8 minggu kemudian tentukan 50% dari populasi yang terbaik pertumbuhannya untuk dipelihara lebih lanjut menjadi calon induk dan sisanya dijual.terbaik. dimana dapat dilakukan striping telur dan sperma. Oleh karena itu untuk memperoleh induk ikan yang mempunyai kemampuan hidup yang tinggi sebaiknya dalam proses budidaya harus dilakukan perkawinan yang terseleksi. 2005). 2. Outbreeding ini akan menghasilkan heterozigositas yang akan menguatkan individuindividunya terhadap perubahan lingkungan yang biasa disebut juga mempunyai fitnes yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut para ahli genetika perikanan membagai hibridisasi ke dalam dua macam yaitu : 1. masih dalam satu varietas atau beda varietas. Pada beberapa spesies ikan sangat berbeda untuk diperoleh induk unggulnya. Intraspecipik hibridisasi yaitu perkawinan dalam satu species. Outbreeding/Hibridisasi/ Crossbreeding Outbreeding adalah perkawinan antara individu-individu yang tidak sekerabat (berbeda induknya). Melakukan pemeliharaan pada kolam pembesaran ikan sampai ikan-ikan pada setiap famili berukuran induk dan lakukan pengukuran satu persatu pada setiap famili dan pilih sebanyak 20-30 ekor betina terbesar dan jantan terbesar sebanyak 10-20 ekor dari setiap famili. 4.

Pola sisik pada ikan dapat dilakukan persilangan antara ikan yang mempunyai sisik antara lain: • Ikan bersisik bergaris disilangkan dengan ikan yang tidak mempunyai sisik • Ikan bersisik menyebar/kaca disilangkan dengan ikan yang bersisik penuh 4. Hibridsasi intervaritas adalah mempersilangkan antara induk jantan dan induk betina yang berasal dari spesies yang sama namun minimal memiliki dua karakter fenotipe tampilan morfologi yang berbeda (Kirpichnikov. Kirpichnikov (1981). menyatakan bahwa perbedaan yang paling menonjol yang digunakan dalam hibridisasi intervaritas adalah perbedaan warna. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam produksi benih ikan hias baru-baru ini dari suatu populasi yakni persilangan antar varitas atau strain (hibridisasi intervaritas) yang memiliki tampilan morfologi dari spesies yang sama.paling mudah memperhatikan karakter fenotipe kualitatif misalnya : 1. Warna tubuh. Waynorovich dan Horvarth (1980) menyatakan bahwa ikan hasil hibridisasi interspesies adalah steril. Hibridisasi merupakan persilangan antara varitas atau spesies yang secara morfologis memiliki perbedaan. Tipe sirip pada ikan dapat dilakukan persilangan antara ikan yang mempunyai sirip antara lain: • Ikan bersirip kumpay disilangkan dengan ikan bersirip normal • Ikan bersirip kumpay disilangkan dengan ikan yang ekornya membundar 3. Pada umumnya jenis-jenis ikan hias yang dihasilkan oleh para pembudidaya ikan banyak yang diperoleh dari hasil persilangan. Disamping itu rata-rata ukuran morfometrik dan meristik dari ikan hibrid kebanyakan berada pada pertengahan (intermediate) diantara 82 . Disamping itu. bentuk. 1981). dimana dapat dilakukan persilangan antara ikan yang mempunyai warna antara lain : • Ikan warna tubuh Albino disilangkan dengan ikan berpigmen normal • Ikan berwarna kuning/merah/putih disilangkan dengan ikan berwarna hijau/biru/abu-abu • Ikan berwarna bintik disilangkan dengan ikan tanpa bintik 2. Perolehan ikan hybrid sangat bergantung pada karakter dari induk. karakter lain dari hasil persilangan antara varitas adalah fertile yakni dari masing-masing jenis kelamin masih tetap mampu untuk menghasilkan keturunan walaupun peluang dari benih keturunan tersebut cenderung memiliki karakter fenotipe tampilan morfologi yang bervariasi. Bentuk tubuh ikan Dalam kegiatan hibridisasi ini biasanya akan dihasilkan individu baru pada ikan konsumsi yang sudah dilakukan misalnya melakukan persilangan antara ikan nila hitam dengan ikan nila putih akan dihasilkan ikan nila yang berwarna tubuh ikan merah. ukuran dan kelengkapan biologis lain yang melekat pada organ tubuh.

yang sangat bermanfaat dalam : 1. Tujuan dari penerapan sek reversal adalah menghasilkan populasi monoseks (tunggal kelamin). pada ikan keturunan sering diperoleh warna. Cara ini dilakukan pada waktu menetas gonad ikan belum berdiferensiasi secara jelas menjadi jantan atau betina tanpa merubah genotipenya. morfometerik dan Hibridisasi merupakan metode yang digunakan dalam upaya memperoleh ikan keturunan baru.1. Sukabumi. Metode paling banyak dilakukan oleh petani ikan maskoki adalah hibridisasi karena disamping memiliki varitas yang banyak. ikan guppi (Poecilia reticulata) dan ikan maskoki (Carassius auratus). melainkan persilangan balik. bentuk dan ukuran tubuh yang berbeda sehingga jumlah varitas akan lebih banyak. Jenis ikan ini merupakan hasil persilangan balik antara ikan lele generasi ke dua dengan ikan lele generasi ke enam yang telah dibuat oleh Balai Besar Pengembangan Budidaa Air Tawar. Mendapatkan ikan dengan pertumbuhan yang cepat Pada beberapa jenis ikan konsumsi ada beberapa jenis 83 . Pengertian tentang persilangan ikan ini ada berbagai pendapat misalnya crossbreeding merupakan persilangan juga tetapi bukan persilangan seperti hibridisasi.nilai rata-rata meristik induk. 4. Sementara pada spesies ikan konsumsi. adalah ikan mas (Cyprinus carpio).3. Jenis ikan konsumsi yang merupakan hasil persilangan balik adalah lele sangkuriang yang telah direlease oleh Menteri Perikanan dan Kelautan pada tahun 2004. Kirpichnikov (1981) menyatakan bahwa hasil perlakuan hibridisasi tidak hanya dilihat dari tampilan morfologi namun harus dilakukan pula pengukuran morfometrik dan meristik karena data yang diperoleh merupakan refleksi dari kekuatan penurunan karakter dari sumber gamet disamping kondisi lingkungan terjadi pada saat pembelahan sel mulai bekerja. Matsui (1935) menyatakan bahwa banyaknya varitas pada ikan maskoki merupakan akibat dari perkawinan antara mutan dengan induk asal atau antara mutan dengan mutan dari induk yang sama sehingga secara morfologi terdapat varitas ikan maskoki baru. ikan nila (Oreochromis niloticus) dan spesies ikan konsumsi lain karena disamping memiliki berbagai varitas juga keturunan hibrid telah mampu untuk dibudidayakan. Seks reversal Seks reversal (monosex) adalah suatu teknologi yang membalikan arah perkembangan kelamin menjadi berlawanan. Hibridisasi didasarkan pada perbedaan tampilan morfometrik dan meristik. Beberapa spesies ikan air tawar yang sering digunakan dalam kegiatan persilangan adalah spesiesspesies ikan yang memiliki varitas yang banyak dan memiliki karakter morfologi yang dapat dibedakan secara jelas seperti populasi spesies ikan hias yang terdiri dari spesies ekor pedang (Xyphophorus maculatus).

3. 2. 4. Oleh karena itu bagi para pembudidaya yang akan memelihara jenis ikan tersebut dengan menggunakan populasi tunggal kelamin akan lebih menguntungkan dibandingkan jika memelihara ikan dengan populasi dua kelamin. selain itu waktu yang dibutuhkan untuk memelihara ikan tersebut lebih cepat sehingga terjadi efisiensi biaya produksi dan keuntungan akan meningkat. Mendapatkan penampilan yang baik Ikan yang dinikamati keindahan warna tubuhnya adalah ikan hias. Mencegah pemijahan liar Dalam kegiatan budidaya ikan jika memelihara ikan jantan dan betina dalam satu wadah budidaya maka tidak menutup kemungkinan ikan tersebut pada saat matang gonad akan melakukan pemijahan yang tidak diinginkan pada beberapa jenis ikan yang memijahnya sepanjang masa. Induk ikan yang galur murni ini akan mempunyai gen yang homozigot sehingga untuk melakukan perkawinan pada induk yang homozigot tanpa mempengaruhi karakter jenis kelamin ikan tersebut dilakukan aplikasi seks reversal pada induk galur murni sehingga pemurnian gen itu masih tetap bertahan. Hormon disekresikan ke dalam darah kemudian disalurkan ke organ-organ yang menjalankan 84 . Pada kelompok udang-udangan khususnya lobster untuk yang berjenis kelamin jantan mempunyai pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan betina. hampir semua jenis ikan hias yang berkelamin jantan mempunyai warna tubuh yang lebih indah dibandingkan dengan ikan bentinanya. Rekayasa kromosom Teknologi seks reversal dengan rekayasa kromosom akan dibahas pada bab IX secara detail pada subbab ini akan dibahas teknologi seks reversal dengan menggunakan terapi hormon.ikan dimana pertumbuhan ikan jantan mempunyai pertumbuhan yang lebih cepat daripada ikan betina. misalnya ikan nila jantan mempunyai pertumbuhan lebih cepat pada ikan bentina. Terapi hormon yaitu dengan menggunakan hormon steroid 2. Menunjang genetika ikan yaitu teknik pemurnian ras ikan Pada kegiatan rekayasa genetika misalnya ginogenesi akan diperoleh induk ikan yang mempunyai galur murni. Menurut Koolman & Rohm (2001) hormon adalah bahan kimia pembawa sinyal yang dibentuk dalam sel-sel khusus pada kelenjar endokrin. Oleh karena itu jika yang dipelihara pada ikan hias adalah ikan jantan maka akan diperoleh hasil yang lebih menguntungkan karena nilai jualnya lebih mahal. ikan mas. Teknologi seks reversal dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu : 1. tetapi pada jenis ikan lainnya yaitu ikan mas pertumbuhan ikan betinanya justru lebih cepat dibandingkan dengan ikan jantan. seperti ikan nila.

yaitu : 1. Pesan hormon disampaikan pada sel-sel sasaran menurut dua prinsip yang berbeda. Sistem kromosom determinasi seks betina atau jantan XX/XY. gonad secara alamiah akan berubah menjadi jenis kelamin yang berlawanan. fungsi hormon hanya mempercepat proses perubahan tersebut. 85 . yaitu kedua jenis kelamin berada pada individu yang sama. Sedangkan pada teknik sex reversal perubahan jenis kelamin ikan sangat dipaksakan dengan membelokkan perkembangan gonad menjadi jantan atau betina dengan proses penjantanan (maskulinisasi) atau pembetinaan dengan (feminisasi). Gonokhorisme (gonochorism). ikan dapat dibagi menjadi tiga tipe. terus berkembang hingga penerapanyang dilakukan pada induk yang sedang bunting. yaitu sebelum gonad berdiferensiasi. yaitu memiliki jenis kelamin yang terpisah 2. Teknik sex reversal mulai dikenal tahun 1937 ketika estradiol 17β disintesis untuk pertama kalinya.fungsi-fungsi regulasi tertentu secara fisiologik dan biokimia. sedangkan hormone hidrofilik bekerja pada membran sel. Uniseksualitas (unizexuality). pada ikan hermaprodit setelah melewati rentang waktu tertentu. Sel-sel sasaran pada organ sasaran memiliki reseptor yang dapat mengikat hormon. sehingga informasi yang diperoleh dapat diteruskan ke sel-sel akhirnya menghasilkan suatu respon. Hermaprodit (hermaphroditism). yaitu spesies yang semua individunya betina Ekspresi atau perwujudan seks bergantung pada dua proses. yaitu determinasi seks dan diferensiasi seks. Teknik sex reversal berbeda dengan hermaprodit. sedangkan diferensiasi seks bertanggung jawab pada perkembangan yang nyata dari kedua jenis gonad (seks genotipe). fungsional. Terdapat tiga model penentu seks yang dapat diterapkan pada ikan. yaitu jantan dan betina. Dalam perjalanannya teknik sex reversal telah mengalami beberapa perbaikan berawal dari perlakuan sex reversal yang baik dilakukan pada saat beberapa hari setelah menetas. yaitu : • Kromosom. Kedua proses tersebut secara bersamasama bertanggung jawab pada timbulnya dua kemungkinan morfologi. serta perilaku pada individu jantan dan betina. Hormon lipofilik masuk kedalam sel dan bekerja pada inti sel. 3. yang merupakan pewarisan seks atau heterokromosom. Berdasarkan tipe reproduksinya. atau sekumpulan gen yang bertanggungjawab terhadap pembentukan gonad. Penentu seks merupakan sejumlah unsur genetik yang bertanggung jawab terhadap keberadaan gonad. Determinasi seks bertaggung jawab pada seks genetik (seks genotipe). • Penentu seks poligenik (polifaktorial) adalah suatu sistem penentuan seks dimana terdapat gen penentu seks jantan dan betina epistatik (superior) yang berada pada autosom maupun heterokromosom.

Hormon steroid secara alamiah terlibat dalam proses diferensiasi seks. hormon dilarutkan dalam pelarut polar seperti alkohol. Cara yang dilakukan adalah dengan mencampur hormon 17 α metyltestoesteron secara merata dengan pakan dengan dosis disesuaikan jenis ikan yang akan diaplikasikan. efisiensi. yang terjadi terlebih dahulu pada betina dan kemudian baru terjadi pada jantan. Hormon ini memberikan efek perubahan dari jantan menjadi betina (feminisasi). androstendion. terutama suhu media selama perkembangan larva.• Penentu seks oleh lingkungan. Gonad ikan pada saat baru menetas masih berupa benang yang sangat halus dan belum berdiferensiasi menjadi jantan atau betina. sebaliknya pada diferensiasi seks pada jantan ditandai dengan muculnya spermatoonia serta pembentukan sistem vaskular pada testis. kemungkinan polusi dan biaya. Pemberian steroid seks sebaiknya diberikan sebelum muncul tanda-tanda diferensiasi gonad dengan menggunakan hormon estrogen atau androgen. Proses diferensiasi seks pada betina ditandai dengan meiosis oogonia dan/atau perbanyakan sel-sel somatik membentuk rongga ovari. Hormon ini memberikan efek perubahan dari betina menjadi jantan (maskulinisasi). Androgen (hormon jantan) : Testoteron. 2. Pada sex reversal terkadang terjadi penyimpangan ekstrim yang dialami. Dalam penerapan sex reversal dengan menggunakan terapi hormon dapat diberikan beberapa cara yang didasarkan pada efektifitas. esteron. Pada pakan buatan. Cara pemberian hormone dalam teknologi seks reversal dapat dilakukan dengan beberapa cara antara alin adalah : 1. Ikan-ikan hasil sex reversal pada umumnya mengalami perubahan kelamin yang bersifat permanen dan berfungsi normal. Estrogen (hormon betina) : Estradiol-17 β. estriol atau ethynil estradiol. melibatkan interaksi antar genotipe dan lingkungan. 17 α-Methyl Testoteron. hal ini dapat terjadi karena pada beberapa jenis ikan (lele amerika) terdapat suatu zat yang menyerupai enzim aromaterase sehingga hormon 17α metiltestosteron yang masuk ke dalam tubuh terlebih dahulu dikonversi menjadi estradiol 17β dan berfungsi sebagai hormon sehingga terjadi penyimpangan hingga 100%. Upaya pengontrolan proses diferensiasi seks dilakukan dengan pemberian steroid seks dari luar tubuh (eksogenous) pada ikan yang belum berdiferensiasi. Jenis-jenis hormon steroid yang dapat digunakan dalam terapi hormon antara lain adalah : 1. Oral Metoda oral adalah metode pemberian hormon melalui mulut yang dapat dilakukan dengan pemberian pakan alami maupun pakan butan. Pemberian hormon 86 . Proses diferensiasi seks adalah suatu proses perkembangan gonad ikan menjadi suatu jaringan yang definitif (pasti).

mengatakan bahwa berdasarkan penelitian sampai saat ini teknik penghormonan melalui oral paling banyak digunakan para pembudidaya ikan karena hasil yang diperoleh lebih dari 95 sampai 100% bila dibandingkan dengan perendaman yang menghasilkan 70 – 80%. pemberian akriflavin dengan dosis 15 mg/kg pakan dengan frekwensi pemberian pakan 3 – 4 kali sehari menghasilkan 89% ikan jantan dengan survival rate 88%. Selanjutnya Anonim. (2002).pada pakan alami dapat dilakukan dengan teknik bioenkapsulasi. Setelah tercampur dengan merata. karena ada anggapan pada stadia ini gonad masih berada 87 .0 gram/liter air. Perendaman (dipping/bathing) Metoda perendaman (dipping). dan lama perendaman tergantung dosis hormon yang diaplikasikan. Menurut Muhammmad Zairin Jr. karena dinggap embrio telah kuat dalam menerima perlakuan. dimana semakin banyak dosis hormon maka semakin singkat waktu perendaman dan demikian juga sebaliknya. yaitu dengan cara merendamkan larva ikan ke dalam larutan air yang mengandung 17 α metyltestoesteron dengan dosis 1. Perendaman yang dilakukan pada fase embrio dilakukan pada saat fase bintik mata mulai terbentuk. (2001). Selanjutnya pakan yang telah tercamput hormon dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan di simpan di dalam lemari pendingin 2. Metode ini dapat diaplikasikan pada embrio. pakan dibiarkan di udara terbuka di tempat yang tidak terkena sinar matahari (di angin-anginkan) agar alkohol dapat menguap. Prinsip kerja pencampuran hormon pada pakan yakni hormon dilarutkan dan diencerkan dalam alkohol. dan pada larva ikan yang masih belum mengalami diferensiasi jenis kelamin (sex). Secara detail teknik tentang bioenkapsulasi ini dijelaskan secara detail pada bab VII. Kemudian larutan hormon dicampurkan dengan pakan buatan berupa pellet serbuk dengan cara menyemprotkan larutan hormon secara merata kepermukaan pakan dengan menggunakan sprayer. Dengan pencampuran hormon pada pakan juga sangat efisien dalam pemakaian dosis hormon dan kemudahan memperoleh pakan ikan. namun lebih hemat pada penggunaan hormone. larva perlu menyesuaikan jenis pakan buatan sehingga apabila pakan tidak segera dimakan maka kemungkinan besar hormon akan tercuci kedalam media budidaya. Perendaman juga dapat dilakukan pada umur larva yang telah habis kuning telurnya. Kelemahan cara ini adalah obat atau hormone terlau jauh mengenai target gonad. Sedangkan kelemahan metoda oral ini adalah pada awal pemberian pakan.

Gonad yang sudah terambil diletakkan pada gelas objek dan diberi larutan asetokarmin 2 – 3 88 . Uji progeni ini untuk menentukan apakah ikan yang telah ditreatment tersebut sudah berubah kelamin. 2001). Hal ini biasanya berhubungan dengan kesesuaian dosis yang diberikan.6 g bubuk karmin didalam 100 ml asam asetat 45%. antara lain adalah : 1.pada fase labil sehingga mudah dipengaruhi oleh rangsangan luar.(Anonim. Larva yang dipergunakan dalam penerapan teknologi sex reversal ini adalah larva yang berumur antara 5 – 10 hari setelah menetas atau pada saat tersebut panjang total larva berkisar antara 9. Asetokarmin adalah larutan pewarna yang digunakan untuk mewarnai jaringan gonad. Perendaman induk betina yang sedang bunting juga merupakan salah satu alternative pada metode dipping namun harus dipertimbangkan efektifitas dan efesiensinya sehingga induk yang direndam sebaiknya indukinduk yang berukuran kecil. Larutan dididihkan selama 2 – 4 menit kemudian didinginkan. karena ikan harus dimatikan terlebih dahulu untuk diambil gonadnya. Suntikan/implantasi Metode suntikan atau implantasi ini biasanya hanya dapat dilakukan pada ikan yang berukuran dewasa. Larutan ini dibuat dengan cara melautkan 0.0 sampai 13 mm . Menurut Zairin Jr (2002) Secara umum dosis yang terlalu tinggi akan mendorong sterilitas dan dosis yang terlalu rendah akan mendorong sex reversal yang tidak sempurna sehingga bakal testis dan ovari dapat dijumpai pada saat bersamaan. 3. Terdapat dua metode yang digunakan dalam identifikasi jenis kelamin. Perlu diperhatikan bahwa pengubahan jantanisasi (maskulinisasi) kadang-kadang menunjukkan penyimpangan seperti ditemukan individu yang memiliki bakal testis dan sekaligus bakal ovari. dimana ikan dengan umur serta ukuran seperti tersebut di atas secara morfologis masih belum mengalami diferensiasi kelamin. Metode asetokarmin Identifikasi gonad dengan metode asetokarmin dilakukan hanya untuk keperluan penelitian. Selain itu mungkin saja dijumpai individu yang steril/abnormal karena gonadnya tidak dapat berkembang. Pemeriksaan gonad dilakukan dengan cara membedah ikan terlebih dahulu yang kemudian diambil gonadnya secara hatihati. Setelah dilakukan aplikasi teknologi seks reversal pada individu ikan. Proses penyuntikan dilakukan pada bagian punggung ikan dengan dosis yang disesuaikan dengan jenis dan ukuran ikan. maka harus dilakukan uji progeni. Kelemahannya adalah efektifitas hormone berkurang karena jauh mengenai target gonad. kemudian disaring dengan kertas saring dan disimpan dalam botol yang tertutup rapat pada suhu ruang.

kemudian dicincang dengan pisau skalpel sampai halus. tetra kongo dan rainbow trout dengan menggunakan metode perendaman embrio untuk ikan cupang dan tetra kongo. dan batu aerasi.tetes. 2. untuk melakukan teknik sex reversal juga diperlukan peralatan dalam perlakuan melalui pakan yaitu. perendaman larva untuk rainbow dan pemberian pakan. Cara ini apat dilakukan pada ikan-ikan yang memiliki dimorfisme seksual yang jelas antara jantan dan betina. Peralatan yang akan digunakan sebaiknya disanitasi terlebih dahulu dengan menggunakan larutan desinfektan atau sabun cuci untuk menghindari ikan yang akan dipelihara dari hama penyakit yang kemungkinan terbawa pada wadah. spuit suntik sebagai alat untuk mengambil larutan hormon dan botol gelas yang berwarna gelap sebagai wadah pelarutan hormon dengan alcohol 89 . perendaman induk untuk ikan guppy. hand sprayer digunakan untuk menyemprotkan larutan hormon dalam pakan. bak fiber. Selain peralatan lapangan. Wadah untuk teknik sex reversal dapat dikelompokan berdasarkan kebutuhan dan jenis metode yang akan digunakan. larva dan pemberian pakan. Wadah-wadah yang digunakan yang mendasar adalah wadah pemeliharaan induk dapat berupa kolam semen atau bak-bak plastik. cupang. Peralatan yang digunakan pada teknik sex reversal adalah peralatan lapangan pemeliharaan ikan yang berupa seser. wadah perlakuan yang berupa akuarium dengan ukuran yang menyesuaikan dengan kepadatan ikan yang akan diberi perlakuan. baskom plastik sebagai wadah perendaman induk atau larva. selang sipon. bak plastik. Aplikasi seks reversal telah berhasil dilakukan pada beberapa jenis ikan berdasarkan hasil penelitian antara lain adalah : 1. baskom yang digunakan sebagai wadah dalam pembuatan ramuan pakan. Sedangkan peralatan yang diperlukan pada perlakuan melalui rendaman antara lain. dengan perendaman embrio. dan wadah pemeliharaan larva. spuit suntik sebagai alat untuk mengambil larutan hormon dan botol gelas yang berwarna gelap sebagai wadah pelarutan hormon dengan alcohol. Ikan konsumsi : nila dan mas. aerator. lalu tutup dengan gelas penutup dan siap diamati di bawah mikroskop. Metode morfologi Identifikasi kelamin dengan pengamatan morfologi adalah cara terhemat karena tidak harus mematikan ikan yang akan diamati. selang aerasi. aerator sebagai penyuplai udara. sendok kayu digunakan untuk mengaduk dan meratakan larutan hormon. Wadah yang dapat digunakan untuk melakukan teknik sex reversal antara lain adalah akuarium. Ikan hias : ikan guppy. Langkah awal dalam melakukan seks reversal adalah menyiapkan wadah yang akan digunakan. 2. bak semen.

Larutkanlah hormon tadi ke dalam alkohol tersebut sebanyak 10 ml ( 1mg/ml). Siapkanlah larutan alkohol dengan konsentrasi 70% sesuai dengan kebutuhan. 5. Siapkanlah hormon yang akan digunakan sesuai kebutuhan. maka timbanglah hormon sebanyak 10 mg. Timbanglah pakan yang dibutuhkan untuk larva sesuai dengan dosis yang sudah ditentukan (Feeding rate 30 – 40% per bobot biomassa/hari) dikalikan selama 10 hari pemberian pakan. pakan alami atau buatan (bila melalui metode oral) dan air bersih yang telah diendapkan selama 12 – 24 jam sebagai media perendaman (bila menggunakan metode dipping) Pembuatan pakan berhormon Dalam aplikasi seks reversal dengan metode oral melalui pemberian pakan berhormon maka dosis hormon yang digunakan akan sangat spesifik untuk jenis ikan tertentu. alcohol sebagai pelarut hormon. Pada 90 . 4. Pilihlah larva yang masih berumur di bawah 10 hari dengan melihat kriteria yang sesuai dengan ciri-ciri yang sudah ditentukan. 9. Untuk menghilangkan alkohol anginanginkanlah pakan tersebut sampai bau alkoholnya sudah tidak menyengat lagi. 3. Misalnya jumlah kebutuhan pakan 250 gram. Simpanlah hormon yang sudah dianginkan pada kantong plastik yang berwarna gelap dengan ditutp rapat-rapat baik sebelum maupun sesudah dipakan. atau dapat juga disimpan dalam reprigrator (+ 4o C) 10. 6. lalu kalikan dengan berat rata-rata larva untuk mendapatkan berat total larva. Campurlah larutan hormon dengan pakan dengan cara menggunakan hand sprayer disemprotkan secara merata pada pakan. Diskusikan secara berkelompok tentang prosedur pembuatan pakan berhormon Pembuatan larutan perendaman Aplikasi seks reversal pada ikan guppy bertujuan untuk menghasilkan ikan berjenis kelamin jantan. lalu simpan dalam botol berwarna gelap (tidak bening). 7. selanjutnya hitunglah jumlah populasi larva. Timbanglah biomassa larva yang akan diberi perlakuan penghormonan yaitu dengan cara mengambil dan menimbang beberapa sampel untuk kemudian hasil penimbangan sampel dibagi dengan jumlah rata-rata larva sampel untuk mendapatkan berat rata-rata larva. Adapun prosedur yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1.Bahan-bahan yang harus disediakan antara lain hormon 17α metiltestosteron atau estradiol 17β sesuai dengan kebutuhan dan tujuan sex reversal. Tangkaplah larva ikan yang akan diberikan perlakuan dari kolam/bak pemijahan 2. Dalam prosedur ini akan dibuat pakan berhormon untuk jenis ikan nila. 8. dosis penghormonan 40 mg/kg pakan.

5 ml larutan alkohol 70%. hasil 100% jantan • Congo tetra fase bintik mata. Teknik seks reversal pada ikan guppy dapat dilakukan dengan dua metode yaitu perendaman induk dan pemberian pakan berhormon. selama 10 – 15 hari. 1-2 mg/liter media selama 24 jam pada betina bunting. hasilnya 95-100% jantan • Ikan guppy. Tutup dan kocok sampai hormon larut. menghasilkan 71 – 90% betina • Ikan mas : 100 mg/kg pakan selama 36 hari. beri aerasi dan siap untuk digunakan. 4. Siapkan alat dan bahan yang akan diperlukan 2. 5. Pilihlah induk ikan guppy yang sedang bunting dengan melihat bentuk tubuhnya dan pilihlah induk yang akan melahirkan 8 hari kemudian sebanyak 50 ekor. Adapun prosedur pembuatan larutan perendaman adalah sebagai berikut : 1. umur 21-28 hari. Masukkan induk tersebut kedalam larutan hormon dan rendam selama 24 jam. selama 10-15 hari pada betina bunting. Penerapan seks reversal yang telah dilakukan penelitian oleh beberapa peneliti yang telah disusun dalam Zairin (2002) sangat berbeda untuk jenis ikan tentang dosis dan hasil yang diperoleh antara lain adalah : • Ikan mas : 100 mg/kg pakan selama 36 hari pada larva 8 – 63 hari. Pada metode perendaman. pakan berhormon-cacing-pakan berhormon. kemudian tuangkan hormon kedalam wadah berisi 10 liter air pemeliharaan . Pindahkan induk ikan guppy yang telah direndam ke dalam akuarium dan amati proses kelahiran anak dan hitung jumlah anak yang dihasilkan 6. 2002).ikan guppy jenis kelamin jantan mempunyai warna dan bentuk tubuh yang lebih indah dibandingkan dengan ikan betina. pada suhu 20 – 25 oC. Buatlah larutan hormon dengan cara timbang hormon sebanyak 20 mg dan masukkan dalam tabung polietilen dan tambhakan 0. Sedangkan dengan metode pemberian pakan dengan dosis 400 mg/l dengan lama perlakuan 10 hari hanya menghasilkan 58% jantan (Zairin. 25 mg/liter media selama 8 jam. peliharalah anak yang dihasilkan sampai berumur 2-3 bulan dan diidentifikasi jenis kelaminnya secara morfologis dan histologis. hasil 89% jantan • Betta splendens/cupang fase bintik mata. 20 mg/liter media selama 8 jam. hasil 85% jantan 91 . 400 mg mt/kg pakan. menghasilkan 97% betina • Ikan nila 10 – 60 mg /kg pakan. 3. dosis yang digunakan adalah 2 mg/l air dan lama perendaman selama 12 jam sampai 24 jam pada induk ikan yang sedang bunting dan memberikan hasil 100% jantan. hasil 70% jantan • Ikan guppy. Ikan guppy biasanya mengalami masa bunting selama 40 hari.

. perbandingan jenis kelamin yang dihasilkan. Derajat kelangsungan hidup larva yang dihitung setelah beberapa hari pemeliharan Jumlah larva yang hidup Derajat kelangsungan hidup = x 100% Jumlah larva awal Nisbah kelamin. perhitungan nisbah kelamin untuk mengetahui keberhasilan teknik sex reversal dengan rumus : jumlah individu jantan % jantan = jumlah individu total jumlah individu betina % betina = jumlah individu total Inbreeding Inbreeding adalah perkawinan antara individu-individu yang sekerabat yaitu berasal dari jantan dan betina yang sama induknya dan pada varietas yang sama. Hal ini dapat dihitung setelah 2-3 bulan pemeliharaan larva. Selain itu silang dalam akan menyebabkan penurunan kelangsungan hidup telur dan larva. Daya tetas telur atau kualitas larva yang dihasilkan Jumlah telur yang menetas Perhitungan daya tetas telur = Jumlah telur awal b. peningkatan frekuensi ketidak normalan bentuk dan penurunan laju pertumbuhan ikan.Keberhasilan teknik sex reversal dapat diketahui melalui beberapa parameter antara lain : a. Menurut Nurhidayat (2000). Silang dalam menyebabkan heterozigositas ikan berkurang dan keragaman genetik menjadi rendah. Tulung Agung dan Bogor mempunyai stabilitas perkembangan yang rendah akibat telah mengalami tekanan silang dalam yang ditunjukkan dengan tingginya nilai fluktuasi asimetri dan adanya individu yang tidak tumbuh sirip dada dan sirip perut pada kedua sisinya 92 x 100% x 100% x 100% c. Kehomozigotan ini akan melemahkan individu-individunya terhadap perubahan lingkungan. lele dumbo yang berasal dari Sleman. Inbreeding atau silang dalam akan menghasilkan individu yang homozigositas. Homozigositas ini berari hanya ada satu tipe alel untuk satu atau lebih lokus.

sedangkan pada ikan lele adalah 50 ekor. ferkuensi gen tidak berubah tetapi homosigositas meningkat. Tetapi dalam program untuk memperoleh individu galur murni hanya dapat dilakukan dengan menerapkan program breeding ini. Menurut Leary et al (1985). nilai Nenya adalah > 133 ekor . Perkawinan antara saudara sekandung atau antara individu-individu yang sefamili akan mengakibatkan pembagian alel-alel melalui satu atau lebih dari leluhur yang sama. individu yang homozigot kurang mampu mengimbangi keragaman lingkungan dan memproduksi energi untuk pertumbuhan dan perkembangan. minimal harus mempunyai induk dengan jumlah lebih dari 25 pasang agar tidak terjadi inbreeding. Oleh karena itu fluktuasi asimetri merupakan indikator untuk mengetahui adanya silang dalam. Program breeding ini merupakan program konvensional dalam memperoleh induk ikan yang galur murni. yang mempunyai arti lain yaitu melakukan perkawinan yang dekat sekali kaitan kekeluargaannya misalnya anak dan tetua atau antar saudara sekandung. Perkawinan antara individu-individu yang sekerabat ini yang sangat dekat kekerabatannya biasa terjadi dalam suatu populasi ikan yang sangat kecil. Maka hal ini akan mengakibatkan keturunan yang dihasilkan adalah individu-individu yang homozigot dari satu atau lebih lokus. Dalam memperoleh induk ikan yang mempunyai galur murni dapat dilakukan dengan dua metode yaitu : 1. Oleh karena itu untuk menghindari terjadinya silang dalam pada program penegmbangbiakan ikan dibutuhkan suatu penerapan effective breeding number (Ne) pada ikan budidaya. Closed breeding. misalnya pada ikan mas nilai Nenya adalah > 50 ekor yang berarti jika para pembudidaya akan melakukan program pembenihan ikan mas dalam suatu hatchery. Pada ikan nila. individu galur murni mempunyai homozigositas yang tinggi. Menurut Tave (1986) pengaruh 93 . Dengan melakukan silang dalam. Closed breeding berarti perkawinan yang tertutup. Berdasarkan beberapa parameter pengukuran dalam menentukan apakah pada suatu populasi telah mengalami tekanan silang dalam.(abnormal). Bila perkawinan individu ini terjadi maka alel-alel yang mereka dapatkan dari leluhur yang sama akan diperoleh kembali. Berdasarkan hasil penelitian nilai Ne untuk setiap jenis ikan berbeda. Fluktuasi asimetri ini merupakan perubahan organ atau bagian tubuh sebelah kiri dan kanan yang menyebar normal dengan rataan mendekati nol. memperlihatkan bahwa silang dalam memberikan dampak negatif dalam budidaya ikan. Selain itu individu yang mengalami tekanan silang dalam mempunyai ketahanan terhadap perubahan lingkungan yang rendah.Jadi tujuan penerapan silang dalam (inbreeding) hanya bertujuan untuk memperoleh induk ikan yang mempunyai galur murni.

46875 0.5 0.25 0.5 0. Bentuk line breeding yang sering dilakukan adalah backcross kepada orangtuanya yang sama untuk beberapa generasi.5 0.49218 0.0 f (aa) 0.5 0.5 0.5 0. Tabel 4.001953 0.5 0.5 0. Line breeding.75% pada gen individu G.5 0.49804 0.49951 0. sedangkan pada intense linebreeding individu A berkontribusi 93.5 0.25 0.0625 0.125 0.25 0.5 0.5 0.5 94 .3125 0.silang dalam terhadap frekuensi genotipe dan frekuensi alel dalam lokus dapat dilihat pada Tabel 4.49951 0. Line breeding berarti perkawinan satu jalur yaitu perkawinan keluarga yang bertujuan untuk meningkatkan sifat-sifat tertentu baik yang berasal dari nenek moyang bersama yang jantan maupun betina terhadap kostitusi genetik pada progeninya.2.4375 0.12% pada gen individu K.5 0.375 0.5 0. Aa X Aa.5 0. Menurut Tave (1986) prosedur linebreeding dapat dilakukan dengan dua tipe yaitu Mild Linebreeding dan Intense Linebreeding.5 Frekuensi Alel f(A) 0. Pengaruh silang dalam terhadap frekuensi genotipe dan frekuensi alel dalam lokus.2.5 0.375 0.5 0.5 0. aa X aa (Tave.49218 0. Untuk membedakan kedua program linebreeding ini menurut Tave (1986) dapat dilihat pada Gambar 4.003906 0.48437 0.1.46875 0.5 f(a) 0.5 0.5 0. Dari hasil mild linebreeding bertujuan untuk individu A berkontribusi 53.007812 0.5 0.49804 0.15625 0.49902 0.49902 0. 2.48437 0.000976 0.49609 0.49609 0.5 f(Aa) 0. 1986) Generasi P1 F1 F2 F3 F4 F5 F6 F7 F8 F9 Fn Frekuensi genotipe f(AA) 0. Perkawinan setiap generasi : AA X AA.4375 0.

Hal ini lebih memudahkan dalam pengelolaan.Mild Linebreeding A X ↓ C X ↓ E X ↓ H X ↓ A X ↓ K J I G D B Intense Linebreeding A X B ↓ A X C ↓ A X D ↓ A X E ↓ G Gambar 4. Di kedua saluran ini biasanya dilengkapi dengan saringan agar induk-induk tersebut tidak keluar atau kabur. Kepadatan penebaran induk antara 3 – 4 kg/m2. Setiap kolam dilengkapi dengan saluran pemasukan dan pengeluaran air. Tidak ada ketentuan khusus tentang ukuran kolam untuk pemeliharaan induk. Aplikasi seleksi induk pada budidaya Dalam aplikasi budidaya para petani ikan biasanya melakukan pemeliharaan terhadap induk ikan yang diperoleh dari hasil budidaya dengan cara induk jantan dan betina dipelihara secara terpisah. sedangkan ketinggian air dikolam induk antara 60 – 75 cm.1. atau kolam tanah dengan pematang dari tembok. 95 . Agar diperoleh kematangan induk yang memadai. kolam tembok. maka luas kolam induk jantan dan betina masing-masing berkisar 15 – 30 meter persegi. Biasanya kolam induk hanya disesuaikan dengan kondisi lahan dan keuangan. 1986). pengontrolan dan yang terpenting dapat mencegah terjadinya memijah diluar kehendak “mijah maling”. Kolam induk berupa kolam tanah. Untuk memudahkan dalam pengelolaan dan efisiensi penggunaan kolam. Diagram skematik perkawinan dua tipe linebreeding yaitu mildline breeding dan intense line breeding (Tave.

gerakan lambat. Benih/calon induk tersebut dipelihara didalam kolam dengan baik. Ada juga induk ikan yang diberikan pakan berupa limbah peternakan ayam (ayam yang mati) yang dibakar atau direbus terlebih dahulu. Benih ikan yang baik untuk induk di pilih dengan ciri-ciri antara lain adalah memiliki pertumbuhan yang lebih cepat.1. Induk yang akan dipilih adalah induk jantan dan betina yang matang gonad. perut ramping dan pada ujung alat kelamin berwarna kemerahan selain itu ada perubahan warna tubuh menjadi coklat kemerahan.1.5. Seleksi Induk Ikan Lele Seleksi induk ikan lele secara umum di mulai dari ikan ukuran benih (5-10 cm ). 4. sedangkan induk jantan dicirikan dengan genitalnya meruncing ke arah ekor. tidak cacat. selanjutnya calon induk tersebut dilakukan seleksi induk secara berkala sampai mendapat induk yang benar-benar baik dan sesuai dengan kebutuhan. Jenis pakan yang diberikan berupa pakan buatan berupa pelet sebanyak 3 – 5 % perhari dari bobot induk yang dipelihara. Kegiatan pembenihan ikan lele diawali dengan seleksi induk.3.2 dan Gambar 4. Induk ikan lele betina tampak atas (kiri) dan genital papilla (kanan) 96 . bagian perut relatif lebih besar.setiap hari induk di beri pakan bergizi. Ciri-ciri induk betina ikan lele adalah genital papila berbentuk bundar (oval). Gambar 4. jika di raba bagian perut terasa lembek dan alat kelamin berwarna kemerah merahan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4.2. gerakan lincah dan memiliki bentuk tubuh yang baik.

Hal ini bertujuan untuk menghindari mijah maling.Gambar 4. 4. Seleksi induk ikan Mas Induk ikan Mas yang akan dipijahkan sebaiknya dipelihara dalam tempat yang terpisah antara jantan dan betina agar pertumbuhan induk ikan opimal dan tidak terjadi perkawinan yang tidak diinginkan.5. Selama pemberokan induk jantan dan betina dipisahkan.3. • Lubang kelamin berwarna kemerahan dan tampak agak membesar. kemudian diberok (dipuasakan) selama 2 hari. Dalam pemeliharaan induk ikan Mas harus dilakukan dengan baik dan benar 97 . Selain itu. akan keluar beberapa butir telur berwarna hijau tua dan ukurannya relatif besar. Tujuan dari pemberokan ini adalah untuk mengurangi kandungan lemak pada tubuh ikan. Ciri-ciri induk betina lele dumbo yang siap untuk dipijahkan sebagai berikut: • Bagian perut tampak membesar ke arah anus dan jika diraba terasa lembek. • Ciri-ciri induk jantan lele dumbo jantan yang telah siap untuk dipijahkan sebagai berikut : • Alat kelamin tampak jelas memerah • Warna tubuh agak kemerahmerahan • Tubuh ramping dan gerakannya lincah. Hal ini disebabkan lemak pada tubuh ikan dapat menghambat ovulasi telur pada betina dan pengeluaran sperma pada induk jantan. Gerakannya lambat. • Jika bagian perut secara perlahan diurut ke arah anus.2. pemisahan induk tersebut bertujuan mempercepat pemijahan ikan. Induk yang akan diberok dipisahkan antara induk jantan dan betina.1. Induk ikan lele jantan tampak atas (kiri). genital papilla (kanan) Induk yang sudah dipilih berdasarkan matang gonadnya.

pakan yang diberikan harus mempunyai kadar protein 30-35%. baik jantan maupun ikan betina. tumbuh bongsor. Dalam pemeliharaan calon induk ini harus diberi pakan yang cukup dan bergizi. • Padat penebaran calon induk berkisar antara 0. yaitu kandungan oksigen terlarut minimal 5 ppm.75 kg sudah sampai matang kelamin.1. • Calon induk harus berasal dari keturunan yang berbeda.5). • Calon induk harus mempunyai sifat cepat tumbuh. sehat. Calon-calon induk tersebut dipelihara sampai mencapai ukuran tertentu untuk dipijahkan. hal tersebut dapat dilihat dari gerakan yang incah. sehat dan mempunyai nafsu makan yang baik. kepala lancip dan lebih kecil dari lebar tubuh (1 : 1. Induk ikan Mas jantan lebih cepat matang gonad dibandingkan dengan ikan Mas betina. Adapun ciri-ciri induk jantan dan betina ikan Mas dapat dilihat pada Tabel 4. Induk ikan Mas yang akan dipijahkan harus benar-benar dapat dibedakan antara jantan dan betina.6-0. pangkal ekor kuat dan lebar. 98 . Pemeliharaan benih calon induk sebaiknya dilakukan sejak pemanenan. sisik besar dan teratur.5-2 tahun dengan berat 2-3 kg. warna cerah. Calon-calon induk yang dipelihara tersebut selanjutnya di seleksi kembali pada saat berukuran 100-200 gram. tahan terhadap penyakit dan perubahan lingkungan serta responsive terhadap pakan. daerah perut melebar dan datar. Induk ikan Mas yang dipelihara dengan baik akan menghasilkan telur dan benih ikan dalam jumlah dan kualitas yang diharapkan. jumalh pakan yang diberikan per hari berkisar antara 2-3% dan frekuensi pemberian pakan sebanyak 2-3 kali. yang harus diperhatikan adalah: • Pemeliharaan pakan yang teratur. Calon induk jantan dan betina dipilih berdasarkan ciri-iri morfologisnya yang baik. Umur ikan Mas jantan 10-12 bulan dengan bobot 0. badan tebal dan berpunggung tinggi. diantaranya adalah: • Calon induk harus mempunyai karakter morfologis dengan kriteria sebagai berikut: bentuk tubuh kekar. Calon-calon induk yang telah di seleksi dipelihara di kolam pemeliharaan induk sampai siap untuk dipijahkan. sedangkan induk betina yang ideal mencapai matang gonad pada umur 1. • Kondisi kolam pemeliharaan harus optimal. Induk ikan yang baik sebaiknya dipelihara dari masa benih. suhu air berkisar25-300C dan air tidak tercemar. Agar diperoleh induk yang berkualitas dan dapat menghasilkan telur dalam jumlah yang maksimal.25 kg/m2. Pemeliharaan induk ikan Mas merupakan salah satu aspek penting yang harus dilaksanakan dalam program pengembangbiakan ikan Mas.1 kg/m2 – 0.agar diperoleh induk yang siap dan unggul untuk dikawinkan. benih umur 1 bulan.

lunak.1. 6. 7.Tabel 4.4. Sirip dada relatif panjang. 2. jari-jari luar tipis Lapisan sirip dada kasar Lapisan dalam sirip dada licin Kepala tidak melebar Kepala relatif kecil.3 dan Gambar 4. sperma bila perut ditekan ke arah agak terbuka dan berwarna anus kemerahan Lubang anus melebar dan menonjol (agak membengkak) 99 . Ciri-ciri Induk Jantan dan Betina Ikan Mas No 1. Induk yang dipelihara dengan Tabel 4. Tubuh lebih tebal/gemuk ramping dibandingkan betina dibandingkan jantan pada umur pada umur yang sama yang sama Gerakannya gesit Gerakannya lamban dan jinak Sehat dan tidak cacat Sehat dan tidak cacat Sisik teratur dan warna cerah Sisik teratur dan warna cerah baik akan dapat mencapai matang gonad. Induk ikan Mas jantan dan betina harus dipelihara dalam kolam yang terpisah agar ikan cepat matang kelamin dan tidak terjadi perkawinan liar. Jantan Tubuh ramping Betina 3. jari-jari Sirip dada relatif pendek. 3. dan Gambar 4. Ciri-ciri Induk Jantan dan Betina Matang Gonad No 1. Perut membulat dan lunak jika diraba Mengeluarkan cairan putih/ Genital papilla mengembang. 2. luar tebal lemah. bentuk agak meruncing Tubuh lebih tipis/langsing.2. Adapun ciri-ciri induk ikan Mas yang matang gonad dapat dilihat pada Tabel 4. 4.2 . Jantan Betina 5.

3.3. Untuk dapat mencapai efisiensi suatu usaha pembenihan. Ruang lingkup pengelolaan induk dengan mengacu pada ketercapaian efisiensi suatu usaha pembenihan ikan dapat di kelompokan ke dalam tiga kelompok yaitu pengadaan induk. karena induk merupakan salah satu faktor utama yang akan menentukan kualitas dan kuantitas benih yang dihasilkan.5. Pengelolaan induk dilakukan atas dasar sifat induk dan kebutuhan induk agar mampu hidup dan berkembang-biak secara optimal.1.Gambar 4. pemeliharaan calon induk. Seleksi induk ikan nila Pengelolaan induk dalam kegiatan usaha pembenihan mempunyai peran yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan. Induk ikan mas betina tampak atas (kiri) dan genital papilla (kanan) Gambar 4. dalam pengadaan induk ada dua hal yang 100 . Induk ikan mas jantan tampak atas (kiri). dan peningkatan mutu induk atau mempertahankan mutu induk. genital papilla (kanan) 4.4.

maka dalam menghitung jumlah induk harus mempertimbangkan 4 aspek yaitu : • Skala usaha. Tabel 4. Untuk dapat membedakan antara induk jantan dan betina dapat dilihat pada Tabel 4.5 dan Gambar 4. agar dapat menghasilkan benih sesuai dengan peluang atau pangsa pasar yang ada. yaitu satuan unit usaha terkecil dalam pembenihan ikan nila yang secara ekonomis masih mampu memberikan efisiensi dan keuntungan yang optimal. selanjutnya kita harus mampu membedakan induk jantan dan induk betina. Hal ini disebabkan sifat ikan nila memijah adalah dimana induk jantan akan membuat suatu daerah teritorial yang tidak boleh digangggu ikan lain. Sirip dada berwarna coklat kemerahan dan relatif panjang. Perut melebar berwarna putih. Dari aspek tersebut diatas secara praktis jumlah induk ikan nila pada suatu areal/kolam pemijahan ditentukan oleh induk jantan dan ukuran induk. Perhitungan untuk menentukan berapa jumlah induk yang harus tersedia dalam suatu unit pembenihan. yaitu prosentase jumlah induk yang hilang selama pemeliharaan (umur produktif) baik yang disebabkan oleh kematian/hilang atau sesuatu hal sehingga induk tersebut tidak berproduksi untuk menghasilkan telur. yaitu kemampuan induk betina dari setiap pemijahan untuk menghasilkan benih ikan nila sesuai dengan kriteria yang ditentukan. • • • • CIRI-CIRI INDUK JANTAN Dagu menonjol berwarna merah.3 .harus diperhatikan yaitu kuantitas calon induk dan kualitas calon induk. Bila perut diurut dari dada ke genitalia tidak keluar cairan. 101 . • Kuantitas dan kontinuitas produksi.5. yaitu banyaknya produk (benih) yang harus dihasilkan sesuai dengan kriteria yang ditentukan dalam periode dan interval waktu tertentu secara terus menerus sesuai dengan target yang telah ditentukan. Perut pipih warna hitam. Bila perut diurut dari dada ke genitalia keluar cairan bening. • Produktifitas induk. Ciri-ciri Induk Jantan dan Betina CIRI-CIRI INDUK BETINA • • • • Dagu relatif kecil berwarna putih. Setelah mengetahui tanda-tanda calon induk yang baik pada ikan nila. • Mortalitas induk. Dengan demikian jumlah ikan betina umumnya lebih banyak dari pada ikan jantan agar mudah memberi kesempatan pada jantan untuk dapat menemukan betina yang matang gonad. Sirip dada berwarna hitam dan pendek.

6. air terus menerus dialirkan ke kolam/wadah pemberokan.5. membengkak dan mengkilat agak menonjol serta jika diraba bagian perut terasa lembek.dapat dipijahkan adalah bila bagian perut diurut ke arah anus akan keluar cairan putih dan kental. Induk ikan patin jantan (atas) dan betina (bawah) Gambar 4. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4.6.6. Tujuan pemberokan adalah untuk mengurangi kadar lemak pada saluran pengeluaran telur. Untuk dapat membedakan induk ikan patin jantan dan betina yang matang gonad dapat dilihat pada Gambar 4. Sedangkan ciri-ciri induk jantan ikan patin yang Induk ikan yang telah diseleksi selanjutnya diberok (dipuasakan) selama 1-2 hari. Bila bagian perut induk ikan betina masih tampak membesar setelah pemberokan. induk ikan tersebut dikanulasi (dilakukan penyedotan telur ikan dengan kateter) untuk menetukan apakah induk ikan tersebut sudah siap dipijahkan.5. Kanulasi bertujuan untuk mengetahui derajat kematangan gonad induk betina dengan mengukur keseragaman diameter telur. Seleksi induk ikan patin Induk ikan patin dapat dipijahkan setelah umur 2-3 tahun. Oleh sebab itu selama pemberokan induk ikan tidak diberi makan.4. Selama pemberokan induk ikan. Induk betina ikan patin yang matang gonad mempunyai ciri-ciri bagian perut membesar ke arah lubang genital berwarna merah. Induk ikan nila 4. Pada umur tersebut induk ikan patin telah memiliki berat badan 3-5 kg/ekor. Sedangkan induk jantan memiliki papila dan bagian perut lebih ramping. Gambar 4.1. Ciri-ciri induk betina adalah memiliki bentuk urogenital bulat dan perut relatif lebih mengembang dibandingkan induk jantan. Kanulasi dilakukan dengan cara 102 .

lalu ditiup untuk mendorong telur keluar dari selang. Pemijahan ikan secara semi intensif. Selain itu ciri-ciri telur yang telah matang adalah akan cepat mengering atau saling berpisah bila diletakkan dipunggung tangan.6 cm ke dalam ovarium. yaitu pemijahan ikan tanpa campur tangan manusia. Kanulasi induk ikan patin 4. berarti induk betina tersebut dapat dipijahkan.0 – 1. Telur yang keluar dari selang ditampung pada lempeng kaca tipis atau pada wadah lain. 2.5 mm. tetapi proses ovulasinya terjadi secara alamiah di kolam. kulit 103 Gambar 4. Selanjutnya telur tersebut diukur garis tengahnya menggunakan penggaris.7. Ujung selang yang lain dihisap dengan mulut selanjutnya selang tadi ditarik keluar dari lubang urogenital. Pemijahan ikan secara alami. Tingkat kematangan gonad ikan dapat dideteksi dengan melihat tanda-tanda morfologi dan fisiologi sel telur atau sel sperma. Hal ini harus dipelajari karena tingkat kematangan gonad ikan sangat mempengaruhi keberhasilan pemijahan ikan. Untuk dapat melakukan pemijahan ikan pada beberapa jenis ikan budidaya maka harus memahami tentang tingkat kematangan gonad dan faktor-faktor yang sangat berpengaruh terhadap kematangan gonad. Bila 90 95% telur memiliki garis tengah 1. perut bila diraba terasa lunak. namun tetap saja membutuhkan waktu dalam proses pertumbuhan dan pematangannya. yaitu pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad. 3.menyedot telur dengan menggunakan selang kecil (kateter) berdiameter 2-2. Walaupun saat ini telah banyak diketemukan hormon– hormon perangsang pertumbuhan dan pematangan gonad.2 mm. Selang kecil tersebut dimasukkan ke dalam lubang urogenital sedalam 4 . 1. perut gembung. terjadi secara alamiah (tanpa pemberian rangsangan hormon). yaitu pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad serta proses ovulasinya dilakukan secara buatan dengan teknik stripping/ pengurutan. yaitu: . Dalam budidaya ikan teknik pemijahan ikan dapat dilakukan dengan 3 macam cara.2. TEKNIK PEMIJAHAN IKAN Pemijahan adalah proses perkawinan antara ikan jantan dan betina. Pemijahan ikan secara intensif. Tandatanda morfologis ikan matang gonad untuk ikan betina antara lain adalah : gerakannya lamban.

kenormalan ikan merupakan unsur yang penting juga.1. implantasi dan pakan. Aktivitas gonadotropin terhadap perkembangan gonad tidak langsung tetapi melalui biosintesis hormon steroid gonad pada media stadia gametogenesis. yang akhirnya telur ikan akan terserap kembali atau atresia. Sel target hormon gonadotropin adalah sel teka yang merupakan bagian luar dari lapisan 104 . Hasil kegiatan sistem endocrine adalah terjadinya keselarasan yang baik antara kematangan gonad dengan kondisi di luar. 4. Dan tanda-tanda sel telur matang secara fisiologis adalah: Polar Body I telah keluar. warna telur telah transparan. Jika induk ikan stress walaupun kematangan gonadnya sudah memenuhi. yang cocok untuk mengadakan perkawinan. motilitas tinggi. Hormon sangat penting dalam pengaturan reproduksi dan sistem endocrine yang ada dalam tubuh. Germinal Vesicle/GV (Inti sel) telah menepi berada di depan microfile. Sedangkan tanda-tanda ikan jantan matang gonad secara morfologis antara lain adalah : ikan lebih langsing dibanding ikan betina. spermato-genesis dan spermiasi. kenormalan lebih dari 90%. Hormon gonadotropin dengan glicoprotein rendah dapat mengontrol vitelogenesis. Pada saat pemilihan induk ikan matang gonad usahakan induk ikan tidak stress. bila diurut kearah lubang genital cairan seperti susu akan keluar. Pengaruh faktor lingkungan terhadap gametogenesis dibantu oleh hubungan antara poros HipotalamusPituitary-Gonad melalui proses stimulisasi atau rangsangan. lubang genital memerah. Sejenak sebelum ovulasi GV akan melebur sehingga disebut Germinal Vesicle Break Down (GVBD). yang reaksinya lambat untuk menyesuaikan dengan keadaan luar. Perkembangan dan pematangan gonad Perkembangan telur dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar dari ikan (lingkungan dan pakan).kadang kelihatan memerah. Keadaan ini memungkinkan untuk perlakuan pemberian hormone baik melaui penyuntikan. Disamping kesehatan. Hormon tiroid akan aktif bersinergi dengan gonadotropin untuk mempengaruhi perkembangan ovari dan kemungkinan lain juga untuk meningkatkan sensitivitas pengaruh gonadotropin. sedangkan yang tinggi mengakibatkan aksi ovulasi. kadangkadang telur telah keluar pada lubang genital. ikan tersebut biasanya tidak akan memijah. termasuk perkembangan oosit (vitelogenesis) pematangan oosit. ukuran telur mendekati 1 mm. Dan tanda-tanda sel sperma matang antara lain adalah : warna kental seperti susu/santan. karena faktor ini akan diturunkan kepada anaknya. Jika demikian keadaannya pemijahan ikan bisa tertunda atau malah tidak jadi memijah. Hormon-hormon yang ikut dalam proses ini adalah GnRH dan Steroid. gerakannya lincah.2. organ sperma telah lengkap.

Sistem endokrin menggunakan messenger kimia yang disebut hormone yang ditransportasikan oleh sistem pembuluh darah. (b) transportasi melalui darah atau berbagai cairan tubuh sehingga langsung mencapai organ atau sel. Sistem endokrin lebih lambat daripada sistem saraf karena hormone harus melalui perjalanan ke sistem memutar untuk mencapai organ target.8. endokrin merupakan mediasi biokimia pada proses fisiologis. Sistem endokrin didalam tubuh sangat kompleks tetapi biasanya mengikuti dua prinsip. dan juga antar generasi pada kasus hormon di dalam telur. Pada ikan goldfish dan rainbowtrout dihasilkan 17αhidrokxy-20β-dihidroxyprogresterone (17 α. Teori yang lain kontrol endokrin terhadap kematangan oosit dan ovulasi pada teleostei adalah GTH merangsang (a) sintesa steroid pematangan pada dinding folikel (ovari) dan (b) sekresi mediator ovulasi. 20β-Pg) oleh lapisan folikel sebagai respon terhadap aktifitas gonadotropin untuk merangsang kematangan telur. atau (c) secara tidak langsung melalui lingkungan luarnya. Gambar 4. Hormon sebagai mediator biokimiawi dilepas dari tempat produksinya menuju organ target melalui beberapa cara. Kedua. + menunjukkan 105 . Skema pengaturan sekresi hormone diilustrasikan pada Gambar 4. sistem ini adalah cara utama tubuh untuk menyampaikan informasi antar sel dan jaringan yang berbeda. Dalam sistem endokrin dilakukan sekresi internal dari substansi aktif biologik. Mediasi ini dapat terjadi antar populasi. Berdasarkan dari sudut ilmu. antar jaringan di dalam suatu organisma. Pertama berdasarkan responnya dibagi menjadi dua kelenjar endokrin. Adanya bentuk kombinasi sistem penghambatan feedback ini menyebabkan terjadinya keseimbangan respons. yaitu (a) difusi sederhana di dalam sel atau dari satu sel ke sel lainnya di dalam organ. Jadi sistem endokrin mengontrol dirinya sendiri sebagaimana halnya mengontrol sistem organ yang lain. Skema pengaturan sekresi hormone. antar organisma. proses ini disebut penghambatan feedback. hormone yang dihasilkan oleh kelenjar tersebut seringkali menghambat produksi hormone pituitary. Sistem endokrin dan sistem saraf merupakan sistem kontrol pada semua makhluk hidup tidak terkecuali ikan.folikel. yaitu pituitary dan beberapa kelenjar dibawah kontrol pituitary.8. antar organ dan sel.

interstitial tissue of gonads dan urohypophysis.. tetapi tidak memiliki kelenjar paratiroid. pancreatic islets. Kelenjar endokrin pada ikan menurut Lagler et al (1962) terdapat pada beberapa organ antara lain adalah pituitary. Letak dan jenis kelenjar endokrin ikan dari arah depan ke arah belakang (Lagler et al. peptid atau protein.menunjukkan mekanisme feedback Secara umum sistem endokrin ikan sama dengan vertebrata lainnya. Melanotrophs (MSH) dan Neurosecretory nerve ending (NS). Thyrotrophs (TSH). ultibranchial. Ikan memiliki urofisis yang terletak pada pangkal ekor. corticotrophs (CT). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4. pineal. jaringan kromaffin. jaringan ginjal. seperti pada kelenjar utama pada ikan adalah pituitary dimana pada kelenjar tersebut menghasilkan sembilan macam sel penghasil hormone yaitu prolactin (PL). Kelenjar endokrin dilihat dari asal embrionya berdiferensiasi dari seluruh lapisan germinal.sekresi hormone. Untuk yang berasal dari mesoderm (korteks adrenal. Gonadotrophs (GTH). Hormon yang terdapat pada kelenjar pituitary antara lain adalah Oxytocin yang berfungsi merangsang konstraksi urine dan kelenjar susu. dan yang berkembang dari ectoderm atau endoderm mensekresikan hormone amino termodifikasi. corpuscles of stannous. intestinal tissue. Sistem endokrin juga memungkinkan tubuh untuk dapat mengatasi stress. Gambar 4. thyroid. . gonad) menghasilkan hormone-hormon steroid. thymus. Anti Diuretic Hormone (ADH) yang berfungsi menaikkan tekanan darah lewat aksinya pada 106 .9. interregnal tissue. Somatotrophs (STH).1962) Kelenjar endokrin pada ikan menghasilkan jenis hormone tertentu.9.

Triidothyronine (T3) dan Calcitonin. naiknya tekanan darah dan konstraksi arteriola dan venula. bertambahnya konsumsi oksigen denyut jantung. sedangkan norephineprin berfungsi pada neurotransmitter adrenergic. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endocrine pancreas pada kebanyakan vertebrata terdapat pada pulau-pulau individu dari sel sekresi yang diliputi oleh connective 107 . Fungsi dari hormon tersebut antara lain adalah meningkatkan laju metabolisme. Pada bagian anterior pituitary terdapat beberapa macam hormon diantaranya adalah hormon pertumbuhan yang berfungsi merangsang pertumbuhan dan mengontrol proses osmoregulasi. dan pada beberapa ikan prolactin memberikan efek dalam mengontrol gonadal steroidogenesis. pada ikan kontrol hidromineral (air tawar) hyperosmotic regulation pada ikan teleost selain itu prolactin pada ikan air tawar berfungsi untuk maintannce ion dan water permeability pada ephitelium dari organ osmoregulasi. progesterone atau merangsang pematangan akhir. Aldoserone (Mineralocorticoid). kortikosterone. Kelenjar lainnya penghasil hormon adalah kelenjar Thyroid antara lain adalah Tiroksin Tetraiodothyronine (T4). Epinephrin berfungsi mobilisasi glikogen. penanganan.arteriola dan menggiatkan reabsorbsi air dari tubuli ginjal serta hormon ini sangat penting dalam osmoregulasi yaitu pengaturan tekanan osmosis cairan tubuh. metabolisme lemak dan parental panning. Fungsi utama cortisol ini berkaitan dengan metabolisme energi. Kedua hormon tersebut terdapat pada bagian posterior pituitary. Hormon selanjutnya yang dihasilkan dari anterior pituitary adalah Follicle Stimulating Hormone (FSH) yang merangsang produksi gamet oleh gonad atau merangsang pematangan gonad (vitellogenesis). ion regulation dan respon terhadap stress. Kelenjar adrenal medulla atau sel kromaffin menghasilkan hormone antara lain adalah ephineprin dan norephinephrin. estrogen. pollutant dan water acidification. Pada kelenjar adrenal cortex yang merupakan lapisan luar dari kelenjar adrenal menghasilkan beberapa jenis hormone antara lain adalah cortisol (A. Produksi cortisol meningkat sebagai akibat dari berbagai stimulant stress yaitu rendahnya kualitas air. metabolisme dan osmoregulasi. bertambahnya aliran darah lewat otot skeletal. Hormon Thyroid pada ikan selalu berasosiasi dengan hormone pertumbuhan dan cortisol memberikan kontribusi pada kontrol pertumbuhan dan perkembangan. Luteinezing Hormone (LH) yang merangsang produksi sex hormone yaitu testosterone. Glucocorticoid). hormon prolactin pada mamalia menstimulasi aksi produksi susu. Sedangkan Calcitonin merangsang penyimpanan kalsium pada tulang. kenyamanan ikan. sekresi calcitonin dirangsang oleh tingginya kalsium dalam darah. esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan normal.

Glucagon Like Peptide. mempengaruhi pergerakan ion pada ikan yang meningkatkan pertukaran ion melalui insang dengan menstimulasi peningkatan luar area gill lamella dalam kontak dengan lingkungan. Pancratic Polypeptide.tissue dan terbenam dalam exocrine tissue dari pancreas. disekresi oleh korteks adrenal (kortisol dan aldosteron). Gastrin. glucagons menurun dan level GLP serta berhubungan dengan penurunan glikogen hati dan hyperglycemia. progesterone). Pada teleost katekolamin memiliki pengaruh penting pada peredaran oksigen ke jaringan. D cell (Somatostantin) dan F cell atau PP (Pancreatic Polypeptide). Bombensin. neuropeptide. Vasoactive Intestinal Peptida. Urotensin II mempunyai fungsi antara lain adalah kontraksi jantung. Serotonin. usus. ekstrak urophysis menyebabkan konstraksi gonadal smooth muscle. adrenalin dan nor adrenalin. menambahkan pemakaian glukosa dan sintesis protein serta lemak dan menurunkan glukoneogenesis dan merangsang glikogenesisi. Somotostantin merupakan hormone yang menghambat pertumbuhan. yang mirip dengan cholesterol dan sebagian besar jenis hormone ini berasal dari kolesterol itu sendiri. Cholecytokin. sedangkan pada kelenjar thymus dihasilkan hormone Thymosin. merangsang katabolisme protein. Gatric Inhibitory peptide. Hormon disekresikan ke 108 . Pada jaringan chromaffin juga dihasilkan hormone antara lain adalah catecholamines. Pada Islet of Langerhans ini mengandung 4 tipe sel endocrine yaitu A cell (Glucagon). kantung kemih. Enkephalin. Sedangkan pada Urophysis dihasilkan hormone Urotensin I dan Urotensin II yang secara fisiologis masih belum jelas fungsinya namun diduga berperan dalam osmoregulator dan fisiologi reproduksi. esteron. Insulin pada ikan berfungsi untuk menurunkan glukosa darah. Pada kelenjar pineal dihasilkan hormone melatonin. Somatostantin. testosterone. estriol dan lain-lain. 11ketotestosteron dan lain-lain) dan plasenta (estrogen dan progesterone). plasma. Menurut Koolman & Rohm (2001) hormone adalah bahan kimia pembawa sinyal yang dibentuk dalam sel-sel khusus pada kelenjar endokrin. B cell (Insulin). selain itu dapat menstimulasi lipolysis pada ikan atau memobilisasi lemak. Pada gastrointestinal endocrine cels dihasilkan beberapa hormone utama antara lain adalah Glucagon. Pada subbab ini akan dibahas tentang mekanisme aksi-aksi hormone steroid pada ikan. Glucagon berfungsi meningkatkan glukosa darah. Tachikinins. penyerapan ion di usus. Hormon steroid adalah hormone yang memiliki struktur kimia berdasarkan pada inti steroid. Hal ini dimungkinkan Urotensin mensikronisasi osmoregulasi dan reproduksi pada ikan matang gonad. ovarium (estrogen : estradiol-17ß. peran pada ikan secara fisiologis belum jelas tetapi dengan menyuntikkan somatostantin pada coho salmon dapat menyebabkan penurunan insulin. testis (androgen : androstendion. Sekretin.

Fungsi GnRH adalah merangsang keluarnya GtH (Gondotropin) yang berada pada Hipofisa. sedangkan hormone hidrofilik bekerja pada membrane sel.10. Berdasarkan uraian diatas maka mekanisme hormone steroid adalah dengan cara hormone steroid masuk kedalam sel dan berikatan dengan reseptor didalam sitoplasma.dalam darah kemudian disalurkan ke organ-organ yang menjalankan fungsi-fungsi regulasi tertentu secara fisiologik dan biokimia. Gen (DNA) yang mengandung informasi akan memproduksi protein. Hormon reseptor yang kompleks masuk kedalam nucleus dimana akan berikatan dengan chromatin dan mengaktivasi gen yang spesifik.20β-dyhidroxy-4pregnen-3-one yang bersumber dari sel granulose.2. HCG dan ovaprim 109 . Hormon Estradiol-17β ini akan menggertak kerja liver untuk memproses precursor kuning telur (vitellogen) untuk dikirimkan ke sel telur sebagai kuning telur. Sebagai pematang sel telur diperlukan media MIH (Maturtaion Inducing Hormon) dan MPF (Maturation Promoting Factor) untuk hormon 17α. Pesan hormone disampaikan pada sel-sel sasaran menurut dua prinsip yang berbeda. Hormon ini menembus membrane sel dan berikatan pada suatu reseptor spesifik didalam sasaran. Sel-sel sasaran pada organ sasaran memiliki reseptor yang dapat mengikat hormone. Mekanisme hormone steroid Teori lain untuk pematangan sel telur adalah adanya hubungan erat antara poros Hipotalamus-Pituitary-Gonad. Hipotalamus akan melepas GnRH jika dopamin tidak aktif. Dengan demikian pertumbuhan telur terjadi. Ketika gen aktif maka protein akan dihasilkan secara diagram dapat dilihat pada Gambar 4.2. Hormon lipofilik masuk kedalam sel dan bekerja pada inti sel. Hormon steroid dan tiroksin termasuk kedalam kelompok hormone lipofilik. sehingga informasi yang diperoleh dapat diteruskan ke sel-sel akhirnya menghasilkan suatu respon.10. Jika GtH keluar maka hormon Testosteron yang berada pada sel theca keluar. Gambar 4. Kelenjar hipofisa. sedangkan hormon Testosteron akan merangsang dikeluarkannya hormon Estradiol-17β yang berada pada sel granulose. 4.

Nucleus Preopticus Periventricularis. (4) penyakit mudah menular. Optic Tectum. et al.. pinealocytes dalam pineal dan corticotrophs pada pituitary (siklus yang gelap). AVT. ON. PVO. PIN. NLTi Nucleus Lateralis Tuberis pars Lateralis. NLL. Area Ventralis Telencephali. (2) standarisasi ekstrak kelenjar hipofisa ikan sebagai bahan suntikan untuk induksi pematangan akhir sel telur dan sel sperma tidak tepat. Nucleus of the Lateral Lemniscus. (3) belum diketahui dengan pasti hormon mana yang sebenarnya berpotensi untuk ovulasi dan kematangan gonad. LR. Pematangan oosit dan ovulasi telur dengan menggunakan ekstraksi kelenjar hipofisa banyak mengandung kelemahan diantaranya adalah: (1) hilangnya ikan donor karena diambil kelenjar hipofisanya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4. TEL. Telencephalon. NPO. INF.Kelenjar hipofisa banyak sekali mengandung hormon terutama hormon yang berhubungan dengan perkembangan dan pematangan gonad. Bagi para pembudidaya ikan yang akan melakukan pemijahan ikan 110 . OT. Paraventricular Organ. Secondary Gustatory Nucleus. Garis putus-putus mengindikasikan GHRH-ir fiber tract. FL. Olfactory Bulb. agak panjang atau pipih bergantung pada jenis ikannya. 1995). Representasi diagram pada penampang sagittal dari otak goldfish sebagai dasar penampang seri menggambarkan topografi dari GHRH-ir perikarya pada otak. Optic Nerve. Nucleus Lateralis Tuberis pars posterioris. CBL. PIT. SGN. Hypothalamic Inferior Lobe. Catatan bahwa GHRH-ir fiber pada area NPO dan PVO tidak asli pada nuclei ini. Gambar 4.11. pineal. GNC. Lateral Recess. Pituitary.. Facial Lobes. tetapi area transverse. OLB. Nucleus Preopticus.11 tentang otak dan bagian-bagian pada ikan maskoki dan hampir sama untuk semua ikan. (Rao. Cerebellum. Letak kelenjar hipofisa ini terdapat pada bagian otak sebelah depan. sehingga ekstrak kelenjar hipofisa sering digunakan sebagai perangsang pematangan gonad. Kelenjar ini menempel pada infundubulum dengan suatu tangkai yang pendek. NPP. NLTp. Hormon tersebut diantaranya adalah Gonadotropin yaitu GTH I dan GTH II. Glomerular Nuclear Complex.

kanan) Gambar 4. kiri atas).11. Menentukan dosis yang akan digunakan dalam proses pemijahan. Kemudian kelenjar otak disingkap/diangkat dan akan tampak kelenjar hipofisa dibawah kelenjar otak (Gambar 4.12 kiri tengah dan bawah). kelenjar hipofisa diambil dan diletakkan di dalam cawan (Gambar 4. Pengambilan kelenjar hipofisa 111 . kanan). Dengan menggunakan pinset. Adapun cara membuat kelenjar hipofisa ini adalah sebagai berikut : 1. 5. Kepala ikan yang terpotong dihadapkan keatas dan disayat dari pangkal hidung ke bawah bagian potongan pertama hingga tulang tengkorak ikan terbuka dan otak kelihatan jelas (Gambar 4.12. 4. 6. Ikan donor diletakkan di atas talenan yang tidak licin dan dipotong secara vertikal dengan titik pemotongan dibagian belakang tutup insangnya hingga kepala ikan putus atau terpisah dari badannya (Gambar 4. Menimbang ikan donor dan ikan resipien .12.secara buatan dengan menggunakan kelenjar hipofisa dapat dengan mudah membuatnya. 3. 2.12.

Pembuatan ekstrak kelenjar hipofisa Gambar 4.14.13) Gambar 4. Kelenjar hipofisa digerus menggunakan alu kaca hingga hancur (Gambar 4. Selanjutnya dibersihkan dengan aquadest hingga kotoran dan darah yang melekat hilang. Larutan hipofisa diambil dari gelas pengerus menggunakan alat suntik/spuit Dimasukkan ke dalam tabung reaksi/tabung sentrifuse (Gambar 4. 8. Pemutaran alat sentrifuse Gambar 4. Penggerusan kelenjar hipofisa 9.15).12) 11. Gambar 4.13. Kelenjar hipofisa dimasukkan ke dalam tabung pengerus. Larutan yang agak keruh dibagian atas endapan diambil dengan jarum suntik (Gambar 4.14 dan Gambar 4.12.15. Pengambilan ekstrak kelenjar hipofisa 112 . Larutan hipofisa disentrifuse dan didiamkan selama satu menit sampai terbentuk dua lapisan pada larutan tersebut.7.

Lcu8.16. bisa sebagai pengganti ekstrak kelenjar hipofisa tetapi pada beberapa spesies penggunaan hCG kurang efektif mesti dikombinasikan dengan Pregnan Mare Serum Gonadotropin (PMSG) atau ovaprim. Pada beberapa spesies menggunakan hCG sebagai pemacu merangsang pematangan gonad sangat efektif.11. Fungsi LH dalam sel theca akan merangsang PGE (prostaglandin) dan PGF2α dari asam arachidonad. HCG berperan dalam pemecahan dinding folikel saat akann terjadi ovulasi. HCG mempunyai dua rangkaian rantai peptida yaitu α yang mengandung 92 asam amino dan β mengandung 145 asam amino. sehingga sekresi gonadotropin akan meningkat. maka pemilihan hormon yang akan digunakan sangat bergantung pada jenis ikan yang akan dibudidayakan. Larutan siap disuntikkan pada ikan yang akan dipijahkan (Gambar 4. Sedangkan sekresi gonadotropin akan dihambat oleh dopamine. Pro9-NET) – LHRH dan 10 mg anti dopamine. Pada proses pematangan gonad GnRH analog yang terkandung didalamnya berperan merangsang hipofisa untuk melepaskan gonadotropin. Hormon tersebut mencapai sel target melalui komunikasi antar sel.3. hCG memiliki potensi LH.2. Perjalanan hormon ke sel target Bagaimana hormon yang disuntikan itu mencapai sel target. Ada tiga cara sel-sel itu berkomunikasi yaitu : 113 Gambar 4. 4. Ovaprim juga berperan dalam memacu terjadinya ovulasi. OVAPRIM adalah campuran analog salmon GnRH dan Anti dopamine dinyatakan bahwa setiap 1 ml ovaprim mengandung 20 ug sGnRHa(D-Arg6-Trp7. Dari ketiga macam hormon yang dapat digunakan untuk melakukan pemijahan ikan seperti yang telah dijelaskan. Ekstrak kelenjar hipofisa siap disuntikkan pada ikan Hormon Chorionic Gonadotropin (hCG) adalah hormon gonadotropin yang disekresi oleh wanita hamil dan disintesa oleh sel-sel sintitio tropoblas dari placenta. Ketiga hormon tersebut prinsipnya adalah membantu proses kematangan gonad ikan yang akan menentukan keberhasilan proses pemijahan. LH (Litunuising Hormon) adalah hormon perangsang ovulasi yang kuat. Bila dopamine dihalangi dengan antagonisnya maka peran dopamine akan terhenti. PGF2α juga mempunyai peran penting dalam . harga ekonomis dan efisiensi dalam penggunaannya.16) pecahnya folikel dan pengeluaran oosit yang telah matang.

2. dimana sel menskresikan senyawa kimia (local chemical mediator) yang mempunyai efek terhadap sel yang berada disekelilingnya. sperma tidak luka atau proses penempelan sperma pada sel telur merata. Meratanya sperma menempel pada telur akan menambah jumlah pembuahan sperma pada sel telur. Oleh karena itu seorang pembudidaya harus memahami tentang proses secara fisiologis ovulasi dan akan dibahas pada subbab ini. dimana sel kelenjar endokrin akan mensekresikan hormon yang akan dibawa aliran darah ke sel target yang terdistribusi di bagian lain dari tubuh. 3. 2. Senyawa kimia yang diskresikan ini akan diserap dan diserap dengan cepat. merupakan suatu neurotransmitter dan bekerja khusus untuk sel syaraf pada suatu daerah khusus yang disebut chemical synapses. dengan demikian arah urutan/stripping akan benar atau organ yang diurut tidak salah.2. Kenapa demikian karena seseorang tersebut akan mengerti kapan pengurutan diberhentikan dan kapan akan dimulai lagi. 4. Proses pengeluaran telur atau sperma tersebut tentu saja menghendaki cara tertentu agar telur atau sperma tidak rusak ataupun justru induk ikan yang akan rusak/mati. dan tahu posisi gonad ikan. Sel membentuk ’gap juction’ yang menghubungkan masing-masing sitoplasma sehingga dapat terjadi pertukaran molekul-molekul kecil. Sinyal parakrin (Paracrine signaling). dengan cara mempertemukan sel telur dengan sel sperma pada suatu tempat tertentu dan dengan alat tertentu. Sel mengekspresikan molekul permukaan yang mempengaruhi sel lainnya yang berkontak fisik dengan sel tersebut. Proses melakukan pembuahan buatan ini diperlukan sikap kehati-hatian agar telur tidak luka.4. Proses pembuahan buatan ini membutuhkan 114 . Sinyal endokrin (Endocrine signaling). Sel menskresikan senyawa kimia (chemical signaling) kepada sel lain ditempat yang berjauhan. Stripping dan pembuahan buatan Stripping adalah proses dikeluarkannya telur atau sperma ikan dengan bantuan manusia/bukan secara alamiah. Sedangkan komunikasi antar sel dengan cara sekresi kimia dapat dibagi berdasarkan jauhnya jarak yang dirempuh senyawa kimia tersebut yaitu: 1. Telur atau sperma tidak akan bisa distripping jika proses fisiologis ovulasi belum sempurna. 3. Pembuahan secara buatan dilakukan dengan bantuan manusia.1. Feeling seorang pengurut sebaiknya telah menyatu dengan induk ikan tersebut. Sinyal sinaptik (Synaptic signaling). Sel-sel target akan memberikan respon terhadap sinyal yang datang melalui protein khusus yang disebut receptor. Seseorang yang akan melakukan stripping telur atau sperma ikan mesti harus telah tahu cara stripping yang baik.

klarida. Langkah pertama lakukan stripping induk jantan terlebih dahulu dengan prosedur yang telah ditentukan. Campuran antara seminal plasma dengan spermatozoa disebut semen. Protamine. menghasilkan Ekor sperma. Bagian ini banyak mengandung fosfolipid. chromosom terdiri dari DNA yang bersenyawa dengan protein. jika telah memenuhi tanda-tanda tersebut di atas maka segeralah dilakukan stripping. kepala sperma terisi materi inti. Gardiner dalam Norman (1995) menyatakan semen yang encer banyak 115 .Plasmalogen mengandung satu aldehid lemak dan satu asam lemak yang berhubungan dengan glicerol maupun cholin. Jika demikian keadaannya proses pembuahan tidak akan berhasil dengan baik. Asam lemak dapat dioksidasi dan sebagai sumber energi untuk aktifitas sperma. Selubung mitokondria berasal dari pangkal kepala membentuk dua struktur spiral kearah berlawanan dengan arah jarum jam. tetapi akan segera bergerak ketika bersentuhan dengan air. Di dalam middle piece ini berisi mitokondria yang akan berfungsi untuk metabolisme sperma.waktu tertentu. lecithin dan cholesterol. Sperma ikan yang sudah matang terdiri dari kepala. leher dan ekor. Kepala sperma. Ada sperma yang mempunyai “middel Piece” sebagai penghubung antara leher dan ekor. Mitokondria mengandung enzim-enzim yang berhubungan dengan metabolisme spermatozoa. sodium. Ingat telur dan sperma itu hidup sehingga bermetabolisme. ekor sperma berfungsi memberi gerak maju seperti gerak cambuk. potassium. Cairan sperma adalah larutan spermatozoa yang berada dalam cairan seminal dan dihasilkan oleh hidrasi testis. Sedangkan komposisi kimia ekor sperma adalah protein. Informasi genetika yang dibawa oleh spermatozoa diterjemahkan dan disimpan di dalam nolekul DNA. magnesium. Sedangkan seminal plasma mengandung protein. Fruktosa dan galaktosa merupakan sumber energi utama bagi sperma ikan mas. Non Basik Protein. Komposisi kimiawi sperma pada plasma inti (nukleoplasma) diantaranya adalah DNA. Sperma yang didalamnya terkandung chromosomX akan menghasilkan embrio betina sedangkan sperma mengandung chromosom-Y akan embrio jantan. Bagian tengah ekor merupakan gudang energi untuk kehidupan dan pergerakan spermatozoa oleh proses-proses metabolik yang berlangsung di dalam helix mitokondria. calsium. posfat. Dalam setiap testis semen terdapat jutaan spermatozoa. lecithin dan plasmalogen. maksudnya jika terlalu lama maka sperma atau sel telur bisa mati atau terganggu. Kematangan telur dan sperma ikan dipastikan diperiksa dibawah mikroskop. Sperma adalah gamet jantan yang dihasilkan oleh testis. Sperma tidak bergerak dalam semen/air mani.

air susu yang mengandung lippoprotein dan lecithin. membentuk benjolan hingga pecah dan terbentuk lubang pelepasan hingga telur keluar. fosfat dan tris. Prinsip dasar untuk mempertahankan agar sperma tetap hidup adalah dengan menambahkan sesuatu kedalam semen yang berintikan mempertahankan pH. Sperma tetap motil untuk waktu lama di dalam media yang isotonik dengan darah. Pergerakan sperma tersebut akan mengarah pada sel telur kerena distimulasi oleh adanya 116 . Pada umumnya sperma than hidup dan aktif pada pH 7. NaCl. sperti fruktosa. 1990). elektrolit. Telur membesar. Motilitas sperma banyak dipengaruhi oleh konsentrasi glukosa. pospor dan kalium yang tinggi dapat menghambat motilitas sperma. Untuk keperluan yang sesuai bagi kebutuhan sperma dipergunakan bahan glukosa. KCl. Pada umumknya sperma mudah dipengaruhi oleh keadaan hipertonik dari pada hipotonik. Sedangkan cuprum dan besi merupakan racun bagi sperma. sedangkan untuk pembekuan diperlukan glicerol. Pelepasan sel telur terjadi akibat: 1. magnesium. 2. kuning telur.5. Sperma yang tadinya bergerak lamban menjadi bergerak cepat (motilitas tinggi) dikarenakan bersentuhan dengan air. Larutan elektrolit sperti kalium. 3. 4. streptomicin. tekanan osmotik serta menekan pertumbuhan kuman. Sedangkan untuk mempertahankan pH semen dipergunakan sitrat. Daya tahan hidup sperma dipengaruhi oleh pH. non elektrolit. tekanan osmotik . glukosa dapat dipergunakan sebagai pengencer sperma. Adanya konstraksi aktif dari folikel (bertindak sebagai otot halus) yang menekan sel telur keluar. Ovulasi dan fertilisasi Setelah telur matang maka telur akan diovulasikan oleh ikan betina. Ovulasi itu adalah proses keluarnya sel telur (oosit) yang telah matang dari folikel dan masuk ke dalam rongga ovarium atau rongga perut (Nagahama.mengandung glukosa sehingga memberikan motilitas yang lebih baik. serta Osmolitas media. Daerah tertentu pada folikel melemah. Untuk menghambat pertumbuhan kuman dipergunakan penicilin. dapat dipergunakan sebagai pengencer sperma tetapi Calsium. suhu dan cahaya. Larutan non elektrolit dalam bentuk gula. Sedangkan semen yang kental banyak mengandung potassium sehingga akan menghambat motilitas sperma.2. Enzim yang berperan dalam pemecahan dinding folikel: protease iplasmin kemudian diikuti oleh hormon Prostaglandin F2α (PGF2α) atau Cotecholamin yang merangsang konstraksi aktif dari folikel Setelah ovulasi kemudian akan diikuti oleh ikan jantan untuk mengeluarkan sperma.

Kantong. sebagai sumbat micropile sehingga yang lain tidak bisa masuk. Pembuahan merupakan penggabungan sel telur dengan spermatozoa sehingga membentuk zygote. Berjuta-juta sperma yang menempel pada telur disingkirkan oleh telur dengan reaksi kortek. Dubisch dan Hofer. Cytoplasma dan chorion merenggang dan semakin tersumbat yang akan segera menutup mycropyle untuk menghalangi masuknya spermatozoa lainnya. yaitu dengan mengeringkan dasar kolam. Pembuahan satu telur hanya membutuhkan satu spermatozoa bagian kepalanya masuk Kedalam telur melalui mycropyle. setelah memasuki telur. Pemijahan ikan Mas secara alami yang banyak dikenal di masyarakat adalah cara Sunda. Rancapaku. 117 . Pembuahan sel telur merupakan awal dari perkembangan embrio ikan. Magek.2. Pemijahan ikan Mas Macam-macam Metode Pemijahan Ikan Mas menurut Sumantadinata (1983) dapat dilakukan secara alami dan secara buatan. sedangkan bagian ekornya tetap berada tertinggal di luar. Telur akan mengeluarkan fertilizing pada saat-saat terakhir ketika dilepas dan siap dibuahi. telur akan mengeluarkan Androgamon I untuk menekan motilitas sperma dan Gymnogamon II untuk menggumpalkan sperma.Gimnogamon I yang dieksresikan oleh telur. khususnya di Jawa Barat. Kolam pemijahan dipersiapkan secara khusus. 1. Telur yang tidak dibuahi akan mati dan berwarna putih air susu. Kepala sperma masuk dan ekornya tertinggal diluar. Pemijahan secara alami setiap daerah memiliki ciri khas dalam cara memijahkan ikan Mas.6. suatu substansi yang disebut fertilizing merangsang spermatozoa untuk berenang berusaha mencapai telur. membersihkan kolam dari rumput atau sampah. memasang substrat dan mengairi kolam. Pemijahan cara Sunda Pemijahan ikan Mas cara Sunda merupakan cara pemijahan yang banyak digunakan petani. inti spermatozoa mulai membesar dan chromosomnya mengalami perubahan sehingga memungkinkan untuk berhimpun dengan chromosom dari sel telur fase awal pembelahan. Cimindi. dimana induk betina mengeluarkan telur dan induk jantan mengeluarkan spermatozoa. Pembuahan pada ikan umumnya terjadi di luar tubuh. Sumantadinata (1983) mengatakan. Karena apabila tidak disingkirkan akan mengganggu metabolisme zigot. Berjuta-juta sperma menempel pada sel telur tetapi hanya satu sperma yang bisa masuk melalui micropil. Aplikasi teknik pemijahan pada ikan budidaya 4. Menurut Nesler dalam Sumantadinata (1983). Cara ini menggunakan kolam pemijahan dan kolam penetasan secara terpisah. 4.6.1. Setelah sperma menempel pada telur.2.

Kakaban tersebut dipasang berderet-deret dan terapung 5-10 cm di bawah permukaan air. kolam pemijahan merupakan bagian dari kolam penetasan dan 118 . hanya terdapat perbedaan induk kolam. Kakaban yang telah berisi telur segera diangkat dan dipindahkan ke kolam penetasan. 2.00. Proses pemijahan biasanya terjadi mulai tengah malam pukul 01. Pelepasan induk dilakukan + pukul 16. Patok bambu Gambar 4. terlebih dahulu dibersihkan dari Lumpur dengan menggoyang-goyangkan secara perlahan di kolam pemijahan. Bilah bambu penahan 3. Sebelum kakaban disusun di kolam penetasan. Pemijahan cara Cimindi Persiapan kolam pemijahan cara Sunda dan Cimindi pada dasarnya adalah sama. 1983).17. 2 3 1 1.00 yang ditandai dengan gerakan ikan yang saling berkejaran dan timbulnya bau anyir pada air kolam pemijahan. pemupukan. Persiapan kolam tersebut dilakukan beberapa hari sebelum pemijahan induk. Kakaban tersebut dipasang berderet-deret di kolam penetasan 3-5 cm di bawah permukaan air.00-06. Telur akan menetas setelah 36-48 jam pada suhu 28-300C. Kakaban 2. pada Sehari setelah induk ikan dilepas pada kolam pemijahan dilakukan pengamatan terhadap kakaban. pengapuran dan mengairi. pembuatan kamalir.00-17.Pemijahan cara ini menggunakan kakaban sebagai substrat untuk menempelkan telur. Pada pemijahan cara Cimindi. Pemasangan kakaban di kolam pemijahan pemijahan cara Sunda (Sumantadinata. Pemijahan cara Sunda menggunakan kolam penetasan sekaligus sebagai kolam pendederan. Persiapan kolam penetasan meliputi pengolahan dasar kolam. Induk ikan yang siap dipijahkan dilepaskan secara hati-hati ke dalam kolam pemijahan.

induk ikan dipindahkan ke kolam besar atau ke kolam pemeliharaan induk. Kolam pemijahan 2. sedangkan kakaban tetap di kolam pemijahan. 1983). Benih ikan tersebut dipelihara sampai umur 2-3 minggu. Pematang sementara 3. kakaban tetap berada di kolam pemijahan. Telur ikan Mas akan menetas setelah 36-48 jam pada suhu 28-300C. Pada kolam besar ini benih ikan didederkan. anak ikan Mas yang mulai mencari makan akan menyebar ke kolam besar melalui celah tumpukan batu atau bambu. Saluran pemasukan air 5. pematang sementara dibongkar dan benih ikan akan menyebar ke kolam besar. Kolam penetasan/pendederan 4. Perbedaannya adalah petak pemijahan dengan cara Rancapaku terbuat dari tumpukan batu atau bambu. Bila induk ikan telah memijah. Kolam pemijahan cara Cimindi (Sumantadinata. 2 1 3 5 1. Saluran pengeluaran air Gambar 4. Telur ikan pada kakaban ditetaskan pada kolam pemijahan. Pemijahan cara Rancapaku Pemijahan cara Rancapaku hampir sama dengan cara Cimindi. Kolam pemijahan terletak pada salah satu sudut kolam penetasan dengan pematang dari tanah sebagai pembatas sementara. Penetasan telur dilakukan pada kolam pemijahan. Setelah selesai memijah. 119 .kolam pendederan.18. Setelah benih berumur 7 hari. 3. sedangkan induk ikan dibiarkan masuk ke kolam 4 penetasan melalui lubang pematang sementara. yaitu kolam pemijahan merupakan bagian kolam penetasan.

ijuk tersebut c tetap berada di kolam pemijahan. Telur-telur ikan Mas ditetaskan padakolam pemijahan. sedangkan induk ditangkap dan dikembalikan ke kolam induk. Benih ikan ditangkap setelah berumur 1 minggu. ijuk P1 pipa pemasukan P2 pipa pelimpasan P3 pipa pengurasan Gambar 4.5-2. d b a P2 P1 0. Kolam pemijahan berbentuk segi empat dengan kedalaman air sekiatr 60 cm. dinding kolam tegak lurus diperkuat papan.5-0. penyekat papan c. Pemijahan cara Kantong Pada beberapa daerah di Jawa Barat. papan b.6 m P3 K 1. Pemijahan dengan cara ini diperlukan kolam seluas 3-4 m2 dengan kedalaman air 0. Pemijahan cara Magek Pemijahan ikan Mas di Sumatera Barat dikenal dengan cara Magek. Kolam pemijahan cara Magek (Sumantadinata. belahan bambu d. Pemijahan cara Kantong mirip dengan cara Magek. Rumput tersebut disebar di 120 . Di atas pasir ini dhamparkan ijuk yang dijepit dengan belahan bambu. 1983). Selanjutnya benih tersebut dipindahkan ke wadah lain untuk didederkan atau dipasarkan. Pemijahan cara Kantong menggunakan rumput sebagai tempat menempelkan telur.4. Setelah induk ikan selesai memijah. Pemanenan benih dilakukan dengan mengalirkan air dari dasar kolam dan ditampung dengan kantong yang terbuat dengan bahan kain halus. 5. pemijahan ikan Mas dilakukan dengan cara Kantong.19. Bentuk dasar kolam dibuat miring ke arah pengeluaran air untuk memudahkan pengaturan air dalam penangkapan anak ikan. Dasar kolam diberi lapisan kerikil dan pasir agar airnya tetap jernih. Dasar kolam ditebari pasir yang telah dicuci bersih dari tanah dan bahanbahan lain yang berbahaya. Rumput yang digunakan adalah rumput yang tidak mudah busuk di air.75 m.0 m a.

Kolam pemijahan cara Kantong (Sumantadinata. Cara ini banyak digunakan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.kolam pemijahan. A 1 2 B K Keterangan: A. sedangkan telur-telurnya dibiarkan di kolam pemijahan untuk ditetaskan. Pada bagian tengah dasar kolam lebih tinggi daripada bagian tepi/sisi kolam. Kolam pemijahan B. 6. Benih –benih ikan akan hanyut bersama air melalui pintu pengeluaran yang dialirkan ke bentangan kain yang direntangkan pada dua buah bambu. benih yang berumur 5-7 hari dipungut/panen. Pada dasar kolam sekeliling petakan terdapat saluran keliling dengan lebar 60 cm dn kedalaman 30-40 cm. Selanjutnya benihbenih yang ditampung pada kain tersebut dikumpulkan dan didederkan di sawah/kolam. kantong 1. Saluran keliling berfungsi untuk memudahkan penangkapan induk setelah selesai memijah. Kolam kecil tempat kantong pelimpasan K. Ketinggian air kolam adalah 10 cm di atas pucuk rumput. 1983). Kedalaman air kolam pemijahan adalah 30 cm. Pemijahan cara Dubisch dan Hofer Pemijahan ikan cara Dubisch dan Hofer menggunakan rumput sebagai tempat meletakkan telur.20. Bagian tengah dasar kolam miring ke arah saluran pengeluaran air dan ditanami rumput yang tahan tergenang air. Telur ikan akan menetas setelah 36-48 jam pada suhu 28-300C. pipa Gambar 4. Dasar tengah yang 121 . induk yang telah selesai memijah ditangkap dan dikembalikan ke kolam induk. Kolam pemijahan dialiri air secara perlahan. Kolam pemijahan cara Dubisch berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran 8 x 8 atau 10 x 10 meter. Bentangan kain tersebut berupa kantong yang terendam setengah bagian pada genangan air tenang. Oleh sebab itu cara pemijahan ikan yang diperkenalkan Dubisch disebut cara Dubisch. Dubisch adalah seorang ahli perikanan berasal dari Jerman.

Induk ikan yang selesai memijah ditangkap dan dipindahkan ke kolam pemeliharaan induk. Pada kolam pemijahan cara Hofer tidak terdapat saluran keliling kolam. tidak ada rumput dan gelap. 122 . Masa takut dan stress ini mengurangi keinginan ikan untuk memijah. Bagian yang dangkal ditanami rumput sebagai tempat menempelkan telur. sedangkan telur dibiarkan untuk ditetaskan. Berdasarkan kelemahan tersebut. Kelemahan tersebut terletak pada dasar kolam yang dapat menimbulkan stress bagi induk ikan. Ardiwinata (1971) Huet (1970) A B B A A. yaitu setengah bagian yang dangkal dan setengah bagian lebih dalam. tetapi setelah keluar dari saluran menuju bagian tengah kolam yang ditumbuhi rumput dan terang menyebabkan induk agak ketakutan.21. Hal ini disebabkan adanya perubahan drastic antara bentuk saluran dengan bentuk pelataran (bagian tengah kolam) yang ditumbuhi rumput tempat memijah. Rumput B. Hofer memodifikasi dasar kolam pemijahan cara Dubisch. Kolam pemijahan cara Dubisch (Sumantadinata. Saluran B B Gambar 4. sedangkan bagian lebih dalam digunakan untuk berkumpulnya benih ikan Mas sehingga memudahkan pemungutan benih ikan. tetapi seluruh petakan kolam dibagi menjadi dua bagian.miring memudahkan turunnya air dalam pemanenan benih ikan. 1983) Hofer seorang ahli perikanan melihat beberapa kelemahan/ kekurangan pemijahan cara Dubisch. Induk ikan istirahat di saluran merasa tempat/kolam tersebut kecil.

5 m dengan lebar sekitar 0. Selama dalam pemberokan. sedangkan berdasarkan jumlah ikan adalah 2 : 1 atau 3 : 1. Pemilihan sistem pemijahan ini bergantung kepada skala usaha yang dilakukan. Satu pasang induk ikan Mas adalah perbandingan jumlah induk jantan dan betina yang akan dipijahkan berdasarkan bobot badan 1 : 1. pemilihan induk yang matang kelamin harus tepat dan benar. Untuk memijahkan satu pasang induk jumlah kakaban yang dibutuhkan adalah 5-8 buah.A B C Cara Hofer A. Kakaban ini adalah tempat meletakkan telur ikan Mas yang terbuat dari ijuk pohon enau.5 m. Sebelum ikan Mas jantan dan betina dipijahkan sebaiknya induk ikan tersebut diberok terlebih dahulu di dalam kolam pemberokan selama 12 hari dan dipisahkan antara jantan dan betina. induk ikan ini tidak diberi pakan. Bagian dasar yang dangkal ditanami rumput C. Pemberokan ikan Mas ini bertujuan untuk : 123 . Jumlah kakaban yang diletakkan pada kolam pemijahan tergantung pada jumlah induk yang dipijahkan.22. ijuk yang digunakan sebagai bahan pembuat kakaban ini harus dibersihkan dengan membuang serat-serat yang kasar dan disisir dengan sikat kawat. Pipa pngeluaran air Gambar 4. Pada pemijahan ikan secara alami. Perbandingan induk jantan dan betina adalah 1 : 1 dalam satuan berat 3 : 1 dalam satuan ekor. oleh karena itu kondisi kualitas air kolam pemberokan harus optimal. Dalam pemijahan ikan Mas secara alami dan semi buatan dibutuhkan media/substrat pemijahan yang disebut dengan kakaban. Kakaban ini biasanya berukuran panjang 1-1. 1983) Pelepasan induk ke kolam pemijahan dilakukan dengan hati-hati. Hindari induk terkena benturan. Kolam pemijahan cara Hofer (Sumantadinata. Pipa pemasukan air B.

Untuk setiap pasang induk yang beratnya antara 0. yaitu dilakukan pengurutan agar telur dan sperma keluar dari tubuh induk ikan Mas dan dilakukan pembuahan ikan Mas secara buatan. Selanjutnya bak diisi air bersih setinggi 30 – 40 cm. induk ikan Mas jantan dan betina akan di stripping. Memisahkan induk jantan dan betina untuk menahan sementara keinginan memijah sehingga pada saat pemijahan di kolam pemijahan kedua induk ikan saling tertarik untuk memijah. dikhawatirkan telur yang dikeluarkan ketika pemijahan tidak tertampung seluruhnya atau menumpuk di kakaban. Pemijahan secara buatan ini dilakukan dengan memberikan suntikan hormon kepada induk ikan Mas jantan dan betina agar cepat mengalami kematangan gonad. Kakaban harus menutupi seluruh permukaan dasar bak pemijahan.2. Sebagai patokan. Pemijahan Ikan Lele 1. pregnil. HCG atau kelenjar hipofisa ikan Mas itu sendiri. bak dicuci bersih agar kotoran-kotoran dan lumut yang menempel terlepas dan dasar bak menjadi bersih dan benih lele terhindar dari serangan penyakit. Setelah dilakukan penyuntikan hormon. Pemijahan ikan Mas secara buatan biasanya dilakukan oleh para petani ikan yang membutuhkan ketersediaan benih yang kontinu dalam jumlah dan mutu. Ikan Mas akan meletakkan telur pada kakaban. Sebelum kolam atau bak digunakan. maka telur ikan Mas yang telah dicampur sperma ditebar ke dalam akuarium dan dipelihara sampai menetas dan berumur 2-4 minggu.1. untuk 1 pasang induk lele dumbo dengan berat induk betina 500 gram. Bagian atas bak pemijahan di tutup 124 .5 meter. Sebagai tempat atau media menempelnya telur. 2. Hal ini jika pemijahan dilakukan alami dan semi intensif. 4.2. Ukuran kakaban disesuaikan dengan ukuran bak pemijahan. Persiapan wadah dan substrat (kakaban) Persiapan bak pemijahan dilakukan sebelum dilakukan pemijahan.5 – 1 kg diperlukan satu buah bak pemijahan dengan ukuran 1 x 2 x 0. Jika pemijahan ikan Mas dilakukan secara buatan.6. sehingga mudah membusuk dan tidak menetas. Ikan Mas jantan dan betina siap memijah dan matang gonad dimasukkan ke dalam kolam pemijahan. dibutuhkan kakaban sebanyak 3 – 4 buah. Namun. di dasar bak dipasang kakaban yang terbuat dari ijuk.5 meter atau 1 x 1 x 0. sehingga semua telur lele dumbo tertampung di kakaban. Hormon yang digunakan antara lain adalah ovaprim. Kakaban yang berisi telur ikan Mas selanjutnya dipindahkan ke kolam pemeliharaan larva/benih. ukuran yang biasa digunakan panjangnya 75 – 100 cm dan lebarnya 30 – 40 cm. Mengurangi lemak pada daerah kantong pembungkus telur (ovarium). Jika kurang. karena lemak yang terlalu banyak dapat mengganggu kelancaran pelepasa telur. Jumlah induk yang ditebar bergantung pada luas ukuran kolam pemijahan.

Pemijahan ikan lele secara alami dapat dilakukan dengan memijahkan induk jantan dan betina tanpa perlakuan khusus.4 ml. baik kolam induk jantan mapun betina. Selama proses pemijahan berlangsung dilakukan pengontrolan agar induk yang sedang memijah tidak melompat keluar tempat pemijahan. setelah induk ikan lele disuntik dengan hormon maka induk tersebut dimasukan ke dalam bak pemijahan yang telah disiapkan.2 ml dan untuk induk jantan sebanyak 0. Penyuntikan menggunakan kelenjar hipofisa cukup dengan 1 dosis. ikan donor yang akan diambil kelenjar hipofisanya. Hal ini disebabkan belum tentu semua induk telah matang kelamin dan siap dipijahkan. 3.1 ml.dengan seng atau triplek atau anyaman bambu untuk mencegah induk lele dumbo yang sedang dipijahkan meloncat keluar. Sebelum dipijahkan. Pemilihan induk siap pijah Tidak semua induk yang dipelihara dapat dipijahkan. 4. jika menggunakan ovaprim. Akan tetapi pada umumnya dilakukan pada otot punggung dengan kemiringan alat suntik 45°. batang ekor dan sirip perut. yaitu pada otot punggung. Sebagai bahan pelarut digunakan air untuk injeksi berupa aquabidest sebanyak 0. atau dipijahkan secara buatan. Selanjutnya induk – induk tersebut ditangkap dengan menggunakan seser atau serokan dan ditampung dalam wadah seperti tong plastik.3 – 0. beratnya sama dengan ikan induk lele dumbo yang akan disuntik. Kelenjar hipofisa dapat diambil dari donor ikan lele dumbo yang telah matang kelamin dan telah berumur minimal 1 tahun. Jika akan dilakukan secara semi buatan. Artinya. Penyuntikan hormon Untuk merangsang induk lele dumbo agar memijah sesuai dengan yang diharapkan. 2. Namun. Kelemahan pemijahan secara alami adalah pemijahan induk belum dapat diperkirakan waktunya sehingga ketersediaan telur juga belum dapat 125 . Induk akan memijah setelah 8 – 12 jam dari penyuntikan. sehingga induk – induk ikan lele dumbo akan terkumpul. baik jantan maupun betina. sebelumnya induk harus disuntik menggunakan zat perangsang berupa kelenjar hipofisa atau HCG (Human Chlorionic Gonadotropine) atau ovaprim. Pemijahan ikan lele dapat dilakukan secara alami. Pemijahan Induk lele dumbo yang telah disuntik selanjutnya dipijahkan secara alami. Induk ikan lele memijah berdasarkan kondisi alam dan ikan itu sendiri. penyuntikan cukup dilakukan satu kali dengan dosis untuk induk betina 0. Salah satu persyaratan yang mutlak adalah induk telah berumur 1 tahun. induk dipilih yang sesuai dengan persyaratan. semi buatan dan buatan (induced breeding). Penyuntikan dapat dilakukan pada 3 tempat. Pemilihan induk dilakukan dengan cara mengeringkan kolam induk.

Pemijahan secara semi buatan adalah pemijahan dengan cara memberi perlakuan khusus yaitu dengan menyuntik induk ikan menggunakan hormon.2. Telur yang telah dibuahi disebarkan kepermukaan substrat “kakaban” dan direndam dalam bak sampai menetas. lalu ditambah air sampai semua telur terendam dan biarkan beberapa menit agar semua telur terbuahi oleh sperma. mengerami telur dan mengasuh larva dilakukan oleh induk betina.2 ml di tambah aquabides sebanyak 1-2 ml.1-0. Pemijahan ikan nila Ikan Nila dapat berkembang biak secara optimal pada suhu 20 . Pemijahan secara buatan yaitu dengan menyuntikan hormon gonadotropin kedalam tubuh induk betina. Telur dan sperma diaduk menggunakan bulu ayam. sehingga diperlukan dasar kolam yang berlumpur. maka parameter kualitas air dipertahankan dalam kondisi yang layak bagi kehidupan induk. Untuk mendapatkan hormon ini ada yang sudah dalam bentuk cairan hormon siap pakai. Induk yang telah disuntik dimasukkan kedalam kolam/bak pemijahan. terutama kandungan oksigen terlarut (> 5 126 . maka setelah dilakukan pengurutan induk ikan ditreatment dengan cara direndam dalam larutan formalin 50 – 150 ppm selama 3 jam. Telur induk betina tersebut ditampung dalam baki dan pada waktu yang bersamaan sperma yang telah disiapkan sebelumnya dicampur dengan telur. Setelah telur dan sperma tercampur merata. Pemijahan secara semi buatan induk jantan dan betina disuntik. ada pula yang harus di ekstrak dari kelenjar horman ikan tertentu. Pada umumnya nila bersifat mengerami telurnya di dalam mulut sampai menetas kurang lebih 4 hari dan mengasuh larvanya ± 14 hari sampai larva dapat berenang bebas diperairan. Pengurutan induk betina dilakukan dengan hati-hati agar induk tersebut tidak terluka. lalu diencerkan di dalam larutan sodium clorida 0. Untuk mencegah infeksi pada induk. Secara alami nila memijah pada sarang yang dibuat oleh ikan jantan di dasar kolam. Air rendaman yang berwarna putih selanjutnya di buang. Nila dapat dipijahkan setelah mencapai berat 100 gr/ekor.9 % dalam mangkuk plastik yang bersih.3.6. Jika Induk disuntik menggunakan hormon sintetis (Ovaprim) dapat dilakukan dengan dosis 0. Selanjutnya sperma diambil dan dibersihkan dari darah dengan menggunakan tissue.di perkirakan. Untuk menjaga induk hidup optimal. 4.30 derajat celsius. kemudian induk ikan di lepas ke dalam bak fiber penampungan induk yang sudah disediakan. Hormon yang digunakan adalah hormon sintetis atau hormon hypofisa. Pada ikan lele yang akan dilakukan pemijahan secara buatan maka pengambilan sperma dilakukan dengan pembedahan perut induk jantan. Kelenjar sperma dipotong-potong dengan menggunakan gunting kemudian ditekan secara halus untuk mengeluarkan sel sperma dari kelenjar sperma tersebut.

Biasanya jarak antara kobakan satu dengan yang lainnya kira-kira 25 cm. Kobakan tersebut akan digunakan ikan jantan untuk memikat ikan betina dalam pemijahan. Oleh karena itu jumlah ikan jantan setiap luasan kolam tergantung pada berapa banyak kemungkinan kobakan yang dapat dibuat oleh ikan jantan pada dasar kolam tersebut. Kegiatan pemijahan alami meliputi antara lain. Pemijahan Secara Tradisional/ Alami Pemijahan secara alami dapat dilakukan di kolam. Air dijatuhkan kepermukaan kolam agar terjadi percikan air untuk proses difusi oksigen. maka satu baris panjang didapat 1000:100 cm = 10 dan satu baris lebar 1000:100 = 10. Selama proses pemijahan air kolam harus tetap berganti. Perbandingan jantan dan betina adalah 1 : 3 ukuran 250 . Kegiatan ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana dasar kolam berlumpur untuk pembuatan sarang dan 127 . Dinding kolam diupayakan kokoh dan tidak ada yang bocor agar mampu menahan air kolam. dengan cara mengalirkan air pemasukan ke kolam secara kontinu melalui pipa yang ada saringannya. Ikan nila membutuhkan sarang dalam proses pemijahan. pembuatan kemalir.500 gr perekor. Kantung jaring dapat digunakan beberapa bulan saja paling lama 6 bulan. Sedangkan yang betina adalah 3 x 100 = 300 ekor. Dengan padat penebaran 1 ekor/m2.ppm) dan suhu tidak berfluktuasi. pemupukan dan pengapuran. Padat penebaran induk tergantung dari ukuran induk dan sistem pemijahan yang dilakukan. sekaligus merupakan wilayah teritorialnya yang tidak boleh diganggu oleh pasangan lain. Sarang di buat di dasar kolam oleh induk jantan untuk memikat induk betina tempat bercumbu dan memijah. Kedalam air kolam 70 cm. Pemijahan ikan nila berdasarkan pengelolaannya dibedakan beberapa sistim antara lain: 1. karena mata jaring mudah sekali tertutup baik oleh lumpur maupun organisme yang menempel pada jaring sehingga dapat mengganggu sirkulasi air. Hal ini berdasarkan sifat ikan jantan yang membuat sarang berbentuk kobakan didasar kolam dengan diameter kira-kira 50 cm dan akan mempertahankan kobakan tersebut dari ikan jantan lainnya. Induk betina yang lebih banyak 3 x jantan adalah agar mudah memberi kesempatan pada jantan untuk dapat menemukan betina yang matang gonad. Bila areal/kolam mempunyai luasan 100 m2 (1000 x 1000 cm2). Persiapan Kolam Kolam pemijahan luasnya harus disesuaikan dengan jumlah induk yang akan dipijahkan. Pemijahan ikan nila dengan menggunakan hapa (kantung jaring dengan mata jaring yang lembut lebih kecil dari ukuran larva) hanya pada ikan nila yang sudah diadaptasi pada kondisi tersebut. jadi banyaknya kobakan 10 x 10 = 100 atau banyaknya ikan jantan adalah 100 ekor. Dasar kolam dilakukan pengolahan.

5. Air 128 .6. Sedang untuk pupuk anorganik disebarkan pada dasar kolam.370 3.790 7.320 10. Selanjutnya kolam diairi ± 70 cm.lain. Pengapuran dilakukan untuk mengendalikan hama.0 6.790 4. penyakit dan parasit larva ikan serta meningkatkan pH dasar kolam.0 .6.475 3.475 4. misalnya daun orok-orok.580 1.6 . Tabel 4.975 3. tetapi bisa disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah kolam perairan.5. Pengairan Selama proses pemijahan ikan membutuhkan suasana parameter kualitas air yang sesuai yaitu oksigen terlarut > 5 ppm. Jenis pupuk yang biasa digunakan terdiri dari : • Kotoran ternak besar (sapi.4. Cara ini akan memberikan pengaruh penguraian pupuk secara bertahap dan terus menerus sehingga pertumbuhan pakan alami dapat stabil dan tidak terjadi blooming plankton yang merugikan.580 1.160 5.5 5.790 895 0 Pemupukan dapat diberikan pupuk kandang. daun lamtoro dan lain.5 4.740 8.6 . kerbau.0 5. Agar kolam bisa menjadi subur lagi bisa ditambah dengan pupuk hijau.5 Kebutuhan Kapur CaCO3 (kg/Ha) Lempung berliat Lempung berpasir Pasir 14.6. Dosis pengapuran untuk menetralkan berbagai tingkatan pH dan jenis tekstur tanah dapat dilihat pada Tabel 4.790 1. pengairan kolam harus dilakukan dengan pengaturan yang baik.1 . Dosis Pengapuran untuk Menetralkan dari Berbagai Jenis Tekstur Tanah dan pH Awal yang Berbeda NO 1 2 3 4 5 6 pH Awal < 4. kuda dll) dengan dosis 1500 kg/ha atau kotoran ayam sebanyak 600.580 1.370 4. Pemupukan susulan dapat diberikan 2 minggu kemudian dengan cara memasukan pupuk kandang/hijau ke dalam karung plastik yang diberi lubang secara merata dan direndam di dekat pintu pemasukan air kolam. Cara pemberian pupuk kandang bisa dionggokan dibeberapa tepi kolam.0 4. pH > 5. Untuk menciptakan kondisi seperti tersebut.meningkatkan kesuburannya agar cukup tersedia pakan alami untuk konsumsi induk dan larva hasil pemijahan.6.950 5. suhu 20 30 °C dan NH3 < 1 ppm. pupuk hijau dan pupuk buatan atau kombinasi dari ketiga macam pupuk tersebut.1 .1200 kg/ha • TSP dosis 100 kg/ha • Urea dosis 150 kg/ha Dosis tersebut tidak mutlak .

pemberian pakan tambahan mutlak di perlukan. pemijahan ikan dapat dilakukan dengan melakukan manipulasi lingkungan yang sesuai dengan sifat memijah ikan.12. Pemberian pakan tambahan dimaksudkan untuk menjaga stabilitas produktifitas induk karena selama masa inkubasi telur 3-4 hari induk berpuasa sehingga pada proses pemijahan harus cukup cadangan energi dari pakan ikan. Pemijahan secara buatan dapat dilakukan dengan dua cara : Pemijahan Intensif Yang Sepenuhnya Dilakukan Di Kolam Metoda ini dilakukan pada kolam yang didesain sedemikian rupa sehingga setelah pemijahan selesai dapat dipisahkan antara induk jantan.23. Gambar 4. Kolam induk jantan (lingkaran I) hanya dapat dimasuki ikan betina yang berukuran lebih kecil dari ikan jantan. dan kolam larva (III) untuk menangkap larva yang dihasilkan. Pakan tambahan dapat berbentuk dedak. Diagram susunan kolam pemijahan bersekat • Proses pemijahan Apabila konstruksi berbentuk lingkaran kolam dengan 129 . Pengolahan dasar kolam dilakukan seperti pada persiapan kolam pemijahan alami. Selama proses pemijahan ± 7 hari dan pasca inkubasi telur yaitu setelah hari ke 8 . • Persiapan kolam Kolam pemijahan dibuat dari pagar bambu yang bersekatsekat antara kolam jantan. Pemijahan secara intensif Dari sifat perilaku ikan nila maka untuk meningkatkan hasil dan produktifitas induk ikan nila di dalam menghasilkan larva. bungkil kacang atau pellet. kolam induk betina (lingkaran II) hanya dapat dilalui larva sedang induk betina tidak dapat keluar dari sekat. induk betina dan larva ikan dalam kolam yang berbeda. 2. Pemberian pakan Meskipun kolam telah di pupuk dan tumbuh subur pakan alami. Pellet dapat diberikan 3 .pemasukan terus menerus dialirkan dengan debit 2 .6 % per hari dari bobot induk. kolam betina dan kolam larva (gambar.5 liter/ menit untuk luasan kolam 200 m2.1). bungkil kedelai. Desain kolam pemijahan dapat dilihat pada Gambar . dengan demikian pemanenan larva relatif mudah dilakukan dan induk akan lebih produktif karena tidak sering terganggu yang dapat menimbulkan stres dan kematian pada induk.

diameter kolam I adalah 4 meter dan kolam II adalah 10 meter, serta luas kolam III adalah 44 meter persegi, maka padat penebaran induk adalah antara 250 -300 ekor induk betina bobot ± 250 gr/ekor dan 40 ekor jantan bobot > 500 gr/ekor. Indukinduk ikan pada saat pemijahan menempati kolam I. Setelah proses pemijahan berlangsung dan telur telah menetas, induk betina akan keluar dari kolam I ke kolam II untuk mengasuh anaknya. Di kolam II ini larva tumbuh sampai ukuran ± 1 cm, selanjutnya larva akan masuk ke kolam III, sedangkan induk betina tetap pada kolam II karena ada sekat. Kolam III hanya dapat di masuki oleh larva dari kolam II ke kolam III, larva akan terusir dari kolam II, karena terganggu oleh induk betina yang ada. • Pemeliharaan Pemeliharaan induk dilakukan dengan pemberian pakan tambahan 3 - 6 % perhari dari bobot ikan. Pemberian pakan dilakukan sesuai yang dibutuhkan oleh induk dan larva.

mengumpulkan induk-induk pada satu sudut hapa untuk memperkecil ruang gerak induk dan memudahkan penangkapan. Induk betina di tangkap satu persatu di pegang bagian kepala, mulut di buka dan di goyang-goyang di dalam air atau dialiri air yang bagian bawahnya sudah dipasang lambit/seser halus. Telur yang ada pada mulut induk nila akan keluar dan tertampung di lambit dan selanjutnya di tampung pada wadah (ember/baki) untuk di bawa ke tempat penetasan. Setelah selesai pengambilan telur, induk dipelihara di kolam secara terpisah antara jantan dan betina dan setelah ± 14 hari sudah dapat dipijahkan kembali. Setelah pemijahan induk jantan dan induk betina di ambil dan di pelihara pada kolam induk yang berbeda, untuk persiapan pemijahan berikutnya. 4.3. Penetasan telur

Pemijahan Dilakukan Di Hapa, Penetasan Telur Dilakukan Pada Corong Tetas Induk yang sudah siap dipijahkan (matang gonad) di masukkan ke dalam hapa pemijahan dan dipelihara dengan memberikan pakan tambahan serta pengaturan air yang baik sampai hari ke 7. Pengambilan telur dilakukan pada hari ke 8 - 10 dengan cara

Setelah induk ikan melakukan pemijahan maka sel telur dan sel sperma akan bertemu dan mengalami proses pembuahan (fertilisasi) yang akan membentuk zygot. Oleh karena itu pembuahan ini merupakan proses peleburan antara sel telur dan sel sperma untuk membentuk zygot. Pembuahan terjadi ditandai dengan masuknya spermatozoa ke dalam telur lewat micropyle. Tiap sel sperma cukup untuk membuahi satu butir telur. Pada saat pembuahan spermatozoa masuk yaitu hanya kepalanya saja sedangkan ekornya tinggal di luar, cytoplasma dan chorion merenggang dan semacam sumbat segera menutup micropyle untuk 130

menghalangi masuknya spermatozoa lain. Pengerasan chorion disebabkan oleh enzim pengeras yang terdapat pada bagian dalam lapisan chorion. Pengerasan chorion berguna untuk melindungi embrio yang masih sangat sensitif. Setelah membentuk zygot maka setiap individu akan mengalami proses embriogenesis sebelum menetas. Untuk memahami tentang proses penetasan telur maka harus dipahami proses tentang embryogenesis. 4.3.1. Perkembangan embrio Perkembangan embrio dimulai dari pembelahan zygote (cleavage), stadia morula (morulasi), stadia blastula (blastulasi), stadia gastrula (gastrulasi) dan stadia organogenesis. Stadia Cleavage Cleavage adalah pembelahan zygote secara cepat menjadi unit-unit yang lebih kecil yang di sebut blastomer. Stadium cleavage merupakan rangkaian mitosis yang berlangsung berturut-turut segera setelah terjadi pembuahan yang menghasilkan morula dan blastomer. Stadia morula Morula merupakan pembelahan sel yang terjadi setelah sel berjumlah 32 sel dan berakhir bila sel sudah menghasilkan sejumlah blastomer yang berukuran sama akan tetapi ukurannya lebih kecil. Sel tersebut memadat untuk menjadi blastodik kecil yang membentuk dua lapisan sel. Pada saat ini ukuran sel mulai beragam. Sel membelah secara

melintang dan mulai membentuk formasi lapisan kedua secara samar pada kutup anima. Stadia morula berakhir apabila pembelahan sel sudah menghasilkan blastomer. Blastomer kemudian memadat menjadi blastodisk kecil membentuk dua lapis sel. Pada akhir pembelahan akan dihasilkan dua kelompok sel. Pertama kelompok sel-sel utama (blastoderm), yang meliputi sel-sel formatik atau gumpalan sel-sel dalam (inner mass cells), fungsinya adalah membentuk tubuh embrio. Kedua adalah adalah kelompok sel-sel pelengkap, yang meliputi trophoblast, periblast, auxilliary cells, fungsinya adalah melindungi dan menghubungi antara embrio dengan induk atau lingkungan luar. Kelompok sel-sel yang terdiri dari jaringan embrio (blastodic) dan jaringan periblas, pada ikan, reptil dan burug disebut cakram kecambah (germinal disc). Stadia blastula Blastulasi adalah proses yang menghasilkan blastula yaitu campuran sel-sel blastoderm yang membentuk rongga penuh cairan sebagai blastocoel. Pada akhir blastulasi, sel-sel blastoderm akan terdiri dari neural, epidermal, notochordal, meso-dermal, dan endodermal yang merupakan bakal pembentuk organ-organ. dicirikan dua lapisan yang sangat nyata dari sel-sel datar membentuk blastocoel dan blastodisk berada di lubang vegetal berpindah menutupi sebagian besar kuning telur. Pada blastula sudah terdapat daerah yang berdifferensiasi membentuk organorgan tertentu seperti sel saluran pencernaan, notochorda, syaraf, 131

epiderm, ektoderm, mesoderm dan endoderm. Stadia gastrula Gastrulasi adalah proses perkembangan embrio, dimana sel bakal organ yang telah terbentuk pada stadia blastula mengalami perkembangan lebih lanjut. Proses perkembangan sel bakal organ ada dua, yaitu epiboli dan emboli. Epiboli adalah proses pertumbuhan sel yang bergerak ke arah depan, belakang dan kesamping dari sumbu embrio dan akan membentuk epidermal, sedangkan emboli adalah proses pertumbuhan sel yang bergerak ke arah dalam terutama diujung sumbu embrio. Stadia gastrula ini merupakan proses pembentukan ketiga daun kecambah yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm. Pada proses gastrula ini terjadi perpindahan ektoderm, mesoderm, endoderm dan notochord menuju tempat yang definitif. Pada periode ini erat hubungannya dengan proses pembentukan susunan syaraf. Gastrulasi berakhir pada saat kuning telur telah tertutupi oleh lapisan sel. Dan beberapa jaringan mesoderm yang berada disepanjang kedua sisi notochord disusun menjadi segmensegmen yang disebut somit yaitu ruas yang terdapat pada embrio. Stadia organogenesis Organogenesis merupakan stadia terakhir dari proses perkembangan embrio. Stadia ini merupakan proses pembentukan organ-organ tubuh makhluk hidup yang sedang berkembang. Dalam proses organogenesis terbentuk berturut-

turut bakal organ yaitu syaraf, notochorda, mata, somit, rongga kuffer, kantong alfaktori, rongga ginjal, usus, tulang subnotochord, linea lateralis, jantung, aorta, insang, infundibullum dan lipatan-lipatan sirip. Sistem organ-organ tubuh berasal dari tiga buah daun kecambah, yaitu ektodermal, endodermal dan mesodermal. Pada ektodermal akan membentuk organorgan susunan (sistem) saraf dan epidermis kulit. Endodermal akan membentuk saluran pencernaan beserta kelenjar-kelenjar pencernaan dan alat pernafasan, dan mesodermal akan membentuk rangka, otot, alat-alat peredaran darah, alat eksresi, alat-alat reproduksi dan korium (chorium) kulit. Jika proses organogenesis ini telah sempurna maka akan dilanjutkan dengan proses penetasan telur. 4.3.2. Proses penetasan telur Penetasan adalah perubahan intracapsular (tempat yang terbatas) ke fase kehidupan (tempat luas), hal ini penting dalam perubahanperubahan morfologi hewan. Penetasan merupakann saat terakhir masa pengeraman sebagai hasil beberapa proses sehingga embrio keluar dari cangkangnya. Penetasan terjadi karena 1) kerja mekanik, oleh karena embrio sering mengubah posisinya karena kekurangan ruang dalam cangkangnya, atau karena embrio telah lebih panjang dari lingkungan dalam cangkangnya (Lagler et al. 1962). Dengan pergerakan132

pergerakan tersebut bagian telur lembek dan tipis akan pecah sehingga embrio akan keluar dari cangkangnya. 2) Kerja enzimatik, yaitu enzim dan zat kimia lainnya yang dikeluarkan oleh kelenjar endodermal di daerah pharink embrio. Enzim ini disebut chorionase yang kerjanya bersifat mereduksi chorion yang terdiri dari pseudokeratine menjadi lembek. Sehingga pada bagian cangkang yang tipis dan terkena chorionase akan pecah dan ekor embrio keluar dari cangkang kemudian diikuti tubuh dan kepalanya. Semakin aktif embrio bergerak akan semakin cepat penetasan terjadi. Aktifitas embrio dan pembentukan chorionase dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar. Faktor dalam antara lain hormon dan volume kuning telur. Hormon tersebut adalah hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisa dan tyroid sebagai hormon metamorfosa, sedang volume kuning telur berhubungan dengan energi perkembangan embrio. Sedangkan faktor luar yang berpengaruh adalah suhu, oksigen, pH salinitas dan intensitas cahaya. Penetasan telur terjadi bila embrio telah menjadi lebih panjang dari pada lingkaran kuning dan telah terbentuk sirip ekor. Penetasan terjadi dengan cara pelunakan chorion oleh suatu enzim atau substansi kimia lainnya hasil sekresi kelenjar ekstoderm. Selain itu penetasan juga disebabkan oleh gerakan-gerakan larva akibat peningkatan suhu, intensitas cahaya dan pengurangan tekanan oksigen.

4.3.3. Aplikasi ikan

Penetasan

Telur

Penetasan telur pada ikan budidaya dapat dilakukan dengan berbagai wadah. Wadah penetasan telur ikan dapat digunakan antara lain adalah akuarium, kolam, bak atau fiber glass. Wadah yang di gunakan harus bersih. Sebelum penetasan telur, air wadah penetasan di sanitasi menggunakan methalyne blue (MB). Jika penetasan telur dilakukan di kolam harus menggunakan hapa. Hapa yang digunakan dengan mata jaring 1 mm atau lebih kecil dari butiran telur. Air pada wadah penetasan harus mengalir terus menerus. Salah satu sumber oksigen terlarut di dalam wadah penetasan berasal dari difusi air langsung dengan udara. Kadar oksigen terlarut di dalam wadah adalah 6 - 8 ppm. Pada ikan lele biasanya telurnya dilekatkan pada substrat. Telur yang telah menempel pada kakaban dapat ditetaskan dalam wadah budidaya disesuaikan dengan sistem budidaya yang akan diaplikasikan. Selama penetasan telur, air dialirkan terus menerus. Seluruh telur yang akan ditetaskan harus terendam air, kakaban yang penuh dengan telur diletakan terbalik sehingga telur menghadap ke dasar bak. Dengan demikian telur akan terendam air seluruhnya. Telur yang telah dibuahi berwarna kuning cerah kecoklatan, sedangkan telur yang tidak dibuahi berwarna putih pucat. Di dalam proses penetasan telur diperlukan suplai oksigen yang cukup. Untuk memenuhi kebutuhan akan oksigen terlarut dalam air, setiap bak penetasan di pasang aerasi. Telur 133

akan menetas tergantung dari suhu air wadah penetasan dan suhu udara. Jika suhu semakin panas, telur akan menetas semakin cepat. Begitu juga sebaliknya, jika suhu rendah, menetasnya semakin lama. Telur ikan lele akan menetas berkisar antara 24-57 jam dari pembuahan. Selama penetasan telur harus selalu dicek, telur yang sehat berwarna hijau kecoklatan, bila ada telur yang berwarna putih harus segera dibuang untuk menghindari berkembangnya jamur. Perkembangan stadia embrio pada ikan lele telah diamati oleh Volkaert et al (1994) yang melakukan pengamatan pada suhu penetasan telur yang optimal adalah 28oC (Tabel 4.7). Telur ikan lele (African catfish) akan menetas setelah 24 jam dengan derajat penetasan 80–100%. Tabel 4.7. Perkembangan stadia embrio ikan lele pada suhu 28oC Waktu (jam) Stadia embrionik 0 : 45 1 : 00 1 : 15 1 : 30 1 : 45 2 : 00 2 : 15 2 : 30 2 : 45 4 : 15 4 : 45 5 : 15 7 : 00 8 : 15 12 : 00 24 : 00 2 sel 4 sel 16 sel 32 sel 64 sel 128 sel Morula Awal Blastula Akhir Blastula Dimulainya epiboly 30% epiboly Germinal disk 60% epiboly 90% epiboly 1 – 10 somite 80–100% menetas

Pada ikan nila penetasan telur dapat dilakukan dengan dua metode yaitu penetasan dengan menggunakan corong penetasan dan metode konvensional. Pada metode konvensional dari induk ikan nila yang mempunyai bobot 250 - 300 gr dapat menghasilkan 300 - 800 butir telur. Telur ikan nila akan menetas setelah 4 - 6 hari. Telur yang telah menetas tidak langsung dilepaskan induknya melainkan tetap dimulutnya. Induk betina melepas larva jika sudah dapat berenang. Pada tahap awal larva dilepaskan, induk betina masih menjaganya. Di alam, induk betina ikan nila mulai melepaskan larva dari mulutnya pada umur 4 - 5 hari. Pada umur tersebut induk betina masih menjaga larva-larva tersebut. Jika keadaan lingkungan larva kurang aman, induk ikan menghisap kembali larvanya. Kuning telur larva akan habis setelah berumur 5 - 7 hari. Setelah kuning telur habis, larva akan mencari makanan disekitarnya. Biasanya induk betina menjaganya dengan mengikuti kelompok larva tersebut berenang. Jika ada ikan lain yang mendekati kelompok larva atau keadaan perairan kurang aman maka induk tersebut memasukkan kembali larva-larva tersebut kedalam mulutnya. Selanjutnya larva dilepaskan kembali pada perairan yang relatif aman dari gangguan ikan lainnya. Secara keseluruhan proses ini memerlukan waktu kurang lebih 18 hari. Sedangkan penetasan telur ikan nila secara intensif dilakukan pada corong tetas, yang merupakan modifikasi dari penetasan telur secara alami. Modifikasi tersebut 134

terlihat pada kondisi lingkungan, suplai air untuk gerakan telur, oksigen terlarut dan sebagainya. Air yang dialirkan ke corong penetasan selain agar telur-telur tetap bergerak juga untuk mempertahankan kualitas air tetap baik. Corong tetas yang digunakan berbentuk kerucut terbuat dari bahan fibre glass atau bahan lain. Pada corong tetas terdapat pipa- pemasukan dan pengeluaran air. Pipa pemasukan terletak di dasar corong tetas sedangkan pipa pengeluaran terletak di bagian atas corong tetas. Corong yang berukuran tinggi 45 cm, diameter atas 30 cm, diameter bawah 15 cm dapat menetaskan telur sebanyak ± 15.000 butir telur/corong. Corong tetas sebelum digunakan terlebih dahulu dibersihkan dari endapan kotoran, sisa telur dan lumut kemudian dikeringkan. Setelah itu direndam pada larutan malachyte green atau methalyn blue 10 ppm selama 15 - 30 menit. Selama kegiatan penetasan telur air terus menerus dialirkan ke corong penetasan. Agar penggunaan air lebih efisien, sebaiknya memakai sistem resirkulasi air. Dengan sistem ini air yang telah digunakan akan melalui saringan terlebih dahulu baik secara fisis, biologis mapun khemis sebelum digunakan selanjutnya ke corong tetas. Dengan menggunakan saringan tersebut, sistem resirkulasi air dapat digunakan selama lebih dari 6 bulan, selain lebih efisien, juga mudah dalam pengontrolan parameter kualitas air yang sesuai dengan kebutuhan telur dan larva. Bak penampungan air dan saringan yang digunakan secara berkala kira-

kira 6 bulan sekali dibersihkan. Hal ini untuk menghindari penyumbatan aliran air oleh kotoran. Tujuan penetasan telur meggunakan corong tetas adalah untuk meningkatkan daya tetas telur. Tahap awal perkembangan telur, telur sangat rentan terhadap gangguan khususnya gangguan secara mekanik. Gangguan secara mekanik umumnya terjadi pada saat membersihkan telur dari kotoran, memasukkan telur ke corong penetasan dan gerakan telur akibat debit air yang terlalu besar. Oleh sebab itu penanganan telur harus dilakukan secara hati-hati. Debit air yang terlalu besar dapat menyebabkan telur membentur dinding atau telur lainnya dengan keras sehingga dapat mengakibatkan kematian. Pada saat panen, sering terdapat perbedaan umur larva. Perbedaan ini karena pemijahan induk tidak serentak sehingga perkembangan embrio telur setiap induk pada kolam pemijahan yang sama sering berbeda. Demikian juga ukuran telur setiap induk berbeda-beda. Sebelum dimasukkan ke corong penetasan, telur yang berbeda baik masa inkubasi maupun ukuran telur harus dipisahkan terlebih dahulu. Pemisahan telur bertujuan untuk memudahkan pemanenan larva. Pemisahan atau pemilihan telur dapat dilakukan pada saat telur diambil dari mulut induk dan pada saat telur ditampung. Umumnya telur pada satu induk seragam baik masa inkubasi maupun ukuran. Oleh sebab itu pemisahan telur lebih baik dan lebih cepat dilakukan dilakukan 135

pada saat telur diambil dari mulut induk. Setiap telur yang diambil dari mulut induk ditampung dalam satu wadah. Sedangkan telur dari induk lain yang berbeda masa inkubasi dan ukuran telurnya ditampung pada wadah yang lain. Selanjutnya setelah dibersihkan, telur yang sama masa inkubasi dan ukuran dari induk yang lain di tetaskan pada corong tetas yang sama. Sedangkan telur yang lain ditetaskan pada corong tetas yang berbeda. Jika pemisahan telur pada wadah penampungan dinama seluruh telur ditampung dalam satu wadah kemudian dilakukan pemisahan akan lebih rumit dan lama sehingga dapat mengakibatkan telur mati. Kematian telur tersebut dapat karena telur tidak bergerak, benturan dan sinar matahari langsung. Masa inkubasi telur ikan nila berhubungan dengan warna telur. Telur yang baru dibuahi memiliki warna kuning muda. Sedangkan telur yang akan menetas berwarna kuning kecoklatan. Telur yang berwarna putih susu adalah telur mati. Telur hasil seleksi dibersihkan dan dipisahkan, dimasukkan ke dalam corong tetas. Air terus menerus dialirkan ke dalam corong tetas. Besar kecilnya debit air yang masuk ke dalam corong tetas di atur menggunakan kran. Debit air untuk penetasan telur ikan sebesar 0,8 liter perdetik. Debit air yang terlalu besar dapat mengakibatkan kematian telur karena tekanan air sehingga telur dapat terbentur ke dinding corong tetas atau terbawa air keluar corong tetas. Sebaliknya debit air yang terlalu kecil dapat mengakibatkan

telur tidak bergerak dan kekurangan oksigen. Telur yang tidak bergerak dan kekurang oksigen akan mati. Oleh sebab itu kegiatan sehari-hari pada saat penetasan telur adalah mengontrol debit air dan membersihkan corong tetas. Corong tetas dapat dibersihkan dengan menyipon kotoran atau telur yang mati. Pada saat pengontrolan debit air di dalam corong tetas harus selalu stabil sehingga tidak mengganggu gerakan telur. Air yang masuk pada corong tetas memiliki tekanan yang merata diseluruh bagian corong tetas agar telur yang ada semua bergerak. Jika tekanan aliran air hanya terdapat pada beberapa begian corong tetas saja mengakibatkan terdapat titik mati tekanan air. Telur yang terdapat pada tekanan titik mati tersebut tidak bergerak dan mati. Telur ditetaskan pada corong tetas selama 5 - 7 hari. Selama penetasan telur, air terus menerus dialirkan. Hari ke dua penetasan telur akan terlihat telur yang mati dan hidup. Telur yang mati segera dibuang karena akan mempengaruhi kualitas air. Sumantadinata (1983) mengatakan faktor-faktor yang mempengaruhi daya tetas telur adalah : 1. Kualitas telur. Kualitas telur dipengaruhi oleh kualitas pakan yang diberikan pada induk dan tingkat kematangan telur. 2. Lingkungan yaitu kualitas air terdiri dari suhu, oksigen, karbondioksida, amonia, dll. 3. Gerakan air yang terlalu kuat yang menyebabkan terjadinya benturan yang keras di antara 136

telur atau benda lainnya sehingga mengakibatkan telur pecah. Blaxter dalam Sumantadinata (1983), penetasan telur dapat disebabkan oleh gerakan telur, peningkatan suhu, intensitas cahaya atau pengurangan tekanan oksigen. Dalam penekanan mortalitas telur, yang banyak berperan adalah faktor kualitas air dan kualitas telur selain penanganan secara intensif. Oleh karena itu induk betina hanya dapat memijah perlu waktu lama. Akan tetapi pada pemijahan secara intensif, induk ikan nila betina dapat dipijahkan setiap 2 - 4 minggu. Hal ini dapat dijelaskan secara fisiologis ikan sebagai berikut; pada pemijahan alami, selama proses pengeraman telur dan pemeliharaan larva, induk betina akan terhambat perkembangan gonadnya. Sedangkan pada pemijahan intensif proses tersebut dilakukan secara buatan (corong tetas). Dengan demikian induk betina dapat bebas dari tugas tersebut dan segera menyiapkan kembali untuk pemijahan berikutnya dalam waktu yang relatif cepat. Pada ikan nila yang telurnya akan ditetaskan pada corong penetasan harus dilakukan pemanenan telur. Pemanenan telur ikan nila ini dilakukan pada hari ke 9. Pemanenan dilakukan dengan cara mengambil telur dari mulut induk betina ikan nila. Sebelum pemanenan terlebih dahulu permukaan air kolam diturunkan sampai ketinggian 10 - 20 cm. Jika pemijahan dilakukan di hapa

(waring), maka caranya adalah dengan menarik salah satu ujung hapa ke salah satu sudut hapa. dengan hati-hati untuk menghindari induk mengeluarkan telur. Karena induk ikan nila jika merasa dalam bahaya atau terdesak akan mengeluarkan telur di sembarang tempat. Hal ini akan menyulitkan dalam mengumpulkan telur ikan nila. Pengambilan telur ikan nila dilakukan dengan menangkap induk satu persatu. Penangkapan induk dilakukan menggunakan seser kasar dan seser halus. Kedua seser ini digunakan pada saat bersamaan. Seser kasar berfungsi untuk menangkap induk sedangkan seser halus berfungsi untuk menampung telur ikan. Seser kasar terletak dibagian atas dan seser halus terletak dibagian bawah. Pada saat menangkap induk dilakukan dengan hati-hati agar telur tidak dikeluarkan. Cara mengambil telur dari induk betina yaitu dengan memegang bagian kepala ikan. Pada saat bersamaan salah satu jari tangan membuka mulut dan tutup insang. Selanjutnya tutup insang di siram air sehingga telur keluar melalui rongga mulut. Selanjutnya telur-telur tersebut ditampung dalam wadah. Hal yang perlu diperhatikan adalah menghindari gerakan induk sekecil mungkin agar telur yang telah keluar tidak berserakan. Induk yang telah diambil telurnya dan yang belum memijah dikembalikan ke kolam pemeliharaan induk. Telur pada wadah penampungan jangan terkena sinar matahari langsung dan diupayakan telur selalu bergerak. Telur yang terlalu lama 137

diam serta kena sinar matahari langsung dapat menimbulkan kematian. Selanjutnya sebelum dimasukkan ke corong tetas, telur terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran berupa lumpur, lumut, sisa pakan dan sebagainya. Telur yang telah bersih dari kotoran dapat dimasukkan ke dalam corong penetasan.

4. 4. Pemeliharaan larva dan benih ikan Larva adalah anak hewan avertebrata yang masih harus mengalami modifikasi menjadi lebih besar atau lebih kecil untuk mencapai bentuk dewasa. Menurut Lagler (1956), larva adalah organisme yang masih berbentuk primitif atau belum mempunyai organ tubuh lengkap seperti induknya untuk menjadi bentuk definitif yaitu metamorfosa. Perkembangan stadia larva meliputi stadia pro-larva dan stadia pasca larva. Stadia pro-larva merupakan tahap larva yang masih memiliki kuning telur, sedangkan stadia pasca larva merupakan tahap larva yang telah habis kuning telurnya dan masa penyempurnaan organ-organ tubuh yang ada. Akhir stadia ini ditandai dengan bentuk larva yang sama dengan induknya yang biasa disebut dengan juvenil atau benih ikan. Larva ikan yang baru menetas memiliki kuning telur. Larva tersebut mengambil makanan dari kuning telur. Kuning telur akan habis setelah larva berumur 3 hari. Setelah kuning telur habis, larva mengambil

makanan dari luar atau lingkungan hidupnya. Larva ikan yang dibudidayakan harus dilakukan pemeliharaan untuk mencapai stadia benih. Wadah yang dapat digunkan untuk melakukan pemeliharaan larva ini bermacam-macam. Wadah pemeliharaan larva ini antara lain dapat berupa bak atau kolam. Pada pemeliharaan di bak yang perlu diperhatikan adalah sanitasi wadah sebelum digunakan untuk pemeliharaan dengan cara wadah direndam menggunakan larutan Methilen Blue 100 ppm selama 24 jam, kemudian dikuras dan diisi air bersih. Sedangkan wadah yang menggunakan kolam, sebelum digunakan harus disiapkan terlebih dahulu. Persiapan kolam pemeliharaan larva/pendederan meliputi perbaikan pematang, pengolahan dasar kolam, perbaikan pipa pemasukan dan pengeluaran, pemupukan dan pengapuran. Perbaikan pematang bertujuan untuk mencegah kebocoran kolam. Kebocoran kolam dapat diakibatkan oleh binatang air seperti belut, ular, kepiting dan lain-lain. Pematang yang bocor mengakibatkan air kolam tidak stabil dan benih ikan lolos keluar kolam. Perbaikan pematang yang bocor dilakukan dengan menyumbat bagian yang bocor menggunakan tanah atau ijuk. Pengolahan dasar kolam dilakukan dengan mencangkul dasar kolam. Tujuan mengolah dasar kolam adalah untuk menguapkan gas beracun yang terdapat di dasar kolam. Tanah yang baru dicangkul diratakan. Setelah dasar kolam rata, lalu dibuat saluran ditengah kolam. Saluran ini disebut kemalir. Kemalir 138

berfungsi untuk memudahkan pemanenan dan sebagai tempat berlindung benih ikan pada siang hari dan jika ada predator (pemangsa). Kemalir dibuat mulai dari pipa pemasukan air sampai pipa pengeluaran air. Kemalir dibuat dengan ukuran lebar 0,5 meter dan kedalaman 0,3 meter. Pipa pemasukan dan pengeluaran air dilengkapi saringan. Fungsi saringan pada pipa pemasukanan adalah untuk menghindari masuknya ikan liar atau sampah, sedangkan fungsi saringan pada pipa pengeluaran adalah untuk menghindari lolosnya benih ikan keluar kolam. Setelah melakukan pengolahan dasar kolam dan perbaikan pematang, kemudian dilakukan pengapuran. Pengapuran bertujuan untuk membasmi bibit penyakit dan meningkatkan kadar pH tanah. Kapur di tebar merata di dasar kolam. Dosis kapur yang di tebar adalah 10 - 50 gr/m2 . Untuk kolam baru diperlukan 50 - 150 kg kapur/m2 Kapur ditebarkan pada dasar kolam lalu dicampur dengan lapisan lumpur paling atas sedalam 5 cm . Seminggu kemudian lakukan pemupukan dengan 50 - 100 kg pupuk kandang/100 m2, TSP 0,25 kg/100 m2, dan urea 0,25 kg/100 m2. Semprot kolam dengan menggunakan pestisida golongan organophosphat seperti Sumithion, Argothion, dan Diazinon dengan konsentrasi 3 - 4 ppm. Kolam sudah dapat diairi 5 - 7 hari setelah semua rangkaian kegiatan tersebut diatas dilakukan. Kolam yang telah di pupuk dan dikapur segera ditutup pipa

pengeluaran air. Selanjutnya pipa pemasukan air di buka. Setelah ketinggian air 20 - 30 cm, tutup pipa pemasukan air. Biarkan kolam selama 5 - 7 hari. Hari ke - 8 benih ikan dapat di tebar ke kolam untuk didederkan. Setelah dipastikan hampir semua telur menetas, kakaban diangkat untuk menghindari penurunan kualitas air akibat adanya pembusukan dari telur – telur yang tidak menetas. Disamping itu juga dilakukan pergantian air bak penetasan dengan membuang air sampai ¾ bagian volume air dan kemudian diisi kembali dengan air yang baru. Larva ikan lele yang baru menetas akan berwarna hijau dan berkumpul di dasar bak penetasan dibagian yang gelap. Ukuran larva lebih kurang 5 – 7 mm dengan berat 1,2 – 3 mg. Setelah berumur 2 hari, larva mulai bergerak dan menyebar ke seluruh bak penetasan. Sampai umur 3 hari larva tidak perlu diberi pakan tambahan, karena masih memanfaatkan cadangan makanan yang dibawa di dalam tubuhnya, yakni yang dikenal dengan “kuning telur”. Larva ikan lele dumbo baru diberikan pakan tambahan setelah berumur 4 hari dengan memberikan emulsi kuning telur ayam. Pemberian pakan tersebut sampai umur 5 hari. Setelah menginjak umur 6 hari, larva diberi pakan alami (makanan hidup) yang berukuran kecil, seperti kutu air (daphnia sp) atau cacing sutera (tubifex). Pakan buatan kurang baik diberikan karena jika tidak habis akan membusuk sehingga menurunkan kualitas air pada bak pemeliharaan. Pakan alami diberikan 139

Pengelolaan kualitas air dapat dilakukan berupa pengontrolan sistem pemasukan air agar tetap mengalir untuk mempertahankan tinggi air di kolam serta menjamin difusi oksigen terlarut kedalam kolam. benih sudah siap untuk dipanen. Pemeliharaan dilakukan selama 12 – 15 hari 140 .000–15. Cara memanennya adalah air dalam bak disurutkan secara perlahan.2 kali seminggu. benih yang dipelihara berasal dari hasil pendederan pertama. Padat penebaran larva 10. pagi. Pada saat pemeliharaan dapat diberi makanan tambahan berupa makanan halus seperti bekatul. yakni pendederan pertama dan pendederan kedua. Selama masa pendederan (28 . Faktor lain yang perlu diperhatikan selama pemeliharaan benih atau larva adalah kualitas air. memasang saringan pada pipa inlet. Pada pendederan pertama. menggunakan pupuk kandang (25 kg kotoran sapi atau 3 kg kotoran ayam/100 m2). Larva yang akan didederkan sebaiknya jangan ditebarkan langsung ke dalam kolam namun terlebih dahulu dilakukan aklimatisasi untuk menghindarkan perubahan suhu ekstrim antara suhu kolam dengan suhu air pada wadah pengangkutan. Benih ini dipeliharan selama 12 – 15 hari sehingga saat panen akan diperoleh lele dumbo berukuran kurang lebih 5 – 6 cm perekornya.30 hari) pemupukan ulang perlu dilakukan untuk menjamin tersedianya makanan alami yang cukup. memasang pagar sekeliling kolam. Pendederan adalah pemeliharaan benih lele dumbo yang berasal dari hasil pembenihan sehingga mencapai ukuran tertentu. Selang yang digunakan adalah selang plastik yang lentur dan biasa digunakan sebagai selang air. Pada pendederan ke dua. benih lele dumbo yang dipelihara adalah benih yang berasal dari pembenihan yang berukuran 1 – 3 cm.3 kali sehari. Agar benih lele tidak mengalami stres. siang dan sore hari atau sesuai dengan kebutuhan. konsentrat. Jumlah air yang diganti sebanyak 50–70 % dengan cara menyipon (mengeluarkan air secara selektif dengan selang) sambil membuang kotoran yang mengendap pada dasar bak pemeliharaan larva. pemanenan dilakukan pada pagi atau sore hari saat suhu rendah. Pergantian air dilakukan setiap 2 – 3 hari sekali atau tergantung dari kebutuhan.000 ekor/m2. Sedangkan pengendalian hama penyakit dapat dilakukan dengan cara mencegah hama atau hewan liar masuk ke kolam seperti: membersihkan lingkungan sekitar kolam. Pendederan dilakukan dalam dua tahap. selanjutnya benih ditangkap secara hati hati menggunakan seser (serokan) halus. Benih dapat langsung dipasarkan (dijual) langsung kepada pembeli atau didederkan pada kolam pendederan. Pemupukan dapat dilakukan 1 . memasang lampu perangkap. atau pakan buatan bentuk tepung. Setelah benih lele berumur 2 – 3 minggu dan mencapai ukuran 0.5 – 2 cm. dan lain sebagainya.

bak dan sebagainya. wadah pemeliharaan larva terlebih dahulu dibersihkan dan dilakukan sanitasi. Pakan yang diberikan harus lebih kecil dari bukaan mulut larva dan jumlah 141 . Dengan cara ini diharapkan kualitas air yang ada di dalam wadah pengangkutan tersebut akan sama dengan yang ada di kolam. benih harus diberi pakan tambahan. larva dapat diberi pakan berupa pakan alami. Pemeliharaan larva dilakukan selama 6 . Pemeliharaan larva meliputi pemberian pakan dan pengelolaan kualitas air. Hama yang menyerang benih lele berupa belut. Penebaran harus dilakukan dengan hati-hati agar benih lele dumbo tidak mengalami stress. Selanjutnya ditambahkan air dari kolam ke wadah pengangkutan sedikit demi sedikit. yakni dengan menghindarkan pemberian pakan yang berlebihan. pada kolam Untuk memperkecil mortalitas atau kehilangan benih. ikan gabus.sehingga diperoleh benih lele dumbo berukuran 8 – 12 cm perekornya.8 hari. Sanitasi dapat menggunakan malachyte green atau methalyn blue 10 ppm dengan cara dibilas keseluruh permukaan wadah. Pakan diberikan 3 – 4 kali sehari. Tindakan pencegahan penyakit cukup dengan menjaga kualitas dan kuatitas air kolam. fibre glass. Kegiatan pemeliharaan benih merupakan kegiatan inti dari pendederan.3 cm per ekornya. Sedangkan larva umur 5 hari sudah dapat berenang dipermukaan air. selama pemeliharaan harus dilakukan pengontrolan terhadap serangan hama dan penyakit. Karena pakan yang berlebihan akan menumpuk di dasar kolam dan bisa membusuk yang akhirnya menjadi salah satu sumber penyakit. larva berumur 3 hari sudah dapat berenang di dasar wadah pemeliharaan. Sebelum larva dimasukkan. Agar pemberian pakan lebih efektif. Benih yang akan didederkan sebaiknya jangan ditebar langsung ke kolam namun terlebih dahulu dilakukan aklimatisasi untuk menghindari perubahan suhu yang mencolok antara suhu air kolam dan suhu air pada wadah pengangkutan. ular. sebaiknya pemberian pakan disebarkan merata pendederan. tepung ikan. Cara penebaran untuk proses adaptasi (aklimatisasi) benih lele dumbo cukup mudah. dedak halus dan sebagainya. Benih lele dumbo yang masih berada di dalam wadah pengangkutan di biarkan terapung-apung diatas permukaan air selama 5 menit. Pada ikan nila pemeliharaan larva dan benih ikan dapat dilakukan pada wadah pemeliharaan larva antara lain adalah akuarium. Penebaran benih dilakukan pada pagi atau sore hari dengan kepadatan 200 – 300 ekor/M2 berukuran 1 . Pendederan ini dapat dilakukan di kolam tanah atau kolam tembok. Selama pemeliharaan. Penebaran benih dilakukan setelah 6 hari dari pemupukan atau saat pakan alami telah tersedia. Selama pemeliharaan. Pakan tambahan berupa tepung pelet sebanyak 3 – 5 % dari jumlah total benih yang dipelihara.

8 hari ditebar di kolam pendederan. Frekuensi pemberian pakan sebanyak 2 . Pencegahan hama dan penyakit pada kegiatan pendederan sangat perlu dilakukan. Pakan tambahan tersebut ditebar di sepanjang kolam. Selanjutnya larva ditebar dengan cara memiringkan wadah penampungan larva sehingga larva dapat keluar dengan sendirinya berenang ke kolam. Jumlah pakan yang diberikan 10 % dari biomasa.5 cm. burung. Demikian pula jumlah pakan harus sesuai dengan jumlah larva.30 °C. Pertumbuhan ikan mulai terganggu pada suhu ≤ 18 °C dan ≥ 30 °C. Sebelum ditebar terlebih dahulu di lakukan aklimatisasi dengan cara wadah yang berisi larva dimasukkan ke dalam air kolam.3 kali perhari. Oleh sebab itu setiap hari dilakukan penyiponan terhadap kotoran atau sisa pakan. Penebaran larva sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari pada saat suhu udara rendah. Jika suhu air wadah penampungan larva lebih rendah dari suhu air kolam maka air kolam dimasukkan sedikit demi sedikit ke wadah penampungan sampai suhu kedua air tersebut sama. Suhu yang baik untuk pendederan ikan nila adalah 28 . Diharapkan pada saat penebaran pakan alami sudah tersedia di kolam. Benih dari wadah pemeliharaan larva ditangkap menggunakan seser halus. Pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan pengeringan dan pengapuran dasar kolam serta pergantian air kolam. ular.8 ppm. Padat penebaran benih ikan nila sebanyak 75 . Penyakit yang menyerang terutama penyakit parasitik seperti Ichthyophthirius multifilis yang mengakibatkan bintik putih dipermukaan tubuh ikan dan mengakibatkan kematian masal. membuat saringan air sebelum air masuk ke kolam. Ukuran butiran pakan harus lebih kecil dari bukuaan mulut larva. ikan gabus dan ikan lele.pakan. Air harus terus menerus mengalir di wadah. Perubahan temperatur yang terlalu drastis dapat menimbulkan gangguan fisiologis ikan yang dapat menyebabkan ikan stress.100 ekor/m2. Hama yang sering menyerang benih ikan nila adalah belut. Selama pendederan benih ikan selain mendapatkan makanan alami di kolam juga diberi pakan tambahan yang halus seperti dedak. Benih yang telah berumur 7 . Pada umur tersebut benih ikan sudah men-capai ukuran 3 . pertumbuhan ikan normal. Pakan yang tersisa di wadah pemeliharaan dapat mengakibatkan kualitas air kurang baik.4 minggu. Pendederan dilakukan selama 3 . Selain itu sebaiknya diberi aerasi pada wadah pemeliharaan larva. Selanjutnya benih tersebut ditebar di kolam. Kualitas air sangat penting diperhatikan dalam kegiatan pendederan. Sedangkan oksigen terlarut sebesar 6 . Kandungan protein pakan benih ikan sebesar ≥ 30 %. Pada suhu optimum. Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan menambahkan garam dapur 142 . Suhu air sangat berpengaruh pada laju metabolisme ikan. Larva yang tertangkap tersebut ditampung di wadah.

dan frekuensi pemberian pakan. Benih ikan yang terserang penyakit ich biasanya menggosokgosokkan bagian tubuhnya ke dinding atau dasar wadah. Kalium permanganat dan sebagainya. Pengelolaan kualitas air mutlak perlu diperlukan karena benih patin sangat peka terhadap perubahan lingkungan khususnya kualitas air. Parasit/penyebab penyakit sering menyerang bibit benih ikan patin adalah Ichthyopthirius mulitifilis atau white spot. Hal yang perlu diperhatikan pada saat penggantian air adalah suhu air. Selain itu air baru yang akan dimasukkan sebaiknya telah diendapkan terlebih dahulu. dactilogyrus sp. Suhu air yang akan dimasukkan ke dalam wadah pemeliharan.50%. aeromonas sp dan sebagainya. daphnia. pendederan Pemeliharaan benih pada ikan patin meliputi pemberian pakan. Sehingga air yang diganti sebanyak air yang dikeluarkan. Demikian juga air yang akan digunakan sebaiknya disanitasi demgan menggunakan methylen blue. Pada saat menyipon harus dilakukan dengan hati-hati agar benih ikan tidak ikut keluar. malachyte green. fiberglass dan dapat juga 143 . jumlah ukuran. Pemberian pakan benih ikan patin yang dipelihara secara intensif dapat diberikan jenis cacing tubifex. akuarium. Pada kondisi tersebut benih ikan mudah terserang bibit penyakit. Pada pemeliharaan benih ikan patin secara intensif yang dilakukan di bak atau akuarium perlu dilakukan pembersihan kotoran dan penggantian air di wadah pemeliharaan. kurang nafsu makan. Wadah yang akan digunakan sebaiknya terlebih dahulu dibersihkan menggunakan deterjen. Air yang dikeluarkan sebanyak 25 . Pakan yang diberikan untuk benih ikan sesuai dengan bukaan mulut benih ikan. Pengendalian hama dan penyakit benih ikan patin lebih ditekankan pada pencegahan. Air yang dikeluarkan pada saat penyiponan segera diganti dengan air bersih. Ichthyopthirius sp sering menyerang pada bagian sisik dan sirip benih ikan. Pemeliharan benih ikan patin dilakukan secara intensif di bak. Kondisi lingkungan yang kotor menyebabkan benih ikan lemah. Penyiponan dapat juga dilakukan juga sekaligus dengan penggantian air. Hama dan penyakit ikan timbul disebabkan oleh kondisi lingkungan. Pemberian pakan yang perlu diperhatikan adalah jenis pakan. Pakan yang diberikan harus lebih kecil dengan bukaan mulut ikan. Ketiga bibit penyakit tersebut menjadi suatu sistem sehingga benih ikan terserang penyakit. gyrodactius sp. pengelolaan kualitas air serta pengendalian/hama penyakit ikan. kondisi benih ikan dan bibit penyakit.di kolam media sebanyak 200 gr/m3. Pencegahan dapat dilakukan dengan sanitasi lingkungan seperti wadah dan air. rotifera dan lain-lain. Pembersihan wadah dilakukan dengan menyipon kotoran dan sisa makanan menggunakan selang. kadar protein. Pemberian pakan benih ikan harus disesuaikan ukuran benih ikan dengan ukuran pakan.

Ikan mempunyai alat dan cara untuk beradaptasi terhadap lingkungannya. Pemupukan bertujuan untuk menumbuhkan pakan alami dikolam. pemupukan dan pengapuran. Alat-alat tersebut akan dipergunakan pada saat sedang mengadakan proses osmoregulasi. Pengolahan dasar kolam meliputi pencangkul tanah dasar kolam. Padat penebaran sangat tergantung kepada ”Caryng Capacity” kolam tersebut dan sifat serta ukuran ikan. Selanjutnya kolam diisi dengan air setinggi 40 cm. Suhu merupakan ”Controling factor” yaitu apabila suhu air berubah maka faktor yang lain akan berubah. insang. Sebagai contoh ikan hanya mampu mentolerir perubahan suhu hanya ± 5 0C.5 kg/m2. Pakan alami ini diharapkan menjadi pakan utama bagi benih ikan. Pupuk ditebar merata di dasar kolam. ada berapa ppm kandungan oksigennya atau berapa kapasitas oksigen per volume kolam tersebut. ketersediaan oksigen serta minimalnya faktor penggangu hidupnya ikan.3 . perbaikan saluran dan sebagainya. Alat-alat tersebut antara lain kulit. contoh : ada beberapa juta sel per ml kelimpahan planktonnya. pH dan salinitas. Betapa pentingnya kehatihatian saat pelepasan benih ikan patin. pembuatan kamalir. Lingkungan baru tersebut adalah suhu. Sedangkan pH termasuk ”Masking factor” yaitu sebagai faktor pengendali perubahan kimia dalam air. Pelepasan benih ikan menggunakan metode aklimatisasi. Dosis pupuk yang ditebar sebanyak 0. Begitu juga ikan mempunyai batas toleransi terhadap perubahan lingkungannya. Namun demikian ikan mempunyai batas toleransi terhadap perubahan lingkungannya. Selanjutnya dilakukan pemerataan dasar kolam. Metode aklimatisasi adalah suatu cara memberikan kesempatan kepada ikan untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan baru. ginjal. Persiapan tersebut meliputi pengolahan dasar kolam. Pelepasan benih sebaiknya dilakukan sore hari agar suhu air kolam sudah menurun. Caryng capacity bisa diartikan daya dukung kolam yang menyangkut kelimpahan pakan alami. Pakan alami akan mencapai puncaknya aetelah 10 – 14 hari dari pemupukan. Selanjutnya benih ikan dapat dilepas ke kolam.dilakukan dipeliharaan di kolam.5 0C permenit. Demikian juga untuk pelepasan benih ikan patin ini juga menggunakan metode aklimatisasi. Pada hari ke 10 air kolam dinaikkan menjadi 50-70 cm. perubahan ini mampu ditolerir 0. Pengolahan dasar kolam berfungsi untuk mengoksidasi gas beracun yang terdapat di dasar kolam. Hal ini bisa digunakan rumus Schroeder (1975). Caryng capacity bisa dihitung. Kemudian dengan menggunakan metode sampling ada berapa juta sel plankton yang terdapat dalam perut ikan dan berapa laju kecepatan respirasi ikan tersebut dalam menyerap oksigen. 144 . respirasi ikan pada suhu 20-30 0C. Jika pemeliharan benih ikan patin di kolam harus dilakukan persiapan.0.

baik bertambah panjang maupun bertambah berat. Ada suatu teori bahwa untuk mengatasi ikan kekurangan oksigen disamping melakukan aerasi air. Untuk itu pendataan hal ini perlu ketekunan. Pakan yang diberikan selama pendederan benih ikan patin adalah campuran tepung pelet dengan bekatul dengan perbandingan 1 : 2. Secara singkat caryng capacity biasanya telah diketemukan berdasarkan pengalaman atas beberapa kali pendederan ikan atau pemeliharaan ikan pada kolam tersebut. Sehingga produksi oksigen menurun sebagai akibat nafsu makan ikan menurun permintaan ikan akan pakan juga menurun. Barangkali apabila kondisi demikian frekuensi pemberian pakan akan lebih dari 2 kali. matahari tidak bersinar otomatis suhu akan menurun.Y= 0. Tetapi apabila cuaca mendung.001 W0. Atas dasar kejadian ini maka untuk menetukan jumlah pakan pada hari-hari berikutnya perlu diadakan sampling ikan (Gambar 4.24). Apabila cuaca cerah. siang dan sore hari dengan jumlah yang sama.24. Hal ini terjadi apabila ikan dipuasakan.99 Dengan membandingkan caryng capacity dengan jumlah plankton isi perut ikan dan laju respirasi ikan maka padat penebaran bisa dicari. Tetapi kondisi permintaan pakan akan berubahubah tergantung suhu air. Frekuensi pemberian pakannya 3 kali yaitu pagi. diusahakan ikan selalu berenang dipermukaan air. Contoh kolam A seluas 200 m2 biasanya ditebar ikan 100 ekor/ m2 atau menghasilkan ikan 300 kg. karena unsur gizinya saling melengkapi. Gambar 4.82 Y= Konsumsi O2/ikan (gr)/jam W= Berat ikan R= 0. Dari hari kehari ikan hidup itu tumbuh. Jika kombinasi kedua jenis pakan yaitu pakan buatan dan pakan alami diberikan bersama adalah sangat baik. Tetapi sebenarnya jenis ikan ini sangat menyukai pakan alami. Dalam pemeliharaan benih ikan patin harus dilakukan pemberian pakan. Begitu pula dari hari ke hari populasi ikan semakin berkurang ada beberapa ikan yang mati. Konversi/efesiensi pakan akan dapat dihitung apabila jumlah pakan yang diberikan serta bobot total ikan diketahui. Jika total bobot ikan diketahui maka jumlah pakan yang dibutuhkan dapat dihitung. kondisi ini dibarengi dengan fotosintesis plankton terhambat. matahari bersinar terang maka suhu air akan naik segala proses/metabolisme dipercepat. Menurut beberapa penelitian bahwa pendekatan jumlah pakan yang diberikan per hari adalah 3% dari total bobot ikan. Sampling benih ikan 145 .

4.1. pola pemberian pakan. pencegahan terhadap hama dan penyakit ikan.5. Dalam melakukan pembesaran ikan ini relatif tidak terlalu sulit karena ketrampilan yang dibutuhkan tidak sesulit dalam melakukan pembenihan ikan.5. 2. Misalnya pembesaran ikan pada kolam tergenang. pengontrolan pertumbuhan (sampling. Pembesaran ikan mas secara intensif. Pada usaha budidaya ikan pembesaran merupakan segmen usaha yang banyak dilakukan oleh para pembudidaya ikan. Pada kegiatan pembesaran ikan yang perlu diperhatikan antara lain adalah wadah yang akan digunakan dalam proses pembesaran. Pembesaran ikan secara semi intensif. 3. Dalam pembesaran tradisional ini kesuburan perairan akan sangat menentukan tumbuhnya pakan alami. Dalam pembesaran secara intensif ini harus diperhitungkan kualitas dan kuantitas air yang masuk kedalam kolam pembesaran. Pembesaran ikan mas secara tradisional adalah pembesaran ikan mas dalam kolam yang tenang 146 . Pembesaran ikan mas secara ekstensif/tradisional. 3. Pada pembesaran semi intensif ini padat penebaran lebih tinggi dibandingkan dengan tradisional. Pembesaran ikan secara tradisional yaitu pembesaran ikan yang hanya mengandalkan pakan alami yang terdapat dalam kolam budidaya. Padat penebaran disesuaikan dengan daya dukung kolam dan pakan yang tersedia di kolam pembesaran. Pembesaran ikan semiintensif yaitu pembesaran ikan yang lebih mengutamakan pakan alami yang terdapat pada kolam dan diberi pakan tambahan yang tidak lengkap kandungan gizi dari pakan tersebut. Berdasarkan jenis pakan yang digunakan dalam melakukan proses pembesaran ikan dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu : 1. Misalnya melakukan pembesaran ikan pada kolam air tenang dengan memberikan pakan tambahan berupa dedak selain pakan alami yang terdapat pada kolam pembesaran. grading dan sortasi) serta pengelolaan kualitas air. Pembesaran Ikan Pembesaran ikan merupakan salah satu proses dalam budidaya ikan yang bertujuan untuk memperoleh ikan ukuran konsumsi. 4. padat penebaran. 2. pembesaran ikan disawah. Pembesaran ikan intensif yaitu pembesaran ikan yang dalam proses pemeliharaannya mengandalkan pakan buatan dalam pemberian pakannya serta dilakukan pada wadah yang terbatas dengan kepadatan maksimal. Pembesaran ikan mas Pembesaran ikan mas dapat dibedakan menjadi 3 kelompok berdasarkan penyediaan pakan dan luas lahan pemeliharaan. yaitu : 1.

Polikultur yaitu pemeliharaan ikan mas dengan mempergunakan lebih dari satu jenis ikan dalam wadah pemeliharaan. daun-daunan dan sebagainya. Pakan buatan yang diberikan biasanya adalah pellet. Hal ini muncul karena adanya kecenderungan pada ikan mas betina untuk tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan ikan jantan. Ikan mas dapat dipelihara secara polikultur dengan ikan mas atau ikan nila.airnya dan dalam pemeliharaannya hanya mengandalakan pakan yang ada didalam kolam pemeliharaan. kelamin dan Pemeliharaan ikan mas tunggal kelamin adalah pemeliharaan ikan mas yang menggunakan ikan jantan atau ikan betina saja. karena jenis ikan ini bukan merupakan pesaing makanan dalam kolam pemeliharaan. yaitu pemeliharaan ikan mas dalam wadah pembesaran yang hanya diisi oleh ikan mas saja. Pada budidaya ikan mas di kolam air deras. Dalam pemeliharaan ikan mas secara monokultur dapat dikelompokkan menjadi tunggal campur kelamin. Sedangkan pembesaran ikan mas di jaring terapung saat ini sudah dapat menggunakan benih ikan mas yang berukuran lebih dari 5 – 8 cm. Padat penebaran benih ikan mas di kolam pemeliharaan harus dilakukan dengan hati-hati dan biasanya di tebar pada saat matahari belum 147 . 2. Dalam melakukan usaha pembesaran ikan mas. Pemeliharaan ikan mas campur kelamin adalah pemeliharaan ikan mas dengan menggunakan ikan jantan dan betina bersamasama dalam wadah pemeliharaan. Selain itu dapat juga ditambahkan pakan buatan (pellet) tetapi jumlahnya sedikit. tidak ada pakan tambahan. ukuran benih yang akan digunakan sangat bergantung kepada sistem budidaya yang akan ditetapkan. Pembesaran ikan mas secara intensif adalah ikan mas dalam air yang mengalir. yaitu : 1. Pembesaran ikan mas di sawah dan di dalam kerambah merupakan salah satu contoh pembesaran ikan mas secara semi intensif. limbah rumah tangga. ukuran kolam pemeliharaan relatif kecil (kurang dari 100m2) dan sangat bergantung pada pakan buatan. Makanan tambahan ini dapat berupa dedak. Salah satu contoh pembesaran ikan mas secara intensif adalah pembesaran ikan mas di kolam air deras (running water) atau jaring terapung. ukuran benih yang dapat digunakan sebaiknya berukuran 100 gram/ekor. Biasanya ukuran kolam pembesaran relatif luas (lebih dari 200m2). Pembesaran secara semi intensif adalah pembesaran ikan mas dalam kolam air tenang tetapi dalam pemeliharannya diberi makanan tambahan. Berdasarkan jenis ikan yang dipelihara dalam kolam pemeliharaan/pembesaran ikan mas di kelompokkan menjadi 2. Mono kultur.

Pakan yang dapat diberikan untuk ikan mas adalah pakan alami. Pakan tambahan yang diberikan dalam bentuk apa adanya kepada ikan pemeliharaan seperti daun-daunnan. Bentuk pakan buatan yang biasa diberikan adalah pellet. Pada suhu air yang tinggi maka laju metabolisme akan 148 . Ketersediaan pakan alami yang melimpah akan menguntungkan bagi ikan dan petani itu sendiri karena tidak lagi membutuhkan pakan tambahan dalam pemeliharaannya. 2. Ikan mas yang dipelihara secara intensif dan semi intensif memerlukan pakan buatan. Pakan merupakan suatu sumber energi bagi ikan. Pakan alami adalah makanan hidup bagi larva dan benih ikan yang diperoleh dari perairan/kolam atau membudidayakannya secara terpisah. larutan (emulsi dan suspensi). Pakan tambahan dibutuhkan oleh ikan mas dalam pemeliharaan ikan mas secara semi intensif. Tanpa makanan ikan tidak akan tumbuh dan berkembang biak. limbah rumah tangga dan lainlain. pakan buatan dan pakan tambahan. oleh karena itu sebaiknya pada kolam pemeliharaan harus dilakukan pemupukan awal 3-5 hari sebelum penebaran benih dan pemupukan susulan agar ketersediaan pakan alami di dalam kolam pemeliharaan selalu ada. Pengelolaan kualitas air adalah cara pengendalian kondisi air di dalam kolam budidaya sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan hidup bagi ikan yang akan di pelihara. Garis tengah pellet berkisar antara 2-4 mm. Pakan buatan dapat berbentuk pellet. Pakan buatan adalah pakan yang dibuat dengan susunan bahan tertentu dengan gizi sesuai keperluan ikan.bersinar. Pakan. Agar benih yang ditebar tidak mengalami stress atau tingkat kematian yang tinggi. keong. lembaran (flake atau waren) dan remahan. Dalam pembesaran ikan mas agar dapat tumbuh dengan optimal maka kondisi air kolam pembesaran harus sesuai dengan kebutuhan ikan mas. Variable kualitas air yang sangat berpengaruh pada ikan mas antara lain : • Suhu air Suhu air merupakan faktor penting yang harus diperhatikan karena dapat mempengaruhi laju metabolisme dalam tubuh ikan. Sebaiknya benih ikan mas tersebut dibiarkan keluar dengan sendirinya dari tempat penampungan benih (plastik) kedalam pemeliharaan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pembesaran ikan mas sampai mencapai ukuran konsumsi adalah : 1. Ikan mas merupakan ikan pemakan segala (omaevora). Pengelolaan kualitas air.

biasanya suhu air meningkat maka kandungan oksigen terlarut menurun (berkurang). Dengan oksigen yang cukup maka proses metabolisme ikan akan optimal maka pertumbuhan ikan pun akan optimal. Kebutuhan oksigen terlarut ini sangat dipengaruhi oleh suhu air. Air yang baik untuk budidaya ikan yang mempunyai 149 • . Oleh karena itu kadar CO2 yang layak untuk budidaya ikan mas sebaiknya < 5mg/l Volume air Ikan mas yang dipelihara di dalam kolam air deras mempunyai pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan ikan mas yang dipelihara d kolam air tenang. Pada kolam air deras dengan debit air yang tinggi maka kandungan oksigen terlarut di dalam kolam pemeliharaan cukup tinggi. Kekeruhan air ini disebabkan oleh bahan organic dan anorganik yang terlarut di dalam kolam. Untuk dapat hidup manusia membutuhkan oksigen yang dibutuhkan ikan yang hidup di dalam air disebut dengan oksigen terlarut. baik dalam usaha pembesaran ikan mas atau pembenihan ikan mas. Pertumbuhan ikan mas sangat dipengaruhi oleh suhu air. Suhu yang optimal untuk pertumbuhan ikan mas berkisar antara 25-30oC • Kadar oksigen terlarut. Dengan suhu yang optimal maka laju metabolisme akan optimal. Kekeruhan air menggambarkan tentang banyak cahaya yang dapat masuk ke dalam perairan. Jika menggunakan maka harus di tampung terlebih dahulu dalam bak penampung air minimal 24 jam. sedangkan pada suhu yang rendah maka laju metabolisme akan menurun. karena air tanah tersebut mengandung CO2 yang tinggi berkaitan erat dengan • kadar O2 yang terlarut yang rendah. Pada pemeliharaan ikan mas di kolam air deras membtuhkan volume air yang besar. air sungai atau air hujan.meningkat. Air tanah adalah salah satu sumber air yang banyak digunakan untuk budidaya. Ikan mas membutuhkan oksigen dalam bentuk terlarut dalam air untuk proses metabolisme di dalam tubuhnya dan untuk bernafas. air yang terlalu keruhpun tidak baik untuk budidaya ikan karena banyak mengandung Lumpur. Kadar CO2 Sumber air yang akan digunakan untuk budidaya ikan mas antara lain adalah air tanah. dimana debit air yang masuk ke dalam kolam pemeliharaan berkisar antara 75300 liter/detik. Kandungan oksigen terlarut di dalam air agar ikan mas tumbuh dan berkembang minimal 3 ppm. Air yang jernih biasanya miskin akan mineral. • Kekeruhan air Dalam membesarkan ikan mas di kolam pemeliharaan harus diperhatikan juga tentang kekeruhan air.

3. maka dalam memelihara ikan mas akan memperoleh produksi ikan mas yang cukup tinggi dan efisien.8. Pengelolaan Kesehatan Ikan Salah satu kendala dalam membudidayakan ikan mas adalah terserangnya ikan mas yang dibudidayakan dari hama dan penyakit. No. penyakit dan lingkungan yang buruk. yaitu : • Hama. Sistem Pembesaran Pembesaran Tradisional (ekstensif) Pembesaran Semi Intensif di Kolam/ sawah Pembesaran Ikan Intensif Ukuran Benih 50-80 gram/ekor 50-80 gram/ekor 50-100 Padat Penebaran 1-2 kg/m2 3-5 kg/m2 5-10 kg/m2 Lama Pemeliharaan 6 bulan 5 bulan 4 bulan 150 . 1.8. Lama pemeliharaan ikan mas berdasarkan sistem pemeliharaan. trichodina sp dsb. • Parasit. misalnya huhurangan. hal ini dapat menyebabkan daya tahan tubuh ikan menurun. Nilai kecerahan yang ideal untuk pertumbuhan air sebaiknya berkisar antara 25 – 40 cm. • Cendawan • Bakteri dan virus. Hama yang menyerang ikan pilihan dapat diatasi dengan melakukan penyaringan terhadap air yang masuk ke dalam kolam pemeliharaan. 3. Lama pemeliharaan ikan mas sangat tergantung kepada ukuran ikan yang digunakan. 2. Lingkungan yang uruk sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan ikan. Penyakit ikan di kolam pemeliharaan ikan mas akan muncul jika kondisi perairan kolam (kualitas air kolam) rendah.warna air tidak keruh dan tidak jernih. notorecta sp. Dengan lingkungan yang buruk maka daya tahan tubuh ikan menurun sehingga penyakit akan mudah menyerang ikan. Tabel 4. Penyakit ikan ini dapat terjadi akibat interaksi antar ikan itu sendiri. Untuk mengukur kekeruhan biasanya dilakukan pengukuran kecerahan air karena kecerahan air sangat bergantung kepada warna iar dan kekeruhan. Jenis hama dan penyakit yang biasanya menyerang ikan mas ukuran larva sampai konsumsi dapat dikelompokkan menjadi 4 golongan. eybister sp dsb. misalnya ichthyoptherius multifiliis berbentuk bulat putih yang menempel pada badab ikan. Setelah ketiga hal tersebut di jelaskan di atas di lakukan dengan baik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4. padat penebaran dan luas kolam yang digunakan serta sistem pemeliharaan yang digunakan.

sedangkan pada suhu yang rendah maka laju metabolisme akan menurun. Pakan tambahan adalah pakan yang diberikan dalam bentuk apa adanya kepada ikan seperti daun-daunan. Pada suhu air yang tinggi maka laju metabolisme akan meningkat. limbah rumah tangga. Suhu air sangat berpengaruh terhadap aktifitas 151 . Tanpa makanan ikan tidak akan tumbuh dan berkembang biak.2. Ikan nila merupakan ikan pemakan plankton yang tumbuh disekitarnya. Ikan nila yang dipelihara secara intensif dan semi intensif memerlukan pakan buatan.di Jaring Terapung gram/ekor 4. Pakan yang dapat diberikan untuk ikan nila adalah pakan alami. Pembesaran ikan nila Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pembesaran/ pemeliharaan ikan nila sampai mencapai ukuran konsumsi adalah : 1. Pakan alami adalah makanan hidup bagi larva dan benih ikan yang diperoleh dari perairan/kolam atau membudidayakannya secara terpisah. Dalam budidaya ikan nila di kolam agar ikan dapat tumbuh dan berkembang maka kondisi air kolam budidaya harus sesuai dengan kebutuhan ikan nila. Pakan buatan dapat berbentuk pellet. 2. Variabel kualitas air yang sangat berpengaruh terhadap ikan nila antara lain adalah: • Suhu air. Pengelolaan kualitas air Pengelolaan kualitas adalah cara pengendalian kondisi air di dalam kolam budidaya sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan hidup bagi ikan yang akan dipelihara. Suhu air merupakan faktor penting yang harus diperhatikan karena dapat mempengaruhi laju metabolisme dalam tubuh ikan. pakan buatan dan pakan tambahan. Dengan suhu yang optimal maka laju metabolisme akan optimal. Bentuk pakan buatan yang biasa diberikan adalah pellet.5. keong dan lain-lain. Sedangkan pakan buatan adalah pakan yang dibuat dengan susunan bahan tertentu dengan gizi sesuai keperluan. Pertumbuhan ikan nila sangat dipengaruhi oleh suhu air dalam usaha pembesaran atau pembenihan. Garis tengah pellet berkisar antara 2-4 mm. larutan (emulsi dan suspensi). lembaran (flake atau waver) dan remahan. Persiapan pakan alami di kolam pemeliharaan dilakukan dengan pemupukan awal 3-5 hari sebelum penebaran benih dan pemupukan susulan setelah pemeliharaan berjalan agar ketersediaan pakan alami di kolam tersebut tetap ada. Pakan Pakan merupakan sumber energi bagi ikan.

Untuk mengetahui tingkat kekeruhan air kolam dapat dilihat dari tingkat kecerahan air kolam dengan menggunakan alat pengukur yang disebut secchi disk atau keeping secchi. • Kadar garam (salinitas) Ikan nila mempunyai toleransi salinitas yang cukup luas.5% dalam waktu seminggu akan mencapai bobot 34.saluran pencernaan benih ikan nila. Gejala mabuk pada ikan nila dapat diakibatkan dari akitifitas berenang ikan yang cepat dipermukaan dengan gerakan tidak beraturan dan tutup insang bergerak aktif. Kadar oksigen terlarut Untuk dapat hidup manusia membutuhkan oksigen begitu juga dengan ikan. Oksigen yang dibutuhkan ikan yang hidup didalam air disebut dengan oksigen terlarut.5 – 3 jam pada suhu 30oC. Pada kadar garam yang tinggi ikan membutuhkan energi yang minim untuk osmoregulasi sehingga energi yang digunakan untuk pertumbuhan berkurang. Ikan dapat mencernakan makanannya selama 2. Dalam air budidaya ikan yang baik sepintas dapat dilihat dari keruh atau tidaknya air kolam. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka suhu optimum untuk pertumbuhan ikan nila adalah 25 – 30oC. Cemaran Ikan nila yang dipelihara pada musim kemarau banyak yang mati. • Volume air Pertumbuhan ikan nila yang dipelihara dalam air mengalir lebih cepat daripada yang dipelihara dalam air tergenang.68 jam pada suhu 27 – 28oC dan 1. Selain itu air budidaya yang tercemar minyak akan menyebabkan kerusakan sel-sel saluran pencernaan.1 gram diberi pakan pellet 25% protein dan feeding ratenya 3.31 jam pada suhu 32-33 oC. Selain itu volume air sangat menentukan padat penebaran ikan nila yang optimal. Hal ini diakibatkan oleh pengaruh secara tidak langsung dari sinar matahari yang dapat meningkatkan keasaman (pH) perairan. namun pertumbuhan ikan ini akan optimal jika kandungan oksigen terlarut lebih dari 3 ppm. Padat penebaran ikan nila di kolam adalah 30 ekor/m2. tetapi pertumbuhan ikan nila pada kadar garam lebih dari 30% akan terhambat. Makanan alami yang berupa detritus dan fauna dasar selesai dicerna dalam waktu 1. ikan nila dengan bobot awal 9. Dalam kondisi air mengalir. 152 • • .2 jam. Ikan nila merupakan ikan yang tahan terhadap kekurangan oksigen terlarut dalam air. Oleh karena itu agar ikan nila tunbuh dengan cepat air budidayanya tidak boleh tercemar baik oleh limbah industri maupun rumah tangga. Kandungan oksigen terlarut kurang dari 3 ppm dapat menyebabkan ikan tidak dapat tumbuh dan akhirnya mati.2 gram. Pada suhu 27 – 28oC pakan zooplankton dapat dicernakan dalam waktu 2.

Sistem pemeliharaan ikan nila berdasarkan jenis kelamin ini disebut monokultur 153 . Hama tersebut kadang-kadang sulit untuk dihilangkan. Pada kolam budidaya yang keruh maka jarak batas penglihatan terhadap keeping secchi rendah yang berarti kolam tercemar bahan organik atau Lumpur. Oleh karena itu banyak petani ikan yang lebih suka memelihara ikan nila jantan. larva. Ikan nila mempunyai ciri khas tersendiri dimana pertumbuhan ikan nila yang dipelihara secara tunggal kelamin yaitu ikan jantan lebih cepat tumbuh dibandingkan ikan nila yang dipelihara secara campuran (jantan dan betina). umurnya kurang lebih 3-4 bulan • Ukuran 250 gram. Kecerahan kurang dari 25 cm tidak menguntungkan karena mengakibatkan rendahnya kandungan oksigen terlarut di kolam. Artinya jarak batas pengelihatan terhadap keeping secchi adalah berkisar antara 25-40 cm dari atas permukaan perairan. copepoda sebagai predator benih. penyakit jamur. umurnya kurang lebih 6–8 bulan. • Ukuran 500 gram. serangga air dan lain-lain. Pengelolaan kesehatan ikan Dalam memelihara ikan nila di kolam selalu ada saja kendalanya diantaranya adalah terhadap hama dan penyakit dalam kolam pemeliharaan. penyakit bakteri. penyakit dan lingkungan yang buruk. Jenis-jenis penyakit ikan antara lain adalah penyakit pendarahan. Lama pemeliharaan ikan nila sangat bergantung kepada ukuran ikan yang akan dipanen. kumbang air. Dengan lingkungan yang buruk maka daya tahan tubuh ikan menurun sehingga penyakit akan mudah menyerang ikan. Sebagai bahan pertimbangan ada 4 ukuran ikan nila yang diproduksi dipasaran yaitu : • Ukuran 100 gram.Kecerahan yang baik untuk kehidupan ikan nila di kolam berkisar antara 25-40 cm. Setelah ketiga hal utama yang telah di jelaskan diatas dilakukan dengan baik maka dalam memelihara ikan nila akan diperoleh produksi ikan nila yang cukup tinggi dan efisien. 3. Hama yang biasa terdapat dikolam pemeliharaan adalah cladocera sebagai pesaing/kompetitor. • Ukuran diatas 800 gram umurnya kurang lebih 9-12 bulan. Penyakit ikan ini dapat terjadi akibat interaksi antar ikan itu sendiri. hal ini dapat menyebabkan daya tahan tubuh ikan menurun. Pengendalian hama yang paling mudah melakukan penyaringan terhadap air yang masuk kedalam kolam pemeliharaan. Lingkungan yang buruk sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan ikan. Penyakit ikan dikolam pemeliharaan akan muncul jika kondisi perairan kolam (kualitas air kolam) rendah. umurnya kurang lebih 4-6 bulan.

Pakan buatan tersebut harus mengandung protein 20-30%. sedangkan untuk jenis terapung biasanya 25 gram per ekor. intensitas berbudidaya yang dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu : 1. Pemeliharaan semi intensif Perbedaan utama dalam pemeliharaan ekstensif adalah kepadatan benih yang ditebar.sedangkan untuk pemeliharaan ikan nila dengan jenis ikan lainnya disebut dengan polikultur. Padat penebaran ikan nila di jaring terapung adalah 400-500 ekor per m3 dengan bobot awal benih 15-25 gram per ekor. dimana untuk semi intensif padat penebarannya 5-10 ekor per m2 dan kolam diberi pupuk dan pakan tambahan kepada ikan nila berupa dedak atau ampas tahu. Benih yang ditebarkan biasanya campur kelamin dan berukuran 10 gram per ekor. daun sente sebanyak 510% dari bobot ikan setiap hari 3. Hampang atau keramba yang dapat dilakukan diperairan dasar yang dangkal dengan kedalaman air 1-2m. dasar kolam dapat tanah atau beton. 2.5.25m.3 Pembesaran ikan bandeng Ikan bandeng merupakan salah satu jenis ikan laut yang dapat dibudidayakan oleh manusia ditambak. yang terbuat dari bahan jaring dengan kedalaman air 1. 2. Pemeliharaan secara intensif Pemeliharaan ikan nila secara intensif ini biasanya dilakukan di jaring terapung atau kolam air deras. 4. Penebaran benih pada pemeliharaan ikan nila di kolam berukuran 10 gram per ekor. Pemeliharaan secara ekstensif Pada pemeliharaan ini kolam yang digunakan relatif cukup besar dari 200m2. kedalaman air 1-1. 3. 4. sedangkan di kolam air deras kepadatan tebarnya 10-20 ekor per m2. Ikan bandeng dapat dipijahkan secara 154 . Kolam empat persegi panjang dengan luas 200-500m2. Pada pemeliharaan ini sumber energi bagi ikan untuk tumbuh dan berkembang adalah pakan buatan dalam bentuk pellet yang diberikan sebanyak 3-5% sehari dan frekuensi pemberian pakan 3-5 kali sehari. hal ini dikarenakan sifat ikan ini yang euryhaline (tahan terhadap perubahan yang besar dari kadar garam dalam air) Ikan bandeng dapat dipelihara ditambak yang mempunyai kadar garam relatif berfluktuasi. kepadatan ikan relatif rendah (1 ekor per m2) dan pakan yang diberikan hanya mengandalkan pakan yang tumbuh dari kolam. Kolam jaring terapung yang berbentuk bujur sangkar dengan ukuran minimal 1-4 m2 dan maksimal 9 – 49 m2 . Pada pemeliharaan ikan untuk mencapai ukuran konsumsi dapat digunakan beberapa macam kolam pemeliharaan : 1. Mina padi yaitu pemeliharaan ikan nila disawah. Jenis Ikan ini saat ini juga sudah dapat dibudidayakan di keramba jaring apung pada air tawar.5 – 2 m.

Nener bandeng yang berasal dari pantai/alam ini merupakan hasil pemijahan ikan bandeng secara alami dilaut.000 butir dalam tubuhnya. Nener yang dihasilkan dari panti pembenihan mempunyai keunggulan. Nener yang berasal dari alam atau hatchery. Selain itu waktu penangkapan yang tepat yaitu diawal musim penangkapan mempunyai daya tahan dan vitalitas yang tinggi dalam pengangkutan serta mempunyai harga jual yang lebih mahal. 155 . Hal ini akan menguntungkan dalam pemeliharaan. Oleh karena itu nener yang berasal dari panti pembenihan sangat dibutuhkan untuk memenuhi kekurangan nener ditambak-tambak pembesaran. Ukuran nener yang ditebar ke tambak pembesaran bisa dimulai dari ukuran nener sampai gelondongan yang dapat membedakannya adalah cara pemeliharaan ditambak pembesarannya. karena ikan tidak akan berebut makanan sehingga pertumbuhan ikan seragam. Tidak terdapat luka atau lecet 2. Nener dari alam selain tidak tersedia secara kontinue juga mempunyai ukuran yang sangat beragam. lokasi. Warnanya tidak kusam 4. kekuatan makanpun seragam. Selain nener yang sehat dalam pemilihan benih ikan bandeng (nener) juga harus diperhatikan ukuran benih. yang akan digunakan untuk usaha pembesaran ikan bandeng ditambak. Tidak cacat pada organ tubuh 3. Karena kemurnian nener dapat dijamin 100% dan umurnya diketahui secara tepat. Tetapi ketersediaan nener dari alam ini tidak bersifat kontinue sehingga untuk mengusahakan pembesaran ikan bandeng secara intensif dibutuhkan nener bandeng yang berasal dari panti pembenihan/hatchery. Nener ini akan terbawa oleh arus air mendekati pantai dan kemudian akan ditangkap oleh para penyeser. Ukuran nener yang ditangkap ini kurang lebih 13 mm. Gerakannya aktif Dengan menggunakan nener yang sehat maka akan diperoleh target produksi yang sesuai dengan rencana. Nener yang sehat dapat dilihat dari ciri-ciri umurnya yaitu : 1. Pelepasan telur ini terjadi pada malam hari dan akan menetas dalam waktu 24 jam menjadi nener yang berukuran 5 mm.700. Ukuran benih yang akan ditebar ke dalam tambak pembesaran sebaiknya seragam.buatan di panti pembenihan/hatchery dengan cara implementasi atau hypofisasi. cara dan waktu penangkapan. Pada musim nener jumlah nener cukup melimpah yang dapat mengakibatkan menurunnya harga nener. Ikan bandeng yang telah matang kelamin akan memijah secara alami dan akan menghasilkan telur sebanyak 5. Nener ikan bandeng yang diperoleh dari alam ditangkap oleh pencari nener sangat bergantung kepada musim. Oleh karena itu benih ikan bandeng yang disebut nener ini dapat diperoleh dari alam atau panti pembenihan/hatchery. haruslah nener yang sehat.

lama pemeliharaan. • Dapat mengurangi timbulnya penyakit ditambak pembesaran karena kepadatan tinggi. Padat penebaran adalah perbandingan jumlah ikan-ikan/nener yang akan ditebar dengan luas tambak pembesaran. Dengan mengetahui padat penebaran pada awal pemeliharaan akan diperoleh manfaat antara lain adalah : • Dapat menentukan jumlah pakan yang akan diberikan • Dapat mengoptimalkan tambak pembesaran sesuai dengan daya dukung tambak pembesaran tersebut.500 ekor/ha. Masa pemeliharaan nener bandeng ditambak pembesaran sangat bergantung kepada ukuran nener yang ditebar pada awal pemeliharaan.Jika yang ditebar adalah nener kecil maka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ukuran konsumsi yaitu 4 – 6 ekor/kg bisa mencapai lebih dari 6 bulan sedangkan jika yang ditebar adalah gelondongan maka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ukuran konsumsi berkisar antara 4 – 6 bulan. Sebelum nener tersebut ditebar harus dihitung terlebih dahulu padat penebaran nener ditambak pembesaran dan dilakukan aklimatisasi. Padat penebaran nener ditambak pembesaran berkisar antara 5 – 6 ekor/m2 untuk ukuran nener bandeng 3 – 5 cm. Nener bandeng yang akan ditebar kedalam tambak pembesaran. Istilah dalam perikan disebut dengan padat penebaran. Jumlah ruas tulang belakang dapat dihitung menggunakan mikroskop sederhana pada pembesaran 10 kali atau nener ditempatkan pada sumber cahaya seperti lampu senter. Padat penebaran nener ditambak pembesaran juga ditentukan oleh ukuran nener. mutu nener dan daya dukung kesuburan tambak pembesaran. Untuk benih bandeng yang berukuran 12 – 15 cm yang disebut gelondongan ditebar ke tambak pembesaran dengan padat penebaran 1. Sedangkan untuk nener yang berukuran 1 – 3 cm. • Dapat menetukan target produksi pada akhir pemeliharaan. Dalam memilih nener yang berasal dari alam maupun hatchery dapat dilakukan dengan menghitung jumlah ruas tulang belakang. padat penebarannya berkisar antara 2 – 3 ekor/m2. Setelah menghitung jumlah yang akan ditebar lalu dipersiapkan nener 156 . Ukuran nener yang ditebar kedalam tambak pembesaran bervariasi antara 1–15 cm. Nener bandeng yang akan ditebarkan dan dipelihara ditambak pembesaran harus diketahui jumahnya agar dapat diketahui jumah ikan bandeng yang akan dipanen. Nener yang berkualitas prima memiliki jumlah ruas tulang belakang antara 44 – 45. Nener bandeng yang telah dipilih selanjutnya akan ditebar kedalam tambak pembesaran. Nener ikan bandeng yang akan ditebar kedalam tambak pembesaran sebaiknya ditentukan terlebih dahulu tentang jumlah nener yang akan ditebar.

Sedangkan pada usaha pembesaran ikan yang akan dipanen adalah ikan ukuran konsumsi. Dalam subbab ini akan diuraikan proses pemanenan ikan pada stadia benih. 1. Penyesuaian suhu. 4. pengeringan kolam. Pemanenan Pemanenan dilakukan pada setiap akhir siklus budidaya. Penampung benih dapat berupa hapa atau bak. pada pagi atau sore hari pada saat matahari tenggelam. Pemanenan benih ikan nila Kegiatan pemanenan benih meliputi persiapan penampungan benih.6. Hal ini untuk menghindari kematian nener akibat stress karena tingginya suhu dilingkungan.6. Penampungan benih Sebelum pengeringan kolam. Caranya kantong plastik yang terisi nener diisi penuh dengan air yang ada dalam tambak pembesaran. terlebih dahulu dilakukan persiapan penampung benih. Pemanenan benih ikan sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari. Pemanenan benih ikan harus dilakukan dengan hatihati. Banyak petani pembenih yang gagal karena kurang hati-hati pada saat panen. pengendalian hama dan penyakit. Penebaran nener ditambak pembesaran sebaiknya dilakukan. salinitas dan pH dapat dilakukan juga begitu nener bandeng yang dikemas dalam kantong plastik dating. Hapa yang akan digunakan untuk menampung benih di pasang didepan pipa pemasukkan air. Selain itu waktu dan cuaca pada saat panen perlu diperhatikan. Dalam budidaya ikan ada dua siklus produksi yaitu pada usaha pembenihan ikan maka yang akan dipanen adalah benih ikan. Air pada penampungan harus terus menerus mengalir. 4. Aklimatisasi ini bertujuan untuk menyesuaikan kondisi lingkungan dimana nener itu berada dengan kondisi lingkungan tambak pembesaran. Lakukan penebaran nener dengan hati-hati ! Langkah selanjutnya setelah dilakukan penebaran nener bandeng adalah melakukan proses pemeliharaan nener sampai mencapai ukuran konsumsi. Proses yang dilakukan selama pemeliharaan sama persis dalam melakukan budidaya ikan lainnya meliputi pemberian pakan.tersebut. Perlakuan selama pemeliharaan sangat ditentukan oleh sistem budidaya yang diterapkan. pemantauan pertumbuhan. maka secara perlahan-lahan nener bandeng yang ada didalam kantong platik akan keluar kedalam tambak pembesaran jika sudah terjadi penyesuaian. penangkapan benih dan pengangkutan. pengelolaan kualitas air. hal ini bertujuan untuk mensuplai oksigen ke dalam air wadah penampungan.1. Prisnsip pemanenan benih ikan dan ikan ukuran konsumsi pada umumnya adalah sama. Sebaiknya 157 . Nener bandeng untuk sementara diaklimatisasi selama satu hari dalam bak plastik.

Penangkapan benih ikan yang di mulai dari hilir bertujuan agar benih ikan tidak stres akibat kualitas air. Jika benih ikan di hilir telah habis dilanjutkan ke lebih hulu sampai habis di depan pintu pemasukkan air (hulu).6. luka dan mati lebih banyak akibat penanganan. 4. Benih yang telah ditangkap di tampung dalam wadah pengangkutan berupa ember atau alat lainnya. Pengeringan kolam harus dilakukan dengan hati-hati agar benih ikan dapat berkumpul pada kamalir sehingga memudahkan pemanenan. Pada saat panen sering terlihat ikan mengalami stres atau mabuk. Pengeringan kolam diawali dengan menutup pintu pemasukkan air. Benih yang cacat. Hasil dari memanen benih ikan tersebut merupakan evaluasi terhadap pekerjaan memelihara benih ikan patin tersebut. Selanjutnya pada pintu pengeluaran air di pasang saringan untuk mencegah benih ikan keluar kolam. Penangkapan benih Setelah air kolam kering. pintu pengeluaran air di buka sedikit demi sedikit agar benih ikan tidak terbawa arus air. 2. Benih pada wadah pengangkutan segera dikumpulkan di hapa tempat penampungan benih. Penangkapan benih di mulai dari hilir atau di depan pintu pengeluaran air.2. Pengeringan Kolam Pengeringan kolam sebaiknya dilakukan pada pagi hari agar penangkapan benih dapat dilakukan sebelum suhu air naik. Benih ikan di depan pintu pengeluaran harus habis di tangkap. Pemanenan benih ikan patin Tahap akhir dari pekerjaan memelihara benih ikan patin adalah memanen. 3. Hal ini diakibatkan kualitas air kurang baik khusunya suhu. Setelah di pasang saringan.hapa di pasang di kolam yang paling dekat dengan kolam yang akan dipanen. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengangkutan benih yang telah di tangkap. Pemasangan hapa dilakukan dengan mengikat ke empat sudutnya ke patok bambu/kayu. oksigen dan lumpur. Jika masih terlihat benih ikan stres atau mabuk pemanenan dihentikan dan di tunda sampai besok atau hari lainnya. Jika penangkapan benih di mulai dari hulu (depan pintu pemasukkan) maka benih ikan yang terdapat di hilir akan stres atau mabuk karena air dari hulu sudah kotor akibat lumpur. Jika hasilnya benih ikan banyak maka secara teknik produksi 158 . benih ikan berkumpul di kamalir. Penangkapan benih dilakukan menggunakan seser atau ancho. Penanganan tersebut biasa terjadi pada saat penangkapan dan pengangkutan benih ke tempat penampungan benih. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan mengalirkan air dari pipa pemasukkan.

Pemenenan benih ikan patin dilakukan seperti memanen benih ikan lainnya. Kapan benih ikan patin dipanen? Menentukan waktu/saat panen benih ikan patin biasanya tergantung dari lamanya memelihara benih ikan tersebut atau ukuran benih ikan tersebut. Tetapi kebalikannya jika hasilnya benih ikan sedikit maka pekerjaan memelihara benih ikan patin tersebut secara teknik produksi dapat dikatakan gagal. Sebelum benih ikan patin diangkut ke tempat lain yang relatif jauh. Tetapi adakalanya jika kondisi ikan serta lingkungan ikan baik. benih ikan ditampung dalam tempat penampungan baik berupa bak maupun fiberglass. Jika benih ikan masih mengeluarkan kotoran pada saat pengangkutan maka kondisi kualitas air media pengangkutan benih ikan akan dengan segera menurun sehingga tidak mustahil benih ikan akan segera mati. Jangan lupa teknik aklimatisasi tetap dilakukan pada saat memasukkan benih ikan tersebut ke dalam tempat penampungan. Ukuran benih ikan dipanen adalah 2 inci (5 cm) setelah dipelihara selam 3 minggu dimulai dari ukuran ikan 1 inci. Setelah benih ikan tersebut dipanen. Pemuasaan tersebut dimaksudkan agar benih ikan mengeluarkan kotoran dari dalam perutnya. benih ikan tersebut dipuasakan terlebih dahulu selama 1 hari. 159 . ukuran benih ikan akan tercapai pada periode waktu pemeliharaan ikan tersebut seperti biasanya. agar nanti pada saat benih ikan diangkut sudah tidak mengelurkan kotoran lagi.pekerjaan memelihara benih ikan tersebut dapat dikatakan berhasil.

Mengurangi atau menghindari Sistem tertutup yaitu sistem kehilangan. jumlah atau pengusaha ikan yang gagal oksigen didalam pengangkutan dalam usaha budidaya ikan harus 3 kali jumlah air. pengangkutan.26. salinitas air. pH diusahakan berkisar antara 15 – dan oksigen didalam wadah 200C . • Rasio oksigen = air sekitar 2. • Plastik harus terikat dengan baik Penentuan waktu panen biasanya • Masukkan plastik dalam diperoleh setelah dilakukan Styrofoam dan tambahkan es pengukuran berat badan ikan yang batu yang terbungkus plastik dipelihara. Tidak sedikit petani yang baik adalah 7 – 8. kematian dan pengemasan benih ikan dalam kerusakan ikan. Ikan dalam keadaan mati tetapi 3:1 masih dalam kondisi segar.6.3. penanganan dan alat Pengemasan benih ikan dapat kelengkapannya kurang tepat. pengangkutan benih ikan dengan Hasil panen ikan yang akan dijual kantong plastik adalah : dan dikonsumsi oleh masyarakat • Kantong plastik yang dijual dalam dua cara : digunakan harus cukup air 1. setelah dipanen sampai tiba di Cara yang dilakukan untuk konsumen. 160 . Ikan dalam keadaan hidup agar mata ikan tenggelam sampai ketangan konsumen.Gambar 4. Benih ikan tersebut dalam wadah dimasukkan kedalam wadah dan • Kondisi kuailtas air selama diberi aerasi selama pengangkutan yang terpenting pengangkutan. Berat badan ikan yang lalu diselipkan diantara plastik akan dijual sangat tergantung pada dalam Styrofoam. Pemanenan ikan mas hidup adalah 15 – 200C. Suhu air yang baik untuk pengemasan ikan 4. Pengemasan benih Pengemasan benih ikan hasil 2. Dan suhu air yaitu suhu air. Oleh karena itu sebaiknya Panen merupakan tahap akhir dari pengangkutan dilakukan pada suatu proses produksi dalam pagi atau malam hari. dikarenakan pada waktu panen. Mempertahankan kesegaran ikan plastik. pH air budidaya ikan. dilakukan dalam 2 cara yaitu : Penangganan ikan pada waktu panen bertujuan untuk : 1. wadah tertutup seperti kantong 2. Sistem Tertutup 1. Sistem terbuka pembesaran ini sebaiknya harus memperhatikan faktor-faktor sebagai Pengangkutan benih ikan sistem berikut : terbuka biasanya dilakukan untuk • Jarak dan waktu tempuh mengangkut benih ke lokasi yang • Jumlah benih yang diangkut dekat.

Panen total Panen total dilakukan secara sekaligus dengan cara menguras air kolam dan di depan pintu pengeluaran telah dipasang waring atau hapa untuk memudahkan penangkapan ikan pada saat panen. hapa agar tidak melukai ikan. Dengan mengetahui data mengenai permintaan konsumen tentang ukuran ikan dan keadaan ikan (mati segar atau masih hidup) maka akan dapat dilakukan waktu pemanenan dan penentuan cara panen yang sesuai.selera konsumen. Gunakan alat-alat pemanenan yang terbuat dari bahan halus seperti : seser. 2. Cara panen pada prinsipnya dapat dilakukan dengan dua cara : 1.00). 161 . karena kotoran seperti lumpur atau larutan suspensi lainnya dapat menutupi labirin pada insang lele sehingga ikan tidak dapat bernafas. Waktu panen yang tepat adalah pada pagi hari atau sore hari. Jagalah kondisi air agar tidak terlalu keruh. Hal ini dilakukan karena pada waktu pagi atau sore hari suhu air di kolam rendah sehingga ikan tidak stress pada saat dilakukan pemanenan. Panen selektif Panen selektif biasa dilakukan jika pada waktu tebar ukuran ikan tidak seragam atau keinginan petani untuk menjual ikan dengan ukuran yang berbedabeda. Oleh karena itu sebelum melakukan panen harus dilakukan pengamatan terhadap permintaan pasar tersebut. Untuk menghindari kematian ikan mas pada saat pemanenan. hal yang harus dilakukan jangan terjadi luka atau banyak sisik lepas karena penggunaan alat saat panen adalah: 1. 2. Waktu pemanenan tidak melebihi dari jam 10. Alat yang digunakan biasanya lambit dan hapa/waring. Pemanenan tidak dilakukan pada saat hujan. 3.00 atau bila cuaca panas sebaiknya pada sore hari (lebih dari jam 16.

Oleh karena itu dalam bab ini akan dibahas beberapa subbab yang sangat mendukung dalam proses pembuatan pakan ikan yaitu pengetahuan tentang energi dan kandungan nutrien yang harus terdapat pada pakan ikan yaitu protein.energi listrik dan energi molekuler. Saat ini dengan semakin meningkatnya ilmu pengetahuan tentang nutrisi ikan maka pabrik pakan buatan ikan menyusun formulasi pakan sesuai dengan kebutuhan gizi setiap jenis ikan yang akan dibudidayakan. struktur kimia. vitamin dan mineral. fungsi umum dan arti penting di dalam ilmu gizi hewan air. Agar dapat dibudidayakan dalam waktu yang relatif tidak terlalu lama maka dalam proses pembudidayaannya selain menggunakan pakan alami juga memberikan pakan buatan.BAB V. Nutrien atau kandungan zat gizi dalam bahan pakan di bagi menjadi enam bagian yaitu : energi. Dalam materi ini akan dipelajari secara spesifik objektifitas untuk masing-masing bagian tersebut. Energi berasal dari kata Yunani yaitu En yang berarti in dan Ergar yang berarti work. Energi akan ada dan hadir dalam setiap bentuk yang berbeda dan disesuaikan dengan pekerjaan berbeda. energi panas. karbohidrat. ENERGI Dalam kehidupan manusia setiap hari sering mendengar istilah energi. lemak. Pada ikan 162 . Ikan merupakan salah satu jenis organisme air sumber pangan bagi manusia yang banyak mengandung protein. NUTRISI IKAN Dalam Bab ini akan didiskusikan tentang berbagai macam bahan gizi pakan ikan/makanan yang sangat penting bagi kebutuhan ikan. Pakan buatan yang diberikan pada ikan harus mengandung zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan ikan tersebut.1. Bentuk energi dalam kehidupan manusia dapat dikelompokkan berdasarkan sumbernya yaitu energi mekanik. Pengetahuan tentang zat gizi ini meliputi penggolongan nutrien dan tipe. 5. protein dan asam amino. dari arti kata asalnya energi dapat didefenisikan sebagai kapasitas atau sesuatu yang dapat diolah kedalam bentuk kerja atau kemampuan untuk bekerja. karbohidrat. lipid dan asam lemak. vitamin dan mineral.

hal ini dapat dibedakan berdasarkan jenis ikan yang dibudidayakan. dimana pada pakan ikan ini mengandung zat gizi/nutrien yang berasal dari karbohidrat. Energi yang disediakan oleh makanan adalah salah satu pertimbangan yang penting di dalam menentukan nilai gizinya. Sebagai contoh.5oC menjadi 15. Energi diperlukan untuk melakukan pekerjaan mekanis (aktivitas otot). Energi yang diperoleh oleh makhluk hidup ini dapat menimbulkan panas dimana menurut ilmuwan Lavoiser dan La Place (1780) Panas dari tubuh hewan berasal dari oksidasi zat-zat organik dan makanan yang diberikan digunakan sebagai sumber energi. Pada ikan sumber energi diperoleh dari pakan. kerja elektrik ( aktifitas saraf). kebiasaan makan. payau atau air laut dimana organisme air itu hidup). pekerjaan kimia (proses kimia yang berlangsung dalam tubuh). pembaca harus bisa membedakan bentuk energi dan pengukurannya. lingkungan dan status reproduksi. persamaan energi dalam keseimbangan dan faktor-faktor yang berpengaruh pada energi yang menyebabkan kebutuhan ikan akan energi disesuaikan dengan cara pemberian pakan dalam budidaya ikan dan memahami arti protein energi ratio yang merupakan perbandingan antara protein optimal dengan energi yang terdapat dalam pakan ikan.02 kJ atau dapat juga menggunakan satuan British Thermal Unit (BTU) dimana 1 BTU = 252 kalori. dan pekerjaan osmotik (memelihara badan untuk menjaga keseimbangan satu sama lain dan dengan medium air tawar. Energi dinyatakan dalam kilokalori (kkal) atau kilojoule (kJ).5 oC (dalam air 10C). ukuran ikan. Memahami metabolisme energi berkenaan dengan makanan. Satu kilokalori adalah jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan temperatur satu gram air dari 14. 70 kkal sama dengan 293. Kuantitas dan energi yang tersedia untuk pertumbuhan merupakan jenis energi yang paling utama dari segi pandangan akuakultur. Oleh karena itu nilai energi suatu bahan makanan dapat dipakai sebagai dasar dalam menentukan nilai gizi dari bahan makanan tersebut. Setelah mempelajari bagian ini. Kebutuhan energi hewan air berbeda-beda kuantitasnya. lemak dan protein dan dapat terukur secara langsung atas pertolongan bom kalorimeter.sebagai organisme yang berhubungan dengan air membutuhkan makanan untuk menyediakan energi yang mereka perlukan.184 kJ. Energi bagi makhluk hidup berasal dari makanan dimana dari makanan ini akan diubah menjadi energi kimia dan disimpan dalam tubuh dalam bentuk Adenosin Tri Phosphat (ATP). Joule adalah satuan tenaga listrik dalam sistem metrik dan satu kkal sama dengan 4. 163 . Energi bebas adalah energi yang tersedia untuk aktifitas biologi dan pertumbuhan setelah kebutuhan energi terpenuhi. Dengan adanya energi ini dapat mengubah energi kinetik dari suatu reaksi metabolisme yang menimbulkan kerja dan panas.

aktivitas renang. Semua energi yang diperoleh dari asupan pakan yang dikonsumsi oleh ikan. tidak semuanya dipergunakan untuk keperluan pertumbuhan dan perkembangan ikan karena energi tersebut akan dibagi menjadi Digestible energy (DE) yaitu energi yang dapat dicerna dan Fecal energy (FE) yaitu energi yang digunakan untuk kegiatan pembuangan hasil eksresi pada ikan berupa feses. Energi yang dipergunakan untuk kegiatan metabolisme didalam tubuh ikan ini dibagi lagi menjadi dua yang akan dipergunakan untuk kegiatan aktivitas metabolisme seperti kegiatan mengkonsumsi oksigen dalam media pemeliharaan yang biasa disebut dengan Heat Increment (HiE) atau dengan kata lain dalam proses fisiologis ikan yang disebut dengan Specific Dynamic Action yaitu energi yang diperlukan oleh ikan untuk aktivitas hidup harian ikan. Energi yang tersisa dari proses kegiatan metabolisme adalah energi bersih yang disebut dengan Net Energy (NE) yang akan dipergunakan maintennce atau perawatan ikan seperti metabolisme basal. Untuk memudahkan dalam memahami pembagian energi yang diperoleh dari pakan oleh ikan dapat dilihat pada diagram berikut : Gross Energy(GE)/Intake Energy Fecal Energy (FE) Digestible Energy (DE) Metabolic Excretion Metabolizable Energy Heat Increment (HiE) Net Energy (NE) Maintenance (HEm) Recovered Energy (RE) Sumber Watanabe (1988) 164 . Gross Energi (GE) nilai makanan ini dapat didefenisikan sebagai total energi yang terdapat dalam makanan. Jadi pertumbuhan dapat terjadi jika semua proses metabolisme ikan terpenuhi dan setelah pertumbuhan somatik terpenuhi baru akan dilanjutkan dengan pertumbuhan gonadik. Jadi energi yang akan dipergunakan untuk pertumbuhan adalah energi yang tertinggal setelah kebutuhan untuk metabolisme basal ikan terpenuhi dan jika masih ada yang tersisa energi tersebut akan dipergunakan untuk kegiatan reproduksi.Pemanfaatan Energi Energi yang diperoleh dari pakan digunakan sebagai sumber energi utama yang dalam pembagian energi disebut dengan Gross Energi atau energi kotor. Dari Digestible Energy ini yang selanjutnya akan dipergunakan oleh ikan untuk kegiatan proses metabolisme dan proses hasil buangan metabolisme yang terbagi menjadi Metabolizable Energy (ME) yaitu energi yang dapat dipergunakan untuk kegiatan metabolisme dan Metabolic Excretion yaitu energi yang dikeluarkan oleh ikan untuk proses pembuangan urin (Urine Excretion) dan Gill Excretion (GE). adaptasi terhadap suhu dan sisanya baru akan dipergunakan untuk pertumbuhan. aktivitas ikan.

umur ikan. Apabila kandungan energi dalam pakan berkurang maka protein dalam tubuh ikan akan dipecah dan dipergunakan sebagai sumber energi. ATP adalah suatu energi yang kaya akan molekul karena unit triphosphatnya berisi dua ikatan phosphoanhydride. dan protein mengalami beberapa proses kimia seperti katabolisme dan oksidasi di dalam tubuh hewan. Nilai energi ini merupakan nilai energi yang diperoleh apabila zat makanan secara sempurna dibakar menjadi hasil-hasil oksidasi melalui CO2. Menurut Buwono (2004) distribusi energi pada 165 . komposisi pakan. Dalam dunia akuakultur biasa disebut dengan protein energi ratio (P/e). daya mekanis. reproduksi dan aktifitas fisik. Energi didalam tubuh organisme biasanya akan diubah menjadi energi kimia yang biasa disebut dengan Adenosin Triphosphat atau ATP. jika protein dipakai sebagi sumber energi maka akan menyebabkan pertumbuhan ikan terhambat.1 kkal/g. sedangkan untuk satu gram lemak adalah 9. lemak.Energi Metabolisme Tingkat kebutuhan energi pada ikan biasanya dikaitkan dengan tingkat kebutuhan protein optimal dalam pakan. kerja osmotik dan proses metabolisme lainnya. Energi metabolisme ini diperoleh setelah nutrien utama karbohidrat. H2O dan gas lainnya. Ikan merupakan organisme air yang menggunakan protein sebagi sumber energi utama berbeda dengan manusia yang menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi utama. pertumbuhan.6 kkal/g. Oleh karena itu jumlah energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan ikan budidaya sangat dipengaruhi oleh jenis ikan. Nilai ini diperoleh dari hasil perhitungan antara kadar protein dalam pakan dengan jumlah energi yang diperoleh dalam formulasi pakan tersebut pada level energi yang dapat dicerna (DE). seperti berdasarkan hasil penelitian dari satu gram protein akan memberikan nilai energi kotor (GE) sebesar 5. tingkat reproduksi dan tingkat metabolisme standar. ATP ini sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai aktivitas misalnya proses kehidupan biokimia seperti anabolisme atau sintesa. Oleh karena itu dalam menyusun pakan ikan ada suatu parameter yang disebut dengan kesimbangan energi yang diperoleh dari perhitungan nilai energi yang dapat dicerna dibagi dengan kadar protein pakan ikan. tenaga elektris. Keseimbangan antara energi dan protein sangat penting dalam meningkatkan laju pertumbuhan ikan budidaya. Seperti kita ketahui pada ikan protein sangat berperan dalam pembentukan sel baru. Nilai protein energi ratio pada ikan konsumsi sebaiknya berkisar antara 8 – 10.4 kkal/g dan untuk satu gram karbohidrat adalah 4. Adenosin triphosphat (ATP) adalah daya penggerak penting karena merupakan energi yang yang dibutuhkan dalam proses biokimia pada kehidupan. Nilai energi dari setiap kandungan nutrisi pada ikan sangat berbeda. Energi bebas digunakan untuk pemeliharaan pada proses kehidupan seperti metabolisme sel. Nilai energi yang diperhitungkan tersebut biasa disebut dengan energi metabolisme.

6 9.1 Digestibility (persent) 70 85 40 Available (kkal/g) 3. Tabel 5.5 % • Heat Increment Energy adalah 27.5 2.5 8.4 4.52 kkal/g.5% Jika pakan yang dikonsumsi oleh ikan masuk kedalam tubuh ikan sebagai energi kotor yang secara distribusi energi adalah 100% maka konversi energi untuk satu gram protein pada DE adalah 80% dikali 5.ikan budidaya dapat dikelompokkan sebagai berikut : • Gross Energy adalah 100% • Digestible Energy adalah 85% • Fecal Energy untuk ikan herbivora adalah 15% sedangkan untuk ikan karnivora adalah 20% • Metabolizable Energy adalah 80% • Metabolic Excretion berkisar antara 3 – 5% • Net Energy adalah 52.2. Kebutuhan energi untuk Catfish Nutrient Protein Lemak Karbohidrat Gross Energy (kkal/g) 5.1 Digestibility (persent) 80 90 70 Available (kkal/g) 4.8 kkal/g. Kebutuhan energi untuk ikan Salmon Nutrient Protein Lemak Karbohidrat Gross Energy (kkal/g) 5.1 kkal/g yaitu 3. Tetapi nilai konversi energi ini dari hasil penelitian sangat berbeda untuk setiap jenis ikan yang dibudidayakan seperti terlihat pada Tabel 5. sedangkan untuk karbohidrat adalah 80% dikali 4.4 kkal/g yaitu 7. Pada ikan salmon merupakan salah satu jenis ikan karnivora mempunyai kecernaan yang rendah terhadap karbohidrat sehingga energi yang diperoleh dari karbohidrat hanya dapat dicerna sebanyak 40%.5 kkal/g.6 Tabel 5.1.6 kkal/g yaitu 4.1 dan Tabel 5. sedangkan ikan catfish merupakan salah satu jenis ikan omnivora mempunyai kemampuan mencerna karbohidrat 166 .6 9.4 4.0 1.9 Berdasarkan data dari tabel tersebut diatas maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa setiap jenis ikan mempunyai daya cerna yang berbeda pada nutrisi yang dikonsumsinya.48 atau 4.9 8.2. untuk satu gram lemak adalah 80% dikali 9.

vitamin dan lain-lain. Protein berasal dari bahasa Yunani yaitu Proteos yang berarti pertama atau utama. hormon. hormon dan antibodi. enzim. Nutrient ini di perlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan serta perawatan jaringan dan organ. Protein dalam setiap sel mahluk hidup tersimpan dalam jaringan dan organ dan sebagai komponen utama jaringan tubuh ikan. membedakan antara asam amino essensial dan asam amino non-essensial. Protein mengandung karbon sebanyak 5055%. Dalam bab ini akan dipelajari tentang sepuluh asam amino yang penting yang diperlukan oleh ikan dan struktur bahan kimia.2. rata-rata adalah 16% dan sebagian lagi merupakan unsur sulfur dan sedikit mengandung fosfat dan besi. karbohidrat. Oleh karena itu beberapa literatur mengatakan bahwa protein adalah makro molekul yang terdiri dari karbon. dan asam amino non essensial sebanyak 10 macam yaitu asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh dan dapat disintesis dalam tubuh ikan itu sendiri. Dari 20 macam asam amino ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu asam amino essensial sebanyak 10 macam merupakan asam amino yang sangat dibutuhkan oleh tubuh tetapi tubuh ikan tidak dapat mensintesisnya. 5. Sebagai tambahan protein juga berperan untuk kontraksi otot dan komponen enzim. hidrogen 5-7%. lipid atau asam nukleat. nitrogen dan boleh juga berisi sulfur. yang molekulnya sendiri tidak mempunyai aktivitas biologi. dan oksigen 20-25% yang bersamaan dengan lemak dan karbohidrat. asam 167 . hidrogen. Selain itu protein mempunyai peranan biologis karena merupakan instrumen molekuler yang mengekspresikan informasi genetik. oksigen.lebih tinggi dibandingkan dengan ikan karnivora yaitu 70%. juga mengandung nitrogen sebanyak 1518%. Protein dibutuhkan sebagai sumber energi utama karena protein ini terus menerus diperlukan dalam makanan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan yang rusak. Hewan air harus mengkonsumsi protein untuk menggantikan jaringan tubuh yang aus/rusak (perbaikan) dan untuk mensintesis jaringan baru (pertumbuhan dan reproduksi). Protein dalam bentuk komplek sebagai heme. Kadar nitrogen pada protein dapat dibedakan dari lemak dan karbohidrat serta komponen bahan organik lainnya. Tidak ada bahan gizi lain yang dapat menggantikan peran utamanya dalam membangun dan memperbaiki sel dan jaringan yang rusak. Semua protein pada makhluk hidup dibangun oleh susunan yang sama yaitu 20 macam asam amino baku. Hal ini dikarenakan protein merupakan makromolekul yang paling berlimpah didalam sel hidup dan merupakan 50% atau lebih berat kering sel. PROTEIN Protein merupakan nutrisi utama yang mengandung nitrogen dan merupakan unsur utama dari jaringan dan organ tubuh hewan dan juga senyawa nitrogen lainnya seperti asam nukleat.

hormon protein. Kelompok ini 168 . prosedur bagaimana cara menentukan kebutuhan asam amino secara kwantitatif dan kwalitatif pada ikan.amino yang diserap ikan. protein pecahan serum darah. efek defisiensi dan kelebihan dari asam amino berkenaan dengan aturan makan ikan . antibodi dan protein penyimpan nutrien. serum globulin dari darah. Protein jenis ini antara lain adalah albumin (zat putih telur). Beberapa contoh dari protein globular antara lain adalah: enzim. globulins (edestin dari biji-rami. Protein jenis ini dapat dikelompokkan ke dalam protein sederhana. lactoglobulin dari susu. kuku jari tangan. sutera fibroin. acuan/matriks tulang. di mana protein jenis ini bersifat melindungi seperti kulit dan timbangan. histones (globin dari hemoglobin. • Protein globular adalah protein yang rantai-rantai polipeptidanya berlipat rapat-rapat menjadi bentuk globular atau bulat yang padat atau berbentuk bola . scombrine dari sejenis ikan air tawar). dan protamins (salmine dari ikan salem. protein gabungan dan protein asal. protein transport pada darah. dan bagaimana cara menentukan kebutuhan protein beberapa jenis ikan budidaya. leucosin dari gandum. Jenis protein ini biasanya larut dalam sistem larutan (air) dan segera berdifusi dan mempunyai fungsi gerak atau dinamik. zat serum dari darah. urat daging. wol. pembuluh darah. Protein globular ini terdiri dari suatu rantai panjang polypeptide. albuminoids (keratin dari rambut. yang ditemukan dalam tulang rawan atau tulang lembut. Beberapa contoh protein serabut antara lain adalah collagen. sirip dan kulit. scombrone dari spermatozoa sejenis ikan air tawar). Penggolongan Protein Sampai saat ini protein dapat diklasifikasikan penggolongannnya berdasarkan bentuk. • Protein serabut adalah protein yang tidak larut dalam air dan merupakan molekul serabut panjang dengan rantai polipeptida yang memanjang pada satu sumbu dan tidak berlipat menjadi globular. dan keratins. Pengelompokkan protein lainnya adalah diklasifikasikan berdasarkan pada sifat fisis atau disebut juga kedalam protein yang digolongkan berdasarkan penggolongan lain. Protein ini biasanya memberikan peranan struktural atau pelindung. elastin dari jaringan/tisu menghubungkan collagen dari tulang rawan dan tulang). Hal tersebut adalah suatu komponen nadi/jalan utama dan ikatan sendi. lactoalbumin dari susu. bulu. Berdasarkan bentuk protein dibagi menjadi dua golongan yaitu protein globular dan protein serabut. elastins. struktur tiga dimensi serta penggolongan lainnya. • Protein sederhana adalah protein yang pada saat dihidrolisis hanya menghasilkan asam amino-asam amino atau derivat-derivatnya. metoda mengevaluasi mutu protein. legumin dari kacang polong).

tidak berotasi dan pembentukan banyak ikatan. struktur tersier. larutan garam. Suatu peptida yang mengandung lebih dari 10 asam amino dinamakan dengan polipeptida. Pengelompokkan protein yang ketiga adalah pengelompokkan protein berdasarkan struktur protein. Glykoprotein adalah gabungan dari molekul protein dan unsur yang berisi suatu karbohidrat selain dari asam nukleat atau lesitin misalnya mucin. Lecithoprotein adalah gabungan molekul protein dengan lecithin misalnya jaringan fibrinogen. Protein jenis ini antara lain adalah nukleoprotein. Nukleoproteins adalah gabungan dari satu atau lebih molekul protein dengan asam nukleat yang disajikan dalam semua nucleus sel. Protein gabungan adalah protein sederhana bergabung dengan radikal non protein. glykoprotein. dan lecithoproteins. Peptida ini mempunyai satu gugus α-asam amino bebas dan satu gugus α-karboksi bebas. Hemoglobin adalah gabungan molekul protein dengan hematin atau zat-zat yang sejenis. dan struktur kwarterner. Protein asal adalah protein yang berasal dari protein bermolekul tinggi yang mengalami degradasi karena pengaruh panas. Gugus R mengarah keluar dari struktur zigzag. • Struktur Primer merupakan struktur rangkaian asam amino yang memanjang pada suatu rantai polypeptida. Pada struktur ini tidak 169 . Phosphoprotein adalah gabungan molekul protein dengan zat yang mengandung phosphor selain dari asam nukleat atau lecithin misalnya kasein.• • dibedakan oleh daya larut dalam berbagai bahan pelarut seperti air. enzim. phosphoprotein. struktur sekunder. pepton. peptida. dan oleh karakteristik lain. Protein yang termasuk kedalam golongan ini terdiri dari protein primer misalnya protean dan protein sekunder misalnya protease. Konformasi yang stabil α heliks dari rantai polipeptida karena adanya ikatan peptida yang berada pada bidang datar. atau zat-zat kimia. Struktur sekunder α heliks kerangka peptida secara ketat mengelilingi sumbu panjang molekul dan gugus R residu asam amino dibiarkan mengarah keluar dari heliks dan kaya akan residu sistein yang dapat memberikan jembatan disulfida. Struktur sekunder lembaran berlipat β membentuk zigzag dan tidak ada ikatan hidrogen dalam rantai polipeptida yang berdekatan. Seperti diketahui bahwa semua protein adalah polipetida dengan berat molekul yang besar. Sebagai contoh. • Struktur sekunder merupakan asam amino dalam rangkaian polipeptida yang membentuk suatu lilitan misalnya dalam bentuk α heliks atau lembaran berlipat β. alkohol. Berdasarkan strukturnya protein dikelompokkan menjadi struktur primer. peptide Leu-Gly-Thr-HisArg-Asp-Val mempunyai suatu struktur yang utama berbeda dari peptide Val-Asp-His-Leu-Gly-ArgThr. hemoglobins.

yang berfungsi mengangkut oksigen ke jaringan badan. Asam amino secara umum ditulis dengan satu atau tiga huruf yang dapat dilihat pada Tabel 5. Struktur kwarterner merupakan bentuk protein yang terdiri dari dua atau lebih rantai polypeptide menjadi bagian dari molekul protein tunggal. Kehilangan aktivitas ini disebut denaturasi yang secara fisik denaturasi ini dapat dipandang sebagai suatu perubahan konfirmasi rantai polipeptida yang tidak mempengaruhi primernya. hemoglobin molekul terdiri dari dua rantai α dan dua rantai β. Struktur tersier merupakan bentuk tiga dimensi dari semua atom di dalam molekul protein. Asam amino ini membangun blok protein. Asam amino merupakan bahan dasar yang dihasilkan dari proses pemecahan atau hidrolisis dari protein. Asam amino struktur Dalam menyusun komposisi pakan ikan saat ini para peneliti sudah melakukan penyusunan komposisi pakan berdasarkan kebutuhan asam amino setiap jenis ikan. Masing-masing globin rantai di dalam hemoglobin terikat untuk suatu kelompoknya. trimers. tiga. oleh karena itu disebutlah asam amino.3. Interaksi antara residu asam amino yang jauh pada suatu rantai polypeptide memimpin ke arah lipatan dan suatu penyesuaian yang berbentuk rantai polypeptide bulat yang mengumpamakan tiga satuan bentuk dimensional. Protein kwarterner mudah dirusak oleh berbagai manipulasi dengan akibat kehilangan aktivitas biologi. Istilah amino datang dari -NH2 atau suatu kelompok amino yang merupakan bahan dasar alami dan asam datang dari perbandingan COOH atau suatu kelompok karboxyl. Dalam molekul protein asam amino membentuk ikatan peptida (ikatan antara amino dan kelompok karboxyl) di dalam rantai yang panjang disebut rantai polipeptida. dan empat rantai polypeptide. Yang biasanya terjadi seperti dimers. Ada banyak asam amino di alam tetapi hanya dua puluh yang terjadi secara alami. Hal ini dikarenakan komposisi kebutuhan asam amino setiap jenis ikan sangat berbeda dan sangat menentukan laju pertumbuhan dari ikan yang dibudidayakan. sebagai contoh. Asam amino sangat dibutuhkan oleh ikan untuk tumbuh dan berkembang. myoglobin. Dalam pengelompokkannya dibagi menjadi dua yaitu asam amino essensial dan nonessensial.• • dijumpai jembatan disulfida diantara rantai bersisihan dan rantai polipeptida yang berdekatan biasanya mempunyai arah yang berlawanan atau bersifat anti pararel. terdiri dari dua. tetramers. sebagai contoh. Polypeptide menjaga kesatuan oleh ikatan kimia lemah. 170 .

Asam amino alifatik • Basic terdiri dari : arginine dan lysin 171 .Tabel 5. Nama dan singkatan asam amino (Millamena. Kapasitas dari pakan ikan memiliki kandungan asam amino yang dibutuhkan ikan berbeda-beda. glycine diperlukan oleh ayam tetapi bukanlah penting bagi ikan. Sebagai contoh. Asam amino dapat juga digolongkan berdasarkan komposisi kimia menurut Millamena (2002) adalah sebagai berikut: 1.3. Asam amino non esensial yaitu asam amino yang dapat dibentuk atau disintesis dalam jaringan dan tidak perlu ditambahkan dalam komposisi pakan. Asam amino essensial adalah asam amino yang tidak bisa dibuat atau disintesis oleh organisme mendukung pertumbuhan maksimum dan dapat menjadi penyuplai dari asam amino. Esensialitas dari suatu asam amino akan tergantung pada ikan yang diberi pakan. 2002) Asam amino Asam amino essensial Arginin Histidin Isoleucin Leucin Lysin Methionin Phenylalanin Threonin Tryptophan Valin Asam amino nonessensial Alanin Asparagin Asam Aspartad Cystein Asam Glutamat Glutamin Glycin Prolin Serin Tyrosin Singkatan tiga huruf Singkatan satu huruf Arg His Ile Leu Lys Met Phe Thr Trp Val Ala Asn Asp Cys Glu Gln Gly Pro Ser Tyr R H I L K M F T W V A N D C E Q G P S Y Asam amino di golongkan menjadi asam amino essensial dan asam amino non essensial.

Protein kemudian diserap kedalam usus dalam bentuk asam amino. Tyrosin diperlukan untuk hormon thyroxin. maka sintesis protein terhenti. alanine. leucin. Semua ikan bersirip membutuhkan ke sepuluh asam amino esensial. threonin. 2. Bila selama sintesis protein. methionin. Asam amino aromatic terdiri dari: phenylalanine dan tyrosine 3. Pepsin memecah protein dalam gugus yang lebih sederhana yaitu protease dan pepton dan akhirnya akan dipecah menjadi asam amino. serin dan tyrosin. asam glutamat. protein dalam pakan pertama kali dicerna didalam lambung dan asam klorida yang terdapat dalam lambung akan memberikan medium asam yang dapat mengaktivasi pepsin dan renin untuk membantu mencerna protein. yaitu 2 lintasan proses katabolisme asam amino yang merupakan proes degradasi dan glukoneogenesis. serta satu lintasan proses anabolisme asam amino yang merupakan proses sintesa protein. asam aspartad. cholin. tryptophan dan proline Asam amino esensial Ada sepuluh asam amino esensial (EAA) yang diperlukan oleh pertumbuhan ikan yaitu: arginin. Beberapa kelompoknya terdiri dari creatin.Acidic terdiri dari : asam aspartic dan asam glutamic • Netral terdiri dari : leocin . histidin. • Asam amino non essensial Asam amino non esensial yang dibutuhkan untuk ikan adalah: alanine. glycine. cyestin. asparagirie. prolin. glycin. Ada 20 asam amino dalam protein. isoleucine. Metabolisme Asam Amino Metabolisme asam amino meliputi sintesis dan pemecahan protein. glutamin. asam nikotinik. satu dari asam amino hilang. Perpindahan suatu karboksil (COOH) digolongkan dalam bentuk histamin. Methionin juga sebagai penyalur metil (CH3). isoleucin. epinephrin dan norepinephrin dan melanin pigmen. Metabolisme asam amino umumnya dapat terjadi dalam tiga lintasan. phenylalanin. maka tyrosin dibentuk. Arginin menghasilkan ornithin ketika urea dibentuk dalam siklus urea. Tryptophan adalah prekursor dari serotonin atau suatu vitamin. Karena sintesis dan degradasi terus menerus dari protein adalah khas untuk semua bentuk kehidupan. Kesepuluh asam amino ini merupakan senyawa yang membangun protein dan ada beberapa asam amino merupakan bahan dasar dari struktur atau unsur lain. tryptophan dan valin. Asam amino heterocyclic terdiri dari histidine. chysteine. valine. dan banyak unsur lain. Jika suatu basa hydrogen (OH) ditambahkan ke phenylalanin. threonine dan serine.methionine. Asam amino non esensial asam amino yang dapat secara parsial menggantikan atau memberikan asam amino yang sangat dibutuhkan atau harus ada dalam komposisi pakan. Sintesis protein dikode 172 . Methionin adalah prekursor dari cyestein dan cystin.

Reaksi dikatalisis oleh enzim glutamat dehidrogenase yang tidak biasa karena dapat menggunakan NAD+ maupun NADP+. Ikan mengekskresikan amonia bebas dan disebut sebagai amonetilik. Tersedianya asam amino harus mencerminkan distribusinya dalam protein. Enzim-enzim ini disebut juga transaminase. Enzim aminotransferase mengkatalisis pemindahan suatu gugus α amino dari suatu asam amino α kepada keto. Namun dalam beberapa kasus tertentu akan diubah menjadi glukosa dan lemak. Asam-asam amino terutama diperlukan dalam sintesis protein tubuh dan senyawa-senyawa lain yang secara fisiologis penting bagi metabolisme. Pada umumnya kelebihan asam amino akan segera dikeluarkan oleh deaminasi oksidatif dan rangka karbonnya diubah menjadi asetil atau aseto-asetil Ko A. Karena itu tidak ada produk akhir dari metabolisme nitrogen yang dapat ditolelir dengan baik oleh organisme tingkat tinggi. piruvat. misalnya hormonhormon dan neurotransmiter. sintesis protein dibatasi oleh nutrien. atau salah satu dari zat antara siklus asam trikarboksilat yang kemudian dioksidasi menjadi energi. Aktivitas glutamat dehidrogenase diatur secara alosterik. umumnya menyalurkan gugus α amino dari berbagai asam amino kepada α –ketoglutarat untuk diubah menjadi NH4+ (ion amonium). dan gugus amino. Tahap pertama adalah deaminasi oksidatif. sedangkan 173 . zat antara yang diperlukan dalam siklus asam trikarboksilat. Tahap ke dua adalah tahap oksidasi zat dalam siklus asam trikarboksilat menjadi CO2 dan H2O. Tempatnya pemecahan asam amino adalah hati. Ion amonium dibentuk dari glutamat dengan deaminasi oksidatif. Bila tidak. Gugus α amino dari banyak asam amino mula-mula akan dipindahkan ke α keto glutarat untuk membentuk asam glutamat yang kemudian mengalami deaminasi oksidatif membentuk ion NH4+. Asam amino yang berlebihan dari yang diperlukan untuk sintesis protein dan biomolekul lainnya tidak dapat disimpan dalam tubuh maupun diekskresikan keluar tubuh. Kelebihan asam amino cenderung digunakan untuk bahan bakar. Degradasi asam amino terjadi dalam dua tahap utama. Guanosin trifosfat (GTP) dan Adenosin Trifosfat (ATP) adalah inhibitor alosterik. Asam sitrat dan garamgaramnya bersifat sangat tidak larut serta mengendap dalam jaringan dan cairan bila konsentrasinya melampaui beberapa miligram per 100 ml.oleh DNA (kode genetik) yang terdapat di inti mitokondria. merupakan tahap pengubahan asam amino menjadi zat antara yang dapat memasuki siklus asam trikarboksilat. Sebelum memasuki siklus asam trikarboksilat untuk menghasilkan energi asam amino harus didegradasi terlebih dahulu. Amonia adalah toksik terhadap sistem syaraf pusat oleh mekanisme yang belum seluruhnya dimengerti tetapi tampaknya melibatkan pembalikan jalan glutamat dehidrogenase dan akibatnya kekurangan ketoglutarat.

zat ini merupakan bahan yang bersifat racun dan harus dikeluarkan dari tubuh. misalnya protein bersama dengan mineral dan air merupakan bahan baku utama dalam pembentukan sel-sel dan jaringan tubuh. Kelebihan Asam amino digunakan sebagai sumber energi atau dikonversi ke lemak. sebuah reaksi yang membutuhkan dua ATP.Guanosin Difosfat (GDP) dan Adenosin Difosfat (ADP) adalah aktivator alosterik. ditranspot ke ginjal dan kemudian dipisahkan kembali menjadi glutamat dan amonia. Dalam proses katabolisme protein maka akan dihasilkan amonia sebagai hasil deaminasi oksidatif. Dalam tubuh ikan energi yang berasal dari pakan dipergunakan untuk proses hidupnya yaitu tumbuh. Pada makhluk hidup sebagian besar dikeluarkan melalui dua jalan kecil dalam tubuhnya yaitu : • Amonia dengan asam glutamat dalam hati. Dalam tubuh ikan berisi sekitar 65-75% protein pada suatu basis berat kering. Ikan-ikan yang memiliki paru-paru (lungfish). Karbamoil fosfat kemudian masuk ke dalam siklus ornithin urea. Jadi penurunan muatan energi akan mempercepat oksidasi asam amino. Fungsi utama pakan ini adalah sebagai penyedia energi bagi aktifitas sel-sel tubuh. Protein dalam pakan ikan akan saling keterkaitan dengan zat nutrien lainnya. Penentuan tentang kebutuhan asam amino sangat penting karena akan sangat membantu dalam melakukan perancangan diet uji amino yang digunakan untuk menentukan kebutuhan asam amino yang diperlukan bagi ikan. Protein sangat menentukan dalam menyusun formulasi pakan ikan. Kebutuhan asam amino essensial dalam pakan ikan Pakan ikan sangat dibutuhkan bagi ikan yang dibudidayakan dalam suatu wadah budidaya. Protein bersama dengan vitamin dan mineral ini berfungsi juga dalam pengaturan suhu tubuh. untuk membentuk glutamin membutuhkan ATP. Oleh karena itu ikan yang dibudidayakan harus memperoleh asam amino dari protein makanannya secara terus menerus yang sangat diperlukan 174 . pengaturan keseimbangan asam basa. yang kemudian difosforilasi menjadi karbokmoil fosfat. Asam amino yang berasal dari protein ini sangat diperlukan oleh berbagai sel untuk membangun dan memperbaiki jaringan rusak. pada musim kering menjadi ikan darat dan mengeksresikan urea untuk menghemat air. pengaturan tekanan osmotik cairan tubuh serta pengaturan metabolisme dalam tubuh. Informasi tentang kebutuhan protein kotor ikan menjadi nilai yang menentukan dan data tentang kebutuhan asam amino untuk setiap ikan penting karena mutu protein sangat bergantung kepada komposisi asam amino nya dan penyerapannya. Akhirnya dieksresikan ke urin sebagai garam amonium (NH4+.) • Amonia dengan karbondioksida untuk membentuk carbamil. berkembang dan bereproduksi.

Protein yang dibutuhkan ikan dipengaruhi faktor-faktor yang bervariasi seperti ukuran ikan. temperatur air. serta dimanfaatkan bagi metabolisme sehari-hari. Retensi protein merupakan gambaran dari banyaknya protein yang diberikan. Pemakaian sebagian protein sebagai sumber energi ini akan menghambat pertumbuhan ikan. Dalam proses pencernaan. mengingat protein sangat berperan dalam pembentukan sel baru. Kualitas pakan dikatakan rendah apabila kadar asam-asam amino esensial dalam proteinnya juga rendah. Pemberian pakan yang tepat dengan kisaran nilai kalori/energi yang memenuhi persyaratan bagi pertumbuhan ikan dan dengan kandungan gizi yang lengkap akan dapat meningkatkan nilai retensi protein. Melalui sistem peredaran darah. Oleh karena itu agar ikan dapat tumbuh secara normal. Ikan dapat tumbuh normal apabila komposisi asam amino esensial dalam pakan tak jauh berbeda (mirip) dengan asam amino dalam tubuhnya.bagi pertumbuhan sel dan pembentukan jaringan tubuhnya. Pertumbuhan somatik. pertumbuhan kelanjar reproduksi. Cepat tidaknya pertumbuhan ikan ditentukan oleh banyaknya protein yang dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh sebagai zat pembangun. Oleh karena itu adanya variasi keseimbangan antara asam amino esensial dan non esensial dalam pakan diharapkan dapat memacu pertumbuhan ikan. karena apabila kebutuhan energi kurang. kecepatan pemberian pakan. Pemilihan bahan dan komposisi bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pakan akan sangat menentukan kelengkapan dan keseimbangan antara asam-asam amino esensial dan tak esensial. kandungan energi keseluruhan yang dapat dihasilkan dari pakan dan kualitas protein. yang dapat diserap dan dimanfaatkan untuk membangun ataupun memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. pakan harus memiliki kandungan energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi metabolisme sehari-hari dan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan sel-sel tubuh yang baru. protein akan dipecah menjadi bentuk-bentuk yang lebih sederhana yaitu asam 175 . Ikan tidak mempunyai kebutuhan protein yang mutlak namun untuk menunjang pertumbuhannya ikan membutuhkan suatu campuran yang seimbang antara asam-asam aminoesensial dan non esensial. ketersediaan dan kualitas pakan alami. maka protein akan dipecah dan digunakan sebagai sumber energi. Keseimbangan antara energi dan kadar protein sangat penting dalam laju pertumbuhan. asam amino ini diserap oleh seluruh jaringan tubuh yang memerlukannya. perkembangan dan pembangunan jaringan baru ataupun perbaikan jaringan yang rusak selalu membutuhkan protein secara optimal yang terutama diperoleh dari asam-asam amino essensial yang bersumber dari pakan ikan yang dikonsumsi.

arginin juga berperan dalam biosintesis urea. leusin dan valin dalam serum dipengaruhi oleh peningkatan kadar protein pakan. Persentase terendah dari kandungan asam amino esensial pada makanan terhadap pola standar tersebut dinamakan sebagai skore asam amino. Histidin diperlukan untuk menjaga keseimbangan nitrogen dalam tubuh. Defisiensi lisin dalam pakan ikan dapat menyebabkan kerusakan pada sirip ekor (nekrosis). Arginin merupakan asam amino yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan optimal ikan muda. Asam amino dan dipeptida dapat masuk kedalam aliran darah dengan cara transpot aktif. Tidak semua bahan makanan yang merupakan sumber protein hewani maupun nabati mengalami defisiensi asam amino yang sama. yang 176 . harus diperhitungkan terlebih dahulu kelengkapan asam amino esensial pada bahan dan kebutuhan tiap jenis ikan terhadap asam amino esensial dan non esensial. Kualitas protein berbeda-beda tergantung pada jenis dan jumlah asam amino penyusunannya. akan memberikan pengaruh pada konsentrasi isoleisin dan valin dalam serum. Lisin merupakan asam amino esensial pembatas dalam protein nabati. Dalam penyusunan komposisi bahan-bahan pembuat pakan ikan. Perubahan-perubahan konsentrasi isoleisin. defisiensi pada salah satu asam amino pada suatu bahan dapat disubstitusi dengan asam amino yang sama dari bahan yang berbeda. Oleh karena itu. Histidin merupakan asam amino esensial bagi pertumbuhan larva dan anak-anak ikan. Pengamatan ini memberikan indikasi leisin mungkin mampu mempermudah jaringan tubuh dalam menyerap asam-asam amino berantai cabang. yaitu enzim endopeptidase yang berfungsi memutuskan ikatan peptida pada rantai polipeptida dan enzim eksopeptidase yang berfungsi memutuskan gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (-NH2) yang dimiliki protein. Penentuan kualitas protein dapat dilakukan dengan membandingkan komposisi asam amino esensial yang dikandung bahan makanan dengan standar kebutuhan asam amino esensial pada hewan uji. Adapun yang dimaksud dengan asam amino esensial pembatas adalah asam amino esensial yang mempunyai presentase terendah yang terkandung dalam suatu protein bahan makanan. Peningkatan konsentrasi dari salah satu asam amino berantai cabang ini. misalnya leusin. Disamping berperan dalam sintesia protein.amino dan dipeptida. Kebutuhan setiap jenis ikan terhadap asam amino esensial dan non esensial berbedabeda.sehingga perlu dipertimbangkan adanya keseimbangan antara asam-asam amino esensial dan non esensial yang terkandung pada protein bahan dasar pembuat pakan ikan tersebut. Ada dua jenis enzim yang terlibat dalam proses pencernaan protein.

Tingkat penggunaan lisin dipengaruhi oleh kadar arginin. Ketika terjadi degradasi arginin. pemanasan yang berlebih saat pembuatan pakan dan penguapan dari pakan tersebut. Fenil alanin dan tirosin diklasifikasikan sebagai asam amnino aromatik. Keduanya diperlukan dalam jumlah yang cukup untuk mendorong sintesis protein dan fungsi-fungsi fisiologis lain pada ikan. Metionin (essensial) dan sistein (non essensial) merupakan asam amino yang mengandung sulfur. Ikan mampu dengan segera mengubah fenil alanin menjadi tirosin atau menggunakan tirosin untuk melakukan metabolisme yang diperlukan bagi asam amino fenil alanin tersebut. Kebutuhan metionin pada ikan biasanya berkaitan dengan kadar metionin dalam serum dan kadar makanan yang dicerna. Oleh karena itu untuk menentukan kebutuhan asam amino aromatik khususnya fenil alanin. Metionin juga merupakan asam amino pembatas dalam beberapa bahan makanan sumber protein nabati. magnesium. Fenil alanin (essensial) dan tirosin (non essensial) keduanya mempunyai struktur kimia yang mirip sehingga keduanya bisa saling menggantikan. Defisiensi metionin dapat mengakibatkan penyakit katarak pada rainbow trout. Ketidakseimbangan asam amino kaitannya dengan asam amino yang saling bertentangan atau asam amino yang berbahaya yang dapat menyebabkan pertumbuhan pada ikan tidak optimal. Hal ini dapat meningkatkan kebutuhan asam amino lain yang serupa. urea dan amonia. Kebutuhan asam amino essensial dan nonessensial pada ikan sangat ditentukan oleh jenis bahan baku pembuatan pakan. Pertentangan asam amino terjadi ketika asam amino yang diberikan melebihi jumlah yang dibutuhkan.apabila berkelanjutan dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan. Hal ini dapat mengakibatkan kekurangan asam amino esensial yang disebabkan oleh penggunaan komposisi pakan yang kandungan proteinnya sedikit atau tidak mencukupi kebutuhan asam amino esensial. Dapat juga disebabkan adanya bahan kimia yang dapat mempengaruhi komposisi pakan. Selain menyebabkan penyakit pada mata. Contohnya adalah pertentangan leucin dengan isoleucin dan arginin dengan lisin yang diamati pada beberapa jenis ikan. defisiensi triptopan juga akan meningkatkan kadar kalsium. maka penggunaan lisin akan meningkat. kerusakan pada operculum insang dan katarak pada mata. Sistein mampu mereduksi sejumlah metionin yang diperlukan bagi pertumbuhan optimal. Asam amino bersifat racun apabila diberikan 177 . Triptofan merupakan asam amino pembatas dalam bahan makanan sumber protein nabati. dalam pengujian haruslah digunakan bahan pangan tanpa tirosin atau berkadar tirosin rendah. Defisiensi triptofan pada ikan salmon menyebabkan lordosis dan skoliosis sedangkan pada ikan rainbow trout menyebabkan nekrosis pada sirip ekor. sodium dan potasium dalam ginjal dan hati ikan.

4 3.0 2.0 2.2 1.2 2.2 3.2 4.8 5.7 Leu 3.5 2.0 3.6 2.5 5.5 5.7 His 1.3 3. Sejauh ini kebutuhan asam amino essensial dalam makanan yang dibutuhkan oleh ikan dan jumlah yang dibutuhkan pada ikan budidaya telah ditetapkan pada beberapa jenis ikan berdasarkan hasil penelitian.6 1.7 0.5 1.0 3.4.2 4.4 2.0 4.1 4.7 2.9 5.8 3.9 Jenis ikan Chum Salmon Chinook Salmon Coho Salmon Channel Catfish Common carp Catle Nile Tilapia Milk Fish Japanese eel Rainbow trout Yellow tail White surgeon Red drum Kebutuhan asam amino pada ikan seperti tabel diatas diperoleh dengan cara melakukan penelitian.5 3.1 4.5 3. Menurut Millamena (2002) ada dua metoda yang digunakan untuk menentukan apakah suatu asam amino tersebut termasuk dalam kelompok asam amino essensial dan non essensial yaitu: • Metoda pertumbuhan • Metoda radio isotop.2 2.3 5.1 2.0 3.6 1.8 1.1 Ile 2.3 3.4 2.5 0.3 5.3 4.0 3.8 3.9 3.5 5.0 2.6 4.4 2.3 4.8 4.1 3.1 3.0 2.8 5. Di dalam perumusan komposisi pakan.0 0.7 0.3 3.5 0.2 5. 178 .9 3. 1997) Arg 6.5 3. Keterbatasan kandungan asam amino dalam salah satu sumber asam amino dapat dilengkapi dengan sumber lain yang melimpah dengan kandungan asam amino yang sama sehingga menjadi suatu pakan ynag lebih baik.6 3. asam amino esensial dari suatu organisme adalah dengan penambahan pada komposisi pakan dengan asam amino L kristal.6 2.0 4. komposisi pakan yang direkomendasikan tentang asam amino esensial harus dengan hatihati dalam memilih dan mengkombinasikan dua atau lebih sumber protein.4 3.0 5.7 Met + Cys 3.5 4.3 5.4 2.9 Phe + Tyr 6.1 5. Cara lain untuk mengetahui kebutuhan Tabel 5.2 5.dengan jumlah yang berlebih.7 3.7 6. Pelarutan nutrisinya dapat diperkecil dengan penggunaan pakan yang mengandung air stabil sehingga dapat menghemat penggunaan pengikat atau memanfaatkannya dalam praktek pemberian pakan.3 3.2 2.3 1.7 4.6 2.3 4.0 3. Kebutuhan asam amino essensial pada beberapa jenis ikan dapat dilihat pada Tabel 5.3 2.5 0.4.0 2.0 3.0 2.1 4.4 3.7 2.6 3.0 3. Kebutuhan asam amino essensial pada beberapa jenis ikan dalam % protein pakan (Akiyama et al.0 5.1 1.2 5.3 5.5 6.3 4.8 4.2 3.0 6.0 1.0 3. Efek negatif yang ditimbulkan tidak dapat diperbaiki dengan penambahan asam amino ke dalam komposisi pakan.5 2.8 Trp 0.3 4.2 2.3 0.2 5.7 2.5 6.8 0.3 4.1 0.9 1.4 5.1 5.5 Thr 3.8 3.7 Lys 5.2 2.9 4.8 Val 3.6 2.5 0.2 3.4 4.4 5.

Dari hasil isolasi tersebut kemudian protein tersebut dilakukan hidrolisasi dan asam amino yang diperoleh dipisahkan dengan menggunakan peralatan chromatografi dan menghitung radio aktifitas. nilai biologi (BV) dan kebutuhan protein bersih (NPU) adalah sebagai berikut: Perbandingan Efisiensi Protein (PER) Penambahan bobot (gram) PER = Kandungan protein dalam pakan (gram) 179 . ikan uji disuntik secara intraperitoneal dengan menggunakan radio aktif yang diberi label 14C glukosa dan dibiarkan hidup dengan mengkonsumsi pakan alami selama 7 hari. Metode kimia menentukan kuantitas atau jumlah protein/asam amino pada bahan pakan sedangkan metode biologi dengan cara menentukan reaksi ikan terhadap protein dalam kaitannya dengan pertumbuhan dan pertahanan. Evaluasi kualitas protein Protein yang terdapat dalam suatu bahan pakan dapat dikatakan bermutu jika memberikan pertumbuhan positif pada ikan budidaya atau protein dikatakan mutunya tinggi apabila komposisi asam amino yang terkandung di dalamnya menyerupai bentuk asam amino yang dibutuhkan oleh ikan dan tingkat kecernaannya tinggi. Menurut Millamena (2002) perhitungan Protein Effisiensi ratio (PER). atau kantung kuning telur ikan Chinook. Dalam metode biologi. Ikan uji kemudian dimatikan dan dibuat larutan yang homogen dan melakukan isolasi protein. setelah itu penyelidik menggunakan suatu diet test serupa untuk menentukan asam amino esensial yang lain pada ikan. Untuk sepuluh amino. Ikan uji dilakukan penimbangan berat badan setiap dua kali untuk mengukur pertumbuhan dan mengetahui pengaruh pakan uji tersebut. Pakan dirumuskan berdasarkan pada pola asam amino seperti protein telor ayam utuh. protein telor ikan Chinook. Pada Metoda rasio isotop yang digunakan oleh Cowey et al. berat tubuh dan nitrogen digunakan sebagai ukuran untuk mutu protein dimana metode biologi lebih akurat dibanding metode kimia.Metoda pertumbuhan digunakan oleh Halver (1957) untuk mengetahui penggunaan satu rangkaian asam amino diet uji yang berisi kristal Lamino sebagai sumber nitrogen. (1970). Mutu protein biasanya dievaluasi dengan metode biologi dan kimia. percobaan dilakukan dengan melakukan pemberian pakan dengan menggunakan pakan dasar yang berisi semua asam amino dan pakan uji yang tidak mengandung asam amino. Selain itu sampel ikan uji juga diberi pakan yang kekurangan asam amino untuk melihat pertumbuhan yang terjadi dan dibandingkan dengan ikan yang diberi pakan dengan asam amino yang lengkap.

Penggunaan Protein Bersih Nitrogen yang digunakan NPU = Nitrogen yang diambil dimana : NPU ditentukan dengan rumus sebagai berikut : Penambahan nitrogen pada pakan ikan NPU = Nitrogen yang diambil dari pengujian protein + pengurangan nitrogen pada pakan ikan x 100 180 .Nilai Biologi (BV) Nitrogen yang digunakan BV = Nitrogen yang diserap Dimana : R = A = Dan : A = R = = = = = = Nitrogen yang digunakan Nitrogen yang diserap I – (F .Fo) A – (U – Uo) Nitrogen yang diambil Nitrogen dalam feses Metabolisme nitrogen dalam feses Nitrogen yang keluar bersama urine Endogeneus nitrogen I – (F–Fo) – (U – Uo) x 100 A I – (F – Fo) x 100 Dimana : I F Fo U Uo R BV = Tidak cukup data dalam nilai biologi yang diperoleh untuk pengaturan pakan ikan dan sulit dalam penentuan metabolisme feses dan endogeneus nitrogen secara terpisah.

5. Cara ini dilakukan dengan menganalisis kandungan nitrogen dalam jaringan dengan interval dua minggu sampai tidak ada penurunan nitrogen yang tertahan pada jaringan. 1989). Kebutuhan protein dalam pakan secara langsung dipengaruhi oleh jumlah dan jenis-jenis asam amino essensial. Jumlah kebutuhan protein maksimum merupakan tingkat kualitas protein yang tinggi dalam kandungan pakan yang diperlukan untuk pertumbuhan maksimum. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. 181 . Protein dapat juga digunakan sebagai sumber energi jika kebutuhan energi dari lemak dan karbohidrat tidak mencukupi dan juga sebagai penyusun utama enzim. pembentukan jaringan. hormon dan antibodi. unsur struktural didalam sel dan jaringan. Oleh karena itu pemberian protein pada pakan ikan harus pada batas tertentu agar dapat memberikan pertumbuhan yang optimal bagi ikan dan efisiensi pakan yang tinggi. Protein yang terdapat dalam jaringan tubuh ikan dapat digunakan sebagai ukuran untuk menentukan kebutuhan protein. Jumlah kandungan protein yang minimal dari suatu pakan untuk menghasilkan pertumbuhan maksimum sangat bergantung pada jenis ikan yang dibudidayakan. Selain itu protein sangat penting bagi kehidupan karena merupakan protoplasma aktif dalam semua sel hidup dan berperan sebagai instrumen molekuler yang mengekspresikan informasi genetik. Berdasarkan penelitian beberapa spesies ikan kebutuhan kandungan protein pada ikan budidaya berkisar dari 27% sampai 60%. Protein yang dibutuhkan ikan bersumber dari berbagai macam bahan dimana kualitas protein bahan bergantung pada komposisi asam amino. kandungan protein yang dibutuhkan. penggantian jaringan-jaringan tubuh yang rusak dan penambahan protein tubuh dalam proses pertumbuhan. Respon yang akan memberikan keuntungan dan daya tahan paling tinggi biasanya diperoleh dari komposisi pakan ikan terbaik. kandungan energi pakan dan faktor fisiologis ikan (Lovel.Kebutuhan protein pada ikan Protein didalam tubuh sangat dibutuhkan untuk pemeliharaan. Untuk menentukan kebutuhan protein suatu jenis ikan dapat dilakukan dengan melakukan percobaan pemberian pakan yang akan membantu dalam penggunaan uji kandungan protein dari sumber yang nilai biologinya tinggi.

ukuran ikan atau umur. kasein. Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan protein untuk pertumbuhan ikan yang maksimum antara lain adalah : jenis. KARBOHIDRAT Karbohidrat merupakan salah satumakro nutrien dan menjadi sumber energi utama pada manusia dan hewan darat. shrimp meal Casein dan asam amino Squid meal Casein + egg albumin Fish meal. soybean. gelatin Fish meal.3. casein Fish meal Fish meal. temperatur air. casein Soybean meal. shrimp meal Fish meal. squid meal Kadar protein optimal 43 31 – 38 40 – 50 43 44 60 55 40 30 – 40 24 55 52 44 40 40 30 28 34 – 42 28 – 32 55 27 Jenis ikan Asian sea bass Common carp Grouper Japanese eel Kuruma shrimp Milk Fish Red sea bream Snake head Red snapper Tiger shrimp Nile Tilapia White shrimp Yellow tail Abalone Sumber protein tinggi untuk ikan dapat diperoleh pada beberapa bahan baku antara lain adalah telor utuh. protein yang berkualitas seperti yang telah dikemukanan sebelumnya dengan mengetahui komposisi asam amino. rice bran Fish meal. muscle meal Fish meal. 5. kombinasi kasein dan agar-agar.5. Pada ikan. meat meal. soybean. karena pada ikan 182 . mussel meal. casein Casein. tingkat pemanfaatn karbohidrat dalam pakan umumnya rendah pada khususnya hewan karnivora. Tingkat kebutuhan protein optimal (% berat kering pakan) pada beberapa jenis ikan budidaya (Millamena. casein Tuna. collagen Squid meal Fish meal. soybean meal Fish meal. Ikan yang berukuran lebih kecil mempunyai kebutuhan protein lebih tinggi dibanding ikan yang lebih tua pada jenis ikan yang sama itu. soybean dan cassava meal Casein Fish meal Fish meal.Tabel 5. squid meal Casein Fish meal. 2002) Sumber protein Fish meal.

Selain itu karbohidrat merupakan Protein sparing effect yang artinya karbohidrat dapat digunakan sebagai sumber energi pengganti bagi protein dimana dengan menggunakan karbohidrat dan lemak sebagai sumber bahan baku maka hal ini dapat mengurangi harga pakan. zat tepung. Ikan karnivora lebih sedikit mengkonsumsi karbohidrat dibandingkan dengan omnivora dan herbivora. Karbohidrat berdasarkan analisa proksimat terdiri dari serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen. selulosa. agar-agar. karet dan jaringan yang berhubungan dan mengandung unsur C. Selain itu dalam aplikasi pembuatan pakan karbohidrat seperti kanji.sumber energi utama adalah protein. glukoneogenesis dan glikogenesis.H. Selain itu pakan yang mengandung karbohidrat terlalu sedikit akan menyebabkan terjadinya tingkat katabolisme protein dan lemak yang tinggi untuk mensuplai kebutuhan energi ikan dan menyediakan metabolisme lanjutan (intermedier) untuk sintesis senyawa biologi penting lainnya. Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan bahwa ikan yang diberi pakan dengan kandungan protein tinggi tanpa karbohidrat dapat menyebabkan penurunan laju pertumbuhan dan retensi protein tubuh. Klasifikasi Karbohidrat Karbohidrat diklasifikasikan kedalam tiga kelompok yaitu monosakarida. alga. Karbohidrat biasanya terdapat pada tumbuhan termasuk pada gula sederhana. Ikan laut biasanya lebih menggunakan protein dan lemak sebagai sumber energi daripada karbohidrat. 183 . hidrogen (H) dan Oksigen (O) dalam suatu perbandingan tertentu. Oleh karena itu pada komposisi pakan ikan harus ada keseimbangan antara karbohidrat. protein dan lemak. Pemanfaatan karbohidrat sebagai sumber energi dalam tubuh dapat juga dipengaruhi oleh aktivitas enzim dan hormon. dan getah dapat juga digunakan sebagai pengikat makanan (binder) untuk meningkatkan kestabilan pakan dalam air pada pakan ikan dan udang. sehingga pemanfaatan protein untuk pertumbuhan berkurang. Karbohidrat merupakan senyawa organik yang tersusun dari atom karbon (C). dimana ketiga nutrien tersebut merupakan sumber energi bagi ikan untuk tumbuh dan berkembang. kanji. Formula umum karbohidrat adalah Cn (H2O)2. tetapi peranan karbohidrat dalam pakan ikan sangat penting bagi kehidupan dan pertumbuhan ikan.O dengan rasio antara hidrogen dan oksigen 2:1 yang hampir serupa dengan H2O dan kemudian dinamakan ”karbohidrat”. Enzim dan hormon ini penting untuk proses metabolisme karbohidrat dalam tubuh seperti glikolisis. siklus asam trikarboksilat. Selain itu ikan yang hidup diperairan tropis dan air tawar biasanya lebih mampu memanfaatkan karbohidrat daripada ikan yang hidup diperairan dingin dan air laut. jalur pentosa fosfat. Karbohidrat adalah sumber energi yang murah dan dapat menggantikan protein yang mahal sebagai sumber energi.

Laktosa Raffinosa. glikosa) chitin. Xylulosa. > 10 unit Starch/kanji. Gula. mannosan. Maltosa. selulosa.disakarida. 2002) Kelompok Karbohidrat Monosakarida (satu unit glikosa) contoh Pentosa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. dan glikogen adalah karbohidrat yang dapat dicerna. Arabinosa. alginat. hemicellulosa. Fruktosa dan Mannosa Sukrosa. Tabel 5. Polisakarida (Glycan. dan polisakarida. Galaktogen. Klasifikasi Karbohidrat (Millamena. Stachyosa. Glucosa. lignin. Hexosa. dua atau beberapa unit gula sederhana. kanji.6. serat kasar dan hemisellulosa adalah karbohidrat yang tidak dapat dicerna. Selain itu karbohidrat dapat juga diklasifikasikan berdasarkan pada tingkat kecernaan.6. larut dalam air dan rasanya manis. Umumnya monosakarida diperoleh dari hasil hidrolisis senyawa tanaman yang lebih kompleks. Monosakarida tidak dapat dihidrolisa lagi menjadi bentuk yang lebih sederhana. cellulosa. pectin. fruktosa dan mannosa merupakan bentukheksosa yang mempunyai makna fisiologis paling penting. Glukosa. Disakarida dan polisakarida merupakan turunan (derivat) dari monosakarida. satu. dextrin. gums and mucilages. glycogen. Xylosa. agar. Monosakrida utama yang terdapat dalam bentuk bebas dalam makanan adalah glukosa dan fruktosa. sedangkan polisakarida (termasuk) oligosakarida akan membentuk lebih dari tiga molekul monosakarida. karbohidrat yang dapat dicerna sebagian dan karbohidrat yang tidak dapat dicerna. yaitu karbohidrat yang dapat dicerna. Glukosa merupakan zat gula dalam tubuh yang dibawa oleh darah dan 184 . karageenan Monosakarida Monosakarida adalah bentuk karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi bentuk yang sederhana lagi. Pembagian karbo-hidrat ini berdasarkan pada jumlah molekul pembentuknya. Disakarida dapat dihidrolisa menjadi dua molekul mono-sakarida. Verbascosa Disakarida (dua unit glikosa) Oligosakarida (2-10 unit glikosa) dextrin. Ribosa. inulin dan pentosa adalah termasuk karbohidrat yang dapat dicerna sebagian. galaktosa.

Fructose. Hexosa mempunyai rumus umum C6H12O6. Rumus empiris glukosa adalah C6H12O6. Fruktosa dapat diubah menjadi glukosa dalam hati. Laktosa tidak terjadi secara bebas di alam. Fruktosa adalah ketohexose alami penting dan karbohidrat paling manis. Disakarida Disakarida merupakan bentuk karbohidrat yang kalau dihidrolisis akan menghasilkan dua molekul monosakarida. Mannosa merupakan unsur pembentuk senyawa glikoprotein.merupakan bentuk paling utama dalam jaringan. Dengan hidrolisis mengakibatkan perpecahan molekul dan pembentukan hexoses. D-Glukosa ini telah dihasilkan secara komersial dengan hidrolisis pati jagung yang menghasilkan sirop jagung dan kristal dekstrosa. Hidrolisis adalah suatu reaksi kimia yang mana suatu unsur yang komplek dipecah menjadi unsur yang lebih kecil dengan penambahan suatu katalisator. jagung manis dan madu dalam bentuk DGlukosa. Hidrolisis lactose atau gula susu menghasilkan galactose dan glukosa. Glukosa. satu molekul dibentuk pada fruktosa dan satu molekul pada glukosa yang dibentuk. Jumlah yang pantas pada xilosa dibentuk dalam pembuatan bubur pada makanan melalui hidrolisis pada hemiselulosa. bentuk gula yang biasanya disebut juga dengan gula meja. D-Glukosa ini mempunyai peran penting dalam pakan dan metabolisme ikan serta merupakan gula darah pada semua hewan. Pentosa mempunyai rumus yang umum C5 H10 O5. dari rumus bangun ini memperlihatkan bahwa satu molekul air telah dipindahkan sebagai dua monosakarida yang telah dikombinasikan. Glukosa banyak terdapat dalam buah-buahan. Ada tiga bentuk disakarida penting yaitu sukrosa. dan mempunyai komersial yang penting dalam bentuk aldopentosa silosa dan arabinosa. Gula heksosa biasanya dalam bentuk : galactosa. Hal ini dikarenakan glukosa merupakan sumber energi yang paling cepat diserap didalam sel dan masuk kedalam darah dan akan dikatabolisme dalam proses glikolisis. laktosa dan maltosa. Monosakarida sering dikatakan sebagai bentuk dari suatu gula sederhana. Glukosa dapat disimpan didalam hati dan otot dalam bentuk glikogen. Sukrosa. sedangkan galaktosa selain dapat diubah menjadi glukosa dalam hati juga dapat dimetabolisir. Silosa dibentuk dengan hidrolisis pada pentosa. Rumus molekul disakrida adalah C12H22O11. Kebanyakan monosakarida diperoleh dengan hidrolisis unsur yang lebih komplek. terdiri dari satu molekul glukosa dan 185 . dan glukosealdoses. Rotan atau gula umbi manis (sukrosa) dihidrolisis. Dua rangkaian gula sederhana secara komersil penting pentosa atau lima gula atom karbon dan hexoses atau enam gula atom karbon. dan galactose mempunyai rumusan molekular yang sama tetapi susunan rumus mereka berbeda pengaturan di dalam suatu molekul. Arabino dihasilkan pada getah arabic dan dedak gandum. Ribosa dan Dioxyribosa merupakan struktur RNA dan DNA.

Hasil hidrolisis laktosa akan menghasilkan sebuah molekul glukosa dan sebuah molekul galaktosa. Maltosa terjadi secara alami dalam benih zat tepung yang diproduksi tumbuhan. Pada hewan dekstrin merupakan hasil pemisahan glukosa dari amilopektin yang meninggalkan residu percabangan yang disebut α-limit dekstrin. dekstrin merupakan substrat kesukaan organisme acidophilik dalam saluran pencernaan dan bila pakan mengandung dekstrin maka sintesis vitamin B dalam usus akan meningkat. Polisakarida biasanya dibentuk oleh kombinasi hexosa atau monosakarida lain dan biasanya merupakan senyawa dengan molekular tinggi dan kebanyakan tidak dapat larut dalam air dan dipertimbangkan yang paling utama bahan gizi tumbuhan asli. Pati/starch merupakan bentuk polisakarida yang banyak terdapat pada tumbuhan dan diperoleh di dalam akar umbi (kentang). polisakarida mempunyai formulasi umum (C6H10O5)n. Sumber utama sukrosa sebagian besar dari tebu dan gula bit. atau gula susu. Didalam pakan. rhizomes. Glikogen merupakan bentuk penyimpanan pada karbohidrat pada hewan dan merupakan zat tepung di dalam tumbuhan. Dekstrin terdiri dari serangkaian senyawa dengan bobot molekul yang lebih rendah. Glikogen dihasilkan dari mamalia dan hewan lain dari glukosa di dalam darah dan diperoleh didalam jaringan otot dan hati. dextrin dan glikogen. banyak diperoleh pada semua susu mamalia. Maltosa dibentuk dari hidrolisis zat tepung dengan enzim α-amilase. Sedangkan dekstrin merupakan hasil dari proses pemecahan hidrolisis pati menjadi maltosa. Selulosa adalah komponen struktur utama dalam tumbuhan pada dinding sel tumbuhan dan unsur yang paling berlimpah-limpah pada tumbuhan. Hemiselulosa merupakan polisakarida yang terdiri atas suatu campuran unit hexosa dan pentosa. Maltosa akan dihidrolisis lebih lanjut oleh enzim α-gluc0sidase menjadi dua molekul glukosa.satu molekul fruktosa yang dinamakan dengan gula invert. Jika dihidrolisis hemiselulosa menghasilkan glukosa dan sebuah pentosa. biasanya silosa yang merupakan komponen utama pada 186 . Laktosa. Tiga bentuk polisakarida yang banyak terdapat dalam bahan baku pakan antara lain adalah pati. dan biji-bijian. mereka dipecah ke dalam berbagai produk intermediate dan yang akhirnya ke dalam gula sederhana. Bentuk ini merupakan sumber bahan makanan yang termurah dan merupakan sumber energi bagi manusia dan hewan. Polisakarida Polisakarida merupakan bentuk karbohidrat yang kalau dihidrolisis akan menghasilkan lebih dari sepuluh molekul monosakarida. Selulosa adalah unsur penting yang tidak dapat larut dan dapat didegradasi oleh enzim menjadi beberapa unit glukosa dan bisa dihidrolisis dengan asam kuat. Ketika hidrolisis dengan asam atau enzim. tersusun dari 8 – 10 glukosa.

Pencernaan karbohidrat secara intensif terjadi disegmen usus yaitu dengan adanya enzim amilase pankreatik. Chitin mempunyai peran struktural dan suatu jumlah dari kekuatan mekanis yang dapat menghentikan ikatan hidrogen. Ikan tidak memiliki kelenjar air liur (salivary gland) sehingga proses pencernaan karbohidrat pada ikan dimulai dibagian lambung. Dalam bentuk glukosa itulah karbohidrat dapat diserap oleh dinding sel (enterosit) lalu masuk kedalam pembuluh darah. Karbohidrat tersebut berasal dari tumbuhan (zat tepung. Lignin merupakan struktur kompleks yang terdiri dari karbon-karbon yang saling berikatan dengan eter yang mana bersifat resisten terhadap alkali dan asam. Perbedaan sumber pati 187 . ragi dan jamur adalah polysoccoharida dengan atom zat hidrogen seperti halnya C. disakarida dan monosakarida. Kemudian maltosa dan dekstrin ini akan dihidrolisa oleh enzim laktase atau sukrose menghasilkan galaktosa. Alginates. Pada segmen usus.dinding sel tumbuhan. galaktosa dan fruktosa akan diubah menjadi glukosa. agar dan caragenan merupakan hasil ekstraksi dari rumput laut seperti Glacillaria sp dan Kappaphycus sp. Pemanfaatan Karbohidrat Pakan oleh Ikan Karbohidrat pakan umumnya berbentuk senyawa polisakarida. Pada dinding usus. binatang berkulit keras dan juga terjadi dalam sel ganggang. Lignin ditemukan dalam tongkol jagung dan porsi akar yang berserat. Tindakan itu disadap dengan air panas atau air dingin dan membentuk suatu ”gel” (agar-agar). glukosa dan fruktosa. amilum (zat tepung) dan glikogen akan dihidrolisis oleh enzim amilase menjadi maltosa dan dekstrin. sehingga nilai kecernaan karbohidrat pakan umumnya rendah. Tidak seperti selulosa. Nilai kecernaan beberapasumber karbohidrat oleh beberapa ikan budidaya dapat dilihat pada Tabel 5. Nilai kecernaan karbohidrat ini sangat dipengaruhi oleh sumber dan kadar karbohidrat dalam pakan serta jenis dan ukuran ikan. Peptinase tidak dapat dihidrolisis dengan enzim pectinase mamalian tetapi dicerna oleh aksi mikrobial. hemiselulosa lebih sedikit bersifat resisten terhadap degradasi kimia dan dapat dihidrolisis dengan cairan asam . sellulosa dan fruktosa) dan dari hewan (mangsa) berbentuk glikogen.7 Karbohidrat yang berstruktur kompleks memiliki nilai kecernaan yang rendah daripada karbohidrat yang berstruktur sederhana. Peptin ditemukan terutama antara dinding sel tumbuhan dan mungkin juga sebagai penyusun dinding sel itu sendiri. serat. Chitin merupakan komponen struktur utama menyangkut eksoskeleton kaku pada hewan tak bertulang punggung seperti serangga. Aktivitas enzim amilase dalam menghidrolisa pati pada ikan omnivora seperti ikan tilapia dan ikan mas lebih tinggi daripada ikan karnivora seperti ikan rainbowtrout dan yellowtail. Ikan tidak memiliki enzim pencerna karbohidrat yang memadai di dalam saluran pencernaannya.H dan O yang terdiri atas N-acetil Dglukosamin.

0 85.1 90.5 69. Jenis ikan Rainbow Trout Sumber Dekstrin Tepung ubi kukus Tepung dikukus Glukosa Sukrosa Laktosa Tepung jagung dikukus Kadar Karbohidrat pakan (%) 20 60 20 60 11. Beberapa perlakuan yang biasa dilakukan pada saat membuat pakan ikan adalah dengan melakukan pengukusan pati dimana dengan melakukan pengukusan maka akan dapat meningkatkan nilai kecernaan dari karbohidrat tersebut.2 20 – 60 20 – 60 20 – 60 12. Dimana semakin tinggi rasio amilosa/ amilopektin maka kecernaan karbohidrat semakin tinggi. Hal ini dikarenakan pengukusan dapat menyebabkan sel-sel pati menjadi lunak dan pecah sehingga lebih mudah dicerna.5 40.juga dapat menyebabkan perbedaan nilai kecernaan karbohidrat dan bergantung juga pada rasio amilosa/amilopektin.2 45.2 99 – 100 99 – 100 94 – 97 72.5 25 50 12. karbohidrat yang dapat dicerna (karbohidrat 188 .8 60. Tingkatan kebutuhan serat kasar dalam tubuh ikan diperlukan secara khas dan terbatas kurang dari 7%.2 26.7.9 55. Tabel 5. Nilai kecernaan karbohidrat berdasarkan kadar dan sumbernya oleh beberapa ikan budidaya (Wilson.0 Channel catfish tidak Tepung jagung dikukus Mas Tepung ubi tidak kukus Tepung ubi dikukus Karbohidrat berserat dalam wujud bahan kimia sangat sukar dicerna oleh beberapa jenis ikan dan tidak membuat suatu kontribusi yang baik kepada kebutuhan gizi ikan. 1994).0 48.5 55.5 25 50 ? ? Nilai kecernaan (%) 77.1 83.3 66.1 78. Ketersediaan berbagai formulasi karbohidrat pada komposisi nilai yang gizi belum jelas.

sumber karbohidrat dan kondisi lingkungannya (Tabel 5. Beberapa penelitian telah menunjukkan pertumbuhan ikan dan tingkat efisiensi pakan yang rendah bila kandungan karbohidrat dalam pakannya tinggi. Pakan yang mengandung karbohidrat dan lemak yang tepat dapat mengurangi penggunaan protein sebagai sumber energi yang dikenal dengan Protein Sparring Effect. sedangkan yang diberi pakan dengan kandungan protein rendah dan karbohidrat tinggi didapatkan laju glukoneogenesis yang rendah (Cowey et al.). namun dari hasil beberapa penelitian hewan air seperti ikan masih sangat membutuhkan karbohidrat dalam komposisi pakannya. terjadi laju glukoneogenesis yang tinggi. Pada ikan mas dan ikan air tawar lainnya dapat memanfaatkan karbohidrat lebih efektif dibandingkan dengan ikan air laut. Pada ikan rainbowtrout yang diberi pakan dengan kandungan protein tinggi. aktivitas enzim karboksilase ikan. Secara umum kandungan karbohidrat pakan yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh ikan karnivora berkisar antara 10 – 20%. Fungsi utama karbohidrat sebagi sumber energi di dalam pakan harus berada dalam kondisi yang seimbang antara ketiga makro nutrien (protein.8. Kebutuhan karbohidrat pakan bagi pertumbuhan ikan budidaya bervariasi menurut spesies. Kebutuhan karbohidrat untuk setiap jenis dan ukuran ikan juga dipengaruhi oleh kandungan lemak dan protein pakan. Penyebab rendahnya kemampuan ikan dalam memanfaatkan karbohidrat pakan tersebut antara lain disebabkan oleh nilai kecernaan sumber karbohidrat. 1977). lemak dan karbohidrat). Pakan yang mengandung karbohidrat terlalu tinggi dapt menyebabkan menurunnya pertumbuhan ikan budidaya. Ikan sebagai organisme air kurang mampu memanfaatkan karbohidrat sebagai sumber energi utama dalam pakannya dibandingkan dengan hewan darat dan manusia. Pada tabel tersebut jelas terlihat bahwa ikan karnivora umumnya mempunyai kemampuan yang lebih rendah dalam memanfaatkan karbohidrat pakan dibandingkan dengan ikan omnivora atau herbivora. kemampuan penyerapan glukosa serta kemampuan sel memanfaatkan glukosa dalam darah. Ikan air laut lebih efektif menggunakan glukosa dan dekstrin sebagai sumber zat tepungnya. Terjadinya Protein Sparring Effect oleh karbohidrat dapat menurunkan biaya produksi pakan dan mengurangi pengeluaran limbah nitrogen ke lingkungan. ikan omnivora dapat memanfaatkan karbohidrat pakan secara optimal pada tingkat 30 – 40% dalam pakannya.dengan bobot molekul kecil dan panjang rantai lebih pendek seperti glukosa). Udang windu menggunakan zat tepung lebih baik dengan glukosa dan dextrin. Kebutuhan optimum Karbohidrat Pakan Pertumbuhan ikan budidaya secara maksimal dapat tercapai jika kondisi lingkungan pemeliharaan dan makanan terjamin secara optimum. 189 .

untuk mengangkut bahan bakar. Klasifikasi Lipid Berdasarkan struktur molekulnya lipid dapat diklasifikasikan kedalam tiga kelompok yaitu : 190 . lemak cenderung lebih tinggi titik cairnya. Senyawa organik ini terdapat didalam sel dan berfungsi sebagai sumber energi metabolisme dan sebagai sumber asam lemak esensial yang mempunyai fungsi specifik dalam tubuh seperti untuk struktur sel dan pemeliharaan integritas membran-membran yang hidup.Tabel 5. Fungsi lain dari lipid antara lain adalah sebagai komponen utama struktur sel. Asam lemak dari lipid mungkin juga bertindak sebagai pendahuluan pada steroid hormon dan prostaglandin. Lipid juga sumber penting sterol. Oleh karena itu lipid merupakan salah satu sumber asam lemak essensial yang tidak bisa di sentesa oleh ikan.4. Perbedaan antara lemak dan minyak adalah pada titik cairnya. minyak.Shimeno et al (1996) 5. Karbo hidrat pakan (%) 10 20 10 20 9 30 40 40 Sumber karbohidrat Dekstrin Dekstrin Dekstrin Tepung terigu Tepung terigu Dekstrin Dekstrin Dekstrin Jenis ikan References Ekor kuning Seabream merah Rainbow trout Kakap putih Kerapu Channel catfish Mas Tilapia Shimeno et al (1996) De Silva dan anderson (1995) De Silva dan anderson (1995) Catacuta dan Coloso (1997) Shiau dan Lan (1996) Wilson (1994) Wilson(1994). Lipid merupakan komponen penting dalam pakan ikan karena lipid dapat dijadikan sebagai sumber energi bagi ikan selain protein dan karbohidrat. eter dan benzena. Sebagai sumber energi. malam dan senyawa-senyawa lain yang ada hubungannya. LIPID Lipid adalah senyawa organik yang tidak dapat larut dalam air tetapi dapat diekstraksi dengan pelarut nonpolar seperti kloroform. molekulnya lebih berat dan rantai molekulnya lebih panjang. Lipid terdiri dari lemak.8 Kebutuhan optimum karbohidrat dalam pakan untuk pertumbuhan beberapa ikan budidaya. Lipid berbeda dengan lemak. penyimpan bahan bakar metabolik.Shimeno et al (1996) Wilson (1994). lipid telah ditunjukan untuk memberikan beberapa protein untuk pertumbuhan. dan vitamin lemak yang dapat larut. phospolipid. sebagai pelindung dinding sel dan juga sebagai komponen pelindung kulit vertebrata.

Lemak : senyawa ester lemak dengan gliserol. kelompok ini disebut juga dengan nama homolopida yaitu suatu bentuk ester yang mengandung karbon. Triglyceride merupakan bentuk utama pada binatang yang menyimpan energi. steroid. Senyawa campuran tersebut biasa asam phosphatidic. . • Waxes adalah ester pada rantai panjang asam lemak dengan berat molekul tinggi alkohol monohydric. Mereka adalah komponen utama membran biologi. . seperti gugus alkohol berupa gliserol dalam gliserofosfolipid dan gugus alkohol yang berupa sfingosin dalam sfingofosfolipid.ikolipid (Glikosfingolipid) : kelompok lipid yang mengandung asam lemak. aldehid lemak. Klasifikasi Lipid menurut Millamena et al (2002) dapat dikelompokkan menjadi : • Triglycerides atau lemak yang dibentuk oleh reaksi glicerol dengan molekul asam lemak sehingga disebut glycerides. kolesterol dan ester kolesterol dinamakan lemak netral (Meyes.Lilin/malam/waks : senyawa ester asam lemak dengan alkohol monohidrat yang berbobot molekul tinggi Lipid kompleks. Lemak dalam keadaan cair disebut minyak. senyawa alkohol disamping gliserol serta sterol. Lipid sederhana ini dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu : . 1999). juga mengandung residu asam fosfat. badan keton dan berbagai hormon. 3 molekul asam lemak dan 1 molekul glicerol dibentuk. Seperti triglycerides.Bentuk lipid komplek lainnya: Sulfolipid dan aminolipid dan lipoprotein Prekursor dan derivat lipid : asam lemak. kelompok ini berupa ester asam lemak dengan alkohol yang mengandung gugus lain.• Lipid sederhana. waxes merupakan sumber nergi yang disimpan 191 • • . gliserol. Lemak ini sering mempunyai basa yang mengandung nitrogen dan substituen lain. Triglycerides tidak menjadi komponen pada bio membran tetapi mereka terakumulasi pada adipose atau jaringan lemak. Dengan begitu ketika suatu triglyceride dihidrolisis. Jika dihidrolisis. Karena tidak bermuatan asilgliserol (gliserida). . hidrogen dan oksigen. Lipid kompleks dibagi menjadi tiga golongan yaitu : . • Phospholipids adalah ester pada asam lemak dan asam phosphor (H3PO4) dan basa nitrogen. Lipid yang termasuk kedalam kelompok ini hanya menghasilkan asam lemak dan alkohol. phosphatidyl serine. phosphatidyl ethanolamine (cephalin).Fosfolipid : kelompok lipid yang selain asam lemak dan alkohol. Beberapa Phospholipids yang penting adalah phosphatidyl choline (lecithin). sfingosin dan karbohidrat. dan phosphatidyl inositol.

R2-COOH O Contoh : R2 –CO -CH2 –R1 Beberapa ester. dan asam decosahexaenoic (DHA) adalah asam lemak esensial yang sangat penting di dalam pakan ikan dan krustasea. misalnya : asam arachidonik (ARA). • Asam lemak Salah satu unsur penting dari lipid adalah asam lemak. Sphingomyelins tidak berisi glycerol. transportasi lipid dan prekursor dari hormon steroid. asam eicosapentaenoie (EPA). tetapi zat asam yang mengandung gemuk ester membutuhkan rantai amino alcohol sphingosine. adenosine triphosphate (ATP). • • • kali lebih dari energi protein dan karbohidrat. Sumber steroid yang melaksanakan fungsi penting seperti pemeliharaan sistem selaput. R2-CH2 –O -CH2 –R1 • Steroids adalah rantai panjang alkohol yang biasa pada polycylic. misalnya: phospholipid dan asam lemak polyunsurated (PUFA). Berdasarkan kandungan unsurnya asam lemak mempunyai rumusan yang umum yaitu CH3 (CH2)n COOH . Beberapa ester pada rantai alcohol yang panjang. Kolesterol secara fisiologi adalah sterol penting dan tersebar luas dalam membran biologi. Komponen sellular yang penting dan selaput subsellular. Lipid ini merupakan lipid komponen otak dan jaringan syarat pertumbuhan pada binatang. Di dalam tatanama asam lemak. Kandungan energi lipid berisi kira-kira dua . R1CH2OH dan rantai panjang asam lemak. Asam lemak diberi suatu nama umum disamping formulasi bahan kimianya dan singkatan stenografi. sebuah asam lemak di 192 Fungsi umum dari lipid Fungsi yang umum adalah: • Sumber energi berkenaan dengan metabolisme. Sumber dari asam lemak esensial (EFA) yang penting untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Streroid mempunyai beberapa struktur umum yang terdiri dari sistem fused-ring. dimana: n variasi dari 0 sampai ke 24 dan pada umumnya suatu bilangan genap.dalam tumbuhan dan bintang dan bertindak melindungi mantel. EFA tidak bisa disintesis oleh organisme air dan akan disintesis jika jumlahnya tidak cukup untuk pertumbuhan dan harus disediakan pada pakan ikan. Waxes padat pada temperature lingkungan. Asam lemak ini ada juga yang menyebutkan sebagai lipid dengan makna fisiologis. terutama dalam binatang. Merupakan tanda pada jenis kelamin atau hormon lain pada ikan dan udang dan secara biologi sangat penting dalam proses reproduktif.

oleat/ ω9 (18 : 1. rumus bangun asam lemak tersebut terdiri dari Carbon sebanyak 20 buah. kaproat (6).9).16.9. kaprat/dekanoat (10). 5. behenat (22). urutan pertama menyatakan banyaknya jumlah atom Carbon. Angka yang terdapat didalam kurung merupakan jumlah atom Carbon yang terdapat pada unsur asal lemak.14) Lima ikatan rangkap disebut asam pentanoat. 6. arakidat (20).10.Linolenat/ ω3 (18 : 3. kaprilat/oktanoat (8).11. laurat (12).13. stearat (18).9. Sebagai contoh tujuan kuatitatif untuk palmitoleic atau asam hexadecenoic adalah 16:l n-7 yang ini berarti bahwa asam palmitoleic mempunyai 16 karbon dan berisi pada ikatan rangkap terdapat pada posisi karbon ketujuh karbon. n-9 adalah posisi ikatan ganda dari metil berakhir pada asam lemak.10. valerat (5).14). miristat (14).9). letak ikatan rangkap tersebut terdapat pada Carbon ke 5.14.11.12 ) Tiga ikatan rangkap disebut dengan asam trienoat antara lain adalah g. Berdasarkan Millemena (2002) pengelompokan asam lemak dapat dibagi menjadi empat berdasarkan kejenuhannya yaitu Saturated. Polyunsaturated dan 193 . yaitu linoleat/ ω6 (18 : 2.8.13.11. urutan kedua adalah banyaknya ikatan rangkap pada unsur asam lemak. A:B n-9.9) .12. n-6. 11 dan 14. 8.5. Asam lemak jenuh terdiri dari unsur Carbon dari 1 – 24 yaitu format (1). antara lain adalah Timnodonat/ ω3 (20 : 5 .16. n-3.19) Dari pengklasifikasian asam lemak tersebut diatas dapat dilihat dari penulisan angka-angka dibelakang koma.8. antara lain adalah palmitat/ ω7 (16 : 1. 4. erusat/ ω9 (22 : 1. Berdasarkan jumlah ikatan rangkap pada asam lemak maka asam lemak dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. 5.7. elaidat/ ω9 (18 : 1. lignoserat (24). asetat (2). Unsaturated. Sedangkan asam lemak tidak jenuh adalah asam lemak yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap. kadang-kadang ditulis dengan huruf ω (omega) dimana. 7.17) dan Klupanodonat/ ω3 (22 : 5. Asam lemak jenuh adalah asam lemak yang tidak mengandung ikatan rangkap. A adalah banyaknya atom carbon dan banyaknya ikatan ganda. misalnya asam lemak Arakidonat/ ω6 (20 : 4. Pada asam lemak tidak jenuh dapat dikelompokkan kedalam enam kelompok berdasarkan jumlah ikatan rangkapnya yaitu : • Satu ikatan rangkap disebut dengan monoeat.Linolenat/ ω6 (18 : 3.12) dan a. A:B n-6. sedangkan pada urutan terakhir adalah letak/lokasi ikatan rangkap terdapat pada rantai Carbon keberapa. antara lain adalah arakidonat/ ω6 (20 : 4.indentifikasi dengan formula: A:B n3. propionat (3).9.15) Empat ikatan rangkap disebut asam tetranoat. palmitat (16).9).8.13) • • • • • Dua ikatan rangkap disebut asam dienoat. jumlah ikatan rangkapnya adalah 4 buah. butirat (4).19) Enam ikatan rangkap disebut dengan asam Heksanoat antara lain adalah Servoat/ ω3 (22 : 6. nervonat/ ω9 (24 : 1.

9 Nama umum asam lemak Nama umum Saturated Fomat Asetat Propionat Butirat Valerat Caproat Caprilat Caprat Laurat Miristat Palmitat Stearat Arachidat Behenat Lignoserat Unsaturated Asam Palmitoleat Asam oleat Polyunsaturated Asam Linoleat Asam Linolenat Highly Unsaturated Asam arakidonat Asam eikosapentanoat Asam dokosaheksanoat dan Tabel 5. Nama kimia Notasi singkat Asam butanoat Asam pentanoat Asam keksanoat Asam oktanoat Asam dekanoat Asam dodekanoat Asam tetradekanoat Asam heksadekanoat Asam oktadekanoat 1:0 2:0 3:0 4:0 5:0 6:0 8:0 10:0 12:0 14:0 16:0 18:0 20:0 22:0 24:0 16 :1 n-7 18 : 1 n-9 18 : 2 n-6 18 : 3 n-3 20 : 4 n-6 20 : 5 n-3 22 : 6 n-3 Asam heksadesenoat Asam oktadesenoat Asam oktadekadienoat Asam oktadekatrinoat Asam eikosatetraenoat 194 .9 Tabel 5.Higly Unsaturated. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5.10.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5.Tabel 5. 2002) Klas n-9 n-6 Keluarga Oleat Linoleat Notasi singkat 18 : 1 n-9 20 : 1 n-9 18 : 2 n-6 18 : 3 n-6 20 : 3 n-6 20 : 4 n-6 22 : 4 n-6 18 : 3 n-3 20 : 5 n-3 22 : 5 n-3 Rumus bangun CH3-(CH2)7-CH=CH-(CH2)7-COOH CH3-(CH2)4-CH=CH-CH2-CH=CH-(CH2)7COOH n-3 Linolenat CH3-CH2-CH=CH-CH2-CH=CH-CH2CH=CH-(CH2)7-COOH Kebutuhan asam lemak pada ikan Asam lemak yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan budidaya adalah asam lemak essensial yaitu asam lemak yang sangat diperlukan untuk menunjang pertumbuhan namun tubuh (hati) kurang mampu mensisntesisinya oleh karena itu harus disuplai dari pakan.11. Asam lemak essesial (Essensial Fatty Acid/EFA) yang sangat diperlukan ikan terdiri dari asam lemak linoleat. 195 . Sedangkan asam lemak essensial yaitu asam lemak yang dapat disintesa oleh tubuh. asam lemak linolenat. suhu dan makanan. Selain itu kebutuhan asam lemak essensial untuk setiap jenis ikan berbeda antar spesies terutama antara ikan air tawar dan air laut. Kelompok Asam lemak Unsaturated/tidak jenuh (Millemena.10. asam lemak Eicosapentanoat (EPA) dan asam lemak Dokosaheksanoat (DHA). Komposisi asam lemak di dalam ikan adalah cenderung dipengaruhi oleh faktor seperti kadar garam.

8 2 1 0.5 1 1 0.. walaupun penambahan lemak pada pakan sebaiknya tidak lebih 18%. Tetapi dalam lemak pakan harus diperhatikan apakah terdapat komposisi asam lemak essensialnya. rantai panjang asam lemak di dalam kebanyakan minyak nabati jarang melebihi 5% dan sering kurang dari 1%. 196 .5 1 – 2. 1988) Jenis ikan Rainbow Trout Jenis asam lemak 18 : 3 ω3 18 : 3 ω3 18 : 3 ω3 ω3 HUFA 18 : 2 ω6 dan 18 : 3 ω3 18 : 2 ω6 dan 18 : 3 ω3 18 : 2 ω6 dan 18 : 3 ω3 ω3 HUFA Tri18 : 3 ω3 18 : 3 ω3 atau 20 : 5 ω3 18 : 2 ω6 atau 20 : 4 ω6 18 : 3 ω6 ω3 HUFA atau 20 : 5 ω3 ω3 HUFA ω3 HUFA 18 : 3 ω3 18 : 3 ω3 Kebutuhan (%) 1 0.5 0.5 1 0.Tabel 5. Rantai panjang n-3 asam lemak biasanya menyusun 1/4 . Sumber lemak bagi ikan dapat berasal dari berbagai bahan pakan yaitu minyak hewani atau minyak nabati. Kebutuhan asam lemak essensial pada ikan (Watanabe. kebanyakan dari sumber hewani memliki asam lemak dari kelompok n-3 .8 20 % dari lipid 10% dari lipid 1 0. keduanya telah ditemukan dan bisa digunakan dalam makanan ikan. sedangkan.11. Jika dibandingkan dengan minyak nabati lain atau lemak minyak ikan mengandung berbagai macam asam lemak unsaturated pada rantai karbon panjang (20 atau 22 panjangnya rantai karbon). Kebutuhan lipid berkenaan dengan aturan makan ikan dapat diperoleh dari profil asam lemak.5 Carp Sidat Chum Salmon Coho Salmom Ikan ayu Tilapia zilli Tilapia nilotica Seabream merah Turbot Yellow tail Yamame Coregonus Komposisi lemak tubuh sangat dipengaruhi oleh pakan ikan yang mengandung lemak.1/3 semua asam lemak di dalam minyak ikan. Komposisi asam lemak dari berbagai bahan baku pakan ikan dapat dilihat pada Tabel.5 0.

Kekurangan asam lemak essensial pada komposisi pakan ikan dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan dan kondisi kekurangan asam lemak essensial dalam waktu yang brekepanjangan akan menyebabkan kematian ikan budidaya. Pada ikan karper (Cyprinus carpio). 20:5n-3) dan asam docosahexaenoat ( DHA. Asam lemak essensial ( EFA) kebutuhan sangat berbeda antara satu jenis ikan dengan jenis ikan yang lainnya seperti telah dijelaskan pada Tabel diatas. Pada jenis ikan rainbow trout (Oncorhynchus mykiss) memerlukan sekitar 1% 18:3n-3 dalam pakannya Kombinasi 18:3n-3 dan 18:2n-6 dalam berbagai proporsi tidak meningkatkan laju pertumbuhan atau konversi pakan ikan laut. Jenis asam lemak yang sangat diperlukan bagi ikan budidaya adalah asam linolenat ( 18:3n-3). asam linoleat ( 18:2n-6). salah satu 197 . asam eocosapentaenoat ( EPA. Komposisi asam lemak essensial pada berbagai sumber lipid (g/100g asam lemak) (Millamena. 2002) 18 : 2 n6 18 : 3 n3 20 : 5 n3 22 : 6 n3 Sumber lipid Sumber Tanaman Minyak jagung Minyak kelapa Minyak bijikapas Minyak bijilin Minyak palm Minyak palm kernel Minyak Rapeseed Minyai kacang Minyak kedele Minyak bungamatahari Sumber hewan laut Minyak capelin Minyak hati cod Minyak hati cuttlefish Minyak herring Minyak hati pollack Minyak salmon Minyak Sardin Minyak shortnect Minyak Skipjack Minyak hati cumi 58 2 53 17 10 2 15 30 50 70 5 5 1 1 2 3 3 1 5 3 1 0 1 56 1 0 8 0 10 1 0 1 2 1 0 0 1 1 3 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 16 12 8 12 10 13 19 7 12 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 14 18 5 7 10 10 14 12 10 Ikan memerlukan asam lemak dari kelompok n-3 dan n-6 dalam komposisii pakannya.12. 22: 6n-3).Tabel 5.

tetapi pada level 0.0. Pada ikan Herbivora didaerah tropis seperti Nila tilapia (Tilapia nilotica) membutuhkan asam lemak n-6 ataupun lebih dari n-3.. Selain itu berdasarkan hasil penelitian dari Watanabe (1988) kekurangan EFA akan sangat berpengaruh terhadap spawning/pemijahan rainbowtrout dan seabream merah. Selain itu komposisi asam lemak dapat memberikan pertambahan berat badan yang terbaik dan konversi pakan yang baik dengan komposisi asam lemak campuran dari1% 18:2n-6 dan 1% 18:3n-3 pada ikan belut (Anguilla japonica). Penelitian tentang asam lemak esensial dibutuhkan untuk ikan air panas dan spesies ikan di filiphina menunjukkan bahwa beberapa spesies membutuhkan asam lemak antara n-3 dan n-6 sementara lainnya hanya n-3. Akumulasi lemak pada hati hewan yang kekurangan EFA dapat mengganggu biosintesis lipoprotein. Ikan laut kakap pada stadia juvenil membutuhkan antara n-3 dan n-6 PUFA dengan kadar 0.5% . Lemak pakan yang kekurangan asam lemak essensial akan memberikan dampak negatif bagi ikan budidaya.5%. hal ini dikarenakan EFA berperan penting pada fisiologi reproduksi sebagai tokoferol pada ikan. dan ikan buntut kuning (Seriola quinquerodiata). Selain itu pada rainbowtrout dewasa yang memakan lemak kekurangan EFA pada usia tiga bulan sebelum telur matang. 2002). Pada ikan budidaya air panas yang lain. Kebutuhan asam lemak polyunsaturated rantai yang panjang harus diberikan untuk menambah atom karbon atau melepas hidrogen dari pakan. Pada juvenil udang windu (Penaeus monodon). Kemudian.6% dari komposisi pakan PUFAnya dapat meningkatkan pertumbuhan sedangkan komposisi 18:2n-6 lebih besar daripada 5% memiliki efek negatif pada pertumbuhan. Asam lemak n-3 (n3 HUFA) adalah asam lemak esensial dari beberapa ikan air laut seperti red sea bream (Chrysophyrs majo). Ikan Grouper membutuhkan n-3 HUFA sekitar 1%. sebagian besar ikan air laut air diperairan dingin membutuhkan asam lemak n-3 (Millamena.jenis ikan budidaya air tawar yang paling lama dibudidayakan di dunia memerlukan jenis asam lemak dari kelompok kedua-duanya yaitu: 18:2n-6 dan 18: 3n-3. kebutuhan asam lemak dalam komposisi pakan berkisar antara 18:2n-6 atau 20:4n-6 sebanyak 0.5% dalam komposisi pakannya atau pada perbandingan n-3/n-6 dengan rasio 1. membutuhkan antara 18:2n-6 dan 18:3n-3. Hal ini dikarenakan lemak pakan yang tidak mengandung EFA akan mengakibatkan penurunan kandungan lemak pada hepatopankreas ikan carp. spesies yang berbeda membutuhkan EFA yang berbeda dan perbedaan lebih jelas pada ikan air panas dari pada ikan air dingin. maka telur yang dihasilkan memiliki 198 . sekitar 2. Pada ikan bandeng yang di budidayakan pada air laut dibutuhkan n-3 HUFA dan pertumbuhan yang terbaik didapatkan dengan menggunakan antara linolenic (18:3n-3) atau n-3 HUFA sebagai sumber lipid.

Istilah vitamin dengan kata lain adalah dietary essensial 199 . Vitamin termasuk kedalam komponen pelengkap yang mana kehadirannya dalam makanan sangat diperlukan untuk menormalkan pertumbuhan dan perawatan kesehatan dan ketidakcukupan dalam bahan makanan dapat mengakibatkan pengembangan kondisi specifik pathologic. 5. Dampak negatif lainnya jika kekurangan EFA pada telur ikan yang telah dibuahi maka akan terjadi perubahan bentuk/deformasi tubuh dan larva menjadi abnormal. Hidrolisis 2-monoasilglyserol selanjutnya akan membentuk glyserol dan asam lemak bebas. Dengan memberikan EFA sebanyak 1% yaitu asam lemak linoleat ternyata kondisi penetasan telur dapat ditingkatkan. Triglyserida dan sedikit fosfolipid dan kolesterol bebas akan berkombinasi membentuk Chylomicron. ikan cod dan rainbow trout enzim lipase akan menghidrolisis triaslglyserol menjadi 2-monoasilglyserol dan asam lemak bebas. Berdasarkan studi secara in vitro pada ikan layang. Setelah dicerna selanjutnya akan dilakukan penyerapan. Dengan adanya perubahan bentuk tubuh. Rantai panjang asam lemak. Vitamin merupakan senyawa organik dengan berat molekul rendah (berat molekulnya biasanya kurang dari 1000) dengan komposisi dan fungsi yang beragam yang sangat penting bagi kehidupan tetapi tidak dapat disintesis oleh tubuh. kecacatan larva maka pertumbuhan ikan tersebut akan terlambat. Ketika energi diperlukan dalam jumlah besar. Monogliserida disintesis disel berepitel membentuk triglyserida. Chylomicron ini diserap kedalam sistem lipatik dan selanjutnya lewat melalui kantong torakic menjadi sistem yang sistemik dan dengan cepat diangkut oleh hati dan jaringan untuk katabolisme dan cadangan energi. yaitu komplek koloid yang besarnya 0. asam lemak dipecahkan untuk menghasilkan energi. gabungan triglyserida dilakukan penyimpanan pada suhu yang lama dalam bentuk energi dalam lemak atau jaringan adipose hewan.daya tetas yang rendah. VITAMIN Vitamin berasal dari kata vitamine yang berarti zat hidup (vital) yang mengandung N (amine) atau disebut juga biokatalis.5 – 1. seperti diketahui bahwa asam lemak merupakan produk yang tidak larut dalam air maka asam lemak yang lebih rendah dan kolin akan diserap langsung didalam mukosa usus halus.5 µm. Biosintesis Asam lemak Lemak yang dikonsumsi oleh ikan akan dicerna didalam lambung akan dihidrolisis menjadi monogliserida dan asam lemak bebas dengan bantuan enzim lipase dan ditambah dengan proses saponifikasi dan emulsi oleh asam empedu dan lecithin dalam empedu.5. Monogliserida dan asam lemak yang tidak larut diemulsi dan dilarutkan membentuk komplek koloid yaitu misel yang masuk kedalam sel epitel. Akhir hidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak.

Vitamin yang larut dalam lemak ini dapat diserap dengan efisien kalau terdapat penyerapan lemak yang normal. vitamin E (alfa tokoferol) dan vitamin K (menadion). komposisi pakan. vitamin-vitamin tersebut disimpan dalam hati atau jaringanjaringan lemak seperti halnya lemak. vitamin B2 (Riboflavin). keluar dari bahan. molekul vitamin tersebut diangkut di dalam darah dalam bentuk lipoprotein atau terikat dengan protein pengikat yang spesifik. Didalam tubuh. asam folat. Semua vitamin yang larut dalam air. laju pertumbuhan. biotin. vitamin memerlukan protein pengangkut untuk memindahkan-nya dari satu tempat ke tampat yang lain. Vitamin-vitamin yang larut dalam air bergerak bebas dalam badan. Klasifikasi Vitamin Vitamin dapat dikelompokkan menjadi dua golongan menurut Tacon (1991) yaitu pertama vitamin yang larut dalam lemak terdiri dari vitamin A (retinol) .kacang kedelai dan sebagainya. Berbeda halnya dengan vitamin B12 yang dapat disimpan dalam hati selama beberapa tahun. vitamin D (kolekalsiferol/ergokalsiferol). Karena sifatnya yang tidak larut dalam air maka vitamin dalam kelompok ini tidak dapat dikeluarkan atau diekskresikan. Sekali diserap dalam tubuh. vitamin B6 (piridoksin). vitamin ini mudah rusak dalam pengolahan dan mudah hilang karena tercuci atau terlarut oleh air. Jumlah vitamin yang dibutuhkan oleh ikan sangat sedikit dibandingkan dengan zat nutrisi lainnya tetapi kekurangan vitamin dalam komposisi pakan dapat menyebabkan gejala tidak normal pada ikan sehingga akan mengganggu proses pertumbuhannya. kondisi fisiologis ikan serta lingkungan perairan dimana ikan itu hidup. Oleh karena itu harus tersedia dalam pakan secara terus menerus. Karena sifatnya yang larut dalam air. kecuali vitamin C berfungsi sebagi koenzim atau kofaktor dalam reaksi enzimatik. akibatnya vitamin ini dapat ditimbun dalam tubuh bila dikonsumsi berlebihan/dalam jumlah banyak. vitamin B5 (asam pantotenat). Kebutuhan ikan akan vitamin sangat ditentukan oleh faktor dalam maupun faktor luar antara lain adalah jenis dan ukuran ikan. fungsi utama vitamin A dilaksanakan oleh retinol dan 200 . kolin dan vitamin C (asam askorbat). vitamin B3 (Niasin).yaitu harus diberikan dari luar tubuh karena tubuh tidak dapat mensintesis sendiri. inocitol. Begitu diserap. Vitamin yang larut dalam lemak banyak terdapat dalam daging ikan. minyak ikan dan biji-bijian sebagai sumber minyak seperti kacang tanah. darah dan limpa. Vitamin A Vitamin A atau retinol merupakan senyawa poliisoprenoid yang mengandung cincin sikloheksanil. vitamin B12 (kobalamin). Selain itu sifat vitamin ini tidak stabil selama penyimpanan. kedua adalah vitamin yang larut dalam air terdiri dari vitamin B1 (Tiamin).

vitamin A aldehida (retinal). vitamin A merupakan jenis vitamin yang aktif dan terdapat dalam beberapa bentuk yaitu vitamin A alkohol (retinol). Bahan pakan yang berasal dari tumbuhan yang kaya akan vitamin A (retinol setara 1 ug/g berat basah) termasuk wortel tua = 20. Sayuran dan buahbuahan yang berwarna hijau atau kuning biasanya banyak mengandung karoten. Vitamin A dibutuhkan untuk memelihara jaringan epitel lendir/cairan spesial dlam saluran reproduksi. Keaktifan biologis karoten jauh lebih rendah dibandingkan dengan vitamin a. saluran gastrointestin. kulit. Senyawa tersebut terutama disimpan dalam bentuk ester retinol didalam hati (Steffens. minyak hati ikan cod 180 ug/g) dan tepung hati hewan 25 – 100 ug/g. tulang. Sumber bahan yang kaya akan retinol terdapat pada minyak hati ikan (minyak hati ikan halibut 9000 ug/g. Pigmen penglihatan ini berfungsi sebagai penerima dan transmisii cahaya dari mata ke otak. Ada hubungan langsung antara derajat kehijauan sayuran dengan karoten. vitamin A asam (asam retinoat) dan vitamin A ester (ester retinil). 1989). Mekanisme penglihatan terjadi karena fungsi vitamin A dan protein yang terjadi di dalam sel batang retina mata. Semakin hijau daun tersebut semakin tinggi kadar karotennya. Menurut Winarno (1997). 1 IU vitamin A 201 . watercess = 5. yang akan menyusun membran sel batang. Komponen aktif yang berperan dalam proses penglihatan adalah senyawa retinol teroksidasi yaitu retinal atau vitamin A aldehid yang akan mengikat protein yang dikenal dengan nama opsin. Pada saat rodopsin memperoleh rangsangan sinar. retinal akan beraksi melalui berbagai reaksi enzimatis dan memberikan rangsangan ke saraf optik dan seterusnya akan diteruskan ke otak. bayam = 10. Secara normal mata akan mengeluarkan cairan lemak kental yang disebut mukus (lendir). Cairan tersebut diproduksi oleh sel epitel mukosa. yang berfungsi untuk mencegah terjadinya infeksi pada mata.kedua derivatnya yaitu retinal dan asam tetinoat. sedangkan sayuran yang daun-daunannya berwrna pucat seperti selada dan kol sangat miskin dengan karoten. Vitamin A mempunyai fungsi menjadikan penglihatan normal. Provitamin A yaitu β-karoten banyak terdapat dalam sayuran hijau dan secara praktisnya terdapat dalam wortel. Sel tersebut akan berfungsi dengan adanya rangsangan sinar yang berintensitas rendah dan bukan oleh adanya rangsangan warna. ubi jalar dan waluh. Kompleks retinal opsin tersebut disebut Rodopsin. Dalam bahan makanan vitamin A terdapat dalam bentuk karoen sebagai ester dari vitamin A dan sebagai vitaminA bebas. dalam retina pada mata vitamin A dikombinasikan dengan protein khas membentuk pigmen penglihatan. karena karoten merupakan sumber utama vitamin A. Jumlah vitamin A/retinol dalam sumber bahan dinyatakan dalam Internasional Unit (IU) atau Satuan Internasional (SI).

13. mata. sedang dan rendah. Peranan retinol untuk penglihatan normal sangat penting karena penglihatan mata sangat tergantung oleh adanya rodopsin. jadi : 1RE = 1 ug retinol (3. mula-mula konyugasi mata mengalami keratinasi.15. kemudian kornea mata juga terpengaruh dan bila dibiarkan berlanjut akan menjadi buta. permukaan epitel serta membantu proses pertumbuhan. sel epitel mukosa mata tidak mampu memproduksi mukus. Apabila keadaan tersebut terjadi secara terus menerus. Tabel 5. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. yang disebut dengan keratinisasi. tetapi akan mengeluarkan protein yang tidak larut dalam air yang disebut keratin. Kebutuhan vitamin A pada beberapa jenis ikan budidaya dapat dilihat pada Tabel 5. Vitamin dalam tubuh ikan berperan dalam penglihatan. Xeropthalmia adalah keadaan kekurangan vitamin A.344 ug retinol atau 0. Sumber vitamin A dibagi dalam tiga kelompok yaitu kandungan tinggi.14. Beberapa gejala kekurangan vitamin A pada ikan dapat dilihat pada Tabel 5. 202 . Pada kondisi kekurangan vitamin A.6 ug beta karoten. suatu pigmen yang mengandung retinol.13.33 IU) = 6 ug βkaroten (10 IU) = 12 ug karatenoid (10 IU). Penggolongan beberapa sumber Vitamin A (Flint (1981) dalam Winarno (1997) Tinggi (RE > 20000 ug/100g) Minyak ikan Minyak kelapa sawit Sedang (RE 1000-20000 ug/100g) Hati kambing/domba Hati ayam Ubi jalar Wortel Bayam Rendah (RE < 1000 ug/100g) Roti Daging (sapi) Kentang Ikan Vitamin A sangat dibutuhkan oleh ikan dan jumlah kebutuhan vitamin A pada beberapa spesies ikan berbeda.setara 0. maka sel-sel membran akan menjadi kering dan mengeras.

warna tubuh menjadi kusam. mortalitas meningkat Pertumbuhan menurun. 1987 dan 1991) Jenis ikan Ikan Mas (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout Rainbow trout Salmon Ikan Guppy Status pemeliharaan/ wadah/vitamin Dalam ruangan/ tangki/bahan murni Dalam ruangan/ tangki/bahan murni Dalam ruangan/ tangki/bahan murni Dalam ruangan/ tangki/bahan murni - Kebutuhan 4000–20000IU/kg 1000–2000 IU/kg 2000–2500 IU/kg 2500–5000 IU/kg 2000–2500 IU/kg R 2000–4000 IU/kg Referensi Aoe dkk. Kekurangan vitamin A pada beberapa jenis ikan (Tacon 1987&1991) Jenis ikan Salmon Ikan mas (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Guppy (Poecilia reticulata) Gejala defisiensi Pertumbuhan lambat. mata menonjol dan buram (xeropthalmia). 1968 Dupre. pendarahan pada sirip dan kulit.1972 Halver.14 Kebutuhan vitamin A beberapa spesies ikan budidaya (Tacon. abnormal/melengkung pada bagian operculum Depigmentasi. oedema. 1972 Shim & Tan.15. pendarahan pada ginjal. 1970 Halver. efisiensi pakan buruk 203 .Tabel 5. atropia. degenerasi retina Anoexia. xeropthalmia. 1989 Tabel 5. 1972 Kitamura. xeropthalmia.1967 Halver. epitel kornea menjadi keruh dan mengental.

Pada kebanyakan hewan darat kolekalsiferol diproduksi dalam kulit melalui sinar UV dengan provitamin 7 dehidrokolestrol. dubur. Kedua vitamin tersebut merupakan kristal putih yang dibentuk dari proses irradiasi senyawa sterol yang kemudian diikuti dengan proses pemurnian. sumber bahan yang kaya akan kolekalsiferol termasuk hati ikan (minyak hati ikan cod 2 – 10 ug/g). karena berdasarkan hasil penelitian dalam Tacon (1991). Sedangkan dalam ginjal. Vitamin ini diwaklili oleh senyawa steroid yang terutama terdapat pada hewan. Vitamin D didalam tubuh aktifitasnya dapat dibagi kedalam tiga tempat yaitu usus. minyak dan tepung 204 . Di dalam usus terdapat Ca binding protein yang memerlukan vitamin D. Struktur kedua vitamin tersebut sangat mirip. tanaman dan ragi. Melalui berbagai perubahan metabolik dalam tubuh.7 juta IU/kg pada ikan salmon memberikan dampak keracunan. vitamin D menghasilkan suatu hormon yang dikenal dengan nama kalsitriol. pecah/erosi yang hebat pada sirip ekor. Vitamin D disebut juga vitamin anti-rachitis (Andarwulan dan Koswara. karena vitamin A ini merupakan vitamin yang larut dalam lemak jika kelebihan dalam tubuh ikan tidak dapat dieksresikan keluar tubuh tetapi disimpan dalam bentuk berikatan dengan lemak. Vitamin D dapat disintesis dalam tubuh manusia dan hewan dalam bentuk vitamin D2. Di dalam usus vitamin D berperan dalam absorbsi Ca. Vitamin ini merupakan vitamin yang larut dalam lemak dan sangat sensitif terhadap adanya oksigen dan sinarmatahari. Oleh karena itu pemberian vitamin A ini harus sesuai dengan kebutuhan ikan. vitamin D berfungsi dalam mengurangi clearance Ca dan P. pemberian vitamin A dengan dosis 2.Vitamin A dalam pemberiannya pada ikan sebaiknya tidak berlebihan. 1989).2 – 2. kolekalsiferol hanya terdapat pada jaringan hewan. perut dan punggung. Sumber utama vitamin D di alam adalah kolekalsiferol (vitamin D3). Vitamin tersebut kemudian diaktifkan oleh sinar matahari dan diangkut ke berbagai alat tubuh untuk dimanfaatkan atau disimpan di dalam hati. kalsitriol ini mempunyai peranan sentral dalam metabolisme kalsium dan fosfor. Di dalam tulang vitamin D berperan dalam proses reaksi collagen dan meningkatkan resorbsi tulang. Seperti vitamin A. Dampak keracunan vitamin A ini dapat dilihat dari gejala-gejalanya antara lain adalah pertumbuhan menurun dan terjadi pendarahan. Menurut Tacon (1987). vitamin D merupakan prohormon steroid. tulang dan ginjal. karena pada keadaan defisiensi/kekurangan vitamin D maka penyerapan Ca menurun. dada. Vitamin D Menurut Murray (1999). Dari beberapa jenis vitamin D dua diantaranya dianggap yang paling penting yaitu vitamin D2 (ergo kalsiferol) dan (7-dehidrokolesterol vitamin D3 kolikolaferol). laju sintesis vitamin D tergantung pada jumlah sinar matahari yang diterima serta konsentrasi pigmen di kulit.

Tabel 5. 1983 Kekurangan vitamin D pada ikan budidaya dapat menyebabkan beberapa gejala. Kebutuhan vitamin D pada ikan budidaya juga bervariasi menurut jenis ikannya Tabel 5. Pengukuran keaktifan atau kekurangan vitamin D dapat dilakukan dengan cara line test yaitu membandingkan 2 kelompok hewan percobaan yang dibiarkan kekurangan vitamin D dengan memberi diet rachitogeni dan kelompok lain diberi minyak ikan. 1979 Kanazawa. Sumber pakan yang mengandung cholecalciferol/vitamin D sering dinyatakan dalam Internasional Unit (IU). suatu gejala ditandai bengkoknya pergelangan tangan dan sendi akibat rendahnya kalsium dalam serum karena 205 .16.025 ug cholecalciferol dan setara 1 unit BSI (British Standart Unit) atau 1. anorexia. • Tetani. Kebutuhan vitamin D pada beberapa jenis ikan budidaya (Tacon. Pada ikan channel catfish mengakibatkan terjadinya penurunan petumbuhan sedangkan pada udang sintasan/kelangsungan hidup menurun. 1978 Barnet. tetani. misalnya pada ikan salmon mengakibatkan terjadinya penurunan pertumbuhan dan efisiensi pakan. 1983 Murray. gairdneri) Penaeid (Penaeus japonicus) Status pemeliharaan/ wadah/vitamin Dalam ruangan/ tangki/bahan murni Dalam ruangan / tangki / bahan murni Dalam ruangan / tangki / bahan murni Dalam ruangan / tangki / bahan murni Kebutuhan NR 1000 IU/kg 500 IU/kg 1600 – 2400IU/kg R Referensi NRC. 1980 Lowel&Li.3 unit AOAC (Association of Analytical Chemist USA). 1 IU berpotensi 0.16. 1987 & 1991) Jenis ikan Ikan Mas (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (S. isi hati/lemak otot meningkat tinggi dan tingkat plasma T3 meningkat. ditandai oleh bengkok tulang belakang kaki sehingga berbentuk O pada anak-anak. makin tebal calcium linenya maka makin tinggi kekuatan vitamin D tersebut. Setelah 7 – 10 hari tulang-tulang panjang dianalisis terhadap adanya calcium line.hati hewan serta tepung ikan. Kekurangan vitamin D dapat mengakibatkan : • Riketsia.

semua tepung lemak kedelai. biji jagung. tepung biji bunga matahari.50 mg/kg). tepung biji kapas (10-25 mg/kg) dan sumber lainnya. Vitamin E juga berperan penting dalam respirasi sel dan biosintesisa DNA dan sebagai koenzim Q. Vitamin E juga terlibat dalam proses sintesis. sisa penggilingan gandum ( 25. bijian barley. tepung ikan. bijian gandum hitam. gejala keracunan pada ikan salmon dapat diperlihatkan dengan terjadinya penurunan pertumbuhan. kulit ari beras (75 – 100 mg/kg). Dengan menerima oksigen. kelesuan. Selain itu dapat melindungi HUFA (Highly Unsaturated Fatty acid) dalam sel dan submembran sel dan senyawa reaktif lainnya (seperti vitamin A dan vitamin C) dari pengaruh oksidasi dengan bertindak sebagai perangkap radikal bebas. khususnya dalam proses pemasangan pirimidin ke dalam asam nukleat. serta dalam proses pembentukan sel darah merah dalam sumsum tulang. Vitamin D dalam tubuh jika berlebihan dapat menyebabkan keracunan. oat. vitamin E dapat membantu mencegah okidasi terhadap vitamin A dalam saluran pencernaan. warna tubuh semakin gelap. sorgum. 1 SI vitamin E sama dengan 1 mg DL-alfa-tokoferol asetat sintetik. Biasanya keaktifan tokoferol yang bukan alfa tokoferol diabaikan karena potensi keaktifannya rendah. Vitamin E Vitamin E (tokoferol) berperan sebagai antioksidan dari larutan lemak ekstraseluler dan intraseluler dalam tubuh hewan. Dengan adanya garam empedu yang berfungsi sebagai pengelmusi lemak maka terbentuklah 206 . Cara pengukuran vitamin E dinyatakan dalam Satuan Internasional (SI) atau dalam miligram alfa tokoferol. D-alfa-tokoferol alami sama dengan 1. 1991). gandum biasa (10 -75 mg/kg). bahan pembuat bir kering.• kekurangan vitamin D atau rusaknya kelenjar paratiroid Osteomalacia. Lemak dan vitamin E dihidrolisis dengan katalisator lemak menjadi monogliserida dan asam lemak. Pada ikan channel catfish gejala keracunan mengakibatkan penurunan pertumbuhan dan efisiensi pakan buruk (Tacon.49 SI/g. kulit padi. Vitamin E dibutuhkan dalam sintesis koenzim A yang penting dalam pernafasan. seluruh telur ayam. 1990). melindungi asam lemak secara in vitro dan in vivo (Machlin. tepung kulit ari gandum (100 mg/kg). Vitamin E dan vitamin C dapat berfungsi sebagai antioksidan. penderitaan diakibatkan kekurangan vitamin D dan kalsium pada orang dewasa. dedak gandum. Dalam jaringan vitamin E menekan terjadinya oksidasi asam lemk tak jenuh. tepung getah biji/buah pohon ek. Sumber bahan pakan yang banyak mengandung tocopherol antara lain adalah : tepung alfalfa. Pencernaan vitamin E biasanya bersamaan dengan pencernaan lemak yang dimulai dari bagian lambung dab secara intensif ada di usus.

1987. Kebutuhan vitamin E pada beberapa jenis ikan (Tacon. 1991) Jenis ikan Status pemeliharaan / wadah/vitamin Kebutuhan (mg/kg pakan) Referensi Watanabe. 207 . fontinalis) R: memperlihatkan kebutuhan akan vitamin. tetapi keperluan belum diketahui Selain itu kebutuhan akan vitamin E telah dilakukan penelitian oleh beberapa peneliti dengan mengamati pertambahan berat badan dengan kisaran kebutuhan vitamin untuk setiap jenis ikan. gairdneri) 200 Dalam ruangan/ Penaeid tangki / bahan murni (Penaeus japonicus) R Dalam ruangan/ Coho salmon tangki / bahan murni (O. Penyerapan vitamin E di dalam usus dalam bentuk αtokoferol yang merupakan bentuk aktif vitamin E. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5.’miseles” yang siap diserap dalam dinding usus. tshawytscha) R Dalam ruangan/ Brook trout tangki / bahan murni (S. 1983 Halver. 1970 Murray. 1970 Watanabe.100 Dalam ruangan/ Tilapia tangki / bahan murni (Oreochromis niloticus) 20 – 30 Dalam ruangan/ Rainbow trout tangki / bahan murni (S.17. berdasarkan hasil penelitian oleh beberapa peneliti sangat beragam. 1980 Satoh etal. 1987 Cowey et al. 1981 Watanabeet al.17. 1981 Kanazawa. 1972 Halver. Tabel 5. kisuth) 40 – 50 Dalam ruangan/ Chinook salmon tangki / bahan murni (O. Kebutuhan vitamin E dalam komposisi pakan ikan mutlak diberikan karena vitamin E sangat membantu dalam proses reproduksi ikan dan sebagai antibodi. 1972 secara kuantitas 100 Dalam ruangan/ Ikan Mas tangki / bahan murni (Cyprinus carpio) 300 Dalam ruangan/ Ikan Mas tangki / bahan murni (Cyprinus carpio) 30 . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5.75 Dalam ruangan/ Channel catfish tangki / bahan murni (Ictalurus punctatus) 50 . Vitamin E akan dibebaskan dan diserap selama proses pencernaan lemak dan diangkut dalam darah oleh lipoprotein pertama lewat penyatuan ke dalam kilomikron yang mendistribusikan vitamin kejaringan yang megandung lipoprotein lipase kemudian ke hati. gairdneri) 50 – 100 Dalam ruangan/ Rainbow trout tangki / bahan murni (S. 1972 Halver.18. Kebutuhan vitamin E untuk setiap jenis ikan budidaya sangat bervariasi.

5. 18.60 – 308. menjelaskan bahwa ikan grass carp (Ctenopharyngodon idella) yang diberikan α-tokoferol 2.50%. 4. 1980 Watanabe et al. ADS WG. 1972 Woodall et al.7.38 – 6. Ikan yang mengalami defisiensi vitamin E akan memperlihatkan haemoglobin seluler rendah. Sedangkan Hamre et al (1994). memberikan hasil pertumbuhan yang terbaik pada pemberian vitamin E sebanyak 4.18. 1991 Roem et al. 1990 Sotoh et al.4.4 mg/100 g pakan. 1993) Jenis ikan Atlantik salmon Pasifik salmon Pasifik salmon Rainbow trout Rainbow trout Rainbow trout Rainbow trout Channel catfish Channel catfish Ikan mas Ekor kuning Tilapia biru Ikan nila Kebutuhan (berat/kg pakan) 35 mg 30 IU 40 – 50 mg 30 IU 25 mg 100 mg 50 mg 25 mg 50 mg 100 119 25 mg 50 -100 mg Kriteria Respon WG. 9. Pada hasil penelitian Syahrizal (1988) pada ikan lele pemberian α-tokoferol dalam pakan akan memberikan hasil yang terbaik pada kadar 211.5 mg/100 g pakan. Berdasarkan hasil penelitian beberapa peneliti yang konsern tentang pemberian vitamin E pada ikan budidaya tersebut memperlihatkan bahwa vitamin E ini benar-benar sangat dibutuhkan oleh ikan budidaya untukmeningkatkan laju pertumbuhan dan seperti juga pada manusia vitamin e dapat meningkatkan kesuburan dan ternyata pada ikan budidaya juga memberikan dampak yang positif terhadap proses percepatan organ 208 . ikan mengalami defisiensi. 1981 Cowey et al. 44. ADS WG. 1964 Hung et al. 1983 Murray&Andrew. 1974 Wilson et al.16 mg/kg pakan pada kadar lemak 6. ADS AASLP WG. meneliti ikan salmon atlantik dengan pemberian DL αtokoferol asetat sebanyak 0 dan 15 mg/kg pakan. 27. 1976 Takeuchi (1992). ADS MLS WG WG. Kadar vitamin E 60 mg/kg pakan dapat memberikan kelngsungan hidup yang tinggi.5. 1970 Shimeno.0 mg/100 g pakan.5 dan 9. Kriteria respon ikan terhadap pemberian vitamin E sesuai dengan kebutuhan ikan budidaya (NRC. ADS MLS AASLP WG. ADS Referensi Lall et al.Tabel 5. 1984 Watanabe et al. Ikan mengalami distropi yang ditandai hilangnya daging ikan bagian punggung tubuh jika diberikan α-tokoferol sebanyak 2.1964 Halver. ADS WG.0. volume dan jumlah sel darah merah meningkat dan bagian sel darah merah tidak matang.1988 Woodall et al. MLS WG.

mortalitas meningkat. anemia. mortalitas meningkat. effisiensi pakan rendah. Vitamin K1 banyak terdapat pada sayuran sedangkan vitamin K2 banyak terdapat pada hasil 209 . kerusakan otot.19. endapan ceroid dalam limpa. daya tetas telur menurun Pertumbuhan dan efisiensi pakan menurun. penyakit otot. epicarditis. kerusakan pada sel produksi darah merah Channel catfish (Ictalurus punctatus) Penaeids (Penaeus japonicus) Tilapia (Oreochromis niloticus) Vitamin K Menurut Tacon (1987). pendarahan pada kulit dan sirip. mortalitas meningkat. pertumbuhan menurun. terhentinya perkembangan jaringan pankreas.reproduksi yang dapat meningkatkan masa reproduksi ikan budidaya. meneteskan diathesis. Tabel 5. 1991) Jenis ikan Ikan mas (Cyprinus carpio) Salmon Gejala Penyakit otot.19. Gejala kekurangan vitamin E pada beberapa ikan budidaya (Tacon. degradasi urat/otot. Dari hasil pengamatan para peneliti diperoleh suatu gejala umum jika ikan yang dibudidayakan kekurangan vitamin E dalam pakan. exopthalmia. Oleh karena itu pemberian vitamin e pada ikan harus sesuai dengan kebutuhan ikan tidak boleh berlebihan dan kekurangan. depigmentasi. warna insang memucat. anemia. ascites. insang menggumpal. exopthalmia Pertumbuhan menurun. hati berlemak. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. mortalitas meningkat. pengendapan ceroid dalam hati dan pembuluh darah Survival dan pertumbuhan menurun Anorexia. di alam vitamin K terdapat dalam dua bentuk yaitu vitamin K1 yang disebut mefiton dan vitamin K2 yang disebut mevaquinon atau farnaquinon.

teh hijau. Didalam tubuh tiamin tidak dapat disimpan dalam jumlah banyak. 210 . Sumber bahan baku pakan yang banyak mengandung vitamin K antara lain adalah tepung alfalfa (9 mg/kg). 1991). tepung hati dan sayuran hijau (bayam. Kebutuhan tiamin untuk berbagai jenis ikan berbeda-beda seperti yang diperoleh dari hasil rangkuman oleh Tacon (1991) melalui berbagai penelitian oleh peneliti pada Tabel 5. Vitamin K1 banyak terdapat pada daun lobak . Vitamin K merupakan senyawa sintetis yang banyak digunakan secara klinis dan disebut sebagai Menadion (Vitamin K3). anemia. jantung. tepung ikan (2 mg/kg). Vitamin Yang Larut Dalam Air Vitamin B1 (Tiamin) Tiamin berperan sebagai kofaktor enzim untuk metabolisme karbohidrat dalam menghasilkan energi dan proses dekarboksilasi (pelepasan karbondioksida) dalam reaksi enzim multiplek. Vitamin K digunakan untuk pemeliharaan koagulasi darah normal dalam kemudahan produksi dan atau pelepas berbagai protein plasma yang dipergunakan untuk koagulasi darah (pembekuan darah). menurut Tacon (1991) kebutuhan vitamin K pada ikan channel catfish berkisar antara 0. oleh karena itu kelebihian tiamin didalam tubuh akan dibuang melalui urin. sedangkan vitamin K2 banyak terdapat pada hasil metabolisme bakteri usus dan terdapat pada jaringan. selada. mata dan jaringan pembuluh darah.metabolisme bakteri usus dan terdapat pada jaringan. ginjal. Selain itu kekurangan vitamin K pada ikan budidaya juga memberikan dampak yang negatif pada ikan salmon dimana ikan salamon yang kekurangan vitamin K akan memberikan gejal peningkatan penggumpalan darah. kangkung.20. Sedangkan pada channel catfish mengakibatkan pendarahan pada kulit dan pada udang mengakibatkan terjadinya penurunan kelangsungan hidup (Tacon. otot dan otak. jelatang dan pine neddles). pendarahan pada insang. brokoli. Kebutuhan vitamin K pada ikan budidaya belum banyak dilakukan penelitian. kol. dimana pada dosis tersebut dapat memberikan pertambahan berat badan.5– 1 mg/kg pakan. kubis. Sedangkan dalam jumlah terbatas tiamin dapat disimpan di dalam hati. Penyerapan tiamin oleh usus berlangsung melalui dua mekanisme yaitu pertama difusi secara pasif yang terjadi pada saat konsentrasinya tinggi dan kedua berlangsung melalui transport aktif yaitu pada saat konsentrasinya menurun.

120 Referensi Aoe et al. 1991 Kanazawa. Kebutuhan Tiamin dalam pakan (Tacon.20. 1972 Halver. 211 . 1972 Halver. 1972 Halver.5 40 60 . Apabila kandungan tiamin dalam pakan tidak mencukupi maka akan menyebabkan gejalagejala penyakit seperti pada Tabel 5. gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brook trout (Salvelinus fontinalis) Chinok salmon (O. 1985 Deshimaru&Kuroki.6 – 2.5 1 1 -10 10 – 12 10 – 12 10 – 15 10 – 15 10 – 15 0.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Atlantik salmon (Salmo salar) Turbot (Scopthalmus maximus) Tilapia (Oreochromis sp) Shrimp larva (Penaeus japonicus) Shrimp juvenile (Penaeus japonicus) Kandungan (mg/kg) 0. 1969 Mclaren et al. 1972 Halver. 1979 Setiap jenis ikan membutuhkan jumlah tiamin yang berbeda dalam komposisi pakan. 1975 Lim et al.21. 1972 Cowey et al. 1991) Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (S. 1978 Halver.Tabel 5.6 2. 1972 Halver.

pertumbuhan lambat. nafsu makan berkurang. pertumbuhan lambat Nafsu makan berkurang. gejala perubahan memutarnya badan. pertumbuhan lambat. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Berkurangnya nafsu makan. moluska. Pendarahan pada sirip. major) Eel (Anguila japonica) Tilapia (Oreochromis sp) Yone. 1972 Hashimoto et al. ataxia. Halver 1957. efisiensi pakan dan pertumbuhan rendah. sayuran dan buah-buahan. kegugupan memucatnya warna tubuh. hematocrit rendah Nafsu makan berkurang. Tanda-tanda kekurangan tiamin pada ikan budidaya (Tacon. Tiamin juga sudah diproduksi secara komersil dalam bentuk tiamin klorida dan tiamin difosfat monoklorida.21. pertumbuhan lambat Nafsu makan berkurang. pewarnaan kulit menjadi gelap. 1972 Lim et al. pendarahan pada sirip Nafsu makan berkurang. pertumbuhan lambat. hati mamalia laut dan beras merah.Tabel 5. kematian yang diakibatkan setelah penanganan Pertumbuhan dan kelangsungan hidup rendah Referensi Mc Laren et al. 1969 Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Dupree. pewarnaan kulit menjadi gelap. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung tiamin antara lain adalah daging berwarna merah.Kitamura et al. 1974 Philips&Brockway. 1966. 1967 Aoe et al. warna kulit menjadi muda. Keberadaan tiamin dalam tubuh ikan sangat 212 . 1975. 1978 Red sea bream (C. 1975 Arai et al. kepekaan yang meningkat karena getaran pada wadah atau akibat kilatan cahaya. 1991 Shrimp (Penaeus japonicus) Kanazawa. Murai& Andrew. kematian Nafsu makan berkurang. krustasea. gangguan syaraf. 1991 Asian seabass (Lates calcarifer) Booyaratpalin & Wanakowat.

6 5 80 Referensi Takeuchi et al. 1972 Halver. 1992) Vitamin B2 (Riboflavin) Riboflavin berperan dalam proses oksidasi reduksi dalam jaringan dan terdapat dalam bentuk koenzim/enzim flavin yang disebut flavoprotein.22.23. 1972 Halver. Kebutuhan ikan akan vitamin B2 ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. Apabila kandungan riboflavin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejalagejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. 1985 213 . 1972 Halver. Hasil metabolisme riboflavin ini akan dieksresikan ke dalam urin dan feses dan sejumlah kecil melalui cairan empedu dan keringat. Riboflavin didalam usus diubah kedalam bentuk koenzimnya dan setelah itu akan didistribusikan ke dalam sel-sel agar dapat berfungsi dalam proses biokimia. Tabel 5. 1991). reaksi dihydropolite dehydrogenase dan transport elektron. Metabolisme riboflavin dipengaruhi oleh hormon tiroid dimana hormon tiroid ini akan meningkatkan aktivitas FAD dan FMN.22. (FAD) Penyerapan riboflavin akan meningkat dengan adanya garamgaram empedu. 1972 Lim et al. Kebutuhan Vitamin B2 dalam pakan ikan Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brook trout (Salvelinus fontinalis) Chinok salmon (O. 1991 Kanazawa. Pada keadaan hipotiroid akan terjadi peningkatan laju perubahan riboflavin menjadi FMN dan FAD.6 – 2.dipengaruhi oleh suhu. pH dan bisulfat. 1980 Murai&Andrew.1990 Halver. Ada dua koenzim dari riboflavin yaitu Flavin Mono Nucleotida (FMN) dan Flavin Adenin Dinucleotida (Prawirokusumo. Flavoprotein ini sebagai koenzim pada oksidasi asam amino. 1972 Halver. 1978 Amezaga&Knox.7 20 – 30 20 – 30 20 – 25 20 – 25 5 – 10 0. enzim tiaminase dan radiasi (Steffens. 1980 Halver.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Atlantik salmon (Salmo salar) Tilapia (Oreochromis sp) Shrimp larva (Penaeus japonicus) Shrimp juvenile (Penaeus japonicus) Kandungan (mg/kg) 7 9 2. basa organik.

takut sinar. Kekerdilan dengan badan yang pendek. laju kematian sangat tinggi. katarak Pertumbuhan lambat Pendarahan pada sirip. 1969 Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Red sea bream (C. takut pada cahaya.1977. pertumbuhan lambat. katarak. Hughes et al. tulang punggung tidak normal. Tanda-tanda kekurangan riboflavin pada ikan budidaya (Tacon. 1972 Butthep et al. hilangnya nafsu makan. 1985 Booyaratpalin & Wanakowat. 1975. pewarnaan tubuh menjadi gelap Nafsu makan menurun. ada paskularisasi pada kornea. nafsu makan berkurang. 1966. pertumbuhan lambat. bertambahnya laju kematian. erosi pada moncong mulut. 1991 Tilapia (Oreochromis sp) Shrimp (Penaeus japonicus) Lim et al. pertumbuhan lambat. pendarahan pada kulit dan sirip. pertumbuhan dan efisiensi pakan serta kelangsungan hidup menurun. Kitamura et al. lensa mata kabur. Poston et al. 1991 Kanazawa. major) Eel (Anguila japonica) Walking carfish (Clarias batracus) Asian seabass (Lates calcarifer) Dupree. kurang darah Nafsu makan berkurang. 1967.1982. kematian tinggi. pertumbuhan menurun. pendarahan pada sirip ekor. pendarahan pada kulit dan sirip.23. 1985 214 . Murai& Andrew. Halver 1957. malas bergerak. bertambahnya laju kematian Pergerakan lambat. sangat gugup. pertumbuhan lambat. tidak ada koordinasi. kaget terhadap sinar. Amegaza&Knox. takut cahaya. pembentukan zat warna yang terang atau gelap. bagian dinding perut mengalami pencekungan. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Berkurangnya nafsu makan. tubuh pendek. 1981. otot yang lemah. 1990 Aoe et al. 1975 Arai et al. 1978 Yone. malas bergerak Nafsu makan berkurang. 1974 Philips&Brockway. pertumbuhan lambat. erosi sirip ekor yang parah. 1980. Takeuchi et al. katarak Pertumbuhan dan kelangsungan hidup pada benih menurun Referensi McLaren et al.Tabel 5. Woodward. takut sinar.

1979 Kanazawa. Dalam metabolisme protein ada enam reaksi yang memerlukan vitamin B6 yaitu reaksi transaminasi.24. reaksi aldolase serta reaksi-reaksi lainnya. reaksi racemisasi.100 Referensi Ogino. asparagus dan brokoli. Riboflavin tidak stabil jika terkena panas dan cahaya. reaksi dehydrasi. reaksi decarboksilasi. Kebutuhan Vitamin B6 dalam pakan ikan Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brook trout (Salvelinus fontinalis) Chinok salmon (O. Apabila kandungan piridoksin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejalagejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. 1978 Halver. 1965 Murai&Andrew.major) Glithead bream (Sparus auratus) Asean seabass ( Lates calcarifer) Penaeids (Penaeus japonicus) juvenil Penaeids (Penaeus japonicus)larva Penaeids (Penaeus vannamei) Kandungan (mg/kg) 5. 1972 Halver.Sumber bahan pakan yang banyak mengandung riboflavin antara lain adalah daging dan produk susu. 1981 Wanakowat et al. 1972 Halver. Dekomposisinya sangat dipengaruhi olehsuhu dan pH larutan. reaksi cleavage. Tabel 5. 1979 Halver.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Atlantik salmon (Salmo salar) Red sea bream (C. reaksi desulphurasi. dimana dengan adanya cahaya akan merusak aktivitas riboflavin secara perlahanlahan. 1991 215 . 1972 Hardy et al. 1980 Takeda&Yone. Kebutuhan ikan akan vitamin B6 ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. 1985 He&Lawrence. maka bila kekurangan vitamin ini akan mengalami gangguan pada metabolisme protein. 1972 Halver.10 60 120 80 . Piridoksin didalam usus diubah kedalam bentuk piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat.25 5 . reaksi kondensasi. 24. 1989 Deshimaru&Kuroki. hati dan ginjal.15 10 – 15 10 – 15 10 15 – 20 10 – 15 5–6 1. 1971 Kissil et al. Vitamin B6 (Piridoksin) Piridoksin berperan dalam metabolisme asam amino. Metabolisme piridoksin dimulai sejak vitamin ini masuk kedalam organ atau jaringan tubuh dan akan diubah menjadi piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat sampai dikeluarkan lagi kedalam berbagai bentuk untuk digunakan oleh jaringan lain atau dieksresikan.25. bayam.4 3 10 . Dalam bentuk larutan riboflavin sangat tidak stabil. Transportasi vitamin ini didalam tubuh diperantarai oleh enzim piridoksal kinase yang banyak terdapat pada semua jaringan terutama otak .

Hughes et al. awal rigor mortis yang cepat. wedema. 1974 Philips&Brockway. pewarnaan biru hijau pada permukaan punggung Pertumbuhan lambat Nafsu makan menurun. pewarnaan permukaan punggung hijau kebiruan. Poston et al. 1980. kurang darah dan bernafas dengan cepat Nafsu makan menurun. pewarnaan pada kulit. Halver 1957. hyperirritability. 1981. pertumbuhan lambat. Kitamura et al. peka terhadap rangsangan. 1967. ataxia.25. 1978 Kissil et al. Tanda-tanda kekurangan riboflavin pada ikan budidaya (Tacon. berenang tidak teratur. 1978 Red sea bream (C. 1975 Arai et al. 1965 Dupree. Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Ogino. pertumbuhan lambat. 1972 Adron et al. penimbunan cairan pada kantong perut. kejang.1977. sangat mudah terganggu Pertumbuhan menurun Nafsu makan menurun. 1975. efisiensi pakan menurun Pertumbuhan menurun Pertumbuhan menurun. berenang tidak teratur. berkurangnya nafsu makan.Tabel 5. pewarnaan tidak normal. sangat mudah terganggu Nafsu makan menurun. sangat mudah terganggu. Murai& Andrew. major) Eel (Anguila japonica) Turbot (S maximus) Gilthead bream (S auratus) Yellowtail Snakhead Yone. 1983 216 . kematian tinggi. berenang tidak teratur. berenang cepat dan tidak teratur. 1983 Agrawal&Mahajan. konstraksi overkulum yang berlebihan. 1966. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Mudah terganggu. lensa kabur Referensi McLaren et al. ataxia. 1969 Sakaguchi et al. kebutaan. Takeuchi et al.

berenang seperti spiral tidak beraturan. Kanazawa. Apabila kandungan asam pantotenat dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejalagejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. bernafas dengan cepat Nafsu makan menurun. 217 . erosi pada sungut. 1991). Koenzim A adalah gabungan antara mercapto ethyl amine dengan phosphopanthothenic acid dan adenosin -31-51 diphosphat. Kebutuhan ikan akan vitamin B5 ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. Koenzim A ini berfungsi dalam metabolisme karbohidrat. penurunan konversi pakan. awal rigor mortis lebih cepat. pengikisan pada sirip dan rahang bawah.1 979. kehilangan keseimbangan. kekejangan pada otot tak sadar.26. Piridoksin tidak stabil jika terkena sinar ultra violet karena vitamin ini mempunyai spektrum absornas ultra violet yang khas dan sangat dipengaruhi oleh perubahan pH. berenang tidak teratur.27. sangat mudah terganggu. berenang di permukaan tidak mau berkelompok. kematian tinggi. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung piridoksin antara lain adalah khamir. peningkatan kematian. 1985 Asian seabass (Lates calcarifer) Wankowat et al. biji-bijian misalnya jagung dan gandum.Jenis ikan Ikan lele (Clarias batracus) Tanda-tanda Pertumbuhan lambat. protein dan lemak (Prawirokusumo. Asam pantotenat mudah diserap didalam usus yang akan mengalami fosforilasi oleh ATP menjadi bentuk asam 4-fosfopantotenat. Pertumbuhan dan kelangsungan hidup menurun Referensi Butthep et al. 1989 Penaeid Shrimp (Penaeus japonicus) Deshimaru&Kuroki. luka pada bibir bawah. Vitamin B5 (Asam Pantotenat) Asam pantotenat berperan dalam formasi koenzim A.

pergerakan lambat. Kebutuhan Vitamin B5 dalam pakan Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brook trout (Salvelinus fontinalis) Chinok salmon (O. 1975. operculum menggembung Nafsu makan menurun. 1972 218 . pengikisan pada kulit. pertumbuhan menurun. 1967 Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Red sea bream (C. 1972 Halver. luka pada kulit Referensi McLaren et al. Ogino. 1985 Tabel 5. Murai& Andrew.27.major) Mexican cichlid (C. 1972 Halver. major) Eel (Anguila japonica) Dupree. tutup insang berlendir. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Berkurangnya nafsu makan.50 40 – 50 10 80 NR NR Referensi Ogino. 1965 Wilson et al. 1974 Philips&Brockway. kematian tinggi Pertumbuhan lambat. 1972 Yano et al.50 15 40 . 1990 Kanazawa. kurang darah. 1972 Halver. 1983 Halver. 1990 Room et al. 1975 Chaves et al. urophthalmtus) Tilapia ( Oreochromis mossambicus) Shrimp (Penaeus japonicus) Kandungan (mg/kg) 30 .Tabel 5. Poston et al. 1966. Tanda-tanda kekurangan asam pantotenat pada ikan budidaya (Tacon. kurang darah. pendarahan pada kulit. 1978 Yone. Halver 1957. Coat & Halver. Kitamura et al. 1988 Arai et al. 1958. kurang darah Pertumbuhan menurun.50 40 – 50 41 – 50 40 . 1977. Matsumoto et al.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Red sea bream (C. berenang tidak normal. pergerakan sangat lambat. exophthalmia Nafsu makan menurun. partumbuhan menurun. partumbuhan menurun. Yano et al. 1967.26. 1972 Halver. 1975. 1991.

pertumbuhan menurun.28. keju. insang dan hati pucat Nafsu makan menurun. pendarahan pada sirip dan kepala Nafsu makan menurun.29. sirip rusak. Asam pantotenat dapat mengalami kerusakan mutu karena proses oksidasi dan suhu tinggi. 1988 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung asam pantotenat antara lain adalah ragi bir kering. pertum-buhan menurun. 1991 Prawn (M. pertumbuhan menurun. tepung biji matahari. pewarnaan gelap. bernafas cepat. tepung kacang tanah. beras sosoh. pendarahan pada operculum. Kebutuhan ikan akan biotin ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. 1985 Mexican cichlid (C urophthalmus) Chaves de Martinezl et al. Biotin yang berikatan dengan karbondioksida disebut dengan karboksibiotin. pendarahan di bawah kulit. Oleh karena itu penyimpanan dalam suhu dingin sangat dianjurkan. tepung alfalfa dan gula tebu kering. Biotin Biotin berperan di dalam metabolisme sebagai fiksasi karbondioksida yang selanjutnya ditransfer ke substrat yang lain. berenang tidak normal. sungut terkikis. penurunan efisiensi pakan. Dan selama proses pengolahan pakan dengan suhu yang tinggi vitamin ini akan mengalami kehilangan kandungannya karena pemanasan. 219 . pengikisan pada sirip pelvic Pertumbuhan menurun Referensi Butthep et al. pewarnaan gelap.rosenbergii) Heinem. kematian tinggi. air susu. 1990 Asian seabass (Lates calcarifer) Boonyaratpalin & Wanakowat. Biotin juga berperan dalam reaksi dalam pembentukan asam lemak. metabolisme beberapa asam amino dan metabolisme karbohidrat. dedak gandum. keju dilaktose kering. telur yam.Jenis ikan Ikan lele (Clarias batracus) Tanda-tanda Nafsu makan menurun. oedema. kematian tinggi. exophthalmia. bernafas cepat. Apabila kandungan biotin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5.

5 . 1958. kurang darah. ragi torula kering. Coat & Halver.29.5 1 – 1.Tabel 5.5 1 – 1. Guther & M Burgdoff. 1970. 1972 Halver.major) Larva udang (Penaeus japonicus) Kandungan (mg/kg) 1 1 . Tanda-tanda kekurangan biotin pada ikan budidaya (Tacon. pergerakan menurun. dedak padi. 1978. Kitamura et al. Lovel & Buston.2 1. 1975 Kanazawa.2 < 0. telur ayam. 1972 Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Eel (Anguila japonica) Shrimp (Penaeus japonicus) Kanazawa. insang pucat Pertumbuhan menurun.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Lake trout (S namaycush) Red sea bream (C. 1990 Lovel & Buston. Poston & Page 1985 Ogino et al. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Berkurangnya nafsu makan. tepung 220 .251 NR >4 Referensi Ogino et al. luka pada colon.28. 1972 Poston.25 <1 1 – 1. 1970 Guther & Meyer. efisiensi pakan menurun. 1990 Robinson & Lovel. pewarnaan gelap. nafsu makan menurun.05 – 0. 1972 Walton et al. tingkah laku berenang tidak normal Pertumbuhan dan kelangsungan hidup menurun Referensi Philips&Brockway. 1985 Tabel 5. pertumbuhan menurun. tepung biji kapas. kematian bertambah. 1972 Halver. 1976 Yone. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung biotin antara lain adalah ragi bir kering. 1984 Halver. tepung biji bunga. jaringan tidak tumbuh. 1975.2 1 – 1. kejang. 1972 Halver. pertumbuhan menurun. 1984 Arai et al. Tidak terjadi pewarnaan. hypersinsiitifity Pertumbuhan lambat. 1984 Halver. tepung hati dan paru. Kebutuhan Biotin dalam pakan Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brook trout (Salvelinus fontinalis) Chinok salmon (O.5 0. beras sosoh. Halver 1957. 1967.

kacang tanah. 1972 Halver. Kebutuhan Asam folat dalam pakan Ikan (Tacon.5 . 1991). 1972 Halver. tepung darah kering.1 1–5 6 – 10 6 . Di dalam tubuh asam folat berfungsi untuk mentransfer satu satuan karbon seperti gugus metil dimana unit-unit karbon ini akan dihasilkan selama metabolisme asam amino.31. Asam folat yang terdapat dalam bahan baku pakan biasanya dalam bentuk poliglumat sedangkan asam folat yang dapat diserap oleh usus harus dalam bentuk monoglutamat. gandum. Kelebihan asam folat didalam tubuh akan dibuang melalui urin. Penyerapan asam folat dipengaruhi oleh efisiensi mekanisme dekonjungase yaitu yeast. Tabel 5. Biotin juga bisa dalam bentuk alkohol yang disebut dengan biotimal dan dapat disintesis secara kimia dan mempunyai aktivitas biotin 100% (Tacon. 1972 Halver. Kebutuhan ikan akan asam folat ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. asam folat harus dihidrolisis terlebih dahulu. 1969 Duchan& Lovel. Oleh karena itu asam folat berperan di dalam sintesis asam amino. 1972 Halver. 1980 Yone. tepung alfalfa. Hidrolisis berlangsung oleh adanya aktivitas enzim konjugase. 1991 McLaren et al. Asam Folat Asam folat merupakan koenzim untuk beberapa sistem enzim. Kandungan biotin dari bahan baku akan mudah hilang karena proses leaching. tepung ikan.major) Kandungan (mg/kg) NR 0.10 6 – 10 6 – 10 5 – 10 NR Referensi Aoe et al. 1991) Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Chinok salmon (O. Oleh karena itu sebelum dapat diserap oleh usus. 1972 Halver. Apabila kandungan biotin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Atlantic salmon (Salmo salar) Red sea bream (C.30. 1975 221 .30.

Tanda-tanda kekurangan asam folat pada ikan budidaya (Tacon.31. peningkatan kematian. Duncan & Lovel. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Kurang darah. 1966. Kebutuhan ikan akan vitamin B12 ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. pertumbuhan penurunan Referensi McLaren et al. warna kulit memudar. Philips&Brockway. Vitamin B12 (Cyanokobalamin) Vitamin B12 disebut juga dengan cyanokobalamin karena berdasarkan struktur kimianya vitamin ini terdiri atas asam cobalt ditengah dengan tetra ring dari porphyrin. Vitamin ini berperan dalam penggunaan asam propionat.32. pertumbuhan lambat. 1947.1991 Butthep et al. 1985 Eel (Anguila japonica) Rohu (Labeo rohita) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Ikan lele (Clarias batracus) Shrimp ( P japonicus) Nafsu makan menurun. exophthalmia Nafsu makan menurun. nafsu makan menurun. pewarnaan gelap. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan timbunan methylmalonyl CoA dan akan dikeluarkan lewat urin dan disebut methylmalonic aciduria. sayuran berdaun hijau tua. 1958 Arai et al. karena itu disebut cyanokobalamin. Apabila kandungan biotin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. insang pucat. insang dan hati pucat Penurunan kelangsungan hidup larva Kanazawa. Gugus cyanide terdapat pada asam cobalt. pertumbuhan lambat. 1972 John & Mahajan.Tabel 5.33. susu. lethargy. 222 . Coat & Halver. gandum. pertumbuhan menurun. Penurunan hematocrit. bunga kobis. 1967. Asam folat dapat berbentuk kristal folasin sebagai bentuk komersil yang banyak digunakan sebagai food additive untuk fortifikasi bahan makanan (Andarwulan dan Sutrisno.1957 Kitamura et al. pewarnaan gelap. hematocrit rendah Nafsu makan menurun. 1979 Dupree. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung asam folat antara lain adalah tepung ikan laut. 1992). kacang-kacangan. pertumbuhan menurun.

1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Nafsu makan menurun. 1982 Halver. hematocrit rendah Pertumbuhan lambat Pertumbuhan lambat Penurunan pertumbuhan. pertumbuhan menurun. 1953 Kashiwada&Teshima.02 0. 1979 Kanazawa.1966 Limsuwan& Lovel.niloticusi) Chinok salmon (O. 1972 Tabel 5. microcyctic hypochromic anemia. eritrocit pecah. efisiensi pakan rendah Penurunan pertumbuhan. 1975 John & Mahajan. Asam nikotinat merupakan unsur dari dua buah 223 . 1963 Channel catfish (I. kepiting.1966. oyster.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Kandungan (mg/kg) NR NR NR NR 0. tepung daging dan tulang. scallop.02 Referensi Hashimoto. 1972 Halver. 1981 Arai et al.punctatus) Eel (Anguila japonica) Red sea bream Rohu (Labeo rohita) Shrimp ( P japonicus) Dupree. 1957. 1981 Lovel&Limsuwan.015-0.Tabel 5. Niasin (Asam nikotinat) Niasin dapat juga disebut dengan vitamin B3 atau asam nikotinat yang berperan dalam reaksi enzimatik dalam tubuh.32. udang. hematocrit rendah.33. Kebutuhan Vitamin B12 dalam pakan Ikan (Tacon. 1991) Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Tilapia (O. Philips et al. Tanda-tanda kekurangan vitamin B12 pada ikan budidaya (Tacon.015-0. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung vitamin B12 antara lain adalah tepung ikan laut. megaloblastic Penurunan kelangsungan hidup larva Referensi Halver. Limsuwan & Lovell. 1972 Yone.

koenzim.34. 1972 Halver. Bentuk tereduksi dari NADP mempunyai peranan penting dalam sintesis lemak dan steroid (Muchtadi dkk.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Shrimp (P. 1985 Halver. 1972 Poston&Wolfe.34. 1972 Halver.150 120 – 150 150 – 200 150 – 200 400 Referensi Aoe et al. 1991) Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brown trout (Salmo fontinalis) Chinok salmon (O. Kebutuhan ikan akan niasin ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. 1972 Halver. Kebutuhan Niasin dalam pakan Ikan (Tacon. 1969 Murai& Andrews. 1978 Halver. Sedangkan NADP berperan dalam reaksi hidrogenasi pada jalur heksosa monofosfat (HMP) dalam metabolisme glukosa. yaitu Nikotinamid Adenin Dinukleotida (NAD) dan Nikotinamid Adenin Dinukleotida Fosfat (NADP). Tabel 5.35. Apabila kandungan niasin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. 1993). karbohidrat dan asam amino. 1972 Kanazawa. 1985 224 . NAD adalah koenzim bagi sejumlah enzim dehidrogenase yang berperanan dalam metabolisme lemak.japonicus) larva Kandungan (mg/kg) 28 14 120 – 150 10 120 .

1967. 1966 Dupree. penurunan pertumbuhan.1957 Kitamura et al. Inositol Inositol disebut pula zat lipotropik yang berarti dibutuhkan untuk menghilangkan lemak dalam hati. Coat & Halver. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung niasin antara lain adalah beras sosoh. tepung kacang tanah. Inositol berperan terutama sebagai komponen inositida pada hampir semua membran sel. tepung hati dan paru. Kebutuhan ikan akan inositol ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada 225 . tepung gandum (Tacon.1979 Yone. penurunan efisiensi pakan. kematian tinggi Pendarahan dan luka pada kulit dan sirip. ataxia. 1991). et al. Katabolisme inositol mungkin terjadi melalui reaksi glikolisis dan siklus krebs (Kuksis dan Mookerjea. pertumbuhan menurun. berenang tidak teratur. 1975 Arai et al. Murai & Andrew.Tabel 5. Poston & Wolfe.35. 1991). Pertumbuhan dan penurunan kelangsungan hidup Referensi McLaren et al. pewarnaan gelap Nafsu makan menurun. tepung jagung. 1985 Shrimp ( P japonicus) Kanazawa. kehilangan keseimbangan. pendarahan dibawah kulit dan sirip. tepung biji bunga matahari. exophthalmia. kematian tinggi. kurang darah. muscle spasms. exopthalmia. 1947. dedak gandum. pertumbuhan lambat.1985 Aoe. pewarnaan gelap. dedak. Tanda-tanda kekurangan niasin pada ikan budidaya (Tacon. Myoinositol merupakan komponen penting inositol yang mengandung phospholipid. 1966. Philips&Brockway. berenang tidak teratur. ragi kering. penimbunan cairan pada lambung Pendarahan pada kulit. 1958. 1972 Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Red sea bream Eel (Anguila japonica) Ikan lele (Clarias batracus) Butthep et al. kematian tinggi Pertumbuhan lambat Pendarahan dan luka pada kulit. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Nafsu makan menurun.

1972 Yone et al.1981 McLaren et al. warna gelap. Apabila kandungan biotin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. 1972 Halver. 1972 Kanazawa et al.37. kehilangan mucosa kulit Pertumbuhan menurun Nafsu makan dan pertumbuhan menurun Pertumbuhan dan hidup menurun kelangsungan Referens Mc Laren et al. 1985 Kanazawa et al. peningkatan waktu pengosongan lambung Penurunan pertumbuhan. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Pertumbuhan menurun. 1958 Aoe&Masuda. 1991) Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Chinok salmon (O. 1957. 1969 Burtle. Kanazawa. benih gandum. Tabel 5. kulit dan sirip luka/pendarahan. Halver. 1971 Kanazawa. Tanda-tanda kekurangan inositol pada ikan budidaya (Tacon. ragi bir kering. 1985 Tabel 5. 1972 Halver.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Red sea bream (C. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung inositol antara lain adalah tepung ikan. 1947 Halver. 1967 Common carp (Cyprinus carpio) Red sea bream Eel (Anguila japonica) Shrimp ( P japonicus) Yone. 226 . 1975 Arai et al.36.37.36. 1976. 1947. distended abdomen. Philips & Brockway 1957 Coates & Halver. Kebutuhan inositol dalam pakan Ikan (Tacon.Tabel 5.major) Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil Shrimp (Penaeus japonicus)larva Kandungan (mg/kg) 440 NR 250 – 300 200 – 300 300 – 400 300 – 400 550 – 900 2000-4000 2000 Referensi Aoe et al.

Kolin Kolin adalah basa ammonium bervalensi empat dan tersebar luas dia alam, produk degradasinya seperti betain (garam karboksimetiltrimetilammonium hidroksida. Menurut Halver (1988) peran dan fungsi dari kolin antara lain adalah komponen utama dalam fosfolipid dalam membran sel dan lipoprotein serum (pengemulsi), donor asam lemak untuk kolesterol dalam pengelolaan LDL, sumber

grup metil untuk sintesis metionin dan substrat untuk pembentukan neurotransmitter, asetil kolin. Kebutuhan ikan akan kolin ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5.38. Apabila kandungan biotin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5.39.

Tabel 5.38. Kebutuhan kolin dalam pakan Ikan (Tacon, 1991) Jenis ikan
Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Lake trout (Salmo nemaycush) Chinok salmon (O.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Red sea bream (C.major) Stureon (A. transmontanus) Tilapia (T.aurea) Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil Shrimp (Penaeus japonicus)larva

Kandungan (mg/kg)
4000 400 774 - 813 1000 600 – 800 600 – 800 500 1700 – 3100 NR 600 6000

Referensi
Ogino et al, 1970 Wilson & Poe,1988 Rumsey, 1991 Ketola, 1976 Halver, 1972 Halver, 1972 Yone et al, 1988 Hung, 1989 Roem et al, 1990 Kanazawa, 1985 Kanazawa et al, 1985

227

Tabel 5.39. Tanda-tanda kekurangan kolin pada ikan budidaya (Tacon, 1991) Jenis ikan
Salmonids

Tanda-tanda
Pertumbuhan menurun, hati banyak mengandung lemak, efisiensi pakan menurun, pendarahan pada ginjal dan usus

Referensi
Mc Laren et al, 1947, Halver, 1957, Philips & Brockway, 1957,Coates & Halver, 1958, Ketola,1976, Poston, 1990, Rumsey, 1991 Ogino et al, 1970 Dupree, 1976, Wilson&Poe, 1988 Yone, 1975, Yano et al, 1988 Arai et al, 1972 Rumsey, 1991 Kanazawa et al, 1976, Kanazawa, 1985

Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (I. punctatus) Red sea bream (C. major) Eel (Anguila japonica) Sturgeon (A.transmontanus) Shrimp ( P japonicus)

Pertumbuhan menurun dan hati banyak mengandung lemak Penurunan pertumbuhan, pendarahan pada ginjal dan usus Pertumbuhan menurun, kematian Nafsu makan dan pertumbuhan menurun Pertumbuhan menurun, penyerapan lemak pada hati Pertumbuhan dan hidup menurun kelangsungan

Sumber bahan pakan yang banyak mengandung kolin antara lain adalah tepung udang, tepung hati, tepung biji matahari, tepung paru, tepung ikan , tepung benih gandum, tepung ikan putih , tepung biji kapas, tepung kedelai, tepung tulang, tepung kacang tanah (Tacon, 1991). Vitamin C (asam askorbat) Vitamin C atau asam korbat mempunyai dua bentuk yaitu bentuk oksidasi disebut L dehydro ascorbic acid dan bentuk reduksi yang disebut

L ascorbic acid. Vitamin C sangat penting bagi pertumbuhan semua hewan karena berperan pada banyak sistem metabolisme enzim. Hasil penelitian dari Boonyaratpalin et al (1993), vitamin C sangat berperan dalam pembentukan hydroksiprolin (penyusun kolagen). Dimana kolagen ini terdiri dari hydroksi prolin dan hydroksiprolin. Bersama-sama dengan ATP dan Mg Cl2 merupakan kofaktor dalam menghambat adipose tissue lipase dan memacu hydrolitik deaminasi dari peptidaatau protein sehingga berperan dalam proses aging yaitu membuat jaringan lebih

228

tahan lama dari proses pelapukan. Selain itu vitamin C dapat meningkatkan respon netrofil terhadap kemotoksis dan meningkatkan proliferosi limfosit sebagai respon terhadap nitrogen serta peningkatan aktivitas netrofil terhadap endotoksin. Gejala defisiensi vitamin C pada ikan disebabkan oleh rusaknya kolagen dan jaringan penunjang. Kolagen merupakan protein pada ikan dan konsentrasinya tinggi ditemukan pada kulit dan tulang (Sandness, 1991). Kelebihan vitamin C dalam tubuh akan dimetabolisme selanjutnya

dieksresikan melalui urin. Dengan demikian didalam urin terdapat sejumlah metabolit-metabolit asam askorbat dan yang telah teridentifikasi antara lain adalah asam dehidro askorbat, asam diketogulonat askorbat-2-sulfat, metil askorbat serta 2-keto-askorbitol (Muchtadi dkk, 1993). Kebutuhan ikan akan vitamin C ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5.40. Apabila kandungan viatamin C dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejalagejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5.41.

Tabel 5.40. Kebutuhan vitamin C dalam pakan Ikan (Tacon, 1991) Jenis ikan
Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Nile tilapia (Oreochromis niloticus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Chinok salmon (O.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Atlantic salmon (Salmo salar) Atlantic salmon (Salmo salar) Yellow tail (S quinqueradiata) Asean sea bass (Lates calcarifer)

Kandungan (mg/kg)
NR 60 60 880 25 – 50 NR 11 1250 100 – 150 40 50 – 100 20 – 264 210 10 100 – 150 50 – 80 50 10 – 20 30 700 – 1100

Referensi
Sato et al, 1978 Wilson & Poe, 1973 Lovel & Lim, 1978 Lovell, 1973 Andrew & Murray, 1974 Launer et al, 1978 Lovell & Naggar, 1989 Soliman et al, 1986 Halver, 1972 Hilton et al, 1978 Sato et al, 1982 Dabowski et al, 1990 Sato et al, 1991 Cho & Cowey, 1991 Halver, 1972 Halver, 1972 Lall et al, 1989 Sandness et al, 1991 Kanazawa et al, in press Boonyaratpalin et al, 1989

229

Jenis ikan
Mexican cichlid (C urophthalmus) Flounder (Paralichthys olivaceus) Plaice (Pleuronectes platessa) Prawn (Macrobrachium rosenbergii) Shrimp (Penaeus japonicus) juvenile Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil Shrimp (Penaeus vannamei) juvenil Shrimp (Penaeus japonicus)larva

Kandungan (mg/kg)
40 – 110 60 – 100 200 50 – 100 10.000 3000 1000 215- 430 100 10.000

Referensi
Chaves de Martinez, 1990 Tesima et al, 1991 Rosenlund et al, 1990 Moncreiff et al, 1991 Guary et al, 1976 Deshimaru & kuroki, 1976 Lightner et al, 1979 Shigueno&itoh, 1988 Kanazawa, 1985 Lawrence& He, 1991

Tabel 5.41. Tanda-tanda kekurangan inositol pada ikan budidaya (Tacon, 1991) Jenis ikan
Salmonids

Tanda-tanda
Pertumbuhan menurun, scoliosis lordosis, pendarahan pada sirip bagian dalam, warna gelap, kematian meningkat, penurunan daya tetas telur

Referensi
Mc Laren et al, 1947, Halver, 1989, Philips &Brockway, 1957, Coates & Halver, 1958, Kitamura et al, 1967, Hilton et al, 1978, Sato et al, 1991 Lovell,1973, Andrew&Murai, 1974, Lovel&Lim, 1973, Wilson&Poe, 1973, Lim&lovell, 1978, Wilson et al, 1989 Yone, 1975 Arai et al, 1972 Mahajan & Agrawal, 1979.

Channel catfish (I punctatus)

Penurunan pertumbuhan, scoliosis lordosis, pendarahan bagian dalam dan luar, erosi pada sirip, kulit berwarna gelap, nafsu makan menurun, berenang tidak teratur Pertumbuhan menurun Pertumbuhan menurun, erosi pada sirip, erosi pada rahang bawah Scoliosis lordosis, kurang darah, filamen insang berubah.

Red sea bream Eel (Anguila japonica) Snakehead (C.punctata)

230

Jenis ikan
Tilapia

Tanda-tanda
Scoliosis lordosis, pertumbuhan menurun, pendarahan pada bagian dalam dan luar, erosi pada sirip ekor, exophthalmia, kurang darah, daya tetas telur menurun Scoliosis, pendarahan pada bagian luar, erosi pada sirip, warna kulit gelap Pertumbuhan menurun, kematian meningkat, scoliosis lordosis, hypochromic macrocytic anemia Pertumbuhan menurun, renal granuloma, kematian

Referensi
Soliman et al, 1986

Ikan lele (C batracus) Indian major carp

Butthep et al, 1985

Agrawal & Mahajan, 1980

Turbot (S maximus)

Baudin-Laurence et al, 1989, Coustans et al, 1990, Gouillou et al, 1991 Rosenlund et al, 1990 Boonyaratpalin et al, 1989

Plaice Asian seabass (Lates calcarifer)

Pertumbuhan dan kelangsungan hidup menurun Pertumbuhan menurun, pewarnaan gelap, kehilangan keseimbangan, erosi pada sirip ekor, pendarahan pada insang, exophthalmia, badan pendek, filamen insang rusak Pertumbuhan menurun, kematian tinggi, pewarnaan gelap, pendarahan pada mata, erosi pada kepala dan sirip, exophthalmia, scoliosis lordosis, iritasi, perubahan tulang kepala Pertumbuhan dan kelangsungan hidup menurun Gejala kematian dengan tandatanda hitam, efisiensi pakan dan pertumbuhan serta kelangsungan hidup menurun

Mexican Cichlid

Chevas de Martinez, 1990

Udang galah

Heinen, 1988, Moncreiff et al, 1991 Kanazawa, 1985, Guary,1976, Lightener et al, 1970, Shigueno&Itoh, 1988, Lawrence & He, 1991

Shrimp ( P japonicus)

231

Sumber bahan pakan yang banyak mengandung vitamin C antara lain adalah lobster, kepiting dan sebagian besar terutama terdapat pada sayuran dan buah-buahan. Vitamin C merupakan vitamin yang paling mudah rusak dan sangat larut dalam air. Disamping itu vitamin C mudah teroksidsi bila dalam keadaan alkalis, suhu tinggi, terkena sinar matahari dan logam beraty seperti seng, besi dan terutama tembaga. Oleh karena itu agar vitamin C yang terdapat dalam bahan pakan harus dihindari dari hal-hal tersebut diatas.

5.6. MINERAL
Ikan dalam komposisi zat gizinya juga membutuhkan mineral dalam campuran pakannya agar ikan dapat tumbuh dengan baik. Mineral merupakan unsur anorganik yang dibutuhkan oleh organisme perairan (ikan) untuk proses hidupnya secara normal. Ikan sebagai organisme air mempunyai kemampuan untuk menyerap beberapa unsur anorganik ini, tidak hanya dari makanannya saja tetapi juga dari lingkungan. Jumlah mineral yang dibutuhkan oleh ikan adalah sangat sedikit tetapi mempunyai fungsi yang sangat penting. Dalam penyusunan pakan buatan mineral mix biasanya ditambahkan berkisar antara 2 – 5% dari total jumlah baha baku dan bervariasa bergantung pada jenis ikan yang akan mengkonsumsinya. Walaupun sangat sedikit yang dibutuhkan oleh ikan, mineral ini mempunyai fungsi yang sangat

utama dalam tubuh ikan antara lain adalah : • Merupakan bagian terbesar dari pembentukan struktur kerangka, tulang, gigi dan sisik. • Mineral tertentu dalam bentuk ion di dalam cairan tubuh dapat berperan untuk mempertahankan keseimbangan asam basa serta regulasi pH dari darah dan cairan tubuh lainnya. • Adanya keterlibatan mineral dalam kerja sistem syaraf dan konstraksi otot • Merupakan komponen penting dalam hormon, vitamin, enzim dan pigmen pernafasan atau sebagai kofaktor dalam metabolisme, katalis dan enzim aktivator. • Berperan dalam pemeliharaan tekanan osmotik dan juga mengatur pertukaran air dan larutan dalam tubuh ikan. Berdasarkan banyaknya fungsi mineral dalam kehidupan ikan, maka mineral merupakan salah satu bahan yang harus ada dalam komposisi pakan ikan. Dan unsur mineral ini sangat essensial bagi kehidupan hewan, ikan dan udang. Unsur mineral essensial ini biasanya diklasifikasikan menjadi dua grup berdasarkan konsentrasinya di dalam tubuh ikan, yaitu: mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah mineral yang konsentrasinya dalam tubuh organisme dibutuhkan dalam jumlah besar (lebih dari 100 mg/kg pakan kering), yaitu Calsium (Ca), Magnesium (Mg), Sodium (Na), Potassium (K), Phosphorus (P), Chlorine (Cl) dan Sulphur (S).

232

Mineral mikro adalah mineral yang konsentrasinya dalam tubuh setiap organisme dalam jumlah sedikit (kurang dari 100 mg/kg pakan kering),yaitu : Besi (Fe), Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Seng (Zn), Cobalt (Co), Molybdenum (Mo), Cromium (Cr), Selenium (Se), Fluorine (F), Iodine/Iodium (I), Nickel (Ni) dan lain-lain. Calsium (Ca) Kalsium merupakan unsur mineral makro yang didalam tubuh disimpan pada tulang, gigi dan sebagian besar pada kulit dan kerangka tubuh. Peranan dan fungsi kalsium didalam tubuh antara lain adalah sebagai komponen utama pembentuk tulang, gigi, kulit serta sisik dan memelihara ketegaran kerangka tubuh, mengentalkan darah, sebagai ”intracellular regulator” atau messenger yaitu membantu regulasi aktivitas otot kerangka, jantung dan jaringan lainnya, konstraksi dan relaksasi otot, membantu penyerapan vitamin B12, menjaga keseimbangan osmotik. Pengambilan kalsium dari perairan oleh ikan digunakan atas dasar untuk kegiatan struktural. Transpor Ca dari air oleh aliran darah ke jaringan tulang dan kulit berlangsung secara cepat. Jumlah lemak dalam pakan sangat berpengaruh dalam penyerapan Ca oleh usus. Pada kondisi abnormal, yaitu penyerapan lemak terganggu maka Ca pun akan sedikit yang diserap. Hal ini dikarenakan asam lemak yang tidak diserap akan berikatan dengan Ca

dan akan terbuang dalam bentuk feses. Kandungan Ca dalam perairan sangat diperlukan untuk kehidupan ikan. Perairan dengan kandungan Ca rendah akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan dan mengganggu adaptasi pada saat kondisi lingkungan berubah. Perairan yang kaya akan Ca akan meningkatkan toleransi terhadap temperatur dan akan mengurangi keracunan akibat menurunnya pH. Untuk perairan yang kandungan Ca rendah, pH rendah dan kandungan alumunium tinggi tidak akan dihuni oleh ikan. Kandungan Ca yang harus ada dalam pakan ikan sangat sulit untuk diterapkan secara pasti. Sebagai contoh, pada ikan rainbowtrout dengan bobot awal 1,2 g, antara ikan yang diberi Ca 0,3 g/kg dengan 3,4 g/kg ternyata tidak menunjukkan adanya perbedaan dalam pertumbuhannya yang dipelihara pada perairan dengan kandungan Ca 20 – 30 mg/l (Ogino dan Takeda, 1978). Menurut Rumsey (1977) kebutuhan Ca untuk ikan rainbowtrout pada perairan dengan kalsium rendah (3 mg Ca/l) sama saja dengan yang dipelihara pada kandungan kalsium tinggi (45 mg Ca/l) yaitu sebesar 2 g/kg dalam pakannya. Sedangkan menurut Arai et al (1975) pemberian Ca sebanyak 2,4 g/kg merupakan kebutuhan minimal yang harus dipertimbangkan, pemberian Ca sebanyak 11,5 – 14 g/kg akan berakibat buruk terhadap laju pertumbuhan.

233

Phosphor (P) Phosphor adalah komponen pembentuk kerangka tubuh dimana tulang itu disusun oleh mineral P sebesar 16% dan Ca 37%. Selain itu phosphor berfungsi dalampengaktifan proses metabolisme, komponen DNA, RNA, ATP dan berbagai koenzim, pergerakan otot dan memelihara keseimbangan asam basa. Phosphor yang diserap oleh tubuh berasal dari makanan dalam bentuk ion fosfat. Penyerapan P oleh tubuh sangat bergantung kepada kandungan P dan Ca dalam pakan. Tingginya kandungan P dalam pakan akan berkorelasi terhadap peningkatan penyerapan P. Akan tetapi, penyerapan P akan semakin menurun dengan meningkatnya kandungan Ca dalam pakan. Sebagian besar kebutuhan P untuk membentuk jaringan struktur tubuh diperoleh dari pakan. Ketersediaan P dalam air akan mengganggu penyerapan P dalam pakan oleh tubuh. Pakan dengan kandungan Ca rendah dan P tinggi akan mendorong ikan untuk mengambil Ca dari lingkungan perairan. Kekurangan mineral P pada pakan ikan dapat mengakibatkan pertumbuhan terhambat, proses pembentukan tulang terganggu dan konversi pakan menjadi meningkat. Kekurangan phosphor pada ikan mas mengakibatkan pertumbuhan terganggu, nafsu makan menurun, tulang belakang bengkok dan rapuh serta kandungan lemak dalam daging meningkat. Wilson et al (1982), melakukan penelitian

terhadap ikan channel catfish yang memperlihatkan bahwa peningkatan P yang tersedia dalam makanan dari 0,07% menjadi 0,54% akan meningkatkan pertambahan bobot relatif dari 135% menjadi 706% dan efisiensi pakan dari 36% menjadi 99%. Tetapi bila kandungan P terus dinaikkan sampai 1,02% maka pertumbuhan relatif akan turun dari 706% menjadi 620% dan efisiensi pakan akan turun dari 99% mejadi 90%. Magnesium (Mg) Magnesium merupakan kofaktor bagi semua enzim yang terlibat di dalam reaksi pemindahan fosfat (fosfokinase) yang menggunakan ATP dan fosfat nukleotida yang lain sebagai substrat. Pada hewan vertebrata kurang lebih 60% total magnesium tubuh berada dalam tulang, sebagian lagi terdapat dalam bentuk mineral yang mengkristal dan berada dalam sel jaringan lunak. Fungsi magnesium bagi ikan dan udang adalah sebagai komponen esensial dalam menjaga homeostasis intra dan ekstra seluler. Magnesium dalam tubuh diserap oleh usus halus dan hanya sedikit yang dieksresikan dan hampir seluruhnya diserap secara sempurna. Penyerapan magnesium dalam tubuh dipengaruhi oleh masuknya magnesium dalam usus, waktu singgah diusus, kecepatan penyerapan air, kadar kalsium fosfat dan laktosa dalam pakan, sumber magnesium dan umur serta jenis ikan. Kandungan magnesium di dalam ikan jumlahnya relatif rendah 234

dibandingkan dengan hewan darat. Sebagian besar magnesium, kurang lebih 65%, berada dalam kerangka tubuh ikan. Pada ikan mirror carp terdapat 340 – 3300 gram dimana kandungan terbesar terdapat pada vertebrae sebesar 1,0 – 1,6 g/kg, pada otot 200 – 267 mg/kg dan pada hati terdapat 62 – 203 mg/kg. Konsentrasi magnesium dalam perairan tawar sering tidak mencukupi untuk kebutuhan metabolisme ikan, oleh karena itu pemberian mineral magnesium pada pakan untuk pemeliharaan ikan air tawar sangat penting. Rendahnya suplai magnesium dalam pakan dapat mengakibatkan nafsu makan berkurang, pertumbuhan dan aktivitas ikan berkurang, kandungan Ca dan Mg dalam tubuh dan vertebrae akan berkurang. Selain itu ikan akan memperlihatkan keabnormalan dalam pertumbuhan tulang. Pada ikan trout telah diteliti oleh Cowey et al (1977) bahwa pertambahan bobot dan penggunaan pakan pada ikan yang diberi pakan dengan kandungan Mg sebesar 1000 mg/kg jauh lebih baik dibandingkan dengan ikan trout yang hanya diberi Mg sebesar 26 - 63 mg/kg. Perbaikan kandungan Mg dalam pakan akan berdampak terhadap peningkatan Mg dalam serum. Kekurangan Mg pada kandungan Ca 26 dan 40 g/kg akan menyebabkan penyakit nephacalcinosis dan di dalam jaringan otot akan meningkat kandungan Na yang dapat meningkatkan cairan ekstraseluler. Pada ikan rainbow trout berukuran 16 gram atau 35 gram memerlukan Mg dalam pakan sebesar 500 mg/kg. Jika kurang dari 500 mg/kg pakan

maka dapat mengakibatkan pertumbuhan lambat dan pakan menjadi tidak efisien. Sedangkan pada ikan yang berukuran 21 gram yang dipelihara selama delapan minggu, kekurangan Mg dapat mengakibatkan penurunan kandungan Mg pada plasma, otot dan tulang. Berdasarkan hasil penelitian Satoh et al (1983) , pada ikan trout yang tidak ditambahkan mineral Mg pada pakan buatannya menunjukkan adanya gejala katarak sebesar 29%. Pada ikan Mas pemberian Mg sebesar 52 mg/kg dapat meningkatkan kematian sebesar 16%. Selain itu pada ikan mas yang dipelihara selama 83 hari dengan pakan kurang Mg menunjukkan peningkatan terjadinya katarak sebesar 40%. Oleh karena itu pada ikan mas diestimasi kebutuhan Mg dalam pakan berkisar antara 400 – 500 mg/kg. Potassium (K) Ion potassium (K) adalah elektrolit yang banyak dijumpai dalam tubuh dalam bentuk ion terdisosiasi penuh dan merupakan partikel utama yang bertanggungjawab dalam osmolaritas. Ion K ini akan mempengaruhi kelarutan protein dan komponen lainnya. Ion K ini bersama-sama dengan natrium dan klorida berperan secara fisiologis dalam memelihara keseimbangan air dan distribusinya, memelihara keseimbangan osmotik normal, memelihara keseimbangan asam basa dan memelihara iritabilitas otot.

235

Berdasarkan hasil penelitian dari beberapa peneliti diketahui bahwa ikan air tawar dalam pemenuhan ion K tidak banyak diambil dari lingkungan perairan, namun lebih banyak diperoleh dari pakan. Apabila ion K dalam pakan kurang dari 1 mg/kg akan menyebabkan penggunaan pakan tidak efisien, pertumbuhan lambat dan kematian meningkat. Pertumbuhan ikan dapat dicapai jika pada pakan ikan mengandung ion K maksimum 800 mg/kg. Konsentrasi K dalam tubuh berkisar antara 600 – 800 mg/kg pakan. Sodium (Na) Sodium seperti halnya potasium sangat penting perannya dalam osmoregulasi dan keseimbangan asam basa ikan. Pada hewan darat sodium yang berasal dari makanan akan diserap oleh tubuh secara cepat dan efisien dan hanya sedikit sekali yang dikeluarkan melalui feses. Kekurangan sodium dapat mengakibatkan dehidrasi, keletihan, anoeexia dan kram otot. Pemberian sodium sebesar 2200 mg/kg pakan pada ikan rainbowtrout sudah mencukupi kebutuhan ikan tersebut terhadap sodium. Tetapi dalam percobaan Salman dan Eddy (1988) pemberian sodium sebesar 1000 – 3000 mg/kg pakantidak memberikan perbedaan pertambahan bobot .

Clorin (Cl) Clorin berperan besar dalam aktivitas osmoregulasi. Pertukaran klorin sebagian besar terjadi pada insang. Pada ikan air tawar pengambilan klorin terjadi pada kondisi medium yang hipotonik, dengan cara memompa NaCl melalui insangnya dan pengeluaran klorin dilakukan dalam bentuk urin. Pada ikan air laut pengambilan klorin dilakukan dengan cara melakukan banyak minum air laut sehingga klorin secara difusi ikut masuk kedalam tubuh ikan. Selain itu ikan air laut bisa melakukan dengan cara memompa melalui insang epithelium pada kondisi medium hipertonik. Dalam kondisi normal klorin dikeluarkan dalam bentuk urin pada jumlah yang sedikit, namun pada kondisi stres ikan banyakmengeluarkan urin sehingga kehilangan NaCl cukup besar. Klorin keluar dari tubuh melalui urin dan sedikit melalui feses. Ketersediaan Cl di dalam air sangat menguntungkan untuk kehidupan ikan agar mempunyai toleransi terhadap perubahan suhu. Pada ikan salmon yang dipelihara dengan kandungan garam 1 – 1,5% memberikan pengaruh terhadap peningkatan food intake dan transportasi. Pemberian garam pada bahan pakan dari segi manfaatnya masih diperdebatkan. Hal ini dikarenakan dari hasil penelitian memberikan hasil yang menunjukkan bahwa pemberian NaCl pada pakan berakibat buruk pada penambahan bobot. Pemberian NaCl sebanyak 3% pada pakan mengakibatkan pertambahan bobot hanya 85% dibandingkan dengan kontrol. Pada 236

Kebutuhan mineral makro dan mikro pada beberapa jenis ikan menurut hasil penelitian Steffens dapat dilihat pada Tabel 5. Zat besi heme ditemukan dalam bentuk hemoglobin dan zat besi non heme dalam otot yang disebut myoglobin.15 .38 0.4 1. Tabel 5.2 – 4.42.penambahan NaCl sebanyak 6% memberikan pertambahan bobot sebesar 77% sedangkan penambahan sebanyak 12% mengakibatkan pertambahan bobot sebesar 70%.43. Dalam makanan terdapat dua macam zat besi. Kebutuhan mineral makro dalam pakan pada berbagai jenis ikan air tawar (mg/kg atau g/kg berat kering) Jenis ikan Rainbow trout Mas Sidat Jepang Channel catfish Tilapia Ca 300 mg – 3g 300 mg – 3g 300 mg – 3g 4. Hal ini dikarenakan NaCl pada tingkatan yang tinggi diserap dalam 24 jam yang kelebihannya akan dikeluarkan kedalam perairan tawar pada sistem osmoregulasi dalam urin hipoosmotik normal. sedangkan pada ikan laut pengambilan NaCl dalam jumlah besar relatif sering terjadi pada berbagai kasus.5 Se 0.42 dan 5.1 Besi (Fe) Zat besi merupakan unsur mineral mikro yang paling banyak terdapat dalam tubuh ikan dan manusia.5 – 6 g Mg 400 – 700 mg 400 – 700 mg 400 – 700 mg 400 – 700 mg 400 – 700 mg K Max 1.43. yaitu dalam bentuk heme dan non heme.25 R 0.0.7 13 5 Zn 15 – 30 20 20 15 – 30 30 Co 0.5 g 7g P Sekitar 6 g Sekitar 6 g Sekitar 6 g 4. Kebutuhan mineral mikro dalam pakan pada berbagai jenis ikan air tawar (mg/kg pakan) Jenis ikan Rainbow trout Channel catfish Tilapia Common carp Ikan kerapu Fe R 30 30 Cu 3 5 3 3 Mn 13 2.5 g 4. 237 .6 g - Tabel 5.

5. common carp dan red sea bream dapat mengakibatkan hypochromic microcytic anemia yaitu sel-sel darah merah berwarna lebih pucat dengan ukuran sel yang lebih besar. Tabel 5. enzim peroxidase. Penyerapan zat besi dalam saluran pencernaan sangat dipengaruhi oleh kadar keasaman. 1. Ikan dapat menyerap zat besi terlarut dari air melalui insang. pH atau keasaman lambung dan bagian atas usus halus. konversi pakan rendah. japanese eel.44. Zat besi dalam bentuk tereduksi. enzim aldehyde oxidase dan enzim succinic dehydrogenase.44. nafsu makan menurun dan abnormalitas. Kebutuhan zat besi untuk setiap jenis ikan berbeda. sirip dan kulit. Kebutuhan zat besi pada beberapa jenis ikan No.Fungsi dan peranan zat besi dalam tubuh ikan antara lain adalah : • Unsur yang sangat penting dalam pigmen darah (hemoglobin dan myoglobin) • Terlibat dalam pengangkutan oksigen dalam darah dan urat daging (otot) serta pemindahan/transfer elektron dalam tubuh • Unsur yang sangat penting dari variasi sistem enzim. ion Fero (Fe ++) lebih mudah diserap karena lebih mudah larut dalam cairan-cairan pencernaan. Sedangkan pada ikan salmon. enzim xantin oksidase. 2. Menurut hasil penelitian Lall (1989) dan NRC (1993) kebutuhan zat besi pada setiap jenis ikan dapat dilihat pada Tabel 5. Pada beberapa jenis ikan memberikan dampak yang berbeda. 4. 3. misalnya pada ikan channel catfish dapat mengakibatkan pertumbuhan terhambat. Ikan sangat membutuhkan zat besi dalam suplai makanannya. 6. Jenis ikan Atlantik Salmon (Salmo solar) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Eel (Anguila japonica) Common carp (Cyprinus carpio) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Kerapu (Epinephelus sp) Zat besi (mg/kg pakan) 60 30 170 150 60 30 Kekurangan zat besi pada ikan dapat membawa dampak yang merugikan bagi ikan. yang meliputi enzim katalase. 238 .

45. pengikisan pada kulit dan sirip serta menaikkan kadar besi dan tembaga diusus dan hepatopankreas. kematian tinggi. 1. Tabel 5.Seng (Zn) Ikan mengakumulasi seng dari dua sumber. 4. Kebutuhan mineral seng dari hasil penelitian dapat dilihat pada Tabel 5. Kebutuhan ikan akan mineral seng ini bervariasi bergantung pada usi. namun seng yang berasal dari pakan penyerapannya lebih efisien daripada dari air. 2. mortalitas tinggi. asam sitrat. Seperti unsur lainnya selain diperoleh dari lingkungan perairan mineral seng perlu ditambahkan kedalam sumber makanannya agar kebutuhan ikan akan mineral seng dapat terpenuhi. suhu air dan kualitas air. kematangan seksual. Pada ikan mas menyebabkan pertumbuhan lambat. 5.30 50 Dampak dari kekurangan mineral Zn untuk setiap jenis ikan berbeda.45. komposisi pakan. Ikan dapat menyerap seng dari insang. Jenis ikan Channel catfish (Ictalurus punctatus) Tilapia (Oreochromis aurea) Common carp (Cyprinus carpio) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Kerapu (Epinephelus sp) Zat besi (mg/kg pakan) 20 20 15 .30 15 . nafsu makan rendah dan menurunkan tingkat serum alkaline phosphatase. pengikisan pada sirip dan kulit serta katarak pada mata dan bentuk tubuh menjadi kerdil dan pendek. nafsu makan menurun. monosakarida dan komponenkomponen EDTA. 3. Kebutuhan mineral seng pada beberapa jenis ikan No. Mineral seng diserap dengan bantuan proses difusidalam duodenum dan jejenum bagian atas. kulit dan sirip. Selain itu menurut Watanabe (1988) memperlihatkan bahwa kekurangan seng pada Rainbow trout dapat menyebabkan pertumbuhan menurun. Seng di dalam tubuh organisme sangat berperan penting sebagai kofaktor dari beberapa sistem enzim yng penting dalam proses metabolisme. Pada Japanese eel akan menyebabkan bentuk tubuh yang kerdil sedangkan pada channel catfish juga menyebabkan 239 . yaitu pakan dan air. Pada ikan channel catfish dapat menyebabkan pertumbuhan menurun. Zat-zat yang membantu penyerapan mineral seng antara lain adalah asam amino terutama histidin dan sistein.

pertumbuhan anorexia. Jenis ikan Atlantik Salmon (Salmo solar) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Common carp (Cyprinus carpio) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Zat besi (mg/kg pakan) 20 20 13 13 Dampak yang diakibatkan dari kekurangan mineral mangan pada komposisi pakan ikan untuk setiap jenis ikan biasanya berbeda. dan mangan klorida Tembaga (Cu) Tembaga merupakan unsur essensial dari sistem oksidasireduksi-enzim dan terlibat dalam metabolisme besi. struktur tulang yang tidak normal pada ikan rainbow trout. 1. sebagai komponen essensial dari enzim piruvate carboxylase. antara lain adalah . 2. Mangan (Mn) lambat serta kunci dari beberapa sistem enzim. untuk induk ikan salmon kebutuhan mineral mangannya > 50 mg/kg. mangan essensial untuk pembentukan tulang. metabolisme karbohidrat dan siklus reproduksi. rendahnya daya tetas dan jumla telur pada induk ikan. Tembaga dibutuhkan untuk pembentukan pigmen melanin dan pigmen pada kulit. 4.46. Oleh karena itu tembaga terlibat dalam sintesis hemoglobin dan produksi sel darah dan perawatannya. Kekurangan mangan pada pakan dapat dilakukan dengan menambahkan kandungan mineral mangan dalam pakan dalam bentuk mangan sulphat MnSO4) (MnCl2). Mangan pada ikan sangat berperan sebagai enzim aktivator untuk enzim-enzim yang menjembatani transfer dari grup phosphatase. ataxia yaitu ketidakmampuan tubuh untuk mengkoordinasikan gerakangerakan otot secara sempurna serta menurunnya penampakan reproduksi. Kebutuhan mangan pada beberapa jenis ikan No. 3. carp dan tilapia. regenerasi sel darah merah. untuk pembentukan tulang dan penghubung jaringan serta merawat keseimbangan serabut myelin dari jaringan syaraf. 240 .46). berkurangnya pertumbuhan. Kebutuhan mangan pada beberapa jenis ikan berbeda (Tabel 5. sebagai kofaktor atau komponen Tabel 5.

3. Cobalt yang diserap secara normal tidak selalu dalam bentuk vitamin B12. Pada ikan dampak mineral tembaga yang sudah diamati adalah kalau terjadi keracunan tembaga akibat terjadinya pencemaran lingkungan perairan yang dapat mengakibatkan rusaknya insang. Tabel 5. Konsentrasi cobalt yang masuk kedalam tubuh ikan sanagt dipengaruhi oleh suhu lingkungan dan konsentrasi kalsium. Cobalt mempunyai fungsi dan peranan pada ikan antara lain adalah merupakan komponen integral dari Cyanocobalamin (vitamin B12). 2. 4. Meningkatnya kandungan cobalt pada tubuh ikan rainbow trout dapat menyebabkan racun dan meningkatkan haemorrhages pada saluran 241 .47. hanya 1/10 – 1/12 cobalt pada tubuh dalam bentuk vitamin. dimana dengan meningkatnya suhu dan kalsium dilingkungan akan meningkatkan konsentrasi cobalt. mengurangi pigmentasi dan pertumbuhan lambat. Kebutuhan mineral tembaga berdasarkan hasil penelitian pada beberapa jenis ikan dapat dilihat pada Tabel 5. cobalt juga berfungsi sebagai agen kegiatan untuk sistem variasi enzim.Mineral tembaga yang diserap oleh hewan dan ikan sangat dipengaruhi oleh jumlah dan bentuk kimia mineral tembaga yang diterima. Kebutuhan mineral cobalt oleh ikan berkisar antara 1 – 6 mg/kg pakan. Penyerapan mineral cobalt oleh ikan akan meningkat jika tubuh kekurangandan diserap dalam usus halus. kandungan beberapa ion metal lain dan zat-zat organik serta umur. 1. Kebutuhan mineral tembaga pada beberapa jenis ikan No. sangat dibutuhkan untuk sintesa microflom pada saluran usus serta sangat penting untuk pembentukan sel darah merah dan perawatan jaringan syaraf.47. Jenis ikan Atlantik Salmon (Salmo solar) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Common carp (Cyprinus carpio) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Zat besi (mg/kg pakan) 5 5 3 3 Dampak kekurangan tembaga pada ikan sebagai organisme air jarang sekali terjadi karena mineral ini sudah cukup banyak tersedia dalam air. Cobalt (Co) Mineral cobalt pada ikan diserap dari air disekitarnya dan masuk melalui insang.

Yodium (I) Yodium adalah komponen integral dari hormon thyroid dan sangat penting untuk sintesis hormon thyroid. Selenium (Se) Selenium adalah bagian yang melengkapi dari enzim Glutation Peroksidase yaitu suatu enzim yang merubah hydrogen peroxide dan lemak hydroperoxides ke dalam air dan lemak alkohol secara berurutan. Diodotirosin. Dampak kekurangan yodium pada ikan brook trout mengakibatkan thyroid hyperflasia (pembengkakan pada kelenjar thyroid). yaitu Triiodothyronine (T3) dan thyroxine (Tetra iodothyronine/ T4). Kebutuhan ikan akan yodium berkisar antara 1 – 5 mg/kg pakan. Selenium yang berikatan dengan protein ini akan ditransport kedalam plasma darah dan jaringan lainnya. Jumlah total yodium yang terkandung dalam kelnjar thyroid adalah 70 – 80%. kemudian ditransport ke kelenjar thyroid dan diubah dalam bentuk yodium inorganik yaitu Monoiodotirosin. Ikan memperoleh yodium dari air melalui pompa brachial dan makanan. Yodium terdapat dalam saluran pencernaan dalam bentuk ion I. Selama masa perkembangan embrio telur ikan rainbow trout kebutuhan cobalt meningkat. Pada ikan rainbow trout dan channel catfish kekurangan selenium dapat mengakibatkan depresi pertumbuhan. Kebutuhan selenium untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan memaksimalkan aktivitas glutathione peroxidase adalah 0. Selenium diserap oleh ikan dari makanan dan lingkungan perairan melalui jalur gastrointestinal.15 – 0. bentuk tubuh kerdil dan pertumbuhan terhambat. Yodium yang tertangkap oleh kelenjar thyroid akan disimpan dalam bentuk Tiraglobulin merupakan protein yang mengandung yodium.25 mg/kg untuk ikan channel catfish. Duodenum merupakan daerah penyerapan utama mineral ini dan akan berikatan pada protein dalam bentuk asam amino yang mengandung ikatan sulfur. Enzim ini berfungsi dalam melindungi sel dari pengaruh peroxides. Yodium berfungsi untuk mengatur laju metabolisme seluruh proses ke dalam tubuh.28 mg/kg untuk ikan rainbowtrout dan 0. Enzim ini bersama-sama dengan vitamin E berfungsi sebagai antioksidan biologis yang melindungi polyunsaturated phospholipid di dalam sel dan sub sel membran dari kerusakan peroksidatif. 242 .pencernaan dan pola putih pada sel darah. Triiodothyronine (T3) dan thyroxine (Tetra iodothyronine/ T4) serta komponen-komponen organik yang mengandung yodium.dan diserap secara sempurna dalam lambung dan usus. Pada ikan selenium sangat dibutuhkan untuk mencegah penyakit otot menyusut (muscular dystrophy).

bahan yang terlarut menyatu dengan air pelarutnya.BAB VI. berdasarkan sumber dan berdasarkan konstribusinya pada pertumbuhan ikan. berdasarkan kandungan airnya.20 hari). bahan yang terlarut tidak menyatu dengan air pelarutnya. Bentuk larutan Digunakan sebagai pakan burayak ikan (berumur 2 . Pakan buatan dibuat oleh manusia untuk mengantisipasi kekurangan pakan yang berasal dari alam yang kontinuitas produksinya tidak dapat dipastikan. Pengelompokkan jenisjenis pakan ikan dapat dibuat berdasarkan bentuk. Larutan ada 2 macam. Teknologi Pakan Buatan Pakan buatan adalah pakan yang dibuat oleh manusia untuk ikan peliharaan yang berasal dari berbagai macam bahan baku yang mempunyai kandungan gizi yang baik sesuai dengan kebutuhan ikan dan dalam pembuatannya sangat memperhatikan sifat dan ukuran ikan. Bentuk tepung/meals Digunakan sebagai pakan larva sampai benih (berumur 2-40 hari). Jenis-jenis pakan buatan berdasarkan bentuk antara lain adalah: 1. 2. yaitu: 1) Emulsi. 2) Suspensi. Pakan buatan yang berkualitas baik harus memenuhi kriteria-kriteria seperti: • Kandungan gizi pakan terutama protein harus sesuai dengan kebutuhan ikan • Diameter pakan harus lebih kecil dari ukuran bukaan mulut ikan • Pakan mudah dicerna • Kandungan nutrisi pakan mudah diserap tubuh • Memiliki rasa yang disukai ikan • Kandungan abunya rendah • Tingkat efektivitasnya tinggi Sebelum melakukan pembuatan pakan ikan harus dipahami terlebih dahulu tentang jenis-jenis pakan yang dapat diberikan kepada ikan budidaya. Dengan membuat pakan buatan diharapkan jumlah pakan yang dibutuhkan oleh ikan akan terpenuhi setiap saat. Bentuk larutan ini biasanya diberikan pada saat larva dengan komposisi bahan baku yang utama adalah kuning telur bebek atau ayam dengan tambahan vitamin dan mineral. Tepung halus diperoleh dari 243 .

Ukuran ikan yang mengkonsumsi pakan bentuk pellet bervariasi dari ukuran bukaan mulut lebih dari 2 mm maka ukuran pelet yang dibuat biasanya 50%nya yaitu 1 mm. Tepung kasar juga diperoleh dari remah yang dihancurkan atau dibuat sama seperti membuat formulasi pakan lengkap dan bentuknya dibuat menjadi butiran. Jenis pakan ini biasa diberikan kepada induk-induk ikan laut/udang. Jenis pakan ikan berdasarkan kandungan airnya dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu : 1. dan biasanya diberikan pada larva sampai benih ikan. Bentuk pellet tenggelam/sinking Biasa digunakan untuk kegiatan pembesaran ikan air tawar maupun ikan air laut yang mempunyai kebiasaan tingkah laku ikan tersebut berenang di dalam perairan. Bentuk pellet ini juga dapat digunakan sebagai pakan ikan dewasa yang sudah mempunyai berat > 60-75 gram dan berumur > 120 hari. remah yang dihancurkan atau dibuat komposisi dari berbagai sumber bahan baku seperti menyusun formulasi pakan . Bentuk pellet ini juga dapat digunakan sebagai pakan ikan dewasa yang sudah mempunyai berat > 60-75 gram dan berumur > 120 hari. 7. 6. kemudian diremasremas.3. 2. Bentuk pellet terapung/floating Biasa digunakan untuk kegiatan pembesaran ikan air tawar maupun ikan air laut yang mempunyai kebiasaan tingkah laku ikan tersebut berenang di permukaan perairan. Pakan basah biasanya terdiri dari pakan segar atau pakan beku. Ukuran ikan yang mengkonsumsi pakan bentuk pellet bervariasi dari ukuran bukaan mulut lebih dari 2 mm maka ukuran pelet yang dibuat biasanya 50%nya yaitu 1 mm. Bentuk lembaran/flake Biasa diberikan pada ikan hias atau ikan laut dan dibuat dari berbagai bahan baku disesuaikan dengan kebutuhan dan pada saat akan dibentuk dapat menggunakan peralatan pencetak untuk bentuk lembaran atau secara sederhana dengan cara membuat komposisi pakan kemudian komposisi berbagai bahan baku tersebut dibuat emulsi yang kemudian dihamparkan di atas alas aluminium atau seng dan dkeringkan. Pakan lembab dibuat 244 . Bentuk remahan/crumble Digunakan sebagai pakan gelondongan besar/ikan tanggung (berumur 80-120 hari). contoh pakan basah antara lain adalah cincangan daging cumicumi atau ikan laut. 5. 4. Pakan basah yaitu pakan yang mengandung air biasanya lebih dari 50%. Remah berasal dari pellet yang dihancurkan menjadi butiran kasar. Pakan lembab yaitu pakan yang mengandung air berkisar antara 20-40%. Bentuk butiran/granules Digunakan sebagai pakan benih gelondongan (berumur 40-80 hari). berupa cincangan atau gilingan daging ikan yang tidak bernilai ekonomis.

Jenis pakan ini biasanya dibuat oleh para pembudidaya ikan dengan mencampurkan beberapa bahan baku tanpa memperhitungkan kandungan proteinnya sehingga kandungan nutrisi dari pakan ini tidak lengkap. 3.sebagai alternatif dari pakan basah yang banyak kekurangannya antara lain dapat mencemari perairan dan kekurangan asam amino tertentu. Tetapi ada juga pakan basah ini dibuat dengan komposisi ikan yang dipasteurisasi ditambah beberapa tambahan seperti perekat. Jenis pakan kering ini dapat dibuat dengan berbagai macam bentuk disesuaikan dengan kebutuhan ikan dan pada setiap tahapan budidaya dapat menggunakan pakan kering ini disesuaikan dengan ukuran dan jenis ikan yang akan mengkonsumsinya. Dengan mengetahui jenis-jenis pakan maka para pembudidaya ikan dapat menentukan jenis pakan yang akan dibuat disesuaikan dengan ikan yang akan dipeliharanya. Pakan buatan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan akan 245 . Jenis pakan buatan yang akan dibahas dalam buku ini adalah pakan buatan yang akan dikonsumsi oleh ikan yang berukuran induk. Pakan kering yaitu pakan yang mengandung air kurang dari 10%. vitamin dan mineral atau silase ikan yang diberi beberapa komposisi zat tambahan. Dalam buku teks ini akan dibahas secara detail setiap kelompok pakan ini pada bab tersendiri yaitu teknologi pembuatan pakan dan teknologi produksi pakan alami. Jenis pakan ikan berdasarkan sumbernya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu pakan alami dan pakan buatan. dibiarkan lembab dan disimpan dalam bentuk pasta kemudian dibekukan. 2. Complete Feed/pakan lengkap yaitu pakan yang dalam konstribusinya menghasilkan penambahan berat badan lebih dari 50%. Pakan lembab ini dibuat dengan komposisi pakan sesuai kebutuhan ikan tetapi dalam prosesnya tidak dilakukan pengeringan. larva atau benih sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan dalam bentuk pakan kering atau lembab. Suplementary Feed/pakan suplemen yaitu pakan yang dalam konstribusinya hanya menghasilkan penambahan berat badan kurang dari 50%. Jenis pakan ikan berdasarkan konstribusinya dalam menghasilkan penambahan berat badan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu : 1. Jenis pakan ini biasanya adalah pakan kering dengan berbagai bentuk dimana komposisi bahan bakunya lengkap sehingga kandungan protein pakan mencukupi kebutuhan ikan yang akan mengkonsumsinya. Pakan lembab ini dapat diberikan pada ukuran ikan dari benih sampai ke pembesaran. Jenis pakan ini yang biasa digunakan pada budidaya ikan secara intensif karena sangat mudah dalam proses distribusi. penyimpanan dan penanganannya.

Kandungan nutrisi yang terdapat didalam pakan buatan harus terdiri dari protein. hal ini dapat meningkatkan selera makan dan daya cerna ikan. • Tidak mengandung racun. Kajian tentang materi ini telah dibahas dalam bab sebelumnya yaitu tentang nutrisi ikan. Persyaratan teknis yang harus diperhatikan dalam memilih bahan baku untuk pembuatan pakan buatan adalah : • Mempunyai nilai gizi tinggi. JENIS-JENIS BAHAN BAKU Bahan baku yang dapat digunakan dalam membuat pakan buatan ada beberapa macam. vitamin dan mineral. Hal ini disebabkan selain nilai gizi yang dikandung bahan baku harus sesuai dengan kebutuhan ikan. Komposisi nutrisi pakan yang terdapat pada pakan buatan sangat spesifik untuk setiap ukuran ikan. Selain itu pakan yang dibuat sendiri mempunyai kandungan protein dan energi yang sesuai dengan kebutuhan ikan serta mempunyai harga yang lebih murah dibandingkan dengan membeli pakan buatan. juga pakan buatan ini disukai ikan baik rasa. dengan bahan baku yang bergizi tinggi akan diperoleh pakan yang dapat dicerna oleh ikan dan dapat menjadi daging ikan lebih besar dari 50%. lemak. Dalam membuat pakan buatan langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan perencanaan pembuatan pakan buatan. bahan baku yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan kebiasaan makan ikan dialam. Pengetahuan pertama yang harus dipahami adalah mengenai kandungan nutrisi dari pakan buatan. 6. Pakan merupakan komponen biaya operasional yang cukup besar dalam suatu usaha budidaya ikan sekitar 60% merupakan biaya pakan. Oleh karena itu dengan mempunyai kompetensi pembuatan pakan ikan diharapkan akan mengurangi biaya produksi yang cukup besar. aroma dan lain sebagainya yang dapat merangsang ikan untuk memakan pakan buatan ini. Persyaratan pemilihan bahan baku ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu persyaratan teknis dan persyaratan sosial ekonomis. Kualitas pakan buatan ditentukan antara lain oleh kualitas bahan baku yang ada.1. • Sesuai dengan kebiasaan makan ikan.memberikan pertumbuhan yang optimal bagi ikan yang mengkonsumsinya. Dalam memilih beraneka macam bahan baku tersebut harus dipertimbangkan beberapa persyaratan. Perencanaan terhadap pembuatan pakan harus dibuat dengan seksama agar pakan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan ikan yang mengkonsumsinya. Seperti diketahui bahwa berdasarkan kebiasaan makannya jenis pakan 246 . bahan baku yang mengandung racun akan menghambat pertumbuhan ikan dan dapat membuat ikan mati. karbohidrat .

kebiasaan makannya Beberapa jenis ikan berdasarkan (Hertrampf.P.1.W and Pascual. Pada ikan herbivor komposisi bahan Tabel 6.J. 2000) Kelompok Herbivora Jenis ikan Big head carp (Aristichtus nobilis) Grass carp/ikan koan (Ctenopharyngodon idellus) Javanese carp (Puntius gonionotus) Silver carp (Hypothalmichtys molitrix) Gurami (Osphyronemus gourami) Bandeng (Chanos chanos) Perch (Perca sp) Rabbit fish/beronang (Siganus guttatus) Tilapia (Oreochromis spp) Siamemese gurami (Trichogaster pectoralis) Omnivora Channel catfish/lele amerika (Ictalurus punctatus) Common carp/ikan mas (Cyprinus carpio) Grey mullet/ikan belanak (Mugil cephalus) Karnivora Black carp (Mylopharyngodon piceus) Catfish/ikan lele (Clarias batrachus) Grouper/ikan kerapu (Epinephelus spp) Atlantic salmon (Salmo salar) Pacific salmon (Oncorhynchus spp) Seabass/ikan kakap (Lates calcarifer) Brown trout (Salmo trutta) Rainbow trout (Salmo gairdneri) 247 . omnivor dan karnivor.F. Maka dalam memilih bahan baku yang akan digunakan untuk ikan herbivor akan sangat berbeda untuk ikan karnivora atau omnivor. baku lebih banyak yang berasal dari nabati dan untuk ikan karnivor maka komposisi bahan bakunya lebih banyak berasal dari hewani.dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu herbivor. Beberapa jenis ikan berdasarkan kebiasaan makannya dapat dilihat pada Tabel 6.1.

• Tepung kedelai • Tepung jagung • Tepung terigu • Tepung tapioka • Tepung sagu • Tepung daun lamtoro • Tepung daun singkong • Tepung kacang tanah • Tepung beras Bahan baku limbah industri pertanian adalah bahan baku yang berasal dari limbah pertanian baik hewani maupun nabati. Beberapa macam bahan baku hewani yang biasa digunakan dalam pembuatan pakan ikan antara lain adalah : • Tepung ikan • Silase ikan • Tepung udang • Tepung cumi-cumi • Tepung cacing tanah • Tepung benawa/kepiting • Tepung darah • Tepung tulang • Tepung hati • Tepung artemia Bahan baku nabati adalah bahan baku yang berasal dari tumbuhan atau bagian dari tumbuh-tumbuhan. Bahan nabati pada umumnya merupakan sumber karbohidrat. Bahan baku hewani adalah bahan baku yang berasal dari hewan atau bagian-bagian tubuh hewan. Beberapa macam bahan baku nabati yang biasa digunakan dalam pembuatan pakan ikan antara lain terdiri dari .Persyaratan sosial ekonomis yang perlu diperhatikan dalam memilih bahan baku untuk pembuatan pakan buatan adalah : • Mudah diperoleh • Mudah diolah • Harganya relatif murah • Bukan merupakan makanan pokok manusia. sehingga tidak merupakan saingan. • Tepung kepala udang • Tepung anak ayam • Tepung darah • Tepung tulang • Ampas tahu • Bungkil kelapa • Dedak halus • Isi perut hewan mamalia Selain ketiga jenis bahan baku tersebut untuk melengkapi ramuan dalam pembuatan pakan buatan biasanya diberikan beberapa bahan tambahan. Jumlah bahan tambahan (feed additive) yaitu bahan makanan atau suatu zat yang ditambahkan dalam komposisi pakan untuk meningkatkan kualitas dari pakan 248 . bahan baku nabati dan bahan baku limbah industri pertanian. Beberapa macam bahan limbah yang sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan pakan ikan antara lain terdiri dari. • Sedapat mungkin memanfaatkan limbah industri pertanian Jenis-jenis bahan baku yang digunakan dalam membuat pakan buatan dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu bahan baku hewani. namun banyak juga yang kaya akan protein dan vitamin. Bahan baku hewan ini merupakan sumber protein yang relatif lebih mudah dicerna dan kandungan asam aminonya lebih lengkap dibandingkan dengan bahan baku nabati.

Merek dagang vitamin dan mineral tersebut antara lain adalah Aquamix. Jenis bahan pengikat yang dapat digunakan antara lain adalah : agar-agar. Jumlah yang aman digunakan sebaiknya adalah 200 ppm atau 0. • Antioksidan. adalah asam-asam amino yang sangat dibutuhkan sekali oleh ikan untuk pertumbuhannya dan tidak dapat diproduksi oleh ikan. Jenis-jenis bahan tambahan antara lain terdiri dari : • Vitamin dan mineral. P frizer Premix B. Rajamix. protein tersebut diperoleh dari sumber bahan baku hewani dan 249 . karageenan. Vitamin dan mineral untuk membuat pakan ikan dapat dibuat sendiri yang disebut vitamin premix atau membelinya di toko. Dalam memilih jenis antioksidan yang akan digunakan harus diperhatikan beberapa syarat berikut yaitu . Rhodiamix 273. Jumlah bahan tambahan yang digunakan biasanya relatif sedikit tetapi harus ada dalam meramu pakan buatan. Jumlah pemberian vitamin dan mineral dalam pakan buatan berkisar antara 2 – 5%. penambahan bahan pengikat di dalam ramuan pakan buatan berfungsi untuk menarik air. Antioksidan harus efektif dalam mencegah proses • • oksidasi dari makanan ikan yang mengandung lemak dan unit yang larut dalam lemak. gelatin. Asam amino ini dapat diperoleh dari hasil perombakan protein. Selain itu vitamin C saat ini merupakan salah satu jenis vitamin yang dapat berfungsi sebagai antioksidan. Jumlah penggunaan bahan pengikat ini berkisar antara 5 – 10%. Vitamin dan mineral dijual di toko penggunaannya sebenarnya untuk ternak tetapi dapat juga digunakan untuk ikan. serta untuk mencegah kerusakan vitamin yang larut dalam lemak. memberikan warna yang khas dan memperbaiki tekstur produk. sedangkan jenis antioksidan lainnya yaitu Etoksikuin dapat digunakan sebesar 150 mg/kg pakan. Penggunaan antioksidan dalam pembuatan pakan ikan bertujuan untuk mencegah penurunan nilai nutrisi makanan dan bahan-bahan makanan ikan serta mencegah terjadinya ketengikan lemak atau minyak. Bahan pengikat (Binder). tepung terigu.tersebut. tepung maizena. tepung kanji. antioksidan adalah zat antigenik yang dapat mencegah terjadinya oksidasi pada makanan dan bahan-bahan makanan.02% dari kandungan lemak dalam pakan. Top Mix. Carboxymethy Cellulose (CMC). vitamin dan mineral dibutuhkan dalam jumlah sedikit karena tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh ikan maka dalam pembuatan pakan harus ditambahkan. Tidak bersifat racun bagi ikan Harus efektif dalam konsentrasi rendah Mempunyai nilai ekonomis Jenis antioksidan yang biasa digunakan dalam pembuatan pakan buatan adalah BHA (Butil Hidroksi Anisol) dan BHT (Butil Hidroksi Toluene). P fizer Premix A. Asam amino essensial sintetik. asam alginat.

hormon yang digunakan adalah kombinasi antara 17 αmetiltestoteron dan a-LHRH. Hormon. Selain mengetahui jenis-jenis bahan baku yang akan digunakan untuk 250 . Methionine. Dosis pemberian pigmen dalam komposisi pakan biasanya berkisar antara 5 – 10%. Seperti diketahui udang merupakan organisme yang hidupnya di dasar dan untuk menarik perhatiannya terhadap pakan buatan biasanya ditambahkan zat perangsang agar pakan buatan tersebut mempunyai bau yang sangat menyengat sehingga merangsang udang/ikan laut untuk makan pakan ikan tersebut. • • Attractants adalah suatu zat perangsang yang biasa ditambahkan dalam komposisi pakan udang/ikan laut. astaxantin dan sebagainya. Ada banyak jenis hormon yang terdapat pada makhluk hidup. dimana pada pakan buatan tersebut ditambahkan hormon yang bertujuan untuk mempercepat tingkat kematangan gonad. Pigmen. asam glutamate. Dosis antibiotik yang digunakan sangat bergantung pada jenis penyakit dan ukuran ikan yang terserang penyakit. cacing tanah atau sukrosa. Penggunaan hormon dalam pakan buatan yang telah dicoba pada beberapa ikan antara lain ikan bandeng. Lysine. Histidine. dimana pada ikan hias yang dinikmati adalah keindahan warna tubuhnya sehingga dengan menambahkan pigmen tertentu kedalam pakan buatan akan memunculkan warna tubuh ikan hias yang indah sesuai dengan keinginan pembudidaya.• • nabati. kerang darah. Tryptophan. glysine 2%. adalah zat pewarna yang dapat diberikan dalam komposisi pakan buatan yang peruntukkannya untuk pakan ikan hias. Threonine. Phenylalanine. Beberapa jenis attractant yang biasa digunakan dari bahan alami atau sintetis antara lain adalah terasi udang. Tetapi ada sumber bahan baku yang kandungan asam aminonya tidak mencukupi. Dengan pemberian obat dalam pakan yang berarti pengobatan dilakukan secara oral mempermudah pembudidaya untuk menyembuhkan ikan yang sakit. adalah suatu bahan yang dikeluarkan oleh kelenjar endokrin dan ditransportasikan melalui pembuluh darah ke jaringan lain dimana beraksi mengatur fungsi dari jaringan target. Jenis pigmen yang ada dapat diperoleh dari bahan-bahan alami atau sintetik seperti pigmen karoten . Jenis asam amino essensial tersebut adalah : arginine. Antibiotik. adalah zat atau suatu jenis obat yang biasa ditambahkan dalam komposisi pakan untuk menyembuhkan ikan yang terserang penyakit oleh bakteri. Valine dan Leucine. ikan kerapu adalah pembuatan pakan dalam bentuk pelet kolesterol. Oleh karena itu bisa ditambahkan asam amino buatan/sintetik kedalam makanan ikan. Isoleucine.

77 18. kadar abu.50 1.21 7. Adapun komposisi kandungan nutrisi bahan baku dapat dilihat pada tabel 6. 14.63 0.30 4.08 14. JENIS BAHAN BAKU Dedak padi Dedak gandum Cantel Tepung terigu Tepung kedelai Tahu Tepung sagu Bungkil kelapa Biji kapok randu Biji kapas Tepung daun turi Tepung daun lamtoro Tepung daun singkong Tepung jagung Kanji PROTEIN % 11. 5.50 4. 9.69 74.30 16. Tabel 6.membuat pakan buatan harus mengetahui kandungan nutrisi dari bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan buatan. Kandungan Nutrisi Bahan Baku Nabati NO 1.15 1.40 19. 4. Dari hasil analisa proximat akan diketahui kandungan zat gizi bahan baku yang meliputi : kadar air. Kandungan nutrisi bahan baku dapat diketahui dengan melakukan analisa proximat terhadap bahan baku tersebut.40 LEMAK % 12. 2.48 2.78 47.60 19.55 9. 6.62 64.54 36.60 0.4.3 dan 6. kadar lemak.35 11.82 34. kadar serat kasar dan kadar bahan ekstra tanpa nitrogen (BETN).2. 3. 6.60 4. kadar protein.40 27.41 KARBOHIDRAT % 28.44 5.2 .80 7.30 14.25 17. 7.60 77. 12.05 1.00 8.60 21.40 4. 13.73 5. 10.90 39.43 0.45 23.54 251 . 15.09 27.30 29.23 86. 11.85 77.99 13.6 7. 8.

56 46.20 0.74 61.33 11.65 27.65 18.54 11.5 6. 8. 12.00 42.66 5.1 2.37 54.38 55.3. 9. 3.36 4. JENIS BAHAN BAKU Isi perut hewan mamalia Tepung anak ayam Bungkil kelapa sawit Tepung kepala udang Tepung anak ayam Tepung kepompong ulat sutera Bungkil kacang tanah Tepung darah Silase ikan Ampas tahu Bekatul Tepung menir PROTEIN % 8.Tabel 6.6 63.4.75 11.7 53.12 3.00 12.63 13. 13.18 11.20 23.86 8.21 40. JENIS BAHAN BAKU Tepung ikan import Tepung rebon Benawa/kepiting Tepung ikan mujair Ikan teri kering Ikan petek kering Tepung kepiting Tepung cumi Tepung ikan kembung Rebon basah Tepung bekicot Tepung cacing tanah Tepung artemia Telur ayam/itik Susu PROTEIN % 62.5 71.03 LEMAK % 53.29 72. 4.50 1. 7. 10.08 13. 3. 4.45 45. 10.45 0.45 18.55 10.26 1.19 1. 6.7 15.3 13.32 43. 12.65 59.76 60. 11. 2.74 49.4 0.3 4. 11. Kandungan Nutrisi Bahan Baku Limbah Pertanian NO 1. 15.30 29.15 1.2 3. 6.25 1.62 62. 14.00 Tabel 6. 7.52 4.39 61.42 1.92 252 .64 KARBOHIDRAT % 5.60 KARBOHIDRAT % 5. 5.38 3.80 35.67 30.46 88.40 23.20 5. 2.06 7. 5.00 LEMAK % 15.0 53.54 64 0 28. 8. Kandungan Nutrisi Bahan Baku Hewani NO 1.81 3.70 52.60 25.51 27. 9.

Jenis-jenis bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat pakan buatan untuk induk. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Tacon (1988) dalam Millamena et al (2000) telah direkomendasikan penggunaan beberapa bahan baku yang dapat digunakan berdasarkan kebiasaan makan ikan (Tabel 6. Bahan baku adalah bahan yang akan digunakan untuk membuat pakan buatan. Jenis bahan baku yang akan digunakan untuk pembuatan pakan ikan laut biasanya berasal dari sumber hewani. nabati dan bahan tambahan.5) 253 . larva dan benih ikan dapat dikelompokkan menjadi bahan baku hewani. Bahan baku yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan jenis ikan yang akan mengkonsumsi pakan buatan tersebut. Hal ini dikarenakan ikan-ikan laut merupakan organisme air yang bersifat karnivora yaitu organisme air yang makanan utamanya adalah berasal dari hewani dalam hal ini adalah ikanikan yang mempunyai ukuran tubuhnya lebih kecil dari yang mengkonsumsinya. Berdasarkan kebiasaan makan pada setiap jenis ikan maka jenis-jenis bahan baku yang akan digunakan untuk ikan karnivora atau herbivora/omnivora akan sangat berbeda dalam pemilihannya. majalah dan sebagainya. internet.Bagaimanakah anda melakukan penyiapan bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan buatan? Apakah bahan baku itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut diskusikan dan pelajari materi dalam buku ini atau mencari referensi lain dari buku.

Oleh karena itu pembuatan pakan buatan diharapkan mampu menggantikan kebutuhan ikan laut akan pakan. Rekomendasi penggunaan bahan baku untuk pakan ikan dan udang dalam % (Tacon.6 .5.Tabel 6. didalam suatu usaha budidaya biasanya diberikan ikanikan rucah. Kandungan nutrisi bahan baku yang biasa digunakan untuk membuat pakan buatan dapat dilihat pada Tabel 6. 254 . 1988) Jenis bahan baku Tepung Alfalfal Tepung darah Cassava/tepung tapioka Tepung kelapa Tepung biji jagung Tepung maizena Tepung biji kapas Penyulingan jagung Dicalsium phosphate Tepung bulu ayam Tepung ikan Konsentrat protein ikan Tepung giling Tepung hati Tepung daging dan tulang Tepung limbah peternakan Tepung minyak lobak Tepung kulit padi Tepung udang Tepung cumi Tepung gandum Tepung kedelai Tepung kedele penuh lemak Tepung terigu Biji gandum Tepung kanji Air dadih Yeast kering Ikan karnivora 5 10 15 15 20 15 15 10 3 10 Bebas 15 15 50 20 15 20 15 25 Bebas 20 25 35 20 15 15 10 15 Ikan herbivora/ omnivora 10 10 35 25 35 20 20 15 3 10 Bebas 10 25 50 25 20 25 35 25 Bebas 35 35 40 35 30 15 10 15 Udang karnivora 5 10 15 15 15 15 10 10 3 10 20 15 15 25 15 15 15 15 Bebas Bebas 15 20 20 20 15 20 10 15 Udang herbivora/ omnivora 10 10 25 25 20 15 15 3 10 35 15 25 20 20 20 20 35 Bebas Bebas 35 30 30 35 30 20 10 15 Ikan karnivora di alam akan memakan ikan yang lebih kecil ukurannya.6. Pakan buatan untuk ikan laut bahan baku yang biasa digunakan antara lain dapat dilihat pada Tabel 6. Kontinuitas ikan rucah di alam sangat bergantung kepada ketersediaan alam.

80 43.98 1.86 7.80 5.34 9.10 0.71 Kadar serat kasar 0 17.60 11.72 40.26 0.43 Kadar karbohidrat 7.00 63.32 12.24 2.16 1.96 3. Philipina dapat dilihat pada Tabel 6.60 66.26 0.45 1.53 2.96 1.25 8.70 Selain itu untuk menambah pengetahuan tentang jenis-jenis bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat pakan ikan.55 2.26 13.11 1.21 10.13 11.90 6.7. Aquaculture Departement.02 Kadar abu 19.08 4.12 3.53 8.20 18.73 72.6.42 0.80 8.40 6.80 1.21 83.49 1.95 66.28 4.16 12.70 7. Jenis dan Kandungan nutrisi bahan baku ikan karnivora Jenis bahan Tepung mujair Tepung petek Tepung teri Tepung tongkol Tepung kembung Tepung cumi Tepung kepala udang Tepung kerang Tepung darah Tepung kedelai Tepung kanji Tepung beras Tepung sagu Tepung ketan Tepung dedak Tepung jagung Kadar protein 55.95 20.28 28.10 7.36 74.26 47.52 Kadar air 6.00 37.80 11.56 93.50 13. 255 .10 13.10 6.10 4.70 4.40 26.48 12.54 15.12 34. berdasarkan hasil analisa proksimat kandungan bahan baku pakan yang telah dilakukan pada laboratorium Southeast Asian Fisheries Development Center.51 73.41 14.55 2.60 10.55 12.25 8.62 1.76 55.11 5.63 Kadar lemak 11.20 15.36 2.24 66.19 4.60 31.Tabel 6.

5 8.5 8.0 51.3 0.3 9.2 7.2 1.1 3.3 67.6 10.3 8.5 4.7 17.8 1.7 3.4 4.0 7.5 4.2 8.0 21.5 5.3 7.6 64.9 12.6 256 .1 2.6 6.2 1.3 6.2 3.5 9.1 73.0 9.0 23.1 3.2 29.4 2.8 29.4 7.7 3.5 87.4 7.3 7.1 0.2 1.3 4.9 10.7 1.2 24.1 0.0 8.0 4.1 25.1 26.7 4.5 41.7 17.8 14.6 13.3 35.0 7.8 4.0 23.0 8.9 65.1 64.6 13.9 15.8 9.9 1.3 15.6 43.6 10.1 4.4 7. Kadar air Kadar protein Kadar lemak Kadar serat kasar Bahan Ekstra Tanpa Nitrogen 8.8 6.1 5.7 14.3 8.6 5.9 20.8 4.2 12.0 43.1 16.4 7.6 44.8 4.9 5.3 7.9 9.0 9.3 11.0 17.0 9.2 0.1 9.2 27.9 9.2 68.6 6.3 9.5 12. Hasil analisa proksimat bahan baku (Mllamena et al.3 3.6 83.1 64.8 0.7 5.7 22.9 Jenis bahan baku Abu Sumber Hewani Tepung ikan lokal Tepung ikan chili Tepung ikan danish Tepung ikan Peru 1 Tepung ikan Peru 2 Tepung ikan tuna Tepung ikan putih Tepung kepala udang Tepung udang Tepung cumi Tepung kepiting Tepung kodok Tepung darah Tepung daging & tulang Nabati Tepung daun akasia Tepung daun alfalfal Tepung daun camote Tepung daun cassava Tepung daun ipil Tepung daun kangkung Tepung malunggay Tepung daun pepaya Tepung copra Cowpea Mugbean hijau Mugbean kuning Butiran beras Tepung jagung Tepung tapioka Tepung roti Tepung terigu Tepung pollard Tepung biji gandum Tepung maizena Tepung beras Dedak Tepung jagung 10.6 78.4 9.6 6.5 7.4 11.3 16.7 42.1 5.3 0.8 4.7.0 2.1 70.7 4.2 7.2 6.0 12.7 22.3 3.8 10.5 7.9 4.4 12.7 20.0 59.2 44.0 18.1 1.9 1.9 5.2 4.8 5.8 3.1 0.7 10.7 5.5 32.8 5.8 0.5 68.8 0.0 19.3 1.1 3.5 30.7 42.4 10.2 13.0 5.8 62.9 5.7 46.5 8.0 25.9 53.4 2.5 6.2 6.1 7.4 8.5 5.9 68.5 8.8 5.5 74.9 8.7 3.3 0.9 7.4 20.6 4.4 41.5 0.4 5.2 84.3 5.7 4.6 5.1 2.8 0.2 49.Tabel 6.4 27.3 0.6 34.7 67.7 8.8 0.2 17.0 13.5 7. 2000).6 1.4 69.4 11.1 8.7 0.1 98.1 11.1 62.6 3.0 16.7 1.6 25.3 3.9 43.6 33.3 7.1 28.3 67.6 1.8 25.1 1.9 81.0 7.

4 10.0 5.8 3.9 1.0 1.6 4.6 13.3 5.7 0.4 9.1 33.7 34.3 89.5 15.4 Hasil analisa proksimat dari setiap bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan perhitungan formulasi pakan.9 39.9 15.8 5.2 55.3 4.4 10.9 4.4 7.4 11.8 10. Seperti diketahui bahwa dari hasil analisa proksimat karbohidrat dibagi menjadi serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen.0 34.2 18.0 4.1 7.4 8.4 1.6 0.9 5.4 7.2 11.9 0.3 27.8 9.3 1.2 28.4 20.1 2.8 1.1 10.9 13.7 49.7 37.9 36.7 8.4 8.3 10.5 35.4 55.3 5.0 7.8 30.2 8.2 7.8 6.8 11.1 3.4 35.7 27.7 0.6 0.0 6.5 10.6 65.3 6.1 1.4 8.1 12.8 11.5 2.1 4.7 28.2 46.6 0.0 17.2 7.4 9.5 5.0 35.4 0.0 8.Jenis bahan baku Kadar air Kadar protein Kadar lemak Kadar serat kasar Bahan Ekstra Tanpa Nitrogen Abu Sumber lainnya Casein Tepung kepiting Gelatin Tepung kerang hijau Tepung Oyster Tepung scallops Tepung snail Ragi Breewer Ragi Candida Pakan alami Acartia sp Artemia Azolla Brachionus sp Chaetoceros calcitran Chlorella air laut Isochrysis galbana Moina macrocopa Sargassum Skeletonema Spirulina Tetraselmis sp Digman Enteromorpha Gracilaria sp Kappaphycus sp 7.2 51.1 23.8 15.1 19.8 0.7 23.8 2.0 18.4 10. Sedangkan untuk menghitung energi yang digunakan adalah kadar karbohidrat.2 4. tetapi untuk mengetahui daya cerna setiap bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat pakan ikan adalah kadar serat kasar.7 56.4 8.8 57.1 0.4 2.1 20.2 51.5 9.2 52.1 8.6 57.8 38.8 15.3 26.6 10.1 16.2 5.4 11.1 7.1 49.1 4.0 36.0 8.2 0.3 12.1 9.6 2.1 71.4 20.6 2. Oleh 257 .9 44.4 7.6 9.9 8.4 0.3 12.0 24.4 20. Pada tabel sebelumnya telah diuraikan tentang kadar karbohidrat dari setiap bahan baku pakan untuk memudahkan dalam menghitung jumlah energi dalam setiap formulasi.0 38.5 27.8 8.8 10.4 64.9 5.8 19.6 54.9 24.9 9.7 3.9 3.9 94.0 8.1 38.1 7.5 20.

ayam.karena itu pemahaman tentang bahan baku tersebut sangat penting. Vitamin dan mineral. tepung terigu. Selain itu untuk mengetahui jenis-jenis bahan baku yang akan dipilih harus dilakukan perhitungan. tapioka. untuk ikan laut lebih menyukai sumber protein diambil dari hewani. Protein. beras. kebutuhannya berkisar antara 20 – 60%. kelapa sawit. kacang kedelai Karbohidrat. 6. kebutuhannya berkisar antara 2–5% Jumlah keseluruhan bahan baku dalam menyusun formulasi pakan ikan ini harus 100%. Metode Pearsons Square (Metode segi empat Pearsons) 2. 2. Perhitungan jumlah bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan tersebut dinamakan menyusun formulasi pakan. Metode segi empat Pearsons Metoda segiempat kuadrat adalah suatu metode yang pertama kali 258 . Sumber protein dapat diperoleh dari hewani atau nabati tetapi 3. kebutuhannya berkisar antara 20 – 30%. Metode Work Sheet 6. terdiri dari serat kasar dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN). sagu dan lain-lain. dedak. kandungan zat gizi dari bahan-bahan baku tersebut dan cara menyusun formulasi/ramuan pakan buatan barulah kita dapat membuat pakan buatan. jika lebih dari 8% akan mengurangi kualitas pellet ikan. Sumber lemak/lipid biasanya adalah : • Hewani : lemak sapi.2. Sumber karbohidrat biasanya dari nabati seperti jagung. Kandungan serat kasar kurang dari 8% akan menambah struktur pellet. Setelah mengetahui tentang jenis-jenis bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan. kebutuhannya berkisar antara 4-18%. kacang tanah. kelapa.2. 4. Metode Linier (Program linier) 4. Ada beberapa metode yang digunakan dalam menyusun formulasi pakan antara lain adalah : 1. 5. Metode coba-coba (Trial and Error) 5. kelinci. biji kapas. PENYUSUNAN FORMULASI PAKAN Jenis bahan baku yang harus disiapkan sangat bergantung kepada jenis ikan yang akan mengkonsumsi pakan tersebut dan stadia pemberian pakannya. Metode Aljabar 3. Lemak. Untuk ikan-ikan laut biasanya kebutuhan protein cukup tinggi karena merupakan kelompok ikan karnivora yaitu berkisar antara 30 – 60%.1. minyak ikan • Nabati : jagung. Pengetahuan yang harus dipahami dalam menyusun formulasi pakan ikan adalah kebutuhan ikan akan beberapa kandungan zat gizi antara lain adalah : 1. Pada bagian sebelumnya telah dibahas tentang jenis bahan baku dan kandungan gizinya selanjutnya adalah menyusun formulasi.

36% = 109.35% : 3 = 12.99% + 43. Dalam metode segi empat ini langkah pertama adalah melakukan pemilihan bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan.58%. dedak halus.50% + 12. Maka dengan menggunakan metode segiempat ini.45%.99%. Tepung Jagung 9. • Protein Suplement. kemudian nilai rata-rata bahan baku protein basal adalah 37. Sedangkan jumlah kadar protein suplemen dari dua bahan baku tersebut adalah 62.dibuat oleh ahli pakan ternak dalam menyusun pakan ternak yang bernama Pearsons. baik yang berasal dari nabati. bahan-bahan pakan ikan ini terbagi atas dua bagian yaitu : • Protein Basal. Metode ini ternyata dapat diadaptasi oleh para ahli pakan ikan dan digunakan untuk menyusun formulasi pakan ikan.Bahan baku kelompok protein Suplemen: Tepung ikan 62.68%. tepung jagung. hewani atau limbah hasil pertanian. Dari contoh kasus diatas maka jumlah kadar protein basal dari ketiga bahan baku tersebut adalah 15. Tepung terigu 12. hewani dan limbah yang mempunyai kandungan protein lebih dari 20%. Pada bagian tengah kotak segi empat diletakkan nilai kandungan 259 . yaitu bahan baku pakan ikan.58% + 9.. Berdasarkan tingkat kandungan protein.35%.27% . tepung terigu dan tepung kedelai.50%.36% Melakukan perhitungan rata-rata kandungan bahan baku dari protein basal dan protein suplemen dengan cara melakukan penjumlahan semua bahan baku yang berasal dari protein basal dan membagi dengan berapa macam jumlah bahan baku protein basal. yaitu bahan baku pakan ikan.Bahan baku kelompok protein Basal : Dedak halus 15. Disarankan untuk memilih bahan baku pembuatan pakan ikan ini tidak hanya dari satu sumber bahan saja tetapi menggunakan beberapa bahan baku dari sumber nabati. Tepung kedelai 43.35%. . baik yang berasal dari nabati.27% = 37. Misalnya kita akan membuat pakan ikan dengan kadar protein 35% dengan menggunakan bahan baku terdiri dari tepung ikan. tahapan yang harus dilakukan antara lain adalah : • Mengelompokkan bahan baku yang telah dipilih berdasarkan • • kadar protein dari setiap bahan baku tersebut yaitu . hewani dan limbah yang mempunyai kandungan protein kurang dari 20%. Setelah bahan baku dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu protein basal dan protein suplemen maka langkah selanjutnya adalah membuat kotak segi empat. Begitu juga dengan bahan baku suplemen dilakukan penjumlahan kadar protein suplemen kemudian dibagi dengan berapa macam jumlah bahan baku protein suplemen. Dalam menyusun formulasi pakan ikan dengan metode ini didasari pada pembagian kadar protein bahan-bahan pakan ikan.35% : 2 = 54. kemudian rata-rata bahan baku protein suplemen adalah 109.

68%..% Protein suplemen 54.% protein suplemen dengan kadar protein pakan yaitu 54. lihat pada gambar dibawah ini .55%.. ...45% segiempat diletakkan nilai ratarata kandungan protein suplemen.45% ....68% Protein suplemen 54....68% • Setelah diperoleh nilai pada keempat sudut segiempat tersebut..protein pakan yang akan dibuat. langkah selanjutnya adalah melakukan penjumlahan 22.68% • Lakukan perhitungan untuk mengisi kekosongan nilai pada sisi sebelah kanan segiempat dengan cara diagonal untuk setiap kandungan protein basal dan kandungan protein suplemen tersebut. Sedangkan untuk mengisi nilai pada segiempat sisi kanan pada bagian bawah adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein basal bahan baku dilakukan pengurangan antara kadar protein pakan dengan kadar protein bahan baku basal yaitu 35% .....12..45% = 22. Untuk mengisi nilai disebelah kanan segiempat bagian atas adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein suplemen maka nilai tersebut adalah melakukan pengurangan nilai Protein basal 12. Pada bagian atas kiri segiempat diletakkan nilai rat-rata kandungan protein basal dan pada bagian bawah kiri Protein basal12.55% nilai pada bagian sisi sebelah kanan... maka dapat dilihat pada gambar segiempat di bawah ini : 260 . 19. Pada bagian tengah segiempat tersebut diletakkan kadar protein pakan ikan yang akan dibuat yaitu 35%..68% 35% = 19. maka dapat dilihat pada gambar segiempat dibawah ini adalah sebagai berikut . .

27% = 16.23% = 46.91% -------------.53% Protein Suplemen - - Dari hasil perhitungan langkah sebelumnya maka dihitung komposisi bahan yang akan digunakan pada dapat baku untuk Untuk membuktikan bahwa komposisi bahan baku yang dipergunakan untuk membuat pakan ikan mengandung kadar protein 35% yang berarti dalam satu kilogram pakan mengandung 350 gram protein dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut : Tepung ikan Tepung kedelai Dedak halus Tepung jagung Tepung terigu 26.99% X 46.60% : 3 = 15.53% 15.+ 35.23% = 53.Protein basal 12.53% 15.53% Tepung terigu = 46.60% : 3 = 15.7% Tepung kedelai = 53.53% Tepung Jagung = 46.40% : 2 = 26.55% = ---------.68% Protein suplemen 54.7% 26.X 100% 42.68% Protein Basal = ---------.55% __________ + 42.36% X 15.40% membuat pakan sebagai berikut : - ikan adalah Komposisi bahan baku yang berasal protein suplemen adalah : Tepung ikan = 53.58% X 9.53% X 62.82% = 12.42% = 1.7% 15.50% X 12.60% 22.38% = 2.X 100% 42.7% Komposisi bahan baku yang berasal dari protein basal adalah : Dedak halus = 46.68% 22.60% : 3 = 15.40% : 2 = 26.01% 261 .23% • Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan komposisi setiap bahan baku yang telah disusun dengan cara sebagai berikut : 19.48% = 1.45% 19.

46% = 18.53 kg = 15.22%.46%.53% 15.70 kg = 26.53% 15.01%. 70% 15. Hal ini dilakukan karena vitamin dan mineral tidak mempunyai kandungan protein.45% Pada bagian tengah segiempat tersebut diletakkan kadar protein pakan ikan yang telah ditambahkan menjadi 36.53 kg = 15. maka dapat dilihat pada gambar segiempat di bawah ini adalah sebagai berikut 18. Misalnya dalam komposisi bahan pakan tersebut akan ditambahkan vitamin sebanyak 2% dan mineral 2% maka jumlah bahan utama akan berkurang menjadi 100% . Maka komposisi bahan baku menjadi sebagai berikut .22% Protein suplemen 54. Protein basal 12.46%.12.68% .53 kg --------------. Sedangkan untuk mengisi nilai pada segiempat sisi kanan pada bagian bawah adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein basal bahan baku dilakukan pengurangan antara kadar protein pakan dengan kadar protein bahan baku basal yaitu 36.70 kg = 15.45% = 24.99 kg Jika dalam komposisi bahan baku pembuatan pakan ikan akan ditambahkan bahan tambahan maka jumlah bahan baku utama harus dikurangi dengan jumlah bahan tambahan yang akan digunakan.36.68% 24. Untuk mengisi nilai di sebelah kanan segiempat bagian atas adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein suplemen maka nilai tersebut adalah melakukan pengurangan nilai protein suplemen dengan kadar protein pakan yaitu 54.Jika akan membuat pakan ikan sebanyak 100 kg maka komposisi bahan baku yang harus disiapkan adalah sebagai berikut : Tepung ikan Tepung kedelai Dedak halus Tepung jagung Tepung terigu 26.01% 262 .4% (2% + 2%) = 96%.70% 26. Maka jumlah kadar protein dari bahan utama tersebut ditambahkan agar komposisi bahan baku dari pakan ikan tersebut memenuhi kebutuhan kadar protein pakan yang akan dibuat menjadi (35%) X 100% /96% = 36.+ 99.53% X 100 kg X 100 kg X 100 kg X 100 kg X 100 kg = 26.46% .

29% 54.68% 24.42% : 3 = 13.81% Tepung terigu = 41.23% 24.22% --------------.23% Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan komposisi setiap bahan baku yang telah disusun dengan cara sebagai berikut : Protein Basal = 18.42% 42.81% Protein Suplemen = Dari hasil perhitungan pada langkah sebelumnya maka dapat dihitung komposisi bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan adalah sebagai berikut : . langkah selanjutnya adalah melakukan penjumlahan nilai pada bagian sisi Protein basal 12.42% : 3 = 13.Komposisi bahan baku yang berasal protein suplemen adalah: Tepung ikan = = Tepung kedelai = = 54.58% : 2 7.X 96% = 41.01% --------------.Setelah diperoleh nilai pada keempat sudut segiempat tersebut.42% : 3 = 13. maka dapat dilihat pada gambar segiempat di bawah ini: 18.45% sebelah kanan.81% Tepung jagung = 41.22% Protein suplemen 54.58% : 2 27.23% Komposisi bahan baku yang berasal dari protein basal adalah: Dedak halus = 41.58% 42.01% __________ + 42.29% 263 .X 96% = 54.

81% Vitamin 2 % Mineral 2 % -------------+ 100% 6.29% Dedak halus 13.1516% = 1. Metode substitusi adalah suatu metode mencari nilai x dan y dengan cara mengganti dengan beberapa persamaan sedangkan metode eliminasi adalah suatu metode mencari nilai x dan y dengan cara menghilangkan salah satu komponen dalam persamaan tersebut.19% = 12. Perhitungannya menggunakan rumus aljabar sehingga didapat formulasi pakan ikan sesuai dengan kebutuhan.36% X 15.29% 27. Pada persamaan aljabar dalam matematika ada dua metode yang digunakan dalam mencari nilai pada komponen X dan Y yaitu metode substitusi dan metode eliminasi.+ 34.81% yang berarti dalam satu kilogram pakan mengandung 350 gram protein dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut : = 17.81% Tepung terigu 13.58% X 9.29% 13.1320% = 1.65%). jika akan dibuat pakan ikan dengan kadar protein 35% dari berbagai bahan baku antara lain adalah tepung ikan (kadar protein 62.27% Maka komposisi bahan baku pakan ikan menjadi : Tepung ikan 27.81% 13. tepung kedelai (kadar 264 .50% X 12.82% mendekati 35% X 62.99% X 46. X merupakan jumlah berat bahan baku dari kelompok sumber protein utama (protein suplement) dan Y merupakan jumlah berat kelompok sumber protein basal.6945% -------------.6516% = 2.81% 13.2.29% Tepung kedelai 27.81% Tepung jagung 13. Contoh kasus menghitung formulasi pakan dengan menggunakan metode aljabar. Metode aljabar Metode aljabar merupakan suatu metode penyusunan formulasi yang didasari pada perhitungan matematika yang bahan bakunya dikelompokkan menjadi X dan Y.2.Untuk membuktikan bahwa komposisi bahan baku yang dipergunakan untuk membuat pakan ikan mengandung kadar protein 35% Tepung ikan Tepung kedelai Dedak halus Tepung jagung Tepung terigu 27.

Maka komposisi kelompok sumber bahan protein suplemen adalah sebagai berikut: .29% X2 X1 X1 X2 = 125. Maka tahapan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : • Melakukan pengelompokkan bahan baku berdasarkan kadar proteinnya yang dibagi menjadi 2 kelompok.Tepung kedelai kadar protein 39.6%).29%).55% 54. Seperti dalam rekombinasi penggunaan bahan baku bahwa penggunaan bahan mempunyai batas optimum yang dapat digunakan untuk menyusun formulasi pakan.55% adalah1 bagian .84% = 0.4984 Sedangkan untuk bahan baku sebagai kelompok protein basal adalah dedak halus dapat digunakan 2 kali lebih banyak dibandingkan dengan tepung jagung karen aselain harganya murah juga penggunaannya masih dapat lebih besar dari tepung jagung maka komposisi 265 . padahal seperti kita ketahui ada kebutuhan bahan baku yang berbeda untuk setiap jenis ikan.50%).protein 39. Misalnya dalam formulasi pakan ini ingin dibuat kandungan bahan baku yang berasal dari tepung ikan dan tepung bekicot sebagai sumber bahan baku hewani adalah 2 kali lebih banyak dari komposisi bahan baku lainnya.60% 25. Dalam metode aljabar dapat dibuat suatu formulasi pakan ikan yang sangat sesuai dengan kebutuhan ikan yang akan mengkonsumsi pakan ikan tersebut.Tepung ikan kadar protein 62.55% = 108.58% ------------.+ 299. Oleh karena itu dalam menggunakan Tepung ikan kadar protein Tepung kedelai kadar protein Ampas tahu kadar protein Tepung bekicot kadar protein metode aljabar rekomendasi penggunaan bahan baku dapat diterapkan sesuai dengan jenis ikan yang akan disusun formulasinya.29% adalah 2 bagian Maka dari komposisi kelompok bahan baku protein suplemen tersebut menjadi 6 bagian (2+1+1+2 bagian) maka rata-rata kadar protein dari kelompok ini menjadi : 62. yaitu bahan baku protein suplemen dan bahan baku protein basal.03% Rata-rata kadar protein dari kelompok sumber protein suplement adalah 299. tepung bekicot (kadar protein 54.03% dibagi 6 = 49.30% = 39.Ampas tahu kadar protein 25.6% adalah 1 bagian .60% = 25.65% adalah 2 bagian .55%).58%) dan tepung jagung (kadar protein 9.Tepung bekicot kadar protein 54. Pada metode segiempat semua bahan baku dari kelompok protein basal dan kelompok protein suplemen dibuat sama. ampas tahu (kadar protein 25. dedak halus (kadar protein 15.65% 39.

4984 X + 0. sedangkan nilai 35 adalah kadar protein pakan yang akan dibuat.+ 40. Secara eliminasi : X + Y = 100 (persamaan 1) 0.11 266 Berdasarkan persamaan aljabar akan diperoleh dua persamaan yaitu : Persamaan 1 adalah X + Y = 100.84 0.4948X + 0.84 0.1355Y = 35.kelompok sumber bahan protein basal adalah sebagai berikut : Dedak halus kadar protein 15.3629 = 40. Jagung 9.50% X 1 = 9.58% adalah 2 bagian Tepung jagung kadar protein 9.55% = 0.84 Y = 14.1355 Y = 35.50% --------. Setelah mendapatkan dua buah persamaan maka langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan secara matematika dengan menggunakan metode aljabar untuk mencari nilai x dan y.4984 X + 0.89 X = 59.4948 adalah rata-rata kadar protein dari kelompok protein suplemen.00 0.89 Setelah diperoleh nilai Y maka untuk mencari nilai X dengan cara memasukkan persamaan 1 sehingga diperoleh nilai X yaitu: X + Y = 100 X = 100 – Y X = 100 – 40.4984 X + 0. nilai 0.1355 adalah rata-rata kadar protein kelompok protein basal.50% adalah 1 bagian Maka dari komposisi kelompok bahan baku protein basal tersebut menjadi 3 bagian (2+1 bagian) maka rata-rata kadar protein dari kelompok ini menjadi : Dedak 15.4984Y = 49.58%X2 = 31.4984 Y = 49. nilai .4984 maka diperoleh persamaan 3 yaitu : 0.1355 Y = 100 (persamaan 2) Persamaan 1 dikalikan dengan nilai 0.84 Persamaan 3 dikurangi dengan persamaan 2 maka hasilnya : 0.66% Rata-rata kadar protein dari kelompok sumber basal adalah 40.3629 Y = 14.4948X + 0. Nilai x dan y ini dapat diperoleh dengan cara substitusi atau eliminasi.16% T. seperti diketahui bahwa jumlah bahan baku yang akan digunakan untuk menyusun formulasi pakan adalah 100 %. Persamaan 2 adalah 0.66% dibagi 3 = 13.1355 • Langkah selanjutnya menetapkan komponen X dan Y X adalah kelompok protein suplemen Y adalah kelompok protein basal sumber sumber • 0.

48 .0.1355Y=35 – 49. dimana nilai X merupakan komposisi bahan dari protein suplemen dan nilai Y merupakan komposisi bahan dari protein basal.85% 9.48 0.4948Y+0.85% 19.64% + 40.10% Komposisi bahan baku dari protein basal adalah sebagai berikut : Dedak halus Tepung jagung 2/3 1/3 X 40.1355 Y = 35 (persamaan 2) Dari persamaan 1 dapat diperoleh persamaan X=100–Y.3593 Y = Y = .11% = = = = 19.11% 59.4948 X + 0.Secara substitusi : X + Y = 100 (persamaan 1) 0.3593 = 40.70% + 59.4948 (100–Y)+0.3 Setelah diperoleh nilai Y maka untuk mencari niali X dengan cara memasukkan persamaan 1 sehingga diperoleh nilai X yaitu: X + Y = 100 X = 100 – Y X = 100 – 40.0.90% 267 .89% = X 40. maka jika nilai X dari persamaan 1 dimasukkan dalam persamaan 2 maka nilai Y akan diperoleh yaitu : 0.4948Y+0.11% 59.1355 Y = 35 49. • Komposisi bahan baku dari protein suplemen adalah sebagai berikut : Tepung ikan Tepung kedelai Ampas tahu Tepung bekicot 2/6 1/6 1/6 2/6 X X X X 59.11% 59.26% 13.48 14.48–0.7 Dari kedua metode dalam persamaan aljabar ini diperoleh nilai yang tidak terlalu berbeda sehingga dapat diperoleh nilai X dan nilai Y.14. Langkah selanjutnya adalah menghitung setiap komposisi bahan baku dari nilai X dan Y yang telah diperoleh pada tahap sebelumnya.3 X = 59.89% = 27.70% 9.1355 Y = 35 .

59%).29% + 35.65% 39.55%).26% Berdasarkan perhitungan tersebut terbukti bahwa formulasi pakan dengan menggunakan metode aljabar dapat dengan mudah dibuat dengan kelebihan dapat menggunakan bahan baku sesuai dengan kebutuhan ikan atau kebiasaan makan ikan dan kebutuhan optimal pemakaian bahan baku. Metode linier Metode Linier merupakan metode penyusunan formulasi pakan dengan menggunakan rumus matematika dan bisa dibuat programnya melalui komputer.2.69% 4.34% 3. 58%) dan tepung jagung (kadar protein 9.3. tepung bekicot (kadar protein 54. baik.26% 13.63% X X X X X X 62. tepung kedele (kadar protein 39.65%). Pada metode linier dengan melakukan perhitungan secara manual dengan menggunakan rumus matematika dapat dilakukan dengan cara : • Memilih jenis bahan baku yang akan digunakan dan dibuat suatu tabel dengan beberapa persamaan yang akan digunakan.58% 9.70% 9.29% 15.5%).6%). Metode ini dapat diterapkan jika pengetahuan komputer dan matematikanya cukup 268 . dedak halus (kadar protein 15. ampas tahu (25. 6.50% = = = = = = 12.90% 2.Untuk membuktikan bahwa kadar protein pakan dari hasil perhitungan ini mempunyai kadar protein 35% dapat dilakukan pengecekan dengan cara menghitung sebagai berikut : Tepung ikan Tepung kedelai Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung 19.60% 25.95% 19.85% 9.70% 27.55% 54. misalnya akan dibuat pakan ikan dengan kadar protein 35% dengan menggunakan jenis bahan baku antara lain adalah tepung ikan (kadar protein 62.54% 10.25% 1.

60 25. Σ X Σ X Y = n.55 54. Begitu seterusnya untuk setiap bahan baku yang digunakan sehingga diperoleh nilai seperti pada tabel di bawah ini : 269 .58 9.17 Jumlah bahan baku (%) Y ? ? ? ? ? ? 100% Nilai X kuadrat (Dalam persen) X2 ? ? ? ? ? ? ? Kadar protein yang diinginkan (%) XY ? ? ? ? ? ? 35% 1.25. Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Σ • Nilai Y dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan linier.65 39.65) dibagi 100 = 39.No. 6. Σ X a + b. Jenis bahan baku n Kadar Protein (%) X 62. yaitu : Y=a+bX Σ Y = n. 4. a + b. 3. Σ X2 ΣY–bΣX a = n nΣXY–ΣXΣY b= n Σ X 2 – ( Σ X )2 Nilai X kuadrat dalam persen dapat dihitung dengan cara mengalikan nilai X pada kolom tersebut kemudian dibagi 100 maka nilai X dalam kuadrat untuk tepung ikan adalah (62.50 207. 2.65 X 62.29 15. 5.

207.98 Setelah diperoleh nilai koefisien a dan b maka dapat dimasukkan dalam persamaan linier untuk mencari nilai Y yaitu Y = 15. Dari persamaan tersebut kemudian digunakan untuk menghitung nilai Y pada tabel 270 .14% a = 6 95. Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Σ • Dari persamaan linier tersebut kita dapat menghitung nilai a dan b sebagai koefisien yang akan dipergunakan untuk menghitung nilai Y dengan cara sebagai berikut : nΣXY–ΣXΣY b = n Σ X 2 – ( Σ X )2 6.25 15.29 15.25 b = 0. 35% . 100% b = 210% . 6.58 9.17 Jumlah bahan baku (%) Y ? ? ? ? ? ? 100% Nilai X kuadrat (Dalam persen) X2 39.02 X.4. 94.98 + 0.55 54.83 b = 136.90 94.24 Kadar protein yang diinginkan (%) XY ? ? ? ? ? ? 35% 1.17% a = 6 100% .17 .02 6. Jenis bahan baku n Kadar Protein (%) X 62.17) 2 ΣY–bΣX a = n 100% . 207.02.53 29.No.44% . 3.0.50 207.68 6.19% 2.65 39.24 – (207. 5. 4.429.207.60 25.47 2.86 a = 6 a = 15.43 0.17% b = 565. 2.

79%.17 100% Nilai X kuadrat (Dalam persen) X2 39.43 0.65) = 15.77 16.60 25.98 + (0.55 54.23 Kadar Protein (%) X 62.65 39.49 17.50 207.53 29.79% 6. 5.diatas untuk setiap bahan baku yang digunakan.29 15.29 16.23 16.25 15. Jenis bahan baku n Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Σ 1.29 16.53 29. Jenis bahan baku n Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Σ Jumlah bahan baku (%) Y 17.65 dikali dengan 17.24 Kadar protein yang diinginkan (%) XY 10. 4.253 = 17.90 94.58 + 1.17 dibagi 100 maka hasilnya adalah 10. 2.23 16.27% 2.02 X 62.47 2.17 lakukan perhitungan nilai Y untuk setiap bahan baku yang digunakan sehingga semua nilai Y pada setiap bahan baku dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Jumlah bahan baku (%) Y 17.29 15.07 16.21% 9. • Setelah diperoleh nilai Y pada setiap bahan baku maka dapat dihitung nilai XY dengan cara mengalikan nilai X dengan nilai Y sehingga dapat diperoleh nilai XY untuk bahan baku tepung ikan adalah 62.49 17.65 39. 2.58 9. Nilai X kuadrat (Dalam persen) X2 39.07 16.77 16.47 2.55 54.25 15.24 Kadar protein yang diinginkan (%) XY ? ? ? ? ? ? 35% No.50 207. 6. misalnya untuk bahan baku tepung ikan nilai Y nya adalah = 15. 3. Lakukan perhitungan untuk setiap bahan baku yang digunakan sehingga diperoleh nilai seperti pada Tabel dibawah ini : No. 5.23. 3.54% 35% 271 . Kadar Protein (%) X 62.43 0.68 6.54% 1. 6. 4.60 25.17 100% 1.68 6.64% 4.90 94.58 9.

02% 6. Langkah tersebut dilakukan sampai diperoleh kandungan protein pakan sesuai dengan yang diinginkan. Metode Trial and Error (coba-coba) Metode coba-coba (Trial and Error) merupakan metode yang banyak digunakan oleh pembuat pakan skala kecil dimana metode ini relatif sangat mudah dalam membuat formulasi pakan ikan.2.49% 17.77% 16.65%). tepung bekicot (kadar protein 54.5%).59%).• Langkah selanjutnya adalah menyusun formulasi bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dengan kadar protein 35% dengan metode linier adalah sebagai berikut : Tepung ikan Tepung kedelai Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung 17.4.55%). dedak halus (kadar protein 15. tepung kedele (kadar protein 39. ampas tahu (25. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyusun pakan ikan dengan metode coba-coba (Trial and error) adalah sebagai berikut : • Pilihlah bahan baku yang akan digunakan untuk menyusun pakan ikan dan susunlah berdasarkan kandungan protein pada setiap bahan baku tersebut.6%). Untuk memudahkan maka dibuat tabel seperti dibawah ini : 272 .23% 16. Para peneliti yang menggunakan metode ini biasanya menggunakan rumus matematika biasa yang digunakan dalam persamaam kuadrat atau dengan menggunakan perkalian biasa atau menggunakan metode berat yaitu menghitung dengan cara mencoba dan mencoba lagi berdasarkan satuan berat. Dalam metode ini maka si pembuat formula harus sudah mengetahui dan memahami kebutuhan bahan baku yang akan digunakan tersebut sesuai dengan kebutuhan ikan dan kebiasaan makan setiap jenis ikan serta kandungan optimal setiap bahan baku yang akan digunakan dalam formulasi tersebut. Jika bahan baku yang dipilih untuk penyusunan formulasi sudah ditetapkan maka langkah selanjutnya adalah mengalikan antara jumlah bahan baku dengan kandungan protein bahan baku.07% 16. 58%) dan tepung jagung (kadar protein 9. Metode ini prinsipnya adalah semua bahan baku yang akan digunakan harus berjumlah 100%.17% + 100.29% 16. Misalnya dalam membuat pakan ikan untuk ikan Mas dengan kandungan protein 35% dengan bahan baku yang digunakan adalah tepung ikan (kadar protein 62.

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung

Kadar protein bahan baku (%) 62,65 39,60 25,55 54,29 15,58 9,50

Jumlah bahan baku (%) ? ? ? ? ? ? 100%

Kadar protein bahan baku (%) ? ? ? ? ? ? 35%

Masukkan jumlah bahan baku yang akan digunakan dalam formulasi pakan sampai semua bahan baku yang digunakan berjumlah 100%. Dalam mengisi kolom jumlah bahan baku harus mempertimbangkan kadar protein bahan baku, jenis ikan yang akan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral Kadar protein bahan baku (%) 62,65 39,60 25,55 54,29 15,58 9,50 -

mengkonsumsi bahan baku, macam-macam bahan baku, harga dan kebutuhan optimal bahan baku untuk setiap jenis ikan berdasarkan kebiasaan makannya.

Jumlah bahan baku (%) 20 15 16 15 20 10 2 2 100%

Kadar protein bahan baku (%) ? ? ? ? ? ?

35%

Setelah jumlah bahan baku yang akan digunakan diletakkan pada kolom jumlah bahan baku maka langkah selanjutnya adalah menghitung kadar protein pada setiap bahan baku dengan cara

jumlah bahan baku yang akan digunakan dkalikan dengan kadar protein bahan baku. Misalnya untuk tepung ikan mempunyai kadar protein 62,55%, jika akan digunakan 273

sebanyak 20% dari total bahan baku maka kontribusi kadar protein dari tepung ikan adalah 20% dikali dengan 62,55% = No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral Kadar protein bahan baku (%) 62,65 39,60 25,55 54,29 15,58 9,50 -

12,51%. Lakukan perhitungan untuk semua bahan baku sehingga diperoleh nilai seperti dalam tabel dibawah ini. Jumlah bahan baku (%) 20 15 16 15 20 10 2 2 100% Kadar protein bahan baku (%) 12,51 5,94 4,09 8,14 3,12 0,95

35%

Setelah dimasukkan kedalam tabel tersebut lakukan penjumlahan dan dicek apakah jumlah kadar protein semua bahan baku tersebut sudah 35% . Jumlah kadar protein semua bahan baku itu adalah 12,51 + 5,94 + 4,09 + 8,14 + 3,12 + 0,95 = 34,75. dari hasil coba-coba tersebut baru diperoleh kadar protein semua bahan baku adalah 34,75%, padahal kadar protein pakan yang diinginkan

adalah 35% maka masih kekurangan kadar protein sebanyak 0,25%, maka dari bahan baku yang digunakan harus ditambahkan bahan baku yang kadar proteinnya tinggi dan mengurangi jumlah bahan baku yang kadar proteinnya rendah sampai benar-benar diperoleh nilai kadar protein sebesar 35%. Maka komposisi pakan ikan kadar 35% yang telah diperbaiki menjadi seperti tabel dibawah ini:

274

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral

Kadar protein bahan baku (%) 62,65 39,60 25,55 54,29 15,58 9,50 -

Jumlah bahan baku (%) 22 16 15 13 20 10 2 2 100%

Kadar protein bahan baku (%) 13,78 6,34 3,83 7,06 3,12 0,95 35,08%

Untuk melengkapi komposisi pakan dari keempat metode diatas sebaiknya dilakukan perhitungan nilai energi dari formulasi pakan tersebut. Formulasi pakan yang telah dibuat tersebut dapat memberikan pertumbuhan yang optimal pada ikan budidaya jika pakan yang dibuat tersebut mempunyai perbandingan/rasio protein energi berkisar antara 8 – 10. Nilai No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral

perbandingan antara protein dan energi (digestible energi) dapat dilakukan perhitungan. Adapun cara melakukan perhitungan adalah sebagai berikut : • Misalnya komposisi pakan yang telah diperoleh adalah dari hasil perhitungan seperti yang telah dilakukan dengan metode trial and error sebagai berikut : Jumlah bahan baku (%) 22 16 15 13 20 10 2 2 100% Kadar protein bahan baku (%) 13,78 6,34 3,83 7,06 3,12 0,95 35,08%

Kadar protein bahan baku (%) 62,65 39,60 25,55 54,29 15,58 9,50 -

275

Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan untuk kadar lemak dan karbohidrat dari No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral Kadar lemak bahan baku (%) 15,38 14,30 5,54 4,18 12,15 4,43 -

setiap bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan sebagai berikut : Jumlah bahan baku (%) 22 16 15 13 20 10 2 2 100% Kadar lemak bahan baku (%) 3,38 2,29 0,83 0,54 2,43 0,43 9,90%

Setelah itu lakukan perhitungan kadar karbohidrat bahan baku, karbohidrat dalam analisa proksimat merupakan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral Kadar karbohidrat bahan baku (%) 5,81 29,5 26,92 30,45 28,62 74,23 -

penjumlahan dari serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen.

Jumlah bahan baku (%) 22 16 15 13 20 10 2 2 100%

Kadar karbohidrat bahan baku (%) 1,28 4,72 4,04 3,96 5,72 7,42 27,14%

Dari hasil perhitungan diperoleh kandungan nutrisi dari formulasi pakan yang telah dibuat yaitu : Kadar protein : 35 %

Kadar Lemak : 9,9% Kadar Karbohidrat : 27,14%

276

Pada penjelasan tentang energi pada bab sebelumnya telah dijelaskan tentang nilai energi dari setiap bahan makanan dimana berdasarkan nilai Gross Energi (GE) diketahui 1 gram protein setara dengan 5,6 kkal/g, sedangkan untuk satu gram lemak adalah 9,4 kkal/g dan untuk satu gram karbohidrat adalah 4,1 kkal/g. Dengan berdasarkan nilai GE dapat dihitung nilai energi yang dapat dicerna oleh ikan yaitu 80% dari nilai GE maka 1 gram protein setara Protein Lemak Karbohidrat : : :

dengan 4,48 kkal/g, sedangkan untuk satu gram lemak adalah 7,52 kkal/g dan untuk satu gram karbohidrat adalah 3,28 kkal/g. Maka dalam komposisi pakan dengan kandungan protein 35% berarti dalam satu kilogram pakan terdapat 350 gram protein, 99 gram lemak dan 271,4 gram karbohidrat. Untuk memperoleh nilai jumlah energi dari formulasi pakan tersebut dilakukan penjumlahan nilai energi yang berasal dari protein, lemak dan karbohidrat yaitu :

350 gram X 4,48 kkal/gram = 1568,00 kkal 99 gram X 7,52 kkal/gram = 744,48 kkal 271,4 gram X 3,28 kkal/gram = 890,19 kkal + 3202,67 kkal

Maka protein energi ratio adalah 3202,67 dibagi 350 = 9,15.

Hal ini berarti dalam satu gram protein yang dihasilkan dari formulasi pakan tersebut diimbangi dengan energi sebesar 9,15 kkal, yang berarti energi yang diperoleh dari hasil perhitungan formulasi pakan tersebut sudah memenuhi kriteria kebutruhan ikan akan energi yaitu berkisar antara 8 – 10. 6.2.5. Metode worksheet Metode yang terakhir dan saat ini banyak digunakan oleh pembuat pakan adalah metode worksheet. Metode ini dapat menggunakan alat bantu komputer untuk menghitung jumlah bahan baku yang digunakan dengan membuat lembar kerja pada program microsoft excell. Data

kandungan nutrisi bahan baku dan jenis bahan baku yang akan digunakan dimasukkan dalam data tersebut dan berapa jumlah kebutuhan untuk setiap jenis bahan baku harus mengalikan antara persentase bahan baku yang digunakan dengan kandungan protein, lemak dan karbohidrat bahan baku, dengan program ini hanya membantu dalam perkalian antara kolom yang satu dengan kolam yang lainnya dengan program komputer. Prinsipnya adalah hampir sama dengan trial and error atau mau menggunakan metode apa saja untuk mengisi kolom jumlah bahan baku yang akan digunakan dimana pada metode ini perhitungan dapat dibantu dengan komputer. Metode ini dapat mempermudah para pembuat 277

formulasi untuk memperoleh formulasi pakan yang lengkap dengan kandungan energi dari formulasi pakan yang dibuat. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyusun formulasi pakan dengan metode worksheet adalah sebagai berikut : • Lakukan pemilihan terhadap jenis bahan baku yang akan digunakan dalam membuat pakan ikan. Misalnya akan dibuat pakan ikan Mas, ikan Mas ini merupakan salah satu jenis ikan berdasarkan kebiasaan makannya adalah ikan dari kelompok omnivora yaitu kelompok ikan pemakan segala. Oleh karena itu jenis bahan baku Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedelai Tepung keong mas Tepung terigu Tepung jagung Dedak Vitamin Mineral • Kadar protein (%) 65,8 35,8 52,8 15,3 7,8 13,3 Kadar lemak (%) 6,5 19,8 14,6 1,7 4,7 14,1 -

yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dapat bersumber dari hewani, nabati atau limbah hasil pertanian. Selain itu dengan menggunakan berbagai sumber bahan baku akan saling melengkapi kekurangan dan kelebihan zat nutrisi yang terkandung di dalam setiap bahan baku. Misalnya bahan baku yang akan digunakan adalah tepung ikan, tepung kedelai, tepung bekicot, tepung terigu, dedak, tepung jagung, vitamin dan mineral dengan komposisi zat nutrisi pada setiap bahan baku tersebut adalah seperti pada tabel dibawah ini. Kadar abu (%) 20,1 1,8 15,3 0,7 1,8 10,7 Kadar serat kasar (%) 0,8 4,9 0,7 0,8 2,6 8,5 Kadar BETN (%) 8,5 33,9 19,5 81,1 83,1 53,4 -

Dari tabel pada tahap sebelumnya tentukan terlebih dahulu jumlah setiap bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan mas dan kadar protein, lemak dan karbohidrat serta energi (kalori) pakan buatan yang akan dibuat. Misalnya kadar protein pakan adalah 35%, kadar lemak adalah

10% dan kadar karbohidrat kurang dari 40% dengan nilai energi (kalori) pakan buatan adalah 3500 sehingga ratio/perbandingan protein dan energi adalah 10. Buatlah perkiraan jumlah setiap bahan baku yang akan digunakan dengan cara menggunakan menggunakan 278

metode yang anda inginkan dan masukkan dalam kolom yang berisi jumlah bahan baku dan hitunglah kadar protein, lemak Jenis bahan baku Jumlah bahan baku (%) Kadar protein (%) 65,8 35,8 52,8 15,3 7,8 13,3 100 35

dan karbohidratnya. Adapun worksheet yang dibuat seperti tabel dibawah ini : Kadar lemak (%) 6,5 19,8 14,6 1,7 4,7 14,1 10 Kadar abu (%) 20,1 1,8 15,3 0,7 1,8 10,7 Kadar serat kasar (%) 0,8 4,9 0,7 0,8 2,6 8,5 Kadar BETN (%) 8,5 33,9 19,5 81,1 83,1 53,4 <40

Tepung ikan Tepung kedelai Tepung keong Tepung terigu Tepung jagung Dedak Vitamin Mineral Jumlah •

Langkah selanjutnya adalah menentukan jumlah bahan baku yang akan digunakan dan Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedelai Tepung keong Tepung terigu Tepung jagung Dedak Vitamin Mineral Jumlah Jumlah bahan baku (%) 20 15 10 10 15 25 2 3 100 Kadar protein (%) 65,8 35,8 52,8 15,3 7,8 13,3 35

dimasukkan dalam worksheet kedua seperti dibawah ini. Kadar lemak (%) 6,5 19,8 14,6 1,7 4,7 14,1 10 Kadar abu (%) 20,1 1,8 15,3 0,7 1,8 10,7 Kadar serat kasar (%) 0,8 4,9 0,7 0,8 2,6 8,5 Kadar BETN (%) 8,5 33,9 19,5 81,1 83,1 53,4 <40

Hitunglah kandungan protein, lemak, serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen dari perkiraan formulasi di atas

sampai dioeroleh nilai seperti yang diinginkan dengan menggunakan metode coba-coba atau sesuai keinginan pembuat formulasi. Dan letakkan hasil 279

perhitungannya pada bagian sudut kanan setiap kandungan Jumlah bahan baku (%) 20 15 10 10 15 25 2 3 100 Kadar protein (%) 65,8 13,16 35,8 5,37 52,8 5,28 15,3 1,53 7,8 1,17 13,3 3,33 30 29,84

nutrisi bahan baku worksheet dibawah ini : Kadar lemak (%) 6,5 1,3 19,8 2,97 14,6 0,14 1,7 0,17 4,7 0,71 14,1 3,53 10 8,11 Kadar abu (%) 20,1 1,8 15,3 0,7 1,8 10,7 Kadar serat kasar (%) 0,8 4,9 0,7 0,8 2,6 8,5 -

seperti

Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedelai Tepung keong Tepung terigu Tepung jagung Dedak Vitamin Mineral Jumlah

Kadar BETN (%) 8,5 0,17 33,9 5,09 19,5 1,95 81,1 8,11 83,1 12,47 53,4 13,35 <40 41,14

Dari hasil perhitungan dengan menggunakan bantuan komputer dengan program excell (misalnya kolom 2 dikalikan dengan kolom 3 dibagi 100) atau dengan menggunakan perhitungan matematika biasa dalam metode coba-coba dimana jumlah bahan baku dikalikan dengan kadar protein dibagi 100, begitu juga dengan kadar lemak dan karbohidrat (Bahan ekstrak tanpa nitrogen). Dari hasil perhitungan itu ternyata hasil yang diperoleh belum sesuai dengan keinginan penyusun pada awalnya maka harus dilakukan perhitungan

ulang sampai diperoleh nilai yang pas dengan rencana. Pada perhitungan tersebut diperoleh kadar protein yang kurang dari 35%, begitu juga dengan kadar lemak sedangkan karbohidratnya berlebih, maka dalam menghitung kebutuhan jumlah bahan baku selanjutnya harus ditambahkan bahan baku yang mempunyai kadar protein tinggi dan mengurangi bahan baku yang kandungan karbohidratnya tinggi. Oleh karena itu harus dibuat kembali worksheets selanjutnya seperti dibawah ini :

280

Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedelai Tepung keong Tepung terigu Tepung jagung Dedak Vitamin Mineral Jumlah

Jumlah bahan baku (%) 26 12 17 10 10 20 2 3 100

Kadar protein (%) 65,8 17,11 35,8 4,29 52,8 8,97 15,3 1,53 7,8 0,78 13,3 2,66 35 35, 34

Kadar lemak (%) 6,5 1,69 19,8 2,38 14,6 2,48 1,7 0,17 4,7 0,47 14,1 2,82 10 10,01

Kadar abu (%) 20,1 1,8 15,3 0,7 1,8 10,7 -

Kadar serat kasar (%) 0,8 4,9 0,7 0,8 2,6 8,5 -

Kadar BETN (%) 8,5 2,21 33,9 4,07 19,5 3,32 81,1 8,11 83,1 8,31 53,4 10,64 <40 36,66 sebagai

Setelah diperoleh kadar nutrisi bahan baku pakan sesuai dengan rencana langkah selanjutnya adalah menghitung nilai energi dari Protein Lemak Karbohidrat : : :

komposisi berikut :

bahan

baku

353,4 gram X 4,48 kkal/gram = 1583,23 kkal 100,1 gram X 7,52 kkal/gram = 752,75 kkal 366,6 gram X 3,28 kkal/gram = 1202,45 kkal + 3538,48 kkal

Maka protein energi ratio adalah 3538,48 dibagi 350 = 10,1 Hal ini berarti dalam satu gram protein yang dihasilkan dari formulasi pakan tersebut diimbangi dengan energi sebesar 10,1 kkal, yang berarti energi yang diperoleh dari hasil perhitungan formulasi pakan tersebut sudah memenuhi kriteria kebutuhan ikan akan energi yaitu berkisar antara 8 – 10.

281

6.3

PROSEDUR PEMBUATAN PAKAN

Setelah ditentukan komposisi bahan baku yang akan dibuat pakan buatan dengan menggunakan salah satu metode, langkah selanjutnya adalah melakukan pembuatan pakan ikan. Prosedur dalam pembutan pakan ikan dapat dikelompokkan berdasarkan skala usahanya yaitu: 1. Skala besar yaitu pembuatan pakan ikan secara besar/pabrikasi 2. Skala sedang yaitu pembuatan pakan untuk memenuhi kegiatan produksi dengan peralatan sedang 3. Skala kecil yaitu pembuatan pakan secara sederhana dengan menggunakan peralatan rumahtangga. Dalam proses pembuatan pakan ikan diperlukan beberapa peralatan baik untuk skala pabrikasi, sedang dan skala rumah tangga. Adapun peralatan yang digunakan dapat dikelompokkan menjadi : 1. Alat penepung (grinding) 2. Alat pencampur (mixing) 3. Alat pengukus / pemanas (steaming) 4. Alat pencetak (pelleting) 5. Alat pengering (drying) 6. Alat pengepak/pengemasan (packing) Alat penepung (Grinding) Alat penepung digunakan untuk membuat semua bahan baku yang akan digunakan berubah menjadi tepung. Seperti penjelasan

sebelumnya, sebelum membuat pakan diharuskan untuk memilih jenis-jenis bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan. Jenis-jenis bahan baku yang telah dipilih dan ditentukan jumlahnya berdasarkan hasil perhitungan formulasi pakan pada materi sebelumnya, selanjutnya dilakukan proses penepungan terhadap bahan-bahan baku tersebut. Bahan baku yang akan dibuat menjadi pakan buatan semuanya harus dalam bentuk tepung karena jika ada bahan baku yang tidak dalam bentuk tepung akan terjadi campuran bahan baku yang tidak homogen dan akan menyebabkan pakan yang akan dibuat tidak dapat menggumpal dengan baik. Penghalusan bahan baku sampai menjadi tepung ini menggunakan alat bantu penepungan . Penepungan bahan baku harus dilakukan agar proses pembuatan pakan sesuai prosedur. Bahan baku untuk pembuatan pakan buatan pada umumnya adalah bahan baku kering. Ukuran tepung untuk bahan baku pakan buatan dalam bentuk pellet sebaiknya berukuran kurang dari 0,6 mm, agar daya ikat antar partikel bahan baku lebih kuat sehingga tidak mudah larut dalam air. Untuk mendapatkan ukuran tepung yang diinginkan tersebut kita dapat mengatur saringan yang terdapat pada alat penepung dengan cara mengganti/menukar saringannya sesuai dengan yang diinginkan. Namun perlu diingat dalam menggunakan saringan pada alat penepung sebaiknya bertahap, yaitu saringan yang digunakan 282

Hal ini perlu diperhatikan agar dalam proses penepungan tidak terjadi kemacetan pada mesin yang dapat mengakibatkan kerusakan mesin.1) dan hammer mill (Gambar 6.pertama kali harus saringan yang paling kasar sampai yang terakhir saringan yang paling halus atau ukuran saringan yang diinginkan. Disc mill dan hammer mill ini dibuat dengan berbagai macam kapasitas produksi bergantung pada keinginan pemakai alat ini bisa digunakan untuk skala pabrikasi . Sedangkan hammer mill adalah alat penepung yang bekerja dengan cara prinsip palu yaitu memukul suatu bahan baku yang akan ditepung pada sistem saringan yang berfungsi sebagai lempengan plat yang akan terpukul semua bahan baku dan tersaring pada saringan tersebut. Peralatan yang digunakan pada proses penepungan menggunakan saringan adalah menggunakan alat penepung disk mill (Gambar 6. Bahan baku yang akan ditepung berada pada dua kepingan logam tersebut. Gambar 6. Kapasitas produksi 283 Gambar 6. Hammer Mill Disc mill adalah alat penepung yang bekerja dengan cara berputarnya suatu pasangan piringan logam baja yang satu berputar sedangkan yang lainnya sebagai landasan. skala menengah atau skala rumah tangga.2.2). Disk mill . kemudian bahan baku yang telah dihancurkan akan dilakukan proses penyaringan dalam peralatan ini secara langsung. Ada dua jenis alat yang dapat digunakan untuk melakukan penepungan bahan baku.1.

4.3) maupun horizontal (horizontal mixer) (Gambar 6.4). Hal ini bertujuan agar semua bahan baku tersebut dapat tercampur secara homogen. Beberapa zat antinutrisi yang terdapat pada beberapa bahan baku pakan menurut 284 . Dimana dengan perlakuan pemanasan zat antinutrisi ini akan menjadi tidak aktif dan dapat meningkatkan pemakaian nutrien tersebut. Vertical mixer Gambar 6.peralatan ini mulai dari 1kg perjam sampai satu ton perjam. Proses pencampuran bahan baku menjadi suatu campuran yang homogen dapat dilakukan dengan menggunakan alat pencampur baik alat pencampur vertikal (Vertical mixer) (Gambar 6. Pemakaian jenis alat pencampur ini sangat bergantung kepada kapasitas produksi .3. Proses pencampuran bahan baku harus dilakukan dengan cara mencampur bahan baku yang jumlahnya paling sedikit kemudian secara bertahap ditambahkan jenis bahan baku lainnya yang jumlahnya semakin banyak. Gambar 6. Pencampuran bahan baku kering yang sempurna akan sangat berpengaruh terhadap kekompakan bahan baku tersebut jika sudah dicampur dengan air menjadi adonan dan siap dibentuk sesuai keinginan. Horizontal mixer Alat pemanas/pengukus Alat pemanas ini biasanya dilakukan jika dalam membuat pakan ikan menggunakan beberapa bahan baku yang mengandung zat antinutrisi. Alat pencampur Setelah penepungan bahan baku dilakukan terhadap semua jenis bahan baku yang akan digunakan untuk pembuatan pakan buatan adalah melakukan penimbangan ulang bahan baku sesuai dengan formulasi yang telah ditentukan sebelumnya. dilakukan proses pencampuran. Selanjutnya bahan baku yang telah ditimbang tersebut selesai.

dipanaskan dan dimasak Dibuat larutan ekstrak Menambahkan garam besi atau phytase Dehulling Goitrogens Antivitamin D Antivitamin E Thiaminase Estrogens (isoflavon) Gossipol Tannin Cyanogens Mimosine Direndam dalam air selama 12 jam Daun direndam selama 24 jam Peroksida Phytates Penyimpanan yang jelek Tepung biji kapas. merusak sel hepatopankreas udang Mengikat protein dan vitamin Mengikat protein dan mineral dan mengurangi daya gunanya Bahan pakan Kedele dan berbagai legumes Kedele dan berbagai legumes Kedele dan berbagai legumes Kedele dan berbagai legumes Kedele dan berbagai legumes Ikan mentah kerang dan kedele Tanaman glycoside Tepung biji kapuk Kacang-kacangan dan legumes Daun singkong Daun ipil-ipil Perbaikan Pemanasan pada suhu 175-195oC atau dimasak selama 10 menit Merebus di dalam air/ dimasukkan dalam autoclave selama 30 menit Diuapkan dan atau dimasukkan dalam autoclave selama 10-30 menit Diautoclave atau direbus selama 30 menit Diautoclave Diautoclave. 2000) Zat antinutrisi Trypsin inhibitor Lectins Aksi merugikan Mengikat trypsin untuk membentuk senyawa inaktif Menghancurkan sel darah merah Menghambat penyerapan iodine kedalam kelanjar thyroid Mengikat vitamin D membuatnya tidak bermanfaat Mengurangi kontribusi vitamin E Merangsang penghancuran thiamin (Vit B1) Mengganggu reproduksi Mengikat phosphor dan beberapa protein Mengikat protein dan menghambat pencernaan trypsin Melepaskan racun asam hydrocyanic Mengganggu sintesis enzim pada hati. kedele dan legumes Penyimpanan diperbaiki Dehulling 285 . Tabel 6.8.Millamena et al (2000) dapat dilihat pada Tabel 6. Bahan baku pakan yang mengandung zat antinutrisi.8. Zat antinutrisi ini misalnya pada bahan baku kedele mentah atau jenis-jenis legumes dapat mempengaruhi laju pencernaan bahan tersebut di dalam sistem pencernaan ikan. dan cara menghilangkan zat antinutrisi (Millamena et al.

Pada industri skala menengah biasanya menggunakan oven listrik sedangkan pada industri skala besar pakan buatan yang dibuatnya menggunakan alat pencetak yang lengkap dengan alat pemanas (steam) sehingga pellet yang dihasilkan sudah dalam bentuk pellet kering.6) dan skala besar/pabrikasi dengan menggunakan alat pelleting otomatis (gambar 6. Alat pengering Pada skala usaha rumahtangga alat yang digunakan untuk mengeringkan pakan buatan adalah sinar matahari atau oven biasa. Bentuk pakan buatan yang biasa di buat adalah pakan kering dalam bentuk pellet dan ukuran pakannya disesuaikan dengan peruntukkan ikan. Panjang dan diameter pellet ini dapat diatur sesuai dengan kebutuhan (Gambar 6. Bentuk alat pencetak ini sangat bergantung pada bentuk pakan buatan yang akan dicetak. Alat pengiling daging 286 . sedangkan skala menengah dapat menggunakan alat pelleting (Gambar 6. Alat pencetak (pelleting) untuk skala rumah tangga dapat digunakan alat pengiling daging (Gambar 6.Alat pencetak Alat pencetak adalah alat yang digunakan untuk mencetak pakan buatan.8).6 ) Gambar 6. Prosedur pembuatan pakan skala besar/pabrikasi Pada skala besar dimana biasanya menggunakan peralatan yang cukup canggih dan lengkap dengan skala produksi dapat mencapai 1-20 ton perhari.5.7).5). Adapun langkah pengerjaan pakan ikan ini dilakukan dengan alur proses seperti Gambar dibawah ini (Gambar 6.

ukuran pellet ini berkisar antara 1 – 22 mm. mineral dan minyak sebagai sumber lipid biasanya ditambahkan setelah semua bahan tercampur sempurna (homogen) kemudian dibiarkan selama 15 menit. bahan baku tersebut menjadi tepung. Langkah selanjutnya adalah mecetak pellet menjadi bentuk pellet dengan ukuran yang telah ditentukan (pellleting). Alur proses pembuatan pakan skala pabrikasi Tahap awal dalam pabrik pakan skala pabrikasi dilakukan persiapan bahan baku dimana semua bahan baku di pabrik disimpan pada alat yang disebut silo (Gambar 6.7).7. Bahan baku yang dibuat menjadi tepung adalah bahan baku dalam bentuk kering.Gambar 6. Jika bahan baku masih dalam bentuk mentah maka dilakukan proses penepungan terlebih dahulu sampai semua jenis .6. Silo Setiap bahan baku yang disimpan dalam silo ada yang sudah ditepung terlebih dahulu atau masih dalam bentuk bahan mentah. Bahan-bahan tambahan seperti vitamin. sebelum bahan baku kering tersebut dilakukan pencampuran harus dilakukan penimbangan terlebih dahulu terhadap bahan baku tersebut sesuai dengan formulasi yang telah disusun sebelumnya. Setelah semua bahan baku menjadi tepung langkah kedua adalah melakukan pencampuran bahan baku (mixing). Pada skala pabrik 287 Gambar 6. Proses tahap awal ini biasa disebut milling.

Dalam melakukan pengemasan pakan buatan dibutuhkan alat untuk memasukkan pakan langsung ke dalam kantong kemasan dan dilakukan penjahitan pada kantong bagian dalam dan bagian luar. Bagian kantong plastik itulah yang membuat pellet/pakan buatan terisolasi dari udara bebas. transparan. kemudian dilakukan penjahitan kantong kemasan dengan 288 . maka pakan buatan harus dikemas dengan rapi dan terisolasi dengan udara bebas. Pengemasan pakan Pengemasan/pengepakan pakan buatan merupakan tahap akhir dari proses pembuatan pakan sebelum didistribusikan kepada konsumen. Kantong kertas semen ini merupakan bagian luar dari kantong kemasan. Langkah terakhir dalam proses pembuatan pakan adalah pengemasan dan penyimpanan pakan. sedangkan pada bagian dalamnya merupakan kantong plastik tipis dan transparan. Mesin yag digunakan untuk mengemas pakan ini dilakukan secara otomatis. Jenis bahan kemasan yang lainnya adalah dari kertas semen yang dibuat seperti kantong dan biasanya digunakan untuk mengemas pakan yang mempunyai berat antara 5–10 kg. pengemasan yang baik akan dapat meningkatkan daya simpan pakan buat semakin lama sebelum dijual dan tetap mempertahankan kualitas pakan buatan. agar pakan buatan yang sudah kering sampai kadar airnya berkisar antara 10 – 12% sebelum dijual atau digunakan oleh konsumen dan tetap terjaga kadar airnya didalam kemasan sehingga pakan buatan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama dengan kualitas tetap terjaga. Dengan pengemasan yang benar akan sangat menentukan daya simpan pakan buatan . Dalam skala pabrikasi pellet yang telah tercetak biasanya langsung dikemas dalam prosesnya dibuat secara berangkai dengan proses pencetakan pellet. sehingga tidak terkontaminasi. sedangkan karung plastik anyaman merupakan pelindung agar kantong plastik tidak mudah bocor serta memudahkan dalam pengangkutan. Pada pengemasan skala pabrik semua alat pengemasan sudah terangkai menjadi satu pada saat pakan buatan masuk kedalam kantong kemasan langsung dilakukan penjahitan otomatis pada kemasan tersebut.pellet yang telah tercetak akan langsung masuk kedalam mesin uap (steam) yang sudah terangkai secara pararel dengan peralatan pellleting. Pengemasan pakan buatan dapat dilakukan secara langsung dari proses pembuatan pakan. mudah Bahan yang umum digunakan untuk mengemas pakan buatan antara lain adalah karung plastik anyaman untuk bagian luar sedangkan untuk bagian dilapisi kantong plastik tipis. Tetapi pada beberapa perusahaan kecil proses pengemasan dilakukan secara manual dengan memasukkan pakan buatan kedalam kantong dan ditimbang beratnya secara manual. Oleh karena itu.

5. Penyimpanan pakan Proses terakhir dari suatu usaha pembuatan pakan adalah penyimpanan. 2. Kadar air pakan yang akan disimpan sebaiknya tidak lebih dari 10% agar tidak diserang jamur dan serangga. Dalam menyimpan pakan buatan ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi stabilitas nutrient pakan yang disimpan antara lain adalah : 1. Kelembaban relatif ruangan penyimpanan pakan sebaiknya kurang dari 65%. 3. jika lebih dari 65% akan cepat merangsang pertumbuhan jamur dan serangga. pakan buatan padaumumnya mengandung lemak. Suhu ruangan yang ideal untuk menyimpan pakan adalah 20oC. Jumlah pakan buatan dalam setiap kantong kemasan berbeda mulai dari ukuran 5 kg perkemasan sampai 50 kg perkemasan. Dengan tidak adanya udara bebas dalam kantong kemasan maka mikroorganisme perusak pakan buatan tidak dapat tumbuh sehingga pakan buatan yang dikemas dengan prosedur yang benar akan mampu disimpan dalam jangka waktu 90-100 hari. Suhu ruangan penyimpanan pakan yang tinggi akan merusak dan mengurangi ketersediaan nutrient pakan. Dengan adanya ventilasi yang cukup akan terdapat pergantian udara yang cukup didalam ruangan penyimpanan yang akan mengakibatkan rendahnya suhu didalam ruangan. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat ruangan penyimpanan yang banyak terdapat ventilasi. selama proses penyimpanan lemak yang terdapat didalam pakan jika ruangan tidak memenuhi syarat maka lemak yang terkandung didalam pakan akan mengakibatkan proses peroksidasi lemak terjadi dan pakan akan tengik dan bau busuk. Ukuran kemasan 5 kg – 10 kg biasanya digunakan untuk mengemas pakan buatan untuk ikan dalam kelompok larva/benih. Kadar lemak dalam pakan. Berdasarkan beberapa hal tersebut diatas maka dalam melakukan proses penyimpanan pakan buatan ada beberapa prosedur yang harus dilakukan dalam menyimpan pakan buatan dalam bentuk kering yaitu : 289 .menggunakan mesin jahit portable untuk plastik kemasan. 4. Supply oksigen di dalam ruangan penyimpanan harus mencukupi. sedangkan kemasan 25 kg – 50 kg biasanya digunakan untuk mengemas pakan buatan untuk ikan kelompok grower/pembesaran dan induk ikan. Pakan buatan yang dikemas dalam kemasan yang benar akan mempunyai daya simpan yang relatif lebih panjang daripada pakan yang tidak dikemas dengan benar. Penyimpanan pakan buatan yang telah dibuat harus dilakukan dengan benar agar pakan yang telah dibuat tidak mengalami kemunduran mutu pakan.

hal ini dapat mengakibatkan rusak dan hancurnya pakan buatan. dimana tahapannya dimulai dari : 1. Pencampuran adonan kering dan basah 7. Pengemasan pellet 10.1. Penepungan bahan baku (grinding) 3. Tumpukan kemasan pakan dalam tempat penyimpanan pakan sebaiknya tidak lebih dari enam tumpukan. Sebaiknya ruang penyimpanan pakan berhubungan langsung dengan sinar matahari. Kesepuluh tahapan prosedur pembuatan pakan ini harus dilakukan untuk memperoleh pakan buatan yang sesuai dengan keinginan. Pencetakan (pelleting) 8. Pencampuran bahan baku (mixing) 6. 2. Penimbangan bahan baku (weighing) 5. Kemasan pada pakan harus terdapat label pakan dan kandungan nutrisi yang terdapat pada pakan serta masa kadaluarsa pakan tertera pada kemasan (tanggal kadaluarsa pakan) 3. Pengayakan bahan baku (screening) 4. aman dan memiliki ventilasi yang baik. 4. kutu dan abu serta sirkulasi udara dari bawah cukup baik. kering. Bentuk pakan buatan yang akan dibuat mempunyai ukuran sesuai dengan kebutuhan ikan. Pengeringan pellet 9.2. Lama penyimpanan pakan buatan didalam ruang penyimpanan sebaiknya tidak lebih dari tiga bulan. Langkah pertama dilakukan pada saat sebelum menyusun formulasi pakan dan pemilihan bahan baku pada saat akan dilakukan proses pembuatan pakan adalah dengan memilih bahan baku yang bermutu agar pakan yang akan dibuat juga menghasilkan bentuk pakan yang sesuai. Para pembudidaya ikan yang akan membuat pakan ikan biasanya menggunakan acuan seperti Tabel 6. Gunakan pakan yang diproduksi terlebih dahulu baru pakan yang diproduksi selanjutnya (First infirst out) 5. Jangan berjalan diatas tumpukan pakan. Pemilihan bahan baku 2. dan jarak palet yaitu kayu tempat meletakkan pakan dalam ruang penyimpanan berjarak 12 – 15 cm dari dasar lantai agar tidak terjadi kerusakan pakan yang ada didasar oleh serangga. 290 . Ruang penyimpanan pakan harus bersih. Prosedur pembuatan pakan skala menengah atau rumah tangga Proses rumah pembuatan pakan tangga dengan skala skala menengah tidak jauh berbeda. Penyimpanan pakan buatan.

0 2. Bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan semua harus dalam bentuk tepung dan semuanya harus berukuran sama.35 2–5 5 – 12 12 – 20 20 – 30 Tipe pakan Diameter pakan (mm) 1. Acuan bentuk dan tipe pakan buatan untuk ikan budidaya (Millamena et al. Hal ini dilakukan jika bahan baku yang digunakan sebagai perekat misalnya kanji dan untuk meningkatkan tingkat kecernaan kanji tersebut dalam pakan ikan maka kanji tersebut dibuat adaonan basah yang terpisah dari bahan baku lainnya. Hal ini harus dilakukan pada semua bahan baku yang akan digunakan sampai ukuran partikel bahan baku tersebut semuanya sama.Jika menggunakan adonan basah dalam membuat pakan ikan maka harus dilakukan pencampuran antara bahan kering dan bahan basah tersebut sampai benar-benar diperoleh campuran yang homogen. Pada skala rumah tangga biasanya para pembudidaya membeli bahan baku dalam bentuk tepung tetapi ukuran tepungnya berbeda.0 5.Tabel 6. Bahan baku yang telah menjadi tepung selanjutnya dilakukan penimbangan sesuai dengan formulasi pakan yang telah dibuat sebelumnya dan diletakkan dalam wadah yang terpisah. Kemudian dilakukan pencampuran bahan baku dari mulai bahan baku yang paling sedikit sampai yang terbanyak.2. Hal ini dilakukan agar semua bahan baku tersebut tercampur secara homogen. minimal pencampuran dilakukan selama lima menit.0 Panjang pakan (mm) 2–3 3–5 5 -7 Starter Grower Grower Finisher Finisher Setelah penyusunan bahan baku selesai dibuat langkah selanjutnya adalah melakukan penepungan setiap jenis bahan baku. Jika menggunakan alat pencampur mixer maka bahan baku yang dicampur kedalam alat tersebut adalah bahan baku kering. Pada proses skala rumah tangga dapat dilakukan pencampuran bahan baku kering dan pencampuran bahan baku basah. Dengan cara melakukan pemanasan kanji dengan air seperti membuat lem (sebagai acuan dapat digunakan 50 gram kanji dimasak dalam 200 ml air untuk membuat adonan pakan sebanyak 1000 gram) sampai kanji tersebut lengket seperti jelli.0 7. Untuk melihat apakah campuran 291 .0 3. Saringan yang digunakan adalah saringan yang mempunyai ukuran khusus tepung. 2000) Ukuran ikan (gram) < 0. Oleh karena itu harus dilakukan penyaringan semua jenis bahan baku tersebut dengan menggunakan saringan atau ayakan khusus tepung.

Proses pengeringan dengan menggunakan sinar matahari bisa memakan waktu 2-3 hari jika sinar matahari bersinar sepanjang hari. Uji pakan secara biologi 6. Setelah pakan buatan dicetak dan dikeringkan langkah selanjutnya adalah melakukan pengemasan dan penyimpanan pakan ikan seperti yang dilakukan pada skala pabrikasi.4. Pakan buatan yang akan diberikan kepada ikan air ada berbagai macam bentuk antara lain adalah tepung. Uji coba terhadap pakan ikan dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu : 1. Jika anda bertujuan untuk menjual produk pakan ikan kepada masyarakat dan dilakukan sebagai suatu usaha produksi pakan ikan maka pakan ikan yang telah dibuat harus dilakukan uji coba terhadap pakan yang telah dibuat tersebut.tersebut benar-benar tercampur buatlah bentuk adonan tersebut bolabola dan adonana tersebut sudah tidak lengket ditangan. Pada uji secara kimia bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi pada pakan buatan yang telah dibuat 292 . Uji pakan secara fisik 3. Oleh karena itu kita akan membahas dalam subbab selanjutnya tentang uji coba pakan ikan. uji secara fisik dan uji secara biologis. Hal ini bertujuan agar pakan yang dibuat mempunyai daya simpan lama dan proses pembusukan dihambat karena kadar air dalam bahan pakan sangat rendah. UJI COBA PAKAN IKAN Pakan ikan yang akan digunakan oleh ikan budidaya harus dilakukan ujicoba terhadap pakan tersebut. Uji coba pakan yang telah dibuat sebelum digunakan oleh ikan yang akan mengkonsumsi pakan tersebut adalah uji secara kimia. Bentuk pellet ada berbagai macam ukuran mulai dari 1 mm sampai 5 mm sesuai dengan peruntukkannya. 6. remahan dan pellet. Pengujian tersebut sebaiknya dilakukan untuk mendapatkan validitas data uji coba terhadap pakan buatan yang akan digunakan.1 Uji Pakan secara Kimia Uji pakan ikan secara kimia dapat dilakukan jika memiliki peralatan analisa proximat yang lengkap. Pakan tersebut kemudian dikeringkan dengan menggunakan alat pengering atau dengan menggunakan sumber panas alami yaitu sinar matahari. Proses selanjutnya setelah pakan buatan dicetak adalah melakukan pengeringan terhadap pakan yang telah dicetak. Setelah dilakukan pencampuran bahan baku secara homogen langkah selanjutnya adalah membuat pakan buatan sesuai dengan bentuk pakan buatan yang ditentukan. Hal ini dilakukan agar pakan yang akan digunakan tersebut memberikan hasil yang optimal sesuai dengan standar produk pakan ikan. Jika menggunakan alat pengering hanya beberapa jam saja tergantung suhu pemanasan didalam oven sampai kadar air dalam pakan tersebut adalah kurang dari 10%. Uji pakan secara kimia 2.4.

Peralatan yang digunakan untuk melakukan uji kadar air adalah oven dan peralatan gelas. Prinsip pengujian kadar air dilaboratorium adalah bahan makanan (pellet) dipanaskan pada suhu 105 – 110oC. kadar protein pellet yang dibuat harus benarbenar disesuaikan dengan ukuran ikan dan jenis ikan yang akan mengkonsumsi pakan tersebut. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 6. Uji kadar air.8. Alat pengukur kadar air 2.9. Uji pakan secara kimia meliputi : 1. Gambar 6. Hal ini sangat penting karena pakan buatan tidak langsung dikonsumsi oleh ikan setelah diproduksi tetapi disimpan beberapa saat. Cara ini adalah dengan menentukan kadarN-nya kemudian mengalikan dengan protein 6. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 6.pakan sesuai dengan formulasi pakan yang disusun. Prinsip pengujian kadar protein di laboratorium adalah dengan menggunakan cara Kyeldahl yaitu menentukan kadar protein secara tidak langsung. Peralatan yang digunakan untuk mengukur kadar protein pakan ikan dengan peralatan semi mikrokjeldahl . dengan pemanasan tersebut maka air akan menguap. Uji kadar protein. 293 . kadar air yang baik untuk pellet/pakan buatan adalah kurang dari 12%.25.8. Uji coba ini sangat berguna bagi konsumen dan juga sebagai pengawasan mutu pakan yang diproduksi.

Hal ini dikarenakan jika kadar lemak dalam pakan tinggi akan mempercepat proses ketengikan pakan buatan. Uji kadar lemak. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 6.10. kadar lemk dalam pakan buatan menurut hasil penelitian sebaiknya kurang dari 8%. Peralatan pengukuran kadar lemak 294 .9. Uji inimenggunakan alat yang disebut Soxhlet.10. Prinsip pengujian kadar lemak adalah bahan makanan akan larut di dalam petrelium eter disebut lemak kasar. Gambar 6. Peralatan pengukuran kadar protein 3.Gambar 6.

Serat kasar ini diperlukan untuk menambah baik srtuktur pellet. Pada suhu tersebut semua bahan organik akan menguap dan yang tertinggal hanya bahan anorganik yaitu abu. Prinsip pengujian kadar abu ini adalah bahan makanan dilakukan pemanasan didalam tanur listrik yang bersuhu 600oC.11. Kadar abu. Kandungan serat kasar yang terlalu tinggi pada pakan buatan akan mempengaruhi data cerna dan penyerapan didalam alat pencernaan ikan. Peralatan yang digunakan untuk melakukan pengukuran kadar serat kasar adalah peralatan soxlet ditambah dengan peralatan lainnya. Peralatan untuk melakuakn pengukuaran kadar abu dilakukan dengan menggunakan tanur listrik.11. kadar serat kasardalam pakan buatan menurut hasil penelitian sebaiknya adalah kurang dari 7%. Kadar abu ini merupakan bahan anorganik. Untuk 295 . Peralatan pengukuran kadar serat kasar 5. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 6. jika kadar abu tinggi dalam pakan buatan berarti pakan buatan tersebut tidak akan memberikan pertumbuhan yang baik untuk ikan. Kadar Serat kasar.4. Gambar 6. kadar abu dalam pakan buatan sebaiknya kurang dari 12%. Prinsip pengujian kadar serat kasar adalah menentukan zat organik yang tidak larut dalam asam kuat dan basa kuat dan disertai pemanasan.

Prinsip : Air akan menguap seluruhnya jika bahan makanan dipanaskan pada suhu 105–110 oC. Adapun prosedur yang dapat dilakukan dalam melakukan uji coba secara kimia yang disebut dengan melakukan uji analisa proksimat dapat menggunakan beberapa metode. Peralatan : Botol timbang bertutup/cawan Dessiccator/Eksikator Oven Neraca analitik Langkah Kerja 1 : 1.12. .lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 6. Peralatan pengukuran kadar abu. Adapun prosedur yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : Pengukuran Kadar Air Pengukuran kadar air pakan ikan atau bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dapat dilakukan dengan cara pemanasan yang biasa disebut dengan Metode Gravimetri. 3. dinginkan dalam eksikator selama 10 menit dan ditimbang (x1).X2 Kadar air (%) = X100% a Prosedur pengukuran kadar air dapat dilakukan berdasarkan prrosedur Standar Nasional Indonesia (SNI).12. 4. Timbang bahan/contoh yang telah dihaluskan sebanyak 2 – 3 gram (a) lalu dimasukkan kedalam cawan X1 . Dibawah ini akan diuraikan beberapa metode yang dapat dilakukan dalam melakukan pengukuran beberapa parameter uji kimia pakan ikan. Hitunglah persentase kadar air bahan yang dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut : (X1 + a) . Cawan dan bahan dipanaskan dalam oven selama 4 – 6 jam pada suhu 105 – 110o C.02 gram). lakukan pemanasan kembali dalam oven selama 30 menit. dengan menggunakan pengukuran dengan SNI yang merupakan suatu 296 Gambar 6. Cawan dipanaskan dalam oven pada suhu 105 – 110o C selama 1jam. dinginkan dalam eksikator kemudian timbang. dinginkan dalam eksikator dan timbang. lakukan hal tersebut sampai tercapai berat yang konstan (selisih penimbangan berturutturut kurang dari 0. 2.

lalu abukan dalam tanur listrik pada suhu maksimum 550o C sampai pengabuan sempurna (sekali-kali pintu tanur dibuka sedikit. Dinginkan dalam eksikator. 2. Prinsip : Bahan makanan jika dilakukan pemanasan didalam tanur listrik yang bersuhu 600o C. Dinginkan dalam eksikator 4. lalu timbang sampai bobot tetap 297 X 100% Pengukuran kadar abu pakan ikan atau bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dapat dilakukan dengan cara pemanasan yang biasa disebut dengan Metode Gravimetri. Hitunglah persentase kadar abu bahan yang dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut : Kadar Abu (%) = X2 – X1 a Langkah kerja SNI : 1. 4. Keringkan pada oven suhu 105oC selama 3 jam 3. Timbang bahan/contoh yang kering sebanyak 2 – 3 gram (a) lalu masukkan ke dalam cawan X1. Timbang dengan seksama 2-3 g contoh kedalam cawan porselen yang telah diketahui bobotnya 2. maka zatzat organik akan diuraikan menjadi air dan CO2 yang tertinggal hanya bahan anorganik yaitu abu. Dinginkan dalam eksikator selama 15 menit dan timbang cawan dan abu tersebut (X2). 5.standar dalam melakukan pengukuran yang telah diakreditasi secara internasional yang disebut dengan ISO 17025 mengenai Internasional Standar Operational untuk kegiatan laboratorium. 2. 3. Langkah Kerja SNI : 1. Timbang (W). Arangkan di atas nyala pembakar. ulangi pekerjaan ini hingga diperoleh bobot tetap Perhitungan : W Kadar air = X 100% W1 Pengukuran Kadar Abu Peralatan : Cawan porselen Tanur listrik Neraca analitik Dessicator/eksikator Langkah Kerja 1 : 1. Oleh karena itu bagi para penguji yang laboratoriumnya telah mendapatkan sertifikat ini akan menggunakan prosedur pengujian dengan prosedur SNI. Timbang dengan seksama 1-2 g cuplikan pada sebuah botol timbang bertutup yang sudah diketahui bobotnya (W1). Masukkan cawan dan bahan kedalam oven pengabuan/tanur dengan cara dipanaskan dengan suhu 550 – 600 o C sampai menjadi abu dan berwarna putih (selama 3 – 6 jam). agar oksigen bisa masuk) 3. . Cawan dipanaskan dalam oven pada suhu 105 – 110 o C selama 1jam. dinginkan dalam eksikator selama 10 menit dan ditimbang (X1).

dan jika kadar lemak dalam bahan pakan atau pakan ikan cukup banyak maka bahan pakan dan pakan itu harus dilakukan hidrolisis terlebih dahulu dan metode yang digunakan adalah metode weibull. 4. 3. Panaskan cawan labu yang dihubungkan dengan soxhlet di atas water bath sampai cairan dalam soxhlet terlihat bening. 7. dinginkan dalam eksikator selama 10 menit dan timbang (X1). 5. apabila setelah 4 jam ekstraksi belum sempurna pemanasan dapat dilanjutkan selama 2 jam lagi. Prinsip : Bahan makanan yang larut di dalam petrelium eter. Pemanasan ini berlangsung selama 2 – 4 jam. Timbang bahan/contoh sebanyak 2 – 5 gram (bahan sebaiknya dalam bentuk halus dan kering). Metode soxlet digunakan jika bahan baku pakan atau pakan ikan mengandung kadar lemak yang relatif tidak terlalu banyak. Cawan labu dipanaskan dalam oven pada suhu 105 – 110 oC selama 15 –60 menit. 2. kemudian didinginkan dalam eksikator 298 . dan dibungkus dengan kertas saring/kertas filter dalam bentuk silinder (a). Masukkan selongsong kertas filter kedalam tabung ekstraksi dan diberi pemberat serta dihubungkan dengan kondensor/pendingin . atau ekstraksi lemak bebas dengan pelarut non polar Peralatan : Kertas saring Labu lemak Alat soxhlet Pemanas listrik Oven Neraca analitik Kapas bebas lemak X 100% Pereaksi : hexane atau pelarut lemak lainnya Langkah kerja 1 : 1. 6. Panaskan cawan labu dalam oven pada suhu 105–110o C selama satu jam.Perhitungan : W1 – W2 Kadar abu = W W : Bobot contoh sebelum diabukan dalam gram W1 : Bobot contoh + cawan sesudah diabukan dalam gram W2 : Bobot cawan kosong dalam gram Pengukuran Kadar Lemak Pengukuran kadar lemak pakan ikan atau bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dapat dilakukan dengan menggunakan metode Soxhlet dan metode Weibull. Pasanglah tabung ekstraksi pada alat destilasi Soxhlet dengan pelarut petroleum ether/ petroleum benzena/hexana sebanyak 150 ml yang dimasukkan kedalam soxhlet sampai kertas saring tersebut terendam dan sisa larutan dimasukkan kedalam labu. Lepaskan labu dari soxhlet dan tetap dipanaskan di atas water bath untuk menguapkan semua petroleum ether dari cawan labu.

masukkan kedalam selongsong kertas yang dialasi dengan kapas 2. X2 – X1 a Langkah kerja SNI : 1. Sulingkan larutan heksana atau pelarut lemak lainnya dan 299 Kadar Lemak (%)= X 100% . Sumbat selongsong kertas berisi contoh tersebut dengan kapas. Tambah 30 ml HCl 25% dan 20 ml air serta beberapa butir batu didih 3. Dinginkan dan timbang 6. Hitunglah persentase kadar lemak bahan/contoh dengan persamaan sebagai berikut . ekstrak dengan heksana atau pelarut lemak lainnya selama lebih kurang 6 jam 4. Keringkan kertas saring berikut isinya pada suhu 100 – 105 oC. 6. keringkan dalam oven pada suhu tidak lebih dari 80 oC selama lebih kurang satu jam. Timbang seksama 1-2 g contoh. Timbang seksama 1-2 g cuplikan ke dalam gelas piala 2. Ulangi prosedur ini sampai diperoleh berat yang stabil (X2). Ulangi pengeringan ini hingga tercapai bobot tetap Perhitungan : W – W1 % Lemak = W2 W : W1 : bobot contoh dalam gram bobot lemak sebelum ekstraksi dalam gram X 100% W2 : bobot labu lemak sesudah ekstraksi Pengukuran Kadar Lemak dengan Metode Weibull Prinsip : ekstraksi lemak dengan pelarut non polar setelah contoh dihidrolisis dalam suasana asam untuk membebaskan lemak yang terikat. 1. Saring dengan keadaan panas dan cuci dengan air panas hingga tidak bereaksi asam lagi 5. 8. Peralatan : Kertas saring Kertas saring pembungkus (Thimle) Labu lemak Alat Soxhlet Neraca Analitik Pereaksi : larutan HCl 25%. Sulingkan heksana dan keringkan ekstrak lemak dalam oven pengering pada suhu 105oC 5. kertas lakmus.selama 10 menit dan ditimbang. Masukkan ke dalam kertas saring pembungkus (paper thimble) dan ekstrak dengan heksana atau pelarut lemak lainnya 2 – 3 jam pada suhu lebih kurang 80 oC. Tutup gelas dengan kaca arloji dan didihkan selama 15 menit 4. kemudian masukkan ke dalam alat soxhlet yang telah dihubungkan dengan labu lemak berisi batu didih yang telah dikeringkan dan telah diketahui bobotnya 3. n-Heksana atau pelarut lemak lainnya Langkah kerja SNI . 7.

Amonium Sulfat yang terbentuk diuraikan dengan NaOH. 2. Siapkan Erlenmeyer. 2.5 – 1 gram bahan/contoh (a).25 X 20 X (titran blanko-titran sampel) Kadar Protein (%) = a X 100% 300 . Lakukan prosedur yang sama pada blanko. amoniak yang dibebaskan diikat dengan asam borat dan kemudian dititar dengan larutan baku asam. 8. Ulangi proses pengeringan ini hingga tercapai bobot tetap Perhitungan : W1 – W2 Kadar lemak = W W : W1 : W2 : bobot cuplikan dalam gram bobot labu lemak sesudah ekstraksi dalam gram bobot labu lemak sebelum ekstraksi dalam gram X 100% Pemanas listrik/pembakar Neraca analitik Tahap Oksidasi. 1.0007 X 6.25. langkah kerjanya . Volume titran yang digunakan dicatat. dengan cara menentukan kadar N nya kemudian dikalikan dengan faktor protein 6. Dinginkan dan timbang 9. Tabung dipanaskan hingga larutan di dalam tabung berubah warna menjadi hijau bening. kemudian di dinginkan. 3 gram katalis ( K2SO4 + CuSO4) dan 10 ml H2SO4 kedalam tabung Kjeldahl. kemudian didestruksi selam 10 menit.05 N 2.keringkan ekstrak lemak pada suhu 100 – 105 oC. masukkan H2SO4 0. 3.05 N sebanyak 10 ml. Encerkan dengan akuades sampai larutan menjadi 100 ml. 3. Tambahkan NaOH 0. Tahap Titrasi 1. 3. Masukkan 5 ml larutan hasil oksidasike dalam cawan labu kjeldahl. Hasil destruksi dititrasi dengan NaOH 0. Perhitungan kadar protein diperoleh dari persamaan sebagai berikut : Pengukuran Kadar Protein dengan Metode Kjeldahl Prinsip : Menentukan kadar protein secara tidak langsung. Tahap Destruksi. Peralatan : Labu kjeldhal Alat penyulingan kelengkapannya dan 0.05 N sebanyak 10 ml dan tambahkan 2 – 3 tetes larutan indikator (metyl red/methylen blue). langkah kerjanya: 1. Masukkan 0. Senyawa nitrogen diubah menjadi amonium sulfat oleh H2SO4 pekat.

1 % dalam alkohol 95 % secara terpisah.1 N) samapi larutan berwarna pink. 7.01 N 5. 3.1 % dan larutan merah metil 0.1 N yang sudah diberi indikator phenolphtalein 1% 2 – 5 tetes. Lakukan langkah 1 dan 2 untuk perlakuan blanko. Indikator campuran. Larutan asam borat H3BO3 2 %. campuran 2. 4. Campur 500 ml asam borat dengan 5 ml indikator. destilat ditampung dalam erlenmeyer yang berisi 100 ml HCl 0. Setelah dingin pindahkan kedalam botol bertutup gelas. HCL 0. Destilasi diakhiri setelah volume destilat 150 ml atau setelah destilat yang keluar tidak bersifat basa. Kelebihan HCl 0. 3.5 gr serbuk SeO2. Panaskan labu kjeldahl sampai amonia menguap semua. 2. tambahkan 200 ml aquades dan 75 ml larutan NaOH 40-45% sampai larutan menjadi basa. Larutan asam klorida. Campur 10 ml bromcresol green dengan 2 ml merah metil. larutkan 10 gr H3BO3 dalam 500 ml air suling. Hitunglah kadar protein bahan dengan persamaan sebagai berikut : X N NaOH X 14. pasanglah labu kjeldahl dengan segera pada alat destilasi. 100 gr K2SO4 dan 20 gr CuSO4 5 H2O. 4. Campuran selen. pemanasan diakhiri setelah cairan menjadi jernih tidak berwarna. larutkan 150 gram 301 . 2. kalau destruksi sukar dilakukan perlu ditambah katalis CuSO4 sebanyak 6 gram dan digoyang. siapkan latutan bromcresol green 0.Pengukuran Kadar Metode Gunning Langkah kerja : Protein 1. 6. mula-mula dengan api kecil dan setelah asap hilang api dibesarkan. tambahkan 10 gram K2S atau Na2SO4 anhidrat dan 15 – 25 ml H2SO4 pekat.008 (ml NaOH blanko – ml NaOH contoh) Kadar Nitrogen (%)= Gram contoh X 10 Kadar Protein (%) = Kadar Nitrogen X faktor konversi Pengukuran Kadar Protein Metode SNI Pereaksi : 1. 5. Setelah labu kjeldahl beserta cairannya menjadi dingin. Larutan Natrium Hidroksida NaOH 30%.1 N dalam destilat dititrasi dengan larutan basa standar (larutan NaOH 0. Kemudian dipanaskan pada pemanas listrik atau api bunsen dalam almari asanm. catat volume titran. Timbang bahan sebanyak 2 – 5 gram yang telah ditumbuk halus dan masukkan kedalam labu kjeldahl.

25% Natrium Hidroksida.01 N yang dipergunakan penitaran contoh volume HCl yang dipergunkan penitaran blanko normalitas HCl faktor konversi untuk protein 6. NaOH 3. 541 atau 41 Langkah kerja SNI : 1. Timbang seksama 2 – 4 g cuplikan Bebaskan lemaknya dengan cara ekstraksi dengan cara SOXlet atau dengan cara mengaduk. sebagai penampung gunakan 10 ml larutan asam borat 2% yang telah dicampur indikator Titar dengan larutan HCL 0. simpan dalam botol bertutup karet.25% Etanol 96% Kertas saring Whatman 54. .014 X f. 8. labu ukur 100 ml. Panaskan diatas pemanas listrik atau api pembakar sampai mendidih dan larutan menjadi jernih kehijau-hijauan (sekitar 2 jam) 4. tambahkan 2 g campuran selen dan 25 ml H2SO4 pekat. 7. Sulingkan selama lebih kurang 10 menit. Keringkan 302 Pengukuran Kadar Serat Kasar dengan Metode Pencucian asam dan basa kuat Prinsip : Menentukan zat organik yang tidak larut dalam asam kuat dan basa kuat dan disertai dengan pemanasan.Natrium Hidroksida kedalam 350 ml air. kemudian encerkan dan masukkan kedalam Perhitungan : 5. masukkan ke dalam labu Kjeldahl 100 ml 2. 3. Timbang seksama 0.25 faktor pengenceran Peralatan : Neraca analitik Pendingin Corong Buchner Pompa vakum Pereaksi : Asam sulfat H2SO4 1. tambahkan 5 ml NaOH 30% dan beberapa tetes indikator PP. Langkah kerja : 1. mengenap tuangkan contoh dalam pelarut organik sebanyak 3 kali. 6.51 g cuplikan. Biarkan dingin. tepatkan sampai tanda garis Pipet 5 ml larutan dan masukkan kedalam alat penyuling.k X fp Kadar Protein = W W : V1 : V2 : N : Fk : fp : bobot cuplikan volume HCL 0.01 N Kerjakan penetapan blanko (V1-V2) X N X 0.

Panaskan cawan dalam tanur listrik bersuhu 600 oC selama 2 jam hingga bahan di dalam cawan berwarna putih. Larutan yang telah dipanaskan dituang ke dalam corong buchner.2. kemudian didihkan selama 30 menit dengan menggunakan pendingin tegak Tambahkan 50 ml NaOH 3. masukkan kedalam kotak timbang yang telah diketahui bobotnya. 4.5–2 gram (a) lalu masukkan kedalam erlenmeyer. keringkan pada suhu 105o C dinginkan dan timbang sampai bobot tetap. bila ternyata kadar serat kasar lebih besar 1% abukan kertas saring beserta isinya. Hitunglah kadar serat kasar bahan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : X2 – X3 – X1 Serat Kasar (%)= X100% a 303 .25% dan didihkan lagi selama 30 menit Dalam keadaan panas. Panaskan juga cawan porselen pada suhu 110 oC selama satu jam dan dinginkan didalam eksikator. 41 atau 541 yang telah dikeringkan dan diketahui bobotnya. kemudian tambahkan 50 ml H2SO4 0. timbang sampai bobot tetap Perhitungan : a. 4. Pasang kertas saring pada corong buchner yang dihubungkan dengan vacuum pump. 50 ml air panas dan 25 ml aceton. Serat kasar < 1%.5 N kemudian panaskan kembali selama 30 menit. 6.5–1 jam. panaskan pada suhu 105–110 oC selama 0. serat kasar > 1% w – w1 % Serat kasar = w2 w : w1 : w2 : bobot cuplikan dalam gram bobot abu dalam gram bobot endapan pada kertas saring dalam gram X 100% X 100% Langkah kerja 2 : 1. Lakukan pembilasan berturut-turut menggunakan 50 ml air panas. air panas dan etanol 96%. 50 ml H2SO4 0. 5. 5. 2. 3. 3. 7. Timbang bahan sebanyak 0. contoh dan masuk-kan ke dalam erlemeyer 500 ml. w % Serat kasar = w1 b. 6. Tambahkan 25 ml NaOH 1. Angkat kertas saring beserta isinya. Tambahkan 50 ml larutan H2SO4 1. saring dengan corong Buchner yang berisi kertas saring tak berabu Whatman 54. didinginkan dan timbang (X3). Masukkan kertas saring dari corong buchner kedalam cawan.25%.3 N dan di panaskan diatas hot plate selama 30 menit. dinginkan dalam eksikator dan timbang (X2). Cuci endapan yang terdapat pada kertas saring berturut-turut dengan H2SO4 1. Panaskan kertas saring di dalam oven selama 1 jam pada suhu 110 oC Dan dinginkan dalam eksikator lalu ditimbang (X1).25% panas. 7.3 N.

Langkah Kerja 3 : 1.255 N sebanyak 200 ml dan batu didih. 5. bahan baku yang digunakan harus dalam bentuk tepung. sambil dicuci dengan larutan K2SO4 10%. cuci lagi residu dengan aquades mendidih dan kemudian dengan lebih kurang 15 ml alkohol 95%. Saring suspensi dengan kertas saring dan residu yang tertinggal dalam erlemeyer dicuci dengan aquades mendidih. Keringkan kertas saring dan isinya pada oven dengan suhu 110OC sampai berat konstan selama 1 – 2 jam. Hitunglah kadar serat kasar dengan persamaan sebagai berikut : (Berat kertas saring +serat) – Berat kertas saring) Kadar Serat Kasar(%)= X100% Berat Sampel 6. Masukkan kedalam erlemeyer 600 ml.313 N sebanyak 200 ml sampai semua residu masuk kedalam erlemeyer. dengan semakin halusnya bahan baku yang digunakan maka bentuk fisik akan semakin baik. Saring menggunakan kertas saring yang telah diketahui beratnya. berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh ikan untuk mengejar pakan dikaitkan dengan lama waktu pakan itu bertahan didalam air sebelum dimakan oleh ikan. sampai berwarna biru tidak berubah). 6. dinginkan dalam eksikator dan timbang 7. Dengan mengetahui daya tahan pakan buatan didalam air akan sangat membantu para praktisi perikanan dalam memberikan pakan. Selain itu uji fisik dapat dilakukan dengan melihat kehalusan dan kekerasan bahan baku pakan yang akan sangat berpengaruh terhadap kekompakan pakan didalam air. Hal ini dapat dideteksi dengan daya tahan pakan buatan didalam air. Timbang bahan sebanyak 2 – 5 gram 2. dan seluruh bahan baku akan tercampur 304 . tambahkan larutan H2SO4 0. Pindahkan secara kuantitatif residu dari kertas saring kedalam erlemeyer kembali dengan spatula. Uji Pakan secara Fisik Uji coba yang kedua adalah uji coba pakan secara fisik. Oleh karena itu dalam membuat pakan buatan. 4. cucilah residu dalam kertas saring sampai air cucian tidak bersifat asam lagi (uji dengan kertas lakmus. Didihkan dengan pendingin balik sambil kadang kala digoyang-goyangkan selama 30 menit. Uji coba pakan secara fisik bertujuan untuk mengetahui stabilitas pellet didalam air (Water Stability Feed) yaitu daya tahan pakan buatan didalam air.2. panaskan selama 30 menit dengan dilakukan penggoyangan sesekali.4. 3. dan sisanya dicuci dengan larutan NaOH 0.

Lakukan pengeringan keranjang basket yang telah direndam dalam air kedalam oven. 6. Semakin lama pakan terendam dalam air dan tidak cepat hancur maka ikan dapat dengan mudah memakan pakan buatan tersebut. 4.26 gram. Oleh karena itu water stability dari pakan ikan ini sangat bergantung pada peruntukkan pakan tersebut. kemudian simpan dalam desikator dan timbang beratnya sampai diperoleh berat yang konstan. 2. 4. 6 dan 8 jam. Masukkan sebanyak 5 gram pakan yang telah diketahui kadar airnya kedalam keranjang kawat tersebut. Masukkan keranjang kawat yang telah berisi pakan kedalam air pada kondisi perairan yang dibuat sama dengan kondisi pakan ikan tersebut akan diberikan dan dibuat eksperiment penelitian dengan desain waktu selama 2. 5. Persentase berat kering yang hilang dihitung setelah dikurangi dengan berat keranjang. Dengan pakan buatan yang kompak dan stabil maka pakan buatan akan mudah dicerna oleh ikan. Ikan yang hidup didasar perairan membutuhkan pakan yang lebih tahan lama didalam air dibandingkan pakan ikan yang akan dibuat untuk ikan yang hidup dipermukaan atau ditengah perairan. berat pakan adalah 5. Kemudian simpan di dalam desikator dan timbanglah keranjang tersebut sampai diperoleh berat yang konstant. Water stability pakan menurut Millamenena et al (2000) dapat dilakukan pengukuran dengan prosedur sebagai berikut : 1. 305 X 100 . 3.secara sempurna. berat kering pakan adalah 95% maka berat kering pakan adalah berat pakan X % berat kering dibagi 100. Hal ini akan menghasilkan dampak terhadap pakan buatan yang dibentuk menjadi lebih kompak dan stabil. Nilai water stability dalam persen dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut : Fo % Water stability = Io Dimana : Io : adalah berat awal pakan kering Fo: adalah berat akhir pakan kering Sebagai contoh dalam pengukuran water stability adalah sebagai berikut: Misalnya. Masukkan keranjang kawat ke dalam oven untuk dikeringkan pada suhu 100 oC selama 1 – 3 jam. Pakan buatan yang mudah dicerna oleh ikan akan mengakibatkan efisiensi pakan yang sangat baik dan sangat menguntungkan pemakai/petani ikan. Adapun pengukuran pakan secara fisik dapat dilakukan sebagai berikut : Pengukuran Water Stability Daya tahan pakan ikan didalam air harus diperhatikan karena hal ini sangat diperlukan bagi pakan yang akan dikonsumsi oleh ikan.

Memasukkan selang aerasi kedalam wadah uji. Memperhatikan kekompakan pakan buatan didalam wadah uji dan catat waktu pakan tersebut 306 . sedangkan untuk ikan yang hidup dipermukaan air lebih cepat menangkap pakan sehingga waktu yang dibutuhkan sampai pakan hancur lebih cepat. aerator. 4.5 gram – 8. Biasanya pakan untuk udang sebagai organisme air yang hidup di dasar perairan maka pakan yang direndam di dalam air minimal membutuhkan waktu selama 30 X 100 menit. Mengisi wadah uji dengan air dengan ketinggian minimal 50 cm.5 gram Fo % Water Stability = X 100 Io 4. air). Langkah kerja dalam uji water stability yang praktis adalah sebagai berikut : 1. 5. Memasukkan pakan buatan kedalam wadah uji dan catat waktu pertama pakan buatan dimasukkan kedalam wadah uji. Memasang aerator dengan kuat sehingga air didalam wadah uji bergerak dan menimbulkan gelombang.0 = 90% Pengukuran water stability yang paling mudah dilakukan dengan menghitung lama waktu yang dibutuhkan oleh pakan tersebut sampai hancur di dalam wadah budidaya.% berat kering Berat kering pakan = berat pakan X 100 95 Maka Io = 5.5 = 5. stop watch. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan uji fisik pakan (wadah budidaya.26 gram X 100 Io = 5.0 gram Fo = 4. 3. Daya tahan pakan di dalam air ini sangat bergantung pada jumlah bahan baku yang digunakan sebagi perekat (binder) dan prosesing pembuatan pakan.0 gram Dari hasil perlakuan pencelupan tadi diperoleh data sebagai berikut : Berat pakan dan keranjang = 12.5 gram Berat keranjang kosong= 8.0 gram Maka berat akhir pakan kering adalah berat keranjang dan pakan dikurangi dengan berat keranjang yaitu : Fo = 12. 2. 6. pakan ikan yang dibuat.

Mengisi wadah uji dengan air dengan ketinggian minimal 50 cm. Mencatat hasil perbandingan tersebut . 7.mulai mengembang serta catat pula waktu pakan tersebut mulai hancur. Memasukkan pakan buatan kedalam wadah uji dan perhatikan tingkah laku ikan dalam menangkap pakan dan perhatikan juga berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh ikan untuk mengkonsumsi pakan tersebut. 2. 6. pakan ikan ini biasanya disimpan dalam tumpukan pakan yang berjumlah 6 karung dengan berat setiap karung adalah 50 kilogram maka jumlah beban pakan selama penyimpanan adalah 300 kilogram. tetapi akan disimpan terlebih dahulu dalam ruang penyimpanan pakan. 4. 8. Oleh karena itu jika anda membuat pakan ikan ini harus dilakukan uji fisik tentang bau pakan tersebut apakah sudah dapat diterima oleh ikan. Memasukkan selang aerasi kedalam wadah uji. gelombang dan masukkan ikan kedalam wadah tersebut. 3. Membandingkan hasilnya secara organoleptik dan juga amati daya terima ikan terhadap pakan buatan yang dibuat dengan cara mengamati respon ikan terhadap pakan buatan dan bandingkan pula respon ikan terhadap pakan pabrik. Pakan yang baik akan stabil didalam air selama 30 menit untuk pakan udang sedangkan untuk pakan ikan biasanya kurang dari tiga puluh menit. Melakukan uji fisik yang kedua yaitu bau pakan buatan dengan cara mencium pakan buatan yang telah dibuat dibandingkan dengan pakan buatan pabrik yang sudah biasa digunakan untuk pakan ikan. Bagaimana anda membuat pakan yang tidak mudah hancur dengan beban berat selama 307 . Pakan ikan yang mempunyai bau yang enak akan menarik minat ikan untuk segera memakan pakan ikan tersebut. Adapun langkah kerja yang dapat dilakukan untuk mengetahui bau pakan dan daya terima ikan terhadap pakan dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut : Langkah kerja : 1. tingkat kehalusan Pengujian pakan Pakan ikan yang dibuat biasanya tidak akan langsung dijual kepada konsumen. Memasang aerator dengan kuat sehingga air didalam wadah uji bergerak dan menimbulkan 5. Pengujian bau pakan (attractant) Pakan ikan yang sudah dibuat harus mempunyai bau yng khas sesuai dengan keinginan ikan sehingga ikan yang mencium bau pakan ikan tersebut tertarik untuk mengkonsumsi pakan atau biasa disebut dengan daya terima ikan terhadap pakan ikan yang dibuat (pallatabilitas). Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan uji fisik pakan. 7. Dalam ruang penyimpanan pakan.

Parameter bilogi lainnya yang dapat dilakukan pengukuran antara lain adalah pertumbuhan. Semakin halus ukuran tepung maka kekompokan pakan dalam komposisi pakan semakin bagus. Nilai konversi pakan yang baik adalah kurang dari dua yang berarti dalam memberikan pakan sebanyak dua kilogram akan menghasilkan daging ikan sebanyak satu kilogram. Meletakkan pakan pada ruang penyimpanan pakan diatas kayu dengan jarak antara lantai dengan kayu sebaiknya 3 – 4 inci (1 inci = 2. Beberapa parameter biologis tersebut antara lain adalah nilai konversi pakan dan effisiensi pakan. 5. Hal ini harus dilakukan karena pakan ikan yang dibuat akan disimpan maksimal tiga bulan setelah proses pembuatan pakan.kecernaan total.4. Oleh karena itu dalam uji biologis harus dilakukan pengujian terhadap pakan yang dibuat dengan cara memelihara ikan dengan diberikan pakan uji tersebut.penyimpanan. Uji Pakan secara Biologis Uji coba pakan yang ketiga adalah uji pakan secara biologis. 4. tingkat konsumsi pakan. Memasukkan tumpukan pakan buatan kedalam ruang uji sebanyak 350 kg dan catat waktu pertama pakan buatan dimasukkan kedalam ruang penyimpanan. Dalam uji coba pakan secara biologis dilakukan untuk mengetahui bebrapa parameter biologis yang sangat diperlukan untuk menilai apakah pakan ikan yang dibuat dapat memberikan dampak terhadap ikan yang mengkonsumsinya.54 cm) sebanyak enam tumpukan jika berat pakan perkarung adalah 50 kg. Pakan yang baik tidak akan hancur jika dilakukan penumpukan pakan dalam ruang penyimpanan. Semakin kecil bobot 308 . Hal ini sangat ditentukan pada saat pemilihan bahan baku dimana bahan baku yang digunakan untuk membuat pakan ikan harus dari bahan yang benar halus dalam bentuk tepung. Tingkat Konsumsi Pakan Pada umumnya tingkat konsumsi pakan yang diberikan pada ikan erat hubungannya dengan besarnya individu ikan. 3. 6. retensi protein. Oleh karena itu untuk mengetahui tingkat kehalusan pakan dapat dilakukan uji coba secara fisik ini dengan cara sebagai berikut : Langkah kerja : 1. Nilai konversi pakan dan efisiensi pakan ini dapat diketahui dengan melakukan pemberian pakan selama periode waktu tertentu sehingga bisa dihitung nilainya dengan menggunakan rumus yang sudah berlaku.3. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan uji fisik pakan. Semakin kecil nilai konversi pakan maka semakin baik kualitas pakan tersebut karena semakin ekonomis.lemak dan energi. Perhatikan kekompakan pakan buatan didalam ruang penyimpanan dan perhatikan apakah pakan yang terdapat pada bagian bawah terjadi kehancuran atau tidak. 2.

Kecernaan adalah suatu parameter yang menunjukkan berapa dari makanan yang dikonsumsi dapat X ∆L X 100 diserap oleh tubuh (Lovel. nilai kecernaan pakan dapat menggambarkan kemampuan ikan dalam mencerna suatu pakan.. Proses ini terjadi terus menerus.. sehingga bisa diserap melalui dinding usus kedalam kapiler darah. (1992). kecernaan pakan dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu: keberadaan enzim dalam saluran pencernaan ikan. Tingkat Konsumsi Pakan (TKP) yang diberikan dapat dihitung dengan menggunakan berbagai macam rumus antara lain adalah menurut National Research Council (NRC). Menurut Affandi et al. et al. 1983). dan ukuran ikan. ukuran serta pakan yang dikonsumsi. 1988). umur.NRC. karena dalam suatu proses pencernaan selalu ada bagian makanan yang tidak dapat dicerna dan dikeluarkan dalam bentuk feses (Affandi et al. Menurut Heper (1988).individu ikan tingkat konsumsi pakan yang diberikan persentasenya semakin besar. 1977 adalah : 100 TKP = % pakan yang diberikan X bobot total populasi X Berat kering pakan Menurut Halver (1989). sebaliknya semakin besar bobot individu ikan semakin menurun tingkat konsumsi pakan yang diberikan. 1992). Ikan mempunyai kemampuan mencerna yang berbeda dengan hewan darat (Watanabe.. Selain itu nilai kecernaan dapat menentukan kualitas pakan yang dikonsumsi ikan. yang berhubungan dengan spesies ikan.kondisi lingkungan dan komposisi. Masing-masing faktor tersebut akan dipengaruhi oleh faktor sekunder. 1988).diawali dengan pengambilan pakan dan berakhir dengan pembuangan sisa pakan (Zonneveld et al. tingkat aktivitas enzim-enzim pencernaan dan lamanya pakan yang dimakan bereaksi dengan enzim pencernaan. 309 . Pakan yang berasal dari bahan nabati umumnya lebih sulit dicerna oleh ikan dibandingkan bahan hewani (Hepher.1991.1988). tingkat konsumsi pakan perhari dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : Konversi Pakan TKP = 3 X L Dimana : TKP : Tingkat konsumsi pakan ∆L : kenaikan harian panjang tubuh ikan L : panjang tubuh ikan Kecernaan Total Pencernaan adalah proses penghancuran pakan menjadi molekul-molekul mikro melalui rangkaian proses fisik maupun kimiawi.

contohnya pemanasan terhadap kacang kedelai dapat meningkatkan tingkat kecernaannya. Metoda tidak langsung Kecernaan total pakan dari pakan yang dikonsumsi dapat 310 X 100 % . sebab ada beberapa bahan makanan yang perlu penanganan khusus karena keberadaan zat inhibitor dalam bahan makanan. Penentuan daya cerna ini bisa dilakukan secara langsung dilakukan pengukuran jumlah pakan yang dikonsumsi untuk dibandingkan dengan jumlah feses yang diekskresikan (Lovel. 1983). Metoda kecernaan makanan dapat dihitung menurut Affandi et al 1992 dengan menggunakan rumus sebagai berikut : 1. Prinsip penentuan kecernaan pakan adalah dengan membandingkan kadar nutrisi atau energi pakan dengan kadar nutrisi atau energi feses (Affandi et al. Biasanya indikator yang sering digunakan adalah Cr2O3 sebesar 0. atau dengan membedah ikan. 1992).. Disamping itu kecernaan pakan juga dipengaruhi oleh proses dan metoda pengolahan bahanbahan tersebut. 1985). Penentuan daya cerna secara langsung dianggap sulit dan memakan waktu lama karena pengumpulan feses dilakukan dengan stripping. tetapi didasarkan kepada kandungan indikator dalam pakan dan feses (Tytler and Calow. 1988).5 dalam pakan uji (NRC. 2. Metoda langsung Kecernaan pakan dengan metoda langsung biasa diterapkan pada level individu dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut : I-F D= I Keterangan : D = kecernaan total I = total nutrien yang dikonsumsi F = total nutrien dalam feses Pada metoda ini semua makanan yang dikonsumsi dan semua feses yang dikeluarkan oleh ikan selama fase pengukuran (24 jam) harus diukur. Indikator yang digunakan mengukur daya cerna yang digunakan secara tidak langsung adalah Cr2O3 dan lignin (Hepher. dapat dianalisa dan dapat melewati saluran pencernaan (Lovell.Sedangkan bahan-bahan semi murni seperti kasein dan gelatin dicerna hampir sempurna oleh ikan (NRC.Indikator yang digunakan adalah bahan yang tidak dapat dicerna. Pengukuran kecernaan secara tidak langsung lebih menguntungkan karena tidak memperhitungkan jumlah pakan yang dikonsumsi serta feses yang diekskresikan. 1988). 1988). tidak berubah secara kimiawi. menghisap feses lewat anus. Kecernaan secara tidak langsung dihitung berdasarkan perbandingan indikator yang terdapat pada pakan dengan indikator yang terdapat pada feses.1983). diserap atau masuk kedalam lendir usus.

kecernaan karbohidrat dan kecernaan energi. kecernaan lemak. Kecernaan nutrien itu terdiri dari kecernaan protein. Perhitungan kecernaan nutrien ini menggunakan rumus yang dikemukakan oleh NRC (1982) yaitu : Kecernaan Protein = 100 – ( 100 X a/a* X b*/b ) dimana : a = Cr2O3 dalam pakan (%) a* = Cr2O3 dalam feses (%) b = protein dalam pakan (%) b* = protein dalam feses (%) Kecernaan Lemak Kecernaan Lemak = 100 – ( 100 X a/a* X b*/b ) dimana : a = Cr2O3 dalam pakan (%) a* = Cr2O3 dalam feses (%) b = lemak dalam pakan (%) b* = lemak dalam feses (%) Kecernaan Karbohidrat Kecernaan Karbohidrat = 100 – (100 X a/a* X b*/b) dimana : 311 .X ) If Nf Keterangan : D = kecernaan total Ip = persentase indikator dalam pakan If = persentase indikator dalam feses Np = persentase nutrien dalam pakan Nf = persentase nutrien dalan feses Kecernaan total dari pakan yang dikonsumsi dapat pula dihitung Kecernaan Protein berdasarkan rumus Windel (1978) yaitu : Kecernaan Total=100–(100–a/a*) dimana : a = Cr2O3 dalam pakan (%) a* = Cr2O3 dalam feses (%) Selain kecernaan total dari pakan yang dikonsumsi juga harus diperhitungkan kecernaan dari nutrien yang terdapat pada pakan.dihitung dengan metode tidak langsung yaitu : Ip Np D = 100 – (100 X --.

lemak dan energi Untuk mengetahui efektivitas pakan yang diberikan dapat diketahui dengan jalan menentukan banyaknya zat makanan yang disimpan dalam tubuh. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung retensi protein. lemak dan energi sebagai berikut : Bobot protein yang disimpan tubuh (gram) Retensi Protein (%) = Bobot protein yang diberikan (gram) Bobot lemak yang disimpan tubuh (gram) Retensi Lemak (%) = Bobot lemak yang diberikan (gram) Jumlah energi (kkal) yang disimpan tubuh Retensi Energi (%) = Jumlah energi (kkal) yang diberikan Cara menghitung Retensi Protein/ Lemak Bobot protein/lemak yang disimpan tubuh: Bobot biomassa awal = WA Analisa proksimat awal ikan = a% Jumlah protein awal = a% X WA=A Bobot biomass akhir + bobot mortalitas = WT 312 X 100% X 100% X 100% .a a* b b* = = = = Cr2O3 dalam pakan (%) Cr2O3 dalam feses (%) karbohidrat dalam pakan (%) karbohidrat dalam feses (%) Kecernaan Energi Kecernaan Energi = 100 – ( 100 X a/a* X b*/b ) dimana : a = Cr2O3 dalam pakan (%) a* = Cr2O3 dalam feses (%) b = energi dalam pakan (%) b* = energi dalam feses (%) Retensi Protein.

Analisa proksimat akhir ikan = b% Jumlah protein pada akhir = b% X WT = B Protein yang disimpan dalam tubuh= B–A=C Bobot protein yang diberikan: Jumlah total pakan yang diberikan= p (gram) % Protein pakan = CP % (hasil analisa proksimat) Jumlah protein pakan=CP% X p= K Retensi Protein/ Lemak (%) = C X 100 K Pertumbuhan Pertumbuhan adalah perubahan ukuran baik panjang. Model pertumbuhannya menurut Ricker (1979) adalah: Wt = Wo. Ada dua model yang dipakai untuk menghitung pertumbuhan. energi untuk proses pencernaan dan energi untuk aktivitas.7183) g : aju pertumbuhan harian spesifik t : waktu Laju pertumbuhan harian spesifik dapat dihitung dari rumus awal yaitu : = egt Ln Wt – Ln Wo t Wt . Pertumbuhan terjadi apabila ada kelebihan energi bebas setelah energi yang tersedia dipakan untuk metabolisme standar. Model pertama adalah model yang berhubungan dengan berat dan berbentuk eksponensial. pertumbuhan diekspresikan dengan adanya perubahan kandungantotal energi Wt = Wo. egt Wt Ln Wo g= = gt → g = Wt → Wo tubuh pada periode waktu tertentu (Rahardjo et al. 1989).Wo t 313 . Sedangkan secara energetik . berat atau volume dalam jangka waktu tertentu. egt dimana : Wt : bobot ikan pada saat t Wo : bobot ikan awal E : dasar logaritma natural (2. Model ini baik untuk waktu yang pendek. Pertumbuhan ini secara fisik diekspresikan dengan adanya perubahan jumlah atau ukuran sel penyusun jaringan tubuh pada periode waktu tertentu.

Wi % Wt/hari = X 100 (Wi) (waktu kultur) Laju pertumbuhan harian spesifik (SGR) Ln W2 – ln W1 SGR = t2 – t1 dimana : W1 : berat ikan pada periode waktu 1 (t1) W2 : berat ikan pada periode waktu 2 (t2) Konversi Pakan Untuk dapat mengetahui penggunaan pakan oleh ikan dapat dihitung dengan menentukan perbandingan faktor konversi pakan.Wi % Wt = Wi Laju pertumbuhan relatif X 100 Model pertumbuhan yang kedua adalah berhubungan dengan panjang yang dinamakan rumus Von Bertalanfall dimana rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : Lt = L ~ 1 – e –k (t-to) dimana : Lt : panjang ikan pada waktu t L~ : panjang maksimum ikan k : koefisien pertumbuhan e : bilangan yang nilainya adalah 2. Ikan hanya diberi pakan buatan 100% nilai konversi pakannya lebih dari 1.7183 Selain itu dari beberapa literatur pertumbuhan ikan dapat juga dilakukan pengukuran secara sederhana dengan menggunakan rumus antara lain adalah : Pertumbuhan mutlak Wt = Wf – Wi dimana : Wt : pertumbuhan mutlak Wf : berat akhir Wi : berat awal Laju pertumbuhan mutlak Wf . Hal ini disebabkan pakan tidak dapat dimanfaatkan semua dan ada yang menjadi feses.Wi Wt/hari = Waktu kultur (hari) Wf . Nilai konversi pakan yang mendekati nilai satu maka semakin bagus kualitas pakan yang 314 . Dari segi ekonomis nilai konversi pakan dapat juga dipakai untuk menentukan kualitas pakan.Menurut Huisman (1976) dan NRC (1977) mengemukakan rumus laju pertumbuhan harian sebagai berikut : Wt = Wo (1 + g/100) t atau g = √ (Wt/Wo) – 1 X 100% t Pertumbuhan relatif Wf .

Konversi pakan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : F Konversi pakan = (Wt + D) . Dalam subbab ini akan dibahas tentang manajemen pemberian pakan dilihat dari jenis dan ukuran ikan serta teknik budidaya. feeding behaviour. feeding periodicity dan feeding level.5. MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN Dalam budidaya ikan pakan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan suatu budidaya ikan selain kualitas air. Pemberian pakan dalam suatu usaha budidaya sangat bergantung kepada beberapa faktor antara lain adalah jenis dan ukuran ikan. Pakan dalam kegiatan budidaya ikan sangat dibutuhkan oleh ikan untuk tumbuh dan berkembang. feeding time. Pemberian pakan adalah kegiatan yang rutin dilakukan dalam suatu usaha budidaya ikan oleh karena itu dalam manajemen pemberian pakan harus dipahami tentang beberapa pengertian dalam kegiatan budidaya ikan sehari-hari yang terkait dengan manajemen pemberian pakan antara lain adalah feeding frekuensi.diberikan. Untuk menghitung efisiensi pakan dapat digunakan rumus menurut NRC (1977) adalah sebagai berikut : (Wt + D) . lingkungan dimana ikan itu hidup dan teknik budidaya yang akan digunakan. Sedangkan pakan dan kualitas air akan dibahas pada subbab selanjutnya. efisiensi pakan merupakan indikator untuk mengetahui efektivitas pakan yang diberikan kepada ikan terhadap pertumbuhan. Feeding frekuensi atau frekuensi pemberian pakan mempunyai makna jumlah waktu ikan untuk makan dalam sehari. feeding habits.Wo E (%) = F dimana : Wt : bobot ikan pada waktu t Wo : bobot ikan pada waktu 0 D : bobot ikan yang mati selama pengamatan F : jumlah pakan yang dikonsumsi Dari rumus efisiensi pakan juga dapat dihitung nilai konversi pakan X 100 6.Wo dimana : F : jumlah pakan yang diberikan selama pemeliharaan Wt : berat akhir ikan rata-rata Wo : berat awal ikan rata-rata D : jumlah ikan yang mati selama pemeliharaan Efisiensi Pakan Sama halnya dengan konversi pakan. Oleh karena itu dalam melakukan pemberian pakan kepada ikan setiap hari biasanya bergantung 315 . Setiap jenis ikan mempunyai kebiasaan makan yang berbeda.

ketersediaan tenaga kerja. Pada ikan laut frekuensi pemberian pakan pada masa larva lebih banyak dibandingkan pada fase pembesaran. Jumlah pakan ikan yang diberikan setiap hari pada ikan yang dibudidayakan dan biasanya diekspresikan dalam persen biomas ikan biasa disebut dengan feeding 316 . omnivora dan karnivora harus berbeda. Selain itu dalam melakukan pemberian pakan juga harus diperhatikan tentang tingkah laku ikan dalam kehidupannya di dalam perairan dimana ikan berdasarkan tingkah lakunya dalam media hidupnya dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu ikan yang hidupnya diatas permukaan air. Oleh karena itu frekuensi pemberian pakan pada masa larva bagi ikan budidaya mempunyai jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan fase lainnya dan setiap jenis ikan mempunyai kekhasan dalam frekuensi pemberian pakan. ikan omnivora dan ikan karnivora. Frekuensi pemberian pakan dihitung dalam waktu sehari (24 jam). Agar pakan yang diberikan lebih efisien dan efektif. Untuk meningkatkan kelangsungan hidup larvanya salah satu solusinya adalah memberikan pakan alami selama fase tersebut sebanyak 12 kali sehari dimana pakan alami tersebut diberikan setiap dua jam sekali selama sehari. Pada ikan air tawar misalnya ikan patin merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai fase kritis pada saat berusia larva yaitu 0 – 14 hari. Berdasarkan kapasitas daya tampung lambung setiap jenis ikan atau biasa disebut juga dengan feeding periodicity jenis ikan dapat dibedakan yaitu ikan pemakan malam hari atau aktivitas makannya meningkat pada malam hari yang biasa disebut dengan nocturnal misalnya ikan kelompok catfish. dan ikan pemakan siang hari atau aktivitas makannya lebih meningkat pada siang hari (diurnal). Feeding time atau waktu pemberian pakan adalah waktu yang tepat untuk melakukan pemberian pakan pda setiap jenis ikan. Berdasarkan kebiasaan makannya ikan yang dibudidayakan dapat dikelompokkan menjadi ikan herbivora. Biasanya semakin kecil ikan frekuensi pemberian pakannya semakin banyak sedangkan semakin besar ikan frekuensi pemberian pakannya setiap hari semakin berkurang. Oleh karena itu melakukan pemberian pakan untuk ikan herbivora. Oleh karena dalam melakukan pemberian pakan terhadap jenis-jenis ikan tersebut harus disesuaikan dengan tingkah laku ikan tersebut. waktu pemberian pakannya sebaiknya lebih banyak pada malam hari.kepada jenis dan ukuran ikan. Waktu pemberian pakan ini juga sangat khas untuk setiap jenis ikan. Oleh karena itu pada kelompok ikan yang mempunyai aktivitas makan pada malam hari maka dalam melakukan pemberian makan. pakan dan ukuran kolam budidaya. ikan yang hidupnya lebih senang berada ditengah-tengah air dan ikan yang hidupnya lebih senang di dasar perairan.

3. Budidaya ikan secara ekstensif Pada budidaya ikan ini yang menjadi ciri khasnya adalah dalam pemberian pakannya mengandalkan pakan alami. Pengelolaan pemberian pakan pada sistem budidaya ekstensif lebih mengutamakan tumbuhnya plankkton baik phytoplankton maupun zooplankton di dalam wadah budidaya sebagai pakan alami ikan yang dibudidayakan dan jenis ikan yang dibudidayakan adalah ikan herbivora yaitu ikan yang senang mengkonsumsi tumbuhan atau nabati. Seperti yang diketahui bahwa pertumbuhan ikan mempunyai kurva pertumbuhan yang sigmoid yaitu ada masa dalam kurva tersebut adalah masa pertumbuhan emas dan itu biasa terjadi pada ikan yang berukuran larva dan benih. Oleh karena itu dalam sistem budidaya ini pemupukan pada kolam budidaya harus kontinu dilakukan agar pakan alami tumbuh dengan subur pada kolam budidaya. Hal ini dikarenakan ikan yang berukuran kecil mempunyai masa pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan dengan ikan berukuran besar. Pakan tambahan ini biasanya dibuat sendiri oleh pembudidaya dari beberpa bahan baku dan kandungan nutrisinya tidak selengkap pakan buatan pabrik sehingga pertumbuhan ikan dari pakan tambahan ini kurang dari 50%. Dalam melakukan pengelolaan pemberian pakan pada suatu usaha budidaya sangat bergantung pada teknik budidaya yang diterapkan. Biasanya dalam pemberian pakan pada ikan yang berukuran besar jumlah pakan yang diberikan setiap hari semakin berkurang dan semakin kecil ukuran ikan jumlah pakan yang diberikan semakin banyak. Feeding rate pada pemberian pakan ikan berkisar antara 2 – 5% perhari atau bahkan lebih. Pakan alami masih digunakan dalam sisitem budidaya ini sehingga sistem pemupukan pada kolam budidaya masih dilakukan dan pemberian pakan tambahan yaitu pakan yang dalam kontribusinya hanya menghasilkan penambahan berat pada ikan kurang dari 50% atau kurang dari pakan utama. Budidaya ikan semi intensif Pada budidaya ikan sistem semiintensif yang menjadi cirinya adalah dalam budidayanya sangat mengandalkan pakan alami dan pakan tambahan. 2. Sedangkan biomas adalah jumlah total ikan perunit area pada waktu tertentu dan diekspresikan dalam kg/ha atau kg/meter persegi. Oleh karena itu dibutuhkan jumlah pakan yang lebih banyak dibandingkan dengan ikan yang berukuran dewasa. Budidaya ikan secara intensif Pada budidaya ikan secara intensif yang menjadi ciri khasnya 317 . Biasanya kelompok ikan yang dipelihara secara semi intensif adalah kelompok ikan omnivora misalnya kelompok carper seperti ikan mas.rate. Pada suatu usaha budidaya ikan dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu : 1.

waktu pemberian pakan yang tepat (feeding time) dan konversi pakan yang ditargetkan dalam suatu usaha budidaya ikan. Jumlah pakan yang akan diberikan setiap hari ini juga ditentukan pada perbandingan jumlah pakan yang akan diberikan. frekuensi pemberian pakan dalam satu hari (feeding frekuensi). sehingga dengan memberikan pakan dengan sekenyangnya atau ad libitum dimana pakan selalu tersedia dalam jumlah yang tidak dibatasai maka larva atau benih ikan ini dapat makan kapanpun juga sesuai dengan keinginan ikan. Karena pakan buatan ini sebagai sumber energi utama dan materi bagi kehidupan dan pertumbuhan ikan. Pada suatu usaha budidaya ikan dimana terdapat beberapa fase kegiatan budidaya sehingga pakan yang akan diberikan pada setiap fase akan berbeda. Pakan yang digunakan adalah pakan buatan yang mempunyai kandungan gizi yang lengkap. Hal ini dikarenakan pada pengelolaan pemberian pakan dalam suatu usaha budidaya ada beberapa elemen kritis yang harus diperhatikan antara lain adalah jumlah pakan perhari yang diberikan dalam pemeliharaan ikan (feeding rate). struktur alat pencernaan yang masih belum sempurna dan ukuran bukaan mulut larva yang masih sangat kecil. Tetapi pemberian pakan secara berlebihan pada fase setelah larva atau nebih akan membawa dampak yang merugikan bagi sistem perairan dalam suatu usaha budidaya. Pakan buatan dalam usaha budidaya ikan intensif merupakan komponen terbesar dalam suatu usaha budidaya biasanya berkisar antara 40 – 70% dari total biaya produksi . Manajemen pemberian pakan pada suatu usaha budidaya ikan yang intensif harus dilakukan . Jumlah pakan yang akan diberikan setiap hari pada budidaya ikan secara intensif sangat bergantung pada faktor biotik dan faktor lingkungan dimana ikan itu hidup.adalah dalam melakukan kegiatan budidaya mengandalkan pakan buatan sebagai sumber makanan utama ikan yang dibudidayakan. Berdasarkan jumlah pakan yang harus diberikan dalam suatu usaha budidaya dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu : 1. Oleh karena itu dalam mengelola pemberian pakan secara intensif harus benar-benar dilakukan secara benar agar efisiensi pakan dan efektifitas kegiatan budidaya dapat menguntungkan. Pada stadia tersebut tingkat konsumsi pakan masih tinggi hal ini berkaitan dengan kapasitas tampung lambung larva atau benih ikan masih sangat terbatas. Pemberian pakan secara berlebihan (excess) Pemberian pakan secara berlebihan atau biasa disebut ad libitum merupakan salah satu cara pemberian pakan yang biasa diberikan pada fase pemberian pakan untuk larva ikan sampai ukuran benih ikan pada suatu hatchery. Dimana pakan ikan yang berlebihan akan berpengaruh langsung terhadap organisme akuatik (ikan) yang hidup dalam 318 .

Penumpukan pakan ikan didasar budidaya akan tercampur dengan hasil buangan ikan seperti feses. urine yang nantinya akan menghasilkan bahan-bahan toksik seperti amoniak. 3. Hal ini dapat dilakukan pada ikan budidaya yang benar-benar sudah diketahui daya tampung lambungnya secara maksimal dalam setiap pemberian pakan. Pemberian pakan dalam budidaya ikan secara intensif biasanya jumlah pakan yang diberikan dibatasi jumlahnya berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman dilapangan. 2. Pemberian pakan yang dibatasi (restricted) Pemberian pakan tipe ini adalah pemberian pakan buatan yang biasa dilakukan dalam suatu usaha budidaya ikan dimana para pembudidaya melakukan pembatasan jumlah pakan yang diberikan setiap hari. Pemberian pakan sekenyangnya (satiation) Pada sistem pemberian pakan seknyangnya adalah suatu usaha para pembudidaya ikan untuk melakukan pemberian pakan pada ikan yang dibudidayakan dalam jumlah yang maksimal. Tetapi dalam kenyataannya sangat sulit bagi para pembudidaya untuk menerapkan sistem pemberian pakan ini karena untuk menghindari pakan yang terbuang itu sangat sulit.3. H2S dan sebagainya yang dihasilkan dari perombakan bahan-bahan organiktersebut. Berdasarkan pengalaman petani ikan mas di Jawa Barat dalam melakukan manajemen pemberian pakan dapat dilihat pada Tabel 6. Pakan ikan yang berlebihan tidak akan dimakan oleh ikan dan akan terjadi penumpukan pakan pada wadah budidaya di dasar perairan. Oleh karena itu manajemen pemberian pakan pada ikan harus dilakukan dengan benar disesuaikan dengan melihat jenis dan umur ikan. Pemberian pakan secara ad libitum dengan menggunakan pakan buatan akan memberikan dampak negatif karena mengakibatkan meningkatnya biaya produksi. Jumlah pakan yang aka diberikan setiap hari ini dibatasi berdasarkan hasil suatu penelitian dengan jumlah pakan tertentu akan diperoleh pertumbuhan ikan yang optimal. 319 . lingkungan perairan serta teknik budidaya yang digunakan. sehingga pakan ikan yang diberikan semuanya dikonsumsi oleh ikan. Oleh karena itu dalam pemberian pakan secara maksimal akan mudah diterapkan jika ikan yang dibudidayakan sudah terbiasa dengan jumlah pemberian pakan tersebut setiap hari berdasarkan pengalaman di lapangan. Kandungan toksik yang tinggi dalam wadah budidaya akan menyebabkan aktivitas ikan dan terganggu.wadah budidaya dan kondisi lingkungan budidaya tersebut.

baik dari jenis phytoplankton maupun zooplankton dengan ukuran pakan alami yang dikonsumsi disesuaikan dengan bukaan mulut larva dan setelah beberapa hari kemudian larva siap dipindah ke kolam pendederan. Hal ini dikembalikan kepada sifat alamiah ikan yang mulai dari larva yang baru menetas dengan sumber pakannya masih disediakna oleh kantung kuning telur. Jenis pakan yang diberikan pada stadia kebul adalah pakan alami yang tumbuh di kolam ditambah dengan emulsi kuning telur dengan jumlah pakannya 1 gram kuning telur untuk 1000 ekor kebul dan diberikan sebanyak 6 – 8 kali dalam sehari. sedangkan pada tahap benih mencapai ukuran gelondongan atau ukuran 3 bulan pakan nya berubah menggunakan pakan buatan di muali dari bentuk remahan kemudian pellet berukuran 2 mm dengan jumlah pakan remahan sebanyak 4% dari total biomas sedangkan untuk pakan pellet 2 mm jumlah pakan yang diberikan 3% dari biomas.1-0.5 kg Jenis pakan Kuning telur Pakan alami & Emulsi Emulsi Emulsi Remah Pellet Pellet Dosis pakan Adlibitum Adlibitum 1 g/1000 2 g/1000 3 g/1000 4% biomas 3% biomas 3% biomas Feeding frekuensi 6 .5-0.6 mm 1 cm 1-3 cm 3-5cm 8-12 cm > 12 cm Bobot ikan 0. pengapuran dan pemupukan. sehingga pada stadia ini larva tidak perlu diberi pakan tambahan.Tabel 6.5-2. Skedul pemberian pakan dalam usaha budidaya ikan mas Stadia ikan Larva Kebul Burayak Putihan Benih Induk Umur ikan 1-4 hr 5 hr 5-10 hr 10-15 hr 3 bl 6 bl Ukuran ikan 0. Frekuensi pemberian pakan untuk pakan remahan adalah 5 kali sehari pada minggu pertama sedangkan pada minggu selanjutnya diberikan pakan buatan bentuk pellet 2 mm sebanyak 320 .5 g 0. kecuali untuk paka alami dimana proses penyiapannya sudah dilakukan pada saat persiapan kolam mulai dari pengeringan dasar kolam.5 g 100 g 0. Frekuensi pemberian pakan pada suatu usaha budidaya ikan mas harus disesuaikan dengan kebutuhan pakan berdasarkan stadia ikan mas itu sendiri.3. Pada stadia burayak ukuran sudah mulai bertambah sehingga jumlah emulsi pakannya ditingkatkan menjadi 2 gram untuk 1000 ekor kebul dengan frekuensi pemberian pakan 6 – 8 kali sehari.8 kali 6 – 8 kali 6 -8 kali 5 kali 4 kali 3 kali Dalam membuat skedul pemberian pakan ikan mas ini dibuat suatu asumsi berdasarkan stadia dan ukuran ikan. Pada stadia putihan menjadi 3 gram untuk 1000 ekor . Setelah kantung kuning telur habis maka larva akan mulai mengkonsumsi pakan alami yang tumbuh di kolam. Skedul pemberian pakan ikan mas ini tidaklah mutlak seperti tabel di atas harus disesuaikan dengan kondisi lahan dimana ikan mas tersebut dibudidayakan.18-20 mg 15-20 mg 0.

yang memperlihatkan jumlah pemberian pakan dari larva samapi ukuran siap panen semakin berkurang.00 35% 20% 20% Pada tabel diatas memperlihatkan bahwa pakan udang yang diberikan bervariasi pada setiap stadia udang dan waktu pemberian pakannya disesuaikan dengan kebiasaan udang yang mempunyai aktivitas makannya meningkat pada hari gelap sehingga menjelang sore jumlah pakan relatif lebih banyak. Selain itu dalam melakukan pengelolaan pemberian pakan pada udang yang telah dilakukukan oleh Akiyama dalam Goddart (1996) merupakan salah satu komoditas organisma air yang mempunyai kebiasaan makan pada malam hari dapat dilihat pada Tabel 6. Pada stadia ini ikan sudah akan mengalami pertumbuhan gonadik sehingga pakan yang diberikan harus memiliki kandungan gizi yang lengkap untuk mempercepat tingkat kematangan gonad.4. Skedul pemberian pakan pada udang Tipe pakan Starter Grower Finisher Berat udang 06. Hal ini dilakukan karena pada stadia ini ikan mas sangat rakus memakan makanannya dan sifat alami ikan mas sebagai pemakan segala/omnivora akan muncul.00 15% 15% Feeding Time 14.4.00 30% 30% 22. Aktifitas makan ikan mas akan meningkat pada siang hari karena ikan mas termasuk jenis ikan diurnal. 321 .00 <3g 3-15 g > 15 g 30% 20% 20% 10. Oleh karena itu dalam pemeliharaan dikolam juga diberikan pakan tambahan untuk memenuhi kebutuhan ikan mas terhadap pakan alami. Dengan demikian jumlah pakan yang diberikan selama pemeliharaan dibatasi sehingga pertumbuhan mencapai optimal.00 35% 15% 15% 18.Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan Tabel 6.4 kali sehari.5. Pada tahap calon induk samapi akan menjadi induk ikan mas yang dipelihara mempunyai pertumbuhan yang sudah lebih lambat sehingga jumlah pakan yang diberikan berkurang menjadi 3% dari biomas dengan frekuensi pemberian pakan sebanyak 3 kali sehari. Tabel 6.

1 2.1 2. Jumlah pakan harian pada udang dengan kelangsungan hidup 80% Berat udang (gram) < 10 hari 10 – 20 hari 20 – 30 hari 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Biomas (kg) 240 320 400 480 560 640 720 800 880 960 1040 1120 1200 1280 1360 1440 1520 1600 1680 1760 1840 1920 2000 2080 2160 2240 2320 2400 2480 2560 2640 2720 2800 Feed Rate (%) 5.1 2.6 2.1 2.3 3.0 Jumlah pakan harian (kg) 4 8 12 14 17 20 23 26 28 30 32 34 36 37 39 40 41 42 42 43 43 44 45 46 46 46 48 48 49 49 50 52 54 55 56 57 Pada beberapa negara yang sudah maju jika akan memberikan pakan pada suatu usaha budidaya ikan menggunakan beberapa alat yang dapat membantu proses pemberian pakan.3 2.4 4.0 3.Tabel 6.2 2.8 2.4 2.2 3.2 2.21 4.9 3.5 2.6 2.6 4.7 3.9 2.4 5.5. ada beberapa metode 322 .7 5.3 2.1 2.1 4. Berdasarkan peralatan yang digunakan dalam melakukan pemberian pakan pada usaha budidaya ikan.6 3.7 2.1 2.1 2.5 3.8 4.

Adapun data yang 323 Gambar 6.17. ukuran dan jumlah dimana yang dimasukkan kedalam pipapipa adalah pakan alami yang telah dibuat sedemikian rupa sehingga pipa yang berisi pakan alami ini masuk kedalam wadah pemeliharaan secara otomatis. Pada stadia larva ikan merupakan fase kritis dimana pada fase tersebut dibutuhkan pakan yang tepat jenis.pemberian pakan dilakukan yaitu : yang dapat 1. Metode pemberian pakan dengan demand feeder 3. Pemberian pakan di Hatchery Pada beberapa unit hatchery ikan air laut atau ikan air tawar biasanya dibutuhkan suatu alat bantu untuk memudahkan proses pemberian pakan. Metode pemberian pakan dengan tangan 2. Pemberian mekanik pakan secara Pemberian pakan dengan cara menggunakan alat bantu pakan yang digerakkan oleh tenaga mekanik. seperti demand feeder dan automatically feeder yang biasa digunakan pada budidaya ikan di kolam air deras. . Dengan membuat suatu catatan tentang pemberian pakan pada setiap kolam budidaya akan memudahkan untuk memantau perkembangan setiap kolam budidaya.18. Metode pemberian pakan dengan tangan ini biasanya disesuaikan dengan stadia dan umur ikan yang dibudidayakan Gambar 6. Pemberian pakan dengan tangan Pemberian pakan dengan cara metode pemberian pakannya menggunakan tangan (disebar). Selain itu yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengelolaan pemberian pakan adalah melakukan pencatatan pemberian pakan yang biasa disebut dengan Feeding record.

00 dan 19.5 berarti dalam 1. Jumlah pakan selama pemeliharaan Dari contoh diatas maka jumlah pakan yang dibutuhkan selama pemeliharaan 15 hari adalah 18 kg/hari X 15 hari = 270 kg 7. Jumlah ikan yang ditebar dalam satu kolam (N) 3.sebaiknya dicatat pada setiap kolam dalam manjemen pemberian pakan adalah : 1. Menurut Calow (1986) dalam Harris (2005) energi pakan yang dimakan ikan (C) sama dengan produksi daging ikan (P) + energi metabolisme (R) + energi urine (U) dan energi feses (F) atau 324 . Maka jumlah pakan setiap kali pemberian adalah 18 kg : 4 = 4. Dengan melakukan pencatatan maka akan jumlah pakan yang dihabiskan selama kegiatan budidaya dan dapat diprediksi hasil produksi dengan memperkirakan nilai konversi pakan dan efisiensi pakan dari kegiatan selama budidaya ikan. Pada budidaya ikan secara intensif penggunaan pakan buatan sangat mendominasi biaya produksi.9 X 0.5 kg.5 kilogram pakan akan memberikan konstribusi penambahan berat daging ikan sebanyak 1 kilogram. Frekuensi pemberian pakan dan waktu pemberian pakan Dalam contoh diatas jumlah pakan perhari adalah 18 kg. Hal ini berarti pakan yang diolah menjadi daging tidak seratus persen ada bagian dari pakan yang digunakan sebagai energi untuk feses dan lainnya.00. dengan berat rata-rata ikan pada waktu tebar adalah 5 g.08 = 18 kg perhari 6. Jumlah pakan yang diberikan setiap hari (FR) dalam % 5. 14.6 PAKAN DAN KUALITAS AIR Pakan yang diberikan kepada ikan sebagai organisme air akan selalu berhubungan dengan air sebagai media budidaya ikan. Jika konversi pakan pada ikan mas mencapai 1. 6.000 X 0. 10. Perkiraan kelangsungan hidup/sintasan selama periode waktu pemeliharaan (SR) dalam % 4. pakan tersebut akan diberikan kepada larva ikan sebanyak 4 kali pada waktu pukul 06.000 ekor. Jumlah pakan harian yang diberikan pada setiap kolam (DFA) Nilai DFA dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : DFA = W X N X SR X FR Misalnya dalam suatu kolam budidaya jumlah ikan yang ditebar adalah 50. Seperti kita ketahui pakan ikan yang diberikan selama kegiatan budidaya tidak seratus persen dikonsumsi oleh ikan.00. maka jumlah pakan harian yang harus diberikan pada setiap kolam adalah : 5 X 50. dengan perkiraan kelangsungan hidup adalah 90% dan jumlah pakan harian adalah 8%. Berat rata-rata ikan yang ditebar pada waktu tertentu (W) dalam gram 2.00.

air dan hidrogen sulfida. mineral dan lain-lain. Karena amoniak dalam bentuk belum terionisasi sangat berbahaya bagi ikan. Oleh karena itu antara pemberian pakan dengan kualitas air di dalam budidaya ikan secara intensif sangat komplek. Ada beberapa parameter kualitas air yang sangat mempengaruhi aktivitas makan. sedngkan feses yang dikeluarkan oleh ikan lama kelamaan akan menjadi bahan tersuspensi ataupun terendap dalam sistem perairan. 1996). Pada kolam air mengalir dengan pergantian air yang memadai maka kandungan amoniak dan feses yang terndap dalam wadah budidaya bisa terbuang keluar tetapi pada kolam pemeliharaan ikan dengan sistem air yang tidak mengalir maka semua amoniak dan feses yang dikeluarkan oleh ikan akan tetap mengendap di dalam wadah budidaya yang dapat mengakibatkan racun bagi ikan yang dibudidayakan. karbondioksida. Kalau dilihat dari sisi praktis. Untuk ikan bagian yang tidak termakan ini bisa 0 – 10%. Dalam budidaya ikan secara intensif dimana 40 – 70% komponen biaya produksi adalah pakan ikan maka efisiensi pakan atau konversi pakan sangat penting diperhatikan. keseimbangan energi antar nutrien.dengan rumus ditulis sebagai berikut: C = P + R + U + F. Dari sekian banyak pakan yang dikonsumsi oleh ikan maka akan banyak terjadi pelepasan bahan organik dan anorganik yang berasal dari pakan yang akan mempengaruhi kualitas air dalam wadah budidaya. pakan yang diberikan (P) = pakan yang dikonsumsi (C) + pakan yang tidak termakan (PT). Amoniak dapat mempengaruhi secara langsung pada ikan budidaya sedangkan bahan limbah lainnya seperti phosphor dan nitrogen dalam bentuk lainnya secara tidak langsung akan mempengaruhi ikan juga. Jika kolam dalam kondisi optimal maka amoniak dan 325 . metabolisme dan pertumbuhan ikan diantaranya adalah suhu air dan tingkat kelarutan oksigen. amoniak. Pakan yang dicerna selanjutnya diabsorbsi ke dalam darah dan seberapa banyak pakan yang diabsorbsi akan menjadi daging ikan bergantung pada pola asam amino. ransum udang biasanya habis dimakan selama 0. Pakan yang diberikan dalam budidaya ikan intensif akan dikonsumsi oleh ikan dan ikan akan mengeluarkan buangan berupa limbah organik dan organik kedalam wadah budidaya. vitamin. sementara untuk udang dapat mencapai 15% (Goddard.5– 2 jam dan selama proses tersebut terjadi pencucian pakan (leaching). Seberapa banyak pakan akan menjadi feses tergantung pada seberapa sesuai komponen pakan dengan kemampuan enzimatik di saluran pencernaan ikan (daya cerna). Amoniak dikeluarkan oleh ikan melalui insang. Perbedaan itu terjadi karena ikan makannya jauh lebih cepat daripada udang. urine dan feses. Salah satu limbah nitrogen yang sebagian besar berupa amoniak terlarut dan feses merupakan bahan yang akan banyak dibuang kedalam peraiaran. asamlemak. Berapa banyak pakan yang dikonsumsi (C) akan menjadi daging tergantung dari berapa banyak yang terbuang sebagai limbah feses dan sisa metabolisme berupa urin.

Berdasarkan perubahan suhu ikan yang hidup didaerah panas mempunyai aktivitas makan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ikan yang hidup didaerah dingin. Oleh karena itu keterkaitan antara pemberian pakan dengan kualitas air sangat penting diperhatikan dalam budidaya ikan secara intensif. Oleh karena itu pada suhu air yang tinggi nafsu makan ikan akan meningkat dan metabolisme didalam tubuh ikan akan meningkat dan pertumbuhan ikan akan meningkat pula.6.5 23 – 30 25 – 27. Tetapi setiap jenis ikan ini Tabel 6. Gambar Kebutuhan suhu pada ikan mas dan ikan brown trout Kisaran suhu optimum untuk beberapa ikan budidaya (Goddard. Tetapi jika kesuburan perairan menjadi meningkat maka hal ini juga akan membahayakan organisma air lainnya karena dengan adanya blooming phytoplankton dapat membahayakan bagi ikan.30 berbeda. 1996) Jenis ikan Suhu optimal untuk pertumbuhan (oC) 12 – 18 12 – 17 23 – 25 28 – 30 18 – 21.6.racun lainnya masih dapat dinetralisir dan akan diubah menjadi mikronutrien untuk pertumbuhan pakan alami dikolam budidaya. Parameter yang akan dibahas dalam hal ini adalah suhu dan oksigen. Pada suhu 326 Rainbow trout Atlantic salmon Common carp Channel catfish European eel Japanese eel African catfish Tilapia Giant tiger shrimp Giant freshwater prawn Dari tabel diatas diketahui bahwa setiap jenis ikan mempunyai kebutuhan terhadap suhu yang . Kaitan antara suhu perairan dan pertumbuhan ikan telah dilakukan penelitian oleh Elliot (1981) dalam Goddard (1996) pada ikan mas (Cyprinus carpio) dan brown trout (Salmo trutta) pada gambar dibawah ini dan tabel 6. mempunyai toleransi yang optimal terhadap suhu untuk dapat tumbuh dan berkembang.5 25 – 30 28 – 33 25 . dimana pada setiap jenis ikan mempunyai kebutuhan suhu optimum yang berbeda. Suhu Setiap ikan mempunyai kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan suhu karena sifat ikan yang poikilothermal yaitu mampu beradaptasi dengan perubahan suhu lingkungan dengan suhu tubuhnya.

Dalam proses metabolisme ini dibutuhkan oksigen. suhu air dan tingkat aktivitas ikan. Ikan yang hidup didaerah tropis biasanya dapat hidup pada kondisi perairan yang kandungan oksigennya rendah seperti ikan nila yang masih dapat hidup pada kondisi oksigen terlarut 3 ppm dibandingkan dengan ikan salmon yang hanya dapat hidup jika perairan mengandung oksigen terlarut berkisar antara 5 – 6 ppm. Oksigen terlarut Dalam bab 2 kita telah bahas secara detail tentang oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan . Energi yang disimpan didalam tubuh ikan diperoleh dari proses metabolisme. Oksigen diserap maka karbondioksida dilepaskan. akibatnya ikan akan lebih cepat tumbuh dan efisiensi makanan akan meningkat. Rata-rata konsumsi oksigen pada organisme air sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah berat tubuh. Tetapi jika dihitung perberat tubuh ikan yang lebih kecil mengkonsumsi oksigen yang lebih banyak daripada ikan yang berukuran besar. untuk tumbuh dan merawat fungsi tubuhnya. Perpindahan gas ini dilakukan secara difusi melewati membran tipis 327 . Semakin tinggi kandungan oksigen terlarut dalam wadah budidaya dapat meningkatkan nafsu makan ikan. Kandungan oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan minimal adalah 5 ppm. oleh karena itu ketersediaan oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan mutlak diperlukan. Pada umumnya ikan yang berukuran besar mengkonsumsi oksigen lebih banyak perjamnya daripada ikan yang berukuran kecil. Oleh karena itu dalam proses pemeliharaan ikan agar pakan yang diberikan dikonsumsi oleh ikan secara optimal karena aktivitas makannya meningkat perlu dibuat suatu lingkungan budidaya yang mempunyai suhu optimal. pertumbuhan . ikan akan membutuhkan oksigen lebih banyak daripada suhu yang rendah dan pada saat ikan beristirahat. tipe dan jumlah pakan yang akan diberikan. metabolisme. Pada bab ini akan dibahas kaitan antara kandungan oksigen terlarut dengan proses pemberian pakan. Ikan sebagi organisme air membutuhkan energi untuk bergerak. Ikan melakukan pertukaran oksigen melalui sistem pernafasannya yaitu di insang khususnya lamella insang. Hal ini akan sangat menguntungkan dalam proses pemberian pakan karena pakan yang dicerna oleh ikan akan termetabolisme dengan baik sehingga akan diperoleh energi yang akan dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang. mencari dan mencerna makanan. Pada suhu yang tinggi dan aktivitas ikan yang tinggi.lingkungan yang optimal dimungkinkan juga ikan akan mengalami pertumbuhan yang optimal. dengan adanya kecukupan oksigen yang terlarut dalam wadah budidaya maka kebutuhan ikan akan oksigen untuk proses metabolisme akan terpenuhi. Kandungan oksigen terlarut dalam suatu wadah budidaya sangat berpengaruh terhadap aktivitas pemberian pakan.

Dengan mengetahui kandungan oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan dapat dibuat pengaturan tentang jumlah pakan yang diberikan setiap hari dan waktu yang tepat alam melakukan pemberian pakan serta berapa kali dalam sehari diperlukan pemberian pakan tersebut. suhu dan tingkat aktivitas makan ikan. oleh karena itu ikan akan mempertahankan kebutuhannya jika tidak ikan akan mati. Kandungan oksigen dalam darah bergantung pada beberapa faktor dinatranya adalah tekanan partial oksigen dan karbondioksida di dalam air. 328 . Selama proses pemberian pakan maka aktivitas makan ikan akan meningkat dan kebutuhan ikan akan oksigen akan meningkat dan akan menurun kembali jika ikan tidak melakukan aktivitas makan. Hal ini sangat perlu diperhatikan agar dalam proses pemberian pakan pada suhu perairan yang sedang tinggi sebaiknya dikurangi untuk meminimalkan oksigen yang dibutuhkan untuk proses metabolisme. Kandungan oksigen yang rendah dapat menyebabkan mortalitas dan lambatnya pertumbuhan ikan atau udang di dalam wadah budidaya. Pada suhu air yang meningkat tinggi biasanya kandungan oksigen terlarut akan didalam wadah bididaya menurun tetapi kebutuhan ikan akan oksigen terlarut meningkat karena nafsu makan ikan meningkat dan proses metabolisme didalam tubuh akan meningkat. Pemantauan kandungan oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan sangat diperlukan dalam melakukan manajemen pemberian pakan.lamella yang memisahkan sistem perputaran darah dari air selama melewati insang. pH. Selama dalam pemeliharaan ikan yang dibudidayakan selalu melakukan aktivitas makan.

Pakan alami merupakan salah satu jenis pakan ikan hias dan ikan konsumsi air tawar. TEKNOLOGI PRODUKSI PAKAN ALAMI 7.BAB VII. Pakan alami adalah pakan yang disediakan secara alami dari alam dan ketersediaannya dapat di budidayakan oleh manusia. sedangkan budidaya pakan alami secara nonselekstif adalah melakukan budidaya pakan alami bergabung dengan ikan yang akan dibudidayakan dimana kegiatan tersebut dilakukan pada saat dilakukan persiapan kolam untuk budidaya. Agar dapat membudidayakan pakan alami maka harus dikuasai teknik budidayanya yang didasarkan pada pengetahuan aspek biologi dan kimianya yang mencakup: morfologi. Pakan merupakan peristilahan yang digunakan dalam dunia perikanan yang mempunyai arti makanan.1. tahapan stadia 329 . Usaha budidaya pakan alami ini dapat dibagi atas dua kelompok besar yaitu : penyediaan pakan alami yang selektif dan penyediaan pakan alami secara nonselektif seperti pemupukan di lahan perairan. sedangkan pakan buatan adalah pakan yang hanya dibuat oleh manusia dengan menggunakan beberapa bahan baku dan formulasi pakannya disesuaikan dengan kebutuhan ikan. Dalam bab ini akan dibicarakan tentang pakan alami yang merupakan makanan yang sangat disukai oleh ikan hias dan ikan konsumsi. Penyediaan pakan alami secara selektif adalah melakukan budidaya pakan alami ini secara terpisah dengan wadah budidaya ikan. Pakan alami dapat diperoleh dengan melakukan usaha budidaya. JENIS-JENIS PAKAN ALAMI Apakah pakan alami itu? Sebelum membicarakan tentang pakan alami perlu dipahami arti katanya. payau dan laut. Oleh karena itu pakan alami adalah pakan yang dikonsumsi oleh organisme yang berasal dari alam. Sedangkan alami menurut arti katanya adalah sesuatu yang berasal dari alam.

Phytoplankton adalah organisme air yang melayang-layang mengikuti pergerakan air dan berupa jasad nabati. Hal ini dikarenakan didalam tubuh phytoplankton terdapat zat warna atau pigmen. Warna kuning (Xantofil) 6. • Bersel tunggal dapat bergerak. bulat dan seperti benang. Alga Hijau Chlorophyceae) 2. Chlorella. Alga Keemasan Chrysophyceae) 4. Scenedesmus. biru atau coklat. maka alga dikelompokkan menjadi : 1. Bentuk phytoplankton antara lain: oval. Pakan alami yang dapat dibudidayakan dan banyak terdapat dialam dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu phytoplankton. Phytoplankton yang hidup di dalam perairan ini akan memberikan warna yang khas pada perairan tersebut seperti berwarna hijau. Tetraselmis. • Bentuk koloni dapat bergerak. misalnya Spyrogyra. Pakan alami sangat cocok untuk benih ikan/udang dan ikan hias karena pakan alami sangat mudah dicerna didalam tubuh benih ikan/udang dan ikan hias. Kelas Chlorophyceae. Warna keemasan (Karoten) Berdasarkan zat warna yang oleh alga ini. Warna pirang (Fikosantin) 4. meningkatkan daya tahan tubuh benih ikan terhadap penyakit dan perubahan kualitas air. Oedogonium 330 . kebiasaan dan cara makan atau unsur hara yang dibutuhkan untuk hidup dan pertumbuhan serta nilai gizi pakan alami. zooplankton dan benthos. daur hidup dan habitat. Zat warna atau pigmen ini dapat diklasifikasikan yaitu : 1. Alga Hijau Kebiruan Cyanophyceae) dimiliki dapat (Kelas (Kelas (Kelas (Kelas (Kelas Beberapa jenis phytoplankton yang sudah dapat dibudidayakan dan dikonsumsi oleh ikan/udang/ikan hias antara lain adalah : 1. Dalam siklus hidupnya phytoplankton melakukan proses fotosintesa dan berukuran kecil yaitu terdiri dari satu sel atau beberapa sel. Warna biru (Fikosianin) 2. Warna merah (Fikoeritrin) 5. mudah ditangkap karena pergerakan pakan alami tidak begitu aktif dan berukuran kecil sesuai dengan bukaan mulut larva. misalnya Volvox.perkembangbiakkannya. Alga Coklat Bacillariophyceae/kelas Phaephyceae) 3. Alga Merah Rhodophyceae) 5. • Bentuk koloni yang tidak bergerak. misalnya Chlorococcum. Warna hijau (Klorofil) 3. misalnya Hydrodictyon reticulatum • Bentuk benang. Selain itu nilai gizi pakan alami sangat lengkap dan sesuai dengan tubuh ikan. Euglena. misalnya Chlamydomonas. kecepatan dan tingkat pertumbuhan. mempunyai ciri-ciri : • Bersel tunggal tidak bergerak. tidak menyebabkan penurunan kualitas air pada wadah budidaya ikan.

Beberapa aspek biologi dari phytoplankton yang sudah dapat dibudidayakan secara massal antara lain adalah : 1. misalnya. misalnya Chaetoceros calcitran dan Skeletonema costatum 3. Perkembangbiakan terjadi secara aseksual. misalnya Spirulina. nitrogen. yaitu dengan pembelahan sel atau pemisahan autospora dari sel induknya. Ulva.1. fosfor. : • Alga sel tunggal • Bentuknya bulat atau bulat telur • Mempunyai khloroplas seperti cawan. K dan unsur mikro lainnya (karbon. Aspek biologi Tetraselmis sp. P. mempunyai ciri-ciri : Berwarna hijau kebiruan karena mengandung klorofil dan pigmen kebiru-biruan yaitu phycocyanin Berbentuk benang yang melingkar seperti spiral. sulfur dan lain-lain) Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7.• Bentuk lembaran. • padat dan garis tengahnya 5 mikron. • Reproduksi sel terjadi secara vegetatif aseksual dan seksual 2. Habitatnya adalah tempattempat yang basah dan medianya mengandung cukup unsur hara seperti N. • Alga sel tunggal yang bergerak aktif • Mempunyai empat buah flagella dan berukuran 7 – 12 mikron • Mempunyai kloroplas • Perkembangbiakan secara aseksual yaitu pembelahan sel dan seksual yaitu dengan 331 . Gambar 7. Chara • Selain itu ciri-ciri umum yang dimiliki dari alga hijau ini adalah: • Berwarna hijau rumput karena mengandung khlorofil • Mempunyai empat bulu cambuk.1. Aspek biologi Chlorella sp. Kelas Cyanophyceae. Chlorella sp 2. dindingnya keras. Kelas Bacillariophyceae mempunyai ciri-ciri : • Berwarna coklat karena mengandung silikat • Berbentuk seperti cawan petri • Reproduksi secara pembelahan sel • Bersel tunggal.

Scenedesmus sp 332 .• bersatunya khloroplas dari gamet jantan dan betina Hidup di perairan pantai atau laut dengan kisaran salinitas 27 – 37 permil. dari setiap sel induk dapat membentuk sebuah koloni awal yang membebaskan diri melalui suatu pecahan pada dinding sel induk. Gambar 7.3. Aspek biologi Scenedesmus sp.2. • Jenis alga yang berkoloni • Mempunyai kloroplas pada selnya • Perkembangbiakkannya dengan pembentukan koloni.3. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 7.2. Tetraselmis sp 3. Gambar 7. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7.

5. berukuran 4– 6 mikron • Mempunyai bentuk seperti kotak dengan sitoplasma yang memenuhi sel dan tidak memiliki alat gerak • Perkembangbiakan melalui pembelahan sel Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Aspek biologi Skeletonema costatum • Bersel tunggal. Spirulina. Rotifera. Skeletonema costatum 5. sp Gambar 7. • Alga hijau biru yang berbentuk spiral dan memiliki dinding sel tipis yang mengandung murein • Mempunyai dua macam ukuran yaitu jenis kecil berukuran 1–3 mikron dan jenis besar berukuran 3–12 mikron • Perkembangbiakan terjadi secara aseksual atau pembelahan sel yaitu dengan memutus filamen menjadi satuan-satuan sel yang membentuk filamen baru. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. 333 .4. Jenis pakan alami yang kedua adalah zooplankton yaitu organisma air yang melayang-layang mengikuti pergerakan air dan berupa jasad hewani. Jenis zooplankton yang biasa digunakan sebagai makanan larva atau benih ikan/udang/ikan hias dan sudah dapat dibudidayakan secara massal adalah : 1.6.4. yaitu Brachionus sp.4. Gambar 7. Ciri-cirinya antara lain adalah : • Berwarna putih • Tubuhnya berbentuk seperti piala dan mempunyai panjang 60 – 80 mikron • Terlihat koronanya dan terdapat bulu getar yang bergerak aktif • Perkembangbiakannya dilakukan dengan dua cara yaitu secara parthenogenesis dan seksual Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7.5. Aspek biologi Spirulina sp.

yaitu Moina sp. 334 . Dan Daphnia sp. Artemia dewasa berukuran 12 cm dengan sepasang mata Gambar 7. yaitu Artemia salina Ciri-cirinya antara lain adalah : Telurnya berwarna coklat dengan diameter 200 – 300 mikron. sedangkan pada saat dewasa berwarna kuning cerah Perkembangbiakan dengan dua cara yaitu parthenogenesis dan biseksual Nauplius tubuhnya terdiri dari tiga pasang anggota badan yaitu antenula. Artemia salina 3.7.9.8 dan 7.6.7 Gambar 7. Brachiopoda. Brachionus sp 2. Cladocera.majemuk dan thoracopoda 11 pasang Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Ciri-cirinya antara lain adalah : Berwarna merah karena mengandung haemoglobin Bergerak aktif Bentuk tubuh membulat untuk moina dan lonjong untuk daphnia Perkembangbiakannya secara sexual dan parthenogenesis Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. antenna I yang berfungsi sebagai alat sensor dan antenna II yang berfungsi sebagai alat gerak atau penyaring makanan dan rahang bawah belum sempurna.

Paramecium Gambar 7. Gambar 7. 335 Jenis pakan alami yang ketiga yang dapat diberikan kepada ikan hias. Benthos adalah organisma air yang hidupnya di .11. Gambar 7. larva dan benih ikan/udang/ikan hias adalah benthos. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Ciri-cirinya antara lain adalah : • Bersel tunggal • Berwarna putih Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Moina sp 4.10. Daphnia sp dasar perairan. yaitu Pharamecium sp. Infusaria.10.11.9.8. Benthos yang biasa dimanfaatkan dan dapat dibudidayakan sebagai makanan ikan antara lain adalah cacing rambut atau tubifex dan larva Chironomus sp.Gambar 7. Cacing rambut (Tubifex sp) Ciri-ciri benthos secara umum antara lain adalah : • Berwarna merah darah karena banyak mengandung haemoglobin.

Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan untuk budidaya phytoplankton sangat bergantung pada skala produksi. 7. Hal ini bermanfaat untuk menyediakan pakan alami tersebut secara kontinu. Persiapan wadah dan peralatan budidaya 2. Brachionus. Jenis pakan alami air tawar yang sudah banyak dibudidayakan antara lain adalah Moina. Penyiapan media budidaya 3. Daphnia. Pada bab ini akan diuraikan secara detail tentang budidaya pakan alami dari kelompok phytoplankton.2. Berdasarkan media tumbuhnya pakan alami dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu pakan alami air tawar dan pakan alami air laut. wadah yang digunakan adalah erlemeyer/toples.1. BUDIDAYA PHYTOPLANKTON Agar dapat membudidayakan phytoplankton harus dilakukan beberapa kegiatan yaitu : 1.2. tabung reaksi. sedangkan jenis pakan alami air laut yang sudah dibudidayakan adalah jenis-jenis phytoplankton. Pemilihan jenis wadah ini sangat bergantung kepada jenis phytoplankton dan sistem kulturnya. Brachionus. Pemilihan bibit dan menginokulasi bibit 4. Tahap awal dalam membudidayakan phytoplankton adalah melakukan isolasi dan kultur murni. zooplankton dan benthos.12. Pemeliharaan pakan alami 5. jarum ose. Tubifex . dalam hal ini adalah tempat yang digunakan untuk membudidayakan phytoplakton. Dalam membudidayakan pakan alami yang akan diberikan kepada ikan hias dan ikan konsumsi dipilih jenis pakan alami yang relatif mudah dan mempunyai siklus hidup yang singkat. 7. Pemanenan Gambar 7. mikroskop. Erlemeyer/toples Sedangkan peralatannya adalah. 336 .• Berbentuk seperti benang yang bersegmen-segmen. pipet kaca. Ada beberapa jenis wadah yang dapat digunakan untuk membudidayakan pytoplankton. Wadah dan peralatan budidaya phytoplankton Apakah wadah itu? Wadah adalah tempat yang digunakan untuk memelihara organisme air . Artemia salina.

batu aerasi. ember.15.14. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya phytoplankton secara semi massal dan massal antara lain adalah aerator/blower selang aerasi. Tabung reaksi Gambar 7. Gambar 7. saringan halus/seser. tanki plastik.13. selang air. Mikroskop Pada tahap selanjutnya adalah tahap semi massal dan massal.17.16. Cawan petri Gambar 7. wadah yang digunakan antara lain adalah bak semen. gayung.Gambar 7. Jarum ose Gambar 7. gelas ukur kaca. bak beton dan bak fiber. timbangan. Pipet kaca 337 .

Peralatan yang digunakan untuk budidaya phytoplankton mempunyai fungsi yang berbeda-beda. mikroskop lengkap dengan haemocytometer untuk menghitung kepadatan phytoplankton didalam wadah budidaya. Bak fiber Gambar 7.menggunakan blower. tetapi apabila sudah dilakukan budidaya secara massal/skala besar maka peralatan yang digunakan untuk mensuplai oksigen kedalam wadah budidaya . timbangan yang digunakan boleh berbagai macam bentuk dan skala digitalnya. karena fungsi utama alat ini untuk menimbang bahan yang akan digunakan dalam membudidayakan phytoplankton. sedangkan batu aerasi digunakan untuk menyebarkan oksigen yang terdapat dalam selang aerasi keseluruh permukaan air yang terdapat didalam wadah budidaya. Peralatan ini digunakan juga untuk mengeluarkan kotoran dan air pada saat dilakukan pemeliharaan. Selain itu diperlukan juga plakton net atau saringan halus pada 338 Gambar 7.18. Phytoplankton yang dipelihara didalam wadah pemeliharaan akan tumbuh dan berkembang oleh karena itu harus dipantau kepadatan populasinya didalam wadah. Oleh karena itu ukuran dari wadah yang akan digunakan sangat menentukan kapasitas produksi dari pakan alami .19. Peralatan lainnya yang diperlukan dalam membudidayakan phytoplankton adalah timbangan. Dengan menggunakan selang air akan memudahkan dalam melakukan penyiapan wadah sebelum digunakan untuk budidaya. Peralatan selang aerasi berfungsi untuk menyalurkan oksigen dari tabung oksigen kedalam wadah budidaya. Selang air digunakan untuk memasukkan air bersih dari tempat penampungan air kedalam wadah budidaya. Alat yang digunakan adalah gelas ukur kaca yang berfungsi untuk melihat kepadatan populasi phytoplankton yang dibudidayakan didalam wadah pemeliharaan. Aerator Untuk membedakan antara kultur semi massal dan massal hanya dari volume media yang dapat disimpan didalam wadah tersebut. misalnya aerator digunakan untuk mensuplai oksigen pada saat membudidayakan pakan alami skala kecil dan menengah.

Media tempat tumbuhnya pakan alami sangat berbeda untuk setiap jenis pakan alami. Setiap jenis 339 . Langkah pertama adalah peralatan dan wadah yang akan digunakan ditentukan sesuai dengan skala produksi dan kebutuhan. Wadah budidaya yang telah diairi dapat digunakan untuk memelihara phytoplankton. 7. langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan terhadap wadah tersebut. Kultur adalah kata lain dari budidaya yang merupakan suatu kegiatan pemeliharaan organisme. Media adalah bahan atau zat sebagai tempat hidup pakan alami.saat akan melakukan pemanenan phytoplankton. Pada subbab sebelumnya sudah dijelaskan berbagai jenis pakan alami yang dapat dibudidayakan. deterjen dan chlor.2. Untuk wadah dan peralatan budidaya skala laboratorium harus dilakukan pensucihamaan dilakukan sterilisasi dengan alat autoclave atau dengan larutan chlorin. majalah dan sebagainya. Dalam hal ini phytoplankton pada umumnya merupakan organisme air yang hidupnya melayang-layang mengikuti pergerakan air dalam bentuk jasad nabati dan mempunyai ukuran yang relatif sangat kecil dan disebut sebagai mikroorganisme. Penyiapan media budidaya phytoplankton Bagaimanakah anda melakukan penyiapan media kultur yang akan digunakan untuk membudidayakan phytoplankton secara terkontrol ? Apakah media kultur itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita diskusikan dan pelajari bab pada buku ini atau mencari referensi lain dari internet . Setelah berbagai macam peralatan dan wadah yang digunakan dalam membudidayakan pakan alami phytoplankton diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara kerjanya . Air yang digunakan sebaiknya diberi oksigen dengan menggunakan aerator dan batu aerasi yang disambungkan dengan selang aerasi. Peralatan dan wadah disiapkan untuk digunakan dalam budidaya phytoplankton. Wadah yang telah dibersihkan selanjutnya dapat diari dengan air bersih.2. Oleh karena itu untuk dapat membudidayakan phytoplankton kita harus menyiapkan media yang tepat untuk phytoplankton tersebut agar dapat tumbuh dan berkembang. Media seperti apakah yang dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang pakan alami dari kelompok phytoplankton ini. Aerasi ini dapat digunakan pula untuk menetralkan chlor atau menghilangkan karbondioksida didalam air. Wadah yang akan digunakan dibersihkan dengan menggunakan sikat dan diberikan desinfektan untuk menghindari terjadinya kontaminasi dengan mikroorganisme yang lain. Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya harus bebas dari kontaminan seperti pestisida. Jadi media kultur adalah bahan yang digunakan oleh suatu organisme sebagai tempat hidupnya selama proses pemeliharaan.

Pupuk Conwy digunakan untuk phytoplankton hijau sedangkan pupuk Guillard untuk phytoplankton coklat. Metode subkultur 3. Setelah media kultur skala laboratorium disiapkan langkah selanjutnya adalah melakukan penebaran bibit pakan alami. Metode pipet kapiler Metode media agar Metode media agar adalah suatu metode pemurnian individu dari suatu sampel perairan dengan cara membuat kultur murni dengan menggunakan media agar . sedangkan sumber aerasi menggunakan HI-Blower tersendiri yang dilengkapi dengan saringan untuk memperkecil kontaminasi. teknik kultur skala semi massal dan teknik kultur skala massal. Jenis phytoplankton yang banyak dibudidayakan pada usaha budidaya perikanan laut adalah Chlorella. Hal ini diperlukan agar suhu selalu terkendali dan mencegah kontak dengan lingkungan luar yang dapat menyebabkan kontaminasi sehingga mengurangi kemurnian phytoplankton yang dikultur. Jenis pupuk yang akan digunakan untuk melakukan kultur murni beberapa jenis phytoplankton sangat bermacam-macam biasanya jenis medium yang digunakan disesuaikan dengan jenis phytoplankton yang akan di kultur 340 .pakan alami tersebut mempunyai media tumbuh yang berbeda. Metode kultur murni phytoplankton di laboratorium untuk memperoleh satu jenis phytoplankton (monospesies) dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 7. Media Kultur murni Teknik kultur phytoplankton dalam skala laboratorium dilakukan dalam ruangan tertutup dan ber-AC. Metode pengenceran berseri 4. Media yang digunakan pada saat inokulasi adalah media agar yang dilengkapi dengan larutan nutrien pengkaya . Metode media agar 2. Pupuk yang umum digunakan adalah pupuk Conwy dan pupuk Guillard . Sumber nutrient yang digunakan untuk tumbuhnya phytoplankton dalam kultur murni digunakan bahan kimia Pro Analis (PA) dengan dosis pemakaian 1 ml/liter kultur. larutan trace element dan vitamin. Media nutrient tersebut mengandung bahan-bahan kimia yang digunakan untuk sintesis protoplasma pada proses kulturnya. Didalam buku ini akan dibicarakan tentang media tumbuh dari phytoplankton. Sumber cahaya yang digunakan agar proses fotosintesis terjadi adalah lampu neon TL dengan kekuatan cahaya 2000 – 8000 lux. Dari ketiga jenis phytoplankton tersebut secara proses pembuatan medianya hampir sama yang membedakannya adalah jenis pupuk dan volume media yang digunakan.1 dan 7. Media tempat tumbuhnya phytoplankton ini dapat dikelompokkan dalam tiga tahap kegiatan yaitu isolasi dan teknik kultur murni di laboratorium.2. Tetraselmis dan Skeletonema costatum.

Untuk jenis phytoplankton dari perairan tawar dapat dilakukan dengan komposisi nutrien yang berbeda. 1.1 gram 2.00 gram 1. 3.0 gram 2. 7. 9. 7 H2O CoCl2.9 gram 100 ml Pupuk Guillard 1. Mo7O24. 6 H2O (NH4)6. 5 H2O ZnSO4.6 gram 100 gram 5 gram/30 ml 1 ml 1 ml 1000 ml Tabel 7.6 gram 0.0 gram 0.2H2O FeCl3.1 dan 7. Pada tabel 7. 2.3 gram 33. 4.6H2O H3BO3 MnCl2.2.3. 6.1. Bahan kimia EDTA NaH2PO4. Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa komposisi nutrien untuk membuat medium pada phytoplankton air tawar antara lain adalah media Benneck.9H2O Trace Metal Solution Vitamin Aquades sampai Pupuk Conwy/wayne 45 gram 20 gram 1. 4. 6. 1. 8.9 gram 3. Komposisi Trace Metal Solution No. 5. Komposisi pupuk pada media stok murni kultur algae No. 4 H2O Aquabides sampai Pupuk Conwy/Wayne 2. 3.26 gram 100 ml 341 . 2. 10. media Demer dan media Bristole.secara murni.4H2O NaNO3 Na2SiO3.36 gram 100 gram 1 ml 1 ml 1000 ml Pupuk Guillard 10 gram 10 gram 2.40 gram 2. Tabel 7. 5.2 merupakan komposisi nutrien yang biasa digunakan untuk membuat medium pada jenis phytoplankton dari air laut.96 gram 4. Bahan kimia ZnCL2 CuSO4. Untuk lebih jelasnya komposisi ketiga media tersebut dapat dilihat pada Tabel 7.

penyaringan dengan menggunakan plankton net ukuran 15 mikron atau pemberian larutan chlorine 60 ppm. 7.3. Air laut yang akan digunakan dilakukan sterilisasi dengan berbagai cara diantarany adalah perebusan selama 10 menit. oven/autoclave. pemberian alkohol. 342 . 5. 6. perendaman dalam larutan kaporit/chlorine 150 ppm. Kegiatan yang dilakukan dalam melakukan kultur murni untuk semua metode adalah hampir sama . diautoclave dengan temperature 100oC dengan tekanan 1 atm selama 20 menit atau di oven. 2.2H2O MgSO4. Sedangkan peralatan yang akan digunakan juga dapat dilakukabn dengan beberapa cara diantaranya adala perebusan. alat ukur kualitas air (termometer. air laut steril. petri dish. timbangan. 2. 10. peralatan gelas (erlemeyer. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan selain bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pupuk ditambah lagi agar difco. Pembuatan media agar 3. dalam metode media agar kegiatan yang harus dilakaukan antara lain adalah : 1. Bahan kimia MgSO4 KH2PO4 NaNO3 FeCl3 Ca(NO3)2 KCl CaCl2. Kultur di media agar 4. hand counter). aquades. formalin. blower.Tabel 7. pipet. air conditioner. lemari es. alkohol. toples. Sterilisasi peralatan dan bahan 2. Komposisi pupuk pada phytoplankton air tawar (Chlorella sp) No. alat penghitung plankton (Haemocytometer. Pembuatan pupuk 6. beker glass. Penghitungan phytoplankton 7. lampu neon. 3. 1.7H2O K2HPO4 NaCl Media Benneck 100 mg/l 200 mg/l 500 mg/l Sedikit -Media Demer 550 mg/l 250 mg/l 1000 mg/l 250 mg/l Media Bristole 7 g/400ml 10g/400 ml 1 g/400ml 3 g/400ml 3 g/400ml 1 g/400ml Pada metode agar ini peralatan yang digunakan adalah mikroskop. pH meter dll). 8. penyimpanan Sterilisasi peralatan dan bahan yang akan digunakan dapat dilakukan dengan cara : 1. Kultur di media cair 5. 4. refraktometer. tabung reaksi). dengan memberikan sinar ultraviolet atau ozonisasi. kemudian diaduk rata selama beberapa menit dan dinetralkan dengan Natrium Thiosulfat 20 ppm. 9.

Masukkan air laut dan pupuk sesuai dengan media yang diinginkan pada setiap jenis phytoplankton 3. Kultur selanjutnya setelah diperoleh koloni murni pada tabung rekasi langkah selanjutnya adalah melakukan kultur koloni plankton yang diperoleh tersebut pada media cair. Bahan yang akan digunakan untuk membuat media agar adalah 1. Lakukan inokulasi bibit phytoplankton dari hasil kultur murni 4. Amati pertumbuhan phytoplankton tersebut dengan menghitung kepadatan populasi phytoplankton. pengolesan jarum ose pada media agar ini dilakukan dengan cara zigzag. Panaskan agar dan media tersebut dengan menggunakan hotplate atau microwave sampai cairannnya mendidih dan masukkan kedalam autoclave pada suhu 120oC dengan tekanan 1 atm selama 20 menit . media mollish dan media TMRL.Setelah peralatan dan bahan yang akan digunakan disterilisasi langkah selanjutnya adalah membuat media agarnya dengan cara : 1. Amati dibawah mikroskop koloni tersebut dan ambil koloni yang diinginkan dan dikultur pada media agar miring dalam tabung reaksi yang akan digunakan sebagai bibit.5 gram Bacto agar dalam 100 ml air laut di tambah dengan pupuk Conwy untuk green algae dan pupuk silikat untuk Diatomae. media allan miquel. Siapkan erlemeyer yang telah disterilisasi 2. 343 . Koloni murni ini selanjutnya diinkubasi pada ruangan ber AC. Adapun langkah yang harus dilakukan adalah: 1. media detmer. Biarkan media tersebut dan biasanya inokulum akan tumbuh setelah 4 – 7 hari dilakukan penggoresan dengan terlihatnya koloni plankton yang tumbuh pada media agar tersebut. Media yang akan digunakan sebagi pupuk pada media agar ini banyak sekali macamnya antara lain adalah media Zarrouk. 3. kemudian tutup dan simpan media agar yang telah digoresi dengan plankton pada suhu kamar dibawah sinar cahaya lampu neon secara terus menerus. media Berneck. Langkah selanjutnya adalah melakukan kultur murni/isolasi plankton pada media agar yang telah disiapkan sebelumnya. Biarkan agak dingin sebentar kemudian tambahkan vitamin setelah itu larutan agar dan pupuk tersebut dituangkan kedalam petridish atau tabung reaksi dan dibiarkan sampai dingin dan membeku kemudian simpan di dalam lemari es. Ambil contoh air plankton dengan jarum ose yang telah dipanaskan/disterilisasi dan oleskan kepermukaan media agar. 3. 2. 2. Adapun prosedur yang harus dilakukan adalah : 1. Kultur murni dimedia cair ini dapat dilakukan dengan berbagai macam media yang sudah biasa dilakukan.

2. Buat medium air tanah dengan cara mencampurkan 960 ml medium Bristol dengan 40 ml air tanah. sterilisasi dilakukan dengan cara memakai autoclave pada suhu 120oC dengan tekanan 1 atm selama 15 menit. Metode subkultur Metode subkultur adalah suatu metode mengisolasi mikroalga dimana metode ini dapat digunakan jika mikroalga yang kita inginkan bukan mikroalga yang dominan. vitamin B12. akuades. Isolasi mikroalga dengan menggunakan metode subkultur dapat dilakukan dengan mengikuti prosedur sebagai berikut : 1. 500 ml dan botol kultur 1 liter yang kemudian dikembangkan dari ukuran 2 liter sampai 30 liter. Kukus media selama dua jam pada dua hari berturut-turut. Haemocytometer. oven. Peralatan yang digunakan dalam mengisolasi phytoplankton dengan metode ini adalah mikroskop. autoclave.1 N dan kemudian dibilas kembali dengan akuades. Setelah peralatan kering udara masukkan peralatan tersebut ke dalam autoclave dengan suhu 120oC dengan tekanan 1 atm selama 20 menit atau menggunakan oven dengan suhu 150oC selama 1 jam. Untuk peralatan gelas seperti pipet. kedua adalah melakukan isolasi. Bahan-bahan yang digunakan adalah medium Bristole. gelas piala dan tabung reaksi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Adapun prosedur yang digunakan dalam metode subkultur ada dua tahapan yaitu pertama melakukan sterilisasi peralatan dan bahan yang akan digunakan . Siapkan air tanah dengan melarutkan 1 sendok teh tanah kering dalam 200 ml air. 250 ml. gelas ukur.Volume media kultur murni biasanya adalah bertahap mulai dari isolasi dalam tabung rekasi volume 10 – 15 ml. 3. Sterilisasi dilakukan pada semua alat dan bahan yang akan digunakan dalam kultur mikroalga/ phytoplankton. Biarkan peralatan tersebut kering udara 4. Bilaskan peralatan pada point satu dengan menggunakan HCl 0. vitamin B1 dan sampel air kolam. Ambil masing-masing 1 ml sampel air kolam kemudian encerkan 10 kali 344 . 2. gelas ukur. vitamin B6. 5. pipet. kemudian dipindahkan pada botol erlemeyer dengan volume yang bertahap dari100 ml . kemudian tempatkan dalam wadah yang tertutup. gelas piala dan tabung rekasi. Mencuci semua peralatan tersebut dengan menggunakan sabun yang tidak mengandung deterjen kemudian dibilas sampai bersih. air tanah. Sedangkan untuk bahan yang akan digunakan sebagi media kecuali vitamin. kemudian dinginkan dalam suhu ruang atau di lemari es selama 24 jam sebelum digunakan. Karena pemanasan dapat merusak vitamin maka larutan ini disterilisasikan dengan menggunakan metode penyaringan. 3.

Ambil sampel air kolam sebanyak 1 ml kemudian diencerkan dengan cara dimasukkan dalam tabung reaksi yang telah berisi 9 ml medium Bristol lalu aduk. sedangkan bahan yang digunakan adalah medium Bristol. 2. 4. Adapun peralatan yang digunakan adalah sama dengan metode subkultur. 3. Proses isolasi ini dilakukan dibawah mikroskop dengan cara mengambil phytoplankton yang diperoleh dengan menggunakan alat plankton net. Ambil masing-masing 1 ml sampel air kolam yang sudah diencerkan tadi lalu masukkan masing-masing kedalam tabung reaksi yang sudah berisi 9 ml media Bristol dan media air tanah. 5. Kemudian pytoplankton tersebut 345 . Sedangkan prosedur isolasi dengan cara pengenceran berseri dengan prosedur sebagai berikut : 1. Amati pertumbuhan dan jenis mikroalga yang tumbuh dominan selama 7 hari dibawah mikroskop dan hitung populasi kepadatan mikroalga atau phytoplankton dengan menggunakan Haemocytometer. Metode Pipet Kapiler Metode kultur murni dengan menggunakan metode pipet kapiler dapat dilakukan dengan cara sel mikroalga atau phytoplankton yang akan dikultur dipisahkan dengan menggunakan pipet kapiler steril lalu dipindahkan ke dalam media yang sesuai. Lakukan pengenceran seperti tahapan ke dua tersebut sampai lima kali pengenceran. Dengan menggunakan pipet kapiler ambil tetesan pytoplankton tersebut dan amati dibawah mikroskop. akuades. Isolasi peralatan dan bahan yang akan digunakan sama dengan metode subkultur. vitamin B6 dan vitamin B1.4. Susun semua tabung reaksi tersebut dalam rak tabung reaksi kemudian letakkan di bawah cahaya lampu. Metode Pengenceran Berseri Metode pengenceran berseri merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengisolasi mikroalga atau phytoplankton jika jenis mikroalga atau phytoplankton yang kita inginkan adalah jenis yang dominan. Ambil lagi 1 ml sampel dari tabung reaksi pada tahap 1 tersebut. 5. Letakkan tabung reaksi dalam rak kemudian di tempatkan dibawah lampu dan amati pertumbuhan dan jenis mikroalga yang tumbuh pada masingmasing media. sampel air kolam. vitamin B12. Peralatan dan bahan yang akan digunakan dalam metode pengenceran berseri dilakukan isolasi. kemudian masukkan kedalam tabung reaksi yang telah berisi medium Bristol sebanyak 9 ml. Pipet yang akan digunakan untuk metode ini adalah pipet yang mempunyai diameter berkisar antara 3 – 5 kali besar phytoplankton yang akan diisolasi dan pipetnya dilakukan pembakaran pada bagian ujungnya. Kemudian phytoplankton tersebut dilakukan penyaringan dan diteteskan pada gelas obyek.

dengan menggunakan bibit dari hasil kultur skala semi massal.3 meterkubik.4.3 gr 0.4. Volume media kultur semi massal 100 liter sampai 0. 3. Bibit yang digunakan untuk kultur semi massal berasal dari kultur murni. 11. Pupuk yang digunakan adalah pupuk teknis dan sewaktu-waktu dapat menggunakan pupuk laboratorium. Komposisi jenis pupuk yang digunakan pada media kultur dapat dilihat pada Tabel 7.dikultur dalam tabung reaksi volume 10 ml yang telah diperkaya dengan jenis pupuk yang sesuai dengan phytoplankton yang akan diisolasi dan lakukan pengamatan jenis phytoplankton yang tumbuh dibawah mikroskop setiap hari dan lakukan kegiatan tersebut sampai diperoleh jenis phytoplankton yang diinginkan. 12.5 ml 1 ml 1000 ml 40 gr 30 gr Teknik kultur phytoplankton selanjutnya adalah teknik kultur skala massal. Teknik kultur yang terakhir adalah teknik kultur skala massal dimana pada teknik ini bibit yang digunakan berasal dari teknik skala semi massal. Kegiatan ini dilakukan pada bak-bak kultur berukuran besar dan dilakukan diluar ruangan dengan 346 .9 gr 0. 5. 1.36 gr 33.2 gr 10 gr 2. 2. Kegiatan ini umumnya dilakukan dalam akuarium bervolume 100 liter sampai dengan bak fiber 0. Komposisi pupuk phytoplankton Semi Massal No. Pada teknik kultur ini dilakukan diruang terbuka tetapi beratap transparan agar bisa memanfaatkan sinar matahari. 9. 4. Bahan kimia NaNO3/KNO3 Na2EDTA FeCl3 MnCl2 H3BO3 Na2HPO4 Na2SiO3 Trace metal Solution Vitamin Aquabides Urea ZA Pupuk Conwy 100 gr 5 gr 1. 8.36 gr 10 gr 50 gr 1 ml 1 ml 1000 ml Pupuk TMRL 100 gr 3 gr 10 gr 1 gr 1000 ml Pupuk BBL SM 50 gr 5 gr 1 gr 10 gr 15 ml 0. Media kultur semi massal dan massal Media yang digunakan untuk teknik kultur phytoplankton skala semi massal berbeda dengan teknik kultur murni. 6. Tabel 7. 10. 7. Bibit yang digunakan diambil sebanyak 5 – 10% dari volume total yang akan dikultur.6 gr 20 gr 1 ml 1 ml 1000 ml Pupuk Guillard 84.3 m3.

Media tempat tumbuhnya pakan alami siap untuk ditebari dengan bibit sesuai dengan kebutuhan produksi 347 . Bersihkan wadah dengan menggunakan sikat dan disiram dengan air bersih. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan sebutkan fungsi dan cara kerja peralatan tersebut! 2. selang aerasi dan batu aerasi. Ceklah keberfungsian peralatan tersebut dengan memasukkan kedalam arus listrik. Tabel 7. Timbanglah pupuk sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Bahan kimia Pupuk Yashima (ppm) 10 100 10 Pupuk diatom (ppm) 30 40 20 10 5-20 Pupuk Phyto A (ppm) 30 30 10-15 10 Pupuk Phyto B (ppm) 50 20 10-15 10 Pupuk Phyto C (ppm) 50 50 15-20 15 - 1. Urea ZA TSP Molase/orgami Silikat Teknis Langkah kerja dalam menyiapkan media tempat tumbuhnya pakan alami phytoplankton semi massal dan massal adalah :. Pasanglah peralatan aerasi dengan merangkaikan antara aerator. 8.volume berkisar antara 40 – 100 meterkubik. TSP. 4. 5. Buatlah larutan terhadap berbagai macam pupuk pada wadah yang sesuai. masukkan kedalam wadah budidaya. 7. jika sudah terbentuk larutan masukkan kedalam wadah yang digunakan untuk budidaya pakan alami 10. Bilaslah wadah yang telah dibersihkan dengan menggunakan air bersih.5. ZA. Media kultur yang dibuat pada tahap ini menggunakan pupuk teknis seperti urea. Komposisi pupuk kultur massal No. 4.5. Komposisi pupuk untuk teknik kultur secara massal dapat dilihat pada Tabel 7. 3. Tentukan media tumbuh yang akan digunakan dan hitung jumlah pupuk yang dibutuhkan sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan. 5. 6. kemudian lakukan pensucihamaan wadah dengan menggunakan desinfektan sesuai dengan dosisnya. 2. 1. Tentukan wadah yang akan digunakan untuk membudidayakan pakan alami ! 3. Masukkan air bersih yang tidak terkontaminasi kedalam wadah budidaya dengan menggunakan selang plastik dengan kedalaman air yang telah ditentukan. 9.

Perkembangbiakan secara asexual (tidak kawin) yang disebut dengan Parthenogenesis terjadi dalam keadaan normal. Oleh karena itu dalam bahasan selanjutnya diharapkan sudah dikuasai dan dipahami tentang jenis-jenis pakan alami yang akan dibudidayakan. Peristilahan penebaran bibit pakan alami biasanya menggunakan kata melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media tempat tumbuhnya pakan alami. Setelah dilakukan seleksi bibit pakan alami dari kelompok phytoplankton dilakukan penebaran bibit pakan alami sesuai dengan jenis dan volume media kultur yang telah ditentukan. Apakah inokulasi itu? Bagaimana anda melakukan inokulasi/menebar bibit pakan alami pada media kultur ? Dalam buku ini akan diuraikan secara singkat tentang seleksi/pemilihan bibit pakan alami yang akan diinokulasi dan cara melakukan inokulasi pada media kultur pakan alami. Digunakan peristilahan ini karena yang ditebarkan kedalam media kultur adalah mikroorganisme yang memiliki ukuran kecil antara 45 – 300 µm. Ada beberapa jenis phytoplakton yang merupakan pakan alami bagi ikan hias maupun ikan konsumsi.Penebaran Inokulasi bibit/ Setelah media tempat tumbuhnya pakan alami disiapkan langkah selanjutnya adalah melakukan penebaran bibit pakan alami. Kata inokulasi diambil dari bahasa Inggris yaitu inoculate yang mempunyai arti menyuntik atau memberi vaksinasi. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yaitu pertama melakukan identifikasi jenis bibit pakan alami. Pemilihan bibit pakan alami yang akan ditebar kedalam media kultur harus dilakukan dengan tepat. Identifikasi pakan alami perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan inokulasi. Pakan alami mempunyai umur hidup yang relatif singkat. Dalam peristilahan dunia perikanan diterjemahkan menjadi memasukkan bibit pakan alami kedalam media kultur dengan cara disuntikkan atau ditebar secara langsung. kedua melakukan seleksi terhadap bibit pakan alami. ketiga melakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai dengan prosedur. Kultur pakan alami phytoplankton biasanya untuk 348 . Bibit yang akan ditebar kedalam media kultur harus yang sudah dewasa. Identifikasi jenis-jenis pakan alami air laut telah dipelajari pada bab sebelumnya . untuk kelompok phytoplankton hanya dibutuhkan waktu beberapa hari saja sudah mencapai puncak populasi dan akan mati. Perkembangbiakan pakan alami di dalam media kultur dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara sexual dan asexual. Langkah selanjutnya setelah dapat mengidentifikasi jenis-jenis pakan alami yang akan ditebar kedalam media kultur adalah melakukan pemilihan terhadap bibit pakan alami.

Tetraselmis dan Skeletonema costatum. slang aerasi. Siapkan mikroskop dan peralatannya untuk mengidentifikasi jenis pakan alami yang akan dibudidayakan! 3. 4. Pemeliharaan dan pemanenan Phytoplankton Pada subbab ini akan dibahas beberapa contoh dalam melakukan pemeliharaan dan pemanenan Phytoplankton antara lain adalah Cholrela. Dalam wadah 1 galon: • Menggunakan stoples atau botol “carboys”. Chlorella Penyiapan Bibit 1.2. Letakkan objec glass dibawah mikroskop dan amati morfologi pakan alami serta cocokkan dengan gambar sebelumnya. dan batu aerasi • Botol diisi medium ± 3 liter.4. 9. Cara yang dilakukan dalam melakukan inokulasi adalah dengan menebarkannya secara hati-hati kedalam media kultur sesuai dengan padat tebar yang telah ditentukan. sedangkan bibit yang digunakan pada teknik kultur semi massal berasal dari kultur murni. 7. Padat penebaran bibit phytoplankton ini sangat bergantung kepada volume media. 5. Hitunglah jumlah bibit yang akan ditebar tersebut sesuai dengan point 7. Penebaran bibit pakan alami ini sebaiknya dilakukan pada saat suhu perairan tidak terlalu tinggi yaitu pada pagi dan sore hari. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan inokulasi/penebaran bibit pakan alami ! 2. waktu pemanenan dan kebutuhan produksi. Lakukan penebaran bibit pakan alami pada pagi atau sore hari dengan cara menebarkannya secara perlahan-lahan kedalam media kultur. untuk Chlorella air laut menggunakan medium dengan kadar garam 15 349 . Lakukan pengamatan terhadap individu pakan alami beberapa kali ulangan agar dapat membedakan tahapan stadia 6.kebutuhan produksi menggunakan teknik kultur massal dan bibit yang ditebarkan pada teknik kultur massal ini berasal dari teknik kultur semi massal. kemudian dibilas dengan larutan klorin 150 ppm 2. pada pakan alami yang sedang diamati dibawah mikroskop ! Lakukanlah pemilihan bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur dan letakkan dalam wadah yang terpisah! Tentukan padat penebaran yang akan digunakan dalam budidaya pakan alami tersebut sebelum dilakukan penebaran. 7. Bibit yang dibudidayakan dari kultur murni berasal dari hasil inokulasi dari alam yaitu perairan laut atau perairan tawar. Ambillah sampel pakan alami dengan menggunakan pipet dan letakkan diatas objec glass. Alat-alat yang akan digunakan dicuci dengan deterjen. 8. Langkah kerja dalam menebar bibit phytoplankton 1.

dan pemberian obat pemberantas hama Pemanenan Chlorella dipanen dari perairan masal 60 l/ 1 ton dan dapat langsung diumpankan pada ikan. Dalam wadah 60 liter atau 1 ton : • Untuk wadah 60 liter membutuhkan 1 galon bibit dan untuk wadah 1 ton membutuhkan 5 galon bibit • Selain dipupuk. semuanya dilarutkan dalam 80 ml air suling Setiap 1 liter medium. terdiri dari 20 gram KNO3 dalam 100 ml air suling. bertujuan sebagai penghasil pupuk organik dari kotorannya • Wadah disimpan dalam ruangan yang kena sinar matahari langsung • Setelah 5 hari pertumbuhan terjadi dan pada puncaknya dapat mencapai kepadatan 5 juta sel/ml • Secara berkala medium perlu dipupuk susulan.6H2O. 2 gram FeCl3. Urea sebanyak 10-15 mg/liter dan pupuk KCl sebanyak 10-15 mg/l • Untuk pertumbuhan dalam wadah besar (1ton) cukup menggunakan urea dengan takaran 50 gram/m3 Pemeliharaan 1. Dalam wadah 60 liter atau 1 ton • Wadah dicuci dan dibebashamakan. Bibit yang masuk disaring dengan saringan 15 mikron Wadah disimpan di dalam ruang laboratorium di bawah penyinaran lampu neon.12H2O. klorinasi. yang terdiri dari 2 larutan. penambahan air baru.• • • permil. dapat dilepaskan ikan mujair besar 4-5 ekor/m2 yang diberi makan pelet secukupnya. yaitu: (1) Larutan A. Airnya berwarna hijau segar • Hasil penumbuhan ini digunakan sebagai bibit pada penumbuhan dalam wadah yang lebih besar. Dalam wadah 1liter 350 • . menggunakan 2 ml larutan A dan 1 ml larutan B 3. dan air diudarai terus-menerus • Setelah ± 5 hari. terdiri dari: 4 gram Na2HPO4. (2) Larutan B. Chlorella sudah tumbuh dengan kepadatan sekitar 10 juta sel/ml. dan 2 ml HCl. Tetraselmis Penyiapan Bibit 1. 2 gram CaCl2. 2. Medium dipupuk dengan jenis dan takaran: 100 mg/liter pupuk TSP. atau penyinaran dengan lampu ultraviolet Pemupukan dengan menggunakan ramuan AllenMiguel. Dalam wadah 1 galon : • Bibit ditebar dalam medium yang telah diberi pupuk. Air untuk medium harus disaring. sampai airnya berwarna agak kehijau-hijauan. dan untuk Chlorella air tawar dapat menggunakan air tawar yang disaring dengan kain saringan 15 mikron Air disterilkan dengan cara mendidihkan.

0126 mg/l Kobalt korida kristalCoCl2.Natrium nitrat – NaNO3 = 84 mg/l .Vitamin B12 = 1mikrogram/l .Vitamin B12 = 0.EDTA (Ethyelene Dinitro Tetraacetic Acid) = 2 mg/l .2 mg/l .7H2O = 0.005 mg/l 3.6 mg/l atau Kalsium fosfat-Ca3(PO4)2 =11. dan untuk 1 ton menggunakan bak dari kayu.Urea-46 = 100 mg/liter .Natrium molibdatNaMoO4.Tiamin-HCl (vitamin B1) = 9.Besi klorida – FeCl3 = 2. bak semen.5H2O = 0. atau bak fiberglass • Persiapan lain sama • Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut : .Kalium hidrofosfatK2HPO4 = 5 mg/liter atau Kalium dihidrofosfatK2H2PO4 = 5 mg/liter . Kemudian disterilkan dengan cara direbus.Besi klorida-FeCl3 = 2 mg/liter • Untuk wadah 1 ton dapat hanya menggunakan urea 60 351 . dan batu aerasi dicuci dengan deterjen dan dibilas dengan larutan klorin 150 ml/ton Wadah diisi air medium dengan kadar garam 28 permil yang telah disaring dengan saringan 15 mikron.Kalium hidrofosfat – K2HPO4 = 10 mg/l .Urea – 46 = 100 mg/l . Dalam wadah 1 galon (3 liter): • Dapat menggunakan botol “carboys” atau stoples • Persiapan sama dengan dalam wadah 1 liter • Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut : .6 mg/l 2. Dalam wadah 200 liter dan 1 ton • Wadah 200 liter dapat menggunakan akuarium.4H2O = 0.7H2O = 0.Agrimin = 1 mg/l .2 mg/l .Biotin = 1 mikrogram/l .Tembaga sulfat kristal CuSO4.02 mg/l - Mangan klorida kristalMnCl2.Agrimin = 1 mg/liter .Natrium dihidrofosfatNaH2PO4 = 10 mg/l atau Natrium fosfat.EDTA (Ethylene dinitrotetraacetic acid) = 10 mg/l .Seng sulfat kristal ZnSO4.6H2O = 3.044 mg/l .Na3PO4 = 27.Besi klorida – FeCl3 = 2 mg/l .Vitamin B1 = 0. atau disinari lampu ultraviolet Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut : .• • • Dapat menggunakan botol erlenmeyer.005 mg/l .Pupuk 16-20-0 = 5 mg/liter . diklorin 60 ppm dan dinetralkan dengan 20 ppm Na2S2O3.0196 mg/l .9 mg/l . Botol. slang plastik.

B. selang dan batu aerasi dibersihkan dengan cara dicuci bersih dengan deterjent kemudian dibilas dengan Chlorin 150 ppm (150 ml chlorine dalam 1000 liter air) 2. Masukkan air laut yang telah disterilisasi dan dicampur dengan pupuk kedalam wadah sebanyak 352 . dan airnya diudarai terus-menerus • Setelah 4-5 hari telah berkembang dengan kepadatan 4-5 juta sel/ml. Airnya diudarai terusmenerus dan wadah diletakkan dalam ruang berAC. Larutan pupuk B adalah campuran antara 2. Gelas erlemeyer. dan di bawah sinar lampu neon • Setelah 4-5 hari telah berkembang dengan kepadatan 4 .C dan D.50 mg/liter Pemeliharaan 1. 3.-100 mg/liter dan TSP 20 . Larutan pupuk C adalah campuran antara 1. di bawah lampu neon. Hasilnya digunakan sebagai bibit pada penumbuhan berikutnya 2. sedangkan dari wadah 1 ton dapat digunakan sebagai pakan Pemanenan Cara pemanenan langsung diumpankan dan diambil dari budidaya masal 1 ton. Siapkan larutan pupuk A. Larutan D adalah 1.5 juta sel/ml.000 sel/ml. Hasilnya digunakan sebagai bibit pada penumbuhan berikutnya 3. Dalam wadah 1 galon (3 liter) : • Bibit dari penumbuhan dalam wadah 1 liter.000 sel/ml • Wadah ditaruh di dalam ruangan ber-AC.0 g Na2HPO4 dengan 100 cc aqudest. Dalam wadah 200 liter dan 1 ton • Wadah 200 liter membutuhkan 3 galon bibit.B.0 g FeCl3 dengan 20 cc aquadest. Perbandingan antara air laut dengan pupuk adalah 1 liter air laut diberi larutan A. Larutan pupuk A adalah campuran antara 20. dan C masing-masing 1 cc dan 4 tetes larutan D. 4. sedangkan wadah 1 ton 100 liter • • Dalam waktu 4-5 hari mencapai puncak perkembangan dengan kepadatan 2-4 juta sel/ml Hasil penumbuhan di wadah 200 ton digunakan sebagai bibit untuk penumbuhan di wadah 1 ton.0 g Na2SiO3 dengan 100 cc aqudest. ditebar dalam medium yang telah diberi pupuk. Kultur Skeletonema costatum dalam gelas erlemeyer 1 liter 1. hingga kepadatan mencapai 100. untuk setiap galon membutuhkan bibit 100 ml. Dalam wadah 1liter : • Bibit ditebar dalam medium yang telah diberi pupuk sebanyak 100.2 g KNO3 dengan 100 cc aquadest.

. Hitunglah jumlah plankton yang terdapat dalam kotak dan lakukan perhitungan : • Jika dihitung dalam 400 kotak: Jumlah sel X 10. Aerasi dipasangkan kedalam wadah budidaya yang bertujuan untuk meningkatkan kandungan Oksigen yang diperlukan dalam proses metabolisme dan mencegah pengendapan plankton.1 mm . kemudian tutup dengan gelas penutup maka air akan menutupi permukaan gelas yang bergaris. kadar garam (salinitas) yang baik untuk kultur Skeletonema costatum adalah 28 – 35 ppt 5. Teteskan alga diatas permukaan gelas preparat dibagian tengah.1 mm = 0. oleh karena itu dalam menentukan besarnya N2 harus perlu dipertimbangkan pemenfaatannya.1 mm3 (0. 8. 7.000 sel per cc.000 sel per cc) Makin tinggi jumlah N2 makin cepat kultur ini mencapai kepadatan maksimal .300 – 500 cc dan ukur kadar garamnya. Volume Skeletonema costatum yang dibutuhkan untuk penebaran (V1) dapat dihitung dengan rumus : V1 = N2 X V2 N1 (dalam cc atau liter) 6. Botol kultur diletakkan dibawah cahaya lampu neon (TL) sebagai sumber energi untuk fotosintesa. Dalam waktu 3 – 4 hari perkembangan diatom mencapai puncaknya yaitu 6 – 7 juta sel per cc dan siap untuk dipanen dan dapat digunakan sebagai bibit pada budidaya skala semi massal Cara Menghitung Kepadatan Phytoplankton 1. 2.000 sel diharapkan dalam waktu 3 – 4 hari sudah mencapai puncaknya dan siap dipanen.0001 cm3).000/ml • Jika dihitung hanya beberapa kotak : rata-rata jumlah sel/kotak X 400 kotak X 10. Dengan kepadatan awal 70. Luas permukaan yang bergaris adalah 1 mm persegi dan tinggi atau jarak cairan alga antara permukaan gelas bagian tengah dan gelas penutup juga diketahui yaitu 0. Tebar bibit Skeletonema costatum dengan padat penebaran (N2) sekitar 70.000/ml 353 dimana : V1 : Volume Skeletonema costatum yang diperlukan untuk penebaran V2 : Volume kultur Skeletonema costatum yang dibuat dalam gelas erlemeyer N1 : Jumlah Skeletonema costatum per cc yang akan ditebar N2 : Jumlah Skeletonema costatum per cc yang dikehendaki dalam penebaran ( dalam hal ini misalnya ditentukan yaitu 70. maka volume air diatas permukaan bergaris sama dengan 1 mm2 X 0.

timbangan. bak beton. tetapi apabila sudah dilakukan budidaya secara massal/skala besar maka peralatan yang digunakan untuk mensuplai oksigen kedalam wadah budidaya menggunakan blower. selang air. Selang air digunakan untuk memasukkan air bersih dari tempat penampungan air kedalam wadah budidaya. tanki plastik. tali rafia. Bahan yang telah ditimbang tersebut selanjutnya bisa diletakkan didalam wadah plastik atau kantong 354 . karena fungsi utama alat ini untuk menimbang bahan yang akan digunakan dalam membudidayakan daphnia. BUDIDAYA ZOOPLANKTON 7. Peralatan ini digunakan juga untuk mengeluarkan kotoran dan air pada saat dilakukan pemeliharaan.menentukan kapasitas produksi dari pakan alami daphnia. Peralatan lainnya yang diperlukan dalam membudidayakan daphnia adalah timbangan.gayung. saringan halus/seser. kantong plastik.1. sedangkan batu aerasi digunakan untuk menyebarkan oksigen yang terdapat dalam selang aerasi keseluruh permukaan air yang terdapat didalam wadah budidaya. Dengan menggunakan selang air akan memudahkan dalam melakukan penyiapan wadah sebelum digunakan untuk budidaya. Oleh karena itu ukuran dari wadah yang akan digunakan sangat Peralatan yang digunakan untuk budidaya pakan alami daphnia mempunyai fungsi yang berbedabeda. Pemilihan wadah yang akan digunakan dalam membudidayakan daphnia sangat bergantung kepada tujuannya. bak fiber dan kolam tanah. 7. Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah bak semen.3. Peralatan selang aerasi berfungsi untuk menyalurkan oksigen dari tabung oksigen kedalam wadah budidaya. ember. gelas ukur kaca. bak beton. bak fiber dan tanki plastik biasanya digunakan untuk membudidayakan daphnia secara selektif yaitu membudidayakan pakan alami ditempat terpisah dari ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami. Wadah yang terbuat dari bak semen. misalnya aerator digunakan untuk mensuplai oksigen pada saat membudidayakan pakan alami skala kecil dan menengah. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya Daphnia antara lain adalah aerator/blower. selang aerasi. Budidaya Daphnia Wadah dan peralatan Budidaya Daphnia Peralatan dan wadah yang dapat digunakan dalam mengkultur pakan alami daphnia ada beberapa macam. timbangan yang digunakan boleh berbagai macam bentuk dan skala digitalnya. Sedangkan wadah budidaya kolam tanah biasanya dilakukan untuk membudidayakan pakan alami nonselektif yaitu membudidayakan pakan alami secara bersama-sama dengan ikan yang akan mengkomsumsi pakan alami tersebut.3. batu aerasi.

Selain itu diperlukan juga seser atau saringan halus pada saat akan melakukan pemanenan daphnia. Bersihkan wadah dengan menggunakan sikat dan disiram dengan air bersih. Ceklah 355 . masukkan kedalam wadah budidaya. selang aerasi dan batu aerasi. Wadah yang akan digunakan dibersihkan dengan menggunakan sikat dan diberikan desinfektan untuk menghindari terjadinya kontaminasi dengan mikroorganisme yang lain. Wadah budidaya yang telah diairi dapat digunakan untuk memelihara daphnia. deterjen dan chlor. Air yang digunakan sebaiknya diberi oksigen dengan menggunakan aerator dan batu aerasi yang disambungkan dengan selang aerasi. Langkah kerja dalam menyiapkan wadah budidaya Daphnia adalah sebagai berikut : 1. Daphnia yang telah dipanen tersebut dimasukkan kedalam ember plastik untuk memudahkan dalam pengangkutan dan digunakan juga gayung plastik untuk mengambil media air budidaya daphnia yang telah diukur kepadatannya. Setelah berbagai macam peralatan dan wadah yang digunakan dalam membudidayakan pakan alami daphnia diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara kerjanya . Bilaslah wadah yang telah dibersihkan dengan menggunakan air bersih. kemudian lakukan pensucihamaan wadah dengan menggunakan desinfektan sesuai dengan dosisnya. Bahan yang telah terbungkus dengan kantong plastik tersebut selanjutnya dimasukkan kedalam media budidaya daphnia. Wadah yang telah dibersihkan selanjutnya dapat diari dengan air bersih. Aerasi ini dapat digunakan pula untuk menetralkan chlor atau menghilangkan Carbondioksida didalam air.plastik dan diikat dengan menggunakan karet plastik. Kedalaman air didalam wadah budidaya yang optimum adalah 50 cm dan maksimum adalah 90 cm. Pasanglah peralatan aerasi dengan merangkaikan antara aerator. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan sebutkan fungsi dan cara kerja peralatan tersebut! 2. Tentukan wadah yang akan digunakan untuk membudidayakan daphnia ! 3. Langkah pertama adalah peralatan dan wadah yang akan digunakan ditentukan sesuai dengan skala produksi dan kebutuhan. Daphnia yang dipelihara didalam wadah pemeliharaan akan tumbuh dan berkembang oleh karena itu harus dipantau kepadatan populasi daphnia didalam wadah. Peralatan dan wadah disiapkan untuk digunakan dalam budidaya daphnia. 5. Alat yang digunakan adalah gelas ukur kaca yang berfungsi untuk melihat kepadatan populasi daphnia yang dibudidayakan didalam wadah pemeliharaan. 4. Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya harus bebas dari kontaminan seperti pestisida. langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan terhadap wadah tersebut.

Dalam hal ini pakan alami pada umumnya merupakan organisme air. Daphnia merupakan hewan air yang hidup diperairan tawar subtropik dan tropik baik di daerah danau. Jadi media kultur adalah bahan yang digunakan oleh suatu organisme sebagai tempat hidupnya selama proses pemeliharaan.Amonium nitrat.Superphosphat 36. Media Budidaya Daphnia Bagaimanakah anda melakukan penyiapan media kultur yang akan digunakan untuk membudidayakan pakan alami Daphnia secara terkontrol ? Apakah media kultur itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita diskusikan dan pelajari buku ini. Fused Magnesium Phospate/FMP). pupuk kandang adalah pupuk yang 356 . Fosfat (Duperfosfat/DS. seperti Nitrat. Media adalah bahan atau zat sebagai tempat hidup pakan alami.keberfungsian peralatan tersebut dengan memasukkan kedalam arus listrik. Jenis pupuk yang dapat digunakan sebagai sumber unsur hara pada media kultur pakan alami Daphnia adalah pupuk organik dan anorganik. Amonium sulfanitrat) dan lainlain. Media seperti apakah yang dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang pakan alami Daphnia. Pemilihan antara kedua jenis pupuk tersebut sangat bergantung kepada ketersediaan pupuk tersebut dilokasi budidaya. Kultur adalah kata lain dari budidaya yang merupakan suatu kegiatan pemeliharaan organisme. Unsur hara ini dialam diperoleh dari hasil dekomposisi nutrien yang ada didasar perairan. Triple Superfosfat/TSP. limbah rumah tangga. natrium. Masukkan air bersih yang tidak terkontaminasi kedalam wadah budidaya dengan menggunakan selang plastik dengan kedalaman air yang telah ditentukan. Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Pupuk yang terdapat dialam ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. sisa tanaman. misalnya 60 cm. Silikat. Berdasarkan habitat alaminya pakan alami Daphnia ini dapat hidup pada perairan yang mengandung unsur hara. dan kedua jenis pupuk tersebut dapat digunakan sebagai sumber unsur hara. Sedangkan pupuk anorganik adalah pupuk yang berasal dari bahan kimia dasar yang dibuat secara pabrikasi atau yang berasal dari hasil tambang. Zwavelzure amoniak/ZA. Nitrogen (Urea. Jenis pupuk organik yang biasa digunakan adalah pupuk kandang. Oleh karena itu untuk dapat membudidayakan pakan alami Daphnia kita harus menyiapkan media yang tepat untuk pakan alami tersebut agar dapat tumbuh dan berkembang. sungai dan kolam-kolam. 6. Untuk melakukan budidaya pakan alami diperlukan unsur hara tersebut didalam media budidaya. Unsur hara yang dimasukkan kedalam media tersebut pada umumnya adalah pupuk. yang hidupnya ada didalam air.

ayam dan kuda. Pupuk kandang yang akan dipergunakan sebagai pupuk dalam media kultur pakan alami adalah pupuk kandang yang telah kering. . Pupuk kandang ini jenisnya ada beberapa macam antara lain adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan sapi. kelinci. Zwavelzure Ammoniak (ZA). Pupuk yang dimasukkan kedalam media kultur pakan alami Daphnia ini berfungsi untuk menumbuhkan bakteri. bau dan kadar airnya tidak seperti bahan aslinya. Pupuk anorganik yang banyak mengandung unsur nitrogen dan banyak dijual dipasaran adalah urea. tekstur. misalnya pupuk yang akan digunakan adalah urea dan ZA. sedangkan unsur phosphat adalah Triple Superphosphat (TSP). Dosis yang digunakan untuk pupuk anorganik harus dihitung berdasarkan kebutuhan unsur hara yang dibutuhkan.45 gram/liter. Campuran ini telah mengalami pembusukan sehingga sudah tidak berbentuk seperti semula.5 gram/liter. Untuk ZA kadar N nya 21% . detritus dan beragam phytoplankton sebagai makanan utama Daphnia. Tetapi dosis pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam kering berdasarkan hasil penelitian dan memberikan pertumbuhan populasi Daphnia yang optimal adalah 450g/1000 liter media kultur atau 0. rupa. Berapakah dosis pupuk yang harus ditebarkan kedalam media kultur pakan alami Daphnia ? Berdasarkan pengalaman beberapa pembudidaya dosis yang digunakan untuk pupuk kandang adalah 1500 gram/m3 . Jenis pupuk anorganik juga bisa digunakan sebagai sumber unsur hara pada media kultur daphnia jika pupuk kandang tidak terdapat dilokasi tersebut. Jenis pupuk anorganik yang biasa digunakan adalah pupuk yang mengandung unsur Nitrogen. Dengan tumbuhnya pakan daphnia didalam media kultur maka pakan alami yang akan dipelihara didalam wadah budidaya tersebut akan tumbuh dan berkembang. Kotoran ayam yang telah kering ini digunakan dengan dosis yang telah ditentukan. fungi. Dari berbagai jenis kotoran hewan tersebut yang biasa digunakan adalah kotoran ayam. kerbau. atau 1. Dosis yang digunakan dihitung berdasarkan kandungan unsur hara yang terdapat dalam pupuk an organik. Untuk lebih mudahnya saat ini juga sudah dijual pupuk majemuk yang mengandung unsur Nitrogen. artinya dalam setiap 100 kg urea mengandung unsur N sebanyak 46 kg. Kadar unsur N dalam urea adalah 46%. Beberapa pembudidaya ada yang menggunakan pupuk nitrat dan phosphat sebagai unsur hara yang dimasukkan kedalam media kultur pakan alami. Phosphat dan Kalium. Phosphate dan Kalium (NPK).berasal dari campuran antara kotoran hewan dengan sisa makanan dan alas tidur hewan tersebut. Mengapa pupuk kandang yang digunakan harus yang kering ? Pupuk kandang yang telah kering sudah mengalami proses pembusukan secara sempurna sehingga secara fisik seperti warna. artinya kadar N dalam 357 .

2X1. Oleh karena itu agar pembudidayaannya bisa berlangsung terus harus selalu diberikan pemupukan susulan. Sedangkan pupuk kandang yang baik mengandung unsur N sebanyak 1. Lakukan penimbangan dengan tepat berdasarkan perhitungan dosis pupuk pada point 3.pupuk ZA adalah 21 kg. Oleh karena dalam menghitung jumlah pupuk anorganik yang dibutuhkan dalam media kultur pakan alami dilakukan perhitungan matematis. suhu air berkisar antara 28 – 30 oC dan pH air antara 6. Pupuk yang telah ditentukan akan digunakan sebagai sumber unsur hara dalam media kultur pakan alami selanjutnya dihitung dan ditimbang sesuai dengan dosis yang dibutuhkan. Daphnia akan tumbuh dan berkembang pada media kultur yang mempunyai kandungan Oksigen terlarut sebanyak > 4 ppm. 2. Tentukan jenis pupuk yang akan digunakan sebagai unsur hara dalam pembuatan media kultur berdasarkan identifikasi jenisjenis pupuk berdasarkan fungsi dan kegunaan! 3. Masukkanlah pupuk yang telah ditimbang ke dalam kantong/ karung plastik dan ikatlah dengan karet . Parameter kualitas air didalam media kultur pakan alami Daphnia juga harus dilakukan pengukuran. Selama dalam pemeliharaan harus terus dilakukan pemupukan susulan seminggu sekali dengan dosis setengah dari pemupukan awal. Kemudian pupuk tersebut dimasukkan kedalam kantong plastik atau karung plastik diikat dan di lubangi dengan menggunakan paku atau gunting agar pupuk tersebut dapat mudah larut didalam media kultur pakan alami Daphnia. kandungan amonia < 1 ppm. maka kebutuhan urea adalah 3 : 46 = 0.5=VX46.5. 5.3 – 8. Setelah itu baru bisa dilakukan penebaran bibit Daphnia kedalam media kultur. Dalam memberikan pemupukan susulan ini caranya hampir sama dengan pemupukan awal dan ada juga yang memberikan pemupukan susulannya dalam bentuk larutan pupuk yang dicairkan. Pupuk tersebut akan berproses didalam media dan akan tumbuh mikroorganisme sebagai makanan utama dari Daphnia. Hitunglah dosis pupuk yang telah ditentukan pada point 2 berdasarkan kebutuhan unsur hara yang diinginkan dalam pembuatan media kultur ! 4. Penimbangan dilakukan setelah wadah budidaya disiapkan. Misalnya kebutuhan urea adalah V1N1 = V2N2. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum menyiapkan media kultur pakan alami Daphnia.5–2%. Langkah kerja dalam menyiapkan media budidaya Daphnia adalah sebagai berikut : 1. Pakan alami Daphnia mempunyai siklus hidup yang relatif singkat yaitu 28 – 33 hari. Lubangilah kantong/karung plastik tersebut dengan paku 358 . 6. Waktu yang dibutuhkan oleh proses dekomposisi pupuk didalam media kultur pakan alami Daphnia ini berkisar antara 7 – 14 hari.065 kg.

9. pipih dan segmen badan tidak terlihat. Masukkanlah kantong/karung plastik kedalam wadah budidaya dan letakkan kedalam media kultur sampai posisi karung/kantong plastik tersebut terendam didalamnya. Inokulasi Bibit Daphnia Apakah inokulasi itu ? Bagaimana anda melakukan inokulasi/menanam bibit pakan alami Daphnia pada media kultur ? Dalam buku ini akan diuraikan secara singkat tentang identifikasi Daphnia. Tubuh Daphnia ditutupi oleh cangkang dari kutikula yang mengandung khitin yang transparan. Daphnia merupakan salah satu jenis zooplankton yang hidup diperairan tawar didaerah tropis dan subtropis. Sedangkan tiga pasang alat tambahan lainnya merupakan alat tambahan yang merupakan bagian-bagian dari mulut. 8. Ruang antara cangkang dan tubuh bagian dorsal merupakan tempat pengeraman telur.20.atau gunting untuk memudahkan pelarutan pupuk didalam media kultur ! 7. Identifikasi Daphnia perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan inokulasi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. bentuk tubuhnya lonjong. Ikatlah dengan menggunakan tali rafia agar posisinya aman tidak terlepas. yang kedua disebut antenna kedua yang mempunyai fungsi utama sebagai alat gerak. pemilihan bibit Daphnia yang akan diinokulasi dan cara melakukan inokulasi pada media kultur pakan alami Daphnia. Pada bagian kepala terdapat lima pasang apendik atau alat tambahan. Biarkan selama 7 -14 hari agar media kultur tersebut siap untuk ditebari bibit Daphnia. sedangkan didaerah tropis ada 6 jenis. dibagian dorsal (punggung) bersatu tetapi dibagian ventral (perut) berongga/terbuka dan terdapat lima pasang kaki yang tertutup oleh cangkang. berdasarkan pengamatan para ahli genus ini terdapat lebih dari 20 jenis. Pada bagian ventral kepala terdapat paruh. Berdasarkan klasifikasinya Daphnia sp dapat dimasukkan kedalam : Filum : Arthropoda Kelas : Crustacea Subklas : Branchiopoda Divisi : Oligobranchiopoda Ordo : Cladocera Famili : Daphnidae Genus : Daphnia Spesies : Daphnia sp Morfologi Daphnia dapat dilihat secara langsung dibawah mikroskop. Di alam ada banyak genus daphnia. kedua melakukan seleksi terhadap bibit pakan alami Daphnia. yang pertama disebut antenna pertama (antennule). Pada ujung post abdomen terdapat dua kuku yang berduri kecil-kecil. ketiga melakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai dengan prosedur . Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yaitu pertama melakukan identifikasi jenis bibit pakan alami Daphnia. 359 .

A B C D E F G I J K L M : Otak : Ruang pengeraman : Caecum Pencernaan : Mata : Fornix : Antena Pertama : Usus : Jantung : Ocellus : Ovarium : Paruh : Kelenjar Kulit Gambar 7. Dengan munculnya individu jantan. Daphnia ini akan beranak dengan selang waktu 360 . Pada kondisi perairan yang mulai memburuk disamping individu betina dihasilkan individu jantan yang dapat mendominasi populasi dengan perbandingan 1 : 27.8 mm dihasilkan secara parthenogenesis. Daphnia mempunyai umur hidup yang relatif singkat yaitu antara 28 – 33 hari. populasi yang bereproduksi secara sexual akan membentuk efipia atau resting egg disebut juga siste yang akan menetas jika kondisi perairan baik kembali. Perkembangbiakan Daphnia di dalam media kultur dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara sexual dan asexual.20. Perbandingan jenis kelamin atau sex ratio pada Daphnidae menunjukkan keragaman dan bergantung kepada kondisi lingkungannya. Perkembangbiakan secara asexual (tidak kawin) yang disebut dengan Parthenogenesis biasa terjadi dan akan menghasilkan individu muda betina. Bibit yang akan ditebar kedalam media kultur harus yang sudah dewasa. Pada kondisi ini . Pada umur empat hari individu Daphnia sudah menjadi dewasa dan akan mulai menghasilkan anak pertamanya pada umur 4 – 6 hari. Pada lingkungan yang baik.5 mm. Daphnia sp Langkah selanjutnya setelah dapat mengidentifikasi jenis Daphnia yang akan ditebar kedalam media kultur adalah melakukan pemilihan terhadap bibit Daphnia. anak pertama sebesar 0. Daphnia dewasa berukuran 2. hanya terbentuk individu betina tanpa individu jantan. telur dierami didalam kantong pengeraman sampai menetas dan anak Daphnia dikeluarkan pada waktu pergantian kulit. Pemilihan bibit Daphnia yang akan ditebar kedalam media kultur harus dilakukan dengan tepat.

Cara yang dilakukan dalam melakukan inokulasi adalah dengan menebarkannya secara hati-hati kedalam media kultur sesuai dengan padat tebar yang telah ditentukan. Penebaran bibit Daphnia ini sebaiknya dilakukan pada saat suhu perairan tidak terlalu tinggi yaitu pada pagi dan sore hari. anak. Letakkan objec glass dibawah mikroskop dan amati morfologi Daphnia serta cocokkan dengan gambar 1. Segera setelah Daphnia ganti kulit pada akhir instar remaja memasuki instar dewasa pertama. Jumlah bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur sangat bergantung kepada volume media kultur . Setelah dua kali instar pertama.selama dua hari . jumlah anak yang dihasilkan dalam sekali reproduksi adalah 29 – 30 ekor. Selama instar dewasa pertama. tetapi tingkat pertumbuhan tertinggi terjadi pada stadium ini. anak. Pertambahan ukuran terjadi sesaat setelah telur menetas didalam ruang pengeraman. kelompok telur kedua berkembang diovarium dan seterusnya. Ambillah seekor Daphnia dengan menggunakan pipet dan letakkan di atas objec glass. 5. Lakukan pengamatan terhadap individu Daphnia beberapa kali ulangan agar dapat membedakan tahapan stadia pada Daphnia yang sedang diamati dibawah mikroskop ! 6. Pada periode ini sekelompok telur pertama mencapai perkembangan penuh didalam ovarium. remaja dan dewasa. Jumlah instar pada stadium anak ini hanya dua sampai lima kali. Lakukanlah pemilihan bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur dan letakkan dalam wadah yang terpisah! 361 . Periode remaja adalah instar tunggal antara instar anak terakhir dan instar dewasa pertama. Selama hidupnya Daphnia mengalami empat periode yaitu telur. Siapkan mikroskop dan peralatannya untuk mengidentifikasi jenis Daphnia yang akan dibudidayakan! 3. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan inokulasi/penanaman bibit pakan alami Daphnia! 2. remaja dan dewasa maka selanjutnya adalah memilih individu yang dewasa sebagai calon bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur. dan teteskan formalin agar individu tersebut tidak bergerak ! 4. anak Daphnia yang bentuknya mirip dengan Daphnia dewasa dilepas pada ruang pengeraman. Setelah dapat membedakan antara individu Daphnia yang telur. sekelompok telur pertama dilepaskan kedalam ruang pengeraman. Padat penebaran bibit yang akan diinokulasi kedalam media kultur biasanya adalah 20 – 25 individu perliter. Hitunglah panjang tubuh individu daphnia dewasa beberapa ulangan dan perhatikan ukuran tersebut dengan kasat mata! 7. Langkah kerja dalam menginokulasi/menanam bibit pakan alami Daphnia adalah sebagai berikut : 1.

Hitunglah jumlah bibit yang akan ditebar tersebut sesuai dengan point 8. Dalam memberikan pemupukan susulan ini caranya hampir sama dengan pemupukan awal dan ada juga yang memberikan pemupukan susulannya dalam bentuk larutan pupuk yang dicairkan. detritus. Tentukan padat penebaran yang akan digunakan dalam budidaya pakan alami Daphnia tersebut sebelum dilakukan penebaran. Pemeliharaan Budidaya Daphnia Agar Daphnia yang dipelihara dalam wadah budidaya tumbuh dan berkembang harus dilakukan pemberian pupuk susulan yang berfungsi untuk menumbuhkan mikroorganisme sebagai makanan Daphnia. Lakukan penebaran bibit pakan alami Daphnia pada pagi atau sore hari dengan cara menebarkannya secara perlahanlahan kedalam media kultur. Berdasarkan kebutuhan pakan bagi Daphnia tersebut ada dua metode yang biasa dilakukan oleh pembudidaya yaitu Detrital system dan Autotrophic system. Selain itu untuk mempercepat tumbuhnya bakteri. Autotrophic system adalah sistem dalam budidaya Daphnia dimana pakan yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembangnya Daphnia tersebut dikultur secara terpisah dengan media kultur Daphnia. Phytoplakton yang dibutuhkan dibudidayakan sendiri dan didalam media kultur Daphnia tersebut ditambahkan campuran 362 . 10. detritus dan beragam phytoplankton ditambahkan dedak dan ragi dosis yang digunakan adalah 450 gram kotoran ayam kering ditambah 112 gram dedak dan 22 gram ragi kedalam 1000 liter media kultur. biasanya dosis yang digunakan adalah setengah dari pemupukan awal. Selama dalam pemeliharaan tersebut harus terus dilakukan pemupukan susulan seminggu sekali atau dua minggu sekali dengan dosis yang bergantung kepada kondisi media kultur . Pakan alami Daphnia mempunyai siklus hidup yang relatif singkat yaitu 28 – 33 hari. Pemupukan tersebut sangat berguna bagi pertumbuhan phytoplankton. Fungsi utama pemupukan susulan adalah untuk menumbuhkan pakan yang dibutuhkan oleh Daphnia agar tumbuh dan berkembang. fungi.8. Pemupukan susulan adalah pemupukan yang dimasukkan kedalam media kultur selama pemeliharaan pakan alami Daphnia dengan dosis 50 – 100 % dari dosis pemupukan pertama yang sangat bergantung kepada kondisi media kultur. Detrital System adalah penggunaan pupuk kandang kering yang dimasukkan dalam media kultur Daphnia sebanyak 450 gram dalam 1000 liter air dan dilakukan pemupukan susulan dengan dosis 50 – 100% dari pemupukan pertama yang diberikan seminggu sekali. fungi dan bakteri yang merupakan makanan utama dari pakan alami Daphnia. 9. Oleh karena itu agar pembudidayaannya bisa berlangsung terus menerus harus selalu diberikan pemupukan susulan.

satu gram dedak biasanya digunakan untuk 500 ekor Daphnia setiap dua hari sekali. Selain campuran vitamin didalam media kultur pakan alami Daphnia juga ditambahkan larutan dedak dengan dosis 50 gram dedak ditambahkan dengan 1 liter air lalu diblender dan diaduk selama satu menit. Cara pembuatan larutan suspensi pupuk ini dengan menambahkan air kedalam pupuk dan disaring lalu ditebarkan larutan tersebut kedalam media kultur. parameter yang mudah dilihat adalah jika transparansi kurang dari 0. Dosis campuran vitamin tersebut adalah satu mililiter larutan digunakan untuk satu liter media kultur. larutan tersebut disaring dengan menggunakan saringan kain yang berdiameter 60 µm. jika pemupukan susulan akan dilakukan dengan membuat larutan suspensi pupuk juga dapat dilakukan. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan pemupukan susulan. Komposisi campuran vitamin pada media Daphnia Jenis Vitamin Biotin Thiamine Pyridoxine Ca Panthothenate B 12 Nicotinic acid Nicotinamide Folic acid Riboflavin Inositol Konsentrasi (µg/l) 5 100 3 250 100 50 50 20 30 90 Jika hal tersebut terjadi segera dilakukan pemupukan susulan. 2. Hal ini dapat dilihat dari warna air media yang berwarna keruh atau warna bening. Pemantauan Pertumbuhan Daphnia Mengapa pertumbuhan populasi pakan alami Daphnia harus dipantau? Kapan waktu yang tepat dilakukan pemantauan populasi pakan alami Daphnia yang dibudidayakan didalam media kultur? Bagaimana kita menghitung kepadatan populasi pakan alami 363 Frekuensi pemupukan susulan ditentukan dengan melihat sampel air didalam media kultur . Amati warna air didalam media kultur. Jenis pupuk yang digunakan sama dengan pemupukan awal. Tentukan jenis pupuk dan dosis yang akan digunakan dalam pemupukan susulan ! 4.6. Komposisi campuran vitamin dapat dilihat pada Tabel 7.beberapa vitamin dan ditambahkan dedak. Hitunglah kebutuhan pupuk yang akan digunakan sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan ! 5. Langkah kerja dalam melakukan pemupukan susulan adalah : 1. Suspensi tersebut diberikan kewadah yang berisi media kultur Daphnia. . catat dan diskusikan ! 3. Masukkan pupuk kedalam kantong/karung plastik dan ikat serta dimasukkan kedalam media kultur. Timbanglah pupuk sesuai dengan dosis pupuk yang telah dihitung ! 6.3 m didalam media kultur.6. Tabel 7.

sehingga bisa diperhitungkan prediksi populasi Daphnia didalam media kultur. Jumlah anak yang dikeluarkan dari satu induk bibit Daphnia adalah sebanyak 29–30 ekor. yang dikeluarkan dengan selang waktu dua hari. Langkah kerja dalam memantau pertumbuhan populasi pakan alami Daphnia adalah sebagai berikut : 1. Tentukan waktu pemantauan kepadatan populasi sesuai dengan prediksi tingkat pertumbuhan Daphnia di media kultur. walaupun ada juga yang mencapai kepadatan 3000 – 5000 individu perliter. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan pemantauan pertumbuhan populasi pakan alami Daphnia. Ambillah sampel air dimedia kultur dengan menggunakan baker glass/erlemeyer. Hitunglah jumlah Daphnia yang terdapat dalam botol contoh tersebut. 3. Tingkat kepadatan populasi yang maksimal didalam media kultur adalah 1500 individu perliter. menghitung kepadatan populasi dan waktu pemantauannya. Pemantauan pertumbuhan pakan alami Daphnia di media kultur harus dilakukan agar tidak terjadi kapadatan populasi yang mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi didalam media. Untuk mengukur tingkat kepadatan populasi Daphnia didalam media kultur dilakukan dengan cara sampling beberapa titik dari media. Daphnia yang dipelihara dalam media kultur yang tepat akan mengalami pertumbuhan yang cepat. 2. minimal tiga kali sampling. Secara biologis Daphnia akan tumbuh dewasa pada umur empat hari. Didalam buku ini akan diuraikan secara singkat tentang pertumbuhan Daphnia.Daphnia didalam media kultur ? Mari kita jawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mempelajari buku ini selanjutnya. Daur hidup Daphnia adalah 28–33 hari dan Daphnia menjadi dewasa hanya dalam waktu empat hari. karena periode maturasi daphnia pada media yang mempunyai suhu 25o C adalah dua hari. Hal tersebut diakibatkan oleh kurangnya oksigen didalam media kultur. Berdasarkan siklus hidup Daphnia maka kita dapat menentukan waktu yang tepat untuk dilakukan pemanenan sesuai dengan kebutuhan larva atau benih ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami Daphnia. amati dengan seksama dan teliti ! 364 . jika pada saat inokulasi yang ditebarkan adalah bibit Daphnia yang dewasa maka dalam waktu dua hari bibit Daphnia tersebut sudah mulai beranak. Ukuran Daphnia yang dewasa dan anak-anak berbeda oleh karena itu perbedaan ukuran tersebut sangat bermanfaat bagi ikan yang akan mengkonsumsi dan disesuaikan dengan ukuran bukaan mulut larva. data tersebut dapat dikonversikan dengan volume media kultur. Sampling dilakukan dengan cara mengambil air media kultur yang berisi Daphnia dengan menggunakan baker glass atau erlemeyer.

6. Catat volume air sampel dan jumlah Daphnia dari data point 6. dimana Daphnia akan 365 . Kebutuhan larva/benih ikan akan pakan alami Daphnia selama pemeliharaan adalah setiap hari. Hal tersebut bergantung kepada kebutuhan suatu usaha terhadap ketersediaan pakan alami Daphnia. dapat dilakukan tanpa menggunakan alat pembesar atau mikroskop. lalu kepadatan di dalam wadah budidaya dapat diketahui dengan cara mengalikan 10 kali jumlah didalam gelas 100 ml. Pemanenan Daphnia dapat dilakukan berdasarkan siklus reproduksinya. Lakukanlah kegiatan tersebut minimal tiga kali ulangan dan catat apakah terjadi perbedaan nilai pengukuran dari ketiga lokasi yang berbeda. lalu diambil sebanyak 100 ml. Daphnia dan air di dalam gelas piala selanjutnya dituangkan secara perlahan-lahan sambil dihitung jumlah daphnia yang keluar bersama air. Diskusikan nilai perhitungan tersebut dengan temanmu ! Pemanenan Daphnia Pakan alami yang telah dibudidayakan di media kultur bertujuan untuk diberikan kepada larva/benih yang dipelihara. Sebagai contoh. Daphnia yang ada dihitung seperti cara diatas. Hitunglah rata-rata nilai populasi dari ketiga sampel yang berbeda lokasi. Untuk menghitung kepadatan daphnia pada saat akan dilakukan pemanenan. Nilai rata-rata ini akan dipergunakan untuk menghitung kepadatan populasi pakan alami Daphnia di media kultur. maka dari gelas piala 100 ml dapat diencerkan. Oleh karena itu waktu pemanenan pakan alami itu sangat bergantung kepada kebutuhan larva/benih akan pakan alami Daphnia. dengan memakai gelas piala volume 100 ml. yang telah diaerasi agak besar sehingga daphnia merata berada di seluruh kolom air. Hitunglah jumlah Daphnia yang terdapat dalam baker glass tersebut ! 5.4. maka kepadatan daphnia diwadah budidaya adalah 10 X 200 ekor = 2000 individu per 100 ml. Pemanenan pakan alami Daphnia ini dapat dilakukan setiap hari atau seminggu sekali atau dua minggu sekali. Apabila jumlah daphnia yang ada sangat banyak. 7. caranya adalah dengan menuangkan kedalam gelas piala 1000 ml dan ditambah air hingga volumenya 1000 ml. Pemanenan Daphnia dapat juga dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali sangat bergantung kepada kelimpahan populasi Daphnia di dalam media kultur. Daphnia diambil dari dalam wadah.Dari gelas 1000 ml. lakukan konversi nilai perhitungan tersebut untuk menduga kepadatan populasi pakan alami Daphnia didalam media kultur. Pemanenan pakan alami Daphnia yang dilakukan setiap hari biasanya jumlah yang dipanen adalah kurang dari 20% . apabila di dalam gelas piala 100 ml terdapat 200 ekor daphnia. 8.

pemanenan tersebut dilakukan dengan cara menggunakan seser halus. Waktu pemanenan dilakukan pada pagi hari disaat matahari terbit. Jika kepadatan populasi Daphnia sudah mencapai 3000 – 5000 individu perliter maka pakan alami Daphnia siap dilakukan pemanenan. Catat volume air sampel dan jumlah Daphnia dari data point 6. amati dengan seksama dan teliti ! Hitunglah jumlah Daphnia yang terdapat dalam baker glass tersebut ! Lakukanlah kegiatan tersebut minimal tiga kali ulangan dan catat apakah terjadi perbedaan nilai pengukuran dari ketiga lokasi yang berbeda. Daphnia dapat berkembangbiak tanpa kawin dan usianya relative singkat yaitu 28 – 33 hari. Langkah kerja dalam memanen pakan alami Daphnia adalah sebagai berikut : • Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum • • • • • • • • • melakukan pemanenan pakan alami Daphnia. Dengan tingkahlakunya tersebut akan sangat mudah bagi para pembudidaya untuk melakukan pemanenan. Hitunglah rata-rata nilai populasi dari ketiga sampel yang berbeda lokasi. Cara penyimpanan Daphnia yang dipanen berlebih dapat dilakukan pengolahan Daphnia segar menjadi beku . Tentukan waktu pemanenan pakan alami Daphnia jika kepadatan populasi sesuai dengan prediksi tingkat pertumbuhan Daphnia di media kultur. pada waktu tersebut Daphnia akan banyak mengumpul dibagian permukaan media untuk mencari sinar. Daphnia yang baru dipanen tersebut dapat digunakan langsung untuk konsumsi larva atau benih ikan. Pemanenan dapat dilakukan pada hari ke tujuh – sepuluh jika populasinya sudah mencukupi. Nilai rata-rata ini akan dipergunakan untuk menghitung kepadatan populasi pakan alami Daphnia di media kultur. 366 . Ambillah sampel air dimedia kultur dengan menggunakan baker glass/erlemeyer. Daphnia yang sudah dipanen tersebut dapat tidak secara langsung diberikan pada larva dan benih ikan hias yang dibudidayakan tetapi dilakukan penyimpanan. Pemanenan dilakukan dengan cara menyeser pakan alami Daphnia pada saat pagi hari Kumpulkan Daphnia yang sudah diambil dari media kultur dan letakkan dalam wadah terpisah. Proses tersebut dilakukan dengan menyaring Daphnia dengan air dan Daphnianya saja yang dimasukkan dalam wadah plastic dan disimpan didalam lemari pembeku (Freezer). maka dapat dipredeksi kepadatan populasi Daphnia didalam media kultur jika padat tebar awal dilakukan pencatatan. lakukan konversi nilai perhitungan tersebut untuk menduga kepadatan populasi pakan alami Daphnia didalam media kultur.menjadi dewasa pada umur empat hari dan dapat beranak selang dua hari sekali.

Budidaya Artemia Artemia merupakan salah satu jenis zooplankton yang hidup diperairan asin yang dapat digunakan pada larva dan benih ikan air tawar. Dalam satu musim kering diproduksi sedikitnya 6 bulan dan menghasilkan kista basah sebanyak 40 kg dari luas tambak 1.21.21. 7.2. yang dapat digunakan untuk membudidayakan artemia adalah tambak yang garam yang tidak bocor dan ketersediaan air selalu ada dengan kedalaman tambak adalah 70 cm. penumbuhan makanan alami. Tambak Artemia yang dipelihara didalam tambak garam untuk tumbuh dan berkembangbiak harus terdapat makanan yang dapat dikonsumsi oleh artemia tersebut. Selain itu Artemia dapat diberikan pakan 367 . Kemasan cyst Artemia Menurut Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Jepara (2003) sudah dapat memproduksi Artemia ini secara massal pada tambak bersamaan dengan produksi garam. Saat ini kebutuhan hatchery akan Artemia masih import dari berbagai negara penghasil. Budidaya artemia dapat dilakukan dengan beberapa kegiatan yaitu mulai dari persiapan tambak. payau dan laut. produk ini dibeli dalam bentuk kemasan kaleng dengan berbagai merek.3.500 m2 dan garam 56 ton. penebaran benih.siap untuk diberikan kepada larva dan benih ikan. Gambar 7. pemeliharaan. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Penebaran ini harus dilakukan pada saat suhu rendah. Oleh karena itu harus dilakukan penumbuhan makanan alami untuk artemia tersebut dengan cara melakukan pemupukan secara kontinu dengan menggunakan pupuk organik atau anorganik sebanyak 10% dari dosis awal pemupukan dan dilakukan inokulasi pakan alami. pemanenan dan prosesing. Sebelum digunakan tambak garam ini dilakukan persiapan tambak yaitu : • Penjemuran/pengeringan dasar tambak • Pengapuran tambak dengan dosis 500 kg/ha • Pemupukan organik 500 kg/ha • Pemupukan TSP/urea 200 kg (1:3) • Pengisian air tambak dengan salinitas 80 ppt sedalam 70 cm Setelah tambak dipersiapkan langkah selanjutnya adalah melakukan penebaran benih yaitu nauplii artemia sebanyak 200 ekor perliter pada stadia instar I yaitu artemia yang baru menetas. Makanan artemia diperairan alami adalah material partikel detritus organik dan organisme hidup seperti algae mikroskopik dan bakteri.

Sedangkan metoda penetasan tanpa dekapsulasi adalah suatu cara penetasan artemia tanpa melakukan proses penghilangan lapisan luar kista tetapi secara langsung ditetaskan dalam wadah penetasan. payau maupun laut yang membutuhkan artemia sebagai pakan alami larva dan benihnya. Prosedur yang harus dilakukan dalam menetaskan cyst artemia dengan metode Dekapsulasi adalah : 1. Dilakukan penghentian aerasi sebelum kista tersebut disaring dengan menggunakan saringan kasa yang berdiameter 120 mikron . Oleh karena itu pada tambak pemeliharaan artemia diberikan pakan tambahan berupa bungkil kelapa yang sebelumnya (2 jam) direndam baru diberikan dengan cara menebarkannya secara merata pada tambak budidaya. Budidaya artemia dapat dilakukan pada lokasi yang memiliki salinitas cukup tinggi yaitu lebih dari 50 promill. Pada usaha hatchery air tawar. Metoda penetasan dengan dekapsulasi adalah suatu cara penetasan kista artemia dengan melakukan proses penghilangan lapisan luar kista dengan menggunakan larutan hipokhlorit tanpa mempengaruhi kelangsungan hidup embrio. 3.pada tambak budidaya artemia setelah dilakukan penebaran nauplii artemia salinitas tambak secara bertahap terus ditingkatkan dari 70 ppt menjadi 80 ppt terus secara bertahap dinaikkan sampai menjadi 120 – 140 ppt. 2. biasanya mereka membeli produk cyst artemia dan hanya melakukan kegiatan penetasan cyst/kista artemia yang sudah cukup banyak dijual dalam kemasan kaleng tersebut. Larutan hipoklorit yang digunakan dapat diperoleh dari dua macam senyawa yang banyak dijual dipasaran yaitu Natrium hipoklorit (Na O Cl) 368 . Dalam menetaskan cyst Artemia ada dua metoda yang dapat dilakukan yaitu metoda Dekapsulasi dan metoda tanpa Dekapsulasi. kemudian kista tersebut dicuci dengan air bersih. kemudian kista tersebut dimasukkan kedalam wadah yang berbentuk kerucut dan dilakukan hidrasi selama 1 – 2 jam dengan menggunakan air tawar atau air laut dengan salinitas maksimum 35 permil serta diberi aerasi dari dasar wadah . Ambil kista artemia sejumlah yang telah ditentukan dan harus diketahui bobotnya. silase ikan maupun tepung terigu. menurut hasil penelitian salinitas ditambak budidaya artemia pada saat penebaran nauplii artemia adalah 70 ppt dan untuk menghasilkan kista dengan hasil yang optimum dibutuhkan salinitas antara 120 – 140 ppt sedangkan peningkatan salinitas hingga 150 ppt akan menghasilkan produktivitas telur menjadi menurun. Oleh karena itu.tambahan berupa dedak yang diperkaya dengan vitamin dan mineral atau bungkil kelapa. Larutan hipoklorit yaitu larutan yang mengandung HclO disiapkan yang akan digunakan untuk melakukan proses penghilangan lapisan luar kista.

Penetasan cyst artemia akan berlangsung selama 24–48 jam kemudian. Intensitas cahaya tersebut dapat diperoleh dari lampu TL /neon 60 watt sebanyak dua buah dengan jarak penyinaran dari lampu kewadah penetasan adalah 20 cm. Kista disaring dengan menggunakan saringan 120 mikron dan dilakukan pencucian kista dengan menggunakan air laut secara berulang-ulang sampai bau klorin itu hilang.000 lux . Dari kedua senyawa larutan hipoklorit ini kalsium hipoklorit lebih mudah didapat dan harganya relatif lebih murah daripada natrium hipoklorit. sedangkan natrium hipoklorit dijual berupa cairan dan dikenal sebagai klorin. Dalam dunia perdagangan dan bahasa seharihari kalsium hipoklorit dikenal sebagai kaporit (berupa bubuk). Media penetasan diberi sinar yang berasal dari lampu TL dengan intensitas cahaya minimal 1. Proses penghilangan lapisan luar kista dilakukan selama 5 – 15 menit yang ditandai dengan terjadinya perubahan warna kista dari coklat gelap menjadi abuabu kemudian orange. 6. 8. Kista artemia tersebut dicelupkan kedalam larutan HCl 0. suhu dipertahankan 25 – 30 oC dan pH sekitar 8 – 9. Cyst/kista artemia dimasukkan kedalam media penetasan yang diberi aerasi dengan kecepatan 10 – 20 liter udara/menit. Wadah penetasan cyst Artemia Peralatan dan wadah yang dapat digunakan dalam mengkultur pakan alami Artemia ada beberapa macam. Kista yang telah disaring dengan saringan kasa dimasukkan kedalam media larutan hipoklorit dan diaduk secara manual serta diaerasi secara kuat-kuat. Prosedur yang dilakukan dalam menetaskan cyst artemia dengan metoda tanpa dekapsulasi adalah : 1. 5.67 gram untuk satu gram kista .1 N sebanyak dua kali dan dicuci dengan air bersih dan siap untuk ditetaskan dengan menggunakan larutan penetasan Proses penetasan yang dilakukan sama dengan proses penetasan tanpa dekapsulasi. dengan dosis 10 cc Na O Cl untuk satu gram kista dan Kalsium hipoklorit (Ca (Ocl)2 dengan dosis 0. 369 . 5. 7. 2. Pemilihan metoda penetasan cyst artemia sangat bergantung kepada jenis artemia yang digunakan dan spesifikasi dari jenis artemia tersebut. suhu dipertahankan dibawah 40 oC.4. Artemia yang ditetaskan dari hasil dekapsulasi dapat langsung diberikan pada benih ikan atau ditetaskan terlebih dahulu baru diberikan kepada benih ikan. Cyst/kista yang akan ditetaskan ditimbang sesuai dengan dosis yang digunakan misalnya 5 gram kista per liter air media penetasan. Wadah dan media penetasan disiapkan sesuai persyaratan teknis 3. 4.

Asia. bak fiber dan tanki plastik biasanya digunakan untuk menetaskan cyst Artemia secara massal dan merupakan budidaya artemia secara selektif yaitu membudidayakan pakan alami ditempat terpisah dari ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami. saringan halus/seser. ember. selang air. Aerasi ini dapat digunakan pula untuk menetralkan chlor atau menghilangkan Carbondioksida didalam air. langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan terhadap wadah tersebut. Oleh karena itu ukuran dari wadah yang akan digunakan sangat menentukan kapasitas produksi dari pakan alami Artemia. Wadah yang telah dibersihkan selanjutnya dapat diari dengan air bersih. timbangan. Langkah pertama adalah peralatan dan wadah yang akan digunakan ditentukan sesuai dengan skala produksi dan kebutuhan. Amerika Utara. gelas ukur kaca. Wadah yang akan digunakan dibersihkan dengan menggunakan sikat dan diberikan desinfektan untuk menghindari terjadinya kontaminasi dengan mikroorganisme yang lain. bak beton. Sedangkan wadah budidaya kolam tanah yaitu tambak biasanya dilakukan untuk membudidayakan artemia. Eropa. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya Artemia antara lain adalah aerator/blower. Wadah budidaya yang telah diairi dapat digunakan untuk memelihara Artemia. Media seperti apakah yang dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang pakan alami Artemia. Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya harus bebas dari kontaminan seperti pestisida. Peralatan dan wadah disiapkan untuk digunakan dalam budidaya Artemia. deterjen dan chlor. ember plastik dan bentuk wadah lainnya yang didesain berbentung kerucut pada bagian bawahnya agar memudahkan pada waktu panen. Organisme ini banyak terdapat didaerah Australia.Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah kantong plastik berbentuk kerucut. Berdasarkan habitat 370 . batu aerasi.gayung. botol aqua . Amerika Tengah dan Amerika Selatan dimana pada daerah tersebut memiliki salinitas yang cukup pekat. refraktometer. Afrika. Media penetasan cyst Artemia Untuk dapat menetaskan cyst Artemia kita harus menyiapkan media yang tepat untuk pakan alami tersebut agar dapat tumbuh dan berkembang. selang aerasi. Setelah berbagai macam peralatan dan wadah yang digunakan dalam membudidayakan pakan alami Artemia diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara kerjanya . Air yang digunakan sebaiknya diberi oksigen dengan menggunakan aerator dan batu aerasi yang disambungkan dengan selang aerasi. Wadah yang terbuat dari bak semen. Artemia merupakan hewan air yang hidup diperairan laut yang memiliki salinitas berkisar antara 42 – 316 permil. Pemilihan wadah yang akan digunakan dalam membudidayakan Artemia sangat bergantung kepada tujuannya.

alaminya pakan alami Artemia ini dapat hidup pada perairan yang mengandung salinitas cukup tinggi. 2. 3.8. Media penetasan tersebut dapat dipergunakan air laut biasa atau membuat air laut tiruan . 5.7. 4. walaupun tidak menutup kemungkinan untuk hidup diperairan yang bersalinitas rendah karena Artemia memiliki adaptasi yang cukup luas terhadap salinitas. walaupun pada habitat aslinya dapat hidup pada salinitas yang sangat tinggi. 6. Dosis garam dapur yang digunakan untuk membuat air laut dengan salinitas 35 permil adalah berkisar 30 gram – 35 gram per liter air. Komposisi bahan kimia untuk membuat air laut kadar garam 5 permill No. Bagaimanakah mempersiapkan media yang akan dipergunakan untuk menetaskan cyst artemia? Cyst artemia dapat ditetaskan pada media yang mempunyai salinitas 5 permil sampai dengan 35 permil. 7. Tabel 7.7 dan 7. Jenis bahan Garam dapur (NaCl) Magnesium Sulfat (MgSO4) Magnesium Chlorida (MgCl2) Kalsium Chlorida (CaCl2) Kalium Chlorida (KCl) Natrium Hidrokarbonat (NaHCO3) Air tawar Jumlah 50 gram 13 gram 10 gram 3 gram 2 gram 20 gram 10 liter 371 . 1. Untuk membuat air laut tiruan dengan garam mineralnya dapat dilihat pada tabel 7. Apabila garam-garam mineral ini sulit untuk diperoleh dapat digunakan air tawar biasa ditambahkan dengan garam dapur dan diukur salinitas media tersebut dengan menggunakan refraktometer. Air laut tiruan ini dapat dibuat dengan menggunakan air tawar ditambahkan unsur-unsur mineral yang sangat dibutuhkan untuk media penetasan.

6. 6. 4. kemudian lakukan pensucihamaan wadah dengan menggunkan desinfektan sesuai dengan dosisnya. Inokulasi Artemia Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yaitu pertama melakukan identifikasi jenis bibit pakan alami Artemia. 5. Jenis bahan Garam dapur (NaCl) Magnesium Sulfat (MgSO4) Kalium Iodida (KI) Kalsium Chlorida (CaCl2) Kalium Chlorida (KCl) Natrium Bromida (NaBr) Kalium Bifosfat (KH2PO4) Air tawar Jumlah 280 gram 70 gram 0.Tabel 7. Jika salinitas media tidak sesuai dengan yang diinginkan tambahkan garam atau air tawar kedalam media sampai diperoleh salinitas media sesuai kebutuhan. catat. Bilaslah wadah yang telah dibersihkan dengan menggunakan air bersih. Ukurlah salinitas media penetasan dengan menggunakan alat refraktometer. 2. 8.8. 3. masukkan kedalam wadah budidaya. Buatlah larutan garam untuk media penetasan cyst artemia dengan cara melarutkan garam . Bersihkan wadah dengan menggunakan sikat dan disiram dengan air bersih. 7. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan sebutkan fungsi dan cara kerja peralatan tersebut! 2.05 gram 15 gram 7 gram 1 gram 0.5 gram 10 liter dapur (NaCl) kedalam air tawar dengan dosis 35 gram perliter air tawar. Artemia 372 Langkah kerja dalam menyiapkan wadah budidaya Artemia adalah sebagai berikut : 1. 4. Identifikasi Artemia perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan inokulasi. selang aerasi dan batu aerasi. Komposisi bahan kimia untuk membuat air laut kadar garam 30 permill No. kedua melakukan seleksi terhadap bibit pakan alami Artemia. Tentukan wadah yang akan digunakan untuk menetaskan Artemia ! 3. ketiga melakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai dengan prosedur. 5. 7. Pasanglah peralatan aerasi dengan merangkaikan antara aerator. 1. Ceklah keberfungsian peralatan tersebut dengan memasukkan kedalam arus listrik.

Berdasarkan klasifikasinya Artemia sp dapat dimasukkan kedalam : Filum : Arthropoda Kelas : Crustacea Ordo : Anastraca Famili : Artemidae Genus : Artemia Spesies : Artemia salina Morfologi Artemia dapat dilihat secara langsung dibawah mikroskop. ciri khas nya yang sangat mudah untuk dikenali setelah siste artemia menetas adalah berubah menjadi nauplius. setelah itu menjadi artemia dewasa.merupakan salah satu jenis zooplankton yang hidup diperairan laut yang bersalinitas antara 42 sampai dengan 316 permil. Artemia yang akan ditebar kedalam media penetasan berasal dari cyst artemia.22. Cyst artemia berupa telur yang mengalami fase istirahat karena kondisi lingkungan perairan buruk .22. alat berenang dan alat pernafasan. Untuk lebih jelasnya tentang perkembangbiakan Artemia dapat dilihat pada Gambar 7. Bagaimanakah anda melakukan penebaran cyst Artemia yang akan digunakan untuk menetaskan cyst Artemia didalam wadah budidaya yang dilakukan secara terkontrol ? Apakah cyst Artemia itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita diskusikan dan pelajari dari buku ini. Penebaran bibit Artemia ini sebaiknya dilakukan pada saat suhu perairan tidak terlalu tinggi yaitu pada pagi dan sore hari. Perkembangbiakan Artemia Cara yang dilakukan dalam melakukan inokulasi adalah dengan menebarkannya secara hati-hati kedalam media kultur sesuai dengan padat tebar yang telah ditentukan. Hal ini terjadi karena sifat induk artemia di alam mempunyai dua cara perkembangbiakan yaitu pada saat kondisi perairan baik maka telur yang dihasilkan akan langsung menetas menjadi nauplius (ovovivipar) sedangkan pada kondisi perairan buruk akan disimpan dalam bentuk telur (kista) disebut juga ovipar. Tubuh Artemia dewasa mempunyai ukuran 1 – 2 cm dengan sepasang kaki majemuk dan 11 pasang thoracopoda. endopodit dan epipodite yang masing-masing berfungsi sebagai alat pengumpul pakan. Dalam perkembangannya mengalami 15 kali perubahan bentuk (metamorfosis) . setiap kali perubahan bentuk merupakan tahapan suatu tingkatan yaitu instar I – instar XV. 373 . Setiap thoracopoda mempunyai eksopodit. Gambar 7. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7.

Cara yang dilakukan untuk melakukan penebaran siste artemia adalah : 1. Berdasarkan pengalaman beberapa akuakulturis dalam menetaskan cyst artemia. 3. Ambil siste artemia dan timbanglah sesuai kebutuhan. sinar ultra violet dan mempermudah pengapungan. Lama penyimpanan siste artemia jika dilakukan pengemasan dengan kaleng tanpa udara atau kantong plastik berisi gas Nitrogen adalah lima tahun. Jadi cyst artemia itu yang akan ditetaskan adalah hasil dari perkawinan artemia dewasa jantan dan betina yang pada kondisi lingkungan buruk akan membentuk fase istirahat atau dorman. Hitung jumlah siste yang akan ditebar sesuai dengan volume media penetasan sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan. Artemia yang dijual dipasaran merupakan hasil budidaya atau eksploitasi dari alam yang dikemas dalam kemasan kaleng dengan berat rata-rata 450 gram. 4. Dan biasanya disebut telur kering (diapauze). Kemudian kista tersebut dikeringkan dibawah sinar matahari atau dengan alat pengering/oven dengan suhu sebaiknya tidak lebih dari 40oC . Pengeringan didalam alat pengering ini dilakukan selama tiga jam sampai kadar air dari siste tersebut kurang dari 10% agar tahan lama dalam penyimpanan. Cangkang ini berguna untuk melindungi embrio terhadap pengaruh kekeringan. Tentukan volume media penetasan. padat penebaran yang digunakan adalah 5-7 gram/liter. Kista yang berisi embrio akan mengapung dipermukaan air. kemudian dibersihkan dari kotoran-kotoran yang melekat. 2. Setelah ditentukan padat penebaran yang akan dilakukan dalam penetasan cyst artemia. 374 . Semakin besar wadah yang digunakan maka jumlah siste yang akan ditebarkan akan semakin banyak. Berapakah kebutuhan cyst artemia yang harus ditetaskan untuk memenuhi kebutuhan produksi? Untuk menjawab hal tersebut ada beberapa hal yang harus dipahami antara lain adalah padat penebaran cyst atau siste artemia didalam media penetasan dan disesuaikan dengan volume media penetasan. Oleh karena itu harus dipilih wadah yang tepat untuk menetaskan siste artemia tersebut. Telur artemia yang berasal dari laut atau tambak ini dipanen dengan menggunakan seser. benturan keras. langkah selanjutnya jika media penetasan sudah dipersiapkan dan volumenya sudah dihitung adalah melakukan penebaran siste artemia kedalam media penetasan. Masukkan siste kedalam wadah yang berisi media penetasan sesuai dengan salinitas yang telah ditetapkan dengan cara menuangkan secara perlahan siste kedalam media. pada saat siste ditebar sebaiknya selang aerasi dihentikan terlebih dahulu agar siste tersebut berada didalam media penetasan.Cyst Artemia atau siste Artemia adalah telur yang telah berkembang lebih lanjut menjadi embrio dan kemudian diselubungi oleh cangkang yang tebal dan kuat.

lepaskan aerasi didalam media penetasan pada saat dilakukan penebaran ! 6. cyst artemia pada tahap awal dilakukan perendaman dengan air tawar selama satu jam yang berfungsi untuk meningkatkan kadar air pada cyst artemia dan cyst artemia tersebut akan menggembung karena air masuk kedalam cyst. Proses penetasan artemia akan berlangsung selama 24-48 jam. Dalam menetaskan cyst/siste artemia ada beberapa tahapan yang harus dilakukan antara lain adalah memantau proses penetasan cyst artemia. Hitunglah jumlah cyst yang akan ditebar setelah ditentukan pada point 2 berdasarkan volume media penetasan ! 4.Langkah kerja dalam menebar cyst artemia adalah sebagai berikut : 1. Setelah satu jam direndam dan cyst sudah mengandung kadar air kurang lebih 65% maka cyst artemia tersebut disaring dengan menggunakan kain saringan 120 mikron serta dicuci dengan air tawar atau air laut sampai bersih. Amati proses penetasan cyst Artemia dengan menghitung percentage penetasannya! Persentase penetasan N (Hatching Persentase) = ---. Proses penetasan dengan menggunakan metoda dekapsulasi. Pasanglah aerasi setelah cyst Artemia ditebarkan kedalam media penetasan ! 7.X 100% C Dimana : N : jumlah nauplius yang menetas C : jumlah cyst yang ditebar Artemia salina merupakan salah satu zooplankton sebagai sumber pakan alami yang sangat cocok bagi larva ikan konsumsi maupun ikan hias. Lakukan penimbangan dengan tepat berdasarkan perhitungan jumlah cyst Artemia pada point 3. 5. Cyst Artemia yang diperdagangkan merupakan cyst yang telah dikeringkan dengan kadar air kurang dari 10%. Tentukan padat penebaran cyst Artemia dan volume media penetasan! 3. Oleh karena itu dalam proses penetasan dapat dilakukan dengan dua metoda yaitu metoda Dekapsulasi dan metoda tanpa dekapsulasi. 2. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum menebar cyst Artemia. Dari kedua metoda tersebut akan terjadi proses penetasan yang berbeda. Masukkanlah cyst Artemia yang telah ditimbang kedalam media penetasan secara hati-hati. Jenis pakan alami ini dapat diperoleh dengan cara membudidayakan Artemia di lahan budidaya/ tambak atau hanya menetaskan cyst/siste Artemia yang dibeli dalam bentuk kemasan kaleng berisi 450 gram dan ditetaskan dalam wadah budidaya yang sesuai sampai dipelihara sesuai dengan kebutuhan. Cyst yang menggembung akan mulai terjadi proses metabolisme. Cyst artemia yang ditetaskan dalam wadah budidaya berbentuk kerucut dan bening akan sangat mudah untuk memantau proses penetasannya. Kemudian dimasukkan 375 .

Media penetasan diberi sinar yang berasal dari lampu TL dengan intensitas cahaya minimal 1. Penetasan cyst artemia akan berlangsung selama 24-48 jam kemudian. Amati siste artemia didalam media penetasan. Intensitas cahaya tersebut dapat diperoleh dari lampu TL/neon 60 watt sebanyak dua buah dengan jarak penyinaran dari lampu kewadah penetasan adalah 20 cm.kedalam larutan hipoklorit yang telah disiapkan lengkap dengan aerasinya. siste artemia dimasukkan kedalam media penetasan yang diberi aerasi dengan kecepatan 10 – 20 liter udara/menit. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan pemantauan proses penetasan artemia. Oleh karena itu masih harus dilakukan penetasan dengan menggunakan air laut yang bersalinitas 5-35 permil. Kemudian wadah dan media penetasan disiapkan sesuai persyaratan teknis yang telah ditentukan.000 lux. Amati setiap jam perkembangan dari siste artemia dibawah mikroskop dan catat jam terjadinya penetasan siste manjadi nauplius ! 4. Proses penetasan cyst/siste artemia dengan metoda tanpa dekapsulasi dilakukan dengan cara siste yang akan ditetaskan ditimbang sesuai dengan dosis yang digunakan misalnya 5 gram siste per liter air media penetasan. Siste yang sudah tidak bercangkang tersebut masih berupa siste yang telanjang belum menetas karena masih diselimuti oleh selaput embrio yang tipis. Waktu yang dibutuhkan sampai siste tersebut menetas menjadi nauplius dibutuhkan waktu sekitar 24 . Langkah Kerja Memantau proses penetasan artemia adalah sebagai berikut : 1. suhu dipertahankan 25 – 30 oC dan pH sekitar 8 – 9. 2. Proses penetasan cyst artemia dengan metoda dekapsulasi selanjutnya adalah melarutkan siste tersebut dengan larutan garam bersalinitas antara 5 permil sampai dengan 35 permil.48 jam. Proses dekapsulasi ditandai dengan terjadinya perubahan warna siste dari coklat menjadi abu-abu dan akhirnya berwarna jingga serta air didalam wadah mengandung buih atau busa. Proses dekapsulasi berlangsung selama 10-15 menit. Setelah proses dekapsulasi selesai siste yang sudah tidak bercangkang diambil dengan alat penyedot dan disaring dengan menggunakan alat penyaring dari kasa kawat baja tahan karat (stainless steel) dengan ukuran mata 120-150 mikron. Kebutuhan larva/benih ikan akan 376 . Proses pencucian dilakukan dengan menggunakan air tawar atau air laut sampai bau chlorine hilang. catat dan diskusikan ! 3. Hitunglah jumlah persentase siste yang menetas didalam media penetasan sesuai dengan rumus ! Pakan alami artemia yang telah ditetaskankan di media penetasan bertujuan untuk diberikan kepada larva/benih yang dipelihara.

Lakukan penutupan wadah penetasan pada bagian atas dengan menggunakan plastik hitam agar artemia yang menetas akan berkumpul pada bagian bawah wadah penetasan. Setelah cyst artemia menetas 24-48 jam setelah ditetaskan maka akan dilakukan pemanenan cyst artemia dengan cara sebagai berikut : 1. Diamkan beberapa lama (kurang lebih 15-30 menit) sampai seluruh cyst yang telah menetas berkumpul didasar wadah. Pemanenan Artemia dapat juga dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali sangat bergantung kepada ukuran Artemia yang akan diberikan kepada larva/benih ikan. Artemia menjadi dewasa pada umur empatbelas hari dan akan beranak setiap empat sampai lima hari sekali. Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah bak semen. Pemanenan pakan alami Artemia ini dapat dilakukan setiap hari atau seminggu sekali atau dua minggu sekali. Cyst artemia yang baru menetas mempunyai ukuran antara 200-350 mikrometer (0. bak 377 . Hal tersebut bergantung kepada kebutuhan suatu usaha terhadap ketersediaan pakan alami Artemia. 5. bak beton. 2.2-0. Pada beberapa usaha pembenihan biasanya hanya dilakukan penetasan cyst artemia tanpa melakukan pemeliharaan terhadap cyst yang telah ditetaskan.pakan alami Artemia selama pemeliharaan adalah setiap hari. Lepaskan aerasi yang ada didalam wadah penetasan. tanki plastik. oleh karena itu pada masa tersebut artemia sudah mulai makan dengan adanya makanan didalam media penetasan artemia akan tumbuh dan berkembang. Lakukan penyedotan dengan selang untuk mengambil artemia yang telah menetas dan ditampung dengan kain saringan yang diletakkan didalam wadah penampungan.3. Jika didalam media penetasan tidak terdapat sumber makanan bagi artemia maka artemia tidak akan tumbuh dan berkembang melainkan akan mati secara perlahan-lahan karena kekurangan energi. Bersihkan artemia yang telah dipanen dengan menggunakan air tawar yang bersih dan siap untuk diberikan kepada larva/benih ikan konsumsi/ikan hias. Artemia mempunyai sifat fototaksis positif yang akan bergerak menuju sumber cahaya.35 mm) dan disebut nauplius. 4. 7. Jadi waktu panen artemia sangat ditentukan oleh ukuran besar mulut larva yang akan mengkonsumsinya dengan ukuran artemia yang akan ditetaskan. Oleh karena itu waktu pemanenan pakan alami itu sangat bergantung kepada kebutuhan larva/benih akan pakan alami Artemia. Pemanenan pakan alami Artemia yang dilakukan setiap hari biasanya jumlah yang dipanen adalah kurang dari 20%. Budidaya Rotifera Peralatan dan wadah yang dapat digunakan dalam mengkultur pakan alami Rotifera ada beberapa macam.3. Duapuluh empat jam setelah menetas nauplius artemia ini akan mulai tumbuh organ pencernaannya. 3.

batu aerasi. bak fiber dan tanki plastik biasanya digunakan untuk membudidayakan Rotifera secara selektif yaitu membudidayakan pakan alami ditempat terpisah dari ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami. Wadah yang telah dibersihkan selanjutnya dapat diari dengan air bersih. Aerasi ini dapat digunakan pula untuk menetralkan chlor atau menghilangkan Carbondioksida didalam air. selang aerasi. Pemilihan wadah yang akan digunakan dalam membudidayakan Rotifera sangat bergantung kepada tujuannya. Selain itu diperlukan juga seser atau saringan halus pada saat akan melakukan pemanenan Rotifera. kantong plastik.gayung. Alat yang digunakan adalah gelas ukur kaca yang berfungsi untuk melihat kepadatan populasi Rotifera yang dibudidayakan didalam wadah pemeliharaan. Langkah pertama adalah peralatan dan wadah yang akan digunakan ditentukan sesuai dengan skala produksi dan kebutuhan. Setelah berbagai macam peralatan dan wadah yang digunakan dalam membudidayakan pakan alami Rotifera diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara kerjanya . Wadah yang terbuat dari bak semen. Rotifera yang telah dipanen tersebut dimasukkan kedalam ember plastik untuk memudahkan dalam pengangkutan dan digunakan juga gayung plastik untuk mengambil media air budidaya Rotifera yang telah diukur kepadatannya. timbangan. Peralatan dan wadah disiapkan untuk digunakan dalam budidaya Rotifera. Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya harus bebas dari kontaminan seperti pestisida.fiber dan kolam tanah. Wadah yang akan digunakan dibersihkan dengan menggunakan sikat dan diberikan desinfektan untuk menghindari terjadinya kontaminasi dengan mikroorganisme yang lain. bak beton. gelas ukur kaca. saringan halus/seser. Sedangkan wadah budidaya kolam tanah biasanya dilakukan untuk membudidayakan pakan alami nonselektif yaitu membudidayakan pakan alami secara bersama-sama dengan ikan yang akan mengkomsumsi pakan alami tersebut. Air yang digunakan sebaiknya diberi oksigen dengan menggunakan aerator dan batu aerasi yang disambungkan dengan selang aerasi. Kedalaman air didalam wadah budidaya yang optimum adalah 50 cm dan maksimum adalah 90 cm. selang air. deterjen dan chlor. Wadah budidaya yang telah diairi dapat digunakan untuk memelihara Rotifera. Rotifera yang dipelihara didalam wadah pemeliharaan akan tumbuh dan berkembang oleh karena itu harus dipantau kepadatan populasi Rotifera didalam wadah. Langkah kerja dalam menyiapkan peralatan dan wadah kultur pakan 378 . ember. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya Rotifera antara lain adalah aerator/blower. tali rafia. langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan terhadap wadah tersebut.

tekstur. Bilaslah wadah yang telah dibersihkan dengan menggunakan air bersih. Berdasarkan habitat alaminya pakan alami Rotifera ini dapat hidup pada perairan yang mengandung unsur hara. Unsur hara yang dimasukkan kedalam media tersebut pada umumnya adalah pupuk. pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari campuran antara kotoran hewan dengan sisa makanan dan alas tidur hewan tersebut. 4. sungai dan kolam-kolam. Jenis pupuk organik yang biasa digunakan adalah pupuk kandang. kemudian lakukan pensucihamaan wadah dengan menggunkan desinfektan sesuai dengan dosisnya. Masukkan air bersih yang tidak terkontaminasi kedalam wadah budidaya dengan menggunakan selang plastik dengan kedalaman air yang telah ditentukan. Unsur hara ini dialam diperoleh dari hasil dekomposisi nutrien yang ada didasar perairan. selang aerasi dan batu aerasi. 6. Mengapa pupuk kandang yang digunakan harus yang kering ? Pupuk kandang yang telah kering sudah mengalami proses pembusukan secara sempurna sehingga secara fisik seperti warna. Pupuk kandang ini jenisnya ada beberapa macam antara lain adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan sapi.alami Rotifera adalah sebagai berikut : 1. 5. kelinci. dan kedua jenis pupuk tersebut dapat digunakan sebagai sumber unsur hara. Ceklah keberfungsian peralatan tersebut dengan memasukkan kedalam arus listrik. Tentukan wadah yang akan digunakan untuk membudidayakan Rotifera ! 3 Bersihkan wadah dengan menggunakan sikat dan disiram dengan air bersih. Untuk melakukan budidaya pakan alami diperlukan unsur hara tersebut didalam media budidaya. Pemilihan antara kedua jenis pupuk tersebut sangat bergantung kepada ketersediaan pupuk tersebut dilokasi budidaya. Dari berbagai jenis kotoran hewan tersebut yang biasa 379 . Pupuk kandang yang akan dipergunakan sebagai pupuk dalam media kultur pakan alami adalah pupuk kandang yang telah kering. masukkan kedalam wadah budidaya. Jenis pupuk yang dapat digunakan sebagai sumber unsur hara pada media kultur pakan alami Rotifera adalah pupuk organik dan anorganik. bau dan kadar airnya tidak seperti bahan aslinya. burung dan kuda. Campuran ini telah mengalami pembusukan sehingga sudah tidak berbentuk seperti semula. ayam. Rotifera merupakan hewan air yang hidup diperairan tawar subtropik dan tropik baik di daerah danau. kerbau. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan sebutkan fungsi dan cara kerja peralatan tersebut! 2. Media seperti apakah yang dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang pakan alami Rotifera. misalnya 50 cm. rupa. Pasanglah peralatan aerasi dengan merangkaikan antara aerator.

Beberapa pembudidaya ada yang menggunakan pupuk nitrat dan phosphat sebagai unsur hara yang dimasukkan kedalam media kultur pakan alami. artinya kadar N dalam pupuk ZA adalah 21 kg. maka kebutuhan urea adalah 3 : 46 = 0. Dengan tumbuhnya pakan Rotifera di dalam media kultur maka pakan alami yang akan dipelihara di dalam wadah budidaya tersebut akan tumbuh dan berkembang. Untuk lebih mudahnya saat ini juga sudah dijual pupuk majemuk yang mengandung unsur Nitrogen. Pupuk anorganik yang banyak mengandung unsur nitrogen dan banyak dijual dipasaran adalah urea. Dosis yang digunakan untuk pupuk anorganik harus dihitung berdasarkan kebutuhan unsur hara yang dibutuhkan. Kadar unsur N dalam urea adalah 46%. sedangkan unsur phosphat adalah Triple Superphosphat (TSP). Pupuk yang telah ditentukan akan digunakan sebagai sumber unsur hara dalam media kultur pakan alami selanjutnya dihitung dan ditimbang sesuai dengan dosis yang dibutuhkan. misalnya pupuk yang akan digunakan adalah urea dan ZA. 2X1.5– 2%. Zwavelzure Ammoniak (ZA). Jenis pupuk anorganik yang biasa digunakan adalah pupuk yang mengandung unsur Nitrogen. detritus dan beragam phytoplankton sebagai makanan utama Rotifera. Untuk ZA kadar N nya 21% . Dosis yang digunakan dihitung berdasarkan kandungan unsur hara yang terdapat dalam pupuk an organik. Jenis pupuk anorganik juga bisa digunakan sebagai sumber unsur hara pada media kultur Rotifera jika pupuk kandang tidak terdapat dilokasi tersebut. sedangkan yang berasal dari kotoran burung puyuh adalah 1000 gram/m3. Tetapi dosis pupuk kandang yang berasal dari kotoran burung puyuh berdasarkan hasil penelitian dan memberikan pertumbuhan populasi Rotifera pada hari ketujuh sebanyak 80 individu/liter. Berapakah dosis pupuk yang harus ditebarkan kedalam media kultur pakan alami Rotifera ? Berdasarkan pengalaman beberapa pembudidaya dosis yang digunakan untuk pupuk kandang dari kotoran ayam sebanyak 500 gram/m3. Phosphate dan Kalium (NPK).5=VX46. Penimbangan dilakukan setelah wadah budidaya disiapkan. atau 1.digunakan adalah kotoran ayam dan burung puyuh.065 kg. Kemudian pupuk tersebut 380 . Kotoran ayam dan burung puyuh yang telah kering ini digunakan dengan dosis sesuai kebutuhan.0 gram/liter. Misalnya kebutuhan urea adalah V1N1 = V2N2. Phosphat dan Kalium. Pupuk yang dimasukkan kedalam media kultur pakan alami yang berfungsi untuk menumbuhkan bakteri. fungi. Sedangkan pupuk kandang yang baik mengandung unsur N sebanyak 1. artinya dalam setiap 100 kg urea mengandung unsur N sebanyak 46 kg. Oleh karena dalam menghitung jumlah pupuk anorganik yang dibutuhkan dalam media kultur pakan alami dilakukan perhitungan matematis.

381 . Lingkaran cilia dibagian anterior terdapat diatas pedestal yang terbagi dua yang disebut trocal disk. Dalam memberikan pemupukan susulan ini caranya hampir sama dengan pemupukan awal dan ada juga yang memberikan pemupukan susulannya dalam bentuk larutan pupuk yang dicairkan. Rotifera merupakan salah satu jenis zooplankton yang hidup diperairan tawar didaerah tropis dan subtropis. Oleh karena itu agar pembudidayaannya bisa berlangsung terus harus selalu diberikan pemupukan susulan. Berdasarkan klasifikasinya Rotifera sp dapat dimasukkan kedalam : Filum : Rotifera Kelas : Monogononta Ordo : Ploima Famili : Brachionidae Subfamili : Brachioninae Genus : Brachionus Spesies : Brachionus calyciflorus Morfologi Rotifera dapat dilihat secara langsung dibawah mikroskop. Waktu yang dibutuhkan oleh proses dekomposisi pupuk didalam media kultur pakan alami Rotifera ini berkisar antara 7 – 14 hari. Gerakan membranela pada trochal disk seperti dua roda yang berputar. Rotifera akan tumbuh dan berkembang pada media kultur yang mempunyai kandungan Oksigen terlarut sebanyak > 5 ppm. kandungan amonia < 1 ppm. Pupuk tersebut akan berproses didalam media dan akan tumbuh mikroorganisme sebagai makanan utama dari Rotifera. kedua melakukan seleksi terhadap bibit pakan alami Rotifera. ketiga melakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai dengan prosedur . Pakan alami Rotifera mempunyai siklus hidup yang relatif singkat yaitu 4 – 12 hari. Identifikasi Rotifera perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan inokulasi. Langkah kerja yang harus dilakukan pada pembuatan media budidaya Rotifera sama dengan budidaya Daphnia. Parameter kualitas air didalam media kultur pakan alami Rotifera juga harus dilakukan pengukuran. ciri khas nya yang sangat mudah untuk dikenali adalah adanya corona atau semacam selaput yang dikelilingi cilia yang mencolok disekitar mulutnya.dimasukkan kedalam kantong plastik atau karung plastik diikat dan di lubangi dengan menggunakan paku atau gunting agar pupuk tersebut dapat mudah larut didalam media kultur pakan alami Rotifera. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yaitu pertama melakukan identifikasi jenis bibit pakan alami Rotifera. Setelah itu baru bisa dilakukan penebaran bibit Rotifera kedalam media kultur. Selama dalam pemeliharaan harus terus dilakukan pemupukan susulan seminggu sekali dengan dosis setengah dari pemupukan awal. suhu air berkisar antara 28 – 30 oC dan pH air antara 6 – 8.

23. Panjang tubuh berkisar antara 200 – 500 µm . Tubuh terbagi atas tiga bagian yaitu bagian kepala yang pendek. oesophagus. merah atau coklat yang disebabkan oleh warna makanan yang ada disekitar saluran pencernaannya. badan yang besar dan kaki atau ekor. Kaki yang beruas semu mempunyai dua jari dan mengandung kelenjar kaki yang bermuara di ujung jari. Sejumlah otot-otot melingkar dan membujur yang meluas sampai ke kepala dan kaki. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Rata-rata lebar lorica Brachionus calyciflorus bervariasi antara 124 – 300 mikron. Gambar 7.8 mm dihasilkan secara parthenogenesis.5 mm. Rotifera Langkah selanjutnya setelah dapat mengidentifikasi jenis Rotifera yang akan ditebar kedalam media kultur adalah melakukan pemilihan terhadap bibit Rotifera. lambung dengan kelenjar perut dan usus.9. Ukuran badan dan nilai kalori rotifer berdasarkan volume dan bobot dapat dilihat pada tabel 7. Organ ekresi. organ perasa atau peraba dan bukaan mulut. anak pertama sebesar 0. organ genital meliputi germanium atau ovari dan vitellarium. Pemilihan bibit Rotifera yang akan ditebar kedalam media kultur harus dilakukan dengan tepat. Bibit yang akan ditebar kedalam media kultur harus yang sudah dewasa. Bentuk tubuh agak panjang dan silindris. Rongga badan berisi cairan tubuh dan terdapat beberapa organ tubuh. kaki ramping dan ujung kaki mengecil. Pada kepala terdapat corona yang berguna sebagai alat untuk mengalirkan makanan.23.Trochal disk digunakan berenang dan makan. yaitu saluran pencernaan yang terdiri dari mastax dengan kelenjar ludah. Badan Brachionus dilapisi kutikula yang membentuk lapisan agak tebal dan kaku yang disebut lorica. Rotifera dewasa berukuran 2. Ukuran lorica berbeda-beda untuk setiap spesies yang sama pada habitat berbeda. untuk Tubuh Rotifera umumnya transparan. 382 . beberapa berwarna hijau. Kepala dan badan tidak jelas batasnya. pada ujung kaki terdapat dua ruas semu atau lebih bahkan kadang-kadang tidak terlihat karena ditarik kedalam tubuh atau mengkerut dan adakalanya tidak.

50 1. 383 . dan dapat menetas bila keadaan perairan telah normal kembali.096 0.75 5.29 0. Ukuran badan dan nilai kalori rotifer (Brachionus sp) Rotifer Betina Jantan Telur Telur Kista Panjang lorika (µm) 273 ± 13 113 ± 3 128 ± 1 98 ± 4 Lebar lorika (µm) 170 92 105 77 Volume (ml) 1.24. Bila jantan dan betina miktik tersebut kawin.031 0.90 0. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. maka betina miktik akan menghasilkan telur dorman (dorman egg) dengan cangkang yang keras dan tebal yang tahan terhadap kondisi perairan yang jelek dan kekeringan.033 Nilai kalori (10 -7 kkal) 10.9.89 1. Perkembangbiakan secara asexual (tidak kawin) yang disebut dengan Parthenogenesis terjadi dalam keadaan normal. maka telur betina amiktik tersebut dapat menetas menjadi betina miktik. Betina amiktik menghasilkan telur yang akan berkembang menjadi betina amiktik pula. Betina miktik ini akan menghasilkan telur yang akan berkembang menjadi jantan.195 0. Tetapi dalam keadaan lingkungan yang kurang menguntungkan (tidak normal) seperti terjadi perubahan salinitas. suhu air dan kualitas pakan.85 Perkembangbiakan Rotifera di dalam media kultur dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara sexual dan asexual.77 0.30 Bobot (µg) 0. Sifat yang khas pada rotifera adalah adanya dua tipe jenis betina yaitu betina miktik dan amiktik.Tabel 7.

Menurut beberapa ahli 24 jam setelah menetas Brachionus muda telah menjadi dewasa dan dapat menghasilkan telur 2 sampai 3 butir. Daur hidup rotifer (Brachionus sp) Rotifera mempunyai umur hidup yang relatif singkat yaitu antara 4 – 19 hari. Setelah dapat membedakan antara individu Rotifera yang telur. anak. Padat penebaran bibit yang akan diinokulasi kedalam media kultur biasanya adalah 20 – 25 individu perliter. tetapi diduga tidak jauh berbeda dari jumlah telur yang dihasilkan oleh betina amiktik. Hal ini telah diperkuat oleh peneliti bahwa jumlah telur yang dihasilkan oleh induk betina Brachionus calyciflorus yang dikultur secara khusus di laboratorium adalah rata-rata 3 – 6 butir.24.Gambar 7. Sedangkan pengetahuan tentang jumlah telur yang dihasilkan oleh betina miktik masih sedikit sekali. remaja dan dewasa maka selanjutnya adalah memilih individu yang dewasa sebagai calon bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur. Jumlah bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur sangat bergantung kepada volume media kultur . Cara yang dilakukan dalam melakukan inokulasi adalah dengan menebarkannya secara hati-hati kedalam media kultur sesuai dengan 384 .

385 . Langkah kerja dalam menebar bibit pakan alami rotifera adalah sebagai berikut : 1. parameter yang mudah dilihat adalah jika transparansi kurang dari 0. dan teteskan formalin agar individu tersebut tidak bergerak ! 4. Lakukanlah pemilihan bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur d an letakkan dalam wadah yang terpisah! 8. Hitunglah panjang tubuh individu Rotifera dewasa beberapa ulangan dan perhatikan ukuran tersebut dengan kasat mata! 7.3 m didalam media kultur. Lakukan pengamatan terhadap individu Rotifera beberapa kali ulangan agar dapat membedakan tahapan stadia pada Rotifera yang sedang diamati dibawah mikroskop ! 6. Penebaran bibit Rotifera ini sebaiknya dilakukan pada saat suhu perairan tidak terlalu tinggi yaitu pada pagi dan sore hari. Jika hal tersebut terjadi segera dilakukan pemupukan susulan. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan inokulasi/penanaman bibit pakan alami Rotifera! 2. 9. Ambillah seekor Rotifera dengan menggunakan pipet dan letakkan diatas objec glass. Mengapa pertumbuhan populasi pakan alami Rotifera harus dipantau ? Kapan waktu yang tepat dilakukan pemantauan populasi pakan alami Rotifera yang dibudidayakan didalam media kultur ? Bagaimana kita menghitung kepadatan populasi pakan alami Rotifera didalam media kultur ? Mari kita jawab pertanyaanpertanyaan tersebut dengan mempelajari beberapa referensi tentang hal tersebut atau dari majalah dan internet yang dapat menjawabnya.padat tebar yang telah ditentukan. 10. Siapkan mikroskop dan peralatannya untuk mengidentifikasi jenis Rotifera yang akan dibudidayakan! 3. Tentukan padat penebaran yang akan digunakan dalam budidaya pakan alami Rotifera tersebut sebelum dilakukan penebaran. Frekuensi pemupukan susulan ditentukan dengan melihat sample air didalam media kultur . Hitunglah jumlah bibit yang akan ditebar tersebut sesuai dengan point 8. 5. Hal ini dapat dilihat dari warna air media yang berwarna keruh atau warna teh bening. Jenis pupuk yang digunakan sama dengan pemupukan awal. Lakukan penebaran bibit pakan alami Rotifera pada pagi atau sore hari dengan cara menebarkannya secara perlahan-lahan kedalam media kultur. Letakkan objec glass dibawah mikroskop dan amati morfologi Rotifera serta cocokkan dengan gambar 6. menghitung kepadatan populasi dan waktu pemantauannya. Pemupukan susulan pada budidaya rotifera dilakukan sama dengan budidaya daphnia. Didalam handout ini akan diuraikan secara singkat tentang pertumbuhan Rotifera.

Untuk mengukur tingkat kepadatan populasi Rotifera didalam media kultur dilakukan dengan cara sampling beberapa titik dari media. jika pada saat inokulasi yang ditebarkan adalah bibit Rotifera yang dewasa maka dalam waktu dua hari bibit Rotifera tersebut sudah mulai beranak. walaupun ada juga yang mencapai kepadatan 120 – 150 individu permililiter. Daur hidup Rotifera adalah 6 – 19 hari dan Rotifera menjadi dewasa hanya dalam waktu satu hari. Ukuran Rotifera yang dewasa dan anak-anak berbeda oleh karena itu perbedaan ukuran tersebut sangat bermanfaat bagi ikan yang akan mengkonsumsi dan disesuaikan dengan ukuran bukaan mulut larva. Tingkat kepadatan populasi yang maksimal didalam media kultur adalah 80 individu permililiter. Langkah Kerja dalam memantau pertumbuhan populasi pakan alami Rotifera adalah sebagai berikut : 1. data tersebut dapat dikonversikan dengan volume media kultur. Jumlah telur yang dikeluarkan dari satu induk bibit Rotifera adalah sebanyak 2 – 3 butir. karena periode maturasi Rotifera pada media yang mempunyai suhu 25 oC adalah satu hari. Tentukan waktu pemantauan kepadatan populasi sesuai dengan prediksi tingkat pertumbuhan Rotifera di media kultur. Secara biologis Rotifera akan tumbuh dewasa pada umur satu hari (24 jam setelah menetas). Hal tersebut diakibatkan oleh kurangnya oksigen didalam media kultur. Pemantauan pertumbuhan pakan alami Rotifera di media kultur harus dilakukan agar tidak terjadi kepadatan populasi yang mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi didalam media. Hitunglah jumlah Rotifera yang terdapat dalam baker glass tersebut ! 5. Lakukanlah kegiatan tersebut minimal tiga kali ulangan dan catat apakah terjadi perbedaan nilai pengukuran dari ketiga lokasi yang berbeda. Berdasarkan siklus hidup Rotifera maka kita dapat menentukan waktu yang tepat untuk dilakukan pemanenan sesuai dengan kebu tuhan larva atau benih ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami Rotifera. Sampling dilakukan dengan cara mengambil air media kultur yang berisi Rotifera dengan menggunakan baker glass atau erlemeyer. amati dengan seksama dan teliti ! 4. Hitunglah jumlah Rotifera yang terdapat dalam botol contoh tersebut.Rotifera yang dipelihara dalam media kultur yang tepat akan mengalami pertumbuhan yang cepat. 386 . Ambillah sampel air dimedia kultur dengan menggunakan baker glass/erlemeyer. 2. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan pemantauan pertumbuhan populasi pakan alami Rotifera. 3. minimal tiga kali sampling. sehingga bisa diperhitungkan prediksi populasi Rotifera didalam media kultur.

dengan memakai gelas piala volume 100 ml. Waktu pemanenan dilakukan pada pagi hari disaat matahari terbit. Rotifera diambil dari dalam wadah.Dari gelas 1000 ml. maka dari gelas piala 100 ml dapat diencerkan. lalu diambil sebanyak 100 ml. caranya adalah dengan menuangkan kedalam gelas piala 1000 ml dan ditambah air hingga volumenya 1000 ml. Rotifera dapat berkembangbiak tanpa kawin dan usianya relative singkat yaitu 6 – 19 hari. maka kepadatan Rotifera diwadah budidaya adalah 10 X 200 ekor = 2000 individu per 100 ml. Pemanenan dapat dilakukan pada hari ke empat – sembilan jika populasinya sudah mencukupi. Hitunglah rata-rata nilai populasi dari ketiga sampel yang berbeda lokasi. Pemanenan Rotifera dapat juga dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali sangat bergantung kepada kelimpahan populasi Rotifera di dalam media kultur. pemanenan tersebut dilakukan dengan cara menggunakan seser halus. Pemanenan Rotifera dapat dilakukan berdasarkan siklus reproduksinya. lakukan konversi nilai perhitungan tersebut untuk menduga kepadatan populasi pakan alami Rotifera didalam media kultur. Nilai rata-rata ini akan dipergunakan untuk menghitung kepadatan populasi pakan alami Rotifera di media kultur. lalu kepadatan di dalam wadah budidaya dapat diketahui dengan cara mengalikan 10 kali jumlah didalam gelas 100 ml. maka dapat dipredeksi kepadatan populasi Rotifera didalam media kultur jika padat tebar awal dilakukan pencatatan. apabila di dalam gelas piala 100 ml terdapat 200 ekor Rotifera. Rotifera dan air di dalam gelas piala selanjutnya dituangkan secara perlahan-lahan sambil dihitung jumlah Rotifera yang keluar bersama air. Dengan tingkahlakunya tersebut akan sangat mudah bagi para pembudidaya untuk melakukan pemanenan. dimana Rotifera akan menjadi dewasa pada umur satu hari dan dapat bertelur setiap hari.6. pada waktu tersebut Rotifera akan banyak mengumpul dibagian permukaan media untuk mencari sinar. Sebagai contoh. Rotifera yang ada dihitung seperti cara diatas. dapat dilakukan tanpa menggunakan alat pembesar atau mikroskop. Hal tersebut bergantung kepada kebutuhan suatu usaha terhadap ketersediaan pakan alami Rotifera. Pemanenan pakan alami Rotifera ini dapat dilakukan setiap hari atau seminggu sekali atau dua minggu sekali. yang telah diaerasi agak besar sehingga Rotifera merata berada di seluruh kolom air. Pemanenan pakan alami Rotifera yang dilakukan setiap hari biasanya jumlah yang dipanen adalah kurang dari 20% . Apabila jumlah Rotifera yang ada sangat banyak. Untuk menghitung kepadatan Rotifera pada saat akan dilakukan pemanenan. 7. Rotifera yang baru 387 . Catat volume air sampel dan jumlah Rotifera dari data point 6.

Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah bak platik. Peralatan dan wadah yang dapat digunakan dalam mengkultur pakan alami Tubifex ada beberapa macam. bak beton. Rotifera yang sudah dipanen tersebut dapat tidak secara langsung diberikan pada larva dan benih ikan hias yang dibudidayakan tetapi dilakukan penyimpanan.gayung. Kegiatan budidaya cacing rambut ini dimulai dari persiapan peralatan dan wadah. pemberian pupuk susulan.4. penanaman bibit. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya Tubifex antara lain adalah selang air. Cara penyimpanan Rotifera yang dipanen berlebih dapat dilakukan pengolahan Rotifera segar menjadi beku . Selang air digunakan untuk memasukkan air bersih dari tempat penampungan air kedalam wadah 388 7. Debit air yang masuk kedalam wadah pemeliharaan adalah 900 ml/menit. saringan halus/seser. BUDIDAYA BENTHOS Jenis organisma yang dapat digunakan sebagai pakan alami bagi ikan konsumsi dan ikan hias yang termasuk kedalam kelompok Benthos adalah cacing rambut. timbangan. Oleh karena itu semua kegiatan tersebut akan diuraikan didalam buku ini. Pemilihan wadah yang akan digunakan dalam membudidayakan Tubifex sangat bergantung kepada tujuannya. hampir sama dalam membudidayakan pakan alami sebelumnya. bak fiber . tanki plastik. Wadah yang terbuat dari bak semen. ember.dipanen tersebut dapat digunakan langsung untuk konsumsi larva atau benih ikan. penyiapan media kultur. yang membedakan adalah waktu pemanenan dan jumlah rotifera yang akan dipanen setiap hari. bak fiber dan tanki plastik biasanya digunakan untuk membudidayakan Tubifex secara selektif yaitu membudidayakan pakan alami ditempat terpisah dari ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami. pemantauan pertumbuhan dan pemanenan cacing rambut.kolam tanah dan saluran air. bak semen. Dalam rambut membudidayakan cacing prosedur yang dilakukan . Proses tersebut dilakukan dengan menyaring Rotifera dengan air dan Rotiferanya saja yang dimasukkan dalam wadah plastic dan disimpan didalam lemari pembeku (Freezer). bak beton. Cacing rambut sangat banyak diberikan untuk ikan hias dan ikan konsumsi karena mengandung nutrisi yang cukup tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan yang dibudidayakan. Langkah kerja dalam melakukan pemanenan rotifera dilakukan sama dengan pemanenan pada Daphnia. Pada budidaya tubifex fungsi aerator dapat digantikan dengan mengalirkan air secara kontinue kedalam wadah pemeliharaan.

Unsur hara ini dialam diperoleh dari hasil dekomposisi nutrien yang ada didasar perairan. Peralatan ini digunakan juga untuk mengeluarkan kotoran dan air pada saat dilakukan pemeliharaan. Unsur hara yang dimasukkan kedalam media tersebut pada umumnya adalah pupuk. Sedangkan pupuk anorganik adalah pupuk yang berasal dari bahan kimia dasar yang dibuat secara pabrikasi atau yang berasal dari hasil tambang. Untuk melakukan budidaya pakan alami diperlukan unsur hara tersebut didalam media budidaya. Triple Superfosfat/ TSP. Tubifex ini biasanya dapat hidup pada perairan yang banyak mengandung bahan organik. Bahan organik yang terdapat didalam perairan biasanya berasal dari dekomposisi unsur hara. Zwavelzure amoniak/ZA. Fosfat (Duperfosfat/DS. Kedalaman media didalam wadah budidaya yang optimum adalah 10 cm dan maksimum adalah 20 cm. Dengan menggunakan selang air akan memudahkan dalam melakukan penyiapan wadah sebelum digunakan untuk budidaya. Fused Magnesium Phospate/FMP). cacing muda yang mempunyai berat 0. sungai dan kolam-kolam.1 mg umumnya terdapat pada kedalaman 0 – 2 cm.0 mg pada kedalaman 2 – 4 cm. seperti Nitrat. limbah rumah tangga. Nitrogen (Urea.0 mg pada kedalaman 0 – 4 cm. Silikat. Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya harus bebas dari kontaminan seperti pestisida. sedangkan cacing dewasa yang mempunyai berat 5. Amonium nitrat. Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Kedalaman media dalam wadah budidaya berdasarkan habitat asli di alamnya hidup pada daerah yang mengandung lumpur dengan distribusi pada daerah permukaan substrat pada kedalaman tertentu. Wadah budidaya yang telah diairi dapat digunakan untuk memelihara Tubifex. Setelah berbagai macam peralatan dan wadah yang digunakan dalam membudidayakan pakan alami Tubifex diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara kerjanya .1 – 5. deterjen dan chlor. natrium.budidaya. Amonium sulfanitrat) dan lain-lain. langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan terhadap wadah tersebut. Berdasarkan hasil peneltian tubifex yang berukuran juwana dengan berat kurang dari 0. Berdasarkan habitat alaminya pakan alami Tubifex ini merupakan organisme yang hidup didasar perairan yang banyak mengandung detritus dan mikroorganik lainnya. Media seperti apakah yang dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang pakan alami Tubifex. sisa tanaman. Tubifex merupakan hewan air yang hidup diperairan tawar subtropik dan tropik baik di daerah danau. Jenis pupuk yang dapat digunakan sebagai sumber unsur hara pada media kultur pakan alami Tubifex adalah pupuk organik dan 389 . Pupuk yang terdapat dialam ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Superphosphat 36.

Pupuk tersebut akan berproses didalam media dan akan tumbuh mikroorganisme sebagai makanan utama dari Tubifex. Waktu yang dibutuhkan oleh proses dekomposisi pupuk didalam media kultur pakan alami Tubifex ini berkisar antara 2-7 hari. Setelah itu baru bisa dilakukan penebaran bibit Tubifex kedalam media kultur. Dengan tumbuhnya pakan Tubifex di dalam media kultur maka pakan alami yang akan dipelihara didalam wadah budidaya tersebut akan tumbuh dan berkembang. Dari berbagai jenis kotoran hewan tersebut yang biasa digunakan adalah kotoran ayam dan burung puyuh. kelinci. ayam. kerbau.anorganik. Kotoran ayam dan burung puyuh yang telah kering ini digunakan dengan dosis sesuai kebutuhan. Pemilihan antara kedua jenis pupuk tersebut sangat bergantung kepada ketersediaan pupuk tersebut dilokasi budidaya. Berapakah dosis pupuk yang harus ditebarkan kedalam media kultur pakan alami Tubifex ? Berdasarkan pengalaman beberapa pembudidaya dosis yang digunakan untuk pupuk kandang dari kotoran ayam sebanyak 50% dari jumlah media yang akan dibuat. pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari campuran antara kotoran hewan dengan sisa makanan dan alas tidur hewan tersebut. Campuran ini telah mengalami pembusukan sehingga sudah tidak berbentuk seperti semula. Jika jumlah media yang dibuat sebanyak 500 gram maka jumlah pupuknya adalah 250 gram. Pupuk kandang ini jenisnya ada beberapa macam antara lain adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan sapi. bau dan kadar airnya tidak seperti bahan aslinya. Pupuk yang dimasukkan ke dalam media kultur pakan alami yang berfungsi untuk menumbuhkan bakteri. fungi. dan kedua jenis pupuk tersebut dapat digunakan sebagai sumber unsur hara. Pakan alami Tubifex mempunyai siklus hidup yang relatif singkat yaitu 50 – 57 hari. rupa. Berdasarkan hasil penelitian Yuherman (1987) pemupukan susulan dengan dosis 75% dari pemupukan awal setelah 10 hari inokulasi dapat memberikan pertumbuhan yang optimal pada tubifex. Selama dalam pemeliharaan harus terus dilakukan pemupukan susulan seminggu sekali dengan dosis 9% pemupukan awal. Mengapa pupuk kandang yang digunakan harus yang kering ? Pupuk kandang yang telah kering sudah mengalami proses pembusukan secara sempurna sehingga secara fisik seperti warna. burung dan kuda. Pupuk kandang yang akan dipergunakan sebagai pupuk dalam media kultur pakan alami adalah pupuk kandang yang telah kering. detritus dan beragam phytoplankton sebagai makanan utama Tubifex. tekstur. Jenis pupuk organik yang biasa digunakan adalah pupuk kandang. Kemudian pupuk tersebut dimasukkan kedalam wadah budidaya dicampur dengan lumpur kolam dengan perbandingan satu banding satu. Oleh karena itu agar pembudidayaannya 390 .

Berdasarkan klasifikasinya Tubifex sp dapat dimasukkan kedalam : Filum : Annelida Kelas : Oligochaeta Ordo : Haplotaxida Famili : Tubificidae Genus Spesies : : Tubifex Tubifex sp. Dalam memberikan pemupukan susulan ini caranya hampir sama dengan pemupukan awal dan ada juga yang memberikan pemupukan susulannya dalam bentuk larutan pupuk yang dicairkan. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yaitu pertama melakukan identifikasi jenis bibit pakan alami Tubifex. Morfologi Tubifex dapat dilihat secara langsung dibawah mikroskop. suhu air berkisar antara 28 – 30 oC dan pH air antara 6 – 8. Identifikasi Tubifex perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan inokulasi. ciri khasnya yang sangat mudah untuk dikenali adalah adanya tubuhnya berwarna merah kecoklatan karena banyak mengandung haemoglobin.25.bisa berlangsung terus harus selalu diberikan pemupukan susulan. Tubuh terdiri dari beberapa segmen berkisar antara 30 – 60 segmen. Bentuk tubuh agak panjang dan silindris mempunyai dinding yang tebal terdiri dari dua lapis otot yang membujur dan melingkar sepanjang tubuhnya. Tubifex merupakan salah satu jenis Benthos yang hidup didasar perairan tawar didaerah tropis dan subtropis. Tubifex sp Langkah selanjutnya setelah dapat mengidentifikasi jenis Tubifex yang akan ditebar kedalam media kultur adalah melakukan pemilihan terhadap bibit Tubifex. ketiga melakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai dengan prosedur . Pada setiap segmen di bagian punggung dan perut akan keluar seta dan ujungnya bercabang dua tanpa rambut. Pemilihan bibit Tubifex yang akan ditebar kedalam media kultur harus 391 . Tubifex akan tumbuh dan berkembang pada media kultur yang mempunyai kandungan Oksigen terlarut berkisar antara 2.75 – 5 ppm dan jika kandungan oksigen terlarut > 5 ppm dapat meningkatkan pertumbuhan tubifek. Parameter kualitas air didalam media kultur pakan alami Tubifex juga harus dilakukan pengukuran. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. kedua melakukan seleksi terhadap bibit pakan alami Tubifex. Gambar 7.25. kandungan amonia < 1 ppm.

Lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Proses perkembangbiakan embrio didalam kokon ini biasanya berlangsung selama 10 – 12 hari jika suhu didalam media pemeliharaan berkisar antara 24 – 25 oC.26. anak. menetas dan menjadi dewasa serta mengeluarkan kokon dibutuhkan waktu sekitar 50 – 57 hari. remaja dan dewasa maka selanjutnya adalah memilih individu yang dewasa sebagai calon bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur.dilakukan dengan tepat. Waktu yang dibutuhkan untuk proses perkembangbiakan telur didalam kokon sampai menetas menjadi embrio tubifex membutuhkan waktu sekitar 10 – 12 hari. Telur cacing rambut dihasilkan didalam kokon yaitu suatu bangunan yang berbentuk bulat telur.8 mm dihasilkan secara hermaprodit. Jumlah bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur sangat bergantung kepada volume media kultur .26.0 mm dan garis tengahnya 0.7 mm. Perkembangbiakan Tubifex di dalam media kultur dapat dilakukan dengan cara asexual yaitu pemutusan ruas tubuh dan pembuahan sendiri (Hermaphrodit). Daur hidup Tubifex (Tubifex sp) Setelah dapat membedakan antara individu Tubifex yang bertelur. Tubifex dewasa berukuran 30 mm. anak pertama sebesar 0. Kokon ini dibentuk oleh kelenjar epidermis dari salah satu segmen tubuhnya yang disebut klitelum. Telur yang terdapat didalam kokon ini akan menetas menjadi embrio yang sama persis dengan induknya hanya ukurannya lebih kecil. Bibit yang akan ditebar kedalam media kultur harus yang sudah dewasa. Padat penebaran bibit yang akan diinokulasi kedalam media kultur biasanya adalah 2 gram permeter persegi. blastula dan gastrula. Gambar 7. Jadi daur hidup cacing rambut dari telur . Cara yang dilakukan dalam melakukan inokulasi adalah dengan menebarkannya secara hati-hati kedalam media kultur sesuai dengan 392 . panjang 1. Induk tubifex yang dapat menghasilkan kokon dan mengeluarkan telur yang menetas menjadi tubifex mempunyai usia sekitar 40 – 45 hari. Telur yang terdapat didalam kokon ini akan mengalami proses metamorfosis dan akan mengalami pembelahan sel seperti pada umumnya perkembangbiakan embrio didalam telur yang dimulai dari stadia morula. Jumla telur dalam setiap kokon berkisar antara 4 – 5.

Berdasarkan kebutuhan pakan bagi Tubifex tersebut maka prosedur yang dilakukan dalam memberikan pemupukan susulan ada dua cara . parameter yang mudah dilihat adalah jika warna media pemeliharaan sudah terang didalam media kultur. Jenis pupuk yang digunakan sama dengan pemupukan awal. Didalam buku ini akan diuraikan secara singkat tentang pertumbuhan 393 . Pemupukan tersebut sangat berguna bagi pertumbuhan detritus. Dalam memberikan pemupukan susulan ini caranya hampir sama dengan pemupukan awal dan ada juga yang memberikan pemupukan susulannya dalam bentuk larutan pupuk yang dicairkan. fungi dan bakteri yang merupakan makanan utama dari pakan alami Tubifex.padat tebar yang telah ditentukan. Mengapa pertumbuhan populasi pakan alami Tubifex harus dipantau ? Kapan waktu yang tepat dilakukan pemantauan populasi pakan alami Tubifex yang dibudidayakan didalam media kultur ? Bagaimana kita menghitung kepadatan populasi pakan alami Tubifex didalam media kultur ? Mari kita jawab pertanyaanpertanyaan tersebut dengan mempelajari buku ini selanjutnya. Pemupukan susulan adalah pemupukan yang dimasukkan kedalam media kultur selama pemeliharaan pakan alami Tubifex dengan dosis 9 % dari dosis pemupukan pertama yang sangat bergantung kepada kondisi media kultur. Kedua adalah dengan cara membuat larutan pupuk didalam wadah yang terpisah dengan wadah budidaya. Selama dalam pemeliharaan tersebut harus terus dilakukan pemupukan susulan seminggu sekali atau dua minggu sekali dengan dosis yang bergantung kepada kondisi media kultur . Setelah dilakukan penebaran bibit didalam media pemeliharaan harus dilakukan pemupukan susulan. larutan pupuk tersebut dialirkan keseluruh permukaan media pemeliharaan . Penebaran bibit Tubifex ini sebaiknya dilakukan pada saat suhu perairan tidak terlalu tinggi yaitu pada pagi dan sore hari.dengan dosis yang telah ditentukan. Hal ini dapat dilihat dari warna air media yang berwarna keruh atau warna teh bening. biasanya dosis yang digunakan adalah 9% dari pemupukan awal. Fungsi utama pemupukan susulan adalah untuk menumbuhkan pakan yang dibutuhkan oleh Tubifex agar tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu agar pembudidayaannya bisa berlangsung terus menerus harus selalu diberikan pemupukan susulan. Jika hal tersebut terjadi segera dilakukan pemupukan susulan. Pakan alami Tubifex mempunyai siklus hidup yang relatif singkat yaitu 50 – 57 hari. Frekuensi pemupukan susulan ditentukan dengan melihat sample air didalam media kultur . Pertama adalah dengan menebarkan secara merata kedalam media pemeliharaan sejumlah pupuk yang sudah ditimbang sesuai dengan dosis pemupukan susulan.

Pemantauan pertumbuhan pakan alami Tubifex di media kultur harus dilakukan agar tidak terjadi kapadatan populasi yang mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi didalam media. Untuk mengukur tingkat kepadatan populasi Tubifex didalam media kultur dilakukan dengan cara sampling beberapa titik dari media. Pemanenan pakan alami Tubifex dapat dilakukan setelah pemeliharaan selama dua bulan setelah itu pemanenen dapat dilakukan setiap dua minggu biasanya jumlah yang dipanen adalah kurang dari 50% . karena dengan penutupan selama 6 jam tubifex akan keluar secara perlahanlahan dari lumpur tempatnya bersembunyi membenamkan sebagian tubuhnya tersebut. Kokon ini akan terbentuk pada salah satu segmen tubuh induk tubifex. minimal tiga kali sampling. Jumlah telur yang dikeluarkan dari satu induk Tubifex sangat bergantung kepada jumlah kokon yang dihasilkan pada setiap induk. Tubifex yang dipelihara dalam media kultur yang tepat akan mengalami pertumbuhan yang cepat. Pada saat pemanenan sebaiknya wadah budidaya tubifex tersebut ditututp terlebih dahulu selama 6 jam untuk memudahkan pemanenan. Daur hidup Tubifex adalah 50 – 57 hari dan Tubifex menjadi dewasa dalam waktu empat puluh hari. Berdasarkan siklus hidup Tubifex maka kita dapat menentukan waktu yang tepat untuk dilakukan pemanenan sesuai dengan kebutuhan larva atau benih ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami Tubifex. jika pada saat inokulasi yang ditebarkan adalah bibit Tubifex yang dewasa maka dalam waktu sepuluh sampai duabelas hari bibit Tubifex tersebut sudah mulai bertelur pada media yang mempunyai suhu 24 – 25 oC. sehingga bisa diperhitungkan prediksi populasi Tubifex didalam media kultur. Secara biologis Tubifex akan tumbuh dewasa pada umur 40 – 45 hari. menghitung kepadatan populasi dan waktu pemantauannya. walaupun ada juga yang mencapai kepadatan 120 – 150 gram permeterpersegi. Tingkat kepadatan populasi yang maksimal didalam media kultur adalah 30 – 50 gram permeterpersegi. Hitunglah jumlah Tubifex yang terdapat dalam botol contoh tersebut. Pemanenan Tubifex dapat juga dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali sangat bergantung kepada kelimpahan populasi Tubifex di dalam media kultur. 394 .Tubifex. Ukuran Tubifex yang dewasa dan anak-anak berbeda oleh karena itu perbedaan ukuran tersebut sangat bermanfaat bagi ikan yang akan mengkonsumsi dan disesuaikan dengan ukuran bukaan mulut larva. data tersebut dapat dikonversikan dengan volume media kultur. Sampling dilakukan dengan cara mengambil air media kultur yang berisi Tubifex dengan menggunakan baker glass atau erlemeyer. Hal tersebut diakibatkan oleh kurangnya oksigen didalam media kultur.

3. Proses tersebut dilakukan dengan menyaring Tubifex dengan air dan Tubifexnya saja yang dimasukkan dalam wadah plastic dan disimpan didalam lemari pembeku (Freezer). Masukkan media kedalam wadah budidaya tubifex dengan kedalaman media 5 cm. dimana Tubifex akan menjadi dewasa pada umur empat puluh sampai empat puluh lima hari dan dapat bertelur setelah sepuluh sampai duabelas hari. Tubifex diambil dari dalam wadah pemeliharaan dan ditimbang jumlah tubifex yang diambil setelah itu dapat dihitung jumlah individu pergramnya dengan melakukan perhitungan matematis. dapat dilakukan tanpa menggunakan alat pembesar atau mikroskop. pada waktu tersebut Tubifex akan banyak mengumpul dibagian permukaan media untuk mencari sinar. Pemanenan Tubifex dapat dilakukan berdasarkan siklus reproduksinya. Tubifex dapat berkembang iak tanpa kawin dan usianya relative singkat yaitu 50–57 hari. Tubifex tersebut yang dapat sudah dipanen tidak secara langsung diberikan pada larva dan benih ikan hias yang dibudidayakan tetapi dilakukan penyimpanan. Masukkan air kedalam wadah yang telah berisi media tersebut. maka dapat dipredeksi kepadatan populasi Tubifex didalam media kultur jika padat tebar awal dilakukan pencatatan. Pemanenan dapat dilakukan pada hari ke limapuluh sampai limapuluh tujuh jika populasinya sudah mencukupi. Untuk melakukan budidaya tubifek secara skala kecil dapat dilakukan dengan menggunakan wadah yang terbuat dari bak plastik dengan langkah kerja sebagai berikut : 1. pemanenan tersebut dilakukan dengan cara menggunakan seser halus. Cara penyimpanan Tubifex yang dipanen berlebih dapat dilakukan pengolahan Tubifex segar menjadi beku. 395 . 2. Dengan tingkahlakunya tersebut akan sangat mudah bagi para pembudidaya untuk melakukan pemanenan. Pembuatan wadah budidaya dengan menggunakan bak kayu yang terbuat dari kayu yang dilapisi plasti dengan ukuran misalnya 100 cm X 50 cm X 10 cm. 4. Tubifex yang baru dipanen tersebut dapat digunakan langsung untuk konsumsi larva atau benih ikan. Biarkan media tersebut selama 5–7 hari agar terjadi proses pembusukan didalam wadah budidaya dan akan tumbuh detritus dan mikroorganisme lainnya sebagai makanan untuk tubifex. media ini terbuat dari lumpur dan pupuk kandang dengan perbandingan lumpur dan pupuk kandang adalah 1 : 1. kedalaman air dalam wadah budidaya adalah 2 cm dan buatlah sistem air mengalir pada wadah budidaya dengan debit air berkisar 900 ml/menit. Waktu pemanenan dilakukan pada pagi hari disaat matahari terbit.Untuk menghitung kepadatan Tubifex pada saat akan dilakukan pemanenan.

Lipids yang mengandung ω 3 HUFA di homogenisasi dengan sedikit kuning telur mentah dan air yang akan menghasilkan emulsi dan secara langsung diberikan kepada pakan alami dicampur dengan ragi roti. Pengkayaan terhadap pakan alami ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas nutrisi dari pakan tersebut. Setelah itu masukkan tubifex kedalam media tersebut dengan dosis 2 gram permeter persegi. 6. payau dan laut. 7.5. Pemanenan tubifex dapat dilakukan setelah minimal 40 hari pemeliharaan. Indirect Method yaitu metode tidak langsung. Lakukan pemeliharaan tubifex tersebut dengan melakukan pemupukan susulan dan pemantauan pertumbuhan setiap sepuluh hari sekali. BIOENKAPSULASI Untuk meningkatkan mutu pakan alami dapat dilakukan pengkayaan . rotifer. Menurut Watanabe (1988) zooplankton dapat ditingkatkan mutunya dengan teknik bioenkapsulasi dengan menggunaan teknik omega yeast (ragi omega). Omega tiga merupakan salah satu jenis asam lemak tidak jenuh tinggi yaitu asam lemak yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap. Jenis pakan alami yang dapat dilakukan pengkayaan adalah dari kelompok zooplankton misalnya artemia. Semua jenis zooplankton tersebut biasanya diberikan kepada larva dan benih ikan air tawar. Peningkatan mutu pakan alami dapat dilihat dari meningkatkan kelangsungan hidup/sintasan larva dan benih yang . 2. Ada dua metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pakan alami yaitu : 1. meningkatkan pertumbuhan larva dan benih ikan serta meningkatkan daya tahan tubuh larva dan benih ikan. moina dan tigriopus. dengan dosis sebanyak 1 gram yeast/106 sel/ml air alut perhari. Tahapannya : 396 7. istilah pengkayaan bisa juga disebut dengan bioenkapsulasi. daphnia. Metode pengkayaan zooplankton secara tidak langsung dilakukan dengan cara memelihara zooplankton dengan media Chlorella dan ragi roti Saccharomyces cerevisiae. dipelihara. Metode pengkayaan zooplankton secra tidak langsung adalah dengan cara membuat emulsi lipid. Asam lemak ini tidak dapat disintesis di dalam tubuh dan merupakan salah satu dari asam lemak essensial. Direct Method yaitu metode langsung. Hal ini berdasarkan hasil penelitian Fadillah (2004) bahwa pertumbuhan populasi tubifex mencapai puncaknya setelah dipelihara selama 40 hari. Dengan meningkatkan mutu dari pakan alami dari kelompok ini dapat meningkatkan mutu dari larva dan benih ikan yang mengkonsumsi pakan tersebut.5.

Ambillah 20 ml emulsi yang telah dibuat pada langkah sebelumnya sebanyak 20 ml. sedangkan untuk rotifer emulsi tersebut dapat dipergunakan untuk memperkaya sebanyak 500 1000 individu per liter. 7. 5. 6. Timbanglah minyak ikan sebanyak 5 gram. Artemia salina merupakan salah satu jenis pakan alami dari kelompok zooplankton yang dapat diberikan kepada larva ikan konsumsi atau ikan hias. Lakukanlah pencampuran dengan mixer selama 2 – 3 menit sampai terjadi campuran yang homogen. 3. vitamin yang larut dalam air sebanyak 10 gram dan kuning telur sebanyak 1 gram dan letakkan dalam wadah yang terpisah. Pada umumnya komposisi minyak ikan laut lebih komplek dan 397 . 4. Masukkan 5 gram minyak ikan kedalam mixer dan lakukan homogenisasi selama 2 – 3 menit dengan alat tersebut. dan tambahkan 5 gram ragi roti dan campurlah dengan air kultur artemia. Jumlah emulsi yang telah dibuat diatas tersebut dapat dipergunakan untuk memperkaya jumlah nauplius artemia sebanyak 100 – 200 naupli perml.- Pembuatan emulsi lipid (mayonnaise) Pengecekkan ke Homoenisasi emulsi dibawah mikroskop Pencampuran dengan ragi roti Pemasukan emulsi kedalam media pakan alami Pemberian pakan alami langsung ke larva ikan Adapun prosedur yang dapat dilakukan jika akan melakukan pengkayaan zooplankton adalah sebagai berikut : Pengayaan terhadap Artemia salina sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas nutrisi dari pakan tersebut. Alat dan bahan • Mixer • Minyak ikan • Vitamin yang larut dalam air • Kuning telur • Aquades • Ragi roti/fermipan Langkah kerja : 1. Siapkan alat dan bahan 2. Pada stadia larva semua jenis ikan sangat membutuhkan nutrisi yang lengkap agar pertumbuhan larva sempurna sesuai dengan kebutuhannya. Pengkayaan terhadap pakan alami ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Jepang dapat meningkatkan pertumbuhan. Pemenuhan kebutuhan akan asam lemak essensial oleh larva ikan dapat dipenuhi dengan pemberian sumber pakan yang tepat yang berasal dari hewani dan nabati pada pengkayaan pakan alami seperti minyak ikan dan minyak jagung. Tambahkan 10 gram vitamin yang larut dalam air kedalam mixer dan tambahkan pula kuning telur mentah sebanyak 1 gram kemudian tambahkan 100 ml aquades.

Kandungan komposisi beberapa bahan bioenkapsulasi Komposisi asam lemak SFA C 14 : 0 C 16 : 0 C 18 : 0 C 20 : 0 C 22 : 0 MUFA C 16 : 1 C 18 : 1 C 20 : 1 PUFA C 18 : 2 C 18 : 3 C 20 : 2 C 20 : 3 Minyak ikan lemuru (%) 20.2 8.82 0.202 0.16 0.6 15. Minyak jagung diperoleh dengan jalan ekstraksi bagian lembaga. diasil gliserol eter. baik dengan tekanan tinggi maupun dengan jalan ekstraksi menggunakan pelarut. plasmalogen netral dan fosfolipid. Minyak jagung mengandung asam lemak linoleat (n-6) sekitar 53% (Stickney. Terdapat pula sejumlah kecil fraksi yang tak tersabunkan.377 () () Kuning telur ayam (g/100g) 23. dimana komponenkomponen ini banyak ditemukan pada minyak hati ikan bertulang rawan. 1979).52 0.0 1.40 398 Ragi roti (% total asam lemak) Minyak ikan lemuru (%) .mengandung asam lemak tak jenuh berantai panjang pada minyak ikan laut terdiri dari asam lemak C18.88 0.68 20. Sedangkan kandungan asam lemak ikan air tawar mengandung C16 dan C18 yang tinggi serta C20 dan C22 yang rendah. sterol.1 11. Dalam pembuatan bahan emulsi untuk memperkaya Daphnia sp dapat ditambahkan juga kuning telur ayam mentah dan ragi roti (Saccharomyces cerevisiae ).70 1. Tabel 7.10.41 3.45 2.0 () 2.10.869 1. Komposisi lain yang terkandung dalam minyak ikan adalah lilin ester.42 4.4 () () 14. Bahan yang kaya akan asam lemak n-6 umumnya banyak dikandung oleh minyak yang berasal dari tumbuhan. C20 dan C22 dengan kandungan C20 dan C22 yang tinggi dan kandungan C16 dan C18 yang rendah.2 88.34 12.4 () () 12.17 0. Kandungan asam lemak dari beberapa bahan yang dapat dipergunakan untuk membuat emulsi bioenkapsulasi dapat dilihat pada Tabel 7.1 1. hidrokarbon dan pigmen.2 38.1 6.1 () 10.5 7. antara lain adalah : vitamin.2 3.8 Minyak jagung (g/100g) 1 14 2 Trace Trace Trace 30 50 2 () () () () 10.

012 () () () () 0.16 1.3 6.81 6.2 17 Trace Trace 1.Komposisi asam lemak C 20 : 4 C 20 : 5 C 22 : 2 C 22 : 3 C 22 : 4 C 22 : 5 C 22 : 6 Sumber Minyak ikan lemuru (%) 5.4 Winarno (1993) Minyak jagung (g/100g) () () () () () () () Gurr (1992) Kuning telur ayam (g/100g) 1.2 3.53 10.28 Dualantus (2003) Keterangan : SFA : Saturated Fatty Acid MUFA : Monounsaturated Fatty Acid PUFA : Polyunsaturated Fatty Acid () : tidak ada data .629 Yuhendi (1998) Ragi roti (% total asam lemak) () () () () () () () Watanabe (1988) Minyak ikan lemuru (%) 2.: tidak terdeteksi 399 .419 0.61 0.

Sebagai predator (organisme pemangsa). Serangan penyakit yang disertai gangguan hama dapat menyebabkan pertumbuhan ikan menjadi sangat lambat (kekerdilan). membunuh dan mempengaruhi produktivitas ikan. konversi pakan manjadi sangat tinggi dan menurunnya hasil panen (produksi). Ikan yang sehat akan mengalami pertumbuhan berat badan yang optimal. pencegahan dilakukan sebelum terjadi serangan.1. 8. Pencegahan merupakan tindakan yang paling efektif dibandingkan dengan pengobatan.BAB VIII. Oleh karena itu agar ikan yang dipelihara di dalam wadah budidaya tidak terserang hama dan penyakit harus dilakukan pencegahan. JENIS-JENIS HAMA DAN PENYAKIT 8.1. dengan penggunaan pakan buatan yang sangat besar dapat mengakibatkan terjadinya suatu masalah. baik secara langsung maupun secara bertahap. Ikan yang sakit sangat merugikan bagi para pembudidaya karena akan mengakibatkan penurunan produktivitas. Ikan yang dipelihara dapat terserang hama dan penyakit karena diakibatkan oleh kualitas air yang memburuk dan malnutrisi. Hama bersifat sebagai organisma yang memangsa (predator). mortalitas meningkat. baik hama maupun penyakit. 400 . HAMA DAN PENYAKIT IKAN Dalam suatu usaha budidaya ikan yang intensif dengan padat penebaran tinggi.1. Hama Ikan Hama adalah organisme pengganggu yang dapat memangsa. Sebab. Hama sering menyerang ikan bila masuk dalam lingkungan perairan yang sedang dilakukan pemeliharaan ikan. sehingga biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar. Masuknya hama dapat bersama saluran pemasukan air maupun sengaja datang melalui pematang untuk memangsa ikan yang ada. Masalah terbesar yang sering dianggap menjadi penghambat budidaya ikan adalah munculnya serangan penyakit. perusak dan kompetitor (penyaing). yakni makhluk yang menyerang dan memangsa ikan yang biasanya mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dari ikan itu sendiri.

Sedangkan hama yang menyerang larva dan benih ikan biasanya notonecta atau bebeasan. Bahan ini efektif untuk membunuh hama yang ada dalam kolam dan cepat terurai kembali menjadi netral. biawak. Oleh karena itu sebaiknya menggunakan bahan pemberantas hama yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti ekstrak akar tuba. larva cybister atau ucrit. ikan liar pemangsa. larva cybister atau ucrit. Hama menyerang ikan hanya pada saat ikan masih kecil atau bila populasi ikan terlalu padat. • • Dalam pengapuran sebaiknya dosis pemakaiannya diperhatikan atau dipatuhi. di bawah ini kandungan zat aktif serta dosis yang tepat untuk pemberantasan hama.1. daun tembakau dan lain-lain. Meskipun bukan hama. larva capung. Hama yang menyerang ikan budidaya biasanya berupa ular. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan hama terhadap ikan : • Pengeringan dan pengapuran kolam sebelum digunakan. notonecta atau bebeasan. Oleh karena itu untuk mencegah hama ini masuk kedalam wadah budidaya dapat dilakukan penyaringan pada saluran pemasukan dan pemagaran pematang. ikan carnivora. trisipan. buaya . biji teh. 401 . udara atau darat. belut. serangga air.Hama yang menyerang ikan biasanya datang dari luar melalui aliran air. Akan tetapi penggunaan bahan kimia ini harus hati-hati hal ini mengingat pengaruhnya terhadap lingkungan sekitarnya. tetapi ikan kecil-kecil itu menjadi pesaing bagi ikan dalam hal mencari makan dan memperoleh oksigen. ular. sehingga pengaruhnya (daya racunnya) akan lama dan dapat membunuh ikan yang sedang dipelihara. Hama ikan banyak sekali jenisnya antara lain larva serangga. Bahan kimia sintetis umumnya sulit mengalami penguraian secara alami. Sedangkan bila ikan mulai gesit gerakannya umumnya hama sulit memangsanya. Ikan-ikan kecil yang masuk ke dalam wadah juga akan mengganggu. Saringan air pemasukan ini berguna untuk menghindari masuknya kotoran dan hama ke dalam kolam budidaya. Hama yang berasal dari dalam biasanya akibat persiapan kolam yang kurang sempurna. Pada pintu pemasukan air dipasang saringan agar hama tidak masuk ke dalam kolam. Pada Tabel 8. Secara rutin melakukan pembersihan disekitar kolam pemeliharaan agar hama seperti siput atau trisipan tidak dapat berkembangbiak disekitar kolam budidaya Untuk menghindari adanya hama ikan. berang-berang atau lisang. dilakukan pemberantasan hama dengan menggunakan bahan kimia.

1. kolam dibiarkan selama 2 hari hingga belut mati.5 cc per meter kubik air. Penanggulangan Belut 1. antara lain adalah sebagai berikut : Penanggulangan Ular 1. Perlu dilakukan pengontrolan pada malam hari. 2.Tabel 8. 8.1. Penyakit menular adalah penyakit yang timbul disebabkan oleh masuknya makhluk lain kedalam tubuh ikan. Setelah diberi pembasmi hama. 2. Penyakit tidak menular adalah penyakit yang disebabkan antar lain oleh keracunan makanan. 3. Memasang saringan di pintu pemasukan air kolam. Mempertinggi pematang kolam agar ikan gabus dari saluran atau kolam lain tidak dapat loncat ke kolam yang berisi ikan. Selanjutnya air dibuang.2.3 – 0. Penyakit Ikan Penyakit adalah terganggunya kesehatan ikan yang diakibatkan oleh berbagai sebab yang dapat mematikan ikan. kemudian diberi obat pembasmi hama berupa akodan dengan dosis rendah. kekurangan makanan atau kelebihan makanan dan mutu air yang buruk. sebaiknya kolam digenangi air setinggi 20 – 30 cm. Karena itu. sehingga hama ikan gabus tidak dapat masuk. Bahan organik Akar tuba Biji teh Tembakau Bahan aktif Rotenon Saponin Nikotin Dosis 10 kg/ha 150 – 200 kg/ha 200 – 400 kg/ha Ada beberapa tindakan penanggulangan serangan hama yang dapat dilakukan. Bahan ekstrak dari tumbuh-tumbuhan serta dosisnya. 402 . Sebelum diolah. 2. bisa langsung dibunuh dengan pemukul atau dijerat dengan tali. yakni 0. bakteri. baik pada bagian tubuh dalam maupun bagian tubuh luar. cara menghindari serangan hama ular adalah dengan mejaga kebersihan lingkungan kolam. sebaiknya dibuat pematang dari beton atau tembok untuk menghindari serangannya. Secara garis besar penyakit yang menyerang ikan dapat dikelompokkan menjadi dua. Penanggulangan Ikan Gabus 1. yaitu penyakit infeksi (penyakit menular) dan non infeksi (penyakit tidak menular). Jika ada ular. Ular tidak menyukai tempattempat yang bersih. Makhluk tersebut antara lain adalah virus. Karena ular tidak dapat bersarang di pematang tembok. jamur dan parasit.

dengan pemberian KMnO4. menghilangkan bahan yang beracun serta kepadatan benih dalam wadah yang optimal.Penyakit yang muncul pada ikan selain di pengaruhi kondisi ikan yang lemah juga cara penyerangan dari organisme yang menyebabkan penyakit tersebut. sulfida atau bahanbahan kimia beracun) 3. cendawan atau jamur. 5. bakteri dan virus. penambahan O2 yang tinggi. Beberapa tindakan pencegahan penyakit yang dapat dilakukan sebagai berikut: 1. mengetahui sifat dari organisme yang menyebabkan penyakit. virus. melainkan melalui proses hubungan antara tiga faktor. pemberian pakan yang sesuai (keseimbangan gizi yang cukup). dan kekeruhan yang besar 4. Kondisi tubuh ikan sendiri yang lemah. Oleh karena itu untuk mencegah serangan penyakit pada ikan dapat dilakukan dengan cara antara lain . agar benih ikan tidak mengalami stress perlu perlakuan sebagai berikut antara lain. 3. suhu. Faktor-faktor yang menyebabkan penyakit pada ikan antara lain : 1. bakteri dan jamur. Lingkungan yang tercemar (amonia. 4. pH. Kondisi lingkungan harus tetap dijaga. hasil keturunan yang unggul dan penanganan benih ikan yang baik (saat panen dan transportasi benih). salinitas. fluktuasi suhu yang tidak tinggi. Harus dihindari masuknya binatang pembawa penyakit seperti burung. kolam harus dikeringkan dan dikapur untuk memotong siklus hidup penyakit. 2. Lingkungan dengan fluktuasi . karena faktor genetik (kurang kuat menghadapi perubahan lingkungan). Sebelum pemeliharaan. Penyakit dapat diartikan sebagai organisme yang hidup dan berkembang di dalam tubuh ikan sehingga organ tubuh ikan terganggu. Dalam hal penanganan saat tranportasi benih. Jika salah satu atau sebagian organ tubuh terganggu. Jika berlebihan dapat mengganggu lingkungan dalam kolam. Pada prinsipnya penyakit yang menyerang ikan tidak datang begitu saja. 403 . akan terganggu pula seluruh jaringan tubuh ikan . Sumber penyakit atau agen penyakit itu antara lain adalah parasit. Pakan yang tidak sesuai atau gizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan ikan 5. Dari ketiga hubungan faktor tersebut dapat mengakibatkan ikan sakit. yaitu kondisi lingkungan (kondisi di dalam air). siput atau keong mas. Penanganan saat panen harus baik dan benar untuk menghindari agar ikan tidak lukaluka. kondisi inang (ikan) dan kondisi jasad patogen (agen penyakit). misalnya kualitas air tetap baik. 2. Adanya serangan organisme parasit. Pakan tambahan yang diberikan harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan. pH yang normal.

Pakan yang diberikan harus dipastikan mengandung kadar protein tinggi yang dilengkapi lemak. Jenis-jenis Penyakit 1. Selain itu cara penyebaran penyakit itu biasanya terjadi melalui air sebagai media tempat hidup ikan. 2. Penyakit non infeksi Gejala keracunan dapat diidentifikasi dari tingkah laku ikan. pemberian pakan harus terjadwal dan jumlahnya cukup. kontak langsung antara ikan yang satu dengan ikan yang lainnya dan adanya inang perantara. vitamin A. Demikian juga dalam pembudidayaannya. antara lain adalah Infectious Pancreatic Necrosis (IPN). Viral Haemorrhagic Septicaemia (VHS). Ikan juga akan terlihat kurang lincah. Penyakit yang disebabkan virus. jamur. kualitas air tetap dijaga agar selalu mengalir lancar dan parameter kimia maupun biologi mencukupi standar budidaya. Infectious Haemopotic Necrosis (IHN). Untuk mencegah terjadinya keracunan. bahkan penyakit tersebut dapat menyerang ikan dalam jumlah besar dan dapat menyebabkan kematian ikan. Penyakit noninfeksi tidak menular. Penyakit karena kurang gizi. mineral. sehingga kerugian yang ditimbulkannya pun sangat besar. Penyakit non-infeksi adalah penyakit yang timbul akibat adanya gangguan faktor yang bukan patogen. berkuman dan pencemaran lingkungan perairan. ikan berenang terbalik kemudian mati. segar dan dilengkapi dengan suplai oksigen. kekuatan ikan (daya tahan tubuh ikan) dan kekebalan ikan itu sendiri terhadap serangan penyakit. Pada kasus yang berbahaya. Keracunan dapat disebabkan oleh pemberian pakan yang berjamur. Bila tingkat keracunan tidak terlalu parah atau masih dalam taraf dini. 404 . ikan dapat diserang berbagai macam penyakit. tidak seimbang dengan ukuran tubuh. ikan tampak kurus dan kepala terlihat lebih besar. pakan harus diberikan secara selektif dan lingkungan dijaga agar tetap bersih. Selain itu.Di lingkungan alam. Penyakit non-infeksi yang banyak ditemukan adalah keracunan dan kekurangan gizi. bakteri atau virus. ikan-ikan yang stress dan berenang tidak normal harus segera diangkat dan ditempatkan pada wadah yang berisi air bersih. Organisme pathogen yang menyebabkan infeksi biasanya berupa parasit. Penyakit akibat infeksi biasanya timbul karena gangguan organisme pathogen. Biasanya ikan yang mengalami keracunan terlihat lemah dan berenang tidak normal dipermukaan air. Penyakit infeksi 1. Channel Catfish Virus (CCV). Untuk mencegah kekurangan gizi. Penyebaran penyakit ikan di dalam wadah budidaya sangat bergantung pada jenis sumber penyakitnya.

Myxosoma sp.1. Ichthyophthirius multifiliis Ichthyophthirius multifiliis menyebabkan penyakit bintik putih atau White spot disease atau Ich. Henneguya sp dan Thelohanellus sp. Aeromonas salmonicida. subphylum Ciliophora. hampir di seluruh permukaan tubuh Ichthyophthirius multifiliis tertutup oleh silia yang berfungsi untuk pergerakannya. maka harus dipahami terlebih dahulu tentang morfologi dari macam-macam penyakit tersebut.1. antara lain adalah Ichthyoponus sp. mikronukleus (inti yang kecil) yang menempel pada makronukleus dan sejumlah vakuola kontraktil Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada Gambar 8. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri. antara lain adalah Flexibacter columnaris. 1. Ordo Hymenostomatida. Saprolegnia sp dan Achlya sp. Penyakit yang disebabkan oleh parasit. Gambar 8. Penyakit yang disebabkan oleh trematoda antara lain adalah Dactylogyrus sp. Parasit 405 . 4. 1967). Lernea cyprinaceae. Penyakit yang disebabkan oleh protozoa antara lain adalah Ichtyopthirius multifiliis.2. Gyrodactylus sp dan Clinostomum sp. Edwardsiela ictalurus. Vibrio anguillarum. Myxobolus sp. Aeromonas hydrophylla. kelas Ciliata. Ichthyophthirius multifiliis. subkelas Holotrichia. 3. Trichodina sp. Jenis parasit ada beberapa macam yaitu endoparasit dan ektoparasit. Kecuali pada bagian anterior yang berbentuk cincin (cystome). Untuk memahami tentang berbagai jenis penyakit infeksi dan bagaimana para pembudidaya melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan pada ikan yang terserang penyakit. Branchyomycetes sp. Oleh karena itu dalam penjelasan berikut akan diuraikan tentang biologi dan morfologi dari berbagai jenis penyakit yang biasa menyerang ikan budidaya. Penyakit yang disebabkan oleh jamur. famili Ophryoglenia dan genus Ichthyophthirius multifiliis (Hoffman. Ichthyophthirius multifiliis adalah jenis parasit yang digolongkan kedalam phylum Protozoa. sedangkan ectoparasit adalah crustacean. Edwardsiella tarda. Penyakit yang disebabkan oleh crustacean antara lain adalah Argulus sp. bagian sitoplasmanya terdapat makronukleus yang berbentuk seperti tapal kuda. Yang termasuk kedalam endoparasit antara lain adalah protozoa dan trematoda.

Cyclochaeta domerguei Hewan ini termasuk protozoa. Ikan yang terserang parasit ini memperlihatkan gejala sebagai berikut : • produksi lendir yang berlebihan.0 mm dan dapat menyebabkan kerusakan kulit dan dapat menyebabkan kematian.ini dapat menginfeksi kulit. Ichthyophthirius multifiliis akan memecahkan epithelium dan keluar dari inangnya untuk membentuk kista. payau dan laut.1 – 1. Enzim tersebut digunakan untuk memecahkan kista sehingga tomit (sel-sel muda) yang dihasilkan dapat berenang bebas dan segera mendapatkan inang baru. Gambar 8. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8. Individu muda parasit ini memiliki diameter antara 30 – 50 µm dan individu dewasanya dapat mencapai ukuran diameter 50– 100 µm. Siklus hidup Ichthyophthirius multifiliis Cara penyerangan parasit ini dengan menempel pada lapisan lendir bagian kulit ikan.2. Tomittomit itu motil dan bersifat infektif sampai berumur 4 hari dan akan mati jika dalam waktu 48 jam tidak segera menemukan inang yang baru.2. • adanya bintik-bintik putih (white spote) • frekuensi pernafasan meningkat • pertumbuhan terhambat 2. Larva-larva berkista tersebut akan menempel pada tumbuhan. Sel-sel itu akan memanjang seperti cerutu berdiameter 10 X 40 µm dan mengeluarkan enzim hyaluronidase. insang dan mata pada berbagai jenis ikan baik ikan air tawar. Parasit ini mempunyai panjang tubuh 0. parasit ini akan menghisap sel darah merah dan sel pigmen pada kulit ikan. sedangkan mulut pada bagian ventral. Siklus hidupnya dimulai dari stadium dewasa atau stadium memakan (tropozoit) yang berkembang dalam kulit atau jaringan epitelium insang dari inang. Kemudian membelah hingga sepuluh kali melalui pembelahan biner yang menghasilkan 100 – 2000 sel bulat berdiameter 18 – 22 µm. batuan atau obyek lain yang ada di perairan. Parasit ini berkembangbiak dengan cara membelah biner. Pada bagian mulut dilengkapi alat penghisap dengan 406 . Setelah fase makannya selesai. jenis protozoa ini mempunyai nama lain Trichodina . Jenis parasit ini berbentuk seperti setengah bola dengan bagian tengah (dorsal) cembung.

Keempat jenis parasit ini merupakan penyebab penyakit Myxosporeasis. Thellohanellus sp dan Henneguya sp. Gejala adanya serangan parasit ini adalah pendarahan pada kulit ikan. Di dalam kapsul polar terdapat filament polar. ikan berlendir banyak. kapsul polar dan sporoplasm.8. famili Myxobolidae yang merupakan bagian dari filum Myxozoa dan termasuk kedalam kelompok endoparasit.3 dan Gambar 8. Myxobulus sp. pucat.5. ordo Cnidosporodia. Trichodina tampak bawah dari kelas Sporozoa. Pada valve terdapat satu atau dua polar kapsul yang penting untuk identifikasi.dilengkapi suatu alat dari chitine yang melingkari mulut. Spora myxosorea terdiri atas dua valve. yang dibatasi oleh sebuah suture. subkelas Myxosporea. 407 . Gambar 8. Alat chitine ini berbentuk seperti jangkar (anchor). Trichodina tampak atas 3. 8. Myxobulus sp. Myxosoma sp. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8. yang merupakan fase resisten dan alat penyebaran populasi. subordo Myxosporidia. 8. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8. Spora pada parasit kelas Cnidosporidia ini mempunyai cangkang. Bila spora memiliki dua kapsul polar maka digolongkan ke dalam genus Myxobolus sp dan bila hanya memiliki satu kapsul polar maka akan digolongkan kedalam genus Thellohanellus. Gambar 8.4.7 dan 8. Kunci identifikasi yang penting dari keempat jenis parasit ini adalah pada sporanya.6.3. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Gambar 8.5.4.

408 Gambar 8. famili Dactylogyridae. Pada bagian tubuhnya terdapat posterior Haptor. Serangan yang berat pada insang menyebabkan gangguan pada sirkulasi pernafasan serta penurunan fungsi organ pernafasan. Hewan parasit ini termasuk cacing tingkat rendah (Trematoda). Spora ini berukuran 0. Jika bintil ini pecah. subfamily Dactylogyrinae dan genus Dactylogyrus . . Dactylogyrus sp Dactylogyrus sp digolongkan ke dalam phylum Vermes.6.8. memiliki 16 kait utama. Thellohanellus sp. maka spora yang ada di dalamnya akan menyebar seperti plankton.02 mm. kelas Trematoda. Gambar 8. payau dan laut. Haptornya ini tidak memiliki struktur cuticular dan memiliki satu pasang kait dengan satu baris kutikular. 4.7. sehingga sering tertelan oleh ikan. Pengaruh serangan myxosporea tergantung pada ketebalan serta lokasi kistanya.Gejala infeksi pada ikan antara lain adanya benjolan pada bagian tubuh luar (bintil) yang berwarna kemerahmerahan. subphylum Platyhelmintes. Sedangkan serangan yang berat pada jaringan bawah kulit dan insang menyebabkan berkurangnya berat badan ikan. Dactylogyrus sp sering menyerang pada bagian insang ikan air tawar.Myxosoma sp. warna tubuh menjadi gelap dan system syaraf menjadi lemah. Gambar 8. ordo Monogenea. Henneguya sp. Bintil ini sebenarnya berisi ribuan spora yang dapat menyebabkan tutup insang ikan selalu terbuka. gerakan ikan menjadi lambat.01 – 0.

Gyrodactilus sp biasanya sering menyerang ikan air tawar. terdapat dua tonjolan yang menyerupai kuping. Gyrodactilus sp. Larva berkembang di dalam uterus parasit tersebut dan dapat berisi kelompok- Gambar 8. Dactylogyrus sp mempunyai ophistapor (posterior suvker) dengan 1 – 2 pasang kait besar dan 14 kait marginal yang terdapat pada bagian posterior. dua kantong telur berwarna hijau. ordo Monogenea.8 mm. Ophisthaptor individu dewasa tidak mengandung batil isap. kelompok sel embrionik. 6. Gejala infeksi pada ikan antara lain : pernafasan ikan meningkat. produksi lendir berlebih.9.10. Jenis parasit ini biasa disebut dengan cacing jangkar karena bentuk tubuhnya yaitu bagian kepalanya seperti jangkar yang akan dibenamkan pada tubuh ikan sehingga parasit ini akan terlihat menempel pada bagian tubuh ikan yang terserang parasit ini. Dactylogyrus sp 5. Parasit ini termasuk crustacea (udang-udangan tingkat rendah). Gejala infeksi pada ikan antara lain : pernafasan ikan meningkat. kelas Trematoda. Parasit ini bersifat vivipar dimana telur berkembang dan menetas di dalam uterusnya. famili Gyrodactylidae. Memiliki panjang tubuh berkisar antara 0. subfamily Gyrodactylinae dan genus Gyrodactilus. Kepala memiliki 4 lobe dengan dua pasang mata yang terletak di daerah pharynx.satu pasang kait yang sangat kecil. Gyrodactilus sp digolongkan kedalam phylum Vermes. Ciri parasit ini adalah jangkar yang menusuk pada kulit ikan dengan bagian ekor (perut) yang bergantung. akan meninggalkan berkas lubang pada kulit ikan sehingga akan terjadi infeksi sekunder oleh bakteri. Lernea sp. payau dan laut pada bagian kulit luar dan insang. Selain itu bila parasit ini mati. Parasit ini sangat berbahaya karena menghisap cairan tubuh ikan untuk perkembangan telurnya. tetapi memiliki sederet kait-kait kecil berjumlah 16 buah disepanjang tepinya dan sepanjang kait besar di tengah-tengah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8. hidup pada permukaan tubuh ikan dan biasa menginfeksi organ-organ lokomosi hospes dan respirasi. subphylum Platyhelmintes. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8.10.9. produksi lendir berlebih. Gambar 8. Hewan parasit ini termasuk cacing tingkat rendah (Trematoda). Gyrodactilus sp. Parasit ini dalam siklus hidupnya mengalami 409 .5 – 0.

Tubuh Argulus indicus mempunyai dua alat penghisap dibagian bawah tubuhnya. Individu dewasa dapat terlihat secara kasat mata dan pada bagian bawah tubuhnya pada individu betina mempunyai sepasang kantung telur. Kantung telur ini akan menetas dan naupliusnya akan berenang keluar dari dalam kantung untuk mencari ikan lainnya. subkelas Entomostsaca. famili Argulidae. Argulus indicus Argulus indicus merupakan salah satu ektoparasit yang termasuk kedalam phylum Arthropoda. Lernea sp. menempel pada bagian tubuh ikan. Oleh karena itu ikan yang terserang akan menurun pertumbuhannya serta akan mengakibatkan pendarahan pada kulit.tiga kali perubahan tubuhnya yaitu nauplius. Perkembangbiakan terjadi secara kawin karena jenis Argulus indicus ini ada jantan dan betina. 7. kelas Crustacea.11. Telur yang dihasilkannya 410 Gambar 8. subordo Branchiora. Dalam satu siklus hidupnya membutuhkan waktu berkisar antara 21 – 25 hari. Ciriciri parasit ini adalah bentuk seperti kutu berwarna keputih-putihan. Larva Argulus indicus dapat hidup tanpa ikan selama 36 jam sedangkan individu dewasa dapat hidup tanpa inang selama 9 hari.11. . ordo copepoda. Jumlah telur yang dihasilkan dari individu betina berkisar antara 50 250 butir. Daur hidup Argulus indicus terjadi selama 28 hari dimana 12 hari untuk fase telur dan menetas sedangkan fase larva sampai dewasa membutuhkan waktu berkisar 16 hari. berupa alat yang akan menusukkan alat tersebut kedalam tubuh ikan yang diserang. mempunyai alat penghisap. genus Argulus. ukuran tubuh jantan lebih kecil daripada betina. Untuk lebi jelasnya dapat di lihat pada Gambar 8. Alat penghisap ini akan menghisap darah ikan. sehingga biasa disebut juga dengan nama kutu ikan. Pada pinggiran karapacenya terdapat empat pasang kaki yang berfungsi untuk berjalan pada bagian tubuh ikan. berenang bebas dan berpindah dari satu ikan ke ikan yang lain. copepodit dan bentuk dewasa.

Kedua organisme ini termasuk jenis jamur yang sangat berbahaya bila lingkungan air sangat tercemar oleh bahan organik. Gambar 8. Edwardsiella sp Keempat organisme tersebut termasuk jenis bakteri yang sangat berbahaya bagi ikan. fluktuasi parameter kualitas air yang besar. Gambar 8. Flexibacter columnaris.13 dan 8. Saprolegnea sp dan Achlya sp. Argulus indicus tampak bawah 8. lingkungan air yang kandungan organiknya tinggi. Pseudomonas sp. Achlya sp 9. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8. Selain itu dapat menyerang telur-telur ikan yang tidak dibuahi atau yang berkualitas buruk.12. Ciri-ciri jamur ini adalah adanya benang pada tubuh ikan yang lemah kondisi tubuhnya. Telur akan menetas menjadi larva setelah beberapa kali berganti kulit akan berubah menjadi dewasa.14. Bentuk jamur dengan bantuan alat bantu mikroskop ini dapat dilihat pada Gambar 8.14.akan diletakkan pada berbagai benda yang ada di dalam perairan. pakan yang tidak seimbang kandungan gizinya. 13.12. Saprolegnea sp Gambar 8. Aeromonas sp. Hifa dari jamur dapat masuk ke dalam otot ikan bagian dalam dan dapat menyebabkan kematian ikan. terutama ikan yang tidak bersisik. Serangan bakteri tersebut terjadi bila ikan dalam kondisi antara lain. Secara kasat mata jamur ini hanya terlihat berwarna putih dan untuk melihat secara jelas harus menggunakan alat bantu mikroskop. infeksi sekunder yang disebabkan oleh serangan parasit dan faktor genetik (ikan tidak cukup kebal oleh 411 . Pada umumnya jamur ini biasanya menyerang ikan-ikan yang lemah karena terserang penyakit lain seperti ektoparasit..

Pemberian pakan cukup. Aeromonas sp 10. ikan seribu (Lebistus reticulatus peters) sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman. dan seluang (Rasbora).serangan bakteri). pecuk (Phalacrocorax carbo sinensis).2. blekok (Ramphalcyon capensis capensis) adalah dengan menutupi bagian atas kolam dengan 412 Ketiga organisme ini termasuk kedalam kelompok virus yang dapat menyerang ikan budidaya baik ikan air tawar. Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas atau daya dukung kolam pemeliharaan. biawak. Cara untuk menghindari dari serangan burung bangau (Leptotilus javanicus). ular air. baik kualitas maupun kuantitasnya. Ciri-ciri serangan bakteri tersebut adalah adanya bercak merah pada kulit. payau maupun laut. Sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel. dan burung. Binatang seperti burung. siput. Lymphocystis Pemeliharaan ikan yang benarbenar bebas penyakit. Epithelioma papulasum. kura-kura. Hama lain berupa hewan pemangsa lainnya seperti. Untuk menghindari serangan hama pada kolam sebaiknya semak belukar yang tumbuh di pinggir dan disekitar kolam dibersihkan. Ikan-ikan kecil yang masuk kedalam kolam akan menjadi pesaing ikan yang dipelihara dalam hal mencari makan dan memperoleh oksigen. 8. Pencegahan Hama Pada pemeliharaan ikan di kolam hama yang mungkin menyerang antara lain lingsang.2. Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati dan benar.16. 8. PENCEGAHAN HAMA DAN PENYAKIT IKAN Secara umum hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya hama dan penyakit pada kegiatan budidaya ikan antara lain adalah : • Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen. • • • • • • Gambar 8. Umumnya bila tidak diobati dapat menyebabkan penyebaran yang sangat luas dan menyebabkan kematian ikan secara massal. udang. Jika ikan terserang virus maka ikan akan sulit sekali untuk dilakukan pengobatan dan ikan yang terserang virus akan mati secara massal.1. Herpesvirus. . tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air. insang dan organ bagian dalam.

memiliki lubang- lubang (pori-pori) dengan diameter tertentu sehingga dapat menahan atau menangkap partikel-partikel yang berukuran lebih besar dari diameter media filter tersebut (Gambar 8. Partikel padatan dalam hal ini bukan merupakan bahan terlarut tetapi merupakan suatu suspensi.lembararan jaring. selain burung tidak dapat masuk. hingga tidak bisa dilihat oleh mata (sebagai contoh: partikel. pasir. organisme parasit. dengan syarat diameter lubangnya atau porinya lebih kecil dari diameter partikel.2. Media tersebut dapat berupa kapas sintetis atau bahan berserabut lain. Bahan yang diperlukan untuk sebuah filter mekanik adalah berupa bahan yang tahan lapuk. Akan tetapi proses yang terjadi bukan melalui penyaringan partikel melainkan melalui proses pengendapan. Mekanisme Kerja Filter Mekanik Gambar 8.2. Cara ini berfungsi ganda. Ukurannya dapat bervariasi dari sangat kecil. Sebuah wadah atau bak kosong dapat pula berfungsi sebagai filter mekanik. Oleh karena itu fungsi filter mekanik selain menyaring partikel juga parasit yang berukuran besar tidak dapat masuk dalam kolam. Partikel-partikel ini dapat terperangkap dalam berbagai jenis media. 413 .17. Gambar 8. Dalam gambar itu tampak bahwa partikel yang berukuran lebih besar dari diameter (pori) media filter akan terperangkap dalam filter sedangkan partikel-partikel yang lebih kecil dan juga air akan lolos. bakteri yang menyebabkan air keruh). spong. kaca atau keramik berpori. dll. Hal ini dimungkinkan dengan membuat aliran air serendah mungkin sehingga kecepatan partikel mengendap menjadi lebih besar daripada laju aliran air. Material-material tersebut dapat berupa suspensi partikel kecil atau parasit ikan. plankton. Bak pengendapan umum digunakan dalam manajeman kolam ikan (seperti kolam ikan koi). juga ikan tidak akan melompat keluar. 8. dengan cara menangkap/menyaring materialmaterial tersebut sehingga tidak terbawa pada air pemasukan. kerikil.17). Pencegahan Parasit dengan Penyaringan Air Sistem Filter Mekanik Filter mekanik merupakan sebuah alat untuk memisahkan material padatan dari air secara fisika (berdasarkan ukurannya).17 menunjukkan gambaran kasar tentang mekanisme kerja sebuah filter mekanik.

dengan semakin "efektifnya" filter mekanik akan membawa ke keadaan dimana tidak akan ada lagi sebuah partikelpun. Apabila penggunakan media sangat halus ini perlu dilakukan maka dengan menggunakan sistem filter mekanik bertingkat akan dapat menolong mengurangi resiko terjadinya penyumbatan dengan cepat. dari satuan mikron (sepersejuta meter) hingga satuan sentimeter (seperseratus meter).17. Meskipun pada awalnya akan dapat meningkatkan efektifitas filter. Hal yang umum terjadi adalah semakin halus pori-pori media filter mekanik yang digunakan akan semakin cepat pula penyumbatan terjadi. sehingga partikel lebih kecilpun lama-kelamaan akan bisa tertangkap. Keadaan ini dapat membawa kesimpulan yang salah. Hal yang menarik dari ukuran pori ini adalah diameter efektifnya. Diatom atau membran berpori-mikro. Filter mekanik perlu dirawat dan dibersihkan secara periodik agar dapat tetap berfungsi dengan baik.Media filter mekanik (bahan yang digunakan untuk menyaring atau menangkap partikel) memiliki ukuran diamater lubang atau ukuran pori beragam. dengan berjalannya waktu akan dapat pula menangkap partikel yang berukuran lebih kecil. misalnya. Penumpukan partikelpartikel pada media filter mekanik. Kontrol terhadap kondisi filter ini sebaiknya dilakukan secara rutin. Apabila media sudah tidak dapat lagi berfungsi dengan baik karena rusak atau terdekomposisi. Diameter pori filter yang semula hanya dapat menangkap partikel yang berkukuran lebih besar dari diameter porinya. Dengan kata lain filter akan tersumbat total sehingga gagal berfungsi (Gambar 8. bakteri dan algae bersel tunggal. memiliki pori-pori dengan satuan ukuran mikron sehingga selain dapat menahan suspensi juga dapat menangkap infusoria. Hal demikian dapat terjadi. tapi dalam jangka waktu tertentu akan menyebabkan terjadinya penyumbatan sehingga filter gagal berfungsi. 414 . Pada kenyataannya tidak demikian. yang bisa dilewatkan. secara alamiah akan terjadi bahwa efektifitas filter mekanik akan meningkat dengan berjalannya waktu. Sedangkan jenis yang lain bisa mempunyai ukuran pori lebih besar. maka perlu dilakukan penggantian dengan media baru.18) Gambar 8. termasuk air. tergantung dari bahan yang digunakan.18. karena dengan adanya halangan yang diakibatkan oleh partikel yang terjebak dan menutup lubang pori semula maka ukuran pori efektif yang berfungsi akan semakin mengecil. Seperti terlihat pada gambar 8. bahwa filter mekanik semakin lama akan semakin efektif.

3. dan atau formalin. Bersihkan bahan dengan membilaskan air bersih Susunlah bahan filter seperti gambar dibawah ini Pasang frame besi dengan kawat kasanya Pasang pompa diatas kotak plastik. seksama agar semua kotoran hilang. 7. 6. Pada dasarnya white spot termasuk mudah dihilangkan apabila diketahui secara dini. 4. Siapkan alat dan bahan pembuatan filter 2. Produk ini biasanya terdiri dari senyawa-senyawa kimia seperti metil biru.19. Berbagai produk anti white spot banyak dijumpai di tokotoko perikanan.2. catat kondisi air yang keluar. Filter mekanik. Jalankan pompa. 5. Air menuju kolam Pasir halus Frame besi dan kawat kasa Kerikil kasar/ potongan plastik Air dari kolam Gambar 8. Pencegahan terhadap beberapa penyakit Pencegahan terhadap white spot Tindakan karantina terhadap ikan yang akan dipelihara merupakan tindakan pencegahan yang sangat dianjurkan dalam menghindari berjangkitnya white spot. 8.Selain itu agar dapat melakukan pembuatan filter secara mekanik yang akan digunakan dalam kolam pemeliharaan ikan dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut : 1. ketiga senyawa itu tidak akan mampu menghancurkan fase infektif yang hidup di dalam tubuh 415 . Meskipun demikian.dan peralatan dengan menyikat secara 3. Bersihkan wadah. malachite green.

sukar sekali diberantas sampai tuntas. Perlu diperhatikan bahwa spesies ikan tertentu. fase berenang dari whte spot akan mati dengan sendirinya. makanan cukup. Maka cara pencegahanlah yang harus dipahami benar-benar oleh petani ikan. Agar ikan tidak terluka. Pencegahan terhadap jamur Pencegahan jamur dapat dilakukan dengan cara menjaga kualitas air agar kondisinya tetap baik. Ikan akan terhindar dari wabah penyakit apabila ikan selalu dalam kondisi yang baik. Pada lingkungan tanpa ikan sebagai inang. keadaan lingkungan baik. Pencegahan terhadap bakteri Pada umumnya bibit penyakit. perhatikan cara pemberian obat-obatan tersebut pada kemasannya dengan baik Perlakuan perendaman dengan garam dalam jangka panjang (selama 7 hari pada dosis 2ppt (part per thousand)) diketahui dapat menghilangkan white spot. Radiasi dengan sinar ultra violet dapat pula membantu mengurangi populasi white spot. perlakuan hati-hati pada saat pemeliharaan ikan sangat perlu diperhatikan. seperti lele.kulit ikan. Meskipun demikian ketahanan ini dapat menurun apabila ikan yang bersangkutan mengalami stres atau terjangkit penyakit lain. agar ikan-ikan berdaya tahan tinggi untuk 416 . diketahui sangat tidak toleran terhadap produk-produk anti white spot. Semua peralatan budidaya juga akan terbebas dari white spot setelah dibiarkan selama 7 hari. Untuk mencegah agar tidak berjangkit penyakit bintik putih. Karena air merupakan media penular yang membawa bibit-bibit penyakit secara luas. oleh karena itu. Akan lebih aman lagi apabila wadah tersebut dibiarkan selama 7 hari. Perlakuan ini hanya dapat dilakukan pada ikan-ikan yang tahan terhadap garam. bersih dari segala pencemaran. Kekebalan ini dapat bertahan selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Pada wadah pemeliharaan ikan dengan suhu diatas 21°C. Harus dijaga agar air buangan ini tidak menularkan kepada ikan di kolamkolam lain. apalagi berupa bakteri yang sangat kecil dan sudah tersebar di semua perairan. pemberian bahan ini harus dilakukan berulang-ulang untuk menghilangkan white spot secara menyeluruh dari wadah pemeliharaan. akan terbebas dari white spot setelah dibiarkan selama 4 hari. Ikan yang lolos dari serangan white spot diketahui akan memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut. Oleh karena itu. Wadah dapat dibersihkan dari white spot dengan cara memindahkan seluruh ikan dari wadah tersebut. air kolam harus sering diganti atau dialiri air baru yang segar dan jernih. Kondisi baik artinya. khususnya yang tidak bersisik.

Kelainan pada warna yang tidak sesuai dengan pigmennya adalah 417 . Secara fisiologis terjadi kelainan fungsi organ seperti. penglihatan. 3. • Ikan tidak mau makan (nafsu makan menurun). • Untuk jenis ikan yang sering berkelompok. External lesion Adalah abnomalitas dari organ tubuh tertentu karena adamya serangan penyakit. bahkan menabrak dinding bak. kepala. External lesion pada ikan antara lain: • Discoloration Pada ikan sehat mempunyai warna tubuh normal sesuai dengan pigmen yang dimilikinya. hidung dan insang.membentuk kekebalan alamiah terhadap berbagai penyakit. Adapun ciri-ciri ikan sakit adalah sebagai berikut. Sering pula dijumpai perut ikan menjadi kurus.3. sirip. sirkulasi darah dan lainlain. maka ikan yang sakit akan memisahkan diri dan berenang secara pasif 2. pencernaan. ekor. Pada lembaran insang sering terlihat bintik-bintik merah karena pendarahan kecil (peradangan). ikan akan kehilangan keseimbangan pada saat berenang. 1. dan loncat-loncat tidak teratur. sirip dan perut. GEJALA SERANGAN PENYAKIT Berdasarkan tempat tumbuhnya penyakit di dalam tubuh ikan maka bagian tubuh ikan yang diserang penyakit dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu : 1. 2. Gejala yang diperlihatkan dapat berupa kelainan perilaku atau penampakan kerusakan bagian tubuh ikan. Equilibriun Equibriun artinya keseim-bangan. Secara anatomis terjadi kelainan bentuk bagian-bagian tubuh ikan seperti bagian badan. Jika menyerang usus. Ikan tersebut biasanya akan menggosokgosokkan tubuhnya pada bendabenda yang ada di sekitarnya. Penyakit yang menyerang organ dalam sering mengakibatkan perut ikan membengkak dengan sisik yang berdiri. Oleh karena itu ikan dikatakan sakit bila terjadi suatu kelainan baik secara anatomis maupun fisiologis. Bagian luar tubuh ikan yaitu kulit. 8. Sedangkan serangan penyakit pada insang menyebabkan ikan sulit bernafas. pernafasan. • Ikan sering menggosokgosokan tubuhmya pada suatu permukaan benda. biasanya akan mengakibatkan peradangan dan jika menyerang gelembung renang. tutup insang mengembang dan warna insang menjadi pucat. maka ikan berenang oleng. ikan yang terserang penyakit keseimbangannya terganggu. Bagian dalam tubuh ikan. Behaviour (perilaku ikan) • Ikan sering berenang di permukaan air dan terlihat terengah-engah (megapmegap). mata. Ikan yang terserang penyakit pada kulitnya akan terlihat lebih pucat dan berlendir.

Pada insang dapat menyebabkan insang terlihat pucat atau adanya bercak merah. Dropsy Dropsy merupakan gejala dari suatu penyakit bukan penyakit itu sendiri.• • suatu discoloration. Tampak sisik yang berdiri (mengembang) sehingga menyerupai bentuk buah pinus. Faktor kondisi Pada ikan sehat mempunyai korelasi antara bobot (M) dan panjang (L) ikan yang seimbang yaitu dengan rumus sebagai berikut 100 M Gambar 8. Dropsy pada Platty (kiri) dan Cupang (kanan) . sirip. insang dan lainlain. Gejala dropsy ditandai dengan terjadinya pembengkakan pada rongga tubuh ikan.6 ikan yang mempunyai K < 1. Produksi lendir Lendir pada ikan sakit akan berlebihan bahkan sampai menyelimuti tubuh ikan tergantung pada berat tidaknya tingkat infeksi.9 sedangkan yang sakit K = 1. Gejala penampakan kerusakan bagian tubuh ikan antara lain: 1. K= L3 Dimana : M : berat ikan (gr) L : panjang ikan (cm) Ikan mempunyai nilai K yang berbeda-beda tergantung jenisnya bila nilai K berubah dari normal maka ikan dikatakan sakit. Kerusakan organ luar Kelainan bentuk organ ini disebabkan oleh parasit tertentu yang menyebabkan kerusakan organ seperti pada kulit. 418 . 4.4 ikan tidak dapat hidup lagi.19. Seperti warna gelap menjadi pucat dan lain-lain. Pembengkakan tersebut sering menyebabkan sirip ikan berdiri sehingga penampakannya akan menyerupai buah pinus. Pada ikan mas sehat K = 1.

yaitu ikan secara sengaja atau tidak memakan kotoran ikan lain yang terkontaminasi patogen atau akibat kanibalisme terhadap ikan lain yang terinfeksi.Gambar 8. Kelainan Gelembung Renang Gelembung renang (swimbladder) adalah organ berbentuk kantung berisi udara yang berfungsi untuk mengatur ikan mengapung atau melayang di dalam air. 2. bisa terjadi karena akibat . sehingga ikan tersebut tidak perlu berenang terus menerus untuk mempertahankan posisinya.21. Akumulasi cairan Akumulasi cairan selain akan menyisakan rongga yang "menganga" lebar. terutama akibat berkelahi atau 419 Gambar 8. malnutrisi atau karena faktor genetik. • malas bergerak. • kualitas air yang kurang baik • menurunnya fungsi kekebalan tubuh ikan. atau lendir dalam rongga tubuh (Gambar 8. Beberapa kelainan atau masalah dengan gelembung renang. Organ ini hampir ditemui pada semua jenis ikan. Infeksi utama biasanya terjadi melalui mulut. tetapi biasanya dalam jumlah normal dan terkendali.pada ikan yaitu. • gangguan pernapasan. Pembengkakan terjadi sebagai akibat berakumulasinya cairan. Perubahan bakteri ini menjadi patogen. yang umum dijumpai. juga akan menyebabkan organ dalam tubuh ikan tertekan. Dropsy tampak samping. menunjukkan perut membuncit sebagai akibat akumulasi cairan/lendir pada rongga perut. Bila gelembung renang ikut tertekan dapat menyebabkan keseimbangan ikan terganggu Secara alamiah bakteri penyebab dropsy kerap dijumpai dalam lingkungan.20. • malnutrisi atau karena faktor genetik.21). Gejala ini disertai dengan. adalah : • sebagai akibat dari luka dalam. • warna kulit pucat kemerahan masalah osmoregulator .

• karena kelainan bentuk tubuh. dengan ciri utama ikan kehilangan nafsu makan. Sembelit (Konstipasi) Gambar 8. Perilaku berenang tidak normal dan b. ikan berenang dengan kepala di bawah. karena dalam kondisi demikian gelembung renang boleh dikatakan tidak ada fungsinya. Dalam beberapa kasus ikan tampak berenang dengan kepala atau ekor dibawah atau terapung pada salah satu sisi tubuhnya. maka terdapat kemungkinan gejala tersebut disebabkan oleh hal lain. Mata Berkabut (Cloudy Eye) Mata berkabut atau "cloudy eye" ditandai dengan memutihnya selaput mata ikan. sehingga menyebabkan ikan mengapung dipermukaan atau tenggelam. maka hal yang harus dicurigai terlebih dahulu adalah kondisi air. Mereka biasanya hidup di dasar atau menempel pada subtrat. • Apabila gejala ini terjadi. atau bahkan berenang terbalik. Apabila gejala mata berkabut terjadi. Secara umum gejala ini disebabkan oleh • Kondisi kualitas air yang memburuk. Kerusakan gelembung renang menyebabkan organ ini tidak bisa mengembang dan mengempis. Untuk ikan-ikan jenis ini. terutama sebagai akibat meningkatnya kadar amonia dalam air. Koreksi parameter air hingga sesuai dengan keperluan ikan yang bersangkutan. Ikan tampak kesulitan dalam menjaga posisinya dalam air. dan malas (berdiam diri di dasar). c. tidak bisa buang kotoran. Permukaan luar mata tampak dilapisi oleh lapisan tipis berwarna putih. kondisi gelembung renang demikian adalah normal dan bukan merupakan suatu gejala penyakit. Sembelit atau konstipasi (constipation) merupakan gejala yang tidak jarang dijumpai pada ikan. 3. Dalam kasus berat bisa disertai dengan nafas tersengal420 .22. 4. Kehilangan keseimbangan. sedangkan parameter air dalam keadaan normal. Beberapa jenis ikan yang hidup di air deras seringkali memiliki gelembung renang yang kecil atau bahkan hampir hilang sama sekali. Tanda-tanda penyakit kelainan gelembung renang a. Contoh kasus kelainan gelembung renang (swim bladder) pada ikan "red parrot".

insang dan rongga mulut. untuk memastikan dengan jelas diperlukan pengamatan dibawah mikroskop. dropsi. khususnya di sekitar mulut. yang biasanya terjadi di dearah dengan suhu udara hangat seperti di Indonesia. 1. 5. kematian dapat terjadi setelah timbulnya kerusakan fisik yang berarti. Oleh karena itu. diantaranya disertai dengan rontoknya mulut. 2. selain itu. Memar tersebut kemudian akan bekembang menjadi bentukan berupa kapas berwarna putih kelabu. seperti ditunjukkan oleh adanya memar putih saja. mulut tidak bisa mengatup 3. 2. Busuk mulut merupakan penyakit akibat infeksi bakteri.23. penyakit tersebut dapat berinkubasi kurang dari 24 jam dan kematian terjadi dalam waktu 2 – 3 hari. Busuk Mulut Tanda-tanda penyakit adalah : 1. atau mata menonjol (pop eye). Ulcer Ulcer merupakan suatu pertanda tarjadinya berbagai infeksi bakteri sistemik pada ikan. Gejala umum Ulcer yang disertai dengan infeksi jamur Saprolegnia. Pada serangan ringan. sehingga mulut sering menjadi tidak bisa terkatup. disusul kematian dalam waktu singkat. Sering pula borok ini disertai dengan memerahnya pinggiran borok tersebut.sengal (megap-megap) dan badan mengembung. Fenomena ini biasanya ditandai dengan munculnya borok/luka terbuka pada tubuh ikan. Sedangkan dalam serangan akut dan cepat. di beberapa kasus bisa terjadi 421 . Kehadiran benda ini tidak jarang sulit dibedakan dengan serangan jamur. kurus. Ulcer dapat memicu terjadinya infeksi sekunder terutama infeksi jamur. Meskipun demikian. Gambar 8. dapat pula disertai dengan gejala penyakit bakterial lainnya seperti kembung. 6. sirip. Kehadiran penyakit ini ditandai dengan munculnya memar putih atau abu-abu disekitar kepala. 3. mulut membengkak.

siklus hidupnya serta caranya meperbanyak diri dalam air memegang peranan penting terhadap berjangkitnya penyakit tersebut. Trophont hidup dalam lapisan epidermis kulit. Gejala klinis white spot merupakan akibat dari bentuk tahapan sisklus infektif. Ujud dari "white spot" pada tahapan infektif ini dikenal sebagai Trophont. karena sebenarnya mereka hidup dilapisan dalam kulit. Ikan yang terserang "white spot" Ikan-ikan yang terjangkit akan menunjukkan gejala sebagai berikut : • Penampakan berupa bintik-bintik putih pada sirip. sehingga apabila dijumpai kematian mendadak pada ikan. tubuh. Gambar 8. Meskipun demikian parasit ini tidak sampai menyerang lapisan di bawahnya atau organ dalam lainnya. berdekatan dengan lapisan basal lamina. tahapan tesebut secara umum dapat dibagi dua yaitu : • Tahapan infektif dan • Tahapan tidak infektif (sebagai "mahluk" yang hidup bebas di dalam air atau dikenal sebagai fase berenang). insang atau mulut. Tanda-tanda Penyakit Siklus hidup white spot terdiri dari beberapa tahap. 422 . merupakan penyakit ikan yang disebabkan oleh parasit. insang atau rongga mulut. • Masing-masing bintik ini sebenarnya adalah individu parasit yang diselimuti oleh lapisan semi transparan dari jaringan tubuh ikan.24. Penyakit ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik putih di sekujur tubuh dan juga sirip. salah satu yang perlu dicurigai adalah akibat serangan penyakit ini. Penyakit ini umum dijumpai pada hampir seluruh spesies ikan.kematian tanpa disertai gejala fisik apapun. Inang white spot yang bervariasi. Bintik Putih . julukan white spot sebagai ektoparasit dirasa kurang tepat. Secara potensial white spot dapat berakibat mematikan. 7. Oleh karena itu.White Spot (Ich) White spot atau dikenal juga sebagai penyakit "ich".

• • Pada awal perkembangannya bintik tersebut tidak akan bisa dilihat dengan mata. Kerusakan pada kulit dan insang ini akan memicu ikan mengalami stres osmotik dan stres pernapasan. insektisida. Ikan yang terjangkit ringan sering dijumpai menggosok-gosokan tubuhnya pada benda-benda lain di dalam air sebagai respon terhadap terjadinya iritasi pada kulit mereka. • Pada ikan yang terjangkit sangat parah. Stres pernapasan ditunjukkan dengan pergerakan tutup insang yang cepat (megapmegap) dan ikan tampak mengapung di permukaan dalam usahanya untuk mendapatkan oksigen lebih banyak. • Ikan berukuran kecil dan burayak dapat mengalami kematian setelah beberapa hari terjangkit berat. tumbuh dan membesar. 8. • Bahan kimia yang secara tidak sengaja digunakan disekitar akuarium. Ikan yang terjangkit berat akan menunjukkan perilaku abnormal dan disertai dengan perubahan fisiologis antara lain adalah : • Ikan tampak gelisah atau meluncur kesana kemari dengan cepat • Siripnya tampak bergetar (mungkin sebagai akibat terjadinya iritasi pada sirip tersebut). atau • Menyebabkan infeksi sekunder.5-1 mm. ikan untuk dapat disembuhkan akan relatif sangat kecil. deterjen atau sabun. Keracunan Kolam maupun akuarium merupakan suatu ekosistem kecil yang sangat terbatas. 423 . • Akibat gangguan pernapasan. Sirip tampak robek-robek dan compang-camping. oleh karena itu terjadinya pencemaran oleh bahan beracun yang dapat terakumulasi pada ekosistem tersebut. Insang juga tampak memucat. atau terapung di permukaan. mereka akan tampak lesu. minyak. Kulitnya berubah menjadi pucat dan mengelupas. aerosol. sehingga bisa mencapai 0. asap rokok berlebihan. bintik tersebut dapat dengan mudah dikenali. antara lain adalah: • Obat-obatan yang sengaja diberikan untuk mengatasi/mencegah suatu penyakit pada ikan. Tapi pada saat parasit tersebut makan. Apabila ini terjadi. • • • Sedangkan ikan yang terjangkit berat dapat menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut : • Mengalami kematian sebagai akibat terganggunya sistem pengaturan osmotik ikan. cat. Pada kasus berat beberapa individu dapat dijumpai bergerombol pada tempat yang sama. sperti parfum. Beberapa bahan beracun yang dapat masuk kedalam lingkungan kolam maupun akuarium baik sengaja maupun tidak.

Kemudian kepala ikan tersebut 424 . euthanasia perlu dilakukan secara manusiawi. binatang-binatang ini bisa menimbulkan akibat fatal pada ikan lainnya.• • Hasil metabolisme ikan yaitu urine dan kotoran ikan. Beberapa cara yang biasa dilakukan adalah: • Konkusi : Pada cara ini tubuh ikan dibungkus dengan kain tetapi kepalanya dibiarkan terbuka. Cara Euthanasia yang Dianjurkan: Perlu diingat bahwa ikan mempunyai rasa sakit dan stress. skinned puffer. dan nitrat • Ikan beracun: Beberapa jenis ikan dan binatang tertentu (terutama dari lingkungan air laut) diketahui mengandung racun. • Berenang dengan liar. dan fireworms. Kualitas air sumber yang tercemar. spong api. ada kalanya kita dihadapkan pada suatu pilihan yang sulit. amonia. Terkadang tergeletak di dasar wadah dangan nafas tersengalsengal. Keputusan untuk menentukan apakah harus mencoba mengakhiri penderitaan ikan tersebut (Euthanasia) atau mencoba menyembuhkannya merupakan hal yang sangat sulit. Beberapa contoh dari golongan binatang beracun ini adalah. lionfish. Oleh karena itu. 9. apalagi bila selama ini sudah terjalin keakraban antara pemilik dan ikan kesayangannya. khususnya pada saat ikan kesayangan tersebut menderita suatu penyakit atau mengalami luka-luka yang parah. Racun bisa juga juga ditimbulkan dari : • Obat-obatan atau bahan kimia seperti kaporit • Pembusukan bahan-bahan organik pada dasar wadah dapat pula menyumbangkan bahan beracun. Euthanasia Dalam memelihara ikan hias. ikan pari. boxfish. dan terkadang hingga menabrak benda-benda yang adad. anemon. Pada umumnya binatangbinatang tersebut akan mengeluarkan racunnya apabila dalam keadaan terancam atau ketakutan. landak laut. Gejala keracunan pada ikan: • Ikan meluncur dengan cepat kesana kemari secara tiba-tiba. nitrit. seperti. soapfish. mentimun laut. Jika tindakan euthannasia diperlukan berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu. Beberapa jenis juga dapat mengeluarkan racunnya apabila terluka atau sakit. gurita. apabila ikan secara tiba-tiba dan serentak (hampir menimpa seluruhnya) bernapas tersengal-sengal bisa dipastikan air tercemar bahan beracun. scorpion fish. truckfish. koal api. • Nafas tersengal-sengal. • • Warna menjadi pudar. oleh karena itu.

Jangan berikan ikan sakit tersebut sebagai pakan pada ikan lainya untuk menghindari penularan dan penyebaran penyakit pada ikan lainnya. Pastikan bahwa otak ikan tersebut telah rusak. terdapat kemungkinkan ikan akan sadar kembali.dipukulkan pada benda keras. tubuh. kalau tidak. Mematahkan leher ikan tanpa diikuti dengan pengrusakan otak Setelah melakukan Euthanasia. Gejala yang umum pada ikanikan yang terjangkit penyakit ini akan menunjukkan penampakan berupa bintik-bintik putih pada sirip. pastikan jenis penyakitnya tidak akan menulari binatang lain tersebut. Ikan masih dapat tersadar selama beberapa saat setelah kepalanya terpisah. agar tidak menimbulkan penularan yang tidak diperlukan. • • • • Memasukkan ikan pada air mendidih. Pada awal perkembangannya bintik tersebut tidak akan bisa dilihat dengan mata. Pada kasus 425 • Cara Euthanasia yang tidak dianjurkan: • Memasukan ikan kedalam septitank hidup-hidup dan menggelontornya dengan air. bintik tersebut dapat dengan mudah dikenali. • Mengeluarkan ikan dari dalam air. Selain itu juga sesuai untuk melakukan Euthanasia bersamasama pada ikan yang mengalami sakit secara masal. kepala ikan dapat dipisahkan dengan cepat menggunakan pisau atau gunting yang sangat tajam. Dari penjelasan tentang beberapa gejala serangan penyakit maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa tanda-tanda penyakit pada beberapa jenis ikan pada umumnya hampir sama. Pembiusan overdosis: Cara ini termasuk sesuai untuk berbagai jenis ukuran ikan. . sekeras mungkin. misalnya untuk penyakit bintik putih pada ikan air tawar. payau maupun laut hampir sama. Apabila akan diberikan sebagai pakan pada binatang lain. tumbuh dan membesar. Masing-masing bintik ini sebenarnya adalah individu parasit yang diselimuti oleh lapisan semi transparan dari jaringan tubuh ikan. insang atau mulut. kemudian membiarkannya sampai mati. oleh karena itu. Caranya adalah dengan merendam ikan pada larutan obat bius ikan pada konsentrasi berlebih dan dalam waktu relatif lama. • Dekapitasi: Untuk ikan-ikan berukuran kecil. Tapi pada saat parasit tersebut makan. Memasukkan ikan pada air dingin (es). kuburlah ikan tersebut di tempat yang aman. Untuk memastikannya anda bisa gunakan gunting atau pisau untuk merusakkan otaknya. Bisa juga dilakukan dengan cara memukul kepala ikan tersebut dengan benda keras.5-1 mm. tindakan penghancuran otak ini diperlukan. Mendinginkan ikan secara perlahan-lahan. Selanjutnya otak ikan tersebut segera dihancurkan. sehingga bisa mencapai 0.

Kulitnya berubah menjadi pucat dan mengelupas. Cara kematian ikan dikolam budidaya dapat dikelompokkan menjadi beberapa yaitu : 1. atau akibat infeksi sekunder. Apabila ini terjadi peluang ikan untuk dapat disembuhkan kecil. Sedangkan ikan yang terjangkit berat dapat mengalami kematian sebagai akibat terganggunya sistem pengaturan osmotik ikan. Ikan yang terjangkit berat akan menunjukkan perilaku abnormal dan disertai dengan perubahan fisiologis. atau terapung di permukaan. Ikan yang terjangkit ringan sering dijumpai menggosok-gosokan tubuhnya pada benda-benda lain di dalam wadah sebagai respon terhadap terjadinya iritasi pada kulit mereka. mereka akan tampak lesu. Kematian ikan di kolam budidaya terjadi secara tiba-tiba dengan ciri-cirinya adalah : • Ikan yang berukuran besar mati lebih dulu • Ikan yang belum mati ada dipermukaan kolam atau disaluran air masuk • • • Air kolam berubah warna dan menyebarkan bau busuk Ikan-ikan yang mati terjadi pada dini hari Tanaman air pada mati. akibat gangguan pernapasan. Hal ini penyebabnya adalah : kekurangan oksigen di kolam budidaya 2. Pada ikan yang terjangkit sangat parah. Insang juga tampak memucat. Secara umum gejala ikan sakit yang dapat dilihat dengan mudah bagi para pembudidaya ikan. Terjadinya kerusakan pada kulit dan insang ini akan memicu ikan mengalami stres osmotik dan stres pernapasan. Kematian ikan yang terjadi secara tiba-tiba dan kejadiannya tidak selalu pada pagi hari tetapi terjadi kapan saja dengan ciricirinya adalah : 426 . Stres pernapasan ditunjukkan dengan pergerakan tutup insang yang cepat (megap-megap) dan ikan tampak mengapung di permukaan dalam usahanya untuk mendapatkan oksigen lebih banyak. Ikan berukuran kecil dan burayak dapat mengalami kematian setelah beberapa hari terjangkit berat. Mereka akan tampak gelisah atau meluncur kesana kemari dengan cepat dan siripnya tampak bergetar (mungkin sebagai akibat terjadinya iritasi pada sirip tersebut). dapat dilihat dari dua kejadian yang terjadi pada ikan budidaya yaitu cara kematian ikan di kolam dan tingkah laku ikan yang dipelihara. sirip tampak robek-robek dan compangcamping.berat beberapa individu dapat dijumpai bergerombol pada tempat yang sama. Setiap ikan yang terserang penyakit akan memberikan suatu gejala yang khas. akan relatif sangat Penyakit yang menyerang ikan budidaya sebenarnya dapat dideteksi lebih dini oleh para pembudidaya jika memperhatikan gejala-gejala yang diperlihatkan oleh ikan budidaya.

Penyebabnya adalah parasit 4. serta siripnya tidak berkembang. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Parasit • Virus 5. kemudian banyak dan jarak antara kematian berselang sedikit. Penyebabnya adalah : virus dan bakteri. Kematian ikan yang terjadi dengan kecepatan kematian pada awal. siput Ikan berenang bertabrakan mati saling pemasukkan air. sampai mencapai puncak dengan jumlah kematian yang tetap. Tingkah laku ikan yang terserang penyakit pada beberapa jenis penyakit biasanya spesifik. Ikan berada di permukaan air dan gerakannya sedikit lebih cenderung ikan tersebut berdiam diri (seperti keadaan lemas). Kematian ikan yang terjadi secara berurutan pada waktu yang cukup lama. Aktivitas makan ikan berkurang. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • • Kekurangan perairan Parasit ikan oksigen di Hal ini penyebabnya adalah : keracunan 3. Penyebabnya adalah masalah makanan. Selain memperhatikan cara kematian dari ikan yang dipelihara di dalam wadah budidaya. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Perubahan kualitas atau mutu air • Makanan tidak cocok • Segala macam penyakit 4. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • • Parasit di insang Kerusakan disebabkan (virus) insang yang oleh bakteri • Ikan kekurangan zat nutrisi (haemoglobin) 3. Ikan-ikan yang dipelihara selalu berada atau berkumpul di permukaan air atau di saluran 2. 5. Jumlah ikan yang mati sedikit. Ikan berenang terbalik dengan posisi bagian perut berada di atas dan ikan melakukan gerakan mengguling-gulingkan badannya. Adapun tingkah laku ikan pada wadah budidaya yang terserang penyakit dapat diketahui antara lain adalah : 1. Kematian ikan yang terjadi secara berurutan dengan kecepatan kematian ikan sedikit. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : 427 .• • • Ikan yang kecil mati terlebih dahulu Hewan air lainnya seperti kodok. penyakit yang menyerang pada ikan budidaya dapat dilakukan pemantauan dengan melihat tingkah laku ikan yang diduga terserang penyakit. Ikan berada di dasar perairan dan tidak mau makan.

Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Trematoda • Bakteri • Lernea dan Argulus Adanya pendarahan pada daerah tertentu. 3. 5. Parasit jenis Trypanosoma (whirling disease) Warna tubuh ikan kemerahan. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Argulus • Lernea • Bakteri Ikan tubuhnya bengkak. Untuk melihat secara jelas dan pasti tentang jenis penyakit yang menyerang ikan peliharaan tersebut maka harus dilakukan pengamatan dan melihat secara langsung organ tubuh ikan yang terserang penyakit. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • 428 . Ikan bergetar. tidak mempunyai sirip. Warna tubuh ikan lebih gelap dari biasanya. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : Parasit dari jenis Ichthyophthirius multifiliis. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Kekurangan vitamin C • Virus 2. Pada bagian tubuh ikan bagian luar antara lain memberikan tanda-tanda serangan penyakit adalah : 1. jamur dan parasit • Ikan kekurangan makanan Adanya luka borok.• Parasit • Kualitas air yang buruk 6. seperti badannya bengkok. Ikan gelisah (terlampau aktif) dan menggesekkan badannya pada batu-batuan. 7. 6. 3. Secara kasat mata dapat diketahui tentang jenis penyakit yang menyerang ikan budidaya dari bagian tubuh luar ikan dan bagian dalam tubuh ikan. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Insang ikan menggumpal disebabkan oleh bakteri. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Tumor • Siste (telur dari parasit) Perubahan bentuk tubuh ikan. Dengan melihat tingkah laku ikan yang dibudidayakan di wadah budidaya apapun. maka para pembudidaya ikan sudah dapat menduga adanya gejala serangan penyakit pada ikan. 7. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah parasit. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Genetik (keturunan) • Kekurangan zat nutrisi (makanan) Perubahan kulit ikan ada beberapa macam. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Myxosoma • Crustacea 8. Ikan diam di dasar perairan dan menepi dipinggiran kolam.

ditempatkan pada gelas obyek yang telah ditetesi oleh air agar tidak kering lalu diamati di bawah mikroskop. penyebabnya adalah Monogenea. buka lambung dengan menggunakan gunting secara memanjang lalu diamati dibawah mikroskop atau bisa dengan mengerik secara perlahan bagian dalam lambung lalu oleskan pada gelas objek yang telah ditetesi oleh NaCl 0. Ada bercak lendir dan darah.• • • • Terdapat bintik putih. 3. Pemeriksaan dapat dilakukan pada bagian internal maupun eksternal meliputi permukaan tubuh. penyebabnya adalah jamur Ada lapisan lendir berwarna abu-abu. dipisahkan antara filamen dengan tapisnya lalu ditumbuk secara perlahan dan ditetesi oleh air agar tidak kering lalu diamati di bawah mikroskop. metode pemeriksaan endoparasit. metode penanganan spesimen dan identifikasi parasit. Costia. 429 . penyebabnya adalah Ichthyophthirius multifiliis Terdapat selaput yang tidak beraturan. insang. 2.6% lalu diamati dibawah mikroskop. Isi perut dipindahkan ke dalam gelas objek atau cawan petri yang ditetesi dengan NaCl 0. Usus yang sudah dipisahkan digunting memanjang lalu diletakkan pada gelas objek. sirip. lambung dan usus. Metode Pemeriksaan Endoparasit 1. 3. Perut ikan dibuka dengan menggunting perut bagian bawah ikan dari mulai anus hingga ke bawah sirip dada. dibuat sayatan setipis mungkin baru dilihat dibawah mikroskop. Pisahkan antara usus dan lambung. Ada beberapa metode pemeriksaan yaitu metode pemeriksaan ektoparasit. Prosedur yang harus dilakukan sebelum pemeriksaan parasit adalah ikan sampel terlebih dahulu dimatikan dengan cara menusukkan jarum pada bagian medulla oblangata. 2. penyebabnya adalah Trichodina. Seluruh permukaan tubuh diamati secara kasat mata atau dengan menggunakan mikroskop dengan pembesaran 50 kali. Selain itu untuk lebih memastikan praduga tentang jenis penyakit yang telah menyerang ikan budidaya sebaiknya dilakukan kembali pemeriksaan ikan sampel di laboratorium hama dan penyakit ikan atau ditempat pengambilan sampel secara langsung. Buka penutup rongga perut pada bagian atas mulai dari anus sampai sirip dada dan digunting mengikuti tutup insang sehingga isi perut terlihat. Kedua belah insang diambil semua. setelah itu lendir dikerik dengan menggunakan pisau bedah dan dibuat preparat ulas pada gelas obyek yang telah ditetesi air dan diamati di bawah mikroskop. Seluruh sirip ikan dipotong dari tubuh dengan menggunakan gunting. Kemudian panjang tubuh ikan dan berat tubuh ikan setiap sampel di catat. Metode pemeriksaan Ektoparasit 1.6% lalu diamati dibawah mikroskop. Chilodonella.

Kemudian preparat ini difiksasi dengan alkohol 70% atau formalin 3% selama 5 – 30 menit. • Teknik pewarnaan Giemsa • Sediakan ulasan mukus yang sudah dikeringkan udara lalu fiksasi dengan menggunakan metanol selama 15 menit. dikeringkan dan diperiksa dibawah mikroskop. Kista dapat dipecahkan sehingga spora dapat keluar.Jika dari pengamatan secara kasat mata atau visual dapat diduga jenis penyakit yang menyerang ikan budidaya dan untuk memastikan secara ilmiah dapat dilakukan pemeriksaan dibawah mikroskop dengan membuat preparat. Digenea Digenea atau metaserkaria di dapat dari usus atau daging ikan. Terdapat dua cara untuk dapat membuat preparat protozoa. Parasit ini kemudian dicuci dengan NaCl 430 . Suspensi spora ditipiskan dan difiksasi dengan methanol 3 – 5 menit dan diwarnai dengan Giemsa selama 20 menit. rendam preparat dalam air di bawah sinar matahari selama 15 – 30 menit kemudian dikeringkan. Setelah itu preparat dicuci dengan air bersih. Monogenea Organ yang mengandung parasit ini direndam dalam larutan formalin selama 30 menit untuk melepaskan parasit.2% selama 5 – 10 menit. Parasit ini ditemukan dalam bentuk kista atau spora. Parasit monogenea yang terlepas disusun dalam gelas objek dan ditetesi dengan amonium pikrat gliserin. Cestoda Cestoda yang biasanya menenpel pada usus dilepaskan dengan hatihati agar scoleks tidak terputus. Spesies parasit ini diidentifikasi menurut organ penempelannya. yaitu : • Teknik Impregnaris Perak Nitrat • Sediakan ulasan mukus yang sudah kering udara lalu genangi dengan larutan perak nitrat 0. Acathocephala Cacing yang terdapat pada usus ikan ini diambil dengan hati-hati agar proboscisnya tidak terputus. Misalkan dari penampakan bagian luar tubuh ikan yang dibudidayakan diprediksi jenis penyakitnya maka prosedur yang akan dilakukan adalah sebagai berikut : Protozoa Protozoa diperoleh dengan mengerik lendir atau mukus yang kemudian dioleskan pada gelas objek yang telah ditetesi oleh air. genangi preparat dengan Giemsa selama 15 – 30 menit kemudian bilas dengan air dan keringkan. Myxosporea Parasit ini merupakan endoparasit yang berada pada urat daging. Parasit ini mudah mengkerut sehingga harus dipres dengan gelas penutup dan difiksasi dengan formalin 3% selama 5 menit dan disimpan dalam larutan alkohol 70%. Cestoda yang telah terlepas diletakkan dalam gelas objek dan dipres.

Cacing yang melekat diambil dengan menggunakan pinset sedangkan kista dipecah sehingga cacing keluar kemudian difiksasi dengan alkohol atau formalin 3% agar tetap rileks. 3. Perbedaan tekanan akan membuat cacing menjadi kaku dan proboscis terjulur. 1. ukuran wadah. Dalam melakukan pengobatan dengan menggunakan bahan kimia harus diperhatikan beberapa hal yaitu : 1. 3. kulit. daging dan perut. Cacing disimpan dalam formalin 3%. Melalui suntikan dengan antibiotika Metoda penyuntikan dilakukan bila yang diberikan adalah sejenis obat seperti antibiotik atau vitamin.85% lalu dicuci dengan air bersih. Ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh para pembudidaya ikan yang akan melakukan pengobatan terhadap beberapa jenis penyakit infeksi yaitu: . ukuran ikan. Jika penyakit disebabkan oleh jamur dan parasit maka obat yang digunakan adalah bahan kimia.4. Bahan tersebut tidak mempunyai pengaruh yang besar terhadap produksi kolam. Jika penyakit ikan disebabkan oleh virus maka tidak ada obat yang dapat memberantas virus tersebut. Sebelum melakukan pengobatan terhadap ikan yang sakit. Bahan tersebut mudah terurai Pengobatan ikan sakit dapat dilakukan beberapa metoda. Penyuntikan 431 8. Bahan yang digunakan harus selektif yaitu bahan yang digunakan hanya mematikan sumber penyakit tidak mematikan ikan. Cacing dibiarkan dalam air kran kurang lebih selama 1 jam kemudian ditutup dan difiksasi dengan larutan fiksatif pada salah satu ujung gelas penutup. Larutan fiksatif yang digunakan adalah Bouin beralkohol dan dicuci dengan alkohol untuk menghilangkan formalin. Nematoda dapat ditemukan dalam bentuk kista maupun tidak. hati. Beberapa metoda pengobatan adalah sebagai berikut : 1.0. PENGOBATAN PENYAKIT IKAN Pengobatan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh para pembudidaya ikan jika ikan yang dipelihara terserang penyakit. 2. Nematoda Parasit ini biasanya menginfeksi usus. Bahan kimia yang digunakan harus larut dalam air 2. bahan kimia atau obat yang diberikan dan sifat ikan. terlebih dahulu harus diketahui jenis penyakit yang menyebabkan ikan sakit agar dapat diketahui jenis obat yang akan digunakan untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Yang bisa dilakukan adalah mengurangi hal-hal yang menyebabkan terjadinya penyakit. Jika penyakit disebabkan oleh bakteri maka obat yang dapat digunakan adalah bahan kimia sintetik atau alami atau antibiotika. Metoda yang dilakukan harus mempertimbangkan antara lain.

dilakukan pada daerah punggung ikan yang mempunyai jaringan otot lebih tebal. Perendaman Metoda perendaman dilakukan bila yang diberikan adalah bahan kimia untuk membunuh parasit maupun mikroorganisme dalam air atau untuk memutuskan siklus hidup parasit. (Oksidator) 432 . Ikan sakit dicelupkan pada larutan bahan kimia atau obat selama 15 – 30 detik. Pada perendaman jangka pendek (15 – 30 menit) dapat diberikan konsentrasi yang lebih tinggi daripada pada perendaman dengan waktu yang lebih lama (1 jam lebih sampai beberapa hari) Jenis bahan kimia dan obat yang digunakan dalam pengobatan dan pencegahan harus mempertimbangkan antara lain: • Dalam dosis tertentu tidak membuat ikan stress maupun mati • Efektif dapat membunuh parasit • Sifat racun cepat menurun dalam waktu tertentu.Oksigen elemental. Jenis Bahan Kimia Dan Obat Yang digunakan antara lain adalah : 1. metoda ini pun dilakukan bila bahan kimia atau obat yang digunakan dapat meracuni ikan. Kalium Permanganat (PK) Kalium permanganat (PK) dengan rumus kimia KMnO4 sebagai serbuk maupun larutan berwarna viol et. Melalui makanan Obat atau vitamin dapat diberikan melalui makanan. Oleh karena itu metoda ini afektif diberikan pada ikan yang tidak kehilangan nafsu makannya. • Perendaman. Pengobatan ikan sakit dengan metoda perendaman adalah sebagai berikut: • Pengolesan dengan bahan kimia atau obat. 2. • Mudah mengalami degradasi dalam waktu singkat. Akan tetapi bila makanan yang diberikan tidak segera dimakan ikan maka konsentrasi obat atau vitamin pada makanan akan menurun karena sebagian akan larut dalam air. metoda ini dilakukan bila bahan kimia atau obat yang digunakan dapat membunuh ikan. Penyuntikan hanya dilakukan pada ikan yang berukuran besar terutama ukuran induk. Sering dimanfaatkan untuk mengobati penyakit ikan akibat ektoparasit dan infeksi bakteri terutama pada ikan-ikan dalam kolam. KMnO4 K+ + MnO4MnO4 MnO2+2On On . Sedangkan yang kecil tidak dapat dilakukan. Bila dilarutkan dalam air akan terjadi reaksi kimia sebagai berikut. bahan kimia atau obat dioleskan pada luka di tubuh ikan. • Pencelupan. dilakukan bila bahan kimia atau obat kurang sifat racunnya atau konsentrasi yang diberikan tidak akan membunuh ikan. 3.

• • • • • • • • • Manfaat • Efektif mencegah flukes. Gyrodactylus dan Dactylus dapat hilang setelah 8 jam perlakuan dengan dosis 3 ppm pada suatu sistem tertutup. karena dapat membunuh bakteri dalam filter biologi. Transportasi burayak dapat dengan perlakuan kalium permanganat dibawah 2 ppm. Secara umum tingkat keracunan PK akan meningkat pada lingkungan perairan yang alkalin (basa). Prosedur Perlakuan PK (untuk jamur. Dapat mengurangi aeromonas (hingga 99%) dan bakteri gram negatif lainnya. Sebagai antitoxin terhadap aplikasi bahan-bahan beracun. • Kalium permanganat sangat efektif dalam menghilangkan Flukes. sehingga menyebabkan warna coklat pada ikan dan sirip. tricodina. kecuali dengan perendaman. parasit. Tingkat keracunannya sedikit lebih tinggi dari tingkat pengobatannya. • Aliran air dan aerasi bekerja optimal. Lernea and Piscicola diketahui hanya akan respon apabila PK digunakan dalam perendaman (dengan dosis: 1025 ppm selama 90 menit).Sifat Kimia Oksidator kuat • • Sifat bahan aktif beracun adalah merusak dinding-dinding sel melalui proses oksidasi. karena pada saat molekul-molekul organik 433 . • Argulus. Golongan ikan Catfish. • Bahan aktif beracun yang mampu membunuh berbagai parasit dengan merusak dinding-dinding sel mereka melalui proses oksidasi. Dapat mengoksidasi bahan organik. ulcer. Konsentrasi 2-3 ppm selama 10-20 jam dapat menetralisir residu Rotenone atau Antimycin. dilaporkan resisten terhadap PK. juga membentuk kompleks protein pada struktur pernapasan parasit yang akhirnya menyebabkan kematian. sebagai contoh apabila Rotenone diberikan sebanyak 2 ppm. dan bakteri) • Filter biologi tidak boleh dilewatkan larutan PK. Begitu pula dengan Costia dan Chilodinella. dan infeksi jamur (ektoparasit dan infeksi bakteri) dengan dosis 2 . Sebagai contoh.4 ppm pada perendaman. Dapat membunuh Saprolegnia yang umum dijumpai sebagai infeksi sekunder pada Ulcer. perlakuan diulang setiap 2-3 hari Sebagai disinfektan luka. Rotenone dan Antimycin. maka untuk menetralisirnya PK pun diberikan sebanyak 2 ppm. perlakuann kalium permanganat dilakukan pada konsentrasi diatas 2 ppm. Dosis PK sebaiknya diberikan setara dengan dosis pestisida yang diberikan. Mangan oksida membentuk kompleks protein pada permukaan epithelium.

Klorin (Cl2) merupakan gas berwarna kuning kehijauan dengan bau menyengat. • Klorin dan kloramin secara langsung akan merusak insang sehingga dapat menimbulkan gejala hipoxia. Cl2 + H2O H2ClO3 Cl2 + H2O + NH4Cl + H2O NH4 + ClO3Sifat Kimia • Klorin relatif tidak stabil di dalam air • Kloramin lebih stabil dibandingkan klorin • Klorin maupun kloramin sangat beracun bagi ikan • Reaksi dengan air membentuk asam hipoklorit • Asam hipoklorit tersebut dapat merusak sel-sel protein dan sistem enzim ikan. dengan pemberian PK dilakukan setiap pagi hari. Perlakuan dilakukan 4 kali berturut dalam waktu 4 hari. • Efek racun dari bahan tersebut dapat diperkecil bila residu klorin dalam air dijaga tidak lebih dari 0. Dosis tersebut tidak akan merusak tanaman air. sebagai pembunuh kuman (disinfektan) di perusahan-perusahan air minum. terutama dari gangguan siput dan telurnya. karena pada pH rendah kadar asam hipoklorit akan meningkat. Apabila pada perlakuan ketiga atau keempat air bertahan berwarna ungu selama lebih dari 8 jam (warna tidak berubah menjadi coklat).• • • • • teroksidasi. Satu sendok teh peres (jangan dipadatkan) kurang lebih setara dengan 6 gram.3 ppm dapat membunuh ikan dengan cepat Tanda-tanda Keracunan • Ikan bergerak kesana kemari dengan cepat. dan algae mati maka air akan cenderung keruh dan oksigen terlarut menurun.0. Hal ini dapat dijadikan patokan untuk mendapatkan dosis yang diinginkan apabila timbangan tidak tersedia. Dosis 2 ppm diberikan pada ikanikan muda atau ikan-ikan yang tidak bersisik. meningkatkan 434 2. atau dengan kata lain sudah tidak ada lagi bahan yang dioksidasi. Klorin Dan Kloramin Klorin dan kloramin merupakan bahan kimia yang biasa digunakan . lesu dan lemah. • Tingkat keracunan klorin dan kloramin akan meningkat pada pH rendah dan temperatur tinggi.2 .003 ppm • Klorin pada konsentrasi 0. maka hal ini dapat dijadikan pertanda untuk menghentikan perlakuan. Sedangkan kloramin merupakan senyawa klorin-amonia (NH4Cl). Dosis 4 ppm diberikan pada ikanikan bersisik. sehingga biasa digunakan untuk mensterilkan tanaman air dari hama dan penyakit. Karena hal ini menunjukkan bahwa PK sudah tidak bereaksi lagi. Perlakuan klorinasi dikenal dengan kaporit. Berikan dosis sebanyak 2-4 ppm. Setelah perlakuan dihentikan lakukan penggantian air sebanyak 40 % untuk segera membantu pemulihan warna air. • Ikan akan gemetar dan warna menjadi pucat.

Selain itu tersedia pula dalam bentuk serbuk. • Air di deklorinasi sebelum digunakan. • Perlakuan dilakukan dengan perendaman jangka panjang pada karantina. • Tetesan dihentikan apabila air akuarium telah berwarna kebiruan atau biru jernih (tembus pandang). Selain itu. tetapi akan menghasilkan amonia. • Dapat merusak filtrasi biologi dan kemampuan warnanya untuk melekat pada kulit. • Untuk mencegah serangan jamur pada telur ikan. pakaian. Dengan demikian maka gas klorin akan terbebas ke udara. • Digunakan sebagai bakterisida dan fungsida pada akuarium. dekorasi akuarium dan peralatan lainnya termasuk lem akuarium.kerja insang dan ikan tampak tersengal-sengal dipermukaan. • Segera pindahkan ikan yang terkena keracunan klorin kedalam akuarium/wadah yang tidak terkontaminasi. • Tingkatkan intensitas aerasi untuk mengatasi kemungkinan terjadinya gangguan pernapasan pada ikan-ikan. dengan konsenrasi 1 . Artinya isi di dalam 435 . • Mengendapkan air selama semalam. • Untuk mencegah serangan jamur pada telur. jamur dan protozoa dosis yang dianjurkan adalah 2 ml larutan Metil biru (Methylene Blue) 1 % per 10 liter air akuarium. Sifat Kimia • Metil biru merupakan pewarna thiazine. Pada setiap tetesan biarkan larutan metil biru tersebut tersebar secara merata. baik secara kimiawi maupun fisika. • Kloramin relatif lebih sulit diatasi hanya oleh natrium tiosulfat saja dibandingkan dengan klorin. • Menggunakan bahan deklorinator atau lebih dikenal dengan nama anti klorin. Dalam keadaan terpaksa tambahkan anti-klorin pada akuarium. • Cara pemberian metil biru pada bak pemijahan adalah setetes demi setetes.2 persen. • Mengalirkan air hasil deklorinasi tersebut melewati zeolit. • Pengaruh klorin dihilangkan dengan pemberian aerasi secara intensif. Perlakuan Oleh karena klorin sangat beracun bagi ikan maka perlu dihilangkan dengan cara sebagai berikut. • Anti-klorin lebih dianjurkan untuk air yang diolah dengan kloramin. Biru Metilen (Methylene Blue) Metil biru diketahui efektif untuk pengobatan Ichthyopthirius (white spot) dan jamur. dosis yang dianjurkan adalah 2 mg/liter. • Dapat merusak pada tanaman air. 3. Dosis dan Cara Pemberian • Untuk infeksi bakteri. juga sering digunakan untuk mencegah serangan jamur pada telur ikan. Metil biru biasanya tersedia sebagai larutan jadi di toko-toko akuarium. karena maskipun gas klorinnya dapat diikat dengan baik.

seperti tangan. Pada kasus berat. Warna malachite green bisa melekat pada apa saja. 5. dan white spot. Dalam dunia ikan hias.• • akuarium tersebut masih dapat dilihat dengan jelas. Malachite Green juga dapat menimbulkan akibat buruk pada filter biologi dan pada tanaman air. Diberikan seperti halnya cara pemberian metronidazol.004%. Disamping itu. hingga sebanyak 3 ulangan • Pergantian air sebanyak 25 % selama perlakuan. Penggunaan bahan ini hendaknya dilakukan pada sistem tertutup seperti akuarium atau kolam ikan hias. obat ini biasa digunakan untuk mengobati hexamitiasis. penggantian air sebanyak 5 % setiap hari dapat dilakukan untuk mengurangi kadar metil biru dalam air tersebut dan mengurangi akumulasi bahan organik dan ammonium Di-Metronidazol Dosis = 5 ppm. Hindari penggunaan malachite green dalam bentuk serbuk (tepung). pengobatan dapat dilakukan dengan perendaman selama 48 jam dengan dosis 0. karena diketahui bisa menimbulkan akibat buruk bagi kesehatan manusia apabila terhirup. diketahui. Bahan ini merupakan bahan yang kerap digunakan untuk mengobati berbagai penyakit dan parasit dari golongan protozoa. flukes insang. serta sebagai fungisida. Metronidazol Metronidazol dan di-metrinidazol adalah obat antimikroba yang dibuat dan dikembangkan untuk manusia melawan bakteri-bakteri anaerob dan protozoa. • Metronidazol diberikan secara oral. 436 4. beberapa jenis ikan diketahui tidak toleran terhadap bahan ini. termasuk plastik. • Diberikan dengan cara mencelupkan pakan pada larutan metronidazol. Setelah telur menetas. yaitu dicampurkan pada pakan dengan obat. seperti: ichtyobodo. Dosis dan Cara Pemberian • Dosis yang disarankan adalah 10 ppm • Obat ini biasanya berbentuk tablet dengan kadar 250 mg/tablet • Perlakuan ini harus diulang selang sehari. tetapi ulangan dilakukan dengan selang 3 hari (4 hari sekali). konsentrasi 1 % berat. dan peralatan akuarium. Malachite green diketahui mempunya efek sinergis apabila diberikan bersama-sama dengan formalin. . Perlakuan ini cukup dilakukan sekali kemudian dibiarkan hingga warna terdegradasi secara alami. Terdapat indikasi bahwa kepopuleran penggunaan bahan ini agak menurun. trichodina. baju. Malachite Green Malachite Green merupakan pewarna triphenylmethane dari group rasamilin.

Ulangi apabila diperlukan. dan sering efektif dalam mengobati sembelit (tidak bisa buang kotoran) pada ikan.2 ppm MG dan 10 . Yakinkanlah MG yang digunakan adalah dari jenis yang bebas Seng.05 . Beberapa penyimpangan hasil perlakuan dengan MG dapat terjadi apabila perlakuan dilakukan pada pH air diatas 9 • • atau apabila temperatur air diatas 21 ° C. Perhatian • Malachite Green dapat bersifat racun terhadap burayak ikan. Dosis 60 .1 -0.75 mg per kg berat badan ikan per hari. Untuk udang-udangan atau invertebrata laut adalah 0. sebagai perlakuan perendaman jangka panjang. Dosis dan Cara Pemberian Sebagai pencahar (pencuci perut). Ulangi penyuntikan apabila diperlukan.Disarankan untuk menggunakan malachite green dalam bentuk larutan jadi dengan konsentrasi 1% dan telah terbebas dari unsur seng. Garam Inggris / Epsom Salts (MgSO4. • Malachite Green dapat pula diberikan sebagai disinfektan pada telur dengan dosis 5 ppm selama 10 menit. sebagai perlakuan jangka pendek (30 . Sebelum pemberian dosis dilakukan. Tidak ada salahnya dilakukan percobaan terlebih dahulu pada 1 atau 2 ikan sebelum perlakuan MG dilakukan pada sejumlah banyak ikan. larutkan 1 sendok teh peres (2. Perlakuan dapat dilakukan sebanyak 4-5 ulangan. disarankan untuk mengganti air sebanyak 25 % • Dosis 1 .0. Oxytetracyline Oksitetrasiklin hidroklorida merupakan antibiotik yang kadang-kadang digunakan dalam pengobatan penyakit akibat infeksi bakterial sistemik pada ikan Dosis dan Cara Pemakaian • Suntik.1 ppm MG dan 10 -25ppm Formalin. dan beberapa jenis catfish seperti Pimelodidae atau blue gill. • Dosis campuran antara Malachite Green dan Formalin untuk perlakuan pada ikan adalah 0. terhadap beberapa jenis tetra. • Perendaman. Berikan selama 7 .5 g) 437 . 6. diberikan melalui pakan. Dosis 20 -100 ppm. • Oral.7H20) Garam inggris biasa digunakan untuk meningkatkan kadar mineral dalam air. Perlakuan dapat di ulang setiap 2 hari sekali.1 .0. 7. 10-20 mg oksitetrasiklin per kg berat badan ikan. Pemberian dosis dapat dilakukan setiap 4-5 hari sekali.14 hari. Jangka panjang (5 hari).2 ml dari larutan 1% per 10 liter.2 ml dari larutan 1% per 10 liter air.60 menit). Dosis dan Cara Pemberian • Dosis 0.25 ppm Formalin. • Perlakuan hendaknya dilakukan pada tempat terpisah.

Bahan inipun digunakan pula sebagai antiseptik pada akuarium. Pastikan pula bahwa larutan ini dapat segera tercampur dengan baik setelah dimasukan kedalam akuarium. Bahan ini merupakan oksidator kuat. dengan rumus kimia H2O2. Setelah itu baru dimasukan kedalam akuarium.garam inggris dalam 18 liter air (0. Sebuah produk peralatan akuarium menggunakan hidrogen perosida untuk penambah oksigen tanpa tenaga listrik. Hidrogen peroksida bisa pula digunakan sebagai penambah oksigen dalam akuarium. Perendaman dilakukan selama maksimum 5-10 menit. Dosis harus dijaga agar jangan sampai kelebihan. 2H2O2 2H2O + O2 Bahan ini kerap digunakan dalam dunia kesehatan sebagai disinfektan (pembunuh kuman) karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya. Peningkatan sedikit temperatur air (dalam selang toleransi ikan yang bersangkutan) dapat membantu meningkatkan laju metabolisme ikan tersebut sehingga diharapkan akan dapat mempercepat pemulihan dari gejala sembelit. Kelebihan dosis akan membuat ikan menjadi stress dan bisa membahayakan kehidupan ikan yang bersangkutan. Penggunaan Hidrogen Peroksida Dalam Akuarium: Sebagai anti protozoa: Diberikan sebagai perlakuan perendaman dalam jangka pendek. Untuk memulihkan kondisi kekurangan oksigen: Dosis yang digunakan 1-2 ml Hidrogen Peroksida 3% dalam 10 liter air akuarium. Perlakuan ini hanya dianjurkan pada kondisi darurat saja. 8. selanjutnya masukan kedalam akuarium yang telah berisi air dengan takaran yang sesuai. air dan oksigen. Hidrogen peroksida akan terurai menjadi dua produk yang aman yaitu. Dosis yang digunakan adalah 10 ml larutan dengan konsenrasi 3 % (teknis) dalam 1 liter air. setidaknya dengan perbandingan 1: 10 (satu bagian bahan dengan 10 bagian air).14 ppt). Hidrogen Peroksida Larutan jernih ini sepintas mirip air. Perendaman harus dihentikan apabila ikan menunjukkan gejala stress. 438 . yaitu bila kekurangan oksigen. Sebelum diberikan dianjurkan untuk mengencerkan terlebih dahulu hidrogen perioksida tersebut. berbahaya bila dikonsumsi. untuk mengatasi kondisi kekurangan oksigen yang terjadi. Setelah itu dicari penyebab sebenarnya agar dapat diatasi dengan lebih baik. Terlebih dahulu larutkan garam inggris tersebut dalam sedikit air akuarium pada wadah tertentu.

25 ml Formalin (37-40%) per 10 liter air. tetapi lebih banyak digunakan dalam pengawetan specimen ikan untuk keperluan identifikasi. 439 . kecuali apabila ikan tersebut telah mati sebelumnya. seperti untuk pengobatan akibat infeksi ektoparasit besar penyebab fluke. Dan perlakuan harus segera dihentikan apabila ikan mulai menunjukkan gejala stres seperti nafas tersengal-sengal (megapmegap) atau meloncat (ingin keluar dari akuarium) • Untuk perlakuan jangka panjang. oleh karena itu. seperti untuk pengobatan akibat infeksi ektoparasit penyebab kulit berlendir adalah 0. Formalin diketahui sering digunakan dan efektif dalam pengobatan penyakit akibat ektoparasit seperti fluke dan kulit berlendir.15 -0. karena akan membunuh bakteri yang ada pada filter • Lakukan penggantian air sebanyak 30%. Dosis dan Cara Pemberian • Dosis penggunaan formalin bervariasi tergantung pada spesies ikannya. atau kurang apabila ikan menunjukkan gejala stres. Bahan ini biasanya digunakan sebagai antiseptic. • Formalin dapat mengganggu filter biologi.3 hari. Setelah 2 . Formalin (HCHO dan CH3OH) Formalin merupakan larutan komersial dengan konsentrasi 3740% dari formaldehid. ikan tersebut dapat segera dikembalikan pada akuarium utama.9. • Jangan dilakukan pada filter biologi. Untuk pengawetan biasanya digunakan formalin dengan konsentrasi 10%. Setiap spesies akan memiliki toleransi berbeda terhadap formalin. Meskipun demikian. Keuntungan dengan perlakuan terpisah ini adalah apabila ikan mengalami stres pada saat diperlakukan. perlakuan sebaiknya dilakukan di akuarium khusus. Penggunaan • Untuk penggunaan jangka panjang (beberapa hari) atau jangka pendek (10 . Lakukan perendaman selama maksimal 30 menit. sehinggga terkadang ikan yang diobati malah mati akibat formalin daripada akibat penyakitnya. Ikan yang akan diawetkan harus melalui proses euthanasia yang hewani terlebih dahulu. Formalin sangat beracun. • Untuk perlakuan jangka pendek. tetapi merupakan kriteria rata-rata. Ambang batas amannya sangat rendah. meskipun masih dipakai secara luas dalam akurkulutur dan lingkungan kolam tertentu. kembalikan ikan pada wadah semula. Siapkan campuran terlebih dahulu sebelum ikan dimasukkan. dan pengawet.30 menit). bahan ini juga sangat beracun bagi ikan. Dengan demikian dosis yang dicantumkan pada artikel ini bukan merupakan jaminan. dosisnya adalah 2 ml Formalin (37-40%) per 10 liter air. germisida. • Yang perlu diperhatikan adalah: penggunaan formalin dalam perlakuan jangka pendek harus diawasi dengan ketat.

jaga agar kepala lebih rendah dari pinggul. apabila kesulitan bernafas beri oksigen. Apabila muntah. panggil dokter. Selain itu. Berbahaya apabila terhirup atau terserap kulit. atau air. Sebagai contoh dalam aplikasinya. Dapat berakibat fatal atau menyebabkan kebutaan apabila tertelan. Mudah terbakar.8 Identifikasi Bahaya: Sangat berbahaya! Dapat menyebabkan kanker. merendam ikan dalam larutan kalium permanganate (PK) 10 – 20 ppm selama 30 – 60 menit. Bahan ini juga dapat menghasilkan uap beracun. Simpan formalin dalam botol berwarna gelap dan hindarkan dari cahaya. Pertolongan Pertama: • Terhisap: Pindahkan korban pada udara bersih. mata dan saluran pernafasan. Dengan mengetahui berbagai macam obat dan bahan kimia yang dapat digunakan dalam melakukan pengobatan. arang aktif. sambil melepas pakaian yang terkena.08 pH : 2. Menyebabkan iritasi terhadap kulit. Atau mau menggunakan bahan kimia dengan cara merendam ikan dalam larutan nitrofuran 5 – 10 ppm selama 12 – 24 jam. Tetrasiklin. Kontak Mata: Segera cuci dengan air yang banyak selama paling tidak 15 menit Segera hubungi dokter. Sifat Fisika dan Kimia Formalin Tampilan : cairan jernih (tidak berwarna) Bau : berbau menusuk. keras Kelarutan : sangat larut Berat jenis : 1. Apabila hal ini terjadi segeralah cuci dengan air yang banyak. Kontak Kulit: Segera cuci dengan air yang banyak selama paling tidak 15 menit. Resiko kanker tergantung pada tingkat dan lama kontak. formalin dapat bersifat eksplosif (meledak). maka akan sangat membantu para pembudidaya ikan untuk mengobati ikan yang sakit. Cuci pakaian sebelum digunakan kembali. Uap berbahaya. Maka cara pengobatannya dapat dilakukan misalnya saja dengan merendam ikan dalam larutan oksitetrasiklin 5 ppm selama 24 jam. untuk ikan yang sakit yang akan diobati dengan antibiotika antara lain oxytetracycline. Apabila tidak bernafas. kalau tidak maka akan dapat terbentuk paraformaldehid (berupa endapan putih) yang sangat beracun bagi ikan.Peringatan Formalin sangat berbahaya apabila terkena kulit atau mata. Streptomisin yang berupa serbuk dapat dicampurkan ke dalam makanan ikan 440 . menonaktifkan dan menyerap bahan dengan memberi susu. Setiap bahan organik akan dapat menonaktifkan formalin. bahkan dalam konsentrasi yang sangat rendah. Jaga tubuh korban agar tetap hangat dan rileks. oleh karena itu jangan biarkan botol formalin terbuka di ruang tertutup. Obat-obat antibiotika seperti Kemicitin. • • • Tertelan: Apabila korban sadar usahakan untuk mengencerkan. beri nafas buatan.

jumlah obat yang akan diberikan kepada ikan yang sakit harus tepat jenis. untuk larutan chloramphenicol (kemicitin) 1 : 1. Lama pemberian obat ini 2 – 3 minggu. dapat memakan 1 mg antibiotika itu per hari. Dosisnya. obat tersebut tidak mempan lagi untuk memberantas jenis bakteri tertentu. Pada daerah yang mengalami wabah penyakit. dosis dan benarbenar terukur. 2. Makanan ikan yang akan diberikan dicampur dulu dengan chloromycetin 1 – 2 gram untuk setiap 1 kg pellet. jangan menggunakan wadah yang terbuat dari seng. Ikan yang akan diobati sebaiknya harus dipuasakan terlebih dahulu selama 24 jam sebelum diberikan pengobatan. Hal yang harus diperhatikan adalah tetap menjaga kualitas air agar selalu sesuai dengan kebutuhan hidup yang ideal bagi ikan. dosis obat yang tepat. Untuk mengurangi kerugian yang besar biasanya dilakukan pengobatan pada ikan. Akibatnya. sehingga bahan kimia yang digunakan juga akan terlarut dalam air. Antibiotika juga dapat diberikan dengan disuntikkan. 441 . Dalam melakukan pengobatan. Sebaiknya dalam melakukan pengobatan dilakukan secara bertahap yaitu : • Pengobatan pendahuluan • Pengobatan pendahuluan merupakan pengobatan awal dimana ikan yang sakit diambil sebagian kecil dan diberi obat dengan jumlah yang sesuai dengan dosis. Oleh karena ikan hidup di air. • Pengobatan pokok.jika akan melakukan pengobatan dengan sistem oral. sering kali pencegahannya sulit dihindari. Wadah yang digunakan untuk melakukan pengobatan ikan harus memakai wadah yang terbuat dari bahan plastik. 4. yang dilakukan setelah 12 – 24 jam dari pengobatan pendahuluan. Dosisnya harus diperhitungkan agar setiap 100 gram berat ikan. waktu. 3. Pengobatan sebaiknya dilakukan pada suhu perairan yang rendah misalnya pada pagi atau sore hari. Cara lain yang lebih praktis dalam pengobatan penyakit bakteri adalah melalui makanan. Hal ini dapat membuat bahan kimia bereaksi dengan wadah yang terbuat dari seng.5 sebanyak 1 – 2 ml disuntikkan ke dalam rongga perut (intra abdomincal cavity) untuk setiap berat badan ikan 200 gram. Kalau cara ini berhasil. maka lama kelamaan bakteri akan kebal terhadap obat itu. atau perhitungannya kurang cermat. 5. Perlu diketahui bahwa apabila pemakaian antibiotika tidak sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan. Untuk mengantisipasi kesalahan dalam melakukan pengobatan terhadap ikan yang sakit maka harus dilakukan beberapa persiapan yaitu : 1. akan tetapi ikan pun dapat terbunuh bila tidak dilakukan metoda. Hal ini dapat berakibat selain bertujuan untuk mengobati ikan sakit. Penyuntikan perlu diulang setiap 2 – 3 hari sampai jangka waktu 2 minggu. biasanya dapat terlihat gejala penyembuhan dari hari ke hari.

Hal ini memberi kemungkinan lamanya kerja obat untuk membunuh penyakit. Umumnya cara ini memerlukan perendaman yang lebih lama dari pada bak (1 jam s/d beberapa hari) dengan bahan kimia. Pengolesan. Caranya sangat sesuai bila parasit terdapat dalam lapisan kulit yang terlindung. 442 . 2.2. Bahan kimia dan obat yang dapat digunakan untuk mengobati ikan pada berbagai penyakit dapat dilihat pada Tabel 8.Cara pengobatan yang tidak berakibat fatal bagi ikan adalah sebagai berikut : 1. Kemudian ikan segar dikembalikan ke air yang segar. Perendaman pada bak. Bagian ikan yang sakit diolesi obat dengan menggunakan kapas. Tujuan dari perendaman yang lama ini adalah memberi kesempatan pada obat untuk memutuskan rantai kehidupan parasit dan konsentrasi obat biasanya sangat rendah sekali sehingga tidak berbahaya bagi ikan. Perendaman pada kolam. Cara ini biasanya digunakan untuk penyakit ikan yang kronis dengan dosis obat yang tinggi. Oleh karena ikan terendam pada larutan yang berbahaya maka konsentrasi obat toleransi oleh ikan. masih di 3. Untuk metoda ini sebaiknya menggunakan bahan kimia yang mudah terurai menjadi netral. Ikan yang terserang penyakit direndam dalam wadah/bak tertentu yang berisi larutan obat selama 5 – 30 menit.

01 ppm 0. ikan yang sakit akan sembuh. NO 1 JENIS PARASIT Protozoa METODA Pengolesan Perendaman pada bak Perendaman pada kolam Pengolesan Perendaman pada bak BAHAN KIMIA/OBAT • • • • • • • • • • • • • • 3 Aeromonas sp dan Pseudomonas sp Perendaman pada kolam Pemberian antibiotic pada makanan • • Formalin NaCl. Sebenarnya pemakaian antibiotik kurang baik pengaruhnya terhadap ikan dan lingkungan. pemakaiannya tidak dianjurkan pada ikan yang dikonsumsi. crustacea tingkat rendah dan jamur Perendaman pada kolam • Oxytetrac yclin • Pengobatan white spot Obat hanya dianjurkan untuk pencegah penyakit. Obat dan bahan kimia yang digunakan pengobatan penyakit ikan. KMnO4 Rivanol Formalin Formalin Rivanol NaCl KMnO4 NH4OH Formalin NH4Cl Malachite green Ekstrak biji teh Formalin Tetrasiklin • • • • • • • • • • • • • • • • DOSIS 100 ppm 25 % 100 ppm 100 ppm 20 ppm 0.2. Oleh karena itu. dalam 10 hari.15 ppm 200 kg/ha 100 ppm 1 kapsul tiap 10 Kg makanan 50 mg/kg Makanan selama 7 – 10 hari 2 Cacing.25 ppm 50 ppm 1-1.Tabel 8.1 % 100 ppm 20 % 0.5%. Obat ini diberikan sebanyak 1 gram (berupa serbuk) untuk air kolam 10 m2. pengobatan diulang setiap 2 hari.15 ‘ 0. Dalam 443 . Beberapa obat yang dapat dipakai untuk mengobati penyakit bintik putih adalah: Malachyte green. Obat ini akan tertinggal dalam jaringan daging atau lemak dan ini berbahaya bagi kesehatan.

Metode perendaman dalam larutan PK 10 . Pengobatan jamur Ikan yang terserang penyakit ini tubuhnya ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas dan dapat menyerang telur sehingga menghambat pernafasan yang dapat mengakibatkan kematian.pengobatan cara ini. Pengobatan bakteri Ikan yang terserang penyakit ini akan bergerak lambat. sebelumnya dibuat larutan baku (1 mg serbuk dilarutkan dalam 450 ml air). Dengan larutan Nitrofuran 5 – 10 ppm 444 . Penyakit ikan yang disebabkan oleh jamur dapat diobati dengan tiga cara. Sedangkan untuk mengobati penyakit ikan dengan malachite green. pengobatan dilakukan berulang-ulang selama tiga kali dengan selang waktu sehari. Garam dapur. Agar ikan yang sakit benarbenar sembuh dan terbebas dari parasit. selama 60 – 90 menit. Ikan yang sakit direndam setiap hari dalam larutan formalin 30% (dalam dosis 1 : 2000). dibuat larutan methyl biru dengan konsentrasi 1 % (satu gram metal biru dalam 100 cc air). Dapat juga menggunakan formalin 100 – 200 ppm selama 1 – 3 jam dan perendaman dengan larutan garam dapur (NaCl) 20 ppm selama 1 jam. Ikan direndam dalam larutan garam dapur (10 gram per liter) selama 1 menit. Pengobatan diulang sampai tiga hari berturut-turut. larutan garam dapur. Ikan direndam dalam larutan kalium permanganate 1 gram per 100 liter. untuk dipakai merendam ikan selama 1 jam. Caranya. lamanya perendaman 1 jam. Formalin. bernafas megapmegap di permukaan air. Methilene blue. kolam harus diaerasi dan ikan diberi makanan yang cukup baik.15 – 0. Cara ini juga dapat menyembuhkan penyakit bintik putih. Selain itu juga dapat dilakukan dengan perendaman selama 24 jam tetapi dosisnya dikurangi menjadi 0. Ikan dibiarkan di dalam larutan selama 24 jam. Juga terdapat bercak-bercak merah pada bagian luar tubuhnya dan kerusakan pada insang dan kulit.60 menit atau PK 3 – 5 ppm selama 12 – 24 jam. 1–2 ml larutan baku itu dilarutkan (diencerkan) dalam 1 liter air.20 ppm selama 30 . Pengobatan penyakit dari kelompok bakteri ini dapat dilakukan dengan beberapa metode diantaranya adalah : 1. Ikan yang sakit kemudian dimasukkan dalam wadah yang berisi air bersih. Untuk merendam ikan.70 ppm. dan larutan malachite green. warna insang pucat dan warna tubuh berubah gelap. Larutan garam dapur sebanyak 30 mg per liter dengan waktu perendaman 1 menit dan dilakukan setiap hari. selama 3 – 5 hari berturut-turut. yaitu direndam larutan kalium permanganate. apalagi yang dilakukan cukup lama. Kemudian didalamnya diberi larutan baku yang sudah dibuat tadi.

Lama pemberian obat ini 2 – 3 minggu. tetrasiklin / kemisitin/Chloramphenikol 250 mg dalam 500 liter air selama 2 jam dan dilakukan setiap hari selama 3 – 5 hari. Insang yang dirusaknya akan menjadi luka dan menimbulkan pendarahan yang akan mengakibatkan terganggunya pernafasan ikan. dapat memakan 1 mg antibiotika itu per hari. biasanya dapat terlihat gejala penyembuhan dari hari ke hari. Kanamysine sebanyak 20 – 40 mg/kg ikan dan Streptomysin sebanyak 20 – 60 mg/kg ikan. Streptomisin yang berupa serbuk. Obat-obat antibiotika seperti Kemicitin. 2. Dosis penyuntikan antibiotik larutan chloramphenicol (kemicitin) 1 : 1. Kalau cara ini berhasil. Pengobatan Trematoda Pada ikan budidaya salah satu jenis parasit dari kelompok Trematoda yaitu Dactylogyrus dan Gyrodactylus biasa menyerang ikan pada bagian insang dan kulit. Metoda oral yaitu dengan pemberian pakan yang dicampur dengan antibiotik misalnya oksitetrasiklin sebanyak 50 mg/kg ikan diberikan setiap hari selama 7 – 10 hari. pengobatan dapat dilakukan dengan metode penyuntikan menggunakan antibiotik oksitetrasiklin sebanyak 20 – 40 mg/kg ikan. Pada ikan besar. 3. 445 . Dosisnya harus diperhitungkan agar setiap 100 gram berat ikan. Pengobatan yang dapat dilakukan dengan metode perendaman dalam larutan formalin teknis (formalin 40%) sebanyak 250 ml dalam 1 m3 selama 15 menit atau dengan larutan Methylene Blue 3 ppm selama 24 jam dan larutan Malachite Green 2 – 3 ppm selama 30 – 60 menit. Tetrasiklin.selama 24 jam dan dengan larutan antibiotik oksitetrasiklin 5 ppm selama 24 jam.5 sebanyak 1 – 2 ml disuntikkan ke dalam rongga perut (intra abdomincal cavity) untuk setiap berat badan ikan 200 gram. dicampurkan ke dalam makanan ikan. Penyuntikan perlu diulang setiap 2 – 3 hari sampai jangka waktu 2 minggu.

dan kegunaan kepemilikan. produk. umpamanya ikan jambal siam (Pangasius succi) harganya mahal bila bukan pada musimnya dan nilainya bisa sangat 446 . Produksi yang tinggi dengan nilai jual yang tinggi sangat diharapkan oleh para pembudidaya. hubungan dan jaringan. Kegunaan waktu berarti bahwa barang-barang mempunyai faedah (manfaat) atau nilai (harga) yang lebih besar (tinggi) setelah terjadi perubahan waktu. keinginan (wants). IX. biaya dan kepuasan. Berdasarkan defenisi tersebut diketahui bahwa pemasaran sangat diperlukan untuk mentransfer antara produsen dan konsumen. Menurut Hanafiah dan Saefuddin (1986). pasar. serta pemasar dan konsep. Pemasaran menurut Kotler (1997) didefinisikan sebagai proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan. Proses tersebut terjadi karena adanya kebutuhan (needs). pertukaran dan transaksi. PEMASARAN 9. Keberhasilan usaha budidaya ikan ini sangat ditentukan oleh pemasaran (marketing) hasil produksi. Kegunaan yang diciptakan oleh kegiatan pemasaran adalah kegunaan tempat. pemasaran merupakan tindakan yang bertalian dengan pergerakan barang-barang atau jasa dari produsen ke tangan atau pihak konsumen. maka dengan demikian pemasaran termasuk tindakan atau usaha yang produktif. dan permintaan (demands).BAB.1. oleh karena itu maka terlebih dahulu kita harus mengenal konsep dan ruang lingkup pemasaran. menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain. nilai. Pemasaran merupakan kegiatan yang bertalian dengan penciptaan atau penambahan kegunaan dari barang atau jasa. PENGERTIAN PEMASARAN Untuk menentukan jumlah produksi ikan yang akan dibudidayakan pada suatu usaha budidaya ikan diperlukan data tentang permintaan hasil produksi tersebut. kegunaan waktu. Permintaan hasil produksi budidaya merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat produksi.

agar dapat disalurkan ke pasar-pasar eceran secara lebih efisien. proses pengimbangan (equalisasi). CIRI-CIRI PEMASARAN HASIL PERIKANAN Menurut Hanafiah dan Saefuddin (1986). kegiatan ini berlangsung antara proses konsentrasi dengan proses dispersi. Kegunaan kepemilikan berarti bahwa barang-barang atau jasa mempunyai faedah (manfaat) atau nilai (harga) yang lebih besar (tinggi) karena beralihnya hak milik atas barang.2. maka proses pengaliran barang dari produsen ke konsumen tersebut meliputi proses pengumpulan (konsentrasi). jumlah dan kualitas. umpamanya ikan nila (Tilapia nilotica) mempunyai kegunaan (faedah) yang lebih tinggi bila berada atau dimiliki oleh si A dibandingkan apabila berada pada si B. diantaranya sebagai berikut : 1. waktu. umpamanya ikan mas (Cyprinus carpio) yang dihasilkan di Cianjur akan mempunyai kegunaan lebih besar (harganya mahal) bila dipindahkan atau di bawa ke Jakarta sebagai daerah konsumen. Equalisasi merupakan proses tahap kedua dari aliran barang atau jasa. 9.murah bila pada musimnya. pemasaran hasil perikanan mempunyai sejumlah ciri. waktu atau musim. proses equalisasi ini merupakan tindakan-tindakan penyesuaian permintaan dan penawaran berdasarkan tempat. Permintaan terhadap komoditas perikanan ini meliputi jumlah ikan yang akan diproduksi yaitu volume atau biomassa. dan proses penyebaran (dispersi). Proses konsentrasi merupakan tahap pertama dari aliran barang atau jasa yang dihasilkan dalam jumlah kecil dikumpulkan menjadi jumlah yang lebih besar. Kegunaan tempat berarti bahwa barang-barang atau jasa mempunyai faedah (manfaat) atau nilai (harga) yang lebih besar (tinggi) karena perubahan tempat. Proses dispersi merupakan tahap ketiga atau tahap terakhir dari aliran barang atau jasa. Sebagian besar dari hasil perikanan berupa bahan makanan yang dipasarkan diserap oleh konsumen akhir secara relatif stabil sepanjang 447 . tingkat harga. dimana barang-barang atau jasa yang terkumpul disebarkan ke arah konsumen. Pemasaran merupakan tindakan atau kegiatan yang berhubungan dengan pergerakan barang atau jasa dari produsen sampai konsumen. Aspek pasar ini akan menentukan kapasitas produksi hasil perikanan berdasarkan komoditas perikanan yang akan diusahakan dan bagaimana sistem pemasaran yang akan diterapkan. ikan bandeng pada hari raya suku tertentu harganya sangat tinggi karena banyaknya permintaan sedangkan produksi tetap sehingga harga jual menjadi mahal. Dengan memahami pengertian dari pemasaran ini maka proses produksi budidaya ikan sebaiknya mengacu pada aspek pasar.

Barang-barang perikanan mempunyai ciri yang dapat mempengaruhi atau menimbulkan masalah dalam pemasaran. pengimbangan. sedangkan penawarannya sangat tergantung kepada produksi yang sangat dipengaruhi oleh iklim. penyimpanan. barang-barang hasil perikanan dapat digolongkan ke dalam : barang-barang konsumsi dan bahan-bahan mentah. Kedudukan terpenting dalam pemasaran hasil perikanan terletak pada pedagang pengumpul karena berhubungan dengan fungsinya sebagai pengumpul dari daerah produksi yang terpencar-pencar. Barangbarang konsumsi adalah produk perikanan yang langsung 448 . dan penjualan. dan konsumen (industri pengolahan atau konsumen akhir). tahun. 5. dan penyebaran. pedagang eceran. dimana proses pengumpulan merupakan proses yang terpenting. dan produksinya musiman. dipergunakan oleh konsumen akhir dalam bentuk yang sama saat meninggalkan produsen. Produksi ikan tertentu dapat berlangsung secara musiman. Konsumsi hasil perikanan berupa bahan makanan relatif stabil sepanjang tahun.2. 4. skala produksi kecil-kecil. Produksinya musiman. sedangkan untuk komoditas tertentu produksinya kadang bersifat musiman dan jumlahnya tidak tentu karena pengaruh cuaca. sehingga menimbulkan masalah Menurut Hanafiah dan Saefuddin (1986). 2. pengangkutan. Ciri-ciri tersebut antara lain adalah sebagai berikut : 1. berlangsung dalam ukuran kecilkecil (small scale) dan daerah terpencar-pencar. Sedangkan bahan-bahan mentah adalah produk perikanan yang dipergunakan oleh pabrik atau pengolah (processor) untuk dijadikan atau menghasilkan barang baru. Produksi ikan juga dilakukan oleh petani ikan terpencar-pencar dengan ukurannya yang kecil-kecil. pedagang perantara sebagai pengumpul. Saluran pemasaran hasil perikanan pada umumnya terdiri dari : produsen (petani ikan). Pada umumnya pedagang pengumpul memberi kredit (advanced payment) kepada produen (petani ikan) sebagai ikatan atau jaminan untuk dapat memperoleh bagian terbesar dari hasil perikanan dalam waktu tertentu. sehingga dapat menimbulkan beban musiman (peak load) dalam pembiayaan. grosir (wholesaler). 3. Pergerakan hasil perikanan berupa bahan makanan dari produsen sampai konsumen pada umumnya meliputi prosesproses pengumpulan. sehingga memerlukan lembagalembaga dan fasilitas-fasilitas pemasaran yang dapat menghimpun hasil perikanan tersebut agar menjadi jumlah yang lebih besar guna diangkut ke pusat-pusat konsumsi dan pusat-pusat pengolahan (processing) agar lebih efisien.

Memperkirakan kesanggupan penjualan (estimating potentials of sales). Dalam hal ini harus diperhitungkan pendapatan konsumen serta cara-cara bagaimana pendapatan konsumen tersebut dibelanjakannya. Penelitian ini akan dihubungkan dengan persoalan tentang rencana produksi. antara lain harga dari macam-macam barang. Usaha ini memerlukan biaya tambahan dan demikian dapat meningkatkan biaya pemasaran. peti dingin). kebiasaan dan motif pembelian dari konsumen. enzimatis. Penelitian pasar dan perencanaan. karena sangat tergantung dengan keadaan cuaca. akibatnya menyebabkan perubahan harga. ruangan dingin.dalam penyimpanan dan pembiayaan. 4. PERENCANAAN DAN TARGET PENJUALAN Pemasaran akan berhasil dengan baik apabila direncanakan terlebih dahulu. 2. adalah sebagai berikut : 1. Kegiatan-kegiatan tersebut menurut Hanafiah dan Saefuddin (1986). seperti penyimpanan perlu dilakukan di tempat-tempat atau ruangan dingin (kamar dingin. dengan maksud untuk menemukan barang apa yang diinginkan oleh konsumen. kualitas barang. Perubahan tersebut dapat mnimbulkan fluktuasi harga sebagai akibat perubahan dari kondisi penawaran. dan oksidasi. Dengan berbagai ciri khas dari produk hasil perikanan tersebut maka dalam memasarkan hasil perikanan ada dalam beberapa bentuk antara lain adalah bentuk segar yaitu bentuk asli dari hasil produksi budidaya ikan. Jumlah atau kualitas hasil perikanan dapat berubah-ubah. Masalah ini membutuhkan usaha perawatan khusus dalam proses pemasaran guna mempertahankan mutu. menambah ongkos penyimpanan dan sukar dalam grading. pengangkutan perlu dilengkapi dengan alat atau mesin pendingin. Barang hasil perikanan berupa bahan makanan mempunyai sifat cepat atau mudah rusak (perishable). berbagai kegiatan perlu dilalui sebelum memasarkan suatu produk. 9. Karena barangbarang hasil perikanan merupakan organisme hidup.3. pengaruh 449 . bagaimana pengaruh harga terhadap permintaan. 3. Variasi demikian dapat mengakibatkan tidak terorganisirnya pasar. Penelitian pasar dipusatkan kepada barangbarang yang akan dijual. sehingga mudah atau cepat mengalami kerusakan atau pembusukan akibat dari kegiatan bakteri. produk setengah jadi yaitu produksi hasil perikanan dalam bentuk pengolahan sederhana seperti ikan asin atau produk hasil perikanan dipasarkan dalam bentuk sudah diolah lebih tinggi telah mengalami perubahan bentuk dari aslinya seperti dibuat menjadi sarden atau produk lainnya.

diantaranya : • menetapkan pasar. Penentuan syarat-syarat penjualan. ESTIMASI HARGA JUAL Agar pemasaran dapat berjalan dengan lancar. Membuat kontak dengan pembeli. Kegiatan penjualan dikatakan sudah selesai apabila pihak pembeli sudah menerima barang dari pihak penjual dan memilikinya. Pemilihan saluran distribusi merupakan sebagian daripada perencanaan fungsi-fungsi penjualan yang juga mencakup pengambilan keputusan dengan memperhatikan macam distribusi mana yang paling efektif. dan • hal-hal lain yang ada hubungannya dengan penjualan. Kegiatan ini meliputi penetapan syarat-syarat dan kondisi-kondisi penjualan yang meliputi : • syarat-syarat pengiriman misalnya waktu penyerahan dan pembayaran ongkos angkutan. Apakah produsen menjual barangnya langsung kepada pedagang eceran ataukah menjual melalui berbagai perantara. Pemilihan saluran distribusi. tetapi pemindahan hak milik ini harus disertai dengan penerimaan barang-barang oleh pihak pembeli sesuai dengan kontrak pembelian. pihak penjual harus mencari pembeli di pasar tersebut. Kegiatan membuat kontak dengan pembeli meliputi berbagai kegiatan. • menciptakan permintaan konsumen potensial misalnya melalui reklame. • cara-cara pembayaran misalnya potongan harga dan kredit.4. 4. Selain itu perencanaan biaya pemasaran ini sebagai bahan 450 . Pemindahan hak milik atas barang dari pihak penjual kepada pihak pembeli merupakan suatu langkah yang diperlukan dan yang resmi di dalam penjualan barang-barang. melalui pos. Pemindahan hak milik atas barang.persaingan dan penilaian terhadap akibat-akibat karena adanya perubahan-perubahan penjualan di dalam keadaankeadaan perdagangan pada umumnya. 3. 6. ataukah langsung menjual kepada konsumen akhir dari rumah ke rumah. • kualitas serta kuantitas barang yang dijual. maka perlu direncanakan terlebih dahulu kebutuhan biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya pemasaran. apakah barangnya akan dijual di daerah geografis luas atau sempit • setelah menetapkan pasar. 5. memberi contoh barang untuk dicoba secara Cuma-cuma. 9. dimana para pembeli berada dan bagaimana kebutuhannya • membuat kontak dengan pembeli potensial tersebut dan mengembangkan serta memelihara hubungannya.

Pemilik barang pada setiap tingkat pasar (stage of distribution) harus mengorbankan modal yang dimilikinya atau harus meminjam modal dari sumber lainnya (kredit). Pembiayaan bisa saja berasal dari kredit. 3. 2. Kredit dapat diperoleh dari pihak swasta (perorangan). Bank Desa. bunga tersebut bisa sampai 120 bahkan 150% per tahun. hal ini berarti menggunakan modal uang orang lain yang nantinya harus dikembalikan berikut bunganya. Ketiga aspek dimaksud adalah : 1. Petani ikan wajib menjual hasil produksinya kepada pemberi kredit (pelepas uang. Ketiga aspek masalah kredit seperti diuraikan di atas telah menempatkan petani ikan bermodal kecil pada bargaining position sangat lemah. Bank Pemerintah. Oleh karena itu barang-barang tidak dapat melalui semua sistem pemasaran tanpa didukung oleh pembiayaan. storage plan. Oleh karena itu penggunaan kredit oleh petani ikan semakin penting untuk melakukan proses produksi 451 . dan kegiatankegiatan peragaan. pedagang pengumpul atau tengkulak) telah menimbulkan tiga aspek masalah kredit dalam pemasaran hasil perikanan. bahkan mempunyai aplikasi penting dalam bidang pemasaran. Petani ikan juga perlu modal atau kredit untuk fase selama memiliki barang dan menunggu penjualan atau pembayaran. Koperasi. Karena tanpa memberi kesempatan kepada petani ikan untuk memilih pedagang dan harga yang lebih menguntungkan. pembiayaan pemasaran berarti mencari dan mengurus modal uang yang berkaitan dengan transaksi-transaksi dalam arus barang dari sektor produksi sampai sektor konsumsi. atau Organisasi Sosial. Bank Komersial. sebaliknya sistem kredit seperti ini menempatkan pedagang pengumpul dan pelepas uang pada posisi sangat menguntungkan. Pembiayaan dan menanggung risiko merupakan fungsi umum dan penyerta dari semua kegiatan pemasaran. tengkulak) dengan harga yang ditentukan oleh pihak pemberi kredit. Pedagang besar (wholesaler) di samping membiayai stock yang dimilikinya.pertimbangan juga dalam hal nilai atau harga barang yang akan dijual. ”midering”). harus juga membiayai fasilitas-fasilitas pemasaran yang terikat padanya seperti processing plan. Kredit dari pihak swasta (para pelepas uang. Pedagang eceran harus juga mengeluarkan biaya untuk kegiatan penjualannya dan dalam beberapa hal untuk pembelian oleh pelanggan di tingkat eceran. Tingkat bunga (interest rate) sangat tinggi. Kredit pasar yang dikenal sebagai ”utang mindering” (karena pelunasannya secara cicilan. sarana dan prasarana pengangkutan. Hasil produksi harus segera dijual kepada pemberi kredit (pedagang pengumpul) tanpa dapat ditahan sementara waktu untuk menunggu harga lebih baik. Menurut Hanafiah dan Saefuddin (1986).

biaya pengangkutan. dan lain-lain. Analisa Biaya dan Margin Perpindahan barang dari produsen ke konsumen akhir kadang-kadang memerlukan waktu cukup lama. kerusakan. Metode yang dapat dipakai untuk menghitung perbedaan harga yang diterima oleh produsen dengan harga yang dikeluarkan oleh konsumen (marketing margin). konsekuensinya akan berpengaruh terhadap harga eceran (harga yang harus dibayarkan oleh konsumen). yaitu : • Marketing margin dapat dihitung dengan memilih sejumlah barang tertentu yang diperdagangkan dan mencatatnya sejak dari produsen sampai ke konsumen akhir sistem pemasaran • Marketing margin dapat dihitung dengan mencatat nilai penjualan (gross money sale). yaitu suatu persentase margin (margin dalam bentuk persentase) yag dihitung atas dasar harga pokok penjualan (cost of goods sold) atau atas dasar harga penjualan eceran suatu produk. antara lain : pengangkutan. dan lain-lain. seperti : biaya grading. grading. nilai 452 . Apabila margin dinyatakan dalam persentase. Analisa Biaya Pemasaran 1. Pembiayaan merupakan fungsi pemasaran yang mutlak diperlukan dalam menangani sistem pemasaran. waktu kerja. Sebaiknya jumlah kredit juga mempertimbangkan jangka waktu proses produksi dan proses penyaluran barang. Sehubungan dengan itu maka harus ada lembaga pemasaran yang menyediakan biaya untuk seluruh kegiatan fungsi pemasaran tersebut. penyimpanan. Konsep Biaya Pemasaran Biaya pemasaran ini mencakup jumlah biaya yang dikeluarkan oleh produsen (petani ikan) untuk keperluan pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan penjualan hasil produksinya dan jumlah biaya yang dikeluarkan oleh lembaga pemasaran (badan perantara) serta laba (profit) yang diterima oleh badan yang bersangkutan. sehingga memungkinkan timbulnya berbagai risiko yang perlu ditangani dan berhubungan dengan masalah biaya pemasaran yang harus dikeluarkan. Maka dengan demikian petani ikan perlu merencanakan terlebih dahulu semua kebutuhan biaya dengan seksama agar penggunaan modal terutama modal hasil pinjaman dapat digunakan lebih efisien. Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya pemasaran tersebut. biaya pengolahan. Margin adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyatakan perbedaan harga yang dibayar kepada penjual pertama (produsen) dan harga yang dibayarkan oleh pembeli akhir (konsumen). Biaya pemasaran suatu produk biasanya diukur secara kasar dengan margin. risiko. sampai barang tersebut dijual kepada konsumen akhir. maka disebut mark-up.terlebih dahulu sesuai permintaan konsumen.

Untuk menentukan pola pemasaran yang optimum antara kedua daerah itu harus diketahui harga di daerah produksi. Masalah pola saluran pemasaran ini.Pb AGM = V Dengan menetapkan suatu saluran pemasaran tertentu dan mencari average gross margin dari pedagang yang mengambil bagian dalam saluran tersebut. Analisa Reactive Programming didasarkan kepada analisa regional daerah produksi dan daerah konsumsi. yaitu pihak produsen di satu pihak dan pihak konsumen di lain pihak. nilai pembelian (Pb). Analisis Reactive Programming Dalam pemasaran. dimana masing-masing pola itu mungkin akan melibatkan lembaga pemasaran yang tidak sama. Ada saluran pemasaran yang melibatkan banyak lembaga pemasaran sehingga salurannya menjadi panjang. dan biaya transfer bagi barang tersebut. Proses penyaluran barang oleh produsen atau lembaga pemasaran sebetulnya bisa lebih dari satu saluran/pola pemasaran. maka dapat digunakan analisis Reactive Programming. bukan semata-mata terletak pada panjang pendeknya saluran pemasaran. 2. Hubungan antara daerah produksi dan konsumsi biaya transfer per unit barang dari masingmasing saluran antar kedua daerah tersebut. maka average gross margin (AGM) dari tiap marketing agency dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Ps . yang kaitannya sangat erat dengan masalah biaya transfer. maka marketing margin dari keseluruhan saluran pemasaran dapat diketahui. yang ditunjukkan oleh besarnya penerimaan bersih dari kegiatan pemasaran tersebut. tetapi saluran mana yang memberikan tingkat efisiensi yang paling tinggi. termasuk pemasaran di bidang perikanan terdapat dua pihak yang perlu duhubungkan satu sama lain selama proses penyaluran barang. yaitu : nilai pemasaran (Ps). Untuk memudahkan analisa pemasaran antar regional dengan asumsi bahwa jumlah produksi yang dihasilkan di daerah produksi sama dengan jumlah yang diminta di daerah konsumsi.pembelian (gross money purchase) dan volume barang dari setiap lembaga pemasaran (marketing agency) yang terlibat pada saluran pemasaran. ada juga saluran pemasaran yang hanya melibatkan sedikit lembaga pemasaran sehingga salurannya menjadi pendek. Dengan ketiga unsur tersebut. harga di daerah konsumsi. Untuk menentukan saluran mana yang memberikan keuntungan maksimum. dan volume barang (V). Dengan demikian saluran pemasaran antara daerah produksi (i) dan daerah konsumsi (j) hanya dapat aktif selama keadaan : Hj > Hi + BTij 453 .

5. Penjualan dengan penggambaran terjadi karena ada anggapan bahwa barang-barang akan bisa digunakan sedemikian rupa di dalam katalogkatalog. pemeriksaan). sehingga cukup dengan contoh saja dari barang yang diperdagangkan yang dilihat atau diteliti oleh pembeli. Penjualan dengan cara ini terjadi karena adanya sifat-sifat barang tersebut dan situasi pemasarannya.Selain itu satu daerah produksi (i) akan menyalurkan barang ke daerah konsumsi (j) dan (k) apabila : Hk – BTij = Hj – BTik Dimana : Hi = harga barang di produksi (i) Hj = harga barang di konsumsi (j) Hk = harga barang di konsumsi (k) BTij = biaya transport daerah produksi konsumsi (j) BTik = biaya transport daerah produksi konsumsi (k) daerah daerah daerah antara (i) dan antara (i) dan 9. penjualan melalui penggambaran (description). Contoh penjualan barang seperti ini adalah penjualan barang yang dilakukan melalui pos (mail order selling) dan 454 . SISTEM PENJUALAN Kegiatan penjualan merupakan salah satu fungsi pemasaran yang termasuk kelompok fungsi pertukaran. dan • adanya tekanan kepada tingkat pelayanan sendiri yang tinggi oleh pembeli-pembelinya atau wakil-wakil dari pembeli. Penjualan dengan atau melalui contoh adalah penjualan karena berdasarkan kepada prinsip-prinsip standarisasi. sehingga tidak ada satu unit barang pun perlu ada pada waktu penjualan diselesaikan. Penjualan pengawasan (inspection) melalui/dengan atau pemeriksaan maksudnya adalah adanya ijin dari para penjual kepada pembeli untuk memeriksa dan meneliti semua barang sebelum pembeli memilih apa yang dibelinya. • suatu cara memamerkan barangbarang yang akan mendorong sejumlah pembelian yang terjadi saat bersamaan. penjualan melalui contoh (sample). • tingkat pembelian yang sangat cepat sehingga lalu lintas langganan dan tingkat penjualan akan terganggu. atau penjualan melalui kombinasi dari ketiga penjualan tersebut. jadi contoh ini akan merupakan wakil untuk semua unit barang yang akan dijual. • adanya sifat cepat rusak yang tinggi dari barang. dimana : • tidak adanya standarisasi terhadap barang. 1986). Pada dasarnya kegiatan penjualan dapat dilaksanakan sebagai berikut : penjualan melalui inspeksi (pengawasan. sasaran penjualan adalah mengalihkan barang kepada pihak pembeli dengan harga yang memuaskan (Hanafiah dan Saefuddin.

melalui pemasangan (advertising). Namun program iklan untuk hasil perikanan dibatasi beberapa hal. tercetak atau diucapkan. Penjualan dengan cara ini hanya mungkin dilakukan karena adanya perkembangan standarisasi dan perbaikan mutu bersama-sama dengan perkembangan di dalam proses komunikasi. sebagai berikut: • Kualitas produk bervariasi luas Rata-rata kualitas produk bervariasi dari hari ke hari.penjualan barang yang dilakukan untuk masa yang akan datang (future trading). karena perubahan dalam kualitas maupun tersedianya produk (availability) • Kesukaran dalam mempertahankan keseragaman produk dan pengepakannya Karena produk perikanan dihasilkan oleh banyak usaha perikanan yang skala kecil (small scale) dan secara geografis terpencar • Elastisitas dari berbagai produk Permintaan untuk kebanyakan hasil perikanan inelastis. atau dengan cara tidak langsung yaitu Iklan merupakan elemen penting dalam program penjualan. Penjualan kombinasi antara selling by sample. selling by inspection. terutama untuk barang-barang konsumsi. Iklan merupakan alat komunikasi masal dan dapat diulangi dengan biaya yang relatif rendah. Pada penjualan seperti ini tersedianya contoh (sample) yang mewakili semua barang yang diperdagangkan dan daftar penawaran (cataloque) dari sebagian barang yang dijual yang dibuat setiap hari. Para pembeli dapat memeriksa contoh dalam kemasan-kemasan dari semua barang yang diperdagangkan. STRATEGI PROMOSI Suatu usaha untuk menarik perhatian pembeli dengan tujuan meningkatkan volume penjualan disebut “promosi penjualan”. sehingga dengan demikian pembeli tidak perlu memeriksa barangbarang untuk memuaskan pilihannya. dan selling by description telah menjadi biasa di dalam perdagangan yang modern. gambargambar. sehingga hasilnya relatif seragam. dari tahun ke tahun bahkan dari suatu usaha ke usaha yang lain. Penjualan dengan cara ini hanya akan berhasil baik. 455 . iklan 9. sehingga manfaat daripada kegiatan promosi sangat kecil dibandingkan dengan produk yang permintaannya elastis.6. Berbeda dengan produk industri (pabrik) yang mana kualitas dapat dikontrol. • Perishability dari produk Sifat ini mempersulit reklame (iklan). dari musim ke musim. diagram-diagram dan simbol-simbol. jika adanya syarat kebebasan dalam mengadakan kebijakan garansi terhadap barang-barang. Promosi penjualan hasil perikanan dapat dilakukan secara langsung yaitu dengan cara menghubungi atau mengunjungi para pembeli (calon pembeli) secara langsung. Iklan ini dapat berupa kata-kata tertulis.

termasuk untuk memecahkan masalah-masalah pemasaran (Converse. karena riset pemasaran merupakan kunci keberhasilan pemasaran. tahap mencari kemungkinan pemecahan masalah. dan tahap memutuskan kemungkinan pemecahan masalah yang paling baik. Jenis pakan. Teknis budidaya Riset pemasaran sangat penting dilakukan. asal ikan. Sedangkan pendekatan yang beroreientasi pada pelanggan adalah pendekatan yang berupaya agar penjualan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan. yaitu : tahap merumuskan masalah. sumber air yang dapat digunakan. Kualitas air yang baik. besar maksimal. bahan pembuatan pakan 6. Hama dan penyakit ikan.Menyiapkan Tenaga Penjualan Semua pendekatan penjualan adalah mencoba mengubah seorang tenaga penjual yang asalnya hanya pencatat pesanan yang pasif menjadi pencari pesanan yang aktif. yaitu : pendekatan yang berorientasi pada penjualan dan pendekatan yang berorientasi pada pelanggan. Harga ikan per ekor. sehingga mereka terpengaruh oleh presentasi yang rapi dan sikap manis. Dalam melatih tenaga penjual ini ada 2 (dua) macam pendekatan. Sehingga dengan demikian riset pemasaran akan banyak membantu untuk : 1. nama dagang. 5. 2. Pendekatan yang berorientasi pada penjualan ini beranggapan bahwa pelanggan tidak akan membeli kecuali bila ditekan. tahap mengukur kemungkinan pemecahan masalah. dan cara pergantian air 3. Mengidentifikasi masalahmasalah dalam pemasaran 2. harga grosir. Mengembangkan kombinasi pemasaran Riset pemasaran sangat penting untuk pengambilan keputusan. Pengertian riset pemasaran adalah suatu riset yang ditujukan untuk mengumpulkan data yang akan digunakan untuk menentukan kebijakan pemasaran (marketing policies) dan rencana usaha. karena keputusan dimulai dari analisa permasalahan melalui beberapa tahapan. nama daerah. Adapun tujuan riset pemasaran adalah untuk menaksir permintaan efektif (demand efektive) dan permintaan potensial (demand potensial) dari suatu produk. Huegy and Mitchell. 1985). bonus 4. dan janji tidak akan kecewa setelah menandatangani pesanan. nama ilmiah. varietas ikan. pengendalian dan pengobatannya. dan sebagainya. Membantu mengenal dan memahami keadaan target pemasaran 4. 456 . Jenis ikan. Mengantisipasi peluang-peluang pasar 3. jenis kelamin. Beberapa hal yang harus dikuasai oleh tenaga penjual ikan. antara lain : 1. harga pakan. umur ikan.

457 . analisa penawaran. masing-masing mempunyai pilihan yang berbeda terhadap barang yang ditawarkan. insidentil. serta penyusunan laporan. Sebaliknya untuk masalahmasalah besar. yaitu : mail survey. Sedangkan observasi pasar meliputi segi permintaan.Tahap-tahap tersebut di atas dapat diselesaikan dengan intuisi atau dengan fakta atau dengan keduanya. yaitu : perencanaan penelitian formal dan pengumpulan data. dan percobaan. situasi ekonomi. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam metoda survey. penelitian informal. yaitu : analisa situasi. dan hasil dan rekomendasi. Sedangkan observasi pasar adalah suatu bagian dari penyelidikan pasar yang bertugas mempelajari gerakan dan perubahan yang terdapat di daerah penjualan. Tahap pendahuluan terdiri dari 3 (tiga) langkah. dan kemungkinan di masa yang akan datang. Kesemuanya itu sematamata karena pertimbangan biaya dan waktu merupakan pembatasan utama. dan analisa produk yang di bawa ke pasar. bukan insidentil. persaingan teknologi baru. tetapi harus ditunjang dengan fakta yang cukup tentang keadaan yang lalu. yaitu : pendahuluan. yaitu : analisa pasar dan observasi pasar. segi penawaran. perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Pentingnya riset pemasaran ini makin terasa karena pemasaran bersifat komplek dan dinamis. observasi. yaitu : tabulasi dan analisa. yaitu : survey. Manusia sebagai pembeli yang sifatnya dinamis dan mempunyai karakter yang berbeda-beda. Prosedur riset pemasaran pada dasarnya dibedakan dalam 3 (tiga) tahap. personal interview. Untuk masalah-masalah kecil. dan perumusan masalah. serta tidak memerlukan pemecahan segera sebaiknya diselesaikan dengan fakta. dan segi pergerakan atau perubahan dalam distribusi. kesimpulan dan rekomendasi. dan masalah yang perlu pemecahan segera bisa dengan intuisi. Oleh karena itu riset pemasaran akan berhasil dengan baik apabila metode yang diterapkan baik dan tepat. interpretasi hasil. telephone survey. Analisa pasar adalah penyelidikan keadaan pasar pada suatu saat tertentu. dan panel. Riset pemasaran dibagi dalam 2 (dua) bagian. Sedangkan tahap hasil dan rekomendasi terdiri dari 4 (empat) langkah. Kemudian didorong lagi oleh perubahan penduduk. Beberapa metode yang dapat digunakan dalam riset pemasaran. Jadi pada saat ini keputusan tidak hanya dapat diambil berdasarkan intuisi dan pengalaman saja. Analisa pasar ini meliputi penyelidikan pasar mengenai analisa permintaan. dan sebagainya. walaupun kadangkadang tetap memerlukan instuisi dari hasil pengalaman-pengalaman masa lalu. Tahap perencanaan dan pelaksanaan terdiri dari 2 (dua) langkah. Metode survey merupakan metode yang paling sering digunakan dan juga paling produktif. pendapatan. sekarang. historis.

dan sebagainya. Walaupun dalam hal ini ada risiko. sehingga perlu pertimbangan yang matang. dengan maksud untuk dapat melihat perbandingan-perbandingan. seperti : naik turunnya suku bunga. kelainankelainan pada masa lalu. namun dengan metode observasi ini lebih banyak waktu yang dibutuhkan. Oleh karena itu sebaiknya selalu perbaikan mutu dijadikan sebagai kegiatan yang selalu harus diperhatikan walaupun tidak atau belum ada saingan. seperti : perubahan susunan keanggotaan DPR. Metode Observasi yaitu metode yang digunakan dengan cara pengamatan atau pengukuran langsung terhadap kejadian-kejadian atau perbuatan konsumen atau gejala pasar. perubahan atau pergantian pejabat. untuk dapat digunakan memprediksi atau meramalkan masa sekarang dan masa yang akan datang. sera analisa biaya distribusi dan sebagainya. antara lain : keadaan persaingan. 4. Metode historis ini sering dilakukan untuk keprluan : pengukuran potensi pasar. Sehingga 458 . apalagi bila harus menunggu sampai terjadinya fenomena tertentu. baik dari segi efisiensi maupun dari segi model sulit diduga. karena teknologi baru yang muncul akan disusul oleh teknologi lain yang lebih canggih. Keuntungan metode ini adalah lebih obyektif dan lebih akurat dibandingkan dengan metode survey. persamaan-persamaan. Perkembangan Teknologi Kemunculan teknologi baru yang akan memperbaiki proses produksi. atau politik moneter. Keadaan Persaingan Keadaan persaingan agak sulit untuk diduga kapan saingan baru akan muncul. kebijakan politik dan ekonomi. untuk mengetahui harga diantara tiga macam harga untuk suatu produk. 2. Sumber Daya Alam Dalam beberapa hal sumber daya alam juga sulit diramalkan kapan berkurang atau kapan ditemukan sumber daya alam baru. Perubahan-perubahan tersebut dapat mempengaruhi kegiatan bisnis yang sulit diduga sebelumnya. 3. penelitian dan indeks daya beli. Oleh karena itu sebaiknya harus selalu mencoba menggunakan teknologi baru lebih cepat dari saingan. misalnya : reklame promosi penjualan untuk men