DAFTARPUSTAKA

KEGIATAN HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING USU-INHERENT 2006

BUKU AJAR

PERPINDAHAN PANAS

Disusun Oleh: ZUHRINA MASYITHAH, ST, MSc. BODE HARYANTO, ST, MT

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2006

DAFTAR PUSTAKA Foust, A.S., et a1., Principles of Unit Operations, John Wiley & Sons, New York, 1980. Geankoplis, C.J., Transport Process and Unit Operations, A11yn and Bacon Inc., 1987. Holman, J.P., Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1987. Incropera, F.P., dan Dewitt, D.P., Fundamental of Heat and Mass Transfer, John Wiley & Sons, 2002. Kern, D.Q., Process Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1950. McCabe, Smith dan Harriots, Unit Operations in Chemical Engineering, Mc Graw Hill,1985.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

LAMPIRAN

INFORMASI UMUM
Judul Mata Kuliah Nomor Kode/SKS Dosen Pengampu Anggota Perpindahan Panas TKK- 301/ 3 SKS Dr. Ir. Rosdanelli, MT Zuhrina Masyithah, ST, MSc. Bode Haryanto, ST, MT Erni Misran, ST, MT Mata kuliah ini berisi uraian mengenai Dasar-dasar Perpindahan Panas Steady dan Unsteady; Perpindahaan Panas ke Fluida yang Tak Berubah Fasa; Perpindahan Panas ke Fluida yang Disertai dengan Perubah Fasa; Peralatan Penukar Panas; Operasi dan Peralatan Evaporasi; Kristalisasi Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dasar-dasar perpindahan panas pada keadaan steady dan unsteady, dapat menyelesaikan masalah perpindahan panas ke fluida yang tak berubah fasa dan ke fluida yang disertai dengan perubahan fasa, rancangan proses dan evaluasi peralataan pertukaraan panas tanpa dan disertai dengan perubahan fasa; rancangan proses dan evaluasi peralataan evaporasi efek tunggal dan ganda; serta proses kristalisasi

Deskripsi Singkat

Tujuan Instruksional Umum

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

1987. Richardson..F. Edisi ke-4. 1996. McCabe. J. W.R. C. dan Harriott.J. PTR. dan Backhurst. J. LAMPIRAN GBPP DAN SAP file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll. McGraw-Hill. J. J.L.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM . Edisi ke-3. Harker..DAFTARPUSTAKA Bahan bacaan Geankoplis. Coulson & Richardson’s Chemical Engineering Vol. New Jersey.C. Smith. BH. Transport Processes and Separation Process Principles... Oxford. Singapore. 1.. P. Unit Operations of Chemical Engineering. Edisi ke-5.H. 1985.

DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BAHAN PRESENTASI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .

DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BUKU AJAR PERPINDAHAN PANAS file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .

DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN UMPAN BALIK file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .

DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR Buku Ajar Perpindahan Panas ini merupakan salah satu keluaran dari kegiatan HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING. MT DAFTAR ISI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar. ST. Konten e-learning yang dikembangkan untuk mata kuliah ini bertujuan untuk memperoleh metode pembelajaran yang lebih baik untuk mata kuliah perpindahan panas yang mengkombinasikan kegiatan mengajar di kelas. USU-INHERENT 2006. aktivitas laboratorium dan penggunaan konten e-learning. MSc. untuk matakuliah PERPINDAHAN PANAS. Mata kuliah ini diajarkan pada Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik USU. Bode Haryanto. Semoga buku ajar yang dihasilkan ini dapat bermanfaat. Medan.html (1 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM . Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi yang mendukung terlaksananya kegiatan ini. Desember 2006 Penyusun. ST. Zuhrina Masyithah.

4.2.2.2.Sistem Radial-Silinder BAB III Perpindahan Panas Konveksi 3. Penukar Kalor Pendingin Udara 4.3. Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda BAB V Perpindahan Kalor disertai Perubahan Fasa 5. Pendahuluan 6.1.html (2 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM . Perpindahan Kalor ke Zat Cair yang Mendidih BAB VI Proses Evaporasi 6. Kapasitas dan Ekonomi Evaporator Kristalisasi 7-1 7-5 8-1 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar. Gabungan Konduksi dan Konveksi BAB IV Alat Penukar Kalor 4.DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I Pendahuluan 1.Aliran (Konveksi) BAB II Perpindahan Panas Konduksi 2. Penukar Kalor Pelat 4.1. Kapasitas Evaporator 6.1.1.3.Konduksi Keadaan Steady 2.3.Hantaran (Konduksi) 1.1.4. Ekonomi Evaporator i ii 1-1 1-2 1-4 1-6 2-1 2-2 2-4 2-6 3-1 3-4 3-7 3-14 4-1 4-2 4-5 4-5 4-8 5-1 5-1 5-9 6-1 6-1 6-5 6-21 6-25 BAB VII BAB VIII Evaporator Efek Ganda 7.1.1. Konveksi Alamiah 3.Pancaran (Radiasi) 1. Perpindahan Kalor dari Uap yang Mengembun 5.2.2.1.Dinding Datar 2.1. Alat Penukar Kalor Pipa 4. Konveksi Paksa 3.2.3. Jenis-Jenis Evaporator 6.1.

DAFTARPUSTAKA 8. Prinsip Kristalisasi Daftar Pustaka Lampiran : Umpan Balik Quiz Soal Ujian Tengah Semester Soal Ujian Akhir Semester Tugas dan Soal-soal Latihan 8-4 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.1.html (3 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM .

Ka1or mengalir dengan sendirinya dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah. Disamping perubahan secara kimia. diperlukan pemasukan atau pengeluaran ka1or. Kondisi pertama yaitu mencapai keadaan yang dibutuhkan untuk pengerjaan.225. Akan tetapi.PERPINDAHAN PANAS BAB I PENDAHULUAN Perpindahan ka1or dari suatu zat ke zat lain seringkali terjadi dalam industri proses. demikian pula ha1nya jika ingin mendinginkan sesuatu. Pada penguapan dan pada umumnya juga pada pelarutan. Kondisi kedua yaitu mempertahankan keadaan yang dibutuhkan untuk operasi proses. jumlah ka1or juga dinyatakan da1am suatu gaya kali suatu jarak yaitu Newton ka1i meter atau Nm. Sama seperti bentuk lain dari energi. untuk mencapai dan mempertahankan keadaan yang dibutuhkan sewaktu proses berlangsung. diperlukan benda lain yang lebih dingin.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Pada kebanyakan pengerjaan. keadaan ini dapat juga merupakan pengerjaan secara a1ami. terdapat pada pengerjaan eksoterm dan endoterm.000 Joule = 2. 1 Nm dinamakan 1 Joule. gaya dorong untuk a1iran ini ada1ah perbedaan suhu. Untuk memberikan sedikit gambaran mengenai besarnya energi 1 Joule tersebut. ka1or harus dimasukkan. Bila sesuatu benda ingin dipanaskan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Ada1ah hukum a1am bahwa ka1or itu suatu bentuk energi. Dengan demikian. terjadi umpamanya bila pengerjaan harus berlangsung pada suhu tertentu dan suhu ini harus dicapai dengan ja1an pemasukan atau pengeluaran ka1or. bisa diperhatikan dari ha1 berikut: Untuk penguapan 1 kg air. maka harus dimi1iki sesuatu benda lain yang lebih panas. diperlukan cukup banyak energi yaitu perubahan zat cair ke dalam uap ini kira-kira membutuhkan energi 2. Pada pembakaran 1 kg minyak akan terbebas kira-kira 45 MJ.25 MJ. pada pengembunan dan penghabluran (krista1isasi) ka1or harus dikeluarkan.

energi terma yang tersimpan di dalam bahan tadi akan bertukar menjadi energi kalor yang dapat kita rasakan. Aliran. maka banyak ha1 yang boleh terjadi. maka logam dikatakan lebih dingin daripada air. Pancaran. Apabila api dinyalakan. Semakin tinggi suhu bahan tadi maka semakin tinggi pula energi ka1or yang disinarkan. Terdapat dua teori yang berbeda untuk menerangkan bagaimana proses radiasi itu terjadi. sering juga disebut konduksi. sering juga disebut radiasi.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Hantaran. Bila diperhatikan misalnya jumlah energi kalor api unggun kayu yang ditumpukkan. Energi kalor ini mengalir jika terdapat suatu perbedaan suhu. 3. 1. Tetapi suatu bahan apabila menerima sinar. Pada hakekatnya proses perpindahan ka1or radiasi terjadi dengan perantaraan foton dan juga gelombang elektromagnet. sering juga dinamakan radiasi. sebahagian akan diserap ke da1am bahan. semua ini . Energi hanya berubah bentuk dari bentuk yang pertama ke bentuk yang ke dua.1. dan sebagian akan menembusi bahan dan terus ke luar. Semua benda memancarkan ka1or.menyimpan sejum1ah energi dalam yang ditandai dengan kuantitas yang lazim disebut muatan kalor bahan. sebahagian akan dipantulkan. Bila diperhatikan sebatang logam yang dicelupkan ke dalam suatu tangki yang berisi air kalor. Apabila sejumlah energi ka1or menimpa suatu permukaan. dengan T2 >> T1. Keadaan ini baru terbukti setelah suhu meningkat. Kalor dapat diangkut dengan tiga macam cara yaitu: 1. Jadi da1am mempelajari perpindahan ka1or radiasi akan dilibatkan suatu fisik permukaan.T1). Karena suhu awal logam ialah T1 dan suhu air ialah T2. Pancaran (Radiasi) Yang dimaksud dengan pancaran (radiasi) ia1ah perpindahan ka1or mela1ui gelombang dari suatu zat ke zat yang lain. Semua bahan pada suhu mutlak tertentu akan menyinari sejumlah energi ka1or tertentu. ini artinya kalor tidak hilang. contohnya hukum kekekalan masa dan momentum. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Proses radiasi tidak terjadi pada bagian da1am bahan. Proses radiasi adalah fenomena permukaan.PERPINDAHAN PANAS Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak musnah yaitu seperti hukum asas yang lain. 2. Ha1 yang penting dalam sistem yang terdiri dari air dan logam ialah adanya suatu perbedaan suhu yang nyata yaitu (T2.

Suhu plat akan naik ke satu tahap tertentu. Dalam hal ini. maka jumlah kalor akan disebarkan secara konveksi. Disamping itu. Lazimnya jika terdapat satu permukaan lain yang saling berhadapan. medan a1iran fluida disekeliling permukaan tidak penting. Keterlibatan suhu hanya terjadi jika terdapat dua permukaan yang mempunyai suhu yang berbeda. Berbeda dengan proses konveksi. Tetapi energi kalor juga disebarkan secara radiasi. La1u dikenakan dengan sinar matahari. Proses radiasi tidak melibatkan perbedaan suhu. Da1am pada itu. sifat terma permukaan bahan juga penting. Oleh karena suhu permukaan atas naik maka kalor akan berkonduksi dari permukaan atas ke permukaan bawah. dan jika file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Gambar 1. untuk memahami proses radiasi dari satu permukaan kita perlu memahami juga keadaan fisik permukaan bahan yang terlibat dengan proses radiasi yang berlaku. Perpindahan panas radiasi (a) pada permukaan. yang penting ialah sifat terma saja. ada kalor yang dipantulkan dan ada kalor yang dipindahkan ke sekeliling. adaka1anya tidak semua sinar mengenai permukaan yang dituju. setiap permukaan akan menyinarkan energi kalor secara radiasi jika permukaan itu bersuhu T dalam unit suhu mutlak. Plat akan menyerap sebahagian energi matahari. permukaan bagian atas kini mempunyai suhu yang lebih tinggi dari suhu udara sekeliling.PERPINDAHAN PANAS Bahan yang dianggap mempunyai ciri yang sempurna ada1ah jasad hitam. sama seperti cahaya lampu. Proses perpindahan kalor sering terjadi secara serentak.1. Dengan demikian. Misa1nya sekeping plat yang dicat hitam. Dalam hal ini dua hal terjadi. Jadi da1am masalah ini kita mengena1 satu faktor pandangan yang lazimnya dinamakan faktor bentuk. Maka jumlah ka1or yang diterima dari satu sumber akan berbanding langsung sebahagiannya terhadap faktor bentuk ini. bahan yang di pindahkan dan dipantulkan ini dapat berbeda. Dalam pada itu.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . (b) antara permukaan dan lingkungan Berdasarkan kepada keadaan terma permukaan.

adalah dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuhu rendah. Sehingga perpindahan kalor secara hantaran/konduksi merupakan satu proses pendalaman karena proses perpindahan kalor ini hanya terjadi di dalam bahan. Penghantar yang buruk disebut isolator. yang beberapa cm lebih jauh dari tempat pegangan itu adalah demikian panasnya. Gambar 1. Kalor radiasi merambat lurus.2. sehingga bentuknya dapat berubah. umpamanya seorang tukang hembus kaca dapat memegang suatu barang kaca. Selanjutnya juga penting untuk diketahui bahwa : 1. Perpindahan panas konduksi dan difusi energi akibat aktivitas molekul Sudah diketahui bahwa tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Bahan yang dapat menghantar ka1or dengan baik dinamakan konduktor. Akan tetapi seorang pandai tempa harus memegang benda yang akan ditempa dengan sebuah tang.2. Untuk perambatan itu tidak diperlukan medium (misalnya zat cair atau gas) 1. Arah aliran energi kalor. maka permukaan tadi akan saling memindahkan kalor .PERPINDAHAN PANAS permukaan pertama mempunyai suhu T1 mutlak sedangkan permukaan kedua mempunyai suhu T2 mutlak. Hantaran (Konduksi) Yang dimaksud dengan hantaran ialah pengangkutan kalor melalui satu jenis zat. 2. Dengan demikian. Sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan.

keadaan keseirnbangan termodinamik di dalam bahan akibat proses konduksi. aliran elektron akan memainkan peranan penting . koefisien ini bernilai kecil. Jadi dalam proses ini struktur bagian dalam bahan kurang penting. maka molekul besi adalah lebih rapat susunannya daripada molekul kayu. dan besi . bahan yang dapat menghantar arus listrik dengan sempurna (logam) merupakan penghantar yang baik juga untuk kalor dan sebaliknya. Apabila ujung batang logam tadi menerima energi kalor dari api. Dapat diperhatikan bagaimana kalor dipindahkan dari ujung yang panas ke ujung yang dingin. Aliran (Konveksi) Yang dimaksud dengan aliran ialah pengangkutan ka1or oleh gerak dari zat yang dipanaskan. Keadaan permukaan dan keadaan sekelilingnya serta kedudukan permukaan itu adalah yang utama. dan udara yang terperangkat. Persoalan yang patut diajukan pada pengamatan ini ialah mengapa kadar alir energi kalor adalah berbeda. Untuk satu bahan berfasa padat molekulnya tersusun rapat. Selanjutnya bila diandaikan sebatang besi atau sembarang jenis logam dan salah satu ujungnya diulurkan ke dalam nyala api. maka bahan mempunyai kemampuan mengalirkan kalor dengan cepat.3. Apabila nilai koefisien ini tinggi. Untuk bahan isolator. Kalaupun ada bahan asing. Proses perpindahan ka1or secara aliran/konveksi merupakan satu fenomena permukaan.PERPINDAHAN PANAS bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor ialah koefisien konduksi terma. suhu permukaan bahan akan berbeda dari suhu sekelilingnya. Tetapi dibandingkan dengan bahan padat seperti kayu. Molekul udara adalalah renggang seka1i. Hal ini disebabkan karena susunan molekul dan juga atom di dalam setiap bahan adalah berbeda. berbeda dengan satu bahan berfasa gas seperti udara. bahan kimia unsur besi adalah lebih banyak. Moleku1 dan elektron merupakan alat pengangkut kalor di dalam bahan menurut proses perpindahan kalor konduksi. Kini file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. 1. uap air. Bahan kayu terdiri dari gabungan bahan kimia seperti karbon. Proses konveksi hanya terjadi di permukaan bahan. Dalam hal ini dikatakan suhu permukaan adalah T1 dan suhu udara sekeliling adalah T2 dengan Tl>T2. Pada umumnya. Lazimnya.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . energi ini akan memindahkan sebahagian energi kepada molekul dan elektron yang membangun bahan tersebut. Besi adalah besi. Dengan demikian dalam proses pengangkutan kalor di dalam bahan.

maka bentuk pengangkutan ka1or ini hanya terdapat pada zat cair dan gas. Oleh karena itu bagian yang paling banyak atau yang pertama dipanaskan memperoleh masa jenis yang lebih kecil daripada bagian masa yang lebih dingin. (c) pendidihan. maka selama pengaliran fluida bersentuhan dengan permukaan bahan yang panas. Oleh karena pengaliran fluida melibatkan pengangkutan masa. Sebagai akibatnya terjadi sirkulasi. Gambar 1. (b) konveksi alamiah. Perpindahan kalor dengan jalan aliran dalam industri kimia merupakan cara pengangkutan kalor yang paling banyak dipakai. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Perpindahan panas konveksi.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM .3. karena masa yang akan dipanaskan tidak sekaligus di bawa kesuhu yang sama tinggi. Pada pemanasan zat ini terjadi aliran. energi kalor ini akan dipindahkan ke sekelilingnya dengan perantaraan aliran fluida. Malahan masa fluida menjadi berkurang karena kini fluida menerima energi kalor. (a) konveksi paksa. Peningkatan momentum ini bukan disebabkan masanya akan bertambah. sehingga kalor akhimya tersebar pada seluruh zat. Jadi masa fluida yang mempunyai energi terma yang lebih tinggi akan mempunyai momentum yang juga tinggi.PERPINDAHAN PANAS terdapat keadaan suhu tidak seimbang diantara bahan dengan sekelilingnya. Gerakan fluida melibatkan kecepatan yang seterusnya akan menghasilkan aliran momentum. (d) kondensasi Pada perpindahan kalor secara konveksi. suhu fluida akan naik. Oleh karena konveksi hanya dapat terjadi melalui zat yang mengalir.

maka proses konveksi yang akan terjadi merupakan proses perpindahan kalor konveksi paksa. maka proses perpindahan ka1or berlaku. Dalam kedua proses konduksi dan konveksi. Setelah masa ini juga menerima energi kalor dari permukan bahan yang kalor dasi. Jumlah kalor yang dipindahkan. bergantung pada nilai h. Apabila perbedaan suhu . Nilai koefisien ini tergantung kepada banyak faktor. Keadaan tidak stabil ini perlu diselesaikan melalui proses perpindahan kalor. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. masalah yang utama terletak pada cara mencari metode penentuan nilai h dengan tepat.terjadi maka keadaan tidak stabil terma akan terjadi. Jika cepatan medan tetap. Sedangkan bila kecepatan medan dipengaruhi oleh unsur luar seperti kipas atau peniup. Yang membedakan kedua proses ini adalah dari nilai koefisien h-nya. Kekosongan ini diisi pula oleh masa fluida bersuhu renah yang lain. masa ini juga akan naik ke atas permukaan meninggalkan tempat asalnya.PERPINDAHAN PANAS Fluida yang panas karena menerima kalor dari permukaan bahan akan naik ke atas. Kekosongan tempat masa bendalir yang telah naik itu diisi pula oleh masa fluida yang bersuhu rendah. Dalam pengamatan proses perpindahan kalor konveksi. faktor yang paling penting yang menjadi penyebab dan pendorong proses tersebut adalah perbedaan suhu.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . artinya tidak ada pengaruh luar yang mendoromg fluida bergerak. Proses ini akan berlangsung berulang-ulang.

Isolator: penghantar kalor yang buruk.BAB II BAB II PERPINDAHAN PANAS KONDUKSI Pada perpindahan panas secara konduksi. Konduktor: bahan yang dapat menghantar kalor dengan baik. Koefisien konduksi terma. yang bentuk umumnya adalah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. kalor/panas mengalir tanpa disertai gerakan zat. tetapi melaui satu jenis zat. Tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . Arah aliran energi kalor dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuh rendah. k: § sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor § menunjukkan berapa sepat kalor mengalir dalam suatu bahan kkonduktor>kisolator Konduksi panas mengikuti Hukum Fourier yang dapat dinyatakan dengan persamaan yang berikut: atau: q = laju perpindahan panas dT/dx = gradien suhu ke arah perpindahan panas Dalam persamaan di atas Hukum Fourier telah dinyatakan dalam bentuk persamaan laju alir.

BAB II Dengan demikian persamaan konduksi panas mendefinisikan tahanan terhadap konduksi panas k adalah konduktiviti panas suatu zat. sehingga: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.1. Biasanya perubahan k dapat diperkirakan cukup dengan fungsi liniar 2. suhu hanya merupakan fungsi posisi dan akumulasi = 0. yang besarnya tergantung pada temperatur zat itu. distribusi suhu konstan. Konduksi Keadaan Steady (Tunak) Persamaan neraca energi: Analisa satu dimensi arah sumbu x ditunjukkan sebagai berikut: Kuantitas energi panas adalah sebagai berikut: Energi masuk : Energi yang dibangkitkan : Perubahan energi dalam Energi keluar = Pada keadaan steady.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .

html (3 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . analisisnya akan menjadi seperti berikut: Untuk gradien suhu seperti gambar di atas. laju perpindahan panas: Aliran panas pada setiap bagian adalah sama.1. Digunakan R. tahanan termal/panas/kalor. maka aliran kalor dapat dituliskan: Analogi listrik dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang lebih rumit.BAB II Untuk konduksi keadaan steady. hukum Fourier dapat diintegrasi: 2.Dinding Datar Sistem dengan lebih dari satu macam bahan.1. seperti dinding lapis rangkap. Jika ketiga persamaan akan diselesaikan bersamaan. untuk menyatakan : file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.

2.1.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .BAB II Sehingga: = penurunan suhu total melintas keseluruhan tebing Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan seri mempunyai analogi dengan arus listrik yang mengalir melalui beberapa tahanan listrik dalam rangkaian seri. Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan paralel: Jika suhu awal dan akhir kedua lapisan sama: 2. dimana: r1= jari-jari dalam r0=jari-jari luar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Sistem Radial-Silinder Suatu silinder.

K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. 1987: Khardbutter= 0.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . Sebanyak 14. Penyelesaian: Dari App.2-1 (Geankoplis. A-3 Geankoplis.1 K.65 W panas harus dipindahkan dengan pendinginan ini. Air pendingin dalam tabung mengalir pada suhu 274.151 W/m. 1987). Panjang tabung untuk koil pendingin Tabung silinder berdinding tipis dari karet dengan ID 5 mm dan OD 20 mm digunakan sebagai koil pendingin.9 K.BAB II L=panjang Ti-To=beda suhu Laju perpindahan panas dapat ditentukan dari Hukum Fourier dengan penyesuaian rumus luas menjadi: Konsep tahanan termal dapat juga digunakan untuk dinding lapis rangkap seperti gambar di atas: Contoh 4. Hitung panjang tabung yang diperlukan. jika suhu permukaan luar tabung 297.

kA= 0.7 mm kayu pine. Tanda negatif menunjukkan bahwa arah aliran panas adalah dari r2.BAB II r1 = 5/100 = 0.1 K.151 kB= 0. T4= 297.005 m.K kcorkboard = 0. xB= 0. r2 = 20/1000 = 0.1 K. xA= 0.0762 m Tahanan masing-masing material: Dengan cara yang sama: Untuk menghitung temperatur T2.4 K. xC= 0.0433 W/m. 1987).6 mm cork board dan lapisan terluar 76. dinding dalam. Penyelesaian: T1 = 255.151 W/m.0127 m . dan temperatur antara pine dan cork board. 101.762 . Nilai: kpine = 0. antara pine dan cork board: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.2 mm concrete.K Hitung panas yang hilang (dalam W) untuk 1 m2. Aliran panas melalui dinding isolasi ruang pendingin Ruang pendingin dilapisi dengan 12.762 W/m. Temperatur permukaan luar 255.0433 kC= 0. dinding luar ke r1.4 K (ruang pendingin) dan permukaan luar concrete 297.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . Panjang tabung yang diperlukan: Contoh 4.3-1 (Geankoplis.K kconcrete = 0.02 m Ambil L= 1 m.1016 m .

8 K.K dengan ID=0.BAB II Contoh 4.305 m panjang. hitung: a. karena nilai k yang tinggi. Temperatur antara pipa dengan isolasi Penyelesaian: T1= 811 K.305 m: Tahanan masing-masing: Laju perpindahan panas: Untuk menghitung temperatur T2: Hanya terjadi penurunan T yang kecil melintasi pipa.63 W/m.8 K Luas permukaan pada L=0. Panas yang hilang dari isolasi pipa. Panas yang hilang b. 1987). T3=310.0254 m dan OD = 0. Temperatur permukaan dalam pipa 811 K dan permukaan luar isolasi 310.K.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .0254 m dengan k=0. Pipa dilapisi asbestos (B) sebagai isolasi setebal 0.2433 W/ m. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.0508 m. T2 = T antara. Pipa stainless stell berdinding tipis (A) mempunyai k= 21. Untuk pipa 0.3-2 (Geankoplis.

Fluks Kalor: Adalah laju perpindahan panas persatuan luas (q/A). akan tetapi menyatakan besarnya laju pindah panas di daerah dekat pada permukaan itu. bukanlah suatu sifat zat.1) Persamaan (3. Konveksi panas dapat dihitung dengan persamaan pendinginan Newton: …(3. Persamaan perpindahan panas menjadi: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Suhu arus rata-rata: Adalah suhu yang dicapai apabila keseluruhan fluida yang mengalir melalui penampang itu dikeluarkan lalu dicampur secara adiabatik. maka berbagai tahanan panas yang tersangkut dapat dijumlahkan untuk memperoleh koefisien pindah panas keseluruhan U.html (1 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .1) mendefinisikan tahanan panas terhadap konveksi. Koefisien pindah panas permukaan h. Koefisien perpindahan kalor menyeluruh: Jika terjadi konduksi dan konveksi secara berturutan. Fluks kalor boleh didasarkan atas luas permukaan luar atau dalam pipa.BAB III BAB III PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI Perpindahan panas antara suatu permukaan padat dan suatu fluida berlangsung secara konveksi.

BAB III Th= suhu fluida panas Tc=suhu fluida dingin Th – Tc = gaya dorong atau beda suhu lokal menyeluruh A = luas permukaan dalam/luar pipa U = koefisien pindah panas keseluruhan berdasarkan A = faktor proporsionalitas antara q/A dan •T Jika A = Ao. Koefisien perpindahan panas individual. luas permukaan luar tabung.html (2 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . T = suhu rata-rata lokal Tw= suhu dinding yang dalam kontak dengan fluida Nilai h bila diterapkan: § Untuk sisi panas (bagian dalam tabung) Th=suhu fluida panas Twh=suhu dinding panas § Untuk sisi dingin (bagian luar tabung) Tc=suhu fluida dingin file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. maka U = Uo. koefisien yang didasarkan atas luas permukaan luar. h: Merupakan koefisien perpindahan panas untuk masing-masing fluida.

dengan bentuk umum: Nu = K Rep Prq Grr (L/d)s dimana K = bilangan tetap. § Aliran fluida terjadi akibat perbedaan densitas. yang tersusun dari bilangan-bilangan tanpa dimensi.1-2 Geankoplis. Konveksi bebas/alamiah § Contohnya adalah pemanasan aliran udara yang melalui radiator.BAB III Twc=suhu dinding dingin Koefisien pindah panas permukaan dapat diperkirakan dari fungsi-fungsi empiris. 1987. dan perbedaan densitas akibat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. rasio antara diameter tabung terhadap tebal ekivalen lapisan laminar h k D X =koefisien konveksi =konduktivitas panas =diameter tabung =tebal lapisan film (lapisan batas laminar) Korelasi untuk menentukan nilai h dipengaruhi oleh: § § § § Sifat fisika fluida Jenis dan kecepatan aliran Perbedaan temperatur Geometri sistem Beberapa nilai h dapat dilihat pada Tabel 4. Nu = angka Nusselt.html (3 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Perpindahan panas konveksi dapat dikelompokkan kepada dua bahagian: 1. pemanasan air dalam ketel. kekosongan tempat massa fluida yang telah naik diisi oleh massa fluida yang bersuhu rendah. § Fluida panas yang menerima panas akan naik ke atas.

yang dibuat untuk menunjukkan sifatsifat konveksi bebas . Bentuk umum: Bilangan-bilangan tanpa dimensi itu adalah: Dimana: L =panjang pipa • =viskositas fluida ρ =densitas fluida g =percepatan gravitasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.BAB III adanya gradien suhu di dalam massa fluida itu. 3. Besarnya koefisien perpindahan panas harus didapat dari hasil percobaan. 2. Biasanya temperatur permukaan itu cukup tinggi untuk menimbulkan pula radiasi. Banyak penyelidikan telah dilakukan untuk menentukan koefisien pindah panas itu. Tanpa adanya aliran yang dipaksakan terhadap fluida. Aliran alamiah ini memperbesar perpindahan panas yang semula sampai tercapai keadaan yang tecap. Konveksi Alamiah Pada perbatasan suatu permukaan dan suatu fluida akan terjadi perpindahan panas secara konduksi dan konveksi. Cara perpindahan panas semacam ini disebut konveksi alamiah atau konveksi bebas. § Aliran/perpindahan panas tidak bergantung pada gradien densitas. § Contohnya aliran kalor melalui pipa panas. Konveksi paksa § Jika aliran fluida digerakkan oleh piranti mekanik seperti pompa dan pengaduk. Perbedaan temperatur antara bagian-bagian fluida menyebabkan perbedaan densiti dan karena itu timbul gerakan dan aliran dalam fluida.html (4 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Jika berbagai hasil penyelidikan itu dikumpulkan. salah satu di antaranya adalah bilangan Grashof. maka sekitar permukaan akan terjadi konveksi secara alamiah. ternyata dapat diperoleh persamaan empiris dalam bilangan-bilangan tanpa dimensi.1.

menghadap ke atas. maka haruslah dicari yang keadaan sistemnya sama dengan sistem yang sedang ditinjau.BAB III Cp β hc k =kapasitas panas =koefisien ekspansi termal =koefisien konveksi =konduktivitas termal Hasil percobaan itu sering juga dinyatakan sebagai nomogram (alignment chart) atau grafik.html (5 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . atau lempeng mendatar. Persamaan empiris dan nomogram itu dapat dipakai guna memperkirakan koefisien perpindahan panas untuk konveksi bebas. Untuk bidang tegaklurus dan silinder tegak lurus Aliran bergolak: Aliran berlapis: Untuk silinder mendatar Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. Bagaimana beraneka ragamnya persamaan-persamaan itu dapat dilihat dari contoh-contoh di bawah ini. Karena terdapat berbagai persamaan dan nomogram. yang didinginkan. menghadap ke bawah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.

sedang fluida yang lain mengalir dalam ruang anulus sebuah pipa yang lebih besar atau dalam ruang sebuah shell yang memuat banyak pipa. mengalami dua macam hambatan. Persamaan-persamaan empiris tentang koefisien pindah panas antara benda dan fluida hanya berlaku untuk benda dengan bentuk tertentu.2. yaitu hambatan gesekan dan hambatan bentuk.BAB III Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. maka perpindahan panas selalu terjadi secara konveksi paksa. Perpindahan panas berlangsung secara radial terhadap pipa. Konveksi Paksa Seperti telah diketahui fluida sekitar benda. menghadap ke bawah atau lempeng mendatar. kemudian panas menjalar secara konduksi melalui logam dinding pipa. Jika bilangan Reynolds bertambah besar. akan tetapi pengaruh hambatan gesekan makin lama makin berkurang dan hambatan bentuk lebih berpengaruh. Dalam hal ini radiasi biasanya terjadi pada permukaan luar yang berhubungan dengan lingkungan yang tetap temperaturnya. Perhitungan dilakukan dengan persamaan yang berikut: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. menghadap ke atas: 3. Juga di sini pada waktu yang sama berlangsung perpindahan panas secara konduksi. Jika dalam alat dikehendaki pertukaran panas.html (6 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . karena laju panas yang dipindahkan naik dengan adanya aliran atau pengadukan. Antara fluida di dalam pipa dan permukaan dinding pipa sebelah dalam. yang didinginkan. baik hambatan gesekan maupun hambatan bentuk berpengaruh. panas dipertukarkan secara konveksi. Dalam bilangan Reynolds yang sangat rendah hanya hambatan gesekan yang berpengaruh. Seringkali salah satu fluida dalam sebuah penukar-panas mengalir dalam pipa. Di luar pipa terjadi lagi konveksi. konveksi dan radiasi. Pengaruh aliran ini juga terlihat pada perpindahan panas antara fluida dan benda-benda yang terendam. yang seluruhnya diliputi oleh fluida itu.

harus dihitung sesuai dengan keadaan sistem. Sebab untuk keadaan yang berlainan mungkin berlaku persamaan yang lain pula. Banyak buku yang memuat keterangan tentang koefisien pindah panas. Karena terjadi perpindahan panas. jenis perpindahan panas (pemanasan atau pendinginan). sesuai dengan persoalannya. letak pipa dan lain sebagainya. Untuk menerapkan persamaan pindah panas pada satu alat. baik dalam bentuk persamaan. Besarnya koefisien pindah panas secara konveksi diperkirakan dari persamaan-persamaan empiris. maka dilakukan rata-rata dengan persamaan yang berikut: U dihitung dari jumlah tahanan panas keseluruhan. maka U adalah koefisien perpindahan panas keseluruhan setempat dan ∆T adalah selisih temperatur fluida di dalam pipa dan fluida di luar pipa di tempat itu. maka sepanjang pipa fluida yang panas berkurang temperaturnya dan fluida yang dingin naik temperaturnya. maupun dalam bentuk nomogram. Kalau U sangat berbeda di kedua tempat itu. dan haruslah ditemukan persamaan yang keadaan berlakunya sama dengan masalah yang dihadapi. Biasanya selisih temperatur dirata-ratakan secara logaritma antara kedua ujung alat menjadi: (Selisih temperatur rata-rata logaritma) Dalam hal ini U dianggap tidak berubah banyak antara kedua ujung alat itu. Begitu juga besarnya koefisien perpindahan panas konveksi akan berubah. Dalam mencari persamaan-persamaan empiris itu harus diperhatikan sifat fluida. Luas permukaan perpindahan panas A. Begitu juga koefisien perpindahan panas keseluruhan harus dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas. karena temperatur fluida berbeda. maka haruslah ada harga yang dirata-ratakan.html (7 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .BAB III Kalau persamaan di atas diterapkan di satu tempat. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. sifat aliran. Pada ujung keluar pipa itu akan terdapat selisih temperatur yang berbeda dengan pada ujung awal. Untuk konveksi dalam pipa sudah tentu persamaan empirisnya lain daripada untuk konveksi luar pipa.

html (8 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Menurut teori "dua lapisan" pada permukaan yang berhubungan dengan fluida terdapat. Karena itu dalam menggunakan persamaan empiris semua sifat fisis fluida dinilai sesuai dengan temperatur lapisan batas itu. Karena persamaan empiris itu dinyatakan dengan bilangan tanpa dimensi maka sistem satuan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Sewaktu masih baru permukaan logam pipa-pipa itu bersih. Biarpun tipis lapisan itu merupakan tahanan tambahan terhadap perpindahan panas. Karena keadaan dalam lapisan batas itu berlapis. seluruh tahanan pindah panas dianggap berada dalam lapisan batas. Selama pemakaian pada permukaan itu akan tertentuk lapisan kotoran atau kerak. Lapisan ini terutama timbul pada permukaan yang berhubungan dengan air. Besarnya tahanan karena pengotoran itu dapat dihitung dari persamaan yang berikut: di mana Ud adalah koefisien pindah panas keseluruhan untuk alat yang kotor dan untuk alat yang bersih. arah perpindahan panas perlu terus diingat.BAB III Koefisien pindah panas sebuah alat penukar panas mengalami perubahan selama pemakaian. Selisih temperaturpun lebih besar. Dalam menggunakan persamaan-persamaan itu. sedang hd koefisien pindah panas untuk lapisan kotoran atau kerak. Persamaan empiris hanya memberikan cara untuk memperkirakan besarnya koefisien pindah panas. Pada dinding pipa yang kedua belah permukaannya terdapat fluida. yang keadaan alirannya berlapis. didapati dua lapisan batas itu. Pada dasarnya rumus empiris untuk konveksi paksa meliputi benda mempunyai bentuk umum yang sama dengan rumus empiris untuk konveksi dalam pipa. maka tahanan terhadap perpindahan panas di 1apisan lebih besar daripada di daerah yang bergolak. Untuk perhitungan selisih temperatur selalu diambil antara permukaan dan tengah-tengah aliran yang bergolak. suatu lapisan tipis fluida. yaitu: Persamaan-persamaan itu dapat juga disajikan dalam bentuk grafik. biarpun agak berjauhan dari permukaan fluidanya mengalir secara bergolak. Karena itu untuk perhitungan-perhitungan. Tahanan panas konveksi digambarkan sebagai terpusat dalam lapisan batas fluida pada permukaan padat.

BAB III

mana yang digunakan tidak menjadi soal, asalkan tetap hanya satu sistem satuan yang dipakai. Banyak data telah diperoleh dalam percobaan-percobaan untuk menentukan koefisien pindah panas h. Data dapat disajikan dalam grafik atau sebagai persamaan. Di bawah ini akan diberikan berbagai contoh persamaan empiris yang sering dijumpai dengan batas-batas berlakunya. Aliran laminar Untuk aliran berlapis (laminar) dalam pipa tegak atau datar, di mana konveksi bebas dapat diabaikan, berlaku persamaan: Re < 2100 Dimana: L =adalah panjang pipa di mana terjadi perpindahan panas; m. d =diameter pipa; m • =viskositas fluida pada suhu rata-rata; Pa.s b • w =viskositas fluida pada suhudinding; Pa.s =kapasitas panas; J/kg.K =koefisien perpindahan panas rata-rata =konduktivitas termal; W/m.K

Cp hc k

Faktor (•/• w) digunakan sebagai koreksi, jika viskositas fluida di dekat dinding dan di tengah pipa terlalu berbeda. Semua sifat fluida dihitung pada suhu rata-rata kecuali • w Untuk fluida masuk dan keluar pada T berbeda, T rata-rata secara aritmetik: Tw= suhu dinding Tbi= suhu fluida masuk Tbo=suhu fluida keluar Aliran turbulen Untuk aliran bergolak (turbulen) dalam pipa yang bersih berlaku persamaan:
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (9 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

hL

= koefisien konveksi didasarkan pada •Tm.

Beda suhu rata-rata logaritmik,LMTD, •Tm Merupakan selisih suhu rata-rata secara logaritma pada kedua ujung peralatan.

Bilangan Grashof tidak ada dalam persamaan di atas, karena nilai bilangan Reynolds terlalu tinggi untuk adanya pengaruh konveksi bebas. Sifat-sifat fluida harus dinilai pada temperatur rata-rata antara temperatur masuk dan keluar. Persamaan-persamaan empiris yang ada pada waktu ini belum mencakup semua keadaan yang dijumpai dalam praktek. Banyak hal yang tidak dapat di hitung koefisiep pindah panasnya. Dalam hal ini h harus diperkirakan dari data empiris, yang biasanya dalam buku-buku referensi diberikan sebagai batas-batas nilai. Data yang dilaporkan dalam buku maupun dalam majalah banyak berguna dalam memperkirakan koefisien pindah panas secara konveksi.

Nila h untuk udara, Ptotal= 1 atm, aliran turbulen Nilai h untuk air, T=4-105oC, aliran turbulen

Nilai h aliran fluida yang melintasi plat datar
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (10 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

Aliran laminar : Re < 3.105; Pr > 0,7

Aliran turbulen: Re > 3.105; Pr > 0,7

Nilai h untuk aliran melintasi bola Sebuah bola yang akan dipanaskan atau didinginkan oleh fluida yang mengalir tegak lurus terhadap sumber bola. 1 < Re < 70.000 0,6 < Pr < 400 Nilai h aliran udara yang mengalir tegak lurus terhadap silinder tunggal dan udara yang mengalir tegak lurus pada silinder, digunakan: Nilai K dan n diperoleh dari daftar berikut: Re n 1-4 0,33 4-40 0,385 40-4000 0,466 4000-40000 0,618 40000-250000 0,805

K 0,891 0,821 0,615 0,174 0,0239

Nu 0,891-1,42 1,4 – 3,4 3,43 – 29,6 29,5 – 121 121 - 529

3.3. Gabungan Konduksi dan Konveksi Terdapat dua jenis fluida pada kedua sisi permukaan padatan. T1 = suhu fluida panas T2 = suhu fluida dingin

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (11 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

gabungan konduksi dan konveksi.L. sesuai dengan persoalannya. U dalam W/m2.K Laju perpindahan panas (gambar b): A1 = 2p.html (12 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .r1 = luas permukaan dalam tabung Aalm = luas permukaan rata-rata tabung Ao = luas permukaan luar tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.BAB III Laju perpindahan panas (gambar a): Koefisien perpindahan panas menyeluruh. dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas. U.

62 m/dt.7 K.html (13 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .BAB III Contoh 4.7 K diluar pipa.10-5 Pa.10-5 Pa. A. b.686 Pada 488.5-1.4 mm dan kecepatan 7. Pemanasan udara dalam aliran turbulen. Koefisien perpindahan panas untuk L/D > 60.8 kPa dan temperatur rata-rata 477. Geankoplis 1987. mw = 2. (Geankoplis.7 K.s k = 0. Hitung : a.6 K: mb = 2. Sebagai media pemanas digunakan steam pada 488. Karena koefisien konveksi steam besar sedangkan tahanan dinding pipa sangat kecil.6.6 K akan dipanaskan melalui pipa dengan ID 25. dianggap temperatur dinding pipa yang kontak dengan udara juga 488.64.03894 W/m Pr = 0. Fluks panas (q/A) Penyelesaian: Dari App. Udara pada 206. udara pada 477.3. 1987).s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.

0334 m.6 oC dari App. Pemanasan air menggunakan steam dan penyelesaian dengan trial and error.10-5 kg/m.8 oC diluar dinding pipa.10-5 Pa. Hitung U. a. didasarkan atas permukaan dalam pipa.72 r = 0.0266 m dan OD = 0.K.s = 2.305 m pipa. Air mengalir melalui pipa horizontal 1” sch 40.633 W/m. 1987).6.BAB III mb = 2. b. pipa baja pada temperatur rata-rata 65. Penyelesaian: Dari App.10-4 Pa.5-2 (Geankoplis. A. Koefisien sisi uap diperkirakan ho = 10500 W/m2.6 oC dan kecepatan 2. c.6.2 : NPr = 2. Air pada T = 65. A-5 (Geankoplis. Hitung q untuk 0.K µ = 4.32.html (14 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .S file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Hitung hi untuk air didalam pipa.44 m/dt.dt (a) Aliran turbulen: (b) Contoh soal 4.98 (1000) = 980 kg/m3 k = 0. koefisien perpindahan panas keseluruhan. 1987): 1” sch 40 : ID= 0. Air akan dipanaskan dengan steam pada 107.

7oC Ini sangat dekat dengan nilai Trial I yaitu 80oC. diambil 80 oC = Tw.80oC = 3.10-4 menjadi mw. sehingga tidak diperlukan trial ke-2. •w.81.53.K Tahanan menjadi: Penurunan temperatur melalui lapisan air: =16.5+16.1oC Sehingga Tw=65.BAB III TRIAL I Temperatur dinding pipa diperlukan.10-4.56.s Nre air pada temperatur rata-rata: (b) Untuk L=0. Tetapi efeknya terhadap hi cukup kecil dan dapat diabaikan. Sifat fisika yang berubah adalah mw jika dilakukan Trial II yaitu mw.7oC=3.html (15 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .1=81.8 oC.10-4 Pa. dan diasumsikan berada diantara 65.6oC dan 107. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.56.80oC= 3.305 m K untuk baja adalah 45 W/m.

Analisa Keadaan masalah digambarkan pada sketsa berikut. dipanaskan dalam tungku dan keluar tungku pada temperatur 300oC melalui pipa baja 4 inci sch.BAB III (c) Soal latihan. dan penurunan temperatur minyak bumi besarnya 0.1 oC/m panjang pipa. Arah perpindahan panas adalah radial. 40. sebanyak 1 kg/detik. Berapa tebal lapisan asbes. Perpindahan panas mengikuti persaman: Dimana: = tahanan panas konveksi dalam pipa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Suatu aliran minyak bumi. agar temperatur permukaan asbes dapat mencapai 50oC. Pipa ini hendak diinsulasi dengan lapisan asbes.html (16 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . yang terpasang dalam udara terbuka.

html (17 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .97.02 mm Luas permukaan = 0.103 J/kg. perlu dikumpulkan keterangan dan data dari pustaka sbb: Pipa 4” sch.detik/m2 Tf diambil 35 oC = 308 K β= koefisien ekspansi termal = 1/Tf = 1/308 Keterangan tentang minyak bumi: K = 0. 40 mempunyai ukuran sbb: ID = 102 mm OD = 114 mm Tebal dinding = 6.K r (100 oC) = 890 kg/m3 Cp (100 oC) = 1.K µ(lembab) = 19.358 m2/m Harga konduktivitas panas.K Keterangan tentang udara: K (kering) = 26.107 kg/m3 Cp (lembab) = 1. ialah: Baja (300 oC) = 43 W/m.07 kJ/kg.K Asbes (100 oC) = 0.6 mW/m.10-3 N.detik/m2 Pada permukaan luar insulasi asbes terjadi konveksi bebas. k. Untuk perhitungan pertama tahanan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.27.K r(lembab) = 1.BAB III = tahanan konduksi panas melalui pipa = tahanan konduksi panas melalui asbes = tahanan panas konveksi bebas dalam udara Untuk menghitung besarnya tahanan panas.0 N.178 W/m.138 W/m.K µ (100 oC) = 0.

yang kemudian menghasilkan tebal insulasi. Untuk minyak bumi perhitungan adalah sebagai berikut. Substitusi harga besaran-besaran di atas ke dalam persamaan perpindahan panas. 10-3 N. karena semua keterangan diketahui.200 Tahanan konduksi melalui dinding pipa: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Besaran ini terdapat dalam tahanan panas R.27 . maka bilangan Reynold harus dihitung. G = 1 kg/dt D = 0.html (18 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . memberikan harga untuk R3. Jadi q dan ∆T harus diketahui terlebih dahulu.102 m m= 0. Q diperoleh dari penurunan temperatur minyak bumi sebesar G.det/m2 Dipakai persamaan berikut Nre = 46.Cp. R4 untuk sementara tidak diperlukan. Rencana: Persaman pokok untuk perpindahan panas adalah: Yang ditanyakan adalah tebal insulasi. ∆T Watt/m.pipa. ∆T = 0. karena temperatur permukaan diketahui yaitu 50 oC. Penyelesaian: Untuk dapat memilih persamaan empiris untuk menghitung h.BAB III konveksi bebas tidak perlu diikut sertakan.1 oC ∆T diperoleh dari selisih temperatur keseluruhan 300 – 50 = 250 oC Dari keempat tahanan panas R1 dan R2 dapat dihitung.

7 d d = 0.114 + (2.08/0.0109+0.647 m Berlaku 103 < Gr.7 (0.267 m d ins = 0.178 W/m.267) = 0.27=0.3 = 0.Pr)1/4 Menurut perhitungan ini temperatur permukaan insulasi besarnya = 20 + 33 = 53 oC. Kalau dimisalkan temperatur udara 20 oC. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. 0.K Tahanan konduksi melalui insulasi: ka= 0.html (19 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .0004+R3 d= 0.114 + d) = 0.08 + 0.BAB III Kp=43 W/m.K Laju perpindahan panas permeter pipa: R = R1 + R2 + R3 1.525 (Gr.647 m Penilaian: Hasil perhitungan diatas perlu diperiksa dengan tahanan konveksi bebas.Pr < 109 . maka temperatur lapisan batas udara Tf pada permukaan insulasi dapat diambil Tf = ½ (50+20) = 35 oC Perhitungan tahanan konveksi bebas: b= 0. sehingga dipakai persamaan Nu = 0.

yang berarti insulasi harus dipertebal.10-3 m3/detik. s s s Rencana: 1. lakukan trial (cobacoba). Gas masuk dengan kecepatan 5. Hitung selisih temperatur rata-rata •Tm 3. U 4. Gas berada dalam pipa tembaga ukuran 1” dengan dinding BWG no. Kalau temperatur udara bukan 20 oC. Q dapat dihitung dari laju alir dan penurunan temperatur gas CO2.14. pada tekanan mutlak 2 bar dan temperatur 60 oC. Setiap pipa berada dalam pipa tembaga yang lain dengan ukuran 1. berdasarkan anggapan semua energi gas diserap oleh air.5” dan dinding BWG no.BAB III Perbedaan sebesar 3 oC atau lebih kurang 6% masih baik untuk perhitungan rancangan seperti ini.3 m/detik. Soal Latihan Gas karbondioksida kering sebanyak 8. Untuk mempertahankannya pada 50 oC. hendak didinginkan menjadi 40 oC.0 . Berapakah banyaknya dan panjang pipa yang diperlukan?. harus diadakan perhitungan tebal insulasi lagi.7 m/detik.html (20 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Air mengalir berlawanan arah dengan gas dan masuk pada 25 oC. Hitung laju perpindahan panas q 2. Jika ada faktor yang tidak dapat dihitung. Air mengalir melalui ruang anulus antara kedua pipa dengan kecepatan 0. akan tetapi lebih tinggi maka temperatur permukaan insulasi akan lebih tinggi dari 50 oC.16. •Tm dapat dihitung dari kenaikan temperatur ini dan laju alirnya. Analisa: s Perhitungan dilakukan dengan persamaan s s Banyaknya pipa terdapat adlam luas permukaan A Faktor lain harus dihitung. U dihitung dengan menghitung masing-masing tahanan panas dan menjumlahkannya. Hitung luas permukaan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Hitung koefisien perpindahan panas keseluruhan.

Gas CO2 dianggap gas ideal.html (21 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .415 cm3/mol = 22.BAB III Penyelesaian: Semua keterangan didapat dari lampiran atau pustaka.15 K N1 = 1 kgmol Kondisi 2: P2 = 2 bar V2 = 1 m3/n2 kgmol T2 = 273+60 = 333 K N2 = kgmol Cp CO2 diperhitungkan pada temperatur rata-rata = ½ (60+40) = 50 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.013 bar V1 = 22.415 m3/kgmol T1 = 273. 1. 60 oC: Pada kondisi standar: P1 = 1 atm = 1. Laju perpindahan panas Berat 1 m3 gas pada 2 bar.

8 .10-4 (5. Selisih temperatur Luas penampang dalam pipa 1.10-3 (874) (60-40) = 445 J/dt 2. 10-4 m2.96.3) (1000) = 0. Banyaknya air yang mengalir: (15.BAB III Dengan interpolasi didapat harga = 0.10-4 – 5. oC Berat keseluruhan gas: Jadi panas yang dipindahkan: Q = 25.07.7 m/dt tiap pipa dapat mengalirkan: 3.oF = 874 J/kg.22 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.208 Btu/lb.7) = 20.K Kenaikan temperatur air ialah: Temperatur keluar air menjadi 25.10-4 m3/dt Jadi diperlukan pipa sebanyak: Luas total penampang anulus menjadi 4 (3.03.474 kg/detik Cp(25 oC) air = 4180 J/kg.1.10-4) = 15. 10-4) (0.10-4 m2 Luas penampang dalam pipa 1” : Dengan kecepatan 5.4.5” : Luas penampang luar pipa 1” : Luas penampang anulus : 9.10-4 = 3.html (22 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .53 .8 .96 .

oF.jam=0.oC µ= 1. Untuk CO2: k=0.10-2 m k= 0.ft/ft2.10-4 m2 Diameter anulus = diameter setara de = 4 x faktor bentuk S Untuk perpindahan panas De=4(0.10-3 N.BAB III 3.0.K m = 0.96. Sehingga Nre harus dihitung.967.html (23 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .73)=0.0182 W/m.180 J/kg. untuk L/d = 60 (perkiraan) terbaca dari grafik untuk absis Nre = 6300: Untuk air didapat keterangan: d=de=2.10-5 N/dt.m2 Untuk aliran air: Luas penampang anulus = 3.0105(1.10-2)meter=2.105 BTU.606 W/m.dtk/m2 Cp = 4. selalu perlu diketahui apakah aliran laminar atau turbulen.967.10-2 m m25 oC = 0. Koefisien perpindahan panas Untuk dapat memilih persamaan empiris yang akan digunakan.dtk/m2 Persamaan yang akan digunakan: Dengan menggunakan grafik.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.5.10-3 N.K Cp=874 J/kg.6.

BAB III Faktor diperkirakan mendekati 1. Untuk pipa tembaga: Keliling pipa 1” rata-rata: Tahanan dinding pipa permeter pipa: Tahanan keseluruhan : Tahanan dinding pipa: Tahanan air: Tahanan gas: A=0.html (24 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .080 m2/m Panjang pipa yang diperlukan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.1587 m2 Luas permukaan pipa: 0. karena temperatur pipa diperkirakan hampir sama dengan temperatur air.

Kemudian di estimasi koefisien perpindahan kalor diantara kedua a1iran. Pada kebanyakan sistem kedua fluida ini tidak mengalami kontak langsung. Pada industri-industri kimia. Sa1ah satu a1at penukar ka1or yang sederhana terdiri dari pipa panjang di da1am suatu pipa kedua. Ana1isa dan desain yang dilakukan digunakan untuk mengaplikasikan secara praktis prinsip-prinsip dasar yang sudah dibahas sebelumnya. Alat penukar kalor berdasarkan fungsinya dapat digolongkan pada beberapa nama: 1. maka kita perlu membincangkan tentang atat penukar ka1or yang bersesuaian dengan material yang akan kita pindahkan. Lazimnya a1at penukar ka1or adalah sistim yang digunakan penukaran ka1or diantara dua fluida yang dibatasi oleh dinding pemisah.BAB IV BAB IV ALAT PENUKAR KALOR Apabila kita berhubungan dengan dua macam zat cair atau gas di da1am proses yang akan saling bertukar ka1ornya. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Kalor akan bertukar diantara fluida di da1am dan di luar pipa yaitu yang berada pada daerah anulus.html (1 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . tetapi merupakan utilitas). a1at penukar ka1or biasanya digunakan untuk pemanasan dan pendinginan proses serta a1iran produk. Kontak langsung a1at penukar ka1or terjadi sebagai contoh pada gas kalor yang terfluidisasi da1am cairan dingin untuk meningkatkan temperatur cairan atau mendinginkan gas. Exchanger: Memanfaatkan perpindahan kalor diantara dua fluida proses (steam dan air pendingin tidak termasuk sebagai fluida proses.

Pipa ganda ini terdiri dari beberapa bagian: s s s s Gland (sambungan) Return head Return bend Tee Ukuran standar yang biasa terdapat pada Penukar ka1or pipa ganda: Diameter luar. 8. 3. Boiler : Berfungsi untuk membangkitkan uap. in file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. yang dibungkus oleh pipa yang lebih besar). Cooler: Berfungsi mendinginkan fluida proses. Condenser: Berfungsi untuk mengembunkan uap atau menyerap ka1or laten penguapan. Steam biasanya digunakan sebagai media pemanas. antara dinding pipa da1am dan dinding pipa luar. 7. Dimana satu fluida menga1ir lewat pipa da1am sedangkan fluida yang lain menga1ir lewat anutus.html (2 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .BAB IV 2. Reboiler : Berfungsi sebagai pensup1ai kalor yang diperlukan bottom produk pada distilasi. Heater: Berfungsi memanaskan fluida proses. Alat ini digunakan da1am industri ska1a kecil. Beberapa jenis a1at penukar ka1or yang banyak dipakai akan dibahas berikut ini. 6.1. Vaporizer: Berfungsi memekatkan cairan selain dari air. dan sebagai bahan pendingin digunakan air. dan umumnya digunakan da1am ska1a laboratorium. Penukar ka1or pipa ganda (double pipe heat exchanger) Adalah a1at perpindahan ka1or yang terdiri dari dua pipa konsentris (pipa kecil sebagai sentra1. Alat penukar ka1or pipa a. 5. in Diameter dalam. Evaporator: Berfungsi memekatkan suatu larutan dengan cara menguapkan airnya. dan sebagai bahan pemanas a1at ini menggunakan steam. 4. 4.

terdapat berbagai macam sistem. Gambar 4. Untuk menyangga beda muai antara pipa dan mantel. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Adakalanya hal yang sebaliknya berlaku.html (3 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . dan sebagainya. memaksa medium yang mengalir di sekeliling pipa.1 terlihat suatu sketsa secara bagan dari jenis penukar ka1or ini. Penukar kalor pipa-tabung (shell and tube heat exchanger) Pada Gambar 4. Pilihan ini bergantung kepada berbagai keadaan yaitu sifat ada media (cair atau gas). Kadang-kadang medium yang akan didinginkan dibawa mela1ui pipa dan medium yang akan dipanaskan dibawa seke1i1ing pipa. terdapatnya kotoran padatan. Seluruh alat terdiri dari seberkas pipa yang dipasang diantara plat pipa. Dengan demikian dapat dicegah sudut mati dalam aparat.BAB IV 2 2½ 3 4 1¼ 1¼ 2 3 b. Untuk luas per1ukan perpindahan kalor antara 100-200 ft2 digunakan penukar kalor jenis pipa ganda. yang dapat lebih memperlancar lagi pertukaran kalor. akan tetapi dengan demikian dapat pula memperbesar kecepatan aliran. Dinding ba1ik vertikal di sekitar pipa. viskositas. Kesemuanya dibedakan berdasarkan jalur pemasukan dan pengeluaran bahan yang akan dipanaskan atau didinginkan. untuk berubah arah beberapa ka1i.1 memperlihatkan beberapa penyelesaian yang mungkin di1akukan.

Industri ska1a besar memerlukan alat perpindahan kalor dengan luas perpindahan kalor yang besar.BAB IV Gambar 4. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. dan karena banyaknya sambungan. Penukar kalor pipa tabung (shell and tube heat exchanger) Sedangkan untuk luas lebih besar dari 200 ft2 pemakaian pipa ganda akan memerlukan tempat yang luas. titik tempat terjadinya kebocoran semakin banyak.html (4 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Untuk itu lebih sesuai digunakan penukar kalor pipa tabung.1.

BAB IV Keuntungan dari tipe ini: s s s s s Konfigurasi alat ini memberikan luas permukaan yang besar dalam volume yang kecil. Mempunyai bentuk yang baik untuk operasi bertekanan. Zat yang satu menga1ir mela1ui rusuk-rusuk diantara kedua pelat sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4. (Gambar 4. Biasanya a1at ini digunakan terutama pada industri makanan dan minuman karena alat ini mudah dibersihkan dan diperiksa kembali. Menggunakan teknik fabrikasi yang sudah baik.html (5 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Penukar ka1or pendingin udara Pemakaian alat ini adalah apabi1a air pendingin yang digunakan terbatas.2.3.3) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.2. 4. Mudah dibersihkan. sehingga udara digunakan sebagai pcndingin. Dapat dikonstruksi dari sejumlah besar material. Penukar kalor pe1at Alat penukar ka1or ini terdiri dari beberapa pelat yang tersusun di da1am bingkai yang besar. 4.

2.BAB IV Gambar 4.html (6 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Penukar kalor pelat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.

3. Penukar kalor pendingin udara Masalah utama da1am perancangan alat perpindahan ka1or adalah: 1.html (7 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Dot faktor (tahanan kotoran) Tahanan kotoran adalah kotoran (kerak) yang terbentuk selama penukar kalor dioperasikan dan akan menyebabkan koefisien perpindahan kalor menjadi berkurang.BAB IV Gambar 4. RD (hitung) UC = dot faktor = koefisien perpindahan ka1or dalam keadaan bersih.

Bila dimisa1kan fluida yang 1ewat ada1ah fluida organik. Penurunan tekanan Terjadi dalam masing-masing aliran. 2.4.5-2 psi Untuk a1iran liquida (cairan). Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda Pada Alat Penukar Kalor Pipa Ganda aliran di da1am pipa dapat berupa aliran searah sepanjang pipa maupun aliran berlawanan. ∆P antara 0.. yang dihitung bila kedua permukaan pipa tidak dibersihkan.125% RD(ketentuan).. sebagai berikut: . dimana setelah itu kalor yang diijinkan menjadi 1ebih kecil dari yang dibutuhkan.BAB IV UD = koefisien perpindahan kalor dalam keadaan kotor RD(ketentuan) = dot faktor maksimum. W merupakan laju alira masa (mass file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.html (8 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Berkisar antara 100% .1) dQh =(wCp)C. Tabel 12. Analisa-analisa kedua kasus ini agak berbeda. Kita mulai dengan kesetimbangan kalor pada aliran dingin. A1iran searah ini di sebut cocurrent flow dan a1iran berlawanan disebut countercurrent flow. Harga ini merupakan batas tahanan yang maksimum. 1965). maka harga RD=O. Nilai RD (hitung) harus 1ebih besar dari RD (ketentuan). •P antara 5-10 psi. 4. Kern.(4. dalam batas-batas yang diizinkan yaitu: s s Untuk aliran uap dan gas.dTC = CCdTC dimana C = wCp Pada pernyataan ini dQh adalah kadar diferensial dimana kalor dipindahkan ke fluida dingin dari fluida panas melewati bagian diferensia1 dari penukar kalor.001 (ketentuan.

(4..(4. maka kesetimbangan untuk aliran panas hampir sama dengan aliran dingin.(4.1) dan (4.2) dipero1eh: …(4.(TH -TC) . Tahanan-tahanan seri ini ditambahkan dan didefinisikan bahwa koefisien perpindahan kalor keseluruhan. Untuk kesetimbangan panas keseluruhan. Kita sekarang mendefinisikan perbedaan temperatur diantara bagian panas dan dingin sebagai: d(TH-TC)=d(•T) Dari persamaan (4..7) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor..3) Dimana dA adalah luas pem1ukaan diferensia1 yang memisahkan kedua aliran.(4. panas yang hi1ang disamakan dengan f1uida panas untuk dibandingkan dengan fluida dingin. Terdapat tahanan konveksi pada permukaan pipa yang memisahkan dua aliran.1) dan (4. U.6) ada1ah diferensial.. dQh = -(wCp)HdTH = -CHdTH .2) dapat ditu1is: dan Substitusi persamaan (4.dA. dan diperoleh: . dan tahanan konduksi dihubungkan dengan dinding pipa itu sendiri. adalah: dQh = U.BAB IV f1ow rate) dan Cp adalah kapasitas kalor persatuan masa. Jika tidak ada kehilangan panas dari penukar kalor. dan bukan kapasitas kalor molar.6) Kesetimbangan panas persamaan (4..2) Kalor dipindahkan dari saluran panas ke aliran dingin melewati susunan tahanan termal. Pendefinisian U meliputi pemilihan apakah kita menggunakan permukaan da1am atau permukaan 1uar dari pipa dalam untuk mendefinisikan dA. berlaku untuk setiap titik disepanjang aksis penukar ka1or..html (9 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM ..4) …(4..5) .

. dengan sedikit perubahan tanda.12) kita mendefmisikan apa yang disebut log-mean temperature difference (LMTD.8 ) dapat ditulis menjadi: .8) ∆T1 dan •T2 adalah perbedaan temperatur diantara kedua aliran pada ujung penukar panas. Untuk aliran counter current diperoleh hasil yang sama.9) Persamaan diferensial untuk dT dapat diintegrasikan jika diasumsikan bahwa v ada1ah konstan disepanjang pipa.(4..html (10 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .(4.(4.. temperatur rata-rata logaritmik) sebagai: .. Diasumsikan bahwa koefisien keseluruhan U diketahui dan tidak tergantung pada arah aliran untuk bentuk geometri dan laju alir kedua aliran yang ditentukan.BAB IV Sehingga persamaan (4.. sedangkan ∆T adalah perbedaan temperatur lokal diantara a1iran panas dan dingin...(4. dengan hasil: .13) Hasil ini sama dengan definisi yang sudah diutarakan pada ana1isa a1at penukar ka1or sebelumnya pada suatu penukar kalor single-tube. Persamaan ( 4. Selanjutnya diberikan dua contoh Untuk membedakan operasi cocurrent dengan counter current.11) Jika persamaan-persamaan ini diatur kemba1i dapat diselesaikan laju perpindahan panas keseluruhan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor..12) Da1am persamaan (4. sehingga diperoleh: …(4.6) dapat ditulis sebagai: Dimana: .

Sangat tidak stabil dan sangat sukar dipertahankan sehingga metode ini jarang dipakai. atau campuran dua zat mampu kondensasi atau lebih. sehingga kondensasi itu dapat dikatakan merupakan proses tekanan tetap. s Perpindahan kalor dari uap yang mengembun (kondensasi) Uap kondensasi mungkin terdiri dari sati zat saja. Tetesan-tetesan bergabung sehingga membesar dan mengalir ke bawah tabung karena pengaruh gaya gravitasi.html (1 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . Kondensasi tetes (dropwise condensation) s Kondensat mula-mula membentuk inti nukleasi (tetesan).BAB 5 BAB V PERPINDAHAN KALOR DISERTAI PERUBAHAN FASA Perubahan fasa mencakup: Penambahan atau pengurangan energi termal dalam jumlag yang agak banyak. Suhu kondensasi hanya bergantung pada tekanan sehingga proses kondensasi zat murni merupakan proses isotermal. s s Uap dapat mengembun menurut salah satu dari dua cara berikut: 1. s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.1. 5. pada suhu tetap atau hampir tetap. mungkin berupa campuran zat mampu kondensasi dan zat tak mampu kondensasi. Rugi-rugi gesekan di dalam kondenser biasanya cukup kecil.

2.1. gliserin. Tabung Vertikal = koefisien lokal = konduktivitas termal untuk kondensat film = tebal film Koefisien rata-rata untuk tabung vertikal. Kecepatan zat air pada dinding adalah nol. ialah: …(5.1.html (2 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . 5. Suhu dinding dan suhu uap konstan. Kondensat meninggalkan tabung pada suhu kondensasi. Contoh: logam cair. Koefisien untuk kondensasi film Asumsi: s Satu-satunya tahanan terhadap aliran kalor adalah yang disebabkan oleh lapisan kondensat yang mengalir ke bawah dalam aliran laminar karena pengaruh gaya gravitasi. Kondensasi film (film-type condensation) § Lebih sering terjadi § Kondensat cair itu membentuk film atau suatu lapisan sinambung yang lalu mengalir di atas permukaan tabung karena pengaruh gaya gravitasi. nitrobenzen.BAB 5 s Terjadinya bergantung pada sifat zat cair. selama aliran kondensat di dalam film itu laminar. s s s 1.1) Dimana: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.

= pembebanan kondenat pada dasar tabung (lb/ft. Catatan: 1.3) untuk tabung vertikal diturunkan dengan pengandaian bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.4) …(5. Pada tabung horizontal. alir an film kondensat itu dapat dikatakan selalu laminar.1) dengan yang dieliminasi: 2. kf = viskositas. lb/ft. Persamaan (5. densitas. g = percepatan gravitasi. Suhu rujukan untuk menentukan mf. rf. kf : …(5. konduktivitas lapisan film.html (3 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .5) Dimana: Γ= pembebanan kondensat persatuan panjang tabung.jam).1) dan (5. Tabung Horizontal …(5.2) Dimana Tf = suhu rujukan Th = suhu uap yang kondensasi Tw = suhu permukaan luar dinding tabung Bentuk ekivalen persamaan (5.BAB 5 mf. N = jumlah tabung dalam susunan. rf.

Berapakah laju kondensasi klorobenzen dan pembebanan kondensat.3) dibuat masing-masing 1. dkk 1985) Pada sebuah kondensor selongsong dan tabung (Shell and Tube) yang menggunakan tabung te. Berapakah koefisien itu dalam kondenser horizontal yang mempunyai tabung sebanyak itu juga. Panjang tabung 5 ft.3) berlaku. Maka untuk perhitungan praktis. jika jumlah tabung rata-rata dalam susunan vertikal adalah 6. suhu dinding Tw harus ditaksir dari h. Penyelesaian: Persamaan (5. Contoh 13. Abaikan faktor pengotoran dan tahanan dinding tabung.13.ft2.1) an (5. a. Besaran dalam persamaan (5. Jika koefisien sisi air adalah 400 BTU/jam. klorobenzene mengkondensasi pada tekanan atmosfer di dalam selongsongnya.html (4 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . 2. Air pendingin dengan suhu rata-rata 175 oF mengalir di dalam tabung.2). koefisien pada persamaan (5.BAB 5 aliran kondensat itu laminar.108 ft/jam2 L = 5 ft Suhu kondensi Th adalah 270 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. Bila kecepatan fase uap di dalam kondenser itu cukup besar. yaitu koefisien film kondensat.76 dan 1. b.17.1. Dalam menghitung Tf. Kalor laten kondensasi klorobenzen adalah 139. baga vertikal dengan diameter ¾ in 16 BWG. tetapi sifat-sifat kondensat harus dievaluasi pada suhu rujukan Tf.3) yang dapat langsung ditentukan adalah: l= 139 BTU/lb g = 4. Karena itu diperlukan perhitungan coba-coba (trial and error).oF. (Mc Cabe.7 BTU/lb. yang diberikan oleh persamaan (5. seret uap itu juga dapat menimbulkan keturbulenan pada lapisan kondensat sehingga koefisien film kondensasi menjadi jauh lebih besar.

1985) (lamp.13 sebagaimana disarankan: Suhu dinding didapatkan dari persamaan : Do=0.42) = 0. I. dari persamaan (5.2) ialah: Tf = 27. 1985) Taksiran pertama h.0625 ft Suhu dinding : Tw=175+33 = 208 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.3 (2. Dianggap Tw = 205 oF Penurunan suhu ∆T = 270 – 205 = 65 oF Suhu rujukan.html (5 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .jam (lamp.726 lb/ft. 10 Mc Cabe dkk.¾ (270 – 205) = 221 oF Densitas dan konduktivitas termal zat cair hanya mengalami perubahan kecil dengan suhu sehingga dianggap tetap pada nilai-nilai berikut: rf = 65.4 lb/ft3 kf = 0.75/12 = 0.jam.BAB 5 Suhu dinding Tw tentulah berada diantara 175 dan 270 oF.083 BTU/ft. oF Viskositas film itu adalah: mf = 0. dengan menggunakan koefisien 1. 13 Mc Cabe dkk.

(5.893 Btu/jam. Koefisien h = 179 Btu/ft2. Pembebanan kondensat: dan b.9815 ft2 Laju perpindahan kalor menyeluruh menjadi: = 179 (0.68 lb/ft. mT = laju kondensasi total.jam.28 (2. N=6 •To = 270 – 215 = 55 oF Do = 0.5) Koefisien untuk klorobenzen mungkin lebih besar dari bagian (a) sehingga suhu dinding Tw sekarang diperkirakan 215 oF.oF Selanjutnya diperiksa apakah aliran itu laminar seluruhnya. Luas permukaan luar setiap tabung ialah: Ao = 0. Untuk kondensor horizontal digunakan pers.jam file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.0625 ft mf = 0.42) = 0.BAB 5 Nilai ini cukup dekat dengan taksiran 205 oF sehingga perhitungan selanjutnya tidak diperlukan lagi.1963 (5) = 0.9815) (270 – 208) = 10.html (6 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .

BAB 5

Tw = 175 + 43 = 218 oF Nilai ini sesuai dengan nilai taksiran 215 oF sehingga tidak diperlukan lagi trial berikutnya. Koefisien h ialah 270 Btu/ft2.jam. oF.

5.2. Perpindahan kalor ke zat cair yang mendidih Contohnya pada operasi evaporasi, distilasi, pembangkitan uap, pengolahan minyak bumi, pengendalian suhu pada reaksi kimia zat cair yang mendidih. Untuk tabung horizontal yang terbenam didalam zat cair mendidih. …(5.7) Dimana: = koefisien perpindahan panas = viskositas uap = penurunan suhu melintas uap = konduktivitas termal uap = densitas zat cair, densitas uap Do = diameter luar tabung pemanasan = selisih rata-rata antara entalpi zat cair dan entalpi uap panas lanjut.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (7 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

…(5.8) = kalor laten penguapan Cp = kalor spesifik uap pada tekanan tetap = panjanng gelombang-gelombang yang terkecil yang amplitudonya dapat berkembang pada antar muka datar yang horizontal. …(5.9) = tegangan antarmuka antara zat cair dan uap. Contoh 13.2 McCabe dkk, 1985: Freon (CCl3F) didihkan pada tekanan atmosfer dengan tabung tercelup horizontal yang diameter luarnya 1,25 in. Titik didih normal freon ialah 74,8 oF. Dinding tabung berada pada suhu 300 oF. Sifat-sifat freon 11 adalah sebagai berikut: = 91,3 lb/ft3 = 78,3 Btu/lb = 0,013 cP = 19 dyne/cm Cp = 0,145 Btu/lb.oF kv=BTU/ft.jam.oF Hitung koefisien perpindahan kalor, ho, dan fluks kalor q/A. Penyelesaian: = 0,013 (2,42) = 0,0314 lb/ft.jam = 300 – 74,8 = 225,2 oF Suhu film uap rata-rata = (300+74,8)/2 = 187,4 oF
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (8 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

= 91,3 lb/ft3; BM=137,5 ; Do = 1,25/12 = 0,104 ft Pada suhu film rata-rata: Pada titik didih: Dari persamaan (5.8) : Dari persamaan (5.9) anggap gc/g = 1 lb/lbf.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (9 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair. Dalam situasi-situasi tertentu. zat cair pekat itulah yang merupakan produk yang berharga dan uapnya biasanya dikondensasikan dan dibuang. dan walaupun uap itu merupakan campuran. dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha untuk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. Tetapi. Air yang mengandung mineral seringkali diuapkan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Pendahuluan Evaporasi adalah salah satu kaedah utama dalam industri kimia untuk memekatkan larutan yang encer. dan bukan zat padat. Evaporasi berbeda dari kristalisasi dalam hal penekanannya disini ialah pada pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal. Evaporasi dilaksanakan dengan menguapkan sebagian dari pelarut sehingga didapatkan larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. Sebab evaporasi kadangkadang menghasilkan lumpur kristal di dalam larutan induk. Evaporasi bertujuan untuk memekatkan larutan yang terdiri dari zat terlarut yang tidak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. garis pemisah antara evaporasi dan krista1isasi tidaklah dapat dikatakan tegas.BAB VI BAB VI PROSES EVAPORASI 6. dalam suatu situasi tertentu. Pengertian umum dari evaporasi ini adalah menghilangkan air dari larutan dengan mendidihkan larutan didalam tabung yang sesuai yang disebut evaporator. Lazimnya.html (1 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . misalnya pada penguapan air asin untuk membuat garam. Evaporasi berbeda pula dari distilasi karena disini uapnya biasanya komponen tunggal. kebalikannyalah yang benar. kadang-kadang zat cair yang sangat viskos.1. Dalam kebanyakan proses evaporasi. pelarut yang digunakan adalah air. Evaporasi tidak sama dengan pengeringan. dalam evaporasi.

sebagian besar dikembalikan ke laut. Keterangan Sisa penguapan adalah zat cair.Proses 1. 2. 2. Konsentrasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI mendapatkan hasil yang bebas zat padat untuk umpan ketel didih. Evaporasi ≈Kristalisasi : contohnya pada penguapan air asin untuk membuat garam Evaporasi ≈ Distilasi : contohnya pada penguapan air yang mengandung mineral untuk umpan ketel (boiler). Jika uap berupa campuran. Teknik ini biasa disebut disti1asi air (water distillation). dan untuk konsumsi manusia. 2. Biasa disebut distilasi air. Variasi dalam karakteristik cairan itulah (yang menuntut keahlian dan pengalaman para insinyur dalam merancang dan mengoperasikan evaporator) yang menyebabkan operasi ini meluas dari perpindahan kalor sederhana menjadi suatu seni tersendiri. Evaporasi ≠ Kristalisasi 1. Proses-proses evaporasi skala besar sudah banyak dikembangkan dan digunakan untuk membuat air minum dari air laut. Permasalahan disini adalah pemekatan larutan Permasalahan: pembuatan zat padatatau kristal. distilasi dan kristalisasi: Proses (1≠2) Evaporasi ≠ Pengeringan No. kadang-kadang zat cair yangsangat viskos Sisa penguapan adalah zat padat Uap biasanya komponen tunggal. tidak ada usaha untuk memisahkan menjadi fraksi-fraksinya Uap sering berupa campuran dan akan dipisah menjadi fraksi-fraksinya. Berikut ini adalah beberapa sifat penting dari zat cair yang divaporasikan. Evaporasi ≠ Distilasi 1. Di sini hasil yang dikehendaki adalah air kondensasi. tetapi dari segi proses adalah evaporasi. Penyelesaian praktis terhadap masalah evaporasi sangat ditentukan oleh karakteristik zat cair yang akan dikonsentrasikan. Hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan air dalam umpan yang dipulihkan. Tabulasi perbedaan evaporasi dengan pengeringan.html (2 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . karena persyaratan khusus proses. tetapi dari segi teknik proses itu adalah evaporasi.

tetapi jika konsentrasinya meningkat. pembersihan itu tidak mudah dan memakan biaya. Jika zat cair jenuh didihkan terns. atau jika tidak. Dalam mengkonsentrasikan bahanbahan seperti itu diperlukan teknik khusus untuk mengurangi suhu zat cair dan menurunkan waktu pemanasan. Densitas dan viskositasnya meningkat bersamaan dengan kandungan zat padatnya. Busa yang stabi1 akan ikut ke luar evaporator bersama uap. hingga larutan itu menjadi jenuh. lebih-Iebih zat-zat organik. Titik didih larutanpun dapat meningkat dengan sangat cepat bila kandungan zat padatnya bertambah. Dalam hal-hal yang ekstrim. Pembentukan busa Beberapa bahan tertentu. menjadi terlalu lamban sehingga tidak dapat melakukan perpindahan kalor yang memadai. sehingga suhu didih larutan jenuh mungkin jauh lebih tinggi dari titik didih air pada tekanan yang sama. Kerak Beberapa larutan tertentu menyebabkan pembentukan kerak pada permukaan pemanasan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Bi1a kerak itu keras dan tak dapat larut. Hal ini menyebabkan koefisien menyeluruh makin lama makin berkurang sampai akhimya kita terpaksa menghentikan operasi evaporator untuk membersihkannya. kristal-kristal ini harus dipisahkan karena. membusa pada waktu diuapkan. Bisa menyebabkan tabung evaporator tersumbat. bahan kimia farmasi. keseluruhan masa zat cair itu mungkin meluap ke dalam saluran uap keluar dan terbuang. dan bahan rnakanan dapat rusak bila dipanaskan pada suhu sedang selama waktu yang singkat saja. larutan itu akan makin bersifat individual.BAB VI Walaupun cairan encer yang diumpankan ke dalam evaporator mungkin cukup encer sehingga beberapa sifat fisiknya sama dengan air. dan menyebabkan banyaknya bahan yang terbawa ikut. maka akan terjadi pembentukan kristal.html (3 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Kepekaan terhadap suhu Beberapa bahan kimia berharga.

2. Jika uap dari satu evaporator dimasukkan ke dalam rongga uap (steam chest) evaporator kedua. bahaya ledak. baja tahan karat. dan timba1. antara lain kalor spesifik. uap dari zat cair yang mendidih dikondensasikan dan dibuang.05 atm abs. diperlukan 1 sampai 1. titik beku. nikel. dibawah 3 atm abs. banyak larutan yang merusak bahan-bahan besi.html (4 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .kira 0. Jenis-Jenis Evaporator Kebanyakan evaporator dipanaskan menggunakan uap yang dikondensasikan di atas tabungtabung logarm. atau menjadi terkontaminasi oleh bahan itu. yaitu sampai kira.3 lb uap. Bila kita menggunakan satu evaporator saja. grafit tak-tembus. maka operasi ini akan menjadi efek dua ka1i atau efek-dua (double effect). aluminium. Walaupun sederhana. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporator mana yang dipilih untuk suatu masalah tertentu bergantung terutarma pada karakteristik zat cair itu. Berkurangnya suhu didih zat cair menyebabkan beda suhu antara uap dan zat cair yang mendidih itu meningkat. sifat racun. namun proses ini tidak efektif dalam penggunaan uap. Karena itu digunakan juga bahan-bahan konstruksi khusus seperti tembaga. dan uap dari evaporator kedua dimasukkan ke dalam kondenser. Bahan yang dievaporasikan biasanya mengalir di dalam tabung.BAB VI Bahan konstruksi Bila memungkinkan. maka laju perpindahan kalor harus tinggi agar dapat menurunkan biaya pokok peralatan. 6. Akan tetapi. Uap yang digunakan biasanya adalah uap bertekanan rendah. evaporator sebaiknya dibuat dari baja. dengan demikian laju perpindahan kalor di da1am evaporator itu meningkat pula. Banyak karakteristik lain zat cair juga perlu mendapat perhatian dari perancang evaporator. kalor konsentrasi. pembebasan gas pada waktu mendidih. Oleh karena bahan-bahan ini relatif mahal. Oleh karena adanya variasi dalam sifat-sifat zat cair maka dikembangkan berbagai jenis rancangan evaporator. zat cair yang mendidih biasanya berada da1am vakum sedang. dan persyaratan operasi steril (suci hama. Untuk menguapkan l lb air dari larutan. radioaktivitas. Metoda ini disebut sebagai evaporasi efek-tunggal (single-effect evaporation).

Tabung horizontal diliputi dan dikelilingi oleh sirkulasi yang alami dari cairan yang mendidih sehingga meminimumkan pengadukan cairan.vertikal tabung panjang a.ft2. Evaporator film aduk 6. Sirkulasi paksa .2. Evaporator. Evaporator tabung horizontal 2. menjadi harmpir lipat dua. Larutan yang akan dievaporasikan berada di luar tabung horizontal dan uap mengalir di dalam tabung horizontal. suhu didih.1 adalah merupakan evaporator jenis klasik yang telah lama digunakan. Aliran ke bawah (film-jatuh) c.BAB VI Ka1or uap yang semula digunakan lagi da1am efek yang kedua. dan sifat larutan yang dievaporasikan. Efek ini dapat ditambah lagi dengan cara yang sama. 3. ini bermanfaat khususnya untuk mengevaporasikan larutan yang viskos. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Sebagai hasilnya maka pada evaporator jenis ini dijumpai koefisien perpindahan panas keseluruhan yang lebih rendah berbanding pada evaporator jenis lain.1 Evaporator Tabung-Horizontal Evaporator tabung-horizontal sebagaimana yang ditunjukkan pada Gambar 6. dan evaporasi yang didapatkan oleh satu satuan masa uap yang diumpankan ke da1am efek pertama.0F (1100-2300 W/m2K) akan didapatkan. yang tergantung pada perbedaan suhu keseluruhan. Metoda yang umum digunakan untuk meningkatkan evaporasi per lb uap dengan menggunakan sederatan evaporator antara penyediaan uap dan kondenser itu disebut sebagai evaporasi efek-berganda (multiple effect evaporation). Evaporator tabung horizontal biasanya digunakan untuk kapasitas yang kecil dan untuk mengevaporasikan larutan yang encer dan larutan ini tidak berbusa dan tidak meninggalkan deposit padatan pada tabung evaporator .html (5 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Jenis-jenis utama evaporator tabung dengan pemasukan uap yang lazim dipakai adalah: 1. Aliran ke atas (film-panjat) b. Koefisien keseluruhan yang berada antara 200-400 Btu/jam.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (6 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

cairan umpan dilewatkan melalui tabung hanya satu kali lewat saja. Seluruh evaporasi dilaksanakan dalam satu lintas (lawatan) saja. Evaporator Tabung Horizontal 6. Pada kedua evaporator ini larutan mendidih di dalam tabung vertika1 dan media pemanas di luar tabung vertikal.2.2. Evaporator ini merupakan pengembangan dari evaporator tabung-panjang. terdapat beberapa lubang keluaran cairan atau produk dan tidak hanya satu seperti ditunjukkan pada Gambar 6.2. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.3 secara berturutan.html (7 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dan cairan yang tidak menguap mengalir ke bawah dan keluar melalui anulus yang terletak di bahagian dasar evaporator. Evaporator satu 1intas dan evaporator sirku1asi ditunjukkan pada Gambar 6. Evaporator Satu Lintas Dan Evaporator Sirkulasi Evaporator dapat dioperasikan sebagai unit satu lintas atau sebagai unit sirkulasi. Pada instalasi yang besar.BAB VI Gambar 6. Pendidihan atau pemanasan cairan di dalam tabung akan menyebabkan aliran naik ke atas melewati tabung. Media pemanas yang digunakan biasanya uap yang terkondensasi.1. Pada evaporator satu lintas.2 dan Gambar 6. uapnya lepas dan keluar dari unit itu sebagai cairan pekat.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (8 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. cairan pekat itu hanya sebentar saja berada dalam suhu didihnya. sehingga evaporator jenis ini sesuai untuk operasi efek berganda. Suhu zat cair dapat dijaga rendah dengan mengoperasikan unit ini dalam vakum tinggi. Evaporator film aduk (agitated film evaporator) selalu dioperasikan dalam satu lintas saja. Evaporator satu lintas Rasio evaporasi terhadap umpan dalam unit satu lintas itu adalah terbatas.2.BAB VI Gambar 6.html (9 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dan dapat didinginkan dengan cepat begitu keluar dari evaporator. di mana pemekatan tota1 terbagi-bagi dalam beberapa efek. Dengan sekali lewatan cepat melalui tabung-tabung evaporator. tetapi evaporator film jatuh (falling-film evaporator) dan evaporator film panjat (climbing film-evaporator) dapat pula dioperasikan dengan cara ini.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (10 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

dan titik didihnya selalu mendekati maksimum. harus selalu berada dalam konsentrasi maksimum. suhu zat cair lindak dapat dijaga pada tingkat yang tidak merusak. Evaporator sirkulasi Pada evaporator sirkulasi (circulation evaporator) terdapat suatu kolam zat cair di dalam alat itu. di lain pihak. Walaupun waktu menetap (residence time) zat cair itu dalam zone pemanasan barangkali singkat saja. oleh karena itu. tetapi zat cair itu akan berulang kali berada dalam kontak dengan tabung panas. sehingga hanya sebagian saja dari keseluruhan evaporasi yang berlangsung dalam satu lewatan.html (11 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . serta densitas. Evaporator sirkulasi tidak terlalu cocok untuk memekatkan zat cair yang peka terhadap panas. Sebagian dari zat cair itu dengan demikian. Pemanasan yang terlalu lama atas sebagian kecil sajapun dari bahan peka-panas seperti makanan akan dapat menyebabkan keseluruhan produk itu rusak. dan campuran itu lalu dialirkan melalui tabung-tabung evaporator. Zat cair yang tidak menguap dikeluarkan dari tabung dan kembali ke kolam. sebagian dari zat cair itu mungkin tertahan di dalam evaporator selama beberapa waktu.3. dan cocok pula untuk evaporasi efek tunggal. Umpan masuk akan bercampur dengan zat cair di dalam kolam. koefisien perpindahan kalornya akan cenderung rendah. maka konsentrasi. Semua cairan dalam kolam. evaporator film panjat biasanya adalah unit sirkulasi. Dengan menggunakan vakum yang cukup baik. Evaporator sirkulasi. Evaporasi sirkulasi paksa semuanya dioperasikan dengan cara ini. dapat beroperasi dengan jangkau konsentrasi yang cukup luas antara umpan dan cairan pekat dalam satu unit saja. viskositas. dimana aliran berlangsung melalui tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Alal ini dapat dioperasikan dengan sirkulasi alamiah. Akibatnya. akan terpanaskan hingga suhu yang kelewat tinggi. Oleh karena zat cair yang masuk tabung itu mengandung beberapa bagian cairan pekat di dalam setiap bagian umpan.BAB VI Gambar 6. Cairan pekat dari evaporator sirkulasi dikeluarkan dari kolam.

4 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun vertikal dan berada di dalam tabung. akan tetapi tidak sesuai untuk digunakan untuk mengevaporasikan larutan yang sangat viskos. larutan yang mudah membentuk busa atau untuk menguapkan larutan dalam masa yang singkat.html (12 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . tabung-tabung didalamnya dipasang secara rolling dan welding dan tidak secara packing seperti pada evaporator tabung horizontal. di mana aliran dilaksanakan dengan pompa. dapat pula dengan sirkulasi paksa.500 Btu/jam.2. Kedua evaporator satu lintas dan evaporator sirku1asi juga mempunyai kelebihan operasional berbanding dengan evaporator tabung horizontal. sirkulasi alami yang dihasilkannya mempunyai kecepatan 1 hingga 3 ft/detik sehingga koefisien perpindallan panas pada evaporator ini lebih tinggi dibandingkan evaporator tabung horizontal yaitu pada rentang 200. perbedaan suhu keseluruhan. Pada kedua jenis ini. akan tetapi untuk evaporator jenis sirkulasi. Gambar 6. 6. Evaporator ini dapat digunakan untuk larutan yang membentuk deposit padatan. maupun titik didih larutan. dan koefisien perpindahan panasnya menjadi kecil. maka aliran sirkulasi yang terjadi akan bergerak dengan lambat. Pada evapoator satu lintas dan juga evaporator sirkulasi.BAB VI dengan disebabkan oleh perbedaan densitas. karena padatan yang terbentuk di dalam tabung dapat dihilangkan dengan pembersihan mekanis.5.3. Sehingga kedua-dua evaporator vertikal ini adalah sangat berguna untuk kebanyakan proses evaporasi.ft2. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.oF (1100-2800 W/m2K) tergantung kepada baik sifat larutan.4 dan Gambar 6. Evaporator ini juga dapat menangani cairan yang viskos. Evaporator Sirkulasi Paksa Evaporator sirkulasi paksa mempunyai bentuk seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6.

html (13 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

caitan yang akan dievaporasikan dipompakan melewati penukar panas (heat exchanger) dimana media pemanas mengelilingi pipa-pipa yang membawa cairan yang akan dievaporasikan. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Pemanas Vertikal di dalam Tabung Gambar 6. pada saat cairan memasuki ruang kosong di dalam tabung. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.5 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun horizontal dan terletak terpisah dengan tabung. sehingga uap yang dihasilkan akan tersembur keluar.4. Pada evaporator sirkulasi paksa. Gabungan penurunan tekanan dan head hidrostatik di dalam alat ini adalah cukup besar untuk mencegah larutan mendidih di dalam pipa penukar panas.BAB VI Gambar 6.html (14 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

5. dari pada evaporator dengan permukaan perpindahan panas yang terletak di da1am badan tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. di dalam ruang kosong diletakkan sekat yang berguna untuk memisahkan uap dari larutan yang masih ada. Evaporator sirkulasi paksa yang moderen biasanya ditengkapi dengan pemanas yang terletak di luar tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6. Desain sekat yang tepat diperlukan untuk mencegah penggabungan gelembung-gelembung kecil cairan dan juga untuk mencegah perubahan arah dari aliran cairan.html (15 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .5. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Elemen Pemanas Terpisah Horizontal Karena kecepatan semburan ada1ah tinggi.BAB VI Gambar 6.

pendidihan dapat dengan mudah dicegah dengan cara meletakkan pemanas pada posisi yang lebih rendah dibandingkan letak ruang pelepasan.4. sehingga kecepatan sirkulasi keseluruhan yang melalui pipa adalah beberapa kali lebih besar dari kecepatan umpan. Fraksi dari cairan yang menguap ketika melewati pipa akan menjadi kecil. (2) sebuah separator (pemisah) atau ruang uap (vapour space) untuk memisahkan zat cair yang terbawa ikut dari uap. dan (3) bila a1at ini dioperasikan sebagai unit sirkulasi. Pada evaporator dengan pemanasan di luar . sebuah kaki pemulang (return leg) untuk mengembalikan zat cair dari separator ke bagian bawah penukar panas. dan sifat-sifat sistem. adalah merupakan hal yang penting untuk mencegah pendidihan di dalam pipa-pipa elemen pemanas. Pendidihan ini akan meningkatkan kejatuhan larutan dan menjadikan koefisien pendidihan menjadi dua ka1i lebih besar berbanding dengan tanpa pendidihan. Evaporator Vertikal Tabung Panjang Contoh evaporator vertikal tabung panjang dengan alian zat cair ke atas terlihat pada Gambar 6. Evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas terpisah juga merupakan evaporator yang berbentuk lebih kompak sehingga dapat dipasang pada ruang dengan tinggi atap yang rendah.html (16 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Bagian-bagian utama evaporator jenis ini ialah : ( 1) sebuah penukar panas jenis tabung dengan uap dalam selongsong.6. pendidihan akan terjadi disepanjang pipa-pipa pemanas. Hal ini tidak dapat dilakukan dengan mudah jika permukaan penukar panas berada di dalam badan evaporator.2. dan zat cair yang akan dipekatkan di dalam pipa/tabung. Tabung-tabungnya biasanya mempunyai panjang 12 hingga 20 ft dengan diameter 1 sampai 2 inci. titik didih. Dalam mengevaporasikan cairan umpan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. 6. Pada evaporator sirkulasi paksa. koefisien perpindahan panas akan bergantung kepada kecepatan sirkulasi. untuk mengurangi terbentuknya endapan-endapan padatan di dalam pemanas.BAB VI 6.4. Penggunaan pemanas di luar tabung akan menjadikan evaporator ini lebih sering digunakan karena pembersihan pipa-pipa pemanas dan penggantian pipa-pipa yang mengalami korosi lebih mudah dilakukan. Pada tingkat sirkulasi yang rendah.

Di dekat puncak tabung. agar pembersihan lebih mudah djlakukan. sambil menerima kalor dari uap. biasanya pada suhu disekitar suhu kamar. uap itu dibuat menumbuk seperangkat sekat. yang tidak panjang. Evaporator seperti Gambar 2. Selain itu evaporator ini juga sangat berguna untuk digunakan menangani material yang sensitif terhadap panas karena evaporator ini dapat dioperasikan tanpa proses resirkulasi. masuk ke dalam sjstem dan bercampur dengan zat cair yang kembali dari separator.BAB VI Alat itu mempunyai lubang masuk masing-masing untuk zat cair umpan dan untuk uap. Tingkat evaporasi tiap-tiap lewatan (pass) pada jenis ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan jenis-jenis evaporator sirkulasi lainnya dan evaporasi masih dapat ditingkatkan dengan menambah panjang tabung-tabung pemanas atau dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Dari tabung itu.6 hanya dapat bekerja sebagai unit sirkulasi saja. Untuk membantu pemisahan tetes-tetes zat cair. Di dalam zat cair itu terbentuk gelembung-gelembung sehingga meningkatkan kecepatan liniernya dan meningkatkan laju perpindahan panas. penukar panas dari evaporator ini dapat diletakkan di luar badan evaporator. Umpan encer.html (17 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . lalu mengalir melewati sekat itu sebelum keluar dari separator. Pada zone ini gelembung uap berganti-ganti dengan potongan zat cair dalam tabung naik dengan cepat melalui tabung dan keluar dengan kecepatan tinggi dari ujung atas tabung. gelembung itu bertambah besar dengan cepat. sehingga kecepatan linier uap menjadi jauh berkurang. Umpan jtu mengalir ke atas di dalam tabung sebagai zat cair pada jarak tertentu. campuran zat cair selanjutnya masuk ke dalam separator. Fraksi yang diuapkan pada evaporator ini biasanya lebih besar dibandingkan pada operasi sirkulasi paksa. Walaupun evaporator ini tidak dapat digunakan untuk zat cair yang viskos. dan gas takmampu kondensasi yang terkandung dalam uap. kondensat uap. Zat cair dan uap mengalir ke atas di dalam tabung sebagai akibat dari peristiwa didih zat cair yang terpisah kembali ke dasar tabung dengan gravitasi. akan tetapi evaporator vertikal tabung panjang sangat efektif untuk memekatkan cairan yang mempunyai kecenderungan untuk berbusa. Busa itu akan pecah bila campuran zat cair dan uap berkecepatan tinggi menumbuk sekat di bagian kepala uap. Diameter separator itu lebih besar dari diameter penukar panas. cairan pekat. Jika diperlukan. lubang keluar masing-masing untuk uap.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. misalnya dengan menyemprotkan cairan ke dinding tabung. Masalah yang mungkin timbul dalam mengoperasikan evaporator ini adalah pada saat mendistribusikan zat cair ke dalam tabung-tabung atau tube.BAB VI mendinginkannya.html (18 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Koefisien perpindahan panas evaporator ini dapat dihitung dengan menggunakan persamaan Nusselt. Pendistribusian harus dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga level cairan.

5. seperti air jeruk.2. dan yang mengharuskan waktu kontak yang singkat sekali dengan permukaan panas dapat diatasi dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporator Vertikal Tabung Panjang 6.html (19 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .6.BAB VI Gambar 6. Evaporator Film Jatuh Masalah pemekatan bahan-bahan yang sangat peka terhadap panas.

yang panjang. Hal ini memungkinkan volume aliran yang lebih besar melalui tabung dibandingkan dengan pada operasi sekali lintas. dan korosif. angka Reynolds fi1m-jatuh harus lebih besar dari 2000 pada setiap titik di dalam tabung. Tabung-tabungnya biasanya agak besar. Selama berlangsung evaporasi. Evaporator Film Turbulen Akhir-akhir ini banyak dikembangkan evaporator modern yang bertujuan untuk menangani bahan yang viskos. Masalah utama dengan evaporator film-jatuh ialah dalam mendistribusikan zat cair itu secara seragam menjadi film di bagian dalam tabung. peka. Evaporator filmjatuh tanpa sirku1asi dengan waktu tinggal yang sangat singkat dapat menangani produk-produk yang peka yang tidak dapat ditangani dengan cara lain. Alat ini juga sesuai sekali untuk memekatkan zat cair viskos. vertikal. Evaporator film-turbulen sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6.6. kemudian keluar dari bawah.html (20 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dan dilengkapi dengan separator zat cair uap di bawah. zat cair masuk dari atas. Cara lain ialah dengan menggunakan nosel penyemprot di dalam setiap tabung. dan distributor/penyebar zat cair di atas. Pada evaporator film-jatuh satu lintas.7 merupakan evaporator yang banyak digunakan untuk tujuan tersebut karena dapat menangani file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dan keluar dari bagian bawah unit itu.BAB VI evaporator film jatuh. Untuk mendapatkan perpindahan kalor yang baik. Bila sirkulasi dapat dilakukan tanpa menimbulkan kerusakan pada zat cair. Evaporator ini bentuknya menyerupai sebuah penukar panas jenis tabung.2. berdiameter 2 hingga 10 inci. 6. dapat pula dipasang distributor 'kalajengking' dengan lengan-lengan radial untuk menyemprotkan umpan dengan laju stedi ke dalam permukaan dalam setiap tabung. sehingga jum1ah pemekatan yang dapat dilaksanakan da1am satu lewatan terbatas seka1i. lalu mengalir ke bawah di dalam tabung panas itu dalam bentuk film. distribusi zat cair pada lubang itu dapat dipercepat dengan melakukan daur ulang zat cair itu ke puncak tabung. Tabung-tabung itu diberi sisip pada ujungnya yang memungkinkan zat cair mengalir dengan teratur ke setiap tabung itu. kuantitas zat cair berkurang secara kontinu selama ia mengalir dari puncak tabung ke dasarnya. Uap yang keluar dari zat cair itu biasanya terbawa turun bersama zat cair. Hal ini dilakukan dengan menggunakan seperangkat plat logam berlubang-lubang (perforasi) yang ditempatkan lebih tinggi di atas plat tabung yang dipasang dengan teliti agar benar-benar horisontal. Atau.

sehingga menumbuk plat-plat vertikal yang stasioner. Pada evaporator ini. Uap bebas zat cair itu lalu keluar melalui lubang ke luar pada bagian atas unit itu. Umpan masuk dari puncak bagian bermantel dan disebarkan menjadi film tipis yang sangat turbulen dengan bantuan daun-daun vertika1 agitator (pengaduk) itu. berlumpur bahkan kering. tahanan pokok terhadap perpindahan panas menyeluruh dari uap kepada zat cair yang mendidih di dalam evaporator terletak pada sisi-sisi zat cair. Cara lain untuk meningkatkan keturbulenan ada1ah dengan pengadukan mekanik terhadap film zat cair itu.BAB VI baik bahan yang viskos.html (21 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . setiap cara yang dapat mengurangi tahanan itu akan memberikan perbaikan yang berarti terhadap koefisien perpindahan panas menyeluruh. Konsentrat keluar dari bawah bagian bermantel. Oleh karena itu. Di dalam separator. Dalam evaporator tabung panjang. kecepatan zat cair di dalam tabung itu tinggi. Evaporator itu merupakan modifikasi daripada evaporator film jatuh yang mempunyai tabung tunggal bermantel. Tetesan-tetesan itu bergabung (koalesensi) pada plat ini dan kembali ke bagian evaporasi. uap naik dari zone penguapan masuk ke dalam bagian tak bermantel yang diametemya agak lebih besar dari tabung evaporasi. zat cair yang terbawa ikut dilemparkan ke arah luar oleh daun-daun agitator.7. dan laju perpindahan kalorya besar. seperti dalam evaporator pada Gambar 6. lebih-lebih yang menggunakan sirkulasi paksa. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. di mana di dalam tabung itu terdapat sebuah pengaduk. Zat cair itu sangat turbulen.

BAB VI Gambar 6. Sebagaimana juga pada evaporator jenis lain. Dengan bahan-bahan yang sangat viskos.html (22 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . koefisien itu nyata lebih besar dari yang didapatkan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporator film Turbulen Keunggulan utama dari evaporator film aduk ialah kemampuannya menghasilkan laju perpindahan kalor yang tinggi pada zat cair viskos.7. tetapi dalarn rancang ini penurunan itu cukup 1ambat. koefisien menye1uruh turun dengan cepat bila viskositas naik. Produk evaporasi bisa mencapai viskositas sampai setinggi 1000 P pada suhu evaporasi.

dan jauh lebih besar daripada unit sirkulasi alamiah. Kapasitas Evaporator Untuk evaporator jenis tabung dengan pemanasan uap. atau: Jika umpan masuk evaporator itu berada pada suhu didih sesuai dengan tekanan absolut ruang uapnya. menurut definisi dari koefisien perpindahan kalor menyeluruh. dan penurunan suhu menyeluruh ∆T. A. Jika umpannya dingin. antibiotika dan sari buah. kesan kedalaman cairan dan percepatan perlu untuk diketahui. U.html (23 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . jauh di bawah kapsitas evaporator bertabung banyak. Jika zat terlarut bersifat non volatil dan untuk operasi evaporasi.3. kalor yang diperlukan untuk memanaskannya sampai suhu didih mungkin cukup tinggi. demikian juga halnya dengan kesan dari konsentrasi zat cair sewaktu berada pada titik didihnya.BAB VI pada evaporator sirkulasi paksa. lateks karet. Kelemahannya ialah biayanya yang tinggi. kesan konsentrasi dapat diestimasi dengan menggunakan hukum Raoult dan Dalton sebagai berikut: dimana a dan b merupakan simbol untuk menyatakan solute (zat terlarut) dan solvent (pelarut) secara berturutan. adanya bagian-bagian dalam yang bergerak. Kapasitas didefinisikan sebagai banyaknya pon air yang diuapkan perjam. yaitu hasil kali dari tiga faktor: luas permukaan perpindahan panas. dan kapasitasnya menjadi q. Evaporator fi1m aduk sangat efektif dengan produk viskos yang peka panas. semua kalor yang berpindah melalui permukaan pemanas dapat digunakan untuk evaporasi. koefisien perpindahan panas menyeluruh. Untuk larutan ideal. karena kalor yang digunakan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. sehingga kapasitasnya untuk suatu nilai q tertentu akan berkurang sesuai dengan itu. 6. maka laju perpindahan panas q melalui permukaan pemanasan suatu evaporator. yang mungkin memerlukan perawatan dan pemeliharaan dan kapasitas setiap unitnya kecil. maka performa evaporator diukur berdasarkan atas kapasitas evaporator tersebut. Jika zat cair dievaporasikan. seperti gelatin.

jika tekanannya diketahui. kenaikan titik didih itu dapat dicari dengan mudah dengan menggunakan aturan empirik yang dikenal sebagai kaedah Duhring yang menyatakan bahwa titik didih suatu larutan tertentu merupakan fungsi linier dari titik didih air mumi pada tekanan yang sama. akan didapat suatu garis lurus. jika umpan itu berada pada suhu di atas titik didih pada ruang uap. Kenaikan titik didih ini harus dikurangkan dari penurunan suhu yang diramalkan dari tabel uap. sebagaimana jika kita membaca suhu uap yang kondensasi. Pada beberapa evaporator. Kenaikan titik didih di atas titik didih air ini dikenal sebagai kenaikan titik didih larutan. Bila zat cair itu mempunyai karakteristik seperti air murni. garis-garis itu sangat mendekati lurus. dalam evaporator nyata titik didih larutan dipengaruhi oleh dua faktor. kita dapatkan pula garis-garis yang berbeda. Penurunan suhu nyata melintas permukaan pemanasan bergantung pada larutan yang diuapkan. Untuk larutan pekat. Untuk konsentrasi yang berlainan.BAB VI memanaskan umpan tidak dapat digunakan untuk evaporasi. sebagian dari umpan akan menguap secara spontan melalui penyeimbangan adiabatik dengan tekanan ruang-uap. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. kaedah ini tidak eksak. Jadi. Tekanan uap kebanyakan larutan dalam air lebih kecil dari tekanan uap air pada suhu yang sama. kecepatan zat cair di dalam tabung juga dipengaruhi oteh penurunan suhu karena adanya rugi gesekan di dalam tabung yang meningkatkan tekanan efektif zat cair itu. yaitu kenaikan titik didih dan tinggi tekan zat cair . tetapi dalam jangkau yang sedang. titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih air mumi. Jika jangkau tekanan terlalu besar. Namun. serta pada kedalaman zat cair itu di atas permukaan pemanasan. tetapi bisa sampai setinggi 150oF pada larutan pekat garam anorganik. jika titik didih larutan digambarkan terhadap titik didih air pada tekanan yang sama. dan kapasitas evaporator akan lebih besar dari yang ditunjukkan q.html (24 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . pada perbedaan tekanan antara rongga uap-pemanas dan ruang uap hasil evaporasi di atas zat cair mendidih itu. titik didihnya dapat dibaca dari tabel uap. Proses ini disebut evaporasi kilatan (f1ash evaporation). Sebaliknya. Akibatnya untuk suatu tekanan tertentu. Nilainya kecil untuk larutan encer dan larutan koloida organik. walaupun tidak selalu harus sejajar.

koefisien menyeluruh sangat dipengaruhi oleh rancang evaporator dan metode operasinya. titik didih zat cair di dalam tabung lebih tinggi dari titik didih yang ditunjukkan oleh tekanan ruang uap. Oleh karena adanya gas yang tak-mamppu kondensassi dapat menyebabkan turunnya koefisien film uap. bukanlah merupakan fungsi konstruksi evaporator. dan tahanan dari zat cair yang mendidih. oleh karena itu. maka harus ada ventilasi untuk membuang gas-gas tak-mampu kondensasi itu dari rongga uap pemanas dan mencegah udara masuk bila tekanan uap lebih rendah dari tekanan atmorfir . titik didih yang berkaitan dengan tekanan di dalam ruang uap ialah titik didih lapisan permukaan zat cair itu saja. Tetapi. bila kecepatan zat cair itu besar. Pada kebanyakan evaporator. Penurunan suhu itu ditentukan oleh sifat-sifat uap dan zat cair yang mendidih. sehingga tahanannya mungkin merupakan bagian yang cukup penting dari keseluruhan tahanan. kepada arus uap itu biasanya ditambahkan promotor. rugi gesekan di dalam tabung akan meningkatkan lagi tekanan rata-rata zat cair itu.html (25 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Kenaikan titik didih ini akan menyebabkan kekurangan penurunan suhu rata-rata antara uap dan zat cair dan mengurangi kapasitas. Suatu tetesan zat cair yang berada pada jarak Z ft di bawah permukaan berada pada tekanan ruang uap di tambah tinggi-tekan Z ft zat cair. juga jika kondensasi itu kondensasi film. dan biasanya diabaikan dalam perhitungan evaporator. Untuk mendapatkan kondensasi tetes. tetapi efek kualitatif daripada tinggi-tekan zat cair itu dapat diabaikan. tahanan dinding tabung. Fluks kalor dan kapasitas evaporator dipengaruhj oleh perubahan beda suhu maupun perubahan koefisien perpindahan kalor. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dan kecuali karena pengaruh tinggi tekan hidrostatik. Besarnya pengurangan tidak dapat ditaksir secara kuantitatif. Koefisien film uap selalu tinggi.BAB VI Jika kedalaman zat cair di dalam evaporator itu cukup besar. dan dengan demikian koefisien yang lebih tinggi lagi. Tetapi. lebih-lebih bila tinggi permukaan dan kecepatan zat cair itu tinggi. dan karena itu titik didihnya lebih tinggi. dua buah tahanan kerak. Dalam evaporator nyata. faktor penggotoran uap kondensasi dan tahanan dinding tabung biasanya sangat kecil. Koefisien menyeluruh ialah kebalikan dari tahanan menyeluruh itu. Tahanan menyeluruh terhadap uap dan zat cair mendidih ialah jumlah dari lima macam tahanan tersendiri: tahanan film uap. dinding tabung biasanya agak tebal. dalam evaporator film aduk. Disamping itu. yaitu di dalam tabung dan di luar tabung.

dan lebih-lebih pada yang menangani zat cair viskos.BAB VI Koefisien sebelah zat cair sangat bergantung pada kecepatan zat cair itu di atas permukaan panas. Secara kuantitatif.jam. Dalam evaporator sirkulasi alamiah. 6. Jika suhu umpan lebih rendah dari titik didih di dalam efek pertama. bergantung pada jumlah efeknya.html (26 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dan satu lagi untuk sisi-cairan atau uap larutan. tetapi pada alat efek berganda. Jika suhu umpan lebih tinggi dari titik didih. Ekonomi Evaporator Ekonomi ada1ah banyaknya pon yang diuapkan per pon uap yang diumpankan ke da1am unit itu. kilat yang terjadi akan menyebabkan evaporasi lebih tinggi dari yang bisa dibangkitkan oleh entalpi penguapan uap itu. ekonominya hampir selalu kurang dari satu.4. juga tidak kalah pentingnya. Neraca Entalpi Evaporator Efek Tunggal Pada evaporator efek tunggal. satu untuk uap-pemanas. ekonominya mungkin jauh lebih besar. koefisien sisi zat cair untuk larutan encer dalam air adalah antara 200 dan 600 Btu/ft2. Ekonomi evaporator juga dipengaruhi oleh suhu umpan. ekonomi evaporator adalah semata-mata masalah neraca entalpi. Melalui suatu perancangan yang baik.1. dan hanya sebagian yang tersisa untuk evaporasi. Faktor utama yang mempengaruhi sistim ekonomi evaporator ialah banyaknya efek. Konsumsi uap. Pada kebanyakan evaporator. dalam pon per jam. tahanan pada sisi zat cairlah yang menentukan laju perpindahan kalor menyeluruh ke zat cair yang mendidih itu. beban pemanasan itu akan menggunakan sebagian dari entalpi penguapan uap pemanas. ka1or laten kondensasi uap pemanas berpindah melalui permukaan pemanasan dan menguapkan air dari 1arutan yang mendidih. Nilai konsumsi uap merupakan hasil bagi antara kapasitas dengan ekonomi evaporator. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Ada dua neraca entalpi yang diperlukan. Pada evaporator efek tunggal. 6. entalpi penguapan uap=pemanas ke efek pertama dapat digunakan satu kali atau beberapa kali.0F.4.

Neraca bahan dan neraca enta1pi pada evaporator .html (27 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . andaikan tidak ada zat padat yang mengendap dari cairan itu. Dimisalkan selanjutnya bahwa tidak ada kebocoran atau zat cair yang terbawa ikut bersama uap. Ts T Tf =suhu kondensassi uap pemanas =suhu zat cair yang mendidih di da1am evaporator =dan suhu umpan. ms mf =laju aliran uap pemanas dan laju aliran kondensat =laju aliran cairan encer. dan bahwa rugi ka1or file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dan bahwa aliran gas yang tak mampu kondensasi dapat diabaikan.8. atau umpan m =1aju a1iran cairan pekat mf –m =laju aliran uap cairan ke da1am kondensor.BAB VI Gambar 6.

1) dimana: qs = laju perpindahan kalor melalui permukaan pemanasan dari uap pemanas. keduanya.2) dimana: q = laju perpindahan kalor dari permukaan pemanasan ke zat cair . dan qs = q. Dengan pengandaian ini. yaitu kalor laten kondensasi uap. selisih antara entalpi uap pemanas dan kondensat hanyalah λ . Jika tidak ada rugi kalor. Neraca entalpi sisi uap ialah: s …(6. Namun. kalor yang berpindah dari uap pemanas ke tabung harus sama dengan kalor yang berpindah dari tabung pemanas ke cairan. Hv Hc Λ s = enta1pi spesifik uap pemanas = entalpi spesifik uap kondensat = kalor laten kondensasi uap pemanas = laju aliran uap pemanas ms Neraca entalpi untuk sisi cairan ialah: …(6. Kesalahan kecil yang mungkin diakibatkannya akan dikompensasikan oleh kesalahan karena mengabaikan rugi kalor dari rongga uap-pemanas.html (28 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Hv = entalpi spesifik uap cairan Hf H = entalpi spesifik cairan encer = entalpi spesifik cairan pekat. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dan kondensatnya biasanya keluar dari rongga itu agak dingin lanjut di bawa hingga didihnya. Uap pemanas yang masuk kedalam rongga uap pemanas itu bisa panas lanjut. dan dapat diabaikan dalam penyusunan neraca entalpi. baik panas lanjut uap maupun dingin lanjut kondensat itu kecil.BAB VI evaporator itu tidak perlu diperhitungkan.

dalam fraksi massa atau persen bobot zat terlarut. entalpi tidak linier dengan konsentrasi pada suhu tetap.2: Jika kalor pengenceran zat cair yang akan dipekatkan itu cukup besar sehingga tidak dapat diabaikan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.2 ialah diagram entalpi-konsentrasi.BAB VI Jadi dengan menggabungkan persamaan 6. dimana entalpi dalam Btu per pon atau joule per gram larutan.1 dan 6.html (29 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Isoterm-isoterm pada gambar itu menunjukkan entalpi sebagai fungsi konsentrasi pada suhu tetap. digambarkan grafiknya terhadap konsentrasi. Sumber yang terbaik untuk mendapatkan nilai Hf dan H untuk digunakan pada persamaan 6.

terbagi pada dua efek atau lebih. konsentrasi. Tekanan antara uap dan unit kondenser.EVAPORATOR EFEK BERGANDA BAB VII EVAPORATOR EFEK GANDA Beberapa ciri evaporator efek ganda: s s s s s s s Terdiri dari dua atau lebih evaporator yang dihubungkan satu sama lain. s s s Cara pengumpanan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Uap dari satu efek berfungsi sebagai medium pemanas bagi efek berikutnya. Pada suhu. akumulasi=0. tekanan uap. tinggi cairan yang ditentukan/dijaga: konsentrasi cairan dapat diubah hanya dengan mengubah laju alir umpan: Ø produk terlalu encer : laju alir umpan dikurangi. Ø Suhu kondensat yang meninggalkan efek kedua hampir sama dengan suhu uap dari zat cair mendidih di dalam efek pertama. Efek terakhir: tekanan ruang uap cairan minimum. Kondisi steadi. Tekanan ruang uap cairannya paling tinggi.html (1 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Efek I : efek tempat mengumpankan uap mentah. tekanan kondenser. Ø produk terlalu kental: laju umpan ditambah. Masing-masing efek bekerja sebagai evaporator efek tunggal. Jika umpan pada titik didihnya: Ø Seluruh kalor muncul sebagai kalor laten dalam uap yang keluar dari efek pertama. Masing-masing mempunyai beda suhu melintas permukaan yang berkaitan dengan penurunan tekanan pada efek itu. Ø Kondisi steady: seluruh kalor yang digunakan untuk membuat uap pada efek yang pertama harus diserahkan lagi ketika uap ini kondensasi pada efek ke-2.

Memerlukan satu pompa untuk umpankan ke efek satu dan satu pompa lagi untuk mengeluarkan zat cair dari efek terakhir.html (2 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . 4.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 1. Perbandingan penguapan larutan NaOH pada efek tunggal dan ganda. Umpan maju s s Konsentrasi zat cair meningkat dari efek pertama hingga efek terakhir. berurutan hingga efek pertama. 2. 3. karena aliran berlangsung dari tekanan rendah ke tekanan tinggi. § Memerlukan satu pompa disetiap efek. Umpan campuran § Zat cair masuk dalam suatu efek pertama. Umpan dimasukkan secara paralel ke setiap efek. Umpan mundur § Zat cair diumpankan ke efek terakhir. Tidak terdapat perpindahan zat cair dari efek satu ke efek lain. Umpan paralel § § § Contohnya dalam evaporator kristalisasi. mengalir ke ujung deret lalu dipompakan lagi ke efek pertama untuk pemekatan akhir. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. dimana dihasilkan lumpur kristal dan cairan induk. § Sebagian dari pompa-pompa yang digunakan pada umpan mundur tidak diperlukan lagi.

Masing-masing menggunakan uap larutan jenuh.EVAPORATOR EFEK BERGANDA s s Keadaan awal dan akhir untuk masing-masing cara evaporasi adalah sama. Penguap tunggal: Hanya dijumpai sekali kenaikan titik didih sebesar 54 – 48 = 6 oC.html (3 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. s s Penguap efek dua Terdapat dua kali kerugian karena kenaikan titik didih dengan jumlah 9+6 = 15 oC Selisih temperatur untuk pemanasan berkurang menjadi 62 oC. Untuk pemanasan digunakan selisih temperatur sebesar 72 oC. Jumlah selisih temperatur yang berguna berkurang lagi menjadi 55 oC. s Penguap efek tiga Kerugian karena kenaikan titik didih naik lagi menjadi 6 + 8 + 9 = 23 oC.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (4 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

html (5 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

7.1. Kapasitas dan ekonomi evaporator efek ganda
s

Kapasitas total evaporator efek ganda biasanya tidak lebih besar dari efek tunggal yang luas permukaannya sama dengan salah satu efek itu. Kalor yang berpindah di dalam ketiga efek (untuk efek 3).

s

s

Kapasitas total sebanding dengan laju perpindahan kalor total qT dan diperoleh dari: Andaikan luas permukaan tiap efek adalah A ft2, koefisien menyeluruh U juga sama pada setiap efek, persamaan diatas dapat dituliskan kembali: penurunan suhu total antara uap pemanas dalam efek pertama dan uap cairan dalam efek terakhir. Ekonomi evaporator efek berganda bergantung pada masalah neraca kalor dan bukan pada laju perpindahan kalor. Kapasitas evaporator efek berganda berkurang karena kenaikan titik didih.

s

s

s

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (6 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Contoh 16-3 Mc-Cabe dkk, 1985 Sebuah evaporator efek ganda tiga sirkulasi paksa akan diumpankan dengan 60.000 lb/jam larutan NaOH 10% pada suhu 180 oF. Cairan pekat yang dikehendaki adalah NaOH 50 %. Evaporator tersebut menggunakan uap jenuh pada 50 lbf/in2 abs, dan suhu kondensasi uap dari efek ke-3 adalah 100 oF. Urutan pengumpanan adalah II,III,I. Radiasi dan pendinginan lanjut kondensat dapat diabaikan. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK KOEFISIEN MENYELURUH W/m2. oC BTU/ft2.jam oF I 700 3970 II 1000 5680 III 800 4540 Ditanya: a. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek, andaikan A1=A2=A3. b. Konsumsi uap c. Ekonomi uap

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (7 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Penyelesaian: Mf = 60.000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh, andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator. Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 6000 6000 Air 54000 6000 48000 Total 60000 12000 48000

Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE, dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 48000/3 = 16000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing - masing efek: Cf = 10 % NaOH = 0,1 fraksi massa C1 = 50% NaOH = 0,5

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (8 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EFEK I T (suhu didih) 33 T’ (suhu kondensasi) 76 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.136 Titik didih air (=suhu umpan masuk) = 180 oF Titik didih larutan = 187 oF BPE1 = 187 – 180 = 7 oF Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 181 – (76+7+13) = 85 oF 85 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek.95 lbf/in2. 1985) Kondensat pada efek ke III berada pada suhu 100 oF.100 = 13 oF Efek II C2= 0. Tekanan kondensat = 0. Dari Gambar 16-4 McCabe dkk.214 Titik didih air = 100 oF Titik didih larutan = 113 oF BPE1 = 113 .5 Titik didih air = 281 oF Titik didih larutan = 357 oF BPE1 = 357 – 281 = 76 oF Efek III C3= 0. Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Uap pada 50 lbf/in2. 1985: Efek I C1= 0. Ts=281 oF dan ls=924 BTU/lb (lamp 8 Mc Cabe dkk.html (9 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

Y) + 102 (60000 – Y) + (140.X) + (60000)(135) = (1126.214 172 0.html (10 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .5 0.EVAPORATOR EFEK BERGANDA EFEK II EFEK III 23 29 7 13 T1 = 281 – 33 = 248 oF T1’ = 248 – 76 = 172 oF T2 = 172 – 23 = 149 oF T2’ = 149 – 7 = 142 oF T3 = 142 – 29 = 113 oF T3’ = 113 – 13 = 100 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.X) X – 0. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 248 281 248 180 149 149 172 113 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0.136 100 Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1174 67 1171 249 250 135 1126 102 140 1111 110 Flow Rate (lb/jam) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek II Uap hasil dari I + Umpan ke II = Uap hasil dari II + Zat cair dari II + Kondensat dari II (1171.10 142 0.993 Y = -1920 …(1) Neraca entalpi ada efek III Zat cair dari II + Zat cair dari II = Uap hasil dari III + Umpan ke I + Kondensat dari II file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

983. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor. sehingga didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain.940 Y = 46000 …(2) (1) dan (2) : X + 1.601.Y) +(12000 + X)67 + (110.000 BTU/jam q3=(16340)(1126) – (16340)(110) = 16.933 Y = 47920 Y = 16340 lb/jam X = 46000 – (1. laju evaporasi.743. penurunan suhu. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi.EVAPORATOR EFEK BERGANDA (1126.Y) + 102 (60000 – Y) = 1111(48000 – X . eltalpi.940)(16340) = 14300 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 48000 – X – Y = 48000 – 14300 – 16340 = 17360 lb/jam Bebas panas: = (14300)(1171) – (12000+14300)(67) + (12000)(250) = 17.993 Y = -1920 2.000 BTU/jam q2=(14300)(1171) – (14300)(140) = 14.Y) X + 1.940 Y = 46000 X – 0.000 BTU/jam Sehingga luas permukaan: Luas rata-rata = Luas permukaan tidak sama. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (11 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

Konsumsi uap. Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Pembetulan suhu.5 0.137 100 Konsentrasi 1174 68 1170 249 249 135 1126 101 138 1111 110 Entalpi (BTU/lb) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Flow Rate (lb/jam) Hasil: a. entalpi dan laju aliran.html (12 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .10 142 0.228 170 0. Luas permukaan tiap efek = 719 ft2 b. Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 245 281 246 180 149 149 170 114 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0. ms = c.

Uap tersedia pada tekanan 125 psia dan ejektor pada 1 psia. 1960. e. dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 180000/3 = 60000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing .masing efek: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 10000 10000 Air 190000 10000 180000 Total 200000 20000 180000 Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE.jam oF I 800 II 500 III 300 Ditanya: d.html (13 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .3 Foust. Ekonomi uap Penyelesaian: Produk pekat 20000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Contoh 10. andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator. Luas permukaan pemanasan pada ketiga efek adalah sama dan cukup besar untuk menghasilkan 20000 lb/jam produk pekat. Digunakan umpan maju dengan umpan masuk pada suhu 60 oF. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK BTU/ft2. andaikan A1=A2=A3. Konsumsi uap f. Sebuah evaporator efek ganda tiga digunakan untuk memekatkan larutan NaOH 5% menjadi 50 %.

2 oF dan ls=875 BTU/lb Hvap = 1191.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Cf = 5% NaOH = 0.7 – (2. Ts = 101.5 Uap pada 125 psia.5 oF Titik didih larutan = 172 oF BPE1 = 172 – 101.55 BTU/lb Kondensat keluar dari ejektor pada 1 psia. Titik didih air = 200 oF (Trial) Titik didih larutan = 210 oF BPE1 = 210 – 200 = 10 oF (lamp.4 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.8+70. Ts=344.5 oF Efek II C2= 0. 1985: Efek I C1= 0.html (14 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .8 oF Efek III C3= 0. 1985) Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 242.5 Titik didih air (suhu keluar ejektor) = 101.2 oF Titik didih larutan = 347 oF BPE1 = 347 – 344.5 = 70. 16-4) (lamp 8 Mc Cabe dkk.05 fraksi massa C3 = 50% NaOH = 0.5+10) = 159.2 = 2.8) (Gbr.125 Tidak adaketerangan yang jelas.5 oF Dari Gambar 16-4 McCabe dkk.071 Titik didih air = 344.02 BTU/lb Hliq = 315.

28 = 313.74 = 171.12 oF T2 = 311. EFEK I EFEK II EFEK III T (suhu didih) 30.63 – 10 = 252.92 262.html (15 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .32 281.02 28.2-30.071 0.63 311.63 171.5 Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 159.86 231.63 oF T3 = 252.98 1164.85 221.89 – 70.125 0.5 = 101.12 171 252.05 Suhu Jenuh (oF) Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1191.63 – 80.8 10 70.06 1182.8 315.15 139.2 313.63 oF T2’ = 262.28 48.92 344.5 T1 = 344.4 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek.89 oF T3’ = 171.74 T’ (suhu kondensasi) 2. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Zat cair dari III Suhu (oF) 344. Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar.55 283.45 80.8 = 311.45 = 262.92 oF T1’ = 313.63 262.92 – 2.12 – 48.89 0.08 1105.5 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.79 Flow Rate (lb/jam) ms 200000 X ms 200000-X Y 200000-X-Y X 180000-X-Y Y 20000 0.2 60 313.

X + 177.311 = 3.000 + 898.55) + (200000 – X)(283.0751 Y + 190.13 lb/jam Luas permukaan: Luas permukaan tidak sama.8) + (200. 85) + (20000)(139.7 = 2.79) + (Y)(221.06) = (X)(1182. laju evaporasi.000 – X – Y)(231. penurunan suhu.82 lb/jam Kebutuhan steam.86) + (200.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek I (ms)(1192.08) (849.98) (1191.906.404.184.15) (1818.8) + (ms)(315.24)(Y) = 155.06)(X) + 10.315.86) + (200.32) + (X)(281.000 – X – Y )(1105. ms = 113.54 (Y) …(2) …(1) Efek III (Y)(1164. sehingga file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi.53 (X) …(3) (2) dan (3) X + 12.000 = 933.584.02 – 315.1786 Y = 59872.532.html (16 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .55) ms = 51.82 X Efek II (X)(1182.0995 Y .000 – X – Y)(231.32) = (180.6 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 180000 – X – Y = 66701. eltalpi. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor.000 – X)(283.98) = (Y)(1164.58 lb/jam X = 53425.3 = 1.800 – 874.02) + (200000)(28.

22 – 37.62 – 10 = 244.08 lb/jam Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.62 oF T2’ = 254.5 = 171.074.38 = 295.62 oF T3 = 244.2 . TRIAL II T1 = 344.8 = 292.5 oF Luas permukaan rata-rata = 2580 ft2 Konsumsi uap.82 oF T1’ = 295.22 oF T2 = 292.62 – 73.92 oF T3’ = 171.5 = 101.82 – 2.48.EVAPORATOR EFEK BERGANDA didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain.6 = 254. ms = 111.92 – 70.html (17 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (18 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

Pembentukan partikel padat di dalam uap. Kristalisasi dari larutan sangat penting dalam industri karena banyaknya ragam bahan yang dpasarkan dalam bentuk kristal. Pembekuan (solidification) di dalam lelehan cair sebagaimana dalam pembuatan kristal tunggal yang besar. sebagaimana dalam hal pembekuan kristal es dari air laut atau larutan garam encer lainnya.Bab 8 BAB VIII KRISTALISASI Kristalisasi atau penghabluran ialah peristiwa pembentukan partikel-partikel zat padat di dalam suatu fase homogen. Kristalisasi dapat terjadi sebagai: a.html (1 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Kristalisasi merupakan metode yang praktis untuk mendapatkan bahan-bahan kimia murni dalam kondisi yang memenuhi syarat untuk pengemasan dan penyimpanan. Kristalisasi dari larutan cair. Pembahasan kita hanya akan dibatasi pada situasi yang terakhir ini aja yaitu kristalisasi dari larutan cair. Konsep dan prinsip yang diuraikan disini berlaku baik untuk kristalisasi zat terlarut (solute) di dalam larutan jenuh maupun kristalisasi sebagian dari pelarut (solvent) itu sendiri. Dalam kristalisasi dari larutan sebagaimana dilaksanakan dalam industri. Kristal yang terbentuk dari larutan yang tak murni selalu murni. campuran dua fase cairan induk (mother liquor) dan kristal dari segala ukuran. Penggunaannya sangat luas karena dua hal: 1. atau c. yang mengisi kristalisator file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. 2. seperti dalam pembentukan salju b.

maka distribusi ukuran kristal (crystal size distribution. maka ukuran yang wajar dan cukup seragam diperlukan untuk kemudahan filtrasi (penyaringan). disebut magma. Untuk mencapai tujuan ini. Jika kristal itu akan dipasarkan sebagai hasil akhir. kristal itu akan berupa polihedron yang mempunyai sudut-sudut tajam dan sisi yang rata. dan tidak melekat dalam kemasan. Geometri Kristal Kristal adalah suatu benda mati yang sangat terorganisasi. Akibat dari susunan pertikel seperti itu. Sistem Kristalografi Oleh karena semua kristal dari setiap bahan tertentu mempunyai sudut antarmuka yang sama file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. bila kristal dibiarkan terbentuk tanpa gangguan dari kristal lain atau benda luar. yang disebut muka (face).html (2 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . molekul atau ion) tersusun dalam suatu susunan tiga dimensi yan beraturan yang disebut kisi (lattice). untuk dapat diterima langganan. pengangkutan. untuk itu hal-hal yang menjadi pertimbangan: 1. Walaupun ukuran relatif muka dan sudut berbagai kristal dari bahan yang sama mungkin sangat berbeda-beda. 2. Jika kristal itu akan diproses lebih lanjut. dan itulah yang menjadi tujuan utama dalam perancangan dan operasi kristalisator. CSD) harus dikendalikan dengan ketat. pencucian. pelaksanaan reaksi dengan bahan kimia lain. Tujuan kristalisasi yang utama adalah mendapatkan perolehan yang memuaskan serta kemurnian yang tinggi. Kristal dicirikan oleh kenyataan bahwa partikel-partikel pembentuknya (yang bisa berupa atom. besarnya seragam. tidak menggumpal. serta penyimpanan kristal. masing-masing kristal itu harus kuat. namun sudut-sudut yang dibentuk oleh muka-muka yang sebanding pada semua kristal dari bahan yang sama selalu sama dan merupakan karakteristik (ciri) dari bahan itu.Bab 8 (crystallizer) dan dikeluarkan sebagai hasil.

Kristal Invarian Pada keadaan ideal. tetragonal. tetapi masih mengandung cairan induk bila dikeluarkan dari magma akhir. dan derajat kontaminasi ini bergantung pada banyak dan derajat ketakmurnian cairan induk yang terkandung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. laju perpindahan berbagai muka kristal invarian itu tidaklah sama. biasanya hampir murni.html (3 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . yaitu kubus. laju nukleasi dan laju pertumbuhan. dan triklin. 8. monoklin. perolehan. bergantung pada kondisi kristalisasi. ortorombik. Satu bahan tertentu dapat terkristalisasi di dalam dua kelas yang berbeda atau lebih. kristal yang tumbuh setiap memelihara keserupaan geometriknya selama pertumbuhan. Kristal demikian disebut kristal invarian. trigonal. terlihat penampang kristal invarian selama pertumbuhannya. kebutuhan energi. Setiap poligon di dalam gambar tersebut menunjukkan sosok (outline) kristal pada beberapa waktu yang berbeda. 1985. heksagonal. Pada Gambar 28-1 Mc Cabe et al. dan jika panen itu mengandung agregat kristal..1. Ada tujuh kristal. massa zat padat itu mungkinmengandunng cairan induk bersama kristal. semua poligon itu mempunyai keserupaan geometrik dan garis putusputus yang menghubungkan sudut-sudut poligon itu dengan pusat kristal itu merupakan garis lurus. Kalsium karbonat misalnya. Prinsip Kristalisasi Kristalisasi dapat dianalisis dari sudut pandangan kemurnian. terbentuk dengan baik. terjadi kontaminasi. Oleh karena kristal tersebut invarian. Bila cairan induk yang terkandung yang kemurniannya rendah itu dikeringkan. paling umum terdapat di alam dalam bentuk heksagonal (sebagai kalsit) tetapi juga terdapat dalam bentuk ortorombik (aragonit). Laju pertumbuhan setiap muka diukur dengan kecepatan translasi muka itu dalam berpindah menjauhi pusat pada arah tegak lurus terhadap muka itu. Kemurnian hasil Kristal yang baik.Bab 8 walaupun terdapat perbedaan besar dalam tingkat perkembangan masing-masing muka. bentuk kristal diklasifikasikan atas dasar sudut-sudut ini. Kecuali jika kristal itu berbentuk polihedron beraturan. Titik pusat harus dianggap sebagai lokasi inti asal tempat kristal itu tumbuh.

sedang sisanya dikeluarkan dengan mencucinya dengan pelarut segar. Data kelarutan sebagai fungsi suhu diberikan pada gambar berikut.html (4 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Efektivitas langkah pemurnian bergantung pada ukuran dan keseragaman kristal. artinya kelarutannya meningkat hampir secepat peningkatan suhu. adapula yang mengikuti kurva kelarutan terbalik (inverted solubility curve) pada kurva 3. dan hubungan keseimbangan untuk kristal induk adalah kurva kelarutan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.Bab 8 bersama kristal. Beberapa bahan mengikuti kurva seperti kurva 2. sebagian besar cairan induk yang terkandung itu dipisahkan dari kristal dengan cara filtrasi dan sentrifugasi. dimana kelarutan berubah sedikit saja dengan suhu. yang berarti bahwa kelarutannya berkurang bila suhu dinaikkan. Dalam prakteknya. Keseimbangan dan Perolehan Keseimbangan di dalam proses kristalisasi dapat dicapai bila larutan itu jenuh. Kebanyakan bahan mengikuti kurva yang serupa dengan kurva 1.

Bab 8 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.html (5 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .

12H2O. Keseluruhan luas di bawah dan sebelah kiri garis penuh menunjukkan larutan tak jenuh magnesium sulfat di dalam air. pada waktu pendinginan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Zat padat yang terbentuk pada titik a disebut etetik (eutectic). Zat padat itu terdiri dari campuran mekanik yang akrab antara es dan MgSO4. Diagram fase untuk sistem magnesium sulfat-air terlihat pada gambar 28-3 ( Mc Cabe. Setiap larutan yang mengandung lebih dari 16. bergantung pada konsentrasi dan suhu. 1985) di atas. Garis putus-putus eag-f-hij menunjukkan solidifikasi (pembekuan) larutan cair membentuk berbagai fase zat padat.Bab 8 Banyak bahan anorganik yang penting-penting mengkristalisasi dengan air kristal.5 persen MgSO4 akan mengendapkan es bila suhunya mencapai garis pa. Konsentrasi magnesium sulfat bebas air (anhydrous) dalam fraksi massa digambarkan digambarkan grafiknya terhadap suhu dalam derajat Fahrenheit. zat padat bila suhu mencapai garis ini. Garis patah-patah abcdq ialah kurva kelarutan. terbentuk beberapa macam hidrat. Pada beberapa sistem. Setiap larutan yang mengandung kurang dari 16.5% akan mengendapkan. dan keseimbangan dalam sistem itu bisa rumit. Luas pae menunjukkan campuran es dan larutan jenuh.html (6 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .

6H2O. H2O.Bab 8 Antara titik a dan b kristalnya adalah MsSO4. diperlukan waktu yang agak panjang untuk mencapai keseimbangan. Perolehan Pada kebanyakan proses kristalisasi. Bila panen itu mengandung air kristal. karena fase padat itu tidak mengandung pelarut. kuantitasnya harus diketahui atau dapat diperkirakan. Jika kristal itu bebas air. karena air ini tidak terkandung di dalam larutan . antara b dan c fase zat padat adalah MgSO4. Perolehan dari proses itu dapat dihitung dari konsentrasi awal dan kelarutan pada suhu akhir.6H2O. Data kelarutan itu biasanya diberikan sebagai bagian massa bahan bebas air perseratus bagian dari massa pelarut total atau dalam persen massa zat terlarut bebas air. Dalam daerah qdk.7H2O (garam epsom). perhitungan perolehan itu sederhana. dan di atas titik d kristal itu adalah MgSO4. cairan induk akhir mungkin sangat lewat jenuh dan perolehan yang didapatkan akan lebih kecil dari menurut hasil perhitungan dari kurva kelarutan. campuran itu terdiri dari larutan jenuh dan kristal MgSO4. Bila laju pertumbuhan kristal itu lambat. Hal ini sangat besar bila larutan itu viskos atau dimana kristal itu mengumpul di dasar kristalisator sehingga hanya sedikit saja permukaan kristal yang terkena larutan lewat jenuh. Dalam situasi demikian.html (7 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .7H2O. dan cairan induk itu jenuh pada suhu akhir proses itu. antara c dan d kristalnya adalah MgSO4. Jika selama proses itu terjadi penguapan yang cukup besar.12H2O. air yang terdapat bersama kristal itu harus diperhitungkan. Kunci dalam perhitungan perolehan zat terlarut file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Dalam daerah dljc. campuran itu adalah larutan jenuh dan MgSO4. sistem keseimbangan terdiri dari campuran larutan jenuh dan kristal MgSo4.H2O. Di dalam daerah cihb. kristal dan cairan induk berada pada waktu yang cukup lama sehingga mencapai keseimbangan. Data ini tidak memperhitungkan air kristalisasi.

konsentrasi atau kuantitas yang didasarkan atas air bebas dapat dikurangkan untuk memberikan hasil yang benar. Suatu larutan yang terdiri dari 30 persen MgSO4 dan 70 persen H2O didinginkan sampai 60 oF.5 persen MgSO4 bebas air dan 75. Selama pendinginan.5 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Misalkan larutan awal 1000 kg.1 BM MgSO4.html (8 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .5 persen H2O. 1985.4 BM 7H2O = 126.7H2O = 246. dkk. Berapa kilogram kristal yang didapat per kilogram campuran semula? Penyelesaian: Dari gambar diagram fasa terlihat bahwa kristal itu adalah MgSO4. 5 persen dari total air yang terdapat di dalam sistem itu menguap. Mc Cabe.7H2O dan bahwa konsentrasi cairan induk pada suhu 60 oF adalah 24. Contoh 28-1.Bab 8 bebas air ialah menyatakan semua massa dan konsentrasi sebagai garam hidrasi dan air bebas. Air total = 70 % x 1000 = 700 kg Penguapan = 5 % x 700 = 35 kg BM MgSO4 = 120. Oleh karena kuantitas yang terakhir ini yang tetap berada dalam fase cair selama berlangsungnya kristalisasi.

1987 Larutan garam 10.html (9 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .1 Geankoplis.5% MgSO4 dan 75. MgSO4.10H2O. Contoh 12-11.7H2O pada cairan induk: Panen akhir adalah 614 – 353 = 261 kg kristal per 1000 kg larutan awal.7H2O dan H2O mempunyai perbandingan 24.7H2O = Air bebas = 100 – 50.Bab 8 MgSO4.5 % H2O. Hitung kristal hasil Na2CO3. Kristal garam yang terbentuk Na2CO3.84 kg Dalam 1000 kg larutan awal.10H2O jika data kelarutan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.000 kg dengan 30 % berat Na2CO3 didinginkan hingga suhu 293 K.7H2O (cairan induk+kristal): Air bebas = 1000 – 35 – 614 = 351 kg Dalam 100 kg cairan induk: MgSO4. MgSO4.16 = 49.

10H2O = 286. Penyelesaian: BM Na2CO3 = 106 BM 10H2O= 180. b.5 kg Na2CO3/100 kg air total.10H2O. a) W = 0 Neraca massa air …(1) fraksi berat air dalam kristal. Asumsi bahwa 3 % dari total larutan hilang karena penguapan air. Asumsi tidak ada air yang menguap.2 BM Na2CO3. pada: a.Bab 8 adalah 21. Neraca massa Na2CO3 …(2) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.2 W = kg air yang menguap S = kg cairan induk C = kg kristal Na2CO3.html (10 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .

html (11 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .Bab 8 Dari (1) dan (2): C = 6370 kg Na2CO3.3 (10000) = 300 kg H2O Neraca massa air …(3) Neraca massa Na2CO3 …(4) Dari (3) dan (4): C = 6630 kg Na2CO3.10H2O S = 3630 kg larutan induk b) W = 0.10H2O S = 3070 kg larutan induk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful