Gusrina BUDIDAYA IKAN untuk SMK

untuk Sekolah Menengah Kejuruan

Gusrina

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

Gusrina

BUDAYA IKAN
Untuk SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional

i

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

BUDIDAYA IKAN
Untuk SMK
Penulis Ilustrasi, Tata Letak Perancang Kulit : Gusrina : :

Ukuran Buku

:

410 GUS b

GUSRINA Budidaya Ikan untuk SMK /oleh Gusrina. ---- Jakarta:Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008

ii

KATA SAMBUTAN Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan. Jakarta, Direktur Pembinaan SMK

iii

KATA PENGANTAR Buku Budidaya Ikan merupakan salah satu judul buku teks kejuruan yang akan digunakan oleh para pendidik dan peserta didik SMK dan lembaga pendidikan dan pelatihan lainnya. Buku teks kejuruan dalam bidang budidaya ikan saat ini belum banyak dibuat, yang beredar saat ini kebanyakan bukubuku praktis tentang beberapa komoditas budidaya ikan. Buku Budidaya Ikan secara menyeluruh yang beredar dimasyarakat saat ini belum memenuhi kebutuhan sebagai bahan ajar bagi siswa SMK yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMK. Dengan melakukan budidaya ikan maka keberadaan ikan sebagai bahan pangan bagi masyarakat akan berkesinambungan dan tidak akan punah. Pada buku ini akan dibahas beberapa bab yang dapat digunakan sebagai dasar dalam melakukan budidaya ikan. Bab pertama berisi tentang wadah budidaya ikan, bab kedua berisi tentang media budidaya ikan, bab ketiga berisi tentang hama dan penyakit ikan, bab keempat berisi tentang nutrisi ikan, bab kelima berisi tentang teknologi pakan buatan, bab keenam berisi tentang teknologi pakan alami, bab ketujuh berisi tentang pengembangbiakan ikan dan bab kedelapan berisi tentang hama dan penyakit ikan. Sedangkan materi penunjang seperti pemasaran, analisa usaha budidaya ikan dan kesehatan dan keselamatan kerja terdapat pada bab terakhir. Agar dapat membudidayakan ikan yang berasal dari perairan tawar, payau maupun laut ada beberapa hal yang harus dipahami antara lain adalah memahami jenis-jenis wadah dan media budidaya ikan, pengetahuan tentang nutrisi ikan dan jenis-jenis pakan alami yang meliputi tentang morfologi, biologi dan kebiasaan hidup. Selain itu pengetahuan teknis lainnya yang harus dipahami adalah tentang pengembangbiakan ikan mulai dari seleksi induk, teknik pemijahan ikan, proses pemeliharaannya sampai pemanenen ikan. Akhir kata penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkah dan rahmatNya sehingga dapat menyelesaikan penulisan buku ini dihadapan pembaca. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada suami dan anak-anak atas dukungan dan orang tua tercinta serta teman-teman yang telah membantu. Selain itu kepada Direktorat Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menegah yang menyediakan anggaran untuk meyediakan sumber belajar buku teks kejuruan yang sesuai dengan Standar Isi dan Standar Kompetensi Kelulusan SMK. Semoga buku ini bermanfaat bagi yang membacanya dan menambah pengetahuan serta wawasan. Dan juga kami mohon saran dan masukan yang membangun karena keterbatasan yang dimiliki oleh penyusun. Cianjur, November 2007 Penyusun

iv

DAFTAR ISI
Halaman iv v ix xiii xvi xxviii xxx 1 21 21 21 24 24 26 27 27 27 28 29 31 34 43 50 50 53 53 53 53 54 54 56 57 58 58 60 61 63 65 67 68 68

Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Tabel Glosari Sinopsis Peta Kompetensi Bab I. PENDAHULUAN Bab II. WADAH BUDIDAYA IKAN 2.1. JENIS-JENIS WADAH BUDIDAYA IKAN 2.1.1. Kolam 2.1.2. Bak 2.1.3. Akuarium 2.1.4. Karamba Jaring Apung 2.2. KONSTRUKSI WADAH BUDIDAYA 2.2.1. Konstruksi kolam 2.2.1.1. Pematang kolam 2.2.1.2. Dasar kolam dan saluran 2.2.1.3. Pintu air 2.2.2. Konstruksi akuarium 2.2.3. Konstruksi Keramba Jaring Apung 2.3. PERSIAPAN WADAH BUDIDAYA Bab III. MEDIA BUDIDAYA IKAN 3.1. SUMBER AIR 3.2. PARAMETER KUALITAS AIR 3.2.1. Sifat Fisik 3.2.1.1. Kepadatan (density/berat jenis) 3.2.1.2. Kekentalan (Viscosity) 3.2.1.3. Tegangan Permukaan 3.2.1.4. Suhu air 3.2.1.5. Kecerahan dan kekeruhan air 3.2.1.6. Salinitas 3.2.2. Sifat Kimia 3.2.2.1. Oksigen 3.2.2.2. Karbondioksida 3.2.2.3. pH air 3.2.2.4. Bahan organic dan garam mineral 3.2.2.5. Nitrogen 3.2.2.6. Alkalinitas dan kesadahan 3.2.3. Sifat Biologi 3.3. PENGUKURAN KUALITAS AIR BUDIDAYA

v

Bab IV. PENGEMBANGBIAKAN IKAN 4.1. SELEKSI INDUK 4.1.1. Selective Breeding 4.1.2. Outbreeding/Hibridisasi/Crossbreeding 4.1.3. Seks Reversal 4.1.4. Inbreeding 4.1.5. Aplikasi seleksi induk pada budidaya 4.1.5.1. Seleksi induk ikan Lele 4.1.5.2. Seleksi induk ikan mas 4.1.5.3. Seleksi induk ikan Nila 4.1.5.4. Seleksi induk ikan Patin 4.2. TEKNIK PEMIJAHAN IKAN 4.2.1. Perkembangan dan pematangan gonad 4.2.2. Kelenjar hipofisa, HCG dan ovaprim 4.2.3. Perjalanan hormon ke sel target 4.2.4. Stripping dan pembuahan buatan 4.2.5. Ovulasi dan fertilisasi 4.2.6. Aplikasi teknik pemijahan pada ikan budidaya 4.2.6.1. Pemijahan ikan mas 4.2.6.2. Pemijahan ikan lele 4.2.6.3. Pemijahan ikan nila 4.3. PENETASAN TELUR 4.3.1. Perkembangan embrio 4.3.2. Proses penetasan telur 4.3.3. Aplikasi penetasan telur ikan 4.4. PEMELIHARAAN LARVA DAN BENIH IKAN 4.5. PEMBESARAN IKAN 4.5.1. Pembesaran ikan mas 4.5.2. Pembesaran ikan nila 4.5.3. Pembesaran ikan bandeng 4.6. PEMANENAN 4.6.1. Pemanenan benih ikan nila 4.6.2. Pemanenan benih ikan patin 4.6.3. Pemanenan ikan mas Bab V. NUTRISI IKAN 5.1. ENERGI 5.2. PROTEIN 5.3. KARBOHIDRAT 5.4. LIPID 5.5. VITAMIN 5.6. MINERAL Bab VI. TEKNOLOGI PAKAN BUATAN 6.1. JENIS-JENIS BAHAN BAKU 6.2. PENYUSUNAN FORMULASI PAKAN 6.2.1. Metode segi empat Pearsons 6.2.2. Metode aljabar

73 73 76 81 83 92 95 96 97 100 102 103 104 109 113 114 116 117 117 124 126 130 131 132 133 138 146 146 151 154 157 157 158 160 162 162 167 182 190 199 232 243 246 258 258 264

vi

6.2.3. 6.2.4. 6.2.5. 6.3. 6.4. 6.4.1. 6.4.2. 6.4.3. 6.5. 6.6.

Metode linier Metode Trial and error (coba-coba) Metode Worksheet PROSEDUR PEMBUATAN PAKAN UJI COBA PAKAN IKAN Uji pakan secara kimia Uji pakan secara fisik Uji pakan secara biologis MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN PAKAN DAN KUALITAS AIR

268 272 277 282 292 292 304 308 315 324 329 329 336 336 339 348 354 354 367 377 388 396 400 400 400 402 412 412 413 415 417 431 446 446 447 449 450 454 455 463 463 476 477

Bab VII. TEKNOLOGI PRODUKSI PAKAN ALAMI 7.1. JENIS-JENIS PAKAN ALAMI 7.2. BUDIDAYA PHYTOPLANKTON 7.2.1. Wadah dan peralatan budidaya Phytoplankton 7.2.2. Penyiapan media budidaya Phytoplankton 7.2.3. Penebaran bibit/inokulasi 7.3. BUDIDAYA ZOOPLANKTON 7.3.1. Budidaya Daphnia 7.3.2. Budidaya Artemia 7.3.3. Budidaya Rotifera 7.4. BUDIDAYA BENTHOS 7.5. BIOENKAPSULASI Bab VIII. HAMA DAN PENYAKIT IKAN 8.1. JENIS-JENIS HAMA DAN PENYAKIT 8.1.1. Hama ikan 8.1.2. Penyakit ikan 8.2. PENCEGAHAN HAMA DAN PENYAKIT IKAN 8.2.1. Pencegahan hama 8.2.2. Pencegahan parasit dengan penyaringan air sistem filter 8.2.3. Pencegahan terhadap beberapa penyakit 8.3. GEJALA SERANGAN PENYAKIT 8.4. PENGOBATAN PENYAKIT IKAN Bab IX. PEMASARAN 9.1. PENGERTIAN PEMASARAN 9.2. CIRI-CIRI PEMASARAN HASIL PERIKANAN 9.3. PERENCANAAN DAN TARGET PENJUALAN 9.4. ESTIMASI HARGA JUAL 9.5. SISTEM PENJUALAN 9.6. STRATEGI PROMOSI Bab X. 10.1. 10.2. 10.3. ANALISA USAHA BUDIDAYA IKAN PENGERTIAN STUDI KELAYAKAN NET PRESENT VALUE (NPV) NET BENEFIT COST RATIO (NBC RATIO)

vii

10.4. 10.5. 10.6.

INTERNAL RATE OF RETURN (IRR) ANALISIS BREAK EVENT POINT APLIKASI ANALISA USAHA

477 478 479 485 485 485 492

Bab XI. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 11.1. PENGERTIAN K3 11.2. PENERAPAN KAIDAH K3 PADA DUNIA USAHA PERIKANAN BUDIDAYA Daftar Pustaka

viii

DAFTAR GAMBAR
No. 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. 1.6. 1.7. 1.8. 1.9. 1.10. 1.11. 1.12. 1.13. 1.14. 1.15. 1.16. 1.17. 1.18. 1.19. 1.20. 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7 2.8 2.9 2.10 2.11 2.12 2.13 2.14 2.15 2.16 2.17 2.18 2.19 2.20 2.21 2.22 2.23 Judul Ikan Mas (Cyprinus carpio) Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) Ikan Patin (Pangasius hiphothalamus) Ikan Bawal (Colosoma brachyponum) Ikan Tawes (Puntius gonionotus) Ikan Tambakan (Helostoma temmincki) Ikan Sepat (Trichogaster pectolaris) Ikan Kowan (Ctenopharyngodon idella) Ikan Lele (Clarias sp) Ikan Sidat (Anguilla sp) Udang vanamei (Penaeus vannamei) Ikan Bandeng (Chanos chanos) Kerapu Merah (Plectopomus maculates) Ikan Kakap putih (Lates calcarifer) Ikan Kerapu (Chromileptes altivelis) Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) Ikan Beronang (Siganus gutatus) Kolam tanah Kolam semiintensif Kolam intensif Kolam Pemijahan Kolam Penetasan Kolam Pemeliharaan Kolam Pemberokan Bak beton Bak Fiber Bak Plastik Akuarium Kelompok Akuarium sejenis Akuarium Tanaman Kolam jaring terapung tampak atas Kolam jaring terapung tampak depan Bentuk pematang trapesium sama kaki Bentuk pematang trapesium tidak sama kaki Kemiringan dasar kolam Saluran tengah atau kemalir Pintu pemasukan dan pengeluaran air di tengah Pintu pemasukan dan pengeluaran air di sudut Pintu pemasukan dan pengeluaran air bentuk L Pintu pemasukan dan pengeluaran air system monik Halaman 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 6 6 6 6 6 6 6 6 7 22 22 22 23 23 23 24 24 24 24 25 26 26 26 27 28 28 28 29 29 29 30 30

ix

15 4.10 4.13 4.12 4.19 4.11 4.2 4.35 2.7 4.30 2.12 4.27 2.33 2.9 4.32 2.17 4.34 2.20 Pemasukan dan pengeluaran air pipa paralon Meletakkan lembaran kaca Mengukur kaca Memotong kaca Menghaluskan bagian pinggir kaca Lem silicon dan alat tembak lem Penggunaan alat tembak lem Lakban pada kaca Mengeringkan akuarium Kerangka jarring apung Pelampung drum besi Jangkar Pola jarring Pengeringan dasar kolam Mengairi kolam Sanitasi bak budidaya Termometer Secchi disk Salinometer Refraktometer Flow meter DO meter pH meter Kerta Lakmus Planktonnet Haemocytometer Ekman Dredge Spektrofotometer Diagram skematik perkawinan dua tipe linebreeding Induk ikan lele betina dan genital papilla Induk ikan lele jantan dan genital papilla Induk ikan mas betina dan genital papilla Induk ikan mas jantan dan genital papilla Induk ikan nila Induk ikan patin jantan dan betina Kanulasi induk ikan patin Skema pengaturan sekresi hormone Letak dan jenis kelenjar endokrin ikan dari arah depan Mekanisme hormone steroid Representasi diagram pada penempang sagital otak Pengambilan kelenjar hipofisa Penggerusan kelenjar hipofisa Pemutaran alat sentrifuse Pembuatan ekstrak kelenjar hipofisa Pengambilan kelenjar ekstrak hipofisa Penyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa Pemasangan kakaban dikolam pemijahan cara Sunda Kolam pemijahan cara Cimindi 30 32 32 32 32 33 33 34 34 37 38 38 41 43 46 48 71 71 71 71 71 71 72 72 72 72 72 72 95 96 97 100 100 102 102 103 105 106 109 110 111 112 112 112 112 113 118 119 x .1 4.3 4.7 3.4 3.16 4.2.38 2.24 2.31 2.8 4.5 4.14 4.6 4.36 2.37 2.5 3.9 3.29 2.8 3.1 3.18 4.25 2.28 2.10 3.2 3.11 3.39 3.3 3.6 3.26 2.4 4.

6 6.24 4.22 7.7 7.5 6.22 4.26 8.2 7.10 6.10 7.11 6.3 7.24 7.17 7.6 7.12 7.13 7.11 7.4 7.4.18 7.12 6.9 7.1 Kolam pemijahan cara Magek Kolam pemijahan cara Kantong Kolam pemijahan cara Dubish Kolam pemijahan cara Hofer Diagram susunan kolam pemijahan bersekat Sampling benih ikan Pengemasan benih Disk mill Hammer mill Vertical mixer Horizontal mixer Alat penggiling daging Alur proses pembuatan pakan skala pabrikasi Silo Alat pengukur kadar air Peralatan pengukuran kadar protein Peralatan pengukuran kadar lemak Peralatan pengukuran kadar serat kasar Peralatan pengukuran kadar abu Metode pemberian pakan dengan tangan Ametode pemberian pakan dengan demand feeder Chlorella sp Tetrasemis sp Scenedesmus sp Skeletonema costatum Spirulina sp Brachionus sp Artemia salina Moina sp Daphnia sp Paramecium Tubifex sp Erlemeyer Cawan Petri Jarum ose Pipet kaca Tabung reaksi Mikroskop Bak fiber Aerator Daphnia sp (bagian-bagian tubuh) Kemasan cyst Artemia Perkembangbiakan Artemia Rotifera Daur hidup rotifer Tubifex Daur hidup tubifex Ichthyophthirius multifiliis 120 121 122 123 129 145 159 283 283 284 284 286 287 287 293 294 294 295 296 323 323 331 332 332 333 333 334 334 335 335 335 335 336 337 337 337 337 337 338 338 360 367 373 382 384 391 392 405 xi .25 7.23 7.26 4.27 6.23 4.14 7.3 6.19 7.21 7.25 4.1 6.16 7.2 6.4 6.7 6.5 7.15 7.21 4.14 7.20 7.8 6.8 7.1 7.13 6.9 6.

3 8.6 8.22 8.18 8.9 8.13 8.2 8.5 8.21 8.14 8.15 8.8.20 8.7 8.4 8.11 8.8 8.12 8.24 Siklus hidup Ichthyophthirius multifiliis Trichodina tampak bawah Trichodina tampak atas Myxobolus sp Myxosoma sp Thellohanellus sp Henneguya sp Dactylogyrus sp Gyrodactilus sp Lernea sp Argulus indicus tampak bawah Saprolegnia sp Achlya sp Aeromonas sp Mekanisme kerja mekanik Penumpukan partikel pada media filter mekanik Filter air Dropsy pada ikan plati dan cupang Dropsy tampak samping Akumulasi cairan Contoh kasus kelainan gelembung renang Gejala umum ulcer Ikan terserang white spot 406 407 407 407 408 408 408 409 409 410 411 411 411 412 413 414 415 418 419 419 420 421 422 xii .19 8.10 8.16 8.17 8.23 8.

DAFTAR TABEL No.5 3.3 5.1 4.5 3.7 Judul Komoditas akuakultur yang sudah lazim dibudidayakan dalam system budidaya di Indonesia Perbandingan antara ukuran akuarium dengan ketebalan kaca Jenis pelampung dan lama pemakaian Ukuran mata jaring yang digunakan berdasarkan ukuran ikan yang dibudidayakan Perbandingan jumlah mata jarring yang harus dipotong dalam berbagai ukuran kantong jarring dan mata jaring.4 4.1 3. 1.4 3.1 2. keuntungan dan kerugian dari seleksi individu (A).2 3.7 4.5 4.3 3.1 5.5 5.3 4.3 2.2 2.6 4.4 5.1 2.8 5.2 5. Dosis kapur tohor (CaO) Pengaruh suhu air terhadap respon konsumsi pakan Hubungan antara kadar oksigen terlarut dan suhu Pengaruh pH terhadap komunitas biologi perairan Presentase ammonia bebas terhadap ammonia total Kriteria kualitas air Golongan C Parameter kualitas air untuk budidaya ikan dan peralatan pengukuran yang dapat digunakan Perbandingan strategi.6 5.6 4.2 4. seleksi within family (B) dan seleksi between family (C) Pengaruh silang dalam terhadap frekuensi genotype dan frekuensi alel dalam lokus Ciri-ciri induk jantan dan betina ikan mas Ciri-ciri induk jantan dan betina ikan mas matang gonad Ciri-ciri induk jantan dan betina ikan nila Dosis pengapuran untuk menetralkan dari berbagai jenis tekstur tanah dan pH awal yang berbeda Perkembangan stadia embrio ikan lele pada suhu 28 o C Lama pemeliharaan ikan mas berdasarkan sistem pemeliharaan Kebutuhan energi untuk ikan Salmon Kebutuhan energi untuk Catfish Nama dan singkatan asam amino Kebutuhan asam amino essensial pada beberapa jenis ikan dalam % protein pakan Tingkat kebutuhan protein optimal (% berat kering pakan) pada beberapa jenis ikan budidaya Klasifikasi karbohidrat Nilai kecernaan karbohidrat berdasarkan kadar dan sumbernya oleh beberapa ikan budidaya Halaman 3 31 37 39 42 45 56 60 62 66 69 70 78 94 99 99 101 128 134 150 166 166 171 178 182 184 188 xiii .4 2.

38 5.16 5.19 5.14 5.26 5.24 5.11 5.34 5.35 5.42 5.17 5.15 5.18 5.12 5.9 5.40 5.25 5.30 5.20 5.21 5.33 5.37 5.5.31 5.8 5.29 5.32 5.22 5.13 5.41 5.39 5.36 5.27 5.43 Kebutuhan optimum karbohidrat dalam pakan untuk pertumbuhan beberapa ikan budidaya Nama umum asam lemak Kelompok asam lemak unsaturated jenuh Kebutuhan asam lemak essensial pada ikan Komposisi asam lemak essensial pada berbagai sumber lipid (g/100 g asam lemak) Penggolongan beberapa sumber vitamin A Kebutuhan vitamin A beberapa spesies ikan budidaya Kekurangan vitamin A pada beberapa jenis ikan Kebutuhan vitamin D beberapa spesies ikan budidaya Kebutuhan vitamin E beberapa spesies ikan budidaya Kriteria respon ikan terhadap pemberian vitamin E sesuai dengan kebutuhan ikan budidaya Gejala kekurangan vitamin E pada beberapa ikan budidaya Kebutuhan tiamin dalam pakan Tanda-tanda kekurangan tiamin A pada ikan budidaya Kebutuhan vitamin B2 dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan riboflavin pada ikan budidaya Kebutuhan vitamin B6 dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan piridoksin pada ikan budidaya Kebutuhan vitamin B5 dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan asam pantotenat pada ikan budidaya Kebutuhan biotin dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan biotin pada ikan budidaya Kebutuhan asam folat dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan asam folat pada ikan budidaya Kebutuhan vitamin B12 dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan vitamin B12 pada ikan budidaya Kebutuhan Niasin dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan Niasin pada ikan budidaya Kebutuhan inositol dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan inositol pada ikan budidaya Kebutuhan Kolin dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan kolin pada ikan budidaya Kebutuhan vitamin C dalam pakan ikan Tanda-tanda kekurangan vitamin C pada ikan budidaya Kebutuhan mineral makro dalam pakan pada berbagai jenis ikan air tawar (mg/kg atau g/kg berat kering) Kebutuhan mineral mikro dalam pakan pada berbagai 190 194 195 196 197 202 203 203 205 207 208 209 211 212 213 214 215 216 218 218 220 220 221 222 223 223 224 225 226 226 227 228 229 230 237 237 xiv .23 5.10 5.28 5.

3 7.46 5.5.44 5.8 6.9 6.7 6.4 6.3 6.45 5.1 7.2 6.1 6.7 7.47 6.2 7.6 6.5 6.11 6.10 6.1 8.8 7.12 7.6 7.9 7.10 8.4 7.2 jenis ikan air tawar (mg/kg atau g/kg berat kering) Kebutuhan zat besi pada beberapa jenis ikan Kebutuhan mineral seng pada beberapa jenis ikan Kebutuhan mangan pada beberapa jenis ikan Kebutuhan mineral tembaga pada beberapa jenis ikan Beberapa jenis ikan berdasarkan kebiasaan makannya Kandungan nutrisi bahan baku nabati Kandungan nutrisi bahan baku hewani Kandungan nutrisi bahan baku limbah pertanian Rekomendasi penggunaan bahan baku untuk pakan ikan dan udang dalam % Jenis dan kandungan nutrisi bahan baku ikan karnivora Hasil analisa proksimat bahan baku Bahan baku pakan yang mengandung zat antinutrisi dan cara menghilangkan zat antinutrisi Acuan bentuk dan tipe pakan buatan untuk ikan budidaya Skedul pemberian pakan dalam usaha budidaya ikan Skedul pemberian pakan pada udang Jumlah pakan harian pudang dengan kelangsungan hidup 80% Komposisi pupuk pada media stok murni kultur algae Komposisi Trace Metal Solution Komposisi pupuk pada phytoplankton air tawar Komposisi pupuk phytoplankton semi masal Komposisi pupuk kultur missal Komposisi campuran vitamin pada media Dphnia Komposisi bahan kimia untuk membuat air laut kadar garam 5 permill Komposisi bahan kimia untuk membuat air laut kadar garam 30 permill Ukuran badan dan nilai kalori rotifer Kandungan komposisi beberapa bahan bioenkapsulasi Bahan ekstrak dari tumbuh-tumbuhan serta dosisnya Obat dan bahan kimia yang digunakan pengobatan penyakit ikan 238 239 240 241 247 251 252 252 254 255 256 285 291 320 321 322 341 341 342 346 347 363 371 372 383 398 402 443 xv .5 7.

keduanya memberikan konstribusi yang seimbang dalam menghasilkan suatu fenotipe Penyesuaian fisiologis terhadap perubahan salah satu faktor lingkungan kondisi genetik yang tidak sempurna yang menyebabkan organisme tidak membentuk pigmen Bentuk alternatif suatu gen Alel yang diekspresikan secara penuh dalam fenotipe itu Alel yang pemunculan fenotipenya ditutupi secara sempurna Molekul organik dengan gugus karbonil yang terletak pada ujung kerangka karbon Aksi gen aditif : Aklimatisasi Albinisme : : Alel Alel dominan Alel resesif Aldehida : : : : xvi . hormon pelepas tiroid (Thyroid Stimulating Hormone). suatu organisme dalam Adaptasi Aerasi Akrosom : : : Pemberian udara ke dalam air untuk penambahan oksigen Organel penghujung pada kepala spema yang dikeluarkan yang berfungsi membantu sperma menembus sel telur. hormon pertumbuhan (STHSomatotropin) dan Gonadotropin.GLOSARI Adenohipofisa : salah satu bagian dari kelenjar hipofisa yang mengandung sel-sel pensekresi hormon prolaktin. aksi gen yang mana fenotipe heterosigot merupakan intermedit antara kedua fenotipe homosigot. Pars intermedia mensekresi hormon pelepas melanosit (Melanocyte Stimulating Hormone). kedua alel tidak memperlihatkan dominansi. hormon Adrenocorticotropic (ACTH). Masa penyesuaian lingkungan baru.

Asam lemak bervariasi panjang dan jumlah dan lokasi ikatan gandanya. Hormon steroid jantan utama. Anadromus : Anafase : Androgen Androgenesis Antibiotik Antibodi : : : : Antigen : Asam amino : Asam deoksiribonukleat Asam lemak (fatty acid) : : Asam lemak jenuh (Saturated fatty acid) : xvii .Anabolisme : Pembentukan zat organik kompleks dari yang sederhana. Ikan-ikan yang sebagian besar hidupnya dihabiskan dilaut dan bermigrasi ke air tawar untuk memijah. Tahap mitosis dan meiosis yang mengikuti metafase ketika separuh kromosom atau kromosom homolog memisah dan bergerak ke arah kutub gelendong. Asam karboksilik dengan rantai karbon panjang. Asam lemak dimana semua karbon dalam ekor hidrokarbonnya dihubungkan oleh ikatan tunggal. sehingga memaksimumkan jumlah atom hidrogen yang dapat berikatan dengan kerangka karbon. Molekul organik yang memiliki gugus karboksil maupun gugus amino. Asam amino berfungsi sebagai monomer protein. Suatu molekul asam nukleat berbentuk heliks dan beruntai ganda yang mampu bereplikasi dan menentukan struktur protein sel yang diwariskan. Imunoglobin pengikat antigen yang dihasilkan oleh sel limfosit B. tiga asam lemak berikatan dengan satu molekul gliserol akan membentuk lemak. misalnya testoteron Proses penjantanan Bahan kimiawi yang membunuh bakteri atau menghambat pertumbuhannya. berfungsi sebagai efektor dalam suatu respon imun. Makromolekul asing yang bukan merupakan bagian dari organisme inang dan yang memicu munculnya respon imun. asimilasi zat makanan oleh organisme untuk membangun atau memulihkan jaringan dan bagian-bagian hidup lainnya.

Proses pembentukan blastula Bobot kering bahan organik yang terdiri atas sekelompok organisme di dalam suatu habitat tertentu atau bobot seluruh bahan organik pada satuan luas dalam suatu waktu tertentu. suatu Basofil Benthos Blastomer Blastula Blastulasi Biomassa : : : : : : Budidaya : xviii . Ada dua jenis yaitu DNA dan RNA. yang berfungsi sebagai cetak biru untuk protein dan melalui kerja protein. Suatu polimer yang terdiri atas banyak monomer nukleotida.Asam lemak tak jenuh (Unsaturated fatty acid) Asam nukleat : Asam lemak yang memiliki satu atau lebih ikatan ganda antara karbon-karbon dalam ekor hidrokarbon. Ikatan seperti itu mengurangi jumlah atom hidrogen yang terikat ke kerangka karbon. Usaha yang bermanfaat dan memberi hasil. Perkembangbiakan tidak melalui perkawinan Kromosom yang secara tidak langsung terlibat dalam penentuan jenis kelamin. Sel-sel yang besar perkembangbiakan zigot baru berasal dari : Asam essensial Aseksual Autosom amino : : : Auksospora Backross : : Bentuk perkawinan yang sering digunakan dalam pemuliaan yaitu mengawinkan kembali antara anak dan orangtuanya yang sama untuk beberapa generasi. Asam amino yang tidak dapat disintesis sendiri oleh tubuh hewan sehingga harus tersedia dalam makanan. untuk semua aktivitas seluler. Rongga yang terbentuk selama fase pembelahan zigot. Organisme yang hidup di dasar perairan Sel-sel anak yang dihasilkan selama pembelahan zygot. sebagai kebalikan dari kromosom seks. Bersifat menyerap basa.

Fase dorman dari crustacea karena kondisi lingkungan yang tidak sesuai Fungi dan bakteri saprotropik yang menyerap nutrien dari materi organik yang tidak hidup seperti bangkai. Komponen gula pada DNA. komponen gula pada RNA Materi organik yang telah mati atau hancuran bahan organik yang berasal dari proses penguraian secara biologis. yang gugus hidroksilnya kurang satu dibandingkan dengan ribosa. Bagian punggung Proses pemeriksaan terhadap suatu hal Proses penentuan kelamin dengan pernyataan fenotipe melalui perkembangan alat kelamin dan ciri-ciri kelamin. Membersihkan badan air dengan mengeluarkan kotoran bersama sebagian jumlah air. misalnya antara anak dan tetua atau antara antar saudara sekandung. Keadaan perangkat kromosom kromosomnya diwakili dua kali (2n) bila setiap Cyste Dekomposer : : Densitas : Deoksiribosa : Detritus : Disipon Disucihamakan Dorsal Diagnosis Diferensiasi gonad : : : : : Diploid Diploidisasi Donor : : : Penggandaan jumlah kromosom pada sel-sel haploid Pemberi sumbangan xix . Jumlah individu persatuan luas atau volume atau masa persatuan volume yang biasanya dihitung dalam gram/cm3 atau jumlah sel/ml. Closed Breeding : memproduksi Perkawinan yang dekat sekali kaitan keluarganya. Disterilkan dari jasad pengganggu. materi tumbuhan yang telah jatuh dan buangan organisme hidup dan mengubahnya menjadi bentuk anorganik.sistem yang digunakan untuk sesuatu dibawah kondisi buatan.

Pengejewantahan bahan genetik pada suatu makhluk hidup sebagai keseluruhan jumlah tabiat yang khas. Sinyal kimiawi atsiri dan kecil yang berfungsi dalam komunikasi diantara hewan-hewan dan bertindak sangat mirip dengan hormon dalam mempengaruhi fisiologi dan tingkah laku. mengalami meiosis. Proses pembetinaan Ciri fisik dan fisiologis pada suatu organisme atau sifat yang terlihat pada makhluk hidup yang dihasilkan oleh genotipe bersama-sama dengan faktor lingkungan. Elektroforesis gel : Embriogenesis Endokrin Enzim : : : Enzim restriksi Estrogen Eukaryot : : : Fekunditas : Feminisasi Fenotipe : : Feromon : xx . Pemisahan asam nukleat atau protein berdasarkan ukuran dan muatan listriknya. Hormon seks steroid betina yang utama. dengan cara mengukur laju pergerakkannya melalui suatu medan listrik dalam suatu gel.Dormant Ekspresi gen : : Telur yang dibuahi dan merupakan dinding tebal dan jika menetas menjadi betina amiktik. Enzim yang digunakan untuk memotong fragmen DNA yang memiliki sekuen tertentu. Jumlah sel telur yang dihasilkan oleh seekor hewan betina pertahun atau persatuan berat hewan. Proses perkembangan embrio Kelenjar/sel yang menghasilkan hormon Molekul protein komplek yang dihasilkan oleh sel dan bekerja sebagai katalisator dalam berbagai proses kimia didalam tubuh makhluk hidup. membelah dengan mitosis dan enzim oksidatifnya dikemas dalam mitokondria. Makhluk yang sel-selnya mengandung inti sejati yang diselimuti selaput inti.

Kumpulan mikrotubula pergerakan kromosom eukariotik. Tahapan pembentukan embrio berlapis dua dan berbentuk piala. Kandungan genetik suatu organisme.Fertilisasi Flagella Fotosintesis : : : Penyatuan gamet haploid untuk menghasilkan suatu zigot diploid. Sel sperma atau telur haploid. dari perkawinan Generasi F1 Generasi F2 Genom Genotipe Ginogenesis : : : : : Komplemen lengkap gen-gen suatu organisme. Pengubahan energi cahaya menjadi energi kimiawi yang disimpan dalam glukosa atau senyawa organik lainnya. gamet menyatu selama reproduksi seksual untuk menghasilkan suatu zigot diploid. Keturunan yang dihasilkan generasi hibrid F1. biasanya bersifat homozigot dan dipertahankan untuk keperluan percobaan genetika. Tonjolan berbentuk cambuk pada salah satu sel untuk alat gerak. yang menyelaraskan selama pembelahan Galur : Gamet : Gastrula Gastrulasi : : Gelendong : Gen : Bagian kromosom yang mengatur sifat-sifat keturunan tertentu atau satuan informasi yang terdiri atas suatu urutan nukleotida spesifik dalam DNA. Pengelompokkan anggota-anggota jenis yang hanya memiliki satu atau sejumput ciri. materi genetik suatu organisme. Turunan pertama atau turunan hibrid dalam fertilisasi-silang genetik. Proses pembentukan gastrula dari blastula atau proses pembentukan tiga daun kecambah ektoderm. Proses perkembangan embrio yang berasal dari xxi . mesoderm dan endoderm.

telur tanpa kontribusi material genetik jantan Gonad Gonadotropin Haploid Heritabilitas : : : : Organ seks jantan dan betina. Keragaman fenotipe yang diakibatkan oleh aksi genotipe atau menggambarkan tentang persentase keragaman fenotipe yang diwariskan dari induk kepada keturunannya. yang berfungsi dalam mempertahankan homeostasis. Suatu ukuran untuk menilai keunggulan dan ketidakunggulan hibrid Turunan dari tetua yang secara genetik sangat berbeda. Dinotasikan dengan huruf h2 dengan nilai berkisar antara 0 – 1. Hermaphrodit Heliks ganda Haemoglobin Herbivora Heterozigot Heterosis : : : : : : Hibrid : Hibridisasi Hipofisasi : : Hipotalamus : xxii . Salah satu teknik dalam pengembangbiakan ikan dengan cara menyuntikkan ekstrak kelenjar hipofisa kepada induk ikan untuk mempercepat tingkat kematangan gonad. Hewan heterotropik yang memakan tumbuhan. Perkawinan antara individu yang berbeda atau persilangan. Mempunyai dua alel yang berbeda untuk suatu sifat genetik tertentu. Hormon yang merangsang aktivitas testes dan ovarium. Bentuk DNA asli Protein mengandung besi dalam sel darah merah yang berikatan secara reversibel dengan oksigen. Bagian ventral otak depan vertebrata. bahkan mungkin berlainan jenis atau marga. Individu yang mempunyai alat kelamin jantan dan betina. organ penghasil gamet pada sebagian besar hewan. Memiliki jumlah kromosom yang khas untuk gamet makhluknya.

Bahan kimia pembawa sinyal yang dibentuk dalam sel-sel khusus pada kelenjar endokrin. Histon : sistem Protein kecil dengan porsi besar yang terdiri dari asam amino bermuatan positif yang berikatan dengan DNA bermuatan negatif dan berperan penting dalam struktur kromatinnya. Masa penyimpanan Fase dimana tidak ada perubahan pada inti sel. Ikan-ikan yang sebagian besar hidupnya dihabiskan di perairan tawar dan bermigrasi ke Homeostasis Homozigot Hormon : : : Ikan transgenik Inaktivasi sperma Inbreeding : : : Infeksi Retroviral : Inkubasi Interfase Karakter kuantitatif : : : Kariotipe Katadromus : : xxiii . Metode ini menggunakan gen-gen heterogen yang dimasukkan ke dalam genome virus dan dapat dipindahkan kepada inang yang terinfeksi virus tersebut. Hormon disekresikan ke dalam darah kemudian disalurkan ke organ-organ yang menjalankan fungsi-fungsi regulasi tertentu secara fisiologik dan biokimia. ukuran dan jenis. Ikan yang memiliki DNA asing didalam tubuhnya Menonaktifkan sperma Perkawinan antara individu-individu yang sekerabat yaitu berasal dari jantan dan betina yang sama.khususnya dalam mengkoordinasikan endokrin dengan sistem saraf. Salah satu metode transfer gen. Kondisi fisiologis yang mantap dalam tubuh. Suatu ciri yang dapat diturunkan dalam suatu populasi yang bervariasi secara kontinu sebagai akibat pengaruh lingkungan dan pengaruh tambahan dua atau lebih gen. Mempunyai dua alel yang identik untuk suatu sifat tertentu. Metode pengorganisasian kromosom suatu sel dalam kaitannya dengan jumlah. waktu istirahat.

inisasi Meiosis Metasentrik : : : : : : : : : Metafase : Metamormofose Mikropil Mikroinjeksi : : : Mitosis : xxiv . Tahapan mitosis dan meiosis ketika kromosom mencapai keseimbangan posisi pada bidang ekuator.laut untuk memijah. Larutan yang mengandung HClO Tempat khusus disepanjang kromosom tertentu dimana gen tertentu berada. Organisme yang belum dewasa yang baru keluar dari telur atau stadia setelah telur menetas. Tipe pembelahan sel dan nukleous ketika jumlah kromosom direduksi dari diploid ke haploid. Mitosis mempertahankan Kromosom Kopulasi Kista Larva Larutan hipoklorit Lokus Maskul. Perubahan bentuk organisme dalam daur hidup Lubang kecil pada telur tempat masuknya sperma. Proses perkawinan Suatu stadia istirahat pada hewan cladosera atau crustacea tingkat rendah. dan telofase. Proses pembelahan nukleus pada sel eukariotik yang secara konvensional dibagi menjadi lima tahapan : profase. Metode yang digunakan dalam mengintroduksi DNA asing ke dalam pronukleus atau sitoplasma telur yang telah terbuahi. anafase. Struktur pembawa gen yang mirip benang yang terdapat di dalam nukleus. metafase. Kelenjar hipofisa : Kelenjar kecil dibagian otak bawah yang menghasilkan berbagai macam hormon yang dibutuhkan pada makhluk hidup . prometafase. Penjantanan. Kromosom yang sentromernya terletak ditengahtengah. DNA asing disuntikkan pada saat fase 1-2 sel.

Sel telur hasil pembelahan meiosis yang tidak memiliki sitoplasma. Berkembangbiak dengan menghasilkan telur tetapi telur tersebut menetas dalam tubuh induknya. Proses peletakan telur atau perkawinan Zat warna tubuh Molekul DNA sirkular yang bereplikasi pada sel-sel bakteri secara independent. Bagian dari kelenjar hipofisa. terdiri dari pars nervosa yang berfungsi mensekresi Oxytoxin. Berkembangbiak dengan menghasilkan telur. mitosis ketika Omnivore Ovarium Ovipar Ovivipar : : : : Outbreeding : Ovulasi Partenogenesis : : Pemijahan Pigmen Plasmid Polar body Profase Progeni : : : : : : Keturunan yang berasal dari sumber yang sama. xxv . Arginin Vasotocin dan Isotocin Organisme pemakan segala Kelenjar kelamin betina yang menghasilkan ovum. Perkembangbiakan telur menjadi individu baru tanpa pembuahan telur dan menghasilkan telur diploid. masih dalam satu varietas atau beda varietas. Morula Nauplii Neurohipofisa : : : Sekelompok sel anak (blastomer) yang terbentuk selama fase pembelahan zygot. Perkawinan antara individu-individu yang tidak sekerabat (berbeda induknya). Tahap pertama meiosis dan kromosom mulai jelas terlihat.jumlah kromosom dengan cara mengalokasikan kromosom yang direplikasikan secara sama ke masing-masing nukleus anak. Proses terlepasnya sel telur dari folikel. Bentuk stadia setelah menetas pada crustacea atau copepoda.

Sentromer juga terletak pada ujung kromosom namun masih jelas terlihat adanya lengan pendek. yaitu kelompok terpilih dan kelompok yang harus terbuang. Proses perkembangan spermatogonium menjadi spermatis Sel-sel kecambah untuk membentuk sperma Sel gamet jantan dengan inti haploid yang ememiliki bentuk berekor. Suatu instrumen yang mengukur porsi dari cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda yang diserap dan dihantarkan oleh suatu larutan berpigmen. tempat melekat benang penarik gelendong. Proses pembalikan kelamin dengan menggunakan metode tertentu.anak cucu Poliploidisasi : Proses pergantian kromosom dimana individu yang dihasilkan mempunyai lebih dari dua set kromosom. Pemisahan populasi dasar yang digunakan ke dalam kedua kelompok. Proses dimana spermatozoa dilepaskan dari cyste dan masuk kedalam lumen. posisi sentromer menentukan bentuk kromosom. Tahap akhir dari mitosis atau meiosis ketika Telofase : xxvi . Proses perkembangbiakan baik secara aseksual maupun seksual. Bagian kromosom yang terletak pada titik ekuator kumparan pada metafase. Proses metamorfosa spermatozoa spermatid menjadi Reproduksi Seleksi : : Sentromer : Seks reversal Spermatogenesis Spermatogonium Spermatozoa Spermiasi Spermiogenesis Submetacentrik Subtelocentrik Spektrofotometer : : : : : : : : : Sentromer terletak pada ujung kromosom yang memiliki dua lengan yang tidak sama panjangnya.

pembagian selesai. Testis Tetraploid Triploid Triploidisasi : : : : sitoplasma dan penyusunan inti Gonad yang berperan menghasilkan sperma Individu yang mempunyai empat kromosom haploid pada nukleusnya. Menurut SKKNI dalam program studi Budidaya Ikan dapat dikelompokkan menjadi Budidaya Ikan Air Tawar. media yang optimal dalam budidaya ikan agar proses budidaya dapat berlangsung sesuai dengan kebutuhan ikan untuk hidup tumbuh dan berkembang. Individu yang mempunyai tiga kromosom haploid pada nukleusnya. bagaimana memproduksi pakan alami sebagai pakan yang sangat dibutuhkan bagi larva ikan dan benih ikan budidaya. Sel diploid sebagai hasil perpaduan gamet jantan dan gamet betina haploid. dicirikan oleh bertambah banyaknya volume sitoplasma yang berasal dari vitelogenin eksogen yang membentuk kuning telur. Budidaya Ikan Air Payau dan Budidaya Ikan Hias. hama dan xxvii . Budidaya Ikan Air Laut. Dalam buku teks ini akan memberikan pengetahuan mendasar tentang bagaimana membudidayakan ikan dan dapat di aplikasikan pada berbagai habitat budidaya. bagaimana melakukan proses perkembangbiakan ikan budidaya dari sudut biologis ikan budidaya dan aplikasi pada beberapa ikan budidaya. Vitellogenesis : Zygot SINOPSIS Buku teks dengan judul budidaya ikan dapat dipelajari oleh para peserta diklat dan pendidik pada Sekolah Menengah Kejuruan yang mengambil program studi Budidaya Ikan. Pada buku teks ini berisi tentang wadah budidaya yang dapat digunakan dalam melakukan budidaya ikan. bagaimana membuat pakan ikan yang harus diberikan pada ikan budidaya. perangkat perangkat Proses pembuatan organisme triploid dengan menggunakan kejutan suhu untuk menahan polar body II atau menahan pembelahan mitosis awal. Proses deposisi kuning telur. kebutuhan nutrisi untuk ikan yang akan dibudidayakan.

penyakit ikan yang dapat menyerang ikan budidaya serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam budidaya ikan. gen antibeku dan gen warna tubuh. Oleh karen itu diperlukan pemahaman tentang jenis-jenis hama dan penyakit yang dapat menyerang ikan budidaya serta bagaimana tindakan pencegahan dan pengobatan yang harus dilakukan oleh para pembudidaya agar ikan yang dibudidayakan tidak terserang hama dan penyakit. Hal ini dikarenakan ikan merupakan salah satu jenis pangan yang sangat dibutuhkan oleh manusia yang mempunyai harga jual relatif murah dan mempunyai kandungan gizi yang lengkap. Pengetahuan tentang wadah budidaya ikan dan media yang dibutuhkan bagi ikan budidaya akan memberikan pemahaman tentang investasi yang harus dipersiapkan sesuai dengan skala produksi yang akan diterapkan. Aplikasi teknologi molekuker dalam budidaya ikan sudah bisa diterapkan mulai dari rekayasa kromosom. Dengan mempelajari buku teks ini diharapkan para pembaca dapat mengaplikasikan ilmu budidaya pada berbagai media dan teknologi budidaya. androgenesis dan poliploidisasi yang tujuan dari manipulasi kromosom ini untuk meningkatkan produktivitas ikan budidaya dan memberikan nilai tambah pada pembudidaya ikan. maka sangat dibutuhkan suatu pemahaman bagaimana membudidayakan pakan alami yang sesuai dengan kebutuhan ikan. Sedangkan rekayasa gen dapat diterapkan jika peralatan untuk melakukan rekayasa ini tersedia dimana dengan melakukan rekayasa gen dapat dibuat komoditas ikan budidaya yang disisipi gen yang menguntungkan bagi pembudidaya misalnya gen pertumbuhan. Pengembangbiakan ikan secara tradisional akan semakin kurang diminati dan akan beralih kepada sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan produksi pada ikan budidaya. Selain itu dalam membudidayakan ikan sangat dibutuhkan pakan alami pada fase larva dan benih. Oleh karena itu kemampuan sumberdaya manusia untuk memproduksi ikan budidaya sangat dibutuhkan. Selain itu dalam suatu budidaya ikan maka akan ada kendala yang dialami pembudidaya ikan yaitu adanya serangan hama dan penyakit ikan. Dengan mengkonsumsi ikan maka kebutuhan gizi manusia akan terpenuhi. xxviii . Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan keterbatasan lahan budidaya selanjutnya. Rekayasa kromosom antara lain adalah melakukan kegiatan ginogenesis. rekayasa gen dan terkini adalah rekayasa sel. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka penerapan teknologi yang terkini telah merambah dalam budidaya ikan. maka dibutuhkan suatu teknologi budidaya ikan pada lahan yang terbatas dan produktivitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pangan. Budidaya ikan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting saat ini dan masa yang akan datang. Dengan menerapkan teknologi budidaya ikan yang intensif dibutuhkan pemahaman tentang produksi pakan buatan yang ramah lingkungan tetapi sesuai dengan kebutuhan ikan budidaya.

Memelihara insfrastruktur dan lingkungan kerja Membina kerjasama 1. PETA KOMPETENSI KODE UNIT PBD.002U. Melakukan interaksi di tempat kerja 2. Memenuhi persyaratan ketenagakerjaan Memenuhi persyaratan kesehatan. PL 00. Melakukan pertemuan.01 JUDUL UNIT KOMPETENSI/SUB KOMPETENSI Memenuhi persyaratan kerja di DU/DI 1. keselamatan dan lingkungan di tempat kerja 1.01 PBD. Memelihara penampilan pribadi Menggunakan sistem komunikasi 1. menyelami dan mengarahkan klien dan pelanggan 3.01 . Melakukan tindakan kesehatan dan keselamatan kerja dalam kondisi bahaya/darurat 3.Dengan mempelajari buku teks ini diharapkan dapat memahami pengetahuan yang sangat mendasar dalam membudidayakan ikan. Dalam buku teks ini juga dijelaskan berbagai kemampuan dasar untuk melakukan suatu kegiatan yang langsung dapat diaplikasikan dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh berbagai kalangan. Mengikuti prosedur di tempat kerja untuk kesehatan dan keselamatan di tempat kerja 2.001U. Mengumpulkan. PL 00. Menyetujui kondisi dan ketentuan ketenagakerjaan 2. mencatat dan mengirim data xxix PBD.003U. PL 00.

PBD. Mengukur parameter kualitas air 4. 01 2. Mengambil sampel air di lapangan 3. PL 00. 006U.008U.PL 00. Membuat laporan Mengidentifikasi hama dan penyakit ikan xxx KODE UNIT .01 Mengidentifikasi parameter kualitas air 1. PL 00. Menentukan wadah 3.01 PBD. 3. peralatan dan cara kerja Menyiapkan peralatan Mengidentifikasi jenis peralatan Menentukan peralatan Mengontrol cara kerja peralatan Membuat laporan 1.PBD. Membuat laporan Menyiapkan wadah 1. Membuat jadwal kegiatan 2. 01 2. Menentukan lokasi 4. Mengontrol proses penggunaan wadah 4. PL 00.01 2. Mengatur bahan.004U. 4.007U. Mengumpulkan. PL00. Menanggapi masalah Membuat perencanaan kerja 1. 01 2. PBD. Mengidentifikasi persyaratan lokasi budidaya melalui kegiatan survey lapangan 3. PL 00. mencatat dan menyediakan informasi untuk memenuhi kebutuhan tempat kerja 3.005U. Merencanakan tahapan kegiatan penentuan lokasi budidaya PBD. Membuat laporan hasil identifikasi parameter kualitas air JUDUL UNIT KOMPETENSI/ELEMEN KOMPETENSI Menentukan lokasi budidaya 1. 009U. Menyiapkan peralatan dan bahan yang digunakan dalam identifikasi parameter kualitas air 2. Mengidentifikasi wadah PBD.

01 . Menentukan jenis ikan yang dikemas 3. Mengidentifikasi gejala serangan 3. Merencanakan kegiatan persiapan media pembenihan 2. Membuat laporan Mengemas ikan 1.005I. 011U.01 PBD. 01 1. Melakukan proses pemijahan ikan 2. Menentukan jenis parasit 4. Mencari order pemasaran 2. Mengambil sampel di lapangan PBD. Melakukan pengepakan ikan PBD.01 PBD.001I.PL 01.PL 01. Melaksanakan penjualan 3.003I. Menebar bibit pakan alami xxxi PBD.01 PBD.002I.PL 01. 010U. Menyiapkan kuota/target 4. Merencanakan tahapan kegiatan penentuan lokasi pembenihan 2. Menyiapkan teknik pengepakan 2. Membuat laporan Memasarkan ikan PBD.1. Mengidentifikasi jenis-jenis pakan alami 2. PL 00. Membuat laporan Mengelola induk ikan 1. Menyiapkan wadah pembenihan 3.PL 01. Menyeleksi induk siap pijah Memijahkan induk ikan 1. Memelihara calon induk ikan 2. Mengidentifikasi persyaratan lokasi pembenihan ikan 3. Menyiapkan media tempat tumbuhnya pakan alami 3. PL00.01 PBD. Mengontrol proses pemasaran Menentukan lokasi pembenihan ikan 1.PL 01.012U. Menangani telur 3. Menyeleksi calon induk jantan dan betina 3. PL 00. Memilih lokasi pembenihan ikan 4.004I. Menetaskan telur Mengkultur pakan alami 1. 01 4. Melakukan pematangan gonad induk ikan 4. 01 2. Menyiapkan air untuk pembenihan 4. Membuat laporan Menyiapkan media pembenihan ikan 1.

01 PBD. Mengambil sampel untuk menduga pertumbuhan benih ikan 3.PL 02.012I.01 PBD. Membuat kesepakatan 3.01 PBD.PBD.011I. Menebar benih ikan 3. Menyiapkan air untuk pendederan ikan 4.PL. Merencanakan kegiatan pemanenan hasil pembenihan 2.01 Memelihara larva ikan 1.PL 02. Merencanakan kegiatan pemantauan pertumbuhan benih ikan 2. Menyiapkan wadah pendederan ikan 3. Mengamati perkembangan larva 4.007I. Merencanakan kegiatan penebaran benih ikan 2. Membuat laporan Menentukan lokasi pendederan ikan 1.PL. Melakukan perhitungan laba rugi 5. Melakukan transaksi 4. Memberi pakan larva 3. Merencanakan kegiatan persiapan pendederan ikan 2. Mengidentifikasi persyaratan lokasi pendederan ikan 3. Membuat laporan Memantau pertumbuhan benih ikan pada pendederan 1.01 . Membuat laporan Menebar benih ikan pada pendederan 1. Membuat laporan Memasarkan hasil pembenihan ikan 1.01.01 PBD.009I.008I. Merawat larva ikan 2. Mengemas benih ikan 4.01.PL 02.PL 02. Membuat laporan Menyiapkan media pendederan ikan 1. Menangani hama dan penyakit pada pemeliharaan larva 5.006I.01 PBD.PL 01.010I. Melakukan pemananen benih ikan 3. Memantau kualitas dan kuantitas air pada pemeliharaan larva Memanen hasil pembenihan ikan 1. Mengidentifikasi calon pembeli 2. Merencanakan tahapan kegiatan penentuan lokasi pendederan ikan 2. Memilih lokasi pendederan 4. Melakukan sortasi xxxii PBD.

014I. Mengidentifikasi kualitas dan kuantitas air pada pendederan ikan 3. Melakukan transaksi 4. Membuat laporan Mengelola pakan benih ikan pada pendederan 1.PL 02. Mencatat kejadian serangan penyakit 5. Membuat laporan PBD. Membuat laporan Memasarkan hasil pendederan ikan 1. Membuat laporan Menentukan lokasi pembesaran ikan xxxiii .017I. Melakukan perhitungan laba rugi 5.PL 02.013I. Membuat laporan Mengendalikan hama dan penyakit pada pendederan ikan 1. Mengidentifikasi hama dan penyakit 3.016I. Mengidentifikasi jenis-jenis pakan untuk benih ikan 2. Merencanakan kegiatan pengelolaan pakan benih ikan 3.PBD. Mengidentifikasi calon pembeli 2.PL 02.01 PBD. Mengelola kualitas dan kuantitas air pada pendederan ikan 4. Membuat kesepakatan 3.01 PBD. waktu dan frekuensi pemberian pakan 4. Merencanakan kegiatan monitoring hama dan penyakit 2.01 Mengelola kualitas dan kuantitas air pada pendederan ikan 1.015I.01 4. Membuat laporan Memanen hasil pendederan ikan 1 Merencanakan kegiatan pemanenan hasil pendederan ikan 2.01 PBD. Memanen benih ikan 3.PL 02. Merencanakan kegiatan pengelolaan kualitas dan kuantitas air 2.PL 02. Melakukan pengobatan ikan 4. Menentukan jumlah.

01 xxxiv . Merencanakan kegiatan penebaran benih ikan 2. Menebar benih ikan 3.020I.PL 03. Merencanakan kegiatan monitoring hama dan penyakit 2. Membuat laporan Mengendalikan hama dan penyakit pada pembesaran ikan 1.PL 03. Menentukan jumlah.01 PBD. Melakukan pengobatan ikan 4. Membuat laporan Menyiapkan media pembesaran ikan 1. Merencanakan kegiatan pengelolaan pakan pembesaran ikan 3. Merencanakan kegiatan persiapan pembesaran ikan 2.021I. Melakukan sortasi 4. Merencanakan kegiatan pemantauan pertumbuhan ikan 2.PL 03. Mencatat kejadian serangan penyakit 5. waktu dan frekuensi pemberian pakan 4. 2. Mengambil sampel untuk menduga pertumbuhan ikan 3. Membuat laporan Menebar benih ikan pada pembesaran 1.PL 03. Membuat laporan Memantau pertumbuhan ikan pada pembesaran 1.023I. Membuat laporan Mengelola pakan pembesaran ikan 1. Mengidentifikasi jenis-jenis pakan untuk pembesaran ikan 2.019I. Menyiapkan wadah pembesaran ikan 3.01 Merencanakan tahapan kegiatan pemilihan lokasi Mengidentifikasi persyaratan lokasi pembesaran ikan 3. Membuat laporan Memanen hasil pembesaran ikan PBD. PBD.PL 03. Menyiapkan media pembesaran ikan 4. Memilih lokasi pembesaran ikan 4.PBD.01 1.01 PBD.018I.PL 03. Mengidentifikasi hama dan penyakit pada pembesaran ikan 3.022I.01 PBD.

01 PBD.PL 03.024I. PBD.1.025I. Melakukan pemanenan 3. Membuat laporan Memasarkan hasil pembesaran ikan 1.PL 03. Membuat laporan xxxv . Melakukan penghitungan laba rugi 5. Mengemas ikan hasil pembesaran 4. Melakukan kesepakatan 3. Mengidentifikasi calon pembeli ikan 2.01 Merencanakan kegiatan pemanenan ikan hasil pembesaran 2. Melakukan transaksi 4.

Dari ketiga jenis perairan tersebut dapat dihasilkan suatu produksi perikanan yang memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.59 juta hektar (Ha) yang terdiri dari potensi air tawar 2. Sekolah Menengah Kejuruan merupakan 1 . menurut Freddy Numberi (2006). 40 persen pada budidaya air payau dan 0. Pemanfaatannya hingga saat ini masing-masing baru 10.48 juta ton.1 persen untuk budidaya ikan air tawar.14 juta ha. Potensi perikanan budidaya secara nasional diperkirakan sebesar 15.6 juta ton.01 persen untuk budidaya laut. akan menargetkan produksi perikanan pada tahun 2006 mencapai 7. perairan payau dan perairan laut. Wilayah perairan di Indonesia berdasarkan kandungan kadar garamnya atau salinitas dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis perairan yaitu perairan tawar. sehingga secara nasional produksi perikanan budidaya baru mencapai 1.22 juta ha dan budidaya laut 12. serta konsumsi ikan menjadi 28kg/kapita/tahun. Oleh karena itu. air payau dan air laut sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia.1 juta ton dan produksi perikanan budidaya sebesar 2. Berdasarkan target produksi perikanan budidaya yang telah ditetapkan oleh Departemen Kelautan dan Perikanan maka Departemen Pendidikan Nasional sebagai departemen yang akan menciptakan sumber daya manusia yang bergelut dibidang kelautan dan perikanan untuk membuat suatu perangkat pendidikan agar dihasilkan sumber daya manusia yang kompeten sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang saat ini. Perikanan budidaya baik perikanan air tawar. untuk tahun 2006 Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.23 juta ha.BAB I PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara dengan luas perairan hampir dua pertiga dari luas wilayahnya yaitu sekitar 70%. yang terdiri dari produksi perikanan tangkap sebesar 5. air payau 1.7 juta ton atau meningkat sebesar 13%.

teknologi pakan buatan. konstruksi wadah budidaya dan persiapan wadah budidaya ikan yang akan dipergunakan untuk kegiatan budidaya maka akan diperoleh peningkatan produktivitas dalam budidaya ikan. Dan juga akan dibahas tentang bagaimana menyiapkan wadah budidaya ikan yang akan dipergunakan untuk kegiatan budidaya sesuai dengan kaidahkaidah dalam melakukan kegiatan budidaya. sedangkan budidaya ikan air payau 2 . payau dan laut. Dalam buku Budidaya Ikan ini akan dibahas tentang berbagai topik yang sangat mendukung pemahaman tentang bagaimana cara melakukan budidaya ikan sesuai dengan kaidahkaidah dalam melakukan kegiatan produksi budidaya ikan. Selain itu juga akan dibahas tentang bagaimana konstruksi dari setiap wadah yang akan dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya ikan yang sesuai dengan tingkat/level produksi yang diterapkan.salah satu jenjang pendidikan yang akan menciptakan sumberdaya manusia tingkat menengah yang trampil dan kompenten sesuai dengan bidang keahliannya masingmasing. Oleh karena itu Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Pembinaan SMK. budidaya air payau (brackishwater culture) dan budidaya laut (mariculture). bak. yang dalam kegiatan produksi akuakultur dikenal sebagai budidaya air tawar (freshwater culture). Salah satu bidang keahlian yang ada pada SMK ini adalah Budidaya Ikan/Budidaya Perairan. Dirjen Mandikdasmen mengadakan kegiatan penulisan buku teks yang dapat digunakan bagi semua kalangan pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di SMK. akuarium dan karamba jaring terapung. nutrisi ikan. Topik-topik pembelajaran ini dikelompokkan dalam beberapa bab yaitu wadah budidaya ikan. Dengan memahami berbagai macam wadah budidaya. Budidaya Air Payau dan Budidaya Air laut ini diberi judul Budidaya Ikan. media budidaya ikan. hama penyakit ikan dan genetika ikan. Saat ini ketersediaan buku teks tentang budidaya ikan di Indonesia masih sangat terbatas. teknologi produksi pakan alami. Wadah budidaya ikan Dalam bab ini akan dibahas tentang berbagai macam wadah yang dapat dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya ikan antara lain adalah kolam/tambak. Dalam bidang keahlian ini akan dipelajari berbagai macam hal tentang budidaya ikan dari berbagai macam perairan baik tawar. Salah satu alat bantu yang dapat membantu dalam kegiatan belajar mengajar di SMK adalah buku. pengembangbiakan ikan. Berdasarkan keberadaan dan lokasi perairan yang ada di Indonesia maka kegiatan budidaya ikan air tawar akan lebih banyak dilakukan pada masyarakat yang tinggal di daerah dataran rendah atau dataran tinggi. Buku teks yang akan dipergunakan untuk kegiatan pembelajaran di SMK bagi bidang keahlian Budidaya Air tawar.

bawal.dapat dilakukan pada masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah sekitar pantai. tawes. bawal. samadar. bandeng. benih ikan konsumsi. ikan mas. sidat. sepat. ikan hias air tawar. patin. Tabel 1. bandeng. Pada masyarakat yang hidup di daerah pantai dimana pantainya mempunyai perairan laut yang terlindung dari ombak dan badai seperti teluk. kakap. bawal. patin. patin. sidat.1. nila. sistem budidaya ikan dan beberapa komoditas yang sudah lazim dibudidayakan di Indonesia dapat dilihat pada Tabel 1. mujair. dan Gambar 1. selat dan perairan dangkal yang terlindung dapat melakukan kegiatan budidaya ikan.1. gurami. Berdasarkan jenis wadah budidaya ikan yang dipilih oleh para pembudidaya ikan di Indonesia. kakap. ikan nila Ikan hias. patin. Komoditas akuakultur yang sudah lazim dibudidayakan dalam sistem budidaya di Indonesia. ikan mas. kakap putih. ikan hias. Berdasarkan lokasi budidaya ikan tersebut dapat dilakukan pemilihan terhadap wadah budidaya ikan yang sesuai dengan karakteristik setiap lokasi budidaya. samadar. Sistem Kolam air tenang Komoditas Ikan mas. gurami.1 – 1. udang windu. kowan. betutu Ikan mas. nila. mujair. ikan hias laut. rumput laut. pakan alami Ikan mas Udang windu. ikan hias laut. nila. kerapu. mujair.20 Berbagai macam komoditas ikan budidaya. sidat. udang galah. ikan hias air tawar Ikan mas. udang windu. mola. udang galah Kerapu. plankton pakan alami Kolam air deras Tambak Jaring apung Jaring tancap Keramba Kombongan Akuarium/tangki/bak 3 . nila.menurut Effendi (2004). mujair. gurami. gurami. muara sungai atau rawa payau. nila. belanak. bandeng. kepiting bakau. Kerapu. tambakan.

Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy) Gambar 1. Ikan Mas (Cyprinus carpio) Gambar 1.5.1.3.Gambar 1.4. Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) Gambar 1.2. Ikan Patin (Pangasius hiphothalamus) 4 . Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Gambar 1.

10.Gambar 1. Ikan tawes ( Puntius gonionotus) Gambar 1. Ikan tambakan (Helestoma temmincki) 5 . Ikan kowan (Ctenopharyngodon idella) Gambar 1.11. Ikan lele (Clarias sp) Gambar 1.6. Ikan sepat (Trichogaster pectolaris ) Gambar 1.7.8.9. Ikan bawal (Colosoma brachyponum) Gambar 1.

18.13. Ikan bandeng (Chanos chanos) Gambar 1.Gambar 1.) Gambar 1.14.19. Ikan sidat (Anguilla sp.12. Ikan kerapu (Chromileptes altivelis) Gambar 1. Kerapu merah (Plectropomus maculatus) Gambar 1. Lobster Air tawar (Cherax Quadricarinatus) 6 .15. Ikan betutu (Oxyeleotris marmorata) Gambar 1.16. Udang Vanamei (Penaeus vannamei) Gambar 1.17. Ikan kakap putih (Lates calcariver) Gambar 1.

jika manusia melakukan kegiatan budidaya yaitu memproduksi organisme tersebut dalam suatu lingkungan perairan yang terbatas dan terkontrol dengan baik maka manusia harus memahami tentang lingkungan perairan dimana ikan tersebut dapat tumbuh dan berkembangbiak seperti di habitat aslinya.tangki dari bahan serat fiber dan akuarium. Lingkungan perairan tempat ikan yang dibudidayakan tumbuh dan berkembang biasa disebut dengan media.20. waduk. Berdasarkan asalnya sumber air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu air permukaan dan air tanah. danau 7 Media Budidaya Ikan Ikan sebagai salah satu jenis organisme yang hidup pada suatu . Dalam bahasan sumber air berisi tentang sumber air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan ada beberapa macam. berbagai macam parameter kualitas air yang akan mendukung kegiatan budidaya ikan dan bagaimana kita melakukan pengukuran terhadap beberapa parameter kualitas air yang sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup oragnisme air yang akan dibudidayakan. Media yang dapat dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya ikan ada beberapa persyaratan-persyaratan agar ikan dapat tumbuh dan berkembangbiak pada wadah yang terbatas tersebut. Pada kegiatan budidaya ikan air tawar. Sedangkan beberapa jenis wadah budidaya ikan yang dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya ikan diperairan umum antara lain adalah jaring apung. Ikan Beronang Lada (Siganus gutatus) Berdasarkan sistem budidaya ikan tersebut maka dapat dipilih beberapa wadah budidaya ikan yang akan dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya yaitu kolam yang dapat dikelompokkan menjadi kolam air deras dan kolam air tenang berdasarkan sumber air yang dipergunakan dalam kegiatan budidaya. payau ataupun laut dibutuhkan benih ikan dan induk ikan yang dapat menggunakan jenis wadah budidaya antara lain adalah bak. Dalam buku teks ini akan dibahas tentang berbagai macam sumber air yang dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya ikan.Gambar 1. Air permukaan yaitu air hujan yang mengalami limpasan/berakumulasi sementara ditempat-tempat rendah misalnya : air sungai. jaring tancap. Oleh karena itu dalam buku teks ini akan dibahas tentang berbagai macam wadah budidaya ikan antara lain adalah kolam/ tambak. akuarium dan karamba jaring terapung. bak. perairan. karamba dan kombongan.

sehingga jika terjadi fluktuasi terhadap beberapa parameter kualitas air pada suatu lingkungan budidaya segera dilakukan penanganan dengan memberikan perlakuan khusus pada media budidaya. Sedangkan pada aspek secara biologi akan dibahas tentang kepadatan dan kelimpahan plankton pada suatu wadah budidaya ikan yang sesuai untuk media budidaya ikan. kimia dan biologi dengan menggunakan beberapa peralatan pengukuran kualitas air yang sangat mudah pengoperasionalan alatnya dan tersedia dibeberapa tempat budidaya. Seperti diketahui bahwa organisme air yang dipelihara dalam suatu wadah budidaya mempunyai kemampuan untuk beradaptasi dengan media dimana ikan itu hidup. kekentalan/viscosity. Pada topik pengukuran parameter kualitas air akan dibahas beberapa parameter kualitas air dari aspek fisik. suhu air. Ilmu yang mendasari 8 .dan rawa. Pada topik tentang parameter kualitas air akan dibahas tentang beberapa parameter kualitas air dari berbagai aspek antara lain adalah aspek fisik. Dengan melakukan kegiatan budidaya maka kebutuhan manusia akan ikan akan selalu tersedia sesuai dengan permintaan. Sumber air permukaan tersebut sudah banyak dipergunakan untuk kegiatan budidaya ikan. bahan organik dan garam mineral. waduk. danau. Air tanah yang saat ini digunakan untuk kegiatan budidaya dapat diperoleh melalui cara pengeboran air tanah dengan kedalaman tertentu sampai diperoleh titik sumber air yang akan keluar dan dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya. karbondioksida. rawa dan badan air lainnya yang tidak mengalami infiltrasi kedalam. tegangan permukaan. aspek kimia dan aspek biologi. Sedangkan air tanah yaitu air hujan yang mengendap atau air yang berada dibawah permukaan tanah. Dari aspek fisik akan dibahas secara detail tentang beberapa parameter fisik dari suatu perairan yang sangat berpengaruh dalam melakukan kegiatan budidaya ikan antara lain adalah kepadatan/berat jenis air. Pengembangbiakan ikan Ikan sebagai salah satu jenis organisme perairan yang sudah dapat dibudidayakan oleh manusia. Dalam melakukan kegiatan budidaya ikan untuk memperoleh hasil produksi yang maksimal dilakukan suatu program pengembangbiakan terhadap ikan yang akan dibudidayakan. nitrogen. kecerahan dan kekeruhan air serta salinitas. Pada aspek secara kimia akan dibahas secara detail tentang beberapa parameter kimia yang sangat berpengaruh pada media budidaya ikan antara lain adalah oksigen. Selain itu air permukaan dapat juga didefenisikan sebagai air yang berada disungai. Dengan mengetahui nilai parameter kualitas air pada suatu media budidaya maka akan dapat dicegah suatu kejadian yang dapat merugikan bagi organisme air yang dibudidayakan sehingga tidak merugikan manusia. pH. alkalinitas dan kesadahan.

dalam program pengembangbiakan ikan adalah tentang biologi ikan, fisiologi ikan, kebiasaan hidup ikan, reproduksi ikan dan berbagai ilmu tentang rekayasa siklus reproduksi ikan. Ikan yang akan dibudidayakan harus dikelola dengan baik tentang persediaan induk ikan yang akan dibudidayakan. Pengembangbiakan ikan peliharaan akan berhasil jika tersedia induk yang baik. Ketersediaan induk ikan budidaya harus dikelola dengan baik untuk memperoleh benih ikan yang tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat jenis dan tepat harga. Oleh karena itu dalam buku ini akan dibahas tentang beberapa hal yang berperan penting dalam melakukan program pengembangbiakan ikan budidaya. Ikan yang akan dibudidayakan adalah ikan yang telah mengalami domestikasi dalam lingkungan budidaya. Domestikasi adalah pemindahan suatu organisme dari habitat lama ke habitat baru dalam hal ini manusia biasa memperoleh ikan dengan cara mengambil dari alam kemudian dipelihara dalam suatu lingkungan yang terbatas yaitu kolam pemeliharaan. Suatu jenis ikan dalam sistem budidaya ikan dapat dikelompokkan berdasarkan tingkat domestikasinya menjadi empat tingkat yaitu : 1. Domestikasi sempurna, yaitu apabila seluruh siklus hidup ikan sudah dapat dipelihara di dalam sistem budidaya. Contoh beberapa jenis ikan asli Indonesia yang sudah terdomestikasi sempurna antara lain adalah ikan gurame, ikan baung dan bandeng.

2. Domestikasi dikatakan hampir sempurna apabila seluruh siklus hidupnya sudah dapat dipelihara di dalam sistem budidaya, tetapi keberhasilannya masih rendah. Ikan asli Indonesia yang terdomestikasi hampir sempurna antara lain adalah ikan betutu, balashark dan arwana. 3. Domestikasi belum sempurna apabila baru sebagian siklus hidupnya yang dapat dipelihara di dalam sistem budidaya. Contohnya antara lain adalah ikan Napoleon, ikan hias laut, ikan tuna. 4. Belum terdomestikasi apabila seluruh siklus hidupnya belum dapat dipelihara di dalam sistem budidaya. Jenis-jenis ikan yang sudah dapat dibudidayakan di Indonesia sangat banyak jumlahnya ada yang berasal dari perairan Indonesia asli atau diintroduksi dari negara lain.Jenis ikan introduksi yang sudah terdomestikasi secara sempurna di Indonesia adalah ikan Mas dan ikan Nila. Dengan banyaknya jenis ikan yang sudah terdomestikasi secara sempurna akan memudahkan manusia untuk melakukan kegiatan pengembangbiakan. Pengembangbiakan ikan budidaya dapat dilakukan dengan cara tradisional, semi intensif ataupun intensif. Dengan melakukan pengembangbiakan ikan maka ketersediaan benih ikan secara kualitas dan kuantitas akan memadai. Penyediaan benih ikan budidaya saat ini dapat dilakukan oleh masyarakat dengan cara menangkap benih ikan dari alam (sungai, danau, laut dan sebagainya) 9

atau dengan cara melakukan proses pemijahan ikan di dalam wadah budidaya. Pemijahan ikan budidaya di dalam wadah budidaya dapat dilakukan dengan tiga metode yaitu pemijahan ikan secara alami, pemijahan ikan secara semi buatan dan pemijahan ikan secara buatan. Pemijahan ikan secara alami adalah pemijahan ikan tanpa campur tangan manusia, terjadi secara alamiah (tanpa pemberian rangsangan hormon) di dalam wadah budidaya. Jenis ikan yang sudah dapat dilakukan pemijahan secara alami didalam wadah budidaya antara lain adalah ikan Mas, ikan Nila, ikan Bandeng, ikan Kerapu, ikan Kakap, ikan Gurame, ikan Baung, ikan Lele. Pemijahan ikan secara semi intensif adalah pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad, tetapi proses ovulasinya terjadi secara alamiah di kolam. Jenis ikan yang sudah dapat dilakukan pemijahan secara semi buatan antara lain adalah ikan Bawal, ikan Lele, ikan Kakap, ikan Kerapu. Pemijahan ikan secara buatan adalah pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad serta proses ovulasinya dilakukan secara buatan dengan teknik stripping/pengurutan. Jenis ikan yang sudah dapat dilakukan pemijahan secara buatan antara lain adalah ikan Patin, ikan Mas, ikan Lele. Dalam buku ini akan dibahas tentang bagaimana cara melakukan kegiatan produksi budidaya ikan mulai dari

kegiatan pembenihan ikan, kegiatan pendederan ikan, kegiatan pembesaran ikan dan kegiatan pemanenan ikan. Kegiatan pembenihan ikan merupakan suatu kegiatan budidaya yang menghasilkan benih ikan. Benih ikan dalam budidaya ikan diperoleh dari induk ikan, oleh karena itu sebelum melakukan kegiatan pembenihan ikan harus dipahami terlebih dahulu tentang teknik seleksi induk ikan, karena benih ikan yang unggul diperoleh dari induk yang unggul. Jika dalam melakukan kegiatan pembenihan ikan tidak memperhatikan tentang seleksi induk yang baik maka akan memperoleh benih ikan yang tidak bermutu. Benih ikan yang diperoleh dari hasil pembenihan ikan akan dilakukan tahapan pemeliharaan yang disebut dengan kegiatan pendederan. Pendederan adalah kegiatan pemeliharaan ikan untuk menghasilkan benih yang siap ditebarkan pada kegiatan pembesaran ikan. Pada beberapa jenis ikan air tawar ada beberapa tahapan kegiatan pendederan ikan untuk mempercepat siklus perputaran produksi, seperti pada budidaya ikan mas ada beberapa tahapan pendederan, misalnya pendederan pertama menghasilkan benih ikan berukuran 2 – 3 cm, pendederan kedua menghasilkan benih ikan berukuran 5 – 8 cm. Baru kemudian berlanjut pada kegiatan produksi selanjutnya yaitu pembesaran ikan. Kegiatan pembesaran ikan merupakan kegiatan budidaya yang memelihara benih ikan sampai berukuran konsumsi. Dengan melakukan seluruh kegiatan budidaya ikan mulai 10

dari pembenihan sampai pembesaran ikan maka kegiatan pengembangbiakan ikan budidaya telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan manusia akan sumber pangan dan non pangan yang relatif murah.

buatan harus diperhatikan tentang kandungan zat gizinya agar ikan yang diberi pakan tersebut dapat tumbuh dan berkembang. Dengan memahami kebutuhan nutrisi setiap ikan yang dibudidayakan maka kebutuhan zat gizi ikan akan terpenuhi. Seperti diketahui pakan atau makanan yang dikonsumsi oleh ikan melupakan sumber energi utama dalam tubuh ikan. Makanan yang masuk kedalam tubuh ikan akan diubah menjadi energi kimia dan disimpan oleh tubuh dalam bentuk ATP (Adenosin triphosphat). Energi yang diperoleh dari makanan itu yang akan digunakan oleh ikan untuk kegiatannya. Dalam buku ini akan dibahas tentang penggunaan energi yang berasal dari pakan oleh ikan dan bagaimana penyebarannya dalam proses metabolisme ikan. Energi yang diperoleh dari makanan akan dapat memberikan pertumbuhan dan perkembangan ikan budidaya jika makanan yang diberikan mempunyai kandungan nutrisi yang cukup untuk setiap jenis ikan. Oleh karena itu sangat penting mengetahui kebutuhan energi untuk setiap jenis ikan. Seperti diketahui bahwa pakan buatan harus mengandung energi lebih dari 3000 kilokalori agar dapat memberikan pertumbuhan yang baik bagi ikan budidaya. Setelah memahami tentang energi yang dibutuhkan oleh setiap jenis ikan maka pengetahuan tentang sumber nutrien utama sebagai sumber energi yaitu protein, lemak dan karbohidrat serta vitamin dan mineral harus dipelajari agar 11

Nutrisi ikan
Kajian tentang nutrisi ikan sangat diperlukan untuk memahami kebutuhan ikan akan zat gizi yang dibutuhkan ikan agar tumbuh dan berkembang. Zat gizi yang dibutuhkan oleh ikan agar dapat tumbuh dan berkembang meliputi tentang kandungan protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Zat gizi tersebut pada setiap jenis ikan mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu sangat diperlukan pengetahuan tentang kebutuhan zat gizi tersebut bagi setiap jenis ikan yang akan dibudidayakan. Dalam kegiatan budidaya ikan biasanya para petani ikan sangat membutuhkan pakan yang akan diberikan pada ikan yang dibudidayakan pada wadah budidaya. Pakan yang diberikan ada dua jenis yaitu pakan alami dan pakan buatan. Pakan alami adalah jasad hidup yang diberikan sebagai pakan pada organisme air. Sedangkan pakan buatan adalah pakan yang dibuat dari berbagai macam bahan baku hewani dan nabati dengan memperhatikan kandungan gizi, sifat dan ukuran ikan yang akan mengkonsumsi pakan tersebut dengan cara dibuat oleh manusia dengan bantuan peralatan pakan. Pada pakan alami dan pakan

kebutuhan ikan akan nutrisi tercukupi. Protein adalah suatu molekul komplek yang besar (makromolekul), yang terbentuk dari molekul asam amino (20 macam), dimana asam amino satu sama lain berhubungan dengan ikatan peptida. Protein merupakan nutrisi utama yang mengandung nitrogen dan merupakan unsur utama dari jaringan dan organ tubuh hewan dan juga senyawa nitrogen lainnya seperti asam nukleat, enzim, hormon, vitamin dan lain-lain. Protein dibutuhkan sebagai sumber energi utama karena protein ini terus menerus diperlukan dalam makanan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan yang rusak. Protein sangat dibutuhkan oleh ikan sebagai sumber utama energi dan pada ikan kebutuhan protein ini bervariasi bergantung pada jenis ikan yang dibudidayakan. Kebutuhan ikan akan protein ini berkisar antara 20 – 60% dan kebutuhan protein ini sudah sampai pada kebutuhan asam amino setiap jenis ikan dimana setiap jenis ikan kebutuhannnya akan asam amino sangat spesifik. Protein yang diberikan pada ikan budidaya tidak boleh berlebih ataupun kekurangan harus tepat karena kalau berlebih ataupun kekurangan akan memberikan pertumbuhan yang negatif. Kelebihan protein dalam pakan akan mengakibatkan ikan memerlukan energi ekstra untuk melakukan proses deaminasi dan mengeluarkan amoniak sebagai senyawa yang bersifat racun sehingga energi yang digunakan untuk pertumbuhan akan berkurang. Kekurangan protein dalam pakan jelas akan mengakibatkan pertumbuhan yang negatif karena

protein yang disimpan didalam jaringan otot akan dirombak menjadi sumber energi sehingga pertumbuhan menjadi terhambat. Pengetahuan nutrisi ikan selanjutnya adalah karbohidrat, karbohidrat adalah senyawa organik yang terdiri dari unsur karbon, hidrogen dan oksigen dalam perbandingan yang berbeda-beda. Karbohidrat adalah sumber energi yang murah dan dapat menggantikan protein yang mahal sebagai sumber energi. Karbohidrat pada manusia dan hewan darat merupakan sumber energi utama sedangkan pada ikan karbohidrat merupakan sumber energi yang disebut dengan Protein Sparring Effect yaitu karbohidrat dapat digunakan sebagai sumber energi pengganti bagi protein , karbohidrat sebagai mitra protein jika tubuh kekurangan protein maka karbohidrat akan dipecah sebagai pengganti energi yang berasal dari protein. Dengan menggunakan karbohidrat dan lemak sebagai sumber bahan baku maka hal ini dapat mengurangi harga pakan. Pemanfaatan karbohidrat sebagai sumber energi dalam tubuh dapat juga dipengaruhi oleh aktivitas enzim dan hormon. Enzim dan hormon ini penting untuk proses metabolisme karbohidrat dalam tubuh seperti glikolisis, siklus asam trikarboksilat, jalur pentosa fosfat, glukoneogenesis dan glikogenesis. Selain itu dalam aplikasi pembuatan pakan karbohidrat seperti zat tepung, agaragar, alga, dan getah dapat juga digunakan sebagai pengikat makanan (binder) untuk meningkatkan kestabilan pakan 12

dalam air pada pakan ikan dan udang. Kemampuan setiap jenis ikan dalam memanfaatkan karbohidrat berbedabeda, kebutuhan karbohidrat bagi ikan budidaya berkisar antara 20 – 40%. Hal ini dikarenakan enzim yang mencerna karbohidrat yaitu amilase pada ikan omnivora dan herbivora aktivitasnya lebih tinggi dibandingkan dengan ikan karnivora, oleh karena itu pada pencernaan karbohidrat pada ikan karnivora lebih rendah dibandingkan dengan ikan herbivora dan omnivora. Selain itu kemampuan sel memanfaatkan glukosa sebagai bentuk sederhana dari karbohidrat dan sumber energi yang paling cepat diserap didalam sel pada ikan herbivora dan omnivora lebih besar dibandingkan dengan ikan karnivora. Pengetahuan tentang kebutuhan karbohidrat pada komposisi nutrisi pakan setiap jenis ikan perlu dipelajari agar dapat menyusun kebutuhan nutrisi ikan yang tepat dan murah. Kebutuhan nutrien ikan selanjutnya adalah lemak. Lemak sebenarnya adalah bagian dari lipid. Lipid adalah senyawa organik yang tidak larut dalam air tapi dapat diekstraksi dengan pelarut nonpolar seperti kloroform, eter dan benzena. Lipid itu terdiri dari lemak, minyak, malam dan senyawa-senyawa lain yang ada hubungannya. Perbedaan lemak dan minyak adalah pada titik cairnya dimana lemak cenderung lebih tinggi titik cairnya karena molekulnya lebih berat dan rantai molekulnya lebih panjang. Kebutuhan ikan akan lemak juga bervariasi antara 4 – 18% dan

setiap jenis ikan mempunyai kebutuhan yang spesifik. Nutrien yang digunakan oleh ikan sebagai katalisator (pemacu) terjadinya proses metabolisme di dalam tubuh ikan adalah vitamin. Vitamin merupakan salah satu nutrien yang bukan merupakan sumber tenaga tetapi sangat dibutuhkan untuk kelangsungan semua proses di dalam tubuh. Vitamin merupakan senyawa organik dan biasa disebut dietary essensial yaitu harus diberikan dari luar tubuh karena tubuh tidak dapat mensintesis sendiri, kecuali beberapa vitamin misalnya vitamin C pada ayam dan vitamin B pada ruminansia. Menurut Steffens (1989) vitamin adalah senyawa organik dengan berat molekul rendah dengan komposisi dan fungsi yang beragam dimana sangat penting untuk kehidupan tetapi tidak dapat disintesis (atau hanya disintesis dalam kuantitas yang tidak cukup/terbatas) oleh hewan tingkat tinggi dan oleh sebab itu harus disuplai dari makanan. Vitamin dibutuhkan oleh ikan dalam jumlah yang tidak banyak tetapi kekurangan vitamin dalam komposisi pakan akan membawa dampak negatif bagi ikan budidaya. Pada buku teks ini akan dibahas tentang berbagai macam vitamin, fungsi dan peranannya, kebutuhan berbagai jenis ikan akan vitamin dan dampak yang diakibatkan jika dalam komposisi pakan kekurangan vitamin. Vitamin berdasarkan klasifikasinya dikelompokkan menjadi dua yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam air mempunyai sifat bergerak 13

bebas didalam badan, darah dan limpa, mudah rusak dalam pengolahan, mudah hilang karena tercuci atau terlarut oleh air keluar dari bahan, tidak stabil dalam penyimpanan, kecuali vitamin B12 dapat disimpan dalam hati selama beberapa tahun, berfungsi sebagai koenzim atau kofaktor dalam reaksi enzimatik, kecuali vitamin C dan kelebihan vitamin ini di dalam tubuh akan dieksresikan ke dalam urin. Jenis vitamin yang larut dalam air adalah vitamin B1 (Tiamin), vitamin B2 (Riboflavin), vitamin B3 (Niasin), vitamin B5 (Asam pantotenat), vitamin B6 (Piridoksin), vitamin B12 (Kobalamin), biotin, asam folat, inositol, kolin dan vitamin C. Kelompok yang kedua adalah vitamin yang larut dalam lemak. Kelompok vitamin yang larut dalam lemak mempunyai sifat dapat disimpan dalam hati dan jaringanjaringan lemak, tidak larut dalam air maka vitamin ini tidak dapat dikeluarkan atau dieksresikan akibatnya vitamin ini dapat ditimbun dalam tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Kelompok vitamin ini terdiri dari vitamin A, vitamin D, vitamin E dan vitamin K. Kebutuhan ikan akan vitamin sangat ditentukan oleh ukuran atau umur ikan, kandungan nutrien pakan, laju pertumbuhan dan lingkungan dimana ikan itu hidup. Vitamin merupakan koenzim yang sangat diperlukan dalam metabolisme tubuh. Bila kekurangan vitamin maka ikan akan memberikan gejala-gejala yang spesifik untuk setiap jenis vitamin. Penggunaan vitamin dalam pakan ikan biasanya memakai vitamin yang sintetik karena ikan tidak dapat

menggunakan bahan makanan yang segar, kecuali pada beberapa jenis ikan herbivora yang dapat memanfaatkan vitamin dari daun. Pada proses pembuatan pakan ikan, kehilangan vitamin tidak dapat dihindarkan karena sifat vitamin tersebut. Oleh karena itu perlu diperhitungkan kandungan vitamin yang tepat pada waktu menyusun formulasi pakan. Nutrien selanjutnya yang bukan merupakan sumber energi tetapi berperan sebagai kofaktor dalam setiap proses metabolisme adalah mineral. Mineral merupakan unsur anorganik yang dibutuhkan oleh organisme perairan (ikan) untuk proses hidupnya secara normal. Ikan sebagai organisme air mempunyai kemampuan untuk menyerap beberapa unsur anorganik ini tidak hanya dari makanannya saja tetapi juga dari lingkungannya. Jumlah mineral yang dibutuhkan oleh ikan dalam jumlah yang sedikit tetapi mempunyai fungsi yang sangat penting. Dalam penyusunan pakan buatan mineral mix biasanya ditambahkan berkisar antara 2 – 5 % dari total jumlah bahan dan bergantung pada jenis ikan yang akan mengkonsumsinya. Walaupun sangat sedikit yang dibutuhkan oleh ikan mineral mempunyai fungsi yang sangat utama dalam tubuh ikan. Dalam buku teks ini akan dijelaskan secara detail tentang kebutuhan mineral pada ikan yang dibudidayakan serta dampak yang diakibatkan jika ikan kekurangan mineral dalam komposisi pakannya. Mineral berdasarkan konsentrasinya di dalam tubuh hewan dikelompok14

kan menjadi dua kelompok, kelompok pertama adalah mineral makro yaitu mineral yang konsentrasinya dalam tubuh organisme dibutuhkan dalam jumlah besar (lebih dari 100 mg/kg pakan kering) terdiri dari Calsium (Ca), Magnesium (Mg), Sodium (Na), Potassium (K), Phosphorus (P), Clorine (Cl) dan Sulphur (S). Kelompok yang kedua adalah mineral mikro yaitu mineral yang konsentrasinya dalam tubuh setiap organisme dibutuhkan dalam jumlah sedikit (kurang dari 100 mg/kg pakan kering) terdiri dari Besi (Fe), Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Seng (Zn), Cobalt (Co), Molybdenum (Mo), Cromium (Cr), Selenium (Se), Fluorinr (F), Yodium (I), Nickel (Ni) dan lain-lain.

biaya operasional tertinggi kurang lebih 60% dari total biaya produksi, jika kita dapat mengelola dengan baik penggunaan pakan buatan dalam suatu uasaha budidaya ikan maka biaya pakan akan dapat dikurangi dan pertumbuhan ikan terjadi secara optimal sehingga keuntungan produksi meningkat. Selain itu dalam proses pemberian pakan pada ikan sebagai organisme air yang hidup dalam media air maka harus diketahui juga tentang kaitan antara pakan ikan dan kualitas air, sehingga pakan yang diberikan selama proses budidaya ikan berlangsung tidak memberikan dampak negatif terhadap media budidaya. Jenis-jenis bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat pakan ikan dapat dikelompokkan kedalam bahan baku hewani yaitu jenis-jenis bahan baku yang berasal dari hewan, bahan baku nabati yaitu jenis-jenis bahan baku yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan bahan baku limbah industri yaitu bahan baku yang berasal dari hasil pengolahan industri pertanian, perikanan yang sudah tidak digunakan tetapi masih dapat diolah untuk sumber bahan baku pakan. Penyusunan formulasi pakan merupakan suatu kompetensi yang harus dimiliki oleh para pembudidaya ikan yang akan membuat pakan ikan sendiri karena pakan ikan yang dibuat sendiri mempunyai keuntungan yang lebih baik dibandingkan dengan membeli dipasar. Pakan ikan yang dibuat sendiri mempunyai formulasi sesuai dengan kebutuhan ikan yang akan 15

Teknologi pakan buatan
Dalam buku teks ini akan diuraikan secara jelas tentang berbagai kajian yang mendukung dalam membuat suatu rekayasa dalam membuat pakan ikan. Beberapa subtopik akan dibahas antara lain adalah jenis-jenis bahan baku, bagaimana cara menyusun formulasi pakan ikan dari yang sangat sederhana sampai teknologi komputer, bagaimana prosedur pembuatan pakan dari skala rumah tangga sampai pabrikasi, dan bagaimana melakukan pengelolaan terhadap pakan yang sangat membutuhkan keahlian tersendiri agar dalam melakukan suatu usaha budidaya ikan menguntungkan. Dimana kita tahu bahwa pakan buatan merupakan

mengkonsumsi pakan tersebut. Karena setiap jenis ikan mempunyai kebutuhan kandungan nutrien/zat gizi yang spesifik. Oleh karena itu dalam menyusun formulasi pakan harus dibuat perencanaan yang tepat tentang peruntukkannya jenis dan umur ikan yang akan mengkonsumsinya. Dalam menyusun formulasi pakan ada beberapa metode yang dapat digunakan antara lain adalah metode segiempat/square methods merupakan metode penyusunan formulasi pakan yang paling lama sebagai dasar utama dalam menyusun formulasi pakan, selanjutnya adalah metode cobacoba/trial and error yaitu metode penyusunan formulasi pakan yang dilakukan dengan cara mencoba berbagai bahan dengan komposisi disesuaikan dengan kandungan gizi setiap bahan baku dan merupakan kelanjutan dari metode segiempat. Metode selanjutnya adalah metode aljabar merupakan suatu metode penyusunan formulasi pakan ikan dengan menggunakan persamaan matematika yaitu persamaan aljabar dan keempat juga menggunakan persamaan matematika yaitu persamaan linier. Penyusunan formulasi pakan dengan menggunakan persamaan matematika dapat menggunakan alat bantu komputer apabila anda bisa membuat program matematika tersebut dalam komputer. Selain itu ada juga yang menyusun formulasi pakan ikan dengan metode worksheet yang prinsipnya hampir sama dengan persamaan sebelumnya, perbedaannya hanya menggunakan lembar kerja setiap

langkah untuk memudahkan dalam penyusunan formulasi. Pakan ikan dibuat oleh para produsen untuk memenuhi kebutuhan produksi budidaya ikan. Jika para pembudidaya ikan dapat membuat pakan ikan sendiri akan sangat menguntungkan apabila dipahami prosedur pembuatan pakan ikan yang benar. Pakan ikan dapat dibuat secara skala rumahtangga maupun secara pabrikasi. Prinsip dalam pembuatan pakan ikan yang harus dipahami adalah bagaimana prosedur yang benar dalam membuat pakan ikan. Pakan ikan berbeda dengan pakan ternak, pakan ikan dibuat untuk dikonsumsi oleh ikan yang hidup diair, mempunyai ukuran lambung yang pendek, dan tidak langsung dapat dikonsumsi ikan tetapi berhubungan dengan media air dimana ikan hidup. Oleh karena itu dalam prosedur pembuatan pakan harus diperhatikan dengan benar tentang komposisi bahan baku yang akan digunakan dalam membuat pakan ikan, bentuk bahan baku yang akan digunakan harus dalam bentuk tepung. Oleh karena itu tahapan pertama dalam prosedur pembuatan pakan adalah membuat tepung semua bahan baku yang disebut dengan milling. Peralatan yang dapat digunakan untuk melakukan penepungan bahan baku ada berbagai macam bergantung pada kapasitas bahan baku yang akan ditepung mulai dari disc mill, hammer mill dan lain-lain. Prosedur selanjutnya setelah bahan baku ditepung adalah melakukan penimbangan bahan baku jika proses pembuatan pakan dilakukan secara skala rumah tangga, tetapi 16

jika pembuatan pakan dilakukan secara pabrikasi maka langkah selanjutnya adalah pencampuran atau mixing. Setelah dilakukan pencampuran langkah selanjutnya adalah pembuatan adonan sampai benar-benar tercampur secara sempurna, kemudian pencetakan pakan buatan atau pelleting. Pakan yang telah terbentuk sesuai dengan keinginan pembuat jika dilakukan secara skala rumah tangga maka pakan tersebut harus dilakukan pengeringan atau drying, tetapi jika dilakukan secara pabrikasi dimana peralatan pembuatan pakannya telah dilengkapi dengan peralatan steam untuk mengeringkan pakan sehingga tidak dibutuhkan proses pengeringan pakan. Langkah terakhir dalam proses pembuatan pakan adalah pengemasan dan pengangkutan pakan kepada para konsumen. Pakan dibutuhkan dalam suatu usaha budidaya ikan dapat berasal dari pakan alami dan pakan buatan. Pada usaha budidaya ikan yang intensif pakan yang digunakan dalam usaha tersebut adalah pakan buatan. Oleh karena itu harus dibuat suatu manejemen pakan yang baik agar pakan yang digunakan benar efisien dan efektif. Penggunaan pakan yang benar dalam proses budidaya akan sangat menguntungkan para pembudidaya. Selain itu ikan sebagai organisme air maka habitatnya selalu berada didalam air. Oleh karena itu bagaimana para pembudidaya ikan harus memahami keterkaitan antara pakan ikan dan kualitas air yang sesuai dengan kebutuhan ikan. Saat ini telah ditemukan tentang formulasi pakan ikan yang ramah

lingkungan yang memperhatikan kandungan gizi pakan dengan dampaknya terhadap kualitas air sebagai media budidaya ikan.

Teknologi pakan alami
Pada bab sebelumnya telah dibahas tentang pakan buatan, pada bab ini akan dibahas tentang jenis-jenis pakan alami yang dapat digunakan dalam budidaya ikan, bagaimana melakukan budidaya berbagai jenis pakan alami yang dapat dikonsumsi oleh ikan terdiri dari phytoplankton, zooplankton dan bentos. Plankton adalah organisme renik yang hidup melayang-layang mengikuti pergerakan air. Plankton didalam perairan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu phytoplankton dan zooplankton. Phytoplankton adalah organisme renik yang hidup melayang-layang mengikuti pergerakan air yang berasal dari jasad nabati sedangkan zooplankton adalah organisme renik yang hidup melayang-layang mengikuti pergerakan air yang berasal dari jasad hewani. Sedangkan bentos adalah organisme air yang hidup didasar perairan . Jenis-jenis phytoplankton dan zooplankton yang dapat dibudidayakan dapat dikelompokkan berdasarkan habitatnya adalah plankton air tawar dan plankton air laut. Plankton air tawar digunakan untuk ikan-ikan air tawar dan plankton air laut digunakan untuk ikan-ikan air laut. Begitu juga dengan benthos disesuaikan dengan habitatnya tetapi benthos yang 17

sudah dapat dibudidayakan pada umumnya adalah yang berasal dari air tawar. Untuk meningkatkan mutu dari pakan alami saat ini sudah dapat dilakukan tenkologi bioenkapsulasi yaitu proses peningkatan mutu dari zooplankton yang telah dibudidayakan untuk meningkatkan kelangsungan hidup larva yang mengkonsumsi pakan alami tersebut. Ada berbagai macam bahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu dari zooplankton tersebut. Dalam buku teks ini akan dibahas berbagai cara dan bahan yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu dari pakan alami.

peralatan yang akan digunakan untuk kegiatan budidaya telah disucihamakan, jangan memelihara ikan yang sakit dengan ikan yang sehat secara bersamaan, membuang segera ikan yang sakit. Jika ikan telah terserang hama dan penyakit ikan maka langkah yang harus dilakukan adalah melakukan pengobatan terhadap ikan yang sakit. Dalam buku teks ini akan dibahas tentang jenis-jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang ikan budidaya, beberapa kegiatan pengendalian terhadap serangan hama dan penyakit ikan serta cara melakukan pengobatan jika ikan yang dibudidayakan telah terserang hama dan penyakit ikan. Hama adalah makhluk hidup yang menyerang atau memangsa ikan yang dipelihara sehingga ikan tersebut mati. Jenis hama ada beberapa macam ada hama yang menyerang larva ikan, benih ikan atau ikan ukuran besar. Penyakit ikan adalah suatu akibat dari interaksi tiga komponen yaitu lingkungan, ikan itu sendiri dan agen penyakit yang menyebabkan ikan yang dibudidayakan menjadi sakit dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit ikan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal diantaranya adalah penyakit ikan yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, parasit dan makanan. Pada bagian selanjutnya akan dibahas secara detail jenisjenis penyakit dan cara penanggulangannya serta pengobatannya.

Hama dan penyakit ikan
Pada setiap kegiatan budidaya ikan pasti akan terdapat kendala yang dapat menyebabkan berkurangnya produktivitas dalam suatu usaha. Penyebab utama terjadinya kegagalan produksi ikan budidaya biasanya disebabkan oleh karena adanya hama dan penyakit yang menyerang dalam wadah budidaya ikan. Karena ikan yang sakit tidak akan mengalami pertumbuhan berat badan yang optimal dan hal ini sangat merugikan bagi para pembudidaya. Agar tidak terjadi serangan hama dan penyakit ikan dalam wadah budidaya maka sebelum dilakukan kegiatan budidaya harus dilakukan treatment pada wadah yang akan digunakan seperti membersihkan wadah budidaya, penggunaan air yang baik secara kualitas dan kuantitas,

18

perencanaan dan target penjualan. sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Jika dalam melakukan suatu usaha tidak mendapatkan keuntungan sebagai upah dari mengelola usaha budidaya ikan maka para pembudidaya ikan tidak akan tertarik untuk membudidayakan komoditas perikanan. Dalam bab ini akan dibahas tentang persyaratan yang harus dipenuhi agar suatu usaha budidaya ikan menguntungkan dikaji dari aspek ekonomi. Budidaya ikan sebagai salah satu usaha yang menghasilkan ikan untuk dijual yang berarti akan mendapatkan suatu nilah tambah bagi para pembudidayanya. Analisa Usaha Budidaya Ikan Dalam suatu kegiatan budidaya tujuan dilakukannya produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk hasil budidaya ikan. ciri-ciri pemasaran hasil perikanan. dan aplikasi analisa usaha. Tempat 19 . Oleh karena itu akan dibahas tentang pengertian studi kelayakan. Usaha budidaya ikan merupakan suatu kegiatan yang dapat dilakukan ditempat tertutup atau terbuka seperti kolam. Oleh karena itu harus diperhatikan tentang kesehatan dan keselamatan kerja selama melakukan kegiatan budidaya diberbagai tempat kerja. Analisis break Event Point (BEP). Net Present Value (NPV). tambak. Kesehatan dan keselamatan kerja Pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja pada suatu usaha budidaya ikan harus dapat diaplikasikan. bebas dari pencemaran lingkungaan. Net Benefit Cost Ratio (NBC Ratio). jaring terapung. sistem penjualan dan strategi promosi. sehat. Internal Rate of return. estimasi harga jual. Seperti kita ketahui budidaya ikan pada kondisi lahan yang semakin lama semakin terbatas karena bertambahnya populasi manusia di bumi harus selalau dibudidayakan dan memberikan nilai tambah bagi para pembudidaya.Pemasaran Pada bab ini akan dibahas tentang pengertian pemasaran. Dengan melaksanakan Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan suatu upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman. Dengan mempelajari materi pemasaran ini diharapkan pembaca dapat memahami tentang pemasaran hasil produksi budidaya ikan dengan berbagai karakteristik produk perikanan yang laku jual dimasyarakat. Dalam melakukan usaha budidaya ikan diharapkan produk yang dihasilkan akan terjual semua dan mempunyai harga yang sesuai dengan keinginan penjual sehingga akan diperoleh keuntungan. Peraturan tentang kesehatan dan keselamatan kerja pada dunia usaha dan dunia industri telah diatur oleh negara yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja.

kerja merupakan suatu ruangan atau lapangan. Dengan melakukan budidaya ikan secara intensif untuk memperoleh target produksi yang telah ditetapkan maka kesehatan dan keselamatan kerja harus selalu diperhatikan agar tidak terjadi kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh kecerobohan atau kelalaian manusia. bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja atausering dimasuki tempat kerja untuk keperluan usaha dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya. tertutup atau terbuka. 20 .

ada beberapa jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah kolam. akuarium. Kolam dapat digunakan sebagai wadah untuk budidaya ikan air tawar sedangkan bak. jaring terapung/ karamba jaring apung. Sedangkan bak atau tanki adalah suatu wadah budidaya ikan yang sengaja dibuat oleh manusia yang berada diatas permukaan tanah yang dapat menampung air dengan bahan baku yang digunakan untuk membuat bak tersebut disesuaikan dengan kebutuhan manusia. 2. yang terbuat dari kayu dilapisi dengan plastik disebut bak plastik.1. waduk. akuarium. sungai) agar dapat digunakan untuk membudidayakan ikan. sengaja dibuat oleh manusia dengan cara melakukan penggalian tanah pada lahan tertentu dengan kedalaman rata-rata berkisar antara 1. bak. Kolam dan bak berdasarkan defenisinya dibedakan karena kolam dalam bahasa Inggrisnya pond adalah suatu wadah yang dapat menampung air dalam luasan yang terbatas. Akuarium merupakan salah satu wadah yang digunakan untuk budidaya ikan yang terbuat dari kaca dan mempunyai ukuran tertentu. yang terbuat dari serat fiber disebut bak fiber. Kolam Jenis-jenis kolam yang akan digunakan sangat tergantung kepada sistem budidaya yang akan diterapkan. Ada tiga sistem budidaya ikan air yang biasa dilakukan yaitu : 21 . Jenis-Jenis Wadah Budidaya Ikan Dalam budidaya ikan air tawar dan laut. Jenis-jenis kolam dapat dibedakan berdasarkan sistem budidaya yang akan diterapkan dan sumber air yang digunakan. laut. Jaring terapung merupakan suatu wadah budidaya ikan air tawar dan laut yang sengaja dibuat oleh manusia untuk membatasi air yang berada dalam suatu perairan umum (danau.5 – 2. jaring terapung dapat digunakan untuk melakukan budidaya ikan air tawar dan laut.1.BAB II WADAH BUDIDAYA IKAN 2. Sedangkan jenis-jenis bak atau tanki ini biasanya dikelompokkan berdasarkan bahan baku pembuatannya yaitu yang terbuat dari beton disebut bak beton.0 m dan sumber air bermacam-macam.1.

kolam pemeliharaan/ pembesaran. Gambar 2. kolam yang digunakan adalah kolam yang bagian kolamnya(dinding pematang) terbuat dari tembok sedangkan dasar kolamnya terbuat dari tanah (Gambar 2.2. kolam yang digunakan adalah kolam tanah yaitu kolam yang keseluruhan bagian kolamnya terbuat dari tanah (Gambar 2. Ukuran kolam pemijahan ikan bergantung kepada ukuran besar usaha.1). Semi intensif. yaitu jumlah induk ikan yang akan dipijahkan dalam setiap kali pemijahan. 2. Jenis-jenis kolam berdasarkan sumber air yang digunakan adalah kolam air mengalir/running water dengan sumber air berasal dari sungai atau saluran irigasi dimana pada kolam tersebut selalu terjadi aliran air yang debitnya cukup besar (50 l/detik) dan kolam air tenang/ stagnant water dengan sumber air yang digunakan untuk kegiatan budidaya adalah sungai. kolam pemberokan induk. Kolam tanah . Kolam pemijahan adalah kolam yang sengaja dibuat sebagai tempat perkawinan induk-induk ikan budidaya.5 – 5 l/detik) dan hanya berfungsi menggantikan air yang meresap dan menguap. kolam yang digunakan adalah kolam yang keseluruhan bagian kolam terdiri dari tembok (Gambar 2. Intensif. mata air.2). hujan dan lain-lain tetapi aliran air yang masuk ke dalam kolam sangat sedikit debit airnya (0.3). 3. saluran irigasi.1.1. kolam penetasan. Tradisional/ekstensif.3. Kolam semiintensif Gambar 2. Kolam Intensif Jenis-jenis kolam yang dibutuhkan untuk membudidayakan ikan berdasarkan proses budidaya dan fungsinya dapat dikelompokkan menjadi beberapa kolam antara lain adalah kolam pemijahan. Bentuk kolam 22 Gambar 2.

7) 23 . Biasanya untuk memudahkan perawatan dan pemeliharaan larva.pemijahan biasanya empat persegi panjang dan lebar kolam pemijahan misalnya untuk kolam pemijahan ikan mas sebaiknya tidak terlalu berbeda dengan panjang kakaban.5.6.5). Kolam pemeliharaan biasanya dapat dibedakan menjadi kolam pendederan dan kolam pembesaran ikan. Sebagai patokan untuk 1 kg induk ikan mas membutuhkan ukuran kolam pemijahan 3 x 1.4.5 m dengan kedalaman air 0. Kolam Pemeliharaan Kolam pemberokan adalah kolam yang digunakan untuk menyimpan induk-induk ikan yang akan dipijahkan atau ikan yang akan dijual/angkut ke tempat jauh (Gambar 2. Gambar 2.00 m. Selain itu kolam pemijahan harus tidak bocor dan bersih dari kotoran atau rumputrumput liar (Gambar 2. ukurannya adalah 3 x 2 m atau 4 x 3 m (Gambar 2.75 – 1.4).6). Ukuran kolam penetasan disesuaikan juga dengan skala usaha. Kolam Penetasan Kolam pemeliharaan benih adalah kolam yang digunakan untuk memelihara benih ikan sampai ukuran siap jual (dapat berupa benih atau ukuran konsumsi). Kolam pemijahan sebaiknya dibuat dengan sistem pengairan yang baik yaitu mudah dikeringkan dan pada lokasi yang mempunyai air yang mengalir serta bersih. sebaiknya dasar kolam penetasan terbuat dari semen atau tanah yang keras agar tidak ada lumpur yang dapat mengotori telur ikan sehingga telur menjadi buruk atau rusak. Gambar 2. Kolam Pemijahan Kolam penetasan adalah kolam yang khusus dibuat untuk menetaskan telur ikan . Pada kolam semi intensif atau tradisional sebaiknya tanah dasar kolam adalah tanah yang subur jika dipupuk dapat tumbuh pakan alami yang sangat dibutuhkan oleh benih ikan (Gambar 2. Gambar 2.

10. jenis bak yang akan digunakan disesuaikan dengan skala produksi budidaya dan hampir sama dengan kolam dimana dapat dikelompokkan menjadi bak pemijahan.1. Bak yang digunakan untuk melakukan pemijahan ikan biasanya adalah bak yang terbuat dari beton (Gambar 2. Gambar 2.7. bak pemeliharaan dan bak pemberokan.Gambar 2. bak penetasan.9. Kolam Pemberokan 2. Jadi akuarium ini adalah ruangan yang terbatas untuk tempat air yang berpenghuni. Gambar 2.3.1.2.10) biasanya digunakan untuk melakukan pemeliharaan larva ikan. Bak Wadah budidaya ikan selanjutnya adalah bak atau tanki yang dapat digunakan untuk melakukan budidaya ikan. Bak Plastik 2.8. yang dapat diawasi dan dinikmati.8) atau fiber (Gambar 2. Bak Beton 24 . Bak fiber Gambar 2.9) sedangkan bak plastik (Gambar 2. Berdasarkan proses budidaya ikan. Akuarium ini terbuat dari bahan kaca dimana penamaan akuarium ini berasal dari bahasa latin yaitu aqua yang berarti air dan area yang berarti ruang. Akuarium dapat digunakan untuk budidaya ikan tawar dan air laut biasanya pada proses kegiatan pembenihan ikan atau untuk pemeliharaan ikan hias. Akuarium Akuarium merupakan salah satu wadah pemeliharaan ikan yang relatif sangat mudah dalam perawatannya.

3.3. Syarat akuarium umum : a. Akuarium Sejenis Dalam akuarium ini. pipa pvc. Akuarium Kelompok 2.2.11). Jenis akuarium ini biasanya digunakan untuk memelihara ikan dalam satu kelompok baik ikan hias maupun ikan konsumsi dari ikan air tawar dan laut (Gambar 2.3. karena tujuan dari akuarium sejenis untuk mengembang-biakan ikan. Gambar 2. akuarium dapat dibedakan antara lain adalah : 2.11. Akuarium Kelompok Ikan-ikan yang dipelihara di dalam akuarium kelompok harus ikan sejenis/sekeluarga serta ditanami oleh tanaman air yang tanaman air yang diperlukan oleh kelompok ikan yang dipelihara. kabel listrik. Syarat akuarium kelompok : a.1. Jenis akuarium ini yang biasa digunakan untuk membudidayakan ikan air tawar dan laut (Gambar 2.Akuarium yang digunakan untuk budidaya ikan ini dapat dibuat sendiri atau membeli langsung dari toko. 25 . Akuarium Umum Akuarium ini diisi dengan berbagai jenis ikan dan tanaman air yang bertujuan untuk penghias ruangan.1. Akuarium akan diletakkan sesuai dan serasi dengan ruangan. c. Tanaman disusun dengan estetika e. 2. Susunan tanaman air disesuaikan dengan ikan yang dipelihara. estetika dan dekorasi dikesampingkan. Jenis ikan yang dipelihara harus masih sekarabat b.3. Fungsi akuarium sebagai wadah untuk budidaya ikan juga dapat berfungsi sebagai penghias ruangan dimana akuarium tersebut dapat dinikmati keindahannya oleh penggemarnya.12). b.1. Berdasarkan fungsinya.1. dan lain-lain yang diletakkan tersembunyi supaya nampak alami. Alat perlengkapan akuarium meliputi aerator. Jenis ikan yang dipelihara harus harmonis Jenis akuarium ini biasanya digunakan sebagai hiasan bagi berbagai jenis ikan yang dapat dinikmati keindahan warna tubuh ikan baik ikan air tawar maupun ikan air laut dari jenis ikan hias maupun ikan konsumsi. Usahakan dasar akuarium tampak alami d.

karamba merupakan alternatif wadah budidaya ikan yang sangat potensial untuk dikembangkan karena seperti diketahui wilayah Indonesia ini terdiri dari 70% perairan baik air tawar maupun air laut.12.14 dan 2.4.14. Teknologi yang digunakan dalam membudidayakan ikan dengan karamba ini relatif tidak mahal dan sederhana. masyarakat dapat melakukan budidaya ikan di perairan umum.4. semi intensif maupun intensif disesuaikan dengan kemampuan para pembudidaya ikan. karamba bambu tradisional dengan berbagai bentuk bergantung pada kebiasaan masyarakat sekitar. Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan dalam membudidayakan ikan dengan karamba ada beberapa antara lain adalah karamba jaring terapung. Jenis karamba jaring apung yang digunakan untuk membudidayakan ikan dapat dilihat pada Gambar 2.3. Akuarium Tanaman Dalam akuarium ini yang memegang peranan adalah tanaman air. Budidaya ikan dengan menggunakan Gambar 2. Akuarium sejenis 2. Kolam jaring terapung tampak atas 26 . Keramba Jaring Apung (KJA) Wadah budidaya ikan selanjutnya yang dapat digunakan oleh masyarakat yang tidak memiliki lahan darat dalam bentuk kolam. Gambar 2. tidak memerlukan lahan daratan menjadi badan air yang baru serta dapat meningkatkan produksi perikanan budidaya. Ikan dimasukan kedalam akuarium untuk penghias dan pemelihara tanaman.Gambar 2.12. Dengan menggunakan wadah budidaya karamba dapat diterapkan beberapa sistem budidaya ikan yaitu secara ekstensif.1.1.15. Akuarium Tanaman 2.

tidak mudah pecah dan mampu menahan air. Persyaratan teknis konstruksi suatu kolam yang akan digunakan untuk membudidayakan ikan sebaiknya mempunyai : Gambar 2. Oleh karena itu jenis tanah yang akan digunakan untuk membuat pematang kolam harus kompak dan kedap air serta tidak mudah bocor.2. Pematang kolam dibuat untuk menahan massa air didalam kolam agar tidak keluar dari dalam kolam. Ukuran pematang disesuaikan dengan ukuran kolam. Langkah selanjutnya adalah memahami konstruksi wadah budidaya agar wadah budidaya yang akan dibuat sesuai dengan kaidah budidaya. Bentuk kolam yang akan digunakan untuk membudidayakan ikan ada beberapa macam antara lain adalah kolam berbentuk segi empat/empat persegipanjang.2. 2. Jenis tanah yang baik untuk pematang kolam adalah tanah liat atau liat berpasir. Dari berbagai bentuk kolam ini yang harus diperhatikan adalah tentang persyaratan teknis konstruksi kolam. Kedua jenis tanah ini dapat diidentifikasi dengan memperhatikan tanah yang ciricirinya antara lain memiliki sifat lengket. Konstruksi kolam Konstruksi kolam yang akan digunakan untuk budidaya ikan sangat dipengaruhi oleh pemilihan lokasi yang tepat.1. 27 . 2. berbentuk lingkaran atau berbentuk segitiga.16).1.berbentuk bujur sangkar. sebaiknya dasar pematang kolam ini ditanam sedalam ± 20 cm dari permukaan dasar kolam. Pematang kolam. Untuk membuat kolam maka tanah yang akan dijadikan kolam harus mampu menyimpan air atau kedap air sehingga kolam yang akan di buat tidak bocor.2. Konstruksi Wadah Budidaya Dari beberapa jenis wadah budidaya ikan yang telah dijelaskan sebelumnya dapat digunakan untuk menentukan jenis wadah yang akan digunakan untuk membudidayakan ikan.1. tidak poros. Bentuk pematang yang biasa dibuat dalam kolam budidaya ikan ada dua bentuk yaitu berbentuk trapesium sama kaki dan bentuk trapesium tidak sama kaki.15. Bentuk pematang trapesium sama kaki artinya perbandingan antara kemiringan pematang 1 : 1 (Gambar 2. Tinggi pematang ditentukan oleh kedalaman air kolam. Kolam jaring terapung tampak depan 2.

adalah 1 m maka lebar pematang pada bagian bawahnya adalah 4 m pada kedalaman kolam 1 m. Bentuk pematang trapesium sama kaki sedangkan bentuk pematang trapesium tidak sama kaki artinya perbandingan antara kemiringan pematang 1 : 1.2.17). jika kolam tersebut dibuat dengan pematang trapesium tidak sama kaki maka lebar pematang pada bagian atas Gambar 2.5 (Gambar 2. Dasar kolam dan saluran Dasar kolam untuk budidaya ikan ini dibuat miring ke arah pembuangan air. Gambar 2.16. Kemiringan dasar kolam Cara pengukuran yang mudah untuk mengetahui kemiringan dasar kolam adalah dengan menggunakan selang 28 .2. 2.1.17.Gambar 2. kemiringan dasar kolam berkisar antara 1-2% yang artinya dalam setiap seratus meter panjang dasar kolam ada perbedaan tinggi sepanjang 1-2 meter (Gambar 2. Bentuk pematang trapesium tidak sama kaki Sebagai acuan dalam membuat pematang kolam untuk kolam yang berukuran 200 m2 lebar pematang dibagian atas adalah 1 m maka lebar pematang pada bagian bawahnya adalah 3 m untuk pematang bentuk trapesium sama kaki pada kedalaman kolam 1m.18).18.

Letak pintu pemasukkan dan pengeluaran air sebaiknya berada di tengah-tengah sisi kolam terpendek agar air dalam kolam dapat berganti seluruhnya (Gambar 2. Saluran tengah atau kemalir 2. Gambar 2. Pintu pemasukkan air dan pengeluaran air ditengah Ada juga letak pintu pengeluaran dan pemasukan air berada disudut secara diagonal (Gambar 2. Perbedaan tinggi air pada ujungujung selang itu menunjukkan perbedaan tinggi tanah/ kemiringan dasar kolam. Gambar 2.21.3. Gambar 2. Saluran didalam kolam budidaya ada dua macam yaitu saluran keliling atau caren dan saluran tengah atau kemalir.21). yang paling bagus meteran. Saluran didalam kolam ini dibuat miring ke arah pintu pengeluaran air.19).20. kayu atau meteran.20).1.air yang kecil. Letak pintu air tersebut ada kelemahannya yaitu air dikedua sudut yang lain tidak berganti dan memperpanjang saluran pengeringan sehingga penangkapan ikan relatif berlangsung agak lama.2. Hal ini untuk memudahkan di dalam pengeringan kolam dan pemanenan ikan (Gambar 2.19. Bentuk pintu pemasukan 29 . kemudian selang kecil yang telah berisi air direntangkan dan ditempatkan pada bambu. Pada masing-masing ujung pintu pemasukan dan pintu pengeluaran air ditempatkan sebatang kayu atau bambu yang sudah diberi ukuran. Pintu pengeluaran dan pemasukan air berada disudut Pada kolam tanah pintu pemasukan dan pengeluaran air dibuat dari bambu atau pipa paralon. Pintu air Kolam yang baik harus memiliki pintu pemasukan air dan pintu pengeluaran air secara terpisah.

23). Konstruksi pintu dan pemasukan air pada bak dapat dibuat dengan model pembuatan instalasi air untuk pemasukan air dan pengeluaran airnya menggunakan pipa paralon (PVC) dengan bentuk huruf L (Gambar 2. Pintu pemasukan dan pengeluaran air menggunakan sistem monik Persyaratan konstruksi teknik dalam membuat bak yang akan digunakan untuk budidaya ikan secara prinsip hampir sama dengan kolam dimana harus mempunyai pintu pemasukan dan pengeluaran air tetapi dasar bak pada umumnya adalah rata. Papanpapan kayu ini dapat dibuka dan diatur yang pengaturannya disesuaikan dengan kebutuhan. Gambar 2.diletakkan sejajar dengan permukaan tanggul sedangkan pintu pengeluaran dapat dibuat dua model yaitu pertama sama dengan pintu pemasukkan dengan ketinggian sesuai dengan tinggi air kolam dan kedua dibuat dengan model huruf L (Gambar 2. Pada pintu air ini papan penyekatnya dapat diganti dengan saringan (Gambar 2. Celah penyekat ini berfungsi untuk menempatkan papan-papan kayu yang disusun bertumpuk.24). Pada pintu air sistem monik ini ada celah penyekatnya dan dapat dibuat lebih dari satu. Gambar 2.23.22).24 Pemasukan dan pengeluaran air pipa paralon (PVC) 30 . Pintu pemasukan dan pengeluaran air bentuk L Pada kolam beton pintu pemasukan dan pengeluaran air menggunakan sistem monik. Gambar 2.22.

31 . Perbandingan antara ukuran akuarium dengan ketebalan kaca Tebal kaca (mm) 3 3 3 5 5 6 6 10 10 10 12 16 Panjang akuarium (cm) 30 40 50 70 80 90 120 150 150 180 190 200 Lebar akuarium (cm) 20 20 30 35 40 45 50 45 45 45 50 70 Tinggi akuarium (cm) 20 30 30 35 40 45 50 50 60 60 60 65 Setelah menentukan bentuk dan ukuran kaca yang akan dipergunakan untuk membuat akuarium maka langkah selanjutnya adalah memotong kaca. ukuran kaca yang akan digunakan dapat dilihat pada Tabel 1. Kaca yang dipergunakan untuk membuat akuarium masih dalam bentuk lembaran kaca. langkah selanjutnya menentukan ukuran kaca yang akan dipergunakan untuk membuat akuarium.1. meja kerja harus dalam keadaan datar dan bersih. Konstruksi Akuarium Konstruksi wadah akuarium sangat bergantung pada desain yang akan dikerjakan berdasarkan bentuk akuarium yang diinginkan. Letakkan lembaran kaca pada meja kerja. Setelah merencanakan bentuk akuarium kaca yang akan dibuat. Untuk kaca yang akan digunakan sebagai dasar akuarium sebaiknya ketebalannya ditambah 1 – 2 mm. Bentuk akuarium yang biasa digunakan sebagai wadah budidaya ikan antara lain adalah akuarium segiempat.2.2. Tabel 2. akuarium botol dan akuarium ellips. Hal ini untuk menghindari terjadinya keretakan kaca yang akan dipergunakan. Ukuran kaca yang akan digunakan biasanya berkisar antara 3 mm – 16 mm. akuarium segienam. Sebagai acuan dalam membuat akuarium. akuarium segidelapan. Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam memotong kaca antara lain adalah : 1. akuarium trapesium.2.

25. Ukuran kaca yang akan dipotong ini disesuaikan dengan bentuk akuarium yang akan dibuat. Dalam merakit akuarium dibutuhkan ketelitian dan ketepatan dalam merangkainya. Menghaluskan bagian pinggir kaca Setelah kaca yang dibutuhkan untuk membuat akuarium tersebut disiapkan langkah selanjutnya adalah melakukan perakitan akuarium. Dalam membuat potonganpotongan kaca.26. Meletakan lembaran kaca 2.Gambar 2. Gambar 2. Mengukur kaca 3.27.28. . lembaran kaca dibuat polanya terlebih dahulu dengan menggunakan spidol dan penggaris besi. Pola yang sudah dibentuk dapat langsung dipotong. Setelah kaca terpotong. Untuk memotong kaca gunakan alat pemotong kaca yang banyak dijual di toko besi. Memotong kaca 4. Gambar 2. Kaca sebagai bahan utama dalam pembuatan akuarium dapat diperoleh dengan cara membeli lembaran kaca atau 32 Gambar 2. bagian pinggir dari potongan-potongan kaca harus dihaluskan dengan gerinda atau batu asahan karborondum.

Sebelum dirakit kaca-kaca tersebut sebaiknya dilakukan penggosokan dengan menggunakan batu asahan karborundum atau gerinda. Gambar 2. Lem silikon dan alat tembak lem Gambar 2. Alat tembak lem silikon ini berfungsi untuk memudahkan si pembuat akuarium dalam merakit akuarium. langkah awal yang harus dilakukan adalah menyiapkan kaca sebagai dasar utama pembuatan akuarium. Dalam membuat akuarium.Akuarium yang akan dirakit sendiri. Hal ini bertujuan agar akuarium yang dibuat tidak berbahaya bagi pemakainya. ukuran sesuai dengan kebutuhan dan kaca yang digunakan mempunyai ketebalan sesuai dengan luasan akuarium yang dibuat.membeli potongan kaca sesuai dengan ukuran yang tepat. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan alat dan bahan lainnya yaitu lem kaca silikon. merakit akuarium dan melakukan uji coba terhadap akuarium tersebut. Kaca-kaca yang telah dihaluskan seluruh bagian pinggirnya dengan gerinda ini telah siap untuk dirakit. alat tembak lem. yaitu merancang/mendesain akuarium. Kaca yang akan dirakit menjadi akuarium ini sudah dalam bentuk potonganpotongan kaca yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran akuarium yang akan dibuat. Akuarium sebagai salah satu wadah yang dapat digunakan untuk membudidayakan ikan baik ikan hias maupun ikan konsumsi yang berasal dari perairan tawar dan laut dapat diperoleh dengan cara membeli langsung ditoko atau membuatnya sendiri.29. memotong kaca.30. ada beberapa hal yang harus dikuasai agar akuarium yang dibuat tidak bocor dan tahan lama. lakban besar dan cutter. Lem kaca yang digunakan adalah lem silikon yaitu lem khusus untuk merekatkan kaca agar melekat dengan baik dan tidak bocor. Penggunaan alat tembak lem Sedangkan lakban yang digunakan dalam merakit akuarium sebaiknya lakban plastik yang berwarna colklat 33 . bentuk alat tembak ini seperti pistol sehingga disebut alat tembak. Dengan membuat akuarium sendiri akan diperoleh keuntungan antara lain adalah harganya relatif lebih murah.

Langkah terakhir dalam merakit akuarium adalah melakukan uji coba terhadap akuarium tersebut. Dengan memperhitungkan konstruksi wadah secara baik dan benar akan diperoleh suatu wadah budidaya ikan yang mempunyai masa pakai yang lama. Plakban pada kaca Pada saat menempelkan lem silikon ke kaca sebaiknya ketebalan lem pada seluruh permukaan kaca sama. Lakban ini berfungsi untuk membantu berdirinya kaca dengan kaca lainnya agar tidak bergeser yang memudahkan dalam pemberian lem kaca. Kerangka berfungsi sebagai tempat pemasangan kantong jaring dan tempat lalu lalang orang pada waktu memberi pakan dan saat panen. 34 Gambar 2. Untuk memperoleh akuarium yang rapih setelah diuji coba bersihkan lem yang tidak rapih dengan menggunakan cutter.2. Agar dapat melakukan budidaya ikan dijaring terapung yang menguntungkan maka konstruksi wadah tersebut harus sesuai dengan persyaratan teknis. Setelah seluruh kaca terakit menjadi akuarium. Hal ini akan membuat ketebalan lem sama pada setiap sudut . Dalam mendesain konstruksi wadah budidaya ikan disesuaikan dengan lokasi yang dipilih untuk membuat budidaya ikan dijaring terapung.atau hitam dengan ukuran lebar lakbannya adalah 5 cm. langkah selanjutnya adalah mengeringkan akuarium tersebut minimal selama 24 jam agar lem silikon tersebut benar-benar kering.31.3. Mengeringkan akuarium . Gambar 2. Kantong jaring merupakan tempat pemeliharaan ikan yang akan dibudidayakan. 2. Ujicoba tersebut dilakukan dengan mengisi air ke dalam akuarium selama 24 jam dan perhatikan apakah ada bagian yang bocor. Konstruksi wadah jaring terapung pada dasarnya terdiri dari dua bagian yaitu kerangka dan kantong jaring.31. Budidaya ikan dijaring terapung dapat dilakukan untuk komoditas ikan air tawar dan ikan air laut. Konstruksi Keramba Jaring Apung Wadah budidaya ikan selanjutnya yang sangat potensial dikembangkan di Indonesia adalah karamba jaring terapung.

Tingkat kesuburan. yang dimaksud dengan pencemaran perairan adalah penambahan sesuatu berupa bahan atau energi ke dalam perairan yang menyebabkan perubahan kualitas air sehingga mengurangi atau merusak nilai guna air dan sumber air perairan tersebut. Persyaratan teknis yang harus diperhatikan dalam memilih lokasi usaha budidaya ikan di karamba jaring terapung antara lain adalah : 1. sedang (mesotropik) dan tinggi (eutropik). unit budidaya sebaiknya diletakkan ditengah perairan sejajar dengan garis pantai. pembeli ikan dan lokasi yang dipilih merupakan daerah pengembangan budidaya ikan sehingga mempunyai prasarana jalan yang baik serta keamanan terjamin. 3. Dengan tidak terlalu kuatnya arus juga berpengaruh terhadap keamanan jaring dari kerusakan sehingga masa pakai jaring lebih lama. Sama seperti wadah budidaya ikan sebelumnya persyaratan secara teknis dan sosial ekonomis dalam memilih lahan yang akan digunakan untuk melakukan budidaya ikan harus diperhatikan. Bahan pencemar yang biasa 35 . Pada kondisi perairan yang tidak mengalir. selain itu dengan adanya arus maka dapat menghanyutkan sisa-sisa pakan dan kotoran ikan yang terjatuh di dasar perairan.Sebelum membuat konstruksi wadah karamba jaring terapung pemilihan lokasi yang tepat dari aspek sosial ekonomis dan teknis benar. disarankan agar unit budidaya atau jaring dapat diusahakan di perairan tersebut.Jika perairan dengan tingkat kesuburan tinggi digunakan dalam budidaya ikan di jaring terapung maka hal ini sangat beresiko tinggi karena pada perairan eutropik kandungan oksigen terlarut pada malam hari sangat rendah dan berpengaruh buruk terhadap ikan yang dipelihara dengan kepadatan tinggi. Bebas dari pencemaran. Arus air. 2. Bila pada perairan yang akan dipilih ternyata tidak ada arusnya (kondisi air tidak mengalir). Jenis perairan yang sangat baik untuk digunakan dalam budidaya ikan di jaring terapung dengan sistem intensif adalah perairan dengan tingkat kesuburan rendah hingga sedang. tetapi jumlahnya tidak boleh lebih dari 1% dari luas perairan. Aspek sosial ekonomis yang sangat umum yang harus dipertimbangkan adalah lokasi tersebut dekat dengan pusat kegiatan yang mendukung operasionalisasi suatu usaha seperti tempat penjualan pakan. Pada perairan umum dan waduk ditinjau dari tingkat kesuburannya dapat dikelompokkan menjadi perairan dengan tingkat kesuburan rendah (oligotropik). Arus air pada lokasi yang dipilih diusahakan tidak terlalu kuat namun tetap ada arusnya agar tetap terjadi pergantian air dengan baik dan kandungan oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan tercukupi. Dalam dunia perikanan.

Setelah mendapatkan lokasi yang memenuhi persyaratan teknis maupun sosial ekonomis maka harus dilakukan perencanaan selanjutnya. Perencanaan disesuaikan dengan data yang diperoleh pada waktu melakukan survey lokasi. Pada umumnya petani ikan di jaring terapung menggunakan bambu sebagai bahan utama pembuatan kerangka. Kualitas air meliputi sifat fisika. Kedua jenis bahan pencemar tersebut umumnya disebabkan oleh kegiatan manusia. Jadi perairan yang dipilih harus berkualitas air yang memenuhi persyaratan bagi kehidupan dan pertumbuhan ikan yang akan dibudidayakan. yaitu antara 4–5 tahun. 4. Contoh bahan pencemar yang sulit terurai berupa persenyawaan logam berat. bakteri. Kualitas air. limbah panas atau limbah organik. sianida.5–2 tahun. Secara detail tentang kualitas air ini akan dibahas pada Bab 2. kerangka yang terbuat dari kayu atau bambu ini sudah tidak layak pakai dan harus direnofasi kembali.masuk kedalam suatu badan perairan pada prinsipnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu bahan pencemar yang sulit terurai dan bahan pencemar yang mudah terurai. Contoh bahan pencemar yang mudah terurai berupa limbah rumah tangga. Konstruksi wadah jaring terapung terdiri dari beberapa bagian. bambu atau besi yang dilapisi bahan anti karat (cat besi). Penyebab kedua adalah keadaan alam seperti : banjir atau gunung meletus. Jika akan memakai besi anti karat sebagai kerangka jaring pada umumnya usia ekonomis/ angka waktu pemakaiannya relatif lebih lama. karena selain harganya relatif murah 36 . Dalam budidaya ikan. Memilih bahan untuk kerangka. kimia dan biologi. secara umum kualitas air dapat diartikan sebagai setiap perubahan (variabel) yang mempengaruhi pengelolaan. tetapi jika dilihat dari masa pakai dengan menggunakan kayu atau bambu jangka waktu (usia teknisnya) hanya 1. DDT atau bahan organik sintetis.5–2 tahun masa pakai. antara lain : 1. kelangsungan hidup dan produktivitas ikan yang dibudidayakan. Sesudah 1. Perencanaan tersebut dapat dibuat dengan membuat gambar dari konstruksi wadah budidaya yang akan dibuat. Kayu atau bambu secara ekonomis memang lebih murah dibandingkan dengan besi anti karat. baik secara langsung maupun tidak langsung. sebaiknya disesuaikan dengan ketersediaan bahan di lokasi budidaya dan nilai ekonomis dari bahan tersebut. Kerangka Kerangka (bingkai) jaring terapung dapat dibuat dari bahan kayu. Jika lokasi budidaya mengandung bahan pencemar maka akan berpengaruh terhadap kehidupan ikan yang dipelihara didalam wadah budidaya ikan tersebut.

32.2. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 2. Petani ikan jaring terapung di perairan cirata pada umumnya menggunakan kerangka dari bambu dengan ukuran 7 X 7 meter. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2. dalam satu unit jaring terapung membutuhkan pelampung antara 33 – 35 buah. 2. 2. Satu unit jaring terapung terdiri dari empat buah petak/kantong. Jaring terapung berukuran 7 X 7 meter. 1. Kerangka dari jaring apung umumnya dibuat tidak hanya satu petak/kantong tetapi satu unit. Ada juga jenis bambu gombong yang mempunyai diameter 12 -15 cm tetapi jenis bambu ini kurang baik digunakan untuk kerangka karena cepat lapuk. Jumlah pelampung yang akan digunakan disesuaikan dengan besarnya kerangka jaring apung yang akan dibuat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2. Jenis bambu yang digunakan adalah bambu tali.33. Jenis pelampung yang akan digunakan biasanya dilihat berdasarkan lama pemakaian. dan bagian ujungnya berukuran antara 3 – 5 cm. Gambar 2. Jenis pelampung Drum besi Styrofoam Fiberglass Lama pemakaian (bulan) 12 – 15 36 – 75 50 – 75 Jika akan menggunakan pelampung dari drum maka drum harus terlebih dahulu dicat dengan menggunakan cat yang mengandung bahan anti karat.juga ketersediaannya di lokasi budidaya sangat banyak.2 Tabel 2. Pelampung Pelampung berfungsi untuk mengapungkan kerangka/ jaring terapung. Bambu yang digunakan untuk kerangka sebaiknya mempunyai garis tengah 5 – 7 cm di bagian pangkalnya. 3. Jenis pelampung dan lama pemakaian No. Ukuran kerangka jaring terapung berkisar antara 5 X 5 meter sampai 10 X 10 meter.32. Kerangka Jaring Apung 37 . busa plastik (stryrofoam) atau fiberglass. Bahan yang digunakan sebagai pelampung berupa drum (besi atau plastik) yang berkapasitas 200 liter.

34. Jangkar Jangkar berfungsi sebagai penahan jaring terapung agar rakit jaring terapung tidak hanyut terbawa oleh arus air dan angin yang kencang. Jangkar 5. Pelampung drum besi 3. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2. Pengikat Tali pengikat sebaiknya terbuat dari bahan yang kuat. seperti tambang plastik. Tali pengikat ini digunakan untuk mengikat kerangka jaring terapung. Jumlah pemberat untuk satu unit jaring terapung empat petak/kantong adalah sebanyak 4 buah. Berat jangkar berkisar antara 50 – 75 kg. semen atau besi. Pemberat diberi tali pemberat/tali jangkar yang terbuat dari tambang plastik yang berdiameter sekitar 10 mm – 15 mm. Jangkar terbuat dari bahan batu. Ukuran mata jaring yang digunakan tergantung dari besarnya ikan yang akan dibudidayakan. Jaring Jaring yang digunakan untuk budidaya ikan di perairan umum. untuk ikan air laut ukuran kantong jaring yang biasa digunakan berukuran mulai 2 X 2 38 .Gambar 2. kawat ukuran 5 mm. Kantong jaring terapung ini mempunyai ukuran bervariasi disesuaikan dengan jenis ikan yang dibudidayakan. 4. biasanya terbuat dari bahan polyethylene atau disebut jaring trawl. pelampung atau jaring. besi beton ukuran 8 mm atau 10 mm. Gambar 2.33.34. Pemberat diikatkan pada masing-masing sudut dari kerangka jaring terapung.

5 m. misalnya akan dibuat kantong jaring dengan ukuran 7 X 7 X 2 m. langkah selanjutnya adalah memotong jaring. 2. Ukuran kantong jaring yang akan dipergunakan berkisar antara 2 X 2 m sampai dengan 10 X 10 m. Sedangkan untuk jenis ikan air tawar berkisar antara 3 X 3 X 3 m sampai 7 X 7 X 2.5 cm 1. Untuk mengurangi resiko kebocoran akibat gigitan binatang lain. Di perairan umum. Salah satu contohnya adalah sebagai berikut : a. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2. Langkah awal yang harus dilakukan untuk membuat kantong jaring adalah membuat desain/rancangan kantong jaring yang akan dipergunakan.0 cm 2.5 cm > 2. Jaring polyethylene no.5 cm Ukuran ikan 1 – 2 cm 5 – 10 cm 20 – 30 cm > 30 cm Kantong jaring yang digunakan untuk memelihara ikan dapat diperoleh dengan membeli jaring utuh.1 inch. 4. Jaring yang mempunyai ukuran mata jaring lebih kecil dari 1 inch biasanya digunakan untuk memelihara ikan yang berukuran lebih kecil.3. 380 D/9 dengan ukuran mata jaring (mesh size) sebesar 2 inch (5. 3. Ukuran jaring bagian luar biasanya mempunyai mata jaring (mesh size) yang lebih besar.81 cm) dipergunakan sebagai kantong jaring dalam. Untuk memotong jaring harus dilakukan dengan benar berdasarkan pada ukuran mata jaring dan tingkat perenggangannya saat terpasang di perairan. 280 D/12 dengan ukuran mata jaring 1 inch (2. Ukuran mata jaring 0. 1. biasanya kantong jaring terapung dipasang rangkap (doubel) yaitu kantong jaring luar dan kantong jaring dalam.3. Tabel 2. jaring dalam keadaan terpasang atau sudah berupa kantong jaring akan mengalami perenggangan atau mata jaring dalam keadaan 39 . b. khususnya dalam budidaya ikan di jaring terapung ukuran jaring yang digunakan adalah ukuran ¾ . Jaring polyethylene no.08 cm) yang dipergunakan sebagai kantong jaring luar.5 inch (3. No. Menurut hasil penelitian. Ukuran mata jaring yang digunakan berdasarkan ukuran ikan yang dibudidayakan.X 2 m sampai 5 X 5 x 5 m. Dalam hal ini biasanya jaring trawl dijual dipasaran berupa lembaran atau gulungan.5 cm) atau 1. Setelah ukuran kantong jaring yang akan dipergunakan.

L = ----------1-S 2.3 0.09 2 = ---------√ 0.8 m = 280 cm : 5. Maka untuk mencari panjang jaring sebelum Hang In adalah : i L = -----1–S 28 28 L = ------. Nilai ”Hang In Ratio” dalam membuat kantong jaring terapung adalah 30%.08 cm).08 cm = 197.7 Jadi panjang tiap sisi adalah 40 m : 4 = 10 m Jumlah mata jaring 10 m = 1000 cm : 5.3.= 40 m 1 – 0. maka dalam kantong jaring sebelum dipotong (D) adalah : d = D √ 2S – S2 d -----------√ 2S – S2 D = 2 D = -------------------√ 2 (0.51 = 2 --------. Adapun perhitungan yang digunakan untuk memotong jaring ada dua cara. kantong jaring yang akan dibuat 7 X 7 X 2 m dengan ukuran mata jaring (mesh size) 2 inch (5.tertarik/terbuka (”Hang In Ratio”).7141 Jadi jumlah mata jaring 2.= 2. Diketahui Hang In Ratio (S) adalah 30% = 0. Diketahui dalam jaring sesudah Hang In (d) adalah 2 m.8 m 0.1 mata jaring dibulatkan menjadi 55 mata jaring. Rumus berdasarkan ”Hang In Ratio” adalah sebagai berikut : i 1. 40 .3) – 0. d = D √ 2S – S2 Keterangan : S : Hang In Ratio L : Panjang jaring sebelum Hang In atau dalam keadaan tertarik i : Panjang tali ris D : dalam kantong jaring (jumlah mata jaring dikalikan ukuran mata jaring dalam keadaan tertarik) D : dalam kantong jaring sesudah Contoh penggunaan rumus dalam menghitung jaring yang akan dipotong dengan ukuran 7 X 7 X 2 m adalah sebagai berikut: Misalnya.04 mata jaring dibulatkan 197 mata jaring.08 cm = 55. Panjang tali ris (i) = 4 X 7 m = 28 m.32 2 = --------------√ 0. yaitu : (1) menggunakan rumus tertentu dan (2) melakukan perhitungan cara di lapangan.= ------.6 – 0.

30%) X 2. Gambar 2.35. Berdasarkan hasil penelitian panjang jaring akan berkurang sebesar 30% dari semula. Maka secara praktis dilapangan diperhitungkan jumlah mata jaring dalam setiap meter adalah: 100 -----------------------------. Angka-angka ini diperoleh dari hasil perkalian antara ukuran kantong jaring dengan jumlah mata jaring.35. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah memindahkan pola yang telah dibuat langsung kejaring.= 0.7 X 2. Sedangkan ukuran mata jaring yang akan digunakan adalah 2 inch maka jumlah mata jaring yang akan dipotong adalah 196 X 196 X 56.08 cm). sehingga jika akan membuat jaring dengan ukuran 7 X 7 X 2 m. Pola jaring 41 . Jaring tersebut dibentangkan dan dibuat pola seperti Gambar 2. Sedangkan para petani ikan dilapangan biasanya menghitung jaring yang akan digunakan untuk membuat kantong jaring menggunakan perhitungan sebagai berikut : Misalnya kantong jaring yang akan dibuat berukuran 7 X 7 X 2 m dengan ukuran mata jaring (mesh size) 2 inch (5.778 Jadi dalam satu meter jaring yang berukuran 1 inch terdapat 56 mata jaring.54 100 --------.Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh ukuran lembaran jaring yang akan dipotong untuk kantong jaring berukuran 7 X 7 X 2 m adalah 197 X 197 X 55 mata jaring.2 = 56 1. jumlah mata jaringnya adalah 392 X 392 X 112 mata jaring.54 100 -----------------.= 56.= (100% . Berdasarkan hasil kedua perhitungan tersebut memperoleh nilai yang tidak jauh berbeda.

4. Perhitungan jumlah mata jaring yang harus dipotong dalam berbagai ukuran kantong jaring dan mata jaring. Fungsi pemberat ini agar jaring tetap simetris dan pemberat ini diletakkan pada setiap sudut kantong jaring terapung. Tabel 2.4.Sebagai acuan untuk melakukan pemotongan jaring yang akan dipergunakan untuk membuat kantong jaring terapung dapat dilihat pada Tabel 2. Pemberat Pemberat yang digunakan biasanya terbuat dari batu atau timah yang masing-masing beratnya antara 2–5 kg. 42 . Ukuran kantong jaring (p X l X t) (meter) 2 X 2 X2 3X3X2 4X4X2 5X5X2 6X6X2 7X7X2 8X8X2 9X9X2 10 X 10 X 2 Ukuran mata jaring (inch) 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 Ukuran kantong jaring (p X lX t) dalam jumlah mata jaring 112 X 112 X 112 56 X 56 X 56 168 X 168 X 112 84 X 84 X 56 224 X 224 X 112 112 X 112 X 56 280 X 280 X 112 140 X 140 X 56 336 X 336 X 112 168 X 168 X 56 392 X 392 X 112 196 X 196 X 56 448 X 448 X 112 224 X 224 X 56 504 X 504 X 112 252 X 252 X 56 560 X 560 X 112 280 X 280 X 56 6.

Hal ini untuk memudahkan dalam melakukan aktivitas kegiatan operasional pada saat melakukan budidaya ikan. selain itu pengeringan dasar kolam dapat membunuh hama dan penyakit yang ada di dalam kolam Gambar 2. Pengeringan dasar kolam 43 . Panjang tali ris adalah sekeliling dari kantong jaring terapung. perbaikan saluran pemasukan dan pengeluaran air. Khusus untuk tali ris pada bagian atas sebaiknya dilebihkan 0. 2. budidaya. pengolahan dasar kolam.3. kantong jaring terapung berukuran 7X7X2m maka tali risnya adalah 7m X 4 =28 m. Persiapan kolam meliputi pengeringan kolam. Tali/tambang ini dipergunakan sebagai penahan jaring pada bagian atas dan bawah. Dengan dikalikan empat karena kantong sisi jaring terapung adalah empat sisi.36.7. Jadi tali risnya mempunyai panjang 28 m +( 4 X 0. perbaikan pematang. Pengeringan Pengeringan dasar kolam sangat dibutuhkan oleh ikan agar bakteri pembusuk yang dapat menyebabkan ikan sakit.5 m untuk setiap sudut.5 m) = 30 m. Dalam membudidayakan ikan dengan menggunakan kolam yang biasanya dilakukan untuk melakukan budidaya ikan air tawar. PERSIAPAN WADAH BUDIDAYA Setelah mengetahui bermacammacam wadah budidaya ikan dan mengetahui konstruksi wadah tersebut maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan segalanya agar wadah budidaya ikan tersebut dapat dipergunakan untuk kegiatan Gambar 2. racun sisa dekomposisi selama budidaya terbuang.36. Tali/tambang Tali/tambang yang digunakan biasanya disesuaikan dengan kondisi perairan pada perairan tawar adalah tali plastik yang mempunyai diameter 5–10 mm. Misalnya. Tali tambang ini mempunyai istilah lain yang disebut dengan tali ris. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan tahapan-tahapan yang harus dilakukan meliputi : 1. sedangkan pada perairan laut tali/tambang yang digunakan terbuat dari nilon atau tambang yang kuat terhadap salinitas. harus dilakukan persiapan kolam agar dapat dipergunakan untuk membudidayakan ikan. Pada kolam pemijahan pengeringan dasar kolam bertujuan agar ikan dapat memijah karena tanah yang dikeringkan dan diairi akan melepaskan bau tertentu yang disebut petrichor. pemupukan dan pengapuran.

yaitu kapur carbonat : CaCO3 atau [CaMg(CO3)]2. lalu dibuat saluran ditengah kolam. Perbaikan pematang Perbaikan pematang bertujuan untuk mencegah kebocoran kolam. Pengolahan tanah dasar kolam 4. Kapur pertanian yang biasa digunakan adalah kapur karbonat yaitu kapur yang bahannya dari batuan kapur tanpa lewat proses pembakaran tapi langsung digiling. Tanah yang baru dicangkul diratakan. Pengapuran dasar kolam sebaiknya dilakukan setelah pengolahan tanah.37. Pengolahan dasar kolam Pengolahan dasar kolam dilakukan pada kolam tradisional dan kolam semi intensif dimana dasar kolam berupa tanah. Perbaikan pematang ini hanya dilakukan pada kolam tanah. sedangkan pada kolam tembok dilakukan perawatan dan pengecekan kebocoran pada setiap bagian pematang. Kebocoran kolam dapat diakibatkan oleh binatang air seperti belut.2. Gambar 2. Pada saat tanah dibalikkan dan sambil menunggu kering tanah dasar. Pematang bocor mengakibatkan air kolam tidak stabil dan benih ikan banyak yang keluar kolam. Tujuan pengolahan dasar kolam adalah mempercepat berlangsungnya proses dekomposisi (penguraian) senyawa-senyawa organik dalam tanah sehingga senyawasenyawa yang beracun yang terdapat di dasar kolam akan menguap. Pengolahan dasar kolam dilakukan dengan mencangkul dasar kolam sedalam 10 – 20 cm. Pengapuran merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan kestabilan keasaman (pH) tanah dan air. penebaran kapur dapat dilakukan. 3. Saluran pemasukan dan pengeluaran air dilengkapi dengan saringan. Kapur pertanian ada dua yaitu Kalsit dan Dolomit. Setelah dasar kolam rata. Tujuannya untuk menjaga agar tidak ada hama yang masuk ke dalam kolam dan benih ikan budidaya yang ditebarkan tidak kabur atau keluar kolam (Gambar 2. Pengapuran. Saluran ini disebut kemalir. kepiting dan hewan air lainnya. sekaligus memberantas hama penyakit. Kalsit 44 . Tanah tersebut dibalik dan dibiarkan kering sampai 3-5 hari.37). dan kapur tohor/kapur aktif (CaO). Jenis kapur yang digunakan untuk pengapuran kolam ada beberapa macam diantaranya adalah kapur pertanian. Kemalir berfungsi untuk memudahkan pemanenan dan sebagai tempat berlindung benih ikan pada siang hari.

Tetapi ada juga para petani menggunakan dosis kapur berkisar antara 100200gram/m2 hal ini dilakukan bergantung kepada keasaman tanah kolam.5. Kapur tohor adalah kapur yang pembuatannya lewat proses pembakaran. Dosis pupuk kandang juga bergantung kepada kesuburan kolam ikan. Sedangkan pupuk buatan berupa bahan-bahan kimia yang dibuat manusia dipabrik pupuk yang berguna untuk menyuburkan tanah. sedangkan dolomit bahan bakunya banyak mengandung kalsium karbonat dan magnesium karbonat [CaMg(CO3)]2. Jenis pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk kandang dan pupuk buatan. bahannya adalah batuan tohor dari gunung dan kulit kerang. Pemupukan. sedangkan bila kekurangan kapur dalam kolam akan menyebabkan tanah dasar kolam menjadi masam. Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran ternak besar (sapi. memperbaiki struktur tanah dan menghambat peresapan air pada tanah-tanah yang porous serta menumbuhkan phytoplankton dan zooplankton yang digunakan sebagai pakan alami benih ikan. magnesiumnya sedikit (CaCO3). itik dan lain-lain) yang telah dikeringkan. pupuk phosphor (TSP). Dosis kapur yang akan ditebarkan harus tepat ukurannya karena jika berlebihan kapur akan menyebabkan kolam tidak subur. Kapur ini dikenal dengan nama kapur sirih. Tabel 2. biasanya berkisar antara 100-150 gram/m2 sedangkan untuk kolam yang kurang kesuburannya dapat 45 . Dolomit merupakan kapur karbonat yang dimanfaatkan untuk mengapur lahan bertanah masam. kerbau.bahan bakunya lebih banyak mengandung karbonat.5. Pemupukan tanah dasar kolam bertujuan untuk meningkatkan kesuburan kolam. Jenis pupuk buatan yang dapat digunakan antara lain adalah pupuk nitrogen (urea. Sebagai acuan dalam memberikan kapur pada kolam budidaya ikan dapat dilihat pada Tabel 2. pupuk kalium (KCl) dan pupuk NPK yang merupakan gabungan dari ketiga hara tunggal. Dosis kapur Tohor (CaO) menurut jenis tanah dan macam kolam dengan luas 100 meterpersegi Macam kolam Kolam baru Kolam lama Jenis tanah berpasir 25 kg 15 kg Jenis tanah pasir berlumpur 30 kg 20 kg Jenis tanah lumpur berpasir 40 kg 30 kg Jenis tanah berlumpur 60 kg 40 kg 5. kuda dan lain-lain) atau kotoran unggas (ayam. ZA).

38. Mengairi kolam Wadah budidaya ikan (kolam) yang sudah dipersiapkan dan siap untuk dipergunakan sebagai wadah untuk kegiatan budidaya. Pengairan ini harus dilakukan minimal 4 –7 hari sebelum larva/benih ikan di tebar ke dalam kolam pemeliharaan agar pakan alami tumbuh dengan sempurna. dipergunakan senantiasa baik untuk kegiatan budidaya maka harus selalu dilakukan pengelolaan terhadap kolam budidaya baik kolam pemeliharaan. penetasan telur dan lain sebagainya. kolam pemeliharaan 1-1. untuk menghindari masuknya ikan liar. Pemberian kapur selain dapat membunuh hama dan parasit ikan juga dapat menaikan pH dasar kolam. Pengolahan dasar kolam dengan cara membalik tanah bagian dasar kolam yang di lanjutkan dengan pengapuran dan pemupukan.25 m (Gambar 2. Dosis yang digunakan untuk pupuk buatan biasanya berkisar antara 200-300 gram/m2. untuk kolam pemijahan ketinggian air 0.00 m. TSP dan Urea masing-masing sebanyak 10 gr/m2 dan kapur pertanian sebanyak 25 – 30 gr/ m2 atau disesuaikan dengan tingkat kesuburan lahan. dikapur dan di pupuk tersebut lalu diairi agar pakan alami di kolam tersebut tumbuh dengan subur. Ketinggian air di kolam ikan ini bergantung pada jenis kolam.ditebarkan kotoran ayam sebanyak 300 – 500 gr/m2 . Agar kolam yang . serta pintu pengeluaran yang dipasang saringan. 6. Sedangkan pemupukan bertujuan untuk 46 Gambar 2. Persiapan wadah Wadah mempunyai pematang kokoh dan tidak bocor. Adanya saringan air ini baik pada pintu pemasukan maupun pada pintu pengeluaran. pintu pemasukan. terutama ikan predator yang dapat mengganggu proses pemijahan bahkan dapat memangsa induk maupun larva yang dihasilkan.38). Pengolahan dasar kolam bertujuan untuk meningkatkan kesuburan dasar dan perairan kolam sebagai stok pakan alami bagi calon induk. Pada pengelolaan kolam yang akan dipergunakan sebagai wadah pemeliharaan induk/calon induk sebaiknya mempunyai persyaratan yang sesuai dengan lingkungan yang layak bagi kehidupan induk.75-1. Hal-hal yang harus dilaksanakan dalam pengelolaan kolam induk ikan ini adalah : 1. pemijahan. Kolam dapat juga dipupuk menggunakan. Pengairan Kolam yang telah dikeringkan.

cukup tersedia oksigen terlarut ( >5 ppm). Persiapan wadah bertujuan untuk mengkondisikan wadah agar dapat digunakan secara efesien dan memenuhi persyaratan lingkungan yang optimal. CO2 (<10 ppm). Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara menyebarkan pupuk ke dasar kolam dan dilanjutkan dengan pemupukan susulan setelah 15 hari dengan cara memberikan pupuk yang dibungkus dari karung plastik yang diberi lubang keci-kecil sehingga pupuk akan terurai secara perlahan. Formalin 25 ppm dan alkohol 70%. bak yang akan digunakan untuk budidaya ikan harus dilakukan persiapan wadah sebelum dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya. dibersihkan dan diberi desinfektan kemudian 47 . 3. agar tidak terdapat sisa-sisa kotoran yang dapat menyebabkan pembawa penyakit Gambar 2. maka proses difusi oksigen ke dalam air dan proses fotosintesis phytoplankton dapat terganggu sehingga Oksigen terlarut akan menurun. Malachite green 100 ppm. yaitu dengan cara mengambil /mencabut gulma yang ada di kolam. Wadah budidaya ikan yang lainnya adalah bak tembok atau bak beton. Sanitasi wadah Wadah yang akan digunakan untuk budidaya ikan (bak) sebelum digunakan dibersihkan dari kotoran yang menempel.31). Persiapan bak budidaya ikan meliputi: 1. bila populasinya banyak sampai menutupi permukaan air. maka air kolam harus terus menerus mengalir sehingga tidak ada lagi penimbunan kotoran air akibat dari sisa pakan atau sampah lainnya. Setelah semua langkah persiapan dilakukan maka kolam tersebut dapat digunakan untuk melakukan kegiatan budidaya. NH3 ( <1 ppm). Pengendalian gulma air Tanaman air yang dapat mengganggu lingkungan hidup ikan antara lain adalah eceng gondok dan kiambang. sehingga ikan dapat hidup dengan laju pertumbuhan yang optimum. Pemupukan dasar kolam dapat digunakan pupuk kandang. pupuk hijau atau pupuk buatan. Pengendalian gulma air ini dapat dilakukan dengan cara memberi saringan pada pintu pemasukan air dan pengendalian gulma secara mekanis. Pengairan Pengairan dimaksudkan untuk menjaga kondisi lingkungan bagi induk sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan yaitu perairan subur. Untuk mendapatkan lingkungan yang demikian. Bahan yang digunakan untuk membersihkan wadah dan merupakan desinfektan antara lain lain adalah Chlorin 200 ppm. Wadah yang akan dipergunakan setelah disikat.memenuhi kebutuhan unsur hara yang diperlukan fitoplankton sebagai makanan zooplankton maupun ikan. 2.

Perbaikan instalasi air Pada budidaya ikan menggunakan wadah bak biasanya tidak mempunyai pipa pemasukan air seperti dikolam. Perbaikan instalasi udara Pada wadah budidaya ikan yang menggunakan bak biasanya menggunakan alat bantu untuk meningkatkan kelarutan oksigen didalam wadah budidaya dengan menggunakan aerator ataupun blower. Bahan untuk memperbaiki kebocoran bak dapat berupa resin serat kaca untuk bak yang terbuat dari serat fiber. Ganti atau perbaiki peralatan yang rusak dan tidak berfungsi lagi. Setelah kerusakan diperbaiki maka bak harus dibiarkan beberapa hari agar bahan tersebut telah kering dan tidak membahayakan ikan yang akan dibudidayakan. penyaring udara. 4.39. kebocoran wadah budidaya. Oleh karena itu pompa yang yang telah lemah harus segera diperbaiki. semen atau lem khusus untuk beton untuk bak yang terbuat dari beton. Oleh karena itu kerusakan tersebut harus diperbaiki dahulu sebelum digunakan. Perbaikan wadah Sebelum wadah digunakan dilakukan pemeriksaan apakah bak tersebut siap untuk digunakan untuk budidaya ikan. Oleh karena itu harus dilakukan pemeriksaan terhadap peralatan tersebut. pada bak pintu pemasukkan air 48 Gambar 2. 3. pipa penyalur.dibersihkan kembali dan wadah tersebut dibiarkan kering udara agar bahan beracun tersebut telah hilang menguap. Setelah dilakukan sanitasi diisi dengan air untuk memeriksa kebocoran bak. bila bak yang akan digunakan terbuat dari plastik maka dapat digunakan selotip tahan air untuk menutupi . Peralatan ini sering mengalami kebocoran pada pipa dan penyumbatan pada batu aerasi. Pompa udara merupakan alat yang paling penting pada proses budidaya ikan di bak karena banyaknya pengudaraan pada air media tergantung dari kekuatan pompa yang ada. Instalasi udara terdiri dari pompa udara. karena dapat berakibat fatal bagi ikan bila terhentinya aliran udara dalam waktu lama. Sanitasi bak budidaya 2. batu aerasi dan alat pengatur banyaknya aliran udara (kran). Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui apakah bak yang akan digunakan mengalami kerusakan baik karena kebocoran dasar dan dinding bak maupun karena adanya kebocoran pada pipa pengeluaran dan pemasukan.

2. Persiapan wadah budidaya ikan yang menggunakan akuarium tidak jauh berbeda dengan penggunaan bak. besi. Air harus tetap tersedia karena untuk keperluan pergantian air pada media pemeliharaan ikan. Masa pakai kerangka ini sangat bergantung pada bahan yang digunakannya.merupakan kran air yang dimasukkan kedalam bak budidaya. 49 . Pada wadah budidaya karamba jaring terapung wadah tersebut harus disiapkan sebelum digunakan dengan beberapa tahap antara lain adalah : 1. Hal ini dilakukan agar ikan yang dibudidayakan tidak keluar dari wadah budidaya. oleh karena itu harus dilakukan pembersihan dengan cara menyikat kantong jaring dan menjemurnya kembali setelah dibersihkan agar hewan-hewan kecil tersebut bersih dari jaring. karena masa pakai kerangka ini tidak bisa sepanjang tahun. Sumber air yang digunakan dapat berasal dari mata air atau dari sumur yang dipompakan ke bak-bak melalui pipa pengaturan. Perbaikan kerangka Pemeriksaan terhadap kerangka yang digunakan dalam budidaya ikan di karamba jaring terapung harus dilakukan. stainless steel atau papan. Sedangkan pintu pengeluarannya berupa pipa yang terbuat dari pipa PVC dalam bentuk L atau lurus. Perbaikan jaring dapat dilakukan dengan melakukan perajutan pada bagian jarring yang rusak sedangkan pada jaring yang sudah lapuk harus diganti dengan jaring yang baru. ada beberapa macam bahan yang digunakan sebagai kerangka antara lain adalah bambu. Setiap bahan tersebut mempunyai masa pakai yang berbeda oleh karena itu harus dilakukan perbaikan pada kerangka jarring apung yang sudah mengalami kerusakan agar wadah tersebut dapat dipergunakan untuk budidaya ikan. Kebocoran sering terjadi pada pipa penyaluran dan kran pengatur aliran. Pintu pengeluaran air ini harus diperiksa apakah terjadi penyumbatan pada saluran pembuangannya. Pada kantong jaring yang di pergunakan untuk budidaya ikan sebelumnya biasanya banyak terdapat hewan-hewan kecil yang menempel pada kantong jaring. Perbaikan jaring Jaring yang akan digunakan untuk budidaya ikan harus dilakukan perbaikan dan pergantian jika telah mengalami kerusakan.

Agar dapat melakukan pengelolaan kualitas air dalam budidaya ikan maka harus dipahami ketiga parameter kualitas air yang sangat menentukan keberhasilan suatu budidaya ikan. Sumber air Sumber air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan ada beberapa macam. Air yang dapat digunakan sebagai budidaya ikan harus mempunyai standar kuantitas dan kualitas yang sesuai dengan persyaratan hidup ikan.BAB III MEDIA BUDIDAYA IKAN Media budidaya ikan merupakan suatu tempat hidup bagi ikan untuk tumbuh dan berkembang yaitu air. Oleh karena itu kondisi perairan/ air harus mampu menyiapkan kondisi yang baik. Hal ini dikarenakan organisme ini merupakan produsen primer sebagai pendukung kesuburan perairan. 3. Secara umum air sebagai lingkungan hidup mempunyai sifat fisik. terutama untuk tumbuhan tingkat rendah (Fitoplankton) dalam proses asimilasi sebagai sumber makanan hewan terutama ikan. Air yang dapat digunakan sebagai media hidup ikan harus dipelajari agar ikan sebagai organisme air dapat dibudidayakan sesuai kebutuhan manusia sebagai sumber bahan pangan yang bergizi dan relatif harganya murah.1. Berdasarkan asalnya sumber air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu air permukaan dan air tanah. parameter kualitas air yang akan sangat menentukan keberhasilan suatu usaha budidaya ikan dan bagaimana cara melakukan pengukuran terhadap parameter kualitas air tersebut agar dapat selalu dipantau perubahan kualitas air dalam wadah budidaya ikan. Air yang dapat memenuhi kriteria yang baik untuk hewan dan tumbuhan tingkat rendah yaitu plankton sebagai indikator paling mudah bahwa air tersebut dapat digunakan untuk budidaya ikan. Dalam bab ini akan dibahas tentang kuantitas air dalam hal ini sumber air yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya. Air permukaan yaitu air hujan yang mengalami limpasan/ 50 . sifat kimia dan sifat biologi.

Sedangkan air tanah yaitu air hujan yang mengendap atau air yang berada dibawah permukaan tanah. kadar karbondioksida yang tinggi dan kandungan besi yang relatif tinggi. Air tanah berdasarkan kandungan salinitasnya merupakan air tawar yang akan dipergunakan untuk budidaya ikan air tawar. waduk. Air tanah yang saat ini digunakan untuk kegiatan budidaya dapat diperoleh melalui cara pengeboran air tanah dengan kedalaman tertentu sampai diperoleh titik sumber air yang akan keluar dan dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya. selain itu jika air tanah mengalami kontak dengan udara akan mengalami proses oksigenasi sehingga ion feri(besi) yang terdapat pada air tanah akan segera mengalami pengendapan dan akan membentuk warna kemerahan pada air. Sumber air tersebut dapat dipergunakan untuk budidaya ikan air tawar karena memiliki kandungan oksigen yang cukup dan pH yang stabil. Air tanah mempunyai kandungan oksigen yang rendah karena air ini pergerakannya didalam tanah sangat lambat dan sangat dipengaruhi oleh porositas. danau. Selain itu air permukaan dapat juga didefenisikan sebagai air yang berada disungai. Air permukaan yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan berdasarkan kadar garamnya (salinitas) dibagi menjadi tiga yaitu air tawar. pada air tawar 51 . Solusinya dengan menggunakan aerator/kincir air /blower pada air pemeliharaan dan yang utama air tanah tersebut harus diinapkan minimal semalam (12 jam) untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut. Oleh karena itu sumber air yang biasa digunakan di kota besar adalah air yang berasal dari PAM. air payau dan air laut.berakumulasi sementara ditempattempat rendah misalnya : air sungai. Air tawar adalah air yang memiliki kadar garam (salinitas) antara 0 – 5 ppt. waduk. Air tanah memiliki kelebihan airnya bersih. Sumber air permukaan tersebut sudah banyak dipergunakan untuk kegiatan budidaya ikan. Jika sumber air tanah ini dieksploitasi secara besar-besaran maka jumlah air tanah akan semakin berkurang. Ketiga air ini dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya ikan. Saat ini dibeberapa kota besar yang telah banyak sekali terjadi pengeboran air tanah secara besar-besaran maka kadar salinitas dari air tanah ini mengalami perubahan karena telah tercemar dengan air laut. kekurangannya air tanah mempunyai kandungan oksigen yang rendah. danau dan rawa. rawa dan badan air lainnya yang tidak mengalami infiltrasi kedalam. Kekurangan air PAM ini biasanya mengandung klorin/kaporit yang cukup tinggi dan solusinya sama seperti pada air tanah cukup dilakukan pengendapan air pada wadah terpisah minimal semalam yaitu 12 jam. Air laut adalah air yang memiliki kadar garam (salinitas) antara 30 – 35 ppt. permeabilitas dari lapisan tanah dan pengisian kembali air. Air payau adalah air yang memiliki kadar garam (salinitas) antara 6 – 29 ppt. Air PAM ini berasal dari sumber air permukaan dan mengalami proses tertentu sampai diperoleh kualitas air sesuai baku mutu yang diinginkan.

Jumlah air yang diperlukan untuk mengairi wadah budidaya ikan harus cukup dan tersedia sepanjang tahun karena dengan melakukan budidaya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia. waduk dan situ merupakan sumber air tawar yang banyak digunakan oleh kegiatan budidaya ikan dengan metode budidaya di perairan umum yaitu karamba jaring apung. kuantitas dan kualitas air yang terdapat pada sumber air tersebut. pada air payau dipergunakan untuk membudidayakan ikan air payau dan air laut untuk membudidayakan ikan air laut. Air permukaan ini dapat diklasifikasikan berdasarkan lamanya terakumulasi dalam suatu tempat dibagi menjadi dua yaitu perairan tergenang (Lentik) antara lain adalah danau. Pengukuran secara tidak langsung inilah yang banyak digunakan oleh para pembudidaya 52 . sehingga dalam pemakaiannya sebaiknya dimasukkan terlebih dahulu pada bak pengendapan. Walaupun sumber air tersebut berasal dari alam harus diperhatikan juga tentang kontinuitas ketersediaan air tersebut untuk kegiatan budidaya. Sedangkan pengukuran debit air secara tidak langsung dilakukan dengan cara menentukan rata-rata luas penampang basah saluran dikalikan dengan kecepatan aliran air rata-rata. Pemilihan dari berbagai sumber air tersebut macam sangat bergantung kepada lokasi dimana budidaya ikan tawar akan dilakukan . Keuntungan sumber air ini adalah mempunyai kandungan oksigen yang cukup tinggi. saluran irigasi. Jumlah air yang dapat dipergunakan untuk kegiatan budidaya dapat diketahui dengan mengukur debit air saluran. Debit air saluran merupakan jumlah air yang mengalir dalam saluran yang dinyatakan dengan ukuran liter perdetik. Pengukuran debit air secara langsung dilakukan dengan menggunakan sekat ukur. waduk dan situ . yang kedua adalah perairan mengalir (Lotik) antara lain adalah sungai. Pada kegiatan budidaya ikan jumlah air yang dibutuhkan tidak sedikit harus tersedia secara terus menerus. Untuk mengetahui kebutuhan air pada wadah budidaya ikan dapat dilakukan perhitungan jumlah persediaan air sumber. Pada perairan tergenang yang perlu diperhatikan adalah terjadinya stratifikasi secara vertikal yang diakibatkan oleh perbedaan intensitas cahaya dan perbedaan suhu secara vertikal pada kolom air. Air sungai merupakan sumber air yang murah dan tidak memerlukan biaya tetapi sumber air ini memiliki kandungan lumpur yang cukup tinggi. Debit air saluran dapat diukur dengan cara langsung maupun secara tidak langsung. Air yang berasal dari danau.dipergunakan untuk membudidayakan ikan air tawar. Salah satu cara untuk mengetahui jumlah air yang diperlukan pada kegiatan budidaya adalah dengan mengetahui jumlah air pada saluran sepanjang tahun. air laut. Air yang digunakan untuk kegiatan budidaya ikan yang berasal dari air mengalir dan banyak dipergunakan oleh masyarakat adalah air sungai untuk budidaya ikan air tawar dan air laut untuk budidaya ikan air laut.

kekentalan air murni mempunyai nilai yang terbesar. pada suhu 0° C. maka akan timbul gesekan-gesekan yang disebut dengan “gesekan intern dalam air“/ Viscosity.2. 3. sehingga kalau suhu air naik. Akibat dari sifat tersebut akan menimbulkan pergolakan/perpindahan massa air dalam perairan tersebut. 3. Sifat Fisik 3. Hal ini disebabkan kondisi air yang anaerob (oksigen rendah) dan zatzat beracun dari dasar perairan akan naik kepermukaan air. Kekentalan ( Viscosity ) Molekul-molekul air mempunyai daya saling tarik menarik. baik secara vertikal maupun horizontal. Parameter kualitas air 3. Sedangkan kerugian adanya aliran air ini adalah terutama aliran air yang vertikal sering menimbulkan “upwalling” pada danau-danau.2.ikan dilapangan karena relatif mudah dilakukan. Dasar perairan adalah merupakan akumulasi pengendapan mineral-mineral yang merupakan persediaan “nutrient” yang akan dimanfaatkan oleh mahluk hidup (yang pada umumnya tinggal didaerah permukaan air karena mendapatkan sinar matahari yang cukup).1. lebih tinggi dari 4° C kepadatan/berat jenisnya akan turun.2. Akan tetapi bila air membeku jadi es. sehingga menyebabkan keracunan dan kematian ikan secara masal. sebagai sumber mineral bagi fitoplankton dan fitoplankton sebagai makanan ikan maupun hewan air lainnya.1. kalau daya saling tarik menarik tersebut mengalami gangguan karena adanya benda yang bergerak dalam air seperti benda tenggelam. demikian juga kalau suhunya lebih rendah dari 4 °C. Sifat air ini mengakibatkan pada perairan didaerah yang beriklim dingin yang membeku perairannya hanya pada bagian atasnya saja sedangkan pada bagian bawahnya masih berupa cairan sehingga kehidupan organisme akuatik masih tetap berlangsung.2. Menurut kesepakatan para ahli fisika. mineral-mineral tersebut akan di absorbsi oleh dasar perairan .1. Kepadatan (density/berat jenis) Pada suhu 4 °C (3. aliran vertikal tidak banyak membawa keberuntungan. es tersebut akan terapung. maka akan terjadi pelapisan-pelapisan suhu air pada danau atau perairan dalam. dan ditandai dengan angka 100. Makin naik suhunya.1. Setiap kenaikan suhu 53 .95° C ) air murni mempunyai kepadatan yang maksimum yaitu 1 (satu). justru sebaliknya dapat mengendapkan mineral-mineral yang datang dari tempat lain kedasar perairan. Sifat air yang demikian itu. yaitu pada lapisan dalam suatu perairan suhu air makin rendah dibanding pada permukaan air. Pada perairan yang oligotrof (cukup banyak mengandung mineral). makin berkurang kekentalannya. Selain itu keuntungan adanya gerakan air ini dapat mendistribusikan/ menyebarkan berbagai zat ke seluruh perairan.2.

Sedangkan organisme memerlukan suhu yang stabil atau fluktuasi suhu yang rendah. 3. • Penyerapan (absorbsi) panas matahari pada bagian permukaan air. evaporasi dan volatisasi serta penurunan kelarutan gas dalam air seperti O2. zat-zat dan benda-benda yang melayang didalam air. Agar suhu air suatu perairan berfluktuasi rendah maka perlu adanya penyebaran suhu. penutupan awan.3. reaksi kimia. Selain itu suhu air sangat berpengaruh terhadap jumlah oksigen terlarut didalam air. Kisaran suhu tersebut 54 . Viscosity ini akan berpengaruh terhadap proses pengendapan jasad renik (plankton). setiap satuan volume air memerlukan sejumlah panas yang lebih banyak dari pada udara. Daya tarik menarik molekul air ini terjadi kesegala penjuru. ketinggian dari permukaan laut (altitude). Kisaran suhu air yang sangat diperlukan agar pertumbuhan ikanikan pada perairan tropis dapat berlangsung berkisar antara 25° C 32° C. Artinya untuk naik 1° C. • Angin. sedang dipermukaan hanya terjadi gaya tarik menarik kesamping dan kedalam saja dan sifat itu yang menyebabkan timbulnya tegangan permukaan. sehingga molekul-molekul zat cair masih mempunyai daya “Kohesi “. ada juga plankton yang menggantung dibawah permukaan air. Suhu air pada suatu perairan dapat dipengaruhi oleh musim. Tegangan Permukaan Molekul-molekul air mempunyai daya saling tarik menarik terhadap molekul-molekul yang ada. Dalam fase cair daya tarik menarik masih sedemikian besarnya.4.1. terjadi bila disuatu perairan (danau) terdapat lapisan suhu air yaitu lapisan air yang bersuhu rendah akan turun mendesak lapisan air yang bersuhu tinggi naik kepermukaan perairan. maka binatang dan tumbuhan yang ringan. Jika suhu tinggi. hingga pada suhu 25° C viscositas turun menjadi setengahnya dari nilai viscosity pada suhu 0° C. hal ini disebabkan panas jenis air lebih tinggi daripada udara. N2. 3. waktu dalam satu hari. Hal tersebut tercapai secara sifat alam antara lain. Peningkatan suhu air mengakibatkan peningkatan viskositas. aliran dan kedalaman air.1. Akibat adanya tegangan permukaan.2. seperti kimbung akar dapat berjalan diatas permukaan air. lintang (latitude). sebagai penggerak permindahan massa air. CO2.2. Pada perairan dangkal akan menunjukkan fluktuasi suhu air yang lebih besar dari pada perairan yang dalam. Suhu Air Air sebagai lingkungan hidup organisme air relatif tidak begitu banyak mengalami fluktuasi suhu dibandingkan dengan udara. air akan lebih lekas jenuh dengan oksigen dibanding dengan suhunya rendah. CH4 dan sebagainya.1° C terjadi penurunan viscosity 2%. • Aliran vertikal dari air itu sendiri.

Pelapisan ini terjadi karena suhu permukaan air lebih tinggi dibanding dengan suhu air dibagian bawahnya.5 meter biasanya akan terjadi pelapisan (stratifikasi) suhu. Lapisan kedua disebut dengan lapisan termoklin yaitu lapisan tengah yang mempunyai penurunan suhu sangat tajam (dari 28° C menjadi 21° C ). Pada perairan yang tergenang yang mempunyai kedalaman air minimal 1. Dari hasil penelitian diketahui bahwa peningkatan 10° C suhu perairan mengakibatkan meningkatnya konsumsi oksigen oleh organisme akuatik sekitar 2 – 3 kali lipat. Oleh karena itu bagi para pembudidaya ikan yang melakukan kegiatan budidaya ikan kedalaman air tidak boleh lebih dari 2 meter. Selain itu untuk memecah stratifikasi suhu pada wadah budidaya ikan diperlukan suatu alat bantu dengan menggunakan aerator/blower/ kincir air. Suhu air sangat berpengaruh terhadap proses kimia. Pada kolam yang kedalaman airnya kurang dari 2 meter biasanya terjadi stratifikasi suhu yang tidak stabil. Hal ini dilihat dari peningkatan suhu air maka kelarutan oksigen akan berkurang. Respon tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.biasanya berlaku di Indonesia sebagai salah satu negara tropis sehingga sangat menguntungkan untuk melakukan kegiatan budidaya ikan. Stratifikasi suhu ini terjadi karena masuknya panas dari cahaya matahari kedalam kolom air yang mengakibatkan terjadinya gradien suhu yang vertikal. Lapisan ketiga disebut lapisan hipolimnion yaitu lapisan paling bawah dimana pada lapisan ini perbedaan suhu sangat kecil relatif konstan. Stratifikasi suhu pada kolom air dikelompokkan menjadi tiga yaitu pertama lapisan epilimnion yaitu lapisan sebelah atas perairan yang hangat dengan penurunan suhu relatif kecil (dari 32° C menjadi 28° C). fisika dan biologi di dalam perairan. sehingga kebutuhan oksigen oleh organisme akuatik itu berkurang. Suhu air yang ideal bagi organisme air yang dibudidayakan sebaiknya adalah tidak terjadi perbedaan suhu yang mencolok antara siang dan malam (tidak lebih dari 5° C) .1 55 . sehingga dengan perubahan suhu pada suatu perairan akan mengakibatkan berubahnya semua proses didalam perairan. Berdasarkan hasil penelitian suhu air sangat berpengaruh terhadap respon ikan dalam mengkonsumsi pakan yang diberikan selama berlangsung kegiatan budidaya.

Satuan untuk nilai kecerahan dari suatu perairan dengan alat tersebut adalah satuan meter. Pengaruh suhu air terhadap respon konsumsi pakan pada ikan Suhu air (°C) Mendekati 0 8 – 10 15 22 28 – 30 33 35 36 – 38 38 – 42 Respon konsumsi pakan Kondisi kritis minimal Tidak ada respon terhadap pemberian pakan Pemberian pakan berkurang 50% optimum Pemberian pakan optimum 50% optimum Pemberian pakan berkurang Tidak respon terhadap pemberian pakan Kondisi kritis minimal Sumber : Tucker and Hargreaves (2004) 3. Kecerahan dan kekeruhan air Kecerahan dan kekeruhan air dalam suatu perairan dipengaruhi oleh jumlah cahaya matahari yang masuk kedalam perairan atau disebut juga dengan intensitas cahaya matahari. Jumlah cahaya yang diterima oleh phytoplankton diperairan asli bergantung pada intensitas cahaya matahari yang masuk kedalam permukaan air dan daya perambatan cahaya didalam air. Oleh karena itu daya tembus cahaya kedalam air sangat menentukan tingkat kesuburan air..2. Kecerahan merupakan ukuran transparansi perairan dan pengukuran cahaya sinar matahari didalam air dapat dilakukan dengan menggunakan lempengan/kepingan Secchi disk.1.5. Masuknya cahaya matahari kedalam air dipengaruhi juga oleh kekeruhan air 56 .Tabel 3. Dengan diketahuinya intensitas cahaya pada berbagai kedalaman tertentu.1. kita dapat mengetahui sampai dimanakah masih ada kemungkinan terjadinya proses asimilasi didalam air. Cahaya matahari didalam air berfungsi terutama untuk kegiatan asimilasi fito/tanaman didalam air.

Faktor-faktor kekeruhan air ditentukan oleh: a. Ikan sulit bernafas karena insangnya tertutup oleh partikelpartikel lumpur 3. Benda-benda halus yang disuspensikan (seperti lumpur dsb) b. Pengertian salinitas yang sangat mudah dipahami adalah jumlah kadar garam yang terdapat pada suatu perairan. Hal ini dikarenakan salinitas ini merupakan gambaran tentang padatan total didalam air setelah semua karbonat dikonversi menjadi oksida. 57 . Rendahnya kemampuan daya ikat oksigen b. Garam-garam yang ada di air payau atau air laut pada umumnya adalah Na. Air yang sangat keruh tidak dapat digunakan untuk kegiatan budidaya ikan. Salinitas Salinitas adalah konsentrasi dari total ion yang terdapat didalam perairan. KNO3 dan lainlain. perairan payau biasanya berkisar antara 6–29 ppt dan perairan laut berkisar antara 30–35 ppt. Selera makan ikan berkurang. Nilai salinitas untuk perairan tawar biasanya berkisar antara 0–5 ppt.2. NaCl. sehingga efisiensi pakan rendah d. Satuan untuk pengukuran salinitas adalah satuan gram per kilogram (ppt) atau promil (o/oo). MgSO4 yang menyebabkan rasa pahit pada air laut. Berkurangnya batas pandang ikan c. Air yang dapat digunakan untuk budidaya ikan selain harus jernih tetapi tetap terdapat plankton.1. Cl. Pengukuran kekeruhan suatu perairan dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut dengan Jackson Candler Turbidimeter dengan satuan unit turbiditas setara dengan 1 mg/l SiO2. Warna air (yang antara lain ditimbulkan oleh zat-zat koloid berasal dari daun-daun tumbuhan yang terektrak) Faktor-faktor ini dapat menimbulkan warna dalam air. Definisi yang sangat mudah adalah kekeruhan merupakan banyaknya zat yang tersuspensi pada suatu perairan. Pengertian salinitas yang lainnya adalah jumlah segala macam garam yang terdapat dalam 1000 gr air contoh. Sedangkan kekeruhan menggambarkan tentang sifat optik yang ditentukan berdasarkan banyaknya cahaya yang diserap dan dipancarkan oleh bahan-bahan yang terdapat didalam perairan. Hal ini menyebabkan hamburan dan absorbsi cahaya yang datang sehingga kekeruhan menyebabkan terhalangnya cahaya yang menembus air. Jasad-jasad renik yang merupakan plankton c.6. Salinitas dapat dilakukan pengukuran dengan menggunakan alat yang disebut dengan Refraktometer atau salinometer. semua bromida dan iodida digantikan oleh chlorida dan semua bahan organik telah dioksidasi. Satu unit turbiditas Jackson Candler Turbidimeter dinyatakan dengan satuan 1 JTU (Jackson Turbidity Unit). karena air yang keruh dapat menyebabkan : a.(turbidity).

Oksigen Semua makhluk hidup untuk hidup sangat membutuhkan oksigen sebagai faktor penting bagi pernafasan. terutama dalam pengangkutan ikan hidup. air murni 1000 cc pada suhu kamar mengandung 7 cc O2. karena kandungan O2 didalam udara jauh lebih banyak. Satuan pengukuran oksigen terlarut adalah mg/l yang berarti jumlah mg/l gas oksigen yang terlarut dalam air atau dalam satuan internasional dinyatakan ppm (part per million). Dari imbangan tersebut di atas dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut: • Tercapainya imbangan O2 di air dan di udara. Oksigen yang dibutuhkan oleh ikan disebut dengan oksigen terlarut. sehingga penambahan oksigen lebih lanjut tidak akan meningkatkan oksigen terlarut dalam air. Artinya. Air mengandung oksigen dalam jumlah yang tertentu. sebab jumlah tersebut yang menentukan kemungkinan terbentuknya molekul-molekul dan menentukan pula jumlah banyaknya molekul-molekul gas yang meninggalkan air lagi. maka air relatif mudah melepaskan O2 ke udara. tergantung dari kondisi air itu sendiri. Menurut penelitian. Oksigen terlarut adalah oksigen dalam bentuk terlarut didalam air karena ikan tidak dapat mengambil oksigen dalam perairan dari difusi langsung dengan udara. Sifat Kimia 3. Makin tinggi suhu air. • Kemungkinan bertubrukan molekul air di tentukan oleh suhu air. bila di bandingkan dengan air suling. maka air itu dengan kadar oksigen yang rendah saja sudah dapat seimbang dengan udara.2.1. Ikan sebagai salah satu jenis organisme air juga membutuhkan oksigen agar proses metabolisme dalam tubuhnya berlangsung. yang terjadi karena adanya gerakan molekul-molekul udara yang tidak berurutan karena terjadi benturan dengan molekul air sehingga O2 terikat didalam air.makin rendah jumlah oksigen yang dapat di kandung/ di ikat oleh air. Air yang mengandung garam-garam pada kadar O2 yang rendah saja sudah dapat seimbang dengan udara lebih cepat. pemeliharaan ikan di akuarium. tergantung dari jumlah molekul-molekul zat (garam-garam) yang larut di dalam air (dalam satuansatuan tertentu). sedangkan udara murni suhu pada kamar mengundang 210 cc O2.2. Proses diffusi ini akan selalu terjadi bila pergerakan air yang mampu mengguncang oksigen. Dalam kegiatan budidaya ikan sifat tersebut penting artinya. Dari gambaran tersebut. atau pemeliharaan ikan secara tertutup pada 58 . jika suhu air tinggi. Diffusi oksigen dari udara ke dalam air melalui permukannya.3.2. beberapa proses yang menyebabkan masuknya oksigen ke dalam air yaitu: 1.2.

yang mengakibatkan suhu air meningkat. mengakibatkan gerakan air yang mampu mendorong terjadinya proses difusi oksigen dari udara ke dalam air.Recyle Sistem.2. Diperairan umum. dan akan menambah O2 didalam air. yang menggambarkan bahwa semakin tinggi suhu. pertama suhu air akan turun. Pada pemeliharaan ikan diakuarium atau pada tempat yang terbatas. sehingga goncangan airnya yang terjadi akan mampu meningkatkan difusi 02 kedalam air. akan menurunkan kemampuan air mengikat. • Dasar perairan yang bersifat mereduksi. dasar demikian hanya dapat di tumbuhi bakteri yang anaerob saja.secara tidak langsung akan meningkatkan O2 di dalam air. sehingga kemampuan air mengikat oksigen meningkat. yang dapat menimbulkan hasil pembakaran. Pengambilan air O2 didalam air disebabkan oleh: • Proses pernafasan binatang dan tanaman air. 3. Hujan yang jatuh. akibat jatuhnya air hujan akan mampu meningkatkan O2 di dalam air. Pada pengangkutan ikan sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari waktu suhu udara masih relatif rendah. 59 . • Proses pembongkaran (menetralisasi) bahan-bahan organik. pemberian lampu. Menurut Brown (1987) peningkatan suhu 1o C akan meningkatkan konsumsi oksigen sekitar 10%. Hubungan antara oksigen terlarut dan suhu dapat dilihat pada Tabel 3. selanjutnya bila volume air bertambah dari gerakan air. 2. kelarutan oksigen semakin berkurang. 4. pemasukan oksigen ke dalam air terjadi karena air yang masuk sudah mengandung oksigen. Proses Asimilasi tumbuhan. Sedangkan pada malam hari tanaman tersebut menggunakan O2 yang ada didalam air. kecuali itu dengan aliran air. tumbuh- Tanaman air yang seluruh batangnya ada didalam air di waktu siang akan melakukan proses asimilasi.

2.26 8. Karbondioksida yang dianalisis dalam kegiatan budidaya adalah karbondioksida dalam bentuk gas yang terkandung di dalam air.78 10.Tabel 3. 1983) Kadar Oksigen terlarut (mg/l) 14. Karbondioksida Karbondioksida merupakan salah satu parameter kimia yang sangat menentukan dalam kegiatan budidaya ikan.83 13.77 12.45 12.87 9.14 11.43 7. Gas CO2 memegang peranan sebagai unsur makanan bagi semua tumbuhan yang mempunyai chlorophil.74 8.29 11.09 8.66 9. baik tumbuh-tumbuhan renik maupun tumbuhan tingkat tinggi.83 7.08 9.56 11.97 Kadar Oksigen terlarut (mg/l) 7.73 6.2.18 7.03 10.54 Kadar Oksigen terlarut (mg/l) 10.22 13. 3.47 9.30 7.11 12. tetapi bila jumlah CO2 melampaui batas akan 60 .58 8.69 7.31 10.95 6.28 9. Kadar oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan dapat ditentukan dengan dua cara yaitu dengan cara titrasi atau dengan menggunakan alat ukur yang disebut dengan DO meter (Dissolved Oxygen).41 Suhu ( C) o Suhu ( C) o Suhu ( C) o 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Kadar oksigen terlarut dalam suatu wadah budidaya ikan sebaiknya berkisar antara 7 – 9 ppm.62 14. Hubungan antara kadar oksigen terlarut jenuh dan suhu pada tekanan udara 760 mm Hg (Cole.2.84 11.46 13.11 7. jumlah CO2 harus cukup. Bagian air yang banyak mengandung CO2 adalah didasar perairan.42 8.06 6. karena ditempat itu terjadi proses pembakaran bahan organik yang cukup banyak.56 7.2.62 6. Untuk kegiatan asimilasi bagi tumbuh-tumbuhan.91 8.84 6. Konsentrasi oksigen terlarut ini sangat menentukan dalam akuakultur.51 6. Sumber gas CO2 didalam air adalah hasil pernafasan oleh binatang-binatang air dan tumbuhtumbuhan serta pembakaran bahan organik didalam air oleh jasad renik.

ikan karper (Cyprinus carpio) dan gurami. 3. sehingga pH perairan dipakai sebagai salah satu untuk menyatakan baik buruknya sesuatu perairan. sedangkan pada pH basa juga tidak baik untuk kegiatan 61 . Nilai pH asam tidak baik untuk budidaya ikan dimana produksi ikan dalam suatu perairan akan rendah. Air yang agak basa. pH Air pH (singkatan dari “ puisance negatif de H “ ).2. pH air itu sendiri harus mantap dulu (tidak banyak terjadi pergoncangan pH air).2. biasanya berkisar antara 7 – 8.kritis bagi kehidupan binatangbinatang air. pada kadar 20 ppm sudah merupakan racun bagi ikan dan mematikan ikan jika kelarutan oksigen didalam air kurang dari 5 ppm (5 mg/l). maka mineral-mineral yang mungkin terlepas juga tidak akan lama berada didalam air itu. Pengaruh CO2 yang terlalu banyak tidak saja terhadap perubahan pH air. mempunyai kapasitas produksi yang baik. Air yang banyak mengandung persediaan Calsium atau Magnesium bikarbonat dalam jumlah yang cukup.2. air akan melepaskan CO2 yang terikat dalam bentuk Calsium bikarbonat maupun Magnesium bikarbonat. Pada perairan perkolaman pH air mempunyai arti yang cukup penting untuk mendeteksi potensi produktifitas kolam. Dengan meningkatnya CO2. sehingga pada level tertentu akan berbahaya bagi kehidupan binatang air. Klasifikasi nilai pH dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu : • Netral : pH = 7 • Alkalis (basa) : 7 < pH < 14 • Asam : 0 < pH < 7 Derajat keasaman suatu kolam ikan sangat dipengaruhi oleh keadaan tanahnya yang dapat menentukan kesuburan suatu perairan. tetapi kurang mengandung garam-garam bikarbonat yang dapat melepaskan kationnya. Pada perairan yang tidak mengandung bahan organik dengan cukup. maka O2 dalam air juga ikut menurun. Ikan rawa seperti sepat siam (Tricogaster pectoralis). tetapi juga bersifat racun. Kadar CO2 yang bebas didalam air tidak boleh mencapai batas yang mematikan (lethal). CO2 yang digunakan oleh organisme dalam air. Untuk menciptakan lingkungan air yang bagus. Andaikata kedalam kolam itu kemudian kita bubuhkan bahan organik seperti pupuk kandang. sepat jawa (Tricogaster tericopterus ) dan ikan gabus dapat hidup pada lingkungan pH air 4-9. bila yang bebas sudah habis. tapi pH idealnya 7. tidak dapat hidup pada pH 4-6. maka mineral dalam air tidak akan ditemukan.3. pupuk hijau dsb dengan cukup. Pada pH netral sangat baik untuk kegiatan budidaya ikan. dapat mendorong proses pembongkaran bahan organik dalam air menjadi mineral-mineral yang dapat diasimilasikan oleh tumbuhtumbuhan (garam amonia dan nitrat). untuk ikan lunjar kesan pH 5-8 . yaitu logaritma negatif dari kepekatan ion-ion H yang terlepas dalam suatu perairan dan mempunyai pengaruh besar terhadap kehidupan organisme perairan. mula-mula adalah CO2 bebas.

0 • • • 5. biomassa dan produktivitas tak mengalami perubahan Penurunan nilai keanekaragaman plankton dan benthos semakin nampak Kelimpahan total.5-6. sebab CO2 itu senantiasa masih berkesempatan menjadi seimbang dengan udara terbuka diatasnya. kelebihan CO2 hasil pernafasan ikan yang diangkut tidak jadi masalah.3. biomassa dan produktivitas masih belum mengalami perubahan berarti Algae hijau berfilamen mulai nampak pada zona literal Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis plankton.0 – 5. Tabel 3.5 • • 5.0 supaya pengaruh OH yang rendah bisa ditiadakan.5 • • • • 4. Pengaruh pH terhadap komunitas biologi perairan (Effendi. Kondisi pH ini akan sangat penting artinya pada pengangkutan ikan hidup secara tertutup dengan pemberian gas O2.5 masih dapat diperbaiki dengan menambahkan kapur dalam jumlah yang cukup. untuk jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3. Pada pengangkutan tertutup upaya mencegah penurunan pH air dapat ditambahkan larutan buffer seperti Na2HPO4 .5 – 5.3.budidaya. Agar pH nya dapat dinaikan menjadi 8. 2000) Nilai pH • 6. Pada umumnya pada pagi hari.0 • • • Pengaruh Umum Keanekaragaman plankton dan benthos mengalami sedikit penurunan Kelimpahan total. perifiton dan benthos semakin besar Penurunan kelimpahan total dan biomassa zooplankton dan benthos Algae hijau berfilamen semakin banyak Proses nitrifikasi terhambat Air kolam yang pH nya bergoncang antara 4. pH air rendah.0 – 6. perifiton dan benthos semakin besar Penurunan kelimpahan total dan biomassa zooplankton dan benthos Algae hijau berfilamen semakin banyak Proses nitrifikasi terhambat Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis plankton. Pada pengangkutan ikan hidup secara terbuka. sehingga penurunan pH air tidak akan terlalu buruk bagi ikan. Dengan demikian waktu pengangkutan ikan 62 .5 – 6. pada waktu sore hari air kehabisan CO2 untuk asimilasi pH air menjadi tinggi. Pengaruh pH pada perairan dapat berakibat terhadap komunitas biologi perairan. sehingga pH yang sedianya akan turun dapat dicegah. waktu air banyak mengandung CO2.

maka daya menyanggah air terhadap pergoncangan pH menjadi besar. Tembaga (Cu). Potassium (K). Bahan Organik dan garam mineral dalam air Mineral merupakan salah satu unsur kimia yang selalu ada dalam suatu perairan. Yodium (I) dan Nikel (Ni). 3. selanjutnya pH air mempunyai kecenderungan untuk turun lagi. Senyawa kalsium bicarbonat atau kalsium hidrogen karbonat (Ca(HCO3)2) yang dapat larut dalam air. Faktor yang menentukan besar kecilnya kemampuan penyanggah pergoncangan asam (pH) adalah banyaknya Ca (HCO3)2 di dalam air. maka mula-mula pH air akan naik. Apabila suatu perairan kadar calsium dalam bentuk Ca(HCO3)2 cukup tinggi.2. CO2 terambil. akibatnya pH air mempunyai kecenderungan untuk naik. Diperairan 63 Sehingga dalam air itu terjadi pembentukan CO2 yang baru. Seng (Zn). beberapa jenis mineral antara lain adalah Kalsium (Ca). Proses terjadinya penyanggahan asam didalam air adalah sbb: Kalau dalam suatu perairan. Sulphur (S). zat besi (Fe). pada daun-daun tanaman air dsb. Kalcium bikarbonat yang terbentuk pada pemecahan itu akan mengendap berupa endapan putih didasar perairan. kadar Ca yang terkandung dalam air . Mangan (Mn). pergoncangan pH dari yang tinggi ke pH rendah dapat disanggah oleh unsur calsium yang terdapat dalam air asli itu sendiri. Berdasarkan proses tersebut diatas. Diperairan asli. Florin (F).4. Metode penentuan pH air dapat menggunakan alat pH meter atau dengan menggunakan kertas indikator pH. Pospor (P). apabila terbentuk gas CO2 yang banyak didalam air maka mula-mula pH air mempunyai kecenderungan untuk turun akan tetapi dengan segera gas CO2 yang berkeliaran bebas itu akan diikat oleh CaC03 yang sulit larut dalam air tadi. Sehingga jumlah CO2 bebasnya akan berkurang. Sodium (Na). Proses imbangan pH dapat dituliskan dengan reaksi sebagai berikut : Ca (HCO3)2 CaCO3 + CO2 + H2O Jadi jumlah Ca (HCO3 )2 dalam air merupakan salah satu unsur dari baik buruknya perairan sebagai lingkungan hidup. akan tetapi pada saat yang bersamaan Ca(HCO3)2 yang larut dalam air itu akan pecah menurut persamaan sebagai berikut: Ca (HCO3)2 Ca CO3 + H2O + CO2 menjadi berkurang.2. Sebaliknya. Senyawa kalsium carbonat (CaCO3) yang tidak dapat larut 2.dapat diupayakan lebih panjang. Menurut persamaan reaksi: CaCO + CO2 + H2O Ca (HCO3)2. sehingga kecenderungan pH untuk turun dapat disanggah. Unsur Ca didalam air membentuk dua macam senyawa yaitu: 1. Magnesium (Mg).

maka air itu akan berkurang O2. Pada umumnya jasad renik ini menghendaki perairan yang pHnya 7 sedikit mendekati basa. Kandungan bahan organik dalam air sangat sulit untuk ditentukan yang biasa disebut dengan kandungan total bahan organik (Total Organic Matter/TOM). Bahan organik yang larut didalam air belum dapat dimanfaatkan oleh binatang air secara langsung. larva chironomaus dan sebagainya. Pembongkaran dalam suasana anaerob juga dapat dilakukan oleh ragi (Saccharomyces). Di alam mineral tersebut berasal dari air yang masuk. Metana itu timbul pada proses pembongkaran hidrat arang dari bahan organik yang tertimbun dalam perairan. cacing tubifex. air berwarna kehitaman. menyisa sebagai detritus di dasar perairan. Pembongkaran bahan organik ada yang dilakukan secara anaerob (tidak memerlukan oksigen). hasil pembongkaran itu adalah alkohol dan lebih lanjut lagi menjadi asam cuka (asam asetat ) oleh bakterium aceti. Bahan-bahan organik yang mengendap di dasar perairan yang dangkal dapat dimakan secara langsung oleh berbagai macam binatang benthos (binatang yaang hidup didasar perairan) seperti siput vivipar javanica. Hidrat arang dalam suasana anaerob mulamula dibongkar menjadi asam-asam karboksilat. dan sebagai hasilnya timbullah gas CO2. Jumlah bahan organik yang terdapat dalam suatu perairan dapat digunakan sebagai salah satu indikator banyak tidaknya mineral yang dapat dibongkar kelak. Bila gas Metana ini berhubungan dengan O2 dalam air sekelilingnya. maka protein-protein yang menang mengandung belerang dapat dibongkar oleh bakteri anaerob (diantaranya adalah Bakterium vulgare). Bagian-bagian dari pada lumpur organik demikian yang tidak dapat dicernakan. atau adanya penambahan pupuk buatan. Proses pembongkaran itu juga dipengaruhi oleh suhu air. Bila suasana perairan anaerob. Untuk mencegah timbulnya H2S dalam kolam biasanya kolam yang akan digunakan untuk budidaya ikan harus dilakukan pengolahan tanah dasar dan pengeringan.6 mg/ l sudah dapat membunuh ikan Cyprinus carpio dalam beberapa jam saja. Bila suasana air tetap anaerob maka asam-asam karboksilat direduksikan lebih lanjut menjadi Metana. Hasil pembongkaran tersebut adalah gas hidrogen sulfida (H2S) dan ditandai bau busuk. Gas Metana ( CH4 ) adalah gas yang bersifat mereduksi dan dikenal sebagai gas rawa. Gas itu merupakan limiting factor/ faktor pembatas bagi kesuburan perairan. 64 . Jenis gas beracun lainnya yang berasal dari pembongkaran bahan organik adalah gas metana. Pembongkaran bahan organik dilakukan oleh jasad renik yang terdapat didalam air.umum mineral yang diperlukan oleh phytoplakton senantiasa diperoleh dari pembongkaran bahan-bahan organik sisa dari tumbuhan dan binatang yang sudah mati. Kandungan H2S .

2. Bila keadaan perairan semakin buruk. Bahan organik yang berasal dari binatang yang telah mati akan mengalami pembusukan mineral yang terlepas dan utama adalah garam-garam nitrogen (berasal dari asam amino penyusun protein). menurut persamaan reaksinya adalah: R. oleh bakteri Nitrobacter atau Nitrosomonas. Proses pembusukan tadi mula-mula terbentuk amoniak (NH3) sebagai hasil perombakan asam amino oleh berbagai jenis bakteri aerob dan anaerob. bakterium nitroxus menjadi nitrogennitrogen bebas.5. CH.3. Reaksi tersebut sebagai berikut: 2NH3 + 3O2 2HNO2 + H2O Bila perairan tersebut cukup mengandung kation-kation maka asam nitrit yang terbentuk itu dengan segera dapat dirubah menjadi garam-garam nitrit. Pembongkaran itu akan menghasilkan suatu gas CO2 bebas. COOH +O2 R. sehingga O2 dalam air sampai habis. ammonium (NH4). maka secara perlahan proses pembongkaran bahan organik akan diambil oleh bakteri lain yang terkenal ialah Nitrosomonas menjadi senyawa nitrit. Nitrit tersebut pada suatu saat dapat dibongkar lebih lanjut oleh bakteri denitrifikasi (yang terkenal yaitu Micrococcus denitrifikan). biasanya akan terjadi mortalitas yang tinggi pada ikan karena kebanyakan gas CO2 . Bila kadar NH3 hasil pembongkaran bahan organik di dalam air terdapat 65 . COOH + NH3 + CO2 Berdasarkan reaksi kimia tersebut dapat diperlihatkan bahwa kolam yang dipupuk dengan pupuk kandang/hijau yang masih baru dalam jumlah banyak dan langsung ditebarkan benih ikan kedalam kolam. garam-garam nitrit itu selanjutnya dikerjakan lebih lanjut menjadi garam-garam nitrit. reaksinya sebagai berikut: 5 C6H12O0 + 24 HNO3 24 H2 CO3 + 6 CO3 +18 H2O +12 N2 Agar supaya phitoplankton dapat tumbuh dan berkembang biak dengan subur dalam suatu perairan. asam amino dan urea. Sedangkan nitrogen organik adalah nitrogen yang berasal bahan berupa protein. paling sedikit dalam air itu harus tersedia 4 mg/l nitrogen (yang diperhitungkan dari kadar N dalam bentuk nitrat). Nitrit (NO2). bersama dengan 1 mg/l P dan 1 mg/l K.2. Nitrat (NO3) dan molekul Nitrogen (N2) dalam bentuk gas.NH2. reaksinya sebagai berikut: 2NaNO2+O2 2NaNO3 Garam-garam nitrit itu penting sebagai mineral yang diasimilasikan oleh tumbuh-tumbuhan hijau untuk menyusun asam amino kembali dalam tubuhnya. untuk menbentuk protoplasma itu selanjutnya tergantung pada nitrit. Nitrogen anorganik dapat berupa ammonia (NH3). Nitrogen Nitrogen didalam perairan dapat berupa nitrogen organik dan nitrogen anorganik. phitoplankton itu selanjutnya menjadi bahan makanan bagi organisme yang lebih tinggi.

79 73. Persentase (%) ammonia bebas (NH3) terhadap ammonia total (Boyd.67 79.6 9.4.70 1.68 89.4 8.8 9.2 7.90 44.83 30.81 1.00 3.80 32oC 0.0 9.52 91.55 10.60 0.27 2. yang disebabkan proses pembongkaran protein terhenti sehingga tidak terbentuk nitrat sebagai hasil akhir.4 9. Di perairan kolam nitrogen dalam bentuk amonia sangat beracun bagi ikan budidaya.68 37.8 8.84 56.85 90.71 48.64 37.6 8.65 63.98 21.76 49.41 16. Amonia yang ada dalam wadah budidaya dapat diukur dan biasanya dalam bentuk ammonia total.58 93.dalam jumlah besar.23 52.63 81.45 33.33 70.22 19.75 13.52 11.77 13.96 60.46 27.50 2. Menurut Boyd (1988).0 10.05 92.95 1.39 83.5 mg/l merupakan batas maksimum yang lazim dianggap sebagai batas untuk menyatakan bahan air itu “unpolluted”.2 26oC 0.6 7.96 24.68 41.73 2.25 85.10 1.30 67.4 7.0 7.95 1.42 27.00 14.84 Kadar amonia yang dapat mematikan ikan budidaya jika dalam 66 . Ikan masih dapat hidup pada air yang mengandung N 2 mg/l.68 5.29 85. maka air tersebut disebut “sedang mengalami pengotoran (Pollution)”.0 8. Kadar 0.72 79.13 4.71 8.56 28oC 0.20 19.82 90.72 8.72 4.88 7. 1988) pH 7.69 5. terdapat hubungan antara kadar ammonia total dengan ammonia bebas pada berbagai pH dan suhu yang dapat dilihat pada Tabel 3. Batas letal akan tercapai pada kadar 5 mg/l.4.02 60.50 2.38 70. Tabel 3. Kadar N dalam bentuk NH3 dipakai juga sebagai indikator untuk menyatakan derajat polusi.75 30oC 0. Pada tabel tersebut memperlihatkan daya racun ammonia yang akan meningkat dengan meningkatnya kadar pH dan suhu terhadap organisme perairan termasuk ikan. tetapi jika dalam bentuk amonium tidak begitu berbahaya pada media akuakultur.36 3.24 6.8 10.12 76.35 3.2 8.57 87.2 9.

Berdasarkan Effendi (2000) Nilai alkalinitas berkaitan jenis perairan yaitu perairan dengan nilai alkalinitas kurang dari 40 mg/l CaCO3 disebut sebagai perairan lunak (Soft water). Total alkalinitas biasanya selalu dikaitkan dengan pH karena pH air ini akan menunjukkan apakah suatu perairan itu asam atau basa.2 mg/l (ppm). • Produksi phytoplankton dibatasi oleh ketidakcukupan CO2 dan HCO3 yang cenderung menyebabkan rendahnya kelarutan oksigen dan bisa mengakibatkan kematian plankton.1 – 0. Alkalinitas dan kesadahan Alkalinitas menggambarkan jumlah basa (alkali) yang terkandung dalam air.2. industri dan limpasan pupuk pertanian. sedangkan alkalinitas total adalah konsentrasi total dari basa yang terkandung dalam air yang dinyatakan dalam ppm setara dengan kalsium karbonat. pertumbuhan. 3. tingkat pemupukan ekstensif dan pemupukan intensif. perairan dengan alkalinitas yang rendah (misal kurang dari 15 mg/l) tidak diinginkan dalam akuakultur karena : • Perairan tersebut sangat asam sehingga performansi produksi ikan (Kesehatan umum dan kelangsungan hidup. Menurut Schimittou (1991). • Fluktuasi pada pH dan faktorfaktor yang berhubungan dapat menyebabkan ketidakstabilan mutu air yang dapat menyebabkan ikan stres.wadah budidaya mengandung 0. Mg dan ion-ion yang terlarut dalam air. • Pada tingkat pH yang ekstrem dapat menyebabkan kondisikondisi stres masam pada pagi hari dan kondisi stres alkalin pada senja hari. • Pada tanah-tanah asam dapat menyerap fosfor yang akan mereduksi efek pemupukan pada tingkat produksi akuakultur sistem ekstensif. Sedangkan kesadahan menggambarkan kandungan Ca. Kadar amonia yang tinggi ini diakibatkan adanya pencemaran bahan organik yang berasal dari limbah domestik. hasil dan efisiensi pakan) dipengaruhi secara negatif. Oleh karena itu dalam kolam pemeliharaan ikan sebelum digunakan dilakukan proses pengapuran dengan menggunakan beberapa jenis batu kapur yang 67 . Perairan dengan nilai alkalinitas yang tinggi lebih produkstif daripada dengan perairan yang nilai alkalinitasnya rendah. Alkalinitas juga disebut dengan Daya Menggabung Asam (DMA) atau buffer/penyangga suatu perairan yang dapat menunjukkan kesuburan suatu perairan tersebut. Oleh karena itu sebaiknya kadar amonia didalam wadah budidaya ikan tidak lebih dari 0. Untuk meningkatkan kandungan alkalinitas total pada kolam pemeliharaan ikan dapat digunakan kapur pertanian.6.2.3 ppm. sedangkan perairan yang nilai alkalinatasnya lebih dari 40 mg/l CaCO3 disebut sebagai perairan keras (Hard water).

tanggal 5 Juni 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air. salinitas. sungai) 3. 3. Plankton sebagai organisme perairan tingkat rendah yang melayang-layang di air dalam waktu yang relatif lama mengikuti pergerakan air.03 . Netplankton atau mesoplankton (yang masih dapat disaring oleh plankton net yang mata netnya 0. Macroplankton (masih dapat dilihat dengan mata telanjang/ biasa/tanpa pertolongan mikroskop). plankton dapat dibedakan sebagai berikut : 1. Pengukuran Kualitas air Budidaya Ikan Parameter kualitas air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan di Indonesia sudah dibuat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1990. Golongan B adalah kriteria kualitas air yang dapat digunakan sebagai air baku air minum.3. Golongan D adalah kriteria kualitas air yang dapat digunakan untuk 68 . Berdasarkan tempat hidupnya dan daerah penyebarannya.3. Sifat Biologi Parameter biologi dari kualitas air yang biasa dilakukan pengukuran untuk kegiatan budidaya ikan adalah tentang kelimpahan plankton.0. benthos dan perifiton sebagai organisme air yang hidup di perairan dan dapat digunakan sebagai pakan alami bagi ikan budidaya. Nannoplankton atau microplankton (dapat lolos dengan plankton net diatas).2. Berdasarkan ukurannya. Kajian secara detail dari ketiga aspek tersebut akan dibahas pada Bab 6. pH. gerakan air. 3. Plankton pada umumnya sangat peka terhadap perubahan lingkungan hidupnya (suhu. plankton dapat merupakan : • Limnoplankton (plankton air tawar/danau) • Haliplankton (hidup dalam air asin) • Hypalmyroplankton (khusus hidup di air payau) • Heleoplankton (khusus hidup dalam kolam-kolam) • Petamoplankton atau rheoplankton (hidup dalam air mengalir. Kelimpahan plankton yang terdiri dari phytoplankton dan zooplankton sangat diperlukan untuk mengetahui kesuburan suatu perairan yang akan dipergunakan untuk kegiatan budidaya. cahaya matahari dll) baik untuk mempercepat perkembangan atau yang mematikan. Dalam peraturan tersebut dibuat kriteria kualitas air berdasarkan golongan yaitu Golongan A adalah kriteria kualitas air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu.disesuaikan dengan kualitas tanah dasar kolam pemeliharaan. Golongan C adalah kriteria kualitas air yang dapat digunakan untuk keperluan Perikanan dan Peternakan.04 mm). 2.

4. 9. 5.002 0. 5. 10. 2. 6.02 0. 11. 13.05 0. 12. Kriteria kualitas air Golongan C No. 7.1 1. dapat dimanfaatkan untuk usaha perkotaan. mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l mg/l >3 metilen 1. Satuan Kadar maksimum 0.02 0.03 0.004 0. 15. sebagai N Oksigen terlarut (DO) pH Selenium Seng Sianida Sulfida sebagai H2S Tembaga Timbal Kimia organik BHC DDT Endrin Fenol Minyak dan lemak Organofosfat dan karbonat Senyawa aktif biru (Surfaktan) peraturan tersebut kriteria kualitas air untuk perikanan dapat dilihat pada Tabel 3. 1. 3.02 1 1. 3. 1. 2.21 0.05 0. Parameter Kimia Anorganik Air raksa Ammoniak bebas Arsen Fluorida Kadmium Klorin bebas Kromium.002 0. Radioaktivitas Aktivitas Alfa (Gross Alpha Activity) Aktivitas beta (Gross Beta Activity) Bq/l Bq/l 0. 16.002 0.01 0.2 Ket.5.001 1 0. 8. 7.003 0.5 0. Berdasarkan Tabel 3. 2.06 6–9 0.keperluan pertanian.1 0.02 0. 14. 4. industri dan pembangkit listrik tenaga air.0 Keterangan : Bq : Bequerel 69 .5. valensi 6 Nitrit. 6.

Tabel 3.2 ppm 0 – 1. 4.12. 3. 5.1 sampai dengan Gambar 3. 2. Aspek Fisik Suhu Kecerahan Kekeruhan Salinitas Termometer Secchi Disc Turbiditymeter Salinometer/ Refraktometer Current meter 5. 4.6. 3. 9.5 ppm < 0. Parameter Nilai kisaran untuk Budidaya Ikan 20 – 30 oC > 10 cm 25 – 400 JTU Air tawar 0 – 5 o/oo Air payau 6 – 29 o/oo Air tawar 30 – 35 o/oo Air deras 50 l/dt Air tenang 0. Debit air Aspek Kimia Oksigen terlarut Karbondioksida pH Alkalinitas Kesadahan Ammonia H2S Nitrit Nitrat Phosphat Aspek Biologi Kelimpahan Plankton Kelimpahan Benthos Kelimpahan Perifiton 1.6 diatas tersebut jika akan melakukan kegiatan budidaya ikan maka harus dilakukan pengukuran beberapa parameter kualitas air pada air yang akan digunakan untuk budidaya.6. 7. DO meter/Metode Winkler CO meter/Metode Titrasi pH meter/Kertas Lakmus dH meter Spektrofotometer Spektrofotometer Spektrofotometer Spektrofotometer Spektrofotometer Planktonnet/ Haemocytometer Ekman Dredge Peralatan-peralatan yang dapat digunakan untuk mengukur parameter kualitas air dapat dilihat pada Gambar .5 – 8 50 – 500 ppm CaCO3 3 – 15 dH < 1. 70 . 3. 6. Parameter kualitas air untuk budidaya ikan dan peralatan pengukuran yang dapat digunakan.Berdasarkan Tabel 3. 10.5 ppm < 0. 1.1 ppm < 0.02 ppm Sesuai kebutuhan No.5 – 5 l/dt 5 – 6 ppm Max 25 ppm 6. Parameter kualitas air itu dapat dilakukan pengukuran dengan menggunakan beberapa peralatan pengukuran. 8. 2. Peralatan Pengukuran 1. 3. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3. 2.

Termometer Gambar 3. Flow meter Gambar 3. Refraktometer Gambar 3.6. DO meter 71 . Salinometer Gambar 3.2. Secchi disc Gambar 3.Gambar 3.5.3.4.1.

10.9. Planktonnet Gambar 3.12. Kertas lakmus Gambar 3. Haemocytometer Gambar 3.7.8. pH meter Gambar 3.11 Ekman dredge Gambar 3.Gambar 3. Spektrofotometer 72 .

• Mengurangi kemungkinan perkawinan sedarah Untuk meningkatkan mutu induk yang akan digunakan dalam proses budidaya maka induk yang akan digunakan harus dilakukan seleksi. Seleksi induk ikan budidaya dapat dilakukan secara mudah dengan memperhatikan karakter fenotipenya atau dengan melakukan program breeding untuk meningkatkan nilai pemuliabiakan ikan budidaya. Induk ikan yang unggul pada setiap kegiatan usaha budidaya ikan dapat berasal dari hasil budidaya atau menangkap ikan di alam. Di Indonesia saat ini belum ada tempat sebagai pusat induk ikan yang menjamin keunggulan setiap jenis ikan. Oleh karena itu dengan melakukan seleksi ikan yang benar akan dapat memperbaiki genetik ikan tersebut sehingga dapat melakukan pemuliaan ikan. Karakteristik induk yang unggul untuk setiap jenis ikan sangat berbeda. Ikan yang akan dibudidayakan harus dapat tumbuh dan berkembang biak agar kontinuitas produksi budidaya dapat berkelanjutan.BAB IV. • Melakukan seleksi induk berdasarkan kaidah genetik • Melakukan pemeliharaan calon induk sesuai dengan proses budidaya sehingga kebutuhan nutrisi induk terpenuhi. Dalam bab ini akan dibahas beberapa materi yang terkait dalam proses pengembangbiakan ikan antara lain adalah seleksi induk. pembesaran ikan dan pemanenan. SELEKSI INDUK Seleksi induk merupakan tahap awal dalam kegiatan budidaya ikan yang sangat menentukan keberhasilan produksi. masa reproduksi dan waktu pertama kali dilakukan pemijahan sampai usia produktif. PENGEMBANGBIAKAN IKAN Pengembangbiakan ikan meru- pakan salah satu kegiatan dari proses budidaya ikan. Hal-hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh para pembudidaya ikan dalam melakukan seleksi induk agar tidak terjadi penurunan mutu induk antara lain adalah : • Mengetahui asal usul induk • Melakukan pencatatan data tentang umur induk. pemeliharaan larva dan benih ikan. 4. pemijahan. Seleksi ikan bertujuan untuk memperbaiki genetik dari induk ikan yang akan digunakan. Tujuan 73 . Induk ikan yang unggul akan menghasilkan benih ikan yang unggul. Dengan melakukan seleksi induk yang benar akan diperoleh induk yang sesuai dengan kebutuhan sehingga produktivitas usaha budidaya ikan optimal. penetasan telur.1.

level sel misalnya dengan melakukan transplantasi sel. Ekstensifikasi yaitu meningkatkan produktivitas hasil budidaya dengan memperluas lahan budidaya. Seleksi merupakan aplikasi genetik dimana informasi genetik dapat digunakan untuk melakukan seleksi. Rekayasa faktor eksternal dan internal yaitu menggabungkan antara kedua rekayasa eksternal dan internal. level kromosom misalnya Gynogenesis. 3. seleksi fenotipe kualitatif adalah seleksi ikan berdasarkan sifat kualitatif seperti misalnya warna tubuh. Produktivitas dalam budidaya ikan dapat ditingkatkan dengan beberapa cara yaitu : 1. Rekayasa faktor eksternal yaitu lingkungan hidup ikan dan pakan. Keragaman fenotipe merupakan penjumlahan dari keragaman genetik. keragaman lingkungan dan interaksi antara variasi lingkungan dan genetik. 2. contoh yang sudah dapat diaplikasikan adalah budidaya ikan pada kolam air deras dan membuat pakan ikan ramah lingkungan. Androgenesis. 74 . Dengan bertambahnya jumlah penduduk sepanjang tahun dan jumlah lahan budidaya yang tidak akan bertambah jumlahnya. maka untuk meningkatkan produktivitas budidaya masa yang akan datang lebih baik menerapkan budidaya ikan yang intensif dengan memperhatikan aspek ramah lingkungan. Seleksi ikan yang paling mudah dilakukan oleh para pembudidaya ikan adalah melakukan seleksi fenotipe dibandingkan dengan seleksi genotipe. Intensifikasi yaitu meningkatkan produktivitas hasil dengan meningkatkan hasil persatuan luas dengan melakukan manipulasi terhadap faktor internal dan eksternal. Sifat ini dikendalikan oleh satu atau beberapa gen dan sedikit atau tidak dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Fenotipe kualitatif ini merupakan sifat yang tidak dapat diukur tetapi dapat dibedakan dan dikelompokkan secara tegas. Rekayasa faktor internal yaitu melakukan rekayasa terhadap genetik ikan pada level gen misalnya transgenik. Oleh karena itu agar dapat memperoleh produktivitas yang tinggi dalam budidaya ikan harus dilakukan seleksi terhadap ikan yang akan digunakan. Program intensifikasi dalam bidang budidaya ikan dapat dilakukan antara lain adalah : 1. Seleksi fenotipe dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu seleksi fenotipe kualitatif dan seleksi fenotipe kuantitatif. Seleksi menurut Tave (1995) adalah program breeding yang memanfaatkan phenotipic variance (keragaman fenotipe) yang diteruskan dari tetua kepada keturunannya. 2.dari pemuliaan ikan ini adalah menghasilkan benih yang unggul dimana benih yang unggul tersebut diperoleh dari induk ikan hasil seleksi agar dapat meningkatkan produktivitas. pola sisik ataupun bentuk tubuh dan bentuk punggung dan sebagainya yang diinginkan. Poliploidisasi. Menurut Tave (1986). tipe sirip.

Fenotipe tidak bisa melewati kemampuan atau potensi genotipe.Sedangkan seleksi fenotipe kuantitatif adalah seleksi terhadap penampakan ikan atau sifat yang dapat diukur. Berhubung dengan banyaknya gen yang menumbuhkan karakter maka dibuat dua kelompok karakter yaitu karakter kualitatif dan karakter kuantitatif. hibridisasi/outbreeding/ crossbreeding. Karakter kuanlitatif ditentukan ole satu atau dua gen saja sedangkan karakter kuantitatif disebabkan oleh banyak gen (tiga atau lebih). Induk yang unggul akan menghasilkan benih yang unggul sehingga dengan memelihara benih unggul proses budidaya akan menguntungkan dengan melihat laju pertumbuhan ikan yang optimal sehingga produktivitas budidaya ikan akan meningkat. bobot. genotipe menentukan karakter sedangkan lingkungan menetukan sampai dimana tercapai potensi itu. Fenotipe merupakan hasil interaksi antara genotipe dan lingkungan serta interaksi antara genotipe dan lingkungan serta merupakan bentuk luar atau sifatsifat yang tampak. daya hidup. Sedangkan karakter kuantitatif adalah karakter yang dapat diukur nilai atau derajatnya. Dengan melakukan seleksi maka akan menghasilkan suatu karakter yang mempunyai nilai ekonomis penting dan karakter fenotipe yang terbaik sesuai dengan keinginan para pembudidaya. Untuk mendapatkan induk ikan yang unggul dilakukan program seleksi dengan menerapkan beberapa program pengembangbiakan antara lain dengan kegiatan selective breeding. Selective breeding Selective breeding adalah suatu program breeding yang mencoba untuk memperbaiki nilai pemuliabiakan (breeding value) dari suatu populasi dengan melakukan seleksi dan perkawinan hanya pada ikan-ikan yang terbaik. fekunditas dan lain sebagainya. kandungan lemak. persentase daging. protein. 4.1. Dalam bab ini akan dibahas semua program breeding tersebut sehingga dalam budidaya ikan akan diperoleh hasil baik induk dan benih yang unggul. monoseks/seks reversal atau kombinasi beberapa program breeding. Fenotipe adalah bentuk luar atau bagaimana kenyataannya karakter yang dikandung oleh suatu individu atau fenotipe adalah setiap karakteristik yang dapat diukur atau sifat nyata yang dipunyai oleh organisme. Karakter diatur oleh banyak macam gen. Karakter kualitatif adalah karakter yang dapat dilihat ada atau tidaknya suatu karakter. Karakter ini tidak dapat diukur atau dibuat gradasi (diskontinyu). Adapun ciri-ciri atau parameter yang dapat diukur antara lain adalah panjang tubuh. inbreeding.1. Menurut Yatim (1996). atau satu gen saja. dikendalikan oleh banyak pasang gen dan dipengaruhi oleh lingkungan. Hasil yang akan diperoleh adalah induk yang terseleksi yang mempunyai 75 . Yang dimaksud dengan karakter itu adalah sifat fisik dan psikis bagian-bagian tubuh atau jaringan. sehingga ada urutan gradasi dari yang rendah sampai yang tinggi (kontinu).

Dari hasil penelitian pada ikan nila. Seleksi famili adalah seleksi dengan mempergunakan performans dari saudaranya baik saudara tiri sebapak (half sib) atau saudara sekandung (full sib). dan pada ikan budidaya ada juga yang melakukan perkawinan dimana satu jantan hanya membuahi satu induk betina. Selective breeding menurut Tave (1995) dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : 1. ternyata seleksi within family lebih efisien hasilnya dibandingkan dengan seleksi individu atau between family. Sedangkan setiap keluarga/famili yang berasal dari satu bapak dengan satu induk disebut saudara sekandung (full sib). hapa dan lain-lain). 1995). Induk yang baik secara alami dapat dihasilkan melalui seleksi secara ketat dan tepat terhadap sekelompok ikan. Seleksi famili merupakan alternatif seleksi yang dapat dilakukan apabila pengaruh lingkungan sulit dikontrol.karakteristik lebih baik dari populasi sebelumnya. pengalaman menunjukan bahwa untuk mendapatkan induk 50 ekor yang sesuai kriteria diperlukan 2000 ekor calon induk. Hal ini dikarenakan pada seleksi individu hanya memerlukan fasilitas dan peralatan sedikit (kolam. karena masing-masing famili dipelihara pada kolam terpisah dan ikan dengan pertumbuhan terbaik dipilih dari masing-masing famili. karena pada ikan satu induk jantan dapat membuahi lebih dari satu induk betina. Seleksi ini merupakan teknik seleksi yang paling sederhana dengan biaya lebih murah dibandingkan seleksi lainnya. Seleksi individu dapat diterapkan pada ikan nila jika nilai heritabilitas ikan nila ini lebih besar dari 0. diantara ketiga teknik seleksi yaitu seleksi individu. seleksi within family dan between family. waktu pemijahan harus bersamaan dan culling top 5 – 10% (Tave. Dalam seleksi famili ada dua jenis seleksi yaitu seleksi dalam famili (within-family) dan seleksi diantara famili (between family). sehingga semua famili akan terwakili. Seleksi induk secara individu ini disebut juga dengan seleksi massa. Seleksi massa/individu adalah seleksi yang dilakukan dengan memilih individuindividu dengan performan terbaik. Seleksi famili Pada ikan teknik seleksi dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu seleksi massa/individu dan seleksi famili. Saudara tiri sebapak adalah keluarga (famili) yang dibentuk oleh sekelompok anak yang berasal dari satu bapak dengan beberapa induk betina (Half sib). pencatatan data lebih singkat sehingga akan lebih mudah dilakukan.15. maka anak-anak yang dihasilkan dari bapak yang sama dengan induk betina yang berbeda ini disebut dengan saudara tiri sebapak. Cara ini dilakukan merupakan salah satu cara untuk mengantisipasi adanya perbedaan umur akibat tidak terjadinya proses pemijahan secara serempak.25. Seleksi within family sebaiknya diterapkan untuk seleksi pertumbuhan pada ikan . Seleksi famili dapat diterapkan untuk ikan jika nilai heritabilitas ikan tersebut lebih kecil atau sama dengan 0. jaring. 76 . Seleksi individu/massa 2.

panjang standar. Selain itu dalam tabel tersebut terdapat istilah asynchronous spawning.0.1 tersebut ada huruf h2. Nilai heritabilitas nol berarti karakter yang diwariskan kepada keturunannya seluruhnya diakibatkan oleh keragaman lingkungan tidak ada pengaruh genetik. Dengan memahami karakterkarakter yang harus dipunyai oleh induk ikan yang unggul berdasarkan karakteristik setiap jenis ikan. Nilai heritabilitas dinotasikan dengan angka. Nilai heritabilitas satu berarti karakter yang diwariskan kepada keturunannya seluruhnya diakibatkan oleh keragaman genetik tidak ada pengaruh lingkungan. synchronous spawning kelompok dan asynchronous spawning.3 – 1.1. jumlah jari-jari lemah sirip dada. Heritabilitas dapat dilakukan pengukuran yang bertujuan untuk mengetahui besarnya keragaman fenotipe yang diakibatkan oleh aksi genotipe atau menggambarkan tentang persentase keragaman fenotipe yang diwariskan dari induk kepada keturunannya. istilah ini merupakan salah satu kelompok strategi dalam reproduksi ikan dimana ada tiga strategi reproduksi ikan yaitu synchronous spawning.Pada saat akan membudidayakan ikan setiap pembudidaya harus sudah memahamii karakter fenotipe setiap individu ikan yang akan dibudidayakan dengan memperhatikan ciri-ciri morfologinya. jumlah jari-jari lemah sirip perut. Menurut Tave (1995) perbandingan strategi keuntungan serta kerugian dari seleksi individu (A). Synchronous spawning berarti proses pemijahan ikan dalam reproduksi dilakukan dengan cara semua telur dipijahkan dan induk ikan akan mati. tinggi badan dan lain-lain. jumlah tapis insang pada lengkung insang bagian luar (gill racker). medium mempunyai nilai antara 0. sedangkan karakter meristik yang dapat diukur antara lain adalah jumlah sisik pada linea lateralis. Ciri-ciri morfologi setiap ikan budidaya yang harus diamati adalah karakter morfometrik dan karakter meristik. Karakter morfometrik adalah bentuk tubuh dari setiap ikan budidaya seperti panjang total tubuh. Nilai heritabilitas ini dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu rendah mempunyai nilai antara 0–0.1–0. jumlah jari-jari sirip punggung. huruf ini berarti heritabilitas. Dalam tabel 4.3 dan tinggi mempunyai nilai antara 0. panjang kepala.1. Synchronous spawning kelompok adalah kelompok ikan yang dapat memijah berkali-kali tetapi pemijahannya ini masih 77 . seleksi within family (B) dan seleksi between family (C) dapat dilihat pada Tabel 4. yang berkisar antara 0 – 1. jumlah vertebrae dan jumlah tulang rusuk. contohnya pada ikan salmon. jumlah jari-jari sirip dubur.

Tabel 4.25. mudah untuk memelihara populasi breeding yang besar. seluruh ikan yang besar terseleksi.1. membutuhkan banyak data dan banyak data yang harus dikumpulkan. sukar untuk menggabungkan 2-3 fenotipe. sehingga sangat sukar untuk memilih ikan yang terbaik.15.15 dan mempengaruhi Ve famili daripada individu. keuntungan dan kerugian dari seleksi individu (A). mudah untuk menahan populasi breeding. dapat digunakan dengan asynchronous spawning. dapat dilakukan dengan sedikit kolam. B Memilih individu yang terbaik dari setiap famili Moderatly expensive. Terbaik ketika h2 ≤ 0. sedikit mahal daripada between famili. membutuhkan banyak data dan banyak data yang dikumpulkan.15 dan mempengaruhi Ve individu daripada famili. data yang dibutuhkan sedikit jumlah data yang dikumpulkan sedikit Terbaik ketika h2 ≤ 0. relative mudah untuk menggunakan 2-3 fenotipe. sukar untuk menggabungkan 2-3 fenotipe. hubungan famili tidak penting Keuntungan Terbaik ketika h2 ≥ 0. 1985) Tipe A Strategi Memilih individu yang terbaik. seleksi within family (B) dan seleksi between family (C) (Tave. Perbandingan strategi. membutuhkan banyak kolam. Sangat mahal. C Memilih famili yang terbaik berdasarkan nilai rata-rata famili. nilai individual tidak dipertimbangkan 78 . asynchronous spawning dan menyebabkan masalah. ikan kecil dapat menjadi induk terpilih dapat mengakibatkan terjadinya inbreeding.murah. ikan kecil dapat menjadi induk ikan yang terpilih. dapat dipergunakan ketika ikan harus dimatikan Kerugian Tidak efektif ketika h2 ≤ 0. membutuhkan banyak kolam.

dan akan diperoleh larva dan benih ikan. Lakukan kegiatan tersebut sampai empat generasi dan akan diperoleh calon induk yang telah terseleksi secara individu Berikut ini adalah contoh seleksi calon induk pada ikan nila meliputi beberapa kriteria yaitu : 79 . Dari calon induk yang dipelihara pada tahap keempat akan diperoleh induk ikan yang dapat digunakan untuk proses pemijahan selanjutnya . Membuat kurva pertumbuhan dari data pertumbuhan benih ikan dan lakukan pemanenan pada individu yang terbaik sebanyak 5–10% dari ukuran populasi yang tertinggi nilai pertumbuhannya. Dengan melakukan seleksi ikan berdasarkan selective breeding ini akan diperoleh individu ikan yang mempunyai karakter fenotipe terbaik sehingga dapat meningkatkan laju pertumbuhan pada saat dibudidayakan. 5. Prosedur yang harus dilakukan bagi para pembudidaya yang akan melakukan seleksi individu dengan strategi memilih individu yang terbaik dalam suatu populasi adalah sebagai berikut : 1.tergantung pada musim pemijahan. Program selective breeding di lakukan untuk memperbaiki karakter fenotipe terutama laju pertumbuhan. Kemudian proses selanjutnya dilakukan pemeliharaan sampai diperoleh kurva pertumbuhan dan lakukan pemilihan dari populasi individu sebanyak 5 – 10% dari populasi yang terbaik yang mempunyai ukuran tertinggi. 2. Misalnya dari pemijahan satu pasang induk ikan diperoleh benih ikan sebanyak 200 – 300 ekor. maka harus selalu dilakukan pemantauan pertumbuhan benih ikan tersebut. ikan bawal. Melakukan pemijahan ikan dan mengamati pertumbuhan ikan dari setiap pasangan. 3. Menurut Tave (1995) dalam program seleksi individu akan diperoleh induk yang unggul dengan melakukan perkawinan pada populasi terpilih sebanyak empat generasi. Dengan produktivitas yang tinggi dalam budidaya ikan maka pendapatan para pembudidaya ikan akan meningkat. contoh jenis ikan kelompok ini adalah ikan nila. misalnya ikan patin. Benih ikan yang terpilih pada tahap ketiga tersebut dipelihara secara terpisah sebagai calon induk yang akan digunakan untuk proses pemijahan selanjutnya. Laju pertumbuhan yang tinggi pada populasi ikan budidaya akan meningkatkan produksi ikan yang dibudidayakan dan biasanya berkaitan dengan peningkatan dalam produksi pakan bila ikan yang dibudidayakan mengkonsumsi pakan buatan. Sedangkan asynchronous spawning adalah kelompok ikan yang dapat memijah berkali-kali dan tidak tergantung pada musim pemijahan karena proses perkembangan oositnya selalu ada. Dalam suatu usaha budidaya ikan jika akan melakukan program seleksi individu minimal harus mempunyai 25 pasang induk yaitu 25 ekor induk jantan dan 25 ekor induk betina. 4.

Pada ikan nila misalnya satu ekor induk betina menghasilkan 2000 – 3000 ekor. Melakukan pemeliharaan benih ikan pada setiap famili pada waring yang terpisah. 2. Waktu matang gonad induk berumur 7 . Produktifitas dalam menghasilkan telur cukup tinggi (induk dengan panjang badan 6 cm dapat menghasilkan 200 telur. mata relatif besar. calon induk mempunyai tingkat pertumbuhan yang paling cepat diantara kelompok ikan. Konversi pakannya baik. Melakukan pemeliharaan larva ikan pada setiap famili pada hapa yang terpisah dengan memberikan pakan dan pengelolaan kualitas air sesuai prosedur. yang dapat di identifikasikan dengan pertumbuhan bobot badan > 70 % dari jumlah pakan yang diberikan 3 . 6. sedang induk yang panjang badannya 20 cm menghasilkan 1500 butir telur).• • • • • • Tingkat pertumbuhan ikan. Prosedur yang dapat dilakukan oleh para pembudidaya ikan yang akan melakukan seleksi famili adalah sebagai berikut : 1. Pendederan dilakukan pada padat penbaran yang rendah untuk setiap famili pada kolam pendederan minimal 2 bulan. Bentuk badan melebar. Menyiapkan ikan yang akan dipijahkan dari beberapa famili yang dimiliki.5 % perhari dari bobot ikan. hitung jumlah benih yang dihasilkan dari setiap famili. Melakukan pemilhan ukuran dari seluruh populasi dan ambil individu dari setiap famili yang mempunyai pertumbuhan yang 80 . 3. minimal jumlah famili yang harus dikumpulkan adalah 30 famili. Warna ikan nila yang masih mempunyai tingkat kemurnian yang baik dapat di identifikasi dengan adanya warna garis hitam tegas dan jelas terletak secara horisontal di bagian tubuh ikan. 4. Pada ikan nila dimana pemijahan dapat dilakukan dengan perbandingan jantan dan betina adalah 1 : 4 maka dalam perkawinan 8 jantan 5.misalnya dalam satu famili ada 2000 ekor maka jumlah sampel yang dihitung adalah 600 ekor. dan sisik teratur. akan diperoleh famili sebanyak 32 yaitu 1 jantan dapat membuahi 4 betina sehingga satu jantan dapat membuat famili halfsib dan full sib sebanyak 32 famili fullsib dan 8 famili haflsib karena dari satu jantan akan dihasilkan empat keluarga fullsib maka 8 jantan akan ada 32 famili fullsib atau 8 famili halfsib. Melakukan pemijahan untuk ke 32 famili tersebut dan lakukan pengamatan intensif dan cermat setiap hari untuk mengamati pasangan-pasangan ikan yang sudah memijah. dengan berat badan rata-rata 300 gram per ekor untuk jantan dan 250 300 gram per ekor untuk betina.8 bulan. Menghitung jumlah ikan yang diperoleh dari hasil pendederan dan lakukan pengukuran berat dan panjang tubuhnya sebanyak 30% dari jumlah populasi setiap famili.

Hibridisasi atau persilangan merupakan suatu upaya untuk mendapatkan kombinasi antara populasi yang berbeda untuk menghasilkan keturunan yang memiliki sifat unggul. Pada beberapa spesies ikan sangat berbeda untuk diperoleh induk unggulnya. Pada jenis ikan nila wanayasa dapat diperoleh induk yang terseleksi secara famili dengan melakukan pemijahan ikan yang terpilih pada generasi ke tiga. 8. Melakukan pemeliharaan pada kolam pembesaran ikan sampai ikan-ikan pada setiap famili berukuran induk dan lakukan pengukuran satu persatu pada setiap famili dan pilih sebanyak 20-30 ekor betina terbesar dan jantan terbesar sebanyak 10-20 ekor dari setiap famili. Sedangkan crossbreeding atau hibridisasi merupakan program persilangan yang dapat diaplikasikan pada ikan. Oleh karena itu untuk memperoleh induk ikan yang mempunyai kemampuan hidup yang tinggi sebaiknya dalam proses budidaya harus dilakukan perkawinan yang terseleksi. dimana dapat dilakukan striping telur dan sperma. Hasil dari beberapa jenis ikan yang dilakukan persilangan biasanya 81 . Interspecifik hibridisasi yaitu perkawinan antara spesies yang berbeda.terbaik. Hasil dari program ini dapat menghasilkan individu-individu yang unggul.1. Outbreeding/Hibridisasi/ Crossbreeding Outbreeding adalah perkawinan antara individu-individu yang tidak sekerabat (berbeda induknya). Intraspecipik hibridisasi yaitu perkawinan dalam satu species. Sisanya dibuang atau dijual sebagai ikan ukuran besar dan induk yang terpilih dapat dilakukan untuk seleksi induk selanjutnya dengan melakukan pemijahan massal. udang.2. kurang lebih 8 minggu kemudian tentukan 50% dari populasi yang terbaik pertumbuhannya untuk dipelihara lebih lanjut menjadi calon induk dan sisanya dijual. 4. Individu yang mempunyai heterosigositas yang tinggi maka akan mempunyai fitness yang tinggi pula. 2. masih dalam satu varietas atau beda varietas. kerang-kerangan maupun rumput laut. Outbreeding ini akan menghasilkan heterozigositas yang akan menguatkan individuindividunya terhadap perubahan lingkungan yang biasa disebut juga mempunyai fitnes yang tinggi. Fitnes yaitu kemampuan relative pada organisma untuk bertahan hidup dan pemindahan gen untuk generasi berikutnya. Selain itu ada defenisi lain dari hibridisasi yang sebenarnya tidak jauh berbeda. 2005). kadang-kadang ada juga yang steril dan dapat menghasilkan strain baru (Rustidja. Berdasarkan hal tersebut para ahli genetika perikanan membagai hibridisasi ke dalam dua macam yaitu : 1. Hibridisasi akan mudah dilakukan apabila dapat dilakukan reproduksi buatan seperti halnya ikan mas dan ikan nila. 7. Hibridisasi adalah perkawinan antara spesies yang berbeda.

Disamping itu rata-rata ukuran morfometrik dan meristik dari ikan hibrid kebanyakan berada pada pertengahan (intermediate) diantara 82 . Warna tubuh. dimana dapat dilakukan persilangan antara ikan yang mempunyai warna antara lain : • Ikan warna tubuh Albino disilangkan dengan ikan berpigmen normal • Ikan berwarna kuning/merah/putih disilangkan dengan ikan berwarna hijau/biru/abu-abu • Ikan berwarna bintik disilangkan dengan ikan tanpa bintik 2. Kirpichnikov (1981). Hibridsasi intervaritas adalah mempersilangkan antara induk jantan dan induk betina yang berasal dari spesies yang sama namun minimal memiliki dua karakter fenotipe tampilan morfologi yang berbeda (Kirpichnikov. Waynorovich dan Horvarth (1980) menyatakan bahwa ikan hasil hibridisasi interspesies adalah steril. Pola sisik pada ikan dapat dilakukan persilangan antara ikan yang mempunyai sisik antara lain: • Ikan bersisik bergaris disilangkan dengan ikan yang tidak mempunyai sisik • Ikan bersisik menyebar/kaca disilangkan dengan ikan yang bersisik penuh 4. Tipe sirip pada ikan dapat dilakukan persilangan antara ikan yang mempunyai sirip antara lain: • Ikan bersirip kumpay disilangkan dengan ikan bersirip normal • Ikan bersirip kumpay disilangkan dengan ikan yang ekornya membundar 3.paling mudah memperhatikan karakter fenotipe kualitatif misalnya : 1. karakter lain dari hasil persilangan antara varitas adalah fertile yakni dari masing-masing jenis kelamin masih tetap mampu untuk menghasilkan keturunan walaupun peluang dari benih keturunan tersebut cenderung memiliki karakter fenotipe tampilan morfologi yang bervariasi. Disamping itu. bentuk. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam produksi benih ikan hias baru-baru ini dari suatu populasi yakni persilangan antar varitas atau strain (hibridisasi intervaritas) yang memiliki tampilan morfologi dari spesies yang sama. ukuran dan kelengkapan biologis lain yang melekat pada organ tubuh. Bentuk tubuh ikan Dalam kegiatan hibridisasi ini biasanya akan dihasilkan individu baru pada ikan konsumsi yang sudah dilakukan misalnya melakukan persilangan antara ikan nila hitam dengan ikan nila putih akan dihasilkan ikan nila yang berwarna tubuh ikan merah. Perolehan ikan hybrid sangat bergantung pada karakter dari induk. Hibridisasi merupakan persilangan antara varitas atau spesies yang secara morfologis memiliki perbedaan. menyatakan bahwa perbedaan yang paling menonjol yang digunakan dalam hibridisasi intervaritas adalah perbedaan warna. Pada umumnya jenis-jenis ikan hias yang dihasilkan oleh para pembudidaya ikan banyak yang diperoleh dari hasil persilangan. 1981).

ikan guppi (Poecilia reticulata) dan ikan maskoki (Carassius auratus). Tujuan dari penerapan sek reversal adalah menghasilkan populasi monoseks (tunggal kelamin). 4. Jenis ikan konsumsi yang merupakan hasil persilangan balik adalah lele sangkuriang yang telah direlease oleh Menteri Perikanan dan Kelautan pada tahun 2004. yang sangat bermanfaat dalam : 1. Matsui (1935) menyatakan bahwa banyaknya varitas pada ikan maskoki merupakan akibat dari perkawinan antara mutan dengan induk asal atau antara mutan dengan mutan dari induk yang sama sehingga secara morfologi terdapat varitas ikan maskoki baru. pada ikan keturunan sering diperoleh warna. Cara ini dilakukan pada waktu menetas gonad ikan belum berdiferensiasi secara jelas menjadi jantan atau betina tanpa merubah genotipenya. Metode paling banyak dilakukan oleh petani ikan maskoki adalah hibridisasi karena disamping memiliki varitas yang banyak. Beberapa spesies ikan air tawar yang sering digunakan dalam kegiatan persilangan adalah spesiesspesies ikan yang memiliki varitas yang banyak dan memiliki karakter morfologi yang dapat dibedakan secara jelas seperti populasi spesies ikan hias yang terdiri dari spesies ekor pedang (Xyphophorus maculatus).nilai rata-rata meristik induk. Hibridisasi didasarkan pada perbedaan tampilan morfometrik dan meristik. Sukabumi. Mendapatkan ikan dengan pertumbuhan yang cepat Pada beberapa jenis ikan konsumsi ada beberapa jenis 83 . melainkan persilangan balik. Jenis ikan ini merupakan hasil persilangan balik antara ikan lele generasi ke dua dengan ikan lele generasi ke enam yang telah dibuat oleh Balai Besar Pengembangan Budidaa Air Tawar. Sementara pada spesies ikan konsumsi.1. bentuk dan ukuran tubuh yang berbeda sehingga jumlah varitas akan lebih banyak. Pengertian tentang persilangan ikan ini ada berbagai pendapat misalnya crossbreeding merupakan persilangan juga tetapi bukan persilangan seperti hibridisasi. morfometerik dan Hibridisasi merupakan metode yang digunakan dalam upaya memperoleh ikan keturunan baru. adalah ikan mas (Cyprinus carpio). Kirpichnikov (1981) menyatakan bahwa hasil perlakuan hibridisasi tidak hanya dilihat dari tampilan morfologi namun harus dilakukan pula pengukuran morfometrik dan meristik karena data yang diperoleh merupakan refleksi dari kekuatan penurunan karakter dari sumber gamet disamping kondisi lingkungan terjadi pada saat pembelahan sel mulai bekerja.3. Seks reversal Seks reversal (monosex) adalah suatu teknologi yang membalikan arah perkembangan kelamin menjadi berlawanan. ikan nila (Oreochromis niloticus) dan spesies ikan konsumsi lain karena disamping memiliki berbagai varitas juga keturunan hibrid telah mampu untuk dibudidayakan.

selain itu waktu yang dibutuhkan untuk memelihara ikan tersebut lebih cepat sehingga terjadi efisiensi biaya produksi dan keuntungan akan meningkat. Induk ikan yang galur murni ini akan mempunyai gen yang homozigot sehingga untuk melakukan perkawinan pada induk yang homozigot tanpa mempengaruhi karakter jenis kelamin ikan tersebut dilakukan aplikasi seks reversal pada induk galur murni sehingga pemurnian gen itu masih tetap bertahan. Menunjang genetika ikan yaitu teknik pemurnian ras ikan Pada kegiatan rekayasa genetika misalnya ginogenesi akan diperoleh induk ikan yang mempunyai galur murni. Menurut Koolman & Rohm (2001) hormon adalah bahan kimia pembawa sinyal yang dibentuk dalam sel-sel khusus pada kelenjar endokrin. Pada kelompok udang-udangan khususnya lobster untuk yang berjenis kelamin jantan mempunyai pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan betina. Oleh karena itu jika yang dipelihara pada ikan hias adalah ikan jantan maka akan diperoleh hasil yang lebih menguntungkan karena nilai jualnya lebih mahal. hampir semua jenis ikan hias yang berkelamin jantan mempunyai warna tubuh yang lebih indah dibandingkan dengan ikan bentinanya. 3. Rekayasa kromosom Teknologi seks reversal dengan rekayasa kromosom akan dibahas pada bab IX secara detail pada subbab ini akan dibahas teknologi seks reversal dengan menggunakan terapi hormon. Mencegah pemijahan liar Dalam kegiatan budidaya ikan jika memelihara ikan jantan dan betina dalam satu wadah budidaya maka tidak menutup kemungkinan ikan tersebut pada saat matang gonad akan melakukan pemijahan yang tidak diinginkan pada beberapa jenis ikan yang memijahnya sepanjang masa. Oleh karena itu bagi para pembudidaya yang akan memelihara jenis ikan tersebut dengan menggunakan populasi tunggal kelamin akan lebih menguntungkan dibandingkan jika memelihara ikan dengan populasi dua kelamin. Mendapatkan penampilan yang baik Ikan yang dinikamati keindahan warna tubuhnya adalah ikan hias.ikan dimana pertumbuhan ikan jantan mempunyai pertumbuhan yang lebih cepat daripada ikan betina. Teknologi seks reversal dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu : 1. misalnya ikan nila jantan mempunyai pertumbuhan lebih cepat pada ikan bentina. seperti ikan nila. Hormon disekresikan ke dalam darah kemudian disalurkan ke organ-organ yang menjalankan 84 . Terapi hormon yaitu dengan menggunakan hormon steroid 2. 4. tetapi pada jenis ikan lainnya yaitu ikan mas pertumbuhan ikan betinanya justru lebih cepat dibandingkan dengan ikan jantan. ikan mas. 2.

terus berkembang hingga penerapanyang dilakukan pada induk yang sedang bunting. sedangkan diferensiasi seks bertanggung jawab pada perkembangan yang nyata dari kedua jenis gonad (seks genotipe). yaitu spesies yang semua individunya betina Ekspresi atau perwujudan seks bergantung pada dua proses. yang merupakan pewarisan seks atau heterokromosom. • Penentu seks poligenik (polifaktorial) adalah suatu sistem penentuan seks dimana terdapat gen penentu seks jantan dan betina epistatik (superior) yang berada pada autosom maupun heterokromosom. yaitu jantan dan betina. Terdapat tiga model penentu seks yang dapat diterapkan pada ikan. ikan dapat dibagi menjadi tiga tipe. Berdasarkan tipe reproduksinya. yaitu kedua jenis kelamin berada pada individu yang sama. serta perilaku pada individu jantan dan betina. 3. yaitu determinasi seks dan diferensiasi seks. yaitu memiliki jenis kelamin yang terpisah 2. Determinasi seks bertaggung jawab pada seks genetik (seks genotipe).fungsi-fungsi regulasi tertentu secara fisiologik dan biokimia. pada ikan hermaprodit setelah melewati rentang waktu tertentu. Sistem kromosom determinasi seks betina atau jantan XX/XY. Pesan hormon disampaikan pada sel-sel sasaran menurut dua prinsip yang berbeda. Teknik sex reversal mulai dikenal tahun 1937 ketika estradiol 17β disintesis untuk pertama kalinya. fungsional. sedangkan hormone hidrofilik bekerja pada membran sel. 85 . fungsi hormon hanya mempercepat proses perubahan tersebut. Hormon lipofilik masuk kedalam sel dan bekerja pada inti sel. Gonokhorisme (gonochorism). sehingga informasi yang diperoleh dapat diteruskan ke sel-sel akhirnya menghasilkan suatu respon. yaitu sebelum gonad berdiferensiasi. Sedangkan pada teknik sex reversal perubahan jenis kelamin ikan sangat dipaksakan dengan membelokkan perkembangan gonad menjadi jantan atau betina dengan proses penjantanan (maskulinisasi) atau pembetinaan dengan (feminisasi). yaitu : 1. Kedua proses tersebut secara bersamasama bertanggung jawab pada timbulnya dua kemungkinan morfologi. yaitu : • Kromosom. Sel-sel sasaran pada organ sasaran memiliki reseptor yang dapat mengikat hormon. Penentu seks merupakan sejumlah unsur genetik yang bertanggung jawab terhadap keberadaan gonad. Uniseksualitas (unizexuality). Hermaprodit (hermaphroditism). gonad secara alamiah akan berubah menjadi jenis kelamin yang berlawanan. atau sekumpulan gen yang bertanggungjawab terhadap pembentukan gonad. Dalam perjalanannya teknik sex reversal telah mengalami beberapa perbaikan berawal dari perlakuan sex reversal yang baik dilakukan pada saat beberapa hari setelah menetas. Teknik sex reversal berbeda dengan hermaprodit.

efisiensi. 2. Estrogen (hormon betina) : Estradiol-17 β. Cara yang dilakukan adalah dengan mencampur hormon 17 α metyltestoesteron secara merata dengan pakan dengan dosis disesuaikan jenis ikan yang akan diaplikasikan. terutama suhu media selama perkembangan larva.• Penentu seks oleh lingkungan. Hormon ini memberikan efek perubahan dari jantan menjadi betina (feminisasi). Androgen (hormon jantan) : Testoteron. Hormon ini memberikan efek perubahan dari betina menjadi jantan (maskulinisasi). hal ini dapat terjadi karena pada beberapa jenis ikan (lele amerika) terdapat suatu zat yang menyerupai enzim aromaterase sehingga hormon 17α metiltestosteron yang masuk ke dalam tubuh terlebih dahulu dikonversi menjadi estradiol 17β dan berfungsi sebagai hormon sehingga terjadi penyimpangan hingga 100%. Oral Metoda oral adalah metode pemberian hormon melalui mulut yang dapat dilakukan dengan pemberian pakan alami maupun pakan butan. Pemberian steroid seks sebaiknya diberikan sebelum muncul tanda-tanda diferensiasi gonad dengan menggunakan hormon estrogen atau androgen. Pada pakan buatan. Proses diferensiasi seks adalah suatu proses perkembangan gonad ikan menjadi suatu jaringan yang definitif (pasti). Ikan-ikan hasil sex reversal pada umumnya mengalami perubahan kelamin yang bersifat permanen dan berfungsi normal. Upaya pengontrolan proses diferensiasi seks dilakukan dengan pemberian steroid seks dari luar tubuh (eksogenous) pada ikan yang belum berdiferensiasi. kemungkinan polusi dan biaya. Dalam penerapan sex reversal dengan menggunakan terapi hormon dapat diberikan beberapa cara yang didasarkan pada efektifitas. Hormon steroid secara alamiah terlibat dalam proses diferensiasi seks. Cara pemberian hormone dalam teknologi seks reversal dapat dilakukan dengan beberapa cara antara alin adalah : 1. 17 α-Methyl Testoteron. Jenis-jenis hormon steroid yang dapat digunakan dalam terapi hormon antara lain adalah : 1. Gonad ikan pada saat baru menetas masih berupa benang yang sangat halus dan belum berdiferensiasi menjadi jantan atau betina. hormon dilarutkan dalam pelarut polar seperti alkohol. sebaliknya pada diferensiasi seks pada jantan ditandai dengan muculnya spermatoonia serta pembentukan sistem vaskular pada testis. Pemberian hormon 86 . esteron. yang terjadi terlebih dahulu pada betina dan kemudian baru terjadi pada jantan. Proses diferensiasi seks pada betina ditandai dengan meiosis oogonia dan/atau perbanyakan sel-sel somatik membentuk rongga ovari. Pada sex reversal terkadang terjadi penyimpangan ekstrim yang dialami. androstendion. melibatkan interaksi antar genotipe dan lingkungan. estriol atau ethynil estradiol.

Secara detail teknik tentang bioenkapsulasi ini dijelaskan secara detail pada bab VII. karena ada anggapan pada stadia ini gonad masih berada 87 . Selanjutnya pakan yang telah tercamput hormon dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan di simpan di dalam lemari pendingin 2. Setelah tercampur dengan merata. Kemudian larutan hormon dicampurkan dengan pakan buatan berupa pellet serbuk dengan cara menyemprotkan larutan hormon secara merata kepermukaan pakan dengan menggunakan sprayer.0 gram/liter air. Menurut Muhammmad Zairin Jr. dan pada larva ikan yang masih belum mengalami diferensiasi jenis kelamin (sex). karena dinggap embrio telah kuat dalam menerima perlakuan. (2001). dan lama perendaman tergantung dosis hormon yang diaplikasikan. larva perlu menyesuaikan jenis pakan buatan sehingga apabila pakan tidak segera dimakan maka kemungkinan besar hormon akan tercuci kedalam media budidaya. namun lebih hemat pada penggunaan hormone. pakan dibiarkan di udara terbuka di tempat yang tidak terkena sinar matahari (di angin-anginkan) agar alkohol dapat menguap. Metode ini dapat diaplikasikan pada embrio.pada pakan alami dapat dilakukan dengan teknik bioenkapsulasi. mengatakan bahwa berdasarkan penelitian sampai saat ini teknik penghormonan melalui oral paling banyak digunakan para pembudidaya ikan karena hasil yang diperoleh lebih dari 95 sampai 100% bila dibandingkan dengan perendaman yang menghasilkan 70 – 80%. Dengan pencampuran hormon pada pakan juga sangat efisien dalam pemakaian dosis hormon dan kemudahan memperoleh pakan ikan. Sedangkan kelemahan metoda oral ini adalah pada awal pemberian pakan. Selanjutnya Anonim. pemberian akriflavin dengan dosis 15 mg/kg pakan dengan frekwensi pemberian pakan 3 – 4 kali sehari menghasilkan 89% ikan jantan dengan survival rate 88%. Prinsip kerja pencampuran hormon pada pakan yakni hormon dilarutkan dan diencerkan dalam alkohol. Perendaman (dipping/bathing) Metoda perendaman (dipping). Perendaman yang dilakukan pada fase embrio dilakukan pada saat fase bintik mata mulai terbentuk. Perendaman juga dapat dilakukan pada umur larva yang telah habis kuning telurnya. (2002). Kelemahan cara ini adalah obat atau hormone terlau jauh mengenai target gonad. yaitu dengan cara merendamkan larva ikan ke dalam larutan air yang mengandung 17 α metyltestoesteron dengan dosis 1. dimana semakin banyak dosis hormon maka semakin singkat waktu perendaman dan demikian juga sebaliknya.

pada fase labil sehingga mudah dipengaruhi oleh rangsangan luar. antara lain adalah : 1. Setelah dilakukan aplikasi teknologi seks reversal pada individu ikan. kemudian disaring dengan kertas saring dan disimpan dalam botol yang tertutup rapat pada suhu ruang. Perendaman induk betina yang sedang bunting juga merupakan salah satu alternative pada metode dipping namun harus dipertimbangkan efektifitas dan efesiensinya sehingga induk yang direndam sebaiknya indukinduk yang berukuran kecil. Kelemahannya adalah efektifitas hormone berkurang karena jauh mengenai target gonad. Terdapat dua metode yang digunakan dalam identifikasi jenis kelamin.0 sampai 13 mm . 2001). Pemeriksaan gonad dilakukan dengan cara membedah ikan terlebih dahulu yang kemudian diambil gonadnya secara hatihati. Perlu diperhatikan bahwa pengubahan jantanisasi (maskulinisasi) kadang-kadang menunjukkan penyimpangan seperti ditemukan individu yang memiliki bakal testis dan sekaligus bakal ovari. Gonad yang sudah terambil diletakkan pada gelas objek dan diberi larutan asetokarmin 2 – 3 88 . Larutan ini dibuat dengan cara melautkan 0. Suntikan/implantasi Metode suntikan atau implantasi ini biasanya hanya dapat dilakukan pada ikan yang berukuran dewasa. 3. Menurut Zairin Jr (2002) Secara umum dosis yang terlalu tinggi akan mendorong sterilitas dan dosis yang terlalu rendah akan mendorong sex reversal yang tidak sempurna sehingga bakal testis dan ovari dapat dijumpai pada saat bersamaan. Hal ini biasanya berhubungan dengan kesesuaian dosis yang diberikan. Proses penyuntikan dilakukan pada bagian punggung ikan dengan dosis yang disesuaikan dengan jenis dan ukuran ikan. Larva yang dipergunakan dalam penerapan teknologi sex reversal ini adalah larva yang berumur antara 5 – 10 hari setelah menetas atau pada saat tersebut panjang total larva berkisar antara 9. Larutan dididihkan selama 2 – 4 menit kemudian didinginkan. maka harus dilakukan uji progeni. Metode asetokarmin Identifikasi gonad dengan metode asetokarmin dilakukan hanya untuk keperluan penelitian. Selain itu mungkin saja dijumpai individu yang steril/abnormal karena gonadnya tidak dapat berkembang. Uji progeni ini untuk menentukan apakah ikan yang telah ditreatment tersebut sudah berubah kelamin. dimana ikan dengan umur serta ukuran seperti tersebut di atas secara morfologis masih belum mengalami diferensiasi kelamin.6 g bubuk karmin didalam 100 ml asam asetat 45%. karena ikan harus dimatikan terlebih dahulu untuk diambil gonadnya.(Anonim. Asetokarmin adalah larutan pewarna yang digunakan untuk mewarnai jaringan gonad.

hand sprayer digunakan untuk menyemprotkan larutan hormon dalam pakan. dan wadah pemeliharaan larva. selang sipon. perendaman induk untuk ikan guppy. selang aerasi. larva dan pemberian pakan. bak plastik. tetra kongo dan rainbow trout dengan menggunakan metode perendaman embrio untuk ikan cupang dan tetra kongo. baskom plastik sebagai wadah perendaman induk atau larva. Peralatan yang digunakan pada teknik sex reversal adalah peralatan lapangan pemeliharaan ikan yang berupa seser. spuit suntik sebagai alat untuk mengambil larutan hormon dan botol gelas yang berwarna gelap sebagai wadah pelarutan hormon dengan alcohol. Selain peralatan lapangan. dengan perendaman embrio. Wadah-wadah yang digunakan yang mendasar adalah wadah pemeliharaan induk dapat berupa kolam semen atau bak-bak plastik. Peralatan yang akan digunakan sebaiknya disanitasi terlebih dahulu dengan menggunakan larutan desinfektan atau sabun cuci untuk menghindari ikan yang akan dipelihara dari hama penyakit yang kemungkinan terbawa pada wadah. Cara ini apat dilakukan pada ikan-ikan yang memiliki dimorfisme seksual yang jelas antara jantan dan betina. lalu tutup dengan gelas penutup dan siap diamati di bawah mikroskop. Ikan hias : ikan guppy. untuk melakukan teknik sex reversal juga diperlukan peralatan dalam perlakuan melalui pakan yaitu. spuit suntik sebagai alat untuk mengambil larutan hormon dan botol gelas yang berwarna gelap sebagai wadah pelarutan hormon dengan alcohol 89 . Aplikasi seks reversal telah berhasil dilakukan pada beberapa jenis ikan berdasarkan hasil penelitian antara lain adalah : 1. cupang. aerator sebagai penyuplai udara. baskom yang digunakan sebagai wadah dalam pembuatan ramuan pakan. Ikan konsumsi : nila dan mas. Wadah untuk teknik sex reversal dapat dikelompokan berdasarkan kebutuhan dan jenis metode yang akan digunakan. perendaman larva untuk rainbow dan pemberian pakan.tetes. aerator. Sedangkan peralatan yang diperlukan pada perlakuan melalui rendaman antara lain. sendok kayu digunakan untuk mengaduk dan meratakan larutan hormon. bak semen. 2. kemudian dicincang dengan pisau skalpel sampai halus. 2. wadah perlakuan yang berupa akuarium dengan ukuran yang menyesuaikan dengan kepadatan ikan yang akan diberi perlakuan. Wadah yang dapat digunakan untuk melakukan teknik sex reversal antara lain adalah akuarium. dan batu aerasi. bak fiber. Metode morfologi Identifikasi kelamin dengan pengamatan morfologi adalah cara terhemat karena tidak harus mematikan ikan yang akan diamati. Langkah awal dalam melakukan seks reversal adalah menyiapkan wadah yang akan digunakan.

lalu kalikan dengan berat rata-rata larva untuk mendapatkan berat total larva. Diskusikan secara berkelompok tentang prosedur pembuatan pakan berhormon Pembuatan larutan perendaman Aplikasi seks reversal pada ikan guppy bertujuan untuk menghasilkan ikan berjenis kelamin jantan. 9. Adapun prosedur yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Dalam prosedur ini akan dibuat pakan berhormon untuk jenis ikan nila. Timbanglah biomassa larva yang akan diberi perlakuan penghormonan yaitu dengan cara mengambil dan menimbang beberapa sampel untuk kemudian hasil penimbangan sampel dibagi dengan jumlah rata-rata larva sampel untuk mendapatkan berat rata-rata larva. 5. Pilihlah larva yang masih berumur di bawah 10 hari dengan melihat kriteria yang sesuai dengan ciri-ciri yang sudah ditentukan. 3. Untuk menghilangkan alkohol anginanginkanlah pakan tersebut sampai bau alkoholnya sudah tidak menyengat lagi. atau dapat juga disimpan dalam reprigrator (+ 4o C) 10. Simpanlah hormon yang sudah dianginkan pada kantong plastik yang berwarna gelap dengan ditutp rapat-rapat baik sebelum maupun sesudah dipakan.Bahan-bahan yang harus disediakan antara lain hormon 17α metiltestosteron atau estradiol 17β sesuai dengan kebutuhan dan tujuan sex reversal. Tangkaplah larva ikan yang akan diberikan perlakuan dari kolam/bak pemijahan 2. Siapkanlah larutan alkohol dengan konsentrasi 70% sesuai dengan kebutuhan. Pada 90 . 8. Timbanglah pakan yang dibutuhkan untuk larva sesuai dengan dosis yang sudah ditentukan (Feeding rate 30 – 40% per bobot biomassa/hari) dikalikan selama 10 hari pemberian pakan. 7. 4. Misalnya jumlah kebutuhan pakan 250 gram. 6. alcohol sebagai pelarut hormon. pakan alami atau buatan (bila melalui metode oral) dan air bersih yang telah diendapkan selama 12 – 24 jam sebagai media perendaman (bila menggunakan metode dipping) Pembuatan pakan berhormon Dalam aplikasi seks reversal dengan metode oral melalui pemberian pakan berhormon maka dosis hormon yang digunakan akan sangat spesifik untuk jenis ikan tertentu. dosis penghormonan 40 mg/kg pakan. Campurlah larutan hormon dengan pakan dengan cara menggunakan hand sprayer disemprotkan secara merata pada pakan. maka timbanglah hormon sebanyak 10 mg. Siapkanlah hormon yang akan digunakan sesuai kebutuhan. lalu simpan dalam botol berwarna gelap (tidak bening). Larutkanlah hormon tadi ke dalam alkohol tersebut sebanyak 10 ml ( 1mg/ml). selanjutnya hitunglah jumlah populasi larva.

menghasilkan 97% betina • Ikan nila 10 – 60 mg /kg pakan. pada suhu 20 – 25 oC. 400 mg mt/kg pakan.ikan guppy jenis kelamin jantan mempunyai warna dan bentuk tubuh yang lebih indah dibandingkan dengan ikan betina. Pilihlah induk ikan guppy yang sedang bunting dengan melihat bentuk tubuhnya dan pilihlah induk yang akan melahirkan 8 hari kemudian sebanyak 50 ekor. Adapun prosedur pembuatan larutan perendaman adalah sebagai berikut : 1. peliharalah anak yang dihasilkan sampai berumur 2-3 bulan dan diidentifikasi jenis kelaminnya secara morfologis dan histologis. 4. 2002). hasil 85% jantan 91 . Siapkan alat dan bahan yang akan diperlukan 2.5 ml larutan alkohol 70%. 3. Penerapan seks reversal yang telah dilakukan penelitian oleh beberapa peneliti yang telah disusun dalam Zairin (2002) sangat berbeda untuk jenis ikan tentang dosis dan hasil yang diperoleh antara lain adalah : • Ikan mas : 100 mg/kg pakan selama 36 hari pada larva 8 – 63 hari. umur 21-28 hari. Masukkan induk tersebut kedalam larutan hormon dan rendam selama 24 jam. kemudian tuangkan hormon kedalam wadah berisi 10 liter air pemeliharaan . hasil 89% jantan • Betta splendens/cupang fase bintik mata. 20 mg/liter media selama 8 jam. Ikan guppy biasanya mengalami masa bunting selama 40 hari. beri aerasi dan siap untuk digunakan. 5. Teknik seks reversal pada ikan guppy dapat dilakukan dengan dua metode yaitu perendaman induk dan pemberian pakan berhormon. selama 10-15 hari pada betina bunting. 1-2 mg/liter media selama 24 jam pada betina bunting. selama 10 – 15 hari. Sedangkan dengan metode pemberian pakan dengan dosis 400 mg/l dengan lama perlakuan 10 hari hanya menghasilkan 58% jantan (Zairin. Tutup dan kocok sampai hormon larut. dosis yang digunakan adalah 2 mg/l air dan lama perendaman selama 12 jam sampai 24 jam pada induk ikan yang sedang bunting dan memberikan hasil 100% jantan. pakan berhormon-cacing-pakan berhormon. hasil 100% jantan • Congo tetra fase bintik mata. hasilnya 95-100% jantan • Ikan guppy. Buatlah larutan hormon dengan cara timbang hormon sebanyak 20 mg dan masukkan dalam tabung polietilen dan tambhakan 0. Pindahkan induk ikan guppy yang telah direndam ke dalam akuarium dan amati proses kelahiran anak dan hitung jumlah anak yang dihasilkan 6. hasil 70% jantan • Ikan guppy. menghasilkan 71 – 90% betina • Ikan mas : 100 mg/kg pakan selama 36 hari. 25 mg/liter media selama 8 jam. Pada metode perendaman.

perbandingan jenis kelamin yang dihasilkan. Selain itu silang dalam akan menyebabkan penurunan kelangsungan hidup telur dan larva. Silang dalam menyebabkan heterozigositas ikan berkurang dan keragaman genetik menjadi rendah. . Inbreeding atau silang dalam akan menghasilkan individu yang homozigositas. perhitungan nisbah kelamin untuk mengetahui keberhasilan teknik sex reversal dengan rumus : jumlah individu jantan % jantan = jumlah individu total jumlah individu betina % betina = jumlah individu total Inbreeding Inbreeding adalah perkawinan antara individu-individu yang sekerabat yaitu berasal dari jantan dan betina yang sama induknya dan pada varietas yang sama. Kehomozigotan ini akan melemahkan individu-individunya terhadap perubahan lingkungan. Hal ini dapat dihitung setelah 2-3 bulan pemeliharaan larva. Menurut Nurhidayat (2000).Keberhasilan teknik sex reversal dapat diketahui melalui beberapa parameter antara lain : a. peningkatan frekuensi ketidak normalan bentuk dan penurunan laju pertumbuhan ikan. lele dumbo yang berasal dari Sleman. Tulung Agung dan Bogor mempunyai stabilitas perkembangan yang rendah akibat telah mengalami tekanan silang dalam yang ditunjukkan dengan tingginya nilai fluktuasi asimetri dan adanya individu yang tidak tumbuh sirip dada dan sirip perut pada kedua sisinya 92 x 100% x 100% x 100% c. Daya tetas telur atau kualitas larva yang dihasilkan Jumlah telur yang menetas Perhitungan daya tetas telur = Jumlah telur awal b. Derajat kelangsungan hidup larva yang dihitung setelah beberapa hari pemeliharan Jumlah larva yang hidup Derajat kelangsungan hidup = x 100% Jumlah larva awal Nisbah kelamin. Homozigositas ini berari hanya ada satu tipe alel untuk satu atau lebih lokus.

Fluktuasi asimetri ini merupakan perubahan organ atau bagian tubuh sebelah kiri dan kanan yang menyebar normal dengan rataan mendekati nol. Berdasarkan hasil penelitian nilai Ne untuk setiap jenis ikan berbeda. Pada ikan nila. Berdasarkan beberapa parameter pengukuran dalam menentukan apakah pada suatu populasi telah mengalami tekanan silang dalam.Jadi tujuan penerapan silang dalam (inbreeding) hanya bertujuan untuk memperoleh induk ikan yang mempunyai galur murni. Selain itu individu yang mengalami tekanan silang dalam mempunyai ketahanan terhadap perubahan lingkungan yang rendah. Bila perkawinan individu ini terjadi maka alel-alel yang mereka dapatkan dari leluhur yang sama akan diperoleh kembali. minimal harus mempunyai induk dengan jumlah lebih dari 25 pasang agar tidak terjadi inbreeding. Menurut Tave (1986) pengaruh 93 . memperlihatkan bahwa silang dalam memberikan dampak negatif dalam budidaya ikan. Closed breeding. Tetapi dalam program untuk memperoleh individu galur murni hanya dapat dilakukan dengan menerapkan program breeding ini. Perkawinan antara saudara sekandung atau antara individu-individu yang sefamili akan mengakibatkan pembagian alel-alel melalui satu atau lebih dari leluhur yang sama. Oleh karena itu untuk menghindari terjadinya silang dalam pada program penegmbangbiakan ikan dibutuhkan suatu penerapan effective breeding number (Ne) pada ikan budidaya. Dalam memperoleh induk ikan yang mempunyai galur murni dapat dilakukan dengan dua metode yaitu : 1. Perkawinan antara individu-individu yang sekerabat ini yang sangat dekat kekerabatannya biasa terjadi dalam suatu populasi ikan yang sangat kecil. individu galur murni mempunyai homozigositas yang tinggi. individu yang homozigot kurang mampu mengimbangi keragaman lingkungan dan memproduksi energi untuk pertumbuhan dan perkembangan.(abnormal). yang mempunyai arti lain yaitu melakukan perkawinan yang dekat sekali kaitan kekeluargaannya misalnya anak dan tetua atau antar saudara sekandung. Dengan melakukan silang dalam. nilai Nenya adalah > 133 ekor . Program breeding ini merupakan program konvensional dalam memperoleh induk ikan yang galur murni. Oleh karena itu fluktuasi asimetri merupakan indikator untuk mengetahui adanya silang dalam. sedangkan pada ikan lele adalah 50 ekor. Menurut Leary et al (1985). misalnya pada ikan mas nilai Nenya adalah > 50 ekor yang berarti jika para pembudidaya akan melakukan program pembenihan ikan mas dalam suatu hatchery. Maka hal ini akan mengakibatkan keturunan yang dihasilkan adalah individu-individu yang homozigot dari satu atau lebih lokus. ferkuensi gen tidak berubah tetapi homosigositas meningkat. Closed breeding berarti perkawinan yang tertutup.

0625 0. 1986) Generasi P1 F1 F2 F3 F4 F5 F6 F7 F8 F9 Fn Frekuensi genotipe f(AA) 0.5 0.4375 0.5 f(Aa) 0.5 0.5 94 .5 0. Aa X Aa.003906 0.5 0.5 0.49609 0.5 Frekuensi Alel f(A) 0.2.46875 0.12% pada gen individu K.4375 0.5 0.49804 0.49902 0.5 0.5 0. Line breeding berarti perkawinan satu jalur yaitu perkawinan keluarga yang bertujuan untuk meningkatkan sifat-sifat tertentu baik yang berasal dari nenek moyang bersama yang jantan maupun betina terhadap kostitusi genetik pada progeninya. 2. sedangkan pada intense linebreeding individu A berkontribusi 93.5 0.5 0.375 0.5 0.25 0.2.49609 0.0 f (aa) 0. Tabel 4.75% pada gen individu G.49218 0.001953 0.000976 0.5 f(a) 0.5 0. Pengaruh silang dalam terhadap frekuensi genotipe dan frekuensi alel dalam lokus.5 0.5 0. Line breeding.5 0.silang dalam terhadap frekuensi genotipe dan frekuensi alel dalam lokus dapat dilihat pada Tabel 4.46875 0.5 0.5 0.375 0.48437 0.25 0. Perkawinan setiap generasi : AA X AA.5 0.125 0.1.25 0. Dari hasil mild linebreeding bertujuan untuk individu A berkontribusi 53.48437 0. aa X aa (Tave.15625 0. Untuk membedakan kedua program linebreeding ini menurut Tave (1986) dapat dilihat pada Gambar 4.49902 0.5 0.49951 0.007812 0. Bentuk line breeding yang sering dilakukan adalah backcross kepada orangtuanya yang sama untuk beberapa generasi.3125 0. Menurut Tave (1986) prosedur linebreeding dapat dilakukan dengan dua tipe yaitu Mild Linebreeding dan Intense Linebreeding.49951 0.49804 0.49218 0.5 0.5 0.

Setiap kolam dilengkapi dengan saluran pemasukan dan pengeluaran air. Di kedua saluran ini biasanya dilengkapi dengan saringan agar induk-induk tersebut tidak keluar atau kabur. pengontrolan dan yang terpenting dapat mencegah terjadinya memijah diluar kehendak “mijah maling”. maka luas kolam induk jantan dan betina masing-masing berkisar 15 – 30 meter persegi. Aplikasi seleksi induk pada budidaya Dalam aplikasi budidaya para petani ikan biasanya melakukan pemeliharaan terhadap induk ikan yang diperoleh dari hasil budidaya dengan cara induk jantan dan betina dipelihara secara terpisah. 1986). Kepadatan penebaran induk antara 3 – 4 kg/m2. kolam tembok. Kolam induk berupa kolam tanah. Hal ini lebih memudahkan dalam pengelolaan. Diagram skematik perkawinan dua tipe linebreeding yaitu mildline breeding dan intense line breeding (Tave. 95 .Mild Linebreeding A X ↓ C X ↓ E X ↓ H X ↓ A X ↓ K J I G D B Intense Linebreeding A X B ↓ A X C ↓ A X D ↓ A X E ↓ G Gambar 4. Untuk memudahkan dalam pengelolaan dan efisiensi penggunaan kolam. Agar diperoleh kematangan induk yang memadai. Tidak ada ketentuan khusus tentang ukuran kolam untuk pemeliharaan induk. Biasanya kolam induk hanya disesuaikan dengan kondisi lahan dan keuangan.1. atau kolam tanah dengan pematang dari tembok. sedangkan ketinggian air dikolam induk antara 60 – 75 cm.

Ada juga induk ikan yang diberikan pakan berupa limbah peternakan ayam (ayam yang mati) yang dibakar atau direbus terlebih dahulu. bagian perut relatif lebih besar. 4. tidak cacat. Seleksi Induk Ikan Lele Seleksi induk ikan lele secara umum di mulai dari ikan ukuran benih (5-10 cm ).setiap hari induk di beri pakan bergizi. selanjutnya calon induk tersebut dilakukan seleksi induk secara berkala sampai mendapat induk yang benar-benar baik dan sesuai dengan kebutuhan.5. Induk ikan lele betina tampak atas (kiri) dan genital papilla (kanan) 96 . Gambar 4. perut ramping dan pada ujung alat kelamin berwarna kemerahan selain itu ada perubahan warna tubuh menjadi coklat kemerahan. Ciri-ciri induk betina ikan lele adalah genital papila berbentuk bundar (oval). sedangkan induk jantan dicirikan dengan genitalnya meruncing ke arah ekor.3.2 dan Gambar 4. Induk yang akan dipilih adalah induk jantan dan betina yang matang gonad. jika di raba bagian perut terasa lembek dan alat kelamin berwarna kemerah merahan. gerakan lambat.1. Benih ikan yang baik untuk induk di pilih dengan ciri-ciri antara lain adalah memiliki pertumbuhan yang lebih cepat. Kegiatan pembenihan ikan lele diawali dengan seleksi induk. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4. Benih/calon induk tersebut dipelihara didalam kolam dengan baik.2.1. Jenis pakan yang diberikan berupa pakan buatan berupa pelet sebanyak 3 – 5 % perhari dari bobot induk yang dipelihara. gerakan lincah dan memiliki bentuk tubuh yang baik.

4.1. Selama pemberokan induk jantan dan betina dipisahkan. • Lubang kelamin berwarna kemerahan dan tampak agak membesar. akan keluar beberapa butir telur berwarna hijau tua dan ukurannya relatif besar. Induk ikan lele jantan tampak atas (kiri). Seleksi induk ikan Mas Induk ikan Mas yang akan dipijahkan sebaiknya dipelihara dalam tempat yang terpisah antara jantan dan betina agar pertumbuhan induk ikan opimal dan tidak terjadi perkawinan yang tidak diinginkan.Gambar 4. Dalam pemeliharaan induk ikan Mas harus dilakukan dengan baik dan benar 97 . genital papilla (kanan) Induk yang sudah dipilih berdasarkan matang gonadnya.3. Hal ini bertujuan untuk menghindari mijah maling. Selain itu. Induk yang akan diberok dipisahkan antara induk jantan dan betina. Gerakannya lambat. pemisahan induk tersebut bertujuan mempercepat pemijahan ikan. • Jika bagian perut secara perlahan diurut ke arah anus. Tujuan dari pemberokan ini adalah untuk mengurangi kandungan lemak pada tubuh ikan.5. Ciri-ciri induk betina lele dumbo yang siap untuk dipijahkan sebagai berikut: • Bagian perut tampak membesar ke arah anus dan jika diraba terasa lembek. Hal ini disebabkan lemak pada tubuh ikan dapat menghambat ovulasi telur pada betina dan pengeluaran sperma pada induk jantan.2. kemudian diberok (dipuasakan) selama 2 hari. • Ciri-ciri induk jantan lele dumbo jantan yang telah siap untuk dipijahkan sebagai berikut : • Alat kelamin tampak jelas memerah • Warna tubuh agak kemerahmerahan • Tubuh ramping dan gerakannya lincah.

1.agar diperoleh induk yang siap dan unggul untuk dikawinkan. Adapun ciri-ciri induk jantan dan betina ikan Mas dapat dilihat pada Tabel 4. Dalam pemeliharaan calon induk ini harus diberi pakan yang cukup dan bergizi. Calon-calon induk tersebut dipelihara sampai mencapai ukuran tertentu untuk dipijahkan. tahan terhadap penyakit dan perubahan lingkungan serta responsive terhadap pakan. yang harus diperhatikan adalah: • Pemeliharaan pakan yang teratur. warna cerah. diantaranya adalah: • Calon induk harus mempunyai karakter morfologis dengan kriteria sebagai berikut: bentuk tubuh kekar. pakan yang diberikan harus mempunyai kadar protein 30-35%. yaitu kandungan oksigen terlarut minimal 5 ppm. Calon-calon induk yang telah di seleksi dipelihara di kolam pemeliharaan induk sampai siap untuk dipijahkan.6-0. • Kondisi kolam pemeliharaan harus optimal. jumalh pakan yang diberikan per hari berkisar antara 2-3% dan frekuensi pemberian pakan sebanyak 2-3 kali. Induk ikan yang baik sebaiknya dipelihara dari masa benih. daerah perut melebar dan datar. Pemeliharaan induk ikan Mas merupakan salah satu aspek penting yang harus dilaksanakan dalam program pengembangbiakan ikan Mas. badan tebal dan berpunggung tinggi. Calon induk jantan dan betina dipilih berdasarkan ciri-iri morfologisnya yang baik.5-2 tahun dengan berat 2-3 kg. kepala lancip dan lebih kecil dari lebar tubuh (1 : 1. Umur ikan Mas jantan 10-12 bulan dengan bobot 0. Agar diperoleh induk yang berkualitas dan dapat menghasilkan telur dalam jumlah yang maksimal. 98 . sedangkan induk betina yang ideal mencapai matang gonad pada umur 1. sehat.5). baik jantan maupun ikan betina. Pemeliharaan benih calon induk sebaiknya dilakukan sejak pemanenan. Induk ikan Mas jantan lebih cepat matang gonad dibandingkan dengan ikan Mas betina. Induk ikan Mas yang dipelihara dengan baik akan menghasilkan telur dan benih ikan dalam jumlah dan kualitas yang diharapkan.25 kg/m2. sisik besar dan teratur. pangkal ekor kuat dan lebar. hal tersebut dapat dilihat dari gerakan yang incah.1 kg/m2 – 0. Calon-calon induk yang dipelihara tersebut selanjutnya di seleksi kembali pada saat berukuran 100-200 gram. suhu air berkisar25-300C dan air tidak tercemar. • Padat penebaran calon induk berkisar antara 0. • Calon induk harus mempunyai sifat cepat tumbuh. sehat dan mempunyai nafsu makan yang baik. tumbuh bongsor. Induk ikan Mas yang akan dipijahkan harus benar-benar dapat dibedakan antara jantan dan betina.75 kg sudah sampai matang kelamin. benih umur 1 bulan. • Calon induk harus berasal dari keturunan yang berbeda.

Jantan Betina 5. 7. jari-jari Sirip dada relatif pendek. Tubuh lebih tebal/gemuk ramping dibandingkan betina dibandingkan jantan pada umur pada umur yang sama yang sama Gerakannya gesit Gerakannya lamban dan jinak Sehat dan tidak cacat Sehat dan tidak cacat Sisik teratur dan warna cerah Sisik teratur dan warna cerah baik akan dapat mencapai matang gonad. 3. 4. jari-jari luar tipis Lapisan sirip dada kasar Lapisan dalam sirip dada licin Kepala tidak melebar Kepala relatif kecil. Jantan Tubuh ramping Betina 3.Tabel 4. lunak. Ciri-ciri Induk Jantan dan Betina Ikan Mas No 1. Adapun ciri-ciri induk ikan Mas yang matang gonad dapat dilihat pada Tabel 4. bentuk agak meruncing Tubuh lebih tipis/langsing.1. dan Gambar 4. 2. luar tebal lemah. Induk ikan Mas jantan dan betina harus dipelihara dalam kolam yang terpisah agar ikan cepat matang kelamin dan tidak terjadi perkawinan liar. Sirip dada relatif panjang.3 dan Gambar 4. Ciri-ciri Induk Jantan dan Betina Matang Gonad No 1. Induk yang dipelihara dengan Tabel 4. sperma bila perut ditekan ke arah agak terbuka dan berwarna anus kemerahan Lubang anus melebar dan menonjol (agak membengkak) 99 . Perut membulat dan lunak jika diraba Mengeluarkan cairan putih/ Genital papilla mengembang.4.2. 6.2 . 2.

genital papilla (kanan) 4. pemeliharaan calon induk. dalam pengadaan induk ada dua hal yang 100 . karena induk merupakan salah satu faktor utama yang akan menentukan kualitas dan kuantitas benih yang dihasilkan. Untuk dapat mencapai efisiensi suatu usaha pembenihan.Gambar 4.3. dan peningkatan mutu induk atau mempertahankan mutu induk.1. Seleksi induk ikan nila Pengelolaan induk dalam kegiatan usaha pembenihan mempunyai peran yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan. Ruang lingkup pengelolaan induk dengan mengacu pada ketercapaian efisiensi suatu usaha pembenihan ikan dapat di kelompokan ke dalam tiga kelompok yaitu pengadaan induk.3.4. Induk ikan mas betina tampak atas (kiri) dan genital papilla (kanan) Gambar 4. Pengelolaan induk dilakukan atas dasar sifat induk dan kebutuhan induk agar mampu hidup dan berkembang-biak secara optimal.5. Induk ikan mas jantan tampak atas (kiri).

Sirip dada berwarna hitam dan pendek. • Kuantitas dan kontinuitas produksi. • Mortalitas induk. Perut pipih warna hitam. yaitu satuan unit usaha terkecil dalam pembenihan ikan nila yang secara ekonomis masih mampu memberikan efisiensi dan keuntungan yang optimal. Dari aspek tersebut diatas secara praktis jumlah induk ikan nila pada suatu areal/kolam pemijahan ditentukan oleh induk jantan dan ukuran induk. • Produktifitas induk. Bila perut diurut dari dada ke genitalia tidak keluar cairan. Tabel 4. agar dapat menghasilkan benih sesuai dengan peluang atau pangsa pasar yang ada. Hal ini disebabkan sifat ikan nila memijah adalah dimana induk jantan akan membuat suatu daerah teritorial yang tidak boleh digangggu ikan lain.5 dan Gambar 4. yaitu banyaknya produk (benih) yang harus dihasilkan sesuai dengan kriteria yang ditentukan dalam periode dan interval waktu tertentu secara terus menerus sesuai dengan target yang telah ditentukan. yaitu kemampuan induk betina dari setiap pemijahan untuk menghasilkan benih ikan nila sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Perhitungan untuk menentukan berapa jumlah induk yang harus tersedia dalam suatu unit pembenihan. Bila perut diurut dari dada ke genitalia keluar cairan bening. Dengan demikian jumlah ikan betina umumnya lebih banyak dari pada ikan jantan agar mudah memberi kesempatan pada jantan untuk dapat menemukan betina yang matang gonad.5. yaitu prosentase jumlah induk yang hilang selama pemeliharaan (umur produktif) baik yang disebabkan oleh kematian/hilang atau sesuatu hal sehingga induk tersebut tidak berproduksi untuk menghasilkan telur.harus diperhatikan yaitu kuantitas calon induk dan kualitas calon induk. Perut melebar berwarna putih.3 . Ciri-ciri Induk Jantan dan Betina CIRI-CIRI INDUK BETINA • • • • Dagu relatif kecil berwarna putih. Sirip dada berwarna coklat kemerahan dan relatif panjang. selanjutnya kita harus mampu membedakan induk jantan dan induk betina. Untuk dapat membedakan antara induk jantan dan betina dapat dilihat pada Tabel 4. • • • • CIRI-CIRI INDUK JANTAN Dagu menonjol berwarna merah. Setelah mengetahui tanda-tanda calon induk yang baik pada ikan nila. 101 . maka dalam menghitung jumlah induk harus mempertimbangkan 4 aspek yaitu : • Skala usaha.

5. air terus menerus dialirkan ke kolam/wadah pemberokan. Induk ikan patin jantan (atas) dan betina (bawah) Gambar 4. Selama pemberokan induk ikan.5.dapat dipijahkan adalah bila bagian perut diurut ke arah anus akan keluar cairan putih dan kental. Sedangkan ciri-ciri induk jantan ikan patin yang Induk ikan yang telah diseleksi selanjutnya diberok (dipuasakan) selama 1-2 hari. Kanulasi bertujuan untuk mengetahui derajat kematangan gonad induk betina dengan mengukur keseragaman diameter telur. induk ikan tersebut dikanulasi (dilakukan penyedotan telur ikan dengan kateter) untuk menetukan apakah induk ikan tersebut sudah siap dipijahkan.1. Induk betina ikan patin yang matang gonad mempunyai ciri-ciri bagian perut membesar ke arah lubang genital berwarna merah. Ciri-ciri induk betina adalah memiliki bentuk urogenital bulat dan perut relatif lebih mengembang dibandingkan induk jantan. Bila bagian perut induk ikan betina masih tampak membesar setelah pemberokan. Untuk dapat membedakan induk ikan patin jantan dan betina yang matang gonad dapat dilihat pada Gambar 4. membengkak dan mengkilat agak menonjol serta jika diraba bagian perut terasa lembek. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4. Induk ikan nila 4.6. Kanulasi dilakukan dengan cara 102 .6. Sedangkan induk jantan memiliki papila dan bagian perut lebih ramping. Seleksi induk ikan patin Induk ikan patin dapat dipijahkan setelah umur 2-3 tahun.6. Tujuan pemberokan adalah untuk mengurangi kadar lemak pada saluran pengeluaran telur.4. Gambar 4. Oleh sebab itu selama pemberokan induk ikan tidak diberi makan. Pada umur tersebut induk ikan patin telah memiliki berat badan 3-5 kg/ekor.

2. perut bila diraba terasa lunak.0 – 1. 1. berarti induk betina tersebut dapat dipijahkan. Untuk dapat melakukan pemijahan ikan pada beberapa jenis ikan budidaya maka harus memahami tentang tingkat kematangan gonad dan faktor-faktor yang sangat berpengaruh terhadap kematangan gonad.6 cm ke dalam ovarium. tetapi proses ovulasinya terjadi secara alamiah di kolam.menyedot telur dengan menggunakan selang kecil (kateter) berdiameter 2-2. Pemijahan ikan secara alami. yaitu: .2 mm. 3. Ujung selang yang lain dihisap dengan mulut selanjutnya selang tadi ditarik keluar dari lubang urogenital. yaitu pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad serta proses ovulasinya dilakukan secara buatan dengan teknik stripping/ pengurutan. 2. Walaupun saat ini telah banyak diketemukan hormon– hormon perangsang pertumbuhan dan pematangan gonad.5 mm. terjadi secara alamiah (tanpa pemberian rangsangan hormon). Selanjutnya telur tersebut diukur garis tengahnya menggunakan penggaris. Selang kecil tersebut dimasukkan ke dalam lubang urogenital sedalam 4 . yaitu pemijahan ikan tanpa campur tangan manusia. Tandatanda morfologis ikan matang gonad untuk ikan betina antara lain adalah : gerakannya lamban. yaitu pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad. Pemijahan ikan secara intensif. Selain itu ciri-ciri telur yang telah matang adalah akan cepat mengering atau saling berpisah bila diletakkan dipunggung tangan. Dalam budidaya ikan teknik pemijahan ikan dapat dilakukan dengan 3 macam cara. Bila 90 95% telur memiliki garis tengah 1. namun tetap saja membutuhkan waktu dalam proses pertumbuhan dan pematangannya.7. perut gembung. Hal ini harus dipelajari karena tingkat kematangan gonad ikan sangat mempengaruhi keberhasilan pemijahan ikan. Tingkat kematangan gonad ikan dapat dideteksi dengan melihat tanda-tanda morfologi dan fisiologi sel telur atau sel sperma. lalu ditiup untuk mendorong telur keluar dari selang. Pemijahan ikan secara semi intensif. TEKNIK PEMIJAHAN IKAN Pemijahan adalah proses perkawinan antara ikan jantan dan betina. kulit 103 Gambar 4. Kanulasi induk ikan patin 4. Telur yang keluar dari selang ditampung pada lempeng kaca tipis atau pada wadah lain.

gerakannya lincah. Jika induk ikan stress walaupun kematangan gonadnya sudah memenuhi.2. implantasi dan pakan. Hormon tiroid akan aktif bersinergi dengan gonadotropin untuk mempengaruhi perkembangan ovari dan kemungkinan lain juga untuk meningkatkan sensitivitas pengaruh gonadotropin. Dan tanda-tanda sel telur matang secara fisiologis adalah: Polar Body I telah keluar. ukuran telur mendekati 1 mm. Perkembangan dan pematangan gonad Perkembangan telur dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar dari ikan (lingkungan dan pakan). Hormon-hormon yang ikut dalam proses ini adalah GnRH dan Steroid. Keadaan ini memungkinkan untuk perlakuan pemberian hormone baik melaui penyuntikan. karena faktor ini akan diturunkan kepada anaknya. kenormalan lebih dari 90%. Dan tanda-tanda sel sperma matang antara lain adalah : warna kental seperti susu/santan. Sel target hormon gonadotropin adalah sel teka yang merupakan bagian luar dari lapisan 104 . Hormon sangat penting dalam pengaturan reproduksi dan sistem endocrine yang ada dalam tubuh.kadang kelihatan memerah.1. yang akhirnya telur ikan akan terserap kembali atau atresia. ikan tersebut biasanya tidak akan memijah. warna telur telah transparan. Sejenak sebelum ovulasi GV akan melebur sehingga disebut Germinal Vesicle Break Down (GVBD). Pada saat pemilihan induk ikan matang gonad usahakan induk ikan tidak stress. spermato-genesis dan spermiasi. termasuk perkembangan oosit (vitelogenesis) pematangan oosit. yang cocok untuk mengadakan perkawinan. Germinal Vesicle/GV (Inti sel) telah menepi berada di depan microfile. yang reaksinya lambat untuk menyesuaikan dengan keadaan luar. Sedangkan tanda-tanda ikan jantan matang gonad secara morfologis antara lain adalah : ikan lebih langsing dibanding ikan betina. organ sperma telah lengkap. sedangkan yang tinggi mengakibatkan aksi ovulasi. lubang genital memerah. motilitas tinggi. Pengaruh faktor lingkungan terhadap gametogenesis dibantu oleh hubungan antara poros HipotalamusPituitary-Gonad melalui proses stimulisasi atau rangsangan. Disamping kesehatan. Aktivitas gonadotropin terhadap perkembangan gonad tidak langsung tetapi melalui biosintesis hormon steroid gonad pada media stadia gametogenesis. Jika demikian keadaannya pemijahan ikan bisa tertunda atau malah tidak jadi memijah. 4. bila diurut kearah lubang genital cairan seperti susu akan keluar. kenormalan ikan merupakan unsur yang penting juga. kadangkadang telur telah keluar pada lubang genital. Hasil kegiatan sistem endocrine adalah terjadinya keselarasan yang baik antara kematangan gonad dengan kondisi di luar. Hormon gonadotropin dengan glicoprotein rendah dapat mengontrol vitelogenesis.

Gambar 4. sistem ini adalah cara utama tubuh untuk menyampaikan informasi antar sel dan jaringan yang berbeda. Skema pengaturan sekresi hormone. endokrin merupakan mediasi biokimia pada proses fisiologis. antar organ dan sel. dan juga antar generasi pada kasus hormon di dalam telur. atau (c) secara tidak langsung melalui lingkungan luarnya. Sistem endokrin menggunakan messenger kimia yang disebut hormone yang ditransportasikan oleh sistem pembuluh darah. Jadi sistem endokrin mengontrol dirinya sendiri sebagaimana halnya mengontrol sistem organ yang lain.8.folikel. proses ini disebut penghambatan feedback. 20β-Pg) oleh lapisan folikel sebagai respon terhadap aktifitas gonadotropin untuk merangsang kematangan telur. Sistem endokrin didalam tubuh sangat kompleks tetapi biasanya mengikuti dua prinsip. Sistem endokrin dan sistem saraf merupakan sistem kontrol pada semua makhluk hidup tidak terkecuali ikan.8. Sistem endokrin lebih lambat daripada sistem saraf karena hormone harus melalui perjalanan ke sistem memutar untuk mencapai organ target. Pada ikan goldfish dan rainbowtrout dihasilkan 17αhidrokxy-20β-dihidroxyprogresterone (17 α. Berdasarkan dari sudut ilmu. Hormon sebagai mediator biokimiawi dilepas dari tempat produksinya menuju organ target melalui beberapa cara. hormone yang dihasilkan oleh kelenjar tersebut seringkali menghambat produksi hormone pituitary. antar jaringan di dalam suatu organisma. yaitu (a) difusi sederhana di dalam sel atau dari satu sel ke sel lainnya di dalam organ. Teori yang lain kontrol endokrin terhadap kematangan oosit dan ovulasi pada teleostei adalah GTH merangsang (a) sintesa steroid pematangan pada dinding folikel (ovari) dan (b) sekresi mediator ovulasi. Skema pengaturan sekresi hormone diilustrasikan pada Gambar 4. + menunjukkan 105 . antar organisma. yaitu pituitary dan beberapa kelenjar dibawah kontrol pituitary. Pertama berdasarkan responnya dibagi menjadi dua kelenjar endokrin. Adanya bentuk kombinasi sistem penghambatan feedback ini menyebabkan terjadinya keseimbangan respons. Dalam sistem endokrin dilakukan sekresi internal dari substansi aktif biologik. Mediasi ini dapat terjadi antar populasi. Kedua. (b) transportasi melalui darah atau berbagai cairan tubuh sehingga langsung mencapai organ atau sel.

gonad) menghasilkan hormone-hormon steroid.9.9. intestinal tissue. thyroid. dan yang berkembang dari ectoderm atau endoderm mensekresikan hormone amino termodifikasi. jaringan kromaffin. Ikan memiliki urofisis yang terletak pada pangkal ekor. corpuscles of stannous. Kelenjar endokrin pada ikan menurut Lagler et al (1962) terdapat pada beberapa organ antara lain adalah pituitary. Thyrotrophs (TSH). pineal. Melanotrophs (MSH) dan Neurosecretory nerve ending (NS). Gambar 4. thymus. Anti Diuretic Hormone (ADH) yang berfungsi menaikkan tekanan darah lewat aksinya pada 106 . Hormon yang terdapat pada kelenjar pituitary antara lain adalah Oxytocin yang berfungsi merangsang konstraksi urine dan kelenjar susu. Untuk yang berasal dari mesoderm (korteks adrenal. corticotrophs (CT). jaringan ginjal. Gonadotrophs (GTH). Sistem endokrin juga memungkinkan tubuh untuk dapat mengatasi stress. interregnal tissue.menunjukkan mekanisme feedback Secara umum sistem endokrin ikan sama dengan vertebrata lainnya. interstitial tissue of gonads dan urohypophysis. Somatotrophs (STH). seperti pada kelenjar utama pada ikan adalah pituitary dimana pada kelenjar tersebut menghasilkan sembilan macam sel penghasil hormone yaitu prolactin (PL). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4. Letak dan jenis kelenjar endokrin ikan dari arah depan ke arah belakang (Lagler et al. .sekresi hormone. peptid atau protein. tetapi tidak memiliki kelenjar paratiroid. pancreatic islets. ultibranchial.1962) Kelenjar endokrin pada ikan menghasilkan jenis hormone tertentu.. Kelenjar endokrin dilihat dari asal embrionya berdiferensiasi dari seluruh lapisan germinal.

esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan normal. Fungsi dari hormon tersebut antara lain adalah meningkatkan laju metabolisme. estrogen. Produksi cortisol meningkat sebagai akibat dari berbagai stimulant stress yaitu rendahnya kualitas air. sedangkan norephineprin berfungsi pada neurotransmitter adrenergic. naiknya tekanan darah dan konstraksi arteriola dan venula. sekresi calcitonin dirangsang oleh tingginya kalsium dalam darah. Aldoserone (Mineralocorticoid). metabolisme dan osmoregulasi. kenyamanan ikan. pada ikan kontrol hidromineral (air tawar) hyperosmotic regulation pada ikan teleost selain itu prolactin pada ikan air tawar berfungsi untuk maintannce ion dan water permeability pada ephitelium dari organ osmoregulasi. Fungsi utama cortisol ini berkaitan dengan metabolisme energi. Kedua hormon tersebut terdapat pada bagian posterior pituitary.arteriola dan menggiatkan reabsorbsi air dari tubuli ginjal serta hormon ini sangat penting dalam osmoregulasi yaitu pengaturan tekanan osmosis cairan tubuh. Kelenjar lainnya penghasil hormon adalah kelenjar Thyroid antara lain adalah Tiroksin Tetraiodothyronine (T4). metabolisme lemak dan parental panning. bertambahnya aliran darah lewat otot skeletal. Hormon Thyroid pada ikan selalu berasosiasi dengan hormone pertumbuhan dan cortisol memberikan kontribusi pada kontrol pertumbuhan dan perkembangan. Sedangkan Calcitonin merangsang penyimpanan kalsium pada tulang. Pada kelenjar adrenal cortex yang merupakan lapisan luar dari kelenjar adrenal menghasilkan beberapa jenis hormone antara lain adalah cortisol (A. Luteinezing Hormone (LH) yang merangsang produksi sex hormone yaitu testosterone. bertambahnya konsumsi oksigen denyut jantung. Triidothyronine (T3) dan Calcitonin. progesterone atau merangsang pematangan akhir. ion regulation dan respon terhadap stress. pollutant dan water acidification. Kelenjar adrenal medulla atau sel kromaffin menghasilkan hormone antara lain adalah ephineprin dan norephinephrin. Pada bagian anterior pituitary terdapat beberapa macam hormon diantaranya adalah hormon pertumbuhan yang berfungsi merangsang pertumbuhan dan mengontrol proses osmoregulasi. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endocrine pancreas pada kebanyakan vertebrata terdapat pada pulau-pulau individu dari sel sekresi yang diliputi oleh connective 107 . kortikosterone. Hormon selanjutnya yang dihasilkan dari anterior pituitary adalah Follicle Stimulating Hormone (FSH) yang merangsang produksi gamet oleh gonad atau merangsang pematangan gonad (vitellogenesis). hormon prolactin pada mamalia menstimulasi aksi produksi susu. Epinephrin berfungsi mobilisasi glikogen. Glucocorticoid). penanganan. dan pada beberapa ikan prolactin memberikan efek dalam mengontrol gonadal steroidogenesis.

Hal ini dimungkinkan Urotensin mensikronisasi osmoregulasi dan reproduksi pada ikan matang gonad. Glucagon Like Peptide. Pada jaringan chromaffin juga dihasilkan hormone antara lain adalah catecholamines. Gastrin. sedangkan pada kelenjar thymus dihasilkan hormone Thymosin. Tachikinins. progesterone). selain itu dapat menstimulasi lipolysis pada ikan atau memobilisasi lemak. estriol dan lain-lain. Vasoactive Intestinal Peptida. adrenalin dan nor adrenalin. Pada teleost katekolamin memiliki pengaruh penting pada peredaran oksigen ke jaringan. merangsang katabolisme protein. Glucagon berfungsi meningkatkan glukosa darah. 11ketotestosteron dan lain-lain) dan plasenta (estrogen dan progesterone). Sekretin. Somatostantin. Menurut Koolman & Rohm (2001) hormone adalah bahan kimia pembawa sinyal yang dibentuk dalam sel-sel khusus pada kelenjar endokrin. disekresi oleh korteks adrenal (kortisol dan aldosteron). ekstrak urophysis menyebabkan konstraksi gonadal smooth muscle. Bombensin. Cholecytokin. mempengaruhi pergerakan ion pada ikan yang meningkatkan pertukaran ion melalui insang dengan menstimulasi peningkatan luar area gill lamella dalam kontak dengan lingkungan. Hormon steroid adalah hormone yang memiliki struktur kimia berdasarkan pada inti steroid. Pada subbab ini akan dibahas tentang mekanisme aksi-aksi hormone steroid pada ikan. neuropeptide. testosterone. Pada gastrointestinal endocrine cels dihasilkan beberapa hormone utama antara lain adalah Glucagon. yang mirip dengan cholesterol dan sebagian besar jenis hormone ini berasal dari kolesterol itu sendiri. menambahkan pemakaian glukosa dan sintesis protein serta lemak dan menurunkan glukoneogenesis dan merangsang glikogenesisi. peran pada ikan secara fisiologis belum jelas tetapi dengan menyuntikkan somatostantin pada coho salmon dapat menyebabkan penurunan insulin. penyerapan ion di usus. Hormon disekresikan ke 108 . D cell (Somatostantin) dan F cell atau PP (Pancreatic Polypeptide). kantung kemih. Sedangkan pada Urophysis dihasilkan hormone Urotensin I dan Urotensin II yang secara fisiologis masih belum jelas fungsinya namun diduga berperan dalam osmoregulator dan fisiologi reproduksi. glucagons menurun dan level GLP serta berhubungan dengan penurunan glikogen hati dan hyperglycemia. testis (androgen : androstendion. Somotostantin merupakan hormone yang menghambat pertumbuhan. usus. esteron. ovarium (estrogen : estradiol-17ß. plasma. Insulin pada ikan berfungsi untuk menurunkan glukosa darah.tissue dan terbenam dalam exocrine tissue dari pancreas. Pancratic Polypeptide. Pada Islet of Langerhans ini mengandung 4 tipe sel endocrine yaitu A cell (Glucagon). Serotonin. Gatric Inhibitory peptide. Pada kelenjar pineal dihasilkan hormone melatonin. Enkephalin. B cell (Insulin). Urotensin II mempunyai fungsi antara lain adalah kontraksi jantung.

Hipotalamus akan melepas GnRH jika dopamin tidak aktif. 4. Hormon reseptor yang kompleks masuk kedalam nucleus dimana akan berikatan dengan chromatin dan mengaktivasi gen yang spesifik.10. Gambar 4.10. sedangkan hormone hidrofilik bekerja pada membrane sel. Hormon lipofilik masuk kedalam sel dan bekerja pada inti sel. Ketika gen aktif maka protein akan dihasilkan secara diagram dapat dilihat pada Gambar 4. Berdasarkan uraian diatas maka mekanisme hormone steroid adalah dengan cara hormone steroid masuk kedalam sel dan berikatan dengan reseptor didalam sitoplasma. Jika GtH keluar maka hormon Testosteron yang berada pada sel theca keluar. sehingga informasi yang diperoleh dapat diteruskan ke sel-sel akhirnya menghasilkan suatu respon. Fungsi GnRH adalah merangsang keluarnya GtH (Gondotropin) yang berada pada Hipofisa. Sel-sel sasaran pada organ sasaran memiliki reseptor yang dapat mengikat hormone. Hormon ini menembus membrane sel dan berikatan pada suatu reseptor spesifik didalam sasaran. HCG dan ovaprim 109 . Gen (DNA) yang mengandung informasi akan memproduksi protein. Kelenjar hipofisa. Sebagai pematang sel telur diperlukan media MIH (Maturtaion Inducing Hormon) dan MPF (Maturation Promoting Factor) untuk hormon 17α. Mekanisme hormone steroid Teori lain untuk pematangan sel telur adalah adanya hubungan erat antara poros Hipotalamus-Pituitary-Gonad. Pesan hormone disampaikan pada sel-sel sasaran menurut dua prinsip yang berbeda. Dengan demikian pertumbuhan telur terjadi.2. Hormon Estradiol-17β ini akan menggertak kerja liver untuk memproses precursor kuning telur (vitellogen) untuk dikirimkan ke sel telur sebagai kuning telur. sedangkan hormon Testosteron akan merangsang dikeluarkannya hormon Estradiol-17β yang berada pada sel granulose.dalam darah kemudian disalurkan ke organ-organ yang menjalankan fungsi-fungsi regulasi tertentu secara fisiologik dan biokimia. Hormon steroid dan tiroksin termasuk kedalam kelompok hormone lipofilik.20β-dyhidroxy-4pregnen-3-one yang bersumber dari sel granulose.2.

Area Ventralis Telencephali. GNC. FL. LR. SGN. Secondary Gustatory Nucleus. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4. Nucleus Preopticus Periventricularis. NLL. NPO. OLB. sehingga ekstrak kelenjar hipofisa sering digunakan sebagai perangsang pematangan gonad. (Rao. Catatan bahwa GHRH-ir fiber pada area NPO dan PVO tidak asli pada nuclei ini. ON. (3) belum diketahui dengan pasti hormon mana yang sebenarnya berpotensi untuk ovulasi dan kematangan gonad. PIN. Hormon tersebut diantaranya adalah Gonadotropin yaitu GTH I dan GTH II. NLTp. agak panjang atau pipih bergantung pada jenis ikannya. Telencephalon. (2) standarisasi ekstrak kelenjar hipofisa ikan sebagai bahan suntikan untuk induksi pematangan akhir sel telur dan sel sperma tidak tepat.11.. Representasi diagram pada penampang sagittal dari otak goldfish sebagai dasar penampang seri menggambarkan topografi dari GHRH-ir perikarya pada otak. Paraventricular Organ. Gambar 4. Hypothalamic Inferior Lobe. Kelenjar ini menempel pada infundubulum dengan suatu tangkai yang pendek. NLTi Nucleus Lateralis Tuberis pars Lateralis. OT. PVO.Kelenjar hipofisa banyak sekali mengandung hormon terutama hormon yang berhubungan dengan perkembangan dan pematangan gonad. pineal. CBL. Nucleus of the Lateral Lemniscus. Nucleus Preopticus. Garis putus-putus mengindikasikan GHRH-ir fiber tract. Glomerular Nuclear Complex. Facial Lobes.. Letak kelenjar hipofisa ini terdapat pada bagian otak sebelah depan. AVT. TEL. INF. Pematangan oosit dan ovulasi telur dengan menggunakan ekstraksi kelenjar hipofisa banyak mengandung kelemahan diantaranya adalah: (1) hilangnya ikan donor karena diambil kelenjar hipofisanya. (4) penyakit mudah menular. Olfactory Bulb. et al.11 tentang otak dan bagian-bagian pada ikan maskoki dan hampir sama untuk semua ikan. Optic Nerve. tetapi area transverse. Optic Tectum. pinealocytes dalam pineal dan corticotrophs pada pituitary (siklus yang gelap). Lateral Recess. Cerebellum. NPP. Pituitary. 1995). PIT. Nucleus Lateralis Tuberis pars posterioris. Bagi para pembudidaya ikan yang akan melakukan pemijahan ikan 110 .

Dengan menggunakan pinset.12 kiri tengah dan bawah). kanan). Menentukan dosis yang akan digunakan dalam proses pemijahan. 6. Kemudian kelenjar otak disingkap/diangkat dan akan tampak kelenjar hipofisa dibawah kelenjar otak (Gambar 4.12. Adapun cara membuat kelenjar hipofisa ini adalah sebagai berikut : 1.12. Menimbang ikan donor dan ikan resipien . Kepala ikan yang terpotong dihadapkan keatas dan disayat dari pangkal hidung ke bawah bagian potongan pertama hingga tulang tengkorak ikan terbuka dan otak kelihatan jelas (Gambar 4. Pengambilan kelenjar hipofisa 111 . 4. kiri atas). Ikan donor diletakkan di atas talenan yang tidak licin dan dipotong secara vertikal dengan titik pemotongan dibagian belakang tutup insangnya hingga kepala ikan putus atau terpisah dari badannya (Gambar 4. kelenjar hipofisa diambil dan diletakkan di dalam cawan (Gambar 4.11. 3.12. 2.secara buatan dengan menggunakan kelenjar hipofisa dapat dengan mudah membuatnya. kanan) Gambar 4. 5.

Pemutaran alat sentrifuse Gambar 4.7.12) 11. Kelenjar hipofisa dimasukkan ke dalam tabung pengerus.14.15. Gambar 4. Larutan yang agak keruh dibagian atas endapan diambil dengan jarum suntik (Gambar 4.13) Gambar 4.14 dan Gambar 4. Pembuatan ekstrak kelenjar hipofisa Gambar 4. 8. Larutan hipofisa disentrifuse dan didiamkan selama satu menit sampai terbentuk dua lapisan pada larutan tersebut.15). Larutan hipofisa diambil dari gelas pengerus menggunakan alat suntik/spuit Dimasukkan ke dalam tabung reaksi/tabung sentrifuse (Gambar 4. Penggerusan kelenjar hipofisa 9.13. Selanjutnya dibersihkan dengan aquadest hingga kotoran dan darah yang melekat hilang.12. Pengambilan ekstrak kelenjar hipofisa 112 . Kelenjar hipofisa digerus menggunakan alu kaca hingga hancur (Gambar 4.

bisa sebagai pengganti ekstrak kelenjar hipofisa tetapi pada beberapa spesies penggunaan hCG kurang efektif mesti dikombinasikan dengan Pregnan Mare Serum Gonadotropin (PMSG) atau ovaprim. OVAPRIM adalah campuran analog salmon GnRH dan Anti dopamine dinyatakan bahwa setiap 1 ml ovaprim mengandung 20 ug sGnRHa(D-Arg6-Trp7. Lcu8.16) pecahnya folikel dan pengeluaran oosit yang telah matang. Dari ketiga macam hormon yang dapat digunakan untuk melakukan pemijahan ikan seperti yang telah dijelaskan. Sedangkan sekresi gonadotropin akan dihambat oleh dopamine. Ovaprim juga berperan dalam memacu terjadinya ovulasi.11. sehingga sekresi gonadotropin akan meningkat. Hormon tersebut mencapai sel target melalui komunikasi antar sel. Ekstrak kelenjar hipofisa siap disuntikkan pada ikan Hormon Chorionic Gonadotropin (hCG) adalah hormon gonadotropin yang disekresi oleh wanita hamil dan disintesa oleh sel-sel sintitio tropoblas dari placenta. HCG berperan dalam pemecahan dinding folikel saat akann terjadi ovulasi. Larutan siap disuntikkan pada ikan yang akan dipijahkan (Gambar 4. Fungsi LH dalam sel theca akan merangsang PGE (prostaglandin) dan PGF2α dari asam arachidonad. Perjalanan hormon ke sel target Bagaimana hormon yang disuntikan itu mencapai sel target. Bila dopamine dihalangi dengan antagonisnya maka peran dopamine akan terhenti. Pada beberapa spesies menggunakan hCG sebagai pemacu merangsang pematangan gonad sangat efektif. harga ekonomis dan efisiensi dalam penggunaannya. Ada tiga cara sel-sel itu berkomunikasi yaitu : 113 Gambar 4.16. PGF2α juga mempunyai peran penting dalam . Pada proses pematangan gonad GnRH analog yang terkandung didalamnya berperan merangsang hipofisa untuk melepaskan gonadotropin. Ketiga hormon tersebut prinsipnya adalah membantu proses kematangan gonad ikan yang akan menentukan keberhasilan proses pemijahan.3.2. hCG memiliki potensi LH. HCG mempunyai dua rangkaian rantai peptida yaitu α yang mengandung 92 asam amino dan β mengandung 145 asam amino. LH (Litunuising Hormon) adalah hormon perangsang ovulasi yang kuat. maka pemilihan hormon yang akan digunakan sangat bergantung pada jenis ikan yang akan dibudidayakan. 4. Pro9-NET) – LHRH dan 10 mg anti dopamine.

4. Feeling seorang pengurut sebaiknya telah menyatu dengan induk ikan tersebut. Sinyal parakrin (Paracrine signaling). 2. Seseorang yang akan melakukan stripping telur atau sperma ikan mesti harus telah tahu cara stripping yang baik.1. Telur atau sperma tidak akan bisa distripping jika proses fisiologis ovulasi belum sempurna. Senyawa kimia yang diskresikan ini akan diserap dan diserap dengan cepat. Sel mengekspresikan molekul permukaan yang mempengaruhi sel lainnya yang berkontak fisik dengan sel tersebut. 3. Oleh karena itu seorang pembudidaya harus memahami tentang proses secara fisiologis ovulasi dan akan dibahas pada subbab ini. Proses melakukan pembuahan buatan ini diperlukan sikap kehati-hatian agar telur tidak luka.4. Sel menskresikan senyawa kimia (chemical signaling) kepada sel lain ditempat yang berjauhan. Sinyal endokrin (Endocrine signaling). Sinyal sinaptik (Synaptic signaling). sperma tidak luka atau proses penempelan sperma pada sel telur merata. 3. Pembuahan secara buatan dilakukan dengan bantuan manusia. Sel membentuk ’gap juction’ yang menghubungkan masing-masing sitoplasma sehingga dapat terjadi pertukaran molekul-molekul kecil. dimana sel menskresikan senyawa kimia (local chemical mediator) yang mempunyai efek terhadap sel yang berada disekelilingnya. Stripping dan pembuahan buatan Stripping adalah proses dikeluarkannya telur atau sperma ikan dengan bantuan manusia/bukan secara alamiah. Proses pengeluaran telur atau sperma tersebut tentu saja menghendaki cara tertentu agar telur atau sperma tidak rusak ataupun justru induk ikan yang akan rusak/mati. merupakan suatu neurotransmitter dan bekerja khusus untuk sel syaraf pada suatu daerah khusus yang disebut chemical synapses. Meratanya sperma menempel pada telur akan menambah jumlah pembuahan sperma pada sel telur. Sel-sel target akan memberikan respon terhadap sinyal yang datang melalui protein khusus yang disebut receptor. Sedangkan komunikasi antar sel dengan cara sekresi kimia dapat dibagi berdasarkan jauhnya jarak yang dirempuh senyawa kimia tersebut yaitu: 1. dimana sel kelenjar endokrin akan mensekresikan hormon yang akan dibawa aliran darah ke sel target yang terdistribusi di bagian lain dari tubuh. dan tahu posisi gonad ikan. 2. Proses pembuahan buatan ini membutuhkan 114 .2. dengan demikian arah urutan/stripping akan benar atau organ yang diurut tidak salah. Kenapa demikian karena seseorang tersebut akan mengerti kapan pengurutan diberhentikan dan kapan akan dimulai lagi. dengan cara mempertemukan sel telur dengan sel sperma pada suatu tempat tertentu dan dengan alat tertentu.

waktu tertentu. Sedangkan komposisi kimia ekor sperma adalah protein. potassium. Sperma adalah gamet jantan yang dihasilkan oleh testis. leher dan ekor. Dalam setiap testis semen terdapat jutaan spermatozoa. Kematangan telur dan sperma ikan dipastikan diperiksa dibawah mikroskop. Informasi genetika yang dibawa oleh spermatozoa diterjemahkan dan disimpan di dalam nolekul DNA. Non Basik Protein. Bagian ini banyak mengandung fosfolipid. Langkah pertama lakukan stripping induk jantan terlebih dahulu dengan prosedur yang telah ditentukan.Plasmalogen mengandung satu aldehid lemak dan satu asam lemak yang berhubungan dengan glicerol maupun cholin. Sedangkan seminal plasma mengandung protein. Ingat telur dan sperma itu hidup sehingga bermetabolisme. tetapi akan segera bergerak ketika bersentuhan dengan air. Sperma tidak bergerak dalam semen/air mani. Ada sperma yang mempunyai “middel Piece” sebagai penghubung antara leher dan ekor. sodium. calsium. Protamine. chromosom terdiri dari DNA yang bersenyawa dengan protein. Di dalam middle piece ini berisi mitokondria yang akan berfungsi untuk metabolisme sperma. Asam lemak dapat dioksidasi dan sebagai sumber energi untuk aktifitas sperma. Kepala sperma. Komposisi kimiawi sperma pada plasma inti (nukleoplasma) diantaranya adalah DNA. maksudnya jika terlalu lama maka sperma atau sel telur bisa mati atau terganggu. Mitokondria mengandung enzim-enzim yang berhubungan dengan metabolisme spermatozoa. Campuran antara seminal plasma dengan spermatozoa disebut semen. ekor sperma berfungsi memberi gerak maju seperti gerak cambuk. jika telah memenuhi tanda-tanda tersebut di atas maka segeralah dilakukan stripping. posfat. Selubung mitokondria berasal dari pangkal kepala membentuk dua struktur spiral kearah berlawanan dengan arah jarum jam. Jika demikian keadaannya proses pembuahan tidak akan berhasil dengan baik. Sperma ikan yang sudah matang terdiri dari kepala. kepala sperma terisi materi inti. Bagian tengah ekor merupakan gudang energi untuk kehidupan dan pergerakan spermatozoa oleh proses-proses metabolik yang berlangsung di dalam helix mitokondria. Gardiner dalam Norman (1995) menyatakan semen yang encer banyak 115 . lecithin dan cholesterol. Sperma yang didalamnya terkandung chromosomX akan menghasilkan embrio betina sedangkan sperma mengandung chromosom-Y akan embrio jantan. Cairan sperma adalah larutan spermatozoa yang berada dalam cairan seminal dan dihasilkan oleh hidrasi testis. menghasilkan Ekor sperma. magnesium. lecithin dan plasmalogen. klarida. Fruktosa dan galaktosa merupakan sumber energi utama bagi sperma ikan mas.

sedangkan untuk pembekuan diperlukan glicerol. KCl. Ovulasi dan fertilisasi Setelah telur matang maka telur akan diovulasikan oleh ikan betina. Larutan non elektrolit dalam bentuk gula. Pada umumknya sperma mudah dipengaruhi oleh keadaan hipertonik dari pada hipotonik. sperti fruktosa. Motilitas sperma banyak dipengaruhi oleh konsentrasi glukosa. Sedangkan cuprum dan besi merupakan racun bagi sperma. glukosa dapat dipergunakan sebagai pengencer sperma. Pergerakan sperma tersebut akan mengarah pada sel telur kerena distimulasi oleh adanya 116 . kuning telur. Daya tahan hidup sperma dipengaruhi oleh pH. Pada umumnya sperma than hidup dan aktif pada pH 7.mengandung glukosa sehingga memberikan motilitas yang lebih baik. tekanan osmotik serta menekan pertumbuhan kuman.2. 1990). Sedangkan semen yang kental banyak mengandung potassium sehingga akan menghambat motilitas sperma. 3. Pelepasan sel telur terjadi akibat: 1. serta Osmolitas media. Adanya konstraksi aktif dari folikel (bertindak sebagai otot halus) yang menekan sel telur keluar. tekanan osmotik . Ovulasi itu adalah proses keluarnya sel telur (oosit) yang telah matang dari folikel dan masuk ke dalam rongga ovarium atau rongga perut (Nagahama. magnesium. Untuk menghambat pertumbuhan kuman dipergunakan penicilin. Larutan elektrolit sperti kalium. Telur membesar. Prinsip dasar untuk mempertahankan agar sperma tetap hidup adalah dengan menambahkan sesuatu kedalam semen yang berintikan mempertahankan pH. NaCl. Untuk keperluan yang sesuai bagi kebutuhan sperma dipergunakan bahan glukosa. Sperma yang tadinya bergerak lamban menjadi bergerak cepat (motilitas tinggi) dikarenakan bersentuhan dengan air. Sperma tetap motil untuk waktu lama di dalam media yang isotonik dengan darah. membentuk benjolan hingga pecah dan terbentuk lubang pelepasan hingga telur keluar. Daerah tertentu pada folikel melemah. 2. 4. pospor dan kalium yang tinggi dapat menghambat motilitas sperma. fosfat dan tris. suhu dan cahaya. streptomicin. air susu yang mengandung lippoprotein dan lecithin.5. dapat dipergunakan sebagai pengencer sperma tetapi Calsium. elektrolit. Sedangkan untuk mempertahankan pH semen dipergunakan sitrat. non elektrolit. Enzim yang berperan dalam pemecahan dinding folikel: protease iplasmin kemudian diikuti oleh hormon Prostaglandin F2α (PGF2α) atau Cotecholamin yang merangsang konstraksi aktif dari folikel Setelah ovulasi kemudian akan diikuti oleh ikan jantan untuk mengeluarkan sperma.

yaitu dengan mengeringkan dasar kolam.2. khususnya di Jawa Barat.1.Gimnogamon I yang dieksresikan oleh telur. Cytoplasma dan chorion merenggang dan semakin tersumbat yang akan segera menutup mycropyle untuk menghalangi masuknya spermatozoa lainnya. membersihkan kolam dari rumput atau sampah. Telur akan mengeluarkan fertilizing pada saat-saat terakhir ketika dilepas dan siap dibuahi. setelah memasuki telur. Aplikasi teknik pemijahan pada ikan budidaya 4. Pemijahan ikan Mas secara alami yang banyak dikenal di masyarakat adalah cara Sunda. Cimindi.6. sebagai sumbat micropile sehingga yang lain tidak bisa masuk. Rancapaku. dimana induk betina mengeluarkan telur dan induk jantan mengeluarkan spermatozoa. Pembuahan pada ikan umumnya terjadi di luar tubuh. Pemijahan cara Sunda Pemijahan ikan Mas cara Sunda merupakan cara pemijahan yang banyak digunakan petani. Pemijahan secara alami setiap daerah memiliki ciri khas dalam cara memijahkan ikan Mas. Cara ini menggunakan kolam pemijahan dan kolam penetasan secara terpisah. 1. Pembuahan satu telur hanya membutuhkan satu spermatozoa bagian kepalanya masuk Kedalam telur melalui mycropyle. Sumantadinata (1983) mengatakan. Berjuta-juta sperma menempel pada sel telur tetapi hanya satu sperma yang bisa masuk melalui micropil. memasang substrat dan mengairi kolam. Setelah sperma menempel pada telur. Pembuahan sel telur merupakan awal dari perkembangan embrio ikan. Kolam pemijahan dipersiapkan secara khusus. Menurut Nesler dalam Sumantadinata (1983). Magek. Kantong. Pemijahan ikan Mas Macam-macam Metode Pemijahan Ikan Mas menurut Sumantadinata (1983) dapat dilakukan secara alami dan secara buatan. Kepala sperma masuk dan ekornya tertinggal diluar. Telur yang tidak dibuahi akan mati dan berwarna putih air susu. 4. 117 . Dubisch dan Hofer. inti spermatozoa mulai membesar dan chromosomnya mengalami perubahan sehingga memungkinkan untuk berhimpun dengan chromosom dari sel telur fase awal pembelahan. Karena apabila tidak disingkirkan akan mengganggu metabolisme zigot.2.6. Pembuahan merupakan penggabungan sel telur dengan spermatozoa sehingga membentuk zygote. telur akan mengeluarkan Androgamon I untuk menekan motilitas sperma dan Gymnogamon II untuk menggumpalkan sperma. Berjuta-juta sperma yang menempel pada telur disingkirkan oleh telur dengan reaksi kortek. suatu substansi yang disebut fertilizing merangsang spermatozoa untuk berenang berusaha mencapai telur. sedangkan bagian ekornya tetap berada tertinggal di luar.

17. terlebih dahulu dibersihkan dari Lumpur dengan menggoyang-goyangkan secara perlahan di kolam pemijahan. pemupukan.00-17. Bilah bambu penahan 3. Persiapan kolam penetasan meliputi pengolahan dasar kolam. Proses pemijahan biasanya terjadi mulai tengah malam pukul 01. Persiapan kolam tersebut dilakukan beberapa hari sebelum pemijahan induk. kolam pemijahan merupakan bagian dari kolam penetasan dan 118 . Pelepasan induk dilakukan + pukul 16. Kakaban tersebut dipasang berderet-deret di kolam penetasan 3-5 cm di bawah permukaan air. Induk ikan yang siap dipijahkan dilepaskan secara hati-hati ke dalam kolam pemijahan. pengapuran dan mengairi. Pada pemijahan cara Cimindi. 1983).00 yang ditandai dengan gerakan ikan yang saling berkejaran dan timbulnya bau anyir pada air kolam pemijahan. Pemijahan cara Cimindi Persiapan kolam pemijahan cara Sunda dan Cimindi pada dasarnya adalah sama. pembuatan kamalir. hanya terdapat perbedaan induk kolam. Pemasangan kakaban di kolam pemijahan pemijahan cara Sunda (Sumantadinata. 2. Pemijahan cara Sunda menggunakan kolam penetasan sekaligus sebagai kolam pendederan.00. Kakaban 2. pada Sehari setelah induk ikan dilepas pada kolam pemijahan dilakukan pengamatan terhadap kakaban.Pemijahan cara ini menggunakan kakaban sebagai substrat untuk menempelkan telur.00-06. Patok bambu Gambar 4. Sebelum kakaban disusun di kolam penetasan. Kakaban yang telah berisi telur segera diangkat dan dipindahkan ke kolam penetasan. Telur akan menetas setelah 36-48 jam pada suhu 28-300C. Kakaban tersebut dipasang berderet-deret dan terapung 5-10 cm di bawah permukaan air. 2 3 1 1.

induk ikan dipindahkan ke kolam besar atau ke kolam pemeliharaan induk. Perbedaannya adalah petak pemijahan dengan cara Rancapaku terbuat dari tumpukan batu atau bambu. Pematang sementara 3. Bila induk ikan telah memijah. Kolam pemijahan terletak pada salah satu sudut kolam penetasan dengan pematang dari tanah sebagai pembatas sementara. Pada kolam besar ini benih ikan didederkan. Kolam pemijahan 2. kakaban tetap berada di kolam pemijahan. Saluran pemasukan air 5. 3. 1983). sedangkan induk ikan dibiarkan masuk ke kolam 4 penetasan melalui lubang pematang sementara. Penetasan telur dilakukan pada kolam pemijahan. Kolam penetasan/pendederan 4.kolam pendederan. anak ikan Mas yang mulai mencari makan akan menyebar ke kolam besar melalui celah tumpukan batu atau bambu. Kolam pemijahan cara Cimindi (Sumantadinata. Setelah benih berumur 7 hari. Setelah selesai memijah. Pemijahan cara Rancapaku Pemijahan cara Rancapaku hampir sama dengan cara Cimindi. Telur ikan pada kakaban ditetaskan pada kolam pemijahan. 2 1 3 5 1. Saluran pengeluaran air Gambar 4. 119 .18. yaitu kolam pemijahan merupakan bagian kolam penetasan. Benih ikan tersebut dipelihara sampai umur 2-3 minggu. pematang sementara dibongkar dan benih ikan akan menyebar ke kolam besar. Telur ikan Mas akan menetas setelah 36-48 jam pada suhu 28-300C. sedangkan kakaban tetap di kolam pemijahan.

Pemijahan cara Magek Pemijahan ikan Mas di Sumatera Barat dikenal dengan cara Magek.4. Pemijahan cara Kantong menggunakan rumput sebagai tempat menempelkan telur. Rumput tersebut disebar di 120 . Dasar kolam diberi lapisan kerikil dan pasir agar airnya tetap jernih.5-0.5-2. Kolam pemijahan berbentuk segi empat dengan kedalaman air sekiatr 60 cm. pemijahan ikan Mas dilakukan dengan cara Kantong. 1983). ijuk P1 pipa pemasukan P2 pipa pelimpasan P3 pipa pengurasan Gambar 4. Benih ikan ditangkap setelah berumur 1 minggu. Rumput yang digunakan adalah rumput yang tidak mudah busuk di air. Di atas pasir ini dhamparkan ijuk yang dijepit dengan belahan bambu.19. Pemijahan dengan cara ini diperlukan kolam seluas 3-4 m2 dengan kedalaman air 0. 5. Setelah induk ikan selesai memijah. sedangkan induk ditangkap dan dikembalikan ke kolam induk. d b a P2 P1 0. papan b.75 m. dinding kolam tegak lurus diperkuat papan. ijuk tersebut c tetap berada di kolam pemijahan. Telur-telur ikan Mas ditetaskan padakolam pemijahan. Dasar kolam ditebari pasir yang telah dicuci bersih dari tanah dan bahanbahan lain yang berbahaya. Bentuk dasar kolam dibuat miring ke arah pengeluaran air untuk memudahkan pengaturan air dalam penangkapan anak ikan. Selanjutnya benih tersebut dipindahkan ke wadah lain untuk didederkan atau dipasarkan. Pemijahan cara Kantong Pada beberapa daerah di Jawa Barat.6 m P3 K 1. Kolam pemijahan cara Magek (Sumantadinata. belahan bambu d. penyekat papan c. Pemijahan cara Kantong mirip dengan cara Magek. Pemanenan benih dilakukan dengan mengalirkan air dari dasar kolam dan ditampung dengan kantong yang terbuat dengan bahan kain halus.0 m a.

Bentangan kain tersebut berupa kantong yang terendam setengah bagian pada genangan air tenang. sedangkan telur-telurnya dibiarkan di kolam pemijahan untuk ditetaskan. Selanjutnya benihbenih yang ditampung pada kain tersebut dikumpulkan dan didederkan di sawah/kolam.kolam pemijahan. Kedalaman air kolam pemijahan adalah 30 cm. Ketinggian air kolam adalah 10 cm di atas pucuk rumput. kantong 1. Kolam kecil tempat kantong pelimpasan K.20. 1983). A 1 2 B K Keterangan: A. Dasar tengah yang 121 . Bagian tengah dasar kolam miring ke arah saluran pengeluaran air dan ditanami rumput yang tahan tergenang air. Oleh sebab itu cara pemijahan ikan yang diperkenalkan Dubisch disebut cara Dubisch. Pemijahan cara Dubisch dan Hofer Pemijahan ikan cara Dubisch dan Hofer menggunakan rumput sebagai tempat meletakkan telur. 6. Kolam pemijahan dialiri air secara perlahan. Cara ini banyak digunakan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dubisch adalah seorang ahli perikanan berasal dari Jerman. induk yang telah selesai memijah ditangkap dan dikembalikan ke kolam induk. Kolam pemijahan cara Dubisch berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran 8 x 8 atau 10 x 10 meter. benih yang berumur 5-7 hari dipungut/panen. Kolam pemijahan B. Saluran keliling berfungsi untuk memudahkan penangkapan induk setelah selesai memijah. Pada bagian tengah dasar kolam lebih tinggi daripada bagian tepi/sisi kolam. Pada dasar kolam sekeliling petakan terdapat saluran keliling dengan lebar 60 cm dn kedalaman 30-40 cm. Kolam pemijahan cara Kantong (Sumantadinata. Telur ikan akan menetas setelah 36-48 jam pada suhu 28-300C. Benih –benih ikan akan hanyut bersama air melalui pintu pengeluaran yang dialirkan ke bentangan kain yang direntangkan pada dua buah bambu. pipa Gambar 4.

Kolam pemijahan cara Dubisch (Sumantadinata. Induk ikan istirahat di saluran merasa tempat/kolam tersebut kecil. Bagian yang dangkal ditanami rumput sebagai tempat menempelkan telur.21. sedangkan bagian lebih dalam digunakan untuk berkumpulnya benih ikan Mas sehingga memudahkan pemungutan benih ikan. Hofer memodifikasi dasar kolam pemijahan cara Dubisch. Hal ini disebabkan adanya perubahan drastic antara bentuk saluran dengan bentuk pelataran (bagian tengah kolam) yang ditumbuhi rumput tempat memijah. yaitu setengah bagian yang dangkal dan setengah bagian lebih dalam. Pada kolam pemijahan cara Hofer tidak terdapat saluran keliling kolam. Saluran B B Gambar 4. Rumput B. 122 .miring memudahkan turunnya air dalam pemanenan benih ikan. Induk ikan yang selesai memijah ditangkap dan dipindahkan ke kolam pemeliharaan induk. tetapi seluruh petakan kolam dibagi menjadi dua bagian. 1983) Hofer seorang ahli perikanan melihat beberapa kelemahan/ kekurangan pemijahan cara Dubisch. tetapi setelah keluar dari saluran menuju bagian tengah kolam yang ditumbuhi rumput dan terang menyebabkan induk agak ketakutan. Ardiwinata (1971) Huet (1970) A B B A A. Berdasarkan kelemahan tersebut. sedangkan telur dibiarkan untuk ditetaskan. tidak ada rumput dan gelap. Kelemahan tersebut terletak pada dasar kolam yang dapat menimbulkan stress bagi induk ikan. Masa takut dan stress ini mengurangi keinginan ikan untuk memijah.

Bagian dasar yang dangkal ditanami rumput C.5 m. Kolam pemijahan cara Hofer (Sumantadinata. ijuk yang digunakan sebagai bahan pembuat kakaban ini harus dibersihkan dengan membuang serat-serat yang kasar dan disisir dengan sikat kawat. Hindari induk terkena benturan. Pipa pemasukan air B. sedangkan berdasarkan jumlah ikan adalah 2 : 1 atau 3 : 1. oleh karena itu kondisi kualitas air kolam pemberokan harus optimal. induk ikan ini tidak diberi pakan. Pemilihan sistem pemijahan ini bergantung kepada skala usaha yang dilakukan. Pipa pngeluaran air Gambar 4. Kakaban ini biasanya berukuran panjang 1-1. Pemberokan ikan Mas ini bertujuan untuk : 123 . Satu pasang induk ikan Mas adalah perbandingan jumlah induk jantan dan betina yang akan dipijahkan berdasarkan bobot badan 1 : 1. Selama dalam pemberokan. Dalam pemijahan ikan Mas secara alami dan semi buatan dibutuhkan media/substrat pemijahan yang disebut dengan kakaban. Untuk memijahkan satu pasang induk jumlah kakaban yang dibutuhkan adalah 5-8 buah. Sebelum ikan Mas jantan dan betina dipijahkan sebaiknya induk ikan tersebut diberok terlebih dahulu di dalam kolam pemberokan selama 12 hari dan dipisahkan antara jantan dan betina. 1983) Pelepasan induk ke kolam pemijahan dilakukan dengan hati-hati.5 m dengan lebar sekitar 0. Pada pemijahan ikan secara alami.22.A B C Cara Hofer A. pemilihan induk yang matang kelamin harus tepat dan benar. Perbandingan induk jantan dan betina adalah 1 : 1 dalam satuan berat 3 : 1 dalam satuan ekor. Kakaban ini adalah tempat meletakkan telur ikan Mas yang terbuat dari ijuk pohon enau. Jumlah kakaban yang diletakkan pada kolam pemijahan tergantung pada jumlah induk yang dipijahkan.

pregnil. untuk 1 pasang induk lele dumbo dengan berat induk betina 500 gram. ukuran yang biasa digunakan panjangnya 75 – 100 cm dan lebarnya 30 – 40 cm. Hormon yang digunakan antara lain adalah ovaprim. yaitu dilakukan pengurutan agar telur dan sperma keluar dari tubuh induk ikan Mas dan dilakukan pembuahan ikan Mas secara buatan. maka telur ikan Mas yang telah dicampur sperma ditebar ke dalam akuarium dan dipelihara sampai menetas dan berumur 2-4 minggu. Sebelum kolam atau bak digunakan.2. Jika kurang. Kakaban harus menutupi seluruh permukaan dasar bak pemijahan. Ikan Mas jantan dan betina siap memijah dan matang gonad dimasukkan ke dalam kolam pemijahan. bak dicuci bersih agar kotoran-kotoran dan lumut yang menempel terlepas dan dasar bak menjadi bersih dan benih lele terhindar dari serangan penyakit. Mengurangi lemak pada daerah kantong pembungkus telur (ovarium). Jumlah induk yang ditebar bergantung pada luas ukuran kolam pemijahan. di dasar bak dipasang kakaban yang terbuat dari ijuk. karena lemak yang terlalu banyak dapat mengganggu kelancaran pelepasa telur. Namun. Jika pemijahan ikan Mas dilakukan secara buatan. induk ikan Mas jantan dan betina akan di stripping. Pemijahan secara buatan ini dilakukan dengan memberikan suntikan hormon kepada induk ikan Mas jantan dan betina agar cepat mengalami kematangan gonad. Selanjutnya bak diisi air bersih setinggi 30 – 40 cm. HCG atau kelenjar hipofisa ikan Mas itu sendiri. Sebagai tempat atau media menempelnya telur. Persiapan wadah dan substrat (kakaban) Persiapan bak pemijahan dilakukan sebelum dilakukan pemijahan. Pemijahan ikan Mas secara buatan biasanya dilakukan oleh para petani ikan yang membutuhkan ketersediaan benih yang kontinu dalam jumlah dan mutu.5 meter. Setelah dilakukan penyuntikan hormon.1. dibutuhkan kakaban sebanyak 3 – 4 buah. sehingga semua telur lele dumbo tertampung di kakaban. Memisahkan induk jantan dan betina untuk menahan sementara keinginan memijah sehingga pada saat pemijahan di kolam pemijahan kedua induk ikan saling tertarik untuk memijah. Sebagai patokan. Untuk setiap pasang induk yang beratnya antara 0. Pemijahan Ikan Lele 1.2.5 – 1 kg diperlukan satu buah bak pemijahan dengan ukuran 1 x 2 x 0. Bagian atas bak pemijahan di tutup 124 . Hal ini jika pemijahan dilakukan alami dan semi intensif. Ukuran kakaban disesuaikan dengan ukuran bak pemijahan. dikhawatirkan telur yang dikeluarkan ketika pemijahan tidak tertampung seluruhnya atau menumpuk di kakaban. Kakaban yang berisi telur ikan Mas selanjutnya dipindahkan ke kolam pemeliharaan larva/benih. 4. Ikan Mas akan meletakkan telur pada kakaban. sehingga mudah membusuk dan tidak menetas.5 meter atau 1 x 1 x 0. 2.6.

Pemijahan ikan lele dapat dilakukan secara alami.1 ml. Pemijahan ikan lele secara alami dapat dilakukan dengan memijahkan induk jantan dan betina tanpa perlakuan khusus. Induk akan memijah setelah 8 – 12 jam dari penyuntikan. 3. Selama proses pemijahan berlangsung dilakukan pengontrolan agar induk yang sedang memijah tidak melompat keluar tempat pemijahan. Hal ini disebabkan belum tentu semua induk telah matang kelamin dan siap dipijahkan.dengan seng atau triplek atau anyaman bambu untuk mencegah induk lele dumbo yang sedang dipijahkan meloncat keluar. Salah satu persyaratan yang mutlak adalah induk telah berumur 1 tahun. 4. Induk ikan lele memijah berdasarkan kondisi alam dan ikan itu sendiri. Selanjutnya induk – induk tersebut ditangkap dengan menggunakan seser atau serokan dan ditampung dalam wadah seperti tong plastik. beratnya sama dengan ikan induk lele dumbo yang akan disuntik. baik kolam induk jantan mapun betina. penyuntikan cukup dilakukan satu kali dengan dosis untuk induk betina 0.3 – 0. Kelemahan pemijahan secara alami adalah pemijahan induk belum dapat diperkirakan waktunya sehingga ketersediaan telur juga belum dapat 125 . Pemilihan induk dilakukan dengan cara mengeringkan kolam induk.4 ml. ikan donor yang akan diambil kelenjar hipofisanya. baik jantan maupun betina. induk dipilih yang sesuai dengan persyaratan. 2. setelah induk ikan lele disuntik dengan hormon maka induk tersebut dimasukan ke dalam bak pemijahan yang telah disiapkan. Sebelum dipijahkan.2 ml dan untuk induk jantan sebanyak 0. Sebagai bahan pelarut digunakan air untuk injeksi berupa aquabidest sebanyak 0. jika menggunakan ovaprim. yaitu pada otot punggung. atau dipijahkan secara buatan. Pemilihan induk siap pijah Tidak semua induk yang dipelihara dapat dipijahkan. Pemijahan Induk lele dumbo yang telah disuntik selanjutnya dipijahkan secara alami. Artinya. sehingga induk – induk ikan lele dumbo akan terkumpul. Namun. Penyuntikan dapat dilakukan pada 3 tempat. semi buatan dan buatan (induced breeding). Penyuntikan hormon Untuk merangsang induk lele dumbo agar memijah sesuai dengan yang diharapkan. Jika akan dilakukan secara semi buatan. Kelenjar hipofisa dapat diambil dari donor ikan lele dumbo yang telah matang kelamin dan telah berumur minimal 1 tahun. sebelumnya induk harus disuntik menggunakan zat perangsang berupa kelenjar hipofisa atau HCG (Human Chlorionic Gonadotropine) atau ovaprim. batang ekor dan sirip perut. Akan tetapi pada umumnya dilakukan pada otot punggung dengan kemiringan alat suntik 45°. Penyuntikan menggunakan kelenjar hipofisa cukup dengan 1 dosis.

Untuk menjaga induk hidup optimal.3. 4.1-0.2 ml di tambah aquabides sebanyak 1-2 ml. Jika Induk disuntik menggunakan hormon sintetis (Ovaprim) dapat dilakukan dengan dosis 0. sehingga diperlukan dasar kolam yang berlumpur.30 derajat celsius.2. lalu ditambah air sampai semua telur terendam dan biarkan beberapa menit agar semua telur terbuahi oleh sperma. Pada umumnya nila bersifat mengerami telurnya di dalam mulut sampai menetas kurang lebih 4 hari dan mengasuh larvanya ± 14 hari sampai larva dapat berenang bebas diperairan. Untuk mendapatkan hormon ini ada yang sudah dalam bentuk cairan hormon siap pakai. Pengurutan induk betina dilakukan dengan hati-hati agar induk tersebut tidak terluka. Pada ikan lele yang akan dilakukan pemijahan secara buatan maka pengambilan sperma dilakukan dengan pembedahan perut induk jantan. Secara alami nila memijah pada sarang yang dibuat oleh ikan jantan di dasar kolam. terutama kandungan oksigen terlarut (> 5 126 . Selanjutnya sperma diambil dan dibersihkan dari darah dengan menggunakan tissue. Hormon yang digunakan adalah hormon sintetis atau hormon hypofisa. Pemijahan secara buatan yaitu dengan menyuntikan hormon gonadotropin kedalam tubuh induk betina. Pemijahan secara semi buatan induk jantan dan betina disuntik. Pemijahan secara semi buatan adalah pemijahan dengan cara memberi perlakuan khusus yaitu dengan menyuntik induk ikan menggunakan hormon. maka parameter kualitas air dipertahankan dalam kondisi yang layak bagi kehidupan induk. mengerami telur dan mengasuh larva dilakukan oleh induk betina. Setelah telur dan sperma tercampur merata. lalu diencerkan di dalam larutan sodium clorida 0. Pemijahan ikan nila Ikan Nila dapat berkembang biak secara optimal pada suhu 20 .6.9 % dalam mangkuk plastik yang bersih. Telur yang telah dibuahi disebarkan kepermukaan substrat “kakaban” dan direndam dalam bak sampai menetas. Kelenjar sperma dipotong-potong dengan menggunakan gunting kemudian ditekan secara halus untuk mengeluarkan sel sperma dari kelenjar sperma tersebut. Nila dapat dipijahkan setelah mencapai berat 100 gr/ekor. Untuk mencegah infeksi pada induk. Telur induk betina tersebut ditampung dalam baki dan pada waktu yang bersamaan sperma yang telah disiapkan sebelumnya dicampur dengan telur. Induk yang telah disuntik dimasukkan kedalam kolam/bak pemijahan. Air rendaman yang berwarna putih selanjutnya di buang. Telur dan sperma diaduk menggunakan bulu ayam. ada pula yang harus di ekstrak dari kelenjar horman ikan tertentu.di perkirakan. kemudian induk ikan di lepas ke dalam bak fiber penampungan induk yang sudah disediakan. maka setelah dilakukan pengurutan induk ikan ditreatment dengan cara direndam dalam larutan formalin 50 – 150 ppm selama 3 jam.

Hal ini berdasarkan sifat ikan jantan yang membuat sarang berbentuk kobakan didasar kolam dengan diameter kira-kira 50 cm dan akan mempertahankan kobakan tersebut dari ikan jantan lainnya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana dasar kolam berlumpur untuk pembuatan sarang dan 127 . Dinding kolam diupayakan kokoh dan tidak ada yang bocor agar mampu menahan air kolam. maka satu baris panjang didapat 1000:100 cm = 10 dan satu baris lebar 1000:100 = 10. Perbandingan jantan dan betina adalah 1 : 3 ukuran 250 . Dengan padat penebaran 1 ekor/m2. Ikan nila membutuhkan sarang dalam proses pemijahan. Dasar kolam dilakukan pengolahan. sekaligus merupakan wilayah teritorialnya yang tidak boleh diganggu oleh pasangan lain. dengan cara mengalirkan air pemasukan ke kolam secara kontinu melalui pipa yang ada saringannya. jadi banyaknya kobakan 10 x 10 = 100 atau banyaknya ikan jantan adalah 100 ekor. Pemijahan ikan nila berdasarkan pengelolaannya dibedakan beberapa sistim antara lain: 1. Kobakan tersebut akan digunakan ikan jantan untuk memikat ikan betina dalam pemijahan. Biasanya jarak antara kobakan satu dengan yang lainnya kira-kira 25 cm. Sedangkan yang betina adalah 3 x 100 = 300 ekor.ppm) dan suhu tidak berfluktuasi. Persiapan Kolam Kolam pemijahan luasnya harus disesuaikan dengan jumlah induk yang akan dipijahkan. Bila areal/kolam mempunyai luasan 100 m2 (1000 x 1000 cm2). karena mata jaring mudah sekali tertutup baik oleh lumpur maupun organisme yang menempel pada jaring sehingga dapat mengganggu sirkulasi air. Air dijatuhkan kepermukaan kolam agar terjadi percikan air untuk proses difusi oksigen. Pemijahan Secara Tradisional/ Alami Pemijahan secara alami dapat dilakukan di kolam. Padat penebaran induk tergantung dari ukuran induk dan sistem pemijahan yang dilakukan.500 gr perekor. Pemijahan ikan nila dengan menggunakan hapa (kantung jaring dengan mata jaring yang lembut lebih kecil dari ukuran larva) hanya pada ikan nila yang sudah diadaptasi pada kondisi tersebut. Selama proses pemijahan air kolam harus tetap berganti. Kedalam air kolam 70 cm. pemupukan dan pengapuran. Kantung jaring dapat digunakan beberapa bulan saja paling lama 6 bulan. Sarang di buat di dasar kolam oleh induk jantan untuk memikat induk betina tempat bercumbu dan memijah. pembuatan kemalir. Induk betina yang lebih banyak 3 x jantan adalah agar mudah memberi kesempatan pada jantan untuk dapat menemukan betina yang matang gonad. Oleh karena itu jumlah ikan jantan setiap luasan kolam tergantung pada berapa banyak kemungkinan kobakan yang dapat dibuat oleh ikan jantan pada dasar kolam tersebut. Kegiatan pemijahan alami meliputi antara lain.

Agar kolam bisa menjadi subur lagi bisa ditambah dengan pupuk hijau. Cara pemberian pupuk kandang bisa dionggokan dibeberapa tepi kolam.740 8.6. pH > 5. Dosis Pengapuran untuk Menetralkan dari Berbagai Jenis Tekstur Tanah dan pH Awal yang Berbeda NO 1 2 3 4 5 6 pH Awal < 4.370 4. Cara ini akan memberikan pengaruh penguraian pupuk secara bertahap dan terus menerus sehingga pertumbuhan pakan alami dapat stabil dan tidak terjadi blooming plankton yang merugikan.6.5 5. tetapi bisa disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah kolam perairan.370 3.580 1.6. misalnya daun orok-orok.5 4. pengairan kolam harus dilakukan dengan pengaturan yang baik. Air 128 .5.950 5. Selanjutnya kolam diairi ± 70 cm.790 895 0 Pemupukan dapat diberikan pupuk kandang. Pengairan Selama proses pemijahan ikan membutuhkan suasana parameter kualitas air yang sesuai yaitu oksigen terlarut > 5 ppm. pupuk hijau dan pupuk buatan atau kombinasi dari ketiga macam pupuk tersebut.6. Pengapuran dilakukan untuk mengendalikan hama. kuda dll) dengan dosis 1500 kg/ha atau kotoran ayam sebanyak 600.0 6.580 1.lain. Pemupukan susulan dapat diberikan 2 minggu kemudian dengan cara memasukan pupuk kandang/hijau ke dalam karung plastik yang diberi lubang secara merata dan direndam di dekat pintu pemasukan air kolam.790 1.580 1. kerbau. Jenis pupuk yang biasa digunakan terdiri dari : • Kotoran ternak besar (sapi.meningkatkan kesuburannya agar cukup tersedia pakan alami untuk konsumsi induk dan larva hasil pemijahan.5 Kebutuhan Kapur CaCO3 (kg/Ha) Lempung berliat Lempung berpasir Pasir 14. Untuk menciptakan kondisi seperti tersebut.6 .790 4. daun lamtoro dan lain.975 3.5. Dosis pengapuran untuk menetralkan berbagai tingkatan pH dan jenis tekstur tanah dapat dilihat pada Tabel 4.475 3. Sedang untuk pupuk anorganik disebarkan pada dasar kolam. Tabel 4.4.475 4.0 5.160 5.790 7.1 .1 .320 10.0 .1200 kg/ha • TSP dosis 100 kg/ha • Urea dosis 150 kg/ha Dosis tersebut tidak mutlak . suhu 20 30 °C dan NH3 < 1 ppm. penyakit dan parasit larva ikan serta meningkatkan pH dasar kolam.6 .0 4.

Selama proses pemijahan ± 7 hari dan pasca inkubasi telur yaitu setelah hari ke 8 . Desain kolam pemijahan dapat dilihat pada Gambar . Pemberian pakan Meskipun kolam telah di pupuk dan tumbuh subur pakan alami. Diagram susunan kolam pemijahan bersekat • Proses pemijahan Apabila konstruksi berbentuk lingkaran kolam dengan 129 . Pemijahan secara buatan dapat dilakukan dengan dua cara : Pemijahan Intensif Yang Sepenuhnya Dilakukan Di Kolam Metoda ini dilakukan pada kolam yang didesain sedemikian rupa sehingga setelah pemijahan selesai dapat dipisahkan antara induk jantan. bungkil kedelai. bungkil kacang atau pellet. Pellet dapat diberikan 3 . kolam betina dan kolam larva (gambar. dengan demikian pemanenan larva relatif mudah dilakukan dan induk akan lebih produktif karena tidak sering terganggu yang dapat menimbulkan stres dan kematian pada induk. 2. Gambar 4. Pemberian pakan tambahan dimaksudkan untuk menjaga stabilitas produktifitas induk karena selama masa inkubasi telur 3-4 hari induk berpuasa sehingga pada proses pemijahan harus cukup cadangan energi dari pakan ikan. Kolam induk jantan (lingkaran I) hanya dapat dimasuki ikan betina yang berukuran lebih kecil dari ikan jantan.1). induk betina dan larva ikan dalam kolam yang berbeda. pemberian pakan tambahan mutlak di perlukan. Pengolahan dasar kolam dilakukan seperti pada persiapan kolam pemijahan alami. Pakan tambahan dapat berbentuk dedak. Pemijahan secara intensif Dari sifat perilaku ikan nila maka untuk meningkatkan hasil dan produktifitas induk ikan nila di dalam menghasilkan larva. • Persiapan kolam Kolam pemijahan dibuat dari pagar bambu yang bersekatsekat antara kolam jantan. dan kolam larva (III) untuk menangkap larva yang dihasilkan.pemasukan terus menerus dialirkan dengan debit 2 .5 liter/ menit untuk luasan kolam 200 m2. kolam induk betina (lingkaran II) hanya dapat dilalui larva sedang induk betina tidak dapat keluar dari sekat. pemijahan ikan dapat dilakukan dengan melakukan manipulasi lingkungan yang sesuai dengan sifat memijah ikan.6 % per hari dari bobot induk.23.12.

diameter kolam I adalah 4 meter dan kolam II adalah 10 meter, serta luas kolam III adalah 44 meter persegi, maka padat penebaran induk adalah antara 250 -300 ekor induk betina bobot ± 250 gr/ekor dan 40 ekor jantan bobot > 500 gr/ekor. Indukinduk ikan pada saat pemijahan menempati kolam I. Setelah proses pemijahan berlangsung dan telur telah menetas, induk betina akan keluar dari kolam I ke kolam II untuk mengasuh anaknya. Di kolam II ini larva tumbuh sampai ukuran ± 1 cm, selanjutnya larva akan masuk ke kolam III, sedangkan induk betina tetap pada kolam II karena ada sekat. Kolam III hanya dapat di masuki oleh larva dari kolam II ke kolam III, larva akan terusir dari kolam II, karena terganggu oleh induk betina yang ada. • Pemeliharaan Pemeliharaan induk dilakukan dengan pemberian pakan tambahan 3 - 6 % perhari dari bobot ikan. Pemberian pakan dilakukan sesuai yang dibutuhkan oleh induk dan larva.

mengumpulkan induk-induk pada satu sudut hapa untuk memperkecil ruang gerak induk dan memudahkan penangkapan. Induk betina di tangkap satu persatu di pegang bagian kepala, mulut di buka dan di goyang-goyang di dalam air atau dialiri air yang bagian bawahnya sudah dipasang lambit/seser halus. Telur yang ada pada mulut induk nila akan keluar dan tertampung di lambit dan selanjutnya di tampung pada wadah (ember/baki) untuk di bawa ke tempat penetasan. Setelah selesai pengambilan telur, induk dipelihara di kolam secara terpisah antara jantan dan betina dan setelah ± 14 hari sudah dapat dipijahkan kembali. Setelah pemijahan induk jantan dan induk betina di ambil dan di pelihara pada kolam induk yang berbeda, untuk persiapan pemijahan berikutnya. 4.3. Penetasan telur

Pemijahan Dilakukan Di Hapa, Penetasan Telur Dilakukan Pada Corong Tetas Induk yang sudah siap dipijahkan (matang gonad) di masukkan ke dalam hapa pemijahan dan dipelihara dengan memberikan pakan tambahan serta pengaturan air yang baik sampai hari ke 7. Pengambilan telur dilakukan pada hari ke 8 - 10 dengan cara

Setelah induk ikan melakukan pemijahan maka sel telur dan sel sperma akan bertemu dan mengalami proses pembuahan (fertilisasi) yang akan membentuk zygot. Oleh karena itu pembuahan ini merupakan proses peleburan antara sel telur dan sel sperma untuk membentuk zygot. Pembuahan terjadi ditandai dengan masuknya spermatozoa ke dalam telur lewat micropyle. Tiap sel sperma cukup untuk membuahi satu butir telur. Pada saat pembuahan spermatozoa masuk yaitu hanya kepalanya saja sedangkan ekornya tinggal di luar, cytoplasma dan chorion merenggang dan semacam sumbat segera menutup micropyle untuk 130

menghalangi masuknya spermatozoa lain. Pengerasan chorion disebabkan oleh enzim pengeras yang terdapat pada bagian dalam lapisan chorion. Pengerasan chorion berguna untuk melindungi embrio yang masih sangat sensitif. Setelah membentuk zygot maka setiap individu akan mengalami proses embriogenesis sebelum menetas. Untuk memahami tentang proses penetasan telur maka harus dipahami proses tentang embryogenesis. 4.3.1. Perkembangan embrio Perkembangan embrio dimulai dari pembelahan zygote (cleavage), stadia morula (morulasi), stadia blastula (blastulasi), stadia gastrula (gastrulasi) dan stadia organogenesis. Stadia Cleavage Cleavage adalah pembelahan zygote secara cepat menjadi unit-unit yang lebih kecil yang di sebut blastomer. Stadium cleavage merupakan rangkaian mitosis yang berlangsung berturut-turut segera setelah terjadi pembuahan yang menghasilkan morula dan blastomer. Stadia morula Morula merupakan pembelahan sel yang terjadi setelah sel berjumlah 32 sel dan berakhir bila sel sudah menghasilkan sejumlah blastomer yang berukuran sama akan tetapi ukurannya lebih kecil. Sel tersebut memadat untuk menjadi blastodik kecil yang membentuk dua lapisan sel. Pada saat ini ukuran sel mulai beragam. Sel membelah secara

melintang dan mulai membentuk formasi lapisan kedua secara samar pada kutup anima. Stadia morula berakhir apabila pembelahan sel sudah menghasilkan blastomer. Blastomer kemudian memadat menjadi blastodisk kecil membentuk dua lapis sel. Pada akhir pembelahan akan dihasilkan dua kelompok sel. Pertama kelompok sel-sel utama (blastoderm), yang meliputi sel-sel formatik atau gumpalan sel-sel dalam (inner mass cells), fungsinya adalah membentuk tubuh embrio. Kedua adalah adalah kelompok sel-sel pelengkap, yang meliputi trophoblast, periblast, auxilliary cells, fungsinya adalah melindungi dan menghubungi antara embrio dengan induk atau lingkungan luar. Kelompok sel-sel yang terdiri dari jaringan embrio (blastodic) dan jaringan periblas, pada ikan, reptil dan burug disebut cakram kecambah (germinal disc). Stadia blastula Blastulasi adalah proses yang menghasilkan blastula yaitu campuran sel-sel blastoderm yang membentuk rongga penuh cairan sebagai blastocoel. Pada akhir blastulasi, sel-sel blastoderm akan terdiri dari neural, epidermal, notochordal, meso-dermal, dan endodermal yang merupakan bakal pembentuk organ-organ. dicirikan dua lapisan yang sangat nyata dari sel-sel datar membentuk blastocoel dan blastodisk berada di lubang vegetal berpindah menutupi sebagian besar kuning telur. Pada blastula sudah terdapat daerah yang berdifferensiasi membentuk organorgan tertentu seperti sel saluran pencernaan, notochorda, syaraf, 131

epiderm, ektoderm, mesoderm dan endoderm. Stadia gastrula Gastrulasi adalah proses perkembangan embrio, dimana sel bakal organ yang telah terbentuk pada stadia blastula mengalami perkembangan lebih lanjut. Proses perkembangan sel bakal organ ada dua, yaitu epiboli dan emboli. Epiboli adalah proses pertumbuhan sel yang bergerak ke arah depan, belakang dan kesamping dari sumbu embrio dan akan membentuk epidermal, sedangkan emboli adalah proses pertumbuhan sel yang bergerak ke arah dalam terutama diujung sumbu embrio. Stadia gastrula ini merupakan proses pembentukan ketiga daun kecambah yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm. Pada proses gastrula ini terjadi perpindahan ektoderm, mesoderm, endoderm dan notochord menuju tempat yang definitif. Pada periode ini erat hubungannya dengan proses pembentukan susunan syaraf. Gastrulasi berakhir pada saat kuning telur telah tertutupi oleh lapisan sel. Dan beberapa jaringan mesoderm yang berada disepanjang kedua sisi notochord disusun menjadi segmensegmen yang disebut somit yaitu ruas yang terdapat pada embrio. Stadia organogenesis Organogenesis merupakan stadia terakhir dari proses perkembangan embrio. Stadia ini merupakan proses pembentukan organ-organ tubuh makhluk hidup yang sedang berkembang. Dalam proses organogenesis terbentuk berturut-

turut bakal organ yaitu syaraf, notochorda, mata, somit, rongga kuffer, kantong alfaktori, rongga ginjal, usus, tulang subnotochord, linea lateralis, jantung, aorta, insang, infundibullum dan lipatan-lipatan sirip. Sistem organ-organ tubuh berasal dari tiga buah daun kecambah, yaitu ektodermal, endodermal dan mesodermal. Pada ektodermal akan membentuk organorgan susunan (sistem) saraf dan epidermis kulit. Endodermal akan membentuk saluran pencernaan beserta kelenjar-kelenjar pencernaan dan alat pernafasan, dan mesodermal akan membentuk rangka, otot, alat-alat peredaran darah, alat eksresi, alat-alat reproduksi dan korium (chorium) kulit. Jika proses organogenesis ini telah sempurna maka akan dilanjutkan dengan proses penetasan telur. 4.3.2. Proses penetasan telur Penetasan adalah perubahan intracapsular (tempat yang terbatas) ke fase kehidupan (tempat luas), hal ini penting dalam perubahanperubahan morfologi hewan. Penetasan merupakann saat terakhir masa pengeraman sebagai hasil beberapa proses sehingga embrio keluar dari cangkangnya. Penetasan terjadi karena 1) kerja mekanik, oleh karena embrio sering mengubah posisinya karena kekurangan ruang dalam cangkangnya, atau karena embrio telah lebih panjang dari lingkungan dalam cangkangnya (Lagler et al. 1962). Dengan pergerakan132

pergerakan tersebut bagian telur lembek dan tipis akan pecah sehingga embrio akan keluar dari cangkangnya. 2) Kerja enzimatik, yaitu enzim dan zat kimia lainnya yang dikeluarkan oleh kelenjar endodermal di daerah pharink embrio. Enzim ini disebut chorionase yang kerjanya bersifat mereduksi chorion yang terdiri dari pseudokeratine menjadi lembek. Sehingga pada bagian cangkang yang tipis dan terkena chorionase akan pecah dan ekor embrio keluar dari cangkang kemudian diikuti tubuh dan kepalanya. Semakin aktif embrio bergerak akan semakin cepat penetasan terjadi. Aktifitas embrio dan pembentukan chorionase dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar. Faktor dalam antara lain hormon dan volume kuning telur. Hormon tersebut adalah hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisa dan tyroid sebagai hormon metamorfosa, sedang volume kuning telur berhubungan dengan energi perkembangan embrio. Sedangkan faktor luar yang berpengaruh adalah suhu, oksigen, pH salinitas dan intensitas cahaya. Penetasan telur terjadi bila embrio telah menjadi lebih panjang dari pada lingkaran kuning dan telah terbentuk sirip ekor. Penetasan terjadi dengan cara pelunakan chorion oleh suatu enzim atau substansi kimia lainnya hasil sekresi kelenjar ekstoderm. Selain itu penetasan juga disebabkan oleh gerakan-gerakan larva akibat peningkatan suhu, intensitas cahaya dan pengurangan tekanan oksigen.

4.3.3. Aplikasi ikan

Penetasan

Telur

Penetasan telur pada ikan budidaya dapat dilakukan dengan berbagai wadah. Wadah penetasan telur ikan dapat digunakan antara lain adalah akuarium, kolam, bak atau fiber glass. Wadah yang di gunakan harus bersih. Sebelum penetasan telur, air wadah penetasan di sanitasi menggunakan methalyne blue (MB). Jika penetasan telur dilakukan di kolam harus menggunakan hapa. Hapa yang digunakan dengan mata jaring 1 mm atau lebih kecil dari butiran telur. Air pada wadah penetasan harus mengalir terus menerus. Salah satu sumber oksigen terlarut di dalam wadah penetasan berasal dari difusi air langsung dengan udara. Kadar oksigen terlarut di dalam wadah adalah 6 - 8 ppm. Pada ikan lele biasanya telurnya dilekatkan pada substrat. Telur yang telah menempel pada kakaban dapat ditetaskan dalam wadah budidaya disesuaikan dengan sistem budidaya yang akan diaplikasikan. Selama penetasan telur, air dialirkan terus menerus. Seluruh telur yang akan ditetaskan harus terendam air, kakaban yang penuh dengan telur diletakan terbalik sehingga telur menghadap ke dasar bak. Dengan demikian telur akan terendam air seluruhnya. Telur yang telah dibuahi berwarna kuning cerah kecoklatan, sedangkan telur yang tidak dibuahi berwarna putih pucat. Di dalam proses penetasan telur diperlukan suplai oksigen yang cukup. Untuk memenuhi kebutuhan akan oksigen terlarut dalam air, setiap bak penetasan di pasang aerasi. Telur 133

akan menetas tergantung dari suhu air wadah penetasan dan suhu udara. Jika suhu semakin panas, telur akan menetas semakin cepat. Begitu juga sebaliknya, jika suhu rendah, menetasnya semakin lama. Telur ikan lele akan menetas berkisar antara 24-57 jam dari pembuahan. Selama penetasan telur harus selalu dicek, telur yang sehat berwarna hijau kecoklatan, bila ada telur yang berwarna putih harus segera dibuang untuk menghindari berkembangnya jamur. Perkembangan stadia embrio pada ikan lele telah diamati oleh Volkaert et al (1994) yang melakukan pengamatan pada suhu penetasan telur yang optimal adalah 28oC (Tabel 4.7). Telur ikan lele (African catfish) akan menetas setelah 24 jam dengan derajat penetasan 80–100%. Tabel 4.7. Perkembangan stadia embrio ikan lele pada suhu 28oC Waktu (jam) Stadia embrionik 0 : 45 1 : 00 1 : 15 1 : 30 1 : 45 2 : 00 2 : 15 2 : 30 2 : 45 4 : 15 4 : 45 5 : 15 7 : 00 8 : 15 12 : 00 24 : 00 2 sel 4 sel 16 sel 32 sel 64 sel 128 sel Morula Awal Blastula Akhir Blastula Dimulainya epiboly 30% epiboly Germinal disk 60% epiboly 90% epiboly 1 – 10 somite 80–100% menetas

Pada ikan nila penetasan telur dapat dilakukan dengan dua metode yaitu penetasan dengan menggunakan corong penetasan dan metode konvensional. Pada metode konvensional dari induk ikan nila yang mempunyai bobot 250 - 300 gr dapat menghasilkan 300 - 800 butir telur. Telur ikan nila akan menetas setelah 4 - 6 hari. Telur yang telah menetas tidak langsung dilepaskan induknya melainkan tetap dimulutnya. Induk betina melepas larva jika sudah dapat berenang. Pada tahap awal larva dilepaskan, induk betina masih menjaganya. Di alam, induk betina ikan nila mulai melepaskan larva dari mulutnya pada umur 4 - 5 hari. Pada umur tersebut induk betina masih menjaga larva-larva tersebut. Jika keadaan lingkungan larva kurang aman, induk ikan menghisap kembali larvanya. Kuning telur larva akan habis setelah berumur 5 - 7 hari. Setelah kuning telur habis, larva akan mencari makanan disekitarnya. Biasanya induk betina menjaganya dengan mengikuti kelompok larva tersebut berenang. Jika ada ikan lain yang mendekati kelompok larva atau keadaan perairan kurang aman maka induk tersebut memasukkan kembali larva-larva tersebut kedalam mulutnya. Selanjutnya larva dilepaskan kembali pada perairan yang relatif aman dari gangguan ikan lainnya. Secara keseluruhan proses ini memerlukan waktu kurang lebih 18 hari. Sedangkan penetasan telur ikan nila secara intensif dilakukan pada corong tetas, yang merupakan modifikasi dari penetasan telur secara alami. Modifikasi tersebut 134

terlihat pada kondisi lingkungan, suplai air untuk gerakan telur, oksigen terlarut dan sebagainya. Air yang dialirkan ke corong penetasan selain agar telur-telur tetap bergerak juga untuk mempertahankan kualitas air tetap baik. Corong tetas yang digunakan berbentuk kerucut terbuat dari bahan fibre glass atau bahan lain. Pada corong tetas terdapat pipa- pemasukan dan pengeluaran air. Pipa pemasukan terletak di dasar corong tetas sedangkan pipa pengeluaran terletak di bagian atas corong tetas. Corong yang berukuran tinggi 45 cm, diameter atas 30 cm, diameter bawah 15 cm dapat menetaskan telur sebanyak ± 15.000 butir telur/corong. Corong tetas sebelum digunakan terlebih dahulu dibersihkan dari endapan kotoran, sisa telur dan lumut kemudian dikeringkan. Setelah itu direndam pada larutan malachyte green atau methalyn blue 10 ppm selama 15 - 30 menit. Selama kegiatan penetasan telur air terus menerus dialirkan ke corong penetasan. Agar penggunaan air lebih efisien, sebaiknya memakai sistem resirkulasi air. Dengan sistem ini air yang telah digunakan akan melalui saringan terlebih dahulu baik secara fisis, biologis mapun khemis sebelum digunakan selanjutnya ke corong tetas. Dengan menggunakan saringan tersebut, sistem resirkulasi air dapat digunakan selama lebih dari 6 bulan, selain lebih efisien, juga mudah dalam pengontrolan parameter kualitas air yang sesuai dengan kebutuhan telur dan larva. Bak penampungan air dan saringan yang digunakan secara berkala kira-

kira 6 bulan sekali dibersihkan. Hal ini untuk menghindari penyumbatan aliran air oleh kotoran. Tujuan penetasan telur meggunakan corong tetas adalah untuk meningkatkan daya tetas telur. Tahap awal perkembangan telur, telur sangat rentan terhadap gangguan khususnya gangguan secara mekanik. Gangguan secara mekanik umumnya terjadi pada saat membersihkan telur dari kotoran, memasukkan telur ke corong penetasan dan gerakan telur akibat debit air yang terlalu besar. Oleh sebab itu penanganan telur harus dilakukan secara hati-hati. Debit air yang terlalu besar dapat menyebabkan telur membentur dinding atau telur lainnya dengan keras sehingga dapat mengakibatkan kematian. Pada saat panen, sering terdapat perbedaan umur larva. Perbedaan ini karena pemijahan induk tidak serentak sehingga perkembangan embrio telur setiap induk pada kolam pemijahan yang sama sering berbeda. Demikian juga ukuran telur setiap induk berbeda-beda. Sebelum dimasukkan ke corong penetasan, telur yang berbeda baik masa inkubasi maupun ukuran telur harus dipisahkan terlebih dahulu. Pemisahan telur bertujuan untuk memudahkan pemanenan larva. Pemisahan atau pemilihan telur dapat dilakukan pada saat telur diambil dari mulut induk dan pada saat telur ditampung. Umumnya telur pada satu induk seragam baik masa inkubasi maupun ukuran. Oleh sebab itu pemisahan telur lebih baik dan lebih cepat dilakukan dilakukan 135

pada saat telur diambil dari mulut induk. Setiap telur yang diambil dari mulut induk ditampung dalam satu wadah. Sedangkan telur dari induk lain yang berbeda masa inkubasi dan ukuran telurnya ditampung pada wadah yang lain. Selanjutnya setelah dibersihkan, telur yang sama masa inkubasi dan ukuran dari induk yang lain di tetaskan pada corong tetas yang sama. Sedangkan telur yang lain ditetaskan pada corong tetas yang berbeda. Jika pemisahan telur pada wadah penampungan dinama seluruh telur ditampung dalam satu wadah kemudian dilakukan pemisahan akan lebih rumit dan lama sehingga dapat mengakibatkan telur mati. Kematian telur tersebut dapat karena telur tidak bergerak, benturan dan sinar matahari langsung. Masa inkubasi telur ikan nila berhubungan dengan warna telur. Telur yang baru dibuahi memiliki warna kuning muda. Sedangkan telur yang akan menetas berwarna kuning kecoklatan. Telur yang berwarna putih susu adalah telur mati. Telur hasil seleksi dibersihkan dan dipisahkan, dimasukkan ke dalam corong tetas. Air terus menerus dialirkan ke dalam corong tetas. Besar kecilnya debit air yang masuk ke dalam corong tetas di atur menggunakan kran. Debit air untuk penetasan telur ikan sebesar 0,8 liter perdetik. Debit air yang terlalu besar dapat mengakibatkan kematian telur karena tekanan air sehingga telur dapat terbentur ke dinding corong tetas atau terbawa air keluar corong tetas. Sebaliknya debit air yang terlalu kecil dapat mengakibatkan

telur tidak bergerak dan kekurangan oksigen. Telur yang tidak bergerak dan kekurang oksigen akan mati. Oleh sebab itu kegiatan sehari-hari pada saat penetasan telur adalah mengontrol debit air dan membersihkan corong tetas. Corong tetas dapat dibersihkan dengan menyipon kotoran atau telur yang mati. Pada saat pengontrolan debit air di dalam corong tetas harus selalu stabil sehingga tidak mengganggu gerakan telur. Air yang masuk pada corong tetas memiliki tekanan yang merata diseluruh bagian corong tetas agar telur yang ada semua bergerak. Jika tekanan aliran air hanya terdapat pada beberapa begian corong tetas saja mengakibatkan terdapat titik mati tekanan air. Telur yang terdapat pada tekanan titik mati tersebut tidak bergerak dan mati. Telur ditetaskan pada corong tetas selama 5 - 7 hari. Selama penetasan telur, air terus menerus dialirkan. Hari ke dua penetasan telur akan terlihat telur yang mati dan hidup. Telur yang mati segera dibuang karena akan mempengaruhi kualitas air. Sumantadinata (1983) mengatakan faktor-faktor yang mempengaruhi daya tetas telur adalah : 1. Kualitas telur. Kualitas telur dipengaruhi oleh kualitas pakan yang diberikan pada induk dan tingkat kematangan telur. 2. Lingkungan yaitu kualitas air terdiri dari suhu, oksigen, karbondioksida, amonia, dll. 3. Gerakan air yang terlalu kuat yang menyebabkan terjadinya benturan yang keras di antara 136

telur atau benda lainnya sehingga mengakibatkan telur pecah. Blaxter dalam Sumantadinata (1983), penetasan telur dapat disebabkan oleh gerakan telur, peningkatan suhu, intensitas cahaya atau pengurangan tekanan oksigen. Dalam penekanan mortalitas telur, yang banyak berperan adalah faktor kualitas air dan kualitas telur selain penanganan secara intensif. Oleh karena itu induk betina hanya dapat memijah perlu waktu lama. Akan tetapi pada pemijahan secara intensif, induk ikan nila betina dapat dipijahkan setiap 2 - 4 minggu. Hal ini dapat dijelaskan secara fisiologis ikan sebagai berikut; pada pemijahan alami, selama proses pengeraman telur dan pemeliharaan larva, induk betina akan terhambat perkembangan gonadnya. Sedangkan pada pemijahan intensif proses tersebut dilakukan secara buatan (corong tetas). Dengan demikian induk betina dapat bebas dari tugas tersebut dan segera menyiapkan kembali untuk pemijahan berikutnya dalam waktu yang relatif cepat. Pada ikan nila yang telurnya akan ditetaskan pada corong penetasan harus dilakukan pemanenan telur. Pemanenan telur ikan nila ini dilakukan pada hari ke 9. Pemanenan dilakukan dengan cara mengambil telur dari mulut induk betina ikan nila. Sebelum pemanenan terlebih dahulu permukaan air kolam diturunkan sampai ketinggian 10 - 20 cm. Jika pemijahan dilakukan di hapa

(waring), maka caranya adalah dengan menarik salah satu ujung hapa ke salah satu sudut hapa. dengan hati-hati untuk menghindari induk mengeluarkan telur. Karena induk ikan nila jika merasa dalam bahaya atau terdesak akan mengeluarkan telur di sembarang tempat. Hal ini akan menyulitkan dalam mengumpulkan telur ikan nila. Pengambilan telur ikan nila dilakukan dengan menangkap induk satu persatu. Penangkapan induk dilakukan menggunakan seser kasar dan seser halus. Kedua seser ini digunakan pada saat bersamaan. Seser kasar berfungsi untuk menangkap induk sedangkan seser halus berfungsi untuk menampung telur ikan. Seser kasar terletak dibagian atas dan seser halus terletak dibagian bawah. Pada saat menangkap induk dilakukan dengan hati-hati agar telur tidak dikeluarkan. Cara mengambil telur dari induk betina yaitu dengan memegang bagian kepala ikan. Pada saat bersamaan salah satu jari tangan membuka mulut dan tutup insang. Selanjutnya tutup insang di siram air sehingga telur keluar melalui rongga mulut. Selanjutnya telur-telur tersebut ditampung dalam wadah. Hal yang perlu diperhatikan adalah menghindari gerakan induk sekecil mungkin agar telur yang telah keluar tidak berserakan. Induk yang telah diambil telurnya dan yang belum memijah dikembalikan ke kolam pemeliharaan induk. Telur pada wadah penampungan jangan terkena sinar matahari langsung dan diupayakan telur selalu bergerak. Telur yang terlalu lama 137

diam serta kena sinar matahari langsung dapat menimbulkan kematian. Selanjutnya sebelum dimasukkan ke corong tetas, telur terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran berupa lumpur, lumut, sisa pakan dan sebagainya. Telur yang telah bersih dari kotoran dapat dimasukkan ke dalam corong penetasan.

4. 4. Pemeliharaan larva dan benih ikan Larva adalah anak hewan avertebrata yang masih harus mengalami modifikasi menjadi lebih besar atau lebih kecil untuk mencapai bentuk dewasa. Menurut Lagler (1956), larva adalah organisme yang masih berbentuk primitif atau belum mempunyai organ tubuh lengkap seperti induknya untuk menjadi bentuk definitif yaitu metamorfosa. Perkembangan stadia larva meliputi stadia pro-larva dan stadia pasca larva. Stadia pro-larva merupakan tahap larva yang masih memiliki kuning telur, sedangkan stadia pasca larva merupakan tahap larva yang telah habis kuning telurnya dan masa penyempurnaan organ-organ tubuh yang ada. Akhir stadia ini ditandai dengan bentuk larva yang sama dengan induknya yang biasa disebut dengan juvenil atau benih ikan. Larva ikan yang baru menetas memiliki kuning telur. Larva tersebut mengambil makanan dari kuning telur. Kuning telur akan habis setelah larva berumur 3 hari. Setelah kuning telur habis, larva mengambil

makanan dari luar atau lingkungan hidupnya. Larva ikan yang dibudidayakan harus dilakukan pemeliharaan untuk mencapai stadia benih. Wadah yang dapat digunkan untuk melakukan pemeliharaan larva ini bermacam-macam. Wadah pemeliharaan larva ini antara lain dapat berupa bak atau kolam. Pada pemeliharaan di bak yang perlu diperhatikan adalah sanitasi wadah sebelum digunakan untuk pemeliharaan dengan cara wadah direndam menggunakan larutan Methilen Blue 100 ppm selama 24 jam, kemudian dikuras dan diisi air bersih. Sedangkan wadah yang menggunakan kolam, sebelum digunakan harus disiapkan terlebih dahulu. Persiapan kolam pemeliharaan larva/pendederan meliputi perbaikan pematang, pengolahan dasar kolam, perbaikan pipa pemasukan dan pengeluaran, pemupukan dan pengapuran. Perbaikan pematang bertujuan untuk mencegah kebocoran kolam. Kebocoran kolam dapat diakibatkan oleh binatang air seperti belut, ular, kepiting dan lain-lain. Pematang yang bocor mengakibatkan air kolam tidak stabil dan benih ikan lolos keluar kolam. Perbaikan pematang yang bocor dilakukan dengan menyumbat bagian yang bocor menggunakan tanah atau ijuk. Pengolahan dasar kolam dilakukan dengan mencangkul dasar kolam. Tujuan mengolah dasar kolam adalah untuk menguapkan gas beracun yang terdapat di dasar kolam. Tanah yang baru dicangkul diratakan. Setelah dasar kolam rata, lalu dibuat saluran ditengah kolam. Saluran ini disebut kemalir. Kemalir 138

berfungsi untuk memudahkan pemanenan dan sebagai tempat berlindung benih ikan pada siang hari dan jika ada predator (pemangsa). Kemalir dibuat mulai dari pipa pemasukan air sampai pipa pengeluaran air. Kemalir dibuat dengan ukuran lebar 0,5 meter dan kedalaman 0,3 meter. Pipa pemasukan dan pengeluaran air dilengkapi saringan. Fungsi saringan pada pipa pemasukanan adalah untuk menghindari masuknya ikan liar atau sampah, sedangkan fungsi saringan pada pipa pengeluaran adalah untuk menghindari lolosnya benih ikan keluar kolam. Setelah melakukan pengolahan dasar kolam dan perbaikan pematang, kemudian dilakukan pengapuran. Pengapuran bertujuan untuk membasmi bibit penyakit dan meningkatkan kadar pH tanah. Kapur di tebar merata di dasar kolam. Dosis kapur yang di tebar adalah 10 - 50 gr/m2 . Untuk kolam baru diperlukan 50 - 150 kg kapur/m2 Kapur ditebarkan pada dasar kolam lalu dicampur dengan lapisan lumpur paling atas sedalam 5 cm . Seminggu kemudian lakukan pemupukan dengan 50 - 100 kg pupuk kandang/100 m2, TSP 0,25 kg/100 m2, dan urea 0,25 kg/100 m2. Semprot kolam dengan menggunakan pestisida golongan organophosphat seperti Sumithion, Argothion, dan Diazinon dengan konsentrasi 3 - 4 ppm. Kolam sudah dapat diairi 5 - 7 hari setelah semua rangkaian kegiatan tersebut diatas dilakukan. Kolam yang telah di pupuk dan dikapur segera ditutup pipa

pengeluaran air. Selanjutnya pipa pemasukan air di buka. Setelah ketinggian air 20 - 30 cm, tutup pipa pemasukan air. Biarkan kolam selama 5 - 7 hari. Hari ke - 8 benih ikan dapat di tebar ke kolam untuk didederkan. Setelah dipastikan hampir semua telur menetas, kakaban diangkat untuk menghindari penurunan kualitas air akibat adanya pembusukan dari telur – telur yang tidak menetas. Disamping itu juga dilakukan pergantian air bak penetasan dengan membuang air sampai ¾ bagian volume air dan kemudian diisi kembali dengan air yang baru. Larva ikan lele yang baru menetas akan berwarna hijau dan berkumpul di dasar bak penetasan dibagian yang gelap. Ukuran larva lebih kurang 5 – 7 mm dengan berat 1,2 – 3 mg. Setelah berumur 2 hari, larva mulai bergerak dan menyebar ke seluruh bak penetasan. Sampai umur 3 hari larva tidak perlu diberi pakan tambahan, karena masih memanfaatkan cadangan makanan yang dibawa di dalam tubuhnya, yakni yang dikenal dengan “kuning telur”. Larva ikan lele dumbo baru diberikan pakan tambahan setelah berumur 4 hari dengan memberikan emulsi kuning telur ayam. Pemberian pakan tersebut sampai umur 5 hari. Setelah menginjak umur 6 hari, larva diberi pakan alami (makanan hidup) yang berukuran kecil, seperti kutu air (daphnia sp) atau cacing sutera (tubifex). Pakan buatan kurang baik diberikan karena jika tidak habis akan membusuk sehingga menurunkan kualitas air pada bak pemeliharaan. Pakan alami diberikan 139

siang dan sore hari atau sesuai dengan kebutuhan.000–15. Pemupukan dapat dilakukan 1 . memasang saringan pada pipa inlet.000 ekor/m2. memasang lampu perangkap. memasang pagar sekeliling kolam. benih lele dumbo yang dipelihara adalah benih yang berasal dari pembenihan yang berukuran 1 – 3 cm. Pada saat pemeliharaan dapat diberi makanan tambahan berupa makanan halus seperti bekatul. Pengelolaan kualitas air dapat dilakukan berupa pengontrolan sistem pemasukan air agar tetap mengalir untuk mempertahankan tinggi air di kolam serta menjamin difusi oksigen terlarut kedalam kolam. benih sudah siap untuk dipanen.5 – 2 cm. Larva yang akan didederkan sebaiknya jangan ditebarkan langsung ke dalam kolam namun terlebih dahulu dilakukan aklimatisasi untuk menghindarkan perubahan suhu ekstrim antara suhu kolam dengan suhu air pada wadah pengangkutan. Pemeliharaan dilakukan selama 12 – 15 hari 140 . Pada pendederan ke dua. selanjutnya benih ditangkap secara hati hati menggunakan seser (serokan) halus. pemanenan dilakukan pada pagi atau sore hari saat suhu rendah. Pergantian air dilakukan setiap 2 – 3 hari sekali atau tergantung dari kebutuhan. Cara memanennya adalah air dalam bak disurutkan secara perlahan. atau pakan buatan bentuk tepung. Pendederan dilakukan dalam dua tahap. pagi.30 hari) pemupukan ulang perlu dilakukan untuk menjamin tersedianya makanan alami yang cukup. Jumlah air yang diganti sebanyak 50–70 % dengan cara menyipon (mengeluarkan air secara selektif dengan selang) sambil membuang kotoran yang mengendap pada dasar bak pemeliharaan larva.3 kali sehari. Padat penebaran larva 10. Benih ini dipeliharan selama 12 – 15 hari sehingga saat panen akan diperoleh lele dumbo berukuran kurang lebih 5 – 6 cm perekornya. dan lain sebagainya. Selama masa pendederan (28 . Selang yang digunakan adalah selang plastik yang lentur dan biasa digunakan sebagai selang air. Agar benih lele tidak mengalami stres. menggunakan pupuk kandang (25 kg kotoran sapi atau 3 kg kotoran ayam/100 m2). benih yang dipelihara berasal dari hasil pendederan pertama.2 kali seminggu. Benih dapat langsung dipasarkan (dijual) langsung kepada pembeli atau didederkan pada kolam pendederan. Faktor lain yang perlu diperhatikan selama pemeliharaan benih atau larva adalah kualitas air. yakni pendederan pertama dan pendederan kedua. Setelah benih lele berumur 2 – 3 minggu dan mencapai ukuran 0. Pendederan adalah pemeliharaan benih lele dumbo yang berasal dari hasil pembenihan sehingga mencapai ukuran tertentu. konsentrat. Sedangkan pengendalian hama penyakit dapat dilakukan dengan cara mencegah hama atau hewan liar masuk ke kolam seperti: membersihkan lingkungan sekitar kolam. Pada pendederan pertama.

Sedangkan larva umur 5 hari sudah dapat berenang dipermukaan air. ular. Selama pemeliharaan.8 hari. Pada ikan nila pemeliharaan larva dan benih ikan dapat dilakukan pada wadah pemeliharaan larva antara lain adalah akuarium. Cara penebaran untuk proses adaptasi (aklimatisasi) benih lele dumbo cukup mudah. Selama pemeliharaan. larva dapat diberi pakan berupa pakan alami. Pemeliharaan larva meliputi pemberian pakan dan pengelolaan kualitas air. benih harus diberi pakan tambahan. Selanjutnya ditambahkan air dari kolam ke wadah pengangkutan sedikit demi sedikit. Pakan yang diberikan harus lebih kecil dari bukaan mulut larva dan jumlah 141 . Sebelum larva dimasukkan. Benih lele dumbo yang masih berada di dalam wadah pengangkutan di biarkan terapung-apung diatas permukaan air selama 5 menit. Karena pakan yang berlebihan akan menumpuk di dasar kolam dan bisa membusuk yang akhirnya menjadi salah satu sumber penyakit. yakni dengan menghindarkan pemberian pakan yang berlebihan. selama pemeliharaan harus dilakukan pengontrolan terhadap serangan hama dan penyakit. Hama yang menyerang benih lele berupa belut.sehingga diperoleh benih lele dumbo berukuran 8 – 12 cm perekornya. fibre glass. larva berumur 3 hari sudah dapat berenang di dasar wadah pemeliharaan. Pakan tambahan berupa tepung pelet sebanyak 3 – 5 % dari jumlah total benih yang dipelihara.3 cm per ekornya. Penebaran benih dilakukan pada pagi atau sore hari dengan kepadatan 200 – 300 ekor/M2 berukuran 1 . Tindakan pencegahan penyakit cukup dengan menjaga kualitas dan kuatitas air kolam. wadah pemeliharaan larva terlebih dahulu dibersihkan dan dilakukan sanitasi. Pemeliharaan larva dilakukan selama 6 . ikan gabus. Kegiatan pemeliharaan benih merupakan kegiatan inti dari pendederan. Pakan diberikan 3 – 4 kali sehari. Penebaran benih dilakukan setelah 6 hari dari pemupukan atau saat pakan alami telah tersedia. dedak halus dan sebagainya. Pendederan ini dapat dilakukan di kolam tanah atau kolam tembok. bak dan sebagainya. Dengan cara ini diharapkan kualitas air yang ada di dalam wadah pengangkutan tersebut akan sama dengan yang ada di kolam. Penebaran harus dilakukan dengan hati-hati agar benih lele dumbo tidak mengalami stress. Sanitasi dapat menggunakan malachyte green atau methalyn blue 10 ppm dengan cara dibilas keseluruh permukaan wadah. Benih yang akan didederkan sebaiknya jangan ditebar langsung ke kolam namun terlebih dahulu dilakukan aklimatisasi untuk menghindari perubahan suhu yang mencolok antara suhu air kolam dan suhu air pada wadah pengangkutan. sebaiknya pemberian pakan disebarkan merata pendederan. tepung ikan. pada kolam Untuk memperkecil mortalitas atau kehilangan benih. Agar pemberian pakan lebih efektif.

Penyakit yang menyerang terutama penyakit parasitik seperti Ichthyophthirius multifilis yang mengakibatkan bintik putih dipermukaan tubuh ikan dan mengakibatkan kematian masal. Padat penebaran benih ikan nila sebanyak 75 . Larva yang tertangkap tersebut ditampung di wadah. Pencegahan hama dan penyakit pada kegiatan pendederan sangat perlu dilakukan.100 ekor/m2. Air harus terus menerus mengalir di wadah. Pada suhu optimum. Pertumbuhan ikan mulai terganggu pada suhu ≤ 18 °C dan ≥ 30 °C. Oleh sebab itu setiap hari dilakukan penyiponan terhadap kotoran atau sisa pakan.8 hari ditebar di kolam pendederan.5 cm. Selanjutnya larva ditebar dengan cara memiringkan wadah penampungan larva sehingga larva dapat keluar dengan sendirinya berenang ke kolam.4 minggu.pakan. Perubahan temperatur yang terlalu drastis dapat menimbulkan gangguan fisiologis ikan yang dapat menyebabkan ikan stress. pertumbuhan ikan normal. ular.30 °C. Kandungan protein pakan benih ikan sebesar ≥ 30 %. Sedangkan oksigen terlarut sebesar 6 . burung. Suhu air sangat berpengaruh pada laju metabolisme ikan. Suhu yang baik untuk pendederan ikan nila adalah 28 . Pada umur tersebut benih ikan sudah men-capai ukuran 3 . Pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan pengeringan dan pengapuran dasar kolam serta pergantian air kolam. ikan gabus dan ikan lele. Pakan yang tersisa di wadah pemeliharaan dapat mengakibatkan kualitas air kurang baik. Benih dari wadah pemeliharaan larva ditangkap menggunakan seser halus. Kualitas air sangat penting diperhatikan dalam kegiatan pendederan.8 ppm. Pendederan dilakukan selama 3 . Frekuensi pemberian pakan sebanyak 2 . Hama yang sering menyerang benih ikan nila adalah belut. Ukuran butiran pakan harus lebih kecil dari bukuaan mulut larva. Sebelum ditebar terlebih dahulu di lakukan aklimatisasi dengan cara wadah yang berisi larva dimasukkan ke dalam air kolam. Selanjutnya benih tersebut ditebar di kolam. Jika suhu air wadah penampungan larva lebih rendah dari suhu air kolam maka air kolam dimasukkan sedikit demi sedikit ke wadah penampungan sampai suhu kedua air tersebut sama. Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan menambahkan garam dapur 142 . Demikian pula jumlah pakan harus sesuai dengan jumlah larva. Selama pendederan benih ikan selain mendapatkan makanan alami di kolam juga diberi pakan tambahan yang halus seperti dedak. Penebaran larva sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari pada saat suhu udara rendah. Benih yang telah berumur 7 . Selain itu sebaiknya diberi aerasi pada wadah pemeliharaan larva. Diharapkan pada saat penebaran pakan alami sudah tersedia di kolam. Jumlah pakan yang diberikan 10 % dari biomasa.3 kali perhari. membuat saringan air sebelum air masuk ke kolam. Pakan tambahan tersebut ditebar di sepanjang kolam.

kadar protein. pengelolaan kualitas air serta pengendalian/hama penyakit ikan. pendederan Pemeliharaan benih pada ikan patin meliputi pemberian pakan. Parasit/penyebab penyakit sering menyerang bibit benih ikan patin adalah Ichthyopthirius mulitifilis atau white spot. malachyte green. Selain itu air baru yang akan dimasukkan sebaiknya telah diendapkan terlebih dahulu. Penyiponan dapat juga dilakukan juga sekaligus dengan penggantian air. Pemeliharan benih ikan patin dilakukan secara intensif di bak. Pada kondisi tersebut benih ikan mudah terserang bibit penyakit. Pengelolaan kualitas air mutlak perlu diperlukan karena benih patin sangat peka terhadap perubahan lingkungan khususnya kualitas air. Kalium permanganat dan sebagainya. Benih ikan yang terserang penyakit ich biasanya menggosokgosokkan bagian tubuhnya ke dinding atau dasar wadah. Kondisi lingkungan yang kotor menyebabkan benih ikan lemah. Wadah yang akan digunakan sebaiknya terlebih dahulu dibersihkan menggunakan deterjen. Pengendalian hama dan penyakit benih ikan patin lebih ditekankan pada pencegahan. aeromonas sp dan sebagainya. Pakan yang diberikan untuk benih ikan sesuai dengan bukaan mulut benih ikan. kurang nafsu makan. gyrodactius sp. Pada pemeliharaan benih ikan patin secara intensif yang dilakukan di bak atau akuarium perlu dilakukan pembersihan kotoran dan penggantian air di wadah pemeliharaan. Air yang dikeluarkan pada saat penyiponan segera diganti dengan air bersih. Pada saat menyipon harus dilakukan dengan hati-hati agar benih ikan tidak ikut keluar. akuarium. Pemberian pakan benih ikan harus disesuaikan ukuran benih ikan dengan ukuran pakan. Pemberian pakan yang perlu diperhatikan adalah jenis pakan.50%. Hama dan penyakit ikan timbul disebabkan oleh kondisi lingkungan. Demikian juga air yang akan digunakan sebaiknya disanitasi demgan menggunakan methylen blue. Hal yang perlu diperhatikan pada saat penggantian air adalah suhu air. Suhu air yang akan dimasukkan ke dalam wadah pemeliharan. Pemberian pakan benih ikan patin yang dipelihara secara intensif dapat diberikan jenis cacing tubifex. Sehingga air yang diganti sebanyak air yang dikeluarkan. kondisi benih ikan dan bibit penyakit. Air yang dikeluarkan sebanyak 25 . jumlah ukuran. dactilogyrus sp. daphnia. Pembersihan wadah dilakukan dengan menyipon kotoran dan sisa makanan menggunakan selang. dan frekuensi pemberian pakan. Pencegahan dapat dilakukan dengan sanitasi lingkungan seperti wadah dan air. Ichthyopthirius sp sering menyerang pada bagian sisik dan sirip benih ikan. Ketiga bibit penyakit tersebut menjadi suatu sistem sehingga benih ikan terserang penyakit. rotifera dan lain-lain.di kolam media sebanyak 200 gr/m3. Pakan yang diberikan harus lebih kecil dengan bukaan mulut ikan. fiberglass dan dapat juga 143 .

Pengolahan dasar kolam meliputi pencangkul tanah dasar kolam. ketersediaan oksigen serta minimalnya faktor penggangu hidupnya ikan.3 . Pelepasan benih ikan menggunakan metode aklimatisasi. Caryng capacity bisa diartikan daya dukung kolam yang menyangkut kelimpahan pakan alami. Pelepasan benih sebaiknya dilakukan sore hari agar suhu air kolam sudah menurun. contoh : ada beberapa juta sel per ml kelimpahan planktonnya. Pupuk ditebar merata di dasar kolam. Lingkungan baru tersebut adalah suhu. Kemudian dengan menggunakan metode sampling ada berapa juta sel plankton yang terdapat dalam perut ikan dan berapa laju kecepatan respirasi ikan tersebut dalam menyerap oksigen. Pakan alami akan mencapai puncaknya aetelah 10 – 14 hari dari pemupukan. Selanjutnya dilakukan pemerataan dasar kolam. Selanjutnya benih ikan dapat dilepas ke kolam. Alat-alat tersebut antara lain kulit. Pemupukan bertujuan untuk menumbuhkan pakan alami dikolam. Sedangkan pH termasuk ”Masking factor” yaitu sebagai faktor pengendali perubahan kimia dalam air. pemupukan dan pengapuran. ginjal. respirasi ikan pada suhu 20-30 0C. Pakan alami ini diharapkan menjadi pakan utama bagi benih ikan. Pengolahan dasar kolam berfungsi untuk mengoksidasi gas beracun yang terdapat di dasar kolam. perubahan ini mampu ditolerir 0. Namun demikian ikan mempunyai batas toleransi terhadap perubahan lingkungannya. perbaikan saluran dan sebagainya. Hal ini bisa digunakan rumus Schroeder (1975). insang. Betapa pentingnya kehatihatian saat pelepasan benih ikan patin. Metode aklimatisasi adalah suatu cara memberikan kesempatan kepada ikan untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan baru. Caryng capacity bisa dihitung. Pada hari ke 10 air kolam dinaikkan menjadi 50-70 cm. pH dan salinitas. Alat-alat tersebut akan dipergunakan pada saat sedang mengadakan proses osmoregulasi. Dosis pupuk yang ditebar sebanyak 0.5 kg/m2. Begitu juga ikan mempunyai batas toleransi terhadap perubahan lingkungannya. Sebagai contoh ikan hanya mampu mentolerir perubahan suhu hanya ± 5 0C.dilakukan dipeliharaan di kolam. Selanjutnya kolam diisi dengan air setinggi 40 cm. Ikan mempunyai alat dan cara untuk beradaptasi terhadap lingkungannya.5 0C permenit. 144 . Demikian juga untuk pelepasan benih ikan patin ini juga menggunakan metode aklimatisasi. pembuatan kamalir. Persiapan tersebut meliputi pengolahan dasar kolam. Jika pemeliharan benih ikan patin di kolam harus dilakukan persiapan. Padat penebaran sangat tergantung kepada ”Caryng Capacity” kolam tersebut dan sifat serta ukuran ikan. ada berapa ppm kandungan oksigennya atau berapa kapasitas oksigen per volume kolam tersebut. Suhu merupakan ”Controling factor” yaitu apabila suhu air berubah maka faktor yang lain akan berubah.0.

Sampling benih ikan 145 . Gambar 4. Barangkali apabila kondisi demikian frekuensi pemberian pakan akan lebih dari 2 kali. Begitu pula dari hari ke hari populasi ikan semakin berkurang ada beberapa ikan yang mati.82 Y= Konsumsi O2/ikan (gr)/jam W= Berat ikan R= 0. diusahakan ikan selalu berenang dipermukaan air.001 W0. Contoh kolam A seluas 200 m2 biasanya ditebar ikan 100 ekor/ m2 atau menghasilkan ikan 300 kg. Jika total bobot ikan diketahui maka jumlah pakan yang dibutuhkan dapat dihitung. Untuk itu pendataan hal ini perlu ketekunan. Sehingga produksi oksigen menurun sebagai akibat nafsu makan ikan menurun permintaan ikan akan pakan juga menurun. kondisi ini dibarengi dengan fotosintesis plankton terhambat.24. siang dan sore hari dengan jumlah yang sama. matahari tidak bersinar otomatis suhu akan menurun. Ada suatu teori bahwa untuk mengatasi ikan kekurangan oksigen disamping melakukan aerasi air. Pakan yang diberikan selama pendederan benih ikan patin adalah campuran tepung pelet dengan bekatul dengan perbandingan 1 : 2. Tetapi sebenarnya jenis ikan ini sangat menyukai pakan alami. Menurut beberapa penelitian bahwa pendekatan jumlah pakan yang diberikan per hari adalah 3% dari total bobot ikan. Konversi/efesiensi pakan akan dapat dihitung apabila jumlah pakan yang diberikan serta bobot total ikan diketahui.Y= 0. Atas dasar kejadian ini maka untuk menetukan jumlah pakan pada hari-hari berikutnya perlu diadakan sampling ikan (Gambar 4. baik bertambah panjang maupun bertambah berat. Hal ini terjadi apabila ikan dipuasakan. Secara singkat caryng capacity biasanya telah diketemukan berdasarkan pengalaman atas beberapa kali pendederan ikan atau pemeliharaan ikan pada kolam tersebut. Jika kombinasi kedua jenis pakan yaitu pakan buatan dan pakan alami diberikan bersama adalah sangat baik.99 Dengan membandingkan caryng capacity dengan jumlah plankton isi perut ikan dan laju respirasi ikan maka padat penebaran bisa dicari. Frekuensi pemberian pakannya 3 kali yaitu pagi.24). Tetapi apabila cuaca mendung. karena unsur gizinya saling melengkapi. Dalam pemeliharaan benih ikan patin harus dilakukan pemberian pakan. Tetapi kondisi permintaan pakan akan berubahubah tergantung suhu air. Apabila cuaca cerah. Dari hari kehari ikan hidup itu tumbuh. matahari bersinar terang maka suhu air akan naik segala proses/metabolisme dipercepat.

Misalnya melakukan pembesaran ikan pada kolam air tenang dengan memberikan pakan tambahan berupa dedak selain pakan alami yang terdapat pada kolam pembesaran. Dalam pembesaran tradisional ini kesuburan perairan akan sangat menentukan tumbuhnya pakan alami. Pada pembesaran semi intensif ini padat penebaran lebih tinggi dibandingkan dengan tradisional. 2. Pembesaran ikan mas Pembesaran ikan mas dapat dibedakan menjadi 3 kelompok berdasarkan penyediaan pakan dan luas lahan pemeliharaan. pola pemberian pakan. Berdasarkan jenis pakan yang digunakan dalam melakukan proses pembesaran ikan dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu : 1. Pembesaran ikan mas secara ekstensif/tradisional. 3. Dalam melakukan pembesaran ikan ini relatif tidak terlalu sulit karena ketrampilan yang dibutuhkan tidak sesulit dalam melakukan pembenihan ikan.1. pengontrolan pertumbuhan (sampling. 4. Pembesaran ikan semiintensif yaitu pembesaran ikan yang lebih mengutamakan pakan alami yang terdapat pada kolam dan diberi pakan tambahan yang tidak lengkap kandungan gizi dari pakan tersebut. pencegahan terhadap hama dan penyakit ikan. Pembesaran ikan mas secara intensif. Pada usaha budidaya ikan pembesaran merupakan segmen usaha yang banyak dilakukan oleh para pembudidaya ikan.5. Pembesaran ikan intensif yaitu pembesaran ikan yang dalam proses pemeliharaannya mengandalkan pakan buatan dalam pemberian pakannya serta dilakukan pada wadah yang terbatas dengan kepadatan maksimal. Pembesaran ikan mas secara tradisional adalah pembesaran ikan mas dalam kolam yang tenang 146 . Pembesaran ikan secara semi intensif. Dalam pembesaran secara intensif ini harus diperhitungkan kualitas dan kuantitas air yang masuk kedalam kolam pembesaran. pembesaran ikan disawah. yaitu : 1.5.4. Misalnya pembesaran ikan pada kolam tergenang. grading dan sortasi) serta pengelolaan kualitas air. 3. Padat penebaran disesuaikan dengan daya dukung kolam dan pakan yang tersedia di kolam pembesaran. 2. Pembesaran ikan secara tradisional yaitu pembesaran ikan yang hanya mengandalkan pakan alami yang terdapat dalam kolam budidaya. padat penebaran. Pembesaran Ikan Pembesaran ikan merupakan salah satu proses dalam budidaya ikan yang bertujuan untuk memperoleh ikan ukuran konsumsi. Pada kegiatan pembesaran ikan yang perlu diperhatikan antara lain adalah wadah yang akan digunakan dalam proses pembesaran.

Mono kultur. Selain itu dapat juga ditambahkan pakan buatan (pellet) tetapi jumlahnya sedikit. yaitu pemeliharaan ikan mas dalam wadah pembesaran yang hanya diisi oleh ikan mas saja. kelamin dan Pemeliharaan ikan mas tunggal kelamin adalah pemeliharaan ikan mas yang menggunakan ikan jantan atau ikan betina saja. ukuran benih yang dapat digunakan sebaiknya berukuran 100 gram/ekor. Pakan buatan yang diberikan biasanya adalah pellet. Biasanya ukuran kolam pembesaran relatif luas (lebih dari 200m2). ukuran kolam pemeliharaan relatif kecil (kurang dari 100m2) dan sangat bergantung pada pakan buatan. Ikan mas dapat dipelihara secara polikultur dengan ikan mas atau ikan nila. yaitu : 1. Pemeliharaan ikan mas campur kelamin adalah pemeliharaan ikan mas dengan menggunakan ikan jantan dan betina bersamasama dalam wadah pemeliharaan. Padat penebaran benih ikan mas di kolam pemeliharaan harus dilakukan dengan hati-hati dan biasanya di tebar pada saat matahari belum 147 . 2. Makanan tambahan ini dapat berupa dedak. karena jenis ikan ini bukan merupakan pesaing makanan dalam kolam pemeliharaan. tidak ada pakan tambahan. Sedangkan pembesaran ikan mas di jaring terapung saat ini sudah dapat menggunakan benih ikan mas yang berukuran lebih dari 5 – 8 cm. Pembesaran secara semi intensif adalah pembesaran ikan mas dalam kolam air tenang tetapi dalam pemeliharannya diberi makanan tambahan. Pada budidaya ikan mas di kolam air deras.airnya dan dalam pemeliharaannya hanya mengandalakan pakan yang ada didalam kolam pemeliharaan. Salah satu contoh pembesaran ikan mas secara intensif adalah pembesaran ikan mas di kolam air deras (running water) atau jaring terapung. Dalam pemeliharaan ikan mas secara monokultur dapat dikelompokkan menjadi tunggal campur kelamin. Hal ini muncul karena adanya kecenderungan pada ikan mas betina untuk tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan ikan jantan. limbah rumah tangga. ukuran benih yang akan digunakan sangat bergantung kepada sistem budidaya yang akan ditetapkan. Berdasarkan jenis ikan yang dipelihara dalam kolam pemeliharaan/pembesaran ikan mas di kelompokkan menjadi 2. Dalam melakukan usaha pembesaran ikan mas. daun-daunan dan sebagainya. Polikultur yaitu pemeliharaan ikan mas dengan mempergunakan lebih dari satu jenis ikan dalam wadah pemeliharaan. Pembesaran ikan mas secara intensif adalah ikan mas dalam air yang mengalir. Pembesaran ikan mas di sawah dan di dalam kerambah merupakan salah satu contoh pembesaran ikan mas secara semi intensif.

Ketersediaan pakan alami yang melimpah akan menguntungkan bagi ikan dan petani itu sendiri karena tidak lagi membutuhkan pakan tambahan dalam pemeliharaannya. Agar benih yang ditebar tidak mengalami stress atau tingkat kematian yang tinggi. Garis tengah pellet berkisar antara 2-4 mm. Pakan yang dapat diberikan untuk ikan mas adalah pakan alami. 2. Sebaiknya benih ikan mas tersebut dibiarkan keluar dengan sendirinya dari tempat penampungan benih (plastik) kedalam pemeliharaan. limbah rumah tangga dan lainlain. Pakan alami adalah makanan hidup bagi larva dan benih ikan yang diperoleh dari perairan/kolam atau membudidayakannya secara terpisah. oleh karena itu sebaiknya pada kolam pemeliharaan harus dilakukan pemupukan awal 3-5 hari sebelum penebaran benih dan pemupukan susulan agar ketersediaan pakan alami di dalam kolam pemeliharaan selalu ada. Variable kualitas air yang sangat berpengaruh pada ikan mas antara lain : • Suhu air Suhu air merupakan faktor penting yang harus diperhatikan karena dapat mempengaruhi laju metabolisme dalam tubuh ikan. Pengelolaan kualitas air. Dalam pembesaran ikan mas agar dapat tumbuh dengan optimal maka kondisi air kolam pembesaran harus sesuai dengan kebutuhan ikan mas. Pakan buatan adalah pakan yang dibuat dengan susunan bahan tertentu dengan gizi sesuai keperluan ikan. larutan (emulsi dan suspensi). Pakan. Pakan tambahan dibutuhkan oleh ikan mas dalam pemeliharaan ikan mas secara semi intensif. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pembesaran ikan mas sampai mencapai ukuran konsumsi adalah : 1. Bentuk pakan buatan yang biasa diberikan adalah pellet. Pada suhu air yang tinggi maka laju metabolisme akan 148 . Pakan tambahan yang diberikan dalam bentuk apa adanya kepada ikan pemeliharaan seperti daun-daunnan. Pengelolaan kualitas air adalah cara pengendalian kondisi air di dalam kolam budidaya sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan hidup bagi ikan yang akan di pelihara. keong. Ikan mas yang dipelihara secara intensif dan semi intensif memerlukan pakan buatan. Ikan mas merupakan ikan pemakan segala (omaevora). pakan buatan dan pakan tambahan. Pakan buatan dapat berbentuk pellet. Tanpa makanan ikan tidak akan tumbuh dan berkembang biak. Pakan merupakan suatu sumber energi bagi ikan.bersinar. lembaran (flake atau waren) dan remahan.

Pada kolam air deras dengan debit air yang tinggi maka kandungan oksigen terlarut di dalam kolam pemeliharaan cukup tinggi. Pertumbuhan ikan mas sangat dipengaruhi oleh suhu air. Dengan oksigen yang cukup maka proses metabolisme ikan akan optimal maka pertumbuhan ikan pun akan optimal. Oleh karena itu kadar CO2 yang layak untuk budidaya ikan mas sebaiknya < 5mg/l Volume air Ikan mas yang dipelihara di dalam kolam air deras mempunyai pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan ikan mas yang dipelihara d kolam air tenang. Pada pemeliharaan ikan mas di kolam air deras membtuhkan volume air yang besar. biasanya suhu air meningkat maka kandungan oksigen terlarut menurun (berkurang). Kebutuhan oksigen terlarut ini sangat dipengaruhi oleh suhu air.meningkat. Ikan mas membutuhkan oksigen dalam bentuk terlarut dalam air untuk proses metabolisme di dalam tubuhnya dan untuk bernafas. Untuk dapat hidup manusia membutuhkan oksigen yang dibutuhkan ikan yang hidup di dalam air disebut dengan oksigen terlarut. • Kekeruhan air Dalam membesarkan ikan mas di kolam pemeliharaan harus diperhatikan juga tentang kekeruhan air. Air yang jernih biasanya miskin akan mineral. Suhu yang optimal untuk pertumbuhan ikan mas berkisar antara 25-30oC • Kadar oksigen terlarut. Kekeruhan air menggambarkan tentang banyak cahaya yang dapat masuk ke dalam perairan. Air yang baik untuk budidaya ikan yang mempunyai 149 • . Kadar CO2 Sumber air yang akan digunakan untuk budidaya ikan mas antara lain adalah air tanah. Kandungan oksigen terlarut di dalam air agar ikan mas tumbuh dan berkembang minimal 3 ppm. air sungai atau air hujan. sedangkan pada suhu yang rendah maka laju metabolisme akan menurun. Air tanah adalah salah satu sumber air yang banyak digunakan untuk budidaya. air yang terlalu keruhpun tidak baik untuk budidaya ikan karena banyak mengandung Lumpur. Dengan suhu yang optimal maka laju metabolisme akan optimal. Kekeruhan air ini disebabkan oleh bahan organic dan anorganik yang terlarut di dalam kolam. Jika menggunakan maka harus di tampung terlebih dahulu dalam bak penampung air minimal 24 jam. dimana debit air yang masuk ke dalam kolam pemeliharaan berkisar antara 75300 liter/detik. baik dalam usaha pembesaran ikan mas atau pembenihan ikan mas. karena air tanah tersebut mengandung CO2 yang tinggi berkaitan erat dengan • kadar O2 yang terlarut yang rendah.

Penyakit ikan ini dapat terjadi akibat interaksi antar ikan itu sendiri. penyakit dan lingkungan yang buruk. Penyakit ikan di kolam pemeliharaan ikan mas akan muncul jika kondisi perairan kolam (kualitas air kolam) rendah. 3. misalnya ichthyoptherius multifiliis berbentuk bulat putih yang menempel pada badab ikan.warna air tidak keruh dan tidak jernih.8. trichodina sp dsb. • Parasit. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4. hal ini dapat menyebabkan daya tahan tubuh ikan menurun. 3. Untuk mengukur kekeruhan biasanya dilakukan pengukuran kecerahan air karena kecerahan air sangat bergantung kepada warna iar dan kekeruhan. Tabel 4. Lama pemeliharaan ikan mas sangat tergantung kepada ukuran ikan yang digunakan. eybister sp dsb. maka dalam memelihara ikan mas akan memperoleh produksi ikan mas yang cukup tinggi dan efisien. Sistem Pembesaran Pembesaran Tradisional (ekstensif) Pembesaran Semi Intensif di Kolam/ sawah Pembesaran Ikan Intensif Ukuran Benih 50-80 gram/ekor 50-80 gram/ekor 50-100 Padat Penebaran 1-2 kg/m2 3-5 kg/m2 5-10 kg/m2 Lama Pemeliharaan 6 bulan 5 bulan 4 bulan 150 . • Cendawan • Bakteri dan virus. No. notorecta sp. Pengelolaan Kesehatan Ikan Salah satu kendala dalam membudidayakan ikan mas adalah terserangnya ikan mas yang dibudidayakan dari hama dan penyakit. 2. Lama pemeliharaan ikan mas berdasarkan sistem pemeliharaan. misalnya huhurangan. yaitu : • Hama. Dengan lingkungan yang buruk maka daya tahan tubuh ikan menurun sehingga penyakit akan mudah menyerang ikan.8. Setelah ketiga hal tersebut di jelaskan di atas di lakukan dengan baik. Hama yang menyerang ikan pilihan dapat diatasi dengan melakukan penyaringan terhadap air yang masuk ke dalam kolam pemeliharaan. Jenis hama dan penyakit yang biasanya menyerang ikan mas ukuran larva sampai konsumsi dapat dikelompokkan menjadi 4 golongan. Lingkungan yang uruk sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan ikan. padat penebaran dan luas kolam yang digunakan serta sistem pemeliharaan yang digunakan. 1. Nilai kecerahan yang ideal untuk pertumbuhan air sebaiknya berkisar antara 25 – 40 cm.

limbah rumah tangga. Pembesaran ikan nila Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pembesaran/ pemeliharaan ikan nila sampai mencapai ukuran konsumsi adalah : 1. Suhu air merupakan faktor penting yang harus diperhatikan karena dapat mempengaruhi laju metabolisme dalam tubuh ikan. Persiapan pakan alami di kolam pemeliharaan dilakukan dengan pemupukan awal 3-5 hari sebelum penebaran benih dan pemupukan susulan setelah pemeliharaan berjalan agar ketersediaan pakan alami di kolam tersebut tetap ada. larutan (emulsi dan suspensi). Pakan buatan dapat berbentuk pellet.5.di Jaring Terapung gram/ekor 4. Sedangkan pakan buatan adalah pakan yang dibuat dengan susunan bahan tertentu dengan gizi sesuai keperluan. Ikan nila merupakan ikan pemakan plankton yang tumbuh disekitarnya. pakan buatan dan pakan tambahan. Bentuk pakan buatan yang biasa diberikan adalah pellet. Pertumbuhan ikan nila sangat dipengaruhi oleh suhu air dalam usaha pembesaran atau pembenihan. Variabel kualitas air yang sangat berpengaruh terhadap ikan nila antara lain adalah: • Suhu air. Pakan Pakan merupakan sumber energi bagi ikan. Garis tengah pellet berkisar antara 2-4 mm. 2. Ikan nila yang dipelihara secara intensif dan semi intensif memerlukan pakan buatan. Pakan yang dapat diberikan untuk ikan nila adalah pakan alami. sedangkan pada suhu yang rendah maka laju metabolisme akan menurun. Tanpa makanan ikan tidak akan tumbuh dan berkembang biak.2. Dengan suhu yang optimal maka laju metabolisme akan optimal. keong dan lain-lain. Pakan tambahan adalah pakan yang diberikan dalam bentuk apa adanya kepada ikan seperti daun-daunan. Dalam budidaya ikan nila di kolam agar ikan dapat tumbuh dan berkembang maka kondisi air kolam budidaya harus sesuai dengan kebutuhan ikan nila. Pengelolaan kualitas air Pengelolaan kualitas adalah cara pengendalian kondisi air di dalam kolam budidaya sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan hidup bagi ikan yang akan dipelihara. lembaran (flake atau waver) dan remahan. Pakan alami adalah makanan hidup bagi larva dan benih ikan yang diperoleh dari perairan/kolam atau membudidayakannya secara terpisah. Pada suhu air yang tinggi maka laju metabolisme akan meningkat. Suhu air sangat berpengaruh terhadap aktifitas 151 .

Pada kadar garam yang tinggi ikan membutuhkan energi yang minim untuk osmoregulasi sehingga energi yang digunakan untuk pertumbuhan berkurang. Ikan nila merupakan ikan yang tahan terhadap kekurangan oksigen terlarut dalam air.1 gram diberi pakan pellet 25% protein dan feeding ratenya 3.5% dalam waktu seminggu akan mencapai bobot 34.68 jam pada suhu 27 – 28oC dan 1. Oksigen yang dibutuhkan ikan yang hidup didalam air disebut dengan oksigen terlarut. Ikan dapat mencernakan makanannya selama 2. Makanan alami yang berupa detritus dan fauna dasar selesai dicerna dalam waktu 1. Gejala mabuk pada ikan nila dapat diakibatkan dari akitifitas berenang ikan yang cepat dipermukaan dengan gerakan tidak beraturan dan tutup insang bergerak aktif. Selain itu volume air sangat menentukan padat penebaran ikan nila yang optimal. Hal ini diakibatkan oleh pengaruh secara tidak langsung dari sinar matahari yang dapat meningkatkan keasaman (pH) perairan. Cemaran Ikan nila yang dipelihara pada musim kemarau banyak yang mati. ikan nila dengan bobot awal 9. Padat penebaran ikan nila di kolam adalah 30 ekor/m2. Dalam kondisi air mengalir. Dalam air budidaya ikan yang baik sepintas dapat dilihat dari keruh atau tidaknya air kolam. Kandungan oksigen terlarut kurang dari 3 ppm dapat menyebabkan ikan tidak dapat tumbuh dan akhirnya mati. Oleh karena itu agar ikan nila tunbuh dengan cepat air budidayanya tidak boleh tercemar baik oleh limbah industri maupun rumah tangga. Selain itu air budidaya yang tercemar minyak akan menyebabkan kerusakan sel-sel saluran pencernaan. 152 • • . tetapi pertumbuhan ikan nila pada kadar garam lebih dari 30% akan terhambat.saluran pencernaan benih ikan nila.5 – 3 jam pada suhu 30oC.2 gram.31 jam pada suhu 32-33 oC. • Kadar garam (salinitas) Ikan nila mempunyai toleransi salinitas yang cukup luas. Untuk mengetahui tingkat kekeruhan air kolam dapat dilihat dari tingkat kecerahan air kolam dengan menggunakan alat pengukur yang disebut secchi disk atau keeping secchi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka suhu optimum untuk pertumbuhan ikan nila adalah 25 – 30oC. • Volume air Pertumbuhan ikan nila yang dipelihara dalam air mengalir lebih cepat daripada yang dipelihara dalam air tergenang. namun pertumbuhan ikan ini akan optimal jika kandungan oksigen terlarut lebih dari 3 ppm. Pada suhu 27 – 28oC pakan zooplankton dapat dicernakan dalam waktu 2.2 jam. Kadar oksigen terlarut Untuk dapat hidup manusia membutuhkan oksigen begitu juga dengan ikan.

Sistem pemeliharaan ikan nila berdasarkan jenis kelamin ini disebut monokultur 153 . • Ukuran diatas 800 gram umurnya kurang lebih 9-12 bulan. umurnya kurang lebih 6–8 bulan. copepoda sebagai predator benih. Hama yang biasa terdapat dikolam pemeliharaan adalah cladocera sebagai pesaing/kompetitor. Penyakit ikan ini dapat terjadi akibat interaksi antar ikan itu sendiri. Lingkungan yang buruk sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan ikan.Kecerahan yang baik untuk kehidupan ikan nila di kolam berkisar antara 25-40 cm. Hama tersebut kadang-kadang sulit untuk dihilangkan. Penyakit ikan dikolam pemeliharaan akan muncul jika kondisi perairan kolam (kualitas air kolam) rendah. kumbang air. Jenis-jenis penyakit ikan antara lain adalah penyakit pendarahan. Dengan lingkungan yang buruk maka daya tahan tubuh ikan menurun sehingga penyakit akan mudah menyerang ikan. Pada kolam budidaya yang keruh maka jarak batas penglihatan terhadap keeping secchi rendah yang berarti kolam tercemar bahan organik atau Lumpur. Artinya jarak batas pengelihatan terhadap keeping secchi adalah berkisar antara 25-40 cm dari atas permukaan perairan. hal ini dapat menyebabkan daya tahan tubuh ikan menurun. larva. Setelah ketiga hal utama yang telah di jelaskan diatas dilakukan dengan baik maka dalam memelihara ikan nila akan diperoleh produksi ikan nila yang cukup tinggi dan efisien. Lama pemeliharaan ikan nila sangat bergantung kepada ukuran ikan yang akan dipanen. Sebagai bahan pertimbangan ada 4 ukuran ikan nila yang diproduksi dipasaran yaitu : • Ukuran 100 gram. penyakit jamur. penyakit bakteri. penyakit dan lingkungan yang buruk. Pengelolaan kesehatan ikan Dalam memelihara ikan nila di kolam selalu ada saja kendalanya diantaranya adalah terhadap hama dan penyakit dalam kolam pemeliharaan. Kecerahan kurang dari 25 cm tidak menguntungkan karena mengakibatkan rendahnya kandungan oksigen terlarut di kolam. Pengendalian hama yang paling mudah melakukan penyaringan terhadap air yang masuk kedalam kolam pemeliharaan. 3. • Ukuran 500 gram. umurnya kurang lebih 3-4 bulan • Ukuran 250 gram. serangga air dan lain-lain. Ikan nila mempunyai ciri khas tersendiri dimana pertumbuhan ikan nila yang dipelihara secara tunggal kelamin yaitu ikan jantan lebih cepat tumbuh dibandingkan ikan nila yang dipelihara secara campuran (jantan dan betina). Oleh karena itu banyak petani ikan yang lebih suka memelihara ikan nila jantan. umurnya kurang lebih 4-6 bulan.

Pemeliharaan semi intensif Perbedaan utama dalam pemeliharaan ekstensif adalah kepadatan benih yang ditebar. 2. Jenis Ikan ini saat ini juga sudah dapat dibudidayakan di keramba jaring apung pada air tawar. dasar kolam dapat tanah atau beton. daun sente sebanyak 510% dari bobot ikan setiap hari 3. sedangkan untuk jenis terapung biasanya 25 gram per ekor. Pakan buatan tersebut harus mengandung protein 20-30%.3 Pembesaran ikan bandeng Ikan bandeng merupakan salah satu jenis ikan laut yang dapat dibudidayakan oleh manusia ditambak. Pemeliharaan secara ekstensif Pada pemeliharaan ini kolam yang digunakan relatif cukup besar dari 200m2. yang terbuat dari bahan jaring dengan kedalaman air 1. Pada pemeliharaan ini sumber energi bagi ikan untuk tumbuh dan berkembang adalah pakan buatan dalam bentuk pellet yang diberikan sebanyak 3-5% sehari dan frekuensi pemberian pakan 3-5 kali sehari. kedalaman air 1-1. 3. sedangkan di kolam air deras kepadatan tebarnya 10-20 ekor per m2. Kolam empat persegi panjang dengan luas 200-500m2.5 – 2 m. Hampang atau keramba yang dapat dilakukan diperairan dasar yang dangkal dengan kedalaman air 1-2m. Kolam jaring terapung yang berbentuk bujur sangkar dengan ukuran minimal 1-4 m2 dan maksimal 9 – 49 m2 . Penebaran benih pada pemeliharaan ikan nila di kolam berukuran 10 gram per ekor. Pada pemeliharaan ikan untuk mencapai ukuran konsumsi dapat digunakan beberapa macam kolam pemeliharaan : 1.25m. Benih yang ditebarkan biasanya campur kelamin dan berukuran 10 gram per ekor. Pemeliharaan secara intensif Pemeliharaan ikan nila secara intensif ini biasanya dilakukan di jaring terapung atau kolam air deras. Padat penebaran ikan nila di jaring terapung adalah 400-500 ekor per m3 dengan bobot awal benih 15-25 gram per ekor. hal ini dikarenakan sifat ikan ini yang euryhaline (tahan terhadap perubahan yang besar dari kadar garam dalam air) Ikan bandeng dapat dipelihara ditambak yang mempunyai kadar garam relatif berfluktuasi. dimana untuk semi intensif padat penebarannya 5-10 ekor per m2 dan kolam diberi pupuk dan pakan tambahan kepada ikan nila berupa dedak atau ampas tahu. Ikan bandeng dapat dipijahkan secara 154 . Mina padi yaitu pemeliharaan ikan nila disawah. 4.sedangkan untuk pemeliharaan ikan nila dengan jenis ikan lainnya disebut dengan polikultur. 4.5. kepadatan ikan relatif rendah (1 ekor per m2) dan pakan yang diberikan hanya mengandalkan pakan yang tumbuh dari kolam. 2. intensitas berbudidaya yang dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu : 1.

Nener dari alam selain tidak tersedia secara kontinue juga mempunyai ukuran yang sangat beragam. Nener yang berasal dari alam atau hatchery. cara dan waktu penangkapan. Ikan bandeng yang telah matang kelamin akan memijah secara alami dan akan menghasilkan telur sebanyak 5.buatan di panti pembenihan/hatchery dengan cara implementasi atau hypofisasi. Karena kemurnian nener dapat dijamin 100% dan umurnya diketahui secara tepat. Nener bandeng yang berasal dari pantai/alam ini merupakan hasil pemijahan ikan bandeng secara alami dilaut. Ukuran benih yang akan ditebar ke dalam tambak pembesaran sebaiknya seragam. Tidak terdapat luka atau lecet 2. lokasi. Tetapi ketersediaan nener dari alam ini tidak bersifat kontinue sehingga untuk mengusahakan pembesaran ikan bandeng secara intensif dibutuhkan nener bandeng yang berasal dari panti pembenihan/hatchery. karena ikan tidak akan berebut makanan sehingga pertumbuhan ikan seragam. Nener ini akan terbawa oleh arus air mendekati pantai dan kemudian akan ditangkap oleh para penyeser. Pelepasan telur ini terjadi pada malam hari dan akan menetas dalam waktu 24 jam menjadi nener yang berukuran 5 mm. Nener ikan bandeng yang diperoleh dari alam ditangkap oleh pencari nener sangat bergantung kepada musim. Oleh karena itu nener yang berasal dari panti pembenihan sangat dibutuhkan untuk memenuhi kekurangan nener ditambak-tambak pembesaran. Gerakannya aktif Dengan menggunakan nener yang sehat maka akan diperoleh target produksi yang sesuai dengan rencana. Ukuran nener yang ditebar ke tambak pembesaran bisa dimulai dari ukuran nener sampai gelondongan yang dapat membedakannya adalah cara pemeliharaan ditambak pembesarannya. Hal ini akan menguntungkan dalam pemeliharaan. Oleh karena itu benih ikan bandeng yang disebut nener ini dapat diperoleh dari alam atau panti pembenihan/hatchery. 155 .700. Warnanya tidak kusam 4.000 butir dalam tubuhnya. Nener yang dihasilkan dari panti pembenihan mempunyai keunggulan. Nener yang sehat dapat dilihat dari ciri-ciri umurnya yaitu : 1. Selain itu waktu penangkapan yang tepat yaitu diawal musim penangkapan mempunyai daya tahan dan vitalitas yang tinggi dalam pengangkutan serta mempunyai harga jual yang lebih mahal. haruslah nener yang sehat. Pada musim nener jumlah nener cukup melimpah yang dapat mengakibatkan menurunnya harga nener. Ukuran nener yang ditangkap ini kurang lebih 13 mm. yang akan digunakan untuk usaha pembesaran ikan bandeng ditambak. Selain nener yang sehat dalam pemilihan benih ikan bandeng (nener) juga harus diperhatikan ukuran benih. Tidak cacat pada organ tubuh 3. kekuatan makanpun seragam.

lama pemeliharaan. Sedangkan untuk nener yang berukuran 1 – 3 cm. padat penebarannya berkisar antara 2 – 3 ekor/m2. Ukuran nener yang ditebar kedalam tambak pembesaran bervariasi antara 1–15 cm. • Dapat mengurangi timbulnya penyakit ditambak pembesaran karena kepadatan tinggi. Padat penebaran nener ditambak pembesaran berkisar antara 5 – 6 ekor/m2 untuk ukuran nener bandeng 3 – 5 cm. Dalam memilih nener yang berasal dari alam maupun hatchery dapat dilakukan dengan menghitung jumlah ruas tulang belakang. Masa pemeliharaan nener bandeng ditambak pembesaran sangat bergantung kepada ukuran nener yang ditebar pada awal pemeliharaan. Nener bandeng yang akan ditebarkan dan dipelihara ditambak pembesaran harus diketahui jumahnya agar dapat diketahui jumah ikan bandeng yang akan dipanen. Dengan mengetahui padat penebaran pada awal pemeliharaan akan diperoleh manfaat antara lain adalah : • Dapat menentukan jumlah pakan yang akan diberikan • Dapat mengoptimalkan tambak pembesaran sesuai dengan daya dukung tambak pembesaran tersebut. mutu nener dan daya dukung kesuburan tambak pembesaran. Nener yang berkualitas prima memiliki jumlah ruas tulang belakang antara 44 – 45. Padat penebaran nener ditambak pembesaran juga ditentukan oleh ukuran nener. Padat penebaran adalah perbandingan jumlah ikan-ikan/nener yang akan ditebar dengan luas tambak pembesaran.Jika yang ditebar adalah nener kecil maka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ukuran konsumsi yaitu 4 – 6 ekor/kg bisa mencapai lebih dari 6 bulan sedangkan jika yang ditebar adalah gelondongan maka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ukuran konsumsi berkisar antara 4 – 6 bulan. Nener bandeng yang telah dipilih selanjutnya akan ditebar kedalam tambak pembesaran. Nener bandeng yang akan ditebar kedalam tambak pembesaran. Sebelum nener tersebut ditebar harus dihitung terlebih dahulu padat penebaran nener ditambak pembesaran dan dilakukan aklimatisasi. • Dapat menetukan target produksi pada akhir pemeliharaan. Jumlah ruas tulang belakang dapat dihitung menggunakan mikroskop sederhana pada pembesaran 10 kali atau nener ditempatkan pada sumber cahaya seperti lampu senter. Setelah menghitung jumlah yang akan ditebar lalu dipersiapkan nener 156 . Istilah dalam perikan disebut dengan padat penebaran. Nener ikan bandeng yang akan ditebar kedalam tambak pembesaran sebaiknya ditentukan terlebih dahulu tentang jumlah nener yang akan ditebar. Untuk benih bandeng yang berukuran 12 – 15 cm yang disebut gelondongan ditebar ke tambak pembesaran dengan padat penebaran 1.500 ekor/ha.

Hal ini untuk menghindari kematian nener akibat stress karena tingginya suhu dilingkungan. 4. Perlakuan selama pemeliharaan sangat ditentukan oleh sistem budidaya yang diterapkan. pengeringan kolam. Air pada penampungan harus terus menerus mengalir. Nener bandeng untuk sementara diaklimatisasi selama satu hari dalam bak plastik. Dalam subbab ini akan diuraikan proses pemanenan ikan pada stadia benih. Aklimatisasi ini bertujuan untuk menyesuaikan kondisi lingkungan dimana nener itu berada dengan kondisi lingkungan tambak pembesaran. maka secara perlahan-lahan nener bandeng yang ada didalam kantong platik akan keluar kedalam tambak pembesaran jika sudah terjadi penyesuaian. Dalam budidaya ikan ada dua siklus produksi yaitu pada usaha pembenihan ikan maka yang akan dipanen adalah benih ikan. Penyesuaian suhu. terlebih dahulu dilakukan persiapan penampung benih. Penebaran nener ditambak pembesaran sebaiknya dilakukan. Banyak petani pembenih yang gagal karena kurang hati-hati pada saat panen. 1.tersebut. Penampung benih dapat berupa hapa atau bak. Proses yang dilakukan selama pemeliharaan sama persis dalam melakukan budidaya ikan lainnya meliputi pemberian pakan.1. Penampungan benih Sebelum pengeringan kolam. Pemanenan Pemanenan dilakukan pada setiap akhir siklus budidaya.6. pengendalian hama dan penyakit. Pemanenan benih ikan harus dilakukan dengan hatihati. Pemanenan benih ikan sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari. Sedangkan pada usaha pembesaran ikan yang akan dipanen adalah ikan ukuran konsumsi. 4. salinitas dan pH dapat dilakukan juga begitu nener bandeng yang dikemas dalam kantong plastik dating. Sebaiknya 157 . Caranya kantong plastik yang terisi nener diisi penuh dengan air yang ada dalam tambak pembesaran. Prisnsip pemanenan benih ikan dan ikan ukuran konsumsi pada umumnya adalah sama. pemantauan pertumbuhan. penangkapan benih dan pengangkutan. pada pagi atau sore hari pada saat matahari tenggelam. Selain itu waktu dan cuaca pada saat panen perlu diperhatikan. pengelolaan kualitas air. Pemanenan benih ikan nila Kegiatan pemanenan benih meliputi persiapan penampungan benih.6. Lakukan penebaran nener dengan hati-hati ! Langkah selanjutnya setelah dilakukan penebaran nener bandeng adalah melakukan proses pemeliharaan nener sampai mencapai ukuran konsumsi. hal ini bertujuan untuk mensuplai oksigen ke dalam air wadah penampungan. Hapa yang akan digunakan untuk menampung benih di pasang didepan pipa pemasukkan air.

Penangkapan benih ikan yang di mulai dari hilir bertujuan agar benih ikan tidak stres akibat kualitas air. Hal ini diakibatkan kualitas air kurang baik khusunya suhu. Jika benih ikan di hilir telah habis dilanjutkan ke lebih hulu sampai habis di depan pintu pemasukkan air (hulu). Pengeringan kolam diawali dengan menutup pintu pemasukkan air. benih ikan berkumpul di kamalir.6. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengangkutan benih yang telah di tangkap. Jika masih terlihat benih ikan stres atau mabuk pemanenan dihentikan dan di tunda sampai besok atau hari lainnya. Jika penangkapan benih di mulai dari hulu (depan pintu pemasukkan) maka benih ikan yang terdapat di hilir akan stres atau mabuk karena air dari hulu sudah kotor akibat lumpur.hapa di pasang di kolam yang paling dekat dengan kolam yang akan dipanen. Pada saat panen sering terlihat ikan mengalami stres atau mabuk. Benih pada wadah pengangkutan segera dikumpulkan di hapa tempat penampungan benih. Setelah di pasang saringan. 2.2. Penangkapan benih Setelah air kolam kering. Hasil dari memanen benih ikan tersebut merupakan evaluasi terhadap pekerjaan memelihara benih ikan patin tersebut. Selanjutnya pada pintu pengeluaran air di pasang saringan untuk mencegah benih ikan keluar kolam. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan mengalirkan air dari pipa pemasukkan. Benih yang telah ditangkap di tampung dalam wadah pengangkutan berupa ember atau alat lainnya. oksigen dan lumpur. Pengeringan Kolam Pengeringan kolam sebaiknya dilakukan pada pagi hari agar penangkapan benih dapat dilakukan sebelum suhu air naik. luka dan mati lebih banyak akibat penanganan. Jika hasilnya benih ikan banyak maka secara teknik produksi 158 . Pengeringan kolam harus dilakukan dengan hati-hati agar benih ikan dapat berkumpul pada kamalir sehingga memudahkan pemanenan. Penangkapan benih di mulai dari hilir atau di depan pintu pengeluaran air. Penangkapan benih dilakukan menggunakan seser atau ancho. pintu pengeluaran air di buka sedikit demi sedikit agar benih ikan tidak terbawa arus air. Pemasangan hapa dilakukan dengan mengikat ke empat sudutnya ke patok bambu/kayu. Pemanenan benih ikan patin Tahap akhir dari pekerjaan memelihara benih ikan patin adalah memanen. 3. 4. Penanganan tersebut biasa terjadi pada saat penangkapan dan pengangkutan benih ke tempat penampungan benih. Benih yang cacat. Benih ikan di depan pintu pengeluaran harus habis di tangkap.

159 . Jika benih ikan masih mengeluarkan kotoran pada saat pengangkutan maka kondisi kualitas air media pengangkutan benih ikan akan dengan segera menurun sehingga tidak mustahil benih ikan akan segera mati. Pemuasaan tersebut dimaksudkan agar benih ikan mengeluarkan kotoran dari dalam perutnya. Sebelum benih ikan patin diangkut ke tempat lain yang relatif jauh. Tetapi kebalikannya jika hasilnya benih ikan sedikit maka pekerjaan memelihara benih ikan patin tersebut secara teknik produksi dapat dikatakan gagal. Jangan lupa teknik aklimatisasi tetap dilakukan pada saat memasukkan benih ikan tersebut ke dalam tempat penampungan. benih ikan tersebut dipuasakan terlebih dahulu selama 1 hari. ukuran benih ikan akan tercapai pada periode waktu pemeliharaan ikan tersebut seperti biasanya. Ukuran benih ikan dipanen adalah 2 inci (5 cm) setelah dipelihara selam 3 minggu dimulai dari ukuran ikan 1 inci. Setelah benih ikan tersebut dipanen. agar nanti pada saat benih ikan diangkut sudah tidak mengelurkan kotoran lagi. Pemenenan benih ikan patin dilakukan seperti memanen benih ikan lainnya.pekerjaan memelihara benih ikan tersebut dapat dikatakan berhasil. Tetapi adakalanya jika kondisi ikan serta lingkungan ikan baik. Kapan benih ikan patin dipanen? Menentukan waktu/saat panen benih ikan patin biasanya tergantung dari lamanya memelihara benih ikan tersebut atau ukuran benih ikan tersebut. benih ikan ditampung dalam tempat penampungan baik berupa bak maupun fiberglass.

dilakukan dalam 2 cara yaitu : Penangganan ikan pada waktu panen bertujuan untuk : 1. jumlah atau pengusaha ikan yang gagal oksigen didalam pengangkutan dalam usaha budidaya ikan harus 3 kali jumlah air. kematian dan pengemasan benih ikan dalam kerusakan ikan.Gambar 4. • Rasio oksigen = air sekitar 2. Ikan dalam keadaan hidup agar mata ikan tenggelam sampai ketangan konsumen. Pemanenan ikan mas hidup adalah 15 – 200C. Suhu air yang baik untuk pengemasan ikan 4. 160 . salinitas air. setelah dipanen sampai tiba di Cara yang dilakukan untuk konsumen. Ikan dalam keadaan mati tetapi 3:1 masih dalam kondisi segar. Benih ikan tersebut dalam wadah dimasukkan kedalam wadah dan • Kondisi kuailtas air selama diberi aerasi selama pengangkutan yang terpenting pengangkutan. pengangkutan benih ikan dengan Hasil panen ikan yang akan dijual kantong plastik adalah : dan dikonsumsi oleh masyarakat • Kantong plastik yang dijual dalam dua cara : digunakan harus cukup air 1. Mengurangi atau menghindari Sistem tertutup yaitu sistem kehilangan. Tidak sedikit petani yang baik adalah 7 – 8. pengangkutan. Sistem terbuka pembesaran ini sebaiknya harus memperhatikan faktor-faktor sebagai Pengangkutan benih ikan sistem berikut : terbuka biasanya dilakukan untuk • Jarak dan waktu tempuh mengangkut benih ke lokasi yang • Jumlah benih yang diangkut dekat.6.26. Dan suhu air yaitu suhu air. • Plastik harus terikat dengan baik Penentuan waktu panen biasanya • Masukkan plastik dalam diperoleh setelah dilakukan Styrofoam dan tambahkan es pengukuran berat badan ikan yang batu yang terbungkus plastik dipelihara. penanganan dan alat Pengemasan benih ikan dapat kelengkapannya kurang tepat. Sistem Tertutup 1. Berat badan ikan yang lalu diselipkan diantara plastik akan dijual sangat tergantung pada dalam Styrofoam. wadah tertutup seperti kantong 2. Pengemasan benih Pengemasan benih ikan hasil 2. pH diusahakan berkisar antara 15 – dan oksigen didalam wadah 200C .3. pH air budidaya ikan. dikarenakan pada waktu panen. Mempertahankan kesegaran ikan plastik. Oleh karena itu sebaiknya Panen merupakan tahap akhir dari pengangkutan dilakukan pada suatu proses produksi dalam pagi atau malam hari.

Waktu panen yang tepat adalah pada pagi hari atau sore hari. Pemanenan tidak dilakukan pada saat hujan. karena kotoran seperti lumpur atau larutan suspensi lainnya dapat menutupi labirin pada insang lele sehingga ikan tidak dapat bernafas. Gunakan alat-alat pemanenan yang terbuat dari bahan halus seperti : seser. 2. 161 . 2. hal yang harus dilakukan jangan terjadi luka atau banyak sisik lepas karena penggunaan alat saat panen adalah: 1. Cara panen pada prinsipnya dapat dilakukan dengan dua cara : 1. Alat yang digunakan biasanya lambit dan hapa/waring.00). Waktu pemanenan tidak melebihi dari jam 10. Oleh karena itu sebelum melakukan panen harus dilakukan pengamatan terhadap permintaan pasar tersebut. Dengan mengetahui data mengenai permintaan konsumen tentang ukuran ikan dan keadaan ikan (mati segar atau masih hidup) maka akan dapat dilakukan waktu pemanenan dan penentuan cara panen yang sesuai. Jagalah kondisi air agar tidak terlalu keruh. Untuk menghindari kematian ikan mas pada saat pemanenan. 3.selera konsumen. Panen selektif Panen selektif biasa dilakukan jika pada waktu tebar ukuran ikan tidak seragam atau keinginan petani untuk menjual ikan dengan ukuran yang berbedabeda.00 atau bila cuaca panas sebaiknya pada sore hari (lebih dari jam 16. hapa agar tidak melukai ikan. Hal ini dilakukan karena pada waktu pagi atau sore hari suhu air di kolam rendah sehingga ikan tidak stress pada saat dilakukan pemanenan. Panen total Panen total dilakukan secara sekaligus dengan cara menguras air kolam dan di depan pintu pengeluaran telah dipasang waring atau hapa untuk memudahkan penangkapan ikan pada saat panen.

energi panas. lemak. Pengetahuan tentang zat gizi ini meliputi penggolongan nutrien dan tipe. Saat ini dengan semakin meningkatnya ilmu pengetahuan tentang nutrisi ikan maka pabrik pakan buatan ikan menyusun formulasi pakan sesuai dengan kebutuhan gizi setiap jenis ikan yang akan dibudidayakan.1. lipid dan asam lemak. fungsi umum dan arti penting di dalam ilmu gizi hewan air. Ikan merupakan salah satu jenis organisme air sumber pangan bagi manusia yang banyak mengandung protein. karbohidrat. Energi berasal dari kata Yunani yaitu En yang berarti in dan Ergar yang berarti work. Bentuk energi dalam kehidupan manusia dapat dikelompokkan berdasarkan sumbernya yaitu energi mekanik. struktur kimia. karbohidrat. NUTRISI IKAN Dalam Bab ini akan didiskusikan tentang berbagai macam bahan gizi pakan ikan/makanan yang sangat penting bagi kebutuhan ikan. Pada ikan 162 . 5. vitamin dan mineral. Pakan buatan yang diberikan pada ikan harus mengandung zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan ikan tersebut. Energi akan ada dan hadir dalam setiap bentuk yang berbeda dan disesuaikan dengan pekerjaan berbeda. ENERGI Dalam kehidupan manusia setiap hari sering mendengar istilah energi. Nutrien atau kandungan zat gizi dalam bahan pakan di bagi menjadi enam bagian yaitu : energi. protein dan asam amino.energi listrik dan energi molekuler. Oleh karena itu dalam bab ini akan dibahas beberapa subbab yang sangat mendukung dalam proses pembuatan pakan ikan yaitu pengetahuan tentang energi dan kandungan nutrien yang harus terdapat pada pakan ikan yaitu protein. dari arti kata asalnya energi dapat didefenisikan sebagai kapasitas atau sesuatu yang dapat diolah kedalam bentuk kerja atau kemampuan untuk bekerja. vitamin dan mineral.BAB V. Dalam materi ini akan dipelajari secara spesifik objektifitas untuk masing-masing bagian tersebut. Agar dapat dibudidayakan dalam waktu yang relatif tidak terlalu lama maka dalam proses pembudidayaannya selain menggunakan pakan alami juga memberikan pakan buatan.

ukuran ikan.5 oC (dalam air 10C). payau atau air laut dimana organisme air itu hidup). Energi diperlukan untuk melakukan pekerjaan mekanis (aktivitas otot). Energi yang disediakan oleh makanan adalah salah satu pertimbangan yang penting di dalam menentukan nilai gizinya. pembaca harus bisa membedakan bentuk energi dan pengukurannya. lemak dan protein dan dapat terukur secara langsung atas pertolongan bom kalorimeter.02 kJ atau dapat juga menggunakan satuan British Thermal Unit (BTU) dimana 1 BTU = 252 kalori.sebagai organisme yang berhubungan dengan air membutuhkan makanan untuk menyediakan energi yang mereka perlukan. kebiasaan makan. lingkungan dan status reproduksi. pekerjaan kimia (proses kimia yang berlangsung dalam tubuh). Joule adalah satuan tenaga listrik dalam sistem metrik dan satu kkal sama dengan 4.5oC menjadi 15. Energi yang diperoleh oleh makhluk hidup ini dapat menimbulkan panas dimana menurut ilmuwan Lavoiser dan La Place (1780) Panas dari tubuh hewan berasal dari oksidasi zat-zat organik dan makanan yang diberikan digunakan sebagai sumber energi. Pada ikan sumber energi diperoleh dari pakan. Sebagai contoh. dimana pada pakan ikan ini mengandung zat gizi/nutrien yang berasal dari karbohidrat. dan pekerjaan osmotik (memelihara badan untuk menjaga keseimbangan satu sama lain dan dengan medium air tawar. Kuantitas dan energi yang tersedia untuk pertumbuhan merupakan jenis energi yang paling utama dari segi pandangan akuakultur. Kebutuhan energi hewan air berbeda-beda kuantitasnya. Memahami metabolisme energi berkenaan dengan makanan. Energi bebas adalah energi yang tersedia untuk aktifitas biologi dan pertumbuhan setelah kebutuhan energi terpenuhi. Oleh karena itu nilai energi suatu bahan makanan dapat dipakai sebagai dasar dalam menentukan nilai gizi dari bahan makanan tersebut. Energi dinyatakan dalam kilokalori (kkal) atau kilojoule (kJ). Dengan adanya energi ini dapat mengubah energi kinetik dari suatu reaksi metabolisme yang menimbulkan kerja dan panas. persamaan energi dalam keseimbangan dan faktor-faktor yang berpengaruh pada energi yang menyebabkan kebutuhan ikan akan energi disesuaikan dengan cara pemberian pakan dalam budidaya ikan dan memahami arti protein energi ratio yang merupakan perbandingan antara protein optimal dengan energi yang terdapat dalam pakan ikan.184 kJ. Energi bagi makhluk hidup berasal dari makanan dimana dari makanan ini akan diubah menjadi energi kimia dan disimpan dalam tubuh dalam bentuk Adenosin Tri Phosphat (ATP). Setelah mempelajari bagian ini. 70 kkal sama dengan 293. hal ini dapat dibedakan berdasarkan jenis ikan yang dibudidayakan. 163 . Satu kilokalori adalah jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan temperatur satu gram air dari 14. kerja elektrik ( aktifitas saraf).

Dari Digestible Energy ini yang selanjutnya akan dipergunakan oleh ikan untuk kegiatan proses metabolisme dan proses hasil buangan metabolisme yang terbagi menjadi Metabolizable Energy (ME) yaitu energi yang dapat dipergunakan untuk kegiatan metabolisme dan Metabolic Excretion yaitu energi yang dikeluarkan oleh ikan untuk proses pembuangan urin (Urine Excretion) dan Gill Excretion (GE). Jadi energi yang akan dipergunakan untuk pertumbuhan adalah energi yang tertinggal setelah kebutuhan untuk metabolisme basal ikan terpenuhi dan jika masih ada yang tersisa energi tersebut akan dipergunakan untuk kegiatan reproduksi. aktivitas ikan. Energi yang tersisa dari proses kegiatan metabolisme adalah energi bersih yang disebut dengan Net Energy (NE) yang akan dipergunakan maintennce atau perawatan ikan seperti metabolisme basal. Energi yang dipergunakan untuk kegiatan metabolisme didalam tubuh ikan ini dibagi lagi menjadi dua yang akan dipergunakan untuk kegiatan aktivitas metabolisme seperti kegiatan mengkonsumsi oksigen dalam media pemeliharaan yang biasa disebut dengan Heat Increment (HiE) atau dengan kata lain dalam proses fisiologis ikan yang disebut dengan Specific Dynamic Action yaitu energi yang diperlukan oleh ikan untuk aktivitas hidup harian ikan. tidak semuanya dipergunakan untuk keperluan pertumbuhan dan perkembangan ikan karena energi tersebut akan dibagi menjadi Digestible energy (DE) yaitu energi yang dapat dicerna dan Fecal energy (FE) yaitu energi yang digunakan untuk kegiatan pembuangan hasil eksresi pada ikan berupa feses. aktivitas renang.Pemanfaatan Energi Energi yang diperoleh dari pakan digunakan sebagai sumber energi utama yang dalam pembagian energi disebut dengan Gross Energi atau energi kotor. Untuk memudahkan dalam memahami pembagian energi yang diperoleh dari pakan oleh ikan dapat dilihat pada diagram berikut : Gross Energy(GE)/Intake Energy Fecal Energy (FE) Digestible Energy (DE) Metabolic Excretion Metabolizable Energy Heat Increment (HiE) Net Energy (NE) Maintenance (HEm) Recovered Energy (RE) Sumber Watanabe (1988) 164 . Semua energi yang diperoleh dari asupan pakan yang dikonsumsi oleh ikan. Gross Energi (GE) nilai makanan ini dapat didefenisikan sebagai total energi yang terdapat dalam makanan. Jadi pertumbuhan dapat terjadi jika semua proses metabolisme ikan terpenuhi dan setelah pertumbuhan somatik terpenuhi baru akan dilanjutkan dengan pertumbuhan gonadik. adaptasi terhadap suhu dan sisanya baru akan dipergunakan untuk pertumbuhan.

umur ikan. kerja osmotik dan proses metabolisme lainnya. seperti berdasarkan hasil penelitian dari satu gram protein akan memberikan nilai energi kotor (GE) sebesar 5. Nilai energi yang diperhitungkan tersebut biasa disebut dengan energi metabolisme. Oleh karena itu dalam menyusun pakan ikan ada suatu parameter yang disebut dengan kesimbangan energi yang diperoleh dari perhitungan nilai energi yang dapat dicerna dibagi dengan kadar protein pakan ikan. Nilai protein energi ratio pada ikan konsumsi sebaiknya berkisar antara 8 – 10. tingkat reproduksi dan tingkat metabolisme standar. Seperti kita ketahui pada ikan protein sangat berperan dalam pembentukan sel baru. dan protein mengalami beberapa proses kimia seperti katabolisme dan oksidasi di dalam tubuh hewan. ATP adalah suatu energi yang kaya akan molekul karena unit triphosphatnya berisi dua ikatan phosphoanhydride. Menurut Buwono (2004) distribusi energi pada 165 . Nilai energi dari setiap kandungan nutrisi pada ikan sangat berbeda. Energi didalam tubuh organisme biasanya akan diubah menjadi energi kimia yang biasa disebut dengan Adenosin Triphosphat atau ATP. Apabila kandungan energi dalam pakan berkurang maka protein dalam tubuh ikan akan dipecah dan dipergunakan sebagai sumber energi. Dalam dunia akuakultur biasa disebut dengan protein energi ratio (P/e). jika protein dipakai sebagi sumber energi maka akan menyebabkan pertumbuhan ikan terhambat. Nilai ini diperoleh dari hasil perhitungan antara kadar protein dalam pakan dengan jumlah energi yang diperoleh dalam formulasi pakan tersebut pada level energi yang dapat dicerna (DE).Energi Metabolisme Tingkat kebutuhan energi pada ikan biasanya dikaitkan dengan tingkat kebutuhan protein optimal dalam pakan. ATP ini sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai aktivitas misalnya proses kehidupan biokimia seperti anabolisme atau sintesa.4 kkal/g dan untuk satu gram karbohidrat adalah 4.1 kkal/g.6 kkal/g. H2O dan gas lainnya. Keseimbangan antara energi dan protein sangat penting dalam meningkatkan laju pertumbuhan ikan budidaya. komposisi pakan. pertumbuhan. sedangkan untuk satu gram lemak adalah 9. Energi bebas digunakan untuk pemeliharaan pada proses kehidupan seperti metabolisme sel. Ikan merupakan organisme air yang menggunakan protein sebagi sumber energi utama berbeda dengan manusia yang menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi utama. daya mekanis. Nilai energi ini merupakan nilai energi yang diperoleh apabila zat makanan secara sempurna dibakar menjadi hasil-hasil oksidasi melalui CO2. tenaga elektris. Adenosin triphosphat (ATP) adalah daya penggerak penting karena merupakan energi yang yang dibutuhkan dalam proses biokimia pada kehidupan. reproduksi dan aktifitas fisik. Energi metabolisme ini diperoleh setelah nutrien utama karbohidrat. lemak. Oleh karena itu jumlah energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan ikan budidaya sangat dipengaruhi oleh jenis ikan.

48 atau 4.1 Digestibility (persent) 70 85 40 Available (kkal/g) 3.1.5% Jika pakan yang dikonsumsi oleh ikan masuk kedalam tubuh ikan sebagai energi kotor yang secara distribusi energi adalah 100% maka konversi energi untuk satu gram protein pada DE adalah 80% dikali 5.6 kkal/g yaitu 4.ikan budidaya dapat dikelompokkan sebagai berikut : • Gross Energy adalah 100% • Digestible Energy adalah 85% • Fecal Energy untuk ikan herbivora adalah 15% sedangkan untuk ikan karnivora adalah 20% • Metabolizable Energy adalah 80% • Metabolic Excretion berkisar antara 3 – 5% • Net Energy adalah 52. Tetapi nilai konversi energi ini dari hasil penelitian sangat berbeda untuk setiap jenis ikan yang dibudidayakan seperti terlihat pada Tabel 5.5 % • Heat Increment Energy adalah 27. untuk satu gram lemak adalah 80% dikali 9.52 kkal/g.6 Tabel 5.4 4. sedangkan ikan catfish merupakan salah satu jenis ikan omnivora mempunyai kemampuan mencerna karbohidrat 166 .9 8.5 8.6 9.2. Pada ikan salmon merupakan salah satu jenis ikan karnivora mempunyai kecernaan yang rendah terhadap karbohidrat sehingga energi yang diperoleh dari karbohidrat hanya dapat dicerna sebanyak 40%.1 dan Tabel 5. Tabel 5.1 kkal/g yaitu 3.5 2.4 4. Kebutuhan energi untuk Catfish Nutrient Protein Lemak Karbohidrat Gross Energy (kkal/g) 5. Kebutuhan energi untuk ikan Salmon Nutrient Protein Lemak Karbohidrat Gross Energy (kkal/g) 5.2. sedangkan untuk karbohidrat adalah 80% dikali 4.4 kkal/g yaitu 7.9 Berdasarkan data dari tabel tersebut diatas maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa setiap jenis ikan mempunyai daya cerna yang berbeda pada nutrisi yang dikonsumsinya.1 Digestibility (persent) 80 90 70 Available (kkal/g) 4.5 kkal/g.8 kkal/g.6 9.0 1.

juga mengandung nitrogen sebanyak 1518%. yang molekulnya sendiri tidak mempunyai aktivitas biologi. Protein mengandung karbon sebanyak 5055%. vitamin dan lain-lain. hidrogen. dan asam amino non essensial sebanyak 10 macam yaitu asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh dan dapat disintesis dalam tubuh ikan itu sendiri. dan oksigen 20-25% yang bersamaan dengan lemak dan karbohidrat. Selain itu protein mempunyai peranan biologis karena merupakan instrumen molekuler yang mengekspresikan informasi genetik. Sebagai tambahan protein juga berperan untuk kontraksi otot dan komponen enzim.lebih tinggi dibandingkan dengan ikan karnivora yaitu 70%. Hal ini dikarenakan protein merupakan makromolekul yang paling berlimpah didalam sel hidup dan merupakan 50% atau lebih berat kering sel. oksigen. Semua protein pada makhluk hidup dibangun oleh susunan yang sama yaitu 20 macam asam amino baku. Protein dalam bentuk komplek sebagai heme. Protein dibutuhkan sebagai sumber energi utama karena protein ini terus menerus diperlukan dalam makanan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan yang rusak. Kadar nitrogen pada protein dapat dibedakan dari lemak dan karbohidrat serta komponen bahan organik lainnya. karbohidrat. Tidak ada bahan gizi lain yang dapat menggantikan peran utamanya dalam membangun dan memperbaiki sel dan jaringan yang rusak. Oleh karena itu beberapa literatur mengatakan bahwa protein adalah makro molekul yang terdiri dari karbon. membedakan antara asam amino essensial dan asam amino non-essensial. enzim. lipid atau asam nukleat. hidrogen 5-7%.2. Nutrient ini di perlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan serta perawatan jaringan dan organ. hormon dan antibodi. Protein berasal dari bahasa Yunani yaitu Proteos yang berarti pertama atau utama. Dalam bab ini akan dipelajari tentang sepuluh asam amino yang penting yang diperlukan oleh ikan dan struktur bahan kimia. nitrogen dan boleh juga berisi sulfur. Hewan air harus mengkonsumsi protein untuk menggantikan jaringan tubuh yang aus/rusak (perbaikan) dan untuk mensintesis jaringan baru (pertumbuhan dan reproduksi). 5. hormon. PROTEIN Protein merupakan nutrisi utama yang mengandung nitrogen dan merupakan unsur utama dari jaringan dan organ tubuh hewan dan juga senyawa nitrogen lainnya seperti asam nukleat. Dari 20 macam asam amino ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu asam amino essensial sebanyak 10 macam merupakan asam amino yang sangat dibutuhkan oleh tubuh tetapi tubuh ikan tidak dapat mensintesisnya. Protein dalam setiap sel mahluk hidup tersimpan dalam jaringan dan organ dan sebagai komponen utama jaringan tubuh ikan. rata-rata adalah 16% dan sebagian lagi merupakan unsur sulfur dan sedikit mengandung fosfat dan besi. asam 167 .

protein transport pada darah. globulins (edestin dari biji-rami. acuan/matriks tulang. Protein ini biasanya memberikan peranan struktural atau pelindung. Jenis protein ini biasanya larut dalam sistem larutan (air) dan segera berdifusi dan mempunyai fungsi gerak atau dinamik. zat serum dari darah. prosedur bagaimana cara menentukan kebutuhan asam amino secara kwantitatif dan kwalitatif pada ikan. dan keratins. protein pecahan serum darah. • Protein globular adalah protein yang rantai-rantai polipeptidanya berlipat rapat-rapat menjadi bentuk globular atau bulat yang padat atau berbentuk bola . wol. elastins. Kelompok ini 168 . Beberapa contoh dari protein globular antara lain adalah: enzim. protein gabungan dan protein asal. kuku jari tangan. sutera fibroin. Penggolongan Protein Sampai saat ini protein dapat diklasifikasikan penggolongannnya berdasarkan bentuk. lactoglobulin dari susu. efek defisiensi dan kelebihan dari asam amino berkenaan dengan aturan makan ikan .amino yang diserap ikan. histones (globin dari hemoglobin. struktur tiga dimensi serta penggolongan lainnya. serum globulin dari darah. Hal tersebut adalah suatu komponen nadi/jalan utama dan ikatan sendi. Protein jenis ini antara lain adalah albumin (zat putih telur). Protein jenis ini dapat dikelompokkan ke dalam protein sederhana. antibodi dan protein penyimpan nutrien. • Protein sederhana adalah protein yang pada saat dihidrolisis hanya menghasilkan asam amino-asam amino atau derivat-derivatnya. Pengelompokkan protein lainnya adalah diklasifikasikan berdasarkan pada sifat fisis atau disebut juga kedalam protein yang digolongkan berdasarkan penggolongan lain. sirip dan kulit. Protein globular ini terdiri dari suatu rantai panjang polypeptide. scombrine dari sejenis ikan air tawar). legumin dari kacang polong). metoda mengevaluasi mutu protein. urat daging.hormon protein. • Protein serabut adalah protein yang tidak larut dalam air dan merupakan molekul serabut panjang dengan rantai polipeptida yang memanjang pada satu sumbu dan tidak berlipat menjadi globular. bulu. elastin dari jaringan/tisu menghubungkan collagen dari tulang rawan dan tulang). dan protamins (salmine dari ikan salem. scombrone dari spermatozoa sejenis ikan air tawar). Beberapa contoh protein serabut antara lain adalah collagen. di mana protein jenis ini bersifat melindungi seperti kulit dan timbangan. lactoalbumin dari susu. Berdasarkan bentuk protein dibagi menjadi dua golongan yaitu protein globular dan protein serabut. yang ditemukan dalam tulang rawan atau tulang lembut. pembuluh darah. albuminoids (keratin dari rambut. leucosin dari gandum. dan bagaimana cara menentukan kebutuhan protein beberapa jenis ikan budidaya.

Konformasi yang stabil α heliks dari rantai polipeptida karena adanya ikatan peptida yang berada pada bidang datar. Lecithoprotein adalah gabungan molekul protein dengan lecithin misalnya jaringan fibrinogen. alkohol. Glykoprotein adalah gabungan dari molekul protein dan unsur yang berisi suatu karbohidrat selain dari asam nukleat atau lesitin misalnya mucin. Hemoglobin adalah gabungan molekul protein dengan hematin atau zat-zat yang sejenis. peptide Leu-Gly-Thr-HisArg-Asp-Val mempunyai suatu struktur yang utama berbeda dari peptide Val-Asp-His-Leu-Gly-ArgThr. glykoprotein. struktur tersier. dan oleh karakteristik lain. hemoglobins. Struktur sekunder lembaran berlipat β membentuk zigzag dan tidak ada ikatan hidrogen dalam rantai polipeptida yang berdekatan. Pada struktur ini tidak 169 . • Struktur Primer merupakan struktur rangkaian asam amino yang memanjang pada suatu rantai polypeptida. peptida. atau zat-zat kimia. tidak berotasi dan pembentukan banyak ikatan. Protein yang termasuk kedalam golongan ini terdiri dari protein primer misalnya protean dan protein sekunder misalnya protease. dan struktur kwarterner. Sebagai contoh. • Struktur sekunder merupakan asam amino dalam rangkaian polipeptida yang membentuk suatu lilitan misalnya dalam bentuk α heliks atau lembaran berlipat β. Pengelompokkan protein yang ketiga adalah pengelompokkan protein berdasarkan struktur protein. struktur sekunder. pepton. dan lecithoproteins. Phosphoprotein adalah gabungan molekul protein dengan zat yang mengandung phosphor selain dari asam nukleat atau lecithin misalnya kasein. Berdasarkan strukturnya protein dikelompokkan menjadi struktur primer. Seperti diketahui bahwa semua protein adalah polipetida dengan berat molekul yang besar. phosphoprotein. Peptida ini mempunyai satu gugus α-asam amino bebas dan satu gugus α-karboksi bebas. enzim.• • dibedakan oleh daya larut dalam berbagai bahan pelarut seperti air. Suatu peptida yang mengandung lebih dari 10 asam amino dinamakan dengan polipeptida. Protein asal adalah protein yang berasal dari protein bermolekul tinggi yang mengalami degradasi karena pengaruh panas. Nukleoproteins adalah gabungan dari satu atau lebih molekul protein dengan asam nukleat yang disajikan dalam semua nucleus sel. Gugus R mengarah keluar dari struktur zigzag. larutan garam. Protein gabungan adalah protein sederhana bergabung dengan radikal non protein. Struktur sekunder α heliks kerangka peptida secara ketat mengelilingi sumbu panjang molekul dan gugus R residu asam amino dibiarkan mengarah keluar dari heliks dan kaya akan residu sistein yang dapat memberikan jembatan disulfida. Protein jenis ini antara lain adalah nukleoprotein.

sebagai contoh. tiga. Yang biasanya terjadi seperti dimers. tetramers. Hal ini dikarenakan komposisi kebutuhan asam amino setiap jenis ikan sangat berbeda dan sangat menentukan laju pertumbuhan dari ikan yang dibudidayakan. Protein kwarterner mudah dirusak oleh berbagai manipulasi dengan akibat kehilangan aktivitas biologi. trimers. Masing-masing globin rantai di dalam hemoglobin terikat untuk suatu kelompoknya. Polypeptide menjaga kesatuan oleh ikatan kimia lemah. 170 . oleh karena itu disebutlah asam amino. yang berfungsi mengangkut oksigen ke jaringan badan. sebagai contoh. Asam amino merupakan bahan dasar yang dihasilkan dari proses pemecahan atau hidrolisis dari protein. Istilah amino datang dari -NH2 atau suatu kelompok amino yang merupakan bahan dasar alami dan asam datang dari perbandingan COOH atau suatu kelompok karboxyl.• • dijumpai jembatan disulfida diantara rantai bersisihan dan rantai polipeptida yang berdekatan biasanya mempunyai arah yang berlawanan atau bersifat anti pararel. dan empat rantai polypeptide. Dalam pengelompokkannya dibagi menjadi dua yaitu asam amino essensial dan nonessensial. Struktur kwarterner merupakan bentuk protein yang terdiri dari dua atau lebih rantai polypeptide menjadi bagian dari molekul protein tunggal. Asam amino sangat dibutuhkan oleh ikan untuk tumbuh dan berkembang. Ada banyak asam amino di alam tetapi hanya dua puluh yang terjadi secara alami. myoglobin. terdiri dari dua. Interaksi antara residu asam amino yang jauh pada suatu rantai polypeptide memimpin ke arah lipatan dan suatu penyesuaian yang berbentuk rantai polypeptide bulat yang mengumpamakan tiga satuan bentuk dimensional. Asam amino ini membangun blok protein. Dalam molekul protein asam amino membentuk ikatan peptida (ikatan antara amino dan kelompok karboxyl) di dalam rantai yang panjang disebut rantai polipeptida. hemoglobin molekul terdiri dari dua rantai α dan dua rantai β. Kehilangan aktivitas ini disebut denaturasi yang secara fisik denaturasi ini dapat dipandang sebagai suatu perubahan konfirmasi rantai polipeptida yang tidak mempengaruhi primernya. Asam amino secara umum ditulis dengan satu atau tiga huruf yang dapat dilihat pada Tabel 5.3. Struktur tersier merupakan bentuk tiga dimensi dari semua atom di dalam molekul protein. Asam amino struktur Dalam menyusun komposisi pakan ikan saat ini para peneliti sudah melakukan penyusunan komposisi pakan berdasarkan kebutuhan asam amino setiap jenis ikan.

glycine diperlukan oleh ayam tetapi bukanlah penting bagi ikan.Tabel 5.3. Kapasitas dari pakan ikan memiliki kandungan asam amino yang dibutuhkan ikan berbeda-beda. Asam amino alifatik • Basic terdiri dari : arginine dan lysin 171 . Asam amino dapat juga digolongkan berdasarkan komposisi kimia menurut Millamena (2002) adalah sebagai berikut: 1. Asam amino essensial adalah asam amino yang tidak bisa dibuat atau disintesis oleh organisme mendukung pertumbuhan maksimum dan dapat menjadi penyuplai dari asam amino. 2002) Asam amino Asam amino essensial Arginin Histidin Isoleucin Leucin Lysin Methionin Phenylalanin Threonin Tryptophan Valin Asam amino nonessensial Alanin Asparagin Asam Aspartad Cystein Asam Glutamat Glutamin Glycin Prolin Serin Tyrosin Singkatan tiga huruf Singkatan satu huruf Arg His Ile Leu Lys Met Phe Thr Trp Val Ala Asn Asp Cys Glu Gln Gly Pro Ser Tyr R H I L K M F T W V A N D C E Q G P S Y Asam amino di golongkan menjadi asam amino essensial dan asam amino non essensial. Sebagai contoh. Asam amino non esensial yaitu asam amino yang dapat dibentuk atau disintesis dalam jaringan dan tidak perlu ditambahkan dalam komposisi pakan. Esensialitas dari suatu asam amino akan tergantung pada ikan yang diberi pakan. Nama dan singkatan asam amino (Millamena.

leucin. Karena sintesis dan degradasi terus menerus dari protein adalah khas untuk semua bentuk kehidupan. glycin. tryptophan dan valin. asparagirie. asam aspartad. Bila selama sintesis protein. Methionin adalah prekursor dari cyestein dan cystin. Ada 20 asam amino dalam protein. Metabolisme Asam Amino Metabolisme asam amino meliputi sintesis dan pemecahan protein. valine. Beberapa kelompoknya terdiri dari creatin. dan banyak unsur lain. histidin. Asam amino aromatic terdiri dari: phenylalanine dan tyrosine 3. asam nikotinik. Pepsin memecah protein dalam gugus yang lebih sederhana yaitu protease dan pepton dan akhirnya akan dipecah menjadi asam amino.Acidic terdiri dari : asam aspartic dan asam glutamic • Netral terdiri dari : leocin . Arginin menghasilkan ornithin ketika urea dibentuk dalam siklus urea. maka tyrosin dibentuk. protein dalam pakan pertama kali dicerna didalam lambung dan asam klorida yang terdapat dalam lambung akan memberikan medium asam yang dapat mengaktivasi pepsin dan renin untuk membantu mencerna protein. satu dari asam amino hilang. Semua ikan bersirip membutuhkan ke sepuluh asam amino esensial. cyestin. Protein kemudian diserap kedalam usus dalam bentuk asam amino. asam glutamat. Methionin juga sebagai penyalur metil (CH3). yaitu 2 lintasan proses katabolisme asam amino yang merupakan proes degradasi dan glukoneogenesis. phenylalanin. threonine dan serine. Sintesis protein dikode 172 . serta satu lintasan proses anabolisme asam amino yang merupakan proses sintesa protein.methionine. isoleucine. maka sintesis protein terhenti. tryptophan dan proline Asam amino esensial Ada sepuluh asam amino esensial (EAA) yang diperlukan oleh pertumbuhan ikan yaitu: arginin. Kesepuluh asam amino ini merupakan senyawa yang membangun protein dan ada beberapa asam amino merupakan bahan dasar dari struktur atau unsur lain. Perpindahan suatu karboksil (COOH) digolongkan dalam bentuk histamin. Asam amino heterocyclic terdiri dari histidine. chysteine. Tyrosin diperlukan untuk hormon thyroxin. methionin. Asam amino non esensial asam amino yang dapat secara parsial menggantikan atau memberikan asam amino yang sangat dibutuhkan atau harus ada dalam komposisi pakan. glutamin. epinephrin dan norepinephrin dan melanin pigmen. • Asam amino non essensial Asam amino non esensial yang dibutuhkan untuk ikan adalah: alanine. Metabolisme asam amino umumnya dapat terjadi dalam tiga lintasan. Tryptophan adalah prekursor dari serotonin atau suatu vitamin. glycine. alanine. prolin. cholin. serin dan tyrosin. 2. isoleucin. threonin. Jika suatu basa hydrogen (OH) ditambahkan ke phenylalanin.

Asam-asam amino terutama diperlukan dalam sintesis protein tubuh dan senyawa-senyawa lain yang secara fisiologis penting bagi metabolisme. Asam sitrat dan garamgaramnya bersifat sangat tidak larut serta mengendap dalam jaringan dan cairan bila konsentrasinya melampaui beberapa miligram per 100 ml. Ikan mengekskresikan amonia bebas dan disebut sebagai amonetilik. Tempatnya pemecahan asam amino adalah hati. zat antara yang diperlukan dalam siklus asam trikarboksilat. Sebelum memasuki siklus asam trikarboksilat untuk menghasilkan energi asam amino harus didegradasi terlebih dahulu. Namun dalam beberapa kasus tertentu akan diubah menjadi glukosa dan lemak. piruvat. Reaksi dikatalisis oleh enzim glutamat dehidrogenase yang tidak biasa karena dapat menggunakan NAD+ maupun NADP+. Degradasi asam amino terjadi dalam dua tahap utama. sedangkan 173 . Karena itu tidak ada produk akhir dari metabolisme nitrogen yang dapat ditolelir dengan baik oleh organisme tingkat tinggi. merupakan tahap pengubahan asam amino menjadi zat antara yang dapat memasuki siklus asam trikarboksilat. Enzim aminotransferase mengkatalisis pemindahan suatu gugus α amino dari suatu asam amino α kepada keto. Tahap ke dua adalah tahap oksidasi zat dalam siklus asam trikarboksilat menjadi CO2 dan H2O. dan gugus amino.oleh DNA (kode genetik) yang terdapat di inti mitokondria. Amonia adalah toksik terhadap sistem syaraf pusat oleh mekanisme yang belum seluruhnya dimengerti tetapi tampaknya melibatkan pembalikan jalan glutamat dehidrogenase dan akibatnya kekurangan ketoglutarat. Aktivitas glutamat dehidrogenase diatur secara alosterik. Kelebihan asam amino cenderung digunakan untuk bahan bakar. atau salah satu dari zat antara siklus asam trikarboksilat yang kemudian dioksidasi menjadi energi. Enzim-enzim ini disebut juga transaminase. Asam amino yang berlebihan dari yang diperlukan untuk sintesis protein dan biomolekul lainnya tidak dapat disimpan dalam tubuh maupun diekskresikan keluar tubuh. Ion amonium dibentuk dari glutamat dengan deaminasi oksidatif. Gugus α amino dari banyak asam amino mula-mula akan dipindahkan ke α keto glutarat untuk membentuk asam glutamat yang kemudian mengalami deaminasi oksidatif membentuk ion NH4+. Bila tidak. Tersedianya asam amino harus mencerminkan distribusinya dalam protein. Tahap pertama adalah deaminasi oksidatif. Pada umumnya kelebihan asam amino akan segera dikeluarkan oleh deaminasi oksidatif dan rangka karbonnya diubah menjadi asetil atau aseto-asetil Ko A. sintesis protein dibatasi oleh nutrien. Guanosin trifosfat (GTP) dan Adenosin Trifosfat (ATP) adalah inhibitor alosterik. umumnya menyalurkan gugus α amino dari berbagai asam amino kepada α –ketoglutarat untuk diubah menjadi NH4+ (ion amonium). misalnya hormonhormon dan neurotransmiter.

Pada makhluk hidup sebagian besar dikeluarkan melalui dua jalan kecil dalam tubuhnya yaitu : • Amonia dengan asam glutamat dalam hati.Guanosin Difosfat (GDP) dan Adenosin Difosfat (ADP) adalah aktivator alosterik. Akhirnya dieksresikan ke urin sebagai garam amonium (NH4+. Penentuan tentang kebutuhan asam amino sangat penting karena akan sangat membantu dalam melakukan perancangan diet uji amino yang digunakan untuk menentukan kebutuhan asam amino yang diperlukan bagi ikan. Protein sangat menentukan dalam menyusun formulasi pakan ikan. misalnya protein bersama dengan mineral dan air merupakan bahan baku utama dalam pembentukan sel-sel dan jaringan tubuh. Asam amino yang berasal dari protein ini sangat diperlukan oleh berbagai sel untuk membangun dan memperbaiki jaringan rusak. Protein bersama dengan vitamin dan mineral ini berfungsi juga dalam pengaturan suhu tubuh. ditranspot ke ginjal dan kemudian dipisahkan kembali menjadi glutamat dan amonia. zat ini merupakan bahan yang bersifat racun dan harus dikeluarkan dari tubuh. pengaturan tekanan osmotik cairan tubuh serta pengaturan metabolisme dalam tubuh. sebuah reaksi yang membutuhkan dua ATP. pengaturan keseimbangan asam basa. Protein dalam pakan ikan akan saling keterkaitan dengan zat nutrien lainnya. Dalam tubuh ikan berisi sekitar 65-75% protein pada suatu basis berat kering. Ikan-ikan yang memiliki paru-paru (lungfish). untuk membentuk glutamin membutuhkan ATP. Jadi penurunan muatan energi akan mempercepat oksidasi asam amino. Dalam proses katabolisme protein maka akan dihasilkan amonia sebagai hasil deaminasi oksidatif. yang kemudian difosforilasi menjadi karbokmoil fosfat. Kelebihan Asam amino digunakan sebagai sumber energi atau dikonversi ke lemak. Oleh karena itu ikan yang dibudidayakan harus memperoleh asam amino dari protein makanannya secara terus menerus yang sangat diperlukan 174 . Dalam tubuh ikan energi yang berasal dari pakan dipergunakan untuk proses hidupnya yaitu tumbuh. Fungsi utama pakan ini adalah sebagai penyedia energi bagi aktifitas sel-sel tubuh. Informasi tentang kebutuhan protein kotor ikan menjadi nilai yang menentukan dan data tentang kebutuhan asam amino untuk setiap ikan penting karena mutu protein sangat bergantung kepada komposisi asam amino nya dan penyerapannya. Kebutuhan asam amino essensial dalam pakan ikan Pakan ikan sangat dibutuhkan bagi ikan yang dibudidayakan dalam suatu wadah budidaya. pada musim kering menjadi ikan darat dan mengeksresikan urea untuk menghemat air. Karbamoil fosfat kemudian masuk ke dalam siklus ornithin urea.) • Amonia dengan karbondioksida untuk membentuk carbamil. berkembang dan bereproduksi.

Cepat tidaknya pertumbuhan ikan ditentukan oleh banyaknya protein yang dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh sebagai zat pembangun. serta dimanfaatkan bagi metabolisme sehari-hari. Melalui sistem peredaran darah. Protein yang dibutuhkan ikan dipengaruhi faktor-faktor yang bervariasi seperti ukuran ikan.bagi pertumbuhan sel dan pembentukan jaringan tubuhnya. ketersediaan dan kualitas pakan alami. pertumbuhan kelanjar reproduksi. Kualitas pakan dikatakan rendah apabila kadar asam-asam amino esensial dalam proteinnya juga rendah. yang dapat diserap dan dimanfaatkan untuk membangun ataupun memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. perkembangan dan pembangunan jaringan baru ataupun perbaikan jaringan yang rusak selalu membutuhkan protein secara optimal yang terutama diperoleh dari asam-asam amino essensial yang bersumber dari pakan ikan yang dikonsumsi. Retensi protein merupakan gambaran dari banyaknya protein yang diberikan. karena apabila kebutuhan energi kurang. kandungan energi keseluruhan yang dapat dihasilkan dari pakan dan kualitas protein. protein akan dipecah menjadi bentuk-bentuk yang lebih sederhana yaitu asam 175 . maka protein akan dipecah dan digunakan sebagai sumber energi. Oleh karena itu adanya variasi keseimbangan antara asam amino esensial dan non esensial dalam pakan diharapkan dapat memacu pertumbuhan ikan. Ikan tidak mempunyai kebutuhan protein yang mutlak namun untuk menunjang pertumbuhannya ikan membutuhkan suatu campuran yang seimbang antara asam-asam aminoesensial dan non esensial. mengingat protein sangat berperan dalam pembentukan sel baru. Dalam proses pencernaan. Keseimbangan antara energi dan kadar protein sangat penting dalam laju pertumbuhan. Ikan dapat tumbuh normal apabila komposisi asam amino esensial dalam pakan tak jauh berbeda (mirip) dengan asam amino dalam tubuhnya. pakan harus memiliki kandungan energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi metabolisme sehari-hari dan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan sel-sel tubuh yang baru. asam amino ini diserap oleh seluruh jaringan tubuh yang memerlukannya. Pemilihan bahan dan komposisi bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pakan akan sangat menentukan kelengkapan dan keseimbangan antara asam-asam amino esensial dan tak esensial. Pertumbuhan somatik. Pemberian pakan yang tepat dengan kisaran nilai kalori/energi yang memenuhi persyaratan bagi pertumbuhan ikan dan dengan kandungan gizi yang lengkap akan dapat meningkatkan nilai retensi protein. Pemakaian sebagian protein sebagai sumber energi ini akan menghambat pertumbuhan ikan. kecepatan pemberian pakan. Oleh karena itu agar ikan dapat tumbuh secara normal. temperatur air.

Ada dua jenis enzim yang terlibat dalam proses pencernaan protein. Pengamatan ini memberikan indikasi leisin mungkin mampu mempermudah jaringan tubuh dalam menyerap asam-asam amino berantai cabang. Asam amino dan dipeptida dapat masuk kedalam aliran darah dengan cara transpot aktif. Tidak semua bahan makanan yang merupakan sumber protein hewani maupun nabati mengalami defisiensi asam amino yang sama. Adapun yang dimaksud dengan asam amino esensial pembatas adalah asam amino esensial yang mempunyai presentase terendah yang terkandung dalam suatu protein bahan makanan.amino dan dipeptida. Penentuan kualitas protein dapat dilakukan dengan membandingkan komposisi asam amino esensial yang dikandung bahan makanan dengan standar kebutuhan asam amino esensial pada hewan uji. Dalam penyusunan komposisi bahan-bahan pembuat pakan ikan. yang 176 . misalnya leusin. defisiensi pada salah satu asam amino pada suatu bahan dapat disubstitusi dengan asam amino yang sama dari bahan yang berbeda. Kebutuhan setiap jenis ikan terhadap asam amino esensial dan non esensial berbedabeda. Oleh karena itu. yaitu enzim endopeptidase yang berfungsi memutuskan ikatan peptida pada rantai polipeptida dan enzim eksopeptidase yang berfungsi memutuskan gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (-NH2) yang dimiliki protein. leusin dan valin dalam serum dipengaruhi oleh peningkatan kadar protein pakan. Kualitas protein berbeda-beda tergantung pada jenis dan jumlah asam amino penyusunannya. Histidin merupakan asam amino esensial bagi pertumbuhan larva dan anak-anak ikan.sehingga perlu dipertimbangkan adanya keseimbangan antara asam-asam amino esensial dan non esensial yang terkandung pada protein bahan dasar pembuat pakan ikan tersebut. Lisin merupakan asam amino esensial pembatas dalam protein nabati. Arginin merupakan asam amino yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan optimal ikan muda. Histidin diperlukan untuk menjaga keseimbangan nitrogen dalam tubuh. Disamping berperan dalam sintesia protein. Perubahan-perubahan konsentrasi isoleisin. Defisiensi lisin dalam pakan ikan dapat menyebabkan kerusakan pada sirip ekor (nekrosis). Persentase terendah dari kandungan asam amino esensial pada makanan terhadap pola standar tersebut dinamakan sebagai skore asam amino. arginin juga berperan dalam biosintesis urea. Peningkatan konsentrasi dari salah satu asam amino berantai cabang ini. harus diperhitungkan terlebih dahulu kelengkapan asam amino esensial pada bahan dan kebutuhan tiap jenis ikan terhadap asam amino esensial dan non esensial. akan memberikan pengaruh pada konsentrasi isoleisin dan valin dalam serum.

Dapat juga disebabkan adanya bahan kimia yang dapat mempengaruhi komposisi pakan. magnesium. urea dan amonia. Fenil alanin dan tirosin diklasifikasikan sebagai asam amnino aromatik. Kebutuhan metionin pada ikan biasanya berkaitan dengan kadar metionin dalam serum dan kadar makanan yang dicerna. Contohnya adalah pertentangan leucin dengan isoleucin dan arginin dengan lisin yang diamati pada beberapa jenis ikan. sodium dan potasium dalam ginjal dan hati ikan. Hal ini dapat meningkatkan kebutuhan asam amino lain yang serupa. kerusakan pada operculum insang dan katarak pada mata. dalam pengujian haruslah digunakan bahan pangan tanpa tirosin atau berkadar tirosin rendah. Defisiensi metionin dapat mengakibatkan penyakit katarak pada rainbow trout. Metionin juga merupakan asam amino pembatas dalam beberapa bahan makanan sumber protein nabati. Ikan mampu dengan segera mengubah fenil alanin menjadi tirosin atau menggunakan tirosin untuk melakukan metabolisme yang diperlukan bagi asam amino fenil alanin tersebut. Asam amino bersifat racun apabila diberikan 177 . Pertentangan asam amino terjadi ketika asam amino yang diberikan melebihi jumlah yang dibutuhkan. defisiensi triptopan juga akan meningkatkan kadar kalsium. Triptofan merupakan asam amino pembatas dalam bahan makanan sumber protein nabati. Ketidakseimbangan asam amino kaitannya dengan asam amino yang saling bertentangan atau asam amino yang berbahaya yang dapat menyebabkan pertumbuhan pada ikan tidak optimal. Selain menyebabkan penyakit pada mata. maka penggunaan lisin akan meningkat. pemanasan yang berlebih saat pembuatan pakan dan penguapan dari pakan tersebut. Hal ini dapat mengakibatkan kekurangan asam amino esensial yang disebabkan oleh penggunaan komposisi pakan yang kandungan proteinnya sedikit atau tidak mencukupi kebutuhan asam amino esensial. Sistein mampu mereduksi sejumlah metionin yang diperlukan bagi pertumbuhan optimal. Kebutuhan asam amino essensial dan nonessensial pada ikan sangat ditentukan oleh jenis bahan baku pembuatan pakan.apabila berkelanjutan dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan. Ketika terjadi degradasi arginin. Fenil alanin (essensial) dan tirosin (non essensial) keduanya mempunyai struktur kimia yang mirip sehingga keduanya bisa saling menggantikan. Keduanya diperlukan dalam jumlah yang cukup untuk mendorong sintesis protein dan fungsi-fungsi fisiologis lain pada ikan. Oleh karena itu untuk menentukan kebutuhan asam amino aromatik khususnya fenil alanin. Tingkat penggunaan lisin dipengaruhi oleh kadar arginin. Metionin (essensial) dan sistein (non essensial) merupakan asam amino yang mengandung sulfur. Defisiensi triptofan pada ikan salmon menyebabkan lordosis dan skoliosis sedangkan pada ikan rainbow trout menyebabkan nekrosis pada sirip ekor.

7 0.0 6.4 3.4 4.7 His 1.3 3.5 0.3 4.3 5.dengan jumlah yang berlebih.1 Ile 2.1 2.4 2.1 0.3 5.0 2.0 2.4 5.4 2.5 0. Kebutuhan asam amino essensial pada beberapa jenis ikan dalam % protein pakan (Akiyama et al.0 3. Kebutuhan asam amino essensial pada beberapa jenis ikan dapat dilihat pada Tabel 5.8 Trp 0. Di dalam perumusan komposisi pakan.2 2. 1997) Arg 6.7 2.1 3.3 2.5 2.6 1.1 5.3 4. Keterbatasan kandungan asam amino dalam salah satu sumber asam amino dapat dilengkapi dengan sumber lain yang melimpah dengan kandungan asam amino yang sama sehingga menjadi suatu pakan ynag lebih baik.0 5.2 2.3 5.2 3.6 1.0 2.7 0.9 Jenis ikan Chum Salmon Chinook Salmon Coho Salmon Channel Catfish Common carp Catle Nile Tilapia Milk Fish Japanese eel Rainbow trout Yellow tail White surgeon Red drum Kebutuhan asam amino pada ikan seperti tabel diatas diperoleh dengan cara melakukan penelitian.4 2.0 4.9 3.3 3.2 2.6 4.2 4.6 2.9 3. Cara lain untuk mengetahui kebutuhan Tabel 5.5 3.3 3.8 5.0 3. 178 .0 1.7 Met + Cys 3.0 2.0 5.2 2.6 2.1 3.3 4.8 4.8 3.4.5 5.3 0.4 3.9 5.8 5.7 3.8 1.3 1.2 5.0 2.4 3.0 3.8 3.2 5.5 1.5 6.7 2.9 4.6 3. Pelarutan nutrisinya dapat diperkecil dengan penggunaan pakan yang mengandung air stabil sehingga dapat menghemat penggunaan pengikat atau memanfaatkannya dalam praktek pemberian pakan.3 4.2 5.7 2.9 1.2 4.2 5.0 2.6 2.5 2. Menurut Millamena (2002) ada dua metoda yang digunakan untuk menentukan apakah suatu asam amino tersebut termasuk dalam kelompok asam amino essensial dan non essensial yaitu: • Metoda pertumbuhan • Metoda radio isotop.4 2.5 0. asam amino esensial dari suatu organisme adalah dengan penambahan pada komposisi pakan dengan asam amino L kristal.2 2. Efek negatif yang ditimbulkan tidak dapat diperbaiki dengan penambahan asam amino ke dalam komposisi pakan.5 0.5 3.5 4.0 3.0 3.5 5.3 5.0 4.2 3.3 4.7 Leu 3.0 3.7 Lys 5.4.6 2.6 3.2 3.5 6. Sejauh ini kebutuhan asam amino essensial dalam makanan yang dibutuhkan oleh ikan dan jumlah yang dibutuhkan pada ikan budidaya telah ditetapkan pada beberapa jenis ikan berdasarkan hasil penelitian.1 5.9 Phe + Tyr 6.2 1.5 5.3 3.0 0.8 3.1 4.0 3.0 3.1 4.8 Val 3.1 4.5 Thr 3.7 6.8 4.8 0.7 4.3 4. komposisi pakan yang direkomendasikan tentang asam amino esensial harus dengan hatihati dalam memilih dan mengkombinasikan dua atau lebih sumber protein.4 5.5 3.1 1.

Pakan dirumuskan berdasarkan pada pola asam amino seperti protein telor ayam utuh. Ikan uji kemudian dimatikan dan dibuat larutan yang homogen dan melakukan isolasi protein. Untuk sepuluh amino. Metode kimia menentukan kuantitas atau jumlah protein/asam amino pada bahan pakan sedangkan metode biologi dengan cara menentukan reaksi ikan terhadap protein dalam kaitannya dengan pertumbuhan dan pertahanan.Metoda pertumbuhan digunakan oleh Halver (1957) untuk mengetahui penggunaan satu rangkaian asam amino diet uji yang berisi kristal Lamino sebagai sumber nitrogen. Menurut Millamena (2002) perhitungan Protein Effisiensi ratio (PER). atau kantung kuning telur ikan Chinook. setelah itu penyelidik menggunakan suatu diet test serupa untuk menentukan asam amino esensial yang lain pada ikan. ikan uji disuntik secara intraperitoneal dengan menggunakan radio aktif yang diberi label 14C glukosa dan dibiarkan hidup dengan mengkonsumsi pakan alami selama 7 hari. Selain itu sampel ikan uji juga diberi pakan yang kekurangan asam amino untuk melihat pertumbuhan yang terjadi dan dibandingkan dengan ikan yang diberi pakan dengan asam amino yang lengkap. Pada Metoda rasio isotop yang digunakan oleh Cowey et al. Evaluasi kualitas protein Protein yang terdapat dalam suatu bahan pakan dapat dikatakan bermutu jika memberikan pertumbuhan positif pada ikan budidaya atau protein dikatakan mutunya tinggi apabila komposisi asam amino yang terkandung di dalamnya menyerupai bentuk asam amino yang dibutuhkan oleh ikan dan tingkat kecernaannya tinggi. percobaan dilakukan dengan melakukan pemberian pakan dengan menggunakan pakan dasar yang berisi semua asam amino dan pakan uji yang tidak mengandung asam amino. protein telor ikan Chinook. Mutu protein biasanya dievaluasi dengan metode biologi dan kimia. Dalam metode biologi. nilai biologi (BV) dan kebutuhan protein bersih (NPU) adalah sebagai berikut: Perbandingan Efisiensi Protein (PER) Penambahan bobot (gram) PER = Kandungan protein dalam pakan (gram) 179 . Ikan uji dilakukan penimbangan berat badan setiap dua kali untuk mengukur pertumbuhan dan mengetahui pengaruh pakan uji tersebut. Dari hasil isolasi tersebut kemudian protein tersebut dilakukan hidrolisasi dan asam amino yang diperoleh dipisahkan dengan menggunakan peralatan chromatografi dan menghitung radio aktifitas. berat tubuh dan nitrogen digunakan sebagai ukuran untuk mutu protein dimana metode biologi lebih akurat dibanding metode kimia. (1970).

Nilai Biologi (BV) Nitrogen yang digunakan BV = Nitrogen yang diserap Dimana : R = A = Dan : A = R = = = = = = Nitrogen yang digunakan Nitrogen yang diserap I – (F . Penggunaan Protein Bersih Nitrogen yang digunakan NPU = Nitrogen yang diambil dimana : NPU ditentukan dengan rumus sebagai berikut : Penambahan nitrogen pada pakan ikan NPU = Nitrogen yang diambil dari pengujian protein + pengurangan nitrogen pada pakan ikan x 100 180 .Fo) A – (U – Uo) Nitrogen yang diambil Nitrogen dalam feses Metabolisme nitrogen dalam feses Nitrogen yang keluar bersama urine Endogeneus nitrogen I – (F–Fo) – (U – Uo) x 100 A I – (F – Fo) x 100 Dimana : I F Fo U Uo R BV = Tidak cukup data dalam nilai biologi yang diperoleh untuk pengaturan pakan ikan dan sulit dalam penentuan metabolisme feses dan endogeneus nitrogen secara terpisah.

Respon yang akan memberikan keuntungan dan daya tahan paling tinggi biasanya diperoleh dari komposisi pakan ikan terbaik. Oleh karena itu pemberian protein pada pakan ikan harus pada batas tertentu agar dapat memberikan pertumbuhan yang optimal bagi ikan dan efisiensi pakan yang tinggi. penggantian jaringan-jaringan tubuh yang rusak dan penambahan protein tubuh dalam proses pertumbuhan. Kebutuhan protein dalam pakan secara langsung dipengaruhi oleh jumlah dan jenis-jenis asam amino essensial. Berdasarkan penelitian beberapa spesies ikan kebutuhan kandungan protein pada ikan budidaya berkisar dari 27% sampai 60%. kandungan protein yang dibutuhkan.Kebutuhan protein pada ikan Protein didalam tubuh sangat dibutuhkan untuk pemeliharaan. Protein dapat juga digunakan sebagai sumber energi jika kebutuhan energi dari lemak dan karbohidrat tidak mencukupi dan juga sebagai penyusun utama enzim. kandungan energi pakan dan faktor fisiologis ikan (Lovel. 181 . Protein yang terdapat dalam jaringan tubuh ikan dapat digunakan sebagai ukuran untuk menentukan kebutuhan protein. Jumlah kebutuhan protein maksimum merupakan tingkat kualitas protein yang tinggi dalam kandungan pakan yang diperlukan untuk pertumbuhan maksimum. unsur struktural didalam sel dan jaringan. Untuk menentukan kebutuhan protein suatu jenis ikan dapat dilakukan dengan melakukan percobaan pemberian pakan yang akan membantu dalam penggunaan uji kandungan protein dari sumber yang nilai biologinya tinggi.5. Protein yang dibutuhkan ikan bersumber dari berbagai macam bahan dimana kualitas protein bahan bergantung pada komposisi asam amino. hormon dan antibodi. Jumlah kandungan protein yang minimal dari suatu pakan untuk menghasilkan pertumbuhan maksimum sangat bergantung pada jenis ikan yang dibudidayakan. Selain itu protein sangat penting bagi kehidupan karena merupakan protoplasma aktif dalam semua sel hidup dan berperan sebagai instrumen molekuler yang mengekspresikan informasi genetik. 1989). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. Cara ini dilakukan dengan menganalisis kandungan nitrogen dalam jaringan dengan interval dua minggu sampai tidak ada penurunan nitrogen yang tertahan pada jaringan. pembentukan jaringan.

5. collagen Squid meal Fish meal. temperatur air. squid meal Casein Fish meal. karena pada ikan 182 . KARBOHIDRAT Karbohidrat merupakan salah satumakro nutrien dan menjadi sumber energi utama pada manusia dan hewan darat. Tingkat kebutuhan protein optimal (% berat kering pakan) pada beberapa jenis ikan budidaya (Millamena. kombinasi kasein dan agar-agar. casein Tuna. casein Fish meal Fish meal.Tabel 5. soybean. squid meal Kadar protein optimal 43 31 – 38 40 – 50 43 44 60 55 40 30 – 40 24 55 52 44 40 40 30 28 34 – 42 28 – 32 55 27 Jenis ikan Asian sea bass Common carp Grouper Japanese eel Kuruma shrimp Milk Fish Red sea bream Snake head Red snapper Tiger shrimp Nile Tilapia White shrimp Yellow tail Abalone Sumber protein tinggi untuk ikan dapat diperoleh pada beberapa bahan baku antara lain adalah telor utuh. meat meal. soybean meal Fish meal. Ikan yang berukuran lebih kecil mempunyai kebutuhan protein lebih tinggi dibanding ikan yang lebih tua pada jenis ikan yang sama itu. shrimp meal Fish meal. casein Soybean meal. 2002) Sumber protein Fish meal. gelatin Fish meal. Pada ikan. soybean. protein yang berkualitas seperti yang telah dikemukanan sebelumnya dengan mengetahui komposisi asam amino. casein Casein. shrimp meal Casein dan asam amino Squid meal Casein + egg albumin Fish meal. 5. ukuran ikan atau umur. soybean dan cassava meal Casein Fish meal Fish meal. kasein. mussel meal. Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan protein untuk pertumbuhan ikan yang maksimum antara lain adalah : jenis. rice bran Fish meal. tingkat pemanfaatn karbohidrat dalam pakan umumnya rendah pada khususnya hewan karnivora.3. muscle meal Fish meal.

agar-agar. Selain itu pakan yang mengandung karbohidrat terlalu sedikit akan menyebabkan terjadinya tingkat katabolisme protein dan lemak yang tinggi untuk mensuplai kebutuhan energi ikan dan menyediakan metabolisme lanjutan (intermedier) untuk sintesis senyawa biologi penting lainnya. Selain itu karbohidrat merupakan Protein sparing effect yang artinya karbohidrat dapat digunakan sebagai sumber energi pengganti bagi protein dimana dengan menggunakan karbohidrat dan lemak sebagai sumber bahan baku maka hal ini dapat mengurangi harga pakan. karet dan jaringan yang berhubungan dan mengandung unsur C. protein dan lemak. Klasifikasi Karbohidrat Karbohidrat diklasifikasikan kedalam tiga kelompok yaitu monosakarida. Ikan laut biasanya lebih menggunakan protein dan lemak sebagai sumber energi daripada karbohidrat. Karbohidrat adalah sumber energi yang murah dan dapat menggantikan protein yang mahal sebagai sumber energi. dimana ketiga nutrien tersebut merupakan sumber energi bagi ikan untuk tumbuh dan berkembang. Ikan karnivora lebih sedikit mengkonsumsi karbohidrat dibandingkan dengan omnivora dan herbivora. Karbohidrat biasanya terdapat pada tumbuhan termasuk pada gula sederhana. tetapi peranan karbohidrat dalam pakan ikan sangat penting bagi kehidupan dan pertumbuhan ikan. Karbohidrat merupakan senyawa organik yang tersusun dari atom karbon (C). Selain itu ikan yang hidup diperairan tropis dan air tawar biasanya lebih mampu memanfaatkan karbohidrat daripada ikan yang hidup diperairan dingin dan air laut. Selain itu dalam aplikasi pembuatan pakan karbohidrat seperti kanji. hidrogen (H) dan Oksigen (O) dalam suatu perbandingan tertentu. sehingga pemanfaatan protein untuk pertumbuhan berkurang.O dengan rasio antara hidrogen dan oksigen 2:1 yang hampir serupa dengan H2O dan kemudian dinamakan ”karbohidrat”.H. zat tepung. jalur pentosa fosfat. Karbohidrat berdasarkan analisa proksimat terdiri dari serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen. Enzim dan hormon ini penting untuk proses metabolisme karbohidrat dalam tubuh seperti glikolisis. 183 . dan getah dapat juga digunakan sebagai pengikat makanan (binder) untuk meningkatkan kestabilan pakan dalam air pada pakan ikan dan udang. Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan bahwa ikan yang diberi pakan dengan kandungan protein tinggi tanpa karbohidrat dapat menyebabkan penurunan laju pertumbuhan dan retensi protein tubuh. siklus asam trikarboksilat. Formula umum karbohidrat adalah Cn (H2O)2. alga. kanji. glukoneogenesis dan glikogenesis. Pemanfaatan karbohidrat sebagai sumber energi dalam tubuh dapat juga dipengaruhi oleh aktivitas enzim dan hormon. Oleh karena itu pada komposisi pakan ikan harus ada keseimbangan antara karbohidrat. selulosa.sumber energi utama adalah protein.

Maltosa. Fruktosa dan Mannosa Sukrosa. dua atau beberapa unit gula sederhana. selulosa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. Stachyosa. Ribosa. > 10 unit Starch/kanji. inulin dan pentosa adalah termasuk karbohidrat yang dapat dicerna sebagian. Arabinosa. Verbascosa Disakarida (dua unit glikosa) Oligosakarida (2-10 unit glikosa) dextrin. Hexosa. glycogen. Polisakarida (Glycan. galaktosa. lignin. pectin. sedangkan polisakarida (termasuk) oligosakarida akan membentuk lebih dari tiga molekul monosakarida. alginat. cellulosa. satu. Glukosa. Xylulosa. Umumnya monosakarida diperoleh dari hasil hidrolisis senyawa tanaman yang lebih kompleks. Tabel 5. Xylosa. Monosakarida tidak dapat dihidrolisa lagi menjadi bentuk yang lebih sederhana. 2002) Kelompok Karbohidrat Monosakarida (satu unit glikosa) contoh Pentosa. karageenan Monosakarida Monosakarida adalah bentuk karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi bentuk yang sederhana lagi. Monosakrida utama yang terdapat dalam bentuk bebas dalam makanan adalah glukosa dan fruktosa.6. gums and mucilages.disakarida. dan glikogen adalah karbohidrat yang dapat dicerna. dextrin. Disakarida dapat dihidrolisa menjadi dua molekul mono-sakarida. Gula. Disakarida dan polisakarida merupakan turunan (derivat) dari monosakarida. glikosa) chitin. Glucosa. dan polisakarida. Pembagian karbo-hidrat ini berdasarkan pada jumlah molekul pembentuknya. Klasifikasi Karbohidrat (Millamena. fruktosa dan mannosa merupakan bentukheksosa yang mempunyai makna fisiologis paling penting. serat kasar dan hemisellulosa adalah karbohidrat yang tidak dapat dicerna. Selain itu karbohidrat dapat juga diklasifikasikan berdasarkan pada tingkat kecernaan. agar. larut dalam air dan rasanya manis. mannosan. yaitu karbohidrat yang dapat dicerna. Laktosa Raffinosa. karbohidrat yang dapat dicerna sebagian dan karbohidrat yang tidak dapat dicerna.6. hemicellulosa. Glukosa merupakan zat gula dalam tubuh yang dibawa oleh darah dan 184 . Galaktogen. kanji.

laktosa dan maltosa. Fruktosa dapat diubah menjadi glukosa dalam hati. dan galactose mempunyai rumusan molekular yang sama tetapi susunan rumus mereka berbeda pengaturan di dalam suatu molekul. jagung manis dan madu dalam bentuk DGlukosa. Dengan hidrolisis mengakibatkan perpecahan molekul dan pembentukan hexoses. Arabino dihasilkan pada getah arabic dan dedak gandum. Hidrolisis lactose atau gula susu menghasilkan galactose dan glukosa. bentuk gula yang biasanya disebut juga dengan gula meja. dari rumus bangun ini memperlihatkan bahwa satu molekul air telah dipindahkan sebagai dua monosakarida yang telah dikombinasikan. D-Glukosa ini mempunyai peran penting dalam pakan dan metabolisme ikan serta merupakan gula darah pada semua hewan. Sukrosa. Fructose. Glukosa dapat disimpan didalam hati dan otot dalam bentuk glikogen. Hal ini dikarenakan glukosa merupakan sumber energi yang paling cepat diserap didalam sel dan masuk kedalam darah dan akan dikatabolisme dalam proses glikolisis. Hexosa mempunyai rumus umum C6H12O6. Rumus molekul disakrida adalah C12H22O11. Fruktosa adalah ketohexose alami penting dan karbohidrat paling manis. Monosakarida sering dikatakan sebagai bentuk dari suatu gula sederhana. Laktosa tidak terjadi secara bebas di alam. Hidrolisis adalah suatu reaksi kimia yang mana suatu unsur yang komplek dipecah menjadi unsur yang lebih kecil dengan penambahan suatu katalisator. Rumus empiris glukosa adalah C6H12O6. Ada tiga bentuk disakarida penting yaitu sukrosa. Kebanyakan monosakarida diperoleh dengan hidrolisis unsur yang lebih komplek. dan mempunyai komersial yang penting dalam bentuk aldopentosa silosa dan arabinosa.merupakan bentuk paling utama dalam jaringan. D-Glukosa ini telah dihasilkan secara komersial dengan hidrolisis pati jagung yang menghasilkan sirop jagung dan kristal dekstrosa. Rotan atau gula umbi manis (sukrosa) dihidrolisis. sedangkan galaktosa selain dapat diubah menjadi glukosa dalam hati juga dapat dimetabolisir. satu molekul dibentuk pada fruktosa dan satu molekul pada glukosa yang dibentuk. Pentosa mempunyai rumus yang umum C5 H10 O5. Dua rangkaian gula sederhana secara komersil penting pentosa atau lima gula atom karbon dan hexoses atau enam gula atom karbon. Ribosa dan Dioxyribosa merupakan struktur RNA dan DNA. Glukosa banyak terdapat dalam buah-buahan. Mannosa merupakan unsur pembentuk senyawa glikoprotein. terdiri dari satu molekul glukosa dan 185 . Glukosa. Silosa dibentuk dengan hidrolisis pada pentosa. Jumlah yang pantas pada xilosa dibentuk dalam pembuatan bubur pada makanan melalui hidrolisis pada hemiselulosa. Gula heksosa biasanya dalam bentuk : galactosa. dan glukosealdoses. Disakarida Disakarida merupakan bentuk karbohidrat yang kalau dihidrolisis akan menghasilkan dua molekul monosakarida.

Polisakarida Polisakarida merupakan bentuk karbohidrat yang kalau dihidrolisis akan menghasilkan lebih dari sepuluh molekul monosakarida.satu molekul fruktosa yang dinamakan dengan gula invert. Maltosa dibentuk dari hidrolisis zat tepung dengan enzim α-amilase. Dekstrin terdiri dari serangkaian senyawa dengan bobot molekul yang lebih rendah. Polisakarida biasanya dibentuk oleh kombinasi hexosa atau monosakarida lain dan biasanya merupakan senyawa dengan molekular tinggi dan kebanyakan tidak dapat larut dalam air dan dipertimbangkan yang paling utama bahan gizi tumbuhan asli. polisakarida mempunyai formulasi umum (C6H10O5)n. atau gula susu. Tiga bentuk polisakarida yang banyak terdapat dalam bahan baku pakan antara lain adalah pati. Hasil hidrolisis laktosa akan menghasilkan sebuah molekul glukosa dan sebuah molekul galaktosa. Sedangkan dekstrin merupakan hasil dari proses pemecahan hidrolisis pati menjadi maltosa. rhizomes. tersusun dari 8 – 10 glukosa. Pati/starch merupakan bentuk polisakarida yang banyak terdapat pada tumbuhan dan diperoleh di dalam akar umbi (kentang). Laktosa. dekstrin merupakan substrat kesukaan organisme acidophilik dalam saluran pencernaan dan bila pakan mengandung dekstrin maka sintesis vitamin B dalam usus akan meningkat. Jika dihidrolisis hemiselulosa menghasilkan glukosa dan sebuah pentosa. Bentuk ini merupakan sumber bahan makanan yang termurah dan merupakan sumber energi bagi manusia dan hewan. Glikogen dihasilkan dari mamalia dan hewan lain dari glukosa di dalam darah dan diperoleh didalam jaringan otot dan hati. Pada hewan dekstrin merupakan hasil pemisahan glukosa dari amilopektin yang meninggalkan residu percabangan yang disebut α-limit dekstrin. mereka dipecah ke dalam berbagai produk intermediate dan yang akhirnya ke dalam gula sederhana. Selulosa adalah unsur penting yang tidak dapat larut dan dapat didegradasi oleh enzim menjadi beberapa unit glukosa dan bisa dihidrolisis dengan asam kuat. Glikogen merupakan bentuk penyimpanan pada karbohidrat pada hewan dan merupakan zat tepung di dalam tumbuhan. Didalam pakan. Ketika hidrolisis dengan asam atau enzim. Maltosa akan dihidrolisis lebih lanjut oleh enzim α-gluc0sidase menjadi dua molekul glukosa. Selulosa adalah komponen struktur utama dalam tumbuhan pada dinding sel tumbuhan dan unsur yang paling berlimpah-limpah pada tumbuhan. Sumber utama sukrosa sebagian besar dari tebu dan gula bit. dan biji-bijian. dextrin dan glikogen. banyak diperoleh pada semua susu mamalia. Hemiselulosa merupakan polisakarida yang terdiri atas suatu campuran unit hexosa dan pentosa. biasanya silosa yang merupakan komponen utama pada 186 . Maltosa terjadi secara alami dalam benih zat tepung yang diproduksi tumbuhan.

Karbohidrat tersebut berasal dari tumbuhan (zat tepung. Chitin merupakan komponen struktur utama menyangkut eksoskeleton kaku pada hewan tak bertulang punggung seperti serangga. serat. Alginates. Tindakan itu disadap dengan air panas atau air dingin dan membentuk suatu ”gel” (agar-agar). Chitin mempunyai peran struktural dan suatu jumlah dari kekuatan mekanis yang dapat menghentikan ikatan hidrogen. Pemanfaatan Karbohidrat Pakan oleh Ikan Karbohidrat pakan umumnya berbentuk senyawa polisakarida. binatang berkulit keras dan juga terjadi dalam sel ganggang. Peptin ditemukan terutama antara dinding sel tumbuhan dan mungkin juga sebagai penyusun dinding sel itu sendiri. Aktivitas enzim amilase dalam menghidrolisa pati pada ikan omnivora seperti ikan tilapia dan ikan mas lebih tinggi daripada ikan karnivora seperti ikan rainbowtrout dan yellowtail. Pada segmen usus. sehingga nilai kecernaan karbohidrat pakan umumnya rendah.7 Karbohidrat yang berstruktur kompleks memiliki nilai kecernaan yang rendah daripada karbohidrat yang berstruktur sederhana. agar dan caragenan merupakan hasil ekstraksi dari rumput laut seperti Glacillaria sp dan Kappaphycus sp. Ikan tidak memiliki kelenjar air liur (salivary gland) sehingga proses pencernaan karbohidrat pada ikan dimulai dibagian lambung.H dan O yang terdiri atas N-acetil Dglukosamin. glukosa dan fruktosa. Ikan tidak memiliki enzim pencerna karbohidrat yang memadai di dalam saluran pencernaannya. Nilai kecernaan karbohidrat ini sangat dipengaruhi oleh sumber dan kadar karbohidrat dalam pakan serta jenis dan ukuran ikan. Kemudian maltosa dan dekstrin ini akan dihidrolisa oleh enzim laktase atau sukrose menghasilkan galaktosa.dinding sel tumbuhan. Peptinase tidak dapat dihidrolisis dengan enzim pectinase mamalian tetapi dicerna oleh aksi mikrobial. Pada dinding usus. sellulosa dan fruktosa) dan dari hewan (mangsa) berbentuk glikogen. Pencernaan karbohidrat secara intensif terjadi disegmen usus yaitu dengan adanya enzim amilase pankreatik. galaktosa dan fruktosa akan diubah menjadi glukosa. amilum (zat tepung) dan glikogen akan dihidrolisis oleh enzim amilase menjadi maltosa dan dekstrin. ragi dan jamur adalah polysoccoharida dengan atom zat hidrogen seperti halnya C. Lignin merupakan struktur kompleks yang terdiri dari karbon-karbon yang saling berikatan dengan eter yang mana bersifat resisten terhadap alkali dan asam. Nilai kecernaan beberapasumber karbohidrat oleh beberapa ikan budidaya dapat dilihat pada Tabel 5. Dalam bentuk glukosa itulah karbohidrat dapat diserap oleh dinding sel (enterosit) lalu masuk kedalam pembuluh darah. Tidak seperti selulosa. Perbedaan sumber pati 187 . disakarida dan monosakarida. Lignin ditemukan dalam tongkol jagung dan porsi akar yang berserat. hemiselulosa lebih sedikit bersifat resisten terhadap degradasi kimia dan dapat dihidrolisis dengan cairan asam .

Dimana semakin tinggi rasio amilosa/ amilopektin maka kecernaan karbohidrat semakin tinggi.8 60.1 83.0 Channel catfish tidak Tepung jagung dikukus Mas Tepung ubi tidak kukus Tepung ubi dikukus Karbohidrat berserat dalam wujud bahan kimia sangat sukar dicerna oleh beberapa jenis ikan dan tidak membuat suatu kontribusi yang baik kepada kebutuhan gizi ikan. Ketersediaan berbagai formulasi karbohidrat pada komposisi nilai yang gizi belum jelas. Hal ini dikarenakan pengukusan dapat menyebabkan sel-sel pati menjadi lunak dan pecah sehingga lebih mudah dicerna.1 90.1 78. Nilai kecernaan karbohidrat berdasarkan kadar dan sumbernya oleh beberapa ikan budidaya (Wilson.3 66.7.0 48. 1994).5 55. Tingkatan kebutuhan serat kasar dalam tubuh ikan diperlukan secara khas dan terbatas kurang dari 7%.5 40. Beberapa perlakuan yang biasa dilakukan pada saat membuat pakan ikan adalah dengan melakukan pengukusan pati dimana dengan melakukan pengukusan maka akan dapat meningkatkan nilai kecernaan dari karbohidrat tersebut.2 45.5 25 50 ? ? Nilai kecernaan (%) 77.2 20 – 60 20 – 60 20 – 60 12. Jenis ikan Rainbow Trout Sumber Dekstrin Tepung ubi kukus Tepung dikukus Glukosa Sukrosa Laktosa Tepung jagung dikukus Kadar Karbohidrat pakan (%) 20 60 20 60 11.0 85.juga dapat menyebabkan perbedaan nilai kecernaan karbohidrat dan bergantung juga pada rasio amilosa/amilopektin.5 25 50 12.9 55.5 69. karbohidrat yang dapat dicerna (karbohidrat 188 . Tabel 5.2 99 – 100 99 – 100 94 – 97 72.2 26.

Secara umum kandungan karbohidrat pakan yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh ikan karnivora berkisar antara 10 – 20%. sedangkan yang diberi pakan dengan kandungan protein rendah dan karbohidrat tinggi didapatkan laju glukoneogenesis yang rendah (Cowey et al. Kebutuhan karbohidrat untuk setiap jenis dan ukuran ikan juga dipengaruhi oleh kandungan lemak dan protein pakan. Terjadinya Protein Sparring Effect oleh karbohidrat dapat menurunkan biaya produksi pakan dan mengurangi pengeluaran limbah nitrogen ke lingkungan. Pakan yang mengandung karbohidrat dan lemak yang tepat dapat mengurangi penggunaan protein sebagai sumber energi yang dikenal dengan Protein Sparring Effect. 1977). Kebutuhan karbohidrat pakan bagi pertumbuhan ikan budidaya bervariasi menurut spesies. 189 . Penyebab rendahnya kemampuan ikan dalam memanfaatkan karbohidrat pakan tersebut antara lain disebabkan oleh nilai kecernaan sumber karbohidrat. Kebutuhan optimum Karbohidrat Pakan Pertumbuhan ikan budidaya secara maksimal dapat tercapai jika kondisi lingkungan pemeliharaan dan makanan terjamin secara optimum. ikan omnivora dapat memanfaatkan karbohidrat pakan secara optimal pada tingkat 30 – 40% dalam pakannya. Pada ikan mas dan ikan air tawar lainnya dapat memanfaatkan karbohidrat lebih efektif dibandingkan dengan ikan air laut. namun dari hasil beberapa penelitian hewan air seperti ikan masih sangat membutuhkan karbohidrat dalam komposisi pakannya. Udang windu menggunakan zat tepung lebih baik dengan glukosa dan dextrin. Beberapa penelitian telah menunjukkan pertumbuhan ikan dan tingkat efisiensi pakan yang rendah bila kandungan karbohidrat dalam pakannya tinggi.). sumber karbohidrat dan kondisi lingkungannya (Tabel 5. Pada ikan rainbowtrout yang diberi pakan dengan kandungan protein tinggi. Fungsi utama karbohidrat sebagi sumber energi di dalam pakan harus berada dalam kondisi yang seimbang antara ketiga makro nutrien (protein. Pada tabel tersebut jelas terlihat bahwa ikan karnivora umumnya mempunyai kemampuan yang lebih rendah dalam memanfaatkan karbohidrat pakan dibandingkan dengan ikan omnivora atau herbivora. aktivitas enzim karboksilase ikan. kemampuan penyerapan glukosa serta kemampuan sel memanfaatkan glukosa dalam darah.8. terjadi laju glukoneogenesis yang tinggi. Ikan sebagai organisme air kurang mampu memanfaatkan karbohidrat sebagai sumber energi utama dalam pakannya dibandingkan dengan hewan darat dan manusia.dengan bobot molekul kecil dan panjang rantai lebih pendek seperti glukosa). lemak dan karbohidrat). Ikan air laut lebih efektif menggunakan glukosa dan dekstrin sebagai sumber zat tepungnya. Pakan yang mengandung karbohidrat terlalu tinggi dapt menyebabkan menurunnya pertumbuhan ikan budidaya.

minyak. Klasifikasi Lipid Berdasarkan struktur molekulnya lipid dapat diklasifikasikan kedalam tiga kelompok yaitu : 190 .Shimeno et al (1996) Wilson (1994). lipid telah ditunjukan untuk memberikan beberapa protein untuk pertumbuhan.8 Kebutuhan optimum karbohidrat dalam pakan untuk pertumbuhan beberapa ikan budidaya. malam dan senyawa-senyawa lain yang ada hubungannya.Shimeno et al (1996) 5. Lipid berbeda dengan lemak. molekulnya lebih berat dan rantai molekulnya lebih panjang. sebagai pelindung dinding sel dan juga sebagai komponen pelindung kulit vertebrata. Lipid juga sumber penting sterol. phospolipid. lemak cenderung lebih tinggi titik cairnya. eter dan benzena. Oleh karena itu lipid merupakan salah satu sumber asam lemak essensial yang tidak bisa di sentesa oleh ikan.4. Sebagai sumber energi.Tabel 5. Asam lemak dari lipid mungkin juga bertindak sebagai pendahuluan pada steroid hormon dan prostaglandin. Fungsi lain dari lipid antara lain adalah sebagai komponen utama struktur sel. Perbedaan antara lemak dan minyak adalah pada titik cairnya. Karbo hidrat pakan (%) 10 20 10 20 9 30 40 40 Sumber karbohidrat Dekstrin Dekstrin Dekstrin Tepung terigu Tepung terigu Dekstrin Dekstrin Dekstrin Jenis ikan References Ekor kuning Seabream merah Rainbow trout Kakap putih Kerapu Channel catfish Mas Tilapia Shimeno et al (1996) De Silva dan anderson (1995) De Silva dan anderson (1995) Catacuta dan Coloso (1997) Shiau dan Lan (1996) Wilson (1994) Wilson(1994). penyimpan bahan bakar metabolik. dan vitamin lemak yang dapat larut. untuk mengangkut bahan bakar. Lipid merupakan komponen penting dalam pakan ikan karena lipid dapat dijadikan sebagai sumber energi bagi ikan selain protein dan karbohidrat. LIPID Lipid adalah senyawa organik yang tidak dapat larut dalam air tetapi dapat diekstraksi dengan pelarut nonpolar seperti kloroform. Senyawa organik ini terdapat didalam sel dan berfungsi sebagai sumber energi metabolisme dan sebagai sumber asam lemak esensial yang mempunyai fungsi specifik dalam tubuh seperti untuk struktur sel dan pemeliharaan integritas membran-membran yang hidup. Lipid terdiri dari lemak.

sfingosin dan karbohidrat. aldehid lemak. Lipid kompleks dibagi menjadi tiga golongan yaitu : . . Senyawa campuran tersebut biasa asam phosphatidic. Lipid sederhana ini dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu : .ikolipid (Glikosfingolipid) : kelompok lipid yang mengandung asam lemak. dan phosphatidyl inositol. Triglyceride merupakan bentuk utama pada binatang yang menyimpan energi.Lilin/malam/waks : senyawa ester asam lemak dengan alkohol monohidrat yang berbobot molekul tinggi Lipid kompleks. Seperti triglycerides. seperti gugus alkohol berupa gliserol dalam gliserofosfolipid dan gugus alkohol yang berupa sfingosin dalam sfingofosfolipid.Fosfolipid : kelompok lipid yang selain asam lemak dan alkohol.• Lipid sederhana. Dengan begitu ketika suatu triglyceride dihidrolisis. hidrogen dan oksigen. kolesterol dan ester kolesterol dinamakan lemak netral (Meyes. Lemak dalam keadaan cair disebut minyak. 1999). • Phospholipids adalah ester pada asam lemak dan asam phosphor (H3PO4) dan basa nitrogen.Bentuk lipid komplek lainnya: Sulfolipid dan aminolipid dan lipoprotein Prekursor dan derivat lipid : asam lemak. Jika dihidrolisis. phosphatidyl ethanolamine (cephalin). juga mengandung residu asam fosfat. Mereka adalah komponen utama membran biologi. badan keton dan berbagai hormon. . Triglycerides tidak menjadi komponen pada bio membran tetapi mereka terakumulasi pada adipose atau jaringan lemak. Klasifikasi Lipid menurut Millamena et al (2002) dapat dikelompokkan menjadi : • Triglycerides atau lemak yang dibentuk oleh reaksi glicerol dengan molekul asam lemak sehingga disebut glycerides. waxes merupakan sumber nergi yang disimpan 191 • • . kelompok ini disebut juga dengan nama homolopida yaitu suatu bentuk ester yang mengandung karbon. Karena tidak bermuatan asilgliserol (gliserida). Lemak ini sering mempunyai basa yang mengandung nitrogen dan substituen lain. Lipid yang termasuk kedalam kelompok ini hanya menghasilkan asam lemak dan alkohol. 3 molekul asam lemak dan 1 molekul glicerol dibentuk. senyawa alkohol disamping gliserol serta sterol. . gliserol. steroid. phosphatidyl serine. kelompok ini berupa ester asam lemak dengan alkohol yang mengandung gugus lain. Beberapa Phospholipids yang penting adalah phosphatidyl choline (lecithin). • Waxes adalah ester pada rantai panjang asam lemak dengan berat molekul tinggi alkohol monohydric.Lemak : senyawa ester lemak dengan gliserol.

Lipid ini merupakan lipid komponen otak dan jaringan syarat pertumbuhan pada binatang. Waxes padat pada temperature lingkungan. adenosine triphosphate (ATP). transportasi lipid dan prekursor dari hormon steroid. Asam lemak ini ada juga yang menyebutkan sebagai lipid dengan makna fisiologis. sebuah asam lemak di 192 Fungsi umum dari lipid Fungsi yang umum adalah: • Sumber energi berkenaan dengan metabolisme. dan asam decosahexaenoic (DHA) adalah asam lemak esensial yang sangat penting di dalam pakan ikan dan krustasea. EFA tidak bisa disintesis oleh organisme air dan akan disintesis jika jumlahnya tidak cukup untuk pertumbuhan dan harus disediakan pada pakan ikan. Sumber dari asam lemak esensial (EFA) yang penting untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Kolesterol secara fisiologi adalah sterol penting dan tersebar luas dalam membran biologi. misalnya : asam arachidonik (ARA). Streroid mempunyai beberapa struktur umum yang terdiri dari sistem fused-ring. Di dalam tatanama asam lemak. Beberapa ester pada rantai alcohol yang panjang.dalam tumbuhan dan bintang dan bertindak melindungi mantel. R2-CH2 –O -CH2 –R1 • Steroids adalah rantai panjang alkohol yang biasa pada polycylic. • • • kali lebih dari energi protein dan karbohidrat. asam eicosapentaenoie (EPA). Komponen sellular yang penting dan selaput subsellular. R2-COOH O Contoh : R2 –CO -CH2 –R1 Beberapa ester. Sumber steroid yang melaksanakan fungsi penting seperti pemeliharaan sistem selaput. R1CH2OH dan rantai panjang asam lemak. Berdasarkan kandungan unsurnya asam lemak mempunyai rumusan yang umum yaitu CH3 (CH2)n COOH . dimana: n variasi dari 0 sampai ke 24 dan pada umumnya suatu bilangan genap. Kandungan energi lipid berisi kira-kira dua . • Asam lemak Salah satu unsur penting dari lipid adalah asam lemak. tetapi zat asam yang mengandung gemuk ester membutuhkan rantai amino alcohol sphingosine. Sphingomyelins tidak berisi glycerol. misalnya: phospholipid dan asam lemak polyunsurated (PUFA). Asam lemak diberi suatu nama umum disamping formulasi bahan kimianya dan singkatan stenografi. Merupakan tanda pada jenis kelamin atau hormon lain pada ikan dan udang dan secara biologi sangat penting dalam proses reproduktif. terutama dalam binatang.

11. 5. nervonat/ ω9 (24 : 1. 8. miristat (14).14.10. Berdasarkan Millemena (2002) pengelompokan asam lemak dapat dibagi menjadi empat berdasarkan kejenuhannya yaitu Saturated. yaitu linoleat/ ω6 (18 : 2. butirat (4). antara lain adalah palmitat/ ω7 (16 : 1. kaprat/dekanoat (10).19) Enam ikatan rangkap disebut dengan asam Heksanoat antara lain adalah Servoat/ ω3 (22 : 6. 5. rumus bangun asam lemak tersebut terdiri dari Carbon sebanyak 20 buah. arakidat (20). asetat (2). Unsaturated. antara lain adalah Timnodonat/ ω3 (20 : 5 .12 ) Tiga ikatan rangkap disebut dengan asam trienoat antara lain adalah g.Linolenat/ ω3 (18 : 3.16.5. laurat (12). Sebagai contoh tujuan kuatitatif untuk palmitoleic atau asam hexadecenoic adalah 16:l n-7 yang ini berarti bahwa asam palmitoleic mempunyai 16 karbon dan berisi pada ikatan rangkap terdapat pada posisi karbon ketujuh karbon. Sedangkan asam lemak tidak jenuh adalah asam lemak yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap. Pada asam lemak tidak jenuh dapat dikelompokkan kedalam enam kelompok berdasarkan jumlah ikatan rangkapnya yaitu : • Satu ikatan rangkap disebut dengan monoeat. 4. oleat/ ω9 (18 : 1. Asam lemak jenuh terdiri dari unsur Carbon dari 1 – 24 yaitu format (1).13. n-6. Asam lemak jenuh adalah asam lemak yang tidak mengandung ikatan rangkap. urutan kedua adalah banyaknya ikatan rangkap pada unsur asam lemak.11. propionat (3).9) .8. antara lain adalah arakidonat/ ω6 (20 : 4.16. palmitat (16). A adalah banyaknya atom carbon dan banyaknya ikatan ganda.13) • • • • • Dua ikatan rangkap disebut asam dienoat. A:B n-9.12.7. urutan pertama menyatakan banyaknya jumlah atom Carbon.Linolenat/ ω6 (18 : 3. kaproat (6). 6. elaidat/ ω9 (18 : 1. misalnya asam lemak Arakidonat/ ω6 (20 : 4.9). Angka yang terdapat didalam kurung merupakan jumlah atom Carbon yang terdapat pada unsur asal lemak. 7. valerat (5).indentifikasi dengan formula: A:B n3. stearat (18). jumlah ikatan rangkapnya adalah 4 buah. letak ikatan rangkap tersebut terdapat pada Carbon ke 5. 11 dan 14. n-9 adalah posisi ikatan ganda dari metil berakhir pada asam lemak.15) Empat ikatan rangkap disebut asam tetranoat.19) Dari pengklasifikasian asam lemak tersebut diatas dapat dilihat dari penulisan angka-angka dibelakang koma. behenat (22).14).11. sedangkan pada urutan terakhir adalah letak/lokasi ikatan rangkap terdapat pada rantai Carbon keberapa. lignoserat (24).9.8. Polyunsaturated dan 193 .10.9. n-3.8.9).12) dan a.9. kadang-kadang ditulis dengan huruf ω (omega) dimana.17) dan Klupanodonat/ ω3 (22 : 5.9). A:B n-6. erusat/ ω9 (22 : 1.13. kaprilat/oktanoat (8).14) Lima ikatan rangkap disebut asam pentanoat. Berdasarkan jumlah ikatan rangkap pada asam lemak maka asam lemak dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh.

10. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5.9 Tabel 5.Higly Unsaturated.9 Nama umum asam lemak Nama umum Saturated Fomat Asetat Propionat Butirat Valerat Caproat Caprilat Caprat Laurat Miristat Palmitat Stearat Arachidat Behenat Lignoserat Unsaturated Asam Palmitoleat Asam oleat Polyunsaturated Asam Linoleat Asam Linolenat Highly Unsaturated Asam arakidonat Asam eikosapentanoat Asam dokosaheksanoat dan Tabel 5. Nama kimia Notasi singkat Asam butanoat Asam pentanoat Asam keksanoat Asam oktanoat Asam dekanoat Asam dodekanoat Asam tetradekanoat Asam heksadekanoat Asam oktadekanoat 1:0 2:0 3:0 4:0 5:0 6:0 8:0 10:0 12:0 14:0 16:0 18:0 20:0 22:0 24:0 16 :1 n-7 18 : 1 n-9 18 : 2 n-6 18 : 3 n-3 20 : 4 n-6 20 : 5 n-3 22 : 6 n-3 Asam heksadesenoat Asam oktadesenoat Asam oktadekadienoat Asam oktadekatrinoat Asam eikosatetraenoat 194 .

Asam lemak essesial (Essensial Fatty Acid/EFA) yang sangat diperlukan ikan terdiri dari asam lemak linoleat.11. Sedangkan asam lemak essensial yaitu asam lemak yang dapat disintesa oleh tubuh.10.Tabel 5. 2002) Klas n-9 n-6 Keluarga Oleat Linoleat Notasi singkat 18 : 1 n-9 20 : 1 n-9 18 : 2 n-6 18 : 3 n-6 20 : 3 n-6 20 : 4 n-6 22 : 4 n-6 18 : 3 n-3 20 : 5 n-3 22 : 5 n-3 Rumus bangun CH3-(CH2)7-CH=CH-(CH2)7-COOH CH3-(CH2)4-CH=CH-CH2-CH=CH-(CH2)7COOH n-3 Linolenat CH3-CH2-CH=CH-CH2-CH=CH-CH2CH=CH-(CH2)7-COOH Kebutuhan asam lemak pada ikan Asam lemak yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan budidaya adalah asam lemak essensial yaitu asam lemak yang sangat diperlukan untuk menunjang pertumbuhan namun tubuh (hati) kurang mampu mensisntesisinya oleh karena itu harus disuplai dari pakan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. Kelompok Asam lemak Unsaturated/tidak jenuh (Millemena. asam lemak linolenat. Komposisi asam lemak di dalam ikan adalah cenderung dipengaruhi oleh faktor seperti kadar garam. asam lemak Eicosapentanoat (EPA) dan asam lemak Dokosaheksanoat (DHA). 195 . Selain itu kebutuhan asam lemak essensial untuk setiap jenis ikan berbeda antar spesies terutama antara ikan air tawar dan air laut. suhu dan makanan.

5 Carp Sidat Chum Salmon Coho Salmom Ikan ayu Tilapia zilli Tilapia nilotica Seabream merah Turbot Yellow tail Yamame Coregonus Komposisi lemak tubuh sangat dipengaruhi oleh pakan ikan yang mengandung lemak. Kebutuhan asam lemak essensial pada ikan (Watanabe. Komposisi asam lemak dari berbagai bahan baku pakan ikan dapat dilihat pada Tabel.Tabel 5.5 0. Jika dibandingkan dengan minyak nabati lain atau lemak minyak ikan mengandung berbagai macam asam lemak unsaturated pada rantai karbon panjang (20 atau 22 panjangnya rantai karbon). keduanya telah ditemukan dan bisa digunakan dalam makanan ikan.8 2 1 0. sedangkan. 196 . kebanyakan dari sumber hewani memliki asam lemak dari kelompok n-3 . Tetapi dalam lemak pakan harus diperhatikan apakah terdapat komposisi asam lemak essensialnya.11.8 20 % dari lipid 10% dari lipid 1 0.5 0.. Rantai panjang n-3 asam lemak biasanya menyusun 1/4 . rantai panjang asam lemak di dalam kebanyakan minyak nabati jarang melebihi 5% dan sering kurang dari 1%.5 1 – 2.1/3 semua asam lemak di dalam minyak ikan. 1988) Jenis ikan Rainbow Trout Jenis asam lemak 18 : 3 ω3 18 : 3 ω3 18 : 3 ω3 ω3 HUFA 18 : 2 ω6 dan 18 : 3 ω3 18 : 2 ω6 dan 18 : 3 ω3 18 : 2 ω6 dan 18 : 3 ω3 ω3 HUFA Tri18 : 3 ω3 18 : 3 ω3 atau 20 : 5 ω3 18 : 2 ω6 atau 20 : 4 ω6 18 : 3 ω6 ω3 HUFA atau 20 : 5 ω3 ω3 HUFA ω3 HUFA 18 : 3 ω3 18 : 3 ω3 Kebutuhan (%) 1 0. Kebutuhan lipid berkenaan dengan aturan makan ikan dapat diperoleh dari profil asam lemak. Sumber lemak bagi ikan dapat berasal dari berbagai bahan pakan yaitu minyak hewani atau minyak nabati.5 1 0.5 1 1 0. walaupun penambahan lemak pada pakan sebaiknya tidak lebih 18%.

2002) 18 : 2 n6 18 : 3 n3 20 : 5 n3 22 : 6 n3 Sumber lipid Sumber Tanaman Minyak jagung Minyak kelapa Minyak bijikapas Minyak bijilin Minyak palm Minyak palm kernel Minyak Rapeseed Minyai kacang Minyak kedele Minyak bungamatahari Sumber hewan laut Minyak capelin Minyak hati cod Minyak hati cuttlefish Minyak herring Minyak hati pollack Minyak salmon Minyak Sardin Minyak shortnect Minyak Skipjack Minyak hati cumi 58 2 53 17 10 2 15 30 50 70 5 5 1 1 2 3 3 1 5 3 1 0 1 56 1 0 8 0 10 1 0 1 2 1 0 0 1 1 3 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 16 12 8 12 10 13 19 7 12 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 14 18 5 7 10 10 14 12 10 Ikan memerlukan asam lemak dari kelompok n-3 dan n-6 dalam komposisii pakannya.12. Kekurangan asam lemak essensial pada komposisi pakan ikan dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan dan kondisi kekurangan asam lemak essensial dalam waktu yang brekepanjangan akan menyebabkan kematian ikan budidaya. asam eocosapentaenoat ( EPA. salah satu 197 . asam linoleat ( 18:2n-6). Komposisi asam lemak essensial pada berbagai sumber lipid (g/100g asam lemak) (Millamena. Asam lemak essensial ( EFA) kebutuhan sangat berbeda antara satu jenis ikan dengan jenis ikan yang lainnya seperti telah dijelaskan pada Tabel diatas. Jenis asam lemak yang sangat diperlukan bagi ikan budidaya adalah asam linolenat ( 18:3n-3). Pada ikan karper (Cyprinus carpio). Pada jenis ikan rainbow trout (Oncorhynchus mykiss) memerlukan sekitar 1% 18:3n-3 dalam pakannya Kombinasi 18:3n-3 dan 18:2n-6 dalam berbagai proporsi tidak meningkatkan laju pertumbuhan atau konversi pakan ikan laut. 20:5n-3) dan asam docosahexaenoat ( DHA.Tabel 5. 22: 6n-3).

hal ini dikarenakan EFA berperan penting pada fisiologi reproduksi sebagai tokoferol pada ikan. spesies yang berbeda membutuhkan EFA yang berbeda dan perbedaan lebih jelas pada ikan air panas dari pada ikan air dingin. Selain itu berdasarkan hasil penelitian dari Watanabe (1988) kekurangan EFA akan sangat berpengaruh terhadap spawning/pemijahan rainbowtrout dan seabream merah. Selain itu komposisi asam lemak dapat memberikan pertambahan berat badan yang terbaik dan konversi pakan yang baik dengan komposisi asam lemak campuran dari1% 18:2n-6 dan 1% 18:3n-3 pada ikan belut (Anguilla japonica). Pada ikan budidaya air panas yang lain. Pada ikan bandeng yang di budidayakan pada air laut dibutuhkan n-3 HUFA dan pertumbuhan yang terbaik didapatkan dengan menggunakan antara linolenic (18:3n-3) atau n-3 HUFA sebagai sumber lipid. Penelitian tentang asam lemak esensial dibutuhkan untuk ikan air panas dan spesies ikan di filiphina menunjukkan bahwa beberapa spesies membutuhkan asam lemak antara n-3 dan n-6 sementara lainnya hanya n-3. sebagian besar ikan air laut air diperairan dingin membutuhkan asam lemak n-3 (Millamena. dan ikan buntut kuning (Seriola quinquerodiata).0. maka telur yang dihasilkan memiliki 198 . Kemudian. Selain itu pada rainbowtrout dewasa yang memakan lemak kekurangan EFA pada usia tiga bulan sebelum telur matang.5% dalam komposisi pakannya atau pada perbandingan n-3/n-6 dengan rasio 1.5%.jenis ikan budidaya air tawar yang paling lama dibudidayakan di dunia memerlukan jenis asam lemak dari kelompok kedua-duanya yaitu: 18:2n-6 dan 18: 3n-3. membutuhkan antara 18:2n-6 dan 18:3n-3. Ikan laut kakap pada stadia juvenil membutuhkan antara n-3 dan n-6 PUFA dengan kadar 0.6% dari komposisi pakan PUFAnya dapat meningkatkan pertumbuhan sedangkan komposisi 18:2n-6 lebih besar daripada 5% memiliki efek negatif pada pertumbuhan. Lemak pakan yang kekurangan asam lemak essensial akan memberikan dampak negatif bagi ikan budidaya. Kebutuhan asam lemak polyunsaturated rantai yang panjang harus diberikan untuk menambah atom karbon atau melepas hidrogen dari pakan. Hal ini dikarenakan lemak pakan yang tidak mengandung EFA akan mengakibatkan penurunan kandungan lemak pada hepatopankreas ikan carp. tetapi pada level 0.5% . Akumulasi lemak pada hati hewan yang kekurangan EFA dapat mengganggu biosintesis lipoprotein. Asam lemak n-3 (n3 HUFA) adalah asam lemak esensial dari beberapa ikan air laut seperti red sea bream (Chrysophyrs majo). Pada ikan Herbivora didaerah tropis seperti Nila tilapia (Tilapia nilotica) membutuhkan asam lemak n-6 ataupun lebih dari n-3.. kebutuhan asam lemak dalam komposisi pakan berkisar antara 18:2n-6 atau 20:4n-6 sebanyak 0. sekitar 2. 2002). Pada juvenil udang windu (Penaeus monodon). Ikan Grouper membutuhkan n-3 HUFA sekitar 1%.

5 µm. Ketika energi diperlukan dalam jumlah besar.daya tetas yang rendah. gabungan triglyserida dilakukan penyimpanan pada suhu yang lama dalam bentuk energi dalam lemak atau jaringan adipose hewan. Berdasarkan studi secara in vitro pada ikan layang. Rantai panjang asam lemak. yaitu komplek koloid yang besarnya 0. Monogliserida dan asam lemak yang tidak larut diemulsi dan dilarutkan membentuk komplek koloid yaitu misel yang masuk kedalam sel epitel. Monogliserida disintesis disel berepitel membentuk triglyserida. Triglyserida dan sedikit fosfolipid dan kolesterol bebas akan berkombinasi membentuk Chylomicron.5.5 – 1. Vitamin termasuk kedalam komponen pelengkap yang mana kehadirannya dalam makanan sangat diperlukan untuk menormalkan pertumbuhan dan perawatan kesehatan dan ketidakcukupan dalam bahan makanan dapat mengakibatkan pengembangan kondisi specifik pathologic. Akhir hidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak. Vitamin merupakan senyawa organik dengan berat molekul rendah (berat molekulnya biasanya kurang dari 1000) dengan komposisi dan fungsi yang beragam yang sangat penting bagi kehidupan tetapi tidak dapat disintesis oleh tubuh. ikan cod dan rainbow trout enzim lipase akan menghidrolisis triaslglyserol menjadi 2-monoasilglyserol dan asam lemak bebas. Dengan memberikan EFA sebanyak 1% yaitu asam lemak linoleat ternyata kondisi penetasan telur dapat ditingkatkan. Biosintesis Asam lemak Lemak yang dikonsumsi oleh ikan akan dicerna didalam lambung akan dihidrolisis menjadi monogliserida dan asam lemak bebas dengan bantuan enzim lipase dan ditambah dengan proses saponifikasi dan emulsi oleh asam empedu dan lecithin dalam empedu. Dampak negatif lainnya jika kekurangan EFA pada telur ikan yang telah dibuahi maka akan terjadi perubahan bentuk/deformasi tubuh dan larva menjadi abnormal. Dengan adanya perubahan bentuk tubuh. seperti diketahui bahwa asam lemak merupakan produk yang tidak larut dalam air maka asam lemak yang lebih rendah dan kolin akan diserap langsung didalam mukosa usus halus. Hidrolisis 2-monoasilglyserol selanjutnya akan membentuk glyserol dan asam lemak bebas. VITAMIN Vitamin berasal dari kata vitamine yang berarti zat hidup (vital) yang mengandung N (amine) atau disebut juga biokatalis. kecacatan larva maka pertumbuhan ikan tersebut akan terlambat. Setelah dicerna selanjutnya akan dilakukan penyerapan. Istilah vitamin dengan kata lain adalah dietary essensial 199 . 5. asam lemak dipecahkan untuk menghasilkan energi. Chylomicron ini diserap kedalam sistem lipatik dan selanjutnya lewat melalui kantong torakic menjadi sistem yang sistemik dan dengan cepat diangkut oleh hati dan jaringan untuk katabolisme dan cadangan energi.

Berbeda halnya dengan vitamin B12 yang dapat disimpan dalam hati selama beberapa tahun. kolin dan vitamin C (asam askorbat). Sekali diserap dalam tubuh. akibatnya vitamin ini dapat ditimbun dalam tubuh bila dikonsumsi berlebihan/dalam jumlah banyak. vitamin B3 (Niasin). Didalam tubuh. keluar dari bahan. fungsi utama vitamin A dilaksanakan oleh retinol dan 200 . darah dan limpa. vitamin memerlukan protein pengangkut untuk memindahkan-nya dari satu tempat ke tampat yang lain. Vitamin yang larut dalam lemak ini dapat diserap dengan efisien kalau terdapat penyerapan lemak yang normal. vitamin B6 (piridoksin).kacang kedelai dan sebagainya. laju pertumbuhan. vitamin-vitamin tersebut disimpan dalam hati atau jaringanjaringan lemak seperti halnya lemak. kondisi fisiologis ikan serta lingkungan perairan dimana ikan itu hidup. Vitamin A Vitamin A atau retinol merupakan senyawa poliisoprenoid yang mengandung cincin sikloheksanil. molekul vitamin tersebut diangkut di dalam darah dalam bentuk lipoprotein atau terikat dengan protein pengikat yang spesifik. Kebutuhan ikan akan vitamin sangat ditentukan oleh faktor dalam maupun faktor luar antara lain adalah jenis dan ukuran ikan. Karena sifatnya yang larut dalam air. vitamin D (kolekalsiferol/ergokalsiferol). vitamin ini mudah rusak dalam pengolahan dan mudah hilang karena tercuci atau terlarut oleh air. Semua vitamin yang larut dalam air. minyak ikan dan biji-bijian sebagai sumber minyak seperti kacang tanah. Klasifikasi Vitamin Vitamin dapat dikelompokkan menjadi dua golongan menurut Tacon (1991) yaitu pertama vitamin yang larut dalam lemak terdiri dari vitamin A (retinol) . Karena sifatnya yang tidak larut dalam air maka vitamin dalam kelompok ini tidak dapat dikeluarkan atau diekskresikan.yaitu harus diberikan dari luar tubuh karena tubuh tidak dapat mensintesis sendiri. kecuali vitamin C berfungsi sebagi koenzim atau kofaktor dalam reaksi enzimatik. kedua adalah vitamin yang larut dalam air terdiri dari vitamin B1 (Tiamin). vitamin E (alfa tokoferol) dan vitamin K (menadion). Jumlah vitamin yang dibutuhkan oleh ikan sangat sedikit dibandingkan dengan zat nutrisi lainnya tetapi kekurangan vitamin dalam komposisi pakan dapat menyebabkan gejala tidak normal pada ikan sehingga akan mengganggu proses pertumbuhannya. komposisi pakan. Selain itu sifat vitamin ini tidak stabil selama penyimpanan. biotin. inocitol. Vitamin-vitamin yang larut dalam air bergerak bebas dalam badan. Vitamin yang larut dalam lemak banyak terdapat dalam daging ikan. vitamin B2 (Riboflavin). vitamin B5 (asam pantotenat). Oleh karena itu harus tersedia dalam pakan secara terus menerus. Begitu diserap. vitamin B12 (kobalamin). asam folat.

Menurut Winarno (1997). Pada saat rodopsin memperoleh rangsangan sinar. yang akan menyusun membran sel batang. Komponen aktif yang berperan dalam proses penglihatan adalah senyawa retinol teroksidasi yaitu retinal atau vitamin A aldehid yang akan mengikat protein yang dikenal dengan nama opsin. Ada hubungan langsung antara derajat kehijauan sayuran dengan karoten. tulang. minyak hati ikan cod 180 ug/g) dan tepung hati hewan 25 – 100 ug/g. Bahan pakan yang berasal dari tumbuhan yang kaya akan vitamin A (retinol setara 1 ug/g berat basah) termasuk wortel tua = 20. Keaktifan biologis karoten jauh lebih rendah dibandingkan dengan vitamin a. Pigmen penglihatan ini berfungsi sebagai penerima dan transmisii cahaya dari mata ke otak. Vitamin A mempunyai fungsi menjadikan penglihatan normal. dalam retina pada mata vitamin A dikombinasikan dengan protein khas membentuk pigmen penglihatan. saluran gastrointestin. 1989). Sumber bahan yang kaya akan retinol terdapat pada minyak hati ikan (minyak hati ikan halibut 9000 ug/g. Semakin hijau daun tersebut semakin tinggi kadar karotennya. Provitamin A yaitu β-karoten banyak terdapat dalam sayuran hijau dan secara praktisnya terdapat dalam wortel. Dalam bahan makanan vitamin A terdapat dalam bentuk karoen sebagai ester dari vitamin A dan sebagai vitaminA bebas. watercess = 5. vitamin A merupakan jenis vitamin yang aktif dan terdapat dalam beberapa bentuk yaitu vitamin A alkohol (retinol). Jumlah vitamin A/retinol dalam sumber bahan dinyatakan dalam Internasional Unit (IU) atau Satuan Internasional (SI). kulit. karena karoten merupakan sumber utama vitamin A. Sel tersebut akan berfungsi dengan adanya rangsangan sinar yang berintensitas rendah dan bukan oleh adanya rangsangan warna. sedangkan sayuran yang daun-daunannya berwrna pucat seperti selada dan kol sangat miskin dengan karoten. Mekanisme penglihatan terjadi karena fungsi vitamin A dan protein yang terjadi di dalam sel batang retina mata. Cairan tersebut diproduksi oleh sel epitel mukosa. Senyawa tersebut terutama disimpan dalam bentuk ester retinol didalam hati (Steffens. ubi jalar dan waluh. 1 IU vitamin A 201 . Kompleks retinal opsin tersebut disebut Rodopsin. retinal akan beraksi melalui berbagai reaksi enzimatis dan memberikan rangsangan ke saraf optik dan seterusnya akan diteruskan ke otak. vitamin A aldehida (retinal). yang berfungsi untuk mencegah terjadinya infeksi pada mata. Sayuran dan buahbuahan yang berwarna hijau atau kuning biasanya banyak mengandung karoten. bayam = 10. vitamin A asam (asam retinoat) dan vitamin A ester (ester retinil). Vitamin A dibutuhkan untuk memelihara jaringan epitel lendir/cairan spesial dlam saluran reproduksi. Secara normal mata akan mengeluarkan cairan lemak kental yang disebut mukus (lendir).kedua derivatnya yaitu retinal dan asam tetinoat.

kemudian kornea mata juga terpengaruh dan bila dibiarkan berlanjut akan menjadi buta. Beberapa gejala kekurangan vitamin A pada ikan dapat dilihat pada Tabel 5. jadi : 1RE = 1 ug retinol (3.15. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. Vitamin dalam tubuh ikan berperan dalam penglihatan. mula-mula konyugasi mata mengalami keratinasi.setara 0. Tabel 5. Sumber vitamin A dibagi dalam tiga kelompok yaitu kandungan tinggi.344 ug retinol atau 0. suatu pigmen yang mengandung retinol. sedang dan rendah. mata. Apabila keadaan tersebut terjadi secara terus menerus. Peranan retinol untuk penglihatan normal sangat penting karena penglihatan mata sangat tergantung oleh adanya rodopsin.6 ug beta karoten. Pada kondisi kekurangan vitamin A. 202 . permukaan epitel serta membantu proses pertumbuhan.33 IU) = 6 ug βkaroten (10 IU) = 12 ug karatenoid (10 IU). Kebutuhan vitamin A pada beberapa jenis ikan budidaya dapat dilihat pada Tabel 5. Xeropthalmia adalah keadaan kekurangan vitamin A.14. maka sel-sel membran akan menjadi kering dan mengeras. yang disebut dengan keratinisasi. Penggolongan beberapa sumber Vitamin A (Flint (1981) dalam Winarno (1997) Tinggi (RE > 20000 ug/100g) Minyak ikan Minyak kelapa sawit Sedang (RE 1000-20000 ug/100g) Hati kambing/domba Hati ayam Ubi jalar Wortel Bayam Rendah (RE < 1000 ug/100g) Roti Daging (sapi) Kentang Ikan Vitamin A sangat dibutuhkan oleh ikan dan jumlah kebutuhan vitamin A pada beberapa spesies ikan berbeda.13. tetapi akan mengeluarkan protein yang tidak larut dalam air yang disebut keratin. sel epitel mukosa mata tidak mampu memproduksi mukus.13.

warna tubuh menjadi kusam. 1972 Kitamura. efisiensi pakan buruk 203 . oedema. xeropthalmia. degenerasi retina Anoexia. 1972 Shim & Tan. 1970 Halver. 1989 Tabel 5. atropia. abnormal/melengkung pada bagian operculum Depigmentasi. Kekurangan vitamin A pada beberapa jenis ikan (Tacon 1987&1991) Jenis ikan Salmon Ikan mas (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Guppy (Poecilia reticulata) Gejala defisiensi Pertumbuhan lambat.Tabel 5. mata menonjol dan buram (xeropthalmia). mortalitas meningkat Pertumbuhan menurun. xeropthalmia.14 Kebutuhan vitamin A beberapa spesies ikan budidaya (Tacon. pendarahan pada sirip dan kulit.15. pendarahan pada ginjal.1967 Halver. 1968 Dupre. 1987 dan 1991) Jenis ikan Ikan Mas (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout Rainbow trout Salmon Ikan Guppy Status pemeliharaan/ wadah/vitamin Dalam ruangan/ tangki/bahan murni Dalam ruangan/ tangki/bahan murni Dalam ruangan/ tangki/bahan murni Dalam ruangan/ tangki/bahan murni - Kebutuhan 4000–20000IU/kg 1000–2000 IU/kg 2000–2500 IU/kg 2500–5000 IU/kg 2000–2500 IU/kg R 2000–4000 IU/kg Referensi Aoe dkk. epitel kornea menjadi keruh dan mengental.1972 Halver.

Menurut Tacon (1987). Vitamin D disebut juga vitamin anti-rachitis (Andarwulan dan Koswara. Vitamin D Menurut Murray (1999). perut dan punggung. Vitamin D dapat disintesis dalam tubuh manusia dan hewan dalam bentuk vitamin D2. minyak dan tepung 204 . Di dalam tulang vitamin D berperan dalam proses reaksi collagen dan meningkatkan resorbsi tulang. Vitamin ini diwaklili oleh senyawa steroid yang terutama terdapat pada hewan. Oleh karena itu pemberian vitamin A ini harus sesuai dengan kebutuhan ikan.7 juta IU/kg pada ikan salmon memberikan dampak keracunan. 1989). vitamin D merupakan prohormon steroid. Vitamin D didalam tubuh aktifitasnya dapat dibagi kedalam tiga tempat yaitu usus. karena vitamin A ini merupakan vitamin yang larut dalam lemak jika kelebihan dalam tubuh ikan tidak dapat dieksresikan keluar tubuh tetapi disimpan dalam bentuk berikatan dengan lemak. Seperti vitamin A. Kedua vitamin tersebut merupakan kristal putih yang dibentuk dari proses irradiasi senyawa sterol yang kemudian diikuti dengan proses pemurnian.Vitamin A dalam pemberiannya pada ikan sebaiknya tidak berlebihan. laju sintesis vitamin D tergantung pada jumlah sinar matahari yang diterima serta konsentrasi pigmen di kulit. Sumber utama vitamin D di alam adalah kolekalsiferol (vitamin D3). Dampak keracunan vitamin A ini dapat dilihat dari gejala-gejalanya antara lain adalah pertumbuhan menurun dan terjadi pendarahan. Pada kebanyakan hewan darat kolekalsiferol diproduksi dalam kulit melalui sinar UV dengan provitamin 7 dehidrokolestrol. Melalui berbagai perubahan metabolik dalam tubuh. Vitamin tersebut kemudian diaktifkan oleh sinar matahari dan diangkut ke berbagai alat tubuh untuk dimanfaatkan atau disimpan di dalam hati. pecah/erosi yang hebat pada sirip ekor. Sedangkan dalam ginjal.2 – 2. vitamin D menghasilkan suatu hormon yang dikenal dengan nama kalsitriol. Dari beberapa jenis vitamin D dua diantaranya dianggap yang paling penting yaitu vitamin D2 (ergo kalsiferol) dan (7-dehidrokolesterol vitamin D3 kolikolaferol). tanaman dan ragi. sumber bahan yang kaya akan kolekalsiferol termasuk hati ikan (minyak hati ikan cod 2 – 10 ug/g). Struktur kedua vitamin tersebut sangat mirip. pemberian vitamin A dengan dosis 2. dubur. kalsitriol ini mempunyai peranan sentral dalam metabolisme kalsium dan fosfor. dada. Di dalam usus vitamin D berperan dalam absorbsi Ca. karena berdasarkan hasil penelitian dalam Tacon (1991). karena pada keadaan defisiensi/kekurangan vitamin D maka penyerapan Ca menurun. tulang dan ginjal. Di dalam usus terdapat Ca binding protein yang memerlukan vitamin D. Vitamin ini merupakan vitamin yang larut dalam lemak dan sangat sensitif terhadap adanya oksigen dan sinarmatahari. kolekalsiferol hanya terdapat pada jaringan hewan. vitamin D berfungsi dalam mengurangi clearance Ca dan P.

Kebutuhan vitamin D pada beberapa jenis ikan budidaya (Tacon.3 unit AOAC (Association of Analytical Chemist USA). makin tebal calcium linenya maka makin tinggi kekuatan vitamin D tersebut. misalnya pada ikan salmon mengakibatkan terjadinya penurunan pertumbuhan dan efisiensi pakan. Pengukuran keaktifan atau kekurangan vitamin D dapat dilakukan dengan cara line test yaitu membandingkan 2 kelompok hewan percobaan yang dibiarkan kekurangan vitamin D dengan memberi diet rachitogeni dan kelompok lain diberi minyak ikan. 1983 Kekurangan vitamin D pada ikan budidaya dapat menyebabkan beberapa gejala. 1 IU berpotensi 0. 1983 Murray. tetani. 1987 & 1991) Jenis ikan Ikan Mas (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (S. 1980 Lowel&Li. Pada ikan channel catfish mengakibatkan terjadinya penurunan petumbuhan sedangkan pada udang sintasan/kelangsungan hidup menurun. 1979 Kanazawa. gairdneri) Penaeid (Penaeus japonicus) Status pemeliharaan/ wadah/vitamin Dalam ruangan/ tangki/bahan murni Dalam ruangan / tangki / bahan murni Dalam ruangan / tangki / bahan murni Dalam ruangan / tangki / bahan murni Kebutuhan NR 1000 IU/kg 500 IU/kg 1600 – 2400IU/kg R Referensi NRC. Kebutuhan vitamin D pada ikan budidaya juga bervariasi menurut jenis ikannya Tabel 5. Kekurangan vitamin D dapat mengakibatkan : • Riketsia. anorexia. Tabel 5. suatu gejala ditandai bengkoknya pergelangan tangan dan sendi akibat rendahnya kalsium dalam serum karena 205 . Setelah 7 – 10 hari tulang-tulang panjang dianalisis terhadap adanya calcium line.16. • Tetani. isi hati/lemak otot meningkat tinggi dan tingkat plasma T3 meningkat. 1978 Barnet. Sumber pakan yang mengandung cholecalciferol/vitamin D sering dinyatakan dalam Internasional Unit (IU).hati hewan serta tepung ikan. ditandai oleh bengkok tulang belakang kaki sehingga berbentuk O pada anak-anak.16.025 ug cholecalciferol dan setara 1 unit BSI (British Standart Unit) atau 1.

Vitamin E Vitamin E (tokoferol) berperan sebagai antioksidan dari larutan lemak ekstraseluler dan intraseluler dalam tubuh hewan. semua tepung lemak kedelai. vitamin E dapat membantu mencegah okidasi terhadap vitamin A dalam saluran pencernaan. melindungi asam lemak secara in vitro dan in vivo (Machlin. sisa penggilingan gandum ( 25. khususnya dalam proses pemasangan pirimidin ke dalam asam nukleat. seluruh telur ayam.50 mg/kg). Selain itu dapat melindungi HUFA (Highly Unsaturated Fatty acid) dalam sel dan submembran sel dan senyawa reaktif lainnya (seperti vitamin A dan vitamin C) dari pengaruh oksidasi dengan bertindak sebagai perangkap radikal bebas. oat. 1990). Biasanya keaktifan tokoferol yang bukan alfa tokoferol diabaikan karena potensi keaktifannya rendah. 1 SI vitamin E sama dengan 1 mg DL-alfa-tokoferol asetat sintetik. Sumber bahan pakan yang banyak mengandung tocopherol antara lain adalah : tepung alfalfa. tepung ikan. kulit ari beras (75 – 100 mg/kg). kulit padi. penderitaan diakibatkan kekurangan vitamin D dan kalsium pada orang dewasa. Dengan adanya garam empedu yang berfungsi sebagai pengelmusi lemak maka terbentuklah 206 . biji jagung. Pada ikan channel catfish gejala keracunan mengakibatkan penurunan pertumbuhan dan efisiensi pakan buruk (Tacon. Vitamin E dibutuhkan dalam sintesis koenzim A yang penting dalam pernafasan.• kekurangan vitamin D atau rusaknya kelenjar paratiroid Osteomalacia. Vitamin E juga berperan penting dalam respirasi sel dan biosintesisa DNA dan sebagai koenzim Q. Lemak dan vitamin E dihidrolisis dengan katalisator lemak menjadi monogliserida dan asam lemak. gandum biasa (10 -75 mg/kg). tepung biji kapas (10-25 mg/kg) dan sumber lainnya. D-alfa-tokoferol alami sama dengan 1. Cara pengukuran vitamin E dinyatakan dalam Satuan Internasional (SI) atau dalam miligram alfa tokoferol. kelesuan. 1991). bijian barley.49 SI/g. tepung kulit ari gandum (100 mg/kg). Vitamin E juga terlibat dalam proses sintesis. serta dalam proses pembentukan sel darah merah dalam sumsum tulang. Vitamin D dalam tubuh jika berlebihan dapat menyebabkan keracunan. dedak gandum. Dengan menerima oksigen. warna tubuh semakin gelap. sorgum. Pencernaan vitamin E biasanya bersamaan dengan pencernaan lemak yang dimulai dari bagian lambung dab secara intensif ada di usus. gejala keracunan pada ikan salmon dapat diperlihatkan dengan terjadinya penurunan pertumbuhan. Vitamin E dan vitamin C dapat berfungsi sebagai antioksidan. tepung biji bunga matahari. bijian gandum hitam. tepung getah biji/buah pohon ek. Dalam jaringan vitamin E menekan terjadinya oksidasi asam lemk tak jenuh. bahan pembuat bir kering.

tetapi keperluan belum diketahui Selain itu kebutuhan akan vitamin E telah dilakukan penelitian oleh beberapa peneliti dengan mengamati pertambahan berat badan dengan kisaran kebutuhan vitamin untuk setiap jenis ikan. 1981 Kanazawa. 1972 secara kuantitas 100 Dalam ruangan/ Ikan Mas tangki / bahan murni (Cyprinus carpio) 300 Dalam ruangan/ Ikan Mas tangki / bahan murni (Cyprinus carpio) 30 .75 Dalam ruangan/ Channel catfish tangki / bahan murni (Ictalurus punctatus) 50 . 207 . 1980 Satoh etal. 1981 Watanabeet al. gairdneri) 200 Dalam ruangan/ Penaeid tangki / bahan murni (Penaeus japonicus) R Dalam ruangan/ Coho salmon tangki / bahan murni (O. 1987 Cowey et al. gairdneri) 50 – 100 Dalam ruangan/ Rainbow trout tangki / bahan murni (S. tshawytscha) R Dalam ruangan/ Brook trout tangki / bahan murni (S.’miseles” yang siap diserap dalam dinding usus. Vitamin E akan dibebaskan dan diserap selama proses pencernaan lemak dan diangkut dalam darah oleh lipoprotein pertama lewat penyatuan ke dalam kilomikron yang mendistribusikan vitamin kejaringan yang megandung lipoprotein lipase kemudian ke hati. 1972 Halver. Kebutuhan vitamin E dalam komposisi pakan ikan mutlak diberikan karena vitamin E sangat membantu dalam proses reproduksi ikan dan sebagai antibodi. Kebutuhan vitamin E pada beberapa jenis ikan (Tacon. Penyerapan vitamin E di dalam usus dalam bentuk αtokoferol yang merupakan bentuk aktif vitamin E.18. 1972 Halver. Tabel 5.100 Dalam ruangan/ Tilapia tangki / bahan murni (Oreochromis niloticus) 20 – 30 Dalam ruangan/ Rainbow trout tangki / bahan murni (S. 1991) Jenis ikan Status pemeliharaan / wadah/vitamin Kebutuhan (mg/kg pakan) Referensi Watanabe. 1987. fontinalis) R: memperlihatkan kebutuhan akan vitamin. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. 1983 Halver. berdasarkan hasil penelitian oleh beberapa peneliti sangat beragam. 1970 Watanabe.17. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5.17. 1970 Murray. kisuth) 40 – 50 Dalam ruangan/ Chinook salmon tangki / bahan murni (O. Kebutuhan vitamin E untuk setiap jenis ikan budidaya sangat bervariasi.

1984 Watanabe et al. 1981 Cowey et al. Sedangkan Hamre et al (1994). 1976 Takeuchi (1992). 1993) Jenis ikan Atlantik salmon Pasifik salmon Pasifik salmon Rainbow trout Rainbow trout Rainbow trout Rainbow trout Channel catfish Channel catfish Ikan mas Ekor kuning Tilapia biru Ikan nila Kebutuhan (berat/kg pakan) 35 mg 30 IU 40 – 50 mg 30 IU 25 mg 100 mg 50 mg 25 mg 50 mg 100 119 25 mg 50 -100 mg Kriteria Respon WG. 1972 Woodall et al. 1974 Wilson et al. 4.Tabel 5. ADS AASLP WG. ikan mengalami defisiensi. Pada hasil penelitian Syahrizal (1988) pada ikan lele pemberian α-tokoferol dalam pakan akan memberikan hasil yang terbaik pada kadar 211. 44.4 mg/100 g pakan. 1980 Watanabe et al. 9. Ikan yang mengalami defisiensi vitamin E akan memperlihatkan haemoglobin seluler rendah. volume dan jumlah sel darah merah meningkat dan bagian sel darah merah tidak matang. ADS MLS WG WG. Ikan mengalami distropi yang ditandai hilangnya daging ikan bagian punggung tubuh jika diberikan α-tokoferol sebanyak 2.1988 Woodall et al.16 mg/kg pakan pada kadar lemak 6. Kriteria respon ikan terhadap pemberian vitamin E sesuai dengan kebutuhan ikan budidaya (NRC.5.5 mg/100 g pakan.4.38 – 6. ADS MLS AASLP WG. ADS WG.5 dan 9. ADS Referensi Lall et al. Berdasarkan hasil penelitian beberapa peneliti yang konsern tentang pemberian vitamin E pada ikan budidaya tersebut memperlihatkan bahwa vitamin E ini benar-benar sangat dibutuhkan oleh ikan budidaya untukmeningkatkan laju pertumbuhan dan seperti juga pada manusia vitamin e dapat meningkatkan kesuburan dan ternyata pada ikan budidaya juga memberikan dampak yang positif terhadap proses percepatan organ 208 .0 mg/100 g pakan. MLS WG.7. Kadar vitamin E 60 mg/kg pakan dapat memberikan kelngsungan hidup yang tinggi. 1970 Shimeno. 1983 Murray&Andrew. 1991 Roem et al.1964 Halver. ADS WG. 27.0. ADS WG. menjelaskan bahwa ikan grass carp (Ctenopharyngodon idella) yang diberikan α-tokoferol 2.50%.18. 1990 Sotoh et al. memberikan hasil pertumbuhan yang terbaik pada pemberian vitamin E sebanyak 4.5.60 – 308. 18. meneliti ikan salmon atlantik dengan pemberian DL αtokoferol asetat sebanyak 0 dan 15 mg/kg pakan. 1964 Hung et al.

epicarditis. Gejala kekurangan vitamin E pada beberapa ikan budidaya (Tacon. penyakit otot. effisiensi pakan rendah. Vitamin K1 banyak terdapat pada sayuran sedangkan vitamin K2 banyak terdapat pada hasil 209 . daya tetas telur menurun Pertumbuhan dan efisiensi pakan menurun. pendarahan pada kulit dan sirip. anemia. mortalitas meningkat. kerusakan otot. insang menggumpal. depigmentasi.reproduksi yang dapat meningkatkan masa reproduksi ikan budidaya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. mortalitas meningkat. exopthalmia Pertumbuhan menurun. mortalitas meningkat. hati berlemak. mortalitas meningkat. Dari hasil pengamatan para peneliti diperoleh suatu gejala umum jika ikan yang dibudidayakan kekurangan vitamin E dalam pakan. exopthalmia. di alam vitamin K terdapat dalam dua bentuk yaitu vitamin K1 yang disebut mefiton dan vitamin K2 yang disebut mevaquinon atau farnaquinon.19. pengendapan ceroid dalam hati dan pembuluh darah Survival dan pertumbuhan menurun Anorexia. anemia. meneteskan diathesis. warna insang memucat. 1991) Jenis ikan Ikan mas (Cyprinus carpio) Salmon Gejala Penyakit otot. ascites. endapan ceroid dalam limpa. Tabel 5. kerusakan pada sel produksi darah merah Channel catfish (Ictalurus punctatus) Penaeids (Penaeus japonicus) Tilapia (Oreochromis niloticus) Vitamin K Menurut Tacon (1987).19. degradasi urat/otot. terhentinya perkembangan jaringan pankreas. pertumbuhan menurun. Oleh karena itu pemberian vitamin e pada ikan harus sesuai dengan kebutuhan ikan tidak boleh berlebihan dan kekurangan.

210 . jelatang dan pine neddles). Sedangkan pada channel catfish mengakibatkan pendarahan pada kulit dan pada udang mengakibatkan terjadinya penurunan kelangsungan hidup (Tacon. teh hijau.5– 1 mg/kg pakan. Kebutuhan tiamin untuk berbagai jenis ikan berbeda-beda seperti yang diperoleh dari hasil rangkuman oleh Tacon (1991) melalui berbagai penelitian oleh peneliti pada Tabel 5. Vitamin Yang Larut Dalam Air Vitamin B1 (Tiamin) Tiamin berperan sebagai kofaktor enzim untuk metabolisme karbohidrat dalam menghasilkan energi dan proses dekarboksilasi (pelepasan karbondioksida) dalam reaksi enzim multiplek. oleh karena itu kelebihian tiamin didalam tubuh akan dibuang melalui urin. pendarahan pada insang. tepung hati dan sayuran hijau (bayam. 1991). Vitamin K1 banyak terdapat pada daun lobak . Penyerapan tiamin oleh usus berlangsung melalui dua mekanisme yaitu pertama difusi secara pasif yang terjadi pada saat konsentrasinya tinggi dan kedua berlangsung melalui transport aktif yaitu pada saat konsentrasinya menurun.20. ginjal. kubis. Vitamin K digunakan untuk pemeliharaan koagulasi darah normal dalam kemudahan produksi dan atau pelepas berbagai protein plasma yang dipergunakan untuk koagulasi darah (pembekuan darah). Selain itu kekurangan vitamin K pada ikan budidaya juga memberikan dampak yang negatif pada ikan salmon dimana ikan salamon yang kekurangan vitamin K akan memberikan gejal peningkatan penggumpalan darah. mata dan jaringan pembuluh darah. Vitamin K merupakan senyawa sintetis yang banyak digunakan secara klinis dan disebut sebagai Menadion (Vitamin K3). kol. menurut Tacon (1991) kebutuhan vitamin K pada ikan channel catfish berkisar antara 0. Didalam tubuh tiamin tidak dapat disimpan dalam jumlah banyak. brokoli. selada. Sedangkan dalam jumlah terbatas tiamin dapat disimpan di dalam hati. jantung. tepung ikan (2 mg/kg). otot dan otak. Sumber bahan baku pakan yang banyak mengandung vitamin K antara lain adalah tepung alfalfa (9 mg/kg). Kebutuhan vitamin K pada ikan budidaya belum banyak dilakukan penelitian. kangkung. dimana pada dosis tersebut dapat memberikan pertambahan berat badan.metabolisme bakteri usus dan terdapat pada jaringan. anemia. sedangkan vitamin K2 banyak terdapat pada hasil metabolisme bakteri usus dan terdapat pada jaringan.

1985 Deshimaru&Kuroki.21. 1979 Setiap jenis ikan membutuhkan jumlah tiamin yang berbeda dalam komposisi pakan. 1972 Halver.5 1 1 -10 10 – 12 10 – 12 10 – 15 10 – 15 10 – 15 0. 211 .tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Atlantik salmon (Salmo salar) Turbot (Scopthalmus maximus) Tilapia (Oreochromis sp) Shrimp larva (Penaeus japonicus) Shrimp juvenile (Penaeus japonicus) Kandungan (mg/kg) 0.Tabel 5.5 40 60 . 1975 Lim et al. gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brook trout (Salvelinus fontinalis) Chinok salmon (O. 1978 Halver.120 Referensi Aoe et al. 1972 Halver. 1972 Halver.6 2.6 – 2. Kebutuhan Tiamin dalam pakan (Tacon. 1972 Cowey et al. 1972 Halver. 1972 Halver. 1991) Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (S. 1969 Mclaren et al.20. Apabila kandungan tiamin dalam pakan tidak mencukupi maka akan menyebabkan gejalagejala penyakit seperti pada Tabel 5. 1991 Kanazawa.

1972 Lim et al. 1975.Kitamura et al. 1972 Hashimoto et al. sayuran dan buah-buahan.21. pewarnaan kulit menjadi gelap. pertumbuhan lambat Nafsu makan berkurang. 1967 Aoe et al. major) Eel (Anguila japonica) Tilapia (Oreochromis sp) Yone. Tanda-tanda kekurangan tiamin pada ikan budidaya (Tacon. Halver 1957. nafsu makan berkurang. pertumbuhan lambat. 1975 Arai et al. pendarahan pada sirip Nafsu makan berkurang. hematocrit rendah Nafsu makan berkurang. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung tiamin antara lain adalah daging berwarna merah. efisiensi pakan dan pertumbuhan rendah. pertumbuhan lambat. 1974 Philips&Brockway. kematian yang diakibatkan setelah penanganan Pertumbuhan dan kelangsungan hidup rendah Referensi Mc Laren et al. hati mamalia laut dan beras merah. gejala perubahan memutarnya badan. 1966. Pendarahan pada sirip. krustasea. warna kulit menjadi muda. pertumbuhan lambat Nafsu makan berkurang. Murai& Andrew. kegugupan memucatnya warna tubuh. 1969 Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Dupree. kematian Nafsu makan berkurang. pewarnaan kulit menjadi gelap. Tiamin juga sudah diproduksi secara komersil dalam bentuk tiamin klorida dan tiamin difosfat monoklorida. pertumbuhan lambat. moluska. Keberadaan tiamin dalam tubuh ikan sangat 212 . kepekaan yang meningkat karena getaran pada wadah atau akibat kilatan cahaya. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Berkurangnya nafsu makan. 1978 Red sea bream (C. 1991 Shrimp (Penaeus japonicus) Kanazawa. 1991 Asian seabass (Lates calcarifer) Booyaratpalin & Wanakowat. gangguan syaraf.Tabel 5. ataxia.

1972 Halver. 1978 Amezaga&Knox. 1991 Kanazawa. pH dan bisulfat. 1992) Vitamin B2 (Riboflavin) Riboflavin berperan dalam proses oksidasi reduksi dalam jaringan dan terdapat dalam bentuk koenzim/enzim flavin yang disebut flavoprotein.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Atlantik salmon (Salmo salar) Tilapia (Oreochromis sp) Shrimp larva (Penaeus japonicus) Shrimp juvenile (Penaeus japonicus) Kandungan (mg/kg) 7 9 2. basa organik. 1972 Halver.6 5 80 Referensi Takeuchi et al.dipengaruhi oleh suhu. reaksi dihydropolite dehydrogenase dan transport elektron.22.22. 1991). 1972 Lim et al. Kebutuhan Vitamin B2 dalam pakan ikan Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brook trout (Salvelinus fontinalis) Chinok salmon (O. Ada dua koenzim dari riboflavin yaitu Flavin Mono Nucleotida (FMN) dan Flavin Adenin Dinucleotida (Prawirokusumo. Kebutuhan ikan akan vitamin B2 ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. Pada keadaan hipotiroid akan terjadi peningkatan laju perubahan riboflavin menjadi FMN dan FAD.6 – 2.1990 Halver. 1980 Halver.7 20 – 30 20 – 30 20 – 25 20 – 25 5 – 10 0. 1980 Murai&Andrew. Flavoprotein ini sebagai koenzim pada oksidasi asam amino. Hasil metabolisme riboflavin ini akan dieksresikan ke dalam urin dan feses dan sejumlah kecil melalui cairan empedu dan keringat. (FAD) Penyerapan riboflavin akan meningkat dengan adanya garamgaram empedu. 1972 Halver. 1985 213 .23. enzim tiaminase dan radiasi (Steffens. Tabel 5. 1972 Halver. Riboflavin didalam usus diubah kedalam bentuk koenzimnya dan setelah itu akan didistribusikan ke dalam sel-sel agar dapat berfungsi dalam proses biokimia. Apabila kandungan riboflavin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejalagejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. Metabolisme riboflavin dipengaruhi oleh hormon tiroid dimana hormon tiroid ini akan meningkatkan aktivitas FAD dan FMN.

laju kematian sangat tinggi. 1985 Booyaratpalin & Wanakowat. 1975. 1967. 1991 Kanazawa. Poston et al. pertumbuhan lambat. 1985 214 . 1980. pendarahan pada sirip ekor. malas bergerak Nafsu makan berkurang. erosi sirip ekor yang parah. kaget terhadap sinar. Takeuchi et al. Kitamura et al. katarak Pertumbuhan lambat Pendarahan pada sirip. malas bergerak. pembentukan zat warna yang terang atau gelap. bagian dinding perut mengalami pencekungan. 1972 Butthep et al. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Berkurangnya nafsu makan. Amegaza&Knox. pewarnaan tubuh menjadi gelap Nafsu makan menurun. 1975 Arai et al.Tabel 5. otot yang lemah. major) Eel (Anguila japonica) Walking carfish (Clarias batracus) Asian seabass (Lates calcarifer) Dupree. takut sinar. pendarahan pada kulit dan sirip. ada paskularisasi pada kornea. 1966. takut sinar.23. Kekerdilan dengan badan yang pendek. pertumbuhan dan efisiensi pakan serta kelangsungan hidup menurun. 1990 Aoe et al. 1974 Philips&Brockway. pertumbuhan lambat.1977. nafsu makan berkurang. 1969 Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Red sea bream (C. katarak Pertumbuhan dan kelangsungan hidup pada benih menurun Referensi McLaren et al. pertumbuhan menurun. erosi pada moncong mulut. Woodward. takut pada cahaya. takut cahaya. lensa mata kabur. hilangnya nafsu makan. Hughes et al. pendarahan pada kulit dan sirip. tidak ada koordinasi. pertumbuhan lambat. tubuh pendek. Murai& Andrew. tulang punggung tidak normal. kematian tinggi. kurang darah Nafsu makan berkurang. pertumbuhan lambat. Halver 1957. 1991 Tilapia (Oreochromis sp) Shrimp (Penaeus japonicus) Lim et al. 1978 Yone. bertambahnya laju kematian. Tanda-tanda kekurangan riboflavin pada ikan budidaya (Tacon. pertumbuhan lambat. katarak. bertambahnya laju kematian Pergerakan lambat.1982. 1981. sangat gugup.

100 Referensi Ogino. reaksi cleavage. maka bila kekurangan vitamin ini akan mengalami gangguan pada metabolisme protein. reaksi racemisasi. reaksi kondensasi. Vitamin B6 (Piridoksin) Piridoksin berperan dalam metabolisme asam amino. Metabolisme piridoksin dimulai sejak vitamin ini masuk kedalam organ atau jaringan tubuh dan akan diubah menjadi piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat sampai dikeluarkan lagi kedalam berbagai bentuk untuk digunakan oleh jaringan lain atau dieksresikan. 1965 Murai&Andrew. 1980 Takeda&Yone. reaksi aldolase serta reaksi-reaksi lainnya. 1989 Deshimaru&Kuroki. Piridoksin didalam usus diubah kedalam bentuk piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat. Apabila kandungan piridoksin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejalagejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. reaksi desulphurasi. 1979 Kanazawa.Sumber bahan pakan yang banyak mengandung riboflavin antara lain adalah daging dan produk susu. reaksi dehydrasi. 1981 Wanakowat et al.10 60 120 80 . 1991 215 . bayam. reaksi decarboksilasi. 1985 He&Lawrence.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Atlantik salmon (Salmo salar) Red sea bream (C. Transportasi vitamin ini didalam tubuh diperantarai oleh enzim piridoksal kinase yang banyak terdapat pada semua jaringan terutama otak . Riboflavin tidak stabil jika terkena panas dan cahaya. dimana dengan adanya cahaya akan merusak aktivitas riboflavin secara perlahanlahan. 24. 1972 Halver.4 3 10 .25 5 . 1972 Halver. 1979 Halver.24. 1972 Halver. Dalam metabolisme protein ada enam reaksi yang memerlukan vitamin B6 yaitu reaksi transaminasi. hati dan ginjal.15 10 – 15 10 – 15 10 15 – 20 10 – 15 5–6 1. 1971 Kissil et al. Kebutuhan Vitamin B6 dalam pakan ikan Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brook trout (Salvelinus fontinalis) Chinok salmon (O. Dalam bentuk larutan riboflavin sangat tidak stabil. 1978 Halver. Tabel 5. Dekomposisinya sangat dipengaruhi olehsuhu dan pH larutan. 1972 Hardy et al. asparagus dan brokoli.25.major) Glithead bream (Sparus auratus) Asean seabass ( Lates calcarifer) Penaeids (Penaeus japonicus) juvenil Penaeids (Penaeus japonicus)larva Penaeids (Penaeus vannamei) Kandungan (mg/kg) 5. Kebutuhan ikan akan vitamin B6 ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5.

awal rigor mortis yang cepat.25. 1978 Red sea bream (C. 1981. 1967. Poston et al. pewarnaan permukaan punggung hijau kebiruan. Halver 1957. berenang tidak teratur. 1974 Philips&Brockway. kematian tinggi. 1978 Kissil et al. 1969 Sakaguchi et al. sangat mudah terganggu Pertumbuhan menurun Nafsu makan menurun. Murai& Andrew. konstraksi overkulum yang berlebihan. kurang darah dan bernafas dengan cepat Nafsu makan menurun. 1966. kejang. 1980. 1972 Adron et al. ataxia. berenang cepat dan tidak teratur. kebutaan. wedema. berenang tidak teratur. 1983 216 . berenang tidak teratur. sangat mudah terganggu Nafsu makan menurun. Kitamura et al.1977. 1965 Dupree. 1983 Agrawal&Mahajan. Takeuchi et al. sangat mudah terganggu. Tanda-tanda kekurangan riboflavin pada ikan budidaya (Tacon. penimbunan cairan pada kantong perut. berkurangnya nafsu makan. Hughes et al. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Mudah terganggu. 1975. 1975 Arai et al. pewarnaan pada kulit. pewarnaan tidak normal. efisiensi pakan menurun Pertumbuhan menurun Pertumbuhan menurun. ataxia. major) Eel (Anguila japonica) Turbot (S maximus) Gilthead bream (S auratus) Yellowtail Snakhead Yone. hyperirritability. pewarnaan biru hijau pada permukaan punggung Pertumbuhan lambat Nafsu makan menurun. pertumbuhan lambat. peka terhadap rangsangan. lensa kabur Referensi McLaren et al. pertumbuhan lambat. Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Ogino.Tabel 5.

Jenis ikan Ikan lele (Clarias batracus) Tanda-tanda Pertumbuhan lambat. 1991). protein dan lemak (Prawirokusumo. pengikisan pada sirip dan rahang bawah. 217 . penurunan konversi pakan. Kebutuhan ikan akan vitamin B5 ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. kematian tinggi. Koenzim A ini berfungsi dalam metabolisme karbohidrat. Pertumbuhan dan kelangsungan hidup menurun Referensi Butthep et al. Vitamin B5 (Asam Pantotenat) Asam pantotenat berperan dalam formasi koenzim A.1 979. 1989 Penaeid Shrimp (Penaeus japonicus) Deshimaru&Kuroki.26. 1985 Asian seabass (Lates calcarifer) Wankowat et al. bernafas dengan cepat Nafsu makan menurun. sangat mudah terganggu. awal rigor mortis lebih cepat. peningkatan kematian. luka pada bibir bawah. kehilangan keseimbangan.27. Piridoksin tidak stabil jika terkena sinar ultra violet karena vitamin ini mempunyai spektrum absornas ultra violet yang khas dan sangat dipengaruhi oleh perubahan pH. Apabila kandungan asam pantotenat dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejalagejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. berenang seperti spiral tidak beraturan. berenang tidak teratur. Kanazawa. erosi pada sungut. kekejangan pada otot tak sadar. biji-bijian misalnya jagung dan gandum. Koenzim A adalah gabungan antara mercapto ethyl amine dengan phosphopanthothenic acid dan adenosin -31-51 diphosphat. Asam pantotenat mudah diserap didalam usus yang akan mengalami fosforilasi oleh ATP menjadi bentuk asam 4-fosfopantotenat. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung piridoksin antara lain adalah khamir. berenang di permukaan tidak mau berkelompok.

Coat & Halver. luka pada kulit Referensi McLaren et al.26. partumbuhan menurun. operculum menggembung Nafsu makan menurun. 1967 Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Red sea bream (C. Poston et al. Yano et al. 1972 Halver. partumbuhan menurun. pergerakan sangat lambat. Tanda-tanda kekurangan asam pantotenat pada ikan budidaya (Tacon. 1975. 1985 Tabel 5. 1972 Halver. Murai& Andrew. 1983 Halver.50 15 40 . exophthalmia Nafsu makan menurun. 1990 Kanazawa. 1972 Halver.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Red sea bream (C. kurang darah. 1958. 1977. 1988 Arai et al. 1972 Yano et al. Ogino. 1967. pengikisan pada kulit. pergerakan lambat. Halver 1957.27. kurang darah Pertumbuhan menurun. kematian tinggi Pertumbuhan lambat. 1966. Matsumoto et al.50 40 – 50 10 80 NR NR Referensi Ogino. 1975 Chaves et al. 1974 Philips&Brockway.50 40 – 50 41 – 50 40 . 1990 Room et al. pertumbuhan menurun. Kebutuhan Vitamin B5 dalam pakan Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brook trout (Salvelinus fontinalis) Chinok salmon (O. Kitamura et al.major) Mexican cichlid (C. pendarahan pada kulit. tutup insang berlendir. berenang tidak normal.Tabel 5. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Berkurangnya nafsu makan. 1978 Yone. major) Eel (Anguila japonica) Dupree. 1972 Halver. 1972 218 . 1991. urophthalmtus) Tilapia ( Oreochromis mossambicus) Shrimp (Penaeus japonicus) Kandungan (mg/kg) 30 . 1965 Wilson et al. 1975. kurang darah.

penurunan efisiensi pakan. insang dan hati pucat Nafsu makan menurun. bernafas cepat. pengikisan pada sirip pelvic Pertumbuhan menurun Referensi Butthep et al. Apabila kandungan biotin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. dedak gandum.Jenis ikan Ikan lele (Clarias batracus) Tanda-tanda Nafsu makan menurun. sirip rusak. pewarnaan gelap. pendarahan pada sirip dan kepala Nafsu makan menurun. 1990 Asian seabass (Lates calcarifer) Boonyaratpalin & Wanakowat. pendarahan pada operculum. tepung kacang tanah. pertum-buhan menurun. oedema. metabolisme beberapa asam amino dan metabolisme karbohidrat. berenang tidak normal. kematian tinggi. bernafas cepat. Asam pantotenat dapat mengalami kerusakan mutu karena proses oksidasi dan suhu tinggi.28. keju. kematian tinggi. sungut terkikis. Biotin yang berikatan dengan karbondioksida disebut dengan karboksibiotin. pertumbuhan menurun.29. Kebutuhan ikan akan biotin ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. keju dilaktose kering. Biotin juga berperan dalam reaksi dalam pembentukan asam lemak. beras sosoh. exophthalmia. 1991 Prawn (M. Biotin Biotin berperan di dalam metabolisme sebagai fiksasi karbondioksida yang selanjutnya ditransfer ke substrat yang lain. 1985 Mexican cichlid (C urophthalmus) Chaves de Martinezl et al. 1988 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung asam pantotenat antara lain adalah ragi bir kering. Oleh karena itu penyimpanan dalam suhu dingin sangat dianjurkan. air susu. Dan selama proses pengolahan pakan dengan suhu yang tinggi vitamin ini akan mengalami kehilangan kandungannya karena pemanasan. pewarnaan gelap.rosenbergii) Heinem. telur yam. pendarahan di bawah kulit. 219 . tepung alfalfa dan gula tebu kering. pertumbuhan menurun. tepung biji matahari.

1958. Coat & Halver. Poston & Page 1985 Ogino et al. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Berkurangnya nafsu makan. 1990 Robinson & Lovel.5 1 – 1. 1984 Arai et al.5 0. 1990 Lovel & Buston.25 <1 1 – 1. telur ayam. 1976 Yone.5 .2 1. dedak padi. nafsu makan menurun. Lovel & Buston. jaringan tidak tumbuh.29.2 1 – 1. 1975 Kanazawa. kejang.05 – 0. Tidak terjadi pewarnaan. 1972 Halver.2 < 0. luka pada colon. 1978. 1972 Halver.28. efisiensi pakan menurun. tingkah laku berenang tidak normal Pertumbuhan dan kelangsungan hidup menurun Referensi Philips&Brockway. 1984 Halver. 1967. 1972 Poston. Kitamura et al. 1972 Walton et al. 1975.5 1 – 1. pertumbuhan menurun. 1984 Halver. tepung biji kapas. Halver 1957. beras sosoh. pewarnaan gelap. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung biotin antara lain adalah ragi bir kering. kurang darah.major) Larva udang (Penaeus japonicus) Kandungan (mg/kg) 1 1 . 1972 Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Eel (Anguila japonica) Shrimp (Penaeus japonicus) Kanazawa. 1970 Guther & Meyer.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Lake trout (S namaycush) Red sea bream (C. hypersinsiitifity Pertumbuhan lambat. Kebutuhan Biotin dalam pakan Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brook trout (Salvelinus fontinalis) Chinok salmon (O. insang pucat Pertumbuhan menurun. kematian bertambah. pertumbuhan menurun. ragi torula kering.Tabel 5.251 NR >4 Referensi Ogino et al. tepung hati dan paru. tepung 220 . pergerakan menurun. 1985 Tabel 5. Guther & M Burgdoff. 1972 Halver. Tanda-tanda kekurangan biotin pada ikan budidaya (Tacon. tepung biji bunga. 1970.

Kebutuhan ikan akan asam folat ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. Oleh karena itu sebelum dapat diserap oleh usus. Kelebihan asam folat didalam tubuh akan dibuang melalui urin. tepung alfalfa. 1991 McLaren et al. Asam folat yang terdapat dalam bahan baku pakan biasanya dalam bentuk poliglumat sedangkan asam folat yang dapat diserap oleh usus harus dalam bentuk monoglutamat. 1972 Halver. 1972 Halver. tepung darah kering.30.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Atlantic salmon (Salmo salar) Red sea bream (C.kacang tanah. Biotin juga bisa dalam bentuk alkohol yang disebut dengan biotimal dan dapat disintesis secara kimia dan mempunyai aktivitas biotin 100% (Tacon. tepung ikan. Kandungan biotin dari bahan baku akan mudah hilang karena proses leaching. Apabila kandungan biotin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5.31. 1991) Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Chinok salmon (O. Penyerapan asam folat dipengaruhi oleh efisiensi mekanisme dekonjungase yaitu yeast. Di dalam tubuh asam folat berfungsi untuk mentransfer satu satuan karbon seperti gugus metil dimana unit-unit karbon ini akan dihasilkan selama metabolisme asam amino. 1991). Tabel 5. Oleh karena itu asam folat berperan di dalam sintesis asam amino. 1972 Halver. Hidrolisis berlangsung oleh adanya aktivitas enzim konjugase. 1980 Yone.1 1–5 6 – 10 6 .10 6 – 10 6 – 10 5 – 10 NR Referensi Aoe et al. 1972 Halver.major) Kandungan (mg/kg) NR 0. gandum. Kebutuhan Asam folat dalam pakan Ikan (Tacon.30. 1972 Halver. 1975 221 . asam folat harus dihidrolisis terlebih dahulu. Asam Folat Asam folat merupakan koenzim untuk beberapa sistem enzim. 1969 Duchan& Lovel.5 .

gandum. Coat & Halver. Vitamin B12 (Cyanokobalamin) Vitamin B12 disebut juga dengan cyanokobalamin karena berdasarkan struktur kimianya vitamin ini terdiri atas asam cobalt ditengah dengan tetra ring dari porphyrin. lethargy. 1992).Tabel 5. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Kurang darah. 222 . susu. pertumbuhan menurun. 1967. Vitamin ini berperan dalam penggunaan asam propionat. 1979 Dupree. nafsu makan menurun. Duncan & Lovel. 1972 John & Mahajan. 1958 Arai et al. pertumbuhan lambat.31. peningkatan kematian. sayuran berdaun hijau tua. pertumbuhan lambat. pertumbuhan menurun. pewarnaan gelap. Asam folat dapat berbentuk kristal folasin sebagai bentuk komersil yang banyak digunakan sebagai food additive untuk fortifikasi bahan makanan (Andarwulan dan Sutrisno. Kebutuhan ikan akan vitamin B12 ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5.1991 Butthep et al.33. karena itu disebut cyanokobalamin. Philips&Brockway. bunga kobis. Penurunan hematocrit. insang dan hati pucat Penurunan kelangsungan hidup larva Kanazawa. Apabila kandungan biotin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. hematocrit rendah Nafsu makan menurun. pewarnaan gelap. insang pucat. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung asam folat antara lain adalah tepung ikan laut. Tanda-tanda kekurangan asam folat pada ikan budidaya (Tacon. Gugus cyanide terdapat pada asam cobalt. exophthalmia Nafsu makan menurun. 1966. warna kulit memudar. 1947. kacang-kacangan. 1985 Eel (Anguila japonica) Rohu (Labeo rohita) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Ikan lele (Clarias batracus) Shrimp ( P japonicus) Nafsu makan menurun.32. Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan timbunan methylmalonyl CoA dan akan dikeluarkan lewat urin dan disebut methylmalonic aciduria.1957 Kitamura et al. pertumbuhan penurunan Referensi McLaren et al.

32. hematocrit rendah Pertumbuhan lambat Pertumbuhan lambat Penurunan pertumbuhan. tepung daging dan tulang.015-0. Philips et al. megaloblastic Penurunan kelangsungan hidup larva Referensi Halver.punctatus) Eel (Anguila japonica) Red sea bream Rohu (Labeo rohita) Shrimp ( P japonicus) Dupree.niloticusi) Chinok salmon (O.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Kandungan (mg/kg) NR NR NR NR 0. Tanda-tanda kekurangan vitamin B12 pada ikan budidaya (Tacon. 1972 Halver. Kebutuhan Vitamin B12 dalam pakan Ikan (Tacon. efisiensi pakan rendah Penurunan pertumbuhan. udang. kepiting. eritrocit pecah.02 0. Limsuwan & Lovell. 1991) Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Tilapia (O. 1979 Kanazawa.015-0. 1972 Yone. 1975 John & Mahajan. Asam nikotinat merupakan unsur dari dua buah 223 . hematocrit rendah. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung vitamin B12 antara lain adalah tepung ikan laut. 1963 Channel catfish (I.1966.02 Referensi Hashimoto. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Nafsu makan menurun. scallop. microcyctic hypochromic anemia. 1957.33.Tabel 5. pertumbuhan menurun. 1972 Tabel 5. 1981 Lovel&Limsuwan. 1982 Halver. Niasin (Asam nikotinat) Niasin dapat juga disebut dengan vitamin B3 atau asam nikotinat yang berperan dalam reaksi enzimatik dalam tubuh.1966 Limsuwan& Lovel. oyster. 1953 Kashiwada&Teshima. 1981 Arai et al.

Tabel 5. 1985 224 . yaitu Nikotinamid Adenin Dinukleotida (NAD) dan Nikotinamid Adenin Dinukleotida Fosfat (NADP). Kebutuhan Niasin dalam pakan Ikan (Tacon. 1993).34.34. karbohidrat dan asam amino. 1991) Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Brown trout (Salmo trutta) Brown trout (Salmo fontinalis) Chinok salmon (O. 1972 Halver. 1972 Halver. Apabila kandungan niasin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. 1978 Halver. 1972 Halver. 1985 Halver. Kebutuhan ikan akan niasin ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5. 1969 Murai& Andrews.koenzim. 1972 Poston&Wolfe. Sedangkan NADP berperan dalam reaksi hidrogenasi pada jalur heksosa monofosfat (HMP) dalam metabolisme glukosa. Bentuk tereduksi dari NADP mempunyai peranan penting dalam sintesis lemak dan steroid (Muchtadi dkk. 1972 Kanazawa.japonicus) larva Kandungan (mg/kg) 28 14 120 – 150 10 120 .tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Shrimp (P. NAD adalah koenzim bagi sejumlah enzim dehidrogenase yang berperanan dalam metabolisme lemak.35.150 120 – 150 150 – 200 150 – 200 400 Referensi Aoe et al.

dedak. pertumbuhan lambat. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Nafsu makan menurun.Tabel 5. 1966 Dupree. 1975 Arai et al.1979 Yone. Coat & Halver. Myoinositol merupakan komponen penting inositol yang mengandung phospholipid. Murai & Andrew. penurunan pertumbuhan. tepung gandum (Tacon. pertumbuhan menurun. ragi kering. dedak gandum. 1967. Philips&Brockway. muscle spasms. 1947. 1972 Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Red sea bream Eel (Anguila japonica) Ikan lele (Clarias batracus) Butthep et al. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung niasin antara lain adalah beras sosoh. kematian tinggi Pertumbuhan lambat Pendarahan dan luka pada kulit. exopthalmia. pewarnaan gelap. tepung kacang tanah. tepung biji bunga matahari. 1958. penurunan efisiensi pakan. Tanda-tanda kekurangan niasin pada ikan budidaya (Tacon. pewarnaan gelap Nafsu makan menurun.35. tepung jagung. kematian tinggi Pendarahan dan luka pada kulit dan sirip. kematian tinggi. berenang tidak teratur. 1966. penimbunan cairan pada lambung Pendarahan pada kulit.1957 Kitamura et al. berenang tidak teratur. exophthalmia.1985 Aoe. 1991). 1985 Shrimp ( P japonicus) Kanazawa. et al. kurang darah. Katabolisme inositol mungkin terjadi melalui reaksi glikolisis dan siklus krebs (Kuksis dan Mookerjea. Inositol berperan terutama sebagai komponen inositida pada hampir semua membran sel. Poston & Wolfe. Kebutuhan ikan akan inositol ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada 225 . Pertumbuhan dan penurunan kelangsungan hidup Referensi McLaren et al. tepung hati dan paru. Inositol Inositol disebut pula zat lipotropik yang berarti dibutuhkan untuk menghilangkan lemak dalam hati. ataxia. 1991). pendarahan dibawah kulit dan sirip. kehilangan keseimbangan.

1958 Aoe&Masuda. 1991) Jenis ikan Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Chinok salmon (O.36. 1991) Jenis ikan Salmonids Tanda-tanda Pertumbuhan menurun.37. kulit dan sirip luka/pendarahan. 1969 Burtle. Kebutuhan inositol dalam pakan Ikan (Tacon. 1967 Common carp (Cyprinus carpio) Red sea bream Eel (Anguila japonica) Shrimp ( P japonicus) Yone. Philips & Brockway 1957 Coates & Halver. 1975 Arai et al. Tanda-tanda kekurangan inositol pada ikan budidaya (Tacon. Halver. Tabel 5. distended abdomen. 1976. 1972 Halver.36. Kanazawa.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Red sea bream (C.1981 McLaren et al. 1971 Kanazawa. 226 .major) Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil Shrimp (Penaeus japonicus)larva Kandungan (mg/kg) 440 NR 250 – 300 200 – 300 300 – 400 300 – 400 550 – 900 2000-4000 2000 Referensi Aoe et al. 1947 Halver. 1972 Kanazawa et al. warna gelap. 1957. 1947.Tabel 5. 1985 Sumber bahan pakan yang banyak mengandung inositol antara lain adalah tepung ikan. 1972 Halver. peningkatan waktu pengosongan lambung Penurunan pertumbuhan. kehilangan mucosa kulit Pertumbuhan menurun Nafsu makan dan pertumbuhan menurun Pertumbuhan dan hidup menurun kelangsungan Referens Mc Laren et al. 1972 Yone et al. benih gandum. Apabila kandungan biotin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5. 1985 Kanazawa et al. ragi bir kering.37. 1985 Tabel 5.

Kolin Kolin adalah basa ammonium bervalensi empat dan tersebar luas dia alam, produk degradasinya seperti betain (garam karboksimetiltrimetilammonium hidroksida. Menurut Halver (1988) peran dan fungsi dari kolin antara lain adalah komponen utama dalam fosfolipid dalam membran sel dan lipoprotein serum (pengemulsi), donor asam lemak untuk kolesterol dalam pengelolaan LDL, sumber

grup metil untuk sintesis metionin dan substrat untuk pembentukan neurotransmitter, asetil kolin. Kebutuhan ikan akan kolin ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5.38. Apabila kandungan biotin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5.39.

Tabel 5.38. Kebutuhan kolin dalam pakan Ikan (Tacon, 1991) Jenis ikan
Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Lake trout (Salmo nemaycush) Chinok salmon (O.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Red sea bream (C.major) Stureon (A. transmontanus) Tilapia (T.aurea) Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil Shrimp (Penaeus japonicus)larva

Kandungan (mg/kg)
4000 400 774 - 813 1000 600 – 800 600 – 800 500 1700 – 3100 NR 600 6000

Referensi
Ogino et al, 1970 Wilson & Poe,1988 Rumsey, 1991 Ketola, 1976 Halver, 1972 Halver, 1972 Yone et al, 1988 Hung, 1989 Roem et al, 1990 Kanazawa, 1985 Kanazawa et al, 1985

227

Tabel 5.39. Tanda-tanda kekurangan kolin pada ikan budidaya (Tacon, 1991) Jenis ikan
Salmonids

Tanda-tanda
Pertumbuhan menurun, hati banyak mengandung lemak, efisiensi pakan menurun, pendarahan pada ginjal dan usus

Referensi
Mc Laren et al, 1947, Halver, 1957, Philips & Brockway, 1957,Coates & Halver, 1958, Ketola,1976, Poston, 1990, Rumsey, 1991 Ogino et al, 1970 Dupree, 1976, Wilson&Poe, 1988 Yone, 1975, Yano et al, 1988 Arai et al, 1972 Rumsey, 1991 Kanazawa et al, 1976, Kanazawa, 1985

Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (I. punctatus) Red sea bream (C. major) Eel (Anguila japonica) Sturgeon (A.transmontanus) Shrimp ( P japonicus)

Pertumbuhan menurun dan hati banyak mengandung lemak Penurunan pertumbuhan, pendarahan pada ginjal dan usus Pertumbuhan menurun, kematian Nafsu makan dan pertumbuhan menurun Pertumbuhan menurun, penyerapan lemak pada hati Pertumbuhan dan hidup menurun kelangsungan

Sumber bahan pakan yang banyak mengandung kolin antara lain adalah tepung udang, tepung hati, tepung biji matahari, tepung paru, tepung ikan , tepung benih gandum, tepung ikan putih , tepung biji kapas, tepung kedelai, tepung tulang, tepung kacang tanah (Tacon, 1991). Vitamin C (asam askorbat) Vitamin C atau asam korbat mempunyai dua bentuk yaitu bentuk oksidasi disebut L dehydro ascorbic acid dan bentuk reduksi yang disebut

L ascorbic acid. Vitamin C sangat penting bagi pertumbuhan semua hewan karena berperan pada banyak sistem metabolisme enzim. Hasil penelitian dari Boonyaratpalin et al (1993), vitamin C sangat berperan dalam pembentukan hydroksiprolin (penyusun kolagen). Dimana kolagen ini terdiri dari hydroksi prolin dan hydroksiprolin. Bersama-sama dengan ATP dan Mg Cl2 merupakan kofaktor dalam menghambat adipose tissue lipase dan memacu hydrolitik deaminasi dari peptidaatau protein sehingga berperan dalam proses aging yaitu membuat jaringan lebih

228

tahan lama dari proses pelapukan. Selain itu vitamin C dapat meningkatkan respon netrofil terhadap kemotoksis dan meningkatkan proliferosi limfosit sebagai respon terhadap nitrogen serta peningkatan aktivitas netrofil terhadap endotoksin. Gejala defisiensi vitamin C pada ikan disebabkan oleh rusaknya kolagen dan jaringan penunjang. Kolagen merupakan protein pada ikan dan konsentrasinya tinggi ditemukan pada kulit dan tulang (Sandness, 1991). Kelebihan vitamin C dalam tubuh akan dimetabolisme selanjutnya

dieksresikan melalui urin. Dengan demikian didalam urin terdapat sejumlah metabolit-metabolit asam askorbat dan yang telah teridentifikasi antara lain adalah asam dehidro askorbat, asam diketogulonat askorbat-2-sulfat, metil askorbat serta 2-keto-askorbitol (Muchtadi dkk, 1993). Kebutuhan ikan akan vitamin C ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Tabel 5.40. Apabila kandungan viatamin C dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejalagejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5.41.

Tabel 5.40. Kebutuhan vitamin C dalam pakan Ikan (Tacon, 1991) Jenis ikan
Common carp (Cyprinus carpio) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Nile tilapia (Oreochromis niloticus) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Chinok salmon (O.tshawytscha) Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) Atlantic salmon (Salmo salar) Atlantic salmon (Salmo salar) Yellow tail (S quinqueradiata) Asean sea bass (Lates calcarifer)

Kandungan (mg/kg)
NR 60 60 880 25 – 50 NR 11 1250 100 – 150 40 50 – 100 20 – 264 210 10 100 – 150 50 – 80 50 10 – 20 30 700 – 1100

Referensi
Sato et al, 1978 Wilson & Poe, 1973 Lovel & Lim, 1978 Lovell, 1973 Andrew & Murray, 1974 Launer et al, 1978 Lovell & Naggar, 1989 Soliman et al, 1986 Halver, 1972 Hilton et al, 1978 Sato et al, 1982 Dabowski et al, 1990 Sato et al, 1991 Cho & Cowey, 1991 Halver, 1972 Halver, 1972 Lall et al, 1989 Sandness et al, 1991 Kanazawa et al, in press Boonyaratpalin et al, 1989

229

Jenis ikan
Mexican cichlid (C urophthalmus) Flounder (Paralichthys olivaceus) Plaice (Pleuronectes platessa) Prawn (Macrobrachium rosenbergii) Shrimp (Penaeus japonicus) juvenile Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil Shrimp (Penaeus vannamei) juvenil Shrimp (Penaeus japonicus)larva

Kandungan (mg/kg)
40 – 110 60 – 100 200 50 – 100 10.000 3000 1000 215- 430 100 10.000

Referensi
Chaves de Martinez, 1990 Tesima et al, 1991 Rosenlund et al, 1990 Moncreiff et al, 1991 Guary et al, 1976 Deshimaru & kuroki, 1976 Lightner et al, 1979 Shigueno&itoh, 1988 Kanazawa, 1985 Lawrence& He, 1991

Tabel 5.41. Tanda-tanda kekurangan inositol pada ikan budidaya (Tacon, 1991) Jenis ikan
Salmonids

Tanda-tanda
Pertumbuhan menurun, scoliosis lordosis, pendarahan pada sirip bagian dalam, warna gelap, kematian meningkat, penurunan daya tetas telur

Referensi
Mc Laren et al, 1947, Halver, 1989, Philips &Brockway, 1957, Coates & Halver, 1958, Kitamura et al, 1967, Hilton et al, 1978, Sato et al, 1991 Lovell,1973, Andrew&Murai, 1974, Lovel&Lim, 1973, Wilson&Poe, 1973, Lim&lovell, 1978, Wilson et al, 1989 Yone, 1975 Arai et al, 1972 Mahajan & Agrawal, 1979.

Channel catfish (I punctatus)

Penurunan pertumbuhan, scoliosis lordosis, pendarahan bagian dalam dan luar, erosi pada sirip, kulit berwarna gelap, nafsu makan menurun, berenang tidak teratur Pertumbuhan menurun Pertumbuhan menurun, erosi pada sirip, erosi pada rahang bawah Scoliosis lordosis, kurang darah, filamen insang berubah.

Red sea bream Eel (Anguila japonica) Snakehead (C.punctata)

230

Jenis ikan
Tilapia

Tanda-tanda
Scoliosis lordosis, pertumbuhan menurun, pendarahan pada bagian dalam dan luar, erosi pada sirip ekor, exophthalmia, kurang darah, daya tetas telur menurun Scoliosis, pendarahan pada bagian luar, erosi pada sirip, warna kulit gelap Pertumbuhan menurun, kematian meningkat, scoliosis lordosis, hypochromic macrocytic anemia Pertumbuhan menurun, renal granuloma, kematian

Referensi
Soliman et al, 1986

Ikan lele (C batracus) Indian major carp

Butthep et al, 1985

Agrawal & Mahajan, 1980

Turbot (S maximus)

Baudin-Laurence et al, 1989, Coustans et al, 1990, Gouillou et al, 1991 Rosenlund et al, 1990 Boonyaratpalin et al, 1989

Plaice Asian seabass (Lates calcarifer)

Pertumbuhan dan kelangsungan hidup menurun Pertumbuhan menurun, pewarnaan gelap, kehilangan keseimbangan, erosi pada sirip ekor, pendarahan pada insang, exophthalmia, badan pendek, filamen insang rusak Pertumbuhan menurun, kematian tinggi, pewarnaan gelap, pendarahan pada mata, erosi pada kepala dan sirip, exophthalmia, scoliosis lordosis, iritasi, perubahan tulang kepala Pertumbuhan dan kelangsungan hidup menurun Gejala kematian dengan tandatanda hitam, efisiensi pakan dan pertumbuhan serta kelangsungan hidup menurun

Mexican Cichlid

Chevas de Martinez, 1990

Udang galah

Heinen, 1988, Moncreiff et al, 1991 Kanazawa, 1985, Guary,1976, Lightener et al, 1970, Shigueno&Itoh, 1988, Lawrence & He, 1991

Shrimp ( P japonicus)

231

Sumber bahan pakan yang banyak mengandung vitamin C antara lain adalah lobster, kepiting dan sebagian besar terutama terdapat pada sayuran dan buah-buahan. Vitamin C merupakan vitamin yang paling mudah rusak dan sangat larut dalam air. Disamping itu vitamin C mudah teroksidsi bila dalam keadaan alkalis, suhu tinggi, terkena sinar matahari dan logam beraty seperti seng, besi dan terutama tembaga. Oleh karena itu agar vitamin C yang terdapat dalam bahan pakan harus dihindari dari hal-hal tersebut diatas.

5.6. MINERAL
Ikan dalam komposisi zat gizinya juga membutuhkan mineral dalam campuran pakannya agar ikan dapat tumbuh dengan baik. Mineral merupakan unsur anorganik yang dibutuhkan oleh organisme perairan (ikan) untuk proses hidupnya secara normal. Ikan sebagai organisme air mempunyai kemampuan untuk menyerap beberapa unsur anorganik ini, tidak hanya dari makanannya saja tetapi juga dari lingkungan. Jumlah mineral yang dibutuhkan oleh ikan adalah sangat sedikit tetapi mempunyai fungsi yang sangat penting. Dalam penyusunan pakan buatan mineral mix biasanya ditambahkan berkisar antara 2 – 5% dari total jumlah baha baku dan bervariasa bergantung pada jenis ikan yang akan mengkonsumsinya. Walaupun sangat sedikit yang dibutuhkan oleh ikan, mineral ini mempunyai fungsi yang sangat

utama dalam tubuh ikan antara lain adalah : • Merupakan bagian terbesar dari pembentukan struktur kerangka, tulang, gigi dan sisik. • Mineral tertentu dalam bentuk ion di dalam cairan tubuh dapat berperan untuk mempertahankan keseimbangan asam basa serta regulasi pH dari darah dan cairan tubuh lainnya. • Adanya keterlibatan mineral dalam kerja sistem syaraf dan konstraksi otot • Merupakan komponen penting dalam hormon, vitamin, enzim dan pigmen pernafasan atau sebagai kofaktor dalam metabolisme, katalis dan enzim aktivator. • Berperan dalam pemeliharaan tekanan osmotik dan juga mengatur pertukaran air dan larutan dalam tubuh ikan. Berdasarkan banyaknya fungsi mineral dalam kehidupan ikan, maka mineral merupakan salah satu bahan yang harus ada dalam komposisi pakan ikan. Dan unsur mineral ini sangat essensial bagi kehidupan hewan, ikan dan udang. Unsur mineral essensial ini biasanya diklasifikasikan menjadi dua grup berdasarkan konsentrasinya di dalam tubuh ikan, yaitu: mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah mineral yang konsentrasinya dalam tubuh organisme dibutuhkan dalam jumlah besar (lebih dari 100 mg/kg pakan kering), yaitu Calsium (Ca), Magnesium (Mg), Sodium (Na), Potassium (K), Phosphorus (P), Chlorine (Cl) dan Sulphur (S).

232

Mineral mikro adalah mineral yang konsentrasinya dalam tubuh setiap organisme dalam jumlah sedikit (kurang dari 100 mg/kg pakan kering),yaitu : Besi (Fe), Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Seng (Zn), Cobalt (Co), Molybdenum (Mo), Cromium (Cr), Selenium (Se), Fluorine (F), Iodine/Iodium (I), Nickel (Ni) dan lain-lain. Calsium (Ca) Kalsium merupakan unsur mineral makro yang didalam tubuh disimpan pada tulang, gigi dan sebagian besar pada kulit dan kerangka tubuh. Peranan dan fungsi kalsium didalam tubuh antara lain adalah sebagai komponen utama pembentuk tulang, gigi, kulit serta sisik dan memelihara ketegaran kerangka tubuh, mengentalkan darah, sebagai ”intracellular regulator” atau messenger yaitu membantu regulasi aktivitas otot kerangka, jantung dan jaringan lainnya, konstraksi dan relaksasi otot, membantu penyerapan vitamin B12, menjaga keseimbangan osmotik. Pengambilan kalsium dari perairan oleh ikan digunakan atas dasar untuk kegiatan struktural. Transpor Ca dari air oleh aliran darah ke jaringan tulang dan kulit berlangsung secara cepat. Jumlah lemak dalam pakan sangat berpengaruh dalam penyerapan Ca oleh usus. Pada kondisi abnormal, yaitu penyerapan lemak terganggu maka Ca pun akan sedikit yang diserap. Hal ini dikarenakan asam lemak yang tidak diserap akan berikatan dengan Ca

dan akan terbuang dalam bentuk feses. Kandungan Ca dalam perairan sangat diperlukan untuk kehidupan ikan. Perairan dengan kandungan Ca rendah akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan dan mengganggu adaptasi pada saat kondisi lingkungan berubah. Perairan yang kaya akan Ca akan meningkatkan toleransi terhadap temperatur dan akan mengurangi keracunan akibat menurunnya pH. Untuk perairan yang kandungan Ca rendah, pH rendah dan kandungan alumunium tinggi tidak akan dihuni oleh ikan. Kandungan Ca yang harus ada dalam pakan ikan sangat sulit untuk diterapkan secara pasti. Sebagai contoh, pada ikan rainbowtrout dengan bobot awal 1,2 g, antara ikan yang diberi Ca 0,3 g/kg dengan 3,4 g/kg ternyata tidak menunjukkan adanya perbedaan dalam pertumbuhannya yang dipelihara pada perairan dengan kandungan Ca 20 – 30 mg/l (Ogino dan Takeda, 1978). Menurut Rumsey (1977) kebutuhan Ca untuk ikan rainbowtrout pada perairan dengan kalsium rendah (3 mg Ca/l) sama saja dengan yang dipelihara pada kandungan kalsium tinggi (45 mg Ca/l) yaitu sebesar 2 g/kg dalam pakannya. Sedangkan menurut Arai et al (1975) pemberian Ca sebanyak 2,4 g/kg merupakan kebutuhan minimal yang harus dipertimbangkan, pemberian Ca sebanyak 11,5 – 14 g/kg akan berakibat buruk terhadap laju pertumbuhan.

233

Phosphor (P) Phosphor adalah komponen pembentuk kerangka tubuh dimana tulang itu disusun oleh mineral P sebesar 16% dan Ca 37%. Selain itu phosphor berfungsi dalampengaktifan proses metabolisme, komponen DNA, RNA, ATP dan berbagai koenzim, pergerakan otot dan memelihara keseimbangan asam basa. Phosphor yang diserap oleh tubuh berasal dari makanan dalam bentuk ion fosfat. Penyerapan P oleh tubuh sangat bergantung kepada kandungan P dan Ca dalam pakan. Tingginya kandungan P dalam pakan akan berkorelasi terhadap peningkatan penyerapan P. Akan tetapi, penyerapan P akan semakin menurun dengan meningkatnya kandungan Ca dalam pakan. Sebagian besar kebutuhan P untuk membentuk jaringan struktur tubuh diperoleh dari pakan. Ketersediaan P dalam air akan mengganggu penyerapan P dalam pakan oleh tubuh. Pakan dengan kandungan Ca rendah dan P tinggi akan mendorong ikan untuk mengambil Ca dari lingkungan perairan. Kekurangan mineral P pada pakan ikan dapat mengakibatkan pertumbuhan terhambat, proses pembentukan tulang terganggu dan konversi pakan menjadi meningkat. Kekurangan phosphor pada ikan mas mengakibatkan pertumbuhan terganggu, nafsu makan menurun, tulang belakang bengkok dan rapuh serta kandungan lemak dalam daging meningkat. Wilson et al (1982), melakukan penelitian

terhadap ikan channel catfish yang memperlihatkan bahwa peningkatan P yang tersedia dalam makanan dari 0,07% menjadi 0,54% akan meningkatkan pertambahan bobot relatif dari 135% menjadi 706% dan efisiensi pakan dari 36% menjadi 99%. Tetapi bila kandungan P terus dinaikkan sampai 1,02% maka pertumbuhan relatif akan turun dari 706% menjadi 620% dan efisiensi pakan akan turun dari 99% mejadi 90%. Magnesium (Mg) Magnesium merupakan kofaktor bagi semua enzim yang terlibat di dalam reaksi pemindahan fosfat (fosfokinase) yang menggunakan ATP dan fosfat nukleotida yang lain sebagai substrat. Pada hewan vertebrata kurang lebih 60% total magnesium tubuh berada dalam tulang, sebagian lagi terdapat dalam bentuk mineral yang mengkristal dan berada dalam sel jaringan lunak. Fungsi magnesium bagi ikan dan udang adalah sebagai komponen esensial dalam menjaga homeostasis intra dan ekstra seluler. Magnesium dalam tubuh diserap oleh usus halus dan hanya sedikit yang dieksresikan dan hampir seluruhnya diserap secara sempurna. Penyerapan magnesium dalam tubuh dipengaruhi oleh masuknya magnesium dalam usus, waktu singgah diusus, kecepatan penyerapan air, kadar kalsium fosfat dan laktosa dalam pakan, sumber magnesium dan umur serta jenis ikan. Kandungan magnesium di dalam ikan jumlahnya relatif rendah 234

dibandingkan dengan hewan darat. Sebagian besar magnesium, kurang lebih 65%, berada dalam kerangka tubuh ikan. Pada ikan mirror carp terdapat 340 – 3300 gram dimana kandungan terbesar terdapat pada vertebrae sebesar 1,0 – 1,6 g/kg, pada otot 200 – 267 mg/kg dan pada hati terdapat 62 – 203 mg/kg. Konsentrasi magnesium dalam perairan tawar sering tidak mencukupi untuk kebutuhan metabolisme ikan, oleh karena itu pemberian mineral magnesium pada pakan untuk pemeliharaan ikan air tawar sangat penting. Rendahnya suplai magnesium dalam pakan dapat mengakibatkan nafsu makan berkurang, pertumbuhan dan aktivitas ikan berkurang, kandungan Ca dan Mg dalam tubuh dan vertebrae akan berkurang. Selain itu ikan akan memperlihatkan keabnormalan dalam pertumbuhan tulang. Pada ikan trout telah diteliti oleh Cowey et al (1977) bahwa pertambahan bobot dan penggunaan pakan pada ikan yang diberi pakan dengan kandungan Mg sebesar 1000 mg/kg jauh lebih baik dibandingkan dengan ikan trout yang hanya diberi Mg sebesar 26 - 63 mg/kg. Perbaikan kandungan Mg dalam pakan akan berdampak terhadap peningkatan Mg dalam serum. Kekurangan Mg pada kandungan Ca 26 dan 40 g/kg akan menyebabkan penyakit nephacalcinosis dan di dalam jaringan otot akan meningkat kandungan Na yang dapat meningkatkan cairan ekstraseluler. Pada ikan rainbow trout berukuran 16 gram atau 35 gram memerlukan Mg dalam pakan sebesar 500 mg/kg. Jika kurang dari 500 mg/kg pakan

maka dapat mengakibatkan pertumbuhan lambat dan pakan menjadi tidak efisien. Sedangkan pada ikan yang berukuran 21 gram yang dipelihara selama delapan minggu, kekurangan Mg dapat mengakibatkan penurunan kandungan Mg pada plasma, otot dan tulang. Berdasarkan hasil penelitian Satoh et al (1983) , pada ikan trout yang tidak ditambahkan mineral Mg pada pakan buatannya menunjukkan adanya gejala katarak sebesar 29%. Pada ikan Mas pemberian Mg sebesar 52 mg/kg dapat meningkatkan kematian sebesar 16%. Selain itu pada ikan mas yang dipelihara selama 83 hari dengan pakan kurang Mg menunjukkan peningkatan terjadinya katarak sebesar 40%. Oleh karena itu pada ikan mas diestimasi kebutuhan Mg dalam pakan berkisar antara 400 – 500 mg/kg. Potassium (K) Ion potassium (K) adalah elektrolit yang banyak dijumpai dalam tubuh dalam bentuk ion terdisosiasi penuh dan merupakan partikel utama yang bertanggungjawab dalam osmolaritas. Ion K ini akan mempengaruhi kelarutan protein dan komponen lainnya. Ion K ini bersama-sama dengan natrium dan klorida berperan secara fisiologis dalam memelihara keseimbangan air dan distribusinya, memelihara keseimbangan osmotik normal, memelihara keseimbangan asam basa dan memelihara iritabilitas otot.

235

Berdasarkan hasil penelitian dari beberapa peneliti diketahui bahwa ikan air tawar dalam pemenuhan ion K tidak banyak diambil dari lingkungan perairan, namun lebih banyak diperoleh dari pakan. Apabila ion K dalam pakan kurang dari 1 mg/kg akan menyebabkan penggunaan pakan tidak efisien, pertumbuhan lambat dan kematian meningkat. Pertumbuhan ikan dapat dicapai jika pada pakan ikan mengandung ion K maksimum 800 mg/kg. Konsentrasi K dalam tubuh berkisar antara 600 – 800 mg/kg pakan. Sodium (Na) Sodium seperti halnya potasium sangat penting perannya dalam osmoregulasi dan keseimbangan asam basa ikan. Pada hewan darat sodium yang berasal dari makanan akan diserap oleh tubuh secara cepat dan efisien dan hanya sedikit sekali yang dikeluarkan melalui feses. Kekurangan sodium dapat mengakibatkan dehidrasi, keletihan, anoeexia dan kram otot. Pemberian sodium sebesar 2200 mg/kg pakan pada ikan rainbowtrout sudah mencukupi kebutuhan ikan tersebut terhadap sodium. Tetapi dalam percobaan Salman dan Eddy (1988) pemberian sodium sebesar 1000 – 3000 mg/kg pakantidak memberikan perbedaan pertambahan bobot .

Clorin (Cl) Clorin berperan besar dalam aktivitas osmoregulasi. Pertukaran klorin sebagian besar terjadi pada insang. Pada ikan air tawar pengambilan klorin terjadi pada kondisi medium yang hipotonik, dengan cara memompa NaCl melalui insangnya dan pengeluaran klorin dilakukan dalam bentuk urin. Pada ikan air laut pengambilan klorin dilakukan dengan cara melakukan banyak minum air laut sehingga klorin secara difusi ikut masuk kedalam tubuh ikan. Selain itu ikan air laut bisa melakukan dengan cara memompa melalui insang epithelium pada kondisi medium hipertonik. Dalam kondisi normal klorin dikeluarkan dalam bentuk urin pada jumlah yang sedikit, namun pada kondisi stres ikan banyakmengeluarkan urin sehingga kehilangan NaCl cukup besar. Klorin keluar dari tubuh melalui urin dan sedikit melalui feses. Ketersediaan Cl di dalam air sangat menguntungkan untuk kehidupan ikan agar mempunyai toleransi terhadap perubahan suhu. Pada ikan salmon yang dipelihara dengan kandungan garam 1 – 1,5% memberikan pengaruh terhadap peningkatan food intake dan transportasi. Pemberian garam pada bahan pakan dari segi manfaatnya masih diperdebatkan. Hal ini dikarenakan dari hasil penelitian memberikan hasil yang menunjukkan bahwa pemberian NaCl pada pakan berakibat buruk pada penambahan bobot. Pemberian NaCl sebanyak 3% pada pakan mengakibatkan pertambahan bobot hanya 85% dibandingkan dengan kontrol. Pada 236

Hal ini dikarenakan NaCl pada tingkatan yang tinggi diserap dalam 24 jam yang kelebihannya akan dikeluarkan kedalam perairan tawar pada sistem osmoregulasi dalam urin hipoosmotik normal.43.5 g 4.42. yaitu dalam bentuk heme dan non heme.4 1.15 . Dalam makanan terdapat dua macam zat besi.5 Se 0. 237 .38 0.1 Besi (Fe) Zat besi merupakan unsur mineral mikro yang paling banyak terdapat dalam tubuh ikan dan manusia. Kebutuhan mineral mikro dalam pakan pada berbagai jenis ikan air tawar (mg/kg pakan) Jenis ikan Rainbow trout Channel catfish Tilapia Common carp Ikan kerapu Fe R 30 30 Cu 3 5 3 3 Mn 13 2.penambahan NaCl sebanyak 6% memberikan pertambahan bobot sebesar 77% sedangkan penambahan sebanyak 12% mengakibatkan pertambahan bobot sebesar 70%. Kebutuhan mineral makro dan mikro pada beberapa jenis ikan menurut hasil penelitian Steffens dapat dilihat pada Tabel 5.5 g 7g P Sekitar 6 g Sekitar 6 g Sekitar 6 g 4.0.2 – 4.6 g - Tabel 5.25 R 0. sedangkan pada ikan laut pengambilan NaCl dalam jumlah besar relatif sering terjadi pada berbagai kasus.42 dan 5.7 13 5 Zn 15 – 30 20 20 15 – 30 30 Co 0.43. Kebutuhan mineral makro dalam pakan pada berbagai jenis ikan air tawar (mg/kg atau g/kg berat kering) Jenis ikan Rainbow trout Mas Sidat Jepang Channel catfish Tilapia Ca 300 mg – 3g 300 mg – 3g 300 mg – 3g 4. Zat besi heme ditemukan dalam bentuk hemoglobin dan zat besi non heme dalam otot yang disebut myoglobin. Tabel 5.5 – 6 g Mg 400 – 700 mg 400 – 700 mg 400 – 700 mg 400 – 700 mg 400 – 700 mg K Max 1.

1. enzim peroxidase. misalnya pada ikan channel catfish dapat mengakibatkan pertumbuhan terhambat. pH atau keasaman lambung dan bagian atas usus halus. japanese eel. nafsu makan menurun dan abnormalitas. Pada beberapa jenis ikan memberikan dampak yang berbeda. Zat besi dalam bentuk tereduksi.44. Kebutuhan zat besi untuk setiap jenis ikan berbeda.44. 2.Fungsi dan peranan zat besi dalam tubuh ikan antara lain adalah : • Unsur yang sangat penting dalam pigmen darah (hemoglobin dan myoglobin) • Terlibat dalam pengangkutan oksigen dalam darah dan urat daging (otot) serta pemindahan/transfer elektron dalam tubuh • Unsur yang sangat penting dari variasi sistem enzim. enzim aldehyde oxidase dan enzim succinic dehydrogenase. sirip dan kulit. Sedangkan pada ikan salmon. Penyerapan zat besi dalam saluran pencernaan sangat dipengaruhi oleh kadar keasaman. Jenis ikan Atlantik Salmon (Salmo solar) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Eel (Anguila japonica) Common carp (Cyprinus carpio) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Kerapu (Epinephelus sp) Zat besi (mg/kg pakan) 60 30 170 150 60 30 Kekurangan zat besi pada ikan dapat membawa dampak yang merugikan bagi ikan. Menurut hasil penelitian Lall (1989) dan NRC (1993) kebutuhan zat besi pada setiap jenis ikan dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. 3. Ikan dapat menyerap zat besi terlarut dari air melalui insang. enzim xantin oksidase. 6. common carp dan red sea bream dapat mengakibatkan hypochromic microcytic anemia yaitu sel-sel darah merah berwarna lebih pucat dengan ukuran sel yang lebih besar. yang meliputi enzim katalase. 238 . 5. Kebutuhan zat besi pada beberapa jenis ikan No. konversi pakan rendah. 4. Ikan sangat membutuhkan zat besi dalam suplai makanannya. ion Fero (Fe ++) lebih mudah diserap karena lebih mudah larut dalam cairan-cairan pencernaan.

pengikisan pada kulit dan sirip serta menaikkan kadar besi dan tembaga diusus dan hepatopankreas. komposisi pakan. kematian tinggi. pengikisan pada sirip dan kulit serta katarak pada mata dan bentuk tubuh menjadi kerdil dan pendek.Seng (Zn) Ikan mengakumulasi seng dari dua sumber. monosakarida dan komponenkomponen EDTA. 3. Pada Japanese eel akan menyebabkan bentuk tubuh yang kerdil sedangkan pada channel catfish juga menyebabkan 239 . Seperti unsur lainnya selain diperoleh dari lingkungan perairan mineral seng perlu ditambahkan kedalam sumber makanannya agar kebutuhan ikan akan mineral seng dapat terpenuhi. 4.30 50 Dampak dari kekurangan mineral Zn untuk setiap jenis ikan berbeda. kematangan seksual. asam sitrat. Kebutuhan mineral seng pada beberapa jenis ikan No. 5. Selain itu menurut Watanabe (1988) memperlihatkan bahwa kekurangan seng pada Rainbow trout dapat menyebabkan pertumbuhan menurun. nafsu makan rendah dan menurunkan tingkat serum alkaline phosphatase. Seng di dalam tubuh organisme sangat berperan penting sebagai kofaktor dari beberapa sistem enzim yng penting dalam proses metabolisme. yaitu pakan dan air. Zat-zat yang membantu penyerapan mineral seng antara lain adalah asam amino terutama histidin dan sistein. Ikan dapat menyerap seng dari insang. Kebutuhan ikan akan mineral seng ini bervariasi bergantung pada usi. Pada ikan channel catfish dapat menyebabkan pertumbuhan menurun. namun seng yang berasal dari pakan penyerapannya lebih efisien daripada dari air. Mineral seng diserap dengan bantuan proses difusidalam duodenum dan jejenum bagian atas. Tabel 5. Jenis ikan Channel catfish (Ictalurus punctatus) Tilapia (Oreochromis aurea) Common carp (Cyprinus carpio) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Kerapu (Epinephelus sp) Zat besi (mg/kg pakan) 20 20 15 .45. nafsu makan menurun. suhu air dan kualitas air. Pada ikan mas menyebabkan pertumbuhan lambat.30 15 . Kebutuhan mineral seng dari hasil penelitian dapat dilihat pada Tabel 5. 1. mortalitas tinggi. 2.45. kulit dan sirip.

pertumbuhan anorexia. antara lain adalah . Kebutuhan mangan pada beberapa jenis ikan No. dan mangan klorida Tembaga (Cu) Tembaga merupakan unsur essensial dari sistem oksidasireduksi-enzim dan terlibat dalam metabolisme besi. Mangan (Mn) lambat serta kunci dari beberapa sistem enzim. struktur tulang yang tidak normal pada ikan rainbow trout. 2. Mangan pada ikan sangat berperan sebagai enzim aktivator untuk enzim-enzim yang menjembatani transfer dari grup phosphatase. 1. 4. berkurangnya pertumbuhan. untuk induk ikan salmon kebutuhan mineral mangannya > 50 mg/kg. Tembaga dibutuhkan untuk pembentukan pigmen melanin dan pigmen pada kulit.46). sebagai kofaktor atau komponen Tabel 5. untuk pembentukan tulang dan penghubung jaringan serta merawat keseimbangan serabut myelin dari jaringan syaraf. Oleh karena itu tembaga terlibat dalam sintesis hemoglobin dan produksi sel darah dan perawatannya. regenerasi sel darah merah. carp dan tilapia. 240 . metabolisme karbohidrat dan siklus reproduksi.46. sebagai komponen essensial dari enzim piruvate carboxylase. mangan essensial untuk pembentukan tulang. 3. Kebutuhan mangan pada beberapa jenis ikan berbeda (Tabel 5. Kekurangan mangan pada pakan dapat dilakukan dengan menambahkan kandungan mineral mangan dalam pakan dalam bentuk mangan sulphat MnSO4) (MnCl2). Jenis ikan Atlantik Salmon (Salmo solar) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Common carp (Cyprinus carpio) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Zat besi (mg/kg pakan) 20 20 13 13 Dampak yang diakibatkan dari kekurangan mineral mangan pada komposisi pakan ikan untuk setiap jenis ikan biasanya berbeda. ataxia yaitu ketidakmampuan tubuh untuk mengkoordinasikan gerakangerakan otot secara sempurna serta menurunnya penampakan reproduksi. rendahnya daya tetas dan jumla telur pada induk ikan.

Penyerapan mineral cobalt oleh ikan akan meningkat jika tubuh kekurangandan diserap dalam usus halus. mengurangi pigmentasi dan pertumbuhan lambat. 3. Jenis ikan Atlantik Salmon (Salmo solar) Channel catfish (Ictalurus punctatus) Common carp (Cyprinus carpio) Rainbow trout (Salmo gairdneri) Zat besi (mg/kg pakan) 5 5 3 3 Dampak kekurangan tembaga pada ikan sebagai organisme air jarang sekali terjadi karena mineral ini sudah cukup banyak tersedia dalam air. Cobalt (Co) Mineral cobalt pada ikan diserap dari air disekitarnya dan masuk melalui insang. Cobalt yang diserap secara normal tidak selalu dalam bentuk vitamin B12. Kebutuhan mineral cobalt oleh ikan berkisar antara 1 – 6 mg/kg pakan.47. 4. cobalt juga berfungsi sebagai agen kegiatan untuk sistem variasi enzim. Cobalt mempunyai fungsi dan peranan pada ikan antara lain adalah merupakan komponen integral dari Cyanocobalamin (vitamin B12). hanya 1/10 – 1/12 cobalt pada tubuh dalam bentuk vitamin. sangat dibutuhkan untuk sintesa microflom pada saluran usus serta sangat penting untuk pembentukan sel darah merah dan perawatan jaringan syaraf. 1. Kebutuhan mineral tembaga pada beberapa jenis ikan No. Tabel 5. Pada ikan dampak mineral tembaga yang sudah diamati adalah kalau terjadi keracunan tembaga akibat terjadinya pencemaran lingkungan perairan yang dapat mengakibatkan rusaknya insang. Kebutuhan mineral tembaga berdasarkan hasil penelitian pada beberapa jenis ikan dapat dilihat pada Tabel 5. Meningkatnya kandungan cobalt pada tubuh ikan rainbow trout dapat menyebabkan racun dan meningkatkan haemorrhages pada saluran 241 .47. kandungan beberapa ion metal lain dan zat-zat organik serta umur. dimana dengan meningkatnya suhu dan kalsium dilingkungan akan meningkatkan konsentrasi cobalt. Konsentrasi cobalt yang masuk kedalam tubuh ikan sanagt dipengaruhi oleh suhu lingkungan dan konsentrasi kalsium. 2.Mineral tembaga yang diserap oleh hewan dan ikan sangat dipengaruhi oleh jumlah dan bentuk kimia mineral tembaga yang diterima.

Diodotirosin. Kebutuhan selenium untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan memaksimalkan aktivitas glutathione peroxidase adalah 0. Enzim ini berfungsi dalam melindungi sel dari pengaruh peroxides. Duodenum merupakan daerah penyerapan utama mineral ini dan akan berikatan pada protein dalam bentuk asam amino yang mengandung ikatan sulfur. kemudian ditransport ke kelenjar thyroid dan diubah dalam bentuk yodium inorganik yaitu Monoiodotirosin. Yodium berfungsi untuk mengatur laju metabolisme seluruh proses ke dalam tubuh. Pada ikan rainbow trout dan channel catfish kekurangan selenium dapat mengakibatkan depresi pertumbuhan.pencernaan dan pola putih pada sel darah. Selenium diserap oleh ikan dari makanan dan lingkungan perairan melalui jalur gastrointestinal. yaitu Triiodothyronine (T3) dan thyroxine (Tetra iodothyronine/ T4). Kebutuhan ikan akan yodium berkisar antara 1 – 5 mg/kg pakan.dan diserap secara sempurna dalam lambung dan usus. Pada ikan selenium sangat dibutuhkan untuk mencegah penyakit otot menyusut (muscular dystrophy).15 – 0. Enzim ini bersama-sama dengan vitamin E berfungsi sebagai antioksidan biologis yang melindungi polyunsaturated phospholipid di dalam sel dan sub sel membran dari kerusakan peroksidatif.25 mg/kg untuk ikan channel catfish. Yodium terdapat dalam saluran pencernaan dalam bentuk ion I. Yodium (I) Yodium adalah komponen integral dari hormon thyroid dan sangat penting untuk sintesis hormon thyroid. Yodium yang tertangkap oleh kelenjar thyroid akan disimpan dalam bentuk Tiraglobulin merupakan protein yang mengandung yodium.28 mg/kg untuk ikan rainbowtrout dan 0. bentuk tubuh kerdil dan pertumbuhan terhambat. Triiodothyronine (T3) dan thyroxine (Tetra iodothyronine/ T4) serta komponen-komponen organik yang mengandung yodium. Dampak kekurangan yodium pada ikan brook trout mengakibatkan thyroid hyperflasia (pembengkakan pada kelenjar thyroid). 242 . Selenium yang berikatan dengan protein ini akan ditransport kedalam plasma darah dan jaringan lainnya. Jumlah total yodium yang terkandung dalam kelnjar thyroid adalah 70 – 80%. Selama masa perkembangan embrio telur ikan rainbow trout kebutuhan cobalt meningkat. Selenium (Se) Selenium adalah bagian yang melengkapi dari enzim Glutation Peroksidase yaitu suatu enzim yang merubah hydrogen peroxide dan lemak hydroperoxides ke dalam air dan lemak alkohol secara berurutan. Ikan memperoleh yodium dari air melalui pompa brachial dan makanan.

Tepung halus diperoleh dari 243 . Larutan ada 2 macam. berdasarkan kandungan airnya. Pengelompokkan jenisjenis pakan ikan dapat dibuat berdasarkan bentuk. Bentuk larutan ini biasanya diberikan pada saat larva dengan komposisi bahan baku yang utama adalah kuning telur bebek atau ayam dengan tambahan vitamin dan mineral. Pakan buatan dibuat oleh manusia untuk mengantisipasi kekurangan pakan yang berasal dari alam yang kontinuitas produksinya tidak dapat dipastikan. Jenis-jenis pakan buatan berdasarkan bentuk antara lain adalah: 1. 2. bahan yang terlarut menyatu dengan air pelarutnya. Bentuk larutan Digunakan sebagai pakan burayak ikan (berumur 2 . Bentuk tepung/meals Digunakan sebagai pakan larva sampai benih (berumur 2-40 hari). yaitu: 1) Emulsi.20 hari).BAB VI. Teknologi Pakan Buatan Pakan buatan adalah pakan yang dibuat oleh manusia untuk ikan peliharaan yang berasal dari berbagai macam bahan baku yang mempunyai kandungan gizi yang baik sesuai dengan kebutuhan ikan dan dalam pembuatannya sangat memperhatikan sifat dan ukuran ikan. 2) Suspensi. berdasarkan sumber dan berdasarkan konstribusinya pada pertumbuhan ikan. Pakan buatan yang berkualitas baik harus memenuhi kriteria-kriteria seperti: • Kandungan gizi pakan terutama protein harus sesuai dengan kebutuhan ikan • Diameter pakan harus lebih kecil dari ukuran bukaan mulut ikan • Pakan mudah dicerna • Kandungan nutrisi pakan mudah diserap tubuh • Memiliki rasa yang disukai ikan • Kandungan abunya rendah • Tingkat efektivitasnya tinggi Sebelum melakukan pembuatan pakan ikan harus dipahami terlebih dahulu tentang jenis-jenis pakan yang dapat diberikan kepada ikan budidaya. bahan yang terlarut tidak menyatu dengan air pelarutnya. Dengan membuat pakan buatan diharapkan jumlah pakan yang dibutuhkan oleh ikan akan terpenuhi setiap saat.

Ukuran ikan yang mengkonsumsi pakan bentuk pellet bervariasi dari ukuran bukaan mulut lebih dari 2 mm maka ukuran pelet yang dibuat biasanya 50%nya yaitu 1 mm. Bentuk pellet tenggelam/sinking Biasa digunakan untuk kegiatan pembesaran ikan air tawar maupun ikan air laut yang mempunyai kebiasaan tingkah laku ikan tersebut berenang di dalam perairan. Bentuk remahan/crumble Digunakan sebagai pakan gelondongan besar/ikan tanggung (berumur 80-120 hari). 2.3. 4. 5. Pakan lembab dibuat 244 . kemudian diremasremas. Bentuk butiran/granules Digunakan sebagai pakan benih gelondongan (berumur 40-80 hari). Bentuk pellet terapung/floating Biasa digunakan untuk kegiatan pembesaran ikan air tawar maupun ikan air laut yang mempunyai kebiasaan tingkah laku ikan tersebut berenang di permukaan perairan. Pakan lembab yaitu pakan yang mengandung air berkisar antara 20-40%. Jenis pakan ikan berdasarkan kandungan airnya dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu : 1. berupa cincangan atau gilingan daging ikan yang tidak bernilai ekonomis. Bentuk pellet ini juga dapat digunakan sebagai pakan ikan dewasa yang sudah mempunyai berat > 60-75 gram dan berumur > 120 hari. Jenis pakan ini biasa diberikan kepada induk-induk ikan laut/udang. Tepung kasar juga diperoleh dari remah yang dihancurkan atau dibuat sama seperti membuat formulasi pakan lengkap dan bentuknya dibuat menjadi butiran. 7. remah yang dihancurkan atau dibuat komposisi dari berbagai sumber bahan baku seperti menyusun formulasi pakan . Bentuk pellet ini juga dapat digunakan sebagai pakan ikan dewasa yang sudah mempunyai berat > 60-75 gram dan berumur > 120 hari. Pakan basah yaitu pakan yang mengandung air biasanya lebih dari 50%. dan biasanya diberikan pada larva sampai benih ikan. contoh pakan basah antara lain adalah cincangan daging cumicumi atau ikan laut. Bentuk lembaran/flake Biasa diberikan pada ikan hias atau ikan laut dan dibuat dari berbagai bahan baku disesuaikan dengan kebutuhan dan pada saat akan dibentuk dapat menggunakan peralatan pencetak untuk bentuk lembaran atau secara sederhana dengan cara membuat komposisi pakan kemudian komposisi berbagai bahan baku tersebut dibuat emulsi yang kemudian dihamparkan di atas alas aluminium atau seng dan dkeringkan. Ukuran ikan yang mengkonsumsi pakan bentuk pellet bervariasi dari ukuran bukaan mulut lebih dari 2 mm maka ukuran pelet yang dibuat biasanya 50%nya yaitu 1 mm. Pakan basah biasanya terdiri dari pakan segar atau pakan beku. 6. Remah berasal dari pellet yang dihancurkan menjadi butiran kasar.

Dalam buku teks ini akan dibahas secara detail setiap kelompok pakan ini pada bab tersendiri yaitu teknologi pembuatan pakan dan teknologi produksi pakan alami. 3. Jenis pakan ikan berdasarkan sumbernya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu pakan alami dan pakan buatan. Jenis pakan buatan yang akan dibahas dalam buku ini adalah pakan buatan yang akan dikonsumsi oleh ikan yang berukuran induk. Complete Feed/pakan lengkap yaitu pakan yang dalam konstribusinya menghasilkan penambahan berat badan lebih dari 50%. Pakan lembab ini dibuat dengan komposisi pakan sesuai kebutuhan ikan tetapi dalam prosesnya tidak dilakukan pengeringan. dibiarkan lembab dan disimpan dalam bentuk pasta kemudian dibekukan. Jenis pakan ikan berdasarkan konstribusinya dalam menghasilkan penambahan berat badan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu : 1. Jenis pakan kering ini dapat dibuat dengan berbagai macam bentuk disesuaikan dengan kebutuhan ikan dan pada setiap tahapan budidaya dapat menggunakan pakan kering ini disesuaikan dengan ukuran dan jenis ikan yang akan mengkonsumsinya. Pakan lembab ini dapat diberikan pada ukuran ikan dari benih sampai ke pembesaran. Dengan mengetahui jenis-jenis pakan maka para pembudidaya ikan dapat menentukan jenis pakan yang akan dibuat disesuaikan dengan ikan yang akan dipeliharanya. larva atau benih sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan dalam bentuk pakan kering atau lembab. Jenis pakan ini yang biasa digunakan pada budidaya ikan secara intensif karena sangat mudah dalam proses distribusi.sebagai alternatif dari pakan basah yang banyak kekurangannya antara lain dapat mencemari perairan dan kekurangan asam amino tertentu. Tetapi ada juga pakan basah ini dibuat dengan komposisi ikan yang dipasteurisasi ditambah beberapa tambahan seperti perekat. 2. Jenis pakan ini biasanya adalah pakan kering dengan berbagai bentuk dimana komposisi bahan bakunya lengkap sehingga kandungan protein pakan mencukupi kebutuhan ikan yang akan mengkonsumsinya. Pakan kering yaitu pakan yang mengandung air kurang dari 10%. penyimpanan dan penanganannya. Jenis pakan ini biasanya dibuat oleh para pembudidaya ikan dengan mencampurkan beberapa bahan baku tanpa memperhitungkan kandungan proteinnya sehingga kandungan nutrisi dari pakan ini tidak lengkap. Suplementary Feed/pakan suplemen yaitu pakan yang dalam konstribusinya hanya menghasilkan penambahan berat badan kurang dari 50%. vitamin dan mineral atau silase ikan yang diberi beberapa komposisi zat tambahan. Pakan buatan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan akan 245 .

• Tidak mengandung racun. Persyaratan pemilihan bahan baku ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu persyaratan teknis dan persyaratan sosial ekonomis. bahan baku yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan kebiasaan makan ikan dialam. bahan baku yang mengandung racun akan menghambat pertumbuhan ikan dan dapat membuat ikan mati. dengan bahan baku yang bergizi tinggi akan diperoleh pakan yang dapat dicerna oleh ikan dan dapat menjadi daging ikan lebih besar dari 50%. Kandungan nutrisi yang terdapat didalam pakan buatan harus terdiri dari protein. hal ini dapat meningkatkan selera makan dan daya cerna ikan. Hal ini disebabkan selain nilai gizi yang dikandung bahan baku harus sesuai dengan kebutuhan ikan. Seperti diketahui bahwa berdasarkan kebiasaan makannya jenis pakan 246 .memberikan pertumbuhan yang optimal bagi ikan yang mengkonsumsinya. Selain itu pakan yang dibuat sendiri mempunyai kandungan protein dan energi yang sesuai dengan kebutuhan ikan serta mempunyai harga yang lebih murah dibandingkan dengan membeli pakan buatan. Perencanaan terhadap pembuatan pakan harus dibuat dengan seksama agar pakan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan ikan yang mengkonsumsinya. Dalam memilih beraneka macam bahan baku tersebut harus dipertimbangkan beberapa persyaratan. 6. • Sesuai dengan kebiasaan makan ikan. Oleh karena itu dengan mempunyai kompetensi pembuatan pakan ikan diharapkan akan mengurangi biaya produksi yang cukup besar. Dalam membuat pakan buatan langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan perencanaan pembuatan pakan buatan. Kajian tentang materi ini telah dibahas dalam bab sebelumnya yaitu tentang nutrisi ikan.1. Pakan merupakan komponen biaya operasional yang cukup besar dalam suatu usaha budidaya ikan sekitar 60% merupakan biaya pakan. Pengetahuan pertama yang harus dipahami adalah mengenai kandungan nutrisi dari pakan buatan. JENIS-JENIS BAHAN BAKU Bahan baku yang dapat digunakan dalam membuat pakan buatan ada beberapa macam. juga pakan buatan ini disukai ikan baik rasa. Kualitas pakan buatan ditentukan antara lain oleh kualitas bahan baku yang ada. Persyaratan teknis yang harus diperhatikan dalam memilih bahan baku untuk pembuatan pakan buatan adalah : • Mempunyai nilai gizi tinggi. aroma dan lain sebagainya yang dapat merangsang ikan untuk memakan pakan buatan ini. lemak. Komposisi nutrisi pakan yang terdapat pada pakan buatan sangat spesifik untuk setiap ukuran ikan. karbohidrat . vitamin dan mineral.

F.J.W and Pascual. 2000) Kelompok Herbivora Jenis ikan Big head carp (Aristichtus nobilis) Grass carp/ikan koan (Ctenopharyngodon idellus) Javanese carp (Puntius gonionotus) Silver carp (Hypothalmichtys molitrix) Gurami (Osphyronemus gourami) Bandeng (Chanos chanos) Perch (Perca sp) Rabbit fish/beronang (Siganus guttatus) Tilapia (Oreochromis spp) Siamemese gurami (Trichogaster pectoralis) Omnivora Channel catfish/lele amerika (Ictalurus punctatus) Common carp/ikan mas (Cyprinus carpio) Grey mullet/ikan belanak (Mugil cephalus) Karnivora Black carp (Mylopharyngodon piceus) Catfish/ikan lele (Clarias batrachus) Grouper/ikan kerapu (Epinephelus spp) Atlantic salmon (Salmo salar) Pacific salmon (Oncorhynchus spp) Seabass/ikan kakap (Lates calcarifer) Brown trout (Salmo trutta) Rainbow trout (Salmo gairdneri) 247 . Maka dalam memilih bahan baku yang akan digunakan untuk ikan herbivor akan sangat berbeda untuk ikan karnivora atau omnivor. baku lebih banyak yang berasal dari nabati dan untuk ikan karnivor maka komposisi bahan bakunya lebih banyak berasal dari hewani.dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu herbivor.1. omnivor dan karnivor. Beberapa jenis ikan berdasarkan kebiasaan makannya dapat dilihat pada Tabel 6.1.P. Pada ikan herbivor komposisi bahan Tabel 6. kebiasaan makannya Beberapa jenis ikan berdasarkan (Hertrampf.

• Sedapat mungkin memanfaatkan limbah industri pertanian Jenis-jenis bahan baku yang digunakan dalam membuat pakan buatan dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu bahan baku hewani. Beberapa macam bahan baku hewani yang biasa digunakan dalam pembuatan pakan ikan antara lain adalah : • Tepung ikan • Silase ikan • Tepung udang • Tepung cumi-cumi • Tepung cacing tanah • Tepung benawa/kepiting • Tepung darah • Tepung tulang • Tepung hati • Tepung artemia Bahan baku nabati adalah bahan baku yang berasal dari tumbuhan atau bagian dari tumbuh-tumbuhan. sehingga tidak merupakan saingan. Beberapa macam bahan limbah yang sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan pakan ikan antara lain terdiri dari.Persyaratan sosial ekonomis yang perlu diperhatikan dalam memilih bahan baku untuk pembuatan pakan buatan adalah : • Mudah diperoleh • Mudah diolah • Harganya relatif murah • Bukan merupakan makanan pokok manusia. • Tepung kepala udang • Tepung anak ayam • Tepung darah • Tepung tulang • Ampas tahu • Bungkil kelapa • Dedak halus • Isi perut hewan mamalia Selain ketiga jenis bahan baku tersebut untuk melengkapi ramuan dalam pembuatan pakan buatan biasanya diberikan beberapa bahan tambahan. Bahan baku hewani adalah bahan baku yang berasal dari hewan atau bagian-bagian tubuh hewan. Beberapa macam bahan baku nabati yang biasa digunakan dalam pembuatan pakan ikan antara lain terdiri dari . Jumlah bahan tambahan (feed additive) yaitu bahan makanan atau suatu zat yang ditambahkan dalam komposisi pakan untuk meningkatkan kualitas dari pakan 248 . • Tepung kedelai • Tepung jagung • Tepung terigu • Tepung tapioka • Tepung sagu • Tepung daun lamtoro • Tepung daun singkong • Tepung kacang tanah • Tepung beras Bahan baku limbah industri pertanian adalah bahan baku yang berasal dari limbah pertanian baik hewani maupun nabati. Bahan nabati pada umumnya merupakan sumber karbohidrat. bahan baku nabati dan bahan baku limbah industri pertanian. namun banyak juga yang kaya akan protein dan vitamin. Bahan baku hewan ini merupakan sumber protein yang relatif lebih mudah dicerna dan kandungan asam aminonya lebih lengkap dibandingkan dengan bahan baku nabati.

P frizer Premix B. Top Mix. gelatin. sedangkan jenis antioksidan lainnya yaitu Etoksikuin dapat digunakan sebesar 150 mg/kg pakan. penambahan bahan pengikat di dalam ramuan pakan buatan berfungsi untuk menarik air. Jumlah bahan tambahan yang digunakan biasanya relatif sedikit tetapi harus ada dalam meramu pakan buatan. Jumlah yang aman digunakan sebaiknya adalah 200 ppm atau 0. tepung kanji.02% dari kandungan lemak dalam pakan. karageenan. memberikan warna yang khas dan memperbaiki tekstur produk. antioksidan adalah zat antigenik yang dapat mencegah terjadinya oksidasi pada makanan dan bahan-bahan makanan. Vitamin dan mineral dijual di toko penggunaannya sebenarnya untuk ternak tetapi dapat juga digunakan untuk ikan. serta untuk mencegah kerusakan vitamin yang larut dalam lemak. Selain itu vitamin C saat ini merupakan salah satu jenis vitamin yang dapat berfungsi sebagai antioksidan. Bahan pengikat (Binder).tersebut. protein tersebut diperoleh dari sumber bahan baku hewani dan 249 . Jumlah pemberian vitamin dan mineral dalam pakan buatan berkisar antara 2 – 5%. adalah asam-asam amino yang sangat dibutuhkan sekali oleh ikan untuk pertumbuhannya dan tidak dapat diproduksi oleh ikan. Jenis bahan pengikat yang dapat digunakan antara lain adalah : agar-agar. asam alginat. Antioksidan harus efektif dalam mencegah proses • • oksidasi dari makanan ikan yang mengandung lemak dan unit yang larut dalam lemak. Dalam memilih jenis antioksidan yang akan digunakan harus diperhatikan beberapa syarat berikut yaitu . P fizer Premix A. Vitamin dan mineral untuk membuat pakan ikan dapat dibuat sendiri yang disebut vitamin premix atau membelinya di toko. Merek dagang vitamin dan mineral tersebut antara lain adalah Aquamix. Penggunaan antioksidan dalam pembuatan pakan ikan bertujuan untuk mencegah penurunan nilai nutrisi makanan dan bahan-bahan makanan ikan serta mencegah terjadinya ketengikan lemak atau minyak. Jumlah penggunaan bahan pengikat ini berkisar antara 5 – 10%. Rajamix. Asam amino essensial sintetik. Carboxymethy Cellulose (CMC). • Antioksidan. tepung terigu. Rhodiamix 273. Jenis-jenis bahan tambahan antara lain terdiri dari : • Vitamin dan mineral. tepung maizena. Tidak bersifat racun bagi ikan Harus efektif dalam konsentrasi rendah Mempunyai nilai ekonomis Jenis antioksidan yang biasa digunakan dalam pembuatan pakan buatan adalah BHA (Butil Hidroksi Anisol) dan BHT (Butil Hidroksi Toluene). vitamin dan mineral dibutuhkan dalam jumlah sedikit karena tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh ikan maka dalam pembuatan pakan harus ditambahkan. Asam amino ini dapat diperoleh dari hasil perombakan protein.

Jenis pigmen yang ada dapat diperoleh dari bahan-bahan alami atau sintetik seperti pigmen karoten . Tryptophan. glysine 2%. Penggunaan hormon dalam pakan buatan yang telah dicoba pada beberapa ikan antara lain ikan bandeng. Dosis pemberian pigmen dalam komposisi pakan biasanya berkisar antara 5 – 10%. dimana pada pakan buatan tersebut ditambahkan hormon yang bertujuan untuk mempercepat tingkat kematangan gonad. hormon yang digunakan adalah kombinasi antara 17 αmetiltestoteron dan a-LHRH. Hormon. Selain mengetahui jenis-jenis bahan baku yang akan digunakan untuk 250 . adalah zat pewarna yang dapat diberikan dalam komposisi pakan buatan yang peruntukkannya untuk pakan ikan hias. Pigmen. Tetapi ada sumber bahan baku yang kandungan asam aminonya tidak mencukupi. kerang darah. Beberapa jenis attractant yang biasa digunakan dari bahan alami atau sintetis antara lain adalah terasi udang. Histidine. • • Attractants adalah suatu zat perangsang yang biasa ditambahkan dalam komposisi pakan udang/ikan laut. cacing tanah atau sukrosa. dimana pada ikan hias yang dinikmati adalah keindahan warna tubuhnya sehingga dengan menambahkan pigmen tertentu kedalam pakan buatan akan memunculkan warna tubuh ikan hias yang indah sesuai dengan keinginan pembudidaya. Dosis antibiotik yang digunakan sangat bergantung pada jenis penyakit dan ukuran ikan yang terserang penyakit. Valine dan Leucine. Jenis asam amino essensial tersebut adalah : arginine. Antibiotik. Seperti diketahui udang merupakan organisme yang hidupnya di dasar dan untuk menarik perhatiannya terhadap pakan buatan biasanya ditambahkan zat perangsang agar pakan buatan tersebut mempunyai bau yang sangat menyengat sehingga merangsang udang/ikan laut untuk makan pakan ikan tersebut. Threonine. Methionine. adalah suatu bahan yang dikeluarkan oleh kelenjar endokrin dan ditransportasikan melalui pembuluh darah ke jaringan lain dimana beraksi mengatur fungsi dari jaringan target. Isoleucine. Dengan pemberian obat dalam pakan yang berarti pengobatan dilakukan secara oral mempermudah pembudidaya untuk menyembuhkan ikan yang sakit. asam glutamate.• • nabati. Oleh karena itu bisa ditambahkan asam amino buatan/sintetik kedalam makanan ikan. astaxantin dan sebagainya. ikan kerapu adalah pembuatan pakan dalam bentuk pelet kolesterol. Ada banyak jenis hormon yang terdapat pada makhluk hidup. Phenylalanine. Lysine. adalah zat atau suatu jenis obat yang biasa ditambahkan dalam komposisi pakan untuk menyembuhkan ikan yang terserang penyakit oleh bakteri.

73 5. JENIS BAHAN BAKU Dedak padi Dedak gandum Cantel Tepung terigu Tepung kedelai Tahu Tepung sagu Bungkil kelapa Biji kapok randu Biji kapas Tepung daun turi Tepung daun lamtoro Tepung daun singkong Tepung jagung Kanji PROTEIN % 11.2.60 21.30 29.60 19. 6.23 86.6 7.09 27. 8.40 19. Dari hasil analisa proximat akan diketahui kandungan zat gizi bahan baku yang meliputi : kadar air.21 7. 10.63 0.55 9.90 39. Tabel 6. 12. 5. 9.30 4.15 1. kadar abu.54 36. Kandungan nutrisi bahan baku dapat diketahui dengan melakukan analisa proximat terhadap bahan baku tersebut. kadar protein.50 4.50 1.82 34. Adapun komposisi kandungan nutrisi bahan baku dapat dilihat pada tabel 6.40 27.4.05 1. 15.80 7.44 5.41 KARBOHIDRAT % 28.35 11. kadar serat kasar dan kadar bahan ekstra tanpa nitrogen (BETN).40 LEMAK % 12.membuat pakan buatan harus mengetahui kandungan nutrisi dari bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan buatan.77 18.60 77.62 64. 4.54 251 .85 77. 2.08 14.60 0.30 16. Kandungan Nutrisi Bahan Baku Nabati NO 1.2 .43 0.00 8.40 4. 7. 13. 11.25 17.45 23.69 74. 14. 3.3 dan 6.60 4.78 47.30 14. 6.99 13. kadar lemak.48 2.

12. 3.70 52.38 55.55 10.92 252 .06 7.74 61.67 30.00 42.62 62.86 8.0 53.32 43.54 64 0 28. 2.Tabel 6.5 6. 14.00 12. 10.63 13.3 13. 5. JENIS BAHAN BAKU Isi perut hewan mamalia Tepung anak ayam Bungkil kelapa sawit Tepung kepala udang Tepung anak ayam Tepung kepompong ulat sutera Bungkil kacang tanah Tepung darah Silase ikan Ampas tahu Bekatul Tepung menir PROTEIN % 8.65 59.38 3.29 72. 4.54 11.40 23.20 0. 12.37 54.46 88.45 0.3 4. 4.66 5.50 1. 11.52 4.08 13. 15. Kandungan Nutrisi Bahan Baku Hewani NO 1.76 60. 5.30 29. 11. 2.12 3.25 1.21 40.39 61. Kandungan Nutrisi Bahan Baku Limbah Pertanian NO 1.65 18.7 15.36 4.26 1.42 1.6 63.33 11.51 27.03 LEMAK % 53. 8.20 23.15 1.45 45. 10. 7. 6.64 KARBOHIDRAT % 5.4 0.00 LEMAK % 15. 9.4.5 71.74 49.81 3.00 Tabel 6. 7.60 25. 6.56 46.80 35. JENIS BAHAN BAKU Tepung ikan import Tepung rebon Benawa/kepiting Tepung ikan mujair Ikan teri kering Ikan petek kering Tepung kepiting Tepung cumi Tepung ikan kembung Rebon basah Tepung bekicot Tepung cacing tanah Tepung artemia Telur ayam/itik Susu PROTEIN % 62.75 11.45 18.65 27.19 1. 9. 8.1 2.7 53.2 3.3.18 11. 13.20 5.60 KARBOHIDRAT % 5. 3.

nabati dan bahan tambahan. Jenis-jenis bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat pakan buatan untuk induk. Jenis bahan baku yang akan digunakan untuk pembuatan pakan ikan laut biasanya berasal dari sumber hewani. Bahan baku yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan jenis ikan yang akan mengkonsumsi pakan buatan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Tacon (1988) dalam Millamena et al (2000) telah direkomendasikan penggunaan beberapa bahan baku yang dapat digunakan berdasarkan kebiasaan makan ikan (Tabel 6. Berdasarkan kebiasaan makan pada setiap jenis ikan maka jenis-jenis bahan baku yang akan digunakan untuk ikan karnivora atau herbivora/omnivora akan sangat berbeda dalam pemilihannya. larva dan benih ikan dapat dikelompokkan menjadi bahan baku hewani.5) 253 . Bahan baku adalah bahan yang akan digunakan untuk membuat pakan buatan. Hal ini dikarenakan ikan-ikan laut merupakan organisme air yang bersifat karnivora yaitu organisme air yang makanan utamanya adalah berasal dari hewani dalam hal ini adalah ikanikan yang mempunyai ukuran tubuhnya lebih kecil dari yang mengkonsumsinya. majalah dan sebagainya.Bagaimanakah anda melakukan penyiapan bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan buatan? Apakah bahan baku itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut diskusikan dan pelajari materi dalam buku ini atau mencari referensi lain dari buku. internet.

6. Oleh karena itu pembuatan pakan buatan diharapkan mampu menggantikan kebutuhan ikan laut akan pakan. Pakan buatan untuk ikan laut bahan baku yang biasa digunakan antara lain dapat dilihat pada Tabel 6.5. 1988) Jenis bahan baku Tepung Alfalfal Tepung darah Cassava/tepung tapioka Tepung kelapa Tepung biji jagung Tepung maizena Tepung biji kapas Penyulingan jagung Dicalsium phosphate Tepung bulu ayam Tepung ikan Konsentrat protein ikan Tepung giling Tepung hati Tepung daging dan tulang Tepung limbah peternakan Tepung minyak lobak Tepung kulit padi Tepung udang Tepung cumi Tepung gandum Tepung kedelai Tepung kedele penuh lemak Tepung terigu Biji gandum Tepung kanji Air dadih Yeast kering Ikan karnivora 5 10 15 15 20 15 15 10 3 10 Bebas 15 15 50 20 15 20 15 25 Bebas 20 25 35 20 15 15 10 15 Ikan herbivora/ omnivora 10 10 35 25 35 20 20 15 3 10 Bebas 10 25 50 25 20 25 35 25 Bebas 35 35 40 35 30 15 10 15 Udang karnivora 5 10 15 15 15 15 10 10 3 10 20 15 15 25 15 15 15 15 Bebas Bebas 15 20 20 20 15 20 10 15 Udang herbivora/ omnivora 10 10 25 25 20 15 15 3 10 35 15 25 20 20 20 20 35 Bebas Bebas 35 30 30 35 30 20 10 15 Ikan karnivora di alam akan memakan ikan yang lebih kecil ukurannya. Rekomendasi penggunaan bahan baku untuk pakan ikan dan udang dalam % (Tacon.6 . Kontinuitas ikan rucah di alam sangat bergantung kepada ketersediaan alam.Tabel 6. didalam suatu usaha budidaya biasanya diberikan ikanikan rucah. 254 . Kandungan nutrisi bahan baku yang biasa digunakan untuk membuat pakan buatan dapat dilihat pada Tabel 6.

56 93.34 9.08 4.21 83. berdasarkan hasil analisa proksimat kandungan bahan baku pakan yang telah dilakukan pada laboratorium Southeast Asian Fisheries Development Center.96 1. 255 .11 1.10 4.20 15. Jenis dan Kandungan nutrisi bahan baku ikan karnivora Jenis bahan Tepung mujair Tepung petek Tepung teri Tepung tongkol Tepung kembung Tepung cumi Tepung kepala udang Tepung kerang Tepung darah Tepung kedelai Tepung kanji Tepung beras Tepung sagu Tepung ketan Tepung dedak Tepung jagung Kadar protein 55.10 7.72 40.60 11.98 1.00 63.26 0.6.11 5.76 55.70 4.13 11.40 26.48 12.25 8.43 Kadar karbohidrat 7.10 6.86 7.24 66.12 34.51 73.52 Kadar air 6.45 1.71 Kadar serat kasar 0 17.80 43.73 72.28 28.00 37.62 1.55 2. Aquaculture Departement.10 13.20 18.24 2.80 11.96 3.7.55 12.41 14.90 6.80 5.36 74.36 2.53 8.19 4.53 2.60 66.16 1.50 13.02 Kadar abu 19.60 31.54 15.Tabel 6.21 10.25 8.12 3.16 12.28 4.95 66.80 8.26 0.60 10.80 1.95 20.26 13.42 0.32 12.26 47.49 1.40 6.70 7.10 0.55 2.70 Selain itu untuk menambah pengetahuan tentang jenis-jenis bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat pakan ikan. Philipina dapat dilihat pada Tabel 6.63 Kadar lemak 11.

1 16.1 3.6 3.7 8.1 1.1 64.8 25.0 13.2 17.3 6.9 20.2 1.8 62.8 29.7 42.2 1.4 10.6 1.1 28.7 5.3 3.7 67.4 12.9 81.0 25.3 7.8 5.8 4.5 7.0 19.5 32.8 0.3 67.5 7.6 43.8 0.7 4.0 9.0 9.8 0.8 0.7 1.5 8.9 Jenis bahan baku Abu Sumber Hewani Tepung ikan lokal Tepung ikan chili Tepung ikan danish Tepung ikan Peru 1 Tepung ikan Peru 2 Tepung ikan tuna Tepung ikan putih Tepung kepala udang Tepung udang Tepung cumi Tepung kepiting Tepung kodok Tepung darah Tepung daging & tulang Nabati Tepung daun akasia Tepung daun alfalfal Tepung daun camote Tepung daun cassava Tepung daun ipil Tepung daun kangkung Tepung malunggay Tepung daun pepaya Tepung copra Cowpea Mugbean hijau Mugbean kuning Butiran beras Tepung jagung Tepung tapioka Tepung roti Tepung terigu Tepung pollard Tepung biji gandum Tepung maizena Tepung beras Dedak Tepung jagung 10.5 74.3 4.0 8.8 3.8 4.0 8.0 59.7 3.3 0.8 5.2 24.2 8.6 13.7 10.4 11.3 0.6 64.9 5.7 1.3 15.6 5.4 2.2 12.6 10.7 3.6 256 .5 6.3 35.7 3.6 25.0 23.1 8.9 15.0 12.3 1.4 2.3 8.9 5.3 7.5 8.8 9.9 8.5 41.4 7.6 4.1 25.5 0.6 5.0 21.2 7.0 7.2 3.1 2.0 7.3 3.0 2.6 6.5 5.0 23.6 78.7 5.9 65.7 14.5 30.6 13.3 5.1 2.6 6.Tabel 6.4 4.0 5.9 53.3 8.1 0.0 9.9 68.8 5.6 44.2 7.1 26.2 27.0 17.7.2 44.6 1.1 62.8 4.7 22.2 29.1 5.1 98.7 22.1 5.5 8.7 17.4 7.2 4.4 9.6 10.1 1.6 83.2 1.5 9.0 4.0 16.0 43.9 5.1 7.7 42.1 4.2 84.6 33.7 0.2 49.3 9.3 67.1 3.9 9.3 9.1 64. Kadar air Kadar protein Kadar lemak Kadar serat kasar Bahan Ekstra Tanpa Nitrogen 8.7 17.1 70.4 7.8 4.9 12.5 5.9 43.2 68.3 16.9 10.4 27.3 0.6 34.5 7.0 51.9 1.1 0.4 41.9 4.8 0. Hasil analisa proksimat bahan baku (Mllamena et al.1 11.8 6.5 8.3 11.4 69.9 1.3 7.1 0.7 46.6 6.5 4.4 11.5 4.2 6.2 6.4 20.1 3.9 9.9 7.0 18.4 8.7 20.3 0.8 10.3 3.2 0.2 13.1 9.4 5. 2000).5 68.1 73.4 7.5 12.3 7.7 4.5 87.0 7.8 1.8 14.7 4.

2 7. tetapi untuk mengetahui daya cerna setiap bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat pakan ikan adalah kadar serat kasar.3 5.8 15.2 11.7 37.4 20.6 65.2 7.9 44.4 11.1 19.4 7.4 9.8 10.Jenis bahan baku Kadar air Kadar protein Kadar lemak Kadar serat kasar Bahan Ekstra Tanpa Nitrogen Abu Sumber lainnya Casein Tepung kepiting Gelatin Tepung kerang hijau Tepung Oyster Tepung scallops Tepung snail Ragi Breewer Ragi Candida Pakan alami Acartia sp Artemia Azolla Brachionus sp Chaetoceros calcitran Chlorella air laut Isochrysis galbana Moina macrocopa Sargassum Skeletonema Spirulina Tetraselmis sp Digman Enteromorpha Gracilaria sp Kappaphycus sp 7.2 51.4 10.8 5.0 36.1 8.5 10.1 4.4 8.1 7.8 15.2 55. Pada tabel sebelumnya telah diuraikan tentang kadar karbohidrat dari setiap bahan baku pakan untuk memudahkan dalam menghitung jumlah energi dalam setiap formulasi.0 35.3 89.7 0.3 1.5 2.4 8.4 20.1 9.5 9.5 5.5 35.1 38.9 8.0 5.8 38.9 15.7 49.4 7.4 10.7 0.1 7.8 30.9 0.7 3.4 1.5 27.9 4.1 16.3 12.8 2.0 18.1 3.0 4.0 24.0 8.4 35.8 0.6 2.8 1.4 64.1 49.7 8.0 7.1 1.7 56.1 71.2 4.9 5.3 10.2 28.8 57.4 55.6 2.0 8.8 19.0 34.2 5.3 4.6 57. Oleh 257 .1 0.2 46.6 9.5 15.1 10.1 7.9 9.4 7.6 13.1 20.6 10. Seperti diketahui bahwa dari hasil analisa proksimat karbohidrat dibagi menjadi serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen.5 20.9 1.9 39.7 28.9 24.9 5.4 2.1 33.3 5.8 8.2 18.0 6.0 17.4 9.6 0.3 12.8 11.4 0.6 54.9 13.0 38.9 3.8 11.2 52.3 6.4 20. Sedangkan untuk menghitung energi yang digunakan adalah kadar karbohidrat.4 0.8 9.1 12.3 26.4 8.8 10.4 Hasil analisa proksimat dari setiap bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan perhitungan formulasi pakan.6 0.8 3.2 51.7 34.4 11.7 27.9 94.1 23.4 8.2 8.2 0.1 4.7 23.9 36.6 4.0 8.6 0.8 6.4 10.1 2.0 1.3 27.

Kandungan serat kasar kurang dari 8% akan menambah struktur pellet. kacang tanah. kelapa sawit. Sumber protein dapat diperoleh dari hewani atau nabati tetapi 3. dedak. minyak ikan • Nabati : jagung. Metode Linier (Program linier) 4. kelinci. Pengetahuan yang harus dipahami dalam menyusun formulasi pakan ikan adalah kebutuhan ikan akan beberapa kandungan zat gizi antara lain adalah : 1. sagu dan lain-lain. Metode segi empat Pearsons Metoda segiempat kuadrat adalah suatu metode yang pertama kali 258 . tepung terigu.2. Protein. kandungan zat gizi dari bahan-bahan baku tersebut dan cara menyusun formulasi/ramuan pakan buatan barulah kita dapat membuat pakan buatan. Vitamin dan mineral. kebutuhannya berkisar antara 2–5% Jumlah keseluruhan bahan baku dalam menyusun formulasi pakan ikan ini harus 100%. Sumber lemak/lipid biasanya adalah : • Hewani : lemak sapi. biji kapas. Metode coba-coba (Trial and Error) 5. kebutuhannya berkisar antara 4-18%. 4. ayam. jika lebih dari 8% akan mengurangi kualitas pellet ikan. Pada bagian sebelumnya telah dibahas tentang jenis bahan baku dan kandungan gizinya selanjutnya adalah menyusun formulasi. PENYUSUNAN FORMULASI PAKAN Jenis bahan baku yang harus disiapkan sangat bergantung kepada jenis ikan yang akan mengkonsumsi pakan tersebut dan stadia pemberian pakannya. Lemak. kebutuhannya berkisar antara 20 – 30%. Setelah mengetahui tentang jenis-jenis bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan. kacang kedelai Karbohidrat. 2. Selain itu untuk mengetahui jenis-jenis bahan baku yang akan dipilih harus dilakukan perhitungan. untuk ikan laut lebih menyukai sumber protein diambil dari hewani. Metode Pearsons Square (Metode segi empat Pearsons) 2. beras. kebutuhannya berkisar antara 20 – 60%. Perhitungan jumlah bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan tersebut dinamakan menyusun formulasi pakan. tapioka.karena itu pemahaman tentang bahan baku tersebut sangat penting. Untuk ikan-ikan laut biasanya kebutuhan protein cukup tinggi karena merupakan kelompok ikan karnivora yaitu berkisar antara 30 – 60%. kelapa. Sumber karbohidrat biasanya dari nabati seperti jagung.2. Ada beberapa metode yang digunakan dalam menyusun formulasi pakan antara lain adalah : 1.1. 5. 6. terdiri dari serat kasar dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN). Metode Aljabar 3. Metode Work Sheet 6.

99% + 43. Tepung terigu 12. Dalam menyusun formulasi pakan ikan dengan metode ini didasari pada pembagian kadar protein bahan-bahan pakan ikan. hewani dan limbah yang mempunyai kandungan protein lebih dari 20%.27% . Metode ini ternyata dapat diadaptasi oleh para ahli pakan ikan dan digunakan untuk menyusun formulasi pakan ikan. yaitu bahan baku pakan ikan.45%. yaitu bahan baku pakan ikan. tahapan yang harus dilakukan antara lain adalah : • Mengelompokkan bahan baku yang telah dipilih berdasarkan • • kadar protein dari setiap bahan baku tersebut yaitu . tepung terigu dan tepung kedelai.Bahan baku kelompok protein Suplemen: Tepung ikan 62. Tepung Jagung 9. Tepung kedelai 43.Bahan baku kelompok protein Basal : Dedak halus 15. kemudian nilai rata-rata bahan baku protein basal adalah 37. kemudian rata-rata bahan baku protein suplemen adalah 109.dibuat oleh ahli pakan ternak dalam menyusun pakan ternak yang bernama Pearsons. . Dari contoh kasus diatas maka jumlah kadar protein basal dari ketiga bahan baku tersebut adalah 15.58% + 9. Misalnya kita akan membuat pakan ikan dengan kadar protein 35% dengan menggunakan bahan baku terdiri dari tepung ikan. • Protein Suplement. baik yang berasal dari nabati.35%.58%. Pada bagian tengah kotak segi empat diletakkan nilai kandungan 259 . Setelah bahan baku dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu protein basal dan protein suplemen maka langkah selanjutnya adalah membuat kotak segi empat.35%. hewani dan limbah yang mempunyai kandungan protein kurang dari 20%. tepung jagung. Berdasarkan tingkat kandungan protein.27% = 37.36% Melakukan perhitungan rata-rata kandungan bahan baku dari protein basal dan protein suplemen dengan cara melakukan penjumlahan semua bahan baku yang berasal dari protein basal dan membagi dengan berapa macam jumlah bahan baku protein basal.35% : 2 = 54. bahan-bahan pakan ikan ini terbagi atas dua bagian yaitu : • Protein Basal.68%.. dedak halus.36% = 109. Begitu juga dengan bahan baku suplemen dilakukan penjumlahan kadar protein suplemen kemudian dibagi dengan berapa macam jumlah bahan baku protein suplemen.50% + 12. Maka dengan menggunakan metode segiempat ini. Dalam metode segi empat ini langkah pertama adalah melakukan pemilihan bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan. baik yang berasal dari nabati. Sedangkan jumlah kadar protein suplemen dari dua bahan baku tersebut adalah 62. hewani atau limbah hasil pertanian.50%.35% : 3 = 12.99%. Disarankan untuk memilih bahan baku pembuatan pakan ikan ini tidak hanya dari satu sumber bahan saja tetapi menggunakan beberapa bahan baku dari sumber nabati.

. maka dapat dilihat pada gambar segiempat dibawah ini adalah sebagai berikut . Untuk mengisi nilai disebelah kanan segiempat bagian atas adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein suplemen maka nilai tersebut adalah melakukan pengurangan nilai Protein basal 12..68% 35% = 19... Pada bagian atas kiri segiempat diletakkan nilai rat-rata kandungan protein basal dan pada bagian bawah kiri Protein basal12.68% • Setelah diperoleh nilai pada keempat sudut segiempat tersebut. Pada bagian tengah segiempat tersebut diletakkan kadar protein pakan ikan yang akan dibuat yaitu 35%... Sedangkan untuk mengisi nilai pada segiempat sisi kanan pada bagian bawah adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein basal bahan baku dilakukan pengurangan antara kadar protein pakan dengan kadar protein bahan baku basal yaitu 35% ..68% • Lakukan perhitungan untuk mengisi kekosongan nilai pada sisi sebelah kanan segiempat dengan cara diagonal untuk setiap kandungan protein basal dan kandungan protein suplemen tersebut......68% Protein suplemen 54.12. ..% Protein suplemen 54. langkah selanjutnya adalah melakukan penjumlahan 22.45% segiempat diletakkan nilai ratarata kandungan protein suplemen..68%.45% . maka dapat dilihat pada gambar segiempat di bawah ini : 260 .45% = 22..% protein suplemen dengan kadar protein pakan yaitu 54.. lihat pada gambar dibawah ini .55%..55% nilai pada bagian sisi sebelah kanan. . 19..protein pakan yang akan dibuat..

58% X 9.38% = 2.68% Protein suplemen 54.23% = 46.01% 261 .68% Protein Basal = ---------.48% = 1.42% = 1.53% Tepung terigu = 46.60% 22.53% X 62.Protein basal 12.7% 26.27% = 16.45% 19.23% = 53.53% Protein Suplemen - - Dari hasil perhitungan langkah sebelumnya maka dihitung komposisi bahan yang akan digunakan pada dapat baku untuk Untuk membuktikan bahwa komposisi bahan baku yang dipergunakan untuk membuat pakan ikan mengandung kadar protein 35% yang berarti dalam satu kilogram pakan mengandung 350 gram protein dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut : Tepung ikan Tepung kedelai Dedak halus Tepung jagung Tepung terigu 26.X 100% 42.99% X 46.7% Komposisi bahan baku yang berasal dari protein basal adalah : Dedak halus = 46.53% 15.53% 15.50% X 12.55% __________ + 42.60% : 3 = 15.40% membuat pakan sebagai berikut : - ikan adalah Komposisi bahan baku yang berasal protein suplemen adalah : Tepung ikan = 53.82% = 12.55% = ---------.60% : 3 = 15.40% : 2 = 26.X 100% 42.40% : 2 = 26.36% X 15.91% -------------.23% • Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan komposisi setiap bahan baku yang telah disusun dengan cara sebagai berikut : 19.7% 15.68% 22.7% Tepung kedelai = 53.+ 35.60% : 3 = 15.53% Tepung Jagung = 46.

70 kg = 26.53% 15. Protein basal 12. maka dapat dilihat pada gambar segiempat di bawah ini adalah sebagai berikut 18.53% X 100 kg X 100 kg X 100 kg X 100 kg X 100 kg = 26. Maka jumlah kadar protein dari bahan utama tersebut ditambahkan agar komposisi bahan baku dari pakan ikan tersebut memenuhi kebutuhan kadar protein pakan yang akan dibuat menjadi (35%) X 100% /96% = 36.53 kg --------------.01% 262 .22%.36.70% 26. Untuk mengisi nilai di sebelah kanan segiempat bagian atas adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein suplemen maka nilai tersebut adalah melakukan pengurangan nilai protein suplemen dengan kadar protein pakan yaitu 54. Sedangkan untuk mengisi nilai pada segiempat sisi kanan pada bagian bawah adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein basal bahan baku dilakukan pengurangan antara kadar protein pakan dengan kadar protein bahan baku basal yaitu 36.12.99 kg Jika dalam komposisi bahan baku pembuatan pakan ikan akan ditambahkan bahan tambahan maka jumlah bahan baku utama harus dikurangi dengan jumlah bahan tambahan yang akan digunakan. Misalnya dalam komposisi bahan pakan tersebut akan ditambahkan vitamin sebanyak 2% dan mineral 2% maka jumlah bahan utama akan berkurang menjadi 100% .+ 99.46% = 18.53% 15.01%. Maka komposisi bahan baku menjadi sebagai berikut . Hal ini dilakukan karena vitamin dan mineral tidak mempunyai kandungan protein.22% Protein suplemen 54.53 kg = 15. 70% 15.45% = 24.68% .68% 24.46% .53 kg = 15.Jika akan membuat pakan ikan sebanyak 100 kg maka komposisi bahan baku yang harus disiapkan adalah sebagai berikut : Tepung ikan Tepung kedelai Dedak halus Tepung jagung Tepung terigu 26.45% Pada bagian tengah segiempat tersebut diletakkan kadar protein pakan ikan yang telah ditambahkan menjadi 36.4% (2% + 2%) = 96%.46%.46%.70 kg = 15.

22% --------------.01% __________ + 42.01% --------------.42% : 3 = 13.81% Tepung jagung = 41.42% : 3 = 13.23% 24.81% Tepung terigu = 41.58% 42.45% sebelah kanan.Komposisi bahan baku yang berasal protein suplemen adalah: Tepung ikan = = Tepung kedelai = = 54.42% : 3 = 13.23% Komposisi bahan baku yang berasal dari protein basal adalah: Dedak halus = 41. langkah selanjutnya adalah melakukan penjumlahan nilai pada bagian sisi Protein basal 12.29% 54.81% Protein Suplemen = Dari hasil perhitungan pada langkah sebelumnya maka dapat dihitung komposisi bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan adalah sebagai berikut : .23% Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan komposisi setiap bahan baku yang telah disusun dengan cara sebagai berikut : Protein Basal = 18.29% 263 .58% : 2 27.X 96% = 41.Setelah diperoleh nilai pada keempat sudut segiempat tersebut.68% 24.22% Protein suplemen 54. maka dapat dilihat pada gambar segiempat di bawah ini: 18.58% : 2 7.X 96% = 54.42% 42.

36% X 15.29% 13.81% 13.1516% = 1.50% X 12.29% Tepung kedelai 27.81% yang berarti dalam satu kilogram pakan mengandung 350 gram protein dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut : = 17. tepung kedelai (kadar 264 . Pada persamaan aljabar dalam matematika ada dua metode yang digunakan dalam mencari nilai pada komponen X dan Y yaitu metode substitusi dan metode eliminasi.Untuk membuktikan bahwa komposisi bahan baku yang dipergunakan untuk membuat pakan ikan mengandung kadar protein 35% Tepung ikan Tepung kedelai Dedak halus Tepung jagung Tepung terigu 27.65%).6945% -------------.1320% = 1.19% = 12.81% Tepung terigu 13.+ 34.29% Dedak halus 13.81% Vitamin 2 % Mineral 2 % -------------+ 100% 6. X merupakan jumlah berat bahan baku dari kelompok sumber protein utama (protein suplement) dan Y merupakan jumlah berat kelompok sumber protein basal.2.99% X 46. Metode aljabar Metode aljabar merupakan suatu metode penyusunan formulasi yang didasari pada perhitungan matematika yang bahan bakunya dikelompokkan menjadi X dan Y. Contoh kasus menghitung formulasi pakan dengan menggunakan metode aljabar.2.58% X 9.6516% = 2.27% Maka komposisi bahan baku pakan ikan menjadi : Tepung ikan 27. jika akan dibuat pakan ikan dengan kadar protein 35% dari berbagai bahan baku antara lain adalah tepung ikan (kadar protein 62.81% 13. Perhitungannya menggunakan rumus aljabar sehingga didapat formulasi pakan ikan sesuai dengan kebutuhan.29% 27. Metode substitusi adalah suatu metode mencari nilai x dan y dengan cara mengganti dengan beberapa persamaan sedangkan metode eliminasi adalah suatu metode mencari nilai x dan y dengan cara menghilangkan salah satu komponen dalam persamaan tersebut.82% mendekati 35% X 62.81% Tepung jagung 13.

padahal seperti kita ketahui ada kebutuhan bahan baku yang berbeda untuk setiap jenis ikan.+ 299. Seperti dalam rekombinasi penggunaan bahan baku bahwa penggunaan bahan mempunyai batas optimum yang dapat digunakan untuk menyusun formulasi pakan.65% 39.55% adalah1 bagian .03% dibagi 6 = 49.60% 25. dedak halus (kadar protein 15.60% = 25. tepung bekicot (kadar protein 54.Tepung ikan kadar protein 62. Misalnya dalam formulasi pakan ini ingin dibuat kandungan bahan baku yang berasal dari tepung ikan dan tepung bekicot sebagai sumber bahan baku hewani adalah 2 kali lebih banyak dari komposisi bahan baku lainnya.29% adalah 2 bagian Maka dari komposisi kelompok bahan baku protein suplemen tersebut menjadi 6 bagian (2+1+1+2 bagian) maka rata-rata kadar protein dari kelompok ini menjadi : 62.Tepung kedelai kadar protein 39. Maka komposisi kelompok sumber bahan protein suplemen adalah sebagai berikut: .6%). Pada metode segiempat semua bahan baku dari kelompok protein basal dan kelompok protein suplemen dibuat sama. Maka tahapan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : • Melakukan pengelompokkan bahan baku berdasarkan kadar proteinnya yang dibagi menjadi 2 kelompok. yaitu bahan baku protein suplemen dan bahan baku protein basal.55% = 108.03% Rata-rata kadar protein dari kelompok sumber protein suplement adalah 299.55%).Tepung bekicot kadar protein 54. Oleh karena itu dalam menggunakan Tepung ikan kadar protein Tepung kedelai kadar protein Ampas tahu kadar protein Tepung bekicot kadar protein metode aljabar rekomendasi penggunaan bahan baku dapat diterapkan sesuai dengan jenis ikan yang akan disusun formulasinya.29%).50%).84% = 0.6% adalah 1 bagian .55% 54. Dalam metode aljabar dapat dibuat suatu formulasi pakan ikan yang sangat sesuai dengan kebutuhan ikan yang akan mengkonsumsi pakan ikan tersebut.58% ------------.58%) dan tepung jagung (kadar protein 9. ampas tahu (kadar protein 25.protein 39.29% X2 X1 X1 X2 = 125.4984 Sedangkan untuk bahan baku sebagai kelompok protein basal adalah dedak halus dapat digunakan 2 kali lebih banyak dibandingkan dengan tepung jagung karen aselain harganya murah juga penggunaannya masih dapat lebih besar dari tepung jagung maka komposisi 265 .Ampas tahu kadar protein 25.30% = 39.65% adalah 2 bagian .

nilai 0. Secara eliminasi : X + Y = 100 (persamaan 1) 0.4984 X + 0.50% --------. Nilai x dan y ini dapat diperoleh dengan cara substitusi atau eliminasi.00 0.4948X + 0.84 Y = 14.50% adalah 1 bagian Maka dari komposisi kelompok bahan baku protein basal tersebut menjadi 3 bagian (2+1 bagian) maka rata-rata kadar protein dari kelompok ini menjadi : Dedak 15.4984 Y = 49.89 X = 59.58%X2 = 31.89 Setelah diperoleh nilai Y maka untuk mencari nilai X dengan cara memasukkan persamaan 1 sehingga diperoleh nilai X yaitu: X + Y = 100 X = 100 – Y X = 100 – 40.55% = 0. Persamaan 2 adalah 0. seperti diketahui bahwa jumlah bahan baku yang akan digunakan untuk menyusun formulasi pakan adalah 100 %.16% T.66% Rata-rata kadar protein dari kelompok sumber basal adalah 40. Jagung 9. nilai .66% dibagi 3 = 13.kelompok sumber bahan protein basal adalah sebagai berikut : Dedak halus kadar protein 15.84 Persamaan 3 dikurangi dengan persamaan 2 maka hasilnya : 0.1355 Y = 35. sedangkan nilai 35 adalah kadar protein pakan yang akan dibuat.4948 adalah rata-rata kadar protein dari kelompok protein suplemen.4984 maka diperoleh persamaan 3 yaitu : 0.4984Y = 49.1355 • Langkah selanjutnya menetapkan komponen X dan Y X adalah kelompok protein suplemen Y adalah kelompok protein basal sumber sumber • 0.1355 Y = 100 (persamaan 2) Persamaan 1 dikalikan dengan nilai 0. Setelah mendapatkan dua buah persamaan maka langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan secara matematika dengan menggunakan metode aljabar untuk mencari nilai x dan y.1355Y = 35.4984 X + 0.3629 = 40.50% X 1 = 9.+ 40.3629 Y = 14.4948X + 0.4984 X + 0.11 266 Berdasarkan persamaan aljabar akan diperoleh dua persamaan yaitu : Persamaan 1 adalah X + Y = 100.84 0.1355 adalah rata-rata kadar protein kelompok protein basal.58% adalah 2 bagian Tepung jagung kadar protein 9.84 0.

4948Y+0.1355 Y = 35 49.Secara substitusi : X + Y = 100 (persamaan 1) 0.48 14. maka jika nilai X dari persamaan 1 dimasukkan dalam persamaan 2 maka nilai Y akan diperoleh yaitu : 0.11% 59.26% 13.7 Dari kedua metode dalam persamaan aljabar ini diperoleh nilai yang tidak terlalu berbeda sehingga dapat diperoleh nilai X dan nilai Y.11% 59.48 .85% 19. • Komposisi bahan baku dari protein suplemen adalah sebagai berikut : Tepung ikan Tepung kedelai Ampas tahu Tepung bekicot 2/6 1/6 1/6 2/6 X X X X 59.70% + 59.0.90% 267 .3 X = 59.89% = 27.3593 = 40.11% = = = = 19.85% 9.11% 59.1355 Y = 35 .70% 9.3 Setelah diperoleh nilai Y maka untuk mencari niali X dengan cara memasukkan persamaan 1 sehingga diperoleh nilai X yaitu: X + Y = 100 X = 100 – Y X = 100 – 40.1355Y=35 – 49.89% = X 40. Langkah selanjutnya adalah menghitung setiap komposisi bahan baku dari nilai X dan Y yang telah diperoleh pada tahap sebelumnya.10% Komposisi bahan baku dari protein basal adalah sebagai berikut : Dedak halus Tepung jagung 2/3 1/3 X 40.1355 Y = 35 (persamaan 2) Dari persamaan 1 dapat diperoleh persamaan X=100–Y.14.0.48 0.48–0.3593 Y = Y = . dimana nilai X merupakan komposisi bahan dari protein suplemen dan nilai Y merupakan komposisi bahan dari protein basal.4948 (100–Y)+0.4948Y+0.64% + 40.4948 X + 0.

baik.55%).69% 4.29% 15.2.50% = = = = = = 12.26% 13.65%).95% 19.25% 1.63% X X X X X X 62. 58%) dan tepung jagung (kadar protein 9.Untuk membuktikan bahwa kadar protein pakan dari hasil perhitungan ini mempunyai kadar protein 35% dapat dilakukan pengecekan dengan cara menghitung sebagai berikut : Tepung ikan Tepung kedelai Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung 19.29% + 35. 6.34% 3.60% 25.54% 10.85% 9.65% 39.90% 2.55% 54. Metode ini dapat diterapkan jika pengetahuan komputer dan matematikanya cukup 268 . Metode linier Metode Linier merupakan metode penyusunan formulasi pakan dengan menggunakan rumus matematika dan bisa dibuat programnya melalui komputer.5%). tepung bekicot (kadar protein 54. dedak halus (kadar protein 15. Pada metode linier dengan melakukan perhitungan secara manual dengan menggunakan rumus matematika dapat dilakukan dengan cara : • Memilih jenis bahan baku yang akan digunakan dan dibuat suatu tabel dengan beberapa persamaan yang akan digunakan. misalnya akan dibuat pakan ikan dengan kadar protein 35% dengan menggunakan jenis bahan baku antara lain adalah tepung ikan (kadar protein 62.3.70% 27.70% 9. ampas tahu (25.58% 9.26% Berdasarkan perhitungan tersebut terbukti bahwa formulasi pakan dengan menggunakan metode aljabar dapat dengan mudah dibuat dengan kelebihan dapat menggunakan bahan baku sesuai dengan kebutuhan ikan atau kebiasaan makan ikan dan kebutuhan optimal pemakaian bahan baku. tepung kedele (kadar protein 39.59%).6%).

Σ X2 ΣY–bΣX a = n nΣXY–ΣXΣY b= n Σ X 2 – ( Σ X )2 Nilai X kuadrat dalam persen dapat dihitung dengan cara mengalikan nilai X pada kolom tersebut kemudian dibagi 100 maka nilai X dalam kuadrat untuk tepung ikan adalah (62.58 9.65 39. Σ X Σ X Y = n. Jenis bahan baku n Kadar Protein (%) X 62.65 X 62.60 25. Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Σ • Nilai Y dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan linier. 6.55 54. yaitu : Y=a+bX Σ Y = n.25.No. Σ X a + b.65) dibagi 100 = 39.17 Jumlah bahan baku (%) Y ? ? ? ? ? ? 100% Nilai X kuadrat (Dalam persen) X2 ? ? ? ? ? ? ? Kadar protein yang diinginkan (%) XY ? ? ? ? ? ? 35% 1. 5.50 207. 3.29 15. Begitu seterusnya untuk setiap bahan baku yang digunakan sehingga diperoleh nilai seperti pada tabel di bawah ini : 269 . 2. a + b. 4.

17% b = 565. Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Σ • Dari persamaan linier tersebut kita dapat menghitung nilai a dan b sebagai koefisien yang akan dipergunakan untuk menghitung nilai Y dengan cara sebagai berikut : nΣXY–ΣXΣY b = n Σ X 2 – ( Σ X )2 6.58 9.4.50 207.55 54.429.25 b = 0. 2. Jenis bahan baku n Kadar Protein (%) X 62.02 X. 3.86 a = 6 a = 15.98 Setelah diperoleh nilai koefisien a dan b maka dapat dimasukkan dalam persamaan linier untuk mencari nilai Y yaitu Y = 15. Dari persamaan tersebut kemudian digunakan untuk menghitung nilai Y pada tabel 270 .29 15.83 b = 136.17% a = 6 100% .No.60 25.14% a = 6 95.207.53 29.98 + 0.02.17 Jumlah bahan baku (%) Y ? ? ? ? ? ? 100% Nilai X kuadrat (Dalam persen) X2 39.90 94.17 . 35% . 207.207. 6.02 6.24 – (207.25 15.24 Kadar protein yang diinginkan (%) XY ? ? ? ? ? ? 35% 1.17) 2 ΣY–bΣX a = n 100% .0. 100% b = 210% . 4.68 6.44% .43 0.65 39. 5.19% 2.47 2. 94.

53 29.54% 35% 271 . 2.07 16.64% 4.23.55 54. 5.79% 6.77 16.65) = 15.17 100% 1. Jenis bahan baku n Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Σ Jumlah bahan baku (%) Y 17.diatas untuk setiap bahan baku yang digunakan.58 9.60 25.23 Kadar Protein (%) X 62. 5.50 207.49 17.24 Kadar protein yang diinginkan (%) XY ? ? ? ? ? ? 35% No.23 16.53 29.65 39.27% 2.43 0.77 16.90 94.23 16.65 39.68 6.17 lakukan perhitungan nilai Y untuk setiap bahan baku yang digunakan sehingga semua nilai Y pada setiap bahan baku dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Jumlah bahan baku (%) Y 17.60 25.50 207. 4. 3. • Setelah diperoleh nilai Y pada setiap bahan baku maka dapat dihitung nilai XY dengan cara mengalikan nilai X dengan nilai Y sehingga dapat diperoleh nilai XY untuk bahan baku tepung ikan adalah 62.55 54.58 + 1. 4. Nilai X kuadrat (Dalam persen) X2 39. misalnya untuk bahan baku tepung ikan nilai Y nya adalah = 15. 2.25 15.65 dikali dengan 17.21% 9.24 Kadar protein yang diinginkan (%) XY 10.17 dibagi 100 maka hasilnya adalah 10.90 94. Jenis bahan baku n Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Σ 1.25 15.54% 1.29 16. Lakukan perhitungan untuk setiap bahan baku yang digunakan sehingga diperoleh nilai seperti pada Tabel dibawah ini : No. 6.58 9.29 15. 3.29 15.68 6.02 X 62.253 = 17.17 100% Nilai X kuadrat (Dalam persen) X2 39.07 16. Kadar Protein (%) X 62.98 + (0.29 16.79%. 6.43 0.47 2.47 2.49 17.

Dalam metode ini maka si pembuat formula harus sudah mengetahui dan memahami kebutuhan bahan baku yang akan digunakan tersebut sesuai dengan kebutuhan ikan dan kebiasaan makan setiap jenis ikan serta kandungan optimal setiap bahan baku yang akan digunakan dalam formulasi tersebut. Jika bahan baku yang dipilih untuk penyusunan formulasi sudah ditetapkan maka langkah selanjutnya adalah mengalikan antara jumlah bahan baku dengan kandungan protein bahan baku.59%). Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyusun pakan ikan dengan metode coba-coba (Trial and error) adalah sebagai berikut : • Pilihlah bahan baku yang akan digunakan untuk menyusun pakan ikan dan susunlah berdasarkan kandungan protein pada setiap bahan baku tersebut.17% + 100. Para peneliti yang menggunakan metode ini biasanya menggunakan rumus matematika biasa yang digunakan dalam persamaam kuadrat atau dengan menggunakan perkalian biasa atau menggunakan metode berat yaitu menghitung dengan cara mencoba dan mencoba lagi berdasarkan satuan berat.07% 16. tepung kedele (kadar protein 39.• Langkah selanjutnya adalah menyusun formulasi bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dengan kadar protein 35% dengan metode linier adalah sebagai berikut : Tepung ikan Tepung kedelai Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung 17. dedak halus (kadar protein 15.65%). Misalnya dalam membuat pakan ikan untuk ikan Mas dengan kandungan protein 35% dengan bahan baku yang digunakan adalah tepung ikan (kadar protein 62.2.6%). tepung bekicot (kadar protein 54.5%).4.55%). Metode Trial and Error (coba-coba) Metode coba-coba (Trial and Error) merupakan metode yang banyak digunakan oleh pembuat pakan skala kecil dimana metode ini relatif sangat mudah dalam membuat formulasi pakan ikan.29% 16. Langkah tersebut dilakukan sampai diperoleh kandungan protein pakan sesuai dengan yang diinginkan.77% 16.49% 17. Metode ini prinsipnya adalah semua bahan baku yang akan digunakan harus berjumlah 100%. Untuk memudahkan maka dibuat tabel seperti dibawah ini : 272 . ampas tahu (25.23% 16. 58%) dan tepung jagung (kadar protein 9.02% 6.

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung

Kadar protein bahan baku (%) 62,65 39,60 25,55 54,29 15,58 9,50

Jumlah bahan baku (%) ? ? ? ? ? ? 100%

Kadar protein bahan baku (%) ? ? ? ? ? ? 35%

Masukkan jumlah bahan baku yang akan digunakan dalam formulasi pakan sampai semua bahan baku yang digunakan berjumlah 100%. Dalam mengisi kolom jumlah bahan baku harus mempertimbangkan kadar protein bahan baku, jenis ikan yang akan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral Kadar protein bahan baku (%) 62,65 39,60 25,55 54,29 15,58 9,50 -

mengkonsumsi bahan baku, macam-macam bahan baku, harga dan kebutuhan optimal bahan baku untuk setiap jenis ikan berdasarkan kebiasaan makannya.

Jumlah bahan baku (%) 20 15 16 15 20 10 2 2 100%

Kadar protein bahan baku (%) ? ? ? ? ? ?

35%

Setelah jumlah bahan baku yang akan digunakan diletakkan pada kolom jumlah bahan baku maka langkah selanjutnya adalah menghitung kadar protein pada setiap bahan baku dengan cara

jumlah bahan baku yang akan digunakan dkalikan dengan kadar protein bahan baku. Misalnya untuk tepung ikan mempunyai kadar protein 62,55%, jika akan digunakan 273

sebanyak 20% dari total bahan baku maka kontribusi kadar protein dari tepung ikan adalah 20% dikali dengan 62,55% = No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral Kadar protein bahan baku (%) 62,65 39,60 25,55 54,29 15,58 9,50 -

12,51%. Lakukan perhitungan untuk semua bahan baku sehingga diperoleh nilai seperti dalam tabel dibawah ini. Jumlah bahan baku (%) 20 15 16 15 20 10 2 2 100% Kadar protein bahan baku (%) 12,51 5,94 4,09 8,14 3,12 0,95

35%

Setelah dimasukkan kedalam tabel tersebut lakukan penjumlahan dan dicek apakah jumlah kadar protein semua bahan baku tersebut sudah 35% . Jumlah kadar protein semua bahan baku itu adalah 12,51 + 5,94 + 4,09 + 8,14 + 3,12 + 0,95 = 34,75. dari hasil coba-coba tersebut baru diperoleh kadar protein semua bahan baku adalah 34,75%, padahal kadar protein pakan yang diinginkan

adalah 35% maka masih kekurangan kadar protein sebanyak 0,25%, maka dari bahan baku yang digunakan harus ditambahkan bahan baku yang kadar proteinnya tinggi dan mengurangi jumlah bahan baku yang kadar proteinnya rendah sampai benar-benar diperoleh nilai kadar protein sebesar 35%. Maka komposisi pakan ikan kadar 35% yang telah diperbaiki menjadi seperti tabel dibawah ini:

274

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral

Kadar protein bahan baku (%) 62,65 39,60 25,55 54,29 15,58 9,50 -

Jumlah bahan baku (%) 22 16 15 13 20 10 2 2 100%

Kadar protein bahan baku (%) 13,78 6,34 3,83 7,06 3,12 0,95 35,08%

Untuk melengkapi komposisi pakan dari keempat metode diatas sebaiknya dilakukan perhitungan nilai energi dari formulasi pakan tersebut. Formulasi pakan yang telah dibuat tersebut dapat memberikan pertumbuhan yang optimal pada ikan budidaya jika pakan yang dibuat tersebut mempunyai perbandingan/rasio protein energi berkisar antara 8 – 10. Nilai No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral

perbandingan antara protein dan energi (digestible energi) dapat dilakukan perhitungan. Adapun cara melakukan perhitungan adalah sebagai berikut : • Misalnya komposisi pakan yang telah diperoleh adalah dari hasil perhitungan seperti yang telah dilakukan dengan metode trial and error sebagai berikut : Jumlah bahan baku (%) 22 16 15 13 20 10 2 2 100% Kadar protein bahan baku (%) 13,78 6,34 3,83 7,06 3,12 0,95 35,08%

Kadar protein bahan baku (%) 62,65 39,60 25,55 54,29 15,58 9,50 -

275

Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan untuk kadar lemak dan karbohidrat dari No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral Kadar lemak bahan baku (%) 15,38 14,30 5,54 4,18 12,15 4,43 -

setiap bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan sebagai berikut : Jumlah bahan baku (%) 22 16 15 13 20 10 2 2 100% Kadar lemak bahan baku (%) 3,38 2,29 0,83 0,54 2,43 0,43 9,90%

Setelah itu lakukan perhitungan kadar karbohidrat bahan baku, karbohidrat dalam analisa proksimat merupakan No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedele Ampas tahu Tepung bekicot Dedak halus Tepung jagung Vitamin Mineral Kadar karbohidrat bahan baku (%) 5,81 29,5 26,92 30,45 28,62 74,23 -

penjumlahan dari serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen.

Jumlah bahan baku (%) 22 16 15 13 20 10 2 2 100%

Kadar karbohidrat bahan baku (%) 1,28 4,72 4,04 3,96 5,72 7,42 27,14%

Dari hasil perhitungan diperoleh kandungan nutrisi dari formulasi pakan yang telah dibuat yaitu : Kadar protein : 35 %

Kadar Lemak : 9,9% Kadar Karbohidrat : 27,14%

276

Pada penjelasan tentang energi pada bab sebelumnya telah dijelaskan tentang nilai energi dari setiap bahan makanan dimana berdasarkan nilai Gross Energi (GE) diketahui 1 gram protein setara dengan 5,6 kkal/g, sedangkan untuk satu gram lemak adalah 9,4 kkal/g dan untuk satu gram karbohidrat adalah 4,1 kkal/g. Dengan berdasarkan nilai GE dapat dihitung nilai energi yang dapat dicerna oleh ikan yaitu 80% dari nilai GE maka 1 gram protein setara Protein Lemak Karbohidrat : : :

dengan 4,48 kkal/g, sedangkan untuk satu gram lemak adalah 7,52 kkal/g dan untuk satu gram karbohidrat adalah 3,28 kkal/g. Maka dalam komposisi pakan dengan kandungan protein 35% berarti dalam satu kilogram pakan terdapat 350 gram protein, 99 gram lemak dan 271,4 gram karbohidrat. Untuk memperoleh nilai jumlah energi dari formulasi pakan tersebut dilakukan penjumlahan nilai energi yang berasal dari protein, lemak dan karbohidrat yaitu :

350 gram X 4,48 kkal/gram = 1568,00 kkal 99 gram X 7,52 kkal/gram = 744,48 kkal 271,4 gram X 3,28 kkal/gram = 890,19 kkal + 3202,67 kkal

Maka protein energi ratio adalah 3202,67 dibagi 350 = 9,15.

Hal ini berarti dalam satu gram protein yang dihasilkan dari formulasi pakan tersebut diimbangi dengan energi sebesar 9,15 kkal, yang berarti energi yang diperoleh dari hasil perhitungan formulasi pakan tersebut sudah memenuhi kriteria kebutruhan ikan akan energi yaitu berkisar antara 8 – 10. 6.2.5. Metode worksheet Metode yang terakhir dan saat ini banyak digunakan oleh pembuat pakan adalah metode worksheet. Metode ini dapat menggunakan alat bantu komputer untuk menghitung jumlah bahan baku yang digunakan dengan membuat lembar kerja pada program microsoft excell. Data

kandungan nutrisi bahan baku dan jenis bahan baku yang akan digunakan dimasukkan dalam data tersebut dan berapa jumlah kebutuhan untuk setiap jenis bahan baku harus mengalikan antara persentase bahan baku yang digunakan dengan kandungan protein, lemak dan karbohidrat bahan baku, dengan program ini hanya membantu dalam perkalian antara kolom yang satu dengan kolam yang lainnya dengan program komputer. Prinsipnya adalah hampir sama dengan trial and error atau mau menggunakan metode apa saja untuk mengisi kolom jumlah bahan baku yang akan digunakan dimana pada metode ini perhitungan dapat dibantu dengan komputer. Metode ini dapat mempermudah para pembuat 277

formulasi untuk memperoleh formulasi pakan yang lengkap dengan kandungan energi dari formulasi pakan yang dibuat. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyusun formulasi pakan dengan metode worksheet adalah sebagai berikut : • Lakukan pemilihan terhadap jenis bahan baku yang akan digunakan dalam membuat pakan ikan. Misalnya akan dibuat pakan ikan Mas, ikan Mas ini merupakan salah satu jenis ikan berdasarkan kebiasaan makannya adalah ikan dari kelompok omnivora yaitu kelompok ikan pemakan segala. Oleh karena itu jenis bahan baku Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedelai Tepung keong mas Tepung terigu Tepung jagung Dedak Vitamin Mineral • Kadar protein (%) 65,8 35,8 52,8 15,3 7,8 13,3 Kadar lemak (%) 6,5 19,8 14,6 1,7 4,7 14,1 -

yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dapat bersumber dari hewani, nabati atau limbah hasil pertanian. Selain itu dengan menggunakan berbagai sumber bahan baku akan saling melengkapi kekurangan dan kelebihan zat nutrisi yang terkandung di dalam setiap bahan baku. Misalnya bahan baku yang akan digunakan adalah tepung ikan, tepung kedelai, tepung bekicot, tepung terigu, dedak, tepung jagung, vitamin dan mineral dengan komposisi zat nutrisi pada setiap bahan baku tersebut adalah seperti pada tabel dibawah ini. Kadar abu (%) 20,1 1,8 15,3 0,7 1,8 10,7 Kadar serat kasar (%) 0,8 4,9 0,7 0,8 2,6 8,5 Kadar BETN (%) 8,5 33,9 19,5 81,1 83,1 53,4 -

Dari tabel pada tahap sebelumnya tentukan terlebih dahulu jumlah setiap bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan mas dan kadar protein, lemak dan karbohidrat serta energi (kalori) pakan buatan yang akan dibuat. Misalnya kadar protein pakan adalah 35%, kadar lemak adalah

10% dan kadar karbohidrat kurang dari 40% dengan nilai energi (kalori) pakan buatan adalah 3500 sehingga ratio/perbandingan protein dan energi adalah 10. Buatlah perkiraan jumlah setiap bahan baku yang akan digunakan dengan cara menggunakan menggunakan 278

metode yang anda inginkan dan masukkan dalam kolom yang berisi jumlah bahan baku dan hitunglah kadar protein, lemak Jenis bahan baku Jumlah bahan baku (%) Kadar protein (%) 65,8 35,8 52,8 15,3 7,8 13,3 100 35

dan karbohidratnya. Adapun worksheet yang dibuat seperti tabel dibawah ini : Kadar lemak (%) 6,5 19,8 14,6 1,7 4,7 14,1 10 Kadar abu (%) 20,1 1,8 15,3 0,7 1,8 10,7 Kadar serat kasar (%) 0,8 4,9 0,7 0,8 2,6 8,5 Kadar BETN (%) 8,5 33,9 19,5 81,1 83,1 53,4 <40

Tepung ikan Tepung kedelai Tepung keong Tepung terigu Tepung jagung Dedak Vitamin Mineral Jumlah •

Langkah selanjutnya adalah menentukan jumlah bahan baku yang akan digunakan dan Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedelai Tepung keong Tepung terigu Tepung jagung Dedak Vitamin Mineral Jumlah Jumlah bahan baku (%) 20 15 10 10 15 25 2 3 100 Kadar protein (%) 65,8 35,8 52,8 15,3 7,8 13,3 35

dimasukkan dalam worksheet kedua seperti dibawah ini. Kadar lemak (%) 6,5 19,8 14,6 1,7 4,7 14,1 10 Kadar abu (%) 20,1 1,8 15,3 0,7 1,8 10,7 Kadar serat kasar (%) 0,8 4,9 0,7 0,8 2,6 8,5 Kadar BETN (%) 8,5 33,9 19,5 81,1 83,1 53,4 <40

Hitunglah kandungan protein, lemak, serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen dari perkiraan formulasi di atas

sampai dioeroleh nilai seperti yang diinginkan dengan menggunakan metode coba-coba atau sesuai keinginan pembuat formulasi. Dan letakkan hasil 279

perhitungannya pada bagian sudut kanan setiap kandungan Jumlah bahan baku (%) 20 15 10 10 15 25 2 3 100 Kadar protein (%) 65,8 13,16 35,8 5,37 52,8 5,28 15,3 1,53 7,8 1,17 13,3 3,33 30 29,84

nutrisi bahan baku worksheet dibawah ini : Kadar lemak (%) 6,5 1,3 19,8 2,97 14,6 0,14 1,7 0,17 4,7 0,71 14,1 3,53 10 8,11 Kadar abu (%) 20,1 1,8 15,3 0,7 1,8 10,7 Kadar serat kasar (%) 0,8 4,9 0,7 0,8 2,6 8,5 -

seperti

Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedelai Tepung keong Tepung terigu Tepung jagung Dedak Vitamin Mineral Jumlah

Kadar BETN (%) 8,5 0,17 33,9 5,09 19,5 1,95 81,1 8,11 83,1 12,47 53,4 13,35 <40 41,14

Dari hasil perhitungan dengan menggunakan bantuan komputer dengan program excell (misalnya kolom 2 dikalikan dengan kolom 3 dibagi 100) atau dengan menggunakan perhitungan matematika biasa dalam metode coba-coba dimana jumlah bahan baku dikalikan dengan kadar protein dibagi 100, begitu juga dengan kadar lemak dan karbohidrat (Bahan ekstrak tanpa nitrogen). Dari hasil perhitungan itu ternyata hasil yang diperoleh belum sesuai dengan keinginan penyusun pada awalnya maka harus dilakukan perhitungan

ulang sampai diperoleh nilai yang pas dengan rencana. Pada perhitungan tersebut diperoleh kadar protein yang kurang dari 35%, begitu juga dengan kadar lemak sedangkan karbohidratnya berlebih, maka dalam menghitung kebutuhan jumlah bahan baku selanjutnya harus ditambahkan bahan baku yang mempunyai kadar protein tinggi dan mengurangi bahan baku yang kandungan karbohidratnya tinggi. Oleh karena itu harus dibuat kembali worksheets selanjutnya seperti dibawah ini :

280

Jenis bahan baku Tepung ikan Tepung kedelai Tepung keong Tepung terigu Tepung jagung Dedak Vitamin Mineral Jumlah

Jumlah bahan baku (%) 26 12 17 10 10 20 2 3 100

Kadar protein (%) 65,8 17,11 35,8 4,29 52,8 8,97 15,3 1,53 7,8 0,78 13,3 2,66 35 35, 34

Kadar lemak (%) 6,5 1,69 19,8 2,38 14,6 2,48 1,7 0,17 4,7 0,47 14,1 2,82 10 10,01

Kadar abu (%) 20,1 1,8 15,3 0,7 1,8 10,7 -

Kadar serat kasar (%) 0,8 4,9 0,7 0,8 2,6 8,5 -

Kadar BETN (%) 8,5 2,21 33,9 4,07 19,5 3,32 81,1 8,11 83,1 8,31 53,4 10,64 <40 36,66 sebagai

Setelah diperoleh kadar nutrisi bahan baku pakan sesuai dengan rencana langkah selanjutnya adalah menghitung nilai energi dari Protein Lemak Karbohidrat : : :

komposisi berikut :

bahan

baku

353,4 gram X 4,48 kkal/gram = 1583,23 kkal 100,1 gram X 7,52 kkal/gram = 752,75 kkal 366,6 gram X 3,28 kkal/gram = 1202,45 kkal + 3538,48 kkal

Maka protein energi ratio adalah 3538,48 dibagi 350 = 10,1 Hal ini berarti dalam satu gram protein yang dihasilkan dari formulasi pakan tersebut diimbangi dengan energi sebesar 10,1 kkal, yang berarti energi yang diperoleh dari hasil perhitungan formulasi pakan tersebut sudah memenuhi kriteria kebutuhan ikan akan energi yaitu berkisar antara 8 – 10.

281

6.3

PROSEDUR PEMBUATAN PAKAN

Setelah ditentukan komposisi bahan baku yang akan dibuat pakan buatan dengan menggunakan salah satu metode, langkah selanjutnya adalah melakukan pembuatan pakan ikan. Prosedur dalam pembutan pakan ikan dapat dikelompokkan berdasarkan skala usahanya yaitu: 1. Skala besar yaitu pembuatan pakan ikan secara besar/pabrikasi 2. Skala sedang yaitu pembuatan pakan untuk memenuhi kegiatan produksi dengan peralatan sedang 3. Skala kecil yaitu pembuatan pakan secara sederhana dengan menggunakan peralatan rumahtangga. Dalam proses pembuatan pakan ikan diperlukan beberapa peralatan baik untuk skala pabrikasi, sedang dan skala rumah tangga. Adapun peralatan yang digunakan dapat dikelompokkan menjadi : 1. Alat penepung (grinding) 2. Alat pencampur (mixing) 3. Alat pengukus / pemanas (steaming) 4. Alat pencetak (pelleting) 5. Alat pengering (drying) 6. Alat pengepak/pengemasan (packing) Alat penepung (Grinding) Alat penepung digunakan untuk membuat semua bahan baku yang akan digunakan berubah menjadi tepung. Seperti penjelasan

sebelumnya, sebelum membuat pakan diharuskan untuk memilih jenis-jenis bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan. Jenis-jenis bahan baku yang telah dipilih dan ditentukan jumlahnya berdasarkan hasil perhitungan formulasi pakan pada materi sebelumnya, selanjutnya dilakukan proses penepungan terhadap bahan-bahan baku tersebut. Bahan baku yang akan dibuat menjadi pakan buatan semuanya harus dalam bentuk tepung karena jika ada bahan baku yang tidak dalam bentuk tepung akan terjadi campuran bahan baku yang tidak homogen dan akan menyebabkan pakan yang akan dibuat tidak dapat menggumpal dengan baik. Penghalusan bahan baku sampai menjadi tepung ini menggunakan alat bantu penepungan . Penepungan bahan baku harus dilakukan agar proses pembuatan pakan sesuai prosedur. Bahan baku untuk pembuatan pakan buatan pada umumnya adalah bahan baku kering. Ukuran tepung untuk bahan baku pakan buatan dalam bentuk pellet sebaiknya berukuran kurang dari 0,6 mm, agar daya ikat antar partikel bahan baku lebih kuat sehingga tidak mudah larut dalam air. Untuk mendapatkan ukuran tepung yang diinginkan tersebut kita dapat mengatur saringan yang terdapat pada alat penepung dengan cara mengganti/menukar saringannya sesuai dengan yang diinginkan. Namun perlu diingat dalam menggunakan saringan pada alat penepung sebaiknya bertahap, yaitu saringan yang digunakan 282

Gambar 6.1. Peralatan yang digunakan pada proses penepungan menggunakan saringan adalah menggunakan alat penepung disk mill (Gambar 6.2. Ada dua jenis alat yang dapat digunakan untuk melakukan penepungan bahan baku. kemudian bahan baku yang telah dihancurkan akan dilakukan proses penyaringan dalam peralatan ini secara langsung. skala menengah atau skala rumah tangga. Kapasitas produksi 283 Gambar 6. Sedangkan hammer mill adalah alat penepung yang bekerja dengan cara prinsip palu yaitu memukul suatu bahan baku yang akan ditepung pada sistem saringan yang berfungsi sebagai lempengan plat yang akan terpukul semua bahan baku dan tersaring pada saringan tersebut.2). Disc mill dan hammer mill ini dibuat dengan berbagai macam kapasitas produksi bergantung pada keinginan pemakai alat ini bisa digunakan untuk skala pabrikasi . Hal ini perlu diperhatikan agar dalam proses penepungan tidak terjadi kemacetan pada mesin yang dapat mengakibatkan kerusakan mesin.1) dan hammer mill (Gambar 6. Bahan baku yang akan ditepung berada pada dua kepingan logam tersebut. Disk mill .pertama kali harus saringan yang paling kasar sampai yang terakhir saringan yang paling halus atau ukuran saringan yang diinginkan. Hammer Mill Disc mill adalah alat penepung yang bekerja dengan cara berputarnya suatu pasangan piringan logam baja yang satu berputar sedangkan yang lainnya sebagai landasan.

Vertical mixer Gambar 6. Alat pencampur Setelah penepungan bahan baku dilakukan terhadap semua jenis bahan baku yang akan digunakan untuk pembuatan pakan buatan adalah melakukan penimbangan ulang bahan baku sesuai dengan formulasi yang telah ditentukan sebelumnya. Beberapa zat antinutrisi yang terdapat pada beberapa bahan baku pakan menurut 284 .3) maupun horizontal (horizontal mixer) (Gambar 6. Proses pencampuran bahan baku menjadi suatu campuran yang homogen dapat dilakukan dengan menggunakan alat pencampur baik alat pencampur vertikal (Vertical mixer) (Gambar 6. Hal ini bertujuan agar semua bahan baku tersebut dapat tercampur secara homogen.3. Proses pencampuran bahan baku harus dilakukan dengan cara mencampur bahan baku yang jumlahnya paling sedikit kemudian secara bertahap ditambahkan jenis bahan baku lainnya yang jumlahnya semakin banyak. Dimana dengan perlakuan pemanasan zat antinutrisi ini akan menjadi tidak aktif dan dapat meningkatkan pemakaian nutrien tersebut. Pemakaian jenis alat pencampur ini sangat bergantung kepada kapasitas produksi . Pencampuran bahan baku kering yang sempurna akan sangat berpengaruh terhadap kekompakan bahan baku tersebut jika sudah dicampur dengan air menjadi adonan dan siap dibentuk sesuai keinginan. Horizontal mixer Alat pemanas/pengukus Alat pemanas ini biasanya dilakukan jika dalam membuat pakan ikan menggunakan beberapa bahan baku yang mengandung zat antinutrisi. Selanjutnya bahan baku yang telah ditimbang tersebut selesai. dilakukan proses pencampuran.4.peralatan ini mulai dari 1kg perjam sampai satu ton perjam. Gambar 6.4).

merusak sel hepatopankreas udang Mengikat protein dan vitamin Mengikat protein dan mineral dan mengurangi daya gunanya Bahan pakan Kedele dan berbagai legumes Kedele dan berbagai legumes Kedele dan berbagai legumes Kedele dan berbagai legumes Kedele dan berbagai legumes Ikan mentah kerang dan kedele Tanaman glycoside Tepung biji kapuk Kacang-kacangan dan legumes Daun singkong Daun ipil-ipil Perbaikan Pemanasan pada suhu 175-195oC atau dimasak selama 10 menit Merebus di dalam air/ dimasukkan dalam autoclave selama 30 menit Diuapkan dan atau dimasukkan dalam autoclave selama 10-30 menit Diautoclave atau direbus selama 30 menit Diautoclave Diautoclave.8. dipanaskan dan dimasak Dibuat larutan ekstrak Menambahkan garam besi atau phytase Dehulling Goitrogens Antivitamin D Antivitamin E Thiaminase Estrogens (isoflavon) Gossipol Tannin Cyanogens Mimosine Direndam dalam air selama 12 jam Daun direndam selama 24 jam Peroksida Phytates Penyimpanan yang jelek Tepung biji kapas. Tabel 6.8.Millamena et al (2000) dapat dilihat pada Tabel 6. kedele dan legumes Penyimpanan diperbaiki Dehulling 285 . 2000) Zat antinutrisi Trypsin inhibitor Lectins Aksi merugikan Mengikat trypsin untuk membentuk senyawa inaktif Menghancurkan sel darah merah Menghambat penyerapan iodine kedalam kelanjar thyroid Mengikat vitamin D membuatnya tidak bermanfaat Mengurangi kontribusi vitamin E Merangsang penghancuran thiamin (Vit B1) Mengganggu reproduksi Mengikat phosphor dan beberapa protein Mengikat protein dan menghambat pencernaan trypsin Melepaskan racun asam hydrocyanic Mengganggu sintesis enzim pada hati. Zat antinutrisi ini misalnya pada bahan baku kedele mentah atau jenis-jenis legumes dapat mempengaruhi laju pencernaan bahan tersebut di dalam sistem pencernaan ikan. Bahan baku pakan yang mengandung zat antinutrisi. dan cara menghilangkan zat antinutrisi (Millamena et al.

7).5).Alat pencetak Alat pencetak adalah alat yang digunakan untuk mencetak pakan buatan. sedangkan skala menengah dapat menggunakan alat pelleting (Gambar 6. Panjang dan diameter pellet ini dapat diatur sesuai dengan kebutuhan (Gambar 6. Alat pencetak (pelleting) untuk skala rumah tangga dapat digunakan alat pengiling daging (Gambar 6. Pada industri skala menengah biasanya menggunakan oven listrik sedangkan pada industri skala besar pakan buatan yang dibuatnya menggunakan alat pencetak yang lengkap dengan alat pemanas (steam) sehingga pellet yang dihasilkan sudah dalam bentuk pellet kering. Bentuk alat pencetak ini sangat bergantung pada bentuk pakan buatan yang akan dicetak. Alat pengering Pada skala usaha rumahtangga alat yang digunakan untuk mengeringkan pakan buatan adalah sinar matahari atau oven biasa. Bentuk pakan buatan yang biasa di buat adalah pakan kering dalam bentuk pellet dan ukuran pakannya disesuaikan dengan peruntukkan ikan. Prosedur pembuatan pakan skala besar/pabrikasi Pada skala besar dimana biasanya menggunakan peralatan yang cukup canggih dan lengkap dengan skala produksi dapat mencapai 1-20 ton perhari.6) dan skala besar/pabrikasi dengan menggunakan alat pelleting otomatis (gambar 6. Adapun langkah pengerjaan pakan ikan ini dilakukan dengan alur proses seperti Gambar dibawah ini (Gambar 6.6 ) Gambar 6.5.8). Alat pengiling daging 286 .

Langkah selanjutnya adalah mecetak pellet menjadi bentuk pellet dengan ukuran yang telah ditentukan (pellleting). Setelah semua bahan baku menjadi tepung langkah kedua adalah melakukan pencampuran bahan baku (mixing). Pada skala pabrik 287 Gambar 6. Silo Setiap bahan baku yang disimpan dalam silo ada yang sudah ditepung terlebih dahulu atau masih dalam bentuk bahan mentah. bahan baku tersebut menjadi tepung.6. Alur proses pembuatan pakan skala pabrikasi Tahap awal dalam pabrik pakan skala pabrikasi dilakukan persiapan bahan baku dimana semua bahan baku di pabrik disimpan pada alat yang disebut silo (Gambar 6.Gambar 6. Bahan baku yang dibuat menjadi tepung adalah bahan baku dalam bentuk kering. Bahan-bahan tambahan seperti vitamin. ukuran pellet ini berkisar antara 1 – 22 mm. Jika bahan baku masih dalam bentuk mentah maka dilakukan proses penepungan terlebih dahulu sampai semua jenis . Proses tahap awal ini biasa disebut milling.7).7. sebelum bahan baku kering tersebut dilakukan pencampuran harus dilakukan penimbangan terlebih dahulu terhadap bahan baku tersebut sesuai dengan formulasi yang telah disusun sebelumnya. mineral dan minyak sebagai sumber lipid biasanya ditambahkan setelah semua bahan tercampur sempurna (homogen) kemudian dibiarkan selama 15 menit.

Mesin yag digunakan untuk mengemas pakan ini dilakukan secara otomatis. Pada pengemasan skala pabrik semua alat pengemasan sudah terangkai menjadi satu pada saat pakan buatan masuk kedalam kantong kemasan langsung dilakukan penjahitan otomatis pada kemasan tersebut. Dalam skala pabrikasi pellet yang telah tercetak biasanya langsung dikemas dalam prosesnya dibuat secara berangkai dengan proses pencetakan pellet. Dalam melakukan pengemasan pakan buatan dibutuhkan alat untuk memasukkan pakan langsung ke dalam kantong kemasan dan dilakukan penjahitan pada kantong bagian dalam dan bagian luar. kemudian dilakukan penjahitan kantong kemasan dengan 288 . Pengemasan pakan Pengemasan/pengepakan pakan buatan merupakan tahap akhir dari proses pembuatan pakan sebelum didistribusikan kepada konsumen.pellet yang telah tercetak akan langsung masuk kedalam mesin uap (steam) yang sudah terangkai secara pararel dengan peralatan pellleting. Bagian kantong plastik itulah yang membuat pellet/pakan buatan terisolasi dari udara bebas. sedangkan karung plastik anyaman merupakan pelindung agar kantong plastik tidak mudah bocor serta memudahkan dalam pengangkutan. sehingga tidak terkontaminasi. sedangkan pada bagian dalamnya merupakan kantong plastik tipis dan transparan. Kantong kertas semen ini merupakan bagian luar dari kantong kemasan. Oleh karena itu. pengemasan yang baik akan dapat meningkatkan daya simpan pakan buat semakin lama sebelum dijual dan tetap mempertahankan kualitas pakan buatan. transparan. Dengan pengemasan yang benar akan sangat menentukan daya simpan pakan buatan . Pengemasan pakan buatan dapat dilakukan secara langsung dari proses pembuatan pakan. mudah Bahan yang umum digunakan untuk mengemas pakan buatan antara lain adalah karung plastik anyaman untuk bagian luar sedangkan untuk bagian dilapisi kantong plastik tipis. maka pakan buatan harus dikemas dengan rapi dan terisolasi dengan udara bebas. Jenis bahan kemasan yang lainnya adalah dari kertas semen yang dibuat seperti kantong dan biasanya digunakan untuk mengemas pakan yang mempunyai berat antara 5–10 kg. Langkah terakhir dalam proses pembuatan pakan adalah pengemasan dan penyimpanan pakan. Tetapi pada beberapa perusahaan kecil proses pengemasan dilakukan secara manual dengan memasukkan pakan buatan kedalam kantong dan ditimbang beratnya secara manual. agar pakan buatan yang sudah kering sampai kadar airnya berkisar antara 10 – 12% sebelum dijual atau digunakan oleh konsumen dan tetap terjaga kadar airnya didalam kemasan sehingga pakan buatan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama dengan kualitas tetap terjaga.

Penyimpanan pakan buatan yang telah dibuat harus dilakukan dengan benar agar pakan yang telah dibuat tidak mengalami kemunduran mutu pakan. Dengan adanya ventilasi yang cukup akan terdapat pergantian udara yang cukup didalam ruangan penyimpanan yang akan mengakibatkan rendahnya suhu didalam ruangan. Supply oksigen di dalam ruangan penyimpanan harus mencukupi. 4. jika lebih dari 65% akan cepat merangsang pertumbuhan jamur dan serangga. Suhu ruangan yang ideal untuk menyimpan pakan adalah 20oC. Berdasarkan beberapa hal tersebut diatas maka dalam melakukan proses penyimpanan pakan buatan ada beberapa prosedur yang harus dilakukan dalam menyimpan pakan buatan dalam bentuk kering yaitu : 289 .menggunakan mesin jahit portable untuk plastik kemasan. Suhu ruangan penyimpanan pakan yang tinggi akan merusak dan mengurangi ketersediaan nutrient pakan. 2. 3. Pakan buatan yang dikemas dalam kemasan yang benar akan mempunyai daya simpan yang relatif lebih panjang daripada pakan yang tidak dikemas dengan benar. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat ruangan penyimpanan yang banyak terdapat ventilasi. Penyimpanan pakan Proses terakhir dari suatu usaha pembuatan pakan adalah penyimpanan. 5. Kadar lemak dalam pakan. Kelembaban relatif ruangan penyimpanan pakan sebaiknya kurang dari 65%. pakan buatan padaumumnya mengandung lemak. Ukuran kemasan 5 kg – 10 kg biasanya digunakan untuk mengemas pakan buatan untuk ikan dalam kelompok larva/benih. selama proses penyimpanan lemak yang terdapat didalam pakan jika ruangan tidak memenuhi syarat maka lemak yang terkandung didalam pakan akan mengakibatkan proses peroksidasi lemak terjadi dan pakan akan tengik dan bau busuk. Dengan tidak adanya udara bebas dalam kantong kemasan maka mikroorganisme perusak pakan buatan tidak dapat tumbuh sehingga pakan buatan yang dikemas dengan prosedur yang benar akan mampu disimpan dalam jangka waktu 90-100 hari. Dalam menyimpan pakan buatan ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi stabilitas nutrient pakan yang disimpan antara lain adalah : 1. Kadar air pakan yang akan disimpan sebaiknya tidak lebih dari 10% agar tidak diserang jamur dan serangga. Jumlah pakan buatan dalam setiap kantong kemasan berbeda mulai dari ukuran 5 kg perkemasan sampai 50 kg perkemasan. sedangkan kemasan 25 kg – 50 kg biasanya digunakan untuk mengemas pakan buatan untuk ikan kelompok grower/pembesaran dan induk ikan.

Pengayakan bahan baku (screening) 4. Para pembudidaya ikan yang akan membuat pakan ikan biasanya menggunakan acuan seperti Tabel 6. kering. hal ini dapat mengakibatkan rusak dan hancurnya pakan buatan. Penimbangan bahan baku (weighing) 5. Lama penyimpanan pakan buatan didalam ruang penyimpanan sebaiknya tidak lebih dari tiga bulan. Penepungan bahan baku (grinding) 3.2. Ruang penyimpanan pakan harus bersih. Pencampuran bahan baku (mixing) 6. Pencampuran adonan kering dan basah 7. Pengemasan pellet 10. Penyimpanan pakan buatan. Jangan berjalan diatas tumpukan pakan. Langkah pertama dilakukan pada saat sebelum menyusun formulasi pakan dan pemilihan bahan baku pada saat akan dilakukan proses pembuatan pakan adalah dengan memilih bahan baku yang bermutu agar pakan yang akan dibuat juga menghasilkan bentuk pakan yang sesuai. Kemasan pada pakan harus terdapat label pakan dan kandungan nutrisi yang terdapat pada pakan serta masa kadaluarsa pakan tertera pada kemasan (tanggal kadaluarsa pakan) 3. kutu dan abu serta sirkulasi udara dari bawah cukup baik. 4. Pencetakan (pelleting) 8. Gunakan pakan yang diproduksi terlebih dahulu baru pakan yang diproduksi selanjutnya (First infirst out) 5. Pemilihan bahan baku 2. aman dan memiliki ventilasi yang baik. Sebaiknya ruang penyimpanan pakan berhubungan langsung dengan sinar matahari. dimana tahapannya dimulai dari : 1. Kesepuluh tahapan prosedur pembuatan pakan ini harus dilakukan untuk memperoleh pakan buatan yang sesuai dengan keinginan.1. Pengeringan pellet 9. Bentuk pakan buatan yang akan dibuat mempunyai ukuran sesuai dengan kebutuhan ikan. Tumpukan kemasan pakan dalam tempat penyimpanan pakan sebaiknya tidak lebih dari enam tumpukan. 2. Prosedur pembuatan pakan skala menengah atau rumah tangga Proses rumah pembuatan pakan tangga dengan skala skala menengah tidak jauh berbeda. dan jarak palet yaitu kayu tempat meletakkan pakan dalam ruang penyimpanan berjarak 12 – 15 cm dari dasar lantai agar tidak terjadi kerusakan pakan yang ada didasar oleh serangga. 290 .

Bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan semua harus dalam bentuk tepung dan semuanya harus berukuran sama.0 Panjang pakan (mm) 2–3 3–5 5 -7 Starter Grower Grower Finisher Finisher Setelah penyusunan bahan baku selesai dibuat langkah selanjutnya adalah melakukan penepungan setiap jenis bahan baku.Jika menggunakan adonan basah dalam membuat pakan ikan maka harus dilakukan pencampuran antara bahan kering dan bahan basah tersebut sampai benar-benar diperoleh campuran yang homogen. Hal ini harus dilakukan pada semua bahan baku yang akan digunakan sampai ukuran partikel bahan baku tersebut semuanya sama. Oleh karena itu harus dilakukan penyaringan semua jenis bahan baku tersebut dengan menggunakan saringan atau ayakan khusus tepung.0 5. Pada skala rumah tangga biasanya para pembudidaya membeli bahan baku dalam bentuk tepung tetapi ukuran tepungnya berbeda. Pada proses skala rumah tangga dapat dilakukan pencampuran bahan baku kering dan pencampuran bahan baku basah. Hal ini dilakukan jika bahan baku yang digunakan sebagai perekat misalnya kanji dan untuk meningkatkan tingkat kecernaan kanji tersebut dalam pakan ikan maka kanji tersebut dibuat adaonan basah yang terpisah dari bahan baku lainnya.0 3. Bahan baku yang telah menjadi tepung selanjutnya dilakukan penimbangan sesuai dengan formulasi pakan yang telah dibuat sebelumnya dan diletakkan dalam wadah yang terpisah. Hal ini dilakukan agar semua bahan baku tersebut tercampur secara homogen. Kemudian dilakukan pencampuran bahan baku dari mulai bahan baku yang paling sedikit sampai yang terbanyak. Untuk melihat apakah campuran 291 . Dengan cara melakukan pemanasan kanji dengan air seperti membuat lem (sebagai acuan dapat digunakan 50 gram kanji dimasak dalam 200 ml air untuk membuat adonan pakan sebanyak 1000 gram) sampai kanji tersebut lengket seperti jelli.0 2. 2000) Ukuran ikan (gram) < 0.Tabel 6.0 7. Saringan yang digunakan adalah saringan yang mempunyai ukuran khusus tepung.35 2–5 5 – 12 12 – 20 20 – 30 Tipe pakan Diameter pakan (mm) 1. Acuan bentuk dan tipe pakan buatan untuk ikan budidaya (Millamena et al. minimal pencampuran dilakukan selama lima menit.2. Jika menggunakan alat pencampur mixer maka bahan baku yang dicampur kedalam alat tersebut adalah bahan baku kering.

Uji pakan secara kimia 2. Pakan buatan yang akan diberikan kepada ikan air ada berbagai macam bentuk antara lain adalah tepung.1 Uji Pakan secara Kimia Uji pakan ikan secara kimia dapat dilakukan jika memiliki peralatan analisa proximat yang lengkap.4. Proses pengeringan dengan menggunakan sinar matahari bisa memakan waktu 2-3 hari jika sinar matahari bersinar sepanjang hari. Uji coba terhadap pakan ikan dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu : 1. Uji pakan secara fisik 3. Setelah dilakukan pencampuran bahan baku secara homogen langkah selanjutnya adalah membuat pakan buatan sesuai dengan bentuk pakan buatan yang ditentukan. Pada uji secara kimia bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi pada pakan buatan yang telah dibuat 292 . Uji pakan secara biologi 6. Bentuk pellet ada berbagai macam ukuran mulai dari 1 mm sampai 5 mm sesuai dengan peruntukkannya. Pengujian tersebut sebaiknya dilakukan untuk mendapatkan validitas data uji coba terhadap pakan buatan yang akan digunakan. Jika anda bertujuan untuk menjual produk pakan ikan kepada masyarakat dan dilakukan sebagai suatu usaha produksi pakan ikan maka pakan ikan yang telah dibuat harus dilakukan uji coba terhadap pakan yang telah dibuat tersebut. Hal ini bertujuan agar pakan yang dibuat mempunyai daya simpan lama dan proses pembusukan dihambat karena kadar air dalam bahan pakan sangat rendah. uji secara fisik dan uji secara biologis. Oleh karena itu kita akan membahas dalam subbab selanjutnya tentang uji coba pakan ikan. Setelah pakan buatan dicetak dan dikeringkan langkah selanjutnya adalah melakukan pengemasan dan penyimpanan pakan ikan seperti yang dilakukan pada skala pabrikasi. Pakan tersebut kemudian dikeringkan dengan menggunakan alat pengering atau dengan menggunakan sumber panas alami yaitu sinar matahari. Uji coba pakan yang telah dibuat sebelum digunakan oleh ikan yang akan mengkonsumsi pakan tersebut adalah uji secara kimia. 6.tersebut benar-benar tercampur buatlah bentuk adonan tersebut bolabola dan adonana tersebut sudah tidak lengket ditangan. Proses selanjutnya setelah pakan buatan dicetak adalah melakukan pengeringan terhadap pakan yang telah dicetak. remahan dan pellet.4. Jika menggunakan alat pengering hanya beberapa jam saja tergantung suhu pemanasan didalam oven sampai kadar air dalam pakan tersebut adalah kurang dari 10%. UJI COBA PAKAN IKAN Pakan ikan yang akan digunakan oleh ikan budidaya harus dilakukan ujicoba terhadap pakan tersebut. Hal ini dilakukan agar pakan yang akan digunakan tersebut memberikan hasil yang optimal sesuai dengan standar produk pakan ikan.

pakan sesuai dengan formulasi pakan yang disusun. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 6. Uji kadar air. Hal ini sangat penting karena pakan buatan tidak langsung dikonsumsi oleh ikan setelah diproduksi tetapi disimpan beberapa saat. Peralatan yang digunakan untuk melakukan uji kadar air adalah oven dan peralatan gelas. 293 . Prinsip pengujian kadar protein di laboratorium adalah dengan menggunakan cara Kyeldahl yaitu menentukan kadar protein secara tidak langsung. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 6.8.25. Uji coba ini sangat berguna bagi konsumen dan juga sebagai pengawasan mutu pakan yang diproduksi. Uji kadar protein. Alat pengukur kadar air 2. Prinsip pengujian kadar air dilaboratorium adalah bahan makanan (pellet) dipanaskan pada suhu 105 – 110oC. kadar protein pellet yang dibuat harus benarbenar disesuaikan dengan ukuran ikan dan jenis ikan yang akan mengkonsumsi pakan tersebut.8. Cara ini adalah dengan menentukan kadarN-nya kemudian mengalikan dengan protein 6. Uji pakan secara kimia meliputi : 1.9. kadar air yang baik untuk pellet/pakan buatan adalah kurang dari 12%. Peralatan yang digunakan untuk mengukur kadar protein pakan ikan dengan peralatan semi mikrokjeldahl . dengan pemanasan tersebut maka air akan menguap. Gambar 6.

Prinsip pengujian kadar lemak adalah bahan makanan akan larut di dalam petrelium eter disebut lemak kasar. Peralatan pengukuran kadar lemak 294 .10. Peralatan pengukuran kadar protein 3. Uji kadar lemak. Gambar 6. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 6.Gambar 6.10.9. kadar lemk dalam pakan buatan menurut hasil penelitian sebaiknya kurang dari 8%. Hal ini dikarenakan jika kadar lemak dalam pakan tinggi akan mempercepat proses ketengikan pakan buatan. Uji inimenggunakan alat yang disebut Soxhlet.

Prinsip pengujian kadar serat kasar adalah menentukan zat organik yang tidak larut dalam asam kuat dan basa kuat dan disertai pemanasan. Kandungan serat kasar yang terlalu tinggi pada pakan buatan akan mempengaruhi data cerna dan penyerapan didalam alat pencernaan ikan. Peralatan pengukuran kadar serat kasar 5. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 6. Pada suhu tersebut semua bahan organik akan menguap dan yang tertinggal hanya bahan anorganik yaitu abu.4. Kadar abu. Untuk 295 . kadar serat kasardalam pakan buatan menurut hasil penelitian sebaiknya adalah kurang dari 7%. Kadar Serat kasar. kadar abu dalam pakan buatan sebaiknya kurang dari 12%. Serat kasar ini diperlukan untuk menambah baik srtuktur pellet. Kadar abu ini merupakan bahan anorganik. Prinsip pengujian kadar abu ini adalah bahan makanan dilakukan pemanasan didalam tanur listrik yang bersuhu 600oC. jika kadar abu tinggi dalam pakan buatan berarti pakan buatan tersebut tidak akan memberikan pertumbuhan yang baik untuk ikan.11. Gambar 6.11. Peralatan untuk melakuakn pengukuaran kadar abu dilakukan dengan menggunakan tanur listrik. Peralatan yang digunakan untuk melakukan pengukuran kadar serat kasar adalah peralatan soxlet ditambah dengan peralatan lainnya.

lakukan hal tersebut sampai tercapai berat yang konstan (selisih penimbangan berturutturut kurang dari 0.12.lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 6. Adapun prosedur yang dapat dilakukan dalam melakukan uji coba secara kimia yang disebut dengan melakukan uji analisa proksimat dapat menggunakan beberapa metode. 2. Timbang bahan/contoh yang telah dihaluskan sebanyak 2 – 3 gram (a) lalu dimasukkan kedalam cawan X1 . dinginkan dalam eksikator selama 10 menit dan ditimbang (x1). Dibawah ini akan diuraikan beberapa metode yang dapat dilakukan dalam melakukan pengukuran beberapa parameter uji kimia pakan ikan. Hitunglah persentase kadar air bahan yang dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut : (X1 + a) . dengan menggunakan pengukuran dengan SNI yang merupakan suatu 296 Gambar 6. Cawan dan bahan dipanaskan dalam oven selama 4 – 6 jam pada suhu 105 – 110o C. Cawan dipanaskan dalam oven pada suhu 105 – 110o C selama 1jam. Adapun prosedur yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : Pengukuran Kadar Air Pengukuran kadar air pakan ikan atau bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dapat dilakukan dengan cara pemanasan yang biasa disebut dengan Metode Gravimetri. Peralatan pengukuran kadar abu. 3. Prinsip : Air akan menguap seluruhnya jika bahan makanan dipanaskan pada suhu 105–110 oC. dinginkan dalam eksikator kemudian timbang. . lakukan pemanasan kembali dalam oven selama 30 menit. Peralatan : Botol timbang bertutup/cawan Dessiccator/Eksikator Oven Neraca analitik Langkah Kerja 1 : 1. 4.12.X2 Kadar air (%) = X100% a Prosedur pengukuran kadar air dapat dilakukan berdasarkan prrosedur Standar Nasional Indonesia (SNI).02 gram). dinginkan dalam eksikator dan timbang.

Arangkan di atas nyala pembakar. . Timbang (W). Dinginkan dalam eksikator. Langkah Kerja SNI : 1. Masukkan cawan dan bahan kedalam oven pengabuan/tanur dengan cara dipanaskan dengan suhu 550 – 600 o C sampai menjadi abu dan berwarna putih (selama 3 – 6 jam). 5. ulangi pekerjaan ini hingga diperoleh bobot tetap Perhitungan : W Kadar air = X 100% W1 Pengukuran Kadar Abu Peralatan : Cawan porselen Tanur listrik Neraca analitik Dessicator/eksikator Langkah Kerja 1 : 1. Prinsip : Bahan makanan jika dilakukan pemanasan didalam tanur listrik yang bersuhu 600o C. 2. 4. Timbang dengan seksama 2-3 g contoh kedalam cawan porselen yang telah diketahui bobotnya 2. Hitunglah persentase kadar abu bahan yang dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut : Kadar Abu (%) = X2 – X1 a Langkah kerja SNI : 1. lalu abukan dalam tanur listrik pada suhu maksimum 550o C sampai pengabuan sempurna (sekali-kali pintu tanur dibuka sedikit. dinginkan dalam eksikator selama 10 menit dan ditimbang (X1). Timbang bahan/contoh yang kering sebanyak 2 – 3 gram (a) lalu masukkan ke dalam cawan X1. agar oksigen bisa masuk) 3. Dinginkan dalam eksikator 4. Keringkan pada oven suhu 105oC selama 3 jam 3. Timbang dengan seksama 1-2 g cuplikan pada sebuah botol timbang bertutup yang sudah diketahui bobotnya (W1). Oleh karena itu bagi para penguji yang laboratoriumnya telah mendapatkan sertifikat ini akan menggunakan prosedur pengujian dengan prosedur SNI. maka zatzat organik akan diuraikan menjadi air dan CO2 yang tertinggal hanya bahan anorganik yaitu abu. lalu timbang sampai bobot tetap 297 X 100% Pengukuran kadar abu pakan ikan atau bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dapat dilakukan dengan cara pemanasan yang biasa disebut dengan Metode Gravimetri. Dinginkan dalam eksikator selama 15 menit dan timbang cawan dan abu tersebut (X2). Cawan dipanaskan dalam oven pada suhu 105 – 110 o C selama 1jam. 3. 2.standar dalam melakukan pengukuran yang telah diakreditasi secara internasional yang disebut dengan ISO 17025 mengenai Internasional Standar Operational untuk kegiatan laboratorium.

atau ekstraksi lemak bebas dengan pelarut non polar Peralatan : Kertas saring Labu lemak Alat soxhlet Pemanas listrik Oven Neraca analitik Kapas bebas lemak X 100% Pereaksi : hexane atau pelarut lemak lainnya Langkah kerja 1 : 1. 4. Lepaskan labu dari soxhlet dan tetap dipanaskan di atas water bath untuk menguapkan semua petroleum ether dari cawan labu.Perhitungan : W1 – W2 Kadar abu = W W : Bobot contoh sebelum diabukan dalam gram W1 : Bobot contoh + cawan sesudah diabukan dalam gram W2 : Bobot cawan kosong dalam gram Pengukuran Kadar Lemak Pengukuran kadar lemak pakan ikan atau bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan dapat dilakukan dengan menggunakan metode Soxhlet dan metode Weibull. dinginkan dalam eksikator selama 10 menit dan timbang (X1). Pemanasan ini berlangsung selama 2 – 4 jam. Timbang bahan/contoh sebanyak 2 – 5 gram (bahan sebaiknya dalam bentuk halus dan kering). Metode soxlet digunakan jika bahan baku pakan atau pakan ikan mengandung kadar lemak yang relatif tidak terlalu banyak. apabila setelah 4 jam ekstraksi belum sempurna pemanasan dapat dilanjutkan selama 2 jam lagi. Panaskan cawan labu yang dihubungkan dengan soxhlet di atas water bath sampai cairan dalam soxhlet terlihat bening. dan dibungkus dengan kertas saring/kertas filter dalam bentuk silinder (a). Masukkan selongsong kertas filter kedalam tabung ekstraksi dan diberi pemberat serta dihubungkan dengan kondensor/pendingin . Panaskan cawan labu dalam oven pada suhu 105–110o C selama satu jam. 2. 6. Cawan labu dipanaskan dalam oven pada suhu 105 – 110 oC selama 15 –60 menit. Pasanglah tabung ekstraksi pada alat destilasi Soxhlet dengan pelarut petroleum ether/ petroleum benzena/hexana sebanyak 150 ml yang dimasukkan kedalam soxhlet sampai kertas saring tersebut terendam dan sisa larutan dimasukkan kedalam labu. dan jika kadar lemak dalam bahan pakan atau pakan ikan cukup banyak maka bahan pakan dan pakan itu harus dilakukan hidrolisis terlebih dahulu dan metode yang digunakan adalah metode weibull. kemudian didinginkan dalam eksikator 298 . 5. 3. 7. Prinsip : Bahan makanan yang larut di dalam petrelium eter.

Timbang seksama 1-2 g cuplikan ke dalam gelas piala 2. X2 – X1 a Langkah kerja SNI : 1. Masukkan ke dalam kertas saring pembungkus (paper thimble) dan ekstrak dengan heksana atau pelarut lemak lainnya 2 – 3 jam pada suhu lebih kurang 80 oC. Sulingkan heksana dan keringkan ekstrak lemak dalam oven pengering pada suhu 105oC 5. Sulingkan larutan heksana atau pelarut lemak lainnya dan 299 Kadar Lemak (%)= X 100% . Saring dengan keadaan panas dan cuci dengan air panas hingga tidak bereaksi asam lagi 5.selama 10 menit dan ditimbang. 7. 8. Timbang seksama 1-2 g contoh. Tambah 30 ml HCl 25% dan 20 ml air serta beberapa butir batu didih 3. Tutup gelas dengan kaca arloji dan didihkan selama 15 menit 4. 6. Ulangi pengeringan ini hingga tercapai bobot tetap Perhitungan : W – W1 % Lemak = W2 W : W1 : bobot contoh dalam gram bobot lemak sebelum ekstraksi dalam gram X 100% W2 : bobot labu lemak sesudah ekstraksi Pengukuran Kadar Lemak dengan Metode Weibull Prinsip : ekstraksi lemak dengan pelarut non polar setelah contoh dihidrolisis dalam suasana asam untuk membebaskan lemak yang terikat. masukkan kedalam selongsong kertas yang dialasi dengan kapas 2. Peralatan : Kertas saring Kertas saring pembungkus (Thimle) Labu lemak Alat Soxhlet Neraca Analitik Pereaksi : larutan HCl 25%. Keringkan kertas saring berikut isinya pada suhu 100 – 105 oC. ekstrak dengan heksana atau pelarut lemak lainnya selama lebih kurang 6 jam 4. n-Heksana atau pelarut lemak lainnya Langkah kerja SNI . Dinginkan dan timbang 6. keringkan dalam oven pada suhu tidak lebih dari 80 oC selama lebih kurang satu jam. Sumbat selongsong kertas berisi contoh tersebut dengan kapas. 1. kemudian masukkan ke dalam alat soxhlet yang telah dihubungkan dengan labu lemak berisi batu didih yang telah dikeringkan dan telah diketahui bobotnya 3. Ulangi prosedur ini sampai diperoleh berat yang stabil (X2). kertas lakmus. Hitunglah persentase kadar lemak bahan/contoh dengan persamaan sebagai berikut .

Tahap Titrasi 1. Dinginkan dan timbang 9. 3. Ulangi proses pengeringan ini hingga tercapai bobot tetap Perhitungan : W1 – W2 Kadar lemak = W W : W1 : W2 : bobot cuplikan dalam gram bobot labu lemak sesudah ekstraksi dalam gram bobot labu lemak sebelum ekstraksi dalam gram X 100% Pemanas listrik/pembakar Neraca analitik Tahap Oksidasi. Masukkan 0. kemudian di dinginkan. Masukkan 5 ml larutan hasil oksidasike dalam cawan labu kjeldahl. 2.05 N 2. Tambahkan NaOH 0. 2. 3 gram katalis ( K2SO4 + CuSO4) dan 10 ml H2SO4 kedalam tabung Kjeldahl. Siapkan Erlenmeyer.25 X 20 X (titran blanko-titran sampel) Kadar Protein (%) = a X 100% 300 . langkah kerjanya: 1. Tahap Destruksi.25. kemudian didestruksi selam 10 menit. Tabung dipanaskan hingga larutan di dalam tabung berubah warna menjadi hijau bening. Senyawa nitrogen diubah menjadi amonium sulfat oleh H2SO4 pekat. 3. langkah kerjanya .0007 X 6. Amonium Sulfat yang terbentuk diuraikan dengan NaOH. Perhitungan kadar protein diperoleh dari persamaan sebagai berikut : Pengukuran Kadar Protein dengan Metode Kjeldahl Prinsip : Menentukan kadar protein secara tidak langsung. 1.5 – 1 gram bahan/contoh (a). amoniak yang dibebaskan diikat dengan asam borat dan kemudian dititar dengan larutan baku asam. Encerkan dengan akuades sampai larutan menjadi 100 ml. dengan cara menentukan kadar N nya kemudian dikalikan dengan faktor protein 6.05 N sebanyak 10 ml. Lakukan prosedur yang sama pada blanko. Peralatan : Labu kjeldhal Alat penyulingan kelengkapannya dan 0.keringkan ekstrak lemak pada suhu 100 – 105 oC. 3.05 N sebanyak 10 ml dan tambahkan 2 – 3 tetes larutan indikator (metyl red/methylen blue). masukkan H2SO4 0. Volume titran yang digunakan dicatat. Hasil destruksi dititrasi dengan NaOH 0. 8.

HCL 0. Larutan asam klorida. catat volume titran.01 N 5.1 N dalam destilat dititrasi dengan larutan basa standar (larutan NaOH 0. Indikator campuran.008 (ml NaOH blanko – ml NaOH contoh) Kadar Nitrogen (%)= Gram contoh X 10 Kadar Protein (%) = Kadar Nitrogen X faktor konversi Pengukuran Kadar Protein Metode SNI Pereaksi : 1. siapkan latutan bromcresol green 0. 4. 7.1 % dalam alkohol 95 % secara terpisah. Kemudian dipanaskan pada pemanas listrik atau api bunsen dalam almari asanm.1 N yang sudah diberi indikator phenolphtalein 1% 2 – 5 tetes. tambahkan 200 ml aquades dan 75 ml larutan NaOH 40-45% sampai larutan menjadi basa. destilat ditampung dalam erlenmeyer yang berisi 100 ml HCl 0. Lakukan langkah 1 dan 2 untuk perlakuan blanko. Larutan Natrium Hidroksida NaOH 30%. Setelah dingin pindahkan kedalam botol bertutup gelas. kalau destruksi sukar dilakukan perlu ditambah katalis CuSO4 sebanyak 6 gram dan digoyang. tambahkan 10 gram K2S atau Na2SO4 anhidrat dan 15 – 25 ml H2SO4 pekat. Larutan asam borat H3BO3 2 %. 4. larutkan 150 gram 301 . pasanglah labu kjeldahl dengan segera pada alat destilasi.1 % dan larutan merah metil 0. Destilasi diakhiri setelah volume destilat 150 ml atau setelah destilat yang keluar tidak bersifat basa. campuran 2. mula-mula dengan api kecil dan setelah asap hilang api dibesarkan.5 gr serbuk SeO2. Hitunglah kadar protein bahan dengan persamaan sebagai berikut : X N NaOH X 14. Panaskan labu kjeldahl sampai amonia menguap semua.1 N) samapi larutan berwarna pink. Setelah labu kjeldahl beserta cairannya menjadi dingin. 2. Campur 10 ml bromcresol green dengan 2 ml merah metil. 5. larutkan 10 gr H3BO3 dalam 500 ml air suling. Timbang bahan sebanyak 2 – 5 gram yang telah ditumbuk halus dan masukkan kedalam labu kjeldahl. 2. 100 gr K2SO4 dan 20 gr CuSO4 5 H2O. Campur 500 ml asam borat dengan 5 ml indikator.Pengukuran Kadar Metode Gunning Langkah kerja : Protein 1. Campuran selen. Kelebihan HCl 0. pemanasan diakhiri setelah cairan menjadi jernih tidak berwarna. 3. 6. 3.

3. Sulingkan selama lebih kurang 10 menit. Timbang seksama 2 – 4 g cuplikan Bebaskan lemaknya dengan cara ekstraksi dengan cara SOXlet atau dengan cara mengaduk. Panaskan diatas pemanas listrik atau api pembakar sampai mendidih dan larutan menjadi jernih kehijau-hijauan (sekitar 2 jam) 4.01 N yang dipergunakan penitaran contoh volume HCl yang dipergunkan penitaran blanko normalitas HCl faktor konversi untuk protein 6. labu ukur 100 ml. masukkan ke dalam labu Kjeldahl 100 ml 2. tambahkan 5 ml NaOH 30% dan beberapa tetes indikator PP.01 N Kerjakan penetapan blanko (V1-V2) X N X 0. mengenap tuangkan contoh dalam pelarut organik sebanyak 3 kali.Natrium Hidroksida kedalam 350 ml air.51 g cuplikan. sebagai penampung gunakan 10 ml larutan asam borat 2% yang telah dicampur indikator Titar dengan larutan HCL 0.014 X f. Biarkan dingin.25% Etanol 96% Kertas saring Whatman 54. Keringkan 302 Pengukuran Kadar Serat Kasar dengan Metode Pencucian asam dan basa kuat Prinsip : Menentukan zat organik yang tidak larut dalam asam kuat dan basa kuat dan disertai dengan pemanasan. 8.25% Natrium Hidroksida. Langkah kerja : 1. simpan dalam botol bertutup karet. tambahkan 2 g campuran selen dan 25 ml H2SO4 pekat. .25 faktor pengenceran Peralatan : Neraca analitik Pendingin Corong Buchner Pompa vakum Pereaksi : Asam sulfat H2SO4 1. 7. kemudian encerkan dan masukkan kedalam Perhitungan : 5. Timbang seksama 0. 6. NaOH 3. 541 atau 41 Langkah kerja SNI : 1.k X fp Kadar Protein = W W : V1 : V2 : N : Fk : fp : bobot cuplikan volume HCL 0. tepatkan sampai tanda garis Pipet 5 ml larutan dan masukkan kedalam alat penyuling.

timbang sampai bobot tetap Perhitungan : a.5–2 gram (a) lalu masukkan kedalam erlenmeyer. Lakukan pembilasan berturut-turut menggunakan 50 ml air panas. 6. Masukkan kertas saring dari corong buchner kedalam cawan. dinginkan dalam eksikator dan timbang (X2). air panas dan etanol 96%. kemudian didihkan selama 30 menit dengan menggunakan pendingin tegak Tambahkan 50 ml NaOH 3. didinginkan dan timbang (X3). keringkan pada suhu 105o C dinginkan dan timbang sampai bobot tetap. contoh dan masuk-kan ke dalam erlemeyer 500 ml. Serat kasar < 1%. Angkat kertas saring beserta isinya. Timbang bahan sebanyak 0. Tambahkan 50 ml larutan H2SO4 1. 2.3 N.5 N kemudian panaskan kembali selama 30 menit.25%. Panaskan kertas saring di dalam oven selama 1 jam pada suhu 110 oC Dan dinginkan dalam eksikator lalu ditimbang (X1). 5. Larutan yang telah dipanaskan dituang ke dalam corong buchner. 7.3 N dan di panaskan diatas hot plate selama 30 menit. saring dengan corong Buchner yang berisi kertas saring tak berabu Whatman 54. 50 ml air panas dan 25 ml aceton. Tambahkan 25 ml NaOH 1. masukkan kedalam kotak timbang yang telah diketahui bobotnya. kemudian tambahkan 50 ml H2SO4 0. 6. serat kasar > 1% w – w1 % Serat kasar = w2 w : w1 : w2 : bobot cuplikan dalam gram bobot abu dalam gram bobot endapan pada kertas saring dalam gram X 100% X 100% Langkah kerja 2 : 1. Pasang kertas saring pada corong buchner yang dihubungkan dengan vacuum pump. 4. 4. bila ternyata kadar serat kasar lebih besar 1% abukan kertas saring beserta isinya. 3.25% panas.25% dan didihkan lagi selama 30 menit Dalam keadaan panas. Hitunglah kadar serat kasar bahan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : X2 – X3 – X1 Serat Kasar (%)= X100% a 303 . w % Serat kasar = w1 b. 5. panaskan pada suhu 105–110 oC selama 0. 3. 50 ml H2SO4 0. Cuci endapan yang terdapat pada kertas saring berturut-turut dengan H2SO4 1.5–1 jam. Panaskan juga cawan porselen pada suhu 110 oC selama satu jam dan dinginkan didalam eksikator. Panaskan cawan dalam tanur listrik bersuhu 600 oC selama 2 jam hingga bahan di dalam cawan berwarna putih. 41 atau 541 yang telah dikeringkan dan diketahui bobotnya. 7.2.

4. Timbang bahan sebanyak 2 – 5 gram 2. Pindahkan secara kuantitatif residu dari kertas saring kedalam erlemeyer kembali dengan spatula. sampai berwarna biru tidak berubah). sambil dicuci dengan larutan K2SO4 10%. cucilah residu dalam kertas saring sampai air cucian tidak bersifat asam lagi (uji dengan kertas lakmus. 6. Keringkan kertas saring dan isinya pada oven dengan suhu 110OC sampai berat konstan selama 1 – 2 jam. berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh ikan untuk mengejar pakan dikaitkan dengan lama waktu pakan itu bertahan didalam air sebelum dimakan oleh ikan. dan sisanya dicuci dengan larutan NaOH 0. Saring suspensi dengan kertas saring dan residu yang tertinggal dalam erlemeyer dicuci dengan aquades mendidih. Uji coba pakan secara fisik bertujuan untuk mengetahui stabilitas pellet didalam air (Water Stability Feed) yaitu daya tahan pakan buatan didalam air. Didihkan dengan pendingin balik sambil kadang kala digoyang-goyangkan selama 30 menit. 3. Masukkan kedalam erlemeyer 600 ml.255 N sebanyak 200 ml dan batu didih. bahan baku yang digunakan harus dalam bentuk tepung.Langkah Kerja 3 : 1. 4.313 N sebanyak 200 ml sampai semua residu masuk kedalam erlemeyer. Selain itu uji fisik dapat dilakukan dengan melihat kehalusan dan kekerasan bahan baku pakan yang akan sangat berpengaruh terhadap kekompakan pakan didalam air. panaskan selama 30 menit dengan dilakukan penggoyangan sesekali. Oleh karena itu dalam membuat pakan buatan. dan seluruh bahan baku akan tercampur 304 .2. Hitunglah kadar serat kasar dengan persamaan sebagai berikut : (Berat kertas saring +serat) – Berat kertas saring) Kadar Serat Kasar(%)= X100% Berat Sampel 6. Dengan mengetahui daya tahan pakan buatan didalam air akan sangat membantu para praktisi perikanan dalam memberikan pakan. 5. tambahkan larutan H2SO4 0. dinginkan dalam eksikator dan timbang 7. cuci lagi residu dengan aquades mendidih dan kemudian dengan lebih kurang 15 ml alkohol 95%. Saring menggunakan kertas saring yang telah diketahui beratnya. Hal ini dapat dideteksi dengan daya tahan pakan buatan didalam air. Uji Pakan secara Fisik Uji coba yang kedua adalah uji coba pakan secara fisik. dengan semakin halusnya bahan baku yang digunakan maka bentuk fisik akan semakin baik.

4. 4. kemudian simpan dalam desikator dan timbang beratnya sampai diperoleh berat yang konstan. Oleh karena itu water stability dari pakan ikan ini sangat bergantung pada peruntukkan pakan tersebut. Masukkan sebanyak 5 gram pakan yang telah diketahui kadar airnya kedalam keranjang kawat tersebut. Hal ini akan menghasilkan dampak terhadap pakan buatan yang dibentuk menjadi lebih kompak dan stabil. Dengan pakan buatan yang kompak dan stabil maka pakan buatan akan mudah dicerna oleh ikan. Kemudian simpan di dalam desikator dan timbanglah keranjang tersebut sampai diperoleh berat yang konstant. Ikan yang hidup didasar perairan membutuhkan pakan yang lebih tahan lama didalam air dibandingkan pakan ikan yang akan dibuat untuk ikan yang hidup dipermukaan atau ditengah perairan. Lakukan pengeringan keranjang basket yang telah direndam dalam air kedalam oven. Masukkan keranjang kawat ke dalam oven untuk dikeringkan pada suhu 100 oC selama 1 – 3 jam. Persentase berat kering yang hilang dihitung setelah dikurangi dengan berat keranjang. Nilai water stability dalam persen dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut : Fo % Water stability = Io Dimana : Io : adalah berat awal pakan kering Fo: adalah berat akhir pakan kering Sebagai contoh dalam pengukuran water stability adalah sebagai berikut: Misalnya. 5. 6 dan 8 jam. Masukkan keranjang kawat yang telah berisi pakan kedalam air pada kondisi perairan yang dibuat sama dengan kondisi pakan ikan tersebut akan diberikan dan dibuat eksperiment penelitian dengan desain waktu selama 2. Semakin lama pakan terendam dalam air dan tidak cepat hancur maka ikan dapat dengan mudah memakan pakan buatan tersebut. Water stability pakan menurut Millamenena et al (2000) dapat dilakukan pengukuran dengan prosedur sebagai berikut : 1. Pakan buatan yang mudah dicerna oleh ikan akan mengakibatkan efisiensi pakan yang sangat baik dan sangat menguntungkan pemakai/petani ikan. Adapun pengukuran pakan secara fisik dapat dilakukan sebagai berikut : Pengukuran Water Stability Daya tahan pakan ikan didalam air harus diperhatikan karena hal ini sangat diperlukan bagi pakan yang akan dikonsumsi oleh ikan.26 gram. 3. 6. 2. 305 X 100 .secara sempurna. berat kering pakan adalah 95% maka berat kering pakan adalah berat pakan X % berat kering dibagi 100. berat pakan adalah 5.

5 gram Fo % Water Stability = X 100 Io 4.5 gram – 8. Daya tahan pakan di dalam air ini sangat bergantung pada jumlah bahan baku yang digunakan sebagi perekat (binder) dan prosesing pembuatan pakan.26 gram X 100 Io = 5. Memperhatikan kekompakan pakan buatan didalam wadah uji dan catat waktu pakan tersebut 306 . sedangkan untuk ikan yang hidup dipermukaan air lebih cepat menangkap pakan sehingga waktu yang dibutuhkan sampai pakan hancur lebih cepat. Memasukkan pakan buatan kedalam wadah uji dan catat waktu pertama pakan buatan dimasukkan kedalam wadah uji. aerator. 5. Mengisi wadah uji dengan air dengan ketinggian minimal 50 cm.0 gram Dari hasil perlakuan pencelupan tadi diperoleh data sebagai berikut : Berat pakan dan keranjang = 12. 6. pakan ikan yang dibuat. stop watch.0 gram Maka berat akhir pakan kering adalah berat keranjang dan pakan dikurangi dengan berat keranjang yaitu : Fo = 12. Memasang aerator dengan kuat sehingga air didalam wadah uji bergerak dan menimbulkan gelombang.0 = 90% Pengukuran water stability yang paling mudah dilakukan dengan menghitung lama waktu yang dibutuhkan oleh pakan tersebut sampai hancur di dalam wadah budidaya. 2. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan uji fisik pakan (wadah budidaya. Langkah kerja dalam uji water stability yang praktis adalah sebagai berikut : 1. Biasanya pakan untuk udang sebagai organisme air yang hidup di dasar perairan maka pakan yang direndam di dalam air minimal membutuhkan waktu selama 30 X 100 menit. 4.5 = 5.5 gram Berat keranjang kosong= 8.0 gram Fo = 4. Memasukkan selang aerasi kedalam wadah uji. air). 3.% berat kering Berat kering pakan = berat pakan X 100 95 Maka Io = 5.

Melakukan uji fisik yang kedua yaitu bau pakan buatan dengan cara mencium pakan buatan yang telah dibuat dibandingkan dengan pakan buatan pabrik yang sudah biasa digunakan untuk pakan ikan. Dalam ruang penyimpanan pakan. pakan ikan ini biasanya disimpan dalam tumpukan pakan yang berjumlah 6 karung dengan berat setiap karung adalah 50 kilogram maka jumlah beban pakan selama penyimpanan adalah 300 kilogram. 4. Bagaimana anda membuat pakan yang tidak mudah hancur dengan beban berat selama 307 . Adapun langkah kerja yang dapat dilakukan untuk mengetahui bau pakan dan daya terima ikan terhadap pakan dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut : Langkah kerja : 1. tetapi akan disimpan terlebih dahulu dalam ruang penyimpanan pakan. Memasang aerator dengan kuat sehingga air didalam wadah uji bergerak dan menimbulkan 5. Membandingkan hasilnya secara organoleptik dan juga amati daya terima ikan terhadap pakan buatan yang dibuat dengan cara mengamati respon ikan terhadap pakan buatan dan bandingkan pula respon ikan terhadap pakan pabrik. Mengisi wadah uji dengan air dengan ketinggian minimal 50 cm. 7. Pengujian bau pakan (attractant) Pakan ikan yang sudah dibuat harus mempunyai bau yng khas sesuai dengan keinginan ikan sehingga ikan yang mencium bau pakan ikan tersebut tertarik untuk mengkonsumsi pakan atau biasa disebut dengan daya terima ikan terhadap pakan ikan yang dibuat (pallatabilitas). Mencatat hasil perbandingan tersebut . gelombang dan masukkan ikan kedalam wadah tersebut. 7. 2. 8. 3. 6. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan uji fisik pakan. Pakan ikan yang mempunyai bau yang enak akan menarik minat ikan untuk segera memakan pakan ikan tersebut. Memasukkan selang aerasi kedalam wadah uji. Pakan yang baik akan stabil didalam air selama 30 menit untuk pakan udang sedangkan untuk pakan ikan biasanya kurang dari tiga puluh menit. tingkat kehalusan Pengujian pakan Pakan ikan yang dibuat biasanya tidak akan langsung dijual kepada konsumen.mulai mengembang serta catat pula waktu pakan tersebut mulai hancur. Oleh karena itu jika anda membuat pakan ikan ini harus dilakukan uji fisik tentang bau pakan tersebut apakah sudah dapat diterima oleh ikan. Memasukkan pakan buatan kedalam wadah uji dan perhatikan tingkah laku ikan dalam menangkap pakan dan perhatikan juga berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh ikan untuk mengkonsumsi pakan tersebut.

Hal ini sangat ditentukan pada saat pemilihan bahan baku dimana bahan baku yang digunakan untuk membuat pakan ikan harus dari bahan yang benar halus dalam bentuk tepung. Tingkat Konsumsi Pakan Pada umumnya tingkat konsumsi pakan yang diberikan pada ikan erat hubungannya dengan besarnya individu ikan. Oleh karena itu untuk mengetahui tingkat kehalusan pakan dapat dilakukan uji coba secara fisik ini dengan cara sebagai berikut : Langkah kerja : 1. Nilai konversi pakan dan efisiensi pakan ini dapat diketahui dengan melakukan pemberian pakan selama periode waktu tertentu sehingga bisa dihitung nilainya dengan menggunakan rumus yang sudah berlaku. Pakan yang baik tidak akan hancur jika dilakukan penumpukan pakan dalam ruang penyimpanan. 6. Oleh karena itu dalam uji biologis harus dilakukan pengujian terhadap pakan yang dibuat dengan cara memelihara ikan dengan diberikan pakan uji tersebut. 4. tingkat konsumsi pakan. Meletakkan pakan pada ruang penyimpanan pakan diatas kayu dengan jarak antara lantai dengan kayu sebaiknya 3 – 4 inci (1 inci = 2. Beberapa parameter biologis tersebut antara lain adalah nilai konversi pakan dan effisiensi pakan. Nilai konversi pakan yang baik adalah kurang dari dua yang berarti dalam memberikan pakan sebanyak dua kilogram akan menghasilkan daging ikan sebanyak satu kilogram. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan uji fisik pakan. Semakin halus ukuran tepung maka kekompokan pakan dalam komposisi pakan semakin bagus. Hal ini harus dilakukan karena pakan ikan yang dibuat akan disimpan maksimal tiga bulan setelah proses pembuatan pakan.penyimpanan. 5. retensi protein. 3. Semakin kecil bobot 308 . Memasukkan tumpukan pakan buatan kedalam ruang uji sebanyak 350 kg dan catat waktu pertama pakan buatan dimasukkan kedalam ruang penyimpanan.4. Dalam uji coba pakan secara biologis dilakukan untuk mengetahui bebrapa parameter biologis yang sangat diperlukan untuk menilai apakah pakan ikan yang dibuat dapat memberikan dampak terhadap ikan yang mengkonsumsinya. Perhatikan kekompakan pakan buatan didalam ruang penyimpanan dan perhatikan apakah pakan yang terdapat pada bagian bawah terjadi kehancuran atau tidak.kecernaan total. Semakin kecil nilai konversi pakan maka semakin baik kualitas pakan tersebut karena semakin ekonomis. 2. Uji Pakan secara Biologis Uji coba pakan yang ketiga adalah uji pakan secara biologis.3.54 cm) sebanyak enam tumpukan jika berat pakan perkarung adalah 50 kg. Parameter bilogi lainnya yang dapat dilakukan pengukuran antara lain adalah pertumbuhan.lemak dan energi.

1988). umur.. 1988). kecernaan pakan dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu: keberadaan enzim dalam saluran pencernaan ikan. Masing-masing faktor tersebut akan dipengaruhi oleh faktor sekunder. nilai kecernaan pakan dapat menggambarkan kemampuan ikan dalam mencerna suatu pakan. tingkat konsumsi pakan perhari dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : Konversi Pakan TKP = 3 X L Dimana : TKP : Tingkat konsumsi pakan ∆L : kenaikan harian panjang tubuh ikan L : panjang tubuh ikan Kecernaan Total Pencernaan adalah proses penghancuran pakan menjadi molekul-molekul mikro melalui rangkaian proses fisik maupun kimiawi.kondisi lingkungan dan komposisi. Menurut Heper (1988). sebaliknya semakin besar bobot individu ikan semakin menurun tingkat konsumsi pakan yang diberikan. karena dalam suatu proses pencernaan selalu ada bagian makanan yang tidak dapat dicerna dan dikeluarkan dalam bentuk feses (Affandi et al. Tingkat Konsumsi Pakan (TKP) yang diberikan dapat dihitung dengan menggunakan berbagai macam rumus antara lain adalah menurut National Research Council (NRC).1991. sehingga bisa diserap melalui dinding usus kedalam kapiler darah. 309 . (1992). et al..individu ikan tingkat konsumsi pakan yang diberikan persentasenya semakin besar. Kecernaan adalah suatu parameter yang menunjukkan berapa dari makanan yang dikonsumsi dapat X ∆L X 100 diserap oleh tubuh (Lovel. 1988). dan ukuran ikan. Menurut Affandi et al. 1983). 1992).. Ikan mempunyai kemampuan mencerna yang berbeda dengan hewan darat (Watanabe. ukuran serta pakan yang dikonsumsi. yang berhubungan dengan spesies ikan. tingkat aktivitas enzim-enzim pencernaan dan lamanya pakan yang dimakan bereaksi dengan enzim pencernaan.diawali dengan pengambilan pakan dan berakhir dengan pembuangan sisa pakan (Zonneveld et al. Selain itu nilai kecernaan dapat menentukan kualitas pakan yang dikonsumsi ikan. Proses ini terjadi terus menerus. 1977 adalah : 100 TKP = % pakan yang diberikan X bobot total populasi X Berat kering pakan Menurut Halver (1989). Pakan yang berasal dari bahan nabati umumnya lebih sulit dicerna oleh ikan dibandingkan bahan hewani (Hepher.NRC.

Prinsip penentuan kecernaan pakan adalah dengan membandingkan kadar nutrisi atau energi pakan dengan kadar nutrisi atau energi feses (Affandi et al. 1985).. tidak berubah secara kimiawi. Metoda tidak langsung Kecernaan total pakan dari pakan yang dikonsumsi dapat 310 X 100 % . Indikator yang digunakan mengukur daya cerna yang digunakan secara tidak langsung adalah Cr2O3 dan lignin (Hepher. 1992). contohnya pemanasan terhadap kacang kedelai dapat meningkatkan tingkat kecernaannya. menghisap feses lewat anus. sebab ada beberapa bahan makanan yang perlu penanganan khusus karena keberadaan zat inhibitor dalam bahan makanan. 1988). Kecernaan secara tidak langsung dihitung berdasarkan perbandingan indikator yang terdapat pada pakan dengan indikator yang terdapat pada feses. 1988). 2. diserap atau masuk kedalam lendir usus. Biasanya indikator yang sering digunakan adalah Cr2O3 sebesar 0. 1988). 1983).Indikator yang digunakan adalah bahan yang tidak dapat dicerna. Disamping itu kecernaan pakan juga dipengaruhi oleh proses dan metoda pengolahan bahanbahan tersebut. Metoda langsung Kecernaan pakan dengan metoda langsung biasa diterapkan pada level individu dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut : I-F D= I Keterangan : D = kecernaan total I = total nutrien yang dikonsumsi F = total nutrien dalam feses Pada metoda ini semua makanan yang dikonsumsi dan semua feses yang dikeluarkan oleh ikan selama fase pengukuran (24 jam) harus diukur. Metoda kecernaan makanan dapat dihitung menurut Affandi et al 1992 dengan menggunakan rumus sebagai berikut : 1. Pengukuran kecernaan secara tidak langsung lebih menguntungkan karena tidak memperhitungkan jumlah pakan yang dikonsumsi serta feses yang diekskresikan.5 dalam pakan uji (NRC.Sedangkan bahan-bahan semi murni seperti kasein dan gelatin dicerna hampir sempurna oleh ikan (NRC. dapat dianalisa dan dapat melewati saluran pencernaan (Lovell. Penentuan daya cerna ini bisa dilakukan secara langsung dilakukan pengukuran jumlah pakan yang dikonsumsi untuk dibandingkan dengan jumlah feses yang diekskresikan (Lovel. Penentuan daya cerna secara langsung dianggap sulit dan memakan waktu lama karena pengumpulan feses dilakukan dengan stripping.1983). atau dengan membedah ikan. tetapi didasarkan kepada kandungan indikator dalam pakan dan feses (Tytler and Calow.

Perhitungan kecernaan nutrien ini menggunakan rumus yang dikemukakan oleh NRC (1982) yaitu : Kecernaan Protein = 100 – ( 100 X a/a* X b*/b ) dimana : a = Cr2O3 dalam pakan (%) a* = Cr2O3 dalam feses (%) b = protein dalam pakan (%) b* = protein dalam feses (%) Kecernaan Lemak Kecernaan Lemak = 100 – ( 100 X a/a* X b*/b ) dimana : a = Cr2O3 dalam pakan (%) a* = Cr2O3 dalam feses (%) b = lemak dalam pakan (%) b* = lemak dalam feses (%) Kecernaan Karbohidrat Kecernaan Karbohidrat = 100 – (100 X a/a* X b*/b) dimana : 311 . kecernaan karbohidrat dan kecernaan energi. kecernaan lemak.dihitung dengan metode tidak langsung yaitu : Ip Np D = 100 – (100 X --.X ) If Nf Keterangan : D = kecernaan total Ip = persentase indikator dalam pakan If = persentase indikator dalam feses Np = persentase nutrien dalam pakan Nf = persentase nutrien dalan feses Kecernaan total dari pakan yang dikonsumsi dapat pula dihitung Kecernaan Protein berdasarkan rumus Windel (1978) yaitu : Kecernaan Total=100–(100–a/a*) dimana : a = Cr2O3 dalam pakan (%) a* = Cr2O3 dalam feses (%) Selain kecernaan total dari pakan yang dikonsumsi juga harus diperhitungkan kecernaan dari nutrien yang terdapat pada pakan. Kecernaan nutrien itu terdiri dari kecernaan protein.

lemak dan energi Untuk mengetahui efektivitas pakan yang diberikan dapat diketahui dengan jalan menentukan banyaknya zat makanan yang disimpan dalam tubuh. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung retensi protein. lemak dan energi sebagai berikut : Bobot protein yang disimpan tubuh (gram) Retensi Protein (%) = Bobot protein yang diberikan (gram) Bobot lemak yang disimpan tubuh (gram) Retensi Lemak (%) = Bobot lemak yang diberikan (gram) Jumlah energi (kkal) yang disimpan tubuh Retensi Energi (%) = Jumlah energi (kkal) yang diberikan Cara menghitung Retensi Protein/ Lemak Bobot protein/lemak yang disimpan tubuh: Bobot biomassa awal = WA Analisa proksimat awal ikan = a% Jumlah protein awal = a% X WA=A Bobot biomass akhir + bobot mortalitas = WT 312 X 100% X 100% X 100% .a a* b b* = = = = Cr2O3 dalam pakan (%) Cr2O3 dalam feses (%) karbohidrat dalam pakan (%) karbohidrat dalam feses (%) Kecernaan Energi Kecernaan Energi = 100 – ( 100 X a/a* X b*/b ) dimana : a = Cr2O3 dalam pakan (%) a* = Cr2O3 dalam feses (%) b = energi dalam pakan (%) b* = energi dalam feses (%) Retensi Protein.

7183) g : aju pertumbuhan harian spesifik t : waktu Laju pertumbuhan harian spesifik dapat dihitung dari rumus awal yaitu : = egt Ln Wt – Ln Wo t Wt .Analisa proksimat akhir ikan = b% Jumlah protein pada akhir = b% X WT = B Protein yang disimpan dalam tubuh= B–A=C Bobot protein yang diberikan: Jumlah total pakan yang diberikan= p (gram) % Protein pakan = CP % (hasil analisa proksimat) Jumlah protein pakan=CP% X p= K Retensi Protein/ Lemak (%) = C X 100 K Pertumbuhan Pertumbuhan adalah perubahan ukuran baik panjang. Model pertumbuhannya menurut Ricker (1979) adalah: Wt = Wo.Wo t 313 . Model pertama adalah model yang berhubungan dengan berat dan berbentuk eksponensial. Pertumbuhan ini secara fisik diekspresikan dengan adanya perubahan jumlah atau ukuran sel penyusun jaringan tubuh pada periode waktu tertentu. egt Wt Ln Wo g= = gt → g = Wt → Wo tubuh pada periode waktu tertentu (Rahardjo et al. Model ini baik untuk waktu yang pendek. 1989). energi untuk proses pencernaan dan energi untuk aktivitas. pertumbuhan diekspresikan dengan adanya perubahan kandungantotal energi Wt = Wo. Sedangkan secara energetik . egt dimana : Wt : bobot ikan pada saat t Wo : bobot ikan awal E : dasar logaritma natural (2. Pertumbuhan terjadi apabila ada kelebihan energi bebas setelah energi yang tersedia dipakan untuk metabolisme standar. Ada dua model yang dipakai untuk menghitung pertumbuhan. berat atau volume dalam jangka waktu tertentu.

Wi % Wt = Wi Laju pertumbuhan relatif X 100 Model pertumbuhan yang kedua adalah berhubungan dengan panjang yang dinamakan rumus Von Bertalanfall dimana rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : Lt = L ~ 1 – e –k (t-to) dimana : Lt : panjang ikan pada waktu t L~ : panjang maksimum ikan k : koefisien pertumbuhan e : bilangan yang nilainya adalah 2.Wi Wt/hari = Waktu kultur (hari) Wf . Dari segi ekonomis nilai konversi pakan dapat juga dipakai untuk menentukan kualitas pakan.Menurut Huisman (1976) dan NRC (1977) mengemukakan rumus laju pertumbuhan harian sebagai berikut : Wt = Wo (1 + g/100) t atau g = √ (Wt/Wo) – 1 X 100% t Pertumbuhan relatif Wf . Hal ini disebabkan pakan tidak dapat dimanfaatkan semua dan ada yang menjadi feses.7183 Selain itu dari beberapa literatur pertumbuhan ikan dapat juga dilakukan pengukuran secara sederhana dengan menggunakan rumus antara lain adalah : Pertumbuhan mutlak Wt = Wf – Wi dimana : Wt : pertumbuhan mutlak Wf : berat akhir Wi : berat awal Laju pertumbuhan mutlak Wf . Nilai konversi pakan yang mendekati nilai satu maka semakin bagus kualitas pakan yang 314 .Wi % Wt/hari = X 100 (Wi) (waktu kultur) Laju pertumbuhan harian spesifik (SGR) Ln W2 – ln W1 SGR = t2 – t1 dimana : W1 : berat ikan pada periode waktu 1 (t1) W2 : berat ikan pada periode waktu 2 (t2) Konversi Pakan Untuk dapat mengetahui penggunaan pakan oleh ikan dapat dihitung dengan menentukan perbandingan faktor konversi pakan. Ikan hanya diberi pakan buatan 100% nilai konversi pakannya lebih dari 1.

Oleh karena itu dalam melakukan pemberian pakan kepada ikan setiap hari biasanya bergantung 315 . Pakan dalam kegiatan budidaya ikan sangat dibutuhkan oleh ikan untuk tumbuh dan berkembang. Pemberian pakan adalah kegiatan yang rutin dilakukan dalam suatu usaha budidaya ikan oleh karena itu dalam manajemen pemberian pakan harus dipahami tentang beberapa pengertian dalam kegiatan budidaya ikan sehari-hari yang terkait dengan manajemen pemberian pakan antara lain adalah feeding frekuensi. efisiensi pakan merupakan indikator untuk mengetahui efektivitas pakan yang diberikan kepada ikan terhadap pertumbuhan. feeding periodicity dan feeding level. feeding behaviour.Wo E (%) = F dimana : Wt : bobot ikan pada waktu t Wo : bobot ikan pada waktu 0 D : bobot ikan yang mati selama pengamatan F : jumlah pakan yang dikonsumsi Dari rumus efisiensi pakan juga dapat dihitung nilai konversi pakan X 100 6.5. Sedangkan pakan dan kualitas air akan dibahas pada subbab selanjutnya.diberikan. MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN Dalam budidaya ikan pakan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan suatu budidaya ikan selain kualitas air. feeding habits.Wo dimana : F : jumlah pakan yang diberikan selama pemeliharaan Wt : berat akhir ikan rata-rata Wo : berat awal ikan rata-rata D : jumlah ikan yang mati selama pemeliharaan Efisiensi Pakan Sama halnya dengan konversi pakan. feeding time. Feeding frekuensi atau frekuensi pemberian pakan mempunyai makna jumlah waktu ikan untuk makan dalam sehari. Dalam subbab ini akan dibahas tentang manajemen pemberian pakan dilihat dari jenis dan ukuran ikan serta teknik budidaya. Untuk menghitung efisiensi pakan dapat digunakan rumus menurut NRC (1977) adalah sebagai berikut : (Wt + D) . lingkungan dimana ikan itu hidup dan teknik budidaya yang akan digunakan. Setiap jenis ikan mempunyai kebiasaan makan yang berbeda. Pemberian pakan dalam suatu usaha budidaya sangat bergantung kepada beberapa faktor antara lain adalah jenis dan ukuran ikan. Konversi pakan dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : F Konversi pakan = (Wt + D) .

Oleh karena itu pada kelompok ikan yang mempunyai aktivitas makan pada malam hari maka dalam melakukan pemberian makan. Oleh karena itu melakukan pemberian pakan untuk ikan herbivora. Biasanya semakin kecil ikan frekuensi pemberian pakannya semakin banyak sedangkan semakin besar ikan frekuensi pemberian pakannya setiap hari semakin berkurang. waktu pemberian pakannya sebaiknya lebih banyak pada malam hari. ketersediaan tenaga kerja. Pada ikan air tawar misalnya ikan patin merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai fase kritis pada saat berusia larva yaitu 0 – 14 hari. Waktu pemberian pakan ini juga sangat khas untuk setiap jenis ikan. Feeding time atau waktu pemberian pakan adalah waktu yang tepat untuk melakukan pemberian pakan pda setiap jenis ikan. ikan yang hidupnya lebih senang berada ditengah-tengah air dan ikan yang hidupnya lebih senang di dasar perairan. Berdasarkan kebiasaan makannya ikan yang dibudidayakan dapat dikelompokkan menjadi ikan herbivora. Oleh karena dalam melakukan pemberian pakan terhadap jenis-jenis ikan tersebut harus disesuaikan dengan tingkah laku ikan tersebut. Frekuensi pemberian pakan dihitung dalam waktu sehari (24 jam). ikan omnivora dan ikan karnivora. pakan dan ukuran kolam budidaya. Oleh karena itu frekuensi pemberian pakan pada masa larva bagi ikan budidaya mempunyai jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan fase lainnya dan setiap jenis ikan mempunyai kekhasan dalam frekuensi pemberian pakan. Selain itu dalam melakukan pemberian pakan juga harus diperhatikan tentang tingkah laku ikan dalam kehidupannya di dalam perairan dimana ikan berdasarkan tingkah lakunya dalam media hidupnya dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu ikan yang hidupnya diatas permukaan air. Agar pakan yang diberikan lebih efisien dan efektif. Jumlah pakan ikan yang diberikan setiap hari pada ikan yang dibudidayakan dan biasanya diekspresikan dalam persen biomas ikan biasa disebut dengan feeding 316 .kepada jenis dan ukuran ikan. dan ikan pemakan siang hari atau aktivitas makannya lebih meningkat pada siang hari (diurnal). Berdasarkan kapasitas daya tampung lambung setiap jenis ikan atau biasa disebut juga dengan feeding periodicity jenis ikan dapat dibedakan yaitu ikan pemakan malam hari atau aktivitas makannya meningkat pada malam hari yang biasa disebut dengan nocturnal misalnya ikan kelompok catfish. Untuk meningkatkan kelangsungan hidup larvanya salah satu solusinya adalah memberikan pakan alami selama fase tersebut sebanyak 12 kali sehari dimana pakan alami tersebut diberikan setiap dua jam sekali selama sehari. omnivora dan karnivora harus berbeda. Pada ikan laut frekuensi pemberian pakan pada masa larva lebih banyak dibandingkan pada fase pembesaran.

Oleh karena itu dibutuhkan jumlah pakan yang lebih banyak dibandingkan dengan ikan yang berukuran dewasa. Pakan tambahan ini biasanya dibuat sendiri oleh pembudidaya dari beberpa bahan baku dan kandungan nutrisinya tidak selengkap pakan buatan pabrik sehingga pertumbuhan ikan dari pakan tambahan ini kurang dari 50%. Pada suatu usaha budidaya ikan dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu : 1. Pakan alami masih digunakan dalam sisitem budidaya ini sehingga sistem pemupukan pada kolam budidaya masih dilakukan dan pemberian pakan tambahan yaitu pakan yang dalam kontribusinya hanya menghasilkan penambahan berat pada ikan kurang dari 50% atau kurang dari pakan utama. Feeding rate pada pemberian pakan ikan berkisar antara 2 – 5% perhari atau bahkan lebih. Sedangkan biomas adalah jumlah total ikan perunit area pada waktu tertentu dan diekspresikan dalam kg/ha atau kg/meter persegi. Budidaya ikan secara ekstensif Pada budidaya ikan ini yang menjadi ciri khasnya adalah dalam pemberian pakannya mengandalkan pakan alami.rate. Biasanya dalam pemberian pakan pada ikan yang berukuran besar jumlah pakan yang diberikan setiap hari semakin berkurang dan semakin kecil ukuran ikan jumlah pakan yang diberikan semakin banyak. Dalam melakukan pengelolaan pemberian pakan pada suatu usaha budidaya sangat bergantung pada teknik budidaya yang diterapkan. 2. Budidaya ikan secara intensif Pada budidaya ikan secara intensif yang menjadi ciri khasnya 317 . Biasanya kelompok ikan yang dipelihara secara semi intensif adalah kelompok ikan omnivora misalnya kelompok carper seperti ikan mas. Hal ini dikarenakan ikan yang berukuran kecil mempunyai masa pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan dengan ikan berukuran besar. Pengelolaan pemberian pakan pada sistem budidaya ekstensif lebih mengutamakan tumbuhnya plankkton baik phytoplankton maupun zooplankton di dalam wadah budidaya sebagai pakan alami ikan yang dibudidayakan dan jenis ikan yang dibudidayakan adalah ikan herbivora yaitu ikan yang senang mengkonsumsi tumbuhan atau nabati. Seperti yang diketahui bahwa pertumbuhan ikan mempunyai kurva pertumbuhan yang sigmoid yaitu ada masa dalam kurva tersebut adalah masa pertumbuhan emas dan itu biasa terjadi pada ikan yang berukuran larva dan benih. 3. Oleh karena itu dalam sistem budidaya ini pemupukan pada kolam budidaya harus kontinu dilakukan agar pakan alami tumbuh dengan subur pada kolam budidaya. Budidaya ikan semi intensif Pada budidaya ikan sistem semiintensif yang menjadi cirinya adalah dalam budidayanya sangat mengandalkan pakan alami dan pakan tambahan.

Pakan yang digunakan adalah pakan buatan yang mempunyai kandungan gizi yang lengkap. Manajemen pemberian pakan pada suatu usaha budidaya ikan yang intensif harus dilakukan . Pada suatu usaha budidaya ikan dimana terdapat beberapa fase kegiatan budidaya sehingga pakan yang akan diberikan pada setiap fase akan berbeda. Oleh karena itu dalam mengelola pemberian pakan secara intensif harus benar-benar dilakukan secara benar agar efisiensi pakan dan efektifitas kegiatan budidaya dapat menguntungkan. Pemberian pakan secara berlebihan (excess) Pemberian pakan secara berlebihan atau biasa disebut ad libitum merupakan salah satu cara pemberian pakan yang biasa diberikan pada fase pemberian pakan untuk larva ikan sampai ukuran benih ikan pada suatu hatchery. Hal ini dikarenakan pada pengelolaan pemberian pakan dalam suatu usaha budidaya ada beberapa elemen kritis yang harus diperhatikan antara lain adalah jumlah pakan perhari yang diberikan dalam pemeliharaan ikan (feeding rate). Karena pakan buatan ini sebagai sumber energi utama dan materi bagi kehidupan dan pertumbuhan ikan. Jumlah pakan yang akan diberikan setiap hari ini juga ditentukan pada perbandingan jumlah pakan yang akan diberikan. Jumlah pakan yang akan diberikan setiap hari pada budidaya ikan secara intensif sangat bergantung pada faktor biotik dan faktor lingkungan dimana ikan itu hidup. frekuensi pemberian pakan dalam satu hari (feeding frekuensi).adalah dalam melakukan kegiatan budidaya mengandalkan pakan buatan sebagai sumber makanan utama ikan yang dibudidayakan. Tetapi pemberian pakan secara berlebihan pada fase setelah larva atau nebih akan membawa dampak yang merugikan bagi sistem perairan dalam suatu usaha budidaya. struktur alat pencernaan yang masih belum sempurna dan ukuran bukaan mulut larva yang masih sangat kecil. Dimana pakan ikan yang berlebihan akan berpengaruh langsung terhadap organisme akuatik (ikan) yang hidup dalam 318 . Pada stadia tersebut tingkat konsumsi pakan masih tinggi hal ini berkaitan dengan kapasitas tampung lambung larva atau benih ikan masih sangat terbatas. waktu pemberian pakan yang tepat (feeding time) dan konversi pakan yang ditargetkan dalam suatu usaha budidaya ikan. sehingga dengan memberikan pakan dengan sekenyangnya atau ad libitum dimana pakan selalu tersedia dalam jumlah yang tidak dibatasai maka larva atau benih ikan ini dapat makan kapanpun juga sesuai dengan keinginan ikan. Pakan buatan dalam usaha budidaya ikan intensif merupakan komponen terbesar dalam suatu usaha budidaya biasanya berkisar antara 40 – 70% dari total biaya produksi . Berdasarkan jumlah pakan yang harus diberikan dalam suatu usaha budidaya dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu : 1.

Berdasarkan pengalaman petani ikan mas di Jawa Barat dalam melakukan manajemen pemberian pakan dapat dilihat pada Tabel 6. 319 . lingkungan perairan serta teknik budidaya yang digunakan.3. Tetapi dalam kenyataannya sangat sulit bagi para pembudidaya untuk menerapkan sistem pemberian pakan ini karena untuk menghindari pakan yang terbuang itu sangat sulit. H2S dan sebagainya yang dihasilkan dari perombakan bahan-bahan organiktersebut. Pemberian pakan secara ad libitum dengan menggunakan pakan buatan akan memberikan dampak negatif karena mengakibatkan meningkatnya biaya produksi. Penumpukan pakan ikan didasar budidaya akan tercampur dengan hasil buangan ikan seperti feses. Oleh karena itu manajemen pemberian pakan pada ikan harus dilakukan dengan benar disesuaikan dengan melihat jenis dan umur ikan.wadah budidaya dan kondisi lingkungan budidaya tersebut. Kandungan toksik yang tinggi dalam wadah budidaya akan menyebabkan aktivitas ikan dan terganggu. Pakan ikan yang berlebihan tidak akan dimakan oleh ikan dan akan terjadi penumpukan pakan pada wadah budidaya di dasar perairan. Jumlah pakan yang aka diberikan setiap hari ini dibatasi berdasarkan hasil suatu penelitian dengan jumlah pakan tertentu akan diperoleh pertumbuhan ikan yang optimal. Oleh karena itu dalam pemberian pakan secara maksimal akan mudah diterapkan jika ikan yang dibudidayakan sudah terbiasa dengan jumlah pemberian pakan tersebut setiap hari berdasarkan pengalaman di lapangan. 3. Pemberian pakan yang dibatasi (restricted) Pemberian pakan tipe ini adalah pemberian pakan buatan yang biasa dilakukan dalam suatu usaha budidaya ikan dimana para pembudidaya melakukan pembatasan jumlah pakan yang diberikan setiap hari. Pemberian pakan dalam budidaya ikan secara intensif biasanya jumlah pakan yang diberikan dibatasi jumlahnya berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman dilapangan. 2. Pemberian pakan sekenyangnya (satiation) Pada sistem pemberian pakan seknyangnya adalah suatu usaha para pembudidaya ikan untuk melakukan pemberian pakan pada ikan yang dibudidayakan dalam jumlah yang maksimal. Hal ini dapat dilakukan pada ikan budidaya yang benar-benar sudah diketahui daya tampung lambungnya secara maksimal dalam setiap pemberian pakan. sehingga pakan ikan yang diberikan semuanya dikonsumsi oleh ikan. urine yang nantinya akan menghasilkan bahan-bahan toksik seperti amoniak.

sedangkan pada tahap benih mencapai ukuran gelondongan atau ukuran 3 bulan pakan nya berubah menggunakan pakan buatan di muali dari bentuk remahan kemudian pellet berukuran 2 mm dengan jumlah pakan remahan sebanyak 4% dari total biomas sedangkan untuk pakan pellet 2 mm jumlah pakan yang diberikan 3% dari biomas.5 g 0. Frekuensi pemberian pakan pada suatu usaha budidaya ikan mas harus disesuaikan dengan kebutuhan pakan berdasarkan stadia ikan mas itu sendiri.5-2. sehingga pada stadia ini larva tidak perlu diberi pakan tambahan.1-0.6 mm 1 cm 1-3 cm 3-5cm 8-12 cm > 12 cm Bobot ikan 0.Tabel 6. Hal ini dikembalikan kepada sifat alamiah ikan yang mulai dari larva yang baru menetas dengan sumber pakannya masih disediakna oleh kantung kuning telur. Jenis pakan yang diberikan pada stadia kebul adalah pakan alami yang tumbuh di kolam ditambah dengan emulsi kuning telur dengan jumlah pakannya 1 gram kuning telur untuk 1000 ekor kebul dan diberikan sebanyak 6 – 8 kali dalam sehari. Pada stadia burayak ukuran sudah mulai bertambah sehingga jumlah emulsi pakannya ditingkatkan menjadi 2 gram untuk 1000 ekor kebul dengan frekuensi pemberian pakan 6 – 8 kali sehari. Setelah kantung kuning telur habis maka larva akan mulai mengkonsumsi pakan alami yang tumbuh di kolam.18-20 mg 15-20 mg 0. Pada stadia putihan menjadi 3 gram untuk 1000 ekor .3. baik dari jenis phytoplankton maupun zooplankton dengan ukuran pakan alami yang dikonsumsi disesuaikan dengan bukaan mulut larva dan setelah beberapa hari kemudian larva siap dipindah ke kolam pendederan. pengapuran dan pemupukan.5 g 100 g 0. Frekuensi pemberian pakan untuk pakan remahan adalah 5 kali sehari pada minggu pertama sedangkan pada minggu selanjutnya diberikan pakan buatan bentuk pellet 2 mm sebanyak 320 . Skedul pemberian pakan dalam usaha budidaya ikan mas Stadia ikan Larva Kebul Burayak Putihan Benih Induk Umur ikan 1-4 hr 5 hr 5-10 hr 10-15 hr 3 bl 6 bl Ukuran ikan 0. kecuali untuk paka alami dimana proses penyiapannya sudah dilakukan pada saat persiapan kolam mulai dari pengeringan dasar kolam. Skedul pemberian pakan ikan mas ini tidaklah mutlak seperti tabel di atas harus disesuaikan dengan kondisi lahan dimana ikan mas tersebut dibudidayakan.5 kg Jenis pakan Kuning telur Pakan alami & Emulsi Emulsi Emulsi Remah Pellet Pellet Dosis pakan Adlibitum Adlibitum 1 g/1000 2 g/1000 3 g/1000 4% biomas 3% biomas 3% biomas Feeding frekuensi 6 .5-0.8 kali 6 – 8 kali 6 -8 kali 5 kali 4 kali 3 kali Dalam membuat skedul pemberian pakan ikan mas ini dibuat suatu asumsi berdasarkan stadia dan ukuran ikan.

321 .5.00 35% 20% 20% Pada tabel diatas memperlihatkan bahwa pakan udang yang diberikan bervariasi pada setiap stadia udang dan waktu pemberian pakannya disesuaikan dengan kebiasaan udang yang mempunyai aktivitas makannya meningkat pada hari gelap sehingga menjelang sore jumlah pakan relatif lebih banyak.00 15% 15% Feeding Time 14. yang memperlihatkan jumlah pemberian pakan dari larva samapi ukuran siap panen semakin berkurang. Selain itu dalam melakukan pengelolaan pemberian pakan pada udang yang telah dilakukukan oleh Akiyama dalam Goddart (1996) merupakan salah satu komoditas organisma air yang mempunyai kebiasaan makan pada malam hari dapat dilihat pada Tabel 6.00 30% 30% 22.Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan Tabel 6. Hal ini dilakukan karena pada stadia ini ikan mas sangat rakus memakan makanannya dan sifat alami ikan mas sebagai pemakan segala/omnivora akan muncul.4. Dengan demikian jumlah pakan yang diberikan selama pemeliharaan dibatasi sehingga pertumbuhan mencapai optimal. Oleh karena itu dalam pemeliharaan dikolam juga diberikan pakan tambahan untuk memenuhi kebutuhan ikan mas terhadap pakan alami. Aktifitas makan ikan mas akan meningkat pada siang hari karena ikan mas termasuk jenis ikan diurnal. Tabel 6.00 35% 15% 15% 18. Skedul pemberian pakan pada udang Tipe pakan Starter Grower Finisher Berat udang 06.4 kali sehari. Pada tahap calon induk samapi akan menjadi induk ikan mas yang dipelihara mempunyai pertumbuhan yang sudah lebih lambat sehingga jumlah pakan yang diberikan berkurang menjadi 3% dari biomas dengan frekuensi pemberian pakan sebanyak 3 kali sehari.00 <3g 3-15 g > 15 g 30% 20% 20% 10.4. Pada stadia ini ikan sudah akan mengalami pertumbuhan gonadik sehingga pakan yang diberikan harus memiliki kandungan gizi yang lengkap untuk mempercepat tingkat kematangan gonad.

3 3.7 5.7 2. Berdasarkan peralatan yang digunakan dalam melakukan pemberian pakan pada usaha budidaya ikan.6 4.1 2.4 4.8 2.3 2.7 3.1 2.4 5.9 3.1 2.5.4 2.2 2.2 2.1 2.1 2.1 4.21 4.5 3.2 3.8 4.6 2.Tabel 6.6 2.6 3. ada beberapa metode 322 .1 2. Jumlah pakan harian pada udang dengan kelangsungan hidup 80% Berat udang (gram) < 10 hari 10 – 20 hari 20 – 30 hari 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Biomas (kg) 240 320 400 480 560 640 720 800 880 960 1040 1120 1200 1280 1360 1440 1520 1600 1680 1760 1840 1920 2000 2080 2160 2240 2320 2400 2480 2560 2640 2720 2800 Feed Rate (%) 5.5 2.0 3.3 2.9 2.0 Jumlah pakan harian (kg) 4 8 12 14 17 20 23 26 28 30 32 34 36 37 39 40 41 42 42 43 43 44 45 46 46 46 48 48 49 49 50 52 54 55 56 57 Pada beberapa negara yang sudah maju jika akan memberikan pakan pada suatu usaha budidaya ikan menggunakan beberapa alat yang dapat membantu proses pemberian pakan.1 2.

Selain itu yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengelolaan pemberian pakan adalah melakukan pencatatan pemberian pakan yang biasa disebut dengan Feeding record. Pemberian pakan di Hatchery Pada beberapa unit hatchery ikan air laut atau ikan air tawar biasanya dibutuhkan suatu alat bantu untuk memudahkan proses pemberian pakan.17. Adapun data yang 323 Gambar 6. Pemberian mekanik pakan secara Pemberian pakan dengan cara menggunakan alat bantu pakan yang digerakkan oleh tenaga mekanik. Metode pemberian pakan dengan tangan ini biasanya disesuaikan dengan stadia dan umur ikan yang dibudidayakan Gambar 6. . Pada stadia larva ikan merupakan fase kritis dimana pada fase tersebut dibutuhkan pakan yang tepat jenis. Dengan membuat suatu catatan tentang pemberian pakan pada setiap kolam budidaya akan memudahkan untuk memantau perkembangan setiap kolam budidaya. Metode pemberian pakan dengan tangan 2. Pemberian pakan dengan tangan Pemberian pakan dengan cara metode pemberian pakannya menggunakan tangan (disebar). ukuran dan jumlah dimana yang dimasukkan kedalam pipapipa adalah pakan alami yang telah dibuat sedemikian rupa sehingga pipa yang berisi pakan alami ini masuk kedalam wadah pemeliharaan secara otomatis. Metode pemberian pakan dengan demand feeder 3. seperti demand feeder dan automatically feeder yang biasa digunakan pada budidaya ikan di kolam air deras.18.pemberian pakan dilakukan yaitu : yang dapat 1.

08 = 18 kg perhari 6. Menurut Calow (1986) dalam Harris (2005) energi pakan yang dimakan ikan (C) sama dengan produksi daging ikan (P) + energi metabolisme (R) + energi urine (U) dan energi feses (F) atau 324 . Jumlah ikan yang ditebar dalam satu kolam (N) 3. Dengan melakukan pencatatan maka akan jumlah pakan yang dihabiskan selama kegiatan budidaya dan dapat diprediksi hasil produksi dengan memperkirakan nilai konversi pakan dan efisiensi pakan dari kegiatan selama budidaya ikan. 6. Jika konversi pakan pada ikan mas mencapai 1.00 dan 19. 10.5 kg.sebaiknya dicatat pada setiap kolam dalam manjemen pemberian pakan adalah : 1. 14.00. Hal ini berarti pakan yang diolah menjadi daging tidak seratus persen ada bagian dari pakan yang digunakan sebagai energi untuk feses dan lainnya.000 X 0.5 berarti dalam 1. Perkiraan kelangsungan hidup/sintasan selama periode waktu pemeliharaan (SR) dalam % 4. Berat rata-rata ikan yang ditebar pada waktu tertentu (W) dalam gram 2. dengan perkiraan kelangsungan hidup adalah 90% dan jumlah pakan harian adalah 8%. pakan tersebut akan diberikan kepada larva ikan sebanyak 4 kali pada waktu pukul 06. Pada budidaya ikan secara intensif penggunaan pakan buatan sangat mendominasi biaya produksi. maka jumlah pakan harian yang harus diberikan pada setiap kolam adalah : 5 X 50.00.5 kilogram pakan akan memberikan konstribusi penambahan berat daging ikan sebanyak 1 kilogram. Jumlah pakan yang diberikan setiap hari (FR) dalam % 5. Seperti kita ketahui pakan ikan yang diberikan selama kegiatan budidaya tidak seratus persen dikonsumsi oleh ikan. dengan berat rata-rata ikan pada waktu tebar adalah 5 g.00. Maka jumlah pakan setiap kali pemberian adalah 18 kg : 4 = 4.6 PAKAN DAN KUALITAS AIR Pakan yang diberikan kepada ikan sebagai organisme air akan selalu berhubungan dengan air sebagai media budidaya ikan. Frekuensi pemberian pakan dan waktu pemberian pakan Dalam contoh diatas jumlah pakan perhari adalah 18 kg.000 ekor.9 X 0. Jumlah pakan selama pemeliharaan Dari contoh diatas maka jumlah pakan yang dibutuhkan selama pemeliharaan 15 hari adalah 18 kg/hari X 15 hari = 270 kg 7. Jumlah pakan harian yang diberikan pada setiap kolam (DFA) Nilai DFA dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : DFA = W X N X SR X FR Misalnya dalam suatu kolam budidaya jumlah ikan yang ditebar adalah 50.

air dan hidrogen sulfida. Pakan yang diberikan dalam budidaya ikan intensif akan dikonsumsi oleh ikan dan ikan akan mengeluarkan buangan berupa limbah organik dan organik kedalam wadah budidaya. Dari sekian banyak pakan yang dikonsumsi oleh ikan maka akan banyak terjadi pelepasan bahan organik dan anorganik yang berasal dari pakan yang akan mempengaruhi kualitas air dalam wadah budidaya. asamlemak. Berapa banyak pakan yang dikonsumsi (C) akan menjadi daging tergantung dari berapa banyak yang terbuang sebagai limbah feses dan sisa metabolisme berupa urin. Salah satu limbah nitrogen yang sebagian besar berupa amoniak terlarut dan feses merupakan bahan yang akan banyak dibuang kedalam peraiaran. amoniak. Pakan yang dicerna selanjutnya diabsorbsi ke dalam darah dan seberapa banyak pakan yang diabsorbsi akan menjadi daging ikan bergantung pada pola asam amino. Jika kolam dalam kondisi optimal maka amoniak dan 325 . 1996). metabolisme dan pertumbuhan ikan diantaranya adalah suhu air dan tingkat kelarutan oksigen. Dalam budidaya ikan secara intensif dimana 40 – 70% komponen biaya produksi adalah pakan ikan maka efisiensi pakan atau konversi pakan sangat penting diperhatikan. pakan yang diberikan (P) = pakan yang dikonsumsi (C) + pakan yang tidak termakan (PT). Perbedaan itu terjadi karena ikan makannya jauh lebih cepat daripada udang. mineral dan lain-lain.dengan rumus ditulis sebagai berikut: C = P + R + U + F. Amoniak dapat mempengaruhi secara langsung pada ikan budidaya sedangkan bahan limbah lainnya seperti phosphor dan nitrogen dalam bentuk lainnya secara tidak langsung akan mempengaruhi ikan juga. karbondioksida.5– 2 jam dan selama proses tersebut terjadi pencucian pakan (leaching). Ada beberapa parameter kualitas air yang sangat mempengaruhi aktivitas makan. Pada kolam air mengalir dengan pergantian air yang memadai maka kandungan amoniak dan feses yang terndap dalam wadah budidaya bisa terbuang keluar tetapi pada kolam pemeliharaan ikan dengan sistem air yang tidak mengalir maka semua amoniak dan feses yang dikeluarkan oleh ikan akan tetap mengendap di dalam wadah budidaya yang dapat mengakibatkan racun bagi ikan yang dibudidayakan. keseimbangan energi antar nutrien. sedngkan feses yang dikeluarkan oleh ikan lama kelamaan akan menjadi bahan tersuspensi ataupun terendap dalam sistem perairan. sementara untuk udang dapat mencapai 15% (Goddard. Untuk ikan bagian yang tidak termakan ini bisa 0 – 10%. Karena amoniak dalam bentuk belum terionisasi sangat berbahaya bagi ikan. Amoniak dikeluarkan oleh ikan melalui insang. Seberapa banyak pakan akan menjadi feses tergantung pada seberapa sesuai komponen pakan dengan kemampuan enzimatik di saluran pencernaan ikan (daya cerna). ransum udang biasanya habis dimakan selama 0. vitamin. urine dan feses. Kalau dilihat dari sisi praktis. Oleh karena itu antara pemberian pakan dengan kualitas air di dalam budidaya ikan secara intensif sangat komplek.

Kaitan antara suhu perairan dan pertumbuhan ikan telah dilakukan penelitian oleh Elliot (1981) dalam Goddard (1996) pada ikan mas (Cyprinus carpio) dan brown trout (Salmo trutta) pada gambar dibawah ini dan tabel 6.5 23 – 30 25 – 27. mempunyai toleransi yang optimal terhadap suhu untuk dapat tumbuh dan berkembang.5 25 – 30 28 – 33 25 . Parameter yang akan dibahas dalam hal ini adalah suhu dan oksigen.6. Tetapi jika kesuburan perairan menjadi meningkat maka hal ini juga akan membahayakan organisma air lainnya karena dengan adanya blooming phytoplankton dapat membahayakan bagi ikan. 1996) Jenis ikan Suhu optimal untuk pertumbuhan (oC) 12 – 18 12 – 17 23 – 25 28 – 30 18 – 21.racun lainnya masih dapat dinetralisir dan akan diubah menjadi mikronutrien untuk pertumbuhan pakan alami dikolam budidaya.6. dimana pada setiap jenis ikan mempunyai kebutuhan suhu optimum yang berbeda. Tetapi setiap jenis ikan ini Tabel 6. Oleh karena itu pada suhu air yang tinggi nafsu makan ikan akan meningkat dan metabolisme didalam tubuh ikan akan meningkat dan pertumbuhan ikan akan meningkat pula.30 berbeda. Berdasarkan perubahan suhu ikan yang hidup didaerah panas mempunyai aktivitas makan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ikan yang hidup didaerah dingin. Suhu Setiap ikan mempunyai kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan suhu karena sifat ikan yang poikilothermal yaitu mampu beradaptasi dengan perubahan suhu lingkungan dengan suhu tubuhnya. Gambar Kebutuhan suhu pada ikan mas dan ikan brown trout Kisaran suhu optimum untuk beberapa ikan budidaya (Goddard. Oleh karena itu keterkaitan antara pemberian pakan dengan kualitas air sangat penting diperhatikan dalam budidaya ikan secara intensif. Pada suhu 326 Rainbow trout Atlantic salmon Common carp Channel catfish European eel Japanese eel African catfish Tilapia Giant tiger shrimp Giant freshwater prawn Dari tabel diatas diketahui bahwa setiap jenis ikan mempunyai kebutuhan terhadap suhu yang .

Ikan sebagi organisme air membutuhkan energi untuk bergerak. oleh karena itu ketersediaan oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan mutlak diperlukan. ikan akan membutuhkan oksigen lebih banyak daripada suhu yang rendah dan pada saat ikan beristirahat. Pada bab ini akan dibahas kaitan antara kandungan oksigen terlarut dengan proses pemberian pakan. Kandungan oksigen terlarut dalam suatu wadah budidaya sangat berpengaruh terhadap aktivitas pemberian pakan. akibatnya ikan akan lebih cepat tumbuh dan efisiensi makanan akan meningkat. Kandungan oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan minimal adalah 5 ppm. pertumbuhan . suhu air dan tingkat aktivitas ikan. Ikan melakukan pertukaran oksigen melalui sistem pernafasannya yaitu di insang khususnya lamella insang. Oksigen diserap maka karbondioksida dilepaskan. Oksigen terlarut Dalam bab 2 kita telah bahas secara detail tentang oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan . Tetapi jika dihitung perberat tubuh ikan yang lebih kecil mengkonsumsi oksigen yang lebih banyak daripada ikan yang berukuran besar. mencari dan mencerna makanan. Hal ini akan sangat menguntungkan dalam proses pemberian pakan karena pakan yang dicerna oleh ikan akan termetabolisme dengan baik sehingga akan diperoleh energi yang akan dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Ikan yang hidup didaerah tropis biasanya dapat hidup pada kondisi perairan yang kandungan oksigennya rendah seperti ikan nila yang masih dapat hidup pada kondisi oksigen terlarut 3 ppm dibandingkan dengan ikan salmon yang hanya dapat hidup jika perairan mengandung oksigen terlarut berkisar antara 5 – 6 ppm. Oleh karena itu dalam proses pemeliharaan ikan agar pakan yang diberikan dikonsumsi oleh ikan secara optimal karena aktivitas makannya meningkat perlu dibuat suatu lingkungan budidaya yang mempunyai suhu optimal. Semakin tinggi kandungan oksigen terlarut dalam wadah budidaya dapat meningkatkan nafsu makan ikan. untuk tumbuh dan merawat fungsi tubuhnya. Rata-rata konsumsi oksigen pada organisme air sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah berat tubuh. Perpindahan gas ini dilakukan secara difusi melewati membran tipis 327 . dengan adanya kecukupan oksigen yang terlarut dalam wadah budidaya maka kebutuhan ikan akan oksigen untuk proses metabolisme akan terpenuhi.lingkungan yang optimal dimungkinkan juga ikan akan mengalami pertumbuhan yang optimal. Pada suhu yang tinggi dan aktivitas ikan yang tinggi. Energi yang disimpan didalam tubuh ikan diperoleh dari proses metabolisme. metabolisme. Pada umumnya ikan yang berukuran besar mengkonsumsi oksigen lebih banyak perjamnya daripada ikan yang berukuran kecil. tipe dan jumlah pakan yang akan diberikan. Dalam proses metabolisme ini dibutuhkan oksigen.

Kandungan oksigen dalam darah bergantung pada beberapa faktor dinatranya adalah tekanan partial oksigen dan karbondioksida di dalam air. Kandungan oksigen yang rendah dapat menyebabkan mortalitas dan lambatnya pertumbuhan ikan atau udang di dalam wadah budidaya. Dengan mengetahui kandungan oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan dapat dibuat pengaturan tentang jumlah pakan yang diberikan setiap hari dan waktu yang tepat alam melakukan pemberian pakan serta berapa kali dalam sehari diperlukan pemberian pakan tersebut. 328 .lamella yang memisahkan sistem perputaran darah dari air selama melewati insang. suhu dan tingkat aktivitas makan ikan. Pada suhu air yang meningkat tinggi biasanya kandungan oksigen terlarut akan didalam wadah bididaya menurun tetapi kebutuhan ikan akan oksigen terlarut meningkat karena nafsu makan ikan meningkat dan proses metabolisme didalam tubuh akan meningkat. Pemantauan kandungan oksigen terlarut dalam wadah budidaya ikan sangat diperlukan dalam melakukan manajemen pemberian pakan. oleh karena itu ikan akan mempertahankan kebutuhannya jika tidak ikan akan mati. Selama proses pemberian pakan maka aktivitas makan ikan akan meningkat dan kebutuhan ikan akan oksigen akan meningkat dan akan menurun kembali jika ikan tidak melakukan aktivitas makan. pH. Selama dalam pemeliharaan ikan yang dibudidayakan selalu melakukan aktivitas makan. Hal ini sangat perlu diperhatikan agar dalam proses pemberian pakan pada suhu perairan yang sedang tinggi sebaiknya dikurangi untuk meminimalkan oksigen yang dibutuhkan untuk proses metabolisme.

Pakan alami dapat diperoleh dengan melakukan usaha budidaya. payau dan laut. Agar dapat membudidayakan pakan alami maka harus dikuasai teknik budidayanya yang didasarkan pada pengetahuan aspek biologi dan kimianya yang mencakup: morfologi. Pakan merupakan peristilahan yang digunakan dalam dunia perikanan yang mempunyai arti makanan. sedangkan pakan buatan adalah pakan yang hanya dibuat oleh manusia dengan menggunakan beberapa bahan baku dan formulasi pakannya disesuaikan dengan kebutuhan ikan. Dalam bab ini akan dibicarakan tentang pakan alami yang merupakan makanan yang sangat disukai oleh ikan hias dan ikan konsumsi. sedangkan budidaya pakan alami secara nonselekstif adalah melakukan budidaya pakan alami bergabung dengan ikan yang akan dibudidayakan dimana kegiatan tersebut dilakukan pada saat dilakukan persiapan kolam untuk budidaya. Pakan alami adalah pakan yang disediakan secara alami dari alam dan ketersediaannya dapat di budidayakan oleh manusia. Sedangkan alami menurut arti katanya adalah sesuatu yang berasal dari alam. Pakan alami merupakan salah satu jenis pakan ikan hias dan ikan konsumsi air tawar. tahapan stadia 329 . JENIS-JENIS PAKAN ALAMI Apakah pakan alami itu? Sebelum membicarakan tentang pakan alami perlu dipahami arti katanya.BAB VII. TEKNOLOGI PRODUKSI PAKAN ALAMI 7. Penyediaan pakan alami secara selektif adalah melakukan budidaya pakan alami ini secara terpisah dengan wadah budidaya ikan.1. Oleh karena itu pakan alami adalah pakan yang dikonsumsi oleh organisme yang berasal dari alam. Usaha budidaya pakan alami ini dapat dibagi atas dua kelompok besar yaitu : penyediaan pakan alami yang selektif dan penyediaan pakan alami secara nonselektif seperti pemupukan di lahan perairan.

Hal ini dikarenakan didalam tubuh phytoplankton terdapat zat warna atau pigmen. zooplankton dan benthos. daur hidup dan habitat. Chlorella. Kelas Chlorophyceae. Oedogonium 330 . Warna keemasan (Karoten) Berdasarkan zat warna yang oleh alga ini. kebiasaan dan cara makan atau unsur hara yang dibutuhkan untuk hidup dan pertumbuhan serta nilai gizi pakan alami.perkembangbiakkannya. Scenedesmus. kecepatan dan tingkat pertumbuhan. Warna merah (Fikoeritrin) 5. Phytoplankton adalah organisme air yang melayang-layang mengikuti pergerakan air dan berupa jasad nabati. Alga Hijau Chlorophyceae) 2. tidak menyebabkan penurunan kualitas air pada wadah budidaya ikan. biru atau coklat. maka alga dikelompokkan menjadi : 1. mudah ditangkap karena pergerakan pakan alami tidak begitu aktif dan berukuran kecil sesuai dengan bukaan mulut larva. mempunyai ciri-ciri : • Bersel tunggal tidak bergerak. misalnya Hydrodictyon reticulatum • Bentuk benang. Selain itu nilai gizi pakan alami sangat lengkap dan sesuai dengan tubuh ikan. Euglena. Bentuk phytoplankton antara lain: oval. Tetraselmis. • Bentuk koloni dapat bergerak. misalnya Chlamydomonas. Warna biru (Fikosianin) 2. Alga Coklat Bacillariophyceae/kelas Phaephyceae) 3. Pakan alami sangat cocok untuk benih ikan/udang dan ikan hias karena pakan alami sangat mudah dicerna didalam tubuh benih ikan/udang dan ikan hias. misalnya Spyrogyra. bulat dan seperti benang. Warna kuning (Xantofil) 6. misalnya Chlorococcum. Dalam siklus hidupnya phytoplankton melakukan proses fotosintesa dan berukuran kecil yaitu terdiri dari satu sel atau beberapa sel. Warna pirang (Fikosantin) 4. Alga Merah Rhodophyceae) 5. misalnya Volvox. • Bentuk koloni yang tidak bergerak. Alga Hijau Kebiruan Cyanophyceae) dimiliki dapat (Kelas (Kelas (Kelas (Kelas (Kelas Beberapa jenis phytoplankton yang sudah dapat dibudidayakan dan dikonsumsi oleh ikan/udang/ikan hias antara lain adalah : 1. Warna hijau (Klorofil) 3. meningkatkan daya tahan tubuh benih ikan terhadap penyakit dan perubahan kualitas air. Pakan alami yang dapat dibudidayakan dan banyak terdapat dialam dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu phytoplankton. • Bersel tunggal dapat bergerak. Alga Keemasan Chrysophyceae) 4. Phytoplankton yang hidup di dalam perairan ini akan memberikan warna yang khas pada perairan tersebut seperti berwarna hijau. Zat warna atau pigmen ini dapat diklasifikasikan yaitu : 1.

• Bentuk lembaran. Chara • Selain itu ciri-ciri umum yang dimiliki dari alga hijau ini adalah: • Berwarna hijau rumput karena mengandung khlorofil • Mempunyai empat bulu cambuk. sulfur dan lain-lain) Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. fosfor. • Reproduksi sel terjadi secara vegetatif aseksual dan seksual 2. misalnya Chaetoceros calcitran dan Skeletonema costatum 3. P.1. Chlorella sp 2. Ulva. nitrogen. : • Alga sel tunggal • Bentuknya bulat atau bulat telur • Mempunyai khloroplas seperti cawan.1. Aspek biologi Chlorella sp. yaitu dengan pembelahan sel atau pemisahan autospora dari sel induknya. Kelas Bacillariophyceae mempunyai ciri-ciri : • Berwarna coklat karena mengandung silikat • Berbentuk seperti cawan petri • Reproduksi secara pembelahan sel • Bersel tunggal. • padat dan garis tengahnya 5 mikron. Aspek biologi Tetraselmis sp. Habitatnya adalah tempattempat yang basah dan medianya mengandung cukup unsur hara seperti N. Gambar 7. mempunyai ciri-ciri : Berwarna hijau kebiruan karena mengandung klorofil dan pigmen kebiru-biruan yaitu phycocyanin Berbentuk benang yang melingkar seperti spiral. misalnya Spirulina. Perkembangbiakan terjadi secara aseksual. Kelas Cyanophyceae. dindingnya keras. misalnya. Beberapa aspek biologi dari phytoplankton yang sudah dapat dibudidayakan secara massal antara lain adalah : 1. K dan unsur mikro lainnya (karbon. • Alga sel tunggal yang bergerak aktif • Mempunyai empat buah flagella dan berukuran 7 – 12 mikron • Mempunyai kloroplas • Perkembangbiakan secara aseksual yaitu pembelahan sel dan seksual yaitu dengan 331 .

Gambar 7.2. Gambar 7.• bersatunya khloroplas dari gamet jantan dan betina Hidup di perairan pantai atau laut dengan kisaran salinitas 27 – 37 permil. Aspek biologi Scenedesmus sp. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 7. Scenedesmus sp 332 .3. • Jenis alga yang berkoloni • Mempunyai kloroplas pada selnya • Perkembangbiakkannya dengan pembentukan koloni.3. Tetraselmis sp 3.2. dari setiap sel induk dapat membentuk sebuah koloni awal yang membebaskan diri melalui suatu pecahan pada dinding sel induk.

6. Spirulina. Ciri-cirinya antara lain adalah : • Berwarna putih • Tubuhnya berbentuk seperti piala dan mempunyai panjang 60 – 80 mikron • Terlihat koronanya dan terdapat bulu getar yang bergerak aktif • Perkembangbiakannya dilakukan dengan dua cara yaitu secara parthenogenesis dan seksual Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. sp Gambar 7.4.4. berukuran 4– 6 mikron • Mempunyai bentuk seperti kotak dengan sitoplasma yang memenuhi sel dan tidak memiliki alat gerak • Perkembangbiakan melalui pembelahan sel Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. 333 . Rotifera. Aspek biologi Spirulina sp. Jenis pakan alami yang kedua adalah zooplankton yaitu organisma air yang melayang-layang mengikuti pergerakan air dan berupa jasad hewani. • Alga hijau biru yang berbentuk spiral dan memiliki dinding sel tipis yang mengandung murein • Mempunyai dua macam ukuran yaitu jenis kecil berukuran 1–3 mikron dan jenis besar berukuran 3–12 mikron • Perkembangbiakan terjadi secara aseksual atau pembelahan sel yaitu dengan memutus filamen menjadi satuan-satuan sel yang membentuk filamen baru. Jenis zooplankton yang biasa digunakan sebagai makanan larva atau benih ikan/udang/ikan hias dan sudah dapat dibudidayakan secara massal adalah : 1.4.5.5. Gambar 7. Skeletonema costatum 5. yaitu Brachionus sp. Aspek biologi Skeletonema costatum • Bersel tunggal. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7.

6.8 dan 7. Artemia salina 3.majemuk dan thoracopoda 11 pasang Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. antenna I yang berfungsi sebagai alat sensor dan antenna II yang berfungsi sebagai alat gerak atau penyaring makanan dan rahang bawah belum sempurna. Dan Daphnia sp.7. yaitu Moina sp. yaitu Artemia salina Ciri-cirinya antara lain adalah : Telurnya berwarna coklat dengan diameter 200 – 300 mikron. 334 . Cladocera.9.7 Gambar 7. Brachiopoda. Ciri-cirinya antara lain adalah : Berwarna merah karena mengandung haemoglobin Bergerak aktif Bentuk tubuh membulat untuk moina dan lonjong untuk daphnia Perkembangbiakannya secara sexual dan parthenogenesis Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. sedangkan pada saat dewasa berwarna kuning cerah Perkembangbiakan dengan dua cara yaitu parthenogenesis dan biseksual Nauplius tubuhnya terdiri dari tiga pasang anggota badan yaitu antenula. Artemia dewasa berukuran 12 cm dengan sepasang mata Gambar 7. Brachionus sp 2.

Daphnia sp dasar perairan. larva dan benih ikan/udang/ikan hias adalah benthos.11. Moina sp 4. Ciri-cirinya antara lain adalah : • Bersel tunggal • Berwarna putih Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7.9.10. Paramecium Gambar 7. yaitu Pharamecium sp.Gambar 7. Cacing rambut (Tubifex sp) Ciri-ciri benthos secara umum antara lain adalah : • Berwarna merah darah karena banyak mengandung haemoglobin. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Gambar 7.8.10. 335 Jenis pakan alami yang ketiga yang dapat diberikan kepada ikan hias. Benthos yang biasa dimanfaatkan dan dapat dibudidayakan sebagai makanan ikan antara lain adalah cacing rambut atau tubifex dan larva Chironomus sp.11. Infusaria. Benthos adalah organisma air yang hidupnya di . Gambar 7.

dalam hal ini adalah tempat yang digunakan untuk membudidayakan phytoplakton. Pada bab ini akan diuraikan secara detail tentang budidaya pakan alami dari kelompok phytoplankton. Dalam membudidayakan pakan alami yang akan diberikan kepada ikan hias dan ikan konsumsi dipilih jenis pakan alami yang relatif mudah dan mempunyai siklus hidup yang singkat. Pemeliharaan pakan alami 5. Jenis pakan alami air tawar yang sudah banyak dibudidayakan antara lain adalah Moina. Pemilihan jenis wadah ini sangat bergantung kepada jenis phytoplankton dan sistem kulturnya. Erlemeyer/toples Sedangkan peralatannya adalah.2. Persiapan wadah dan peralatan budidaya 2. Pemanenan Gambar 7. Pemilihan bibit dan menginokulasi bibit 4. tabung reaksi. Hal ini bermanfaat untuk menyediakan pakan alami tersebut secara kontinu. Brachionus.12. zooplankton dan benthos. Tahap awal dalam membudidayakan phytoplankton adalah melakukan isolasi dan kultur murni. BUDIDAYA PHYTOPLANKTON Agar dapat membudidayakan phytoplankton harus dilakukan beberapa kegiatan yaitu : 1. 7.• Berbentuk seperti benang yang bersegmen-segmen. Daphnia.1. Tubifex . pipet kaca. Wadah dan peralatan budidaya phytoplankton Apakah wadah itu? Wadah adalah tempat yang digunakan untuk memelihara organisme air .2. 336 . Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan untuk budidaya phytoplankton sangat bergantung pada skala produksi. wadah yang digunakan adalah erlemeyer/toples. 7. Brachionus. Berdasarkan media tumbuhnya pakan alami dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu pakan alami air tawar dan pakan alami air laut. mikroskop. jarum ose. sedangkan jenis pakan alami air laut yang sudah dibudidayakan adalah jenis-jenis phytoplankton. Ada beberapa jenis wadah yang dapat digunakan untuk membudidayakan pytoplankton. Artemia salina. Penyiapan media budidaya 3.

13. saringan halus/seser. batu aerasi. selang air. timbangan. Mikroskop Pada tahap selanjutnya adalah tahap semi massal dan massal. Gambar 7. wadah yang digunakan antara lain adalah bak semen.14. gelas ukur kaca.17. tanki plastik.Gambar 7. bak beton dan bak fiber. gayung. Cawan petri Gambar 7. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya phytoplankton secara semi massal dan massal antara lain adalah aerator/blower selang aerasi. ember.15. Tabung reaksi Gambar 7. Jarum ose Gambar 7.16. Pipet kaca 337 .

menggunakan blower. karena fungsi utama alat ini untuk menimbang bahan yang akan digunakan dalam membudidayakan phytoplankton. Selang air digunakan untuk memasukkan air bersih dari tempat penampungan air kedalam wadah budidaya. timbangan yang digunakan boleh berbagai macam bentuk dan skala digitalnya. Bak fiber Gambar 7. Dengan menggunakan selang air akan memudahkan dalam melakukan penyiapan wadah sebelum digunakan untuk budidaya. Aerator Untuk membedakan antara kultur semi massal dan massal hanya dari volume media yang dapat disimpan didalam wadah tersebut. Peralatan lainnya yang diperlukan dalam membudidayakan phytoplankton adalah timbangan. Selain itu diperlukan juga plakton net atau saringan halus pada 338 Gambar 7.19. Phytoplankton yang dipelihara didalam wadah pemeliharaan akan tumbuh dan berkembang oleh karena itu harus dipantau kepadatan populasinya didalam wadah. Peralatan yang digunakan untuk budidaya phytoplankton mempunyai fungsi yang berbeda-beda. misalnya aerator digunakan untuk mensuplai oksigen pada saat membudidayakan pakan alami skala kecil dan menengah. sedangkan batu aerasi digunakan untuk menyebarkan oksigen yang terdapat dalam selang aerasi keseluruh permukaan air yang terdapat didalam wadah budidaya. Peralatan selang aerasi berfungsi untuk menyalurkan oksigen dari tabung oksigen kedalam wadah budidaya.18. Oleh karena itu ukuran dari wadah yang akan digunakan sangat menentukan kapasitas produksi dari pakan alami . tetapi apabila sudah dilakukan budidaya secara massal/skala besar maka peralatan yang digunakan untuk mensuplai oksigen kedalam wadah budidaya . mikroskop lengkap dengan haemocytometer untuk menghitung kepadatan phytoplankton didalam wadah budidaya. Alat yang digunakan adalah gelas ukur kaca yang berfungsi untuk melihat kepadatan populasi phytoplankton yang dibudidayakan didalam wadah pemeliharaan. Peralatan ini digunakan juga untuk mengeluarkan kotoran dan air pada saat dilakukan pemeliharaan.

Wadah budidaya yang telah diairi dapat digunakan untuk memelihara phytoplankton. Media tempat tumbuhnya pakan alami sangat berbeda untuk setiap jenis pakan alami.2. Media adalah bahan atau zat sebagai tempat hidup pakan alami.2. Dalam hal ini phytoplankton pada umumnya merupakan organisme air yang hidupnya melayang-layang mengikuti pergerakan air dalam bentuk jasad nabati dan mempunyai ukuran yang relatif sangat kecil dan disebut sebagai mikroorganisme. Peralatan dan wadah disiapkan untuk digunakan dalam budidaya phytoplankton. Setiap jenis 339 . 7. langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan terhadap wadah tersebut. Penyiapan media budidaya phytoplankton Bagaimanakah anda melakukan penyiapan media kultur yang akan digunakan untuk membudidayakan phytoplankton secara terkontrol ? Apakah media kultur itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita diskusikan dan pelajari bab pada buku ini atau mencari referensi lain dari internet . Untuk wadah dan peralatan budidaya skala laboratorium harus dilakukan pensucihamaan dilakukan sterilisasi dengan alat autoclave atau dengan larutan chlorin. majalah dan sebagainya. Setelah berbagai macam peralatan dan wadah yang digunakan dalam membudidayakan pakan alami phytoplankton diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara kerjanya . Oleh karena itu untuk dapat membudidayakan phytoplankton kita harus menyiapkan media yang tepat untuk phytoplankton tersebut agar dapat tumbuh dan berkembang.saat akan melakukan pemanenan phytoplankton. Wadah yang telah dibersihkan selanjutnya dapat diari dengan air bersih. Jadi media kultur adalah bahan yang digunakan oleh suatu organisme sebagai tempat hidupnya selama proses pemeliharaan. Langkah pertama adalah peralatan dan wadah yang akan digunakan ditentukan sesuai dengan skala produksi dan kebutuhan. Pada subbab sebelumnya sudah dijelaskan berbagai jenis pakan alami yang dapat dibudidayakan. Aerasi ini dapat digunakan pula untuk menetralkan chlor atau menghilangkan karbondioksida didalam air. deterjen dan chlor. Wadah yang akan digunakan dibersihkan dengan menggunakan sikat dan diberikan desinfektan untuk menghindari terjadinya kontaminasi dengan mikroorganisme yang lain. Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya harus bebas dari kontaminan seperti pestisida. Air yang digunakan sebaiknya diberi oksigen dengan menggunakan aerator dan batu aerasi yang disambungkan dengan selang aerasi. Kultur adalah kata lain dari budidaya yang merupakan suatu kegiatan pemeliharaan organisme. Media seperti apakah yang dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang pakan alami dari kelompok phytoplankton ini.

Media Kultur murni Teknik kultur phytoplankton dalam skala laboratorium dilakukan dalam ruangan tertutup dan ber-AC. Metode kultur murni phytoplankton di laboratorium untuk memperoleh satu jenis phytoplankton (monospesies) dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 1. Didalam buku ini akan dibicarakan tentang media tumbuh dari phytoplankton. Pupuk Conwy digunakan untuk phytoplankton hijau sedangkan pupuk Guillard untuk phytoplankton coklat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 7. Pupuk yang umum digunakan adalah pupuk Conwy dan pupuk Guillard . Tetraselmis dan Skeletonema costatum. larutan trace element dan vitamin. Media nutrient tersebut mengandung bahan-bahan kimia yang digunakan untuk sintesis protoplasma pada proses kulturnya. Hal ini diperlukan agar suhu selalu terkendali dan mencegah kontak dengan lingkungan luar yang dapat menyebabkan kontaminasi sehingga mengurangi kemurnian phytoplankton yang dikultur. Jenis phytoplankton yang banyak dibudidayakan pada usaha budidaya perikanan laut adalah Chlorella. Metode media agar 2. Metode pipet kapiler Metode media agar Metode media agar adalah suatu metode pemurnian individu dari suatu sampel perairan dengan cara membuat kultur murni dengan menggunakan media agar .1 dan 7. Metode pengenceran berseri 4. Media tempat tumbuhnya phytoplankton ini dapat dikelompokkan dalam tiga tahap kegiatan yaitu isolasi dan teknik kultur murni di laboratorium. Media yang digunakan pada saat inokulasi adalah media agar yang dilengkapi dengan larutan nutrien pengkaya . sedangkan sumber aerasi menggunakan HI-Blower tersendiri yang dilengkapi dengan saringan untuk memperkecil kontaminasi.2. Sumber nutrient yang digunakan untuk tumbuhnya phytoplankton dalam kultur murni digunakan bahan kimia Pro Analis (PA) dengan dosis pemakaian 1 ml/liter kultur. teknik kultur skala semi massal dan teknik kultur skala massal. Setelah media kultur skala laboratorium disiapkan langkah selanjutnya adalah melakukan penebaran bibit pakan alami. Sumber cahaya yang digunakan agar proses fotosintesis terjadi adalah lampu neon TL dengan kekuatan cahaya 2000 – 8000 lux. Jenis pupuk yang akan digunakan untuk melakukan kultur murni beberapa jenis phytoplankton sangat bermacam-macam biasanya jenis medium yang digunakan disesuaikan dengan jenis phytoplankton yang akan di kultur 340 . Metode subkultur 3. Dari ketiga jenis phytoplankton tersebut secara proses pembuatan medianya hampir sama yang membedakannya adalah jenis pupuk dan volume media yang digunakan.pakan alami tersebut mempunyai media tumbuh yang berbeda.

1 dan 7. Komposisi Trace Metal Solution No.4H2O NaNO3 Na2SiO3. 2.secara murni. media Demer dan media Bristole. 6 H2O (NH4)6. 5. Untuk jenis phytoplankton dari perairan tawar dapat dilakukan dengan komposisi nutrien yang berbeda. 10.00 gram 1. 4. 7. 8. 6.1. 1.2H2O FeCl3. 3.40 gram 2. 7 H2O CoCl2. Tabel 7.2 merupakan komposisi nutrien yang biasa digunakan untuk membuat medium pada jenis phytoplankton dari air laut.6 gram 100 gram 5 gram/30 ml 1 ml 1 ml 1000 ml Tabel 7. 1.9H2O Trace Metal Solution Vitamin Aquades sampai Pupuk Conwy/wayne 45 gram 20 gram 1.6H2O H3BO3 MnCl2. Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa komposisi nutrien untuk membuat medium pada phytoplankton air tawar antara lain adalah media Benneck.0 gram 2. Komposisi pupuk pada media stok murni kultur algae No. 4. 9.2. 3. 5.1 gram 2. Bahan kimia EDTA NaH2PO4.9 gram 3. 6. 4 H2O Aquabides sampai Pupuk Conwy/Wayne 2.9 gram 100 ml Pupuk Guillard 1.36 gram 100 gram 1 ml 1 ml 1000 ml Pupuk Guillard 10 gram 10 gram 2.3 gram 33. Mo7O24.3. Bahan kimia ZnCL2 CuSO4.26 gram 100 ml 341 .0 gram 0. 5 H2O ZnSO4. Pada tabel 7.96 gram 4.6 gram 0. 2. Untuk lebih jelasnya komposisi ketiga media tersebut dapat dilihat pada Tabel 7.

Kegiatan yang dilakukan dalam melakukan kultur murni untuk semua metode adalah hampir sama . lampu neon. penyimpanan Sterilisasi peralatan dan bahan yang akan digunakan dapat dilakukan dengan cara : 1. formalin. alat penghitung plankton (Haemocytometer. 1. Komposisi pupuk pada phytoplankton air tawar (Chlorella sp) No. alkohol. kemudian diaduk rata selama beberapa menit dan dinetralkan dengan Natrium Thiosulfat 20 ppm. 4. aquades. blower. oven/autoclave. Air laut yang akan digunakan dilakukan sterilisasi dengan berbagai cara diantarany adalah perebusan selama 10 menit. penyaringan dengan menggunakan plankton net ukuran 15 mikron atau pemberian larutan chlorine 60 ppm. beker glass. 8. timbangan. 342 . peralatan gelas (erlemeyer. 10. 2. Bahan kimia MgSO4 KH2PO4 NaNO3 FeCl3 Ca(NO3)2 KCl CaCl2. petri dish. 7. Kultur di media cair 5. tabung reaksi). perendaman dalam larutan kaporit/chlorine 150 ppm. 6. toples. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan selain bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pupuk ditambah lagi agar difco. air conditioner. pipet. hand counter). dengan memberikan sinar ultraviolet atau ozonisasi. air laut steril.7H2O K2HPO4 NaCl Media Benneck 100 mg/l 200 mg/l 500 mg/l Sedikit -Media Demer 550 mg/l 250 mg/l 1000 mg/l 250 mg/l Media Bristole 7 g/400ml 10g/400 ml 1 g/400ml 3 g/400ml 3 g/400ml 1 g/400ml Pada metode agar ini peralatan yang digunakan adalah mikroskop. 9.Tabel 7. dalam metode media agar kegiatan yang harus dilakaukan antara lain adalah : 1. 5.3. Sedangkan peralatan yang akan digunakan juga dapat dilakukabn dengan beberapa cara diantaranya adala perebusan. 3. diautoclave dengan temperature 100oC dengan tekanan 1 atm selama 20 menit atau di oven. 2. Pembuatan pupuk 6. lemari es. Kultur di media agar 4. pH meter dll). refraktometer. alat ukur kualitas air (termometer. pemberian alkohol.2H2O MgSO4. Penghitungan phytoplankton 7. Sterilisasi peralatan dan bahan 2. Pembuatan media agar 3.

Kultur selanjutnya setelah diperoleh koloni murni pada tabung rekasi langkah selanjutnya adalah melakukan kultur koloni plankton yang diperoleh tersebut pada media cair. Amati dibawah mikroskop koloni tersebut dan ambil koloni yang diinginkan dan dikultur pada media agar miring dalam tabung reaksi yang akan digunakan sebagai bibit. Koloni murni ini selanjutnya diinkubasi pada ruangan ber AC. Masukkan air laut dan pupuk sesuai dengan media yang diinginkan pada setiap jenis phytoplankton 3. pengolesan jarum ose pada media agar ini dilakukan dengan cara zigzag. Biarkan media tersebut dan biasanya inokulum akan tumbuh setelah 4 – 7 hari dilakukan penggoresan dengan terlihatnya koloni plankton yang tumbuh pada media agar tersebut.Setelah peralatan dan bahan yang akan digunakan disterilisasi langkah selanjutnya adalah membuat media agarnya dengan cara : 1. Siapkan erlemeyer yang telah disterilisasi 2. Bahan yang akan digunakan untuk membuat media agar adalah 1. 3. Kultur murni dimedia cair ini dapat dilakukan dengan berbagai macam media yang sudah biasa dilakukan. Ambil contoh air plankton dengan jarum ose yang telah dipanaskan/disterilisasi dan oleskan kepermukaan media agar. kemudian tutup dan simpan media agar yang telah digoresi dengan plankton pada suhu kamar dibawah sinar cahaya lampu neon secara terus menerus. media Berneck. Biarkan agak dingin sebentar kemudian tambahkan vitamin setelah itu larutan agar dan pupuk tersebut dituangkan kedalam petridish atau tabung reaksi dan dibiarkan sampai dingin dan membeku kemudian simpan di dalam lemari es. 2. Adapun prosedur yang harus dilakukan adalah : 1.5 gram Bacto agar dalam 100 ml air laut di tambah dengan pupuk Conwy untuk green algae dan pupuk silikat untuk Diatomae. Langkah selanjutnya adalah melakukan kultur murni/isolasi plankton pada media agar yang telah disiapkan sebelumnya. Amati pertumbuhan phytoplankton tersebut dengan menghitung kepadatan populasi phytoplankton. Lakukan inokulasi bibit phytoplankton dari hasil kultur murni 4. Media yang akan digunakan sebagi pupuk pada media agar ini banyak sekali macamnya antara lain adalah media Zarrouk. media mollish dan media TMRL. 2. media allan miquel. Adapun langkah yang harus dilakukan adalah: 1. Panaskan agar dan media tersebut dengan menggunakan hotplate atau microwave sampai cairannnya mendidih dan masukkan kedalam autoclave pada suhu 120oC dengan tekanan 1 atm selama 20 menit . 343 . media detmer. 3.

pipet. Mencuci semua peralatan tersebut dengan menggunakan sabun yang tidak mengandung deterjen kemudian dibilas sampai bersih. Bilaskan peralatan pada point satu dengan menggunakan HCl 0. gelas piala dan tabung reaksi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1.Volume media kultur murni biasanya adalah bertahap mulai dari isolasi dalam tabung rekasi volume 10 – 15 ml. 250 ml. gelas piala dan tabung rekasi. Buat medium air tanah dengan cara mencampurkan 960 ml medium Bristol dengan 40 ml air tanah. Kukus media selama dua jam pada dua hari berturut-turut. oven. 500 ml dan botol kultur 1 liter yang kemudian dikembangkan dari ukuran 2 liter sampai 30 liter.1 N dan kemudian dibilas kembali dengan akuades. Siapkan air tanah dengan melarutkan 1 sendok teh tanah kering dalam 200 ml air. 2. kemudian tempatkan dalam wadah yang tertutup. autoclave. 3. gelas ukur. 2. Peralatan yang digunakan dalam mengisolasi phytoplankton dengan metode ini adalah mikroskop. Adapun prosedur yang digunakan dalam metode subkultur ada dua tahapan yaitu pertama melakukan sterilisasi peralatan dan bahan yang akan digunakan . akuades. gelas ukur. 5. Karena pemanasan dapat merusak vitamin maka larutan ini disterilisasikan dengan menggunakan metode penyaringan. Biarkan peralatan tersebut kering udara 4. Bahan-bahan yang digunakan adalah medium Bristole. 3. Metode subkultur Metode subkultur adalah suatu metode mengisolasi mikroalga dimana metode ini dapat digunakan jika mikroalga yang kita inginkan bukan mikroalga yang dominan. vitamin B1 dan sampel air kolam. kemudian dinginkan dalam suhu ruang atau di lemari es selama 24 jam sebelum digunakan. vitamin B6. Setelah peralatan kering udara masukkan peralatan tersebut ke dalam autoclave dengan suhu 120oC dengan tekanan 1 atm selama 20 menit atau menggunakan oven dengan suhu 150oC selama 1 jam. kemudian dipindahkan pada botol erlemeyer dengan volume yang bertahap dari100 ml . Sterilisasi dilakukan pada semua alat dan bahan yang akan digunakan dalam kultur mikroalga/ phytoplankton. Sedangkan untuk bahan yang akan digunakan sebagi media kecuali vitamin. kedua adalah melakukan isolasi. air tanah. Isolasi mikroalga dengan menggunakan metode subkultur dapat dilakukan dengan mengikuti prosedur sebagai berikut : 1. Haemocytometer. Untuk peralatan gelas seperti pipet. sterilisasi dilakukan dengan cara memakai autoclave pada suhu 120oC dengan tekanan 1 atm selama 15 menit. vitamin B12. Ambil masing-masing 1 ml sampel air kolam kemudian encerkan 10 kali 344 .

Susun semua tabung reaksi tersebut dalam rak tabung reaksi kemudian letakkan di bawah cahaya lampu. kemudian masukkan kedalam tabung reaksi yang telah berisi medium Bristol sebanyak 9 ml. vitamin B6 dan vitamin B1. Amati pertumbuhan dan jenis mikroalga yang tumbuh dominan selama 7 hari dibawah mikroskop dan hitung populasi kepadatan mikroalga atau phytoplankton dengan menggunakan Haemocytometer. 2. Dengan menggunakan pipet kapiler ambil tetesan pytoplankton tersebut dan amati dibawah mikroskop. 3. Proses isolasi ini dilakukan dibawah mikroskop dengan cara mengambil phytoplankton yang diperoleh dengan menggunakan alat plankton net. Metode Pipet Kapiler Metode kultur murni dengan menggunakan metode pipet kapiler dapat dilakukan dengan cara sel mikroalga atau phytoplankton yang akan dikultur dipisahkan dengan menggunakan pipet kapiler steril lalu dipindahkan ke dalam media yang sesuai. Lakukan pengenceran seperti tahapan ke dua tersebut sampai lima kali pengenceran. Letakkan tabung reaksi dalam rak kemudian di tempatkan dibawah lampu dan amati pertumbuhan dan jenis mikroalga yang tumbuh pada masingmasing media. Ambil masing-masing 1 ml sampel air kolam yang sudah diencerkan tadi lalu masukkan masing-masing kedalam tabung reaksi yang sudah berisi 9 ml media Bristol dan media air tanah.4. Isolasi peralatan dan bahan yang akan digunakan sama dengan metode subkultur. Ambil sampel air kolam sebanyak 1 ml kemudian diencerkan dengan cara dimasukkan dalam tabung reaksi yang telah berisi 9 ml medium Bristol lalu aduk. Kemudian phytoplankton tersebut dilakukan penyaringan dan diteteskan pada gelas obyek. 5. sedangkan bahan yang digunakan adalah medium Bristol. 5. 4. Sedangkan prosedur isolasi dengan cara pengenceran berseri dengan prosedur sebagai berikut : 1. Peralatan dan bahan yang akan digunakan dalam metode pengenceran berseri dilakukan isolasi. sampel air kolam. Kemudian pytoplankton tersebut 345 . Adapun peralatan yang digunakan adalah sama dengan metode subkultur. Pipet yang akan digunakan untuk metode ini adalah pipet yang mempunyai diameter berkisar antara 3 – 5 kali besar phytoplankton yang akan diisolasi dan pipetnya dilakukan pembakaran pada bagian ujungnya. Ambil lagi 1 ml sampel dari tabung reaksi pada tahap 1 tersebut. vitamin B12. akuades. Metode Pengenceran Berseri Metode pengenceran berseri merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengisolasi mikroalga atau phytoplankton jika jenis mikroalga atau phytoplankton yang kita inginkan adalah jenis yang dominan.

6.3 gr 0. Bahan kimia NaNO3/KNO3 Na2EDTA FeCl3 MnCl2 H3BO3 Na2HPO4 Na2SiO3 Trace metal Solution Vitamin Aquabides Urea ZA Pupuk Conwy 100 gr 5 gr 1.5 ml 1 ml 1000 ml 40 gr 30 gr Teknik kultur phytoplankton selanjutnya adalah teknik kultur skala massal.9 gr 0.4.2 gr 10 gr 2.4. 11. Kegiatan ini dilakukan pada bak-bak kultur berukuran besar dan dilakukan diluar ruangan dengan 346 .6 gr 20 gr 1 ml 1 ml 1000 ml Pupuk Guillard 84. 3. Pupuk yang digunakan adalah pupuk teknis dan sewaktu-waktu dapat menggunakan pupuk laboratorium. Bibit yang digunakan untuk kultur semi massal berasal dari kultur murni. 12.3 meterkubik. Komposisi jenis pupuk yang digunakan pada media kultur dapat dilihat pada Tabel 7. 5. 2. 7. Komposisi pupuk phytoplankton Semi Massal No. Tabel 7.3 m3. Volume media kultur semi massal 100 liter sampai 0.36 gr 33. Media kultur semi massal dan massal Media yang digunakan untuk teknik kultur phytoplankton skala semi massal berbeda dengan teknik kultur murni. 8. Teknik kultur yang terakhir adalah teknik kultur skala massal dimana pada teknik ini bibit yang digunakan berasal dari teknik skala semi massal. 1.36 gr 10 gr 50 gr 1 ml 1 ml 1000 ml Pupuk TMRL 100 gr 3 gr 10 gr 1 gr 1000 ml Pupuk BBL SM 50 gr 5 gr 1 gr 10 gr 15 ml 0.dikultur dalam tabung reaksi volume 10 ml yang telah diperkaya dengan jenis pupuk yang sesuai dengan phytoplankton yang akan diisolasi dan lakukan pengamatan jenis phytoplankton yang tumbuh dibawah mikroskop setiap hari dan lakukan kegiatan tersebut sampai diperoleh jenis phytoplankton yang diinginkan. 10. Pada teknik kultur ini dilakukan diruang terbuka tetapi beratap transparan agar bisa memanfaatkan sinar matahari. 4. Kegiatan ini umumnya dilakukan dalam akuarium bervolume 100 liter sampai dengan bak fiber 0. dengan menggunakan bibit dari hasil kultur skala semi massal. 9. Bibit yang digunakan diambil sebanyak 5 – 10% dari volume total yang akan dikultur.

Bilaslah wadah yang telah dibersihkan dengan menggunakan air bersih.5. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan sebutkan fungsi dan cara kerja peralatan tersebut! 2. Timbanglah pupuk sesuai dengan dosis yang telah ditentukan.5. 2. 3. Tentukan media tumbuh yang akan digunakan dan hitung jumlah pupuk yang dibutuhkan sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan. 7. Ceklah keberfungsian peralatan tersebut dengan memasukkan kedalam arus listrik. ZA. Tabel 7. 1. Media tempat tumbuhnya pakan alami siap untuk ditebari dengan bibit sesuai dengan kebutuhan produksi 347 .volume berkisar antara 40 – 100 meterkubik. 4. Masukkan air bersih yang tidak terkontaminasi kedalam wadah budidaya dengan menggunakan selang plastik dengan kedalaman air yang telah ditentukan. Komposisi pupuk kultur massal No. 8. 5. selang aerasi dan batu aerasi. Buatlah larutan terhadap berbagai macam pupuk pada wadah yang sesuai. Komposisi pupuk untuk teknik kultur secara massal dapat dilihat pada Tabel 7. 9. TSP. jika sudah terbentuk larutan masukkan kedalam wadah yang digunakan untuk budidaya pakan alami 10. Bahan kimia Pupuk Yashima (ppm) 10 100 10 Pupuk diatom (ppm) 30 40 20 10 5-20 Pupuk Phyto A (ppm) 30 30 10-15 10 Pupuk Phyto B (ppm) 50 20 10-15 10 Pupuk Phyto C (ppm) 50 50 15-20 15 - 1. 5. 6. Tentukan wadah yang akan digunakan untuk membudidayakan pakan alami ! 3. Pasanglah peralatan aerasi dengan merangkaikan antara aerator. Urea ZA TSP Molase/orgami Silikat Teknis Langkah kerja dalam menyiapkan media tempat tumbuhnya pakan alami phytoplankton semi massal dan massal adalah :. Bersihkan wadah dengan menggunakan sikat dan disiram dengan air bersih. Media kultur yang dibuat pada tahap ini menggunakan pupuk teknis seperti urea. masukkan kedalam wadah budidaya. kemudian lakukan pensucihamaan wadah dengan menggunakan desinfektan sesuai dengan dosisnya. 4.

Kata inokulasi diambil dari bahasa Inggris yaitu inoculate yang mempunyai arti menyuntik atau memberi vaksinasi. Digunakan peristilahan ini karena yang ditebarkan kedalam media kultur adalah mikroorganisme yang memiliki ukuran kecil antara 45 – 300 µm. Apakah inokulasi itu? Bagaimana anda melakukan inokulasi/menebar bibit pakan alami pada media kultur ? Dalam buku ini akan diuraikan secara singkat tentang seleksi/pemilihan bibit pakan alami yang akan diinokulasi dan cara melakukan inokulasi pada media kultur pakan alami. Ada beberapa jenis phytoplakton yang merupakan pakan alami bagi ikan hias maupun ikan konsumsi. kedua melakukan seleksi terhadap bibit pakan alami. Peristilahan penebaran bibit pakan alami biasanya menggunakan kata melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media tempat tumbuhnya pakan alami. Dalam peristilahan dunia perikanan diterjemahkan menjadi memasukkan bibit pakan alami kedalam media kultur dengan cara disuntikkan atau ditebar secara langsung. Perkembangbiakan pakan alami di dalam media kultur dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara sexual dan asexual. Oleh karena itu dalam bahasan selanjutnya diharapkan sudah dikuasai dan dipahami tentang jenis-jenis pakan alami yang akan dibudidayakan. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yaitu pertama melakukan identifikasi jenis bibit pakan alami. Pakan alami mempunyai umur hidup yang relatif singkat. untuk kelompok phytoplankton hanya dibutuhkan waktu beberapa hari saja sudah mencapai puncak populasi dan akan mati. Kultur pakan alami phytoplankton biasanya untuk 348 . Bibit yang akan ditebar kedalam media kultur harus yang sudah dewasa. Identifikasi pakan alami perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan inokulasi. Pemilihan bibit pakan alami yang akan ditebar kedalam media kultur harus dilakukan dengan tepat. Identifikasi jenis-jenis pakan alami air laut telah dipelajari pada bab sebelumnya . Langkah selanjutnya setelah dapat mengidentifikasi jenis-jenis pakan alami yang akan ditebar kedalam media kultur adalah melakukan pemilihan terhadap bibit pakan alami. Setelah dilakukan seleksi bibit pakan alami dari kelompok phytoplankton dilakukan penebaran bibit pakan alami sesuai dengan jenis dan volume media kultur yang telah ditentukan. ketiga melakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai dengan prosedur. Perkembangbiakan secara asexual (tidak kawin) yang disebut dengan Parthenogenesis terjadi dalam keadaan normal.Penebaran Inokulasi bibit/ Setelah media tempat tumbuhnya pakan alami disiapkan langkah selanjutnya adalah melakukan penebaran bibit pakan alami.

Padat penebaran bibit phytoplankton ini sangat bergantung kepada volume media. Pemeliharaan dan pemanenan Phytoplankton Pada subbab ini akan dibahas beberapa contoh dalam melakukan pemeliharaan dan pemanenan Phytoplankton antara lain adalah Cholrela. Dalam wadah 1 galon: • Menggunakan stoples atau botol “carboys”. Tetraselmis dan Skeletonema costatum. Bibit yang dibudidayakan dari kultur murni berasal dari hasil inokulasi dari alam yaitu perairan laut atau perairan tawar. Letakkan objec glass dibawah mikroskop dan amati morfologi pakan alami serta cocokkan dengan gambar sebelumnya. sedangkan bibit yang digunakan pada teknik kultur semi massal berasal dari kultur murni. Lakukan pengamatan terhadap individu pakan alami beberapa kali ulangan agar dapat membedakan tahapan stadia 6. untuk Chlorella air laut menggunakan medium dengan kadar garam 15 349 . Cara yang dilakukan dalam melakukan inokulasi adalah dengan menebarkannya secara hati-hati kedalam media kultur sesuai dengan padat tebar yang telah ditentukan. 7. Alat-alat yang akan digunakan dicuci dengan deterjen. slang aerasi. waktu pemanenan dan kebutuhan produksi. pada pakan alami yang sedang diamati dibawah mikroskop ! Lakukanlah pemilihan bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur dan letakkan dalam wadah yang terpisah! Tentukan padat penebaran yang akan digunakan dalam budidaya pakan alami tersebut sebelum dilakukan penebaran. Penebaran bibit pakan alami ini sebaiknya dilakukan pada saat suhu perairan tidak terlalu tinggi yaitu pada pagi dan sore hari. Hitunglah jumlah bibit yang akan ditebar tersebut sesuai dengan point 7. Langkah kerja dalam menebar bibit phytoplankton 1. Lakukan penebaran bibit pakan alami pada pagi atau sore hari dengan cara menebarkannya secara perlahan-lahan kedalam media kultur. dan batu aerasi • Botol diisi medium ± 3 liter. 4. 7. Ambillah sampel pakan alami dengan menggunakan pipet dan letakkan diatas objec glass.2. Chlorella Penyiapan Bibit 1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan inokulasi/penebaran bibit pakan alami ! 2. 9. 8. Siapkan mikroskop dan peralatannya untuk mengidentifikasi jenis pakan alami yang akan dibudidayakan! 3.kebutuhan produksi menggunakan teknik kultur massal dan bibit yang ditebarkan pada teknik kultur massal ini berasal dari teknik kultur semi massal.4. 5. kemudian dibilas dengan larutan klorin 150 ppm 2.

dan air diudarai terus-menerus • Setelah ± 5 hari. penambahan air baru. bertujuan sebagai penghasil pupuk organik dari kotorannya • Wadah disimpan dalam ruangan yang kena sinar matahari langsung • Setelah 5 hari pertumbuhan terjadi dan pada puncaknya dapat mencapai kepadatan 5 juta sel/ml • Secara berkala medium perlu dipupuk susulan. terdiri dari: 4 gram Na2HPO4. Bibit yang masuk disaring dengan saringan 15 mikron Wadah disimpan di dalam ruang laboratorium di bawah penyinaran lampu neon.6H2O. Air untuk medium harus disaring. sampai airnya berwarna agak kehijau-hijauan. dan untuk Chlorella air tawar dapat menggunakan air tawar yang disaring dengan kain saringan 15 mikron Air disterilkan dengan cara mendidihkan. Medium dipupuk dengan jenis dan takaran: 100 mg/liter pupuk TSP. dan pemberian obat pemberantas hama Pemanenan Chlorella dipanen dari perairan masal 60 l/ 1 ton dan dapat langsung diumpankan pada ikan.• • • permil. Urea sebanyak 10-15 mg/liter dan pupuk KCl sebanyak 10-15 mg/l • Untuk pertumbuhan dalam wadah besar (1ton) cukup menggunakan urea dengan takaran 50 gram/m3 Pemeliharaan 1. Dalam wadah 60 liter atau 1 ton : • Untuk wadah 60 liter membutuhkan 1 galon bibit dan untuk wadah 1 ton membutuhkan 5 galon bibit • Selain dipupuk. atau penyinaran dengan lampu ultraviolet Pemupukan dengan menggunakan ramuan AllenMiguel. Dalam wadah 1 galon : • Bibit ditebar dalam medium yang telah diberi pupuk. Dalam wadah 1liter 350 • .12H2O. dan 2 ml HCl. 2 gram CaCl2. semuanya dilarutkan dalam 80 ml air suling Setiap 1 liter medium. Chlorella sudah tumbuh dengan kepadatan sekitar 10 juta sel/ml. 2. klorinasi. 2 gram FeCl3. Airnya berwarna hijau segar • Hasil penumbuhan ini digunakan sebagai bibit pada penumbuhan dalam wadah yang lebih besar. menggunakan 2 ml larutan A dan 1 ml larutan B 3. (2) Larutan B. yang terdiri dari 2 larutan. Tetraselmis Penyiapan Bibit 1. dapat dilepaskan ikan mujair besar 4-5 ekor/m2 yang diberi makan pelet secukupnya. yaitu: (1) Larutan A. Dalam wadah 60 liter atau 1 ton • Wadah dicuci dan dibebashamakan. terdiri dari 20 gram KNO3 dalam 100 ml air suling.

044 mg/l .0196 mg/l .Agrimin = 1 mg/liter .005 mg/l .EDTA (Ethylene dinitrotetraacetic acid) = 10 mg/l .Tiamin-HCl (vitamin B1) = 9.2 mg/l .Natrium molibdatNaMoO4. bak semen.Vitamin B12 = 1mikrogram/l .Vitamin B12 = 0. Dalam wadah 1 galon (3 liter): • Dapat menggunakan botol “carboys” atau stoples • Persiapan sama dengan dalam wadah 1 liter • Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut : .6 mg/l atau Kalsium fosfat-Ca3(PO4)2 =11.Besi klorida-FeCl3 = 2 mg/liter • Untuk wadah 1 ton dapat hanya menggunakan urea 60 351 .6 mg/l 2.Vitamin B1 = 0.Kalium hidrofosfat – K2HPO4 = 10 mg/l . Botol.2 mg/l .6H2O = 3. atau disinari lampu ultraviolet Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut : .• • • Dapat menggunakan botol erlenmeyer.Urea – 46 = 100 mg/l . dan batu aerasi dicuci dengan deterjen dan dibilas dengan larutan klorin 150 ml/ton Wadah diisi air medium dengan kadar garam 28 permil yang telah disaring dengan saringan 15 mikron.Urea-46 = 100 mg/liter .Besi klorida – FeCl3 = 2.Natrium nitrat – NaNO3 = 84 mg/l . slang plastik.EDTA (Ethyelene Dinitro Tetraacetic Acid) = 2 mg/l .Biotin = 1 mikrogram/l . Dalam wadah 200 liter dan 1 ton • Wadah 200 liter dapat menggunakan akuarium.Kalium hidrofosfatK2HPO4 = 5 mg/liter atau Kalium dihidrofosfatK2H2PO4 = 5 mg/liter .0126 mg/l Kobalt korida kristalCoCl2.Pupuk 16-20-0 = 5 mg/liter .Agrimin = 1 mg/l .7H2O = 0.9 mg/l . diklorin 60 ppm dan dinetralkan dengan 20 ppm Na2S2O3.Besi klorida – FeCl3 = 2 mg/l .4H2O = 0.7H2O = 0. atau bak fiberglass • Persiapan lain sama • Medium dipupuk dengan jenis dan takaran sebagai berikut : .Natrium dihidrofosfatNaH2PO4 = 10 mg/l atau Natrium fosfat.Seng sulfat kristal ZnSO4. dan untuk 1 ton menggunakan bak dari kayu.5H2O = 0.02 mg/l - Mangan klorida kristalMnCl2. Kemudian disterilkan dengan cara direbus.005 mg/l 3.Tembaga sulfat kristal CuSO4.Na3PO4 = 27.

0 g Na2SiO3 dengan 100 cc aqudest. dan C masing-masing 1 cc dan 4 tetes larutan D. Masukkan air laut yang telah disterilisasi dan dicampur dengan pupuk kedalam wadah sebanyak 352 . Airnya diudarai terusmenerus dan wadah diletakkan dalam ruang berAC.2 g KNO3 dengan 100 cc aquadest.B. Gelas erlemeyer. Larutan D adalah 1. Larutan pupuk A adalah campuran antara 20.-100 mg/liter dan TSP 20 .0 g FeCl3 dengan 20 cc aquadest. 4. Dalam wadah 1 galon (3 liter) : • Bibit dari penumbuhan dalam wadah 1 liter.0 g Na2HPO4 dengan 100 cc aqudest. hingga kepadatan mencapai 100.C dan D. Perbandingan antara air laut dengan pupuk adalah 1 liter air laut diberi larutan A. ditebar dalam medium yang telah diberi pupuk. Hasilnya digunakan sebagai bibit pada penumbuhan berikutnya 2. Siapkan larutan pupuk A. selang dan batu aerasi dibersihkan dengan cara dicuci bersih dengan deterjent kemudian dibilas dengan Chlorin 150 ppm (150 ml chlorine dalam 1000 liter air) 2. dan di bawah sinar lampu neon • Setelah 4-5 hari telah berkembang dengan kepadatan 4 .000 sel/ml • Wadah ditaruh di dalam ruangan ber-AC.5 juta sel/ml. Larutan pupuk B adalah campuran antara 2.000 sel/ml. untuk setiap galon membutuhkan bibit 100 ml. Kultur Skeletonema costatum dalam gelas erlemeyer 1 liter 1. dan airnya diudarai terus-menerus • Setelah 4-5 hari telah berkembang dengan kepadatan 4-5 juta sel/ml. sedangkan wadah 1 ton 100 liter • • Dalam waktu 4-5 hari mencapai puncak perkembangan dengan kepadatan 2-4 juta sel/ml Hasil penumbuhan di wadah 200 ton digunakan sebagai bibit untuk penumbuhan di wadah 1 ton. Larutan pupuk C adalah campuran antara 1. Dalam wadah 200 liter dan 1 ton • Wadah 200 liter membutuhkan 3 galon bibit.50 mg/liter Pemeliharaan 1. di bawah lampu neon. 3. sedangkan dari wadah 1 ton dapat digunakan sebagai pakan Pemanenan Cara pemanenan langsung diumpankan dan diambil dari budidaya masal 1 ton. Hasilnya digunakan sebagai bibit pada penumbuhan berikutnya 3. B. Dalam wadah 1liter : • Bibit ditebar dalam medium yang telah diberi pupuk sebanyak 100.

kemudian tutup dengan gelas penutup maka air akan menutupi permukaan gelas yang bergaris. Teteskan alga diatas permukaan gelas preparat dibagian tengah. Dengan kepadatan awal 70. Dalam waktu 3 – 4 hari perkembangan diatom mencapai puncaknya yaitu 6 – 7 juta sel per cc dan siap untuk dipanen dan dapat digunakan sebagai bibit pada budidaya skala semi massal Cara Menghitung Kepadatan Phytoplankton 1.1 mm3 (0. kadar garam (salinitas) yang baik untuk kultur Skeletonema costatum adalah 28 – 35 ppt 5. Botol kultur diletakkan dibawah cahaya lampu neon (TL) sebagai sumber energi untuk fotosintesa.000/ml 353 dimana : V1 : Volume Skeletonema costatum yang diperlukan untuk penebaran V2 : Volume kultur Skeletonema costatum yang dibuat dalam gelas erlemeyer N1 : Jumlah Skeletonema costatum per cc yang akan ditebar N2 : Jumlah Skeletonema costatum per cc yang dikehendaki dalam penebaran ( dalam hal ini misalnya ditentukan yaitu 70. Tebar bibit Skeletonema costatum dengan padat penebaran (N2) sekitar 70. maka volume air diatas permukaan bergaris sama dengan 1 mm2 X 0. oleh karena itu dalam menentukan besarnya N2 harus perlu dipertimbangkan pemenfaatannya. Volume Skeletonema costatum yang dibutuhkan untuk penebaran (V1) dapat dihitung dengan rumus : V1 = N2 X V2 N1 (dalam cc atau liter) 6.300 – 500 cc dan ukur kadar garamnya. Hitunglah jumlah plankton yang terdapat dalam kotak dan lakukan perhitungan : • Jika dihitung dalam 400 kotak: Jumlah sel X 10.0001 cm3).000 sel per cc) Makin tinggi jumlah N2 makin cepat kultur ini mencapai kepadatan maksimal .1 mm = 0.1 mm . Aerasi dipasangkan kedalam wadah budidaya yang bertujuan untuk meningkatkan kandungan Oksigen yang diperlukan dalam proses metabolisme dan mencegah pengendapan plankton.000 sel diharapkan dalam waktu 3 – 4 hari sudah mencapai puncaknya dan siap dipanen. 8.000 sel per cc. . Luas permukaan yang bergaris adalah 1 mm persegi dan tinggi atau jarak cairan alga antara permukaan gelas bagian tengah dan gelas penutup juga diketahui yaitu 0.000/ml • Jika dihitung hanya beberapa kotak : rata-rata jumlah sel/kotak X 400 kotak X 10. 7. 2.

3. tetapi apabila sudah dilakukan budidaya secara massal/skala besar maka peralatan yang digunakan untuk mensuplai oksigen kedalam wadah budidaya menggunakan blower. 7. karena fungsi utama alat ini untuk menimbang bahan yang akan digunakan dalam membudidayakan daphnia. Wadah yang terbuat dari bak semen. bak beton. ember. Peralatan selang aerasi berfungsi untuk menyalurkan oksigen dari tabung oksigen kedalam wadah budidaya. BUDIDAYA ZOOPLANKTON 7. tali rafia. timbangan yang digunakan boleh berbagai macam bentuk dan skala digitalnya. bak beton. Dengan menggunakan selang air akan memudahkan dalam melakukan penyiapan wadah sebelum digunakan untuk budidaya. saringan halus/seser. kantong plastik. bak fiber dan kolam tanah.3. batu aerasi. Bahan yang telah ditimbang tersebut selanjutnya bisa diletakkan didalam wadah plastik atau kantong 354 .1. Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah bak semen. Peralatan ini digunakan juga untuk mengeluarkan kotoran dan air pada saat dilakukan pemeliharaan. Budidaya Daphnia Wadah dan peralatan Budidaya Daphnia Peralatan dan wadah yang dapat digunakan dalam mengkultur pakan alami daphnia ada beberapa macam. misalnya aerator digunakan untuk mensuplai oksigen pada saat membudidayakan pakan alami skala kecil dan menengah. Pemilihan wadah yang akan digunakan dalam membudidayakan daphnia sangat bergantung kepada tujuannya. selang aerasi. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya Daphnia antara lain adalah aerator/blower. gelas ukur kaca. Oleh karena itu ukuran dari wadah yang akan digunakan sangat Peralatan yang digunakan untuk budidaya pakan alami daphnia mempunyai fungsi yang berbedabeda.menentukan kapasitas produksi dari pakan alami daphnia. sedangkan batu aerasi digunakan untuk menyebarkan oksigen yang terdapat dalam selang aerasi keseluruh permukaan air yang terdapat didalam wadah budidaya. selang air. Selang air digunakan untuk memasukkan air bersih dari tempat penampungan air kedalam wadah budidaya. timbangan. Peralatan lainnya yang diperlukan dalam membudidayakan daphnia adalah timbangan. tanki plastik. bak fiber dan tanki plastik biasanya digunakan untuk membudidayakan daphnia secara selektif yaitu membudidayakan pakan alami ditempat terpisah dari ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami. Sedangkan wadah budidaya kolam tanah biasanya dilakukan untuk membudidayakan pakan alami nonselektif yaitu membudidayakan pakan alami secara bersama-sama dengan ikan yang akan mengkomsumsi pakan alami tersebut.gayung.

Wadah budidaya yang telah diairi dapat digunakan untuk memelihara daphnia. 5. Bilaslah wadah yang telah dibersihkan dengan menggunakan air bersih. Kedalaman air didalam wadah budidaya yang optimum adalah 50 cm dan maksimum adalah 90 cm. Langkah kerja dalam menyiapkan wadah budidaya Daphnia adalah sebagai berikut : 1. Langkah pertama adalah peralatan dan wadah yang akan digunakan ditentukan sesuai dengan skala produksi dan kebutuhan. deterjen dan chlor. masukkan kedalam wadah budidaya. Selain itu diperlukan juga seser atau saringan halus pada saat akan melakukan pemanenan daphnia. Aerasi ini dapat digunakan pula untuk menetralkan chlor atau menghilangkan Carbondioksida didalam air. Peralatan dan wadah disiapkan untuk digunakan dalam budidaya daphnia. selang aerasi dan batu aerasi.plastik dan diikat dengan menggunakan karet plastik. Setelah berbagai macam peralatan dan wadah yang digunakan dalam membudidayakan pakan alami daphnia diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara kerjanya . Daphnia yang dipelihara didalam wadah pemeliharaan akan tumbuh dan berkembang oleh karena itu harus dipantau kepadatan populasi daphnia didalam wadah. Bahan yang telah terbungkus dengan kantong plastik tersebut selanjutnya dimasukkan kedalam media budidaya daphnia. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan sebutkan fungsi dan cara kerja peralatan tersebut! 2. Bersihkan wadah dengan menggunakan sikat dan disiram dengan air bersih. 4. Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya harus bebas dari kontaminan seperti pestisida. Daphnia yang telah dipanen tersebut dimasukkan kedalam ember plastik untuk memudahkan dalam pengangkutan dan digunakan juga gayung plastik untuk mengambil media air budidaya daphnia yang telah diukur kepadatannya. kemudian lakukan pensucihamaan wadah dengan menggunakan desinfektan sesuai dengan dosisnya. Ceklah 355 . Pasanglah peralatan aerasi dengan merangkaikan antara aerator. langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan terhadap wadah tersebut. Wadah yang telah dibersihkan selanjutnya dapat diari dengan air bersih. Air yang digunakan sebaiknya diberi oksigen dengan menggunakan aerator dan batu aerasi yang disambungkan dengan selang aerasi. Tentukan wadah yang akan digunakan untuk membudidayakan daphnia ! 3. Alat yang digunakan adalah gelas ukur kaca yang berfungsi untuk melihat kepadatan populasi daphnia yang dibudidayakan didalam wadah pemeliharaan. Wadah yang akan digunakan dibersihkan dengan menggunakan sikat dan diberikan desinfektan untuk menghindari terjadinya kontaminasi dengan mikroorganisme yang lain.

Triple Superfosfat/TSP. Daphnia merupakan hewan air yang hidup diperairan tawar subtropik dan tropik baik di daerah danau. Silikat. Pemilihan antara kedua jenis pupuk tersebut sangat bergantung kepada ketersediaan pupuk tersebut dilokasi budidaya.Superphosphat 36. Pupuk yang terdapat dialam ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Sedangkan pupuk anorganik adalah pupuk yang berasal dari bahan kimia dasar yang dibuat secara pabrikasi atau yang berasal dari hasil tambang. Fused Magnesium Phospate/FMP). sisa tanaman. pupuk kandang adalah pupuk yang 356 . Zwavelzure amoniak/ZA. Masukkan air bersih yang tidak terkontaminasi kedalam wadah budidaya dengan menggunakan selang plastik dengan kedalaman air yang telah ditentukan. Dalam hal ini pakan alami pada umumnya merupakan organisme air. 6. natrium. sungai dan kolam-kolam. yang hidupnya ada didalam air. Media seperti apakah yang dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang pakan alami Daphnia. dan kedua jenis pupuk tersebut dapat digunakan sebagai sumber unsur hara. Amonium sulfanitrat) dan lainlain. Untuk melakukan budidaya pakan alami diperlukan unsur hara tersebut didalam media budidaya. Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Berdasarkan habitat alaminya pakan alami Daphnia ini dapat hidup pada perairan yang mengandung unsur hara. Media adalah bahan atau zat sebagai tempat hidup pakan alami. Jenis pupuk yang dapat digunakan sebagai sumber unsur hara pada media kultur pakan alami Daphnia adalah pupuk organik dan anorganik. Kultur adalah kata lain dari budidaya yang merupakan suatu kegiatan pemeliharaan organisme.Amonium nitrat. Oleh karena itu untuk dapat membudidayakan pakan alami Daphnia kita harus menyiapkan media yang tepat untuk pakan alami tersebut agar dapat tumbuh dan berkembang. misalnya 60 cm. Media Budidaya Daphnia Bagaimanakah anda melakukan penyiapan media kultur yang akan digunakan untuk membudidayakan pakan alami Daphnia secara terkontrol ? Apakah media kultur itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita diskusikan dan pelajari buku ini. Nitrogen (Urea. Unsur hara yang dimasukkan kedalam media tersebut pada umumnya adalah pupuk. seperti Nitrat. Fosfat (Duperfosfat/DS. Jadi media kultur adalah bahan yang digunakan oleh suatu organisme sebagai tempat hidupnya selama proses pemeliharaan. Unsur hara ini dialam diperoleh dari hasil dekomposisi nutrien yang ada didasar perairan. Jenis pupuk organik yang biasa digunakan adalah pupuk kandang.keberfungsian peralatan tersebut dengan memasukkan kedalam arus listrik. limbah rumah tangga.

Mengapa pupuk kandang yang digunakan harus yang kering ? Pupuk kandang yang telah kering sudah mengalami proses pembusukan secara sempurna sehingga secara fisik seperti warna. misalnya pupuk yang akan digunakan adalah urea dan ZA. Phosphate dan Kalium (NPK). detritus dan beragam phytoplankton sebagai makanan utama Daphnia. Campuran ini telah mengalami pembusukan sehingga sudah tidak berbentuk seperti semula. tekstur. . rupa. Jenis pupuk anorganik juga bisa digunakan sebagai sumber unsur hara pada media kultur daphnia jika pupuk kandang tidak terdapat dilokasi tersebut. Jenis pupuk anorganik yang biasa digunakan adalah pupuk yang mengandung unsur Nitrogen. Zwavelzure Ammoniak (ZA). Untuk lebih mudahnya saat ini juga sudah dijual pupuk majemuk yang mengandung unsur Nitrogen. Berapakah dosis pupuk yang harus ditebarkan kedalam media kultur pakan alami Daphnia ? Berdasarkan pengalaman beberapa pembudidaya dosis yang digunakan untuk pupuk kandang adalah 1500 gram/m3 . Kotoran ayam yang telah kering ini digunakan dengan dosis yang telah ditentukan. artinya dalam setiap 100 kg urea mengandung unsur N sebanyak 46 kg. Untuk ZA kadar N nya 21% . atau 1. Dosis yang digunakan dihitung berdasarkan kandungan unsur hara yang terdapat dalam pupuk an organik. Pupuk kandang yang akan dipergunakan sebagai pupuk dalam media kultur pakan alami adalah pupuk kandang yang telah kering. Phosphat dan Kalium.5 gram/liter. kelinci. Dosis yang digunakan untuk pupuk anorganik harus dihitung berdasarkan kebutuhan unsur hara yang dibutuhkan. sedangkan unsur phosphat adalah Triple Superphosphat (TSP). Tetapi dosis pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam kering berdasarkan hasil penelitian dan memberikan pertumbuhan populasi Daphnia yang optimal adalah 450g/1000 liter media kultur atau 0. ayam dan kuda. Dari berbagai jenis kotoran hewan tersebut yang biasa digunakan adalah kotoran ayam. fungi. artinya kadar N dalam 357 . bau dan kadar airnya tidak seperti bahan aslinya. Kadar unsur N dalam urea adalah 46%. Pupuk yang dimasukkan kedalam media kultur pakan alami Daphnia ini berfungsi untuk menumbuhkan bakteri.berasal dari campuran antara kotoran hewan dengan sisa makanan dan alas tidur hewan tersebut. Beberapa pembudidaya ada yang menggunakan pupuk nitrat dan phosphat sebagai unsur hara yang dimasukkan kedalam media kultur pakan alami. Pupuk kandang ini jenisnya ada beberapa macam antara lain adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan sapi.45 gram/liter. Dengan tumbuhnya pakan daphnia didalam media kultur maka pakan alami yang akan dipelihara didalam wadah budidaya tersebut akan tumbuh dan berkembang. kerbau. Pupuk anorganik yang banyak mengandung unsur nitrogen dan banyak dijual dipasaran adalah urea.

Selama dalam pemeliharaan harus terus dilakukan pemupukan susulan seminggu sekali dengan dosis setengah dari pemupukan awal. Lakukan penimbangan dengan tepat berdasarkan perhitungan dosis pupuk pada point 3. kandungan amonia < 1 ppm.pupuk ZA adalah 21 kg.3 – 8.5. Misalnya kebutuhan urea adalah V1N1 = V2N2. Parameter kualitas air didalam media kultur pakan alami Daphnia juga harus dilakukan pengukuran. Pupuk yang telah ditentukan akan digunakan sebagai sumber unsur hara dalam media kultur pakan alami selanjutnya dihitung dan ditimbang sesuai dengan dosis yang dibutuhkan. maka kebutuhan urea adalah 3 : 46 = 0. Setelah itu baru bisa dilakukan penebaran bibit Daphnia kedalam media kultur. Dalam memberikan pemupukan susulan ini caranya hampir sama dengan pemupukan awal dan ada juga yang memberikan pemupukan susulannya dalam bentuk larutan pupuk yang dicairkan. Tentukan jenis pupuk yang akan digunakan sebagai unsur hara dalam pembuatan media kultur berdasarkan identifikasi jenisjenis pupuk berdasarkan fungsi dan kegunaan! 3. Oleh karena itu agar pembudidayaannya bisa berlangsung terus harus selalu diberikan pemupukan susulan. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum menyiapkan media kultur pakan alami Daphnia.5=VX46. Oleh karena dalam menghitung jumlah pupuk anorganik yang dibutuhkan dalam media kultur pakan alami dilakukan perhitungan matematis. Lubangilah kantong/karung plastik tersebut dengan paku 358 . 2X1. suhu air berkisar antara 28 – 30 oC dan pH air antara 6. Sedangkan pupuk kandang yang baik mengandung unsur N sebanyak 1. Langkah kerja dalam menyiapkan media budidaya Daphnia adalah sebagai berikut : 1. Kemudian pupuk tersebut dimasukkan kedalam kantong plastik atau karung plastik diikat dan di lubangi dengan menggunakan paku atau gunting agar pupuk tersebut dapat mudah larut didalam media kultur pakan alami Daphnia. Pupuk tersebut akan berproses didalam media dan akan tumbuh mikroorganisme sebagai makanan utama dari Daphnia.5–2%. Waktu yang dibutuhkan oleh proses dekomposisi pupuk didalam media kultur pakan alami Daphnia ini berkisar antara 7 – 14 hari.065 kg. 5. Masukkanlah pupuk yang telah ditimbang ke dalam kantong/ karung plastik dan ikatlah dengan karet . 6. Penimbangan dilakukan setelah wadah budidaya disiapkan. Daphnia akan tumbuh dan berkembang pada media kultur yang mempunyai kandungan Oksigen terlarut sebanyak > 4 ppm. 2. Pakan alami Daphnia mempunyai siklus hidup yang relatif singkat yaitu 28 – 33 hari. Hitunglah dosis pupuk yang telah ditentukan pada point 2 berdasarkan kebutuhan unsur hara yang diinginkan dalam pembuatan media kultur ! 4.

20. bentuk tubuhnya lonjong. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yaitu pertama melakukan identifikasi jenis bibit pakan alami Daphnia. 359 . Daphnia merupakan salah satu jenis zooplankton yang hidup diperairan tawar didaerah tropis dan subtropis. sedangkan didaerah tropis ada 6 jenis. Tubuh Daphnia ditutupi oleh cangkang dari kutikula yang mengandung khitin yang transparan. 9. Masukkanlah kantong/karung plastik kedalam wadah budidaya dan letakkan kedalam media kultur sampai posisi karung/kantong plastik tersebut terendam didalamnya. berdasarkan pengamatan para ahli genus ini terdapat lebih dari 20 jenis. kedua melakukan seleksi terhadap bibit pakan alami Daphnia.atau gunting untuk memudahkan pelarutan pupuk didalam media kultur ! 7. Pada bagian kepala terdapat lima pasang apendik atau alat tambahan. Biarkan selama 7 -14 hari agar media kultur tersebut siap untuk ditebari bibit Daphnia. Di alam ada banyak genus daphnia. pemilihan bibit Daphnia yang akan diinokulasi dan cara melakukan inokulasi pada media kultur pakan alami Daphnia. pipih dan segmen badan tidak terlihat. Inokulasi Bibit Daphnia Apakah inokulasi itu ? Bagaimana anda melakukan inokulasi/menanam bibit pakan alami Daphnia pada media kultur ? Dalam buku ini akan diuraikan secara singkat tentang identifikasi Daphnia. Ikatlah dengan menggunakan tali rafia agar posisinya aman tidak terlepas. Pada ujung post abdomen terdapat dua kuku yang berduri kecil-kecil. Pada bagian ventral kepala terdapat paruh. Identifikasi Daphnia perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan inokulasi. Ruang antara cangkang dan tubuh bagian dorsal merupakan tempat pengeraman telur. 8. yang pertama disebut antenna pertama (antennule). ketiga melakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai dengan prosedur . dibagian dorsal (punggung) bersatu tetapi dibagian ventral (perut) berongga/terbuka dan terdapat lima pasang kaki yang tertutup oleh cangkang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. yang kedua disebut antenna kedua yang mempunyai fungsi utama sebagai alat gerak. Berdasarkan klasifikasinya Daphnia sp dapat dimasukkan kedalam : Filum : Arthropoda Kelas : Crustacea Subklas : Branchiopoda Divisi : Oligobranchiopoda Ordo : Cladocera Famili : Daphnidae Genus : Daphnia Spesies : Daphnia sp Morfologi Daphnia dapat dilihat secara langsung dibawah mikroskop. Sedangkan tiga pasang alat tambahan lainnya merupakan alat tambahan yang merupakan bagian-bagian dari mulut.

Bibit yang akan ditebar kedalam media kultur harus yang sudah dewasa.A B C D E F G I J K L M : Otak : Ruang pengeraman : Caecum Pencernaan : Mata : Fornix : Antena Pertama : Usus : Jantung : Ocellus : Ovarium : Paruh : Kelenjar Kulit Gambar 7. Daphnia sp Langkah selanjutnya setelah dapat mengidentifikasi jenis Daphnia yang akan ditebar kedalam media kultur adalah melakukan pemilihan terhadap bibit Daphnia. anak pertama sebesar 0. Daphnia mempunyai umur hidup yang relatif singkat yaitu antara 28 – 33 hari. telur dierami didalam kantong pengeraman sampai menetas dan anak Daphnia dikeluarkan pada waktu pergantian kulit. Perkembangbiakan Daphnia di dalam media kultur dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara sexual dan asexual. Pada umur empat hari individu Daphnia sudah menjadi dewasa dan akan mulai menghasilkan anak pertamanya pada umur 4 – 6 hari. Pada kondisi ini . Dengan munculnya individu jantan. Perbandingan jenis kelamin atau sex ratio pada Daphnidae menunjukkan keragaman dan bergantung kepada kondisi lingkungannya.5 mm. Pemilihan bibit Daphnia yang akan ditebar kedalam media kultur harus dilakukan dengan tepat.8 mm dihasilkan secara parthenogenesis. populasi yang bereproduksi secara sexual akan membentuk efipia atau resting egg disebut juga siste yang akan menetas jika kondisi perairan baik kembali. Perkembangbiakan secara asexual (tidak kawin) yang disebut dengan Parthenogenesis biasa terjadi dan akan menghasilkan individu muda betina. Pada kondisi perairan yang mulai memburuk disamping individu betina dihasilkan individu jantan yang dapat mendominasi populasi dengan perbandingan 1 : 27.20. hanya terbentuk individu betina tanpa individu jantan. Pada lingkungan yang baik. Daphnia dewasa berukuran 2. Daphnia ini akan beranak dengan selang waktu 360 .

Segera setelah Daphnia ganti kulit pada akhir instar remaja memasuki instar dewasa pertama. Ambillah seekor Daphnia dengan menggunakan pipet dan letakkan di atas objec glass. Hitunglah panjang tubuh individu daphnia dewasa beberapa ulangan dan perhatikan ukuran tersebut dengan kasat mata! 7. 5. kelompok telur kedua berkembang diovarium dan seterusnya.selama dua hari . remaja dan dewasa maka selanjutnya adalah memilih individu yang dewasa sebagai calon bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur. Periode remaja adalah instar tunggal antara instar anak terakhir dan instar dewasa pertama. Letakkan objec glass dibawah mikroskop dan amati morfologi Daphnia serta cocokkan dengan gambar 1. Pertambahan ukuran terjadi sesaat setelah telur menetas didalam ruang pengeraman. Siapkan mikroskop dan peralatannya untuk mengidentifikasi jenis Daphnia yang akan dibudidayakan! 3. anak. Selama hidupnya Daphnia mengalami empat periode yaitu telur. Cara yang dilakukan dalam melakukan inokulasi adalah dengan menebarkannya secara hati-hati kedalam media kultur sesuai dengan padat tebar yang telah ditentukan. tetapi tingkat pertumbuhan tertinggi terjadi pada stadium ini. Pada periode ini sekelompok telur pertama mencapai perkembangan penuh didalam ovarium. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan inokulasi/penanaman bibit pakan alami Daphnia! 2. dan teteskan formalin agar individu tersebut tidak bergerak ! 4. Lakukanlah pemilihan bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur dan letakkan dalam wadah yang terpisah! 361 . Jumlah bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur sangat bergantung kepada volume media kultur . sekelompok telur pertama dilepaskan kedalam ruang pengeraman. Padat penebaran bibit yang akan diinokulasi kedalam media kultur biasanya adalah 20 – 25 individu perliter. jumlah anak yang dihasilkan dalam sekali reproduksi adalah 29 – 30 ekor. Jumlah instar pada stadium anak ini hanya dua sampai lima kali. Selama instar dewasa pertama. Setelah dapat membedakan antara individu Daphnia yang telur. Lakukan pengamatan terhadap individu Daphnia beberapa kali ulangan agar dapat membedakan tahapan stadia pada Daphnia yang sedang diamati dibawah mikroskop ! 6. anak. Penebaran bibit Daphnia ini sebaiknya dilakukan pada saat suhu perairan tidak terlalu tinggi yaitu pada pagi dan sore hari. Langkah kerja dalam menginokulasi/menanam bibit pakan alami Daphnia adalah sebagai berikut : 1. anak Daphnia yang bentuknya mirip dengan Daphnia dewasa dilepas pada ruang pengeraman. remaja dan dewasa. Setelah dua kali instar pertama.

Selama dalam pemeliharaan tersebut harus terus dilakukan pemupukan susulan seminggu sekali atau dua minggu sekali dengan dosis yang bergantung kepada kondisi media kultur . detritus dan beragam phytoplankton ditambahkan dedak dan ragi dosis yang digunakan adalah 450 gram kotoran ayam kering ditambah 112 gram dedak dan 22 gram ragi kedalam 1000 liter media kultur. Hitunglah jumlah bibit yang akan ditebar tersebut sesuai dengan point 8. fungi. Pakan alami Daphnia mempunyai siklus hidup yang relatif singkat yaitu 28 – 33 hari. 10. Lakukan penebaran bibit pakan alami Daphnia pada pagi atau sore hari dengan cara menebarkannya secara perlahanlahan kedalam media kultur. Phytoplakton yang dibutuhkan dibudidayakan sendiri dan didalam media kultur Daphnia tersebut ditambahkan campuran 362 . 9. Berdasarkan kebutuhan pakan bagi Daphnia tersebut ada dua metode yang biasa dilakukan oleh pembudidaya yaitu Detrital system dan Autotrophic system. Autotrophic system adalah sistem dalam budidaya Daphnia dimana pakan yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembangnya Daphnia tersebut dikultur secara terpisah dengan media kultur Daphnia. fungi dan bakteri yang merupakan makanan utama dari pakan alami Daphnia. Pemupukan tersebut sangat berguna bagi pertumbuhan phytoplankton.8. Detrital System adalah penggunaan pupuk kandang kering yang dimasukkan dalam media kultur Daphnia sebanyak 450 gram dalam 1000 liter air dan dilakukan pemupukan susulan dengan dosis 50 – 100% dari pemupukan pertama yang diberikan seminggu sekali. Pemupukan susulan adalah pemupukan yang dimasukkan kedalam media kultur selama pemeliharaan pakan alami Daphnia dengan dosis 50 – 100 % dari dosis pemupukan pertama yang sangat bergantung kepada kondisi media kultur. Oleh karena itu agar pembudidayaannya bisa berlangsung terus menerus harus selalu diberikan pemupukan susulan. biasanya dosis yang digunakan adalah setengah dari pemupukan awal. Selain itu untuk mempercepat tumbuhnya bakteri. Tentukan padat penebaran yang akan digunakan dalam budidaya pakan alami Daphnia tersebut sebelum dilakukan penebaran. Pemeliharaan Budidaya Daphnia Agar Daphnia yang dipelihara dalam wadah budidaya tumbuh dan berkembang harus dilakukan pemberian pupuk susulan yang berfungsi untuk menumbuhkan mikroorganisme sebagai makanan Daphnia. Dalam memberikan pemupukan susulan ini caranya hampir sama dengan pemupukan awal dan ada juga yang memberikan pemupukan susulannya dalam bentuk larutan pupuk yang dicairkan. Fungsi utama pemupukan susulan adalah untuk menumbuhkan pakan yang dibutuhkan oleh Daphnia agar tumbuh dan berkembang. detritus.

. Komposisi campuran vitamin dapat dilihat pada Tabel 7.3 m didalam media kultur. Hal ini dapat dilihat dari warna air media yang berwarna keruh atau warna bening. Tentukan jenis pupuk dan dosis yang akan digunakan dalam pemupukan susulan ! 4. Langkah kerja dalam melakukan pemupukan susulan adalah : 1.beberapa vitamin dan ditambahkan dedak. Hitunglah kebutuhan pupuk yang akan digunakan sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan ! 5. 2. Tabel 7. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan pemupukan susulan. Pemantauan Pertumbuhan Daphnia Mengapa pertumbuhan populasi pakan alami Daphnia harus dipantau? Kapan waktu yang tepat dilakukan pemantauan populasi pakan alami Daphnia yang dibudidayakan didalam media kultur? Bagaimana kita menghitung kepadatan populasi pakan alami 363 Frekuensi pemupukan susulan ditentukan dengan melihat sampel air didalam media kultur . Masukkan pupuk kedalam kantong/karung plastik dan ikat serta dimasukkan kedalam media kultur. Cara pembuatan larutan suspensi pupuk ini dengan menambahkan air kedalam pupuk dan disaring lalu ditebarkan larutan tersebut kedalam media kultur. Dosis campuran vitamin tersebut adalah satu mililiter larutan digunakan untuk satu liter media kultur. catat dan diskusikan ! 3. satu gram dedak biasanya digunakan untuk 500 ekor Daphnia setiap dua hari sekali.6.6. Jenis pupuk yang digunakan sama dengan pemupukan awal. jika pemupukan susulan akan dilakukan dengan membuat larutan suspensi pupuk juga dapat dilakukan. Timbanglah pupuk sesuai dengan dosis pupuk yang telah dihitung ! 6. parameter yang mudah dilihat adalah jika transparansi kurang dari 0. Amati warna air didalam media kultur. Suspensi tersebut diberikan kewadah yang berisi media kultur Daphnia. larutan tersebut disaring dengan menggunakan saringan kain yang berdiameter 60 µm. Selain campuran vitamin didalam media kultur pakan alami Daphnia juga ditambahkan larutan dedak dengan dosis 50 gram dedak ditambahkan dengan 1 liter air lalu diblender dan diaduk selama satu menit. Komposisi campuran vitamin pada media Daphnia Jenis Vitamin Biotin Thiamine Pyridoxine Ca Panthothenate B 12 Nicotinic acid Nicotinamide Folic acid Riboflavin Inositol Konsentrasi (µg/l) 5 100 3 250 100 50 50 20 30 90 Jika hal tersebut terjadi segera dilakukan pemupukan susulan.

Tentukan waktu pemantauan kepadatan populasi sesuai dengan prediksi tingkat pertumbuhan Daphnia di media kultur. 3. amati dengan seksama dan teliti ! 364 . Daphnia yang dipelihara dalam media kultur yang tepat akan mengalami pertumbuhan yang cepat. menghitung kepadatan populasi dan waktu pemantauannya. minimal tiga kali sampling. walaupun ada juga yang mencapai kepadatan 3000 – 5000 individu perliter. Hal tersebut diakibatkan oleh kurangnya oksigen didalam media kultur. Jumlah anak yang dikeluarkan dari satu induk bibit Daphnia adalah sebanyak 29–30 ekor. sehingga bisa diperhitungkan prediksi populasi Daphnia didalam media kultur. karena periode maturasi daphnia pada media yang mempunyai suhu 25o C adalah dua hari. Langkah kerja dalam memantau pertumbuhan populasi pakan alami Daphnia adalah sebagai berikut : 1. data tersebut dapat dikonversikan dengan volume media kultur. Untuk mengukur tingkat kepadatan populasi Daphnia didalam media kultur dilakukan dengan cara sampling beberapa titik dari media. Sampling dilakukan dengan cara mengambil air media kultur yang berisi Daphnia dengan menggunakan baker glass atau erlemeyer. yang dikeluarkan dengan selang waktu dua hari. Daur hidup Daphnia adalah 28–33 hari dan Daphnia menjadi dewasa hanya dalam waktu empat hari. Hitunglah jumlah Daphnia yang terdapat dalam botol contoh tersebut. jika pada saat inokulasi yang ditebarkan adalah bibit Daphnia yang dewasa maka dalam waktu dua hari bibit Daphnia tersebut sudah mulai beranak. Ukuran Daphnia yang dewasa dan anak-anak berbeda oleh karena itu perbedaan ukuran tersebut sangat bermanfaat bagi ikan yang akan mengkonsumsi dan disesuaikan dengan ukuran bukaan mulut larva. Pemantauan pertumbuhan pakan alami Daphnia di media kultur harus dilakukan agar tidak terjadi kapadatan populasi yang mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi didalam media. Berdasarkan siklus hidup Daphnia maka kita dapat menentukan waktu yang tepat untuk dilakukan pemanenan sesuai dengan kebutuhan larva atau benih ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami Daphnia. Didalam buku ini akan diuraikan secara singkat tentang pertumbuhan Daphnia. Tingkat kepadatan populasi yang maksimal didalam media kultur adalah 1500 individu perliter. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan pemantauan pertumbuhan populasi pakan alami Daphnia. Ambillah sampel air dimedia kultur dengan menggunakan baker glass/erlemeyer. 2.Daphnia didalam media kultur ? Mari kita jawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mempelajari buku ini selanjutnya. Secara biologis Daphnia akan tumbuh dewasa pada umur empat hari.

8. maka kepadatan daphnia diwadah budidaya adalah 10 X 200 ekor = 2000 individu per 100 ml. 7. Untuk menghitung kepadatan daphnia pada saat akan dilakukan pemanenan. Pemanenan pakan alami Daphnia ini dapat dilakukan setiap hari atau seminggu sekali atau dua minggu sekali. Hitunglah jumlah Daphnia yang terdapat dalam baker glass tersebut ! 5. 6. Oleh karena itu waktu pemanenan pakan alami itu sangat bergantung kepada kebutuhan larva/benih akan pakan alami Daphnia. Daphnia yang ada dihitung seperti cara diatas. caranya adalah dengan menuangkan kedalam gelas piala 1000 ml dan ditambah air hingga volumenya 1000 ml. Kebutuhan larva/benih ikan akan pakan alami Daphnia selama pemeliharaan adalah setiap hari.4. Diskusikan nilai perhitungan tersebut dengan temanmu ! Pemanenan Daphnia Pakan alami yang telah dibudidayakan di media kultur bertujuan untuk diberikan kepada larva/benih yang dipelihara. lakukan konversi nilai perhitungan tersebut untuk menduga kepadatan populasi pakan alami Daphnia didalam media kultur. lalu diambil sebanyak 100 ml. Sebagai contoh. Pemanenan Daphnia dapat juga dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali sangat bergantung kepada kelimpahan populasi Daphnia di dalam media kultur. yang telah diaerasi agak besar sehingga daphnia merata berada di seluruh kolom air. Daphnia diambil dari dalam wadah. Daphnia dan air di dalam gelas piala selanjutnya dituangkan secara perlahan-lahan sambil dihitung jumlah daphnia yang keluar bersama air. Lakukanlah kegiatan tersebut minimal tiga kali ulangan dan catat apakah terjadi perbedaan nilai pengukuran dari ketiga lokasi yang berbeda. Pemanenan Daphnia dapat dilakukan berdasarkan siklus reproduksinya.Dari gelas 1000 ml. Pemanenan pakan alami Daphnia yang dilakukan setiap hari biasanya jumlah yang dipanen adalah kurang dari 20% . Apabila jumlah daphnia yang ada sangat banyak. Nilai rata-rata ini akan dipergunakan untuk menghitung kepadatan populasi pakan alami Daphnia di media kultur. dapat dilakukan tanpa menggunakan alat pembesar atau mikroskop. Hal tersebut bergantung kepada kebutuhan suatu usaha terhadap ketersediaan pakan alami Daphnia. dengan memakai gelas piala volume 100 ml. Hitunglah rata-rata nilai populasi dari ketiga sampel yang berbeda lokasi. apabila di dalam gelas piala 100 ml terdapat 200 ekor daphnia. lalu kepadatan di dalam wadah budidaya dapat diketahui dengan cara mengalikan 10 kali jumlah didalam gelas 100 ml. maka dari gelas piala 100 ml dapat diencerkan. dimana Daphnia akan 365 . Catat volume air sampel dan jumlah Daphnia dari data point 6.

maka dapat dipredeksi kepadatan populasi Daphnia didalam media kultur jika padat tebar awal dilakukan pencatatan. Langkah kerja dalam memanen pakan alami Daphnia adalah sebagai berikut : • Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum • • • • • • • • • melakukan pemanenan pakan alami Daphnia. 366 . Ambillah sampel air dimedia kultur dengan menggunakan baker glass/erlemeyer. Cara penyimpanan Daphnia yang dipanen berlebih dapat dilakukan pengolahan Daphnia segar menjadi beku . Daphnia dapat berkembangbiak tanpa kawin dan usianya relative singkat yaitu 28 – 33 hari. Waktu pemanenan dilakukan pada pagi hari disaat matahari terbit. Proses tersebut dilakukan dengan menyaring Daphnia dengan air dan Daphnianya saja yang dimasukkan dalam wadah plastic dan disimpan didalam lemari pembeku (Freezer). Daphnia yang sudah dipanen tersebut dapat tidak secara langsung diberikan pada larva dan benih ikan hias yang dibudidayakan tetapi dilakukan penyimpanan. pada waktu tersebut Daphnia akan banyak mengumpul dibagian permukaan media untuk mencari sinar. Daphnia yang baru dipanen tersebut dapat digunakan langsung untuk konsumsi larva atau benih ikan. Nilai rata-rata ini akan dipergunakan untuk menghitung kepadatan populasi pakan alami Daphnia di media kultur. Jika kepadatan populasi Daphnia sudah mencapai 3000 – 5000 individu perliter maka pakan alami Daphnia siap dilakukan pemanenan. lakukan konversi nilai perhitungan tersebut untuk menduga kepadatan populasi pakan alami Daphnia didalam media kultur. Pemanenan dapat dilakukan pada hari ke tujuh – sepuluh jika populasinya sudah mencukupi. Tentukan waktu pemanenan pakan alami Daphnia jika kepadatan populasi sesuai dengan prediksi tingkat pertumbuhan Daphnia di media kultur. Dengan tingkahlakunya tersebut akan sangat mudah bagi para pembudidaya untuk melakukan pemanenan. Catat volume air sampel dan jumlah Daphnia dari data point 6.menjadi dewasa pada umur empat hari dan dapat beranak selang dua hari sekali. Pemanenan dilakukan dengan cara menyeser pakan alami Daphnia pada saat pagi hari Kumpulkan Daphnia yang sudah diambil dari media kultur dan letakkan dalam wadah terpisah. amati dengan seksama dan teliti ! Hitunglah jumlah Daphnia yang terdapat dalam baker glass tersebut ! Lakukanlah kegiatan tersebut minimal tiga kali ulangan dan catat apakah terjadi perbedaan nilai pengukuran dari ketiga lokasi yang berbeda. pemanenan tersebut dilakukan dengan cara menggunakan seser halus. Hitunglah rata-rata nilai populasi dari ketiga sampel yang berbeda lokasi.

Budidaya Artemia Artemia merupakan salah satu jenis zooplankton yang hidup diperairan asin yang dapat digunakan pada larva dan benih ikan air tawar. penebaran benih. Oleh karena itu harus dilakukan penumbuhan makanan alami untuk artemia tersebut dengan cara melakukan pemupukan secara kontinu dengan menggunakan pupuk organik atau anorganik sebanyak 10% dari dosis awal pemupukan dan dilakukan inokulasi pakan alami. Saat ini kebutuhan hatchery akan Artemia masih import dari berbagai negara penghasil. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. pemanenan dan prosesing.siap untuk diberikan kepada larva dan benih ikan. yang dapat digunakan untuk membudidayakan artemia adalah tambak yang garam yang tidak bocor dan ketersediaan air selalu ada dengan kedalaman tambak adalah 70 cm.21. Sebelum digunakan tambak garam ini dilakukan persiapan tambak yaitu : • Penjemuran/pengeringan dasar tambak • Pengapuran tambak dengan dosis 500 kg/ha • Pemupukan organik 500 kg/ha • Pemupukan TSP/urea 200 kg (1:3) • Pengisian air tambak dengan salinitas 80 ppt sedalam 70 cm Setelah tambak dipersiapkan langkah selanjutnya adalah melakukan penebaran benih yaitu nauplii artemia sebanyak 200 ekor perliter pada stadia instar I yaitu artemia yang baru menetas.3. Tambak Artemia yang dipelihara didalam tambak garam untuk tumbuh dan berkembangbiak harus terdapat makanan yang dapat dikonsumsi oleh artemia tersebut. Makanan artemia diperairan alami adalah material partikel detritus organik dan organisme hidup seperti algae mikroskopik dan bakteri. produk ini dibeli dalam bentuk kemasan kaleng dengan berbagai merek. Gambar 7. Budidaya artemia dapat dilakukan dengan beberapa kegiatan yaitu mulai dari persiapan tambak.21. Penebaran ini harus dilakukan pada saat suhu rendah. Selain itu Artemia dapat diberikan pakan 367 .2.500 m2 dan garam 56 ton. Dalam satu musim kering diproduksi sedikitnya 6 bulan dan menghasilkan kista basah sebanyak 40 kg dari luas tambak 1. pemeliharaan. penumbuhan makanan alami. 7. Kemasan cyst Artemia Menurut Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Jepara (2003) sudah dapat memproduksi Artemia ini secara massal pada tambak bersamaan dengan produksi garam. payau dan laut.

kemudian kista tersebut dimasukkan kedalam wadah yang berbentuk kerucut dan dilakukan hidrasi selama 1 – 2 jam dengan menggunakan air tawar atau air laut dengan salinitas maksimum 35 permil serta diberi aerasi dari dasar wadah . menurut hasil penelitian salinitas ditambak budidaya artemia pada saat penebaran nauplii artemia adalah 70 ppt dan untuk menghasilkan kista dengan hasil yang optimum dibutuhkan salinitas antara 120 – 140 ppt sedangkan peningkatan salinitas hingga 150 ppt akan menghasilkan produktivitas telur menjadi menurun. payau maupun laut yang membutuhkan artemia sebagai pakan alami larva dan benihnya. Ambil kista artemia sejumlah yang telah ditentukan dan harus diketahui bobotnya. Metoda penetasan dengan dekapsulasi adalah suatu cara penetasan kista artemia dengan melakukan proses penghilangan lapisan luar kista dengan menggunakan larutan hipokhlorit tanpa mempengaruhi kelangsungan hidup embrio. Oleh karena itu pada tambak pemeliharaan artemia diberikan pakan tambahan berupa bungkil kelapa yang sebelumnya (2 jam) direndam baru diberikan dengan cara menebarkannya secara merata pada tambak budidaya. Prosedur yang harus dilakukan dalam menetaskan cyst artemia dengan metode Dekapsulasi adalah : 1. kemudian kista tersebut dicuci dengan air bersih. silase ikan maupun tepung terigu. Pada usaha hatchery air tawar.tambahan berupa dedak yang diperkaya dengan vitamin dan mineral atau bungkil kelapa. Budidaya artemia dapat dilakukan pada lokasi yang memiliki salinitas cukup tinggi yaitu lebih dari 50 promill. Dilakukan penghentian aerasi sebelum kista tersebut disaring dengan menggunakan saringan kasa yang berdiameter 120 mikron . 2. Larutan hipoklorit yang digunakan dapat diperoleh dari dua macam senyawa yang banyak dijual dipasaran yaitu Natrium hipoklorit (Na O Cl) 368 . Oleh karena itu. Sedangkan metoda penetasan tanpa dekapsulasi adalah suatu cara penetasan artemia tanpa melakukan proses penghilangan lapisan luar kista tetapi secara langsung ditetaskan dalam wadah penetasan.pada tambak budidaya artemia setelah dilakukan penebaran nauplii artemia salinitas tambak secara bertahap terus ditingkatkan dari 70 ppt menjadi 80 ppt terus secara bertahap dinaikkan sampai menjadi 120 – 140 ppt. Larutan hipoklorit yaitu larutan yang mengandung HclO disiapkan yang akan digunakan untuk melakukan proses penghilangan lapisan luar kista. Dalam menetaskan cyst Artemia ada dua metoda yang dapat dilakukan yaitu metoda Dekapsulasi dan metoda tanpa Dekapsulasi. 3. biasanya mereka membeli produk cyst artemia dan hanya melakukan kegiatan penetasan cyst/kista artemia yang sudah cukup banyak dijual dalam kemasan kaleng tersebut.

6.4. 2. suhu dipertahankan 25 – 30 oC dan pH sekitar 8 – 9. 8. Kista disaring dengan menggunakan saringan 120 mikron dan dilakukan pencucian kista dengan menggunakan air laut secara berulang-ulang sampai bau klorin itu hilang. 7. 5. Cyst/kista yang akan ditetaskan ditimbang sesuai dengan dosis yang digunakan misalnya 5 gram kista per liter air media penetasan. suhu dipertahankan dibawah 40 oC. 4. Kista yang telah disaring dengan saringan kasa dimasukkan kedalam media larutan hipoklorit dan diaduk secara manual serta diaerasi secara kuat-kuat.000 lux . Proses penghilangan lapisan luar kista dilakukan selama 5 – 15 menit yang ditandai dengan terjadinya perubahan warna kista dari coklat gelap menjadi abuabu kemudian orange. Media penetasan diberi sinar yang berasal dari lampu TL dengan intensitas cahaya minimal 1. Prosedur yang dilakukan dalam menetaskan cyst artemia dengan metoda tanpa dekapsulasi adalah : 1. Pemilihan metoda penetasan cyst artemia sangat bergantung kepada jenis artemia yang digunakan dan spesifikasi dari jenis artemia tersebut. dengan dosis 10 cc Na O Cl untuk satu gram kista dan Kalsium hipoklorit (Ca (Ocl)2 dengan dosis 0. Cyst/kista artemia dimasukkan kedalam media penetasan yang diberi aerasi dengan kecepatan 10 – 20 liter udara/menit. Artemia yang ditetaskan dari hasil dekapsulasi dapat langsung diberikan pada benih ikan atau ditetaskan terlebih dahulu baru diberikan kepada benih ikan. Intensitas cahaya tersebut dapat diperoleh dari lampu TL /neon 60 watt sebanyak dua buah dengan jarak penyinaran dari lampu kewadah penetasan adalah 20 cm. Kista artemia tersebut dicelupkan kedalam larutan HCl 0. Dalam dunia perdagangan dan bahasa seharihari kalsium hipoklorit dikenal sebagai kaporit (berupa bubuk). 369 . Wadah dan media penetasan disiapkan sesuai persyaratan teknis 3. 5.67 gram untuk satu gram kista . sedangkan natrium hipoklorit dijual berupa cairan dan dikenal sebagai klorin.1 N sebanyak dua kali dan dicuci dengan air bersih dan siap untuk ditetaskan dengan menggunakan larutan penetasan Proses penetasan yang dilakukan sama dengan proses penetasan tanpa dekapsulasi. Wadah penetasan cyst Artemia Peralatan dan wadah yang dapat digunakan dalam mengkultur pakan alami Artemia ada beberapa macam. Penetasan cyst artemia akan berlangsung selama 24–48 jam kemudian. Dari kedua senyawa larutan hipoklorit ini kalsium hipoklorit lebih mudah didapat dan harganya relatif lebih murah daripada natrium hipoklorit.

langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan terhadap wadah tersebut. Setelah berbagai macam peralatan dan wadah yang digunakan dalam membudidayakan pakan alami Artemia diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara kerjanya . Sedangkan wadah budidaya kolam tanah yaitu tambak biasanya dilakukan untuk membudidayakan artemia. Oleh karena itu ukuran dari wadah yang akan digunakan sangat menentukan kapasitas produksi dari pakan alami Artemia. Peralatan dan wadah disiapkan untuk digunakan dalam budidaya Artemia. Wadah yang terbuat dari bak semen. Organisme ini banyak terdapat didaerah Australia. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya Artemia antara lain adalah aerator/blower. batu aerasi. Aerasi ini dapat digunakan pula untuk menetralkan chlor atau menghilangkan Carbondioksida didalam air. saringan halus/seser. timbangan. refraktometer. Wadah budidaya yang telah diairi dapat digunakan untuk memelihara Artemia. Artemia merupakan hewan air yang hidup diperairan laut yang memiliki salinitas berkisar antara 42 – 316 permil. bak fiber dan tanki plastik biasanya digunakan untuk menetaskan cyst Artemia secara massal dan merupakan budidaya artemia secara selektif yaitu membudidayakan pakan alami ditempat terpisah dari ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami. Eropa. Amerika Tengah dan Amerika Selatan dimana pada daerah tersebut memiliki salinitas yang cukup pekat. botol aqua . Media penetasan cyst Artemia Untuk dapat menetaskan cyst Artemia kita harus menyiapkan media yang tepat untuk pakan alami tersebut agar dapat tumbuh dan berkembang. Wadah yang telah dibersihkan selanjutnya dapat diari dengan air bersih. selang aerasi.gayung. ember plastik dan bentuk wadah lainnya yang didesain berbentung kerucut pada bagian bawahnya agar memudahkan pada waktu panen. Pemilihan wadah yang akan digunakan dalam membudidayakan Artemia sangat bergantung kepada tujuannya. Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya harus bebas dari kontaminan seperti pestisida.Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah kantong plastik berbentuk kerucut. Media seperti apakah yang dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang pakan alami Artemia. Amerika Utara. Air yang digunakan sebaiknya diberi oksigen dengan menggunakan aerator dan batu aerasi yang disambungkan dengan selang aerasi. deterjen dan chlor. Afrika. Berdasarkan habitat 370 . bak beton. Langkah pertama adalah peralatan dan wadah yang akan digunakan ditentukan sesuai dengan skala produksi dan kebutuhan. ember. selang air. Asia. gelas ukur kaca. Wadah yang akan digunakan dibersihkan dengan menggunakan sikat dan diberikan desinfektan untuk menghindari terjadinya kontaminasi dengan mikroorganisme yang lain.

1. Dosis garam dapur yang digunakan untuk membuat air laut dengan salinitas 35 permil adalah berkisar 30 gram – 35 gram per liter air.7. Komposisi bahan kimia untuk membuat air laut kadar garam 5 permill No.alaminya pakan alami Artemia ini dapat hidup pada perairan yang mengandung salinitas cukup tinggi. Bagaimanakah mempersiapkan media yang akan dipergunakan untuk menetaskan cyst artemia? Cyst artemia dapat ditetaskan pada media yang mempunyai salinitas 5 permil sampai dengan 35 permil. 3. Tabel 7. 2. Jenis bahan Garam dapur (NaCl) Magnesium Sulfat (MgSO4) Magnesium Chlorida (MgCl2) Kalsium Chlorida (CaCl2) Kalium Chlorida (KCl) Natrium Hidrokarbonat (NaHCO3) Air tawar Jumlah 50 gram 13 gram 10 gram 3 gram 2 gram 20 gram 10 liter 371 . Air laut tiruan ini dapat dibuat dengan menggunakan air tawar ditambahkan unsur-unsur mineral yang sangat dibutuhkan untuk media penetasan. 6. walaupun pada habitat aslinya dapat hidup pada salinitas yang sangat tinggi. 5. 4. Untuk membuat air laut tiruan dengan garam mineralnya dapat dilihat pada tabel 7. Media penetasan tersebut dapat dipergunakan air laut biasa atau membuat air laut tiruan . Apabila garam-garam mineral ini sulit untuk diperoleh dapat digunakan air tawar biasa ditambahkan dengan garam dapur dan diukur salinitas media tersebut dengan menggunakan refraktometer. walaupun tidak menutup kemungkinan untuk hidup diperairan yang bersalinitas rendah karena Artemia memiliki adaptasi yang cukup luas terhadap salinitas.8.7 dan 7. 7.

Buatlah larutan garam untuk media penetasan cyst artemia dengan cara melarutkan garam . Inokulasi Artemia Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yaitu pertama melakukan identifikasi jenis bibit pakan alami Artemia. Identifikasi Artemia perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan inokulasi. 6. 5. Pasanglah peralatan aerasi dengan merangkaikan antara aerator. 6. 8.8.5 gram 10 liter dapur (NaCl) kedalam air tawar dengan dosis 35 gram perliter air tawar. Ceklah keberfungsian peralatan tersebut dengan memasukkan kedalam arus listrik. Komposisi bahan kimia untuk membuat air laut kadar garam 30 permill No. Ukurlah salinitas media penetasan dengan menggunakan alat refraktometer. 2. 4. Tentukan wadah yang akan digunakan untuk menetaskan Artemia ! 3. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan sebutkan fungsi dan cara kerja peralatan tersebut! 2. 4.Tabel 7. Artemia 372 Langkah kerja dalam menyiapkan wadah budidaya Artemia adalah sebagai berikut : 1. Bilaslah wadah yang telah dibersihkan dengan menggunakan air bersih. kedua melakukan seleksi terhadap bibit pakan alami Artemia. 7. catat. 7. Jika salinitas media tidak sesuai dengan yang diinginkan tambahkan garam atau air tawar kedalam media sampai diperoleh salinitas media sesuai kebutuhan. 5. masukkan kedalam wadah budidaya. Bersihkan wadah dengan menggunakan sikat dan disiram dengan air bersih. Jenis bahan Garam dapur (NaCl) Magnesium Sulfat (MgSO4) Kalium Iodida (KI) Kalsium Chlorida (CaCl2) Kalium Chlorida (KCl) Natrium Bromida (NaBr) Kalium Bifosfat (KH2PO4) Air tawar Jumlah 280 gram 70 gram 0. 3. kemudian lakukan pensucihamaan wadah dengan menggunkan desinfektan sesuai dengan dosisnya. ketiga melakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai dengan prosedur. selang aerasi dan batu aerasi.05 gram 15 gram 7 gram 1 gram 0. 1.

Dalam perkembangannya mengalami 15 kali perubahan bentuk (metamorfosis) . endopodit dan epipodite yang masing-masing berfungsi sebagai alat pengumpul pakan. ciri khas nya yang sangat mudah untuk dikenali setelah siste artemia menetas adalah berubah menjadi nauplius. Hal ini terjadi karena sifat induk artemia di alam mempunyai dua cara perkembangbiakan yaitu pada saat kondisi perairan baik maka telur yang dihasilkan akan langsung menetas menjadi nauplius (ovovivipar) sedangkan pada kondisi perairan buruk akan disimpan dalam bentuk telur (kista) disebut juga ovipar. Cyst artemia berupa telur yang mengalami fase istirahat karena kondisi lingkungan perairan buruk .22. 373 . Untuk lebih jelasnya tentang perkembangbiakan Artemia dapat dilihat pada Gambar 7.merupakan salah satu jenis zooplankton yang hidup diperairan laut yang bersalinitas antara 42 sampai dengan 316 permil. Tubuh Artemia dewasa mempunyai ukuran 1 – 2 cm dengan sepasang kaki majemuk dan 11 pasang thoracopoda. setiap kali perubahan bentuk merupakan tahapan suatu tingkatan yaitu instar I – instar XV. Berdasarkan klasifikasinya Artemia sp dapat dimasukkan kedalam : Filum : Arthropoda Kelas : Crustacea Ordo : Anastraca Famili : Artemidae Genus : Artemia Spesies : Artemia salina Morfologi Artemia dapat dilihat secara langsung dibawah mikroskop. alat berenang dan alat pernafasan. Setiap thoracopoda mempunyai eksopodit. Penebaran bibit Artemia ini sebaiknya dilakukan pada saat suhu perairan tidak terlalu tinggi yaitu pada pagi dan sore hari. Artemia yang akan ditebar kedalam media penetasan berasal dari cyst artemia. Bagaimanakah anda melakukan penebaran cyst Artemia yang akan digunakan untuk menetaskan cyst Artemia didalam wadah budidaya yang dilakukan secara terkontrol ? Apakah cyst Artemia itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita diskusikan dan pelajari dari buku ini. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Perkembangbiakan Artemia Cara yang dilakukan dalam melakukan inokulasi adalah dengan menebarkannya secara hati-hati kedalam media kultur sesuai dengan padat tebar yang telah ditentukan. Gambar 7.22. setelah itu menjadi artemia dewasa.

2. Cangkang ini berguna untuk melindungi embrio terhadap pengaruh kekeringan. pada saat siste ditebar sebaiknya selang aerasi dihentikan terlebih dahulu agar siste tersebut berada didalam media penetasan. Berdasarkan pengalaman beberapa akuakulturis dalam menetaskan cyst artemia. sinar ultra violet dan mempermudah pengapungan. Lama penyimpanan siste artemia jika dilakukan pengemasan dengan kaleng tanpa udara atau kantong plastik berisi gas Nitrogen adalah lima tahun. Telur artemia yang berasal dari laut atau tambak ini dipanen dengan menggunakan seser. Oleh karena itu harus dipilih wadah yang tepat untuk menetaskan siste artemia tersebut. padat penebaran yang digunakan adalah 5-7 gram/liter. Kemudian kista tersebut dikeringkan dibawah sinar matahari atau dengan alat pengering/oven dengan suhu sebaiknya tidak lebih dari 40oC . Jadi cyst artemia itu yang akan ditetaskan adalah hasil dari perkawinan artemia dewasa jantan dan betina yang pada kondisi lingkungan buruk akan membentuk fase istirahat atau dorman. kemudian dibersihkan dari kotoran-kotoran yang melekat. Kista yang berisi embrio akan mengapung dipermukaan air. Tentukan volume media penetasan.Cyst Artemia atau siste Artemia adalah telur yang telah berkembang lebih lanjut menjadi embrio dan kemudian diselubungi oleh cangkang yang tebal dan kuat. Cara yang dilakukan untuk melakukan penebaran siste artemia adalah : 1. Artemia yang dijual dipasaran merupakan hasil budidaya atau eksploitasi dari alam yang dikemas dalam kemasan kaleng dengan berat rata-rata 450 gram. benturan keras. Ambil siste artemia dan timbanglah sesuai kebutuhan. langkah selanjutnya jika media penetasan sudah dipersiapkan dan volumenya sudah dihitung adalah melakukan penebaran siste artemia kedalam media penetasan. Dan biasanya disebut telur kering (diapauze). Hitung jumlah siste yang akan ditebar sesuai dengan volume media penetasan sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan. Masukkan siste kedalam wadah yang berisi media penetasan sesuai dengan salinitas yang telah ditetapkan dengan cara menuangkan secara perlahan siste kedalam media. Berapakah kebutuhan cyst artemia yang harus ditetaskan untuk memenuhi kebutuhan produksi? Untuk menjawab hal tersebut ada beberapa hal yang harus dipahami antara lain adalah padat penebaran cyst atau siste artemia didalam media penetasan dan disesuaikan dengan volume media penetasan. 3. Pengeringan didalam alat pengering ini dilakukan selama tiga jam sampai kadar air dari siste tersebut kurang dari 10% agar tahan lama dalam penyimpanan. 4. 374 . Setelah ditentukan padat penebaran yang akan dilakukan dalam penetasan cyst artemia. Semakin besar wadah yang digunakan maka jumlah siste yang akan ditebarkan akan semakin banyak.

Kemudian dimasukkan 375 . Dari kedua metoda tersebut akan terjadi proses penetasan yang berbeda. Cyst artemia yang ditetaskan dalam wadah budidaya berbentuk kerucut dan bening akan sangat mudah untuk memantau proses penetasannya. lepaskan aerasi didalam media penetasan pada saat dilakukan penebaran ! 6. Proses penetasan artemia akan berlangsung selama 24-48 jam.Langkah kerja dalam menebar cyst artemia adalah sebagai berikut : 1. Oleh karena itu dalam proses penetasan dapat dilakukan dengan dua metoda yaitu metoda Dekapsulasi dan metoda tanpa dekapsulasi. Hitunglah jumlah cyst yang akan ditebar setelah ditentukan pada point 2 berdasarkan volume media penetasan ! 4. 5. cyst artemia pada tahap awal dilakukan perendaman dengan air tawar selama satu jam yang berfungsi untuk meningkatkan kadar air pada cyst artemia dan cyst artemia tersebut akan menggembung karena air masuk kedalam cyst. Masukkanlah cyst Artemia yang telah ditimbang kedalam media penetasan secara hati-hati. Proses penetasan dengan menggunakan metoda dekapsulasi. Cyst Artemia yang diperdagangkan merupakan cyst yang telah dikeringkan dengan kadar air kurang dari 10%.X 100% C Dimana : N : jumlah nauplius yang menetas C : jumlah cyst yang ditebar Artemia salina merupakan salah satu zooplankton sebagai sumber pakan alami yang sangat cocok bagi larva ikan konsumsi maupun ikan hias. Amati proses penetasan cyst Artemia dengan menghitung percentage penetasannya! Persentase penetasan N (Hatching Persentase) = ---. Lakukan penimbangan dengan tepat berdasarkan perhitungan jumlah cyst Artemia pada point 3. Pasanglah aerasi setelah cyst Artemia ditebarkan kedalam media penetasan ! 7. Jenis pakan alami ini dapat diperoleh dengan cara membudidayakan Artemia di lahan budidaya/ tambak atau hanya menetaskan cyst/siste Artemia yang dibeli dalam bentuk kemasan kaleng berisi 450 gram dan ditetaskan dalam wadah budidaya yang sesuai sampai dipelihara sesuai dengan kebutuhan. 2. Tentukan padat penebaran cyst Artemia dan volume media penetasan! 3. Setelah satu jam direndam dan cyst sudah mengandung kadar air kurang lebih 65% maka cyst artemia tersebut disaring dengan menggunakan kain saringan 120 mikron serta dicuci dengan air tawar atau air laut sampai bersih. Cyst yang menggembung akan mulai terjadi proses metabolisme. Dalam menetaskan cyst/siste artemia ada beberapa tahapan yang harus dilakukan antara lain adalah memantau proses penetasan cyst artemia. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum menebar cyst Artemia.

Proses penetasan cyst/siste artemia dengan metoda tanpa dekapsulasi dilakukan dengan cara siste yang akan ditetaskan ditimbang sesuai dengan dosis yang digunakan misalnya 5 gram siste per liter air media penetasan. Kebutuhan larva/benih ikan akan 376 .kedalam larutan hipoklorit yang telah disiapkan lengkap dengan aerasinya. Langkah Kerja Memantau proses penetasan artemia adalah sebagai berikut : 1. Kemudian wadah dan media penetasan disiapkan sesuai persyaratan teknis yang telah ditentukan. Waktu yang dibutuhkan sampai siste tersebut menetas menjadi nauplius dibutuhkan waktu sekitar 24 . Hitunglah jumlah persentase siste yang menetas didalam media penetasan sesuai dengan rumus ! Pakan alami artemia yang telah ditetaskankan di media penetasan bertujuan untuk diberikan kepada larva/benih yang dipelihara. Proses dekapsulasi ditandai dengan terjadinya perubahan warna siste dari coklat menjadi abu-abu dan akhirnya berwarna jingga serta air didalam wadah mengandung buih atau busa. Amati siste artemia didalam media penetasan. 2. Setelah proses dekapsulasi selesai siste yang sudah tidak bercangkang diambil dengan alat penyedot dan disaring dengan menggunakan alat penyaring dari kasa kawat baja tahan karat (stainless steel) dengan ukuran mata 120-150 mikron. Proses pencucian dilakukan dengan menggunakan air tawar atau air laut sampai bau chlorine hilang. Siste yang sudah tidak bercangkang tersebut masih berupa siste yang telanjang belum menetas karena masih diselimuti oleh selaput embrio yang tipis. siste artemia dimasukkan kedalam media penetasan yang diberi aerasi dengan kecepatan 10 – 20 liter udara/menit.48 jam. suhu dipertahankan 25 – 30 oC dan pH sekitar 8 – 9. Media penetasan diberi sinar yang berasal dari lampu TL dengan intensitas cahaya minimal 1. Proses penetasan cyst artemia dengan metoda dekapsulasi selanjutnya adalah melarutkan siste tersebut dengan larutan garam bersalinitas antara 5 permil sampai dengan 35 permil. Intensitas cahaya tersebut dapat diperoleh dari lampu TL/neon 60 watt sebanyak dua buah dengan jarak penyinaran dari lampu kewadah penetasan adalah 20 cm. Proses dekapsulasi berlangsung selama 10-15 menit. catat dan diskusikan ! 3. Amati setiap jam perkembangan dari siste artemia dibawah mikroskop dan catat jam terjadinya penetasan siste manjadi nauplius ! 4. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan pemantauan proses penetasan artemia.000 lux. Oleh karena itu masih harus dilakukan penetasan dengan menggunakan air laut yang bersalinitas 5-35 permil. Penetasan cyst artemia akan berlangsung selama 24-48 jam kemudian.

bak beton.35 mm) dan disebut nauplius. Lakukan penutupan wadah penetasan pada bagian atas dengan menggunakan plastik hitam agar artemia yang menetas akan berkumpul pada bagian bawah wadah penetasan. 7. Pemanenan pakan alami Artemia ini dapat dilakukan setiap hari atau seminggu sekali atau dua minggu sekali. Duapuluh empat jam setelah menetas nauplius artemia ini akan mulai tumbuh organ pencernaannya. oleh karena itu pada masa tersebut artemia sudah mulai makan dengan adanya makanan didalam media penetasan artemia akan tumbuh dan berkembang. Jika didalam media penetasan tidak terdapat sumber makanan bagi artemia maka artemia tidak akan tumbuh dan berkembang melainkan akan mati secara perlahan-lahan karena kekurangan energi. tanki plastik. Pemanenan Artemia dapat juga dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali sangat bergantung kepada ukuran Artemia yang akan diberikan kepada larva/benih ikan. 2.2-0. Bersihkan artemia yang telah dipanen dengan menggunakan air tawar yang bersih dan siap untuk diberikan kepada larva/benih ikan konsumsi/ikan hias. Lepaskan aerasi yang ada didalam wadah penetasan. Artemia menjadi dewasa pada umur empatbelas hari dan akan beranak setiap empat sampai lima hari sekali. 4. Lakukan penyedotan dengan selang untuk mengambil artemia yang telah menetas dan ditampung dengan kain saringan yang diletakkan didalam wadah penampungan. Setelah cyst artemia menetas 24-48 jam setelah ditetaskan maka akan dilakukan pemanenan cyst artemia dengan cara sebagai berikut : 1.3. Budidaya Rotifera Peralatan dan wadah yang dapat digunakan dalam mengkultur pakan alami Rotifera ada beberapa macam. Pada beberapa usaha pembenihan biasanya hanya dilakukan penetasan cyst artemia tanpa melakukan pemeliharaan terhadap cyst yang telah ditetaskan. Jadi waktu panen artemia sangat ditentukan oleh ukuran besar mulut larva yang akan mengkonsumsinya dengan ukuran artemia yang akan ditetaskan. Diamkan beberapa lama (kurang lebih 15-30 menit) sampai seluruh cyst yang telah menetas berkumpul didasar wadah. Pemanenan pakan alami Artemia yang dilakukan setiap hari biasanya jumlah yang dipanen adalah kurang dari 20%. 5. Artemia mempunyai sifat fototaksis positif yang akan bergerak menuju sumber cahaya.3. Cyst artemia yang baru menetas mempunyai ukuran antara 200-350 mikrometer (0. 3. Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah bak semen.pakan alami Artemia selama pemeliharaan adalah setiap hari. bak 377 . Hal tersebut bergantung kepada kebutuhan suatu usaha terhadap ketersediaan pakan alami Artemia. Oleh karena itu waktu pemanenan pakan alami itu sangat bergantung kepada kebutuhan larva/benih akan pakan alami Artemia.

gelas ukur kaca. Langkah kerja dalam menyiapkan peralatan dan wadah kultur pakan 378 . Sedangkan wadah budidaya kolam tanah biasanya dilakukan untuk membudidayakan pakan alami nonselektif yaitu membudidayakan pakan alami secara bersama-sama dengan ikan yang akan mengkomsumsi pakan alami tersebut. Wadah yang telah dibersihkan selanjutnya dapat diari dengan air bersih. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya Rotifera antara lain adalah aerator/blower. Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya harus bebas dari kontaminan seperti pestisida. langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan terhadap wadah tersebut.fiber dan kolam tanah. ember. tali rafia. Langkah pertama adalah peralatan dan wadah yang akan digunakan ditentukan sesuai dengan skala produksi dan kebutuhan. timbangan. selang air. Kedalaman air didalam wadah budidaya yang optimum adalah 50 cm dan maksimum adalah 90 cm. Setelah berbagai macam peralatan dan wadah yang digunakan dalam membudidayakan pakan alami Rotifera diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara kerjanya . Rotifera yang telah dipanen tersebut dimasukkan kedalam ember plastik untuk memudahkan dalam pengangkutan dan digunakan juga gayung plastik untuk mengambil media air budidaya Rotifera yang telah diukur kepadatannya. Selain itu diperlukan juga seser atau saringan halus pada saat akan melakukan pemanenan Rotifera. bak fiber dan tanki plastik biasanya digunakan untuk membudidayakan Rotifera secara selektif yaitu membudidayakan pakan alami ditempat terpisah dari ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami. Aerasi ini dapat digunakan pula untuk menetralkan chlor atau menghilangkan Carbondioksida didalam air. Alat yang digunakan adalah gelas ukur kaca yang berfungsi untuk melihat kepadatan populasi Rotifera yang dibudidayakan didalam wadah pemeliharaan. saringan halus/seser. Wadah yang akan digunakan dibersihkan dengan menggunakan sikat dan diberikan desinfektan untuk menghindari terjadinya kontaminasi dengan mikroorganisme yang lain. Rotifera yang dipelihara didalam wadah pemeliharaan akan tumbuh dan berkembang oleh karena itu harus dipantau kepadatan populasi Rotifera didalam wadah. bak beton. Peralatan dan wadah disiapkan untuk digunakan dalam budidaya Rotifera. Wadah budidaya yang telah diairi dapat digunakan untuk memelihara Rotifera. Pemilihan wadah yang akan digunakan dalam membudidayakan Rotifera sangat bergantung kepada tujuannya. kantong plastik.gayung. Wadah yang terbuat dari bak semen. deterjen dan chlor. Air yang digunakan sebaiknya diberi oksigen dengan menggunakan aerator dan batu aerasi yang disambungkan dengan selang aerasi. selang aerasi. batu aerasi.

Ceklah keberfungsian peralatan tersebut dengan memasukkan kedalam arus listrik. bau dan kadar airnya tidak seperti bahan aslinya. misalnya 50 cm. Pasanglah peralatan aerasi dengan merangkaikan antara aerator. Untuk melakukan budidaya pakan alami diperlukan unsur hara tersebut didalam media budidaya. selang aerasi dan batu aerasi. 5. Berdasarkan habitat alaminya pakan alami Rotifera ini dapat hidup pada perairan yang mengandung unsur hara.alami Rotifera adalah sebagai berikut : 1. kelinci. 6. dan kedua jenis pupuk tersebut dapat digunakan sebagai sumber unsur hara. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan dan sebutkan fungsi dan cara kerja peralatan tersebut! 2. Unsur hara ini dialam diperoleh dari hasil dekomposisi nutrien yang ada didasar perairan. Rotifera merupakan hewan air yang hidup diperairan tawar subtropik dan tropik baik di daerah danau. 4. Tentukan wadah yang akan digunakan untuk membudidayakan Rotifera ! 3 Bersihkan wadah dengan menggunakan sikat dan disiram dengan air bersih. Jenis pupuk yang dapat digunakan sebagai sumber unsur hara pada media kultur pakan alami Rotifera adalah pupuk organik dan anorganik. masukkan kedalam wadah budidaya. Media seperti apakah yang dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang pakan alami Rotifera. Mengapa pupuk kandang yang digunakan harus yang kering ? Pupuk kandang yang telah kering sudah mengalami proses pembusukan secara sempurna sehingga secara fisik seperti warna. kerbau. Unsur hara yang dimasukkan kedalam media tersebut pada umumnya adalah pupuk. Bilaslah wadah yang telah dibersihkan dengan menggunakan air bersih. Dari berbagai jenis kotoran hewan tersebut yang biasa 379 . ayam. Campuran ini telah mengalami pembusukan sehingga sudah tidak berbentuk seperti semula. Masukkan air bersih yang tidak terkontaminasi kedalam wadah budidaya dengan menggunakan selang plastik dengan kedalaman air yang telah ditentukan. rupa. burung dan kuda. sungai dan kolam-kolam. Jenis pupuk organik yang biasa digunakan adalah pupuk kandang. Pemilihan antara kedua jenis pupuk tersebut sangat bergantung kepada ketersediaan pupuk tersebut dilokasi budidaya. Pupuk kandang yang akan dipergunakan sebagai pupuk dalam media kultur pakan alami adalah pupuk kandang yang telah kering. tekstur. pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari campuran antara kotoran hewan dengan sisa makanan dan alas tidur hewan tersebut. Pupuk kandang ini jenisnya ada beberapa macam antara lain adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan sapi. kemudian lakukan pensucihamaan wadah dengan menggunkan desinfektan sesuai dengan dosisnya.

Beberapa pembudidaya ada yang menggunakan pupuk nitrat dan phosphat sebagai unsur hara yang dimasukkan kedalam media kultur pakan alami. fungi. misalnya pupuk yang akan digunakan adalah urea dan ZA. Pupuk anorganik yang banyak mengandung unsur nitrogen dan banyak dijual dipasaran adalah urea. detritus dan beragam phytoplankton sebagai makanan utama Rotifera. Untuk lebih mudahnya saat ini juga sudah dijual pupuk majemuk yang mengandung unsur Nitrogen. Dosis yang digunakan dihitung berdasarkan kandungan unsur hara yang terdapat dalam pupuk an organik. Penimbangan dilakukan setelah wadah budidaya disiapkan.065 kg. Dengan tumbuhnya pakan Rotifera di dalam media kultur maka pakan alami yang akan dipelihara di dalam wadah budidaya tersebut akan tumbuh dan berkembang. Kotoran ayam dan burung puyuh yang telah kering ini digunakan dengan dosis sesuai kebutuhan.5– 2%.0 gram/liter. 2X1. Oleh karena dalam menghitung jumlah pupuk anorganik yang dibutuhkan dalam media kultur pakan alami dilakukan perhitungan matematis.digunakan adalah kotoran ayam dan burung puyuh.5=VX46. Tetapi dosis pupuk kandang yang berasal dari kotoran burung puyuh berdasarkan hasil penelitian dan memberikan pertumbuhan populasi Rotifera pada hari ketujuh sebanyak 80 individu/liter. Untuk ZA kadar N nya 21% . sedangkan unsur phosphat adalah Triple Superphosphat (TSP). Zwavelzure Ammoniak (ZA). Phosphat dan Kalium. Misalnya kebutuhan urea adalah V1N1 = V2N2. Kemudian pupuk tersebut 380 . artinya dalam setiap 100 kg urea mengandung unsur N sebanyak 46 kg. Jenis pupuk anorganik yang biasa digunakan adalah pupuk yang mengandung unsur Nitrogen. Pupuk yang dimasukkan kedalam media kultur pakan alami yang berfungsi untuk menumbuhkan bakteri. Pupuk yang telah ditentukan akan digunakan sebagai sumber unsur hara dalam media kultur pakan alami selanjutnya dihitung dan ditimbang sesuai dengan dosis yang dibutuhkan. Jenis pupuk anorganik juga bisa digunakan sebagai sumber unsur hara pada media kultur Rotifera jika pupuk kandang tidak terdapat dilokasi tersebut. artinya kadar N dalam pupuk ZA adalah 21 kg. maka kebutuhan urea adalah 3 : 46 = 0. atau 1. Berapakah dosis pupuk yang harus ditebarkan kedalam media kultur pakan alami Rotifera ? Berdasarkan pengalaman beberapa pembudidaya dosis yang digunakan untuk pupuk kandang dari kotoran ayam sebanyak 500 gram/m3. Dosis yang digunakan untuk pupuk anorganik harus dihitung berdasarkan kebutuhan unsur hara yang dibutuhkan. Sedangkan pupuk kandang yang baik mengandung unsur N sebanyak 1. sedangkan yang berasal dari kotoran burung puyuh adalah 1000 gram/m3. Kadar unsur N dalam urea adalah 46%. Phosphate dan Kalium (NPK).

Parameter kualitas air didalam media kultur pakan alami Rotifera juga harus dilakukan pengukuran. Lingkaran cilia dibagian anterior terdapat diatas pedestal yang terbagi dua yang disebut trocal disk. ciri khas nya yang sangat mudah untuk dikenali adalah adanya corona atau semacam selaput yang dikelilingi cilia yang mencolok disekitar mulutnya. Setelah itu baru bisa dilakukan penebaran bibit Rotifera kedalam media kultur. Langkah kerja yang harus dilakukan pada pembuatan media budidaya Rotifera sama dengan budidaya Daphnia. Oleh karena itu agar pembudidayaannya bisa berlangsung terus harus selalu diberikan pemupukan susulan. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yaitu pertama melakukan identifikasi jenis bibit pakan alami Rotifera. Identifikasi Rotifera perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan inokulasi.dimasukkan kedalam kantong plastik atau karung plastik diikat dan di lubangi dengan menggunakan paku atau gunting agar pupuk tersebut dapat mudah larut didalam media kultur pakan alami Rotifera. Rotifera akan tumbuh dan berkembang pada media kultur yang mempunyai kandungan Oksigen terlarut sebanyak > 5 ppm. Dalam memberikan pemupukan susulan ini caranya hampir sama dengan pemupukan awal dan ada juga yang memberikan pemupukan susulannya dalam bentuk larutan pupuk yang dicairkan. ketiga melakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai dengan prosedur . 381 . Pakan alami Rotifera mempunyai siklus hidup yang relatif singkat yaitu 4 – 12 hari. kandungan amonia < 1 ppm. Waktu yang dibutuhkan oleh proses dekomposisi pupuk didalam media kultur pakan alami Rotifera ini berkisar antara 7 – 14 hari. Pupuk tersebut akan berproses didalam media dan akan tumbuh mikroorganisme sebagai makanan utama dari Rotifera. Selama dalam pemeliharaan harus terus dilakukan pemupukan susulan seminggu sekali dengan dosis setengah dari pemupukan awal. Rotifera merupakan salah satu jenis zooplankton yang hidup diperairan tawar didaerah tropis dan subtropis. suhu air berkisar antara 28 – 30 oC dan pH air antara 6 – 8. Gerakan membranela pada trochal disk seperti dua roda yang berputar. Berdasarkan klasifikasinya Rotifera sp dapat dimasukkan kedalam : Filum : Rotifera Kelas : Monogononta Ordo : Ploima Famili : Brachionidae Subfamili : Brachioninae Genus : Brachionus Spesies : Brachionus calyciflorus Morfologi Rotifera dapat dilihat secara langsung dibawah mikroskop. kedua melakukan seleksi terhadap bibit pakan alami Rotifera.

lambung dengan kelenjar perut dan usus. Rata-rata lebar lorica Brachionus calyciflorus bervariasi antara 124 – 300 mikron. Ukuran badan dan nilai kalori rotifer berdasarkan volume dan bobot dapat dilihat pada tabel 7. 382 . organ genital meliputi germanium atau ovari dan vitellarium. Rotifera Langkah selanjutnya setelah dapat mengidentifikasi jenis Rotifera yang akan ditebar kedalam media kultur adalah melakukan pemilihan terhadap bibit Rotifera. beberapa berwarna hijau. badan yang besar dan kaki atau ekor. Rotifera dewasa berukuran 2.Trochal disk digunakan berenang dan makan.5 mm. oesophagus. Panjang tubuh berkisar antara 200 – 500 µm . anak pertama sebesar 0. organ perasa atau peraba dan bukaan mulut. Badan Brachionus dilapisi kutikula yang membentuk lapisan agak tebal dan kaku yang disebut lorica.23. Bentuk tubuh agak panjang dan silindris. pada ujung kaki terdapat dua ruas semu atau lebih bahkan kadang-kadang tidak terlihat karena ditarik kedalam tubuh atau mengkerut dan adakalanya tidak. Rongga badan berisi cairan tubuh dan terdapat beberapa organ tubuh. yaitu saluran pencernaan yang terdiri dari mastax dengan kelenjar ludah. kaki ramping dan ujung kaki mengecil. merah atau coklat yang disebabkan oleh warna makanan yang ada disekitar saluran pencernaannya. Ukuran lorica berbeda-beda untuk setiap spesies yang sama pada habitat berbeda. Pada kepala terdapat corona yang berguna sebagai alat untuk mengalirkan makanan. Tubuh terbagi atas tiga bagian yaitu bagian kepala yang pendek. Kaki yang beruas semu mempunyai dua jari dan mengandung kelenjar kaki yang bermuara di ujung jari. Gambar 7. untuk Tubuh Rotifera umumnya transparan.9.23. Bibit yang akan ditebar kedalam media kultur harus yang sudah dewasa. Sejumlah otot-otot melingkar dan membujur yang meluas sampai ke kepala dan kaki. Pemilihan bibit Rotifera yang akan ditebar kedalam media kultur harus dilakukan dengan tepat. Kepala dan badan tidak jelas batasnya. Organ ekresi.8 mm dihasilkan secara parthenogenesis. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7.

195 0. Perkembangbiakan secara asexual (tidak kawin) yang disebut dengan Parthenogenesis terjadi dalam keadaan normal.9. dan dapat menetas bila keadaan perairan telah normal kembali. Bila jantan dan betina miktik tersebut kawin.85 Perkembangbiakan Rotifera di dalam media kultur dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara sexual dan asexual.24.50 1.75 5. maka betina miktik akan menghasilkan telur dorman (dorman egg) dengan cangkang yang keras dan tebal yang tahan terhadap kondisi perairan yang jelek dan kekeringan. suhu air dan kualitas pakan.90 0. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Tetapi dalam keadaan lingkungan yang kurang menguntungkan (tidak normal) seperti terjadi perubahan salinitas. Ukuran badan dan nilai kalori rotifer (Brachionus sp) Rotifer Betina Jantan Telur Telur Kista Panjang lorika (µm) 273 ± 13 113 ± 3 128 ± 1 98 ± 4 Lebar lorika (µm) 170 92 105 77 Volume (ml) 1.29 0. Betina miktik ini akan menghasilkan telur yang akan berkembang menjadi jantan.89 1.30 Bobot (µg) 0.031 0.096 0. Sifat yang khas pada rotifera adalah adanya dua tipe jenis betina yaitu betina miktik dan amiktik. Betina amiktik menghasilkan telur yang akan berkembang menjadi betina amiktik pula.Tabel 7.77 0. maka telur betina amiktik tersebut dapat menetas menjadi betina miktik. 383 .033 Nilai kalori (10 -7 kkal) 10.

tetapi diduga tidak jauh berbeda dari jumlah telur yang dihasilkan oleh betina amiktik. anak. Menurut beberapa ahli 24 jam setelah menetas Brachionus muda telah menjadi dewasa dan dapat menghasilkan telur 2 sampai 3 butir. Hal ini telah diperkuat oleh peneliti bahwa jumlah telur yang dihasilkan oleh induk betina Brachionus calyciflorus yang dikultur secara khusus di laboratorium adalah rata-rata 3 – 6 butir.24. Daur hidup rotifer (Brachionus sp) Rotifera mempunyai umur hidup yang relatif singkat yaitu antara 4 – 19 hari. Padat penebaran bibit yang akan diinokulasi kedalam media kultur biasanya adalah 20 – 25 individu perliter. Sedangkan pengetahuan tentang jumlah telur yang dihasilkan oleh betina miktik masih sedikit sekali. remaja dan dewasa maka selanjutnya adalah memilih individu yang dewasa sebagai calon bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur. Setelah dapat membedakan antara individu Rotifera yang telur. Jumlah bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur sangat bergantung kepada volume media kultur .Gambar 7. Cara yang dilakukan dalam melakukan inokulasi adalah dengan menebarkannya secara hati-hati kedalam media kultur sesuai dengan 384 .

Lakukan penebaran bibit pakan alami Rotifera pada pagi atau sore hari dengan cara menebarkannya secara perlahan-lahan kedalam media kultur. 9. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan inokulasi/penanaman bibit pakan alami Rotifera! 2. Pemupukan susulan pada budidaya rotifera dilakukan sama dengan budidaya daphnia. Langkah kerja dalam menebar bibit pakan alami rotifera adalah sebagai berikut : 1. Hitunglah jumlah bibit yang akan ditebar tersebut sesuai dengan point 8. parameter yang mudah dilihat adalah jika transparansi kurang dari 0. Mengapa pertumbuhan populasi pakan alami Rotifera harus dipantau ? Kapan waktu yang tepat dilakukan pemantauan populasi pakan alami Rotifera yang dibudidayakan didalam media kultur ? Bagaimana kita menghitung kepadatan populasi pakan alami Rotifera didalam media kultur ? Mari kita jawab pertanyaanpertanyaan tersebut dengan mempelajari beberapa referensi tentang hal tersebut atau dari majalah dan internet yang dapat menjawabnya. menghitung kepadatan populasi dan waktu pemantauannya. Lakukan pengamatan terhadap individu Rotifera beberapa kali ulangan agar dapat membedakan tahapan stadia pada Rotifera yang sedang diamati dibawah mikroskop ! 6. 5. dan teteskan formalin agar individu tersebut tidak bergerak ! 4. Penebaran bibit Rotifera ini sebaiknya dilakukan pada saat suhu perairan tidak terlalu tinggi yaitu pada pagi dan sore hari.padat tebar yang telah ditentukan. Siapkan mikroskop dan peralatannya untuk mengidentifikasi jenis Rotifera yang akan dibudidayakan! 3. Jenis pupuk yang digunakan sama dengan pemupukan awal.3 m didalam media kultur. 10. Tentukan padat penebaran yang akan digunakan dalam budidaya pakan alami Rotifera tersebut sebelum dilakukan penebaran. Jika hal tersebut terjadi segera dilakukan pemupukan susulan. Hitunglah panjang tubuh individu Rotifera dewasa beberapa ulangan dan perhatikan ukuran tersebut dengan kasat mata! 7. Letakkan objec glass dibawah mikroskop dan amati morfologi Rotifera serta cocokkan dengan gambar 6. Lakukanlah pemilihan bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur d an letakkan dalam wadah yang terpisah! 8. Didalam handout ini akan diuraikan secara singkat tentang pertumbuhan Rotifera. Frekuensi pemupukan susulan ditentukan dengan melihat sample air didalam media kultur . 385 . Hal ini dapat dilihat dari warna air media yang berwarna keruh atau warna teh bening. Ambillah seekor Rotifera dengan menggunakan pipet dan letakkan diatas objec glass.

sehingga bisa diperhitungkan prediksi populasi Rotifera didalam media kultur. amati dengan seksama dan teliti ! 4. data tersebut dapat dikonversikan dengan volume media kultur. 2. jika pada saat inokulasi yang ditebarkan adalah bibit Rotifera yang dewasa maka dalam waktu dua hari bibit Rotifera tersebut sudah mulai beranak. Berdasarkan siklus hidup Rotifera maka kita dapat menentukan waktu yang tepat untuk dilakukan pemanenan sesuai dengan kebu tuhan larva atau benih ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami Rotifera. Secara biologis Rotifera akan tumbuh dewasa pada umur satu hari (24 jam setelah menetas). 386 . Pemantauan pertumbuhan pakan alami Rotifera di media kultur harus dilakukan agar tidak terjadi kepadatan populasi yang mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi didalam media. Hitunglah jumlah Rotifera yang terdapat dalam baker glass tersebut ! 5. Hitunglah jumlah Rotifera yang terdapat dalam botol contoh tersebut. Lakukanlah kegiatan tersebut minimal tiga kali ulangan dan catat apakah terjadi perbedaan nilai pengukuran dari ketiga lokasi yang berbeda. Untuk mengukur tingkat kepadatan populasi Rotifera didalam media kultur dilakukan dengan cara sampling beberapa titik dari media. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan sebelum melakukan pemantauan pertumbuhan populasi pakan alami Rotifera. 3. minimal tiga kali sampling. Ukuran Rotifera yang dewasa dan anak-anak berbeda oleh karena itu perbedaan ukuran tersebut sangat bermanfaat bagi ikan yang akan mengkonsumsi dan disesuaikan dengan ukuran bukaan mulut larva. Jumlah telur yang dikeluarkan dari satu induk bibit Rotifera adalah sebanyak 2 – 3 butir. Sampling dilakukan dengan cara mengambil air media kultur yang berisi Rotifera dengan menggunakan baker glass atau erlemeyer. Ambillah sampel air dimedia kultur dengan menggunakan baker glass/erlemeyer. Hal tersebut diakibatkan oleh kurangnya oksigen didalam media kultur. Tentukan waktu pemantauan kepadatan populasi sesuai dengan prediksi tingkat pertumbuhan Rotifera di media kultur. walaupun ada juga yang mencapai kepadatan 120 – 150 individu permililiter. karena periode maturasi Rotifera pada media yang mempunyai suhu 25 oC adalah satu hari.Rotifera yang dipelihara dalam media kultur yang tepat akan mengalami pertumbuhan yang cepat. Tingkat kepadatan populasi yang maksimal didalam media kultur adalah 80 individu permililiter. Daur hidup Rotifera adalah 6 – 19 hari dan Rotifera menjadi dewasa hanya dalam waktu satu hari. Langkah Kerja dalam memantau pertumbuhan populasi pakan alami Rotifera adalah sebagai berikut : 1.

pemanenan tersebut dilakukan dengan cara menggunakan seser halus. maka dapat dipredeksi kepadatan populasi Rotifera didalam media kultur jika padat tebar awal dilakukan pencatatan. caranya adalah dengan menuangkan kedalam gelas piala 1000 ml dan ditambah air hingga volumenya 1000 ml. Pemanenan Rotifera dapat dilakukan berdasarkan siklus reproduksinya. dapat dilakukan tanpa menggunakan alat pembesar atau mikroskop. Sebagai contoh.Dari gelas 1000 ml. lalu kepadatan di dalam wadah budidaya dapat diketahui dengan cara mengalikan 10 kali jumlah didalam gelas 100 ml. Hal tersebut bergantung kepada kebutuhan suatu usaha terhadap ketersediaan pakan alami Rotifera. dengan memakai gelas piala volume 100 ml. Untuk menghitung kepadatan Rotifera pada saat akan dilakukan pemanenan.6. 7. Pemanenan dapat dilakukan pada hari ke empat – sembilan jika populasinya sudah mencukupi. Hitunglah rata-rata nilai populasi dari ketiga sampel yang berbeda lokasi. Nilai rata-rata ini akan dipergunakan untuk menghitung kepadatan populasi pakan alami Rotifera di media kultur. maka dari gelas piala 100 ml dapat diencerkan. Pemanenan Rotifera dapat juga dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali sangat bergantung kepada kelimpahan populasi Rotifera di dalam media kultur. lakukan konversi nilai perhitungan tersebut untuk menduga kepadatan populasi pakan alami Rotifera didalam media kultur. pada waktu tersebut Rotifera akan banyak mengumpul dibagian permukaan media untuk mencari sinar. maka kepadatan Rotifera diwadah budidaya adalah 10 X 200 ekor = 2000 individu per 100 ml. Pemanenan pakan alami Rotifera yang dilakukan setiap hari biasanya jumlah yang dipanen adalah kurang dari 20% . Rotifera dapat berkembangbiak tanpa kawin dan usianya relative singkat yaitu 6 – 19 hari. Catat volume air sampel dan jumlah Rotifera dari data point 6. Waktu pemanenan dilakukan pada pagi hari disaat matahari terbit. Rotifera yang ada dihitung seperti cara diatas. yang telah diaerasi agak besar sehingga Rotifera merata berada di seluruh kolom air. Apabila jumlah Rotifera yang ada sangat banyak. dimana Rotifera akan menjadi dewasa pada umur satu hari dan dapat bertelur setiap hari. lalu diambil sebanyak 100 ml. Rotifera diambil dari dalam wadah. Rotifera yang baru 387 . Pemanenan pakan alami Rotifera ini dapat dilakukan setiap hari atau seminggu sekali atau dua minggu sekali. apabila di dalam gelas piala 100 ml terdapat 200 ekor Rotifera. Rotifera dan air di dalam gelas piala selanjutnya dituangkan secara perlahan-lahan sambil dihitung jumlah Rotifera yang keluar bersama air. Dengan tingkahlakunya tersebut akan sangat mudah bagi para pembudidaya untuk melakukan pemanenan.

Dalam rambut membudidayakan cacing prosedur yang dilakukan .4. Kegiatan budidaya cacing rambut ini dimulai dari persiapan peralatan dan wadah. Rotifera yang sudah dipanen tersebut dapat tidak secara langsung diberikan pada larva dan benih ikan hias yang dibudidayakan tetapi dilakukan penyimpanan. bak fiber dan tanki plastik biasanya digunakan untuk membudidayakan Tubifex secara selektif yaitu membudidayakan pakan alami ditempat terpisah dari ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami. saringan halus/seser. hampir sama dalam membudidayakan pakan alami sebelumnya. Oleh karena itu semua kegiatan tersebut akan diuraikan didalam buku ini. Debit air yang masuk kedalam wadah pemeliharaan adalah 900 ml/menit. ember. bak semen. tanki plastik. Selang air digunakan untuk memasukkan air bersih dari tempat penampungan air kedalam wadah 388 7. Peralatan dan wadah yang dapat digunakan dalam mengkultur pakan alami Tubifex ada beberapa macam. timbangan. Pemilihan wadah yang akan digunakan dalam membudidayakan Tubifex sangat bergantung kepada tujuannya. bak beton. Cacing rambut sangat banyak diberikan untuk ikan hias dan ikan konsumsi karena mengandung nutrisi yang cukup tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan yang dibudidayakan. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan budidaya Tubifex antara lain adalah selang air. pemberian pupuk susulan. Wadah yang terbuat dari bak semen. Langkah kerja dalam melakukan pemanenan rotifera dilakukan sama dengan pemanenan pada Daphnia. penyiapan media kultur.dipanen tersebut dapat digunakan langsung untuk konsumsi larva atau benih ikan. pemantauan pertumbuhan dan pemanenan cacing rambut. yang membedakan adalah waktu pemanenan dan jumlah rotifera yang akan dipanen setiap hari. BUDIDAYA BENTHOS Jenis organisma yang dapat digunakan sebagai pakan alami bagi ikan konsumsi dan ikan hias yang termasuk kedalam kelompok Benthos adalah cacing rambut.kolam tanah dan saluran air. bak beton. Cara penyimpanan Rotifera yang dipanen berlebih dapat dilakukan pengolahan Rotifera segar menjadi beku .gayung. Proses tersebut dilakukan dengan menyaring Rotifera dengan air dan Rotiferanya saja yang dimasukkan dalam wadah plastic dan disimpan didalam lemari pembeku (Freezer). penanaman bibit. Pada budidaya tubifex fungsi aerator dapat digantikan dengan mengalirkan air secara kontinue kedalam wadah pemeliharaan. Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah bak platik. bak fiber .

Media seperti apakah yang dapat digunakan untuk tumbuh dan berkembang pakan alami Tubifex.0 mg pada kedalaman 2 – 4 cm. Dengan menggunakan selang air akan memudahkan dalam melakukan penyiapan wadah sebelum digunakan untuk budidaya. Tubifex ini biasanya dapat hidup pada perairan yang banyak mengandung bahan organik. seperti Nitrat. cacing muda yang mempunyai berat 0. Tubifex merupakan hewan air yang hidup diperairan tawar subtropik dan tropik baik di daerah danau. Nitrogen (Urea. Setelah berbagai macam peralatan dan wadah yang digunakan dalam membudidayakan pakan alami Tubifex diidentifikasi dan dijelaskan fungsi dan cara kerjanya .1 – 5. Zwavelzure amoniak/ZA.budidaya. Berdasarkan habitat alaminya pakan alami Tubifex ini merupakan organisme yang hidup didasar perairan yang banyak mengandung detritus dan mikroorganik lainnya. sungai dan kolam-kolam. deterjen dan chlor. Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. sisa tanaman. limbah rumah tangga.0 mg pada kedalaman 0 – 4 cm. Peralatan ini digunakan juga untuk mengeluarkan kotoran dan air pada saat dilakukan pemeliharaan. Jenis pupuk yang dapat digunakan sebagai sumber unsur hara pada media kultur pakan alami Tubifex adalah pupuk organik dan 389 . Sedangkan pupuk anorganik adalah pupuk yang berasal dari bahan kimia dasar yang dibuat secara pabrikasi atau yang berasal dari hasil tambang. Superphosphat 36. Kedalaman media didalam wadah budidaya yang optimum adalah 10 cm dan maksimum adalah 20 cm.1 mg umumnya terdapat pada kedalaman 0 – 2 cm. Fosfat (Duperfosfat/DS. langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan terhadap wadah tersebut. Air yang dimasukkan kedalam wadah budidaya harus bebas dari kontaminan seperti pestisida. Bahan organik yang terdapat didalam perairan biasanya berasal dari dekomposisi unsur hara. Berdasarkan hasil peneltian tubifex yang berukuran juwana dengan berat kurang dari 0. Triple Superfosfat/ TSP. Fused Magnesium Phospate/FMP). Wadah budidaya yang telah diairi dapat digunakan untuk memelihara Tubifex. Kedalaman media dalam wadah budidaya berdasarkan habitat asli di alamnya hidup pada daerah yang mengandung lumpur dengan distribusi pada daerah permukaan substrat pada kedalaman tertentu. sedangkan cacing dewasa yang mempunyai berat 5. Pupuk yang terdapat dialam ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Amonium sulfanitrat) dan lain-lain. Amonium nitrat. Silikat. Unsur hara ini dialam diperoleh dari hasil dekomposisi nutrien yang ada didasar perairan. Untuk melakukan budidaya pakan alami diperlukan unsur hara tersebut didalam media budidaya. Unsur hara yang dimasukkan kedalam media tersebut pada umumnya adalah pupuk. natrium.

Waktu yang dibutuhkan oleh proses dekomposisi pupuk didalam media kultur pakan alami Tubifex ini berkisar antara 2-7 hari. Pakan alami Tubifex mempunyai siklus hidup yang relatif singkat yaitu 50 – 57 hari. kelinci. pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari campuran antara kotoran hewan dengan sisa makanan dan alas tidur hewan tersebut. rupa. Campuran ini telah mengalami pembusukan sehingga sudah tidak berbentuk seperti semula. Dari berbagai jenis kotoran hewan tersebut yang biasa digunakan adalah kotoran ayam dan burung puyuh. Berapakah dosis pupuk yang harus ditebarkan kedalam media kultur pakan alami Tubifex ? Berdasarkan pengalaman beberapa pembudidaya dosis yang digunakan untuk pupuk kandang dari kotoran ayam sebanyak 50% dari jumlah media yang akan dibuat. detritus dan beragam phytoplankton sebagai makanan utama Tubifex. ayam. fungi. Pupuk tersebut akan berproses didalam media dan akan tumbuh mikroorganisme sebagai makanan utama dari Tubifex. Jenis pupuk organik yang biasa digunakan adalah pupuk kandang. bau dan kadar airnya tidak seperti bahan aslinya. tekstur. burung dan kuda. Pupuk yang dimasukkan ke dalam media kultur pakan alami yang berfungsi untuk menumbuhkan bakteri. Kotoran ayam dan burung puyuh yang telah kering ini digunakan dengan dosis sesuai kebutuhan. Setelah itu baru bisa dilakukan penebaran bibit Tubifex kedalam media kultur. Selama dalam pemeliharaan harus terus dilakukan pemupukan susulan seminggu sekali dengan dosis 9% pemupukan awal. Pupuk kandang ini jenisnya ada beberapa macam antara lain adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan sapi. Pupuk kandang yang akan dipergunakan sebagai pupuk dalam media kultur pakan alami adalah pupuk kandang yang telah kering. Jika jumlah media yang dibuat sebanyak 500 gram maka jumlah pupuknya adalah 250 gram. dan kedua jenis pupuk tersebut dapat digunakan sebagai sumber unsur hara. Dengan tumbuhnya pakan Tubifex di dalam media kultur maka pakan alami yang akan dipelihara didalam wadah budidaya tersebut akan tumbuh dan berkembang. kerbau. Kemudian pupuk tersebut dimasukkan kedalam wadah budidaya dicampur dengan lumpur kolam dengan perbandingan satu banding satu. Berdasarkan hasil penelitian Yuherman (1987) pemupukan susulan dengan dosis 75% dari pemupukan awal setelah 10 hari inokulasi dapat memberikan pertumbuhan yang optimal pada tubifex. Pemilihan antara kedua jenis pupuk tersebut sangat bergantung kepada ketersediaan pupuk tersebut dilokasi budidaya. Mengapa pupuk kandang yang digunakan harus yang kering ? Pupuk kandang yang telah kering sudah mengalami proses pembusukan secara sempurna sehingga secara fisik seperti warna. Oleh karena itu agar pembudidayaannya 390 .anorganik.

25. Tubifex merupakan salah satu jenis Benthos yang hidup didasar perairan tawar didaerah tropis dan subtropis. kandungan amonia < 1 ppm. Identifikasi Tubifex perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan inokulasi. Berdasarkan klasifikasinya Tubifex sp dapat dimasukkan kedalam : Filum : Annelida Kelas : Oligochaeta Ordo : Haplotaxida Famili : Tubificidae Genus Spesies : : Tubifex Tubifex sp.75 – 5 ppm dan jika kandungan oksigen terlarut > 5 ppm dapat meningkatkan pertumbuhan tubifek.bisa berlangsung terus harus selalu diberikan pemupukan susulan. Tubifex akan tumbuh dan berkembang pada media kultur yang mempunyai kandungan Oksigen terlarut berkisar antara 2. Bentuk tubuh agak panjang dan silindris mempunyai dinding yang tebal terdiri dari dua lapis otot yang membujur dan melingkar sepanjang tubuhnya.25. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7. Gambar 7. ketiga melakukan inokulasi bibit pakan alami sesuai dengan prosedur . Tubuh terdiri dari beberapa segmen berkisar antara 30 – 60 segmen. Pada setiap segmen di bagian punggung dan perut akan keluar seta dan ujungnya bercabang dua tanpa rambut. Parameter kualitas air didalam media kultur pakan alami Tubifex juga harus dilakukan pengukuran. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan inokulasi bibit pakan alami kedalam media kultur yaitu pertama melakukan identifikasi jenis bibit pakan alami Tubifex. Pemilihan bibit Tubifex yang akan ditebar kedalam media kultur harus 391 . suhu air berkisar antara 28 – 30 oC dan pH air antara 6 – 8. Dalam memberikan pemupukan susulan ini caranya hampir sama dengan pemupukan awal dan ada juga yang memberikan pemupukan susulannya dalam bentuk larutan pupuk yang dicairkan. kedua melakukan seleksi terhadap bibit pakan alami Tubifex. Morfologi Tubifex dapat dilihat secara langsung dibawah mikroskop. Tubifex sp Langkah selanjutnya setelah dapat mengidentifikasi jenis Tubifex yang akan ditebar kedalam media kultur adalah melakukan pemilihan terhadap bibit Tubifex. ciri khasnya yang sangat mudah untuk dikenali adalah adanya tubuhnya berwarna merah kecoklatan karena banyak mengandung haemoglobin.

Lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7.dilakukan dengan tepat. Cara yang dilakukan dalam melakukan inokulasi adalah dengan menebarkannya secara hati-hati kedalam media kultur sesuai dengan 392 .7 mm.0 mm dan garis tengahnya 0. Gambar 7. Telur cacing rambut dihasilkan didalam kokon yaitu suatu bangunan yang berbentuk bulat telur. Kokon ini dibentuk oleh kelenjar epidermis dari salah satu segmen tubuhnya yang disebut klitelum. blastula dan gastrula. Daur hidup Tubifex (Tubifex sp) Setelah dapat membedakan antara individu Tubifex yang bertelur. Telur yang terdapat didalam kokon ini akan menetas menjadi embrio yang sama persis dengan induknya hanya ukurannya lebih kecil. panjang 1. Padat penebaran bibit yang akan diinokulasi kedalam media kultur biasanya adalah 2 gram permeter persegi. Tubifex dewasa berukuran 30 mm. anak. Telur yang terdapat didalam kokon ini akan mengalami proses metamorfosis dan akan mengalami pembelahan sel seperti pada umumnya perkembangbiakan embrio didalam telur yang dimulai dari stadia morula. remaja dan dewasa maka selanjutnya adalah memilih individu yang dewasa sebagai calon bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur. Jumlah bibit yang akan ditebarkan kedalam media kultur sangat bergantung kepada volume media kultur . anak pertama sebesar 0. Perkembangbiakan Tubifex di dalam media kultur dapat dilakukan dengan cara asexual yaitu pemutusan ruas tubuh dan pembuahan sendiri (Hermaphrodit). Jadi daur hidup cacing rambut dari telur .8 mm dihasilkan secara hermaprodit. Induk tubifex yang dapat menghasilkan kokon dan mengeluarkan telur yang menetas menjadi tubifex mempunyai usia sekitar 40 – 45 hari. Jumla telur dalam setiap kokon berkisar antara 4 – 5.26. Waktu yang dibutuhkan untuk proses perkembangbiakan telur didalam kokon sampai menetas menjadi embrio tubifex membutuhkan waktu sekitar 10 – 12 hari.26. Proses perkembangbiakan embrio didalam kokon ini biasanya berlangsung selama 10 – 12 hari jika suhu didalam media pemeliharaan berkisar antara 24 – 25 oC. menetas dan menjadi dewasa serta mengeluarkan kokon dibutuhkan waktu sekitar 50 – 57 hari. Bibit yang akan ditebar kedalam media kultur harus yang sudah dewasa.

Jenis pupuk yang digunakan sama dengan pemupukan awal. biasanya dosis yang digunakan adalah 9% dari pemupukan awal. Dalam memberikan pemupukan susulan ini caranya hampir sama dengan pemupukan awal dan ada juga yang memberikan pemupukan susulannya dalam bentuk larutan pupuk yang dicairkan. Kedua adalah dengan cara membuat larutan pupuk didalam wadah yang terpisah dengan wadah budidaya. Setelah dilakukan penebaran bibit didalam media pemeliharaan harus dilakukan pemupukan susulan. Pemupukan tersebut sangat berguna bagi pertumbuhan detritus. Hal ini dapat dilihat dari warna air media yang berwarna keruh atau warna teh bening. Berdasarkan kebutuhan pakan bagi Tubifex tersebut maka prosedur yang dilakukan dalam memberikan pemupukan susulan ada dua cara . Pertama adalah dengan menebarkan secara merata kedalam media pemeliharaan sejumlah pupuk yang sudah ditimbang sesuai dengan dosis pemupukan susulan. Penebaran bibit Tubifex ini sebaiknya dilakukan pada saat suhu perairan tidak terlalu tinggi yaitu pada pagi dan sore hari. Oleh karena itu agar pembudidayaannya bisa berlangsung terus menerus harus selalu diberikan pemupukan susulan. fungi dan bakteri yang merupakan makanan utama dari pakan alami Tubifex. Jika hal tersebut terjadi segera dilakukan pemupukan susulan. Didalam buku ini akan diuraikan secara singkat tentang pertumbuhan 393 . Selama dalam pemeliharaan tersebut harus terus dilakukan pemupukan susulan seminggu sekali atau dua minggu sekali dengan dosis yang bergantung kepada kondisi media kultur . larutan pupuk tersebut dialirkan keseluruh permukaan media pemeliharaan . Pakan alami Tubifex mempunyai siklus hidup yang relatif singkat yaitu 50 – 57 hari. Pemupukan susulan adalah pemupukan yang dimasukkan kedalam media kultur selama pemeliharaan pakan alami Tubifex dengan dosis 9 % dari dosis pemupukan pertama yang sangat bergantung kepada kondisi media kultur. parameter yang mudah dilihat adalah jika warna media pemeliharaan sudah terang didalam media kultur.dengan dosis yang telah ditentukan. Mengapa pertumbuhan populasi pakan alami Tubifex harus dipantau ? Kapan waktu yang tepat dilakukan pemantauan populasi pakan alami Tubifex yang dibudidayakan didalam media kultur ? Bagaimana kita menghitung kepadatan populasi pakan alami Tubifex didalam media kultur ? Mari kita jawab pertanyaanpertanyaan tersebut dengan mempelajari buku ini selanjutnya. Fungsi utama pemupukan susulan adalah untuk menumbuhkan pakan yang dibutuhkan oleh Tubifex agar tumbuh dan berkembang. Frekuensi pemupukan susulan ditentukan dengan melihat sample air didalam media kultur .padat tebar yang telah ditentukan.

menghitung kepadatan populasi dan waktu pemantauannya. Sampling dilakukan dengan cara mengambil air media kultur yang berisi Tubifex dengan menggunakan baker glass atau erlemeyer. Secara biologis Tubifex akan tumbuh dewasa pada umur 40 – 45 hari. Kokon ini akan terbentuk pada salah satu segmen tubuh induk tubifex. Hitunglah jumlah Tubifex yang terdapat dalam botol contoh tersebut. Tubifex yang dipelihara dalam media kultur yang tepat akan mengalami pertumbuhan yang cepat. Daur hidup Tubifex adalah 50 – 57 hari dan Tubifex menjadi dewasa dalam waktu empat puluh hari. Untuk mengukur tingkat kepadatan populasi Tubifex didalam media kultur dilakukan dengan cara sampling beberapa titik dari media. Berdasarkan siklus hidup Tubifex maka kita dapat menentukan waktu yang tepat untuk dilakukan pemanenan sesuai dengan kebutuhan larva atau benih ikan yang akan mengkonsumsi pakan alami Tubifex. Jumlah telur yang dikeluarkan dari satu induk Tubifex sangat bergantung kepada jumlah kokon yang dihasilkan pada setiap induk. Pemanenan Tubifex dapat juga dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali sangat bergantung kepada kelimpahan populasi Tubifex di dalam media kultur. Tingkat kepadatan populasi yang maksimal didalam media kultur adalah 30 – 50 gram permeterpersegi.Tubifex. jika pada saat inokulasi yang ditebarkan adalah bibit Tubifex yang dewasa maka dalam waktu sepuluh sampai duabelas hari bibit Tubifex tersebut sudah mulai bertelur pada media yang mempunyai suhu 24 – 25 oC. Hal tersebut diakibatkan oleh kurangnya oksigen didalam media kultur. Pemanenan pakan alami Tubifex dapat dilakukan setelah pemeliharaan selama dua bulan setelah itu pemanenen dapat dilakukan setiap dua minggu biasanya jumlah yang dipanen adalah kurang dari 50% . Ukuran Tubifex yang dewasa dan anak-anak berbeda oleh karena itu perbedaan ukuran tersebut sangat bermanfaat bagi ikan yang akan mengkonsumsi dan disesuaikan dengan ukuran bukaan mulut larva. sehingga bisa diperhitungkan prediksi populasi Tubifex didalam media kultur. minimal tiga kali sampling. Pemantauan pertumbuhan pakan alami Tubifex di media kultur harus dilakukan agar tidak terjadi kapadatan populasi yang mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi didalam media. karena dengan penutupan selama 6 jam tubifex akan keluar secara perlahanlahan dari lumpur tempatnya bersembunyi membenamkan sebagian tubuhnya tersebut. Pada saat pemanenan sebaiknya wadah budidaya tubifex tersebut ditututp terlebih dahulu selama 6 jam untuk memudahkan pemanenan. 394 . walaupun ada juga yang mencapai kepadatan 120 – 150 gram permeterpersegi. data tersebut dapat dikonversikan dengan volume media kultur.

maka dapat dipredeksi kepadatan populasi Tubifex didalam media kultur jika padat tebar awal dilakukan pencatatan. Pemanenan Tubifex dapat dilakukan berdasarkan siklus reproduksinya. Waktu pemanenan dilakukan pada pagi hari disaat matahari terbit. kedalaman air dalam wadah budidaya adalah 2 cm dan buatlah sistem air mengalir pada wadah budidaya dengan debit air berkisar 900 ml/menit. dapat dilakukan tanpa menggunakan alat pembesar atau mikroskop. pemanenan tersebut dilakukan dengan cara menggunakan seser halus. Biarkan media tersebut selama 5–7 hari agar terjadi proses pembusukan didalam wadah budidaya dan akan tumbuh detritus dan mikroorganisme lainnya sebagai makanan untuk tubifex.Untuk menghitung kepadatan Tubifex pada saat akan dilakukan pemanenan. 4. Tubifex diambil dari dalam wadah pemeliharaan dan ditimbang jumlah tubifex yang diambil setelah itu dapat dihitung jumlah individu pergramnya dengan melakukan perhitungan matematis. Proses tersebut dilakukan dengan menyaring Tubifex dengan air dan Tubifexnya saja yang dimasukkan dalam wadah plastic dan disimpan didalam lemari pembeku (Freezer). Cara penyimpanan Tubifex yang dipanen berlebih dapat dilakukan pengolahan Tubifex segar menjadi beku. 2. Tubifex dapat berkembang iak tanpa kawin dan usianya relative singkat yaitu 50–57 hari. 3. Tubifex tersebut yang dapat sudah dipanen tidak secara langsung diberikan pada larva dan benih ikan hias yang dibudidayakan tetapi dilakukan penyimpanan. Pembuatan wadah budidaya dengan menggunakan bak kayu yang terbuat dari kayu yang dilapisi plasti dengan ukuran misalnya 100 cm X 50 cm X 10 cm. Masukkan media kedalam wadah budidaya tubifex dengan kedalaman media 5 cm. Untuk melakukan budidaya tubifek secara skala kecil dapat dilakukan dengan menggunakan wadah yang terbuat dari bak plastik dengan langkah kerja sebagai berikut : 1. Dengan tingkahlakunya tersebut akan sangat mudah bagi para pembudidaya untuk melakukan pemanenan. Pemanenan dapat dilakukan pada hari ke limapuluh sampai limapuluh tujuh jika populasinya sudah mencukupi. Masukkan air kedalam wadah yang telah berisi media tersebut. pada waktu tersebut Tubifex akan banyak mengumpul dibagian permukaan media untuk mencari sinar. Tubifex yang baru dipanen tersebut dapat digunakan langsung untuk konsumsi larva atau benih ikan. 395 . media ini terbuat dari lumpur dan pupuk kandang dengan perbandingan lumpur dan pupuk kandang adalah 1 : 1. dimana Tubifex akan menjadi dewasa pada umur empat puluh sampai empat puluh lima hari dan dapat bertelur setelah sepuluh sampai duabelas hari.

Menurut Watanabe (1988) zooplankton dapat ditingkatkan mutunya dengan teknik bioenkapsulasi dengan menggunaan teknik omega yeast (ragi omega). payau dan laut. Ada dua metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pakan alami yaitu : 1. BIOENKAPSULASI Untuk meningkatkan mutu pakan alami dapat dilakukan pengkayaan .5. Asam lemak ini tidak dapat disintesis di dalam tubuh dan merupakan salah satu dari asam lemak essensial. 6. Tahapannya : 396 7. 7. Jenis pakan alami yang dapat dilakukan pengkayaan adalah dari kelompok zooplankton misalnya artemia. Hal ini berdasarkan hasil penelitian Fadillah (2004) bahwa pertumbuhan populasi tubifex mencapai puncaknya setelah dipelihara selama 40 hari. Pemanenan tubifex dapat dilakukan setelah minimal 40 hari pemeliharaan. dipelihara. Setelah itu masukkan tubifex kedalam media tersebut dengan dosis 2 gram permeter persegi. meningkatkan pertumbuhan larva dan benih ikan serta meningkatkan daya tahan tubuh larva dan benih ikan. Lipids yang mengandung ω 3 HUFA di homogenisasi dengan sedikit kuning telur mentah dan air yang akan menghasilkan emulsi dan secara langsung diberikan kepada pakan alami dicampur dengan ragi roti. daphnia.5. 2. moina dan tigriopus. Pengkayaan terhadap pakan alami ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas nutrisi dari pakan tersebut. rotifer. Metode pengkayaan zooplankton secra tidak langsung adalah dengan cara membuat emulsi lipid. dengan dosis sebanyak 1 gram yeast/106 sel/ml air alut perhari. Omega tiga merupakan salah satu jenis asam lemak tidak jenuh tinggi yaitu asam lemak yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap. Peningkatan mutu pakan alami dapat dilihat dari meningkatkan kelangsungan hidup/sintasan larva dan benih yang . Semua jenis zooplankton tersebut biasanya diberikan kepada larva dan benih ikan air tawar. Indirect Method yaitu metode tidak langsung. Lakukan pemeliharaan tubifex tersebut dengan melakukan pemupukan susulan dan pemantauan pertumbuhan setiap sepuluh hari sekali. istilah pengkayaan bisa juga disebut dengan bioenkapsulasi. Metode pengkayaan zooplankton secara tidak langsung dilakukan dengan cara memelihara zooplankton dengan media Chlorella dan ragi roti Saccharomyces cerevisiae. Direct Method yaitu metode langsung. Dengan meningkatkan mutu dari pakan alami dari kelompok ini dapat meningkatkan mutu dari larva dan benih ikan yang mengkonsumsi pakan tersebut.

Siapkan alat dan bahan 2. 4. Pada stadia larva semua jenis ikan sangat membutuhkan nutrisi yang lengkap agar pertumbuhan larva sempurna sesuai dengan kebutuhannya. Ambillah 20 ml emulsi yang telah dibuat pada langkah sebelumnya sebanyak 20 ml. Artemia salina merupakan salah satu jenis pakan alami dari kelompok zooplankton yang dapat diberikan kepada larva ikan konsumsi atau ikan hias. Alat dan bahan • Mixer • Minyak ikan • Vitamin yang larut dalam air • Kuning telur • Aquades • Ragi roti/fermipan Langkah kerja : 1. Jumlah emulsi yang telah dibuat diatas tersebut dapat dipergunakan untuk memperkaya jumlah nauplius artemia sebanyak 100 – 200 naupli perml. vitamin yang larut dalam air sebanyak 10 gram dan kuning telur sebanyak 1 gram dan letakkan dalam wadah yang terpisah. 6. Pengkayaan terhadap pakan alami ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Jepang dapat meningkatkan pertumbuhan. dan tambahkan 5 gram ragi roti dan campurlah dengan air kultur artemia. Pada umumnya komposisi minyak ikan laut lebih komplek dan 397 . Lakukanlah pencampuran dengan mixer selama 2 – 3 menit sampai terjadi campuran yang homogen. 7. 5. Timbanglah minyak ikan sebanyak 5 gram.- Pembuatan emulsi lipid (mayonnaise) Pengecekkan ke Homoenisasi emulsi dibawah mikroskop Pencampuran dengan ragi roti Pemasukan emulsi kedalam media pakan alami Pemberian pakan alami langsung ke larva ikan Adapun prosedur yang dapat dilakukan jika akan melakukan pengkayaan zooplankton adalah sebagai berikut : Pengayaan terhadap Artemia salina sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas nutrisi dari pakan tersebut. Masukkan 5 gram minyak ikan kedalam mixer dan lakukan homogenisasi selama 2 – 3 menit dengan alat tersebut. Tambahkan 10 gram vitamin yang larut dalam air kedalam mixer dan tambahkan pula kuning telur mentah sebanyak 1 gram kemudian tambahkan 100 ml aquades. Pemenuhan kebutuhan akan asam lemak essensial oleh larva ikan dapat dipenuhi dengan pemberian sumber pakan yang tepat yang berasal dari hewani dan nabati pada pengkayaan pakan alami seperti minyak ikan dan minyak jagung. sedangkan untuk rotifer emulsi tersebut dapat dipergunakan untuk memperkaya sebanyak 500 1000 individu per liter. 3.

dimana komponenkomponen ini banyak ditemukan pada minyak hati ikan bertulang rawan. plasmalogen netral dan fosfolipid. Kandungan asam lemak dari beberapa bahan yang dapat dipergunakan untuk membuat emulsi bioenkapsulasi dapat dilihat pada Tabel 7.1 6.17 0.0 1.5 7.40 398 Ragi roti (% total asam lemak) Minyak ikan lemuru (%) .1 () 10.1 11. diasil gliserol eter. Tabel 7. Komposisi lain yang terkandung dalam minyak ikan adalah lilin ester.41 3.377 () () Kuning telur ayam (g/100g) 23.4 () () 12.869 1.45 2.1 1. Minyak jagung mengandung asam lemak linoleat (n-6) sekitar 53% (Stickney.202 0. C20 dan C22 dengan kandungan C20 dan C22 yang tinggi dan kandungan C16 dan C18 yang rendah. 1979).2 88.6 15. antara lain adalah : vitamin.2 8.10.82 0. Minyak jagung diperoleh dengan jalan ekstraksi bagian lembaga. Bahan yang kaya akan asam lemak n-6 umumnya banyak dikandung oleh minyak yang berasal dari tumbuhan.34 12.68 20.42 4.4 () () 14.8 Minyak jagung (g/100g) 1 14 2 Trace Trace Trace 30 50 2 () () () () 10.16 0. Terdapat pula sejumlah kecil fraksi yang tak tersabunkan. baik dengan tekanan tinggi maupun dengan jalan ekstraksi menggunakan pelarut. hidrokarbon dan pigmen. sterol.2 38.2 3.10.52 0. Dalam pembuatan bahan emulsi untuk memperkaya Daphnia sp dapat ditambahkan juga kuning telur ayam mentah dan ragi roti (Saccharomyces cerevisiae ).mengandung asam lemak tak jenuh berantai panjang pada minyak ikan laut terdiri dari asam lemak C18.0 () 2.70 1.88 0. Kandungan komposisi beberapa bahan bioenkapsulasi Komposisi asam lemak SFA C 14 : 0 C 16 : 0 C 18 : 0 C 20 : 0 C 22 : 0 MUFA C 16 : 1 C 18 : 1 C 20 : 1 PUFA C 18 : 2 C 18 : 3 C 20 : 2 C 20 : 3 Minyak ikan lemuru (%) 20. Sedangkan kandungan asam lemak ikan air tawar mengandung C16 dan C18 yang tinggi serta C20 dan C22 yang rendah.

4 Winarno (1993) Minyak jagung (g/100g) () () () () () () () Gurr (1992) Kuning telur ayam (g/100g) 1.2 17 Trace Trace 1.3 6.16 1.28 Dualantus (2003) Keterangan : SFA : Saturated Fatty Acid MUFA : Monounsaturated Fatty Acid PUFA : Polyunsaturated Fatty Acid () : tidak ada data .: tidak terdeteksi 399 .53 10.629 Yuhendi (1998) Ragi roti (% total asam lemak) () () () () () () () Watanabe (1988) Minyak ikan lemuru (%) 2.Komposisi asam lemak C 20 : 4 C 20 : 5 C 22 : 2 C 22 : 3 C 22 : 4 C 22 : 5 C 22 : 6 Sumber Minyak ikan lemuru (%) 5.2 3.012 () () () () 0.61 0.419 0.81 6.

Ikan yang sehat akan mengalami pertumbuhan berat badan yang optimal. Pencegahan merupakan tindakan yang paling efektif dibandingkan dengan pengobatan. Serangan penyakit yang disertai gangguan hama dapat menyebabkan pertumbuhan ikan menjadi sangat lambat (kekerdilan).1. pencegahan dilakukan sebelum terjadi serangan. 8. Sebab. Masalah terbesar yang sering dianggap menjadi penghambat budidaya ikan adalah munculnya serangan penyakit. Hama sering menyerang ikan bila masuk dalam lingkungan perairan yang sedang dilakukan pemeliharaan ikan. baik hama maupun penyakit. yakni makhluk yang menyerang dan memangsa ikan yang biasanya mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dari ikan itu sendiri.BAB VIII. 400 . Oleh karena itu agar ikan yang dipelihara di dalam wadah budidaya tidak terserang hama dan penyakit harus dilakukan pencegahan. Hama Ikan Hama adalah organisme pengganggu yang dapat memangsa. konversi pakan manjadi sangat tinggi dan menurunnya hasil panen (produksi). Masuknya hama dapat bersama saluran pemasukan air maupun sengaja datang melalui pematang untuk memangsa ikan yang ada. perusak dan kompetitor (penyaing). Ikan yang dipelihara dapat terserang hama dan penyakit karena diakibatkan oleh kualitas air yang memburuk dan malnutrisi. Ikan yang sakit sangat merugikan bagi para pembudidaya karena akan mengakibatkan penurunan produktivitas. HAMA DAN PENYAKIT IKAN Dalam suatu usaha budidaya ikan yang intensif dengan padat penebaran tinggi. JENIS-JENIS HAMA DAN PENYAKIT 8. Hama bersifat sebagai organisma yang memangsa (predator). baik secara langsung maupun secara bertahap.1. mortalitas meningkat.1. dengan penggunaan pakan buatan yang sangat besar dapat mengakibatkan terjadinya suatu masalah. membunuh dan mempengaruhi produktivitas ikan. Sebagai predator (organisme pemangsa). sehingga biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar.

daun tembakau dan lain-lain. trisipan. Bahan kimia sintetis umumnya sulit mengalami penguraian secara alami. larva cybister atau ucrit. Oleh karena itu untuk mencegah hama ini masuk kedalam wadah budidaya dapat dilakukan penyaringan pada saluran pemasukan dan pemagaran pematang. berang-berang atau lisang. dilakukan pemberantasan hama dengan menggunakan bahan kimia. Hama yang berasal dari dalam biasanya akibat persiapan kolam yang kurang sempurna.1. Sedangkan bila ikan mulai gesit gerakannya umumnya hama sulit memangsanya. 401 . di bawah ini kandungan zat aktif serta dosis yang tepat untuk pemberantasan hama. sehingga pengaruhnya (daya racunnya) akan lama dan dapat membunuh ikan yang sedang dipelihara. notonecta atau bebeasan. biawak. Hama ikan banyak sekali jenisnya antara lain larva serangga. buaya . Hama menyerang ikan hanya pada saat ikan masih kecil atau bila populasi ikan terlalu padat. Akan tetapi penggunaan bahan kimia ini harus hati-hati hal ini mengingat pengaruhnya terhadap lingkungan sekitarnya. Sedangkan hama yang menyerang larva dan benih ikan biasanya notonecta atau bebeasan. Hama yang menyerang ikan budidaya biasanya berupa ular. Saringan air pemasukan ini berguna untuk menghindari masuknya kotoran dan hama ke dalam kolam budidaya.Hama yang menyerang ikan biasanya datang dari luar melalui aliran air. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan hama terhadap ikan : • Pengeringan dan pengapuran kolam sebelum digunakan. Meskipun bukan hama. udara atau darat. Pada Tabel 8. Oleh karena itu sebaiknya menggunakan bahan pemberantas hama yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti ekstrak akar tuba. Pada pintu pemasukan air dipasang saringan agar hama tidak masuk ke dalam kolam. Ikan-ikan kecil yang masuk ke dalam wadah juga akan mengganggu. ikan liar pemangsa. • • Dalam pengapuran sebaiknya dosis pemakaiannya diperhatikan atau dipatuhi. biji teh. ular. ikan carnivora. belut. serangga air. Secara rutin melakukan pembersihan disekitar kolam pemeliharaan agar hama seperti siput atau trisipan tidak dapat berkembangbiak disekitar kolam budidaya Untuk menghindari adanya hama ikan. larva capung. larva cybister atau ucrit. tetapi ikan kecil-kecil itu menjadi pesaing bagi ikan dalam hal mencari makan dan memperoleh oksigen. Bahan ini efektif untuk membunuh hama yang ada dalam kolam dan cepat terurai kembali menjadi netral.

Penanggulangan Belut 1. Penyakit tidak menular adalah penyakit yang disebabkan antar lain oleh keracunan makanan. Memasang saringan di pintu pemasukan air kolam. Penyakit menular adalah penyakit yang timbul disebabkan oleh masuknya makhluk lain kedalam tubuh ikan. 2. bakteri. kekurangan makanan atau kelebihan makanan dan mutu air yang buruk.5 cc per meter kubik air. Mempertinggi pematang kolam agar ikan gabus dari saluran atau kolam lain tidak dapat loncat ke kolam yang berisi ikan. Jika ada ular.Tabel 8. Penanggulangan Ikan Gabus 1. sehingga hama ikan gabus tidak dapat masuk. Sebelum diolah. Karena itu. Bahan organik Akar tuba Biji teh Tembakau Bahan aktif Rotenon Saponin Nikotin Dosis 10 kg/ha 150 – 200 kg/ha 200 – 400 kg/ha Ada beberapa tindakan penanggulangan serangan hama yang dapat dilakukan. kolam dibiarkan selama 2 hari hingga belut mati. Makhluk tersebut antara lain adalah virus.1. kemudian diberi obat pembasmi hama berupa akodan dengan dosis rendah. Ular tidak menyukai tempattempat yang bersih.1. antara lain adalah sebagai berikut : Penanggulangan Ular 1. Secara garis besar penyakit yang menyerang ikan dapat dikelompokkan menjadi dua. Perlu dilakukan pengontrolan pada malam hari. 2. Selanjutnya air dibuang. yakni 0. Setelah diberi pembasmi hama. cara menghindari serangan hama ular adalah dengan mejaga kebersihan lingkungan kolam.2. bisa langsung dibunuh dengan pemukul atau dijerat dengan tali. 2.3 – 0. jamur dan parasit. 402 . sebaiknya dibuat pematang dari beton atau tembok untuk menghindari serangannya. Penyakit Ikan Penyakit adalah terganggunya kesehatan ikan yang diakibatkan oleh berbagai sebab yang dapat mematikan ikan. 8. Bahan ekstrak dari tumbuh-tumbuhan serta dosisnya. Karena ular tidak dapat bersarang di pematang tembok. baik pada bagian tubuh dalam maupun bagian tubuh luar. sebaiknya kolam digenangi air setinggi 20 – 30 cm. yaitu penyakit infeksi (penyakit menular) dan non infeksi (penyakit tidak menular). 3.

penambahan O2 yang tinggi. Adanya serangan organisme parasit. Pakan yang tidak sesuai atau gizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan ikan 5. pH yang normal. 5. bakteri dan virus. 403 . Jika salah satu atau sebagian organ tubuh terganggu. Lingkungan dengan fluktuasi . Harus dihindari masuknya binatang pembawa penyakit seperti burung. kondisi inang (ikan) dan kondisi jasad patogen (agen penyakit). yaitu kondisi lingkungan (kondisi di dalam air). fluktuasi suhu yang tidak tinggi. pemberian pakan yang sesuai (keseimbangan gizi yang cukup). dan kekeruhan yang besar 4. Beberapa tindakan pencegahan penyakit yang dapat dilakukan sebagai berikut: 1. dengan pemberian KMnO4. bakteri dan jamur. 2. kolam harus dikeringkan dan dikapur untuk memotong siklus hidup penyakit. Kondisi lingkungan harus tetap dijaga. agar benih ikan tidak mengalami stress perlu perlakuan sebagai berikut antara lain. Penyakit dapat diartikan sebagai organisme yang hidup dan berkembang di dalam tubuh ikan sehingga organ tubuh ikan terganggu. suhu. sulfida atau bahanbahan kimia beracun) 3. Sumber penyakit atau agen penyakit itu antara lain adalah parasit. Pakan tambahan yang diberikan harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan. menghilangkan bahan yang beracun serta kepadatan benih dalam wadah yang optimal. cendawan atau jamur. 3. Jika berlebihan dapat mengganggu lingkungan dalam kolam. mengetahui sifat dari organisme yang menyebabkan penyakit. 4. 2. Sebelum pemeliharaan. Kondisi tubuh ikan sendiri yang lemah. Oleh karena itu untuk mencegah serangan penyakit pada ikan dapat dilakukan dengan cara antara lain . melainkan melalui proses hubungan antara tiga faktor. karena faktor genetik (kurang kuat menghadapi perubahan lingkungan). Penanganan saat panen harus baik dan benar untuk menghindari agar ikan tidak lukaluka. akan terganggu pula seluruh jaringan tubuh ikan .Penyakit yang muncul pada ikan selain di pengaruhi kondisi ikan yang lemah juga cara penyerangan dari organisme yang menyebabkan penyakit tersebut. Lingkungan yang tercemar (amonia. hasil keturunan yang unggul dan penanganan benih ikan yang baik (saat panen dan transportasi benih). Dalam hal penanganan saat tranportasi benih. misalnya kualitas air tetap baik. pH. Faktor-faktor yang menyebabkan penyakit pada ikan antara lain : 1. Dari ketiga hubungan faktor tersebut dapat mengakibatkan ikan sakit. Pada prinsipnya penyakit yang menyerang ikan tidak datang begitu saja. siput atau keong mas. virus. salinitas.

ikan-ikan yang stress dan berenang tidak normal harus segera diangkat dan ditempatkan pada wadah yang berisi air bersih. kualitas air tetap dijaga agar selalu mengalir lancar dan parameter kimia maupun biologi mencukupi standar budidaya. berkuman dan pencemaran lingkungan perairan. bahkan penyakit tersebut dapat menyerang ikan dalam jumlah besar dan dapat menyebabkan kematian ikan. jamur. Selain itu cara penyebaran penyakit itu biasanya terjadi melalui air sebagai media tempat hidup ikan. 2. Untuk mencegah kekurangan gizi. Untuk mencegah terjadinya keracunan. sehingga kerugian yang ditimbulkannya pun sangat besar. pemberian pakan harus terjadwal dan jumlahnya cukup. Channel Catfish Virus (CCV). Selain itu. Penyakit noninfeksi tidak menular. Penyakit non-infeksi yang banyak ditemukan adalah keracunan dan kekurangan gizi. Penyebaran penyakit ikan di dalam wadah budidaya sangat bergantung pada jenis sumber penyakitnya. ikan dapat diserang berbagai macam penyakit. Viral Haemorrhagic Septicaemia (VHS). Pakan yang diberikan harus dipastikan mengandung kadar protein tinggi yang dilengkapi lemak. 404 . Biasanya ikan yang mengalami keracunan terlihat lemah dan berenang tidak normal dipermukaan air. Jenis-jenis Penyakit 1.Di lingkungan alam. Bila tingkat keracunan tidak terlalu parah atau masih dalam taraf dini. Penyakit non infeksi Gejala keracunan dapat diidentifikasi dari tingkah laku ikan. Infectious Haemopotic Necrosis (IHN). Penyakit karena kurang gizi. bakteri atau virus. pakan harus diberikan secara selektif dan lingkungan dijaga agar tetap bersih. ikan tampak kurus dan kepala terlihat lebih besar. Organisme pathogen yang menyebabkan infeksi biasanya berupa parasit. tidak seimbang dengan ukuran tubuh. Keracunan dapat disebabkan oleh pemberian pakan yang berjamur. mineral. Penyakit yang disebabkan virus. Pada kasus yang berbahaya. Penyakit akibat infeksi biasanya timbul karena gangguan organisme pathogen. Penyakit infeksi 1. Demikian juga dalam pembudidayaannya. Penyakit non-infeksi adalah penyakit yang timbul akibat adanya gangguan faktor yang bukan patogen. Ikan juga akan terlihat kurang lincah. kontak langsung antara ikan yang satu dengan ikan yang lainnya dan adanya inang perantara. vitamin A. ikan berenang terbalik kemudian mati. segar dan dilengkapi dengan suplai oksigen. antara lain adalah Infectious Pancreatic Necrosis (IPN). kekuatan ikan (daya tahan tubuh ikan) dan kekebalan ikan itu sendiri terhadap serangan penyakit.

3. 4. Ichthyophthirius multifiliis Ichthyophthirius multifiliis menyebabkan penyakit bintik putih atau White spot disease atau Ich. subphylum Ciliophora.1. Myxobolus sp. Saprolegnia sp dan Achlya sp. Penyakit yang disebabkan oleh protozoa antara lain adalah Ichtyopthirius multifiliis. Penyakit yang disebabkan oleh trematoda antara lain adalah Dactylogyrus sp. antara lain adalah Flexibacter columnaris.2. Penyakit yang disebabkan oleh crustacean antara lain adalah Argulus sp. Penyakit yang disebabkan oleh parasit. Lernea cyprinaceae. Edwardsiella tarda. kelas Ciliata. Edwardsiela ictalurus. bagian sitoplasmanya terdapat makronukleus yang berbentuk seperti tapal kuda. Ichthyophthirius multifiliis adalah jenis parasit yang digolongkan kedalam phylum Protozoa. sedangkan ectoparasit adalah crustacean. subkelas Holotrichia. Untuk memahami tentang berbagai jenis penyakit infeksi dan bagaimana para pembudidaya melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan pada ikan yang terserang penyakit. Vibrio anguillarum.1. Myxosoma sp. Gyrodactylus sp dan Clinostomum sp. Kecuali pada bagian anterior yang berbentuk cincin (cystome). 1. Gambar 8. maka harus dipahami terlebih dahulu tentang morfologi dari macam-macam penyakit tersebut. Yang termasuk kedalam endoparasit antara lain adalah protozoa dan trematoda. hampir di seluruh permukaan tubuh Ichthyophthirius multifiliis tertutup oleh silia yang berfungsi untuk pergerakannya. Parasit 405 . famili Ophryoglenia dan genus Ichthyophthirius multifiliis (Hoffman. Branchyomycetes sp. Penyakit yang disebabkan oleh jamur. Trichodina sp. Ordo Hymenostomatida. antara lain adalah Ichthyoponus sp. Henneguya sp dan Thelohanellus sp. Oleh karena itu dalam penjelasan berikut akan diuraikan tentang biologi dan morfologi dari berbagai jenis penyakit yang biasa menyerang ikan budidaya. mikronukleus (inti yang kecil) yang menempel pada makronukleus dan sejumlah vakuola kontraktil Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada Gambar 8. 1967). Aeromonas hydrophylla. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Ichthyophthirius multifiliis. Aeromonas salmonicida. Jenis parasit ada beberapa macam yaitu endoparasit dan ektoparasit.

parasit ini akan menghisap sel darah merah dan sel pigmen pada kulit ikan. Pada bagian mulut dilengkapi alat penghisap dengan 406 . Sel-sel itu akan memanjang seperti cerutu berdiameter 10 X 40 µm dan mengeluarkan enzim hyaluronidase. payau dan laut. • adanya bintik-bintik putih (white spote) • frekuensi pernafasan meningkat • pertumbuhan terhambat 2.0 mm dan dapat menyebabkan kerusakan kulit dan dapat menyebabkan kematian.2. Enzim tersebut digunakan untuk memecahkan kista sehingga tomit (sel-sel muda) yang dihasilkan dapat berenang bebas dan segera mendapatkan inang baru. Siklus hidup Ichthyophthirius multifiliis Cara penyerangan parasit ini dengan menempel pada lapisan lendir bagian kulit ikan. Cyclochaeta domerguei Hewan ini termasuk protozoa.1 – 1. Parasit ini berkembangbiak dengan cara membelah biner. Kemudian membelah hingga sepuluh kali melalui pembelahan biner yang menghasilkan 100 – 2000 sel bulat berdiameter 18 – 22 µm.2. Tomittomit itu motil dan bersifat infektif sampai berumur 4 hari dan akan mati jika dalam waktu 48 jam tidak segera menemukan inang yang baru. Gambar 8. Ikan yang terserang parasit ini memperlihatkan gejala sebagai berikut : • produksi lendir yang berlebihan. sedangkan mulut pada bagian ventral. Parasit ini mempunyai panjang tubuh 0. Ichthyophthirius multifiliis akan memecahkan epithelium dan keluar dari inangnya untuk membentuk kista. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8. Setelah fase makannya selesai. jenis protozoa ini mempunyai nama lain Trichodina . Siklus hidupnya dimulai dari stadium dewasa atau stadium memakan (tropozoit) yang berkembang dalam kulit atau jaringan epitelium insang dari inang. batuan atau obyek lain yang ada di perairan. Individu muda parasit ini memiliki diameter antara 30 – 50 µm dan individu dewasanya dapat mencapai ukuran diameter 50– 100 µm. insang dan mata pada berbagai jenis ikan baik ikan air tawar. Larva-larva berkista tersebut akan menempel pada tumbuhan.ini dapat menginfeksi kulit. Jenis parasit ini berbentuk seperti setengah bola dengan bagian tengah (dorsal) cembung.

Di dalam kapsul polar terdapat filament polar. ordo Cnidosporodia. Keempat jenis parasit ini merupakan penyebab penyakit Myxosporeasis. yang merupakan fase resisten dan alat penyebaran populasi. kapsul polar dan sporoplasm.7 dan 8. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8. ikan berlendir banyak. Kunci identifikasi yang penting dari keempat jenis parasit ini adalah pada sporanya. yang dibatasi oleh sebuah suture. Gambar 8. pucat. Bila spora memiliki dua kapsul polar maka digolongkan ke dalam genus Myxobolus sp dan bila hanya memiliki satu kapsul polar maka akan digolongkan kedalam genus Thellohanellus.8. Spora myxosorea terdiri atas dua valve.3 dan Gambar 8. Trichodina tampak atas 3.5. Spora pada parasit kelas Cnidosporidia ini mempunyai cangkang. Pada valve terdapat satu atau dua polar kapsul yang penting untuk identifikasi.5. 8. 407 . Gambar 8. Myxobulus sp. Thellohanellus sp dan Henneguya sp. Myxobulus sp.dilengkapi suatu alat dari chitine yang melingkari mulut.4. Trichodina tampak bawah dari kelas Sporozoa.4.6. 8. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Gambar 8. famili Myxobolidae yang merupakan bagian dari filum Myxozoa dan termasuk kedalam kelompok endoparasit. Myxosoma sp.3. subkelas Myxosporea. Alat chitine ini berbentuk seperti jangkar (anchor). Gejala adanya serangan parasit ini adalah pendarahan pada kulit ikan. subordo Myxosporidia.

memiliki 16 kait utama. Sedangkan serangan yang berat pada jaringan bawah kulit dan insang menyebabkan berkurangnya berat badan ikan.Myxosoma sp. Haptornya ini tidak memiliki struktur cuticular dan memiliki satu pasang kait dengan satu baris kutikular. Pengaruh serangan myxosporea tergantung pada ketebalan serta lokasi kistanya. Serangan yang berat pada insang menyebabkan gangguan pada sirkulasi pernafasan serta penurunan fungsi organ pernafasan.6. payau dan laut. subphylum Platyhelmintes. Hewan parasit ini termasuk cacing tingkat rendah (Trematoda). warna tubuh menjadi gelap dan system syaraf menjadi lemah. Spora ini berukuran 0. Thellohanellus sp. . Dactylogyrus sp sering menyerang pada bagian insang ikan air tawar.Gejala infeksi pada ikan antara lain adanya benjolan pada bagian tubuh luar (bintil) yang berwarna kemerahmerahan. maka spora yang ada di dalamnya akan menyebar seperti plankton. subfamily Dactylogyrinae dan genus Dactylogyrus .8. famili Dactylogyridae. sehingga sering tertelan oleh ikan. Gambar 8.7. Bintil ini sebenarnya berisi ribuan spora yang dapat menyebabkan tutup insang ikan selalu terbuka. Gambar 8. ordo Monogenea.02 mm. Henneguya sp. 408 Gambar 8. Jika bintil ini pecah. Dactylogyrus sp Dactylogyrus sp digolongkan ke dalam phylum Vermes. Pada bagian tubuhnya terdapat posterior Haptor. 4. gerakan ikan menjadi lambat.01 – 0. kelas Trematoda.

5 – 0. Hewan parasit ini termasuk cacing tingkat rendah (Trematoda). Jenis parasit ini biasa disebut dengan cacing jangkar karena bentuk tubuhnya yaitu bagian kepalanya seperti jangkar yang akan dibenamkan pada tubuh ikan sehingga parasit ini akan terlihat menempel pada bagian tubuh ikan yang terserang parasit ini. Gyrodactilus sp. akan meninggalkan berkas lubang pada kulit ikan sehingga akan terjadi infeksi sekunder oleh bakteri. kelas Trematoda. ordo Monogenea. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8. Gyrodactilus sp digolongkan kedalam phylum Vermes. Dactylogyrus sp 5.8 mm. Kepala memiliki 4 lobe dengan dua pasang mata yang terletak di daerah pharynx. Ophisthaptor individu dewasa tidak mengandung batil isap. terdapat dua tonjolan yang menyerupai kuping. payau dan laut pada bagian kulit luar dan insang. Lernea sp. Ciri parasit ini adalah jangkar yang menusuk pada kulit ikan dengan bagian ekor (perut) yang bergantung. kelompok sel embrionik. tetapi memiliki sederet kait-kait kecil berjumlah 16 buah disepanjang tepinya dan sepanjang kait besar di tengah-tengah.satu pasang kait yang sangat kecil. Gyrodactilus sp biasanya sering menyerang ikan air tawar. Parasit ini sangat berbahaya karena menghisap cairan tubuh ikan untuk perkembangan telurnya. subphylum Platyhelmintes. hidup pada permukaan tubuh ikan dan biasa menginfeksi organ-organ lokomosi hospes dan respirasi.9.10. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8. famili Gyrodactylidae. Memiliki panjang tubuh berkisar antara 0. Gyrodactilus sp. subfamily Gyrodactylinae dan genus Gyrodactilus. Parasit ini dalam siklus hidupnya mengalami 409 . Gejala infeksi pada ikan antara lain : pernafasan ikan meningkat. Larva berkembang di dalam uterus parasit tersebut dan dapat berisi kelompok- Gambar 8. produksi lendir berlebih. Gambar 8. produksi lendir berlebih. Parasit ini termasuk crustacea (udang-udangan tingkat rendah). Dactylogyrus sp mempunyai ophistapor (posterior suvker) dengan 1 – 2 pasang kait besar dan 14 kait marginal yang terdapat pada bagian posterior. Parasit ini bersifat vivipar dimana telur berkembang dan menetas di dalam uterusnya.9. 6. Gejala infeksi pada ikan antara lain : pernafasan ikan meningkat. Selain itu bila parasit ini mati.10. dua kantong telur berwarna hijau.

menempel pada bagian tubuh ikan. 7. subkelas Entomostsaca. berenang bebas dan berpindah dari satu ikan ke ikan yang lain. Argulus indicus Argulus indicus merupakan salah satu ektoparasit yang termasuk kedalam phylum Arthropoda. Daur hidup Argulus indicus terjadi selama 28 hari dimana 12 hari untuk fase telur dan menetas sedangkan fase larva sampai dewasa membutuhkan waktu berkisar 16 hari. Larva Argulus indicus dapat hidup tanpa ikan selama 36 jam sedangkan individu dewasa dapat hidup tanpa inang selama 9 hari. ordo copepoda. Pada pinggiran karapacenya terdapat empat pasang kaki yang berfungsi untuk berjalan pada bagian tubuh ikan. Alat penghisap ini akan menghisap darah ikan. sehingga biasa disebut juga dengan nama kutu ikan. copepodit dan bentuk dewasa. Untuk lebi jelasnya dapat di lihat pada Gambar 8. Telur yang dihasilkannya 410 Gambar 8. famili Argulidae. berupa alat yang akan menusukkan alat tersebut kedalam tubuh ikan yang diserang. ukuran tubuh jantan lebih kecil daripada betina. kelas Crustacea. genus Argulus.11. Ciriciri parasit ini adalah bentuk seperti kutu berwarna keputih-putihan. Jumlah telur yang dihasilkan dari individu betina berkisar antara 50 250 butir. Tubuh Argulus indicus mempunyai dua alat penghisap dibagian bawah tubuhnya. Individu dewasa dapat terlihat secara kasat mata dan pada bagian bawah tubuhnya pada individu betina mempunyai sepasang kantung telur. Lernea sp.11. Oleh karena itu ikan yang terserang akan menurun pertumbuhannya serta akan mengakibatkan pendarahan pada kulit. mempunyai alat penghisap. Perkembangbiakan terjadi secara kawin karena jenis Argulus indicus ini ada jantan dan betina. subordo Branchiora. Kantung telur ini akan menetas dan naupliusnya akan berenang keluar dari dalam kantung untuk mencari ikan lainnya. Dalam satu siklus hidupnya membutuhkan waktu berkisar antara 21 – 25 hari. .tiga kali perubahan tubuhnya yaitu nauplius.

12. Gambar 8. Gambar 8. pakan yang tidak seimbang kandungan gizinya. infeksi sekunder yang disebabkan oleh serangan parasit dan faktor genetik (ikan tidak cukup kebal oleh 411 . Pseudomonas sp. Pada umumnya jamur ini biasanya menyerang ikan-ikan yang lemah karena terserang penyakit lain seperti ektoparasit.. Aeromonas sp. Achlya sp 9. Saprolegnea sp Gambar 8. Saprolegnea sp dan Achlya sp. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 8. Kedua organisme ini termasuk jenis jamur yang sangat berbahaya bila lingkungan air sangat tercemar oleh bahan organik. Serangan bakteri tersebut terjadi bila ikan dalam kondisi antara lain. Bentuk jamur dengan bantuan alat bantu mikroskop ini dapat dilihat pada Gambar 8.13 dan 8.12. 13.14. Selain itu dapat menyerang telur-telur ikan yang tidak dibuahi atau yang berkualitas buruk. Secara kasat mata jamur ini hanya terlihat berwarna putih dan untuk melihat secara jelas harus menggunakan alat bantu mikroskop.14.akan diletakkan pada berbagai benda yang ada di dalam perairan. Edwardsiella sp Keempat organisme tersebut termasuk jenis bakteri yang sangat berbahaya bagi ikan. lingkungan air yang kandungan organiknya tinggi. Hifa dari jamur dapat masuk ke dalam otot ikan bagian dalam dan dapat menyebabkan kematian ikan. fluktuasi parameter kualitas air yang besar. Flexibacter columnaris. terutama ikan yang tidak bersisik. Telur akan menetas menjadi larva setelah beberapa kali berganti kulit akan berubah menjadi dewasa. Argulus indicus tampak bawah 8. Ciri-ciri jamur ini adalah adanya benang pada tubuh ikan yang lemah kondisi tubuhnya.

Binatang seperti burung. Cara untuk menghindari dari serangan burung bangau (Leptotilus javanicus). Aeromonas sp 10. ular air. udang. Hama lain berupa hewan pemangsa lainnya seperti. dan seluang (Rasbora). Pemberian pakan cukup.2. Pencegahan Hama Pada pemeliharaan ikan di kolam hama yang mungkin menyerang antara lain lingsang. dan burung. Untuk menghindari serangan hama pada kolam sebaiknya semak belukar yang tumbuh di pinggir dan disekitar kolam dibersihkan. pecuk (Phalacrocorax carbo sinensis). PENCEGAHAN HAMA DAN PENYAKIT IKAN Secara umum hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya hama dan penyakit pada kegiatan budidaya ikan antara lain adalah : • Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen.2. siput. tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air. Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati dan benar. blekok (Ramphalcyon capensis capensis) adalah dengan menutupi bagian atas kolam dengan 412 Ketiga organisme ini termasuk kedalam kelompok virus yang dapat menyerang ikan budidaya baik ikan air tawar.1. ikan seribu (Lebistus reticulatus peters) sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman. insang dan organ bagian dalam. biawak. Ciri-ciri serangan bakteri tersebut adalah adanya bercak merah pada kulit. 8.16. kura-kura. Ikan-ikan kecil yang masuk kedalam kolam akan menjadi pesaing ikan yang dipelihara dalam hal mencari makan dan memperoleh oksigen. Herpesvirus. Epithelioma papulasum. • • • • • • Gambar 8. 8.serangan bakteri). Sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel. baik kualitas maupun kuantitasnya. Umumnya bila tidak diobati dapat menyebabkan penyebaran yang sangat luas dan menyebabkan kematian ikan secara massal. Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas atau daya dukung kolam pemeliharaan. Lymphocystis Pemeliharaan ikan yang benarbenar bebas penyakit. . payau maupun laut. Jika ikan terserang virus maka ikan akan sulit sekali untuk dilakukan pengobatan dan ikan yang terserang virus akan mati secara massal.

juga ikan tidak akan melompat keluar. bakteri yang menyebabkan air keruh). dll. kaca atau keramik berpori. kerikil. Bahan yang diperlukan untuk sebuah filter mekanik adalah berupa bahan yang tahan lapuk. Cara ini berfungsi ganda. Bak pengendapan umum digunakan dalam manajeman kolam ikan (seperti kolam ikan koi). Ukurannya dapat bervariasi dari sangat kecil.2. organisme parasit. dengan syarat diameter lubangnya atau porinya lebih kecil dari diameter partikel. Akan tetapi proses yang terjadi bukan melalui penyaringan partikel melainkan melalui proses pengendapan. plankton. Sebuah wadah atau bak kosong dapat pula berfungsi sebagai filter mekanik.17. Gambar 8. Material-material tersebut dapat berupa suspensi partikel kecil atau parasit ikan.2.17). Pencegahan Parasit dengan Penyaringan Air Sistem Filter Mekanik Filter mekanik merupakan sebuah alat untuk memisahkan material padatan dari air secara fisika (berdasarkan ukurannya). Dalam gambar itu tampak bahwa partikel yang berukuran lebih besar dari diameter (pori) media filter akan terperangkap dalam filter sedangkan partikel-partikel yang lebih kecil dan juga air akan lolos. Hal ini dimungkinkan dengan membuat aliran air serendah mungkin sehingga kecepatan partikel mengendap menjadi lebih besar daripada laju aliran air. spong. Partikel-partikel ini dapat terperangkap dalam berbagai jenis media. hingga tidak bisa dilihat oleh mata (sebagai contoh: partikel. pasir.lembararan jaring.17 menunjukkan gambaran kasar tentang mekanisme kerja sebuah filter mekanik. Oleh karena itu fungsi filter mekanik selain menyaring partikel juga parasit yang berukuran besar tidak dapat masuk dalam kolam. Mekanisme Kerja Filter Mekanik Gambar 8. selain burung tidak dapat masuk. 8. memiliki lubang- lubang (pori-pori) dengan diameter tertentu sehingga dapat menahan atau menangkap partikel-partikel yang berukuran lebih besar dari diameter media filter tersebut (Gambar 8. Media tersebut dapat berupa kapas sintetis atau bahan berserabut lain. 413 . Partikel padatan dalam hal ini bukan merupakan bahan terlarut tetapi merupakan suatu suspensi. dengan cara menangkap/menyaring materialmaterial tersebut sehingga tidak terbawa pada air pemasukan.

sehingga partikel lebih kecilpun lama-kelamaan akan bisa tertangkap. tergantung dari bahan yang digunakan. dengan semakin "efektifnya" filter mekanik akan membawa ke keadaan dimana tidak akan ada lagi sebuah partikelpun. Filter mekanik perlu dirawat dan dibersihkan secara periodik agar dapat tetap berfungsi dengan baik. Dengan kata lain filter akan tersumbat total sehingga gagal berfungsi (Gambar 8. Keadaan ini dapat membawa kesimpulan yang salah. bakteri dan algae bersel tunggal. secara alamiah akan terjadi bahwa efektifitas filter mekanik akan meningkat dengan berjalannya waktu. memiliki pori-pori dengan satuan ukuran mikron sehingga selain dapat menahan suspensi juga dapat menangkap infusoria.17. Seperti terlihat pada gambar 8. misalnya.18. Penumpukan partikelpartikel pada media filter mekanik. maka perlu dilakukan penggantian dengan media baru. Apabila media sudah tidak dapat lagi berfungsi dengan baik karena rusak atau terdekomposisi. Hal yang umum terjadi adalah semakin halus pori-pori media filter mekanik yang digunakan akan semakin cepat pula penyumbatan terjadi. Apabila penggunakan media sangat halus ini perlu dilakukan maka dengan menggunakan sistem filter mekanik bertingkat akan dapat menolong mengurangi resiko terjadinya penyumbatan dengan cepat.Media filter mekanik (bahan yang digunakan untuk menyaring atau menangkap partikel) memiliki ukuran diamater lubang atau ukuran pori beragam. Sedangkan jenis yang lain bisa mempunyai ukuran pori lebih besar. bahwa filter mekanik semakin lama akan semakin efektif. Diatom atau membran berpori-mikro. dengan berjalannya waktu akan dapat pula menangkap partikel yang berukuran lebih kecil. termasuk air. 414 . Meskipun pada awalnya akan dapat meningkatkan efektifitas filter. tapi dalam jangka waktu tertentu akan menyebabkan terjadinya penyumbatan sehingga filter gagal berfungsi. Diameter pori filter yang semula hanya dapat menangkap partikel yang berkukuran lebih besar dari diameter porinya. Hal demikian dapat terjadi. Kontrol terhadap kondisi filter ini sebaiknya dilakukan secara rutin. Pada kenyataannya tidak demikian. Hal yang menarik dari ukuran pori ini adalah diameter efektifnya. yang bisa dilewatkan. karena dengan adanya halangan yang diakibatkan oleh partikel yang terjebak dan menutup lubang pori semula maka ukuran pori efektif yang berfungsi akan semakin mengecil.18) Gambar 8. dari satuan mikron (sepersejuta meter) hingga satuan sentimeter (seperseratus meter).

dan atau formalin. 4.Selain itu agar dapat melakukan pembuatan filter secara mekanik yang akan digunakan dalam kolam pemeliharaan ikan dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut : 1. Meskipun demikian. Air menuju kolam Pasir halus Frame besi dan kawat kasa Kerikil kasar/ potongan plastik Air dari kolam Gambar 8. Bersihkan wadah. seksama agar semua kotoran hilang. 8.19. Produk ini biasanya terdiri dari senyawa-senyawa kimia seperti metil biru. Pencegahan terhadap beberapa penyakit Pencegahan terhadap white spot Tindakan karantina terhadap ikan yang akan dipelihara merupakan tindakan pencegahan yang sangat dianjurkan dalam menghindari berjangkitnya white spot. 5. Bersihkan bahan dengan membilaskan air bersih Susunlah bahan filter seperti gambar dibawah ini Pasang frame besi dengan kawat kasanya Pasang pompa diatas kotak plastik. ketiga senyawa itu tidak akan mampu menghancurkan fase infektif yang hidup di dalam tubuh 415 .2. 6.dan peralatan dengan menyikat secara 3. Berbagai produk anti white spot banyak dijumpai di tokotoko perikanan. 7. malachite green. Jalankan pompa. catat kondisi air yang keluar. Filter mekanik. Siapkan alat dan bahan pembuatan filter 2.3. Pada dasarnya white spot termasuk mudah dihilangkan apabila diketahui secara dini.

fase berenang dari whte spot akan mati dengan sendirinya. Wadah dapat dibersihkan dari white spot dengan cara memindahkan seluruh ikan dari wadah tersebut. Kondisi baik artinya. Pada lingkungan tanpa ikan sebagai inang. Ikan yang lolos dari serangan white spot diketahui akan memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut. perhatikan cara pemberian obat-obatan tersebut pada kemasannya dengan baik Perlakuan perendaman dengan garam dalam jangka panjang (selama 7 hari pada dosis 2ppt (part per thousand)) diketahui dapat menghilangkan white spot. Ikan akan terhindar dari wabah penyakit apabila ikan selalu dalam kondisi yang baik. Pada wadah pemeliharaan ikan dengan suhu diatas 21°C. makanan cukup. Pencegahan terhadap bakteri Pada umumnya bibit penyakit. air kolam harus sering diganti atau dialiri air baru yang segar dan jernih. Meskipun demikian ketahanan ini dapat menurun apabila ikan yang bersangkutan mengalami stres atau terjangkit penyakit lain. Radiasi dengan sinar ultra violet dapat pula membantu mengurangi populasi white spot. Perlu diperhatikan bahwa spesies ikan tertentu. Perlakuan ini hanya dapat dilakukan pada ikan-ikan yang tahan terhadap garam. Karena air merupakan media penular yang membawa bibit-bibit penyakit secara luas. Kekebalan ini dapat bertahan selama beberapa minggu atau beberapa bulan. sukar sekali diberantas sampai tuntas. agar ikan-ikan berdaya tahan tinggi untuk 416 . bersih dari segala pencemaran. Untuk mencegah agar tidak berjangkit penyakit bintik putih. apalagi berupa bakteri yang sangat kecil dan sudah tersebar di semua perairan. perlakuan hati-hati pada saat pemeliharaan ikan sangat perlu diperhatikan. Oleh karena itu. keadaan lingkungan baik. seperti lele. Akan lebih aman lagi apabila wadah tersebut dibiarkan selama 7 hari. Harus dijaga agar air buangan ini tidak menularkan kepada ikan di kolamkolam lain. Pencegahan terhadap jamur Pencegahan jamur dapat dilakukan dengan cara menjaga kualitas air agar kondisinya tetap baik. pemberian bahan ini harus dilakukan berulang-ulang untuk menghilangkan white spot secara menyeluruh dari wadah pemeliharaan. oleh karena itu. Semua peralatan budidaya juga akan terbebas dari white spot setelah dibiarkan selama 7 hari.kulit ikan. akan terbebas dari white spot setelah dibiarkan selama 4 hari. Maka cara pencegahanlah yang harus dipahami benar-benar oleh petani ikan. Agar ikan tidak terluka. khususnya yang tidak bersisik. diketahui sangat tidak toleran terhadap produk-produk anti white spot.

Secara fisiologis terjadi kelainan fungsi organ seperti. pencernaan. mata. • Ikan sering menggosokgosokan tubuhmya pada suatu permukaan benda. Kelainan pada warna yang tidak sesuai dengan pigmennya adalah 417 . Behaviour (perilaku ikan) • Ikan sering berenang di permukaan air dan terlihat terengah-engah (megapmegap). 1. dan loncat-loncat tidak teratur. 8. maka ikan berenang oleng. 3. • Ikan tidak mau makan (nafsu makan menurun). Bagian luar tubuh ikan yaitu kulit. Oleh karena itu ikan dikatakan sakit bila terjadi suatu kelainan baik secara anatomis maupun fisiologis. pernafasan. Ikan yang terserang penyakit pada kulitnya akan terlihat lebih pucat dan berlendir. kepala. 2. Adapun ciri-ciri ikan sakit adalah sebagai berikut. External lesion Adalah abnomalitas dari organ tubuh tertentu karena adamya serangan penyakit. Ikan tersebut biasanya akan menggosokgosokkan tubuhnya pada bendabenda yang ada di sekitarnya. Gejala yang diperlihatkan dapat berupa kelainan perilaku atau penampakan kerusakan bagian tubuh ikan. sirip. penglihatan. Jika menyerang usus. sirip dan perut. Secara anatomis terjadi kelainan bentuk bagian-bagian tubuh ikan seperti bagian badan. Equilibriun Equibriun artinya keseim-bangan.3. External lesion pada ikan antara lain: • Discoloration Pada ikan sehat mempunyai warna tubuh normal sesuai dengan pigmen yang dimilikinya. bahkan menabrak dinding bak. biasanya akan mengakibatkan peradangan dan jika menyerang gelembung renang.membentuk kekebalan alamiah terhadap berbagai penyakit. Bagian dalam tubuh ikan. ikan yang terserang penyakit keseimbangannya terganggu. Sering pula dijumpai perut ikan menjadi kurus. Sedangkan serangan penyakit pada insang menyebabkan ikan sulit bernafas. tutup insang mengembang dan warna insang menjadi pucat. ekor. maka ikan yang sakit akan memisahkan diri dan berenang secara pasif 2. GEJALA SERANGAN PENYAKIT Berdasarkan tempat tumbuhnya penyakit di dalam tubuh ikan maka bagian tubuh ikan yang diserang penyakit dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu : 1. Pada lembaran insang sering terlihat bintik-bintik merah karena pendarahan kecil (peradangan). • Untuk jenis ikan yang sering berkelompok. Penyakit yang menyerang organ dalam sering mengakibatkan perut ikan membengkak dengan sisik yang berdiri. ikan akan kehilangan keseimbangan pada saat berenang. hidung dan insang. sirkulasi darah dan lainlain.

Produksi lendir Lendir pada ikan sakit akan berlebihan bahkan sampai menyelimuti tubuh ikan tergantung pada berat tidaknya tingkat infeksi. Dropsy pada Platty (kiri) dan Cupang (kanan) .19. insang dan lainlain. Kerusakan organ luar Kelainan bentuk organ ini disebabkan oleh parasit tertentu yang menyebabkan kerusakan organ seperti pada kulit. 4. Tampak sisik yang berdiri (mengembang) sehingga menyerupai bentuk buah pinus. Pembengkakan tersebut sering menyebabkan sirip ikan berdiri sehingga penampakannya akan menyerupai buah pinus.4 ikan tidak dapat hidup lagi. K= L3 Dimana : M : berat ikan (gr) L : panjang ikan (cm) Ikan mempunyai nilai K yang berbeda-beda tergantung jenisnya bila nilai K berubah dari normal maka ikan dikatakan sakit.6 ikan yang mempunyai K < 1. sirip.9 sedangkan yang sakit K = 1. Gejala dropsy ditandai dengan terjadinya pembengkakan pada rongga tubuh ikan. Seperti warna gelap menjadi pucat dan lain-lain. Dropsy Dropsy merupakan gejala dari suatu penyakit bukan penyakit itu sendiri. Pada ikan mas sehat K = 1.• • suatu discoloration. Pada insang dapat menyebabkan insang terlihat pucat atau adanya bercak merah. 418 . Gejala penampakan kerusakan bagian tubuh ikan antara lain: 1. Faktor kondisi Pada ikan sehat mempunyai korelasi antara bobot (M) dan panjang (L) ikan yang seimbang yaitu dengan rumus sebagai berikut 100 M Gambar 8.

• malas bergerak. Perubahan bakteri ini menjadi patogen.pada ikan yaitu. • gangguan pernapasan. Dropsy tampak samping. atau lendir dalam rongga tubuh (Gambar 8. adalah : • sebagai akibat dari luka dalam. • kualitas air yang kurang baik • menurunnya fungsi kekebalan tubuh ikan. Organ ini hampir ditemui pada semua jenis ikan. menunjukkan perut membuncit sebagai akibat akumulasi cairan/lendir pada rongga perut. malnutrisi atau karena faktor genetik. Infeksi utama biasanya terjadi melalui mulut.21. tetapi biasanya dalam jumlah normal dan terkendali. sehingga ikan tersebut tidak perlu berenang terus menerus untuk mempertahankan posisinya. 2. terutama akibat berkelahi atau 419 Gambar 8. • warna kulit pucat kemerahan masalah osmoregulator . Akumulasi cairan Akumulasi cairan selain akan menyisakan rongga yang "menganga" lebar. Gejala ini disertai dengan. yang umum dijumpai. Beberapa kelainan atau masalah dengan gelembung renang.20. bisa terjadi karena akibat . juga akan menyebabkan organ dalam tubuh ikan tertekan.21). Kelainan Gelembung Renang Gelembung renang (swimbladder) adalah organ berbentuk kantung berisi udara yang berfungsi untuk mengatur ikan mengapung atau melayang di dalam air. Bila gelembung renang ikut tertekan dapat menyebabkan keseimbangan ikan terganggu Secara alamiah bakteri penyebab dropsy kerap dijumpai dalam lingkungan. yaitu ikan secara sengaja atau tidak memakan kotoran ikan lain yang terkontaminasi patogen atau akibat kanibalisme terhadap ikan lain yang terinfeksi. • malnutrisi atau karena faktor genetik. Pembengkakan terjadi sebagai akibat berakumulasinya cairan.Gambar 8.

Perilaku berenang tidak normal dan b. Dalam kasus berat bisa disertai dengan nafas tersengal420 . sehingga menyebabkan ikan mengapung dipermukaan atau tenggelam. tidak bisa buang kotoran. c. Tanda-tanda penyakit kelainan gelembung renang a. kondisi gelembung renang demikian adalah normal dan bukan merupakan suatu gejala penyakit. Ikan tampak kesulitan dalam menjaga posisinya dalam air. Sembelit (Konstipasi) Gambar 8. Dalam beberapa kasus ikan tampak berenang dengan kepala atau ekor dibawah atau terapung pada salah satu sisi tubuhnya.• karena kelainan bentuk tubuh. Mereka biasanya hidup di dasar atau menempel pada subtrat.22. Koreksi parameter air hingga sesuai dengan keperluan ikan yang bersangkutan. Untuk ikan-ikan jenis ini. terutama sebagai akibat meningkatnya kadar amonia dalam air. karena dalam kondisi demikian gelembung renang boleh dikatakan tidak ada fungsinya. Beberapa jenis ikan yang hidup di air deras seringkali memiliki gelembung renang yang kecil atau bahkan hampir hilang sama sekali. dan malas (berdiam diri di dasar). maka hal yang harus dicurigai terlebih dahulu adalah kondisi air. Kehilangan keseimbangan. ikan berenang dengan kepala di bawah. Apabila gejala mata berkabut terjadi. • Apabila gejala ini terjadi. Mata Berkabut (Cloudy Eye) Mata berkabut atau "cloudy eye" ditandai dengan memutihnya selaput mata ikan. 4. Contoh kasus kelainan gelembung renang (swim bladder) pada ikan "red parrot". dengan ciri utama ikan kehilangan nafsu makan. 3. Permukaan luar mata tampak dilapisi oleh lapisan tipis berwarna putih. atau bahkan berenang terbalik. sedangkan parameter air dalam keadaan normal. maka terdapat kemungkinan gejala tersebut disebabkan oleh hal lain. Kerusakan gelembung renang menyebabkan organ ini tidak bisa mengembang dan mengempis. Sembelit atau konstipasi (constipation) merupakan gejala yang tidak jarang dijumpai pada ikan. Secara umum gejala ini disebabkan oleh • Kondisi kualitas air yang memburuk.

dapat pula disertai dengan gejala penyakit bakterial lainnya seperti kembung. Gambar 8. Busuk mulut merupakan penyakit akibat infeksi bakteri. Ulcer dapat memicu terjadinya infeksi sekunder terutama infeksi jamur.23.sengal (megap-megap) dan badan mengembung. mulut tidak bisa mengatup 3. selain itu. Gejala umum Ulcer yang disertai dengan infeksi jamur Saprolegnia. khususnya di sekitar mulut. disusul kematian dalam waktu singkat. dropsi. seperti ditunjukkan oleh adanya memar putih saja. kurus. kematian dapat terjadi setelah timbulnya kerusakan fisik yang berarti. Sering pula borok ini disertai dengan memerahnya pinggiran borok tersebut. mulut membengkak. penyakit tersebut dapat berinkubasi kurang dari 24 jam dan kematian terjadi dalam waktu 2 – 3 hari. diantaranya disertai dengan rontoknya mulut. 3. 2. Busuk Mulut Tanda-tanda penyakit adalah : 1. Memar tersebut kemudian akan bekembang menjadi bentukan berupa kapas berwarna putih kelabu. Ulcer Ulcer merupakan suatu pertanda tarjadinya berbagai infeksi bakteri sistemik pada ikan. untuk memastikan dengan jelas diperlukan pengamatan dibawah mikroskop. Kehadiran benda ini tidak jarang sulit dibedakan dengan serangan jamur. sehingga mulut sering menjadi tidak bisa terkatup. sirip. 5. 1. di beberapa kasus bisa terjadi 421 . Meskipun demikian. Kehadiran penyakit ini ditandai dengan munculnya memar putih atau abu-abu disekitar kepala. Oleh karena itu. 2. Fenomena ini biasanya ditandai dengan munculnya borok/luka terbuka pada tubuh ikan. Pada serangan ringan. yang biasanya terjadi di dearah dengan suhu udara hangat seperti di Indonesia. insang dan rongga mulut. Sedangkan dalam serangan akut dan cepat. 6. atau mata menonjol (pop eye).

Gambar 8. karena sebenarnya mereka hidup dilapisan dalam kulit. salah satu yang perlu dicurigai adalah akibat serangan penyakit ini.24. Oleh karena itu. siklus hidupnya serta caranya meperbanyak diri dalam air memegang peranan penting terhadap berjangkitnya penyakit tersebut. • Masing-masing bintik ini sebenarnya adalah individu parasit yang diselimuti oleh lapisan semi transparan dari jaringan tubuh ikan. Meskipun demikian parasit ini tidak sampai menyerang lapisan di bawahnya atau organ dalam lainnya. berdekatan dengan lapisan basal lamina. Penyakit ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik putih di sekujur tubuh dan juga sirip. insang atau rongga mulut. Tanda-tanda Penyakit Siklus hidup white spot terdiri dari beberapa tahap. insang atau mulut. tahapan tesebut secara umum dapat dibagi dua yaitu : • Tahapan infektif dan • Tahapan tidak infektif (sebagai "mahluk" yang hidup bebas di dalam air atau dikenal sebagai fase berenang).kematian tanpa disertai gejala fisik apapun. Ikan yang terserang "white spot" Ikan-ikan yang terjangkit akan menunjukkan gejala sebagai berikut : • Penampakan berupa bintik-bintik putih pada sirip. Gejala klinis white spot merupakan akibat dari bentuk tahapan sisklus infektif. Inang white spot yang bervariasi. julukan white spot sebagai ektoparasit dirasa kurang tepat. Ujud dari "white spot" pada tahapan infektif ini dikenal sebagai Trophont. Trophont hidup dalam lapisan epidermis kulit. tubuh.White Spot (Ich) White spot atau dikenal juga sebagai penyakit "ich". merupakan penyakit ikan yang disebabkan oleh parasit. Secara potensial white spot dapat berakibat mematikan. 7. Penyakit ini umum dijumpai pada hampir seluruh spesies ikan. Bintik Putih . 422 . sehingga apabila dijumpai kematian mendadak pada ikan.

Sirip tampak robek-robek dan compang-camping. Kulitnya berubah menjadi pucat dan mengelupas. cat. tumbuh dan membesar.• • Pada awal perkembangannya bintik tersebut tidak akan bisa dilihat dengan mata. oleh karena itu terjadinya pencemaran oleh bahan beracun yang dapat terakumulasi pada ekosistem tersebut. • Ikan berukuran kecil dan burayak dapat mengalami kematian setelah beberapa hari terjangkit berat. Kerusakan pada kulit dan insang ini akan memicu ikan mengalami stres osmotik dan stres pernapasan. mereka akan tampak lesu. sehingga bisa mencapai 0. Pada kasus berat beberapa individu dapat dijumpai bergerombol pada tempat yang sama. 8. sperti parfum.5-1 mm. minyak. aerosol. 423 . Ikan yang terjangkit berat akan menunjukkan perilaku abnormal dan disertai dengan perubahan fisiologis antara lain adalah : • Ikan tampak gelisah atau meluncur kesana kemari dengan cepat • Siripnya tampak bergetar (mungkin sebagai akibat terjadinya iritasi pada sirip tersebut). atau • Menyebabkan infeksi sekunder. bintik tersebut dapat dengan mudah dikenali. atau terapung di permukaan. • Pada ikan yang terjangkit sangat parah. Beberapa bahan beracun yang dapat masuk kedalam lingkungan kolam maupun akuarium baik sengaja maupun tidak. deterjen atau sabun. Tapi pada saat parasit tersebut makan. Keracunan Kolam maupun akuarium merupakan suatu ekosistem kecil yang sangat terbatas. • Bahan kimia yang secara tidak sengaja digunakan disekitar akuarium. Apabila ini terjadi. Insang juga tampak memucat. Ikan yang terjangkit ringan sering dijumpai menggosok-gosokan tubuhnya pada benda-benda lain di dalam air sebagai respon terhadap terjadinya iritasi pada kulit mereka. ikan untuk dapat disembuhkan akan relatif sangat kecil. asap rokok berlebihan. antara lain adalah: • Obat-obatan yang sengaja diberikan untuk mengatasi/mencegah suatu penyakit pada ikan. • Akibat gangguan pernapasan. insektisida. Stres pernapasan ditunjukkan dengan pergerakan tutup insang yang cepat (megapmegap) dan ikan tampak mengapung di permukaan dalam usahanya untuk mendapatkan oksigen lebih banyak. • • • Sedangkan ikan yang terjangkit berat dapat menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut : • Mengalami kematian sebagai akibat terganggunya sistem pengaturan osmotik ikan.

Jika tindakan euthannasia diperlukan berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan. mentimun laut. dan terkadang hingga menabrak benda-benda yang adad. koal api. Cara Euthanasia yang Dianjurkan: Perlu diingat bahwa ikan mempunyai rasa sakit dan stress. ada kalanya kita dihadapkan pada suatu pilihan yang sulit.• • Hasil metabolisme ikan yaitu urine dan kotoran ikan. • Berenang dengan liar. Kemudian kepala ikan tersebut 424 . amonia. Beberapa jenis juga dapat mengeluarkan racunnya apabila terluka atau sakit. • • Warna menjadi pudar. landak laut. Beberapa contoh dari golongan binatang beracun ini adalah. dan fireworms. Racun bisa juga juga ditimbulkan dari : • Obat-obatan atau bahan kimia seperti kaporit • Pembusukan bahan-bahan organik pada dasar wadah dapat pula menyumbangkan bahan beracun. Pada umumnya binatangbinatang tersebut akan mengeluarkan racunnya apabila dalam keadaan terancam atau ketakutan. euthanasia perlu dilakukan secara manusiawi. Terkadang tergeletak di dasar wadah dangan nafas tersengalsengal. khususnya pada saat ikan kesayangan tersebut menderita suatu penyakit atau mengalami luka-luka yang parah. Keputusan untuk menentukan apakah harus mencoba mengakhiri penderitaan ikan tersebut (Euthanasia) atau mencoba menyembuhkannya merupakan hal yang sangat sulit. gurita. soapfish. Oleh karena itu. Kualitas air sumber yang tercemar. truckfish. dan nitrat • Ikan beracun: Beberapa jenis ikan dan binatang tertentu (terutama dari lingkungan air laut) diketahui mengandung racun. 9. Oleh karena itu. oleh karena itu. skinned puffer. nitrit. ikan pari. scorpion fish. lionfish. apabila ikan secara tiba-tiba dan serentak (hampir menimpa seluruhnya) bernapas tersengal-sengal bisa dipastikan air tercemar bahan beracun. Beberapa cara yang biasa dilakukan adalah: • Konkusi : Pada cara ini tubuh ikan dibungkus dengan kain tetapi kepalanya dibiarkan terbuka. seperti. Euthanasia Dalam memelihara ikan hias. apalagi bila selama ini sudah terjalin keakraban antara pemilik dan ikan kesayangannya. anemon. spong api. • Nafas tersengal-sengal. boxfish. Gejala keracunan pada ikan: • Ikan meluncur dengan cepat kesana kemari secara tiba-tiba. binatang-binatang ini bisa menimbulkan akibat fatal pada ikan lainnya.

Apabila akan diberikan sebagai pakan pada binatang lain. • Dekapitasi: Untuk ikan-ikan berukuran kecil. • Mengeluarkan ikan dari dalam air. • • • • Memasukkan ikan pada air mendidih. agar tidak menimbulkan penularan yang tidak diperlukan. Mendinginkan ikan secara perlahan-lahan. kalau tidak. Pada awal perkembangannya bintik tersebut tidak akan bisa dilihat dengan mata. Dari penjelasan tentang beberapa gejala serangan penyakit maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa tanda-tanda penyakit pada beberapa jenis ikan pada umumnya hampir sama. kepala ikan dapat dipisahkan dengan cepat menggunakan pisau atau gunting yang sangat tajam. Mematahkan leher ikan tanpa diikuti dengan pengrusakan otak Setelah melakukan Euthanasia. Caranya adalah dengan merendam ikan pada larutan obat bius ikan pada konsentrasi berlebih dan dalam waktu relatif lama. tubuh. Selain itu juga sesuai untuk melakukan Euthanasia bersamasama pada ikan yang mengalami sakit secara masal.dipukulkan pada benda keras. insang atau mulut. Bisa juga dilakukan dengan cara memukul kepala ikan tersebut dengan benda keras. sekeras mungkin. tumbuh dan membesar. misalnya untuk penyakit bintik putih pada ikan air tawar. pastikan jenis penyakitnya tidak akan menulari binatang lain tersebut. . kemudian membiarkannya sampai mati. kuburlah ikan tersebut di tempat yang aman. Memasukkan ikan pada air dingin (es). Ikan masih dapat tersadar selama beberapa saat setelah kepalanya terpisah.5-1 mm. Gejala yang umum pada ikanikan yang terjangkit penyakit ini akan menunjukkan penampakan berupa bintik-bintik putih pada sirip. Pastikan bahwa otak ikan tersebut telah rusak. Tapi pada saat parasit tersebut makan. Masing-masing bintik ini sebenarnya adalah individu parasit yang diselimuti oleh lapisan semi transparan dari jaringan tubuh ikan. Jangan berikan ikan sakit tersebut sebagai pakan pada ikan lainya untuk menghindari penularan dan penyebaran penyakit pada ikan lainnya. tindakan penghancuran otak ini diperlukan. Selanjutnya otak ikan tersebut segera dihancurkan. oleh karena itu. bintik tersebut dapat dengan mudah dikenali. Untuk memastikannya anda bisa gunakan gunting atau pisau untuk merusakkan otaknya. terdapat kemungkinkan ikan akan sadar kembali. Pembiusan overdosis: Cara ini termasuk sesuai untuk berbagai jenis ukuran ikan. sehingga bisa mencapai 0. payau maupun laut hampir sama. Pada kasus 425 • Cara Euthanasia yang tidak dianjurkan: • Memasukan ikan kedalam septitank hidup-hidup dan menggelontornya dengan air.

berat beberapa individu dapat dijumpai bergerombol pada tempat yang sama. Ikan berukuran kecil dan burayak dapat mengalami kematian setelah beberapa hari terjangkit berat. dapat dilihat dari dua kejadian yang terjadi pada ikan budidaya yaitu cara kematian ikan di kolam dan tingkah laku ikan yang dipelihara. sirip tampak robek-robek dan compangcamping. Ikan yang terjangkit berat akan menunjukkan perilaku abnormal dan disertai dengan perubahan fisiologis. Apabila ini terjadi peluang ikan untuk dapat disembuhkan kecil. Kematian ikan yang terjadi secara tiba-tiba dan kejadiannya tidak selalu pada pagi hari tetapi terjadi kapan saja dengan ciricirinya adalah : 426 . Setiap ikan yang terserang penyakit akan memberikan suatu gejala yang khas. Sedangkan ikan yang terjangkit berat dapat mengalami kematian sebagai akibat terganggunya sistem pengaturan osmotik ikan. Pada ikan yang terjangkit sangat parah. atau terapung di permukaan. mereka akan tampak lesu. Insang juga tampak memucat. Cara kematian ikan dikolam budidaya dapat dikelompokkan menjadi beberapa yaitu : 1. Hal ini penyebabnya adalah : kekurangan oksigen di kolam budidaya 2. Kulitnya berubah menjadi pucat dan mengelupas. Terjadinya kerusakan pada kulit dan insang ini akan memicu ikan mengalami stres osmotik dan stres pernapasan. Ikan yang terjangkit ringan sering dijumpai menggosok-gosokan tubuhnya pada benda-benda lain di dalam wadah sebagai respon terhadap terjadinya iritasi pada kulit mereka. akan relatif sangat Penyakit yang menyerang ikan budidaya sebenarnya dapat dideteksi lebih dini oleh para pembudidaya jika memperhatikan gejala-gejala yang diperlihatkan oleh ikan budidaya. atau akibat infeksi sekunder. akibat gangguan pernapasan. Stres pernapasan ditunjukkan dengan pergerakan tutup insang yang cepat (megap-megap) dan ikan tampak mengapung di permukaan dalam usahanya untuk mendapatkan oksigen lebih banyak. Secara umum gejala ikan sakit yang dapat dilihat dengan mudah bagi para pembudidaya ikan. Mereka akan tampak gelisah atau meluncur kesana kemari dengan cepat dan siripnya tampak bergetar (mungkin sebagai akibat terjadinya iritasi pada sirip tersebut). Kematian ikan di kolam budidaya terjadi secara tiba-tiba dengan ciri-cirinya adalah : • Ikan yang berukuran besar mati lebih dulu • Ikan yang belum mati ada dipermukaan kolam atau disaluran air masuk • • • Air kolam berubah warna dan menyebarkan bau busuk Ikan-ikan yang mati terjadi pada dini hari Tanaman air pada mati.

Penyebabnya adalah : virus dan bakteri. kemudian banyak dan jarak antara kematian berselang sedikit. Ikan berada di permukaan air dan gerakannya sedikit lebih cenderung ikan tersebut berdiam diri (seperti keadaan lemas). siput Ikan berenang bertabrakan mati saling pemasukkan air. Penyebabnya adalah masalah makanan. Ikan berada di dasar perairan dan tidak mau makan. Tingkah laku ikan yang terserang penyakit pada beberapa jenis penyakit biasanya spesifik. sampai mencapai puncak dengan jumlah kematian yang tetap. Jumlah ikan yang mati sedikit. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • • Parasit di insang Kerusakan disebabkan (virus) insang yang oleh bakteri • Ikan kekurangan zat nutrisi (haemoglobin) 3. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • • Kekurangan perairan Parasit ikan oksigen di Hal ini penyebabnya adalah : keracunan 3. Kematian ikan yang terjadi secara berurutan pada waktu yang cukup lama. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Parasit • Virus 5. Selain memperhatikan cara kematian dari ikan yang dipelihara di dalam wadah budidaya. Kematian ikan yang terjadi dengan kecepatan kematian pada awal.• • • Ikan yang kecil mati terlebih dahulu Hewan air lainnya seperti kodok. Adapun tingkah laku ikan pada wadah budidaya yang terserang penyakit dapat diketahui antara lain adalah : 1. Ikan berenang terbalik dengan posisi bagian perut berada di atas dan ikan melakukan gerakan mengguling-gulingkan badannya. Aktivitas makan ikan berkurang. penyakit yang menyerang pada ikan budidaya dapat dilakukan pemantauan dengan melihat tingkah laku ikan yang diduga terserang penyakit. 5. Kematian ikan yang terjadi secara berurutan dengan kecepatan kematian ikan sedikit. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Perubahan kualitas atau mutu air • Makanan tidak cocok • Segala macam penyakit 4. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : 427 . Ikan-ikan yang dipelihara selalu berada atau berkumpul di permukaan air atau di saluran 2. serta siripnya tidak berkembang. Penyebabnya adalah parasit 4.

Pada bagian tubuh ikan bagian luar antara lain memberikan tanda-tanda serangan penyakit adalah : 1.• Parasit • Kualitas air yang buruk 6. 6. seperti badannya bengkok. 5. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Myxosoma • Crustacea 8. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • 428 . Parasit jenis Trypanosoma (whirling disease) Warna tubuh ikan kemerahan. 3. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Insang ikan menggumpal disebabkan oleh bakteri. tidak mempunyai sirip. Untuk melihat secara jelas dan pasti tentang jenis penyakit yang menyerang ikan peliharaan tersebut maka harus dilakukan pengamatan dan melihat secara langsung organ tubuh ikan yang terserang penyakit. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Argulus • Lernea • Bakteri Ikan tubuhnya bengkak. Ikan gelisah (terlampau aktif) dan menggesekkan badannya pada batu-batuan. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : Parasit dari jenis Ichthyophthirius multifiliis. Ikan bergetar. 7. maka para pembudidaya ikan sudah dapat menduga adanya gejala serangan penyakit pada ikan. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah parasit. 7. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Tumor • Siste (telur dari parasit) Perubahan bentuk tubuh ikan. Dengan melihat tingkah laku ikan yang dibudidayakan di wadah budidaya apapun. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Genetik (keturunan) • Kekurangan zat nutrisi (makanan) Perubahan kulit ikan ada beberapa macam. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Trematoda • Bakteri • Lernea dan Argulus Adanya pendarahan pada daerah tertentu. Warna tubuh ikan lebih gelap dari biasanya. 3. Gejala serangan penyakit ini dapat diprediksi penyebabnya antara lain adalah : • Kekurangan vitamin C • Virus 2. Secara kasat mata dapat diketahui tentang jenis penyakit yang menyerang ikan budidaya dari bagian tubuh luar ikan dan bagian dalam tubuh ikan. jamur dan parasit • Ikan kekurangan makanan Adanya luka borok. Ikan diam di dasar perairan dan menepi dipinggiran kolam.

metode pemeriksaan endoparasit. sirip. Chilodonella. Kedua belah insang diambil semua. penyebabnya adalah Trichodina. Ada bercak lendir dan darah. Isi perut dipindahkan ke dalam gelas objek atau cawan petri yang ditetesi dengan NaCl 0. metode penanganan spesimen dan identifikasi parasit. buka lambung dengan menggunakan gunting secara memanjang lalu diamati dibawah mikroskop atau bisa dengan mengerik secara perlahan bagian dalam lambung lalu oleskan pada gelas objek yang telah ditetesi oleh NaCl 0. 2. dibuat sayatan setipis mungkin baru dilihat dibawah mikroskop. setelah itu lendir dikerik dengan menggunakan pisau bedah dan dibuat preparat ulas pada gelas obyek yang telah ditetesi air dan diamati di bawah mikroskop. penyebabnya adalah Ichthyophthirius multifiliis Terdapat selaput yang tidak beraturan. 429 . Pisahkan antara usus dan lambung. Selain itu untuk lebih memastikan praduga tentang jenis penyakit yang telah menyerang ikan budidaya sebaiknya dilakukan kembali pemeriksaan ikan sampel di laboratorium hama dan penyakit ikan atau ditempat pengambilan sampel secara langsung. penyebabnya adalah jamur Ada lapisan lendir berwarna abu-abu. Metode pemeriksaan Ektoparasit 1. Perut ikan dibuka dengan menggunting perut bagian bawah ikan dari mulai anus hingga ke bawah sirip dada. Metode Pemeriksaan Endoparasit 1.• • • • Terdapat bintik putih. Buka penutup rongga perut pada bagian atas mulai dari anus sampai sirip dada dan digunting mengikuti tutup insang sehingga isi perut terlihat. Usus yang sudah dipisahkan digunting memanjang lalu diletakkan pada gelas objek.6% lalu diamati dibawah mikroskop.ditempatkan pada gelas obyek yang telah ditetesi oleh air agar tidak kering lalu diamati di bawah mikroskop. Kemudian panjang tubuh ikan dan berat tubuh ikan setiap sampel di catat. insang. Seluruh permukaan tubuh diamati secara kasat mata atau dengan menggunakan mikroskop dengan pembesaran 50 kali. 2.6% lalu diamati dibawah mikroskop. 3. lambung dan usus. Pemeriksaan dapat dilakukan pada bagian internal maupun eksternal meliputi permukaan tubuh. Costia. penyebabnya adalah Monogenea. dipisahkan antara filamen dengan tapisnya lalu ditumbuk secara perlahan dan ditetesi oleh air agar tidak kering lalu diamati di bawah mikroskop. Seluruh sirip ikan dipotong dari tubuh dengan menggunakan gunting. Ada beberapa metode pemeriksaan yaitu metode pemeriksaan ektoparasit. 3. Prosedur yang harus dilakukan sebelum pemeriksaan parasit adalah ikan sampel terlebih dahulu dimatikan dengan cara menusukkan jarum pada bagian medulla oblangata.

Parasit ini ditemukan dalam bentuk kista atau spora. Suspensi spora ditipiskan dan difiksasi dengan methanol 3 – 5 menit dan diwarnai dengan Giemsa selama 20 menit. Parasit ini kemudian dicuci dengan NaCl 430 . dikeringkan dan diperiksa dibawah mikroskop. rendam preparat dalam air di bawah sinar matahari selama 15 – 30 menit kemudian dikeringkan. Acathocephala Cacing yang terdapat pada usus ikan ini diambil dengan hati-hati agar proboscisnya tidak terputus. Myxosporea Parasit ini merupakan endoparasit yang berada pada urat daging. Parasit ini mudah mengkerut sehingga harus dipres dengan gelas penutup dan difiksasi dengan formalin 3% selama 5 menit dan disimpan dalam larutan alkohol 70%. Kemudian preparat ini difiksasi dengan alkohol 70% atau formalin 3% selama 5 – 30 menit. yaitu : • Teknik Impregnaris Perak Nitrat • Sediakan ulasan mukus yang sudah kering udara lalu genangi dengan larutan perak nitrat 0. Terdapat dua cara untuk dapat membuat preparat protozoa. Kista dapat dipecahkan sehingga spora dapat keluar. • Teknik pewarnaan Giemsa • Sediakan ulasan mukus yang sudah dikeringkan udara lalu fiksasi dengan menggunakan metanol selama 15 menit. Misalkan dari penampakan bagian luar tubuh ikan yang dibudidayakan diprediksi jenis penyakitnya maka prosedur yang akan dilakukan adalah sebagai berikut : Protozoa Protozoa diperoleh dengan mengerik lendir atau mukus yang kemudian dioleskan pada gelas objek yang telah ditetesi oleh air. Parasit monogenea yang terlepas disusun dalam gelas objek dan ditetesi dengan amonium pikrat gliserin. Cestoda Cestoda yang biasanya menenpel pada usus dilepaskan dengan hatihati agar scoleks tidak terputus. Monogenea Organ yang mengandung parasit ini direndam dalam larutan formalin selama 30 menit untuk melepaskan parasit. Setelah itu preparat dicuci dengan air bersih. Digenea Digenea atau metaserkaria di dapat dari usus atau daging ikan. genangi preparat dengan Giemsa selama 15 – 30 menit kemudian bilas dengan air dan keringkan. Cestoda yang telah terlepas diletakkan dalam gelas objek dan dipres.Jika dari pengamatan secara kasat mata atau visual dapat diduga jenis penyakit yang menyerang ikan budidaya dan untuk memastikan secara ilmiah dapat dilakukan pemeriksaan dibawah mikroskop dengan membuat preparat.2% selama 5 – 10 menit. Spesies parasit ini diidentifikasi menurut organ penempelannya.

2. Sebelum melakukan pengobatan terhadap ikan yang sakit. Jika penyakit ikan disebabkan oleh virus maka tidak ada obat yang dapat memberantas virus tersebut. Dalam melakukan pengobatan dengan menggunakan bahan kimia harus diperhatikan beberapa hal yaitu : 1. Beberapa metoda pengobatan adalah sebagai berikut : 1. Jika penyakit disebabkan oleh jamur dan parasit maka obat yang digunakan adalah bahan kimia. ukuran ikan. Yang bisa dilakukan adalah mengurangi hal-hal yang menyebabkan terjadinya penyakit. Cacing disimpan dalam formalin 3%. bahan kimia atau obat yang diberikan dan sifat ikan. terlebih dahulu harus diketahui jenis penyakit yang menyebabkan ikan sakit agar dapat diketahui jenis obat yang akan digunakan untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Metoda yang dilakukan harus mempertimbangkan antara lain. Penyuntikan 431 8.0. Jika penyakit disebabkan oleh bakteri maka obat yang dapat digunakan adalah bahan kimia sintetik atau alami atau antibiotika. Ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh para pembudidaya ikan yang akan melakukan pengobatan terhadap beberapa jenis penyakit infeksi yaitu: . kulit. Cacing yang melekat diambil dengan menggunakan pinset sedangkan kista dipecah sehingga cacing keluar kemudian difiksasi dengan alkohol atau formalin 3% agar tetap rileks. Perbedaan tekanan akan membuat cacing menjadi kaku dan proboscis terjulur. PENGOBATAN PENYAKIT IKAN Pengobatan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh para pembudidaya ikan jika ikan yang dipelihara terserang penyakit. Bahan tersebut tidak mempunyai pengaruh yang besar terhadap produksi kolam. Cacing dibiarkan dalam air kran kurang lebih selama 1 jam kemudian ditutup dan difiksasi dengan larutan fiksatif pada salah satu ujung gelas penutup. Nematoda dapat ditemukan dalam bentuk kista maupun tidak. Bahan tersebut mudah terurai Pengobatan ikan sakit dapat dilakukan beberapa metoda. hati. Larutan fiksatif yang digunakan adalah Bouin beralkohol dan dicuci dengan alkohol untuk menghilangkan formalin. 3. ukuran wadah. Nematoda Parasit ini biasanya menginfeksi usus. 3.4. Melalui suntikan dengan antibiotika Metoda penyuntikan dilakukan bila yang diberikan adalah sejenis obat seperti antibiotik atau vitamin.85% lalu dicuci dengan air bersih. 1. Bahan yang digunakan harus selektif yaitu bahan yang digunakan hanya mematikan sumber penyakit tidak mematikan ikan. daging dan perut. Bahan kimia yang digunakan harus larut dalam air 2.

Sering dimanfaatkan untuk mengobati penyakit ikan akibat ektoparasit dan infeksi bakteri terutama pada ikan-ikan dalam kolam. metoda ini pun dilakukan bila bahan kimia atau obat yang digunakan dapat meracuni ikan. • Perendaman. Jenis Bahan Kimia Dan Obat Yang digunakan antara lain adalah : 1. Pada perendaman jangka pendek (15 – 30 menit) dapat diberikan konsentrasi yang lebih tinggi daripada pada perendaman dengan waktu yang lebih lama (1 jam lebih sampai beberapa hari) Jenis bahan kimia dan obat yang digunakan dalam pengobatan dan pencegahan harus mempertimbangkan antara lain: • Dalam dosis tertentu tidak membuat ikan stress maupun mati • Efektif dapat membunuh parasit • Sifat racun cepat menurun dalam waktu tertentu. Akan tetapi bila makanan yang diberikan tidak segera dimakan ikan maka konsentrasi obat atau vitamin pada makanan akan menurun karena sebagian akan larut dalam air. Melalui makanan Obat atau vitamin dapat diberikan melalui makanan. (Oksidator) 432 .dilakukan pada daerah punggung ikan yang mempunyai jaringan otot lebih tebal. Perendaman Metoda perendaman dilakukan bila yang diberikan adalah bahan kimia untuk membunuh parasit maupun mikroorganisme dalam air atau untuk memutuskan siklus hidup parasit. 3. dilakukan bila bahan kimia atau obat kurang sifat racunnya atau konsentrasi yang diberikan tidak akan membunuh ikan. Bila dilarutkan dalam air akan terjadi reaksi kimia sebagai berikut. • Mudah mengalami degradasi dalam waktu singkat. • Pencelupan.Oksigen elemental. Penyuntikan hanya dilakukan pada ikan yang berukuran besar terutama ukuran induk. metoda ini dilakukan bila bahan kimia atau obat yang digunakan dapat membunuh ikan. 2. Kalium Permanganat (PK) Kalium permanganat (PK) dengan rumus kimia KMnO4 sebagai serbuk maupun larutan berwarna viol et. bahan kimia atau obat dioleskan pada luka di tubuh ikan. Ikan sakit dicelupkan pada larutan bahan kimia atau obat selama 15 – 30 detik. Oleh karena itu metoda ini afektif diberikan pada ikan yang tidak kehilangan nafsu makannya. Sedangkan yang kecil tidak dapat dilakukan. KMnO4 K+ + MnO4MnO4 MnO2+2On On . Pengobatan ikan sakit dengan metoda perendaman adalah sebagai berikut: • Pengolesan dengan bahan kimia atau obat.

juga membentuk kompleks protein pada struktur pernapasan parasit yang akhirnya menyebabkan kematian. • Bahan aktif beracun yang mampu membunuh berbagai parasit dengan merusak dinding-dinding sel mereka melalui proses oksidasi. • Aliran air dan aerasi bekerja optimal. ulcer. Prosedur Perlakuan PK (untuk jamur. dan bakteri) • Filter biologi tidak boleh dilewatkan larutan PK. Rotenone dan Antimycin. perlakuann kalium permanganat dilakukan pada konsentrasi diatas 2 ppm.4 ppm pada perendaman. dilaporkan resisten terhadap PK. • • • • • • • • • Manfaat • Efektif mencegah flukes. kecuali dengan perendaman. parasit. perlakuan diulang setiap 2-3 hari Sebagai disinfektan luka. Begitu pula dengan Costia dan Chilodinella. Mangan oksida membentuk kompleks protein pada permukaan epithelium. Gyrodactylus dan Dactylus dapat hilang setelah 8 jam perlakuan dengan dosis 3 ppm pada suatu sistem tertutup. Konsentrasi 2-3 ppm selama 10-20 jam dapat menetralisir residu Rotenone atau Antimycin. Transportasi burayak dapat dengan perlakuan kalium permanganat dibawah 2 ppm. Sebagai contoh. maka untuk menetralisirnya PK pun diberikan sebanyak 2 ppm. sehingga menyebabkan warna coklat pada ikan dan sirip. karena pada saat molekul-molekul organik 433 . Lernea and Piscicola diketahui hanya akan respon apabila PK digunakan dalam perendaman (dengan dosis: 1025 ppm selama 90 menit). Secara umum tingkat keracunan PK akan meningkat pada lingkungan perairan yang alkalin (basa). • Argulus. Sebagai antitoxin terhadap aplikasi bahan-bahan beracun. Dapat membunuh Saprolegnia yang umum dijumpai sebagai infeksi sekunder pada Ulcer. Dapat mengurangi aeromonas (hingga 99%) dan bakteri gram negatif lainnya. • Kalium permanganat sangat efektif dalam menghilangkan Flukes. Dapat mengoksidasi bahan organik. Golongan ikan Catfish. tricodina. dan infeksi jamur (ektoparasit dan infeksi bakteri) dengan dosis 2 . Tingkat keracunannya sedikit lebih tinggi dari tingkat pengobatannya. karena dapat membunuh bakteri dalam filter biologi. Dosis PK sebaiknya diberikan setara dengan dosis pestisida yang diberikan. sebagai contoh apabila Rotenone diberikan sebanyak 2 ppm.Sifat Kimia Oksidator kuat • • Sifat bahan aktif beracun adalah merusak dinding-dinding sel melalui proses oksidasi.

• • • • • teroksidasi.0. atau dengan kata lain sudah tidak ada lagi bahan yang dioksidasi. karena pada pH rendah kadar asam hipoklorit akan meningkat. Dosis 2 ppm diberikan pada ikanikan muda atau ikan-ikan yang tidak bersisik. sebagai pembunuh kuman (disinfektan) di perusahan-perusahan air minum. Karena hal ini menunjukkan bahwa PK sudah tidak bereaksi lagi.003 ppm • Klorin pada konsentrasi 0. meningkatkan 434 2. • Tingkat keracunan klorin dan kloramin akan meningkat pada pH rendah dan temperatur tinggi. dan algae mati maka air akan cenderung keruh dan oksigen terlarut menurun. Klorin (Cl2) merupakan gas berwarna kuning kehijauan dengan bau menyengat.2 . Hal ini dapat dijadikan patokan untuk mendapatkan dosis yang diinginkan apabila timbangan tidak tersedia. terutama dari gangguan siput dan telurnya. Klorin Dan Kloramin Klorin dan kloramin merupakan bahan kimia yang biasa digunakan . maka hal ini dapat dijadikan pertanda untuk menghentikan perlakuan. Cl2 + H2O H2ClO3 Cl2 + H2O + NH4Cl + H2O NH4 + ClO3Sifat Kimia • Klorin relatif tidak stabil di dalam air • Kloramin lebih stabil dibandingkan klorin • Klorin maupun kloramin sangat beracun bagi ikan • Reaksi dengan air membentuk asam hipoklorit • Asam hipoklorit tersebut dapat merusak sel-sel protein dan sistem enzim ikan. sehingga biasa digunakan untuk mensterilkan tanaman air dari hama dan penyakit. Apabila pada perlakuan ketiga atau keempat air bertahan berwarna ungu selama lebih dari 8 jam (warna tidak berubah menjadi coklat).3 ppm dapat membunuh ikan dengan cepat Tanda-tanda Keracunan • Ikan bergerak kesana kemari dengan cepat. Dosis 4 ppm diberikan pada ikanikan bersisik. Dosis tersebut tidak akan merusak tanaman air. Berikan dosis sebanyak 2-4 ppm. • Klorin dan kloramin secara langsung akan merusak insang sehingga dapat menimbulkan gejala hipoxia. • Efek racun dari bahan tersebut dapat diperkecil bila residu klorin dalam air dijaga tidak lebih dari 0. Setelah perlakuan dihentikan lakukan penggantian air sebanyak 40 % untuk segera membantu pemulihan warna air. Perlakuan dilakukan 4 kali berturut dalam waktu 4 hari. dengan pemberian PK dilakukan setiap pagi hari. Sedangkan kloramin merupakan senyawa klorin-amonia (NH4Cl). lesu dan lemah. Perlakuan klorinasi dikenal dengan kaporit. Satu sendok teh peres (jangan dipadatkan) kurang lebih setara dengan 6 gram. • Ikan akan gemetar dan warna menjadi pucat.

Dengan demikian maka gas klorin akan terbebas ke udara.kerja insang dan ikan tampak tersengal-sengal dipermukaan. • Segera pindahkan ikan yang terkena keracunan klorin kedalam akuarium/wadah yang tidak terkontaminasi. • Kloramin relatif lebih sulit diatasi hanya oleh natrium tiosulfat saja dibandingkan dengan klorin. 3. Selain itu. • Pengaruh klorin dihilangkan dengan pemberian aerasi secara intensif. • Mengendapkan air selama semalam. • Cara pemberian metil biru pada bak pemijahan adalah setetes demi setetes. Sifat Kimia • Metil biru merupakan pewarna thiazine. • Anti-klorin lebih dianjurkan untuk air yang diolah dengan kloramin. • Digunakan sebagai bakterisida dan fungsida pada akuarium. • Menggunakan bahan deklorinator atau lebih dikenal dengan nama anti klorin. tetapi akan menghasilkan amonia. Biru Metilen (Methylene Blue) Metil biru diketahui efektif untuk pengobatan Ichthyopthirius (white spot) dan jamur. karena maskipun gas klorinnya dapat diikat dengan baik. dengan konsenrasi 1 . Dalam keadaan terpaksa tambahkan anti-klorin pada akuarium. dekorasi akuarium dan peralatan lainnya termasuk lem akuarium. • Air di deklorinasi sebelum digunakan.2 persen. pakaian. Metil biru biasanya tersedia sebagai larutan jadi di toko-toko akuarium. • Tetesan dihentikan apabila air akuarium telah berwarna kebiruan atau biru jernih (tembus pandang). Pada setiap tetesan biarkan larutan metil biru tersebut tersebar secara merata. Selain itu tersedia pula dalam bentuk serbuk. jamur dan protozoa dosis yang dianjurkan adalah 2 ml larutan Metil biru (Methylene Blue) 1 % per 10 liter air akuarium. • Dapat merusak pada tanaman air. Artinya isi di dalam 435 . dosis yang dianjurkan adalah 2 mg/liter. Dosis dan Cara Pemberian • Untuk infeksi bakteri. • Untuk mencegah serangan jamur pada telur. • Perlakuan dilakukan dengan perendaman jangka panjang pada karantina. juga sering digunakan untuk mencegah serangan jamur pada telur ikan. • Mengalirkan air hasil deklorinasi tersebut melewati zeolit. • Dapat merusak filtrasi biologi dan kemampuan warnanya untuk melekat pada kulit. baik secara kimiawi maupun fisika. Perlakuan Oleh karena klorin sangat beracun bagi ikan maka perlu dihilangkan dengan cara sebagai berikut. • Untuk mencegah serangan jamur pada telur ikan. • Tingkatkan intensitas aerasi untuk mengatasi kemungkinan terjadinya gangguan pernapasan pada ikan-ikan.

seperti: ichtyobodo. Malachite Green Malachite Green merupakan pewarna triphenylmethane dari group rasamilin. Hindari penggunaan malachite green dalam bentuk serbuk (tepung). karena diketahui bisa menimbulkan akibat buruk bagi kesehatan manusia apabila terhirup. flukes insang. Malachite green diketahui mempunya efek sinergis apabila diberikan bersama-sama dengan formalin. konsentrasi 1 % berat. serta sebagai fungisida. • Diberikan dengan cara mencelupkan pakan pada larutan metronidazol. seperti tangan. Perlakuan ini cukup dilakukan sekali kemudian dibiarkan hingga warna terdegradasi secara alami. . yaitu dicampurkan pada pakan dengan obat. Terdapat indikasi bahwa kepopuleran penggunaan bahan ini agak menurun. beberapa jenis ikan diketahui tidak toleran terhadap bahan ini. Pada kasus berat. pengobatan dapat dilakukan dengan perendaman selama 48 jam dengan dosis 0. tetapi ulangan dilakukan dengan selang 3 hari (4 hari sekali). penggantian air sebanyak 5 % setiap hari dapat dilakukan untuk mengurangi kadar metil biru dalam air tersebut dan mengurangi akumulasi bahan organik dan ammonium Di-Metronidazol Dosis = 5 ppm. dan white spot. Diberikan seperti halnya cara pemberian metronidazol.• • akuarium tersebut masih dapat dilihat dengan jelas. termasuk plastik. Setelah telur menetas. trichodina. hingga sebanyak 3 ulangan • Pergantian air sebanyak 25 % selama perlakuan. 436 4. baju. Warna malachite green bisa melekat pada apa saja. • Metronidazol diberikan secara oral. dan peralatan akuarium. diketahui. Malachite Green juga dapat menimbulkan akibat buruk pada filter biologi dan pada tanaman air. Dalam dunia ikan hias. Metronidazol Metronidazol dan di-metrinidazol adalah obat antimikroba yang dibuat dan dikembangkan untuk manusia melawan bakteri-bakteri anaerob dan protozoa. obat ini biasa digunakan untuk mengobati hexamitiasis. Dosis dan Cara Pemberian • Dosis yang disarankan adalah 10 ppm • Obat ini biasanya berbentuk tablet dengan kadar 250 mg/tablet • Perlakuan ini harus diulang selang sehari. Bahan ini merupakan bahan yang kerap digunakan untuk mengobati berbagai penyakit dan parasit dari golongan protozoa. Disamping itu. Penggunaan bahan ini hendaknya dilakukan pada sistem tertutup seperti akuarium atau kolam ikan hias.004%. 5.

Tidak ada salahnya dilakukan percobaan terlebih dahulu pada 1 atau 2 ikan sebelum perlakuan MG dilakukan pada sejumlah banyak ikan. • Dosis campuran antara Malachite Green dan Formalin untuk perlakuan pada ikan adalah 0.05 . Oxytetracyline Oksitetrasiklin hidroklorida merupakan antibiotik yang kadang-kadang digunakan dalam pengobatan penyakit akibat infeksi bakterial sistemik pada ikan Dosis dan Cara Pemakaian • Suntik. Berikan selama 7 . terhadap beberapa jenis tetra.75 mg per kg berat badan ikan per hari.1 ppm MG dan 10 -25ppm Formalin.60 menit). diberikan melalui pakan.25 ppm Formalin.Disarankan untuk menggunakan malachite green dalam bentuk larutan jadi dengan konsentrasi 1% dan telah terbebas dari unsur seng. Untuk udang-udangan atau invertebrata laut adalah 0. Dosis 60 .2 ppm MG dan 10 . dan sering efektif dalam mengobati sembelit (tidak bisa buang kotoran) pada ikan.1 . Dosis dan Cara Pemberian Sebagai pencahar (pencuci perut).2 ml dari larutan 1% per 10 liter air. disarankan untuk mengganti air sebanyak 25 % • Dosis 1 . Perhatian • Malachite Green dapat bersifat racun terhadap burayak ikan. • Oral.7H20) Garam inggris biasa digunakan untuk meningkatkan kadar mineral dalam air. Sebelum pemberian dosis dilakukan. 7. Yakinkanlah MG yang digunakan adalah dari jenis yang bebas Seng. 10-20 mg oksitetrasiklin per kg berat badan ikan. Garam Inggris / Epsom Salts (MgSO4. Ulangi penyuntikan apabila diperlukan.2 ml dari larutan 1% per 10 liter.0.5 g) 437 .1 -0. Dosis 20 -100 ppm. Dosis dan Cara Pemberian • Dosis 0. Perlakuan dapat di ulang setiap 2 hari sekali.0. Ulangi apabila diperlukan. larutkan 1 sendok teh peres (2. 6. Pemberian dosis dapat dilakukan setiap 4-5 hari sekali. dan beberapa jenis catfish seperti Pimelodidae atau blue gill. • Perendaman. Jangka panjang (5 hari). sebagai perlakuan jangka pendek (30 . sebagai perlakuan perendaman jangka panjang. Perlakuan dapat dilakukan sebanyak 4-5 ulangan. • Malachite Green dapat pula diberikan sebagai disinfektan pada telur dengan dosis 5 ppm selama 10 menit. Beberapa penyimpangan hasil perlakuan dengan MG dapat terjadi apabila perlakuan dilakukan pada pH air diatas 9 • • atau apabila temperatur air diatas 21 ° C. • Perlakuan hendaknya dilakukan pada tempat terpisah.14 hari.

Setelah itu baru dimasukan kedalam akuarium. berbahaya bila dikonsumsi. Perendaman harus dihentikan apabila ikan menunjukkan gejala stress. yaitu bila kekurangan oksigen. untuk mengatasi kondisi kekurangan oksigen yang terjadi. Perlakuan ini hanya dianjurkan pada kondisi darurat saja. dengan rumus kimia H2O2. Sebuah produk peralatan akuarium menggunakan hidrogen perosida untuk penambah oksigen tanpa tenaga listrik. Bahan inipun digunakan pula sebagai antiseptik pada akuarium. setidaknya dengan perbandingan 1: 10 (satu bagian bahan dengan 10 bagian air). Penggunaan Hidrogen Peroksida Dalam Akuarium: Sebagai anti protozoa: Diberikan sebagai perlakuan perendaman dalam jangka pendek. Perendaman dilakukan selama maksimum 5-10 menit. 2H2O2 2H2O + O2 Bahan ini kerap digunakan dalam dunia kesehatan sebagai disinfektan (pembunuh kuman) karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya. 8. Pastikan pula bahwa larutan ini dapat segera tercampur dengan baik setelah dimasukan kedalam akuarium. 438 . Untuk memulihkan kondisi kekurangan oksigen: Dosis yang digunakan 1-2 ml Hidrogen Peroksida 3% dalam 10 liter air akuarium. Bahan ini merupakan oksidator kuat. Sebelum diberikan dianjurkan untuk mengencerkan terlebih dahulu hidrogen perioksida tersebut. Peningkatan sedikit temperatur air (dalam selang toleransi ikan yang bersangkutan) dapat membantu meningkatkan laju metabolisme ikan tersebut sehingga diharapkan akan dapat mempercepat pemulihan dari gejala sembelit. air dan oksigen. Hidrogen Peroksida Larutan jernih ini sepintas mirip air. Dosis yang digunakan adalah 10 ml larutan dengan konsenrasi 3 % (teknis) dalam 1 liter air.garam inggris dalam 18 liter air (0. Terlebih dahulu larutkan garam inggris tersebut dalam sedikit air akuarium pada wadah tertentu.14 ppt). Kelebihan dosis akan membuat ikan menjadi stress dan bisa membahayakan kehidupan ikan yang bersangkutan. Dosis harus dijaga agar jangan sampai kelebihan. selanjutnya masukan kedalam akuarium yang telah berisi air dengan takaran yang sesuai. Hidrogen peroksida bisa pula digunakan sebagai penambah oksigen dalam akuarium. Hidrogen peroksida akan terurai menjadi dua produk yang aman yaitu. Setelah itu dicari penyebab sebenarnya agar dapat diatasi dengan lebih baik.

Dan perlakuan harus segera dihentikan apabila ikan mulai menunjukkan gejala stres seperti nafas tersengal-sengal (megapmegap) atau meloncat (ingin keluar dari akuarium) • Untuk perlakuan jangka panjang. Untuk pengawetan biasanya digunakan formalin dengan konsentrasi 10%.9. Formalin diketahui sering digunakan dan efektif dalam pengobatan penyakit akibat ektoparasit seperti fluke dan kulit berlendir. • Jangan dilakukan pada filter biologi. Ambang batas amannya sangat rendah. Penggunaan • Untuk penggunaan jangka panjang (beberapa hari) atau jangka pendek (10 . Dengan demikian dosis yang dicantumkan pada artikel ini bukan merupakan jaminan. ikan tersebut dapat segera dikembalikan pada akuarium utama. dosisnya adalah 2 ml Formalin (37-40%) per 10 liter air. atau kurang apabila ikan menunjukkan gejala stres. Formalin (HCHO dan CH3OH) Formalin merupakan larutan komersial dengan konsentrasi 3740% dari formaldehid.3 hari. karena akan membunuh bakteri yang ada pada filter • Lakukan penggantian air sebanyak 30%. Setiap spesies akan memiliki toleransi berbeda terhadap formalin. perlakuan sebaiknya dilakukan di akuarium khusus. Bahan ini biasanya digunakan sebagai antiseptic. • Yang perlu diperhatikan adalah: penggunaan formalin dalam perlakuan jangka pendek harus diawasi dengan ketat. Dosis dan Cara Pemberian • Dosis penggunaan formalin bervariasi tergantung pada spesies ikannya.25 ml Formalin (37-40%) per 10 liter air. • Formalin dapat mengganggu filter biologi. Siapkan campuran terlebih dahulu sebelum ikan dimasukkan. tetapi merupakan kriteria rata-rata. • Untuk perlakuan jangka pendek. oleh karena itu. germisida. Setelah 2 . bahan ini juga sangat beracun bagi ikan. Ikan yang akan diawetkan harus melalui proses euthanasia yang hewani terlebih dahulu. seperti untuk pengobatan akibat infeksi ektoparasit besar penyebab fluke. meskipun masih dipakai secara luas dalam akurkulutur dan lingkungan kolam tertentu. seperti untuk pengobatan akibat infeksi ektoparasit penyebab kulit berlendir adalah 0. kecuali apabila ikan tersebut telah mati sebelumnya. Formalin sangat beracun. 439 . Lakukan perendaman selama maksimal 30 menit.30 menit). dan pengawet. sehinggga terkadang ikan yang diobati malah mati akibat formalin daripada akibat penyakitnya. Meskipun demikian. kembalikan ikan pada wadah semula. tetapi lebih banyak digunakan dalam pengawetan specimen ikan untuk keperluan identifikasi.15 -0. Keuntungan dengan perlakuan terpisah ini adalah apabila ikan mengalami stres pada saat diperlakukan.

formalin dapat bersifat eksplosif (meledak). Berbahaya apabila terhirup atau terserap kulit. Bahan ini juga dapat menghasilkan uap beracun. bahkan dalam konsentrasi yang sangat rendah. Atau mau menggunakan bahan kimia dengan cara merendam ikan dalam larutan nitrofuran 5 – 10 ppm selama 12 – 24 jam. Apabila tidak bernafas. Kontak Mata: Segera cuci dengan air yang banyak selama paling tidak 15 menit Segera hubungi dokter. Streptomisin yang berupa serbuk dapat dicampurkan ke dalam makanan ikan 440 . menonaktifkan dan menyerap bahan dengan memberi susu. Resiko kanker tergantung pada tingkat dan lama kontak. Pertolongan Pertama: • Terhisap: Pindahkan korban pada udara bersih. Menyebabkan iritasi terhadap kulit. mata dan saluran pernafasan.08 pH : 2. sambil melepas pakaian yang terkena. Selain itu. Sebagai contoh dalam aplikasinya. arang aktif. untuk ikan yang sakit yang akan diobati dengan antibiotika antara lain oxytetracycline. Sifat Fisika dan Kimia Formalin Tampilan : cairan jernih (tidak berwarna) Bau : berbau menusuk. maka akan sangat membantu para pembudidaya ikan untuk mengobati ikan yang sakit. oleh karena itu jangan biarkan botol formalin terbuka di ruang tertutup. Simpan formalin dalam botol berwarna gelap dan hindarkan dari cahaya. Setiap bahan organik akan dapat menonaktifkan formalin. Dapat berakibat fatal atau menyebabkan kebutaan apabila tertelan. merendam ikan dalam larutan kalium permanganate (PK) 10 – 20 ppm selama 30 – 60 menit. kalau tidak maka akan dapat terbentuk paraformaldehid (berupa endapan putih) yang sangat beracun bagi ikan. Apabila hal ini terjadi segeralah cuci dengan air yang banyak. jaga agar kepala lebih rendah dari pinggul. atau air. Cuci pakaian sebelum digunakan kembali. Uap berbahaya. Kontak Kulit: Segera cuci dengan air yang banyak selama paling tidak 15 menit.Peringatan Formalin sangat berbahaya apabila terkena kulit atau mata. Maka cara pengobatannya dapat dilakukan misalnya saja dengan merendam ikan dalam larutan oksitetrasiklin 5 ppm selama 24 jam. keras Kelarutan : sangat larut Berat jenis : 1. apabila kesulitan bernafas beri oksigen.8 Identifikasi Bahaya: Sangat berbahaya! Dapat menyebabkan kanker. Dengan mengetahui berbagai macam obat dan bahan kimia yang dapat digunakan dalam melakukan pengobatan. Apabila muntah. Jaga tubuh korban agar tetap hangat dan rileks. beri nafas buatan. Mudah terbakar. panggil dokter. Obat-obat antibiotika seperti Kemicitin. Tetrasiklin. • • • Tertelan: Apabila korban sadar usahakan untuk mengencerkan.

Makanan ikan yang akan diberikan dicampur dulu dengan chloromycetin 1 – 2 gram untuk setiap 1 kg pellet. Pada daerah yang mengalami wabah penyakit. Sebaiknya dalam melakukan pengobatan dilakukan secara bertahap yaitu : • Pengobatan pendahuluan • Pengobatan pendahuluan merupakan pengobatan awal dimana ikan yang sakit diambil sebagian kecil dan diberi obat dengan jumlah yang sesuai dengan dosis. obat tersebut tidak mempan lagi untuk memberantas jenis bakteri tertentu. dosis dan benarbenar terukur. Oleh karena ikan hidup di air. 5. biasanya dapat terlihat gejala penyembuhan dari hari ke hari. Ikan yang akan diobati sebaiknya harus dipuasakan terlebih dahulu selama 24 jam sebelum diberikan pengobatan. Wadah yang digunakan untuk melakukan pengobatan ikan harus memakai wadah yang terbuat dari bahan plastik. 3. sehingga bahan kimia yang digunakan juga akan terlarut dalam air. 2. Lama pemberian obat ini 2 – 3 minggu. untuk larutan chloramphenicol (kemicitin) 1 : 1. Kalau cara ini berhasil.5 sebanyak 1 – 2 ml disuntikkan ke dalam rongga perut (intra abdomincal cavity) untuk setiap berat badan ikan 200 gram. Penyuntikan perlu diulang setiap 2 – 3 hari sampai jangka waktu 2 minggu. jangan menggunakan wadah yang terbuat dari seng. Dosisnya harus diperhitungkan agar setiap 100 gram berat ikan. • Pengobatan pokok. Perlu diketahui bahwa apabila pemakaian antibiotika tidak sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan. Cara lain yang lebih praktis dalam pengobatan penyakit bakteri adalah melalui makanan. Akibatnya. dosis obat yang tepat.jika akan melakukan pengobatan dengan sistem oral. dapat memakan 1 mg antibiotika itu per hari. Hal yang harus diperhatikan adalah tetap menjaga kualitas air agar selalu sesuai dengan kebutuhan hidup yang ideal bagi ikan. 441 . maka lama kelamaan bakteri akan kebal terhadap obat itu. Hal ini dapat berakibat selain bertujuan untuk mengobati ikan sakit. atau perhitungannya kurang cermat. Untuk mengantisipasi kesalahan dalam melakukan pengobatan terhadap ikan yang sakit maka harus dilakukan beberapa persiapan yaitu : 1. Dosisnya. Dalam melakukan pengobatan. Hal ini dapat membuat bahan kimia bereaksi dengan wadah yang terbuat dari seng. akan tetapi ikan pun dapat terbunuh bila tidak dilakukan metoda. yang dilakukan setelah 12 – 24 jam dari pengobatan pendahuluan. Antibiotika juga dapat diberikan dengan disuntikkan. 4. Untuk mengurangi kerugian yang besar biasanya dilakukan pengobatan pada ikan. waktu. Pengobatan sebaiknya dilakukan pada suhu perairan yang rendah misalnya pada pagi atau sore hari. jumlah obat yang akan diberikan kepada ikan yang sakit harus tepat jenis. sering kali pencegahannya sulit dihindari.

Umumnya cara ini memerlukan perendaman yang lebih lama dari pada bak (1 jam s/d beberapa hari) dengan bahan kimia. Bahan kimia dan obat yang dapat digunakan untuk mengobati ikan pada berbagai penyakit dapat dilihat pada Tabel 8.Cara pengobatan yang tidak berakibat fatal bagi ikan adalah sebagai berikut : 1. Bagian ikan yang sakit diolesi obat dengan menggunakan kapas. Ikan yang terserang penyakit direndam dalam wadah/bak tertentu yang berisi larutan obat selama 5 – 30 menit. 442 .2. Kemudian ikan segar dikembalikan ke air yang segar. Oleh karena ikan terendam pada larutan yang berbahaya maka konsentrasi obat toleransi oleh ikan. Hal ini memberi kemungkinan lamanya kerja obat untuk membunuh penyakit. Untuk metoda ini sebaiknya menggunakan bahan kimia yang mudah terurai menjadi netral. Tujuan dari perendaman yang lama ini adalah memberi kesempatan pada obat untuk memutuskan rantai kehidupan parasit dan konsentrasi obat biasanya sangat rendah sekali sehingga tidak berbahaya bagi ikan. Perendaman pada bak. Cara ini biasanya digunakan untuk penyakit ikan yang kronis dengan dosis obat yang tinggi. 2. Pengolesan. masih di 3. Caranya sangat sesuai bila parasit terdapat dalam lapisan kulit yang terlindung. Perendaman pada kolam.

Obat ini diberikan sebanyak 1 gram (berupa serbuk) untuk air kolam 10 m2. Sebenarnya pemakaian antibiotik kurang baik pengaruhnya terhadap ikan dan lingkungan. Obat ini akan tertinggal dalam jaringan daging atau lemak dan ini berbahaya bagi kesehatan. KMnO4 Rivanol Formalin Formalin Rivanol NaCl KMnO4 NH4OH Formalin NH4Cl Malachite green Ekstrak biji teh Formalin Tetrasiklin • • • • • • • • • • • • • • • • DOSIS 100 ppm 25 % 100 ppm 100 ppm 20 ppm 0. pemakaiannya tidak dianjurkan pada ikan yang dikonsumsi.1 % 100 ppm 20 % 0.2. NO 1 JENIS PARASIT Protozoa METODA Pengolesan Perendaman pada bak Perendaman pada kolam Pengolesan Perendaman pada bak BAHAN KIMIA/OBAT • • • • • • • • • • • • • • 3 Aeromonas sp dan Pseudomonas sp Perendaman pada kolam Pemberian antibiotic pada makanan • • Formalin NaCl.15 ppm 200 kg/ha 100 ppm 1 kapsul tiap 10 Kg makanan 50 mg/kg Makanan selama 7 – 10 hari 2 Cacing.01 ppm 0.Tabel 8.15 ‘ 0.5%.25 ppm 50 ppm 1-1. Oleh karena itu. crustacea tingkat rendah dan jamur Perendaman pada kolam • Oxytetrac yclin • Pengobatan white spot Obat hanya dianjurkan untuk pencegah penyakit. Beberapa obat yang dapat dipakai untuk mengobati penyakit bintik putih adalah: Malachyte green. ikan yang sakit akan sembuh. dalam 10 hari. Dalam 443 . pengobatan diulang setiap 2 hari. Obat dan bahan kimia yang digunakan pengobatan penyakit ikan.

15 – 0. pengobatan dilakukan berulang-ulang selama tiga kali dengan selang waktu sehari. bernafas megapmegap di permukaan air. Caranya.pengobatan cara ini. Kemudian didalamnya diberi larutan baku yang sudah dibuat tadi.60 menit atau PK 3 – 5 ppm selama 12 – 24 jam. Dapat juga menggunakan formalin 100 – 200 ppm selama 1 – 3 jam dan perendaman dengan larutan garam dapur (NaCl) 20 ppm selama 1 jam. sebelumnya dibuat larutan baku (1 mg serbuk dilarutkan dalam 450 ml air).70 ppm. Pengobatan penyakit dari kelompok bakteri ini dapat dilakukan dengan beberapa metode diantaranya adalah : 1. Larutan garam dapur sebanyak 30 mg per liter dengan waktu perendaman 1 menit dan dilakukan setiap hari. Agar ikan yang sakit benarbenar sembuh dan terbebas dari parasit. Ikan direndam dalam larutan garam dapur (10 gram per liter) selama 1 menit. Pengobatan bakteri Ikan yang terserang penyakit ini akan bergerak lambat. Juga terdapat bercak-bercak merah pada bagian luar tubuhnya dan kerusakan pada insang dan kulit. Pengobatan diulang sampai tiga hari berturut-turut. Sedangkan untuk mengobati penyakit ikan dengan malachite green. Garam dapur. Penyakit ikan yang disebabkan oleh jamur dapat diobati dengan tiga cara. Untuk merendam ikan. selama 60 – 90 menit. dibuat larutan methyl biru dengan konsentrasi 1 % (satu gram metal biru dalam 100 cc air). dan larutan malachite green. Methilene blue. Selain itu juga dapat dilakukan dengan perendaman selama 24 jam tetapi dosisnya dikurangi menjadi 0. Formalin. selama 3 – 5 hari berturut-turut. Ikan yang sakit kemudian dimasukkan dalam wadah yang berisi air bersih. apalagi yang dilakukan cukup lama. Ikan dibiarkan di dalam larutan selama 24 jam. kolam harus diaerasi dan ikan diberi makanan yang cukup baik. Ikan yang sakit direndam setiap hari dalam larutan formalin 30% (dalam dosis 1 : 2000). 1–2 ml larutan baku itu dilarutkan (diencerkan) dalam 1 liter air. warna insang pucat dan warna tubuh berubah gelap. yaitu direndam larutan kalium permanganate.20 ppm selama 30 . Pengobatan jamur Ikan yang terserang penyakit ini tubuhnya ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas dan dapat menyerang telur sehingga menghambat pernafasan yang dapat mengakibatkan kematian. untuk dipakai merendam ikan selama 1 jam. lamanya perendaman 1 jam. Cara ini juga dapat menyembuhkan penyakit bintik putih. Dengan larutan Nitrofuran 5 – 10 ppm 444 . larutan garam dapur. Ikan direndam dalam larutan kalium permanganate 1 gram per 100 liter. Metode perendaman dalam larutan PK 10 .

selama 24 jam dan dengan larutan antibiotik oksitetrasiklin 5 ppm selama 24 jam. biasanya dapat terlihat gejala penyembuhan dari hari ke hari. Streptomisin yang berupa serbuk. Penyuntikan perlu diulang setiap 2 – 3 hari sampai jangka waktu 2 minggu. Obat-obat antibiotika seperti Kemicitin. Dosis penyuntikan antibiotik larutan chloramphenicol (kemicitin) 1 : 1. pengobatan dapat dilakukan dengan metode penyuntikan menggunakan antibiotik oksitetrasiklin sebanyak 20 – 40 mg/kg ikan. 445 . Metoda oral yaitu dengan pemberian pakan yang dicampur dengan antibiotik misalnya oksitetrasiklin sebanyak 50 mg/kg ikan diberikan setiap hari selama 7 – 10 hari. Tetrasiklin. 3. dicampurkan ke dalam makanan ikan. Pengobatan yang dapat dilakukan dengan metode perendaman dalam larutan formalin teknis (formalin 40%) sebanyak 250 ml dalam 1 m3 selama 15 menit atau dengan larutan Methylene Blue 3 ppm selama 24 jam dan larutan Malachite Green 2 – 3 ppm selama 30 – 60 menit. Kanamysine sebanyak 20 – 40 mg/kg ikan dan Streptomysin sebanyak 20 – 60 mg/kg ikan. Lama pemberian obat ini 2 – 3 minggu. tetrasiklin / kemisitin/Chloramphenikol 250 mg dalam 500 liter air selama 2 jam dan dilakukan setiap hari selama 3 – 5 hari. 2. Pengobatan Trematoda Pada ikan budidaya salah satu jenis parasit dari kelompok Trematoda yaitu Dactylogyrus dan Gyrodactylus biasa menyerang ikan pada bagian insang dan kulit.5 sebanyak 1 – 2 ml disuntikkan ke dalam rongga perut (intra abdomincal cavity) untuk setiap berat badan ikan 200 gram. Pada ikan besar. dapat memakan 1 mg antibiotika itu per hari. Dosisnya harus diperhitungkan agar setiap 100 gram berat ikan. Insang yang dirusaknya akan menjadi luka dan menimbulkan pendarahan yang akan mengakibatkan terganggunya pernafasan ikan. Kalau cara ini berhasil.

IX. biaya dan kepuasan. umpamanya ikan jambal siam (Pangasius succi) harganya mahal bila bukan pada musimnya dan nilainya bisa sangat 446 .BAB. PEMASARAN 9. Permintaan hasil produksi budidaya merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat produksi.1. Kegunaan waktu berarti bahwa barang-barang mempunyai faedah (manfaat) atau nilai (harga) yang lebih besar (tinggi) setelah terjadi perubahan waktu. Keberhasilan usaha budidaya ikan ini sangat ditentukan oleh pemasaran (marketing) hasil produksi. PENGERTIAN PEMASARAN Untuk menentukan jumlah produksi ikan yang akan dibudidayakan pada suatu usaha budidaya ikan diperlukan data tentang permintaan hasil produksi tersebut. Kegunaan yang diciptakan oleh kegiatan pemasaran adalah kegunaan tempat. pasar. Produksi yang tinggi dengan nilai jual yang tinggi sangat diharapkan oleh para pembudidaya. Proses tersebut terjadi karena adanya kebutuhan (needs). serta pemasar dan konsep. Pemasaran merupakan kegiatan yang bertalian dengan penciptaan atau penambahan kegunaan dari barang atau jasa. hubungan dan jaringan. oleh karena itu maka terlebih dahulu kita harus mengenal konsep dan ruang lingkup pemasaran. keinginan (wants). maka dengan demikian pemasaran termasuk tindakan atau usaha yang produktif. nilai. pertukaran dan transaksi. Pemasaran menurut Kotler (1997) didefinisikan sebagai proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan. produk. Berdasarkan defenisi tersebut diketahui bahwa pemasaran sangat diperlukan untuk mentransfer antara produsen dan konsumen. Menurut Hanafiah dan Saefuddin (1986). menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain. pemasaran merupakan tindakan yang bertalian dengan pergerakan barang-barang atau jasa dari produsen ke tangan atau pihak konsumen. kegunaan waktu. dan kegunaan kepemilikan. dan permintaan (demands).

Kegunaan tempat berarti bahwa barang-barang atau jasa mempunyai faedah (manfaat) atau nilai (harga) yang lebih besar (tinggi) karena perubahan tempat. jumlah dan kualitas. proses pengimbangan (equalisasi). Dengan memahami pengertian dari pemasaran ini maka proses produksi budidaya ikan sebaiknya mengacu pada aspek pasar. proses equalisasi ini merupakan tindakan-tindakan penyesuaian permintaan dan penawaran berdasarkan tempat. Equalisasi merupakan proses tahap kedua dari aliran barang atau jasa. CIRI-CIRI PEMASARAN HASIL PERIKANAN Menurut Hanafiah dan Saefuddin (1986). 9. maka proses pengaliran barang dari produsen ke konsumen tersebut meliputi proses pengumpulan (konsentrasi). Aspek pasar ini akan menentukan kapasitas produksi hasil perikanan berdasarkan komoditas perikanan yang akan diusahakan dan bagaimana sistem pemasaran yang akan diterapkan. dimana barang-barang atau jasa yang terkumpul disebarkan ke arah konsumen. ikan bandeng pada hari raya suku tertentu harganya sangat tinggi karena banyaknya permintaan sedangkan produksi tetap sehingga harga jual menjadi mahal. kegiatan ini berlangsung antara proses konsentrasi dengan proses dispersi. tingkat harga.murah bila pada musimnya. Pemasaran merupakan tindakan atau kegiatan yang berhubungan dengan pergerakan barang atau jasa dari produsen sampai konsumen. agar dapat disalurkan ke pasar-pasar eceran secara lebih efisien. Proses konsentrasi merupakan tahap pertama dari aliran barang atau jasa yang dihasilkan dalam jumlah kecil dikumpulkan menjadi jumlah yang lebih besar. dan proses penyebaran (dispersi). pemasaran hasil perikanan mempunyai sejumlah ciri. umpamanya ikan nila (Tilapia nilotica) mempunyai kegunaan (faedah) yang lebih tinggi bila berada atau dimiliki oleh si A dibandingkan apabila berada pada si B. umpamanya ikan mas (Cyprinus carpio) yang dihasilkan di Cianjur akan mempunyai kegunaan lebih besar (harganya mahal) bila dipindahkan atau di bawa ke Jakarta sebagai daerah konsumen. Permintaan terhadap komoditas perikanan ini meliputi jumlah ikan yang akan diproduksi yaitu volume atau biomassa. diantaranya sebagai berikut : 1. Kegunaan kepemilikan berarti bahwa barang-barang atau jasa mempunyai faedah (manfaat) atau nilai (harga) yang lebih besar (tinggi) karena beralihnya hak milik atas barang. Proses dispersi merupakan tahap ketiga atau tahap terakhir dari aliran barang atau jasa. waktu atau musim. Sebagian besar dari hasil perikanan berupa bahan makanan yang dipasarkan diserap oleh konsumen akhir secara relatif stabil sepanjang 447 . waktu.2.

2. Produksi ikan tertentu dapat berlangsung secara musiman. dan penyebaran. berlangsung dalam ukuran kecilkecil (small scale) dan daerah terpencar-pencar. Ciri-ciri tersebut antara lain adalah sebagai berikut : 1. Produksi ikan juga dilakukan oleh petani ikan terpencar-pencar dengan ukurannya yang kecil-kecil. pedagang perantara sebagai pengumpul. Pada umumnya pedagang pengumpul memberi kredit (advanced payment) kepada produen (petani ikan) sebagai ikatan atau jaminan untuk dapat memperoleh bagian terbesar dari hasil perikanan dalam waktu tertentu. skala produksi kecil-kecil. dan konsumen (industri pengolahan atau konsumen akhir). pedagang eceran. 5. dan penjualan. 4. Barangbarang konsumsi adalah produk perikanan yang langsung 448 . sedangkan untuk komoditas tertentu produksinya kadang bersifat musiman dan jumlahnya tidak tentu karena pengaruh cuaca. penyimpanan. Produksinya musiman. dan produksinya musiman. grosir (wholesaler). dipergunakan oleh konsumen akhir dalam bentuk yang sama saat meninggalkan produsen. Barang-barang perikanan mempunyai ciri yang dapat mempengaruhi atau menimbulkan masalah dalam pemasaran. pengimbangan. dimana proses pengumpulan merupakan proses yang terpenting. sehingga memerlukan lembagalembaga dan fasilitas-fasilitas pemasaran yang dapat menghimpun hasil perikanan tersebut agar menjadi jumlah yang lebih besar guna diangkut ke pusat-pusat konsumsi dan pusat-pusat pengolahan (processing) agar lebih efisien. pengangkutan. sehingga menimbulkan masalah Menurut Hanafiah dan Saefuddin (1986). Konsumsi hasil perikanan berupa bahan makanan relatif stabil sepanjang tahun. Kedudukan terpenting dalam pemasaran hasil perikanan terletak pada pedagang pengumpul karena berhubungan dengan fungsinya sebagai pengumpul dari daerah produksi yang terpencar-pencar. tahun. Saluran pemasaran hasil perikanan pada umumnya terdiri dari : produsen (petani ikan). Pergerakan hasil perikanan berupa bahan makanan dari produsen sampai konsumen pada umumnya meliputi prosesproses pengumpulan. 2. sedangkan penawarannya sangat tergantung kepada produksi yang sangat dipengaruhi oleh iklim. barang-barang hasil perikanan dapat digolongkan ke dalam : barang-barang konsumsi dan bahan-bahan mentah. 3. Sedangkan bahan-bahan mentah adalah produk perikanan yang dipergunakan oleh pabrik atau pengolah (processor) untuk dijadikan atau menghasilkan barang baru. sehingga dapat menimbulkan beban musiman (peak load) dalam pembiayaan.

4. Penelitian ini akan dihubungkan dengan persoalan tentang rencana produksi. akibatnya menyebabkan perubahan harga. kebiasaan dan motif pembelian dari konsumen. produk setengah jadi yaitu produksi hasil perikanan dalam bentuk pengolahan sederhana seperti ikan asin atau produk hasil perikanan dipasarkan dalam bentuk sudah diolah lebih tinggi telah mengalami perubahan bentuk dari aslinya seperti dibuat menjadi sarden atau produk lainnya. 3. enzimatis. antara lain harga dari macam-macam barang. Masalah ini membutuhkan usaha perawatan khusus dalam proses pemasaran guna mempertahankan mutu. menambah ongkos penyimpanan dan sukar dalam grading. Dengan berbagai ciri khas dari produk hasil perikanan tersebut maka dalam memasarkan hasil perikanan ada dalam beberapa bentuk antara lain adalah bentuk segar yaitu bentuk asli dari hasil produksi budidaya ikan. 9. Barang hasil perikanan berupa bahan makanan mempunyai sifat cepat atau mudah rusak (perishable). Karena barangbarang hasil perikanan merupakan organisme hidup. Memperkirakan kesanggupan penjualan (estimating potentials of sales). ruangan dingin. dengan maksud untuk menemukan barang apa yang diinginkan oleh konsumen. pengangkutan perlu dilengkapi dengan alat atau mesin pendingin. seperti penyimpanan perlu dilakukan di tempat-tempat atau ruangan dingin (kamar dingin. berbagai kegiatan perlu dilalui sebelum memasarkan suatu produk.dalam penyimpanan dan pembiayaan. PERENCANAAN DAN TARGET PENJUALAN Pemasaran akan berhasil dengan baik apabila direncanakan terlebih dahulu. kualitas barang. karena sangat tergantung dengan keadaan cuaca. adalah sebagai berikut : 1. dan oksidasi. bagaimana pengaruh harga terhadap permintaan. sehingga mudah atau cepat mengalami kerusakan atau pembusukan akibat dari kegiatan bakteri. Perubahan tersebut dapat mnimbulkan fluktuasi harga sebagai akibat perubahan dari kondisi penawaran.3. Usaha ini memerlukan biaya tambahan dan demikian dapat meningkatkan biaya pemasaran. 2. Variasi demikian dapat mengakibatkan tidak terorganisirnya pasar. pengaruh 449 . Dalam hal ini harus diperhitungkan pendapatan konsumen serta cara-cara bagaimana pendapatan konsumen tersebut dibelanjakannya. Kegiatan-kegiatan tersebut menurut Hanafiah dan Saefuddin (1986). Penelitian pasar dipusatkan kepada barangbarang yang akan dijual. peti dingin). Penelitian pasar dan perencanaan. Jumlah atau kualitas hasil perikanan dapat berubah-ubah.

persaingan dan penilaian terhadap akibat-akibat karena adanya perubahan-perubahan penjualan di dalam keadaankeadaan perdagangan pada umumnya. Apakah produsen menjual barangnya langsung kepada pedagang eceran ataukah menjual melalui berbagai perantara. • menciptakan permintaan konsumen potensial misalnya melalui reklame. Kegiatan membuat kontak dengan pembeli meliputi berbagai kegiatan. Membuat kontak dengan pembeli. memberi contoh barang untuk dicoba secara Cuma-cuma. ESTIMASI HARGA JUAL Agar pemasaran dapat berjalan dengan lancar. diantaranya : • menetapkan pasar. melalui pos. 5. 6. ataukah langsung menjual kepada konsumen akhir dari rumah ke rumah. tetapi pemindahan hak milik ini harus disertai dengan penerimaan barang-barang oleh pihak pembeli sesuai dengan kontrak pembelian. dimana para pembeli berada dan bagaimana kebutuhannya • membuat kontak dengan pembeli potensial tersebut dan mengembangkan serta memelihara hubungannya. Kegiatan penjualan dikatakan sudah selesai apabila pihak pembeli sudah menerima barang dari pihak penjual dan memilikinya. dan • hal-hal lain yang ada hubungannya dengan penjualan. 4. pihak penjual harus mencari pembeli di pasar tersebut. Kegiatan ini meliputi penetapan syarat-syarat dan kondisi-kondisi penjualan yang meliputi : • syarat-syarat pengiriman misalnya waktu penyerahan dan pembayaran ongkos angkutan. apakah barangnya akan dijual di daerah geografis luas atau sempit • setelah menetapkan pasar. • kualitas serta kuantitas barang yang dijual.4. 9. maka perlu direncanakan terlebih dahulu kebutuhan biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya pemasaran. Selain itu perencanaan biaya pemasaran ini sebagai bahan 450 . Pemindahan hak milik atas barang. 3. Pemilihan saluran distribusi. Penentuan syarat-syarat penjualan. Pemilihan saluran distribusi merupakan sebagian daripada perencanaan fungsi-fungsi penjualan yang juga mencakup pengambilan keputusan dengan memperhatikan macam distribusi mana yang paling efektif. • cara-cara pembayaran misalnya potongan harga dan kredit. Pemindahan hak milik atas barang dari pihak penjual kepada pihak pembeli merupakan suatu langkah yang diperlukan dan yang resmi di dalam penjualan barang-barang.

dan kegiatankegiatan peragaan. Oleh karena itu penggunaan kredit oleh petani ikan semakin penting untuk melakukan proses produksi 451 .pertimbangan juga dalam hal nilai atau harga barang yang akan dijual. bunga tersebut bisa sampai 120 bahkan 150% per tahun. harus juga membiayai fasilitas-fasilitas pemasaran yang terikat padanya seperti processing plan. Tingkat bunga (interest rate) sangat tinggi. Petani ikan wajib menjual hasil produksinya kepada pemberi kredit (pelepas uang. Pembiayaan dan menanggung risiko merupakan fungsi umum dan penyerta dari semua kegiatan pemasaran. Bank Pemerintah. ”midering”). Menurut Hanafiah dan Saefuddin (1986). Koperasi. Hasil produksi harus segera dijual kepada pemberi kredit (pedagang pengumpul) tanpa dapat ditahan sementara waktu untuk menunggu harga lebih baik. Kredit dari pihak swasta (para pelepas uang. atau Organisasi Sosial. sebaliknya sistem kredit seperti ini menempatkan pedagang pengumpul dan pelepas uang pada posisi sangat menguntungkan. pembiayaan pemasaran berarti mencari dan mengurus modal uang yang berkaitan dengan transaksi-transaksi dalam arus barang dari sektor produksi sampai sektor konsumsi. Kredit pasar yang dikenal sebagai ”utang mindering” (karena pelunasannya secara cicilan. Oleh karena itu barang-barang tidak dapat melalui semua sistem pemasaran tanpa didukung oleh pembiayaan. hal ini berarti menggunakan modal uang orang lain yang nantinya harus dikembalikan berikut bunganya. pedagang pengumpul atau tengkulak) telah menimbulkan tiga aspek masalah kredit dalam pemasaran hasil perikanan. Ketiga aspek dimaksud adalah : 1. storage plan. bahkan mempunyai aplikasi penting dalam bidang pemasaran. 2. Pedagang eceran harus juga mengeluarkan biaya untuk kegiatan penjualannya dan dalam beberapa hal untuk pembelian oleh pelanggan di tingkat eceran. Petani ikan juga perlu modal atau kredit untuk fase selama memiliki barang dan menunggu penjualan atau pembayaran. tengkulak) dengan harga yang ditentukan oleh pihak pemberi kredit. Bank Desa. 3. Pembiayaan bisa saja berasal dari kredit. Pedagang besar (wholesaler) di samping membiayai stock yang dimilikinya. Kredit dapat diperoleh dari pihak swasta (perorangan). Ketiga aspek masalah kredit seperti diuraikan di atas telah menempatkan petani ikan bermodal kecil pada bargaining position sangat lemah. sarana dan prasarana pengangkutan. Bank Komersial. Karena tanpa memberi kesempatan kepada petani ikan untuk memilih pedagang dan harga yang lebih menguntungkan. Pemilik barang pada setiap tingkat pasar (stage of distribution) harus mengorbankan modal yang dimilikinya atau harus meminjam modal dari sumber lainnya (kredit).

sehingga memungkinkan timbulnya berbagai risiko yang perlu ditangani dan berhubungan dengan masalah biaya pemasaran yang harus dikeluarkan. konsekuensinya akan berpengaruh terhadap harga eceran (harga yang harus dibayarkan oleh konsumen). risiko. Analisa Biaya dan Margin Perpindahan barang dari produsen ke konsumen akhir kadang-kadang memerlukan waktu cukup lama. yaitu : • Marketing margin dapat dihitung dengan memilih sejumlah barang tertentu yang diperdagangkan dan mencatatnya sejak dari produsen sampai ke konsumen akhir sistem pemasaran • Marketing margin dapat dihitung dengan mencatat nilai penjualan (gross money sale). Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya pemasaran tersebut. Biaya pemasaran suatu produk biasanya diukur secara kasar dengan margin. dan lain-lain. biaya pengangkutan. maka disebut mark-up. Sehubungan dengan itu maka harus ada lembaga pemasaran yang menyediakan biaya untuk seluruh kegiatan fungsi pemasaran tersebut. sampai barang tersebut dijual kepada konsumen akhir. Sebaiknya jumlah kredit juga mempertimbangkan jangka waktu proses produksi dan proses penyaluran barang. waktu kerja. Konsep Biaya Pemasaran Biaya pemasaran ini mencakup jumlah biaya yang dikeluarkan oleh produsen (petani ikan) untuk keperluan pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan penjualan hasil produksinya dan jumlah biaya yang dikeluarkan oleh lembaga pemasaran (badan perantara) serta laba (profit) yang diterima oleh badan yang bersangkutan. Metode yang dapat dipakai untuk menghitung perbedaan harga yang diterima oleh produsen dengan harga yang dikeluarkan oleh konsumen (marketing margin). Pembiayaan merupakan fungsi pemasaran yang mutlak diperlukan dalam menangani sistem pemasaran. kerusakan. seperti : biaya grading. grading. Analisa Biaya Pemasaran 1. nilai 452 . Apabila margin dinyatakan dalam persentase.terlebih dahulu sesuai permintaan konsumen. biaya pengolahan. yaitu suatu persentase margin (margin dalam bentuk persentase) yag dihitung atas dasar harga pokok penjualan (cost of goods sold) atau atas dasar harga penjualan eceran suatu produk. Maka dengan demikian petani ikan perlu merencanakan terlebih dahulu semua kebutuhan biaya dengan seksama agar penggunaan modal terutama modal hasil pinjaman dapat digunakan lebih efisien. antara lain : pengangkutan. penyimpanan. dan lain-lain. Margin adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyatakan perbedaan harga yang dibayar kepada penjual pertama (produsen) dan harga yang dibayarkan oleh pembeli akhir (konsumen).

2. bukan semata-mata terletak pada panjang pendeknya saluran pemasaran. Analisa Reactive Programming didasarkan kepada analisa regional daerah produksi dan daerah konsumsi. yang ditunjukkan oleh besarnya penerimaan bersih dari kegiatan pemasaran tersebut. Untuk menentukan pola pemasaran yang optimum antara kedua daerah itu harus diketahui harga di daerah produksi. Analisis Reactive Programming Dalam pemasaran. Masalah pola saluran pemasaran ini. harga di daerah konsumsi. ada juga saluran pemasaran yang hanya melibatkan sedikit lembaga pemasaran sehingga salurannya menjadi pendek. dimana masing-masing pola itu mungkin akan melibatkan lembaga pemasaran yang tidak sama. maka average gross margin (AGM) dari tiap marketing agency dapat dihitung dengan menggunakan rumus : Ps .Pb AGM = V Dengan menetapkan suatu saluran pemasaran tertentu dan mencari average gross margin dari pedagang yang mengambil bagian dalam saluran tersebut. dan volume barang (V). maka dapat digunakan analisis Reactive Programming. Untuk menentukan saluran mana yang memberikan keuntungan maksimum. Untuk memudahkan analisa pemasaran antar regional dengan asumsi bahwa jumlah produksi yang dihasilkan di daerah produksi sama dengan jumlah yang diminta di daerah konsumsi.pembelian (gross money purchase) dan volume barang dari setiap lembaga pemasaran (marketing agency) yang terlibat pada saluran pemasaran. maka marketing margin dari keseluruhan saluran pemasaran dapat diketahui. yang kaitannya sangat erat dengan masalah biaya transfer. Dengan ketiga unsur tersebut. nilai pembelian (Pb). yaitu : nilai pemasaran (Ps). tetapi saluran mana yang memberikan tingkat efisiensi yang paling tinggi. Proses penyaluran barang oleh produsen atau lembaga pemasaran sebetulnya bisa lebih dari satu saluran/pola pemasaran. Dengan demikian saluran pemasaran antara daerah produksi (i) dan daerah konsumsi (j) hanya dapat aktif selama keadaan : Hj > Hi + BTij 453 . yaitu pihak produsen di satu pihak dan pihak konsumen di lain pihak. Ada saluran pemasaran yang melibatkan banyak lembaga pemasaran sehingga salurannya menjadi panjang. Hubungan antara daerah produksi dan konsumsi biaya transfer per unit barang dari masingmasing saluran antar kedua daerah tersebut. termasuk pemasaran di bidang perikanan terdapat dua pihak yang perlu duhubungkan satu sama lain selama proses penyaluran barang. dan biaya transfer bagi barang tersebut.

sasaran penjualan adalah mengalihkan barang kepada pihak pembeli dengan harga yang memuaskan (Hanafiah dan Saefuddin. sehingga cukup dengan contoh saja dari barang yang diperdagangkan yang dilihat atau diteliti oleh pembeli.Selain itu satu daerah produksi (i) akan menyalurkan barang ke daerah konsumsi (j) dan (k) apabila : Hk – BTij = Hj – BTik Dimana : Hi = harga barang di produksi (i) Hj = harga barang di konsumsi (j) Hk = harga barang di konsumsi (k) BTij = biaya transport daerah produksi konsumsi (j) BTik = biaya transport daerah produksi konsumsi (k) daerah daerah daerah antara (i) dan antara (i) dan 9. • tingkat pembelian yang sangat cepat sehingga lalu lintas langganan dan tingkat penjualan akan terganggu. dan • adanya tekanan kepada tingkat pelayanan sendiri yang tinggi oleh pembeli-pembelinya atau wakil-wakil dari pembeli. Pada dasarnya kegiatan penjualan dapat dilaksanakan sebagai berikut : penjualan melalui inspeksi (pengawasan. Penjualan dengan penggambaran terjadi karena ada anggapan bahwa barang-barang akan bisa digunakan sedemikian rupa di dalam katalogkatalog.5. penjualan melalui contoh (sample). pemeriksaan). Penjualan pengawasan (inspection) melalui/dengan atau pemeriksaan maksudnya adalah adanya ijin dari para penjual kepada pembeli untuk memeriksa dan meneliti semua barang sebelum pembeli memilih apa yang dibelinya. Penjualan dengan atau melalui contoh adalah penjualan karena berdasarkan kepada prinsip-prinsip standarisasi. dimana : • tidak adanya standarisasi terhadap barang. sehingga tidak ada satu unit barang pun perlu ada pada waktu penjualan diselesaikan. Contoh penjualan barang seperti ini adalah penjualan barang yang dilakukan melalui pos (mail order selling) dan 454 . • suatu cara memamerkan barangbarang yang akan mendorong sejumlah pembelian yang terjadi saat bersamaan. 1986). jadi contoh ini akan merupakan wakil untuk semua unit barang yang akan dijual. atau penjualan melalui kombinasi dari ketiga penjualan tersebut. SISTEM PENJUALAN Kegiatan penjualan merupakan salah satu fungsi pemasaran yang termasuk kelompok fungsi pertukaran. Penjualan dengan cara ini terjadi karena adanya sifat-sifat barang tersebut dan situasi pemasarannya. • adanya sifat cepat rusak yang tinggi dari barang. penjualan melalui penggambaran (description).

terutama untuk barang-barang konsumsi. Iklan merupakan alat komunikasi masal dan dapat diulangi dengan biaya yang relatif rendah. STRATEGI PROMOSI Suatu usaha untuk menarik perhatian pembeli dengan tujuan meningkatkan volume penjualan disebut “promosi penjualan”.penjualan barang yang dilakukan untuk masa yang akan datang (future trading). sebagai berikut: • Kualitas produk bervariasi luas Rata-rata kualitas produk bervariasi dari hari ke hari. karena perubahan dalam kualitas maupun tersedianya produk (availability) • Kesukaran dalam mempertahankan keseragaman produk dan pengepakannya Karena produk perikanan dihasilkan oleh banyak usaha perikanan yang skala kecil (small scale) dan secara geografis terpencar • Elastisitas dari berbagai produk Permintaan untuk kebanyakan hasil perikanan inelastis. sehingga dengan demikian pembeli tidak perlu memeriksa barangbarang untuk memuaskan pilihannya. Promosi penjualan hasil perikanan dapat dilakukan secara langsung yaitu dengan cara menghubungi atau mengunjungi para pembeli (calon pembeli) secara langsung. Para pembeli dapat memeriksa contoh dalam kemasan-kemasan dari semua barang yang diperdagangkan. gambargambar. jika adanya syarat kebebasan dalam mengadakan kebijakan garansi terhadap barang-barang. Pada penjualan seperti ini tersedianya contoh (sample) yang mewakili semua barang yang diperdagangkan dan daftar penawaran (cataloque) dari sebagian barang yang dijual yang dibuat setiap hari. sehingga hasilnya relatif seragam. 455 . tercetak atau diucapkan. melalui pemasangan (advertising). selling by inspection. • Perishability dari produk Sifat ini mempersulit reklame (iklan). dan selling by description telah menjadi biasa di dalam perdagangan yang modern. dari tahun ke tahun bahkan dari suatu usaha ke usaha yang lain. atau dengan cara tidak langsung yaitu Iklan merupakan elemen penting dalam program penjualan. Penjualan kombinasi antara selling by sample.6. Penjualan dengan cara ini hanya akan berhasil baik. Iklan ini dapat berupa kata-kata tertulis. dari musim ke musim. iklan 9. diagram-diagram dan simbol-simbol. sehingga manfaat daripada kegiatan promosi sangat kecil dibandingkan dengan produk yang permintaannya elastis. Namun program iklan untuk hasil perikanan dibatasi beberapa hal. Berbeda dengan produk industri (pabrik) yang mana kualitas dapat dikontrol. Penjualan dengan cara ini hanya mungkin dilakukan karena adanya perkembangan standarisasi dan perbaikan mutu bersama-sama dengan perkembangan di dalam proses komunikasi.

nama ilmiah. 1985). antara lain : 1. Mengantisipasi peluang-peluang pasar 3. Dalam melatih tenaga penjual ini ada 2 (dua) macam pendekatan. bonus 4. nama daerah. tahap mengukur kemungkinan pemecahan masalah. Sedangkan pendekatan yang beroreientasi pada pelanggan adalah pendekatan yang berupaya agar penjualan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan. Mengidentifikasi masalahmasalah dalam pemasaran 2. dan sebagainya. Hama dan penyakit ikan. Jenis pakan. Sehingga dengan demikian riset pemasaran akan banyak membantu untuk : 1. Membantu mengenal dan memahami keadaan target pemasaran 4. termasuk untuk memecahkan masalah-masalah pemasaran (Converse. karena keputusan dimulai dari analisa permasalahan melalui beberapa tahapan. asal ikan. Jenis ikan. tahap mencari kemungkinan pemecahan masalah. nama dagang. Mengembangkan kombinasi pemasaran Riset pemasaran sangat penting untuk pengambilan keputusan. dan tahap memutuskan kemungkinan pemecahan masalah yang paling baik. harga pakan. Pengertian riset pemasaran adalah suatu riset yang ditujukan untuk mengumpulkan data yang akan digunakan untuk menentukan kebijakan pemasaran (marketing policies) dan rencana usaha.Menyiapkan Tenaga Penjualan Semua pendekatan penjualan adalah mencoba mengubah seorang tenaga penjual yang asalnya hanya pencatat pesanan yang pasif menjadi pencari pesanan yang aktif. Adapun tujuan riset pemasaran adalah untuk menaksir permintaan efektif (demand efektive) dan permintaan potensial (demand potensial) dari suatu produk. sehingga mereka terpengaruh oleh presentasi yang rapi dan sikap manis. Beberapa hal yang harus dikuasai oleh tenaga penjual ikan. 5. bahan pembuatan pakan 6. harga grosir. Pendekatan yang berorientasi pada penjualan ini beranggapan bahwa pelanggan tidak akan membeli kecuali bila ditekan. 2. yaitu : tahap merumuskan masalah. 456 . dan janji tidak akan kecewa setelah menandatangani pesanan. dan cara pergantian air 3. Harga ikan per ekor. besar maksimal. sumber air yang dapat digunakan. pengendalian dan pengobatannya. jenis kelamin. Kualitas air yang baik. yaitu : pendekatan yang berorientasi pada penjualan dan pendekatan yang berorientasi pada pelanggan. Huegy and Mitchell. umur ikan. Teknis budidaya Riset pemasaran sangat penting dilakukan. varietas ikan. karena riset pemasaran merupakan kunci keberhasilan pemasaran.

yaitu : analisa situasi. Riset pemasaran dibagi dalam 2 (dua) bagian. Analisa pasar ini meliputi penyelidikan pasar mengenai analisa permintaan. Tahap perencanaan dan pelaksanaan terdiri dari 2 (dua) langkah. pendapatan. observasi. Pentingnya riset pemasaran ini makin terasa karena pemasaran bersifat komplek dan dinamis. dan perumusan masalah. Jadi pada saat ini keputusan tidak hanya dapat diambil berdasarkan intuisi dan pengalaman saja. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam metoda survey. interpretasi hasil. Beberapa metode yang dapat digunakan dalam riset pemasaran. analisa penawaran. Oleh karena itu riset pemasaran akan berhasil dengan baik apabila metode yang diterapkan baik dan tepat. sekarang. segi penawaran. dan analisa produk yang di bawa ke pasar. Metode survey merupakan metode yang paling sering digunakan dan juga paling produktif. insidentil. 457 . telephone survey. dan kemungkinan di masa yang akan datang. Sedangkan observasi pasar meliputi segi permintaan. historis. personal interview. serta penyusunan laporan. Sedangkan tahap hasil dan rekomendasi terdiri dari 4 (empat) langkah. Sebaliknya untuk masalahmasalah besar. serta tidak memerlukan pemecahan segera sebaiknya diselesaikan dengan fakta. situasi ekonomi. bukan insidentil. masing-masing mempunyai pilihan yang berbeda terhadap barang yang ditawarkan. yaitu : mail survey. dan sebagainya. yaitu : perencanaan penelitian formal dan pengumpulan data. Tahap pendahuluan terdiri dari 3 (tiga) langkah. penelitian informal. yaitu : pendahuluan. persaingan teknologi baru. Prosedur riset pemasaran pada dasarnya dibedakan dalam 3 (tiga) tahap. dan hasil dan rekomendasi. dan masalah yang perlu pemecahan segera bisa dengan intuisi. Analisa pasar adalah penyelidikan keadaan pasar pada suatu saat tertentu. dan segi pergerakan atau perubahan dalam distribusi. tetapi harus ditunjang dengan fakta yang cukup tentang keadaan yang lalu. Kesemuanya itu sematamata karena pertimbangan biaya dan waktu merupakan pembatasan utama. yaitu : analisa pasar dan observasi pasar. Manusia sebagai pembeli yang sifatnya dinamis dan mempunyai karakter yang berbeda-beda. Sedangkan observasi pasar adalah suatu bagian dari penyelidikan pasar yang bertugas mempelajari gerakan dan perubahan yang terdapat di daerah penjualan. dan panel. yaitu : survey. perencanaan dan pelaksanaan penelitian.Tahap-tahap tersebut di atas dapat diselesaikan dengan intuisi atau dengan fakta atau dengan keduanya. walaupun kadangkadang tetap memerlukan instuisi dari hasil pengalaman-pengalaman masa lalu. Kemudian didorong lagi oleh perubahan penduduk. Untuk masalah-masalah kecil. dan percobaan. kesimpulan dan rekomendasi. yaitu : tabulasi dan analisa.

kelainankelainan pada masa lalu. dengan maksud untuk dapat melihat perbandingan-perbandingan. Perubahan-perubahan tersebut dapat mempengaruhi kegiatan bisnis yang sulit diduga sebelumnya. perkembangan teknologi. Walaupun dalam hal ini ada risiko.Metode historis merupakan metode pengumpulan data yang telah lalu. namun dengan metode observasi ini lebih banyak waktu yang dibutuhkan. sumber daya alam. Keadaan Persaingan Keadaan persaingan agak sulit untuk diduga kapan saingan baru akan muncul. kebijakan politik dan ekonomi. baik dari segi efisiensi maupun dari segi model sulit diduga. serta market segmentation. perubahan atau pergantian pejabat. pembatasan kredit. Juga perubahanperubahan politik. misalnya : reklame promosi penjualan untuk mendeterminasi harga-harga dan produk-produk dan pembungkus baru. Strategi pemasaran harus mempertimbangkan beberapa hal. sera analisa biaya distribusi dan sebagainya. karena teknologi baru yang muncul akan disusul oleh teknologi lain yang lebih canggih. kecenderungan harga pasar. seperti : perubahan susunan keanggotaan DPR. antara lain : keadaan persaingan. 2. Perkembangan Teknologi Kemunculan teknologi baru yang akan memperbaiki proses produksi. sehingga perlu pertimbangan yang matang. atau politik moneter. 3. dan sebagainya. apalagi bila harus menunggu sampai terjadinya fenomena tertentu. Kebijakan Politik dan Ekonomi Perubahan-perubahan peraturan pemerintah dalam bidang ekonomi. Sehingga 458 . Keuntungan metode ini adalah lebih obyektif dan lebih akurat dibandingkan dengan metode survey. 4. 1. untuk mengetahui harga diantara tiga macam harga untuk suatu produk. persamaan-persamaan. Sumber Daya Alam Dalam beberapa hal sumber daya alam juga sulit diramalkan