P. 1
20090610115226 Kelas6 Sd Sains Ipa Sularmi

20090610115226 Kelas6 Sd Sains Ipa Sularmi

|Views: 42,114|Likes:
Published by antward

More info:

Published by: antward on Sep 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/29/2015

pdf

text

original

(Konsumen III)

(Konsumen II)

(Konsumen I)

Produsen

Daun

Batang

Akar

44

Sains IPA SD/MI 6

Hutan adalah habitat bagi tumbuhan dan hewan. Penebangan hutan
akan menyebabkan hewan-hewan yang hidup di dalamnya kehilangan
tempat tinggal. Coba bayangkan apa yang terjadi jika hewan-hewan
tersebut kehilangan tempat tinggalnya. Hewan-hewan yang tinggal di hutan
biasanya adalah hewan liar seperti harimau dan gajah. Jika hewan-hewan
tersebut kehilangan tempat tinggal, mereka akan masuk ke
perkampungan di sekitarnya. Hal ini tentu akan membahayakan bagi
manusia itu sendiri.

Penebangan hutan secara liar dapat mengakibatkan hutan gundul.
Hutan yang gundul, tanahnya akan menjadi tandus. Hal ini dapat
menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor. Hutan yang gundul tidak
dapat menampung air, saat hujan deras tanah akan terkikis oleh air. Tanah
tersebut ikut hanyut bersama aliran air sehingga tanah menjadi tandus.
Hal inilah yang menyebabkan tanah longsor dan banjir.

Mengapa jumlah tikus sawah lebih besar daripada ular? Mengapa
jumlah ular lebih banyak daripada elang? Proses makan dimakan
antarmakhluk hidup berfungsi untuk mengontrol jumlah populasi makhluk
hidup. Anggota ekosistem tersedia dalam jumlah yang cukup antara satu
dan lainnya. Oleh karena itu, populasi produsen dijaga oleh konsumen
tingkat I. Populasi konsumen tingkat I dijaga oleh konsumen tingkat II, dan
seterusnya.

Sumber daya alam dimanfaatkan manusia untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya. Keseimbangan ekosistem dapat terganggu karena
kegiatan manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam. Coba
bayangkan apa yang terjadi bila jumlah produsen berkurang?
Berkurangnya jumlah produsen akan memengaruhi jumlah konsumen
tingkat I (herbivora). Hewan herbivora akan kekurangan makanan, bahkan
dapat menyebabkan kematian. Jika hewan herbivora berkurang maka
jumlah konsumen tingkat II (karnivora) juga akan berkurang. Penurunan
jumlah konsumen tingkat II akan memengaruhi konsumen tingkat III, dan
seterusnya. Keseimbangan ekosistem yang terganggu ini dapat
disebabkan oleh penggunaan teknologi yang tidak tepat.

Sumber: www.extremehowto.com

Gambar 3.4Penebangan hutan secara liar dapat merusak ekosistem
hutan

1.Penebangan dan Pembakaran Hutan secara Liar

45

Bab 3 Pengaruh Kegiatan Manusia Terhadap Keseimbangan Lingkungan

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia mengambil hasil
hutan dan membuka lahan baru. Oleh karena itu, banyak terjadi
penebangan dan pembakaran hutan secara liar. Kegiatan tidak
bertanggung jawab ini dapat merugikan manusia dan makhluk hidup
lainnya.

Hama termasuk dalam anggota ekosistem sawah.
Hama merugikan petani karena mengurangi hasil panennya.
Oleh karena itu, petani berusaha membasmi hama
menggunakan pestisida. Pestisida terbuat dari bahan kimia
berbahaya.

Jenis pestisida dibedakan berdasarkan hama
pengganggunya. Misalnya, insektisida untuk memberantas
serangga hama. Ada juga fungisida untuk memberantas
jamur parasit. Penggunaan pestisida dapat memengaruhi
kehidupan makhluk hidup lain jika dipakai secara berlebihan.
Pestisida ini dapat dimakan oleh hewan yang seharusnya
tidak ingin dibasmi. Akibatnya, hewan-hewan yang tidak
merugikan tersebut akan musnah. Ikan-ikan juga ikut musnah
karena sisa penggunaan pestisida dapat larut ke sungai.
Tentu saja, hal ini dapat memengaruhi keseimbangan
ekosistem.

Serangan hama yang sudah disemprot pestisida
menjadi lebih hebat dibanding dengan sebelumnya. Hama-
hama yang masih hidup berkembang biak lebih cepat. Oleh
karena pemangsanya mati akibat pestisida. Berkurangnya
jumlah hama menyebabkan berkurangnya jumlah musuhnya.
Hal ini terjadi karena musuh-musuh hama tersebut
kekurangan makanan.
Selain menggunakan pestisida, petani juga menggunakan pupuk
untuk menyuburkan tanaman. Jenis pupuk ada yang alami dan ada yang
buatan. Contoh pupuk alami adalah pupuk kompos dan pupuk kandang.
Kompos terbuat dari dedaunan yang membusuk. Adapun pupuk
kandang terbuat dari kotoran ternak. Pupuk buatan adalah pupuk yang
dibuat di pabrik dan berasal dari bahan kimia. Contoh pupuk buatan adalah
pupuk urea. Pemakaian pupuk buatan secara berlebihan dapat merusak
tanah sehingga keseimbangan ekosistem terganggu.

Semakin pesatnya perkembangan teknologi, diikuti pula dengan
perkembangan pabrik. Jumlah pabrik di Indonesia sangatlah banyak. Hal
ini memang menunjukkan kemajuan bangsa, tetapi juga dapat
menyebabkan bencana.

2.Penggunaan Bahan Kimia secara Berlebihan
dalam Bidang Pertanian

Sumber: www.cpaphils.org

Gambar 3.5Penggunaan pestisida yang
berlebihan dapat merusak lingkungan

Gambar 3.6 Produk pupuk buatan

3.Pembuangan Limbah Pabrik

46

Sains IPA SD/MI 6

Gambar 3.8Penorehan
getah karet

Sumber: www.chemistryexplained.com.

Gambar 3.7 Pencemaran lingkungan karena limbah pabrik
dapat mematikan ikan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->