DAFTARPUSTAKA

KEGIATAN HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING USU-INHERENT 2006

BUKU AJAR

PERPINDAHAN PANAS

Disusun Oleh: ZUHRINA MASYITHAH, ST, MSc. BODE HARYANTO, ST, MT

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2006

DAFTAR PUSTAKA Foust, A.S., et a1., Principles of Unit Operations, John Wiley & Sons, New York, 1980. Geankoplis, C.J., Transport Process and Unit Operations, A11yn and Bacon Inc., 1987. Holman, J.P., Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1987. Incropera, F.P., dan Dewitt, D.P., Fundamental of Heat and Mass Transfer, John Wiley & Sons, 2002. Kern, D.Q., Process Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1950. McCabe, Smith dan Harriots, Unit Operations in Chemical Engineering, Mc Graw Hill,1985.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

LAMPIRAN

INFORMASI UMUM
Judul Mata Kuliah Nomor Kode/SKS Dosen Pengampu Anggota Perpindahan Panas TKK- 301/ 3 SKS Dr. Ir. Rosdanelli, MT Zuhrina Masyithah, ST, MSc. Bode Haryanto, ST, MT Erni Misran, ST, MT Mata kuliah ini berisi uraian mengenai Dasar-dasar Perpindahan Panas Steady dan Unsteady; Perpindahaan Panas ke Fluida yang Tak Berubah Fasa; Perpindahan Panas ke Fluida yang Disertai dengan Perubah Fasa; Peralatan Penukar Panas; Operasi dan Peralatan Evaporasi; Kristalisasi Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dasar-dasar perpindahan panas pada keadaan steady dan unsteady, dapat menyelesaikan masalah perpindahan panas ke fluida yang tak berubah fasa dan ke fluida yang disertai dengan perubahan fasa, rancangan proses dan evaluasi peralataan pertukaraan panas tanpa dan disertai dengan perubahan fasa; rancangan proses dan evaluasi peralataan evaporasi efek tunggal dan ganda; serta proses kristalisasi

Deskripsi Singkat

Tujuan Instruksional Umum

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

Oxford.H. J.L. Edisi ke-3.DAFTARPUSTAKA Bahan bacaan Geankoplis. dan Harriott. C. 1. PTR. BH. 1996.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM . Edisi ke-5. J. Coulson & Richardson’s Chemical Engineering Vol.R.. 1985. J.J. Richardson... Smith. McGraw-Hill.. Unit Operations of Chemical Engineering. 1987. J. Harker. Singapore. dan Backhurst. New Jersey. LAMPIRAN GBPP DAN SAP file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll. W.F. P.C. Transport Processes and Separation Process Principles. Edisi ke-4. McCabe..

html (5 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BAHAN PRESENTASI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.

DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BUKU AJAR PERPINDAHAN PANAS file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .

html (7 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN UMPAN BALIK file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.

Bode Haryanto. Semoga buku ajar yang dihasilkan ini dapat bermanfaat. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi yang mendukung terlaksananya kegiatan ini. ST. Desember 2006 Penyusun. Zuhrina Masyithah. ST. Konten e-learning yang dikembangkan untuk mata kuliah ini bertujuan untuk memperoleh metode pembelajaran yang lebih baik untuk mata kuliah perpindahan panas yang mengkombinasikan kegiatan mengajar di kelas.DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR Buku Ajar Perpindahan Panas ini merupakan salah satu keluaran dari kegiatan HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING.html (1 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM . MSc. MT DAFTAR ISI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar. Mata kuliah ini diajarkan pada Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik USU. Medan. aktivitas laboratorium dan penggunaan konten e-learning. USU-INHERENT 2006. untuk matakuliah PERPINDAHAN PANAS.

Dinding Datar 2.2. Ekonomi Evaporator i ii 1-1 1-2 1-4 1-6 2-1 2-2 2-4 2-6 3-1 3-4 3-7 3-14 4-1 4-2 4-5 4-5 4-8 5-1 5-1 5-9 6-1 6-1 6-5 6-21 6-25 BAB VII BAB VIII Evaporator Efek Ganda 7.2. Kapasitas Evaporator 6.1. Penukar Kalor Pelat 4. Konveksi Paksa 3.html (2 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM .Pancaran (Radiasi) 1.DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I Pendahuluan 1. Alat Penukar Kalor Pipa 4.3.Sistem Radial-Silinder BAB III Perpindahan Panas Konveksi 3.1. Konveksi Alamiah 3.3. Perpindahan Kalor ke Zat Cair yang Mendidih BAB VI Proses Evaporasi 6.Hantaran (Konduksi) 1.1. Pendahuluan 6. Gabungan Konduksi dan Konveksi BAB IV Alat Penukar Kalor 4. Kapasitas dan Ekonomi Evaporator Kristalisasi 7-1 7-5 8-1 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.2.1.1.3.2.1.4. Perpindahan Kalor dari Uap yang Mengembun 5. Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda BAB V Perpindahan Kalor disertai Perubahan Fasa 5.Aliran (Konveksi) BAB II Perpindahan Panas Konduksi 2.1. Penukar Kalor Pendingin Udara 4.Konduksi Keadaan Steady 2.4.2.3.2.1.1.1. Jenis-Jenis Evaporator 6.

Prinsip Kristalisasi Daftar Pustaka Lampiran : Umpan Balik Quiz Soal Ujian Tengah Semester Soal Ujian Akhir Semester Tugas dan Soal-soal Latihan 8-4 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.1.DAFTARPUSTAKA 8.html (3 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM .

Bila sesuatu benda ingin dipanaskan. untuk mencapai dan mempertahankan keadaan yang dibutuhkan sewaktu proses berlangsung. pada pengembunan dan penghabluran (krista1isasi) ka1or harus dikeluarkan. Disamping perubahan secara kimia. Dengan demikian. Untuk memberikan sedikit gambaran mengenai besarnya energi 1 Joule tersebut. maka harus dimi1iki sesuatu benda lain yang lebih panas. diperlukan cukup banyak energi yaitu perubahan zat cair ke dalam uap ini kira-kira membutuhkan energi 2. keadaan ini dapat juga merupakan pengerjaan secara a1ami. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan.25 MJ. 1 Nm dinamakan 1 Joule. Pada kebanyakan pengerjaan. demikian pula ha1nya jika ingin mendinginkan sesuatu. Kondisi kedua yaitu mempertahankan keadaan yang dibutuhkan untuk operasi proses. Akan tetapi. terdapat pada pengerjaan eksoterm dan endoterm. jumlah ka1or juga dinyatakan da1am suatu gaya kali suatu jarak yaitu Newton ka1i meter atau Nm. Sama seperti bentuk lain dari energi. Kondisi pertama yaitu mencapai keadaan yang dibutuhkan untuk pengerjaan. bisa diperhatikan dari ha1 berikut: Untuk penguapan 1 kg air. gaya dorong untuk a1iran ini ada1ah perbedaan suhu. ka1or harus dimasukkan. diperlukan benda lain yang lebih dingin.225.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM .000 Joule = 2. Pada pembakaran 1 kg minyak akan terbebas kira-kira 45 MJ. Ada1ah hukum a1am bahwa ka1or itu suatu bentuk energi. diperlukan pemasukan atau pengeluaran ka1or. Pada penguapan dan pada umumnya juga pada pelarutan. Ka1or mengalir dengan sendirinya dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah.PERPINDAHAN PANAS BAB I PENDAHULUAN Perpindahan ka1or dari suatu zat ke zat lain seringkali terjadi dalam industri proses. terjadi umpamanya bila pengerjaan harus berlangsung pada suhu tertentu dan suhu ini harus dicapai dengan ja1an pemasukan atau pengeluaran ka1or.

Energi hanya berubah bentuk dari bentuk yang pertama ke bentuk yang ke dua. maka logam dikatakan lebih dingin daripada air.1. Semua bahan pada suhu mutlak tertentu akan menyinari sejumlah energi ka1or tertentu. Kalor dapat diangkut dengan tiga macam cara yaitu: 1. contohnya hukum kekekalan masa dan momentum. Terdapat dua teori yang berbeda untuk menerangkan bagaimana proses radiasi itu terjadi. ini artinya kalor tidak hilang. Bila diperhatikan sebatang logam yang dicelupkan ke dalam suatu tangki yang berisi air kalor. Aliran. Semua benda memancarkan ka1or.menyimpan sejum1ah energi dalam yang ditandai dengan kuantitas yang lazim disebut muatan kalor bahan. Jadi da1am mempelajari perpindahan ka1or radiasi akan dilibatkan suatu fisik permukaan. semua ini . Ha1 yang penting dalam sistem yang terdiri dari air dan logam ialah adanya suatu perbedaan suhu yang nyata yaitu (T2. maka banyak ha1 yang boleh terjadi. 1.T1). Pancaran (Radiasi) Yang dimaksud dengan pancaran (radiasi) ia1ah perpindahan ka1or mela1ui gelombang dari suatu zat ke zat yang lain. sering juga disebut konduksi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Keadaan ini baru terbukti setelah suhu meningkat. Apabila api dinyalakan. Tetapi suatu bahan apabila menerima sinar. Proses radiasi adalah fenomena permukaan.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Energi kalor ini mengalir jika terdapat suatu perbedaan suhu. dan sebagian akan menembusi bahan dan terus ke luar. sering juga dinamakan radiasi. sebahagian akan diserap ke da1am bahan. Apabila sejumlah energi ka1or menimpa suatu permukaan. sering juga disebut radiasi. Semakin tinggi suhu bahan tadi maka semakin tinggi pula energi ka1or yang disinarkan. Pancaran. energi terma yang tersimpan di dalam bahan tadi akan bertukar menjadi energi kalor yang dapat kita rasakan. Pada hakekatnya proses perpindahan ka1or radiasi terjadi dengan perantaraan foton dan juga gelombang elektromagnet. sebahagian akan dipantulkan. Hantaran. dengan T2 >> T1. 2. Karena suhu awal logam ialah T1 dan suhu air ialah T2. Bila diperhatikan misalnya jumlah energi kalor api unggun kayu yang ditumpukkan.PERPINDAHAN PANAS Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak musnah yaitu seperti hukum asas yang lain. Proses radiasi tidak terjadi pada bagian da1am bahan. 3.

Gambar 1. Lazimnya jika terdapat satu permukaan lain yang saling berhadapan. Oleh karena suhu permukaan atas naik maka kalor akan berkonduksi dari permukaan atas ke permukaan bawah. Maka jumlah ka1or yang diterima dari satu sumber akan berbanding langsung sebahagiannya terhadap faktor bentuk ini. Disamping itu. Perpindahan panas radiasi (a) pada permukaan. Dalam hal ini dua hal terjadi. untuk memahami proses radiasi dari satu permukaan kita perlu memahami juga keadaan fisik permukaan bahan yang terlibat dengan proses radiasi yang berlaku. Dalam hal ini.1. bahan yang di pindahkan dan dipantulkan ini dapat berbeda. Dengan demikian. La1u dikenakan dengan sinar matahari. ada kalor yang dipantulkan dan ada kalor yang dipindahkan ke sekeliling. yang penting ialah sifat terma saja. Plat akan menyerap sebahagian energi matahari.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM .PERPINDAHAN PANAS Bahan yang dianggap mempunyai ciri yang sempurna ada1ah jasad hitam. Misa1nya sekeping plat yang dicat hitam. dan jika file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. maka jumlah kalor akan disebarkan secara konveksi. medan a1iran fluida disekeliling permukaan tidak penting. Keterlibatan suhu hanya terjadi jika terdapat dua permukaan yang mempunyai suhu yang berbeda. (b) antara permukaan dan lingkungan Berdasarkan kepada keadaan terma permukaan. Proses perpindahan kalor sering terjadi secara serentak. sifat terma permukaan bahan juga penting. setiap permukaan akan menyinarkan energi kalor secara radiasi jika permukaan itu bersuhu T dalam unit suhu mutlak. Tetapi energi kalor juga disebarkan secara radiasi. Jadi da1am masalah ini kita mengena1 satu faktor pandangan yang lazimnya dinamakan faktor bentuk. adaka1anya tidak semua sinar mengenai permukaan yang dituju. Da1am pada itu. sama seperti cahaya lampu. permukaan bagian atas kini mempunyai suhu yang lebih tinggi dari suhu udara sekeliling. Berbeda dengan proses konveksi. Proses radiasi tidak melibatkan perbedaan suhu. Suhu plat akan naik ke satu tahap tertentu. Dalam pada itu.

Hantaran (Konduksi) Yang dimaksud dengan hantaran ialah pengangkutan kalor melalui satu jenis zat. Perpindahan panas konduksi dan difusi energi akibat aktivitas molekul Sudah diketahui bahwa tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya. Arah aliran energi kalor.2. adalah dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuhu rendah. Akan tetapi seorang pandai tempa harus memegang benda yang akan ditempa dengan sebuah tang. Sehingga perpindahan kalor secara hantaran/konduksi merupakan satu proses pendalaman karena proses perpindahan kalor ini hanya terjadi di dalam bahan. Gambar 1. umpamanya seorang tukang hembus kaca dapat memegang suatu barang kaca. Untuk perambatan itu tidak diperlukan medium (misalnya zat cair atau gas) 1.2. Kalor radiasi merambat lurus.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM .PERPINDAHAN PANAS permukaan pertama mempunyai suhu T1 mutlak sedangkan permukaan kedua mempunyai suhu T2 mutlak. yang beberapa cm lebih jauh dari tempat pegangan itu adalah demikian panasnya. sehingga bentuknya dapat berubah. Selanjutnya juga penting untuk diketahui bahwa : 1. 2. Dengan demikian. Bahan yang dapat menghantar ka1or dengan baik dinamakan konduktor. maka permukaan tadi akan saling memindahkan kalor . Penghantar yang buruk disebut isolator. Sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan.

maka bahan mempunyai kemampuan mengalirkan kalor dengan cepat. Bahan kayu terdiri dari gabungan bahan kimia seperti karbon. berbeda dengan satu bahan berfasa gas seperti udara. suhu permukaan bahan akan berbeda dari suhu sekelilingnya. Lazimnya. Dapat diperhatikan bagaimana kalor dipindahkan dari ujung yang panas ke ujung yang dingin. Aliran (Konveksi) Yang dimaksud dengan aliran ialah pengangkutan ka1or oleh gerak dari zat yang dipanaskan.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . bahan kimia unsur besi adalah lebih banyak. bahan yang dapat menghantar arus listrik dengan sempurna (logam) merupakan penghantar yang baik juga untuk kalor dan sebaliknya. Jadi dalam proses ini struktur bagian dalam bahan kurang penting. Apabila nilai koefisien ini tinggi. 1. Apabila ujung batang logam tadi menerima energi kalor dari api. Dengan demikian dalam proses pengangkutan kalor di dalam bahan. Selanjutnya bila diandaikan sebatang besi atau sembarang jenis logam dan salah satu ujungnya diulurkan ke dalam nyala api. Untuk bahan isolator. dan besi .PERPINDAHAN PANAS bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor ialah koefisien konduksi terma. Keadaan permukaan dan keadaan sekelilingnya serta kedudukan permukaan itu adalah yang utama. Molekul udara adalalah renggang seka1i. uap air. Besi adalah besi. Proses konveksi hanya terjadi di permukaan bahan. Persoalan yang patut diajukan pada pengamatan ini ialah mengapa kadar alir energi kalor adalah berbeda. Untuk satu bahan berfasa padat molekulnya tersusun rapat. Kini file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. keadaan keseirnbangan termodinamik di dalam bahan akibat proses konduksi. Moleku1 dan elektron merupakan alat pengangkut kalor di dalam bahan menurut proses perpindahan kalor konduksi.3. energi ini akan memindahkan sebahagian energi kepada molekul dan elektron yang membangun bahan tersebut. Pada umumnya. maka molekul besi adalah lebih rapat susunannya daripada molekul kayu. dan udara yang terperangkat. koefisien ini bernilai kecil. Proses perpindahan ka1or secara aliran/konveksi merupakan satu fenomena permukaan. Kalaupun ada bahan asing. aliran elektron akan memainkan peranan penting . Hal ini disebabkan karena susunan molekul dan juga atom di dalam setiap bahan adalah berbeda. Tetapi dibandingkan dengan bahan padat seperti kayu. Dalam hal ini dikatakan suhu permukaan adalah T1 dan suhu udara sekeliling adalah T2 dengan Tl>T2.

suhu fluida akan naik.3.PERPINDAHAN PANAS terdapat keadaan suhu tidak seimbang diantara bahan dengan sekelilingnya. maka selama pengaliran fluida bersentuhan dengan permukaan bahan yang panas. Oleh karena pengaliran fluida melibatkan pengangkutan masa. Sebagai akibatnya terjadi sirkulasi. energi kalor ini akan dipindahkan ke sekelilingnya dengan perantaraan aliran fluida. Gambar 1. sehingga kalor akhimya tersebar pada seluruh zat. (a) konveksi paksa. maka bentuk pengangkutan ka1or ini hanya terdapat pada zat cair dan gas. karena masa yang akan dipanaskan tidak sekaligus di bawa kesuhu yang sama tinggi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. (c) pendidihan. Peningkatan momentum ini bukan disebabkan masanya akan bertambah. (d) kondensasi Pada perpindahan kalor secara konveksi. Oleh karena itu bagian yang paling banyak atau yang pertama dipanaskan memperoleh masa jenis yang lebih kecil daripada bagian masa yang lebih dingin. (b) konveksi alamiah. Jadi masa fluida yang mempunyai energi terma yang lebih tinggi akan mempunyai momentum yang juga tinggi. Malahan masa fluida menjadi berkurang karena kini fluida menerima energi kalor.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Pada pemanasan zat ini terjadi aliran. Perpindahan panas konveksi. Perpindahan kalor dengan jalan aliran dalam industri kimia merupakan cara pengangkutan kalor yang paling banyak dipakai. Oleh karena konveksi hanya dapat terjadi melalui zat yang mengalir. Gerakan fluida melibatkan kecepatan yang seterusnya akan menghasilkan aliran momentum.

bergantung pada nilai h. Apabila perbedaan suhu . Kekosongan tempat masa bendalir yang telah naik itu diisi pula oleh masa fluida yang bersuhu rendah. Yang membedakan kedua proses ini adalah dari nilai koefisien h-nya.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . masa ini juga akan naik ke atas permukaan meninggalkan tempat asalnya.PERPINDAHAN PANAS Fluida yang panas karena menerima kalor dari permukaan bahan akan naik ke atas. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Setelah masa ini juga menerima energi kalor dari permukan bahan yang kalor dasi. Dalam kedua proses konduksi dan konveksi. masalah yang utama terletak pada cara mencari metode penentuan nilai h dengan tepat. Jumlah kalor yang dipindahkan.terjadi maka keadaan tidak stabil terma akan terjadi. faktor yang paling penting yang menjadi penyebab dan pendorong proses tersebut adalah perbedaan suhu. Dalam pengamatan proses perpindahan kalor konveksi. Kekosongan ini diisi pula oleh masa fluida bersuhu renah yang lain. Keadaan tidak stabil ini perlu diselesaikan melalui proses perpindahan kalor. Sedangkan bila kecepatan medan dipengaruhi oleh unsur luar seperti kipas atau peniup. maka proses perpindahan ka1or berlaku. Proses ini akan berlangsung berulang-ulang. Nilai koefisien ini tergantung kepada banyak faktor. Jika cepatan medan tetap. artinya tidak ada pengaruh luar yang mendoromg fluida bergerak. maka proses konveksi yang akan terjadi merupakan proses perpindahan kalor konveksi paksa.

k: § sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor § menunjukkan berapa sepat kalor mengalir dalam suatu bahan kkonduktor>kisolator Konduksi panas mengikuti Hukum Fourier yang dapat dinyatakan dengan persamaan yang berikut: atau: q = laju perpindahan panas dT/dx = gradien suhu ke arah perpindahan panas Dalam persamaan di atas Hukum Fourier telah dinyatakan dalam bentuk persamaan laju alir. tetapi melaui satu jenis zat.BAB II BAB II PERPINDAHAN PANAS KONDUKSI Pada perpindahan panas secara konduksi. kalor/panas mengalir tanpa disertai gerakan zat. Arah aliran energi kalor dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuh rendah. Isolator: penghantar kalor yang buruk. Koefisien konduksi terma. Tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya. yang bentuk umumnya adalah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Konduktor: bahan yang dapat menghantar kalor dengan baik.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .

1. sehingga: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Biasanya perubahan k dapat diperkirakan cukup dengan fungsi liniar 2. distribusi suhu konstan. suhu hanya merupakan fungsi posisi dan akumulasi = 0.BAB II Dengan demikian persamaan konduksi panas mendefinisikan tahanan terhadap konduksi panas k adalah konduktiviti panas suatu zat. Konduksi Keadaan Steady (Tunak) Persamaan neraca energi: Analisa satu dimensi arah sumbu x ditunjukkan sebagai berikut: Kuantitas energi panas adalah sebagai berikut: Energi masuk : Energi yang dibangkitkan : Perubahan energi dalam Energi keluar = Pada keadaan steady.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . yang besarnya tergantung pada temperatur zat itu.

html (3 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . untuk menyatakan : file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. laju perpindahan panas: Aliran panas pada setiap bagian adalah sama. Digunakan R. maka aliran kalor dapat dituliskan: Analogi listrik dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang lebih rumit. seperti dinding lapis rangkap. Jika ketiga persamaan akan diselesaikan bersamaan.1. hukum Fourier dapat diintegrasi: 2.BAB II Untuk konduksi keadaan steady.Dinding Datar Sistem dengan lebih dari satu macam bahan. tahanan termal/panas/kalor. analisisnya akan menjadi seperti berikut: Untuk gradien suhu seperti gambar di atas.1.

html (4 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .1.BAB II Sehingga: = penurunan suhu total melintas keseluruhan tebing Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan seri mempunyai analogi dengan arus listrik yang mengalir melalui beberapa tahanan listrik dalam rangkaian seri. Sistem Radial-Silinder Suatu silinder. dimana: r1= jari-jari dalam r0=jari-jari luar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan paralel: Jika suhu awal dan akhir kedua lapisan sama: 2.2.

65 W panas harus dipindahkan dengan pendinginan ini. 1987: Khardbutter= 0.BAB II L=panjang Ti-To=beda suhu Laju perpindahan panas dapat ditentukan dari Hukum Fourier dengan penyesuaian rumus luas menjadi: Konsep tahanan termal dapat juga digunakan untuk dinding lapis rangkap seperti gambar di atas: Contoh 4. Hitung panjang tabung yang diperlukan. Sebanyak 14.151 W/m. A-3 Geankoplis.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . 1987).9 K.1 K. Penyelesaian: Dari App. Air pendingin dalam tabung mengalir pada suhu 274. jika suhu permukaan luar tabung 297. Panjang tabung untuk koil pendingin Tabung silinder berdinding tipis dari karet dengan ID 5 mm dan OD 20 mm digunakan sebagai koil pendingin.2-1 (Geankoplis.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.

762 W/m. 101.0433 W/m.2 mm concrete. Penyelesaian: T1 = 255. dinding luar ke r1.6 mm cork board dan lapisan terluar 76.02 m Ambil L= 1 m.151 kB= 0.0127 m .1016 m .3-1 (Geankoplis. r2 = 20/1000 = 0. Tanda negatif menunjukkan bahwa arah aliran panas adalah dari r2. T4= 297. xA= 0. Aliran panas melalui dinding isolasi ruang pendingin Ruang pendingin dilapisi dengan 12.1 K. 1987).005 m.BAB II r1 = 5/100 = 0.7 mm kayu pine.1 K.K kconcrete = 0. Nilai: kpine = 0.4 K. Panjang tabung yang diperlukan: Contoh 4.0762 m Tahanan masing-masing material: Dengan cara yang sama: Untuk menghitung temperatur T2. dan temperatur antara pine dan cork board. xB= 0. dinding dalam. kA= 0.762 . Temperatur permukaan luar 255.K Hitung panas yang hilang (dalam W) untuk 1 m2.K kcorkboard = 0. xC= 0.0433 kC= 0.4 K (ruang pendingin) dan permukaan luar concrete 297.151 W/m. antara pine dan cork board: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .

K dengan ID=0. 1987). T3=310. Temperatur permukaan dalam pipa 811 K dan permukaan luar isolasi 310.2433 W/ m. Pipa stainless stell berdinding tipis (A) mempunyai k= 21.305 m panjang. karena nilai k yang tinggi. T2 = T antara. Pipa dilapisi asbestos (B) sebagai isolasi setebal 0.305 m: Tahanan masing-masing: Laju perpindahan panas: Untuk menghitung temperatur T2: Hanya terjadi penurunan T yang kecil melintasi pipa. Panas yang hilang dari isolasi pipa. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Panas yang hilang b.63 W/m.8 K Luas permukaan pada L=0. Untuk pipa 0.3-2 (Geankoplis.K.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .0508 m. hitung: a.8 K. Temperatur antara pipa dengan isolasi Penyelesaian: T1= 811 K.0254 m dengan k=0.BAB II Contoh 4.0254 m dan OD = 0.

1) Persamaan (3. bukanlah suatu sifat zat. Fluks Kalor: Adalah laju perpindahan panas persatuan luas (q/A). Koefisien perpindahan kalor menyeluruh: Jika terjadi konduksi dan konveksi secara berturutan. maka berbagai tahanan panas yang tersangkut dapat dijumlahkan untuk memperoleh koefisien pindah panas keseluruhan U.1) mendefinisikan tahanan panas terhadap konveksi. Persamaan perpindahan panas menjadi: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. akan tetapi menyatakan besarnya laju pindah panas di daerah dekat pada permukaan itu. Fluks kalor boleh didasarkan atas luas permukaan luar atau dalam pipa. Koefisien pindah panas permukaan h. Suhu arus rata-rata: Adalah suhu yang dicapai apabila keseluruhan fluida yang mengalir melalui penampang itu dikeluarkan lalu dicampur secara adiabatik.BAB III BAB III PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI Perpindahan panas antara suatu permukaan padat dan suatu fluida berlangsung secara konveksi. Konveksi panas dapat dihitung dengan persamaan pendinginan Newton: …(3.html (1 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .

maka U = Uo. luas permukaan luar tabung. h: Merupakan koefisien perpindahan panas untuk masing-masing fluida.html (2 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . koefisien yang didasarkan atas luas permukaan luar. T = suhu rata-rata lokal Tw= suhu dinding yang dalam kontak dengan fluida Nilai h bila diterapkan: § Untuk sisi panas (bagian dalam tabung) Th=suhu fluida panas Twh=suhu dinding panas § Untuk sisi dingin (bagian luar tabung) Tc=suhu fluida dingin file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.BAB III Th= suhu fluida panas Tc=suhu fluida dingin Th – Tc = gaya dorong atau beda suhu lokal menyeluruh A = luas permukaan dalam/luar pipa U = koefisien pindah panas keseluruhan berdasarkan A = faktor proporsionalitas antara q/A dan •T Jika A = Ao. Koefisien perpindahan panas individual.

Nu = angka Nusselt. Konveksi bebas/alamiah § Contohnya adalah pemanasan aliran udara yang melalui radiator. § Aliran fluida terjadi akibat perbedaan densitas. pemanasan air dalam ketel. dan perbedaan densitas akibat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. 1987. kekosongan tempat massa fluida yang telah naik diisi oleh massa fluida yang bersuhu rendah.html (3 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . rasio antara diameter tabung terhadap tebal ekivalen lapisan laminar h k D X =koefisien konveksi =konduktivitas panas =diameter tabung =tebal lapisan film (lapisan batas laminar) Korelasi untuk menentukan nilai h dipengaruhi oleh: § § § § Sifat fisika fluida Jenis dan kecepatan aliran Perbedaan temperatur Geometri sistem Beberapa nilai h dapat dilihat pada Tabel 4. dengan bentuk umum: Nu = K Rep Prq Grr (L/d)s dimana K = bilangan tetap. yang tersusun dari bilangan-bilangan tanpa dimensi.1-2 Geankoplis.BAB III Twc=suhu dinding dingin Koefisien pindah panas permukaan dapat diperkirakan dari fungsi-fungsi empiris. Perpindahan panas konveksi dapat dikelompokkan kepada dua bahagian: 1. § Fluida panas yang menerima panas akan naik ke atas.

Perbedaan temperatur antara bagian-bagian fluida menyebabkan perbedaan densiti dan karena itu timbul gerakan dan aliran dalam fluida. Konveksi Alamiah Pada perbatasan suatu permukaan dan suatu fluida akan terjadi perpindahan panas secara konduksi dan konveksi. Konveksi paksa § Jika aliran fluida digerakkan oleh piranti mekanik seperti pompa dan pengaduk. 3. ternyata dapat diperoleh persamaan empiris dalam bilangan-bilangan tanpa dimensi. Cara perpindahan panas semacam ini disebut konveksi alamiah atau konveksi bebas. maka sekitar permukaan akan terjadi konveksi secara alamiah.1. 2. Jika berbagai hasil penyelidikan itu dikumpulkan. Aliran alamiah ini memperbesar perpindahan panas yang semula sampai tercapai keadaan yang tecap. yang dibuat untuk menunjukkan sifatsifat konveksi bebas . § Contohnya aliran kalor melalui pipa panas. § Aliran/perpindahan panas tidak bergantung pada gradien densitas. Banyak penyelidikan telah dilakukan untuk menentukan koefisien pindah panas itu. Bentuk umum: Bilangan-bilangan tanpa dimensi itu adalah: Dimana: L =panjang pipa • =viskositas fluida ρ =densitas fluida g =percepatan gravitasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Biasanya temperatur permukaan itu cukup tinggi untuk menimbulkan pula radiasi. Besarnya koefisien perpindahan panas harus didapat dari hasil percobaan. salah satu di antaranya adalah bilangan Grashof.html (4 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Tanpa adanya aliran yang dipaksakan terhadap fluida.BAB III adanya gradien suhu di dalam massa fluida itu.

atau lempeng mendatar.BAB III Cp β hc k =kapasitas panas =koefisien ekspansi termal =koefisien konveksi =konduktivitas termal Hasil percobaan itu sering juga dinyatakan sebagai nomogram (alignment chart) atau grafik. menghadap ke bawah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Karena terdapat berbagai persamaan dan nomogram.html (5 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Persamaan empiris dan nomogram itu dapat dipakai guna memperkirakan koefisien perpindahan panas untuk konveksi bebas. maka haruslah dicari yang keadaan sistemnya sama dengan sistem yang sedang ditinjau. menghadap ke atas. Bagaimana beraneka ragamnya persamaan-persamaan itu dapat dilihat dari contoh-contoh di bawah ini. Untuk bidang tegaklurus dan silinder tegak lurus Aliran bergolak: Aliran berlapis: Untuk silinder mendatar Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. yang didinginkan.

maka perpindahan panas selalu terjadi secara konveksi paksa. Konveksi Paksa Seperti telah diketahui fluida sekitar benda. Pengaruh aliran ini juga terlihat pada perpindahan panas antara fluida dan benda-benda yang terendam. Perhitungan dilakukan dengan persamaan yang berikut: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Di luar pipa terjadi lagi konveksi. konveksi dan radiasi. menghadap ke atas: 3. Jika dalam alat dikehendaki pertukaran panas. Antara fluida di dalam pipa dan permukaan dinding pipa sebelah dalam. yaitu hambatan gesekan dan hambatan bentuk. Perpindahan panas berlangsung secara radial terhadap pipa.html (6 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . baik hambatan gesekan maupun hambatan bentuk berpengaruh. Seringkali salah satu fluida dalam sebuah penukar-panas mengalir dalam pipa. sedang fluida yang lain mengalir dalam ruang anulus sebuah pipa yang lebih besar atau dalam ruang sebuah shell yang memuat banyak pipa.2. yang didinginkan. panas dipertukarkan secara konveksi. menghadap ke bawah atau lempeng mendatar. karena laju panas yang dipindahkan naik dengan adanya aliran atau pengadukan.BAB III Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. kemudian panas menjalar secara konduksi melalui logam dinding pipa. mengalami dua macam hambatan. Dalam bilangan Reynolds yang sangat rendah hanya hambatan gesekan yang berpengaruh. Jika bilangan Reynolds bertambah besar. Dalam hal ini radiasi biasanya terjadi pada permukaan luar yang berhubungan dengan lingkungan yang tetap temperaturnya. yang seluruhnya diliputi oleh fluida itu. Juga di sini pada waktu yang sama berlangsung perpindahan panas secara konduksi. Persamaan-persamaan empiris tentang koefisien pindah panas antara benda dan fluida hanya berlaku untuk benda dengan bentuk tertentu. akan tetapi pengaruh hambatan gesekan makin lama makin berkurang dan hambatan bentuk lebih berpengaruh.

baik dalam bentuk persamaan. Untuk menerapkan persamaan pindah panas pada satu alat. Begitu juga koefisien perpindahan panas keseluruhan harus dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas. sifat aliran. maka sepanjang pipa fluida yang panas berkurang temperaturnya dan fluida yang dingin naik temperaturnya. Begitu juga besarnya koefisien perpindahan panas konveksi akan berubah. maka dilakukan rata-rata dengan persamaan yang berikut: U dihitung dari jumlah tahanan panas keseluruhan. Pada ujung keluar pipa itu akan terdapat selisih temperatur yang berbeda dengan pada ujung awal. Kalau U sangat berbeda di kedua tempat itu. Banyak buku yang memuat keterangan tentang koefisien pindah panas. Dalam mencari persamaan-persamaan empiris itu harus diperhatikan sifat fluida.html (7 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . dan haruslah ditemukan persamaan yang keadaan berlakunya sama dengan masalah yang dihadapi. Besarnya koefisien pindah panas secara konveksi diperkirakan dari persamaan-persamaan empiris. harus dihitung sesuai dengan keadaan sistem.BAB III Kalau persamaan di atas diterapkan di satu tempat. Karena terjadi perpindahan panas. maka U adalah koefisien perpindahan panas keseluruhan setempat dan ∆T adalah selisih temperatur fluida di dalam pipa dan fluida di luar pipa di tempat itu. Biasanya selisih temperatur dirata-ratakan secara logaritma antara kedua ujung alat menjadi: (Selisih temperatur rata-rata logaritma) Dalam hal ini U dianggap tidak berubah banyak antara kedua ujung alat itu. maka haruslah ada harga yang dirata-ratakan. Luas permukaan perpindahan panas A. sesuai dengan persoalannya. maupun dalam bentuk nomogram. jenis perpindahan panas (pemanasan atau pendinginan). Untuk konveksi dalam pipa sudah tentu persamaan empirisnya lain daripada untuk konveksi luar pipa. letak pipa dan lain sebagainya. Sebab untuk keadaan yang berlainan mungkin berlaku persamaan yang lain pula. karena temperatur fluida berbeda. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.

Dalam menggunakan persamaan-persamaan itu. Karena persamaan empiris itu dinyatakan dengan bilangan tanpa dimensi maka sistem satuan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. sedang hd koefisien pindah panas untuk lapisan kotoran atau kerak. Karena itu untuk perhitungan-perhitungan. yaitu: Persamaan-persamaan itu dapat juga disajikan dalam bentuk grafik. didapati dua lapisan batas itu. arah perpindahan panas perlu terus diingat. yang keadaan alirannya berlapis. Karena itu dalam menggunakan persamaan empiris semua sifat fisis fluida dinilai sesuai dengan temperatur lapisan batas itu.BAB III Koefisien pindah panas sebuah alat penukar panas mengalami perubahan selama pemakaian. Untuk perhitungan selisih temperatur selalu diambil antara permukaan dan tengah-tengah aliran yang bergolak. Selisih temperaturpun lebih besar. Biarpun tipis lapisan itu merupakan tahanan tambahan terhadap perpindahan panas. suatu lapisan tipis fluida. seluruh tahanan pindah panas dianggap berada dalam lapisan batas. Karena keadaan dalam lapisan batas itu berlapis. biarpun agak berjauhan dari permukaan fluidanya mengalir secara bergolak. Pada dasarnya rumus empiris untuk konveksi paksa meliputi benda mempunyai bentuk umum yang sama dengan rumus empiris untuk konveksi dalam pipa. Pada dinding pipa yang kedua belah permukaannya terdapat fluida. Besarnya tahanan karena pengotoran itu dapat dihitung dari persamaan yang berikut: di mana Ud adalah koefisien pindah panas keseluruhan untuk alat yang kotor dan untuk alat yang bersih. Sewaktu masih baru permukaan logam pipa-pipa itu bersih. Persamaan empiris hanya memberikan cara untuk memperkirakan besarnya koefisien pindah panas. maka tahanan terhadap perpindahan panas di 1apisan lebih besar daripada di daerah yang bergolak.html (8 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Lapisan ini terutama timbul pada permukaan yang berhubungan dengan air. Menurut teori "dua lapisan" pada permukaan yang berhubungan dengan fluida terdapat. Selama pemakaian pada permukaan itu akan tertentuk lapisan kotoran atau kerak. Tahanan panas konveksi digambarkan sebagai terpusat dalam lapisan batas fluida pada permukaan padat.

BAB III

mana yang digunakan tidak menjadi soal, asalkan tetap hanya satu sistem satuan yang dipakai. Banyak data telah diperoleh dalam percobaan-percobaan untuk menentukan koefisien pindah panas h. Data dapat disajikan dalam grafik atau sebagai persamaan. Di bawah ini akan diberikan berbagai contoh persamaan empiris yang sering dijumpai dengan batas-batas berlakunya. Aliran laminar Untuk aliran berlapis (laminar) dalam pipa tegak atau datar, di mana konveksi bebas dapat diabaikan, berlaku persamaan: Re < 2100 Dimana: L =adalah panjang pipa di mana terjadi perpindahan panas; m. d =diameter pipa; m • =viskositas fluida pada suhu rata-rata; Pa.s b • w =viskositas fluida pada suhudinding; Pa.s =kapasitas panas; J/kg.K =koefisien perpindahan panas rata-rata =konduktivitas termal; W/m.K

Cp hc k

Faktor (•/• w) digunakan sebagai koreksi, jika viskositas fluida di dekat dinding dan di tengah pipa terlalu berbeda. Semua sifat fluida dihitung pada suhu rata-rata kecuali • w Untuk fluida masuk dan keluar pada T berbeda, T rata-rata secara aritmetik: Tw= suhu dinding Tbi= suhu fluida masuk Tbo=suhu fluida keluar Aliran turbulen Untuk aliran bergolak (turbulen) dalam pipa yang bersih berlaku persamaan:
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (9 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

hL

= koefisien konveksi didasarkan pada •Tm.

Beda suhu rata-rata logaritmik,LMTD, •Tm Merupakan selisih suhu rata-rata secara logaritma pada kedua ujung peralatan.

Bilangan Grashof tidak ada dalam persamaan di atas, karena nilai bilangan Reynolds terlalu tinggi untuk adanya pengaruh konveksi bebas. Sifat-sifat fluida harus dinilai pada temperatur rata-rata antara temperatur masuk dan keluar. Persamaan-persamaan empiris yang ada pada waktu ini belum mencakup semua keadaan yang dijumpai dalam praktek. Banyak hal yang tidak dapat di hitung koefisiep pindah panasnya. Dalam hal ini h harus diperkirakan dari data empiris, yang biasanya dalam buku-buku referensi diberikan sebagai batas-batas nilai. Data yang dilaporkan dalam buku maupun dalam majalah banyak berguna dalam memperkirakan koefisien pindah panas secara konveksi.

Nila h untuk udara, Ptotal= 1 atm, aliran turbulen Nilai h untuk air, T=4-105oC, aliran turbulen

Nilai h aliran fluida yang melintasi plat datar
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (10 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

Aliran laminar : Re < 3.105; Pr > 0,7

Aliran turbulen: Re > 3.105; Pr > 0,7

Nilai h untuk aliran melintasi bola Sebuah bola yang akan dipanaskan atau didinginkan oleh fluida yang mengalir tegak lurus terhadap sumber bola. 1 < Re < 70.000 0,6 < Pr < 400 Nilai h aliran udara yang mengalir tegak lurus terhadap silinder tunggal dan udara yang mengalir tegak lurus pada silinder, digunakan: Nilai K dan n diperoleh dari daftar berikut: Re n 1-4 0,33 4-40 0,385 40-4000 0,466 4000-40000 0,618 40000-250000 0,805

K 0,891 0,821 0,615 0,174 0,0239

Nu 0,891-1,42 1,4 – 3,4 3,43 – 29,6 29,5 – 121 121 - 529

3.3. Gabungan Konduksi dan Konveksi Terdapat dua jenis fluida pada kedua sisi permukaan padatan. T1 = suhu fluida panas T2 = suhu fluida dingin

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (11 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

gabungan konduksi dan konveksi. U dalam W/m2.html (12 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . U.BAB III Laju perpindahan panas (gambar a): Koefisien perpindahan panas menyeluruh.K Laju perpindahan panas (gambar b): A1 = 2p. sesuai dengan persoalannya. dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas.r1 = luas permukaan dalam tabung Aalm = luas permukaan rata-rata tabung Ao = luas permukaan luar tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.L.

7 K.62 m/dt.7 K.686 Pada 488.3. Sebagai media pemanas digunakan steam pada 488. Karena koefisien konveksi steam besar sedangkan tahanan dinding pipa sangat kecil.7 K diluar pipa.5-1.s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Koefisien perpindahan panas untuk L/D > 60. udara pada 477. Hitung : a. Udara pada 206.6 K akan dipanaskan melalui pipa dengan ID 25. Fluks panas (q/A) Penyelesaian: Dari App. mw = 2. dianggap temperatur dinding pipa yang kontak dengan udara juga 488.6 K: mb = 2. b. A. 1987).8 kPa dan temperatur rata-rata 477.64. (Geankoplis.10-5 Pa.s k = 0.10-5 Pa.BAB III Contoh 4.03894 W/m Pr = 0.4 mm dan kecepatan 7. Pemanasan udara dalam aliran turbulen.html (13 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Geankoplis 1987.6.

633 W/m. didasarkan atas permukaan dalam pipa. Hitung q untuk 0.10-5 kg/m.5-2 (Geankoplis.0266 m dan OD = 0. koefisien perpindahan panas keseluruhan. A-5 (Geankoplis.32.6.72 r = 0.44 m/dt.10-4 Pa. Penyelesaian: Dari App. Hitung U. 1987): 1” sch 40 : ID= 0.6.dt (a) Aliran turbulen: (b) Contoh soal 4.html (14 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Air akan dipanaskan dengan steam pada 107. Air mengalir melalui pipa horizontal 1” sch 40. Air pada T = 65.0334 m.305 m pipa. Hitung hi untuk air didalam pipa.K µ = 4.8 oC diluar dinding pipa.2 : NPr = 2.10-5 Pa. b. Pemanasan air menggunakan steam dan penyelesaian dengan trial and error.6 oC dari App. 1987). Koefisien sisi uap diperkirakan ho = 10500 W/m2. a.BAB III mb = 2. c. A.6 oC dan kecepatan 2.S file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. pipa baja pada temperatur rata-rata 65.K.s = 2.98 (1000) = 980 kg/m3 k = 0.

dan diasumsikan berada diantara 65.1=81.BAB III TRIAL I Temperatur dinding pipa diperlukan.80oC = 3.1oC Sehingga Tw=65.53. •w.80oC= 3.5+16.305 m K untuk baja adalah 45 W/m.56.10-4 menjadi mw. diambil 80 oC = Tw.81. sehingga tidak diperlukan trial ke-2.6oC dan 107.56.10-4.7oC Ini sangat dekat dengan nilai Trial I yaitu 80oC.html (15 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .7oC=3.10-4 Pa.s Nre air pada temperatur rata-rata: (b) Untuk L=0. Tetapi efeknya terhadap hi cukup kecil dan dapat diabaikan.8 oC. Sifat fisika yang berubah adalah mw jika dilakukan Trial II yaitu mw.K Tahanan menjadi: Penurunan temperatur melalui lapisan air: =16. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.

agar temperatur permukaan asbes dapat mencapai 50oC.html (16 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .BAB III (c) Soal latihan. Arah perpindahan panas adalah radial.1 oC/m panjang pipa. dipanaskan dalam tungku dan keluar tungku pada temperatur 300oC melalui pipa baja 4 inci sch. yang terpasang dalam udara terbuka. 40. Perpindahan panas mengikuti persaman: Dimana: = tahanan panas konveksi dalam pipa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Pipa ini hendak diinsulasi dengan lapisan asbes. Suatu aliran minyak bumi. Analisa Keadaan masalah digambarkan pada sketsa berikut. Berapa tebal lapisan asbes. sebanyak 1 kg/detik. dan penurunan temperatur minyak bumi besarnya 0.

detik/m2 Tf diambil 35 oC = 308 K β= koefisien ekspansi termal = 1/Tf = 1/308 Keterangan tentang minyak bumi: K = 0.358 m2/m Harga konduktivitas panas.K r (100 oC) = 890 kg/m3 Cp (100 oC) = 1.07 kJ/kg.103 J/kg.97. perlu dikumpulkan keterangan dan data dari pustaka sbb: Pipa 4” sch. Untuk perhitungan pertama tahanan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.27. ialah: Baja (300 oC) = 43 W/m.K Asbes (100 oC) = 0.6 mW/m.K µ(lembab) = 19.0 N. 40 mempunyai ukuran sbb: ID = 102 mm OD = 114 mm Tebal dinding = 6.10-3 N.02 mm Luas permukaan = 0.K Keterangan tentang udara: K (kering) = 26.BAB III = tahanan konduksi panas melalui pipa = tahanan konduksi panas melalui asbes = tahanan panas konveksi bebas dalam udara Untuk menghitung besarnya tahanan panas. k.K µ (100 oC) = 0.detik/m2 Pada permukaan luar insulasi asbes terjadi konveksi bebas.178 W/m.138 W/m.html (17 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .K r(lembab) = 1.107 kg/m3 Cp (lembab) = 1.

Q diperoleh dari penurunan temperatur minyak bumi sebesar G. Rencana: Persaman pokok untuk perpindahan panas adalah: Yang ditanyakan adalah tebal insulasi. R4 untuk sementara tidak diperlukan.html (18 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Untuk minyak bumi perhitungan adalah sebagai berikut.pipa. ∆T = 0. yang kemudian menghasilkan tebal insulasi. Substitusi harga besaran-besaran di atas ke dalam persamaan perpindahan panas. G = 1 kg/dt D = 0. maka bilangan Reynold harus dihitung. 10-3 N.BAB III konveksi bebas tidak perlu diikut sertakan. ∆T Watt/m. karena semua keterangan diketahui.200 Tahanan konduksi melalui dinding pipa: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Penyelesaian: Untuk dapat memilih persamaan empiris untuk menghitung h.Cp.102 m m= 0. karena temperatur permukaan diketahui yaitu 50 oC.27 . Jadi q dan ∆T harus diketahui terlebih dahulu.det/m2 Dipakai persamaan berikut Nre = 46. Besaran ini terdapat dalam tahanan panas R.1 oC ∆T diperoleh dari selisih temperatur keseluruhan 300 – 50 = 250 oC Dari keempat tahanan panas R1 dan R2 dapat dihitung. memberikan harga untuk R3.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.08/0.html (19 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . sehingga dipakai persamaan Nu = 0.267) = 0. 0.178 W/m.7 d d = 0.K Laju perpindahan panas permeter pipa: R = R1 + R2 + R3 1.267 m d ins = 0.08 + 0.Pr)1/4 Menurut perhitungan ini temperatur permukaan insulasi besarnya = 20 + 33 = 53 oC.0109+0.647 m Penilaian: Hasil perhitungan diatas perlu diperiksa dengan tahanan konveksi bebas.525 (Gr.114 + (2.K Tahanan konduksi melalui insulasi: ka= 0.114 + d) = 0.7 (0.BAB III Kp=43 W/m.3 = 0. Kalau dimisalkan temperatur udara 20 oC. maka temperatur lapisan batas udara Tf pada permukaan insulasi dapat diambil Tf = ½ (50+20) = 35 oC Perhitungan tahanan konveksi bebas: b= 0.647 m Berlaku 103 < Gr.27=0.0004+R3 d= 0.Pr < 109 .

Gas masuk dengan kecepatan 5. lakukan trial (cobacoba). U dihitung dengan menghitung masing-masing tahanan panas dan menjumlahkannya. pada tekanan mutlak 2 bar dan temperatur 60 oC. Berapakah banyaknya dan panjang pipa yang diperlukan?.0 . hendak didinginkan menjadi 40 oC. Soal Latihan Gas karbondioksida kering sebanyak 8. berdasarkan anggapan semua energi gas diserap oleh air.html (20 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Kalau temperatur udara bukan 20 oC. Air mengalir berlawanan arah dengan gas dan masuk pada 25 oC. harus diadakan perhitungan tebal insulasi lagi.3 m/detik. U 4. Air mengalir melalui ruang anulus antara kedua pipa dengan kecepatan 0. Jika ada faktor yang tidak dapat dihitung. Setiap pipa berada dalam pipa tembaga yang lain dengan ukuran 1. Hitung selisih temperatur rata-rata •Tm 3. yang berarti insulasi harus dipertebal.5” dan dinding BWG no.7 m/detik.14.16. Hitung luas permukaan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.BAB III Perbedaan sebesar 3 oC atau lebih kurang 6% masih baik untuk perhitungan rancangan seperti ini. Untuk mempertahankannya pada 50 oC. Hitung koefisien perpindahan panas keseluruhan. Hitung laju perpindahan panas q 2. Analisa: s Perhitungan dilakukan dengan persamaan s s Banyaknya pipa terdapat adlam luas permukaan A Faktor lain harus dihitung. Gas berada dalam pipa tembaga ukuran 1” dengan dinding BWG no. akan tetapi lebih tinggi maka temperatur permukaan insulasi akan lebih tinggi dari 50 oC. •Tm dapat dihitung dari kenaikan temperatur ini dan laju alirnya. Q dapat dihitung dari laju alir dan penurunan temperatur gas CO2.10-3 m3/detik. s s s Rencana: 1.

415 m3/kgmol T1 = 273. Gas CO2 dianggap gas ideal.html (21 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .013 bar V1 = 22.415 cm3/mol = 22. 60 oC: Pada kondisi standar: P1 = 1 atm = 1.15 K N1 = 1 kgmol Kondisi 2: P2 = 2 bar V2 = 1 m3/n2 kgmol T2 = 273+60 = 333 K N2 = kgmol Cp CO2 diperhitungkan pada temperatur rata-rata = ½ (60+40) = 50 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. 1.BAB III Penyelesaian: Semua keterangan didapat dari lampiran atau pustaka. Laju perpindahan panas Berat 1 m3 gas pada 2 bar.

10-4 – 5. 10-4 m2.10-4 (5.8 .10-4) = 15.10-4 m3/dt Jadi diperlukan pipa sebanyak: Luas total penampang anulus menjadi 4 (3.03.7 m/dt tiap pipa dapat mengalirkan: 3.7) = 20.07.474 kg/detik Cp(25 oC) air = 4180 J/kg.oF = 874 J/kg.BAB III Dengan interpolasi didapat harga = 0. oC Berat keseluruhan gas: Jadi panas yang dipindahkan: Q = 25.4.K Kenaikan temperatur air ialah: Temperatur keluar air menjadi 25.53 .96 .96.html (22 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .5” : Luas penampang luar pipa 1” : Luas penampang anulus : 9.1.10-3 (874) (60-40) = 445 J/dt 2.3) (1000) = 0.10-4 = 3. Banyaknya air yang mengalir: (15.10-4 m2 Luas penampang dalam pipa 1” : Dengan kecepatan 5.8 . Selisih temperatur Luas penampang dalam pipa 1. 10-4) (0.208 Btu/lb.22 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.

Koefisien perpindahan panas Untuk dapat memilih persamaan empiris yang akan digunakan.K m = 0.606 W/m.105 BTU. selalu perlu diketahui apakah aliran laminar atau turbulen. untuk L/d = 60 (perkiraan) terbaca dari grafik untuk absis Nre = 6300: Untuk air didapat keterangan: d=de=2. Sehingga Nre harus dihitung.0182 W/m.10-5 N/dt.180 J/kg.5.m2 Untuk aliran air: Luas penampang anulus = 3.6.10-2)meter=2.jam=0.10-3 N.0105(1.oC µ= 1.10-3 N.K Cp=874 J/kg.ft/ft2.dtk/m2 Cp = 4.html (23 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .967.967.dtk/m2 Persamaan yang akan digunakan: Dengan menggunakan grafik.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.oF.10-2 m m25 oC = 0.10-4 m2 Diameter anulus = diameter setara de = 4 x faktor bentuk S Untuk perpindahan panas De=4(0.96.10-2 m k= 0.73)=0. Untuk CO2: k=0.0.BAB III 3.

html (24 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .BAB III Faktor diperkirakan mendekati 1.1587 m2 Luas permukaan pipa: 0. karena temperatur pipa diperkirakan hampir sama dengan temperatur air. Untuk pipa tembaga: Keliling pipa 1” rata-rata: Tahanan dinding pipa permeter pipa: Tahanan keseluruhan : Tahanan dinding pipa: Tahanan air: Tahanan gas: A=0.080 m2/m Panjang pipa yang diperlukan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.

Kalor akan bertukar diantara fluida di da1am dan di luar pipa yaitu yang berada pada daerah anulus. Lazimnya a1at penukar ka1or adalah sistim yang digunakan penukaran ka1or diantara dua fluida yang dibatasi oleh dinding pemisah. a1at penukar ka1or biasanya digunakan untuk pemanasan dan pendinginan proses serta a1iran produk. maka kita perlu membincangkan tentang atat penukar ka1or yang bersesuaian dengan material yang akan kita pindahkan. Kontak langsung a1at penukar ka1or terjadi sebagai contoh pada gas kalor yang terfluidisasi da1am cairan dingin untuk meningkatkan temperatur cairan atau mendinginkan gas.BAB IV BAB IV ALAT PENUKAR KALOR Apabila kita berhubungan dengan dua macam zat cair atau gas di da1am proses yang akan saling bertukar ka1ornya.html (1 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Kemudian di estimasi koefisien perpindahan kalor diantara kedua a1iran. Pada industri-industri kimia. Exchanger: Memanfaatkan perpindahan kalor diantara dua fluida proses (steam dan air pendingin tidak termasuk sebagai fluida proses. Pada kebanyakan sistem kedua fluida ini tidak mengalami kontak langsung. Ana1isa dan desain yang dilakukan digunakan untuk mengaplikasikan secara praktis prinsip-prinsip dasar yang sudah dibahas sebelumnya. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. tetapi merupakan utilitas). Sa1ah satu a1at penukar ka1or yang sederhana terdiri dari pipa panjang di da1am suatu pipa kedua. Alat penukar kalor berdasarkan fungsinya dapat digolongkan pada beberapa nama: 1.

Beberapa jenis a1at penukar ka1or yang banyak dipakai akan dibahas berikut ini. Heater: Berfungsi memanaskan fluida proses. 3. dan sebagai bahan pemanas a1at ini menggunakan steam. Vaporizer: Berfungsi memekatkan cairan selain dari air. dan umumnya digunakan da1am ska1a laboratorium. in file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Pipa ganda ini terdiri dari beberapa bagian: s s s s Gland (sambungan) Return head Return bend Tee Ukuran standar yang biasa terdapat pada Penukar ka1or pipa ganda: Diameter luar. 6.html (2 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Alat ini digunakan da1am industri ska1a kecil. Penukar ka1or pipa ganda (double pipe heat exchanger) Adalah a1at perpindahan ka1or yang terdiri dari dua pipa konsentris (pipa kecil sebagai sentra1. Cooler: Berfungsi mendinginkan fluida proses. in Diameter dalam. Alat penukar ka1or pipa a. 8. Dimana satu fluida menga1ir lewat pipa da1am sedangkan fluida yang lain menga1ir lewat anutus. Reboiler : Berfungsi sebagai pensup1ai kalor yang diperlukan bottom produk pada distilasi. 4. 4. Boiler : Berfungsi untuk membangkitkan uap.BAB IV 2. 5.1. antara dinding pipa da1am dan dinding pipa luar. Steam biasanya digunakan sebagai media pemanas. Evaporator: Berfungsi memekatkan suatu larutan dengan cara menguapkan airnya. Condenser: Berfungsi untuk mengembunkan uap atau menyerap ka1or laten penguapan. 7. yang dibungkus oleh pipa yang lebih besar). dan sebagai bahan pendingin digunakan air.

Seluruh alat terdiri dari seberkas pipa yang dipasang diantara plat pipa. Untuk menyangga beda muai antara pipa dan mantel.BAB IV 2 2½ 3 4 1¼ 1¼ 2 3 b. Kesemuanya dibedakan berdasarkan jalur pemasukan dan pengeluaran bahan yang akan dipanaskan atau didinginkan. yang dapat lebih memperlancar lagi pertukaran kalor.1 memperlihatkan beberapa penyelesaian yang mungkin di1akukan. Pilihan ini bergantung kepada berbagai keadaan yaitu sifat ada media (cair atau gas). Dengan demikian dapat dicegah sudut mati dalam aparat. Adakalanya hal yang sebaliknya berlaku. Penukar kalor pipa-tabung (shell and tube heat exchanger) Pada Gambar 4. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Gambar 4.html (3 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . untuk berubah arah beberapa ka1i. Kadang-kadang medium yang akan didinginkan dibawa mela1ui pipa dan medium yang akan dipanaskan dibawa seke1i1ing pipa. viskositas. akan tetapi dengan demikian dapat pula memperbesar kecepatan aliran.1 terlihat suatu sketsa secara bagan dari jenis penukar ka1or ini. dan sebagainya. terdapat berbagai macam sistem. memaksa medium yang mengalir di sekeliling pipa. terdapatnya kotoran padatan. Dinding ba1ik vertikal di sekitar pipa. Untuk luas per1ukan perpindahan kalor antara 100-200 ft2 digunakan penukar kalor jenis pipa ganda.

html (4 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . titik tempat terjadinya kebocoran semakin banyak.BAB IV Gambar 4. Industri ska1a besar memerlukan alat perpindahan kalor dengan luas perpindahan kalor yang besar.1. dan karena banyaknya sambungan. Untuk itu lebih sesuai digunakan penukar kalor pipa tabung. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Penukar kalor pipa tabung (shell and tube heat exchanger) Sedangkan untuk luas lebih besar dari 200 ft2 pemakaian pipa ganda akan memerlukan tempat yang luas.

3) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Mudah dibersihkan.html (5 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . 4. Penukar kalor pe1at Alat penukar ka1or ini terdiri dari beberapa pelat yang tersusun di da1am bingkai yang besar. 4. Zat yang satu menga1ir mela1ui rusuk-rusuk diantara kedua pelat sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4. (Gambar 4. Menggunakan teknik fabrikasi yang sudah baik. Biasanya a1at ini digunakan terutama pada industri makanan dan minuman karena alat ini mudah dibersihkan dan diperiksa kembali. Mempunyai bentuk yang baik untuk operasi bertekanan. sehingga udara digunakan sebagai pcndingin.2.3.2.BAB IV Keuntungan dari tipe ini: s s s s s Konfigurasi alat ini memberikan luas permukaan yang besar dalam volume yang kecil. Penukar ka1or pendingin udara Pemakaian alat ini adalah apabi1a air pendingin yang digunakan terbatas. Dapat dikonstruksi dari sejumlah besar material.

Penukar kalor pelat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.html (6 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .BAB IV Gambar 4.2.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Penukar kalor pendingin udara Masalah utama da1am perancangan alat perpindahan ka1or adalah: 1. Dot faktor (tahanan kotoran) Tahanan kotoran adalah kotoran (kerak) yang terbentuk selama penukar kalor dioperasikan dan akan menyebabkan koefisien perpindahan kalor menjadi berkurang.html (7 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .3.BAB IV Gambar 4. RD (hitung) UC = dot faktor = koefisien perpindahan ka1or dalam keadaan bersih.

dalam batas-batas yang diizinkan yaitu: s s Untuk aliran uap dan gas.dTC = CCdTC dimana C = wCp Pada pernyataan ini dQh adalah kadar diferensial dimana kalor dipindahkan ke fluida dingin dari fluida panas melewati bagian diferensia1 dari penukar kalor. sebagai berikut: .4. 4. Kern.html (8 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Penurunan tekanan Terjadi dalam masing-masing aliran. 2. dimana setelah itu kalor yang diijinkan menjadi 1ebih kecil dari yang dibutuhkan. Bila dimisa1kan fluida yang 1ewat ada1ah fluida organik.1) dQh =(wCp)C.. Harga ini merupakan batas tahanan yang maksimum. W merupakan laju alira masa (mass file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Berkisar antara 100% . 1965). Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda Pada Alat Penukar Kalor Pipa Ganda aliran di da1am pipa dapat berupa aliran searah sepanjang pipa maupun aliran berlawanan. maka harga RD=O. Tabel 12.5-2 psi Untuk a1iran liquida (cairan).BAB IV UD = koefisien perpindahan kalor dalam keadaan kotor RD(ketentuan) = dot faktor maksimum. Kita mulai dengan kesetimbangan kalor pada aliran dingin. •P antara 5-10 psi.001 (ketentuan. Nilai RD (hitung) harus 1ebih besar dari RD (ketentuan).(4.125% RD(ketentuan). ∆P antara 0. A1iran searah ini di sebut cocurrent flow dan a1iran berlawanan disebut countercurrent flow. Analisa-analisa kedua kasus ini agak berbeda.. yang dihitung bila kedua permukaan pipa tidak dibersihkan.

Kita sekarang mendefinisikan perbedaan temperatur diantara bagian panas dan dingin sebagai: d(TH-TC)=d(•T) Dari persamaan (4.7) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. U.1) dan (4.html (9 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .2) Kalor dipindahkan dari saluran panas ke aliran dingin melewati susunan tahanan termal.(4.6) ada1ah diferensial.4) …(4..2) dipero1eh: …(4. Terdapat tahanan konveksi pada permukaan pipa yang memisahkan dua aliran.5) ..3) Dimana dA adalah luas pem1ukaan diferensia1 yang memisahkan kedua aliran. maka kesetimbangan untuk aliran panas hampir sama dengan aliran dingin.(4.(TH -TC) ....dA.2) dapat ditu1is: dan Substitusi persamaan (4. Pendefinisian U meliputi pemilihan apakah kita menggunakan permukaan da1am atau permukaan 1uar dari pipa dalam untuk mendefinisikan dA..BAB IV f1ow rate) dan Cp adalah kapasitas kalor persatuan masa. dQh = -(wCp)HdTH = -CHdTH . Tahanan-tahanan seri ini ditambahkan dan didefinisikan bahwa koefisien perpindahan kalor keseluruhan. panas yang hi1ang disamakan dengan f1uida panas untuk dibandingkan dengan fluida dingin.6) Kesetimbangan panas persamaan (4. dan diperoleh: .1) dan (4. Jika tidak ada kehilangan panas dari penukar kalor. adalah: dQh = U.(4. dan tahanan konduksi dihubungkan dengan dinding pipa itu sendiri. dan bukan kapasitas kalor molar.. Untuk kesetimbangan panas keseluruhan.. berlaku untuk setiap titik disepanjang aksis penukar ka1or.(4.

11) Jika persamaan-persamaan ini diatur kemba1i dapat diselesaikan laju perpindahan panas keseluruhan.12) Da1am persamaan (4. Selanjutnya diberikan dua contoh Untuk membedakan operasi cocurrent dengan counter current.. Untuk aliran counter current diperoleh hasil yang sama.. sehingga diperoleh: …(4.(4.9) Persamaan diferensial untuk dT dapat diintegrasikan jika diasumsikan bahwa v ada1ah konstan disepanjang pipa.(4. Diasumsikan bahwa koefisien keseluruhan U diketahui dan tidak tergantung pada arah aliran untuk bentuk geometri dan laju alir kedua aliran yang ditentukan.8 ) dapat ditulis menjadi: ..6) dapat ditulis sebagai: Dimana: . temperatur rata-rata logaritmik) sebagai: ..8) ∆T1 dan •T2 adalah perbedaan temperatur diantara kedua aliran pada ujung penukar panas.. dengan sedikit perubahan tanda. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.html (10 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .(4.(4..12) kita mendefmisikan apa yang disebut log-mean temperature difference (LMTD.BAB IV Sehingga persamaan (4. sedangkan ∆T adalah perbedaan temperatur lokal diantara a1iran panas dan dingin. Persamaan ( 4... dengan hasil: .13) Hasil ini sama dengan definisi yang sudah diutarakan pada ana1isa a1at penukar ka1or sebelumnya pada suatu penukar kalor single-tube.

Rugi-rugi gesekan di dalam kondenser biasanya cukup kecil.1. s s Uap dapat mengembun menurut salah satu dari dua cara berikut: 1. s Perpindahan kalor dari uap yang mengembun (kondensasi) Uap kondensasi mungkin terdiri dari sati zat saja.html (1 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . Suhu kondensasi hanya bergantung pada tekanan sehingga proses kondensasi zat murni merupakan proses isotermal. mungkin berupa campuran zat mampu kondensasi dan zat tak mampu kondensasi.BAB 5 BAB V PERPINDAHAN KALOR DISERTAI PERUBAHAN FASA Perubahan fasa mencakup: Penambahan atau pengurangan energi termal dalam jumlag yang agak banyak. s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. atau campuran dua zat mampu kondensasi atau lebih. Kondensasi tetes (dropwise condensation) s Kondensat mula-mula membentuk inti nukleasi (tetesan). pada suhu tetap atau hampir tetap. Sangat tidak stabil dan sangat sukar dipertahankan sehingga metode ini jarang dipakai. sehingga kondensasi itu dapat dikatakan merupakan proses tekanan tetap. 5. Tetesan-tetesan bergabung sehingga membesar dan mengalir ke bawah tabung karena pengaruh gaya gravitasi.

s s s 1. Kondensat meninggalkan tabung pada suhu kondensasi. Kecepatan zat air pada dinding adalah nol. selama aliran kondensat di dalam film itu laminar.html (2 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . 5.1) Dimana: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.1.1. Contoh: logam cair. nitrobenzen.BAB 5 s Terjadinya bergantung pada sifat zat cair. ialah: …(5. Kondensasi film (film-type condensation) § Lebih sering terjadi § Kondensat cair itu membentuk film atau suatu lapisan sinambung yang lalu mengalir di atas permukaan tabung karena pengaruh gaya gravitasi. Suhu dinding dan suhu uap konstan. Koefisien untuk kondensasi film Asumsi: s Satu-satunya tahanan terhadap aliran kalor adalah yang disebabkan oleh lapisan kondensat yang mengalir ke bawah dalam aliran laminar karena pengaruh gaya gravitasi. Tabung Vertikal = koefisien lokal = konduktivitas termal untuk kondensat film = tebal film Koefisien rata-rata untuk tabung vertikal. 2. gliserin.

= pembebanan kondenat pada dasar tabung (lb/ft. rf. Catatan: 1. konduktivitas lapisan film. Persamaan (5.1) dengan yang dieliminasi: 2.html (3 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .2) Dimana Tf = suhu rujukan Th = suhu uap yang kondensasi Tw = suhu permukaan luar dinding tabung Bentuk ekivalen persamaan (5.3) untuk tabung vertikal diturunkan dengan pengandaian bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.1) dan (5. Pada tabung horizontal. kf : …(5. densitas. kf = viskositas. lb/ft. N = jumlah tabung dalam susunan.jam). Tabung Horizontal …(5.5) Dimana: Γ= pembebanan kondensat persatuan panjang tabung. g = percepatan gravitasi.4) …(5. alir an film kondensat itu dapat dikatakan selalu laminar. Suhu rujukan untuk menentukan mf. rf.BAB 5 mf.

3) dibuat masing-masing 1. Abaikan faktor pengotoran dan tahanan dinding tabung. Jika koefisien sisi air adalah 400 BTU/jam.2). tetapi sifat-sifat kondensat harus dievaluasi pada suhu rujukan Tf.108 ft/jam2 L = 5 ft Suhu kondensi Th adalah 270 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. Karena itu diperlukan perhitungan coba-coba (trial and error). seret uap itu juga dapat menimbulkan keturbulenan pada lapisan kondensat sehingga koefisien film kondensasi menjadi jauh lebih besar.17. baga vertikal dengan diameter ¾ in 16 BWG. Berapakah laju kondensasi klorobenzen dan pembebanan kondensat.3) yang dapat langsung ditentukan adalah: l= 139 BTU/lb g = 4. suhu dinding Tw harus ditaksir dari h. Penyelesaian: Persamaan (5. 2. Besaran dalam persamaan (5.3) berlaku. Dalam menghitung Tf. Maka untuk perhitungan praktis. Air pendingin dengan suhu rata-rata 175 oF mengalir di dalam tabung. Kalor laten kondensasi klorobenzen adalah 139. Panjang tabung 5 ft.7 BTU/lb. Contoh 13.oF. yaitu koefisien film kondensat.1) an (5.76 dan 1. Bila kecepatan fase uap di dalam kondenser itu cukup besar.13. dkk 1985) Pada sebuah kondensor selongsong dan tabung (Shell and Tube) yang menggunakan tabung te. b.1. klorobenzene mengkondensasi pada tekanan atmosfer di dalam selongsongnya. yang diberikan oleh persamaan (5. a.BAB 5 aliran kondensat itu laminar.html (4 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . (Mc Cabe. jika jumlah tabung rata-rata dalam susunan vertikal adalah 6.ft2. koefisien pada persamaan (5. Berapakah koefisien itu dalam kondenser horizontal yang mempunyai tabung sebanyak itu juga.

dari persamaan (5.BAB 5 Suhu dinding Tw tentulah berada diantara 175 dan 270 oF.083 BTU/ft. 1985) Taksiran pertama h.jam (lamp.3 (2.jam. 10 Mc Cabe dkk. oF Viskositas film itu adalah: mf = 0.0625 ft Suhu dinding : Tw=175+33 = 208 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. 13 Mc Cabe dkk. Dianggap Tw = 205 oF Penurunan suhu ∆T = 270 – 205 = 65 oF Suhu rujukan.13 sebagaimana disarankan: Suhu dinding didapatkan dari persamaan : Do=0.2) ialah: Tf = 27. dengan menggunakan koefisien 1.42) = 0. 1985) (lamp.726 lb/ft.4 lb/ft3 kf = 0.¾ (270 – 205) = 221 oF Densitas dan konduktivitas termal zat cair hanya mengalami perubahan kecil dengan suhu sehingga dianggap tetap pada nilai-nilai berikut: rf = 65.75/12 = 0.html (5 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . I.

Pembebanan kondensat: dan b. Koefisien h = 179 Btu/ft2.28 (2.jam. (5. mT = laju kondensasi total.893 Btu/jam.oF Selanjutnya diperiksa apakah aliran itu laminar seluruhnya.42) = 0.1963 (5) = 0. N=6 •To = 270 – 215 = 55 oF Do = 0. Untuk kondensor horizontal digunakan pers.68 lb/ft.5) Koefisien untuk klorobenzen mungkin lebih besar dari bagian (a) sehingga suhu dinding Tw sekarang diperkirakan 215 oF.0625 ft mf = 0.BAB 5 Nilai ini cukup dekat dengan taksiran 205 oF sehingga perhitungan selanjutnya tidak diperlukan lagi.9815) (270 – 208) = 10.jam file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. Luas permukaan luar setiap tabung ialah: Ao = 0.9815 ft2 Laju perpindahan kalor menyeluruh menjadi: = 179 (0.html (6 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .

BAB 5

Tw = 175 + 43 = 218 oF Nilai ini sesuai dengan nilai taksiran 215 oF sehingga tidak diperlukan lagi trial berikutnya. Koefisien h ialah 270 Btu/ft2.jam. oF.

5.2. Perpindahan kalor ke zat cair yang mendidih Contohnya pada operasi evaporasi, distilasi, pembangkitan uap, pengolahan minyak bumi, pengendalian suhu pada reaksi kimia zat cair yang mendidih. Untuk tabung horizontal yang terbenam didalam zat cair mendidih. …(5.7) Dimana: = koefisien perpindahan panas = viskositas uap = penurunan suhu melintas uap = konduktivitas termal uap = densitas zat cair, densitas uap Do = diameter luar tabung pemanasan = selisih rata-rata antara entalpi zat cair dan entalpi uap panas lanjut.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (7 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

…(5.8) = kalor laten penguapan Cp = kalor spesifik uap pada tekanan tetap = panjanng gelombang-gelombang yang terkecil yang amplitudonya dapat berkembang pada antar muka datar yang horizontal. …(5.9) = tegangan antarmuka antara zat cair dan uap. Contoh 13.2 McCabe dkk, 1985: Freon (CCl3F) didihkan pada tekanan atmosfer dengan tabung tercelup horizontal yang diameter luarnya 1,25 in. Titik didih normal freon ialah 74,8 oF. Dinding tabung berada pada suhu 300 oF. Sifat-sifat freon 11 adalah sebagai berikut: = 91,3 lb/ft3 = 78,3 Btu/lb = 0,013 cP = 19 dyne/cm Cp = 0,145 Btu/lb.oF kv=BTU/ft.jam.oF Hitung koefisien perpindahan kalor, ho, dan fluks kalor q/A. Penyelesaian: = 0,013 (2,42) = 0,0314 lb/ft.jam = 300 – 74,8 = 225,2 oF Suhu film uap rata-rata = (300+74,8)/2 = 187,4 oF
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (8 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

= 91,3 lb/ft3; BM=137,5 ; Do = 1,25/12 = 0,104 ft Pada suhu film rata-rata: Pada titik didih: Dari persamaan (5.8) : Dari persamaan (5.9) anggap gc/g = 1 lb/lbf.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (9 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

zat cair pekat itulah yang merupakan produk yang berharga dan uapnya biasanya dikondensasikan dan dibuang. Pengertian umum dari evaporasi ini adalah menghilangkan air dari larutan dengan mendidihkan larutan didalam tabung yang sesuai yang disebut evaporator. dan bukan zat padat. Lazimnya. Evaporasi bertujuan untuk memekatkan larutan yang terdiri dari zat terlarut yang tidak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. kebalikannyalah yang benar. dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair. Evaporasi dilaksanakan dengan menguapkan sebagian dari pelarut sehingga didapatkan larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi.1. dalam evaporasi. pelarut yang digunakan adalah air. dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha untuk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. Dalam kebanyakan proses evaporasi.html (1 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . garis pemisah antara evaporasi dan krista1isasi tidaklah dapat dikatakan tegas. misalnya pada penguapan air asin untuk membuat garam. Evaporasi tidak sama dengan pengeringan. Air yang mengandung mineral seringkali diuapkan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporasi berbeda dari kristalisasi dalam hal penekanannya disini ialah pada pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal. Evaporasi berbeda pula dari distilasi karena disini uapnya biasanya komponen tunggal. dalam suatu situasi tertentu. Pendahuluan Evaporasi adalah salah satu kaedah utama dalam industri kimia untuk memekatkan larutan yang encer. Sebab evaporasi kadangkadang menghasilkan lumpur kristal di dalam larutan induk. kadang-kadang zat cair yang sangat viskos. Dalam situasi-situasi tertentu. Tetapi. dan walaupun uap itu merupakan campuran.BAB VI BAB VI PROSES EVAPORASI 6.

distilasi dan kristalisasi: Proses (1≠2) Evaporasi ≠ Pengeringan No. Permasalahan disini adalah pemekatan larutan Permasalahan: pembuatan zat padatatau kristal. tetapi dari segi proses adalah evaporasi. Hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan air dalam umpan yang dipulihkan. 2. Tabulasi perbedaan evaporasi dengan pengeringan.BAB VI mendapatkan hasil yang bebas zat padat untuk umpan ketel didih. Jika uap berupa campuran. 2. Evaporasi ≈Kristalisasi : contohnya pada penguapan air asin untuk membuat garam Evaporasi ≈ Distilasi : contohnya pada penguapan air yang mengandung mineral untuk umpan ketel (boiler). Teknik ini biasa disebut disti1asi air (water distillation). 2. tidak ada usaha untuk memisahkan menjadi fraksi-fraksinya Uap sering berupa campuran dan akan dipisah menjadi fraksi-fraksinya. Proses-proses evaporasi skala besar sudah banyak dikembangkan dan digunakan untuk membuat air minum dari air laut. Berikut ini adalah beberapa sifat penting dari zat cair yang divaporasikan. kadang-kadang zat cair yangsangat viskos Sisa penguapan adalah zat padat Uap biasanya komponen tunggal. Konsentrasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Keterangan Sisa penguapan adalah zat cair. Biasa disebut distilasi air. dan untuk konsumsi manusia.Proses 1. Evaporasi ≠ Distilasi 1. Di sini hasil yang dikehendaki adalah air kondensasi. Variasi dalam karakteristik cairan itulah (yang menuntut keahlian dan pengalaman para insinyur dalam merancang dan mengoperasikan evaporator) yang menyebabkan operasi ini meluas dari perpindahan kalor sederhana menjadi suatu seni tersendiri. Evaporasi ≠ Kristalisasi 1. Penyelesaian praktis terhadap masalah evaporasi sangat ditentukan oleh karakteristik zat cair yang akan dikonsentrasikan.html (2 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . tetapi dari segi teknik proses itu adalah evaporasi. karena persyaratan khusus proses. sebagian besar dikembalikan ke laut.

BAB VI Walaupun cairan encer yang diumpankan ke dalam evaporator mungkin cukup encer sehingga beberapa sifat fisiknya sama dengan air. lebih-Iebih zat-zat organik. Densitas dan viskositasnya meningkat bersamaan dengan kandungan zat padatnya. maka akan terjadi pembentukan kristal. atau jika tidak. keseluruhan masa zat cair itu mungkin meluap ke dalam saluran uap keluar dan terbuang. sehingga suhu didih larutan jenuh mungkin jauh lebih tinggi dari titik didih air pada tekanan yang sama. Dalam hal-hal yang ekstrim. membusa pada waktu diuapkan.html (3 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . bahan kimia farmasi. Dalam mengkonsentrasikan bahanbahan seperti itu diperlukan teknik khusus untuk mengurangi suhu zat cair dan menurunkan waktu pemanasan. tetapi jika konsentrasinya meningkat. Jika zat cair jenuh didihkan terns. Kerak Beberapa larutan tertentu menyebabkan pembentukan kerak pada permukaan pemanasan. kristal-kristal ini harus dipisahkan karena. Titik didih larutanpun dapat meningkat dengan sangat cepat bila kandungan zat padatnya bertambah. Kepekaan terhadap suhu Beberapa bahan kimia berharga. pembersihan itu tidak mudah dan memakan biaya. Pembentukan busa Beberapa bahan tertentu. larutan itu akan makin bersifat individual. dan menyebabkan banyaknya bahan yang terbawa ikut. Busa yang stabi1 akan ikut ke luar evaporator bersama uap. hingga larutan itu menjadi jenuh. menjadi terlalu lamban sehingga tidak dapat melakukan perpindahan kalor yang memadai. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dan bahan rnakanan dapat rusak bila dipanaskan pada suhu sedang selama waktu yang singkat saja. Bi1a kerak itu keras dan tak dapat larut. Hal ini menyebabkan koefisien menyeluruh makin lama makin berkurang sampai akhimya kita terpaksa menghentikan operasi evaporator untuk membersihkannya. Bisa menyebabkan tabung evaporator tersumbat.

Evaporator mana yang dipilih untuk suatu masalah tertentu bergantung terutarma pada karakteristik zat cair itu.3 lb uap. grafit tak-tembus. Akan tetapi.kira 0. Jika uap dari satu evaporator dimasukkan ke dalam rongga uap (steam chest) evaporator kedua. yaitu sampai kira. radioaktivitas. bahaya ledak. Oleh karena adanya variasi dalam sifat-sifat zat cair maka dikembangkan berbagai jenis rancangan evaporator. titik beku. evaporator sebaiknya dibuat dari baja. Karena itu digunakan juga bahan-bahan konstruksi khusus seperti tembaga.BAB VI Bahan konstruksi Bila memungkinkan. namun proses ini tidak efektif dalam penggunaan uap. Metoda ini disebut sebagai evaporasi efek-tunggal (single-effect evaporation). file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Walaupun sederhana. Bila kita menggunakan satu evaporator saja. uap dari zat cair yang mendidih dikondensasikan dan dibuang. dan timba1. Berkurangnya suhu didih zat cair menyebabkan beda suhu antara uap dan zat cair yang mendidih itu meningkat. pembebasan gas pada waktu mendidih. dan uap dari evaporator kedua dimasukkan ke dalam kondenser. dibawah 3 atm abs. banyak larutan yang merusak bahan-bahan besi. antara lain kalor spesifik. Uap yang digunakan biasanya adalah uap bertekanan rendah. dengan demikian laju perpindahan kalor di da1am evaporator itu meningkat pula. Jenis-Jenis Evaporator Kebanyakan evaporator dipanaskan menggunakan uap yang dikondensasikan di atas tabungtabung logarm. zat cair yang mendidih biasanya berada da1am vakum sedang.05 atm abs. Untuk menguapkan l lb air dari larutan. Oleh karena bahan-bahan ini relatif mahal.html (4 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Banyak karakteristik lain zat cair juga perlu mendapat perhatian dari perancang evaporator. dan persyaratan operasi steril (suci hama. kalor konsentrasi. Bahan yang dievaporasikan biasanya mengalir di dalam tabung. baja tahan karat.2. aluminium. maka laju perpindahan kalor harus tinggi agar dapat menurunkan biaya pokok peralatan. diperlukan 1 sampai 1. 6. maka operasi ini akan menjadi efek dua ka1i atau efek-dua (double effect). sifat racun. atau menjadi terkontaminasi oleh bahan itu. nikel.

2. 3.html (5 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Sirkulasi paksa . Tabung horizontal diliputi dan dikelilingi oleh sirkulasi yang alami dari cairan yang mendidih sehingga meminimumkan pengadukan cairan. Sebagai hasilnya maka pada evaporator jenis ini dijumpai koefisien perpindahan panas keseluruhan yang lebih rendah berbanding pada evaporator jenis lain. Efek ini dapat ditambah lagi dengan cara yang sama. menjadi harmpir lipat dua. Evaporator. suhu didih.1 Evaporator Tabung-Horizontal Evaporator tabung-horizontal sebagaimana yang ditunjukkan pada Gambar 6.1 adalah merupakan evaporator jenis klasik yang telah lama digunakan. dan evaporasi yang didapatkan oleh satu satuan masa uap yang diumpankan ke da1am efek pertama. yang tergantung pada perbedaan suhu keseluruhan. Evaporator tabung horizontal 2. Jenis-jenis utama evaporator tabung dengan pemasukan uap yang lazim dipakai adalah: 1.ft2. ini bermanfaat khususnya untuk mengevaporasikan larutan yang viskos. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporator film aduk 6.BAB VI Ka1or uap yang semula digunakan lagi da1am efek yang kedua. Aliran ke bawah (film-jatuh) c. dan sifat larutan yang dievaporasikan. Metoda yang umum digunakan untuk meningkatkan evaporasi per lb uap dengan menggunakan sederatan evaporator antara penyediaan uap dan kondenser itu disebut sebagai evaporasi efek-berganda (multiple effect evaporation).vertikal tabung panjang a. Koefisien keseluruhan yang berada antara 200-400 Btu/jam. Larutan yang akan dievaporasikan berada di luar tabung horizontal dan uap mengalir di dalam tabung horizontal.0F (1100-2300 W/m2K) akan didapatkan. Aliran ke atas (film-panjat) b. Evaporator tabung horizontal biasanya digunakan untuk kapasitas yang kecil dan untuk mengevaporasikan larutan yang encer dan larutan ini tidak berbusa dan tidak meninggalkan deposit padatan pada tabung evaporator .

html (6 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

Media pemanas yang digunakan biasanya uap yang terkondensasi.3 secara berturutan.2. uapnya lepas dan keluar dari unit itu sebagai cairan pekat. Pada kedua evaporator ini larutan mendidih di dalam tabung vertika1 dan media pemanas di luar tabung vertikal.html (7 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Pendidihan atau pemanasan cairan di dalam tabung akan menyebabkan aliran naik ke atas melewati tabung.BAB VI Gambar 6. terdapat beberapa lubang keluaran cairan atau produk dan tidak hanya satu seperti ditunjukkan pada Gambar 6. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporator Satu Lintas Dan Evaporator Sirkulasi Evaporator dapat dioperasikan sebagai unit satu lintas atau sebagai unit sirkulasi. Evaporator satu 1intas dan evaporator sirku1asi ditunjukkan pada Gambar 6. Evaporator Tabung Horizontal 6. cairan umpan dilewatkan melalui tabung hanya satu kali lewat saja.2. Seluruh evaporasi dilaksanakan dalam satu lintas (lawatan) saja.1. Evaporator ini merupakan pengembangan dari evaporator tabung-panjang.2 dan Gambar 6. dan cairan yang tidak menguap mengalir ke bawah dan keluar melalui anulus yang terletak di bahagian dasar evaporator.2. Pada evaporator satu lintas. Pada instalasi yang besar.

html (8 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

cairan pekat itu hanya sebentar saja berada dalam suhu didihnya. Suhu zat cair dapat dijaga rendah dengan mengoperasikan unit ini dalam vakum tinggi. Dengan sekali lewatan cepat melalui tabung-tabung evaporator. tetapi evaporator film jatuh (falling-film evaporator) dan evaporator film panjat (climbing film-evaporator) dapat pula dioperasikan dengan cara ini.BAB VI Gambar 6. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dan dapat didinginkan dengan cepat begitu keluar dari evaporator. di mana pemekatan tota1 terbagi-bagi dalam beberapa efek. Evaporator satu lintas Rasio evaporasi terhadap umpan dalam unit satu lintas itu adalah terbatas.2.html (9 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . sehingga evaporator jenis ini sesuai untuk operasi efek berganda. Evaporator film aduk (agitated film evaporator) selalu dioperasikan dalam satu lintas saja.

html (10 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

Oleh karena zat cair yang masuk tabung itu mengandung beberapa bagian cairan pekat di dalam setiap bagian umpan. viskositas. dan cocok pula untuk evaporasi efek tunggal. Semua cairan dalam kolam. Sebagian dari zat cair itu dengan demikian. dimana aliran berlangsung melalui tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. akan terpanaskan hingga suhu yang kelewat tinggi. Zat cair yang tidak menguap dikeluarkan dari tabung dan kembali ke kolam.html (11 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . harus selalu berada dalam konsentrasi maksimum. evaporator film panjat biasanya adalah unit sirkulasi. Cairan pekat dari evaporator sirkulasi dikeluarkan dari kolam. Dengan menggunakan vakum yang cukup baik. Walaupun waktu menetap (residence time) zat cair itu dalam zone pemanasan barangkali singkat saja. sehingga hanya sebagian saja dari keseluruhan evaporasi yang berlangsung dalam satu lewatan. suhu zat cair lindak dapat dijaga pada tingkat yang tidak merusak. oleh karena itu. Umpan masuk akan bercampur dengan zat cair di dalam kolam. dan titik didihnya selalu mendekati maksimum. Alal ini dapat dioperasikan dengan sirkulasi alamiah. dan campuran itu lalu dialirkan melalui tabung-tabung evaporator. Evaporator sirkulasi. koefisien perpindahan kalornya akan cenderung rendah. Evaporasi sirkulasi paksa semuanya dioperasikan dengan cara ini. Pemanasan yang terlalu lama atas sebagian kecil sajapun dari bahan peka-panas seperti makanan akan dapat menyebabkan keseluruhan produk itu rusak. Evaporator sirkulasi tidak terlalu cocok untuk memekatkan zat cair yang peka terhadap panas. Evaporator sirkulasi Pada evaporator sirkulasi (circulation evaporator) terdapat suatu kolam zat cair di dalam alat itu.BAB VI Gambar 6. dapat beroperasi dengan jangkau konsentrasi yang cukup luas antara umpan dan cairan pekat dalam satu unit saja. tetapi zat cair itu akan berulang kali berada dalam kontak dengan tabung panas. di lain pihak. serta densitas. sebagian dari zat cair itu mungkin tertahan di dalam evaporator selama beberapa waktu.3. Akibatnya. maka konsentrasi.

Evaporator ini dapat digunakan untuk larutan yang membentuk deposit padatan. akan tetapi tidak sesuai untuk digunakan untuk mengevaporasikan larutan yang sangat viskos.4 dan Gambar 6. sirkulasi alami yang dihasilkannya mempunyai kecepatan 1 hingga 3 ft/detik sehingga koefisien perpindallan panas pada evaporator ini lebih tinggi dibandingkan evaporator tabung horizontal yaitu pada rentang 200. Evaporator ini juga dapat menangani cairan yang viskos.2. maupun titik didih larutan. Gambar 6.html (12 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . akan tetapi untuk evaporator jenis sirkulasi. Sehingga kedua-dua evaporator vertikal ini adalah sangat berguna untuk kebanyakan proses evaporasi. Kedua evaporator satu lintas dan evaporator sirku1asi juga mempunyai kelebihan operasional berbanding dengan evaporator tabung horizontal. Pada kedua jenis ini. Pada evapoator satu lintas dan juga evaporator sirkulasi. perbedaan suhu keseluruhan.oF (1100-2800 W/m2K) tergantung kepada baik sifat larutan.5. dapat pula dengan sirkulasi paksa. karena padatan yang terbentuk di dalam tabung dapat dihilangkan dengan pembersihan mekanis. dan koefisien perpindahan panasnya menjadi kecil.BAB VI dengan disebabkan oleh perbedaan densitas.500 Btu/jam. maka aliran sirkulasi yang terjadi akan bergerak dengan lambat. tabung-tabung didalamnya dipasang secara rolling dan welding dan tidak secara packing seperti pada evaporator tabung horizontal. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. 6. Evaporator Sirkulasi Paksa Evaporator sirkulasi paksa mempunyai bentuk seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6. di mana aliran dilaksanakan dengan pompa.ft2.3. larutan yang mudah membentuk busa atau untuk menguapkan larutan dalam masa yang singkat.4 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun vertikal dan berada di dalam tabung.

html (13 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

Pada evaporator sirkulasi paksa.5 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun horizontal dan terletak terpisah dengan tabung.4.BAB VI Gambar 6. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Gabungan penurunan tekanan dan head hidrostatik di dalam alat ini adalah cukup besar untuk mencegah larutan mendidih di dalam pipa penukar panas.html (14 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Pemanas Vertikal di dalam Tabung Gambar 6. caitan yang akan dievaporasikan dipompakan melewati penukar panas (heat exchanger) dimana media pemanas mengelilingi pipa-pipa yang membawa cairan yang akan dievaporasikan. pada saat cairan memasuki ruang kosong di dalam tabung. sehingga uap yang dihasilkan akan tersembur keluar.

Desain sekat yang tepat diperlukan untuk mencegah penggabungan gelembung-gelembung kecil cairan dan juga untuk mencegah perubahan arah dari aliran cairan.html (15 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI Gambar 6.5. Evaporator sirkulasi paksa yang moderen biasanya ditengkapi dengan pemanas yang terletak di luar tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6. dari pada evaporator dengan permukaan perpindahan panas yang terletak di da1am badan tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.5. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Elemen Pemanas Terpisah Horizontal Karena kecepatan semburan ada1ah tinggi. di dalam ruang kosong diletakkan sekat yang berguna untuk memisahkan uap dari larutan yang masih ada.

Pada evaporator sirkulasi paksa. dan (3) bila a1at ini dioperasikan sebagai unit sirkulasi. Pada evaporator dengan pemanasan di luar . pendidihan akan terjadi disepanjang pipa-pipa pemanas.BAB VI 6.html (16 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas terpisah juga merupakan evaporator yang berbentuk lebih kompak sehingga dapat dipasang pada ruang dengan tinggi atap yang rendah. Tabung-tabungnya biasanya mempunyai panjang 12 hingga 20 ft dengan diameter 1 sampai 2 inci. 6. koefisien perpindahan panas akan bergantung kepada kecepatan sirkulasi. untuk mengurangi terbentuknya endapan-endapan padatan di dalam pemanas. Fraksi dari cairan yang menguap ketika melewati pipa akan menjadi kecil. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. sehingga kecepatan sirkulasi keseluruhan yang melalui pipa adalah beberapa kali lebih besar dari kecepatan umpan. sebuah kaki pemulang (return leg) untuk mengembalikan zat cair dari separator ke bagian bawah penukar panas.6. Pada tingkat sirkulasi yang rendah. adalah merupakan hal yang penting untuk mencegah pendidihan di dalam pipa-pipa elemen pemanas. pendidihan dapat dengan mudah dicegah dengan cara meletakkan pemanas pada posisi yang lebih rendah dibandingkan letak ruang pelepasan. Hal ini tidak dapat dilakukan dengan mudah jika permukaan penukar panas berada di dalam badan evaporator. titik didih. Bagian-bagian utama evaporator jenis ini ialah : ( 1) sebuah penukar panas jenis tabung dengan uap dalam selongsong. (2) sebuah separator (pemisah) atau ruang uap (vapour space) untuk memisahkan zat cair yang terbawa ikut dari uap. Penggunaan pemanas di luar tabung akan menjadikan evaporator ini lebih sering digunakan karena pembersihan pipa-pipa pemanas dan penggantian pipa-pipa yang mengalami korosi lebih mudah dilakukan. Evaporator Vertikal Tabung Panjang Contoh evaporator vertikal tabung panjang dengan alian zat cair ke atas terlihat pada Gambar 6. dan zat cair yang akan dipekatkan di dalam pipa/tabung.4. dan sifat-sifat sistem. Pendidihan ini akan meningkatkan kejatuhan larutan dan menjadikan koefisien pendidihan menjadi dua ka1i lebih besar berbanding dengan tanpa pendidihan.2. Dalam mengevaporasikan cairan umpan.4.

lubang keluar masing-masing untuk uap. Evaporator seperti Gambar 2. Umpan jtu mengalir ke atas di dalam tabung sebagai zat cair pada jarak tertentu. Fraksi yang diuapkan pada evaporator ini biasanya lebih besar dibandingkan pada operasi sirkulasi paksa. masuk ke dalam sjstem dan bercampur dengan zat cair yang kembali dari separator. biasanya pada suhu disekitar suhu kamar. sambil menerima kalor dari uap. cairan pekat. Di dekat puncak tabung. Pada zone ini gelembung uap berganti-ganti dengan potongan zat cair dalam tabung naik dengan cepat melalui tabung dan keluar dengan kecepatan tinggi dari ujung atas tabung. Tingkat evaporasi tiap-tiap lewatan (pass) pada jenis ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan jenis-jenis evaporator sirkulasi lainnya dan evaporasi masih dapat ditingkatkan dengan menambah panjang tabung-tabung pemanas atau dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. sehingga kecepatan linier uap menjadi jauh berkurang. Selain itu evaporator ini juga sangat berguna untuk digunakan menangani material yang sensitif terhadap panas karena evaporator ini dapat dioperasikan tanpa proses resirkulasi. campuran zat cair selanjutnya masuk ke dalam separator. penukar panas dari evaporator ini dapat diletakkan di luar badan evaporator. Umpan encer. Untuk membantu pemisahan tetes-tetes zat cair. gelembung itu bertambah besar dengan cepat. lalu mengalir melewati sekat itu sebelum keluar dari separator. Zat cair dan uap mengalir ke atas di dalam tabung sebagai akibat dari peristiwa didih zat cair yang terpisah kembali ke dasar tabung dengan gravitasi. kondensat uap.html (17 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .6 hanya dapat bekerja sebagai unit sirkulasi saja. Di dalam zat cair itu terbentuk gelembung-gelembung sehingga meningkatkan kecepatan liniernya dan meningkatkan laju perpindahan panas. Busa itu akan pecah bila campuran zat cair dan uap berkecepatan tinggi menumbuk sekat di bagian kepala uap. uap itu dibuat menumbuk seperangkat sekat. akan tetapi evaporator vertikal tabung panjang sangat efektif untuk memekatkan cairan yang mempunyai kecenderungan untuk berbusa. Dari tabung itu. agar pembersihan lebih mudah djlakukan. yang tidak panjang. Jika diperlukan. dan gas takmampu kondensasi yang terkandung dalam uap. Walaupun evaporator ini tidak dapat digunakan untuk zat cair yang viskos. Diameter separator itu lebih besar dari diameter penukar panas.BAB VI Alat itu mempunyai lubang masuk masing-masing untuk zat cair umpan dan untuk uap.

html (18 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI mendinginkannya. Pendistribusian harus dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga level cairan. Masalah yang mungkin timbul dalam mengoperasikan evaporator ini adalah pada saat mendistribusikan zat cair ke dalam tabung-tabung atau tube. misalnya dengan menyemprotkan cairan ke dinding tabung. Koefisien perpindahan panas evaporator ini dapat dihitung dengan menggunakan persamaan Nusselt. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

2. Evaporator Vertikal Tabung Panjang 6.5.html (19 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .6.BAB VI Gambar 6. dan yang mengharuskan waktu kontak yang singkat sekali dengan permukaan panas dapat diatasi dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporator Film Jatuh Masalah pemekatan bahan-bahan yang sangat peka terhadap panas. seperti air jeruk.

Pada evaporator film-jatuh satu lintas. Alat ini juga sesuai sekali untuk memekatkan zat cair viskos. berdiameter 2 hingga 10 inci. yang panjang. vertikal. Tabung-tabungnya biasanya agak besar. sehingga jum1ah pemekatan yang dapat dilaksanakan da1am satu lewatan terbatas seka1i. distribusi zat cair pada lubang itu dapat dipercepat dengan melakukan daur ulang zat cair itu ke puncak tabung. Masalah utama dengan evaporator film-jatuh ialah dalam mendistribusikan zat cair itu secara seragam menjadi film di bagian dalam tabung. Evaporator Film Turbulen Akhir-akhir ini banyak dikembangkan evaporator modern yang bertujuan untuk menangani bahan yang viskos. Uap yang keluar dari zat cair itu biasanya terbawa turun bersama zat cair. dan distributor/penyebar zat cair di atas. Evaporator film-turbulen sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6.BAB VI evaporator film jatuh. angka Reynolds fi1m-jatuh harus lebih besar dari 2000 pada setiap titik di dalam tabung. Bila sirkulasi dapat dilakukan tanpa menimbulkan kerusakan pada zat cair. Selama berlangsung evaporasi. dan korosif. dapat pula dipasang distributor 'kalajengking' dengan lengan-lengan radial untuk menyemprotkan umpan dengan laju stedi ke dalam permukaan dalam setiap tabung.6. lalu mengalir ke bawah di dalam tabung panas itu dalam bentuk film. dan dilengkapi dengan separator zat cair uap di bawah. Cara lain ialah dengan menggunakan nosel penyemprot di dalam setiap tabung.7 merupakan evaporator yang banyak digunakan untuk tujuan tersebut karena dapat menangani file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. peka. Hal ini dilakukan dengan menggunakan seperangkat plat logam berlubang-lubang (perforasi) yang ditempatkan lebih tinggi di atas plat tabung yang dipasang dengan teliti agar benar-benar horisontal. dan keluar dari bagian bawah unit itu. 6. kuantitas zat cair berkurang secara kontinu selama ia mengalir dari puncak tabung ke dasarnya. Hal ini memungkinkan volume aliran yang lebih besar melalui tabung dibandingkan dengan pada operasi sekali lintas. Evaporator ini bentuknya menyerupai sebuah penukar panas jenis tabung. kemudian keluar dari bawah.html (20 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .2. Tabung-tabung itu diberi sisip pada ujungnya yang memungkinkan zat cair mengalir dengan teratur ke setiap tabung itu. Atau. zat cair masuk dari atas. Evaporator filmjatuh tanpa sirku1asi dengan waktu tinggal yang sangat singkat dapat menangani produk-produk yang peka yang tidak dapat ditangani dengan cara lain. Untuk mendapatkan perpindahan kalor yang baik.

html (21 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Oleh karena itu. Pada evaporator ini. uap naik dari zone penguapan masuk ke dalam bagian tak bermantel yang diametemya agak lebih besar dari tabung evaporasi.BAB VI baik bahan yang viskos. tahanan pokok terhadap perpindahan panas menyeluruh dari uap kepada zat cair yang mendidih di dalam evaporator terletak pada sisi-sisi zat cair. Zat cair itu sangat turbulen. Cara lain untuk meningkatkan keturbulenan ada1ah dengan pengadukan mekanik terhadap film zat cair itu. seperti dalam evaporator pada Gambar 6. Umpan masuk dari puncak bagian bermantel dan disebarkan menjadi film tipis yang sangat turbulen dengan bantuan daun-daun vertika1 agitator (pengaduk) itu. zat cair yang terbawa ikut dilemparkan ke arah luar oleh daun-daun agitator. berlumpur bahkan kering. sehingga menumbuk plat-plat vertikal yang stasioner. Konsentrat keluar dari bawah bagian bermantel. Dalam evaporator tabung panjang. setiap cara yang dapat mengurangi tahanan itu akan memberikan perbaikan yang berarti terhadap koefisien perpindahan panas menyeluruh. kecepatan zat cair di dalam tabung itu tinggi. Uap bebas zat cair itu lalu keluar melalui lubang ke luar pada bagian atas unit itu. Di dalam separator.7. Tetesan-tetesan itu bergabung (koalesensi) pada plat ini dan kembali ke bagian evaporasi. di mana di dalam tabung itu terdapat sebuah pengaduk. dan laju perpindahan kalorya besar. lebih-lebih yang menggunakan sirkulasi paksa. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporator itu merupakan modifikasi daripada evaporator film jatuh yang mempunyai tabung tunggal bermantel.

Dengan bahan-bahan yang sangat viskos. Sebagaimana juga pada evaporator jenis lain.7. koefisien itu nyata lebih besar dari yang didapatkan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. tetapi dalarn rancang ini penurunan itu cukup 1ambat.BAB VI Gambar 6.html (22 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Produk evaporasi bisa mencapai viskositas sampai setinggi 1000 P pada suhu evaporasi. koefisien menye1uruh turun dengan cepat bila viskositas naik. Evaporator film Turbulen Keunggulan utama dari evaporator film aduk ialah kemampuannya menghasilkan laju perpindahan kalor yang tinggi pada zat cair viskos.

kalor yang diperlukan untuk memanaskannya sampai suhu didih mungkin cukup tinggi. lateks karet. koefisien perpindahan panas menyeluruh. 6. jauh di bawah kapsitas evaporator bertabung banyak. sehingga kapasitasnya untuk suatu nilai q tertentu akan berkurang sesuai dengan itu. Kapasitas didefinisikan sebagai banyaknya pon air yang diuapkan perjam. Jika zat terlarut bersifat non volatil dan untuk operasi evaporasi. dan kapasitasnya menjadi q. antibiotika dan sari buah. Kelemahannya ialah biayanya yang tinggi. menurut definisi dari koefisien perpindahan kalor menyeluruh. atau: Jika umpan masuk evaporator itu berada pada suhu didih sesuai dengan tekanan absolut ruang uapnya. kesan konsentrasi dapat diestimasi dengan menggunakan hukum Raoult dan Dalton sebagai berikut: dimana a dan b merupakan simbol untuk menyatakan solute (zat terlarut) dan solvent (pelarut) secara berturutan. yang mungkin memerlukan perawatan dan pemeliharaan dan kapasitas setiap unitnya kecil. Untuk larutan ideal.BAB VI pada evaporator sirkulasi paksa. Jika umpannya dingin. Kapasitas Evaporator Untuk evaporator jenis tabung dengan pemanasan uap. Jika zat cair dievaporasikan. Evaporator fi1m aduk sangat efektif dengan produk viskos yang peka panas. semua kalor yang berpindah melalui permukaan pemanas dapat digunakan untuk evaporasi. dan jauh lebih besar daripada unit sirkulasi alamiah.3. kesan kedalaman cairan dan percepatan perlu untuk diketahui. U. seperti gelatin. adanya bagian-bagian dalam yang bergerak. maka performa evaporator diukur berdasarkan atas kapasitas evaporator tersebut. yaitu hasil kali dari tiga faktor: luas permukaan perpindahan panas. dan penurunan suhu menyeluruh ∆T. A. maka laju perpindahan panas q melalui permukaan pemanasan suatu evaporator. demikian juga halnya dengan kesan dari konsentrasi zat cair sewaktu berada pada titik didihnya. karena kalor yang digunakan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (23 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

Akibatnya untuk suatu tekanan tertentu. titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih air mumi. Kenaikan titik didih di atas titik didih air ini dikenal sebagai kenaikan titik didih larutan. walaupun tidak selalu harus sejajar. dan kapasitas evaporator akan lebih besar dari yang ditunjukkan q. akan didapat suatu garis lurus. Untuk konsentrasi yang berlainan. yaitu kenaikan titik didih dan tinggi tekan zat cair . Jadi. tetapi bisa sampai setinggi 150oF pada larutan pekat garam anorganik. Penurunan suhu nyata melintas permukaan pemanasan bergantung pada larutan yang diuapkan.BAB VI memanaskan umpan tidak dapat digunakan untuk evaporasi. kita dapatkan pula garis-garis yang berbeda. kenaikan titik didih itu dapat dicari dengan mudah dengan menggunakan aturan empirik yang dikenal sebagai kaedah Duhring yang menyatakan bahwa titik didih suatu larutan tertentu merupakan fungsi linier dari titik didih air mumi pada tekanan yang sama. Jika jangkau tekanan terlalu besar. Pada beberapa evaporator. Nilainya kecil untuk larutan encer dan larutan koloida organik. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Bila zat cair itu mempunyai karakteristik seperti air murni. Untuk larutan pekat. Proses ini disebut evaporasi kilatan (f1ash evaporation). garis-garis itu sangat mendekati lurus. Kenaikan titik didih ini harus dikurangkan dari penurunan suhu yang diramalkan dari tabel uap. jika tekanannya diketahui. Namun. serta pada kedalaman zat cair itu di atas permukaan pemanasan.html (24 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . sebagian dari umpan akan menguap secara spontan melalui penyeimbangan adiabatik dengan tekanan ruang-uap. jika umpan itu berada pada suhu di atas titik didih pada ruang uap. sebagaimana jika kita membaca suhu uap yang kondensasi. tetapi dalam jangkau yang sedang. pada perbedaan tekanan antara rongga uap-pemanas dan ruang uap hasil evaporasi di atas zat cair mendidih itu. Tekanan uap kebanyakan larutan dalam air lebih kecil dari tekanan uap air pada suhu yang sama. kecepatan zat cair di dalam tabung juga dipengaruhi oteh penurunan suhu karena adanya rugi gesekan di dalam tabung yang meningkatkan tekanan efektif zat cair itu. Sebaliknya. jika titik didih larutan digambarkan terhadap titik didih air pada tekanan yang sama. kaedah ini tidak eksak. titik didihnya dapat dibaca dari tabel uap. dalam evaporator nyata titik didih larutan dipengaruhi oleh dua faktor.

Kenaikan titik didih ini akan menyebabkan kekurangan penurunan suhu rata-rata antara uap dan zat cair dan mengurangi kapasitas. Tetapi. Besarnya pengurangan tidak dapat ditaksir secara kuantitatif. dua buah tahanan kerak. oleh karena itu. Fluks kalor dan kapasitas evaporator dipengaruhj oleh perubahan beda suhu maupun perubahan koefisien perpindahan kalor. tahanan dinding tabung. dan biasanya diabaikan dalam perhitungan evaporator. sehingga tahanannya mungkin merupakan bagian yang cukup penting dari keseluruhan tahanan. faktor penggotoran uap kondensasi dan tahanan dinding tabung biasanya sangat kecil. maka harus ada ventilasi untuk membuang gas-gas tak-mampu kondensasi itu dari rongga uap pemanas dan mencegah udara masuk bila tekanan uap lebih rendah dari tekanan atmorfir . juga jika kondensasi itu kondensasi film. Tahanan menyeluruh terhadap uap dan zat cair mendidih ialah jumlah dari lima macam tahanan tersendiri: tahanan film uap. dan kecuali karena pengaruh tinggi tekan hidrostatik. titik didih yang berkaitan dengan tekanan di dalam ruang uap ialah titik didih lapisan permukaan zat cair itu saja. Suatu tetesan zat cair yang berada pada jarak Z ft di bawah permukaan berada pada tekanan ruang uap di tambah tinggi-tekan Z ft zat cair. lebih-lebih bila tinggi permukaan dan kecepatan zat cair itu tinggi. Koefisien film uap selalu tinggi. Dalam evaporator nyata. Penurunan suhu itu ditentukan oleh sifat-sifat uap dan zat cair yang mendidih. Untuk mendapatkan kondensasi tetes. koefisien menyeluruh sangat dipengaruhi oleh rancang evaporator dan metode operasinya. dan dengan demikian koefisien yang lebih tinggi lagi. dan tahanan dari zat cair yang mendidih. yaitu di dalam tabung dan di luar tabung. bila kecepatan zat cair itu besar. tetapi efek kualitatif daripada tinggi-tekan zat cair itu dapat diabaikan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Koefisien menyeluruh ialah kebalikan dari tahanan menyeluruh itu. kepada arus uap itu biasanya ditambahkan promotor. dinding tabung biasanya agak tebal. rugi gesekan di dalam tabung akan meningkatkan lagi tekanan rata-rata zat cair itu. titik didih zat cair di dalam tabung lebih tinggi dari titik didih yang ditunjukkan oleh tekanan ruang uap. Tetapi. dalam evaporator film aduk.html (25 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI Jika kedalaman zat cair di dalam evaporator itu cukup besar. bukanlah merupakan fungsi konstruksi evaporator. Oleh karena adanya gas yang tak-mamppu kondensassi dapat menyebabkan turunnya koefisien film uap. dan karena itu titik didihnya lebih tinggi. Disamping itu. Pada kebanyakan evaporator.

dan hanya sebagian yang tersisa untuk evaporasi. kilat yang terjadi akan menyebabkan evaporasi lebih tinggi dari yang bisa dibangkitkan oleh entalpi penguapan uap itu. Faktor utama yang mempengaruhi sistim ekonomi evaporator ialah banyaknya efek. ekonomi evaporator adalah semata-mata masalah neraca entalpi. Ada dua neraca entalpi yang diperlukan. dalam pon per jam. Dalam evaporator sirkulasi alamiah.BAB VI Koefisien sebelah zat cair sangat bergantung pada kecepatan zat cair itu di atas permukaan panas. Pada kebanyakan evaporator. Jika suhu umpan lebih rendah dari titik didih di dalam efek pertama.4. Ekonomi evaporator juga dipengaruhi oleh suhu umpan. tahanan pada sisi zat cairlah yang menentukan laju perpindahan kalor menyeluruh ke zat cair yang mendidih itu. Secara kuantitatif. 6. ka1or laten kondensasi uap pemanas berpindah melalui permukaan pemanasan dan menguapkan air dari 1arutan yang mendidih. 6. koefisien sisi zat cair untuk larutan encer dalam air adalah antara 200 dan 600 Btu/ft2. ekonominya mungkin jauh lebih besar. Nilai konsumsi uap merupakan hasil bagi antara kapasitas dengan ekonomi evaporator. Melalui suatu perancangan yang baik. dan lebih-lebih pada yang menangani zat cair viskos. tetapi pada alat efek berganda. dan satu lagi untuk sisi-cairan atau uap larutan.jam. ekonominya hampir selalu kurang dari satu. beban pemanasan itu akan menggunakan sebagian dari entalpi penguapan uap pemanas. Neraca Entalpi Evaporator Efek Tunggal Pada evaporator efek tunggal. entalpi penguapan uap=pemanas ke efek pertama dapat digunakan satu kali atau beberapa kali. Jika suhu umpan lebih tinggi dari titik didih. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. juga tidak kalah pentingnya.0F. Konsumsi uap. Pada evaporator efek tunggal. Ekonomi Evaporator Ekonomi ada1ah banyaknya pon yang diuapkan per pon uap yang diumpankan ke da1am unit itu.1.html (26 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .4. satu untuk uap-pemanas. bergantung pada jumlah efeknya.

dan bahwa aliran gas yang tak mampu kondensasi dapat diabaikan. andaikan tidak ada zat padat yang mengendap dari cairan itu. atau umpan m =1aju a1iran cairan pekat mf –m =laju aliran uap cairan ke da1am kondensor.BAB VI Gambar 6.html (27 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .8. Neraca bahan dan neraca enta1pi pada evaporator . dan bahwa rugi ka1or file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Ts T Tf =suhu kondensassi uap pemanas =suhu zat cair yang mendidih di da1am evaporator =dan suhu umpan. Dimisalkan selanjutnya bahwa tidak ada kebocoran atau zat cair yang terbawa ikut bersama uap. ms mf =laju aliran uap pemanas dan laju aliran kondensat =laju aliran cairan encer.

Uap pemanas yang masuk kedalam rongga uap pemanas itu bisa panas lanjut.html (28 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . baik panas lanjut uap maupun dingin lanjut kondensat itu kecil.2) dimana: q = laju perpindahan kalor dari permukaan pemanasan ke zat cair . kalor yang berpindah dari uap pemanas ke tabung harus sama dengan kalor yang berpindah dari tabung pemanas ke cairan. dan kondensatnya biasanya keluar dari rongga itu agak dingin lanjut di bawa hingga didihnya. Namun. Dengan pengandaian ini.1) dimana: qs = laju perpindahan kalor melalui permukaan pemanasan dari uap pemanas. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. keduanya. Hv = entalpi spesifik uap cairan Hf H = entalpi spesifik cairan encer = entalpi spesifik cairan pekat.BAB VI evaporator itu tidak perlu diperhitungkan. dan qs = q. yaitu kalor laten kondensasi uap. Neraca entalpi sisi uap ialah: s …(6. Jika tidak ada rugi kalor. dan dapat diabaikan dalam penyusunan neraca entalpi. Kesalahan kecil yang mungkin diakibatkannya akan dikompensasikan oleh kesalahan karena mengabaikan rugi kalor dari rongga uap-pemanas. selisih antara entalpi uap pemanas dan kondensat hanyalah λ . Hv Hc Λ s = enta1pi spesifik uap pemanas = entalpi spesifik uap kondensat = kalor laten kondensasi uap pemanas = laju aliran uap pemanas ms Neraca entalpi untuk sisi cairan ialah: …(6.

Isoterm-isoterm pada gambar itu menunjukkan entalpi sebagai fungsi konsentrasi pada suhu tetap.1 dan 6.html (29 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .2: Jika kalor pengenceran zat cair yang akan dipekatkan itu cukup besar sehingga tidak dapat diabaikan. digambarkan grafiknya terhadap konsentrasi. Sumber yang terbaik untuk mendapatkan nilai Hf dan H untuk digunakan pada persamaan 6. dalam fraksi massa atau persen bobot zat terlarut. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI Jadi dengan menggabungkan persamaan 6. dimana entalpi dalam Btu per pon atau joule per gram larutan. entalpi tidak linier dengan konsentrasi pada suhu tetap.2 ialah diagram entalpi-konsentrasi.

Ø Kondisi steady: seluruh kalor yang digunakan untuk membuat uap pada efek yang pertama harus diserahkan lagi ketika uap ini kondensasi pada efek ke-2. tinggi cairan yang ditentukan/dijaga: konsentrasi cairan dapat diubah hanya dengan mengubah laju alir umpan: Ø produk terlalu encer : laju alir umpan dikurangi.EVAPORATOR EFEK BERGANDA BAB VII EVAPORATOR EFEK GANDA Beberapa ciri evaporator efek ganda: s s s s s s s Terdiri dari dua atau lebih evaporator yang dihubungkan satu sama lain. Pada suhu. Kondisi steadi. Uap dari satu efek berfungsi sebagai medium pemanas bagi efek berikutnya. Ø produk terlalu kental: laju umpan ditambah. Tekanan ruang uap cairannya paling tinggi. Efek I : efek tempat mengumpankan uap mentah. Jika umpan pada titik didihnya: Ø Seluruh kalor muncul sebagai kalor laten dalam uap yang keluar dari efek pertama. s s s Cara pengumpanan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Ø Suhu kondensat yang meninggalkan efek kedua hampir sama dengan suhu uap dari zat cair mendidih di dalam efek pertama. tekanan uap. konsentrasi. Efek terakhir: tekanan ruang uap cairan minimum. akumulasi=0. tekanan kondenser. Tekanan antara uap dan unit kondenser. Masing-masing mempunyai beda suhu melintas permukaan yang berkaitan dengan penurunan tekanan pada efek itu. Masing-masing efek bekerja sebagai evaporator efek tunggal.html (1 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . terbagi pada dua efek atau lebih.

html (2 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . 4.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 1. 3. Umpan paralel § § § Contohnya dalam evaporator kristalisasi. dimana dihasilkan lumpur kristal dan cairan induk. Memerlukan satu pompa untuk umpankan ke efek satu dan satu pompa lagi untuk mengeluarkan zat cair dari efek terakhir. mengalir ke ujung deret lalu dipompakan lagi ke efek pertama untuk pemekatan akhir. 2. Umpan dimasukkan secara paralel ke setiap efek. § Memerlukan satu pompa disetiap efek. Umpan maju s s Konsentrasi zat cair meningkat dari efek pertama hingga efek terakhir. Tidak terdapat perpindahan zat cair dari efek satu ke efek lain. Umpan mundur § Zat cair diumpankan ke efek terakhir. Perbandingan penguapan larutan NaOH pada efek tunggal dan ganda. karena aliran berlangsung dari tekanan rendah ke tekanan tinggi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. berurutan hingga efek pertama. § Sebagian dari pompa-pompa yang digunakan pada umpan mundur tidak diperlukan lagi. Umpan campuran § Zat cair masuk dalam suatu efek pertama.

Jumlah selisih temperatur yang berguna berkurang lagi menjadi 55 oC. s s Penguap efek dua Terdapat dua kali kerugian karena kenaikan titik didih dengan jumlah 9+6 = 15 oC Selisih temperatur untuk pemanasan berkurang menjadi 62 oC. Untuk pemanasan digunakan selisih temperatur sebesar 72 oC.html (3 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .EVAPORATOR EFEK BERGANDA s s Keadaan awal dan akhir untuk masing-masing cara evaporasi adalah sama. s Penguap efek tiga Kerugian karena kenaikan titik didih naik lagi menjadi 6 + 8 + 9 = 23 oC. Masing-masing menggunakan uap larutan jenuh. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Penguap tunggal: Hanya dijumpai sekali kenaikan titik didih sebesar 54 – 48 = 6 oC.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (4 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

html (5 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

7.1. Kapasitas dan ekonomi evaporator efek ganda
s

Kapasitas total evaporator efek ganda biasanya tidak lebih besar dari efek tunggal yang luas permukaannya sama dengan salah satu efek itu. Kalor yang berpindah di dalam ketiga efek (untuk efek 3).

s

s

Kapasitas total sebanding dengan laju perpindahan kalor total qT dan diperoleh dari: Andaikan luas permukaan tiap efek adalah A ft2, koefisien menyeluruh U juga sama pada setiap efek, persamaan diatas dapat dituliskan kembali: penurunan suhu total antara uap pemanas dalam efek pertama dan uap cairan dalam efek terakhir. Ekonomi evaporator efek berganda bergantung pada masalah neraca kalor dan bukan pada laju perpindahan kalor. Kapasitas evaporator efek berganda berkurang karena kenaikan titik didih.

s

s

s

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (6 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Contoh 16-3 Mc-Cabe dkk, 1985 Sebuah evaporator efek ganda tiga sirkulasi paksa akan diumpankan dengan 60.000 lb/jam larutan NaOH 10% pada suhu 180 oF. Cairan pekat yang dikehendaki adalah NaOH 50 %. Evaporator tersebut menggunakan uap jenuh pada 50 lbf/in2 abs, dan suhu kondensasi uap dari efek ke-3 adalah 100 oF. Urutan pengumpanan adalah II,III,I. Radiasi dan pendinginan lanjut kondensat dapat diabaikan. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK KOEFISIEN MENYELURUH W/m2. oC BTU/ft2.jam oF I 700 3970 II 1000 5680 III 800 4540 Ditanya: a. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek, andaikan A1=A2=A3. b. Konsumsi uap c. Ekonomi uap

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (7 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Penyelesaian: Mf = 60.000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh, andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator. Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 6000 6000 Air 54000 6000 48000 Total 60000 12000 48000

Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE, dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 48000/3 = 16000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing - masing efek: Cf = 10 % NaOH = 0,1 fraksi massa C1 = 50% NaOH = 0,5

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (8 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

1985) Kondensat pada efek ke III berada pada suhu 100 oF. Dari Gambar 16-4 McCabe dkk.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Uap pada 50 lbf/in2. Tekanan kondensat = 0. Ts=281 oF dan ls=924 BTU/lb (lamp 8 Mc Cabe dkk.html (9 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar.95 lbf/in2.136 Titik didih air (=suhu umpan masuk) = 180 oF Titik didih larutan = 187 oF BPE1 = 187 – 180 = 7 oF Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 181 – (76+7+13) = 85 oF 85 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek.100 = 13 oF Efek II C2= 0.214 Titik didih air = 100 oF Titik didih larutan = 113 oF BPE1 = 113 . 1985: Efek I C1= 0.5 Titik didih air = 281 oF Titik didih larutan = 357 oF BPE1 = 357 – 281 = 76 oF Efek III C3= 0. EFEK I T (suhu didih) 33 T’ (suhu kondensasi) 76 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

214 172 0.993 Y = -1920 …(1) Neraca entalpi ada efek III Zat cair dari II + Zat cair dari II = Uap hasil dari III + Umpan ke I + Kondensat dari II file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.10 142 0.Y) + 102 (60000 – Y) + (140.html (10 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .X) + (60000)(135) = (1126.X) X – 0. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 248 281 248 180 149 149 172 113 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0.5 0.136 100 Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1174 67 1171 249 250 135 1126 102 140 1111 110 Flow Rate (lb/jam) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek II Uap hasil dari I + Umpan ke II = Uap hasil dari II + Zat cair dari II + Kondensat dari II (1171.EVAPORATOR EFEK BERGANDA EFEK II EFEK III 23 29 7 13 T1 = 281 – 33 = 248 oF T1’ = 248 – 76 = 172 oF T2 = 172 – 23 = 149 oF T2’ = 149 – 7 = 142 oF T3 = 142 – 29 = 113 oF T3’ = 113 – 13 = 100 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA (1126.Y) +(12000 + X)67 + (110.601. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor.743.Y) + 102 (60000 – Y) = 1111(48000 – X .000 BTU/jam q2=(14300)(1171) – (14300)(140) = 14.993 Y = -1920 2.html (11 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .940 Y = 46000 …(2) (1) dan (2) : X + 1.940)(16340) = 14300 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 48000 – X – Y = 48000 – 14300 – 16340 = 17360 lb/jam Bebas panas: = (14300)(1171) – (12000+14300)(67) + (12000)(250) = 17. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.940 Y = 46000 X – 0. eltalpi. sehingga didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain. laju evaporasi.983.000 BTU/jam q3=(16340)(1126) – (16340)(110) = 16.000 BTU/jam Sehingga luas permukaan: Luas rata-rata = Luas permukaan tidak sama.933 Y = 47920 Y = 16340 lb/jam X = 46000 – (1. penurunan suhu.Y) X + 1.

Luas permukaan tiap efek = 719 ft2 b. Konsumsi uap.html (12 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .EVAPORATOR EFEK BERGANDA Pembetulan suhu. Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 245 281 246 180 149 149 170 114 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0. entalpi dan laju aliran.137 100 Konsentrasi 1174 68 1170 249 249 135 1126 101 138 1111 110 Entalpi (BTU/lb) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Flow Rate (lb/jam) Hasil: a. ms = c.228 170 0.5 0.10 142 0.

Konsumsi uap f. Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 10000 10000 Air 190000 10000 180000 Total 200000 20000 180000 Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE.masing efek: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek. andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator. Digunakan umpan maju dengan umpan masuk pada suhu 60 oF.3 Foust. 1960. andaikan A1=A2=A3.html (13 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .jam oF I 800 II 500 III 300 Ditanya: d. Sebuah evaporator efek ganda tiga digunakan untuk memekatkan larutan NaOH 5% menjadi 50 %. dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 180000/3 = 60000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing . e. Ekonomi uap Penyelesaian: Produk pekat 20000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Contoh 10. Uap tersedia pada tekanan 125 psia dan ejektor pada 1 psia. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK BTU/ft2. Luas permukaan pemanasan pada ketiga efek adalah sama dan cukup besar untuk menghasilkan 20000 lb/jam produk pekat.

Titik didih air = 200 oF (Trial) Titik didih larutan = 210 oF BPE1 = 210 – 200 = 10 oF (lamp.5+10) = 159.7 – (2.8) (Gbr.html (14 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .05 fraksi massa C3 = 50% NaOH = 0.8+70.5 Uap pada 125 psia.5 oF Titik didih larutan = 172 oF BPE1 = 172 – 101. Ts=344.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Cf = 5% NaOH = 0.125 Tidak adaketerangan yang jelas.02 BTU/lb Hliq = 315.5 oF Efek II C2= 0.2 oF Titik didih larutan = 347 oF BPE1 = 347 – 344.2 = 2.5 Titik didih air (suhu keluar ejektor) = 101.55 BTU/lb Kondensat keluar dari ejektor pada 1 psia. Ts = 101. 16-4) (lamp 8 Mc Cabe dkk.2 oF dan ls=875 BTU/lb Hvap = 1191.071 Titik didih air = 344.5 oF Dari Gambar 16-4 McCabe dkk.5 = 70.4 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. 1985: Efek I C1= 0.8 oF Efek III C3= 0. 1985) Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 242.

4 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek.02 28.63 171.2 60 313.06 1182.74 T’ (suhu kondensasi) 2.92 262.8 10 70.8 = 311.html (15 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .74 = 171.28 = 313.45 = 262.63 – 10 = 252.071 0.85 221.55 283.89 – 70.2-30.12 oF T2 = 311.12 – 48.12 171 252.92 – 2.08 1105. EFEK I EFEK II EFEK III T (suhu didih) 30.5 Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.5 T1 = 344.79 Flow Rate (lb/jam) ms 200000 X ms 200000-X Y 200000-X-Y X 180000-X-Y Y 20000 0.28 48.63 311.92 344.63 oF T2’ = 262.2 313.98 1164.63 262.86 231.92 oF T1’ = 313.5 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.5 = 101.63 oF T3 = 252.15 139. Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar.89 0.125 0.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 159.8 315.45 80. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Zat cair dari III Suhu (oF) 344.63 – 80.05 Suhu Jenuh (oF) Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1191.89 oF T3’ = 171.32 281.

15) (1818. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi.58 lb/jam X = 53425.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek I (ms)(1192.79) + (Y)(221. laju evaporasi.000 = 933.8) + (200.06) = (X)(1182.86) + (200. ms = 113.02 – 315.55) ms = 51.82 X Efek II (X)(1182.906.08) (849.54 (Y) …(2) …(1) Efek III (Y)(1164.53 (X) …(3) (2) dan (3) X + 12.8) + (ms)(315.584.000 – X – Y)(231.32) = (180.06)(X) + 10.315.7 = 2.1786 Y = 59872.0751 Y + 190. 85) + (20000)(139. penurunan suhu.98) = (Y)(1164.0995 Y .32) + (X)(281.800 – 874.532.24)(Y) = 155.000 – X – Y )(1105. eltalpi.02) + (200000)(28.311 = 3.55) + (200000 – X)(283. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor.html (16 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .3 = 1.82 lb/jam Kebutuhan steam.6 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 180000 – X – Y = 66701.86) + (200.404.98) (1191.000 – X – Y)(231. sehingga file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.13 lb/jam Luas permukaan: Luas permukaan tidak sama.000 + 898.X + 177.184.000 – X)(283.

48. ms = 111.074.8 = 292.2 .22 – 37.62 oF T2’ = 254.92 – 70.5 = 101.EVAPORATOR EFEK BERGANDA didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain. TRIAL II T1 = 344.62 – 73.22 oF T2 = 292.6 = 254.82 – 2.38 = 295.5 oF Luas permukaan rata-rata = 2580 ft2 Konsumsi uap.62 oF T3 = 244.92 oF T3’ = 171.82 oF T1’ = 295.html (17 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .5 = 171.62 – 10 = 244.08 lb/jam Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (18 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

Pembekuan (solidification) di dalam lelehan cair sebagaimana dalam pembuatan kristal tunggal yang besar.html (1 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Penggunaannya sangat luas karena dua hal: 1. Kristalisasi dari larutan cair. 2. seperti dalam pembentukan salju b. atau c. sebagaimana dalam hal pembekuan kristal es dari air laut atau larutan garam encer lainnya.Bab 8 BAB VIII KRISTALISASI Kristalisasi atau penghabluran ialah peristiwa pembentukan partikel-partikel zat padat di dalam suatu fase homogen. Pembahasan kita hanya akan dibatasi pada situasi yang terakhir ini aja yaitu kristalisasi dari larutan cair. Pembentukan partikel padat di dalam uap. Dalam kristalisasi dari larutan sebagaimana dilaksanakan dalam industri. Konsep dan prinsip yang diuraikan disini berlaku baik untuk kristalisasi zat terlarut (solute) di dalam larutan jenuh maupun kristalisasi sebagian dari pelarut (solvent) itu sendiri. Kristalisasi merupakan metode yang praktis untuk mendapatkan bahan-bahan kimia murni dalam kondisi yang memenuhi syarat untuk pengemasan dan penyimpanan. Kristal yang terbentuk dari larutan yang tak murni selalu murni. Kristalisasi dari larutan sangat penting dalam industri karena banyaknya ragam bahan yang dpasarkan dalam bentuk kristal. yang mengisi kristalisator file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Kristalisasi dapat terjadi sebagai: a. campuran dua fase cairan induk (mother liquor) dan kristal dari segala ukuran.

Walaupun ukuran relatif muka dan sudut berbagai kristal dari bahan yang sama mungkin sangat berbeda-beda. Kristal dicirikan oleh kenyataan bahwa partikel-partikel pembentuknya (yang bisa berupa atom. dan tidak melekat dalam kemasan. maka ukuran yang wajar dan cukup seragam diperlukan untuk kemudahan filtrasi (penyaringan). maka distribusi ukuran kristal (crystal size distribution. untuk dapat diterima langganan. pengangkutan. molekul atau ion) tersusun dalam suatu susunan tiga dimensi yan beraturan yang disebut kisi (lattice). masing-masing kristal itu harus kuat. Untuk mencapai tujuan ini. CSD) harus dikendalikan dengan ketat. kristal itu akan berupa polihedron yang mempunyai sudut-sudut tajam dan sisi yang rata.Bab 8 (crystallizer) dan dikeluarkan sebagai hasil. dan itulah yang menjadi tujuan utama dalam perancangan dan operasi kristalisator. namun sudut-sudut yang dibentuk oleh muka-muka yang sebanding pada semua kristal dari bahan yang sama selalu sama dan merupakan karakteristik (ciri) dari bahan itu. tidak menggumpal. besarnya seragam. Jika kristal itu akan diproses lebih lanjut. Geometri Kristal Kristal adalah suatu benda mati yang sangat terorganisasi. Akibat dari susunan pertikel seperti itu. disebut magma. yang disebut muka (face). pencucian. pelaksanaan reaksi dengan bahan kimia lain. untuk itu hal-hal yang menjadi pertimbangan: 1. bila kristal dibiarkan terbentuk tanpa gangguan dari kristal lain atau benda luar. Tujuan kristalisasi yang utama adalah mendapatkan perolehan yang memuaskan serta kemurnian yang tinggi. serta penyimpanan kristal. Jika kristal itu akan dipasarkan sebagai hasil akhir.html (2 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . 2. Sistem Kristalografi Oleh karena semua kristal dari setiap bahan tertentu mempunyai sudut antarmuka yang sama file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.

paling umum terdapat di alam dalam bentuk heksagonal (sebagai kalsit) tetapi juga terdapat dalam bentuk ortorombik (aragonit). tetragonal. bergantung pada kondisi kristalisasi. Kristal Invarian Pada keadaan ideal.1. Prinsip Kristalisasi Kristalisasi dapat dianalisis dari sudut pandangan kemurnian. 8. laju perpindahan berbagai muka kristal invarian itu tidaklah sama. Kecuali jika kristal itu berbentuk polihedron beraturan. ortorombik. monoklin. perolehan. Oleh karena kristal tersebut invarian.. 1985. Ada tujuh kristal. Titik pusat harus dianggap sebagai lokasi inti asal tempat kristal itu tumbuh. kebutuhan energi. terjadi kontaminasi. dan derajat kontaminasi ini bergantung pada banyak dan derajat ketakmurnian cairan induk yang terkandung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Pada Gambar 28-1 Mc Cabe et al. Setiap poligon di dalam gambar tersebut menunjukkan sosok (outline) kristal pada beberapa waktu yang berbeda. Kalsium karbonat misalnya. laju nukleasi dan laju pertumbuhan. semua poligon itu mempunyai keserupaan geometrik dan garis putusputus yang menghubungkan sudut-sudut poligon itu dengan pusat kristal itu merupakan garis lurus. terbentuk dengan baik. biasanya hampir murni. massa zat padat itu mungkinmengandunng cairan induk bersama kristal.html (3 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Laju pertumbuhan setiap muka diukur dengan kecepatan translasi muka itu dalam berpindah menjauhi pusat pada arah tegak lurus terhadap muka itu. Kristal demikian disebut kristal invarian.Bab 8 walaupun terdapat perbedaan besar dalam tingkat perkembangan masing-masing muka. dan triklin. yaitu kubus. terlihat penampang kristal invarian selama pertumbuhannya. tetapi masih mengandung cairan induk bila dikeluarkan dari magma akhir. dan jika panen itu mengandung agregat kristal. Satu bahan tertentu dapat terkristalisasi di dalam dua kelas yang berbeda atau lebih. trigonal. heksagonal. Bila cairan induk yang terkandung yang kemurniannya rendah itu dikeringkan. bentuk kristal diklasifikasikan atas dasar sudut-sudut ini. kristal yang tumbuh setiap memelihara keserupaan geometriknya selama pertumbuhan. Kemurnian hasil Kristal yang baik.

dimana kelarutan berubah sedikit saja dengan suhu. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. artinya kelarutannya meningkat hampir secepat peningkatan suhu.html (4 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Efektivitas langkah pemurnian bergantung pada ukuran dan keseragaman kristal. adapula yang mengikuti kurva kelarutan terbalik (inverted solubility curve) pada kurva 3. sedang sisanya dikeluarkan dengan mencucinya dengan pelarut segar. Beberapa bahan mengikuti kurva seperti kurva 2. dan hubungan keseimbangan untuk kristal induk adalah kurva kelarutan.Bab 8 bersama kristal. Keseimbangan dan Perolehan Keseimbangan di dalam proses kristalisasi dapat dicapai bila larutan itu jenuh. sebagian besar cairan induk yang terkandung itu dipisahkan dari kristal dengan cara filtrasi dan sentrifugasi. yang berarti bahwa kelarutannya berkurang bila suhu dinaikkan. Data kelarutan sebagai fungsi suhu diberikan pada gambar berikut. Kebanyakan bahan mengikuti kurva yang serupa dengan kurva 1. Dalam prakteknya.

Bab 8 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.html (5 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .

Bab 8 Banyak bahan anorganik yang penting-penting mengkristalisasi dengan air kristal. Zat padat itu terdiri dari campuran mekanik yang akrab antara es dan MgSO4. terbentuk beberapa macam hidrat. Diagram fase untuk sistem magnesium sulfat-air terlihat pada gambar 28-3 ( Mc Cabe. Garis putus-putus eag-f-hij menunjukkan solidifikasi (pembekuan) larutan cair membentuk berbagai fase zat padat. Keseluruhan luas di bawah dan sebelah kiri garis penuh menunjukkan larutan tak jenuh magnesium sulfat di dalam air. dan keseimbangan dalam sistem itu bisa rumit. Zat padat yang terbentuk pada titik a disebut etetik (eutectic). zat padat bila suhu mencapai garis ini. Luas pae menunjukkan campuran es dan larutan jenuh. pada waktu pendinginan. 1985) di atas. Garis patah-patah abcdq ialah kurva kelarutan.12H2O. Konsentrasi magnesium sulfat bebas air (anhydrous) dalam fraksi massa digambarkan digambarkan grafiknya terhadap suhu dalam derajat Fahrenheit.html (6 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .5 persen MgSO4 akan mengendapkan es bila suhunya mencapai garis pa. bergantung pada konsentrasi dan suhu. Pada beberapa sistem. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Setiap larutan yang mengandung lebih dari 16.5% akan mengendapkan. Setiap larutan yang mengandung kurang dari 16.

Jika kristal itu bebas air.7H2O (garam epsom). Bila laju pertumbuhan kristal itu lambat. antara b dan c fase zat padat adalah MgSO4. Perolehan Pada kebanyakan proses kristalisasi. sistem keseimbangan terdiri dari campuran larutan jenuh dan kristal MgSo4.12H2O. campuran itu adalah larutan jenuh dan MgSO4.Bab 8 Antara titik a dan b kristalnya adalah MsSO4. cairan induk akhir mungkin sangat lewat jenuh dan perolehan yang didapatkan akan lebih kecil dari menurut hasil perhitungan dari kurva kelarutan. kristal dan cairan induk berada pada waktu yang cukup lama sehingga mencapai keseimbangan. Bila panen itu mengandung air kristal. kuantitasnya harus diketahui atau dapat diperkirakan. Perolehan dari proses itu dapat dihitung dari konsentrasi awal dan kelarutan pada suhu akhir. Kunci dalam perhitungan perolehan zat terlarut file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. dan cairan induk itu jenuh pada suhu akhir proses itu. Dalam situasi demikian. campuran itu terdiri dari larutan jenuh dan kristal MgSO4. H2O. dan di atas titik d kristal itu adalah MgSO4. air yang terdapat bersama kristal itu harus diperhitungkan. Dalam daerah dljc.html (7 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .6H2O. Hal ini sangat besar bila larutan itu viskos atau dimana kristal itu mengumpul di dasar kristalisator sehingga hanya sedikit saja permukaan kristal yang terkena larutan lewat jenuh.H2O.6H2O. antara c dan d kristalnya adalah MgSO4.7H2O. Dalam daerah qdk. Data kelarutan itu biasanya diberikan sebagai bagian massa bahan bebas air perseratus bagian dari massa pelarut total atau dalam persen massa zat terlarut bebas air. Di dalam daerah cihb. karena air ini tidak terkandung di dalam larutan . diperlukan waktu yang agak panjang untuk mencapai keseimbangan. karena fase padat itu tidak mengandung pelarut. perhitungan perolehan itu sederhana. Jika selama proses itu terjadi penguapan yang cukup besar. Data ini tidak memperhitungkan air kristalisasi.

Selama pendinginan. Oleh karena kuantitas yang terakhir ini yang tetap berada dalam fase cair selama berlangsungnya kristalisasi.4 BM 7H2O = 126. Air total = 70 % x 1000 = 700 kg Penguapan = 5 % x 700 = 35 kg BM MgSO4 = 120. Contoh 28-1. 1985. dkk. 5 persen dari total air yang terdapat di dalam sistem itu menguap.7H2O dan bahwa konsentrasi cairan induk pada suhu 60 oF adalah 24.Bab 8 bebas air ialah menyatakan semua massa dan konsentrasi sebagai garam hidrasi dan air bebas. Mc Cabe. konsentrasi atau kuantitas yang didasarkan atas air bebas dapat dikurangkan untuk memberikan hasil yang benar. Misalkan larutan awal 1000 kg.1 BM MgSO4.5 persen H2O.5 persen MgSO4 bebas air dan 75.5 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.html (8 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .7H2O = 246. Berapa kilogram kristal yang didapat per kilogram campuran semula? Penyelesaian: Dari gambar diagram fasa terlihat bahwa kristal itu adalah MgSO4. Suatu larutan yang terdiri dari 30 persen MgSO4 dan 70 persen H2O didinginkan sampai 60 oF.

Hitung kristal hasil Na2CO3.16 = 49. Kristal garam yang terbentuk Na2CO3. Contoh 12-11. 1987 Larutan garam 10.5% MgSO4 dan 75.7H2O (cairan induk+kristal): Air bebas = 1000 – 35 – 614 = 351 kg Dalam 100 kg cairan induk: MgSO4.84 kg Dalam 1000 kg larutan awal.Bab 8 MgSO4.7H2O dan H2O mempunyai perbandingan 24.10H2O jika data kelarutan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.5 % H2O.000 kg dengan 30 % berat Na2CO3 didinginkan hingga suhu 293 K. MgSO4.7H2O = Air bebas = 100 – 50.7H2O pada cairan induk: Panen akhir adalah 614 – 353 = 261 kg kristal per 1000 kg larutan awal. MgSO4.1 Geankoplis.html (9 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .10H2O.

2 W = kg air yang menguap S = kg cairan induk C = kg kristal Na2CO3. Neraca massa Na2CO3 …(2) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. pada: a.html (10 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .2 BM Na2CO3. Penyelesaian: BM Na2CO3 = 106 BM 10H2O= 180. a) W = 0 Neraca massa air …(1) fraksi berat air dalam kristal.10H2O.5 kg Na2CO3/100 kg air total. Asumsi tidak ada air yang menguap.Bab 8 adalah 21.10H2O = 286. Asumsi bahwa 3 % dari total larutan hilang karena penguapan air. b.

10H2O S = 3070 kg larutan induk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.Bab 8 Dari (1) dan (2): C = 6370 kg Na2CO3.10H2O S = 3630 kg larutan induk b) W = 0.html (11 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .3 (10000) = 300 kg H2O Neraca massa air …(3) Neraca massa Na2CO3 …(4) Dari (3) dan (4): C = 6630 kg Na2CO3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful