DAFTARPUSTAKA

KEGIATAN HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING USU-INHERENT 2006

BUKU AJAR

PERPINDAHAN PANAS

Disusun Oleh: ZUHRINA MASYITHAH, ST, MSc. BODE HARYANTO, ST, MT

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2006

DAFTAR PUSTAKA Foust, A.S., et a1., Principles of Unit Operations, John Wiley & Sons, New York, 1980. Geankoplis, C.J., Transport Process and Unit Operations, A11yn and Bacon Inc., 1987. Holman, J.P., Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1987. Incropera, F.P., dan Dewitt, D.P., Fundamental of Heat and Mass Transfer, John Wiley & Sons, 2002. Kern, D.Q., Process Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1950. McCabe, Smith dan Harriots, Unit Operations in Chemical Engineering, Mc Graw Hill,1985.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

LAMPIRAN

INFORMASI UMUM
Judul Mata Kuliah Nomor Kode/SKS Dosen Pengampu Anggota Perpindahan Panas TKK- 301/ 3 SKS Dr. Ir. Rosdanelli, MT Zuhrina Masyithah, ST, MSc. Bode Haryanto, ST, MT Erni Misran, ST, MT Mata kuliah ini berisi uraian mengenai Dasar-dasar Perpindahan Panas Steady dan Unsteady; Perpindahaan Panas ke Fluida yang Tak Berubah Fasa; Perpindahan Panas ke Fluida yang Disertai dengan Perubah Fasa; Peralatan Penukar Panas; Operasi dan Peralatan Evaporasi; Kristalisasi Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dasar-dasar perpindahan panas pada keadaan steady dan unsteady, dapat menyelesaikan masalah perpindahan panas ke fluida yang tak berubah fasa dan ke fluida yang disertai dengan perubahan fasa, rancangan proses dan evaluasi peralataan pertukaraan panas tanpa dan disertai dengan perubahan fasa; rancangan proses dan evaluasi peralataan evaporasi efek tunggal dan ganda; serta proses kristalisasi

Deskripsi Singkat

Tujuan Instruksional Umum

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

R. W. Transport Processes and Separation Process Principles. J.. Smith. dan Harriott. 1. BH. Singapore. 1996.C. Unit Operations of Chemical Engineering. Edisi ke-5. P. Edisi ke-4. Edisi ke-3. J.DAFTARPUSTAKA Bahan bacaan Geankoplis. Harker..L..J. 1985. McGraw-Hill. PTR. McCabe. Richardson. 1987. dan Backhurst. Oxford. C.H.. J.F. Coulson & Richardson’s Chemical Engineering Vol. New Jersey.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .. J. LAMPIRAN GBPP DAN SAP file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.

html (5 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BAHAN PRESENTASI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.

DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BUKU AJAR PERPINDAHAN PANAS file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .

DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN UMPAN BALIK file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .

Bode Haryanto. USU-INHERENT 2006. ST. Desember 2006 Penyusun. ST. MSc.html (1 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM . Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi yang mendukung terlaksananya kegiatan ini. Zuhrina Masyithah. untuk matakuliah PERPINDAHAN PANAS. Konten e-learning yang dikembangkan untuk mata kuliah ini bertujuan untuk memperoleh metode pembelajaran yang lebih baik untuk mata kuliah perpindahan panas yang mengkombinasikan kegiatan mengajar di kelas.DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR Buku Ajar Perpindahan Panas ini merupakan salah satu keluaran dari kegiatan HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING. aktivitas laboratorium dan penggunaan konten e-learning. MT DAFTAR ISI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar. Mata kuliah ini diajarkan pada Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik USU. Medan. Semoga buku ajar yang dihasilkan ini dapat bermanfaat.

2.3.4. Ekonomi Evaporator i ii 1-1 1-2 1-4 1-6 2-1 2-2 2-4 2-6 3-1 3-4 3-7 3-14 4-1 4-2 4-5 4-5 4-8 5-1 5-1 5-9 6-1 6-1 6-5 6-21 6-25 BAB VII BAB VIII Evaporator Efek Ganda 7.1.Pancaran (Radiasi) 1.1. Jenis-Jenis Evaporator 6.1.1. Konveksi Alamiah 3. Konveksi Paksa 3.Aliran (Konveksi) BAB II Perpindahan Panas Konduksi 2. Pendahuluan 6. Perpindahan Kalor ke Zat Cair yang Mendidih BAB VI Proses Evaporasi 6.DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I Pendahuluan 1.Hantaran (Konduksi) 1. Kapasitas dan Ekonomi Evaporator Kristalisasi 7-1 7-5 8-1 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.4.2. Penukar Kalor Pelat 4.1. Penukar Kalor Pendingin Udara 4. Perpindahan Kalor dari Uap yang Mengembun 5.1.2.1.html (2 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM .Konduksi Keadaan Steady 2. Kapasitas Evaporator 6.1.2. Alat Penukar Kalor Pipa 4.1. Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda BAB V Perpindahan Kalor disertai Perubahan Fasa 5.2.1. Gabungan Konduksi dan Konveksi BAB IV Alat Penukar Kalor 4.3.Dinding Datar 2.3.Sistem Radial-Silinder BAB III Perpindahan Panas Konveksi 3.2.3.

Prinsip Kristalisasi Daftar Pustaka Lampiran : Umpan Balik Quiz Soal Ujian Tengah Semester Soal Ujian Akhir Semester Tugas dan Soal-soal Latihan 8-4 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.1.DAFTARPUSTAKA 8.html (3 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM .

keadaan ini dapat juga merupakan pengerjaan secara a1ami. untuk mencapai dan mempertahankan keadaan yang dibutuhkan sewaktu proses berlangsung. Kondisi pertama yaitu mencapai keadaan yang dibutuhkan untuk pengerjaan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Kondisi kedua yaitu mempertahankan keadaan yang dibutuhkan untuk operasi proses.PERPINDAHAN PANAS BAB I PENDAHULUAN Perpindahan ka1or dari suatu zat ke zat lain seringkali terjadi dalam industri proses. Ada1ah hukum a1am bahwa ka1or itu suatu bentuk energi. terdapat pada pengerjaan eksoterm dan endoterm. maka harus dimi1iki sesuatu benda lain yang lebih panas. diperlukan cukup banyak energi yaitu perubahan zat cair ke dalam uap ini kira-kira membutuhkan energi 2.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Pada kebanyakan pengerjaan. 1 Nm dinamakan 1 Joule.000 Joule = 2. terjadi umpamanya bila pengerjaan harus berlangsung pada suhu tertentu dan suhu ini harus dicapai dengan ja1an pemasukan atau pengeluaran ka1or. demikian pula ha1nya jika ingin mendinginkan sesuatu.225. ka1or harus dimasukkan. gaya dorong untuk a1iran ini ada1ah perbedaan suhu. Akan tetapi. pada pengembunan dan penghabluran (krista1isasi) ka1or harus dikeluarkan. jumlah ka1or juga dinyatakan da1am suatu gaya kali suatu jarak yaitu Newton ka1i meter atau Nm. diperlukan pemasukan atau pengeluaran ka1or. Disamping perubahan secara kimia.25 MJ. Sama seperti bentuk lain dari energi. Ka1or mengalir dengan sendirinya dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah. diperlukan benda lain yang lebih dingin. Bila sesuatu benda ingin dipanaskan. Pada pembakaran 1 kg minyak akan terbebas kira-kira 45 MJ. Untuk memberikan sedikit gambaran mengenai besarnya energi 1 Joule tersebut. Dengan demikian. bisa diperhatikan dari ha1 berikut: Untuk penguapan 1 kg air. Pada penguapan dan pada umumnya juga pada pelarutan.

Bila diperhatikan misalnya jumlah energi kalor api unggun kayu yang ditumpukkan. Keadaan ini baru terbukti setelah suhu meningkat. Energi hanya berubah bentuk dari bentuk yang pertama ke bentuk yang ke dua. Karena suhu awal logam ialah T1 dan suhu air ialah T2. ini artinya kalor tidak hilang. 3.menyimpan sejum1ah energi dalam yang ditandai dengan kuantitas yang lazim disebut muatan kalor bahan. semua ini . Proses radiasi adalah fenomena permukaan. Pancaran. sebahagian akan dipantulkan. Kalor dapat diangkut dengan tiga macam cara yaitu: 1.T1). 1. Bila diperhatikan sebatang logam yang dicelupkan ke dalam suatu tangki yang berisi air kalor. Proses radiasi tidak terjadi pada bagian da1am bahan. Apabila sejumlah energi ka1or menimpa suatu permukaan. dan sebagian akan menembusi bahan dan terus ke luar. Pada hakekatnya proses perpindahan ka1or radiasi terjadi dengan perantaraan foton dan juga gelombang elektromagnet. maka banyak ha1 yang boleh terjadi. Jadi da1am mempelajari perpindahan ka1or radiasi akan dilibatkan suatu fisik permukaan. Ha1 yang penting dalam sistem yang terdiri dari air dan logam ialah adanya suatu perbedaan suhu yang nyata yaitu (T2. Hantaran.PERPINDAHAN PANAS Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak musnah yaitu seperti hukum asas yang lain. maka logam dikatakan lebih dingin daripada air. 2.1. Tetapi suatu bahan apabila menerima sinar. Semakin tinggi suhu bahan tadi maka semakin tinggi pula energi ka1or yang disinarkan. Terdapat dua teori yang berbeda untuk menerangkan bagaimana proses radiasi itu terjadi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. contohnya hukum kekekalan masa dan momentum. Semua bahan pada suhu mutlak tertentu akan menyinari sejumlah energi ka1or tertentu. Semua benda memancarkan ka1or. dengan T2 >> T1.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . sering juga dinamakan radiasi. Pancaran (Radiasi) Yang dimaksud dengan pancaran (radiasi) ia1ah perpindahan ka1or mela1ui gelombang dari suatu zat ke zat yang lain. Energi kalor ini mengalir jika terdapat suatu perbedaan suhu. sering juga disebut radiasi. Aliran. energi terma yang tersimpan di dalam bahan tadi akan bertukar menjadi energi kalor yang dapat kita rasakan. sering juga disebut konduksi. Apabila api dinyalakan. sebahagian akan diserap ke da1am bahan.

sama seperti cahaya lampu. Oleh karena suhu permukaan atas naik maka kalor akan berkonduksi dari permukaan atas ke permukaan bawah. Tetapi energi kalor juga disebarkan secara radiasi. Suhu plat akan naik ke satu tahap tertentu. permukaan bagian atas kini mempunyai suhu yang lebih tinggi dari suhu udara sekeliling. Gambar 1. (b) antara permukaan dan lingkungan Berdasarkan kepada keadaan terma permukaan. Plat akan menyerap sebahagian energi matahari. Da1am pada itu. Perpindahan panas radiasi (a) pada permukaan. yang penting ialah sifat terma saja. medan a1iran fluida disekeliling permukaan tidak penting. Proses radiasi tidak melibatkan perbedaan suhu. Proses perpindahan kalor sering terjadi secara serentak. maka jumlah kalor akan disebarkan secara konveksi.1. Dalam pada itu. Jadi da1am masalah ini kita mengena1 satu faktor pandangan yang lazimnya dinamakan faktor bentuk.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . adaka1anya tidak semua sinar mengenai permukaan yang dituju. Maka jumlah ka1or yang diterima dari satu sumber akan berbanding langsung sebahagiannya terhadap faktor bentuk ini. Misa1nya sekeping plat yang dicat hitam. Berbeda dengan proses konveksi. Disamping itu. Dalam hal ini. Dengan demikian. sifat terma permukaan bahan juga penting.PERPINDAHAN PANAS Bahan yang dianggap mempunyai ciri yang sempurna ada1ah jasad hitam. dan jika file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Lazimnya jika terdapat satu permukaan lain yang saling berhadapan. Dalam hal ini dua hal terjadi. ada kalor yang dipantulkan dan ada kalor yang dipindahkan ke sekeliling. setiap permukaan akan menyinarkan energi kalor secara radiasi jika permukaan itu bersuhu T dalam unit suhu mutlak. La1u dikenakan dengan sinar matahari. untuk memahami proses radiasi dari satu permukaan kita perlu memahami juga keadaan fisik permukaan bahan yang terlibat dengan proses radiasi yang berlaku. bahan yang di pindahkan dan dipantulkan ini dapat berbeda. Keterlibatan suhu hanya terjadi jika terdapat dua permukaan yang mempunyai suhu yang berbeda.

maka permukaan tadi akan saling memindahkan kalor . Perpindahan panas konduksi dan difusi energi akibat aktivitas molekul Sudah diketahui bahwa tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya. umpamanya seorang tukang hembus kaca dapat memegang suatu barang kaca. Kalor radiasi merambat lurus.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM .PERPINDAHAN PANAS permukaan pertama mempunyai suhu T1 mutlak sedangkan permukaan kedua mempunyai suhu T2 mutlak. Dengan demikian. sehingga bentuknya dapat berubah. Sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Selanjutnya juga penting untuk diketahui bahwa : 1. Akan tetapi seorang pandai tempa harus memegang benda yang akan ditempa dengan sebuah tang. Untuk perambatan itu tidak diperlukan medium (misalnya zat cair atau gas) 1. Bahan yang dapat menghantar ka1or dengan baik dinamakan konduktor. Gambar 1. Sehingga perpindahan kalor secara hantaran/konduksi merupakan satu proses pendalaman karena proses perpindahan kalor ini hanya terjadi di dalam bahan.2. 2. Hantaran (Konduksi) Yang dimaksud dengan hantaran ialah pengangkutan kalor melalui satu jenis zat. Arah aliran energi kalor.2. yang beberapa cm lebih jauh dari tempat pegangan itu adalah demikian panasnya. Penghantar yang buruk disebut isolator. adalah dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuhu rendah.

Pada umumnya. Molekul udara adalalah renggang seka1i. Dengan demikian dalam proses pengangkutan kalor di dalam bahan. Persoalan yang patut diajukan pada pengamatan ini ialah mengapa kadar alir energi kalor adalah berbeda. energi ini akan memindahkan sebahagian energi kepada molekul dan elektron yang membangun bahan tersebut. maka molekul besi adalah lebih rapat susunannya daripada molekul kayu. Keadaan permukaan dan keadaan sekelilingnya serta kedudukan permukaan itu adalah yang utama. Lazimnya. Jadi dalam proses ini struktur bagian dalam bahan kurang penting. Selanjutnya bila diandaikan sebatang besi atau sembarang jenis logam dan salah satu ujungnya diulurkan ke dalam nyala api. Kalaupun ada bahan asing. Untuk bahan isolator.3.PERPINDAHAN PANAS bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor ialah koefisien konduksi terma. Dapat diperhatikan bagaimana kalor dipindahkan dari ujung yang panas ke ujung yang dingin. Proses perpindahan ka1or secara aliran/konveksi merupakan satu fenomena permukaan. uap air. Proses konveksi hanya terjadi di permukaan bahan. Moleku1 dan elektron merupakan alat pengangkut kalor di dalam bahan menurut proses perpindahan kalor konduksi. Dalam hal ini dikatakan suhu permukaan adalah T1 dan suhu udara sekeliling adalah T2 dengan Tl>T2. Tetapi dibandingkan dengan bahan padat seperti kayu. berbeda dengan satu bahan berfasa gas seperti udara. keadaan keseirnbangan termodinamik di dalam bahan akibat proses konduksi. Kini file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. aliran elektron akan memainkan peranan penting . suhu permukaan bahan akan berbeda dari suhu sekelilingnya. Hal ini disebabkan karena susunan molekul dan juga atom di dalam setiap bahan adalah berbeda. maka bahan mempunyai kemampuan mengalirkan kalor dengan cepat. bahan yang dapat menghantar arus listrik dengan sempurna (logam) merupakan penghantar yang baik juga untuk kalor dan sebaliknya. 1. Aliran (Konveksi) Yang dimaksud dengan aliran ialah pengangkutan ka1or oleh gerak dari zat yang dipanaskan. Bahan kayu terdiri dari gabungan bahan kimia seperti karbon. bahan kimia unsur besi adalah lebih banyak. Apabila ujung batang logam tadi menerima energi kalor dari api. Besi adalah besi. Apabila nilai koefisien ini tinggi. dan udara yang terperangkat. koefisien ini bernilai kecil. Untuk satu bahan berfasa padat molekulnya tersusun rapat.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . dan besi .

PERPINDAHAN PANAS terdapat keadaan suhu tidak seimbang diantara bahan dengan sekelilingnya. sehingga kalor akhimya tersebar pada seluruh zat. suhu fluida akan naik. Gambar 1. Oleh karena itu bagian yang paling banyak atau yang pertama dipanaskan memperoleh masa jenis yang lebih kecil daripada bagian masa yang lebih dingin. maka selama pengaliran fluida bersentuhan dengan permukaan bahan yang panas. (c) pendidihan. energi kalor ini akan dipindahkan ke sekelilingnya dengan perantaraan aliran fluida. Perpindahan kalor dengan jalan aliran dalam industri kimia merupakan cara pengangkutan kalor yang paling banyak dipakai. karena masa yang akan dipanaskan tidak sekaligus di bawa kesuhu yang sama tinggi. Peningkatan momentum ini bukan disebabkan masanya akan bertambah. (a) konveksi paksa. Oleh karena konveksi hanya dapat terjadi melalui zat yang mengalir.3.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . (d) kondensasi Pada perpindahan kalor secara konveksi. Perpindahan panas konveksi. Sebagai akibatnya terjadi sirkulasi. Malahan masa fluida menjadi berkurang karena kini fluida menerima energi kalor. Jadi masa fluida yang mempunyai energi terma yang lebih tinggi akan mempunyai momentum yang juga tinggi. maka bentuk pengangkutan ka1or ini hanya terdapat pada zat cair dan gas. Gerakan fluida melibatkan kecepatan yang seterusnya akan menghasilkan aliran momentum. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Oleh karena pengaliran fluida melibatkan pengangkutan masa. (b) konveksi alamiah. Pada pemanasan zat ini terjadi aliran.

masalah yang utama terletak pada cara mencari metode penentuan nilai h dengan tepat. artinya tidak ada pengaruh luar yang mendoromg fluida bergerak. Sedangkan bila kecepatan medan dipengaruhi oleh unsur luar seperti kipas atau peniup. masa ini juga akan naik ke atas permukaan meninggalkan tempat asalnya. Yang membedakan kedua proses ini adalah dari nilai koefisien h-nya.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Dalam pengamatan proses perpindahan kalor konveksi. bergantung pada nilai h.PERPINDAHAN PANAS Fluida yang panas karena menerima kalor dari permukaan bahan akan naik ke atas. Dalam kedua proses konduksi dan konveksi.terjadi maka keadaan tidak stabil terma akan terjadi. Apabila perbedaan suhu . Nilai koefisien ini tergantung kepada banyak faktor. Kekosongan tempat masa bendalir yang telah naik itu diisi pula oleh masa fluida yang bersuhu rendah. Jika cepatan medan tetap. faktor yang paling penting yang menjadi penyebab dan pendorong proses tersebut adalah perbedaan suhu. Keadaan tidak stabil ini perlu diselesaikan melalui proses perpindahan kalor. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Proses ini akan berlangsung berulang-ulang. Setelah masa ini juga menerima energi kalor dari permukan bahan yang kalor dasi. Kekosongan ini diisi pula oleh masa fluida bersuhu renah yang lain. maka proses perpindahan ka1or berlaku. Jumlah kalor yang dipindahkan. maka proses konveksi yang akan terjadi merupakan proses perpindahan kalor konveksi paksa.

Koefisien konduksi terma. yang bentuk umumnya adalah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. k: § sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor § menunjukkan berapa sepat kalor mengalir dalam suatu bahan kkonduktor>kisolator Konduksi panas mengikuti Hukum Fourier yang dapat dinyatakan dengan persamaan yang berikut: atau: q = laju perpindahan panas dT/dx = gradien suhu ke arah perpindahan panas Dalam persamaan di atas Hukum Fourier telah dinyatakan dalam bentuk persamaan laju alir.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .BAB II BAB II PERPINDAHAN PANAS KONDUKSI Pada perpindahan panas secara konduksi. Arah aliran energi kalor dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuh rendah. tetapi melaui satu jenis zat. kalor/panas mengalir tanpa disertai gerakan zat. Konduktor: bahan yang dapat menghantar kalor dengan baik. Tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya. Isolator: penghantar kalor yang buruk.

suhu hanya merupakan fungsi posisi dan akumulasi = 0. distribusi suhu konstan. Biasanya perubahan k dapat diperkirakan cukup dengan fungsi liniar 2.BAB II Dengan demikian persamaan konduksi panas mendefinisikan tahanan terhadap konduksi panas k adalah konduktiviti panas suatu zat. Konduksi Keadaan Steady (Tunak) Persamaan neraca energi: Analisa satu dimensi arah sumbu x ditunjukkan sebagai berikut: Kuantitas energi panas adalah sebagai berikut: Energi masuk : Energi yang dibangkitkan : Perubahan energi dalam Energi keluar = Pada keadaan steady. yang besarnya tergantung pada temperatur zat itu.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .1. sehingga: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.

maka aliran kalor dapat dituliskan: Analogi listrik dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang lebih rumit.1. laju perpindahan panas: Aliran panas pada setiap bagian adalah sama.BAB II Untuk konduksi keadaan steady.1.Dinding Datar Sistem dengan lebih dari satu macam bahan. tahanan termal/panas/kalor. untuk menyatakan : file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. hukum Fourier dapat diintegrasi: 2. analisisnya akan menjadi seperti berikut: Untuk gradien suhu seperti gambar di atas.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . Jika ketiga persamaan akan diselesaikan bersamaan. Digunakan R. seperti dinding lapis rangkap.

Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan paralel: Jika suhu awal dan akhir kedua lapisan sama: 2.2. Sistem Radial-Silinder Suatu silinder.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . dimana: r1= jari-jari dalam r0=jari-jari luar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.1.BAB II Sehingga: = penurunan suhu total melintas keseluruhan tebing Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan seri mempunyai analogi dengan arus listrik yang mengalir melalui beberapa tahanan listrik dalam rangkaian seri.

A-3 Geankoplis.151 W/m. Air pendingin dalam tabung mengalir pada suhu 274.1 K. Sebanyak 14.2-1 (Geankoplis. 1987: Khardbutter= 0. Panjang tabung untuk koil pendingin Tabung silinder berdinding tipis dari karet dengan ID 5 mm dan OD 20 mm digunakan sebagai koil pendingin.9 K.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . Hitung panjang tabung yang diperlukan.65 W panas harus dipindahkan dengan pendinginan ini.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Penyelesaian: Dari App. 1987). jika suhu permukaan luar tabung 297.BAB II L=panjang Ti-To=beda suhu Laju perpindahan panas dapat ditentukan dari Hukum Fourier dengan penyesuaian rumus luas menjadi: Konsep tahanan termal dapat juga digunakan untuk dinding lapis rangkap seperti gambar di atas: Contoh 4.

Temperatur permukaan luar 255.4 K. kA= 0.6 mm cork board dan lapisan terluar 76. 1987).1016 m .0762 m Tahanan masing-masing material: Dengan cara yang sama: Untuk menghitung temperatur T2. Nilai: kpine = 0. dan temperatur antara pine dan cork board.2 mm concrete.K kconcrete = 0.151 W/m.7 mm kayu pine. xA= 0. Aliran panas melalui dinding isolasi ruang pendingin Ruang pendingin dilapisi dengan 12.3-1 (Geankoplis. Panjang tabung yang diperlukan: Contoh 4. r2 = 20/1000 = 0. dinding dalam. Penyelesaian: T1 = 255.1 K.0433 kC= 0.762 .1 K.02 m Ambil L= 1 m.4 K (ruang pendingin) dan permukaan luar concrete 297. dinding luar ke r1. xC= 0. xB= 0.005 m.762 W/m.K Hitung panas yang hilang (dalam W) untuk 1 m2. 101.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . Tanda negatif menunjukkan bahwa arah aliran panas adalah dari r2.0127 m . antara pine dan cork board: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. T4= 297.0433 W/m.K kcorkboard = 0.BAB II r1 = 5/100 = 0.151 kB= 0.

0254 m dan OD = 0.BAB II Contoh 4. T2 = T antara. Panas yang hilang dari isolasi pipa. karena nilai k yang tinggi. T3=310.305 m: Tahanan masing-masing: Laju perpindahan panas: Untuk menghitung temperatur T2: Hanya terjadi penurunan T yang kecil melintasi pipa.0508 m.8 K.305 m panjang. hitung: a.63 W/m. Pipa dilapisi asbestos (B) sebagai isolasi setebal 0. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Panas yang hilang b.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . Temperatur permukaan dalam pipa 811 K dan permukaan luar isolasi 310. Temperatur antara pipa dengan isolasi Penyelesaian: T1= 811 K.2433 W/ m.8 K Luas permukaan pada L=0.K.3-2 (Geankoplis. 1987).K dengan ID=0.0254 m dengan k=0. Pipa stainless stell berdinding tipis (A) mempunyai k= 21. Untuk pipa 0.

Suhu arus rata-rata: Adalah suhu yang dicapai apabila keseluruhan fluida yang mengalir melalui penampang itu dikeluarkan lalu dicampur secara adiabatik.1) mendefinisikan tahanan panas terhadap konveksi. akan tetapi menyatakan besarnya laju pindah panas di daerah dekat pada permukaan itu. Koefisien pindah panas permukaan h. Konveksi panas dapat dihitung dengan persamaan pendinginan Newton: …(3. Fluks Kalor: Adalah laju perpindahan panas persatuan luas (q/A).html (1 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Persamaan perpindahan panas menjadi: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Koefisien perpindahan kalor menyeluruh: Jika terjadi konduksi dan konveksi secara berturutan. Fluks kalor boleh didasarkan atas luas permukaan luar atau dalam pipa.1) Persamaan (3. bukanlah suatu sifat zat. maka berbagai tahanan panas yang tersangkut dapat dijumlahkan untuk memperoleh koefisien pindah panas keseluruhan U.BAB III BAB III PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI Perpindahan panas antara suatu permukaan padat dan suatu fluida berlangsung secara konveksi.

T = suhu rata-rata lokal Tw= suhu dinding yang dalam kontak dengan fluida Nilai h bila diterapkan: § Untuk sisi panas (bagian dalam tabung) Th=suhu fluida panas Twh=suhu dinding panas § Untuk sisi dingin (bagian luar tabung) Tc=suhu fluida dingin file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. h: Merupakan koefisien perpindahan panas untuk masing-masing fluida. koefisien yang didasarkan atas luas permukaan luar. luas permukaan luar tabung. maka U = Uo. Koefisien perpindahan panas individual.BAB III Th= suhu fluida panas Tc=suhu fluida dingin Th – Tc = gaya dorong atau beda suhu lokal menyeluruh A = luas permukaan dalam/luar pipa U = koefisien pindah panas keseluruhan berdasarkan A = faktor proporsionalitas antara q/A dan •T Jika A = Ao.html (2 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .

1-2 Geankoplis. § Fluida panas yang menerima panas akan naik ke atas. pemanasan air dalam ketel. yang tersusun dari bilangan-bilangan tanpa dimensi. Perpindahan panas konveksi dapat dikelompokkan kepada dua bahagian: 1. kekosongan tempat massa fluida yang telah naik diisi oleh massa fluida yang bersuhu rendah. dengan bentuk umum: Nu = K Rep Prq Grr (L/d)s dimana K = bilangan tetap.BAB III Twc=suhu dinding dingin Koefisien pindah panas permukaan dapat diperkirakan dari fungsi-fungsi empiris. rasio antara diameter tabung terhadap tebal ekivalen lapisan laminar h k D X =koefisien konveksi =konduktivitas panas =diameter tabung =tebal lapisan film (lapisan batas laminar) Korelasi untuk menentukan nilai h dipengaruhi oleh: § § § § Sifat fisika fluida Jenis dan kecepatan aliran Perbedaan temperatur Geometri sistem Beberapa nilai h dapat dilihat pada Tabel 4. Konveksi bebas/alamiah § Contohnya adalah pemanasan aliran udara yang melalui radiator.html (3 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Nu = angka Nusselt. 1987. § Aliran fluida terjadi akibat perbedaan densitas. dan perbedaan densitas akibat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.

§ Aliran/perpindahan panas tidak bergantung pada gradien densitas. Bentuk umum: Bilangan-bilangan tanpa dimensi itu adalah: Dimana: L =panjang pipa • =viskositas fluida ρ =densitas fluida g =percepatan gravitasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Konveksi Alamiah Pada perbatasan suatu permukaan dan suatu fluida akan terjadi perpindahan panas secara konduksi dan konveksi. Jika berbagai hasil penyelidikan itu dikumpulkan. 3.BAB III adanya gradien suhu di dalam massa fluida itu. Aliran alamiah ini memperbesar perpindahan panas yang semula sampai tercapai keadaan yang tecap. salah satu di antaranya adalah bilangan Grashof. Besarnya koefisien perpindahan panas harus didapat dari hasil percobaan.html (4 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . yang dibuat untuk menunjukkan sifatsifat konveksi bebas . § Contohnya aliran kalor melalui pipa panas. Tanpa adanya aliran yang dipaksakan terhadap fluida. ternyata dapat diperoleh persamaan empiris dalam bilangan-bilangan tanpa dimensi. 2. Konveksi paksa § Jika aliran fluida digerakkan oleh piranti mekanik seperti pompa dan pengaduk. Perbedaan temperatur antara bagian-bagian fluida menyebabkan perbedaan densiti dan karena itu timbul gerakan dan aliran dalam fluida.1. Cara perpindahan panas semacam ini disebut konveksi alamiah atau konveksi bebas. Banyak penyelidikan telah dilakukan untuk menentukan koefisien pindah panas itu. maka sekitar permukaan akan terjadi konveksi secara alamiah. Biasanya temperatur permukaan itu cukup tinggi untuk menimbulkan pula radiasi.

html (5 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . menghadap ke bawah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Untuk bidang tegaklurus dan silinder tegak lurus Aliran bergolak: Aliran berlapis: Untuk silinder mendatar Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. Karena terdapat berbagai persamaan dan nomogram. atau lempeng mendatar. Persamaan empiris dan nomogram itu dapat dipakai guna memperkirakan koefisien perpindahan panas untuk konveksi bebas. menghadap ke atas. Bagaimana beraneka ragamnya persamaan-persamaan itu dapat dilihat dari contoh-contoh di bawah ini. maka haruslah dicari yang keadaan sistemnya sama dengan sistem yang sedang ditinjau. yang didinginkan.BAB III Cp β hc k =kapasitas panas =koefisien ekspansi termal =koefisien konveksi =konduktivitas termal Hasil percobaan itu sering juga dinyatakan sebagai nomogram (alignment chart) atau grafik.

akan tetapi pengaruh hambatan gesekan makin lama makin berkurang dan hambatan bentuk lebih berpengaruh.2. sedang fluida yang lain mengalir dalam ruang anulus sebuah pipa yang lebih besar atau dalam ruang sebuah shell yang memuat banyak pipa. menghadap ke bawah atau lempeng mendatar. yang seluruhnya diliputi oleh fluida itu. Pengaruh aliran ini juga terlihat pada perpindahan panas antara fluida dan benda-benda yang terendam. Seringkali salah satu fluida dalam sebuah penukar-panas mengalir dalam pipa. kemudian panas menjalar secara konduksi melalui logam dinding pipa. Dalam bilangan Reynolds yang sangat rendah hanya hambatan gesekan yang berpengaruh. maka perpindahan panas selalu terjadi secara konveksi paksa. karena laju panas yang dipindahkan naik dengan adanya aliran atau pengadukan. Perpindahan panas berlangsung secara radial terhadap pipa.BAB III Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. menghadap ke atas: 3. mengalami dua macam hambatan. Jika bilangan Reynolds bertambah besar. panas dipertukarkan secara konveksi. Persamaan-persamaan empiris tentang koefisien pindah panas antara benda dan fluida hanya berlaku untuk benda dengan bentuk tertentu. yang didinginkan. baik hambatan gesekan maupun hambatan bentuk berpengaruh. yaitu hambatan gesekan dan hambatan bentuk. konveksi dan radiasi. Dalam hal ini radiasi biasanya terjadi pada permukaan luar yang berhubungan dengan lingkungan yang tetap temperaturnya. Jika dalam alat dikehendaki pertukaran panas. Antara fluida di dalam pipa dan permukaan dinding pipa sebelah dalam. Di luar pipa terjadi lagi konveksi.html (6 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Perhitungan dilakukan dengan persamaan yang berikut: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Konveksi Paksa Seperti telah diketahui fluida sekitar benda. Juga di sini pada waktu yang sama berlangsung perpindahan panas secara konduksi.

karena temperatur fluida berbeda. jenis perpindahan panas (pemanasan atau pendinginan). sifat aliran. Sebab untuk keadaan yang berlainan mungkin berlaku persamaan yang lain pula. Karena terjadi perpindahan panas. Begitu juga besarnya koefisien perpindahan panas konveksi akan berubah. maka sepanjang pipa fluida yang panas berkurang temperaturnya dan fluida yang dingin naik temperaturnya. dan haruslah ditemukan persamaan yang keadaan berlakunya sama dengan masalah yang dihadapi. letak pipa dan lain sebagainya. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. sesuai dengan persoalannya.BAB III Kalau persamaan di atas diterapkan di satu tempat. maupun dalam bentuk nomogram. Dalam mencari persamaan-persamaan empiris itu harus diperhatikan sifat fluida. Untuk menerapkan persamaan pindah panas pada satu alat. maka haruslah ada harga yang dirata-ratakan.html (7 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Banyak buku yang memuat keterangan tentang koefisien pindah panas. Biasanya selisih temperatur dirata-ratakan secara logaritma antara kedua ujung alat menjadi: (Selisih temperatur rata-rata logaritma) Dalam hal ini U dianggap tidak berubah banyak antara kedua ujung alat itu. Besarnya koefisien pindah panas secara konveksi diperkirakan dari persamaan-persamaan empiris. baik dalam bentuk persamaan. Untuk konveksi dalam pipa sudah tentu persamaan empirisnya lain daripada untuk konveksi luar pipa. Luas permukaan perpindahan panas A. Pada ujung keluar pipa itu akan terdapat selisih temperatur yang berbeda dengan pada ujung awal. Kalau U sangat berbeda di kedua tempat itu. Begitu juga koefisien perpindahan panas keseluruhan harus dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas. maka U adalah koefisien perpindahan panas keseluruhan setempat dan ∆T adalah selisih temperatur fluida di dalam pipa dan fluida di luar pipa di tempat itu. harus dihitung sesuai dengan keadaan sistem. maka dilakukan rata-rata dengan persamaan yang berikut: U dihitung dari jumlah tahanan panas keseluruhan.

Selama pemakaian pada permukaan itu akan tertentuk lapisan kotoran atau kerak.BAB III Koefisien pindah panas sebuah alat penukar panas mengalami perubahan selama pemakaian. Pada dinding pipa yang kedua belah permukaannya terdapat fluida. yaitu: Persamaan-persamaan itu dapat juga disajikan dalam bentuk grafik. seluruh tahanan pindah panas dianggap berada dalam lapisan batas. biarpun agak berjauhan dari permukaan fluidanya mengalir secara bergolak. Tahanan panas konveksi digambarkan sebagai terpusat dalam lapisan batas fluida pada permukaan padat. Menurut teori "dua lapisan" pada permukaan yang berhubungan dengan fluida terdapat. Lapisan ini terutama timbul pada permukaan yang berhubungan dengan air. Selisih temperaturpun lebih besar. maka tahanan terhadap perpindahan panas di 1apisan lebih besar daripada di daerah yang bergolak. Dalam menggunakan persamaan-persamaan itu. yang keadaan alirannya berlapis. Karena itu untuk perhitungan-perhitungan. Biarpun tipis lapisan itu merupakan tahanan tambahan terhadap perpindahan panas. didapati dua lapisan batas itu. Sewaktu masih baru permukaan logam pipa-pipa itu bersih. Besarnya tahanan karena pengotoran itu dapat dihitung dari persamaan yang berikut: di mana Ud adalah koefisien pindah panas keseluruhan untuk alat yang kotor dan untuk alat yang bersih.html (8 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . arah perpindahan panas perlu terus diingat. Karena keadaan dalam lapisan batas itu berlapis. Pada dasarnya rumus empiris untuk konveksi paksa meliputi benda mempunyai bentuk umum yang sama dengan rumus empiris untuk konveksi dalam pipa. Persamaan empiris hanya memberikan cara untuk memperkirakan besarnya koefisien pindah panas. sedang hd koefisien pindah panas untuk lapisan kotoran atau kerak. suatu lapisan tipis fluida. Karena itu dalam menggunakan persamaan empiris semua sifat fisis fluida dinilai sesuai dengan temperatur lapisan batas itu. Untuk perhitungan selisih temperatur selalu diambil antara permukaan dan tengah-tengah aliran yang bergolak. Karena persamaan empiris itu dinyatakan dengan bilangan tanpa dimensi maka sistem satuan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.

BAB III

mana yang digunakan tidak menjadi soal, asalkan tetap hanya satu sistem satuan yang dipakai. Banyak data telah diperoleh dalam percobaan-percobaan untuk menentukan koefisien pindah panas h. Data dapat disajikan dalam grafik atau sebagai persamaan. Di bawah ini akan diberikan berbagai contoh persamaan empiris yang sering dijumpai dengan batas-batas berlakunya. Aliran laminar Untuk aliran berlapis (laminar) dalam pipa tegak atau datar, di mana konveksi bebas dapat diabaikan, berlaku persamaan: Re < 2100 Dimana: L =adalah panjang pipa di mana terjadi perpindahan panas; m. d =diameter pipa; m • =viskositas fluida pada suhu rata-rata; Pa.s b • w =viskositas fluida pada suhudinding; Pa.s =kapasitas panas; J/kg.K =koefisien perpindahan panas rata-rata =konduktivitas termal; W/m.K

Cp hc k

Faktor (•/• w) digunakan sebagai koreksi, jika viskositas fluida di dekat dinding dan di tengah pipa terlalu berbeda. Semua sifat fluida dihitung pada suhu rata-rata kecuali • w Untuk fluida masuk dan keluar pada T berbeda, T rata-rata secara aritmetik: Tw= suhu dinding Tbi= suhu fluida masuk Tbo=suhu fluida keluar Aliran turbulen Untuk aliran bergolak (turbulen) dalam pipa yang bersih berlaku persamaan:
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (9 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

hL

= koefisien konveksi didasarkan pada •Tm.

Beda suhu rata-rata logaritmik,LMTD, •Tm Merupakan selisih suhu rata-rata secara logaritma pada kedua ujung peralatan.

Bilangan Grashof tidak ada dalam persamaan di atas, karena nilai bilangan Reynolds terlalu tinggi untuk adanya pengaruh konveksi bebas. Sifat-sifat fluida harus dinilai pada temperatur rata-rata antara temperatur masuk dan keluar. Persamaan-persamaan empiris yang ada pada waktu ini belum mencakup semua keadaan yang dijumpai dalam praktek. Banyak hal yang tidak dapat di hitung koefisiep pindah panasnya. Dalam hal ini h harus diperkirakan dari data empiris, yang biasanya dalam buku-buku referensi diberikan sebagai batas-batas nilai. Data yang dilaporkan dalam buku maupun dalam majalah banyak berguna dalam memperkirakan koefisien pindah panas secara konveksi.

Nila h untuk udara, Ptotal= 1 atm, aliran turbulen Nilai h untuk air, T=4-105oC, aliran turbulen

Nilai h aliran fluida yang melintasi plat datar
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (10 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

Aliran laminar : Re < 3.105; Pr > 0,7

Aliran turbulen: Re > 3.105; Pr > 0,7

Nilai h untuk aliran melintasi bola Sebuah bola yang akan dipanaskan atau didinginkan oleh fluida yang mengalir tegak lurus terhadap sumber bola. 1 < Re < 70.000 0,6 < Pr < 400 Nilai h aliran udara yang mengalir tegak lurus terhadap silinder tunggal dan udara yang mengalir tegak lurus pada silinder, digunakan: Nilai K dan n diperoleh dari daftar berikut: Re n 1-4 0,33 4-40 0,385 40-4000 0,466 4000-40000 0,618 40000-250000 0,805

K 0,891 0,821 0,615 0,174 0,0239

Nu 0,891-1,42 1,4 – 3,4 3,43 – 29,6 29,5 – 121 121 - 529

3.3. Gabungan Konduksi dan Konveksi Terdapat dua jenis fluida pada kedua sisi permukaan padatan. T1 = suhu fluida panas T2 = suhu fluida dingin

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (11 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III Laju perpindahan panas (gambar a): Koefisien perpindahan panas menyeluruh. U. dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas.html (12 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .L. gabungan konduksi dan konveksi.K Laju perpindahan panas (gambar b): A1 = 2p.r1 = luas permukaan dalam tabung Aalm = luas permukaan rata-rata tabung Ao = luas permukaan luar tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. U dalam W/m2. sesuai dengan persoalannya.

10-5 Pa. b.BAB III Contoh 4.7 K.6.html (13 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Karena koefisien konveksi steam besar sedangkan tahanan dinding pipa sangat kecil. 1987).7 K diluar pipa. Fluks panas (q/A) Penyelesaian: Dari App. Sebagai media pemanas digunakan steam pada 488.10-5 Pa. A.3. Koefisien perpindahan panas untuk L/D > 60.6 K akan dipanaskan melalui pipa dengan ID 25.686 Pada 488.7 K.6 K: mb = 2.03894 W/m Pr = 0. dianggap temperatur dinding pipa yang kontak dengan udara juga 488. mw = 2.62 m/dt.5-1.4 mm dan kecepatan 7.s k = 0. Geankoplis 1987.8 kPa dan temperatur rata-rata 477.64. udara pada 477. Pemanasan udara dalam aliran turbulen. (Geankoplis. Hitung : a. Udara pada 206.

Pemanasan air menggunakan steam dan penyelesaian dengan trial and error. A-5 (Geankoplis.8 oC diluar dinding pipa.6 oC dari App. koefisien perpindahan panas keseluruhan. Air akan dipanaskan dengan steam pada 107. 1987): 1” sch 40 : ID= 0.44 m/dt. Hitung hi untuk air didalam pipa.K. Air pada T = 65.10-4 Pa. 1987).0334 m. c. Hitung U.10-5 kg/m.BAB III mb = 2.6.72 r = 0.6 oC dan kecepatan 2.633 W/m.html (14 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .K µ = 4. A.5-2 (Geankoplis. Air mengalir melalui pipa horizontal 1” sch 40.2 : NPr = 2. b. pipa baja pada temperatur rata-rata 65. Koefisien sisi uap diperkirakan ho = 10500 W/m2.S file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Hitung q untuk 0.dt (a) Aliran turbulen: (b) Contoh soal 4.98 (1000) = 980 kg/m3 k = 0.6. a. didasarkan atas permukaan dalam pipa.305 m pipa.10-5 Pa. Penyelesaian: Dari App.0266 m dan OD = 0.32.s = 2.

6oC dan 107.53.1=81.5+16. •w.10-4.s Nre air pada temperatur rata-rata: (b) Untuk L=0.html (15 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .56.BAB III TRIAL I Temperatur dinding pipa diperlukan.305 m K untuk baja adalah 45 W/m.80oC = 3.8 oC.K Tahanan menjadi: Penurunan temperatur melalui lapisan air: =16. Tetapi efeknya terhadap hi cukup kecil dan dapat diabaikan.1oC Sehingga Tw=65.56.10-4 Pa. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.7oC Ini sangat dekat dengan nilai Trial I yaitu 80oC.80oC= 3. Sifat fisika yang berubah adalah mw jika dilakukan Trial II yaitu mw.81. dan diasumsikan berada diantara 65. sehingga tidak diperlukan trial ke-2.10-4 menjadi mw.7oC=3. diambil 80 oC = Tw.

agar temperatur permukaan asbes dapat mencapai 50oC. 40. dipanaskan dalam tungku dan keluar tungku pada temperatur 300oC melalui pipa baja 4 inci sch. Arah perpindahan panas adalah radial. dan penurunan temperatur minyak bumi besarnya 0. Berapa tebal lapisan asbes. sebanyak 1 kg/detik. Perpindahan panas mengikuti persaman: Dimana: = tahanan panas konveksi dalam pipa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Pipa ini hendak diinsulasi dengan lapisan asbes. Suatu aliran minyak bumi.html (16 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . yang terpasang dalam udara terbuka.1 oC/m panjang pipa. Analisa Keadaan masalah digambarkan pada sketsa berikut.BAB III (c) Soal latihan.

K Keterangan tentang udara: K (kering) = 26.138 W/m.27.detik/m2 Pada permukaan luar insulasi asbes terjadi konveksi bebas.detik/m2 Tf diambil 35 oC = 308 K β= koefisien ekspansi termal = 1/Tf = 1/308 Keterangan tentang minyak bumi: K = 0.02 mm Luas permukaan = 0.107 kg/m3 Cp (lembab) = 1.K r (100 oC) = 890 kg/m3 Cp (100 oC) = 1.103 J/kg.K µ (100 oC) = 0.K Asbes (100 oC) = 0.358 m2/m Harga konduktivitas panas.BAB III = tahanan konduksi panas melalui pipa = tahanan konduksi panas melalui asbes = tahanan panas konveksi bebas dalam udara Untuk menghitung besarnya tahanan panas.10-3 N.K µ(lembab) = 19. ialah: Baja (300 oC) = 43 W/m. 40 mempunyai ukuran sbb: ID = 102 mm OD = 114 mm Tebal dinding = 6. perlu dikumpulkan keterangan dan data dari pustaka sbb: Pipa 4” sch. k.0 N.6 mW/m.07 kJ/kg.178 W/m.97.html (17 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Untuk perhitungan pertama tahanan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.K r(lembab) = 1.

200 Tahanan konduksi melalui dinding pipa: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. R4 untuk sementara tidak diperlukan. yang kemudian menghasilkan tebal insulasi. Jadi q dan ∆T harus diketahui terlebih dahulu. Substitusi harga besaran-besaran di atas ke dalam persamaan perpindahan panas. memberikan harga untuk R3.pipa.Cp. maka bilangan Reynold harus dihitung.BAB III konveksi bebas tidak perlu diikut sertakan. Besaran ini terdapat dalam tahanan panas R.1 oC ∆T diperoleh dari selisih temperatur keseluruhan 300 – 50 = 250 oC Dari keempat tahanan panas R1 dan R2 dapat dihitung.102 m m= 0. G = 1 kg/dt D = 0.html (18 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Rencana: Persaman pokok untuk perpindahan panas adalah: Yang ditanyakan adalah tebal insulasi. Q diperoleh dari penurunan temperatur minyak bumi sebesar G. karena semua keterangan diketahui. Untuk minyak bumi perhitungan adalah sebagai berikut. ∆T = 0. Penyelesaian: Untuk dapat memilih persamaan empiris untuk menghitung h. karena temperatur permukaan diketahui yaitu 50 oC.det/m2 Dipakai persamaan berikut Nre = 46. 10-3 N. ∆T Watt/m.27 .

Pr)1/4 Menurut perhitungan ini temperatur permukaan insulasi besarnya = 20 + 33 = 53 oC.114 + d) = 0.647 m Penilaian: Hasil perhitungan diatas perlu diperiksa dengan tahanan konveksi bebas.K Laju perpindahan panas permeter pipa: R = R1 + R2 + R3 1.0109+0.3 = 0. Kalau dimisalkan temperatur udara 20 oC.7 d d = 0. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.08 + 0.7 (0.267 m d ins = 0.27=0.html (19 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .647 m Berlaku 103 < Gr.525 (Gr.K Tahanan konduksi melalui insulasi: ka= 0.178 W/m. 0.114 + (2. maka temperatur lapisan batas udara Tf pada permukaan insulasi dapat diambil Tf = ½ (50+20) = 35 oC Perhitungan tahanan konveksi bebas: b= 0.0004+R3 d= 0.08/0. sehingga dipakai persamaan Nu = 0.267) = 0.Pr < 109 .BAB III Kp=43 W/m.

harus diadakan perhitungan tebal insulasi lagi.5” dan dinding BWG no. s s s Rencana: 1. U dihitung dengan menghitung masing-masing tahanan panas dan menjumlahkannya. lakukan trial (cobacoba).7 m/detik.10-3 m3/detik. Soal Latihan Gas karbondioksida kering sebanyak 8. yang berarti insulasi harus dipertebal. Gas masuk dengan kecepatan 5. berdasarkan anggapan semua energi gas diserap oleh air. Untuk mempertahankannya pada 50 oC. Hitung luas permukaan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. U 4. akan tetapi lebih tinggi maka temperatur permukaan insulasi akan lebih tinggi dari 50 oC.0 .BAB III Perbedaan sebesar 3 oC atau lebih kurang 6% masih baik untuk perhitungan rancangan seperti ini. Berapakah banyaknya dan panjang pipa yang diperlukan?. Air mengalir berlawanan arah dengan gas dan masuk pada 25 oC.html (20 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .14. Air mengalir melalui ruang anulus antara kedua pipa dengan kecepatan 0.3 m/detik. Hitung selisih temperatur rata-rata •Tm 3. Setiap pipa berada dalam pipa tembaga yang lain dengan ukuran 1.16. Hitung koefisien perpindahan panas keseluruhan. •Tm dapat dihitung dari kenaikan temperatur ini dan laju alirnya. pada tekanan mutlak 2 bar dan temperatur 60 oC. Jika ada faktor yang tidak dapat dihitung. hendak didinginkan menjadi 40 oC. Q dapat dihitung dari laju alir dan penurunan temperatur gas CO2. Hitung laju perpindahan panas q 2. Gas berada dalam pipa tembaga ukuran 1” dengan dinding BWG no. Analisa: s Perhitungan dilakukan dengan persamaan s s Banyaknya pipa terdapat adlam luas permukaan A Faktor lain harus dihitung. Kalau temperatur udara bukan 20 oC.

013 bar V1 = 22. 60 oC: Pada kondisi standar: P1 = 1 atm = 1.415 m3/kgmol T1 = 273.html (21 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Laju perpindahan panas Berat 1 m3 gas pada 2 bar. 1.15 K N1 = 1 kgmol Kondisi 2: P2 = 2 bar V2 = 1 m3/n2 kgmol T2 = 273+60 = 333 K N2 = kgmol Cp CO2 diperhitungkan pada temperatur rata-rata = ½ (60+40) = 50 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.415 cm3/mol = 22.BAB III Penyelesaian: Semua keterangan didapat dari lampiran atau pustaka. Gas CO2 dianggap gas ideal.

474 kg/detik Cp(25 oC) air = 4180 J/kg.10-4 – 5.8 .7) = 20.3) (1000) = 0.10-4 = 3.53 . Selisih temperatur Luas penampang dalam pipa 1.html (22 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .8 .22 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Banyaknya air yang mengalir: (15.96.BAB III Dengan interpolasi didapat harga = 0.10-4 m2 Luas penampang dalam pipa 1” : Dengan kecepatan 5.10-4 (5.5” : Luas penampang luar pipa 1” : Luas penampang anulus : 9. 10-4 m2.10-3 (874) (60-40) = 445 J/dt 2.07.10-4 m3/dt Jadi diperlukan pipa sebanyak: Luas total penampang anulus menjadi 4 (3. 10-4) (0.oF = 874 J/kg.7 m/dt tiap pipa dapat mengalirkan: 3.03.1.96 .208 Btu/lb.K Kenaikan temperatur air ialah: Temperatur keluar air menjadi 25. oC Berat keseluruhan gas: Jadi panas yang dipindahkan: Q = 25.4.10-4) = 15.

967.105 BTU.6.10-4 m2 Diameter anulus = diameter setara de = 4 x faktor bentuk S Untuk perpindahan panas De=4(0.5.10-5 N/dt. Untuk CO2: k=0.10-2)meter=2. Koefisien perpindahan panas Untuk dapat memilih persamaan empiris yang akan digunakan.oF.96.606 W/m.0.dtk/m2 Cp = 4. untuk L/d = 60 (perkiraan) terbaca dari grafik untuk absis Nre = 6300: Untuk air didapat keterangan: d=de=2.dtk/m2 Persamaan yang akan digunakan: Dengan menggunakan grafik.K Cp=874 J/kg.10-3 N.73)=0.10-2 m m25 oC = 0.967.ft/ft2.jam=0.m2 Untuk aliran air: Luas penampang anulus = 3.0182 W/m.10-3 N.BAB III 3.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.0105(1.180 J/kg.10-2 m k= 0.html (23 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . selalu perlu diketahui apakah aliran laminar atau turbulen.K m = 0. Sehingga Nre harus dihitung.oC µ= 1.

080 m2/m Panjang pipa yang diperlukan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (24 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .1587 m2 Luas permukaan pipa: 0. Untuk pipa tembaga: Keliling pipa 1” rata-rata: Tahanan dinding pipa permeter pipa: Tahanan keseluruhan : Tahanan dinding pipa: Tahanan air: Tahanan gas: A=0. karena temperatur pipa diperkirakan hampir sama dengan temperatur air.BAB III Faktor diperkirakan mendekati 1.

Lazimnya a1at penukar ka1or adalah sistim yang digunakan penukaran ka1or diantara dua fluida yang dibatasi oleh dinding pemisah. maka kita perlu membincangkan tentang atat penukar ka1or yang bersesuaian dengan material yang akan kita pindahkan. Exchanger: Memanfaatkan perpindahan kalor diantara dua fluida proses (steam dan air pendingin tidak termasuk sebagai fluida proses. a1at penukar ka1or biasanya digunakan untuk pemanasan dan pendinginan proses serta a1iran produk. Pada kebanyakan sistem kedua fluida ini tidak mengalami kontak langsung. Alat penukar kalor berdasarkan fungsinya dapat digolongkan pada beberapa nama: 1. Sa1ah satu a1at penukar ka1or yang sederhana terdiri dari pipa panjang di da1am suatu pipa kedua. Kemudian di estimasi koefisien perpindahan kalor diantara kedua a1iran. Kalor akan bertukar diantara fluida di da1am dan di luar pipa yaitu yang berada pada daerah anulus. tetapi merupakan utilitas).BAB IV BAB IV ALAT PENUKAR KALOR Apabila kita berhubungan dengan dua macam zat cair atau gas di da1am proses yang akan saling bertukar ka1ornya. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Pada industri-industri kimia. Kontak langsung a1at penukar ka1or terjadi sebagai contoh pada gas kalor yang terfluidisasi da1am cairan dingin untuk meningkatkan temperatur cairan atau mendinginkan gas.html (1 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Ana1isa dan desain yang dilakukan digunakan untuk mengaplikasikan secara praktis prinsip-prinsip dasar yang sudah dibahas sebelumnya.

Boiler : Berfungsi untuk membangkitkan uap. dan sebagai bahan pemanas a1at ini menggunakan steam. in file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Condenser: Berfungsi untuk mengembunkan uap atau menyerap ka1or laten penguapan. Pipa ganda ini terdiri dari beberapa bagian: s s s s Gland (sambungan) Return head Return bend Tee Ukuran standar yang biasa terdapat pada Penukar ka1or pipa ganda: Diameter luar. antara dinding pipa da1am dan dinding pipa luar. 5. 7. Vaporizer: Berfungsi memekatkan cairan selain dari air. yang dibungkus oleh pipa yang lebih besar). 6. dan umumnya digunakan da1am ska1a laboratorium. 4. Steam biasanya digunakan sebagai media pemanas. Alat penukar ka1or pipa a. 4.html (2 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Penukar ka1or pipa ganda (double pipe heat exchanger) Adalah a1at perpindahan ka1or yang terdiri dari dua pipa konsentris (pipa kecil sebagai sentra1. Dimana satu fluida menga1ir lewat pipa da1am sedangkan fluida yang lain menga1ir lewat anutus. Beberapa jenis a1at penukar ka1or yang banyak dipakai akan dibahas berikut ini.1. Cooler: Berfungsi mendinginkan fluida proses. Evaporator: Berfungsi memekatkan suatu larutan dengan cara menguapkan airnya. Alat ini digunakan da1am industri ska1a kecil. in Diameter dalam. 3. Heater: Berfungsi memanaskan fluida proses. dan sebagai bahan pendingin digunakan air. Reboiler : Berfungsi sebagai pensup1ai kalor yang diperlukan bottom produk pada distilasi.BAB IV 2. 8.

BAB IV 2 2½ 3 4 1¼ 1¼ 2 3 b.1 terlihat suatu sketsa secara bagan dari jenis penukar ka1or ini.html (3 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Seluruh alat terdiri dari seberkas pipa yang dipasang diantara plat pipa. Kadang-kadang medium yang akan didinginkan dibawa mela1ui pipa dan medium yang akan dipanaskan dibawa seke1i1ing pipa. viskositas. Kesemuanya dibedakan berdasarkan jalur pemasukan dan pengeluaran bahan yang akan dipanaskan atau didinginkan. memaksa medium yang mengalir di sekeliling pipa. Gambar 4. Penukar kalor pipa-tabung (shell and tube heat exchanger) Pada Gambar 4. yang dapat lebih memperlancar lagi pertukaran kalor. Untuk menyangga beda muai antara pipa dan mantel. Dengan demikian dapat dicegah sudut mati dalam aparat. terdapatnya kotoran padatan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. dan sebagainya. Untuk luas per1ukan perpindahan kalor antara 100-200 ft2 digunakan penukar kalor jenis pipa ganda.1 memperlihatkan beberapa penyelesaian yang mungkin di1akukan. untuk berubah arah beberapa ka1i. Dinding ba1ik vertikal di sekitar pipa. akan tetapi dengan demikian dapat pula memperbesar kecepatan aliran. terdapat berbagai macam sistem. Pilihan ini bergantung kepada berbagai keadaan yaitu sifat ada media (cair atau gas). Adakalanya hal yang sebaliknya berlaku.

titik tempat terjadinya kebocoran semakin banyak.1. dan karena banyaknya sambungan. Penukar kalor pipa tabung (shell and tube heat exchanger) Sedangkan untuk luas lebih besar dari 200 ft2 pemakaian pipa ganda akan memerlukan tempat yang luas. Untuk itu lebih sesuai digunakan penukar kalor pipa tabung.html (4 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Industri ska1a besar memerlukan alat perpindahan kalor dengan luas perpindahan kalor yang besar. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.BAB IV Gambar 4.

Zat yang satu menga1ir mela1ui rusuk-rusuk diantara kedua pelat sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4. Penukar kalor pe1at Alat penukar ka1or ini terdiri dari beberapa pelat yang tersusun di da1am bingkai yang besar. (Gambar 4. Penukar ka1or pendingin udara Pemakaian alat ini adalah apabi1a air pendingin yang digunakan terbatas.BAB IV Keuntungan dari tipe ini: s s s s s Konfigurasi alat ini memberikan luas permukaan yang besar dalam volume yang kecil. sehingga udara digunakan sebagai pcndingin.html (5 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . 4.3) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Menggunakan teknik fabrikasi yang sudah baik. 4. Biasanya a1at ini digunakan terutama pada industri makanan dan minuman karena alat ini mudah dibersihkan dan diperiksa kembali. Dapat dikonstruksi dari sejumlah besar material.2. Mempunyai bentuk yang baik untuk operasi bertekanan.2. Mudah dibersihkan.3.

Penukar kalor pelat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.html (6 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .2.BAB IV Gambar 4.

html (7 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. RD (hitung) UC = dot faktor = koefisien perpindahan ka1or dalam keadaan bersih. Penukar kalor pendingin udara Masalah utama da1am perancangan alat perpindahan ka1or adalah: 1.BAB IV Gambar 4. Dot faktor (tahanan kotoran) Tahanan kotoran adalah kotoran (kerak) yang terbentuk selama penukar kalor dioperasikan dan akan menyebabkan koefisien perpindahan kalor menjadi berkurang.3.

Analisa-analisa kedua kasus ini agak berbeda.BAB IV UD = koefisien perpindahan kalor dalam keadaan kotor RD(ketentuan) = dot faktor maksimum. W merupakan laju alira masa (mass file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Nilai RD (hitung) harus 1ebih besar dari RD (ketentuan).1) dQh =(wCp)C. ∆P antara 0.4. yang dihitung bila kedua permukaan pipa tidak dibersihkan.. 2. Kita mulai dengan kesetimbangan kalor pada aliran dingin. Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda Pada Alat Penukar Kalor Pipa Ganda aliran di da1am pipa dapat berupa aliran searah sepanjang pipa maupun aliran berlawanan. 4. Bila dimisa1kan fluida yang 1ewat ada1ah fluida organik. sebagai berikut: .dTC = CCdTC dimana C = wCp Pada pernyataan ini dQh adalah kadar diferensial dimana kalor dipindahkan ke fluida dingin dari fluida panas melewati bagian diferensia1 dari penukar kalor. Penurunan tekanan Terjadi dalam masing-masing aliran.html (8 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . dalam batas-batas yang diizinkan yaitu: s s Untuk aliran uap dan gas. Tabel 12. 1965).125% RD(ketentuan). Kern. Harga ini merupakan batas tahanan yang maksimum.001 (ketentuan. A1iran searah ini di sebut cocurrent flow dan a1iran berlawanan disebut countercurrent flow. •P antara 5-10 psi. maka harga RD=O. dimana setelah itu kalor yang diijinkan menjadi 1ebih kecil dari yang dibutuhkan. Berkisar antara 100% .5-2 psi Untuk a1iran liquida (cairan).(4..

U.6) ada1ah diferensial.1) dan (4. Untuk kesetimbangan panas keseluruhan. dan tahanan konduksi dihubungkan dengan dinding pipa itu sendiri.(4.(4. panas yang hi1ang disamakan dengan f1uida panas untuk dibandingkan dengan fluida dingin.2) dipero1eh: …(4.5) . Pendefinisian U meliputi pemilihan apakah kita menggunakan permukaan da1am atau permukaan 1uar dari pipa dalam untuk mendefinisikan dA. dan bukan kapasitas kalor molar. adalah: dQh = U.2) Kalor dipindahkan dari saluran panas ke aliran dingin melewati susunan tahanan termal.. Tahanan-tahanan seri ini ditambahkan dan didefinisikan bahwa koefisien perpindahan kalor keseluruhan.. Terdapat tahanan konveksi pada permukaan pipa yang memisahkan dua aliran.dA.. dQh = -(wCp)HdTH = -CHdTH ...(TH -TC) .2) dapat ditu1is: dan Substitusi persamaan (4.html (9 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .. dan diperoleh: .1) dan (4.BAB IV f1ow rate) dan Cp adalah kapasitas kalor persatuan masa.3) Dimana dA adalah luas pem1ukaan diferensia1 yang memisahkan kedua aliran. Kita sekarang mendefinisikan perbedaan temperatur diantara bagian panas dan dingin sebagai: d(TH-TC)=d(•T) Dari persamaan (4.(4.6) Kesetimbangan panas persamaan (4.. berlaku untuk setiap titik disepanjang aksis penukar ka1or.. maka kesetimbangan untuk aliran panas hampir sama dengan aliran dingin.4) …(4.(4. Jika tidak ada kehilangan panas dari penukar kalor.7) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.

13) Hasil ini sama dengan definisi yang sudah diutarakan pada ana1isa a1at penukar ka1or sebelumnya pada suatu penukar kalor single-tube.. temperatur rata-rata logaritmik) sebagai: . Selanjutnya diberikan dua contoh Untuk membedakan operasi cocurrent dengan counter current. dengan sedikit perubahan tanda.6) dapat ditulis sebagai: Dimana: .8 ) dapat ditulis menjadi: .8) ∆T1 dan •T2 adalah perbedaan temperatur diantara kedua aliran pada ujung penukar panas.(4.. Persamaan ( 4...html (10 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.(4. dengan hasil: ..BAB IV Sehingga persamaan (4. Diasumsikan bahwa koefisien keseluruhan U diketahui dan tidak tergantung pada arah aliran untuk bentuk geometri dan laju alir kedua aliran yang ditentukan...11) Jika persamaan-persamaan ini diatur kemba1i dapat diselesaikan laju perpindahan panas keseluruhan. sehingga diperoleh: …(4..9) Persamaan diferensial untuk dT dapat diintegrasikan jika diasumsikan bahwa v ada1ah konstan disepanjang pipa.12) kita mendefmisikan apa yang disebut log-mean temperature difference (LMTD. Untuk aliran counter current diperoleh hasil yang sama.(4. sedangkan ∆T adalah perbedaan temperatur lokal diantara a1iran panas dan dingin.12) Da1am persamaan (4.(4.

s Perpindahan kalor dari uap yang mengembun (kondensasi) Uap kondensasi mungkin terdiri dari sati zat saja. s s Uap dapat mengembun menurut salah satu dari dua cara berikut: 1. atau campuran dua zat mampu kondensasi atau lebih.1. Rugi-rugi gesekan di dalam kondenser biasanya cukup kecil. Sangat tidak stabil dan sangat sukar dipertahankan sehingga metode ini jarang dipakai. pada suhu tetap atau hampir tetap. 5. mungkin berupa campuran zat mampu kondensasi dan zat tak mampu kondensasi. Tetesan-tetesan bergabung sehingga membesar dan mengalir ke bawah tabung karena pengaruh gaya gravitasi.html (1 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .BAB 5 BAB V PERPINDAHAN KALOR DISERTAI PERUBAHAN FASA Perubahan fasa mencakup: Penambahan atau pengurangan energi termal dalam jumlag yang agak banyak. s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. Kondensasi tetes (dropwise condensation) s Kondensat mula-mula membentuk inti nukleasi (tetesan). sehingga kondensasi itu dapat dikatakan merupakan proses tekanan tetap. Suhu kondensasi hanya bergantung pada tekanan sehingga proses kondensasi zat murni merupakan proses isotermal.

BAB 5 s Terjadinya bergantung pada sifat zat cair. gliserin. Kecepatan zat air pada dinding adalah nol. selama aliran kondensat di dalam film itu laminar. Tabung Vertikal = koefisien lokal = konduktivitas termal untuk kondensat film = tebal film Koefisien rata-rata untuk tabung vertikal. Contoh: logam cair.1. nitrobenzen. 2.html (2 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . Koefisien untuk kondensasi film Asumsi: s Satu-satunya tahanan terhadap aliran kalor adalah yang disebabkan oleh lapisan kondensat yang mengalir ke bawah dalam aliran laminar karena pengaruh gaya gravitasi. Kondensasi film (film-type condensation) § Lebih sering terjadi § Kondensat cair itu membentuk film atau suatu lapisan sinambung yang lalu mengalir di atas permukaan tabung karena pengaruh gaya gravitasi. s s s 1.1.1) Dimana: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. 5. ialah: …(5. Kondensat meninggalkan tabung pada suhu kondensasi. Suhu dinding dan suhu uap konstan.

kf : …(5.4) …(5. lb/ft. N = jumlah tabung dalam susunan. densitas. rf. konduktivitas lapisan film. Pada tabung horizontal. rf. g = percepatan gravitasi. alir an film kondensat itu dapat dikatakan selalu laminar. = pembebanan kondenat pada dasar tabung (lb/ft. Catatan: 1.3) untuk tabung vertikal diturunkan dengan pengandaian bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. Persamaan (5.2) Dimana Tf = suhu rujukan Th = suhu uap yang kondensasi Tw = suhu permukaan luar dinding tabung Bentuk ekivalen persamaan (5.1) dengan yang dieliminasi: 2.jam).html (3 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .5) Dimana: Γ= pembebanan kondensat persatuan panjang tabung.1) dan (5.BAB 5 mf. kf = viskositas. Suhu rujukan untuk menentukan mf. Tabung Horizontal …(5.

3) dibuat masing-masing 1. Abaikan faktor pengotoran dan tahanan dinding tabung. koefisien pada persamaan (5.1) an (5. jika jumlah tabung rata-rata dalam susunan vertikal adalah 6. Contoh 13. baga vertikal dengan diameter ¾ in 16 BWG.17. Air pendingin dengan suhu rata-rata 175 oF mengalir di dalam tabung. yaitu koefisien film kondensat. Berapakah koefisien itu dalam kondenser horizontal yang mempunyai tabung sebanyak itu juga.BAB 5 aliran kondensat itu laminar. (Mc Cabe. Besaran dalam persamaan (5.oF. dkk 1985) Pada sebuah kondensor selongsong dan tabung (Shell and Tube) yang menggunakan tabung te.3) berlaku.ft2. Panjang tabung 5 ft. Penyelesaian: Persamaan (5.108 ft/jam2 L = 5 ft Suhu kondensi Th adalah 270 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. Berapakah laju kondensasi klorobenzen dan pembebanan kondensat. tetapi sifat-sifat kondensat harus dievaluasi pada suhu rujukan Tf. klorobenzene mengkondensasi pada tekanan atmosfer di dalam selongsongnya.2). Maka untuk perhitungan praktis. a.13. seret uap itu juga dapat menimbulkan keturbulenan pada lapisan kondensat sehingga koefisien film kondensasi menjadi jauh lebih besar. 2. Karena itu diperlukan perhitungan coba-coba (trial and error). suhu dinding Tw harus ditaksir dari h.7 BTU/lb. Kalor laten kondensasi klorobenzen adalah 139.76 dan 1. Jika koefisien sisi air adalah 400 BTU/jam. b. yang diberikan oleh persamaan (5.html (4 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .3) yang dapat langsung ditentukan adalah: l= 139 BTU/lb g = 4. Dalam menghitung Tf.1. Bila kecepatan fase uap di dalam kondenser itu cukup besar.

Dianggap Tw = 205 oF Penurunan suhu ∆T = 270 – 205 = 65 oF Suhu rujukan.13 sebagaimana disarankan: Suhu dinding didapatkan dari persamaan : Do=0. 10 Mc Cabe dkk.2) ialah: Tf = 27.0625 ft Suhu dinding : Tw=175+33 = 208 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. dengan menggunakan koefisien 1.42) = 0.083 BTU/ft.¾ (270 – 205) = 221 oF Densitas dan konduktivitas termal zat cair hanya mengalami perubahan kecil dengan suhu sehingga dianggap tetap pada nilai-nilai berikut: rf = 65. dari persamaan (5.BAB 5 Suhu dinding Tw tentulah berada diantara 175 dan 270 oF.html (5 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .75/12 = 0.jam (lamp. oF Viskositas film itu adalah: mf = 0. 13 Mc Cabe dkk. 1985) (lamp.726 lb/ft.jam.3 (2. 1985) Taksiran pertama h. I.4 lb/ft3 kf = 0.

Untuk kondensor horizontal digunakan pers.BAB 5 Nilai ini cukup dekat dengan taksiran 205 oF sehingga perhitungan selanjutnya tidak diperlukan lagi.42) = 0.28 (2.893 Btu/jam.9815) (270 – 208) = 10.html (6 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . mT = laju kondensasi total.jam. Luas permukaan luar setiap tabung ialah: Ao = 0.1963 (5) = 0. N=6 •To = 270 – 215 = 55 oF Do = 0.9815 ft2 Laju perpindahan kalor menyeluruh menjadi: = 179 (0.5) Koefisien untuk klorobenzen mungkin lebih besar dari bagian (a) sehingga suhu dinding Tw sekarang diperkirakan 215 oF. Pembebanan kondensat: dan b.jam file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. (5.0625 ft mf = 0.oF Selanjutnya diperiksa apakah aliran itu laminar seluruhnya.68 lb/ft. Koefisien h = 179 Btu/ft2.

BAB 5

Tw = 175 + 43 = 218 oF Nilai ini sesuai dengan nilai taksiran 215 oF sehingga tidak diperlukan lagi trial berikutnya. Koefisien h ialah 270 Btu/ft2.jam. oF.

5.2. Perpindahan kalor ke zat cair yang mendidih Contohnya pada operasi evaporasi, distilasi, pembangkitan uap, pengolahan minyak bumi, pengendalian suhu pada reaksi kimia zat cair yang mendidih. Untuk tabung horizontal yang terbenam didalam zat cair mendidih. …(5.7) Dimana: = koefisien perpindahan panas = viskositas uap = penurunan suhu melintas uap = konduktivitas termal uap = densitas zat cair, densitas uap Do = diameter luar tabung pemanasan = selisih rata-rata antara entalpi zat cair dan entalpi uap panas lanjut.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (7 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

…(5.8) = kalor laten penguapan Cp = kalor spesifik uap pada tekanan tetap = panjanng gelombang-gelombang yang terkecil yang amplitudonya dapat berkembang pada antar muka datar yang horizontal. …(5.9) = tegangan antarmuka antara zat cair dan uap. Contoh 13.2 McCabe dkk, 1985: Freon (CCl3F) didihkan pada tekanan atmosfer dengan tabung tercelup horizontal yang diameter luarnya 1,25 in. Titik didih normal freon ialah 74,8 oF. Dinding tabung berada pada suhu 300 oF. Sifat-sifat freon 11 adalah sebagai berikut: = 91,3 lb/ft3 = 78,3 Btu/lb = 0,013 cP = 19 dyne/cm Cp = 0,145 Btu/lb.oF kv=BTU/ft.jam.oF Hitung koefisien perpindahan kalor, ho, dan fluks kalor q/A. Penyelesaian: = 0,013 (2,42) = 0,0314 lb/ft.jam = 300 – 74,8 = 225,2 oF Suhu film uap rata-rata = (300+74,8)/2 = 187,4 oF
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (8 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

= 91,3 lb/ft3; BM=137,5 ; Do = 1,25/12 = 0,104 ft Pada suhu film rata-rata: Pada titik didih: Dari persamaan (5.8) : Dari persamaan (5.9) anggap gc/g = 1 lb/lbf.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (9 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

Evaporasi bertujuan untuk memekatkan larutan yang terdiri dari zat terlarut yang tidak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. kebalikannyalah yang benar. dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha untuk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. zat cair pekat itulah yang merupakan produk yang berharga dan uapnya biasanya dikondensasikan dan dibuang. Evaporasi berbeda dari kristalisasi dalam hal penekanannya disini ialah pada pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal. dalam evaporasi. dan bukan zat padat. garis pemisah antara evaporasi dan krista1isasi tidaklah dapat dikatakan tegas. Evaporasi tidak sama dengan pengeringan.BAB VI BAB VI PROSES EVAPORASI 6. Air yang mengandung mineral seringkali diuapkan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair. dan walaupun uap itu merupakan campuran. Pengertian umum dari evaporasi ini adalah menghilangkan air dari larutan dengan mendidihkan larutan didalam tabung yang sesuai yang disebut evaporator. pelarut yang digunakan adalah air.html (1 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Lazimnya. misalnya pada penguapan air asin untuk membuat garam. Evaporasi berbeda pula dari distilasi karena disini uapnya biasanya komponen tunggal. Dalam kebanyakan proses evaporasi. dalam suatu situasi tertentu. Dalam situasi-situasi tertentu. Sebab evaporasi kadangkadang menghasilkan lumpur kristal di dalam larutan induk. Pendahuluan Evaporasi adalah salah satu kaedah utama dalam industri kimia untuk memekatkan larutan yang encer.1. Evaporasi dilaksanakan dengan menguapkan sebagian dari pelarut sehingga didapatkan larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. kadang-kadang zat cair yang sangat viskos. Tetapi.

Evaporasi ≠ Distilasi 1. Proses-proses evaporasi skala besar sudah banyak dikembangkan dan digunakan untuk membuat air minum dari air laut. karena persyaratan khusus proses. Jika uap berupa campuran. sebagian besar dikembalikan ke laut. tidak ada usaha untuk memisahkan menjadi fraksi-fraksinya Uap sering berupa campuran dan akan dipisah menjadi fraksi-fraksinya. dan untuk konsumsi manusia. tetapi dari segi proses adalah evaporasi. Evaporasi ≠ Kristalisasi 1.BAB VI mendapatkan hasil yang bebas zat padat untuk umpan ketel didih. Variasi dalam karakteristik cairan itulah (yang menuntut keahlian dan pengalaman para insinyur dalam merancang dan mengoperasikan evaporator) yang menyebabkan operasi ini meluas dari perpindahan kalor sederhana menjadi suatu seni tersendiri. tetapi dari segi teknik proses itu adalah evaporasi. Evaporasi ≈Kristalisasi : contohnya pada penguapan air asin untuk membuat garam Evaporasi ≈ Distilasi : contohnya pada penguapan air yang mengandung mineral untuk umpan ketel (boiler). Tabulasi perbedaan evaporasi dengan pengeringan. Biasa disebut distilasi air. Keterangan Sisa penguapan adalah zat cair. 2. distilasi dan kristalisasi: Proses (1≠2) Evaporasi ≠ Pengeringan No. Hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan air dalam umpan yang dipulihkan.Proses 1. Di sini hasil yang dikehendaki adalah air kondensasi. Konsentrasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Berikut ini adalah beberapa sifat penting dari zat cair yang divaporasikan. Permasalahan disini adalah pemekatan larutan Permasalahan: pembuatan zat padatatau kristal. 2. 2. Teknik ini biasa disebut disti1asi air (water distillation). kadang-kadang zat cair yangsangat viskos Sisa penguapan adalah zat padat Uap biasanya komponen tunggal.html (2 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Penyelesaian praktis terhadap masalah evaporasi sangat ditentukan oleh karakteristik zat cair yang akan dikonsentrasikan.

kristal-kristal ini harus dipisahkan karena. dan menyebabkan banyaknya bahan yang terbawa ikut. bahan kimia farmasi. membusa pada waktu diuapkan. dan bahan rnakanan dapat rusak bila dipanaskan pada suhu sedang selama waktu yang singkat saja. tetapi jika konsentrasinya meningkat. Pembentukan busa Beberapa bahan tertentu. Jika zat cair jenuh didihkan terns. larutan itu akan makin bersifat individual. keseluruhan masa zat cair itu mungkin meluap ke dalam saluran uap keluar dan terbuang. sehingga suhu didih larutan jenuh mungkin jauh lebih tinggi dari titik didih air pada tekanan yang sama. Dalam hal-hal yang ekstrim. Densitas dan viskositasnya meningkat bersamaan dengan kandungan zat padatnya. Bi1a kerak itu keras dan tak dapat larut. Kepekaan terhadap suhu Beberapa bahan kimia berharga. atau jika tidak. hingga larutan itu menjadi jenuh. Hal ini menyebabkan koefisien menyeluruh makin lama makin berkurang sampai akhimya kita terpaksa menghentikan operasi evaporator untuk membersihkannya. Bisa menyebabkan tabung evaporator tersumbat. Titik didih larutanpun dapat meningkat dengan sangat cepat bila kandungan zat padatnya bertambah. Busa yang stabi1 akan ikut ke luar evaporator bersama uap.html (3 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Kerak Beberapa larutan tertentu menyebabkan pembentukan kerak pada permukaan pemanasan. maka akan terjadi pembentukan kristal. pembersihan itu tidak mudah dan memakan biaya. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. lebih-Iebih zat-zat organik.BAB VI Walaupun cairan encer yang diumpankan ke dalam evaporator mungkin cukup encer sehingga beberapa sifat fisiknya sama dengan air. menjadi terlalu lamban sehingga tidak dapat melakukan perpindahan kalor yang memadai. Dalam mengkonsentrasikan bahanbahan seperti itu diperlukan teknik khusus untuk mengurangi suhu zat cair dan menurunkan waktu pemanasan.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. atau menjadi terkontaminasi oleh bahan itu.3 lb uap. Akan tetapi. Bahan yang dievaporasikan biasanya mengalir di dalam tabung. Banyak karakteristik lain zat cair juga perlu mendapat perhatian dari perancang evaporator. uap dari zat cair yang mendidih dikondensasikan dan dibuang. bahaya ledak. Jenis-Jenis Evaporator Kebanyakan evaporator dipanaskan menggunakan uap yang dikondensasikan di atas tabungtabung logarm. antara lain kalor spesifik. Karena itu digunakan juga bahan-bahan konstruksi khusus seperti tembaga. Evaporator mana yang dipilih untuk suatu masalah tertentu bergantung terutarma pada karakteristik zat cair itu. Berkurangnya suhu didih zat cair menyebabkan beda suhu antara uap dan zat cair yang mendidih itu meningkat. Bila kita menggunakan satu evaporator saja. zat cair yang mendidih biasanya berada da1am vakum sedang. evaporator sebaiknya dibuat dari baja. maka operasi ini akan menjadi efek dua ka1i atau efek-dua (double effect). Oleh karena adanya variasi dalam sifat-sifat zat cair maka dikembangkan berbagai jenis rancangan evaporator. dibawah 3 atm abs. pembebasan gas pada waktu mendidih. Jika uap dari satu evaporator dimasukkan ke dalam rongga uap (steam chest) evaporator kedua. Untuk menguapkan l lb air dari larutan. Metoda ini disebut sebagai evaporasi efek-tunggal (single-effect evaporation). dan timba1.BAB VI Bahan konstruksi Bila memungkinkan. nikel. yaitu sampai kira. namun proses ini tidak efektif dalam penggunaan uap.05 atm abs. titik beku. dan persyaratan operasi steril (suci hama. banyak larutan yang merusak bahan-bahan besi. aluminium. maka laju perpindahan kalor harus tinggi agar dapat menurunkan biaya pokok peralatan.kira 0. dengan demikian laju perpindahan kalor di da1am evaporator itu meningkat pula. sifat racun. radioaktivitas. kalor konsentrasi.html (4 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . baja tahan karat. diperlukan 1 sampai 1. grafit tak-tembus. Oleh karena bahan-bahan ini relatif mahal.2. Walaupun sederhana. 6. dan uap dari evaporator kedua dimasukkan ke dalam kondenser. Uap yang digunakan biasanya adalah uap bertekanan rendah.

Aliran ke bawah (film-jatuh) c. Efek ini dapat ditambah lagi dengan cara yang sama.ft2. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Metoda yang umum digunakan untuk meningkatkan evaporasi per lb uap dengan menggunakan sederatan evaporator antara penyediaan uap dan kondenser itu disebut sebagai evaporasi efek-berganda (multiple effect evaporation).1 adalah merupakan evaporator jenis klasik yang telah lama digunakan.BAB VI Ka1or uap yang semula digunakan lagi da1am efek yang kedua. Evaporator tabung horizontal 2. Sebagai hasilnya maka pada evaporator jenis ini dijumpai koefisien perpindahan panas keseluruhan yang lebih rendah berbanding pada evaporator jenis lain.html (5 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Evaporator film aduk 6. suhu didih. Aliran ke atas (film-panjat) b.2. Koefisien keseluruhan yang berada antara 200-400 Btu/jam. dan evaporasi yang didapatkan oleh satu satuan masa uap yang diumpankan ke da1am efek pertama. Larutan yang akan dievaporasikan berada di luar tabung horizontal dan uap mengalir di dalam tabung horizontal.1 Evaporator Tabung-Horizontal Evaporator tabung-horizontal sebagaimana yang ditunjukkan pada Gambar 6. Sirkulasi paksa .0F (1100-2300 W/m2K) akan didapatkan. yang tergantung pada perbedaan suhu keseluruhan. ini bermanfaat khususnya untuk mengevaporasikan larutan yang viskos. menjadi harmpir lipat dua.vertikal tabung panjang a. Jenis-jenis utama evaporator tabung dengan pemasukan uap yang lazim dipakai adalah: 1. Evaporator tabung horizontal biasanya digunakan untuk kapasitas yang kecil dan untuk mengevaporasikan larutan yang encer dan larutan ini tidak berbusa dan tidak meninggalkan deposit padatan pada tabung evaporator . 3. Tabung horizontal diliputi dan dikelilingi oleh sirkulasi yang alami dari cairan yang mendidih sehingga meminimumkan pengadukan cairan. dan sifat larutan yang dievaporasikan. Evaporator.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (6 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

2. Evaporator Tabung Horizontal 6.2.3 secara berturutan. uapnya lepas dan keluar dari unit itu sebagai cairan pekat.2.2 dan Gambar 6. Evaporator ini merupakan pengembangan dari evaporator tabung-panjang. dan cairan yang tidak menguap mengalir ke bawah dan keluar melalui anulus yang terletak di bahagian dasar evaporator. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Pada evaporator satu lintas. Seluruh evaporasi dilaksanakan dalam satu lintas (lawatan) saja. Evaporator satu 1intas dan evaporator sirku1asi ditunjukkan pada Gambar 6. cairan umpan dilewatkan melalui tabung hanya satu kali lewat saja. Pendidihan atau pemanasan cairan di dalam tabung akan menyebabkan aliran naik ke atas melewati tabung.BAB VI Gambar 6.html (7 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Pada kedua evaporator ini larutan mendidih di dalam tabung vertika1 dan media pemanas di luar tabung vertikal. Pada instalasi yang besar. terdapat beberapa lubang keluaran cairan atau produk dan tidak hanya satu seperti ditunjukkan pada Gambar 6.1. Media pemanas yang digunakan biasanya uap yang terkondensasi. Evaporator Satu Lintas Dan Evaporator Sirkulasi Evaporator dapat dioperasikan sebagai unit satu lintas atau sebagai unit sirkulasi.

html (8 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

Suhu zat cair dapat dijaga rendah dengan mengoperasikan unit ini dalam vakum tinggi. cairan pekat itu hanya sebentar saja berada dalam suhu didihnya. Evaporator satu lintas Rasio evaporasi terhadap umpan dalam unit satu lintas itu adalah terbatas.BAB VI Gambar 6. Dengan sekali lewatan cepat melalui tabung-tabung evaporator.html (9 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Evaporator film aduk (agitated film evaporator) selalu dioperasikan dalam satu lintas saja. di mana pemekatan tota1 terbagi-bagi dalam beberapa efek.2. dan dapat didinginkan dengan cepat begitu keluar dari evaporator. tetapi evaporator film jatuh (falling-film evaporator) dan evaporator film panjat (climbing film-evaporator) dapat pula dioperasikan dengan cara ini. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. sehingga evaporator jenis ini sesuai untuk operasi efek berganda.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (10 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

dan titik didihnya selalu mendekati maksimum. sehingga hanya sebagian saja dari keseluruhan evaporasi yang berlangsung dalam satu lewatan. sebagian dari zat cair itu mungkin tertahan di dalam evaporator selama beberapa waktu. oleh karena itu. Akibatnya. suhu zat cair lindak dapat dijaga pada tingkat yang tidak merusak. koefisien perpindahan kalornya akan cenderung rendah. viskositas.html (11 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Evaporator sirkulasi Pada evaporator sirkulasi (circulation evaporator) terdapat suatu kolam zat cair di dalam alat itu. dimana aliran berlangsung melalui tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Dengan menggunakan vakum yang cukup baik. Pemanasan yang terlalu lama atas sebagian kecil sajapun dari bahan peka-panas seperti makanan akan dapat menyebabkan keseluruhan produk itu rusak. Alal ini dapat dioperasikan dengan sirkulasi alamiah. Zat cair yang tidak menguap dikeluarkan dari tabung dan kembali ke kolam.3. maka konsentrasi.BAB VI Gambar 6. dan campuran itu lalu dialirkan melalui tabung-tabung evaporator. akan terpanaskan hingga suhu yang kelewat tinggi. harus selalu berada dalam konsentrasi maksimum. Umpan masuk akan bercampur dengan zat cair di dalam kolam. Evaporasi sirkulasi paksa semuanya dioperasikan dengan cara ini. Oleh karena zat cair yang masuk tabung itu mengandung beberapa bagian cairan pekat di dalam setiap bagian umpan. Sebagian dari zat cair itu dengan demikian. Evaporator sirkulasi tidak terlalu cocok untuk memekatkan zat cair yang peka terhadap panas. evaporator film panjat biasanya adalah unit sirkulasi. Semua cairan dalam kolam. Walaupun waktu menetap (residence time) zat cair itu dalam zone pemanasan barangkali singkat saja. dan cocok pula untuk evaporasi efek tunggal. Cairan pekat dari evaporator sirkulasi dikeluarkan dari kolam. Evaporator sirkulasi. serta densitas. dapat beroperasi dengan jangkau konsentrasi yang cukup luas antara umpan dan cairan pekat dalam satu unit saja. di lain pihak. tetapi zat cair itu akan berulang kali berada dalam kontak dengan tabung panas.

maupun titik didih larutan. Evaporator ini juga dapat menangani cairan yang viskos.5.BAB VI dengan disebabkan oleh perbedaan densitas. Evaporator Sirkulasi Paksa Evaporator sirkulasi paksa mempunyai bentuk seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6. larutan yang mudah membentuk busa atau untuk menguapkan larutan dalam masa yang singkat. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.500 Btu/jam. Sehingga kedua-dua evaporator vertikal ini adalah sangat berguna untuk kebanyakan proses evaporasi. di mana aliran dilaksanakan dengan pompa. dapat pula dengan sirkulasi paksa. maka aliran sirkulasi yang terjadi akan bergerak dengan lambat.oF (1100-2800 W/m2K) tergantung kepada baik sifat larutan. akan tetapi tidak sesuai untuk digunakan untuk mengevaporasikan larutan yang sangat viskos.3. sirkulasi alami yang dihasilkannya mempunyai kecepatan 1 hingga 3 ft/detik sehingga koefisien perpindallan panas pada evaporator ini lebih tinggi dibandingkan evaporator tabung horizontal yaitu pada rentang 200.4 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun vertikal dan berada di dalam tabung. Gambar 6. 6.html (12 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dan koefisien perpindahan panasnya menjadi kecil.2. tabung-tabung didalamnya dipasang secara rolling dan welding dan tidak secara packing seperti pada evaporator tabung horizontal. Pada kedua jenis ini. perbedaan suhu keseluruhan. Evaporator ini dapat digunakan untuk larutan yang membentuk deposit padatan.ft2. Kedua evaporator satu lintas dan evaporator sirku1asi juga mempunyai kelebihan operasional berbanding dengan evaporator tabung horizontal.4 dan Gambar 6. Pada evapoator satu lintas dan juga evaporator sirkulasi. akan tetapi untuk evaporator jenis sirkulasi. karena padatan yang terbentuk di dalam tabung dapat dihilangkan dengan pembersihan mekanis.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (13 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

4. sehingga uap yang dihasilkan akan tersembur keluar. Pada evaporator sirkulasi paksa. caitan yang akan dievaporasikan dipompakan melewati penukar panas (heat exchanger) dimana media pemanas mengelilingi pipa-pipa yang membawa cairan yang akan dievaporasikan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. pada saat cairan memasuki ruang kosong di dalam tabung. Gabungan penurunan tekanan dan head hidrostatik di dalam alat ini adalah cukup besar untuk mencegah larutan mendidih di dalam pipa penukar panas. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Pemanas Vertikal di dalam Tabung Gambar 6.html (14 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI Gambar 6.5 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun horizontal dan terletak terpisah dengan tabung.

dari pada evaporator dengan permukaan perpindahan panas yang terletak di da1am badan tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Desain sekat yang tepat diperlukan untuk mencegah penggabungan gelembung-gelembung kecil cairan dan juga untuk mencegah perubahan arah dari aliran cairan. Evaporator sirkulasi paksa yang moderen biasanya ditengkapi dengan pemanas yang terletak di luar tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Elemen Pemanas Terpisah Horizontal Karena kecepatan semburan ada1ah tinggi.5.5. di dalam ruang kosong diletakkan sekat yang berguna untuk memisahkan uap dari larutan yang masih ada.html (15 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI Gambar 6.

Evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas terpisah juga merupakan evaporator yang berbentuk lebih kompak sehingga dapat dipasang pada ruang dengan tinggi atap yang rendah. koefisien perpindahan panas akan bergantung kepada kecepatan sirkulasi.BAB VI 6. untuk mengurangi terbentuknya endapan-endapan padatan di dalam pemanas. Tabung-tabungnya biasanya mempunyai panjang 12 hingga 20 ft dengan diameter 1 sampai 2 inci. Bagian-bagian utama evaporator jenis ini ialah : ( 1) sebuah penukar panas jenis tabung dengan uap dalam selongsong. Pendidihan ini akan meningkatkan kejatuhan larutan dan menjadikan koefisien pendidihan menjadi dua ka1i lebih besar berbanding dengan tanpa pendidihan. Pada evaporator sirkulasi paksa. Pada tingkat sirkulasi yang rendah. 6. pendidihan dapat dengan mudah dicegah dengan cara meletakkan pemanas pada posisi yang lebih rendah dibandingkan letak ruang pelepasan. Evaporator Vertikal Tabung Panjang Contoh evaporator vertikal tabung panjang dengan alian zat cair ke atas terlihat pada Gambar 6.4.6. dan sifat-sifat sistem. sebuah kaki pemulang (return leg) untuk mengembalikan zat cair dari separator ke bagian bawah penukar panas.html (16 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Dalam mengevaporasikan cairan umpan. Hal ini tidak dapat dilakukan dengan mudah jika permukaan penukar panas berada di dalam badan evaporator. Pada evaporator dengan pemanasan di luar . dan (3) bila a1at ini dioperasikan sebagai unit sirkulasi. dan zat cair yang akan dipekatkan di dalam pipa/tabung. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.4. sehingga kecepatan sirkulasi keseluruhan yang melalui pipa adalah beberapa kali lebih besar dari kecepatan umpan. Penggunaan pemanas di luar tabung akan menjadikan evaporator ini lebih sering digunakan karena pembersihan pipa-pipa pemanas dan penggantian pipa-pipa yang mengalami korosi lebih mudah dilakukan. titik didih.2. pendidihan akan terjadi disepanjang pipa-pipa pemanas. adalah merupakan hal yang penting untuk mencegah pendidihan di dalam pipa-pipa elemen pemanas. (2) sebuah separator (pemisah) atau ruang uap (vapour space) untuk memisahkan zat cair yang terbawa ikut dari uap. Fraksi dari cairan yang menguap ketika melewati pipa akan menjadi kecil.

Evaporator seperti Gambar 2. yang tidak panjang. kondensat uap. akan tetapi evaporator vertikal tabung panjang sangat efektif untuk memekatkan cairan yang mempunyai kecenderungan untuk berbusa. agar pembersihan lebih mudah djlakukan. Selain itu evaporator ini juga sangat berguna untuk digunakan menangani material yang sensitif terhadap panas karena evaporator ini dapat dioperasikan tanpa proses resirkulasi. Di dekat puncak tabung. Busa itu akan pecah bila campuran zat cair dan uap berkecepatan tinggi menumbuk sekat di bagian kepala uap. campuran zat cair selanjutnya masuk ke dalam separator.html (17 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . sehingga kecepatan linier uap menjadi jauh berkurang. Umpan encer.6 hanya dapat bekerja sebagai unit sirkulasi saja. Untuk membantu pemisahan tetes-tetes zat cair. Diameter separator itu lebih besar dari diameter penukar panas. penukar panas dari evaporator ini dapat diletakkan di luar badan evaporator. Fraksi yang diuapkan pada evaporator ini biasanya lebih besar dibandingkan pada operasi sirkulasi paksa. dan gas takmampu kondensasi yang terkandung dalam uap. sambil menerima kalor dari uap. Walaupun evaporator ini tidak dapat digunakan untuk zat cair yang viskos. Jika diperlukan.BAB VI Alat itu mempunyai lubang masuk masing-masing untuk zat cair umpan dan untuk uap. biasanya pada suhu disekitar suhu kamar. Di dalam zat cair itu terbentuk gelembung-gelembung sehingga meningkatkan kecepatan liniernya dan meningkatkan laju perpindahan panas. Pada zone ini gelembung uap berganti-ganti dengan potongan zat cair dalam tabung naik dengan cepat melalui tabung dan keluar dengan kecepatan tinggi dari ujung atas tabung. lubang keluar masing-masing untuk uap. uap itu dibuat menumbuk seperangkat sekat. cairan pekat. Umpan jtu mengalir ke atas di dalam tabung sebagai zat cair pada jarak tertentu. Dari tabung itu. gelembung itu bertambah besar dengan cepat. Zat cair dan uap mengalir ke atas di dalam tabung sebagai akibat dari peristiwa didih zat cair yang terpisah kembali ke dasar tabung dengan gravitasi. masuk ke dalam sjstem dan bercampur dengan zat cair yang kembali dari separator. lalu mengalir melewati sekat itu sebelum keluar dari separator. Tingkat evaporasi tiap-tiap lewatan (pass) pada jenis ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan jenis-jenis evaporator sirkulasi lainnya dan evaporasi masih dapat ditingkatkan dengan menambah panjang tabung-tabung pemanas atau dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

Masalah yang mungkin timbul dalam mengoperasikan evaporator ini adalah pada saat mendistribusikan zat cair ke dalam tabung-tabung atau tube. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. misalnya dengan menyemprotkan cairan ke dinding tabung.html (18 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI mendinginkannya. Pendistribusian harus dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga level cairan. Koefisien perpindahan panas evaporator ini dapat dihitung dengan menggunakan persamaan Nusselt.

dan yang mengharuskan waktu kontak yang singkat sekali dengan permukaan panas dapat diatasi dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.2. Evaporator Film Jatuh Masalah pemekatan bahan-bahan yang sangat peka terhadap panas. seperti air jeruk.5.html (19 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .6. Evaporator Vertikal Tabung Panjang 6.BAB VI Gambar 6.

dan keluar dari bagian bawah unit itu. kemudian keluar dari bawah. lalu mengalir ke bawah di dalam tabung panas itu dalam bentuk film. Tabung-tabung itu diberi sisip pada ujungnya yang memungkinkan zat cair mengalir dengan teratur ke setiap tabung itu. dapat pula dipasang distributor 'kalajengking' dengan lengan-lengan radial untuk menyemprotkan umpan dengan laju stedi ke dalam permukaan dalam setiap tabung. Selama berlangsung evaporasi. kuantitas zat cair berkurang secara kontinu selama ia mengalir dari puncak tabung ke dasarnya. Evaporator ini bentuknya menyerupai sebuah penukar panas jenis tabung. dan distributor/penyebar zat cair di atas. Atau. Evaporator Film Turbulen Akhir-akhir ini banyak dikembangkan evaporator modern yang bertujuan untuk menangani bahan yang viskos. Cara lain ialah dengan menggunakan nosel penyemprot di dalam setiap tabung. dan dilengkapi dengan separator zat cair uap di bawah.7 merupakan evaporator yang banyak digunakan untuk tujuan tersebut karena dapat menangani file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. peka. sehingga jum1ah pemekatan yang dapat dilaksanakan da1am satu lewatan terbatas seka1i. Untuk mendapatkan perpindahan kalor yang baik. Uap yang keluar dari zat cair itu biasanya terbawa turun bersama zat cair. vertikal. yang panjang. Evaporator film-turbulen sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6. zat cair masuk dari atas. Alat ini juga sesuai sekali untuk memekatkan zat cair viskos. Masalah utama dengan evaporator film-jatuh ialah dalam mendistribusikan zat cair itu secara seragam menjadi film di bagian dalam tabung. Evaporator filmjatuh tanpa sirku1asi dengan waktu tinggal yang sangat singkat dapat menangani produk-produk yang peka yang tidak dapat ditangani dengan cara lain. dan korosif. distribusi zat cair pada lubang itu dapat dipercepat dengan melakukan daur ulang zat cair itu ke puncak tabung.BAB VI evaporator film jatuh. berdiameter 2 hingga 10 inci. Tabung-tabungnya biasanya agak besar. Pada evaporator film-jatuh satu lintas.html (20 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . angka Reynolds fi1m-jatuh harus lebih besar dari 2000 pada setiap titik di dalam tabung.2. Bila sirkulasi dapat dilakukan tanpa menimbulkan kerusakan pada zat cair. 6.6. Hal ini memungkinkan volume aliran yang lebih besar melalui tabung dibandingkan dengan pada operasi sekali lintas. Hal ini dilakukan dengan menggunakan seperangkat plat logam berlubang-lubang (perforasi) yang ditempatkan lebih tinggi di atas plat tabung yang dipasang dengan teliti agar benar-benar horisontal.

Evaporator itu merupakan modifikasi daripada evaporator film jatuh yang mempunyai tabung tunggal bermantel. sehingga menumbuk plat-plat vertikal yang stasioner. Di dalam separator. Umpan masuk dari puncak bagian bermantel dan disebarkan menjadi film tipis yang sangat turbulen dengan bantuan daun-daun vertika1 agitator (pengaduk) itu.BAB VI baik bahan yang viskos. Tetesan-tetesan itu bergabung (koalesensi) pada plat ini dan kembali ke bagian evaporasi. uap naik dari zone penguapan masuk ke dalam bagian tak bermantel yang diametemya agak lebih besar dari tabung evaporasi. zat cair yang terbawa ikut dilemparkan ke arah luar oleh daun-daun agitator. Zat cair itu sangat turbulen. Uap bebas zat cair itu lalu keluar melalui lubang ke luar pada bagian atas unit itu. Cara lain untuk meningkatkan keturbulenan ada1ah dengan pengadukan mekanik terhadap film zat cair itu. Konsentrat keluar dari bawah bagian bermantel. dan laju perpindahan kalorya besar. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. di mana di dalam tabung itu terdapat sebuah pengaduk. setiap cara yang dapat mengurangi tahanan itu akan memberikan perbaikan yang berarti terhadap koefisien perpindahan panas menyeluruh.7. tahanan pokok terhadap perpindahan panas menyeluruh dari uap kepada zat cair yang mendidih di dalam evaporator terletak pada sisi-sisi zat cair. seperti dalam evaporator pada Gambar 6. Oleh karena itu. berlumpur bahkan kering. Dalam evaporator tabung panjang. lebih-lebih yang menggunakan sirkulasi paksa. kecepatan zat cair di dalam tabung itu tinggi. Pada evaporator ini.html (21 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

tetapi dalarn rancang ini penurunan itu cukup 1ambat. Evaporator film Turbulen Keunggulan utama dari evaporator film aduk ialah kemampuannya menghasilkan laju perpindahan kalor yang tinggi pada zat cair viskos. Produk evaporasi bisa mencapai viskositas sampai setinggi 1000 P pada suhu evaporasi. koefisien itu nyata lebih besar dari yang didapatkan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Sebagaimana juga pada evaporator jenis lain.html (22 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI Gambar 6.7. koefisien menye1uruh turun dengan cepat bila viskositas naik. Dengan bahan-bahan yang sangat viskos.

antibiotika dan sari buah. lateks karet.BAB VI pada evaporator sirkulasi paksa. Untuk larutan ideal. Evaporator fi1m aduk sangat efektif dengan produk viskos yang peka panas. demikian juga halnya dengan kesan dari konsentrasi zat cair sewaktu berada pada titik didihnya. kalor yang diperlukan untuk memanaskannya sampai suhu didih mungkin cukup tinggi. dan penurunan suhu menyeluruh ∆T. Jika zat terlarut bersifat non volatil dan untuk operasi evaporasi. yang mungkin memerlukan perawatan dan pemeliharaan dan kapasitas setiap unitnya kecil. karena kalor yang digunakan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. adanya bagian-bagian dalam yang bergerak. yaitu hasil kali dari tiga faktor: luas permukaan perpindahan panas. Kapasitas didefinisikan sebagai banyaknya pon air yang diuapkan perjam. Jika umpannya dingin. semua kalor yang berpindah melalui permukaan pemanas dapat digunakan untuk evaporasi. A. dan jauh lebih besar daripada unit sirkulasi alamiah. maka performa evaporator diukur berdasarkan atas kapasitas evaporator tersebut. atau: Jika umpan masuk evaporator itu berada pada suhu didih sesuai dengan tekanan absolut ruang uapnya. koefisien perpindahan panas menyeluruh. dan kapasitasnya menjadi q. Kapasitas Evaporator Untuk evaporator jenis tabung dengan pemanasan uap. sehingga kapasitasnya untuk suatu nilai q tertentu akan berkurang sesuai dengan itu. 6. Kelemahannya ialah biayanya yang tinggi. seperti gelatin. kesan konsentrasi dapat diestimasi dengan menggunakan hukum Raoult dan Dalton sebagai berikut: dimana a dan b merupakan simbol untuk menyatakan solute (zat terlarut) dan solvent (pelarut) secara berturutan. kesan kedalaman cairan dan percepatan perlu untuk diketahui. U. maka laju perpindahan panas q melalui permukaan pemanasan suatu evaporator. Jika zat cair dievaporasikan.3. menurut definisi dari koefisien perpindahan kalor menyeluruh.html (23 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . jauh di bawah kapsitas evaporator bertabung banyak.

Untuk konsentrasi yang berlainan. tetapi bisa sampai setinggi 150oF pada larutan pekat garam anorganik.BAB VI memanaskan umpan tidak dapat digunakan untuk evaporasi. dan kapasitas evaporator akan lebih besar dari yang ditunjukkan q. Bila zat cair itu mempunyai karakteristik seperti air murni. sebagaimana jika kita membaca suhu uap yang kondensasi. jika umpan itu berada pada suhu di atas titik didih pada ruang uap. garis-garis itu sangat mendekati lurus. Untuk larutan pekat. serta pada kedalaman zat cair itu di atas permukaan pemanasan. kenaikan titik didih itu dapat dicari dengan mudah dengan menggunakan aturan empirik yang dikenal sebagai kaedah Duhring yang menyatakan bahwa titik didih suatu larutan tertentu merupakan fungsi linier dari titik didih air mumi pada tekanan yang sama. pada perbedaan tekanan antara rongga uap-pemanas dan ruang uap hasil evaporasi di atas zat cair mendidih itu. jika titik didih larutan digambarkan terhadap titik didih air pada tekanan yang sama. Kenaikan titik didih di atas titik didih air ini dikenal sebagai kenaikan titik didih larutan. akan didapat suatu garis lurus. Penurunan suhu nyata melintas permukaan pemanasan bergantung pada larutan yang diuapkan. kaedah ini tidak eksak. kecepatan zat cair di dalam tabung juga dipengaruhi oteh penurunan suhu karena adanya rugi gesekan di dalam tabung yang meningkatkan tekanan efektif zat cair itu. titik didihnya dapat dibaca dari tabel uap. tetapi dalam jangkau yang sedang. yaitu kenaikan titik didih dan tinggi tekan zat cair . kita dapatkan pula garis-garis yang berbeda. Jadi. Tekanan uap kebanyakan larutan dalam air lebih kecil dari tekanan uap air pada suhu yang sama. Kenaikan titik didih ini harus dikurangkan dari penurunan suhu yang diramalkan dari tabel uap. Pada beberapa evaporator. dalam evaporator nyata titik didih larutan dipengaruhi oleh dua faktor. walaupun tidak selalu harus sejajar. Akibatnya untuk suatu tekanan tertentu. Proses ini disebut evaporasi kilatan (f1ash evaporation). Namun.html (24 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih air mumi. jika tekanannya diketahui. Nilainya kecil untuk larutan encer dan larutan koloida organik. sebagian dari umpan akan menguap secara spontan melalui penyeimbangan adiabatik dengan tekanan ruang-uap. Jika jangkau tekanan terlalu besar. Sebaliknya.

Pada kebanyakan evaporator. Tahanan menyeluruh terhadap uap dan zat cair mendidih ialah jumlah dari lima macam tahanan tersendiri: tahanan film uap. Koefisien film uap selalu tinggi. Koefisien menyeluruh ialah kebalikan dari tahanan menyeluruh itu. faktor penggotoran uap kondensasi dan tahanan dinding tabung biasanya sangat kecil. dinding tabung biasanya agak tebal. dua buah tahanan kerak.html (25 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . sehingga tahanannya mungkin merupakan bagian yang cukup penting dari keseluruhan tahanan. Oleh karena adanya gas yang tak-mamppu kondensassi dapat menyebabkan turunnya koefisien film uap. bukanlah merupakan fungsi konstruksi evaporator. dalam evaporator film aduk. Suatu tetesan zat cair yang berada pada jarak Z ft di bawah permukaan berada pada tekanan ruang uap di tambah tinggi-tekan Z ft zat cair. yaitu di dalam tabung dan di luar tabung. tahanan dinding tabung. rugi gesekan di dalam tabung akan meningkatkan lagi tekanan rata-rata zat cair itu. Besarnya pengurangan tidak dapat ditaksir secara kuantitatif. Tetapi. dan kecuali karena pengaruh tinggi tekan hidrostatik. lebih-lebih bila tinggi permukaan dan kecepatan zat cair itu tinggi. Dalam evaporator nyata. titik didih zat cair di dalam tabung lebih tinggi dari titik didih yang ditunjukkan oleh tekanan ruang uap.BAB VI Jika kedalaman zat cair di dalam evaporator itu cukup besar. bila kecepatan zat cair itu besar. juga jika kondensasi itu kondensasi film. dan karena itu titik didihnya lebih tinggi. Untuk mendapatkan kondensasi tetes. Penurunan suhu itu ditentukan oleh sifat-sifat uap dan zat cair yang mendidih. titik didih yang berkaitan dengan tekanan di dalam ruang uap ialah titik didih lapisan permukaan zat cair itu saja. kepada arus uap itu biasanya ditambahkan promotor. oleh karena itu. dan tahanan dari zat cair yang mendidih. tetapi efek kualitatif daripada tinggi-tekan zat cair itu dapat diabaikan. Tetapi. koefisien menyeluruh sangat dipengaruhi oleh rancang evaporator dan metode operasinya. Fluks kalor dan kapasitas evaporator dipengaruhj oleh perubahan beda suhu maupun perubahan koefisien perpindahan kalor. Disamping itu. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. maka harus ada ventilasi untuk membuang gas-gas tak-mampu kondensasi itu dari rongga uap pemanas dan mencegah udara masuk bila tekanan uap lebih rendah dari tekanan atmorfir . dan dengan demikian koefisien yang lebih tinggi lagi. dan biasanya diabaikan dalam perhitungan evaporator. Kenaikan titik didih ini akan menyebabkan kekurangan penurunan suhu rata-rata antara uap dan zat cair dan mengurangi kapasitas.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dan hanya sebagian yang tersisa untuk evaporasi. Dalam evaporator sirkulasi alamiah. Pada evaporator efek tunggal. dan satu lagi untuk sisi-cairan atau uap larutan. dan lebih-lebih pada yang menangani zat cair viskos. Jika suhu umpan lebih rendah dari titik didih di dalam efek pertama. koefisien sisi zat cair untuk larutan encer dalam air adalah antara 200 dan 600 Btu/ft2. 6. entalpi penguapan uap=pemanas ke efek pertama dapat digunakan satu kali atau beberapa kali. Konsumsi uap. 6. ekonomi evaporator adalah semata-mata masalah neraca entalpi.BAB VI Koefisien sebelah zat cair sangat bergantung pada kecepatan zat cair itu di atas permukaan panas. bergantung pada jumlah efeknya. tahanan pada sisi zat cairlah yang menentukan laju perpindahan kalor menyeluruh ke zat cair yang mendidih itu. kilat yang terjadi akan menyebabkan evaporasi lebih tinggi dari yang bisa dibangkitkan oleh entalpi penguapan uap itu. Pada kebanyakan evaporator. Faktor utama yang mempengaruhi sistim ekonomi evaporator ialah banyaknya efek. Secara kuantitatif. juga tidak kalah pentingnya. dalam pon per jam. Ekonomi evaporator juga dipengaruhi oleh suhu umpan.4. tetapi pada alat efek berganda. Melalui suatu perancangan yang baik. ekonominya mungkin jauh lebih besar. Neraca Entalpi Evaporator Efek Tunggal Pada evaporator efek tunggal.0F. Nilai konsumsi uap merupakan hasil bagi antara kapasitas dengan ekonomi evaporator. Jika suhu umpan lebih tinggi dari titik didih. ka1or laten kondensasi uap pemanas berpindah melalui permukaan pemanasan dan menguapkan air dari 1arutan yang mendidih. Ada dua neraca entalpi yang diperlukan. beban pemanasan itu akan menggunakan sebagian dari entalpi penguapan uap pemanas. satu untuk uap-pemanas.4.1.html (26 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Ekonomi Evaporator Ekonomi ada1ah banyaknya pon yang diuapkan per pon uap yang diumpankan ke da1am unit itu. ekonominya hampir selalu kurang dari satu.jam.

dan bahwa aliran gas yang tak mampu kondensasi dapat diabaikan. dan bahwa rugi ka1or file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Ts T Tf =suhu kondensassi uap pemanas =suhu zat cair yang mendidih di da1am evaporator =dan suhu umpan. ms mf =laju aliran uap pemanas dan laju aliran kondensat =laju aliran cairan encer.html (27 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Dimisalkan selanjutnya bahwa tidak ada kebocoran atau zat cair yang terbawa ikut bersama uap.BAB VI Gambar 6. atau umpan m =1aju a1iran cairan pekat mf –m =laju aliran uap cairan ke da1am kondensor. andaikan tidak ada zat padat yang mengendap dari cairan itu.8. Neraca bahan dan neraca enta1pi pada evaporator .

1) dimana: qs = laju perpindahan kalor melalui permukaan pemanasan dari uap pemanas. Uap pemanas yang masuk kedalam rongga uap pemanas itu bisa panas lanjut. dan kondensatnya biasanya keluar dari rongga itu agak dingin lanjut di bawa hingga didihnya.BAB VI evaporator itu tidak perlu diperhitungkan. Neraca entalpi sisi uap ialah: s …(6. Dengan pengandaian ini. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Kesalahan kecil yang mungkin diakibatkannya akan dikompensasikan oleh kesalahan karena mengabaikan rugi kalor dari rongga uap-pemanas. Hv Hc Λ s = enta1pi spesifik uap pemanas = entalpi spesifik uap kondensat = kalor laten kondensasi uap pemanas = laju aliran uap pemanas ms Neraca entalpi untuk sisi cairan ialah: …(6. Namun. dan qs = q. kalor yang berpindah dari uap pemanas ke tabung harus sama dengan kalor yang berpindah dari tabung pemanas ke cairan.2) dimana: q = laju perpindahan kalor dari permukaan pemanasan ke zat cair . dan dapat diabaikan dalam penyusunan neraca entalpi. Jika tidak ada rugi kalor. Hv = entalpi spesifik uap cairan Hf H = entalpi spesifik cairan encer = entalpi spesifik cairan pekat. yaitu kalor laten kondensasi uap. selisih antara entalpi uap pemanas dan kondensat hanyalah λ . keduanya.html (28 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . baik panas lanjut uap maupun dingin lanjut kondensat itu kecil.

entalpi tidak linier dengan konsentrasi pada suhu tetap. digambarkan grafiknya terhadap konsentrasi.2: Jika kalor pengenceran zat cair yang akan dipekatkan itu cukup besar sehingga tidak dapat diabaikan.1 dan 6. dalam fraksi massa atau persen bobot zat terlarut.2 ialah diagram entalpi-konsentrasi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Isoterm-isoterm pada gambar itu menunjukkan entalpi sebagai fungsi konsentrasi pada suhu tetap. dimana entalpi dalam Btu per pon atau joule per gram larutan.BAB VI Jadi dengan menggabungkan persamaan 6.html (29 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Sumber yang terbaik untuk mendapatkan nilai Hf dan H untuk digunakan pada persamaan 6.

Tekanan antara uap dan unit kondenser. Jika umpan pada titik didihnya: Ø Seluruh kalor muncul sebagai kalor laten dalam uap yang keluar dari efek pertama. Efek terakhir: tekanan ruang uap cairan minimum. tekanan kondenser. s s s Cara pengumpanan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Kondisi steadi. Pada suhu.html (1 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . tinggi cairan yang ditentukan/dijaga: konsentrasi cairan dapat diubah hanya dengan mengubah laju alir umpan: Ø produk terlalu encer : laju alir umpan dikurangi. Masing-masing efek bekerja sebagai evaporator efek tunggal. Ø Suhu kondensat yang meninggalkan efek kedua hampir sama dengan suhu uap dari zat cair mendidih di dalam efek pertama.EVAPORATOR EFEK BERGANDA BAB VII EVAPORATOR EFEK GANDA Beberapa ciri evaporator efek ganda: s s s s s s s Terdiri dari dua atau lebih evaporator yang dihubungkan satu sama lain. Uap dari satu efek berfungsi sebagai medium pemanas bagi efek berikutnya. konsentrasi. tekanan uap. terbagi pada dua efek atau lebih. Ø produk terlalu kental: laju umpan ditambah. Tekanan ruang uap cairannya paling tinggi. Ø Kondisi steady: seluruh kalor yang digunakan untuk membuat uap pada efek yang pertama harus diserahkan lagi ketika uap ini kondensasi pada efek ke-2. Masing-masing mempunyai beda suhu melintas permukaan yang berkaitan dengan penurunan tekanan pada efek itu. akumulasi=0. Efek I : efek tempat mengumpankan uap mentah.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA 1. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. karena aliran berlangsung dari tekanan rendah ke tekanan tinggi. Umpan dimasukkan secara paralel ke setiap efek. Umpan campuran § Zat cair masuk dalam suatu efek pertama. 3. dimana dihasilkan lumpur kristal dan cairan induk. 2. berurutan hingga efek pertama. Umpan mundur § Zat cair diumpankan ke efek terakhir.html (2 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Tidak terdapat perpindahan zat cair dari efek satu ke efek lain. Memerlukan satu pompa untuk umpankan ke efek satu dan satu pompa lagi untuk mengeluarkan zat cair dari efek terakhir. § Memerlukan satu pompa disetiap efek. Umpan maju s s Konsentrasi zat cair meningkat dari efek pertama hingga efek terakhir. 4. mengalir ke ujung deret lalu dipompakan lagi ke efek pertama untuk pemekatan akhir. § Sebagian dari pompa-pompa yang digunakan pada umpan mundur tidak diperlukan lagi. Perbandingan penguapan larutan NaOH pada efek tunggal dan ganda. Umpan paralel § § § Contohnya dalam evaporator kristalisasi.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA s s Keadaan awal dan akhir untuk masing-masing cara evaporasi adalah sama. Jumlah selisih temperatur yang berguna berkurang lagi menjadi 55 oC. Untuk pemanasan digunakan selisih temperatur sebesar 72 oC. s Penguap efek tiga Kerugian karena kenaikan titik didih naik lagi menjadi 6 + 8 + 9 = 23 oC. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. s s Penguap efek dua Terdapat dua kali kerugian karena kenaikan titik didih dengan jumlah 9+6 = 15 oC Selisih temperatur untuk pemanasan berkurang menjadi 62 oC.html (3 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Masing-masing menggunakan uap larutan jenuh. Penguap tunggal: Hanya dijumpai sekali kenaikan titik didih sebesar 54 – 48 = 6 oC.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (4 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

html (5 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

7.1. Kapasitas dan ekonomi evaporator efek ganda
s

Kapasitas total evaporator efek ganda biasanya tidak lebih besar dari efek tunggal yang luas permukaannya sama dengan salah satu efek itu. Kalor yang berpindah di dalam ketiga efek (untuk efek 3).

s

s

Kapasitas total sebanding dengan laju perpindahan kalor total qT dan diperoleh dari: Andaikan luas permukaan tiap efek adalah A ft2, koefisien menyeluruh U juga sama pada setiap efek, persamaan diatas dapat dituliskan kembali: penurunan suhu total antara uap pemanas dalam efek pertama dan uap cairan dalam efek terakhir. Ekonomi evaporator efek berganda bergantung pada masalah neraca kalor dan bukan pada laju perpindahan kalor. Kapasitas evaporator efek berganda berkurang karena kenaikan titik didih.

s

s

s

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (6 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Contoh 16-3 Mc-Cabe dkk, 1985 Sebuah evaporator efek ganda tiga sirkulasi paksa akan diumpankan dengan 60.000 lb/jam larutan NaOH 10% pada suhu 180 oF. Cairan pekat yang dikehendaki adalah NaOH 50 %. Evaporator tersebut menggunakan uap jenuh pada 50 lbf/in2 abs, dan suhu kondensasi uap dari efek ke-3 adalah 100 oF. Urutan pengumpanan adalah II,III,I. Radiasi dan pendinginan lanjut kondensat dapat diabaikan. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK KOEFISIEN MENYELURUH W/m2. oC BTU/ft2.jam oF I 700 3970 II 1000 5680 III 800 4540 Ditanya: a. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek, andaikan A1=A2=A3. b. Konsumsi uap c. Ekonomi uap

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (7 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Penyelesaian: Mf = 60.000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh, andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator. Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 6000 6000 Air 54000 6000 48000 Total 60000 12000 48000

Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE, dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 48000/3 = 16000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing - masing efek: Cf = 10 % NaOH = 0,1 fraksi massa C1 = 50% NaOH = 0,5

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (8 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

1985) Kondensat pada efek ke III berada pada suhu 100 oF.136 Titik didih air (=suhu umpan masuk) = 180 oF Titik didih larutan = 187 oF BPE1 = 187 – 180 = 7 oF Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 181 – (76+7+13) = 85 oF 85 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek. 1985: Efek I C1= 0.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Uap pada 50 lbf/in2. Ts=281 oF dan ls=924 BTU/lb (lamp 8 Mc Cabe dkk.5 Titik didih air = 281 oF Titik didih larutan = 357 oF BPE1 = 357 – 281 = 76 oF Efek III C3= 0. Dari Gambar 16-4 McCabe dkk.html (9 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .214 Titik didih air = 100 oF Titik didih larutan = 113 oF BPE1 = 113 .100 = 13 oF Efek II C2= 0. Tekanan kondensat = 0. EFEK I T (suhu didih) 33 T’ (suhu kondensasi) 76 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar.95 lbf/in2.

993 Y = -1920 …(1) Neraca entalpi ada efek III Zat cair dari II + Zat cair dari II = Uap hasil dari III + Umpan ke I + Kondensat dari II file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.X) X – 0.136 100 Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1174 67 1171 249 250 135 1126 102 140 1111 110 Flow Rate (lb/jam) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek II Uap hasil dari I + Umpan ke II = Uap hasil dari II + Zat cair dari II + Kondensat dari II (1171.5 0.214 172 0. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 248 281 248 180 149 149 172 113 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0.EVAPORATOR EFEK BERGANDA EFEK II EFEK III 23 29 7 13 T1 = 281 – 33 = 248 oF T1’ = 248 – 76 = 172 oF T2 = 172 – 23 = 149 oF T2’ = 149 – 7 = 142 oF T3 = 142 – 29 = 113 oF T3’ = 113 – 13 = 100 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.X) + (60000)(135) = (1126.10 142 0.Y) + 102 (60000 – Y) + (140.html (10 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

940 Y = 46000 X – 0. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor.933 Y = 47920 Y = 16340 lb/jam X = 46000 – (1.000 BTU/jam q2=(14300)(1171) – (14300)(140) = 14.983.940)(16340) = 14300 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 48000 – X – Y = 48000 – 14300 – 16340 = 17360 lb/jam Bebas panas: = (14300)(1171) – (12000+14300)(67) + (12000)(250) = 17. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi.Y) X + 1. sehingga didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain.html (11 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .743. eltalpi. laju evaporasi.940 Y = 46000 …(2) (1) dan (2) : X + 1.EVAPORATOR EFEK BERGANDA (1126.993 Y = -1920 2.000 BTU/jam Sehingga luas permukaan: Luas rata-rata = Luas permukaan tidak sama. penurunan suhu.Y) + 102 (60000 – Y) = 1111(48000 – X .Y) +(12000 + X)67 + (110.000 BTU/jam q3=(16340)(1126) – (16340)(110) = 16.601. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. ms = c. Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 245 281 246 180 149 149 170 114 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0. Luas permukaan tiap efek = 719 ft2 b.5 0. Konsumsi uap.137 100 Konsentrasi 1174 68 1170 249 249 135 1126 101 138 1111 110 Entalpi (BTU/lb) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Flow Rate (lb/jam) Hasil: a.228 170 0.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Pembetulan suhu. entalpi dan laju aliran.10 142 0.html (12 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator. Ekonomi uap Penyelesaian: Produk pekat 20000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh. dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 180000/3 = 60000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing .jam oF I 800 II 500 III 300 Ditanya: d. Digunakan umpan maju dengan umpan masuk pada suhu 60 oF. 1960. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek. Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 10000 10000 Air 190000 10000 180000 Total 200000 20000 180000 Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE. andaikan A1=A2=A3.html (13 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .3 Foust. Konsumsi uap f. Uap tersedia pada tekanan 125 psia dan ejektor pada 1 psia.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Contoh 10. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK BTU/ft2. Luas permukaan pemanasan pada ketiga efek adalah sama dan cukup besar untuk menghasilkan 20000 lb/jam produk pekat. Sebuah evaporator efek ganda tiga digunakan untuk memekatkan larutan NaOH 5% menjadi 50 %. e.masing efek: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

5 Titik didih air (suhu keluar ejektor) = 101.8) (Gbr.8 oF Efek III C3= 0.5 oF Efek II C2= 0.02 BTU/lb Hliq = 315.55 BTU/lb Kondensat keluar dari ejektor pada 1 psia.125 Tidak adaketerangan yang jelas.5+10) = 159.05 fraksi massa C3 = 50% NaOH = 0. 1985: Efek I C1= 0.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Cf = 5% NaOH = 0.071 Titik didih air = 344. Ts = 101. Ts=344.4 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. 16-4) (lamp 8 Mc Cabe dkk. 1985) Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 242.html (14 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .5 oF Dari Gambar 16-4 McCabe dkk.8+70. Titik didih air = 200 oF (Trial) Titik didih larutan = 210 oF BPE1 = 210 – 200 = 10 oF (lamp.2 = 2.5 Uap pada 125 psia.7 – (2.2 oF dan ls=875 BTU/lb Hvap = 1191.5 oF Titik didih larutan = 172 oF BPE1 = 172 – 101.5 = 70.2 oF Titik didih larutan = 347 oF BPE1 = 347 – 344.

74 = 171.63 – 80.89 oF T3’ = 171.28 48.12 – 48.2 60 313.92 oF T1’ = 313.92 262.92 344.5 = 101.12 oF T2 = 311. EFEK I EFEK II EFEK III T (suhu didih) 30.28 = 313.85 221.5 Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.92 – 2.79 Flow Rate (lb/jam) ms 200000 X ms 200000-X Y 200000-X-Y X 180000-X-Y Y 20000 0.08 1105.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 159.89 0.8 = 311.63 171.98 1164.5 T1 = 344.06 1182.74 T’ (suhu kondensasi) 2.63 oF T3 = 252.45 80.05 Suhu Jenuh (oF) Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1191.32 281. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Zat cair dari III Suhu (oF) 344.2 313.15 139.89 – 70.125 0.86 231.63 262.html (15 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .4 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek.55 283.2-30.63 – 10 = 252.5 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.45 = 262.8 315.8 10 70. Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar.63 oF T2’ = 262.071 0.63 311.12 171 252.02 28.

laju evaporasi.000 – X – Y )(1105.82 lb/jam Kebutuhan steam.6 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 180000 – X – Y = 66701.98) (1191.15) (1818.000 – X)(283.06)(X) + 10.02) + (200000)(28.584.1786 Y = 59872.55) ms = 51.3 = 1.24)(Y) = 155.000 = 933.8) + (ms)(315. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor.315.06) = (X)(1182.311 = 3.html (16 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . ms = 113.906. 85) + (20000)(139. penurunan suhu. eltalpi.82 X Efek II (X)(1182.32) = (180.79) + (Y)(221.0995 Y .8) + (200.X + 177.86) + (200.58 lb/jam X = 53425.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek I (ms)(1192.000 – X – Y)(231.0751 Y + 190.54 (Y) …(2) …(1) Efek III (Y)(1164.800 – 874.02 – 315.000 + 898.53 (X) …(3) (2) dan (3) X + 12.32) + (X)(281.404.08) (849.98) = (Y)(1164.13 lb/jam Luas permukaan: Luas permukaan tidak sama.7 = 2.184.86) + (200. sehingga file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.532.55) + (200000 – X)(283.000 – X – Y)(231. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi.

62 oF T3 = 244.62 – 10 = 244.62 oF T2’ = 254.38 = 295.82 – 2.html (17 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .22 – 37.22 oF T2 = 292.8 = 292. TRIAL II T1 = 344.08 lb/jam Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.5 = 171.5 oF Luas permukaan rata-rata = 2580 ft2 Konsumsi uap. ms = 111.92 – 70.EVAPORATOR EFEK BERGANDA didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain.82 oF T1’ = 295.5 = 101.074.6 = 254.2 .48.92 oF T3’ = 171.62 – 73.

html (18 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

Dalam kristalisasi dari larutan sebagaimana dilaksanakan dalam industri.Bab 8 BAB VIII KRISTALISASI Kristalisasi atau penghabluran ialah peristiwa pembentukan partikel-partikel zat padat di dalam suatu fase homogen. atau c. Kristalisasi merupakan metode yang praktis untuk mendapatkan bahan-bahan kimia murni dalam kondisi yang memenuhi syarat untuk pengemasan dan penyimpanan. Konsep dan prinsip yang diuraikan disini berlaku baik untuk kristalisasi zat terlarut (solute) di dalam larutan jenuh maupun kristalisasi sebagian dari pelarut (solvent) itu sendiri. sebagaimana dalam hal pembekuan kristal es dari air laut atau larutan garam encer lainnya. Kristalisasi dapat terjadi sebagai: a. yang mengisi kristalisator file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Kristal yang terbentuk dari larutan yang tak murni selalu murni. Pembahasan kita hanya akan dibatasi pada situasi yang terakhir ini aja yaitu kristalisasi dari larutan cair. campuran dua fase cairan induk (mother liquor) dan kristal dari segala ukuran. Kristalisasi dari larutan sangat penting dalam industri karena banyaknya ragam bahan yang dpasarkan dalam bentuk kristal. seperti dalam pembentukan salju b. Penggunaannya sangat luas karena dua hal: 1.html (1 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . 2. Pembentukan partikel padat di dalam uap. Kristalisasi dari larutan cair. Pembekuan (solidification) di dalam lelehan cair sebagaimana dalam pembuatan kristal tunggal yang besar.

html (2 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Kristal dicirikan oleh kenyataan bahwa partikel-partikel pembentuknya (yang bisa berupa atom. untuk itu hal-hal yang menjadi pertimbangan: 1. masing-masing kristal itu harus kuat. Jika kristal itu akan diproses lebih lanjut. 2. maka distribusi ukuran kristal (crystal size distribution. maka ukuran yang wajar dan cukup seragam diperlukan untuk kemudahan filtrasi (penyaringan). molekul atau ion) tersusun dalam suatu susunan tiga dimensi yan beraturan yang disebut kisi (lattice). bila kristal dibiarkan terbentuk tanpa gangguan dari kristal lain atau benda luar. Jika kristal itu akan dipasarkan sebagai hasil akhir. CSD) harus dikendalikan dengan ketat. dan tidak melekat dalam kemasan. besarnya seragam. disebut magma. Walaupun ukuran relatif muka dan sudut berbagai kristal dari bahan yang sama mungkin sangat berbeda-beda. yang disebut muka (face). Sistem Kristalografi Oleh karena semua kristal dari setiap bahan tertentu mempunyai sudut antarmuka yang sama file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. pengangkutan. pencucian. pelaksanaan reaksi dengan bahan kimia lain. serta penyimpanan kristal. kristal itu akan berupa polihedron yang mempunyai sudut-sudut tajam dan sisi yang rata. Untuk mencapai tujuan ini. dan itulah yang menjadi tujuan utama dalam perancangan dan operasi kristalisator.Bab 8 (crystallizer) dan dikeluarkan sebagai hasil. Geometri Kristal Kristal adalah suatu benda mati yang sangat terorganisasi. untuk dapat diterima langganan. Akibat dari susunan pertikel seperti itu. tidak menggumpal. namun sudut-sudut yang dibentuk oleh muka-muka yang sebanding pada semua kristal dari bahan yang sama selalu sama dan merupakan karakteristik (ciri) dari bahan itu. Tujuan kristalisasi yang utama adalah mendapatkan perolehan yang memuaskan serta kemurnian yang tinggi.

biasanya hampir murni. 8. Laju pertumbuhan setiap muka diukur dengan kecepatan translasi muka itu dalam berpindah menjauhi pusat pada arah tegak lurus terhadap muka itu. terbentuk dengan baik. Satu bahan tertentu dapat terkristalisasi di dalam dua kelas yang berbeda atau lebih. kristal yang tumbuh setiap memelihara keserupaan geometriknya selama pertumbuhan. kebutuhan energi. tetapi masih mengandung cairan induk bila dikeluarkan dari magma akhir.html (3 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . tetragonal.Bab 8 walaupun terdapat perbedaan besar dalam tingkat perkembangan masing-masing muka. trigonal. perolehan. 1985. Kalsium karbonat misalnya. Kemurnian hasil Kristal yang baik. bergantung pada kondisi kristalisasi. Setiap poligon di dalam gambar tersebut menunjukkan sosok (outline) kristal pada beberapa waktu yang berbeda. paling umum terdapat di alam dalam bentuk heksagonal (sebagai kalsit) tetapi juga terdapat dalam bentuk ortorombik (aragonit).. semua poligon itu mempunyai keserupaan geometrik dan garis putusputus yang menghubungkan sudut-sudut poligon itu dengan pusat kristal itu merupakan garis lurus. laju perpindahan berbagai muka kristal invarian itu tidaklah sama. Kecuali jika kristal itu berbentuk polihedron beraturan. Pada Gambar 28-1 Mc Cabe et al. yaitu kubus.1. massa zat padat itu mungkinmengandunng cairan induk bersama kristal. bentuk kristal diklasifikasikan atas dasar sudut-sudut ini. terlihat penampang kristal invarian selama pertumbuhannya. ortorombik. laju nukleasi dan laju pertumbuhan. heksagonal. Bila cairan induk yang terkandung yang kemurniannya rendah itu dikeringkan. dan derajat kontaminasi ini bergantung pada banyak dan derajat ketakmurnian cairan induk yang terkandung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Ada tujuh kristal. dan jika panen itu mengandung agregat kristal. Kristal demikian disebut kristal invarian. Kristal Invarian Pada keadaan ideal. monoklin. Prinsip Kristalisasi Kristalisasi dapat dianalisis dari sudut pandangan kemurnian. Oleh karena kristal tersebut invarian. terjadi kontaminasi. dan triklin. Titik pusat harus dianggap sebagai lokasi inti asal tempat kristal itu tumbuh.

Efektivitas langkah pemurnian bergantung pada ukuran dan keseragaman kristal. Keseimbangan dan Perolehan Keseimbangan di dalam proses kristalisasi dapat dicapai bila larutan itu jenuh. Dalam prakteknya. sedang sisanya dikeluarkan dengan mencucinya dengan pelarut segar. dan hubungan keseimbangan untuk kristal induk adalah kurva kelarutan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. sebagian besar cairan induk yang terkandung itu dipisahkan dari kristal dengan cara filtrasi dan sentrifugasi. Data kelarutan sebagai fungsi suhu diberikan pada gambar berikut. adapula yang mengikuti kurva kelarutan terbalik (inverted solubility curve) pada kurva 3. Kebanyakan bahan mengikuti kurva yang serupa dengan kurva 1.Bab 8 bersama kristal.html (4 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . artinya kelarutannya meningkat hampir secepat peningkatan suhu. Beberapa bahan mengikuti kurva seperti kurva 2. yang berarti bahwa kelarutannya berkurang bila suhu dinaikkan. dimana kelarutan berubah sedikit saja dengan suhu.

html (5 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .Bab 8 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.

zat padat bila suhu mencapai garis ini. Garis putus-putus eag-f-hij menunjukkan solidifikasi (pembekuan) larutan cair membentuk berbagai fase zat padat.html (6 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Setiap larutan yang mengandung kurang dari 16. Zat padat itu terdiri dari campuran mekanik yang akrab antara es dan MgSO4.5 persen MgSO4 akan mengendapkan es bila suhunya mencapai garis pa. Pada beberapa sistem.5% akan mengendapkan. Keseluruhan luas di bawah dan sebelah kiri garis penuh menunjukkan larutan tak jenuh magnesium sulfat di dalam air.Bab 8 Banyak bahan anorganik yang penting-penting mengkristalisasi dengan air kristal. Setiap larutan yang mengandung lebih dari 16. Luas pae menunjukkan campuran es dan larutan jenuh. 1985) di atas. terbentuk beberapa macam hidrat. bergantung pada konsentrasi dan suhu. pada waktu pendinginan.12H2O. Garis patah-patah abcdq ialah kurva kelarutan. Konsentrasi magnesium sulfat bebas air (anhydrous) dalam fraksi massa digambarkan digambarkan grafiknya terhadap suhu dalam derajat Fahrenheit. Diagram fase untuk sistem magnesium sulfat-air terlihat pada gambar 28-3 ( Mc Cabe. Zat padat yang terbentuk pada titik a disebut etetik (eutectic). file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. dan keseimbangan dalam sistem itu bisa rumit.

H2O. Bila panen itu mengandung air kristal.6H2O. antara b dan c fase zat padat adalah MgSO4.Bab 8 Antara titik a dan b kristalnya adalah MsSO4. Data ini tidak memperhitungkan air kristalisasi. air yang terdapat bersama kristal itu harus diperhitungkan. Di dalam daerah cihb. kristal dan cairan induk berada pada waktu yang cukup lama sehingga mencapai keseimbangan. Dalam situasi demikian.12H2O. dan cairan induk itu jenuh pada suhu akhir proses itu. karena air ini tidak terkandung di dalam larutan . Jika kristal itu bebas air. Kunci dalam perhitungan perolehan zat terlarut file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Bila laju pertumbuhan kristal itu lambat. kuantitasnya harus diketahui atau dapat diperkirakan. diperlukan waktu yang agak panjang untuk mencapai keseimbangan. campuran itu terdiri dari larutan jenuh dan kristal MgSO4. perhitungan perolehan itu sederhana. Data kelarutan itu biasanya diberikan sebagai bagian massa bahan bebas air perseratus bagian dari massa pelarut total atau dalam persen massa zat terlarut bebas air. Dalam daerah dljc. Perolehan dari proses itu dapat dihitung dari konsentrasi awal dan kelarutan pada suhu akhir. cairan induk akhir mungkin sangat lewat jenuh dan perolehan yang didapatkan akan lebih kecil dari menurut hasil perhitungan dari kurva kelarutan.6H2O. Hal ini sangat besar bila larutan itu viskos atau dimana kristal itu mengumpul di dasar kristalisator sehingga hanya sedikit saja permukaan kristal yang terkena larutan lewat jenuh.7H2O. Dalam daerah qdk.html (7 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . karena fase padat itu tidak mengandung pelarut. antara c dan d kristalnya adalah MgSO4.H2O. Jika selama proses itu terjadi penguapan yang cukup besar. dan di atas titik d kristal itu adalah MgSO4. campuran itu adalah larutan jenuh dan MgSO4. sistem keseimbangan terdiri dari campuran larutan jenuh dan kristal MgSo4. Perolehan Pada kebanyakan proses kristalisasi.7H2O (garam epsom).

Suatu larutan yang terdiri dari 30 persen MgSO4 dan 70 persen H2O didinginkan sampai 60 oF. Berapa kilogram kristal yang didapat per kilogram campuran semula? Penyelesaian: Dari gambar diagram fasa terlihat bahwa kristal itu adalah MgSO4.html (8 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .4 BM 7H2O = 126.5 persen H2O.1 BM MgSO4. Mc Cabe.5 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.7H2O = 246. dkk. Selama pendinginan.Bab 8 bebas air ialah menyatakan semua massa dan konsentrasi sebagai garam hidrasi dan air bebas.5 persen MgSO4 bebas air dan 75.7H2O dan bahwa konsentrasi cairan induk pada suhu 60 oF adalah 24. Contoh 28-1. Oleh karena kuantitas yang terakhir ini yang tetap berada dalam fase cair selama berlangsungnya kristalisasi. Air total = 70 % x 1000 = 700 kg Penguapan = 5 % x 700 = 35 kg BM MgSO4 = 120. 5 persen dari total air yang terdapat di dalam sistem itu menguap. Misalkan larutan awal 1000 kg. konsentrasi atau kuantitas yang didasarkan atas air bebas dapat dikurangkan untuk memberikan hasil yang benar. 1985.

1987 Larutan garam 10. Contoh 12-11.7H2O = Air bebas = 100 – 50.16 = 49. MgSO4. Hitung kristal hasil Na2CO3.7H2O pada cairan induk: Panen akhir adalah 614 – 353 = 261 kg kristal per 1000 kg larutan awal. Kristal garam yang terbentuk Na2CO3. MgSO4.Bab 8 MgSO4.7H2O dan H2O mempunyai perbandingan 24.10H2O jika data kelarutan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.5 % H2O.10H2O.84 kg Dalam 1000 kg larutan awal.000 kg dengan 30 % berat Na2CO3 didinginkan hingga suhu 293 K.1 Geankoplis.7H2O (cairan induk+kristal): Air bebas = 1000 – 35 – 614 = 351 kg Dalam 100 kg cairan induk: MgSO4.html (9 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .5% MgSO4 dan 75.

Asumsi tidak ada air yang menguap. b.2 BM Na2CO3. Asumsi bahwa 3 % dari total larutan hilang karena penguapan air. a) W = 0 Neraca massa air …(1) fraksi berat air dalam kristal.10H2O = 286. pada: a. Neraca massa Na2CO3 …(2) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Penyelesaian: BM Na2CO3 = 106 BM 10H2O= 180.2 W = kg air yang menguap S = kg cairan induk C = kg kristal Na2CO3.html (10 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .10H2O.Bab 8 adalah 21.5 kg Na2CO3/100 kg air total.

Bab 8 Dari (1) dan (2): C = 6370 kg Na2CO3.10H2O S = 3070 kg larutan induk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.html (11 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .3 (10000) = 300 kg H2O Neraca massa air …(3) Neraca massa Na2CO3 …(4) Dari (3) dan (4): C = 6630 kg Na2CO3.10H2O S = 3630 kg larutan induk b) W = 0.