P. 1
KHUTBAH IDUL FITRI

KHUTBAH IDUL FITRI

|Views: 60|Likes:
Published by soidku

More info:

Published by: soidku on Sep 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2010

pdf

text

original

KHUTBAH IDUL FITRI

Mengurai Makna Fitrah di Tengah Arus Perubahan dan Dinamika Kehidupan
30/09/2008

Oleh : H. Khoirul Huda Basyir, Lc, M,Si Sekretaris Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama, Pengurus Pusat Majelis Ulama Indosesia, Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia dan Pegawai Departemen Agama RI.

ْ ِ ّ ِ َ ِ ّ ّ َِ ِ َِ ِِ ْ ِ ّ ّ ُ ْ َ ‫ لإله إل الُوالُأكبر الُأكبر ول الحمد ، الحمد ل الذي بنعمته تتم الصالحات الذي‬X 3 ‫الُأكبر الُأكبر الُأكبر‬ ْ ِ ْ َ ْ ّ َ ْ َْ ِ ْ َْ َ ّ َََ ْ َْ ْ َْ ْ َْ َ ِ ْ ُ ٍ َِ ِ ْ َ ِ َّ َ ُ ِ ّ ُ َ َ ْ ِ َ ‫َ ْ َ ُ ل‬ ‫هدانا لهذا وما كنا لنهتدي لو َ أن هدانا الُ ، أشهد أن لإله إل الُوحده َشريك له الذي خصنا بخير كتاب أنزل‬ ّ َ َ َ ْ َُ ْ َ َ َ ْ ‫َ َ َ ِ َ َ َ َ ُ ّ ِ َ ْ َ ِ َ َ ْل‬ ْ‫وأكرمنا بخير نبى أرسل وأتم علينا النعمة بأعظم دين شر ٍ دين السلم ، أليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي‬ ِ َ ْ ِ ْ ُ ْ ََ ُ ْ َ ْ َ ْ ُ َ ْ ِ ْ ُ َ ُ ْ َ ْ َ ْ َ ِ َ ْ ْ ِ ْ ِ ‫ََ ْ َ َ َ ِ َ ْ ِ َ ِ ّ ُ ْ ِ َ ََ َ ّ ََ ْ َ ّ ْ َ َ َِ ْ َ ِ ِ ْ ِ َ ْع‬ َ َ َ َ َ َ َ َ ّ ُ ْ َ َ َ َ َ َ َ ّ َ َّ َ َ َ َ َ ْ ّ َ ْ ِ ّ ُ ُْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ ً ّ َ ُ ّ ُ َ ْ َ ً ْ ِ َ َْ ْ ُ ُ َ ُ ْ ِ َ َ ‫ورضيت لكم السلم دينا ، و أشهد أن محمدا عبده ورسوله الذي أدى المانة وبلغ الرسالة ونصح المة وتركنا على‬ ِ ِ ََ َ ِ ْ ِ ‫ْ َ َ ّ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ُْ َ َ َ َ ِ َ ل َ ِ ْ ُ َ ْ َ ل َ ِ ٌ ّ ُ ّ َ ّ َ َّ ْ َ َ ِ ْ ََ َّ ِ َ ُ َ ّ ٍ ّ ِ ّ ْ ك‬ ‫المحجة البيضاء ليلها كنهارها ، َيزيغ عنها إ ّ هالك, أللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد النبي ال َريم وعلى آله‬ ,‫وصحابته الطاهرين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين . أما بعد‬ ُ ْ َ ّ ِ ْ ّ ِ ْ َ َ ٍ َ ْ ِ ْ ُ َ َِ ْ َ َ ِ ْ ِ ِ ّ ِ َِ َ َ َ ٌ ْ َ َ َ ْ ُ َ ْ َ ّ َ ْ ُ َْ َ َ ْ ُ ِْ ُ ْ ُ َّ َ َ َ ْ َُ ْ َ َ ْ ُ ِْ ُ ْ ُ ْ ََ ّ ّ ُ ْ ُ َ َ َ ِ ِ َ ُ ّ َ َ ‫فيا عباد ال ! اتقوا ال حق تقاته ول تموتن إل وأنتم مسلمون وافعلوا الخيْر لعلكم تفلحون, واعلموا أن يومكم هذا يوم‬ ُّ ِ َ َِ ََ : ‫عظيم وعي ٌ كريم, قال الُعز وجل : ولتكملوا العدة ولتكبروا ال على ما هداكم ولعلكم تشكرون‬ َ ْ ُ ُ ْ َ ْ ُ َّ ََ ْ ُ َ َ َ َ َ َ ُ ّ َ ُ َِ َ ّ ِ ْ ُِ ْ ُ َِ ّ َ َ ّ َ َ َ ٌ ْ ِ َ ‫َ ِ ْ ٌ َ ِ ْد‬
Hadirin sidang Jamaah Idul Fitri yang Dimuliakan Allah Dalam suasana pagi hari yang khidmat berselimut rahmat dan kebahagiaan ini, marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas segala curahan rahmat dan nikmat-Nya kepada kita semua, sehingga di pagi hari yang cerah ini kita dapat menunaikan sholat ‘dul Fitri dengan khusyu’ dan tertib. Hari ini, takbir dan tahmid berkumandang di seluruh penjuru dunia, mengagungkan asma Allah SWT. Gema takbir yang disuarakan oleh lebih dari satu setengah milyar umat manusia di muka bumi ini, menyeruak di setiap sudut kehidupan, di masjid, di lapangan, di surau, di kampung-kampung, di gunung-gunung, di pasar, dan di seluruh pelosok negeri umat Islam. Pekik suara takbir itu juga kita bangkitkan disini, di bumi tempat kita bersujud dan bersimpuh ke hadirat-Nya. Iramanya memenuhi ruang antara langit dan bumi, disambut riuh rendah suara malaikat nan khusyu’ dalam penghambaan diri mereka kepada Allah SWT. Getarkan qalbu (hati) mukmin yang tengah dzikrullah, penuh mahabbah, penuh ridha, penuh roja’ (pengharapan) akan hari perjumpaannya dengan Sang Khaliq, Dzat yang mencipta jagat raya dengan segala isinya. Kumandang takbir dan tahmid itu sesungguhnya adalah wujud kemenangan dan rasa syukur kaum muslimin kepada Allah SWTatas keberhasilannya meraih fitrah (kesucian diri) melalui mujahadah (perjuangan lahir dan batin) dan pelaksanaan amal ibadah selama bulan suci Ramadhan yang baru berlalu. Allah SWT menegaskan :

َ ْ ُ ُ ْ َ ْ ُ َّ ََ ْ ُ َ َ َ َ َ َ ‫ولتكملوا العدة ولتكبروا ال على ما هداكم ولعلكم تشكرون‬ ُ ّ َ ُ َِ َ ّ ِ ْ ُِ ْ ُ َِ
“Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kamu semoga kamu bersyukur (kepada-Nya).” (QS. al-Baqoroh : 185) Islam sesungguhnya telah mengajarkan takbir kepada umatnya, agar ia senantiasa mengagungkan asma Allah SWT kapanpun dan di manapun, saat adzan kita kumandangkan takbir, saat iqamah kita lafalkan takbir, saat membuka shalat kita ucapkan takbir, saat bayi lahir kita perdengarkan kalimat takbir, saat menyembelih hewan kita baca takbir, bahkan saat di medan laga perjuangan, kita juga mengumandangkan suara takbir.

‫الُأكبر الُأكبر الُأكبر ول الحمد‬ ْ َ ْ ّ َ ْ َْ ِ ْ َْ ْ َْ
Dalam suasana kemenangan ini, marilah kita menghayati kembali makna kefitrahan kita, baik sebagai hamba Allah maupun sebagai khalifatullah fil ardli. Idul Fitri yang dimaknai kembali kepada kesucian ruhani,’ atau ‘kembali ke asal kejadian manusia yang suci, atau ‘kembali ke agama yang benar’,

rukun dalam kebersamaan dan bersama dalam kerukunan. kita sirnakan keangkuhan dan kita ganti dengan pintu maaf dan senyum sapa yang tulus penuh dengan persaudaraan dan kehangatan silaturrahim antar sesama.sesungguhnya mengisyaratkan. duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Ya’kub. ia baru terampuni apabila mereka saling memaafkan. mari kita jadikan momentum Idul Fitri yang suci ini untuk saling meminta dan memberi maaf atas segala kesalahan antar sesama. agama Nabi Ibrahim dan anak keturunannya : Ismail. Inilah agama tauhid. Yusuf. pemaaf. Imam Muslim). ‫الُأكبر الُأكبر الُأكبر ول الحمد‬ ْ َ ْ ّ َ ْ َْ ِ ْ َْ ْ َْ Namun patut diingat. laksana terang dan gelap. bahwa setiap orang yang merayakan Idul fitri berarti dia sedang merayakan kesucian ruhaninya.(21) ‫ول الظل ول الحرور‬ َُُْ ََْ ّّ ََ “Barang siapa yang mensucikan dirinya. dan santun. mari kita jadikan momentum Idul Fitri yang suci ini untuk saling meminta dan memberi maaf atas segala kesalahan antar sesama. toleran. Perbuatan baik akan menimbulkan etika dan menciptakan tatanan . Berat sama dipikul. Di sinilah sesungguhnya letak keagungan dan kebesaran hari raya Idul fitri. maka ia diampuni dosa-dosanya yang telah lewat”. Mereka inilah pemilik agama yang benar. Ishaq. mereka yang mampu menjadi lentera di kala gelap. sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW : ِ ِْ َ ْ ِ َ ّ َ َ َ ُ َ َ ِ ُ ً َ ِْ َ ً َ ْ َ َ َ َ َ َ ْ َ ‫من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه‬ “Siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan atas dasar keimanan dan dilaksanakan dengan benar. mengurai asal kejadiannya dan menikmati sikap keberagamaan yang benar. Terkait dengan kemuliaan orang yang mampu mensucikan dirinya ini. kita buang perasaan dendam. laksana teduh dan panas. ringan sama dijinjing. Namun patut diingat. Segala kelebihan yang melekat dalam diri manusia dalam bentuk apapun. sesungguhnya dia telah mensucikan diri untuk memperoleh kebahagiaannya sendiri. ‫الُأكبر الُأكبر الُأكبر ول الحمد‬ ْ َ ْ ّ َ ْ َْ ِ ْ َْ ْ َْ Idul Fitri pada hakikatnya memberikan pesan kepada kita. Perbuatan yang indah akan melahirkan seni dan estetika. dan karena itulah. dan seni akan menghasilkan kreatifitas yang membangun dan menyejukkan. manusia yang baik. bahwa dosa atau kekhilafan antar sesama umat manusia. keberagamaan yang diridlai Allah swt. hendaknya disadari bahwa selain merupakan nikmat. Bukankah tidak sama orang yang buta dengan orang yang melihat ? Bukankah pula tidak sama gelap-gulita dengan terangbenderang ? Dan bukankah juga tidak sama yang teduh dengan yang panas ?” (QS. agama yang hanifiyyah wa al-samhah – terbuka. Dan hanya kepada Allah-lah tempat kembalimu. ia baru terampuni apabila mereka saling memaafkan. (HR. manusia yang menang dan beruntung itu. ia juga sekaligus sebagai amanat. bahwa dosa atau kekhilafan antar sesama umat manusia. kebersamaan dan mengarahkan umatnya memiliki kepedulian sosial yang tinggi. kita sirnakan keangkuhan dan kita ganti dengan pintu maaf dan senyum sapa yang tulus penuh dengan persaudaraan dan kehangatan silaturrahim antar sesama. adalah mereka yang mau dan mampu melihat persoalan lingkungannya secara bijak dan kemudian bersedia menyelesaikannya. laksana orang yang melihat dengan orang yang buta. Allah SWT membandingkan antara orang yang mampu mensucikan jiwanya dengan yang suka mengotorinya. Hari di mana para hamba Allah merayakan keberhasilannya mengembalikan kesucian diri dari segala dosa dan khilaf melalui pelaksanaan amal shaleh dan ibadah puasa Ramadhan. dan Nabi Muhammad saw. kita buang perasaan dendam. dan menjadi payung berteduh di kala panas. keindahan. Surat Al-Fathir. Allah seolah hendak menyatakan bahwa manusia yang suci. bahwa syari’at Islam mengajarkan kepada kesucian. al-Fathir : 18-21) Pada ayat tersebut. dan karena itulah. Sungguh sebuah metafora yang patut kita renungkan. Allah SWT menggambarkan dalam firman-Nya. ayat 18-21 : (20) ‫ومن تزكى فإنما يتزكى لنفسه وإلى ال المصير )81( وما يستوي العمى والبصير )91( ول الظلمات ول النور‬ ُ ْ ّ َ َ ُ َ ُّ َ َ ُ ْ ِ َ َْ َ ْ َ ْ ْ ِ َْ َ َ َ ُ ْ ِ َ ْ ِ َ َ ِ ِ ْ َِ ّ َ ََ َ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ .

maka semakin unggul pula kualitas keberagamaannya. Kemarin sebagai pejabat sekarang kembali menjadi rakyat. . salah satu indikator kualitas kepribadian seseorang adalah seberapa besar kehadirannya mampu memberi manfaat kepada sesama. segala kebiasaan baik yang telah kita lakukan di bulan suci Ramadhan. maka agar Fitrah itu tetap terpelihara kesuciannya. ‫الُأكبر الُأكبر الُأكبر ول الحمد‬ ْ َ ْ ّ َ ْ َْ ِ ْ َْ ْ َْ Oleh karena Fitrah manusia dapat berubah dari waktu ke waktu berubah karena pergaulan. Orang bijak sering menyatakan. kemarin sehat bugar. menang dan kalah. pola kehidupan yang bersendikan nilai-nilai agama dan akhlak mulia. sekali waktu bertengger di atas. anak-anak kita tahun kemaren masih melaksanakan shalat ‘id disamping kita. ia akan terus bergerak sesuai dengan kehendak dan ketentuan Rabbul ‘Alamin. Melalui ibadah shaum -sebagai manusia yang memiliki nafsu dan cenderung ingin selalu mengikuti hawa nafsu. tetapi ajarannya juga syarat dengan nilai-nilai yang bersifat universal. ‫الُأكبر الُأكبر الُأكبر ول الحمد‬ ْ َ ْ ّ َ ْ َْ ِ ْ َْ ْ َْ Hadirin sidang Jamaah Idul Fitri yang Berbahagia Ibadah shaum pada hakekatnya merupakan suatu proses penempaan dan pencerahan diri. (HR. Karena itu. sehingga darinya diharapkan mampu membangun manusia seutuhnya. rahmat dan bencana. Al-Qudla’i) ‫الُأكبر الُأكبر الُأكبر ول الحمد‬ ْ َ ْ ّ َ ْ َْ ِ ْ َْ ْ َْ Hal lain yang perlu kita sadari dalam mengarungi samudera kehidupan ini adalah. sekarang mereka. Fitrah asli manusia adalah cenderung taat dan mengikuti ketentuan Allah SWT. tilawah dan tadabbur Al-Quran. menjadi orang yang semakin meningkat ketakwaannya.kehidupan yang tertib dan harmonis. sehingga Fitrah yang telah kita raih di hari yang agung ini akan tetap terpelihara hingga ahir kehidupan kita. Dalam pandangan Islam. Karenanya perubahan ke arah yang lebih baik hanya akan dapat diwujudkan oleh pribadi-pribadi yang dalam dirinya telah bersemi ke-Fitrah-an. bahkan mungkin tetangga kita. karena latar belakang pendidikan dan karena faktor-faktor lain. keluarga dan lingkungan masyarakat kita. hendaknya ia selalu mengacu pada pola kehidupan islami yang berlandaskan Al-Qur’an. Marilah kita jadikan spirit ibadah puasa sebagai perisai diri kita dari godaan dan ujian kehidupan di masa-masa mendatang. yakni upaya yang secara sengaja dilakukan untuk mengubah perilaku setiap Muslim. insan kamil yang memiliki keteguhan iman. satu saat kaya. As-Sunnah dan teladan para ulama.kita dilatih untuk mengendalikan diri supaya menjadi manusia yang dapat berprilaku sesuai dengan Fitrah aslinya. tangis dan tawa. keluasan ilmu pengetahuan serta tangguh menjawab berbagai peluang dan tantangan kehidupan. saat yang lain hidup sengsara. Melalui proses pencerahan yang terkandung dalam ibadah shaum diharapkan setiap muslim menjadi manusia yang di mana pun kehadirannya. peduli kaum dluafa. peluang dan tantangan yang acap kali menghiasi dinamika kehidupan kita. terutama dalam masyarakat yang bersifat plural ini dapat memberi manfaat kepada sesama. Risalah Islam sesungguhnya bukan hanya diperuntukkan bagi umat Islam saja. atau dalam bahasa lain semakin besar kemampuan seseorang memberikan manfaat kepada orang lain. baik ibadah shiyam. sementara kebenaran akan menghasilkan ilmu pengetahuan yang mengantarkan kemajuan peradaban umat manusia. saat ini berbaring sakit. Seperti ajaran yang menekankan pentingnya setiap muslim agar mau dan mampu memberi manfaat kepada sesama. orang tua kita. “hidup ini laksana roda berputar”. saudara kita. menjaga kejujuran hendaknya tetap kita lestarikan dan bahkan kita tingkatkan sedemikian rupa agar dapat menjadi tradisi yang mulia dalam diri. orang-orang yang kita cintai itu telah tiada dan kembali kehadirat-Nya. Rasulullah SAW bersabda : ِ ّ ِ ْ ُ ُ َ ْ ِ ّ ُ ْ َ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ُ َّ ّ ِ ّ ّ ُ ْ َ ُ َ ِ ‫َ ْ َ ِ ٍ ر‬ ‫عن جابر َضي ال عنه أن النبي صلى ال عليه وسلم قال : خير الناس أنفعهم للناس‬ Artinya “Sebaik-baik manusia (Muslim) adalah orang yang paling (banyak) memberi manfaat kepada manusia”. qiyamullail. mengendalikan amarah dan hawa nafsu. bahwa telah menjadi sunnatullaah bila kehidupan ini diwarnai dengan susah dan senang. Kehidupan dunia ini tidak ada yang kekal. karena pengaruh budaya dan lingkungan. pada waktu lain tergilas di bawah. suami/istri kita.

Sebagai seorang mukmin. bekerja keras dan cerdas seraya tetap mengharap bimbingan Allah SWT. Dalam perjalanan itu. kita pergunakan kesempatan dan sisa umur yang kita tidak pernah tahu kapan akan berakhir ini untuk memperbanyak bekal dan amal shaleh guna meraih keselamatan dan kebahagiaan hidup. sejahtera dan berperadaban. karenanya kita harus tetap mawas diri dan tidak terbuai dengan nafsu angkara murka yang suatu saat dapat menjerumuskan kita dalam limbah kenistaan. orang mukmin harus terus menerus berusaha mengobarkan obor kebajikan. kebersamaan dan kasih sayang guna terwujudnya ummat dan masyarakat Indonesia yang berharkat dan bermartabat. akhlak karimah.Sebagai seorang mukmin. menebarkan marhamah. cepat atau lambat biduk yang ditumpangi akan mengantarkannya ke pantai tujuan. Amin. ujian dan selera kehidupan yang menggoda. menghidupkan sunnah-sunnah Rasul-Nya ‫ز‬ Semoga momentum Idul Fitri ini juga benar-benar mampu mengantarkan tatanan kehidupan kita yang berlandaskan nilai-nilai agama. setiap nahkoda berada di antara dua kecemasan. karena sesungguhnya rahmat dan pertolongan-Nya akan senantiasa mengiringi hamba-hambaNya yang sabar dan teguh menghadapi ujian.على ال لعلك تنجو‬ “Wahai anakku. (QS. Ali Imran : 140). ول تهنوا و َ تحزنوا وأنتم العلون إن كنتم مؤمنين‬ Artinya “Dan janganlah kamu bersikap lemah dan bersedih hati. baldatun thayyibatun warabbun ghafur. semoga Allah SWT senantiasa berkenan membimbing kita semua agar tergolong hambahambanya yang mampu meraih sertifikat kefitrahan di hari kemenangan yang agung ini. Justru sebaliknya. satu tarikan nafas bagaikan satu rengkuhan dayung. Semoga Allah SWT berkenan mencurahkan rahmat-Nya kepada bangsa Indonesia serta umat Islam pada umumnya untuk senantiasa mengamalkan syariat-Nya. Tamsil tentang kehidupan ini hendaknya mengingatkan. oleh karenanya. seorang shalih yang namanya diabadikan dalam Al-Qur’an pernah menyampaikan taushiyah kepada putranya: َ‫يا بني ! إن الدنيا بحر عميق وقد غرق فيها أناس كثير ، فاجعل سفينتك فيها تقوى ال وحشوها اليمان وشراعها التوكل‬ ُ َّّ َُ َ َ َ ُ َْ َ ُْ َ َ ِ َ ْ َ َ ْ ِ َ ََْ ِ َ ْ َ ْ َ ٌ ْ َِ ٌ َُ َ ْ ِ َ َ َ ْ َ َ ٌ ْ ِ َ ٌ ْ َ َْ ُ ّ ّ َُ ْ ُ ْ َ َ َّ َ ِ َ َ ‫. tentu tidak ada celah untuk bersikap frustasi dan menyerah kepada keadaan. merajut ukhuwah dan menjawab segala tantangan dengan penuh kearifan dan kesungguhan. tawakkal sebagai layarnya niscaya engkau akan selamat sampai tujuan”. Ya Mujiibassaailiin. agar kita senantiasa berupaya memanfaatkan umur yang kita miliki dengan sebaik-baiknya. sehinnga kita layak mendapatkan penghargaan “Minal’aidin Walfaizin”. maupun di alam akhirat yang kelal abadi. . padahal kalian orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang yang beriman”. antara mengingat perjalanan yang sudah di lewati dengan rintangan angin dan gelombang yang menerjang dan antara menatap sisasisa perjalanannya yang masih panjang di mana ujung rimbanya belum tentu dapat mencapai keselamatan. bangsa yang gemah ripah lohjinawi di bawah naungan ridla Allah SWT. Bukankah Allah SWT telah berjanji : َ ْ ِ ِ ْ ُ ْ ُ ْ ُ ُ ِ َ ْ َْ َ ْ ُ ُ ْ ََ ْ ُ َ ْ َ ‫َ َ َ ِ ُ ْ َل‬ ‫. iman sebagai muatannya. baik di alam dunia yang fana ini. ‫الُأكبر الُأكبر الُأكبر ول الحمد‬ ْ َ ْ ّ َ ْ َْ ِ ْ َْ ْ َْ Akhirnya. menegakkan da’wah. usia yang masing-masing kita miliki pasti masih akan tetap menghadapi tantangan. akan tetapi ia harus tetap optimis. Suatu saat Lukman Al Hakim. Abu Hamid bin Muhammad Al Ghozali dalam Ihya Ulumuddin melukiskan para penghuni kehidupan dunia ini laksana seorang pelaut yang sedang mengarungi samudera. kita juga tak boleh hanyut dalam godaan dan glamornya kehidupan yang menipu dan fana ini. sesunguhnya dunia ini laksana lautan yang dalam dan telah banyak manusia tenggelam di dalamnya. jadikanlah taqwa kepada Allah SWT sebagai kapal untuk mengarunginya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->