P. 1
Fisika Tugas

Fisika Tugas

|Views: 305|Likes:
Published by Andira Suryanagara

More info:

Published by: Andira Suryanagara on Sep 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/27/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1. Pancaran (Radiasi)
  • 1.2. Hantaran (Konduksi)
  • 1.3. Aliran (Konveksi)
  • 2.1.1.Dinding Datar
  • 2.1.2. Sistem Radial-Silinder
  • 3.1. Konveksi Alamiah
  • 3.2. Konveksi Paksa
  • 3.3. Gabungan Konduksi dan Konveksi
  • 4.1. Alat penukar ka1or pipa
  • 4.2. Penukar kalor pe1at
  • 4.3. Penukar ka1or pendingin udara
  • 4.4. Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda
  • 5.1. Perpindahan kalor dari uap yang mengembun (kondensasi)
  • 5.2. Perpindahan kalor ke zat cair yang mendidih
  • 6.1. Pendahuluan
  • 6.2.1 Evaporator Tabung-Horizontal
  • 6.2.2. Evaporator Satu Lintas Dan Evaporator Sirkulasi
  • 6.2.3. Evaporator Sirkulasi Paksa
  • 6.2.4. Evaporator Vertikal Tabung Panjang
  • 6.2.5. Evaporator Film Jatuh
  • 6.2.6. Evaporator Film Turbulen
  • 6.3. Kapasitas Evaporator
  • 6.4.1. Neraca Entalpi Evaporator Efek Tunggal
  • 7.1. Kapasitas dan ekonomi evaporator efek ganda
  • 8.1. Prinsip Kristalisasi

DAFTARPUSTAKA

KEGIATAN HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING USU-INHERENT 2006

BUKU AJAR

PERPINDAHAN PANAS

Disusun Oleh: ZUHRINA MASYITHAH, ST, MSc. BODE HARYANTO, ST, MT

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2006

DAFTAR PUSTAKA Foust, A.S., et a1., Principles of Unit Operations, John Wiley & Sons, New York, 1980. Geankoplis, C.J., Transport Process and Unit Operations, A11yn and Bacon Inc., 1987. Holman, J.P., Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1987. Incropera, F.P., dan Dewitt, D.P., Fundamental of Heat and Mass Transfer, John Wiley & Sons, 2002. Kern, D.Q., Process Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1950. McCabe, Smith dan Harriots, Unit Operations in Chemical Engineering, Mc Graw Hill,1985.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

LAMPIRAN

INFORMASI UMUM
Judul Mata Kuliah Nomor Kode/SKS Dosen Pengampu Anggota Perpindahan Panas TKK- 301/ 3 SKS Dr. Ir. Rosdanelli, MT Zuhrina Masyithah, ST, MSc. Bode Haryanto, ST, MT Erni Misran, ST, MT Mata kuliah ini berisi uraian mengenai Dasar-dasar Perpindahan Panas Steady dan Unsteady; Perpindahaan Panas ke Fluida yang Tak Berubah Fasa; Perpindahan Panas ke Fluida yang Disertai dengan Perubah Fasa; Peralatan Penukar Panas; Operasi dan Peralatan Evaporasi; Kristalisasi Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dasar-dasar perpindahan panas pada keadaan steady dan unsteady, dapat menyelesaikan masalah perpindahan panas ke fluida yang tak berubah fasa dan ke fluida yang disertai dengan perubahan fasa, rancangan proses dan evaluasi peralataan pertukaraan panas tanpa dan disertai dengan perubahan fasa; rancangan proses dan evaluasi peralataan evaporasi efek tunggal dan ganda; serta proses kristalisasi

Deskripsi Singkat

Tujuan Instruksional Umum

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

W.DAFTARPUSTAKA Bahan bacaan Geankoplis.C. McGraw-Hill. 1985.. dan Harriott.H. Oxford. J. Richardson.. J. Smith.R. Unit Operations of Chemical Engineering. Edisi ke-4. C. 1987. Edisi ke-5. BH. 1996. Transport Processes and Separation Process Principles. J..L. Singapore.. PTR.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM . New Jersey. P. LAMPIRAN GBPP DAN SAP file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.F.. McCabe. Edisi ke-3. 1. Harker. J. Coulson & Richardson’s Chemical Engineering Vol. dan Backhurst.J.

DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BAHAN PRESENTASI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .

html (6 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BUKU AJAR PERPINDAHAN PANAS file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.

html (7 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN UMPAN BALIK file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.

Zuhrina Masyithah. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi yang mendukung terlaksananya kegiatan ini. untuk matakuliah PERPINDAHAN PANAS. ST. aktivitas laboratorium dan penggunaan konten e-learning. Konten e-learning yang dikembangkan untuk mata kuliah ini bertujuan untuk memperoleh metode pembelajaran yang lebih baik untuk mata kuliah perpindahan panas yang mengkombinasikan kegiatan mengajar di kelas.DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR Buku Ajar Perpindahan Panas ini merupakan salah satu keluaran dari kegiatan HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING.html (1 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM . Semoga buku ajar yang dihasilkan ini dapat bermanfaat. USU-INHERENT 2006. Mata kuliah ini diajarkan pada Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik USU. Desember 2006 Penyusun. MT DAFTAR ISI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar. ST. MSc. Bode Haryanto. Medan.

2. Jenis-Jenis Evaporator 6. Konveksi Alamiah 3.2.2.2.Aliran (Konveksi) BAB II Perpindahan Panas Konduksi 2.1. Ekonomi Evaporator i ii 1-1 1-2 1-4 1-6 2-1 2-2 2-4 2-6 3-1 3-4 3-7 3-14 4-1 4-2 4-5 4-5 4-8 5-1 5-1 5-9 6-1 6-1 6-5 6-21 6-25 BAB VII BAB VIII Evaporator Efek Ganda 7.1. Gabungan Konduksi dan Konveksi BAB IV Alat Penukar Kalor 4. Perpindahan Kalor dari Uap yang Mengembun 5. Konveksi Paksa 3.Dinding Datar 2.4. Pendahuluan 6.1.3.DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I Pendahuluan 1.3. Alat Penukar Kalor Pipa 4.Sistem Radial-Silinder BAB III Perpindahan Panas Konveksi 3. Penukar Kalor Pendingin Udara 4. Kapasitas Evaporator 6.1. Kapasitas dan Ekonomi Evaporator Kristalisasi 7-1 7-5 8-1 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.1.1.1.1.1. Perpindahan Kalor ke Zat Cair yang Mendidih BAB VI Proses Evaporasi 6.2.html (2 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM .1.3.Konduksi Keadaan Steady 2.4.Pancaran (Radiasi) 1.3. Penukar Kalor Pelat 4.Hantaran (Konduksi) 1.2. Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda BAB V Perpindahan Kalor disertai Perubahan Fasa 5.

Prinsip Kristalisasi Daftar Pustaka Lampiran : Umpan Balik Quiz Soal Ujian Tengah Semester Soal Ujian Akhir Semester Tugas dan Soal-soal Latihan 8-4 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.DAFTARPUSTAKA 8.1.html (3 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM .

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Kondisi pertama yaitu mencapai keadaan yang dibutuhkan untuk pengerjaan.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Sama seperti bentuk lain dari energi. Pada penguapan dan pada umumnya juga pada pelarutan. keadaan ini dapat juga merupakan pengerjaan secara a1ami. demikian pula ha1nya jika ingin mendinginkan sesuatu. jumlah ka1or juga dinyatakan da1am suatu gaya kali suatu jarak yaitu Newton ka1i meter atau Nm.225. 1 Nm dinamakan 1 Joule. Bila sesuatu benda ingin dipanaskan. Pada kebanyakan pengerjaan. terdapat pada pengerjaan eksoterm dan endoterm. gaya dorong untuk a1iran ini ada1ah perbedaan suhu.000 Joule = 2. Untuk memberikan sedikit gambaran mengenai besarnya energi 1 Joule tersebut. diperlukan pemasukan atau pengeluaran ka1or. untuk mencapai dan mempertahankan keadaan yang dibutuhkan sewaktu proses berlangsung. Ada1ah hukum a1am bahwa ka1or itu suatu bentuk energi. Disamping perubahan secara kimia. bisa diperhatikan dari ha1 berikut: Untuk penguapan 1 kg air. diperlukan benda lain yang lebih dingin. Pada pembakaran 1 kg minyak akan terbebas kira-kira 45 MJ. diperlukan cukup banyak energi yaitu perubahan zat cair ke dalam uap ini kira-kira membutuhkan energi 2.PERPINDAHAN PANAS BAB I PENDAHULUAN Perpindahan ka1or dari suatu zat ke zat lain seringkali terjadi dalam industri proses. Akan tetapi. Kondisi kedua yaitu mempertahankan keadaan yang dibutuhkan untuk operasi proses. pada pengembunan dan penghabluran (krista1isasi) ka1or harus dikeluarkan.25 MJ. terjadi umpamanya bila pengerjaan harus berlangsung pada suhu tertentu dan suhu ini harus dicapai dengan ja1an pemasukan atau pengeluaran ka1or. Dengan demikian. Ka1or mengalir dengan sendirinya dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah. ka1or harus dimasukkan. maka harus dimi1iki sesuatu benda lain yang lebih panas.

ini artinya kalor tidak hilang. Apabila sejumlah energi ka1or menimpa suatu permukaan. Tetapi suatu bahan apabila menerima sinar. Pada hakekatnya proses perpindahan ka1or radiasi terjadi dengan perantaraan foton dan juga gelombang elektromagnet. Pancaran. Pancaran (Radiasi) Yang dimaksud dengan pancaran (radiasi) ia1ah perpindahan ka1or mela1ui gelombang dari suatu zat ke zat yang lain. energi terma yang tersimpan di dalam bahan tadi akan bertukar menjadi energi kalor yang dapat kita rasakan. Proses radiasi tidak terjadi pada bagian da1am bahan. sebahagian akan diserap ke da1am bahan. Terdapat dua teori yang berbeda untuk menerangkan bagaimana proses radiasi itu terjadi. contohnya hukum kekekalan masa dan momentum. Hantaran. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. semua ini . Semakin tinggi suhu bahan tadi maka semakin tinggi pula energi ka1or yang disinarkan. maka logam dikatakan lebih dingin daripada air. sering juga dinamakan radiasi. 3.PERPINDAHAN PANAS Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak musnah yaitu seperti hukum asas yang lain. Energi hanya berubah bentuk dari bentuk yang pertama ke bentuk yang ke dua. Jadi da1am mempelajari perpindahan ka1or radiasi akan dilibatkan suatu fisik permukaan. 1.menyimpan sejum1ah energi dalam yang ditandai dengan kuantitas yang lazim disebut muatan kalor bahan. Semua benda memancarkan ka1or. Apabila api dinyalakan. Keadaan ini baru terbukti setelah suhu meningkat. dan sebagian akan menembusi bahan dan terus ke luar. Karena suhu awal logam ialah T1 dan suhu air ialah T2.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . sering juga disebut konduksi. Semua bahan pada suhu mutlak tertentu akan menyinari sejumlah energi ka1or tertentu.1. maka banyak ha1 yang boleh terjadi. Proses radiasi adalah fenomena permukaan. 2. dengan T2 >> T1. Kalor dapat diangkut dengan tiga macam cara yaitu: 1. Ha1 yang penting dalam sistem yang terdiri dari air dan logam ialah adanya suatu perbedaan suhu yang nyata yaitu (T2. Bila diperhatikan misalnya jumlah energi kalor api unggun kayu yang ditumpukkan. Aliran. Energi kalor ini mengalir jika terdapat suatu perbedaan suhu. Bila diperhatikan sebatang logam yang dicelupkan ke dalam suatu tangki yang berisi air kalor.T1). sebahagian akan dipantulkan. sering juga disebut radiasi.

maka jumlah kalor akan disebarkan secara konveksi. Perpindahan panas radiasi (a) pada permukaan. Dalam pada itu. Keterlibatan suhu hanya terjadi jika terdapat dua permukaan yang mempunyai suhu yang berbeda. Dalam hal ini dua hal terjadi. sama seperti cahaya lampu. setiap permukaan akan menyinarkan energi kalor secara radiasi jika permukaan itu bersuhu T dalam unit suhu mutlak. Disamping itu. Maka jumlah ka1or yang diterima dari satu sumber akan berbanding langsung sebahagiannya terhadap faktor bentuk ini. (b) antara permukaan dan lingkungan Berdasarkan kepada keadaan terma permukaan. untuk memahami proses radiasi dari satu permukaan kita perlu memahami juga keadaan fisik permukaan bahan yang terlibat dengan proses radiasi yang berlaku. dan jika file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. yang penting ialah sifat terma saja. permukaan bagian atas kini mempunyai suhu yang lebih tinggi dari suhu udara sekeliling. Proses radiasi tidak melibatkan perbedaan suhu. adaka1anya tidak semua sinar mengenai permukaan yang dituju. Dengan demikian. Gambar 1.1. Lazimnya jika terdapat satu permukaan lain yang saling berhadapan. Oleh karena suhu permukaan atas naik maka kalor akan berkonduksi dari permukaan atas ke permukaan bawah. sifat terma permukaan bahan juga penting.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . medan a1iran fluida disekeliling permukaan tidak penting. Berbeda dengan proses konveksi. Tetapi energi kalor juga disebarkan secara radiasi.PERPINDAHAN PANAS Bahan yang dianggap mempunyai ciri yang sempurna ada1ah jasad hitam. bahan yang di pindahkan dan dipantulkan ini dapat berbeda. Proses perpindahan kalor sering terjadi secara serentak. ada kalor yang dipantulkan dan ada kalor yang dipindahkan ke sekeliling. Misa1nya sekeping plat yang dicat hitam. Dalam hal ini. Plat akan menyerap sebahagian energi matahari. Jadi da1am masalah ini kita mengena1 satu faktor pandangan yang lazimnya dinamakan faktor bentuk. La1u dikenakan dengan sinar matahari. Suhu plat akan naik ke satu tahap tertentu. Da1am pada itu.

Akan tetapi seorang pandai tempa harus memegang benda yang akan ditempa dengan sebuah tang. Bahan yang dapat menghantar ka1or dengan baik dinamakan konduktor. 2. maka permukaan tadi akan saling memindahkan kalor .html (4 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Untuk perambatan itu tidak diperlukan medium (misalnya zat cair atau gas) 1. Selanjutnya juga penting untuk diketahui bahwa : 1. adalah dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuhu rendah. Sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Hantaran (Konduksi) Yang dimaksud dengan hantaran ialah pengangkutan kalor melalui satu jenis zat. yang beberapa cm lebih jauh dari tempat pegangan itu adalah demikian panasnya. sehingga bentuknya dapat berubah. Dengan demikian. Perpindahan panas konduksi dan difusi energi akibat aktivitas molekul Sudah diketahui bahwa tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya.2.2.PERPINDAHAN PANAS permukaan pertama mempunyai suhu T1 mutlak sedangkan permukaan kedua mempunyai suhu T2 mutlak. Sehingga perpindahan kalor secara hantaran/konduksi merupakan satu proses pendalaman karena proses perpindahan kalor ini hanya terjadi di dalam bahan. umpamanya seorang tukang hembus kaca dapat memegang suatu barang kaca. Arah aliran energi kalor. Penghantar yang buruk disebut isolator. Kalor radiasi merambat lurus. Gambar 1.

Hal ini disebabkan karena susunan molekul dan juga atom di dalam setiap bahan adalah berbeda. Persoalan yang patut diajukan pada pengamatan ini ialah mengapa kadar alir energi kalor adalah berbeda. koefisien ini bernilai kecil. Untuk bahan isolator. maka molekul besi adalah lebih rapat susunannya daripada molekul kayu. Kalaupun ada bahan asing. Selanjutnya bila diandaikan sebatang besi atau sembarang jenis logam dan salah satu ujungnya diulurkan ke dalam nyala api.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Molekul udara adalalah renggang seka1i. Apabila nilai koefisien ini tinggi. Kini file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Dapat diperhatikan bagaimana kalor dipindahkan dari ujung yang panas ke ujung yang dingin. Lazimnya. bahan kimia unsur besi adalah lebih banyak. maka bahan mempunyai kemampuan mengalirkan kalor dengan cepat. berbeda dengan satu bahan berfasa gas seperti udara. Bahan kayu terdiri dari gabungan bahan kimia seperti karbon. Besi adalah besi. dan besi . suhu permukaan bahan akan berbeda dari suhu sekelilingnya. Aliran (Konveksi) Yang dimaksud dengan aliran ialah pengangkutan ka1or oleh gerak dari zat yang dipanaskan. Jadi dalam proses ini struktur bagian dalam bahan kurang penting. Dalam hal ini dikatakan suhu permukaan adalah T1 dan suhu udara sekeliling adalah T2 dengan Tl>T2. aliran elektron akan memainkan peranan penting . Apabila ujung batang logam tadi menerima energi kalor dari api. Moleku1 dan elektron merupakan alat pengangkut kalor di dalam bahan menurut proses perpindahan kalor konduksi. keadaan keseirnbangan termodinamik di dalam bahan akibat proses konduksi. Keadaan permukaan dan keadaan sekelilingnya serta kedudukan permukaan itu adalah yang utama. Untuk satu bahan berfasa padat molekulnya tersusun rapat. Tetapi dibandingkan dengan bahan padat seperti kayu. Pada umumnya. dan udara yang terperangkat. energi ini akan memindahkan sebahagian energi kepada molekul dan elektron yang membangun bahan tersebut.PERPINDAHAN PANAS bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor ialah koefisien konduksi terma.3. Proses konveksi hanya terjadi di permukaan bahan. Proses perpindahan ka1or secara aliran/konveksi merupakan satu fenomena permukaan. Dengan demikian dalam proses pengangkutan kalor di dalam bahan. 1. bahan yang dapat menghantar arus listrik dengan sempurna (logam) merupakan penghantar yang baik juga untuk kalor dan sebaliknya. uap air.

Malahan masa fluida menjadi berkurang karena kini fluida menerima energi kalor. maka bentuk pengangkutan ka1or ini hanya terdapat pada zat cair dan gas. maka selama pengaliran fluida bersentuhan dengan permukaan bahan yang panas.3. (b) konveksi alamiah. Perpindahan kalor dengan jalan aliran dalam industri kimia merupakan cara pengangkutan kalor yang paling banyak dipakai.PERPINDAHAN PANAS terdapat keadaan suhu tidak seimbang diantara bahan dengan sekelilingnya. Peningkatan momentum ini bukan disebabkan masanya akan bertambah. Oleh karena itu bagian yang paling banyak atau yang pertama dipanaskan memperoleh masa jenis yang lebih kecil daripada bagian masa yang lebih dingin. Gerakan fluida melibatkan kecepatan yang seterusnya akan menghasilkan aliran momentum. suhu fluida akan naik. sehingga kalor akhimya tersebar pada seluruh zat. Pada pemanasan zat ini terjadi aliran. (c) pendidihan. Oleh karena pengaliran fluida melibatkan pengangkutan masa. Perpindahan panas konveksi. Oleh karena konveksi hanya dapat terjadi melalui zat yang mengalir. (a) konveksi paksa. Sebagai akibatnya terjadi sirkulasi. karena masa yang akan dipanaskan tidak sekaligus di bawa kesuhu yang sama tinggi.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Gambar 1. Jadi masa fluida yang mempunyai energi terma yang lebih tinggi akan mempunyai momentum yang juga tinggi. energi kalor ini akan dipindahkan ke sekelilingnya dengan perantaraan aliran fluida. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. (d) kondensasi Pada perpindahan kalor secara konveksi.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Kekosongan ini diisi pula oleh masa fluida bersuhu renah yang lain. maka proses konveksi yang akan terjadi merupakan proses perpindahan kalor konveksi paksa.PERPINDAHAN PANAS Fluida yang panas karena menerima kalor dari permukaan bahan akan naik ke atas. Jumlah kalor yang dipindahkan.terjadi maka keadaan tidak stabil terma akan terjadi. Yang membedakan kedua proses ini adalah dari nilai koefisien h-nya. masalah yang utama terletak pada cara mencari metode penentuan nilai h dengan tepat. Kekosongan tempat masa bendalir yang telah naik itu diisi pula oleh masa fluida yang bersuhu rendah. Apabila perbedaan suhu .html (7 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . bergantung pada nilai h. Dalam kedua proses konduksi dan konveksi. maka proses perpindahan ka1or berlaku. Nilai koefisien ini tergantung kepada banyak faktor. Proses ini akan berlangsung berulang-ulang. artinya tidak ada pengaruh luar yang mendoromg fluida bergerak. Keadaan tidak stabil ini perlu diselesaikan melalui proses perpindahan kalor. Dalam pengamatan proses perpindahan kalor konveksi. Sedangkan bila kecepatan medan dipengaruhi oleh unsur luar seperti kipas atau peniup. Jika cepatan medan tetap. Setelah masa ini juga menerima energi kalor dari permukan bahan yang kalor dasi. masa ini juga akan naik ke atas permukaan meninggalkan tempat asalnya. faktor yang paling penting yang menjadi penyebab dan pendorong proses tersebut adalah perbedaan suhu.

kalor/panas mengalir tanpa disertai gerakan zat. Konduktor: bahan yang dapat menghantar kalor dengan baik. Isolator: penghantar kalor yang buruk. yang bentuk umumnya adalah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . Tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya. k: § sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor § menunjukkan berapa sepat kalor mengalir dalam suatu bahan kkonduktor>kisolator Konduksi panas mengikuti Hukum Fourier yang dapat dinyatakan dengan persamaan yang berikut: atau: q = laju perpindahan panas dT/dx = gradien suhu ke arah perpindahan panas Dalam persamaan di atas Hukum Fourier telah dinyatakan dalam bentuk persamaan laju alir. Arah aliran energi kalor dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuh rendah.BAB II BAB II PERPINDAHAN PANAS KONDUKSI Pada perpindahan panas secara konduksi. tetapi melaui satu jenis zat. Koefisien konduksi terma.

BAB II Dengan demikian persamaan konduksi panas mendefinisikan tahanan terhadap konduksi panas k adalah konduktiviti panas suatu zat. sehingga: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Konduksi Keadaan Steady (Tunak) Persamaan neraca energi: Analisa satu dimensi arah sumbu x ditunjukkan sebagai berikut: Kuantitas energi panas adalah sebagai berikut: Energi masuk : Energi yang dibangkitkan : Perubahan energi dalam Energi keluar = Pada keadaan steady. distribusi suhu konstan.1.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . yang besarnya tergantung pada temperatur zat itu. Biasanya perubahan k dapat diperkirakan cukup dengan fungsi liniar 2. suhu hanya merupakan fungsi posisi dan akumulasi = 0.

tahanan termal/panas/kalor.1. seperti dinding lapis rangkap.1. analisisnya akan menjadi seperti berikut: Untuk gradien suhu seperti gambar di atas.BAB II Untuk konduksi keadaan steady. Digunakan R. Jika ketiga persamaan akan diselesaikan bersamaan.Dinding Datar Sistem dengan lebih dari satu macam bahan. untuk menyatakan : file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. hukum Fourier dapat diintegrasi: 2. maka aliran kalor dapat dituliskan: Analogi listrik dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang lebih rumit. laju perpindahan panas: Aliran panas pada setiap bagian adalah sama.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .

html (4 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan paralel: Jika suhu awal dan akhir kedua lapisan sama: 2. dimana: r1= jari-jari dalam r0=jari-jari luar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.1.BAB II Sehingga: = penurunan suhu total melintas keseluruhan tebing Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan seri mempunyai analogi dengan arus listrik yang mengalir melalui beberapa tahanan listrik dalam rangkaian seri.2. Sistem Radial-Silinder Suatu silinder.

1 K. 1987).html (5 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . Panjang tabung untuk koil pendingin Tabung silinder berdinding tipis dari karet dengan ID 5 mm dan OD 20 mm digunakan sebagai koil pendingin. 1987: Khardbutter= 0.2-1 (Geankoplis.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. jika suhu permukaan luar tabung 297. Penyelesaian: Dari App.9 K. A-3 Geankoplis. Air pendingin dalam tabung mengalir pada suhu 274.65 W panas harus dipindahkan dengan pendinginan ini.151 W/m.BAB II L=panjang Ti-To=beda suhu Laju perpindahan panas dapat ditentukan dari Hukum Fourier dengan penyesuaian rumus luas menjadi: Konsep tahanan termal dapat juga digunakan untuk dinding lapis rangkap seperti gambar di atas: Contoh 4. Hitung panjang tabung yang diperlukan. Sebanyak 14.

T4= 297.6 mm cork board dan lapisan terluar 76.4 K (ruang pendingin) dan permukaan luar concrete 297.1016 m .1 K.0433 W/m.7 mm kayu pine. Penyelesaian: T1 = 255.3-1 (Geankoplis.0127 m .762 W/m.0433 kC= 0. 1987).4 K. dan temperatur antara pine dan cork board.BAB II r1 = 5/100 = 0.K kcorkboard = 0. Temperatur permukaan luar 255.0762 m Tahanan masing-masing material: Dengan cara yang sama: Untuk menghitung temperatur T2.1 K. Panjang tabung yang diperlukan: Contoh 4. Aliran panas melalui dinding isolasi ruang pendingin Ruang pendingin dilapisi dengan 12. 101. xA= 0. kA= 0.K Hitung panas yang hilang (dalam W) untuk 1 m2.151 W/m.151 kB= 0.762 . dinding luar ke r1. Tanda negatif menunjukkan bahwa arah aliran panas adalah dari r2. antara pine dan cork board: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.2 mm concrete. dinding dalam. Nilai: kpine = 0.K kconcrete = 0. r2 = 20/1000 = 0.02 m Ambil L= 1 m. xB= 0.005 m. xC= 0.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .

8 K.0254 m dengan k=0.63 W/m. karena nilai k yang tinggi. Panas yang hilang dari isolasi pipa.8 K Luas permukaan pada L=0. hitung: a.K dengan ID=0. T3=310.0508 m.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . Temperatur antara pipa dengan isolasi Penyelesaian: T1= 811 K.3-2 (Geankoplis.305 m: Tahanan masing-masing: Laju perpindahan panas: Untuk menghitung temperatur T2: Hanya terjadi penurunan T yang kecil melintasi pipa.0254 m dan OD = 0. T2 = T antara.2433 W/ m. Pipa dilapisi asbestos (B) sebagai isolasi setebal 0. Pipa stainless stell berdinding tipis (A) mempunyai k= 21. Panas yang hilang b. 1987).BAB II Contoh 4.305 m panjang.K. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Temperatur permukaan dalam pipa 811 K dan permukaan luar isolasi 310. Untuk pipa 0.

akan tetapi menyatakan besarnya laju pindah panas di daerah dekat pada permukaan itu.1) Persamaan (3. maka berbagai tahanan panas yang tersangkut dapat dijumlahkan untuk memperoleh koefisien pindah panas keseluruhan U.BAB III BAB III PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI Perpindahan panas antara suatu permukaan padat dan suatu fluida berlangsung secara konveksi. Fluks kalor boleh didasarkan atas luas permukaan luar atau dalam pipa.html (1 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Koefisien perpindahan kalor menyeluruh: Jika terjadi konduksi dan konveksi secara berturutan. bukanlah suatu sifat zat. Konveksi panas dapat dihitung dengan persamaan pendinginan Newton: …(3.1) mendefinisikan tahanan panas terhadap konveksi. Fluks Kalor: Adalah laju perpindahan panas persatuan luas (q/A). Persamaan perpindahan panas menjadi: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Koefisien pindah panas permukaan h. Suhu arus rata-rata: Adalah suhu yang dicapai apabila keseluruhan fluida yang mengalir melalui penampang itu dikeluarkan lalu dicampur secara adiabatik.

koefisien yang didasarkan atas luas permukaan luar. h: Merupakan koefisien perpindahan panas untuk masing-masing fluida. luas permukaan luar tabung. T = suhu rata-rata lokal Tw= suhu dinding yang dalam kontak dengan fluida Nilai h bila diterapkan: § Untuk sisi panas (bagian dalam tabung) Th=suhu fluida panas Twh=suhu dinding panas § Untuk sisi dingin (bagian luar tabung) Tc=suhu fluida dingin file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (2 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .BAB III Th= suhu fluida panas Tc=suhu fluida dingin Th – Tc = gaya dorong atau beda suhu lokal menyeluruh A = luas permukaan dalam/luar pipa U = koefisien pindah panas keseluruhan berdasarkan A = faktor proporsionalitas antara q/A dan •T Jika A = Ao. maka U = Uo. Koefisien perpindahan panas individual.

kekosongan tempat massa fluida yang telah naik diisi oleh massa fluida yang bersuhu rendah. rasio antara diameter tabung terhadap tebal ekivalen lapisan laminar h k D X =koefisien konveksi =konduktivitas panas =diameter tabung =tebal lapisan film (lapisan batas laminar) Korelasi untuk menentukan nilai h dipengaruhi oleh: § § § § Sifat fisika fluida Jenis dan kecepatan aliran Perbedaan temperatur Geometri sistem Beberapa nilai h dapat dilihat pada Tabel 4. yang tersusun dari bilangan-bilangan tanpa dimensi. § Aliran fluida terjadi akibat perbedaan densitas. Perpindahan panas konveksi dapat dikelompokkan kepada dua bahagian: 1. § Fluida panas yang menerima panas akan naik ke atas.html (3 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . dan perbedaan densitas akibat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.1-2 Geankoplis. pemanasan air dalam ketel. Konveksi bebas/alamiah § Contohnya adalah pemanasan aliran udara yang melalui radiator. 1987.BAB III Twc=suhu dinding dingin Koefisien pindah panas permukaan dapat diperkirakan dari fungsi-fungsi empiris. Nu = angka Nusselt. dengan bentuk umum: Nu = K Rep Prq Grr (L/d)s dimana K = bilangan tetap.

salah satu di antaranya adalah bilangan Grashof. 3. Konveksi Alamiah Pada perbatasan suatu permukaan dan suatu fluida akan terjadi perpindahan panas secara konduksi dan konveksi. Cara perpindahan panas semacam ini disebut konveksi alamiah atau konveksi bebas.1. § Contohnya aliran kalor melalui pipa panas. maka sekitar permukaan akan terjadi konveksi secara alamiah. § Aliran/perpindahan panas tidak bergantung pada gradien densitas.BAB III adanya gradien suhu di dalam massa fluida itu. Jika berbagai hasil penyelidikan itu dikumpulkan. Aliran alamiah ini memperbesar perpindahan panas yang semula sampai tercapai keadaan yang tecap. Banyak penyelidikan telah dilakukan untuk menentukan koefisien pindah panas itu. Konveksi paksa § Jika aliran fluida digerakkan oleh piranti mekanik seperti pompa dan pengaduk. Perbedaan temperatur antara bagian-bagian fluida menyebabkan perbedaan densiti dan karena itu timbul gerakan dan aliran dalam fluida. 2.html (4 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Bentuk umum: Bilangan-bilangan tanpa dimensi itu adalah: Dimana: L =panjang pipa • =viskositas fluida ρ =densitas fluida g =percepatan gravitasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. yang dibuat untuk menunjukkan sifatsifat konveksi bebas . Besarnya koefisien perpindahan panas harus didapat dari hasil percobaan. Biasanya temperatur permukaan itu cukup tinggi untuk menimbulkan pula radiasi. ternyata dapat diperoleh persamaan empiris dalam bilangan-bilangan tanpa dimensi. Tanpa adanya aliran yang dipaksakan terhadap fluida.

yang didinginkan. Persamaan empiris dan nomogram itu dapat dipakai guna memperkirakan koefisien perpindahan panas untuk konveksi bebas. Untuk bidang tegaklurus dan silinder tegak lurus Aliran bergolak: Aliran berlapis: Untuk silinder mendatar Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. Bagaimana beraneka ragamnya persamaan-persamaan itu dapat dilihat dari contoh-contoh di bawah ini. menghadap ke atas. atau lempeng mendatar. menghadap ke bawah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.BAB III Cp β hc k =kapasitas panas =koefisien ekspansi termal =koefisien konveksi =konduktivitas termal Hasil percobaan itu sering juga dinyatakan sebagai nomogram (alignment chart) atau grafik. Karena terdapat berbagai persamaan dan nomogram.html (5 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . maka haruslah dicari yang keadaan sistemnya sama dengan sistem yang sedang ditinjau.

yaitu hambatan gesekan dan hambatan bentuk.2. Di luar pipa terjadi lagi konveksi. Perhitungan dilakukan dengan persamaan yang berikut: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. maka perpindahan panas selalu terjadi secara konveksi paksa. baik hambatan gesekan maupun hambatan bentuk berpengaruh. yang seluruhnya diliputi oleh fluida itu. Persamaan-persamaan empiris tentang koefisien pindah panas antara benda dan fluida hanya berlaku untuk benda dengan bentuk tertentu. Dalam bilangan Reynolds yang sangat rendah hanya hambatan gesekan yang berpengaruh. mengalami dua macam hambatan. sedang fluida yang lain mengalir dalam ruang anulus sebuah pipa yang lebih besar atau dalam ruang sebuah shell yang memuat banyak pipa. Pengaruh aliran ini juga terlihat pada perpindahan panas antara fluida dan benda-benda yang terendam. akan tetapi pengaruh hambatan gesekan makin lama makin berkurang dan hambatan bentuk lebih berpengaruh. Jika bilangan Reynolds bertambah besar. menghadap ke atas: 3. Perpindahan panas berlangsung secara radial terhadap pipa. karena laju panas yang dipindahkan naik dengan adanya aliran atau pengadukan. panas dipertukarkan secara konveksi. konveksi dan radiasi. Dalam hal ini radiasi biasanya terjadi pada permukaan luar yang berhubungan dengan lingkungan yang tetap temperaturnya. Juga di sini pada waktu yang sama berlangsung perpindahan panas secara konduksi. menghadap ke bawah atau lempeng mendatar. Konveksi Paksa Seperti telah diketahui fluida sekitar benda. Seringkali salah satu fluida dalam sebuah penukar-panas mengalir dalam pipa. kemudian panas menjalar secara konduksi melalui logam dinding pipa. yang didinginkan.BAB III Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. Antara fluida di dalam pipa dan permukaan dinding pipa sebelah dalam. Jika dalam alat dikehendaki pertukaran panas.html (6 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .

maupun dalam bentuk nomogram. Sebab untuk keadaan yang berlainan mungkin berlaku persamaan yang lain pula. baik dalam bentuk persamaan.html (7 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. maka haruslah ada harga yang dirata-ratakan. maka sepanjang pipa fluida yang panas berkurang temperaturnya dan fluida yang dingin naik temperaturnya. Besarnya koefisien pindah panas secara konveksi diperkirakan dari persamaan-persamaan empiris. Karena terjadi perpindahan panas. Banyak buku yang memuat keterangan tentang koefisien pindah panas. dan haruslah ditemukan persamaan yang keadaan berlakunya sama dengan masalah yang dihadapi. Untuk menerapkan persamaan pindah panas pada satu alat.BAB III Kalau persamaan di atas diterapkan di satu tempat. Biasanya selisih temperatur dirata-ratakan secara logaritma antara kedua ujung alat menjadi: (Selisih temperatur rata-rata logaritma) Dalam hal ini U dianggap tidak berubah banyak antara kedua ujung alat itu. harus dihitung sesuai dengan keadaan sistem. Pada ujung keluar pipa itu akan terdapat selisih temperatur yang berbeda dengan pada ujung awal. sesuai dengan persoalannya. Begitu juga besarnya koefisien perpindahan panas konveksi akan berubah. karena temperatur fluida berbeda. jenis perpindahan panas (pemanasan atau pendinginan). Luas permukaan perpindahan panas A. Untuk konveksi dalam pipa sudah tentu persamaan empirisnya lain daripada untuk konveksi luar pipa. letak pipa dan lain sebagainya. sifat aliran. maka U adalah koefisien perpindahan panas keseluruhan setempat dan ∆T adalah selisih temperatur fluida di dalam pipa dan fluida di luar pipa di tempat itu. Kalau U sangat berbeda di kedua tempat itu. Dalam mencari persamaan-persamaan empiris itu harus diperhatikan sifat fluida. Begitu juga koefisien perpindahan panas keseluruhan harus dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas. maka dilakukan rata-rata dengan persamaan yang berikut: U dihitung dari jumlah tahanan panas keseluruhan.

Pada dasarnya rumus empiris untuk konveksi paksa meliputi benda mempunyai bentuk umum yang sama dengan rumus empiris untuk konveksi dalam pipa. Karena itu untuk perhitungan-perhitungan. Persamaan empiris hanya memberikan cara untuk memperkirakan besarnya koefisien pindah panas. suatu lapisan tipis fluida. Sewaktu masih baru permukaan logam pipa-pipa itu bersih. Menurut teori "dua lapisan" pada permukaan yang berhubungan dengan fluida terdapat.html (8 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Lapisan ini terutama timbul pada permukaan yang berhubungan dengan air. yang keadaan alirannya berlapis. Selisih temperaturpun lebih besar. didapati dua lapisan batas itu. Tahanan panas konveksi digambarkan sebagai terpusat dalam lapisan batas fluida pada permukaan padat. Pada dinding pipa yang kedua belah permukaannya terdapat fluida. Karena keadaan dalam lapisan batas itu berlapis. Biarpun tipis lapisan itu merupakan tahanan tambahan terhadap perpindahan panas. sedang hd koefisien pindah panas untuk lapisan kotoran atau kerak. Karena persamaan empiris itu dinyatakan dengan bilangan tanpa dimensi maka sistem satuan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Selama pemakaian pada permukaan itu akan tertentuk lapisan kotoran atau kerak. arah perpindahan panas perlu terus diingat. Dalam menggunakan persamaan-persamaan itu. Karena itu dalam menggunakan persamaan empiris semua sifat fisis fluida dinilai sesuai dengan temperatur lapisan batas itu. biarpun agak berjauhan dari permukaan fluidanya mengalir secara bergolak. Untuk perhitungan selisih temperatur selalu diambil antara permukaan dan tengah-tengah aliran yang bergolak. yaitu: Persamaan-persamaan itu dapat juga disajikan dalam bentuk grafik. maka tahanan terhadap perpindahan panas di 1apisan lebih besar daripada di daerah yang bergolak. seluruh tahanan pindah panas dianggap berada dalam lapisan batas.BAB III Koefisien pindah panas sebuah alat penukar panas mengalami perubahan selama pemakaian. Besarnya tahanan karena pengotoran itu dapat dihitung dari persamaan yang berikut: di mana Ud adalah koefisien pindah panas keseluruhan untuk alat yang kotor dan untuk alat yang bersih.

BAB III

mana yang digunakan tidak menjadi soal, asalkan tetap hanya satu sistem satuan yang dipakai. Banyak data telah diperoleh dalam percobaan-percobaan untuk menentukan koefisien pindah panas h. Data dapat disajikan dalam grafik atau sebagai persamaan. Di bawah ini akan diberikan berbagai contoh persamaan empiris yang sering dijumpai dengan batas-batas berlakunya. Aliran laminar Untuk aliran berlapis (laminar) dalam pipa tegak atau datar, di mana konveksi bebas dapat diabaikan, berlaku persamaan: Re < 2100 Dimana: L =adalah panjang pipa di mana terjadi perpindahan panas; m. d =diameter pipa; m • =viskositas fluida pada suhu rata-rata; Pa.s b • w =viskositas fluida pada suhudinding; Pa.s =kapasitas panas; J/kg.K =koefisien perpindahan panas rata-rata =konduktivitas termal; W/m.K

Cp hc k

Faktor (•/• w) digunakan sebagai koreksi, jika viskositas fluida di dekat dinding dan di tengah pipa terlalu berbeda. Semua sifat fluida dihitung pada suhu rata-rata kecuali • w Untuk fluida masuk dan keluar pada T berbeda, T rata-rata secara aritmetik: Tw= suhu dinding Tbi= suhu fluida masuk Tbo=suhu fluida keluar Aliran turbulen Untuk aliran bergolak (turbulen) dalam pipa yang bersih berlaku persamaan:
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (9 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

hL

= koefisien konveksi didasarkan pada •Tm.

Beda suhu rata-rata logaritmik,LMTD, •Tm Merupakan selisih suhu rata-rata secara logaritma pada kedua ujung peralatan.

Bilangan Grashof tidak ada dalam persamaan di atas, karena nilai bilangan Reynolds terlalu tinggi untuk adanya pengaruh konveksi bebas. Sifat-sifat fluida harus dinilai pada temperatur rata-rata antara temperatur masuk dan keluar. Persamaan-persamaan empiris yang ada pada waktu ini belum mencakup semua keadaan yang dijumpai dalam praktek. Banyak hal yang tidak dapat di hitung koefisiep pindah panasnya. Dalam hal ini h harus diperkirakan dari data empiris, yang biasanya dalam buku-buku referensi diberikan sebagai batas-batas nilai. Data yang dilaporkan dalam buku maupun dalam majalah banyak berguna dalam memperkirakan koefisien pindah panas secara konveksi.

Nila h untuk udara, Ptotal= 1 atm, aliran turbulen Nilai h untuk air, T=4-105oC, aliran turbulen

Nilai h aliran fluida yang melintasi plat datar
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (10 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

Aliran laminar : Re < 3.105; Pr > 0,7

Aliran turbulen: Re > 3.105; Pr > 0,7

Nilai h untuk aliran melintasi bola Sebuah bola yang akan dipanaskan atau didinginkan oleh fluida yang mengalir tegak lurus terhadap sumber bola. 1 < Re < 70.000 0,6 < Pr < 400 Nilai h aliran udara yang mengalir tegak lurus terhadap silinder tunggal dan udara yang mengalir tegak lurus pada silinder, digunakan: Nilai K dan n diperoleh dari daftar berikut: Re n 1-4 0,33 4-40 0,385 40-4000 0,466 4000-40000 0,618 40000-250000 0,805

K 0,891 0,821 0,615 0,174 0,0239

Nu 0,891-1,42 1,4 – 3,4 3,43 – 29,6 29,5 – 121 121 - 529

3.3. Gabungan Konduksi dan Konveksi Terdapat dua jenis fluida pada kedua sisi permukaan padatan. T1 = suhu fluida panas T2 = suhu fluida dingin

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (11 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

U dalam W/m2.BAB III Laju perpindahan panas (gambar a): Koefisien perpindahan panas menyeluruh. U.K Laju perpindahan panas (gambar b): A1 = 2p.L. dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas.html (12 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .r1 = luas permukaan dalam tabung Aalm = luas permukaan rata-rata tabung Ao = luas permukaan luar tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. sesuai dengan persoalannya. gabungan konduksi dan konveksi.

Fluks panas (q/A) Penyelesaian: Dari App.3. Pemanasan udara dalam aliran turbulen.686 Pada 488.BAB III Contoh 4. mw = 2.7 K. Udara pada 206. (Geankoplis.4 mm dan kecepatan 7. Sebagai media pemanas digunakan steam pada 488.s k = 0.s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.62 m/dt.64. Koefisien perpindahan panas untuk L/D > 60.7 K diluar pipa. 1987). Hitung : a. udara pada 477.html (13 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . A.6 K akan dipanaskan melalui pipa dengan ID 25.03894 W/m Pr = 0. Karena koefisien konveksi steam besar sedangkan tahanan dinding pipa sangat kecil.6 K: mb = 2.6.5-1.7 K.10-5 Pa. dianggap temperatur dinding pipa yang kontak dengan udara juga 488. b.10-5 Pa.8 kPa dan temperatur rata-rata 477. Geankoplis 1987.

pipa baja pada temperatur rata-rata 65.5-2 (Geankoplis.32. 1987). A-5 (Geankoplis. Air akan dipanaskan dengan steam pada 107. b. Koefisien sisi uap diperkirakan ho = 10500 W/m2.2 : NPr = 2.BAB III mb = 2. koefisien perpindahan panas keseluruhan. 1987): 1” sch 40 : ID= 0. Air pada T = 65.10-5 Pa.0334 m.633 W/m. Air mengalir melalui pipa horizontal 1” sch 40.s = 2.10-4 Pa.6. Hitung q untuk 0. Hitung U.305 m pipa. a.html (14 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Hitung hi untuk air didalam pipa. Pemanasan air menggunakan steam dan penyelesaian dengan trial and error.10-5 kg/m.8 oC diluar dinding pipa. Penyelesaian: Dari App.6 oC dan kecepatan 2.6 oC dari App. A. c.K µ = 4.44 m/dt.98 (1000) = 980 kg/m3 k = 0.S file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.72 r = 0.6.K.dt (a) Aliran turbulen: (b) Contoh soal 4.0266 m dan OD = 0. didasarkan atas permukaan dalam pipa.

K Tahanan menjadi: Penurunan temperatur melalui lapisan air: =16.10-4.6oC dan 107.5+16. dan diasumsikan berada diantara 65.1oC Sehingga Tw=65.7oC=3.80oC= 3.8 oC. Tetapi efeknya terhadap hi cukup kecil dan dapat diabaikan. sehingga tidak diperlukan trial ke-2. •w.1=81.80oC = 3. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.7oC Ini sangat dekat dengan nilai Trial I yaitu 80oC.56.10-4 Pa. Sifat fisika yang berubah adalah mw jika dilakukan Trial II yaitu mw.html (15 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .305 m K untuk baja adalah 45 W/m.s Nre air pada temperatur rata-rata: (b) Untuk L=0.56. diambil 80 oC = Tw.53.10-4 menjadi mw.BAB III TRIAL I Temperatur dinding pipa diperlukan.81.

BAB III (c) Soal latihan.1 oC/m panjang pipa. agar temperatur permukaan asbes dapat mencapai 50oC. Suatu aliran minyak bumi. Pipa ini hendak diinsulasi dengan lapisan asbes. Perpindahan panas mengikuti persaman: Dimana: = tahanan panas konveksi dalam pipa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. 40. sebanyak 1 kg/detik. Arah perpindahan panas adalah radial. yang terpasang dalam udara terbuka.html (16 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . dipanaskan dalam tungku dan keluar tungku pada temperatur 300oC melalui pipa baja 4 inci sch. Analisa Keadaan masalah digambarkan pada sketsa berikut. dan penurunan temperatur minyak bumi besarnya 0. Berapa tebal lapisan asbes.

07 kJ/kg.27. 40 mempunyai ukuran sbb: ID = 102 mm OD = 114 mm Tebal dinding = 6.K µ (100 oC) = 0.K Keterangan tentang udara: K (kering) = 26.K µ(lembab) = 19.6 mW/m.K Asbes (100 oC) = 0. perlu dikumpulkan keterangan dan data dari pustaka sbb: Pipa 4” sch.138 W/m.10-3 N.BAB III = tahanan konduksi panas melalui pipa = tahanan konduksi panas melalui asbes = tahanan panas konveksi bebas dalam udara Untuk menghitung besarnya tahanan panas.K r(lembab) = 1.103 J/kg.detik/m2 Pada permukaan luar insulasi asbes terjadi konveksi bebas. k.0 N.358 m2/m Harga konduktivitas panas.178 W/m.97.02 mm Luas permukaan = 0.detik/m2 Tf diambil 35 oC = 308 K β= koefisien ekspansi termal = 1/Tf = 1/308 Keterangan tentang minyak bumi: K = 0.html (17 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . ialah: Baja (300 oC) = 43 W/m. Untuk perhitungan pertama tahanan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.K r (100 oC) = 890 kg/m3 Cp (100 oC) = 1.107 kg/m3 Cp (lembab) = 1.

karena temperatur permukaan diketahui yaitu 50 oC. yang kemudian menghasilkan tebal insulasi.102 m m= 0. R4 untuk sementara tidak diperlukan.html (18 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Untuk minyak bumi perhitungan adalah sebagai berikut. memberikan harga untuk R3.1 oC ∆T diperoleh dari selisih temperatur keseluruhan 300 – 50 = 250 oC Dari keempat tahanan panas R1 dan R2 dapat dihitung. Rencana: Persaman pokok untuk perpindahan panas adalah: Yang ditanyakan adalah tebal insulasi.pipa. ∆T Watt/m. Q diperoleh dari penurunan temperatur minyak bumi sebesar G. maka bilangan Reynold harus dihitung. Penyelesaian: Untuk dapat memilih persamaan empiris untuk menghitung h.Cp. karena semua keterangan diketahui.BAB III konveksi bebas tidak perlu diikut sertakan. Substitusi harga besaran-besaran di atas ke dalam persamaan perpindahan panas.27 . Jadi q dan ∆T harus diketahui terlebih dahulu. 10-3 N. ∆T = 0.det/m2 Dipakai persamaan berikut Nre = 46.200 Tahanan konduksi melalui dinding pipa: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. G = 1 kg/dt D = 0. Besaran ini terdapat dalam tahanan panas R.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.114 + (2.3 = 0. sehingga dipakai persamaan Nu = 0.0109+0.267) = 0. maka temperatur lapisan batas udara Tf pada permukaan insulasi dapat diambil Tf = ½ (50+20) = 35 oC Perhitungan tahanan konveksi bebas: b= 0. 0.html (19 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .178 W/m.Pr < 109 . Kalau dimisalkan temperatur udara 20 oC.647 m Berlaku 103 < Gr.267 m d ins = 0.Pr)1/4 Menurut perhitungan ini temperatur permukaan insulasi besarnya = 20 + 33 = 53 oC.114 + d) = 0.K Tahanan konduksi melalui insulasi: ka= 0.7 (0.08/0.BAB III Kp=43 W/m.K Laju perpindahan panas permeter pipa: R = R1 + R2 + R3 1.27=0.647 m Penilaian: Hasil perhitungan diatas perlu diperiksa dengan tahanan konveksi bebas.0004+R3 d= 0.7 d d = 0.08 + 0.525 (Gr.

16. pada tekanan mutlak 2 bar dan temperatur 60 oC. Gas masuk dengan kecepatan 5. U dihitung dengan menghitung masing-masing tahanan panas dan menjumlahkannya. Air mengalir berlawanan arah dengan gas dan masuk pada 25 oC. Untuk mempertahankannya pada 50 oC.0 . Hitung laju perpindahan panas q 2. U 4. yang berarti insulasi harus dipertebal. Gas berada dalam pipa tembaga ukuran 1” dengan dinding BWG no. berdasarkan anggapan semua energi gas diserap oleh air. Q dapat dihitung dari laju alir dan penurunan temperatur gas CO2. Setiap pipa berada dalam pipa tembaga yang lain dengan ukuran 1.BAB III Perbedaan sebesar 3 oC atau lebih kurang 6% masih baik untuk perhitungan rancangan seperti ini.html (20 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . lakukan trial (cobacoba). •Tm dapat dihitung dari kenaikan temperatur ini dan laju alirnya. Soal Latihan Gas karbondioksida kering sebanyak 8. akan tetapi lebih tinggi maka temperatur permukaan insulasi akan lebih tinggi dari 50 oC.10-3 m3/detik.3 m/detik. Berapakah banyaknya dan panjang pipa yang diperlukan?. s s s Rencana: 1. Hitung luas permukaan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Hitung koefisien perpindahan panas keseluruhan. Air mengalir melalui ruang anulus antara kedua pipa dengan kecepatan 0. Jika ada faktor yang tidak dapat dihitung. harus diadakan perhitungan tebal insulasi lagi. Analisa: s Perhitungan dilakukan dengan persamaan s s Banyaknya pipa terdapat adlam luas permukaan A Faktor lain harus dihitung.14.5” dan dinding BWG no. hendak didinginkan menjadi 40 oC. Hitung selisih temperatur rata-rata •Tm 3. Kalau temperatur udara bukan 20 oC.7 m/detik.

013 bar V1 = 22. 1.html (21 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .415 cm3/mol = 22. Laju perpindahan panas Berat 1 m3 gas pada 2 bar. 60 oC: Pada kondisi standar: P1 = 1 atm = 1.15 K N1 = 1 kgmol Kondisi 2: P2 = 2 bar V2 = 1 m3/n2 kgmol T2 = 273+60 = 333 K N2 = kgmol Cp CO2 diperhitungkan pada temperatur rata-rata = ½ (60+40) = 50 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Gas CO2 dianggap gas ideal.BAB III Penyelesaian: Semua keterangan didapat dari lampiran atau pustaka.415 m3/kgmol T1 = 273.

53 .10-4 m3/dt Jadi diperlukan pipa sebanyak: Luas total penampang anulus menjadi 4 (3.474 kg/detik Cp(25 oC) air = 4180 J/kg.7 m/dt tiap pipa dapat mengalirkan: 3.10-4) = 15.208 Btu/lb. Banyaknya air yang mengalir: (15.10-4 = 3.8 . oC Berat keseluruhan gas: Jadi panas yang dipindahkan: Q = 25.10-4 (5.3) (1000) = 0.07.BAB III Dengan interpolasi didapat harga = 0. Selisih temperatur Luas penampang dalam pipa 1.7) = 20.5” : Luas penampang luar pipa 1” : Luas penampang anulus : 9.K Kenaikan temperatur air ialah: Temperatur keluar air menjadi 25.8 .html (22 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .10-4 – 5.03.96 .1.10-4 m2 Luas penampang dalam pipa 1” : Dengan kecepatan 5.96.oF = 874 J/kg. 10-4 m2.4.10-3 (874) (60-40) = 445 J/dt 2. 10-4) (0.22 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.

0105(1. Sehingga Nre harus dihitung.html (23 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .oC µ= 1.dtk/m2 Cp = 4.10-2 m m25 oC = 0.105 BTU.0182 W/m.10-3 N.0.606 W/m. Untuk CO2: k=0.6.5.73)=0.K Cp=874 J/kg.K m = 0.dtk/m2 Persamaan yang akan digunakan: Dengan menggunakan grafik.ft/ft2.967.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.967.96.BAB III 3.jam=0.10-2)meter=2.m2 Untuk aliran air: Luas penampang anulus = 3.10-3 N.10-2 m k= 0. untuk L/d = 60 (perkiraan) terbaca dari grafik untuk absis Nre = 6300: Untuk air didapat keterangan: d=de=2. selalu perlu diketahui apakah aliran laminar atau turbulen.10-5 N/dt. Koefisien perpindahan panas Untuk dapat memilih persamaan empiris yang akan digunakan.10-4 m2 Diameter anulus = diameter setara de = 4 x faktor bentuk S Untuk perpindahan panas De=4(0.oF.180 J/kg.

Untuk pipa tembaga: Keliling pipa 1” rata-rata: Tahanan dinding pipa permeter pipa: Tahanan keseluruhan : Tahanan dinding pipa: Tahanan air: Tahanan gas: A=0.1587 m2 Luas permukaan pipa: 0. karena temperatur pipa diperkirakan hampir sama dengan temperatur air.BAB III Faktor diperkirakan mendekati 1.080 m2/m Panjang pipa yang diperlukan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (24 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .

Alat penukar kalor berdasarkan fungsinya dapat digolongkan pada beberapa nama: 1. Kalor akan bertukar diantara fluida di da1am dan di luar pipa yaitu yang berada pada daerah anulus. Pada industri-industri kimia. tetapi merupakan utilitas). Sa1ah satu a1at penukar ka1or yang sederhana terdiri dari pipa panjang di da1am suatu pipa kedua. maka kita perlu membincangkan tentang atat penukar ka1or yang bersesuaian dengan material yang akan kita pindahkan. a1at penukar ka1or biasanya digunakan untuk pemanasan dan pendinginan proses serta a1iran produk. Kemudian di estimasi koefisien perpindahan kalor diantara kedua a1iran.BAB IV BAB IV ALAT PENUKAR KALOR Apabila kita berhubungan dengan dua macam zat cair atau gas di da1am proses yang akan saling bertukar ka1ornya. Pada kebanyakan sistem kedua fluida ini tidak mengalami kontak langsung. Lazimnya a1at penukar ka1or adalah sistim yang digunakan penukaran ka1or diantara dua fluida yang dibatasi oleh dinding pemisah. Kontak langsung a1at penukar ka1or terjadi sebagai contoh pada gas kalor yang terfluidisasi da1am cairan dingin untuk meningkatkan temperatur cairan atau mendinginkan gas. Exchanger: Memanfaatkan perpindahan kalor diantara dua fluida proses (steam dan air pendingin tidak termasuk sebagai fluida proses.html (1 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Ana1isa dan desain yang dilakukan digunakan untuk mengaplikasikan secara praktis prinsip-prinsip dasar yang sudah dibahas sebelumnya.

yang dibungkus oleh pipa yang lebih besar). Beberapa jenis a1at penukar ka1or yang banyak dipakai akan dibahas berikut ini.BAB IV 2. in Diameter dalam. Cooler: Berfungsi mendinginkan fluida proses. Condenser: Berfungsi untuk mengembunkan uap atau menyerap ka1or laten penguapan. Penukar ka1or pipa ganda (double pipe heat exchanger) Adalah a1at perpindahan ka1or yang terdiri dari dua pipa konsentris (pipa kecil sebagai sentra1.html (2 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . in file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. 5. Boiler : Berfungsi untuk membangkitkan uap. Heater: Berfungsi memanaskan fluida proses. Alat ini digunakan da1am industri ska1a kecil. 3. Dimana satu fluida menga1ir lewat pipa da1am sedangkan fluida yang lain menga1ir lewat anutus.1. Pipa ganda ini terdiri dari beberapa bagian: s s s s Gland (sambungan) Return head Return bend Tee Ukuran standar yang biasa terdapat pada Penukar ka1or pipa ganda: Diameter luar. Vaporizer: Berfungsi memekatkan cairan selain dari air. 7. 6. Steam biasanya digunakan sebagai media pemanas. 4. dan umumnya digunakan da1am ska1a laboratorium. antara dinding pipa da1am dan dinding pipa luar. 4. dan sebagai bahan pemanas a1at ini menggunakan steam. Reboiler : Berfungsi sebagai pensup1ai kalor yang diperlukan bottom produk pada distilasi. Evaporator: Berfungsi memekatkan suatu larutan dengan cara menguapkan airnya. Alat penukar ka1or pipa a. 8. dan sebagai bahan pendingin digunakan air.

untuk berubah arah beberapa ka1i. dan sebagainya. Untuk menyangga beda muai antara pipa dan mantel. Adakalanya hal yang sebaliknya berlaku. Dengan demikian dapat dicegah sudut mati dalam aparat. terdapat berbagai macam sistem. Kadang-kadang medium yang akan didinginkan dibawa mela1ui pipa dan medium yang akan dipanaskan dibawa seke1i1ing pipa. Seluruh alat terdiri dari seberkas pipa yang dipasang diantara plat pipa. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. akan tetapi dengan demikian dapat pula memperbesar kecepatan aliran.1 memperlihatkan beberapa penyelesaian yang mungkin di1akukan. Dinding ba1ik vertikal di sekitar pipa.1 terlihat suatu sketsa secara bagan dari jenis penukar ka1or ini. memaksa medium yang mengalir di sekeliling pipa. Gambar 4. terdapatnya kotoran padatan. Kesemuanya dibedakan berdasarkan jalur pemasukan dan pengeluaran bahan yang akan dipanaskan atau didinginkan.BAB IV 2 2½ 3 4 1¼ 1¼ 2 3 b. Pilihan ini bergantung kepada berbagai keadaan yaitu sifat ada media (cair atau gas). viskositas. Untuk luas per1ukan perpindahan kalor antara 100-200 ft2 digunakan penukar kalor jenis pipa ganda. Penukar kalor pipa-tabung (shell and tube heat exchanger) Pada Gambar 4. yang dapat lebih memperlancar lagi pertukaran kalor.html (3 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .

BAB IV Gambar 4. Untuk itu lebih sesuai digunakan penukar kalor pipa tabung.1. dan karena banyaknya sambungan. Penukar kalor pipa tabung (shell and tube heat exchanger) Sedangkan untuk luas lebih besar dari 200 ft2 pemakaian pipa ganda akan memerlukan tempat yang luas. Industri ska1a besar memerlukan alat perpindahan kalor dengan luas perpindahan kalor yang besar.html (4 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . titik tempat terjadinya kebocoran semakin banyak. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.

4. Biasanya a1at ini digunakan terutama pada industri makanan dan minuman karena alat ini mudah dibersihkan dan diperiksa kembali. Penukar ka1or pendingin udara Pemakaian alat ini adalah apabi1a air pendingin yang digunakan terbatas.html (5 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . 4. Dapat dikonstruksi dari sejumlah besar material. (Gambar 4. Zat yang satu menga1ir mela1ui rusuk-rusuk diantara kedua pelat sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4. Menggunakan teknik fabrikasi yang sudah baik. Mempunyai bentuk yang baik untuk operasi bertekanan. sehingga udara digunakan sebagai pcndingin.2.3) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Mudah dibersihkan. Penukar kalor pe1at Alat penukar ka1or ini terdiri dari beberapa pelat yang tersusun di da1am bingkai yang besar.3.BAB IV Keuntungan dari tipe ini: s s s s s Konfigurasi alat ini memberikan luas permukaan yang besar dalam volume yang kecil.2.

2. Penukar kalor pelat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.BAB IV Gambar 4.html (6 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .

RD (hitung) UC = dot faktor = koefisien perpindahan ka1or dalam keadaan bersih. Dot faktor (tahanan kotoran) Tahanan kotoran adalah kotoran (kerak) yang terbentuk selama penukar kalor dioperasikan dan akan menyebabkan koefisien perpindahan kalor menjadi berkurang.3.BAB IV Gambar 4. Penukar kalor pendingin udara Masalah utama da1am perancangan alat perpindahan ka1or adalah: 1.html (7 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.

Berkisar antara 100% .1) dQh =(wCp)C. Kita mulai dengan kesetimbangan kalor pada aliran dingin.(4.. W merupakan laju alira masa (mass file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Analisa-analisa kedua kasus ini agak berbeda. 4. Kern.BAB IV UD = koefisien perpindahan kalor dalam keadaan kotor RD(ketentuan) = dot faktor maksimum. A1iran searah ini di sebut cocurrent flow dan a1iran berlawanan disebut countercurrent flow. dalam batas-batas yang diizinkan yaitu: s s Untuk aliran uap dan gas. Penurunan tekanan Terjadi dalam masing-masing aliran. maka harga RD=O. ∆P antara 0.125% RD(ketentuan). 1965).5-2 psi Untuk a1iran liquida (cairan). dimana setelah itu kalor yang diijinkan menjadi 1ebih kecil dari yang dibutuhkan. Harga ini merupakan batas tahanan yang maksimum. sebagai berikut: .dTC = CCdTC dimana C = wCp Pada pernyataan ini dQh adalah kadar diferensial dimana kalor dipindahkan ke fluida dingin dari fluida panas melewati bagian diferensia1 dari penukar kalor. Tabel 12.001 (ketentuan. Nilai RD (hitung) harus 1ebih besar dari RD (ketentuan).4.html (8 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . yang dihitung bila kedua permukaan pipa tidak dibersihkan.. •P antara 5-10 psi. Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda Pada Alat Penukar Kalor Pipa Ganda aliran di da1am pipa dapat berupa aliran searah sepanjang pipa maupun aliran berlawanan. Bila dimisa1kan fluida yang 1ewat ada1ah fluida organik. 2.

adalah: dQh = U.(TH -TC) . berlaku untuk setiap titik disepanjang aksis penukar ka1or. panas yang hi1ang disamakan dengan f1uida panas untuk dibandingkan dengan fluida dingin.4) …(4. dan tahanan konduksi dihubungkan dengan dinding pipa itu sendiri.2) dapat ditu1is: dan Substitusi persamaan (4.6) ada1ah diferensial..3) Dimana dA adalah luas pem1ukaan diferensia1 yang memisahkan kedua aliran.7) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Jika tidak ada kehilangan panas dari penukar kalor. Tahanan-tahanan seri ini ditambahkan dan didefinisikan bahwa koefisien perpindahan kalor keseluruhan.html (9 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . U.(4...1) dan (4.6) Kesetimbangan panas persamaan (4.(4... dQh = -(wCp)HdTH = -CHdTH .. Kita sekarang mendefinisikan perbedaan temperatur diantara bagian panas dan dingin sebagai: d(TH-TC)=d(•T) Dari persamaan (4.BAB IV f1ow rate) dan Cp adalah kapasitas kalor persatuan masa.dA. Pendefinisian U meliputi pemilihan apakah kita menggunakan permukaan da1am atau permukaan 1uar dari pipa dalam untuk mendefinisikan dA.2) dipero1eh: …(4. dan diperoleh: . Untuk kesetimbangan panas keseluruhan.1) dan (4. maka kesetimbangan untuk aliran panas hampir sama dengan aliran dingin.(4.. Terdapat tahanan konveksi pada permukaan pipa yang memisahkan dua aliran.(4.5) .2) Kalor dipindahkan dari saluran panas ke aliran dingin melewati susunan tahanan termal. dan bukan kapasitas kalor molar..

12) Da1am persamaan (4.. dengan sedikit perubahan tanda. sedangkan ∆T adalah perbedaan temperatur lokal diantara a1iran panas dan dingin. Selanjutnya diberikan dua contoh Untuk membedakan operasi cocurrent dengan counter current. Untuk aliran counter current diperoleh hasil yang sama. Diasumsikan bahwa koefisien keseluruhan U diketahui dan tidak tergantung pada arah aliran untuk bentuk geometri dan laju alir kedua aliran yang ditentukan. dengan hasil: . temperatur rata-rata logaritmik) sebagai: .8 ) dapat ditulis menjadi: . sehingga diperoleh: …(4..BAB IV Sehingga persamaan (4.12) kita mendefmisikan apa yang disebut log-mean temperature difference (LMTD.(4.html (10 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM ...9) Persamaan diferensial untuk dT dapat diintegrasikan jika diasumsikan bahwa v ada1ah konstan disepanjang pipa. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor..11) Jika persamaan-persamaan ini diatur kemba1i dapat diselesaikan laju perpindahan panas keseluruhan..6) dapat ditulis sebagai: Dimana: .(4..(4.(4. Persamaan ( 4.8) ∆T1 dan •T2 adalah perbedaan temperatur diantara kedua aliran pada ujung penukar panas.13) Hasil ini sama dengan definisi yang sudah diutarakan pada ana1isa a1at penukar ka1or sebelumnya pada suatu penukar kalor single-tube..

html (1 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . 5. Suhu kondensasi hanya bergantung pada tekanan sehingga proses kondensasi zat murni merupakan proses isotermal. s Perpindahan kalor dari uap yang mengembun (kondensasi) Uap kondensasi mungkin terdiri dari sati zat saja. pada suhu tetap atau hampir tetap. Tetesan-tetesan bergabung sehingga membesar dan mengalir ke bawah tabung karena pengaruh gaya gravitasi. sehingga kondensasi itu dapat dikatakan merupakan proses tekanan tetap. s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. atau campuran dua zat mampu kondensasi atau lebih. Sangat tidak stabil dan sangat sukar dipertahankan sehingga metode ini jarang dipakai.BAB 5 BAB V PERPINDAHAN KALOR DISERTAI PERUBAHAN FASA Perubahan fasa mencakup: Penambahan atau pengurangan energi termal dalam jumlag yang agak banyak. mungkin berupa campuran zat mampu kondensasi dan zat tak mampu kondensasi. Kondensasi tetes (dropwise condensation) s Kondensat mula-mula membentuk inti nukleasi (tetesan).1. Rugi-rugi gesekan di dalam kondenser biasanya cukup kecil. s s Uap dapat mengembun menurut salah satu dari dua cara berikut: 1.

Koefisien untuk kondensasi film Asumsi: s Satu-satunya tahanan terhadap aliran kalor adalah yang disebabkan oleh lapisan kondensat yang mengalir ke bawah dalam aliran laminar karena pengaruh gaya gravitasi. ialah: …(5. Kondensasi film (film-type condensation) § Lebih sering terjadi § Kondensat cair itu membentuk film atau suatu lapisan sinambung yang lalu mengalir di atas permukaan tabung karena pengaruh gaya gravitasi.BAB 5 s Terjadinya bergantung pada sifat zat cair.html (2 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . selama aliran kondensat di dalam film itu laminar. 5. nitrobenzen. Suhu dinding dan suhu uap konstan. Tabung Vertikal = koefisien lokal = konduktivitas termal untuk kondensat film = tebal film Koefisien rata-rata untuk tabung vertikal.1.1) Dimana: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. Kecepatan zat air pada dinding adalah nol. Kondensat meninggalkan tabung pada suhu kondensasi. s s s 1. gliserin. Contoh: logam cair. 2.1.

rf.html (3 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .2) Dimana Tf = suhu rujukan Th = suhu uap yang kondensasi Tw = suhu permukaan luar dinding tabung Bentuk ekivalen persamaan (5. Pada tabung horizontal. densitas.5) Dimana: Γ= pembebanan kondensat persatuan panjang tabung.1) dengan yang dieliminasi: 2. Persamaan (5. kf = viskositas. Catatan: 1.3) untuk tabung vertikal diturunkan dengan pengandaian bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. rf. g = percepatan gravitasi.jam).BAB 5 mf.4) …(5. alir an film kondensat itu dapat dikatakan selalu laminar. = pembebanan kondenat pada dasar tabung (lb/ft. lb/ft.1) dan (5. Tabung Horizontal …(5. kf : …(5. konduktivitas lapisan film. Suhu rujukan untuk menentukan mf. N = jumlah tabung dalam susunan.

b. tetapi sifat-sifat kondensat harus dievaluasi pada suhu rujukan Tf. baga vertikal dengan diameter ¾ in 16 BWG.108 ft/jam2 L = 5 ft Suhu kondensi Th adalah 270 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. Besaran dalam persamaan (5. Kalor laten kondensasi klorobenzen adalah 139. 2. klorobenzene mengkondensasi pada tekanan atmosfer di dalam selongsongnya.3) dibuat masing-masing 1. suhu dinding Tw harus ditaksir dari h. Berapakah koefisien itu dalam kondenser horizontal yang mempunyai tabung sebanyak itu juga. Penyelesaian: Persamaan (5.17. dkk 1985) Pada sebuah kondensor selongsong dan tabung (Shell and Tube) yang menggunakan tabung te.7 BTU/lb.2). Jika koefisien sisi air adalah 400 BTU/jam. jika jumlah tabung rata-rata dalam susunan vertikal adalah 6. Air pendingin dengan suhu rata-rata 175 oF mengalir di dalam tabung.1. Maka untuk perhitungan praktis.BAB 5 aliran kondensat itu laminar. Contoh 13. Panjang tabung 5 ft. Karena itu diperlukan perhitungan coba-coba (trial and error).ft2.html (4 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . Dalam menghitung Tf. yaitu koefisien film kondensat.3) yang dapat langsung ditentukan adalah: l= 139 BTU/lb g = 4. yang diberikan oleh persamaan (5. Abaikan faktor pengotoran dan tahanan dinding tabung. koefisien pada persamaan (5.oF.13.76 dan 1. a. seret uap itu juga dapat menimbulkan keturbulenan pada lapisan kondensat sehingga koefisien film kondensasi menjadi jauh lebih besar.1) an (5.3) berlaku. Berapakah laju kondensasi klorobenzen dan pembebanan kondensat. (Mc Cabe. Bila kecepatan fase uap di dalam kondenser itu cukup besar.

726 lb/ft. dengan menggunakan koefisien 1. dari persamaan (5.4 lb/ft3 kf = 0.html (5 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . 10 Mc Cabe dkk.BAB 5 Suhu dinding Tw tentulah berada diantara 175 dan 270 oF.0625 ft Suhu dinding : Tw=175+33 = 208 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.¾ (270 – 205) = 221 oF Densitas dan konduktivitas termal zat cair hanya mengalami perubahan kecil dengan suhu sehingga dianggap tetap pada nilai-nilai berikut: rf = 65.2) ialah: Tf = 27.jam.13 sebagaimana disarankan: Suhu dinding didapatkan dari persamaan : Do=0.42) = 0.083 BTU/ft. 13 Mc Cabe dkk.3 (2. Dianggap Tw = 205 oF Penurunan suhu ∆T = 270 – 205 = 65 oF Suhu rujukan. I.75/12 = 0. 1985) Taksiran pertama h. 1985) (lamp. oF Viskositas film itu adalah: mf = 0.jam (lamp.

mT = laju kondensasi total. N=6 •To = 270 – 215 = 55 oF Do = 0.jam file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. Untuk kondensor horizontal digunakan pers.0625 ft mf = 0. (5. Koefisien h = 179 Btu/ft2.9815 ft2 Laju perpindahan kalor menyeluruh menjadi: = 179 (0.BAB 5 Nilai ini cukup dekat dengan taksiran 205 oF sehingga perhitungan selanjutnya tidak diperlukan lagi. Pembebanan kondensat: dan b. Luas permukaan luar setiap tabung ialah: Ao = 0.1963 (5) = 0.68 lb/ft.jam.5) Koefisien untuk klorobenzen mungkin lebih besar dari bagian (a) sehingga suhu dinding Tw sekarang diperkirakan 215 oF.oF Selanjutnya diperiksa apakah aliran itu laminar seluruhnya.893 Btu/jam.html (6 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .9815) (270 – 208) = 10.28 (2.42) = 0.

BAB 5

Tw = 175 + 43 = 218 oF Nilai ini sesuai dengan nilai taksiran 215 oF sehingga tidak diperlukan lagi trial berikutnya. Koefisien h ialah 270 Btu/ft2.jam. oF.

5.2. Perpindahan kalor ke zat cair yang mendidih Contohnya pada operasi evaporasi, distilasi, pembangkitan uap, pengolahan minyak bumi, pengendalian suhu pada reaksi kimia zat cair yang mendidih. Untuk tabung horizontal yang terbenam didalam zat cair mendidih. …(5.7) Dimana: = koefisien perpindahan panas = viskositas uap = penurunan suhu melintas uap = konduktivitas termal uap = densitas zat cair, densitas uap Do = diameter luar tabung pemanasan = selisih rata-rata antara entalpi zat cair dan entalpi uap panas lanjut.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (7 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

…(5.8) = kalor laten penguapan Cp = kalor spesifik uap pada tekanan tetap = panjanng gelombang-gelombang yang terkecil yang amplitudonya dapat berkembang pada antar muka datar yang horizontal. …(5.9) = tegangan antarmuka antara zat cair dan uap. Contoh 13.2 McCabe dkk, 1985: Freon (CCl3F) didihkan pada tekanan atmosfer dengan tabung tercelup horizontal yang diameter luarnya 1,25 in. Titik didih normal freon ialah 74,8 oF. Dinding tabung berada pada suhu 300 oF. Sifat-sifat freon 11 adalah sebagai berikut: = 91,3 lb/ft3 = 78,3 Btu/lb = 0,013 cP = 19 dyne/cm Cp = 0,145 Btu/lb.oF kv=BTU/ft.jam.oF Hitung koefisien perpindahan kalor, ho, dan fluks kalor q/A. Penyelesaian: = 0,013 (2,42) = 0,0314 lb/ft.jam = 300 – 74,8 = 225,2 oF Suhu film uap rata-rata = (300+74,8)/2 = 187,4 oF
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (8 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

= 91,3 lb/ft3; BM=137,5 ; Do = 1,25/12 = 0,104 ft Pada suhu film rata-rata: Pada titik didih: Dari persamaan (5.8) : Dari persamaan (5.9) anggap gc/g = 1 lb/lbf.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (9 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

Tetapi. Dalam situasi-situasi tertentu.1.html (1 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI BAB VI PROSES EVAPORASI 6. Evaporasi berbeda pula dari distilasi karena disini uapnya biasanya komponen tunggal. dalam evaporasi. dan bukan zat padat. dalam suatu situasi tertentu. zat cair pekat itulah yang merupakan produk yang berharga dan uapnya biasanya dikondensasikan dan dibuang. Dalam kebanyakan proses evaporasi. Evaporasi berbeda dari kristalisasi dalam hal penekanannya disini ialah pada pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal. Evaporasi tidak sama dengan pengeringan. dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha untuk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. Sebab evaporasi kadangkadang menghasilkan lumpur kristal di dalam larutan induk. Lazimnya. Evaporasi bertujuan untuk memekatkan larutan yang terdiri dari zat terlarut yang tidak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. Air yang mengandung mineral seringkali diuapkan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. kadang-kadang zat cair yang sangat viskos. dan walaupun uap itu merupakan campuran. kebalikannyalah yang benar. Evaporasi dilaksanakan dengan menguapkan sebagian dari pelarut sehingga didapatkan larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. misalnya pada penguapan air asin untuk membuat garam. pelarut yang digunakan adalah air. Pendahuluan Evaporasi adalah salah satu kaedah utama dalam industri kimia untuk memekatkan larutan yang encer. Pengertian umum dari evaporasi ini adalah menghilangkan air dari larutan dengan mendidihkan larutan didalam tabung yang sesuai yang disebut evaporator. garis pemisah antara evaporasi dan krista1isasi tidaklah dapat dikatakan tegas. dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair.

Teknik ini biasa disebut disti1asi air (water distillation). tetapi dari segi proses adalah evaporasi. Keterangan Sisa penguapan adalah zat cair. Evaporasi ≠ Kristalisasi 1. Proses-proses evaporasi skala besar sudah banyak dikembangkan dan digunakan untuk membuat air minum dari air laut. tidak ada usaha untuk memisahkan menjadi fraksi-fraksinya Uap sering berupa campuran dan akan dipisah menjadi fraksi-fraksinya. tetapi dari segi teknik proses itu adalah evaporasi. sebagian besar dikembalikan ke laut. karena persyaratan khusus proses.html (2 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . distilasi dan kristalisasi: Proses (1≠2) Evaporasi ≠ Pengeringan No. kadang-kadang zat cair yangsangat viskos Sisa penguapan adalah zat padat Uap biasanya komponen tunggal. Permasalahan disini adalah pemekatan larutan Permasalahan: pembuatan zat padatatau kristal. Berikut ini adalah beberapa sifat penting dari zat cair yang divaporasikan.BAB VI mendapatkan hasil yang bebas zat padat untuk umpan ketel didih. Evaporasi ≠ Distilasi 1. Biasa disebut distilasi air. dan untuk konsumsi manusia. Konsentrasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Penyelesaian praktis terhadap masalah evaporasi sangat ditentukan oleh karakteristik zat cair yang akan dikonsentrasikan. 2. Jika uap berupa campuran. Tabulasi perbedaan evaporasi dengan pengeringan.Proses 1. Variasi dalam karakteristik cairan itulah (yang menuntut keahlian dan pengalaman para insinyur dalam merancang dan mengoperasikan evaporator) yang menyebabkan operasi ini meluas dari perpindahan kalor sederhana menjadi suatu seni tersendiri. 2. Evaporasi ≈Kristalisasi : contohnya pada penguapan air asin untuk membuat garam Evaporasi ≈ Distilasi : contohnya pada penguapan air yang mengandung mineral untuk umpan ketel (boiler). 2. Di sini hasil yang dikehendaki adalah air kondensasi. Hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan air dalam umpan yang dipulihkan.

membusa pada waktu diuapkan. Densitas dan viskositasnya meningkat bersamaan dengan kandungan zat padatnya. keseluruhan masa zat cair itu mungkin meluap ke dalam saluran uap keluar dan terbuang. dan menyebabkan banyaknya bahan yang terbawa ikut. Dalam mengkonsentrasikan bahanbahan seperti itu diperlukan teknik khusus untuk mengurangi suhu zat cair dan menurunkan waktu pemanasan. Hal ini menyebabkan koefisien menyeluruh makin lama makin berkurang sampai akhimya kita terpaksa menghentikan operasi evaporator untuk membersihkannya. kristal-kristal ini harus dipisahkan karena. Jika zat cair jenuh didihkan terns. larutan itu akan makin bersifat individual. tetapi jika konsentrasinya meningkat. sehingga suhu didih larutan jenuh mungkin jauh lebih tinggi dari titik didih air pada tekanan yang sama. Bisa menyebabkan tabung evaporator tersumbat. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Titik didih larutanpun dapat meningkat dengan sangat cepat bila kandungan zat padatnya bertambah. Kerak Beberapa larutan tertentu menyebabkan pembentukan kerak pada permukaan pemanasan. Pembentukan busa Beberapa bahan tertentu. Busa yang stabi1 akan ikut ke luar evaporator bersama uap.BAB VI Walaupun cairan encer yang diumpankan ke dalam evaporator mungkin cukup encer sehingga beberapa sifat fisiknya sama dengan air. maka akan terjadi pembentukan kristal. dan bahan rnakanan dapat rusak bila dipanaskan pada suhu sedang selama waktu yang singkat saja. lebih-Iebih zat-zat organik. Dalam hal-hal yang ekstrim. Kepekaan terhadap suhu Beberapa bahan kimia berharga. atau jika tidak. hingga larutan itu menjadi jenuh. bahan kimia farmasi. pembersihan itu tidak mudah dan memakan biaya. Bi1a kerak itu keras dan tak dapat larut.html (3 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . menjadi terlalu lamban sehingga tidak dapat melakukan perpindahan kalor yang memadai.

Evaporator mana yang dipilih untuk suatu masalah tertentu bergantung terutarma pada karakteristik zat cair itu. Berkurangnya suhu didih zat cair menyebabkan beda suhu antara uap dan zat cair yang mendidih itu meningkat. grafit tak-tembus. bahaya ledak. zat cair yang mendidih biasanya berada da1am vakum sedang. dan timba1. Bila kita menggunakan satu evaporator saja. Oleh karena adanya variasi dalam sifat-sifat zat cair maka dikembangkan berbagai jenis rancangan evaporator.kira 0.BAB VI Bahan konstruksi Bila memungkinkan. Uap yang digunakan biasanya adalah uap bertekanan rendah. Walaupun sederhana. dan uap dari evaporator kedua dimasukkan ke dalam kondenser. Karena itu digunakan juga bahan-bahan konstruksi khusus seperti tembaga.html (4 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . baja tahan karat. kalor konsentrasi. diperlukan 1 sampai 1. Jenis-Jenis Evaporator Kebanyakan evaporator dipanaskan menggunakan uap yang dikondensasikan di atas tabungtabung logarm.05 atm abs. Akan tetapi. dan persyaratan operasi steril (suci hama. radioaktivitas. Jika uap dari satu evaporator dimasukkan ke dalam rongga uap (steam chest) evaporator kedua. dengan demikian laju perpindahan kalor di da1am evaporator itu meningkat pula. uap dari zat cair yang mendidih dikondensasikan dan dibuang.2. Bahan yang dievaporasikan biasanya mengalir di dalam tabung. Banyak karakteristik lain zat cair juga perlu mendapat perhatian dari perancang evaporator. pembebasan gas pada waktu mendidih. maka operasi ini akan menjadi efek dua ka1i atau efek-dua (double effect). antara lain kalor spesifik. sifat racun. namun proses ini tidak efektif dalam penggunaan uap. aluminium. titik beku. Metoda ini disebut sebagai evaporasi efek-tunggal (single-effect evaporation). Oleh karena bahan-bahan ini relatif mahal. dibawah 3 atm abs. banyak larutan yang merusak bahan-bahan besi. evaporator sebaiknya dibuat dari baja.3 lb uap. maka laju perpindahan kalor harus tinggi agar dapat menurunkan biaya pokok peralatan. Untuk menguapkan l lb air dari larutan. nikel. 6. yaitu sampai kira. atau menjadi terkontaminasi oleh bahan itu. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

Metoda yang umum digunakan untuk meningkatkan evaporasi per lb uap dengan menggunakan sederatan evaporator antara penyediaan uap dan kondenser itu disebut sebagai evaporasi efek-berganda (multiple effect evaporation).html (5 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Evaporator tabung horizontal 2. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Aliran ke atas (film-panjat) b. Larutan yang akan dievaporasikan berada di luar tabung horizontal dan uap mengalir di dalam tabung horizontal.vertikal tabung panjang a. Aliran ke bawah (film-jatuh) c. Evaporator film aduk 6. Efek ini dapat ditambah lagi dengan cara yang sama. Sebagai hasilnya maka pada evaporator jenis ini dijumpai koefisien perpindahan panas keseluruhan yang lebih rendah berbanding pada evaporator jenis lain. Jenis-jenis utama evaporator tabung dengan pemasukan uap yang lazim dipakai adalah: 1. suhu didih.ft2. menjadi harmpir lipat dua. Koefisien keseluruhan yang berada antara 200-400 Btu/jam. dan sifat larutan yang dievaporasikan. yang tergantung pada perbedaan suhu keseluruhan. Evaporator.1 adalah merupakan evaporator jenis klasik yang telah lama digunakan.0F (1100-2300 W/m2K) akan didapatkan.2. dan evaporasi yang didapatkan oleh satu satuan masa uap yang diumpankan ke da1am efek pertama.BAB VI Ka1or uap yang semula digunakan lagi da1am efek yang kedua. Tabung horizontal diliputi dan dikelilingi oleh sirkulasi yang alami dari cairan yang mendidih sehingga meminimumkan pengadukan cairan. 3. Evaporator tabung horizontal biasanya digunakan untuk kapasitas yang kecil dan untuk mengevaporasikan larutan yang encer dan larutan ini tidak berbusa dan tidak meninggalkan deposit padatan pada tabung evaporator .1 Evaporator Tabung-Horizontal Evaporator tabung-horizontal sebagaimana yang ditunjukkan pada Gambar 6. Sirkulasi paksa . ini bermanfaat khususnya untuk mengevaporasikan larutan yang viskos.

html (6 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

uapnya lepas dan keluar dari unit itu sebagai cairan pekat. dan cairan yang tidak menguap mengalir ke bawah dan keluar melalui anulus yang terletak di bahagian dasar evaporator.2. Pada kedua evaporator ini larutan mendidih di dalam tabung vertika1 dan media pemanas di luar tabung vertikal. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Media pemanas yang digunakan biasanya uap yang terkondensasi. Evaporator Tabung Horizontal 6.2 dan Gambar 6. Seluruh evaporasi dilaksanakan dalam satu lintas (lawatan) saja.BAB VI Gambar 6. Evaporator satu 1intas dan evaporator sirku1asi ditunjukkan pada Gambar 6. Pada instalasi yang besar. Evaporator Satu Lintas Dan Evaporator Sirkulasi Evaporator dapat dioperasikan sebagai unit satu lintas atau sebagai unit sirkulasi.1. cairan umpan dilewatkan melalui tabung hanya satu kali lewat saja. terdapat beberapa lubang keluaran cairan atau produk dan tidak hanya satu seperti ditunjukkan pada Gambar 6. Pada evaporator satu lintas.2.html (7 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Pendidihan atau pemanasan cairan di dalam tabung akan menyebabkan aliran naik ke atas melewati tabung. Evaporator ini merupakan pengembangan dari evaporator tabung-panjang.3 secara berturutan.2.

html (8 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Suhu zat cair dapat dijaga rendah dengan mengoperasikan unit ini dalam vakum tinggi. Evaporator film aduk (agitated film evaporator) selalu dioperasikan dalam satu lintas saja. Dengan sekali lewatan cepat melalui tabung-tabung evaporator. cairan pekat itu hanya sebentar saja berada dalam suhu didihnya. tetapi evaporator film jatuh (falling-film evaporator) dan evaporator film panjat (climbing film-evaporator) dapat pula dioperasikan dengan cara ini. dan dapat didinginkan dengan cepat begitu keluar dari evaporator. Evaporator satu lintas Rasio evaporasi terhadap umpan dalam unit satu lintas itu adalah terbatas. di mana pemekatan tota1 terbagi-bagi dalam beberapa efek.html (9 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .2. sehingga evaporator jenis ini sesuai untuk operasi efek berganda.BAB VI Gambar 6.

html (10 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

maka konsentrasi. oleh karena itu. dan cocok pula untuk evaporasi efek tunggal. Evaporator sirkulasi Pada evaporator sirkulasi (circulation evaporator) terdapat suatu kolam zat cair di dalam alat itu. harus selalu berada dalam konsentrasi maksimum. Dengan menggunakan vakum yang cukup baik. Pemanasan yang terlalu lama atas sebagian kecil sajapun dari bahan peka-panas seperti makanan akan dapat menyebabkan keseluruhan produk itu rusak. Evaporasi sirkulasi paksa semuanya dioperasikan dengan cara ini. Umpan masuk akan bercampur dengan zat cair di dalam kolam.html (11 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . akan terpanaskan hingga suhu yang kelewat tinggi. Evaporator sirkulasi. tetapi zat cair itu akan berulang kali berada dalam kontak dengan tabung panas. Evaporator sirkulasi tidak terlalu cocok untuk memekatkan zat cair yang peka terhadap panas. Zat cair yang tidak menguap dikeluarkan dari tabung dan kembali ke kolam. sehingga hanya sebagian saja dari keseluruhan evaporasi yang berlangsung dalam satu lewatan. Akibatnya. Walaupun waktu menetap (residence time) zat cair itu dalam zone pemanasan barangkali singkat saja. di lain pihak. Oleh karena zat cair yang masuk tabung itu mengandung beberapa bagian cairan pekat di dalam setiap bagian umpan. dan campuran itu lalu dialirkan melalui tabung-tabung evaporator. dimana aliran berlangsung melalui tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. sebagian dari zat cair itu mungkin tertahan di dalam evaporator selama beberapa waktu. suhu zat cair lindak dapat dijaga pada tingkat yang tidak merusak. dapat beroperasi dengan jangkau konsentrasi yang cukup luas antara umpan dan cairan pekat dalam satu unit saja. dan titik didihnya selalu mendekati maksimum. koefisien perpindahan kalornya akan cenderung rendah. Cairan pekat dari evaporator sirkulasi dikeluarkan dari kolam.3. Alal ini dapat dioperasikan dengan sirkulasi alamiah. Sebagian dari zat cair itu dengan demikian.BAB VI Gambar 6. serta densitas. evaporator film panjat biasanya adalah unit sirkulasi. viskositas. Semua cairan dalam kolam.

500 Btu/jam. Gambar 6. perbedaan suhu keseluruhan. Sehingga kedua-dua evaporator vertikal ini adalah sangat berguna untuk kebanyakan proses evaporasi. Evaporator ini juga dapat menangani cairan yang viskos. larutan yang mudah membentuk busa atau untuk menguapkan larutan dalam masa yang singkat.html (12 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . maka aliran sirkulasi yang terjadi akan bergerak dengan lambat. Evaporator ini dapat digunakan untuk larutan yang membentuk deposit padatan. Kedua evaporator satu lintas dan evaporator sirku1asi juga mempunyai kelebihan operasional berbanding dengan evaporator tabung horizontal. Pada kedua jenis ini. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. tabung-tabung didalamnya dipasang secara rolling dan welding dan tidak secara packing seperti pada evaporator tabung horizontal. Pada evapoator satu lintas dan juga evaporator sirkulasi.5.oF (1100-2800 W/m2K) tergantung kepada baik sifat larutan. sirkulasi alami yang dihasilkannya mempunyai kecepatan 1 hingga 3 ft/detik sehingga koefisien perpindallan panas pada evaporator ini lebih tinggi dibandingkan evaporator tabung horizontal yaitu pada rentang 200. di mana aliran dilaksanakan dengan pompa.ft2. Evaporator Sirkulasi Paksa Evaporator sirkulasi paksa mempunyai bentuk seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6.2. dan koefisien perpindahan panasnya menjadi kecil.BAB VI dengan disebabkan oleh perbedaan densitas. akan tetapi untuk evaporator jenis sirkulasi.4 dan Gambar 6. karena padatan yang terbentuk di dalam tabung dapat dihilangkan dengan pembersihan mekanis. maupun titik didih larutan.3. dapat pula dengan sirkulasi paksa. 6.4 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun vertikal dan berada di dalam tabung. akan tetapi tidak sesuai untuk digunakan untuk mengevaporasikan larutan yang sangat viskos.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (13 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

Pada evaporator sirkulasi paksa. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Pemanas Vertikal di dalam Tabung Gambar 6. Gabungan penurunan tekanan dan head hidrostatik di dalam alat ini adalah cukup besar untuk mencegah larutan mendidih di dalam pipa penukar panas. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.4.5 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun horizontal dan terletak terpisah dengan tabung. pada saat cairan memasuki ruang kosong di dalam tabung. sehingga uap yang dihasilkan akan tersembur keluar. caitan yang akan dievaporasikan dipompakan melewati penukar panas (heat exchanger) dimana media pemanas mengelilingi pipa-pipa yang membawa cairan yang akan dievaporasikan.html (14 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI Gambar 6.

5. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Elemen Pemanas Terpisah Horizontal Karena kecepatan semburan ada1ah tinggi. di dalam ruang kosong diletakkan sekat yang berguna untuk memisahkan uap dari larutan yang masih ada. dari pada evaporator dengan permukaan perpindahan panas yang terletak di da1am badan tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI Gambar 6. Evaporator sirkulasi paksa yang moderen biasanya ditengkapi dengan pemanas yang terletak di luar tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6.html (15 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .5. Desain sekat yang tepat diperlukan untuk mencegah penggabungan gelembung-gelembung kecil cairan dan juga untuk mencegah perubahan arah dari aliran cairan.

koefisien perpindahan panas akan bergantung kepada kecepatan sirkulasi. dan sifat-sifat sistem. Bagian-bagian utama evaporator jenis ini ialah : ( 1) sebuah penukar panas jenis tabung dengan uap dalam selongsong. titik didih. sehingga kecepatan sirkulasi keseluruhan yang melalui pipa adalah beberapa kali lebih besar dari kecepatan umpan. dan zat cair yang akan dipekatkan di dalam pipa/tabung. Fraksi dari cairan yang menguap ketika melewati pipa akan menjadi kecil. pendidihan akan terjadi disepanjang pipa-pipa pemanas. Pada tingkat sirkulasi yang rendah. Tabung-tabungnya biasanya mempunyai panjang 12 hingga 20 ft dengan diameter 1 sampai 2 inci.6. pendidihan dapat dengan mudah dicegah dengan cara meletakkan pemanas pada posisi yang lebih rendah dibandingkan letak ruang pelepasan. sebuah kaki pemulang (return leg) untuk mengembalikan zat cair dari separator ke bagian bawah penukar panas. 6. Pada evaporator dengan pemanasan di luar . (2) sebuah separator (pemisah) atau ruang uap (vapour space) untuk memisahkan zat cair yang terbawa ikut dari uap. dan (3) bila a1at ini dioperasikan sebagai unit sirkulasi.BAB VI 6. untuk mengurangi terbentuknya endapan-endapan padatan di dalam pemanas. Dalam mengevaporasikan cairan umpan. Pendidihan ini akan meningkatkan kejatuhan larutan dan menjadikan koefisien pendidihan menjadi dua ka1i lebih besar berbanding dengan tanpa pendidihan. adalah merupakan hal yang penting untuk mencegah pendidihan di dalam pipa-pipa elemen pemanas. Penggunaan pemanas di luar tabung akan menjadikan evaporator ini lebih sering digunakan karena pembersihan pipa-pipa pemanas dan penggantian pipa-pipa yang mengalami korosi lebih mudah dilakukan. Evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas terpisah juga merupakan evaporator yang berbentuk lebih kompak sehingga dapat dipasang pada ruang dengan tinggi atap yang rendah.4. Evaporator Vertikal Tabung Panjang Contoh evaporator vertikal tabung panjang dengan alian zat cair ke atas terlihat pada Gambar 6.2.4.html (16 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Pada evaporator sirkulasi paksa. Hal ini tidak dapat dilakukan dengan mudah jika permukaan penukar panas berada di dalam badan evaporator.

gelembung itu bertambah besar dengan cepat. sehingga kecepatan linier uap menjadi jauh berkurang. agar pembersihan lebih mudah djlakukan. Zat cair dan uap mengalir ke atas di dalam tabung sebagai akibat dari peristiwa didih zat cair yang terpisah kembali ke dasar tabung dengan gravitasi. lalu mengalir melewati sekat itu sebelum keluar dari separator. Busa itu akan pecah bila campuran zat cair dan uap berkecepatan tinggi menumbuk sekat di bagian kepala uap. Untuk membantu pemisahan tetes-tetes zat cair.BAB VI Alat itu mempunyai lubang masuk masing-masing untuk zat cair umpan dan untuk uap. akan tetapi evaporator vertikal tabung panjang sangat efektif untuk memekatkan cairan yang mempunyai kecenderungan untuk berbusa. Jika diperlukan. penukar panas dari evaporator ini dapat diletakkan di luar badan evaporator. yang tidak panjang. Diameter separator itu lebih besar dari diameter penukar panas.6 hanya dapat bekerja sebagai unit sirkulasi saja. Fraksi yang diuapkan pada evaporator ini biasanya lebih besar dibandingkan pada operasi sirkulasi paksa. Dari tabung itu. Walaupun evaporator ini tidak dapat digunakan untuk zat cair yang viskos. Umpan jtu mengalir ke atas di dalam tabung sebagai zat cair pada jarak tertentu.html (17 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . sambil menerima kalor dari uap. Tingkat evaporasi tiap-tiap lewatan (pass) pada jenis ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan jenis-jenis evaporator sirkulasi lainnya dan evaporasi masih dapat ditingkatkan dengan menambah panjang tabung-tabung pemanas atau dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. uap itu dibuat menumbuk seperangkat sekat. masuk ke dalam sjstem dan bercampur dengan zat cair yang kembali dari separator. biasanya pada suhu disekitar suhu kamar. Evaporator seperti Gambar 2. Selain itu evaporator ini juga sangat berguna untuk digunakan menangani material yang sensitif terhadap panas karena evaporator ini dapat dioperasikan tanpa proses resirkulasi. Di dekat puncak tabung. Umpan encer. kondensat uap. Pada zone ini gelembung uap berganti-ganti dengan potongan zat cair dalam tabung naik dengan cepat melalui tabung dan keluar dengan kecepatan tinggi dari ujung atas tabung. lubang keluar masing-masing untuk uap. Di dalam zat cair itu terbentuk gelembung-gelembung sehingga meningkatkan kecepatan liniernya dan meningkatkan laju perpindahan panas. campuran zat cair selanjutnya masuk ke dalam separator. dan gas takmampu kondensasi yang terkandung dalam uap. cairan pekat.

Pendistribusian harus dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga level cairan. Masalah yang mungkin timbul dalam mengoperasikan evaporator ini adalah pada saat mendistribusikan zat cair ke dalam tabung-tabung atau tube. misalnya dengan menyemprotkan cairan ke dinding tabung.html (18 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Koefisien perpindahan panas evaporator ini dapat dihitung dengan menggunakan persamaan Nusselt. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI mendinginkannya.

Evaporator Film Jatuh Masalah pemekatan bahan-bahan yang sangat peka terhadap panas. seperti air jeruk.BAB VI Gambar 6.2. dan yang mengharuskan waktu kontak yang singkat sekali dengan permukaan panas dapat diatasi dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.5.html (19 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Evaporator Vertikal Tabung Panjang 6.6.

dapat pula dipasang distributor 'kalajengking' dengan lengan-lengan radial untuk menyemprotkan umpan dengan laju stedi ke dalam permukaan dalam setiap tabung.6.BAB VI evaporator film jatuh. Evaporator Film Turbulen Akhir-akhir ini banyak dikembangkan evaporator modern yang bertujuan untuk menangani bahan yang viskos. distribusi zat cair pada lubang itu dapat dipercepat dengan melakukan daur ulang zat cair itu ke puncak tabung. Evaporator film-turbulen sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6. Uap yang keluar dari zat cair itu biasanya terbawa turun bersama zat cair. zat cair masuk dari atas. Masalah utama dengan evaporator film-jatuh ialah dalam mendistribusikan zat cair itu secara seragam menjadi film di bagian dalam tabung. Selama berlangsung evaporasi. dan dilengkapi dengan separator zat cair uap di bawah. sehingga jum1ah pemekatan yang dapat dilaksanakan da1am satu lewatan terbatas seka1i. 6. Evaporator ini bentuknya menyerupai sebuah penukar panas jenis tabung. Pada evaporator film-jatuh satu lintas. kemudian keluar dari bawah. Cara lain ialah dengan menggunakan nosel penyemprot di dalam setiap tabung. kuantitas zat cair berkurang secara kontinu selama ia mengalir dari puncak tabung ke dasarnya.html (20 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . angka Reynolds fi1m-jatuh harus lebih besar dari 2000 pada setiap titik di dalam tabung. Untuk mendapatkan perpindahan kalor yang baik. Atau.7 merupakan evaporator yang banyak digunakan untuk tujuan tersebut karena dapat menangani file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Tabung-tabungnya biasanya agak besar. yang panjang. Tabung-tabung itu diberi sisip pada ujungnya yang memungkinkan zat cair mengalir dengan teratur ke setiap tabung itu. dan korosif. peka.2. dan distributor/penyebar zat cair di atas. Hal ini memungkinkan volume aliran yang lebih besar melalui tabung dibandingkan dengan pada operasi sekali lintas. vertikal. Hal ini dilakukan dengan menggunakan seperangkat plat logam berlubang-lubang (perforasi) yang ditempatkan lebih tinggi di atas plat tabung yang dipasang dengan teliti agar benar-benar horisontal. Alat ini juga sesuai sekali untuk memekatkan zat cair viskos. lalu mengalir ke bawah di dalam tabung panas itu dalam bentuk film. dan keluar dari bagian bawah unit itu. berdiameter 2 hingga 10 inci. Bila sirkulasi dapat dilakukan tanpa menimbulkan kerusakan pada zat cair. Evaporator filmjatuh tanpa sirku1asi dengan waktu tinggal yang sangat singkat dapat menangani produk-produk yang peka yang tidak dapat ditangani dengan cara lain.

Pada evaporator ini. Umpan masuk dari puncak bagian bermantel dan disebarkan menjadi film tipis yang sangat turbulen dengan bantuan daun-daun vertika1 agitator (pengaduk) itu. tahanan pokok terhadap perpindahan panas menyeluruh dari uap kepada zat cair yang mendidih di dalam evaporator terletak pada sisi-sisi zat cair.7. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. seperti dalam evaporator pada Gambar 6. sehingga menumbuk plat-plat vertikal yang stasioner. Konsentrat keluar dari bawah bagian bermantel. Dalam evaporator tabung panjang.BAB VI baik bahan yang viskos. zat cair yang terbawa ikut dilemparkan ke arah luar oleh daun-daun agitator. dan laju perpindahan kalorya besar. Uap bebas zat cair itu lalu keluar melalui lubang ke luar pada bagian atas unit itu. Evaporator itu merupakan modifikasi daripada evaporator film jatuh yang mempunyai tabung tunggal bermantel. setiap cara yang dapat mengurangi tahanan itu akan memberikan perbaikan yang berarti terhadap koefisien perpindahan panas menyeluruh. Cara lain untuk meningkatkan keturbulenan ada1ah dengan pengadukan mekanik terhadap film zat cair itu. Oleh karena itu. Di dalam separator. kecepatan zat cair di dalam tabung itu tinggi. berlumpur bahkan kering. Zat cair itu sangat turbulen. Tetesan-tetesan itu bergabung (koalesensi) pada plat ini dan kembali ke bagian evaporasi.html (21 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . uap naik dari zone penguapan masuk ke dalam bagian tak bermantel yang diametemya agak lebih besar dari tabung evaporasi. lebih-lebih yang menggunakan sirkulasi paksa. di mana di dalam tabung itu terdapat sebuah pengaduk.

Evaporator film Turbulen Keunggulan utama dari evaporator film aduk ialah kemampuannya menghasilkan laju perpindahan kalor yang tinggi pada zat cair viskos.BAB VI Gambar 6.7. tetapi dalarn rancang ini penurunan itu cukup 1ambat. Produk evaporasi bisa mencapai viskositas sampai setinggi 1000 P pada suhu evaporasi. Dengan bahan-bahan yang sangat viskos.html (22 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Sebagaimana juga pada evaporator jenis lain. koefisien itu nyata lebih besar dari yang didapatkan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. koefisien menye1uruh turun dengan cepat bila viskositas naik.

koefisien perpindahan panas menyeluruh. Evaporator fi1m aduk sangat efektif dengan produk viskos yang peka panas. semua kalor yang berpindah melalui permukaan pemanas dapat digunakan untuk evaporasi. Kelemahannya ialah biayanya yang tinggi.BAB VI pada evaporator sirkulasi paksa. atau: Jika umpan masuk evaporator itu berada pada suhu didih sesuai dengan tekanan absolut ruang uapnya. karena kalor yang digunakan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Jika umpannya dingin. Jika zat cair dievaporasikan. menurut definisi dari koefisien perpindahan kalor menyeluruh. dan jauh lebih besar daripada unit sirkulasi alamiah. 6. Untuk larutan ideal. Kapasitas didefinisikan sebagai banyaknya pon air yang diuapkan perjam. Jika zat terlarut bersifat non volatil dan untuk operasi evaporasi. maka performa evaporator diukur berdasarkan atas kapasitas evaporator tersebut. seperti gelatin. lateks karet. yaitu hasil kali dari tiga faktor: luas permukaan perpindahan panas. A.3.html (23 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . kalor yang diperlukan untuk memanaskannya sampai suhu didih mungkin cukup tinggi. maka laju perpindahan panas q melalui permukaan pemanasan suatu evaporator. antibiotika dan sari buah. jauh di bawah kapsitas evaporator bertabung banyak. yang mungkin memerlukan perawatan dan pemeliharaan dan kapasitas setiap unitnya kecil. U. kesan kedalaman cairan dan percepatan perlu untuk diketahui. sehingga kapasitasnya untuk suatu nilai q tertentu akan berkurang sesuai dengan itu. dan kapasitasnya menjadi q. adanya bagian-bagian dalam yang bergerak. Kapasitas Evaporator Untuk evaporator jenis tabung dengan pemanasan uap. dan penurunan suhu menyeluruh ∆T. kesan konsentrasi dapat diestimasi dengan menggunakan hukum Raoult dan Dalton sebagai berikut: dimana a dan b merupakan simbol untuk menyatakan solute (zat terlarut) dan solvent (pelarut) secara berturutan. demikian juga halnya dengan kesan dari konsentrasi zat cair sewaktu berada pada titik didihnya.

dan kapasitas evaporator akan lebih besar dari yang ditunjukkan q. jika umpan itu berada pada suhu di atas titik didih pada ruang uap. jika titik didih larutan digambarkan terhadap titik didih air pada tekanan yang sama. tetapi dalam jangkau yang sedang. Jadi. serta pada kedalaman zat cair itu di atas permukaan pemanasan. tetapi bisa sampai setinggi 150oF pada larutan pekat garam anorganik. Proses ini disebut evaporasi kilatan (f1ash evaporation). jika tekanannya diketahui. Nilainya kecil untuk larutan encer dan larutan koloida organik. titik didihnya dapat dibaca dari tabel uap. titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih air mumi. Penurunan suhu nyata melintas permukaan pemanasan bergantung pada larutan yang diuapkan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. yaitu kenaikan titik didih dan tinggi tekan zat cair . Tekanan uap kebanyakan larutan dalam air lebih kecil dari tekanan uap air pada suhu yang sama. Kenaikan titik didih di atas titik didih air ini dikenal sebagai kenaikan titik didih larutan. sebagaimana jika kita membaca suhu uap yang kondensasi.html (24 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . sebagian dari umpan akan menguap secara spontan melalui penyeimbangan adiabatik dengan tekanan ruang-uap. Akibatnya untuk suatu tekanan tertentu. garis-garis itu sangat mendekati lurus. pada perbedaan tekanan antara rongga uap-pemanas dan ruang uap hasil evaporasi di atas zat cair mendidih itu. Sebaliknya. Namun. kita dapatkan pula garis-garis yang berbeda. kecepatan zat cair di dalam tabung juga dipengaruhi oteh penurunan suhu karena adanya rugi gesekan di dalam tabung yang meningkatkan tekanan efektif zat cair itu. walaupun tidak selalu harus sejajar. kenaikan titik didih itu dapat dicari dengan mudah dengan menggunakan aturan empirik yang dikenal sebagai kaedah Duhring yang menyatakan bahwa titik didih suatu larutan tertentu merupakan fungsi linier dari titik didih air mumi pada tekanan yang sama. dalam evaporator nyata titik didih larutan dipengaruhi oleh dua faktor. Pada beberapa evaporator.BAB VI memanaskan umpan tidak dapat digunakan untuk evaporasi. Jika jangkau tekanan terlalu besar. Untuk larutan pekat. Kenaikan titik didih ini harus dikurangkan dari penurunan suhu yang diramalkan dari tabel uap. Untuk konsentrasi yang berlainan. akan didapat suatu garis lurus. Bila zat cair itu mempunyai karakteristik seperti air murni. kaedah ini tidak eksak.

lebih-lebih bila tinggi permukaan dan kecepatan zat cair itu tinggi. dan biasanya diabaikan dalam perhitungan evaporator. Koefisien menyeluruh ialah kebalikan dari tahanan menyeluruh itu. titik didih zat cair di dalam tabung lebih tinggi dari titik didih yang ditunjukkan oleh tekanan ruang uap. Tahanan menyeluruh terhadap uap dan zat cair mendidih ialah jumlah dari lima macam tahanan tersendiri: tahanan film uap. Penurunan suhu itu ditentukan oleh sifat-sifat uap dan zat cair yang mendidih. oleh karena itu. faktor penggotoran uap kondensasi dan tahanan dinding tabung biasanya sangat kecil. Untuk mendapatkan kondensasi tetes. titik didih yang berkaitan dengan tekanan di dalam ruang uap ialah titik didih lapisan permukaan zat cair itu saja. dalam evaporator film aduk. Disamping itu.BAB VI Jika kedalaman zat cair di dalam evaporator itu cukup besar. Koefisien film uap selalu tinggi. sehingga tahanannya mungkin merupakan bagian yang cukup penting dari keseluruhan tahanan. Fluks kalor dan kapasitas evaporator dipengaruhj oleh perubahan beda suhu maupun perubahan koefisien perpindahan kalor. tahanan dinding tabung. tetapi efek kualitatif daripada tinggi-tekan zat cair itu dapat diabaikan. bukanlah merupakan fungsi konstruksi evaporator. juga jika kondensasi itu kondensasi film.html (25 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Oleh karena adanya gas yang tak-mamppu kondensassi dapat menyebabkan turunnya koefisien film uap. maka harus ada ventilasi untuk membuang gas-gas tak-mampu kondensasi itu dari rongga uap pemanas dan mencegah udara masuk bila tekanan uap lebih rendah dari tekanan atmorfir . kepada arus uap itu biasanya ditambahkan promotor. dan dengan demikian koefisien yang lebih tinggi lagi. Kenaikan titik didih ini akan menyebabkan kekurangan penurunan suhu rata-rata antara uap dan zat cair dan mengurangi kapasitas. yaitu di dalam tabung dan di luar tabung. dinding tabung biasanya agak tebal. rugi gesekan di dalam tabung akan meningkatkan lagi tekanan rata-rata zat cair itu. bila kecepatan zat cair itu besar. Suatu tetesan zat cair yang berada pada jarak Z ft di bawah permukaan berada pada tekanan ruang uap di tambah tinggi-tekan Z ft zat cair. Tetapi. dan kecuali karena pengaruh tinggi tekan hidrostatik. koefisien menyeluruh sangat dipengaruhi oleh rancang evaporator dan metode operasinya. dan tahanan dari zat cair yang mendidih. Besarnya pengurangan tidak dapat ditaksir secara kuantitatif. dua buah tahanan kerak. dan karena itu titik didihnya lebih tinggi. Pada kebanyakan evaporator. Tetapi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Dalam evaporator nyata.

Melalui suatu perancangan yang baik. Nilai konsumsi uap merupakan hasil bagi antara kapasitas dengan ekonomi evaporator. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.4. Konsumsi uap. dan satu lagi untuk sisi-cairan atau uap larutan. ekonomi evaporator adalah semata-mata masalah neraca entalpi. Ekonomi Evaporator Ekonomi ada1ah banyaknya pon yang diuapkan per pon uap yang diumpankan ke da1am unit itu. Ekonomi evaporator juga dipengaruhi oleh suhu umpan. Ada dua neraca entalpi yang diperlukan. ka1or laten kondensasi uap pemanas berpindah melalui permukaan pemanasan dan menguapkan air dari 1arutan yang mendidih. Neraca Entalpi Evaporator Efek Tunggal Pada evaporator efek tunggal. tahanan pada sisi zat cairlah yang menentukan laju perpindahan kalor menyeluruh ke zat cair yang mendidih itu.4. satu untuk uap-pemanas. bergantung pada jumlah efeknya. kilat yang terjadi akan menyebabkan evaporasi lebih tinggi dari yang bisa dibangkitkan oleh entalpi penguapan uap itu. Jika suhu umpan lebih tinggi dari titik didih. juga tidak kalah pentingnya. 6. dalam pon per jam. entalpi penguapan uap=pemanas ke efek pertama dapat digunakan satu kali atau beberapa kali. Secara kuantitatif. dan lebih-lebih pada yang menangani zat cair viskos. Faktor utama yang mempengaruhi sistim ekonomi evaporator ialah banyaknya efek.BAB VI Koefisien sebelah zat cair sangat bergantung pada kecepatan zat cair itu di atas permukaan panas.jam. dan hanya sebagian yang tersisa untuk evaporasi. Pada evaporator efek tunggal. beban pemanasan itu akan menggunakan sebagian dari entalpi penguapan uap pemanas. koefisien sisi zat cair untuk larutan encer dalam air adalah antara 200 dan 600 Btu/ft2. Dalam evaporator sirkulasi alamiah. Pada kebanyakan evaporator. tetapi pada alat efek berganda.0F.html (26 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . 6.1. ekonominya mungkin jauh lebih besar. Jika suhu umpan lebih rendah dari titik didih di dalam efek pertama. ekonominya hampir selalu kurang dari satu.

Neraca bahan dan neraca enta1pi pada evaporator .html (27 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI Gambar 6. ms mf =laju aliran uap pemanas dan laju aliran kondensat =laju aliran cairan encer. Dimisalkan selanjutnya bahwa tidak ada kebocoran atau zat cair yang terbawa ikut bersama uap. andaikan tidak ada zat padat yang mengendap dari cairan itu. Ts T Tf =suhu kondensassi uap pemanas =suhu zat cair yang mendidih di da1am evaporator =dan suhu umpan. dan bahwa rugi ka1or file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.8. atau umpan m =1aju a1iran cairan pekat mf –m =laju aliran uap cairan ke da1am kondensor. dan bahwa aliran gas yang tak mampu kondensasi dapat diabaikan.

BAB VI evaporator itu tidak perlu diperhitungkan. dan qs = q. Namun. baik panas lanjut uap maupun dingin lanjut kondensat itu kecil. Kesalahan kecil yang mungkin diakibatkannya akan dikompensasikan oleh kesalahan karena mengabaikan rugi kalor dari rongga uap-pemanas. selisih antara entalpi uap pemanas dan kondensat hanyalah λ . dan kondensatnya biasanya keluar dari rongga itu agak dingin lanjut di bawa hingga didihnya. Dengan pengandaian ini. yaitu kalor laten kondensasi uap. dan dapat diabaikan dalam penyusunan neraca entalpi. Hv = entalpi spesifik uap cairan Hf H = entalpi spesifik cairan encer = entalpi spesifik cairan pekat. Uap pemanas yang masuk kedalam rongga uap pemanas itu bisa panas lanjut. Neraca entalpi sisi uap ialah: s …(6. kalor yang berpindah dari uap pemanas ke tabung harus sama dengan kalor yang berpindah dari tabung pemanas ke cairan. Hv Hc Λ s = enta1pi spesifik uap pemanas = entalpi spesifik uap kondensat = kalor laten kondensasi uap pemanas = laju aliran uap pemanas ms Neraca entalpi untuk sisi cairan ialah: …(6.html (28 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Jika tidak ada rugi kalor. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.2) dimana: q = laju perpindahan kalor dari permukaan pemanasan ke zat cair . keduanya.1) dimana: qs = laju perpindahan kalor melalui permukaan pemanasan dari uap pemanas.

BAB VI Jadi dengan menggabungkan persamaan 6. entalpi tidak linier dengan konsentrasi pada suhu tetap. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dimana entalpi dalam Btu per pon atau joule per gram larutan.2 ialah diagram entalpi-konsentrasi.2: Jika kalor pengenceran zat cair yang akan dipekatkan itu cukup besar sehingga tidak dapat diabaikan. Sumber yang terbaik untuk mendapatkan nilai Hf dan H untuk digunakan pada persamaan 6. digambarkan grafiknya terhadap konsentrasi. dalam fraksi massa atau persen bobot zat terlarut.1 dan 6.html (29 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Isoterm-isoterm pada gambar itu menunjukkan entalpi sebagai fungsi konsentrasi pada suhu tetap.

Ø Suhu kondensat yang meninggalkan efek kedua hampir sama dengan suhu uap dari zat cair mendidih di dalam efek pertama.EVAPORATOR EFEK BERGANDA BAB VII EVAPORATOR EFEK GANDA Beberapa ciri evaporator efek ganda: s s s s s s s Terdiri dari dua atau lebih evaporator yang dihubungkan satu sama lain. tekanan kondenser. Tekanan antara uap dan unit kondenser. Efek terakhir: tekanan ruang uap cairan minimum. tekanan uap. akumulasi=0. Ø Kondisi steady: seluruh kalor yang digunakan untuk membuat uap pada efek yang pertama harus diserahkan lagi ketika uap ini kondensasi pada efek ke-2. s s s Cara pengumpanan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Masing-masing mempunyai beda suhu melintas permukaan yang berkaitan dengan penurunan tekanan pada efek itu. Masing-masing efek bekerja sebagai evaporator efek tunggal. tinggi cairan yang ditentukan/dijaga: konsentrasi cairan dapat diubah hanya dengan mengubah laju alir umpan: Ø produk terlalu encer : laju alir umpan dikurangi.html (1 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Pada suhu. Jika umpan pada titik didihnya: Ø Seluruh kalor muncul sebagai kalor laten dalam uap yang keluar dari efek pertama. Kondisi steadi. Efek I : efek tempat mengumpankan uap mentah. Uap dari satu efek berfungsi sebagai medium pemanas bagi efek berikutnya. terbagi pada dua efek atau lebih. Ø produk terlalu kental: laju umpan ditambah. Tekanan ruang uap cairannya paling tinggi. konsentrasi.

2.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 1. 3. karena aliran berlangsung dari tekanan rendah ke tekanan tinggi. Memerlukan satu pompa untuk umpankan ke efek satu dan satu pompa lagi untuk mengeluarkan zat cair dari efek terakhir. Perbandingan penguapan larutan NaOH pada efek tunggal dan ganda. berurutan hingga efek pertama.html (2 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Umpan mundur § Zat cair diumpankan ke efek terakhir. Umpan campuran § Zat cair masuk dalam suatu efek pertama. mengalir ke ujung deret lalu dipompakan lagi ke efek pertama untuk pemekatan akhir. § Memerlukan satu pompa disetiap efek. Umpan dimasukkan secara paralel ke setiap efek. Umpan maju s s Konsentrasi zat cair meningkat dari efek pertama hingga efek terakhir. Tidak terdapat perpindahan zat cair dari efek satu ke efek lain. Umpan paralel § § § Contohnya dalam evaporator kristalisasi. dimana dihasilkan lumpur kristal dan cairan induk. 4. § Sebagian dari pompa-pompa yang digunakan pada umpan mundur tidak diperlukan lagi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

Masing-masing menggunakan uap larutan jenuh. s Penguap efek tiga Kerugian karena kenaikan titik didih naik lagi menjadi 6 + 8 + 9 = 23 oC. Penguap tunggal: Hanya dijumpai sekali kenaikan titik didih sebesar 54 – 48 = 6 oC. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Untuk pemanasan digunakan selisih temperatur sebesar 72 oC. s s Penguap efek dua Terdapat dua kali kerugian karena kenaikan titik didih dengan jumlah 9+6 = 15 oC Selisih temperatur untuk pemanasan berkurang menjadi 62 oC.EVAPORATOR EFEK BERGANDA s s Keadaan awal dan akhir untuk masing-masing cara evaporasi adalah sama.html (3 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Jumlah selisih temperatur yang berguna berkurang lagi menjadi 55 oC.

html (4 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

html (5 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

7.1. Kapasitas dan ekonomi evaporator efek ganda
s

Kapasitas total evaporator efek ganda biasanya tidak lebih besar dari efek tunggal yang luas permukaannya sama dengan salah satu efek itu. Kalor yang berpindah di dalam ketiga efek (untuk efek 3).

s

s

Kapasitas total sebanding dengan laju perpindahan kalor total qT dan diperoleh dari: Andaikan luas permukaan tiap efek adalah A ft2, koefisien menyeluruh U juga sama pada setiap efek, persamaan diatas dapat dituliskan kembali: penurunan suhu total antara uap pemanas dalam efek pertama dan uap cairan dalam efek terakhir. Ekonomi evaporator efek berganda bergantung pada masalah neraca kalor dan bukan pada laju perpindahan kalor. Kapasitas evaporator efek berganda berkurang karena kenaikan titik didih.

s

s

s

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (6 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Contoh 16-3 Mc-Cabe dkk, 1985 Sebuah evaporator efek ganda tiga sirkulasi paksa akan diumpankan dengan 60.000 lb/jam larutan NaOH 10% pada suhu 180 oF. Cairan pekat yang dikehendaki adalah NaOH 50 %. Evaporator tersebut menggunakan uap jenuh pada 50 lbf/in2 abs, dan suhu kondensasi uap dari efek ke-3 adalah 100 oF. Urutan pengumpanan adalah II,III,I. Radiasi dan pendinginan lanjut kondensat dapat diabaikan. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK KOEFISIEN MENYELURUH W/m2. oC BTU/ft2.jam oF I 700 3970 II 1000 5680 III 800 4540 Ditanya: a. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek, andaikan A1=A2=A3. b. Konsumsi uap c. Ekonomi uap

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (7 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Penyelesaian: Mf = 60.000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh, andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator. Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 6000 6000 Air 54000 6000 48000 Total 60000 12000 48000

Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE, dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 48000/3 = 16000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing - masing efek: Cf = 10 % NaOH = 0,1 fraksi massa C1 = 50% NaOH = 0,5

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (8 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

Ts=281 oF dan ls=924 BTU/lb (lamp 8 Mc Cabe dkk.100 = 13 oF Efek II C2= 0. Tekanan kondensat = 0. Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar.5 Titik didih air = 281 oF Titik didih larutan = 357 oF BPE1 = 357 – 281 = 76 oF Efek III C3= 0. Dari Gambar 16-4 McCabe dkk.136 Titik didih air (=suhu umpan masuk) = 180 oF Titik didih larutan = 187 oF BPE1 = 187 – 180 = 7 oF Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 181 – (76+7+13) = 85 oF 85 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Uap pada 50 lbf/in2.95 lbf/in2. 1985: Efek I C1= 0.214 Titik didih air = 100 oF Titik didih larutan = 113 oF BPE1 = 113 . 1985) Kondensat pada efek ke III berada pada suhu 100 oF. EFEK I T (suhu didih) 33 T’ (suhu kondensasi) 76 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (9 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

EVAPORATOR EFEK BERGANDA EFEK II EFEK III 23 29 7 13 T1 = 281 – 33 = 248 oF T1’ = 248 – 76 = 172 oF T2 = 172 – 23 = 149 oF T2’ = 149 – 7 = 142 oF T3 = 142 – 29 = 113 oF T3’ = 113 – 13 = 100 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.214 172 0.10 142 0. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 248 281 248 180 149 149 172 113 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0.html (10 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .5 0.136 100 Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1174 67 1171 249 250 135 1126 102 140 1111 110 Flow Rate (lb/jam) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek II Uap hasil dari I + Umpan ke II = Uap hasil dari II + Zat cair dari II + Kondensat dari II (1171.Y) + 102 (60000 – Y) + (140.993 Y = -1920 …(1) Neraca entalpi ada efek III Zat cair dari II + Zat cair dari II = Uap hasil dari III + Umpan ke I + Kondensat dari II file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.X) X – 0.X) + (60000)(135) = (1126.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.993 Y = -1920 2.940)(16340) = 14300 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 48000 – X – Y = 48000 – 14300 – 16340 = 17360 lb/jam Bebas panas: = (14300)(1171) – (12000+14300)(67) + (12000)(250) = 17.Y) +(12000 + X)67 + (110.EVAPORATOR EFEK BERGANDA (1126. penurunan suhu.000 BTU/jam q2=(14300)(1171) – (14300)(140) = 14.940 Y = 46000 X – 0.983.Y) + 102 (60000 – Y) = 1111(48000 – X . Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi. sehingga didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor.html (11 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .000 BTU/jam Sehingga luas permukaan: Luas rata-rata = Luas permukaan tidak sama.000 BTU/jam q3=(16340)(1126) – (16340)(110) = 16. laju evaporasi.743.601.933 Y = 47920 Y = 16340 lb/jam X = 46000 – (1.940 Y = 46000 …(2) (1) dan (2) : X + 1. eltalpi.Y) X + 1.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA Pembetulan suhu.5 0. Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 245 281 246 180 149 149 170 114 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0. ms = c. Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.10 142 0.html (12 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Luas permukaan tiap efek = 719 ft2 b.228 170 0. Konsumsi uap. entalpi dan laju aliran.137 100 Konsentrasi 1174 68 1170 249 249 135 1126 101 138 1111 110 Entalpi (BTU/lb) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Flow Rate (lb/jam) Hasil: a.

Digunakan umpan maju dengan umpan masuk pada suhu 60 oF. Konsumsi uap f. Luas permukaan pemanasan pada ketiga efek adalah sama dan cukup besar untuk menghasilkan 20000 lb/jam produk pekat. Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 10000 10000 Air 190000 10000 180000 Total 200000 20000 180000 Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK BTU/ft2. 1960. andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator.3 Foust. Ekonomi uap Penyelesaian: Produk pekat 20000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Contoh 10. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek. Uap tersedia pada tekanan 125 psia dan ejektor pada 1 psia. Sebuah evaporator efek ganda tiga digunakan untuk memekatkan larutan NaOH 5% menjadi 50 %.html (13 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . e. andaikan A1=A2=A3.jam oF I 800 II 500 III 300 Ditanya: d. dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 180000/3 = 60000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing .masing efek: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

2 = 2.4 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.125 Tidak adaketerangan yang jelas.02 BTU/lb Hliq = 315. Ts=344.5+10) = 159.7 – (2.8+70. 1985: Efek I C1= 0.5 = 70.2 oF Titik didih larutan = 347 oF BPE1 = 347 – 344.8 oF Efek III C3= 0.05 fraksi massa C3 = 50% NaOH = 0.html (14 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .5 oF Dari Gambar 16-4 McCabe dkk.5 oF Efek II C2= 0. 16-4) (lamp 8 Mc Cabe dkk.5 oF Titik didih larutan = 172 oF BPE1 = 172 – 101.5 Uap pada 125 psia. Ts = 101. Titik didih air = 200 oF (Trial) Titik didih larutan = 210 oF BPE1 = 210 – 200 = 10 oF (lamp.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Cf = 5% NaOH = 0.071 Titik didih air = 344.8) (Gbr. 1985) Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 242.5 Titik didih air (suhu keluar ejektor) = 101.2 oF dan ls=875 BTU/lb Hvap = 1191.55 BTU/lb Kondensat keluar dari ejektor pada 1 psia.

63 311.45 = 262.2 313. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Zat cair dari III Suhu (oF) 344.32 281.4 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek.63 – 80. Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar.125 0.92 344.12 – 48.98 1164.86 231.28 48.92 oF T1’ = 313.63 262.8 10 70.5 Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.12 171 252.02 28.8 = 311.79 Flow Rate (lb/jam) ms 200000 X ms 200000-X Y 200000-X-Y X 180000-X-Y Y 20000 0.5 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.8 315.63 171.63 – 10 = 252.12 oF T2 = 311.89 0.5 = 101.15 139.74 = 171.5 T1 = 344.06 1182.45 80.28 = 313.08 1105.html (15 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .2 60 313.2-30.55 283.85 221.92 – 2.89 – 70.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 159.92 262.071 0. EFEK I EFEK II EFEK III T (suhu didih) 30.74 T’ (suhu kondensasi) 2.89 oF T3’ = 171.63 oF T2’ = 262.05 Suhu Jenuh (oF) Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1191.63 oF T3 = 252.

000 – X – Y )(1105.98) = (Y)(1164.06) = (X)(1182.0751 Y + 190.02 – 315.0995 Y . ms = 113.98) (1191.15) (1818. 85) + (20000)(139.311 = 3.55) + (200000 – X)(283.3 = 1.184.54 (Y) …(2) …(1) Efek III (Y)(1164.79) + (Y)(221.08) (849. eltalpi. sehingga file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.86) + (200.8) + (ms)(315.800 – 874. penurunan suhu.02) + (200000)(28.000 – X)(283.7 = 2.13 lb/jam Luas permukaan: Luas permukaan tidak sama.53 (X) …(3) (2) dan (3) X + 12.1786 Y = 59872.000 + 898.000 = 933.000 – X – Y)(231.32) + (X)(281.32) = (180.8) + (200.html (16 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .24)(Y) = 155. laju evaporasi.82 X Efek II (X)(1182.584.532.82 lb/jam Kebutuhan steam.X + 177.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek I (ms)(1192.000 – X – Y)(231.404.86) + (200. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi.6 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 180000 – X – Y = 66701.06)(X) + 10.58 lb/jam X = 53425.315. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor.906.55) ms = 51.

38 = 295. ms = 111.074.08 lb/jam Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.EVAPORATOR EFEK BERGANDA didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain.62 oF T3 = 244.82 – 2.22 oF T2 = 292.62 – 10 = 244.62 oF T2’ = 254.48.html (17 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .5 = 171.6 = 254.82 oF T1’ = 295.5 = 101.62 – 73.22 – 37.92 – 70. TRIAL II T1 = 344.2 .5 oF Luas permukaan rata-rata = 2580 ft2 Konsumsi uap.8 = 292.92 oF T3’ = 171.

html (18 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

Penggunaannya sangat luas karena dua hal: 1. 2. seperti dalam pembentukan salju b. sebagaimana dalam hal pembekuan kristal es dari air laut atau larutan garam encer lainnya. Dalam kristalisasi dari larutan sebagaimana dilaksanakan dalam industri. atau c. yang mengisi kristalisator file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Kristal yang terbentuk dari larutan yang tak murni selalu murni. Pembekuan (solidification) di dalam lelehan cair sebagaimana dalam pembuatan kristal tunggal yang besar. campuran dua fase cairan induk (mother liquor) dan kristal dari segala ukuran. Kristalisasi merupakan metode yang praktis untuk mendapatkan bahan-bahan kimia murni dalam kondisi yang memenuhi syarat untuk pengemasan dan penyimpanan. Konsep dan prinsip yang diuraikan disini berlaku baik untuk kristalisasi zat terlarut (solute) di dalam larutan jenuh maupun kristalisasi sebagian dari pelarut (solvent) itu sendiri. Pembahasan kita hanya akan dibatasi pada situasi yang terakhir ini aja yaitu kristalisasi dari larutan cair. Pembentukan partikel padat di dalam uap. Kristalisasi dari larutan sangat penting dalam industri karena banyaknya ragam bahan yang dpasarkan dalam bentuk kristal.Bab 8 BAB VIII KRISTALISASI Kristalisasi atau penghabluran ialah peristiwa pembentukan partikel-partikel zat padat di dalam suatu fase homogen.html (1 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Kristalisasi dari larutan cair. Kristalisasi dapat terjadi sebagai: a.

Untuk mencapai tujuan ini. maka ukuran yang wajar dan cukup seragam diperlukan untuk kemudahan filtrasi (penyaringan). yang disebut muka (face). bila kristal dibiarkan terbentuk tanpa gangguan dari kristal lain atau benda luar. tidak menggumpal. dan itulah yang menjadi tujuan utama dalam perancangan dan operasi kristalisator. pelaksanaan reaksi dengan bahan kimia lain. untuk itu hal-hal yang menjadi pertimbangan: 1. dan tidak melekat dalam kemasan. 2. Kristal dicirikan oleh kenyataan bahwa partikel-partikel pembentuknya (yang bisa berupa atom.Bab 8 (crystallizer) dan dikeluarkan sebagai hasil. Geometri Kristal Kristal adalah suatu benda mati yang sangat terorganisasi. disebut magma. Tujuan kristalisasi yang utama adalah mendapatkan perolehan yang memuaskan serta kemurnian yang tinggi. molekul atau ion) tersusun dalam suatu susunan tiga dimensi yan beraturan yang disebut kisi (lattice). pencucian. Sistem Kristalografi Oleh karena semua kristal dari setiap bahan tertentu mempunyai sudut antarmuka yang sama file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. CSD) harus dikendalikan dengan ketat. serta penyimpanan kristal. Jika kristal itu akan diproses lebih lanjut.html (2 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . besarnya seragam. Jika kristal itu akan dipasarkan sebagai hasil akhir. maka distribusi ukuran kristal (crystal size distribution. kristal itu akan berupa polihedron yang mempunyai sudut-sudut tajam dan sisi yang rata. pengangkutan. Akibat dari susunan pertikel seperti itu. untuk dapat diterima langganan. Walaupun ukuran relatif muka dan sudut berbagai kristal dari bahan yang sama mungkin sangat berbeda-beda. namun sudut-sudut yang dibentuk oleh muka-muka yang sebanding pada semua kristal dari bahan yang sama selalu sama dan merupakan karakteristik (ciri) dari bahan itu. masing-masing kristal itu harus kuat.

Bila cairan induk yang terkandung yang kemurniannya rendah itu dikeringkan. Pada Gambar 28-1 Mc Cabe et al. monoklin. Ada tujuh kristal. biasanya hampir murni. Oleh karena kristal tersebut invarian. Setiap poligon di dalam gambar tersebut menunjukkan sosok (outline) kristal pada beberapa waktu yang berbeda. terbentuk dengan baik.1. Kecuali jika kristal itu berbentuk polihedron beraturan.html (3 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . ortorombik. terlihat penampang kristal invarian selama pertumbuhannya. Laju pertumbuhan setiap muka diukur dengan kecepatan translasi muka itu dalam berpindah menjauhi pusat pada arah tegak lurus terhadap muka itu. heksagonal. Kristal demikian disebut kristal invarian. terjadi kontaminasi. Titik pusat harus dianggap sebagai lokasi inti asal tempat kristal itu tumbuh. trigonal. Kristal Invarian Pada keadaan ideal. laju perpindahan berbagai muka kristal invarian itu tidaklah sama.Bab 8 walaupun terdapat perbedaan besar dalam tingkat perkembangan masing-masing muka. bergantung pada kondisi kristalisasi. 8. dan triklin. Prinsip Kristalisasi Kristalisasi dapat dianalisis dari sudut pandangan kemurnian. 1985. Kemurnian hasil Kristal yang baik. massa zat padat itu mungkinmengandunng cairan induk bersama kristal. tetapi masih mengandung cairan induk bila dikeluarkan dari magma akhir. perolehan. bentuk kristal diklasifikasikan atas dasar sudut-sudut ini. yaitu kubus. Satu bahan tertentu dapat terkristalisasi di dalam dua kelas yang berbeda atau lebih. paling umum terdapat di alam dalam bentuk heksagonal (sebagai kalsit) tetapi juga terdapat dalam bentuk ortorombik (aragonit). kebutuhan energi. dan derajat kontaminasi ini bergantung pada banyak dan derajat ketakmurnian cairan induk yang terkandung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. kristal yang tumbuh setiap memelihara keserupaan geometriknya selama pertumbuhan.. tetragonal. dan jika panen itu mengandung agregat kristal. Kalsium karbonat misalnya. laju nukleasi dan laju pertumbuhan. semua poligon itu mempunyai keserupaan geometrik dan garis putusputus yang menghubungkan sudut-sudut poligon itu dengan pusat kristal itu merupakan garis lurus.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. dimana kelarutan berubah sedikit saja dengan suhu. sedang sisanya dikeluarkan dengan mencucinya dengan pelarut segar. dan hubungan keseimbangan untuk kristal induk adalah kurva kelarutan. Data kelarutan sebagai fungsi suhu diberikan pada gambar berikut. yang berarti bahwa kelarutannya berkurang bila suhu dinaikkan. artinya kelarutannya meningkat hampir secepat peningkatan suhu. Efektivitas langkah pemurnian bergantung pada ukuran dan keseragaman kristal. adapula yang mengikuti kurva kelarutan terbalik (inverted solubility curve) pada kurva 3. Keseimbangan dan Perolehan Keseimbangan di dalam proses kristalisasi dapat dicapai bila larutan itu jenuh. Dalam prakteknya. Beberapa bahan mengikuti kurva seperti kurva 2. Kebanyakan bahan mengikuti kurva yang serupa dengan kurva 1.Bab 8 bersama kristal. sebagian besar cairan induk yang terkandung itu dipisahkan dari kristal dengan cara filtrasi dan sentrifugasi.html (4 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .

html (5 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .Bab 8 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.

Bab 8 Banyak bahan anorganik yang penting-penting mengkristalisasi dengan air kristal. dan keseimbangan dalam sistem itu bisa rumit.html (6 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . bergantung pada konsentrasi dan suhu. Luas pae menunjukkan campuran es dan larutan jenuh. Setiap larutan yang mengandung lebih dari 16. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. pada waktu pendinginan. Zat padat yang terbentuk pada titik a disebut etetik (eutectic). Konsentrasi magnesium sulfat bebas air (anhydrous) dalam fraksi massa digambarkan digambarkan grafiknya terhadap suhu dalam derajat Fahrenheit.12H2O.5 persen MgSO4 akan mengendapkan es bila suhunya mencapai garis pa. Garis putus-putus eag-f-hij menunjukkan solidifikasi (pembekuan) larutan cair membentuk berbagai fase zat padat. Garis patah-patah abcdq ialah kurva kelarutan. Zat padat itu terdiri dari campuran mekanik yang akrab antara es dan MgSO4. Diagram fase untuk sistem magnesium sulfat-air terlihat pada gambar 28-3 ( Mc Cabe. terbentuk beberapa macam hidrat.5% akan mengendapkan. zat padat bila suhu mencapai garis ini. Keseluruhan luas di bawah dan sebelah kiri garis penuh menunjukkan larutan tak jenuh magnesium sulfat di dalam air. 1985) di atas. Pada beberapa sistem. Setiap larutan yang mengandung kurang dari 16.

6H2O. Kunci dalam perhitungan perolehan zat terlarut file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. diperlukan waktu yang agak panjang untuk mencapai keseimbangan. karena air ini tidak terkandung di dalam larutan . kuantitasnya harus diketahui atau dapat diperkirakan. Dalam situasi demikian. Di dalam daerah cihb. sistem keseimbangan terdiri dari campuran larutan jenuh dan kristal MgSo4. Data kelarutan itu biasanya diberikan sebagai bagian massa bahan bebas air perseratus bagian dari massa pelarut total atau dalam persen massa zat terlarut bebas air.6H2O. Bila laju pertumbuhan kristal itu lambat. dan cairan induk itu jenuh pada suhu akhir proses itu. karena fase padat itu tidak mengandung pelarut. H2O.12H2O. Jika kristal itu bebas air. Dalam daerah dljc. Jika selama proses itu terjadi penguapan yang cukup besar. campuran itu terdiri dari larutan jenuh dan kristal MgSO4. cairan induk akhir mungkin sangat lewat jenuh dan perolehan yang didapatkan akan lebih kecil dari menurut hasil perhitungan dari kurva kelarutan. Bila panen itu mengandung air kristal. Perolehan Pada kebanyakan proses kristalisasi.H2O.7H2O (garam epsom). perhitungan perolehan itu sederhana. air yang terdapat bersama kristal itu harus diperhitungkan. Data ini tidak memperhitungkan air kristalisasi.html (7 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . antara c dan d kristalnya adalah MgSO4. Dalam daerah qdk.7H2O. dan di atas titik d kristal itu adalah MgSO4. Hal ini sangat besar bila larutan itu viskos atau dimana kristal itu mengumpul di dasar kristalisator sehingga hanya sedikit saja permukaan kristal yang terkena larutan lewat jenuh. Perolehan dari proses itu dapat dihitung dari konsentrasi awal dan kelarutan pada suhu akhir. campuran itu adalah larutan jenuh dan MgSO4.Bab 8 Antara titik a dan b kristalnya adalah MsSO4. kristal dan cairan induk berada pada waktu yang cukup lama sehingga mencapai keseimbangan. antara b dan c fase zat padat adalah MgSO4.

html (8 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .Bab 8 bebas air ialah menyatakan semua massa dan konsentrasi sebagai garam hidrasi dan air bebas.7H2O = 246. 5 persen dari total air yang terdapat di dalam sistem itu menguap. Mc Cabe. Air total = 70 % x 1000 = 700 kg Penguapan = 5 % x 700 = 35 kg BM MgSO4 = 120. Contoh 28-1.5 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.5 persen H2O.7H2O dan bahwa konsentrasi cairan induk pada suhu 60 oF adalah 24. Misalkan larutan awal 1000 kg. konsentrasi atau kuantitas yang didasarkan atas air bebas dapat dikurangkan untuk memberikan hasil yang benar. Berapa kilogram kristal yang didapat per kilogram campuran semula? Penyelesaian: Dari gambar diagram fasa terlihat bahwa kristal itu adalah MgSO4.1 BM MgSO4.4 BM 7H2O = 126. Selama pendinginan.5 persen MgSO4 bebas air dan 75. 1985. Oleh karena kuantitas yang terakhir ini yang tetap berada dalam fase cair selama berlangsungnya kristalisasi. dkk. Suatu larutan yang terdiri dari 30 persen MgSO4 dan 70 persen H2O didinginkan sampai 60 oF.

000 kg dengan 30 % berat Na2CO3 didinginkan hingga suhu 293 K.10H2O.html (9 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .16 = 49.Bab 8 MgSO4.7H2O (cairan induk+kristal): Air bebas = 1000 – 35 – 614 = 351 kg Dalam 100 kg cairan induk: MgSO4.5 % H2O. MgSO4.7H2O dan H2O mempunyai perbandingan 24. Contoh 12-11. 1987 Larutan garam 10.10H2O jika data kelarutan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. MgSO4.7H2O pada cairan induk: Panen akhir adalah 614 – 353 = 261 kg kristal per 1000 kg larutan awal.7H2O = Air bebas = 100 – 50.84 kg Dalam 1000 kg larutan awal. Kristal garam yang terbentuk Na2CO3.5% MgSO4 dan 75.1 Geankoplis. Hitung kristal hasil Na2CO3.

pada: a. Asumsi bahwa 3 % dari total larutan hilang karena penguapan air. Penyelesaian: BM Na2CO3 = 106 BM 10H2O= 180.2 BM Na2CO3. Asumsi tidak ada air yang menguap.5 kg Na2CO3/100 kg air total. a) W = 0 Neraca massa air …(1) fraksi berat air dalam kristal.html (10 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .10H2O = 286. Neraca massa Na2CO3 …(2) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.2 W = kg air yang menguap S = kg cairan induk C = kg kristal Na2CO3. b.Bab 8 adalah 21.10H2O.

10H2O S = 3070 kg larutan induk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.3 (10000) = 300 kg H2O Neraca massa air …(3) Neraca massa Na2CO3 …(4) Dari (3) dan (4): C = 6630 kg Na2CO3.10H2O S = 3630 kg larutan induk b) W = 0.html (11 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .Bab 8 Dari (1) dan (2): C = 6370 kg Na2CO3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->