P. 1
Buku Budidaya Ikan

Buku Budidaya Ikan

|Views: 26,626|Likes:

More info:

Published by: Nurul Jannah Zulkefly on Sep 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2014

pdf

text

original

Gusrina BUDIDAYA IKAN untuk SMK

untuk Sekolah Menengah Kejuruan

Gusrina

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Gusrina

BUDAYA IKAN
Untuk SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

i

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

BUDIDAYA IKAN
Untuk SMK
Penulis Ilustrasi, Tata Letak Perancang Kulit : Gusrina : :

Ukuran Buku

:

410 GUS b

GUSRINA Budidaya Ikan untuk SMK /oleh Gusrina. ---- Jakarta:Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008

ii

KATA SAMBUTAN Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan. Jakarta, Direktur Pembinaan SMK

iii

KATA PENGANTAR Buku Budidaya Ikan merupakan salah satu judul buku teks kejuruan yang akan digunakan oleh para pendidik dan peserta didik SMK dan lembaga pendidikan dan pelatihan lainnya. Buku teks kejuruan dalam bidang budidaya ikan saat ini belum banyak dibuat, yang beredar saat ini kebanyakan bukubuku praktis tentang beberapa komoditas budidaya ikan. Buku Budidaya Ikan secara menyeluruh yang beredar dimasyarakat saat ini belum memenuhi kebutuhan sebagai bahan ajar bagi siswa SMK yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMK. Dengan melakukan budidaya ikan maka keberadaan ikan sebagai bahan pangan bagi masyarakat akan berkesinambungan dan tidak akan punah. Pada buku ini akan dibahas beberapa bab yang dapat digunakan sebagai dasar dalam melakukan budidaya ikan. Bab pertama berisi tentang wadah budidaya ikan, bab kedua berisi tentang media budidaya ikan, bab ketiga berisi tentang hama dan penyakit ikan, bab keempat berisi tentang nutrisi ikan, bab kelima berisi tentang teknologi pakan buatan, bab keenam berisi tentang teknologi pakan alami, bab ketujuh berisi tentang pengembangbiakan ikan dan bab kedelapan berisi tentang hama dan penyakit ikan. Sedangkan materi penunjang seperti pemasaran, analisa usaha budidaya ikan dan kesehatan dan keselamatan kerja terdapat pada bab terakhir. Agar dapat membudidayakan ikan yang berasal dari perairan tawar, payau maupun laut ada beberapa hal yang harus dipahami antara lain adalah memahami jenis-jenis wadah dan media budidaya ikan, pengetahuan tentang nutrisi ikan dan jenis-jenis pakan alami yang meliputi tentang morfologi, biologi dan kebiasaan hidup. Selain itu pengetahuan teknis lainnya yang harus dipahami adalah tentang pengembangbiakan ikan mulai dari seleksi induk, teknik pemijahan ikan, proses pemeliharaannya sampai pemanenen ikan. Akhir kata penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkah dan rahmatNya sehingga dapat menyelesaikan penulisan buku ini dihadapan pembaca. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada suami dan anak-anak atas dukungan dan orang tua tercinta serta teman-teman yang telah membantu. Selain itu kepada Direktorat Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menegah yang menyediakan anggaran untuk meyediakan sumber belajar buku teks kejuruan yang sesuai dengan Standar Isi dan Standar Kompetensi Kelulusan SMK. Semoga buku ini bermanfaat bagi yang membacanya dan menambah pengetahuan serta wawasan. Dan juga kami mohon saran dan masukan yang membangun karena keterbatasan yang dimiliki oleh penyusun. Cianjur, November 2007 Penyusun

iv

DAFTAR ISI
Halaman iv v ix xiii xvi xxviii xxx 1 21 21 21 24 24 26 27 27 27 28 29 31 34 43 50 50 53 53 53 53 54 54 56 57 58 58 60 61 63 65 67 68 68

Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Tabel Glosari Sinopsis Peta Kompetensi Bab I. PENDAHULUAN Bab II. WADAH BUDIDAYA IKAN 2.1. JENIS-JENIS WADAH BUDIDAYA IKAN 2.1.1. Kolam 2.1.2. Bak 2.1.3. Akuarium 2.1.4. Karamba Jaring Apung 2.2. KONSTRUKSI WADAH BUDIDAYA 2.2.1. Konstruksi kolam 2.2.1.1. Pematang kolam 2.2.1.2. Dasar kolam dan saluran 2.2.1.3. Pintu air 2.2.2. Konstruksi akuarium 2.2.3. Konstruksi Keramba Jaring Apung 2.3. PERSIAPAN WADAH BUDIDAYA Bab III. MEDIA BUDIDAYA IKAN 3.1. SUMBER AIR 3.2. PARAMETER KUALITAS AIR 3.2.1. Sifat Fisik 3.2.1.1. Kepadatan (density/berat jenis) 3.2.1.2. Kekentalan (Viscosity) 3.2.1.3. Tegangan Permukaan 3.2.1.4. Suhu air 3.2.1.5. Kecerahan dan kekeruhan air 3.2.1.6. Salinitas 3.2.2. Sifat Kimia 3.2.2.1. Oksigen 3.2.2.2. Karbondioksida 3.2.2.3. pH air 3.2.2.4. Bahan organic dan garam mineral 3.2.2.5. Nitrogen 3.2.2.6. Alkalinitas dan kesadahan 3.2.3. Sifat Biologi 3.3. PENGUKURAN KUALITAS AIR BUDIDAYA

v

Bab IV. PENGEMBANGBIAKAN IKAN 4.1. SELEKSI INDUK 4.1.1. Selective Breeding 4.1.2. Outbreeding/Hibridisasi/Crossbreeding 4.1.3. Seks Reversal 4.1.4. Inbreeding 4.1.5. Aplikasi seleksi induk pada budidaya 4.1.5.1. Seleksi induk ikan Lele 4.1.5.2. Seleksi induk ikan mas 4.1.5.3. Seleksi induk ikan Nila 4.1.5.4. Seleksi induk ikan Patin 4.2. TEKNIK PEMIJAHAN IKAN 4.2.1. Perkembangan dan pematangan gonad 4.2.2. Kelenjar hipofisa, HCG dan ovaprim 4.2.3. Perjalanan hormon ke sel target 4.2.4. Stripping dan pembuahan buatan 4.2.5. Ovulasi dan fertilisasi 4.2.6. Aplikasi teknik pemijahan pada ikan budidaya 4.2.6.1. Pemijahan ikan mas 4.2.6.2. Pemijahan ikan lele 4.2.6.3. Pemijahan ikan nila 4.3. PENETASAN TELUR 4.3.1. Perkembangan embrio 4.3.2. Proses penetasan telur 4.3.3. Aplikasi penetasan telur ikan 4.4. PEMELIHARAAN LARVA DAN BENIH IKAN 4.5. PEMBESARAN IKAN 4.5.1. Pembesaran ikan mas 4.5.2. Pembesaran ikan nila 4.5.3. Pembesaran ikan bandeng 4.6. PEMANENAN 4.6.1. Pemanenan benih ikan nila 4.6.2. Pemanenan benih ikan patin 4.6.3. Pemanenan ikan mas Bab V. NUTRISI IKAN 5.1. ENERGI 5.2. PROTEIN 5.3. KARBOHIDRAT 5.4. LIPID 5.5. VITAMIN 5.6. MINERAL Bab VI. TEKNOLOGI PAKAN BUATAN 6.1. JENIS-JENIS BAHAN BAKU 6.2. PENYUSUNAN FORMULASI PAKAN 6.2.1. Metode segi empat Pearsons 6.2.2. Metode aljabar

73 73 76 81 83 92 95 96 97 100 102 103 104 109 113 114 116 117 117 124 126 130 131 132 133 138 146 146 151 154 157 157 158 160 162 162 167 182 190 199 232 243 246 258 258 264

vi

6.2.3. 6.2.4. 6.2.5. 6.3. 6.4. 6.4.1. 6.4.2. 6.4.3. 6.5. 6.6.

Metode linier Metode Trial and error (coba-coba) Metode Worksheet PROSEDUR PEMBUATAN PAKAN UJI COBA PAKAN IKAN Uji pakan secara kimia Uji pakan secara fisik Uji pakan secara biologis MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN PAKAN DAN KUALITAS AIR

268 272 277 282 292 292 304 308 315 324 329 329 336 336 339 348 354 354 367 377 388 396 400 400 400 402 412 412 413 415 417 431 446 446 447 449 450 454 455 463 463 476 477

Bab VII. TEKNOLOGI PRODUKSI PAKAN ALAMI 7.1. JENIS-JENIS PAKAN ALAMI 7.2. BUDIDAYA PHYTOPLANKTON 7.2.1. Wadah dan peralatan budidaya Phytoplankton 7.2.2. Penyiapan media budidaya Phytoplankton 7.2.3. Penebaran bibit/inokulasi 7.3. BUDIDAYA ZOOPLANKTON 7.3.1. Budidaya Daphnia 7.3.2. Budidaya Artemia 7.3.3. Budidaya Rotifera 7.4. BUDIDAYA BENTHOS 7.5. BIOENKAPSULASI Bab VIII. HAMA DAN PENYAKIT IKAN 8.1. JENIS-JENIS HAMA DAN PENYAKIT 8.1.1. Hama ikan 8.1.2. Penyakit ikan 8.2. PENCEGAHAN HAMA DAN PENYAKIT IKAN 8.2.1. Pencegahan hama 8.2.2. Pencegahan parasit dengan penyaringan air sistem filter 8.2.3. Pencegahan terhadap beberapa penyakit 8.3. GEJALA SERANGAN PENYAKIT 8.4. PENGOBATAN PENYAKIT IKAN Bab IX. PEMASARAN 9.1. PENGERTIAN PEMASARAN 9.2. CIRI-CIRI PEMASARAN HASIL PERIKANAN 9.3. PERENCANAAN DAN TARGET PENJUALAN 9.4. ESTIMASI HARGA JUAL 9.5. SISTEM PENJUALAN 9.6. STRATEGI PROMOSI Bab X. 10.1. 10.2. 10.3. ANALISA USAHA BUDIDAYA IKAN PENGERTIAN STUDI KELAYAKAN NET PRESENT VALUE (NPV) NET BENEFIT COST RATIO (NBC RATIO)

vii

10.4. 10.5. 10.6.

INTERNAL RATE OF RETURN (IRR) ANALISIS BREAK EVENT POINT APLIKASI ANALISA USAHA

477 478 479 485 485 485 492

Bab XI. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 11.1. PENGERTIAN K3 11.2. PENERAPAN KAIDAH K3 PADA DUNIA USAHA PERIKANAN BUDIDAYA Daftar Pustaka

viii

DAFTAR GAMBAR
No. 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. 1.6. 1.7. 1.8. 1.9. 1.10. 1.11. 1.12. 1.13. 1.14. 1.15. 1.16. 1.17. 1.18. 1.19. 1.20. 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7 2.8 2.9 2.10 2.11 2.12 2.13 2.14 2.15 2.16 2.17 2.18 2.19 2.20 2.21 2.22 2.23 Judul Ikan Mas (Cyprinus carpio) Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) Ikan Patin (Pangasius hiphothalamus) Ikan Bawal (Colosoma brachyponum) Ikan Tawes (Puntius gonionotus) Ikan Tambakan (Helostoma temmincki) Ikan Sepat (Trichogaster pectolaris) Ikan Kowan (Ctenopharyngodon idella) Ikan Lele (Clarias sp) Ikan Sidat (Anguilla sp) Udang vanamei (Penaeus vannamei) Ikan Bandeng (Chanos chanos) Kerapu Merah (Plectopomus maculates) Ikan Kakap putih (Lates calcarifer) Ikan Kerapu (Chromileptes altivelis) Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) Ikan Beronang (Siganus gutatus) Kolam tanah Kolam semiintensif Kolam intensif Kolam Pemijahan Kolam Penetasan Kolam Pemeliharaan Kolam Pemberokan Bak beton Bak Fiber Bak Plastik Akuarium Kelompok Akuarium sejenis Akuarium Tanaman Kolam jaring terapung tampak atas Kolam jaring terapung tampak depan Bentuk pematang trapesium sama kaki Bentuk pematang trapesium tidak sama kaki Kemiringan dasar kolam Saluran tengah atau kemalir Pintu pemasukan dan pengeluaran air di tengah Pintu pemasukan dan pengeluaran air di sudut Pintu pemasukan dan pengeluaran air bentuk L Pintu pemasukan dan pengeluaran air system monik Halaman 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 6 6 6 6 6 6 6 6 7 22 22 22 23 23 23 24 24 24 24 25 26 26 26 27 28 28 28 29 29 29 30 30

ix

8 4.27 2.34 2.30 2.11 4.3 3.39 3.1 3.6 4.14 4.2 4.6 3.18 4.24 2.26 2.37 2.7 3.5 4.20 Pemasukan dan pengeluaran air pipa paralon Meletakkan lembaran kaca Mengukur kaca Memotong kaca Menghaluskan bagian pinggir kaca Lem silicon dan alat tembak lem Penggunaan alat tembak lem Lakban pada kaca Mengeringkan akuarium Kerangka jarring apung Pelampung drum besi Jangkar Pola jarring Pengeringan dasar kolam Mengairi kolam Sanitasi bak budidaya Termometer Secchi disk Salinometer Refraktometer Flow meter DO meter pH meter Kerta Lakmus Planktonnet Haemocytometer Ekman Dredge Spektrofotometer Diagram skematik perkawinan dua tipe linebreeding Induk ikan lele betina dan genital papilla Induk ikan lele jantan dan genital papilla Induk ikan mas betina dan genital papilla Induk ikan mas jantan dan genital papilla Induk ikan nila Induk ikan patin jantan dan betina Kanulasi induk ikan patin Skema pengaturan sekresi hormone Letak dan jenis kelenjar endokrin ikan dari arah depan Mekanisme hormone steroid Representasi diagram pada penempang sagital otak Pengambilan kelenjar hipofisa Penggerusan kelenjar hipofisa Pemutaran alat sentrifuse Pembuatan ekstrak kelenjar hipofisa Pengambilan kelenjar ekstrak hipofisa Penyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa Pemasangan kakaban dikolam pemijahan cara Sunda Kolam pemijahan cara Cimindi 30 32 32 32 32 33 33 34 34 37 38 38 41 43 46 48 71 71 71 71 71 71 72 72 72 72 72 72 95 96 97 100 100 102 102 103 105 106 109 110 111 112 112 112 112 113 118 119 x .15 4.9 3.9 4.10 4.4 3.38 2.31 2.1 4.7 4.11 3.33 2.29 2.17 4.8 3.25 2.3 4.28 2.13 4.12 4.2.32 2.2 3.16 4.36 2.10 3.12 4.19 4.5 3.35 2.4 4.

14 7.6 7.7 6.21 7.27 6.16 7.24 7.3 6.2 7.5 7.21 4.1 6.25 7.24 4.8 7.10 7.15 7.4 6.20 7.9 6.4.7 7.13 6.5 6.17 7.1 Kolam pemijahan cara Magek Kolam pemijahan cara Kantong Kolam pemijahan cara Dubish Kolam pemijahan cara Hofer Diagram susunan kolam pemijahan bersekat Sampling benih ikan Pengemasan benih Disk mill Hammer mill Vertical mixer Horizontal mixer Alat penggiling daging Alur proses pembuatan pakan skala pabrikasi Silo Alat pengukur kadar air Peralatan pengukuran kadar protein Peralatan pengukuran kadar lemak Peralatan pengukuran kadar serat kasar Peralatan pengukuran kadar abu Metode pemberian pakan dengan tangan Ametode pemberian pakan dengan demand feeder Chlorella sp Tetrasemis sp Scenedesmus sp Skeletonema costatum Spirulina sp Brachionus sp Artemia salina Moina sp Daphnia sp Paramecium Tubifex sp Erlemeyer Cawan Petri Jarum ose Pipet kaca Tabung reaksi Mikroskop Bak fiber Aerator Daphnia sp (bagian-bagian tubuh) Kemasan cyst Artemia Perkembangbiakan Artemia Rotifera Daur hidup rotifer Tubifex Daur hidup tubifex Ichthyophthirius multifiliis 120 121 122 123 129 145 159 283 283 284 284 286 287 287 293 294 294 295 296 323 323 331 332 332 333 333 334 334 335 335 335 335 336 337 337 337 337 337 338 338 360 367 373 382 384 391 392 405 xi .11 6.1 7.25 4.26 4.2 6.6 6.26 8.3 7.22 7.23 7.23 4.4 7.13 7.9 7.14 7.12 6.12 7.22 4.10 6.18 7.19 7.11 7.8 6.

23 8.10 8.9 8.11 8.15 8.4 8.5 8.13 8.24 Siklus hidup Ichthyophthirius multifiliis Trichodina tampak bawah Trichodina tampak atas Myxobolus sp Myxosoma sp Thellohanellus sp Henneguya sp Dactylogyrus sp Gyrodactilus sp Lernea sp Argulus indicus tampak bawah Saprolegnia sp Achlya sp Aeromonas sp Mekanisme kerja mekanik Penumpukan partikel pada media filter mekanik Filter air Dropsy pada ikan plati dan cupang Dropsy tampak samping Akumulasi cairan Contoh kasus kelainan gelembung renang Gejala umum ulcer Ikan terserang white spot 406 407 407 407 408 408 408 409 409 410 411 411 411 412 413 414 415 418 419 419 420 421 422 xii .18 8.7 8.22 8.8 8.16 8.6 8.19 8.20 8.2 8.8.21 8.17 8.14 8.3 8.12 8.

2 4.2 5.7 Judul Komoditas akuakultur yang sudah lazim dibudidayakan dalam system budidaya di Indonesia Perbandingan antara ukuran akuarium dengan ketebalan kaca Jenis pelampung dan lama pemakaian Ukuran mata jaring yang digunakan berdasarkan ukuran ikan yang dibudidayakan Perbandingan jumlah mata jarring yang harus dipotong dalam berbagai ukuran kantong jarring dan mata jaring. 1.4 4. keuntungan dan kerugian dari seleksi individu (A).4 5.5 3.1 2.4 2. seleksi within family (B) dan seleksi between family (C) Pengaruh silang dalam terhadap frekuensi genotype dan frekuensi alel dalam lokus Ciri-ciri induk jantan dan betina ikan mas Ciri-ciri induk jantan dan betina ikan mas matang gonad Ciri-ciri induk jantan dan betina ikan nila Dosis pengapuran untuk menetralkan dari berbagai jenis tekstur tanah dan pH awal yang berbeda Perkembangan stadia embrio ikan lele pada suhu 28 o C Lama pemeliharaan ikan mas berdasarkan sistem pemeliharaan Kebutuhan energi untuk ikan Salmon Kebutuhan energi untuk Catfish Nama dan singkatan asam amino Kebutuhan asam amino essensial pada beberapa jenis ikan dalam % protein pakan Tingkat kebutuhan protein optimal (% berat kering pakan) pada beberapa jenis ikan budidaya Klasifikasi karbohidrat Nilai kecernaan karbohidrat berdasarkan kadar dan sumbernya oleh beberapa ikan budidaya Halaman 3 31 37 39 42 45 56 60 62 66 69 70 78 94 99 99 101 128 134 150 166 166 171 178 182 184 188 xiii .2 3.3 4.1 3.6 4.4 3.DAFTAR TABEL No.6 4.5 4.3 5.7 4.1 2.1 5. Dosis kapur tohor (CaO) Pengaruh suhu air terhadap respon konsumsi pakan Hubungan antara kadar oksigen terlarut dan suhu Pengaruh pH terhadap komunitas biologi perairan Presentase ammonia bebas terhadap ammonia total Kriteria kualitas air Golongan C Parameter kualitas air untuk budidaya ikan dan peralatan pengukuran yang dapat digunakan Perbandingan strategi.8 5.3 3.1 4.5 5.2 2.3 2.6 5.5 3.

31 5.26 5.11 5.5.33 5.17 5.29 5.40 5.36 5.23 5.8 5.14 5.22 5.9 5.21 5.38 5.18 5.34 5.13 5.28 5.37 5.12 5.16 5.10 5.27 5.19 5.35 5.25 5.39 5.42 5.15 5.41 5.24 5.20 5.43 Kebutuhan optimum karbohidrat dalam pakan untuk pertumbuhan beberapa ikan budidaya Nama umum asam lemak Kelompok asam lemak unsaturated jenuh Kebutuhan asam lemak essensial pada ikan Komposisi asam lemak essensial pada berbagai sumber lipid (g/100 g asam lemak) Penggolongan beberapa sumber vitamin A Kebutuhan vitamin A beberapa spesies ikan budidaya Kekurangan vitamin A pada beberapa jenis ikan Kebutuhan vitamin D beberapa spesies ikan budidaya Kebutuhan vitamin E beberapa spesies ikan budidaya Kriteria respon ikan terhadap pemberian vitamin E sesuai dengan kebutuhan ikan budidaya Gejala kekurangan vitamin E pada beberapa ikan budidaya Kebutuhan tiamin dalam pakan Tanda-tanda kekurangan tiamin A pada ikan budidaya Kebutuhan vitamin B2 dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan riboflavin pada ikan budidaya Kebutuhan vitamin B6 dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan piridoksin pada ikan budidaya Kebutuhan vitamin B5 dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan asam pantotenat pada ikan budidaya Kebutuhan biotin dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan biotin pada ikan budidaya Kebutuhan asam folat dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan asam folat pada ikan budidaya Kebutuhan vitamin B12 dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan vitamin B12 pada ikan budidaya Kebutuhan Niasin dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan Niasin pada ikan budidaya Kebutuhan inositol dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan inositol pada ikan budidaya Kebutuhan Kolin dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan kolin pada ikan budidaya Kebutuhan vitamin C dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan vitamin C pada ikan budidaya Kebutuhan mineral makro dalam pakan pada berbagai jenis ikan air tawar (mg/kg atau g/kg berat kering) Kebutuhan mineral mikro dalam pakan pada berbagai 190 194 195 196 197 202 203 203 205 207 208 209 211 212 213 214 215 216 218 218 220 220 221 222 223 223 224 225 226 226 227 228 229 230 237 237 xiv .30 5.32 5.

45 5.7 7.7 6.44 5.46 5.2 jenis ikan air tawar (mg/kg atau g/kg berat kering) Kebutuhan zat besi pada beberapa jenis ikan Kebutuhan mineral seng pada beberapa jenis ikan Kebutuhan mangan pada beberapa jenis ikan Kebutuhan mineral tembaga pada beberapa jenis ikan Beberapa jenis ikan berdasarkan kebiasaan makannya Kandungan nutrisi bahan baku nabati Kandungan nutrisi bahan baku hewani Kandungan nutrisi bahan baku limbah pertanian Rekomendasi penggunaan bahan baku untuk pakan ikan dan udang dalam % Jenis dan kandungan nutrisi bahan baku ikan karnivora Hasil analisa proksimat bahan baku Bahan baku pakan yang mengandung zat antinutrisi dan cara menghilangkan zat antinutrisi Acuan bentuk dan tipe pakan buatan untuk ikan budidaya Skedul pemberian pakan dalam usaha budidaya ikan Skedul pemberian pakan pada udang Jumlah pakan harian pudang dengan kelangsungan hidup 80% Komposisi pupuk pada media stok murni kultur algae Komposisi Trace Metal Solution Komposisi pupuk pada phytoplankton air tawar Komposisi pupuk phytoplankton semi masal Komposisi pupuk kultur missal Komposisi campuran vitamin pada media Dphnia Komposisi bahan kimia untuk membuat air laut kadar garam 5 permill Komposisi bahan kimia untuk membuat air laut kadar garam 30 permill Ukuran badan dan nilai kalori rotifer Kandungan komposisi beberapa bahan bioenkapsulasi Bahan ekstrak dari tumbuh-tumbuhan serta dosisnya Obat dan bahan kimia yang digunakan pengobatan penyakit ikan 238 239 240 241 247 251 252 252 254 255 256 285 291 320 321 322 341 341 342 346 347 363 371 372 383 398 402 443 xv .4 7.8 6.10 6.10 8.11 6.3 6.1 6.5 7.4 6.2 6.5 6.1 8.9 7.3 7.6 6.2 7.47 6.12 7.6 7.1 7.8 7.9 6.5.

hormon pelepas tiroid (Thyroid Stimulating Hormone). kedua alel tidak memperlihatkan dominansi.GLOSARI Adenohipofisa : salah satu bagian dari kelenjar hipofisa yang mengandung sel-sel pensekresi hormon prolaktin. Pars intermedia mensekresi hormon pelepas melanosit (Melanocyte Stimulating Hormone). Masa penyesuaian lingkungan baru. suatu organisme dalam Adaptasi Aerasi Akrosom : : : Pemberian udara ke dalam air untuk penambahan oksigen Organel penghujung pada kepala spema yang dikeluarkan yang berfungsi membantu sperma menembus sel telur. keduanya memberikan konstribusi yang seimbang dalam menghasilkan suatu fenotipe Penyesuaian fisiologis terhadap perubahan salah satu faktor lingkungan kondisi genetik yang tidak sempurna yang menyebabkan organisme tidak membentuk pigmen Bentuk alternatif suatu gen Alel yang diekspresikan secara penuh dalam fenotipe itu Alel yang pemunculan fenotipenya ditutupi secara sempurna Molekul organik dengan gugus karbonil yang terletak pada ujung kerangka karbon Aksi gen aditif : Aklimatisasi Albinisme : : Alel Alel dominan Alel resesif Aldehida : : : : xvi . hormon pertumbuhan (STHSomatotropin) dan Gonadotropin. aksi gen yang mana fenotipe heterosigot merupakan intermedit antara kedua fenotipe homosigot. hormon Adrenocorticotropic (ACTH).

misalnya testoteron Proses penjantanan Bahan kimiawi yang membunuh bakteri atau menghambat pertumbuhannya. berfungsi sebagai efektor dalam suatu respon imun.Anabolisme : Pembentukan zat organik kompleks dari yang sederhana. Tahap mitosis dan meiosis yang mengikuti metafase ketika separuh kromosom atau kromosom homolog memisah dan bergerak ke arah kutub gelendong. Makromolekul asing yang bukan merupakan bagian dari organisme inang dan yang memicu munculnya respon imun. Asam amino berfungsi sebagai monomer protein. Asam karboksilik dengan rantai karbon panjang. sehingga memaksimumkan jumlah atom hidrogen yang dapat berikatan dengan kerangka karbon. Imunoglobin pengikat antigen yang dihasilkan oleh sel limfosit B. Asam lemak dimana semua karbon dalam ekor hidrokarbonnya dihubungkan oleh ikatan tunggal. Anadromus : Anafase : Androgen Androgenesis Antibiotik Antibodi : : : : Antigen : Asam amino : Asam deoksiribonukleat Asam lemak (fatty acid) : : Asam lemak jenuh (Saturated fatty acid) : xvii . Suatu molekul asam nukleat berbentuk heliks dan beruntai ganda yang mampu bereplikasi dan menentukan struktur protein sel yang diwariskan. Hormon steroid jantan utama. Asam lemak bervariasi panjang dan jumlah dan lokasi ikatan gandanya. Ikan-ikan yang sebagian besar hidupnya dihabiskan dilaut dan bermigrasi ke air tawar untuk memijah. tiga asam lemak berikatan dengan satu molekul gliserol akan membentuk lemak. asimilasi zat makanan oleh organisme untuk membangun atau memulihkan jaringan dan bagian-bagian hidup lainnya. Molekul organik yang memiliki gugus karboksil maupun gugus amino.

Proses pembentukan blastula Bobot kering bahan organik yang terdiri atas sekelompok organisme di dalam suatu habitat tertentu atau bobot seluruh bahan organik pada satuan luas dalam suatu waktu tertentu. sebagai kebalikan dari kromosom seks. Organisme yang hidup di dasar perairan Sel-sel anak yang dihasilkan selama pembelahan zygot. Sel-sel yang besar perkembangbiakan zigot baru berasal dari : Asam essensial Aseksual Autosom amino : : : Auksospora Backross : : Bentuk perkawinan yang sering digunakan dalam pemuliaan yaitu mengawinkan kembali antara anak dan orangtuanya yang sama untuk beberapa generasi. Ada dua jenis yaitu DNA dan RNA. Ikatan seperti itu mengurangi jumlah atom hidrogen yang terikat ke kerangka karbon. Perkembangbiakan tidak melalui perkawinan Kromosom yang secara tidak langsung terlibat dalam penentuan jenis kelamin.Asam lemak tak jenuh (Unsaturated fatty acid) Asam nukleat : Asam lemak yang memiliki satu atau lebih ikatan ganda antara karbon-karbon dalam ekor hidrokarbon. Asam amino yang tidak dapat disintesis sendiri oleh tubuh hewan sehingga harus tersedia dalam makanan. yang berfungsi sebagai cetak biru untuk protein dan melalui kerja protein. Bersifat menyerap basa. Usaha yang bermanfaat dan memberi hasil. untuk semua aktivitas seluler. suatu Basofil Benthos Blastomer Blastula Blastulasi Biomassa : : : : : : Budidaya : xviii . Rongga yang terbentuk selama fase pembelahan zigot. Suatu polimer yang terdiri atas banyak monomer nukleotida.

yang gugus hidroksilnya kurang satu dibandingkan dengan ribosa. Disterilkan dari jasad pengganggu. Jumlah individu persatuan luas atau volume atau masa persatuan volume yang biasanya dihitung dalam gram/cm3 atau jumlah sel/ml. Closed Breeding : memproduksi Perkawinan yang dekat sekali kaitan keluarganya. misalnya antara anak dan tetua atau antara antar saudara sekandung. materi tumbuhan yang telah jatuh dan buangan organisme hidup dan mengubahnya menjadi bentuk anorganik. Membersihkan badan air dengan mengeluarkan kotoran bersama sebagian jumlah air. Komponen gula pada DNA. Fase dorman dari crustacea karena kondisi lingkungan yang tidak sesuai Fungi dan bakteri saprotropik yang menyerap nutrien dari materi organik yang tidak hidup seperti bangkai. Bagian punggung Proses pemeriksaan terhadap suatu hal Proses penentuan kelamin dengan pernyataan fenotipe melalui perkembangan alat kelamin dan ciri-ciri kelamin. komponen gula pada RNA Materi organik yang telah mati atau hancuran bahan organik yang berasal dari proses penguraian secara biologis.sistem yang digunakan untuk sesuatu dibawah kondisi buatan. Keadaan perangkat kromosom kromosomnya diwakili dua kali (2n) bila setiap Cyste Dekomposer : : Densitas : Deoksiribosa : Detritus : Disipon Disucihamakan Dorsal Diagnosis Diferensiasi gonad : : : : : Diploid Diploidisasi Donor : : : Penggandaan jumlah kromosom pada sel-sel haploid Pemberi sumbangan xix .

Makhluk yang sel-selnya mengandung inti sejati yang diselimuti selaput inti. Proses pembetinaan Ciri fisik dan fisiologis pada suatu organisme atau sifat yang terlihat pada makhluk hidup yang dihasilkan oleh genotipe bersama-sama dengan faktor lingkungan. Jumlah sel telur yang dihasilkan oleh seekor hewan betina pertahun atau persatuan berat hewan. Pemisahan asam nukleat atau protein berdasarkan ukuran dan muatan listriknya. Hormon seks steroid betina yang utama. Sinyal kimiawi atsiri dan kecil yang berfungsi dalam komunikasi diantara hewan-hewan dan bertindak sangat mirip dengan hormon dalam mempengaruhi fisiologi dan tingkah laku. mengalami meiosis.Dormant Ekspresi gen : : Telur yang dibuahi dan merupakan dinding tebal dan jika menetas menjadi betina amiktik. Proses perkembangan embrio Kelenjar/sel yang menghasilkan hormon Molekul protein komplek yang dihasilkan oleh sel dan bekerja sebagai katalisator dalam berbagai proses kimia didalam tubuh makhluk hidup. Pengejewantahan bahan genetik pada suatu makhluk hidup sebagai keseluruhan jumlah tabiat yang khas. Enzim yang digunakan untuk memotong fragmen DNA yang memiliki sekuen tertentu. membelah dengan mitosis dan enzim oksidatifnya dikemas dalam mitokondria. dengan cara mengukur laju pergerakkannya melalui suatu medan listrik dalam suatu gel. Elektroforesis gel : Embriogenesis Endokrin Enzim : : : Enzim restriksi Estrogen Eukaryot : : : Fekunditas : Feminisasi Fenotipe : : Feromon : xx .

Fertilisasi Flagella Fotosintesis : : : Penyatuan gamet haploid untuk menghasilkan suatu zigot diploid. Pengelompokkan anggota-anggota jenis yang hanya memiliki satu atau sejumput ciri. mesoderm dan endoderm. biasanya bersifat homozigot dan dipertahankan untuk keperluan percobaan genetika. Tonjolan berbentuk cambuk pada salah satu sel untuk alat gerak. Kumpulan mikrotubula pergerakan kromosom eukariotik. Sel sperma atau telur haploid. Proses pembentukan gastrula dari blastula atau proses pembentukan tiga daun kecambah ektoderm. Turunan pertama atau turunan hibrid dalam fertilisasi-silang genetik. dari perkawinan Generasi F1 Generasi F2 Genom Genotipe Ginogenesis : : : : : Komplemen lengkap gen-gen suatu organisme. Kandungan genetik suatu organisme. Pengubahan energi cahaya menjadi energi kimiawi yang disimpan dalam glukosa atau senyawa organik lainnya. gamet menyatu selama reproduksi seksual untuk menghasilkan suatu zigot diploid. Tahapan pembentukan embrio berlapis dua dan berbentuk piala. Proses perkembangan embrio yang berasal dari xxi . Keturunan yang dihasilkan generasi hibrid F1. yang menyelaraskan selama pembelahan Galur : Gamet : Gastrula Gastrulasi : : Gelendong : Gen : Bagian kromosom yang mengatur sifat-sifat keturunan tertentu atau satuan informasi yang terdiri atas suatu urutan nukleotida spesifik dalam DNA. materi genetik suatu organisme.

Bentuk DNA asli Protein mengandung besi dalam sel darah merah yang berikatan secara reversibel dengan oksigen. Perkawinan antara individu yang berbeda atau persilangan. bahkan mungkin berlainan jenis atau marga.telur tanpa kontribusi material genetik jantan Gonad Gonadotropin Haploid Heritabilitas : : : : Organ seks jantan dan betina. Individu yang mempunyai alat kelamin jantan dan betina. Hewan heterotropik yang memakan tumbuhan. organ penghasil gamet pada sebagian besar hewan. Bagian ventral otak depan vertebrata. Mempunyai dua alel yang berbeda untuk suatu sifat genetik tertentu. Dinotasikan dengan huruf h2 dengan nilai berkisar antara 0 – 1. Hermaphrodit Heliks ganda Haemoglobin Herbivora Heterozigot Heterosis : : : : : : Hibrid : Hibridisasi Hipofisasi : : Hipotalamus : xxii . Memiliki jumlah kromosom yang khas untuk gamet makhluknya. yang berfungsi dalam mempertahankan homeostasis. Hormon yang merangsang aktivitas testes dan ovarium. Salah satu teknik dalam pengembangbiakan ikan dengan cara menyuntikkan ekstrak kelenjar hipofisa kepada induk ikan untuk mempercepat tingkat kematangan gonad. Suatu ukuran untuk menilai keunggulan dan ketidakunggulan hibrid Turunan dari tetua yang secara genetik sangat berbeda. Keragaman fenotipe yang diakibatkan oleh aksi genotipe atau menggambarkan tentang persentase keragaman fenotipe yang diwariskan dari induk kepada keturunannya.

khususnya dalam mengkoordinasikan endokrin dengan sistem saraf. Bahan kimia pembawa sinyal yang dibentuk dalam sel-sel khusus pada kelenjar endokrin. Metode ini menggunakan gen-gen heterogen yang dimasukkan ke dalam genome virus dan dapat dipindahkan kepada inang yang terinfeksi virus tersebut. Histon : sistem Protein kecil dengan porsi besar yang terdiri dari asam amino bermuatan positif yang berikatan dengan DNA bermuatan negatif dan berperan penting dalam struktur kromatinnya. Masa penyimpanan Fase dimana tidak ada perubahan pada inti sel. waktu istirahat. Mempunyai dua alel yang identik untuk suatu sifat tertentu. Kondisi fisiologis yang mantap dalam tubuh. Salah satu metode transfer gen. Suatu ciri yang dapat diturunkan dalam suatu populasi yang bervariasi secara kontinu sebagai akibat pengaruh lingkungan dan pengaruh tambahan dua atau lebih gen. ukuran dan jenis. Ikan yang memiliki DNA asing didalam tubuhnya Menonaktifkan sperma Perkawinan antara individu-individu yang sekerabat yaitu berasal dari jantan dan betina yang sama. Metode pengorganisasian kromosom suatu sel dalam kaitannya dengan jumlah. Hormon disekresikan ke dalam darah kemudian disalurkan ke organ-organ yang menjalankan fungsi-fungsi regulasi tertentu secara fisiologik dan biokimia. Ikan-ikan yang sebagian besar hidupnya dihabiskan di perairan tawar dan bermigrasi ke Homeostasis Homozigot Hormon : : : Ikan transgenik Inaktivasi sperma Inbreeding : : : Infeksi Retroviral : Inkubasi Interfase Karakter kuantitatif : : : Kariotipe Katadromus : : xxiii .

Organisme yang belum dewasa yang baru keluar dari telur atau stadia setelah telur menetas. Tipe pembelahan sel dan nukleous ketika jumlah kromosom direduksi dari diploid ke haploid. Perubahan bentuk organisme dalam daur hidup Lubang kecil pada telur tempat masuknya sperma. Struktur pembawa gen yang mirip benang yang terdapat di dalam nukleus. metafase. Proses pembelahan nukleus pada sel eukariotik yang secara konvensional dibagi menjadi lima tahapan : profase. Kromosom yang sentromernya terletak ditengahtengah. anafase. dan telofase.inisasi Meiosis Metasentrik : : : : : : : : : Metafase : Metamormofose Mikropil Mikroinjeksi : : : Mitosis : xxiv . Metode yang digunakan dalam mengintroduksi DNA asing ke dalam pronukleus atau sitoplasma telur yang telah terbuahi. Mitosis mempertahankan Kromosom Kopulasi Kista Larva Larutan hipoklorit Lokus Maskul. Kelenjar hipofisa : Kelenjar kecil dibagian otak bawah yang menghasilkan berbagai macam hormon yang dibutuhkan pada makhluk hidup .laut untuk memijah. Penjantanan. DNA asing disuntikkan pada saat fase 1-2 sel. Tahapan mitosis dan meiosis ketika kromosom mencapai keseimbangan posisi pada bidang ekuator. prometafase. Proses perkawinan Suatu stadia istirahat pada hewan cladosera atau crustacea tingkat rendah. Larutan yang mengandung HClO Tempat khusus disepanjang kromosom tertentu dimana gen tertentu berada.

Perkembangbiakan telur menjadi individu baru tanpa pembuahan telur dan menghasilkan telur diploid. terdiri dari pars nervosa yang berfungsi mensekresi Oxytoxin. Bagian dari kelenjar hipofisa. Perkawinan antara individu-individu yang tidak sekerabat (berbeda induknya). Berkembangbiak dengan menghasilkan telur tetapi telur tersebut menetas dalam tubuh induknya. masih dalam satu varietas atau beda varietas. Tahap pertama meiosis dan kromosom mulai jelas terlihat. Bentuk stadia setelah menetas pada crustacea atau copepoda. Sel telur hasil pembelahan meiosis yang tidak memiliki sitoplasma. Proses peletakan telur atau perkawinan Zat warna tubuh Molekul DNA sirkular yang bereplikasi pada sel-sel bakteri secara independent.jumlah kromosom dengan cara mengalokasikan kromosom yang direplikasikan secara sama ke masing-masing nukleus anak. Arginin Vasotocin dan Isotocin Organisme pemakan segala Kelenjar kelamin betina yang menghasilkan ovum. Proses terlepasnya sel telur dari folikel. Morula Nauplii Neurohipofisa : : : Sekelompok sel anak (blastomer) yang terbentuk selama fase pembelahan zygot. Berkembangbiak dengan menghasilkan telur. xxv . mitosis ketika Omnivore Ovarium Ovipar Ovivipar : : : : Outbreeding : Ovulasi Partenogenesis : : Pemijahan Pigmen Plasmid Polar body Profase Progeni : : : : : : Keturunan yang berasal dari sumber yang sama.

anak cucu Poliploidisasi : Proses pergantian kromosom dimana individu yang dihasilkan mempunyai lebih dari dua set kromosom. Sentromer juga terletak pada ujung kromosom namun masih jelas terlihat adanya lengan pendek. Pemisahan populasi dasar yang digunakan ke dalam kedua kelompok. Bagian kromosom yang terletak pada titik ekuator kumparan pada metafase. Tahap akhir dari mitosis atau meiosis ketika Telofase : xxvi . Proses metamorfosa spermatozoa spermatid menjadi Reproduksi Seleksi : : Sentromer : Seks reversal Spermatogenesis Spermatogonium Spermatozoa Spermiasi Spermiogenesis Submetacentrik Subtelocentrik Spektrofotometer : : : : : : : : : Sentromer terletak pada ujung kromosom yang memiliki dua lengan yang tidak sama panjangnya. Proses pembalikan kelamin dengan menggunakan metode tertentu. tempat melekat benang penarik gelendong. Proses perkembangan spermatogonium menjadi spermatis Sel-sel kecambah untuk membentuk sperma Sel gamet jantan dengan inti haploid yang ememiliki bentuk berekor. posisi sentromer menentukan bentuk kromosom. Suatu instrumen yang mengukur porsi dari cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda yang diserap dan dihantarkan oleh suatu larutan berpigmen. Proses dimana spermatozoa dilepaskan dari cyste dan masuk kedalam lumen. yaitu kelompok terpilih dan kelompok yang harus terbuang. Proses perkembangbiakan baik secara aseksual maupun seksual.

bagaimana membuat pakan ikan yang harus diberikan pada ikan budidaya. bagaimana melakukan proses perkembangbiakan ikan budidaya dari sudut biologis ikan budidaya dan aplikasi pada beberapa ikan budidaya.pembagian selesai. Pada buku teks ini berisi tentang wadah budidaya yang dapat digunakan dalam melakukan budidaya ikan. Vitellogenesis : Zygot SINOPSIS Buku teks dengan judul budidaya ikan dapat dipelajari oleh para peserta diklat dan pendidik pada Sekolah Menengah Kejuruan yang mengambil program studi Budidaya Ikan. Testis Tetraploid Triploid Triploidisasi : : : : sitoplasma dan penyusunan inti Gonad yang berperan menghasilkan sperma Individu yang mempunyai empat kromosom haploid pada nukleusnya. kebutuhan nutrisi untuk ikan yang akan dibudidayakan. Dalam buku teks ini akan memberikan pengetahuan mendasar tentang bagaimana membudidayakan ikan dan dapat di aplikasikan pada berbagai habitat budidaya. dicirikan oleh bertambah banyaknya volume sitoplasma yang berasal dari vitelogenin eksogen yang membentuk kuning telur. perangkat perangkat Proses pembuatan organisme triploid dengan menggunakan kejutan suhu untuk menahan polar body II atau menahan pembelahan mitosis awal. Budidaya Ikan Air Payau dan Budidaya Ikan Hias. media yang optimal dalam budidaya ikan agar proses budidaya dapat berlangsung sesuai dengan kebutuhan ikan untuk hidup tumbuh dan berkembang. Sel diploid sebagai hasil perpaduan gamet jantan dan gamet betina haploid. hama dan xxvii . Menurut SKKNI dalam program studi Budidaya Ikan dapat dikelompokkan menjadi Budidaya Ikan Air Tawar. Individu yang mempunyai tiga kromosom haploid pada nukleusnya. bagaimana memproduksi pakan alami sebagai pakan yang sangat dibutuhkan bagi larva ikan dan benih ikan budidaya. Proses deposisi kuning telur. Budidaya Ikan Air Laut.

Dengan mengkonsumsi ikan maka kebutuhan gizi manusia akan terpenuhi. Pengetahuan tentang wadah budidaya ikan dan media yang dibutuhkan bagi ikan budidaya akan memberikan pemahaman tentang investasi yang harus dipersiapkan sesuai dengan skala produksi yang akan diterapkan. Oleh karena itu kemampuan sumberdaya manusia untuk memproduksi ikan budidaya sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan ikan merupakan salah satu jenis pangan yang sangat dibutuhkan oleh manusia yang mempunyai harga jual relatif murah dan mempunyai kandungan gizi yang lengkap. Oleh karen itu diperlukan pemahaman tentang jenis-jenis hama dan penyakit yang dapat menyerang ikan budidaya serta bagaimana tindakan pencegahan dan pengobatan yang harus dilakukan oleh para pembudidaya agar ikan yang dibudidayakan tidak terserang hama dan penyakit. Budidaya ikan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting saat ini dan masa yang akan datang.penyakit ikan yang dapat menyerang ikan budidaya serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam budidaya ikan. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan keterbatasan lahan budidaya selanjutnya. Dengan mempelajari buku teks ini diharapkan para pembaca dapat mengaplikasikan ilmu budidaya pada berbagai media dan teknologi budidaya. maka dibutuhkan suatu teknologi budidaya ikan pada lahan yang terbatas dan produktivitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pangan. androgenesis dan poliploidisasi yang tujuan dari manipulasi kromosom ini untuk meningkatkan produktivitas ikan budidaya dan memberikan nilai tambah pada pembudidaya ikan. xxviii . Rekayasa kromosom antara lain adalah melakukan kegiatan ginogenesis. gen antibeku dan gen warna tubuh. Aplikasi teknologi molekuker dalam budidaya ikan sudah bisa diterapkan mulai dari rekayasa kromosom. maka sangat dibutuhkan suatu pemahaman bagaimana membudidayakan pakan alami yang sesuai dengan kebutuhan ikan. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka penerapan teknologi yang terkini telah merambah dalam budidaya ikan. Selain itu dalam suatu budidaya ikan maka akan ada kendala yang dialami pembudidaya ikan yaitu adanya serangan hama dan penyakit ikan. Dengan menerapkan teknologi budidaya ikan yang intensif dibutuhkan pemahaman tentang produksi pakan buatan yang ramah lingkungan tetapi sesuai dengan kebutuhan ikan budidaya. Sedangkan rekayasa gen dapat diterapkan jika peralatan untuk melakukan rekayasa ini tersedia dimana dengan melakukan rekayasa gen dapat dibuat komoditas ikan budidaya yang disisipi gen yang menguntungkan bagi pembudidaya misalnya gen pertumbuhan. Pengembangbiakan ikan secara tradisional akan semakin kurang diminati dan akan beralih kepada sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan produksi pada ikan budidaya. rekayasa gen dan terkini adalah rekayasa sel. Selain itu dalam membudidayakan ikan sangat dibutuhkan pakan alami pada fase larva dan benih.

Memelihara penampilan pribadi Menggunakan sistem komunikasi 1. Mengikuti prosedur di tempat kerja untuk kesehatan dan keselamatan di tempat kerja 2. PL 00. Memelihara insfrastruktur dan lingkungan kerja Membina kerjasama 1.01 PBD. Melakukan interaksi di tempat kerja 2. PL 00. Memenuhi persyaratan ketenagakerjaan Memenuhi persyaratan kesehatan. mencatat dan mengirim data xxix PBD. menyelami dan mengarahkan klien dan pelanggan 3. keselamatan dan lingkungan di tempat kerja 1.003U. PETA KOMPETENSI KODE UNIT PBD.001U.01 JUDUL UNIT KOMPETENSI/SUB KOMPETENSI Memenuhi persyaratan kerja di DU/DI 1. PL 00.002U. Dalam buku teks ini juga dijelaskan berbagai kemampuan dasar untuk melakukan suatu kegiatan yang langsung dapat diaplikasikan dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh berbagai kalangan.01 . Melakukan pertemuan. Mengumpulkan. Menyetujui kondisi dan ketentuan ketenagakerjaan 2. Melakukan tindakan kesehatan dan keselamatan kerja dalam kondisi bahaya/darurat 3.Dengan mempelajari buku teks ini diharapkan dapat memahami pengetahuan yang sangat mendasar dalam membudidayakan ikan.

PL 00.01 Mengidentifikasi parameter kualitas air 1. 01 2. PL00. Mengambil sampel air di lapangan 3.008U.01 2.004U. Mengontrol proses penggunaan wadah 4. Menentukan lokasi 4. mencatat dan menyediakan informasi untuk memenuhi kebutuhan tempat kerja 3. Menyiapkan peralatan dan bahan yang digunakan dalam identifikasi parameter kualitas air 2.005U. PBD. Membuat jadwal kegiatan 2. 01 2.PL 00. PL 00. 3. Membuat laporan hasil identifikasi parameter kualitas air JUDUL UNIT KOMPETENSI/ELEMEN KOMPETENSI Menentukan lokasi budidaya 1. Mengidentifikasi wadah PBD. Mengukur parameter kualitas air 4. PL 00. Menanggapi masalah Membuat perencanaan kerja 1.01 PBD. Menentukan wadah 3. 01 2. Mengidentifikasi persyaratan lokasi budidaya melalui kegiatan survey lapangan 3. Membuat laporan Mengidentifikasi hama dan penyakit ikan xxx KODE UNIT . 009U. 006U. Merencanakan tahapan kegiatan penentuan lokasi budidaya PBD.007U. Membuat laporan Menyiapkan wadah 1. Mengatur bahan. peralatan dan cara kerja Menyiapkan peralatan Mengidentifikasi jenis peralatan Menentukan peralatan Mengontrol cara kerja peralatan Membuat laporan 1. PL 00. PBD. 4. Mengumpulkan.PBD.

PL 01. 01 4. Menyiapkan teknik pengepakan 2. Melakukan pengepakan ikan PBD.001I.1. Melakukan pematangan gonad induk ikan 4. 01 2.PL 01. Menetaskan telur Mengkultur pakan alami 1. Menangani telur 3. Menyeleksi calon induk jantan dan betina 3. Mengontrol proses pemasaran Menentukan lokasi pembenihan ikan 1. Membuat laporan Mengemas ikan 1. 011U.005I.01 PBD.01 PBD. Memelihara calon induk ikan 2.PL 01. Menyiapkan air untuk pembenihan 4. Melakukan proses pemijahan ikan 2. 01 1. PL00.004I. Merencanakan kegiatan persiapan media pembenihan 2. Menyiapkan kuota/target 4. Menentukan jenis ikan yang dikemas 3. Menyiapkan media tempat tumbuhnya pakan alami 3. PL 00.PL 01.01 PBD.012U. Mengidentifikasi gejala serangan 3. Melaksanakan penjualan 3. Menebar bibit pakan alami xxxi PBD.002I. Mengidentifikasi jenis-jenis pakan alami 2. Membuat laporan Menyiapkan media pembenihan ikan 1. Memilih lokasi pembenihan ikan 4.01 . PL 00. Membuat laporan Mengelola induk ikan 1. Menyiapkan wadah pembenihan 3.01 PBD. Membuat laporan Memasarkan ikan PBD. Mengidentifikasi persyaratan lokasi pembenihan ikan 3.PL 01. Merencanakan tahapan kegiatan penentuan lokasi pembenihan 2.003I. Menyeleksi induk siap pijah Memijahkan induk ikan 1. 010U. Mencari order pemasaran 2. Mengambil sampel di lapangan PBD. Menentukan jenis parasit 4.

010I. Membuat laporan Menyiapkan media pendederan ikan 1. Mengidentifikasi calon pembeli 2.012I. Memantau kualitas dan kuantitas air pada pemeliharaan larva Memanen hasil pembenihan ikan 1. Memberi pakan larva 3.01 PBD. Merencanakan tahapan kegiatan penentuan lokasi pendederan ikan 2.PBD. Melakukan transaksi 4. Menyiapkan air untuk pendederan ikan 4. Merencanakan kegiatan pemanenan hasil pembenihan 2. Melakukan sortasi xxxii PBD. Memilih lokasi pendederan 4. Mengambil sampel untuk menduga pertumbuhan benih ikan 3.008I.009I.007I. Merawat larva ikan 2. Menangani hama dan penyakit pada pemeliharaan larva 5.PL 02.PL 02. Membuat laporan Memantau pertumbuhan benih ikan pada pendederan 1. Merencanakan kegiatan persiapan pendederan ikan 2. Membuat laporan Memasarkan hasil pembenihan ikan 1.PL.PL 01.01 PBD.01.PL 02.PL 02.PL. Merencanakan kegiatan pemantauan pertumbuhan benih ikan 2.01 PBD. Melakukan pemananen benih ikan 3.01 . Mengemas benih ikan 4.006I. Mengidentifikasi persyaratan lokasi pendederan ikan 3.01. Membuat laporan Menebar benih ikan pada pendederan 1. Merencanakan kegiatan penebaran benih ikan 2.01 Memelihara larva ikan 1. Mengamati perkembangan larva 4.01 PBD. Menebar benih ikan 3. Melakukan perhitungan laba rugi 5. Membuat laporan Menentukan lokasi pendederan ikan 1. Menyiapkan wadah pendederan ikan 3.011I. Membuat kesepakatan 3.01 PBD.

013I. Membuat laporan Mengelola pakan benih ikan pada pendederan 1.PL 02.01 PBD.01 Mengelola kualitas dan kuantitas air pada pendederan ikan 1.PBD. Membuat kesepakatan 3. Membuat laporan Memanen hasil pendederan ikan 1 Merencanakan kegiatan pemanenan hasil pendederan ikan 2. Mengidentifikasi hama dan penyakit 3.PL 02. Mencatat kejadian serangan penyakit 5.PL 02. Membuat laporan PBD. Membuat laporan Memasarkan hasil pendederan ikan 1. Merencanakan kegiatan pengelolaan pakan benih ikan 3. Menentukan jumlah. Melakukan pengobatan ikan 4. Mengidentifikasi calon pembeli 2. Mengelola kualitas dan kuantitas air pada pendederan ikan 4. Mengidentifikasi kualitas dan kuantitas air pada pendederan ikan 3. Merencanakan kegiatan monitoring hama dan penyakit 2.015I. Melakukan transaksi 4. Mengidentifikasi jenis-jenis pakan untuk benih ikan 2.PL 02. Merencanakan kegiatan pengelolaan kualitas dan kuantitas air 2.PL 02.01 PBD. Melakukan perhitungan laba rugi 5. Membuat laporan Menentukan lokasi pembesaran ikan xxxiii .01 4. Memanen benih ikan 3.017I.014I.016I. Membuat laporan Mengendalikan hama dan penyakit pada pendederan ikan 1. waktu dan frekuensi pemberian pakan 4.01 PBD.

Merencanakan kegiatan monitoring hama dan penyakit 2.01 PBD. 2.PL 03. Melakukan sortasi 4. Menyiapkan wadah pembesaran ikan 3.PL 03. Mengidentifikasi hama dan penyakit pada pembesaran ikan 3. Menyiapkan media pembesaran ikan 4.020I.023I.01 xxxiv .021I. Membuat laporan Mengelola pakan pembesaran ikan 1.PBD.PL 03.018I. Merencanakan kegiatan pengelolaan pakan pembesaran ikan 3.PL 03. Membuat laporan Menyiapkan media pembesaran ikan 1.01 PBD.022I. Merencanakan kegiatan penebaran benih ikan 2. Membuat laporan Menebar benih ikan pada pembesaran 1. Mengidentifikasi jenis-jenis pakan untuk pembesaran ikan 2. Menebar benih ikan 3. waktu dan frekuensi pemberian pakan 4. Memilih lokasi pembesaran ikan 4. Melakukan pengobatan ikan 4. Mengambil sampel untuk menduga pertumbuhan ikan 3.01 1. Merencanakan kegiatan pemantauan pertumbuhan ikan 2. Membuat laporan Memantau pertumbuhan ikan pada pembesaran 1.PL 03. Membuat laporan Memanen hasil pembesaran ikan PBD.01 Merencanakan tahapan kegiatan pemilihan lokasi Mengidentifikasi persyaratan lokasi pembesaran ikan 3. Menentukan jumlah. PBD. Mencatat kejadian serangan penyakit 5.01 PBD. Merencanakan kegiatan persiapan pembesaran ikan 2.PL 03.019I. Membuat laporan Mengendalikan hama dan penyakit pada pembesaran ikan 1.

01 PBD. PBD. Mengidentifikasi calon pembeli ikan 2.PL 03.025I.01 Merencanakan kegiatan pemanenan ikan hasil pembesaran 2. Melakukan penghitungan laba rugi 5.1. Melakukan transaksi 4.PL 03.024I. Membuat laporan Memasarkan hasil pembesaran ikan 1. Melakukan kesepakatan 3. Mengemas ikan hasil pembesaran 4. Membuat laporan xxxv . Melakukan pemanenan 3.

perairan payau dan perairan laut. air payau dan air laut sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. air payau 1.1 juta ton dan produksi perikanan budidaya sebesar 2. 40 persen pada budidaya air payau dan 0.BAB I PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara dengan luas perairan hampir dua pertiga dari luas wilayahnya yaitu sekitar 70%. untuk tahun 2006 Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Sekolah Menengah Kejuruan merupakan 1 .1 persen untuk budidaya ikan air tawar.22 juta ha dan budidaya laut 12. Berdasarkan target produksi perikanan budidaya yang telah ditetapkan oleh Departemen Kelautan dan Perikanan maka Departemen Pendidikan Nasional sebagai departemen yang akan menciptakan sumber daya manusia yang bergelut dibidang kelautan dan perikanan untuk membuat suatu perangkat pendidikan agar dihasilkan sumber daya manusia yang kompeten sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang saat ini. Potensi perikanan budidaya secara nasional diperkirakan sebesar 15. sehingga secara nasional produksi perikanan budidaya baru mencapai 1. serta konsumsi ikan menjadi 28kg/kapita/tahun.59 juta hektar (Ha) yang terdiri dari potensi air tawar 2.01 persen untuk budidaya laut.14 juta ha.6 juta ton. Oleh karena itu. Wilayah perairan di Indonesia berdasarkan kandungan kadar garamnya atau salinitas dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis perairan yaitu perairan tawar. akan menargetkan produksi perikanan pada tahun 2006 mencapai 7.48 juta ton. Dari ketiga jenis perairan tersebut dapat dihasilkan suatu produksi perikanan yang memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. yang terdiri dari produksi perikanan tangkap sebesar 5. Pemanfaatannya hingga saat ini masing-masing baru 10.7 juta ton atau meningkat sebesar 13%.23 juta ha. menurut Freddy Numberi (2006). Perikanan budidaya baik perikanan air tawar.

Saat ini ketersediaan buku teks tentang budidaya ikan di Indonesia masih sangat terbatas. Dalam bidang keahlian ini akan dipelajari berbagai macam hal tentang budidaya ikan dari berbagai macam perairan baik tawar. Dirjen Mandikdasmen mengadakan kegiatan penulisan buku teks yang dapat digunakan bagi semua kalangan pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di SMK. sedangkan budidaya ikan air payau 2 . Budidaya Air Payau dan Budidaya Air laut ini diberi judul Budidaya Ikan. payau dan laut. bak. hama penyakit ikan dan genetika ikan. teknologi produksi pakan alami. Salah satu alat bantu yang dapat membantu dalam kegiatan belajar mengajar di SMK adalah buku. Buku teks yang akan dipergunakan untuk kegiatan pembelajaran di SMK bagi bidang keahlian Budidaya Air tawar. Topik-topik pembelajaran ini dikelompokkan dalam beberapa bab yaitu wadah budidaya ikan. Dan juga akan dibahas tentang bagaimana menyiapkan wadah budidaya ikan yang akan dipergunakan untuk kegiatan budidaya sesuai dengan kaidahkaidah dalam melakukan kegiatan budidaya. konstruksi wadah budidaya dan persiapan wadah budidaya ikan yang akan dipergunakan untuk kegiatan budidaya maka akan diperoleh peningkatan produktivitas dalam budidaya ikan. teknologi pakan buatan. media budidaya ikan. yang dalam kegiatan produksi akuakultur dikenal sebagai budidaya air tawar (freshwater culture). Dalam buku Budidaya Ikan ini akan dibahas tentang berbagai topik yang sangat mendukung pemahaman tentang bagaimana cara melakukan budidaya ikan sesuai dengan kaidahkaidah dalam melakukan kegiatan produksi budidaya ikan. pengembangbiakan ikan.salah satu jenjang pendidikan yang akan menciptakan sumberdaya manusia tingkat menengah yang trampil dan kompenten sesuai dengan bidang keahliannya masingmasing. Selain itu juga akan dibahas tentang bagaimana konstruksi dari setiap wadah yang akan dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya ikan yang sesuai dengan tingkat/level produksi yang diterapkan. Dengan memahami berbagai macam wadah budidaya. akuarium dan karamba jaring terapung. Salah satu bidang keahlian yang ada pada SMK ini adalah Budidaya Ikan/Budidaya Perairan. Oleh karena itu Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Pembinaan SMK. Berdasarkan keberadaan dan lokasi perairan yang ada di Indonesia maka kegiatan budidaya ikan air tawar akan lebih banyak dilakukan pada masyarakat yang tinggal di daerah dataran rendah atau dataran tinggi. nutrisi ikan. Wadah budidaya ikan Dalam bab ini akan dibahas tentang berbagai macam wadah yang dapat dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya ikan antara lain adalah kolam/tambak. budidaya air payau (brackishwater culture) dan budidaya laut (mariculture).

nila. mujair. sidat. kakap.dapat dilakukan pada masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah sekitar pantai. samadar. samadar. gurami. patin. mola. sidat. nila. kepiting bakau. benih ikan konsumsi. muara sungai atau rawa payau. udang windu. rumput laut. nila. kakap putih. nila. bawal.1 – 1. pakan alami Ikan mas Udang windu. belanak. udang windu. gurami. bandeng. gurami. bawal. kerapu.1. kowan. tawes.1. sepat. Komoditas akuakultur yang sudah lazim dibudidayakan dalam sistem budidaya di Indonesia. betutu Ikan mas. nila. sistem budidaya ikan dan beberapa komoditas yang sudah lazim dibudidayakan di Indonesia dapat dilihat pada Tabel 1. kakap. bawal. plankton pakan alami Kolam air deras Tambak Jaring apung Jaring tancap Keramba Kombongan Akuarium/tangki/bak 3 . gurami. mujair. dan Gambar 1. patin. ikan nila Ikan hias. ikan hias air tawar. selat dan perairan dangkal yang terlindung dapat melakukan kegiatan budidaya ikan. sidat. udang galah Kerapu. ikan hias laut. mujair. ikan hias air tawar Ikan mas. ikan mas.menurut Effendi (2004). tambakan. Sistem Kolam air tenang Komoditas Ikan mas. Tabel 1.20 Berbagai macam komoditas ikan budidaya. ikan hias laut. Berdasarkan lokasi budidaya ikan tersebut dapat dilakukan pemilihan terhadap wadah budidaya ikan yang sesuai dengan karakteristik setiap lokasi budidaya. bandeng. ikan mas. bandeng. udang galah. ikan hias. Berdasarkan jenis wadah budidaya ikan yang dipilih oleh para pembudidaya ikan di Indonesia. Pada masyarakat yang hidup di daerah pantai dimana pantainya mempunyai perairan laut yang terlindung dari ombak dan badai seperti teluk. patin. Kerapu. patin. mujair.

Ikan Mas (Cyprinus carpio) Gambar 1.5. Ikan Patin (Pangasius hiphothalamus) 4 .4.3. Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy) Gambar 1.2. Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Gambar 1.1. Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) Gambar 1.Gambar 1.

11. Ikan bawal (Colosoma brachyponum) Gambar 1.10. Ikan tawes ( Puntius gonionotus) Gambar 1. Ikan lele (Clarias sp) Gambar 1.7.8.6. Ikan sepat (Trichogaster pectolaris ) Gambar 1. Ikan tambakan (Helestoma temmincki) 5 .Gambar 1. Ikan kowan (Ctenopharyngodon idella) Gambar 1.9.

13. Udang Vanamei (Penaeus vannamei) Gambar 1.15.14.19. Ikan kerapu (Chromileptes altivelis) Gambar 1.) Gambar 1. Kerapu merah (Plectropomus maculatus) Gambar 1.Gambar 1.18. Lobster Air tawar (Cherax Quadricarinatus) 6 . Ikan betutu (Oxyeleotris marmorata) Gambar 1. Ikan sidat (Anguilla sp.16. Ikan kakap putih (Lates calcariver) Gambar 1.17. Ikan bandeng (Chanos chanos) Gambar 1.12.

Gambar 1. Berdasarkan asalnya sumber air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu air permukaan dan air tanah. Media yang dapat dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya ikan ada beberapa persyaratan-persyaratan agar ikan dapat tumbuh dan berkembangbiak pada wadah yang terbatas tersebut. Pada kegiatan budidaya ikan air tawar. waduk. akuarium dan karamba jaring terapung. berbagai macam parameter kualitas air yang akan mendukung kegiatan budidaya ikan dan bagaimana kita melakukan pengukuran terhadap beberapa parameter kualitas air yang sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup oragnisme air yang akan dibudidayakan. Ikan Beronang Lada (Siganus gutatus) Berdasarkan sistem budidaya ikan tersebut maka dapat dipilih beberapa wadah budidaya ikan yang akan dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya yaitu kolam yang dapat dikelompokkan menjadi kolam air deras dan kolam air tenang berdasarkan sumber air yang dipergunakan dalam kegiatan budidaya. bak. Dalam buku teks ini akan dibahas tentang berbagai macam sumber air yang dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya ikan. Lingkungan perairan tempat ikan yang dibudidayakan tumbuh dan berkembang biasa disebut dengan media.20. Dalam bahasan sumber air berisi tentang sumber air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan ada beberapa macam. jika manusia melakukan kegiatan budidaya yaitu memproduksi organisme tersebut dalam suatu lingkungan perairan yang terbatas dan terkontrol dengan baik maka manusia harus memahami tentang lingkungan perairan dimana ikan tersebut dapat tumbuh dan berkembangbiak seperti di habitat aslinya. Air permukaan yaitu air hujan yang mengalami limpasan/berakumulasi sementara ditempat-tempat rendah misalnya : air sungai. Sedangkan beberapa jenis wadah budidaya ikan yang dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya ikan diperairan umum antara lain adalah jaring apung. Oleh karena itu dalam buku teks ini akan dibahas tentang berbagai macam wadah budidaya ikan antara lain adalah kolam/ tambak. karamba dan kombongan.tangki dari bahan serat fiber dan akuarium. danau 7 Media Budidaya Ikan Ikan sebagai salah satu jenis organisme yang hidup pada suatu . perairan. payau ataupun laut dibutuhkan benih ikan dan induk ikan yang dapat menggunakan jenis wadah budidaya antara lain adalah bak. jaring tancap.

tegangan permukaan. Dengan mengetahui nilai parameter kualitas air pada suatu media budidaya maka akan dapat dicegah suatu kejadian yang dapat merugikan bagi organisme air yang dibudidayakan sehingga tidak merugikan manusia. Pengembangbiakan ikan Ikan sebagai salah satu jenis organisme perairan yang sudah dapat dibudidayakan oleh manusia. Dengan melakukan kegiatan budidaya maka kebutuhan manusia akan ikan akan selalu tersedia sesuai dengan permintaan.dan rawa. suhu air. Air tanah yang saat ini digunakan untuk kegiatan budidaya dapat diperoleh melalui cara pengeboran air tanah dengan kedalaman tertentu sampai diperoleh titik sumber air yang akan keluar dan dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya. Pada aspek secara kimia akan dibahas secara detail tentang beberapa parameter kimia yang sangat berpengaruh pada media budidaya ikan antara lain adalah oksigen. Sedangkan air tanah yaitu air hujan yang mengendap atau air yang berada dibawah permukaan tanah. Selain itu air permukaan dapat juga didefenisikan sebagai air yang berada disungai. pH. kecerahan dan kekeruhan air serta salinitas. bahan organik dan garam mineral. aspek kimia dan aspek biologi. Sedangkan pada aspek secara biologi akan dibahas tentang kepadatan dan kelimpahan plankton pada suatu wadah budidaya ikan yang sesuai untuk media budidaya ikan. Pada topik pengukuran parameter kualitas air akan dibahas beberapa parameter kualitas air dari aspek fisik. kimia dan biologi dengan menggunakan beberapa peralatan pengukuran kualitas air yang sangat mudah pengoperasionalan alatnya dan tersedia dibeberapa tempat budidaya. Dalam melakukan kegiatan budidaya ikan untuk memperoleh hasil produksi yang maksimal dilakukan suatu program pengembangbiakan terhadap ikan yang akan dibudidayakan. alkalinitas dan kesadahan. nitrogen. rawa dan badan air lainnya yang tidak mengalami infiltrasi kedalam. kekentalan/viscosity. waduk. karbondioksida. Ilmu yang mendasari 8 . Sumber air permukaan tersebut sudah banyak dipergunakan untuk kegiatan budidaya ikan. Pada topik tentang parameter kualitas air akan dibahas tentang beberapa parameter kualitas air dari berbagai aspek antara lain adalah aspek fisik. sehingga jika terjadi fluktuasi terhadap beberapa parameter kualitas air pada suatu lingkungan budidaya segera dilakukan penanganan dengan memberikan perlakuan khusus pada media budidaya. Dari aspek fisik akan dibahas secara detail tentang beberapa parameter fisik dari suatu perairan yang sangat berpengaruh dalam melakukan kegiatan budidaya ikan antara lain adalah kepadatan/berat jenis air. Seperti diketahui bahwa organisme air yang dipelihara dalam suatu wadah budidaya mempunyai kemampuan untuk beradaptasi dengan media dimana ikan itu hidup. danau.

dalam program pengembangbiakan ikan adalah tentang biologi ikan, fisiologi ikan, kebiasaan hidup ikan, reproduksi ikan dan berbagai ilmu tentang rekayasa siklus reproduksi ikan. Ikan yang akan dibudidayakan harus dikelola dengan baik tentang persediaan induk ikan yang akan dibudidayakan. Pengembangbiakan ikan peliharaan akan berhasil jika tersedia induk yang baik. Ketersediaan induk ikan budidaya harus dikelola dengan baik untuk memperoleh benih ikan yang tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat jenis dan tepat harga. Oleh karena itu dalam buku ini akan dibahas tentang beberapa hal yang berperan penting dalam melakukan program pengembangbiakan ikan budidaya. Ikan yang akan dibudidayakan adalah ikan yang telah mengalami domestikasi dalam lingkungan budidaya. Domestikasi adalah pemindahan suatu organisme dari habitat lama ke habitat baru dalam hal ini manusia biasa memperoleh ikan dengan cara mengambil dari alam kemudian dipelihara dalam suatu lingkungan yang terbatas yaitu kolam pemeliharaan. Suatu jenis ikan dalam sistem budidaya ikan dapat dikelompokkan berdasarkan tingkat domestikasinya menjadi empat tingkat yaitu : 1. Domestikasi sempurna, yaitu apabila seluruh siklus hidup ikan sudah dapat dipelihara di dalam sistem budidaya. Contoh beberapa jenis ikan asli Indonesia yang sudah terdomestikasi sempurna antara lain adalah ikan gurame, ikan baung dan bandeng.

2. Domestikasi dikatakan hampir sempurna apabila seluruh siklus hidupnya sudah dapat dipelihara di dalam sistem budidaya, tetapi keberhasilannya masih rendah. Ikan asli Indonesia yang terdomestikasi hampir sempurna antara lain adalah ikan betutu, balashark dan arwana. 3. Domestikasi belum sempurna apabila baru sebagian siklus hidupnya yang dapat dipelihara di dalam sistem budidaya. Contohnya antara lain adalah ikan Napoleon, ikan hias laut, ikan tuna. 4. Belum terdomestikasi apabila seluruh siklus hidupnya belum dapat dipelihara di dalam sistem budidaya. Jenis-jenis ikan yang sudah dapat dibudidayakan di Indonesia sangat banyak jumlahnya ada yang berasal dari perairan Indonesia asli atau diintroduksi dari negara lain.Jenis ikan introduksi yang sudah terdomestikasi secara sempurna di Indonesia adalah ikan Mas dan ikan Nila. Dengan banyaknya jenis ikan yang sudah terdomestikasi secara sempurna akan memudahkan manusia untuk melakukan kegiatan pengembangbiakan. Pengembangbiakan ikan budidaya dapat dilakukan dengan cara tradisional, semi intensif ataupun intensif. Dengan melakukan pengembangbiakan ikan maka ketersediaan benih ikan secara kualitas dan kuantitas akan memadai. Penyediaan benih ikan budidaya saat ini dapat dilakukan oleh masyarakat dengan cara menangkap benih ikan dari alam (sungai, danau, laut dan sebagainya) 9

atau dengan cara melakukan proses pemijahan ikan di dalam wadah budidaya. Pemijahan ikan budidaya di dalam wadah budidaya dapat dilakukan dengan tiga metode yaitu pemijahan ikan secara alami, pemijahan ikan secara semi buatan dan pemijahan ikan secara buatan. Pemijahan ikan secara alami adalah pemijahan ikan tanpa campur tangan manusia, terjadi secara alamiah (tanpa pemberian rangsangan hormon) di dalam wadah budidaya. Jenis ikan yang sudah dapat dilakukan pemijahan secara alami didalam wadah budidaya antara lain adalah ikan Mas, ikan Nila, ikan Bandeng, ikan Kerapu, ikan Kakap, ikan Gurame, ikan Baung, ikan Lele. Pemijahan ikan secara semi intensif adalah pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad, tetapi proses ovulasinya terjadi secara alamiah di kolam. Jenis ikan yang sudah dapat dilakukan pemijahan secara semi buatan antara lain adalah ikan Bawal, ikan Lele, ikan Kakap, ikan Kerapu. Pemijahan ikan secara buatan adalah pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad serta proses ovulasinya dilakukan secara buatan dengan teknik stripping/pengurutan. Jenis ikan yang sudah dapat dilakukan pemijahan secara buatan antara lain adalah ikan Patin, ikan Mas, ikan Lele. Dalam buku ini akan dibahas tentang bagaimana cara melakukan kegiatan produksi budidaya ikan mulai dari

kegiatan pembenihan ikan, kegiatan pendederan ikan, kegiatan pembesaran ikan dan kegiatan pemanenan ikan. Kegiatan pembenihan ikan merupakan suatu kegiatan budidaya yang menghasilkan benih ikan. Benih ikan dalam budidaya ikan diperoleh dari induk ikan, oleh karena itu sebelum melakukan kegiatan pembenihan ikan harus dipahami terlebih dahulu tentang teknik seleksi induk ikan, karena benih ikan yang unggul diperoleh dari induk yang unggul. Jika dalam melakukan kegiatan pembenihan ikan tidak memperhatikan tentang seleksi induk yang baik maka akan memperoleh benih ikan yang tidak bermutu. Benih ikan yang diperoleh dari hasil pembenihan ikan akan dilakukan tahapan pemeliharaan yang disebut dengan kegiatan pendederan. Pendederan adalah kegiatan pemeliharaan ikan untuk menghasilkan benih yang siap ditebarkan pada kegiatan pembesaran ikan. Pada beberapa jenis ikan air tawar ada beberapa tahapan kegiatan pendederan ikan untuk mempercepat siklus perputaran produksi, seperti pada budidaya ikan mas ada beberapa tahapan pendederan, misalnya pendederan pertama menghasilkan benih ikan berukuran 2 – 3 cm, pendederan kedua menghasilkan benih ikan berukuran 5 – 8 cm. Baru kemudian berlanjut pada kegiatan produksi selanjutnya yaitu pembesaran ikan. Kegiatan pembesaran ikan merupakan kegiatan budidaya yang memelihara benih ikan sampai berukuran konsumsi. Dengan melakukan seluruh kegiatan budidaya ikan mulai 10

dari pembenihan sampai pembesaran ikan maka kegiatan pengembangbiakan ikan budidaya telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan manusia akan sumber pangan dan non pangan yang relatif murah.

buatan harus diperhatikan tentang kandungan zat gizinya agar ikan yang diberi pakan tersebut dapat tumbuh dan berkembang. Dengan memahami kebutuhan nutrisi setiap ikan yang dibudidayakan maka kebutuhan zat gizi ikan akan terpenuhi. Seperti diketahui pakan atau makanan yang dikonsumsi oleh ikan melupakan sumber energi utama dalam tubuh ikan. Makanan yang masuk kedalam tubuh ikan akan diubah menjadi energi kimia dan disimpan oleh tubuh dalam bentuk ATP (Adenosin triphosphat). Energi yang diperoleh dari makanan itu yang akan digunakan oleh ikan untuk kegiatannya. Dalam buku ini akan dibahas tentang penggunaan energi yang berasal dari pakan oleh ikan dan bagaimana penyebarannya dalam proses metabolisme ikan. Energi yang diperoleh dari makanan akan dapat memberikan pertumbuhan dan perkembangan ikan budidaya jika makanan yang diberikan mempunyai kandungan nutrisi yang cukup untuk setiap jenis ikan. Oleh karena itu sangat penting mengetahui kebutuhan energi untuk setiap jenis ikan. Seperti diketahui bahwa pakan buatan harus mengandung energi lebih dari 3000 kilokalori agar dapat memberikan pertumbuhan yang baik bagi ikan budidaya. Setelah memahami tentang energi yang dibutuhkan oleh setiap jenis ikan maka pengetahuan tentang sumber nutrien utama sebagai sumber energi yaitu protein, lemak dan karbohidrat serta vitamin dan mineral harus dipelajari agar 11

Nutrisi ikan
Kajian tentang nutrisi ikan sangat diperlukan untuk memahami kebutuhan ikan akan zat gizi yang dibutuhkan ikan agar tumbuh dan berkembang. Zat gizi yang dibutuhkan oleh ikan agar dapat tumbuh dan berkembang meliputi tentang kandungan protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Zat gizi tersebut pada setiap jenis ikan mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu sangat diperlukan pengetahuan tentang kebutuhan zat gizi tersebut bagi setiap jenis ikan yang akan dibudidayakan. Dalam kegiatan budidaya ikan biasanya para petani ikan sangat membutuhkan pakan yang akan diberikan pada ikan yang dibudidayakan pada wadah budidaya. Pakan yang diberikan ada dua jenis yaitu pakan alami dan pakan buatan. Pakan alami adalah jasad hidup yang diberikan sebagai pakan pada organisme air. Sedangkan pakan buatan adalah pakan yang dibuat dari berbagai macam bahan baku hewani dan nabati dengan memperhatikan kandungan gizi, sifat dan ukuran ikan yang akan mengkonsumsi pakan tersebut dengan cara dibuat oleh manusia dengan bantuan peralatan pakan. Pada pakan alami dan pakan

kebutuhan ikan akan nutrisi tercukupi. Protein adalah suatu molekul komplek yang besar (makromolekul), yang terbentuk dari molekul asam amino (20 macam), dimana asam amino satu sama lain berhubungan dengan ikatan peptida. Protein merupakan nutrisi utama yang mengandung nitrogen dan merupakan unsur utama dari jaringan dan organ tubuh hewan dan juga senyawa nitrogen lainnya seperti asam nukleat, enzim, hormon, vitamin dan lain-lain. Protein dibutuhkan sebagai sumber energi utama karena protein ini terus menerus diperlukan dalam makanan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan yang rusak. Protein sangat dibutuhkan oleh ikan sebagai sumber utama energi dan pada ikan kebutuhan protein ini bervariasi bergantung pada jenis ikan yang dibudidayakan. Kebutuhan ikan akan protein ini berkisar antara 20 – 60% dan kebutuhan protein ini sudah sampai pada kebutuhan asam amino setiap jenis ikan dimana setiap jenis ikan kebutuhannnya akan asam amino sangat spesifik. Protein yang diberikan pada ikan budidaya tidak boleh berlebih ataupun kekurangan harus tepat karena kalau berlebih ataupun kekurangan akan memberikan pertumbuhan yang negatif. Kelebihan protein dalam pakan akan mengakibatkan ikan memerlukan energi ekstra untuk melakukan proses deaminasi dan mengeluarkan amoniak sebagai senyawa yang bersifat racun sehingga energi yang digunakan untuk pertumbuhan akan berkurang. Kekurangan protein dalam pakan jelas akan mengakibatkan pertumbuhan yang negatif karena

protein yang disimpan didalam jaringan otot akan dirombak menjadi sumber energi sehingga pertumbuhan menjadi terhambat. Pengetahuan nutrisi ikan selanjutnya adalah karbohidrat, karbohidrat adalah senyawa organik yang terdiri dari unsur karbon, hidrogen dan oksigen dalam perbandingan yang berbeda-beda. Karbohidrat adalah sumber energi yang murah dan dapat menggantikan protein yang mahal sebagai sumber energi. Karbohidrat pada manusia dan hewan darat merupakan sumber energi utama sedangkan pada ikan karbohidrat merupakan sumber energi yang disebut dengan Protein Sparring Effect yaitu karbohidrat dapat digunakan sebagai sumber energi pengganti bagi protein , karbohidrat sebagai mitra protein jika tubuh kekurangan protein maka karbohidrat akan dipecah sebagai pengganti energi yang berasal dari protein. Dengan menggunakan karbohidrat dan lemak sebagai sumber bahan baku maka hal ini dapat mengurangi harga pakan. Pemanfaatan karbohidrat sebagai sumber energi dalam tubuh dapat juga dipengaruhi oleh aktivitas enzim dan hormon. Enzim dan hormon ini penting untuk proses metabolisme karbohidrat dalam tubuh seperti glikolisis, siklus asam trikarboksilat, jalur pentosa fosfat, glukoneogenesis dan glikogenesis. Selain itu dalam aplikasi pembuatan pakan karbohidrat seperti zat tepung, agaragar, alga, dan getah dapat juga digunakan sebagai pengikat makanan (binder) untuk meningkatkan kestabilan pakan 12

dalam air pada pakan ikan dan udang. Kemampuan setiap jenis ikan dalam memanfaatkan karbohidrat berbedabeda, kebutuhan karbohidrat bagi ikan budidaya berkisar antara 20 – 40%. Hal ini dikarenakan enzim yang mencerna karbohidrat yaitu amilase pada ikan omnivora dan herbivora aktivitasnya lebih tinggi dibandingkan dengan ikan karnivora, oleh karena itu pada pencernaan karbohidrat pada ikan karnivora lebih rendah dibandingkan dengan ikan herbivora dan omnivora. Selain itu kemampuan sel memanfaatkan glukosa sebagai bentuk sederhana dari karbohidrat dan sumber energi yang paling cepat diserap didalam sel pada ikan herbivora dan omnivora lebih besar dibandingkan dengan ikan karnivora. Pengetahuan tentang kebutuhan karbohidrat pada komposisi nutrisi pakan setiap jenis ikan perlu dipelajari agar dapat menyusun kebutuhan nutrisi ikan yang tepat dan murah. Kebutuhan nutrien ikan selanjutnya adalah lemak. Lemak sebenarnya adalah bagian dari lipid. Lipid adalah senyawa organik yang tidak larut dalam air tapi dapat diekstraksi dengan pelarut nonpolar seperti kloroform, eter dan benzena. Lipid itu terdiri dari lemak, minyak, malam dan senyawa-senyawa lain yang ada hubungannya. Perbedaan lemak dan minyak adalah pada titik cairnya dimana lemak cenderung lebih tinggi titik cairnya karena molekulnya lebih berat dan rantai molekulnya lebih panjang. Kebutuhan ikan akan lemak juga bervariasi antara 4 – 18% dan

setiap jenis ikan mempunyai kebutuhan yang spesifik. Nutrien yang digunakan oleh ikan sebagai katalisator (pemacu) terjadinya proses metabolisme di dalam tubuh ikan adalah vitamin. Vitamin merupakan salah satu nutrien yang bukan merupakan sumber tenaga tetapi sangat dibutuhkan untuk kelangsungan semua proses di dalam tubuh. Vitamin merupakan senyawa organik dan biasa disebut dietary essensial yaitu harus diberikan dari luar tubuh karena tubuh tidak dapat mensintesis sendiri, kecuali beberapa vitamin misalnya vitamin C pada ayam dan vitamin B pada ruminansia. Menurut Steffens (1989) vitamin adalah senyawa organik dengan berat molekul rendah dengan komposisi dan fungsi yang beragam dimana sangat penting untuk kehidupan tetapi tidak dapat disintesis (atau hanya disintesis dalam kuantitas yang tidak cukup/terbatas) oleh hewan tingkat tinggi dan oleh sebab itu harus disuplai dari makanan. Vitamin dibutuhkan oleh ikan dalam jumlah yang tidak banyak tetapi kekurangan vitamin dalam komposisi pakan akan membawa dampak negatif bagi ikan budidaya. Pada buku teks ini akan dibahas tentang berbagai macam vitamin, fungsi dan peranannya, kebutuhan berbagai jenis ikan akan vitamin dan dampak yang diakibatkan jika dalam komposisi pakan kekurangan vitamin. Vitamin berdasarkan klasifikasinya dikelompokkan menjadi dua yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam air mempunyai sifat bergerak 13

bebas didalam badan, darah dan limpa, mudah rusak dalam pengolahan, mudah hilang karena tercuci atau terlarut oleh air keluar dari bahan, tidak stabil dalam penyimpanan, kecuali vitamin B12 dapat disimpan dalam hati selama beberapa tahun, berfungsi sebagai koenzim atau kofaktor dalam reaksi enzimatik, kecuali vitamin C dan kelebihan vitamin ini di dalam tubuh akan dieksresikan ke dalam urin. Jenis vitamin yang larut dalam air adalah vitamin B1 (Tiamin), vitamin B2 (Riboflavin), vitamin B3 (Niasin), vitamin B5 (Asam pantotenat), vitamin B6 (Piridoksin), vitamin B12 (Kobalamin), biotin, asam folat, inositol, kolin dan vitamin C. Kelompok yang kedua adalah vitamin yang larut dalam lemak. Kelompok vitamin yang larut dalam lemak mempunyai sifat dapat disimpan dalam hati dan jaringanjaringan lemak, tidak larut dalam air maka vitamin ini tidak dapat dikeluarkan atau dieksresikan akibatnya vitamin ini dapat ditimbun dalam tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Kelompok vitamin ini terdiri dari vitamin A, vitamin D, vitamin E dan vitamin K. Kebutuhan ikan akan vitamin sangat ditentukan oleh ukuran atau umur ikan, kandungan nutrien pakan, laju pertumbuhan dan lingkungan dimana ikan itu hidup. Vitamin merupakan koenzim yang sangat diperlukan dalam metabolisme tubuh. Bila kekurangan vitamin maka ikan akan memberikan gejala-gejala yang spesifik untuk setiap jenis vitamin. Penggunaan vitamin dalam pakan ikan biasanya memakai vitamin yang sintetik karena ikan tidak dapat

menggunakan bahan makanan yang segar, kecuali pada beberapa jenis ikan herbivora yang dapat memanfaatkan vitamin dari daun. Pada proses pembuatan pakan ikan, kehilangan vitamin tidak dapat dihindarkan karena sifat vitamin tersebut. Oleh karena itu perlu diperhitungkan kandungan vitamin yang tepat pada waktu menyusun formulasi pakan. Nutrien selanjutnya yang bukan merupakan sumber energi tetapi berperan sebagai kofaktor dalam setiap proses metabolisme adalah mineral. Mineral merupakan unsur anorganik yang dibutuhkan oleh organisme perairan (ikan) untuk proses hidupnya secara normal. Ikan sebagai organisme air mempunyai kemampuan untuk menyerap beberapa unsur anorganik ini tidak hanya dari makanannya saja tetapi juga dari lingkungannya. Jumlah mineral yang dibutuhkan oleh ikan dalam jumlah yang sedikit tetapi mempunyai fungsi yang sangat penting. Dalam penyusunan pakan buatan mineral mix biasanya ditambahkan berkisar antara 2 – 5 % dari total jumlah bahan dan bergantung pada jenis ikan yang akan mengkonsumsinya. Walaupun sangat sedikit yang dibutuhkan oleh ikan mineral mempunyai fungsi yang sangat utama dalam tubuh ikan. Dalam buku teks ini akan dijelaskan secara detail tentang kebutuhan mineral pada ikan yang dibudidayakan serta dampak yang diakibatkan jika ikan kekurangan mineral dalam komposisi pakannya. Mineral berdasarkan konsentrasinya di dalam tubuh hewan dikelompok14

kan menjadi dua kelompok, kelompok pertama adalah mineral makro yaitu mineral yang konsentrasinya dalam tubuh organisme dibutuhkan dalam jumlah besar (lebih dari 100 mg/kg pakan kering) terdiri dari Calsium (Ca), Magnesium (Mg), Sodium (Na), Potassium (K), Phosphorus (P), Clorine (Cl) dan Sulphur (S). Kelompok yang kedua adalah mineral mikro yaitu mineral yang konsentrasinya dalam tubuh setiap organisme dibutuhkan dalam jumlah sedikit (kurang dari 100 mg/kg pakan kering) terdiri dari Besi (Fe), Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Seng (Zn), Cobalt (Co), Molybdenum (Mo), Cromium (Cr), Selenium (Se), Fluorinr (F), Yodium (I), Nickel (Ni) dan lain-lain.

biaya operasional tertinggi kurang lebih 60% dari total biaya produksi, jika kita dapat mengelola dengan baik penggunaan pakan buatan dalam suatu uasaha budidaya ikan maka biaya pakan akan dapat dikurangi dan pertumbuhan ikan terjadi secara optimal sehingga keuntungan produksi meningkat. Selain itu dalam proses pemberian pakan pada ikan sebagai organisme air yang hidup dalam media air maka harus diketahui juga tentang kaitan antara pakan ikan dan kualitas air, sehingga pakan yang diberikan selama proses budidaya ikan berlangsung tidak memberikan dampak negatif terhadap media budidaya. Jenis-jenis bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat pakan ikan dapat dikelompokkan kedalam bahan baku hewani yaitu jenis-jenis bahan baku yang berasal dari hewan, bahan baku nabati yaitu jenis-jenis bahan baku yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan bahan baku limbah industri yaitu bahan baku yang berasal dari hasil pengolahan industri pertanian, perikanan yang sudah tidak digunakan tetapi masih dapat diolah untuk sumber bahan baku pakan. Penyusunan formulasi pakan merupakan suatu kompetensi yang harus dimiliki oleh para pembudidaya ikan yang akan membuat pakan ikan sendiri karena pakan ikan yang dibuat sendiri mempunyai keuntungan yang lebih baik dibandingkan dengan membeli dipasar. Pakan ikan yang dibuat sendiri mempunyai formulasi sesuai dengan kebutuhan ikan yang akan 15

Teknologi pakan buatan
Dalam buku teks ini akan diuraikan secara jelas tentang berbagai kajian yang mendukung dalam membuat suatu rekayasa dalam membuat pakan ikan. Beberapa subtopik akan dibahas antara lain adalah jenis-jenis bahan baku, bagaimana cara menyusun formulasi pakan ikan dari yang sangat sederhana sampai teknologi komputer, bagaimana prosedur pembuatan pakan dari skala rumah tangga sampai pabrikasi, dan bagaimana melakukan pengelolaan terhadap pakan yang sangat membutuhkan keahlian tersendiri agar dalam melakukan suatu usaha budidaya ikan menguntungkan. Dimana kita tahu bahwa pakan buatan merupakan

mengkonsumsi pakan tersebut. Karena setiap jenis ikan mempunyai kebutuhan kandungan nutrien/zat gizi yang spesifik. Oleh karena itu dalam menyusun formulasi pakan harus dibuat perencanaan yang tepat tentang peruntukkannya jenis dan umur ikan yang akan mengkonsumsinya. Dalam menyusun formulasi pakan ada beberapa metode yang dapat digunakan antara lain adalah metode segiempat/square methods merupakan metode penyusunan formulasi pakan yang paling lama sebagai dasar utama dalam menyusun formulasi pakan, selanjutnya adalah metode cobacoba/trial and error yaitu metode penyusunan formulasi pakan yang dilakukan dengan cara mencoba berbagai bahan dengan komposisi disesuaikan dengan kandungan gizi setiap bahan baku dan merupakan kelanjutan dari metode segiempat. Metode selanjutnya adalah metode aljabar merupakan suatu metode penyusunan formulasi pakan ikan dengan menggunakan persamaan matematika yaitu persamaan aljabar dan keempat juga menggunakan persamaan matematika yaitu persamaan linier. Penyusunan formulasi pakan dengan menggunakan persamaan matematika dapat menggunakan alat bantu komputer apabila anda bisa membuat program matematika tersebut dalam komputer. Selain itu ada juga yang menyusun formulasi pakan ikan dengan metode worksheet yang prinsipnya hampir sama dengan persamaan sebelumnya, perbedaannya hanya menggunakan lembar kerja setiap

langkah untuk memudahkan dalam penyusunan formulasi. Pakan ikan dibuat oleh para produsen untuk memenuhi kebutuhan produksi budidaya ikan. Jika para pembudidaya ikan dapat membuat pakan ikan sendiri akan sangat menguntungkan apabila dipahami prosedur pembuatan pakan ikan yang benar. Pakan ikan dapat dibuat secara skala rumahtangga maupun secara pabrikasi. Prinsip dalam pembuatan pakan ikan yang harus dipahami adalah bagaimana prosedur yang benar dalam membuat pakan ikan. Pakan ikan berbeda dengan pakan ternak, pakan ikan dibuat untuk dikonsumsi oleh ikan yang hidup diair, mempunyai ukuran lambung yang pendek, dan tidak langsung dapat dikonsumsi ikan tetapi berhubungan dengan media air dimana ikan hidup. Oleh karena itu dalam prosedur pembuatan pakan harus diperhatikan dengan benar tentang komposisi bahan baku yang akan digunakan dalam membuat pakan ikan, bentuk bahan baku yang akan digunakan harus dalam bentuk tepung. Oleh karena itu tahapan pertama dalam prosedur pembuatan pakan adalah membuat tepung semua bahan baku yang disebut dengan milling. Peralatan yang dapat digunakan untuk melakukan penepungan bahan baku ada berbagai macam bergantung pada kapasitas bahan baku yang akan ditepung mulai dari disc mill, hammer mill dan lain-lain. Prosedur selanjutnya setelah bahan baku ditepung adalah melakukan penimbangan bahan baku jika proses pembuatan pakan dilakukan secara skala rumah tangga, tetapi 16

jika pembuatan pakan dilakukan secara pabrikasi maka langkah selanjutnya adalah pencampuran atau mixing. Setelah dilakukan pencampuran langkah selanjutnya adalah pembuatan adonan sampai benar-benar tercampur secara sempurna, kemudian pencetakan pakan buatan atau pelleting. Pakan yang telah terbentuk sesuai dengan keinginan pembuat jika dilakukan secara skala rumah tangga maka pakan tersebut harus dilakukan pengeringan atau drying, tetapi jika dilakukan secara pabrikasi dimana peralatan pembuatan pakannya telah dilengkapi dengan peralatan steam untuk mengeringkan pakan sehingga tidak dibutuhkan proses pengeringan pakan. Langkah terakhir dalam proses pembuatan pakan adalah pengemasan dan pengangkutan pakan kepada para konsumen. Pakan dibutuhkan dalam suatu usaha budidaya ikan dapat berasal dari pakan alami dan pakan buatan. Pada usaha budidaya ikan yang intensif pakan yang digunakan dalam usaha tersebut adalah pakan buatan. Oleh karena itu harus dibuat suatu manejemen pakan yang baik agar pakan yang digunakan benar efisien dan efektif. Penggunaan pakan yang benar dalam proses budidaya akan sangat menguntungkan para pembudidaya. Selain itu ikan sebagai organisme air maka habitatnya selalu berada didalam air. Oleh karena itu bagaimana para pembudidaya ikan harus memahami keterkaitan antara pakan ikan dan kualitas air yang sesuai dengan kebutuhan ikan. Saat ini telah ditemukan tentang formulasi pakan ikan yang ramah

lingkungan yang memperhatikan kandungan gizi pakan dengan dampaknya terhadap kualitas air sebagai media budidaya ikan.

Teknologi pakan alami
Pada bab sebelumnya telah dibahas tentang pakan buatan, pada bab ini akan dibahas tentang jenis-jenis pakan alami yang dapat digunakan dalam budidaya ikan, bagaimana melakukan budidaya berbagai jenis pakan alami yang dapat dikonsumsi oleh ikan terdiri dari phytoplankton, zooplankton dan bentos. Plankton adalah organisme renik yang hidup melayang-layang mengikuti pergerakan air. Plankton didalam perairan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu phytoplankton dan zooplankton. Phytoplankton adalah organisme renik yang hidup melayang-layang mengikuti pergerakan air yang berasal dari jasad nabati sedangkan zooplankton adalah organisme renik yang hidup melayang-layang mengikuti pergerakan air yang berasal dari jasad hewani. Sedangkan bentos adalah organisme air yang hidup didasar perairan . Jenis-jenis phytoplankton dan zooplankton yang dapat dibudidayakan dapat dikelompokkan berdasarkan habitatnya adalah plankton air tawar dan plankton air laut. Plankton air tawar digunakan untuk ikan-ikan air tawar dan plankton air laut digunakan untuk ikan-ikan air laut. Begitu juga dengan benthos disesuaikan dengan habitatnya tetapi benthos yang 17

sudah dapat dibudidayakan pada umumnya adalah yang berasal dari air tawar. Untuk meningkatkan mutu dari pakan alami saat ini sudah dapat dilakukan tenkologi bioenkapsulasi yaitu proses peningkatan mutu dari zooplankton yang telah dibudidayakan untuk meningkatkan kelangsungan hidup larva yang mengkonsumsi pakan alami tersebut. Ada berbagai macam bahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu dari zooplankton tersebut. Dalam buku teks ini akan dibahas berbagai cara dan bahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu dari pakan alami.

peralatan yang akan digunakan untuk kegiatan budidaya telah disucihamakan, jangan memelihara ikan yang sakit dengan ikan yang sehat secara bersamaan, membuang segera ikan yang sakit. Jika ikan telah terserang hama dan penyakit ikan maka langkah yang harus dilakukan adalah melakukan pengobatan terhadap ikan yang sakit. Dalam buku teks ini akan dibahas tentang jenis-jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang ikan budidaya, beberapa kegiatan pengendalian terhadap serangan hama dan penyakit ikan serta cara melakukan pengobatan jika ikan yang dibudidayakan telah terserang hama dan penyakit ikan. Hama adalah makhluk hidup yang menyerang atau memangsa ikan yang dipelihara sehingga ikan tersebut mati. Jenis hama ada beberapa macam ada hama yang menyerang larva ikan, benih ikan atau ikan ukuran besar. Penyakit ikan adalah suatu akibat dari interaksi tiga komponen yaitu lingkungan, ikan itu sendiri dan agen penyakit yang menyebabkan ikan yang dibudidayakan menjadi sakit dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit ikan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal diantaranya adalah penyakit ikan yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, parasit dan makanan. Pada bagian selanjutnya akan dibahas secara detail jenisjenis penyakit dan cara penanggulangannya serta pengobatannya.

Hama dan penyakit ikan
Pada setiap kegiatan budidaya ikan pasti akan terdapat kendala yang dapat menyebabkan berkurangnya produktivitas dalam suatu usaha. Penyebab utama terjadinya kegagalan produksi ikan budidaya biasanya disebabkan oleh karena adanya hama dan penyakit yang menyerang dalam wadah budidaya ikan. Karena ikan yang sakit tidak akan mengalami pertumbuhan berat badan yang optimal dan hal ini sangat merugikan bagi para pembudidaya. Agar tidak terjadi serangan hama dan penyakit ikan dalam wadah budidaya maka sebelum dilakukan kegiatan budidaya harus dilakukan treatment pada wadah yang akan digunakan seperti membersihkan wadah budidaya, penggunaan air yang baik secara kualitas dan kuantitas,

18

Analisa Usaha Budidaya Ikan Dalam suatu kegiatan budidaya tujuan dilakukannya produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk hasil budidaya ikan. sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Dengan mempelajari materi pemasaran ini diharapkan pembaca dapat memahami tentang pemasaran hasil produksi budidaya ikan dengan berbagai karakteristik produk perikanan yang laku jual dimasyarakat. estimasi harga jual. Tempat 19 . sehat. Internal Rate of return. Analisis break Event Point (BEP). dan aplikasi analisa usaha. Net Benefit Cost Ratio (NBC Ratio). Dengan melaksanakan Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan suatu upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman. tambak. bebas dari pencemaran lingkungaan. Kesehatan dan keselamatan kerja Pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja pada suatu usaha budidaya ikan harus dapat diaplikasikan. Dalam melakukan usaha budidaya ikan diharapkan produk yang dihasilkan akan terjual semua dan mempunyai harga yang sesuai dengan keinginan penjual sehingga akan diperoleh keuntungan. Oleh karena itu akan dibahas tentang pengertian studi kelayakan. ciri-ciri pemasaran hasil perikanan. Peraturan tentang kesehatan dan keselamatan kerja pada dunia usaha dan dunia industri telah diatur oleh negara yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja. Seperti kita ketahui budidaya ikan pada kondisi lahan yang semakin lama semakin terbatas karena bertambahnya populasi manusia di bumi harus selalau dibudidayakan dan memberikan nilai tambah bagi para pembudidaya. Usaha budidaya ikan merupakan suatu kegiatan yang dapat dilakukan ditempat tertutup atau terbuka seperti kolam. sistem penjualan dan strategi promosi.Pemasaran Pada bab ini akan dibahas tentang pengertian pemasaran. Dalam bab ini akan dibahas tentang persyaratan yang harus dipenuhi agar suatu usaha budidaya ikan menguntungkan dikaji dari aspek ekonomi. Jika dalam melakukan suatu usaha tidak mendapatkan keuntungan sebagai upah dari mengelola usaha budidaya ikan maka para pembudidaya ikan tidak akan tertarik untuk membudidayakan komoditas perikanan. jaring terapung. Budidaya ikan sebagai salah satu usaha yang menghasilkan ikan untuk dijual yang berarti akan mendapatkan suatu nilah tambah bagi para pembudidayanya. perencanaan dan target penjualan. Oleh karena itu harus diperhatikan tentang kesehatan dan keselamatan kerja selama melakukan kegiatan budidaya diberbagai tempat kerja. Net Present Value (NPV).

tertutup atau terbuka.kerja merupakan suatu ruangan atau lapangan. Dengan melakukan budidaya ikan secara intensif untuk memperoleh target produksi yang telah ditetapkan maka kesehatan dan keselamatan kerja harus selalu diperhatikan agar tidak terjadi kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh kecerobohan atau kelalaian manusia. bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja atausering dimasuki tempat kerja untuk keperluan usaha dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya. 20 .

2. waduk. akuarium. Sedangkan jenis-jenis bak atau tanki ini biasanya dikelompokkan berdasarkan bahan baku pembuatannya yaitu yang terbuat dari beton disebut bak beton.1. Akuarium merupakan salah satu wadah yang digunakan untuk budidaya ikan yang terbuat dari kaca dan mempunyai ukuran tertentu. sungai) agar dapat digunakan untuk membudidayakan ikan.0 m dan sumber air bermacam-macam. Jaring terapung merupakan suatu wadah budidaya ikan air tawar dan laut yang sengaja dibuat oleh manusia untuk membatasi air yang berada dalam suatu perairan umum (danau. jaring terapung/ karamba jaring apung. akuarium. Sedangkan bak atau tanki adalah suatu wadah budidaya ikan yang sengaja dibuat oleh manusia yang berada diatas permukaan tanah yang dapat menampung air dengan bahan baku yang digunakan untuk membuat bak tersebut disesuaikan dengan kebutuhan manusia. Kolam dapat digunakan sebagai wadah untuk budidaya ikan air tawar sedangkan bak. Kolam Jenis-jenis kolam yang akan digunakan sangat tergantung kepada sistem budidaya yang akan diterapkan. yang terbuat dari kayu dilapisi dengan plastik disebut bak plastik.BAB II WADAH BUDIDAYA IKAN 2.1. Ada tiga sistem budidaya ikan air yang biasa dilakukan yaitu : 21 . Jenis-Jenis Wadah Budidaya Ikan Dalam budidaya ikan air tawar dan laut.1. bak. laut. Jenis-jenis kolam dapat dibedakan berdasarkan sistem budidaya yang akan diterapkan dan sumber air yang digunakan. ada beberapa jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah kolam. Kolam dan bak berdasarkan defenisinya dibedakan karena kolam dalam bahasa Inggrisnya pond adalah suatu wadah yang dapat menampung air dalam luasan yang terbatas.5 – 2. sengaja dibuat oleh manusia dengan cara melakukan penggalian tanah pada lahan tertentu dengan kedalaman rata-rata berkisar antara 1. jaring terapung dapat digunakan untuk melakukan budidaya ikan air tawar dan laut. yang terbuat dari serat fiber disebut bak fiber.

Jenis-jenis kolam berdasarkan sumber air yang digunakan adalah kolam air mengalir/running water dengan sumber air berasal dari sungai atau saluran irigasi dimana pada kolam tersebut selalu terjadi aliran air yang debitnya cukup besar (50 l/detik) dan kolam air tenang/ stagnant water dengan sumber air yang digunakan untuk kegiatan budidaya adalah sungai.1). Kolam tanah . Kolam Intensif Jenis-jenis kolam yang dibutuhkan untuk membudidayakan ikan berdasarkan proses budidaya dan fungsinya dapat dikelompokkan menjadi beberapa kolam antara lain adalah kolam pemijahan.3.1. 2. kolam penetasan. Bentuk kolam 22 Gambar 2. hujan dan lain-lain tetapi aliran air yang masuk ke dalam kolam sangat sedikit debit airnya (0. kolam pemeliharaan/ pembesaran. 3.2. Kolam semiintensif Gambar 2.1. Intensif.2). mata air. Kolam pemijahan adalah kolam yang sengaja dibuat sebagai tempat perkawinan induk-induk ikan budidaya. saluran irigasi. Gambar 2. Ukuran kolam pemijahan ikan bergantung kepada ukuran besar usaha. kolam yang digunakan adalah kolam yang keseluruhan bagian kolam terdiri dari tembok (Gambar 2. Tradisional/ekstensif. Semi intensif. kolam yang digunakan adalah kolam tanah yaitu kolam yang keseluruhan bagian kolamnya terbuat dari tanah (Gambar 2. kolam yang digunakan adalah kolam yang bagian kolamnya(dinding pematang) terbuat dari tembok sedangkan dasar kolamnya terbuat dari tanah (Gambar 2. kolam pemberokan induk.5 – 5 l/detik) dan hanya berfungsi menggantikan air yang meresap dan menguap. yaitu jumlah induk ikan yang akan dipijahkan dalam setiap kali pemijahan.3).

Gambar 2.5 m dengan kedalaman air 0.00 m.5).5.4. Gambar 2. Pada kolam semi intensif atau tradisional sebaiknya tanah dasar kolam adalah tanah yang subur jika dipupuk dapat tumbuh pakan alami yang sangat dibutuhkan oleh benih ikan (Gambar 2. Kolam pemeliharaan biasanya dapat dibedakan menjadi kolam pendederan dan kolam pembesaran ikan. Biasanya untuk memudahkan perawatan dan pemeliharaan larva. Sebagai patokan untuk 1 kg induk ikan mas membutuhkan ukuran kolam pemijahan 3 x 1. Ukuran kolam penetasan disesuaikan juga dengan skala usaha. sebaiknya dasar kolam penetasan terbuat dari semen atau tanah yang keras agar tidak ada lumpur yang dapat mengotori telur ikan sehingga telur menjadi buruk atau rusak.4).75 – 1.pemijahan biasanya empat persegi panjang dan lebar kolam pemijahan misalnya untuk kolam pemijahan ikan mas sebaiknya tidak terlalu berbeda dengan panjang kakaban. Kolam Penetasan Kolam pemeliharaan benih adalah kolam yang digunakan untuk memelihara benih ikan sampai ukuran siap jual (dapat berupa benih atau ukuran konsumsi). Kolam pemijahan sebaiknya dibuat dengan sistem pengairan yang baik yaitu mudah dikeringkan dan pada lokasi yang mempunyai air yang mengalir serta bersih. Kolam Pemeliharaan Kolam pemberokan adalah kolam yang digunakan untuk menyimpan induk-induk ikan yang akan dipijahkan atau ikan yang akan dijual/angkut ke tempat jauh (Gambar 2. Kolam Pemijahan Kolam penetasan adalah kolam yang khusus dibuat untuk menetaskan telur ikan . Gambar 2.6.7) 23 .6). Selain itu kolam pemijahan harus tidak bocor dan bersih dari kotoran atau rumputrumput liar (Gambar 2. ukurannya adalah 3 x 2 m atau 4 x 3 m (Gambar 2.

Gambar 2. Bak Wadah budidaya ikan selanjutnya adalah bak atau tanki yang dapat digunakan untuk melakukan budidaya ikan.1. bak penetasan. Akuarium Akuarium merupakan salah satu wadah pemeliharaan ikan yang relatif sangat mudah dalam perawatannya. Bak yang digunakan untuk melakukan pemijahan ikan biasanya adalah bak yang terbuat dari beton (Gambar 2. Gambar 2. Kolam Pemberokan 2. bak pemeliharaan dan bak pemberokan. Akuarium dapat digunakan untuk budidaya ikan tawar dan air laut biasanya pada proses kegiatan pembenihan ikan atau untuk pemeliharaan ikan hias. yang dapat diawasi dan dinikmati.1.3. Bak Plastik 2. jenis bak yang akan digunakan disesuaikan dengan skala produksi budidaya dan hampir sama dengan kolam dimana dapat dikelompokkan menjadi bak pemijahan.10) biasanya digunakan untuk melakukan pemeliharaan larva ikan. Berdasarkan proses budidaya ikan. Bak fiber Gambar 2. Bak Beton 24 .10. Gambar 2.9.8) atau fiber (Gambar 2.8. Akuarium ini terbuat dari bahan kaca dimana penamaan akuarium ini berasal dari bahasa latin yaitu aqua yang berarti air dan area yang berarti ruang. Jadi akuarium ini adalah ruangan yang terbatas untuk tempat air yang berpenghuni.9) sedangkan bak plastik (Gambar 2.2.7.

b. Fungsi akuarium sebagai wadah untuk budidaya ikan juga dapat berfungsi sebagai penghias ruangan dimana akuarium tersebut dapat dinikmati keindahannya oleh penggemarnya. Tanaman disusun dengan estetika e. Akuarium Sejenis Dalam akuarium ini.11). Alat perlengkapan akuarium meliputi aerator. 2. Susunan tanaman air disesuaikan dengan ikan yang dipelihara. Jenis ikan yang dipelihara harus masih sekarabat b. Jenis akuarium ini biasanya digunakan untuk memelihara ikan dalam satu kelompok baik ikan hias maupun ikan konsumsi dari ikan air tawar dan laut (Gambar 2. pipa pvc.12).3. Syarat akuarium kelompok : a.3. Jenis akuarium ini yang biasa digunakan untuk membudidayakan ikan air tawar dan laut (Gambar 2.3. c. Akuarium Kelompok Ikan-ikan yang dipelihara di dalam akuarium kelompok harus ikan sejenis/sekeluarga serta ditanami oleh tanaman air yang tanaman air yang diperlukan oleh kelompok ikan yang dipelihara. estetika dan dekorasi dikesampingkan.2.1.1. Akuarium Umum Akuarium ini diisi dengan berbagai jenis ikan dan tanaman air yang bertujuan untuk penghias ruangan. Usahakan dasar akuarium tampak alami d. akuarium dapat dibedakan antara lain adalah : 2. Akuarium Kelompok 2.1.11. Akuarium akan diletakkan sesuai dan serasi dengan ruangan. Jenis ikan yang dipelihara harus harmonis Jenis akuarium ini biasanya digunakan sebagai hiasan bagi berbagai jenis ikan yang dapat dinikmati keindahan warna tubuh ikan baik ikan air tawar maupun ikan air laut dari jenis ikan hias maupun ikan konsumsi. Gambar 2. karena tujuan dari akuarium sejenis untuk mengembang-biakan ikan. dan lain-lain yang diletakkan tersembunyi supaya nampak alami. 25 . Berdasarkan fungsinya.1.3.Akuarium yang digunakan untuk budidaya ikan ini dapat dibuat sendiri atau membeli langsung dari toko. Syarat akuarium umum : a. kabel listrik.

14 dan 2. karamba merupakan alternatif wadah budidaya ikan yang sangat potensial untuk dikembangkan karena seperti diketahui wilayah Indonesia ini terdiri dari 70% perairan baik air tawar maupun air laut. Ikan dimasukan kedalam akuarium untuk penghias dan pemelihara tanaman.15. Teknologi yang digunakan dalam membudidayakan ikan dengan karamba ini relatif tidak mahal dan sederhana.14. karamba bambu tradisional dengan berbagai bentuk bergantung pada kebiasaan masyarakat sekitar. Akuarium Tanaman Dalam akuarium ini yang memegang peranan adalah tanaman air.3. Dengan menggunakan wadah budidaya karamba dapat diterapkan beberapa sistem budidaya ikan yaitu secara ekstensif.4. Gambar 2.12. Jenis karamba jaring apung yang digunakan untuk membudidayakan ikan dapat dilihat pada Gambar 2. semi intensif maupun intensif disesuaikan dengan kemampuan para pembudidaya ikan. Budidaya ikan dengan menggunakan Gambar 2. Kolam jaring terapung tampak atas 26 .4. Akuarium sejenis 2.Gambar 2.12. tidak memerlukan lahan daratan menjadi badan air yang baru serta dapat meningkatkan produksi perikanan budidaya. Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan dalam membudidayakan ikan dengan karamba ada beberapa antara lain adalah karamba jaring terapung.1. Akuarium Tanaman 2. masyarakat dapat melakukan budidaya ikan di perairan umum.1. Keramba Jaring Apung (KJA) Wadah budidaya ikan selanjutnya yang dapat digunakan oleh masyarakat yang tidak memiliki lahan darat dalam bentuk kolam.

sebaiknya dasar pematang kolam ini ditanam sedalam ± 20 cm dari permukaan dasar kolam. Ukuran pematang disesuaikan dengan ukuran kolam. Pematang kolam dibuat untuk menahan massa air didalam kolam agar tidak keluar dari dalam kolam.2.1. Untuk membuat kolam maka tanah yang akan dijadikan kolam harus mampu menyimpan air atau kedap air sehingga kolam yang akan di buat tidak bocor. Kolam jaring terapung tampak depan 2.1. Bentuk kolam yang akan digunakan untuk membudidayakan ikan ada beberapa macam antara lain adalah kolam berbentuk segi empat/empat persegipanjang. Langkah selanjutnya adalah memahami konstruksi wadah budidaya agar wadah budidaya yang akan dibuat sesuai dengan kaidah budidaya.16). 2.2.1.2.berbentuk bujur sangkar. Bentuk pematang trapesium sama kaki artinya perbandingan antara kemiringan pematang 1 : 1 (Gambar 2. Kedua jenis tanah ini dapat diidentifikasi dengan memperhatikan tanah yang ciricirinya antara lain memiliki sifat lengket. tidak poros. Konstruksi kolam Konstruksi kolam yang akan digunakan untuk budidaya ikan sangat dipengaruhi oleh pemilihan lokasi yang tepat. Konstruksi Wadah Budidaya Dari beberapa jenis wadah budidaya ikan yang telah dijelaskan sebelumnya dapat digunakan untuk menentukan jenis wadah yang akan digunakan untuk membudidayakan ikan. Persyaratan teknis konstruksi suatu kolam yang akan digunakan untuk membudidayakan ikan sebaiknya mempunyai : Gambar 2. berbentuk lingkaran atau berbentuk segitiga. Pematang kolam. Jenis tanah yang baik untuk pematang kolam adalah tanah liat atau liat berpasir.15. tidak mudah pecah dan mampu menahan air. 2. 27 . Dari berbagai bentuk kolam ini yang harus diperhatikan adalah tentang persyaratan teknis konstruksi kolam. Oleh karena itu jenis tanah yang akan digunakan untuk membuat pematang kolam harus kompak dan kedap air serta tidak mudah bocor. Bentuk pematang yang biasa dibuat dalam kolam budidaya ikan ada dua bentuk yaitu berbentuk trapesium sama kaki dan bentuk trapesium tidak sama kaki. Tinggi pematang ditentukan oleh kedalaman air kolam.

Bentuk pematang trapesium sama kaki sedangkan bentuk pematang trapesium tidak sama kaki artinya perbandingan antara kemiringan pematang 1 : 1. kemiringan dasar kolam berkisar antara 1-2% yang artinya dalam setiap seratus meter panjang dasar kolam ada perbedaan tinggi sepanjang 1-2 meter (Gambar 2. Gambar 2.17.18). Bentuk pematang trapesium tidak sama kaki Sebagai acuan dalam membuat pematang kolam untuk kolam yang berukuran 200 m2 lebar pematang dibagian atas adalah 1 m maka lebar pematang pada bagian bawahnya adalah 3 m untuk pematang bentuk trapesium sama kaki pada kedalaman kolam 1m.5 (Gambar 2.1.16.2. Dasar kolam dan saluran Dasar kolam untuk budidaya ikan ini dibuat miring ke arah pembuangan air. jika kolam tersebut dibuat dengan pematang trapesium tidak sama kaki maka lebar pematang pada bagian atas Gambar 2. 2.17).2.18.Gambar 2. adalah 1 m maka lebar pematang pada bagian bawahnya adalah 4 m pada kedalaman kolam 1 m. Kemiringan dasar kolam Cara pengukuran yang mudah untuk mengetahui kemiringan dasar kolam adalah dengan menggunakan selang 28 .

2.21). Letak pintu pemasukkan dan pengeluaran air sebaiknya berada di tengah-tengah sisi kolam terpendek agar air dalam kolam dapat berganti seluruhnya (Gambar 2. Gambar 2. yang paling bagus meteran.19.3. Gambar 2. Saluran didalam kolam ini dibuat miring ke arah pintu pengeluaran air. Pintu pemasukkan air dan pengeluaran air ditengah Ada juga letak pintu pengeluaran dan pemasukan air berada disudut secara diagonal (Gambar 2. Saluran tengah atau kemalir 2.21.1. Bentuk pintu pemasukan 29 . Hal ini untuk memudahkan di dalam pengeringan kolam dan pemanenan ikan (Gambar 2. Gambar 2. Pada masing-masing ujung pintu pemasukan dan pintu pengeluaran air ditempatkan sebatang kayu atau bambu yang sudah diberi ukuran.air yang kecil.20).20. Perbedaan tinggi air pada ujungujung selang itu menunjukkan perbedaan tinggi tanah/ kemiringan dasar kolam. kemudian selang kecil yang telah berisi air direntangkan dan ditempatkan pada bambu.19). Letak pintu air tersebut ada kelemahannya yaitu air dikedua sudut yang lain tidak berganti dan memperpanjang saluran pengeringan sehingga penangkapan ikan relatif berlangsung agak lama. Pintu air Kolam yang baik harus memiliki pintu pemasukan air dan pintu pengeluaran air secara terpisah. kayu atau meteran. Pintu pengeluaran dan pemasukan air berada disudut Pada kolam tanah pintu pemasukan dan pengeluaran air dibuat dari bambu atau pipa paralon. Saluran didalam kolam budidaya ada dua macam yaitu saluran keliling atau caren dan saluran tengah atau kemalir.

Pada pintu air ini papan penyekatnya dapat diganti dengan saringan (Gambar 2. Gambar 2.24). Papanpapan kayu ini dapat dibuka dan diatur yang pengaturannya disesuaikan dengan kebutuhan.23. Celah penyekat ini berfungsi untuk menempatkan papan-papan kayu yang disusun bertumpuk. Gambar 2.24 Pemasukan dan pengeluaran air pipa paralon (PVC) 30 .22).23). Pintu pemasukan dan pengeluaran air menggunakan sistem monik Persyaratan konstruksi teknik dalam membuat bak yang akan digunakan untuk budidaya ikan secara prinsip hampir sama dengan kolam dimana harus mempunyai pintu pemasukan dan pengeluaran air tetapi dasar bak pada umumnya adalah rata.diletakkan sejajar dengan permukaan tanggul sedangkan pintu pengeluaran dapat dibuat dua model yaitu pertama sama dengan pintu pemasukkan dengan ketinggian sesuai dengan tinggi air kolam dan kedua dibuat dengan model huruf L (Gambar 2.22. Pada pintu air sistem monik ini ada celah penyekatnya dan dapat dibuat lebih dari satu. Gambar 2. Pintu pemasukan dan pengeluaran air bentuk L Pada kolam beton pintu pemasukan dan pengeluaran air menggunakan sistem monik. Konstruksi pintu dan pemasukan air pada bak dapat dibuat dengan model pembuatan instalasi air untuk pemasukan air dan pengeluaran airnya menggunakan pipa paralon (PVC) dengan bentuk huruf L (Gambar 2.

Konstruksi Akuarium Konstruksi wadah akuarium sangat bergantung pada desain yang akan dikerjakan berdasarkan bentuk akuarium yang diinginkan. Perbandingan antara ukuran akuarium dengan ketebalan kaca Tebal kaca (mm) 3 3 3 5 5 6 6 10 10 10 12 16 Panjang akuarium (cm) 30 40 50 70 80 90 120 150 150 180 190 200 Lebar akuarium (cm) 20 20 30 35 40 45 50 45 45 45 50 70 Tinggi akuarium (cm) 20 30 30 35 40 45 50 50 60 60 60 65 Setelah menentukan bentuk dan ukuran kaca yang akan dipergunakan untuk membuat akuarium maka langkah selanjutnya adalah memotong kaca. Sebagai acuan dalam membuat akuarium. Setelah merencanakan bentuk akuarium kaca yang akan dibuat. akuarium botol dan akuarium ellips. ukuran kaca yang akan digunakan dapat dilihat pada Tabel 1. Kaca yang dipergunakan untuk membuat akuarium masih dalam bentuk lembaran kaca. meja kerja harus dalam keadaan datar dan bersih. Bentuk akuarium yang biasa digunakan sebagai wadah budidaya ikan antara lain adalah akuarium segiempat. akuarium segidelapan. Letakkan lembaran kaca pada meja kerja. Hal ini untuk menghindari terjadinya keretakan kaca yang akan dipergunakan. 31 . Ukuran kaca yang akan digunakan biasanya berkisar antara 3 mm – 16 mm. Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam memotong kaca antara lain adalah : 1. langkah selanjutnya menentukan ukuran kaca yang akan dipergunakan untuk membuat akuarium.2. Tabel 2.1. akuarium segienam. Untuk kaca yang akan digunakan sebagai dasar akuarium sebaiknya ketebalannya ditambah 1 – 2 mm.2. akuarium trapesium.2.

Menghaluskan bagian pinggir kaca Setelah kaca yang dibutuhkan untuk membuat akuarium tersebut disiapkan langkah selanjutnya adalah melakukan perakitan akuarium. Untuk memotong kaca gunakan alat pemotong kaca yang banyak dijual di toko besi.Gambar 2.26. Dalam membuat potonganpotongan kaca. .27. Meletakan lembaran kaca 2. Memotong kaca 4. Mengukur kaca 3. Ukuran kaca yang akan dipotong ini disesuaikan dengan bentuk akuarium yang akan dibuat.25. Dalam merakit akuarium dibutuhkan ketelitian dan ketepatan dalam merangkainya. Gambar 2. Pola yang sudah dibentuk dapat langsung dipotong.28. Kaca sebagai bahan utama dalam pembuatan akuarium dapat diperoleh dengan cara membeli lembaran kaca atau 32 Gambar 2. lembaran kaca dibuat polanya terlebih dahulu dengan menggunakan spidol dan penggaris besi. bagian pinggir dari potongan-potongan kaca harus dihaluskan dengan gerinda atau batu asahan karborondum. Setelah kaca terpotong. Gambar 2.

Kaca yang akan dirakit menjadi akuarium ini sudah dalam bentuk potonganpotongan kaca yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran akuarium yang akan dibuat. alat tembak lem. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan alat dan bahan lainnya yaitu lem kaca silikon. yaitu merancang/mendesain akuarium. Sebelum dirakit kaca-kaca tersebut sebaiknya dilakukan penggosokan dengan menggunakan batu asahan karborundum atau gerinda.Akuarium yang akan dirakit sendiri.29. Lem silikon dan alat tembak lem Gambar 2. Gambar 2. bentuk alat tembak ini seperti pistol sehingga disebut alat tembak. Alat tembak lem silikon ini berfungsi untuk memudahkan si pembuat akuarium dalam merakit akuarium.membeli potongan kaca sesuai dengan ukuran yang tepat. Kaca-kaca yang telah dihaluskan seluruh bagian pinggirnya dengan gerinda ini telah siap untuk dirakit. memotong kaca. langkah awal yang harus dilakukan adalah menyiapkan kaca sebagai dasar utama pembuatan akuarium. merakit akuarium dan melakukan uji coba terhadap akuarium tersebut. ada beberapa hal yang harus dikuasai agar akuarium yang dibuat tidak bocor dan tahan lama.30. ukuran sesuai dengan kebutuhan dan kaca yang digunakan mempunyai ketebalan sesuai dengan luasan akuarium yang dibuat. Dalam membuat akuarium. lakban besar dan cutter. Dengan membuat akuarium sendiri akan diperoleh keuntungan antara lain adalah harganya relatif lebih murah. Hal ini bertujuan agar akuarium yang dibuat tidak berbahaya bagi pemakainya. Akuarium sebagai salah satu wadah yang dapat digunakan untuk membudidayakan ikan baik ikan hias maupun ikan konsumsi yang berasal dari perairan tawar dan laut dapat diperoleh dengan cara membeli langsung ditoko atau membuatnya sendiri. Lem kaca yang digunakan adalah lem silikon yaitu lem khusus untuk merekatkan kaca agar melekat dengan baik dan tidak bocor. Penggunaan alat tembak lem Sedangkan lakban yang digunakan dalam merakit akuarium sebaiknya lakban plastik yang berwarna colklat 33 .

Hal ini akan membuat ketebalan lem sama pada setiap sudut .3. langkah selanjutnya adalah mengeringkan akuarium tersebut minimal selama 24 jam agar lem silikon tersebut benar-benar kering. Konstruksi Keramba Jaring Apung Wadah budidaya ikan selanjutnya yang sangat potensial dikembangkan di Indonesia adalah karamba jaring terapung. Agar dapat melakukan budidaya ikan dijaring terapung yang menguntungkan maka konstruksi wadah tersebut harus sesuai dengan persyaratan teknis. Untuk memperoleh akuarium yang rapih setelah diuji coba bersihkan lem yang tidak rapih dengan menggunakan cutter.2. Lakban ini berfungsi untuk membantu berdirinya kaca dengan kaca lainnya agar tidak bergeser yang memudahkan dalam pemberian lem kaca. Setelah seluruh kaca terakit menjadi akuarium. Kantong jaring merupakan tempat pemeliharaan ikan yang akan dibudidayakan. Mengeringkan akuarium . Kerangka berfungsi sebagai tempat pemasangan kantong jaring dan tempat lalu lalang orang pada waktu memberi pakan dan saat panen. 2. Gambar 2. Dalam mendesain konstruksi wadah budidaya ikan disesuaikan dengan lokasi yang dipilih untuk membuat budidaya ikan dijaring terapung. Langkah terakhir dalam merakit akuarium adalah melakukan uji coba terhadap akuarium tersebut.31. Plakban pada kaca Pada saat menempelkan lem silikon ke kaca sebaiknya ketebalan lem pada seluruh permukaan kaca sama. Budidaya ikan dijaring terapung dapat dilakukan untuk komoditas ikan air tawar dan ikan air laut. 34 Gambar 2. Ujicoba tersebut dilakukan dengan mengisi air ke dalam akuarium selama 24 jam dan perhatikan apakah ada bagian yang bocor. Dengan memperhitungkan konstruksi wadah secara baik dan benar akan diperoleh suatu wadah budidaya ikan yang mempunyai masa pakai yang lama.31.atau hitam dengan ukuran lebar lakbannya adalah 5 cm. Konstruksi wadah jaring terapung pada dasarnya terdiri dari dua bagian yaitu kerangka dan kantong jaring.

sedang (mesotropik) dan tinggi (eutropik). disarankan agar unit budidaya atau jaring dapat diusahakan di perairan tersebut. Pada kondisi perairan yang tidak mengalir. unit budidaya sebaiknya diletakkan ditengah perairan sejajar dengan garis pantai. Persyaratan teknis yang harus diperhatikan dalam memilih lokasi usaha budidaya ikan di karamba jaring terapung antara lain adalah : 1. Aspek sosial ekonomis yang sangat umum yang harus dipertimbangkan adalah lokasi tersebut dekat dengan pusat kegiatan yang mendukung operasionalisasi suatu usaha seperti tempat penjualan pakan. Arus air pada lokasi yang dipilih diusahakan tidak terlalu kuat namun tetap ada arusnya agar tetap terjadi pergantian air dengan baik dan kandungan oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan tercukupi. Bila pada perairan yang akan dipilih ternyata tidak ada arusnya (kondisi air tidak mengalir). Pada perairan umum dan waduk ditinjau dari tingkat kesuburannya dapat dikelompokkan menjadi perairan dengan tingkat kesuburan rendah (oligotropik). Dengan tidak terlalu kuatnya arus juga berpengaruh terhadap keamanan jaring dari kerusakan sehingga masa pakai jaring lebih lama. Arus air. Bahan pencemar yang biasa 35 . Dalam dunia perikanan. 2. Jenis perairan yang sangat baik untuk digunakan dalam budidaya ikan di jaring terapung dengan sistem intensif adalah perairan dengan tingkat kesuburan rendah hingga sedang. tetapi jumlahnya tidak boleh lebih dari 1% dari luas perairan. yang dimaksud dengan pencemaran perairan adalah penambahan sesuatu berupa bahan atau energi ke dalam perairan yang menyebabkan perubahan kualitas air sehingga mengurangi atau merusak nilai guna air dan sumber air perairan tersebut. pembeli ikan dan lokasi yang dipilih merupakan daerah pengembangan budidaya ikan sehingga mempunyai prasarana jalan yang baik serta keamanan terjamin. selain itu dengan adanya arus maka dapat menghanyutkan sisa-sisa pakan dan kotoran ikan yang terjatuh di dasar perairan.Sebelum membuat konstruksi wadah karamba jaring terapung pemilihan lokasi yang tepat dari aspek sosial ekonomis dan teknis benar. Sama seperti wadah budidaya ikan sebelumnya persyaratan secara teknis dan sosial ekonomis dalam memilih lahan yang akan digunakan untuk melakukan budidaya ikan harus diperhatikan. Bebas dari pencemaran. 3.Jika perairan dengan tingkat kesuburan tinggi digunakan dalam budidaya ikan di jaring terapung maka hal ini sangat beresiko tinggi karena pada perairan eutropik kandungan oksigen terlarut pada malam hari sangat rendah dan berpengaruh buruk terhadap ikan yang dipelihara dengan kepadatan tinggi. Tingkat kesuburan.

tetapi jika dilihat dari masa pakai dengan menggunakan kayu atau bambu jangka waktu (usia teknisnya) hanya 1. Kedua jenis bahan pencemar tersebut umumnya disebabkan oleh kegiatan manusia. Secara detail tentang kualitas air ini akan dibahas pada Bab 2. karena selain harganya relatif murah 36 . limbah panas atau limbah organik. bakteri. Contoh bahan pencemar yang sulit terurai berupa persenyawaan logam berat.5–2 tahun masa pakai. Setelah mendapatkan lokasi yang memenuhi persyaratan teknis maupun sosial ekonomis maka harus dilakukan perencanaan selanjutnya. kerangka yang terbuat dari kayu atau bambu ini sudah tidak layak pakai dan harus direnofasi kembali. Pada umumnya petani ikan di jaring terapung menggunakan bambu sebagai bahan utama pembuatan kerangka. baik secara langsung maupun tidak langsung. bambu atau besi yang dilapisi bahan anti karat (cat besi). kimia dan biologi. Perencanaan tersebut dapat dibuat dengan membuat gambar dari konstruksi wadah budidaya yang akan dibuat. sebaiknya disesuaikan dengan ketersediaan bahan di lokasi budidaya dan nilai ekonomis dari bahan tersebut. Jadi perairan yang dipilih harus berkualitas air yang memenuhi persyaratan bagi kehidupan dan pertumbuhan ikan yang akan dibudidayakan. DDT atau bahan organik sintetis. Jika akan memakai besi anti karat sebagai kerangka jaring pada umumnya usia ekonomis/ angka waktu pemakaiannya relatif lebih lama. antara lain : 1. Kerangka Kerangka (bingkai) jaring terapung dapat dibuat dari bahan kayu. 4. Perencanaan disesuaikan dengan data yang diperoleh pada waktu melakukan survey lokasi. Kayu atau bambu secara ekonomis memang lebih murah dibandingkan dengan besi anti karat. secara umum kualitas air dapat diartikan sebagai setiap perubahan (variabel) yang mempengaruhi pengelolaan. Jika lokasi budidaya mengandung bahan pencemar maka akan berpengaruh terhadap kehidupan ikan yang dipelihara didalam wadah budidaya ikan tersebut. Penyebab kedua adalah keadaan alam seperti : banjir atau gunung meletus. Memilih bahan untuk kerangka.masuk kedalam suatu badan perairan pada prinsipnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu bahan pencemar yang sulit terurai dan bahan pencemar yang mudah terurai. Kualitas air.5–2 tahun. kelangsungan hidup dan produktivitas ikan yang dibudidayakan. sianida. Contoh bahan pencemar yang mudah terurai berupa limbah rumah tangga. Sesudah 1. Dalam budidaya ikan. yaitu antara 4–5 tahun. Kualitas air meliputi sifat fisika. Konstruksi wadah jaring terapung terdiri dari beberapa bagian.

Satu unit jaring terapung terdiri dari empat buah petak/kantong.32. Bambu yang digunakan untuk kerangka sebaiknya mempunyai garis tengah 5 – 7 cm di bagian pangkalnya. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 2. Jumlah pelampung yang akan digunakan disesuaikan dengan besarnya kerangka jaring apung yang akan dibuat. Jenis pelampung yang akan digunakan biasanya dilihat berdasarkan lama pemakaian. Jenis pelampung dan lama pemakaian No.2 Tabel 2.32. dan bagian ujungnya berukuran antara 3 – 5 cm.33. Jaring terapung berukuran 7 X 7 meter. Petani ikan jaring terapung di perairan cirata pada umumnya menggunakan kerangka dari bambu dengan ukuran 7 X 7 meter. 3. Gambar 2.2. Jenis bambu yang digunakan adalah bambu tali. Ukuran kerangka jaring terapung berkisar antara 5 X 5 meter sampai 10 X 10 meter. Jenis pelampung Drum besi Styrofoam Fiberglass Lama pemakaian (bulan) 12 – 15 36 – 75 50 – 75 Jika akan menggunakan pelampung dari drum maka drum harus terlebih dahulu dicat dengan menggunakan cat yang mengandung bahan anti karat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2. 2. Kerangka Jaring Apung 37 . Ada juga jenis bambu gombong yang mempunyai diameter 12 -15 cm tetapi jenis bambu ini kurang baik digunakan untuk kerangka karena cepat lapuk. dalam satu unit jaring terapung membutuhkan pelampung antara 33 – 35 buah. Bahan yang digunakan sebagai pelampung berupa drum (besi atau plastik) yang berkapasitas 200 liter. Kerangka dari jaring apung umumnya dibuat tidak hanya satu petak/kantong tetapi satu unit. Pelampung Pelampung berfungsi untuk mengapungkan kerangka/ jaring terapung. 1.juga ketersediaannya di lokasi budidaya sangat banyak. 2. busa plastik (stryrofoam) atau fiberglass. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2.

semen atau besi. Pemberat diikatkan pada masing-masing sudut dari kerangka jaring terapung. Jangkar terbuat dari bahan batu. Gambar 2. Jaring Jaring yang digunakan untuk budidaya ikan di perairan umum. Jumlah pemberat untuk satu unit jaring terapung empat petak/kantong adalah sebanyak 4 buah. Pelampung drum besi 3. Jangkar 5. untuk ikan air laut ukuran kantong jaring yang biasa digunakan berukuran mulai 2 X 2 38 .Gambar 2.34. kawat ukuran 5 mm. Kantong jaring terapung ini mempunyai ukuran bervariasi disesuaikan dengan jenis ikan yang dibudidayakan. pelampung atau jaring. besi beton ukuran 8 mm atau 10 mm. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2. Berat jangkar berkisar antara 50 – 75 kg. 4. Pengikat Tali pengikat sebaiknya terbuat dari bahan yang kuat. Ukuran mata jaring yang digunakan tergantung dari besarnya ikan yang akan dibudidayakan. Jangkar Jangkar berfungsi sebagai penahan jaring terapung agar rakit jaring terapung tidak hanyut terbawa oleh arus air dan angin yang kencang. seperti tambang plastik. Pemberat diberi tali pemberat/tali jangkar yang terbuat dari tambang plastik yang berdiameter sekitar 10 mm – 15 mm. Tali pengikat ini digunakan untuk mengikat kerangka jaring terapung. biasanya terbuat dari bahan polyethylene atau disebut jaring trawl.34.33.

Untuk memotong jaring harus dilakukan dengan benar berdasarkan pada ukuran mata jaring dan tingkat perenggangannya saat terpasang di perairan. jaring dalam keadaan terpasang atau sudah berupa kantong jaring akan mengalami perenggangan atau mata jaring dalam keadaan 39 . 380 D/9 dengan ukuran mata jaring (mesh size) sebesar 2 inch (5.08 cm) yang dipergunakan sebagai kantong jaring luar. Di perairan umum. Dalam hal ini biasanya jaring trawl dijual dipasaran berupa lembaran atau gulungan. 1. Ukuran kantong jaring yang akan dipergunakan berkisar antara 2 X 2 m sampai dengan 10 X 10 m. langkah selanjutnya adalah memotong jaring.3.1 inch. b. 2. Sedangkan untuk jenis ikan air tawar berkisar antara 3 X 3 X 3 m sampai 7 X 7 X 2. Ukuran mata jaring 0. misalnya akan dibuat kantong jaring dengan ukuran 7 X 7 X 2 m. Jaring polyethylene no.5 cm 1.5 cm) atau 1.81 cm) dipergunakan sebagai kantong jaring dalam. Jaring polyethylene no.X 2 m sampai 5 X 5 x 5 m.0 cm 2. 280 D/12 dengan ukuran mata jaring 1 inch (2.5 inch (3. 3.3.5 cm > 2. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2. Salah satu contohnya adalah sebagai berikut : a. biasanya kantong jaring terapung dipasang rangkap (doubel) yaitu kantong jaring luar dan kantong jaring dalam. Jaring yang mempunyai ukuran mata jaring lebih kecil dari 1 inch biasanya digunakan untuk memelihara ikan yang berukuran lebih kecil. Setelah ukuran kantong jaring yang akan dipergunakan. Menurut hasil penelitian. khususnya dalam budidaya ikan di jaring terapung ukuran jaring yang digunakan adalah ukuran ¾ .5 cm Ukuran ikan 1 – 2 cm 5 – 10 cm 20 – 30 cm > 30 cm Kantong jaring yang digunakan untuk memelihara ikan dapat diperoleh dengan membeli jaring utuh.5 m. Ukuran mata jaring yang digunakan berdasarkan ukuran ikan yang dibudidayakan. Tabel 2. 4. Untuk mengurangi resiko kebocoran akibat gigitan binatang lain. Ukuran jaring bagian luar biasanya mempunyai mata jaring (mesh size) yang lebih besar. No. Langkah awal yang harus dilakukan untuk membuat kantong jaring adalah membuat desain/rancangan kantong jaring yang akan dipergunakan.

1 mata jaring dibulatkan menjadi 55 mata jaring. Adapun perhitungan yang digunakan untuk memotong jaring ada dua cara.3) – 0.= ------.08 cm = 55. Nilai ”Hang In Ratio” dalam membuat kantong jaring terapung adalah 30%. d = D √ 2S – S2 Keterangan : S : Hang In Ratio L : Panjang jaring sebelum Hang In atau dalam keadaan tertarik i : Panjang tali ris D : dalam kantong jaring (jumlah mata jaring dikalikan ukuran mata jaring dalam keadaan tertarik) D : dalam kantong jaring sesudah Contoh penggunaan rumus dalam menghitung jaring yang akan dipotong dengan ukuran 7 X 7 X 2 m adalah sebagai berikut: Misalnya.09 2 = ---------√ 0.tertarik/terbuka (”Hang In Ratio”).32 2 = --------------√ 0.3. yaitu : (1) menggunakan rumus tertentu dan (2) melakukan perhitungan cara di lapangan. 40 .04 mata jaring dibulatkan 197 mata jaring.= 2.8 m = 280 cm : 5.08 cm = 197.08 cm). Rumus berdasarkan ”Hang In Ratio” adalah sebagai berikut : i 1.6 – 0. maka dalam kantong jaring sebelum dipotong (D) adalah : d = D √ 2S – S2 d -----------√ 2S – S2 D = 2 D = -------------------√ 2 (0. Maka untuk mencari panjang jaring sebelum Hang In adalah : i L = -----1–S 28 28 L = ------.3 0.7141 Jadi jumlah mata jaring 2. Panjang tali ris (i) = 4 X 7 m = 28 m.8 m 0. Diketahui dalam jaring sesudah Hang In (d) adalah 2 m.7 Jadi panjang tiap sisi adalah 40 m : 4 = 10 m Jumlah mata jaring 10 m = 1000 cm : 5. Diketahui Hang In Ratio (S) adalah 30% = 0. L = ----------1-S 2. kantong jaring yang akan dibuat 7 X 7 X 2 m dengan ukuran mata jaring (mesh size) 2 inch (5.51 = 2 --------.= 40 m 1 – 0.

54 100 -----------------.778 Jadi dalam satu meter jaring yang berukuran 1 inch terdapat 56 mata jaring.54 100 --------.7 X 2. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah memindahkan pola yang telah dibuat langsung kejaring. Pola jaring 41 . Gambar 2.35. Sedangkan para petani ikan dilapangan biasanya menghitung jaring yang akan digunakan untuk membuat kantong jaring menggunakan perhitungan sebagai berikut : Misalnya kantong jaring yang akan dibuat berukuran 7 X 7 X 2 m dengan ukuran mata jaring (mesh size) 2 inch (5.30%) X 2.= 56. Jaring tersebut dibentangkan dan dibuat pola seperti Gambar 2. Sedangkan ukuran mata jaring yang akan digunakan adalah 2 inch maka jumlah mata jaring yang akan dipotong adalah 196 X 196 X 56.2 = 56 1. Maka secara praktis dilapangan diperhitungkan jumlah mata jaring dalam setiap meter adalah: 100 -----------------------------. sehingga jika akan membuat jaring dengan ukuran 7 X 7 X 2 m.08 cm).Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh ukuran lembaran jaring yang akan dipotong untuk kantong jaring berukuran 7 X 7 X 2 m adalah 197 X 197 X 55 mata jaring. Berdasarkan hasil penelitian panjang jaring akan berkurang sebesar 30% dari semula. Angka-angka ini diperoleh dari hasil perkalian antara ukuran kantong jaring dengan jumlah mata jaring.35. Berdasarkan hasil kedua perhitungan tersebut memperoleh nilai yang tidak jauh berbeda.= (100% .= 0. jumlah mata jaringnya adalah 392 X 392 X 112 mata jaring.

4. Fungsi pemberat ini agar jaring tetap simetris dan pemberat ini diletakkan pada setiap sudut kantong jaring terapung. Perhitungan jumlah mata jaring yang harus dipotong dalam berbagai ukuran kantong jaring dan mata jaring.Sebagai acuan untuk melakukan pemotongan jaring yang akan dipergunakan untuk membuat kantong jaring terapung dapat dilihat pada Tabel 2. Ukuran kantong jaring (p X l X t) (meter) 2 X 2 X2 3X3X2 4X4X2 5X5X2 6X6X2 7X7X2 8X8X2 9X9X2 10 X 10 X 2 Ukuran mata jaring (inch) 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 Ukuran kantong jaring (p X lX t) dalam jumlah mata jaring 112 X 112 X 112 56 X 56 X 56 168 X 168 X 112 84 X 84 X 56 224 X 224 X 112 112 X 112 X 56 280 X 280 X 112 140 X 140 X 56 336 X 336 X 112 168 X 168 X 56 392 X 392 X 112 196 X 196 X 56 448 X 448 X 112 224 X 224 X 56 504 X 504 X 112 252 X 252 X 56 560 X 560 X 112 280 X 280 X 56 6.4. Tabel 2. Pemberat Pemberat yang digunakan biasanya terbuat dari batu atau timah yang masing-masing beratnya antara 2–5 kg. 42 .

pengolahan dasar kolam. 2. budidaya. harus dilakukan persiapan kolam agar dapat dipergunakan untuk membudidayakan ikan. kantong jaring terapung berukuran 7X7X2m maka tali risnya adalah 7m X 4 =28 m.36. Dalam membudidayakan ikan dengan menggunakan kolam yang biasanya dilakukan untuk melakukan budidaya ikan air tawar. Misalnya. racun sisa dekomposisi selama budidaya terbuang. Pada kolam pemijahan pengeringan dasar kolam bertujuan agar ikan dapat memijah karena tanah yang dikeringkan dan diairi akan melepaskan bau tertentu yang disebut petrichor.5 m untuk setiap sudut.36. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan tahapan-tahapan yang harus dilakukan meliputi : 1. Pengeringan dasar kolam 43 . selain itu pengeringan dasar kolam dapat membunuh hama dan penyakit yang ada di dalam kolam Gambar 2. perbaikan saluran pemasukan dan pengeluaran air. Khusus untuk tali ris pada bagian atas sebaiknya dilebihkan 0.3. Tali/tambang Tali/tambang yang digunakan biasanya disesuaikan dengan kondisi perairan pada perairan tawar adalah tali plastik yang mempunyai diameter 5–10 mm. PERSIAPAN WADAH BUDIDAYA Setelah mengetahui bermacammacam wadah budidaya ikan dan mengetahui konstruksi wadah tersebut maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan segalanya agar wadah budidaya ikan tersebut dapat dipergunakan untuk kegiatan Gambar 2. Pengeringan Pengeringan dasar kolam sangat dibutuhkan oleh ikan agar bakteri pembusuk yang dapat menyebabkan ikan sakit. Dengan dikalikan empat karena kantong sisi jaring terapung adalah empat sisi. perbaikan pematang. Panjang tali ris adalah sekeliling dari kantong jaring terapung. Tali tambang ini mempunyai istilah lain yang disebut dengan tali ris. sedangkan pada perairan laut tali/tambang yang digunakan terbuat dari nilon atau tambang yang kuat terhadap salinitas. Tali/tambang ini dipergunakan sebagai penahan jaring pada bagian atas dan bawah. Persiapan kolam meliputi pengeringan kolam. pemupukan dan pengapuran.5 m) = 30 m. Jadi tali risnya mempunyai panjang 28 m +( 4 X 0. Hal ini untuk memudahkan dalam melakukan aktivitas kegiatan operasional pada saat melakukan budidaya ikan.7.

Kapur pertanian yang biasa digunakan adalah kapur karbonat yaitu kapur yang bahannya dari batuan kapur tanpa lewat proses pembakaran tapi langsung digiling. Setelah dasar kolam rata. Tanah yang baru dicangkul diratakan.2. sedangkan pada kolam tembok dilakukan perawatan dan pengecekan kebocoran pada setiap bagian pematang. sekaligus memberantas hama penyakit. Pada saat tanah dibalikkan dan sambil menunggu kering tanah dasar. Kebocoran kolam dapat diakibatkan oleh binatang air seperti belut. Saluran ini disebut kemalir. Pengapuran dasar kolam sebaiknya dilakukan setelah pengolahan tanah. Tujuan pengolahan dasar kolam adalah mempercepat berlangsungnya proses dekomposisi (penguraian) senyawa-senyawa organik dalam tanah sehingga senyawasenyawa yang beracun yang terdapat di dasar kolam akan menguap.37. lalu dibuat saluran ditengah kolam. Kalsit 44 . Gambar 2. Saluran pemasukan dan pengeluaran air dilengkapi dengan saringan. Tujuannya untuk menjaga agar tidak ada hama yang masuk ke dalam kolam dan benih ikan budidaya yang ditebarkan tidak kabur atau keluar kolam (Gambar 2.37). Kapur pertanian ada dua yaitu Kalsit dan Dolomit. Pengapuran merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan kestabilan keasaman (pH) tanah dan air. Pematang bocor mengakibatkan air kolam tidak stabil dan benih ikan banyak yang keluar kolam. Kemalir berfungsi untuk memudahkan pemanenan dan sebagai tempat berlindung benih ikan pada siang hari. dan kapur tohor/kapur aktif (CaO). Jenis kapur yang digunakan untuk pengapuran kolam ada beberapa macam diantaranya adalah kapur pertanian. yaitu kapur carbonat : CaCO3 atau [CaMg(CO3)]2. kepiting dan hewan air lainnya. Pengolahan dasar kolam Pengolahan dasar kolam dilakukan pada kolam tradisional dan kolam semi intensif dimana dasar kolam berupa tanah. Pengolahan dasar kolam dilakukan dengan mencangkul dasar kolam sedalam 10 – 20 cm. Perbaikan pematang ini hanya dilakukan pada kolam tanah. penebaran kapur dapat dilakukan. Pengapuran. Tanah tersebut dibalik dan dibiarkan kering sampai 3-5 hari. Pengolahan tanah dasar kolam 4. 3. Perbaikan pematang Perbaikan pematang bertujuan untuk mencegah kebocoran kolam.

Dosis kapur yang akan ditebarkan harus tepat ukurannya karena jika berlebihan kapur akan menyebabkan kolam tidak subur.bahan bakunya lebih banyak mengandung karbonat. kerbau. Sebagai acuan dalam memberikan kapur pada kolam budidaya ikan dapat dilihat pada Tabel 2. Dolomit merupakan kapur karbonat yang dimanfaatkan untuk mengapur lahan bertanah masam. pupuk phosphor (TSP). bahannya adalah batuan tohor dari gunung dan kulit kerang. magnesiumnya sedikit (CaCO3). Tetapi ada juga para petani menggunakan dosis kapur berkisar antara 100200gram/m2 hal ini dilakukan bergantung kepada keasaman tanah kolam. Dosis pupuk kandang juga bergantung kepada kesuburan kolam ikan. Pemupukan tanah dasar kolam bertujuan untuk meningkatkan kesuburan kolam. sedangkan bila kekurangan kapur dalam kolam akan menyebabkan tanah dasar kolam menjadi masam. sedangkan dolomit bahan bakunya banyak mengandung kalsium karbonat dan magnesium karbonat [CaMg(CO3)]2. memperbaiki struktur tanah dan menghambat peresapan air pada tanah-tanah yang porous serta menumbuhkan phytoplankton dan zooplankton yang digunakan sebagai pakan alami benih ikan. Kapur ini dikenal dengan nama kapur sirih. biasanya berkisar antara 100-150 gram/m2 sedangkan untuk kolam yang kurang kesuburannya dapat 45 . Jenis pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk kandang dan pupuk buatan.5. Kapur tohor adalah kapur yang pembuatannya lewat proses pembakaran. Pemupukan. pupuk kalium (KCl) dan pupuk NPK yang merupakan gabungan dari ketiga hara tunggal. Sedangkan pupuk buatan berupa bahan-bahan kimia yang dibuat manusia dipabrik pupuk yang berguna untuk menyuburkan tanah. Tabel 2. Jenis pupuk buatan yang dapat digunakan antara lain adalah pupuk nitrogen (urea. Dosis kapur Tohor (CaO) menurut jenis tanah dan macam kolam dengan luas 100 meterpersegi Macam kolam Kolam baru Kolam lama Jenis tanah berpasir 25 kg 15 kg Jenis tanah pasir berlumpur 30 kg 20 kg Jenis tanah lumpur berpasir 40 kg 30 kg Jenis tanah berlumpur 60 kg 40 kg 5. kuda dan lain-lain) atau kotoran unggas (ayam. itik dan lain-lain) yang telah dikeringkan. Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran ternak besar (sapi. ZA).5.

dikapur dan di pupuk tersebut lalu diairi agar pakan alami di kolam tersebut tumbuh dengan subur.25 m (Gambar 2. Sedangkan pemupukan bertujuan untuk 46 Gambar 2. untuk kolam pemijahan ketinggian air 0. Ketinggian air di kolam ikan ini bergantung pada jenis kolam. pemijahan. 6. Pemberian kapur selain dapat membunuh hama dan parasit ikan juga dapat menaikan pH dasar kolam. Pada pengelolaan kolam yang akan dipergunakan sebagai wadah pemeliharaan induk/calon induk sebaiknya mempunyai persyaratan yang sesuai dengan lingkungan yang layak bagi kehidupan induk. Pengairan Kolam yang telah dikeringkan. Mengairi kolam Wadah budidaya ikan (kolam) yang sudah dipersiapkan dan siap untuk dipergunakan sebagai wadah untuk kegiatan budidaya. untuk menghindari masuknya ikan liar.38). kolam pemeliharaan 1-1. Pengolahan dasar kolam dengan cara membalik tanah bagian dasar kolam yang di lanjutkan dengan pengapuran dan pemupukan. Pengairan ini harus dilakukan minimal 4 –7 hari sebelum larva/benih ikan di tebar ke dalam kolam pemeliharaan agar pakan alami tumbuh dengan sempurna.38. Hal-hal yang harus dilaksanakan dalam pengelolaan kolam induk ikan ini adalah : 1. Persiapan wadah Wadah mempunyai pematang kokoh dan tidak bocor. Kolam dapat juga dipupuk menggunakan. penetasan telur dan lain sebagainya. TSP dan Urea masing-masing sebanyak 10 gr/m2 dan kapur pertanian sebanyak 25 – 30 gr/ m2 atau disesuaikan dengan tingkat kesuburan lahan. Dosis yang digunakan untuk pupuk buatan biasanya berkisar antara 200-300 gram/m2. pintu pemasukan.ditebarkan kotoran ayam sebanyak 300 – 500 gr/m2 .00 m. Agar kolam yang . terutama ikan predator yang dapat mengganggu proses pemijahan bahkan dapat memangsa induk maupun larva yang dihasilkan.75-1. Adanya saringan air ini baik pada pintu pemasukan maupun pada pintu pengeluaran. Pengolahan dasar kolam bertujuan untuk meningkatkan kesuburan dasar dan perairan kolam sebagai stok pakan alami bagi calon induk. serta pintu pengeluaran yang dipasang saringan. dipergunakan senantiasa baik untuk kegiatan budidaya maka harus selalu dilakukan pengelolaan terhadap kolam budidaya baik kolam pemeliharaan.

2. Formalin 25 ppm dan alkohol 70%. Malachite green 100 ppm. pupuk hijau atau pupuk buatan. Wadah yang akan dipergunakan setelah disikat. cukup tersedia oksigen terlarut ( >5 ppm). yaitu dengan cara mengambil /mencabut gulma yang ada di kolam.31). dibersihkan dan diberi desinfektan kemudian 47 . NH3 ( <1 ppm). agar tidak terdapat sisa-sisa kotoran yang dapat menyebabkan pembawa penyakit Gambar 2.memenuhi kebutuhan unsur hara yang diperlukan fitoplankton sebagai makanan zooplankton maupun ikan. 3. Setelah semua langkah persiapan dilakukan maka kolam tersebut dapat digunakan untuk melakukan kegiatan budidaya. maka air kolam harus terus menerus mengalir sehingga tidak ada lagi penimbunan kotoran air akibat dari sisa pakan atau sampah lainnya. bak yang akan digunakan untuk budidaya ikan harus dilakukan persiapan wadah sebelum dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya. CO2 (<10 ppm). Pengairan Pengairan dimaksudkan untuk menjaga kondisi lingkungan bagi induk sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan yaitu perairan subur. Untuk mendapatkan lingkungan yang demikian. Persiapan wadah bertujuan untuk mengkondisikan wadah agar dapat digunakan secara efesien dan memenuhi persyaratan lingkungan yang optimal. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara menyebarkan pupuk ke dasar kolam dan dilanjutkan dengan pemupukan susulan setelah 15 hari dengan cara memberikan pupuk yang dibungkus dari karung plastik yang diberi lubang keci-kecil sehingga pupuk akan terurai secara perlahan. Wadah budidaya ikan yang lainnya adalah bak tembok atau bak beton. sehingga ikan dapat hidup dengan laju pertumbuhan yang optimum. bila populasinya banyak sampai menutupi permukaan air. maka proses difusi oksigen ke dalam air dan proses fotosintesis phytoplankton dapat terganggu sehingga Oksigen terlarut akan menurun. Pengendalian gulma air ini dapat dilakukan dengan cara memberi saringan pada pintu pemasukan air dan pengendalian gulma secara mekanis. Pengendalian gulma air Tanaman air yang dapat mengganggu lingkungan hidup ikan antara lain adalah eceng gondok dan kiambang. Bahan yang digunakan untuk membersihkan wadah dan merupakan desinfektan antara lain lain adalah Chlorin 200 ppm. Sanitasi wadah Wadah yang akan digunakan untuk budidaya ikan (bak) sebelum digunakan dibersihkan dari kotoran yang menempel. Persiapan bak budidaya ikan meliputi: 1. Pemupukan dasar kolam dapat digunakan pupuk kandang.

pipa penyalur. batu aerasi dan alat pengatur banyaknya aliran udara (kran). karena dapat berakibat fatal bagi ikan bila terhentinya aliran udara dalam waktu lama. Instalasi udara terdiri dari pompa udara. Peralatan ini sering mengalami kebocoran pada pipa dan penyumbatan pada batu aerasi. Perbaikan wadah Sebelum wadah digunakan dilakukan pemeriksaan apakah bak tersebut siap untuk digunakan untuk budidaya ikan.39. 4. Oleh karena itu kerusakan tersebut harus diperbaiki dahulu sebelum digunakan. Sanitasi bak budidaya 2. Ganti atau perbaiki peralatan yang rusak dan tidak berfungsi lagi. Bahan untuk memperbaiki kebocoran bak dapat berupa resin serat kaca untuk bak yang terbuat dari serat fiber. Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui apakah bak yang akan digunakan mengalami kerusakan baik karena kebocoran dasar dan dinding bak maupun karena adanya kebocoran pada pipa pengeluaran dan pemasukan. Pompa udara merupakan alat yang paling penting pada proses budidaya ikan di bak karena banyaknya pengudaraan pada air media tergantung dari kekuatan pompa yang ada. Oleh karena itu pompa yang yang telah lemah harus segera diperbaiki. Oleh karena itu harus dilakukan pemeriksaan terhadap peralatan tersebut. kebocoran wadah budidaya. bila bak yang akan digunakan terbuat dari plastik maka dapat digunakan selotip tahan air untuk menutupi . Setelah kerusakan diperbaiki maka bak harus dibiarkan beberapa hari agar bahan tersebut telah kering dan tidak membahayakan ikan yang akan dibudidayakan. 3. semen atau lem khusus untuk beton untuk bak yang terbuat dari beton. pada bak pintu pemasukkan air 48 Gambar 2.dibersihkan kembali dan wadah tersebut dibiarkan kering udara agar bahan beracun tersebut telah hilang menguap. Perbaikan instalasi air Pada budidaya ikan menggunakan wadah bak biasanya tidak mempunyai pipa pemasukan air seperti dikolam. Setelah dilakukan sanitasi diisi dengan air untuk memeriksa kebocoran bak. penyaring udara. Perbaikan instalasi udara Pada wadah budidaya ikan yang menggunakan bak biasanya menggunakan alat bantu untuk meningkatkan kelarutan oksigen didalam wadah budidaya dengan menggunakan aerator ataupun blower.

Persiapan wadah budidaya ikan yang menggunakan akuarium tidak jauh berbeda dengan penggunaan bak. Hal ini dilakukan agar ikan yang dibudidayakan tidak keluar dari wadah budidaya.merupakan kran air yang dimasukkan kedalam bak budidaya. Pintu pengeluaran air ini harus diperiksa apakah terjadi penyumbatan pada saluran pembuangannya. Perbaikan kerangka Pemeriksaan terhadap kerangka yang digunakan dalam budidaya ikan di karamba jaring terapung harus dilakukan. stainless steel atau papan. Perbaikan jaring Jaring yang akan digunakan untuk budidaya ikan harus dilakukan perbaikan dan pergantian jika telah mengalami kerusakan. besi. karena masa pakai kerangka ini tidak bisa sepanjang tahun. Sumber air yang digunakan dapat berasal dari mata air atau dari sumur yang dipompakan ke bak-bak melalui pipa pengaturan. oleh karena itu harus dilakukan pembersihan dengan cara menyikat kantong jaring dan menjemurnya kembali setelah dibersihkan agar hewan-hewan kecil tersebut bersih dari jaring. Setiap bahan tersebut mempunyai masa pakai yang berbeda oleh karena itu harus dilakukan perbaikan pada kerangka jarring apung yang sudah mengalami kerusakan agar wadah tersebut dapat dipergunakan untuk budidaya ikan. 2. Masa pakai kerangka ini sangat bergantung pada bahan yang digunakannya. ada beberapa macam bahan yang digunakan sebagai kerangka antara lain adalah bambu. Kebocoran sering terjadi pada pipa penyaluran dan kran pengatur aliran. Perbaikan jaring dapat dilakukan dengan melakukan perajutan pada bagian jarring yang rusak sedangkan pada jaring yang sudah lapuk harus diganti dengan jaring yang baru. Pada wadah budidaya karamba jaring terapung wadah tersebut harus disiapkan sebelum digunakan dengan beberapa tahap antara lain adalah : 1. Pada kantong jaring yang di pergunakan untuk budidaya ikan sebelumnya biasanya banyak terdapat hewan-hewan kecil yang menempel pada kantong jaring. Air harus tetap tersedia karena untuk keperluan pergantian air pada media pemeliharaan ikan. 49 . Sedangkan pintu pengeluarannya berupa pipa yang terbuat dari pipa PVC dalam bentuk L atau lurus.

1. Sumber air Sumber air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan ada beberapa macam. terutama untuk tumbuhan tingkat rendah (Fitoplankton) dalam proses asimilasi sebagai sumber makanan hewan terutama ikan. parameter kualitas air yang akan sangat menentukan keberhasilan suatu usaha budidaya ikan dan bagaimana cara melakukan pengukuran terhadap parameter kualitas air tersebut agar dapat selalu dipantau perubahan kualitas air dalam wadah budidaya ikan. Air yang dapat memenuhi kriteria yang baik untuk hewan dan tumbuhan tingkat rendah yaitu plankton sebagai indikator paling mudah bahwa air tersebut dapat digunakan untuk budidaya ikan. Air yang dapat digunakan sebagai media hidup ikan harus dipelajari agar ikan sebagai organisme air dapat dibudidayakan sesuai kebutuhan manusia sebagai sumber bahan pangan yang bergizi dan relatif harganya murah. Secara umum air sebagai lingkungan hidup mempunyai sifat fisik. 3. Oleh karena itu kondisi perairan/ air harus mampu menyiapkan kondisi yang baik. Hal ini dikarenakan organisme ini merupakan produsen primer sebagai pendukung kesuburan perairan. Agar dapat melakukan pengelolaan kualitas air dalam budidaya ikan maka harus dipahami ketiga parameter kualitas air yang sangat menentukan keberhasilan suatu budidaya ikan. Berdasarkan asalnya sumber air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu air permukaan dan air tanah. Dalam bab ini akan dibahas tentang kuantitas air dalam hal ini sumber air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya. Air permukaan yaitu air hujan yang mengalami limpasan/ 50 . Air yang dapat digunakan sebagai budidaya ikan harus mempunyai standar kuantitas dan kualitas yang sesuai dengan persyaratan hidup ikan. sifat kimia dan sifat biologi.BAB III MEDIA BUDIDAYA IKAN Media budidaya ikan merupakan suatu tempat hidup bagi ikan untuk tumbuh dan berkembang yaitu air.

Air permukaan yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan berdasarkan kadar garamnya (salinitas) dibagi menjadi tiga yaitu air tawar. selain itu jika air tanah mengalami kontak dengan udara akan mengalami proses oksigenasi sehingga ion feri(besi) yang terdapat pada air tanah akan segera mengalami pengendapan dan akan membentuk warna kemerahan pada air. Jika sumber air tanah ini dieksploitasi secara besar-besaran maka jumlah air tanah akan semakin berkurang. kekurangannya air tanah mempunyai kandungan oksigen yang rendah. Sedangkan air tanah yaitu air hujan yang mengendap atau air yang berada dibawah permukaan tanah.berakumulasi sementara ditempattempat rendah misalnya : air sungai. air payau dan air laut. waduk. Oleh karena itu sumber air yang biasa digunakan di kota besar adalah air yang berasal dari PAM. rawa dan badan air lainnya yang tidak mengalami infiltrasi kedalam. Air tanah yang saat ini digunakan untuk kegiatan budidaya dapat diperoleh melalui cara pengeboran air tanah dengan kedalaman tertentu sampai diperoleh titik sumber air yang akan keluar dan dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya. kadar karbondioksida yang tinggi dan kandungan besi yang relatif tinggi. Air tanah mempunyai kandungan oksigen yang rendah karena air ini pergerakannya didalam tanah sangat lambat dan sangat dipengaruhi oleh porositas. pada air tawar 51 . Solusinya dengan menggunakan aerator/kincir air /blower pada air pemeliharaan dan yang utama air tanah tersebut harus diinapkan minimal semalam (12 jam) untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut. Sumber air permukaan tersebut sudah banyak dipergunakan untuk kegiatan budidaya ikan. danau dan rawa. Ketiga air ini dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya ikan. permeabilitas dari lapisan tanah dan pengisian kembali air. danau. Sumber air tersebut dapat dipergunakan untuk budidaya ikan air tawar karena memiliki kandungan oksigen yang cukup dan pH yang stabil. Air tanah memiliki kelebihan airnya bersih. Air payau adalah air yang memiliki kadar garam (salinitas) antara 6 – 29 ppt. Air tanah berdasarkan kandungan salinitasnya merupakan air tawar yang akan dipergunakan untuk budidaya ikan air tawar. Air tawar adalah air yang memiliki kadar garam (salinitas) antara 0 – 5 ppt. Air PAM ini berasal dari sumber air permukaan dan mengalami proses tertentu sampai diperoleh kualitas air sesuai baku mutu yang diinginkan. waduk. Selain itu air permukaan dapat juga didefenisikan sebagai air yang berada disungai. Kekurangan air PAM ini biasanya mengandung klorin/kaporit yang cukup tinggi dan solusinya sama seperti pada air tanah cukup dilakukan pengendapan air pada wadah terpisah minimal semalam yaitu 12 jam. Air laut adalah air yang memiliki kadar garam (salinitas) antara 30 – 35 ppt. Saat ini dibeberapa kota besar yang telah banyak sekali terjadi pengeboran air tanah secara besar-besaran maka kadar salinitas dari air tanah ini mengalami perubahan karena telah tercemar dengan air laut.

Pengukuran secara tidak langsung inilah yang banyak digunakan oleh para pembudidaya 52 . Air yang berasal dari danau. Pada perairan tergenang yang perlu diperhatikan adalah terjadinya stratifikasi secara vertikal yang diakibatkan oleh perbedaan intensitas cahaya dan perbedaan suhu secara vertikal pada kolom air. waduk dan situ . Debit air saluran dapat diukur dengan cara langsung maupun secara tidak langsung. Jumlah air yang dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya dapat diketahui dengan mengukur debit air saluran. Keuntungan sumber air ini adalah mempunyai kandungan oksigen yang cukup tinggi. Air permukaan ini dapat diklasifikasikan berdasarkan lamanya terakumulasi dalam suatu tempat dibagi menjadi dua yaitu perairan tergenang (Lentik) antara lain adalah danau. Pemilihan dari berbagai sumber air tersebut macam sangat bergantung kepada lokasi dimana budidaya ikan tawar akan dilakukan . Pengukuran debit air secara langsung dilakukan dengan menggunakan sekat ukur. yang kedua adalah perairan mengalir (Lotik) antara lain adalah sungai. Pada kegiatan budidaya ikan jumlah air yang dibutuhkan tidak sedikit harus tersedia secara terus menerus. sehingga dalam pemakaiannya sebaiknya dimasukkan terlebih dahulu pada bak pengendapan. Sedangkan pengukuran debit air secara tidak langsung dilakukan dengan cara menentukan rata-rata luas penampang basah saluran dikalikan dengan kecepatan aliran air rata-rata. saluran irigasi.dipergunakan untuk membudidayakan ikan air tawar. air laut. Salah satu cara untuk mengetahui jumlah air yang diperlukan pada kegiatan budidaya adalah dengan mengetahui jumlah air pada saluran sepanjang tahun. waduk dan situ merupakan sumber air tawar yang banyak digunakan oleh kegiatan budidaya ikan dengan metode budidaya di perairan umum yaitu karamba jaring apung. Air sungai merupakan sumber air yang murah dan tidak memerlukan biaya tetapi sumber air ini memiliki kandungan lumpur yang cukup tinggi. Air yang digunakan untuk kegiatan budidaya ikan yang berasal dari air mengalir dan banyak dipergunakan oleh masyarakat adalah air sungai untuk budidaya ikan air tawar dan air laut untuk budidaya ikan air laut. Jumlah air yang diperlukan untuk mengairi wadah budidaya ikan harus cukup dan tersedia sepanjang tahun karena dengan melakukan budidaya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia. pada air payau dipergunakan untuk membudidayakan ikan air payau dan air laut untuk membudidayakan ikan air laut. Walaupun sumber air tersebut berasal dari alam harus diperhatikan juga tentang kontinuitas ketersediaan air tersebut untuk kegiatan budidaya. Debit air saluran merupakan jumlah air yang mengalir dalam saluran yang dinyatakan dengan ukuran liter perdetik. kuantitas dan kualitas air yang terdapat pada sumber air tersebut. Untuk mengetahui kebutuhan air pada wadah budidaya ikan dapat dilakukan perhitungan jumlah persediaan air sumber.

pada suhu 0° C. yaitu pada lapisan dalam suatu perairan suhu air makin rendah dibanding pada permukaan air. 3. kalau daya saling tarik menarik tersebut mengalami gangguan karena adanya benda yang bergerak dalam air seperti benda tenggelam. Sedangkan kerugian adanya aliran air ini adalah terutama aliran air yang vertikal sering menimbulkan “upwalling” pada danau-danau. Selain itu keuntungan adanya gerakan air ini dapat mendistribusikan/ menyebarkan berbagai zat ke seluruh perairan.2. sebagai sumber mineral bagi fitoplankton dan fitoplankton sebagai makanan ikan maupun hewan air lainnya. makin berkurang kekentalannya.2. Setiap kenaikan suhu 53 . Akibat dari sifat tersebut akan menimbulkan pergolakan/perpindahan massa air dalam perairan tersebut. sehingga menyebabkan keracunan dan kematian ikan secara masal.1. Hal ini disebabkan kondisi air yang anaerob (oksigen rendah) dan zatzat beracun dari dasar perairan akan naik kepermukaan air.2. Kekentalan ( Viscosity ) Molekul-molekul air mempunyai daya saling tarik menarik. Dasar perairan adalah merupakan akumulasi pengendapan mineral-mineral yang merupakan persediaan “nutrient” yang akan dimanfaatkan oleh mahluk hidup (yang pada umumnya tinggal didaerah permukaan air karena mendapatkan sinar matahari yang cukup). dan ditandai dengan angka 100. Sifat air ini mengakibatkan pada perairan didaerah yang beriklim dingin yang membeku perairannya hanya pada bagian atasnya saja sedangkan pada bagian bawahnya masih berupa cairan sehingga kehidupan organisme akuatik masih tetap berlangsung. mineral-mineral tersebut akan di absorbsi oleh dasar perairan . baik secara vertikal maupun horizontal. Kepadatan (density/berat jenis) Pada suhu 4 °C (3. Menurut kesepakatan para ahli fisika.1. sehingga kalau suhu air naik. es tersebut akan terapung. demikian juga kalau suhunya lebih rendah dari 4 °C. Akan tetapi bila air membeku jadi es. aliran vertikal tidak banyak membawa keberuntungan. justru sebaliknya dapat mengendapkan mineral-mineral yang datang dari tempat lain kedasar perairan. Pada perairan yang oligotrof (cukup banyak mengandung mineral). Makin naik suhunya.1. Sifat air yang demikian itu. maka akan terjadi pelapisan-pelapisan suhu air pada danau atau perairan dalam. Sifat Fisik 3.95° C ) air murni mempunyai kepadatan yang maksimum yaitu 1 (satu). Parameter kualitas air 3. maka akan timbul gesekan-gesekan yang disebut dengan “gesekan intern dalam air“/ Viscosity.ikan dilapangan karena relatif mudah dilakukan. kekentalan air murni mempunyai nilai yang terbesar.2. lebih tinggi dari 4° C kepadatan/berat jenisnya akan turun.1.2. 3.

Hal tersebut tercapai secara sifat alam antara lain. setiap satuan volume air memerlukan sejumlah panas yang lebih banyak dari pada udara. Pada perairan dangkal akan menunjukkan fluktuasi suhu air yang lebih besar dari pada perairan yang dalam. Jika suhu tinggi. Agar suhu air suatu perairan berfluktuasi rendah maka perlu adanya penyebaran suhu. Viscosity ini akan berpengaruh terhadap proses pengendapan jasad renik (plankton). 3. Peningkatan suhu air mengakibatkan peningkatan viskositas. sebagai penggerak permindahan massa air. ada juga plankton yang menggantung dibawah permukaan air. air akan lebih lekas jenuh dengan oksigen dibanding dengan suhunya rendah. Tegangan Permukaan Molekul-molekul air mempunyai daya saling tarik menarik terhadap molekul-molekul yang ada.2. seperti kimbung akar dapat berjalan diatas permukaan air. N2. evaporasi dan volatisasi serta penurunan kelarutan gas dalam air seperti O2. ketinggian dari permukaan laut (altitude). Kisaran suhu air yang sangat diperlukan agar pertumbuhan ikanikan pada perairan tropis dapat berlangsung berkisar antara 25° C 32° C.1. 3. • Aliran vertikal dari air itu sendiri. • Penyerapan (absorbsi) panas matahari pada bagian permukaan air. Selain itu suhu air sangat berpengaruh terhadap jumlah oksigen terlarut didalam air. Suhu Air Air sebagai lingkungan hidup organisme air relatif tidak begitu banyak mengalami fluktuasi suhu dibandingkan dengan udara. sedang dipermukaan hanya terjadi gaya tarik menarik kesamping dan kedalam saja dan sifat itu yang menyebabkan timbulnya tegangan permukaan. Daya tarik menarik molekul air ini terjadi kesegala penjuru. CH4 dan sebagainya. Kisaran suhu tersebut 54 . CO2. aliran dan kedalaman air. Artinya untuk naik 1° C.3. sehingga molekul-molekul zat cair masih mempunyai daya “Kohesi “.2. Sedangkan organisme memerlukan suhu yang stabil atau fluktuasi suhu yang rendah. Dalam fase cair daya tarik menarik masih sedemikian besarnya.1° C terjadi penurunan viscosity 2%. Akibat adanya tegangan permukaan. hingga pada suhu 25° C viscositas turun menjadi setengahnya dari nilai viscosity pada suhu 0° C.1. penutupan awan. terjadi bila disuatu perairan (danau) terdapat lapisan suhu air yaitu lapisan air yang bersuhu rendah akan turun mendesak lapisan air yang bersuhu tinggi naik kepermukaan perairan. waktu dalam satu hari. Suhu air pada suatu perairan dapat dipengaruhi oleh musim. • Angin. lintang (latitude). maka binatang dan tumbuhan yang ringan.4. zat-zat dan benda-benda yang melayang didalam air. hal ini disebabkan panas jenis air lebih tinggi daripada udara. reaksi kimia.

Pelapisan ini terjadi karena suhu permukaan air lebih tinggi dibanding dengan suhu air dibagian bawahnya. Lapisan kedua disebut dengan lapisan termoklin yaitu lapisan tengah yang mempunyai penurunan suhu sangat tajam (dari 28° C menjadi 21° C ). Stratifikasi suhu pada kolom air dikelompokkan menjadi tiga yaitu pertama lapisan epilimnion yaitu lapisan sebelah atas perairan yang hangat dengan penurunan suhu relatif kecil (dari 32° C menjadi 28° C). Pada perairan yang tergenang yang mempunyai kedalaman air minimal 1. Respon tersebut dapat dilihat pada Tabel 3. Suhu air sangat berpengaruh terhadap proses kimia. sehingga kebutuhan oksigen oleh organisme akuatik itu berkurang. Lapisan ketiga disebut lapisan hipolimnion yaitu lapisan paling bawah dimana pada lapisan ini perbedaan suhu sangat kecil relatif konstan. Oleh karena itu bagi para pembudidaya ikan yang melakukan kegiatan budidaya ikan kedalaman air tidak boleh lebih dari 2 meter. sehingga dengan perubahan suhu pada suatu perairan akan mengakibatkan berubahnya semua proses didalam perairan.1 55 . Pada kolam yang kedalaman airnya kurang dari 2 meter biasanya terjadi stratifikasi suhu yang tidak stabil. Hal ini dilihat dari peningkatan suhu air maka kelarutan oksigen akan berkurang. Suhu air yang ideal bagi organisme air yang dibudidayakan sebaiknya adalah tidak terjadi perbedaan suhu yang mencolok antara siang dan malam (tidak lebih dari 5° C) . Dari hasil penelitian diketahui bahwa peningkatan 10° C suhu perairan mengakibatkan meningkatnya konsumsi oksigen oleh organisme akuatik sekitar 2 – 3 kali lipat. fisika dan biologi di dalam perairan.5 meter biasanya akan terjadi pelapisan (stratifikasi) suhu. Selain itu untuk memecah stratifikasi suhu pada wadah budidaya ikan diperlukan suatu alat bantu dengan menggunakan aerator/blower/ kincir air. Berdasarkan hasil penelitian suhu air sangat berpengaruh terhadap respon ikan dalam mengkonsumsi pakan yang diberikan selama berlangsung kegiatan budidaya.biasanya berlaku di Indonesia sebagai salah satu negara tropis sehingga sangat menguntungkan untuk melakukan kegiatan budidaya ikan. Stratifikasi suhu ini terjadi karena masuknya panas dari cahaya matahari kedalam kolom air yang mengakibatkan terjadinya gradien suhu yang vertikal.

Cahaya matahari didalam air berfungsi terutama untuk kegiatan asimilasi fito/tanaman didalam air. Jumlah cahaya yang diterima oleh phytoplankton diperairan asli bergantung pada intensitas cahaya matahari yang masuk kedalam permukaan air dan daya perambatan cahaya didalam air. Kecerahan merupakan ukuran transparansi perairan dan pengukuran cahaya sinar matahari didalam air dapat dilakukan dengan menggunakan lempengan/kepingan Secchi disk. Masuknya cahaya matahari kedalam air dipengaruhi juga oleh kekeruhan air 56 . Satuan untuk nilai kecerahan dari suatu perairan dengan alat tersebut adalah satuan meter. Pengaruh suhu air terhadap respon konsumsi pakan pada ikan Suhu air (°C) Mendekati 0 8 – 10 15 22 28 – 30 33 35 36 – 38 38 – 42 Respon konsumsi pakan Kondisi kritis minimal Tidak ada respon terhadap pemberian pakan Pemberian pakan berkurang 50% optimum Pemberian pakan optimum 50% optimum Pemberian pakan berkurang Tidak respon terhadap pemberian pakan Kondisi kritis minimal Sumber : Tucker and Hargreaves (2004) 3. kita dapat mengetahui sampai dimanakah masih ada kemungkinan terjadinya proses asimilasi didalam air. Oleh karena itu daya tembus cahaya kedalam air sangat menentukan tingkat kesuburan air. Dengan diketahuinya intensitas cahaya pada berbagai kedalaman tertentu.2.1.Tabel 3.5. Kecerahan dan kekeruhan air Kecerahan dan kekeruhan air dalam suatu perairan dipengaruhi oleh jumlah cahaya matahari yang masuk kedalam perairan atau disebut juga dengan intensitas cahaya matahari.1..

57 . Satu unit turbiditas Jackson Candler Turbidimeter dinyatakan dengan satuan 1 JTU (Jackson Turbidity Unit). Rendahnya kemampuan daya ikat oksigen b. Garam-garam yang ada di air payau atau air laut pada umumnya adalah Na. Pengertian salinitas yang lainnya adalah jumlah segala macam garam yang terdapat dalam 1000 gr air contoh. Berkurangnya batas pandang ikan c.6. Warna air (yang antara lain ditimbulkan oleh zat-zat koloid berasal dari daun-daun tumbuhan yang terektrak) Faktor-faktor ini dapat menimbulkan warna dalam air. Cl. NaCl. Salinitas dapat dilakukan pengukuran dengan menggunakan alat yang disebut dengan Refraktometer atau salinometer. Hal ini menyebabkan hamburan dan absorbsi cahaya yang datang sehingga kekeruhan menyebabkan terhalangnya cahaya yang menembus air. Satuan untuk pengukuran salinitas adalah satuan gram per kilogram (ppt) atau promil (o/oo). Pengertian salinitas yang sangat mudah dipahami adalah jumlah kadar garam yang terdapat pada suatu perairan.1. Ikan sulit bernafas karena insangnya tertutup oleh partikelpartikel lumpur 3. Air yang dapat digunakan untuk budidaya ikan selain harus jernih tetapi tetap terdapat plankton. Nilai salinitas untuk perairan tawar biasanya berkisar antara 0–5 ppt.2.(turbidity). Salinitas Salinitas adalah konsentrasi dari total ion yang terdapat didalam perairan. Air yang sangat keruh tidak dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan. Pengukuran kekeruhan suatu perairan dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut dengan Jackson Candler Turbidimeter dengan satuan unit turbiditas setara dengan 1 mg/l SiO2. Benda-benda halus yang disuspensikan (seperti lumpur dsb) b. KNO3 dan lainlain. sehingga efisiensi pakan rendah d. Definisi yang sangat mudah adalah kekeruhan merupakan banyaknya zat yang tersuspensi pada suatu perairan. perairan payau biasanya berkisar antara 6–29 ppt dan perairan laut berkisar antara 30–35 ppt. Hal ini dikarenakan salinitas ini merupakan gambaran tentang padatan total didalam air setelah semua karbonat dikonversi menjadi oksida. semua bromida dan iodida digantikan oleh chlorida dan semua bahan organik telah dioksidasi. Selera makan ikan berkurang. Jasad-jasad renik yang merupakan plankton c. Faktor-faktor kekeruhan air ditentukan oleh: a. karena air yang keruh dapat menyebabkan : a. Sedangkan kekeruhan menggambarkan tentang sifat optik yang ditentukan berdasarkan banyaknya cahaya yang diserap dan dipancarkan oleh bahan-bahan yang terdapat didalam perairan. MgSO4 yang menyebabkan rasa pahit pada air laut.

1. Air yang mengandung garam-garam pada kadar O2 yang rendah saja sudah dapat seimbang dengan udara lebih cepat. Dari gambaran tersebut. Ikan sebagai salah satu jenis organisme air juga membutuhkan oksigen agar proses metabolisme dalam tubuhnya berlangsung. Diffusi oksigen dari udara ke dalam air melalui permukannya. Oksigen terlarut adalah oksigen dalam bentuk terlarut didalam air karena ikan tidak dapat mengambil oksigen dalam perairan dari difusi langsung dengan udara. jika suhu air tinggi. Dalam kegiatan budidaya ikan sifat tersebut penting artinya. Satuan pengukuran oksigen terlarut adalah mg/l yang berarti jumlah mg/l gas oksigen yang terlarut dalam air atau dalam satuan internasional dinyatakan ppm (part per million). tergantung dari jumlah molekul-molekul zat (garam-garam) yang larut di dalam air (dalam satuansatuan tertentu). bila di bandingkan dengan air suling. sebab jumlah tersebut yang menentukan kemungkinan terbentuknya molekul-molekul dan menentukan pula jumlah banyaknya molekul-molekul gas yang meninggalkan air lagi. maka air itu dengan kadar oksigen yang rendah saja sudah dapat seimbang dengan udara.3. Air mengandung oksigen dalam jumlah yang tertentu. karena kandungan O2 didalam udara jauh lebih banyak. atau pemeliharaan ikan secara tertutup pada 58 . Artinya. yang terjadi karena adanya gerakan molekul-molekul udara yang tidak berurutan karena terjadi benturan dengan molekul air sehingga O2 terikat didalam air. air murni 1000 cc pada suhu kamar mengandung 7 cc O2.2. sedangkan udara murni suhu pada kamar mengundang 210 cc O2.2.2. sehingga penambahan oksigen lebih lanjut tidak akan meningkatkan oksigen terlarut dalam air. terutama dalam pengangkutan ikan hidup.makin rendah jumlah oksigen yang dapat di kandung/ di ikat oleh air. Oksigen Semua makhluk hidup untuk hidup sangat membutuhkan oksigen sebagai faktor penting bagi pernafasan. tergantung dari kondisi air itu sendiri. Oksigen yang dibutuhkan oleh ikan disebut dengan oksigen terlarut. • Kemungkinan bertubrukan molekul air di tentukan oleh suhu air. Sifat Kimia 3. Dari imbangan tersebut di atas dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut: • Tercapainya imbangan O2 di air dan di udara. pemeliharaan ikan di akuarium.2. Proses diffusi ini akan selalu terjadi bila pergerakan air yang mampu mengguncang oksigen. beberapa proses yang menyebabkan masuknya oksigen ke dalam air yaitu: 1. Menurut penelitian. Makin tinggi suhu air. maka air relatif mudah melepaskan O2 ke udara.

Sedangkan pada malam hari tanaman tersebut menggunakan O2 yang ada didalam air. 3. dasar demikian hanya dapat di tumbuhi bakteri yang anaerob saja. Menurut Brown (1987) peningkatan suhu 1o C akan meningkatkan konsumsi oksigen sekitar 10%. tumbuh- Tanaman air yang seluruh batangnya ada didalam air di waktu siang akan melakukan proses asimilasi. pemberian lampu.2. Diperairan umum. Hujan yang jatuh. Hubungan antara oksigen terlarut dan suhu dapat dilihat pada Tabel 3. yang mengakibatkan suhu air meningkat. • Dasar perairan yang bersifat mereduksi. Proses Asimilasi tumbuhan. dan akan menambah O2 didalam air. sehingga kemampuan air mengikat oksigen meningkat. pertama suhu air akan turun. akan menurunkan kemampuan air mengikat.Recyle Sistem. Pengambilan air O2 didalam air disebabkan oleh: • Proses pernafasan binatang dan tanaman air. Pada pengangkutan ikan sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari waktu suhu udara masih relatif rendah. kecuali itu dengan aliran air. 2. selanjutnya bila volume air bertambah dari gerakan air. akibat jatuhnya air hujan akan mampu meningkatkan O2 di dalam air. • Proses pembongkaran (menetralisasi) bahan-bahan organik. kelarutan oksigen semakin berkurang. 4. Pada pemeliharaan ikan diakuarium atau pada tempat yang terbatas.secara tidak langsung akan meningkatkan O2 di dalam air. yang dapat menimbulkan hasil pembakaran. yang menggambarkan bahwa semakin tinggi suhu. sehingga goncangan airnya yang terjadi akan mampu meningkatkan difusi 02 kedalam air. pemasukan oksigen ke dalam air terjadi karena air yang masuk sudah mengandung oksigen. mengakibatkan gerakan air yang mampu mendorong terjadinya proses difusi oksigen dari udara ke dalam air. 59 .

Hubungan antara kadar oksigen terlarut jenuh dan suhu pada tekanan udara 760 mm Hg (Cole.84 6. Kadar oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan dapat ditentukan dengan dua cara yaitu dengan cara titrasi atau dengan menggunakan alat ukur yang disebut dengan DO meter (Dissolved Oxygen). 1983) Kadar Oksigen terlarut (mg/l) 14.41 Suhu ( C) o Suhu ( C) o Suhu ( C) o 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Kadar oksigen terlarut dalam suatu wadah budidaya ikan sebaiknya berkisar antara 7 – 9 ppm.47 9.43 7. jumlah CO2 harus cukup. tetapi bila jumlah CO2 melampaui batas akan 60 .2.2.2. Bagian air yang banyak mengandung CO2 adalah didasar perairan. Karbondioksida Karbondioksida merupakan salah satu parameter kimia yang sangat menentukan dalam kegiatan budidaya ikan. Untuk kegiatan asimilasi bagi tumbuh-tumbuhan.73 6.09 8.14 11.22 13.08 9.51 6. 3.54 Kadar Oksigen terlarut (mg/l) 10. Konsentrasi oksigen terlarut ini sangat menentukan dalam akuakultur.77 12.78 10. baik tumbuh-tumbuhan renik maupun tumbuhan tingkat tinggi.97 Kadar Oksigen terlarut (mg/l) 7.30 7.95 6.18 7. Karbondioksida yang dianalisis dalam kegiatan budidaya adalah karbondioksida dalam bentuk gas yang terkandung di dalam air.69 7.56 7.58 8.11 12. Sumber gas CO2 didalam air adalah hasil pernafasan oleh binatang-binatang air dan tumbuhtumbuhan serta pembakaran bahan organik didalam air oleh jasad renik.28 9.87 9.06 6.2.46 13.Tabel 3.56 11.84 11.45 12.83 7.62 14.31 10.83 13.66 9.26 8.91 8.62 6.74 8. Gas CO2 memegang peranan sebagai unsur makanan bagi semua tumbuhan yang mempunyai chlorophil.11 7.29 11. karena ditempat itu terjadi proses pembakaran bahan organik yang cukup banyak.03 10.42 8.

CO2 yang digunakan oleh organisme dalam air. sehingga pH perairan dipakai sebagai salah satu untuk menyatakan baik buruknya sesuatu perairan. maka mineral dalam air tidak akan ditemukan. tapi pH idealnya 7.2.kritis bagi kehidupan binatangbinatang air. pada kadar 20 ppm sudah merupakan racun bagi ikan dan mematikan ikan jika kelarutan oksigen didalam air kurang dari 5 ppm (5 mg/l). Pada perairan perkolaman pH air mempunyai arti yang cukup penting untuk mendeteksi potensi produktifitas kolam. Ikan rawa seperti sepat siam (Tricogaster pectoralis). untuk ikan lunjar kesan pH 5-8 . mempunyai kapasitas produksi yang baik. Nilai pH asam tidak baik untuk budidaya ikan dimana produksi ikan dalam suatu perairan akan rendah. Dengan meningkatnya CO2. sedangkan pada pH basa juga tidak baik untuk kegiatan 61 . tetapi juga bersifat racun. yaitu logaritma negatif dari kepekatan ion-ion H yang terlepas dalam suatu perairan dan mempunyai pengaruh besar terhadap kehidupan organisme perairan. Andaikata kedalam kolam itu kemudian kita bubuhkan bahan organik seperti pupuk kandang. Air yang agak basa.ikan karper (Cyprinus carpio) dan gurami. bila yang bebas sudah habis.2. Pada perairan yang tidak mengandung bahan organik dengan cukup. dapat mendorong proses pembongkaran bahan organik dalam air menjadi mineral-mineral yang dapat diasimilasikan oleh tumbuhtumbuhan (garam amonia dan nitrat). Klasifikasi nilai pH dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu : • Netral : pH = 7 • Alkalis (basa) : 7 < pH < 14 • Asam : 0 < pH < 7 Derajat keasaman suatu kolam ikan sangat dipengaruhi oleh keadaan tanahnya yang dapat menentukan kesuburan suatu perairan. mula-mula adalah CO2 bebas. sehingga pada level tertentu akan berbahaya bagi kehidupan binatang air. biasanya berkisar antara 7 – 8. pupuk hijau dsb dengan cukup. maka O2 dalam air juga ikut menurun. tetapi kurang mengandung garam-garam bikarbonat yang dapat melepaskan kationnya. air akan melepaskan CO2 yang terikat dalam bentuk Calsium bikarbonat maupun Magnesium bikarbonat. tidak dapat hidup pada pH 4-6. pH Air pH (singkatan dari “ puisance negatif de H “ ). Kadar CO2 yang bebas didalam air tidak boleh mencapai batas yang mematikan (lethal). pH air itu sendiri harus mantap dulu (tidak banyak terjadi pergoncangan pH air). maka mineral-mineral yang mungkin terlepas juga tidak akan lama berada didalam air itu. sepat jawa (Tricogaster tericopterus ) dan ikan gabus dapat hidup pada lingkungan pH air 4-9.2. 3.3. Air yang banyak mengandung persediaan Calsium atau Magnesium bikarbonat dalam jumlah yang cukup. Pengaruh CO2 yang terlalu banyak tidak saja terhadap perubahan pH air. Pada pH netral sangat baik untuk kegiatan budidaya ikan. Untuk menciptakan lingkungan air yang bagus.

5 • • • • 4.0 • • • 5. untuk jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3.budidaya.3.0 supaya pengaruh OH yang rendah bisa ditiadakan. biomassa dan produktivitas masih belum mengalami perubahan berarti Algae hijau berfilamen mulai nampak pada zona literal Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis plankton. Tabel 3. pada waktu sore hari air kehabisan CO2 untuk asimilasi pH air menjadi tinggi. sehingga pH yang sedianya akan turun dapat dicegah.0 • • • Pengaruh Umum Keanekaragaman plankton dan benthos mengalami sedikit penurunan Kelimpahan total.5 – 6. 2000) Nilai pH • 6. biomassa dan produktivitas tak mengalami perubahan Penurunan nilai keanekaragaman plankton dan benthos semakin nampak Kelimpahan total. Pada pengangkutan tertutup upaya mencegah penurunan pH air dapat ditambahkan larutan buffer seperti Na2HPO4 . Dengan demikian waktu pengangkutan ikan 62 . Kondisi pH ini akan sangat penting artinya pada pengangkutan ikan hidup secara tertutup dengan pemberian gas O2.5 – 5.5-6. Pengaruh pH terhadap komunitas biologi perairan (Effendi. waktu air banyak mengandung CO2.0 – 6. pH air rendah.5 masih dapat diperbaiki dengan menambahkan kapur dalam jumlah yang cukup. perifiton dan benthos semakin besar Penurunan kelimpahan total dan biomassa zooplankton dan benthos Algae hijau berfilamen semakin banyak Proses nitrifikasi terhambat Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis plankton.3. kelebihan CO2 hasil pernafasan ikan yang diangkut tidak jadi masalah.5 • • 5.0 – 5. perifiton dan benthos semakin besar Penurunan kelimpahan total dan biomassa zooplankton dan benthos Algae hijau berfilamen semakin banyak Proses nitrifikasi terhambat Air kolam yang pH nya bergoncang antara 4. Pengaruh pH pada perairan dapat berakibat terhadap komunitas biologi perairan. sehingga penurunan pH air tidak akan terlalu buruk bagi ikan. sebab CO2 itu senantiasa masih berkesempatan menjadi seimbang dengan udara terbuka diatasnya. Agar pH nya dapat dinaikan menjadi 8. Pada pengangkutan ikan hidup secara terbuka. Pada umumnya pada pagi hari.

Seng (Zn). Potassium (K). Sulphur (S).2. selanjutnya pH air mempunyai kecenderungan untuk turun lagi. kadar Ca yang terkandung dalam air . Yodium (I) dan Nikel (Ni). Berdasarkan proses tersebut diatas.4. apabila terbentuk gas CO2 yang banyak didalam air maka mula-mula pH air mempunyai kecenderungan untuk turun akan tetapi dengan segera gas CO2 yang berkeliaran bebas itu akan diikat oleh CaC03 yang sulit larut dalam air tadi. Sebaliknya. Senyawa kalsium carbonat (CaCO3) yang tidak dapat larut 2. pada daun-daun tanaman air dsb. Unsur Ca didalam air membentuk dua macam senyawa yaitu: 1. 3. Mangan (Mn). maka daya menyanggah air terhadap pergoncangan pH menjadi besar. Florin (F). Sehingga jumlah CO2 bebasnya akan berkurang. Senyawa kalsium bicarbonat atau kalsium hidrogen karbonat (Ca(HCO3)2) yang dapat larut dalam air. akan tetapi pada saat yang bersamaan Ca(HCO3)2 yang larut dalam air itu akan pecah menurut persamaan sebagai berikut: Ca (HCO3)2 Ca CO3 + H2O + CO2 menjadi berkurang. Diperairan 63 Sehingga dalam air itu terjadi pembentukan CO2 yang baru. Proses terjadinya penyanggahan asam didalam air adalah sbb: Kalau dalam suatu perairan. sehingga kecenderungan pH untuk turun dapat disanggah. Magnesium (Mg). pergoncangan pH dari yang tinggi ke pH rendah dapat disanggah oleh unsur calsium yang terdapat dalam air asli itu sendiri. Diperairan asli. Tembaga (Cu). zat besi (Fe). Apabila suatu perairan kadar calsium dalam bentuk Ca(HCO3)2 cukup tinggi.2. Metode penentuan pH air dapat menggunakan alat pH meter atau dengan menggunakan kertas indikator pH. Sodium (Na). Bahan Organik dan garam mineral dalam air Mineral merupakan salah satu unsur kimia yang selalu ada dalam suatu perairan. maka mula-mula pH air akan naik. beberapa jenis mineral antara lain adalah Kalsium (Ca).dapat diupayakan lebih panjang. akibatnya pH air mempunyai kecenderungan untuk naik. Menurut persamaan reaksi: CaCO + CO2 + H2O Ca (HCO3)2. Pospor (P). Kalcium bikarbonat yang terbentuk pada pemecahan itu akan mengendap berupa endapan putih didasar perairan. Faktor yang menentukan besar kecilnya kemampuan penyanggah pergoncangan asam (pH) adalah banyaknya Ca (HCO3)2 di dalam air. Proses imbangan pH dapat dituliskan dengan reaksi sebagai berikut : Ca (HCO3)2 CaCO3 + CO2 + H2O Jadi jumlah Ca (HCO3 )2 dalam air merupakan salah satu unsur dari baik buruknya perairan sebagai lingkungan hidup. CO2 terambil.

Proses pembongkaran itu juga dipengaruhi oleh suhu air. 64 . Jenis gas beracun lainnya yang berasal dari pembongkaran bahan organik adalah gas metana. dan sebagai hasilnya timbullah gas CO2. cacing tubifex. Bila suasana perairan anaerob. menyisa sebagai detritus di dasar perairan. Bila gas Metana ini berhubungan dengan O2 dalam air sekelilingnya. Bahan-bahan organik yang mengendap di dasar perairan yang dangkal dapat dimakan secara langsung oleh berbagai macam binatang benthos (binatang yaang hidup didasar perairan) seperti siput vivipar javanica. hasil pembongkaran itu adalah alkohol dan lebih lanjut lagi menjadi asam cuka (asam asetat ) oleh bakterium aceti. maka protein-protein yang menang mengandung belerang dapat dibongkar oleh bakteri anaerob (diantaranya adalah Bakterium vulgare). larva chironomaus dan sebagainya. Pembongkaran dalam suasana anaerob juga dapat dilakukan oleh ragi (Saccharomyces). Bagian-bagian dari pada lumpur organik demikian yang tidak dapat dicernakan. Gas Metana ( CH4 ) adalah gas yang bersifat mereduksi dan dikenal sebagai gas rawa. maka air itu akan berkurang O2. Metana itu timbul pada proses pembongkaran hidrat arang dari bahan organik yang tertimbun dalam perairan. Pembongkaran bahan organik dilakukan oleh jasad renik yang terdapat didalam air.6 mg/ l sudah dapat membunuh ikan Cyprinus carpio dalam beberapa jam saja. Di alam mineral tersebut berasal dari air yang masuk. Pembongkaran bahan organik ada yang dilakukan secara anaerob (tidak memerlukan oksigen). Gas itu merupakan limiting factor/ faktor pembatas bagi kesuburan perairan.umum mineral yang diperlukan oleh phytoplakton senantiasa diperoleh dari pembongkaran bahan-bahan organik sisa dari tumbuhan dan binatang yang sudah mati. Jumlah bahan organik yang terdapat dalam suatu perairan dapat digunakan sebagai salah satu indikator banyak tidaknya mineral yang dapat dibongkar kelak. Pada umumnya jasad renik ini menghendaki perairan yang pHnya 7 sedikit mendekati basa. Bila suasana air tetap anaerob maka asam-asam karboksilat direduksikan lebih lanjut menjadi Metana. Kandungan bahan organik dalam air sangat sulit untuk ditentukan yang biasa disebut dengan kandungan total bahan organik (Total Organic Matter/TOM). air berwarna kehitaman. Hidrat arang dalam suasana anaerob mulamula dibongkar menjadi asam-asam karboksilat. Hasil pembongkaran tersebut adalah gas hidrogen sulfida (H2S) dan ditandai bau busuk. Bahan organik yang larut didalam air belum dapat dimanfaatkan oleh binatang air secara langsung. atau adanya penambahan pupuk buatan. Untuk mencegah timbulnya H2S dalam kolam biasanya kolam yang akan digunakan untuk budidaya ikan harus dilakukan pengolahan tanah dasar dan pengeringan. Kandungan H2S .

Reaksi tersebut sebagai berikut: 2NH3 + 3O2 2HNO2 + H2O Bila perairan tersebut cukup mengandung kation-kation maka asam nitrit yang terbentuk itu dengan segera dapat dirubah menjadi garam-garam nitrit.2. Bila keadaan perairan semakin buruk. bakterium nitroxus menjadi nitrogennitrogen bebas. COOH + NH3 + CO2 Berdasarkan reaksi kimia tersebut dapat diperlihatkan bahwa kolam yang dipupuk dengan pupuk kandang/hijau yang masih baru dalam jumlah banyak dan langsung ditebarkan benih ikan kedalam kolam.NH2. reaksinya sebagai berikut: 2NaNO2+O2 2NaNO3 Garam-garam nitrit itu penting sebagai mineral yang diasimilasikan oleh tumbuh-tumbuhan hijau untuk menyusun asam amino kembali dalam tubuhnya. reaksinya sebagai berikut: 5 C6H12O0 + 24 HNO3 24 H2 CO3 + 6 CO3 +18 H2O +12 N2 Agar supaya phitoplankton dapat tumbuh dan berkembang biak dengan subur dalam suatu perairan. Sedangkan nitrogen organik adalah nitrogen yang berasal bahan berupa protein. phitoplankton itu selanjutnya menjadi bahan makanan bagi organisme yang lebih tinggi. menurut persamaan reaksinya adalah: R.2. Bila kadar NH3 hasil pembongkaran bahan organik di dalam air terdapat 65 . oleh bakteri Nitrobacter atau Nitrosomonas.5.3. bersama dengan 1 mg/l P dan 1 mg/l K. Pembongkaran itu akan menghasilkan suatu gas CO2 bebas. ammonium (NH4). CH. Bahan organik yang berasal dari binatang yang telah mati akan mengalami pembusukan mineral yang terlepas dan utama adalah garam-garam nitrogen (berasal dari asam amino penyusun protein). Nitrat (NO3) dan molekul Nitrogen (N2) dalam bentuk gas. Nitrit (NO2). paling sedikit dalam air itu harus tersedia 4 mg/l nitrogen (yang diperhitungkan dari kadar N dalam bentuk nitrat). sehingga O2 dalam air sampai habis. garam-garam nitrit itu selanjutnya dikerjakan lebih lanjut menjadi garam-garam nitrit. asam amino dan urea. Nitrit tersebut pada suatu saat dapat dibongkar lebih lanjut oleh bakteri denitrifikasi (yang terkenal yaitu Micrococcus denitrifikan). Proses pembusukan tadi mula-mula terbentuk amoniak (NH3) sebagai hasil perombakan asam amino oleh berbagai jenis bakteri aerob dan anaerob. Nitrogen anorganik dapat berupa ammonia (NH3). Nitrogen Nitrogen didalam perairan dapat berupa nitrogen organik dan nitrogen anorganik. biasanya akan terjadi mortalitas yang tinggi pada ikan karena kebanyakan gas CO2 . maka secara perlahan proses pembongkaran bahan organik akan diambil oleh bakteri lain yang terkenal ialah Nitrosomonas menjadi senyawa nitrit. COOH +O2 R. untuk menbentuk protoplasma itu selanjutnya tergantung pada nitrit.

00 14.95 1. maka air tersebut disebut “sedang mengalami pengotoran (Pollution)”. tetapi jika dalam bentuk amonium tidak begitu berbahaya pada media akuakultur.60 0.35 3.50 2.68 37.77 13.5 mg/l merupakan batas maksimum yang lazim dianggap sebagai batas untuk menyatakan bahan air itu “unpolluted”.73 2.2 26oC 0.50 2.6 8.55 10.29 85.6 9.84 56. yang disebabkan proses pembongkaran protein terhenti sehingga tidak terbentuk nitrat sebagai hasil akhir.22 19.2 9. Batas letal akan tercapai pada kadar 5 mg/l.69 5.27 2.84 Kadar amonia yang dapat mematikan ikan budidaya jika dalam 66 .20 19.64 37.75 13.8 10.75 30oC 0.dalam jumlah besar.10 1.33 70.80 32oC 0.57 87. Menurut Boyd (1988). Pada tabel tersebut memperlihatkan daya racun ammonia yang akan meningkat dengan meningkatnya kadar pH dan suhu terhadap organisme perairan termasuk ikan.42 27.88 7. terdapat hubungan antara kadar ammonia total dengan ammonia bebas pada berbagai pH dan suhu yang dapat dilihat pada Tabel 3.36 3.71 48.65 63. Persentase (%) ammonia bebas (NH3) terhadap ammonia total (Boyd.2 7. 1988) pH 7.6 7. Ikan masih dapat hidup pada air yang mengandung N 2 mg/l.12 76.0 10.45 33.13 4.76 49.82 90.56 28oC 0.4.2 8.68 5.4. Tabel 3.4 9.46 27.25 85.02 60.85 90.0 9.8 9.72 8.30 67.52 11.23 52.71 8.72 4.83 30.52 91.38 70.05 92.8 8.70 1.96 24.00 3.95 1.39 83.68 41.4 8.96 60.72 79.68 89. Kadar N dalam bentuk NH3 dipakai juga sebagai indikator untuk menyatakan derajat polusi.67 79.81 1.24 6.4 7.0 7.41 16.79 73. Di perairan kolam nitrogen dalam bentuk amonia sangat beracun bagi ikan budidaya.58 93.98 21.0 8.63 81. Kadar 0. Amonia yang ada dalam wadah budidaya dapat diukur dan biasanya dalam bentuk ammonia total.90 44.

industri dan limpasan pupuk pertanian. pertumbuhan. Kadar amonia yang tinggi ini diakibatkan adanya pencemaran bahan organik yang berasal dari limbah domestik. hasil dan efisiensi pakan) dipengaruhi secara negatif. Berdasarkan Effendi (2000) Nilai alkalinitas berkaitan jenis perairan yaitu perairan dengan nilai alkalinitas kurang dari 40 mg/l CaCO3 disebut sebagai perairan lunak (Soft water).3 ppm.2 mg/l (ppm). perairan dengan alkalinitas yang rendah (misal kurang dari 15 mg/l) tidak diinginkan dalam akuakultur karena : • Perairan tersebut sangat asam sehingga performansi produksi ikan (Kesehatan umum dan kelangsungan hidup. Alkalinitas dan kesadahan Alkalinitas menggambarkan jumlah basa (alkali) yang terkandung dalam air. tingkat pemupukan ekstensif dan pemupukan intensif. • Pada tanah-tanah asam dapat menyerap fosfor yang akan mereduksi efek pemupukan pada tingkat produksi akuakultur sistem ekstensif. • Fluktuasi pada pH dan faktorfaktor yang berhubungan dapat menyebabkan ketidakstabilan mutu air yang dapat menyebabkan ikan stres. • Produksi phytoplankton dibatasi oleh ketidakcukupan CO2 dan HCO3 yang cenderung menyebabkan rendahnya kelarutan oksigen dan bisa mengakibatkan kematian plankton.2. 3.1 – 0. Oleh karena itu dalam kolam pemeliharaan ikan sebelum digunakan dilakukan proses pengapuran dengan menggunakan beberapa jenis batu kapur yang 67 . Alkalinitas juga disebut dengan Daya Menggabung Asam (DMA) atau buffer/penyangga suatu perairan yang dapat menunjukkan kesuburan suatu perairan tersebut.2. Untuk meningkatkan kandungan alkalinitas total pada kolam pemeliharaan ikan dapat digunakan kapur pertanian. Sedangkan kesadahan menggambarkan kandungan Ca. sedangkan perairan yang nilai alkalinatasnya lebih dari 40 mg/l CaCO3 disebut sebagai perairan keras (Hard water). Oleh karena itu sebaiknya kadar amonia didalam wadah budidaya ikan tidak lebih dari 0. Menurut Schimittou (1991). Total alkalinitas biasanya selalu dikaitkan dengan pH karena pH air ini akan menunjukkan apakah suatu perairan itu asam atau basa. Mg dan ion-ion yang terlarut dalam air. sedangkan alkalinitas total adalah konsentrasi total dari basa yang terkandung dalam air yang dinyatakan dalam ppm setara dengan kalsium karbonat.wadah budidaya mengandung 0.6. Perairan dengan nilai alkalinitas yang tinggi lebih produkstif daripada dengan perairan yang nilai alkalinitasnya rendah. • Pada tingkat pH yang ekstrem dapat menyebabkan kondisikondisi stres masam pada pagi hari dan kondisi stres alkalin pada senja hari.

Dalam peraturan tersebut dibuat kriteria kualitas air berdasarkan golongan yaitu Golongan A adalah kriteria kualitas air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu.2. Golongan B adalah kriteria kualitas air yang dapat digunakan sebagai air baku air minum. benthos dan perifiton sebagai organisme air yang hidup di perairan dan dapat digunakan sebagai pakan alami bagi ikan budidaya. Berdasarkan ukurannya. Plankton pada umumnya sangat peka terhadap perubahan lingkungan hidupnya (suhu.03 . 3. salinitas. pH. gerakan air. Kelimpahan plankton yang terdiri dari phytoplankton dan zooplankton sangat diperlukan untuk mengetahui kesuburan suatu perairan yang akan dipergunakan untuk kegiatan budidaya. Plankton sebagai organisme perairan tingkat rendah yang melayang-layang di air dalam waktu yang relatif lama mengikuti pergerakan air. tanggal 5 Juni 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air. Macroplankton (masih dapat dilihat dengan mata telanjang/ biasa/tanpa pertolongan mikroskop). 2.04 mm). Nannoplankton atau microplankton (dapat lolos dengan plankton net diatas). Golongan D adalah kriteria kualitas air yang dapat digunakan untuk 68 . cahaya matahari dll) baik untuk mempercepat perkembangan atau yang mematikan.disesuaikan dengan kualitas tanah dasar kolam pemeliharaan. Golongan C adalah kriteria kualitas air yang dapat digunakan untuk keperluan Perikanan dan Peternakan. Berdasarkan tempat hidupnya dan daerah penyebarannya. Pengukuran Kualitas air Budidaya Ikan Parameter kualitas air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan di Indonesia sudah dibuat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1990. 3.3.0. plankton dapat merupakan : • Limnoplankton (plankton air tawar/danau) • Haliplankton (hidup dalam air asin) • Hypalmyroplankton (khusus hidup di air payau) • Heleoplankton (khusus hidup dalam kolam-kolam) • Petamoplankton atau rheoplankton (hidup dalam air mengalir. plankton dapat dibedakan sebagai berikut : 1. sungai) 3.3. Sifat Biologi Parameter biologi dari kualitas air yang biasa dilakukan pengukuran untuk kegiatan budidaya ikan adalah tentang kelimpahan plankton. Kajian secara detail dari ketiga aspek tersebut akan dibahas pada Bab 6. Netplankton atau mesoplankton (yang masih dapat disaring oleh plankton net yang mata netnya 0.

dapat dimanfaatkan untuk usaha perkotaan. 5.2 Ket.02 0. 13. Satuan Kadar maksimum 0.06 6–9 0. 6. 8. 16.0 Keterangan : Bq : Bequerel 69 .1 0. 4.5 0.5. sebagai N Oksigen terlarut (DO) pH Selenium Seng Sianida Sulfida sebagai H2S Tembaga Timbal Kimia organik BHC DDT Endrin Fenol Minyak dan lemak Organofosfat dan karbonat Senyawa aktif biru (Surfaktan) peraturan tersebut kriteria kualitas air untuk perikanan dapat dilihat pada Tabel 3.001 1 0. Parameter Kimia Anorganik Air raksa Ammoniak bebas Arsen Fluorida Kadmium Klorin bebas Kromium. 2.01 0. 14. Berdasarkan Tabel 3. 9. 10. 11.004 0. 15.003 0.keperluan pertanian.05 0.03 0.02 0.02 0. Kriteria kualitas air Golongan C No.002 0. 2. 2.05 0. 6. 7. 5.1 1. 7. 3. industri dan pembangkit listrik tenaga air.5. 3. valensi 6 Nitrit.002 0.002 0. 1. 4. mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l >3 metilen 1.02 1 1.21 0. Radioaktivitas Aktivitas Alfa (Gross Alpha Activity) Aktivitas beta (Gross Beta Activity) Bq/l Bq/l 0. 12. 1.

Debit air Aspek Kimia Oksigen terlarut Karbondioksida pH Alkalinitas Kesadahan Ammonia H2S Nitrit Nitrat Phosphat Aspek Biologi Kelimpahan Plankton Kelimpahan Benthos Kelimpahan Perifiton 1. 7.5 – 5 l/dt 5 – 6 ppm Max 25 ppm 6. 2. Peralatan Pengukuran 1. 8.5 ppm < 0. 9. 2. 3.5 – 8 50 – 500 ppm CaCO3 3 – 15 dH < 1. 4.6.Berdasarkan Tabel 3. Parameter kualitas air untuk budidaya ikan dan peralatan pengukuran yang dapat digunakan.2 ppm 0 – 1.5 ppm < 0. 3.02 ppm Sesuai kebutuhan No.6. Tabel 3. Parameter kualitas air itu dapat dilakukan pengukuran dengan menggunakan beberapa peralatan pengukuran. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3. 70 . DO meter/Metode Winkler CO meter/Metode Titrasi pH meter/Kertas Lakmus dH meter Spektrofotometer Spektrofotometer Spektrofotometer Spektrofotometer Spektrofotometer Planktonnet/ Haemocytometer Ekman Dredge Peralatan-peralatan yang dapat digunakan untuk mengukur parameter kualitas air dapat dilihat pada Gambar . 3. 10. Aspek Fisik Suhu Kecerahan Kekeruhan Salinitas Termometer Secchi Disc Turbiditymeter Salinometer/ Refraktometer Current meter 5. 1.12. 5. 6. Parameter Nilai kisaran untuk Budidaya Ikan 20 – 30 oC > 10 cm 25 – 400 JTU Air tawar 0 – 5 o/oo Air payau 6 – 29 o/oo Air tawar 30 – 35 o/oo Air deras 50 l/dt Air tenang 0.1 sampai dengan Gambar 3.6 diatas tersebut jika akan melakukan kegiatan budidaya ikan maka harus dilakukan pengukuran beberapa parameter kualitas air pada air yang akan digunakan untuk budidaya. 3.1 ppm < 0. 4. 2.

DO meter 71 .4. Secchi disc Gambar 3.1. Flow meter Gambar 3. Refraktometer Gambar 3.3.6.2. Termometer Gambar 3.5. Salinometer Gambar 3.Gambar 3.

Kertas lakmus Gambar 3. Haemocytometer Gambar 3.12.11 Ekman dredge Gambar 3. Spektrofotometer 72 .10.7. Planktonnet Gambar 3.Gambar 3.8.9. pH meter Gambar 3.

pemeliharaan larva dan benih ikan. 4. SELEKSI INDUK Seleksi induk merupakan tahap awal dalam kegiatan budidaya ikan yang sangat menentukan keberhasilan produksi. Dalam bab ini akan dibahas beberapa materi yang terkait dalam proses pengembangbiakan ikan antara lain adalah seleksi induk. pemijahan.BAB IV. masa reproduksi dan waktu pertama kali dilakukan pemijahan sampai usia produktif. Hal-hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh para pembudidaya ikan dalam melakukan seleksi induk agar tidak terjadi penurunan mutu induk antara lain adalah : • Mengetahui asal usul induk • Melakukan pencatatan data tentang umur induk. Tujuan 73 . Seleksi induk ikan budidaya dapat dilakukan secara mudah dengan memperhatikan karakter fenotipenya atau dengan melakukan program breeding untuk meningkatkan nilai pemuliabiakan ikan budidaya. Ikan yang akan dibudidayakan harus dapat tumbuh dan berkembang biak agar kontinuitas produksi budidaya dapat berkelanjutan. pembesaran ikan dan pemanenan. penetasan telur. PENGEMBANGBIAKAN IKAN Pengembangbiakan ikan meru- pakan salah satu kegiatan dari proses budidaya ikan. Oleh karena itu dengan melakukan seleksi ikan yang benar akan dapat memperbaiki genetik ikan tersebut sehingga dapat melakukan pemuliaan ikan.1. Di Indonesia saat ini belum ada tempat sebagai pusat induk ikan yang menjamin keunggulan setiap jenis ikan. Induk ikan yang unggul akan menghasilkan benih ikan yang unggul. Dengan melakukan seleksi induk yang benar akan diperoleh induk yang sesuai dengan kebutuhan sehingga produktivitas usaha budidaya ikan optimal. Induk ikan yang unggul pada setiap kegiatan usaha budidaya ikan dapat berasal dari hasil budidaya atau menangkap ikan di alam. • Melakukan seleksi induk berdasarkan kaidah genetik • Melakukan pemeliharaan calon induk sesuai dengan proses budidaya sehingga kebutuhan nutrisi induk terpenuhi. Seleksi ikan bertujuan untuk memperbaiki genetik dari induk ikan yang akan digunakan. Karakteristik induk yang unggul untuk setiap jenis ikan sangat berbeda. • Mengurangi kemungkinan perkawinan sedarah Untuk meningkatkan mutu induk yang akan digunakan dalam proses budidaya maka induk yang akan digunakan harus dilakukan seleksi.

Seleksi ikan yang paling mudah dilakukan oleh para pembudidaya ikan adalah melakukan seleksi fenotipe dibandingkan dengan seleksi genotipe. Sifat ini dikendalikan oleh satu atau beberapa gen dan sedikit atau tidak dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Produktivitas dalam budidaya ikan dapat ditingkatkan dengan beberapa cara yaitu : 1. 2. Dengan bertambahnya jumlah penduduk sepanjang tahun dan jumlah lahan budidaya yang tidak akan bertambah jumlahnya. seleksi fenotipe kualitatif adalah seleksi ikan berdasarkan sifat kualitatif seperti misalnya warna tubuh. Seleksi menurut Tave (1995) adalah program breeding yang memanfaatkan phenotipic variance (keragaman fenotipe) yang diteruskan dari tetua kepada keturunannya. 2. Keragaman fenotipe merupakan penjumlahan dari keragaman genetik. 74 . Program intensifikasi dalam bidang budidaya ikan dapat dilakukan antara lain adalah : 1. Intensifikasi yaitu meningkatkan produktivitas hasil dengan meningkatkan hasil persatuan luas dengan melakukan manipulasi terhadap faktor internal dan eksternal. maka untuk meningkatkan produktivitas budidaya masa yang akan datang lebih baik menerapkan budidaya ikan yang intensif dengan memperhatikan aspek ramah lingkungan. Seleksi merupakan aplikasi genetik dimana informasi genetik dapat digunakan untuk melakukan seleksi. keragaman lingkungan dan interaksi antara variasi lingkungan dan genetik. Rekayasa faktor eksternal yaitu lingkungan hidup ikan dan pakan. pola sisik ataupun bentuk tubuh dan bentuk punggung dan sebagainya yang diinginkan. 3. Seleksi fenotipe dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu seleksi fenotipe kualitatif dan seleksi fenotipe kuantitatif. Rekayasa faktor eksternal dan internal yaitu menggabungkan antara kedua rekayasa eksternal dan internal. Rekayasa faktor internal yaitu melakukan rekayasa terhadap genetik ikan pada level gen misalnya transgenik. Ekstensifikasi yaitu meningkatkan produktivitas hasil budidaya dengan memperluas lahan budidaya. Menurut Tave (1986). Oleh karena itu agar dapat memperoleh produktivitas yang tinggi dalam budidaya ikan harus dilakukan seleksi terhadap ikan yang akan digunakan. contoh yang sudah dapat diaplikasikan adalah budidaya ikan pada kolam air deras dan membuat pakan ikan ramah lingkungan. Fenotipe kualitatif ini merupakan sifat yang tidak dapat diukur tetapi dapat dibedakan dan dikelompokkan secara tegas. Androgenesis. level sel misalnya dengan melakukan transplantasi sel. Poliploidisasi. level kromosom misalnya Gynogenesis. tipe sirip.dari pemuliaan ikan ini adalah menghasilkan benih yang unggul dimana benih yang unggul tersebut diperoleh dari induk ikan hasil seleksi agar dapat meningkatkan produktivitas.

daya hidup. sehingga ada urutan gradasi dari yang rendah sampai yang tinggi (kontinu). Menurut Yatim (1996). Dalam bab ini akan dibahas semua program breeding tersebut sehingga dalam budidaya ikan akan diperoleh hasil baik induk dan benih yang unggul. Karakter kualitatif adalah karakter yang dapat dilihat ada atau tidaknya suatu karakter. Berhubung dengan banyaknya gen yang menumbuhkan karakter maka dibuat dua kelompok karakter yaitu karakter kualitatif dan karakter kuantitatif. atau satu gen saja. Untuk mendapatkan induk ikan yang unggul dilakukan program seleksi dengan menerapkan beberapa program pengembangbiakan antara lain dengan kegiatan selective breeding.Sedangkan seleksi fenotipe kuantitatif adalah seleksi terhadap penampakan ikan atau sifat yang dapat diukur. dikendalikan oleh banyak pasang gen dan dipengaruhi oleh lingkungan. Karakter ini tidak dapat diukur atau dibuat gradasi (diskontinyu). Hasil yang akan diperoleh adalah induk yang terseleksi yang mempunyai 75 . Adapun ciri-ciri atau parameter yang dapat diukur antara lain adalah panjang tubuh. Selective breeding Selective breeding adalah suatu program breeding yang mencoba untuk memperbaiki nilai pemuliabiakan (breeding value) dari suatu populasi dengan melakukan seleksi dan perkawinan hanya pada ikan-ikan yang terbaik.1. monoseks/seks reversal atau kombinasi beberapa program breeding. hibridisasi/outbreeding/ crossbreeding. kandungan lemak.1. genotipe menentukan karakter sedangkan lingkungan menetukan sampai dimana tercapai potensi itu. 4. Fenotipe adalah bentuk luar atau bagaimana kenyataannya karakter yang dikandung oleh suatu individu atau fenotipe adalah setiap karakteristik yang dapat diukur atau sifat nyata yang dipunyai oleh organisme. persentase daging. Karakter kuanlitatif ditentukan ole satu atau dua gen saja sedangkan karakter kuantitatif disebabkan oleh banyak gen (tiga atau lebih). Dengan melakukan seleksi maka akan menghasilkan suatu karakter yang mempunyai nilai ekonomis penting dan karakter fenotipe yang terbaik sesuai dengan keinginan para pembudidaya. bobot. Karakter diatur oleh banyak macam gen. Yang dimaksud dengan karakter itu adalah sifat fisik dan psikis bagian-bagian tubuh atau jaringan. Fenotipe tidak bisa melewati kemampuan atau potensi genotipe. protein. Fenotipe merupakan hasil interaksi antara genotipe dan lingkungan serta interaksi antara genotipe dan lingkungan serta merupakan bentuk luar atau sifatsifat yang tampak. Sedangkan karakter kuantitatif adalah karakter yang dapat diukur nilai atau derajatnya. inbreeding. fekunditas dan lain sebagainya. Induk yang unggul akan menghasilkan benih yang unggul sehingga dengan memelihara benih unggul proses budidaya akan menguntungkan dengan melihat laju pertumbuhan ikan yang optimal sehingga produktivitas budidaya ikan akan meningkat.

dan pada ikan budidaya ada juga yang melakukan perkawinan dimana satu jantan hanya membuahi satu induk betina. Seleksi individu/massa 2. jaring. Seleksi ini merupakan teknik seleksi yang paling sederhana dengan biaya lebih murah dibandingkan seleksi lainnya. maka anak-anak yang dihasilkan dari bapak yang sama dengan induk betina yang berbeda ini disebut dengan saudara tiri sebapak. Hal ini dikarenakan pada seleksi individu hanya memerlukan fasilitas dan peralatan sedikit (kolam. hapa dan lain-lain). Seleksi within family sebaiknya diterapkan untuk seleksi pertumbuhan pada ikan . ternyata seleksi within family lebih efisien hasilnya dibandingkan dengan seleksi individu atau between family. 1995).15. Induk yang baik secara alami dapat dihasilkan melalui seleksi secara ketat dan tepat terhadap sekelompok ikan. diantara ketiga teknik seleksi yaitu seleksi individu. Seleksi famili dapat diterapkan untuk ikan jika nilai heritabilitas ikan tersebut lebih kecil atau sama dengan 0. Seleksi famili adalah seleksi dengan mempergunakan performans dari saudaranya baik saudara tiri sebapak (half sib) atau saudara sekandung (full sib). pencatatan data lebih singkat sehingga akan lebih mudah dilakukan. Cara ini dilakukan merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi adanya perbedaan umur akibat tidak terjadinya proses pemijahan secara serempak. sehingga semua famili akan terwakili. 76 . Seleksi famili merupakan alternatif seleksi yang dapat dilakukan apabila pengaruh lingkungan sulit dikontrol. Seleksi individu dapat diterapkan pada ikan nila jika nilai heritabilitas ikan nila ini lebih besar dari 0. waktu pemijahan harus bersamaan dan culling top 5 – 10% (Tave. Seleksi famili Pada ikan teknik seleksi dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu seleksi massa/individu dan seleksi famili. pengalaman menunjukan bahwa untuk mendapatkan induk 50 ekor yang sesuai kriteria diperlukan 2000 ekor calon induk. karena masing-masing famili dipelihara pada kolam terpisah dan ikan dengan pertumbuhan terbaik dipilih dari masing-masing famili. Dalam seleksi famili ada dua jenis seleksi yaitu seleksi dalam famili (within-family) dan seleksi diantara famili (between family). Seleksi massa/individu adalah seleksi yang dilakukan dengan memilih individuindividu dengan performan terbaik. Selective breeding menurut Tave (1995) dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : 1.25.karakteristik lebih baik dari populasi sebelumnya. Saudara tiri sebapak adalah keluarga (famili) yang dibentuk oleh sekelompok anak yang berasal dari satu bapak dengan beberapa induk betina (Half sib). karena pada ikan satu induk jantan dapat membuahi lebih dari satu induk betina. seleksi within family dan between family. Sedangkan setiap keluarga/famili yang berasal dari satu bapak dengan satu induk disebut saudara sekandung (full sib). Dari hasil penelitian pada ikan nila. Seleksi induk secara individu ini disebut juga dengan seleksi massa.

Selain itu dalam tabel tersebut terdapat istilah asynchronous spawning. Menurut Tave (1995) perbandingan strategi keuntungan serta kerugian dari seleksi individu (A). seleksi within family (B) dan seleksi between family (C) dapat dilihat pada Tabel 4.1 tersebut ada huruf h2. yang berkisar antara 0 – 1. panjang standar.Pada saat akan membudidayakan ikan setiap pembudidaya harus sudah memahamii karakter fenotipe setiap individu ikan yang akan dibudidayakan dengan memperhatikan ciri-ciri morfologinya. Nilai heritabilitas dinotasikan dengan angka. Nilai heritabilitas ini dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu rendah mempunyai nilai antara 0–0. medium mempunyai nilai antara 0. Nilai heritabilitas satu berarti karakter yang diwariskan kepada keturunannya seluruhnya diakibatkan oleh keragaman genetik tidak ada pengaruh lingkungan. contohnya pada ikan salmon. Karakter morfometrik adalah bentuk tubuh dari setiap ikan budidaya seperti panjang total tubuh. panjang kepala.1. jumlah jari-jari sirip dubur.1–0. tinggi badan dan lain-lain. synchronous spawning kelompok dan asynchronous spawning. jumlah jari-jari sirip punggung.3 – 1. istilah ini merupakan salah satu kelompok strategi dalam reproduksi ikan dimana ada tiga strategi reproduksi ikan yaitu synchronous spawning. jumlah vertebrae dan jumlah tulang rusuk. Dengan memahami karakterkarakter yang harus dipunyai oleh induk ikan yang unggul berdasarkan karakteristik setiap jenis ikan. huruf ini berarti heritabilitas. Synchronous spawning berarti proses pemijahan ikan dalam reproduksi dilakukan dengan cara semua telur dipijahkan dan induk ikan akan mati. Synchronous spawning kelompok adalah kelompok ikan yang dapat memijah berkali-kali tetapi pemijahannya ini masih 77 . jumlah jari-jari lemah sirip perut.3 dan tinggi mempunyai nilai antara 0. Ciri-ciri morfologi setiap ikan budidaya yang harus diamati adalah karakter morfometrik dan karakter meristik. Dalam tabel 4. jumlah tapis insang pada lengkung insang bagian luar (gill racker). jumlah jari-jari lemah sirip dada. sedangkan karakter meristik yang dapat diukur antara lain adalah jumlah sisik pada linea lateralis. Nilai heritabilitas nol berarti karakter yang diwariskan kepada keturunannya seluruhnya diakibatkan oleh keragaman lingkungan tidak ada pengaruh genetik.1. Heritabilitas dapat dilakukan pengukuran yang bertujuan untuk mengetahui besarnya keragaman fenotipe yang diakibatkan oleh aksi genotipe atau menggambarkan tentang persentase keragaman fenotipe yang diwariskan dari induk kepada keturunannya.0.

mudah untuk menahan populasi breeding.15. Perbandingan strategi.15 dan mempengaruhi Ve individu daripada famili. C Memilih famili yang terbaik berdasarkan nilai rata-rata famili. Terbaik ketika h2 ≤ 0. dapat dilakukan dengan sedikit kolam. dapat digunakan dengan asynchronous spawning. sukar untuk menggabungkan 2-3 fenotipe. B Memilih individu yang terbaik dari setiap famili Moderatly expensive. ikan kecil dapat menjadi induk ikan yang terpilih. Sangat mahal. dapat dipergunakan ketika ikan harus dimatikan Kerugian Tidak efektif ketika h2 ≤ 0. 1985) Tipe A Strategi Memilih individu yang terbaik.1.Tabel 4.25. nilai individual tidak dipertimbangkan 78 .15 dan mempengaruhi Ve famili daripada individu. sedikit mahal daripada between famili. sukar untuk menggabungkan 2-3 fenotipe. sehingga sangat sukar untuk memilih ikan yang terbaik. membutuhkan banyak kolam. mudah untuk memelihara populasi breeding yang besar. seluruh ikan yang besar terseleksi. membutuhkan banyak data dan banyak data yang dikumpulkan.murah. membutuhkan banyak kolam. membutuhkan banyak data dan banyak data yang harus dikumpulkan. hubungan famili tidak penting Keuntungan Terbaik ketika h2 ≥ 0. keuntungan dan kerugian dari seleksi individu (A). asynchronous spawning dan menyebabkan masalah. relative mudah untuk menggunakan 2-3 fenotipe. ikan kecil dapat menjadi induk terpilih dapat mengakibatkan terjadinya inbreeding. data yang dibutuhkan sedikit jumlah data yang dikumpulkan sedikit Terbaik ketika h2 ≤ 0. seleksi within family (B) dan seleksi between family (C) (Tave.

misalnya ikan patin. 5. Melakukan pemijahan ikan dan mengamati pertumbuhan ikan dari setiap pasangan. dan akan diperoleh larva dan benih ikan. Kemudian proses selanjutnya dilakukan pemeliharaan sampai diperoleh kurva pertumbuhan dan lakukan pemilihan dari populasi individu sebanyak 5 – 10% dari populasi yang terbaik yang mempunyai ukuran tertinggi. ikan bawal. Dalam suatu usaha budidaya ikan jika akan melakukan program seleksi individu minimal harus mempunyai 25 pasang induk yaitu 25 ekor induk jantan dan 25 ekor induk betina. maka harus selalu dilakukan pemantauan pertumbuhan benih ikan tersebut. 3. 2. Benih ikan yang terpilih pada tahap ketiga tersebut dipelihara secara terpisah sebagai calon induk yang akan digunakan untuk proses pemijahan selanjutnya. Laju pertumbuhan yang tinggi pada populasi ikan budidaya akan meningkatkan produksi ikan yang dibudidayakan dan biasanya berkaitan dengan peningkatan dalam produksi pakan bila ikan yang dibudidayakan mengkonsumsi pakan buatan. 4. Lakukan kegiatan tersebut sampai empat generasi dan akan diperoleh calon induk yang telah terseleksi secara individu Berikut ini adalah contoh seleksi calon induk pada ikan nila meliputi beberapa kriteria yaitu : 79 . Membuat kurva pertumbuhan dari data pertumbuhan benih ikan dan lakukan pemanenan pada individu yang terbaik sebanyak 5–10% dari ukuran populasi yang tertinggi nilai pertumbuhannya. Dengan produktivitas yang tinggi dalam budidaya ikan maka pendapatan para pembudidaya ikan akan meningkat. Misalnya dari pemijahan satu pasang induk ikan diperoleh benih ikan sebanyak 200 – 300 ekor. contoh jenis ikan kelompok ini adalah ikan nila. Program selective breeding di lakukan untuk memperbaiki karakter fenotipe terutama laju pertumbuhan. Dari calon induk yang dipelihara pada tahap keempat akan diperoleh induk ikan yang dapat digunakan untuk proses pemijahan selanjutnya . Prosedur yang harus dilakukan bagi para pembudidaya yang akan melakukan seleksi individu dengan strategi memilih individu yang terbaik dalam suatu populasi adalah sebagai berikut : 1.tergantung pada musim pemijahan. Sedangkan asynchronous spawning adalah kelompok ikan yang dapat memijah berkali-kali dan tidak tergantung pada musim pemijahan karena proses perkembangan oositnya selalu ada. Dengan melakukan seleksi ikan berdasarkan selective breeding ini akan diperoleh individu ikan yang mempunyai karakter fenotipe terbaik sehingga dapat meningkatkan laju pertumbuhan pada saat dibudidayakan. Menurut Tave (1995) dalam program seleksi individu akan diperoleh induk yang unggul dengan melakukan perkawinan pada populasi terpilih sebanyak empat generasi.

misalnya dalam satu famili ada 2000 ekor maka jumlah sampel yang dihitung adalah 600 ekor.• • • • • • Tingkat pertumbuhan ikan. Pada ikan nila misalnya satu ekor induk betina menghasilkan 2000 – 3000 ekor. Melakukan pemeliharaan benih ikan pada setiap famili pada waring yang terpisah. calon induk mempunyai tingkat pertumbuhan yang paling cepat diantara kelompok ikan.8 bulan. Pada ikan nila dimana pemijahan dapat dilakukan dengan perbandingan jantan dan betina adalah 1 : 4 maka dalam perkawinan 8 jantan 5. 2. Melakukan pemijahan untuk ke 32 famili tersebut dan lakukan pengamatan intensif dan cermat setiap hari untuk mengamati pasangan-pasangan ikan yang sudah memijah. Waktu matang gonad induk berumur 7 . Pendederan dilakukan pada padat penbaran yang rendah untuk setiap famili pada kolam pendederan minimal 2 bulan. dengan berat badan rata-rata 300 gram per ekor untuk jantan dan 250 300 gram per ekor untuk betina. 3. sedang induk yang panjang badannya 20 cm menghasilkan 1500 butir telur). Menghitung jumlah ikan yang diperoleh dari hasil pendederan dan lakukan pengukuran berat dan panjang tubuhnya sebanyak 30% dari jumlah populasi setiap famili. Produktifitas dalam menghasilkan telur cukup tinggi (induk dengan panjang badan 6 cm dapat menghasilkan 200 telur. minimal jumlah famili yang harus dikumpulkan adalah 30 famili. yang dapat di identifikasikan dengan pertumbuhan bobot badan > 70 % dari jumlah pakan yang diberikan 3 . Melakukan pemilhan ukuran dari seluruh populasi dan ambil individu dari setiap famili yang mempunyai pertumbuhan yang 80 . 4. akan diperoleh famili sebanyak 32 yaitu 1 jantan dapat membuahi 4 betina sehingga satu jantan dapat membuat famili halfsib dan full sib sebanyak 32 famili fullsib dan 8 famili haflsib karena dari satu jantan akan dihasilkan empat keluarga fullsib maka 8 jantan akan ada 32 famili fullsib atau 8 famili halfsib. Warna ikan nila yang masih mempunyai tingkat kemurnian yang baik dapat di identifikasi dengan adanya warna garis hitam tegas dan jelas terletak secara horisontal di bagian tubuh ikan. 6. mata relatif besar. Prosedur yang dapat dilakukan oleh para pembudidaya ikan yang akan melakukan seleksi famili adalah sebagai berikut : 1. dan sisik teratur.5 % perhari dari bobot ikan. Melakukan pemeliharaan larva ikan pada setiap famili pada hapa yang terpisah dengan memberikan pakan dan pengelolaan kualitas air sesuai prosedur. Konversi pakannya baik. hitung jumlah benih yang dihasilkan dari setiap famili. Bentuk badan melebar. Menyiapkan ikan yang akan dipijahkan dari beberapa famili yang dimiliki.

Oleh karena itu untuk memperoleh induk ikan yang mempunyai kemampuan hidup yang tinggi sebaiknya dalam proses budidaya harus dilakukan perkawinan yang terseleksi. 7. udang. Hibridisasi atau persilangan merupakan suatu upaya untuk mendapatkan kombinasi antara populasi yang berbeda untuk menghasilkan keturunan yang memiliki sifat unggul. Individu yang mempunyai heterosigositas yang tinggi maka akan mempunyai fitness yang tinggi pula. Sedangkan crossbreeding atau hibridisasi merupakan program persilangan yang dapat diaplikasikan pada ikan. Outbreeding/Hibridisasi/ Crossbreeding Outbreeding adalah perkawinan antara individu-individu yang tidak sekerabat (berbeda induknya).1.terbaik. Pada jenis ikan nila wanayasa dapat diperoleh induk yang terseleksi secara famili dengan melakukan pemijahan ikan yang terpilih pada generasi ke tiga. Berdasarkan hal tersebut para ahli genetika perikanan membagai hibridisasi ke dalam dua macam yaitu : 1. 2. dimana dapat dilakukan striping telur dan sperma. kadang-kadang ada juga yang steril dan dapat menghasilkan strain baru (Rustidja. Outbreeding ini akan menghasilkan heterozigositas yang akan menguatkan individuindividunya terhadap perubahan lingkungan yang biasa disebut juga mempunyai fitnes yang tinggi.2. Hibridisasi akan mudah dilakukan apabila dapat dilakukan reproduksi buatan seperti halnya ikan mas dan ikan nila. kerang-kerangan maupun rumput laut. Hibridisasi adalah perkawinan antara spesies yang berbeda. Pada beberapa spesies ikan sangat berbeda untuk diperoleh induk unggulnya. 2005). Intraspecipik hibridisasi yaitu perkawinan dalam satu species. kurang lebih 8 minggu kemudian tentukan 50% dari populasi yang terbaik pertumbuhannya untuk dipelihara lebih lanjut menjadi calon induk dan sisanya dijual. 4. Interspecifik hibridisasi yaitu perkawinan antara spesies yang berbeda. Hasil dari program ini dapat menghasilkan individu-individu yang unggul. 8. Fitnes yaitu kemampuan relative pada organisma untuk bertahan hidup dan pemindahan gen untuk generasi berikutnya. Sisanya dibuang atau dijual sebagai ikan ukuran besar dan induk yang terpilih dapat dilakukan untuk seleksi induk selanjutnya dengan melakukan pemijahan massal. Hasil dari beberapa jenis ikan yang dilakukan persilangan biasanya 81 . Melakukan pemeliharaan pada kolam pembesaran ikan sampai ikan-ikan pada setiap famili berukuran induk dan lakukan pengukuran satu persatu pada setiap famili dan pilih sebanyak 20-30 ekor betina terbesar dan jantan terbesar sebanyak 10-20 ekor dari setiap famili. masih dalam satu varietas atau beda varietas. Selain itu ada defenisi lain dari hibridisasi yang sebenarnya tidak jauh berbeda.

1981). Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam produksi benih ikan hias baru-baru ini dari suatu populasi yakni persilangan antar varitas atau strain (hibridisasi intervaritas) yang memiliki tampilan morfologi dari spesies yang sama. Tipe sirip pada ikan dapat dilakukan persilangan antara ikan yang mempunyai sirip antara lain: • Ikan bersirip kumpay disilangkan dengan ikan bersirip normal • Ikan bersirip kumpay disilangkan dengan ikan yang ekornya membundar 3. Perolehan ikan hybrid sangat bergantung pada karakter dari induk. Disamping itu rata-rata ukuran morfometrik dan meristik dari ikan hibrid kebanyakan berada pada pertengahan (intermediate) diantara 82 . bentuk. Disamping itu. Hibridsasi intervaritas adalah mempersilangkan antara induk jantan dan induk betina yang berasal dari spesies yang sama namun minimal memiliki dua karakter fenotipe tampilan morfologi yang berbeda (Kirpichnikov. dimana dapat dilakukan persilangan antara ikan yang mempunyai warna antara lain : • Ikan warna tubuh Albino disilangkan dengan ikan berpigmen normal • Ikan berwarna kuning/merah/putih disilangkan dengan ikan berwarna hijau/biru/abu-abu • Ikan berwarna bintik disilangkan dengan ikan tanpa bintik 2.paling mudah memperhatikan karakter fenotipe kualitatif misalnya : 1. ukuran dan kelengkapan biologis lain yang melekat pada organ tubuh. Pola sisik pada ikan dapat dilakukan persilangan antara ikan yang mempunyai sisik antara lain: • Ikan bersisik bergaris disilangkan dengan ikan yang tidak mempunyai sisik • Ikan bersisik menyebar/kaca disilangkan dengan ikan yang bersisik penuh 4. karakter lain dari hasil persilangan antara varitas adalah fertile yakni dari masing-masing jenis kelamin masih tetap mampu untuk menghasilkan keturunan walaupun peluang dari benih keturunan tersebut cenderung memiliki karakter fenotipe tampilan morfologi yang bervariasi. Bentuk tubuh ikan Dalam kegiatan hibridisasi ini biasanya akan dihasilkan individu baru pada ikan konsumsi yang sudah dilakukan misalnya melakukan persilangan antara ikan nila hitam dengan ikan nila putih akan dihasilkan ikan nila yang berwarna tubuh ikan merah. menyatakan bahwa perbedaan yang paling menonjol yang digunakan dalam hibridisasi intervaritas adalah perbedaan warna. Kirpichnikov (1981). Warna tubuh. Waynorovich dan Horvarth (1980) menyatakan bahwa ikan hasil hibridisasi interspesies adalah steril. Pada umumnya jenis-jenis ikan hias yang dihasilkan oleh para pembudidaya ikan banyak yang diperoleh dari hasil persilangan. Hibridisasi merupakan persilangan antara varitas atau spesies yang secara morfologis memiliki perbedaan.

Tujuan dari penerapan sek reversal adalah menghasilkan populasi monoseks (tunggal kelamin). bentuk dan ukuran tubuh yang berbeda sehingga jumlah varitas akan lebih banyak.3. Hibridisasi didasarkan pada perbedaan tampilan morfometrik dan meristik. Cara ini dilakukan pada waktu menetas gonad ikan belum berdiferensiasi secara jelas menjadi jantan atau betina tanpa merubah genotipenya. ikan guppi (Poecilia reticulata) dan ikan maskoki (Carassius auratus). Jenis ikan konsumsi yang merupakan hasil persilangan balik adalah lele sangkuriang yang telah direlease oleh Menteri Perikanan dan Kelautan pada tahun 2004. Beberapa spesies ikan air tawar yang sering digunakan dalam kegiatan persilangan adalah spesiesspesies ikan yang memiliki varitas yang banyak dan memiliki karakter morfologi yang dapat dibedakan secara jelas seperti populasi spesies ikan hias yang terdiri dari spesies ekor pedang (Xyphophorus maculatus).nilai rata-rata meristik induk. Pengertian tentang persilangan ikan ini ada berbagai pendapat misalnya crossbreeding merupakan persilangan juga tetapi bukan persilangan seperti hibridisasi.1. adalah ikan mas (Cyprinus carpio). melainkan persilangan balik. Jenis ikan ini merupakan hasil persilangan balik antara ikan lele generasi ke dua dengan ikan lele generasi ke enam yang telah dibuat oleh Balai Besar Pengembangan Budidaa Air Tawar. Matsui (1935) menyatakan bahwa banyaknya varitas pada ikan maskoki merupakan akibat dari perkawinan antara mutan dengan induk asal atau antara mutan dengan mutan dari induk yang sama sehingga secara morfologi terdapat varitas ikan maskoki baru. Metode paling banyak dilakukan oleh petani ikan maskoki adalah hibridisasi karena disamping memiliki varitas yang banyak. Kirpichnikov (1981) menyatakan bahwa hasil perlakuan hibridisasi tidak hanya dilihat dari tampilan morfologi namun harus dilakukan pula pengukuran morfometrik dan meristik karena data yang diperoleh merupakan refleksi dari kekuatan penurunan karakter dari sumber gamet disamping kondisi lingkungan terjadi pada saat pembelahan sel mulai bekerja. Seks reversal Seks reversal (monosex) adalah suatu teknologi yang membalikan arah perkembangan kelamin menjadi berlawanan. ikan nila (Oreochromis niloticus) dan spesies ikan konsumsi lain karena disamping memiliki berbagai varitas juga keturunan hibrid telah mampu untuk dibudidayakan. morfometerik dan Hibridisasi merupakan metode yang digunakan dalam upaya memperoleh ikan keturunan baru. pada ikan keturunan sering diperoleh warna. 4. yang sangat bermanfaat dalam : 1. Mendapatkan ikan dengan pertumbuhan yang cepat Pada beberapa jenis ikan konsumsi ada beberapa jenis 83 . Sukabumi. Sementara pada spesies ikan konsumsi.

Mendapatkan penampilan yang baik Ikan yang dinikamati keindahan warna tubuhnya adalah ikan hias. Pada kelompok udang-udangan khususnya lobster untuk yang berjenis kelamin jantan mempunyai pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan betina. Induk ikan yang galur murni ini akan mempunyai gen yang homozigot sehingga untuk melakukan perkawinan pada induk yang homozigot tanpa mempengaruhi karakter jenis kelamin ikan tersebut dilakukan aplikasi seks reversal pada induk galur murni sehingga pemurnian gen itu masih tetap bertahan.ikan dimana pertumbuhan ikan jantan mempunyai pertumbuhan yang lebih cepat daripada ikan betina. misalnya ikan nila jantan mempunyai pertumbuhan lebih cepat pada ikan bentina. 2. ikan mas. Teknologi seks reversal dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu : 1. Menunjang genetika ikan yaitu teknik pemurnian ras ikan Pada kegiatan rekayasa genetika misalnya ginogenesi akan diperoleh induk ikan yang mempunyai galur murni. selain itu waktu yang dibutuhkan untuk memelihara ikan tersebut lebih cepat sehingga terjadi efisiensi biaya produksi dan keuntungan akan meningkat. Oleh karena itu bagi para pembudidaya yang akan memelihara jenis ikan tersebut dengan menggunakan populasi tunggal kelamin akan lebih menguntungkan dibandingkan jika memelihara ikan dengan populasi dua kelamin. Hormon disekresikan ke dalam darah kemudian disalurkan ke organ-organ yang menjalankan 84 . 4. Terapi hormon yaitu dengan menggunakan hormon steroid 2. seperti ikan nila. Rekayasa kromosom Teknologi seks reversal dengan rekayasa kromosom akan dibahas pada bab IX secara detail pada subbab ini akan dibahas teknologi seks reversal dengan menggunakan terapi hormon. Mencegah pemijahan liar Dalam kegiatan budidaya ikan jika memelihara ikan jantan dan betina dalam satu wadah budidaya maka tidak menutup kemungkinan ikan tersebut pada saat matang gonad akan melakukan pemijahan yang tidak diinginkan pada beberapa jenis ikan yang memijahnya sepanjang masa. Oleh karena itu jika yang dipelihara pada ikan hias adalah ikan jantan maka akan diperoleh hasil yang lebih menguntungkan karena nilai jualnya lebih mahal. tetapi pada jenis ikan lainnya yaitu ikan mas pertumbuhan ikan betinanya justru lebih cepat dibandingkan dengan ikan jantan. 3. Menurut Koolman & Rohm (2001) hormon adalah bahan kimia pembawa sinyal yang dibentuk dalam sel-sel khusus pada kelenjar endokrin. hampir semua jenis ikan hias yang berkelamin jantan mempunyai warna tubuh yang lebih indah dibandingkan dengan ikan bentinanya.

yaitu determinasi seks dan diferensiasi seks. atau sekumpulan gen yang bertanggungjawab terhadap pembentukan gonad. pada ikan hermaprodit setelah melewati rentang waktu tertentu. • Penentu seks poligenik (polifaktorial) adalah suatu sistem penentuan seks dimana terdapat gen penentu seks jantan dan betina epistatik (superior) yang berada pada autosom maupun heterokromosom. Uniseksualitas (unizexuality). yaitu sebelum gonad berdiferensiasi. Penentu seks merupakan sejumlah unsur genetik yang bertanggung jawab terhadap keberadaan gonad. Dalam perjalanannya teknik sex reversal telah mengalami beberapa perbaikan berawal dari perlakuan sex reversal yang baik dilakukan pada saat beberapa hari setelah menetas. Sedangkan pada teknik sex reversal perubahan jenis kelamin ikan sangat dipaksakan dengan membelokkan perkembangan gonad menjadi jantan atau betina dengan proses penjantanan (maskulinisasi) atau pembetinaan dengan (feminisasi). serta perilaku pada individu jantan dan betina. Berdasarkan tipe reproduksinya. Sistem kromosom determinasi seks betina atau jantan XX/XY. fungsi hormon hanya mempercepat proses perubahan tersebut. Sel-sel sasaran pada organ sasaran memiliki reseptor yang dapat mengikat hormon. sedangkan diferensiasi seks bertanggung jawab pada perkembangan yang nyata dari kedua jenis gonad (seks genotipe). gonad secara alamiah akan berubah menjadi jenis kelamin yang berlawanan. yaitu jantan dan betina. yaitu kedua jenis kelamin berada pada individu yang sama. sehingga informasi yang diperoleh dapat diteruskan ke sel-sel akhirnya menghasilkan suatu respon. Teknik sex reversal berbeda dengan hermaprodit. yaitu spesies yang semua individunya betina Ekspresi atau perwujudan seks bergantung pada dua proses. fungsional. ikan dapat dibagi menjadi tiga tipe. Hermaprodit (hermaphroditism). Teknik sex reversal mulai dikenal tahun 1937 ketika estradiol 17β disintesis untuk pertama kalinya. yaitu memiliki jenis kelamin yang terpisah 2. Hormon lipofilik masuk kedalam sel dan bekerja pada inti sel. yang merupakan pewarisan seks atau heterokromosom. Gonokhorisme (gonochorism). Pesan hormon disampaikan pada sel-sel sasaran menurut dua prinsip yang berbeda. Kedua proses tersebut secara bersamasama bertanggung jawab pada timbulnya dua kemungkinan morfologi. 3. yaitu : • Kromosom. yaitu : 1.fungsi-fungsi regulasi tertentu secara fisiologik dan biokimia. Determinasi seks bertaggung jawab pada seks genetik (seks genotipe). terus berkembang hingga penerapanyang dilakukan pada induk yang sedang bunting. sedangkan hormone hidrofilik bekerja pada membran sel. 85 . Terdapat tiga model penentu seks yang dapat diterapkan pada ikan.

Hormon ini memberikan efek perubahan dari jantan menjadi betina (feminisasi). hal ini dapat terjadi karena pada beberapa jenis ikan (lele amerika) terdapat suatu zat yang menyerupai enzim aromaterase sehingga hormon 17α metiltestosteron yang masuk ke dalam tubuh terlebih dahulu dikonversi menjadi estradiol 17β dan berfungsi sebagai hormon sehingga terjadi penyimpangan hingga 100%. Oral Metoda oral adalah metode pemberian hormon melalui mulut yang dapat dilakukan dengan pemberian pakan alami maupun pakan butan. androstendion. terutama suhu media selama perkembangan larva. efisiensi. Cara yang dilakukan adalah dengan mencampur hormon 17 α metyltestoesteron secara merata dengan pakan dengan dosis disesuaikan jenis ikan yang akan diaplikasikan. Jenis-jenis hormon steroid yang dapat digunakan dalam terapi hormon antara lain adalah : 1. estriol atau ethynil estradiol. esteron. melibatkan interaksi antar genotipe dan lingkungan. Upaya pengontrolan proses diferensiasi seks dilakukan dengan pemberian steroid seks dari luar tubuh (eksogenous) pada ikan yang belum berdiferensiasi. Ikan-ikan hasil sex reversal pada umumnya mengalami perubahan kelamin yang bersifat permanen dan berfungsi normal. Pada sex reversal terkadang terjadi penyimpangan ekstrim yang dialami. yang terjadi terlebih dahulu pada betina dan kemudian baru terjadi pada jantan. Estrogen (hormon betina) : Estradiol-17 β. sebaliknya pada diferensiasi seks pada jantan ditandai dengan muculnya spermatoonia serta pembentukan sistem vaskular pada testis. Hormon ini memberikan efek perubahan dari betina menjadi jantan (maskulinisasi). 2. Proses diferensiasi seks adalah suatu proses perkembangan gonad ikan menjadi suatu jaringan yang definitif (pasti). Gonad ikan pada saat baru menetas masih berupa benang yang sangat halus dan belum berdiferensiasi menjadi jantan atau betina. Proses diferensiasi seks pada betina ditandai dengan meiosis oogonia dan/atau perbanyakan sel-sel somatik membentuk rongga ovari. Cara pemberian hormone dalam teknologi seks reversal dapat dilakukan dengan beberapa cara antara alin adalah : 1. Pemberian hormon 86 . kemungkinan polusi dan biaya. hormon dilarutkan dalam pelarut polar seperti alkohol.• Penentu seks oleh lingkungan. Dalam penerapan sex reversal dengan menggunakan terapi hormon dapat diberikan beberapa cara yang didasarkan pada efektifitas. Androgen (hormon jantan) : Testoteron. Pada pakan buatan. 17 α-Methyl Testoteron. Pemberian steroid seks sebaiknya diberikan sebelum muncul tanda-tanda diferensiasi gonad dengan menggunakan hormon estrogen atau androgen. Hormon steroid secara alamiah terlibat dalam proses diferensiasi seks.

Metode ini dapat diaplikasikan pada embrio. Selanjutnya pakan yang telah tercamput hormon dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan di simpan di dalam lemari pendingin 2. dan lama perendaman tergantung dosis hormon yang diaplikasikan. Kemudian larutan hormon dicampurkan dengan pakan buatan berupa pellet serbuk dengan cara menyemprotkan larutan hormon secara merata kepermukaan pakan dengan menggunakan sprayer. Sedangkan kelemahan metoda oral ini adalah pada awal pemberian pakan. Setelah tercampur dengan merata. yaitu dengan cara merendamkan larva ikan ke dalam larutan air yang mengandung 17 α metyltestoesteron dengan dosis 1. pemberian akriflavin dengan dosis 15 mg/kg pakan dengan frekwensi pemberian pakan 3 – 4 kali sehari menghasilkan 89% ikan jantan dengan survival rate 88%. Secara detail teknik tentang bioenkapsulasi ini dijelaskan secara detail pada bab VII. Kelemahan cara ini adalah obat atau hormone terlau jauh mengenai target gonad. Perendaman juga dapat dilakukan pada umur larva yang telah habis kuning telurnya. larva perlu menyesuaikan jenis pakan buatan sehingga apabila pakan tidak segera dimakan maka kemungkinan besar hormon akan tercuci kedalam media budidaya. namun lebih hemat pada penggunaan hormone. Perendaman yang dilakukan pada fase embrio dilakukan pada saat fase bintik mata mulai terbentuk.pada pakan alami dapat dilakukan dengan teknik bioenkapsulasi. Menurut Muhammmad Zairin Jr. (2002). Dengan pencampuran hormon pada pakan juga sangat efisien dalam pemakaian dosis hormon dan kemudahan memperoleh pakan ikan.0 gram/liter air. dan pada larva ikan yang masih belum mengalami diferensiasi jenis kelamin (sex). Perendaman (dipping/bathing) Metoda perendaman (dipping). pakan dibiarkan di udara terbuka di tempat yang tidak terkena sinar matahari (di angin-anginkan) agar alkohol dapat menguap. dimana semakin banyak dosis hormon maka semakin singkat waktu perendaman dan demikian juga sebaliknya. mengatakan bahwa berdasarkan penelitian sampai saat ini teknik penghormonan melalui oral paling banyak digunakan para pembudidaya ikan karena hasil yang diperoleh lebih dari 95 sampai 100% bila dibandingkan dengan perendaman yang menghasilkan 70 – 80%. karena dinggap embrio telah kuat dalam menerima perlakuan. Selanjutnya Anonim. Prinsip kerja pencampuran hormon pada pakan yakni hormon dilarutkan dan diencerkan dalam alkohol. karena ada anggapan pada stadia ini gonad masih berada 87 . (2001).

Uji progeni ini untuk menentukan apakah ikan yang telah ditreatment tersebut sudah berubah kelamin.(Anonim. Metode asetokarmin Identifikasi gonad dengan metode asetokarmin dilakukan hanya untuk keperluan penelitian. 2001). Larva yang dipergunakan dalam penerapan teknologi sex reversal ini adalah larva yang berumur antara 5 – 10 hari setelah menetas atau pada saat tersebut panjang total larva berkisar antara 9. Terdapat dua metode yang digunakan dalam identifikasi jenis kelamin.0 sampai 13 mm . Hal ini biasanya berhubungan dengan kesesuaian dosis yang diberikan. antara lain adalah : 1. karena ikan harus dimatikan terlebih dahulu untuk diambil gonadnya. Gonad yang sudah terambil diletakkan pada gelas objek dan diberi larutan asetokarmin 2 – 3 88 . dimana ikan dengan umur serta ukuran seperti tersebut di atas secara morfologis masih belum mengalami diferensiasi kelamin. Larutan ini dibuat dengan cara melautkan 0. Perlu diperhatikan bahwa pengubahan jantanisasi (maskulinisasi) kadang-kadang menunjukkan penyimpangan seperti ditemukan individu yang memiliki bakal testis dan sekaligus bakal ovari. Pemeriksaan gonad dilakukan dengan cara membedah ikan terlebih dahulu yang kemudian diambil gonadnya secara hatihati.6 g bubuk karmin didalam 100 ml asam asetat 45%. kemudian disaring dengan kertas saring dan disimpan dalam botol yang tertutup rapat pada suhu ruang. 3. Selain itu mungkin saja dijumpai individu yang steril/abnormal karena gonadnya tidak dapat berkembang. Perendaman induk betina yang sedang bunting juga merupakan salah satu alternative pada metode dipping namun harus dipertimbangkan efektifitas dan efesiensinya sehingga induk yang direndam sebaiknya indukinduk yang berukuran kecil. Suntikan/implantasi Metode suntikan atau implantasi ini biasanya hanya dapat dilakukan pada ikan yang berukuran dewasa.pada fase labil sehingga mudah dipengaruhi oleh rangsangan luar. maka harus dilakukan uji progeni. Setelah dilakukan aplikasi teknologi seks reversal pada individu ikan. Proses penyuntikan dilakukan pada bagian punggung ikan dengan dosis yang disesuaikan dengan jenis dan ukuran ikan. Asetokarmin adalah larutan pewarna yang digunakan untuk mewarnai jaringan gonad. Larutan dididihkan selama 2 – 4 menit kemudian didinginkan. Menurut Zairin Jr (2002) Secara umum dosis yang terlalu tinggi akan mendorong sterilitas dan dosis yang terlalu rendah akan mendorong sex reversal yang tidak sempurna sehingga bakal testis dan ovari dapat dijumpai pada saat bersamaan. Kelemahannya adalah efektifitas hormone berkurang karena jauh mengenai target gonad.

2. larva dan pemberian pakan. 2. perendaman larva untuk rainbow dan pemberian pakan. bak plastik. wadah perlakuan yang berupa akuarium dengan ukuran yang menyesuaikan dengan kepadatan ikan yang akan diberi perlakuan. dan batu aerasi.tetes. Wadah-wadah yang digunakan yang mendasar adalah wadah pemeliharaan induk dapat berupa kolam semen atau bak-bak plastik. selang sipon. baskom yang digunakan sebagai wadah dalam pembuatan ramuan pakan. spuit suntik sebagai alat untuk mengambil larutan hormon dan botol gelas yang berwarna gelap sebagai wadah pelarutan hormon dengan alcohol. perendaman induk untuk ikan guppy. Aplikasi seks reversal telah berhasil dilakukan pada beberapa jenis ikan berdasarkan hasil penelitian antara lain adalah : 1. Wadah yang dapat digunakan untuk melakukan teknik sex reversal antara lain adalah akuarium. spuit suntik sebagai alat untuk mengambil larutan hormon dan botol gelas yang berwarna gelap sebagai wadah pelarutan hormon dengan alcohol 89 . hand sprayer digunakan untuk menyemprotkan larutan hormon dalam pakan. baskom plastik sebagai wadah perendaman induk atau larva. aerator. tetra kongo dan rainbow trout dengan menggunakan metode perendaman embrio untuk ikan cupang dan tetra kongo. Langkah awal dalam melakukan seks reversal adalah menyiapkan wadah yang akan digunakan. kemudian dicincang dengan pisau skalpel sampai halus. Peralatan yang digunakan pada teknik sex reversal adalah peralatan lapangan pemeliharaan ikan yang berupa seser. selang aerasi. sendok kayu digunakan untuk mengaduk dan meratakan larutan hormon. dengan perendaman embrio. Cara ini apat dilakukan pada ikan-ikan yang memiliki dimorfisme seksual yang jelas antara jantan dan betina. cupang. Wadah untuk teknik sex reversal dapat dikelompokan berdasarkan kebutuhan dan jenis metode yang akan digunakan. Ikan hias : ikan guppy. untuk melakukan teknik sex reversal juga diperlukan peralatan dalam perlakuan melalui pakan yaitu. Ikan konsumsi : nila dan mas. bak fiber. Peralatan yang akan digunakan sebaiknya disanitasi terlebih dahulu dengan menggunakan larutan desinfektan atau sabun cuci untuk menghindari ikan yang akan dipelihara dari hama penyakit yang kemungkinan terbawa pada wadah. aerator sebagai penyuplai udara. Selain peralatan lapangan. Sedangkan peralatan yang diperlukan pada perlakuan melalui rendaman antara lain. bak semen. Metode morfologi Identifikasi kelamin dengan pengamatan morfologi adalah cara terhemat karena tidak harus mematikan ikan yang akan diamati. lalu tutup dengan gelas penutup dan siap diamati di bawah mikroskop. dan wadah pemeliharaan larva.

Diskusikan secara berkelompok tentang prosedur pembuatan pakan berhormon Pembuatan larutan perendaman Aplikasi seks reversal pada ikan guppy bertujuan untuk menghasilkan ikan berjenis kelamin jantan. atau dapat juga disimpan dalam reprigrator (+ 4o C) 10. selanjutnya hitunglah jumlah populasi larva. Larutkanlah hormon tadi ke dalam alkohol tersebut sebanyak 10 ml ( 1mg/ml). Siapkanlah larutan alkohol dengan konsentrasi 70% sesuai dengan kebutuhan. 8. Siapkanlah hormon yang akan digunakan sesuai kebutuhan. 9. Campurlah larutan hormon dengan pakan dengan cara menggunakan hand sprayer disemprotkan secara merata pada pakan. 4. Timbanglah biomassa larva yang akan diberi perlakuan penghormonan yaitu dengan cara mengambil dan menimbang beberapa sampel untuk kemudian hasil penimbangan sampel dibagi dengan jumlah rata-rata larva sampel untuk mendapatkan berat rata-rata larva.Bahan-bahan yang harus disediakan antara lain hormon 17α metiltestosteron atau estradiol 17β sesuai dengan kebutuhan dan tujuan sex reversal. 3. dosis penghormonan 40 mg/kg pakan. Simpanlah hormon yang sudah dianginkan pada kantong plastik yang berwarna gelap dengan ditutp rapat-rapat baik sebelum maupun sesudah dipakan. maka timbanglah hormon sebanyak 10 mg. Timbanglah pakan yang dibutuhkan untuk larva sesuai dengan dosis yang sudah ditentukan (Feeding rate 30 – 40% per bobot biomassa/hari) dikalikan selama 10 hari pemberian pakan. Untuk menghilangkan alkohol anginanginkanlah pakan tersebut sampai bau alkoholnya sudah tidak menyengat lagi. lalu simpan dalam botol berwarna gelap (tidak bening). pakan alami atau buatan (bila melalui metode oral) dan air bersih yang telah diendapkan selama 12 – 24 jam sebagai media perendaman (bila menggunakan metode dipping) Pembuatan pakan berhormon Dalam aplikasi seks reversal dengan metode oral melalui pemberian pakan berhormon maka dosis hormon yang digunakan akan sangat spesifik untuk jenis ikan tertentu. Tangkaplah larva ikan yang akan diberikan perlakuan dari kolam/bak pemijahan 2. Pilihlah larva yang masih berumur di bawah 10 hari dengan melihat kriteria yang sesuai dengan ciri-ciri yang sudah ditentukan. 5. Dalam prosedur ini akan dibuat pakan berhormon untuk jenis ikan nila. lalu kalikan dengan berat rata-rata larva untuk mendapatkan berat total larva. Misalnya jumlah kebutuhan pakan 250 gram. 6. alcohol sebagai pelarut hormon. Adapun prosedur yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Pada 90 . 7.

dosis yang digunakan adalah 2 mg/l air dan lama perendaman selama 12 jam sampai 24 jam pada induk ikan yang sedang bunting dan memberikan hasil 100% jantan. selama 10 – 15 hari. menghasilkan 71 – 90% betina • Ikan mas : 100 mg/kg pakan selama 36 hari. 3. 5.ikan guppy jenis kelamin jantan mempunyai warna dan bentuk tubuh yang lebih indah dibandingkan dengan ikan betina. 4. kemudian tuangkan hormon kedalam wadah berisi 10 liter air pemeliharaan . hasilnya 95-100% jantan • Ikan guppy. Pada metode perendaman. beri aerasi dan siap untuk digunakan. pada suhu 20 – 25 oC. umur 21-28 hari. Masukkan induk tersebut kedalam larutan hormon dan rendam selama 24 jam. hasil 100% jantan • Congo tetra fase bintik mata.5 ml larutan alkohol 70%. 20 mg/liter media selama 8 jam. hasil 89% jantan • Betta splendens/cupang fase bintik mata. Teknik seks reversal pada ikan guppy dapat dilakukan dengan dua metode yaitu perendaman induk dan pemberian pakan berhormon. hasil 85% jantan 91 . Pindahkan induk ikan guppy yang telah direndam ke dalam akuarium dan amati proses kelahiran anak dan hitung jumlah anak yang dihasilkan 6. 2002). 1-2 mg/liter media selama 24 jam pada betina bunting. peliharalah anak yang dihasilkan sampai berumur 2-3 bulan dan diidentifikasi jenis kelaminnya secara morfologis dan histologis. 25 mg/liter media selama 8 jam. selama 10-15 hari pada betina bunting. Sedangkan dengan metode pemberian pakan dengan dosis 400 mg/l dengan lama perlakuan 10 hari hanya menghasilkan 58% jantan (Zairin. hasil 70% jantan • Ikan guppy. Penerapan seks reversal yang telah dilakukan penelitian oleh beberapa peneliti yang telah disusun dalam Zairin (2002) sangat berbeda untuk jenis ikan tentang dosis dan hasil yang diperoleh antara lain adalah : • Ikan mas : 100 mg/kg pakan selama 36 hari pada larva 8 – 63 hari. 400 mg mt/kg pakan. pakan berhormon-cacing-pakan berhormon. Pilihlah induk ikan guppy yang sedang bunting dengan melihat bentuk tubuhnya dan pilihlah induk yang akan melahirkan 8 hari kemudian sebanyak 50 ekor. Buatlah larutan hormon dengan cara timbang hormon sebanyak 20 mg dan masukkan dalam tabung polietilen dan tambhakan 0. Adapun prosedur pembuatan larutan perendaman adalah sebagai berikut : 1. Tutup dan kocok sampai hormon larut. Siapkan alat dan bahan yang akan diperlukan 2. menghasilkan 97% betina • Ikan nila 10 – 60 mg /kg pakan. Ikan guppy biasanya mengalami masa bunting selama 40 hari.

Daya tetas telur atau kualitas larva yang dihasilkan Jumlah telur yang menetas Perhitungan daya tetas telur = Jumlah telur awal b. Hal ini dapat dihitung setelah 2-3 bulan pemeliharaan larva. Homozigositas ini berari hanya ada satu tipe alel untuk satu atau lebih lokus. Tulung Agung dan Bogor mempunyai stabilitas perkembangan yang rendah akibat telah mengalami tekanan silang dalam yang ditunjukkan dengan tingginya nilai fluktuasi asimetri dan adanya individu yang tidak tumbuh sirip dada dan sirip perut pada kedua sisinya 92 x 100% x 100% x 100% c. lele dumbo yang berasal dari Sleman.Keberhasilan teknik sex reversal dapat diketahui melalui beberapa parameter antara lain : a. Menurut Nurhidayat (2000). . Inbreeding atau silang dalam akan menghasilkan individu yang homozigositas. peningkatan frekuensi ketidak normalan bentuk dan penurunan laju pertumbuhan ikan. perbandingan jenis kelamin yang dihasilkan. Silang dalam menyebabkan heterozigositas ikan berkurang dan keragaman genetik menjadi rendah. Selain itu silang dalam akan menyebabkan penurunan kelangsungan hidup telur dan larva. Derajat kelangsungan hidup larva yang dihitung setelah beberapa hari pemeliharan Jumlah larva yang hidup Derajat kelangsungan hidup = x 100% Jumlah larva awal Nisbah kelamin. perhitungan nisbah kelamin untuk mengetahui keberhasilan teknik sex reversal dengan rumus : jumlah individu jantan % jantan = jumlah individu total jumlah individu betina % betina = jumlah individu total Inbreeding Inbreeding adalah perkawinan antara individu-individu yang sekerabat yaitu berasal dari jantan dan betina yang sama induknya dan pada varietas yang sama. Kehomozigotan ini akan melemahkan individu-individunya terhadap perubahan lingkungan.

sedangkan pada ikan lele adalah 50 ekor. yang mempunyai arti lain yaitu melakukan perkawinan yang dekat sekali kaitan kekeluargaannya misalnya anak dan tetua atau antar saudara sekandung. nilai Nenya adalah > 133 ekor . Perkawinan antara individu-individu yang sekerabat ini yang sangat dekat kekerabatannya biasa terjadi dalam suatu populasi ikan yang sangat kecil. Berdasarkan hasil penelitian nilai Ne untuk setiap jenis ikan berbeda. Fluktuasi asimetri ini merupakan perubahan organ atau bagian tubuh sebelah kiri dan kanan yang menyebar normal dengan rataan mendekati nol. Selain itu individu yang mengalami tekanan silang dalam mempunyai ketahanan terhadap perubahan lingkungan yang rendah. Maka hal ini akan mengakibatkan keturunan yang dihasilkan adalah individu-individu yang homozigot dari satu atau lebih lokus. Perkawinan antara saudara sekandung atau antara individu-individu yang sefamili akan mengakibatkan pembagian alel-alel melalui satu atau lebih dari leluhur yang sama. Oleh karena itu untuk menghindari terjadinya silang dalam pada program penegmbangbiakan ikan dibutuhkan suatu penerapan effective breeding number (Ne) pada ikan budidaya. Closed breeding. Bila perkawinan individu ini terjadi maka alel-alel yang mereka dapatkan dari leluhur yang sama akan diperoleh kembali. Closed breeding berarti perkawinan yang tertutup. memperlihatkan bahwa silang dalam memberikan dampak negatif dalam budidaya ikan. Dalam memperoleh induk ikan yang mempunyai galur murni dapat dilakukan dengan dua metode yaitu : 1. Menurut Leary et al (1985). ferkuensi gen tidak berubah tetapi homosigositas meningkat. Berdasarkan beberapa parameter pengukuran dalam menentukan apakah pada suatu populasi telah mengalami tekanan silang dalam.Jadi tujuan penerapan silang dalam (inbreeding) hanya bertujuan untuk memperoleh induk ikan yang mempunyai galur murni. minimal harus mempunyai induk dengan jumlah lebih dari 25 pasang agar tidak terjadi inbreeding. individu galur murni mempunyai homozigositas yang tinggi. misalnya pada ikan mas nilai Nenya adalah > 50 ekor yang berarti jika para pembudidaya akan melakukan program pembenihan ikan mas dalam suatu hatchery. Program breeding ini merupakan program konvensional dalam memperoleh induk ikan yang galur murni. Tetapi dalam program untuk memperoleh individu galur murni hanya dapat dilakukan dengan menerapkan program breeding ini.(abnormal). Pada ikan nila. individu yang homozigot kurang mampu mengimbangi keragaman lingkungan dan memproduksi energi untuk pertumbuhan dan perkembangan. Oleh karena itu fluktuasi asimetri merupakan indikator untuk mengetahui adanya silang dalam. Dengan melakukan silang dalam. Menurut Tave (1986) pengaruh 93 .

25 0.375 0.49804 0. aa X aa (Tave.3125 0.5 0. Perkawinan setiap generasi : AA X AA.5 0.5 94 .silang dalam terhadap frekuensi genotipe dan frekuensi alel dalam lokus dapat dilihat pada Tabel 4. sedangkan pada intense linebreeding individu A berkontribusi 93.5 0. Line breeding.49902 0.4375 0.46875 0.25 0.5 0.5 0. Bentuk line breeding yang sering dilakukan adalah backcross kepada orangtuanya yang sama untuk beberapa generasi.5 0. 1986) Generasi P1 F1 F2 F3 F4 F5 F6 F7 F8 F9 Fn Frekuensi genotipe f(AA) 0.5 0.5 0.5 0.5 0.1.49218 0.5 0.003906 0.46875 0. Menurut Tave (1986) prosedur linebreeding dapat dilakukan dengan dua tipe yaitu Mild Linebreeding dan Intense Linebreeding.5 Frekuensi Alel f(A) 0.2.12% pada gen individu K.49951 0. Untuk membedakan kedua program linebreeding ini menurut Tave (1986) dapat dilihat pada Gambar 4.49902 0. Tabel 4. 2.49609 0.5 0.0 f (aa) 0. Pengaruh silang dalam terhadap frekuensi genotipe dan frekuensi alel dalam lokus.49218 0.001953 0.5 0.5 0.5 0.5 f(a) 0.25 0.49804 0.49609 0.5 0.000976 0.49951 0.007812 0.375 0.0625 0.5 f(Aa) 0.48437 0. Line breeding berarti perkawinan satu jalur yaitu perkawinan keluarga yang bertujuan untuk meningkatkan sifat-sifat tertentu baik yang berasal dari nenek moyang bersama yang jantan maupun betina terhadap kostitusi genetik pada progeninya.5 0. Dari hasil mild linebreeding bertujuan untuk individu A berkontribusi 53.2.125 0. Aa X Aa.5 0.4375 0.5 0.5 0.15625 0.75% pada gen individu G.5 0.48437 0.

Kolam induk berupa kolam tanah. Aplikasi seleksi induk pada budidaya Dalam aplikasi budidaya para petani ikan biasanya melakukan pemeliharaan terhadap induk ikan yang diperoleh dari hasil budidaya dengan cara induk jantan dan betina dipelihara secara terpisah. Hal ini lebih memudahkan dalam pengelolaan. 95 . Diagram skematik perkawinan dua tipe linebreeding yaitu mildline breeding dan intense line breeding (Tave. sedangkan ketinggian air dikolam induk antara 60 – 75 cm. Kepadatan penebaran induk antara 3 – 4 kg/m2. Agar diperoleh kematangan induk yang memadai. kolam tembok. atau kolam tanah dengan pematang dari tembok. Setiap kolam dilengkapi dengan saluran pemasukan dan pengeluaran air. maka luas kolam induk jantan dan betina masing-masing berkisar 15 – 30 meter persegi. pengontrolan dan yang terpenting dapat mencegah terjadinya memijah diluar kehendak “mijah maling”. Di kedua saluran ini biasanya dilengkapi dengan saringan agar induk-induk tersebut tidak keluar atau kabur.1. Untuk memudahkan dalam pengelolaan dan efisiensi penggunaan kolam. Biasanya kolam induk hanya disesuaikan dengan kondisi lahan dan keuangan. Tidak ada ketentuan khusus tentang ukuran kolam untuk pemeliharaan induk.Mild Linebreeding A X ↓ C X ↓ E X ↓ H X ↓ A X ↓ K J I G D B Intense Linebreeding A X B ↓ A X C ↓ A X D ↓ A X E ↓ G Gambar 4. 1986).

4. Jenis pakan yang diberikan berupa pakan buatan berupa pelet sebanyak 3 – 5 % perhari dari bobot induk yang dipelihara. selanjutnya calon induk tersebut dilakukan seleksi induk secara berkala sampai mendapat induk yang benar-benar baik dan sesuai dengan kebutuhan.setiap hari induk di beri pakan bergizi. Gambar 4.1.3. Induk yang akan dipilih adalah induk jantan dan betina yang matang gonad. sedangkan induk jantan dicirikan dengan genitalnya meruncing ke arah ekor. Seleksi Induk Ikan Lele Seleksi induk ikan lele secara umum di mulai dari ikan ukuran benih (5-10 cm ).5. Benih/calon induk tersebut dipelihara didalam kolam dengan baik. bagian perut relatif lebih besar. Ciri-ciri induk betina ikan lele adalah genital papila berbentuk bundar (oval). perut ramping dan pada ujung alat kelamin berwarna kemerahan selain itu ada perubahan warna tubuh menjadi coklat kemerahan. Kegiatan pembenihan ikan lele diawali dengan seleksi induk. Induk ikan lele betina tampak atas (kiri) dan genital papilla (kanan) 96 .1. Benih ikan yang baik untuk induk di pilih dengan ciri-ciri antara lain adalah memiliki pertumbuhan yang lebih cepat. jika di raba bagian perut terasa lembek dan alat kelamin berwarna kemerah merahan. tidak cacat.2. Ada juga induk ikan yang diberikan pakan berupa limbah peternakan ayam (ayam yang mati) yang dibakar atau direbus terlebih dahulu. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4.2 dan Gambar 4. gerakan lincah dan memiliki bentuk tubuh yang baik. gerakan lambat.

4.3. Seleksi induk ikan Mas Induk ikan Mas yang akan dipijahkan sebaiknya dipelihara dalam tempat yang terpisah antara jantan dan betina agar pertumbuhan induk ikan opimal dan tidak terjadi perkawinan yang tidak diinginkan. Ciri-ciri induk betina lele dumbo yang siap untuk dipijahkan sebagai berikut: • Bagian perut tampak membesar ke arah anus dan jika diraba terasa lembek. pemisahan induk tersebut bertujuan mempercepat pemijahan ikan.2. Induk ikan lele jantan tampak atas (kiri). Selama pemberokan induk jantan dan betina dipisahkan. Hal ini bertujuan untuk menghindari mijah maling. Gerakannya lambat.5. Selain itu.Gambar 4.1. kemudian diberok (dipuasakan) selama 2 hari. • Ciri-ciri induk jantan lele dumbo jantan yang telah siap untuk dipijahkan sebagai berikut : • Alat kelamin tampak jelas memerah • Warna tubuh agak kemerahmerahan • Tubuh ramping dan gerakannya lincah. genital papilla (kanan) Induk yang sudah dipilih berdasarkan matang gonadnya. akan keluar beberapa butir telur berwarna hijau tua dan ukurannya relatif besar. Dalam pemeliharaan induk ikan Mas harus dilakukan dengan baik dan benar 97 . Tujuan dari pemberokan ini adalah untuk mengurangi kandungan lemak pada tubuh ikan. Induk yang akan diberok dipisahkan antara induk jantan dan betina. Hal ini disebabkan lemak pada tubuh ikan dapat menghambat ovulasi telur pada betina dan pengeluaran sperma pada induk jantan. • Lubang kelamin berwarna kemerahan dan tampak agak membesar. • Jika bagian perut secara perlahan diurut ke arah anus.

pakan yang diberikan harus mempunyai kadar protein 30-35%. • Calon induk harus berasal dari keturunan yang berbeda. sisik besar dan teratur. jumalh pakan yang diberikan per hari berkisar antara 2-3% dan frekuensi pemberian pakan sebanyak 2-3 kali. tahan terhadap penyakit dan perubahan lingkungan serta responsive terhadap pakan. suhu air berkisar25-300C dan air tidak tercemar.5-2 tahun dengan berat 2-3 kg. Induk ikan yang baik sebaiknya dipelihara dari masa benih. sehat.6-0. daerah perut melebar dan datar. Pemeliharaan benih calon induk sebaiknya dilakukan sejak pemanenan. pangkal ekor kuat dan lebar. sedangkan induk betina yang ideal mencapai matang gonad pada umur 1. Umur ikan Mas jantan 10-12 bulan dengan bobot 0.agar diperoleh induk yang siap dan unggul untuk dikawinkan.75 kg sudah sampai matang kelamin. 98 . badan tebal dan berpunggung tinggi. kepala lancip dan lebih kecil dari lebar tubuh (1 : 1. Calon-calon induk yang dipelihara tersebut selanjutnya di seleksi kembali pada saat berukuran 100-200 gram. • Kondisi kolam pemeliharaan harus optimal.1 kg/m2 – 0. Calon-calon induk tersebut dipelihara sampai mencapai ukuran tertentu untuk dipijahkan. Dalam pemeliharaan calon induk ini harus diberi pakan yang cukup dan bergizi. hal tersebut dapat dilihat dari gerakan yang incah. Calon-calon induk yang telah di seleksi dipelihara di kolam pemeliharaan induk sampai siap untuk dipijahkan. diantaranya adalah: • Calon induk harus mempunyai karakter morfologis dengan kriteria sebagai berikut: bentuk tubuh kekar. Induk ikan Mas yang dipelihara dengan baik akan menghasilkan telur dan benih ikan dalam jumlah dan kualitas yang diharapkan.25 kg/m2. Agar diperoleh induk yang berkualitas dan dapat menghasilkan telur dalam jumlah yang maksimal. Adapun ciri-ciri induk jantan dan betina ikan Mas dapat dilihat pada Tabel 4. • Calon induk harus mempunyai sifat cepat tumbuh. Pemeliharaan induk ikan Mas merupakan salah satu aspek penting yang harus dilaksanakan dalam program pengembangbiakan ikan Mas. sehat dan mempunyai nafsu makan yang baik.1. yang harus diperhatikan adalah: • Pemeliharaan pakan yang teratur. benih umur 1 bulan. warna cerah. baik jantan maupun ikan betina. tumbuh bongsor. Induk ikan Mas yang akan dipijahkan harus benar-benar dapat dibedakan antara jantan dan betina. yaitu kandungan oksigen terlarut minimal 5 ppm. Induk ikan Mas jantan lebih cepat matang gonad dibandingkan dengan ikan Mas betina.5). • Padat penebaran calon induk berkisar antara 0. Calon induk jantan dan betina dipilih berdasarkan ciri-iri morfologisnya yang baik.

3 dan Gambar 4. dan Gambar 4. Adapun ciri-ciri induk ikan Mas yang matang gonad dapat dilihat pada Tabel 4. Induk yang dipelihara dengan Tabel 4. Ciri-ciri Induk Jantan dan Betina Matang Gonad No 1. Jantan Tubuh ramping Betina 3. 2. lunak.Tabel 4. 6.2. bentuk agak meruncing Tubuh lebih tipis/langsing. Jantan Betina 5.1. Perut membulat dan lunak jika diraba Mengeluarkan cairan putih/ Genital papilla mengembang. luar tebal lemah. Induk ikan Mas jantan dan betina harus dipelihara dalam kolam yang terpisah agar ikan cepat matang kelamin dan tidak terjadi perkawinan liar.2 . 3. jari-jari Sirip dada relatif pendek. 7. Ciri-ciri Induk Jantan dan Betina Ikan Mas No 1. jari-jari luar tipis Lapisan sirip dada kasar Lapisan dalam sirip dada licin Kepala tidak melebar Kepala relatif kecil. Sirip dada relatif panjang. 4.4. Tubuh lebih tebal/gemuk ramping dibandingkan betina dibandingkan jantan pada umur pada umur yang sama yang sama Gerakannya gesit Gerakannya lamban dan jinak Sehat dan tidak cacat Sehat dan tidak cacat Sisik teratur dan warna cerah Sisik teratur dan warna cerah baik akan dapat mencapai matang gonad. 2. sperma bila perut ditekan ke arah agak terbuka dan berwarna anus kemerahan Lubang anus melebar dan menonjol (agak membengkak) 99 .

dan peningkatan mutu induk atau mempertahankan mutu induk.1. karena induk merupakan salah satu faktor utama yang akan menentukan kualitas dan kuantitas benih yang dihasilkan. pemeliharaan calon induk. Ruang lingkup pengelolaan induk dengan mengacu pada ketercapaian efisiensi suatu usaha pembenihan ikan dapat di kelompokan ke dalam tiga kelompok yaitu pengadaan induk. Untuk dapat mencapai efisiensi suatu usaha pembenihan.Gambar 4.3. Seleksi induk ikan nila Pengelolaan induk dalam kegiatan usaha pembenihan mempunyai peran yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan. genital papilla (kanan) 4. Induk ikan mas jantan tampak atas (kiri). Induk ikan mas betina tampak atas (kiri) dan genital papilla (kanan) Gambar 4.5.4. Pengelolaan induk dilakukan atas dasar sifat induk dan kebutuhan induk agar mampu hidup dan berkembang-biak secara optimal.3. dalam pengadaan induk ada dua hal yang 100 .

harus diperhatikan yaitu kuantitas calon induk dan kualitas calon induk. Perut melebar berwarna putih. Ciri-ciri Induk Jantan dan Betina CIRI-CIRI INDUK BETINA • • • • Dagu relatif kecil berwarna putih. yaitu satuan unit usaha terkecil dalam pembenihan ikan nila yang secara ekonomis masih mampu memberikan efisiensi dan keuntungan yang optimal. • • • • CIRI-CIRI INDUK JANTAN Dagu menonjol berwarna merah.3 . • Kuantitas dan kontinuitas produksi. yaitu kemampuan induk betina dari setiap pemijahan untuk menghasilkan benih ikan nila sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Tabel 4. agar dapat menghasilkan benih sesuai dengan peluang atau pangsa pasar yang ada. yaitu prosentase jumlah induk yang hilang selama pemeliharaan (umur produktif) baik yang disebabkan oleh kematian/hilang atau sesuatu hal sehingga induk tersebut tidak berproduksi untuk menghasilkan telur. Sirip dada berwarna hitam dan pendek. yaitu banyaknya produk (benih) yang harus dihasilkan sesuai dengan kriteria yang ditentukan dalam periode dan interval waktu tertentu secara terus menerus sesuai dengan target yang telah ditentukan. Bila perut diurut dari dada ke genitalia tidak keluar cairan. 101 . Dengan demikian jumlah ikan betina umumnya lebih banyak dari pada ikan jantan agar mudah memberi kesempatan pada jantan untuk dapat menemukan betina yang matang gonad.5 dan Gambar 4. Untuk dapat membedakan antara induk jantan dan betina dapat dilihat pada Tabel 4. Dari aspek tersebut diatas secara praktis jumlah induk ikan nila pada suatu areal/kolam pemijahan ditentukan oleh induk jantan dan ukuran induk. Hal ini disebabkan sifat ikan nila memijah adalah dimana induk jantan akan membuat suatu daerah teritorial yang tidak boleh digangggu ikan lain. Bila perut diurut dari dada ke genitalia keluar cairan bening. • Mortalitas induk.5. Sirip dada berwarna coklat kemerahan dan relatif panjang. selanjutnya kita harus mampu membedakan induk jantan dan induk betina. Perhitungan untuk menentukan berapa jumlah induk yang harus tersedia dalam suatu unit pembenihan. maka dalam menghitung jumlah induk harus mempertimbangkan 4 aspek yaitu : • Skala usaha. • Produktifitas induk. Perut pipih warna hitam. Setelah mengetahui tanda-tanda calon induk yang baik pada ikan nila.

induk ikan tersebut dikanulasi (dilakukan penyedotan telur ikan dengan kateter) untuk menetukan apakah induk ikan tersebut sudah siap dipijahkan.4. Kanulasi bertujuan untuk mengetahui derajat kematangan gonad induk betina dengan mengukur keseragaman diameter telur. Untuk dapat membedakan induk ikan patin jantan dan betina yang matang gonad dapat dilihat pada Gambar 4.5. air terus menerus dialirkan ke kolam/wadah pemberokan. Tujuan pemberokan adalah untuk mengurangi kadar lemak pada saluran pengeluaran telur. Kanulasi dilakukan dengan cara 102 . Gambar 4.6. Sedangkan ciri-ciri induk jantan ikan patin yang Induk ikan yang telah diseleksi selanjutnya diberok (dipuasakan) selama 1-2 hari. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4.1. Sedangkan induk jantan memiliki papila dan bagian perut lebih ramping.6. Seleksi induk ikan patin Induk ikan patin dapat dipijahkan setelah umur 2-3 tahun. Selama pemberokan induk ikan. Induk ikan patin jantan (atas) dan betina (bawah) Gambar 4. Pada umur tersebut induk ikan patin telah memiliki berat badan 3-5 kg/ekor.dapat dipijahkan adalah bila bagian perut diurut ke arah anus akan keluar cairan putih dan kental. Oleh sebab itu selama pemberokan induk ikan tidak diberi makan. membengkak dan mengkilat agak menonjol serta jika diraba bagian perut terasa lembek. Induk betina ikan patin yang matang gonad mempunyai ciri-ciri bagian perut membesar ke arah lubang genital berwarna merah. Ciri-ciri induk betina adalah memiliki bentuk urogenital bulat dan perut relatif lebih mengembang dibandingkan induk jantan.6.5. Bila bagian perut induk ikan betina masih tampak membesar setelah pemberokan. Induk ikan nila 4.

perut bila diraba terasa lunak. Selang kecil tersebut dimasukkan ke dalam lubang urogenital sedalam 4 .menyedot telur dengan menggunakan selang kecil (kateter) berdiameter 2-2. tetapi proses ovulasinya terjadi secara alamiah di kolam. Hal ini harus dipelajari karena tingkat kematangan gonad ikan sangat mempengaruhi keberhasilan pemijahan ikan. 2. Kanulasi induk ikan patin 4. yaitu pemijahan ikan tanpa campur tangan manusia.2 mm.7. perut gembung. Dalam budidaya ikan teknik pemijahan ikan dapat dilakukan dengan 3 macam cara.6 cm ke dalam ovarium. TEKNIK PEMIJAHAN IKAN Pemijahan adalah proses perkawinan antara ikan jantan dan betina. yaitu pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad serta proses ovulasinya dilakukan secara buatan dengan teknik stripping/ pengurutan. Untuk dapat melakukan pemijahan ikan pada beberapa jenis ikan budidaya maka harus memahami tentang tingkat kematangan gonad dan faktor-faktor yang sangat berpengaruh terhadap kematangan gonad. Tandatanda morfologis ikan matang gonad untuk ikan betina antara lain adalah : gerakannya lamban. Pemijahan ikan secara alami. Selain itu ciri-ciri telur yang telah matang adalah akan cepat mengering atau saling berpisah bila diletakkan dipunggung tangan.5 mm. lalu ditiup untuk mendorong telur keluar dari selang.2. Bila 90 95% telur memiliki garis tengah 1. yaitu: . terjadi secara alamiah (tanpa pemberian rangsangan hormon). berarti induk betina tersebut dapat dipijahkan. Tingkat kematangan gonad ikan dapat dideteksi dengan melihat tanda-tanda morfologi dan fisiologi sel telur atau sel sperma. Walaupun saat ini telah banyak diketemukan hormon– hormon perangsang pertumbuhan dan pematangan gonad. namun tetap saja membutuhkan waktu dalam proses pertumbuhan dan pematangannya. Telur yang keluar dari selang ditampung pada lempeng kaca tipis atau pada wadah lain. Ujung selang yang lain dihisap dengan mulut selanjutnya selang tadi ditarik keluar dari lubang urogenital. Selanjutnya telur tersebut diukur garis tengahnya menggunakan penggaris. yaitu pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad. Pemijahan ikan secara semi intensif.0 – 1. 3. 1. Pemijahan ikan secara intensif. kulit 103 Gambar 4.

2. Pengaruh faktor lingkungan terhadap gametogenesis dibantu oleh hubungan antara poros HipotalamusPituitary-Gonad melalui proses stimulisasi atau rangsangan. Sedangkan tanda-tanda ikan jantan matang gonad secara morfologis antara lain adalah : ikan lebih langsing dibanding ikan betina.1. ikan tersebut biasanya tidak akan memijah. 4. Hormon gonadotropin dengan glicoprotein rendah dapat mengontrol vitelogenesis. Jika demikian keadaannya pemijahan ikan bisa tertunda atau malah tidak jadi memijah. organ sperma telah lengkap. karena faktor ini akan diturunkan kepada anaknya. Hasil kegiatan sistem endocrine adalah terjadinya keselarasan yang baik antara kematangan gonad dengan kondisi di luar. Sejenak sebelum ovulasi GV akan melebur sehingga disebut Germinal Vesicle Break Down (GVBD). implantasi dan pakan. yang reaksinya lambat untuk menyesuaikan dengan keadaan luar. warna telur telah transparan. Jika induk ikan stress walaupun kematangan gonadnya sudah memenuhi. Aktivitas gonadotropin terhadap perkembangan gonad tidak langsung tetapi melalui biosintesis hormon steroid gonad pada media stadia gametogenesis. spermato-genesis dan spermiasi. kadangkadang telur telah keluar pada lubang genital. sedangkan yang tinggi mengakibatkan aksi ovulasi. Keadaan ini memungkinkan untuk perlakuan pemberian hormone baik melaui penyuntikan. Germinal Vesicle/GV (Inti sel) telah menepi berada di depan microfile. kenormalan lebih dari 90%. yang cocok untuk mengadakan perkawinan. Dan tanda-tanda sel telur matang secara fisiologis adalah: Polar Body I telah keluar. bila diurut kearah lubang genital cairan seperti susu akan keluar. Pada saat pemilihan induk ikan matang gonad usahakan induk ikan tidak stress. Sel target hormon gonadotropin adalah sel teka yang merupakan bagian luar dari lapisan 104 . Perkembangan dan pematangan gonad Perkembangan telur dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar dari ikan (lingkungan dan pakan). Hormon-hormon yang ikut dalam proses ini adalah GnRH dan Steroid. Hormon sangat penting dalam pengaturan reproduksi dan sistem endocrine yang ada dalam tubuh. Dan tanda-tanda sel sperma matang antara lain adalah : warna kental seperti susu/santan.kadang kelihatan memerah. ukuran telur mendekati 1 mm. motilitas tinggi. termasuk perkembangan oosit (vitelogenesis) pematangan oosit. lubang genital memerah. gerakannya lincah. Hormon tiroid akan aktif bersinergi dengan gonadotropin untuk mempengaruhi perkembangan ovari dan kemungkinan lain juga untuk meningkatkan sensitivitas pengaruh gonadotropin. kenormalan ikan merupakan unsur yang penting juga. yang akhirnya telur ikan akan terserap kembali atau atresia. Disamping kesehatan.

proses ini disebut penghambatan feedback. Pertama berdasarkan responnya dibagi menjadi dua kelenjar endokrin. (b) transportasi melalui darah atau berbagai cairan tubuh sehingga langsung mencapai organ atau sel. Jadi sistem endokrin mengontrol dirinya sendiri sebagaimana halnya mengontrol sistem organ yang lain. Pada ikan goldfish dan rainbowtrout dihasilkan 17αhidrokxy-20β-dihidroxyprogresterone (17 α.8. antar organ dan sel. sistem ini adalah cara utama tubuh untuk menyampaikan informasi antar sel dan jaringan yang berbeda. Sistem endokrin menggunakan messenger kimia yang disebut hormone yang ditransportasikan oleh sistem pembuluh darah. Hormon sebagai mediator biokimiawi dilepas dari tempat produksinya menuju organ target melalui beberapa cara. + menunjukkan 105 . dan juga antar generasi pada kasus hormon di dalam telur.folikel. Skema pengaturan sekresi hormone. Berdasarkan dari sudut ilmu. Sistem endokrin didalam tubuh sangat kompleks tetapi biasanya mengikuti dua prinsip. endokrin merupakan mediasi biokimia pada proses fisiologis. Teori yang lain kontrol endokrin terhadap kematangan oosit dan ovulasi pada teleostei adalah GTH merangsang (a) sintesa steroid pematangan pada dinding folikel (ovari) dan (b) sekresi mediator ovulasi. Mediasi ini dapat terjadi antar populasi. atau (c) secara tidak langsung melalui lingkungan luarnya. antar jaringan di dalam suatu organisma. yaitu pituitary dan beberapa kelenjar dibawah kontrol pituitary. 20β-Pg) oleh lapisan folikel sebagai respon terhadap aktifitas gonadotropin untuk merangsang kematangan telur. hormone yang dihasilkan oleh kelenjar tersebut seringkali menghambat produksi hormone pituitary. Sistem endokrin lebih lambat daripada sistem saraf karena hormone harus melalui perjalanan ke sistem memutar untuk mencapai organ target. Skema pengaturan sekresi hormone diilustrasikan pada Gambar 4. antar organisma. Dalam sistem endokrin dilakukan sekresi internal dari substansi aktif biologik. Adanya bentuk kombinasi sistem penghambatan feedback ini menyebabkan terjadinya keseimbangan respons.8. yaitu (a) difusi sederhana di dalam sel atau dari satu sel ke sel lainnya di dalam organ. Kedua. Gambar 4. Sistem endokrin dan sistem saraf merupakan sistem kontrol pada semua makhluk hidup tidak terkecuali ikan.

peptid atau protein. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4. corpuscles of stannous.menunjukkan mekanisme feedback Secara umum sistem endokrin ikan sama dengan vertebrata lainnya. Kelenjar endokrin dilihat dari asal embrionya berdiferensiasi dari seluruh lapisan germinal. pancreatic islets. pineal. tetapi tidak memiliki kelenjar paratiroid. jaringan kromaffin.1962) Kelenjar endokrin pada ikan menghasilkan jenis hormone tertentu. Sistem endokrin juga memungkinkan tubuh untuk dapat mengatasi stress. . interstitial tissue of gonads dan urohypophysis. thymus. thyroid. Kelenjar endokrin pada ikan menurut Lagler et al (1962) terdapat pada beberapa organ antara lain adalah pituitary.sekresi hormone. Untuk yang berasal dari mesoderm (korteks adrenal. Letak dan jenis kelenjar endokrin ikan dari arah depan ke arah belakang (Lagler et al. ultibranchial. interregnal tissue. gonad) menghasilkan hormone-hormon steroid. Hormon yang terdapat pada kelenjar pituitary antara lain adalah Oxytocin yang berfungsi merangsang konstraksi urine dan kelenjar susu. intestinal tissue. Anti Diuretic Hormone (ADH) yang berfungsi menaikkan tekanan darah lewat aksinya pada 106 . Gambar 4.9. dan yang berkembang dari ectoderm atau endoderm mensekresikan hormone amino termodifikasi. Ikan memiliki urofisis yang terletak pada pangkal ekor. jaringan ginjal. Gonadotrophs (GTH). Thyrotrophs (TSH). seperti pada kelenjar utama pada ikan adalah pituitary dimana pada kelenjar tersebut menghasilkan sembilan macam sel penghasil hormone yaitu prolactin (PL). Somatotrophs (STH). corticotrophs (CT). Melanotrophs (MSH) dan Neurosecretory nerve ending (NS).9..

progesterone atau merangsang pematangan akhir. bertambahnya konsumsi oksigen denyut jantung. metabolisme dan osmoregulasi. Hormon Thyroid pada ikan selalu berasosiasi dengan hormone pertumbuhan dan cortisol memberikan kontribusi pada kontrol pertumbuhan dan perkembangan. ion regulation dan respon terhadap stress. Glucocorticoid).arteriola dan menggiatkan reabsorbsi air dari tubuli ginjal serta hormon ini sangat penting dalam osmoregulasi yaitu pengaturan tekanan osmosis cairan tubuh. Aldoserone (Mineralocorticoid). metabolisme lemak dan parental panning. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endocrine pancreas pada kebanyakan vertebrata terdapat pada pulau-pulau individu dari sel sekresi yang diliputi oleh connective 107 . esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan normal. naiknya tekanan darah dan konstraksi arteriola dan venula. estrogen. dan pada beberapa ikan prolactin memberikan efek dalam mengontrol gonadal steroidogenesis. bertambahnya aliran darah lewat otot skeletal. Triidothyronine (T3) dan Calcitonin. Sedangkan Calcitonin merangsang penyimpanan kalsium pada tulang. kenyamanan ikan. Hormon selanjutnya yang dihasilkan dari anterior pituitary adalah Follicle Stimulating Hormone (FSH) yang merangsang produksi gamet oleh gonad atau merangsang pematangan gonad (vitellogenesis). hormon prolactin pada mamalia menstimulasi aksi produksi susu. sekresi calcitonin dirangsang oleh tingginya kalsium dalam darah. Kedua hormon tersebut terdapat pada bagian posterior pituitary. pollutant dan water acidification. kortikosterone. Produksi cortisol meningkat sebagai akibat dari berbagai stimulant stress yaitu rendahnya kualitas air. Pada bagian anterior pituitary terdapat beberapa macam hormon diantaranya adalah hormon pertumbuhan yang berfungsi merangsang pertumbuhan dan mengontrol proses osmoregulasi. sedangkan norephineprin berfungsi pada neurotransmitter adrenergic. Epinephrin berfungsi mobilisasi glikogen. Fungsi utama cortisol ini berkaitan dengan metabolisme energi. Pada kelenjar adrenal cortex yang merupakan lapisan luar dari kelenjar adrenal menghasilkan beberapa jenis hormone antara lain adalah cortisol (A. Kelenjar adrenal medulla atau sel kromaffin menghasilkan hormone antara lain adalah ephineprin dan norephinephrin. Luteinezing Hormone (LH) yang merangsang produksi sex hormone yaitu testosterone. Fungsi dari hormon tersebut antara lain adalah meningkatkan laju metabolisme. penanganan. pada ikan kontrol hidromineral (air tawar) hyperosmotic regulation pada ikan teleost selain itu prolactin pada ikan air tawar berfungsi untuk maintannce ion dan water permeability pada ephitelium dari organ osmoregulasi. Kelenjar lainnya penghasil hormon adalah kelenjar Thyroid antara lain adalah Tiroksin Tetraiodothyronine (T4).

Gastrin. Somatostantin. estriol dan lain-lain. merangsang katabolisme protein. kantung kemih. disekresi oleh korteks adrenal (kortisol dan aldosteron). penyerapan ion di usus. Pada jaringan chromaffin juga dihasilkan hormone antara lain adalah catecholamines. selain itu dapat menstimulasi lipolysis pada ikan atau memobilisasi lemak. neuropeptide. Tachikinins. mempengaruhi pergerakan ion pada ikan yang meningkatkan pertukaran ion melalui insang dengan menstimulasi peningkatan luar area gill lamella dalam kontak dengan lingkungan. Hal ini dimungkinkan Urotensin mensikronisasi osmoregulasi dan reproduksi pada ikan matang gonad. Pada gastrointestinal endocrine cels dihasilkan beberapa hormone utama antara lain adalah Glucagon. testosterone. ovarium (estrogen : estradiol-17ß. Sedangkan pada Urophysis dihasilkan hormone Urotensin I dan Urotensin II yang secara fisiologis masih belum jelas fungsinya namun diduga berperan dalam osmoregulator dan fisiologi reproduksi. Urotensin II mempunyai fungsi antara lain adalah kontraksi jantung. Menurut Koolman & Rohm (2001) hormone adalah bahan kimia pembawa sinyal yang dibentuk dalam sel-sel khusus pada kelenjar endokrin. adrenalin dan nor adrenalin. Somotostantin merupakan hormone yang menghambat pertumbuhan. peran pada ikan secara fisiologis belum jelas tetapi dengan menyuntikkan somatostantin pada coho salmon dapat menyebabkan penurunan insulin. glucagons menurun dan level GLP serta berhubungan dengan penurunan glikogen hati dan hyperglycemia. progesterone). 11ketotestosteron dan lain-lain) dan plasenta (estrogen dan progesterone). plasma. esteron. Insulin pada ikan berfungsi untuk menurunkan glukosa darah. Sekretin. Pada kelenjar pineal dihasilkan hormone melatonin. Pancratic Polypeptide. Pada Islet of Langerhans ini mengandung 4 tipe sel endocrine yaitu A cell (Glucagon). Bombensin. Pada subbab ini akan dibahas tentang mekanisme aksi-aksi hormone steroid pada ikan. B cell (Insulin). Glucagon Like Peptide. Enkephalin. D cell (Somatostantin) dan F cell atau PP (Pancreatic Polypeptide). testis (androgen : androstendion. yang mirip dengan cholesterol dan sebagian besar jenis hormone ini berasal dari kolesterol itu sendiri.tissue dan terbenam dalam exocrine tissue dari pancreas. Cholecytokin. Vasoactive Intestinal Peptida. usus. Pada teleost katekolamin memiliki pengaruh penting pada peredaran oksigen ke jaringan. menambahkan pemakaian glukosa dan sintesis protein serta lemak dan menurunkan glukoneogenesis dan merangsang glikogenesisi. Hormon disekresikan ke 108 . sedangkan pada kelenjar thymus dihasilkan hormone Thymosin. ekstrak urophysis menyebabkan konstraksi gonadal smooth muscle. Gatric Inhibitory peptide. Glucagon berfungsi meningkatkan glukosa darah. Hormon steroid adalah hormone yang memiliki struktur kimia berdasarkan pada inti steroid. Serotonin.

sedangkan hormon Testosteron akan merangsang dikeluarkannya hormon Estradiol-17β yang berada pada sel granulose. Hormon Estradiol-17β ini akan menggertak kerja liver untuk memproses precursor kuning telur (vitellogen) untuk dikirimkan ke sel telur sebagai kuning telur.2. Hormon lipofilik masuk kedalam sel dan bekerja pada inti sel. sehingga informasi yang diperoleh dapat diteruskan ke sel-sel akhirnya menghasilkan suatu respon.dalam darah kemudian disalurkan ke organ-organ yang menjalankan fungsi-fungsi regulasi tertentu secara fisiologik dan biokimia. Sebagai pematang sel telur diperlukan media MIH (Maturtaion Inducing Hormon) dan MPF (Maturation Promoting Factor) untuk hormon 17α. Gambar 4. Dengan demikian pertumbuhan telur terjadi.20β-dyhidroxy-4pregnen-3-one yang bersumber dari sel granulose. Berdasarkan uraian diatas maka mekanisme hormone steroid adalah dengan cara hormone steroid masuk kedalam sel dan berikatan dengan reseptor didalam sitoplasma. Kelenjar hipofisa. Hormon steroid dan tiroksin termasuk kedalam kelompok hormone lipofilik.10. sedangkan hormone hidrofilik bekerja pada membrane sel. Gen (DNA) yang mengandung informasi akan memproduksi protein. Fungsi GnRH adalah merangsang keluarnya GtH (Gondotropin) yang berada pada Hipofisa. Pesan hormone disampaikan pada sel-sel sasaran menurut dua prinsip yang berbeda. Hormon ini menembus membrane sel dan berikatan pada suatu reseptor spesifik didalam sasaran. Jika GtH keluar maka hormon Testosteron yang berada pada sel theca keluar. Ketika gen aktif maka protein akan dihasilkan secara diagram dapat dilihat pada Gambar 4. Hormon reseptor yang kompleks masuk kedalam nucleus dimana akan berikatan dengan chromatin dan mengaktivasi gen yang spesifik. Sel-sel sasaran pada organ sasaran memiliki reseptor yang dapat mengikat hormone. HCG dan ovaprim 109 .2. 4. Mekanisme hormone steroid Teori lain untuk pematangan sel telur adalah adanya hubungan erat antara poros Hipotalamus-Pituitary-Gonad. Hipotalamus akan melepas GnRH jika dopamin tidak aktif.10.

Secondary Gustatory Nucleus. Kelenjar ini menempel pada infundubulum dengan suatu tangkai yang pendek. agak panjang atau pipih bergantung pada jenis ikannya. PVO. pineal. Gambar 4. 1995). NLTi Nucleus Lateralis Tuberis pars Lateralis. (2) standarisasi ekstrak kelenjar hipofisa ikan sebagai bahan suntikan untuk induksi pematangan akhir sel telur dan sel sperma tidak tepat. AVT. PIT. Optic Tectum. Bagi para pembudidaya ikan yang akan melakukan pemijahan ikan 110 . Nucleus Lateralis Tuberis pars posterioris. Facial Lobes.11 tentang otak dan bagian-bagian pada ikan maskoki dan hampir sama untuk semua ikan. NPO. Catatan bahwa GHRH-ir fiber pada area NPO dan PVO tidak asli pada nuclei ini. Paraventricular Organ. NLTp. Hypothalamic Inferior Lobe. Representasi diagram pada penampang sagittal dari otak goldfish sebagai dasar penampang seri menggambarkan topografi dari GHRH-ir perikarya pada otak. OLB. FL. Garis putus-putus mengindikasikan GHRH-ir fiber tract. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4.Kelenjar hipofisa banyak sekali mengandung hormon terutama hormon yang berhubungan dengan perkembangan dan pematangan gonad.. tetapi area transverse. (3) belum diketahui dengan pasti hormon mana yang sebenarnya berpotensi untuk ovulasi dan kematangan gonad. (Rao. Cerebellum. Optic Nerve. NLL. pinealocytes dalam pineal dan corticotrophs pada pituitary (siklus yang gelap). CBL. Letak kelenjar hipofisa ini terdapat pada bagian otak sebelah depan. SGN. Telencephalon.11.. OT. TEL. LR. ON. INF. PIN. Glomerular Nuclear Complex. Nucleus of the Lateral Lemniscus. Nucleus Preopticus. Lateral Recess. GNC. (4) penyakit mudah menular. Olfactory Bulb. Pituitary. Area Ventralis Telencephali. Nucleus Preopticus Periventricularis. Hormon tersebut diantaranya adalah Gonadotropin yaitu GTH I dan GTH II. sehingga ekstrak kelenjar hipofisa sering digunakan sebagai perangsang pematangan gonad. et al. NPP. Pematangan oosit dan ovulasi telur dengan menggunakan ekstraksi kelenjar hipofisa banyak mengandung kelemahan diantaranya adalah: (1) hilangnya ikan donor karena diambil kelenjar hipofisanya.

6. Adapun cara membuat kelenjar hipofisa ini adalah sebagai berikut : 1.12. 5. Pengambilan kelenjar hipofisa 111 . Menentukan dosis yang akan digunakan dalam proses pemijahan.12 kiri tengah dan bawah). Kemudian kelenjar otak disingkap/diangkat dan akan tampak kelenjar hipofisa dibawah kelenjar otak (Gambar 4. kiri atas). Ikan donor diletakkan di atas talenan yang tidak licin dan dipotong secara vertikal dengan titik pemotongan dibagian belakang tutup insangnya hingga kepala ikan putus atau terpisah dari badannya (Gambar 4. Dengan menggunakan pinset. Kepala ikan yang terpotong dihadapkan keatas dan disayat dari pangkal hidung ke bawah bagian potongan pertama hingga tulang tengkorak ikan terbuka dan otak kelihatan jelas (Gambar 4. Menimbang ikan donor dan ikan resipien . 4. kelenjar hipofisa diambil dan diletakkan di dalam cawan (Gambar 4. kanan) Gambar 4. 3. kanan).secara buatan dengan menggunakan kelenjar hipofisa dapat dengan mudah membuatnya.11. 2.12.12.

14. Pembuatan ekstrak kelenjar hipofisa Gambar 4.14 dan Gambar 4.12.13) Gambar 4. Larutan yang agak keruh dibagian atas endapan diambil dengan jarum suntik (Gambar 4. Pengambilan ekstrak kelenjar hipofisa 112 . Gambar 4. Larutan hipofisa diambil dari gelas pengerus menggunakan alat suntik/spuit Dimasukkan ke dalam tabung reaksi/tabung sentrifuse (Gambar 4.7. Selanjutnya dibersihkan dengan aquadest hingga kotoran dan darah yang melekat hilang.15.12) 11. Larutan hipofisa disentrifuse dan didiamkan selama satu menit sampai terbentuk dua lapisan pada larutan tersebut.15). Pemutaran alat sentrifuse Gambar 4. 8.13. Kelenjar hipofisa dimasukkan ke dalam tabung pengerus. Penggerusan kelenjar hipofisa 9. Kelenjar hipofisa digerus menggunakan alu kaca hingga hancur (Gambar 4.

Sedangkan sekresi gonadotropin akan dihambat oleh dopamine. Bila dopamine dihalangi dengan antagonisnya maka peran dopamine akan terhenti. OVAPRIM adalah campuran analog salmon GnRH dan Anti dopamine dinyatakan bahwa setiap 1 ml ovaprim mengandung 20 ug sGnRHa(D-Arg6-Trp7.2. Dari ketiga macam hormon yang dapat digunakan untuk melakukan pemijahan ikan seperti yang telah dijelaskan. Fungsi LH dalam sel theca akan merangsang PGE (prostaglandin) dan PGF2α dari asam arachidonad. Perjalanan hormon ke sel target Bagaimana hormon yang disuntikan itu mencapai sel target. harga ekonomis dan efisiensi dalam penggunaannya. Pada beberapa spesies menggunakan hCG sebagai pemacu merangsang pematangan gonad sangat efektif. Ada tiga cara sel-sel itu berkomunikasi yaitu : 113 Gambar 4. Lcu8. sehingga sekresi gonadotropin akan meningkat. HCG mempunyai dua rangkaian rantai peptida yaitu α yang mengandung 92 asam amino dan β mengandung 145 asam amino. Larutan siap disuntikkan pada ikan yang akan dipijahkan (Gambar 4. Ovaprim juga berperan dalam memacu terjadinya ovulasi. LH (Litunuising Hormon) adalah hormon perangsang ovulasi yang kuat. bisa sebagai pengganti ekstrak kelenjar hipofisa tetapi pada beberapa spesies penggunaan hCG kurang efektif mesti dikombinasikan dengan Pregnan Mare Serum Gonadotropin (PMSG) atau ovaprim. Hormon tersebut mencapai sel target melalui komunikasi antar sel.16. hCG memiliki potensi LH.11. 4. Ekstrak kelenjar hipofisa siap disuntikkan pada ikan Hormon Chorionic Gonadotropin (hCG) adalah hormon gonadotropin yang disekresi oleh wanita hamil dan disintesa oleh sel-sel sintitio tropoblas dari placenta. Ketiga hormon tersebut prinsipnya adalah membantu proses kematangan gonad ikan yang akan menentukan keberhasilan proses pemijahan. HCG berperan dalam pemecahan dinding folikel saat akann terjadi ovulasi.16) pecahnya folikel dan pengeluaran oosit yang telah matang. Pada proses pematangan gonad GnRH analog yang terkandung didalamnya berperan merangsang hipofisa untuk melepaskan gonadotropin. maka pemilihan hormon yang akan digunakan sangat bergantung pada jenis ikan yang akan dibudidayakan. Pro9-NET) – LHRH dan 10 mg anti dopamine. PGF2α juga mempunyai peran penting dalam .3.

Sinyal endokrin (Endocrine signaling). Sel mengekspresikan molekul permukaan yang mempengaruhi sel lainnya yang berkontak fisik dengan sel tersebut. Oleh karena itu seorang pembudidaya harus memahami tentang proses secara fisiologis ovulasi dan akan dibahas pada subbab ini. Sinyal sinaptik (Synaptic signaling). Meratanya sperma menempel pada telur akan menambah jumlah pembuahan sperma pada sel telur. Stripping dan pembuahan buatan Stripping adalah proses dikeluarkannya telur atau sperma ikan dengan bantuan manusia/bukan secara alamiah. dengan demikian arah urutan/stripping akan benar atau organ yang diurut tidak salah. 2. dan tahu posisi gonad ikan. Seseorang yang akan melakukan stripping telur atau sperma ikan mesti harus telah tahu cara stripping yang baik. 2. Sinyal parakrin (Paracrine signaling). sperma tidak luka atau proses penempelan sperma pada sel telur merata. Sel membentuk ’gap juction’ yang menghubungkan masing-masing sitoplasma sehingga dapat terjadi pertukaran molekul-molekul kecil. dengan cara mempertemukan sel telur dengan sel sperma pada suatu tempat tertentu dan dengan alat tertentu. Proses pembuahan buatan ini membutuhkan 114 .1. Telur atau sperma tidak akan bisa distripping jika proses fisiologis ovulasi belum sempurna. Sedangkan komunikasi antar sel dengan cara sekresi kimia dapat dibagi berdasarkan jauhnya jarak yang dirempuh senyawa kimia tersebut yaitu: 1. Sel-sel target akan memberikan respon terhadap sinyal yang datang melalui protein khusus yang disebut receptor.4. dimana sel menskresikan senyawa kimia (local chemical mediator) yang mempunyai efek terhadap sel yang berada disekelilingnya.2. dimana sel kelenjar endokrin akan mensekresikan hormon yang akan dibawa aliran darah ke sel target yang terdistribusi di bagian lain dari tubuh. 3. 3. Proses pengeluaran telur atau sperma tersebut tentu saja menghendaki cara tertentu agar telur atau sperma tidak rusak ataupun justru induk ikan yang akan rusak/mati. merupakan suatu neurotransmitter dan bekerja khusus untuk sel syaraf pada suatu daerah khusus yang disebut chemical synapses. Proses melakukan pembuahan buatan ini diperlukan sikap kehati-hatian agar telur tidak luka. Pembuahan secara buatan dilakukan dengan bantuan manusia. Feeling seorang pengurut sebaiknya telah menyatu dengan induk ikan tersebut. Senyawa kimia yang diskresikan ini akan diserap dan diserap dengan cepat. Sel menskresikan senyawa kimia (chemical signaling) kepada sel lain ditempat yang berjauhan. Kenapa demikian karena seseorang tersebut akan mengerti kapan pengurutan diberhentikan dan kapan akan dimulai lagi. 4.

klarida. Campuran antara seminal plasma dengan spermatozoa disebut semen. Ingat telur dan sperma itu hidup sehingga bermetabolisme. menghasilkan Ekor sperma. Ada sperma yang mempunyai “middel Piece” sebagai penghubung antara leher dan ekor. Asam lemak dapat dioksidasi dan sebagai sumber energi untuk aktifitas sperma. Jika demikian keadaannya proses pembuahan tidak akan berhasil dengan baik. potassium. Protamine. Dalam setiap testis semen terdapat jutaan spermatozoa. tetapi akan segera bergerak ketika bersentuhan dengan air. lecithin dan plasmalogen. Cairan sperma adalah larutan spermatozoa yang berada dalam cairan seminal dan dihasilkan oleh hidrasi testis. Bagian tengah ekor merupakan gudang energi untuk kehidupan dan pergerakan spermatozoa oleh proses-proses metabolik yang berlangsung di dalam helix mitokondria. Sperma adalah gamet jantan yang dihasilkan oleh testis. Sedangkan komposisi kimia ekor sperma adalah protein. kepala sperma terisi materi inti. Bagian ini banyak mengandung fosfolipid. ekor sperma berfungsi memberi gerak maju seperti gerak cambuk. lecithin dan cholesterol. Kematangan telur dan sperma ikan dipastikan diperiksa dibawah mikroskop. chromosom terdiri dari DNA yang bersenyawa dengan protein. jika telah memenuhi tanda-tanda tersebut di atas maka segeralah dilakukan stripping. Non Basik Protein. Fruktosa dan galaktosa merupakan sumber energi utama bagi sperma ikan mas. Selubung mitokondria berasal dari pangkal kepala membentuk dua struktur spiral kearah berlawanan dengan arah jarum jam. Sperma tidak bergerak dalam semen/air mani. sodium. Mitokondria mengandung enzim-enzim yang berhubungan dengan metabolisme spermatozoa. Sperma yang didalamnya terkandung chromosomX akan menghasilkan embrio betina sedangkan sperma mengandung chromosom-Y akan embrio jantan. Langkah pertama lakukan stripping induk jantan terlebih dahulu dengan prosedur yang telah ditentukan. maksudnya jika terlalu lama maka sperma atau sel telur bisa mati atau terganggu. Sedangkan seminal plasma mengandung protein. Kepala sperma. Komposisi kimiawi sperma pada plasma inti (nukleoplasma) diantaranya adalah DNA. leher dan ekor. Gardiner dalam Norman (1995) menyatakan semen yang encer banyak 115 . Di dalam middle piece ini berisi mitokondria yang akan berfungsi untuk metabolisme sperma. calsium. magnesium. Sperma ikan yang sudah matang terdiri dari kepala.waktu tertentu.Plasmalogen mengandung satu aldehid lemak dan satu asam lemak yang berhubungan dengan glicerol maupun cholin. Informasi genetika yang dibawa oleh spermatozoa diterjemahkan dan disimpan di dalam nolekul DNA. posfat.

mengandung glukosa sehingga memberikan motilitas yang lebih baik. Larutan elektrolit sperti kalium. magnesium. tekanan osmotik serta menekan pertumbuhan kuman. Sedangkan untuk mempertahankan pH semen dipergunakan sitrat. kuning telur. Motilitas sperma banyak dipengaruhi oleh konsentrasi glukosa. 1990). Sperma tetap motil untuk waktu lama di dalam media yang isotonik dengan darah. NaCl. suhu dan cahaya. Pada umumknya sperma mudah dipengaruhi oleh keadaan hipertonik dari pada hipotonik. dapat dipergunakan sebagai pengencer sperma tetapi Calsium. Daya tahan hidup sperma dipengaruhi oleh pH. Sedangkan cuprum dan besi merupakan racun bagi sperma. Untuk keperluan yang sesuai bagi kebutuhan sperma dipergunakan bahan glukosa. Pada umumnya sperma than hidup dan aktif pada pH 7. Ovulasi itu adalah proses keluarnya sel telur (oosit) yang telah matang dari folikel dan masuk ke dalam rongga ovarium atau rongga perut (Nagahama. 3. pospor dan kalium yang tinggi dapat menghambat motilitas sperma. elektrolit. Adanya konstraksi aktif dari folikel (bertindak sebagai otot halus) yang menekan sel telur keluar. tekanan osmotik . non elektrolit.5. Prinsip dasar untuk mempertahankan agar sperma tetap hidup adalah dengan menambahkan sesuatu kedalam semen yang berintikan mempertahankan pH. membentuk benjolan hingga pecah dan terbentuk lubang pelepasan hingga telur keluar. streptomicin. Larutan non elektrolit dalam bentuk gula. Untuk menghambat pertumbuhan kuman dipergunakan penicilin. Pergerakan sperma tersebut akan mengarah pada sel telur kerena distimulasi oleh adanya 116 . 2. Sedangkan semen yang kental banyak mengandung potassium sehingga akan menghambat motilitas sperma. sedangkan untuk pembekuan diperlukan glicerol. Telur membesar. 4. Ovulasi dan fertilisasi Setelah telur matang maka telur akan diovulasikan oleh ikan betina. Sperma yang tadinya bergerak lamban menjadi bergerak cepat (motilitas tinggi) dikarenakan bersentuhan dengan air.2. KCl. serta Osmolitas media. glukosa dapat dipergunakan sebagai pengencer sperma. Daerah tertentu pada folikel melemah. fosfat dan tris. Pelepasan sel telur terjadi akibat: 1. Enzim yang berperan dalam pemecahan dinding folikel: protease iplasmin kemudian diikuti oleh hormon Prostaglandin F2α (PGF2α) atau Cotecholamin yang merangsang konstraksi aktif dari folikel Setelah ovulasi kemudian akan diikuti oleh ikan jantan untuk mengeluarkan sperma. air susu yang mengandung lippoprotein dan lecithin. sperti fruktosa.

Rancapaku. Pembuahan satu telur hanya membutuhkan satu spermatozoa bagian kepalanya masuk Kedalam telur melalui mycropyle. dimana induk betina mengeluarkan telur dan induk jantan mengeluarkan spermatozoa.6. Telur yang tidak dibuahi akan mati dan berwarna putih air susu. Telur akan mengeluarkan fertilizing pada saat-saat terakhir ketika dilepas dan siap dibuahi. Kolam pemijahan dipersiapkan secara khusus.6. telur akan mengeluarkan Androgamon I untuk menekan motilitas sperma dan Gymnogamon II untuk menggumpalkan sperma. Berjuta-juta sperma menempel pada sel telur tetapi hanya satu sperma yang bisa masuk melalui micropil. Pemijahan ikan Mas Macam-macam Metode Pemijahan Ikan Mas menurut Sumantadinata (1983) dapat dilakukan secara alami dan secara buatan. Pemijahan secara alami setiap daerah memiliki ciri khas dalam cara memijahkan ikan Mas. sedangkan bagian ekornya tetap berada tertinggal di luar. membersihkan kolam dari rumput atau sampah. Cytoplasma dan chorion merenggang dan semakin tersumbat yang akan segera menutup mycropyle untuk menghalangi masuknya spermatozoa lainnya. Cimindi.2. Sumantadinata (1983) mengatakan. sebagai sumbat micropile sehingga yang lain tidak bisa masuk. Setelah sperma menempel pada telur. 4. Kantong. memasang substrat dan mengairi kolam. khususnya di Jawa Barat. Aplikasi teknik pemijahan pada ikan budidaya 4. Pemijahan cara Sunda Pemijahan ikan Mas cara Sunda merupakan cara pemijahan yang banyak digunakan petani.1.Gimnogamon I yang dieksresikan oleh telur. yaitu dengan mengeringkan dasar kolam. setelah memasuki telur. Pemijahan ikan Mas secara alami yang banyak dikenal di masyarakat adalah cara Sunda. suatu substansi yang disebut fertilizing merangsang spermatozoa untuk berenang berusaha mencapai telur. 117 . 1. inti spermatozoa mulai membesar dan chromosomnya mengalami perubahan sehingga memungkinkan untuk berhimpun dengan chromosom dari sel telur fase awal pembelahan.2. Berjuta-juta sperma yang menempel pada telur disingkirkan oleh telur dengan reaksi kortek. Pembuahan pada ikan umumnya terjadi di luar tubuh. Kepala sperma masuk dan ekornya tertinggal diluar. Pembuahan sel telur merupakan awal dari perkembangan embrio ikan. Cara ini menggunakan kolam pemijahan dan kolam penetasan secara terpisah. Karena apabila tidak disingkirkan akan mengganggu metabolisme zigot. Menurut Nesler dalam Sumantadinata (1983). Pembuahan merupakan penggabungan sel telur dengan spermatozoa sehingga membentuk zygote. Dubisch dan Hofer. Magek.

Pemasangan kakaban di kolam pemijahan pemijahan cara Sunda (Sumantadinata. Pelepasan induk dilakukan + pukul 16. 2. Proses pemijahan biasanya terjadi mulai tengah malam pukul 01. Kakaban 2. Pada pemijahan cara Cimindi. Sebelum kakaban disusun di kolam penetasan. Pemijahan cara Cimindi Persiapan kolam pemijahan cara Sunda dan Cimindi pada dasarnya adalah sama. Patok bambu Gambar 4. hanya terdapat perbedaan induk kolam. Pemijahan cara Sunda menggunakan kolam penetasan sekaligus sebagai kolam pendederan. Kakaban tersebut dipasang berderet-deret dan terapung 5-10 cm di bawah permukaan air. terlebih dahulu dibersihkan dari Lumpur dengan menggoyang-goyangkan secara perlahan di kolam pemijahan.Pemijahan cara ini menggunakan kakaban sebagai substrat untuk menempelkan telur. Bilah bambu penahan 3. pembuatan kamalir.00-17. Telur akan menetas setelah 36-48 jam pada suhu 28-300C. pengapuran dan mengairi.00 yang ditandai dengan gerakan ikan yang saling berkejaran dan timbulnya bau anyir pada air kolam pemijahan. Persiapan kolam penetasan meliputi pengolahan dasar kolam.17. Induk ikan yang siap dipijahkan dilepaskan secara hati-hati ke dalam kolam pemijahan. 2 3 1 1. Persiapan kolam tersebut dilakukan beberapa hari sebelum pemijahan induk. pemupukan. Kakaban yang telah berisi telur segera diangkat dan dipindahkan ke kolam penetasan. pada Sehari setelah induk ikan dilepas pada kolam pemijahan dilakukan pengamatan terhadap kakaban. Kakaban tersebut dipasang berderet-deret di kolam penetasan 3-5 cm di bawah permukaan air.00-06. kolam pemijahan merupakan bagian dari kolam penetasan dan 118 .00. 1983).

Penetasan telur dilakukan pada kolam pemijahan. Telur ikan pada kakaban ditetaskan pada kolam pemijahan. Pemijahan cara Rancapaku Pemijahan cara Rancapaku hampir sama dengan cara Cimindi. Saluran pengeluaran air Gambar 4. Kolam penetasan/pendederan 4. Bila induk ikan telah memijah. 3. Telur ikan Mas akan menetas setelah 36-48 jam pada suhu 28-300C. 2 1 3 5 1. Kolam pemijahan 2. sedangkan kakaban tetap di kolam pemijahan.18.kolam pendederan. Benih ikan tersebut dipelihara sampai umur 2-3 minggu. 1983). 119 . induk ikan dipindahkan ke kolam besar atau ke kolam pemeliharaan induk. yaitu kolam pemijahan merupakan bagian kolam penetasan. Kolam pemijahan terletak pada salah satu sudut kolam penetasan dengan pematang dari tanah sebagai pembatas sementara. pematang sementara dibongkar dan benih ikan akan menyebar ke kolam besar. anak ikan Mas yang mulai mencari makan akan menyebar ke kolam besar melalui celah tumpukan batu atau bambu. sedangkan induk ikan dibiarkan masuk ke kolam 4 penetasan melalui lubang pematang sementara. Setelah selesai memijah. Setelah benih berumur 7 hari. Pada kolam besar ini benih ikan didederkan. Pematang sementara 3. Saluran pemasukan air 5. Perbedaannya adalah petak pemijahan dengan cara Rancapaku terbuat dari tumpukan batu atau bambu. kakaban tetap berada di kolam pemijahan. Kolam pemijahan cara Cimindi (Sumantadinata.

Pemijahan cara Kantong Pada beberapa daerah di Jawa Barat. Dasar kolam ditebari pasir yang telah dicuci bersih dari tanah dan bahanbahan lain yang berbahaya.5-2. sedangkan induk ditangkap dan dikembalikan ke kolam induk.0 m a. Pemijahan cara Kantong menggunakan rumput sebagai tempat menempelkan telur. papan b. Setelah induk ikan selesai memijah. Dasar kolam diberi lapisan kerikil dan pasir agar airnya tetap jernih.19. Benih ikan ditangkap setelah berumur 1 minggu.4. penyekat papan c. Pemijahan cara Magek Pemijahan ikan Mas di Sumatera Barat dikenal dengan cara Magek. pemijahan ikan Mas dilakukan dengan cara Kantong. belahan bambu d. Selanjutnya benih tersebut dipindahkan ke wadah lain untuk didederkan atau dipasarkan. Rumput tersebut disebar di 120 . ijuk tersebut c tetap berada di kolam pemijahan.5-0. Pemijahan dengan cara ini diperlukan kolam seluas 3-4 m2 dengan kedalaman air 0. Kolam pemijahan berbentuk segi empat dengan kedalaman air sekiatr 60 cm. 1983). Bentuk dasar kolam dibuat miring ke arah pengeluaran air untuk memudahkan pengaturan air dalam penangkapan anak ikan. d b a P2 P1 0. Telur-telur ikan Mas ditetaskan padakolam pemijahan. Kolam pemijahan cara Magek (Sumantadinata.75 m. dinding kolam tegak lurus diperkuat papan. 5. ijuk P1 pipa pemasukan P2 pipa pelimpasan P3 pipa pengurasan Gambar 4. Di atas pasir ini dhamparkan ijuk yang dijepit dengan belahan bambu. Rumput yang digunakan adalah rumput yang tidak mudah busuk di air.6 m P3 K 1. Pemanenan benih dilakukan dengan mengalirkan air dari dasar kolam dan ditampung dengan kantong yang terbuat dengan bahan kain halus. Pemijahan cara Kantong mirip dengan cara Magek.

kantong 1. Ketinggian air kolam adalah 10 cm di atas pucuk rumput. 6. Oleh sebab itu cara pemijahan ikan yang diperkenalkan Dubisch disebut cara Dubisch. Kedalaman air kolam pemijahan adalah 30 cm. 1983).20. Pemijahan cara Dubisch dan Hofer Pemijahan ikan cara Dubisch dan Hofer menggunakan rumput sebagai tempat meletakkan telur. benih yang berumur 5-7 hari dipungut/panen. Telur ikan akan menetas setelah 36-48 jam pada suhu 28-300C. Kolam pemijahan cara Kantong (Sumantadinata. induk yang telah selesai memijah ditangkap dan dikembalikan ke kolam induk. Kolam pemijahan cara Dubisch berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran 8 x 8 atau 10 x 10 meter. Dubisch adalah seorang ahli perikanan berasal dari Jerman. sedangkan telur-telurnya dibiarkan di kolam pemijahan untuk ditetaskan. Pada bagian tengah dasar kolam lebih tinggi daripada bagian tepi/sisi kolam. Kolam kecil tempat kantong pelimpasan K. Pada dasar kolam sekeliling petakan terdapat saluran keliling dengan lebar 60 cm dn kedalaman 30-40 cm. pipa Gambar 4.kolam pemijahan. A 1 2 B K Keterangan: A. Dasar tengah yang 121 . Kolam pemijahan dialiri air secara perlahan. Saluran keliling berfungsi untuk memudahkan penangkapan induk setelah selesai memijah. Bagian tengah dasar kolam miring ke arah saluran pengeluaran air dan ditanami rumput yang tahan tergenang air. Bentangan kain tersebut berupa kantong yang terendam setengah bagian pada genangan air tenang. Kolam pemijahan B. Cara ini banyak digunakan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selanjutnya benihbenih yang ditampung pada kain tersebut dikumpulkan dan didederkan di sawah/kolam. Benih –benih ikan akan hanyut bersama air melalui pintu pengeluaran yang dialirkan ke bentangan kain yang direntangkan pada dua buah bambu.

Rumput B. Masa takut dan stress ini mengurangi keinginan ikan untuk memijah. sedangkan bagian lebih dalam digunakan untuk berkumpulnya benih ikan Mas sehingga memudahkan pemungutan benih ikan. Ardiwinata (1971) Huet (1970) A B B A A. Hal ini disebabkan adanya perubahan drastic antara bentuk saluran dengan bentuk pelataran (bagian tengah kolam) yang ditumbuhi rumput tempat memijah. Berdasarkan kelemahan tersebut. Saluran B B Gambar 4. tetapi seluruh petakan kolam dibagi menjadi dua bagian. sedangkan telur dibiarkan untuk ditetaskan. Bagian yang dangkal ditanami rumput sebagai tempat menempelkan telur. 122 . Hofer memodifikasi dasar kolam pemijahan cara Dubisch.21. 1983) Hofer seorang ahli perikanan melihat beberapa kelemahan/ kekurangan pemijahan cara Dubisch. Kolam pemijahan cara Dubisch (Sumantadinata. tetapi setelah keluar dari saluran menuju bagian tengah kolam yang ditumbuhi rumput dan terang menyebabkan induk agak ketakutan. tidak ada rumput dan gelap. Kelemahan tersebut terletak pada dasar kolam yang dapat menimbulkan stress bagi induk ikan. yaitu setengah bagian yang dangkal dan setengah bagian lebih dalam. Induk ikan yang selesai memijah ditangkap dan dipindahkan ke kolam pemeliharaan induk.miring memudahkan turunnya air dalam pemanenan benih ikan. Induk ikan istirahat di saluran merasa tempat/kolam tersebut kecil. Pada kolam pemijahan cara Hofer tidak terdapat saluran keliling kolam.

Kolam pemijahan cara Hofer (Sumantadinata. Sebelum ikan Mas jantan dan betina dipijahkan sebaiknya induk ikan tersebut diberok terlebih dahulu di dalam kolam pemberokan selama 12 hari dan dipisahkan antara jantan dan betina. 1983) Pelepasan induk ke kolam pemijahan dilakukan dengan hati-hati.5 m. Untuk memijahkan satu pasang induk jumlah kakaban yang dibutuhkan adalah 5-8 buah. induk ikan ini tidak diberi pakan. Selama dalam pemberokan.A B C Cara Hofer A. Pipa pngeluaran air Gambar 4. Kakaban ini biasanya berukuran panjang 1-1. Bagian dasar yang dangkal ditanami rumput C. Pipa pemasukan air B. pemilihan induk yang matang kelamin harus tepat dan benar. oleh karena itu kondisi kualitas air kolam pemberokan harus optimal. Kakaban ini adalah tempat meletakkan telur ikan Mas yang terbuat dari ijuk pohon enau. ijuk yang digunakan sebagai bahan pembuat kakaban ini harus dibersihkan dengan membuang serat-serat yang kasar dan disisir dengan sikat kawat. Perbandingan induk jantan dan betina adalah 1 : 1 dalam satuan berat 3 : 1 dalam satuan ekor. Pemberokan ikan Mas ini bertujuan untuk : 123 . Hindari induk terkena benturan.22.5 m dengan lebar sekitar 0. Dalam pemijahan ikan Mas secara alami dan semi buatan dibutuhkan media/substrat pemijahan yang disebut dengan kakaban. Satu pasang induk ikan Mas adalah perbandingan jumlah induk jantan dan betina yang akan dipijahkan berdasarkan bobot badan 1 : 1. Jumlah kakaban yang diletakkan pada kolam pemijahan tergantung pada jumlah induk yang dipijahkan. Pada pemijahan ikan secara alami. Pemilihan sistem pemijahan ini bergantung kepada skala usaha yang dilakukan. sedangkan berdasarkan jumlah ikan adalah 2 : 1 atau 3 : 1.

dikhawatirkan telur yang dikeluarkan ketika pemijahan tidak tertampung seluruhnya atau menumpuk di kakaban.5 meter atau 1 x 1 x 0. Pemijahan ikan Mas secara buatan biasanya dilakukan oleh para petani ikan yang membutuhkan ketersediaan benih yang kontinu dalam jumlah dan mutu. Sebagai tempat atau media menempelnya telur. sehingga semua telur lele dumbo tertampung di kakaban. Sebelum kolam atau bak digunakan. Ikan Mas akan meletakkan telur pada kakaban. Sebagai patokan. Memisahkan induk jantan dan betina untuk menahan sementara keinginan memijah sehingga pada saat pemijahan di kolam pemijahan kedua induk ikan saling tertarik untuk memijah.2. Ukuran kakaban disesuaikan dengan ukuran bak pemijahan. 4. Setelah dilakukan penyuntikan hormon.6. ukuran yang biasa digunakan panjangnya 75 – 100 cm dan lebarnya 30 – 40 cm.5 meter. 2.1. Jika pemijahan ikan Mas dilakukan secara buatan. sehingga mudah membusuk dan tidak menetas. Mengurangi lemak pada daerah kantong pembungkus telur (ovarium). maka telur ikan Mas yang telah dicampur sperma ditebar ke dalam akuarium dan dipelihara sampai menetas dan berumur 2-4 minggu. Selanjutnya bak diisi air bersih setinggi 30 – 40 cm. yaitu dilakukan pengurutan agar telur dan sperma keluar dari tubuh induk ikan Mas dan dilakukan pembuahan ikan Mas secara buatan. pregnil. induk ikan Mas jantan dan betina akan di stripping. bak dicuci bersih agar kotoran-kotoran dan lumut yang menempel terlepas dan dasar bak menjadi bersih dan benih lele terhindar dari serangan penyakit. Pemijahan Ikan Lele 1. dibutuhkan kakaban sebanyak 3 – 4 buah. HCG atau kelenjar hipofisa ikan Mas itu sendiri. untuk 1 pasang induk lele dumbo dengan berat induk betina 500 gram. di dasar bak dipasang kakaban yang terbuat dari ijuk. Persiapan wadah dan substrat (kakaban) Persiapan bak pemijahan dilakukan sebelum dilakukan pemijahan.5 – 1 kg diperlukan satu buah bak pemijahan dengan ukuran 1 x 2 x 0. Kakaban harus menutupi seluruh permukaan dasar bak pemijahan. Bagian atas bak pemijahan di tutup 124 . Hormon yang digunakan antara lain adalah ovaprim.2. karena lemak yang terlalu banyak dapat mengganggu kelancaran pelepasa telur. Namun. Ikan Mas jantan dan betina siap memijah dan matang gonad dimasukkan ke dalam kolam pemijahan. Untuk setiap pasang induk yang beratnya antara 0. Jika kurang. Pemijahan secara buatan ini dilakukan dengan memberikan suntikan hormon kepada induk ikan Mas jantan dan betina agar cepat mengalami kematangan gonad. Jumlah induk yang ditebar bergantung pada luas ukuran kolam pemijahan. Kakaban yang berisi telur ikan Mas selanjutnya dipindahkan ke kolam pemeliharaan larva/benih. Hal ini jika pemijahan dilakukan alami dan semi intensif.

Akan tetapi pada umumnya dilakukan pada otot punggung dengan kemiringan alat suntik 45°. ikan donor yang akan diambil kelenjar hipofisanya.4 ml. Sebelum dipijahkan. atau dipijahkan secara buatan.3 – 0.2 ml dan untuk induk jantan sebanyak 0. Penyuntikan hormon Untuk merangsang induk lele dumbo agar memijah sesuai dengan yang diharapkan. Selanjutnya induk – induk tersebut ditangkap dengan menggunakan seser atau serokan dan ditampung dalam wadah seperti tong plastik. Selama proses pemijahan berlangsung dilakukan pengontrolan agar induk yang sedang memijah tidak melompat keluar tempat pemijahan. setelah induk ikan lele disuntik dengan hormon maka induk tersebut dimasukan ke dalam bak pemijahan yang telah disiapkan. Induk ikan lele memijah berdasarkan kondisi alam dan ikan itu sendiri. Pemilihan induk siap pijah Tidak semua induk yang dipelihara dapat dipijahkan. Penyuntikan dapat dilakukan pada 3 tempat. Pemijahan Induk lele dumbo yang telah disuntik selanjutnya dipijahkan secara alami. sehingga induk – induk ikan lele dumbo akan terkumpul. penyuntikan cukup dilakukan satu kali dengan dosis untuk induk betina 0. beratnya sama dengan ikan induk lele dumbo yang akan disuntik.1 ml. 3. Pemijahan ikan lele secara alami dapat dilakukan dengan memijahkan induk jantan dan betina tanpa perlakuan khusus.dengan seng atau triplek atau anyaman bambu untuk mencegah induk lele dumbo yang sedang dipijahkan meloncat keluar. jika menggunakan ovaprim. induk dipilih yang sesuai dengan persyaratan. Namun. Sebagai bahan pelarut digunakan air untuk injeksi berupa aquabidest sebanyak 0. baik kolam induk jantan mapun betina. Induk akan memijah setelah 8 – 12 jam dari penyuntikan. Kelenjar hipofisa dapat diambil dari donor ikan lele dumbo yang telah matang kelamin dan telah berumur minimal 1 tahun. Artinya. Pemilihan induk dilakukan dengan cara mengeringkan kolam induk. Penyuntikan menggunakan kelenjar hipofisa cukup dengan 1 dosis. Jika akan dilakukan secara semi buatan. Salah satu persyaratan yang mutlak adalah induk telah berumur 1 tahun. 2. Hal ini disebabkan belum tentu semua induk telah matang kelamin dan siap dipijahkan. sebelumnya induk harus disuntik menggunakan zat perangsang berupa kelenjar hipofisa atau HCG (Human Chlorionic Gonadotropine) atau ovaprim. yaitu pada otot punggung. Kelemahan pemijahan secara alami adalah pemijahan induk belum dapat diperkirakan waktunya sehingga ketersediaan telur juga belum dapat 125 . 4. Pemijahan ikan lele dapat dilakukan secara alami. batang ekor dan sirip perut. baik jantan maupun betina. semi buatan dan buatan (induced breeding).

Pemijahan secara semi buatan adalah pemijahan dengan cara memberi perlakuan khusus yaitu dengan menyuntik induk ikan menggunakan hormon. Pemijahan secara buatan yaitu dengan menyuntikan hormon gonadotropin kedalam tubuh induk betina. kemudian induk ikan di lepas ke dalam bak fiber penampungan induk yang sudah disediakan. 4. Telur induk betina tersebut ditampung dalam baki dan pada waktu yang bersamaan sperma yang telah disiapkan sebelumnya dicampur dengan telur. Jika Induk disuntik menggunakan hormon sintetis (Ovaprim) dapat dilakukan dengan dosis 0. Untuk mendapatkan hormon ini ada yang sudah dalam bentuk cairan hormon siap pakai.1-0. sehingga diperlukan dasar kolam yang berlumpur. Untuk menjaga induk hidup optimal. maka setelah dilakukan pengurutan induk ikan ditreatment dengan cara direndam dalam larutan formalin 50 – 150 ppm selama 3 jam.2. maka parameter kualitas air dipertahankan dalam kondisi yang layak bagi kehidupan induk. terutama kandungan oksigen terlarut (> 5 126 . Kelenjar sperma dipotong-potong dengan menggunakan gunting kemudian ditekan secara halus untuk mengeluarkan sel sperma dari kelenjar sperma tersebut. Air rendaman yang berwarna putih selanjutnya di buang. Hormon yang digunakan adalah hormon sintetis atau hormon hypofisa.3.6. Untuk mencegah infeksi pada induk. Induk yang telah disuntik dimasukkan kedalam kolam/bak pemijahan. Setelah telur dan sperma tercampur merata. Secara alami nila memijah pada sarang yang dibuat oleh ikan jantan di dasar kolam. Pada umumnya nila bersifat mengerami telurnya di dalam mulut sampai menetas kurang lebih 4 hari dan mengasuh larvanya ± 14 hari sampai larva dapat berenang bebas diperairan.30 derajat celsius. Nila dapat dipijahkan setelah mencapai berat 100 gr/ekor.2 ml di tambah aquabides sebanyak 1-2 ml. Pengurutan induk betina dilakukan dengan hati-hati agar induk tersebut tidak terluka.di perkirakan. Pemijahan secara semi buatan induk jantan dan betina disuntik. Telur dan sperma diaduk menggunakan bulu ayam. Pada ikan lele yang akan dilakukan pemijahan secara buatan maka pengambilan sperma dilakukan dengan pembedahan perut induk jantan. Selanjutnya sperma diambil dan dibersihkan dari darah dengan menggunakan tissue. Telur yang telah dibuahi disebarkan kepermukaan substrat “kakaban” dan direndam dalam bak sampai menetas. lalu diencerkan di dalam larutan sodium clorida 0. lalu ditambah air sampai semua telur terendam dan biarkan beberapa menit agar semua telur terbuahi oleh sperma. mengerami telur dan mengasuh larva dilakukan oleh induk betina. ada pula yang harus di ekstrak dari kelenjar horman ikan tertentu.9 % dalam mangkuk plastik yang bersih. Pemijahan ikan nila Ikan Nila dapat berkembang biak secara optimal pada suhu 20 .

Pemijahan ikan nila dengan menggunakan hapa (kantung jaring dengan mata jaring yang lembut lebih kecil dari ukuran larva) hanya pada ikan nila yang sudah diadaptasi pada kondisi tersebut. dengan cara mengalirkan air pemasukan ke kolam secara kontinu melalui pipa yang ada saringannya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana dasar kolam berlumpur untuk pembuatan sarang dan 127 . Kedalam air kolam 70 cm. sekaligus merupakan wilayah teritorialnya yang tidak boleh diganggu oleh pasangan lain. Hal ini berdasarkan sifat ikan jantan yang membuat sarang berbentuk kobakan didasar kolam dengan diameter kira-kira 50 cm dan akan mempertahankan kobakan tersebut dari ikan jantan lainnya. Pemijahan ikan nila berdasarkan pengelolaannya dibedakan beberapa sistim antara lain: 1. Air dijatuhkan kepermukaan kolam agar terjadi percikan air untuk proses difusi oksigen. Induk betina yang lebih banyak 3 x jantan adalah agar mudah memberi kesempatan pada jantan untuk dapat menemukan betina yang matang gonad. Oleh karena itu jumlah ikan jantan setiap luasan kolam tergantung pada berapa banyak kemungkinan kobakan yang dapat dibuat oleh ikan jantan pada dasar kolam tersebut. Kantung jaring dapat digunakan beberapa bulan saja paling lama 6 bulan. Selama proses pemijahan air kolam harus tetap berganti. Sedangkan yang betina adalah 3 x 100 = 300 ekor. maka satu baris panjang didapat 1000:100 cm = 10 dan satu baris lebar 1000:100 = 10. Dasar kolam dilakukan pengolahan. Kobakan tersebut akan digunakan ikan jantan untuk memikat ikan betina dalam pemijahan. Biasanya jarak antara kobakan satu dengan yang lainnya kira-kira 25 cm. jadi banyaknya kobakan 10 x 10 = 100 atau banyaknya ikan jantan adalah 100 ekor. Pemijahan Secara Tradisional/ Alami Pemijahan secara alami dapat dilakukan di kolam. Dengan padat penebaran 1 ekor/m2. pemupukan dan pengapuran. Ikan nila membutuhkan sarang dalam proses pemijahan. Persiapan Kolam Kolam pemijahan luasnya harus disesuaikan dengan jumlah induk yang akan dipijahkan. karena mata jaring mudah sekali tertutup baik oleh lumpur maupun organisme yang menempel pada jaring sehingga dapat mengganggu sirkulasi air. Padat penebaran induk tergantung dari ukuran induk dan sistem pemijahan yang dilakukan. Sarang di buat di dasar kolam oleh induk jantan untuk memikat induk betina tempat bercumbu dan memijah. Dinding kolam diupayakan kokoh dan tidak ada yang bocor agar mampu menahan air kolam. Perbandingan jantan dan betina adalah 1 : 3 ukuran 250 . Bila areal/kolam mempunyai luasan 100 m2 (1000 x 1000 cm2).ppm) dan suhu tidak berfluktuasi. Kegiatan pemijahan alami meliputi antara lain.500 gr perekor. pembuatan kemalir.

6. Dosis pengapuran untuk menetralkan berbagai tingkatan pH dan jenis tekstur tanah dapat dilihat pada Tabel 4.meningkatkan kesuburannya agar cukup tersedia pakan alami untuk konsumsi induk dan larva hasil pemijahan. kuda dll) dengan dosis 1500 kg/ha atau kotoran ayam sebanyak 600.740 8.580 1. pengairan kolam harus dilakukan dengan pengaturan yang baik. tetapi bisa disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah kolam perairan. Cara pemberian pupuk kandang bisa dionggokan dibeberapa tepi kolam.580 1. daun lamtoro dan lain. misalnya daun orok-orok.0 5.4.6.790 1. Sedang untuk pupuk anorganik disebarkan pada dasar kolam. Untuk menciptakan kondisi seperti tersebut.475 4.320 10.790 7.580 1.5 5. pupuk hijau dan pupuk buatan atau kombinasi dari ketiga macam pupuk tersebut.6. Dosis Pengapuran untuk Menetralkan dari Berbagai Jenis Tekstur Tanah dan pH Awal yang Berbeda NO 1 2 3 4 5 6 pH Awal < 4. Cara ini akan memberikan pengaruh penguraian pupuk secara bertahap dan terus menerus sehingga pertumbuhan pakan alami dapat stabil dan tidak terjadi blooming plankton yang merugikan.0 4. Tabel 4.1 .160 5.0 6.1 .975 3.5 Kebutuhan Kapur CaCO3 (kg/Ha) Lempung berliat Lempung berpasir Pasir 14.950 5. kerbau.6 . suhu 20 30 °C dan NH3 < 1 ppm.370 4.475 3.5 4.5.lain.6 . Agar kolam bisa menjadi subur lagi bisa ditambah dengan pupuk hijau.1200 kg/ha • TSP dosis 100 kg/ha • Urea dosis 150 kg/ha Dosis tersebut tidak mutlak . pH > 5. Jenis pupuk yang biasa digunakan terdiri dari : • Kotoran ternak besar (sapi. Pemupukan susulan dapat diberikan 2 minggu kemudian dengan cara memasukan pupuk kandang/hijau ke dalam karung plastik yang diberi lubang secara merata dan direndam di dekat pintu pemasukan air kolam.0 . Selanjutnya kolam diairi ± 70 cm. Air 128 .6.790 895 0 Pemupukan dapat diberikan pupuk kandang. Pengapuran dilakukan untuk mengendalikan hama.5. Pengairan Selama proses pemijahan ikan membutuhkan suasana parameter kualitas air yang sesuai yaitu oksigen terlarut > 5 ppm.790 4. penyakit dan parasit larva ikan serta meningkatkan pH dasar kolam.370 3.

5 liter/ menit untuk luasan kolam 200 m2. Pengolahan dasar kolam dilakukan seperti pada persiapan kolam pemijahan alami. kolam induk betina (lingkaran II) hanya dapat dilalui larva sedang induk betina tidak dapat keluar dari sekat. Pemijahan secara intensif Dari sifat perilaku ikan nila maka untuk meningkatkan hasil dan produktifitas induk ikan nila di dalam menghasilkan larva. dan kolam larva (III) untuk menangkap larva yang dihasilkan. pemberian pakan tambahan mutlak di perlukan. Diagram susunan kolam pemijahan bersekat • Proses pemijahan Apabila konstruksi berbentuk lingkaran kolam dengan 129 . bungkil kedelai. dengan demikian pemanenan larva relatif mudah dilakukan dan induk akan lebih produktif karena tidak sering terganggu yang dapat menimbulkan stres dan kematian pada induk. Pemberian pakan Meskipun kolam telah di pupuk dan tumbuh subur pakan alami. Pemijahan secara buatan dapat dilakukan dengan dua cara : Pemijahan Intensif Yang Sepenuhnya Dilakukan Di Kolam Metoda ini dilakukan pada kolam yang didesain sedemikian rupa sehingga setelah pemijahan selesai dapat dipisahkan antara induk jantan. kolam betina dan kolam larva (gambar.12. induk betina dan larva ikan dalam kolam yang berbeda. • Persiapan kolam Kolam pemijahan dibuat dari pagar bambu yang bersekatsekat antara kolam jantan. Gambar 4. Pakan tambahan dapat berbentuk dedak. Selama proses pemijahan ± 7 hari dan pasca inkubasi telur yaitu setelah hari ke 8 . Kolam induk jantan (lingkaran I) hanya dapat dimasuki ikan betina yang berukuran lebih kecil dari ikan jantan. 2. Pemberian pakan tambahan dimaksudkan untuk menjaga stabilitas produktifitas induk karena selama masa inkubasi telur 3-4 hari induk berpuasa sehingga pada proses pemijahan harus cukup cadangan energi dari pakan ikan. Desain kolam pemijahan dapat dilihat pada Gambar .23. pemijahan ikan dapat dilakukan dengan melakukan manipulasi lingkungan yang sesuai dengan sifat memijah ikan.6 % per hari dari bobot induk.1). bungkil kacang atau pellet. Pellet dapat diberikan 3 .pemasukan terus menerus dialirkan dengan debit 2 .

diameter kolam I adalah 4 meter dan kolam II adalah 10 meter, serta luas kolam III adalah 44 meter persegi, maka padat penebaran induk adalah antara 250 -300 ekor induk betina bobot ± 250 gr/ekor dan 40 ekor jantan bobot > 500 gr/ekor. Indukinduk ikan pada saat pemijahan menempati kolam I. Setelah proses pemijahan berlangsung dan telur telah menetas, induk betina akan keluar dari kolam I ke kolam II untuk mengasuh anaknya. Di kolam II ini larva tumbuh sampai ukuran ± 1 cm, selanjutnya larva akan masuk ke kolam III, sedangkan induk betina tetap pada kolam II karena ada sekat. Kolam III hanya dapat di masuki oleh larva dari kolam II ke kolam III, larva akan terusir dari kolam II, karena terganggu oleh induk betina yang ada. • Pemeliharaan Pemeliharaan induk dilakukan dengan pemberian pakan tambahan 3 - 6 % perhari dari bobot ikan. Pemberian pakan dilakukan sesuai yang dibutuhkan oleh induk dan larva.

mengumpulkan induk-induk pada satu sudut hapa untuk memperkecil ruang gerak induk dan memudahkan penangkapan. Induk betina di tangkap satu persatu di pegang bagian kepala, mulut di buka dan di goyang-goyang di dalam air atau dialiri air yang bagian bawahnya sudah dipasang lambit/seser halus. Telur yang ada pada mulut induk nila akan keluar dan tertampung di lambit dan selanjutnya di tampung pada wadah (ember/baki) untuk di bawa ke tempat penetasan. Setelah selesai pengambilan telur, induk dipelihara di kolam secara terpisah antara jantan dan betina dan setelah ± 14 hari sudah dapat dipijahkan kembali. Setelah pemijahan induk jantan dan induk betina di ambil dan di pelihara pada kolam induk yang berbeda, untuk persiapan pemijahan berikutnya. 4.3. Penetasan telur

Pemijahan Dilakukan Di Hapa, Penetasan Telur Dilakukan Pada Corong Tetas Induk yang sudah siap dipijahkan (matang gonad) di masukkan ke dalam hapa pemijahan dan dipelihara dengan memberikan pakan tambahan serta pengaturan air yang baik sampai hari ke 7. Pengambilan telur dilakukan pada hari ke 8 - 10 dengan cara

Setelah induk ikan melakukan pemijahan maka sel telur dan sel sperma akan bertemu dan mengalami proses pembuahan (fertilisasi) yang akan membentuk zygot. Oleh karena itu pembuahan ini merupakan proses peleburan antara sel telur dan sel sperma untuk membentuk zygot. Pembuahan terjadi ditandai dengan masuknya spermatozoa ke dalam telur lewat micropyle. Tiap sel sperma cukup untuk membuahi satu butir telur. Pada saat pembuahan spermatozoa masuk yaitu hanya kepalanya saja sedangkan ekornya tinggal di luar, cytoplasma dan chorion merenggang dan semacam sumbat segera menutup micropyle untuk 130

menghalangi masuknya spermatozoa lain. Pengerasan chorion disebabkan oleh enzim pengeras yang terdapat pada bagian dalam lapisan chorion. Pengerasan chorion berguna untuk melindungi embrio yang masih sangat sensitif. Setelah membentuk zygot maka setiap individu akan mengalami proses embriogenesis sebelum menetas. Untuk memahami tentang proses penetasan telur maka harus dipahami proses tentang embryogenesis. 4.3.1. Perkembangan embrio Perkembangan embrio dimulai dari pembelahan zygote (cleavage), stadia morula (morulasi), stadia blastula (blastulasi), stadia gastrula (gastrulasi) dan stadia organogenesis. Stadia Cleavage Cleavage adalah pembelahan zygote secara cepat menjadi unit-unit yang lebih kecil yang di sebut blastomer. Stadium cleavage merupakan rangkaian mitosis yang berlangsung berturut-turut segera setelah terjadi pembuahan yang menghasilkan morula dan blastomer. Stadia morula Morula merupakan pembelahan sel yang terjadi setelah sel berjumlah 32 sel dan berakhir bila sel sudah menghasilkan sejumlah blastomer yang berukuran sama akan tetapi ukurannya lebih kecil. Sel tersebut memadat untuk menjadi blastodik kecil yang membentuk dua lapisan sel. Pada saat ini ukuran sel mulai beragam. Sel membelah secara

melintang dan mulai membentuk formasi lapisan kedua secara samar pada kutup anima. Stadia morula berakhir apabila pembelahan sel sudah menghasilkan blastomer. Blastomer kemudian memadat menjadi blastodisk kecil membentuk dua lapis sel. Pada akhir pembelahan akan dihasilkan dua kelompok sel. Pertama kelompok sel-sel utama (blastoderm), yang meliputi sel-sel formatik atau gumpalan sel-sel dalam (inner mass cells), fungsinya adalah membentuk tubuh embrio. Kedua adalah adalah kelompok sel-sel pelengkap, yang meliputi trophoblast, periblast, auxilliary cells, fungsinya adalah melindungi dan menghubungi antara embrio dengan induk atau lingkungan luar. Kelompok sel-sel yang terdiri dari jaringan embrio (blastodic) dan jaringan periblas, pada ikan, reptil dan burug disebut cakram kecambah (germinal disc). Stadia blastula Blastulasi adalah proses yang menghasilkan blastula yaitu campuran sel-sel blastoderm yang membentuk rongga penuh cairan sebagai blastocoel. Pada akhir blastulasi, sel-sel blastoderm akan terdiri dari neural, epidermal, notochordal, meso-dermal, dan endodermal yang merupakan bakal pembentuk organ-organ. dicirikan dua lapisan yang sangat nyata dari sel-sel datar membentuk blastocoel dan blastodisk berada di lubang vegetal berpindah menutupi sebagian besar kuning telur. Pada blastula sudah terdapat daerah yang berdifferensiasi membentuk organorgan tertentu seperti sel saluran pencernaan, notochorda, syaraf, 131

epiderm, ektoderm, mesoderm dan endoderm. Stadia gastrula Gastrulasi adalah proses perkembangan embrio, dimana sel bakal organ yang telah terbentuk pada stadia blastula mengalami perkembangan lebih lanjut. Proses perkembangan sel bakal organ ada dua, yaitu epiboli dan emboli. Epiboli adalah proses pertumbuhan sel yang bergerak ke arah depan, belakang dan kesamping dari sumbu embrio dan akan membentuk epidermal, sedangkan emboli adalah proses pertumbuhan sel yang bergerak ke arah dalam terutama diujung sumbu embrio. Stadia gastrula ini merupakan proses pembentukan ketiga daun kecambah yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm. Pada proses gastrula ini terjadi perpindahan ektoderm, mesoderm, endoderm dan notochord menuju tempat yang definitif. Pada periode ini erat hubungannya dengan proses pembentukan susunan syaraf. Gastrulasi berakhir pada saat kuning telur telah tertutupi oleh lapisan sel. Dan beberapa jaringan mesoderm yang berada disepanjang kedua sisi notochord disusun menjadi segmensegmen yang disebut somit yaitu ruas yang terdapat pada embrio. Stadia organogenesis Organogenesis merupakan stadia terakhir dari proses perkembangan embrio. Stadia ini merupakan proses pembentukan organ-organ tubuh makhluk hidup yang sedang berkembang. Dalam proses organogenesis terbentuk berturut-

turut bakal organ yaitu syaraf, notochorda, mata, somit, rongga kuffer, kantong alfaktori, rongga ginjal, usus, tulang subnotochord, linea lateralis, jantung, aorta, insang, infundibullum dan lipatan-lipatan sirip. Sistem organ-organ tubuh berasal dari tiga buah daun kecambah, yaitu ektodermal, endodermal dan mesodermal. Pada ektodermal akan membentuk organorgan susunan (sistem) saraf dan epidermis kulit. Endodermal akan membentuk saluran pencernaan beserta kelenjar-kelenjar pencernaan dan alat pernafasan, dan mesodermal akan membentuk rangka, otot, alat-alat peredaran darah, alat eksresi, alat-alat reproduksi dan korium (chorium) kulit. Jika proses organogenesis ini telah sempurna maka akan dilanjutkan dengan proses penetasan telur. 4.3.2. Proses penetasan telur Penetasan adalah perubahan intracapsular (tempat yang terbatas) ke fase kehidupan (tempat luas), hal ini penting dalam perubahanperubahan morfologi hewan. Penetasan merupakann saat terakhir masa pengeraman sebagai hasil beberapa proses sehingga embrio keluar dari cangkangnya. Penetasan terjadi karena 1) kerja mekanik, oleh karena embrio sering mengubah posisinya karena kekurangan ruang dalam cangkangnya, atau karena embrio telah lebih panjang dari lingkungan dalam cangkangnya (Lagler et al. 1962). Dengan pergerakan132

pergerakan tersebut bagian telur lembek dan tipis akan pecah sehingga embrio akan keluar dari cangkangnya. 2) Kerja enzimatik, yaitu enzim dan zat kimia lainnya yang dikeluarkan oleh kelenjar endodermal di daerah pharink embrio. Enzim ini disebut chorionase yang kerjanya bersifat mereduksi chorion yang terdiri dari pseudokeratine menjadi lembek. Sehingga pada bagian cangkang yang tipis dan terkena chorionase akan pecah dan ekor embrio keluar dari cangkang kemudian diikuti tubuh dan kepalanya. Semakin aktif embrio bergerak akan semakin cepat penetasan terjadi. Aktifitas embrio dan pembentukan chorionase dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar. Faktor dalam antara lain hormon dan volume kuning telur. Hormon tersebut adalah hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisa dan tyroid sebagai hormon metamorfosa, sedang volume kuning telur berhubungan dengan energi perkembangan embrio. Sedangkan faktor luar yang berpengaruh adalah suhu, oksigen, pH salinitas dan intensitas cahaya. Penetasan telur terjadi bila embrio telah menjadi lebih panjang dari pada lingkaran kuning dan telah terbentuk sirip ekor. Penetasan terjadi dengan cara pelunakan chorion oleh suatu enzim atau substansi kimia lainnya hasil sekresi kelenjar ekstoderm. Selain itu penetasan juga disebabkan oleh gerakan-gerakan larva akibat peningkatan suhu, intensitas cahaya dan pengurangan tekanan oksigen.

4.3.3. Aplikasi ikan

Penetasan

Telur

Penetasan telur pada ikan budidaya dapat dilakukan dengan berbagai wadah. Wadah penetasan telur ikan dapat digunakan antara lain adalah akuarium, kolam, bak atau fiber glass. Wadah yang di gunakan harus bersih. Sebelum penetasan telur, air wadah penetasan di sanitasi menggunakan methalyne blue (MB). Jika penetasan telur dilakukan di kolam harus menggunakan hapa. Hapa yang digunakan dengan mata jaring 1 mm atau lebih kecil dari butiran telur. Air pada wadah penetasan harus mengalir terus menerus. Salah satu sumber oksigen terlarut di dalam wadah penetasan berasal dari difusi air langsung dengan udara. Kadar oksigen terlarut di dalam wadah adalah 6 - 8 ppm. Pada ikan lele biasanya telurnya dilekatkan pada substrat. Telur yang telah menempel pada kakaban dapat ditetaskan dalam wadah budidaya disesuaikan dengan sistem budidaya yang akan diaplikasikan. Selama penetasan telur, air dialirkan terus menerus. Seluruh telur yang akan ditetaskan harus terendam air, kakaban yang penuh dengan telur diletakan terbalik sehingga telur menghadap ke dasar bak. Dengan demikian telur akan terendam air seluruhnya. Telur yang telah dibuahi berwarna kuning cerah kecoklatan, sedangkan telur yang tidak dibuahi berwarna putih pucat. Di dalam proses penetasan telur diperlukan suplai oksigen yang cukup. Untuk memenuhi kebutuhan akan oksigen terlarut dalam air, setiap bak penetasan di pasang aerasi. Telur 133

akan menetas tergantung dari suhu air wadah penetasan dan suhu udara. Jika suhu semakin panas, telur akan menetas semakin cepat. Begitu juga sebaliknya, jika suhu rendah, menetasnya semakin lama. Telur ikan lele akan menetas berkisar antara 24-57 jam dari pembuahan. Selama penetasan telur harus selalu dicek, telur yang sehat berwarna hijau kecoklatan, bila ada telur yang berwarna putih harus segera dibuang untuk menghindari berkembangnya jamur. Perkembangan stadia embrio pada ikan lele telah diamati oleh Volkaert et al (1994) yang melakukan pengamatan pada suhu penetasan telur yang optimal adalah 28oC (Tabel 4.7). Telur ikan lele (African catfish) akan menetas setelah 24 jam dengan derajat penetasan 80–100%. Tabel 4.7. Perkembangan stadia embrio ikan lele pada suhu 28oC Waktu (jam) Stadia embrionik 0 : 45 1 : 00 1 : 15 1 : 30 1 : 45 2 : 00 2 : 15 2 : 30 2 : 45 4 : 15 4 : 45 5 : 15 7 : 00 8 : 15 12 : 00 24 : 00 2 sel 4 sel 16 sel 32 sel 64 sel 128 sel Morula Awal Blastula Akhir Blastula Dimulainya epiboly 30% epiboly Germinal disk 60% epiboly 90% epiboly 1 – 10 somite 80–100% menetas

Pada ikan nila penetasan telur dapat dilakukan dengan dua metode yaitu penetasan dengan menggunakan corong penetasan dan metode konvensional. Pada metode konvensional dari induk ikan nila yang mempunyai bobot 250 - 300 gr dapat menghasilkan 300 - 800 butir telur. Telur ikan nila akan menetas setelah 4 - 6 hari. Telur yang telah menetas tidak langsung dilepaskan induknya melainkan tetap dimulutnya. Induk betina melepas larva jika sudah dapat berenang. Pada tahap awal larva dilepaskan, induk betina masih menjaganya. Di alam, induk betina ikan nila mulai melepaskan larva dari mulutnya pada umur 4 - 5 hari. Pada umur tersebut induk betina masih menjaga larva-larva tersebut. Jika keadaan lingkungan larva kurang aman, induk ikan menghisap kembali larvanya. Kuning telur larva akan habis setelah berumur 5 - 7 hari. Setelah kuning telur habis, larva akan mencari makanan disekitarnya. Biasanya induk betina menjaganya dengan mengikuti kelompok larva tersebut berenang. Jika ada ikan lain yang mendekati kelompok larva atau keadaan perairan kurang aman maka induk tersebut memasukkan kembali larva-larva tersebut kedalam mulutnya. Selanjutnya larva dilepaskan kembali pada perairan yang relatif aman dari gangguan ikan lainnya. Secara keseluruhan proses ini memerlukan waktu kurang lebih 18 hari. Sedangkan penetasan telur ikan nila secara intensif dilakukan pada corong tetas, yang merupakan modifikasi dari penetasan telur secara alami. Modifikasi tersebut 134

terlihat pada kondisi lingkungan, suplai air untuk gerakan telur, oksigen terlarut dan sebagainya. Air yang dialirkan ke corong penetasan selain agar telur-telur tetap bergerak juga untuk mempertahankan kualitas air tetap baik. Corong tetas yang digunakan berbentuk kerucut terbuat dari bahan fibre glass atau bahan lain. Pada corong tetas terdapat pipa- pemasukan dan pengeluaran air. Pipa pemasukan terletak di dasar corong tetas sedangkan pipa pengeluaran terletak di bagian atas corong tetas. Corong yang berukuran tinggi 45 cm, diameter atas 30 cm, diameter bawah 15 cm dapat menetaskan telur sebanyak ± 15.000 butir telur/corong. Corong tetas sebelum digunakan terlebih dahulu dibersihkan dari endapan kotoran, sisa telur dan lumut kemudian dikeringkan. Setelah itu direndam pada larutan malachyte green atau methalyn blue 10 ppm selama 15 - 30 menit. Selama kegiatan penetasan telur air terus menerus dialirkan ke corong penetasan. Agar penggunaan air lebih efisien, sebaiknya memakai sistem resirkulasi air. Dengan sistem ini air yang telah digunakan akan melalui saringan terlebih dahulu baik secara fisis, biologis mapun khemis sebelum digunakan selanjutnya ke corong tetas. Dengan menggunakan saringan tersebut, sistem resirkulasi air dapat digunakan selama lebih dari 6 bulan, selain lebih efisien, juga mudah dalam pengontrolan parameter kualitas air yang sesuai dengan kebutuhan telur dan larva. Bak penampungan air dan saringan yang digunakan secara berkala kira-

kira 6 bulan sekali dibersihkan. Hal ini untuk menghindari penyumbatan aliran air oleh kotoran. Tujuan penetasan telur meggunakan corong tetas adalah untuk meningkatkan daya tetas telur. Tahap awal perkembangan telur, telur sangat rentan terhadap gangguan khususnya gangguan secara mekanik. Gangguan secara mekanik umumnya terjadi pada saat membersihkan telur dari kotoran, memasukkan telur ke corong penetasan dan gerakan telur akibat debit air yang terlalu besar. Oleh sebab itu penanganan telur harus dilakukan secara hati-hati. Debit air yang terlalu besar dapat menyebabkan telur membentur dinding atau telur lainnya dengan keras sehingga dapat mengakibatkan kematian. Pada saat panen, sering terdapat perbedaan umur larva. Perbedaan ini karena pemijahan induk tidak serentak sehingga perkembangan embrio telur setiap induk pada kolam pemijahan yang sama sering berbeda. Demikian juga ukuran telur setiap induk berbeda-beda. Sebelum dimasukkan ke corong penetasan, telur yang berbeda baik masa inkubasi maupun ukuran telur harus dipisahkan terlebih dahulu. Pemisahan telur bertujuan untuk memudahkan pemanenan larva. Pemisahan atau pemilihan telur dapat dilakukan pada saat telur diambil dari mulut induk dan pada saat telur ditampung. Umumnya telur pada satu induk seragam baik masa inkubasi maupun ukuran. Oleh sebab itu pemisahan telur lebih baik dan lebih cepat dilakukan dilakukan 135

pada saat telur diambil dari mulut induk. Setiap telur yang diambil dari mulut induk ditampung dalam satu wadah. Sedangkan telur dari induk lain yang berbeda masa inkubasi dan ukuran telurnya ditampung pada wadah yang lain. Selanjutnya setelah dibersihkan, telur yang sama masa inkubasi dan ukuran dari induk yang lain di tetaskan pada corong tetas yang sama. Sedangkan telur yang lain ditetaskan pada corong tetas yang berbeda. Jika pemisahan telur pada wadah penampungan dinama seluruh telur ditampung dalam satu wadah kemudian dilakukan pemisahan akan lebih rumit dan lama sehingga dapat mengakibatkan telur mati. Kematian telur tersebut dapat karena telur tidak bergerak, benturan dan sinar matahari langsung. Masa inkubasi telur ikan nila berhubungan dengan warna telur. Telur yang baru dibuahi memiliki warna kuning muda. Sedangkan telur yang akan menetas berwarna kuning kecoklatan. Telur yang berwarna putih susu adalah telur mati. Telur hasil seleksi dibersihkan dan dipisahkan, dimasukkan ke dalam corong tetas. Air terus menerus dialirkan ke dalam corong tetas. Besar kecilnya debit air yang masuk ke dalam corong tetas di atur menggunakan kran. Debit air untuk penetasan telur ikan sebesar 0,8 liter perdetik. Debit air yang terlalu besar dapat mengakibatkan kematian telur karena tekanan air sehingga telur dapat terbentur ke dinding corong tetas atau terbawa air keluar corong tetas. Sebaliknya debit air yang terlalu kecil dapat mengakibatkan

telur tidak bergerak dan kekurangan oksigen. Telur yang tidak bergerak dan kekurang oksigen akan mati. Oleh sebab itu kegiatan sehari-hari pada saat penetasan telur adalah mengontrol debit air dan membersihkan corong tetas. Corong tetas dapat dibersihkan dengan menyipon kotoran atau telur yang mati. Pada saat pengontrolan debit air di dalam corong tetas harus selalu stabil sehingga tidak mengganggu gerakan telur. Air yang masuk pada corong tetas memiliki tekanan yang merata diseluruh bagian corong tetas agar telur yang ada semua bergerak. Jika tekanan aliran air hanya terdapat pada beberapa begian corong tetas saja mengakibatkan terdapat titik mati tekanan air. Telur yang terdapat pada tekanan titik mati tersebut tidak bergerak dan mati. Telur ditetaskan pada corong tetas selama 5 - 7 hari. Selama penetasan telur, air terus menerus dialirkan. Hari ke dua penetasan telur akan terlihat telur yang mati dan hidup. Telur yang mati segera dibuang karena akan mempengaruhi kualitas air. Sumantadinata (1983) mengatakan faktor-faktor yang mempengaruhi daya tetas telur adalah : 1. Kualitas telur. Kualitas telur dipengaruhi oleh kualitas pakan yang diberikan pada induk dan tingkat kematangan telur. 2. Lingkungan yaitu kualitas air terdiri dari suhu, oksigen, karbondioksida, amonia, dll. 3. Gerakan air yang terlalu kuat yang menyebabkan terjadinya benturan yang keras di antara 136

telur atau benda lainnya sehingga mengakibatkan telur pecah. Blaxter dalam Sumantadinata (1983), penetasan telur dapat disebabkan oleh gerakan telur, peningkatan suhu, intensitas cahaya atau pengurangan tekanan oksigen. Dalam penekanan mortalitas telur, yang banyak berperan adalah faktor kualitas air dan kualitas telur selain penanganan secara intensif. Oleh karena itu induk betina hanya dapat memijah perlu waktu lama. Akan tetapi pada pemijahan secara intensif, induk ikan nila betina dapat dipijahkan setiap 2 - 4 minggu. Hal ini dapat dijelaskan secara fisiologis ikan sebagai berikut; pada pemijahan alami, selama proses pengeraman telur dan pemeliharaan larva, induk betina akan terhambat perkembangan gonadnya. Sedangkan pada pemijahan intensif proses tersebut dilakukan secara buatan (corong tetas). Dengan demikian induk betina dapat bebas dari tugas tersebut dan segera menyiapkan kembali untuk pemijahan berikutnya dalam waktu yang relatif cepat. Pada ikan nila yang telurnya akan ditetaskan pada corong penetasan harus dilakukan pemanenan telur. Pemanenan telur ikan nila ini dilakukan pada hari ke 9. Pemanenan dilakukan dengan cara mengambil telur dari mulut induk betina ikan nila. Sebelum pemanenan terlebih dahulu permukaan air kolam diturunkan sampai ketinggian 10 - 20 cm. Jika pemijahan dilakukan di hapa

(waring), maka caranya adalah dengan menarik salah satu ujung hapa ke salah satu sudut hapa. dengan hati-hati untuk menghindari induk mengeluarkan telur. Karena induk ikan nila jika merasa dalam bahaya atau terdesak akan mengeluarkan telur di sembarang tempat. Hal ini akan menyulitkan dalam mengumpulkan telur ikan nila. Pengambilan telur ikan nila dilakukan dengan menangkap induk satu persatu. Penangkapan induk dilakukan menggunakan seser kasar dan seser halus. Kedua seser ini digunakan pada saat bersamaan. Seser kasar berfungsi untuk menangkap induk sedangkan seser halus berfungsi untuk menampung telur ikan. Seser kasar terletak dibagian atas dan seser halus terletak dibagian bawah. Pada saat menangkap induk dilakukan dengan hati-hati agar telur tidak dikeluarkan. Cara mengambil telur dari induk betina yaitu dengan memegang bagian kepala ikan. Pada saat bersamaan salah satu jari tangan membuka mulut dan tutup insang. Selanjutnya tutup insang di siram air sehingga telur keluar melalui rongga mulut. Selanjutnya telur-telur tersebut ditampung dalam wadah. Hal yang perlu diperhatikan adalah menghindari gerakan induk sekecil mungkin agar telur yang telah keluar tidak berserakan. Induk yang telah diambil telurnya dan yang belum memijah dikembalikan ke kolam pemeliharaan induk. Telur pada wadah penampungan jangan terkena sinar matahari langsung dan diupayakan telur selalu bergerak. Telur yang terlalu lama 137

diam serta kena sinar matahari langsung dapat menimbulkan kematian. Selanjutnya sebelum dimasukkan ke corong tetas, telur terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran berupa lumpur, lumut, sisa pakan dan sebagainya. Telur yang telah bersih dari kotoran dapat dimasukkan ke dalam corong penetasan.

4. 4. Pemeliharaan larva dan benih ikan Larva adalah anak hewan avertebrata yang masih harus mengalami modifikasi menjadi lebih besar atau lebih kecil untuk mencapai bentuk dewasa. Menurut Lagler (1956), larva adalah organisme yang masih berbentuk primitif atau belum mempunyai organ tubuh lengkap seperti induknya untuk menjadi bentuk definitif yaitu metamorfosa. Perkembangan stadia larva meliputi stadia pro-larva dan stadia pasca larva. Stadia pro-larva merupakan tahap larva yang masih memiliki kuning telur, sedangkan stadia pasca larva merupakan tahap larva yang telah habis kuning telurnya dan masa penyempurnaan organ-organ tubuh yang ada. Akhir stadia ini ditandai dengan bentuk larva yang sama dengan induknya yang biasa disebut dengan juvenil atau benih ikan. Larva ikan yang baru menetas memiliki kuning telur. Larva tersebut mengambil makanan dari kuning telur. Kuning telur akan habis setelah larva berumur 3 hari. Setelah kuning telur habis, larva mengambil

makanan dari luar atau lingkungan hidupnya. Larva ikan yang dibudidayakan harus dilakukan pemeliharaan untuk mencapai stadia benih. Wadah yang dapat digunkan untuk melakukan pemeliharaan larva ini bermacam-macam. Wadah pemeliharaan larva ini antara lain dapat berupa bak atau kolam. Pada pemeliharaan di bak yang perlu diperhatikan adalah sanitasi wadah sebelum digunakan untuk pemeliharaan dengan cara wadah direndam menggunakan larutan Methilen Blue 100 ppm selama 24 jam, kemudian dikuras dan diisi air bersih. Sedangkan wadah yang menggunakan kolam, sebelum digunakan harus disiapkan terlebih dahulu. Persiapan kolam pemeliharaan larva/pendederan meliputi perbaikan pematang, pengolahan dasar kolam, perbaikan pipa pemasukan dan pengeluaran, pemupukan dan pengapuran. Perbaikan pematang bertujuan untuk mencegah kebocoran kolam. Kebocoran kolam dapat diakibatkan oleh binatang air seperti belut, ular, kepiting dan lain-lain. Pematang yang bocor mengakibatkan air kolam tidak stabil dan benih ikan lolos keluar kolam. Perbaikan pematang yang bocor dilakukan dengan menyumbat bagian yang bocor menggunakan tanah atau ijuk. Pengolahan dasar kolam dilakukan dengan mencangkul dasar kolam. Tujuan mengolah dasar kolam adalah untuk menguapkan gas beracun yang terdapat di dasar kolam. Tanah yang baru dicangkul diratakan. Setelah dasar kolam rata, lalu dibuat saluran ditengah kolam. Saluran ini disebut kemalir. Kemalir 138

berfungsi untuk memudahkan pemanenan dan sebagai tempat berlindung benih ikan pada siang hari dan jika ada predator (pemangsa). Kemalir dibuat mulai dari pipa pemasukan air sampai pipa pengeluaran air. Kemalir dibuat dengan ukuran lebar 0,5 meter dan kedalaman 0,3 meter. Pipa pemasukan dan pengeluaran air dilengkapi saringan. Fungsi saringan pada pipa pemasukanan adalah untuk menghindari masuknya ikan liar atau sampah, sedangkan fungsi saringan pada pipa pengeluaran adalah untuk menghindari lolosnya benih ikan keluar kolam. Setelah melakukan pengolahan dasar kolam dan perbaikan pematang, kemudian dilakukan pengapuran. Pengapuran bertujuan untuk membasmi bibit penyakit dan meningkatkan kadar pH tanah. Kapur di tebar merata di dasar kolam. Dosis kapur yang di tebar adalah 10 - 50 gr/m2 . Untuk kolam baru diperlukan 50 - 150 kg kapur/m2 Kapur ditebarkan pada dasar kolam lalu dicampur dengan lapisan lumpur paling atas sedalam 5 cm . Seminggu kemudian lakukan pemupukan dengan 50 - 100 kg pupuk kandang/100 m2, TSP 0,25 kg/100 m2, dan urea 0,25 kg/100 m2. Semprot kolam dengan menggunakan pestisida golongan organophosphat seperti Sumithion, Argothion, dan Diazinon dengan konsentrasi 3 - 4 ppm. Kolam sudah dapat diairi 5 - 7 hari setelah semua rangkaian kegiatan tersebut diatas dilakukan. Kolam yang telah di pupuk dan dikapur segera ditutup pipa

pengeluaran air. Selanjutnya pipa pemasukan air di buka. Setelah ketinggian air 20 - 30 cm, tutup pipa pemasukan air. Biarkan kolam selama 5 - 7 hari. Hari ke - 8 benih ikan dapat di tebar ke kolam untuk didederkan. Setelah dipastikan hampir semua telur menetas, kakaban diangkat untuk menghindari penurunan kualitas air akibat adanya pembusukan dari telur – telur yang tidak menetas. Disamping itu juga dilakukan pergantian air bak penetasan dengan membuang air sampai ¾ bagian volume air dan kemudian diisi kembali dengan air yang baru. Larva ikan lele yang baru menetas akan berwarna hijau dan berkumpul di dasar bak penetasan dibagian yang gelap. Ukuran larva lebih kurang 5 – 7 mm dengan berat 1,2 – 3 mg. Setelah berumur 2 hari, larva mulai bergerak dan menyebar ke seluruh bak penetasan. Sampai umur 3 hari larva tidak perlu diberi pakan tambahan, karena masih memanfaatkan cadangan makanan yang dibawa di dalam tubuhnya, yakni yang dikenal dengan “kuning telur”. Larva ikan lele dumbo baru diberikan pakan tambahan setelah berumur 4 hari dengan memberikan emulsi kuning telur ayam. Pemberian pakan tersebut sampai umur 5 hari. Setelah menginjak umur 6 hari, larva diberi pakan alami (makanan hidup) yang berukuran kecil, seperti kutu air (daphnia sp) atau cacing sutera (tubifex). Pakan buatan kurang baik diberikan karena jika tidak habis akan membusuk sehingga menurunkan kualitas air pada bak pemeliharaan. Pakan alami diberikan 139

Benih dapat langsung dipasarkan (dijual) langsung kepada pembeli atau didederkan pada kolam pendederan.5 – 2 cm. menggunakan pupuk kandang (25 kg kotoran sapi atau 3 kg kotoran ayam/100 m2). siang dan sore hari atau sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan pengendalian hama penyakit dapat dilakukan dengan cara mencegah hama atau hewan liar masuk ke kolam seperti: membersihkan lingkungan sekitar kolam. Faktor lain yang perlu diperhatikan selama pemeliharaan benih atau larva adalah kualitas air. Padat penebaran larva 10. Cara memanennya adalah air dalam bak disurutkan secara perlahan.3 kali sehari.000–15. Pada pendederan pertama. Pada saat pemeliharaan dapat diberi makanan tambahan berupa makanan halus seperti bekatul. atau pakan buatan bentuk tepung. Pemeliharaan dilakukan selama 12 – 15 hari 140 . Jumlah air yang diganti sebanyak 50–70 % dengan cara menyipon (mengeluarkan air secara selektif dengan selang) sambil membuang kotoran yang mengendap pada dasar bak pemeliharaan larva. benih sudah siap untuk dipanen.30 hari) pemupukan ulang perlu dilakukan untuk menjamin tersedianya makanan alami yang cukup. Pada pendederan ke dua. selanjutnya benih ditangkap secara hati hati menggunakan seser (serokan) halus. benih lele dumbo yang dipelihara adalah benih yang berasal dari pembenihan yang berukuran 1 – 3 cm. Selama masa pendederan (28 . Pengelolaan kualitas air dapat dilakukan berupa pengontrolan sistem pemasukan air agar tetap mengalir untuk mempertahankan tinggi air di kolam serta menjamin difusi oksigen terlarut kedalam kolam. memasang saringan pada pipa inlet. dan lain sebagainya.000 ekor/m2. benih yang dipelihara berasal dari hasil pendederan pertama. Selang yang digunakan adalah selang plastik yang lentur dan biasa digunakan sebagai selang air. Pendederan adalah pemeliharaan benih lele dumbo yang berasal dari hasil pembenihan sehingga mencapai ukuran tertentu.2 kali seminggu. memasang lampu perangkap. Setelah benih lele berumur 2 – 3 minggu dan mencapai ukuran 0. Pendederan dilakukan dalam dua tahap. pagi. pemanenan dilakukan pada pagi atau sore hari saat suhu rendah. Benih ini dipeliharan selama 12 – 15 hari sehingga saat panen akan diperoleh lele dumbo berukuran kurang lebih 5 – 6 cm perekornya. Pergantian air dilakukan setiap 2 – 3 hari sekali atau tergantung dari kebutuhan. konsentrat. yakni pendederan pertama dan pendederan kedua. Pemupukan dapat dilakukan 1 . Larva yang akan didederkan sebaiknya jangan ditebarkan langsung ke dalam kolam namun terlebih dahulu dilakukan aklimatisasi untuk menghindarkan perubahan suhu ekstrim antara suhu kolam dengan suhu air pada wadah pengangkutan. Agar benih lele tidak mengalami stres. memasang pagar sekeliling kolam.

tepung ikan. Sedangkan larva umur 5 hari sudah dapat berenang dipermukaan air. Pemeliharaan larva meliputi pemberian pakan dan pengelolaan kualitas air. Cara penebaran untuk proses adaptasi (aklimatisasi) benih lele dumbo cukup mudah. Sebelum larva dimasukkan. wadah pemeliharaan larva terlebih dahulu dibersihkan dan dilakukan sanitasi. Pakan yang diberikan harus lebih kecil dari bukaan mulut larva dan jumlah 141 . Karena pakan yang berlebihan akan menumpuk di dasar kolam dan bisa membusuk yang akhirnya menjadi salah satu sumber penyakit. yakni dengan menghindarkan pemberian pakan yang berlebihan. larva dapat diberi pakan berupa pakan alami. bak dan sebagainya. Pemeliharaan larva dilakukan selama 6 . dedak halus dan sebagainya. Penebaran harus dilakukan dengan hati-hati agar benih lele dumbo tidak mengalami stress. Tindakan pencegahan penyakit cukup dengan menjaga kualitas dan kuatitas air kolam.sehingga diperoleh benih lele dumbo berukuran 8 – 12 cm perekornya. Penebaran benih dilakukan setelah 6 hari dari pemupukan atau saat pakan alami telah tersedia. sebaiknya pemberian pakan disebarkan merata pendederan. ular. Pakan diberikan 3 – 4 kali sehari. pada kolam Untuk memperkecil mortalitas atau kehilangan benih. ikan gabus. larva berumur 3 hari sudah dapat berenang di dasar wadah pemeliharaan. Pakan tambahan berupa tepung pelet sebanyak 3 – 5 % dari jumlah total benih yang dipelihara.3 cm per ekornya. Kegiatan pemeliharaan benih merupakan kegiatan inti dari pendederan. Agar pemberian pakan lebih efektif. Benih lele dumbo yang masih berada di dalam wadah pengangkutan di biarkan terapung-apung diatas permukaan air selama 5 menit. Selama pemeliharaan. benih harus diberi pakan tambahan. fibre glass. Pendederan ini dapat dilakukan di kolam tanah atau kolam tembok.8 hari. Hama yang menyerang benih lele berupa belut. Dengan cara ini diharapkan kualitas air yang ada di dalam wadah pengangkutan tersebut akan sama dengan yang ada di kolam. selama pemeliharaan harus dilakukan pengontrolan terhadap serangan hama dan penyakit. Penebaran benih dilakukan pada pagi atau sore hari dengan kepadatan 200 – 300 ekor/M2 berukuran 1 . Selanjutnya ditambahkan air dari kolam ke wadah pengangkutan sedikit demi sedikit. Sanitasi dapat menggunakan malachyte green atau methalyn blue 10 ppm dengan cara dibilas keseluruh permukaan wadah. Selama pemeliharaan. Benih yang akan didederkan sebaiknya jangan ditebar langsung ke kolam namun terlebih dahulu dilakukan aklimatisasi untuk menghindari perubahan suhu yang mencolok antara suhu air kolam dan suhu air pada wadah pengangkutan. Pada ikan nila pemeliharaan larva dan benih ikan dapat dilakukan pada wadah pemeliharaan larva antara lain adalah akuarium.

ikan gabus dan ikan lele. pertumbuhan ikan normal. Pada umur tersebut benih ikan sudah men-capai ukuran 3 . Suhu air sangat berpengaruh pada laju metabolisme ikan. Demikian pula jumlah pakan harus sesuai dengan jumlah larva. Pakan tambahan tersebut ditebar di sepanjang kolam. burung. Oleh sebab itu setiap hari dilakukan penyiponan terhadap kotoran atau sisa pakan. Jika suhu air wadah penampungan larva lebih rendah dari suhu air kolam maka air kolam dimasukkan sedikit demi sedikit ke wadah penampungan sampai suhu kedua air tersebut sama.pakan.8 hari ditebar di kolam pendederan. Frekuensi pemberian pakan sebanyak 2 . Sedangkan oksigen terlarut sebesar 6 . Hama yang sering menyerang benih ikan nila adalah belut. membuat saringan air sebelum air masuk ke kolam. Pertumbuhan ikan mulai terganggu pada suhu ≤ 18 °C dan ≥ 30 °C. Selama pendederan benih ikan selain mendapatkan makanan alami di kolam juga diberi pakan tambahan yang halus seperti dedak. Pendederan dilakukan selama 3 .100 ekor/m2.8 ppm. Selanjutnya benih tersebut ditebar di kolam.3 kali perhari. Padat penebaran benih ikan nila sebanyak 75 . Ukuran butiran pakan harus lebih kecil dari bukuaan mulut larva. Jumlah pakan yang diberikan 10 % dari biomasa. Penebaran larva sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari pada saat suhu udara rendah. Pada suhu optimum. Sebelum ditebar terlebih dahulu di lakukan aklimatisasi dengan cara wadah yang berisi larva dimasukkan ke dalam air kolam. Kualitas air sangat penting diperhatikan dalam kegiatan pendederan. Kandungan protein pakan benih ikan sebesar ≥ 30 %. Perubahan temperatur yang terlalu drastis dapat menimbulkan gangguan fisiologis ikan yang dapat menyebabkan ikan stress. Benih dari wadah pemeliharaan larva ditangkap menggunakan seser halus. Selain itu sebaiknya diberi aerasi pada wadah pemeliharaan larva. Pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan pengeringan dan pengapuran dasar kolam serta pergantian air kolam. Suhu yang baik untuk pendederan ikan nila adalah 28 . Larva yang tertangkap tersebut ditampung di wadah.4 minggu. Air harus terus menerus mengalir di wadah. Diharapkan pada saat penebaran pakan alami sudah tersedia di kolam. Pakan yang tersisa di wadah pemeliharaan dapat mengakibatkan kualitas air kurang baik. Selanjutnya larva ditebar dengan cara memiringkan wadah penampungan larva sehingga larva dapat keluar dengan sendirinya berenang ke kolam. Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan menambahkan garam dapur 142 . Benih yang telah berumur 7 . ular. Pencegahan hama dan penyakit pada kegiatan pendederan sangat perlu dilakukan.30 °C.5 cm. Penyakit yang menyerang terutama penyakit parasitik seperti Ichthyophthirius multifilis yang mengakibatkan bintik putih dipermukaan tubuh ikan dan mengakibatkan kematian masal.

aeromonas sp dan sebagainya. dactilogyrus sp. Parasit/penyebab penyakit sering menyerang bibit benih ikan patin adalah Ichthyopthirius mulitifilis atau white spot.di kolam media sebanyak 200 gr/m3. Pembersihan wadah dilakukan dengan menyipon kotoran dan sisa makanan menggunakan selang. pendederan Pemeliharaan benih pada ikan patin meliputi pemberian pakan. Hama dan penyakit ikan timbul disebabkan oleh kondisi lingkungan.50%. Penyiponan dapat juga dilakukan juga sekaligus dengan penggantian air. kadar protein. Pada saat menyipon harus dilakukan dengan hati-hati agar benih ikan tidak ikut keluar. Air yang dikeluarkan pada saat penyiponan segera diganti dengan air bersih. Pakan yang diberikan untuk benih ikan sesuai dengan bukaan mulut benih ikan. Sehingga air yang diganti sebanyak air yang dikeluarkan. pengelolaan kualitas air serta pengendalian/hama penyakit ikan. Air yang dikeluarkan sebanyak 25 . dan frekuensi pemberian pakan. Ketiga bibit penyakit tersebut menjadi suatu sistem sehingga benih ikan terserang penyakit. Pencegahan dapat dilakukan dengan sanitasi lingkungan seperti wadah dan air. Selain itu air baru yang akan dimasukkan sebaiknya telah diendapkan terlebih dahulu. Pada pemeliharaan benih ikan patin secara intensif yang dilakukan di bak atau akuarium perlu dilakukan pembersihan kotoran dan penggantian air di wadah pemeliharaan. kurang nafsu makan. Benih ikan yang terserang penyakit ich biasanya menggosokgosokkan bagian tubuhnya ke dinding atau dasar wadah. Hal yang perlu diperhatikan pada saat penggantian air adalah suhu air. kondisi benih ikan dan bibit penyakit. Ichthyopthirius sp sering menyerang pada bagian sisik dan sirip benih ikan. Pemberian pakan yang perlu diperhatikan adalah jenis pakan. gyrodactius sp. Pakan yang diberikan harus lebih kecil dengan bukaan mulut ikan. daphnia. Demikian juga air yang akan digunakan sebaiknya disanitasi demgan menggunakan methylen blue. Wadah yang akan digunakan sebaiknya terlebih dahulu dibersihkan menggunakan deterjen. Pengelolaan kualitas air mutlak perlu diperlukan karena benih patin sangat peka terhadap perubahan lingkungan khususnya kualitas air. jumlah ukuran. Suhu air yang akan dimasukkan ke dalam wadah pemeliharan. Pengendalian hama dan penyakit benih ikan patin lebih ditekankan pada pencegahan. Pemberian pakan benih ikan harus disesuaikan ukuran benih ikan dengan ukuran pakan. Pada kondisi tersebut benih ikan mudah terserang bibit penyakit. fiberglass dan dapat juga 143 . rotifera dan lain-lain. Kondisi lingkungan yang kotor menyebabkan benih ikan lemah. Pemeliharan benih ikan patin dilakukan secara intensif di bak. malachyte green. Pemberian pakan benih ikan patin yang dipelihara secara intensif dapat diberikan jenis cacing tubifex. Kalium permanganat dan sebagainya. akuarium.

Sedangkan pH termasuk ”Masking factor” yaitu sebagai faktor pengendali perubahan kimia dalam air. Suhu merupakan ”Controling factor” yaitu apabila suhu air berubah maka faktor yang lain akan berubah. Selanjutnya benih ikan dapat dilepas ke kolam. Lingkungan baru tersebut adalah suhu. Padat penebaran sangat tergantung kepada ”Caryng Capacity” kolam tersebut dan sifat serta ukuran ikan.0.5 kg/m2. Pada hari ke 10 air kolam dinaikkan menjadi 50-70 cm. Pengolahan dasar kolam meliputi pencangkul tanah dasar kolam. ketersediaan oksigen serta minimalnya faktor penggangu hidupnya ikan. pH dan salinitas. Persiapan tersebut meliputi pengolahan dasar kolam. Betapa pentingnya kehatihatian saat pelepasan benih ikan patin. insang. Pakan alami akan mencapai puncaknya aetelah 10 – 14 hari dari pemupukan.5 0C permenit. Kemudian dengan menggunakan metode sampling ada berapa juta sel plankton yang terdapat dalam perut ikan dan berapa laju kecepatan respirasi ikan tersebut dalam menyerap oksigen. Metode aklimatisasi adalah suatu cara memberikan kesempatan kepada ikan untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan baru. pemupukan dan pengapuran. Pengolahan dasar kolam berfungsi untuk mengoksidasi gas beracun yang terdapat di dasar kolam. Sebagai contoh ikan hanya mampu mentolerir perubahan suhu hanya ± 5 0C. Pupuk ditebar merata di dasar kolam. Caryng capacity bisa dihitung. Hal ini bisa digunakan rumus Schroeder (1975). Alat-alat tersebut antara lain kulit. Caryng capacity bisa diartikan daya dukung kolam yang menyangkut kelimpahan pakan alami. respirasi ikan pada suhu 20-30 0C. Selanjutnya dilakukan pemerataan dasar kolam.dilakukan dipeliharaan di kolam. Pemupukan bertujuan untuk menumbuhkan pakan alami dikolam. Alat-alat tersebut akan dipergunakan pada saat sedang mengadakan proses osmoregulasi. Pelepasan benih sebaiknya dilakukan sore hari agar suhu air kolam sudah menurun. Begitu juga ikan mempunyai batas toleransi terhadap perubahan lingkungannya. Dosis pupuk yang ditebar sebanyak 0. Selanjutnya kolam diisi dengan air setinggi 40 cm. Pelepasan benih ikan menggunakan metode aklimatisasi. Namun demikian ikan mempunyai batas toleransi terhadap perubahan lingkungannya. perubahan ini mampu ditolerir 0. 144 . Pakan alami ini diharapkan menjadi pakan utama bagi benih ikan. perbaikan saluran dan sebagainya. ada berapa ppm kandungan oksigennya atau berapa kapasitas oksigen per volume kolam tersebut.3 . pembuatan kamalir. Jika pemeliharan benih ikan patin di kolam harus dilakukan persiapan. ginjal. Demikian juga untuk pelepasan benih ikan patin ini juga menggunakan metode aklimatisasi. contoh : ada beberapa juta sel per ml kelimpahan planktonnya. Ikan mempunyai alat dan cara untuk beradaptasi terhadap lingkungannya.

Jika total bobot ikan diketahui maka jumlah pakan yang dibutuhkan dapat dihitung. matahari bersinar terang maka suhu air akan naik segala proses/metabolisme dipercepat. Dari hari kehari ikan hidup itu tumbuh. kondisi ini dibarengi dengan fotosintesis plankton terhambat. Tetapi kondisi permintaan pakan akan berubahubah tergantung suhu air. Dalam pemeliharaan benih ikan patin harus dilakukan pemberian pakan.24.24). Sampling benih ikan 145 . Hal ini terjadi apabila ikan dipuasakan. Barangkali apabila kondisi demikian frekuensi pemberian pakan akan lebih dari 2 kali. Tetapi sebenarnya jenis ikan ini sangat menyukai pakan alami.001 W0. diusahakan ikan selalu berenang dipermukaan air. Gambar 4.99 Dengan membandingkan caryng capacity dengan jumlah plankton isi perut ikan dan laju respirasi ikan maka padat penebaran bisa dicari. siang dan sore hari dengan jumlah yang sama. Begitu pula dari hari ke hari populasi ikan semakin berkurang ada beberapa ikan yang mati. Ada suatu teori bahwa untuk mengatasi ikan kekurangan oksigen disamping melakukan aerasi air. Sehingga produksi oksigen menurun sebagai akibat nafsu makan ikan menurun permintaan ikan akan pakan juga menurun. Secara singkat caryng capacity biasanya telah diketemukan berdasarkan pengalaman atas beberapa kali pendederan ikan atau pemeliharaan ikan pada kolam tersebut. Jika kombinasi kedua jenis pakan yaitu pakan buatan dan pakan alami diberikan bersama adalah sangat baik. matahari tidak bersinar otomatis suhu akan menurun. karena unsur gizinya saling melengkapi. Pakan yang diberikan selama pendederan benih ikan patin adalah campuran tepung pelet dengan bekatul dengan perbandingan 1 : 2. Frekuensi pemberian pakannya 3 kali yaitu pagi. Contoh kolam A seluas 200 m2 biasanya ditebar ikan 100 ekor/ m2 atau menghasilkan ikan 300 kg. Menurut beberapa penelitian bahwa pendekatan jumlah pakan yang diberikan per hari adalah 3% dari total bobot ikan.Y= 0. Tetapi apabila cuaca mendung. Untuk itu pendataan hal ini perlu ketekunan. Atas dasar kejadian ini maka untuk menetukan jumlah pakan pada hari-hari berikutnya perlu diadakan sampling ikan (Gambar 4. baik bertambah panjang maupun bertambah berat. Konversi/efesiensi pakan akan dapat dihitung apabila jumlah pakan yang diberikan serta bobot total ikan diketahui. Apabila cuaca cerah.82 Y= Konsumsi O2/ikan (gr)/jam W= Berat ikan R= 0.

Misalnya pembesaran ikan pada kolam tergenang. Pembesaran Ikan Pembesaran ikan merupakan salah satu proses dalam budidaya ikan yang bertujuan untuk memperoleh ikan ukuran konsumsi. grading dan sortasi) serta pengelolaan kualitas air. yaitu : 1. 2. Berdasarkan jenis pakan yang digunakan dalam melakukan proses pembesaran ikan dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu : 1.4. Pembesaran ikan secara tradisional yaitu pembesaran ikan yang hanya mengandalkan pakan alami yang terdapat dalam kolam budidaya. Pembesaran ikan mas secara intensif. 2. Pembesaran ikan mas Pembesaran ikan mas dapat dibedakan menjadi 3 kelompok berdasarkan penyediaan pakan dan luas lahan pemeliharaan. Pembesaran ikan secara semi intensif. Dalam pembesaran secara intensif ini harus diperhitungkan kualitas dan kuantitas air yang masuk kedalam kolam pembesaran. 3. 3. pola pemberian pakan. Pada pembesaran semi intensif ini padat penebaran lebih tinggi dibandingkan dengan tradisional. Pada usaha budidaya ikan pembesaran merupakan segmen usaha yang banyak dilakukan oleh para pembudidaya ikan. Pembesaran ikan intensif yaitu pembesaran ikan yang dalam proses pemeliharaannya mengandalkan pakan buatan dalam pemberian pakannya serta dilakukan pada wadah yang terbatas dengan kepadatan maksimal.1. pengontrolan pertumbuhan (sampling. 4. Dalam melakukan pembesaran ikan ini relatif tidak terlalu sulit karena ketrampilan yang dibutuhkan tidak sesulit dalam melakukan pembenihan ikan. Pembesaran ikan mas secara tradisional adalah pembesaran ikan mas dalam kolam yang tenang 146 . Pembesaran ikan mas secara ekstensif/tradisional. Misalnya melakukan pembesaran ikan pada kolam air tenang dengan memberikan pakan tambahan berupa dedak selain pakan alami yang terdapat pada kolam pembesaran. Pembesaran ikan semiintensif yaitu pembesaran ikan yang lebih mengutamakan pakan alami yang terdapat pada kolam dan diberi pakan tambahan yang tidak lengkap kandungan gizi dari pakan tersebut.5.5. Pada kegiatan pembesaran ikan yang perlu diperhatikan antara lain adalah wadah yang akan digunakan dalam proses pembesaran. Dalam pembesaran tradisional ini kesuburan perairan akan sangat menentukan tumbuhnya pakan alami. Padat penebaran disesuaikan dengan daya dukung kolam dan pakan yang tersedia di kolam pembesaran. pembesaran ikan disawah. padat penebaran. pencegahan terhadap hama dan penyakit ikan.

Padat penebaran benih ikan mas di kolam pemeliharaan harus dilakukan dengan hati-hati dan biasanya di tebar pada saat matahari belum 147 . Salah satu contoh pembesaran ikan mas secara intensif adalah pembesaran ikan mas di kolam air deras (running water) atau jaring terapung. Hal ini muncul karena adanya kecenderungan pada ikan mas betina untuk tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan ikan jantan. Pembesaran ikan mas secara intensif adalah ikan mas dalam air yang mengalir. Pembesaran secara semi intensif adalah pembesaran ikan mas dalam kolam air tenang tetapi dalam pemeliharannya diberi makanan tambahan. daun-daunan dan sebagainya. Berdasarkan jenis ikan yang dipelihara dalam kolam pemeliharaan/pembesaran ikan mas di kelompokkan menjadi 2. Pakan buatan yang diberikan biasanya adalah pellet. karena jenis ikan ini bukan merupakan pesaing makanan dalam kolam pemeliharaan. Dalam pemeliharaan ikan mas secara monokultur dapat dikelompokkan menjadi tunggal campur kelamin. Biasanya ukuran kolam pembesaran relatif luas (lebih dari 200m2).airnya dan dalam pemeliharaannya hanya mengandalakan pakan yang ada didalam kolam pemeliharaan. Pembesaran ikan mas di sawah dan di dalam kerambah merupakan salah satu contoh pembesaran ikan mas secara semi intensif. tidak ada pakan tambahan. Mono kultur. Ikan mas dapat dipelihara secara polikultur dengan ikan mas atau ikan nila. Polikultur yaitu pemeliharaan ikan mas dengan mempergunakan lebih dari satu jenis ikan dalam wadah pemeliharaan. Sedangkan pembesaran ikan mas di jaring terapung saat ini sudah dapat menggunakan benih ikan mas yang berukuran lebih dari 5 – 8 cm. ukuran benih yang akan digunakan sangat bergantung kepada sistem budidaya yang akan ditetapkan. 2. ukuran kolam pemeliharaan relatif kecil (kurang dari 100m2) dan sangat bergantung pada pakan buatan. yaitu pemeliharaan ikan mas dalam wadah pembesaran yang hanya diisi oleh ikan mas saja. limbah rumah tangga. Makanan tambahan ini dapat berupa dedak. Dalam melakukan usaha pembesaran ikan mas. ukuran benih yang dapat digunakan sebaiknya berukuran 100 gram/ekor. Pada budidaya ikan mas di kolam air deras. yaitu : 1. Selain itu dapat juga ditambahkan pakan buatan (pellet) tetapi jumlahnya sedikit. Pemeliharaan ikan mas campur kelamin adalah pemeliharaan ikan mas dengan menggunakan ikan jantan dan betina bersamasama dalam wadah pemeliharaan. kelamin dan Pemeliharaan ikan mas tunggal kelamin adalah pemeliharaan ikan mas yang menggunakan ikan jantan atau ikan betina saja.

Variable kualitas air yang sangat berpengaruh pada ikan mas antara lain : • Suhu air Suhu air merupakan faktor penting yang harus diperhatikan karena dapat mempengaruhi laju metabolisme dalam tubuh ikan. oleh karena itu sebaiknya pada kolam pemeliharaan harus dilakukan pemupukan awal 3-5 hari sebelum penebaran benih dan pemupukan susulan agar ketersediaan pakan alami di dalam kolam pemeliharaan selalu ada. pakan buatan dan pakan tambahan. Agar benih yang ditebar tidak mengalami stress atau tingkat kematian yang tinggi. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pembesaran ikan mas sampai mencapai ukuran konsumsi adalah : 1. Tanpa makanan ikan tidak akan tumbuh dan berkembang biak. Garis tengah pellet berkisar antara 2-4 mm. limbah rumah tangga dan lainlain. Pakan buatan dapat berbentuk pellet. Ketersediaan pakan alami yang melimpah akan menguntungkan bagi ikan dan petani itu sendiri karena tidak lagi membutuhkan pakan tambahan dalam pemeliharaannya. Pakan buatan adalah pakan yang dibuat dengan susunan bahan tertentu dengan gizi sesuai keperluan ikan. lembaran (flake atau waren) dan remahan. Pakan yang dapat diberikan untuk ikan mas adalah pakan alami. Pakan tambahan yang diberikan dalam bentuk apa adanya kepada ikan pemeliharaan seperti daun-daunnan. Sebaiknya benih ikan mas tersebut dibiarkan keluar dengan sendirinya dari tempat penampungan benih (plastik) kedalam pemeliharaan. Ikan mas yang dipelihara secara intensif dan semi intensif memerlukan pakan buatan. Pakan merupakan suatu sumber energi bagi ikan. Pengelolaan kualitas air. Pada suhu air yang tinggi maka laju metabolisme akan 148 . Pakan tambahan dibutuhkan oleh ikan mas dalam pemeliharaan ikan mas secara semi intensif. larutan (emulsi dan suspensi). 2. Ikan mas merupakan ikan pemakan segala (omaevora). Dalam pembesaran ikan mas agar dapat tumbuh dengan optimal maka kondisi air kolam pembesaran harus sesuai dengan kebutuhan ikan mas.bersinar. Pengelolaan kualitas air adalah cara pengendalian kondisi air di dalam kolam budidaya sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan hidup bagi ikan yang akan di pelihara. Bentuk pakan buatan yang biasa diberikan adalah pellet. Pakan alami adalah makanan hidup bagi larva dan benih ikan yang diperoleh dari perairan/kolam atau membudidayakannya secara terpisah. keong. Pakan.

Kadar CO2 Sumber air yang akan digunakan untuk budidaya ikan mas antara lain adalah air tanah. karena air tanah tersebut mengandung CO2 yang tinggi berkaitan erat dengan • kadar O2 yang terlarut yang rendah. air yang terlalu keruhpun tidak baik untuk budidaya ikan karena banyak mengandung Lumpur. Kandungan oksigen terlarut di dalam air agar ikan mas tumbuh dan berkembang minimal 3 ppm. Dengan oksigen yang cukup maka proses metabolisme ikan akan optimal maka pertumbuhan ikan pun akan optimal. air sungai atau air hujan. Pada kolam air deras dengan debit air yang tinggi maka kandungan oksigen terlarut di dalam kolam pemeliharaan cukup tinggi. Pada pemeliharaan ikan mas di kolam air deras membtuhkan volume air yang besar. Untuk dapat hidup manusia membutuhkan oksigen yang dibutuhkan ikan yang hidup di dalam air disebut dengan oksigen terlarut. Kebutuhan oksigen terlarut ini sangat dipengaruhi oleh suhu air. Suhu yang optimal untuk pertumbuhan ikan mas berkisar antara 25-30oC • Kadar oksigen terlarut. biasanya suhu air meningkat maka kandungan oksigen terlarut menurun (berkurang).meningkat. Kekeruhan air ini disebabkan oleh bahan organic dan anorganik yang terlarut di dalam kolam. Ikan mas membutuhkan oksigen dalam bentuk terlarut dalam air untuk proses metabolisme di dalam tubuhnya dan untuk bernafas. • Kekeruhan air Dalam membesarkan ikan mas di kolam pemeliharaan harus diperhatikan juga tentang kekeruhan air. Air tanah adalah salah satu sumber air yang banyak digunakan untuk budidaya. Pertumbuhan ikan mas sangat dipengaruhi oleh suhu air. baik dalam usaha pembesaran ikan mas atau pembenihan ikan mas. Air yang jernih biasanya miskin akan mineral. sedangkan pada suhu yang rendah maka laju metabolisme akan menurun. Dengan suhu yang optimal maka laju metabolisme akan optimal. dimana debit air yang masuk ke dalam kolam pemeliharaan berkisar antara 75300 liter/detik. Jika menggunakan maka harus di tampung terlebih dahulu dalam bak penampung air minimal 24 jam. Oleh karena itu kadar CO2 yang layak untuk budidaya ikan mas sebaiknya < 5mg/l Volume air Ikan mas yang dipelihara di dalam kolam air deras mempunyai pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan ikan mas yang dipelihara d kolam air tenang. Kekeruhan air menggambarkan tentang banyak cahaya yang dapat masuk ke dalam perairan. Air yang baik untuk budidaya ikan yang mempunyai 149 • .

Untuk mengukur kekeruhan biasanya dilakukan pengukuran kecerahan air karena kecerahan air sangat bergantung kepada warna iar dan kekeruhan. Lingkungan yang uruk sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan ikan. misalnya huhurangan.8. penyakit dan lingkungan yang buruk. 1. Jenis hama dan penyakit yang biasanya menyerang ikan mas ukuran larva sampai konsumsi dapat dikelompokkan menjadi 4 golongan. Nilai kecerahan yang ideal untuk pertumbuhan air sebaiknya berkisar antara 25 – 40 cm. Lama pemeliharaan ikan mas berdasarkan sistem pemeliharaan.warna air tidak keruh dan tidak jernih. 2. Penyakit ikan di kolam pemeliharaan ikan mas akan muncul jika kondisi perairan kolam (kualitas air kolam) rendah. notorecta sp. 3. yaitu : • Hama. Hama yang menyerang ikan pilihan dapat diatasi dengan melakukan penyaringan terhadap air yang masuk ke dalam kolam pemeliharaan. maka dalam memelihara ikan mas akan memperoleh produksi ikan mas yang cukup tinggi dan efisien. misalnya ichthyoptherius multifiliis berbentuk bulat putih yang menempel pada badab ikan. • Parasit. padat penebaran dan luas kolam yang digunakan serta sistem pemeliharaan yang digunakan. Sistem Pembesaran Pembesaran Tradisional (ekstensif) Pembesaran Semi Intensif di Kolam/ sawah Pembesaran Ikan Intensif Ukuran Benih 50-80 gram/ekor 50-80 gram/ekor 50-100 Padat Penebaran 1-2 kg/m2 3-5 kg/m2 5-10 kg/m2 Lama Pemeliharaan 6 bulan 5 bulan 4 bulan 150 . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4.8. • Cendawan • Bakteri dan virus. trichodina sp dsb. Dengan lingkungan yang buruk maka daya tahan tubuh ikan menurun sehingga penyakit akan mudah menyerang ikan. hal ini dapat menyebabkan daya tahan tubuh ikan menurun. Penyakit ikan ini dapat terjadi akibat interaksi antar ikan itu sendiri. No. Pengelolaan Kesehatan Ikan Salah satu kendala dalam membudidayakan ikan mas adalah terserangnya ikan mas yang dibudidayakan dari hama dan penyakit. 3. Setelah ketiga hal tersebut di jelaskan di atas di lakukan dengan baik. Lama pemeliharaan ikan mas sangat tergantung kepada ukuran ikan yang digunakan. eybister sp dsb. Tabel 4.

Pertumbuhan ikan nila sangat dipengaruhi oleh suhu air dalam usaha pembesaran atau pembenihan. Suhu air sangat berpengaruh terhadap aktifitas 151 . 2. Pakan tambahan adalah pakan yang diberikan dalam bentuk apa adanya kepada ikan seperti daun-daunan. sedangkan pada suhu yang rendah maka laju metabolisme akan menurun. larutan (emulsi dan suspensi). Pembesaran ikan nila Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pembesaran/ pemeliharaan ikan nila sampai mencapai ukuran konsumsi adalah : 1. Ikan nila yang dipelihara secara intensif dan semi intensif memerlukan pakan buatan. Pada suhu air yang tinggi maka laju metabolisme akan meningkat. Pakan Pakan merupakan sumber energi bagi ikan. Persiapan pakan alami di kolam pemeliharaan dilakukan dengan pemupukan awal 3-5 hari sebelum penebaran benih dan pemupukan susulan setelah pemeliharaan berjalan agar ketersediaan pakan alami di kolam tersebut tetap ada. Pakan alami adalah makanan hidup bagi larva dan benih ikan yang diperoleh dari perairan/kolam atau membudidayakannya secara terpisah.5. Dalam budidaya ikan nila di kolam agar ikan dapat tumbuh dan berkembang maka kondisi air kolam budidaya harus sesuai dengan kebutuhan ikan nila. Suhu air merupakan faktor penting yang harus diperhatikan karena dapat mempengaruhi laju metabolisme dalam tubuh ikan. Pengelolaan kualitas air Pengelolaan kualitas adalah cara pengendalian kondisi air di dalam kolam budidaya sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan hidup bagi ikan yang akan dipelihara.2. Pakan yang dapat diberikan untuk ikan nila adalah pakan alami. keong dan lain-lain. Dengan suhu yang optimal maka laju metabolisme akan optimal. Ikan nila merupakan ikan pemakan plankton yang tumbuh disekitarnya. lembaran (flake atau waver) dan remahan. pakan buatan dan pakan tambahan. Bentuk pakan buatan yang biasa diberikan adalah pellet. Pakan buatan dapat berbentuk pellet. Variabel kualitas air yang sangat berpengaruh terhadap ikan nila antara lain adalah: • Suhu air. limbah rumah tangga. Sedangkan pakan buatan adalah pakan yang dibuat dengan susunan bahan tertentu dengan gizi sesuai keperluan. Garis tengah pellet berkisar antara 2-4 mm.di Jaring Terapung gram/ekor 4. Tanpa makanan ikan tidak akan tumbuh dan berkembang biak.

152 • • . namun pertumbuhan ikan ini akan optimal jika kandungan oksigen terlarut lebih dari 3 ppm. Dalam kondisi air mengalir. ikan nila dengan bobot awal 9.5 – 3 jam pada suhu 30oC. Kandungan oksigen terlarut kurang dari 3 ppm dapat menyebabkan ikan tidak dapat tumbuh dan akhirnya mati. • Kadar garam (salinitas) Ikan nila mempunyai toleransi salinitas yang cukup luas.2 jam. Oleh karena itu agar ikan nila tunbuh dengan cepat air budidayanya tidak boleh tercemar baik oleh limbah industri maupun rumah tangga. Pada kadar garam yang tinggi ikan membutuhkan energi yang minim untuk osmoregulasi sehingga energi yang digunakan untuk pertumbuhan berkurang. • Volume air Pertumbuhan ikan nila yang dipelihara dalam air mengalir lebih cepat daripada yang dipelihara dalam air tergenang. tetapi pertumbuhan ikan nila pada kadar garam lebih dari 30% akan terhambat.saluran pencernaan benih ikan nila. Selain itu volume air sangat menentukan padat penebaran ikan nila yang optimal. Kadar oksigen terlarut Untuk dapat hidup manusia membutuhkan oksigen begitu juga dengan ikan.2 gram. Ikan nila merupakan ikan yang tahan terhadap kekurangan oksigen terlarut dalam air. Cemaran Ikan nila yang dipelihara pada musim kemarau banyak yang mati.5% dalam waktu seminggu akan mencapai bobot 34. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka suhu optimum untuk pertumbuhan ikan nila adalah 25 – 30oC. Dalam air budidaya ikan yang baik sepintas dapat dilihat dari keruh atau tidaknya air kolam. Gejala mabuk pada ikan nila dapat diakibatkan dari akitifitas berenang ikan yang cepat dipermukaan dengan gerakan tidak beraturan dan tutup insang bergerak aktif. Padat penebaran ikan nila di kolam adalah 30 ekor/m2. Oksigen yang dibutuhkan ikan yang hidup didalam air disebut dengan oksigen terlarut. Untuk mengetahui tingkat kekeruhan air kolam dapat dilihat dari tingkat kecerahan air kolam dengan menggunakan alat pengukur yang disebut secchi disk atau keeping secchi.68 jam pada suhu 27 – 28oC dan 1.31 jam pada suhu 32-33 oC. Ikan dapat mencernakan makanannya selama 2. Hal ini diakibatkan oleh pengaruh secara tidak langsung dari sinar matahari yang dapat meningkatkan keasaman (pH) perairan. Makanan alami yang berupa detritus dan fauna dasar selesai dicerna dalam waktu 1.1 gram diberi pakan pellet 25% protein dan feeding ratenya 3. Pada suhu 27 – 28oC pakan zooplankton dapat dicernakan dalam waktu 2. Selain itu air budidaya yang tercemar minyak akan menyebabkan kerusakan sel-sel saluran pencernaan.

penyakit dan lingkungan yang buruk. Hama yang biasa terdapat dikolam pemeliharaan adalah cladocera sebagai pesaing/kompetitor. • Ukuran diatas 800 gram umurnya kurang lebih 9-12 bulan. Lama pemeliharaan ikan nila sangat bergantung kepada ukuran ikan yang akan dipanen. penyakit jamur. Setelah ketiga hal utama yang telah di jelaskan diatas dilakukan dengan baik maka dalam memelihara ikan nila akan diperoleh produksi ikan nila yang cukup tinggi dan efisien. serangga air dan lain-lain. Kecerahan kurang dari 25 cm tidak menguntungkan karena mengakibatkan rendahnya kandungan oksigen terlarut di kolam. Pada kolam budidaya yang keruh maka jarak batas penglihatan terhadap keeping secchi rendah yang berarti kolam tercemar bahan organik atau Lumpur. umurnya kurang lebih 4-6 bulan. Lingkungan yang buruk sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan ikan. hal ini dapat menyebabkan daya tahan tubuh ikan menurun. 3. umurnya kurang lebih 6–8 bulan. Sistem pemeliharaan ikan nila berdasarkan jenis kelamin ini disebut monokultur 153 . Penyakit ikan ini dapat terjadi akibat interaksi antar ikan itu sendiri. Dengan lingkungan yang buruk maka daya tahan tubuh ikan menurun sehingga penyakit akan mudah menyerang ikan. Jenis-jenis penyakit ikan antara lain adalah penyakit pendarahan. Pengendalian hama yang paling mudah melakukan penyaringan terhadap air yang masuk kedalam kolam pemeliharaan. copepoda sebagai predator benih. penyakit bakteri. Artinya jarak batas pengelihatan terhadap keeping secchi adalah berkisar antara 25-40 cm dari atas permukaan perairan. larva. Oleh karena itu banyak petani ikan yang lebih suka memelihara ikan nila jantan. Ikan nila mempunyai ciri khas tersendiri dimana pertumbuhan ikan nila yang dipelihara secara tunggal kelamin yaitu ikan jantan lebih cepat tumbuh dibandingkan ikan nila yang dipelihara secara campuran (jantan dan betina). Hama tersebut kadang-kadang sulit untuk dihilangkan. kumbang air. Sebagai bahan pertimbangan ada 4 ukuran ikan nila yang diproduksi dipasaran yaitu : • Ukuran 100 gram. Penyakit ikan dikolam pemeliharaan akan muncul jika kondisi perairan kolam (kualitas air kolam) rendah. umurnya kurang lebih 3-4 bulan • Ukuran 250 gram. Pengelolaan kesehatan ikan Dalam memelihara ikan nila di kolam selalu ada saja kendalanya diantaranya adalah terhadap hama dan penyakit dalam kolam pemeliharaan. • Ukuran 500 gram.Kecerahan yang baik untuk kehidupan ikan nila di kolam berkisar antara 25-40 cm.

Pakan buatan tersebut harus mengandung protein 20-30%. Pemeliharaan semi intensif Perbedaan utama dalam pemeliharaan ekstensif adalah kepadatan benih yang ditebar. Pemeliharaan secara intensif Pemeliharaan ikan nila secara intensif ini biasanya dilakukan di jaring terapung atau kolam air deras. Penebaran benih pada pemeliharaan ikan nila di kolam berukuran 10 gram per ekor.5 – 2 m. hal ini dikarenakan sifat ikan ini yang euryhaline (tahan terhadap perubahan yang besar dari kadar garam dalam air) Ikan bandeng dapat dipelihara ditambak yang mempunyai kadar garam relatif berfluktuasi. Benih yang ditebarkan biasanya campur kelamin dan berukuran 10 gram per ekor. Ikan bandeng dapat dipijahkan secara 154 .25m.5. Pada pemeliharaan ikan untuk mencapai ukuran konsumsi dapat digunakan beberapa macam kolam pemeliharaan : 1. Padat penebaran ikan nila di jaring terapung adalah 400-500 ekor per m3 dengan bobot awal benih 15-25 gram per ekor. 2. 4. kepadatan ikan relatif rendah (1 ekor per m2) dan pakan yang diberikan hanya mengandalkan pakan yang tumbuh dari kolam. 4. Pada pemeliharaan ini sumber energi bagi ikan untuk tumbuh dan berkembang adalah pakan buatan dalam bentuk pellet yang diberikan sebanyak 3-5% sehari dan frekuensi pemberian pakan 3-5 kali sehari. Jenis Ikan ini saat ini juga sudah dapat dibudidayakan di keramba jaring apung pada air tawar. Hampang atau keramba yang dapat dilakukan diperairan dasar yang dangkal dengan kedalaman air 1-2m. 2. yang terbuat dari bahan jaring dengan kedalaman air 1. daun sente sebanyak 510% dari bobot ikan setiap hari 3.sedangkan untuk pemeliharaan ikan nila dengan jenis ikan lainnya disebut dengan polikultur. Kolam jaring terapung yang berbentuk bujur sangkar dengan ukuran minimal 1-4 m2 dan maksimal 9 – 49 m2 . Kolam empat persegi panjang dengan luas 200-500m2. 3. Mina padi yaitu pemeliharaan ikan nila disawah. kedalaman air 1-1. sedangkan di kolam air deras kepadatan tebarnya 10-20 ekor per m2. sedangkan untuk jenis terapung biasanya 25 gram per ekor. intensitas berbudidaya yang dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu : 1.3 Pembesaran ikan bandeng Ikan bandeng merupakan salah satu jenis ikan laut yang dapat dibudidayakan oleh manusia ditambak. dasar kolam dapat tanah atau beton. Pemeliharaan secara ekstensif Pada pemeliharaan ini kolam yang digunakan relatif cukup besar dari 200m2. dimana untuk semi intensif padat penebarannya 5-10 ekor per m2 dan kolam diberi pupuk dan pakan tambahan kepada ikan nila berupa dedak atau ampas tahu.

Pelepasan telur ini terjadi pada malam hari dan akan menetas dalam waktu 24 jam menjadi nener yang berukuran 5 mm. Ikan bandeng yang telah matang kelamin akan memijah secara alami dan akan menghasilkan telur sebanyak 5. Nener bandeng yang berasal dari pantai/alam ini merupakan hasil pemijahan ikan bandeng secara alami dilaut. Selain itu waktu penangkapan yang tepat yaitu diawal musim penangkapan mempunyai daya tahan dan vitalitas yang tinggi dalam pengangkutan serta mempunyai harga jual yang lebih mahal. karena ikan tidak akan berebut makanan sehingga pertumbuhan ikan seragam.buatan di panti pembenihan/hatchery dengan cara implementasi atau hypofisasi. Nener yang berasal dari alam atau hatchery. kekuatan makanpun seragam. Oleh karena itu nener yang berasal dari panti pembenihan sangat dibutuhkan untuk memenuhi kekurangan nener ditambak-tambak pembesaran. haruslah nener yang sehat. Gerakannya aktif Dengan menggunakan nener yang sehat maka akan diperoleh target produksi yang sesuai dengan rencana. cara dan waktu penangkapan. Tetapi ketersediaan nener dari alam ini tidak bersifat kontinue sehingga untuk mengusahakan pembesaran ikan bandeng secara intensif dibutuhkan nener bandeng yang berasal dari panti pembenihan/hatchery. Ukuran nener yang ditangkap ini kurang lebih 13 mm. Nener yang dihasilkan dari panti pembenihan mempunyai keunggulan. Nener dari alam selain tidak tersedia secara kontinue juga mempunyai ukuran yang sangat beragam. Hal ini akan menguntungkan dalam pemeliharaan. Warnanya tidak kusam 4. Nener ini akan terbawa oleh arus air mendekati pantai dan kemudian akan ditangkap oleh para penyeser. 155 .000 butir dalam tubuhnya. Karena kemurnian nener dapat dijamin 100% dan umurnya diketahui secara tepat. Selain nener yang sehat dalam pemilihan benih ikan bandeng (nener) juga harus diperhatikan ukuran benih. Nener yang sehat dapat dilihat dari ciri-ciri umurnya yaitu : 1. Pada musim nener jumlah nener cukup melimpah yang dapat mengakibatkan menurunnya harga nener. Oleh karena itu benih ikan bandeng yang disebut nener ini dapat diperoleh dari alam atau panti pembenihan/hatchery. Tidak cacat pada organ tubuh 3. Tidak terdapat luka atau lecet 2.700. Nener ikan bandeng yang diperoleh dari alam ditangkap oleh pencari nener sangat bergantung kepada musim. Ukuran nener yang ditebar ke tambak pembesaran bisa dimulai dari ukuran nener sampai gelondongan yang dapat membedakannya adalah cara pemeliharaan ditambak pembesarannya. lokasi. yang akan digunakan untuk usaha pembesaran ikan bandeng ditambak. Ukuran benih yang akan ditebar ke dalam tambak pembesaran sebaiknya seragam.

Dengan mengetahui padat penebaran pada awal pemeliharaan akan diperoleh manfaat antara lain adalah : • Dapat menentukan jumlah pakan yang akan diberikan • Dapat mengoptimalkan tambak pembesaran sesuai dengan daya dukung tambak pembesaran tersebut. • Dapat menetukan target produksi pada akhir pemeliharaan. Padat penebaran adalah perbandingan jumlah ikan-ikan/nener yang akan ditebar dengan luas tambak pembesaran. mutu nener dan daya dukung kesuburan tambak pembesaran.500 ekor/ha. Nener bandeng yang akan ditebarkan dan dipelihara ditambak pembesaran harus diketahui jumahnya agar dapat diketahui jumah ikan bandeng yang akan dipanen. Jumlah ruas tulang belakang dapat dihitung menggunakan mikroskop sederhana pada pembesaran 10 kali atau nener ditempatkan pada sumber cahaya seperti lampu senter. Setelah menghitung jumlah yang akan ditebar lalu dipersiapkan nener 156 . Ukuran nener yang ditebar kedalam tambak pembesaran bervariasi antara 1–15 cm. padat penebarannya berkisar antara 2 – 3 ekor/m2. Untuk benih bandeng yang berukuran 12 – 15 cm yang disebut gelondongan ditebar ke tambak pembesaran dengan padat penebaran 1. Padat penebaran nener ditambak pembesaran juga ditentukan oleh ukuran nener.Jika yang ditebar adalah nener kecil maka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ukuran konsumsi yaitu 4 – 6 ekor/kg bisa mencapai lebih dari 6 bulan sedangkan jika yang ditebar adalah gelondongan maka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ukuran konsumsi berkisar antara 4 – 6 bulan. • Dapat mengurangi timbulnya penyakit ditambak pembesaran karena kepadatan tinggi. Sebelum nener tersebut ditebar harus dihitung terlebih dahulu padat penebaran nener ditambak pembesaran dan dilakukan aklimatisasi. Nener yang berkualitas prima memiliki jumlah ruas tulang belakang antara 44 – 45. Dalam memilih nener yang berasal dari alam maupun hatchery dapat dilakukan dengan menghitung jumlah ruas tulang belakang. Sedangkan untuk nener yang berukuran 1 – 3 cm. Nener bandeng yang telah dipilih selanjutnya akan ditebar kedalam tambak pembesaran. lama pemeliharaan. Istilah dalam perikan disebut dengan padat penebaran. Nener ikan bandeng yang akan ditebar kedalam tambak pembesaran sebaiknya ditentukan terlebih dahulu tentang jumlah nener yang akan ditebar. Padat penebaran nener ditambak pembesaran berkisar antara 5 – 6 ekor/m2 untuk ukuran nener bandeng 3 – 5 cm. Nener bandeng yang akan ditebar kedalam tambak pembesaran. Masa pemeliharaan nener bandeng ditambak pembesaran sangat bergantung kepada ukuran nener yang ditebar pada awal pemeliharaan.

penangkapan benih dan pengangkutan. pengendalian hama dan penyakit. Pemanenan Pemanenan dilakukan pada setiap akhir siklus budidaya. pengeringan kolam. Dalam subbab ini akan diuraikan proses pemanenan ikan pada stadia benih. Prisnsip pemanenan benih ikan dan ikan ukuran konsumsi pada umumnya adalah sama. salinitas dan pH dapat dilakukan juga begitu nener bandeng yang dikemas dalam kantong plastik dating. Penebaran nener ditambak pembesaran sebaiknya dilakukan. Penampung benih dapat berupa hapa atau bak.6. Pemanenan benih ikan nila Kegiatan pemanenan benih meliputi persiapan penampungan benih. Caranya kantong plastik yang terisi nener diisi penuh dengan air yang ada dalam tambak pembesaran.6. Penampungan benih Sebelum pengeringan kolam. 1. Penyesuaian suhu. maka secara perlahan-lahan nener bandeng yang ada didalam kantong platik akan keluar kedalam tambak pembesaran jika sudah terjadi penyesuaian. hal ini bertujuan untuk mensuplai oksigen ke dalam air wadah penampungan. Dalam budidaya ikan ada dua siklus produksi yaitu pada usaha pembenihan ikan maka yang akan dipanen adalah benih ikan. Sebaiknya 157 . Pemanenan benih ikan sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari. Banyak petani pembenih yang gagal karena kurang hati-hati pada saat panen.tersebut. pada pagi atau sore hari pada saat matahari tenggelam. Perlakuan selama pemeliharaan sangat ditentukan oleh sistem budidaya yang diterapkan.1. Sedangkan pada usaha pembesaran ikan yang akan dipanen adalah ikan ukuran konsumsi. pemantauan pertumbuhan. Air pada penampungan harus terus menerus mengalir. Aklimatisasi ini bertujuan untuk menyesuaikan kondisi lingkungan dimana nener itu berada dengan kondisi lingkungan tambak pembesaran. Lakukan penebaran nener dengan hati-hati ! Langkah selanjutnya setelah dilakukan penebaran nener bandeng adalah melakukan proses pemeliharaan nener sampai mencapai ukuran konsumsi. 4. Hapa yang akan digunakan untuk menampung benih di pasang didepan pipa pemasukkan air. Proses yang dilakukan selama pemeliharaan sama persis dalam melakukan budidaya ikan lainnya meliputi pemberian pakan. 4. terlebih dahulu dilakukan persiapan penampung benih. Nener bandeng untuk sementara diaklimatisasi selama satu hari dalam bak plastik. Selain itu waktu dan cuaca pada saat panen perlu diperhatikan. Hal ini untuk menghindari kematian nener akibat stress karena tingginya suhu dilingkungan. pengelolaan kualitas air. Pemanenan benih ikan harus dilakukan dengan hatihati.

Pengeringan Kolam Pengeringan kolam sebaiknya dilakukan pada pagi hari agar penangkapan benih dapat dilakukan sebelum suhu air naik. Pada saat panen sering terlihat ikan mengalami stres atau mabuk. Pengeringan kolam diawali dengan menutup pintu pemasukkan air. Benih yang cacat. Setelah di pasang saringan. Benih yang telah ditangkap di tampung dalam wadah pengangkutan berupa ember atau alat lainnya. Jika hasilnya benih ikan banyak maka secara teknik produksi 158 .hapa di pasang di kolam yang paling dekat dengan kolam yang akan dipanen. Pemasangan hapa dilakukan dengan mengikat ke empat sudutnya ke patok bambu/kayu. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan mengalirkan air dari pipa pemasukkan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengangkutan benih yang telah di tangkap.2.6. Hal ini diakibatkan kualitas air kurang baik khusunya suhu. Benih ikan di depan pintu pengeluaran harus habis di tangkap. Jika masih terlihat benih ikan stres atau mabuk pemanenan dihentikan dan di tunda sampai besok atau hari lainnya. benih ikan berkumpul di kamalir. Penanganan tersebut biasa terjadi pada saat penangkapan dan pengangkutan benih ke tempat penampungan benih. 2. 4. 3. Penangkapan benih ikan yang di mulai dari hilir bertujuan agar benih ikan tidak stres akibat kualitas air. Hasil dari memanen benih ikan tersebut merupakan evaluasi terhadap pekerjaan memelihara benih ikan patin tersebut. Penangkapan benih dilakukan menggunakan seser atau ancho. Selanjutnya pada pintu pengeluaran air di pasang saringan untuk mencegah benih ikan keluar kolam. Jika penangkapan benih di mulai dari hulu (depan pintu pemasukkan) maka benih ikan yang terdapat di hilir akan stres atau mabuk karena air dari hulu sudah kotor akibat lumpur. pintu pengeluaran air di buka sedikit demi sedikit agar benih ikan tidak terbawa arus air. Penangkapan benih di mulai dari hilir atau di depan pintu pengeluaran air. Jika benih ikan di hilir telah habis dilanjutkan ke lebih hulu sampai habis di depan pintu pemasukkan air (hulu). Penangkapan benih Setelah air kolam kering. Pemanenan benih ikan patin Tahap akhir dari pekerjaan memelihara benih ikan patin adalah memanen. oksigen dan lumpur. Pengeringan kolam harus dilakukan dengan hati-hati agar benih ikan dapat berkumpul pada kamalir sehingga memudahkan pemanenan. luka dan mati lebih banyak akibat penanganan. Benih pada wadah pengangkutan segera dikumpulkan di hapa tempat penampungan benih.

Tetapi adakalanya jika kondisi ikan serta lingkungan ikan baik. benih ikan tersebut dipuasakan terlebih dahulu selama 1 hari. Setelah benih ikan tersebut dipanen. Pemuasaan tersebut dimaksudkan agar benih ikan mengeluarkan kotoran dari dalam perutnya. Sebelum benih ikan patin diangkut ke tempat lain yang relatif jauh. Jika benih ikan masih mengeluarkan kotoran pada saat pengangkutan maka kondisi kualitas air media pengangkutan benih ikan akan dengan segera menurun sehingga tidak mustahil benih ikan akan segera mati. benih ikan ditampung dalam tempat penampungan baik berupa bak maupun fiberglass. agar nanti pada saat benih ikan diangkut sudah tidak mengelurkan kotoran lagi. Ukuran benih ikan dipanen adalah 2 inci (5 cm) setelah dipelihara selam 3 minggu dimulai dari ukuran ikan 1 inci. 159 . Pemenenan benih ikan patin dilakukan seperti memanen benih ikan lainnya. Jangan lupa teknik aklimatisasi tetap dilakukan pada saat memasukkan benih ikan tersebut ke dalam tempat penampungan.pekerjaan memelihara benih ikan tersebut dapat dikatakan berhasil. Tetapi kebalikannya jika hasilnya benih ikan sedikit maka pekerjaan memelihara benih ikan patin tersebut secara teknik produksi dapat dikatakan gagal. Kapan benih ikan patin dipanen? Menentukan waktu/saat panen benih ikan patin biasanya tergantung dari lamanya memelihara benih ikan tersebut atau ukuran benih ikan tersebut. ukuran benih ikan akan tercapai pada periode waktu pemeliharaan ikan tersebut seperti biasanya.

dikarenakan pada waktu panen.26. Mengurangi atau menghindari Sistem tertutup yaitu sistem kehilangan. Suhu air yang baik untuk pengemasan ikan 4. salinitas air. penanganan dan alat Pengemasan benih ikan dapat kelengkapannya kurang tepat. Dan suhu air yaitu suhu air. Ikan dalam keadaan hidup agar mata ikan tenggelam sampai ketangan konsumen. Tidak sedikit petani yang baik adalah 7 – 8. Mempertahankan kesegaran ikan plastik. kematian dan pengemasan benih ikan dalam kerusakan ikan. • Plastik harus terikat dengan baik Penentuan waktu panen biasanya • Masukkan plastik dalam diperoleh setelah dilakukan Styrofoam dan tambahkan es pengukuran berat badan ikan yang batu yang terbungkus plastik dipelihara. setelah dipanen sampai tiba di Cara yang dilakukan untuk konsumen. pengangkutan. Pengemasan benih Pengemasan benih ikan hasil 2. pH diusahakan berkisar antara 15 – dan oksigen didalam wadah 200C . Sistem terbuka pembesaran ini sebaiknya harus memperhatikan faktor-faktor sebagai Pengangkutan benih ikan sistem berikut : terbuka biasanya dilakukan untuk • Jarak dan waktu tempuh mengangkut benih ke lokasi yang • Jumlah benih yang diangkut dekat.3. Ikan dalam keadaan mati tetapi 3:1 masih dalam kondisi segar. Oleh karena itu sebaiknya Panen merupakan tahap akhir dari pengangkutan dilakukan pada suatu proses produksi dalam pagi atau malam hari. Sistem Tertutup 1. Berat badan ikan yang lalu diselipkan diantara plastik akan dijual sangat tergantung pada dalam Styrofoam. dilakukan dalam 2 cara yaitu : Penangganan ikan pada waktu panen bertujuan untuk : 1. Benih ikan tersebut dalam wadah dimasukkan kedalam wadah dan • Kondisi kuailtas air selama diberi aerasi selama pengangkutan yang terpenting pengangkutan.Gambar 4. pH air budidaya ikan. jumlah atau pengusaha ikan yang gagal oksigen didalam pengangkutan dalam usaha budidaya ikan harus 3 kali jumlah air. pengangkutan benih ikan dengan Hasil panen ikan yang akan dijual kantong plastik adalah : dan dikonsumsi oleh masyarakat • Kantong plastik yang dijual dalam dua cara : digunakan harus cukup air 1. 160 . Pemanenan ikan mas hidup adalah 15 – 200C. wadah tertutup seperti kantong 2. • Rasio oksigen = air sekitar 2.6.

Waktu pemanenan tidak melebihi dari jam 10. Waktu panen yang tepat adalah pada pagi hari atau sore hari. Alat yang digunakan biasanya lambit dan hapa/waring. karena kotoran seperti lumpur atau larutan suspensi lainnya dapat menutupi labirin pada insang lele sehingga ikan tidak dapat bernafas.00). Panen total Panen total dilakukan secara sekaligus dengan cara menguras air kolam dan di depan pintu pengeluaran telah dipasang waring atau hapa untuk memudahkan penangkapan ikan pada saat panen. Cara panen pada prinsipnya dapat dilakukan dengan dua cara : 1. Jagalah kondisi air agar tidak terlalu keruh. 3. 2. Pemanenan tidak dilakukan pada saat hujan. hapa agar tidak melukai ikan. Panen selektif Panen selektif biasa dilakukan jika pada waktu tebar ukuran ikan tidak seragam atau keinginan petani untuk menjual ikan dengan ukuran yang berbedabeda. Gunakan alat-alat pemanenan yang terbuat dari bahan halus seperti : seser. Dengan mengetahui data mengenai permintaan konsumen tentang ukuran ikan dan keadaan ikan (mati segar atau masih hidup) maka akan dapat dilakukan waktu pemanenan dan penentuan cara panen yang sesuai. Oleh karena itu sebelum melakukan panen harus dilakukan pengamatan terhadap permintaan pasar tersebut.selera konsumen. Hal ini dilakukan karena pada waktu pagi atau sore hari suhu air di kolam rendah sehingga ikan tidak stress pada saat dilakukan pemanenan.00 atau bila cuaca panas sebaiknya pada sore hari (lebih dari jam 16. 2. Untuk menghindari kematian ikan mas pada saat pemanenan. 161 . hal yang harus dilakukan jangan terjadi luka atau banyak sisik lepas karena penggunaan alat saat panen adalah: 1.

5. ENERGI Dalam kehidupan manusia setiap hari sering mendengar istilah energi.1. karbohidrat. Energi berasal dari kata Yunani yaitu En yang berarti in dan Ergar yang berarti work. energi panas. fungsi umum dan arti penting di dalam ilmu gizi hewan air. NUTRISI IKAN Dalam Bab ini akan didiskusikan tentang berbagai macam bahan gizi pakan ikan/makanan yang sangat penting bagi kebutuhan ikan. Nutrien atau kandungan zat gizi dalam bahan pakan di bagi menjadi enam bagian yaitu : energi. protein dan asam amino. Pengetahuan tentang zat gizi ini meliputi penggolongan nutrien dan tipe. dari arti kata asalnya energi dapat didefenisikan sebagai kapasitas atau sesuatu yang dapat diolah kedalam bentuk kerja atau kemampuan untuk bekerja. Dalam materi ini akan dipelajari secara spesifik objektifitas untuk masing-masing bagian tersebut. Saat ini dengan semakin meningkatnya ilmu pengetahuan tentang nutrisi ikan maka pabrik pakan buatan ikan menyusun formulasi pakan sesuai dengan kebutuhan gizi setiap jenis ikan yang akan dibudidayakan. vitamin dan mineral. Oleh karena itu dalam bab ini akan dibahas beberapa subbab yang sangat mendukung dalam proses pembuatan pakan ikan yaitu pengetahuan tentang energi dan kandungan nutrien yang harus terdapat pada pakan ikan yaitu protein. karbohidrat. vitamin dan mineral. Ikan merupakan salah satu jenis organisme air sumber pangan bagi manusia yang banyak mengandung protein. Bentuk energi dalam kehidupan manusia dapat dikelompokkan berdasarkan sumbernya yaitu energi mekanik. Energi akan ada dan hadir dalam setiap bentuk yang berbeda dan disesuaikan dengan pekerjaan berbeda. Agar dapat dibudidayakan dalam waktu yang relatif tidak terlalu lama maka dalam proses pembudidayaannya selain menggunakan pakan alami juga memberikan pakan buatan. lipid dan asam lemak. Pada ikan 162 . lemak.BAB V. struktur kimia. Pakan buatan yang diberikan pada ikan harus mengandung zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan ikan tersebut.energi listrik dan energi molekuler.

lingkungan dan status reproduksi. kerja elektrik ( aktifitas saraf). ukuran ikan. Energi bagi makhluk hidup berasal dari makanan dimana dari makanan ini akan diubah menjadi energi kimia dan disimpan dalam tubuh dalam bentuk Adenosin Tri Phosphat (ATP). pembaca harus bisa membedakan bentuk energi dan pengukurannya. dan pekerjaan osmotik (memelihara badan untuk menjaga keseimbangan satu sama lain dan dengan medium air tawar. Energi yang disediakan oleh makanan adalah salah satu pertimbangan yang penting di dalam menentukan nilai gizinya. Energi yang diperoleh oleh makhluk hidup ini dapat menimbulkan panas dimana menurut ilmuwan Lavoiser dan La Place (1780) Panas dari tubuh hewan berasal dari oksidasi zat-zat organik dan makanan yang diberikan digunakan sebagai sumber energi. kebiasaan makan. Dengan adanya energi ini dapat mengubah energi kinetik dari suatu reaksi metabolisme yang menimbulkan kerja dan panas. Setelah mempelajari bagian ini. hal ini dapat dibedakan berdasarkan jenis ikan yang dibudidayakan. payau atau air laut dimana organisme air itu hidup). 163 . pekerjaan kimia (proses kimia yang berlangsung dalam tubuh).5oC menjadi 15.184 kJ. Energi dinyatakan dalam kilokalori (kkal) atau kilojoule (kJ). Oleh karena itu nilai energi suatu bahan makanan dapat dipakai sebagai dasar dalam menentukan nilai gizi dari bahan makanan tersebut. Kuantitas dan energi yang tersedia untuk pertumbuhan merupakan jenis energi yang paling utama dari segi pandangan akuakultur.02 kJ atau dapat juga menggunakan satuan British Thermal Unit (BTU) dimana 1 BTU = 252 kalori. Pada ikan sumber energi diperoleh dari pakan. Energi bebas adalah energi yang tersedia untuk aktifitas biologi dan pertumbuhan setelah kebutuhan energi terpenuhi.5 oC (dalam air 10C). Kebutuhan energi hewan air berbeda-beda kuantitasnya. lemak dan protein dan dapat terukur secara langsung atas pertolongan bom kalorimeter. Energi diperlukan untuk melakukan pekerjaan mekanis (aktivitas otot). dimana pada pakan ikan ini mengandung zat gizi/nutrien yang berasal dari karbohidrat. Memahami metabolisme energi berkenaan dengan makanan. Satu kilokalori adalah jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan temperatur satu gram air dari 14.sebagai organisme yang berhubungan dengan air membutuhkan makanan untuk menyediakan energi yang mereka perlukan. Sebagai contoh. persamaan energi dalam keseimbangan dan faktor-faktor yang berpengaruh pada energi yang menyebabkan kebutuhan ikan akan energi disesuaikan dengan cara pemberian pakan dalam budidaya ikan dan memahami arti protein energi ratio yang merupakan perbandingan antara protein optimal dengan energi yang terdapat dalam pakan ikan. 70 kkal sama dengan 293. Joule adalah satuan tenaga listrik dalam sistem metrik dan satu kkal sama dengan 4.

aktivitas renang. aktivitas ikan. Jadi pertumbuhan dapat terjadi jika semua proses metabolisme ikan terpenuhi dan setelah pertumbuhan somatik terpenuhi baru akan dilanjutkan dengan pertumbuhan gonadik. adaptasi terhadap suhu dan sisanya baru akan dipergunakan untuk pertumbuhan. Semua energi yang diperoleh dari asupan pakan yang dikonsumsi oleh ikan. Jadi energi yang akan dipergunakan untuk pertumbuhan adalah energi yang tertinggal setelah kebutuhan untuk metabolisme basal ikan terpenuhi dan jika masih ada yang tersisa energi tersebut akan dipergunakan untuk kegiatan reproduksi.Pemanfaatan Energi Energi yang diperoleh dari pakan digunakan sebagai sumber energi utama yang dalam pembagian energi disebut dengan Gross Energi atau energi kotor. Energi yang tersisa dari proses kegiatan metabolisme adalah energi bersih yang disebut dengan Net Energy (NE) yang akan dipergunakan maintennce atau perawatan ikan seperti metabolisme basal. Dari Digestible Energy ini yang selanjutnya akan dipergunakan oleh ikan untuk kegiatan proses metabolisme dan proses hasil buangan metabolisme yang terbagi menjadi Metabolizable Energy (ME) yaitu energi yang dapat dipergunakan untuk kegiatan metabolisme dan Metabolic Excretion yaitu energi yang dikeluarkan oleh ikan untuk proses pembuangan urin (Urine Excretion) dan Gill Excretion (GE). tidak semuanya dipergunakan untuk keperluan pertumbuhan dan perkembangan ikan karena energi tersebut akan dibagi menjadi Digestible energy (DE) yaitu energi yang dapat dicerna dan Fecal energy (FE) yaitu energi yang digunakan untuk kegiatan pembuangan hasil eksresi pada ikan berupa feses. Untuk memudahkan dalam memahami pembagian energi yang diperoleh dari pakan oleh ikan dapat dilihat pada diagram berikut : Gross Energy(GE)/Intake Energy Fecal Energy (FE) Digestible Energy (DE) Metabolic Excretion Metabolizable Energy Heat Increment (HiE) Net Energy (NE) Maintenance (HEm) Recovered Energy (RE) Sumber Watanabe (1988) 164 . Gross Energi (GE) nilai makanan ini dapat didefenisikan sebagai total energi yang terdapat dalam makanan. Energi yang dipergunakan untuk kegiatan metabolisme didalam tubuh ikan ini dibagi lagi menjadi dua yang akan dipergunakan untuk kegiatan aktivitas metabolisme seperti kegiatan mengkonsumsi oksigen dalam media pemeliharaan yang biasa disebut dengan Heat Increment (HiE) atau dengan kata lain dalam proses fisiologis ikan yang disebut dengan Specific Dynamic Action yaitu energi yang diperlukan oleh ikan untuk aktivitas hidup harian ikan.

Apabila kandungan energi dalam pakan berkurang maka protein dalam tubuh ikan akan dipecah dan dipergunakan sebagai sumber energi. Ikan merupakan organisme air yang menggunakan protein sebagi sumber energi utama berbeda dengan manusia yang menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi utama. Seperti kita ketahui pada ikan protein sangat berperan dalam pembentukan sel baru. tenaga elektris. Nilai protein energi ratio pada ikan konsumsi sebaiknya berkisar antara 8 – 10.4 kkal/g dan untuk satu gram karbohidrat adalah 4. daya mekanis. Energi metabolisme ini diperoleh setelah nutrien utama karbohidrat. Oleh karena itu dalam menyusun pakan ikan ada suatu parameter yang disebut dengan kesimbangan energi yang diperoleh dari perhitungan nilai energi yang dapat dicerna dibagi dengan kadar protein pakan ikan. ATP adalah suatu energi yang kaya akan molekul karena unit triphosphatnya berisi dua ikatan phosphoanhydride. lemak. Nilai energi dari setiap kandungan nutrisi pada ikan sangat berbeda. Keseimbangan antara energi dan protein sangat penting dalam meningkatkan laju pertumbuhan ikan budidaya. Nilai energi ini merupakan nilai energi yang diperoleh apabila zat makanan secara sempurna dibakar menjadi hasil-hasil oksidasi melalui CO2. Dalam dunia akuakultur biasa disebut dengan protein energi ratio (P/e). Nilai ini diperoleh dari hasil perhitungan antara kadar protein dalam pakan dengan jumlah energi yang diperoleh dalam formulasi pakan tersebut pada level energi yang dapat dicerna (DE).Energi Metabolisme Tingkat kebutuhan energi pada ikan biasanya dikaitkan dengan tingkat kebutuhan protein optimal dalam pakan. seperti berdasarkan hasil penelitian dari satu gram protein akan memberikan nilai energi kotor (GE) sebesar 5. dan protein mengalami beberapa proses kimia seperti katabolisme dan oksidasi di dalam tubuh hewan. Oleh karena itu jumlah energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan ikan budidaya sangat dipengaruhi oleh jenis ikan. kerja osmotik dan proses metabolisme lainnya. komposisi pakan. sedangkan untuk satu gram lemak adalah 9. Nilai energi yang diperhitungkan tersebut biasa disebut dengan energi metabolisme. Energi bebas digunakan untuk pemeliharaan pada proses kehidupan seperti metabolisme sel. jika protein dipakai sebagi sumber energi maka akan menyebabkan pertumbuhan ikan terhambat.1 kkal/g. umur ikan. ATP ini sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai aktivitas misalnya proses kehidupan biokimia seperti anabolisme atau sintesa. Energi didalam tubuh organisme biasanya akan diubah menjadi energi kimia yang biasa disebut dengan Adenosin Triphosphat atau ATP.6 kkal/g. pertumbuhan. H2O dan gas lainnya. reproduksi dan aktifitas fisik. tingkat reproduksi dan tingkat metabolisme standar. Menurut Buwono (2004) distribusi energi pada 165 . Adenosin triphosphat (ATP) adalah daya penggerak penting karena merupakan energi yang yang dibutuhkan dalam proses biokimia pada kehidupan.

5 kkal/g.2.5% Jika pakan yang dikonsumsi oleh ikan masuk kedalam tubuh ikan sebagai energi kotor yang secara distribusi energi adalah 100% maka konversi energi untuk satu gram protein pada DE adalah 80% dikali 5.ikan budidaya dapat dikelompokkan sebagai berikut : • Gross Energy adalah 100% • Digestible Energy adalah 85% • Fecal Energy untuk ikan herbivora adalah 15% sedangkan untuk ikan karnivora adalah 20% • Metabolizable Energy adalah 80% • Metabolic Excretion berkisar antara 3 – 5% • Net Energy adalah 52.1.1 Digestibility (persent) 80 90 70 Available (kkal/g) 4.9 Berdasarkan data dari tabel tersebut diatas maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa setiap jenis ikan mempunyai daya cerna yang berbeda pada nutrisi yang dikonsumsinya.6 9.2.1 Digestibility (persent) 70 85 40 Available (kkal/g) 3.6 kkal/g yaitu 4.1 kkal/g yaitu 3. untuk satu gram lemak adalah 80% dikali 9.4 4. sedangkan untuk karbohidrat adalah 80% dikali 4.4 kkal/g yaitu 7.48 atau 4.0 1. Tetapi nilai konversi energi ini dari hasil penelitian sangat berbeda untuk setiap jenis ikan yang dibudidayakan seperti terlihat pada Tabel 5.1 dan Tabel 5.52 kkal/g. Tabel 5.5 2.6 Tabel 5.4 4. Pada ikan salmon merupakan salah satu jenis ikan karnivora mempunyai kecernaan yang rendah terhadap karbohidrat sehingga energi yang diperoleh dari karbohidrat hanya dapat dicerna sebanyak 40%.5 8.9 8. sedangkan ikan catfish merupakan salah satu jenis ikan omnivora mempunyai kemampuan mencerna karbohidrat 166 . Kebutuhan energi untuk ikan Salmon Nutrient Protein Lemak Karbohidrat Gross Energy (kkal/g) 5.6 9. Kebutuhan energi untuk Catfish Nutrient Protein Lemak Karbohidrat Gross Energy (kkal/g) 5.8 kkal/g.5 % • Heat Increment Energy adalah 27.

Hewan air harus mengkonsumsi protein untuk menggantikan jaringan tubuh yang aus/rusak (perbaikan) dan untuk mensintesis jaringan baru (pertumbuhan dan reproduksi). Selain itu protein mempunyai peranan biologis karena merupakan instrumen molekuler yang mengekspresikan informasi genetik. hormon. Protein mengandung karbon sebanyak 5055%. dan asam amino non essensial sebanyak 10 macam yaitu asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh dan dapat disintesis dalam tubuh ikan itu sendiri.2. oksigen. Semua protein pada makhluk hidup dibangun oleh susunan yang sama yaitu 20 macam asam amino baku. Protein dibutuhkan sebagai sumber energi utama karena protein ini terus menerus diperlukan dalam makanan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan yang rusak. juga mengandung nitrogen sebanyak 1518%. 5. hidrogen. karbohidrat. Oleh karena itu beberapa literatur mengatakan bahwa protein adalah makro molekul yang terdiri dari karbon. Sebagai tambahan protein juga berperan untuk kontraksi otot dan komponen enzim. enzim. Dari 20 macam asam amino ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu asam amino essensial sebanyak 10 macam merupakan asam amino yang sangat dibutuhkan oleh tubuh tetapi tubuh ikan tidak dapat mensintesisnya. membedakan antara asam amino essensial dan asam amino non-essensial.lebih tinggi dibandingkan dengan ikan karnivora yaitu 70%. Tidak ada bahan gizi lain yang dapat menggantikan peran utamanya dalam membangun dan memperbaiki sel dan jaringan yang rusak. asam 167 . PROTEIN Protein merupakan nutrisi utama yang mengandung nitrogen dan merupakan unsur utama dari jaringan dan organ tubuh hewan dan juga senyawa nitrogen lainnya seperti asam nukleat. yang molekulnya sendiri tidak mempunyai aktivitas biologi. Hal ini dikarenakan protein merupakan makromolekul yang paling berlimpah didalam sel hidup dan merupakan 50% atau lebih berat kering sel. hidrogen 5-7%. Nutrient ini di perlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan serta perawatan jaringan dan organ. hormon dan antibodi. lipid atau asam nukleat. Protein berasal dari bahasa Yunani yaitu Proteos yang berarti pertama atau utama. nitrogen dan boleh juga berisi sulfur. Kadar nitrogen pada protein dapat dibedakan dari lemak dan karbohidrat serta komponen bahan organik lainnya. Dalam bab ini akan dipelajari tentang sepuluh asam amino yang penting yang diperlukan oleh ikan dan struktur bahan kimia. vitamin dan lain-lain. rata-rata adalah 16% dan sebagian lagi merupakan unsur sulfur dan sedikit mengandung fosfat dan besi. dan oksigen 20-25% yang bersamaan dengan lemak dan karbohidrat. Protein dalam bentuk komplek sebagai heme. Protein dalam setiap sel mahluk hidup tersimpan dalam jaringan dan organ dan sebagai komponen utama jaringan tubuh ikan.

yang ditemukan dalam tulang rawan atau tulang lembut. Protein globular ini terdiri dari suatu rantai panjang polypeptide. protein transport pada darah. scombrone dari spermatozoa sejenis ikan air tawar). leucosin dari gandum. albuminoids (keratin dari rambut. sirip dan kulit. protein pecahan serum darah. sutera fibroin. lactoalbumin dari susu. Kelompok ini 168 .amino yang diserap ikan. Protein jenis ini dapat dikelompokkan ke dalam protein sederhana. Beberapa contoh protein serabut antara lain adalah collagen. urat daging. acuan/matriks tulang. struktur tiga dimensi serta penggolongan lainnya. kuku jari tangan. dan bagaimana cara menentukan kebutuhan protein beberapa jenis ikan budidaya. Penggolongan Protein Sampai saat ini protein dapat diklasifikasikan penggolongannnya berdasarkan bentuk. elastin dari jaringan/tisu menghubungkan collagen dari tulang rawan dan tulang). serum globulin dari darah.hormon protein. Beberapa contoh dari protein globular antara lain adalah: enzim. Protein ini biasanya memberikan peranan struktural atau pelindung. zat serum dari darah. bulu. legumin dari kacang polong). wol. dan keratins. Protein jenis ini antara lain adalah albumin (zat putih telur). histones (globin dari hemoglobin. scombrine dari sejenis ikan air tawar). dan protamins (salmine dari ikan salem. lactoglobulin dari susu. • Protein serabut adalah protein yang tidak larut dalam air dan merupakan molekul serabut panjang dengan rantai polipeptida yang memanjang pada satu sumbu dan tidak berlipat menjadi globular. pembuluh darah. Pengelompokkan protein lainnya adalah diklasifikasikan berdasarkan pada sifat fisis atau disebut juga kedalam protein yang digolongkan berdasarkan penggolongan lain. globulins (edestin dari biji-rami. Berdasarkan bentuk protein dibagi menjadi dua golongan yaitu protein globular dan protein serabut. elastins. prosedur bagaimana cara menentukan kebutuhan asam amino secara kwantitatif dan kwalitatif pada ikan. protein gabungan dan protein asal. metoda mengevaluasi mutu protein. • Protein sederhana adalah protein yang pada saat dihidrolisis hanya menghasilkan asam amino-asam amino atau derivat-derivatnya. antibodi dan protein penyimpan nutrien. Jenis protein ini biasanya larut dalam sistem larutan (air) dan segera berdifusi dan mempunyai fungsi gerak atau dinamik. di mana protein jenis ini bersifat melindungi seperti kulit dan timbangan. Hal tersebut adalah suatu komponen nadi/jalan utama dan ikatan sendi. • Protein globular adalah protein yang rantai-rantai polipeptidanya berlipat rapat-rapat menjadi bentuk globular atau bulat yang padat atau berbentuk bola . efek defisiensi dan kelebihan dari asam amino berkenaan dengan aturan makan ikan .

dan oleh karakteristik lain. dan struktur kwarterner. Gugus R mengarah keluar dari struktur zigzag. Hemoglobin adalah gabungan molekul protein dengan hematin atau zat-zat yang sejenis. Protein yang termasuk kedalam golongan ini terdiri dari protein primer misalnya protean dan protein sekunder misalnya protease. pepton. Glykoprotein adalah gabungan dari molekul protein dan unsur yang berisi suatu karbohidrat selain dari asam nukleat atau lesitin misalnya mucin. Berdasarkan strukturnya protein dikelompokkan menjadi struktur primer. larutan garam. hemoglobins. atau zat-zat kimia. dan lecithoproteins. Lecithoprotein adalah gabungan molekul protein dengan lecithin misalnya jaringan fibrinogen. Protein gabungan adalah protein sederhana bergabung dengan radikal non protein. Pengelompokkan protein yang ketiga adalah pengelompokkan protein berdasarkan struktur protein.• • dibedakan oleh daya larut dalam berbagai bahan pelarut seperti air. alkohol. glykoprotein. Suatu peptida yang mengandung lebih dari 10 asam amino dinamakan dengan polipeptida. Peptida ini mempunyai satu gugus α-asam amino bebas dan satu gugus α-karboksi bebas. • Struktur Primer merupakan struktur rangkaian asam amino yang memanjang pada suatu rantai polypeptida. struktur sekunder. Phosphoprotein adalah gabungan molekul protein dengan zat yang mengandung phosphor selain dari asam nukleat atau lecithin misalnya kasein. Konformasi yang stabil α heliks dari rantai polipeptida karena adanya ikatan peptida yang berada pada bidang datar. enzim. Pada struktur ini tidak 169 . Sebagai contoh. phosphoprotein. tidak berotasi dan pembentukan banyak ikatan. Protein jenis ini antara lain adalah nukleoprotein. Nukleoproteins adalah gabungan dari satu atau lebih molekul protein dengan asam nukleat yang disajikan dalam semua nucleus sel. peptida. Seperti diketahui bahwa semua protein adalah polipetida dengan berat molekul yang besar. struktur tersier. Struktur sekunder α heliks kerangka peptida secara ketat mengelilingi sumbu panjang molekul dan gugus R residu asam amino dibiarkan mengarah keluar dari heliks dan kaya akan residu sistein yang dapat memberikan jembatan disulfida. • Struktur sekunder merupakan asam amino dalam rangkaian polipeptida yang membentuk suatu lilitan misalnya dalam bentuk α heliks atau lembaran berlipat β. Protein asal adalah protein yang berasal dari protein bermolekul tinggi yang mengalami degradasi karena pengaruh panas. Struktur sekunder lembaran berlipat β membentuk zigzag dan tidak ada ikatan hidrogen dalam rantai polipeptida yang berdekatan. peptide Leu-Gly-Thr-HisArg-Asp-Val mempunyai suatu struktur yang utama berbeda dari peptide Val-Asp-His-Leu-Gly-ArgThr.

Struktur kwarterner merupakan bentuk protein yang terdiri dari dua atau lebih rantai polypeptide menjadi bagian dari molekul protein tunggal. tetramers. hemoglobin molekul terdiri dari dua rantai α dan dua rantai β. Struktur tersier merupakan bentuk tiga dimensi dari semua atom di dalam molekul protein. dan empat rantai polypeptide. Masing-masing globin rantai di dalam hemoglobin terikat untuk suatu kelompoknya. Asam amino secara umum ditulis dengan satu atau tiga huruf yang dapat dilihat pada Tabel 5. Asam amino struktur Dalam menyusun komposisi pakan ikan saat ini para peneliti sudah melakukan penyusunan komposisi pakan berdasarkan kebutuhan asam amino setiap jenis ikan. tiga. terdiri dari dua. sebagai contoh. Hal ini dikarenakan komposisi kebutuhan asam amino setiap jenis ikan sangat berbeda dan sangat menentukan laju pertumbuhan dari ikan yang dibudidayakan. Protein kwarterner mudah dirusak oleh berbagai manipulasi dengan akibat kehilangan aktivitas biologi. Istilah amino datang dari -NH2 atau suatu kelompok amino yang merupakan bahan dasar alami dan asam datang dari perbandingan COOH atau suatu kelompok karboxyl. Asam amino sangat dibutuhkan oleh ikan untuk tumbuh dan berkembang. sebagai contoh. Kehilangan aktivitas ini disebut denaturasi yang secara fisik denaturasi ini dapat dipandang sebagai suatu perubahan konfirmasi rantai polipeptida yang tidak mempengaruhi primernya. oleh karena itu disebutlah asam amino. Dalam molekul protein asam amino membentuk ikatan peptida (ikatan antara amino dan kelompok karboxyl) di dalam rantai yang panjang disebut rantai polipeptida. Polypeptide menjaga kesatuan oleh ikatan kimia lemah. trimers. Ada banyak asam amino di alam tetapi hanya dua puluh yang terjadi secara alami. Asam amino ini membangun blok protein. myoglobin. 170 .• • dijumpai jembatan disulfida diantara rantai bersisihan dan rantai polipeptida yang berdekatan biasanya mempunyai arah yang berlawanan atau bersifat anti pararel. yang berfungsi mengangkut oksigen ke jaringan badan. Asam amino merupakan bahan dasar yang dihasilkan dari proses pemecahan atau hidrolisis dari protein. Interaksi antara residu asam amino yang jauh pada suatu rantai polypeptide memimpin ke arah lipatan dan suatu penyesuaian yang berbentuk rantai polypeptide bulat yang mengumpamakan tiga satuan bentuk dimensional. Yang biasanya terjadi seperti dimers.3. Dalam pengelompokkannya dibagi menjadi dua yaitu asam amino essensial dan nonessensial.

Asam amino non esensial yaitu asam amino yang dapat dibentuk atau disintesis dalam jaringan dan tidak perlu ditambahkan dalam komposisi pakan. Asam amino alifatik • Basic terdiri dari : arginine dan lysin 171 .Tabel 5. Asam amino essensial adalah asam amino yang tidak bisa dibuat atau disintesis oleh organisme mendukung pertumbuhan maksimum dan dapat menjadi penyuplai dari asam amino.3. Esensialitas dari suatu asam amino akan tergantung pada ikan yang diberi pakan. Kapasitas dari pakan ikan memiliki kandungan asam amino yang dibutuhkan ikan berbeda-beda. glycine diperlukan oleh ayam tetapi bukanlah penting bagi ikan. 2002) Asam amino Asam amino essensial Arginin Histidin Isoleucin Leucin Lysin Methionin Phenylalanin Threonin Tryptophan Valin Asam amino nonessensial Alanin Asparagin Asam Aspartad Cystein Asam Glutamat Glutamin Glycin Prolin Serin Tyrosin Singkatan tiga huruf Singkatan satu huruf Arg His Ile Leu Lys Met Phe Thr Trp Val Ala Asn Asp Cys Glu Gln Gly Pro Ser Tyr R H I L K M F T W V A N D C E Q G P S Y Asam amino di golongkan menjadi asam amino essensial dan asam amino non essensial. Asam amino dapat juga digolongkan berdasarkan komposisi kimia menurut Millamena (2002) adalah sebagai berikut: 1. Nama dan singkatan asam amino (Millamena. Sebagai contoh.

maka tyrosin dibentuk. cyestin. methionin. maka sintesis protein terhenti. dan banyak unsur lain. Tyrosin diperlukan untuk hormon thyroxin. Asam amino heterocyclic terdiri dari histidine. Arginin menghasilkan ornithin ketika urea dibentuk dalam siklus urea. Kesepuluh asam amino ini merupakan senyawa yang membangun protein dan ada beberapa asam amino merupakan bahan dasar dari struktur atau unsur lain. isoleucin. 2. tryptophan dan valin. leucin. cholin. Beberapa kelompoknya terdiri dari creatin. glutamin. Metabolisme Asam Amino Metabolisme asam amino meliputi sintesis dan pemecahan protein. serin dan tyrosin. Methionin juga sebagai penyalur metil (CH3). threonin. Karena sintesis dan degradasi terus menerus dari protein adalah khas untuk semua bentuk kehidupan. asam nikotinik. valine. Jika suatu basa hydrogen (OH) ditambahkan ke phenylalanin. yaitu 2 lintasan proses katabolisme asam amino yang merupakan proes degradasi dan glukoneogenesis. protein dalam pakan pertama kali dicerna didalam lambung dan asam klorida yang terdapat dalam lambung akan memberikan medium asam yang dapat mengaktivasi pepsin dan renin untuk membantu mencerna protein. chysteine. glycin. Bila selama sintesis protein. satu dari asam amino hilang. alanine. asam glutamat. glycine. Ada 20 asam amino dalam protein. serta satu lintasan proses anabolisme asam amino yang merupakan proses sintesa protein.methionine. asam aspartad. threonine dan serine. histidin. Pepsin memecah protein dalam gugus yang lebih sederhana yaitu protease dan pepton dan akhirnya akan dipecah menjadi asam amino.Acidic terdiri dari : asam aspartic dan asam glutamic • Netral terdiri dari : leocin . Sintesis protein dikode 172 . Methionin adalah prekursor dari cyestein dan cystin. Asam amino aromatic terdiri dari: phenylalanine dan tyrosine 3. Tryptophan adalah prekursor dari serotonin atau suatu vitamin. Protein kemudian diserap kedalam usus dalam bentuk asam amino. • Asam amino non essensial Asam amino non esensial yang dibutuhkan untuk ikan adalah: alanine. Asam amino non esensial asam amino yang dapat secara parsial menggantikan atau memberikan asam amino yang sangat dibutuhkan atau harus ada dalam komposisi pakan. isoleucine. Metabolisme asam amino umumnya dapat terjadi dalam tiga lintasan. epinephrin dan norepinephrin dan melanin pigmen. phenylalanin. Perpindahan suatu karboksil (COOH) digolongkan dalam bentuk histamin. asparagirie. Semua ikan bersirip membutuhkan ke sepuluh asam amino esensial. prolin. tryptophan dan proline Asam amino esensial Ada sepuluh asam amino esensial (EAA) yang diperlukan oleh pertumbuhan ikan yaitu: arginin.

Namun dalam beberapa kasus tertentu akan diubah menjadi glukosa dan lemak. Degradasi asam amino terjadi dalam dua tahap utama. Ion amonium dibentuk dari glutamat dengan deaminasi oksidatif. Asam-asam amino terutama diperlukan dalam sintesis protein tubuh dan senyawa-senyawa lain yang secara fisiologis penting bagi metabolisme. sedangkan 173 . Aktivitas glutamat dehidrogenase diatur secara alosterik. Sebelum memasuki siklus asam trikarboksilat untuk menghasilkan energi asam amino harus didegradasi terlebih dahulu. Tahap pertama adalah deaminasi oksidatif. atau salah satu dari zat antara siklus asam trikarboksilat yang kemudian dioksidasi menjadi energi. Bila tidak. Pada umumnya kelebihan asam amino akan segera dikeluarkan oleh deaminasi oksidatif dan rangka karbonnya diubah menjadi asetil atau aseto-asetil Ko A. Enzim-enzim ini disebut juga transaminase. Tahap ke dua adalah tahap oksidasi zat dalam siklus asam trikarboksilat menjadi CO2 dan H2O. Karena itu tidak ada produk akhir dari metabolisme nitrogen yang dapat ditolelir dengan baik oleh organisme tingkat tinggi. zat antara yang diperlukan dalam siklus asam trikarboksilat. Kelebihan asam amino cenderung digunakan untuk bahan bakar. merupakan tahap pengubahan asam amino menjadi zat antara yang dapat memasuki siklus asam trikarboksilat. Gugus α amino dari banyak asam amino mula-mula akan dipindahkan ke α keto glutarat untuk membentuk asam glutamat yang kemudian mengalami deaminasi oksidatif membentuk ion NH4+. misalnya hormonhormon dan neurotransmiter. Ikan mengekskresikan amonia bebas dan disebut sebagai amonetilik.oleh DNA (kode genetik) yang terdapat di inti mitokondria. Asam amino yang berlebihan dari yang diperlukan untuk sintesis protein dan biomolekul lainnya tidak dapat disimpan dalam tubuh maupun diekskresikan keluar tubuh. Tempatnya pemecahan asam amino adalah hati. Guanosin trifosfat (GTP) dan Adenosin Trifosfat (ATP) adalah inhibitor alosterik. piruvat. dan gugus amino. Enzim aminotransferase mengkatalisis pemindahan suatu gugus α amino dari suatu asam amino α kepada keto. umumnya menyalurkan gugus α amino dari berbagai asam amino kepada α –ketoglutarat untuk diubah menjadi NH4+ (ion amonium). sintesis protein dibatasi oleh nutrien. Reaksi dikatalisis oleh enzim glutamat dehidrogenase yang tidak biasa karena dapat menggunakan NAD+ maupun NADP+. Asam sitrat dan garamgaramnya bersifat sangat tidak larut serta mengendap dalam jaringan dan cairan bila konsentrasinya melampaui beberapa miligram per 100 ml. Tersedianya asam amino harus mencerminkan distribusinya dalam protein. Amonia adalah toksik terhadap sistem syaraf pusat oleh mekanisme yang belum seluruhnya dimengerti tetapi tampaknya melibatkan pembalikan jalan glutamat dehidrogenase dan akibatnya kekurangan ketoglutarat.

pengaturan keseimbangan asam basa. yang kemudian difosforilasi menjadi karbokmoil fosfat. ditranspot ke ginjal dan kemudian dipisahkan kembali menjadi glutamat dan amonia. Fungsi utama pakan ini adalah sebagai penyedia energi bagi aktifitas sel-sel tubuh. Oleh karena itu ikan yang dibudidayakan harus memperoleh asam amino dari protein makanannya secara terus menerus yang sangat diperlukan 174 . Kebutuhan asam amino essensial dalam pakan ikan Pakan ikan sangat dibutuhkan bagi ikan yang dibudidayakan dalam suatu wadah budidaya. Ikan-ikan yang memiliki paru-paru (lungfish). Penentuan tentang kebutuhan asam amino sangat penting karena akan sangat membantu dalam melakukan perancangan diet uji amino yang digunakan untuk menentukan kebutuhan asam amino yang diperlukan bagi ikan. Kelebihan Asam amino digunakan sebagai sumber energi atau dikonversi ke lemak. Akhirnya dieksresikan ke urin sebagai garam amonium (NH4+. berkembang dan bereproduksi.Guanosin Difosfat (GDP) dan Adenosin Difosfat (ADP) adalah aktivator alosterik. Pada makhluk hidup sebagian besar dikeluarkan melalui dua jalan kecil dalam tubuhnya yaitu : • Amonia dengan asam glutamat dalam hati. untuk membentuk glutamin membutuhkan ATP. misalnya protein bersama dengan mineral dan air merupakan bahan baku utama dalam pembentukan sel-sel dan jaringan tubuh. Dalam proses katabolisme protein maka akan dihasilkan amonia sebagai hasil deaminasi oksidatif. Asam amino yang berasal dari protein ini sangat diperlukan oleh berbagai sel untuk membangun dan memperbaiki jaringan rusak. pengaturan tekanan osmotik cairan tubuh serta pengaturan metabolisme dalam tubuh. Informasi tentang kebutuhan protein kotor ikan menjadi nilai yang menentukan dan data tentang kebutuhan asam amino untuk setiap ikan penting karena mutu protein sangat bergantung kepada komposisi asam amino nya dan penyerapannya. zat ini merupakan bahan yang bersifat racun dan harus dikeluarkan dari tubuh. sebuah reaksi yang membutuhkan dua ATP. Protein dalam pakan ikan akan saling keterkaitan dengan zat nutrien lainnya. Dalam tubuh ikan berisi sekitar 65-75% protein pada suatu basis berat kering. Protein sangat menentukan dalam menyusun formulasi pakan ikan. Dalam tubuh ikan energi yang berasal dari pakan dipergunakan untuk proses hidupnya yaitu tumbuh.) • Amonia dengan karbondioksida untuk membentuk carbamil. Protein bersama dengan vitamin dan mineral ini berfungsi juga dalam pengaturan suhu tubuh. pada musim kering menjadi ikan darat dan mengeksresikan urea untuk menghemat air. Jadi penurunan muatan energi akan mempercepat oksidasi asam amino. Karbamoil fosfat kemudian masuk ke dalam siklus ornithin urea.

Melalui sistem peredaran darah. Cepat tidaknya pertumbuhan ikan ditentukan oleh banyaknya protein yang dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh sebagai zat pembangun. Oleh karena itu agar ikan dapat tumbuh secara normal. Dalam proses pencernaan. perkembangan dan pembangunan jaringan baru ataupun perbaikan jaringan yang rusak selalu membutuhkan protein secara optimal yang terutama diperoleh dari asam-asam amino essensial yang bersumber dari pakan ikan yang dikonsumsi.bagi pertumbuhan sel dan pembentukan jaringan tubuhnya. Ikan tidak mempunyai kebutuhan protein yang mutlak namun untuk menunjang pertumbuhannya ikan membutuhkan suatu campuran yang seimbang antara asam-asam aminoesensial dan non esensial. asam amino ini diserap oleh seluruh jaringan tubuh yang memerlukannya. karena apabila kebutuhan energi kurang. Pemberian pakan yang tepat dengan kisaran nilai kalori/energi yang memenuhi persyaratan bagi pertumbuhan ikan dan dengan kandungan gizi yang lengkap akan dapat meningkatkan nilai retensi protein. kandungan energi keseluruhan yang dapat dihasilkan dari pakan dan kualitas protein. kecepatan pemberian pakan. Pertumbuhan somatik. ketersediaan dan kualitas pakan alami. temperatur air. Retensi protein merupakan gambaran dari banyaknya protein yang diberikan. Ikan dapat tumbuh normal apabila komposisi asam amino esensial dalam pakan tak jauh berbeda (mirip) dengan asam amino dalam tubuhnya. pertumbuhan kelanjar reproduksi. Pemakaian sebagian protein sebagai sumber energi ini akan menghambat pertumbuhan ikan. pakan harus memiliki kandungan energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi metabolisme sehari-hari dan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan sel-sel tubuh yang baru. mengingat protein sangat berperan dalam pembentukan sel baru. maka protein akan dipecah dan digunakan sebagai sumber energi. serta dimanfaatkan bagi metabolisme sehari-hari. protein akan dipecah menjadi bentuk-bentuk yang lebih sederhana yaitu asam 175 . Kualitas pakan dikatakan rendah apabila kadar asam-asam amino esensial dalam proteinnya juga rendah. Oleh karena itu adanya variasi keseimbangan antara asam amino esensial dan non esensial dalam pakan diharapkan dapat memacu pertumbuhan ikan. yang dapat diserap dan dimanfaatkan untuk membangun ataupun memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Protein yang dibutuhkan ikan dipengaruhi faktor-faktor yang bervariasi seperti ukuran ikan. Pemilihan bahan dan komposisi bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pakan akan sangat menentukan kelengkapan dan keseimbangan antara asam-asam amino esensial dan tak esensial. Keseimbangan antara energi dan kadar protein sangat penting dalam laju pertumbuhan.

Arginin merupakan asam amino yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan optimal ikan muda. yaitu enzim endopeptidase yang berfungsi memutuskan ikatan peptida pada rantai polipeptida dan enzim eksopeptidase yang berfungsi memutuskan gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (-NH2) yang dimiliki protein. defisiensi pada salah satu asam amino pada suatu bahan dapat disubstitusi dengan asam amino yang sama dari bahan yang berbeda. arginin juga berperan dalam biosintesis urea. Kualitas protein berbeda-beda tergantung pada jenis dan jumlah asam amino penyusunannya. Peningkatan konsentrasi dari salah satu asam amino berantai cabang ini. Lisin merupakan asam amino esensial pembatas dalam protein nabati. Penentuan kualitas protein dapat dilakukan dengan membandingkan komposisi asam amino esensial yang dikandung bahan makanan dengan standar kebutuhan asam amino esensial pada hewan uji. Adapun yang dimaksud dengan asam amino esensial pembatas adalah asam amino esensial yang mempunyai presentase terendah yang terkandung dalam suatu protein bahan makanan. Ada dua jenis enzim yang terlibat dalam proses pencernaan protein. Dalam penyusunan komposisi bahan-bahan pembuat pakan ikan.sehingga perlu dipertimbangkan adanya keseimbangan antara asam-asam amino esensial dan non esensial yang terkandung pada protein bahan dasar pembuat pakan ikan tersebut. Pengamatan ini memberikan indikasi leisin mungkin mampu mempermudah jaringan tubuh dalam menyerap asam-asam amino berantai cabang. Perubahan-perubahan konsentrasi isoleisin. Kebutuhan setiap jenis ikan terhadap asam amino esensial dan non esensial berbedabeda. misalnya leusin.amino dan dipeptida. Oleh karena itu. leusin dan valin dalam serum dipengaruhi oleh peningkatan kadar protein pakan. harus diperhitungkan terlebih dahulu kelengkapan asam amino esensial pada bahan dan kebutuhan tiap jenis ikan terhadap asam amino esensial dan non esensial. Histidin diperlukan untuk menjaga keseimbangan nitrogen dalam tubuh. Histidin merupakan asam amino esensial bagi pertumbuhan larva dan anak-anak ikan. Persentase terendah dari kandungan asam amino esensial pada makanan terhadap pola standar tersebut dinamakan sebagai skore asam amino. Asam amino dan dipeptida dapat masuk kedalam aliran darah dengan cara transpot aktif. akan memberikan pengaruh pada konsentrasi isoleisin dan valin dalam serum. Disamping berperan dalam sintesia protein. Defisiensi lisin dalam pakan ikan dapat menyebabkan kerusakan pada sirip ekor (nekrosis). Tidak semua bahan makanan yang merupakan sumber protein hewani maupun nabati mengalami defisiensi asam amino yang sama. yang 176 .

Kebutuhan asam amino essensial dan nonessensial pada ikan sangat ditentukan oleh jenis bahan baku pembuatan pakan. Kebutuhan metionin pada ikan biasanya berkaitan dengan kadar metionin dalam serum dan kadar makanan yang dicerna.apabila berkelanjutan dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan. Ketidakseimbangan asam amino kaitannya dengan asam amino yang saling bertentangan atau asam amino yang berbahaya yang dapat menyebabkan pertumbuhan pada ikan tidak optimal. magnesium. Keduanya diperlukan dalam jumlah yang cukup untuk mendorong sintesis protein dan fungsi-fungsi fisiologis lain pada ikan. kerusakan pada operculum insang dan katarak pada mata. Selain menyebabkan penyakit pada mata. Metionin juga merupakan asam amino pembatas dalam beberapa bahan makanan sumber protein nabati. pemanasan yang berlebih saat pembuatan pakan dan penguapan dari pakan tersebut. Fenil alanin dan tirosin diklasifikasikan sebagai asam amnino aromatik. Hal ini dapat mengakibatkan kekurangan asam amino esensial yang disebabkan oleh penggunaan komposisi pakan yang kandungan proteinnya sedikit atau tidak mencukupi kebutuhan asam amino esensial. Pertentangan asam amino terjadi ketika asam amino yang diberikan melebihi jumlah yang dibutuhkan. Defisiensi metionin dapat mengakibatkan penyakit katarak pada rainbow trout. Tingkat penggunaan lisin dipengaruhi oleh kadar arginin. sodium dan potasium dalam ginjal dan hati ikan. defisiensi triptopan juga akan meningkatkan kadar kalsium. Contohnya adalah pertentangan leucin dengan isoleucin dan arginin dengan lisin yang diamati pada beberapa jenis ikan. Ikan mampu dengan segera mengubah fenil alanin menjadi tirosin atau menggunakan tirosin untuk melakukan metabolisme yang diperlukan bagi asam amino fenil alanin tersebut. Metionin (essensial) dan sistein (non essensial) merupakan asam amino yang mengandung sulfur. Triptofan merupakan asam amino pembatas dalam bahan makanan sumber protein nabati. Sistein mampu mereduksi sejumlah metionin yang diperlukan bagi pertumbuhan optimal. Asam amino bersifat racun apabila diberikan 177 . Hal ini dapat meningkatkan kebutuhan asam amino lain yang serupa. urea dan amonia. Ketika terjadi degradasi arginin. Fenil alanin (essensial) dan tirosin (non essensial) keduanya mempunyai struktur kimia yang mirip sehingga keduanya bisa saling menggantikan. Oleh karena itu untuk menentukan kebutuhan asam amino aromatik khususnya fenil alanin. dalam pengujian haruslah digunakan bahan pangan tanpa tirosin atau berkadar tirosin rendah. Dapat juga disebabkan adanya bahan kimia yang dapat mempengaruhi komposisi pakan. maka penggunaan lisin akan meningkat. Defisiensi triptofan pada ikan salmon menyebabkan lordosis dan skoliosis sedangkan pada ikan rainbow trout menyebabkan nekrosis pada sirip ekor.

6 3.1 2. Di dalam perumusan komposisi pakan.6 1.8 3.0 3.2 2.3 4.2 2.8 0.0 2.7 Met + Cys 3.3 3.7 3.6 2.8 5.5 0.3 0.8 3.0 5.2 2.3 4.8 5. Pelarutan nutrisinya dapat diperkecil dengan penggunaan pakan yang mengandung air stabil sehingga dapat menghemat penggunaan pengikat atau memanfaatkannya dalam praktek pemberian pakan.9 4.1 1.dengan jumlah yang berlebih.4 2.1 5.0 3.1 0.5 5.2 5.7 Lys 5.5 5.4 5.4 2.6 4.4 3.5 0.6 3.5 2. Sejauh ini kebutuhan asam amino essensial dalam makanan yang dibutuhkan oleh ikan dan jumlah yang dibutuhkan pada ikan budidaya telah ditetapkan pada beberapa jenis ikan berdasarkan hasil penelitian. komposisi pakan yang direkomendasikan tentang asam amino esensial harus dengan hatihati dalam memilih dan mengkombinasikan dua atau lebih sumber protein.8 Val 3.6 1.2 3.2 4.0 3.3 3.6 2.0 3.6 2.2 2.0 3.2 2.0 2.5 0.3 5.1 5.5 6.8 4.4 2.6 2.0 2.5 6.3 4.7 His 1.7 0.8 3.2 5.5 1.4 3.1 4.0 4.5 2.7 Leu 3.9 3.7 2. Efek negatif yang ditimbulkan tidak dapat diperbaiki dengan penambahan asam amino ke dalam komposisi pakan. Kebutuhan asam amino essensial pada beberapa jenis ikan dapat dilihat pada Tabel 5.7 2.1 Ile 2.2 3.5 Thr 3.3 4.3 3. 178 .4 4. 1997) Arg 6.9 5.4 5.8 4.7 2.5 3.1 3.4 3.7 4.8 1.0 2.0 2. Keterbatasan kandungan asam amino dalam salah satu sumber asam amino dapat dilengkapi dengan sumber lain yang melimpah dengan kandungan asam amino yang sama sehingga menjadi suatu pakan ynag lebih baik.2 5. Menurut Millamena (2002) ada dua metoda yang digunakan untuk menentukan apakah suatu asam amino tersebut termasuk dalam kelompok asam amino essensial dan non essensial yaitu: • Metoda pertumbuhan • Metoda radio isotop.5 4.3 4.4.8 Trp 0.0 4.1 3. Kebutuhan asam amino essensial pada beberapa jenis ikan dalam % protein pakan (Akiyama et al.3 5.9 Phe + Tyr 6.9 3.0 1.2 5.4 2.3 5.3 3. asam amino esensial dari suatu organisme adalah dengan penambahan pada komposisi pakan dengan asam amino L kristal.2 3.2 1.5 3. Cara lain untuk mengetahui kebutuhan Tabel 5.9 1.5 0.1 4.3 2.0 3.5 3.7 6.2 4.4.3 5.3 4.0 0.0 3.7 0.5 5.9 Jenis ikan Chum Salmon Chinook Salmon Coho Salmon Channel Catfish Common carp Catle Nile Tilapia Milk Fish Japanese eel Rainbow trout Yellow tail White surgeon Red drum Kebutuhan asam amino pada ikan seperti tabel diatas diperoleh dengan cara melakukan penelitian.0 5.3 1.1 4.0 6.0 2.0 3.

Pakan dirumuskan berdasarkan pada pola asam amino seperti protein telor ayam utuh. Mutu protein biasanya dievaluasi dengan metode biologi dan kimia. percobaan dilakukan dengan melakukan pemberian pakan dengan menggunakan pakan dasar yang berisi semua asam amino dan pakan uji yang tidak mengandung asam amino. Metode kimia menentukan kuantitas atau jumlah protein/asam amino pada bahan pakan sedangkan metode biologi dengan cara menentukan reaksi ikan terhadap protein dalam kaitannya dengan pertumbuhan dan pertahanan. Dalam metode biologi. Menurut Millamena (2002) perhitungan Protein Effisiensi ratio (PER). Ikan uji dilakukan penimbangan berat badan setiap dua kali untuk mengukur pertumbuhan dan mengetahui pengaruh pakan uji tersebut. ikan uji disuntik secara intraperitoneal dengan menggunakan radio aktif yang diberi label 14C glukosa dan dibiarkan hidup dengan mengkonsumsi pakan alami selama 7 hari. nilai biologi (BV) dan kebutuhan protein bersih (NPU) adalah sebagai berikut: Perbandingan Efisiensi Protein (PER) Penambahan bobot (gram) PER = Kandungan protein dalam pakan (gram) 179 . atau kantung kuning telur ikan Chinook. setelah itu penyelidik menggunakan suatu diet test serupa untuk menentukan asam amino esensial yang lain pada ikan. Pada Metoda rasio isotop yang digunakan oleh Cowey et al. Selain itu sampel ikan uji juga diberi pakan yang kekurangan asam amino untuk melihat pertumbuhan yang terjadi dan dibandingkan dengan ikan yang diberi pakan dengan asam amino yang lengkap. Dari hasil isolasi tersebut kemudian protein tersebut dilakukan hidrolisasi dan asam amino yang diperoleh dipisahkan dengan menggunakan peralatan chromatografi dan menghitung radio aktifitas. protein telor ikan Chinook. Ikan uji kemudian dimatikan dan dibuat larutan yang homogen dan melakukan isolasi protein. berat tubuh dan nitrogen digunakan sebagai ukuran untuk mutu protein dimana metode biologi lebih akurat dibanding metode kimia. Evaluasi kualitas protein Protein yang terdapat dalam suatu bahan pakan dapat dikatakan bermutu jika memberikan pertumbuhan positif pada ikan budidaya atau protein dikatakan mutunya tinggi apabila komposisi asam amino yang terkandung di dalamnya menyerupai bentuk asam amino yang dibutuhkan oleh ikan dan tingkat kecernaannya tinggi. (1970).Metoda pertumbuhan digunakan oleh Halver (1957) untuk mengetahui penggunaan satu rangkaian asam amino diet uji yang berisi kristal Lamino sebagai sumber nitrogen. Untuk sepuluh amino.

Nilai Biologi (BV) Nitrogen yang digunakan BV = Nitrogen yang diserap Dimana : R = A = Dan : A = R = = = = = = Nitrogen yang digunakan Nitrogen yang diserap I – (F . Penggunaan Protein Bersih Nitrogen yang digunakan NPU = Nitrogen yang diambil dimana : NPU ditentukan dengan rumus sebagai berikut : Penambahan nitrogen pada pakan ikan NPU = Nitrogen yang diambil dari pengujian protein + pengurangan nitrogen pada pakan ikan x 100 180 .Fo) A – (U – Uo) Nitrogen yang diambil Nitrogen dalam feses Metabolisme nitrogen dalam feses Nitrogen yang keluar bersama urine Endogeneus nitrogen I – (F–Fo) – (U – Uo) x 100 A I – (F – Fo) x 100 Dimana : I F Fo U Uo R BV = Tidak cukup data dalam nilai biologi yang diperoleh untuk pengaturan pakan ikan dan sulit dalam penentuan metabolisme feses dan endogeneus nitrogen secara terpisah.

kandungan energi pakan dan faktor fisiologis ikan (Lovel.Kebutuhan protein pada ikan Protein didalam tubuh sangat dibutuhkan untuk pemeliharaan. Cara ini dilakukan dengan menganalisis kandungan nitrogen dalam jaringan dengan interval dua minggu sampai tidak ada penurunan nitrogen yang tertahan pada jaringan. Untuk menentukan kebutuhan protein suatu jenis ikan dapat dilakukan dengan melakukan percobaan pemberian pakan yang akan membantu dalam penggunaan uji kandungan protein dari sumber yang nilai biologinya tinggi. penggantian jaringan-jaringan tubuh yang rusak dan penambahan protein tubuh dalam proses pertumbuhan. Kebutuhan protein dalam pakan secara langsung dipengaruhi oleh jumlah dan jenis-jenis asam amino essensial. Selain itu protein sangat penting bagi kehidupan karena merupakan protoplasma aktif dalam semua sel hidup dan berperan sebagai instrumen molekuler yang mengekspresikan informasi genetik. pembentukan jaringan. Jumlah kebutuhan protein maksimum merupakan tingkat kualitas protein yang tinggi dalam kandungan pakan yang diperlukan untuk pertumbuhan maksimum.5. kandungan protein yang dibutuhkan. 181 . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. Protein yang dibutuhkan ikan bersumber dari berbagai macam bahan dimana kualitas protein bahan bergantung pada komposisi asam amino. Jumlah kandungan protein yang minimal dari suatu pakan untuk menghasilkan pertumbuhan maksimum sangat bergantung pada jenis ikan yang dibudidayakan. Oleh karena itu pemberian protein pada pakan ikan harus pada batas tertentu agar dapat memberikan pertumbuhan yang optimal bagi ikan dan efisiensi pakan yang tinggi. Protein yang terdapat dalam jaringan tubuh ikan dapat digunakan sebagai ukuran untuk menentukan kebutuhan protein. 1989). hormon dan antibodi. Respon yang akan memberikan keuntungan dan daya tahan paling tinggi biasanya diperoleh dari komposisi pakan ikan terbaik. unsur struktural didalam sel dan jaringan. Berdasarkan penelitian beberapa spesies ikan kebutuhan kandungan protein pada ikan budidaya berkisar dari 27% sampai 60%. Protein dapat juga digunakan sebagai sumber energi jika kebutuhan energi dari lemak dan karbohidrat tidak mencukupi dan juga sebagai penyusun utama enzim.

Tingkat kebutuhan protein optimal (% berat kering pakan) pada beberapa jenis ikan budidaya (Millamena. karena pada ikan 182 . squid meal Casein Fish meal. Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan protein untuk pertumbuhan ikan yang maksimum antara lain adalah : jenis. shrimp meal Fish meal. gelatin Fish meal. soybean meal Fish meal. casein Tuna. soybean dan cassava meal Casein Fish meal Fish meal. squid meal Kadar protein optimal 43 31 – 38 40 – 50 43 44 60 55 40 30 – 40 24 55 52 44 40 40 30 28 34 – 42 28 – 32 55 27 Jenis ikan Asian sea bass Common carp Grouper Japanese eel Kuruma shrimp Milk Fish Red sea bream Snake head Red snapper Tiger shrimp Nile Tilapia White shrimp Yellow tail Abalone Sumber protein tinggi untuk ikan dapat diperoleh pada beberapa bahan baku antara lain adalah telor utuh. kombinasi kasein dan agar-agar. Pada ikan.5. rice bran Fish meal. 5. ukuran ikan atau umur.3. muscle meal Fish meal. soybean.Tabel 5. collagen Squid meal Fish meal. casein Fish meal Fish meal. shrimp meal Casein dan asam amino Squid meal Casein + egg albumin Fish meal. protein yang berkualitas seperti yang telah dikemukanan sebelumnya dengan mengetahui komposisi asam amino. tingkat pemanfaatn karbohidrat dalam pakan umumnya rendah pada khususnya hewan karnivora. temperatur air. Ikan yang berukuran lebih kecil mempunyai kebutuhan protein lebih tinggi dibanding ikan yang lebih tua pada jenis ikan yang sama itu. casein Soybean meal. kasein. meat meal. mussel meal. soybean. casein Casein. KARBOHIDRAT Karbohidrat merupakan salah satumakro nutrien dan menjadi sumber energi utama pada manusia dan hewan darat. 2002) Sumber protein Fish meal.

dimana ketiga nutrien tersebut merupakan sumber energi bagi ikan untuk tumbuh dan berkembang. selulosa. 183 . sehingga pemanfaatan protein untuk pertumbuhan berkurang. kanji. Selain itu dalam aplikasi pembuatan pakan karbohidrat seperti kanji. siklus asam trikarboksilat. protein dan lemak. Formula umum karbohidrat adalah Cn (H2O)2.H. glukoneogenesis dan glikogenesis. Karbohidrat biasanya terdapat pada tumbuhan termasuk pada gula sederhana. Enzim dan hormon ini penting untuk proses metabolisme karbohidrat dalam tubuh seperti glikolisis.O dengan rasio antara hidrogen dan oksigen 2:1 yang hampir serupa dengan H2O dan kemudian dinamakan ”karbohidrat”. Karbohidrat adalah sumber energi yang murah dan dapat menggantikan protein yang mahal sebagai sumber energi. hidrogen (H) dan Oksigen (O) dalam suatu perbandingan tertentu. Karbohidrat berdasarkan analisa proksimat terdiri dari serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen.sumber energi utama adalah protein. Pemanfaatan karbohidrat sebagai sumber energi dalam tubuh dapat juga dipengaruhi oleh aktivitas enzim dan hormon. Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan bahwa ikan yang diberi pakan dengan kandungan protein tinggi tanpa karbohidrat dapat menyebabkan penurunan laju pertumbuhan dan retensi protein tubuh. dan getah dapat juga digunakan sebagai pengikat makanan (binder) untuk meningkatkan kestabilan pakan dalam air pada pakan ikan dan udang. alga. Karbohidrat merupakan senyawa organik yang tersusun dari atom karbon (C). jalur pentosa fosfat. karet dan jaringan yang berhubungan dan mengandung unsur C. Ikan laut biasanya lebih menggunakan protein dan lemak sebagai sumber energi daripada karbohidrat. Klasifikasi Karbohidrat Karbohidrat diklasifikasikan kedalam tiga kelompok yaitu monosakarida. tetapi peranan karbohidrat dalam pakan ikan sangat penting bagi kehidupan dan pertumbuhan ikan. Oleh karena itu pada komposisi pakan ikan harus ada keseimbangan antara karbohidrat. Selain itu karbohidrat merupakan Protein sparing effect yang artinya karbohidrat dapat digunakan sebagai sumber energi pengganti bagi protein dimana dengan menggunakan karbohidrat dan lemak sebagai sumber bahan baku maka hal ini dapat mengurangi harga pakan. agar-agar. Selain itu pakan yang mengandung karbohidrat terlalu sedikit akan menyebabkan terjadinya tingkat katabolisme protein dan lemak yang tinggi untuk mensuplai kebutuhan energi ikan dan menyediakan metabolisme lanjutan (intermedier) untuk sintesis senyawa biologi penting lainnya. Ikan karnivora lebih sedikit mengkonsumsi karbohidrat dibandingkan dengan omnivora dan herbivora. zat tepung. Selain itu ikan yang hidup diperairan tropis dan air tawar biasanya lebih mampu memanfaatkan karbohidrat daripada ikan yang hidup diperairan dingin dan air laut.

glycogen. Xylosa. larut dalam air dan rasanya manis. dan polisakarida. yaitu karbohidrat yang dapat dicerna. Klasifikasi Karbohidrat (Millamena. Verbascosa Disakarida (dua unit glikosa) Oligosakarida (2-10 unit glikosa) dextrin. Disakarida dan polisakarida merupakan turunan (derivat) dari monosakarida. Selain itu karbohidrat dapat juga diklasifikasikan berdasarkan pada tingkat kecernaan. satu. inulin dan pentosa adalah termasuk karbohidrat yang dapat dicerna sebagian. Polisakarida (Glycan. gums and mucilages. galaktosa. selulosa. Monosakrida utama yang terdapat dalam bentuk bebas dalam makanan adalah glukosa dan fruktosa. Fruktosa dan Mannosa Sukrosa. fruktosa dan mannosa merupakan bentukheksosa yang mempunyai makna fisiologis paling penting. hemicellulosa. lignin. Galaktogen. mannosan. > 10 unit Starch/kanji.6. agar. serat kasar dan hemisellulosa adalah karbohidrat yang tidak dapat dicerna. sedangkan polisakarida (termasuk) oligosakarida akan membentuk lebih dari tiga molekul monosakarida. Hexosa. Arabinosa.6. Pembagian karbo-hidrat ini berdasarkan pada jumlah molekul pembentuknya. karbohidrat yang dapat dicerna sebagian dan karbohidrat yang tidak dapat dicerna. Glukosa merupakan zat gula dalam tubuh yang dibawa oleh darah dan 184 . pectin.disakarida. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. kanji. Stachyosa. 2002) Kelompok Karbohidrat Monosakarida (satu unit glikosa) contoh Pentosa. Monosakarida tidak dapat dihidrolisa lagi menjadi bentuk yang lebih sederhana. Ribosa. Xylulosa. Gula. alginat. Maltosa. Tabel 5. cellulosa. Umumnya monosakarida diperoleh dari hasil hidrolisis senyawa tanaman yang lebih kompleks. dua atau beberapa unit gula sederhana. Glukosa. Glucosa. glikosa) chitin. karageenan Monosakarida Monosakarida adalah bentuk karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi bentuk yang sederhana lagi. Disakarida dapat dihidrolisa menjadi dua molekul mono-sakarida. dextrin. dan glikogen adalah karbohidrat yang dapat dicerna. Laktosa Raffinosa.

Hal ini dikarenakan glukosa merupakan sumber energi yang paling cepat diserap didalam sel dan masuk kedalam darah dan akan dikatabolisme dalam proses glikolisis. Pentosa mempunyai rumus yang umum C5 H10 O5. Jumlah yang pantas pada xilosa dibentuk dalam pembuatan bubur pada makanan melalui hidrolisis pada hemiselulosa. Glukosa. Hidrolisis lactose atau gula susu menghasilkan galactose dan glukosa. sedangkan galaktosa selain dapat diubah menjadi glukosa dalam hati juga dapat dimetabolisir. dan mempunyai komersial yang penting dalam bentuk aldopentosa silosa dan arabinosa. D-Glukosa ini mempunyai peran penting dalam pakan dan metabolisme ikan serta merupakan gula darah pada semua hewan. Fructose. Disakarida Disakarida merupakan bentuk karbohidrat yang kalau dihidrolisis akan menghasilkan dua molekul monosakarida. bentuk gula yang biasanya disebut juga dengan gula meja. Dua rangkaian gula sederhana secara komersil penting pentosa atau lima gula atom karbon dan hexoses atau enam gula atom karbon. Rotan atau gula umbi manis (sukrosa) dihidrolisis. laktosa dan maltosa. Glukosa banyak terdapat dalam buah-buahan.merupakan bentuk paling utama dalam jaringan. dan galactose mempunyai rumusan molekular yang sama tetapi susunan rumus mereka berbeda pengaturan di dalam suatu molekul. Rumus molekul disakrida adalah C12H22O11. satu molekul dibentuk pada fruktosa dan satu molekul pada glukosa yang dibentuk. Sukrosa. dan glukosealdoses. Laktosa tidak terjadi secara bebas di alam. Kebanyakan monosakarida diperoleh dengan hidrolisis unsur yang lebih komplek. Monosakarida sering dikatakan sebagai bentuk dari suatu gula sederhana. Rumus empiris glukosa adalah C6H12O6. D-Glukosa ini telah dihasilkan secara komersial dengan hidrolisis pati jagung yang menghasilkan sirop jagung dan kristal dekstrosa. jagung manis dan madu dalam bentuk DGlukosa. Silosa dibentuk dengan hidrolisis pada pentosa. Glukosa dapat disimpan didalam hati dan otot dalam bentuk glikogen. dari rumus bangun ini memperlihatkan bahwa satu molekul air telah dipindahkan sebagai dua monosakarida yang telah dikombinasikan. Hidrolisis adalah suatu reaksi kimia yang mana suatu unsur yang komplek dipecah menjadi unsur yang lebih kecil dengan penambahan suatu katalisator. Ada tiga bentuk disakarida penting yaitu sukrosa. Gula heksosa biasanya dalam bentuk : galactosa. Hexosa mempunyai rumus umum C6H12O6. terdiri dari satu molekul glukosa dan 185 . Ribosa dan Dioxyribosa merupakan struktur RNA dan DNA. Mannosa merupakan unsur pembentuk senyawa glikoprotein. Fruktosa dapat diubah menjadi glukosa dalam hati. Dengan hidrolisis mengakibatkan perpecahan molekul dan pembentukan hexoses. Arabino dihasilkan pada getah arabic dan dedak gandum. Fruktosa adalah ketohexose alami penting dan karbohidrat paling manis.

Maltosa terjadi secara alami dalam benih zat tepung yang diproduksi tumbuhan. Tiga bentuk polisakarida yang banyak terdapat dalam bahan baku pakan antara lain adalah pati. polisakarida mempunyai formulasi umum (C6H10O5)n. Bentuk ini merupakan sumber bahan makanan yang termurah dan merupakan sumber energi bagi manusia dan hewan. Glikogen dihasilkan dari mamalia dan hewan lain dari glukosa di dalam darah dan diperoleh didalam jaringan otot dan hati. Selulosa adalah komponen struktur utama dalam tumbuhan pada dinding sel tumbuhan dan unsur yang paling berlimpah-limpah pada tumbuhan. Polisakarida Polisakarida merupakan bentuk karbohidrat yang kalau dihidrolisis akan menghasilkan lebih dari sepuluh molekul monosakarida. dan biji-bijian. Pada hewan dekstrin merupakan hasil pemisahan glukosa dari amilopektin yang meninggalkan residu percabangan yang disebut α-limit dekstrin. Glikogen merupakan bentuk penyimpanan pada karbohidrat pada hewan dan merupakan zat tepung di dalam tumbuhan. banyak diperoleh pada semua susu mamalia. Pati/starch merupakan bentuk polisakarida yang banyak terdapat pada tumbuhan dan diperoleh di dalam akar umbi (kentang). Sedangkan dekstrin merupakan hasil dari proses pemecahan hidrolisis pati menjadi maltosa. dextrin dan glikogen. atau gula susu. Hemiselulosa merupakan polisakarida yang terdiri atas suatu campuran unit hexosa dan pentosa. Jika dihidrolisis hemiselulosa menghasilkan glukosa dan sebuah pentosa. Dekstrin terdiri dari serangkaian senyawa dengan bobot molekul yang lebih rendah. Maltosa dibentuk dari hidrolisis zat tepung dengan enzim α-amilase. Didalam pakan. Laktosa. tersusun dari 8 – 10 glukosa. Hasil hidrolisis laktosa akan menghasilkan sebuah molekul glukosa dan sebuah molekul galaktosa. dekstrin merupakan substrat kesukaan organisme acidophilik dalam saluran pencernaan dan bila pakan mengandung dekstrin maka sintesis vitamin B dalam usus akan meningkat. Sumber utama sukrosa sebagian besar dari tebu dan gula bit. Ketika hidrolisis dengan asam atau enzim. Maltosa akan dihidrolisis lebih lanjut oleh enzim α-gluc0sidase menjadi dua molekul glukosa. Selulosa adalah unsur penting yang tidak dapat larut dan dapat didegradasi oleh enzim menjadi beberapa unit glukosa dan bisa dihidrolisis dengan asam kuat. rhizomes. biasanya silosa yang merupakan komponen utama pada 186 .satu molekul fruktosa yang dinamakan dengan gula invert. Polisakarida biasanya dibentuk oleh kombinasi hexosa atau monosakarida lain dan biasanya merupakan senyawa dengan molekular tinggi dan kebanyakan tidak dapat larut dalam air dan dipertimbangkan yang paling utama bahan gizi tumbuhan asli. mereka dipecah ke dalam berbagai produk intermediate dan yang akhirnya ke dalam gula sederhana.

Lignin merupakan struktur kompleks yang terdiri dari karbon-karbon yang saling berikatan dengan eter yang mana bersifat resisten terhadap alkali dan asam. Kemudian maltosa dan dekstrin ini akan dihidrolisa oleh enzim laktase atau sukrose menghasilkan galaktosa.H dan O yang terdiri atas N-acetil Dglukosamin. Alginates. Ikan tidak memiliki enzim pencerna karbohidrat yang memadai di dalam saluran pencernaannya.7 Karbohidrat yang berstruktur kompleks memiliki nilai kecernaan yang rendah daripada karbohidrat yang berstruktur sederhana. Lignin ditemukan dalam tongkol jagung dan porsi akar yang berserat. Nilai kecernaan beberapasumber karbohidrat oleh beberapa ikan budidaya dapat dilihat pada Tabel 5. Chitin mempunyai peran struktural dan suatu jumlah dari kekuatan mekanis yang dapat menghentikan ikatan hidrogen. hemiselulosa lebih sedikit bersifat resisten terhadap degradasi kimia dan dapat dihidrolisis dengan cairan asam . Pencernaan karbohidrat secara intensif terjadi disegmen usus yaitu dengan adanya enzim amilase pankreatik.dinding sel tumbuhan. glukosa dan fruktosa. amilum (zat tepung) dan glikogen akan dihidrolisis oleh enzim amilase menjadi maltosa dan dekstrin. Tindakan itu disadap dengan air panas atau air dingin dan membentuk suatu ”gel” (agar-agar). Chitin merupakan komponen struktur utama menyangkut eksoskeleton kaku pada hewan tak bertulang punggung seperti serangga. disakarida dan monosakarida. ragi dan jamur adalah polysoccoharida dengan atom zat hidrogen seperti halnya C. Perbedaan sumber pati 187 . Pada segmen usus. Nilai kecernaan karbohidrat ini sangat dipengaruhi oleh sumber dan kadar karbohidrat dalam pakan serta jenis dan ukuran ikan. binatang berkulit keras dan juga terjadi dalam sel ganggang. Pada dinding usus. Karbohidrat tersebut berasal dari tumbuhan (zat tepung. sellulosa dan fruktosa) dan dari hewan (mangsa) berbentuk glikogen. Ikan tidak memiliki kelenjar air liur (salivary gland) sehingga proses pencernaan karbohidrat pada ikan dimulai dibagian lambung. Pemanfaatan Karbohidrat Pakan oleh Ikan Karbohidrat pakan umumnya berbentuk senyawa polisakarida. agar dan caragenan merupakan hasil ekstraksi dari rumput laut seperti Glacillaria sp dan Kappaphycus sp. Tidak seperti selulosa. Peptinase tidak dapat dihidrolisis dengan enzim pectinase mamalian tetapi dicerna oleh aksi mikrobial. Aktivitas enzim amilase dalam menghidrolisa pati pada ikan omnivora seperti ikan tilapia dan ikan mas lebih tinggi daripada ikan karnivora seperti ikan rainbowtrout dan yellowtail. Peptin ditemukan terutama antara dinding sel tumbuhan dan mungkin juga sebagai penyusun dinding sel itu sendiri. Dalam bentuk glukosa itulah karbohidrat dapat diserap oleh dinding sel (enterosit) lalu masuk kedalam pembuluh darah. galaktosa dan fruktosa akan diubah menjadi glukosa. serat. sehingga nilai kecernaan karbohidrat pakan umumnya rendah.

Hal ini dikarenakan pengukusan dapat menyebabkan sel-sel pati menjadi lunak dan pecah sehingga lebih mudah dicerna.9 55.5 25 50 12. Beberapa perlakuan yang biasa dilakukan pada saat membuat pakan ikan adalah dengan melakukan pengukusan pati dimana dengan melakukan pengukusan maka akan dapat meningkatkan nilai kecernaan dari karbohidrat tersebut. Ketersediaan berbagai formulasi karbohidrat pada komposisi nilai yang gizi belum jelas.5 69.5 40. Tabel 5.3 66.8 60.0 85.1 78. Jenis ikan Rainbow Trout Sumber Dekstrin Tepung ubi kukus Tepung dikukus Glukosa Sukrosa Laktosa Tepung jagung dikukus Kadar Karbohidrat pakan (%) 20 60 20 60 11. Nilai kecernaan karbohidrat berdasarkan kadar dan sumbernya oleh beberapa ikan budidaya (Wilson.2 45.2 99 – 100 99 – 100 94 – 97 72.5 55.2 26.0 48.0 Channel catfish tidak Tepung jagung dikukus Mas Tepung ubi tidak kukus Tepung ubi dikukus Karbohidrat berserat dalam wujud bahan kimia sangat sukar dicerna oleh beberapa jenis ikan dan tidak membuat suatu kontribusi yang baik kepada kebutuhan gizi ikan.5 25 50 ? ? Nilai kecernaan (%) 77. Dimana semakin tinggi rasio amilosa/ amilopektin maka kecernaan karbohidrat semakin tinggi.7. Tingkatan kebutuhan serat kasar dalam tubuh ikan diperlukan secara khas dan terbatas kurang dari 7%. 1994).1 83.1 90.2 20 – 60 20 – 60 20 – 60 12.juga dapat menyebabkan perbedaan nilai kecernaan karbohidrat dan bergantung juga pada rasio amilosa/amilopektin. karbohidrat yang dapat dicerna (karbohidrat 188 .

terjadi laju glukoneogenesis yang tinggi. Pada ikan mas dan ikan air tawar lainnya dapat memanfaatkan karbohidrat lebih efektif dibandingkan dengan ikan air laut. kemampuan penyerapan glukosa serta kemampuan sel memanfaatkan glukosa dalam darah. Kebutuhan karbohidrat pakan bagi pertumbuhan ikan budidaya bervariasi menurut spesies.dengan bobot molekul kecil dan panjang rantai lebih pendek seperti glukosa). aktivitas enzim karboksilase ikan. Beberapa penelitian telah menunjukkan pertumbuhan ikan dan tingkat efisiensi pakan yang rendah bila kandungan karbohidrat dalam pakannya tinggi. Pakan yang mengandung karbohidrat terlalu tinggi dapt menyebabkan menurunnya pertumbuhan ikan budidaya. sumber karbohidrat dan kondisi lingkungannya (Tabel 5. Fungsi utama karbohidrat sebagi sumber energi di dalam pakan harus berada dalam kondisi yang seimbang antara ketiga makro nutrien (protein. Penyebab rendahnya kemampuan ikan dalam memanfaatkan karbohidrat pakan tersebut antara lain disebabkan oleh nilai kecernaan sumber karbohidrat. lemak dan karbohidrat). Ikan sebagai organisme air kurang mampu memanfaatkan karbohidrat sebagai sumber energi utama dalam pakannya dibandingkan dengan hewan darat dan manusia. 1977).8. Ikan air laut lebih efektif menggunakan glukosa dan dekstrin sebagai sumber zat tepungnya. Udang windu menggunakan zat tepung lebih baik dengan glukosa dan dextrin. namun dari hasil beberapa penelitian hewan air seperti ikan masih sangat membutuhkan karbohidrat dalam komposisi pakannya.). ikan omnivora dapat memanfaatkan karbohidrat pakan secara optimal pada tingkat 30 – 40% dalam pakannya. Kebutuhan optimum Karbohidrat Pakan Pertumbuhan ikan budidaya secara maksimal dapat tercapai jika kondisi lingkungan pemeliharaan dan makanan terjamin secara optimum. Pada tabel tersebut jelas terlihat bahwa ikan karnivora umumnya mempunyai kemampuan yang lebih rendah dalam memanfaatkan karbohidrat pakan dibandingkan dengan ikan omnivora atau herbivora. Kebutuhan karbohidrat untuk setiap jenis dan ukuran ikan juga dipengaruhi oleh kandungan lemak dan protein pakan. Pada ikan rainbowtrout yang diberi pakan dengan kandungan protein tinggi. sedangkan yang diberi pakan dengan kandungan protein rendah dan karbohidrat tinggi didapatkan laju glukoneogenesis yang rendah (Cowey et al. Pakan yang mengandung karbohidrat dan lemak yang tepat dapat mengurangi penggunaan protein sebagai sumber energi yang dikenal dengan Protein Sparring Effect. Secara umum kandungan karbohidrat pakan yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh ikan karnivora berkisar antara 10 – 20%. Terjadinya Protein Sparring Effect oleh karbohidrat dapat menurunkan biaya produksi pakan dan mengurangi pengeluaran limbah nitrogen ke lingkungan. 189 .

minyak. Lipid berbeda dengan lemak. penyimpan bahan bakar metabolik. phospolipid. LIPID Lipid adalah senyawa organik yang tidak dapat larut dalam air tetapi dapat diekstraksi dengan pelarut nonpolar seperti kloroform. malam dan senyawa-senyawa lain yang ada hubungannya. Perbedaan antara lemak dan minyak adalah pada titik cairnya. dan vitamin lemak yang dapat larut. Klasifikasi Lipid Berdasarkan struktur molekulnya lipid dapat diklasifikasikan kedalam tiga kelompok yaitu : 190 . Lipid merupakan komponen penting dalam pakan ikan karena lipid dapat dijadikan sebagai sumber energi bagi ikan selain protein dan karbohidrat. Lipid juga sumber penting sterol.Shimeno et al (1996) Wilson (1994). untuk mengangkut bahan bakar.Shimeno et al (1996) 5. Senyawa organik ini terdapat didalam sel dan berfungsi sebagai sumber energi metabolisme dan sebagai sumber asam lemak esensial yang mempunyai fungsi specifik dalam tubuh seperti untuk struktur sel dan pemeliharaan integritas membran-membran yang hidup.8 Kebutuhan optimum karbohidrat dalam pakan untuk pertumbuhan beberapa ikan budidaya.Tabel 5. Fungsi lain dari lipid antara lain adalah sebagai komponen utama struktur sel. lipid telah ditunjukan untuk memberikan beberapa protein untuk pertumbuhan. Karbo hidrat pakan (%) 10 20 10 20 9 30 40 40 Sumber karbohidrat Dekstrin Dekstrin Dekstrin Tepung terigu Tepung terigu Dekstrin Dekstrin Dekstrin Jenis ikan References Ekor kuning Seabream merah Rainbow trout Kakap putih Kerapu Channel catfish Mas Tilapia Shimeno et al (1996) De Silva dan anderson (1995) De Silva dan anderson (1995) Catacuta dan Coloso (1997) Shiau dan Lan (1996) Wilson (1994) Wilson(1994). Asam lemak dari lipid mungkin juga bertindak sebagai pendahuluan pada steroid hormon dan prostaglandin.4. Lipid terdiri dari lemak. lemak cenderung lebih tinggi titik cairnya. eter dan benzena. Sebagai sumber energi. molekulnya lebih berat dan rantai molekulnya lebih panjang. Oleh karena itu lipid merupakan salah satu sumber asam lemak essensial yang tidak bisa di sentesa oleh ikan. sebagai pelindung dinding sel dan juga sebagai komponen pelindung kulit vertebrata.

Fosfolipid : kelompok lipid yang selain asam lemak dan alkohol. Senyawa campuran tersebut biasa asam phosphatidic. • Phospholipids adalah ester pada asam lemak dan asam phosphor (H3PO4) dan basa nitrogen.ikolipid (Glikosfingolipid) : kelompok lipid yang mengandung asam lemak.• Lipid sederhana. 3 molekul asam lemak dan 1 molekul glicerol dibentuk. . Jika dihidrolisis. juga mengandung residu asam fosfat. Lemak ini sering mempunyai basa yang mengandung nitrogen dan substituen lain. . Lipid sederhana ini dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu : . kelompok ini berupa ester asam lemak dengan alkohol yang mengandung gugus lain. phosphatidyl serine. senyawa alkohol disamping gliserol serta sterol. Karena tidak bermuatan asilgliserol (gliserida). waxes merupakan sumber nergi yang disimpan 191 • • . Seperti triglycerides. Dengan begitu ketika suatu triglyceride dihidrolisis. Beberapa Phospholipids yang penting adalah phosphatidyl choline (lecithin). gliserol. sfingosin dan karbohidrat. phosphatidyl ethanolamine (cephalin). Triglycerides tidak menjadi komponen pada bio membran tetapi mereka terakumulasi pada adipose atau jaringan lemak. kolesterol dan ester kolesterol dinamakan lemak netral (Meyes. Klasifikasi Lipid menurut Millamena et al (2002) dapat dikelompokkan menjadi : • Triglycerides atau lemak yang dibentuk oleh reaksi glicerol dengan molekul asam lemak sehingga disebut glycerides. • Waxes adalah ester pada rantai panjang asam lemak dengan berat molekul tinggi alkohol monohydric. Lemak dalam keadaan cair disebut minyak. Mereka adalah komponen utama membran biologi. aldehid lemak. steroid.Lemak : senyawa ester lemak dengan gliserol.Bentuk lipid komplek lainnya: Sulfolipid dan aminolipid dan lipoprotein Prekursor dan derivat lipid : asam lemak. seperti gugus alkohol berupa gliserol dalam gliserofosfolipid dan gugus alkohol yang berupa sfingosin dalam sfingofosfolipid. Triglyceride merupakan bentuk utama pada binatang yang menyimpan energi.Lilin/malam/waks : senyawa ester asam lemak dengan alkohol monohidrat yang berbobot molekul tinggi Lipid kompleks. badan keton dan berbagai hormon. hidrogen dan oksigen. Lipid kompleks dibagi menjadi tiga golongan yaitu : . 1999). dan phosphatidyl inositol. . Lipid yang termasuk kedalam kelompok ini hanya menghasilkan asam lemak dan alkohol. kelompok ini disebut juga dengan nama homolopida yaitu suatu bentuk ester yang mengandung karbon.

Sumber steroid yang melaksanakan fungsi penting seperti pemeliharaan sistem selaput. Komponen sellular yang penting dan selaput subsellular. tetapi zat asam yang mengandung gemuk ester membutuhkan rantai amino alcohol sphingosine. asam eicosapentaenoie (EPA). Di dalam tatanama asam lemak. R1CH2OH dan rantai panjang asam lemak. Kolesterol secara fisiologi adalah sterol penting dan tersebar luas dalam membran biologi. R2-COOH O Contoh : R2 –CO -CH2 –R1 Beberapa ester. terutama dalam binatang. Streroid mempunyai beberapa struktur umum yang terdiri dari sistem fused-ring. sebuah asam lemak di 192 Fungsi umum dari lipid Fungsi yang umum adalah: • Sumber energi berkenaan dengan metabolisme. misalnya : asam arachidonik (ARA). Beberapa ester pada rantai alcohol yang panjang. adenosine triphosphate (ATP). Berdasarkan kandungan unsurnya asam lemak mempunyai rumusan yang umum yaitu CH3 (CH2)n COOH . Merupakan tanda pada jenis kelamin atau hormon lain pada ikan dan udang dan secara biologi sangat penting dalam proses reproduktif. Asam lemak ini ada juga yang menyebutkan sebagai lipid dengan makna fisiologis. EFA tidak bisa disintesis oleh organisme air dan akan disintesis jika jumlahnya tidak cukup untuk pertumbuhan dan harus disediakan pada pakan ikan. transportasi lipid dan prekursor dari hormon steroid. R2-CH2 –O -CH2 –R1 • Steroids adalah rantai panjang alkohol yang biasa pada polycylic. • Asam lemak Salah satu unsur penting dari lipid adalah asam lemak. Asam lemak diberi suatu nama umum disamping formulasi bahan kimianya dan singkatan stenografi. dan asam decosahexaenoic (DHA) adalah asam lemak esensial yang sangat penting di dalam pakan ikan dan krustasea. misalnya: phospholipid dan asam lemak polyunsurated (PUFA). Kandungan energi lipid berisi kira-kira dua . dimana: n variasi dari 0 sampai ke 24 dan pada umumnya suatu bilangan genap. Sumber dari asam lemak esensial (EFA) yang penting untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Lipid ini merupakan lipid komponen otak dan jaringan syarat pertumbuhan pada binatang. • • • kali lebih dari energi protein dan karbohidrat. Sphingomyelins tidak berisi glycerol. Waxes padat pada temperature lingkungan.dalam tumbuhan dan bintang dan bertindak melindungi mantel.

stearat (18).Linolenat/ ω3 (18 : 3. n-9 adalah posisi ikatan ganda dari metil berakhir pada asam lemak. 11 dan 14.8.9. Polyunsaturated dan 193 .12) dan a. urutan kedua adalah banyaknya ikatan rangkap pada unsur asam lemak. kaprat/dekanoat (10). elaidat/ ω9 (18 : 1. 8. A adalah banyaknya atom carbon dan banyaknya ikatan ganda. palmitat (16). kaproat (6).12 ) Tiga ikatan rangkap disebut dengan asam trienoat antara lain adalah g. Sebagai contoh tujuan kuatitatif untuk palmitoleic atau asam hexadecenoic adalah 16:l n-7 yang ini berarti bahwa asam palmitoleic mempunyai 16 karbon dan berisi pada ikatan rangkap terdapat pada posisi karbon ketujuh karbon.19) Dari pengklasifikasian asam lemak tersebut diatas dapat dilihat dari penulisan angka-angka dibelakang koma. antara lain adalah Timnodonat/ ω3 (20 : 5 . arakidat (20).9.10. laurat (12).9) .13. yaitu linoleat/ ω6 (18 : 2. erusat/ ω9 (22 : 1. Sedangkan asam lemak tidak jenuh adalah asam lemak yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap. kadang-kadang ditulis dengan huruf ω (omega) dimana. 5.11. 6. n-6.9). miristat (14). Pada asam lemak tidak jenuh dapat dikelompokkan kedalam enam kelompok berdasarkan jumlah ikatan rangkapnya yaitu : • Satu ikatan rangkap disebut dengan monoeat.17) dan Klupanodonat/ ω3 (22 : 5.16.11.14) Lima ikatan rangkap disebut asam pentanoat. rumus bangun asam lemak tersebut terdiri dari Carbon sebanyak 20 buah.9).12. n-3.9. Unsaturated.11. letak ikatan rangkap tersebut terdapat pada Carbon ke 5. sedangkan pada urutan terakhir adalah letak/lokasi ikatan rangkap terdapat pada rantai Carbon keberapa. asetat (2). Asam lemak jenuh adalah asam lemak yang tidak mengandung ikatan rangkap.8. 4.13. lignoserat (24).8. Angka yang terdapat didalam kurung merupakan jumlah atom Carbon yang terdapat pada unsur asal lemak. Berdasarkan jumlah ikatan rangkap pada asam lemak maka asam lemak dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. misalnya asam lemak Arakidonat/ ω6 (20 : 4.Linolenat/ ω6 (18 : 3. propionat (3).14. antara lain adalah palmitat/ ω7 (16 : 1. oleat/ ω9 (18 : 1.16.13) • • • • • Dua ikatan rangkap disebut asam dienoat. nervonat/ ω9 (24 : 1. Berdasarkan Millemena (2002) pengelompokan asam lemak dapat dibagi menjadi empat berdasarkan kejenuhannya yaitu Saturated. Asam lemak jenuh terdiri dari unsur Carbon dari 1 – 24 yaitu format (1). antara lain adalah arakidonat/ ω6 (20 : 4.19) Enam ikatan rangkap disebut dengan asam Heksanoat antara lain adalah Servoat/ ω3 (22 : 6. valerat (5). kaprilat/oktanoat (8).7.5.indentifikasi dengan formula: A:B n3.15) Empat ikatan rangkap disebut asam tetranoat. jumlah ikatan rangkapnya adalah 4 buah.14). urutan pertama menyatakan banyaknya jumlah atom Carbon.10. A:B n-9. A:B n-6. butirat (4). 5. 7. behenat (22).9).

Higly Unsaturated. Nama kimia Notasi singkat Asam butanoat Asam pentanoat Asam keksanoat Asam oktanoat Asam dekanoat Asam dodekanoat Asam tetradekanoat Asam heksadekanoat Asam oktadekanoat 1:0 2:0 3:0 4:0 5:0 6:0 8:0 10:0 12:0 14:0 16:0 18:0 20:0 22:0 24:0 16 :1 n-7 18 : 1 n-9 18 : 2 n-6 18 : 3 n-3 20 : 4 n-6 20 : 5 n-3 22 : 6 n-3 Asam heksadesenoat Asam oktadesenoat Asam oktadekadienoat Asam oktadekatrinoat Asam eikosatetraenoat 194 .9 Tabel 5. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5.9 Nama umum asam lemak Nama umum Saturated Fomat Asetat Propionat Butirat Valerat Caproat Caprilat Caprat Laurat Miristat Palmitat Stearat Arachidat Behenat Lignoserat Unsaturated Asam Palmitoleat Asam oleat Polyunsaturated Asam Linoleat Asam Linolenat Highly Unsaturated Asam arakidonat Asam eikosapentanoat Asam dokosaheksanoat dan Tabel 5.10.

Asam lemak essesial (Essensial Fatty Acid/EFA) yang sangat diperlukan ikan terdiri dari asam lemak linoleat.Tabel 5. suhu dan makanan. asam lemak Eicosapentanoat (EPA) dan asam lemak Dokosaheksanoat (DHA).11. 195 . Sedangkan asam lemak essensial yaitu asam lemak yang dapat disintesa oleh tubuh. Kelompok Asam lemak Unsaturated/tidak jenuh (Millemena. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. Komposisi asam lemak di dalam ikan adalah cenderung dipengaruhi oleh faktor seperti kadar garam. 2002) Klas n-9 n-6 Keluarga Oleat Linoleat Notasi singkat 18 : 1 n-9 20 : 1 n-9 18 : 2 n-6 18 : 3 n-6 20 : 3 n-6 20 : 4 n-6 22 : 4 n-6 18 : 3 n-3 20 : 5 n-3 22 : 5 n-3 Rumus bangun CH3-(CH2)7-CH=CH-(CH2)7-COOH CH3-(CH2)4-CH=CH-CH2-CH=CH-(CH2)7COOH n-3 Linolenat CH3-CH2-CH=CH-CH2-CH=CH-CH2CH=CH-(CH2)7-COOH Kebutuhan asam lemak pada ikan Asam lemak yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan budidaya adalah asam lemak essensial yaitu asam lemak yang sangat diperlukan untuk menunjang pertumbuhan namun tubuh (hati) kurang mampu mensisntesisinya oleh karena itu harus disuplai dari pakan. asam lemak linolenat.10. Selain itu kebutuhan asam lemak essensial untuk setiap jenis ikan berbeda antar spesies terutama antara ikan air tawar dan air laut.

1/3 semua asam lemak di dalam minyak ikan. Jika dibandingkan dengan minyak nabati lain atau lemak minyak ikan mengandung berbagai macam asam lemak unsaturated pada rantai karbon panjang (20 atau 22 panjangnya rantai karbon). Kebutuhan asam lemak essensial pada ikan (Watanabe.5 1 0. Rantai panjang n-3 asam lemak biasanya menyusun 1/4 .11. keduanya telah ditemukan dan bisa digunakan dalam makanan ikan.8 2 1 0. kebanyakan dari sumber hewani memliki asam lemak dari kelompok n-3 . walaupun penambahan lemak pada pakan sebaiknya tidak lebih 18%.5 0.5 0.5 Carp Sidat Chum Salmon Coho Salmom Ikan ayu Tilapia zilli Tilapia nilotica Seabream merah Turbot Yellow tail Yamame Coregonus Komposisi lemak tubuh sangat dipengaruhi oleh pakan ikan yang mengandung lemak. sedangkan. 196 ..8 20 % dari lipid 10% dari lipid 1 0. Kebutuhan lipid berkenaan dengan aturan makan ikan dapat diperoleh dari profil asam lemak.5 1 1 0. Tetapi dalam lemak pakan harus diperhatikan apakah terdapat komposisi asam lemak essensialnya. rantai panjang asam lemak di dalam kebanyakan minyak nabati jarang melebihi 5% dan sering kurang dari 1%.5 1 – 2. 1988) Jenis ikan Rainbow Trout Jenis asam lemak 18 : 3 ω3 18 : 3 ω3 18 : 3 ω3 ω3 HUFA 18 : 2 ω6 dan 18 : 3 ω3 18 : 2 ω6 dan 18 : 3 ω3 18 : 2 ω6 dan 18 : 3 ω3 ω3 HUFA Tri18 : 3 ω3 18 : 3 ω3 atau 20 : 5 ω3 18 : 2 ω6 atau 20 : 4 ω6 18 : 3 ω6 ω3 HUFA atau 20 : 5 ω3 ω3 HUFA ω3 HUFA 18 : 3 ω3 18 : 3 ω3 Kebutuhan (%) 1 0. Sumber lemak bagi ikan dapat berasal dari berbagai bahan pakan yaitu minyak hewani atau minyak nabati.Tabel 5. Komposisi asam lemak dari berbagai bahan baku pakan ikan dapat dilihat pada Tabel.

Jenis asam lemak yang sangat diperlukan bagi ikan budidaya adalah asam linolenat ( 18:3n-3). Pada ikan karper (Cyprinus carpio). asam eocosapentaenoat ( EPA. Asam lemak essensial ( EFA) kebutuhan sangat berbeda antara satu jenis ikan dengan jenis ikan yang lainnya seperti telah dijelaskan pada Tabel diatas. 22: 6n-3). 20:5n-3) dan asam docosahexaenoat ( DHA.Tabel 5. salah satu 197 . 2002) 18 : 2 n6 18 : 3 n3 20 : 5 n3 22 : 6 n3 Sumber lipid Sumber Tanaman Minyak jagung Minyak kelapa Minyak bijikapas Minyak bijilin Minyak palm Minyak palm kernel Minyak Rapeseed Minyai kacang Minyak kedele Minyak bungamatahari Sumber hewan laut Minyak capelin Minyak hati cod Minyak hati cuttlefish Minyak herring Minyak hati pollack Minyak salmon Minyak Sardin Minyak shortnect Minyak Skipjack Minyak hati cumi 58 2 53 17 10 2 15 30 50 70 5 5 1 1 2 3 3 1 5 3 1 0 1 56 1 0 8 0 10 1 0 1 2 1 0 0 1 1 3 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 16 12 8 12 10 13 19 7 12 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 14 18 5 7 10 10 14 12 10 Ikan memerlukan asam lemak dari kelompok n-3 dan n-6 dalam komposisii pakannya. Pada jenis ikan rainbow trout (Oncorhynchus mykiss) memerlukan sekitar 1% 18:3n-3 dalam pakannya Kombinasi 18:3n-3 dan 18:2n-6 dalam berbagai proporsi tidak meningkatkan laju pertumbuhan atau konversi pakan ikan laut. asam linoleat ( 18:2n-6). Komposisi asam lemak essensial pada berbagai sumber lipid (g/100g asam lemak) (Millamena. Kekurangan asam lemak essensial pada komposisi pakan ikan dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan dan kondisi kekurangan asam lemak essensial dalam waktu yang brekepanjangan akan menyebabkan kematian ikan budidaya.12.

2002). Ikan laut kakap pada stadia juvenil membutuhkan antara n-3 dan n-6 PUFA dengan kadar 0. sekitar 2. Ikan Grouper membutuhkan n-3 HUFA sekitar 1%.5%. Lemak pakan yang kekurangan asam lemak essensial akan memberikan dampak negatif bagi ikan budidaya. hal ini dikarenakan EFA berperan penting pada fisiologi reproduksi sebagai tokoferol pada ikan. Kebutuhan asam lemak polyunsaturated rantai yang panjang harus diberikan untuk menambah atom karbon atau melepas hidrogen dari pakan.5% .6% dari komposisi pakan PUFAnya dapat meningkatkan pertumbuhan sedangkan komposisi 18:2n-6 lebih besar daripada 5% memiliki efek negatif pada pertumbuhan.0. Hal ini dikarenakan lemak pakan yang tidak mengandung EFA akan mengakibatkan penurunan kandungan lemak pada hepatopankreas ikan carp. Pada ikan bandeng yang di budidayakan pada air laut dibutuhkan n-3 HUFA dan pertumbuhan yang terbaik didapatkan dengan menggunakan antara linolenic (18:3n-3) atau n-3 HUFA sebagai sumber lipid. Akumulasi lemak pada hati hewan yang kekurangan EFA dapat mengganggu biosintesis lipoprotein. Pada juvenil udang windu (Penaeus monodon). Asam lemak n-3 (n3 HUFA) adalah asam lemak esensial dari beberapa ikan air laut seperti red sea bream (Chrysophyrs majo). Kemudian..5% dalam komposisi pakannya atau pada perbandingan n-3/n-6 dengan rasio 1. sebagian besar ikan air laut air diperairan dingin membutuhkan asam lemak n-3 (Millamena. dan ikan buntut kuning (Seriola quinquerodiata). Pada ikan budidaya air panas yang lain. Selain itu pada rainbowtrout dewasa yang memakan lemak kekurangan EFA pada usia tiga bulan sebelum telur matang. membutuhkan antara 18:2n-6 dan 18:3n-3. maka telur yang dihasilkan memiliki 198 . Selain itu komposisi asam lemak dapat memberikan pertambahan berat badan yang terbaik dan konversi pakan yang baik dengan komposisi asam lemak campuran dari1% 18:2n-6 dan 1% 18:3n-3 pada ikan belut (Anguilla japonica).jenis ikan budidaya air tawar yang paling lama dibudidayakan di dunia memerlukan jenis asam lemak dari kelompok kedua-duanya yaitu: 18:2n-6 dan 18: 3n-3. spesies yang berbeda membutuhkan EFA yang berbeda dan perbedaan lebih jelas pada ikan air panas dari pada ikan air dingin. Pada ikan Herbivora didaerah tropis seperti Nila tilapia (Tilapia nilotica) membutuhkan asam lemak n-6 ataupun lebih dari n-3. Penelitian tentang asam lemak esensial dibutuhkan untuk ikan air panas dan spesies ikan di filiphina menunjukkan bahwa beberapa spesies membutuhkan asam lemak antara n-3 dan n-6 sementara lainnya hanya n-3. tetapi pada level 0. Selain itu berdasarkan hasil penelitian dari Watanabe (1988) kekurangan EFA akan sangat berpengaruh terhadap spawning/pemijahan rainbowtrout dan seabream merah. kebutuhan asam lemak dalam komposisi pakan berkisar antara 18:2n-6 atau 20:4n-6 sebanyak 0.

Monogliserida dan asam lemak yang tidak larut diemulsi dan dilarutkan membentuk komplek koloid yaitu misel yang masuk kedalam sel epitel. Dengan memberikan EFA sebanyak 1% yaitu asam lemak linoleat ternyata kondisi penetasan telur dapat ditingkatkan. Rantai panjang asam lemak.daya tetas yang rendah.5. asam lemak dipecahkan untuk menghasilkan energi. Vitamin merupakan senyawa organik dengan berat molekul rendah (berat molekulnya biasanya kurang dari 1000) dengan komposisi dan fungsi yang beragam yang sangat penting bagi kehidupan tetapi tidak dapat disintesis oleh tubuh. yaitu komplek koloid yang besarnya 0. ikan cod dan rainbow trout enzim lipase akan menghidrolisis triaslglyserol menjadi 2-monoasilglyserol dan asam lemak bebas. Dampak negatif lainnya jika kekurangan EFA pada telur ikan yang telah dibuahi maka akan terjadi perubahan bentuk/deformasi tubuh dan larva menjadi abnormal. Triglyserida dan sedikit fosfolipid dan kolesterol bebas akan berkombinasi membentuk Chylomicron. Berdasarkan studi secara in vitro pada ikan layang. Ketika energi diperlukan dalam jumlah besar. Hidrolisis 2-monoasilglyserol selanjutnya akan membentuk glyserol dan asam lemak bebas. gabungan triglyserida dilakukan penyimpanan pada suhu yang lama dalam bentuk energi dalam lemak atau jaringan adipose hewan. kecacatan larva maka pertumbuhan ikan tersebut akan terlambat. Biosintesis Asam lemak Lemak yang dikonsumsi oleh ikan akan dicerna didalam lambung akan dihidrolisis menjadi monogliserida dan asam lemak bebas dengan bantuan enzim lipase dan ditambah dengan proses saponifikasi dan emulsi oleh asam empedu dan lecithin dalam empedu. seperti diketahui bahwa asam lemak merupakan produk yang tidak larut dalam air maka asam lemak yang lebih rendah dan kolin akan diserap langsung didalam mukosa usus halus. Monogliserida disintesis disel berepitel membentuk triglyserida. Setelah dicerna selanjutnya akan dilakukan penyerapan. Akhir hidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak.5 µm. Chylomicron ini diserap kedalam sistem lipatik dan selanjutnya lewat melalui kantong torakic menjadi sistem yang sistemik dan dengan cepat diangkut oleh hati dan jaringan untuk katabolisme dan cadangan energi. Vitamin termasuk kedalam komponen pelengkap yang mana kehadirannya dalam makanan sangat diperlukan untuk menormalkan pertumbuhan dan perawatan kesehatan dan ketidakcukupan dalam bahan makanan dapat mengakibatkan pengembangan kondisi specifik pathologic.5 – 1. Istilah vitamin dengan kata lain adalah dietary essensial 199 . VITAMIN Vitamin berasal dari kata vitamine yang berarti zat hidup (vital) yang mengandung N (amine) atau disebut juga biokatalis. 5. Dengan adanya perubahan bentuk tubuh.

vitamin E (alfa tokoferol) dan vitamin K (menadion). vitamin ini mudah rusak dalam pengolahan dan mudah hilang karena tercuci atau terlarut oleh air. Karena sifatnya yang tidak larut dalam air maka vitamin dalam kelompok ini tidak dapat dikeluarkan atau diekskresikan. Begitu diserap. Semua vitamin yang larut dalam air. vitamin B2 (Riboflavin). fungsi utama vitamin A dilaksanakan oleh retinol dan 200 . kolin dan vitamin C (asam askorbat). asam folat. vitamin B3 (Niasin). Selain itu sifat vitamin ini tidak stabil selama penyimpanan. Oleh karena itu harus tersedia dalam pakan secara terus menerus. Jumlah vitamin yang dibutuhkan oleh ikan sangat sedikit dibandingkan dengan zat nutrisi lainnya tetapi kekurangan vitamin dalam komposisi pakan dapat menyebabkan gejala tidak normal pada ikan sehingga akan mengganggu proses pertumbuhannya. laju pertumbuhan. vitamin B12 (kobalamin). vitamin-vitamin tersebut disimpan dalam hati atau jaringanjaringan lemak seperti halnya lemak. Vitamin yang larut dalam lemak banyak terdapat dalam daging ikan. Sekali diserap dalam tubuh. vitamin memerlukan protein pengangkut untuk memindahkan-nya dari satu tempat ke tampat yang lain. keluar dari bahan. kondisi fisiologis ikan serta lingkungan perairan dimana ikan itu hidup. Berbeda halnya dengan vitamin B12 yang dapat disimpan dalam hati selama beberapa tahun. Kebutuhan ikan akan vitamin sangat ditentukan oleh faktor dalam maupun faktor luar antara lain adalah jenis dan ukuran ikan. molekul vitamin tersebut diangkut di dalam darah dalam bentuk lipoprotein atau terikat dengan protein pengikat yang spesifik. Vitamin A Vitamin A atau retinol merupakan senyawa poliisoprenoid yang mengandung cincin sikloheksanil. Klasifikasi Vitamin Vitamin dapat dikelompokkan menjadi dua golongan menurut Tacon (1991) yaitu pertama vitamin yang larut dalam lemak terdiri dari vitamin A (retinol) . akibatnya vitamin ini dapat ditimbun dalam tubuh bila dikonsumsi berlebihan/dalam jumlah banyak. biotin. darah dan limpa. Didalam tubuh. Vitamin-vitamin yang larut dalam air bergerak bebas dalam badan. minyak ikan dan biji-bijian sebagai sumber minyak seperti kacang tanah.yaitu harus diberikan dari luar tubuh karena tubuh tidak dapat mensintesis sendiri.kacang kedelai dan sebagainya. Karena sifatnya yang larut dalam air. inocitol. vitamin B5 (asam pantotenat). kedua adalah vitamin yang larut dalam air terdiri dari vitamin B1 (Tiamin). vitamin B6 (piridoksin). kecuali vitamin C berfungsi sebagi koenzim atau kofaktor dalam reaksi enzimatik. komposisi pakan. vitamin D (kolekalsiferol/ergokalsiferol). Vitamin yang larut dalam lemak ini dapat diserap dengan efisien kalau terdapat penyerapan lemak yang normal.

Vitamin A dibutuhkan untuk memelihara jaringan epitel lendir/cairan spesial dlam saluran reproduksi. sedangkan sayuran yang daun-daunannya berwrna pucat seperti selada dan kol sangat miskin dengan karoten. yang berfungsi untuk mencegah terjadinya infeksi pada mata. Cairan tersebut diproduksi oleh sel epitel mukosa. Kompleks retinal opsin tersebut disebut Rodopsin. kulit. bayam = 10. Menurut Winarno (1997). Sumber bahan yang kaya akan retinol terdapat pada minyak hati ikan (minyak hati ikan halibut 9000 ug/g. Provitamin A yaitu β-karoten banyak terdapat dalam sayuran hijau dan secara praktisnya terdapat dalam wortel. Secara normal mata akan mengeluarkan cairan lemak kental yang disebut mukus (lendir). watercess = 5. retinal akan beraksi melalui berbagai reaksi enzimatis dan memberikan rangsangan ke saraf optik dan seterusnya akan diteruskan ke otak. Sayuran dan buahbuahan yang berwarna hijau atau kuning biasanya banyak mengandung karoten. yang akan menyusun membran sel batang. 1 IU vitamin A 201 . tulang. Semakin hijau daun tersebut semakin tinggi kadar karotennya. vitamin A merupakan jenis vitamin yang aktif dan terdapat dalam beberapa bentuk yaitu vitamin A alkohol (retinol). Jumlah vitamin A/retinol dalam sumber bahan dinyatakan dalam Internasional Unit (IU) atau Satuan Internasional (SI). Ada hubungan langsung antara derajat kehijauan sayuran dengan karoten. Mekanisme penglihatan terjadi karena fungsi vitamin A dan protein yang terjadi di dalam sel batang retina mata. Pigmen penglihatan ini berfungsi sebagai penerima dan transmisii cahaya dari mata ke otak. minyak hati ikan cod 180 ug/g) dan tepung hati hewan 25 – 100 ug/g. karena karoten merupakan sumber utama vitamin A. 1989). vitamin A aldehida (retinal). saluran gastrointestin. Keaktifan biologis karoten jauh lebih rendah dibandingkan dengan vitamin a. Senyawa tersebut terutama disimpan dalam bentuk ester retinol didalam hati (Steffens. Dalam bahan makanan vitamin A terdapat dalam bentuk karoen sebagai ester dari vitamin A dan sebagai vitaminA bebas. vitamin A asam (asam retinoat) dan vitamin A ester (ester retinil).kedua derivatnya yaitu retinal dan asam tetinoat. Sel tersebut akan berfungsi dengan adanya rangsangan sinar yang berintensitas rendah dan bukan oleh adanya rangsangan warna. ubi jalar dan waluh. Bahan pakan yang berasal dari tumbuhan yang kaya akan vitamin A (retinol setara 1 ug/g berat basah) termasuk wortel tua = 20. Vitamin A mempunyai fungsi menjadikan penglihatan normal. Komponen aktif yang berperan dalam proses penglihatan adalah senyawa retinol teroksidasi yaitu retinal atau vitamin A aldehid yang akan mengikat protein yang dikenal dengan nama opsin. dalam retina pada mata vitamin A dikombinasikan dengan protein khas membentuk pigmen penglihatan. Pada saat rodopsin memperoleh rangsangan sinar.

Vitamin dalam tubuh ikan berperan dalam penglihatan. Penggolongan beberapa sumber Vitamin A (Flint (1981) dalam Winarno (1997) Tinggi (RE > 20000 ug/100g) Minyak ikan Minyak kelapa sawit Sedang (RE 1000-20000 ug/100g) Hati kambing/domba Hati ayam Ubi jalar Wortel Bayam Rendah (RE < 1000 ug/100g) Roti Daging (sapi) Kentang Ikan Vitamin A sangat dibutuhkan oleh ikan dan jumlah kebutuhan vitamin A pada beberapa spesies ikan berbeda.15.14. sedang dan rendah. kemudian kornea mata juga terpengaruh dan bila dibiarkan berlanjut akan menjadi buta. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. tetapi akan mengeluarkan protein yang tidak larut dalam air yang disebut keratin. jadi : 1RE = 1 ug retinol (3. suatu pigmen yang mengandung retinol. Xeropthalmia adalah keadaan kekurangan vitamin A. 202 . Kebutuhan vitamin A pada beberapa jenis ikan budidaya dapat dilihat pada Tabel 5. yang disebut dengan keratinisasi. permukaan epitel serta membantu proses pertumbuhan. Beberapa gejala kekurangan vitamin A pada ikan dapat dilihat pada Tabel 5.344 ug retinol atau 0.13.33 IU) = 6 ug βkaroten (10 IU) = 12 ug karatenoid (10 IU).6 ug beta karoten.setara 0. Sumber vitamin A dibagi dalam tiga kelompok yaitu kandungan tinggi. mata. Apabila keadaan tersebut terjadi secara terus menerus. Pada kondisi kekurangan vitamin A. mula-mula konyugasi mata mengalami keratinasi. sel epitel mukosa mata tidak mampu memproduksi mukus. Peranan retinol untuk penglihatan normal sangat penting karena penglihatan mata sangat tergantung oleh adanya rodopsin. maka sel-sel membran akan menjadi kering dan mengeras.13.

degenerasi retina Anoexia. oedema. xeropthalmia.15. mata menonjol dan buram (xeropthalmia). 1968 Dupre.1972 Halver. epitel kornea menjadi keruh dan mengental. atropia. 1972 Shim & Tan. Kekurangan vitamin A pada beberapa jenis ikan (Tacon 1987&1991) Jenis ikan Salmon Ikan mas (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Guppy (Poecilia reticulata) Gejala defisiensi Pertumbuhan lambat. pendarahan pada sirip dan kulit. pendarahan pada ginjal. abnormal/melengkung pada bagian operculum Depigmentasi. xeropthalmia. 1989 Tabel 5.Tabel 5. mortalitas meningkat Pertumbuhan menurun. efisiensi pakan buruk 203 .1967 Halver. warna tubuh menjadi kusam. 1972 Kitamura.14 Kebutuhan vitamin A beberapa spesies ikan budidaya (Tacon. 1987 dan 1991) Jenis ikan Ikan Mas (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout Rainbow trout Salmon Ikan Guppy Status pemeliharaan/ wadah/vitamin Dalam ruangan/ tangki/bahan murni Dalam ruangan/ tangki/bahan murni Dalam ruangan/ tangki/bahan murni Dalam ruangan/ tangki/bahan murni - Kebutuhan 4000–20000IU/kg 1000–2000 IU/kg 2000–2500 IU/kg 2500–5000 IU/kg 2000–2500 IU/kg R 2000–4000 IU/kg Referensi Aoe dkk. 1970 Halver.

kolekalsiferol hanya terdapat pada jaringan hewan. Seperti vitamin A. karena pada keadaan defisiensi/kekurangan vitamin D maka penyerapan Ca menurun. Pada kebanyakan hewan darat kolekalsiferol diproduksi dalam kulit melalui sinar UV dengan provitamin 7 dehidrokolestrol. kalsitriol ini mempunyai peranan sentral dalam metabolisme kalsium dan fosfor. Vitamin ini diwaklili oleh senyawa steroid yang terutama terdapat pada hewan. pemberian vitamin A dengan dosis 2. Sumber utama vitamin D di alam adalah kolekalsiferol (vitamin D3). tulang dan ginjal. 1989). perut dan punggung. dada. sumber bahan yang kaya akan kolekalsiferol termasuk hati ikan (minyak hati ikan cod 2 – 10 ug/g). Vitamin D disebut juga vitamin anti-rachitis (Andarwulan dan Koswara. laju sintesis vitamin D tergantung pada jumlah sinar matahari yang diterima serta konsentrasi pigmen di kulit. Kedua vitamin tersebut merupakan kristal putih yang dibentuk dari proses irradiasi senyawa sterol yang kemudian diikuti dengan proses pemurnian. Vitamin D Menurut Murray (1999). Dampak keracunan vitamin A ini dapat dilihat dari gejala-gejalanya antara lain adalah pertumbuhan menurun dan terjadi pendarahan. Di dalam usus terdapat Ca binding protein yang memerlukan vitamin D. dubur.2 – 2.7 juta IU/kg pada ikan salmon memberikan dampak keracunan. Oleh karena itu pemberian vitamin A ini harus sesuai dengan kebutuhan ikan. Vitamin D didalam tubuh aktifitasnya dapat dibagi kedalam tiga tempat yaitu usus. Struktur kedua vitamin tersebut sangat mirip. Dari beberapa jenis vitamin D dua diantaranya dianggap yang paling penting yaitu vitamin D2 (ergo kalsiferol) dan (7-dehidrokolesterol vitamin D3 kolikolaferol). Melalui berbagai perubahan metabolik dalam tubuh. tanaman dan ragi. vitamin D merupakan prohormon steroid.Vitamin A dalam pemberiannya pada ikan sebaiknya tidak berlebihan. Sedangkan dalam ginjal. vitamin D berfungsi dalam mengurangi clearance Ca dan P. Di dalam usus vitamin D berperan dalam absorbsi Ca. Vitamin D dapat disintesis dalam tubuh manusia dan hewan dalam bentuk vitamin D2. Vitamin ini merupakan vitamin yang larut dalam lemak dan sangat sensitif terhadap adanya oksigen dan sinarmatahari. pecah/erosi yang hebat pada sirip ekor. vitamin D menghasilkan suatu hormon yang dikenal dengan nama kalsitriol. Vitamin tersebut kemudian diaktifkan oleh sinar matahari dan diangkut ke berbagai alat tubuh untuk dimanfaatkan atau disimpan di dalam hati. Menurut Tacon (1987). Di dalam tulang vitamin D berperan dalam proses reaksi collagen dan meningkatkan resorbsi tulang. karena vitamin A ini merupakan vitamin yang larut dalam lemak jika kelebihan dalam tubuh ikan tidak dapat dieksresikan keluar tubuh tetapi disimpan dalam bentuk berikatan dengan lemak. karena berdasarkan hasil penelitian dalam Tacon (1991). minyak dan tepung 204 .

16. misalnya pada ikan salmon mengakibatkan terjadinya penurunan pertumbuhan dan efisiensi pakan. 1987 & 1991) Jenis ikan Ikan Mas (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (S. 1983 Kekurangan vitamin D pada ikan budidaya dapat menyebabkan beberapa gejala. 1980 Lowel&Li. • Tetani.3 unit AOAC (Association of Analytical Chemist USA). 1983 Murray. makin tebal calcium linenya maka makin tinggi kekuatan vitamin D tersebut. 1978 Barnet. isi hati/lemak otot meningkat tinggi dan tingkat plasma T3 meningkat. Pada ikan channel catfish mengakibatkan terjadinya penurunan petumbuhan sedangkan pada udang sintasan/kelangsungan hidup menurun. tetani.hati hewan serta tepung ikan. ditandai oleh bengkok tulang belakang kaki sehingga berbentuk O pada anak-anak. 1979 Kanazawa. Pengukuran keaktifan atau kekurangan vitamin D dapat dilakukan dengan cara line test yaitu membandingkan 2 kelompok hewan percobaan yang dibiarkan kekurangan vitamin D dengan memberi diet rachitogeni dan kelompok lain diberi minyak ikan. Tabel 5. Kebutuhan vitamin D pada ikan budidaya juga bervariasi menurut jenis ikannya Tabel 5. Kekurangan vitamin D dapat mengakibatkan : • Riketsia. gairdneri) Penaeid (Penaeus japonicus) Status pemeliharaan/ wadah/vitamin Dalam ruangan/ tangki/bahan murni Dalam ruangan / tangki / bahan murni Dalam ruangan / tangki / bahan murni Dalam ruangan / tangki / bahan murni Kebutuhan NR 1000 IU/kg 500 IU/kg 1600 – 2400IU/kg R Referensi NRC.025 ug cholecalciferol dan setara 1 unit BSI (British Standart Unit) atau 1. Setelah 7 – 10 hari tulang-tulang panjang dianalisis terhadap adanya calcium line. Sumber pakan yang mengandung cholecalciferol/vitamin D sering dinyatakan dalam Internasional Unit (IU). Kebutuhan vitamin D pada beberapa jenis ikan budidaya (Tacon.16. 1 IU berpotensi 0. suatu gejala ditandai bengkoknya pergelangan tangan dan sendi akibat rendahnya kalsium dalam serum karena 205 . anorexia.

Dalam jaringan vitamin E menekan terjadinya oksidasi asam lemk tak jenuh. 1991). tepung getah biji/buah pohon ek. tepung biji kapas (10-25 mg/kg) dan sumber lainnya.49 SI/g. Pencernaan vitamin E biasanya bersamaan dengan pencernaan lemak yang dimulai dari bagian lambung dab secara intensif ada di usus. Selain itu dapat melindungi HUFA (Highly Unsaturated Fatty acid) dalam sel dan submembran sel dan senyawa reaktif lainnya (seperti vitamin A dan vitamin C) dari pengaruh oksidasi dengan bertindak sebagai perangkap radikal bebas. Dengan adanya garam empedu yang berfungsi sebagai pengelmusi lemak maka terbentuklah 206 . seluruh telur ayam. gandum biasa (10 -75 mg/kg). Vitamin E dan vitamin C dapat berfungsi sebagai antioksidan. vitamin E dapat membantu mencegah okidasi terhadap vitamin A dalam saluran pencernaan. melindungi asam lemak secara in vitro dan in vivo (Machlin. biji jagung. Lemak dan vitamin E dihidrolisis dengan katalisator lemak menjadi monogliserida dan asam lemak. bijian gandum hitam. Biasanya keaktifan tokoferol yang bukan alfa tokoferol diabaikan karena potensi keaktifannya rendah. sisa penggilingan gandum ( 25. tepung biji bunga matahari.50 mg/kg). warna tubuh semakin gelap. Cara pengukuran vitamin E dinyatakan dalam Satuan Internasional (SI) atau dalam miligram alfa tokoferol. serta dalam proses pembentukan sel darah merah dalam sumsum tulang. gejala keracunan pada ikan salmon dapat diperlihatkan dengan terjadinya penurunan pertumbuhan. dedak gandum.• kekurangan vitamin D atau rusaknya kelenjar paratiroid Osteomalacia. Vitamin E juga terlibat dalam proses sintesis. khususnya dalam proses pemasangan pirimidin ke dalam asam nukleat. tepung kulit ari gandum (100 mg/kg). oat. Vitamin E Vitamin E (tokoferol) berperan sebagai antioksidan dari larutan lemak ekstraseluler dan intraseluler dalam tubuh hewan. kelesuan. D-alfa-tokoferol alami sama dengan 1. kulit ari beras (75 – 100 mg/kg). 1990). Sumber bahan pakan yang banyak mengandung tocopherol antara lain adalah : tepung alfalfa. tepung ikan. 1 SI vitamin E sama dengan 1 mg DL-alfa-tokoferol asetat sintetik. sorgum. Vitamin D dalam tubuh jika berlebihan dapat menyebabkan keracunan. kulit padi. Vitamin E juga berperan penting dalam respirasi sel dan biosintesisa DNA dan sebagai koenzim Q. bijian barley. semua tepung lemak kedelai. Pada ikan channel catfish gejala keracunan mengakibatkan penurunan pertumbuhan dan efisiensi pakan buruk (Tacon. Dengan menerima oksigen. penderitaan diakibatkan kekurangan vitamin D dan kalsium pada orang dewasa. bahan pembuat bir kering. Vitamin E dibutuhkan dalam sintesis koenzim A yang penting dalam pernafasan.

berdasarkan hasil penelitian oleh beberapa peneliti sangat beragam.17. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5.100 Dalam ruangan/ Tilapia tangki / bahan murni (Oreochromis niloticus) 20 – 30 Dalam ruangan/ Rainbow trout tangki / bahan murni (S. Kebutuhan vitamin E pada beberapa jenis ikan (Tacon. 1972 Halver. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. 1970 Watanabe. 1972 secara kuantitas 100 Dalam ruangan/ Ikan Mas tangki / bahan murni (Cyprinus carpio) 300 Dalam ruangan/ Ikan Mas tangki / bahan murni (Cyprinus carpio) 30 . 1980 Satoh etal.75 Dalam ruangan/ Channel catfish tangki / bahan murni (Ictalurus punctatus) 50 . fontinalis) R: memperlihatkan kebutuhan akan vitamin. 1991) Jenis ikan Status pemeliharaan / wadah/vitamin Kebutuhan (mg/kg pakan) Referensi Watanabe. gairdneri) 50 – 100 Dalam ruangan/ Rainbow trout tangki / bahan murni (S. Kebutuhan vitamin E dalam komposisi pakan ikan mutlak diberikan karena vitamin E sangat membantu dalam proses reproduksi ikan dan sebagai antibodi. tetapi keperluan belum diketahui Selain itu kebutuhan akan vitamin E telah dilakukan penelitian oleh beberapa peneliti dengan mengamati pertambahan berat badan dengan kisaran kebutuhan vitamin untuk setiap jenis ikan. Penyerapan vitamin E di dalam usus dalam bentuk αtokoferol yang merupakan bentuk aktif vitamin E. 1987. 1981 Kanazawa. tshawytscha) R Dalam ruangan/ Brook trout tangki / bahan murni (S. gairdneri) 200 Dalam ruangan/ Penaeid tangki / bahan murni (Penaeus japonicus) R Dalam ruangan/ Coho salmon tangki / bahan murni (O. 1970 Murray. Vitamin E akan dibebaskan dan diserap selama proses pencernaan lemak dan diangkut dalam darah oleh lipoprotein pertama lewat penyatuan ke dalam kilomikron yang mendistribusikan vitamin kejaringan yang megandung lipoprotein lipase kemudian ke hati.’miseles” yang siap diserap dalam dinding usus. 1987 Cowey et al.18. 207 . Kebutuhan vitamin E untuk setiap jenis ikan budidaya sangat bervariasi. kisuth) 40 – 50 Dalam ruangan/ Chinook salmon tangki / bahan murni (O. 1972 Halver.17. 1983 Halver. Tabel 5. 1981 Watanabeet al.

Tabel 5. Ikan yang mengalami defisiensi vitamin E akan memperlihatkan haemoglobin seluler rendah.5 mg/100 g pakan. Kadar vitamin E 60 mg/kg pakan dapat memberikan kelngsungan hidup yang tinggi. 9.0.1988 Woodall et al. 4. 1964 Hung et al.18. Pada hasil penelitian Syahrizal (1988) pada ikan lele pemberian α-tokoferol dalam pakan akan memberikan hasil yang terbaik pada kadar 211. ikan mengalami defisiensi.4.5. volume dan jumlah sel darah merah meningkat dan bagian sel darah merah tidak matang. 1972 Woodall et al. ADS AASLP WG. 1976 Takeuchi (1992). ADS MLS AASLP WG. 1980 Watanabe et al.5 dan 9.16 mg/kg pakan pada kadar lemak 6. ADS WG. Ikan mengalami distropi yang ditandai hilangnya daging ikan bagian punggung tubuh jika diberikan α-tokoferol sebanyak 2. 1981 Cowey et al. 1983 Murray&Andrew. meneliti ikan salmon atlantik dengan pemberian DL αtokoferol asetat sebanyak 0 dan 15 mg/kg pakan. 27. 44. ADS WG. 1984 Watanabe et al. ADS MLS WG WG. 1990 Sotoh et al. memberikan hasil pertumbuhan yang terbaik pada pemberian vitamin E sebanyak 4.60 – 308.5.50%.38 – 6. ADS Referensi Lall et al. 1970 Shimeno.0 mg/100 g pakan.4 mg/100 g pakan. 18. Sedangkan Hamre et al (1994). Kriteria respon ikan terhadap pemberian vitamin E sesuai dengan kebutuhan ikan budidaya (NRC. menjelaskan bahwa ikan grass carp (Ctenopharyngodon idella) yang diberikan α-tokoferol 2.1964 Halver. 1991 Roem et al. ADS WG.7. Berdasarkan hasil penelitian beberapa peneliti yang konsern tentang pemberian vitamin E pada ikan budidaya tersebut memperlihatkan bahwa vitamin E ini benar-benar sangat dibutuhkan oleh ikan budidaya untukmeningkatkan laju pertumbuhan dan seperti juga pada manusia vitamin e dapat meningkatkan kesuburan dan ternyata pada ikan budidaya juga memberikan dampak yang positif terhadap proses percepatan organ 208 . 1974 Wilson et al. MLS WG. 1993) Jenis ikan Atlantik salmon Pasifik salmon Pasifik salmon Rainbow trout Rainbow trout Rainbow trout Rainbow trout Channel catfish Channel catfish Ikan mas Ekor kuning Tilapia biru Ikan nila Kebutuhan (berat/kg pakan) 35 mg 30 IU 40 – 50 mg 30 IU 25 mg 100 mg 50 mg 25 mg 50 mg 100 119 25 mg 50 -100 mg Kriteria Respon WG.

insang menggumpal. mortalitas meningkat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. mortalitas meningkat. Vitamin K1 banyak terdapat pada sayuran sedangkan vitamin K2 banyak terdapat pada hasil 209 . endapan ceroid dalam limpa. pengendapan ceroid dalam hati dan pembuluh darah Survival dan pertumbuhan menurun Anorexia. effisiensi pakan rendah. 1991) Jenis ikan Ikan mas (Cyprinus carpio) Salmon Gejala Penyakit otot. di alam vitamin K terdapat dalam dua bentuk yaitu vitamin K1 yang disebut mefiton dan vitamin K2 yang disebut mevaquinon atau farnaquinon. kerusakan pada sel produksi darah merah Channel catfish (Ictalurus punctatus) Penaeids (Penaeus japonicus) Tilapia (Oreochromis niloticus) Vitamin K Menurut Tacon (1987). anemia.19. Tabel 5. pertumbuhan menurun. kerusakan otot. ascites. depigmentasi. hati berlemak. Oleh karena itu pemberian vitamin e pada ikan harus sesuai dengan kebutuhan ikan tidak boleh berlebihan dan kekurangan. exopthalmia Pertumbuhan menurun. Dari hasil pengamatan para peneliti diperoleh suatu gejala umum jika ikan yang dibudidayakan kekurangan vitamin E dalam pakan. epicarditis. penyakit otot.19. exopthalmia. terhentinya perkembangan jaringan pankreas. anemia. degradasi urat/otot. mortalitas meningkat. daya tetas telur menurun Pertumbuhan dan efisiensi pakan menurun. meneteskan diathesis. Gejala kekurangan vitamin E pada beberapa ikan budidaya (Tacon. mortalitas meningkat. warna insang memucat.reproduksi yang dapat meningkatkan masa reproduksi ikan budidaya. pendarahan pada kulit dan sirip.

5– 1 mg/kg pakan. pendarahan pada insang. 210 . Selain itu kekurangan vitamin K pada ikan budidaya juga memberikan dampak yang negatif pada ikan salmon dimana ikan salamon yang kekurangan vitamin K akan memberikan gejal peningkatan penggumpalan darah. teh hijau. menurut Tacon (1991) kebutuhan vitamin K pada ikan channel catfish berkisar antara 0. Vitamin Yang Larut Dalam Air Vitamin B1 (Tiamin) Tiamin berperan sebagai kofaktor enzim untuk metabolisme karbohidrat dalam menghasilkan energi dan proses dekarboksilasi (pelepasan karbondioksida) dalam reaksi enzim multiplek. Penyerapan tiamin oleh usus berlangsung melalui dua mekanisme yaitu pertama difusi secara pasif yang terjadi pada saat konsentrasinya tinggi dan kedua berlangsung melalui transport aktif yaitu pada saat konsentrasinya menurun. kangkung. Vitamin K digunakan untuk pemeliharaan koagulasi darah normal dalam kemudahan produksi dan atau pelepas berbagai protein plasma yang dipergunakan untuk koagulasi darah (pembekuan darah). otot dan otak. jelatang dan pine neddles).20. Kebutuhan vitamin K pada ikan budidaya belum banyak dilakukan penelitian. Sedangkan dalam jumlah terbatas tiamin dapat disimpan di dalam hati. oleh karena itu kelebihian tiamin didalam tubuh akan dibuang melalui urin.metabolisme bakteri usus dan terdapat pada jaringan. 1991). brokoli. jantung. tepung ikan (2 mg/kg). Sedangkan pada channel catfish mengakibatkan pendarahan pada kulit dan pada udang mengakibatkan terjadinya penurunan kelangsungan hidup (Tacon. dimana pada dosis tersebut dapat memberikan pertambahan berat badan. mata dan jaringan pembuluh darah. Vitamin K merupakan senyawa sintetis yang banyak digunakan secara klinis dan disebut sebagai Menadion (Vitamin K3). anemia. Kebutuhan tiamin untuk berbagai jenis ikan berbeda-beda seperti yang diperoleh dari hasil rangkuman oleh Tacon (1991) melalui berbagai penelitian oleh peneliti pada Tabel 5. ginjal. kubis. kol. selada. sedangkan vitamin K2 banyak terdapat pada hasil metabolisme bakteri usus dan terdapat pada jaringan. Didalam tubuh tiamin tidak dapat disimpan dalam jumlah banyak. tepung hati dan sayuran hijau (bayam. Vitamin K1 banyak terdapat pada daun lobak . Sumber bahan baku pakan yang banyak mengandung vitamin K antara lain adalah tepung alfalfa (9 mg/kg).

Apabila kandungan tiamin dalam pakan tidak mencukupi maka akan menyebabkan gejalagejala penyakit seperti pada Tabel 5. 1979 Setiap jenis ikan membutuhkan jumlah tiamin yang berbeda dalam komposisi pakan. 1972 Halver.Tabel 5.21.5 1 1 -10 10 – 12 10 – 12 10 – 15 10 – 15 10 – 15 0. 1972 Halver. 1978 Halver. 1972 Halver. 1991 Kanazawa.6 2.120 Referensi Aoe et al.5 40 60 . 1985 Deshimaru&Kuroki.20.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Atlantik salmon (Salmo salar) Turbot (Scopthalmus maximus) Tilapia (Oreochromis sp) Shrimp larva (Penaeus japonicus) Shrimp juvenile (Penaeus japonicus) Kandungan (mg/kg) 0.6 – 2. 1972 Halver. 1991) Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (S. Kebutuhan Tiamin dalam pakan (Tacon. 1975 Lim et al. 211 . 1969 Mclaren et al. 1972 Halver. 1972 Cowey et al. gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brook trout (Salvelinus fontinalis) Chinok salmon (O.

1972 Hashimoto et al. 1974 Philips&Brockway. Tiamin juga sudah diproduksi secara komersil dalam bentuk tiamin klorida dan tiamin difosfat monoklorida.Tabel 5. efisiensi pakan dan pertumbuhan rendah.Kitamura et al. warna kulit menjadi muda. Pendarahan pada sirip. pewarnaan kulit menjadi gelap.21. pertumbuhan lambat. 1975. Keberadaan tiamin dalam tubuh ikan sangat 212 . krustasea. gangguan syaraf. sayuran dan buah-buahan. pertumbuhan lambat Nafsu makan berkurang. pertumbuhan lambat. nafsu makan berkurang. Halver 1957. major) Eel (Anguila japonica) Tilapia (Oreochromis sp) Yone. 1978 Red sea bream (C. pewarnaan kulit menjadi gelap. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Berkurangnya nafsu makan. 1967 Aoe et al. 1972 Lim et al. 1969 Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Dupree. Murai& Andrew. kegugupan memucatnya warna tubuh. kepekaan yang meningkat karena getaran pada wadah atau akibat kilatan cahaya. pendarahan pada sirip Nafsu makan berkurang. pertumbuhan lambat Nafsu makan berkurang. 1975 Arai et al. gejala perubahan memutarnya badan. moluska. hematocrit rendah Nafsu makan berkurang. 1991 Shrimp (Penaeus japonicus) Kanazawa. pertumbuhan lambat. kematian yang diakibatkan setelah penanganan Pertumbuhan dan kelangsungan hidup rendah Referensi Mc Laren et al. hati mamalia laut dan beras merah. 1966. kematian Nafsu makan berkurang. 1991 Asian seabass (Lates calcarifer) Booyaratpalin & Wanakowat. Tanda-tanda kekurangan tiamin pada ikan budidaya (Tacon. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung tiamin antara lain adalah daging berwarna merah. ataxia.

(FAD) Penyerapan riboflavin akan meningkat dengan adanya garamgaram empedu. 1972 Halver. Ada dua koenzim dari riboflavin yaitu Flavin Mono Nucleotida (FMN) dan Flavin Adenin Dinucleotida (Prawirokusumo. 1972 Lim et al. 1978 Amezaga&Knox. Metabolisme riboflavin dipengaruhi oleh hormon tiroid dimana hormon tiroid ini akan meningkatkan aktivitas FAD dan FMN. basa organik. 1972 Halver. 1972 Halver.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Atlantik salmon (Salmo salar) Tilapia (Oreochromis sp) Shrimp larva (Penaeus japonicus) Shrimp juvenile (Penaeus japonicus) Kandungan (mg/kg) 7 9 2. 1980 Halver.22.22. Tabel 5.1990 Halver.23. 1992) Vitamin B2 (Riboflavin) Riboflavin berperan dalam proses oksidasi reduksi dalam jaringan dan terdapat dalam bentuk koenzim/enzim flavin yang disebut flavoprotein. Riboflavin didalam usus diubah kedalam bentuk koenzimnya dan setelah itu akan didistribusikan ke dalam sel-sel agar dapat berfungsi dalam proses biokimia. 1991). 1972 Halver.6 5 80 Referensi Takeuchi et al. enzim tiaminase dan radiasi (Steffens. Kebutuhan ikan akan vitamin B2 ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. reaksi dihydropolite dehydrogenase dan transport elektron. pH dan bisulfat.dipengaruhi oleh suhu. Kebutuhan Vitamin B2 dalam pakan ikan Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brook trout (Salvelinus fontinalis) Chinok salmon (O. 1991 Kanazawa. 1985 213 . Hasil metabolisme riboflavin ini akan dieksresikan ke dalam urin dan feses dan sejumlah kecil melalui cairan empedu dan keringat.6 – 2. Flavoprotein ini sebagai koenzim pada oksidasi asam amino. 1980 Murai&Andrew. Apabila kandungan riboflavin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejalagejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5.7 20 – 30 20 – 30 20 – 25 20 – 25 5 – 10 0. Pada keadaan hipotiroid akan terjadi peningkatan laju perubahan riboflavin menjadi FMN dan FAD.

1972 Butthep et al. pendarahan pada kulit dan sirip. pertumbuhan lambat. katarak Pertumbuhan dan kelangsungan hidup pada benih menurun Referensi McLaren et al. Takeuchi et al. Murai& Andrew. hilangnya nafsu makan. pewarnaan tubuh menjadi gelap Nafsu makan menurun. 1990 Aoe et al. Halver 1957. pendarahan pada kulit dan sirip. erosi pada moncong mulut. 1969 Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Red sea bream (C. tulang punggung tidak normal. tidak ada koordinasi. 1991 Kanazawa.Tabel 5. sangat gugup. nafsu makan berkurang. 1991 Tilapia (Oreochromis sp) Shrimp (Penaeus japonicus) Lim et al. Poston et al. 1966. takut pada cahaya. kurang darah Nafsu makan berkurang. erosi sirip ekor yang parah. Hughes et al.1982. bertambahnya laju kematian. pertumbuhan lambat. pendarahan pada sirip ekor. lensa mata kabur. 1967. malas bergerak Nafsu makan berkurang. 1978 Yone. tubuh pendek. pertumbuhan lambat. takut cahaya. 1975. kaget terhadap sinar. Kitamura et al. katarak. 1975 Arai et al. Woodward. 1980. pembentukan zat warna yang terang atau gelap. bertambahnya laju kematian Pergerakan lambat.1977. 1985 214 . katarak Pertumbuhan lambat Pendarahan pada sirip. bagian dinding perut mengalami pencekungan. otot yang lemah. kematian tinggi. pertumbuhan lambat. malas bergerak. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Berkurangnya nafsu makan. ada paskularisasi pada kornea. Amegaza&Knox. major) Eel (Anguila japonica) Walking carfish (Clarias batracus) Asian seabass (Lates calcarifer) Dupree. Tanda-tanda kekurangan riboflavin pada ikan budidaya (Tacon.23. pertumbuhan dan efisiensi pakan serta kelangsungan hidup menurun. laju kematian sangat tinggi. takut sinar. 1974 Philips&Brockway. takut sinar. pertumbuhan lambat. Kekerdilan dengan badan yang pendek. 1985 Booyaratpalin & Wanakowat. 1981. pertumbuhan menurun.

10 60 120 80 . 1972 Hardy et al.Sumber bahan pakan yang banyak mengandung riboflavin antara lain adalah daging dan produk susu. 1991 215 . 1971 Kissil et al. 1981 Wanakowat et al. dimana dengan adanya cahaya akan merusak aktivitas riboflavin secara perlahanlahan. 1979 Kanazawa. 1965 Murai&Andrew. Kebutuhan Vitamin B6 dalam pakan ikan Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brook trout (Salvelinus fontinalis) Chinok salmon (O. hati dan ginjal. Vitamin B6 (Piridoksin) Piridoksin berperan dalam metabolisme asam amino. reaksi kondensasi. 1989 Deshimaru&Kuroki.major) Glithead bream (Sparus auratus) Asean seabass ( Lates calcarifer) Penaeids (Penaeus japonicus) juvenil Penaeids (Penaeus japonicus)larva Penaeids (Penaeus vannamei) Kandungan (mg/kg) 5.25. reaksi racemisasi.4 3 10 . 1978 Halver. Dekomposisinya sangat dipengaruhi olehsuhu dan pH larutan. Apabila kandungan piridoksin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejalagejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. reaksi desulphurasi. 1972 Halver. reaksi cleavage. 1985 He&Lawrence. Riboflavin tidak stabil jika terkena panas dan cahaya. Dalam bentuk larutan riboflavin sangat tidak stabil. 24.24.15 10 – 15 10 – 15 10 15 – 20 10 – 15 5–6 1. Piridoksin didalam usus diubah kedalam bentuk piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat. reaksi aldolase serta reaksi-reaksi lainnya. asparagus dan brokoli. maka bila kekurangan vitamin ini akan mengalami gangguan pada metabolisme protein. bayam.25 5 . Tabel 5. Transportasi vitamin ini didalam tubuh diperantarai oleh enzim piridoksal kinase yang banyak terdapat pada semua jaringan terutama otak . 1972 Halver.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Atlantik salmon (Salmo salar) Red sea bream (C.100 Referensi Ogino. reaksi dehydrasi. reaksi decarboksilasi. 1972 Halver. Metabolisme piridoksin dimulai sejak vitamin ini masuk kedalam organ atau jaringan tubuh dan akan diubah menjadi piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat sampai dikeluarkan lagi kedalam berbagai bentuk untuk digunakan oleh jaringan lain atau dieksresikan. Kebutuhan ikan akan vitamin B6 ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. 1979 Halver. Dalam metabolisme protein ada enam reaksi yang memerlukan vitamin B6 yaitu reaksi transaminasi. 1980 Takeda&Yone.

berenang tidak teratur. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Mudah terganggu. kematian tinggi. Kitamura et al. kurang darah dan bernafas dengan cepat Nafsu makan menurun. berenang tidak teratur. pewarnaan tidak normal. Halver 1957. Murai& Andrew. pertumbuhan lambat. pewarnaan pada kulit. berenang tidak teratur. wedema. ataxia. 1975 Arai et al. major) Eel (Anguila japonica) Turbot (S maximus) Gilthead bream (S auratus) Yellowtail Snakhead Yone. 1975. sangat mudah terganggu Pertumbuhan menurun Nafsu makan menurun. penimbunan cairan pada kantong perut. peka terhadap rangsangan. berenang cepat dan tidak teratur. kebutaan. ataxia.25.Tabel 5. pewarnaan biru hijau pada permukaan punggung Pertumbuhan lambat Nafsu makan menurun. Poston et al. lensa kabur Referensi McLaren et al. Tanda-tanda kekurangan riboflavin pada ikan budidaya (Tacon. hyperirritability. 1981. pewarnaan permukaan punggung hijau kebiruan. 1978 Kissil et al. berkurangnya nafsu makan. sangat mudah terganggu Nafsu makan menurun. awal rigor mortis yang cepat. efisiensi pakan menurun Pertumbuhan menurun Pertumbuhan menurun. 1965 Dupree. Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Ogino. 1972 Adron et al. Takeuchi et al. 1974 Philips&Brockway. 1983 Agrawal&Mahajan. konstraksi overkulum yang berlebihan. 1967. 1978 Red sea bream (C. 1980. Hughes et al. sangat mudah terganggu. 1983 216 . pertumbuhan lambat. 1969 Sakaguchi et al. 1966. kejang.1977.

1 979. 1989 Penaeid Shrimp (Penaeus japonicus) Deshimaru&Kuroki. Koenzim A adalah gabungan antara mercapto ethyl amine dengan phosphopanthothenic acid dan adenosin -31-51 diphosphat. berenang seperti spiral tidak beraturan. erosi pada sungut. protein dan lemak (Prawirokusumo. luka pada bibir bawah. biji-bijian misalnya jagung dan gandum. 1991). kehilangan keseimbangan. kekejangan pada otot tak sadar. Asam pantotenat mudah diserap didalam usus yang akan mengalami fosforilasi oleh ATP menjadi bentuk asam 4-fosfopantotenat. Kebutuhan ikan akan vitamin B5 ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. Piridoksin tidak stabil jika terkena sinar ultra violet karena vitamin ini mempunyai spektrum absornas ultra violet yang khas dan sangat dipengaruhi oleh perubahan pH. berenang di permukaan tidak mau berkelompok. penurunan konversi pakan. pengikisan pada sirip dan rahang bawah. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung piridoksin antara lain adalah khamir. Koenzim A ini berfungsi dalam metabolisme karbohidrat. 1985 Asian seabass (Lates calcarifer) Wankowat et al. peningkatan kematian. 217 . berenang tidak teratur. awal rigor mortis lebih cepat. sangat mudah terganggu. Kanazawa.Jenis ikan Ikan lele (Clarias batracus) Tanda-tanda Pertumbuhan lambat. bernafas dengan cepat Nafsu makan menurun. Apabila kandungan asam pantotenat dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejalagejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. Pertumbuhan dan kelangsungan hidup menurun Referensi Butthep et al.26. kematian tinggi.27. Vitamin B5 (Asam Pantotenat) Asam pantotenat berperan dalam formasi koenzim A.

1972 Halver. 1975. kurang darah. 1983 Halver. pendarahan pada kulit. Poston et al. 1988 Arai et al. 1990 Kanazawa. Coat & Halver. partumbuhan menurun. 1975 Chaves et al. 1972 218 . major) Eel (Anguila japonica) Dupree. kematian tinggi Pertumbuhan lambat.50 40 – 50 41 – 50 40 . 1990 Room et al. 1985 Tabel 5.26. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Berkurangnya nafsu makan. 1972 Yano et al. pergerakan lambat.27. exophthalmia Nafsu makan menurun. pertumbuhan menurun. 1978 Yone.major) Mexican cichlid (C. Yano et al. Kitamura et al. pengikisan pada kulit. tutup insang berlendir. kurang darah Pertumbuhan menurun. Murai& Andrew. Tanda-tanda kekurangan asam pantotenat pada ikan budidaya (Tacon. 1975. 1958. 1965 Wilson et al. kurang darah. pergerakan sangat lambat. 1974 Philips&Brockway. Kebutuhan Vitamin B5 dalam pakan Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brook trout (Salvelinus fontinalis) Chinok salmon (O. 1991. Ogino. Matsumoto et al.50 40 – 50 10 80 NR NR Referensi Ogino. 1977. 1972 Halver. partumbuhan menurun.50 15 40 . 1966. 1967. berenang tidak normal. Halver 1957. 1972 Halver.Tabel 5. urophthalmtus) Tilapia ( Oreochromis mossambicus) Shrimp (Penaeus japonicus) Kandungan (mg/kg) 30 . 1972 Halver. operculum menggembung Nafsu makan menurun. 1967 Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Red sea bream (C.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Red sea bream (C. luka pada kulit Referensi McLaren et al.

Dan selama proses pengolahan pakan dengan suhu yang tinggi vitamin ini akan mengalami kehilangan kandungannya karena pemanasan.28. 1991 Prawn (M. pendarahan di bawah kulit. bernafas cepat. bernafas cepat. Asam pantotenat dapat mengalami kerusakan mutu karena proses oksidasi dan suhu tinggi. tepung kacang tanah. Biotin yang berikatan dengan karbondioksida disebut dengan karboksibiotin. pertumbuhan menurun. telur yam. 1990 Asian seabass (Lates calcarifer) Boonyaratpalin & Wanakowat. pewarnaan gelap.rosenbergii) Heinem. tepung alfalfa dan gula tebu kering. pewarnaan gelap. Biotin Biotin berperan di dalam metabolisme sebagai fiksasi karbondioksida yang selanjutnya ditransfer ke substrat yang lain. dedak gandum. Kebutuhan ikan akan biotin ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. oedema. pengikisan pada sirip pelvic Pertumbuhan menurun Referensi Butthep et al. exophthalmia. pendarahan pada sirip dan kepala Nafsu makan menurun. penurunan efisiensi pakan. sirip rusak. 219 .Jenis ikan Ikan lele (Clarias batracus) Tanda-tanda Nafsu makan menurun. kematian tinggi. Biotin juga berperan dalam reaksi dalam pembentukan asam lemak. sungut terkikis. kematian tinggi. pertumbuhan menurun. beras sosoh. pendarahan pada operculum. metabolisme beberapa asam amino dan metabolisme karbohidrat. keju dilaktose kering. air susu. 1985 Mexican cichlid (C urophthalmus) Chaves de Martinezl et al. pertum-buhan menurun. Apabila kandungan biotin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5.29. tepung biji matahari. berenang tidak normal. keju. Oleh karena itu penyimpanan dalam suhu dingin sangat dianjurkan. 1988 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung asam pantotenat antara lain adalah ragi bir kering. insang dan hati pucat Nafsu makan menurun.

Tidak terjadi pewarnaan.5 . 1985 Tabel 5. Coat & Halver.05 – 0. 1972 Walton et al. 1970 Guther & Meyer. pertumbuhan menurun. Guther & M Burgdoff. 1972 Poston. kejang. hypersinsiitifity Pertumbuhan lambat. Lovel & Buston. 1967.29. 1972 Halver.2 1 – 1. tepung 220 . tepung biji kapas.Tabel 5.5 1 – 1. kematian bertambah.5 0. 1970. 1976 Yone. beras sosoh. efisiensi pakan menurun. jaringan tidak tumbuh. insang pucat Pertumbuhan menurun.251 NR >4 Referensi Ogino et al. pewarnaan gelap.25 <1 1 – 1. pertumbuhan menurun. Kitamura et al. 1958. 1978.5 1 – 1. 1984 Halver. pergerakan menurun. telur ayam.major) Larva udang (Penaeus japonicus) Kandungan (mg/kg) 1 1 . tingkah laku berenang tidak normal Pertumbuhan dan kelangsungan hidup menurun Referensi Philips&Brockway. kurang darah.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Lake trout (S namaycush) Red sea bream (C. 1990 Robinson & Lovel.2 < 0. 1990 Lovel & Buston. tepung biji bunga. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung biotin antara lain adalah ragi bir kering. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Berkurangnya nafsu makan. nafsu makan menurun. dedak padi. ragi torula kering. 1972 Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Eel (Anguila japonica) Shrimp (Penaeus japonicus) Kanazawa. tepung hati dan paru. 1972 Halver. Poston & Page 1985 Ogino et al.28. 1972 Halver. Kebutuhan Biotin dalam pakan Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brook trout (Salvelinus fontinalis) Chinok salmon (O. 1984 Arai et al. luka pada colon. Tanda-tanda kekurangan biotin pada ikan budidaya (Tacon. 1975. Halver 1957. 1984 Halver.2 1. 1975 Kanazawa.

1980 Yone.31. Asam Folat Asam folat merupakan koenzim untuk beberapa sistem enzim. 1972 Halver. 1975 221 . tepung darah kering. 1991).1 1–5 6 – 10 6 . 1991 McLaren et al. asam folat harus dihidrolisis terlebih dahulu. 1972 Halver. Kandungan biotin dari bahan baku akan mudah hilang karena proses leaching.major) Kandungan (mg/kg) NR 0. Penyerapan asam folat dipengaruhi oleh efisiensi mekanisme dekonjungase yaitu yeast. 1972 Halver.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Atlantic salmon (Salmo salar) Red sea bream (C. Tabel 5.30. Biotin juga bisa dalam bentuk alkohol yang disebut dengan biotimal dan dapat disintesis secara kimia dan mempunyai aktivitas biotin 100% (Tacon.30. Oleh karena itu sebelum dapat diserap oleh usus. 1969 Duchan& Lovel.kacang tanah. 1991) Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Chinok salmon (O. Apabila kandungan biotin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5.10 6 – 10 6 – 10 5 – 10 NR Referensi Aoe et al. tepung ikan. Kelebihan asam folat didalam tubuh akan dibuang melalui urin. 1972 Halver. Di dalam tubuh asam folat berfungsi untuk mentransfer satu satuan karbon seperti gugus metil dimana unit-unit karbon ini akan dihasilkan selama metabolisme asam amino. Oleh karena itu asam folat berperan di dalam sintesis asam amino. Kebutuhan Asam folat dalam pakan Ikan (Tacon. Asam folat yang terdapat dalam bahan baku pakan biasanya dalam bentuk poliglumat sedangkan asam folat yang dapat diserap oleh usus harus dalam bentuk monoglutamat. gandum. 1972 Halver. tepung alfalfa.5 . Hidrolisis berlangsung oleh adanya aktivitas enzim konjugase. Kebutuhan ikan akan asam folat ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5.

Tanda-tanda kekurangan asam folat pada ikan budidaya (Tacon. Duncan & Lovel. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung asam folat antara lain adalah tepung ikan laut. hematocrit rendah Nafsu makan menurun. lethargy. pertumbuhan lambat. pertumbuhan menurun. Vitamin B12 (Cyanokobalamin) Vitamin B12 disebut juga dengan cyanokobalamin karena berdasarkan struktur kimianya vitamin ini terdiri atas asam cobalt ditengah dengan tetra ring dari porphyrin. Philips&Brockway. insang dan hati pucat Penurunan kelangsungan hidup larva Kanazawa.Tabel 5. karena itu disebut cyanokobalamin. susu. peningkatan kematian. Asam folat dapat berbentuk kristal folasin sebagai bentuk komersil yang banyak digunakan sebagai food additive untuk fortifikasi bahan makanan (Andarwulan dan Sutrisno. pertumbuhan menurun. 1958 Arai et al. exophthalmia Nafsu makan menurun.33. pertumbuhan penurunan Referensi McLaren et al. Penurunan hematocrit. sayuran berdaun hijau tua.31. gandum. 222 . Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan timbunan methylmalonyl CoA dan akan dikeluarkan lewat urin dan disebut methylmalonic aciduria. 1979 Dupree. 1992). warna kulit memudar. 1985 Eel (Anguila japonica) Rohu (Labeo rohita) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Ikan lele (Clarias batracus) Shrimp ( P japonicus) Nafsu makan menurun. Apabila kandungan biotin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. pertumbuhan lambat. pewarnaan gelap. pewarnaan gelap.1991 Butthep et al. 1967. Coat & Halver.1957 Kitamura et al. 1972 John & Mahajan. insang pucat. Kebutuhan ikan akan vitamin B12 ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. kacang-kacangan. 1947. Vitamin ini berperan dalam penggunaan asam propionat. Gugus cyanide terdapat pada asam cobalt. nafsu makan menurun. 1966. bunga kobis. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Kurang darah.32.

Tanda-tanda kekurangan vitamin B12 pada ikan budidaya (Tacon. oyster.02 Referensi Hashimoto. Limsuwan & Lovell. 1979 Kanazawa.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Kandungan (mg/kg) NR NR NR NR 0. 1972 Halver.1966 Limsuwan& Lovel. scallop. kepiting. 1981 Lovel&Limsuwan.1966. 1981 Arai et al. Niasin (Asam nikotinat) Niasin dapat juga disebut dengan vitamin B3 atau asam nikotinat yang berperan dalam reaksi enzimatik dalam tubuh. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Nafsu makan menurun. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung vitamin B12 antara lain adalah tepung ikan laut. 1975 John & Mahajan.32. Philips et al. udang.015-0. 1991) Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Tilapia (O.015-0. 1982 Halver. 1972 Yone. pertumbuhan menurun. efisiensi pakan rendah Penurunan pertumbuhan. microcyctic hypochromic anemia. 1953 Kashiwada&Teshima. Kebutuhan Vitamin B12 dalam pakan Ikan (Tacon. 1972 Tabel 5.niloticusi) Chinok salmon (O. eritrocit pecah.33. megaloblastic Penurunan kelangsungan hidup larva Referensi Halver.Tabel 5. tepung daging dan tulang. 1963 Channel catfish (I.02 0. 1957. Asam nikotinat merupakan unsur dari dua buah 223 . hematocrit rendah Pertumbuhan lambat Pertumbuhan lambat Penurunan pertumbuhan.punctatus) Eel (Anguila japonica) Red sea bream Rohu (Labeo rohita) Shrimp ( P japonicus) Dupree. hematocrit rendah.

Sedangkan NADP berperan dalam reaksi hidrogenasi pada jalur heksosa monofosfat (HMP) dalam metabolisme glukosa. 1972 Kanazawa. 1985 224 .tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Shrimp (P. NAD adalah koenzim bagi sejumlah enzim dehidrogenase yang berperanan dalam metabolisme lemak. 1972 Halver.34. Bentuk tereduksi dari NADP mempunyai peranan penting dalam sintesis lemak dan steroid (Muchtadi dkk. Kebutuhan ikan akan niasin ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. Kebutuhan Niasin dalam pakan Ikan (Tacon. Tabel 5. 1969 Murai& Andrews. 1985 Halver.150 120 – 150 150 – 200 150 – 200 400 Referensi Aoe et al. karbohidrat dan asam amino. yaitu Nikotinamid Adenin Dinukleotida (NAD) dan Nikotinamid Adenin Dinukleotida Fosfat (NADP). 1972 Halver.34. 1991) Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brown trout (Salmo fontinalis) Chinok salmon (O. 1993). 1972 Poston&Wolfe.35.japonicus) larva Kandungan (mg/kg) 28 14 120 – 150 10 120 . 1972 Halver. Apabila kandungan niasin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. 1978 Halver.koenzim.

1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Nafsu makan menurun.1979 Yone. kurang darah. 1966 Dupree. exophthalmia. muscle spasms. tepung jagung. 1958. 1991). tepung biji bunga matahari. et al. 1975 Arai et al. 1985 Shrimp ( P japonicus) Kanazawa. pertumbuhan menurun. pertumbuhan lambat. exopthalmia.35. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung niasin antara lain adalah beras sosoh.Tabel 5. 1967. 1972 Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Red sea bream Eel (Anguila japonica) Ikan lele (Clarias batracus) Butthep et al. Philips&Brockway. pewarnaan gelap Nafsu makan menurun. Pertumbuhan dan penurunan kelangsungan hidup Referensi McLaren et al. kematian tinggi. Katabolisme inositol mungkin terjadi melalui reaksi glikolisis dan siklus krebs (Kuksis dan Mookerjea. 1947. Poston & Wolfe. penurunan efisiensi pakan. dedak. ataxia. tepung kacang tanah. Myoinositol merupakan komponen penting inositol yang mengandung phospholipid. kehilangan keseimbangan. Inositol berperan terutama sebagai komponen inositida pada hampir semua membran sel. pendarahan dibawah kulit dan sirip.1957 Kitamura et al. Murai & Andrew. 1966. 1991). penimbunan cairan pada lambung Pendarahan pada kulit. penurunan pertumbuhan. ragi kering. Coat & Halver. Inositol Inositol disebut pula zat lipotropik yang berarti dibutuhkan untuk menghilangkan lemak dalam hati. Kebutuhan ikan akan inositol ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada 225 . berenang tidak teratur. berenang tidak teratur. kematian tinggi Pendarahan dan luka pada kulit dan sirip. pewarnaan gelap. dedak gandum. kematian tinggi Pertumbuhan lambat Pendarahan dan luka pada kulit. tepung hati dan paru. Tanda-tanda kekurangan niasin pada ikan budidaya (Tacon. tepung gandum (Tacon.1985 Aoe.

1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung inositol antara lain adalah tepung ikan. Halver. Tanda-tanda kekurangan inositol pada ikan budidaya (Tacon.36. 1958 Aoe&Masuda. kehilangan mucosa kulit Pertumbuhan menurun Nafsu makan dan pertumbuhan menurun Pertumbuhan dan hidup menurun kelangsungan Referens Mc Laren et al.Tabel 5. 226 . peningkatan waktu pengosongan lambung Penurunan pertumbuhan.36. 1972 Halver. distended abdomen. Tabel 5.1981 McLaren et al. 1957.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Red sea bream (C. 1967 Common carp (Cyprinus carpio) Red sea bream Eel (Anguila japonica) Shrimp ( P japonicus) Yone. Apabila kandungan biotin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. 1975 Arai et al.major) Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil Shrimp (Penaeus japonicus)larva Kandungan (mg/kg) 440 NR 250 – 300 200 – 300 300 – 400 300 – 400 550 – 900 2000-4000 2000 Referensi Aoe et al.37.37. Kebutuhan inositol dalam pakan Ikan (Tacon. 1972 Halver. warna gelap. benih gandum. 1972 Yone et al. 1985 Kanazawa et al. 1972 Kanazawa et al. 1969 Burtle. ragi bir kering. Philips & Brockway 1957 Coates & Halver. Kanazawa. kulit dan sirip luka/pendarahan. 1991) Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Chinok salmon (O. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Pertumbuhan menurun. 1976. 1971 Kanazawa. 1985 Tabel 5. 1947. 1947 Halver.

Kolin Kolin adalah basa ammonium bervalensi empat dan tersebar luas dia alam, produk degradasinya seperti betain (garam karboksimetiltrimetilammonium hidroksida. Menurut Halver (1988) peran dan fungsi dari kolin antara lain adalah komponen utama dalam fosfolipid dalam membran sel dan lipoprotein serum (pengemulsi), donor asam lemak untuk kolesterol dalam pengelolaan LDL, sumber

grup metil untuk sintesis metionin dan substrat untuk pembentukan neurotransmitter, asetil kolin. Kebutuhan ikan akan kolin ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5.38. Apabila kandungan biotin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5.39.

Tabel 5.38. Kebutuhan kolin dalam pakan Ikan (Tacon, 1991) Jenis ikan
Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Lake trout (Salmo nemaycush) Chinok salmon (O.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Red sea bream (C.major) Stureon (A. transmontanus) Tilapia (T.aurea) Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil Shrimp (Penaeus japonicus)larva

Kandungan (mg/kg)
4000 400 774 - 813 1000 600 – 800 600 – 800 500 1700 – 3100 NR 600 6000

Referensi
Ogino et al, 1970 Wilson & Poe,1988 Rumsey, 1991 Ketola, 1976 Halver, 1972 Halver, 1972 Yone et al, 1988 Hung, 1989 Roem et al, 1990 Kanazawa, 1985 Kanazawa et al, 1985

227

Tabel 5.39. Tanda-tanda kekurangan kolin pada ikan budidaya (Tacon, 1991) Jenis ikan
Salmonids

Tanda-tanda
Pertumbuhan menurun, hati banyak mengandung lemak, efisiensi pakan menurun, pendarahan pada ginjal dan usus

Referensi
Mc Laren et al, 1947, Halver, 1957, Philips & Brockway, 1957,Coates & Halver, 1958, Ketola,1976, Poston, 1990, Rumsey, 1991 Ogino et al, 1970 Dupree, 1976, Wilson&Poe, 1988 Yone, 1975, Yano et al, 1988 Arai et al, 1972 Rumsey, 1991 Kanazawa et al, 1976, Kanazawa, 1985

Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (I. punctatus) Red sea bream (C. major) Eel (Anguila japonica) Sturgeon (A.transmontanus) Shrimp ( P japonicus)

Pertumbuhan menurun dan hati banyak mengandung lemak Penurunan pertumbuhan, pendarahan pada ginjal dan usus Pertumbuhan menurun, kematian Nafsu makan dan pertumbuhan menurun Pertumbuhan menurun, penyerapan lemak pada hati Pertumbuhan dan hidup menurun kelangsungan

Sumber bahan pakan yang banyak mengandung kolin antara lain adalah tepung udang, tepung hati, tepung biji matahari, tepung paru, tepung ikan , tepung benih gandum, tepung ikan putih , tepung biji kapas, tepung kedelai, tepung tulang, tepung kacang tanah (Tacon, 1991). Vitamin C (asam askorbat) Vitamin C atau asam korbat mempunyai dua bentuk yaitu bentuk oksidasi disebut L dehydro ascorbic acid dan bentuk reduksi yang disebut

L ascorbic acid. Vitamin C sangat penting bagi pertumbuhan semua hewan karena berperan pada banyak sistem metabolisme enzim. Hasil penelitian dari Boonyaratpalin et al (1993), vitamin C sangat berperan dalam pembentukan hydroksiprolin (penyusun kolagen). Dimana kolagen ini terdiri dari hydroksi prolin dan hydroksiprolin. Bersama-sama dengan ATP dan Mg Cl2 merupakan kofaktor dalam menghambat adipose tissue lipase dan memacu hydrolitik deaminasi dari peptidaatau protein sehingga berperan dalam proses aging yaitu membuat jaringan lebih

228

tahan lama dari proses pelapukan. Selain itu vitamin C dapat meningkatkan respon netrofil terhadap kemotoksis dan meningkatkan proliferosi limfosit sebagai respon terhadap nitrogen serta peningkatan aktivitas netrofil terhadap endotoksin. Gejala defisiensi vitamin C pada ikan disebabkan oleh rusaknya kolagen dan jaringan penunjang. Kolagen merupakan protein pada ikan dan konsentrasinya tinggi ditemukan pada kulit dan tulang (Sandness, 1991). Kelebihan vitamin C dalam tubuh akan dimetabolisme selanjutnya

dieksresikan melalui urin. Dengan demikian didalam urin terdapat sejumlah metabolit-metabolit asam askorbat dan yang telah teridentifikasi antara lain adalah asam dehidro askorbat, asam diketogulonat askorbat-2-sulfat, metil askorbat serta 2-keto-askorbitol (Muchtadi dkk, 1993). Kebutuhan ikan akan vitamin C ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5.40. Apabila kandungan viatamin C dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejalagejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5.41.

Tabel 5.40. Kebutuhan vitamin C dalam pakan Ikan (Tacon, 1991) Jenis ikan
Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Nile tilapia (Oreochromis niloticus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Chinok salmon (O.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Atlantic salmon (Salmo salar) Atlantic salmon (Salmo salar) Yellow tail (S quinqueradiata) Asean sea bass (Lates calcarifer)

Kandungan (mg/kg)
NR 60 60 880 25 – 50 NR 11 1250 100 – 150 40 50 – 100 20 – 264 210 10 100 – 150 50 – 80 50 10 – 20 30 700 – 1100

Referensi
Sato et al, 1978 Wilson & Poe, 1973 Lovel & Lim, 1978 Lovell, 1973 Andrew & Murray, 1974 Launer et al, 1978 Lovell & Naggar, 1989 Soliman et al, 1986 Halver, 1972 Hilton et al, 1978 Sato et al, 1982 Dabowski et al, 1990 Sato et al, 1991 Cho & Cowey, 1991 Halver, 1972 Halver, 1972 Lall et al, 1989 Sandness et al, 1991 Kanazawa et al, in press Boonyaratpalin et al, 1989

229

Jenis ikan
Mexican cichlid (C urophthalmus) Flounder (Paralichthys olivaceus) Plaice (Pleuronectes platessa) Prawn (Macrobrachium rosenbergii) Shrimp (Penaeus japonicus) juvenile Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil Shrimp (Penaeus vannamei) juvenil Shrimp (Penaeus japonicus)larva

Kandungan (mg/kg)
40 – 110 60 – 100 200 50 – 100 10.000 3000 1000 215- 430 100 10.000

Referensi
Chaves de Martinez, 1990 Tesima et al, 1991 Rosenlund et al, 1990 Moncreiff et al, 1991 Guary et al, 1976 Deshimaru & kuroki, 1976 Lightner et al, 1979 Shigueno&itoh, 1988 Kanazawa, 1985 Lawrence& He, 1991

Tabel 5.41. Tanda-tanda kekurangan inositol pada ikan budidaya (Tacon, 1991) Jenis ikan
Salmonids

Tanda-tanda
Pertumbuhan menurun, scoliosis lordosis, pendarahan pada sirip bagian dalam, warna gelap, kematian meningkat, penurunan daya tetas telur

Referensi
Mc Laren et al, 1947, Halver, 1989, Philips &Brockway, 1957, Coates & Halver, 1958, Kitamura et al, 1967, Hilton et al, 1978, Sato et al, 1991 Lovell,1973, Andrew&Murai, 1974, Lovel&Lim, 1973, Wilson&Poe, 1973, Lim&lovell, 1978, Wilson et al, 1989 Yone, 1975 Arai et al, 1972 Mahajan & Agrawal, 1979.

Channel catfish (I punctatus)

Penurunan pertumbuhan, scoliosis lordosis, pendarahan bagian dalam dan luar, erosi pada sirip, kulit berwarna gelap, nafsu makan menurun, berenang tidak teratur Pertumbuhan menurun Pertumbuhan menurun, erosi pada sirip, erosi pada rahang bawah Scoliosis lordosis, kurang darah, filamen insang berubah.

Red sea bream Eel (Anguila japonica) Snakehead (C.punctata)

230

Jenis ikan
Tilapia

Tanda-tanda
Scoliosis lordosis, pertumbuhan menurun, pendarahan pada bagian dalam dan luar, erosi pada sirip ekor, exophthalmia, kurang darah, daya tetas telur menurun Scoliosis, pendarahan pada bagian luar, erosi pada sirip, warna kulit gelap Pertumbuhan menurun, kematian meningkat, scoliosis lordosis, hypochromic macrocytic anemia Pertumbuhan menurun, renal granuloma, kematian

Referensi
Soliman et al, 1986

Ikan lele (C batracus) Indian major carp

Butthep et al, 1985

Agrawal & Mahajan, 1980

Turbot (S maximus)

Baudin-Laurence et al, 1989, Coustans et al, 1990, Gouillou et al, 1991 Rosenlund et al, 1990 Boonyaratpalin et al, 1989

Plaice Asian seabass (Lates calcarifer)

Pertumbuhan dan kelangsungan hidup menurun Pertumbuhan menurun, pewarnaan gelap, kehilangan keseimbangan, erosi pada sirip ekor, pendarahan pada insang, exophthalmia, badan pendek, filamen insang rusak Pertumbuhan menurun, kematian tinggi, pewarnaan gelap, pendarahan pada mata, erosi pada kepala dan sirip, exophthalmia, scoliosis lordosis, iritasi, perubahan tulang kepala Pertumbuhan dan kelangsungan hidup menurun Gejala kematian dengan tandatanda hitam, efisiensi pakan dan pertumbuhan serta kelangsungan hidup menurun

Mexican Cichlid

Chevas de Martinez, 1990

Udang galah

Heinen, 1988, Moncreiff et al, 1991 Kanazawa, 1985, Guary,1976, Lightener et al, 1970, Shigueno&Itoh, 1988, Lawrence & He, 1991

Shrimp ( P japonicus)

231

Sumber bahan pakan yang banyak mengandung vitamin C antara lain adalah lobster, kepiting dan sebagian besar terutama terdapat pada sayuran dan buah-buahan. Vitamin C merupakan vitamin yang paling mudah rusak dan sangat larut dalam air. Disamping itu vitamin C mudah teroksidsi bila dalam keadaan alkalis, suhu tinggi, terkena sinar matahari dan logam beraty seperti seng, besi dan terutama tembaga. Oleh karena itu agar vitamin C yang terdapat dalam bahan pakan harus dihindari dari hal-hal tersebut diatas.

5.6. MINERAL
Ikan dalam komposisi zat gizinya juga membutuhkan mineral dalam campuran pakannya agar ikan dapat tumbuh dengan baik. Mineral merupakan unsur anorganik yang dibutuhkan oleh organisme perairan (ikan) untuk proses hidupnya secara normal. Ikan sebagai organisme air mempunyai kemampuan untuk menyerap beberapa unsur anorganik ini, tidak hanya dari makanannya saja tetapi juga dari lingkungan. Jumlah mineral yang dibutuhkan oleh ikan adalah sangat sedikit tetapi mempunyai fungsi yang sangat penting. Dalam penyusunan pakan buatan mineral mix biasanya ditambahkan berkisar antara 2 – 5% dari total jumlah baha baku dan bervariasa bergantung pada jenis ikan yang akan mengkonsumsinya. Walaupun sangat sedikit yang dibutuhkan oleh ikan, mineral ini mempunyai fungsi yang sangat

utama dalam tubuh ikan antara lain adalah : • Merupakan bagian terbesar dari pembentukan struktur kerangka, tulang, gigi dan sisik. • Mineral tertentu dalam bentuk ion di dalam cairan tubuh dapat berperan untuk mempertahankan keseimbangan asam basa serta regulasi pH dari darah dan cairan tubuh lainnya. • Adanya keterlibatan mineral dalam kerja sistem syaraf dan konstraksi otot • Merupakan komponen penting dalam hormon, vitamin, enzim dan pigmen pernafasan atau sebagai kofaktor dalam metabolisme, katalis dan enzim aktivator. • Berperan dalam pemeliharaan tekanan osmotik dan juga mengatur pertukaran air dan larutan dalam tubuh ikan. Berdasarkan banyaknya fungsi mineral dalam kehidupan ikan, maka mineral merupakan salah satu bahan yang harus ada dalam komposisi pakan ikan. Dan unsur mineral ini sangat essensial bagi kehidupan hewan, ikan dan udang. Unsur mineral essensial ini biasanya diklasifikasikan menjadi dua grup berdasarkan konsentrasinya di dalam tubuh ikan, yaitu: mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah mineral yang konsentrasinya dalam tubuh organisme dibutuhkan dalam jumlah besar (lebih dari 100 mg/kg pakan kering), yaitu Calsium (Ca), Magnesium (Mg), Sodium (Na), Potassium (K), Phosphorus (P), Chlorine (Cl) dan Sulphur (S).

232

Mineral mikro adalah mineral yang konsentrasinya dalam tubuh setiap organisme dalam jumlah sedikit (kurang dari 100 mg/kg pakan kering),yaitu : Besi (Fe), Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Seng (Zn), Cobalt (Co), Molybdenum (Mo), Cromium (Cr), Selenium (Se), Fluorine (F), Iodine/Iodium (I), Nickel (Ni) dan lain-lain. Calsium (Ca) Kalsium merupakan unsur mineral makro yang didalam tubuh disimpan pada tulang, gigi dan sebagian besar pada kulit dan kerangka tubuh. Peranan dan fungsi kalsium didalam tubuh antara lain adalah sebagai komponen utama pembentuk tulang, gigi, kulit serta sisik dan memelihara ketegaran kerangka tubuh, mengentalkan darah, sebagai ”intracellular regulator” atau messenger yaitu membantu regulasi aktivitas otot kerangka, jantung dan jaringan lainnya, konstraksi dan relaksasi otot, membantu penyerapan vitamin B12, menjaga keseimbangan osmotik. Pengambilan kalsium dari perairan oleh ikan digunakan atas dasar untuk kegiatan struktural. Transpor Ca dari air oleh aliran darah ke jaringan tulang dan kulit berlangsung secara cepat. Jumlah lemak dalam pakan sangat berpengaruh dalam penyerapan Ca oleh usus. Pada kondisi abnormal, yaitu penyerapan lemak terganggu maka Ca pun akan sedikit yang diserap. Hal ini dikarenakan asam lemak yang tidak diserap akan berikatan dengan Ca

dan akan terbuang dalam bentuk feses. Kandungan Ca dalam perairan sangat diperlukan untuk kehidupan ikan. Perairan dengan kandungan Ca rendah akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan dan mengganggu adaptasi pada saat kondisi lingkungan berubah. Perairan yang kaya akan Ca akan meningkatkan toleransi terhadap temperatur dan akan mengurangi keracunan akibat menurunnya pH. Untuk perairan yang kandungan Ca rendah, pH rendah dan kandungan alumunium tinggi tidak akan dihuni oleh ikan. Kandungan Ca yang harus ada dalam pakan ikan sangat sulit untuk diterapkan secara pasti. Sebagai contoh, pada ikan rainbowtrout dengan bobot awal 1,2 g, antara ikan yang diberi Ca 0,3 g/kg dengan 3,4 g/kg ternyata tidak menunjukkan adanya perbedaan dalam pertumbuhannya yang dipelihara pada perairan dengan kandungan Ca 20 – 30 mg/l (Ogino dan Takeda, 1978). Menurut Rumsey (1977) kebutuhan Ca untuk ikan rainbowtrout pada perairan dengan kalsium rendah (3 mg Ca/l) sama saja dengan yang dipelihara pada kandungan kalsium tinggi (45 mg Ca/l) yaitu sebesar 2 g/kg dalam pakannya. Sedangkan menurut Arai et al (1975) pemberian Ca sebanyak 2,4 g/kg merupakan kebutuhan minimal yang harus dipertimbangkan, pemberian Ca sebanyak 11,5 – 14 g/kg akan berakibat buruk terhadap laju pertumbuhan.

233

Phosphor (P) Phosphor adalah komponen pembentuk kerangka tubuh dimana tulang itu disusun oleh mineral P sebesar 16% dan Ca 37%. Selain itu phosphor berfungsi dalampengaktifan proses metabolisme, komponen DNA, RNA, ATP dan berbagai koenzim, pergerakan otot dan memelihara keseimbangan asam basa. Phosphor yang diserap oleh tubuh berasal dari makanan dalam bentuk ion fosfat. Penyerapan P oleh tubuh sangat bergantung kepada kandungan P dan Ca dalam pakan. Tingginya kandungan P dalam pakan akan berkorelasi terhadap peningkatan penyerapan P. Akan tetapi, penyerapan P akan semakin menurun dengan meningkatnya kandungan Ca dalam pakan. Sebagian besar kebutuhan P untuk membentuk jaringan struktur tubuh diperoleh dari pakan. Ketersediaan P dalam air akan mengganggu penyerapan P dalam pakan oleh tubuh. Pakan dengan kandungan Ca rendah dan P tinggi akan mendorong ikan untuk mengambil Ca dari lingkungan perairan. Kekurangan mineral P pada pakan ikan dapat mengakibatkan pertumbuhan terhambat, proses pembentukan tulang terganggu dan konversi pakan menjadi meningkat. Kekurangan phosphor pada ikan mas mengakibatkan pertumbuhan terganggu, nafsu makan menurun, tulang belakang bengkok dan rapuh serta kandungan lemak dalam daging meningkat. Wilson et al (1982), melakukan penelitian

terhadap ikan channel catfish yang memperlihatkan bahwa peningkatan P yang tersedia dalam makanan dari 0,07% menjadi 0,54% akan meningkatkan pertambahan bobot relatif dari 135% menjadi 706% dan efisiensi pakan dari 36% menjadi 99%. Tetapi bila kandungan P terus dinaikkan sampai 1,02% maka pertumbuhan relatif akan turun dari 706% menjadi 620% dan efisiensi pakan akan turun dari 99% mejadi 90%. Magnesium (Mg) Magnesium merupakan kofaktor bagi semua enzim yang terlibat di dalam reaksi pemindahan fosfat (fosfokinase) yang menggunakan ATP dan fosfat nukleotida yang lain sebagai substrat. Pada hewan vertebrata kurang lebih 60% total magnesium tubuh berada dalam tulang, sebagian lagi terdapat dalam bentuk mineral yang mengkristal dan berada dalam sel jaringan lunak. Fungsi magnesium bagi ikan dan udang adalah sebagai komponen esensial dalam menjaga homeostasis intra dan ekstra seluler. Magnesium dalam tubuh diserap oleh usus halus dan hanya sedikit yang dieksresikan dan hampir seluruhnya diserap secara sempurna. Penyerapan magnesium dalam tubuh dipengaruhi oleh masuknya magnesium dalam usus, waktu singgah diusus, kecepatan penyerapan air, kadar kalsium fosfat dan laktosa dalam pakan, sumber magnesium dan umur serta jenis ikan. Kandungan magnesium di dalam ikan jumlahnya relatif rendah 234

dibandingkan dengan hewan darat. Sebagian besar magnesium, kurang lebih 65%, berada dalam kerangka tubuh ikan. Pada ikan mirror carp terdapat 340 – 3300 gram dimana kandungan terbesar terdapat pada vertebrae sebesar 1,0 – 1,6 g/kg, pada otot 200 – 267 mg/kg dan pada hati terdapat 62 – 203 mg/kg. Konsentrasi magnesium dalam perairan tawar sering tidak mencukupi untuk kebutuhan metabolisme ikan, oleh karena itu pemberian mineral magnesium pada pakan untuk pemeliharaan ikan air tawar sangat penting. Rendahnya suplai magnesium dalam pakan dapat mengakibatkan nafsu makan berkurang, pertumbuhan dan aktivitas ikan berkurang, kandungan Ca dan Mg dalam tubuh dan vertebrae akan berkurang. Selain itu ikan akan memperlihatkan keabnormalan dalam pertumbuhan tulang. Pada ikan trout telah diteliti oleh Cowey et al (1977) bahwa pertambahan bobot dan penggunaan pakan pada ikan yang diberi pakan dengan kandungan Mg sebesar 1000 mg/kg jauh lebih baik dibandingkan dengan ikan trout yang hanya diberi Mg sebesar 26 - 63 mg/kg. Perbaikan kandungan Mg dalam pakan akan berdampak terhadap peningkatan Mg dalam serum. Kekurangan Mg pada kandungan Ca 26 dan 40 g/kg akan menyebabkan penyakit nephacalcinosis dan di dalam jaringan otot akan meningkat kandungan Na yang dapat meningkatkan cairan ekstraseluler. Pada ikan rainbow trout berukuran 16 gram atau 35 gram memerlukan Mg dalam pakan sebesar 500 mg/kg. Jika kurang dari 500 mg/kg pakan

maka dapat mengakibatkan pertumbuhan lambat dan pakan menjadi tidak efisien. Sedangkan pada ikan yang berukuran 21 gram yang dipelihara selama delapan minggu, kekurangan Mg dapat mengakibatkan penurunan kandungan Mg pada plasma, otot dan tulang. Berdasarkan hasil penelitian Satoh et al (1983) , pada ikan trout yang tidak ditambahkan mineral Mg pada pakan buatannya menunjukkan adanya gejala katarak sebesar 29%. Pada ikan Mas pemberian Mg sebesar 52 mg/kg dapat meningkatkan kematian sebesar 16%. Selain itu pada ikan mas yang dipelihara selama 83 hari dengan pakan kurang Mg menunjukkan peningkatan terjadinya katarak sebesar 40%. Oleh karena itu pada ikan mas diestimasi kebutuhan Mg dalam pakan berkisar antara 400 – 500 mg/kg. Potassium (K) Ion potassium (K) adalah elektrolit yang banyak dijumpai dalam tubuh dalam bentuk ion terdisosiasi penuh dan merupakan partikel utama yang bertanggungjawab dalam osmolaritas. Ion K ini akan mempengaruhi kelarutan protein dan komponen lainnya. Ion K ini bersama-sama dengan natrium dan klorida berperan secara fisiologis dalam memelihara keseimbangan air dan distribusinya, memelihara keseimbangan osmotik normal, memelihara keseimbangan asam basa dan memelihara iritabilitas otot.

235

Berdasarkan hasil penelitian dari beberapa peneliti diketahui bahwa ikan air tawar dalam pemenuhan ion K tidak banyak diambil dari lingkungan perairan, namun lebih banyak diperoleh dari pakan. Apabila ion K dalam pakan kurang dari 1 mg/kg akan menyebabkan penggunaan pakan tidak efisien, pertumbuhan lambat dan kematian meningkat. Pertumbuhan ikan dapat dicapai jika pada pakan ikan mengandung ion K maksimum 800 mg/kg. Konsentrasi K dalam tubuh berkisar antara 600 – 800 mg/kg pakan. Sodium (Na) Sodium seperti halnya potasium sangat penting perannya dalam osmoregulasi dan keseimbangan asam basa ikan. Pada hewan darat sodium yang berasal dari makanan akan diserap oleh tubuh secara cepat dan efisien dan hanya sedikit sekali yang dikeluarkan melalui feses. Kekurangan sodium dapat mengakibatkan dehidrasi, keletihan, anoeexia dan kram otot. Pemberian sodium sebesar 2200 mg/kg pakan pada ikan rainbowtrout sudah mencukupi kebutuhan ikan tersebut terhadap sodium. Tetapi dalam percobaan Salman dan Eddy (1988) pemberian sodium sebesar 1000 – 3000 mg/kg pakantidak memberikan perbedaan pertambahan bobot .

Clorin (Cl) Clorin berperan besar dalam aktivitas osmoregulasi. Pertukaran klorin sebagian besar terjadi pada insang. Pada ikan air tawar pengambilan klorin terjadi pada kondisi medium yang hipotonik, dengan cara memompa NaCl melalui insangnya dan pengeluaran klorin dilakukan dalam bentuk urin. Pada ikan air laut pengambilan klorin dilakukan dengan cara melakukan banyak minum air laut sehingga klorin secara difusi ikut masuk kedalam tubuh ikan. Selain itu ikan air laut bisa melakukan dengan cara memompa melalui insang epithelium pada kondisi medium hipertonik. Dalam kondisi normal klorin dikeluarkan dalam bentuk urin pada jumlah yang sedikit, namun pada kondisi stres ikan banyakmengeluarkan urin sehingga kehilangan NaCl cukup besar. Klorin keluar dari tubuh melalui urin dan sedikit melalui feses. Ketersediaan Cl di dalam air sangat menguntungkan untuk kehidupan ikan agar mempunyai toleransi terhadap perubahan suhu. Pada ikan salmon yang dipelihara dengan kandungan garam 1 – 1,5% memberikan pengaruh terhadap peningkatan food intake dan transportasi. Pemberian garam pada bahan pakan dari segi manfaatnya masih diperdebatkan. Hal ini dikarenakan dari hasil penelitian memberikan hasil yang menunjukkan bahwa pemberian NaCl pada pakan berakibat buruk pada penambahan bobot. Pemberian NaCl sebanyak 3% pada pakan mengakibatkan pertambahan bobot hanya 85% dibandingkan dengan kontrol. Pada 236

43. Hal ini dikarenakan NaCl pada tingkatan yang tinggi diserap dalam 24 jam yang kelebihannya akan dikeluarkan kedalam perairan tawar pada sistem osmoregulasi dalam urin hipoosmotik normal. sedangkan pada ikan laut pengambilan NaCl dalam jumlah besar relatif sering terjadi pada berbagai kasus. 237 . Dalam makanan terdapat dua macam zat besi.25 R 0.38 0. Tabel 5. Kebutuhan mineral makro dalam pakan pada berbagai jenis ikan air tawar (mg/kg atau g/kg berat kering) Jenis ikan Rainbow trout Mas Sidat Jepang Channel catfish Tilapia Ca 300 mg – 3g 300 mg – 3g 300 mg – 3g 4.2 – 4.5 g 4. yaitu dalam bentuk heme dan non heme. Zat besi heme ditemukan dalam bentuk hemoglobin dan zat besi non heme dalam otot yang disebut myoglobin.5 – 6 g Mg 400 – 700 mg 400 – 700 mg 400 – 700 mg 400 – 700 mg 400 – 700 mg K Max 1.42 dan 5.42.4 1.0. Kebutuhan mineral mikro dalam pakan pada berbagai jenis ikan air tawar (mg/kg pakan) Jenis ikan Rainbow trout Channel catfish Tilapia Common carp Ikan kerapu Fe R 30 30 Cu 3 5 3 3 Mn 13 2.15 .6 g - Tabel 5.penambahan NaCl sebanyak 6% memberikan pertambahan bobot sebesar 77% sedangkan penambahan sebanyak 12% mengakibatkan pertambahan bobot sebesar 70%.5 g 7g P Sekitar 6 g Sekitar 6 g Sekitar 6 g 4. Kebutuhan mineral makro dan mikro pada beberapa jenis ikan menurut hasil penelitian Steffens dapat dilihat pada Tabel 5.7 13 5 Zn 15 – 30 20 20 15 – 30 30 Co 0.1 Besi (Fe) Zat besi merupakan unsur mineral mikro yang paling banyak terdapat dalam tubuh ikan dan manusia.43.5 Se 0.

Penyerapan zat besi dalam saluran pencernaan sangat dipengaruhi oleh kadar keasaman. 1. Kebutuhan zat besi untuk setiap jenis ikan berbeda. 3. Zat besi dalam bentuk tereduksi. pH atau keasaman lambung dan bagian atas usus halus. konversi pakan rendah. 6. 4. enzim xantin oksidase.Fungsi dan peranan zat besi dalam tubuh ikan antara lain adalah : • Unsur yang sangat penting dalam pigmen darah (hemoglobin dan myoglobin) • Terlibat dalam pengangkutan oksigen dalam darah dan urat daging (otot) serta pemindahan/transfer elektron dalam tubuh • Unsur yang sangat penting dari variasi sistem enzim.44. Menurut hasil penelitian Lall (1989) dan NRC (1993) kebutuhan zat besi pada setiap jenis ikan dapat dilihat pada Tabel 5. japanese eel. yang meliputi enzim katalase. Ikan dapat menyerap zat besi terlarut dari air melalui insang. common carp dan red sea bream dapat mengakibatkan hypochromic microcytic anemia yaitu sel-sel darah merah berwarna lebih pucat dengan ukuran sel yang lebih besar. Sedangkan pada ikan salmon. Ikan sangat membutuhkan zat besi dalam suplai makanannya. nafsu makan menurun dan abnormalitas. ion Fero (Fe ++) lebih mudah diserap karena lebih mudah larut dalam cairan-cairan pencernaan. Pada beberapa jenis ikan memberikan dampak yang berbeda.44. 2. Kebutuhan zat besi pada beberapa jenis ikan No. 5. Jenis ikan Atlantik Salmon (Salmo solar) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Eel (Anguila japonica) Common carp (Cyprinus carpio) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Kerapu (Epinephelus sp) Zat besi (mg/kg pakan) 60 30 170 150 60 30 Kekurangan zat besi pada ikan dapat membawa dampak yang merugikan bagi ikan. enzim peroxidase. enzim aldehyde oxidase dan enzim succinic dehydrogenase. 238 . misalnya pada ikan channel catfish dapat mengakibatkan pertumbuhan terhambat. Tabel 5. sirip dan kulit.

komposisi pakan. mortalitas tinggi. Kebutuhan mineral seng dari hasil penelitian dapat dilihat pada Tabel 5. Pada ikan channel catfish dapat menyebabkan pertumbuhan menurun. pengikisan pada sirip dan kulit serta katarak pada mata dan bentuk tubuh menjadi kerdil dan pendek. monosakarida dan komponenkomponen EDTA.45.30 50 Dampak dari kekurangan mineral Zn untuk setiap jenis ikan berbeda. Seng di dalam tubuh organisme sangat berperan penting sebagai kofaktor dari beberapa sistem enzim yng penting dalam proses metabolisme. Ikan dapat menyerap seng dari insang. asam sitrat. 1. Jenis ikan Channel catfish (Ictalurus punctatus) Tilapia (Oreochromis aurea) Common carp (Cyprinus carpio) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Kerapu (Epinephelus sp) Zat besi (mg/kg pakan) 20 20 15 . Mineral seng diserap dengan bantuan proses difusidalam duodenum dan jejenum bagian atas. yaitu pakan dan air. Zat-zat yang membantu penyerapan mineral seng antara lain adalah asam amino terutama histidin dan sistein.Seng (Zn) Ikan mengakumulasi seng dari dua sumber. 4. Seperti unsur lainnya selain diperoleh dari lingkungan perairan mineral seng perlu ditambahkan kedalam sumber makanannya agar kebutuhan ikan akan mineral seng dapat terpenuhi.30 15 . Tabel 5. pengikisan pada kulit dan sirip serta menaikkan kadar besi dan tembaga diusus dan hepatopankreas. 2. Kebutuhan ikan akan mineral seng ini bervariasi bergantung pada usi. 3. nafsu makan menurun.45. Selain itu menurut Watanabe (1988) memperlihatkan bahwa kekurangan seng pada Rainbow trout dapat menyebabkan pertumbuhan menurun. Pada Japanese eel akan menyebabkan bentuk tubuh yang kerdil sedangkan pada channel catfish juga menyebabkan 239 . suhu air dan kualitas air. Kebutuhan mineral seng pada beberapa jenis ikan No. kematian tinggi. nafsu makan rendah dan menurunkan tingkat serum alkaline phosphatase. kematangan seksual. Pada ikan mas menyebabkan pertumbuhan lambat. namun seng yang berasal dari pakan penyerapannya lebih efisien daripada dari air. kulit dan sirip. 5.

metabolisme karbohidrat dan siklus reproduksi.46). Kebutuhan mangan pada beberapa jenis ikan No. carp dan tilapia. untuk pembentukan tulang dan penghubung jaringan serta merawat keseimbangan serabut myelin dari jaringan syaraf. sebagai komponen essensial dari enzim piruvate carboxylase. antara lain adalah . sebagai kofaktor atau komponen Tabel 5. berkurangnya pertumbuhan. 2. struktur tulang yang tidak normal pada ikan rainbow trout. 4. Tembaga dibutuhkan untuk pembentukan pigmen melanin dan pigmen pada kulit. 240 . Mangan pada ikan sangat berperan sebagai enzim aktivator untuk enzim-enzim yang menjembatani transfer dari grup phosphatase. Jenis ikan Atlantik Salmon (Salmo solar) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Common carp (Cyprinus carpio) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Zat besi (mg/kg pakan) 20 20 13 13 Dampak yang diakibatkan dari kekurangan mineral mangan pada komposisi pakan ikan untuk setiap jenis ikan biasanya berbeda. mangan essensial untuk pembentukan tulang. untuk induk ikan salmon kebutuhan mineral mangannya > 50 mg/kg. Kebutuhan mangan pada beberapa jenis ikan berbeda (Tabel 5. 3. Oleh karena itu tembaga terlibat dalam sintesis hemoglobin dan produksi sel darah dan perawatannya. rendahnya daya tetas dan jumla telur pada induk ikan.46. regenerasi sel darah merah. ataxia yaitu ketidakmampuan tubuh untuk mengkoordinasikan gerakangerakan otot secara sempurna serta menurunnya penampakan reproduksi.pertumbuhan anorexia. Kekurangan mangan pada pakan dapat dilakukan dengan menambahkan kandungan mineral mangan dalam pakan dalam bentuk mangan sulphat MnSO4) (MnCl2). Mangan (Mn) lambat serta kunci dari beberapa sistem enzim. 1. dan mangan klorida Tembaga (Cu) Tembaga merupakan unsur essensial dari sistem oksidasireduksi-enzim dan terlibat dalam metabolisme besi.

3. Kebutuhan mineral cobalt oleh ikan berkisar antara 1 – 6 mg/kg pakan. Kebutuhan mineral tembaga pada beberapa jenis ikan No. 2. Kebutuhan mineral tembaga berdasarkan hasil penelitian pada beberapa jenis ikan dapat dilihat pada Tabel 5. Konsentrasi cobalt yang masuk kedalam tubuh ikan sanagt dipengaruhi oleh suhu lingkungan dan konsentrasi kalsium. Meningkatnya kandungan cobalt pada tubuh ikan rainbow trout dapat menyebabkan racun dan meningkatkan haemorrhages pada saluran 241 . dimana dengan meningkatnya suhu dan kalsium dilingkungan akan meningkatkan konsentrasi cobalt. Pada ikan dampak mineral tembaga yang sudah diamati adalah kalau terjadi keracunan tembaga akibat terjadinya pencemaran lingkungan perairan yang dapat mengakibatkan rusaknya insang. cobalt juga berfungsi sebagai agen kegiatan untuk sistem variasi enzim. sangat dibutuhkan untuk sintesa microflom pada saluran usus serta sangat penting untuk pembentukan sel darah merah dan perawatan jaringan syaraf. kandungan beberapa ion metal lain dan zat-zat organik serta umur. Cobalt yang diserap secara normal tidak selalu dalam bentuk vitamin B12. Cobalt mempunyai fungsi dan peranan pada ikan antara lain adalah merupakan komponen integral dari Cyanocobalamin (vitamin B12). Jenis ikan Atlantik Salmon (Salmo solar) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Common carp (Cyprinus carpio) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Zat besi (mg/kg pakan) 5 5 3 3 Dampak kekurangan tembaga pada ikan sebagai organisme air jarang sekali terjadi karena mineral ini sudah cukup banyak tersedia dalam air.Mineral tembaga yang diserap oleh hewan dan ikan sangat dipengaruhi oleh jumlah dan bentuk kimia mineral tembaga yang diterima. 4. Cobalt (Co) Mineral cobalt pada ikan diserap dari air disekitarnya dan masuk melalui insang.47.47. mengurangi pigmentasi dan pertumbuhan lambat. hanya 1/10 – 1/12 cobalt pada tubuh dalam bentuk vitamin. 1. Tabel 5. Penyerapan mineral cobalt oleh ikan akan meningkat jika tubuh kekurangandan diserap dalam usus halus.

Selama masa perkembangan embrio telur ikan rainbow trout kebutuhan cobalt meningkat.dan diserap secara sempurna dalam lambung dan usus.15 – 0. Selenium (Se) Selenium adalah bagian yang melengkapi dari enzim Glutation Peroksidase yaitu suatu enzim yang merubah hydrogen peroxide dan lemak hydroperoxides ke dalam air dan lemak alkohol secara berurutan. Dampak kekurangan yodium pada ikan brook trout mengakibatkan thyroid hyperflasia (pembengkakan pada kelenjar thyroid). yaitu Triiodothyronine (T3) dan thyroxine (Tetra iodothyronine/ T4). Selenium diserap oleh ikan dari makanan dan lingkungan perairan melalui jalur gastrointestinal. Enzim ini berfungsi dalam melindungi sel dari pengaruh peroxides. Diodotirosin.pencernaan dan pola putih pada sel darah. Yodium berfungsi untuk mengatur laju metabolisme seluruh proses ke dalam tubuh. bentuk tubuh kerdil dan pertumbuhan terhambat. Kebutuhan ikan akan yodium berkisar antara 1 – 5 mg/kg pakan. 242 . Enzim ini bersama-sama dengan vitamin E berfungsi sebagai antioksidan biologis yang melindungi polyunsaturated phospholipid di dalam sel dan sub sel membran dari kerusakan peroksidatif. Selenium yang berikatan dengan protein ini akan ditransport kedalam plasma darah dan jaringan lainnya. Pada ikan rainbow trout dan channel catfish kekurangan selenium dapat mengakibatkan depresi pertumbuhan. Triiodothyronine (T3) dan thyroxine (Tetra iodothyronine/ T4) serta komponen-komponen organik yang mengandung yodium. Yodium terdapat dalam saluran pencernaan dalam bentuk ion I. Yodium (I) Yodium adalah komponen integral dari hormon thyroid dan sangat penting untuk sintesis hormon thyroid. Jumlah total yodium yang terkandung dalam kelnjar thyroid adalah 70 – 80%. Ikan memperoleh yodium dari air melalui pompa brachial dan makanan.28 mg/kg untuk ikan rainbowtrout dan 0.25 mg/kg untuk ikan channel catfish. kemudian ditransport ke kelenjar thyroid dan diubah dalam bentuk yodium inorganik yaitu Monoiodotirosin. Kebutuhan selenium untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan memaksimalkan aktivitas glutathione peroxidase adalah 0. Yodium yang tertangkap oleh kelenjar thyroid akan disimpan dalam bentuk Tiraglobulin merupakan protein yang mengandung yodium. Pada ikan selenium sangat dibutuhkan untuk mencegah penyakit otot menyusut (muscular dystrophy). Duodenum merupakan daerah penyerapan utama mineral ini dan akan berikatan pada protein dalam bentuk asam amino yang mengandung ikatan sulfur.

20 hari). 2) Suspensi. Larutan ada 2 macam. yaitu: 1) Emulsi. Tepung halus diperoleh dari 243 . Pengelompokkan jenisjenis pakan ikan dapat dibuat berdasarkan bentuk. 2. Pakan buatan dibuat oleh manusia untuk mengantisipasi kekurangan pakan yang berasal dari alam yang kontinuitas produksinya tidak dapat dipastikan. Teknologi Pakan Buatan Pakan buatan adalah pakan yang dibuat oleh manusia untuk ikan peliharaan yang berasal dari berbagai macam bahan baku yang mempunyai kandungan gizi yang baik sesuai dengan kebutuhan ikan dan dalam pembuatannya sangat memperhatikan sifat dan ukuran ikan. Pakan buatan yang berkualitas baik harus memenuhi kriteria-kriteria seperti: • Kandungan gizi pakan terutama protein harus sesuai dengan kebutuhan ikan • Diameter pakan harus lebih kecil dari ukuran bukaan mulut ikan • Pakan mudah dicerna • Kandungan nutrisi pakan mudah diserap tubuh • Memiliki rasa yang disukai ikan • Kandungan abunya rendah • Tingkat efektivitasnya tinggi Sebelum melakukan pembuatan pakan ikan harus dipahami terlebih dahulu tentang jenis-jenis pakan yang dapat diberikan kepada ikan budidaya. Bentuk larutan Digunakan sebagai pakan burayak ikan (berumur 2 . Bentuk larutan ini biasanya diberikan pada saat larva dengan komposisi bahan baku yang utama adalah kuning telur bebek atau ayam dengan tambahan vitamin dan mineral. Jenis-jenis pakan buatan berdasarkan bentuk antara lain adalah: 1.BAB VI. berdasarkan sumber dan berdasarkan konstribusinya pada pertumbuhan ikan. berdasarkan kandungan airnya. Bentuk tepung/meals Digunakan sebagai pakan larva sampai benih (berumur 2-40 hari). Dengan membuat pakan buatan diharapkan jumlah pakan yang dibutuhkan oleh ikan akan terpenuhi setiap saat. bahan yang terlarut tidak menyatu dengan air pelarutnya. bahan yang terlarut menyatu dengan air pelarutnya.

Bentuk pellet ini juga dapat digunakan sebagai pakan ikan dewasa yang sudah mempunyai berat > 60-75 gram dan berumur > 120 hari. Remah berasal dari pellet yang dihancurkan menjadi butiran kasar. Pakan lembab yaitu pakan yang mengandung air berkisar antara 20-40%. remah yang dihancurkan atau dibuat komposisi dari berbagai sumber bahan baku seperti menyusun formulasi pakan . 5. Bentuk pellet tenggelam/sinking Biasa digunakan untuk kegiatan pembesaran ikan air tawar maupun ikan air laut yang mempunyai kebiasaan tingkah laku ikan tersebut berenang di dalam perairan. Ukuran ikan yang mengkonsumsi pakan bentuk pellet bervariasi dari ukuran bukaan mulut lebih dari 2 mm maka ukuran pelet yang dibuat biasanya 50%nya yaitu 1 mm. Ukuran ikan yang mengkonsumsi pakan bentuk pellet bervariasi dari ukuran bukaan mulut lebih dari 2 mm maka ukuran pelet yang dibuat biasanya 50%nya yaitu 1 mm.3. Bentuk remahan/crumble Digunakan sebagai pakan gelondongan besar/ikan tanggung (berumur 80-120 hari). Pakan basah yaitu pakan yang mengandung air biasanya lebih dari 50%. 2. Tepung kasar juga diperoleh dari remah yang dihancurkan atau dibuat sama seperti membuat formulasi pakan lengkap dan bentuknya dibuat menjadi butiran. Pakan lembab dibuat 244 . berupa cincangan atau gilingan daging ikan yang tidak bernilai ekonomis. kemudian diremasremas. Bentuk butiran/granules Digunakan sebagai pakan benih gelondongan (berumur 40-80 hari). dan biasanya diberikan pada larva sampai benih ikan. Bentuk pellet ini juga dapat digunakan sebagai pakan ikan dewasa yang sudah mempunyai berat > 60-75 gram dan berumur > 120 hari. Jenis pakan ini biasa diberikan kepada induk-induk ikan laut/udang. 6. Pakan basah biasanya terdiri dari pakan segar atau pakan beku. 4. Bentuk pellet terapung/floating Biasa digunakan untuk kegiatan pembesaran ikan air tawar maupun ikan air laut yang mempunyai kebiasaan tingkah laku ikan tersebut berenang di permukaan perairan. Bentuk lembaran/flake Biasa diberikan pada ikan hias atau ikan laut dan dibuat dari berbagai bahan baku disesuaikan dengan kebutuhan dan pada saat akan dibentuk dapat menggunakan peralatan pencetak untuk bentuk lembaran atau secara sederhana dengan cara membuat komposisi pakan kemudian komposisi berbagai bahan baku tersebut dibuat emulsi yang kemudian dihamparkan di atas alas aluminium atau seng dan dkeringkan. Jenis pakan ikan berdasarkan kandungan airnya dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu : 1. contoh pakan basah antara lain adalah cincangan daging cumicumi atau ikan laut. 7.

Jenis pakan ikan berdasarkan sumbernya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu pakan alami dan pakan buatan.sebagai alternatif dari pakan basah yang banyak kekurangannya antara lain dapat mencemari perairan dan kekurangan asam amino tertentu. Jenis pakan ini biasanya adalah pakan kering dengan berbagai bentuk dimana komposisi bahan bakunya lengkap sehingga kandungan protein pakan mencukupi kebutuhan ikan yang akan mengkonsumsinya. Dengan mengetahui jenis-jenis pakan maka para pembudidaya ikan dapat menentukan jenis pakan yang akan dibuat disesuaikan dengan ikan yang akan dipeliharanya. Suplementary Feed/pakan suplemen yaitu pakan yang dalam konstribusinya hanya menghasilkan penambahan berat badan kurang dari 50%. 2. larva atau benih sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan dalam bentuk pakan kering atau lembab. Pakan buatan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan akan 245 . Jenis pakan buatan yang akan dibahas dalam buku ini adalah pakan buatan yang akan dikonsumsi oleh ikan yang berukuran induk. penyimpanan dan penanganannya. Jenis pakan ikan berdasarkan konstribusinya dalam menghasilkan penambahan berat badan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu : 1. Jenis pakan kering ini dapat dibuat dengan berbagai macam bentuk disesuaikan dengan kebutuhan ikan dan pada setiap tahapan budidaya dapat menggunakan pakan kering ini disesuaikan dengan ukuran dan jenis ikan yang akan mengkonsumsinya. Dalam buku teks ini akan dibahas secara detail setiap kelompok pakan ini pada bab tersendiri yaitu teknologi pembuatan pakan dan teknologi produksi pakan alami. Tetapi ada juga pakan basah ini dibuat dengan komposisi ikan yang dipasteurisasi ditambah beberapa tambahan seperti perekat. Jenis pakan ini biasanya dibuat oleh para pembudidaya ikan dengan mencampurkan beberapa bahan baku tanpa memperhitungkan kandungan proteinnya sehingga kandungan nutrisi dari pakan ini tidak lengkap. Pakan lembab ini dapat diberikan pada ukuran ikan dari benih sampai ke pembesaran. Pakan lembab ini dibuat dengan komposisi pakan sesuai kebutuhan ikan tetapi dalam prosesnya tidak dilakukan pengeringan. Complete Feed/pakan lengkap yaitu pakan yang dalam konstribusinya menghasilkan penambahan berat badan lebih dari 50%. 3. vitamin dan mineral atau silase ikan yang diberi beberapa komposisi zat tambahan. dibiarkan lembab dan disimpan dalam bentuk pasta kemudian dibekukan. Pakan kering yaitu pakan yang mengandung air kurang dari 10%. Jenis pakan ini yang biasa digunakan pada budidaya ikan secara intensif karena sangat mudah dalam proses distribusi.

aroma dan lain sebagainya yang dapat merangsang ikan untuk memakan pakan buatan ini. bahan baku yang mengandung racun akan menghambat pertumbuhan ikan dan dapat membuat ikan mati. Pakan merupakan komponen biaya operasional yang cukup besar dalam suatu usaha budidaya ikan sekitar 60% merupakan biaya pakan. 6. dengan bahan baku yang bergizi tinggi akan diperoleh pakan yang dapat dicerna oleh ikan dan dapat menjadi daging ikan lebih besar dari 50%. • Tidak mengandung racun. Komposisi nutrisi pakan yang terdapat pada pakan buatan sangat spesifik untuk setiap ukuran ikan. karbohidrat . Dalam membuat pakan buatan langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan perencanaan pembuatan pakan buatan. vitamin dan mineral. JENIS-JENIS BAHAN BAKU Bahan baku yang dapat digunakan dalam membuat pakan buatan ada beberapa macam. lemak. Oleh karena itu dengan mempunyai kompetensi pembuatan pakan ikan diharapkan akan mengurangi biaya produksi yang cukup besar. Persyaratan pemilihan bahan baku ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu persyaratan teknis dan persyaratan sosial ekonomis.1. Persyaratan teknis yang harus diperhatikan dalam memilih bahan baku untuk pembuatan pakan buatan adalah : • Mempunyai nilai gizi tinggi.memberikan pertumbuhan yang optimal bagi ikan yang mengkonsumsinya. Pengetahuan pertama yang harus dipahami adalah mengenai kandungan nutrisi dari pakan buatan. Kajian tentang materi ini telah dibahas dalam bab sebelumnya yaitu tentang nutrisi ikan. juga pakan buatan ini disukai ikan baik rasa. • Sesuai dengan kebiasaan makan ikan. Seperti diketahui bahwa berdasarkan kebiasaan makannya jenis pakan 246 . Kualitas pakan buatan ditentukan antara lain oleh kualitas bahan baku yang ada. Selain itu pakan yang dibuat sendiri mempunyai kandungan protein dan energi yang sesuai dengan kebutuhan ikan serta mempunyai harga yang lebih murah dibandingkan dengan membeli pakan buatan. Perencanaan terhadap pembuatan pakan harus dibuat dengan seksama agar pakan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan ikan yang mengkonsumsinya. hal ini dapat meningkatkan selera makan dan daya cerna ikan. Kandungan nutrisi yang terdapat didalam pakan buatan harus terdiri dari protein. bahan baku yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan kebiasaan makan ikan dialam. Hal ini disebabkan selain nilai gizi yang dikandung bahan baku harus sesuai dengan kebutuhan ikan. Dalam memilih beraneka macam bahan baku tersebut harus dipertimbangkan beberapa persyaratan.

omnivor dan karnivor. kebiasaan makannya Beberapa jenis ikan berdasarkan (Hertrampf.1. Maka dalam memilih bahan baku yang akan digunakan untuk ikan herbivor akan sangat berbeda untuk ikan karnivora atau omnivor. 2000) Kelompok Herbivora Jenis ikan Big head carp (Aristichtus nobilis) Grass carp/ikan koan (Ctenopharyngodon idellus) Javanese carp (Puntius gonionotus) Silver carp (Hypothalmichtys molitrix) Gurami (Osphyronemus gourami) Bandeng (Chanos chanos) Perch (Perca sp) Rabbit fish/beronang (Siganus guttatus) Tilapia (Oreochromis spp) Siamemese gurami (Trichogaster pectoralis) Omnivora Channel catfish/lele amerika (Ictalurus punctatus) Common carp/ikan mas (Cyprinus carpio) Grey mullet/ikan belanak (Mugil cephalus) Karnivora Black carp (Mylopharyngodon piceus) Catfish/ikan lele (Clarias batrachus) Grouper/ikan kerapu (Epinephelus spp) Atlantic salmon (Salmo salar) Pacific salmon (Oncorhynchus spp) Seabass/ikan kakap (Lates calcarifer) Brown trout (Salmo trutta) Rainbow trout (Salmo gairdneri) 247 .P. baku lebih banyak yang berasal dari nabati dan untuk ikan karnivor maka komposisi bahan bakunya lebih banyak berasal dari hewani. Beberapa jenis ikan berdasarkan kebiasaan makannya dapat dilihat pada Tabel 6.W and Pascual.1.J. Pada ikan herbivor komposisi bahan Tabel 6.F.dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu herbivor.

Bahan baku hewan ini merupakan sumber protein yang relatif lebih mudah dicerna dan kandungan asam aminonya lebih lengkap dibandingkan dengan bahan baku nabati. Bahan nabati pada umumnya merupakan sumber karbohidrat. Jumlah bahan tambahan (feed additive) yaitu bahan makanan atau suatu zat yang ditambahkan dalam komposisi pakan untuk meningkatkan kualitas dari pakan 248 . Beberapa macam bahan limbah yang sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan pakan ikan antara lain terdiri dari. Beberapa macam bahan baku nabati yang biasa digunakan dalam pembuatan pakan ikan antara lain terdiri dari . • Tepung kedelai • Tepung jagung • Tepung terigu • Tepung tapioka • Tepung sagu • Tepung daun lamtoro • Tepung daun singkong • Tepung kacang tanah • Tepung beras Bahan baku limbah industri pertanian adalah bahan baku yang berasal dari limbah pertanian baik hewani maupun nabati.Persyaratan sosial ekonomis yang perlu diperhatikan dalam memilih bahan baku untuk pembuatan pakan buatan adalah : • Mudah diperoleh • Mudah diolah • Harganya relatif murah • Bukan merupakan makanan pokok manusia. bahan baku nabati dan bahan baku limbah industri pertanian. Bahan baku hewani adalah bahan baku yang berasal dari hewan atau bagian-bagian tubuh hewan. Beberapa macam bahan baku hewani yang biasa digunakan dalam pembuatan pakan ikan antara lain adalah : • Tepung ikan • Silase ikan • Tepung udang • Tepung cumi-cumi • Tepung cacing tanah • Tepung benawa/kepiting • Tepung darah • Tepung tulang • Tepung hati • Tepung artemia Bahan baku nabati adalah bahan baku yang berasal dari tumbuhan atau bagian dari tumbuh-tumbuhan. namun banyak juga yang kaya akan protein dan vitamin. • Tepung kepala udang • Tepung anak ayam • Tepung darah • Tepung tulang • Ampas tahu • Bungkil kelapa • Dedak halus • Isi perut hewan mamalia Selain ketiga jenis bahan baku tersebut untuk melengkapi ramuan dalam pembuatan pakan buatan biasanya diberikan beberapa bahan tambahan. sehingga tidak merupakan saingan. • Sedapat mungkin memanfaatkan limbah industri pertanian Jenis-jenis bahan baku yang digunakan dalam membuat pakan buatan dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu bahan baku hewani.

Vitamin dan mineral dijual di toko penggunaannya sebenarnya untuk ternak tetapi dapat juga digunakan untuk ikan. Rhodiamix 273. Top Mix. P frizer Premix B. Antioksidan harus efektif dalam mencegah proses • • oksidasi dari makanan ikan yang mengandung lemak dan unit yang larut dalam lemak. Jumlah bahan tambahan yang digunakan biasanya relatif sedikit tetapi harus ada dalam meramu pakan buatan.tersebut. tepung terigu. karageenan. Jumlah pemberian vitamin dan mineral dalam pakan buatan berkisar antara 2 – 5%. tepung maizena. Asam amino ini dapat diperoleh dari hasil perombakan protein. Penggunaan antioksidan dalam pembuatan pakan ikan bertujuan untuk mencegah penurunan nilai nutrisi makanan dan bahan-bahan makanan ikan serta mencegah terjadinya ketengikan lemak atau minyak. Rajamix.02% dari kandungan lemak dalam pakan. Jenis-jenis bahan tambahan antara lain terdiri dari : • Vitamin dan mineral. Jenis bahan pengikat yang dapat digunakan antara lain adalah : agar-agar. Merek dagang vitamin dan mineral tersebut antara lain adalah Aquamix. asam alginat. protein tersebut diperoleh dari sumber bahan baku hewani dan 249 . tepung kanji. gelatin. vitamin dan mineral dibutuhkan dalam jumlah sedikit karena tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh ikan maka dalam pembuatan pakan harus ditambahkan. Vitamin dan mineral untuk membuat pakan ikan dapat dibuat sendiri yang disebut vitamin premix atau membelinya di toko. Bahan pengikat (Binder). penambahan bahan pengikat di dalam ramuan pakan buatan berfungsi untuk menarik air. • Antioksidan. Jumlah yang aman digunakan sebaiknya adalah 200 ppm atau 0. adalah asam-asam amino yang sangat dibutuhkan sekali oleh ikan untuk pertumbuhannya dan tidak dapat diproduksi oleh ikan. Dalam memilih jenis antioksidan yang akan digunakan harus diperhatikan beberapa syarat berikut yaitu . sedangkan jenis antioksidan lainnya yaitu Etoksikuin dapat digunakan sebesar 150 mg/kg pakan. Selain itu vitamin C saat ini merupakan salah satu jenis vitamin yang dapat berfungsi sebagai antioksidan. Asam amino essensial sintetik. antioksidan adalah zat antigenik yang dapat mencegah terjadinya oksidasi pada makanan dan bahan-bahan makanan. Jumlah penggunaan bahan pengikat ini berkisar antara 5 – 10%. serta untuk mencegah kerusakan vitamin yang larut dalam lemak. Tidak bersifat racun bagi ikan Harus efektif dalam konsentrasi rendah Mempunyai nilai ekonomis Jenis antioksidan yang biasa digunakan dalam pembuatan pakan buatan adalah BHA (Butil Hidroksi Anisol) dan BHT (Butil Hidroksi Toluene). Carboxymethy Cellulose (CMC). P fizer Premix A. memberikan warna yang khas dan memperbaiki tekstur produk.

Oleh karena itu bisa ditambahkan asam amino buatan/sintetik kedalam makanan ikan. kerang darah. Lysine. Jenis pigmen yang ada dapat diperoleh dari bahan-bahan alami atau sintetik seperti pigmen karoten . Ada banyak jenis hormon yang terdapat pada makhluk hidup. Histidine. Phenylalanine. Valine dan Leucine. dimana pada pakan buatan tersebut ditambahkan hormon yang bertujuan untuk mempercepat tingkat kematangan gonad. adalah zat atau suatu jenis obat yang biasa ditambahkan dalam komposisi pakan untuk menyembuhkan ikan yang terserang penyakit oleh bakteri. glysine 2%. Dosis antibiotik yang digunakan sangat bergantung pada jenis penyakit dan ukuran ikan yang terserang penyakit. cacing tanah atau sukrosa. astaxantin dan sebagainya. • • Attractants adalah suatu zat perangsang yang biasa ditambahkan dalam komposisi pakan udang/ikan laut. Antibiotik. adalah zat pewarna yang dapat diberikan dalam komposisi pakan buatan yang peruntukkannya untuk pakan ikan hias. dimana pada ikan hias yang dinikmati adalah keindahan warna tubuhnya sehingga dengan menambahkan pigmen tertentu kedalam pakan buatan akan memunculkan warna tubuh ikan hias yang indah sesuai dengan keinginan pembudidaya. Pigmen. Tryptophan. Methionine. adalah suatu bahan yang dikeluarkan oleh kelenjar endokrin dan ditransportasikan melalui pembuluh darah ke jaringan lain dimana beraksi mengatur fungsi dari jaringan target. Dengan pemberian obat dalam pakan yang berarti pengobatan dilakukan secara oral mempermudah pembudidaya untuk menyembuhkan ikan yang sakit. Hormon. asam glutamate.• • nabati. hormon yang digunakan adalah kombinasi antara 17 αmetiltestoteron dan a-LHRH. Beberapa jenis attractant yang biasa digunakan dari bahan alami atau sintetis antara lain adalah terasi udang. Threonine. Isoleucine. Penggunaan hormon dalam pakan buatan yang telah dicoba pada beberapa ikan antara lain ikan bandeng. Selain mengetahui jenis-jenis bahan baku yang akan digunakan untuk 250 . Jenis asam amino essensial tersebut adalah : arginine. ikan kerapu adalah pembuatan pakan dalam bentuk pelet kolesterol. Dosis pemberian pigmen dalam komposisi pakan biasanya berkisar antara 5 – 10%. Tetapi ada sumber bahan baku yang kandungan asam aminonya tidak mencukupi. Seperti diketahui udang merupakan organisme yang hidupnya di dasar dan untuk menarik perhatiannya terhadap pakan buatan biasanya ditambahkan zat perangsang agar pakan buatan tersebut mempunyai bau yang sangat menyengat sehingga merangsang udang/ikan laut untuk makan pakan ikan tersebut.

48 2.54 36. Dari hasil analisa proximat akan diketahui kandungan zat gizi bahan baku yang meliputi : kadar air.60 4. 5.63 0.30 29. Tabel 6.45 23. JENIS BAHAN BAKU Dedak padi Dedak gandum Cantel Tepung terigu Tepung kedelai Tahu Tepung sagu Bungkil kelapa Biji kapok randu Biji kapas Tepung daun turi Tepung daun lamtoro Tepung daun singkong Tepung jagung Kanji PROTEIN % 11.62 64.40 LEMAK % 12.78 47.4. 3. 6. Kandungan nutrisi bahan baku dapat diketahui dengan melakukan analisa proximat terhadap bahan baku tersebut. 10.41 KARBOHIDRAT % 28.15 1. kadar serat kasar dan kadar bahan ekstra tanpa nitrogen (BETN). 8.69 74.membuat pakan buatan harus mengetahui kandungan nutrisi dari bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan buatan.85 77. 6.30 16.21 7. 7. 11. Kandungan Nutrisi Bahan Baku Nabati NO 1.90 39.99 13.25 17.40 4.80 7. kadar abu.23 86.44 5.05 1.82 34.30 14.6 7.73 5.60 0.08 14. 2.55 9.35 11.40 27.60 77. Adapun komposisi kandungan nutrisi bahan baku dapat dilihat pada tabel 6. 4.00 8.50 4.30 4. 9. 15.40 19.60 19. kadar lemak.50 1. 14. 12.2.54 251 .2 .43 0.3 dan 6. 13.77 18.09 27. kadar protein.60 21.

18 11.20 23. JENIS BAHAN BAKU Isi perut hewan mamalia Tepung anak ayam Bungkil kelapa sawit Tepung kepala udang Tepung anak ayam Tepung kepompong ulat sutera Bungkil kacang tanah Tepung darah Silase ikan Ampas tahu Bekatul Tepung menir PROTEIN % 8. JENIS BAHAN BAKU Tepung ikan import Tepung rebon Benawa/kepiting Tepung ikan mujair Ikan teri kering Ikan petek kering Tepung kepiting Tepung cumi Tepung ikan kembung Rebon basah Tepung bekicot Tepung cacing tanah Tepung artemia Telur ayam/itik Susu PROTEIN % 62. 8. 5. 8.38 55.66 5.1 2.80 35.Tabel 6.45 45.3.2 3.65 27.67 30.06 7.62 62. 3. 4.63 13. 2.20 0.60 25. 11.45 0.12 3.76 60. 11.74 61.54 11.29 72.39 61.36 4.30 29.6 63.60 KARBOHIDRAT % 5.38 3.75 11.50 1.51 27.64 KARBOHIDRAT % 5.0 53.00 42.32 43.65 18.7 15.00 LEMAK % 15. 13.54 64 0 28.92 252 .19 1. 6.70 52.52 4.08 13.21 40. 9.5 71. 6.25 1.37 54.56 46.3 4.7 53.20 5.4.86 8. 4.45 18. Kandungan Nutrisi Bahan Baku Limbah Pertanian NO 1.74 49.26 1.15 1.00 12.03 LEMAK % 53. 14.65 59. 12. 5. 7.5 6.40 23. 12.46 88. 10. 9. 10. 3.3 13. 2.81 3.55 10.00 Tabel 6. 7.4 0.42 1.33 11. Kandungan Nutrisi Bahan Baku Hewani NO 1. 15.

internet. nabati dan bahan tambahan.Bagaimanakah anda melakukan penyiapan bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan buatan? Apakah bahan baku itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut diskusikan dan pelajari materi dalam buku ini atau mencari referensi lain dari buku. Hal ini dikarenakan ikan-ikan laut merupakan organisme air yang bersifat karnivora yaitu organisme air yang makanan utamanya adalah berasal dari hewani dalam hal ini adalah ikanikan yang mempunyai ukuran tubuhnya lebih kecil dari yang mengkonsumsinya. Bahan baku adalah bahan yang akan digunakan untuk membuat pakan buatan. Jenis bahan baku yang akan digunakan untuk pembuatan pakan ikan laut biasanya berasal dari sumber hewani. Jenis-jenis bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat pakan buatan untuk induk. Bahan baku yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan jenis ikan yang akan mengkonsumsi pakan buatan tersebut. majalah dan sebagainya. larva dan benih ikan dapat dikelompokkan menjadi bahan baku hewani. Berdasarkan kebiasaan makan pada setiap jenis ikan maka jenis-jenis bahan baku yang akan digunakan untuk ikan karnivora atau herbivora/omnivora akan sangat berbeda dalam pemilihannya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Tacon (1988) dalam Millamena et al (2000) telah direkomendasikan penggunaan beberapa bahan baku yang dapat digunakan berdasarkan kebiasaan makan ikan (Tabel 6.5) 253 .

5.Tabel 6. 254 . Kontinuitas ikan rucah di alam sangat bergantung kepada ketersediaan alam. 1988) Jenis bahan baku Tepung Alfalfal Tepung darah Cassava/tepung tapioka Tepung kelapa Tepung biji jagung Tepung maizena Tepung biji kapas Penyulingan jagung Dicalsium phosphate Tepung bulu ayam Tepung ikan Konsentrat protein ikan Tepung giling Tepung hati Tepung daging dan tulang Tepung limbah peternakan Tepung minyak lobak Tepung kulit padi Tepung udang Tepung cumi Tepung gandum Tepung kedelai Tepung kedele penuh lemak Tepung terigu Biji gandum Tepung kanji Air dadih Yeast kering Ikan karnivora 5 10 15 15 20 15 15 10 3 10 Bebas 15 15 50 20 15 20 15 25 Bebas 20 25 35 20 15 15 10 15 Ikan herbivora/ omnivora 10 10 35 25 35 20 20 15 3 10 Bebas 10 25 50 25 20 25 35 25 Bebas 35 35 40 35 30 15 10 15 Udang karnivora 5 10 15 15 15 15 10 10 3 10 20 15 15 25 15 15 15 15 Bebas Bebas 15 20 20 20 15 20 10 15 Udang herbivora/ omnivora 10 10 25 25 20 15 15 3 10 35 15 25 20 20 20 20 35 Bebas Bebas 35 30 30 35 30 20 10 15 Ikan karnivora di alam akan memakan ikan yang lebih kecil ukurannya.6 . Rekomendasi penggunaan bahan baku untuk pakan ikan dan udang dalam % (Tacon. Pakan buatan untuk ikan laut bahan baku yang biasa digunakan antara lain dapat dilihat pada Tabel 6. Kandungan nutrisi bahan baku yang biasa digunakan untuk membuat pakan buatan dapat dilihat pada Tabel 6.6. didalam suatu usaha budidaya biasanya diberikan ikanikan rucah. Oleh karena itu pembuatan pakan buatan diharapkan mampu menggantikan kebutuhan ikan laut akan pakan.

36 74.60 10.25 8.42 0.70 4.70 7.02 Kadar abu 19.53 8. berdasarkan hasil analisa proksimat kandungan bahan baku pakan yang telah dilakukan pada laboratorium Southeast Asian Fisheries Development Center.16 1.20 15.40 26.Tabel 6.7.10 0.80 5.98 1.80 43.62 1.43 Kadar karbohidrat 7.73 72.80 8.55 2.26 0.20 18.12 3.76 55.54 15.72 40.55 12.21 10.80 11. Aquaculture Departement.36 2.24 2.10 7.41 14.49 1.10 4.24 66.6.56 93.12 34. Philipina dapat dilihat pada Tabel 6.50 13.10 13.63 Kadar lemak 11.28 4.11 5.00 37.26 47.00 63.13 11.95 20.08 4.52 Kadar air 6.86 7.60 11.25 8.48 12.55 2.11 1.70 Selain itu untuk menambah pengetahuan tentang jenis-jenis bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat pakan ikan.96 3. 255 .34 9.28 28.60 66.95 66. Jenis dan Kandungan nutrisi bahan baku ikan karnivora Jenis bahan Tepung mujair Tepung petek Tepung teri Tepung tongkol Tepung kembung Tepung cumi Tepung kepala udang Tepung kerang Tepung darah Tepung kedelai Tepung kanji Tepung beras Tepung sagu Tepung ketan Tepung dedak Tepung jagung Kadar protein 55.32 12.10 6.40 6.16 12.19 4.96 1.26 0.60 31.45 1.53 2.80 1.71 Kadar serat kasar 0 17.90 6.51 73.21 83.26 13.

Kadar air Kadar protein Kadar lemak Kadar serat kasar Bahan Ekstra Tanpa Nitrogen 8.4 27. 2000).8 29.1 8.3 67.2 3.5 4.7 20.6 6.4 10.9 8.7 3.6 4.4 7.3 4.1 7.6 10.0 13.1 5.4 20.7 5.6 78.2 4.6 25.0 7.2 24.3 9.0 23.5 5.0 17.1 2.8 0.9 7.1 3.0 8.7 10.0 25.8 4.3 6.1 98.8 5.0 8.7 8.8 14.2 68.8 9.7 42.4 7.0 19.7 4.9 5.3 0.5 7.3 8.0 4.3 7.9 9.7 17.5 6.4 5.5 9.9 65.3 7.2 1.8 0.2 6.8 4.1 0.1 25.9 5.9 Jenis bahan baku Abu Sumber Hewani Tepung ikan lokal Tepung ikan chili Tepung ikan danish Tepung ikan Peru 1 Tepung ikan Peru 2 Tepung ikan tuna Tepung ikan putih Tepung kepala udang Tepung udang Tepung cumi Tepung kepiting Tepung kodok Tepung darah Tepung daging & tulang Nabati Tepung daun akasia Tepung daun alfalfal Tepung daun camote Tepung daun cassava Tepung daun ipil Tepung daun kangkung Tepung malunggay Tepung daun pepaya Tepung copra Cowpea Mugbean hijau Mugbean kuning Butiran beras Tepung jagung Tepung tapioka Tepung roti Tepung terigu Tepung pollard Tepung biji gandum Tepung maizena Tepung beras Dedak Tepung jagung 10.0 9.6 5.8 0.0 21.2 84.8 5.6 256 .5 7.7.1 62.9 4.8 1.4 41.6 33.9 10.6 10.6 6.9 81.7 22.8 0.1 1.1 26.Tabel 6.7 0.2 7.4 69.1 5.2 29.7 17.4 8.0 51.8 6.5 8.8 62.0 12.7 14.3 7.3 8.0 9.3 3.4 2.3 1.7 5.1 64.1 0.3 3.9 43.6 6.3 35.6 3.4 11.7 3.0 43.8 10.1 28.2 1.3 7.7 4.1 70.9 1.7 1.1 16.1 3.5 8.8 5.2 6. Hasil analisa proksimat bahan baku (Mllamena et al.5 12.6 13.2 12.5 87.6 43.7 1.1 2.1 3.2 27.7 42.9 5.5 74.0 7.4 9.0 2.0 16.3 0.1 1.9 12.2 8.5 0.2 0.7 46.5 68.5 30.3 16.1 11.0 18.2 7.9 1.1 9.0 23.8 25.4 4.4 11.4 12.3 9.7 4.6 34.8 0.1 4.5 8.0 9.6 83.9 53.4 7.7 22.8 3.3 67.2 44.6 1.2 17.6 1.6 5.3 0.8 4.3 0.7 3.5 7.7 67.9 15.5 32.9 68.0 59.0 7.3 11.1 73.9 9.1 64.8 4.6 64.5 4.2 1.6 13.1 0.5 5.3 15.2 49.3 3.4 2.4 7.6 44.0 5.9 20.2 13.5 41.5 8.3 5.

9 13.9 94.6 4.2 28.0 17.0 18.7 28.1 8.2 55.0 6.6 10.4 0.5 2.2 7.3 1.1 0.3 89.3 12.8 1.Jenis bahan baku Kadar air Kadar protein Kadar lemak Kadar serat kasar Bahan Ekstra Tanpa Nitrogen Abu Sumber lainnya Casein Tepung kepiting Gelatin Tepung kerang hijau Tepung Oyster Tepung scallops Tepung snail Ragi Breewer Ragi Candida Pakan alami Acartia sp Artemia Azolla Brachionus sp Chaetoceros calcitran Chlorella air laut Isochrysis galbana Moina macrocopa Sargassum Skeletonema Spirulina Tetraselmis sp Digman Enteromorpha Gracilaria sp Kappaphycus sp 7.4 9.7 37.5 35.9 39.8 57.6 0. Sedangkan untuk menghitung energi yang digunakan adalah kadar karbohidrat.3 5.5 15.2 0.2 46.5 5.0 8.8 3.4 7.3 5.4 2.4 64.9 3.0 8. Oleh 257 .1 33.1 10.4 10.2 7.1 2.9 1.0 8.0 38.1 16.6 0.8 11.2 5.7 3.1 7.2 51.4 Hasil analisa proksimat dari setiap bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan perhitungan formulasi pakan.2 4.0 4.9 36.6 2.9 9.2 18.4 7.8 2.5 20.4 1. Seperti diketahui bahwa dari hasil analisa proksimat karbohidrat dibagi menjadi serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen.8 15.7 23.4 20.6 9.1 20.8 38.1 19.6 65.6 2.9 15.8 10.9 4.4 8.0 5.6 54.1 49.1 23.4 9.6 57.8 0.0 35.8 6.8 30.7 56.6 0.3 12.1 3.4 7.4 20.7 34. tetapi untuk mengetahui daya cerna setiap bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat pakan ikan adalah kadar serat kasar.5 27.4 55.8 8.4 10.9 5.3 10.7 0.0 36.1 12.3 6.1 4.2 8.7 27.4 0.0 7.3 27.4 8.2 52.5 10.1 4.4 11.8 9.6 13.8 19. Pada tabel sebelumnya telah diuraikan tentang kadar karbohidrat dari setiap bahan baku pakan untuk memudahkan dalam menghitung jumlah energi dalam setiap formulasi.9 5.1 9.1 38.4 11.9 24.8 5.4 8.2 11.1 1.0 1.4 8.7 49.2 51.8 15.7 8.8 10.4 10.4 35.0 24.4 20.8 11.9 0.1 71.7 0.5 9.1 7.1 7.0 34.9 8.9 44.3 26.3 4.

Kandungan serat kasar kurang dari 8% akan menambah struktur pellet. kandungan zat gizi dari bahan-bahan baku tersebut dan cara menyusun formulasi/ramuan pakan buatan barulah kita dapat membuat pakan buatan. Metode segi empat Pearsons Metoda segiempat kuadrat adalah suatu metode yang pertama kali 258 . Sumber protein dapat diperoleh dari hewani atau nabati tetapi 3. Vitamin dan mineral. kebutuhannya berkisar antara 20 – 60%. Sumber lemak/lipid biasanya adalah : • Hewani : lemak sapi. PENYUSUNAN FORMULASI PAKAN Jenis bahan baku yang harus disiapkan sangat bergantung kepada jenis ikan yang akan mengkonsumsi pakan tersebut dan stadia pemberian pakannya. sagu dan lain-lain. Lemak. dedak. Metode Pearsons Square (Metode segi empat Pearsons) 2. tapioka. Pengetahuan yang harus dipahami dalam menyusun formulasi pakan ikan adalah kebutuhan ikan akan beberapa kandungan zat gizi antara lain adalah : 1. tepung terigu. Setelah mengetahui tentang jenis-jenis bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan.1. 2. kelinci. ayam. kebutuhannya berkisar antara 20 – 30%. jika lebih dari 8% akan mengurangi kualitas pellet ikan. Selain itu untuk mengetahui jenis-jenis bahan baku yang akan dipilih harus dilakukan perhitungan. kacang tanah. Protein. Sumber karbohidrat biasanya dari nabati seperti jagung. Metode coba-coba (Trial and Error) 5. beras. Ada beberapa metode yang digunakan dalam menyusun formulasi pakan antara lain adalah : 1. kelapa.karena itu pemahaman tentang bahan baku tersebut sangat penting. 5.2. untuk ikan laut lebih menyukai sumber protein diambil dari hewani. Metode Linier (Program linier) 4. Untuk ikan-ikan laut biasanya kebutuhan protein cukup tinggi karena merupakan kelompok ikan karnivora yaitu berkisar antara 30 – 60%. kebutuhannya berkisar antara 4-18%. biji kapas. kelapa sawit. Metode Aljabar 3.2. kebutuhannya berkisar antara 2–5% Jumlah keseluruhan bahan baku dalam menyusun formulasi pakan ikan ini harus 100%. 4. kacang kedelai Karbohidrat. minyak ikan • Nabati : jagung. Metode Work Sheet 6. 6. terdiri dari serat kasar dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN). Pada bagian sebelumnya telah dibahas tentang jenis bahan baku dan kandungan gizinya selanjutnya adalah menyusun formulasi. Perhitungan jumlah bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan tersebut dinamakan menyusun formulasi pakan.

• Protein Suplement.Bahan baku kelompok protein Suplemen: Tepung ikan 62. Dalam menyusun formulasi pakan ikan dengan metode ini didasari pada pembagian kadar protein bahan-bahan pakan ikan.45%.50% + 12.50%. Pada bagian tengah kotak segi empat diletakkan nilai kandungan 259 .58% + 9. yaitu bahan baku pakan ikan.36% = 109. .58%. Dari contoh kasus diatas maka jumlah kadar protein basal dari ketiga bahan baku tersebut adalah 15. dedak halus. bahan-bahan pakan ikan ini terbagi atas dua bagian yaitu : • Protein Basal. kemudian nilai rata-rata bahan baku protein basal adalah 37. yaitu bahan baku pakan ikan. tepung terigu dan tepung kedelai. Tepung terigu 12.36% Melakukan perhitungan rata-rata kandungan bahan baku dari protein basal dan protein suplemen dengan cara melakukan penjumlahan semua bahan baku yang berasal dari protein basal dan membagi dengan berapa macam jumlah bahan baku protein basal. Misalnya kita akan membuat pakan ikan dengan kadar protein 35% dengan menggunakan bahan baku terdiri dari tepung ikan. hewani dan limbah yang mempunyai kandungan protein lebih dari 20%. Disarankan untuk memilih bahan baku pembuatan pakan ikan ini tidak hanya dari satu sumber bahan saja tetapi menggunakan beberapa bahan baku dari sumber nabati.35%.dibuat oleh ahli pakan ternak dalam menyusun pakan ternak yang bernama Pearsons.27% . tahapan yang harus dilakukan antara lain adalah : • Mengelompokkan bahan baku yang telah dipilih berdasarkan • • kadar protein dari setiap bahan baku tersebut yaitu . Setelah bahan baku dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu protein basal dan protein suplemen maka langkah selanjutnya adalah membuat kotak segi empat. Berdasarkan tingkat kandungan protein. Dalam metode segi empat ini langkah pertama adalah melakukan pemilihan bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan. kemudian rata-rata bahan baku protein suplemen adalah 109. Begitu juga dengan bahan baku suplemen dilakukan penjumlahan kadar protein suplemen kemudian dibagi dengan berapa macam jumlah bahan baku protein suplemen.35% : 2 = 54.35% : 3 = 12. baik yang berasal dari nabati.35%. baik yang berasal dari nabati.. Tepung Jagung 9. Metode ini ternyata dapat diadaptasi oleh para ahli pakan ikan dan digunakan untuk menyusun formulasi pakan ikan. Maka dengan menggunakan metode segiempat ini.68%. Tepung kedelai 43. tepung jagung.27% = 37. hewani atau limbah hasil pertanian.99%.99% + 43.Bahan baku kelompok protein Basal : Dedak halus 15. Sedangkan jumlah kadar protein suplemen dari dua bahan baku tersebut adalah 62. hewani dan limbah yang mempunyai kandungan protein kurang dari 20%.

% protein suplemen dengan kadar protein pakan yaitu 54.68% 35% = 19....... Untuk mengisi nilai disebelah kanan segiempat bagian atas adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein suplemen maka nilai tersebut adalah melakukan pengurangan nilai Protein basal 12.68% • Setelah diperoleh nilai pada keempat sudut segiempat tersebut. maka dapat dilihat pada gambar segiempat dibawah ini adalah sebagai berikut ....12. 19....68% • Lakukan perhitungan untuk mengisi kekosongan nilai pada sisi sebelah kanan segiempat dengan cara diagonal untuk setiap kandungan protein basal dan kandungan protein suplemen tersebut.55% nilai pada bagian sisi sebelah kanan.68% Protein suplemen 54. Sedangkan untuk mengisi nilai pada segiempat sisi kanan pada bagian bawah adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein basal bahan baku dilakukan pengurangan antara kadar protein pakan dengan kadar protein bahan baku basal yaitu 35% . maka dapat dilihat pada gambar segiempat di bawah ini : 260 .45% = 22.% Protein suplemen 54..45% . lihat pada gambar dibawah ini . .. Pada bagian tengah segiempat tersebut diletakkan kadar protein pakan ikan yang akan dibuat yaitu 35%.68%... Pada bagian atas kiri segiempat diletakkan nilai rat-rata kandungan protein basal dan pada bagian bawah kiri Protein basal12.. .45% segiempat diletakkan nilai ratarata kandungan protein suplemen.protein pakan yang akan dibuat. langkah selanjutnya adalah melakukan penjumlahan 22.55%...

36% X 15.53% Tepung Jagung = 46.40% : 2 = 26.53% 15.58% X 9.7% Tepung kedelai = 53.50% X 12.55% __________ + 42.7% 15.40% membuat pakan sebagai berikut : - ikan adalah Komposisi bahan baku yang berasal protein suplemen adalah : Tepung ikan = 53.42% = 1.23% • Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan komposisi setiap bahan baku yang telah disusun dengan cara sebagai berikut : 19.53% Tepung terigu = 46.53% 15.38% = 2.48% = 1.27% = 16.68% Protein suplemen 54.68% 22.60% : 3 = 15.7% 26.+ 35.60% 22.99% X 46.X 100% 42.45% 19.23% = 53.X 100% 42.23% = 46.53% Protein Suplemen - - Dari hasil perhitungan langkah sebelumnya maka dihitung komposisi bahan yang akan digunakan pada dapat baku untuk Untuk membuktikan bahwa komposisi bahan baku yang dipergunakan untuk membuat pakan ikan mengandung kadar protein 35% yang berarti dalam satu kilogram pakan mengandung 350 gram protein dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut : Tepung ikan Tepung kedelai Dedak halus Tepung jagung Tepung terigu 26.68% Protein Basal = ---------.Protein basal 12.53% X 62.82% = 12.40% : 2 = 26.60% : 3 = 15.55% = ---------.7% Komposisi bahan baku yang berasal dari protein basal adalah : Dedak halus = 46.01% 261 .60% : 3 = 15.91% -------------.

maka dapat dilihat pada gambar segiempat di bawah ini adalah sebagai berikut 18.45% = 24.46%. Untuk mengisi nilai di sebelah kanan segiempat bagian atas adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein suplemen maka nilai tersebut adalah melakukan pengurangan nilai protein suplemen dengan kadar protein pakan yaitu 54. Protein basal 12. Maka jumlah kadar protein dari bahan utama tersebut ditambahkan agar komposisi bahan baku dari pakan ikan tersebut memenuhi kebutuhan kadar protein pakan yang akan dibuat menjadi (35%) X 100% /96% = 36.+ 99.53% 15.01% 262 .12.53 kg --------------. Maka komposisi bahan baku menjadi sebagai berikut .70% 26. Misalnya dalam komposisi bahan pakan tersebut akan ditambahkan vitamin sebanyak 2% dan mineral 2% maka jumlah bahan utama akan berkurang menjadi 100% .45% Pada bagian tengah segiempat tersebut diletakkan kadar protein pakan ikan yang telah ditambahkan menjadi 36.70 kg = 26.53% 15.4% (2% + 2%) = 96%.68% . 70% 15.46%.68% 24.99 kg Jika dalam komposisi bahan baku pembuatan pakan ikan akan ditambahkan bahan tambahan maka jumlah bahan baku utama harus dikurangi dengan jumlah bahan tambahan yang akan digunakan.22% Protein suplemen 54.53 kg = 15.36.53% X 100 kg X 100 kg X 100 kg X 100 kg X 100 kg = 26.22%. Hal ini dilakukan karena vitamin dan mineral tidak mempunyai kandungan protein.01%. Sedangkan untuk mengisi nilai pada segiempat sisi kanan pada bagian bawah adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein basal bahan baku dilakukan pengurangan antara kadar protein pakan dengan kadar protein bahan baku basal yaitu 36.46% .46% = 18.53 kg = 15.70 kg = 15.Jika akan membuat pakan ikan sebanyak 100 kg maka komposisi bahan baku yang harus disiapkan adalah sebagai berikut : Tepung ikan Tepung kedelai Dedak halus Tepung jagung Tepung terigu 26.

42% : 3 = 13.81% Tepung jagung = 41.81% Protein Suplemen = Dari hasil perhitungan pada langkah sebelumnya maka dapat dihitung komposisi bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan adalah sebagai berikut : .01% --------------.Setelah diperoleh nilai pada keempat sudut segiempat tersebut. maka dapat dilihat pada gambar segiempat di bawah ini: 18.01% __________ + 42.23% Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan komposisi setiap bahan baku yang telah disusun dengan cara sebagai berikut : Protein Basal = 18.23% Komposisi bahan baku yang berasal dari protein basal adalah: Dedak halus = 41.81% Tepung terigu = 41.29% 54.68% 24.23% 24.Komposisi bahan baku yang berasal protein suplemen adalah: Tepung ikan = = Tepung kedelai = = 54.22% Protein suplemen 54.42% 42.22% --------------.58% : 2 7.29% 263 . langkah selanjutnya adalah melakukan penjumlahan nilai pada bagian sisi Protein basal 12.58% 42.42% : 3 = 13.X 96% = 41.58% : 2 27.42% : 3 = 13.X 96% = 54.45% sebelah kanan.

81% Tepung jagung 13.6945% -------------. tepung kedelai (kadar 264 .65%). Pada persamaan aljabar dalam matematika ada dua metode yang digunakan dalam mencari nilai pada komponen X dan Y yaitu metode substitusi dan metode eliminasi.Untuk membuktikan bahwa komposisi bahan baku yang dipergunakan untuk membuat pakan ikan mengandung kadar protein 35% Tepung ikan Tepung kedelai Dedak halus Tepung jagung Tepung terigu 27.36% X 15.99% X 46.81% yang berarti dalam satu kilogram pakan mengandung 350 gram protein dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut : = 17.81% Vitamin 2 % Mineral 2 % -------------+ 100% 6. Contoh kasus menghitung formulasi pakan dengan menggunakan metode aljabar. jika akan dibuat pakan ikan dengan kadar protein 35% dari berbagai bahan baku antara lain adalah tepung ikan (kadar protein 62.58% X 9. Perhitungannya menggunakan rumus aljabar sehingga didapat formulasi pakan ikan sesuai dengan kebutuhan.19% = 12.1320% = 1.27% Maka komposisi bahan baku pakan ikan menjadi : Tepung ikan 27.81% 13.6516% = 2.1516% = 1.81% 13.81% Tepung terigu 13.29% 13.29% Tepung kedelai 27. Metode aljabar Metode aljabar merupakan suatu metode penyusunan formulasi yang didasari pada perhitungan matematika yang bahan bakunya dikelompokkan menjadi X dan Y.2.82% mendekati 35% X 62.+ 34.2. X merupakan jumlah berat bahan baku dari kelompok sumber protein utama (protein suplement) dan Y merupakan jumlah berat kelompok sumber protein basal. Metode substitusi adalah suatu metode mencari nilai x dan y dengan cara mengganti dengan beberapa persamaan sedangkan metode eliminasi adalah suatu metode mencari nilai x dan y dengan cara menghilangkan salah satu komponen dalam persamaan tersebut.29% 27.29% Dedak halus 13.50% X 12.

Seperti dalam rekombinasi penggunaan bahan baku bahwa penggunaan bahan mempunyai batas optimum yang dapat digunakan untuk menyusun formulasi pakan.6%).30% = 39.84% = 0. dedak halus (kadar protein 15.55% = 108. Dalam metode aljabar dapat dibuat suatu formulasi pakan ikan yang sangat sesuai dengan kebutuhan ikan yang akan mengkonsumsi pakan ikan tersebut.58% ------------.55% adalah1 bagian . padahal seperti kita ketahui ada kebutuhan bahan baku yang berbeda untuk setiap jenis ikan.50%).Ampas tahu kadar protein 25.29% X2 X1 X1 X2 = 125.6% adalah 1 bagian .58%) dan tepung jagung (kadar protein 9.65% adalah 2 bagian .Tepung kedelai kadar protein 39.Tepung ikan kadar protein 62.29% adalah 2 bagian Maka dari komposisi kelompok bahan baku protein suplemen tersebut menjadi 6 bagian (2+1+1+2 bagian) maka rata-rata kadar protein dari kelompok ini menjadi : 62. yaitu bahan baku protein suplemen dan bahan baku protein basal. Oleh karena itu dalam menggunakan Tepung ikan kadar protein Tepung kedelai kadar protein Ampas tahu kadar protein Tepung bekicot kadar protein metode aljabar rekomendasi penggunaan bahan baku dapat diterapkan sesuai dengan jenis ikan yang akan disusun formulasinya.55%). Misalnya dalam formulasi pakan ini ingin dibuat kandungan bahan baku yang berasal dari tepung ikan dan tepung bekicot sebagai sumber bahan baku hewani adalah 2 kali lebih banyak dari komposisi bahan baku lainnya. Pada metode segiempat semua bahan baku dari kelompok protein basal dan kelompok protein suplemen dibuat sama.03% Rata-rata kadar protein dari kelompok sumber protein suplement adalah 299.29%).60% = 25.4984 Sedangkan untuk bahan baku sebagai kelompok protein basal adalah dedak halus dapat digunakan 2 kali lebih banyak dibandingkan dengan tepung jagung karen aselain harganya murah juga penggunaannya masih dapat lebih besar dari tepung jagung maka komposisi 265 .03% dibagi 6 = 49. tepung bekicot (kadar protein 54.protein 39.55% 54.60% 25. Maka komposisi kelompok sumber bahan protein suplemen adalah sebagai berikut: .65% 39.Tepung bekicot kadar protein 54.+ 299. ampas tahu (kadar protein 25. Maka tahapan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : • Melakukan pengelompokkan bahan baku berdasarkan kadar proteinnya yang dibagi menjadi 2 kelompok.

1355 • Langkah selanjutnya menetapkan komponen X dan Y X adalah kelompok protein suplemen Y adalah kelompok protein basal sumber sumber • 0.1355 adalah rata-rata kadar protein kelompok protein basal. nilai .4984 X + 0.89 Setelah diperoleh nilai Y maka untuk mencari nilai X dengan cara memasukkan persamaan 1 sehingga diperoleh nilai X yaitu: X + Y = 100 X = 100 – Y X = 100 – 40.4984Y = 49.84 0.3629 Y = 14.66% Rata-rata kadar protein dari kelompok sumber basal adalah 40.4984 Y = 49.4948 adalah rata-rata kadar protein dari kelompok protein suplemen.58%X2 = 31.84 0. Jagung 9.1355Y = 35.50% adalah 1 bagian Maka dari komposisi kelompok bahan baku protein basal tersebut menjadi 3 bagian (2+1 bagian) maka rata-rata kadar protein dari kelompok ini menjadi : Dedak 15.11 266 Berdasarkan persamaan aljabar akan diperoleh dua persamaan yaitu : Persamaan 1 adalah X + Y = 100. Persamaan 2 adalah 0.4984 maka diperoleh persamaan 3 yaitu : 0.84 Y = 14.84 Persamaan 3 dikurangi dengan persamaan 2 maka hasilnya : 0.58% adalah 2 bagian Tepung jagung kadar protein 9. seperti diketahui bahwa jumlah bahan baku yang akan digunakan untuk menyusun formulasi pakan adalah 100 %.3629 = 40. sedangkan nilai 35 adalah kadar protein pakan yang akan dibuat. Secara eliminasi : X + Y = 100 (persamaan 1) 0.4948X + 0.50% X 1 = 9.1355 Y = 100 (persamaan 2) Persamaan 1 dikalikan dengan nilai 0.4984 X + 0. nilai 0.89 X = 59.55% = 0.16% T.00 0. Setelah mendapatkan dua buah persamaan maka langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan secara matematika dengan menggunakan metode aljabar untuk mencari nilai x dan y.66% dibagi 3 = 13.50% --------.kelompok sumber bahan protein basal adalah sebagai berikut : Dedak halus kadar protein 15.4984 X + 0.1355 Y = 35.+ 40. Nilai x dan y ini dapat diperoleh dengan cara substitusi atau eliminasi.4948X + 0.

7 Dari kedua metode dalam persamaan aljabar ini diperoleh nilai yang tidak terlalu berbeda sehingga dapat diperoleh nilai X dan nilai Y.3 X = 59.85% 19.Secara substitusi : X + Y = 100 (persamaan 1) 0.64% + 40.4948 X + 0.11% 59.0.48 14.48–0.90% 267 .11% = = = = 19.0.1355 Y = 35 49.48 .3 Setelah diperoleh nilai Y maka untuk mencari niali X dengan cara memasukkan persamaan 1 sehingga diperoleh nilai X yaitu: X + Y = 100 X = 100 – Y X = 100 – 40. Langkah selanjutnya adalah menghitung setiap komposisi bahan baku dari nilai X dan Y yang telah diperoleh pada tahap sebelumnya.4948Y+0. • Komposisi bahan baku dari protein suplemen adalah sebagai berikut : Tepung ikan Tepung kedelai Ampas tahu Tepung bekicot 2/6 1/6 1/6 2/6 X X X X 59.4948Y+0.70% 9.3593 = 40.3593 Y = Y = .14.89% = X 40.85% 9.4948 (100–Y)+0.11% 59. maka jika nilai X dari persamaan 1 dimasukkan dalam persamaan 2 maka nilai Y akan diperoleh yaitu : 0. dimana nilai X merupakan komposisi bahan dari protein suplemen dan nilai Y merupakan komposisi bahan dari protein basal.10% Komposisi bahan baku dari protein basal adalah sebagai berikut : Dedak halus Tepung jagung 2/3 1/3 X 40.11% 59.1355Y=35 – 49.1355 Y = 35 .89% = 27.26% 13.70% + 59.48 0.1355 Y = 35 (persamaan 2) Dari persamaan 1 dapat diperoleh persamaan X=100–Y.

34% 3.3.58% 9. Metode ini dapat diterapkan jika pengetahuan komputer dan matematikanya cukup 268 .Untuk membuktikan bahwa kadar protein pakan dari hasil perhitungan ini mempunyai kadar protein 35% dapat dilakukan pengecekan dengan cara menghitung sebagai berikut : Tepung ikan Tepung kedelai Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung 19.59%). 58%) dan tepung jagung (kadar protein 9.25% 1.26% Berdasarkan perhitungan tersebut terbukti bahwa formulasi pakan dengan menggunakan metode aljabar dapat dengan mudah dibuat dengan kelebihan dapat menggunakan bahan baku sesuai dengan kebutuhan ikan atau kebiasaan makan ikan dan kebutuhan optimal pemakaian bahan baku.95% 19.70% 9.63% X X X X X X 62.26% 13.29% 15.5%). Metode linier Metode Linier merupakan metode penyusunan formulasi pakan dengan menggunakan rumus matematika dan bisa dibuat programnya melalui komputer.85% 9. ampas tahu (25.55% 54.69% 4. 6.60% 25. baik.65% 39.70% 27. tepung kedele (kadar protein 39.90% 2. misalnya akan dibuat pakan ikan dengan kadar protein 35% dengan menggunakan jenis bahan baku antara lain adalah tepung ikan (kadar protein 62.65%).2.50% = = = = = = 12. Pada metode linier dengan melakukan perhitungan secara manual dengan menggunakan rumus matematika dapat dilakukan dengan cara : • Memilih jenis bahan baku yang akan digunakan dan dibuat suatu tabel dengan beberapa persamaan yang akan digunakan. dedak halus (kadar protein 15.55%). tepung bekicot (kadar protein 54.29% + 35.6%).54% 10.

Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Σ • Nilai Y dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan linier.29 15.60 25.No. Σ X a + b. 4.65) dibagi 100 = 39.25. Begitu seterusnya untuk setiap bahan baku yang digunakan sehingga diperoleh nilai seperti pada tabel di bawah ini : 269 .65 39. Σ X2 ΣY–bΣX a = n nΣXY–ΣXΣY b= n Σ X 2 – ( Σ X )2 Nilai X kuadrat dalam persen dapat dihitung dengan cara mengalikan nilai X pada kolom tersebut kemudian dibagi 100 maka nilai X dalam kuadrat untuk tepung ikan adalah (62. 6.17 Jumlah bahan baku (%) Y ? ? ? ? ? ? 100% Nilai X kuadrat (Dalam persen) X2 ? ? ? ? ? ? ? Kadar protein yang diinginkan (%) XY ? ? ? ? ? ? 35% 1. yaitu : Y=a+bX Σ Y = n. 5. 2.65 X 62. a + b. Σ X Σ X Y = n.55 54. Jenis bahan baku n Kadar Protein (%) X 62. 3.50 207.58 9.

Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Σ • Dari persamaan linier tersebut kita dapat menghitung nilai a dan b sebagai koefisien yang akan dipergunakan untuk menghitung nilai Y dengan cara sebagai berikut : nΣXY–ΣXΣY b = n Σ X 2 – ( Σ X )2 6.17% b = 565.98 Setelah diperoleh nilai koefisien a dan b maka dapat dimasukkan dalam persamaan linier untuk mencari nilai Y yaitu Y = 15.25 b = 0.0. Jenis bahan baku n Kadar Protein (%) X 62.207.02 X.60 25.19% 2.207.50 207.17 Jumlah bahan baku (%) Y ? ? ? ? ? ? 100% Nilai X kuadrat (Dalam persen) X2 39.4.98 + 0.25 15. Dari persamaan tersebut kemudian digunakan untuk menghitung nilai Y pada tabel 270 . 6.29 15.86 a = 6 a = 15.17) 2 ΣY–bΣX a = n 100% .53 29.58 9.24 Kadar protein yang diinginkan (%) XY ? ? ? ? ? ? 35% 1.17 . 35% . 100% b = 210% .14% a = 6 95. 3.68 6.44% .83 b = 136. 207.65 39.17% a = 6 100% .429.43 0.47 2.55 54. 4. 94.02.02 6.24 – (207. 5. 2.90 94.No.

58 9.90 94. 2. • Setelah diperoleh nilai Y pada setiap bahan baku maka dapat dihitung nilai XY dengan cara mengalikan nilai X dengan nilai Y sehingga dapat diperoleh nilai XY untuk bahan baku tepung ikan adalah 62.23 16.65) = 15. Lakukan perhitungan untuk setiap bahan baku yang digunakan sehingga diperoleh nilai seperti pada Tabel dibawah ini : No. 6.77 16.25 15. 4.07 16.27% 2.23 Kadar Protein (%) X 62.55 54.29 16.65 39.47 2.17 dibagi 100 maka hasilnya adalah 10.17 100% 1.68 6.79% 6.55 54. 4.25 15. 3.58 + 1.54% 35% 271 .diatas untuk setiap bahan baku yang digunakan. Kadar Protein (%) X 62.17 lakukan perhitungan nilai Y untuk setiap bahan baku yang digunakan sehingga semua nilai Y pada setiap bahan baku dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Jumlah bahan baku (%) Y 17.53 29.24 Kadar protein yang diinginkan (%) XY ? ? ? ? ? ? 35% No.64% 4.65 39.79%. 6.90 94. Jenis bahan baku n Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Σ Jumlah bahan baku (%) Y 17. 5.50 207.23. misalnya untuk bahan baku tepung ikan nilai Y nya adalah = 15. 5. Nilai X kuadrat (Dalam persen) X2 39.17 100% Nilai X kuadrat (Dalam persen) X2 39.29 16.53 29.60 25. Jenis bahan baku n Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Σ 1. 2.02 X 62.47 2.77 16.98 + (0.49 17.43 0.07 16.65 dikali dengan 17.58 9.29 15.60 25.43 0.49 17.253 = 17.21% 9.23 16.50 207.29 15.24 Kadar protein yang diinginkan (%) XY 10.54% 1. 3.68 6.

tepung bekicot (kadar protein 54.07% 16.5%). Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyusun pakan ikan dengan metode coba-coba (Trial and error) adalah sebagai berikut : • Pilihlah bahan baku yang akan digunakan untuk menyusun pakan ikan dan susunlah berdasarkan kandungan protein pada setiap bahan baku tersebut.17% + 100.• Langkah selanjutnya adalah menyusun formulasi bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dengan kadar protein 35% dengan metode linier adalah sebagai berikut : Tepung ikan Tepung kedelai Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung 17. Jika bahan baku yang dipilih untuk penyusunan formulasi sudah ditetapkan maka langkah selanjutnya adalah mengalikan antara jumlah bahan baku dengan kandungan protein bahan baku. Metode ini prinsipnya adalah semua bahan baku yang akan digunakan harus berjumlah 100%. Dalam metode ini maka si pembuat formula harus sudah mengetahui dan memahami kebutuhan bahan baku yang akan digunakan tersebut sesuai dengan kebutuhan ikan dan kebiasaan makan setiap jenis ikan serta kandungan optimal setiap bahan baku yang akan digunakan dalam formulasi tersebut. Misalnya dalam membuat pakan ikan untuk ikan Mas dengan kandungan protein 35% dengan bahan baku yang digunakan adalah tepung ikan (kadar protein 62.23% 16. tepung kedele (kadar protein 39. Langkah tersebut dilakukan sampai diperoleh kandungan protein pakan sesuai dengan yang diinginkan. Metode Trial and Error (coba-coba) Metode coba-coba (Trial and Error) merupakan metode yang banyak digunakan oleh pembuat pakan skala kecil dimana metode ini relatif sangat mudah dalam membuat formulasi pakan ikan.65%).29% 16. Untuk memudahkan maka dibuat tabel seperti dibawah ini : 272 .02% 6. Para peneliti yang menggunakan metode ini biasanya menggunakan rumus matematika biasa yang digunakan dalam persamaam kuadrat atau dengan menggunakan perkalian biasa atau menggunakan metode berat yaitu menghitung dengan cara mencoba dan mencoba lagi berdasarkan satuan berat.55%). dedak halus (kadar protein 15.4.2.49% 17.6%). ampas tahu (25.59%). 58%) dan tepung jagung (kadar protein 9.77% 16.

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung

Kadar protein bahan baku (%) 62,65 39,60 25,55 54,29 15,58 9,50

Jumlah bahan baku (%) ? ? ? ? ? ? 100%

Kadar protein bahan baku (%) ? ? ? ? ? ? 35%

Masukkan jumlah bahan baku yang akan digunakan dalam formulasi pakan sampai semua bahan baku yang digunakan berjumlah 100%. Dalam mengisi kolom jumlah bahan baku harus mempertimbangkan kadar protein bahan baku, jenis ikan yang akan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral Kadar protein bahan baku (%) 62,65 39,60 25,55 54,29 15,58 9,50 -

mengkonsumsi bahan baku, macam-macam bahan baku, harga dan kebutuhan optimal bahan baku untuk setiap jenis ikan berdasarkan kebiasaan makannya.

Jumlah bahan baku (%) 20 15 16 15 20 10 2 2 100%

Kadar protein bahan baku (%) ? ? ? ? ? ?

35%

Setelah jumlah bahan baku yang akan digunakan diletakkan pada kolom jumlah bahan baku maka langkah selanjutnya adalah menghitung kadar protein pada setiap bahan baku dengan cara

jumlah bahan baku yang akan digunakan dkalikan dengan kadar protein bahan baku. Misalnya untuk tepung ikan mempunyai kadar protein 62,55%, jika akan digunakan 273

sebanyak 20% dari total bahan baku maka kontribusi kadar protein dari tepung ikan adalah 20% dikali dengan 62,55% = No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral Kadar protein bahan baku (%) 62,65 39,60 25,55 54,29 15,58 9,50 -

12,51%. Lakukan perhitungan untuk semua bahan baku sehingga diperoleh nilai seperti dalam tabel dibawah ini. Jumlah bahan baku (%) 20 15 16 15 20 10 2 2 100% Kadar protein bahan baku (%) 12,51 5,94 4,09 8,14 3,12 0,95

35%

Setelah dimasukkan kedalam tabel tersebut lakukan penjumlahan dan dicek apakah jumlah kadar protein semua bahan baku tersebut sudah 35% . Jumlah kadar protein semua bahan baku itu adalah 12,51 + 5,94 + 4,09 + 8,14 + 3,12 + 0,95 = 34,75. dari hasil coba-coba tersebut baru diperoleh kadar protein semua bahan baku adalah 34,75%, padahal kadar protein pakan yang diinginkan

adalah 35% maka masih kekurangan kadar protein sebanyak 0,25%, maka dari bahan baku yang digunakan harus ditambahkan bahan baku yang kadar proteinnya tinggi dan mengurangi jumlah bahan baku yang kadar proteinnya rendah sampai benar-benar diperoleh nilai kadar protein sebesar 35%. Maka komposisi pakan ikan kadar 35% yang telah diperbaiki menjadi seperti tabel dibawah ini:

274

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral

Kadar protein bahan baku (%) 62,65 39,60 25,55 54,29 15,58 9,50 -

Jumlah bahan baku (%) 22 16 15 13 20 10 2 2 100%

Kadar protein bahan baku (%) 13,78 6,34 3,83 7,06 3,12 0,95 35,08%

Untuk melengkapi komposisi pakan dari keempat metode diatas sebaiknya dilakukan perhitungan nilai energi dari formulasi pakan tersebut. Formulasi pakan yang telah dibuat tersebut dapat memberikan pertumbuhan yang optimal pada ikan budidaya jika pakan yang dibuat tersebut mempunyai perbandingan/rasio protein energi berkisar antara 8 – 10. Nilai No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral

perbandingan antara protein dan energi (digestible energi) dapat dilakukan perhitungan. Adapun cara melakukan perhitungan adalah sebagai berikut : • Misalnya komposisi pakan yang telah diperoleh adalah dari hasil perhitungan seperti yang telah dilakukan dengan metode trial and error sebagai berikut : Jumlah bahan baku (%) 22 16 15 13 20 10 2 2 100% Kadar protein bahan baku (%) 13,78 6,34 3,83 7,06 3,12 0,95 35,08%

Kadar protein bahan baku (%) 62,65 39,60 25,55 54,29 15,58 9,50 -

275

Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan untuk kadar lemak dan karbohidrat dari No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral Kadar lemak bahan baku (%) 15,38 14,30 5,54 4,18 12,15 4,43 -

setiap bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan sebagai berikut : Jumlah bahan baku (%) 22 16 15 13 20 10 2 2 100% Kadar lemak bahan baku (%) 3,38 2,29 0,83 0,54 2,43 0,43 9,90%

Setelah itu lakukan perhitungan kadar karbohidrat bahan baku, karbohidrat dalam analisa proksimat merupakan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral Kadar karbohidrat bahan baku (%) 5,81 29,5 26,92 30,45 28,62 74,23 -

penjumlahan dari serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen.

Jumlah bahan baku (%) 22 16 15 13 20 10 2 2 100%

Kadar karbohidrat bahan baku (%) 1,28 4,72 4,04 3,96 5,72 7,42 27,14%

Dari hasil perhitungan diperoleh kandungan nutrisi dari formulasi pakan yang telah dibuat yaitu : Kadar protein : 35 %

Kadar Lemak : 9,9% Kadar Karbohidrat : 27,14%

276

Pada penjelasan tentang energi pada bab sebelumnya telah dijelaskan tentang nilai energi dari setiap bahan makanan dimana berdasarkan nilai Gross Energi (GE) diketahui 1 gram protein setara dengan 5,6 kkal/g, sedangkan untuk satu gram lemak adalah 9,4 kkal/g dan untuk satu gram karbohidrat adalah 4,1 kkal/g. Dengan berdasarkan nilai GE dapat dihitung nilai energi yang dapat dicerna oleh ikan yaitu 80% dari nilai GE maka 1 gram protein setara Protein Lemak Karbohidrat : : :

dengan 4,48 kkal/g, sedangkan untuk satu gram lemak adalah 7,52 kkal/g dan untuk satu gram karbohidrat adalah 3,28 kkal/g. Maka dalam komposisi pakan dengan kandungan protein 35% berarti dalam satu kilogram pakan terdapat 350 gram protein, 99 gram lemak dan 271,4 gram karbohidrat. Untuk memperoleh nilai jumlah energi dari formulasi pakan tersebut dilakukan penjumlahan nilai energi yang berasal dari protein, lemak dan karbohidrat yaitu :

350 gram X 4,48 kkal/gram = 1568,00 kkal 99 gram X 7,52 kkal/gram = 744,48 kkal 271,4 gram X 3,28 kkal/gram = 890,19 kkal + 3202,67 kkal

Maka protein energi ratio adalah 3202,67 dibagi 350 = 9,15.

Hal ini berarti dalam satu gram protein yang dihasilkan dari formulasi pakan tersebut diimbangi dengan energi sebesar 9,15 kkal, yang berarti energi yang diperoleh dari hasil perhitungan formulasi pakan tersebut sudah memenuhi kriteria kebutruhan ikan akan energi yaitu berkisar antara 8 – 10. 6.2.5. Metode worksheet Metode yang terakhir dan saat ini banyak digunakan oleh pembuat pakan adalah metode worksheet. Metode ini dapat menggunakan alat bantu komputer untuk menghitung jumlah bahan baku yang digunakan dengan membuat lembar kerja pada program microsoft excell. Data

kandungan nutrisi bahan baku dan jenis bahan baku yang akan digunakan dimasukkan dalam data tersebut dan berapa jumlah kebutuhan untuk setiap jenis bahan baku harus mengalikan antara persentase bahan baku yang digunakan dengan kandungan protein, lemak dan karbohidrat bahan baku, dengan program ini hanya membantu dalam perkalian antara kolom yang satu dengan kolam yang lainnya dengan program komputer. Prinsipnya adalah hampir sama dengan trial and error atau mau menggunakan metode apa saja untuk mengisi kolom jumlah bahan baku yang akan digunakan dimana pada metode ini perhitungan dapat dibantu dengan komputer. Metode ini dapat mempermudah para pembuat 277

formulasi untuk memperoleh formulasi pakan yang lengkap dengan kandungan energi dari formulasi pakan yang dibuat. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyusun formulasi pakan dengan metode worksheet adalah sebagai berikut : • Lakukan pemilihan terhadap jenis bahan baku yang akan digunakan dalam membuat pakan ikan. Misalnya akan dibuat pakan ikan Mas, ikan Mas ini merupakan salah satu jenis ikan berdasarkan kebiasaan makannya adalah ikan dari kelompok omnivora yaitu kelompok ikan pemakan segala. Oleh karena itu jenis bahan baku Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedelai Tepung keong mas Tepung terigu Tepung jagung Dedak Vitamin Mineral • Kadar protein (%) 65,8 35,8 52,8 15,3 7,8 13,3 Kadar lemak (%) 6,5 19,8 14,6 1,7 4,7 14,1 -

yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dapat bersumber dari hewani, nabati atau limbah hasil pertanian. Selain itu dengan menggunakan berbagai sumber bahan baku akan saling melengkapi kekurangan dan kelebihan zat nutrisi yang terkandung di dalam setiap bahan baku. Misalnya bahan baku yang akan digunakan adalah tepung ikan, tepung kedelai, tepung bekicot, tepung terigu, dedak, tepung jagung, vitamin dan mineral dengan komposisi zat nutrisi pada setiap bahan baku tersebut adalah seperti pada tabel dibawah ini. Kadar abu (%) 20,1 1,8 15,3 0,7 1,8 10,7 Kadar serat kasar (%) 0,8 4,9 0,7 0,8 2,6 8,5 Kadar BETN (%) 8,5 33,9 19,5 81,1 83,1 53,4 -

Dari tabel pada tahap sebelumnya tentukan terlebih dahulu jumlah setiap bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan mas dan kadar protein, lemak dan karbohidrat serta energi (kalori) pakan buatan yang akan dibuat. Misalnya kadar protein pakan adalah 35%, kadar lemak adalah

10% dan kadar karbohidrat kurang dari 40% dengan nilai energi (kalori) pakan buatan adalah 3500 sehingga ratio/perbandingan protein dan energi adalah 10. Buatlah perkiraan jumlah setiap bahan baku yang akan digunakan dengan cara menggunakan menggunakan 278

metode yang anda inginkan dan masukkan dalam kolom yang berisi jumlah bahan baku dan hitunglah kadar protein, lemak Jenis bahan baku Jumlah bahan baku (%) Kadar protein (%) 65,8 35,8 52,8 15,3 7,8 13,3 100 35

dan karbohidratnya. Adapun worksheet yang dibuat seperti tabel dibawah ini : Kadar lemak (%) 6,5 19,8 14,6 1,7 4,7 14,1 10 Kadar abu (%) 20,1 1,8 15,3 0,7 1,8 10,7 Kadar serat kasar (%) 0,8 4,9 0,7 0,8 2,6 8,5 Kadar BETN (%) 8,5 33,9 19,5 81,1 83,1 53,4 <40

Tepung ikan Tepung kedelai Tepung keong Tepung terigu Tepung jagung Dedak Vitamin Mineral Jumlah •

Langkah selanjutnya adalah menentukan jumlah bahan baku yang akan digunakan dan Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedelai Tepung keong Tepung terigu Tepung jagung Dedak Vitamin Mineral Jumlah Jumlah bahan baku (%) 20 15 10 10 15 25 2 3 100 Kadar protein (%) 65,8 35,8 52,8 15,3 7,8 13,3 35

dimasukkan dalam worksheet kedua seperti dibawah ini. Kadar lemak (%) 6,5 19,8 14,6 1,7 4,7 14,1 10 Kadar abu (%) 20,1 1,8 15,3 0,7 1,8 10,7 Kadar serat kasar (%) 0,8 4,9 0,7 0,8 2,6 8,5 Kadar BETN (%) 8,5 33,9 19,5 81,1 83,1 53,4 <40

Hitunglah kandungan protein, lemak, serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen dari perkiraan formulasi di atas

sampai dioeroleh nilai seperti yang diinginkan dengan menggunakan metode coba-coba atau sesuai keinginan pembuat formulasi. Dan letakkan hasil 279

perhitungannya pada bagian sudut kanan setiap kandungan Jumlah bahan baku (%) 20 15 10 10 15 25 2 3 100 Kadar protein (%) 65,8 13,16 35,8 5,37 52,8 5,28 15,3 1,53 7,8 1,17 13,3 3,33 30 29,84

nutrisi bahan baku worksheet dibawah ini : Kadar lemak (%) 6,5 1,3 19,8 2,97 14,6 0,14 1,7 0,17 4,7 0,71 14,1 3,53 10 8,11 Kadar abu (%) 20,1 1,8 15,3 0,7 1,8 10,7 Kadar serat kasar (%) 0,8 4,9 0,7 0,8 2,6 8,5 -

seperti

Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedelai Tepung keong Tepung terigu Tepung jagung Dedak Vitamin Mineral Jumlah

Kadar BETN (%) 8,5 0,17 33,9 5,09 19,5 1,95 81,1 8,11 83,1 12,47 53,4 13,35 <40 41,14

Dari hasil perhitungan dengan menggunakan bantuan komputer dengan program excell (misalnya kolom 2 dikalikan dengan kolom 3 dibagi 100) atau dengan menggunakan perhitungan matematika biasa dalam metode coba-coba dimana jumlah bahan baku dikalikan dengan kadar protein dibagi 100, begitu juga dengan kadar lemak dan karbohidrat (Bahan ekstrak tanpa nitrogen). Dari hasil perhitungan itu ternyata hasil yang diperoleh belum sesuai dengan keinginan penyusun pada awalnya maka harus dilakukan perhitungan

ulang sampai diperoleh nilai yang pas dengan rencana. Pada perhitungan tersebut diperoleh kadar protein yang kurang dari 35%, begitu juga dengan kadar lemak sedangkan karbohidratnya berlebih, maka dalam menghitung kebutuhan jumlah bahan baku selanjutnya harus ditambahkan bahan baku yang mempunyai kadar protein tinggi dan mengurangi bahan baku yang kandungan karbohidratnya tinggi. Oleh karena itu harus dibuat kembali worksheets selanjutnya seperti dibawah ini :

280

Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedelai Tepung keong Tepung terigu Tepung jagung Dedak Vitamin Mineral Jumlah

Jumlah bahan baku (%) 26 12 17 10 10 20 2 3 100

Kadar protein (%) 65,8 17,11 35,8 4,29 52,8 8,97 15,3 1,53 7,8 0,78 13,3 2,66 35 35, 34

Kadar lemak (%) 6,5 1,69 19,8 2,38 14,6 2,48 1,7 0,17 4,7 0,47 14,1 2,82 10 10,01

Kadar abu (%) 20,1 1,8 15,3 0,7 1,8 10,7 -

Kadar serat kasar (%) 0,8 4,9 0,7 0,8 2,6 8,5 -

Kadar BETN (%) 8,5 2,21 33,9 4,07 19,5 3,32 81,1 8,11 83,1 8,31 53,4 10,64 <40 36,66 sebagai

Setelah diperoleh kadar nutrisi bahan baku pakan sesuai dengan rencana langkah selanjutnya adalah menghitung nilai energi dari Protein Lemak Karbohidrat : : :

komposisi berikut :

bahan

baku

353,4 gram X 4,48 kkal/gram = 1583,23 kkal 100,1 gram X 7,52 kkal/gram = 752,75 kkal 366,6 gram X 3,28 kkal/gram = 1202,45 kkal + 3538,48 kkal

Maka protein energi ratio adalah 3538,48 dibagi 350 = 10,1 Hal ini berarti dalam satu gram protein yang dihasilkan dari formulasi pakan tersebut diimbangi dengan energi sebesar 10,1 kkal, yang berarti energi yang diperoleh dari hasil perhitungan formulasi pakan tersebut sudah memenuhi kriteria kebutuhan ikan akan energi yaitu berkisar antara 8 – 10.

281

6.3

PROSEDUR PEMBUATAN PAKAN

Setelah ditentukan komposisi bahan baku yang akan dibuat pakan buatan dengan menggunakan salah satu metode, langkah selanjutnya adalah melakukan pembuatan pakan ikan. Prosedur dalam pembutan pakan ikan dapat dikelompokkan berdasarkan skala usahanya yaitu: 1. Skala besar yaitu pembuatan pakan ikan secara besar/pabrikasi 2. Skala sedang yaitu pembuatan pakan untuk memenuhi kegiatan produksi dengan peralatan sedang 3. Skala kecil yaitu pembuatan pakan secara sederhana dengan menggunakan peralatan rumahtangga. Dalam proses pembuatan pakan ikan diperlukan beberapa peralatan baik untuk skala pabrikasi, sedang dan skala rumah tangga. Adapun peralatan yang digunakan dapat dikelompokkan menjadi : 1. Alat penepung (grinding) 2. Alat pencampur (mixing) 3. Alat pengukus / pemanas (steaming) 4. Alat pencetak (pelleting) 5. Alat pengering (drying) 6. Alat pengepak/pengemasan (packing) Alat penepung (Grinding) Alat penepung digunakan untuk membuat semua bahan baku yang akan digunakan berubah menjadi tepung. Seperti penjelasan

sebelumnya, sebelum membuat pakan diharuskan untuk memilih jenis-jenis bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan. Jenis-jenis bahan baku yang telah dipilih dan ditentukan jumlahnya berdasarkan hasil perhitungan formulasi pakan pada materi sebelumnya, selanjutnya dilakukan proses penepungan terhadap bahan-bahan baku tersebut. Bahan baku yang akan dibuat menjadi pakan buatan semuanya harus dalam bentuk tepung karena jika ada bahan baku yang tidak dalam bentuk tepung akan terjadi campuran bahan baku yang tidak homogen dan akan menyebabkan pakan yang akan dibuat tidak dapat menggumpal dengan baik. Penghalusan bahan baku sampai menjadi tepung ini menggunakan alat bantu penepungan . Penepungan bahan baku harus dilakukan agar proses pembuatan pakan sesuai prosedur. Bahan baku untuk pembuatan pakan buatan pada umumnya adalah bahan baku kering. Ukuran tepung untuk bahan baku pakan buatan dalam bentuk pellet sebaiknya berukuran kurang dari 0,6 mm, agar daya ikat antar partikel bahan baku lebih kuat sehingga tidak mudah larut dalam air. Untuk mendapatkan ukuran tepung yang diinginkan tersebut kita dapat mengatur saringan yang terdapat pada alat penepung dengan cara mengganti/menukar saringannya sesuai dengan yang diinginkan. Namun perlu diingat dalam menggunakan saringan pada alat penepung sebaiknya bertahap, yaitu saringan yang digunakan 282

2.pertama kali harus saringan yang paling kasar sampai yang terakhir saringan yang paling halus atau ukuran saringan yang diinginkan. Bahan baku yang akan ditepung berada pada dua kepingan logam tersebut.1. Disc mill dan hammer mill ini dibuat dengan berbagai macam kapasitas produksi bergantung pada keinginan pemakai alat ini bisa digunakan untuk skala pabrikasi . skala menengah atau skala rumah tangga. kemudian bahan baku yang telah dihancurkan akan dilakukan proses penyaringan dalam peralatan ini secara langsung. Ada dua jenis alat yang dapat digunakan untuk melakukan penepungan bahan baku. Kapasitas produksi 283 Gambar 6. Gambar 6.1) dan hammer mill (Gambar 6. Hammer Mill Disc mill adalah alat penepung yang bekerja dengan cara berputarnya suatu pasangan piringan logam baja yang satu berputar sedangkan yang lainnya sebagai landasan. Sedangkan hammer mill adalah alat penepung yang bekerja dengan cara prinsip palu yaitu memukul suatu bahan baku yang akan ditepung pada sistem saringan yang berfungsi sebagai lempengan plat yang akan terpukul semua bahan baku dan tersaring pada saringan tersebut. Peralatan yang digunakan pada proses penepungan menggunakan saringan adalah menggunakan alat penepung disk mill (Gambar 6. Disk mill . Hal ini perlu diperhatikan agar dalam proses penepungan tidak terjadi kemacetan pada mesin yang dapat mengakibatkan kerusakan mesin.2).

Beberapa zat antinutrisi yang terdapat pada beberapa bahan baku pakan menurut 284 . Horizontal mixer Alat pemanas/pengukus Alat pemanas ini biasanya dilakukan jika dalam membuat pakan ikan menggunakan beberapa bahan baku yang mengandung zat antinutrisi. Gambar 6. Hal ini bertujuan agar semua bahan baku tersebut dapat tercampur secara homogen.4).3) maupun horizontal (horizontal mixer) (Gambar 6. Proses pencampuran bahan baku menjadi suatu campuran yang homogen dapat dilakukan dengan menggunakan alat pencampur baik alat pencampur vertikal (Vertical mixer) (Gambar 6. Proses pencampuran bahan baku harus dilakukan dengan cara mencampur bahan baku yang jumlahnya paling sedikit kemudian secara bertahap ditambahkan jenis bahan baku lainnya yang jumlahnya semakin banyak. Dimana dengan perlakuan pemanasan zat antinutrisi ini akan menjadi tidak aktif dan dapat meningkatkan pemakaian nutrien tersebut.4. Alat pencampur Setelah penepungan bahan baku dilakukan terhadap semua jenis bahan baku yang akan digunakan untuk pembuatan pakan buatan adalah melakukan penimbangan ulang bahan baku sesuai dengan formulasi yang telah ditentukan sebelumnya. Pencampuran bahan baku kering yang sempurna akan sangat berpengaruh terhadap kekompakan bahan baku tersebut jika sudah dicampur dengan air menjadi adonan dan siap dibentuk sesuai keinginan. Vertical mixer Gambar 6. Pemakaian jenis alat pencampur ini sangat bergantung kepada kapasitas produksi . Selanjutnya bahan baku yang telah ditimbang tersebut selesai. dilakukan proses pencampuran.3.peralatan ini mulai dari 1kg perjam sampai satu ton perjam.

Bahan baku pakan yang mengandung zat antinutrisi. 2000) Zat antinutrisi Trypsin inhibitor Lectins Aksi merugikan Mengikat trypsin untuk membentuk senyawa inaktif Menghancurkan sel darah merah Menghambat penyerapan iodine kedalam kelanjar thyroid Mengikat vitamin D membuatnya tidak bermanfaat Mengurangi kontribusi vitamin E Merangsang penghancuran thiamin (Vit B1) Mengganggu reproduksi Mengikat phosphor dan beberapa protein Mengikat protein dan menghambat pencernaan trypsin Melepaskan racun asam hydrocyanic Mengganggu sintesis enzim pada hati.8. dan cara menghilangkan zat antinutrisi (Millamena et al.Millamena et al (2000) dapat dilihat pada Tabel 6.8. merusak sel hepatopankreas udang Mengikat protein dan vitamin Mengikat protein dan mineral dan mengurangi daya gunanya Bahan pakan Kedele dan berbagai legumes Kedele dan berbagai legumes Kedele dan berbagai legumes Kedele dan berbagai legumes Kedele dan berbagai legumes Ikan mentah kerang dan kedele Tanaman glycoside Tepung biji kapuk Kacang-kacangan dan legumes Daun singkong Daun ipil-ipil Perbaikan Pemanasan pada suhu 175-195oC atau dimasak selama 10 menit Merebus di dalam air/ dimasukkan dalam autoclave selama 30 menit Diuapkan dan atau dimasukkan dalam autoclave selama 10-30 menit Diautoclave atau direbus selama 30 menit Diautoclave Diautoclave. Zat antinutrisi ini misalnya pada bahan baku kedele mentah atau jenis-jenis legumes dapat mempengaruhi laju pencernaan bahan tersebut di dalam sistem pencernaan ikan. kedele dan legumes Penyimpanan diperbaiki Dehulling 285 . dipanaskan dan dimasak Dibuat larutan ekstrak Menambahkan garam besi atau phytase Dehulling Goitrogens Antivitamin D Antivitamin E Thiaminase Estrogens (isoflavon) Gossipol Tannin Cyanogens Mimosine Direndam dalam air selama 12 jam Daun direndam selama 24 jam Peroksida Phytates Penyimpanan yang jelek Tepung biji kapas. Tabel 6.

Prosedur pembuatan pakan skala besar/pabrikasi Pada skala besar dimana biasanya menggunakan peralatan yang cukup canggih dan lengkap dengan skala produksi dapat mencapai 1-20 ton perhari. Bentuk pakan buatan yang biasa di buat adalah pakan kering dalam bentuk pellet dan ukuran pakannya disesuaikan dengan peruntukkan ikan.7). Alat pencetak (pelleting) untuk skala rumah tangga dapat digunakan alat pengiling daging (Gambar 6. Alat pengiling daging 286 . sedangkan skala menengah dapat menggunakan alat pelleting (Gambar 6.8). Pada industri skala menengah biasanya menggunakan oven listrik sedangkan pada industri skala besar pakan buatan yang dibuatnya menggunakan alat pencetak yang lengkap dengan alat pemanas (steam) sehingga pellet yang dihasilkan sudah dalam bentuk pellet kering.6 ) Gambar 6.Alat pencetak Alat pencetak adalah alat yang digunakan untuk mencetak pakan buatan. Bentuk alat pencetak ini sangat bergantung pada bentuk pakan buatan yang akan dicetak.5.6) dan skala besar/pabrikasi dengan menggunakan alat pelleting otomatis (gambar 6. Panjang dan diameter pellet ini dapat diatur sesuai dengan kebutuhan (Gambar 6. Alat pengering Pada skala usaha rumahtangga alat yang digunakan untuk mengeringkan pakan buatan adalah sinar matahari atau oven biasa. Adapun langkah pengerjaan pakan ikan ini dilakukan dengan alur proses seperti Gambar dibawah ini (Gambar 6.5).

Jika bahan baku masih dalam bentuk mentah maka dilakukan proses penepungan terlebih dahulu sampai semua jenis . Pada skala pabrik 287 Gambar 6. Alur proses pembuatan pakan skala pabrikasi Tahap awal dalam pabrik pakan skala pabrikasi dilakukan persiapan bahan baku dimana semua bahan baku di pabrik disimpan pada alat yang disebut silo (Gambar 6. Bahan-bahan tambahan seperti vitamin. sebelum bahan baku kering tersebut dilakukan pencampuran harus dilakukan penimbangan terlebih dahulu terhadap bahan baku tersebut sesuai dengan formulasi yang telah disusun sebelumnya. Langkah selanjutnya adalah mecetak pellet menjadi bentuk pellet dengan ukuran yang telah ditentukan (pellleting). ukuran pellet ini berkisar antara 1 – 22 mm. Silo Setiap bahan baku yang disimpan dalam silo ada yang sudah ditepung terlebih dahulu atau masih dalam bentuk bahan mentah.6.Gambar 6. Proses tahap awal ini biasa disebut milling. mineral dan minyak sebagai sumber lipid biasanya ditambahkan setelah semua bahan tercampur sempurna (homogen) kemudian dibiarkan selama 15 menit. Setelah semua bahan baku menjadi tepung langkah kedua adalah melakukan pencampuran bahan baku (mixing). Bahan baku yang dibuat menjadi tepung adalah bahan baku dalam bentuk kering. bahan baku tersebut menjadi tepung.7).7.

Pengemasan pakan buatan dapat dilakukan secara langsung dari proses pembuatan pakan. Pengemasan pakan Pengemasan/pengepakan pakan buatan merupakan tahap akhir dari proses pembuatan pakan sebelum didistribusikan kepada konsumen. Jenis bahan kemasan yang lainnya adalah dari kertas semen yang dibuat seperti kantong dan biasanya digunakan untuk mengemas pakan yang mempunyai berat antara 5–10 kg. pengemasan yang baik akan dapat meningkatkan daya simpan pakan buat semakin lama sebelum dijual dan tetap mempertahankan kualitas pakan buatan. agar pakan buatan yang sudah kering sampai kadar airnya berkisar antara 10 – 12% sebelum dijual atau digunakan oleh konsumen dan tetap terjaga kadar airnya didalam kemasan sehingga pakan buatan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama dengan kualitas tetap terjaga. maka pakan buatan harus dikemas dengan rapi dan terisolasi dengan udara bebas. mudah Bahan yang umum digunakan untuk mengemas pakan buatan antara lain adalah karung plastik anyaman untuk bagian luar sedangkan untuk bagian dilapisi kantong plastik tipis. Dalam melakukan pengemasan pakan buatan dibutuhkan alat untuk memasukkan pakan langsung ke dalam kantong kemasan dan dilakukan penjahitan pada kantong bagian dalam dan bagian luar. Pada pengemasan skala pabrik semua alat pengemasan sudah terangkai menjadi satu pada saat pakan buatan masuk kedalam kantong kemasan langsung dilakukan penjahitan otomatis pada kemasan tersebut. Dalam skala pabrikasi pellet yang telah tercetak biasanya langsung dikemas dalam prosesnya dibuat secara berangkai dengan proses pencetakan pellet. Dengan pengemasan yang benar akan sangat menentukan daya simpan pakan buatan . sedangkan pada bagian dalamnya merupakan kantong plastik tipis dan transparan. Oleh karena itu. kemudian dilakukan penjahitan kantong kemasan dengan 288 . transparan.pellet yang telah tercetak akan langsung masuk kedalam mesin uap (steam) yang sudah terangkai secara pararel dengan peralatan pellleting. sedangkan karung plastik anyaman merupakan pelindung agar kantong plastik tidak mudah bocor serta memudahkan dalam pengangkutan. Kantong kertas semen ini merupakan bagian luar dari kantong kemasan. Bagian kantong plastik itulah yang membuat pellet/pakan buatan terisolasi dari udara bebas. Mesin yag digunakan untuk mengemas pakan ini dilakukan secara otomatis. Tetapi pada beberapa perusahaan kecil proses pengemasan dilakukan secara manual dengan memasukkan pakan buatan kedalam kantong dan ditimbang beratnya secara manual. sehingga tidak terkontaminasi. Langkah terakhir dalam proses pembuatan pakan adalah pengemasan dan penyimpanan pakan.

Suhu ruangan yang ideal untuk menyimpan pakan adalah 20oC. selama proses penyimpanan lemak yang terdapat didalam pakan jika ruangan tidak memenuhi syarat maka lemak yang terkandung didalam pakan akan mengakibatkan proses peroksidasi lemak terjadi dan pakan akan tengik dan bau busuk. 5. Penyimpanan pakan Proses terakhir dari suatu usaha pembuatan pakan adalah penyimpanan. Kadar air pakan yang akan disimpan sebaiknya tidak lebih dari 10% agar tidak diserang jamur dan serangga. 2. Suhu ruangan penyimpanan pakan yang tinggi akan merusak dan mengurangi ketersediaan nutrient pakan. Jumlah pakan buatan dalam setiap kantong kemasan berbeda mulai dari ukuran 5 kg perkemasan sampai 50 kg perkemasan. Dengan tidak adanya udara bebas dalam kantong kemasan maka mikroorganisme perusak pakan buatan tidak dapat tumbuh sehingga pakan buatan yang dikemas dengan prosedur yang benar akan mampu disimpan dalam jangka waktu 90-100 hari. Dalam menyimpan pakan buatan ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi stabilitas nutrient pakan yang disimpan antara lain adalah : 1. Kadar lemak dalam pakan. 3. Ukuran kemasan 5 kg – 10 kg biasanya digunakan untuk mengemas pakan buatan untuk ikan dalam kelompok larva/benih. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat ruangan penyimpanan yang banyak terdapat ventilasi. 4. jika lebih dari 65% akan cepat merangsang pertumbuhan jamur dan serangga. sedangkan kemasan 25 kg – 50 kg biasanya digunakan untuk mengemas pakan buatan untuk ikan kelompok grower/pembesaran dan induk ikan. pakan buatan padaumumnya mengandung lemak. Kelembaban relatif ruangan penyimpanan pakan sebaiknya kurang dari 65%. Berdasarkan beberapa hal tersebut diatas maka dalam melakukan proses penyimpanan pakan buatan ada beberapa prosedur yang harus dilakukan dalam menyimpan pakan buatan dalam bentuk kering yaitu : 289 . Supply oksigen di dalam ruangan penyimpanan harus mencukupi. Dengan adanya ventilasi yang cukup akan terdapat pergantian udara yang cukup didalam ruangan penyimpanan yang akan mengakibatkan rendahnya suhu didalam ruangan. Penyimpanan pakan buatan yang telah dibuat harus dilakukan dengan benar agar pakan yang telah dibuat tidak mengalami kemunduran mutu pakan.menggunakan mesin jahit portable untuk plastik kemasan. Pakan buatan yang dikemas dalam kemasan yang benar akan mempunyai daya simpan yang relatif lebih panjang daripada pakan yang tidak dikemas dengan benar.

dan jarak palet yaitu kayu tempat meletakkan pakan dalam ruang penyimpanan berjarak 12 – 15 cm dari dasar lantai agar tidak terjadi kerusakan pakan yang ada didasar oleh serangga. Penimbangan bahan baku (weighing) 5. Pengayakan bahan baku (screening) 4. Pencetakan (pelleting) 8. Pengemasan pellet 10. Pengeringan pellet 9. Kemasan pada pakan harus terdapat label pakan dan kandungan nutrisi yang terdapat pada pakan serta masa kadaluarsa pakan tertera pada kemasan (tanggal kadaluarsa pakan) 3.1. Sebaiknya ruang penyimpanan pakan berhubungan langsung dengan sinar matahari. dimana tahapannya dimulai dari : 1. Gunakan pakan yang diproduksi terlebih dahulu baru pakan yang diproduksi selanjutnya (First infirst out) 5. Jangan berjalan diatas tumpukan pakan.2. 290 . Pencampuran adonan kering dan basah 7. Pemilihan bahan baku 2. hal ini dapat mengakibatkan rusak dan hancurnya pakan buatan. aman dan memiliki ventilasi yang baik. Langkah pertama dilakukan pada saat sebelum menyusun formulasi pakan dan pemilihan bahan baku pada saat akan dilakukan proses pembuatan pakan adalah dengan memilih bahan baku yang bermutu agar pakan yang akan dibuat juga menghasilkan bentuk pakan yang sesuai. Ruang penyimpanan pakan harus bersih. Kesepuluh tahapan prosedur pembuatan pakan ini harus dilakukan untuk memperoleh pakan buatan yang sesuai dengan keinginan. 4. 2. Prosedur pembuatan pakan skala menengah atau rumah tangga Proses rumah pembuatan pakan tangga dengan skala skala menengah tidak jauh berbeda. Lama penyimpanan pakan buatan didalam ruang penyimpanan sebaiknya tidak lebih dari tiga bulan. Tumpukan kemasan pakan dalam tempat penyimpanan pakan sebaiknya tidak lebih dari enam tumpukan. Penyimpanan pakan buatan. Bentuk pakan buatan yang akan dibuat mempunyai ukuran sesuai dengan kebutuhan ikan. Para pembudidaya ikan yang akan membuat pakan ikan biasanya menggunakan acuan seperti Tabel 6. kering. Penepungan bahan baku (grinding) 3. kutu dan abu serta sirkulasi udara dari bawah cukup baik. Pencampuran bahan baku (mixing) 6.

0 3. Kemudian dilakukan pencampuran bahan baku dari mulai bahan baku yang paling sedikit sampai yang terbanyak. Untuk melihat apakah campuran 291 .0 2.0 5.Tabel 6.Jika menggunakan adonan basah dalam membuat pakan ikan maka harus dilakukan pencampuran antara bahan kering dan bahan basah tersebut sampai benar-benar diperoleh campuran yang homogen. 2000) Ukuran ikan (gram) < 0. Oleh karena itu harus dilakukan penyaringan semua jenis bahan baku tersebut dengan menggunakan saringan atau ayakan khusus tepung. Hal ini dilakukan jika bahan baku yang digunakan sebagai perekat misalnya kanji dan untuk meningkatkan tingkat kecernaan kanji tersebut dalam pakan ikan maka kanji tersebut dibuat adaonan basah yang terpisah dari bahan baku lainnya.0 7. Pada skala rumah tangga biasanya para pembudidaya membeli bahan baku dalam bentuk tepung tetapi ukuran tepungnya berbeda. Jika menggunakan alat pencampur mixer maka bahan baku yang dicampur kedalam alat tersebut adalah bahan baku kering. Hal ini harus dilakukan pada semua bahan baku yang akan digunakan sampai ukuran partikel bahan baku tersebut semuanya sama. Dengan cara melakukan pemanasan kanji dengan air seperti membuat lem (sebagai acuan dapat digunakan 50 gram kanji dimasak dalam 200 ml air untuk membuat adonan pakan sebanyak 1000 gram) sampai kanji tersebut lengket seperti jelli. Acuan bentuk dan tipe pakan buatan untuk ikan budidaya (Millamena et al.35 2–5 5 – 12 12 – 20 20 – 30 Tipe pakan Diameter pakan (mm) 1. Bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan semua harus dalam bentuk tepung dan semuanya harus berukuran sama. minimal pencampuran dilakukan selama lima menit. Saringan yang digunakan adalah saringan yang mempunyai ukuran khusus tepung.0 Panjang pakan (mm) 2–3 3–5 5 -7 Starter Grower Grower Finisher Finisher Setelah penyusunan bahan baku selesai dibuat langkah selanjutnya adalah melakukan penepungan setiap jenis bahan baku. Pada proses skala rumah tangga dapat dilakukan pencampuran bahan baku kering dan pencampuran bahan baku basah.2. Bahan baku yang telah menjadi tepung selanjutnya dilakukan penimbangan sesuai dengan formulasi pakan yang telah dibuat sebelumnya dan diletakkan dalam wadah yang terpisah. Hal ini dilakukan agar semua bahan baku tersebut tercampur secara homogen.

Uji pakan secara fisik 3. Oleh karena itu kita akan membahas dalam subbab selanjutnya tentang uji coba pakan ikan.1 Uji Pakan secara Kimia Uji pakan ikan secara kimia dapat dilakukan jika memiliki peralatan analisa proximat yang lengkap. Uji pakan secara biologi 6. Proses pengeringan dengan menggunakan sinar matahari bisa memakan waktu 2-3 hari jika sinar matahari bersinar sepanjang hari. Pakan tersebut kemudian dikeringkan dengan menggunakan alat pengering atau dengan menggunakan sumber panas alami yaitu sinar matahari. Pada uji secara kimia bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi pada pakan buatan yang telah dibuat 292 . Hal ini dilakukan agar pakan yang akan digunakan tersebut memberikan hasil yang optimal sesuai dengan standar produk pakan ikan.4. Setelah pakan buatan dicetak dan dikeringkan langkah selanjutnya adalah melakukan pengemasan dan penyimpanan pakan ikan seperti yang dilakukan pada skala pabrikasi. UJI COBA PAKAN IKAN Pakan ikan yang akan digunakan oleh ikan budidaya harus dilakukan ujicoba terhadap pakan tersebut.tersebut benar-benar tercampur buatlah bentuk adonan tersebut bolabola dan adonana tersebut sudah tidak lengket ditangan. Pengujian tersebut sebaiknya dilakukan untuk mendapatkan validitas data uji coba terhadap pakan buatan yang akan digunakan. Uji coba pakan yang telah dibuat sebelum digunakan oleh ikan yang akan mengkonsumsi pakan tersebut adalah uji secara kimia. Jika anda bertujuan untuk menjual produk pakan ikan kepada masyarakat dan dilakukan sebagai suatu usaha produksi pakan ikan maka pakan ikan yang telah dibuat harus dilakukan uji coba terhadap pakan yang telah dibuat tersebut. 6. Bentuk pellet ada berbagai macam ukuran mulai dari 1 mm sampai 5 mm sesuai dengan peruntukkannya. uji secara fisik dan uji secara biologis. Jika menggunakan alat pengering hanya beberapa jam saja tergantung suhu pemanasan didalam oven sampai kadar air dalam pakan tersebut adalah kurang dari 10%. Proses selanjutnya setelah pakan buatan dicetak adalah melakukan pengeringan terhadap pakan yang telah dicetak. Hal ini bertujuan agar pakan yang dibuat mempunyai daya simpan lama dan proses pembusukan dihambat karena kadar air dalam bahan pakan sangat rendah. Uji coba terhadap pakan ikan dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu : 1.4. Uji pakan secara kimia 2. Setelah dilakukan pencampuran bahan baku secara homogen langkah selanjutnya adalah membuat pakan buatan sesuai dengan bentuk pakan buatan yang ditentukan. Pakan buatan yang akan diberikan kepada ikan air ada berbagai macam bentuk antara lain adalah tepung. remahan dan pellet.

pakan sesuai dengan formulasi pakan yang disusun.8. Uji kadar protein. 293 . Cara ini adalah dengan menentukan kadarN-nya kemudian mengalikan dengan protein 6. Alat pengukur kadar air 2. Uji kadar air. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 6. Prinsip pengujian kadar air dilaboratorium adalah bahan makanan (pellet) dipanaskan pada suhu 105 – 110oC.8. Gambar 6. kadar air yang baik untuk pellet/pakan buatan adalah kurang dari 12%.25. Peralatan yang digunakan untuk melakukan uji kadar air adalah oven dan peralatan gelas. Peralatan yang digunakan untuk mengukur kadar protein pakan ikan dengan peralatan semi mikrokjeldahl . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 6.9. Prinsip pengujian kadar protein di laboratorium adalah dengan menggunakan cara Kyeldahl yaitu menentukan kadar protein secara tidak langsung. kadar protein pellet yang dibuat harus benarbenar disesuaikan dengan ukuran ikan dan jenis ikan yang akan mengkonsumsi pakan tersebut. Hal ini sangat penting karena pakan buatan tidak langsung dikonsumsi oleh ikan setelah diproduksi tetapi disimpan beberapa saat. Uji coba ini sangat berguna bagi konsumen dan juga sebagai pengawasan mutu pakan yang diproduksi. dengan pemanasan tersebut maka air akan menguap. Uji pakan secara kimia meliputi : 1.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 6. Uji inimenggunakan alat yang disebut Soxhlet. Peralatan pengukuran kadar protein 3.Gambar 6. Gambar 6. Peralatan pengukuran kadar lemak 294 . kadar lemk dalam pakan buatan menurut hasil penelitian sebaiknya kurang dari 8%. Prinsip pengujian kadar lemak adalah bahan makanan akan larut di dalam petrelium eter disebut lemak kasar. Uji kadar lemak.10.10. Hal ini dikarenakan jika kadar lemak dalam pakan tinggi akan mempercepat proses ketengikan pakan buatan.9.

kadar serat kasardalam pakan buatan menurut hasil penelitian sebaiknya adalah kurang dari 7%. Peralatan untuk melakuakn pengukuaran kadar abu dilakukan dengan menggunakan tanur listrik. Peralatan pengukuran kadar serat kasar 5. Kadar abu ini merupakan bahan anorganik. Kandungan serat kasar yang terlalu tinggi pada pakan buatan akan mempengaruhi data cerna dan penyerapan didalam alat pencernaan ikan. Prinsip pengujian kadar abu ini adalah bahan makanan dilakukan pemanasan didalam tanur listrik yang bersuhu 600oC. Untuk 295 .11.4. Serat kasar ini diperlukan untuk menambah baik srtuktur pellet. Kadar abu. Kadar Serat kasar. Gambar 6. jika kadar abu tinggi dalam pakan buatan berarti pakan buatan tersebut tidak akan memberikan pertumbuhan yang baik untuk ikan. Peralatan yang digunakan untuk melakukan pengukuran kadar serat kasar adalah peralatan soxlet ditambah dengan peralatan lainnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 6. Prinsip pengujian kadar serat kasar adalah menentukan zat organik yang tidak larut dalam asam kuat dan basa kuat dan disertai pemanasan.11. Pada suhu tersebut semua bahan organik akan menguap dan yang tertinggal hanya bahan anorganik yaitu abu. kadar abu dalam pakan buatan sebaiknya kurang dari 12%.

Dibawah ini akan diuraikan beberapa metode yang dapat dilakukan dalam melakukan pengukuran beberapa parameter uji kimia pakan ikan.12. Adapun prosedur yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : Pengukuran Kadar Air Pengukuran kadar air pakan ikan atau bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dapat dilakukan dengan cara pemanasan yang biasa disebut dengan Metode Gravimetri. dinginkan dalam eksikator kemudian timbang. Hitunglah persentase kadar air bahan yang dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut : (X1 + a) . . Peralatan pengukuran kadar abu. 3. 4.12. 2. Peralatan : Botol timbang bertutup/cawan Dessiccator/Eksikator Oven Neraca analitik Langkah Kerja 1 : 1. Cawan dan bahan dipanaskan dalam oven selama 4 – 6 jam pada suhu 105 – 110o C. dengan menggunakan pengukuran dengan SNI yang merupakan suatu 296 Gambar 6. dinginkan dalam eksikator selama 10 menit dan ditimbang (x1). Cawan dipanaskan dalam oven pada suhu 105 – 110o C selama 1jam. Adapun prosedur yang dapat dilakukan dalam melakukan uji coba secara kimia yang disebut dengan melakukan uji analisa proksimat dapat menggunakan beberapa metode. dinginkan dalam eksikator dan timbang. lakukan pemanasan kembali dalam oven selama 30 menit.02 gram). Prinsip : Air akan menguap seluruhnya jika bahan makanan dipanaskan pada suhu 105–110 oC. Timbang bahan/contoh yang telah dihaluskan sebanyak 2 – 3 gram (a) lalu dimasukkan kedalam cawan X1 . lakukan hal tersebut sampai tercapai berat yang konstan (selisih penimbangan berturutturut kurang dari 0.X2 Kadar air (%) = X100% a Prosedur pengukuran kadar air dapat dilakukan berdasarkan prrosedur Standar Nasional Indonesia (SNI).lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 6.

Dinginkan dalam eksikator. Timbang dengan seksama 1-2 g cuplikan pada sebuah botol timbang bertutup yang sudah diketahui bobotnya (W1). Cawan dipanaskan dalam oven pada suhu 105 – 110 o C selama 1jam. 2. Oleh karena itu bagi para penguji yang laboratoriumnya telah mendapatkan sertifikat ini akan menggunakan prosedur pengujian dengan prosedur SNI. lalu timbang sampai bobot tetap 297 X 100% Pengukuran kadar abu pakan ikan atau bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dapat dilakukan dengan cara pemanasan yang biasa disebut dengan Metode Gravimetri. 4. Timbang bahan/contoh yang kering sebanyak 2 – 3 gram (a) lalu masukkan ke dalam cawan X1. Masukkan cawan dan bahan kedalam oven pengabuan/tanur dengan cara dipanaskan dengan suhu 550 – 600 o C sampai menjadi abu dan berwarna putih (selama 3 – 6 jam). Hitunglah persentase kadar abu bahan yang dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut : Kadar Abu (%) = X2 – X1 a Langkah kerja SNI : 1. . Langkah Kerja SNI : 1. Arangkan di atas nyala pembakar. Dinginkan dalam eksikator selama 15 menit dan timbang cawan dan abu tersebut (X2). Prinsip : Bahan makanan jika dilakukan pemanasan didalam tanur listrik yang bersuhu 600o C. Timbang dengan seksama 2-3 g contoh kedalam cawan porselen yang telah diketahui bobotnya 2.standar dalam melakukan pengukuran yang telah diakreditasi secara internasional yang disebut dengan ISO 17025 mengenai Internasional Standar Operational untuk kegiatan laboratorium. Timbang (W). agar oksigen bisa masuk) 3. dinginkan dalam eksikator selama 10 menit dan ditimbang (X1). ulangi pekerjaan ini hingga diperoleh bobot tetap Perhitungan : W Kadar air = X 100% W1 Pengukuran Kadar Abu Peralatan : Cawan porselen Tanur listrik Neraca analitik Dessicator/eksikator Langkah Kerja 1 : 1. Dinginkan dalam eksikator 4. 2. maka zatzat organik akan diuraikan menjadi air dan CO2 yang tertinggal hanya bahan anorganik yaitu abu. lalu abukan dalam tanur listrik pada suhu maksimum 550o C sampai pengabuan sempurna (sekali-kali pintu tanur dibuka sedikit. Keringkan pada oven suhu 105oC selama 3 jam 3. 3. 5.

Masukkan selongsong kertas filter kedalam tabung ekstraksi dan diberi pemberat serta dihubungkan dengan kondensor/pendingin . 6. Prinsip : Bahan makanan yang larut di dalam petrelium eter.Perhitungan : W1 – W2 Kadar abu = W W : Bobot contoh sebelum diabukan dalam gram W1 : Bobot contoh + cawan sesudah diabukan dalam gram W2 : Bobot cawan kosong dalam gram Pengukuran Kadar Lemak Pengukuran kadar lemak pakan ikan atau bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dapat dilakukan dengan menggunakan metode Soxhlet dan metode Weibull. 5. dinginkan dalam eksikator selama 10 menit dan timbang (X1). Metode soxlet digunakan jika bahan baku pakan atau pakan ikan mengandung kadar lemak yang relatif tidak terlalu banyak. 2. dan dibungkus dengan kertas saring/kertas filter dalam bentuk silinder (a). Pasanglah tabung ekstraksi pada alat destilasi Soxhlet dengan pelarut petroleum ether/ petroleum benzena/hexana sebanyak 150 ml yang dimasukkan kedalam soxhlet sampai kertas saring tersebut terendam dan sisa larutan dimasukkan kedalam labu. 7. Panaskan cawan labu yang dihubungkan dengan soxhlet di atas water bath sampai cairan dalam soxhlet terlihat bening. atau ekstraksi lemak bebas dengan pelarut non polar Peralatan : Kertas saring Labu lemak Alat soxhlet Pemanas listrik Oven Neraca analitik Kapas bebas lemak X 100% Pereaksi : hexane atau pelarut lemak lainnya Langkah kerja 1 : 1. apabila setelah 4 jam ekstraksi belum sempurna pemanasan dapat dilanjutkan selama 2 jam lagi. 4. Timbang bahan/contoh sebanyak 2 – 5 gram (bahan sebaiknya dalam bentuk halus dan kering). dan jika kadar lemak dalam bahan pakan atau pakan ikan cukup banyak maka bahan pakan dan pakan itu harus dilakukan hidrolisis terlebih dahulu dan metode yang digunakan adalah metode weibull. Pemanasan ini berlangsung selama 2 – 4 jam. kemudian didinginkan dalam eksikator 298 . Lepaskan labu dari soxhlet dan tetap dipanaskan di atas water bath untuk menguapkan semua petroleum ether dari cawan labu. Cawan labu dipanaskan dalam oven pada suhu 105 – 110 oC selama 15 –60 menit. 3. Panaskan cawan labu dalam oven pada suhu 105–110o C selama satu jam.

8. Tambah 30 ml HCl 25% dan 20 ml air serta beberapa butir batu didih 3. Timbang seksama 1-2 g contoh. Hitunglah persentase kadar lemak bahan/contoh dengan persamaan sebagai berikut . Peralatan : Kertas saring Kertas saring pembungkus (Thimle) Labu lemak Alat Soxhlet Neraca Analitik Pereaksi : larutan HCl 25%. X2 – X1 a Langkah kerja SNI : 1. Tutup gelas dengan kaca arloji dan didihkan selama 15 menit 4. Masukkan ke dalam kertas saring pembungkus (paper thimble) dan ekstrak dengan heksana atau pelarut lemak lainnya 2 – 3 jam pada suhu lebih kurang 80 oC. 1. Saring dengan keadaan panas dan cuci dengan air panas hingga tidak bereaksi asam lagi 5. Sumbat selongsong kertas berisi contoh tersebut dengan kapas. 6. Sulingkan heksana dan keringkan ekstrak lemak dalam oven pengering pada suhu 105oC 5. n-Heksana atau pelarut lemak lainnya Langkah kerja SNI . Keringkan kertas saring berikut isinya pada suhu 100 – 105 oC. Ulangi pengeringan ini hingga tercapai bobot tetap Perhitungan : W – W1 % Lemak = W2 W : W1 : bobot contoh dalam gram bobot lemak sebelum ekstraksi dalam gram X 100% W2 : bobot labu lemak sesudah ekstraksi Pengukuran Kadar Lemak dengan Metode Weibull Prinsip : ekstraksi lemak dengan pelarut non polar setelah contoh dihidrolisis dalam suasana asam untuk membebaskan lemak yang terikat. Sulingkan larutan heksana atau pelarut lemak lainnya dan 299 Kadar Lemak (%)= X 100% . ekstrak dengan heksana atau pelarut lemak lainnya selama lebih kurang 6 jam 4. kemudian masukkan ke dalam alat soxhlet yang telah dihubungkan dengan labu lemak berisi batu didih yang telah dikeringkan dan telah diketahui bobotnya 3. Dinginkan dan timbang 6.selama 10 menit dan ditimbang. masukkan kedalam selongsong kertas yang dialasi dengan kapas 2. Ulangi prosedur ini sampai diperoleh berat yang stabil (X2). kertas lakmus. Timbang seksama 1-2 g cuplikan ke dalam gelas piala 2. 7. keringkan dalam oven pada suhu tidak lebih dari 80 oC selama lebih kurang satu jam.

Volume titran yang digunakan dicatat. Dinginkan dan timbang 9. Tambahkan NaOH 0. Peralatan : Labu kjeldhal Alat penyulingan kelengkapannya dan 0.05 N sebanyak 10 ml. Ulangi proses pengeringan ini hingga tercapai bobot tetap Perhitungan : W1 – W2 Kadar lemak = W W : W1 : W2 : bobot cuplikan dalam gram bobot labu lemak sesudah ekstraksi dalam gram bobot labu lemak sebelum ekstraksi dalam gram X 100% Pemanas listrik/pembakar Neraca analitik Tahap Oksidasi. kemudian didestruksi selam 10 menit. kemudian di dinginkan. langkah kerjanya: 1. Siapkan Erlenmeyer. Masukkan 5 ml larutan hasil oksidasike dalam cawan labu kjeldahl.25. 3 gram katalis ( K2SO4 + CuSO4) dan 10 ml H2SO4 kedalam tabung Kjeldahl. 1.25 X 20 X (titran blanko-titran sampel) Kadar Protein (%) = a X 100% 300 . Encerkan dengan akuades sampai larutan menjadi 100 ml. langkah kerjanya . 2. Tahap Titrasi 1. Perhitungan kadar protein diperoleh dari persamaan sebagai berikut : Pengukuran Kadar Protein dengan Metode Kjeldahl Prinsip : Menentukan kadar protein secara tidak langsung. Tahap Destruksi.5 – 1 gram bahan/contoh (a). Lakukan prosedur yang sama pada blanko. Amonium Sulfat yang terbentuk diuraikan dengan NaOH. 3. Hasil destruksi dititrasi dengan NaOH 0. Masukkan 0.05 N sebanyak 10 ml dan tambahkan 2 – 3 tetes larutan indikator (metyl red/methylen blue).keringkan ekstrak lemak pada suhu 100 – 105 oC.05 N 2. Tabung dipanaskan hingga larutan di dalam tabung berubah warna menjadi hijau bening. 2. Senyawa nitrogen diubah menjadi amonium sulfat oleh H2SO4 pekat. 3. 3. masukkan H2SO4 0. amoniak yang dibebaskan diikat dengan asam borat dan kemudian dititar dengan larutan baku asam. 8.0007 X 6. dengan cara menentukan kadar N nya kemudian dikalikan dengan faktor protein 6.

destilat ditampung dalam erlenmeyer yang berisi 100 ml HCl 0. mula-mula dengan api kecil dan setelah asap hilang api dibesarkan.01 N 5. 4. 3. 4. siapkan latutan bromcresol green 0. Destilasi diakhiri setelah volume destilat 150 ml atau setelah destilat yang keluar tidak bersifat basa.1 % dan larutan merah metil 0. campuran 2. tambahkan 10 gram K2S atau Na2SO4 anhidrat dan 15 – 25 ml H2SO4 pekat. Timbang bahan sebanyak 2 – 5 gram yang telah ditumbuk halus dan masukkan kedalam labu kjeldahl. Kemudian dipanaskan pada pemanas listrik atau api bunsen dalam almari asanm. larutkan 10 gr H3BO3 dalam 500 ml air suling. larutkan 150 gram 301 . pemanasan diakhiri setelah cairan menjadi jernih tidak berwarna. HCL 0. Setelah dingin pindahkan kedalam botol bertutup gelas. 6. pasanglah labu kjeldahl dengan segera pada alat destilasi.1 N) samapi larutan berwarna pink. Indikator campuran.008 (ml NaOH blanko – ml NaOH contoh) Kadar Nitrogen (%)= Gram contoh X 10 Kadar Protein (%) = Kadar Nitrogen X faktor konversi Pengukuran Kadar Protein Metode SNI Pereaksi : 1. catat volume titran. Lakukan langkah 1 dan 2 untuk perlakuan blanko. 3. Larutan Natrium Hidroksida NaOH 30%.1 % dalam alkohol 95 % secara terpisah.5 gr serbuk SeO2.1 N yang sudah diberi indikator phenolphtalein 1% 2 – 5 tetes. Panaskan labu kjeldahl sampai amonia menguap semua.1 N dalam destilat dititrasi dengan larutan basa standar (larutan NaOH 0. Larutan asam borat H3BO3 2 %. Hitunglah kadar protein bahan dengan persamaan sebagai berikut : X N NaOH X 14. 7. 2. Larutan asam klorida. tambahkan 200 ml aquades dan 75 ml larutan NaOH 40-45% sampai larutan menjadi basa. Setelah labu kjeldahl beserta cairannya menjadi dingin. 5.Pengukuran Kadar Metode Gunning Langkah kerja : Protein 1. Campur 500 ml asam borat dengan 5 ml indikator. 100 gr K2SO4 dan 20 gr CuSO4 5 H2O. Kelebihan HCl 0. Campuran selen. 2. kalau destruksi sukar dilakukan perlu ditambah katalis CuSO4 sebanyak 6 gram dan digoyang. Campur 10 ml bromcresol green dengan 2 ml merah metil.

masukkan ke dalam labu Kjeldahl 100 ml 2.25% Natrium Hidroksida. kemudian encerkan dan masukkan kedalam Perhitungan : 5. mengenap tuangkan contoh dalam pelarut organik sebanyak 3 kali. Langkah kerja : 1. Panaskan diatas pemanas listrik atau api pembakar sampai mendidih dan larutan menjadi jernih kehijau-hijauan (sekitar 2 jam) 4. sebagai penampung gunakan 10 ml larutan asam borat 2% yang telah dicampur indikator Titar dengan larutan HCL 0.014 X f. tepatkan sampai tanda garis Pipet 5 ml larutan dan masukkan kedalam alat penyuling. tambahkan 2 g campuran selen dan 25 ml H2SO4 pekat. Biarkan dingin. tambahkan 5 ml NaOH 30% dan beberapa tetes indikator PP. 7.25% Etanol 96% Kertas saring Whatman 54. Timbang seksama 2 – 4 g cuplikan Bebaskan lemaknya dengan cara ekstraksi dengan cara SOXlet atau dengan cara mengaduk. 8. .51 g cuplikan.01 N yang dipergunakan penitaran contoh volume HCl yang dipergunkan penitaran blanko normalitas HCl faktor konversi untuk protein 6. simpan dalam botol bertutup karet. NaOH 3.k X fp Kadar Protein = W W : V1 : V2 : N : Fk : fp : bobot cuplikan volume HCL 0. Timbang seksama 0. 6. 3. labu ukur 100 ml.01 N Kerjakan penetapan blanko (V1-V2) X N X 0.25 faktor pengenceran Peralatan : Neraca analitik Pendingin Corong Buchner Pompa vakum Pereaksi : Asam sulfat H2SO4 1.Natrium Hidroksida kedalam 350 ml air. Keringkan 302 Pengukuran Kadar Serat Kasar dengan Metode Pencucian asam dan basa kuat Prinsip : Menentukan zat organik yang tidak larut dalam asam kuat dan basa kuat dan disertai dengan pemanasan. 541 atau 41 Langkah kerja SNI : 1. Sulingkan selama lebih kurang 10 menit.

6. 50 ml H2SO4 0. Masukkan kertas saring dari corong buchner kedalam cawan. Cuci endapan yang terdapat pada kertas saring berturut-turut dengan H2SO4 1. Panaskan juga cawan porselen pada suhu 110 oC selama satu jam dan dinginkan didalam eksikator. 4. panaskan pada suhu 105–110 oC selama 0.2. Angkat kertas saring beserta isinya. Panaskan kertas saring di dalam oven selama 1 jam pada suhu 110 oC Dan dinginkan dalam eksikator lalu ditimbang (X1). 50 ml air panas dan 25 ml aceton. saring dengan corong Buchner yang berisi kertas saring tak berabu Whatman 54. serat kasar > 1% w – w1 % Serat kasar = w2 w : w1 : w2 : bobot cuplikan dalam gram bobot abu dalam gram bobot endapan pada kertas saring dalam gram X 100% X 100% Langkah kerja 2 : 1. dinginkan dalam eksikator dan timbang (X2).25% panas. Larutan yang telah dipanaskan dituang ke dalam corong buchner.5–1 jam. Panaskan cawan dalam tanur listrik bersuhu 600 oC selama 2 jam hingga bahan di dalam cawan berwarna putih. 5.5 N kemudian panaskan kembali selama 30 menit. kemudian tambahkan 50 ml H2SO4 0. 3. contoh dan masuk-kan ke dalam erlemeyer 500 ml. Tambahkan 25 ml NaOH 1. 7. 2. Tambahkan 50 ml larutan H2SO4 1. 7. didinginkan dan timbang (X3). timbang sampai bobot tetap Perhitungan : a. 41 atau 541 yang telah dikeringkan dan diketahui bobotnya. Lakukan pembilasan berturut-turut menggunakan 50 ml air panas.3 N dan di panaskan diatas hot plate selama 30 menit. 6. w % Serat kasar = w1 b. masukkan kedalam kotak timbang yang telah diketahui bobotnya.25% dan didihkan lagi selama 30 menit Dalam keadaan panas. Serat kasar < 1%. Pasang kertas saring pada corong buchner yang dihubungkan dengan vacuum pump. 3. Hitunglah kadar serat kasar bahan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : X2 – X3 – X1 Serat Kasar (%)= X100% a 303 . Timbang bahan sebanyak 0. kemudian didihkan selama 30 menit dengan menggunakan pendingin tegak Tambahkan 50 ml NaOH 3. 4.3 N. 5. air panas dan etanol 96%. keringkan pada suhu 105o C dinginkan dan timbang sampai bobot tetap.5–2 gram (a) lalu masukkan kedalam erlenmeyer.25%. bila ternyata kadar serat kasar lebih besar 1% abukan kertas saring beserta isinya.

Oleh karena itu dalam membuat pakan buatan.4. 4. Saring menggunakan kertas saring yang telah diketahui beratnya. Uji Pakan secara Fisik Uji coba yang kedua adalah uji coba pakan secara fisik.313 N sebanyak 200 ml sampai semua residu masuk kedalam erlemeyer. Selain itu uji fisik dapat dilakukan dengan melihat kehalusan dan kekerasan bahan baku pakan yang akan sangat berpengaruh terhadap kekompakan pakan didalam air.Langkah Kerja 3 : 1. Timbang bahan sebanyak 2 – 5 gram 2. Pindahkan secara kuantitatif residu dari kertas saring kedalam erlemeyer kembali dengan spatula. berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh ikan untuk mengejar pakan dikaitkan dengan lama waktu pakan itu bertahan didalam air sebelum dimakan oleh ikan. 5. sampai berwarna biru tidak berubah). dinginkan dalam eksikator dan timbang 7. dan seluruh bahan baku akan tercampur 304 . bahan baku yang digunakan harus dalam bentuk tepung. Hal ini dapat dideteksi dengan daya tahan pakan buatan didalam air. dengan semakin halusnya bahan baku yang digunakan maka bentuk fisik akan semakin baik. Saring suspensi dengan kertas saring dan residu yang tertinggal dalam erlemeyer dicuci dengan aquades mendidih. tambahkan larutan H2SO4 0. cuci lagi residu dengan aquades mendidih dan kemudian dengan lebih kurang 15 ml alkohol 95%. Uji coba pakan secara fisik bertujuan untuk mengetahui stabilitas pellet didalam air (Water Stability Feed) yaitu daya tahan pakan buatan didalam air. panaskan selama 30 menit dengan dilakukan penggoyangan sesekali. Dengan mengetahui daya tahan pakan buatan didalam air akan sangat membantu para praktisi perikanan dalam memberikan pakan. 3. Didihkan dengan pendingin balik sambil kadang kala digoyang-goyangkan selama 30 menit. cucilah residu dalam kertas saring sampai air cucian tidak bersifat asam lagi (uji dengan kertas lakmus. 6. Masukkan kedalam erlemeyer 600 ml.2. sambil dicuci dengan larutan K2SO4 10%. Hitunglah kadar serat kasar dengan persamaan sebagai berikut : (Berat kertas saring +serat) – Berat kertas saring) Kadar Serat Kasar(%)= X100% Berat Sampel 6. dan sisanya dicuci dengan larutan NaOH 0.255 N sebanyak 200 ml dan batu didih. Keringkan kertas saring dan isinya pada oven dengan suhu 110OC sampai berat konstan selama 1 – 2 jam.

Lakukan pengeringan keranjang basket yang telah direndam dalam air kedalam oven. 4. Dengan pakan buatan yang kompak dan stabil maka pakan buatan akan mudah dicerna oleh ikan. 6 dan 8 jam. 6. berat kering pakan adalah 95% maka berat kering pakan adalah berat pakan X % berat kering dibagi 100. Masukkan sebanyak 5 gram pakan yang telah diketahui kadar airnya kedalam keranjang kawat tersebut. kemudian simpan dalam desikator dan timbang beratnya sampai diperoleh berat yang konstan. 305 X 100 . 2.secara sempurna. Oleh karena itu water stability dari pakan ikan ini sangat bergantung pada peruntukkan pakan tersebut. Nilai water stability dalam persen dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut : Fo % Water stability = Io Dimana : Io : adalah berat awal pakan kering Fo: adalah berat akhir pakan kering Sebagai contoh dalam pengukuran water stability adalah sebagai berikut: Misalnya. Masukkan keranjang kawat ke dalam oven untuk dikeringkan pada suhu 100 oC selama 1 – 3 jam. 5. 4. berat pakan adalah 5. Masukkan keranjang kawat yang telah berisi pakan kedalam air pada kondisi perairan yang dibuat sama dengan kondisi pakan ikan tersebut akan diberikan dan dibuat eksperiment penelitian dengan desain waktu selama 2. Water stability pakan menurut Millamenena et al (2000) dapat dilakukan pengukuran dengan prosedur sebagai berikut : 1. Adapun pengukuran pakan secara fisik dapat dilakukan sebagai berikut : Pengukuran Water Stability Daya tahan pakan ikan didalam air harus diperhatikan karena hal ini sangat diperlukan bagi pakan yang akan dikonsumsi oleh ikan. Semakin lama pakan terendam dalam air dan tidak cepat hancur maka ikan dapat dengan mudah memakan pakan buatan tersebut. Pakan buatan yang mudah dicerna oleh ikan akan mengakibatkan efisiensi pakan yang sangat baik dan sangat menguntungkan pemakai/petani ikan. Hal ini akan menghasilkan dampak terhadap pakan buatan yang dibentuk menjadi lebih kompak dan stabil. 3. Persentase berat kering yang hilang dihitung setelah dikurangi dengan berat keranjang. Kemudian simpan di dalam desikator dan timbanglah keranjang tersebut sampai diperoleh berat yang konstant. Ikan yang hidup didasar perairan membutuhkan pakan yang lebih tahan lama didalam air dibandingkan pakan ikan yang akan dibuat untuk ikan yang hidup dipermukaan atau ditengah perairan.26 gram.

3. stop watch. aerator. Memasang aerator dengan kuat sehingga air didalam wadah uji bergerak dan menimbulkan gelombang. pakan ikan yang dibuat.0 gram Dari hasil perlakuan pencelupan tadi diperoleh data sebagai berikut : Berat pakan dan keranjang = 12. Memperhatikan kekompakan pakan buatan didalam wadah uji dan catat waktu pakan tersebut 306 .5 gram – 8. air).0 gram Fo = 4.5 gram Fo % Water Stability = X 100 Io 4.5 = 5. Biasanya pakan untuk udang sebagai organisme air yang hidup di dasar perairan maka pakan yang direndam di dalam air minimal membutuhkan waktu selama 30 X 100 menit. 4. Langkah kerja dalam uji water stability yang praktis adalah sebagai berikut : 1.0 = 90% Pengukuran water stability yang paling mudah dilakukan dengan menghitung lama waktu yang dibutuhkan oleh pakan tersebut sampai hancur di dalam wadah budidaya. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan uji fisik pakan (wadah budidaya. sedangkan untuk ikan yang hidup dipermukaan air lebih cepat menangkap pakan sehingga waktu yang dibutuhkan sampai pakan hancur lebih cepat.% berat kering Berat kering pakan = berat pakan X 100 95 Maka Io = 5.26 gram X 100 Io = 5.0 gram Maka berat akhir pakan kering adalah berat keranjang dan pakan dikurangi dengan berat keranjang yaitu : Fo = 12. Memasukkan selang aerasi kedalam wadah uji. 5. Daya tahan pakan di dalam air ini sangat bergantung pada jumlah bahan baku yang digunakan sebagi perekat (binder) dan prosesing pembuatan pakan. 2.5 gram Berat keranjang kosong= 8. Memasukkan pakan buatan kedalam wadah uji dan catat waktu pertama pakan buatan dimasukkan kedalam wadah uji. Mengisi wadah uji dengan air dengan ketinggian minimal 50 cm. 6.

7. 3. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan uji fisik pakan. Adapun langkah kerja yang dapat dilakukan untuk mengetahui bau pakan dan daya terima ikan terhadap pakan dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut : Langkah kerja : 1. Memasang aerator dengan kuat sehingga air didalam wadah uji bergerak dan menimbulkan 5. Membandingkan hasilnya secara organoleptik dan juga amati daya terima ikan terhadap pakan buatan yang dibuat dengan cara mengamati respon ikan terhadap pakan buatan dan bandingkan pula respon ikan terhadap pakan pabrik. Melakukan uji fisik yang kedua yaitu bau pakan buatan dengan cara mencium pakan buatan yang telah dibuat dibandingkan dengan pakan buatan pabrik yang sudah biasa digunakan untuk pakan ikan. Pengujian bau pakan (attractant) Pakan ikan yang sudah dibuat harus mempunyai bau yng khas sesuai dengan keinginan ikan sehingga ikan yang mencium bau pakan ikan tersebut tertarik untuk mengkonsumsi pakan atau biasa disebut dengan daya terima ikan terhadap pakan ikan yang dibuat (pallatabilitas). 6. 7. Dalam ruang penyimpanan pakan. Memasukkan pakan buatan kedalam wadah uji dan perhatikan tingkah laku ikan dalam menangkap pakan dan perhatikan juga berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh ikan untuk mengkonsumsi pakan tersebut. Memasukkan selang aerasi kedalam wadah uji. Pakan ikan yang mempunyai bau yang enak akan menarik minat ikan untuk segera memakan pakan ikan tersebut.mulai mengembang serta catat pula waktu pakan tersebut mulai hancur. Bagaimana anda membuat pakan yang tidak mudah hancur dengan beban berat selama 307 . pakan ikan ini biasanya disimpan dalam tumpukan pakan yang berjumlah 6 karung dengan berat setiap karung adalah 50 kilogram maka jumlah beban pakan selama penyimpanan adalah 300 kilogram. 2. gelombang dan masukkan ikan kedalam wadah tersebut. Pakan yang baik akan stabil didalam air selama 30 menit untuk pakan udang sedangkan untuk pakan ikan biasanya kurang dari tiga puluh menit. Mengisi wadah uji dengan air dengan ketinggian minimal 50 cm. 4. tingkat kehalusan Pengujian pakan Pakan ikan yang dibuat biasanya tidak akan langsung dijual kepada konsumen. 8. Mencatat hasil perbandingan tersebut . tetapi akan disimpan terlebih dahulu dalam ruang penyimpanan pakan. Oleh karena itu jika anda membuat pakan ikan ini harus dilakukan uji fisik tentang bau pakan tersebut apakah sudah dapat diterima oleh ikan.

Semakin halus ukuran tepung maka kekompokan pakan dalam komposisi pakan semakin bagus. 3. Parameter bilogi lainnya yang dapat dilakukan pengukuran antara lain adalah pertumbuhan. retensi protein. Beberapa parameter biologis tersebut antara lain adalah nilai konversi pakan dan effisiensi pakan.3.54 cm) sebanyak enam tumpukan jika berat pakan perkarung adalah 50 kg. Semakin kecil nilai konversi pakan maka semakin baik kualitas pakan tersebut karena semakin ekonomis. Nilai konversi pakan yang baik adalah kurang dari dua yang berarti dalam memberikan pakan sebanyak dua kilogram akan menghasilkan daging ikan sebanyak satu kilogram.kecernaan total. Meletakkan pakan pada ruang penyimpanan pakan diatas kayu dengan jarak antara lantai dengan kayu sebaiknya 3 – 4 inci (1 inci = 2.lemak dan energi. Uji Pakan secara Biologis Uji coba pakan yang ketiga adalah uji pakan secara biologis. 4. Hal ini sangat ditentukan pada saat pemilihan bahan baku dimana bahan baku yang digunakan untuk membuat pakan ikan harus dari bahan yang benar halus dalam bentuk tepung. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan uji fisik pakan. Perhatikan kekompakan pakan buatan didalam ruang penyimpanan dan perhatikan apakah pakan yang terdapat pada bagian bawah terjadi kehancuran atau tidak. tingkat konsumsi pakan. Oleh karena itu dalam uji biologis harus dilakukan pengujian terhadap pakan yang dibuat dengan cara memelihara ikan dengan diberikan pakan uji tersebut. Pakan yang baik tidak akan hancur jika dilakukan penumpukan pakan dalam ruang penyimpanan. Tingkat Konsumsi Pakan Pada umumnya tingkat konsumsi pakan yang diberikan pada ikan erat hubungannya dengan besarnya individu ikan. Memasukkan tumpukan pakan buatan kedalam ruang uji sebanyak 350 kg dan catat waktu pertama pakan buatan dimasukkan kedalam ruang penyimpanan.penyimpanan. 2. Dalam uji coba pakan secara biologis dilakukan untuk mengetahui bebrapa parameter biologis yang sangat diperlukan untuk menilai apakah pakan ikan yang dibuat dapat memberikan dampak terhadap ikan yang mengkonsumsinya.4. 6. 5. Oleh karena itu untuk mengetahui tingkat kehalusan pakan dapat dilakukan uji coba secara fisik ini dengan cara sebagai berikut : Langkah kerja : 1. Nilai konversi pakan dan efisiensi pakan ini dapat diketahui dengan melakukan pemberian pakan selama periode waktu tertentu sehingga bisa dihitung nilainya dengan menggunakan rumus yang sudah berlaku. Semakin kecil bobot 308 . Hal ini harus dilakukan karena pakan ikan yang dibuat akan disimpan maksimal tiga bulan setelah proses pembuatan pakan.

Ikan mempunyai kemampuan mencerna yang berbeda dengan hewan darat (Watanabe. sehingga bisa diserap melalui dinding usus kedalam kapiler darah. karena dalam suatu proses pencernaan selalu ada bagian makanan yang tidak dapat dicerna dan dikeluarkan dalam bentuk feses (Affandi et al. Selain itu nilai kecernaan dapat menentukan kualitas pakan yang dikonsumsi ikan. 309 .1988). Menurut Affandi et al. sebaliknya semakin besar bobot individu ikan semakin menurun tingkat konsumsi pakan yang diberikan. 1992). Kecernaan adalah suatu parameter yang menunjukkan berapa dari makanan yang dikonsumsi dapat X ∆L X 100 diserap oleh tubuh (Lovel. nilai kecernaan pakan dapat menggambarkan kemampuan ikan dalam mencerna suatu pakan. et al.diawali dengan pengambilan pakan dan berakhir dengan pembuangan sisa pakan (Zonneveld et al. Menurut Heper (1988).individu ikan tingkat konsumsi pakan yang diberikan persentasenya semakin besar. Proses ini terjadi terus menerus.kondisi lingkungan dan komposisi... (1992). 1977 adalah : 100 TKP = % pakan yang diberikan X bobot total populasi X Berat kering pakan Menurut Halver (1989). kecernaan pakan dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu: keberadaan enzim dalam saluran pencernaan ikan..NRC. Masing-masing faktor tersebut akan dipengaruhi oleh faktor sekunder. Pakan yang berasal dari bahan nabati umumnya lebih sulit dicerna oleh ikan dibandingkan bahan hewani (Hepher.1991. 1988). 1988). tingkat konsumsi pakan perhari dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : Konversi Pakan TKP = 3 X L Dimana : TKP : Tingkat konsumsi pakan ∆L : kenaikan harian panjang tubuh ikan L : panjang tubuh ikan Kecernaan Total Pencernaan adalah proses penghancuran pakan menjadi molekul-molekul mikro melalui rangkaian proses fisik maupun kimiawi. 1983). Tingkat Konsumsi Pakan (TKP) yang diberikan dapat dihitung dengan menggunakan berbagai macam rumus antara lain adalah menurut National Research Council (NRC). umur. ukuran serta pakan yang dikonsumsi. tingkat aktivitas enzim-enzim pencernaan dan lamanya pakan yang dimakan bereaksi dengan enzim pencernaan. yang berhubungan dengan spesies ikan. dan ukuran ikan.

1988). 1983). Metoda tidak langsung Kecernaan total pakan dari pakan yang dikonsumsi dapat 310 X 100 % . Penentuan daya cerna secara langsung dianggap sulit dan memakan waktu lama karena pengumpulan feses dilakukan dengan stripping. Metoda kecernaan makanan dapat dihitung menurut Affandi et al 1992 dengan menggunakan rumus sebagai berikut : 1. 1985).5 dalam pakan uji (NRC.1983).Sedangkan bahan-bahan semi murni seperti kasein dan gelatin dicerna hampir sempurna oleh ikan (NRC. menghisap feses lewat anus. tetapi didasarkan kepada kandungan indikator dalam pakan dan feses (Tytler and Calow. 2. Metoda langsung Kecernaan pakan dengan metoda langsung biasa diterapkan pada level individu dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut : I-F D= I Keterangan : D = kecernaan total I = total nutrien yang dikonsumsi F = total nutrien dalam feses Pada metoda ini semua makanan yang dikonsumsi dan semua feses yang dikeluarkan oleh ikan selama fase pengukuran (24 jam) harus diukur. contohnya pemanasan terhadap kacang kedelai dapat meningkatkan tingkat kecernaannya. Prinsip penentuan kecernaan pakan adalah dengan membandingkan kadar nutrisi atau energi pakan dengan kadar nutrisi atau energi feses (Affandi et al. Kecernaan secara tidak langsung dihitung berdasarkan perbandingan indikator yang terdapat pada pakan dengan indikator yang terdapat pada feses. Penentuan daya cerna ini bisa dilakukan secara langsung dilakukan pengukuran jumlah pakan yang dikonsumsi untuk dibandingkan dengan jumlah feses yang diekskresikan (Lovel. Indikator yang digunakan mengukur daya cerna yang digunakan secara tidak langsung adalah Cr2O3 dan lignin (Hepher.Indikator yang digunakan adalah bahan yang tidak dapat dicerna. 1992). Pengukuran kecernaan secara tidak langsung lebih menguntungkan karena tidak memperhitungkan jumlah pakan yang dikonsumsi serta feses yang diekskresikan.. diserap atau masuk kedalam lendir usus. sebab ada beberapa bahan makanan yang perlu penanganan khusus karena keberadaan zat inhibitor dalam bahan makanan. tidak berubah secara kimiawi. dapat dianalisa dan dapat melewati saluran pencernaan (Lovell. atau dengan membedah ikan. 1988). 1988). Disamping itu kecernaan pakan juga dipengaruhi oleh proses dan metoda pengolahan bahanbahan tersebut. Biasanya indikator yang sering digunakan adalah Cr2O3 sebesar 0.

Kecernaan nutrien itu terdiri dari kecernaan protein. kecernaan karbohidrat dan kecernaan energi. Perhitungan kecernaan nutrien ini menggunakan rumus yang dikemukakan oleh NRC (1982) yaitu : Kecernaan Protein = 100 – ( 100 X a/a* X b*/b ) dimana : a = Cr2O3 dalam pakan (%) a* = Cr2O3 dalam feses (%) b = protein dalam pakan (%) b* = protein dalam feses (%) Kecernaan Lemak Kecernaan Lemak = 100 – ( 100 X a/a* X b*/b ) dimana : a = Cr2O3 dalam pakan (%) a* = Cr2O3 dalam feses (%) b = lemak dalam pakan (%) b* = lemak dalam feses (%) Kecernaan Karbohidrat Kecernaan Karbohidrat = 100 – (100 X a/a* X b*/b) dimana : 311 .X ) If Nf Keterangan : D = kecernaan total Ip = persentase indikator dalam pakan If = persentase indikator dalam feses Np = persentase nutrien dalam pakan Nf = persentase nutrien dalan feses Kecernaan total dari pakan yang dikonsumsi dapat pula dihitung Kecernaan Protein berdasarkan rumus Windel (1978) yaitu : Kecernaan Total=100–(100–a/a*) dimana : a = Cr2O3 dalam pakan (%) a* = Cr2O3 dalam feses (%) Selain kecernaan total dari pakan yang dikonsumsi juga harus diperhitungkan kecernaan dari nutrien yang terdapat pada pakan.dihitung dengan metode tidak langsung yaitu : Ip Np D = 100 – (100 X --. kecernaan lemak.

lemak dan energi Untuk mengetahui efektivitas pakan yang diberikan dapat diketahui dengan jalan menentukan banyaknya zat makanan yang disimpan dalam tubuh.a a* b b* = = = = Cr2O3 dalam pakan (%) Cr2O3 dalam feses (%) karbohidrat dalam pakan (%) karbohidrat dalam feses (%) Kecernaan Energi Kecernaan Energi = 100 – ( 100 X a/a* X b*/b ) dimana : a = Cr2O3 dalam pakan (%) a* = Cr2O3 dalam feses (%) b = energi dalam pakan (%) b* = energi dalam feses (%) Retensi Protein. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung retensi protein. lemak dan energi sebagai berikut : Bobot protein yang disimpan tubuh (gram) Retensi Protein (%) = Bobot protein yang diberikan (gram) Bobot lemak yang disimpan tubuh (gram) Retensi Lemak (%) = Bobot lemak yang diberikan (gram) Jumlah energi (kkal) yang disimpan tubuh Retensi Energi (%) = Jumlah energi (kkal) yang diberikan Cara menghitung Retensi Protein/ Lemak Bobot protein/lemak yang disimpan tubuh: Bobot biomassa awal = WA Analisa proksimat awal ikan = a% Jumlah protein awal = a% X WA=A Bobot biomass akhir + bobot mortalitas = WT 312 X 100% X 100% X 100% .

Ada dua model yang dipakai untuk menghitung pertumbuhan. Pertumbuhan ini secara fisik diekspresikan dengan adanya perubahan jumlah atau ukuran sel penyusun jaringan tubuh pada periode waktu tertentu. Sedangkan secara energetik . Pertumbuhan terjadi apabila ada kelebihan energi bebas setelah energi yang tersedia dipakan untuk metabolisme standar.Wo t 313 . pertumbuhan diekspresikan dengan adanya perubahan kandungantotal energi Wt = Wo. Model pertama adalah model yang berhubungan dengan berat dan berbentuk eksponensial.Analisa proksimat akhir ikan = b% Jumlah protein pada akhir = b% X WT = B Protein yang disimpan dalam tubuh= B–A=C Bobot protein yang diberikan: Jumlah total pakan yang diberikan= p (gram) % Protein pakan = CP % (hasil analisa proksimat) Jumlah protein pakan=CP% X p= K Retensi Protein/ Lemak (%) = C X 100 K Pertumbuhan Pertumbuhan adalah perubahan ukuran baik panjang.7183) g : aju pertumbuhan harian spesifik t : waktu Laju pertumbuhan harian spesifik dapat dihitung dari rumus awal yaitu : = egt Ln Wt – Ln Wo t Wt . Model pertumbuhannya menurut Ricker (1979) adalah: Wt = Wo. energi untuk proses pencernaan dan energi untuk aktivitas. Model ini baik untuk waktu yang pendek. 1989). egt Wt Ln Wo g= = gt → g = Wt → Wo tubuh pada periode waktu tertentu (Rahardjo et al. berat atau volume dalam jangka waktu tertentu. egt dimana : Wt : bobot ikan pada saat t Wo : bobot ikan awal E : dasar logaritma natural (2.

Ikan hanya diberi pakan buatan 100% nilai konversi pakannya lebih dari 1.Wi Wt/hari = Waktu kultur (hari) Wf .7183 Selain itu dari beberapa literatur pertumbuhan ikan dapat juga dilakukan pengukuran secara sederhana dengan menggunakan rumus antara lain adalah : Pertumbuhan mutlak Wt = Wf – Wi dimana : Wt : pertumbuhan mutlak Wf : berat akhir Wi : berat awal Laju pertumbuhan mutlak Wf . Hal ini disebabkan pakan tidak dapat dimanfaatkan semua dan ada yang menjadi feses.Wi % Wt/hari = X 100 (Wi) (waktu kultur) Laju pertumbuhan harian spesifik (SGR) Ln W2 – ln W1 SGR = t2 – t1 dimana : W1 : berat ikan pada periode waktu 1 (t1) W2 : berat ikan pada periode waktu 2 (t2) Konversi Pakan Untuk dapat mengetahui penggunaan pakan oleh ikan dapat dihitung dengan menentukan perbandingan faktor konversi pakan.Menurut Huisman (1976) dan NRC (1977) mengemukakan rumus laju pertumbuhan harian sebagai berikut : Wt = Wo (1 + g/100) t atau g = √ (Wt/Wo) – 1 X 100% t Pertumbuhan relatif Wf . Dari segi ekonomis nilai konversi pakan dapat juga dipakai untuk menentukan kualitas pakan. Nilai konversi pakan yang mendekati nilai satu maka semakin bagus kualitas pakan yang 314 .Wi % Wt = Wi Laju pertumbuhan relatif X 100 Model pertumbuhan yang kedua adalah berhubungan dengan panjang yang dinamakan rumus Von Bertalanfall dimana rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : Lt = L ~ 1 – e –k (t-to) dimana : Lt : panjang ikan pada waktu t L~ : panjang maksimum ikan k : koefisien pertumbuhan e : bilangan yang nilainya adalah 2.

Oleh karena itu dalam melakukan pemberian pakan kepada ikan setiap hari biasanya bergantung 315 . feeding time. efisiensi pakan merupakan indikator untuk mengetahui efektivitas pakan yang diberikan kepada ikan terhadap pertumbuhan.Wo E (%) = F dimana : Wt : bobot ikan pada waktu t Wo : bobot ikan pada waktu 0 D : bobot ikan yang mati selama pengamatan F : jumlah pakan yang dikonsumsi Dari rumus efisiensi pakan juga dapat dihitung nilai konversi pakan X 100 6. Dalam subbab ini akan dibahas tentang manajemen pemberian pakan dilihat dari jenis dan ukuran ikan serta teknik budidaya. Untuk menghitung efisiensi pakan dapat digunakan rumus menurut NRC (1977) adalah sebagai berikut : (Wt + D) .diberikan.5. feeding periodicity dan feeding level. Setiap jenis ikan mempunyai kebiasaan makan yang berbeda. feeding habits. lingkungan dimana ikan itu hidup dan teknik budidaya yang akan digunakan. Konversi pakan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : F Konversi pakan = (Wt + D) . feeding behaviour. Pemberian pakan adalah kegiatan yang rutin dilakukan dalam suatu usaha budidaya ikan oleh karena itu dalam manajemen pemberian pakan harus dipahami tentang beberapa pengertian dalam kegiatan budidaya ikan sehari-hari yang terkait dengan manajemen pemberian pakan antara lain adalah feeding frekuensi. Sedangkan pakan dan kualitas air akan dibahas pada subbab selanjutnya. Feeding frekuensi atau frekuensi pemberian pakan mempunyai makna jumlah waktu ikan untuk makan dalam sehari. MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN Dalam budidaya ikan pakan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan suatu budidaya ikan selain kualitas air.Wo dimana : F : jumlah pakan yang diberikan selama pemeliharaan Wt : berat akhir ikan rata-rata Wo : berat awal ikan rata-rata D : jumlah ikan yang mati selama pemeliharaan Efisiensi Pakan Sama halnya dengan konversi pakan. Pemberian pakan dalam suatu usaha budidaya sangat bergantung kepada beberapa faktor antara lain adalah jenis dan ukuran ikan. Pakan dalam kegiatan budidaya ikan sangat dibutuhkan oleh ikan untuk tumbuh dan berkembang.

ikan yang hidupnya lebih senang berada ditengah-tengah air dan ikan yang hidupnya lebih senang di dasar perairan. Agar pakan yang diberikan lebih efisien dan efektif. Pada ikan air tawar misalnya ikan patin merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai fase kritis pada saat berusia larva yaitu 0 – 14 hari. Pada ikan laut frekuensi pemberian pakan pada masa larva lebih banyak dibandingkan pada fase pembesaran. Selain itu dalam melakukan pemberian pakan juga harus diperhatikan tentang tingkah laku ikan dalam kehidupannya di dalam perairan dimana ikan berdasarkan tingkah lakunya dalam media hidupnya dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu ikan yang hidupnya diatas permukaan air. Biasanya semakin kecil ikan frekuensi pemberian pakannya semakin banyak sedangkan semakin besar ikan frekuensi pemberian pakannya setiap hari semakin berkurang. Jumlah pakan ikan yang diberikan setiap hari pada ikan yang dibudidayakan dan biasanya diekspresikan dalam persen biomas ikan biasa disebut dengan feeding 316 .kepada jenis dan ukuran ikan. Oleh karena itu pada kelompok ikan yang mempunyai aktivitas makan pada malam hari maka dalam melakukan pemberian makan. dan ikan pemakan siang hari atau aktivitas makannya lebih meningkat pada siang hari (diurnal). omnivora dan karnivora harus berbeda. Oleh karena dalam melakukan pemberian pakan terhadap jenis-jenis ikan tersebut harus disesuaikan dengan tingkah laku ikan tersebut. Oleh karena itu melakukan pemberian pakan untuk ikan herbivora. Untuk meningkatkan kelangsungan hidup larvanya salah satu solusinya adalah memberikan pakan alami selama fase tersebut sebanyak 12 kali sehari dimana pakan alami tersebut diberikan setiap dua jam sekali selama sehari. waktu pemberian pakannya sebaiknya lebih banyak pada malam hari. Feeding time atau waktu pemberian pakan adalah waktu yang tepat untuk melakukan pemberian pakan pda setiap jenis ikan. pakan dan ukuran kolam budidaya. ikan omnivora dan ikan karnivora. Oleh karena itu frekuensi pemberian pakan pada masa larva bagi ikan budidaya mempunyai jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan fase lainnya dan setiap jenis ikan mempunyai kekhasan dalam frekuensi pemberian pakan. Frekuensi pemberian pakan dihitung dalam waktu sehari (24 jam). Berdasarkan kebiasaan makannya ikan yang dibudidayakan dapat dikelompokkan menjadi ikan herbivora. Berdasarkan kapasitas daya tampung lambung setiap jenis ikan atau biasa disebut juga dengan feeding periodicity jenis ikan dapat dibedakan yaitu ikan pemakan malam hari atau aktivitas makannya meningkat pada malam hari yang biasa disebut dengan nocturnal misalnya ikan kelompok catfish. ketersediaan tenaga kerja. Waktu pemberian pakan ini juga sangat khas untuk setiap jenis ikan.

Pakan alami masih digunakan dalam sisitem budidaya ini sehingga sistem pemupukan pada kolam budidaya masih dilakukan dan pemberian pakan tambahan yaitu pakan yang dalam kontribusinya hanya menghasilkan penambahan berat pada ikan kurang dari 50% atau kurang dari pakan utama. Dalam melakukan pengelolaan pemberian pakan pada suatu usaha budidaya sangat bergantung pada teknik budidaya yang diterapkan.rate. 2. Oleh karena itu dalam sistem budidaya ini pemupukan pada kolam budidaya harus kontinu dilakukan agar pakan alami tumbuh dengan subur pada kolam budidaya. Budidaya ikan secara intensif Pada budidaya ikan secara intensif yang menjadi ciri khasnya 317 . 3. Pengelolaan pemberian pakan pada sistem budidaya ekstensif lebih mengutamakan tumbuhnya plankkton baik phytoplankton maupun zooplankton di dalam wadah budidaya sebagai pakan alami ikan yang dibudidayakan dan jenis ikan yang dibudidayakan adalah ikan herbivora yaitu ikan yang senang mengkonsumsi tumbuhan atau nabati. Budidaya ikan secara ekstensif Pada budidaya ikan ini yang menjadi ciri khasnya adalah dalam pemberian pakannya mengandalkan pakan alami. Seperti yang diketahui bahwa pertumbuhan ikan mempunyai kurva pertumbuhan yang sigmoid yaitu ada masa dalam kurva tersebut adalah masa pertumbuhan emas dan itu biasa terjadi pada ikan yang berukuran larva dan benih. Hal ini dikarenakan ikan yang berukuran kecil mempunyai masa pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan dengan ikan berukuran besar. Oleh karena itu dibutuhkan jumlah pakan yang lebih banyak dibandingkan dengan ikan yang berukuran dewasa. Pakan tambahan ini biasanya dibuat sendiri oleh pembudidaya dari beberpa bahan baku dan kandungan nutrisinya tidak selengkap pakan buatan pabrik sehingga pertumbuhan ikan dari pakan tambahan ini kurang dari 50%. Biasanya kelompok ikan yang dipelihara secara semi intensif adalah kelompok ikan omnivora misalnya kelompok carper seperti ikan mas. Budidaya ikan semi intensif Pada budidaya ikan sistem semiintensif yang menjadi cirinya adalah dalam budidayanya sangat mengandalkan pakan alami dan pakan tambahan. Feeding rate pada pemberian pakan ikan berkisar antara 2 – 5% perhari atau bahkan lebih. Sedangkan biomas adalah jumlah total ikan perunit area pada waktu tertentu dan diekspresikan dalam kg/ha atau kg/meter persegi. Biasanya dalam pemberian pakan pada ikan yang berukuran besar jumlah pakan yang diberikan setiap hari semakin berkurang dan semakin kecil ukuran ikan jumlah pakan yang diberikan semakin banyak. Pada suatu usaha budidaya ikan dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu : 1.

Karena pakan buatan ini sebagai sumber energi utama dan materi bagi kehidupan dan pertumbuhan ikan. Hal ini dikarenakan pada pengelolaan pemberian pakan dalam suatu usaha budidaya ada beberapa elemen kritis yang harus diperhatikan antara lain adalah jumlah pakan perhari yang diberikan dalam pemeliharaan ikan (feeding rate). Pakan buatan dalam usaha budidaya ikan intensif merupakan komponen terbesar dalam suatu usaha budidaya biasanya berkisar antara 40 – 70% dari total biaya produksi . frekuensi pemberian pakan dalam satu hari (feeding frekuensi). Pemberian pakan secara berlebihan (excess) Pemberian pakan secara berlebihan atau biasa disebut ad libitum merupakan salah satu cara pemberian pakan yang biasa diberikan pada fase pemberian pakan untuk larva ikan sampai ukuran benih ikan pada suatu hatchery.adalah dalam melakukan kegiatan budidaya mengandalkan pakan buatan sebagai sumber makanan utama ikan yang dibudidayakan. Manajemen pemberian pakan pada suatu usaha budidaya ikan yang intensif harus dilakukan . Pada suatu usaha budidaya ikan dimana terdapat beberapa fase kegiatan budidaya sehingga pakan yang akan diberikan pada setiap fase akan berbeda. sehingga dengan memberikan pakan dengan sekenyangnya atau ad libitum dimana pakan selalu tersedia dalam jumlah yang tidak dibatasai maka larva atau benih ikan ini dapat makan kapanpun juga sesuai dengan keinginan ikan. Jumlah pakan yang akan diberikan setiap hari ini juga ditentukan pada perbandingan jumlah pakan yang akan diberikan. Pakan yang digunakan adalah pakan buatan yang mempunyai kandungan gizi yang lengkap. struktur alat pencernaan yang masih belum sempurna dan ukuran bukaan mulut larva yang masih sangat kecil. Oleh karena itu dalam mengelola pemberian pakan secara intensif harus benar-benar dilakukan secara benar agar efisiensi pakan dan efektifitas kegiatan budidaya dapat menguntungkan. Jumlah pakan yang akan diberikan setiap hari pada budidaya ikan secara intensif sangat bergantung pada faktor biotik dan faktor lingkungan dimana ikan itu hidup. waktu pemberian pakan yang tepat (feeding time) dan konversi pakan yang ditargetkan dalam suatu usaha budidaya ikan. Dimana pakan ikan yang berlebihan akan berpengaruh langsung terhadap organisme akuatik (ikan) yang hidup dalam 318 . Berdasarkan jumlah pakan yang harus diberikan dalam suatu usaha budidaya dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu : 1. Tetapi pemberian pakan secara berlebihan pada fase setelah larva atau nebih akan membawa dampak yang merugikan bagi sistem perairan dalam suatu usaha budidaya. Pada stadia tersebut tingkat konsumsi pakan masih tinggi hal ini berkaitan dengan kapasitas tampung lambung larva atau benih ikan masih sangat terbatas.

urine yang nantinya akan menghasilkan bahan-bahan toksik seperti amoniak. Penumpukan pakan ikan didasar budidaya akan tercampur dengan hasil buangan ikan seperti feses. Oleh karena itu manajemen pemberian pakan pada ikan harus dilakukan dengan benar disesuaikan dengan melihat jenis dan umur ikan. Jumlah pakan yang aka diberikan setiap hari ini dibatasi berdasarkan hasil suatu penelitian dengan jumlah pakan tertentu akan diperoleh pertumbuhan ikan yang optimal. lingkungan perairan serta teknik budidaya yang digunakan. Hal ini dapat dilakukan pada ikan budidaya yang benar-benar sudah diketahui daya tampung lambungnya secara maksimal dalam setiap pemberian pakan. Pemberian pakan sekenyangnya (satiation) Pada sistem pemberian pakan seknyangnya adalah suatu usaha para pembudidaya ikan untuk melakukan pemberian pakan pada ikan yang dibudidayakan dalam jumlah yang maksimal. 319 . Pakan ikan yang berlebihan tidak akan dimakan oleh ikan dan akan terjadi penumpukan pakan pada wadah budidaya di dasar perairan. Berdasarkan pengalaman petani ikan mas di Jawa Barat dalam melakukan manajemen pemberian pakan dapat dilihat pada Tabel 6. Kandungan toksik yang tinggi dalam wadah budidaya akan menyebabkan aktivitas ikan dan terganggu. Oleh karena itu dalam pemberian pakan secara maksimal akan mudah diterapkan jika ikan yang dibudidayakan sudah terbiasa dengan jumlah pemberian pakan tersebut setiap hari berdasarkan pengalaman di lapangan. Pemberian pakan secara ad libitum dengan menggunakan pakan buatan akan memberikan dampak negatif karena mengakibatkan meningkatnya biaya produksi.wadah budidaya dan kondisi lingkungan budidaya tersebut. Tetapi dalam kenyataannya sangat sulit bagi para pembudidaya untuk menerapkan sistem pemberian pakan ini karena untuk menghindari pakan yang terbuang itu sangat sulit.3. Pemberian pakan dalam budidaya ikan secara intensif biasanya jumlah pakan yang diberikan dibatasi jumlahnya berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman dilapangan. Pemberian pakan yang dibatasi (restricted) Pemberian pakan tipe ini adalah pemberian pakan buatan yang biasa dilakukan dalam suatu usaha budidaya ikan dimana para pembudidaya melakukan pembatasan jumlah pakan yang diberikan setiap hari. sehingga pakan ikan yang diberikan semuanya dikonsumsi oleh ikan. H2S dan sebagainya yang dihasilkan dari perombakan bahan-bahan organiktersebut. 3. 2.

8 kali 6 – 8 kali 6 -8 kali 5 kali 4 kali 3 kali Dalam membuat skedul pemberian pakan ikan mas ini dibuat suatu asumsi berdasarkan stadia dan ukuran ikan.5 g 100 g 0. Hal ini dikembalikan kepada sifat alamiah ikan yang mulai dari larva yang baru menetas dengan sumber pakannya masih disediakna oleh kantung kuning telur. Frekuensi pemberian pakan untuk pakan remahan adalah 5 kali sehari pada minggu pertama sedangkan pada minggu selanjutnya diberikan pakan buatan bentuk pellet 2 mm sebanyak 320 .3.5 kg Jenis pakan Kuning telur Pakan alami & Emulsi Emulsi Emulsi Remah Pellet Pellet Dosis pakan Adlibitum Adlibitum 1 g/1000 2 g/1000 3 g/1000 4% biomas 3% biomas 3% biomas Feeding frekuensi 6 . sedangkan pada tahap benih mencapai ukuran gelondongan atau ukuran 3 bulan pakan nya berubah menggunakan pakan buatan di muali dari bentuk remahan kemudian pellet berukuran 2 mm dengan jumlah pakan remahan sebanyak 4% dari total biomas sedangkan untuk pakan pellet 2 mm jumlah pakan yang diberikan 3% dari biomas. Frekuensi pemberian pakan pada suatu usaha budidaya ikan mas harus disesuaikan dengan kebutuhan pakan berdasarkan stadia ikan mas itu sendiri. Pada stadia putihan menjadi 3 gram untuk 1000 ekor . Pada stadia burayak ukuran sudah mulai bertambah sehingga jumlah emulsi pakannya ditingkatkan menjadi 2 gram untuk 1000 ekor kebul dengan frekuensi pemberian pakan 6 – 8 kali sehari.Tabel 6.18-20 mg 15-20 mg 0. pengapuran dan pemupukan.5 g 0.1-0. kecuali untuk paka alami dimana proses penyiapannya sudah dilakukan pada saat persiapan kolam mulai dari pengeringan dasar kolam.5-0. baik dari jenis phytoplankton maupun zooplankton dengan ukuran pakan alami yang dikonsumsi disesuaikan dengan bukaan mulut larva dan setelah beberapa hari kemudian larva siap dipindah ke kolam pendederan.5-2. Jenis pakan yang diberikan pada stadia kebul adalah pakan alami yang tumbuh di kolam ditambah dengan emulsi kuning telur dengan jumlah pakannya 1 gram kuning telur untuk 1000 ekor kebul dan diberikan sebanyak 6 – 8 kali dalam sehari. Setelah kantung kuning telur habis maka larva akan mulai mengkonsumsi pakan alami yang tumbuh di kolam. Skedul pemberian pakan ikan mas ini tidaklah mutlak seperti tabel di atas harus disesuaikan dengan kondisi lahan dimana ikan mas tersebut dibudidayakan. Skedul pemberian pakan dalam usaha budidaya ikan mas Stadia ikan Larva Kebul Burayak Putihan Benih Induk Umur ikan 1-4 hr 5 hr 5-10 hr 10-15 hr 3 bl 6 bl Ukuran ikan 0. sehingga pada stadia ini larva tidak perlu diberi pakan tambahan.6 mm 1 cm 1-3 cm 3-5cm 8-12 cm > 12 cm Bobot ikan 0.

321 . Oleh karena itu dalam pemeliharaan dikolam juga diberikan pakan tambahan untuk memenuhi kebutuhan ikan mas terhadap pakan alami.00 35% 20% 20% Pada tabel diatas memperlihatkan bahwa pakan udang yang diberikan bervariasi pada setiap stadia udang dan waktu pemberian pakannya disesuaikan dengan kebiasaan udang yang mempunyai aktivitas makannya meningkat pada hari gelap sehingga menjelang sore jumlah pakan relatif lebih banyak. Selain itu dalam melakukan pengelolaan pemberian pakan pada udang yang telah dilakukukan oleh Akiyama dalam Goddart (1996) merupakan salah satu komoditas organisma air yang mempunyai kebiasaan makan pada malam hari dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6.00 30% 30% 22. Dengan demikian jumlah pakan yang diberikan selama pemeliharaan dibatasi sehingga pertumbuhan mencapai optimal. Skedul pemberian pakan pada udang Tipe pakan Starter Grower Finisher Berat udang 06.00 35% 15% 15% 18. Pada stadia ini ikan sudah akan mengalami pertumbuhan gonadik sehingga pakan yang diberikan harus memiliki kandungan gizi yang lengkap untuk mempercepat tingkat kematangan gonad.00 <3g 3-15 g > 15 g 30% 20% 20% 10.Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan Tabel 6. Hal ini dilakukan karena pada stadia ini ikan mas sangat rakus memakan makanannya dan sifat alami ikan mas sebagai pemakan segala/omnivora akan muncul. Pada tahap calon induk samapi akan menjadi induk ikan mas yang dipelihara mempunyai pertumbuhan yang sudah lebih lambat sehingga jumlah pakan yang diberikan berkurang menjadi 3% dari biomas dengan frekuensi pemberian pakan sebanyak 3 kali sehari.4 kali sehari. yang memperlihatkan jumlah pemberian pakan dari larva samapi ukuran siap panen semakin berkurang.00 15% 15% Feeding Time 14.4. Aktifitas makan ikan mas akan meningkat pada siang hari karena ikan mas termasuk jenis ikan diurnal.4.5.

Berdasarkan peralatan yang digunakan dalam melakukan pemberian pakan pada usaha budidaya ikan.1 2.4 4.5 3.8 2.3 2.6 3.9 2.4 5.21 4.6 2.0 3.3 3.3 2.6 4. Jumlah pakan harian pada udang dengan kelangsungan hidup 80% Berat udang (gram) < 10 hari 10 – 20 hari 20 – 30 hari 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Biomas (kg) 240 320 400 480 560 640 720 800 880 960 1040 1120 1200 1280 1360 1440 1520 1600 1680 1760 1840 1920 2000 2080 2160 2240 2320 2400 2480 2560 2640 2720 2800 Feed Rate (%) 5.1 2.2 2. ada beberapa metode 322 .1 2.1 2.2 2.9 3.4 2.6 2.8 4.1 2.2 3.7 2.5.7 3.1 2.Tabel 6.0 Jumlah pakan harian (kg) 4 8 12 14 17 20 23 26 28 30 32 34 36 37 39 40 41 42 42 43 43 44 45 46 46 46 48 48 49 49 50 52 54 55 56 57 Pada beberapa negara yang sudah maju jika akan memberikan pakan pada suatu usaha budidaya ikan menggunakan beberapa alat yang dapat membantu proses pemberian pakan.1 2.1 4.7 5.5 2.

Pemberian mekanik pakan secara Pemberian pakan dengan cara menggunakan alat bantu pakan yang digerakkan oleh tenaga mekanik.17. Metode pemberian pakan dengan tangan ini biasanya disesuaikan dengan stadia dan umur ikan yang dibudidayakan Gambar 6. ukuran dan jumlah dimana yang dimasukkan kedalam pipapipa adalah pakan alami yang telah dibuat sedemikian rupa sehingga pipa yang berisi pakan alami ini masuk kedalam wadah pemeliharaan secara otomatis. Adapun data yang 323 Gambar 6. Dengan membuat suatu catatan tentang pemberian pakan pada setiap kolam budidaya akan memudahkan untuk memantau perkembangan setiap kolam budidaya.pemberian pakan dilakukan yaitu : yang dapat 1. Metode pemberian pakan dengan tangan 2. .18. Metode pemberian pakan dengan demand feeder 3. Pemberian pakan di Hatchery Pada beberapa unit hatchery ikan air laut atau ikan air tawar biasanya dibutuhkan suatu alat bantu untuk memudahkan proses pemberian pakan. Pada stadia larva ikan merupakan fase kritis dimana pada fase tersebut dibutuhkan pakan yang tepat jenis. Pemberian pakan dengan tangan Pemberian pakan dengan cara metode pemberian pakannya menggunakan tangan (disebar). seperti demand feeder dan automatically feeder yang biasa digunakan pada budidaya ikan di kolam air deras. Selain itu yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengelolaan pemberian pakan adalah melakukan pencatatan pemberian pakan yang biasa disebut dengan Feeding record.

00. maka jumlah pakan harian yang harus diberikan pada setiap kolam adalah : 5 X 50. dengan berat rata-rata ikan pada waktu tebar adalah 5 g. Jumlah pakan yang diberikan setiap hari (FR) dalam % 5.00. Menurut Calow (1986) dalam Harris (2005) energi pakan yang dimakan ikan (C) sama dengan produksi daging ikan (P) + energi metabolisme (R) + energi urine (U) dan energi feses (F) atau 324 . Jumlah pakan selama pemeliharaan Dari contoh diatas maka jumlah pakan yang dibutuhkan selama pemeliharaan 15 hari adalah 18 kg/hari X 15 hari = 270 kg 7. dengan perkiraan kelangsungan hidup adalah 90% dan jumlah pakan harian adalah 8%. Jumlah pakan harian yang diberikan pada setiap kolam (DFA) Nilai DFA dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : DFA = W X N X SR X FR Misalnya dalam suatu kolam budidaya jumlah ikan yang ditebar adalah 50.5 berarti dalam 1.9 X 0. Frekuensi pemberian pakan dan waktu pemberian pakan Dalam contoh diatas jumlah pakan perhari adalah 18 kg. 10. Jumlah ikan yang ditebar dalam satu kolam (N) 3.6 PAKAN DAN KUALITAS AIR Pakan yang diberikan kepada ikan sebagai organisme air akan selalu berhubungan dengan air sebagai media budidaya ikan. 6. Perkiraan kelangsungan hidup/sintasan selama periode waktu pemeliharaan (SR) dalam % 4.000 X 0. Berat rata-rata ikan yang ditebar pada waktu tertentu (W) dalam gram 2. Hal ini berarti pakan yang diolah menjadi daging tidak seratus persen ada bagian dari pakan yang digunakan sebagai energi untuk feses dan lainnya.000 ekor.08 = 18 kg perhari 6.5 kg.5 kilogram pakan akan memberikan konstribusi penambahan berat daging ikan sebanyak 1 kilogram.00 dan 19. Maka jumlah pakan setiap kali pemberian adalah 18 kg : 4 = 4. Jika konversi pakan pada ikan mas mencapai 1. 14.00. Seperti kita ketahui pakan ikan yang diberikan selama kegiatan budidaya tidak seratus persen dikonsumsi oleh ikan. pakan tersebut akan diberikan kepada larva ikan sebanyak 4 kali pada waktu pukul 06. Pada budidaya ikan secara intensif penggunaan pakan buatan sangat mendominasi biaya produksi. Dengan melakukan pencatatan maka akan jumlah pakan yang dihabiskan selama kegiatan budidaya dan dapat diprediksi hasil produksi dengan memperkirakan nilai konversi pakan dan efisiensi pakan dari kegiatan selama budidaya ikan.sebaiknya dicatat pada setiap kolam dalam manjemen pemberian pakan adalah : 1.

Pakan yang diberikan dalam budidaya ikan intensif akan dikonsumsi oleh ikan dan ikan akan mengeluarkan buangan berupa limbah organik dan organik kedalam wadah budidaya. Berapa banyak pakan yang dikonsumsi (C) akan menjadi daging tergantung dari berapa banyak yang terbuang sebagai limbah feses dan sisa metabolisme berupa urin. 1996). mineral dan lain-lain. urine dan feses. Oleh karena itu antara pemberian pakan dengan kualitas air di dalam budidaya ikan secara intensif sangat komplek. Jika kolam dalam kondisi optimal maka amoniak dan 325 . keseimbangan energi antar nutrien. vitamin. karbondioksida.dengan rumus ditulis sebagai berikut: C = P + R + U + F. Salah satu limbah nitrogen yang sebagian besar berupa amoniak terlarut dan feses merupakan bahan yang akan banyak dibuang kedalam peraiaran. Perbedaan itu terjadi karena ikan makannya jauh lebih cepat daripada udang. Seberapa banyak pakan akan menjadi feses tergantung pada seberapa sesuai komponen pakan dengan kemampuan enzimatik di saluran pencernaan ikan (daya cerna). Pakan yang dicerna selanjutnya diabsorbsi ke dalam darah dan seberapa banyak pakan yang diabsorbsi akan menjadi daging ikan bergantung pada pola asam amino. ransum udang biasanya habis dimakan selama 0. Dari sekian banyak pakan yang dikonsumsi oleh ikan maka akan banyak terjadi pelepasan bahan organik dan anorganik yang berasal dari pakan yang akan mempengaruhi kualitas air dalam wadah budidaya. metabolisme dan pertumbuhan ikan diantaranya adalah suhu air dan tingkat kelarutan oksigen. asamlemak. pakan yang diberikan (P) = pakan yang dikonsumsi (C) + pakan yang tidak termakan (PT). Amoniak dikeluarkan oleh ikan melalui insang. Untuk ikan bagian yang tidak termakan ini bisa 0 – 10%. amoniak. Dalam budidaya ikan secara intensif dimana 40 – 70% komponen biaya produksi adalah pakan ikan maka efisiensi pakan atau konversi pakan sangat penting diperhatikan. Pada kolam air mengalir dengan pergantian air yang memadai maka kandungan amoniak dan feses yang terndap dalam wadah budidaya bisa terbuang keluar tetapi pada kolam pemeliharaan ikan dengan sistem air yang tidak mengalir maka semua amoniak dan feses yang dikeluarkan oleh ikan akan tetap mengendap di dalam wadah budidaya yang dapat mengakibatkan racun bagi ikan yang dibudidayakan.5– 2 jam dan selama proses tersebut terjadi pencucian pakan (leaching). Ada beberapa parameter kualitas air yang sangat mempengaruhi aktivitas makan. air dan hidrogen sulfida. Amoniak dapat mempengaruhi secara langsung pada ikan budidaya sedangkan bahan limbah lainnya seperti phosphor dan nitrogen dalam bentuk lainnya secara tidak langsung akan mempengaruhi ikan juga. sedngkan feses yang dikeluarkan oleh ikan lama kelamaan akan menjadi bahan tersuspensi ataupun terendap dalam sistem perairan. Kalau dilihat dari sisi praktis. sementara untuk udang dapat mencapai 15% (Goddard. Karena amoniak dalam bentuk belum terionisasi sangat berbahaya bagi ikan.

5 23 – 30 25 – 27. Oleh karena itu pada suhu air yang tinggi nafsu makan ikan akan meningkat dan metabolisme didalam tubuh ikan akan meningkat dan pertumbuhan ikan akan meningkat pula. Parameter yang akan dibahas dalam hal ini adalah suhu dan oksigen. Suhu Setiap ikan mempunyai kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan suhu karena sifat ikan yang poikilothermal yaitu mampu beradaptasi dengan perubahan suhu lingkungan dengan suhu tubuhnya.6.5 25 – 30 28 – 33 25 . Oleh karena itu keterkaitan antara pemberian pakan dengan kualitas air sangat penting diperhatikan dalam budidaya ikan secara intensif.30 berbeda. Tetapi jika kesuburan perairan menjadi meningkat maka hal ini juga akan membahayakan organisma air lainnya karena dengan adanya blooming phytoplankton dapat membahayakan bagi ikan. Kaitan antara suhu perairan dan pertumbuhan ikan telah dilakukan penelitian oleh Elliot (1981) dalam Goddard (1996) pada ikan mas (Cyprinus carpio) dan brown trout (Salmo trutta) pada gambar dibawah ini dan tabel 6. dimana pada setiap jenis ikan mempunyai kebutuhan suhu optimum yang berbeda.6. Berdasarkan perubahan suhu ikan yang hidup didaerah panas mempunyai aktivitas makan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ikan yang hidup didaerah dingin. mempunyai toleransi yang optimal terhadap suhu untuk dapat tumbuh dan berkembang. Gambar Kebutuhan suhu pada ikan mas dan ikan brown trout Kisaran suhu optimum untuk beberapa ikan budidaya (Goddard. Tetapi setiap jenis ikan ini Tabel 6. 1996) Jenis ikan Suhu optimal untuk pertumbuhan (oC) 12 – 18 12 – 17 23 – 25 28 – 30 18 – 21. Pada suhu 326 Rainbow trout Atlantic salmon Common carp Channel catfish European eel Japanese eel African catfish Tilapia Giant tiger shrimp Giant freshwater prawn Dari tabel diatas diketahui bahwa setiap jenis ikan mempunyai kebutuhan terhadap suhu yang .racun lainnya masih dapat dinetralisir dan akan diubah menjadi mikronutrien untuk pertumbuhan pakan alami dikolam budidaya.

Ikan yang hidup didaerah tropis biasanya dapat hidup pada kondisi perairan yang kandungan oksigennya rendah seperti ikan nila yang masih dapat hidup pada kondisi oksigen terlarut 3 ppm dibandingkan dengan ikan salmon yang hanya dapat hidup jika perairan mengandung oksigen terlarut berkisar antara 5 – 6 ppm. oleh karena itu ketersediaan oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan mutlak diperlukan. Pada suhu yang tinggi dan aktivitas ikan yang tinggi. Dalam proses metabolisme ini dibutuhkan oksigen. suhu air dan tingkat aktivitas ikan. tipe dan jumlah pakan yang akan diberikan. Ikan sebagi organisme air membutuhkan energi untuk bergerak. ikan akan membutuhkan oksigen lebih banyak daripada suhu yang rendah dan pada saat ikan beristirahat. Tetapi jika dihitung perberat tubuh ikan yang lebih kecil mengkonsumsi oksigen yang lebih banyak daripada ikan yang berukuran besar. Rata-rata konsumsi oksigen pada organisme air sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah berat tubuh. Oksigen terlarut Dalam bab 2 kita telah bahas secara detail tentang oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan . Oleh karena itu dalam proses pemeliharaan ikan agar pakan yang diberikan dikonsumsi oleh ikan secara optimal karena aktivitas makannya meningkat perlu dibuat suatu lingkungan budidaya yang mempunyai suhu optimal. Pada bab ini akan dibahas kaitan antara kandungan oksigen terlarut dengan proses pemberian pakan. Hal ini akan sangat menguntungkan dalam proses pemberian pakan karena pakan yang dicerna oleh ikan akan termetabolisme dengan baik sehingga akan diperoleh energi yang akan dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Perpindahan gas ini dilakukan secara difusi melewati membran tipis 327 . akibatnya ikan akan lebih cepat tumbuh dan efisiensi makanan akan meningkat. dengan adanya kecukupan oksigen yang terlarut dalam wadah budidaya maka kebutuhan ikan akan oksigen untuk proses metabolisme akan terpenuhi. Energi yang disimpan didalam tubuh ikan diperoleh dari proses metabolisme. Pada umumnya ikan yang berukuran besar mengkonsumsi oksigen lebih banyak perjamnya daripada ikan yang berukuran kecil.lingkungan yang optimal dimungkinkan juga ikan akan mengalami pertumbuhan yang optimal. mencari dan mencerna makanan. untuk tumbuh dan merawat fungsi tubuhnya. Kandungan oksigen terlarut dalam suatu wadah budidaya sangat berpengaruh terhadap aktivitas pemberian pakan. Ikan melakukan pertukaran oksigen melalui sistem pernafasannya yaitu di insang khususnya lamella insang. Semakin tinggi kandungan oksigen terlarut dalam wadah budidaya dapat meningkatkan nafsu makan ikan. metabolisme. Oksigen diserap maka karbondioksida dilepaskan. Kandungan oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan minimal adalah 5 ppm. pertumbuhan .

pH. oleh karena itu ikan akan mempertahankan kebutuhannya jika tidak ikan akan mati. Pemantauan kandungan oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan sangat diperlukan dalam melakukan manajemen pemberian pakan. suhu dan tingkat aktivitas makan ikan. Selama proses pemberian pakan maka aktivitas makan ikan akan meningkat dan kebutuhan ikan akan oksigen akan meningkat dan akan menurun kembali jika ikan tidak melakukan aktivitas makan. 328 .lamella yang memisahkan sistem perputaran darah dari air selama melewati insang. Pada suhu air yang meningkat tinggi biasanya kandungan oksigen terlarut akan didalam wadah bididaya menurun tetapi kebutuhan ikan akan oksigen terlarut meningkat karena nafsu makan ikan meningkat dan proses metabolisme didalam tubuh akan meningkat. Hal ini sangat perlu diperhatikan agar dalam proses pemberian pakan pada suhu perairan yang sedang tinggi sebaiknya dikurangi untuk meminimalkan oksigen yang dibutuhkan untuk proses metabolisme. Dengan mengetahui kandungan oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan dapat dibuat pengaturan tentang jumlah pakan yang diberikan setiap hari dan waktu yang tepat alam melakukan pemberian pakan serta berapa kali dalam sehari diperlukan pemberian pakan tersebut. Selama dalam pemeliharaan ikan yang dibudidayakan selalu melakukan aktivitas makan. Kandungan oksigen yang rendah dapat menyebabkan mortalitas dan lambatnya pertumbuhan ikan atau udang di dalam wadah budidaya. Kandungan oksigen dalam darah bergantung pada beberapa faktor dinatranya adalah tekanan partial oksigen dan karbondioksida di dalam air.

1. Dalam bab ini akan dibicarakan tentang pakan alami yang merupakan makanan yang sangat disukai oleh ikan hias dan ikan konsumsi. sedangkan pakan buatan adalah pakan yang hanya dibuat oleh manusia dengan menggunakan beberapa bahan baku dan formulasi pakannya disesuaikan dengan kebutuhan ikan. Oleh karena itu pakan alami adalah pakan yang dikonsumsi oleh organisme yang berasal dari alam.BAB VII. Sedangkan alami menurut arti katanya adalah sesuatu yang berasal dari alam. TEKNOLOGI PRODUKSI PAKAN ALAMI 7. tahapan stadia 329 . Pakan alami adalah pakan yang disediakan secara alami dari alam dan ketersediaannya dapat di budidayakan oleh manusia. Pakan merupakan peristilahan yang digunakan dalam dunia perikanan yang mempunyai arti makanan. Agar dapat membudidayakan pakan alami maka harus dikuasai teknik budidayanya yang didasarkan pada pengetahuan aspek biologi dan kimianya yang mencakup: morfologi. sedangkan budidaya pakan alami secara nonselekstif adalah melakukan budidaya pakan alami bergabung dengan ikan yang akan dibudidayakan dimana kegiatan tersebut dilakukan pada saat dilakukan persiapan kolam untuk budidaya. Pakan alami merupakan salah satu jenis pakan ikan hias dan ikan konsumsi air tawar. JENIS-JENIS PAKAN ALAMI Apakah pakan alami itu? Sebelum membicarakan tentang pakan alami perlu dipahami arti katanya. payau dan laut. Pakan alami dapat diperoleh dengan melakukan usaha budidaya. Penyediaan pakan alami secara selektif adalah melakukan budidaya pakan alami ini secara terpisah dengan wadah budidaya ikan. Usaha budidaya pakan alami ini dapat dibagi atas dua kelompok besar yaitu : penyediaan pakan alami yang selektif dan penyediaan pakan alami secara nonselektif seperti pemupukan di lahan perairan.

Pakan alami yang dapat dibudidayakan dan banyak terdapat dialam dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu phytoplankton. meningkatkan daya tahan tubuh benih ikan terhadap penyakit dan perubahan kualitas air.perkembangbiakkannya. Alga Merah Rhodophyceae) 5. zooplankton dan benthos. Alga Hijau Chlorophyceae) 2. Warna pirang (Fikosantin) 4. Warna keemasan (Karoten) Berdasarkan zat warna yang oleh alga ini. daur hidup dan habitat. Warna merah (Fikoeritrin) 5. kecepatan dan tingkat pertumbuhan. tidak menyebabkan penurunan kualitas air pada wadah budidaya ikan. biru atau coklat. misalnya Spyrogyra. Alga Coklat Bacillariophyceae/kelas Phaephyceae) 3. kebiasaan dan cara makan atau unsur hara yang dibutuhkan untuk hidup dan pertumbuhan serta nilai gizi pakan alami. misalnya Hydrodictyon reticulatum • Bentuk benang. misalnya Volvox. Phytoplankton adalah organisme air yang melayang-layang mengikuti pergerakan air dan berupa jasad nabati. mempunyai ciri-ciri : • Bersel tunggal tidak bergerak. Kelas Chlorophyceae. misalnya Chlorococcum. Oedogonium 330 . Scenedesmus. Warna kuning (Xantofil) 6. Zat warna atau pigmen ini dapat diklasifikasikan yaitu : 1. bulat dan seperti benang. • Bentuk koloni dapat bergerak. misalnya Chlamydomonas. Warna hijau (Klorofil) 3. Selain itu nilai gizi pakan alami sangat lengkap dan sesuai dengan tubuh ikan. Phytoplankton yang hidup di dalam perairan ini akan memberikan warna yang khas pada perairan tersebut seperti berwarna hijau. • Bentuk koloni yang tidak bergerak. Dalam siklus hidupnya phytoplankton melakukan proses fotosintesa dan berukuran kecil yaitu terdiri dari satu sel atau beberapa sel. Pakan alami sangat cocok untuk benih ikan/udang dan ikan hias karena pakan alami sangat mudah dicerna didalam tubuh benih ikan/udang dan ikan hias. Tetraselmis. • Bersel tunggal dapat bergerak. maka alga dikelompokkan menjadi : 1. Alga Hijau Kebiruan Cyanophyceae) dimiliki dapat (Kelas (Kelas (Kelas (Kelas (Kelas Beberapa jenis phytoplankton yang sudah dapat dibudidayakan dan dikonsumsi oleh ikan/udang/ikan hias antara lain adalah : 1. Alga Keemasan Chrysophyceae) 4. Chlorella. Euglena. Bentuk phytoplankton antara lain: oval. Hal ini dikarenakan didalam tubuh phytoplankton terdapat zat warna atau pigmen. mudah ditangkap karena pergerakan pakan alami tidak begitu aktif dan berukuran kecil sesuai dengan bukaan mulut larva. Warna biru (Fikosianin) 2.

• Bentuk lembaran. Beberapa aspek biologi dari phytoplankton yang sudah dapat dibudidayakan secara massal antara lain adalah : 1. dindingnya keras. • Alga sel tunggal yang bergerak aktif • Mempunyai empat buah flagella dan berukuran 7 – 12 mikron • Mempunyai kloroplas • Perkembangbiakan secara aseksual yaitu pembelahan sel dan seksual yaitu dengan 331 . Kelas Cyanophyceae. mempunyai ciri-ciri : Berwarna hijau kebiruan karena mengandung klorofil dan pigmen kebiru-biruan yaitu phycocyanin Berbentuk benang yang melingkar seperti spiral. misalnya Spirulina. Chlorella sp 2. misalnya Chaetoceros calcitran dan Skeletonema costatum 3. Ulva. sulfur dan lain-lain) Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7.1. Perkembangbiakan terjadi secara aseksual. Aspek biologi Tetraselmis sp. Chara • Selain itu ciri-ciri umum yang dimiliki dari alga hijau ini adalah: • Berwarna hijau rumput karena mengandung khlorofil • Mempunyai empat bulu cambuk.1. nitrogen. misalnya. K dan unsur mikro lainnya (karbon. : • Alga sel tunggal • Bentuknya bulat atau bulat telur • Mempunyai khloroplas seperti cawan. Kelas Bacillariophyceae mempunyai ciri-ciri : • Berwarna coklat karena mengandung silikat • Berbentuk seperti cawan petri • Reproduksi secara pembelahan sel • Bersel tunggal. • padat dan garis tengahnya 5 mikron. Aspek biologi Chlorella sp. Habitatnya adalah tempattempat yang basah dan medianya mengandung cukup unsur hara seperti N. • Reproduksi sel terjadi secara vegetatif aseksual dan seksual 2. Gambar 7. yaitu dengan pembelahan sel atau pemisahan autospora dari sel induknya. fosfor. P.

• bersatunya khloroplas dari gamet jantan dan betina Hidup di perairan pantai atau laut dengan kisaran salinitas 27 – 37 permil.2.3. Gambar 7. Scenedesmus sp 332 . Gambar 7. Tetraselmis sp 3. Aspek biologi Scenedesmus sp. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. dari setiap sel induk dapat membentuk sebuah koloni awal yang membebaskan diri melalui suatu pecahan pada dinding sel induk.3. • Jenis alga yang berkoloni • Mempunyai kloroplas pada selnya • Perkembangbiakkannya dengan pembentukan koloni.2. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 7.

Aspek biologi Spirulina sp.5. yaitu Brachionus sp.4. Jenis pakan alami yang kedua adalah zooplankton yaitu organisma air yang melayang-layang mengikuti pergerakan air dan berupa jasad hewani. Aspek biologi Skeletonema costatum • Bersel tunggal. Ciri-cirinya antara lain adalah : • Berwarna putih • Tubuhnya berbentuk seperti piala dan mempunyai panjang 60 – 80 mikron • Terlihat koronanya dan terdapat bulu getar yang bergerak aktif • Perkembangbiakannya dilakukan dengan dua cara yaitu secara parthenogenesis dan seksual Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. 333 .6. Rotifera. berukuran 4– 6 mikron • Mempunyai bentuk seperti kotak dengan sitoplasma yang memenuhi sel dan tidak memiliki alat gerak • Perkembangbiakan melalui pembelahan sel Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Jenis zooplankton yang biasa digunakan sebagai makanan larva atau benih ikan/udang/ikan hias dan sudah dapat dibudidayakan secara massal adalah : 1.4. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Spirulina. Skeletonema costatum 5. Gambar 7. sp Gambar 7. • Alga hijau biru yang berbentuk spiral dan memiliki dinding sel tipis yang mengandung murein • Mempunyai dua macam ukuran yaitu jenis kecil berukuran 1–3 mikron dan jenis besar berukuran 3–12 mikron • Perkembangbiakan terjadi secara aseksual atau pembelahan sel yaitu dengan memutus filamen menjadi satuan-satuan sel yang membentuk filamen baru.5.4.

majemuk dan thoracopoda 11 pasang Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Cladocera.6. sedangkan pada saat dewasa berwarna kuning cerah Perkembangbiakan dengan dua cara yaitu parthenogenesis dan biseksual Nauplius tubuhnya terdiri dari tiga pasang anggota badan yaitu antenula.8 dan 7. Artemia salina 3.9.7 Gambar 7. 334 . yaitu Moina sp. Brachiopoda. Brachionus sp 2. yaitu Artemia salina Ciri-cirinya antara lain adalah : Telurnya berwarna coklat dengan diameter 200 – 300 mikron. Artemia dewasa berukuran 12 cm dengan sepasang mata Gambar 7. Dan Daphnia sp. antenna I yang berfungsi sebagai alat sensor dan antenna II yang berfungsi sebagai alat gerak atau penyaring makanan dan rahang bawah belum sempurna. Ciri-cirinya antara lain adalah : Berwarna merah karena mengandung haemoglobin Bergerak aktif Bentuk tubuh membulat untuk moina dan lonjong untuk daphnia Perkembangbiakannya secara sexual dan parthenogenesis Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7.7.

Gambar 7. Benthos yang biasa dimanfaatkan dan dapat dibudidayakan sebagai makanan ikan antara lain adalah cacing rambut atau tubifex dan larva Chironomus sp. Cacing rambut (Tubifex sp) Ciri-ciri benthos secara umum antara lain adalah : • Berwarna merah darah karena banyak mengandung haemoglobin. yaitu Pharamecium sp.10.8. Moina sp 4. Gambar 7. Infusaria. Paramecium Gambar 7.11.11.9. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Daphnia sp dasar perairan. Benthos adalah organisma air yang hidupnya di . 335 Jenis pakan alami yang ketiga yang dapat diberikan kepada ikan hias. Gambar 7.10. Ciri-cirinya antara lain adalah : • Bersel tunggal • Berwarna putih Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. larva dan benih ikan/udang/ikan hias adalah benthos.

2. Brachionus. tabung reaksi. Erlemeyer/toples Sedangkan peralatannya adalah. Daphnia. jarum ose. zooplankton dan benthos. Persiapan wadah dan peralatan budidaya 2. Pemanenan Gambar 7. mikroskop. 336 . dalam hal ini adalah tempat yang digunakan untuk membudidayakan phytoplakton.• Berbentuk seperti benang yang bersegmen-segmen. Artemia salina. Hal ini bermanfaat untuk menyediakan pakan alami tersebut secara kontinu. pipet kaca.2. Wadah dan peralatan budidaya phytoplankton Apakah wadah itu? Wadah adalah tempat yang digunakan untuk memelihara organisme air . Tubifex . Pemilihan jenis wadah ini sangat bergantung kepada jenis phytoplankton dan sistem kulturnya. Ada beberapa jenis wadah yang dapat digunakan untuk membudidayakan pytoplankton. wadah yang digunakan adalah erlemeyer/toples. Berdasarkan media tumbuhnya pakan alami dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu pakan alami air tawar dan pakan alami air laut.1. Brachionus. Pemeliharaan pakan alami 5. 7. Pada bab ini akan diuraikan secara detail tentang budidaya pakan alami dari kelompok phytoplankton.12. Penyiapan media budidaya 3. Pemilihan bibit dan menginokulasi bibit 4. Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan untuk budidaya phytoplankton sangat bergantung pada skala produksi. Dalam membudidayakan pakan alami yang akan diberikan kepada ikan hias dan ikan konsumsi dipilih jenis pakan alami yang relatif mudah dan mempunyai siklus hidup yang singkat. 7. BUDIDAYA PHYTOPLANKTON Agar dapat membudidayakan phytoplankton harus dilakukan beberapa kegiatan yaitu : 1. Tahap awal dalam membudidayakan phytoplankton adalah melakukan isolasi dan kultur murni. sedangkan jenis pakan alami air laut yang sudah dibudidayakan adalah jenis-jenis phytoplankton. Jenis pakan alami air tawar yang sudah banyak dibudidayakan antara lain adalah Moina.

tanki plastik. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya phytoplankton secara semi massal dan massal antara lain adalah aerator/blower selang aerasi.14. wadah yang digunakan antara lain adalah bak semen. batu aerasi. Cawan petri Gambar 7. gayung. saringan halus/seser. Jarum ose Gambar 7. selang air.13. ember. Pipet kaca 337 .16. Gambar 7. Mikroskop Pada tahap selanjutnya adalah tahap semi massal dan massal. Tabung reaksi Gambar 7.15. bak beton dan bak fiber.17.Gambar 7. timbangan. gelas ukur kaca.

Peralatan ini digunakan juga untuk mengeluarkan kotoran dan air pada saat dilakukan pemeliharaan. Selain itu diperlukan juga plakton net atau saringan halus pada 338 Gambar 7. tetapi apabila sudah dilakukan budidaya secara massal/skala besar maka peralatan yang digunakan untuk mensuplai oksigen kedalam wadah budidaya . sedangkan batu aerasi digunakan untuk menyebarkan oksigen yang terdapat dalam selang aerasi keseluruh permukaan air yang terdapat didalam wadah budidaya. Peralatan yang digunakan untuk budidaya phytoplankton mempunyai fungsi yang berbeda-beda. timbangan yang digunakan boleh berbagai macam bentuk dan skala digitalnya. Selang air digunakan untuk memasukkan air bersih dari tempat penampungan air kedalam wadah budidaya. Bak fiber Gambar 7. Oleh karena itu ukuran dari wadah yang akan digunakan sangat menentukan kapasitas produksi dari pakan alami .menggunakan blower. mikroskop lengkap dengan haemocytometer untuk menghitung kepadatan phytoplankton didalam wadah budidaya.19. Alat yang digunakan adalah gelas ukur kaca yang berfungsi untuk melihat kepadatan populasi phytoplankton yang dibudidayakan didalam wadah pemeliharaan. karena fungsi utama alat ini untuk menimbang bahan yang akan digunakan dalam membudidayakan phytoplankton. Phytoplankton yang dipelihara didalam wadah pemeliharaan akan tumbuh dan berkembang oleh karena itu harus dipantau kepadatan populasinya didalam wadah. misalnya aerator digunakan untuk mensuplai oksigen pada saat membudidayakan pakan alami skala kecil dan menengah. Peralatan lainnya yang diperlukan dalam membudidayakan phytoplankton adalah timbangan.18. Dengan menggunakan selang air akan memudahkan dalam melakukan penyiapan wadah sebelum digunakan untuk budidaya. Peralatan selang aerasi berfungsi untuk menyalurkan oksigen dari tabung oksigen kedalam wadah budidaya. Aerator Untuk membedakan antara kultur semi massal dan massal hanya dari volume media yang dapat disimpan didalam wadah tersebut.

Wadah budidaya yang telah diairi dapat digunakan untuk memelihara phytoplankton. 7. majalah dan sebagainya. Setiap jenis 339 . Setelah berbagai macam peralatan dan wadah yang digunakan dalam membudidayakan pakan alami phytoplankton diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara kerjanya . Untuk wadah dan peralatan budidaya skala laboratorium harus dilakukan pensucihamaan dilakukan sterilisasi dengan alat autoclave atau dengan larutan chlorin. Kultur adalah kata lain dari budidaya yang merupakan suatu kegiatan pemeliharaan organisme. Air yang digunakan sebaiknya diberi oksigen dengan menggunakan aerator dan batu aerasi yang disambungkan dengan selang aerasi. deterjen dan chlor. Peralatan dan wadah disiapkan untuk digunakan dalam budidaya phytoplankton. Media tempat tumbuhnya pakan alami sangat berbeda untuk setiap jenis pakan alami.saat akan melakukan pemanenan phytoplankton. langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan terhadap wadah tersebut. Wadah yang akan digunakan dibersihkan dengan menggunakan sikat dan diberikan desinfektan untuk menghindari terjadinya kontaminasi dengan mikroorganisme yang lain. Penyiapan media budidaya phytoplankton Bagaimanakah anda melakukan penyiapan media kultur yang akan digunakan untuk membudidayakan phytoplankton secara terkontrol ? Apakah media kultur itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita diskusikan dan pelajari bab pada buku ini atau mencari referensi lain dari internet . Pada subbab sebelumnya sudah dijelaskan berbagai jenis pakan alami yang dapat dibudidayakan. Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya harus bebas dari kontaminan seperti pestisida. Media adalah bahan atau zat sebagai tempat hidup pakan alami.2. Oleh karena itu untuk dapat membudidayakan phytoplankton kita harus menyiapkan media yang tepat untuk phytoplankton tersebut agar dapat tumbuh dan berkembang. Aerasi ini dapat digunakan pula untuk menetralkan chlor atau menghilangkan karbondioksida didalam air. Langkah pertama adalah peralatan dan wadah yang akan digunakan ditentukan sesuai dengan skala produksi dan kebutuhan. Wadah yang telah dibersihkan selanjutnya dapat diari dengan air bersih. Jadi media kultur adalah bahan yang digunakan oleh suatu organisme sebagai tempat hidupnya selama proses pemeliharaan.2. Media seperti apakah yang dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang pakan alami dari kelompok phytoplankton ini. Dalam hal ini phytoplankton pada umumnya merupakan organisme air yang hidupnya melayang-layang mengikuti pergerakan air dalam bentuk jasad nabati dan mempunyai ukuran yang relatif sangat kecil dan disebut sebagai mikroorganisme.

teknik kultur skala semi massal dan teknik kultur skala massal.1 dan 7. Setelah media kultur skala laboratorium disiapkan langkah selanjutnya adalah melakukan penebaran bibit pakan alami. Pupuk Conwy digunakan untuk phytoplankton hijau sedangkan pupuk Guillard untuk phytoplankton coklat.pakan alami tersebut mempunyai media tumbuh yang berbeda.2. Metode kultur murni phytoplankton di laboratorium untuk memperoleh satu jenis phytoplankton (monospesies) dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 1. Sumber nutrient yang digunakan untuk tumbuhnya phytoplankton dalam kultur murni digunakan bahan kimia Pro Analis (PA) dengan dosis pemakaian 1 ml/liter kultur. Tetraselmis dan Skeletonema costatum. Sumber cahaya yang digunakan agar proses fotosintesis terjadi adalah lampu neon TL dengan kekuatan cahaya 2000 – 8000 lux. Pupuk yang umum digunakan adalah pupuk Conwy dan pupuk Guillard . sedangkan sumber aerasi menggunakan HI-Blower tersendiri yang dilengkapi dengan saringan untuk memperkecil kontaminasi. Media yang digunakan pada saat inokulasi adalah media agar yang dilengkapi dengan larutan nutrien pengkaya . Jenis phytoplankton yang banyak dibudidayakan pada usaha budidaya perikanan laut adalah Chlorella. Metode media agar 2. Dari ketiga jenis phytoplankton tersebut secara proses pembuatan medianya hampir sama yang membedakannya adalah jenis pupuk dan volume media yang digunakan. Didalam buku ini akan dibicarakan tentang media tumbuh dari phytoplankton. Metode subkultur 3. Media Kultur murni Teknik kultur phytoplankton dalam skala laboratorium dilakukan dalam ruangan tertutup dan ber-AC. Hal ini diperlukan agar suhu selalu terkendali dan mencegah kontak dengan lingkungan luar yang dapat menyebabkan kontaminasi sehingga mengurangi kemurnian phytoplankton yang dikultur. Metode pipet kapiler Metode media agar Metode media agar adalah suatu metode pemurnian individu dari suatu sampel perairan dengan cara membuat kultur murni dengan menggunakan media agar . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 7. Jenis pupuk yang akan digunakan untuk melakukan kultur murni beberapa jenis phytoplankton sangat bermacam-macam biasanya jenis medium yang digunakan disesuaikan dengan jenis phytoplankton yang akan di kultur 340 . Metode pengenceran berseri 4. Media tempat tumbuhnya phytoplankton ini dapat dikelompokkan dalam tiga tahap kegiatan yaitu isolasi dan teknik kultur murni di laboratorium. Media nutrient tersebut mengandung bahan-bahan kimia yang digunakan untuk sintesis protoplasma pada proses kulturnya. larutan trace element dan vitamin.

6. Untuk jenis phytoplankton dari perairan tawar dapat dilakukan dengan komposisi nutrien yang berbeda.2H2O FeCl3.26 gram 100 ml 341 .1.40 gram 2.6H2O H3BO3 MnCl2.00 gram 1.0 gram 0. 9. Komposisi Trace Metal Solution No.3. Mo7O24. 4. Pada tabel 7.1 dan 7.9 gram 100 ml Pupuk Guillard 1. 1. 2. 7. Tabel 7. 8.4H2O NaNO3 Na2SiO3. Bahan kimia EDTA NaH2PO4. 5 H2O ZnSO4. 10. 5. 4. Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa komposisi nutrien untuk membuat medium pada phytoplankton air tawar antara lain adalah media Benneck.3 gram 33.36 gram 100 gram 1 ml 1 ml 1000 ml Pupuk Guillard 10 gram 10 gram 2.0 gram 2. 2.9 gram 3. Bahan kimia ZnCL2 CuSO4. 3.6 gram 100 gram 5 gram/30 ml 1 ml 1 ml 1000 ml Tabel 7. Komposisi pupuk pada media stok murni kultur algae No. 6 H2O (NH4)6.secara murni. 1. 4 H2O Aquabides sampai Pupuk Conwy/Wayne 2. 5. 7 H2O CoCl2.1 gram 2.2. media Demer dan media Bristole.96 gram 4. Untuk lebih jelasnya komposisi ketiga media tersebut dapat dilihat pada Tabel 7.9H2O Trace Metal Solution Vitamin Aquades sampai Pupuk Conwy/wayne 45 gram 20 gram 1. 3.2 merupakan komposisi nutrien yang biasa digunakan untuk membuat medium pada jenis phytoplankton dari air laut.6 gram 0. 6.

peralatan gelas (erlemeyer. 3. pipet. pemberian alkohol. beker glass. 7. 6. Sterilisasi peralatan dan bahan 2. Pembuatan media agar 3. pH meter dll). 1. Kegiatan yang dilakukan dalam melakukan kultur murni untuk semua metode adalah hampir sama . Kultur di media agar 4. oven/autoclave. 9. timbangan.2H2O MgSO4. alkohol. Sedangkan peralatan yang akan digunakan juga dapat dilakukabn dengan beberapa cara diantaranya adala perebusan. Komposisi pupuk pada phytoplankton air tawar (Chlorella sp) No. refraktometer. lemari es. aquades. penyaringan dengan menggunakan plankton net ukuran 15 mikron atau pemberian larutan chlorine 60 ppm. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan selain bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pupuk ditambah lagi agar difco.3. formalin. 8. toples.7H2O K2HPO4 NaCl Media Benneck 100 mg/l 200 mg/l 500 mg/l Sedikit -Media Demer 550 mg/l 250 mg/l 1000 mg/l 250 mg/l Media Bristole 7 g/400ml 10g/400 ml 1 g/400ml 3 g/400ml 3 g/400ml 1 g/400ml Pada metode agar ini peralatan yang digunakan adalah mikroskop. dalam metode media agar kegiatan yang harus dilakaukan antara lain adalah : 1. 2. lampu neon. 2. penyimpanan Sterilisasi peralatan dan bahan yang akan digunakan dapat dilakukan dengan cara : 1.Tabel 7. tabung reaksi). petri dish. hand counter). dengan memberikan sinar ultraviolet atau ozonisasi. perendaman dalam larutan kaporit/chlorine 150 ppm. air conditioner. Penghitungan phytoplankton 7. 4. 10. alat ukur kualitas air (termometer. kemudian diaduk rata selama beberapa menit dan dinetralkan dengan Natrium Thiosulfat 20 ppm. Air laut yang akan digunakan dilakukan sterilisasi dengan berbagai cara diantarany adalah perebusan selama 10 menit. 5. alat penghitung plankton (Haemocytometer. Bahan kimia MgSO4 KH2PO4 NaNO3 FeCl3 Ca(NO3)2 KCl CaCl2. blower. Pembuatan pupuk 6. Kultur di media cair 5. 342 . diautoclave dengan temperature 100oC dengan tekanan 1 atm selama 20 menit atau di oven. air laut steril.

Biarkan media tersebut dan biasanya inokulum akan tumbuh setelah 4 – 7 hari dilakukan penggoresan dengan terlihatnya koloni plankton yang tumbuh pada media agar tersebut. Biarkan agak dingin sebentar kemudian tambahkan vitamin setelah itu larutan agar dan pupuk tersebut dituangkan kedalam petridish atau tabung reaksi dan dibiarkan sampai dingin dan membeku kemudian simpan di dalam lemari es. 2. Koloni murni ini selanjutnya diinkubasi pada ruangan ber AC. pengolesan jarum ose pada media agar ini dilakukan dengan cara zigzag. Lakukan inokulasi bibit phytoplankton dari hasil kultur murni 4. Langkah selanjutnya adalah melakukan kultur murni/isolasi plankton pada media agar yang telah disiapkan sebelumnya. Siapkan erlemeyer yang telah disterilisasi 2. Amati dibawah mikroskop koloni tersebut dan ambil koloni yang diinginkan dan dikultur pada media agar miring dalam tabung reaksi yang akan digunakan sebagai bibit. media detmer.5 gram Bacto agar dalam 100 ml air laut di tambah dengan pupuk Conwy untuk green algae dan pupuk silikat untuk Diatomae. Ambil contoh air plankton dengan jarum ose yang telah dipanaskan/disterilisasi dan oleskan kepermukaan media agar. Masukkan air laut dan pupuk sesuai dengan media yang diinginkan pada setiap jenis phytoplankton 3.Setelah peralatan dan bahan yang akan digunakan disterilisasi langkah selanjutnya adalah membuat media agarnya dengan cara : 1. 2. Kultur selanjutnya setelah diperoleh koloni murni pada tabung rekasi langkah selanjutnya adalah melakukan kultur koloni plankton yang diperoleh tersebut pada media cair. media Berneck. Adapun prosedur yang harus dilakukan adalah : 1. media mollish dan media TMRL. 343 . Adapun langkah yang harus dilakukan adalah: 1. kemudian tutup dan simpan media agar yang telah digoresi dengan plankton pada suhu kamar dibawah sinar cahaya lampu neon secara terus menerus. Amati pertumbuhan phytoplankton tersebut dengan menghitung kepadatan populasi phytoplankton. Bahan yang akan digunakan untuk membuat media agar adalah 1. 3. Kultur murni dimedia cair ini dapat dilakukan dengan berbagai macam media yang sudah biasa dilakukan. 3. Media yang akan digunakan sebagi pupuk pada media agar ini banyak sekali macamnya antara lain adalah media Zarrouk. media allan miquel. Panaskan agar dan media tersebut dengan menggunakan hotplate atau microwave sampai cairannnya mendidih dan masukkan kedalam autoclave pada suhu 120oC dengan tekanan 1 atm selama 20 menit .

Adapun prosedur yang digunakan dalam metode subkultur ada dua tahapan yaitu pertama melakukan sterilisasi peralatan dan bahan yang akan digunakan . 3. kedua adalah melakukan isolasi. Sterilisasi dilakukan pada semua alat dan bahan yang akan digunakan dalam kultur mikroalga/ phytoplankton. Bilaskan peralatan pada point satu dengan menggunakan HCl 0. 2. 250 ml. sterilisasi dilakukan dengan cara memakai autoclave pada suhu 120oC dengan tekanan 1 atm selama 15 menit. 5. kemudian tempatkan dalam wadah yang tertutup. Buat medium air tanah dengan cara mencampurkan 960 ml medium Bristol dengan 40 ml air tanah. pipet.1 N dan kemudian dibilas kembali dengan akuades. autoclave. Biarkan peralatan tersebut kering udara 4. air tanah. Mencuci semua peralatan tersebut dengan menggunakan sabun yang tidak mengandung deterjen kemudian dibilas sampai bersih. kemudian dinginkan dalam suhu ruang atau di lemari es selama 24 jam sebelum digunakan. Haemocytometer.Volume media kultur murni biasanya adalah bertahap mulai dari isolasi dalam tabung rekasi volume 10 – 15 ml. vitamin B12. Untuk peralatan gelas seperti pipet. Siapkan air tanah dengan melarutkan 1 sendok teh tanah kering dalam 200 ml air. Ambil masing-masing 1 ml sampel air kolam kemudian encerkan 10 kali 344 . Bahan-bahan yang digunakan adalah medium Bristole. vitamin B1 dan sampel air kolam. Metode subkultur Metode subkultur adalah suatu metode mengisolasi mikroalga dimana metode ini dapat digunakan jika mikroalga yang kita inginkan bukan mikroalga yang dominan. gelas ukur. Setelah peralatan kering udara masukkan peralatan tersebut ke dalam autoclave dengan suhu 120oC dengan tekanan 1 atm selama 20 menit atau menggunakan oven dengan suhu 150oC selama 1 jam. Peralatan yang digunakan dalam mengisolasi phytoplankton dengan metode ini adalah mikroskop. oven. gelas piala dan tabung reaksi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. akuades. Isolasi mikroalga dengan menggunakan metode subkultur dapat dilakukan dengan mengikuti prosedur sebagai berikut : 1. 500 ml dan botol kultur 1 liter yang kemudian dikembangkan dari ukuran 2 liter sampai 30 liter. gelas ukur. vitamin B6. Kukus media selama dua jam pada dua hari berturut-turut. Karena pemanasan dapat merusak vitamin maka larutan ini disterilisasikan dengan menggunakan metode penyaringan. Sedangkan untuk bahan yang akan digunakan sebagi media kecuali vitamin. 3. kemudian dipindahkan pada botol erlemeyer dengan volume yang bertahap dari100 ml . 2. gelas piala dan tabung rekasi.

2. Susun semua tabung reaksi tersebut dalam rak tabung reaksi kemudian letakkan di bawah cahaya lampu. Metode Pipet Kapiler Metode kultur murni dengan menggunakan metode pipet kapiler dapat dilakukan dengan cara sel mikroalga atau phytoplankton yang akan dikultur dipisahkan dengan menggunakan pipet kapiler steril lalu dipindahkan ke dalam media yang sesuai. Peralatan dan bahan yang akan digunakan dalam metode pengenceran berseri dilakukan isolasi. Amati pertumbuhan dan jenis mikroalga yang tumbuh dominan selama 7 hari dibawah mikroskop dan hitung populasi kepadatan mikroalga atau phytoplankton dengan menggunakan Haemocytometer. Lakukan pengenceran seperti tahapan ke dua tersebut sampai lima kali pengenceran. Pipet yang akan digunakan untuk metode ini adalah pipet yang mempunyai diameter berkisar antara 3 – 5 kali besar phytoplankton yang akan diisolasi dan pipetnya dilakukan pembakaran pada bagian ujungnya. Kemudian phytoplankton tersebut dilakukan penyaringan dan diteteskan pada gelas obyek. 5. sampel air kolam. vitamin B12. 5. Letakkan tabung reaksi dalam rak kemudian di tempatkan dibawah lampu dan amati pertumbuhan dan jenis mikroalga yang tumbuh pada masingmasing media.4. sedangkan bahan yang digunakan adalah medium Bristol. akuades. Kemudian pytoplankton tersebut 345 . Ambil masing-masing 1 ml sampel air kolam yang sudah diencerkan tadi lalu masukkan masing-masing kedalam tabung reaksi yang sudah berisi 9 ml media Bristol dan media air tanah. Adapun peralatan yang digunakan adalah sama dengan metode subkultur. kemudian masukkan kedalam tabung reaksi yang telah berisi medium Bristol sebanyak 9 ml. Sedangkan prosedur isolasi dengan cara pengenceran berseri dengan prosedur sebagai berikut : 1. Metode Pengenceran Berseri Metode pengenceran berseri merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengisolasi mikroalga atau phytoplankton jika jenis mikroalga atau phytoplankton yang kita inginkan adalah jenis yang dominan. Isolasi peralatan dan bahan yang akan digunakan sama dengan metode subkultur. 3. vitamin B6 dan vitamin B1. Dengan menggunakan pipet kapiler ambil tetesan pytoplankton tersebut dan amati dibawah mikroskop. 4. Proses isolasi ini dilakukan dibawah mikroskop dengan cara mengambil phytoplankton yang diperoleh dengan menggunakan alat plankton net. Ambil sampel air kolam sebanyak 1 ml kemudian diencerkan dengan cara dimasukkan dalam tabung reaksi yang telah berisi 9 ml medium Bristol lalu aduk. Ambil lagi 1 ml sampel dari tabung reaksi pada tahap 1 tersebut.

2. Komposisi pupuk phytoplankton Semi Massal No. Komposisi jenis pupuk yang digunakan pada media kultur dapat dilihat pada Tabel 7. Pada teknik kultur ini dilakukan diruang terbuka tetapi beratap transparan agar bisa memanfaatkan sinar matahari. 12. Bahan kimia NaNO3/KNO3 Na2EDTA FeCl3 MnCl2 H3BO3 Na2HPO4 Na2SiO3 Trace metal Solution Vitamin Aquabides Urea ZA Pupuk Conwy 100 gr 5 gr 1.36 gr 33. 11. 3. Kegiatan ini umumnya dilakukan dalam akuarium bervolume 100 liter sampai dengan bak fiber 0. Tabel 7.dikultur dalam tabung reaksi volume 10 ml yang telah diperkaya dengan jenis pupuk yang sesuai dengan phytoplankton yang akan diisolasi dan lakukan pengamatan jenis phytoplankton yang tumbuh dibawah mikroskop setiap hari dan lakukan kegiatan tersebut sampai diperoleh jenis phytoplankton yang diinginkan. dengan menggunakan bibit dari hasil kultur skala semi massal. 1.4.36 gr 10 gr 50 gr 1 ml 1 ml 1000 ml Pupuk TMRL 100 gr 3 gr 10 gr 1 gr 1000 ml Pupuk BBL SM 50 gr 5 gr 1 gr 10 gr 15 ml 0.3 gr 0.2 gr 10 gr 2. Bibit yang digunakan untuk kultur semi massal berasal dari kultur murni. 7.9 gr 0. Kegiatan ini dilakukan pada bak-bak kultur berukuran besar dan dilakukan diluar ruangan dengan 346 . 8. Volume media kultur semi massal 100 liter sampai 0.4. Teknik kultur yang terakhir adalah teknik kultur skala massal dimana pada teknik ini bibit yang digunakan berasal dari teknik skala semi massal.3 meterkubik. 10. 6. Media kultur semi massal dan massal Media yang digunakan untuk teknik kultur phytoplankton skala semi massal berbeda dengan teknik kultur murni. Bibit yang digunakan diambil sebanyak 5 – 10% dari volume total yang akan dikultur. 5.6 gr 20 gr 1 ml 1 ml 1000 ml Pupuk Guillard 84. 4. Pupuk yang digunakan adalah pupuk teknis dan sewaktu-waktu dapat menggunakan pupuk laboratorium.5 ml 1 ml 1000 ml 40 gr 30 gr Teknik kultur phytoplankton selanjutnya adalah teknik kultur skala massal. 9.3 m3.

TSP. 8. selang aerasi dan batu aerasi. ZA. Pasanglah peralatan aerasi dengan merangkaikan antara aerator. Tentukan media tumbuh yang akan digunakan dan hitung jumlah pupuk yang dibutuhkan sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan. Tabel 7. 7. 5. Ceklah keberfungsian peralatan tersebut dengan memasukkan kedalam arus listrik. Tentukan wadah yang akan digunakan untuk membudidayakan pakan alami ! 3. Bilaslah wadah yang telah dibersihkan dengan menggunakan air bersih. Komposisi pupuk kultur massal No. 2. 4. 4. 9. Media kultur yang dibuat pada tahap ini menggunakan pupuk teknis seperti urea. Timbanglah pupuk sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. 1. Komposisi pupuk untuk teknik kultur secara massal dapat dilihat pada Tabel 7. Media tempat tumbuhnya pakan alami siap untuk ditebari dengan bibit sesuai dengan kebutuhan produksi 347 . 6. 5. Masukkan air bersih yang tidak terkontaminasi kedalam wadah budidaya dengan menggunakan selang plastik dengan kedalaman air yang telah ditentukan. masukkan kedalam wadah budidaya.5. jika sudah terbentuk larutan masukkan kedalam wadah yang digunakan untuk budidaya pakan alami 10. kemudian lakukan pensucihamaan wadah dengan menggunakan desinfektan sesuai dengan dosisnya. Bahan kimia Pupuk Yashima (ppm) 10 100 10 Pupuk diatom (ppm) 30 40 20 10 5-20 Pupuk Phyto A (ppm) 30 30 10-15 10 Pupuk Phyto B (ppm) 50 20 10-15 10 Pupuk Phyto C (ppm) 50 50 15-20 15 - 1. Urea ZA TSP Molase/orgami Silikat Teknis Langkah kerja dalam menyiapkan media tempat tumbuhnya pakan alami phytoplankton semi massal dan massal adalah :.volume berkisar antara 40 – 100 meterkubik. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan sebutkan fungsi dan cara kerja peralatan tersebut! 2.5. 3. Buatlah larutan terhadap berbagai macam pupuk pada wadah yang sesuai. Bersihkan wadah dengan menggunakan sikat dan disiram dengan air bersih.

ketiga melakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai dengan prosedur. Perkembangbiakan pakan alami di dalam media kultur dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara sexual dan asexual. Perkembangbiakan secara asexual (tidak kawin) yang disebut dengan Parthenogenesis terjadi dalam keadaan normal. Setelah dilakukan seleksi bibit pakan alami dari kelompok phytoplankton dilakukan penebaran bibit pakan alami sesuai dengan jenis dan volume media kultur yang telah ditentukan. Apakah inokulasi itu? Bagaimana anda melakukan inokulasi/menebar bibit pakan alami pada media kultur ? Dalam buku ini akan diuraikan secara singkat tentang seleksi/pemilihan bibit pakan alami yang akan diinokulasi dan cara melakukan inokulasi pada media kultur pakan alami. Kultur pakan alami phytoplankton biasanya untuk 348 . kedua melakukan seleksi terhadap bibit pakan alami. Bibit yang akan ditebar kedalam media kultur harus yang sudah dewasa. Identifikasi jenis-jenis pakan alami air laut telah dipelajari pada bab sebelumnya . Kata inokulasi diambil dari bahasa Inggris yaitu inoculate yang mempunyai arti menyuntik atau memberi vaksinasi. Oleh karena itu dalam bahasan selanjutnya diharapkan sudah dikuasai dan dipahami tentang jenis-jenis pakan alami yang akan dibudidayakan. Identifikasi pakan alami perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan inokulasi. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yaitu pertama melakukan identifikasi jenis bibit pakan alami. Dalam peristilahan dunia perikanan diterjemahkan menjadi memasukkan bibit pakan alami kedalam media kultur dengan cara disuntikkan atau ditebar secara langsung. untuk kelompok phytoplankton hanya dibutuhkan waktu beberapa hari saja sudah mencapai puncak populasi dan akan mati. Langkah selanjutnya setelah dapat mengidentifikasi jenis-jenis pakan alami yang akan ditebar kedalam media kultur adalah melakukan pemilihan terhadap bibit pakan alami. Pemilihan bibit pakan alami yang akan ditebar kedalam media kultur harus dilakukan dengan tepat. Ada beberapa jenis phytoplakton yang merupakan pakan alami bagi ikan hias maupun ikan konsumsi. Peristilahan penebaran bibit pakan alami biasanya menggunakan kata melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media tempat tumbuhnya pakan alami. Digunakan peristilahan ini karena yang ditebarkan kedalam media kultur adalah mikroorganisme yang memiliki ukuran kecil antara 45 – 300 µm.Penebaran Inokulasi bibit/ Setelah media tempat tumbuhnya pakan alami disiapkan langkah selanjutnya adalah melakukan penebaran bibit pakan alami. Pakan alami mempunyai umur hidup yang relatif singkat.

dan batu aerasi • Botol diisi medium ± 3 liter. Chlorella Penyiapan Bibit 1. 4. Penebaran bibit pakan alami ini sebaiknya dilakukan pada saat suhu perairan tidak terlalu tinggi yaitu pada pagi dan sore hari. Dalam wadah 1 galon: • Menggunakan stoples atau botol “carboys”. kemudian dibilas dengan larutan klorin 150 ppm 2. Ambillah sampel pakan alami dengan menggunakan pipet dan letakkan diatas objec glass. Bibit yang dibudidayakan dari kultur murni berasal dari hasil inokulasi dari alam yaitu perairan laut atau perairan tawar. Lakukan penebaran bibit pakan alami pada pagi atau sore hari dengan cara menebarkannya secara perlahan-lahan kedalam media kultur. Alat-alat yang akan digunakan dicuci dengan deterjen.2. slang aerasi. Langkah kerja dalam menebar bibit phytoplankton 1. Letakkan objec glass dibawah mikroskop dan amati morfologi pakan alami serta cocokkan dengan gambar sebelumnya. pada pakan alami yang sedang diamati dibawah mikroskop ! Lakukanlah pemilihan bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur dan letakkan dalam wadah yang terpisah! Tentukan padat penebaran yang akan digunakan dalam budidaya pakan alami tersebut sebelum dilakukan penebaran. sedangkan bibit yang digunakan pada teknik kultur semi massal berasal dari kultur murni.4. untuk Chlorella air laut menggunakan medium dengan kadar garam 15 349 .kebutuhan produksi menggunakan teknik kultur massal dan bibit yang ditebarkan pada teknik kultur massal ini berasal dari teknik kultur semi massal. Padat penebaran bibit phytoplankton ini sangat bergantung kepada volume media. 9. Pemeliharaan dan pemanenan Phytoplankton Pada subbab ini akan dibahas beberapa contoh dalam melakukan pemeliharaan dan pemanenan Phytoplankton antara lain adalah Cholrela. Siapkan mikroskop dan peralatannya untuk mengidentifikasi jenis pakan alami yang akan dibudidayakan! 3. Hitunglah jumlah bibit yang akan ditebar tersebut sesuai dengan point 7. Tetraselmis dan Skeletonema costatum. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan inokulasi/penebaran bibit pakan alami ! 2. 5. 8. Lakukan pengamatan terhadap individu pakan alami beberapa kali ulangan agar dapat membedakan tahapan stadia 6. 7. Cara yang dilakukan dalam melakukan inokulasi adalah dengan menebarkannya secara hati-hati kedalam media kultur sesuai dengan padat tebar yang telah ditentukan. 7. waktu pemanenan dan kebutuhan produksi.

terdiri dari: 4 gram Na2HPO4. (2) Larutan B. Dalam wadah 60 liter atau 1 ton • Wadah dicuci dan dibebashamakan. bertujuan sebagai penghasil pupuk organik dari kotorannya • Wadah disimpan dalam ruangan yang kena sinar matahari langsung • Setelah 5 hari pertumbuhan terjadi dan pada puncaknya dapat mencapai kepadatan 5 juta sel/ml • Secara berkala medium perlu dipupuk susulan. penambahan air baru. semuanya dilarutkan dalam 80 ml air suling Setiap 1 liter medium. Tetraselmis Penyiapan Bibit 1. dan 2 ml HCl.6H2O. Dalam wadah 60 liter atau 1 ton : • Untuk wadah 60 liter membutuhkan 1 galon bibit dan untuk wadah 1 ton membutuhkan 5 galon bibit • Selain dipupuk. Urea sebanyak 10-15 mg/liter dan pupuk KCl sebanyak 10-15 mg/l • Untuk pertumbuhan dalam wadah besar (1ton) cukup menggunakan urea dengan takaran 50 gram/m3 Pemeliharaan 1. yang terdiri dari 2 larutan. Airnya berwarna hijau segar • Hasil penumbuhan ini digunakan sebagai bibit pada penumbuhan dalam wadah yang lebih besar. dan air diudarai terus-menerus • Setelah ± 5 hari. klorinasi. Medium dipupuk dengan jenis dan takaran: 100 mg/liter pupuk TSP. Air untuk medium harus disaring. Bibit yang masuk disaring dengan saringan 15 mikron Wadah disimpan di dalam ruang laboratorium di bawah penyinaran lampu neon. terdiri dari 20 gram KNO3 dalam 100 ml air suling. sampai airnya berwarna agak kehijau-hijauan. dan pemberian obat pemberantas hama Pemanenan Chlorella dipanen dari perairan masal 60 l/ 1 ton dan dapat langsung diumpankan pada ikan. Dalam wadah 1liter 350 • .12H2O. 2.• • • permil. yaitu: (1) Larutan A. 2 gram FeCl3. menggunakan 2 ml larutan A dan 1 ml larutan B 3. 2 gram CaCl2. Chlorella sudah tumbuh dengan kepadatan sekitar 10 juta sel/ml. dapat dilepaskan ikan mujair besar 4-5 ekor/m2 yang diberi makan pelet secukupnya. atau penyinaran dengan lampu ultraviolet Pemupukan dengan menggunakan ramuan AllenMiguel. dan untuk Chlorella air tawar dapat menggunakan air tawar yang disaring dengan kain saringan 15 mikron Air disterilkan dengan cara mendidihkan. Dalam wadah 1 galon : • Bibit ditebar dalam medium yang telah diberi pupuk.

6 mg/l atau Kalsium fosfat-Ca3(PO4)2 =11.Na3PO4 = 27.Pupuk 16-20-0 = 5 mg/liter .0126 mg/l Kobalt korida kristalCoCl2.Besi klorida – FeCl3 = 2 mg/l . Kemudian disterilkan dengan cara direbus.• • • Dapat menggunakan botol erlenmeyer.Biotin = 1 mikrogram/l .6 mg/l 2.EDTA (Ethyelene Dinitro Tetraacetic Acid) = 2 mg/l . Dalam wadah 1 galon (3 liter): • Dapat menggunakan botol “carboys” atau stoples • Persiapan sama dengan dalam wadah 1 liter • Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut : .7H2O = 0.Besi klorida-FeCl3 = 2 mg/liter • Untuk wadah 1 ton dapat hanya menggunakan urea 60 351 .Agrimin = 1 mg/l .Tiamin-HCl (vitamin B1) = 9.Agrimin = 1 mg/liter .Kalium hidrofosfatK2HPO4 = 5 mg/liter atau Kalium dihidrofosfatK2H2PO4 = 5 mg/liter .Vitamin B1 = 0.5H2O = 0.2 mg/l .EDTA (Ethylene dinitrotetraacetic acid) = 10 mg/l .9 mg/l .Tembaga sulfat kristal CuSO4.005 mg/l 3.Urea-46 = 100 mg/liter . diklorin 60 ppm dan dinetralkan dengan 20 ppm Na2S2O3.6H2O = 3.Natrium molibdatNaMoO4. dan untuk 1 ton menggunakan bak dari kayu. Botol.005 mg/l .Vitamin B12 = 1mikrogram/l .Kalium hidrofosfat – K2HPO4 = 10 mg/l .Urea – 46 = 100 mg/l .Natrium dihidrofosfatNaH2PO4 = 10 mg/l atau Natrium fosfat. atau disinari lampu ultraviolet Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut : . slang plastik.4H2O = 0.0196 mg/l .Natrium nitrat – NaNO3 = 84 mg/l . Dalam wadah 200 liter dan 1 ton • Wadah 200 liter dapat menggunakan akuarium. atau bak fiberglass • Persiapan lain sama • Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut : .Besi klorida – FeCl3 = 2. dan batu aerasi dicuci dengan deterjen dan dibilas dengan larutan klorin 150 ml/ton Wadah diisi air medium dengan kadar garam 28 permil yang telah disaring dengan saringan 15 mikron.Seng sulfat kristal ZnSO4. bak semen.7H2O = 0.2 mg/l .Vitamin B12 = 0.02 mg/l - Mangan klorida kristalMnCl2.044 mg/l .

000 sel/ml.C dan D. 3.5 juta sel/ml. Masukkan air laut yang telah disterilisasi dan dicampur dengan pupuk kedalam wadah sebanyak 352 . Hasilnya digunakan sebagai bibit pada penumbuhan berikutnya 3.50 mg/liter Pemeliharaan 1. hingga kepadatan mencapai 100.0 g Na2HPO4 dengan 100 cc aqudest. 4.000 sel/ml • Wadah ditaruh di dalam ruangan ber-AC. Larutan pupuk C adalah campuran antara 1. Hasilnya digunakan sebagai bibit pada penumbuhan berikutnya 2. dan C masing-masing 1 cc dan 4 tetes larutan D. Gelas erlemeyer. Dalam wadah 1 galon (3 liter) : • Bibit dari penumbuhan dalam wadah 1 liter. Dalam wadah 1liter : • Bibit ditebar dalam medium yang telah diberi pupuk sebanyak 100. ditebar dalam medium yang telah diberi pupuk. dan airnya diudarai terus-menerus • Setelah 4-5 hari telah berkembang dengan kepadatan 4-5 juta sel/ml.B. Siapkan larutan pupuk A. Larutan D adalah 1. untuk setiap galon membutuhkan bibit 100 ml. sedangkan wadah 1 ton 100 liter • • Dalam waktu 4-5 hari mencapai puncak perkembangan dengan kepadatan 2-4 juta sel/ml Hasil penumbuhan di wadah 200 ton digunakan sebagai bibit untuk penumbuhan di wadah 1 ton. Dalam wadah 200 liter dan 1 ton • Wadah 200 liter membutuhkan 3 galon bibit. di bawah lampu neon. sedangkan dari wadah 1 ton dapat digunakan sebagai pakan Pemanenan Cara pemanenan langsung diumpankan dan diambil dari budidaya masal 1 ton. Kultur Skeletonema costatum dalam gelas erlemeyer 1 liter 1. Larutan pupuk A adalah campuran antara 20. Perbandingan antara air laut dengan pupuk adalah 1 liter air laut diberi larutan A.0 g Na2SiO3 dengan 100 cc aqudest. Larutan pupuk B adalah campuran antara 2.2 g KNO3 dengan 100 cc aquadest. B.0 g FeCl3 dengan 20 cc aquadest. dan di bawah sinar lampu neon • Setelah 4-5 hari telah berkembang dengan kepadatan 4 . Airnya diudarai terusmenerus dan wadah diletakkan dalam ruang berAC. selang dan batu aerasi dibersihkan dengan cara dicuci bersih dengan deterjent kemudian dibilas dengan Chlorin 150 ppm (150 ml chlorine dalam 1000 liter air) 2.-100 mg/liter dan TSP 20 .

8. Dalam waktu 3 – 4 hari perkembangan diatom mencapai puncaknya yaitu 6 – 7 juta sel per cc dan siap untuk dipanen dan dapat digunakan sebagai bibit pada budidaya skala semi massal Cara Menghitung Kepadatan Phytoplankton 1. oleh karena itu dalam menentukan besarnya N2 harus perlu dipertimbangkan pemenfaatannya. Botol kultur diletakkan dibawah cahaya lampu neon (TL) sebagai sumber energi untuk fotosintesa.1 mm . kemudian tutup dengan gelas penutup maka air akan menutupi permukaan gelas yang bergaris. Teteskan alga diatas permukaan gelas preparat dibagian tengah.1 mm3 (0.000 sel per cc) Makin tinggi jumlah N2 makin cepat kultur ini mencapai kepadatan maksimal .0001 cm3). Hitunglah jumlah plankton yang terdapat dalam kotak dan lakukan perhitungan : • Jika dihitung dalam 400 kotak: Jumlah sel X 10. Dengan kepadatan awal 70. maka volume air diatas permukaan bergaris sama dengan 1 mm2 X 0. Aerasi dipasangkan kedalam wadah budidaya yang bertujuan untuk meningkatkan kandungan Oksigen yang diperlukan dalam proses metabolisme dan mencegah pengendapan plankton. .000/ml 353 dimana : V1 : Volume Skeletonema costatum yang diperlukan untuk penebaran V2 : Volume kultur Skeletonema costatum yang dibuat dalam gelas erlemeyer N1 : Jumlah Skeletonema costatum per cc yang akan ditebar N2 : Jumlah Skeletonema costatum per cc yang dikehendaki dalam penebaran ( dalam hal ini misalnya ditentukan yaitu 70.000/ml • Jika dihitung hanya beberapa kotak : rata-rata jumlah sel/kotak X 400 kotak X 10.000 sel diharapkan dalam waktu 3 – 4 hari sudah mencapai puncaknya dan siap dipanen. Tebar bibit Skeletonema costatum dengan padat penebaran (N2) sekitar 70.000 sel per cc. 2. 7.300 – 500 cc dan ukur kadar garamnya.1 mm = 0. Volume Skeletonema costatum yang dibutuhkan untuk penebaran (V1) dapat dihitung dengan rumus : V1 = N2 X V2 N1 (dalam cc atau liter) 6. kadar garam (salinitas) yang baik untuk kultur Skeletonema costatum adalah 28 – 35 ppt 5. Luas permukaan yang bergaris adalah 1 mm persegi dan tinggi atau jarak cairan alga antara permukaan gelas bagian tengah dan gelas penutup juga diketahui yaitu 0.

3. Budidaya Daphnia Wadah dan peralatan Budidaya Daphnia Peralatan dan wadah yang dapat digunakan dalam mengkultur pakan alami daphnia ada beberapa macam. ember. Bahan yang telah ditimbang tersebut selanjutnya bisa diletakkan didalam wadah plastik atau kantong 354 . misalnya aerator digunakan untuk mensuplai oksigen pada saat membudidayakan pakan alami skala kecil dan menengah. BUDIDAYA ZOOPLANKTON 7. Peralatan selang aerasi berfungsi untuk menyalurkan oksigen dari tabung oksigen kedalam wadah budidaya. Dengan menggunakan selang air akan memudahkan dalam melakukan penyiapan wadah sebelum digunakan untuk budidaya.3. saringan halus/seser. bak beton. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya Daphnia antara lain adalah aerator/blower. Peralatan lainnya yang diperlukan dalam membudidayakan daphnia adalah timbangan. gelas ukur kaca. kantong plastik. karena fungsi utama alat ini untuk menimbang bahan yang akan digunakan dalam membudidayakan daphnia. selang air. Selang air digunakan untuk memasukkan air bersih dari tempat penampungan air kedalam wadah budidaya.1. Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah bak semen. 7. Wadah yang terbuat dari bak semen. Sedangkan wadah budidaya kolam tanah biasanya dilakukan untuk membudidayakan pakan alami nonselektif yaitu membudidayakan pakan alami secara bersama-sama dengan ikan yang akan mengkomsumsi pakan alami tersebut. Oleh karena itu ukuran dari wadah yang akan digunakan sangat Peralatan yang digunakan untuk budidaya pakan alami daphnia mempunyai fungsi yang berbedabeda. tali rafia. bak beton. selang aerasi.gayung. bak fiber dan tanki plastik biasanya digunakan untuk membudidayakan daphnia secara selektif yaitu membudidayakan pakan alami ditempat terpisah dari ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami. tetapi apabila sudah dilakukan budidaya secara massal/skala besar maka peralatan yang digunakan untuk mensuplai oksigen kedalam wadah budidaya menggunakan blower. bak fiber dan kolam tanah. timbangan. Pemilihan wadah yang akan digunakan dalam membudidayakan daphnia sangat bergantung kepada tujuannya. sedangkan batu aerasi digunakan untuk menyebarkan oksigen yang terdapat dalam selang aerasi keseluruh permukaan air yang terdapat didalam wadah budidaya. timbangan yang digunakan boleh berbagai macam bentuk dan skala digitalnya. batu aerasi.menentukan kapasitas produksi dari pakan alami daphnia. Peralatan ini digunakan juga untuk mengeluarkan kotoran dan air pada saat dilakukan pemeliharaan. tanki plastik.

plastik dan diikat dengan menggunakan karet plastik. Air yang digunakan sebaiknya diberi oksigen dengan menggunakan aerator dan batu aerasi yang disambungkan dengan selang aerasi. Tentukan wadah yang akan digunakan untuk membudidayakan daphnia ! 3. Alat yang digunakan adalah gelas ukur kaca yang berfungsi untuk melihat kepadatan populasi daphnia yang dibudidayakan didalam wadah pemeliharaan. masukkan kedalam wadah budidaya. selang aerasi dan batu aerasi. Langkah pertama adalah peralatan dan wadah yang akan digunakan ditentukan sesuai dengan skala produksi dan kebutuhan. Bahan yang telah terbungkus dengan kantong plastik tersebut selanjutnya dimasukkan kedalam media budidaya daphnia. Bersihkan wadah dengan menggunakan sikat dan disiram dengan air bersih. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan sebutkan fungsi dan cara kerja peralatan tersebut! 2. 4. Kedalaman air didalam wadah budidaya yang optimum adalah 50 cm dan maksimum adalah 90 cm. Wadah budidaya yang telah diairi dapat digunakan untuk memelihara daphnia. Daphnia yang telah dipanen tersebut dimasukkan kedalam ember plastik untuk memudahkan dalam pengangkutan dan digunakan juga gayung plastik untuk mengambil media air budidaya daphnia yang telah diukur kepadatannya. Wadah yang akan digunakan dibersihkan dengan menggunakan sikat dan diberikan desinfektan untuk menghindari terjadinya kontaminasi dengan mikroorganisme yang lain. kemudian lakukan pensucihamaan wadah dengan menggunakan desinfektan sesuai dengan dosisnya. Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya harus bebas dari kontaminan seperti pestisida. Pasanglah peralatan aerasi dengan merangkaikan antara aerator. Setelah berbagai macam peralatan dan wadah yang digunakan dalam membudidayakan pakan alami daphnia diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara kerjanya . deterjen dan chlor. langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan terhadap wadah tersebut. Peralatan dan wadah disiapkan untuk digunakan dalam budidaya daphnia. 5. Wadah yang telah dibersihkan selanjutnya dapat diari dengan air bersih. Ceklah 355 . Selain itu diperlukan juga seser atau saringan halus pada saat akan melakukan pemanenan daphnia. Aerasi ini dapat digunakan pula untuk menetralkan chlor atau menghilangkan Carbondioksida didalam air. Daphnia yang dipelihara didalam wadah pemeliharaan akan tumbuh dan berkembang oleh karena itu harus dipantau kepadatan populasi daphnia didalam wadah. Bilaslah wadah yang telah dibersihkan dengan menggunakan air bersih. Langkah kerja dalam menyiapkan wadah budidaya Daphnia adalah sebagai berikut : 1.

Amonium nitrat. Berdasarkan habitat alaminya pakan alami Daphnia ini dapat hidup pada perairan yang mengandung unsur hara. Media adalah bahan atau zat sebagai tempat hidup pakan alami. Media Budidaya Daphnia Bagaimanakah anda melakukan penyiapan media kultur yang akan digunakan untuk membudidayakan pakan alami Daphnia secara terkontrol ? Apakah media kultur itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita diskusikan dan pelajari buku ini. Kultur adalah kata lain dari budidaya yang merupakan suatu kegiatan pemeliharaan organisme. 6. yang hidupnya ada didalam air.keberfungsian peralatan tersebut dengan memasukkan kedalam arus listrik. Sedangkan pupuk anorganik adalah pupuk yang berasal dari bahan kimia dasar yang dibuat secara pabrikasi atau yang berasal dari hasil tambang. sisa tanaman. Jenis pupuk organik yang biasa digunakan adalah pupuk kandang. Jadi media kultur adalah bahan yang digunakan oleh suatu organisme sebagai tempat hidupnya selama proses pemeliharaan. Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Media seperti apakah yang dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang pakan alami Daphnia. Unsur hara yang dimasukkan kedalam media tersebut pada umumnya adalah pupuk. dan kedua jenis pupuk tersebut dapat digunakan sebagai sumber unsur hara. Jenis pupuk yang dapat digunakan sebagai sumber unsur hara pada media kultur pakan alami Daphnia adalah pupuk organik dan anorganik. Silikat. Zwavelzure amoniak/ZA. pupuk kandang adalah pupuk yang 356 . Masukkan air bersih yang tidak terkontaminasi kedalam wadah budidaya dengan menggunakan selang plastik dengan kedalaman air yang telah ditentukan. natrium. Untuk melakukan budidaya pakan alami diperlukan unsur hara tersebut didalam media budidaya. limbah rumah tangga. Dalam hal ini pakan alami pada umumnya merupakan organisme air. Nitrogen (Urea. Fused Magnesium Phospate/FMP). Oleh karena itu untuk dapat membudidayakan pakan alami Daphnia kita harus menyiapkan media yang tepat untuk pakan alami tersebut agar dapat tumbuh dan berkembang.Superphosphat 36. Triple Superfosfat/TSP. Unsur hara ini dialam diperoleh dari hasil dekomposisi nutrien yang ada didasar perairan. Fosfat (Duperfosfat/DS. seperti Nitrat. misalnya 60 cm. Pupuk yang terdapat dialam ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. sungai dan kolam-kolam. Amonium sulfanitrat) dan lainlain. Pemilihan antara kedua jenis pupuk tersebut sangat bergantung kepada ketersediaan pupuk tersebut dilokasi budidaya. Daphnia merupakan hewan air yang hidup diperairan tawar subtropik dan tropik baik di daerah danau.

Dosis yang digunakan dihitung berdasarkan kandungan unsur hara yang terdapat dalam pupuk an organik. Pupuk anorganik yang banyak mengandung unsur nitrogen dan banyak dijual dipasaran adalah urea. Dosis yang digunakan untuk pupuk anorganik harus dihitung berdasarkan kebutuhan unsur hara yang dibutuhkan. Jenis pupuk anorganik yang biasa digunakan adalah pupuk yang mengandung unsur Nitrogen. Untuk ZA kadar N nya 21% . misalnya pupuk yang akan digunakan adalah urea dan ZA. Pupuk yang dimasukkan kedalam media kultur pakan alami Daphnia ini berfungsi untuk menumbuhkan bakteri. Phosphat dan Kalium. kelinci. atau 1. Tetapi dosis pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam kering berdasarkan hasil penelitian dan memberikan pertumbuhan populasi Daphnia yang optimal adalah 450g/1000 liter media kultur atau 0.45 gram/liter. tekstur. Dari berbagai jenis kotoran hewan tersebut yang biasa digunakan adalah kotoran ayam. Kadar unsur N dalam urea adalah 46%. Phosphate dan Kalium (NPK). artinya kadar N dalam 357 . Mengapa pupuk kandang yang digunakan harus yang kering ? Pupuk kandang yang telah kering sudah mengalami proses pembusukan secara sempurna sehingga secara fisik seperti warna.berasal dari campuran antara kotoran hewan dengan sisa makanan dan alas tidur hewan tersebut.5 gram/liter. ayam dan kuda. Campuran ini telah mengalami pembusukan sehingga sudah tidak berbentuk seperti semula. Pupuk kandang ini jenisnya ada beberapa macam antara lain adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan sapi. Zwavelzure Ammoniak (ZA). fungi. kerbau. detritus dan beragam phytoplankton sebagai makanan utama Daphnia. Kotoran ayam yang telah kering ini digunakan dengan dosis yang telah ditentukan. Untuk lebih mudahnya saat ini juga sudah dijual pupuk majemuk yang mengandung unsur Nitrogen. sedangkan unsur phosphat adalah Triple Superphosphat (TSP). Pupuk kandang yang akan dipergunakan sebagai pupuk dalam media kultur pakan alami adalah pupuk kandang yang telah kering. Dengan tumbuhnya pakan daphnia didalam media kultur maka pakan alami yang akan dipelihara didalam wadah budidaya tersebut akan tumbuh dan berkembang. bau dan kadar airnya tidak seperti bahan aslinya. Jenis pupuk anorganik juga bisa digunakan sebagai sumber unsur hara pada media kultur daphnia jika pupuk kandang tidak terdapat dilokasi tersebut. Berapakah dosis pupuk yang harus ditebarkan kedalam media kultur pakan alami Daphnia ? Berdasarkan pengalaman beberapa pembudidaya dosis yang digunakan untuk pupuk kandang adalah 1500 gram/m3 . artinya dalam setiap 100 kg urea mengandung unsur N sebanyak 46 kg. . Beberapa pembudidaya ada yang menggunakan pupuk nitrat dan phosphat sebagai unsur hara yang dimasukkan kedalam media kultur pakan alami. rupa.

5–2%. 2.5.5=VX46. Selama dalam pemeliharaan harus terus dilakukan pemupukan susulan seminggu sekali dengan dosis setengah dari pemupukan awal. 2X1. Oleh karena dalam menghitung jumlah pupuk anorganik yang dibutuhkan dalam media kultur pakan alami dilakukan perhitungan matematis. Sedangkan pupuk kandang yang baik mengandung unsur N sebanyak 1. Setelah itu baru bisa dilakukan penebaran bibit Daphnia kedalam media kultur. 5. Waktu yang dibutuhkan oleh proses dekomposisi pupuk didalam media kultur pakan alami Daphnia ini berkisar antara 7 – 14 hari. Kemudian pupuk tersebut dimasukkan kedalam kantong plastik atau karung plastik diikat dan di lubangi dengan menggunakan paku atau gunting agar pupuk tersebut dapat mudah larut didalam media kultur pakan alami Daphnia. kandungan amonia < 1 ppm. suhu air berkisar antara 28 – 30 oC dan pH air antara 6. Misalnya kebutuhan urea adalah V1N1 = V2N2. Dalam memberikan pemupukan susulan ini caranya hampir sama dengan pemupukan awal dan ada juga yang memberikan pemupukan susulannya dalam bentuk larutan pupuk yang dicairkan. Oleh karena itu agar pembudidayaannya bisa berlangsung terus harus selalu diberikan pemupukan susulan. Lakukan penimbangan dengan tepat berdasarkan perhitungan dosis pupuk pada point 3.3 – 8. Pakan alami Daphnia mempunyai siklus hidup yang relatif singkat yaitu 28 – 33 hari.pupuk ZA adalah 21 kg. Hitunglah dosis pupuk yang telah ditentukan pada point 2 berdasarkan kebutuhan unsur hara yang diinginkan dalam pembuatan media kultur ! 4. Parameter kualitas air didalam media kultur pakan alami Daphnia juga harus dilakukan pengukuran. Pupuk yang telah ditentukan akan digunakan sebagai sumber unsur hara dalam media kultur pakan alami selanjutnya dihitung dan ditimbang sesuai dengan dosis yang dibutuhkan. Lubangilah kantong/karung plastik tersebut dengan paku 358 . Tentukan jenis pupuk yang akan digunakan sebagai unsur hara dalam pembuatan media kultur berdasarkan identifikasi jenisjenis pupuk berdasarkan fungsi dan kegunaan! 3. Pupuk tersebut akan berproses didalam media dan akan tumbuh mikroorganisme sebagai makanan utama dari Daphnia. Langkah kerja dalam menyiapkan media budidaya Daphnia adalah sebagai berikut : 1. Penimbangan dilakukan setelah wadah budidaya disiapkan. Masukkanlah pupuk yang telah ditimbang ke dalam kantong/ karung plastik dan ikatlah dengan karet .065 kg. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum menyiapkan media kultur pakan alami Daphnia. Daphnia akan tumbuh dan berkembang pada media kultur yang mempunyai kandungan Oksigen terlarut sebanyak > 4 ppm. maka kebutuhan urea adalah 3 : 46 = 0. 6.

Pada bagian ventral kepala terdapat paruh.20. pipih dan segmen badan tidak terlihat. berdasarkan pengamatan para ahli genus ini terdapat lebih dari 20 jenis. Tubuh Daphnia ditutupi oleh cangkang dari kutikula yang mengandung khitin yang transparan. yang pertama disebut antenna pertama (antennule). 9. Sedangkan tiga pasang alat tambahan lainnya merupakan alat tambahan yang merupakan bagian-bagian dari mulut. Pada ujung post abdomen terdapat dua kuku yang berduri kecil-kecil. pemilihan bibit Daphnia yang akan diinokulasi dan cara melakukan inokulasi pada media kultur pakan alami Daphnia. kedua melakukan seleksi terhadap bibit pakan alami Daphnia. Pada bagian kepala terdapat lima pasang apendik atau alat tambahan. Identifikasi Daphnia perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan inokulasi. sedangkan didaerah tropis ada 6 jenis. Biarkan selama 7 -14 hari agar media kultur tersebut siap untuk ditebari bibit Daphnia. Daphnia merupakan salah satu jenis zooplankton yang hidup diperairan tawar didaerah tropis dan subtropis. yang kedua disebut antenna kedua yang mempunyai fungsi utama sebagai alat gerak.atau gunting untuk memudahkan pelarutan pupuk didalam media kultur ! 7. bentuk tubuhnya lonjong. ketiga melakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai dengan prosedur . 8. Di alam ada banyak genus daphnia. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Ruang antara cangkang dan tubuh bagian dorsal merupakan tempat pengeraman telur. Inokulasi Bibit Daphnia Apakah inokulasi itu ? Bagaimana anda melakukan inokulasi/menanam bibit pakan alami Daphnia pada media kultur ? Dalam buku ini akan diuraikan secara singkat tentang identifikasi Daphnia. Ikatlah dengan menggunakan tali rafia agar posisinya aman tidak terlepas. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yaitu pertama melakukan identifikasi jenis bibit pakan alami Daphnia. dibagian dorsal (punggung) bersatu tetapi dibagian ventral (perut) berongga/terbuka dan terdapat lima pasang kaki yang tertutup oleh cangkang. Berdasarkan klasifikasinya Daphnia sp dapat dimasukkan kedalam : Filum : Arthropoda Kelas : Crustacea Subklas : Branchiopoda Divisi : Oligobranchiopoda Ordo : Cladocera Famili : Daphnidae Genus : Daphnia Spesies : Daphnia sp Morfologi Daphnia dapat dilihat secara langsung dibawah mikroskop. Masukkanlah kantong/karung plastik kedalam wadah budidaya dan letakkan kedalam media kultur sampai posisi karung/kantong plastik tersebut terendam didalamnya. 359 .

Dengan munculnya individu jantan.20. Daphnia ini akan beranak dengan selang waktu 360 . Pada kondisi ini . Perkembangbiakan secara asexual (tidak kawin) yang disebut dengan Parthenogenesis biasa terjadi dan akan menghasilkan individu muda betina. populasi yang bereproduksi secara sexual akan membentuk efipia atau resting egg disebut juga siste yang akan menetas jika kondisi perairan baik kembali. hanya terbentuk individu betina tanpa individu jantan. Perkembangbiakan Daphnia di dalam media kultur dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara sexual dan asexual.5 mm. Daphnia sp Langkah selanjutnya setelah dapat mengidentifikasi jenis Daphnia yang akan ditebar kedalam media kultur adalah melakukan pemilihan terhadap bibit Daphnia. Pada umur empat hari individu Daphnia sudah menjadi dewasa dan akan mulai menghasilkan anak pertamanya pada umur 4 – 6 hari. Pada lingkungan yang baik. Pemilihan bibit Daphnia yang akan ditebar kedalam media kultur harus dilakukan dengan tepat. anak pertama sebesar 0. Pada kondisi perairan yang mulai memburuk disamping individu betina dihasilkan individu jantan yang dapat mendominasi populasi dengan perbandingan 1 : 27. Bibit yang akan ditebar kedalam media kultur harus yang sudah dewasa.8 mm dihasilkan secara parthenogenesis. Perbandingan jenis kelamin atau sex ratio pada Daphnidae menunjukkan keragaman dan bergantung kepada kondisi lingkungannya. telur dierami didalam kantong pengeraman sampai menetas dan anak Daphnia dikeluarkan pada waktu pergantian kulit. Daphnia dewasa berukuran 2. Daphnia mempunyai umur hidup yang relatif singkat yaitu antara 28 – 33 hari.A B C D E F G I J K L M : Otak : Ruang pengeraman : Caecum Pencernaan : Mata : Fornix : Antena Pertama : Usus : Jantung : Ocellus : Ovarium : Paruh : Kelenjar Kulit Gambar 7.

tetapi tingkat pertumbuhan tertinggi terjadi pada stadium ini. remaja dan dewasa maka selanjutnya adalah memilih individu yang dewasa sebagai calon bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur. Siapkan mikroskop dan peralatannya untuk mengidentifikasi jenis Daphnia yang akan dibudidayakan! 3. Periode remaja adalah instar tunggal antara instar anak terakhir dan instar dewasa pertama.selama dua hari . remaja dan dewasa. Selama hidupnya Daphnia mengalami empat periode yaitu telur. Selama instar dewasa pertama. jumlah anak yang dihasilkan dalam sekali reproduksi adalah 29 – 30 ekor. Jumlah instar pada stadium anak ini hanya dua sampai lima kali. Letakkan objec glass dibawah mikroskop dan amati morfologi Daphnia serta cocokkan dengan gambar 1. Penebaran bibit Daphnia ini sebaiknya dilakukan pada saat suhu perairan tidak terlalu tinggi yaitu pada pagi dan sore hari. Jumlah bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur sangat bergantung kepada volume media kultur . Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan inokulasi/penanaman bibit pakan alami Daphnia! 2. kelompok telur kedua berkembang diovarium dan seterusnya. Pada periode ini sekelompok telur pertama mencapai perkembangan penuh didalam ovarium. Setelah dapat membedakan antara individu Daphnia yang telur. anak. Segera setelah Daphnia ganti kulit pada akhir instar remaja memasuki instar dewasa pertama. Langkah kerja dalam menginokulasi/menanam bibit pakan alami Daphnia adalah sebagai berikut : 1. Cara yang dilakukan dalam melakukan inokulasi adalah dengan menebarkannya secara hati-hati kedalam media kultur sesuai dengan padat tebar yang telah ditentukan. sekelompok telur pertama dilepaskan kedalam ruang pengeraman. Lakukanlah pemilihan bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur dan letakkan dalam wadah yang terpisah! 361 . Lakukan pengamatan terhadap individu Daphnia beberapa kali ulangan agar dapat membedakan tahapan stadia pada Daphnia yang sedang diamati dibawah mikroskop ! 6. anak Daphnia yang bentuknya mirip dengan Daphnia dewasa dilepas pada ruang pengeraman. Ambillah seekor Daphnia dengan menggunakan pipet dan letakkan di atas objec glass. dan teteskan formalin agar individu tersebut tidak bergerak ! 4. anak. Pertambahan ukuran terjadi sesaat setelah telur menetas didalam ruang pengeraman. Padat penebaran bibit yang akan diinokulasi kedalam media kultur biasanya adalah 20 – 25 individu perliter. Setelah dua kali instar pertama. Hitunglah panjang tubuh individu daphnia dewasa beberapa ulangan dan perhatikan ukuran tersebut dengan kasat mata! 7. 5.

Selama dalam pemeliharaan tersebut harus terus dilakukan pemupukan susulan seminggu sekali atau dua minggu sekali dengan dosis yang bergantung kepada kondisi media kultur . detritus dan beragam phytoplankton ditambahkan dedak dan ragi dosis yang digunakan adalah 450 gram kotoran ayam kering ditambah 112 gram dedak dan 22 gram ragi kedalam 1000 liter media kultur. Hitunglah jumlah bibit yang akan ditebar tersebut sesuai dengan point 8. biasanya dosis yang digunakan adalah setengah dari pemupukan awal. Fungsi utama pemupukan susulan adalah untuk menumbuhkan pakan yang dibutuhkan oleh Daphnia agar tumbuh dan berkembang. Pemeliharaan Budidaya Daphnia Agar Daphnia yang dipelihara dalam wadah budidaya tumbuh dan berkembang harus dilakukan pemberian pupuk susulan yang berfungsi untuk menumbuhkan mikroorganisme sebagai makanan Daphnia. fungi dan bakteri yang merupakan makanan utama dari pakan alami Daphnia. Lakukan penebaran bibit pakan alami Daphnia pada pagi atau sore hari dengan cara menebarkannya secara perlahanlahan kedalam media kultur. Oleh karena itu agar pembudidayaannya bisa berlangsung terus menerus harus selalu diberikan pemupukan susulan. detritus. Pakan alami Daphnia mempunyai siklus hidup yang relatif singkat yaitu 28 – 33 hari. Phytoplakton yang dibutuhkan dibudidayakan sendiri dan didalam media kultur Daphnia tersebut ditambahkan campuran 362 . Pemupukan tersebut sangat berguna bagi pertumbuhan phytoplankton. Selain itu untuk mempercepat tumbuhnya bakteri. Berdasarkan kebutuhan pakan bagi Daphnia tersebut ada dua metode yang biasa dilakukan oleh pembudidaya yaitu Detrital system dan Autotrophic system. Tentukan padat penebaran yang akan digunakan dalam budidaya pakan alami Daphnia tersebut sebelum dilakukan penebaran. 9.8. 10. Detrital System adalah penggunaan pupuk kandang kering yang dimasukkan dalam media kultur Daphnia sebanyak 450 gram dalam 1000 liter air dan dilakukan pemupukan susulan dengan dosis 50 – 100% dari pemupukan pertama yang diberikan seminggu sekali. Autotrophic system adalah sistem dalam budidaya Daphnia dimana pakan yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembangnya Daphnia tersebut dikultur secara terpisah dengan media kultur Daphnia. Pemupukan susulan adalah pemupukan yang dimasukkan kedalam media kultur selama pemeliharaan pakan alami Daphnia dengan dosis 50 – 100 % dari dosis pemupukan pertama yang sangat bergantung kepada kondisi media kultur. fungi. Dalam memberikan pemupukan susulan ini caranya hampir sama dengan pemupukan awal dan ada juga yang memberikan pemupukan susulannya dalam bentuk larutan pupuk yang dicairkan.

Komposisi campuran vitamin dapat dilihat pada Tabel 7. Amati warna air didalam media kultur.6.3 m didalam media kultur. Masukkan pupuk kedalam kantong/karung plastik dan ikat serta dimasukkan kedalam media kultur. Cara pembuatan larutan suspensi pupuk ini dengan menambahkan air kedalam pupuk dan disaring lalu ditebarkan larutan tersebut kedalam media kultur. satu gram dedak biasanya digunakan untuk 500 ekor Daphnia setiap dua hari sekali. larutan tersebut disaring dengan menggunakan saringan kain yang berdiameter 60 µm. Langkah kerja dalam melakukan pemupukan susulan adalah : 1. catat dan diskusikan ! 3. Jenis pupuk yang digunakan sama dengan pemupukan awal.6. Timbanglah pupuk sesuai dengan dosis pupuk yang telah dihitung ! 6. parameter yang mudah dilihat adalah jika transparansi kurang dari 0. Suspensi tersebut diberikan kewadah yang berisi media kultur Daphnia. jika pemupukan susulan akan dilakukan dengan membuat larutan suspensi pupuk juga dapat dilakukan. Tabel 7. Dosis campuran vitamin tersebut adalah satu mililiter larutan digunakan untuk satu liter media kultur. Selain campuran vitamin didalam media kultur pakan alami Daphnia juga ditambahkan larutan dedak dengan dosis 50 gram dedak ditambahkan dengan 1 liter air lalu diblender dan diaduk selama satu menit. Pemantauan Pertumbuhan Daphnia Mengapa pertumbuhan populasi pakan alami Daphnia harus dipantau? Kapan waktu yang tepat dilakukan pemantauan populasi pakan alami Daphnia yang dibudidayakan didalam media kultur? Bagaimana kita menghitung kepadatan populasi pakan alami 363 Frekuensi pemupukan susulan ditentukan dengan melihat sampel air didalam media kultur .beberapa vitamin dan ditambahkan dedak. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan pemupukan susulan. Tentukan jenis pupuk dan dosis yang akan digunakan dalam pemupukan susulan ! 4. . Hal ini dapat dilihat dari warna air media yang berwarna keruh atau warna bening. 2. Hitunglah kebutuhan pupuk yang akan digunakan sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan ! 5. Komposisi campuran vitamin pada media Daphnia Jenis Vitamin Biotin Thiamine Pyridoxine Ca Panthothenate B 12 Nicotinic acid Nicotinamide Folic acid Riboflavin Inositol Konsentrasi (µg/l) 5 100 3 250 100 50 50 20 30 90 Jika hal tersebut terjadi segera dilakukan pemupukan susulan.

Secara biologis Daphnia akan tumbuh dewasa pada umur empat hari. Daur hidup Daphnia adalah 28–33 hari dan Daphnia menjadi dewasa hanya dalam waktu empat hari.Daphnia didalam media kultur ? Mari kita jawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mempelajari buku ini selanjutnya. Tentukan waktu pemantauan kepadatan populasi sesuai dengan prediksi tingkat pertumbuhan Daphnia di media kultur. Ambillah sampel air dimedia kultur dengan menggunakan baker glass/erlemeyer. minimal tiga kali sampling. sehingga bisa diperhitungkan prediksi populasi Daphnia didalam media kultur. Untuk mengukur tingkat kepadatan populasi Daphnia didalam media kultur dilakukan dengan cara sampling beberapa titik dari media. Daphnia yang dipelihara dalam media kultur yang tepat akan mengalami pertumbuhan yang cepat. Didalam buku ini akan diuraikan secara singkat tentang pertumbuhan Daphnia. 3. 2. Langkah kerja dalam memantau pertumbuhan populasi pakan alami Daphnia adalah sebagai berikut : 1. Tingkat kepadatan populasi yang maksimal didalam media kultur adalah 1500 individu perliter. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan pemantauan pertumbuhan populasi pakan alami Daphnia. amati dengan seksama dan teliti ! 364 . Hitunglah jumlah Daphnia yang terdapat dalam botol contoh tersebut. Ukuran Daphnia yang dewasa dan anak-anak berbeda oleh karena itu perbedaan ukuran tersebut sangat bermanfaat bagi ikan yang akan mengkonsumsi dan disesuaikan dengan ukuran bukaan mulut larva. data tersebut dapat dikonversikan dengan volume media kultur. Sampling dilakukan dengan cara mengambil air media kultur yang berisi Daphnia dengan menggunakan baker glass atau erlemeyer. Berdasarkan siklus hidup Daphnia maka kita dapat menentukan waktu yang tepat untuk dilakukan pemanenan sesuai dengan kebutuhan larva atau benih ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami Daphnia. menghitung kepadatan populasi dan waktu pemantauannya. Pemantauan pertumbuhan pakan alami Daphnia di media kultur harus dilakukan agar tidak terjadi kapadatan populasi yang mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi didalam media. karena periode maturasi daphnia pada media yang mempunyai suhu 25o C adalah dua hari. jika pada saat inokulasi yang ditebarkan adalah bibit Daphnia yang dewasa maka dalam waktu dua hari bibit Daphnia tersebut sudah mulai beranak. Hal tersebut diakibatkan oleh kurangnya oksigen didalam media kultur. yang dikeluarkan dengan selang waktu dua hari. walaupun ada juga yang mencapai kepadatan 3000 – 5000 individu perliter. Jumlah anak yang dikeluarkan dari satu induk bibit Daphnia adalah sebanyak 29–30 ekor.

Catat volume air sampel dan jumlah Daphnia dari data point 6. Oleh karena itu waktu pemanenan pakan alami itu sangat bergantung kepada kebutuhan larva/benih akan pakan alami Daphnia. 7.4. Diskusikan nilai perhitungan tersebut dengan temanmu ! Pemanenan Daphnia Pakan alami yang telah dibudidayakan di media kultur bertujuan untuk diberikan kepada larva/benih yang dipelihara. 8. Pemanenan pakan alami Daphnia ini dapat dilakukan setiap hari atau seminggu sekali atau dua minggu sekali. Hal tersebut bergantung kepada kebutuhan suatu usaha terhadap ketersediaan pakan alami Daphnia.Dari gelas 1000 ml. Daphnia yang ada dihitung seperti cara diatas. 6. dimana Daphnia akan 365 . yang telah diaerasi agak besar sehingga daphnia merata berada di seluruh kolom air. dengan memakai gelas piala volume 100 ml. Pemanenan Daphnia dapat juga dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali sangat bergantung kepada kelimpahan populasi Daphnia di dalam media kultur. Sebagai contoh. Hitunglah rata-rata nilai populasi dari ketiga sampel yang berbeda lokasi. Daphnia dan air di dalam gelas piala selanjutnya dituangkan secara perlahan-lahan sambil dihitung jumlah daphnia yang keluar bersama air. Pemanenan pakan alami Daphnia yang dilakukan setiap hari biasanya jumlah yang dipanen adalah kurang dari 20% . Kebutuhan larva/benih ikan akan pakan alami Daphnia selama pemeliharaan adalah setiap hari. Apabila jumlah daphnia yang ada sangat banyak. Untuk menghitung kepadatan daphnia pada saat akan dilakukan pemanenan. Pemanenan Daphnia dapat dilakukan berdasarkan siklus reproduksinya. Daphnia diambil dari dalam wadah. Lakukanlah kegiatan tersebut minimal tiga kali ulangan dan catat apakah terjadi perbedaan nilai pengukuran dari ketiga lokasi yang berbeda. lakukan konversi nilai perhitungan tersebut untuk menduga kepadatan populasi pakan alami Daphnia didalam media kultur. caranya adalah dengan menuangkan kedalam gelas piala 1000 ml dan ditambah air hingga volumenya 1000 ml. Nilai rata-rata ini akan dipergunakan untuk menghitung kepadatan populasi pakan alami Daphnia di media kultur. lalu diambil sebanyak 100 ml. maka dari gelas piala 100 ml dapat diencerkan. lalu kepadatan di dalam wadah budidaya dapat diketahui dengan cara mengalikan 10 kali jumlah didalam gelas 100 ml. dapat dilakukan tanpa menggunakan alat pembesar atau mikroskop. maka kepadatan daphnia diwadah budidaya adalah 10 X 200 ekor = 2000 individu per 100 ml. Hitunglah jumlah Daphnia yang terdapat dalam baker glass tersebut ! 5. apabila di dalam gelas piala 100 ml terdapat 200 ekor daphnia.

Jika kepadatan populasi Daphnia sudah mencapai 3000 – 5000 individu perliter maka pakan alami Daphnia siap dilakukan pemanenan. 366 . Hitunglah rata-rata nilai populasi dari ketiga sampel yang berbeda lokasi. Ambillah sampel air dimedia kultur dengan menggunakan baker glass/erlemeyer. Pemanenan dilakukan dengan cara menyeser pakan alami Daphnia pada saat pagi hari Kumpulkan Daphnia yang sudah diambil dari media kultur dan letakkan dalam wadah terpisah.menjadi dewasa pada umur empat hari dan dapat beranak selang dua hari sekali. pemanenan tersebut dilakukan dengan cara menggunakan seser halus. Pemanenan dapat dilakukan pada hari ke tujuh – sepuluh jika populasinya sudah mencukupi. Daphnia yang sudah dipanen tersebut dapat tidak secara langsung diberikan pada larva dan benih ikan hias yang dibudidayakan tetapi dilakukan penyimpanan. Dengan tingkahlakunya tersebut akan sangat mudah bagi para pembudidaya untuk melakukan pemanenan. lakukan konversi nilai perhitungan tersebut untuk menduga kepadatan populasi pakan alami Daphnia didalam media kultur. Cara penyimpanan Daphnia yang dipanen berlebih dapat dilakukan pengolahan Daphnia segar menjadi beku . Waktu pemanenan dilakukan pada pagi hari disaat matahari terbit. Nilai rata-rata ini akan dipergunakan untuk menghitung kepadatan populasi pakan alami Daphnia di media kultur. pada waktu tersebut Daphnia akan banyak mengumpul dibagian permukaan media untuk mencari sinar. amati dengan seksama dan teliti ! Hitunglah jumlah Daphnia yang terdapat dalam baker glass tersebut ! Lakukanlah kegiatan tersebut minimal tiga kali ulangan dan catat apakah terjadi perbedaan nilai pengukuran dari ketiga lokasi yang berbeda. Daphnia yang baru dipanen tersebut dapat digunakan langsung untuk konsumsi larva atau benih ikan. Tentukan waktu pemanenan pakan alami Daphnia jika kepadatan populasi sesuai dengan prediksi tingkat pertumbuhan Daphnia di media kultur. Langkah kerja dalam memanen pakan alami Daphnia adalah sebagai berikut : • Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum • • • • • • • • • melakukan pemanenan pakan alami Daphnia. Catat volume air sampel dan jumlah Daphnia dari data point 6. maka dapat dipredeksi kepadatan populasi Daphnia didalam media kultur jika padat tebar awal dilakukan pencatatan. Daphnia dapat berkembangbiak tanpa kawin dan usianya relative singkat yaitu 28 – 33 hari. Proses tersebut dilakukan dengan menyaring Daphnia dengan air dan Daphnianya saja yang dimasukkan dalam wadah plastic dan disimpan didalam lemari pembeku (Freezer).

2. yang dapat digunakan untuk membudidayakan artemia adalah tambak yang garam yang tidak bocor dan ketersediaan air selalu ada dengan kedalaman tambak adalah 70 cm. Budidaya Artemia Artemia merupakan salah satu jenis zooplankton yang hidup diperairan asin yang dapat digunakan pada larva dan benih ikan air tawar. pemeliharaan. Kemasan cyst Artemia Menurut Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Jepara (2003) sudah dapat memproduksi Artemia ini secara massal pada tambak bersamaan dengan produksi garam. 7. Makanan artemia diperairan alami adalah material partikel detritus organik dan organisme hidup seperti algae mikroskopik dan bakteri. payau dan laut.3. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7.siap untuk diberikan kepada larva dan benih ikan.500 m2 dan garam 56 ton. Budidaya artemia dapat dilakukan dengan beberapa kegiatan yaitu mulai dari persiapan tambak.21. Dalam satu musim kering diproduksi sedikitnya 6 bulan dan menghasilkan kista basah sebanyak 40 kg dari luas tambak 1. Saat ini kebutuhan hatchery akan Artemia masih import dari berbagai negara penghasil.21. produk ini dibeli dalam bentuk kemasan kaleng dengan berbagai merek. Gambar 7. Selain itu Artemia dapat diberikan pakan 367 . Oleh karena itu harus dilakukan penumbuhan makanan alami untuk artemia tersebut dengan cara melakukan pemupukan secara kontinu dengan menggunakan pupuk organik atau anorganik sebanyak 10% dari dosis awal pemupukan dan dilakukan inokulasi pakan alami. pemanenan dan prosesing. Penebaran ini harus dilakukan pada saat suhu rendah. Tambak Artemia yang dipelihara didalam tambak garam untuk tumbuh dan berkembangbiak harus terdapat makanan yang dapat dikonsumsi oleh artemia tersebut. penumbuhan makanan alami. Sebelum digunakan tambak garam ini dilakukan persiapan tambak yaitu : • Penjemuran/pengeringan dasar tambak • Pengapuran tambak dengan dosis 500 kg/ha • Pemupukan organik 500 kg/ha • Pemupukan TSP/urea 200 kg (1:3) • Pengisian air tambak dengan salinitas 80 ppt sedalam 70 cm Setelah tambak dipersiapkan langkah selanjutnya adalah melakukan penebaran benih yaitu nauplii artemia sebanyak 200 ekor perliter pada stadia instar I yaitu artemia yang baru menetas. penebaran benih.

payau maupun laut yang membutuhkan artemia sebagai pakan alami larva dan benihnya. Budidaya artemia dapat dilakukan pada lokasi yang memiliki salinitas cukup tinggi yaitu lebih dari 50 promill. biasanya mereka membeli produk cyst artemia dan hanya melakukan kegiatan penetasan cyst/kista artemia yang sudah cukup banyak dijual dalam kemasan kaleng tersebut. silase ikan maupun tepung terigu. Dalam menetaskan cyst Artemia ada dua metoda yang dapat dilakukan yaitu metoda Dekapsulasi dan metoda tanpa Dekapsulasi. Ambil kista artemia sejumlah yang telah ditentukan dan harus diketahui bobotnya. Oleh karena itu.tambahan berupa dedak yang diperkaya dengan vitamin dan mineral atau bungkil kelapa. Prosedur yang harus dilakukan dalam menetaskan cyst artemia dengan metode Dekapsulasi adalah : 1. Sedangkan metoda penetasan tanpa dekapsulasi adalah suatu cara penetasan artemia tanpa melakukan proses penghilangan lapisan luar kista tetapi secara langsung ditetaskan dalam wadah penetasan. Dilakukan penghentian aerasi sebelum kista tersebut disaring dengan menggunakan saringan kasa yang berdiameter 120 mikron . Metoda penetasan dengan dekapsulasi adalah suatu cara penetasan kista artemia dengan melakukan proses penghilangan lapisan luar kista dengan menggunakan larutan hipokhlorit tanpa mempengaruhi kelangsungan hidup embrio. 3. 2. menurut hasil penelitian salinitas ditambak budidaya artemia pada saat penebaran nauplii artemia adalah 70 ppt dan untuk menghasilkan kista dengan hasil yang optimum dibutuhkan salinitas antara 120 – 140 ppt sedangkan peningkatan salinitas hingga 150 ppt akan menghasilkan produktivitas telur menjadi menurun. Larutan hipoklorit yaitu larutan yang mengandung HclO disiapkan yang akan digunakan untuk melakukan proses penghilangan lapisan luar kista. Pada usaha hatchery air tawar. kemudian kista tersebut dimasukkan kedalam wadah yang berbentuk kerucut dan dilakukan hidrasi selama 1 – 2 jam dengan menggunakan air tawar atau air laut dengan salinitas maksimum 35 permil serta diberi aerasi dari dasar wadah . Oleh karena itu pada tambak pemeliharaan artemia diberikan pakan tambahan berupa bungkil kelapa yang sebelumnya (2 jam) direndam baru diberikan dengan cara menebarkannya secara merata pada tambak budidaya. Larutan hipoklorit yang digunakan dapat diperoleh dari dua macam senyawa yang banyak dijual dipasaran yaitu Natrium hipoklorit (Na O Cl) 368 .pada tambak budidaya artemia setelah dilakukan penebaran nauplii artemia salinitas tambak secara bertahap terus ditingkatkan dari 70 ppt menjadi 80 ppt terus secara bertahap dinaikkan sampai menjadi 120 – 140 ppt. kemudian kista tersebut dicuci dengan air bersih.

8. Cyst/kista artemia dimasukkan kedalam media penetasan yang diberi aerasi dengan kecepatan 10 – 20 liter udara/menit. suhu dipertahankan dibawah 40 oC. Wadah dan media penetasan disiapkan sesuai persyaratan teknis 3. Artemia yang ditetaskan dari hasil dekapsulasi dapat langsung diberikan pada benih ikan atau ditetaskan terlebih dahulu baru diberikan kepada benih ikan. Penetasan cyst artemia akan berlangsung selama 24–48 jam kemudian.1 N sebanyak dua kali dan dicuci dengan air bersih dan siap untuk ditetaskan dengan menggunakan larutan penetasan Proses penetasan yang dilakukan sama dengan proses penetasan tanpa dekapsulasi. Dalam dunia perdagangan dan bahasa seharihari kalsium hipoklorit dikenal sebagai kaporit (berupa bubuk). 369 . Pemilihan metoda penetasan cyst artemia sangat bergantung kepada jenis artemia yang digunakan dan spesifikasi dari jenis artemia tersebut. suhu dipertahankan 25 – 30 oC dan pH sekitar 8 – 9. 6. Kista artemia tersebut dicelupkan kedalam larutan HCl 0. Cyst/kista yang akan ditetaskan ditimbang sesuai dengan dosis yang digunakan misalnya 5 gram kista per liter air media penetasan.000 lux . Prosedur yang dilakukan dalam menetaskan cyst artemia dengan metoda tanpa dekapsulasi adalah : 1. 7. Wadah penetasan cyst Artemia Peralatan dan wadah yang dapat digunakan dalam mengkultur pakan alami Artemia ada beberapa macam. Media penetasan diberi sinar yang berasal dari lampu TL dengan intensitas cahaya minimal 1. 4. 5. 5. dengan dosis 10 cc Na O Cl untuk satu gram kista dan Kalsium hipoklorit (Ca (Ocl)2 dengan dosis 0.4. Kista disaring dengan menggunakan saringan 120 mikron dan dilakukan pencucian kista dengan menggunakan air laut secara berulang-ulang sampai bau klorin itu hilang. Kista yang telah disaring dengan saringan kasa dimasukkan kedalam media larutan hipoklorit dan diaduk secara manual serta diaerasi secara kuat-kuat. 2. Proses penghilangan lapisan luar kista dilakukan selama 5 – 15 menit yang ditandai dengan terjadinya perubahan warna kista dari coklat gelap menjadi abuabu kemudian orange. Intensitas cahaya tersebut dapat diperoleh dari lampu TL /neon 60 watt sebanyak dua buah dengan jarak penyinaran dari lampu kewadah penetasan adalah 20 cm. sedangkan natrium hipoklorit dijual berupa cairan dan dikenal sebagai klorin. Dari kedua senyawa larutan hipoklorit ini kalsium hipoklorit lebih mudah didapat dan harganya relatif lebih murah daripada natrium hipoklorit.67 gram untuk satu gram kista .

Media penetasan cyst Artemia Untuk dapat menetaskan cyst Artemia kita harus menyiapkan media yang tepat untuk pakan alami tersebut agar dapat tumbuh dan berkembang. Organisme ini banyak terdapat didaerah Australia. Oleh karena itu ukuran dari wadah yang akan digunakan sangat menentukan kapasitas produksi dari pakan alami Artemia.Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah kantong plastik berbentuk kerucut. saringan halus/seser. deterjen dan chlor. selang aerasi. Amerika Tengah dan Amerika Selatan dimana pada daerah tersebut memiliki salinitas yang cukup pekat. Berdasarkan habitat 370 . ember. Peralatan dan wadah disiapkan untuk digunakan dalam budidaya Artemia. Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya harus bebas dari kontaminan seperti pestisida. selang air. langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan terhadap wadah tersebut. Setelah berbagai macam peralatan dan wadah yang digunakan dalam membudidayakan pakan alami Artemia diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara kerjanya . bak fiber dan tanki plastik biasanya digunakan untuk menetaskan cyst Artemia secara massal dan merupakan budidaya artemia secara selektif yaitu membudidayakan pakan alami ditempat terpisah dari ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya Artemia antara lain adalah aerator/blower.gayung. Pemilihan wadah yang akan digunakan dalam membudidayakan Artemia sangat bergantung kepada tujuannya. Aerasi ini dapat digunakan pula untuk menetralkan chlor atau menghilangkan Carbondioksida didalam air. Air yang digunakan sebaiknya diberi oksigen dengan menggunakan aerator dan batu aerasi yang disambungkan dengan selang aerasi. Wadah yang telah dibersihkan selanjutnya dapat diari dengan air bersih. bak beton. Artemia merupakan hewan air yang hidup diperairan laut yang memiliki salinitas berkisar antara 42 – 316 permil. refraktometer. botol aqua . Wadah budidaya yang telah diairi dapat digunakan untuk memelihara Artemia. ember plastik dan bentuk wadah lainnya yang didesain berbentung kerucut pada bagian bawahnya agar memudahkan pada waktu panen. Media seperti apakah yang dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang pakan alami Artemia. Afrika. batu aerasi. Asia. Sedangkan wadah budidaya kolam tanah yaitu tambak biasanya dilakukan untuk membudidayakan artemia. gelas ukur kaca. Amerika Utara. Eropa. Langkah pertama adalah peralatan dan wadah yang akan digunakan ditentukan sesuai dengan skala produksi dan kebutuhan. timbangan. Wadah yang akan digunakan dibersihkan dengan menggunakan sikat dan diberikan desinfektan untuk menghindari terjadinya kontaminasi dengan mikroorganisme yang lain. Wadah yang terbuat dari bak semen.

6. Untuk membuat air laut tiruan dengan garam mineralnya dapat dilihat pada tabel 7. Bagaimanakah mempersiapkan media yang akan dipergunakan untuk menetaskan cyst artemia? Cyst artemia dapat ditetaskan pada media yang mempunyai salinitas 5 permil sampai dengan 35 permil. Apabila garam-garam mineral ini sulit untuk diperoleh dapat digunakan air tawar biasa ditambahkan dengan garam dapur dan diukur salinitas media tersebut dengan menggunakan refraktometer. Dosis garam dapur yang digunakan untuk membuat air laut dengan salinitas 35 permil adalah berkisar 30 gram – 35 gram per liter air.7 dan 7.7. 2. Komposisi bahan kimia untuk membuat air laut kadar garam 5 permill No. 4. Tabel 7. 1. walaupun pada habitat aslinya dapat hidup pada salinitas yang sangat tinggi. 3.8. Media penetasan tersebut dapat dipergunakan air laut biasa atau membuat air laut tiruan . Air laut tiruan ini dapat dibuat dengan menggunakan air tawar ditambahkan unsur-unsur mineral yang sangat dibutuhkan untuk media penetasan. 5.alaminya pakan alami Artemia ini dapat hidup pada perairan yang mengandung salinitas cukup tinggi. Jenis bahan Garam dapur (NaCl) Magnesium Sulfat (MgSO4) Magnesium Chlorida (MgCl2) Kalsium Chlorida (CaCl2) Kalium Chlorida (KCl) Natrium Hidrokarbonat (NaHCO3) Air tawar Jumlah 50 gram 13 gram 10 gram 3 gram 2 gram 20 gram 10 liter 371 . 7. walaupun tidak menutup kemungkinan untuk hidup diperairan yang bersalinitas rendah karena Artemia memiliki adaptasi yang cukup luas terhadap salinitas.

Tentukan wadah yang akan digunakan untuk menetaskan Artemia ! 3.05 gram 15 gram 7 gram 1 gram 0. 2. Identifikasi Artemia perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan inokulasi. 3. 6. catat. Jika salinitas media tidak sesuai dengan yang diinginkan tambahkan garam atau air tawar kedalam media sampai diperoleh salinitas media sesuai kebutuhan. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan sebutkan fungsi dan cara kerja peralatan tersebut! 2.5 gram 10 liter dapur (NaCl) kedalam air tawar dengan dosis 35 gram perliter air tawar. Inokulasi Artemia Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yaitu pertama melakukan identifikasi jenis bibit pakan alami Artemia. Bilaslah wadah yang telah dibersihkan dengan menggunakan air bersih. selang aerasi dan batu aerasi. 6. 5. kemudian lakukan pensucihamaan wadah dengan menggunkan desinfektan sesuai dengan dosisnya. 7. Pasanglah peralatan aerasi dengan merangkaikan antara aerator. 4. kedua melakukan seleksi terhadap bibit pakan alami Artemia. masukkan kedalam wadah budidaya. Komposisi bahan kimia untuk membuat air laut kadar garam 30 permill No. Artemia 372 Langkah kerja dalam menyiapkan wadah budidaya Artemia adalah sebagai berikut : 1. ketiga melakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai dengan prosedur. 5. Jenis bahan Garam dapur (NaCl) Magnesium Sulfat (MgSO4) Kalium Iodida (KI) Kalsium Chlorida (CaCl2) Kalium Chlorida (KCl) Natrium Bromida (NaBr) Kalium Bifosfat (KH2PO4) Air tawar Jumlah 280 gram 70 gram 0. Ukurlah salinitas media penetasan dengan menggunakan alat refraktometer. 8. Bersihkan wadah dengan menggunakan sikat dan disiram dengan air bersih.Tabel 7. Buatlah larutan garam untuk media penetasan cyst artemia dengan cara melarutkan garam . Ceklah keberfungsian peralatan tersebut dengan memasukkan kedalam arus listrik. 7.8. 4. 1.

Gambar 7. Tubuh Artemia dewasa mempunyai ukuran 1 – 2 cm dengan sepasang kaki majemuk dan 11 pasang thoracopoda. Untuk lebih jelasnya tentang perkembangbiakan Artemia dapat dilihat pada Gambar 7. 373 . endopodit dan epipodite yang masing-masing berfungsi sebagai alat pengumpul pakan. setiap kali perubahan bentuk merupakan tahapan suatu tingkatan yaitu instar I – instar XV. Perkembangbiakan Artemia Cara yang dilakukan dalam melakukan inokulasi adalah dengan menebarkannya secara hati-hati kedalam media kultur sesuai dengan padat tebar yang telah ditentukan.merupakan salah satu jenis zooplankton yang hidup diperairan laut yang bersalinitas antara 42 sampai dengan 316 permil. setelah itu menjadi artemia dewasa.22. Hal ini terjadi karena sifat induk artemia di alam mempunyai dua cara perkembangbiakan yaitu pada saat kondisi perairan baik maka telur yang dihasilkan akan langsung menetas menjadi nauplius (ovovivipar) sedangkan pada kondisi perairan buruk akan disimpan dalam bentuk telur (kista) disebut juga ovipar. Penebaran bibit Artemia ini sebaiknya dilakukan pada saat suhu perairan tidak terlalu tinggi yaitu pada pagi dan sore hari. alat berenang dan alat pernafasan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. ciri khas nya yang sangat mudah untuk dikenali setelah siste artemia menetas adalah berubah menjadi nauplius. Cyst artemia berupa telur yang mengalami fase istirahat karena kondisi lingkungan perairan buruk . Dalam perkembangannya mengalami 15 kali perubahan bentuk (metamorfosis) . Artemia yang akan ditebar kedalam media penetasan berasal dari cyst artemia. Bagaimanakah anda melakukan penebaran cyst Artemia yang akan digunakan untuk menetaskan cyst Artemia didalam wadah budidaya yang dilakukan secara terkontrol ? Apakah cyst Artemia itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita diskusikan dan pelajari dari buku ini. Setiap thoracopoda mempunyai eksopodit.22. Berdasarkan klasifikasinya Artemia sp dapat dimasukkan kedalam : Filum : Arthropoda Kelas : Crustacea Ordo : Anastraca Famili : Artemidae Genus : Artemia Spesies : Artemia salina Morfologi Artemia dapat dilihat secara langsung dibawah mikroskop.

Telur artemia yang berasal dari laut atau tambak ini dipanen dengan menggunakan seser. Dan biasanya disebut telur kering (diapauze). benturan keras. Jadi cyst artemia itu yang akan ditetaskan adalah hasil dari perkawinan artemia dewasa jantan dan betina yang pada kondisi lingkungan buruk akan membentuk fase istirahat atau dorman. Cara yang dilakukan untuk melakukan penebaran siste artemia adalah : 1. sinar ultra violet dan mempermudah pengapungan. Cangkang ini berguna untuk melindungi embrio terhadap pengaruh kekeringan. kemudian dibersihkan dari kotoran-kotoran yang melekat. Hitung jumlah siste yang akan ditebar sesuai dengan volume media penetasan sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan. pada saat siste ditebar sebaiknya selang aerasi dihentikan terlebih dahulu agar siste tersebut berada didalam media penetasan. 374 . 4. Tentukan volume media penetasan.Cyst Artemia atau siste Artemia adalah telur yang telah berkembang lebih lanjut menjadi embrio dan kemudian diselubungi oleh cangkang yang tebal dan kuat. 3. Berdasarkan pengalaman beberapa akuakulturis dalam menetaskan cyst artemia. langkah selanjutnya jika media penetasan sudah dipersiapkan dan volumenya sudah dihitung adalah melakukan penebaran siste artemia kedalam media penetasan. Kista yang berisi embrio akan mengapung dipermukaan air. Semakin besar wadah yang digunakan maka jumlah siste yang akan ditebarkan akan semakin banyak. Ambil siste artemia dan timbanglah sesuai kebutuhan. Artemia yang dijual dipasaran merupakan hasil budidaya atau eksploitasi dari alam yang dikemas dalam kemasan kaleng dengan berat rata-rata 450 gram. Setelah ditentukan padat penebaran yang akan dilakukan dalam penetasan cyst artemia. Berapakah kebutuhan cyst artemia yang harus ditetaskan untuk memenuhi kebutuhan produksi? Untuk menjawab hal tersebut ada beberapa hal yang harus dipahami antara lain adalah padat penebaran cyst atau siste artemia didalam media penetasan dan disesuaikan dengan volume media penetasan. 2. Lama penyimpanan siste artemia jika dilakukan pengemasan dengan kaleng tanpa udara atau kantong plastik berisi gas Nitrogen adalah lima tahun. padat penebaran yang digunakan adalah 5-7 gram/liter. Pengeringan didalam alat pengering ini dilakukan selama tiga jam sampai kadar air dari siste tersebut kurang dari 10% agar tahan lama dalam penyimpanan. Kemudian kista tersebut dikeringkan dibawah sinar matahari atau dengan alat pengering/oven dengan suhu sebaiknya tidak lebih dari 40oC . Oleh karena itu harus dipilih wadah yang tepat untuk menetaskan siste artemia tersebut. Masukkan siste kedalam wadah yang berisi media penetasan sesuai dengan salinitas yang telah ditetapkan dengan cara menuangkan secara perlahan siste kedalam media.

Masukkanlah cyst Artemia yang telah ditimbang kedalam media penetasan secara hati-hati. Pasanglah aerasi setelah cyst Artemia ditebarkan kedalam media penetasan ! 7. cyst artemia pada tahap awal dilakukan perendaman dengan air tawar selama satu jam yang berfungsi untuk meningkatkan kadar air pada cyst artemia dan cyst artemia tersebut akan menggembung karena air masuk kedalam cyst. Cyst yang menggembung akan mulai terjadi proses metabolisme. Dalam menetaskan cyst/siste artemia ada beberapa tahapan yang harus dilakukan antara lain adalah memantau proses penetasan cyst artemia. Hitunglah jumlah cyst yang akan ditebar setelah ditentukan pada point 2 berdasarkan volume media penetasan ! 4. Setelah satu jam direndam dan cyst sudah mengandung kadar air kurang lebih 65% maka cyst artemia tersebut disaring dengan menggunakan kain saringan 120 mikron serta dicuci dengan air tawar atau air laut sampai bersih. Dari kedua metoda tersebut akan terjadi proses penetasan yang berbeda. Amati proses penetasan cyst Artemia dengan menghitung percentage penetasannya! Persentase penetasan N (Hatching Persentase) = ---. 2. Lakukan penimbangan dengan tepat berdasarkan perhitungan jumlah cyst Artemia pada point 3. Cyst artemia yang ditetaskan dalam wadah budidaya berbentuk kerucut dan bening akan sangat mudah untuk memantau proses penetasannya. Proses penetasan dengan menggunakan metoda dekapsulasi. Oleh karena itu dalam proses penetasan dapat dilakukan dengan dua metoda yaitu metoda Dekapsulasi dan metoda tanpa dekapsulasi.Langkah kerja dalam menebar cyst artemia adalah sebagai berikut : 1. Cyst Artemia yang diperdagangkan merupakan cyst yang telah dikeringkan dengan kadar air kurang dari 10%. Tentukan padat penebaran cyst Artemia dan volume media penetasan! 3. Kemudian dimasukkan 375 . Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum menebar cyst Artemia. Jenis pakan alami ini dapat diperoleh dengan cara membudidayakan Artemia di lahan budidaya/ tambak atau hanya menetaskan cyst/siste Artemia yang dibeli dalam bentuk kemasan kaleng berisi 450 gram dan ditetaskan dalam wadah budidaya yang sesuai sampai dipelihara sesuai dengan kebutuhan. lepaskan aerasi didalam media penetasan pada saat dilakukan penebaran ! 6. 5.X 100% C Dimana : N : jumlah nauplius yang menetas C : jumlah cyst yang ditebar Artemia salina merupakan salah satu zooplankton sebagai sumber pakan alami yang sangat cocok bagi larva ikan konsumsi maupun ikan hias. Proses penetasan artemia akan berlangsung selama 24-48 jam.

Penetasan cyst artemia akan berlangsung selama 24-48 jam kemudian. Siste yang sudah tidak bercangkang tersebut masih berupa siste yang telanjang belum menetas karena masih diselimuti oleh selaput embrio yang tipis. Kebutuhan larva/benih ikan akan 376 . Kemudian wadah dan media penetasan disiapkan sesuai persyaratan teknis yang telah ditentukan. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan pemantauan proses penetasan artemia. Waktu yang dibutuhkan sampai siste tersebut menetas menjadi nauplius dibutuhkan waktu sekitar 24 . 2. Proses penetasan cyst artemia dengan metoda dekapsulasi selanjutnya adalah melarutkan siste tersebut dengan larutan garam bersalinitas antara 5 permil sampai dengan 35 permil. siste artemia dimasukkan kedalam media penetasan yang diberi aerasi dengan kecepatan 10 – 20 liter udara/menit. Amati setiap jam perkembangan dari siste artemia dibawah mikroskop dan catat jam terjadinya penetasan siste manjadi nauplius ! 4. Proses penetasan cyst/siste artemia dengan metoda tanpa dekapsulasi dilakukan dengan cara siste yang akan ditetaskan ditimbang sesuai dengan dosis yang digunakan misalnya 5 gram siste per liter air media penetasan. Media penetasan diberi sinar yang berasal dari lampu TL dengan intensitas cahaya minimal 1. Setelah proses dekapsulasi selesai siste yang sudah tidak bercangkang diambil dengan alat penyedot dan disaring dengan menggunakan alat penyaring dari kasa kawat baja tahan karat (stainless steel) dengan ukuran mata 120-150 mikron. Intensitas cahaya tersebut dapat diperoleh dari lampu TL/neon 60 watt sebanyak dua buah dengan jarak penyinaran dari lampu kewadah penetasan adalah 20 cm. Oleh karena itu masih harus dilakukan penetasan dengan menggunakan air laut yang bersalinitas 5-35 permil. Amati siste artemia didalam media penetasan. suhu dipertahankan 25 – 30 oC dan pH sekitar 8 – 9. Langkah Kerja Memantau proses penetasan artemia adalah sebagai berikut : 1.kedalam larutan hipoklorit yang telah disiapkan lengkap dengan aerasinya. Hitunglah jumlah persentase siste yang menetas didalam media penetasan sesuai dengan rumus ! Pakan alami artemia yang telah ditetaskankan di media penetasan bertujuan untuk diberikan kepada larva/benih yang dipelihara. catat dan diskusikan ! 3.48 jam.000 lux. Proses dekapsulasi berlangsung selama 10-15 menit. Proses dekapsulasi ditandai dengan terjadinya perubahan warna siste dari coklat menjadi abu-abu dan akhirnya berwarna jingga serta air didalam wadah mengandung buih atau busa. Proses pencucian dilakukan dengan menggunakan air tawar atau air laut sampai bau chlorine hilang.

Duapuluh empat jam setelah menetas nauplius artemia ini akan mulai tumbuh organ pencernaannya. Lepaskan aerasi yang ada didalam wadah penetasan.3. Bersihkan artemia yang telah dipanen dengan menggunakan air tawar yang bersih dan siap untuk diberikan kepada larva/benih ikan konsumsi/ikan hias. Budidaya Rotifera Peralatan dan wadah yang dapat digunakan dalam mengkultur pakan alami Rotifera ada beberapa macam. Jika didalam media penetasan tidak terdapat sumber makanan bagi artemia maka artemia tidak akan tumbuh dan berkembang melainkan akan mati secara perlahan-lahan karena kekurangan energi.2-0. Pemanenan pakan alami Artemia ini dapat dilakukan setiap hari atau seminggu sekali atau dua minggu sekali. Oleh karena itu waktu pemanenan pakan alami itu sangat bergantung kepada kebutuhan larva/benih akan pakan alami Artemia. Pada beberapa usaha pembenihan biasanya hanya dilakukan penetasan cyst artemia tanpa melakukan pemeliharaan terhadap cyst yang telah ditetaskan. Lakukan penyedotan dengan selang untuk mengambil artemia yang telah menetas dan ditampung dengan kain saringan yang diletakkan didalam wadah penampungan. Lakukan penutupan wadah penetasan pada bagian atas dengan menggunakan plastik hitam agar artemia yang menetas akan berkumpul pada bagian bawah wadah penetasan. Hal tersebut bergantung kepada kebutuhan suatu usaha terhadap ketersediaan pakan alami Artemia. bak 377 . Cyst artemia yang baru menetas mempunyai ukuran antara 200-350 mikrometer (0. bak beton.pakan alami Artemia selama pemeliharaan adalah setiap hari. Artemia mempunyai sifat fototaksis positif yang akan bergerak menuju sumber cahaya. Artemia menjadi dewasa pada umur empatbelas hari dan akan beranak setiap empat sampai lima hari sekali. Pemanenan pakan alami Artemia yang dilakukan setiap hari biasanya jumlah yang dipanen adalah kurang dari 20%. tanki plastik.3. 7. Diamkan beberapa lama (kurang lebih 15-30 menit) sampai seluruh cyst yang telah menetas berkumpul didasar wadah. Setelah cyst artemia menetas 24-48 jam setelah ditetaskan maka akan dilakukan pemanenan cyst artemia dengan cara sebagai berikut : 1. Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah bak semen. Jadi waktu panen artemia sangat ditentukan oleh ukuran besar mulut larva yang akan mengkonsumsinya dengan ukuran artemia yang akan ditetaskan. 4.35 mm) dan disebut nauplius. 5. oleh karena itu pada masa tersebut artemia sudah mulai makan dengan adanya makanan didalam media penetasan artemia akan tumbuh dan berkembang. 3. 2. Pemanenan Artemia dapat juga dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali sangat bergantung kepada ukuran Artemia yang akan diberikan kepada larva/benih ikan.

saringan halus/seser. tali rafia. Air yang digunakan sebaiknya diberi oksigen dengan menggunakan aerator dan batu aerasi yang disambungkan dengan selang aerasi. Peralatan dan wadah disiapkan untuk digunakan dalam budidaya Rotifera. kantong plastik. Wadah yang akan digunakan dibersihkan dengan menggunakan sikat dan diberikan desinfektan untuk menghindari terjadinya kontaminasi dengan mikroorganisme yang lain. Pemilihan wadah yang akan digunakan dalam membudidayakan Rotifera sangat bergantung kepada tujuannya. Setelah berbagai macam peralatan dan wadah yang digunakan dalam membudidayakan pakan alami Rotifera diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara kerjanya . Wadah yang terbuat dari bak semen. timbangan.fiber dan kolam tanah. bak beton. Alat yang digunakan adalah gelas ukur kaca yang berfungsi untuk melihat kepadatan populasi Rotifera yang dibudidayakan didalam wadah pemeliharaan. Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya harus bebas dari kontaminan seperti pestisida. Wadah yang telah dibersihkan selanjutnya dapat diari dengan air bersih. bak fiber dan tanki plastik biasanya digunakan untuk membudidayakan Rotifera secara selektif yaitu membudidayakan pakan alami ditempat terpisah dari ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami. selang air. batu aerasi. Sedangkan wadah budidaya kolam tanah biasanya dilakukan untuk membudidayakan pakan alami nonselektif yaitu membudidayakan pakan alami secara bersama-sama dengan ikan yang akan mengkomsumsi pakan alami tersebut. Rotifera yang telah dipanen tersebut dimasukkan kedalam ember plastik untuk memudahkan dalam pengangkutan dan digunakan juga gayung plastik untuk mengambil media air budidaya Rotifera yang telah diukur kepadatannya. gelas ukur kaca. selang aerasi. deterjen dan chlor. Langkah kerja dalam menyiapkan peralatan dan wadah kultur pakan 378 . Langkah pertama adalah peralatan dan wadah yang akan digunakan ditentukan sesuai dengan skala produksi dan kebutuhan. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya Rotifera antara lain adalah aerator/blower.gayung. Rotifera yang dipelihara didalam wadah pemeliharaan akan tumbuh dan berkembang oleh karena itu harus dipantau kepadatan populasi Rotifera didalam wadah. Aerasi ini dapat digunakan pula untuk menetralkan chlor atau menghilangkan Carbondioksida didalam air. langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan terhadap wadah tersebut. Wadah budidaya yang telah diairi dapat digunakan untuk memelihara Rotifera. Selain itu diperlukan juga seser atau saringan halus pada saat akan melakukan pemanenan Rotifera. ember. Kedalaman air didalam wadah budidaya yang optimum adalah 50 cm dan maksimum adalah 90 cm.

sungai dan kolam-kolam. Pemilihan antara kedua jenis pupuk tersebut sangat bergantung kepada ketersediaan pupuk tersebut dilokasi budidaya. selang aerasi dan batu aerasi. Bilaslah wadah yang telah dibersihkan dengan menggunakan air bersih. burung dan kuda. Pupuk kandang ini jenisnya ada beberapa macam antara lain adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan sapi. 6. Rotifera merupakan hewan air yang hidup diperairan tawar subtropik dan tropik baik di daerah danau. 4. tekstur. Masukkan air bersih yang tidak terkontaminasi kedalam wadah budidaya dengan menggunakan selang plastik dengan kedalaman air yang telah ditentukan. pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari campuran antara kotoran hewan dengan sisa makanan dan alas tidur hewan tersebut. Pupuk kandang yang akan dipergunakan sebagai pupuk dalam media kultur pakan alami adalah pupuk kandang yang telah kering. 5. rupa. Jenis pupuk organik yang biasa digunakan adalah pupuk kandang. misalnya 50 cm. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan sebutkan fungsi dan cara kerja peralatan tersebut! 2. Dari berbagai jenis kotoran hewan tersebut yang biasa 379 .alami Rotifera adalah sebagai berikut : 1. Pasanglah peralatan aerasi dengan merangkaikan antara aerator. kerbau. Untuk melakukan budidaya pakan alami diperlukan unsur hara tersebut didalam media budidaya. Berdasarkan habitat alaminya pakan alami Rotifera ini dapat hidup pada perairan yang mengandung unsur hara. kelinci. Campuran ini telah mengalami pembusukan sehingga sudah tidak berbentuk seperti semula. Jenis pupuk yang dapat digunakan sebagai sumber unsur hara pada media kultur pakan alami Rotifera adalah pupuk organik dan anorganik. Mengapa pupuk kandang yang digunakan harus yang kering ? Pupuk kandang yang telah kering sudah mengalami proses pembusukan secara sempurna sehingga secara fisik seperti warna. Media seperti apakah yang dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang pakan alami Rotifera. masukkan kedalam wadah budidaya. kemudian lakukan pensucihamaan wadah dengan menggunkan desinfektan sesuai dengan dosisnya. Unsur hara ini dialam diperoleh dari hasil dekomposisi nutrien yang ada didasar perairan. dan kedua jenis pupuk tersebut dapat digunakan sebagai sumber unsur hara. Tentukan wadah yang akan digunakan untuk membudidayakan Rotifera ! 3 Bersihkan wadah dengan menggunakan sikat dan disiram dengan air bersih. ayam. Ceklah keberfungsian peralatan tersebut dengan memasukkan kedalam arus listrik. bau dan kadar airnya tidak seperti bahan aslinya. Unsur hara yang dimasukkan kedalam media tersebut pada umumnya adalah pupuk.

Untuk ZA kadar N nya 21% . maka kebutuhan urea adalah 3 : 46 = 0. atau 1. Untuk lebih mudahnya saat ini juga sudah dijual pupuk majemuk yang mengandung unsur Nitrogen. sedangkan unsur phosphat adalah Triple Superphosphat (TSP). Phosphate dan Kalium (NPK). Jenis pupuk anorganik yang biasa digunakan adalah pupuk yang mengandung unsur Nitrogen. Berapakah dosis pupuk yang harus ditebarkan kedalam media kultur pakan alami Rotifera ? Berdasarkan pengalaman beberapa pembudidaya dosis yang digunakan untuk pupuk kandang dari kotoran ayam sebanyak 500 gram/m3. Jenis pupuk anorganik juga bisa digunakan sebagai sumber unsur hara pada media kultur Rotifera jika pupuk kandang tidak terdapat dilokasi tersebut.5=VX46. Pupuk yang dimasukkan kedalam media kultur pakan alami yang berfungsi untuk menumbuhkan bakteri. sedangkan yang berasal dari kotoran burung puyuh adalah 1000 gram/m3. detritus dan beragam phytoplankton sebagai makanan utama Rotifera. 2X1. Tetapi dosis pupuk kandang yang berasal dari kotoran burung puyuh berdasarkan hasil penelitian dan memberikan pertumbuhan populasi Rotifera pada hari ketujuh sebanyak 80 individu/liter.0 gram/liter. Phosphat dan Kalium.digunakan adalah kotoran ayam dan burung puyuh. Kemudian pupuk tersebut 380 . misalnya pupuk yang akan digunakan adalah urea dan ZA. Beberapa pembudidaya ada yang menggunakan pupuk nitrat dan phosphat sebagai unsur hara yang dimasukkan kedalam media kultur pakan alami. Dosis yang digunakan untuk pupuk anorganik harus dihitung berdasarkan kebutuhan unsur hara yang dibutuhkan. Sedangkan pupuk kandang yang baik mengandung unsur N sebanyak 1. Zwavelzure Ammoniak (ZA). Kadar unsur N dalam urea adalah 46%. Dengan tumbuhnya pakan Rotifera di dalam media kultur maka pakan alami yang akan dipelihara di dalam wadah budidaya tersebut akan tumbuh dan berkembang. fungi.065 kg. Pupuk yang telah ditentukan akan digunakan sebagai sumber unsur hara dalam media kultur pakan alami selanjutnya dihitung dan ditimbang sesuai dengan dosis yang dibutuhkan. artinya kadar N dalam pupuk ZA adalah 21 kg. Oleh karena dalam menghitung jumlah pupuk anorganik yang dibutuhkan dalam media kultur pakan alami dilakukan perhitungan matematis. Penimbangan dilakukan setelah wadah budidaya disiapkan. Misalnya kebutuhan urea adalah V1N1 = V2N2. Dosis yang digunakan dihitung berdasarkan kandungan unsur hara yang terdapat dalam pupuk an organik. Kotoran ayam dan burung puyuh yang telah kering ini digunakan dengan dosis sesuai kebutuhan. artinya dalam setiap 100 kg urea mengandung unsur N sebanyak 46 kg. Pupuk anorganik yang banyak mengandung unsur nitrogen dan banyak dijual dipasaran adalah urea.5– 2%.

Lingkaran cilia dibagian anterior terdapat diatas pedestal yang terbagi dua yang disebut trocal disk. Gerakan membranela pada trochal disk seperti dua roda yang berputar. Pupuk tersebut akan berproses didalam media dan akan tumbuh mikroorganisme sebagai makanan utama dari Rotifera. kandungan amonia < 1 ppm. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yaitu pertama melakukan identifikasi jenis bibit pakan alami Rotifera. Setelah itu baru bisa dilakukan penebaran bibit Rotifera kedalam media kultur.dimasukkan kedalam kantong plastik atau karung plastik diikat dan di lubangi dengan menggunakan paku atau gunting agar pupuk tersebut dapat mudah larut didalam media kultur pakan alami Rotifera. Oleh karena itu agar pembudidayaannya bisa berlangsung terus harus selalu diberikan pemupukan susulan. suhu air berkisar antara 28 – 30 oC dan pH air antara 6 – 8. Dalam memberikan pemupukan susulan ini caranya hampir sama dengan pemupukan awal dan ada juga yang memberikan pemupukan susulannya dalam bentuk larutan pupuk yang dicairkan. Selama dalam pemeliharaan harus terus dilakukan pemupukan susulan seminggu sekali dengan dosis setengah dari pemupukan awal. kedua melakukan seleksi terhadap bibit pakan alami Rotifera. ciri khas nya yang sangat mudah untuk dikenali adalah adanya corona atau semacam selaput yang dikelilingi cilia yang mencolok disekitar mulutnya. Identifikasi Rotifera perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan inokulasi. Waktu yang dibutuhkan oleh proses dekomposisi pupuk didalam media kultur pakan alami Rotifera ini berkisar antara 7 – 14 hari. 381 . Rotifera akan tumbuh dan berkembang pada media kultur yang mempunyai kandungan Oksigen terlarut sebanyak > 5 ppm. Berdasarkan klasifikasinya Rotifera sp dapat dimasukkan kedalam : Filum : Rotifera Kelas : Monogononta Ordo : Ploima Famili : Brachionidae Subfamili : Brachioninae Genus : Brachionus Spesies : Brachionus calyciflorus Morfologi Rotifera dapat dilihat secara langsung dibawah mikroskop. Rotifera merupakan salah satu jenis zooplankton yang hidup diperairan tawar didaerah tropis dan subtropis. ketiga melakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai dengan prosedur . Parameter kualitas air didalam media kultur pakan alami Rotifera juga harus dilakukan pengukuran. Pakan alami Rotifera mempunyai siklus hidup yang relatif singkat yaitu 4 – 12 hari. Langkah kerja yang harus dilakukan pada pembuatan media budidaya Rotifera sama dengan budidaya Daphnia.

Bentuk tubuh agak panjang dan silindris. badan yang besar dan kaki atau ekor. Rongga badan berisi cairan tubuh dan terdapat beberapa organ tubuh. Gambar 7. untuk Tubuh Rotifera umumnya transparan. pada ujung kaki terdapat dua ruas semu atau lebih bahkan kadang-kadang tidak terlihat karena ditarik kedalam tubuh atau mengkerut dan adakalanya tidak. 382 .Trochal disk digunakan berenang dan makan. Pada kepala terdapat corona yang berguna sebagai alat untuk mengalirkan makanan. Rata-rata lebar lorica Brachionus calyciflorus bervariasi antara 124 – 300 mikron.23.23. Rotifera Langkah selanjutnya setelah dapat mengidentifikasi jenis Rotifera yang akan ditebar kedalam media kultur adalah melakukan pemilihan terhadap bibit Rotifera. Sejumlah otot-otot melingkar dan membujur yang meluas sampai ke kepala dan kaki.8 mm dihasilkan secara parthenogenesis. merah atau coklat yang disebabkan oleh warna makanan yang ada disekitar saluran pencernaannya. Tubuh terbagi atas tiga bagian yaitu bagian kepala yang pendek. lambung dengan kelenjar perut dan usus. anak pertama sebesar 0. Pemilihan bibit Rotifera yang akan ditebar kedalam media kultur harus dilakukan dengan tepat. Kepala dan badan tidak jelas batasnya. Ukuran lorica berbeda-beda untuk setiap spesies yang sama pada habitat berbeda. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7.5 mm. Rotifera dewasa berukuran 2. Badan Brachionus dilapisi kutikula yang membentuk lapisan agak tebal dan kaku yang disebut lorica. Ukuran badan dan nilai kalori rotifer berdasarkan volume dan bobot dapat dilihat pada tabel 7. Kaki yang beruas semu mempunyai dua jari dan mengandung kelenjar kaki yang bermuara di ujung jari. Organ ekresi. yaitu saluran pencernaan yang terdiri dari mastax dengan kelenjar ludah.9. oesophagus. kaki ramping dan ujung kaki mengecil. Bibit yang akan ditebar kedalam media kultur harus yang sudah dewasa. organ perasa atau peraba dan bukaan mulut. organ genital meliputi germanium atau ovari dan vitellarium. Panjang tubuh berkisar antara 200 – 500 µm . beberapa berwarna hijau.

50 1. maka betina miktik akan menghasilkan telur dorman (dorman egg) dengan cangkang yang keras dan tebal yang tahan terhadap kondisi perairan yang jelek dan kekeringan. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Ukuran badan dan nilai kalori rotifer (Brachionus sp) Rotifer Betina Jantan Telur Telur Kista Panjang lorika (µm) 273 ± 13 113 ± 3 128 ± 1 98 ± 4 Lebar lorika (µm) 170 92 105 77 Volume (ml) 1.30 Bobot (µg) 0. 383 .77 0. Betina amiktik menghasilkan telur yang akan berkembang menjadi betina amiktik pula.85 Perkembangbiakan Rotifera di dalam media kultur dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara sexual dan asexual.195 0. Sifat yang khas pada rotifera adalah adanya dua tipe jenis betina yaitu betina miktik dan amiktik.24. Bila jantan dan betina miktik tersebut kawin.29 0.Tabel 7.9. dan dapat menetas bila keadaan perairan telah normal kembali.096 0.033 Nilai kalori (10 -7 kkal) 10. suhu air dan kualitas pakan. Tetapi dalam keadaan lingkungan yang kurang menguntungkan (tidak normal) seperti terjadi perubahan salinitas.031 0.90 0.75 5. Betina miktik ini akan menghasilkan telur yang akan berkembang menjadi jantan. Perkembangbiakan secara asexual (tidak kawin) yang disebut dengan Parthenogenesis terjadi dalam keadaan normal.89 1. maka telur betina amiktik tersebut dapat menetas menjadi betina miktik.

Hal ini telah diperkuat oleh peneliti bahwa jumlah telur yang dihasilkan oleh induk betina Brachionus calyciflorus yang dikultur secara khusus di laboratorium adalah rata-rata 3 – 6 butir.Gambar 7. remaja dan dewasa maka selanjutnya adalah memilih individu yang dewasa sebagai calon bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur. Padat penebaran bibit yang akan diinokulasi kedalam media kultur biasanya adalah 20 – 25 individu perliter. Daur hidup rotifer (Brachionus sp) Rotifera mempunyai umur hidup yang relatif singkat yaitu antara 4 – 19 hari. anak. Cara yang dilakukan dalam melakukan inokulasi adalah dengan menebarkannya secara hati-hati kedalam media kultur sesuai dengan 384 . Setelah dapat membedakan antara individu Rotifera yang telur. Menurut beberapa ahli 24 jam setelah menetas Brachionus muda telah menjadi dewasa dan dapat menghasilkan telur 2 sampai 3 butir.24. Jumlah bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur sangat bergantung kepada volume media kultur . Sedangkan pengetahuan tentang jumlah telur yang dihasilkan oleh betina miktik masih sedikit sekali. tetapi diduga tidak jauh berbeda dari jumlah telur yang dihasilkan oleh betina amiktik.

Didalam handout ini akan diuraikan secara singkat tentang pertumbuhan Rotifera. Pemupukan susulan pada budidaya rotifera dilakukan sama dengan budidaya daphnia. menghitung kepadatan populasi dan waktu pemantauannya. Siapkan mikroskop dan peralatannya untuk mengidentifikasi jenis Rotifera yang akan dibudidayakan! 3. Hal ini dapat dilihat dari warna air media yang berwarna keruh atau warna teh bening. 5. 385 . Jika hal tersebut terjadi segera dilakukan pemupukan susulan. Frekuensi pemupukan susulan ditentukan dengan melihat sample air didalam media kultur . Letakkan objec glass dibawah mikroskop dan amati morfologi Rotifera serta cocokkan dengan gambar 6. Ambillah seekor Rotifera dengan menggunakan pipet dan letakkan diatas objec glass.padat tebar yang telah ditentukan. Lakukan penebaran bibit pakan alami Rotifera pada pagi atau sore hari dengan cara menebarkannya secara perlahan-lahan kedalam media kultur. Penebaran bibit Rotifera ini sebaiknya dilakukan pada saat suhu perairan tidak terlalu tinggi yaitu pada pagi dan sore hari.3 m didalam media kultur. 10. Hitunglah jumlah bibit yang akan ditebar tersebut sesuai dengan point 8. Mengapa pertumbuhan populasi pakan alami Rotifera harus dipantau ? Kapan waktu yang tepat dilakukan pemantauan populasi pakan alami Rotifera yang dibudidayakan didalam media kultur ? Bagaimana kita menghitung kepadatan populasi pakan alami Rotifera didalam media kultur ? Mari kita jawab pertanyaanpertanyaan tersebut dengan mempelajari beberapa referensi tentang hal tersebut atau dari majalah dan internet yang dapat menjawabnya. 9. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan inokulasi/penanaman bibit pakan alami Rotifera! 2. Lakukan pengamatan terhadap individu Rotifera beberapa kali ulangan agar dapat membedakan tahapan stadia pada Rotifera yang sedang diamati dibawah mikroskop ! 6. Tentukan padat penebaran yang akan digunakan dalam budidaya pakan alami Rotifera tersebut sebelum dilakukan penebaran. Lakukanlah pemilihan bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur d an letakkan dalam wadah yang terpisah! 8. dan teteskan formalin agar individu tersebut tidak bergerak ! 4. parameter yang mudah dilihat adalah jika transparansi kurang dari 0. Hitunglah panjang tubuh individu Rotifera dewasa beberapa ulangan dan perhatikan ukuran tersebut dengan kasat mata! 7. Langkah kerja dalam menebar bibit pakan alami rotifera adalah sebagai berikut : 1. Jenis pupuk yang digunakan sama dengan pemupukan awal.

Rotifera yang dipelihara dalam media kultur yang tepat akan mengalami pertumbuhan yang cepat. walaupun ada juga yang mencapai kepadatan 120 – 150 individu permililiter. sehingga bisa diperhitungkan prediksi populasi Rotifera didalam media kultur. Daur hidup Rotifera adalah 6 – 19 hari dan Rotifera menjadi dewasa hanya dalam waktu satu hari. Jumlah telur yang dikeluarkan dari satu induk bibit Rotifera adalah sebanyak 2 – 3 butir. 3. Langkah Kerja dalam memantau pertumbuhan populasi pakan alami Rotifera adalah sebagai berikut : 1. Hitunglah jumlah Rotifera yang terdapat dalam botol contoh tersebut. Berdasarkan siklus hidup Rotifera maka kita dapat menentukan waktu yang tepat untuk dilakukan pemanenan sesuai dengan kebu tuhan larva atau benih ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami Rotifera. 386 . karena periode maturasi Rotifera pada media yang mempunyai suhu 25 oC adalah satu hari. Untuk mengukur tingkat kepadatan populasi Rotifera didalam media kultur dilakukan dengan cara sampling beberapa titik dari media. Tingkat kepadatan populasi yang maksimal didalam media kultur adalah 80 individu permililiter. Hal tersebut diakibatkan oleh kurangnya oksigen didalam media kultur. Tentukan waktu pemantauan kepadatan populasi sesuai dengan prediksi tingkat pertumbuhan Rotifera di media kultur. Ambillah sampel air dimedia kultur dengan menggunakan baker glass/erlemeyer. Ukuran Rotifera yang dewasa dan anak-anak berbeda oleh karena itu perbedaan ukuran tersebut sangat bermanfaat bagi ikan yang akan mengkonsumsi dan disesuaikan dengan ukuran bukaan mulut larva. Sampling dilakukan dengan cara mengambil air media kultur yang berisi Rotifera dengan menggunakan baker glass atau erlemeyer. data tersebut dapat dikonversikan dengan volume media kultur. amati dengan seksama dan teliti ! 4. Hitunglah jumlah Rotifera yang terdapat dalam baker glass tersebut ! 5. Secara biologis Rotifera akan tumbuh dewasa pada umur satu hari (24 jam setelah menetas). Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan pemantauan pertumbuhan populasi pakan alami Rotifera. Pemantauan pertumbuhan pakan alami Rotifera di media kultur harus dilakukan agar tidak terjadi kepadatan populasi yang mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi didalam media. minimal tiga kali sampling. Lakukanlah kegiatan tersebut minimal tiga kali ulangan dan catat apakah terjadi perbedaan nilai pengukuran dari ketiga lokasi yang berbeda. 2. jika pada saat inokulasi yang ditebarkan adalah bibit Rotifera yang dewasa maka dalam waktu dua hari bibit Rotifera tersebut sudah mulai beranak.

Hal tersebut bergantung kepada kebutuhan suatu usaha terhadap ketersediaan pakan alami Rotifera. maka kepadatan Rotifera diwadah budidaya adalah 10 X 200 ekor = 2000 individu per 100 ml. 7. Untuk menghitung kepadatan Rotifera pada saat akan dilakukan pemanenan. maka dari gelas piala 100 ml dapat diencerkan. Rotifera dapat berkembangbiak tanpa kawin dan usianya relative singkat yaitu 6 – 19 hari. Pemanenan pakan alami Rotifera yang dilakukan setiap hari biasanya jumlah yang dipanen adalah kurang dari 20% . Dengan tingkahlakunya tersebut akan sangat mudah bagi para pembudidaya untuk melakukan pemanenan. Rotifera yang ada dihitung seperti cara diatas. Sebagai contoh. lalu kepadatan di dalam wadah budidaya dapat diketahui dengan cara mengalikan 10 kali jumlah didalam gelas 100 ml. Apabila jumlah Rotifera yang ada sangat banyak. caranya adalah dengan menuangkan kedalam gelas piala 1000 ml dan ditambah air hingga volumenya 1000 ml. Nilai rata-rata ini akan dipergunakan untuk menghitung kepadatan populasi pakan alami Rotifera di media kultur. pemanenan tersebut dilakukan dengan cara menggunakan seser halus. yang telah diaerasi agak besar sehingga Rotifera merata berada di seluruh kolom air. Waktu pemanenan dilakukan pada pagi hari disaat matahari terbit. Rotifera diambil dari dalam wadah. Rotifera dan air di dalam gelas piala selanjutnya dituangkan secara perlahan-lahan sambil dihitung jumlah Rotifera yang keluar bersama air. dimana Rotifera akan menjadi dewasa pada umur satu hari dan dapat bertelur setiap hari. dengan memakai gelas piala volume 100 ml. Pemanenan pakan alami Rotifera ini dapat dilakukan setiap hari atau seminggu sekali atau dua minggu sekali. pada waktu tersebut Rotifera akan banyak mengumpul dibagian permukaan media untuk mencari sinar. Pemanenan Rotifera dapat dilakukan berdasarkan siklus reproduksinya. Hitunglah rata-rata nilai populasi dari ketiga sampel yang berbeda lokasi. maka dapat dipredeksi kepadatan populasi Rotifera didalam media kultur jika padat tebar awal dilakukan pencatatan. Catat volume air sampel dan jumlah Rotifera dari data point 6. Pemanenan dapat dilakukan pada hari ke empat – sembilan jika populasinya sudah mencukupi. lakukan konversi nilai perhitungan tersebut untuk menduga kepadatan populasi pakan alami Rotifera didalam media kultur.Dari gelas 1000 ml.6. lalu diambil sebanyak 100 ml. dapat dilakukan tanpa menggunakan alat pembesar atau mikroskop. Pemanenan Rotifera dapat juga dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali sangat bergantung kepada kelimpahan populasi Rotifera di dalam media kultur. apabila di dalam gelas piala 100 ml terdapat 200 ekor Rotifera. Rotifera yang baru 387 .

penyiapan media kultur. timbangan. Wadah yang terbuat dari bak semen. bak fiber dan tanki plastik biasanya digunakan untuk membudidayakan Tubifex secara selektif yaitu membudidayakan pakan alami ditempat terpisah dari ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami. Selang air digunakan untuk memasukkan air bersih dari tempat penampungan air kedalam wadah 388 7. Proses tersebut dilakukan dengan menyaring Rotifera dengan air dan Rotiferanya saja yang dimasukkan dalam wadah plastic dan disimpan didalam lemari pembeku (Freezer). Pemilihan wadah yang akan digunakan dalam membudidayakan Tubifex sangat bergantung kepada tujuannya.4.dipanen tersebut dapat digunakan langsung untuk konsumsi larva atau benih ikan. yang membedakan adalah waktu pemanenan dan jumlah rotifera yang akan dipanen setiap hari.kolam tanah dan saluran air. Cara penyimpanan Rotifera yang dipanen berlebih dapat dilakukan pengolahan Rotifera segar menjadi beku . bak fiber . Peralatan dan wadah yang dapat digunakan dalam mengkultur pakan alami Tubifex ada beberapa macam. bak beton. Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah bak platik. pemberian pupuk susulan. Kegiatan budidaya cacing rambut ini dimulai dari persiapan peralatan dan wadah. Debit air yang masuk kedalam wadah pemeliharaan adalah 900 ml/menit. Langkah kerja dalam melakukan pemanenan rotifera dilakukan sama dengan pemanenan pada Daphnia.gayung. Rotifera yang sudah dipanen tersebut dapat tidak secara langsung diberikan pada larva dan benih ikan hias yang dibudidayakan tetapi dilakukan penyimpanan. bak semen. hampir sama dalam membudidayakan pakan alami sebelumnya. saringan halus/seser. Cacing rambut sangat banyak diberikan untuk ikan hias dan ikan konsumsi karena mengandung nutrisi yang cukup tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan yang dibudidayakan. bak beton. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya Tubifex antara lain adalah selang air. penanaman bibit. tanki plastik. Dalam rambut membudidayakan cacing prosedur yang dilakukan . Pada budidaya tubifex fungsi aerator dapat digantikan dengan mengalirkan air secara kontinue kedalam wadah pemeliharaan. ember. pemantauan pertumbuhan dan pemanenan cacing rambut. Oleh karena itu semua kegiatan tersebut akan diuraikan didalam buku ini. BUDIDAYA BENTHOS Jenis organisma yang dapat digunakan sebagai pakan alami bagi ikan konsumsi dan ikan hias yang termasuk kedalam kelompok Benthos adalah cacing rambut.

sungai dan kolam-kolam. Jenis pupuk yang dapat digunakan sebagai sumber unsur hara pada media kultur pakan alami Tubifex adalah pupuk organik dan 389 . Berdasarkan habitat alaminya pakan alami Tubifex ini merupakan organisme yang hidup didasar perairan yang banyak mengandung detritus dan mikroorganik lainnya. Superphosphat 36. Setelah berbagai macam peralatan dan wadah yang digunakan dalam membudidayakan pakan alami Tubifex diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara kerjanya . Tubifex ini biasanya dapat hidup pada perairan yang banyak mengandung bahan organik. Berdasarkan hasil peneltian tubifex yang berukuran juwana dengan berat kurang dari 0. natrium. Unsur hara yang dimasukkan kedalam media tersebut pada umumnya adalah pupuk. deterjen dan chlor.1 – 5. Media seperti apakah yang dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang pakan alami Tubifex. Untuk melakukan budidaya pakan alami diperlukan unsur hara tersebut didalam media budidaya. Peralatan ini digunakan juga untuk mengeluarkan kotoran dan air pada saat dilakukan pemeliharaan. sisa tanaman. Fosfat (Duperfosfat/DS.budidaya. Bahan organik yang terdapat didalam perairan biasanya berasal dari dekomposisi unsur hara. Dengan menggunakan selang air akan memudahkan dalam melakukan penyiapan wadah sebelum digunakan untuk budidaya. Nitrogen (Urea. Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Silikat. langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan terhadap wadah tersebut. Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya harus bebas dari kontaminan seperti pestisida. cacing muda yang mempunyai berat 0. Wadah budidaya yang telah diairi dapat digunakan untuk memelihara Tubifex. Pupuk yang terdapat dialam ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik.0 mg pada kedalaman 0 – 4 cm. seperti Nitrat. Kedalaman media dalam wadah budidaya berdasarkan habitat asli di alamnya hidup pada daerah yang mengandung lumpur dengan distribusi pada daerah permukaan substrat pada kedalaman tertentu.1 mg umumnya terdapat pada kedalaman 0 – 2 cm. Kedalaman media didalam wadah budidaya yang optimum adalah 10 cm dan maksimum adalah 20 cm. Unsur hara ini dialam diperoleh dari hasil dekomposisi nutrien yang ada didasar perairan. Triple Superfosfat/ TSP. Sedangkan pupuk anorganik adalah pupuk yang berasal dari bahan kimia dasar yang dibuat secara pabrikasi atau yang berasal dari hasil tambang. Amonium sulfanitrat) dan lain-lain. sedangkan cacing dewasa yang mempunyai berat 5. Amonium nitrat. Tubifex merupakan hewan air yang hidup diperairan tawar subtropik dan tropik baik di daerah danau. limbah rumah tangga. Fused Magnesium Phospate/FMP). Zwavelzure amoniak/ZA.0 mg pada kedalaman 2 – 4 cm.

pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari campuran antara kotoran hewan dengan sisa makanan dan alas tidur hewan tersebut. Pakan alami Tubifex mempunyai siklus hidup yang relatif singkat yaitu 50 – 57 hari. fungi. Jenis pupuk organik yang biasa digunakan adalah pupuk kandang. kerbau. burung dan kuda. tekstur. Berdasarkan hasil penelitian Yuherman (1987) pemupukan susulan dengan dosis 75% dari pemupukan awal setelah 10 hari inokulasi dapat memberikan pertumbuhan yang optimal pada tubifex. Pupuk kandang ini jenisnya ada beberapa macam antara lain adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan sapi. Kotoran ayam dan burung puyuh yang telah kering ini digunakan dengan dosis sesuai kebutuhan. bau dan kadar airnya tidak seperti bahan aslinya. Jika jumlah media yang dibuat sebanyak 500 gram maka jumlah pupuknya adalah 250 gram. Pupuk yang dimasukkan ke dalam media kultur pakan alami yang berfungsi untuk menumbuhkan bakteri. Mengapa pupuk kandang yang digunakan harus yang kering ? Pupuk kandang yang telah kering sudah mengalami proses pembusukan secara sempurna sehingga secara fisik seperti warna. Pupuk kandang yang akan dipergunakan sebagai pupuk dalam media kultur pakan alami adalah pupuk kandang yang telah kering. Waktu yang dibutuhkan oleh proses dekomposisi pupuk didalam media kultur pakan alami Tubifex ini berkisar antara 2-7 hari. dan kedua jenis pupuk tersebut dapat digunakan sebagai sumber unsur hara. Selama dalam pemeliharaan harus terus dilakukan pemupukan susulan seminggu sekali dengan dosis 9% pemupukan awal. detritus dan beragam phytoplankton sebagai makanan utama Tubifex. rupa. Setelah itu baru bisa dilakukan penebaran bibit Tubifex kedalam media kultur. Pupuk tersebut akan berproses didalam media dan akan tumbuh mikroorganisme sebagai makanan utama dari Tubifex. Oleh karena itu agar pembudidayaannya 390 . ayam. Kemudian pupuk tersebut dimasukkan kedalam wadah budidaya dicampur dengan lumpur kolam dengan perbandingan satu banding satu.anorganik. Pemilihan antara kedua jenis pupuk tersebut sangat bergantung kepada ketersediaan pupuk tersebut dilokasi budidaya. Dengan tumbuhnya pakan Tubifex di dalam media kultur maka pakan alami yang akan dipelihara didalam wadah budidaya tersebut akan tumbuh dan berkembang. Campuran ini telah mengalami pembusukan sehingga sudah tidak berbentuk seperti semula. Berapakah dosis pupuk yang harus ditebarkan kedalam media kultur pakan alami Tubifex ? Berdasarkan pengalaman beberapa pembudidaya dosis yang digunakan untuk pupuk kandang dari kotoran ayam sebanyak 50% dari jumlah media yang akan dibuat. Dari berbagai jenis kotoran hewan tersebut yang biasa digunakan adalah kotoran ayam dan burung puyuh. kelinci.

Gambar 7. Pemilihan bibit Tubifex yang akan ditebar kedalam media kultur harus 391 . Tubuh terdiri dari beberapa segmen berkisar antara 30 – 60 segmen. Tubifex sp Langkah selanjutnya setelah dapat mengidentifikasi jenis Tubifex yang akan ditebar kedalam media kultur adalah melakukan pemilihan terhadap bibit Tubifex. Dalam memberikan pemupukan susulan ini caranya hampir sama dengan pemupukan awal dan ada juga yang memberikan pemupukan susulannya dalam bentuk larutan pupuk yang dicairkan. Identifikasi Tubifex perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan inokulasi. Berdasarkan klasifikasinya Tubifex sp dapat dimasukkan kedalam : Filum : Annelida Kelas : Oligochaeta Ordo : Haplotaxida Famili : Tubificidae Genus Spesies : : Tubifex Tubifex sp. Parameter kualitas air didalam media kultur pakan alami Tubifex juga harus dilakukan pengukuran. ketiga melakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai dengan prosedur . ciri khasnya yang sangat mudah untuk dikenali adalah adanya tubuhnya berwarna merah kecoklatan karena banyak mengandung haemoglobin.bisa berlangsung terus harus selalu diberikan pemupukan susulan.25. Pada setiap segmen di bagian punggung dan perut akan keluar seta dan ujungnya bercabang dua tanpa rambut. kandungan amonia < 1 ppm.25.75 – 5 ppm dan jika kandungan oksigen terlarut > 5 ppm dapat meningkatkan pertumbuhan tubifek. kedua melakukan seleksi terhadap bibit pakan alami Tubifex. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. suhu air berkisar antara 28 – 30 oC dan pH air antara 6 – 8. Morfologi Tubifex dapat dilihat secara langsung dibawah mikroskop. Bentuk tubuh agak panjang dan silindris mempunyai dinding yang tebal terdiri dari dua lapis otot yang membujur dan melingkar sepanjang tubuhnya. Tubifex akan tumbuh dan berkembang pada media kultur yang mempunyai kandungan Oksigen terlarut berkisar antara 2. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yaitu pertama melakukan identifikasi jenis bibit pakan alami Tubifex. Tubifex merupakan salah satu jenis Benthos yang hidup didasar perairan tawar didaerah tropis dan subtropis.

Daur hidup Tubifex (Tubifex sp) Setelah dapat membedakan antara individu Tubifex yang bertelur. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Padat penebaran bibit yang akan diinokulasi kedalam media kultur biasanya adalah 2 gram permeter persegi. remaja dan dewasa maka selanjutnya adalah memilih individu yang dewasa sebagai calon bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur. Induk tubifex yang dapat menghasilkan kokon dan mengeluarkan telur yang menetas menjadi tubifex mempunyai usia sekitar 40 – 45 hari. menetas dan menjadi dewasa serta mengeluarkan kokon dibutuhkan waktu sekitar 50 – 57 hari. Tubifex dewasa berukuran 30 mm. anak pertama sebesar 0. Jadi daur hidup cacing rambut dari telur .0 mm dan garis tengahnya 0. Jumlah bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur sangat bergantung kepada volume media kultur . Telur yang terdapat didalam kokon ini akan mengalami proses metamorfosis dan akan mengalami pembelahan sel seperti pada umumnya perkembangbiakan embrio didalam telur yang dimulai dari stadia morula. Proses perkembangbiakan embrio didalam kokon ini biasanya berlangsung selama 10 – 12 hari jika suhu didalam media pemeliharaan berkisar antara 24 – 25 oC.dilakukan dengan tepat.7 mm. Waktu yang dibutuhkan untuk proses perkembangbiakan telur didalam kokon sampai menetas menjadi embrio tubifex membutuhkan waktu sekitar 10 – 12 hari. anak. Kokon ini dibentuk oleh kelenjar epidermis dari salah satu segmen tubuhnya yang disebut klitelum.26. Telur cacing rambut dihasilkan didalam kokon yaitu suatu bangunan yang berbentuk bulat telur. Cara yang dilakukan dalam melakukan inokulasi adalah dengan menebarkannya secara hati-hati kedalam media kultur sesuai dengan 392 . Telur yang terdapat didalam kokon ini akan menetas menjadi embrio yang sama persis dengan induknya hanya ukurannya lebih kecil. Bibit yang akan ditebar kedalam media kultur harus yang sudah dewasa.8 mm dihasilkan secara hermaprodit. Jumla telur dalam setiap kokon berkisar antara 4 – 5. Perkembangbiakan Tubifex di dalam media kultur dapat dilakukan dengan cara asexual yaitu pemutusan ruas tubuh dan pembuahan sendiri (Hermaphrodit). Gambar 7. panjang 1. blastula dan gastrula.26.

Selama dalam pemeliharaan tersebut harus terus dilakukan pemupukan susulan seminggu sekali atau dua minggu sekali dengan dosis yang bergantung kepada kondisi media kultur . biasanya dosis yang digunakan adalah 9% dari pemupukan awal. Fungsi utama pemupukan susulan adalah untuk menumbuhkan pakan yang dibutuhkan oleh Tubifex agar tumbuh dan berkembang.dengan dosis yang telah ditentukan. Pemupukan tersebut sangat berguna bagi pertumbuhan detritus. Pertama adalah dengan menebarkan secara merata kedalam media pemeliharaan sejumlah pupuk yang sudah ditimbang sesuai dengan dosis pemupukan susulan. Mengapa pertumbuhan populasi pakan alami Tubifex harus dipantau ? Kapan waktu yang tepat dilakukan pemantauan populasi pakan alami Tubifex yang dibudidayakan didalam media kultur ? Bagaimana kita menghitung kepadatan populasi pakan alami Tubifex didalam media kultur ? Mari kita jawab pertanyaanpertanyaan tersebut dengan mempelajari buku ini selanjutnya. Kedua adalah dengan cara membuat larutan pupuk didalam wadah yang terpisah dengan wadah budidaya. Berdasarkan kebutuhan pakan bagi Tubifex tersebut maka prosedur yang dilakukan dalam memberikan pemupukan susulan ada dua cara . Jika hal tersebut terjadi segera dilakukan pemupukan susulan. fungi dan bakteri yang merupakan makanan utama dari pakan alami Tubifex. parameter yang mudah dilihat adalah jika warna media pemeliharaan sudah terang didalam media kultur. Dalam memberikan pemupukan susulan ini caranya hampir sama dengan pemupukan awal dan ada juga yang memberikan pemupukan susulannya dalam bentuk larutan pupuk yang dicairkan. Oleh karena itu agar pembudidayaannya bisa berlangsung terus menerus harus selalu diberikan pemupukan susulan. Pakan alami Tubifex mempunyai siklus hidup yang relatif singkat yaitu 50 – 57 hari. larutan pupuk tersebut dialirkan keseluruh permukaan media pemeliharaan . Didalam buku ini akan diuraikan secara singkat tentang pertumbuhan 393 . Pemupukan susulan adalah pemupukan yang dimasukkan kedalam media kultur selama pemeliharaan pakan alami Tubifex dengan dosis 9 % dari dosis pemupukan pertama yang sangat bergantung kepada kondisi media kultur. Frekuensi pemupukan susulan ditentukan dengan melihat sample air didalam media kultur . Penebaran bibit Tubifex ini sebaiknya dilakukan pada saat suhu perairan tidak terlalu tinggi yaitu pada pagi dan sore hari. Setelah dilakukan penebaran bibit didalam media pemeliharaan harus dilakukan pemupukan susulan. Jenis pupuk yang digunakan sama dengan pemupukan awal. Hal ini dapat dilihat dari warna air media yang berwarna keruh atau warna teh bening.padat tebar yang telah ditentukan.

menghitung kepadatan populasi dan waktu pemantauannya. Kokon ini akan terbentuk pada salah satu segmen tubuh induk tubifex. Untuk mengukur tingkat kepadatan populasi Tubifex didalam media kultur dilakukan dengan cara sampling beberapa titik dari media. Sampling dilakukan dengan cara mengambil air media kultur yang berisi Tubifex dengan menggunakan baker glass atau erlemeyer.Tubifex. Pemanenan Tubifex dapat juga dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali sangat bergantung kepada kelimpahan populasi Tubifex di dalam media kultur. Daur hidup Tubifex adalah 50 – 57 hari dan Tubifex menjadi dewasa dalam waktu empat puluh hari. Pemantauan pertumbuhan pakan alami Tubifex di media kultur harus dilakukan agar tidak terjadi kapadatan populasi yang mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi didalam media. Ukuran Tubifex yang dewasa dan anak-anak berbeda oleh karena itu perbedaan ukuran tersebut sangat bermanfaat bagi ikan yang akan mengkonsumsi dan disesuaikan dengan ukuran bukaan mulut larva. karena dengan penutupan selama 6 jam tubifex akan keluar secara perlahanlahan dari lumpur tempatnya bersembunyi membenamkan sebagian tubuhnya tersebut. minimal tiga kali sampling. Pemanenan pakan alami Tubifex dapat dilakukan setelah pemeliharaan selama dua bulan setelah itu pemanenen dapat dilakukan setiap dua minggu biasanya jumlah yang dipanen adalah kurang dari 50% . jika pada saat inokulasi yang ditebarkan adalah bibit Tubifex yang dewasa maka dalam waktu sepuluh sampai duabelas hari bibit Tubifex tersebut sudah mulai bertelur pada media yang mempunyai suhu 24 – 25 oC. Tingkat kepadatan populasi yang maksimal didalam media kultur adalah 30 – 50 gram permeterpersegi. Jumlah telur yang dikeluarkan dari satu induk Tubifex sangat bergantung kepada jumlah kokon yang dihasilkan pada setiap induk. Berdasarkan siklus hidup Tubifex maka kita dapat menentukan waktu yang tepat untuk dilakukan pemanenan sesuai dengan kebutuhan larva atau benih ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami Tubifex. 394 . Hitunglah jumlah Tubifex yang terdapat dalam botol contoh tersebut. Secara biologis Tubifex akan tumbuh dewasa pada umur 40 – 45 hari. walaupun ada juga yang mencapai kepadatan 120 – 150 gram permeterpersegi. Pada saat pemanenan sebaiknya wadah budidaya tubifex tersebut ditututp terlebih dahulu selama 6 jam untuk memudahkan pemanenan. Hal tersebut diakibatkan oleh kurangnya oksigen didalam media kultur. Tubifex yang dipelihara dalam media kultur yang tepat akan mengalami pertumbuhan yang cepat. data tersebut dapat dikonversikan dengan volume media kultur. sehingga bisa diperhitungkan prediksi populasi Tubifex didalam media kultur.

Tubifex dapat berkembang iak tanpa kawin dan usianya relative singkat yaitu 50–57 hari. Proses tersebut dilakukan dengan menyaring Tubifex dengan air dan Tubifexnya saja yang dimasukkan dalam wadah plastic dan disimpan didalam lemari pembeku (Freezer). media ini terbuat dari lumpur dan pupuk kandang dengan perbandingan lumpur dan pupuk kandang adalah 1 : 1. Pemanenan Tubifex dapat dilakukan berdasarkan siklus reproduksinya. pemanenan tersebut dilakukan dengan cara menggunakan seser halus. Dengan tingkahlakunya tersebut akan sangat mudah bagi para pembudidaya untuk melakukan pemanenan. 3. Masukkan media kedalam wadah budidaya tubifex dengan kedalaman media 5 cm. 395 . Untuk melakukan budidaya tubifek secara skala kecil dapat dilakukan dengan menggunakan wadah yang terbuat dari bak plastik dengan langkah kerja sebagai berikut : 1. Waktu pemanenan dilakukan pada pagi hari disaat matahari terbit. Tubifex diambil dari dalam wadah pemeliharaan dan ditimbang jumlah tubifex yang diambil setelah itu dapat dihitung jumlah individu pergramnya dengan melakukan perhitungan matematis. 2. 4. dapat dilakukan tanpa menggunakan alat pembesar atau mikroskop.Untuk menghitung kepadatan Tubifex pada saat akan dilakukan pemanenan. dimana Tubifex akan menjadi dewasa pada umur empat puluh sampai empat puluh lima hari dan dapat bertelur setelah sepuluh sampai duabelas hari. Pemanenan dapat dilakukan pada hari ke limapuluh sampai limapuluh tujuh jika populasinya sudah mencukupi. Pembuatan wadah budidaya dengan menggunakan bak kayu yang terbuat dari kayu yang dilapisi plasti dengan ukuran misalnya 100 cm X 50 cm X 10 cm. Masukkan air kedalam wadah yang telah berisi media tersebut. Biarkan media tersebut selama 5–7 hari agar terjadi proses pembusukan didalam wadah budidaya dan akan tumbuh detritus dan mikroorganisme lainnya sebagai makanan untuk tubifex. pada waktu tersebut Tubifex akan banyak mengumpul dibagian permukaan media untuk mencari sinar. Cara penyimpanan Tubifex yang dipanen berlebih dapat dilakukan pengolahan Tubifex segar menjadi beku. kedalaman air dalam wadah budidaya adalah 2 cm dan buatlah sistem air mengalir pada wadah budidaya dengan debit air berkisar 900 ml/menit. maka dapat dipredeksi kepadatan populasi Tubifex didalam media kultur jika padat tebar awal dilakukan pencatatan. Tubifex yang baru dipanen tersebut dapat digunakan langsung untuk konsumsi larva atau benih ikan. Tubifex tersebut yang dapat sudah dipanen tidak secara langsung diberikan pada larva dan benih ikan hias yang dibudidayakan tetapi dilakukan penyimpanan.

Omega tiga merupakan salah satu jenis asam lemak tidak jenuh tinggi yaitu asam lemak yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap. daphnia.5. 6. istilah pengkayaan bisa juga disebut dengan bioenkapsulasi. Ada dua metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pakan alami yaitu : 1. Semua jenis zooplankton tersebut biasanya diberikan kepada larva dan benih ikan air tawar. Metode pengkayaan zooplankton secara tidak langsung dilakukan dengan cara memelihara zooplankton dengan media Chlorella dan ragi roti Saccharomyces cerevisiae. Setelah itu masukkan tubifex kedalam media tersebut dengan dosis 2 gram permeter persegi. Hal ini berdasarkan hasil penelitian Fadillah (2004) bahwa pertumbuhan populasi tubifex mencapai puncaknya setelah dipelihara selama 40 hari. Pemanenan tubifex dapat dilakukan setelah minimal 40 hari pemeliharaan. Tahapannya : 396 7. dengan dosis sebanyak 1 gram yeast/106 sel/ml air alut perhari. Peningkatan mutu pakan alami dapat dilihat dari meningkatkan kelangsungan hidup/sintasan larva dan benih yang . 2. payau dan laut. Indirect Method yaitu metode tidak langsung. Lipids yang mengandung ω 3 HUFA di homogenisasi dengan sedikit kuning telur mentah dan air yang akan menghasilkan emulsi dan secara langsung diberikan kepada pakan alami dicampur dengan ragi roti. Pengkayaan terhadap pakan alami ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas nutrisi dari pakan tersebut. Asam lemak ini tidak dapat disintesis di dalam tubuh dan merupakan salah satu dari asam lemak essensial. Lakukan pemeliharaan tubifex tersebut dengan melakukan pemupukan susulan dan pemantauan pertumbuhan setiap sepuluh hari sekali.5. moina dan tigriopus. meningkatkan pertumbuhan larva dan benih ikan serta meningkatkan daya tahan tubuh larva dan benih ikan. 7. Jenis pakan alami yang dapat dilakukan pengkayaan adalah dari kelompok zooplankton misalnya artemia. Metode pengkayaan zooplankton secra tidak langsung adalah dengan cara membuat emulsi lipid. dipelihara. rotifer. Menurut Watanabe (1988) zooplankton dapat ditingkatkan mutunya dengan teknik bioenkapsulasi dengan menggunaan teknik omega yeast (ragi omega). BIOENKAPSULASI Untuk meningkatkan mutu pakan alami dapat dilakukan pengkayaan . Dengan meningkatkan mutu dari pakan alami dari kelompok ini dapat meningkatkan mutu dari larva dan benih ikan yang mengkonsumsi pakan tersebut. Direct Method yaitu metode langsung.

4. Pemenuhan kebutuhan akan asam lemak essensial oleh larva ikan dapat dipenuhi dengan pemberian sumber pakan yang tepat yang berasal dari hewani dan nabati pada pengkayaan pakan alami seperti minyak ikan dan minyak jagung. Artemia salina merupakan salah satu jenis pakan alami dari kelompok zooplankton yang dapat diberikan kepada larva ikan konsumsi atau ikan hias. Ambillah 20 ml emulsi yang telah dibuat pada langkah sebelumnya sebanyak 20 ml. 7. 6. dan tambahkan 5 gram ragi roti dan campurlah dengan air kultur artemia. Jumlah emulsi yang telah dibuat diatas tersebut dapat dipergunakan untuk memperkaya jumlah nauplius artemia sebanyak 100 – 200 naupli perml. Pengkayaan terhadap pakan alami ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Jepang dapat meningkatkan pertumbuhan. Pada stadia larva semua jenis ikan sangat membutuhkan nutrisi yang lengkap agar pertumbuhan larva sempurna sesuai dengan kebutuhannya.- Pembuatan emulsi lipid (mayonnaise) Pengecekkan ke Homoenisasi emulsi dibawah mikroskop Pencampuran dengan ragi roti Pemasukan emulsi kedalam media pakan alami Pemberian pakan alami langsung ke larva ikan Adapun prosedur yang dapat dilakukan jika akan melakukan pengkayaan zooplankton adalah sebagai berikut : Pengayaan terhadap Artemia salina sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas nutrisi dari pakan tersebut. Tambahkan 10 gram vitamin yang larut dalam air kedalam mixer dan tambahkan pula kuning telur mentah sebanyak 1 gram kemudian tambahkan 100 ml aquades. Alat dan bahan • Mixer • Minyak ikan • Vitamin yang larut dalam air • Kuning telur • Aquades • Ragi roti/fermipan Langkah kerja : 1. vitamin yang larut dalam air sebanyak 10 gram dan kuning telur sebanyak 1 gram dan letakkan dalam wadah yang terpisah. Masukkan 5 gram minyak ikan kedalam mixer dan lakukan homogenisasi selama 2 – 3 menit dengan alat tersebut. sedangkan untuk rotifer emulsi tersebut dapat dipergunakan untuk memperkaya sebanyak 500 1000 individu per liter. Lakukanlah pencampuran dengan mixer selama 2 – 3 menit sampai terjadi campuran yang homogen. Pada umumnya komposisi minyak ikan laut lebih komplek dan 397 . 5. Siapkan alat dan bahan 2. 3. Timbanglah minyak ikan sebanyak 5 gram.

5 7.8 Minyak jagung (g/100g) 1 14 2 Trace Trace Trace 30 50 2 () () () () 10. plasmalogen netral dan fosfolipid.869 1.6 15.40 398 Ragi roti (% total asam lemak) Minyak ikan lemuru (%) .16 0.52 0. antara lain adalah : vitamin.88 0. dimana komponenkomponen ini banyak ditemukan pada minyak hati ikan bertulang rawan.82 0.42 4.377 () () Kuning telur ayam (g/100g) 23.70 1.4 () () 14.1 6. Minyak jagung mengandung asam lemak linoleat (n-6) sekitar 53% (Stickney.2 3.0 () 2. sterol.68 20.0 1.1 1. Bahan yang kaya akan asam lemak n-6 umumnya banyak dikandung oleh minyak yang berasal dari tumbuhan.34 12. 1979). C20 dan C22 dengan kandungan C20 dan C22 yang tinggi dan kandungan C16 dan C18 yang rendah.2 88.41 3.1 () 10. hidrokarbon dan pigmen.1 11.2 8. baik dengan tekanan tinggi maupun dengan jalan ekstraksi menggunakan pelarut. Kandungan komposisi beberapa bahan bioenkapsulasi Komposisi asam lemak SFA C 14 : 0 C 16 : 0 C 18 : 0 C 20 : 0 C 22 : 0 MUFA C 16 : 1 C 18 : 1 C 20 : 1 PUFA C 18 : 2 C 18 : 3 C 20 : 2 C 20 : 3 Minyak ikan lemuru (%) 20. Kandungan asam lemak dari beberapa bahan yang dapat dipergunakan untuk membuat emulsi bioenkapsulasi dapat dilihat pada Tabel 7. diasil gliserol eter.202 0. Sedangkan kandungan asam lemak ikan air tawar mengandung C16 dan C18 yang tinggi serta C20 dan C22 yang rendah.4 () () 12.10. Dalam pembuatan bahan emulsi untuk memperkaya Daphnia sp dapat ditambahkan juga kuning telur ayam mentah dan ragi roti (Saccharomyces cerevisiae ).10. Minyak jagung diperoleh dengan jalan ekstraksi bagian lembaga.mengandung asam lemak tak jenuh berantai panjang pada minyak ikan laut terdiri dari asam lemak C18.45 2.2 38.17 0. Tabel 7. Komposisi lain yang terkandung dalam minyak ikan adalah lilin ester. Terdapat pula sejumlah kecil fraksi yang tak tersabunkan.

28 Dualantus (2003) Keterangan : SFA : Saturated Fatty Acid MUFA : Monounsaturated Fatty Acid PUFA : Polyunsaturated Fatty Acid () : tidak ada data .629 Yuhendi (1998) Ragi roti (% total asam lemak) () () () () () () () Watanabe (1988) Minyak ikan lemuru (%) 2.2 3.2 17 Trace Trace 1.: tidak terdeteksi 399 .16 1.3 6.Komposisi asam lemak C 20 : 4 C 20 : 5 C 22 : 2 C 22 : 3 C 22 : 4 C 22 : 5 C 22 : 6 Sumber Minyak ikan lemuru (%) 5.53 10.4 Winarno (1993) Minyak jagung (g/100g) () () () () () () () Gurr (1992) Kuning telur ayam (g/100g) 1.419 0.012 () () () () 0.61 0.81 6.

1. baik hama maupun penyakit.1.1. Ikan yang sakit sangat merugikan bagi para pembudidaya karena akan mengakibatkan penurunan produktivitas. sehingga biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar. konversi pakan manjadi sangat tinggi dan menurunnya hasil panen (produksi). Ikan yang sehat akan mengalami pertumbuhan berat badan yang optimal. pencegahan dilakukan sebelum terjadi serangan. Masuknya hama dapat bersama saluran pemasukan air maupun sengaja datang melalui pematang untuk memangsa ikan yang ada. Oleh karena itu agar ikan yang dipelihara di dalam wadah budidaya tidak terserang hama dan penyakit harus dilakukan pencegahan. mortalitas meningkat.BAB VIII. Hama sering menyerang ikan bila masuk dalam lingkungan perairan yang sedang dilakukan pemeliharaan ikan. Hama Ikan Hama adalah organisme pengganggu yang dapat memangsa. JENIS-JENIS HAMA DAN PENYAKIT 8. Ikan yang dipelihara dapat terserang hama dan penyakit karena diakibatkan oleh kualitas air yang memburuk dan malnutrisi. Masalah terbesar yang sering dianggap menjadi penghambat budidaya ikan adalah munculnya serangan penyakit. Pencegahan merupakan tindakan yang paling efektif dibandingkan dengan pengobatan. HAMA DAN PENYAKIT IKAN Dalam suatu usaha budidaya ikan yang intensif dengan padat penebaran tinggi. yakni makhluk yang menyerang dan memangsa ikan yang biasanya mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dari ikan itu sendiri. Serangan penyakit yang disertai gangguan hama dapat menyebabkan pertumbuhan ikan menjadi sangat lambat (kekerdilan). 8. dengan penggunaan pakan buatan yang sangat besar dapat mengakibatkan terjadinya suatu masalah. perusak dan kompetitor (penyaing). Hama bersifat sebagai organisma yang memangsa (predator). Sebab. Sebagai predator (organisme pemangsa). membunuh dan mempengaruhi produktivitas ikan. baik secara langsung maupun secara bertahap. 400 .

• • Dalam pengapuran sebaiknya dosis pemakaiannya diperhatikan atau dipatuhi. Bahan ini efektif untuk membunuh hama yang ada dalam kolam dan cepat terurai kembali menjadi netral. trisipan. Saringan air pemasukan ini berguna untuk menghindari masuknya kotoran dan hama ke dalam kolam budidaya. 401 . ular.Hama yang menyerang ikan biasanya datang dari luar melalui aliran air. Sedangkan hama yang menyerang larva dan benih ikan biasanya notonecta atau bebeasan. biji teh. Meskipun bukan hama.1. Hama yang menyerang ikan budidaya biasanya berupa ular. Ikan-ikan kecil yang masuk ke dalam wadah juga akan mengganggu. Sedangkan bila ikan mulai gesit gerakannya umumnya hama sulit memangsanya. notonecta atau bebeasan. Pada pintu pemasukan air dipasang saringan agar hama tidak masuk ke dalam kolam. ikan liar pemangsa. Secara rutin melakukan pembersihan disekitar kolam pemeliharaan agar hama seperti siput atau trisipan tidak dapat berkembangbiak disekitar kolam budidaya Untuk menghindari adanya hama ikan. tetapi ikan kecil-kecil itu menjadi pesaing bagi ikan dalam hal mencari makan dan memperoleh oksigen. daun tembakau dan lain-lain. larva cybister atau ucrit. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan hama terhadap ikan : • Pengeringan dan pengapuran kolam sebelum digunakan. Pada Tabel 8. Hama menyerang ikan hanya pada saat ikan masih kecil atau bila populasi ikan terlalu padat. serangga air. ikan carnivora. di bawah ini kandungan zat aktif serta dosis yang tepat untuk pemberantasan hama. Oleh karena itu sebaiknya menggunakan bahan pemberantas hama yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti ekstrak akar tuba. udara atau darat. Oleh karena itu untuk mencegah hama ini masuk kedalam wadah budidaya dapat dilakukan penyaringan pada saluran pemasukan dan pemagaran pematang. buaya . Hama ikan banyak sekali jenisnya antara lain larva serangga. biawak. larva cybister atau ucrit. berang-berang atau lisang. sehingga pengaruhnya (daya racunnya) akan lama dan dapat membunuh ikan yang sedang dipelihara. Hama yang berasal dari dalam biasanya akibat persiapan kolam yang kurang sempurna. Akan tetapi penggunaan bahan kimia ini harus hati-hati hal ini mengingat pengaruhnya terhadap lingkungan sekitarnya. dilakukan pemberantasan hama dengan menggunakan bahan kimia. belut. Bahan kimia sintetis umumnya sulit mengalami penguraian secara alami. larva capung.

jamur dan parasit. 3.1. Penyakit tidak menular adalah penyakit yang disebabkan antar lain oleh keracunan makanan. yaitu penyakit infeksi (penyakit menular) dan non infeksi (penyakit tidak menular). Bahan organik Akar tuba Biji teh Tembakau Bahan aktif Rotenon Saponin Nikotin Dosis 10 kg/ha 150 – 200 kg/ha 200 – 400 kg/ha Ada beberapa tindakan penanggulangan serangan hama yang dapat dilakukan. bisa langsung dibunuh dengan pemukul atau dijerat dengan tali. sehingga hama ikan gabus tidak dapat masuk. Selanjutnya air dibuang. 2.2. antara lain adalah sebagai berikut : Penanggulangan Ular 1. Penanggulangan Belut 1. kekurangan makanan atau kelebihan makanan dan mutu air yang buruk. Bahan ekstrak dari tumbuh-tumbuhan serta dosisnya.Tabel 8. kemudian diberi obat pembasmi hama berupa akodan dengan dosis rendah. Penanggulangan Ikan Gabus 1.3 – 0. Sebelum diolah. Ular tidak menyukai tempattempat yang bersih. Memasang saringan di pintu pemasukan air kolam. Karena itu. Penyakit Ikan Penyakit adalah terganggunya kesehatan ikan yang diakibatkan oleh berbagai sebab yang dapat mematikan ikan. cara menghindari serangan hama ular adalah dengan mejaga kebersihan lingkungan kolam. sebaiknya dibuat pematang dari beton atau tembok untuk menghindari serangannya. Karena ular tidak dapat bersarang di pematang tembok. kolam dibiarkan selama 2 hari hingga belut mati. Penyakit menular adalah penyakit yang timbul disebabkan oleh masuknya makhluk lain kedalam tubuh ikan. 2. sebaiknya kolam digenangi air setinggi 20 – 30 cm.1. 8. yakni 0. Perlu dilakukan pengontrolan pada malam hari. 402 . Setelah diberi pembasmi hama. Mempertinggi pematang kolam agar ikan gabus dari saluran atau kolam lain tidak dapat loncat ke kolam yang berisi ikan. Makhluk tersebut antara lain adalah virus. bakteri. Jika ada ular.5 cc per meter kubik air. Secara garis besar penyakit yang menyerang ikan dapat dikelompokkan menjadi dua. 2. baik pada bagian tubuh dalam maupun bagian tubuh luar.

menghilangkan bahan yang beracun serta kepadatan benih dalam wadah yang optimal. Adanya serangan organisme parasit. bakteri dan virus. kolam harus dikeringkan dan dikapur untuk memotong siklus hidup penyakit. 2. virus. 4. kondisi inang (ikan) dan kondisi jasad patogen (agen penyakit). 3. Oleh karena itu untuk mencegah serangan penyakit pada ikan dapat dilakukan dengan cara antara lain . karena faktor genetik (kurang kuat menghadapi perubahan lingkungan). 403 . Penyakit dapat diartikan sebagai organisme yang hidup dan berkembang di dalam tubuh ikan sehingga organ tubuh ikan terganggu. Harus dihindari masuknya binatang pembawa penyakit seperti burung. salinitas. Sebelum pemeliharaan. pH yang normal. mengetahui sifat dari organisme yang menyebabkan penyakit. yaitu kondisi lingkungan (kondisi di dalam air). Faktor-faktor yang menyebabkan penyakit pada ikan antara lain : 1. akan terganggu pula seluruh jaringan tubuh ikan . Sumber penyakit atau agen penyakit itu antara lain adalah parasit. Kondisi lingkungan harus tetap dijaga. Beberapa tindakan pencegahan penyakit yang dapat dilakukan sebagai berikut: 1. agar benih ikan tidak mengalami stress perlu perlakuan sebagai berikut antara lain. Penanganan saat panen harus baik dan benar untuk menghindari agar ikan tidak lukaluka. pemberian pakan yang sesuai (keseimbangan gizi yang cukup). Pada prinsipnya penyakit yang menyerang ikan tidak datang begitu saja. misalnya kualitas air tetap baik. sulfida atau bahanbahan kimia beracun) 3. siput atau keong mas. Jika berlebihan dapat mengganggu lingkungan dalam kolam. Lingkungan dengan fluktuasi . Lingkungan yang tercemar (amonia. pH. dengan pemberian KMnO4. Pakan yang tidak sesuai atau gizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan ikan 5. bakteri dan jamur. 5. fluktuasi suhu yang tidak tinggi. hasil keturunan yang unggul dan penanganan benih ikan yang baik (saat panen dan transportasi benih). Jika salah satu atau sebagian organ tubuh terganggu. cendawan atau jamur. Kondisi tubuh ikan sendiri yang lemah. 2. melainkan melalui proses hubungan antara tiga faktor. Dari ketiga hubungan faktor tersebut dapat mengakibatkan ikan sakit. Dalam hal penanganan saat tranportasi benih. suhu. dan kekeruhan yang besar 4. penambahan O2 yang tinggi.Penyakit yang muncul pada ikan selain di pengaruhi kondisi ikan yang lemah juga cara penyerangan dari organisme yang menyebabkan penyakit tersebut. Pakan tambahan yang diberikan harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Penyakit non-infeksi yang banyak ditemukan adalah keracunan dan kekurangan gizi. Demikian juga dalam pembudidayaannya. Penyakit non infeksi Gejala keracunan dapat diidentifikasi dari tingkah laku ikan. Bila tingkat keracunan tidak terlalu parah atau masih dalam taraf dini. mineral. kekuatan ikan (daya tahan tubuh ikan) dan kekebalan ikan itu sendiri terhadap serangan penyakit. Penyakit karena kurang gizi. tidak seimbang dengan ukuran tubuh. jamur. Penyebaran penyakit ikan di dalam wadah budidaya sangat bergantung pada jenis sumber penyakitnya. Pada kasus yang berbahaya.Di lingkungan alam. 404 . Channel Catfish Virus (CCV). pakan harus diberikan secara selektif dan lingkungan dijaga agar tetap bersih. Untuk mencegah kekurangan gizi. Ikan juga akan terlihat kurang lincah. Selain itu cara penyebaran penyakit itu biasanya terjadi melalui air sebagai media tempat hidup ikan. bahkan penyakit tersebut dapat menyerang ikan dalam jumlah besar dan dapat menyebabkan kematian ikan. pemberian pakan harus terjadwal dan jumlahnya cukup. Untuk mencegah terjadinya keracunan. Infectious Haemopotic Necrosis (IHN). Penyakit noninfeksi tidak menular. antara lain adalah Infectious Pancreatic Necrosis (IPN). Keracunan dapat disebabkan oleh pemberian pakan yang berjamur. Pakan yang diberikan harus dipastikan mengandung kadar protein tinggi yang dilengkapi lemak. Biasanya ikan yang mengalami keracunan terlihat lemah dan berenang tidak normal dipermukaan air. Organisme pathogen yang menyebabkan infeksi biasanya berupa parasit. Penyakit akibat infeksi biasanya timbul karena gangguan organisme pathogen. vitamin A. ikan dapat diserang berbagai macam penyakit. ikan-ikan yang stress dan berenang tidak normal harus segera diangkat dan ditempatkan pada wadah yang berisi air bersih. ikan berenang terbalik kemudian mati. kontak langsung antara ikan yang satu dengan ikan yang lainnya dan adanya inang perantara. segar dan dilengkapi dengan suplai oksigen. sehingga kerugian yang ditimbulkannya pun sangat besar. ikan tampak kurus dan kepala terlihat lebih besar. 2. Penyakit infeksi 1. Jenis-jenis Penyakit 1. Penyakit yang disebabkan virus. Penyakit non-infeksi adalah penyakit yang timbul akibat adanya gangguan faktor yang bukan patogen. kualitas air tetap dijaga agar selalu mengalir lancar dan parameter kimia maupun biologi mencukupi standar budidaya. bakteri atau virus. Viral Haemorrhagic Septicaemia (VHS). Selain itu. berkuman dan pencemaran lingkungan perairan.

Aeromonas salmonicida. Gambar 8. Untuk memahami tentang berbagai jenis penyakit infeksi dan bagaimana para pembudidaya melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan pada ikan yang terserang penyakit. Yang termasuk kedalam endoparasit antara lain adalah protozoa dan trematoda. bagian sitoplasmanya terdapat makronukleus yang berbentuk seperti tapal kuda. Oleh karena itu dalam penjelasan berikut akan diuraikan tentang biologi dan morfologi dari berbagai jenis penyakit yang biasa menyerang ikan budidaya. Kecuali pada bagian anterior yang berbentuk cincin (cystome). antara lain adalah Flexibacter columnaris. Edwardsiela ictalurus. maka harus dipahami terlebih dahulu tentang morfologi dari macam-macam penyakit tersebut. mikronukleus (inti yang kecil) yang menempel pada makronukleus dan sejumlah vakuola kontraktil Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada Gambar 8. 1. Ichthyophthirius multifiliis. Penyakit yang disebabkan oleh jamur. Penyakit yang disebabkan oleh protozoa antara lain adalah Ichtyopthirius multifiliis. Edwardsiella tarda. Jenis parasit ada beberapa macam yaitu endoparasit dan ektoparasit. Saprolegnia sp dan Achlya sp. Henneguya sp dan Thelohanellus sp. Aeromonas hydrophylla. Ordo Hymenostomatida. subphylum Ciliophora. Ichthyophthirius multifiliis adalah jenis parasit yang digolongkan kedalam phylum Protozoa. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri.2. Myxobolus sp. Gyrodactylus sp dan Clinostomum sp. sedangkan ectoparasit adalah crustacean. Parasit 405 . Vibrio anguillarum. Penyakit yang disebabkan oleh parasit. Trichodina sp.1. Lernea cyprinaceae. hampir di seluruh permukaan tubuh Ichthyophthirius multifiliis tertutup oleh silia yang berfungsi untuk pergerakannya. Ichthyophthirius multifiliis Ichthyophthirius multifiliis menyebabkan penyakit bintik putih atau White spot disease atau Ich. Myxosoma sp. Penyakit yang disebabkan oleh trematoda antara lain adalah Dactylogyrus sp. subkelas Holotrichia. 3. 4. famili Ophryoglenia dan genus Ichthyophthirius multifiliis (Hoffman.1. Penyakit yang disebabkan oleh crustacean antara lain adalah Argulus sp. antara lain adalah Ichthyoponus sp. kelas Ciliata. Branchyomycetes sp. 1967).

2. jenis protozoa ini mempunyai nama lain Trichodina .2. Setelah fase makannya selesai. Parasit ini mempunyai panjang tubuh 0.1 – 1. Cyclochaeta domerguei Hewan ini termasuk protozoa. payau dan laut. batuan atau obyek lain yang ada di perairan.0 mm dan dapat menyebabkan kerusakan kulit dan dapat menyebabkan kematian. Jenis parasit ini berbentuk seperti setengah bola dengan bagian tengah (dorsal) cembung. Gambar 8. Individu muda parasit ini memiliki diameter antara 30 – 50 µm dan individu dewasanya dapat mencapai ukuran diameter 50– 100 µm. Siklus hidup Ichthyophthirius multifiliis Cara penyerangan parasit ini dengan menempel pada lapisan lendir bagian kulit ikan. Siklus hidupnya dimulai dari stadium dewasa atau stadium memakan (tropozoit) yang berkembang dalam kulit atau jaringan epitelium insang dari inang. Pada bagian mulut dilengkapi alat penghisap dengan 406 . Tomittomit itu motil dan bersifat infektif sampai berumur 4 hari dan akan mati jika dalam waktu 48 jam tidak segera menemukan inang yang baru. sedangkan mulut pada bagian ventral. Ikan yang terserang parasit ini memperlihatkan gejala sebagai berikut : • produksi lendir yang berlebihan. insang dan mata pada berbagai jenis ikan baik ikan air tawar. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8. Sel-sel itu akan memanjang seperti cerutu berdiameter 10 X 40 µm dan mengeluarkan enzim hyaluronidase. Ichthyophthirius multifiliis akan memecahkan epithelium dan keluar dari inangnya untuk membentuk kista.ini dapat menginfeksi kulit. • adanya bintik-bintik putih (white spote) • frekuensi pernafasan meningkat • pertumbuhan terhambat 2. Kemudian membelah hingga sepuluh kali melalui pembelahan biner yang menghasilkan 100 – 2000 sel bulat berdiameter 18 – 22 µm. parasit ini akan menghisap sel darah merah dan sel pigmen pada kulit ikan. Enzim tersebut digunakan untuk memecahkan kista sehingga tomit (sel-sel muda) yang dihasilkan dapat berenang bebas dan segera mendapatkan inang baru. Parasit ini berkembangbiak dengan cara membelah biner. Larva-larva berkista tersebut akan menempel pada tumbuhan.

3 dan Gambar 8. Myxobulus sp.6. famili Myxobolidae yang merupakan bagian dari filum Myxozoa dan termasuk kedalam kelompok endoparasit. Gambar 8. Thellohanellus sp dan Henneguya sp.4. Di dalam kapsul polar terdapat filament polar.dilengkapi suatu alat dari chitine yang melingkari mulut. 8.5. Myxobulus sp. Spora pada parasit kelas Cnidosporidia ini mempunyai cangkang. subkelas Myxosporea. 407 . Gejala adanya serangan parasit ini adalah pendarahan pada kulit ikan. Trichodina tampak bawah dari kelas Sporozoa.4. yang dibatasi oleh sebuah suture. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8. ikan berlendir banyak. Trichodina tampak atas 3. Keempat jenis parasit ini merupakan penyebab penyakit Myxosporeasis.7 dan 8. yang merupakan fase resisten dan alat penyebaran populasi. pucat. Myxosoma sp. subordo Myxosporidia. Spora myxosorea terdiri atas dua valve. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Gambar 8. Gambar 8.8. 8. Kunci identifikasi yang penting dari keempat jenis parasit ini adalah pada sporanya. ordo Cnidosporodia. Alat chitine ini berbentuk seperti jangkar (anchor). Bila spora memiliki dua kapsul polar maka digolongkan ke dalam genus Myxobolus sp dan bila hanya memiliki satu kapsul polar maka akan digolongkan kedalam genus Thellohanellus. kapsul polar dan sporoplasm.5. Pada valve terdapat satu atau dua polar kapsul yang penting untuk identifikasi.3.

famili Dactylogyridae. 408 Gambar 8. sehingga sering tertelan oleh ikan. Thellohanellus sp. Dactylogyrus sp sering menyerang pada bagian insang ikan air tawar.7. subphylum Platyhelmintes.8.02 mm. Bintil ini sebenarnya berisi ribuan spora yang dapat menyebabkan tutup insang ikan selalu terbuka. maka spora yang ada di dalamnya akan menyebar seperti plankton. payau dan laut. Spora ini berukuran 0.Myxosoma sp.01 – 0. subfamily Dactylogyrinae dan genus Dactylogyrus . Haptornya ini tidak memiliki struktur cuticular dan memiliki satu pasang kait dengan satu baris kutikular. ordo Monogenea.Gejala infeksi pada ikan antara lain adanya benjolan pada bagian tubuh luar (bintil) yang berwarna kemerahmerahan. Gambar 8. Jika bintil ini pecah. kelas Trematoda. warna tubuh menjadi gelap dan system syaraf menjadi lemah. 4. Dactylogyrus sp Dactylogyrus sp digolongkan ke dalam phylum Vermes.6. gerakan ikan menjadi lambat. Hewan parasit ini termasuk cacing tingkat rendah (Trematoda). Pengaruh serangan myxosporea tergantung pada ketebalan serta lokasi kistanya. Sedangkan serangan yang berat pada jaringan bawah kulit dan insang menyebabkan berkurangnya berat badan ikan. . Henneguya sp. memiliki 16 kait utama. Gambar 8. Pada bagian tubuhnya terdapat posterior Haptor. Serangan yang berat pada insang menyebabkan gangguan pada sirkulasi pernafasan serta penurunan fungsi organ pernafasan.

10. Gyrodactilus sp digolongkan kedalam phylum Vermes. Parasit ini dalam siklus hidupnya mengalami 409 .satu pasang kait yang sangat kecil. Parasit ini bersifat vivipar dimana telur berkembang dan menetas di dalam uterusnya. terdapat dua tonjolan yang menyerupai kuping.9. payau dan laut pada bagian kulit luar dan insang. tetapi memiliki sederet kait-kait kecil berjumlah 16 buah disepanjang tepinya dan sepanjang kait besar di tengah-tengah. Selain itu bila parasit ini mati. produksi lendir berlebih. Lernea sp. Dactylogyrus sp mempunyai ophistapor (posterior suvker) dengan 1 – 2 pasang kait besar dan 14 kait marginal yang terdapat pada bagian posterior. famili Gyrodactylidae. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8. ordo Monogenea. 6.9. akan meninggalkan berkas lubang pada kulit ikan sehingga akan terjadi infeksi sekunder oleh bakteri. Ciri parasit ini adalah jangkar yang menusuk pada kulit ikan dengan bagian ekor (perut) yang bergantung. Gambar 8. subfamily Gyrodactylinae dan genus Gyrodactilus. Dactylogyrus sp 5. produksi lendir berlebih. Parasit ini termasuk crustacea (udang-udangan tingkat rendah).5 – 0. Hewan parasit ini termasuk cacing tingkat rendah (Trematoda). Gyrodactilus sp biasanya sering menyerang ikan air tawar. Gyrodactilus sp. Gyrodactilus sp. hidup pada permukaan tubuh ikan dan biasa menginfeksi organ-organ lokomosi hospes dan respirasi. kelompok sel embrionik. subphylum Platyhelmintes. Gejala infeksi pada ikan antara lain : pernafasan ikan meningkat. Memiliki panjang tubuh berkisar antara 0.8 mm. kelas Trematoda. Gejala infeksi pada ikan antara lain : pernafasan ikan meningkat. Kepala memiliki 4 lobe dengan dua pasang mata yang terletak di daerah pharynx. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8. Parasit ini sangat berbahaya karena menghisap cairan tubuh ikan untuk perkembangan telurnya. Ophisthaptor individu dewasa tidak mengandung batil isap.10. dua kantong telur berwarna hijau. Larva berkembang di dalam uterus parasit tersebut dan dapat berisi kelompok- Gambar 8. Jenis parasit ini biasa disebut dengan cacing jangkar karena bentuk tubuhnya yaitu bagian kepalanya seperti jangkar yang akan dibenamkan pada tubuh ikan sehingga parasit ini akan terlihat menempel pada bagian tubuh ikan yang terserang parasit ini.

subkelas Entomostsaca. Pada pinggiran karapacenya terdapat empat pasang kaki yang berfungsi untuk berjalan pada bagian tubuh ikan. genus Argulus. berenang bebas dan berpindah dari satu ikan ke ikan yang lain. Ciriciri parasit ini adalah bentuk seperti kutu berwarna keputih-putihan. Untuk lebi jelasnya dapat di lihat pada Gambar 8. sehingga biasa disebut juga dengan nama kutu ikan. Telur yang dihasilkannya 410 Gambar 8. subordo Branchiora. Kantung telur ini akan menetas dan naupliusnya akan berenang keluar dari dalam kantung untuk mencari ikan lainnya.tiga kali perubahan tubuhnya yaitu nauplius. mempunyai alat penghisap. ordo copepoda. Tubuh Argulus indicus mempunyai dua alat penghisap dibagian bawah tubuhnya. Alat penghisap ini akan menghisap darah ikan. Perkembangbiakan terjadi secara kawin karena jenis Argulus indicus ini ada jantan dan betina. Argulus indicus Argulus indicus merupakan salah satu ektoparasit yang termasuk kedalam phylum Arthropoda. Larva Argulus indicus dapat hidup tanpa ikan selama 36 jam sedangkan individu dewasa dapat hidup tanpa inang selama 9 hari. kelas Crustacea. famili Argulidae. Individu dewasa dapat terlihat secara kasat mata dan pada bagian bawah tubuhnya pada individu betina mempunyai sepasang kantung telur.11. Daur hidup Argulus indicus terjadi selama 28 hari dimana 12 hari untuk fase telur dan menetas sedangkan fase larva sampai dewasa membutuhkan waktu berkisar 16 hari. ukuran tubuh jantan lebih kecil daripada betina. 7. Oleh karena itu ikan yang terserang akan menurun pertumbuhannya serta akan mengakibatkan pendarahan pada kulit. . Dalam satu siklus hidupnya membutuhkan waktu berkisar antara 21 – 25 hari. Lernea sp. menempel pada bagian tubuh ikan.11. Jumlah telur yang dihasilkan dari individu betina berkisar antara 50 250 butir. copepodit dan bentuk dewasa. berupa alat yang akan menusukkan alat tersebut kedalam tubuh ikan yang diserang.

12. lingkungan air yang kandungan organiknya tinggi. Bentuk jamur dengan bantuan alat bantu mikroskop ini dapat dilihat pada Gambar 8. Pada umumnya jamur ini biasanya menyerang ikan-ikan yang lemah karena terserang penyakit lain seperti ektoparasit. infeksi sekunder yang disebabkan oleh serangan parasit dan faktor genetik (ikan tidak cukup kebal oleh 411 . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8. Serangan bakteri tersebut terjadi bila ikan dalam kondisi antara lain. terutama ikan yang tidak bersisik. Telur akan menetas menjadi larva setelah beberapa kali berganti kulit akan berubah menjadi dewasa. Gambar 8. Pseudomonas sp. Hifa dari jamur dapat masuk ke dalam otot ikan bagian dalam dan dapat menyebabkan kematian ikan.akan diletakkan pada berbagai benda yang ada di dalam perairan. pakan yang tidak seimbang kandungan gizinya.12.13 dan 8. Aeromonas sp. Saprolegnea sp dan Achlya sp. 13. Secara kasat mata jamur ini hanya terlihat berwarna putih dan untuk melihat secara jelas harus menggunakan alat bantu mikroskop. Ciri-ciri jamur ini adalah adanya benang pada tubuh ikan yang lemah kondisi tubuhnya..14. Flexibacter columnaris. Edwardsiella sp Keempat organisme tersebut termasuk jenis bakteri yang sangat berbahaya bagi ikan. Saprolegnea sp Gambar 8. Achlya sp 9. Gambar 8. fluktuasi parameter kualitas air yang besar. Selain itu dapat menyerang telur-telur ikan yang tidak dibuahi atau yang berkualitas buruk.14. Argulus indicus tampak bawah 8. Kedua organisme ini termasuk jenis jamur yang sangat berbahaya bila lingkungan air sangat tercemar oleh bahan organik.

Cara untuk menghindari dari serangan burung bangau (Leptotilus javanicus). udang. Herpesvirus.16. Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati dan benar. payau maupun laut. Lymphocystis Pemeliharaan ikan yang benarbenar bebas penyakit. kura-kura. ikan seribu (Lebistus reticulatus peters) sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman. Ikan-ikan kecil yang masuk kedalam kolam akan menjadi pesaing ikan yang dipelihara dalam hal mencari makan dan memperoleh oksigen. PENCEGAHAN HAMA DAN PENYAKIT IKAN Secara umum hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya hama dan penyakit pada kegiatan budidaya ikan antara lain adalah : • Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen. Binatang seperti burung. blekok (Ramphalcyon capensis capensis) adalah dengan menutupi bagian atas kolam dengan 412 Ketiga organisme ini termasuk kedalam kelompok virus yang dapat menyerang ikan budidaya baik ikan air tawar. tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air. dan burung. baik kualitas maupun kuantitasnya. Sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel.2. pecuk (Phalacrocorax carbo sinensis). 8. Ciri-ciri serangan bakteri tersebut adalah adanya bercak merah pada kulit. Untuk menghindari serangan hama pada kolam sebaiknya semak belukar yang tumbuh di pinggir dan disekitar kolam dibersihkan. Epithelioma papulasum. biawak. Aeromonas sp 10. 8. Pencegahan Hama Pada pemeliharaan ikan di kolam hama yang mungkin menyerang antara lain lingsang. . Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas atau daya dukung kolam pemeliharaan. Hama lain berupa hewan pemangsa lainnya seperti. • • • • • • Gambar 8. insang dan organ bagian dalam.2. Pemberian pakan cukup.serangan bakteri). Umumnya bila tidak diobati dapat menyebabkan penyebaran yang sangat luas dan menyebabkan kematian ikan secara massal. dan seluang (Rasbora).1. siput. ular air. Jika ikan terserang virus maka ikan akan sulit sekali untuk dilakukan pengobatan dan ikan yang terserang virus akan mati secara massal.

Hal ini dimungkinkan dengan membuat aliran air serendah mungkin sehingga kecepatan partikel mengendap menjadi lebih besar daripada laju aliran air. Oleh karena itu fungsi filter mekanik selain menyaring partikel juga parasit yang berukuran besar tidak dapat masuk dalam kolam. Ukurannya dapat bervariasi dari sangat kecil.17). 8. memiliki lubang- lubang (pori-pori) dengan diameter tertentu sehingga dapat menahan atau menangkap partikel-partikel yang berukuran lebih besar dari diameter media filter tersebut (Gambar 8.17 menunjukkan gambaran kasar tentang mekanisme kerja sebuah filter mekanik. dengan syarat diameter lubangnya atau porinya lebih kecil dari diameter partikel. organisme parasit. juga ikan tidak akan melompat keluar.17. Partikel padatan dalam hal ini bukan merupakan bahan terlarut tetapi merupakan suatu suspensi. bakteri yang menyebabkan air keruh). Gambar 8. dll. hingga tidak bisa dilihat oleh mata (sebagai contoh: partikel. kerikil. dengan cara menangkap/menyaring materialmaterial tersebut sehingga tidak terbawa pada air pemasukan. Bahan yang diperlukan untuk sebuah filter mekanik adalah berupa bahan yang tahan lapuk. kaca atau keramik berpori.2. Akan tetapi proses yang terjadi bukan melalui penyaringan partikel melainkan melalui proses pengendapan. Cara ini berfungsi ganda. plankton. 413 . selain burung tidak dapat masuk. pasir. Bak pengendapan umum digunakan dalam manajeman kolam ikan (seperti kolam ikan koi). spong. Media tersebut dapat berupa kapas sintetis atau bahan berserabut lain. Mekanisme Kerja Filter Mekanik Gambar 8. Dalam gambar itu tampak bahwa partikel yang berukuran lebih besar dari diameter (pori) media filter akan terperangkap dalam filter sedangkan partikel-partikel yang lebih kecil dan juga air akan lolos.2. Pencegahan Parasit dengan Penyaringan Air Sistem Filter Mekanik Filter mekanik merupakan sebuah alat untuk memisahkan material padatan dari air secara fisika (berdasarkan ukurannya). Material-material tersebut dapat berupa suspensi partikel kecil atau parasit ikan. Sebuah wadah atau bak kosong dapat pula berfungsi sebagai filter mekanik. Partikel-partikel ini dapat terperangkap dalam berbagai jenis media.lembararan jaring.

sehingga partikel lebih kecilpun lama-kelamaan akan bisa tertangkap.17. Meskipun pada awalnya akan dapat meningkatkan efektifitas filter. termasuk air. bakteri dan algae bersel tunggal. Kontrol terhadap kondisi filter ini sebaiknya dilakukan secara rutin. Hal demikian dapat terjadi. Diatom atau membran berpori-mikro. tergantung dari bahan yang digunakan. Filter mekanik perlu dirawat dan dibersihkan secara periodik agar dapat tetap berfungsi dengan baik. bahwa filter mekanik semakin lama akan semakin efektif. Keadaan ini dapat membawa kesimpulan yang salah. Hal yang umum terjadi adalah semakin halus pori-pori media filter mekanik yang digunakan akan semakin cepat pula penyumbatan terjadi. memiliki pori-pori dengan satuan ukuran mikron sehingga selain dapat menahan suspensi juga dapat menangkap infusoria. dari satuan mikron (sepersejuta meter) hingga satuan sentimeter (seperseratus meter). tapi dalam jangka waktu tertentu akan menyebabkan terjadinya penyumbatan sehingga filter gagal berfungsi. 414 . Penumpukan partikelpartikel pada media filter mekanik. Hal yang menarik dari ukuran pori ini adalah diameter efektifnya. maka perlu dilakukan penggantian dengan media baru. Diameter pori filter yang semula hanya dapat menangkap partikel yang berkukuran lebih besar dari diameter porinya. Apabila media sudah tidak dapat lagi berfungsi dengan baik karena rusak atau terdekomposisi. Dengan kata lain filter akan tersumbat total sehingga gagal berfungsi (Gambar 8.18) Gambar 8. dengan berjalannya waktu akan dapat pula menangkap partikel yang berukuran lebih kecil. Pada kenyataannya tidak demikian. Apabila penggunakan media sangat halus ini perlu dilakukan maka dengan menggunakan sistem filter mekanik bertingkat akan dapat menolong mengurangi resiko terjadinya penyumbatan dengan cepat.18. dengan semakin "efektifnya" filter mekanik akan membawa ke keadaan dimana tidak akan ada lagi sebuah partikelpun. Seperti terlihat pada gambar 8. karena dengan adanya halangan yang diakibatkan oleh partikel yang terjebak dan menutup lubang pori semula maka ukuran pori efektif yang berfungsi akan semakin mengecil. misalnya. yang bisa dilewatkan. secara alamiah akan terjadi bahwa efektifitas filter mekanik akan meningkat dengan berjalannya waktu.Media filter mekanik (bahan yang digunakan untuk menyaring atau menangkap partikel) memiliki ukuran diamater lubang atau ukuran pori beragam. Sedangkan jenis yang lain bisa mempunyai ukuran pori lebih besar.

malachite green. 4. dan atau formalin. Pada dasarnya white spot termasuk mudah dihilangkan apabila diketahui secara dini.3.dan peralatan dengan menyikat secara 3.2. 8. seksama agar semua kotoran hilang.19. Berbagai produk anti white spot banyak dijumpai di tokotoko perikanan. Meskipun demikian. Siapkan alat dan bahan pembuatan filter 2. 5. Pencegahan terhadap beberapa penyakit Pencegahan terhadap white spot Tindakan karantina terhadap ikan yang akan dipelihara merupakan tindakan pencegahan yang sangat dianjurkan dalam menghindari berjangkitnya white spot. ketiga senyawa itu tidak akan mampu menghancurkan fase infektif yang hidup di dalam tubuh 415 . Filter mekanik. Bersihkan bahan dengan membilaskan air bersih Susunlah bahan filter seperti gambar dibawah ini Pasang frame besi dengan kawat kasanya Pasang pompa diatas kotak plastik.Selain itu agar dapat melakukan pembuatan filter secara mekanik yang akan digunakan dalam kolam pemeliharaan ikan dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut : 1. Bersihkan wadah. 7. 6. Jalankan pompa. catat kondisi air yang keluar. Produk ini biasanya terdiri dari senyawa-senyawa kimia seperti metil biru. Air menuju kolam Pasir halus Frame besi dan kawat kasa Kerikil kasar/ potongan plastik Air dari kolam Gambar 8.

perlakuan hati-hati pada saat pemeliharaan ikan sangat perlu diperhatikan. Pada lingkungan tanpa ikan sebagai inang. Kondisi baik artinya. Semua peralatan budidaya juga akan terbebas dari white spot setelah dibiarkan selama 7 hari. Wadah dapat dibersihkan dari white spot dengan cara memindahkan seluruh ikan dari wadah tersebut. keadaan lingkungan baik. Akan lebih aman lagi apabila wadah tersebut dibiarkan selama 7 hari. seperti lele. Karena air merupakan media penular yang membawa bibit-bibit penyakit secara luas. Perlakuan ini hanya dapat dilakukan pada ikan-ikan yang tahan terhadap garam. Agar ikan tidak terluka. apalagi berupa bakteri yang sangat kecil dan sudah tersebar di semua perairan. makanan cukup. Pencegahan terhadap jamur Pencegahan jamur dapat dilakukan dengan cara menjaga kualitas air agar kondisinya tetap baik. Radiasi dengan sinar ultra violet dapat pula membantu mengurangi populasi white spot. sukar sekali diberantas sampai tuntas. Maka cara pencegahanlah yang harus dipahami benar-benar oleh petani ikan. Perlu diperhatikan bahwa spesies ikan tertentu. fase berenang dari whte spot akan mati dengan sendirinya. Ikan yang lolos dari serangan white spot diketahui akan memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut. oleh karena itu. Oleh karena itu. Ikan akan terhindar dari wabah penyakit apabila ikan selalu dalam kondisi yang baik. pemberian bahan ini harus dilakukan berulang-ulang untuk menghilangkan white spot secara menyeluruh dari wadah pemeliharaan. agar ikan-ikan berdaya tahan tinggi untuk 416 . akan terbebas dari white spot setelah dibiarkan selama 4 hari. air kolam harus sering diganti atau dialiri air baru yang segar dan jernih. Pencegahan terhadap bakteri Pada umumnya bibit penyakit. khususnya yang tidak bersisik.kulit ikan. Kekebalan ini dapat bertahan selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Pada wadah pemeliharaan ikan dengan suhu diatas 21°C. perhatikan cara pemberian obat-obatan tersebut pada kemasannya dengan baik Perlakuan perendaman dengan garam dalam jangka panjang (selama 7 hari pada dosis 2ppt (part per thousand)) diketahui dapat menghilangkan white spot. diketahui sangat tidak toleran terhadap produk-produk anti white spot. bersih dari segala pencemaran. Harus dijaga agar air buangan ini tidak menularkan kepada ikan di kolamkolam lain. Untuk mencegah agar tidak berjangkit penyakit bintik putih. Meskipun demikian ketahanan ini dapat menurun apabila ikan yang bersangkutan mengalami stres atau terjangkit penyakit lain.

1. • Untuk jenis ikan yang sering berkelompok. Behaviour (perilaku ikan) • Ikan sering berenang di permukaan air dan terlihat terengah-engah (megapmegap). Ikan tersebut biasanya akan menggosokgosokkan tubuhnya pada bendabenda yang ada di sekitarnya. hidung dan insang. ekor. Bagian luar tubuh ikan yaitu kulit. Pada lembaran insang sering terlihat bintik-bintik merah karena pendarahan kecil (peradangan). Ikan yang terserang penyakit pada kulitnya akan terlihat lebih pucat dan berlendir. GEJALA SERANGAN PENYAKIT Berdasarkan tempat tumbuhnya penyakit di dalam tubuh ikan maka bagian tubuh ikan yang diserang penyakit dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu : 1. sirip dan perut. penglihatan.membentuk kekebalan alamiah terhadap berbagai penyakit. Kelainan pada warna yang tidak sesuai dengan pigmennya adalah 417 . Sering pula dijumpai perut ikan menjadi kurus. pencernaan. Secara anatomis terjadi kelainan bentuk bagian-bagian tubuh ikan seperti bagian badan. biasanya akan mengakibatkan peradangan dan jika menyerang gelembung renang. • Ikan tidak mau makan (nafsu makan menurun). maka ikan berenang oleng. pernafasan. maka ikan yang sakit akan memisahkan diri dan berenang secara pasif 2. Adapun ciri-ciri ikan sakit adalah sebagai berikut. ikan yang terserang penyakit keseimbangannya terganggu. tutup insang mengembang dan warna insang menjadi pucat. Secara fisiologis terjadi kelainan fungsi organ seperti. 2. bahkan menabrak dinding bak. Sedangkan serangan penyakit pada insang menyebabkan ikan sulit bernafas. kepala. mata.3. 3. sirkulasi darah dan lainlain. ikan akan kehilangan keseimbangan pada saat berenang. External lesion Adalah abnomalitas dari organ tubuh tertentu karena adamya serangan penyakit. Penyakit yang menyerang organ dalam sering mengakibatkan perut ikan membengkak dengan sisik yang berdiri. sirip. 8. Bagian dalam tubuh ikan. Jika menyerang usus. • Ikan sering menggosokgosokan tubuhmya pada suatu permukaan benda. External lesion pada ikan antara lain: • Discoloration Pada ikan sehat mempunyai warna tubuh normal sesuai dengan pigmen yang dimilikinya. Oleh karena itu ikan dikatakan sakit bila terjadi suatu kelainan baik secara anatomis maupun fisiologis. Equilibriun Equibriun artinya keseim-bangan. dan loncat-loncat tidak teratur. Gejala yang diperlihatkan dapat berupa kelainan perilaku atau penampakan kerusakan bagian tubuh ikan.

Gejala dropsy ditandai dengan terjadinya pembengkakan pada rongga tubuh ikan. Produksi lendir Lendir pada ikan sakit akan berlebihan bahkan sampai menyelimuti tubuh ikan tergantung pada berat tidaknya tingkat infeksi. Gejala penampakan kerusakan bagian tubuh ikan antara lain: 1. Dropsy pada Platty (kiri) dan Cupang (kanan) . Pembengkakan tersebut sering menyebabkan sirip ikan berdiri sehingga penampakannya akan menyerupai buah pinus. Pada ikan mas sehat K = 1. Tampak sisik yang berdiri (mengembang) sehingga menyerupai bentuk buah pinus.• • suatu discoloration. K= L3 Dimana : M : berat ikan (gr) L : panjang ikan (cm) Ikan mempunyai nilai K yang berbeda-beda tergantung jenisnya bila nilai K berubah dari normal maka ikan dikatakan sakit. Dropsy Dropsy merupakan gejala dari suatu penyakit bukan penyakit itu sendiri. 418 .4 ikan tidak dapat hidup lagi.9 sedangkan yang sakit K = 1. insang dan lainlain. Seperti warna gelap menjadi pucat dan lain-lain.19.6 ikan yang mempunyai K < 1. Pada insang dapat menyebabkan insang terlihat pucat atau adanya bercak merah. sirip. 4. Kerusakan organ luar Kelainan bentuk organ ini disebabkan oleh parasit tertentu yang menyebabkan kerusakan organ seperti pada kulit. Faktor kondisi Pada ikan sehat mempunyai korelasi antara bobot (M) dan panjang (L) ikan yang seimbang yaitu dengan rumus sebagai berikut 100 M Gambar 8.

21). yaitu ikan secara sengaja atau tidak memakan kotoran ikan lain yang terkontaminasi patogen atau akibat kanibalisme terhadap ikan lain yang terinfeksi.21. 2. Kelainan Gelembung Renang Gelembung renang (swimbladder) adalah organ berbentuk kantung berisi udara yang berfungsi untuk mengatur ikan mengapung atau melayang di dalam air. Dropsy tampak samping. adalah : • sebagai akibat dari luka dalam. Pembengkakan terjadi sebagai akibat berakumulasinya cairan. Beberapa kelainan atau masalah dengan gelembung renang. atau lendir dalam rongga tubuh (Gambar 8. terutama akibat berkelahi atau 419 Gambar 8. bisa terjadi karena akibat . • gangguan pernapasan. • malnutrisi atau karena faktor genetik. Infeksi utama biasanya terjadi melalui mulut. Gejala ini disertai dengan. sehingga ikan tersebut tidak perlu berenang terus menerus untuk mempertahankan posisinya. • kualitas air yang kurang baik • menurunnya fungsi kekebalan tubuh ikan. menunjukkan perut membuncit sebagai akibat akumulasi cairan/lendir pada rongga perut. Akumulasi cairan Akumulasi cairan selain akan menyisakan rongga yang "menganga" lebar. Bila gelembung renang ikut tertekan dapat menyebabkan keseimbangan ikan terganggu Secara alamiah bakteri penyebab dropsy kerap dijumpai dalam lingkungan. tetapi biasanya dalam jumlah normal dan terkendali. • malas bergerak. malnutrisi atau karena faktor genetik. Organ ini hampir ditemui pada semua jenis ikan. yang umum dijumpai. Perubahan bakteri ini menjadi patogen. juga akan menyebabkan organ dalam tubuh ikan tertekan.Gambar 8. • warna kulit pucat kemerahan masalah osmoregulator .pada ikan yaitu.20.

Sembelit (Konstipasi) Gambar 8. 4. maka hal yang harus dicurigai terlebih dahulu adalah kondisi air. Sembelit atau konstipasi (constipation) merupakan gejala yang tidak jarang dijumpai pada ikan. Perilaku berenang tidak normal dan b. Secara umum gejala ini disebabkan oleh • Kondisi kualitas air yang memburuk. c. karena dalam kondisi demikian gelembung renang boleh dikatakan tidak ada fungsinya. Ikan tampak kesulitan dalam menjaga posisinya dalam air. Permukaan luar mata tampak dilapisi oleh lapisan tipis berwarna putih.22. Apabila gejala mata berkabut terjadi. dengan ciri utama ikan kehilangan nafsu makan. Dalam beberapa kasus ikan tampak berenang dengan kepala atau ekor dibawah atau terapung pada salah satu sisi tubuhnya. Mata Berkabut (Cloudy Eye) Mata berkabut atau "cloudy eye" ditandai dengan memutihnya selaput mata ikan. Kerusakan gelembung renang menyebabkan organ ini tidak bisa mengembang dan mengempis. Koreksi parameter air hingga sesuai dengan keperluan ikan yang bersangkutan.• karena kelainan bentuk tubuh. maka terdapat kemungkinan gejala tersebut disebabkan oleh hal lain. sedangkan parameter air dalam keadaan normal. atau bahkan berenang terbalik. Contoh kasus kelainan gelembung renang (swim bladder) pada ikan "red parrot". Untuk ikan-ikan jenis ini. kondisi gelembung renang demikian adalah normal dan bukan merupakan suatu gejala penyakit. Tanda-tanda penyakit kelainan gelembung renang a. sehingga menyebabkan ikan mengapung dipermukaan atau tenggelam. dan malas (berdiam diri di dasar). Dalam kasus berat bisa disertai dengan nafas tersengal420 . ikan berenang dengan kepala di bawah. 3. • Apabila gejala ini terjadi. Kehilangan keseimbangan. Mereka biasanya hidup di dasar atau menempel pada subtrat. terutama sebagai akibat meningkatnya kadar amonia dalam air. tidak bisa buang kotoran. Beberapa jenis ikan yang hidup di air deras seringkali memiliki gelembung renang yang kecil atau bahkan hampir hilang sama sekali.

sehingga mulut sering menjadi tidak bisa terkatup. Busuk mulut merupakan penyakit akibat infeksi bakteri. Ulcer Ulcer merupakan suatu pertanda tarjadinya berbagai infeksi bakteri sistemik pada ikan. selain itu. atau mata menonjol (pop eye). Meskipun demikian. seperti ditunjukkan oleh adanya memar putih saja. disusul kematian dalam waktu singkat. Memar tersebut kemudian akan bekembang menjadi bentukan berupa kapas berwarna putih kelabu. mulut membengkak. diantaranya disertai dengan rontoknya mulut. 1. kurus. khususnya di sekitar mulut. dropsi. Pada serangan ringan. Sedangkan dalam serangan akut dan cepat. yang biasanya terjadi di dearah dengan suhu udara hangat seperti di Indonesia. penyakit tersebut dapat berinkubasi kurang dari 24 jam dan kematian terjadi dalam waktu 2 – 3 hari. 2. Gejala umum Ulcer yang disertai dengan infeksi jamur Saprolegnia. di beberapa kasus bisa terjadi 421 . 5. 6. mulut tidak bisa mengatup 3. Ulcer dapat memicu terjadinya infeksi sekunder terutama infeksi jamur. untuk memastikan dengan jelas diperlukan pengamatan dibawah mikroskop. Kehadiran penyakit ini ditandai dengan munculnya memar putih atau abu-abu disekitar kepala.sengal (megap-megap) dan badan mengembung. Gambar 8. insang dan rongga mulut. 2. Kehadiran benda ini tidak jarang sulit dibedakan dengan serangan jamur.23. Oleh karena itu. Busuk Mulut Tanda-tanda penyakit adalah : 1. kematian dapat terjadi setelah timbulnya kerusakan fisik yang berarti. Sering pula borok ini disertai dengan memerahnya pinggiran borok tersebut. Fenomena ini biasanya ditandai dengan munculnya borok/luka terbuka pada tubuh ikan. sirip. 3. dapat pula disertai dengan gejala penyakit bakterial lainnya seperti kembung.

tahapan tesebut secara umum dapat dibagi dua yaitu : • Tahapan infektif dan • Tahapan tidak infektif (sebagai "mahluk" yang hidup bebas di dalam air atau dikenal sebagai fase berenang). berdekatan dengan lapisan basal lamina.White Spot (Ich) White spot atau dikenal juga sebagai penyakit "ich". Penyakit ini umum dijumpai pada hampir seluruh spesies ikan. siklus hidupnya serta caranya meperbanyak diri dalam air memegang peranan penting terhadap berjangkitnya penyakit tersebut. Ikan yang terserang "white spot" Ikan-ikan yang terjangkit akan menunjukkan gejala sebagai berikut : • Penampakan berupa bintik-bintik putih pada sirip. karena sebenarnya mereka hidup dilapisan dalam kulit. merupakan penyakit ikan yang disebabkan oleh parasit. Ujud dari "white spot" pada tahapan infektif ini dikenal sebagai Trophont. sehingga apabila dijumpai kematian mendadak pada ikan. • Masing-masing bintik ini sebenarnya adalah individu parasit yang diselimuti oleh lapisan semi transparan dari jaringan tubuh ikan. 7. Trophont hidup dalam lapisan epidermis kulit. Secara potensial white spot dapat berakibat mematikan. tubuh. julukan white spot sebagai ektoparasit dirasa kurang tepat. Tanda-tanda Penyakit Siklus hidup white spot terdiri dari beberapa tahap. Bintik Putih . 422 . Penyakit ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik putih di sekujur tubuh dan juga sirip. Meskipun demikian parasit ini tidak sampai menyerang lapisan di bawahnya atau organ dalam lainnya. Gejala klinis white spot merupakan akibat dari bentuk tahapan sisklus infektif. salah satu yang perlu dicurigai adalah akibat serangan penyakit ini. Oleh karena itu. Inang white spot yang bervariasi. Gambar 8. insang atau mulut. insang atau rongga mulut.24.kematian tanpa disertai gejala fisik apapun.

sperti parfum. cat. Sirip tampak robek-robek dan compang-camping. minyak. deterjen atau sabun. insektisida. • Akibat gangguan pernapasan. atau • Menyebabkan infeksi sekunder. 8. atau terapung di permukaan. Insang juga tampak memucat. Stres pernapasan ditunjukkan dengan pergerakan tutup insang yang cepat (megapmegap) dan ikan tampak mengapung di permukaan dalam usahanya untuk mendapatkan oksigen lebih banyak. Pada kasus berat beberapa individu dapat dijumpai bergerombol pada tempat yang sama. tumbuh dan membesar. bintik tersebut dapat dengan mudah dikenali.5-1 mm. Kulitnya berubah menjadi pucat dan mengelupas. aerosol. • Ikan berukuran kecil dan burayak dapat mengalami kematian setelah beberapa hari terjangkit berat. Keracunan Kolam maupun akuarium merupakan suatu ekosistem kecil yang sangat terbatas. sehingga bisa mencapai 0. Beberapa bahan beracun yang dapat masuk kedalam lingkungan kolam maupun akuarium baik sengaja maupun tidak. mereka akan tampak lesu. oleh karena itu terjadinya pencemaran oleh bahan beracun yang dapat terakumulasi pada ekosistem tersebut. Kerusakan pada kulit dan insang ini akan memicu ikan mengalami stres osmotik dan stres pernapasan. 423 . Tapi pada saat parasit tersebut makan. Apabila ini terjadi. Ikan yang terjangkit ringan sering dijumpai menggosok-gosokan tubuhnya pada benda-benda lain di dalam air sebagai respon terhadap terjadinya iritasi pada kulit mereka. asap rokok berlebihan. antara lain adalah: • Obat-obatan yang sengaja diberikan untuk mengatasi/mencegah suatu penyakit pada ikan. Ikan yang terjangkit berat akan menunjukkan perilaku abnormal dan disertai dengan perubahan fisiologis antara lain adalah : • Ikan tampak gelisah atau meluncur kesana kemari dengan cepat • Siripnya tampak bergetar (mungkin sebagai akibat terjadinya iritasi pada sirip tersebut).• • Pada awal perkembangannya bintik tersebut tidak akan bisa dilihat dengan mata. • Pada ikan yang terjangkit sangat parah. • • • Sedangkan ikan yang terjangkit berat dapat menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut : • Mengalami kematian sebagai akibat terganggunya sistem pengaturan osmotik ikan. ikan untuk dapat disembuhkan akan relatif sangat kecil. • Bahan kimia yang secara tidak sengaja digunakan disekitar akuarium.

• Berenang dengan liar. lionfish. 9. • Nafas tersengal-sengal. Beberapa jenis juga dapat mengeluarkan racunnya apabila terluka atau sakit. Racun bisa juga juga ditimbulkan dari : • Obat-obatan atau bahan kimia seperti kaporit • Pembusukan bahan-bahan organik pada dasar wadah dapat pula menyumbangkan bahan beracun. skinned puffer. ikan pari. anemon. Beberapa contoh dari golongan binatang beracun ini adalah. Beberapa cara yang biasa dilakukan adalah: • Konkusi : Pada cara ini tubuh ikan dibungkus dengan kain tetapi kepalanya dibiarkan terbuka.• • Hasil metabolisme ikan yaitu urine dan kotoran ikan. Pada umumnya binatangbinatang tersebut akan mengeluarkan racunnya apabila dalam keadaan terancam atau ketakutan. • • Warna menjadi pudar. apabila ikan secara tiba-tiba dan serentak (hampir menimpa seluruhnya) bernapas tersengal-sengal bisa dipastikan air tercemar bahan beracun. koal api. Euthanasia Dalam memelihara ikan hias. dan terkadang hingga menabrak benda-benda yang adad. amonia. Gejala keracunan pada ikan: • Ikan meluncur dengan cepat kesana kemari secara tiba-tiba. khususnya pada saat ikan kesayangan tersebut menderita suatu penyakit atau mengalami luka-luka yang parah. ada kalanya kita dihadapkan pada suatu pilihan yang sulit. landak laut. boxfish. Terkadang tergeletak di dasar wadah dangan nafas tersengalsengal. soapfish. apalagi bila selama ini sudah terjalin keakraban antara pemilik dan ikan kesayangannya. Oleh karena itu. scorpion fish. spong api. Keputusan untuk menentukan apakah harus mencoba mengakhiri penderitaan ikan tersebut (Euthanasia) atau mencoba menyembuhkannya merupakan hal yang sangat sulit. Cara Euthanasia yang Dianjurkan: Perlu diingat bahwa ikan mempunyai rasa sakit dan stress. binatang-binatang ini bisa menimbulkan akibat fatal pada ikan lainnya. mentimun laut. Kemudian kepala ikan tersebut 424 . euthanasia perlu dilakukan secara manusiawi. truckfish. seperti. oleh karena itu. dan nitrat • Ikan beracun: Beberapa jenis ikan dan binatang tertentu (terutama dari lingkungan air laut) diketahui mengandung racun. Oleh karena itu. nitrit. gurita. dan fireworms. Jika tindakan euthannasia diperlukan berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan. Kualitas air sumber yang tercemar.

Pembiusan overdosis: Cara ini termasuk sesuai untuk berbagai jenis ukuran ikan. oleh karena itu. Dari penjelasan tentang beberapa gejala serangan penyakit maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa tanda-tanda penyakit pada beberapa jenis ikan pada umumnya hampir sama.dipukulkan pada benda keras. kuburlah ikan tersebut di tempat yang aman. agar tidak menimbulkan penularan yang tidak diperlukan. kemudian membiarkannya sampai mati. Ikan masih dapat tersadar selama beberapa saat setelah kepalanya terpisah. Bisa juga dilakukan dengan cara memukul kepala ikan tersebut dengan benda keras. . kalau tidak. • • • • Memasukkan ikan pada air mendidih. tumbuh dan membesar. Pada kasus 425 • Cara Euthanasia yang tidak dianjurkan: • Memasukan ikan kedalam septitank hidup-hidup dan menggelontornya dengan air. insang atau mulut. • Dekapitasi: Untuk ikan-ikan berukuran kecil. Masing-masing bintik ini sebenarnya adalah individu parasit yang diselimuti oleh lapisan semi transparan dari jaringan tubuh ikan. Jangan berikan ikan sakit tersebut sebagai pakan pada ikan lainya untuk menghindari penularan dan penyebaran penyakit pada ikan lainnya. terdapat kemungkinkan ikan akan sadar kembali. Mematahkan leher ikan tanpa diikuti dengan pengrusakan otak Setelah melakukan Euthanasia. Pada awal perkembangannya bintik tersebut tidak akan bisa dilihat dengan mata. Mendinginkan ikan secara perlahan-lahan. Caranya adalah dengan merendam ikan pada larutan obat bius ikan pada konsentrasi berlebih dan dalam waktu relatif lama. pastikan jenis penyakitnya tidak akan menulari binatang lain tersebut. sehingga bisa mencapai 0. Untuk memastikannya anda bisa gunakan gunting atau pisau untuk merusakkan otaknya. Selain itu juga sesuai untuk melakukan Euthanasia bersamasama pada ikan yang mengalami sakit secara masal. Gejala yang umum pada ikanikan yang terjangkit penyakit ini akan menunjukkan penampakan berupa bintik-bintik putih pada sirip. tubuh. misalnya untuk penyakit bintik putih pada ikan air tawar. Selanjutnya otak ikan tersebut segera dihancurkan. Memasukkan ikan pada air dingin (es). payau maupun laut hampir sama. kepala ikan dapat dipisahkan dengan cepat menggunakan pisau atau gunting yang sangat tajam. tindakan penghancuran otak ini diperlukan. sekeras mungkin. Tapi pada saat parasit tersebut makan. Pastikan bahwa otak ikan tersebut telah rusak.5-1 mm. bintik tersebut dapat dengan mudah dikenali. • Mengeluarkan ikan dari dalam air. Apabila akan diberikan sebagai pakan pada binatang lain.

Kematian ikan yang terjadi secara tiba-tiba dan kejadiannya tidak selalu pada pagi hari tetapi terjadi kapan saja dengan ciricirinya adalah : 426 . Stres pernapasan ditunjukkan dengan pergerakan tutup insang yang cepat (megap-megap) dan ikan tampak mengapung di permukaan dalam usahanya untuk mendapatkan oksigen lebih banyak. Kulitnya berubah menjadi pucat dan mengelupas. akan relatif sangat Penyakit yang menyerang ikan budidaya sebenarnya dapat dideteksi lebih dini oleh para pembudidaya jika memperhatikan gejala-gejala yang diperlihatkan oleh ikan budidaya. Mereka akan tampak gelisah atau meluncur kesana kemari dengan cepat dan siripnya tampak bergetar (mungkin sebagai akibat terjadinya iritasi pada sirip tersebut). atau terapung di permukaan. Ikan berukuran kecil dan burayak dapat mengalami kematian setelah beberapa hari terjangkit berat.berat beberapa individu dapat dijumpai bergerombol pada tempat yang sama. Apabila ini terjadi peluang ikan untuk dapat disembuhkan kecil. Secara umum gejala ikan sakit yang dapat dilihat dengan mudah bagi para pembudidaya ikan. Setiap ikan yang terserang penyakit akan memberikan suatu gejala yang khas. Pada ikan yang terjangkit sangat parah. Sedangkan ikan yang terjangkit berat dapat mengalami kematian sebagai akibat terganggunya sistem pengaturan osmotik ikan. Terjadinya kerusakan pada kulit dan insang ini akan memicu ikan mengalami stres osmotik dan stres pernapasan. akibat gangguan pernapasan. atau akibat infeksi sekunder. Kematian ikan di kolam budidaya terjadi secara tiba-tiba dengan ciri-cirinya adalah : • Ikan yang berukuran besar mati lebih dulu • Ikan yang belum mati ada dipermukaan kolam atau disaluran air masuk • • • Air kolam berubah warna dan menyebarkan bau busuk Ikan-ikan yang mati terjadi pada dini hari Tanaman air pada mati. dapat dilihat dari dua kejadian yang terjadi pada ikan budidaya yaitu cara kematian ikan di kolam dan tingkah laku ikan yang dipelihara. Ikan yang terjangkit ringan sering dijumpai menggosok-gosokan tubuhnya pada benda-benda lain di dalam wadah sebagai respon terhadap terjadinya iritasi pada kulit mereka. Ikan yang terjangkit berat akan menunjukkan perilaku abnormal dan disertai dengan perubahan fisiologis. mereka akan tampak lesu. Insang juga tampak memucat. Cara kematian ikan dikolam budidaya dapat dikelompokkan menjadi beberapa yaitu : 1. Hal ini penyebabnya adalah : kekurangan oksigen di kolam budidaya 2. sirip tampak robek-robek dan compangcamping.

Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Parasit • Virus 5. Jumlah ikan yang mati sedikit. siput Ikan berenang bertabrakan mati saling pemasukkan air. penyakit yang menyerang pada ikan budidaya dapat dilakukan pemantauan dengan melihat tingkah laku ikan yang diduga terserang penyakit. Ikan-ikan yang dipelihara selalu berada atau berkumpul di permukaan air atau di saluran 2. Kematian ikan yang terjadi secara berurutan pada waktu yang cukup lama. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • • Parasit di insang Kerusakan disebabkan (virus) insang yang oleh bakteri • Ikan kekurangan zat nutrisi (haemoglobin) 3. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • • Kekurangan perairan Parasit ikan oksigen di Hal ini penyebabnya adalah : keracunan 3. Adapun tingkah laku ikan pada wadah budidaya yang terserang penyakit dapat diketahui antara lain adalah : 1. 5. Aktivitas makan ikan berkurang. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Perubahan kualitas atau mutu air • Makanan tidak cocok • Segala macam penyakit 4. Penyebabnya adalah : virus dan bakteri. serta siripnya tidak berkembang. sampai mencapai puncak dengan jumlah kematian yang tetap. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : 427 . Ikan berada di dasar perairan dan tidak mau makan. Tingkah laku ikan yang terserang penyakit pada beberapa jenis penyakit biasanya spesifik. Selain memperhatikan cara kematian dari ikan yang dipelihara di dalam wadah budidaya. Kematian ikan yang terjadi secara berurutan dengan kecepatan kematian ikan sedikit.• • • Ikan yang kecil mati terlebih dahulu Hewan air lainnya seperti kodok. Penyebabnya adalah parasit 4. Ikan berenang terbalik dengan posisi bagian perut berada di atas dan ikan melakukan gerakan mengguling-gulingkan badannya. Penyebabnya adalah masalah makanan. Ikan berada di permukaan air dan gerakannya sedikit lebih cenderung ikan tersebut berdiam diri (seperti keadaan lemas). Kematian ikan yang terjadi dengan kecepatan kematian pada awal. kemudian banyak dan jarak antara kematian berselang sedikit.

Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Argulus • Lernea • Bakteri Ikan tubuhnya bengkak. maka para pembudidaya ikan sudah dapat menduga adanya gejala serangan penyakit pada ikan. Warna tubuh ikan lebih gelap dari biasanya. 3. Untuk melihat secara jelas dan pasti tentang jenis penyakit yang menyerang ikan peliharaan tersebut maka harus dilakukan pengamatan dan melihat secara langsung organ tubuh ikan yang terserang penyakit. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Genetik (keturunan) • Kekurangan zat nutrisi (makanan) Perubahan kulit ikan ada beberapa macam. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Insang ikan menggumpal disebabkan oleh bakteri. 5. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Kekurangan vitamin C • Virus 2. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah parasit. Ikan gelisah (terlampau aktif) dan menggesekkan badannya pada batu-batuan. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Myxosoma • Crustacea 8. Pada bagian tubuh ikan bagian luar antara lain memberikan tanda-tanda serangan penyakit adalah : 1. 7. Dengan melihat tingkah laku ikan yang dibudidayakan di wadah budidaya apapun. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • 428 .• Parasit • Kualitas air yang buruk 6. tidak mempunyai sirip. Ikan diam di dasar perairan dan menepi dipinggiran kolam. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : Parasit dari jenis Ichthyophthirius multifiliis. jamur dan parasit • Ikan kekurangan makanan Adanya luka borok. Parasit jenis Trypanosoma (whirling disease) Warna tubuh ikan kemerahan. Secara kasat mata dapat diketahui tentang jenis penyakit yang menyerang ikan budidaya dari bagian tubuh luar ikan dan bagian dalam tubuh ikan. 7. Ikan bergetar. 3. 6. seperti badannya bengkok. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Tumor • Siste (telur dari parasit) Perubahan bentuk tubuh ikan. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Trematoda • Bakteri • Lernea dan Argulus Adanya pendarahan pada daerah tertentu.

insang. buka lambung dengan menggunakan gunting secara memanjang lalu diamati dibawah mikroskop atau bisa dengan mengerik secara perlahan bagian dalam lambung lalu oleskan pada gelas objek yang telah ditetesi oleh NaCl 0. 2. Pisahkan antara usus dan lambung. Seluruh permukaan tubuh diamati secara kasat mata atau dengan menggunakan mikroskop dengan pembesaran 50 kali. penyebabnya adalah jamur Ada lapisan lendir berwarna abu-abu. metode penanganan spesimen dan identifikasi parasit. lambung dan usus. penyebabnya adalah Trichodina. Pemeriksaan dapat dilakukan pada bagian internal maupun eksternal meliputi permukaan tubuh. Seluruh sirip ikan dipotong dari tubuh dengan menggunakan gunting.6% lalu diamati dibawah mikroskop. Chilodonella. Usus yang sudah dipisahkan digunting memanjang lalu diletakkan pada gelas objek. 3.• • • • Terdapat bintik putih. dipisahkan antara filamen dengan tapisnya lalu ditumbuk secara perlahan dan ditetesi oleh air agar tidak kering lalu diamati di bawah mikroskop. penyebabnya adalah Ichthyophthirius multifiliis Terdapat selaput yang tidak beraturan. 3. setelah itu lendir dikerik dengan menggunakan pisau bedah dan dibuat preparat ulas pada gelas obyek yang telah ditetesi air dan diamati di bawah mikroskop. Selain itu untuk lebih memastikan praduga tentang jenis penyakit yang telah menyerang ikan budidaya sebaiknya dilakukan kembali pemeriksaan ikan sampel di laboratorium hama dan penyakit ikan atau ditempat pengambilan sampel secara langsung.6% lalu diamati dibawah mikroskop. Ada bercak lendir dan darah. penyebabnya adalah Monogenea. Costia. Prosedur yang harus dilakukan sebelum pemeriksaan parasit adalah ikan sampel terlebih dahulu dimatikan dengan cara menusukkan jarum pada bagian medulla oblangata. Metode pemeriksaan Ektoparasit 1. Kedua belah insang diambil semua. Kemudian panjang tubuh ikan dan berat tubuh ikan setiap sampel di catat. Buka penutup rongga perut pada bagian atas mulai dari anus sampai sirip dada dan digunting mengikuti tutup insang sehingga isi perut terlihat. sirip. Perut ikan dibuka dengan menggunting perut bagian bawah ikan dari mulai anus hingga ke bawah sirip dada.ditempatkan pada gelas obyek yang telah ditetesi oleh air agar tidak kering lalu diamati di bawah mikroskop. Metode Pemeriksaan Endoparasit 1. metode pemeriksaan endoparasit. dibuat sayatan setipis mungkin baru dilihat dibawah mikroskop. 429 . Isi perut dipindahkan ke dalam gelas objek atau cawan petri yang ditetesi dengan NaCl 0. 2. Ada beberapa metode pemeriksaan yaitu metode pemeriksaan ektoparasit.

Misalkan dari penampakan bagian luar tubuh ikan yang dibudidayakan diprediksi jenis penyakitnya maka prosedur yang akan dilakukan adalah sebagai berikut : Protozoa Protozoa diperoleh dengan mengerik lendir atau mukus yang kemudian dioleskan pada gelas objek yang telah ditetesi oleh air. Acathocephala Cacing yang terdapat pada usus ikan ini diambil dengan hati-hati agar proboscisnya tidak terputus. Kemudian preparat ini difiksasi dengan alkohol 70% atau formalin 3% selama 5 – 30 menit.Jika dari pengamatan secara kasat mata atau visual dapat diduga jenis penyakit yang menyerang ikan budidaya dan untuk memastikan secara ilmiah dapat dilakukan pemeriksaan dibawah mikroskop dengan membuat preparat. Parasit ini kemudian dicuci dengan NaCl 430 . Suspensi spora ditipiskan dan difiksasi dengan methanol 3 – 5 menit dan diwarnai dengan Giemsa selama 20 menit. Parasit monogenea yang terlepas disusun dalam gelas objek dan ditetesi dengan amonium pikrat gliserin. genangi preparat dengan Giemsa selama 15 – 30 menit kemudian bilas dengan air dan keringkan. Setelah itu preparat dicuci dengan air bersih. Monogenea Organ yang mengandung parasit ini direndam dalam larutan formalin selama 30 menit untuk melepaskan parasit. Digenea Digenea atau metaserkaria di dapat dari usus atau daging ikan. Cestoda yang telah terlepas diletakkan dalam gelas objek dan dipres. Terdapat dua cara untuk dapat membuat preparat protozoa. rendam preparat dalam air di bawah sinar matahari selama 15 – 30 menit kemudian dikeringkan. Cestoda Cestoda yang biasanya menenpel pada usus dilepaskan dengan hatihati agar scoleks tidak terputus. Parasit ini mudah mengkerut sehingga harus dipres dengan gelas penutup dan difiksasi dengan formalin 3% selama 5 menit dan disimpan dalam larutan alkohol 70%. Spesies parasit ini diidentifikasi menurut organ penempelannya. Kista dapat dipecahkan sehingga spora dapat keluar. Parasit ini ditemukan dalam bentuk kista atau spora. dikeringkan dan diperiksa dibawah mikroskop. yaitu : • Teknik Impregnaris Perak Nitrat • Sediakan ulasan mukus yang sudah kering udara lalu genangi dengan larutan perak nitrat 0.2% selama 5 – 10 menit. Myxosporea Parasit ini merupakan endoparasit yang berada pada urat daging. • Teknik pewarnaan Giemsa • Sediakan ulasan mukus yang sudah dikeringkan udara lalu fiksasi dengan menggunakan metanol selama 15 menit.

Melalui suntikan dengan antibiotika Metoda penyuntikan dilakukan bila yang diberikan adalah sejenis obat seperti antibiotik atau vitamin. kulit. Bahan tersebut mudah terurai Pengobatan ikan sakit dapat dilakukan beberapa metoda. PENGOBATAN PENYAKIT IKAN Pengobatan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh para pembudidaya ikan jika ikan yang dipelihara terserang penyakit. 3. Cacing yang melekat diambil dengan menggunakan pinset sedangkan kista dipecah sehingga cacing keluar kemudian difiksasi dengan alkohol atau formalin 3% agar tetap rileks. 1.4. Sebelum melakukan pengobatan terhadap ikan yang sakit. Nematoda dapat ditemukan dalam bentuk kista maupun tidak. Metoda yang dilakukan harus mempertimbangkan antara lain. ukuran wadah. Bahan kimia yang digunakan harus larut dalam air 2. Cacing disimpan dalam formalin 3%. Dalam melakukan pengobatan dengan menggunakan bahan kimia harus diperhatikan beberapa hal yaitu : 1. daging dan perut.0. 3. Ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh para pembudidaya ikan yang akan melakukan pengobatan terhadap beberapa jenis penyakit infeksi yaitu: . Beberapa metoda pengobatan adalah sebagai berikut : 1. Yang bisa dilakukan adalah mengurangi hal-hal yang menyebabkan terjadinya penyakit. Jika penyakit ikan disebabkan oleh virus maka tidak ada obat yang dapat memberantas virus tersebut. Jika penyakit disebabkan oleh jamur dan parasit maka obat yang digunakan adalah bahan kimia. Nematoda Parasit ini biasanya menginfeksi usus. Bahan yang digunakan harus selektif yaitu bahan yang digunakan hanya mematikan sumber penyakit tidak mematikan ikan. terlebih dahulu harus diketahui jenis penyakit yang menyebabkan ikan sakit agar dapat diketahui jenis obat yang akan digunakan untuk menyembuhkan penyakit tersebut. ukuran ikan.85% lalu dicuci dengan air bersih. Larutan fiksatif yang digunakan adalah Bouin beralkohol dan dicuci dengan alkohol untuk menghilangkan formalin. bahan kimia atau obat yang diberikan dan sifat ikan. Bahan tersebut tidak mempunyai pengaruh yang besar terhadap produksi kolam. Cacing dibiarkan dalam air kran kurang lebih selama 1 jam kemudian ditutup dan difiksasi dengan larutan fiksatif pada salah satu ujung gelas penutup. Penyuntikan 431 8. Jika penyakit disebabkan oleh bakteri maka obat yang dapat digunakan adalah bahan kimia sintetik atau alami atau antibiotika. 2. hati. Perbedaan tekanan akan membuat cacing menjadi kaku dan proboscis terjulur.

(Oksidator) 432 . Akan tetapi bila makanan yang diberikan tidak segera dimakan ikan maka konsentrasi obat atau vitamin pada makanan akan menurun karena sebagian akan larut dalam air. bahan kimia atau obat dioleskan pada luka di tubuh ikan. metoda ini pun dilakukan bila bahan kimia atau obat yang digunakan dapat meracuni ikan. Bila dilarutkan dalam air akan terjadi reaksi kimia sebagai berikut. Sering dimanfaatkan untuk mengobati penyakit ikan akibat ektoparasit dan infeksi bakteri terutama pada ikan-ikan dalam kolam. • Mudah mengalami degradasi dalam waktu singkat. Pengobatan ikan sakit dengan metoda perendaman adalah sebagai berikut: • Pengolesan dengan bahan kimia atau obat. Melalui makanan Obat atau vitamin dapat diberikan melalui makanan. Jenis Bahan Kimia Dan Obat Yang digunakan antara lain adalah : 1. metoda ini dilakukan bila bahan kimia atau obat yang digunakan dapat membunuh ikan. KMnO4 K+ + MnO4MnO4 MnO2+2On On . • Perendaman. Sedangkan yang kecil tidak dapat dilakukan. 3. Perendaman Metoda perendaman dilakukan bila yang diberikan adalah bahan kimia untuk membunuh parasit maupun mikroorganisme dalam air atau untuk memutuskan siklus hidup parasit. • Pencelupan. Penyuntikan hanya dilakukan pada ikan yang berukuran besar terutama ukuran induk. dilakukan bila bahan kimia atau obat kurang sifat racunnya atau konsentrasi yang diberikan tidak akan membunuh ikan. Ikan sakit dicelupkan pada larutan bahan kimia atau obat selama 15 – 30 detik. Kalium Permanganat (PK) Kalium permanganat (PK) dengan rumus kimia KMnO4 sebagai serbuk maupun larutan berwarna viol et. Oleh karena itu metoda ini afektif diberikan pada ikan yang tidak kehilangan nafsu makannya.Oksigen elemental. Pada perendaman jangka pendek (15 – 30 menit) dapat diberikan konsentrasi yang lebih tinggi daripada pada perendaman dengan waktu yang lebih lama (1 jam lebih sampai beberapa hari) Jenis bahan kimia dan obat yang digunakan dalam pengobatan dan pencegahan harus mempertimbangkan antara lain: • Dalam dosis tertentu tidak membuat ikan stress maupun mati • Efektif dapat membunuh parasit • Sifat racun cepat menurun dalam waktu tertentu.dilakukan pada daerah punggung ikan yang mempunyai jaringan otot lebih tebal. 2.

Lernea and Piscicola diketahui hanya akan respon apabila PK digunakan dalam perendaman (dengan dosis: 1025 ppm selama 90 menit). juga membentuk kompleks protein pada struktur pernapasan parasit yang akhirnya menyebabkan kematian. Transportasi burayak dapat dengan perlakuan kalium permanganat dibawah 2 ppm. Dosis PK sebaiknya diberikan setara dengan dosis pestisida yang diberikan. Rotenone dan Antimycin. dan infeksi jamur (ektoparasit dan infeksi bakteri) dengan dosis 2 . Golongan ikan Catfish. sebagai contoh apabila Rotenone diberikan sebanyak 2 ppm. Prosedur Perlakuan PK (untuk jamur. sehingga menyebabkan warna coklat pada ikan dan sirip. Secara umum tingkat keracunan PK akan meningkat pada lingkungan perairan yang alkalin (basa). perlakuan diulang setiap 2-3 hari Sebagai disinfektan luka. Dapat membunuh Saprolegnia yang umum dijumpai sebagai infeksi sekunder pada Ulcer. Gyrodactylus dan Dactylus dapat hilang setelah 8 jam perlakuan dengan dosis 3 ppm pada suatu sistem tertutup. Konsentrasi 2-3 ppm selama 10-20 jam dapat menetralisir residu Rotenone atau Antimycin. dan bakteri) • Filter biologi tidak boleh dilewatkan larutan PK. karena pada saat molekul-molekul organik 433 . perlakuann kalium permanganat dilakukan pada konsentrasi diatas 2 ppm. • Argulus. • Bahan aktif beracun yang mampu membunuh berbagai parasit dengan merusak dinding-dinding sel mereka melalui proses oksidasi.Sifat Kimia Oksidator kuat • • Sifat bahan aktif beracun adalah merusak dinding-dinding sel melalui proses oksidasi. Mangan oksida membentuk kompleks protein pada permukaan epithelium. • Kalium permanganat sangat efektif dalam menghilangkan Flukes. Begitu pula dengan Costia dan Chilodinella. Dapat mengurangi aeromonas (hingga 99%) dan bakteri gram negatif lainnya. • Aliran air dan aerasi bekerja optimal.4 ppm pada perendaman. karena dapat membunuh bakteri dalam filter biologi. Dapat mengoksidasi bahan organik. kecuali dengan perendaman. Sebagai contoh. parasit. Tingkat keracunannya sedikit lebih tinggi dari tingkat pengobatannya. ulcer. dilaporkan resisten terhadap PK. • • • • • • • • • Manfaat • Efektif mencegah flukes. Sebagai antitoxin terhadap aplikasi bahan-bahan beracun. tricodina. maka untuk menetralisirnya PK pun diberikan sebanyak 2 ppm.

• Efek racun dari bahan tersebut dapat diperkecil bila residu klorin dalam air dijaga tidak lebih dari 0. • Tingkat keracunan klorin dan kloramin akan meningkat pada pH rendah dan temperatur tinggi. • Ikan akan gemetar dan warna menjadi pucat. Hal ini dapat dijadikan patokan untuk mendapatkan dosis yang diinginkan apabila timbangan tidak tersedia. Setelah perlakuan dihentikan lakukan penggantian air sebanyak 40 % untuk segera membantu pemulihan warna air. lesu dan lemah. Dosis 4 ppm diberikan pada ikanikan bersisik.3 ppm dapat membunuh ikan dengan cepat Tanda-tanda Keracunan • Ikan bergerak kesana kemari dengan cepat.0. Cl2 + H2O H2ClO3 Cl2 + H2O + NH4Cl + H2O NH4 + ClO3Sifat Kimia • Klorin relatif tidak stabil di dalam air • Kloramin lebih stabil dibandingkan klorin • Klorin maupun kloramin sangat beracun bagi ikan • Reaksi dengan air membentuk asam hipoklorit • Asam hipoklorit tersebut dapat merusak sel-sel protein dan sistem enzim ikan. meningkatkan 434 2. atau dengan kata lain sudah tidak ada lagi bahan yang dioksidasi. sebagai pembunuh kuman (disinfektan) di perusahan-perusahan air minum. sehingga biasa digunakan untuk mensterilkan tanaman air dari hama dan penyakit. terutama dari gangguan siput dan telurnya. Dosis 2 ppm diberikan pada ikanikan muda atau ikan-ikan yang tidak bersisik. Karena hal ini menunjukkan bahwa PK sudah tidak bereaksi lagi. Sedangkan kloramin merupakan senyawa klorin-amonia (NH4Cl). dengan pemberian PK dilakukan setiap pagi hari.003 ppm • Klorin pada konsentrasi 0. Dosis tersebut tidak akan merusak tanaman air. dan algae mati maka air akan cenderung keruh dan oksigen terlarut menurun. karena pada pH rendah kadar asam hipoklorit akan meningkat. Berikan dosis sebanyak 2-4 ppm. Satu sendok teh peres (jangan dipadatkan) kurang lebih setara dengan 6 gram.• • • • • teroksidasi. Perlakuan dilakukan 4 kali berturut dalam waktu 4 hari. Perlakuan klorinasi dikenal dengan kaporit.2 . • Klorin dan kloramin secara langsung akan merusak insang sehingga dapat menimbulkan gejala hipoxia. maka hal ini dapat dijadikan pertanda untuk menghentikan perlakuan. Klorin Dan Kloramin Klorin dan kloramin merupakan bahan kimia yang biasa digunakan . Apabila pada perlakuan ketiga atau keempat air bertahan berwarna ungu selama lebih dari 8 jam (warna tidak berubah menjadi coklat). Klorin (Cl2) merupakan gas berwarna kuning kehijauan dengan bau menyengat.

• Untuk mencegah serangan jamur pada telur ikan. • Menggunakan bahan deklorinator atau lebih dikenal dengan nama anti klorin. Metil biru biasanya tersedia sebagai larutan jadi di toko-toko akuarium.kerja insang dan ikan tampak tersengal-sengal dipermukaan. • Segera pindahkan ikan yang terkena keracunan klorin kedalam akuarium/wadah yang tidak terkontaminasi. • Dapat merusak filtrasi biologi dan kemampuan warnanya untuk melekat pada kulit. Sifat Kimia • Metil biru merupakan pewarna thiazine. • Dapat merusak pada tanaman air. Selain itu tersedia pula dalam bentuk serbuk. Selain itu. • Anti-klorin lebih dianjurkan untuk air yang diolah dengan kloramin. Dalam keadaan terpaksa tambahkan anti-klorin pada akuarium. • Perlakuan dilakukan dengan perendaman jangka panjang pada karantina. • Kloramin relatif lebih sulit diatasi hanya oleh natrium tiosulfat saja dibandingkan dengan klorin. • Mengendapkan air selama semalam. Pada setiap tetesan biarkan larutan metil biru tersebut tersebar secara merata. • Cara pemberian metil biru pada bak pemijahan adalah setetes demi setetes. Dengan demikian maka gas klorin akan terbebas ke udara. • Digunakan sebagai bakterisida dan fungsida pada akuarium. pakaian. Dosis dan Cara Pemberian • Untuk infeksi bakteri. • Air di deklorinasi sebelum digunakan. • Mengalirkan air hasil deklorinasi tersebut melewati zeolit. 3. tetapi akan menghasilkan amonia. • Tingkatkan intensitas aerasi untuk mengatasi kemungkinan terjadinya gangguan pernapasan pada ikan-ikan. • Tetesan dihentikan apabila air akuarium telah berwarna kebiruan atau biru jernih (tembus pandang). juga sering digunakan untuk mencegah serangan jamur pada telur ikan. dosis yang dianjurkan adalah 2 mg/liter. karena maskipun gas klorinnya dapat diikat dengan baik.2 persen. Biru Metilen (Methylene Blue) Metil biru diketahui efektif untuk pengobatan Ichthyopthirius (white spot) dan jamur. • Pengaruh klorin dihilangkan dengan pemberian aerasi secara intensif. • Untuk mencegah serangan jamur pada telur. dekorasi akuarium dan peralatan lainnya termasuk lem akuarium. Artinya isi di dalam 435 . baik secara kimiawi maupun fisika. Perlakuan Oleh karena klorin sangat beracun bagi ikan maka perlu dihilangkan dengan cara sebagai berikut. jamur dan protozoa dosis yang dianjurkan adalah 2 ml larutan Metil biru (Methylene Blue) 1 % per 10 liter air akuarium. dengan konsenrasi 1 .

004%. trichodina. Terdapat indikasi bahwa kepopuleran penggunaan bahan ini agak menurun. beberapa jenis ikan diketahui tidak toleran terhadap bahan ini. dan white spot. dan peralatan akuarium. konsentrasi 1 % berat. • Metronidazol diberikan secara oral. obat ini biasa digunakan untuk mengobati hexamitiasis. Pada kasus berat. • Diberikan dengan cara mencelupkan pakan pada larutan metronidazol. Hindari penggunaan malachite green dalam bentuk serbuk (tepung). Malachite Green Malachite Green merupakan pewarna triphenylmethane dari group rasamilin. 436 4. seperti tangan. diketahui. Warna malachite green bisa melekat pada apa saja. 5. penggantian air sebanyak 5 % setiap hari dapat dilakukan untuk mengurangi kadar metil biru dalam air tersebut dan mengurangi akumulasi bahan organik dan ammonium Di-Metronidazol Dosis = 5 ppm. hingga sebanyak 3 ulangan • Pergantian air sebanyak 25 % selama perlakuan. Dalam dunia ikan hias. karena diketahui bisa menimbulkan akibat buruk bagi kesehatan manusia apabila terhirup. Disamping itu. Diberikan seperti halnya cara pemberian metronidazol. Dosis dan Cara Pemberian • Dosis yang disarankan adalah 10 ppm • Obat ini biasanya berbentuk tablet dengan kadar 250 mg/tablet • Perlakuan ini harus diulang selang sehari. Metronidazol Metronidazol dan di-metrinidazol adalah obat antimikroba yang dibuat dan dikembangkan untuk manusia melawan bakteri-bakteri anaerob dan protozoa. Malachite Green juga dapat menimbulkan akibat buruk pada filter biologi dan pada tanaman air. termasuk plastik. seperti: ichtyobodo. Malachite green diketahui mempunya efek sinergis apabila diberikan bersama-sama dengan formalin. pengobatan dapat dilakukan dengan perendaman selama 48 jam dengan dosis 0. Setelah telur menetas. Bahan ini merupakan bahan yang kerap digunakan untuk mengobati berbagai penyakit dan parasit dari golongan protozoa. flukes insang. Penggunaan bahan ini hendaknya dilakukan pada sistem tertutup seperti akuarium atau kolam ikan hias.• • akuarium tersebut masih dapat dilihat dengan jelas. Perlakuan ini cukup dilakukan sekali kemudian dibiarkan hingga warna terdegradasi secara alami. baju. yaitu dicampurkan pada pakan dengan obat. serta sebagai fungisida. tetapi ulangan dilakukan dengan selang 3 hari (4 hari sekali). .

Disarankan untuk menggunakan malachite green dalam bentuk larutan jadi dengan konsentrasi 1% dan telah terbebas dari unsur seng. Dosis dan Cara Pemberian • Dosis 0. Untuk udang-udangan atau invertebrata laut adalah 0. Berikan selama 7 . • Perlakuan hendaknya dilakukan pada tempat terpisah.60 menit).1 -0. Dosis 20 -100 ppm.75 mg per kg berat badan ikan per hari. diberikan melalui pakan. larutkan 1 sendok teh peres (2. Oxytetracyline Oksitetrasiklin hidroklorida merupakan antibiotik yang kadang-kadang digunakan dalam pengobatan penyakit akibat infeksi bakterial sistemik pada ikan Dosis dan Cara Pemakaian • Suntik. Beberapa penyimpangan hasil perlakuan dengan MG dapat terjadi apabila perlakuan dilakukan pada pH air diatas 9 • • atau apabila temperatur air diatas 21 ° C. 7. • Dosis campuran antara Malachite Green dan Formalin untuk perlakuan pada ikan adalah 0. 10-20 mg oksitetrasiklin per kg berat badan ikan.05 . • Malachite Green dapat pula diberikan sebagai disinfektan pada telur dengan dosis 5 ppm selama 10 menit. disarankan untuk mengganti air sebanyak 25 % • Dosis 1 . Ulangi penyuntikan apabila diperlukan. Yakinkanlah MG yang digunakan adalah dari jenis yang bebas Seng.2 ml dari larutan 1% per 10 liter.2 ml dari larutan 1% per 10 liter air. sebagai perlakuan perendaman jangka panjang. Dosis 60 . Pemberian dosis dapat dilakukan setiap 4-5 hari sekali. Perhatian • Malachite Green dapat bersifat racun terhadap burayak ikan. dan beberapa jenis catfish seperti Pimelodidae atau blue gill. Tidak ada salahnya dilakukan percobaan terlebih dahulu pada 1 atau 2 ikan sebelum perlakuan MG dilakukan pada sejumlah banyak ikan. Garam Inggris / Epsom Salts (MgSO4. dan sering efektif dalam mengobati sembelit (tidak bisa buang kotoran) pada ikan. • Perendaman. Sebelum pemberian dosis dilakukan.1 ppm MG dan 10 -25ppm Formalin.5 g) 437 .14 hari. Perlakuan dapat di ulang setiap 2 hari sekali.0.1 . Ulangi apabila diperlukan.7H20) Garam inggris biasa digunakan untuk meningkatkan kadar mineral dalam air. • Oral. 6.0.25 ppm Formalin. Jangka panjang (5 hari).2 ppm MG dan 10 . sebagai perlakuan jangka pendek (30 . terhadap beberapa jenis tetra. Dosis dan Cara Pemberian Sebagai pencahar (pencuci perut). Perlakuan dapat dilakukan sebanyak 4-5 ulangan.

Perlakuan ini hanya dianjurkan pada kondisi darurat saja. Kelebihan dosis akan membuat ikan menjadi stress dan bisa membahayakan kehidupan ikan yang bersangkutan. Perendaman harus dihentikan apabila ikan menunjukkan gejala stress. berbahaya bila dikonsumsi. Bahan inipun digunakan pula sebagai antiseptik pada akuarium. Terlebih dahulu larutkan garam inggris tersebut dalam sedikit air akuarium pada wadah tertentu. Peningkatan sedikit temperatur air (dalam selang toleransi ikan yang bersangkutan) dapat membantu meningkatkan laju metabolisme ikan tersebut sehingga diharapkan akan dapat mempercepat pemulihan dari gejala sembelit. Bahan ini merupakan oksidator kuat. Pastikan pula bahwa larutan ini dapat segera tercampur dengan baik setelah dimasukan kedalam akuarium. air dan oksigen.14 ppt). 2H2O2 2H2O + O2 Bahan ini kerap digunakan dalam dunia kesehatan sebagai disinfektan (pembunuh kuman) karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya.garam inggris dalam 18 liter air (0. Untuk memulihkan kondisi kekurangan oksigen: Dosis yang digunakan 1-2 ml Hidrogen Peroksida 3% dalam 10 liter air akuarium. Setelah itu baru dimasukan kedalam akuarium. dengan rumus kimia H2O2. untuk mengatasi kondisi kekurangan oksigen yang terjadi. Dosis yang digunakan adalah 10 ml larutan dengan konsenrasi 3 % (teknis) dalam 1 liter air. 8. Hidrogen peroksida bisa pula digunakan sebagai penambah oksigen dalam akuarium. 438 . Setelah itu dicari penyebab sebenarnya agar dapat diatasi dengan lebih baik. Sebelum diberikan dianjurkan untuk mengencerkan terlebih dahulu hidrogen perioksida tersebut. Hidrogen Peroksida Larutan jernih ini sepintas mirip air. setidaknya dengan perbandingan 1: 10 (satu bagian bahan dengan 10 bagian air). Perendaman dilakukan selama maksimum 5-10 menit. selanjutnya masukan kedalam akuarium yang telah berisi air dengan takaran yang sesuai. Sebuah produk peralatan akuarium menggunakan hidrogen perosida untuk penambah oksigen tanpa tenaga listrik. Dosis harus dijaga agar jangan sampai kelebihan. Hidrogen peroksida akan terurai menjadi dua produk yang aman yaitu. yaitu bila kekurangan oksigen. Penggunaan Hidrogen Peroksida Dalam Akuarium: Sebagai anti protozoa: Diberikan sebagai perlakuan perendaman dalam jangka pendek.

seperti untuk pengobatan akibat infeksi ektoparasit besar penyebab fluke. bahan ini juga sangat beracun bagi ikan. Dengan demikian dosis yang dicantumkan pada artikel ini bukan merupakan jaminan. Untuk pengawetan biasanya digunakan formalin dengan konsentrasi 10%. seperti untuk pengobatan akibat infeksi ektoparasit penyebab kulit berlendir adalah 0.9. Penggunaan • Untuk penggunaan jangka panjang (beberapa hari) atau jangka pendek (10 . Keuntungan dengan perlakuan terpisah ini adalah apabila ikan mengalami stres pada saat diperlakukan. Dosis dan Cara Pemberian • Dosis penggunaan formalin bervariasi tergantung pada spesies ikannya. tetapi merupakan kriteria rata-rata. dosisnya adalah 2 ml Formalin (37-40%) per 10 liter air. atau kurang apabila ikan menunjukkan gejala stres. karena akan membunuh bakteri yang ada pada filter • Lakukan penggantian air sebanyak 30%. dan pengawet. • Untuk perlakuan jangka pendek. • Formalin dapat mengganggu filter biologi. • Jangan dilakukan pada filter biologi. Setiap spesies akan memiliki toleransi berbeda terhadap formalin. 439 .15 -0. Formalin (HCHO dan CH3OH) Formalin merupakan larutan komersial dengan konsentrasi 3740% dari formaldehid. Ambang batas amannya sangat rendah.30 menit). Bahan ini biasanya digunakan sebagai antiseptic. Dan perlakuan harus segera dihentikan apabila ikan mulai menunjukkan gejala stres seperti nafas tersengal-sengal (megapmegap) atau meloncat (ingin keluar dari akuarium) • Untuk perlakuan jangka panjang. ikan tersebut dapat segera dikembalikan pada akuarium utama. oleh karena itu. • Yang perlu diperhatikan adalah: penggunaan formalin dalam perlakuan jangka pendek harus diawasi dengan ketat. perlakuan sebaiknya dilakukan di akuarium khusus. kecuali apabila ikan tersebut telah mati sebelumnya. Lakukan perendaman selama maksimal 30 menit. kembalikan ikan pada wadah semula. Formalin sangat beracun.25 ml Formalin (37-40%) per 10 liter air. Meskipun demikian. Formalin diketahui sering digunakan dan efektif dalam pengobatan penyakit akibat ektoparasit seperti fluke dan kulit berlendir. sehinggga terkadang ikan yang diobati malah mati akibat formalin daripada akibat penyakitnya. Ikan yang akan diawetkan harus melalui proses euthanasia yang hewani terlebih dahulu.3 hari. Siapkan campuran terlebih dahulu sebelum ikan dimasukkan. tetapi lebih banyak digunakan dalam pengawetan specimen ikan untuk keperluan identifikasi. meskipun masih dipakai secara luas dalam akurkulutur dan lingkungan kolam tertentu. germisida. Setelah 2 .

mata dan saluran pernafasan. Obat-obat antibiotika seperti Kemicitin. atau air. Dengan mengetahui berbagai macam obat dan bahan kimia yang dapat digunakan dalam melakukan pengobatan. Uap berbahaya. Kontak Kulit: Segera cuci dengan air yang banyak selama paling tidak 15 menit. bahkan dalam konsentrasi yang sangat rendah. Sebagai contoh dalam aplikasinya. oleh karena itu jangan biarkan botol formalin terbuka di ruang tertutup. kalau tidak maka akan dapat terbentuk paraformaldehid (berupa endapan putih) yang sangat beracun bagi ikan. sambil melepas pakaian yang terkena. Tetrasiklin. formalin dapat bersifat eksplosif (meledak). Sifat Fisika dan Kimia Formalin Tampilan : cairan jernih (tidak berwarna) Bau : berbau menusuk. Bahan ini juga dapat menghasilkan uap beracun. maka akan sangat membantu para pembudidaya ikan untuk mengobati ikan yang sakit. Streptomisin yang berupa serbuk dapat dicampurkan ke dalam makanan ikan 440 . Jaga tubuh korban agar tetap hangat dan rileks. Apabila hal ini terjadi segeralah cuci dengan air yang banyak. Mudah terbakar. merendam ikan dalam larutan kalium permanganate (PK) 10 – 20 ppm selama 30 – 60 menit. jaga agar kepala lebih rendah dari pinggul. Selain itu. Setiap bahan organik akan dapat menonaktifkan formalin. arang aktif. • • • Tertelan: Apabila korban sadar usahakan untuk mengencerkan. Menyebabkan iritasi terhadap kulit.8 Identifikasi Bahaya: Sangat berbahaya! Dapat menyebabkan kanker. Maka cara pengobatannya dapat dilakukan misalnya saja dengan merendam ikan dalam larutan oksitetrasiklin 5 ppm selama 24 jam. panggil dokter. menonaktifkan dan menyerap bahan dengan memberi susu. Simpan formalin dalam botol berwarna gelap dan hindarkan dari cahaya. Pertolongan Pertama: • Terhisap: Pindahkan korban pada udara bersih. apabila kesulitan bernafas beri oksigen. Berbahaya apabila terhirup atau terserap kulit. keras Kelarutan : sangat larut Berat jenis : 1. Dapat berakibat fatal atau menyebabkan kebutaan apabila tertelan. Apabila tidak bernafas. Apabila muntah. untuk ikan yang sakit yang akan diobati dengan antibiotika antara lain oxytetracycline. Atau mau menggunakan bahan kimia dengan cara merendam ikan dalam larutan nitrofuran 5 – 10 ppm selama 12 – 24 jam. Kontak Mata: Segera cuci dengan air yang banyak selama paling tidak 15 menit Segera hubungi dokter. Cuci pakaian sebelum digunakan kembali. beri nafas buatan. Resiko kanker tergantung pada tingkat dan lama kontak.Peringatan Formalin sangat berbahaya apabila terkena kulit atau mata.08 pH : 2.

Oleh karena ikan hidup di air. Cara lain yang lebih praktis dalam pengobatan penyakit bakteri adalah melalui makanan. Akibatnya.5 sebanyak 1 – 2 ml disuntikkan ke dalam rongga perut (intra abdomincal cavity) untuk setiap berat badan ikan 200 gram. sehingga bahan kimia yang digunakan juga akan terlarut dalam air. Dalam melakukan pengobatan. 5. untuk larutan chloramphenicol (kemicitin) 1 : 1. • Pengobatan pokok. obat tersebut tidak mempan lagi untuk memberantas jenis bakteri tertentu. akan tetapi ikan pun dapat terbunuh bila tidak dilakukan metoda. dapat memakan 1 mg antibiotika itu per hari. Untuk mengurangi kerugian yang besar biasanya dilakukan pengobatan pada ikan. jangan menggunakan wadah yang terbuat dari seng. Ikan yang akan diobati sebaiknya harus dipuasakan terlebih dahulu selama 24 jam sebelum diberikan pengobatan. sering kali pencegahannya sulit dihindari. 4. 441 . jumlah obat yang akan diberikan kepada ikan yang sakit harus tepat jenis. waktu. maka lama kelamaan bakteri akan kebal terhadap obat itu. 2. Pada daerah yang mengalami wabah penyakit. Hal yang harus diperhatikan adalah tetap menjaga kualitas air agar selalu sesuai dengan kebutuhan hidup yang ideal bagi ikan. Kalau cara ini berhasil. atau perhitungannya kurang cermat. Untuk mengantisipasi kesalahan dalam melakukan pengobatan terhadap ikan yang sakit maka harus dilakukan beberapa persiapan yaitu : 1. Penyuntikan perlu diulang setiap 2 – 3 hari sampai jangka waktu 2 minggu. Hal ini dapat membuat bahan kimia bereaksi dengan wadah yang terbuat dari seng. Makanan ikan yang akan diberikan dicampur dulu dengan chloromycetin 1 – 2 gram untuk setiap 1 kg pellet. Lama pemberian obat ini 2 – 3 minggu.jika akan melakukan pengobatan dengan sistem oral. Pengobatan sebaiknya dilakukan pada suhu perairan yang rendah misalnya pada pagi atau sore hari. Dosisnya harus diperhitungkan agar setiap 100 gram berat ikan. Dosisnya. Sebaiknya dalam melakukan pengobatan dilakukan secara bertahap yaitu : • Pengobatan pendahuluan • Pengobatan pendahuluan merupakan pengobatan awal dimana ikan yang sakit diambil sebagian kecil dan diberi obat dengan jumlah yang sesuai dengan dosis. 3. Antibiotika juga dapat diberikan dengan disuntikkan. biasanya dapat terlihat gejala penyembuhan dari hari ke hari. dosis obat yang tepat. yang dilakukan setelah 12 – 24 jam dari pengobatan pendahuluan. Perlu diketahui bahwa apabila pemakaian antibiotika tidak sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan. dosis dan benarbenar terukur. Hal ini dapat berakibat selain bertujuan untuk mengobati ikan sakit. Wadah yang digunakan untuk melakukan pengobatan ikan harus memakai wadah yang terbuat dari bahan plastik.

Cara pengobatan yang tidak berakibat fatal bagi ikan adalah sebagai berikut : 1. Perendaman pada bak. 2. Bahan kimia dan obat yang dapat digunakan untuk mengobati ikan pada berbagai penyakit dapat dilihat pada Tabel 8. Ikan yang terserang penyakit direndam dalam wadah/bak tertentu yang berisi larutan obat selama 5 – 30 menit.2. Perendaman pada kolam. Tujuan dari perendaman yang lama ini adalah memberi kesempatan pada obat untuk memutuskan rantai kehidupan parasit dan konsentrasi obat biasanya sangat rendah sekali sehingga tidak berbahaya bagi ikan. Caranya sangat sesuai bila parasit terdapat dalam lapisan kulit yang terlindung. masih di 3. Kemudian ikan segar dikembalikan ke air yang segar. Oleh karena ikan terendam pada larutan yang berbahaya maka konsentrasi obat toleransi oleh ikan. Bagian ikan yang sakit diolesi obat dengan menggunakan kapas. Untuk metoda ini sebaiknya menggunakan bahan kimia yang mudah terurai menjadi netral. Pengolesan. Umumnya cara ini memerlukan perendaman yang lebih lama dari pada bak (1 jam s/d beberapa hari) dengan bahan kimia. 442 . Hal ini memberi kemungkinan lamanya kerja obat untuk membunuh penyakit. Cara ini biasanya digunakan untuk penyakit ikan yang kronis dengan dosis obat yang tinggi.

Obat ini diberikan sebanyak 1 gram (berupa serbuk) untuk air kolam 10 m2. crustacea tingkat rendah dan jamur Perendaman pada kolam • Oxytetrac yclin • Pengobatan white spot Obat hanya dianjurkan untuk pencegah penyakit. Dalam 443 .5%.Tabel 8.15 ‘ 0. pengobatan diulang setiap 2 hari. NO 1 JENIS PARASIT Protozoa METODA Pengolesan Perendaman pada bak Perendaman pada kolam Pengolesan Perendaman pada bak BAHAN KIMIA/OBAT • • • • • • • • • • • • • • 3 Aeromonas sp dan Pseudomonas sp Perendaman pada kolam Pemberian antibiotic pada makanan • • Formalin NaCl. pemakaiannya tidak dianjurkan pada ikan yang dikonsumsi.1 % 100 ppm 20 % 0.15 ppm 200 kg/ha 100 ppm 1 kapsul tiap 10 Kg makanan 50 mg/kg Makanan selama 7 – 10 hari 2 Cacing.01 ppm 0. Obat ini akan tertinggal dalam jaringan daging atau lemak dan ini berbahaya bagi kesehatan.2.25 ppm 50 ppm 1-1. KMnO4 Rivanol Formalin Formalin Rivanol NaCl KMnO4 NH4OH Formalin NH4Cl Malachite green Ekstrak biji teh Formalin Tetrasiklin • • • • • • • • • • • • • • • • DOSIS 100 ppm 25 % 100 ppm 100 ppm 20 ppm 0. ikan yang sakit akan sembuh. Oleh karena itu. Obat dan bahan kimia yang digunakan pengobatan penyakit ikan. Sebenarnya pemakaian antibiotik kurang baik pengaruhnya terhadap ikan dan lingkungan. dalam 10 hari. Beberapa obat yang dapat dipakai untuk mengobati penyakit bintik putih adalah: Malachyte green.

apalagi yang dilakukan cukup lama. sebelumnya dibuat larutan baku (1 mg serbuk dilarutkan dalam 450 ml air). Caranya. dan larutan malachite green. Pengobatan jamur Ikan yang terserang penyakit ini tubuhnya ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas dan dapat menyerang telur sehingga menghambat pernafasan yang dapat mengakibatkan kematian. dibuat larutan methyl biru dengan konsentrasi 1 % (satu gram metal biru dalam 100 cc air). selama 3 – 5 hari berturut-turut. Pengobatan diulang sampai tiga hari berturut-turut. Metode perendaman dalam larutan PK 10 . Sedangkan untuk mengobati penyakit ikan dengan malachite green. Ikan direndam dalam larutan kalium permanganate 1 gram per 100 liter. Cara ini juga dapat menyembuhkan penyakit bintik putih. Pengobatan bakteri Ikan yang terserang penyakit ini akan bergerak lambat. yaitu direndam larutan kalium permanganate. Dapat juga menggunakan formalin 100 – 200 ppm selama 1 – 3 jam dan perendaman dengan larutan garam dapur (NaCl) 20 ppm selama 1 jam.15 – 0. Agar ikan yang sakit benarbenar sembuh dan terbebas dari parasit. Methilene blue. Formalin. Selain itu juga dapat dilakukan dengan perendaman selama 24 jam tetapi dosisnya dikurangi menjadi 0. Garam dapur. Ikan yang sakit kemudian dimasukkan dalam wadah yang berisi air bersih. Untuk merendam ikan. Dengan larutan Nitrofuran 5 – 10 ppm 444 . Penyakit ikan yang disebabkan oleh jamur dapat diobati dengan tiga cara. Kemudian didalamnya diberi larutan baku yang sudah dibuat tadi.60 menit atau PK 3 – 5 ppm selama 12 – 24 jam. Ikan dibiarkan di dalam larutan selama 24 jam. bernafas megapmegap di permukaan air. Pengobatan penyakit dari kelompok bakteri ini dapat dilakukan dengan beberapa metode diantaranya adalah : 1. pengobatan dilakukan berulang-ulang selama tiga kali dengan selang waktu sehari. selama 60 – 90 menit.70 ppm. 1–2 ml larutan baku itu dilarutkan (diencerkan) dalam 1 liter air. warna insang pucat dan warna tubuh berubah gelap. larutan garam dapur. Juga terdapat bercak-bercak merah pada bagian luar tubuhnya dan kerusakan pada insang dan kulit. Ikan yang sakit direndam setiap hari dalam larutan formalin 30% (dalam dosis 1 : 2000).20 ppm selama 30 .pengobatan cara ini. Larutan garam dapur sebanyak 30 mg per liter dengan waktu perendaman 1 menit dan dilakukan setiap hari. kolam harus diaerasi dan ikan diberi makanan yang cukup baik. lamanya perendaman 1 jam. Ikan direndam dalam larutan garam dapur (10 gram per liter) selama 1 menit. untuk dipakai merendam ikan selama 1 jam.

Pengobatan yang dapat dilakukan dengan metode perendaman dalam larutan formalin teknis (formalin 40%) sebanyak 250 ml dalam 1 m3 selama 15 menit atau dengan larutan Methylene Blue 3 ppm selama 24 jam dan larutan Malachite Green 2 – 3 ppm selama 30 – 60 menit. Insang yang dirusaknya akan menjadi luka dan menimbulkan pendarahan yang akan mengakibatkan terganggunya pernafasan ikan. Pada ikan besar. Streptomisin yang berupa serbuk. Lama pemberian obat ini 2 – 3 minggu. dicampurkan ke dalam makanan ikan. Tetrasiklin.5 sebanyak 1 – 2 ml disuntikkan ke dalam rongga perut (intra abdomincal cavity) untuk setiap berat badan ikan 200 gram. Dosis penyuntikan antibiotik larutan chloramphenicol (kemicitin) 1 : 1. Kalau cara ini berhasil. 445 . Pengobatan Trematoda Pada ikan budidaya salah satu jenis parasit dari kelompok Trematoda yaitu Dactylogyrus dan Gyrodactylus biasa menyerang ikan pada bagian insang dan kulit. 2. dapat memakan 1 mg antibiotika itu per hari. pengobatan dapat dilakukan dengan metode penyuntikan menggunakan antibiotik oksitetrasiklin sebanyak 20 – 40 mg/kg ikan. Metoda oral yaitu dengan pemberian pakan yang dicampur dengan antibiotik misalnya oksitetrasiklin sebanyak 50 mg/kg ikan diberikan setiap hari selama 7 – 10 hari.selama 24 jam dan dengan larutan antibiotik oksitetrasiklin 5 ppm selama 24 jam. Dosisnya harus diperhitungkan agar setiap 100 gram berat ikan. Penyuntikan perlu diulang setiap 2 – 3 hari sampai jangka waktu 2 minggu. tetrasiklin / kemisitin/Chloramphenikol 250 mg dalam 500 liter air selama 2 jam dan dilakukan setiap hari selama 3 – 5 hari. 3. biasanya dapat terlihat gejala penyembuhan dari hari ke hari. Kanamysine sebanyak 20 – 40 mg/kg ikan dan Streptomysin sebanyak 20 – 60 mg/kg ikan. Obat-obat antibiotika seperti Kemicitin.

PENGERTIAN PEMASARAN Untuk menentukan jumlah produksi ikan yang akan dibudidayakan pada suatu usaha budidaya ikan diperlukan data tentang permintaan hasil produksi tersebut. hubungan dan jaringan. serta pemasar dan konsep. maka dengan demikian pemasaran termasuk tindakan atau usaha yang produktif. produk. keinginan (wants). Permintaan hasil produksi budidaya merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat produksi. Kegunaan yang diciptakan oleh kegiatan pemasaran adalah kegunaan tempat. dan permintaan (demands). menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain. pasar.1. Proses tersebut terjadi karena adanya kebutuhan (needs). pemasaran merupakan tindakan yang bertalian dengan pergerakan barang-barang atau jasa dari produsen ke tangan atau pihak konsumen. PEMASARAN 9. umpamanya ikan jambal siam (Pangasius succi) harganya mahal bila bukan pada musimnya dan nilainya bisa sangat 446 .BAB. Pemasaran merupakan kegiatan yang bertalian dengan penciptaan atau penambahan kegunaan dari barang atau jasa. biaya dan kepuasan. pertukaran dan transaksi. nilai. Menurut Hanafiah dan Saefuddin (1986). IX. Pemasaran menurut Kotler (1997) didefinisikan sebagai proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan. Kegunaan waktu berarti bahwa barang-barang mempunyai faedah (manfaat) atau nilai (harga) yang lebih besar (tinggi) setelah terjadi perubahan waktu. Produksi yang tinggi dengan nilai jual yang tinggi sangat diharapkan oleh para pembudidaya. Keberhasilan usaha budidaya ikan ini sangat ditentukan oleh pemasaran (marketing) hasil produksi. dan kegunaan kepemilikan. Berdasarkan defenisi tersebut diketahui bahwa pemasaran sangat diperlukan untuk mentransfer antara produsen dan konsumen. kegunaan waktu. oleh karena itu maka terlebih dahulu kita harus mengenal konsep dan ruang lingkup pemasaran.

Pemasaran merupakan tindakan atau kegiatan yang berhubungan dengan pergerakan barang atau jasa dari produsen sampai konsumen. agar dapat disalurkan ke pasar-pasar eceran secara lebih efisien. kegiatan ini berlangsung antara proses konsentrasi dengan proses dispersi. Kegunaan tempat berarti bahwa barang-barang atau jasa mempunyai faedah (manfaat) atau nilai (harga) yang lebih besar (tinggi) karena perubahan tempat. Proses konsentrasi merupakan tahap pertama dari aliran barang atau jasa yang dihasilkan dalam jumlah kecil dikumpulkan menjadi jumlah yang lebih besar. waktu.murah bila pada musimnya. proses pengimbangan (equalisasi). Permintaan terhadap komoditas perikanan ini meliputi jumlah ikan yang akan diproduksi yaitu volume atau biomassa.2. jumlah dan kualitas. Dengan memahami pengertian dari pemasaran ini maka proses produksi budidaya ikan sebaiknya mengacu pada aspek pasar. waktu atau musim. umpamanya ikan mas (Cyprinus carpio) yang dihasilkan di Cianjur akan mempunyai kegunaan lebih besar (harganya mahal) bila dipindahkan atau di bawa ke Jakarta sebagai daerah konsumen. proses equalisasi ini merupakan tindakan-tindakan penyesuaian permintaan dan penawaran berdasarkan tempat. Sebagian besar dari hasil perikanan berupa bahan makanan yang dipasarkan diserap oleh konsumen akhir secara relatif stabil sepanjang 447 . Proses dispersi merupakan tahap ketiga atau tahap terakhir dari aliran barang atau jasa. tingkat harga. dimana barang-barang atau jasa yang terkumpul disebarkan ke arah konsumen. umpamanya ikan nila (Tilapia nilotica) mempunyai kegunaan (faedah) yang lebih tinggi bila berada atau dimiliki oleh si A dibandingkan apabila berada pada si B. pemasaran hasil perikanan mempunyai sejumlah ciri. Equalisasi merupakan proses tahap kedua dari aliran barang atau jasa. Aspek pasar ini akan menentukan kapasitas produksi hasil perikanan berdasarkan komoditas perikanan yang akan diusahakan dan bagaimana sistem pemasaran yang akan diterapkan. maka proses pengaliran barang dari produsen ke konsumen tersebut meliputi proses pengumpulan (konsentrasi). Kegunaan kepemilikan berarti bahwa barang-barang atau jasa mempunyai faedah (manfaat) atau nilai (harga) yang lebih besar (tinggi) karena beralihnya hak milik atas barang. CIRI-CIRI PEMASARAN HASIL PERIKANAN Menurut Hanafiah dan Saefuddin (1986). ikan bandeng pada hari raya suku tertentu harganya sangat tinggi karena banyaknya permintaan sedangkan produksi tetap sehingga harga jual menjadi mahal. 9. diantaranya sebagai berikut : 1. dan proses penyebaran (dispersi).

Pergerakan hasil perikanan berupa bahan makanan dari produsen sampai konsumen pada umumnya meliputi prosesproses pengumpulan. dan produksinya musiman. dipergunakan oleh konsumen akhir dalam bentuk yang sama saat meninggalkan produsen. grosir (wholesaler). Kedudukan terpenting dalam pemasaran hasil perikanan terletak pada pedagang pengumpul karena berhubungan dengan fungsinya sebagai pengumpul dari daerah produksi yang terpencar-pencar. dan penyebaran. Produksinya musiman. Pada umumnya pedagang pengumpul memberi kredit (advanced payment) kepada produen (petani ikan) sebagai ikatan atau jaminan untuk dapat memperoleh bagian terbesar dari hasil perikanan dalam waktu tertentu. Saluran pemasaran hasil perikanan pada umumnya terdiri dari : produsen (petani ikan). pedagang perantara sebagai pengumpul. Ciri-ciri tersebut antara lain adalah sebagai berikut : 1. sedangkan penawarannya sangat tergantung kepada produksi yang sangat dipengaruhi oleh iklim. dan konsumen (industri pengolahan atau konsumen akhir). pengangkutan. sedangkan untuk komoditas tertentu produksinya kadang bersifat musiman dan jumlahnya tidak tentu karena pengaruh cuaca. Produksi ikan juga dilakukan oleh petani ikan terpencar-pencar dengan ukurannya yang kecil-kecil. tahun. Sedangkan bahan-bahan mentah adalah produk perikanan yang dipergunakan oleh pabrik atau pengolah (processor) untuk dijadikan atau menghasilkan barang baru. sehingga dapat menimbulkan beban musiman (peak load) dalam pembiayaan. penyimpanan. sehingga memerlukan lembagalembaga dan fasilitas-fasilitas pemasaran yang dapat menghimpun hasil perikanan tersebut agar menjadi jumlah yang lebih besar guna diangkut ke pusat-pusat konsumsi dan pusat-pusat pengolahan (processing) agar lebih efisien. Produksi ikan tertentu dapat berlangsung secara musiman. Barang-barang perikanan mempunyai ciri yang dapat mempengaruhi atau menimbulkan masalah dalam pemasaran. sehingga menimbulkan masalah Menurut Hanafiah dan Saefuddin (1986). dan penjualan. 2. Konsumsi hasil perikanan berupa bahan makanan relatif stabil sepanjang tahun. pedagang eceran. Barangbarang konsumsi adalah produk perikanan yang langsung 448 . 4. dimana proses pengumpulan merupakan proses yang terpenting. 5. skala produksi kecil-kecil.2. barang-barang hasil perikanan dapat digolongkan ke dalam : barang-barang konsumsi dan bahan-bahan mentah. berlangsung dalam ukuran kecilkecil (small scale) dan daerah terpencar-pencar. pengimbangan. 3.

Penelitian ini akan dihubungkan dengan persoalan tentang rencana produksi. 9. antara lain harga dari macam-macam barang. karena sangat tergantung dengan keadaan cuaca. akibatnya menyebabkan perubahan harga. sehingga mudah atau cepat mengalami kerusakan atau pembusukan akibat dari kegiatan bakteri. Dalam hal ini harus diperhitungkan pendapatan konsumen serta cara-cara bagaimana pendapatan konsumen tersebut dibelanjakannya. Usaha ini memerlukan biaya tambahan dan demikian dapat meningkatkan biaya pemasaran. produk setengah jadi yaitu produksi hasil perikanan dalam bentuk pengolahan sederhana seperti ikan asin atau produk hasil perikanan dipasarkan dalam bentuk sudah diolah lebih tinggi telah mengalami perubahan bentuk dari aslinya seperti dibuat menjadi sarden atau produk lainnya. seperti penyimpanan perlu dilakukan di tempat-tempat atau ruangan dingin (kamar dingin. kebiasaan dan motif pembelian dari konsumen. Penelitian pasar dan perencanaan. dengan maksud untuk menemukan barang apa yang diinginkan oleh konsumen.dalam penyimpanan dan pembiayaan. berbagai kegiatan perlu dilalui sebelum memasarkan suatu produk. Perubahan tersebut dapat mnimbulkan fluktuasi harga sebagai akibat perubahan dari kondisi penawaran. peti dingin). adalah sebagai berikut : 1. PERENCANAAN DAN TARGET PENJUALAN Pemasaran akan berhasil dengan baik apabila direncanakan terlebih dahulu. Penelitian pasar dipusatkan kepada barangbarang yang akan dijual. kualitas barang. bagaimana pengaruh harga terhadap permintaan. Memperkirakan kesanggupan penjualan (estimating potentials of sales). 2. Masalah ini membutuhkan usaha perawatan khusus dalam proses pemasaran guna mempertahankan mutu. Variasi demikian dapat mengakibatkan tidak terorganisirnya pasar. 4. ruangan dingin. Dengan berbagai ciri khas dari produk hasil perikanan tersebut maka dalam memasarkan hasil perikanan ada dalam beberapa bentuk antara lain adalah bentuk segar yaitu bentuk asli dari hasil produksi budidaya ikan. 3. Barang hasil perikanan berupa bahan makanan mempunyai sifat cepat atau mudah rusak (perishable). menambah ongkos penyimpanan dan sukar dalam grading. dan oksidasi. pengangkutan perlu dilengkapi dengan alat atau mesin pendingin. Kegiatan-kegiatan tersebut menurut Hanafiah dan Saefuddin (1986).3. Jumlah atau kualitas hasil perikanan dapat berubah-ubah. enzimatis. Karena barangbarang hasil perikanan merupakan organisme hidup. pengaruh 449 .

tetapi pemindahan hak milik ini harus disertai dengan penerimaan barang-barang oleh pihak pembeli sesuai dengan kontrak pembelian. maka perlu direncanakan terlebih dahulu kebutuhan biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya pemasaran. pihak penjual harus mencari pembeli di pasar tersebut. Kegiatan ini meliputi penetapan syarat-syarat dan kondisi-kondisi penjualan yang meliputi : • syarat-syarat pengiriman misalnya waktu penyerahan dan pembayaran ongkos angkutan. ataukah langsung menjual kepada konsumen akhir dari rumah ke rumah. diantaranya : • menetapkan pasar. Membuat kontak dengan pembeli.persaingan dan penilaian terhadap akibat-akibat karena adanya perubahan-perubahan penjualan di dalam keadaankeadaan perdagangan pada umumnya. Pemilihan saluran distribusi. 5. Selain itu perencanaan biaya pemasaran ini sebagai bahan 450 . 9. 6. Pemindahan hak milik atas barang dari pihak penjual kepada pihak pembeli merupakan suatu langkah yang diperlukan dan yang resmi di dalam penjualan barang-barang. apakah barangnya akan dijual di daerah geografis luas atau sempit • setelah menetapkan pasar. melalui pos. • menciptakan permintaan konsumen potensial misalnya melalui reklame. 3. Apakah produsen menjual barangnya langsung kepada pedagang eceran ataukah menjual melalui berbagai perantara.4. Pemilihan saluran distribusi merupakan sebagian daripada perencanaan fungsi-fungsi penjualan yang juga mencakup pengambilan keputusan dengan memperhatikan macam distribusi mana yang paling efektif. Kegiatan membuat kontak dengan pembeli meliputi berbagai kegiatan. 4. • cara-cara pembayaran misalnya potongan harga dan kredit. dan • hal-hal lain yang ada hubungannya dengan penjualan. memberi contoh barang untuk dicoba secara Cuma-cuma. Penentuan syarat-syarat penjualan. dimana para pembeli berada dan bagaimana kebutuhannya • membuat kontak dengan pembeli potensial tersebut dan mengembangkan serta memelihara hubungannya. Kegiatan penjualan dikatakan sudah selesai apabila pihak pembeli sudah menerima barang dari pihak penjual dan memilikinya. • kualitas serta kuantitas barang yang dijual. ESTIMASI HARGA JUAL Agar pemasaran dapat berjalan dengan lancar. Pemindahan hak milik atas barang.

Oleh karena itu penggunaan kredit oleh petani ikan semakin penting untuk melakukan proses produksi 451 . Pedagang eceran harus juga mengeluarkan biaya untuk kegiatan penjualannya dan dalam beberapa hal untuk pembelian oleh pelanggan di tingkat eceran. bahkan mempunyai aplikasi penting dalam bidang pemasaran. 3. Kredit dari pihak swasta (para pelepas uang. Bank Komersial. Ketiga aspek dimaksud adalah : 1. dan kegiatankegiatan peragaan. atau Organisasi Sosial. storage plan. Kredit dapat diperoleh dari pihak swasta (perorangan). sebaliknya sistem kredit seperti ini menempatkan pedagang pengumpul dan pelepas uang pada posisi sangat menguntungkan. 2. Oleh karena itu barang-barang tidak dapat melalui semua sistem pemasaran tanpa didukung oleh pembiayaan. harus juga membiayai fasilitas-fasilitas pemasaran yang terikat padanya seperti processing plan. Bank Pemerintah. pembiayaan pemasaran berarti mencari dan mengurus modal uang yang berkaitan dengan transaksi-transaksi dalam arus barang dari sektor produksi sampai sektor konsumsi. Ketiga aspek masalah kredit seperti diuraikan di atas telah menempatkan petani ikan bermodal kecil pada bargaining position sangat lemah. Pembiayaan bisa saja berasal dari kredit. Tingkat bunga (interest rate) sangat tinggi. pedagang pengumpul atau tengkulak) telah menimbulkan tiga aspek masalah kredit dalam pemasaran hasil perikanan. Bank Desa. Koperasi. ”midering”). Karena tanpa memberi kesempatan kepada petani ikan untuk memilih pedagang dan harga yang lebih menguntungkan. bunga tersebut bisa sampai 120 bahkan 150% per tahun. hal ini berarti menggunakan modal uang orang lain yang nantinya harus dikembalikan berikut bunganya. Hasil produksi harus segera dijual kepada pemberi kredit (pedagang pengumpul) tanpa dapat ditahan sementara waktu untuk menunggu harga lebih baik.pertimbangan juga dalam hal nilai atau harga barang yang akan dijual. Pedagang besar (wholesaler) di samping membiayai stock yang dimilikinya. Menurut Hanafiah dan Saefuddin (1986). Pembiayaan dan menanggung risiko merupakan fungsi umum dan penyerta dari semua kegiatan pemasaran. Kredit pasar yang dikenal sebagai ”utang mindering” (karena pelunasannya secara cicilan. tengkulak) dengan harga yang ditentukan oleh pihak pemberi kredit. Pemilik barang pada setiap tingkat pasar (stage of distribution) harus mengorbankan modal yang dimilikinya atau harus meminjam modal dari sumber lainnya (kredit). Petani ikan wajib menjual hasil produksinya kepada pemberi kredit (pelepas uang. sarana dan prasarana pengangkutan. Petani ikan juga perlu modal atau kredit untuk fase selama memiliki barang dan menunggu penjualan atau pembayaran.

waktu kerja. Apabila margin dinyatakan dalam persentase. Margin adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyatakan perbedaan harga yang dibayar kepada penjual pertama (produsen) dan harga yang dibayarkan oleh pembeli akhir (konsumen). seperti : biaya grading. Pembiayaan merupakan fungsi pemasaran yang mutlak diperlukan dalam menangani sistem pemasaran. yaitu suatu persentase margin (margin dalam bentuk persentase) yag dihitung atas dasar harga pokok penjualan (cost of goods sold) atau atas dasar harga penjualan eceran suatu produk. Analisa Biaya Pemasaran 1. Maka dengan demikian petani ikan perlu merencanakan terlebih dahulu semua kebutuhan biaya dengan seksama agar penggunaan modal terutama modal hasil pinjaman dapat digunakan lebih efisien. risiko. dan lain-lain. Konsep Biaya Pemasaran Biaya pemasaran ini mencakup jumlah biaya yang dikeluarkan oleh produsen (petani ikan) untuk keperluan pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan penjualan hasil produksinya dan jumlah biaya yang dikeluarkan oleh lembaga pemasaran (badan perantara) serta laba (profit) yang diterima oleh badan yang bersangkutan. biaya pengolahan. Sebaiknya jumlah kredit juga mempertimbangkan jangka waktu proses produksi dan proses penyaluran barang. dan lain-lain. antara lain : pengangkutan. Biaya pemasaran suatu produk biasanya diukur secara kasar dengan margin. penyimpanan. konsekuensinya akan berpengaruh terhadap harga eceran (harga yang harus dibayarkan oleh konsumen). kerusakan. sampai barang tersebut dijual kepada konsumen akhir. yaitu : • Marketing margin dapat dihitung dengan memilih sejumlah barang tertentu yang diperdagangkan dan mencatatnya sejak dari produsen sampai ke konsumen akhir sistem pemasaran • Marketing margin dapat dihitung dengan mencatat nilai penjualan (gross money sale). grading. Analisa Biaya dan Margin Perpindahan barang dari produsen ke konsumen akhir kadang-kadang memerlukan waktu cukup lama. sehingga memungkinkan timbulnya berbagai risiko yang perlu ditangani dan berhubungan dengan masalah biaya pemasaran yang harus dikeluarkan. biaya pengangkutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya pemasaran tersebut. maka disebut mark-up. nilai 452 . Sehubungan dengan itu maka harus ada lembaga pemasaran yang menyediakan biaya untuk seluruh kegiatan fungsi pemasaran tersebut. Metode yang dapat dipakai untuk menghitung perbedaan harga yang diterima oleh produsen dengan harga yang dikeluarkan oleh konsumen (marketing margin).terlebih dahulu sesuai permintaan konsumen.

Proses penyaluran barang oleh produsen atau lembaga pemasaran sebetulnya bisa lebih dari satu saluran/pola pemasaran. yaitu : nilai pemasaran (Ps). Dengan ketiga unsur tersebut. maka dapat digunakan analisis Reactive Programming. termasuk pemasaran di bidang perikanan terdapat dua pihak yang perlu duhubungkan satu sama lain selama proses penyaluran barang. 2. Dengan demikian saluran pemasaran antara daerah produksi (i) dan daerah konsumsi (j) hanya dapat aktif selama keadaan : Hj > Hi + BTij 453 . yang kaitannya sangat erat dengan masalah biaya transfer. dan biaya transfer bagi barang tersebut. nilai pembelian (Pb). yang ditunjukkan oleh besarnya penerimaan bersih dari kegiatan pemasaran tersebut. maka average gross margin (AGM) dari tiap marketing agency dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Ps . Analisa Reactive Programming didasarkan kepada analisa regional daerah produksi dan daerah konsumsi. Untuk menentukan pola pemasaran yang optimum antara kedua daerah itu harus diketahui harga di daerah produksi. maka marketing margin dari keseluruhan saluran pemasaran dapat diketahui. harga di daerah konsumsi. yaitu pihak produsen di satu pihak dan pihak konsumen di lain pihak.pembelian (gross money purchase) dan volume barang dari setiap lembaga pemasaran (marketing agency) yang terlibat pada saluran pemasaran. Analisis Reactive Programming Dalam pemasaran. Hubungan antara daerah produksi dan konsumsi biaya transfer per unit barang dari masingmasing saluran antar kedua daerah tersebut. dan volume barang (V). dimana masing-masing pola itu mungkin akan melibatkan lembaga pemasaran yang tidak sama. tetapi saluran mana yang memberikan tingkat efisiensi yang paling tinggi. Masalah pola saluran pemasaran ini. bukan semata-mata terletak pada panjang pendeknya saluran pemasaran. ada juga saluran pemasaran yang hanya melibatkan sedikit lembaga pemasaran sehingga salurannya menjadi pendek. Untuk menentukan saluran mana yang memberikan keuntungan maksimum. Ada saluran pemasaran yang melibatkan banyak lembaga pemasaran sehingga salurannya menjadi panjang.Pb AGM = V Dengan menetapkan suatu saluran pemasaran tertentu dan mencari average gross margin dari pedagang yang mengambil bagian dalam saluran tersebut. Untuk memudahkan analisa pemasaran antar regional dengan asumsi bahwa jumlah produksi yang dihasilkan di daerah produksi sama dengan jumlah yang diminta di daerah konsumsi.

• adanya sifat cepat rusak yang tinggi dari barang. Pada dasarnya kegiatan penjualan dapat dilaksanakan sebagai berikut : penjualan melalui inspeksi (pengawasan. sasaran penjualan adalah mengalihkan barang kepada pihak pembeli dengan harga yang memuaskan (Hanafiah dan Saefuddin. penjualan melalui penggambaran (description). Penjualan pengawasan (inspection) melalui/dengan atau pemeriksaan maksudnya adalah adanya ijin dari para penjual kepada pembeli untuk memeriksa dan meneliti semua barang sebelum pembeli memilih apa yang dibelinya. pemeriksaan). • suatu cara memamerkan barangbarang yang akan mendorong sejumlah pembelian yang terjadi saat bersamaan. Penjualan dengan atau melalui contoh adalah penjualan karena berdasarkan kepada prinsip-prinsip standarisasi. dimana : • tidak adanya standarisasi terhadap barang. • tingkat pembelian yang sangat cepat sehingga lalu lintas langganan dan tingkat penjualan akan terganggu. 1986). Penjualan dengan cara ini terjadi karena adanya sifat-sifat barang tersebut dan situasi pemasarannya. atau penjualan melalui kombinasi dari ketiga penjualan tersebut. SISTEM PENJUALAN Kegiatan penjualan merupakan salah satu fungsi pemasaran yang termasuk kelompok fungsi pertukaran.Selain itu satu daerah produksi (i) akan menyalurkan barang ke daerah konsumsi (j) dan (k) apabila : Hk – BTij = Hj – BTik Dimana : Hi = harga barang di produksi (i) Hj = harga barang di konsumsi (j) Hk = harga barang di konsumsi (k) BTij = biaya transport daerah produksi konsumsi (j) BTik = biaya transport daerah produksi konsumsi (k) daerah daerah daerah antara (i) dan antara (i) dan 9. sehingga cukup dengan contoh saja dari barang yang diperdagangkan yang dilihat atau diteliti oleh pembeli.5. sehingga tidak ada satu unit barang pun perlu ada pada waktu penjualan diselesaikan. Penjualan dengan penggambaran terjadi karena ada anggapan bahwa barang-barang akan bisa digunakan sedemikian rupa di dalam katalogkatalog. dan • adanya tekanan kepada tingkat pelayanan sendiri yang tinggi oleh pembeli-pembelinya atau wakil-wakil dari pembeli. jadi contoh ini akan merupakan wakil untuk semua unit barang yang akan dijual. penjualan melalui contoh (sample). Contoh penjualan barang seperti ini adalah penjualan barang yang dilakukan melalui pos (mail order selling) dan 454 .

Penjualan dengan cara ini hanya mungkin dilakukan karena adanya perkembangan standarisasi dan perbaikan mutu bersama-sama dengan perkembangan di dalam proses komunikasi. sehingga hasilnya relatif seragam. melalui pemasangan (advertising). iklan 9. atau dengan cara tidak langsung yaitu Iklan merupakan elemen penting dalam program penjualan. diagram-diagram dan simbol-simbol.6. tercetak atau diucapkan. dan selling by description telah menjadi biasa di dalam perdagangan yang modern. sehingga dengan demikian pembeli tidak perlu memeriksa barangbarang untuk memuaskan pilihannya. Pada penjualan seperti ini tersedianya contoh (sample) yang mewakili semua barang yang diperdagangkan dan daftar penawaran (cataloque) dari sebagian barang yang dijual yang dibuat setiap hari. Penjualan dengan cara ini hanya akan berhasil baik. dari tahun ke tahun bahkan dari suatu usaha ke usaha yang lain. dari musim ke musim.penjualan barang yang dilakukan untuk masa yang akan datang (future trading). sebagai berikut: • Kualitas produk bervariasi luas Rata-rata kualitas produk bervariasi dari hari ke hari. gambargambar. selling by inspection. karena perubahan dalam kualitas maupun tersedianya produk (availability) • Kesukaran dalam mempertahankan keseragaman produk dan pengepakannya Karena produk perikanan dihasilkan oleh banyak usaha perikanan yang skala kecil (small scale) dan secara geografis terpencar • Elastisitas dari berbagai produk Permintaan untuk kebanyakan hasil perikanan inelastis. STRATEGI PROMOSI Suatu usaha untuk menarik perhatian pembeli dengan tujuan meningkatkan volume penjualan disebut “promosi penjualan”. Iklan ini dapat berupa kata-kata tertulis. 455 . Namun program iklan untuk hasil perikanan dibatasi beberapa hal. • Perishability dari produk Sifat ini mempersulit reklame (iklan). terutama untuk barang-barang konsumsi. Berbeda dengan produk industri (pabrik) yang mana kualitas dapat dikontrol. Penjualan kombinasi antara selling by sample. Iklan merupakan alat komunikasi masal dan dapat diulangi dengan biaya yang relatif rendah. Promosi penjualan hasil perikanan dapat dilakukan secara langsung yaitu dengan cara menghubungi atau mengunjungi para pembeli (calon pembeli) secara langsung. Para pembeli dapat memeriksa contoh dalam kemasan-kemasan dari semua barang yang diperdagangkan. sehingga manfaat daripada kegiatan promosi sangat kecil dibandingkan dengan produk yang permintaannya elastis. jika adanya syarat kebebasan dalam mengadakan kebijakan garansi terhadap barang-barang.

nama daerah. dan sebagainya. tahap mengukur kemungkinan pemecahan masalah. bonus 4. 456 . sehingga mereka terpengaruh oleh presentasi yang rapi dan sikap manis. Huegy and Mitchell. karena keputusan dimulai dari analisa permasalahan melalui beberapa tahapan. Adapun tujuan riset pemasaran adalah untuk menaksir permintaan efektif (demand efektive) dan permintaan potensial (demand potensial) dari suatu produk. bahan pembuatan pakan 6. 5. dan janji tidak akan kecewa setelah menandatangani pesanan. nama dagang. yaitu : tahap merumuskan masalah. umur ikan. nama ilmiah. Sehingga dengan demikian riset pemasaran akan banyak membantu untuk : 1. varietas ikan. Membantu mengenal dan memahami keadaan target pemasaran 4. 2. karena riset pemasaran merupakan kunci keberhasilan pemasaran. tahap mencari kemungkinan pemecahan masalah. Dalam melatih tenaga penjual ini ada 2 (dua) macam pendekatan. jenis kelamin. besar maksimal. Mengembangkan kombinasi pemasaran Riset pemasaran sangat penting untuk pengambilan keputusan. 1985). yaitu : pendekatan yang berorientasi pada penjualan dan pendekatan yang berorientasi pada pelanggan. Teknis budidaya Riset pemasaran sangat penting dilakukan. Pengertian riset pemasaran adalah suatu riset yang ditujukan untuk mengumpulkan data yang akan digunakan untuk menentukan kebijakan pemasaran (marketing policies) dan rencana usaha. Pendekatan yang berorientasi pada penjualan ini beranggapan bahwa pelanggan tidak akan membeli kecuali bila ditekan. sumber air yang dapat digunakan. Hama dan penyakit ikan. Mengantisipasi peluang-peluang pasar 3. Beberapa hal yang harus dikuasai oleh tenaga penjual ikan. termasuk untuk memecahkan masalah-masalah pemasaran (Converse. dan cara pergantian air 3. Mengidentifikasi masalahmasalah dalam pemasaran 2. pengendalian dan pengobatannya. harga pakan. Harga ikan per ekor. Kualitas air yang baik. Jenis pakan. Jenis ikan. Sedangkan pendekatan yang beroreientasi pada pelanggan adalah pendekatan yang berupaya agar penjualan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan. harga grosir.Menyiapkan Tenaga Penjualan Semua pendekatan penjualan adalah mencoba mengubah seorang tenaga penjual yang asalnya hanya pencatat pesanan yang pasif menjadi pencari pesanan yang aktif. asal ikan. antara lain : 1. dan tahap memutuskan kemungkinan pemecahan masalah yang paling baik.

Metode survey merupakan metode yang paling sering digunakan dan juga paling produktif. dan percobaan. Sedangkan observasi pasar adalah suatu bagian dari penyelidikan pasar yang bertugas mempelajari gerakan dan perubahan yang terdapat di daerah penjualan. walaupun kadangkadang tetap memerlukan instuisi dari hasil pengalaman-pengalaman masa lalu. analisa penawaran. yaitu : survey. dan sebagainya. yaitu : analisa pasar dan observasi pasar. Analisa pasar in