DAFTARPUSTAKA

KEGIATAN HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING USU-INHERENT 2006

BUKU AJAR

PERPINDAHAN PANAS

Disusun Oleh: ZUHRINA MASYITHAH, ST, MSc. BODE HARYANTO, ST, MT

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2006

DAFTAR PUSTAKA Foust, A.S., et a1., Principles of Unit Operations, John Wiley & Sons, New York, 1980. Geankoplis, C.J., Transport Process and Unit Operations, A11yn and Bacon Inc., 1987. Holman, J.P., Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1987. Incropera, F.P., dan Dewitt, D.P., Fundamental of Heat and Mass Transfer, John Wiley & Sons, 2002. Kern, D.Q., Process Heat Transfer, Mc Graw Hill, New York, 1950. McCabe, Smith dan Harriots, Unit Operations in Chemical Engineering, Mc Graw Hill,1985.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

DAFTARPUSTAKA

LAMPIRAN

INFORMASI UMUM
Judul Mata Kuliah Nomor Kode/SKS Dosen Pengampu Anggota Perpindahan Panas TKK- 301/ 3 SKS Dr. Ir. Rosdanelli, MT Zuhrina Masyithah, ST, MSc. Bode Haryanto, ST, MT Erni Misran, ST, MT Mata kuliah ini berisi uraian mengenai Dasar-dasar Perpindahan Panas Steady dan Unsteady; Perpindahaan Panas ke Fluida yang Tak Berubah Fasa; Perpindahan Panas ke Fluida yang Disertai dengan Perubah Fasa; Peralatan Penukar Panas; Operasi dan Peralatan Evaporasi; Kristalisasi Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dasar-dasar perpindahan panas pada keadaan steady dan unsteady, dapat menyelesaikan masalah perpindahan panas ke fluida yang tak berubah fasa dan ke fluida yang disertai dengan perubahan fasa, rancangan proses dan evaluasi peralataan pertukaraan panas tanpa dan disertai dengan perubahan fasa; rancangan proses dan evaluasi peralataan evaporasi efek tunggal dan ganda; serta proses kristalisasi

Deskripsi Singkat

Tujuan Instruksional Umum

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM

J. Edisi ke-5. LAMPIRAN GBPP DAN SAP file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll..R. Harker. Edisi ke-4. C. J. McCabe. New Jersey. Coulson & Richardson’s Chemical Engineering Vol.. 1. P..J. W. BH. Singapore. dan Backhurst. 1987. Richardson.H. Smith. Transport Processes and Separation Process Principles.DAFTARPUSTAKA Bahan bacaan Geankoplis. dan Harriott..html (4 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM . J. 1996. Oxford. McGraw-Hill. Edisi ke-3. 1985. PTR.L.F. Unit Operations of Chemical Engineering.. J.C.

html (5 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BAHAN PRESENTASI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.

html (6 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN BUKU AJAR PERPINDAHAN PANAS file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.

DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN UMPAN BALIK file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Judul%20dll.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:04 PM .

html (1 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM .DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR Buku Ajar Perpindahan Panas ini merupakan salah satu keluaran dari kegiatan HIBAH KOMPETISI KONTEN MATAKULIAH E-LEARNING. aktivitas laboratorium dan penggunaan konten e-learning. MSc. Zuhrina Masyithah. Desember 2006 Penyusun. Semoga buku ajar yang dihasilkan ini dapat bermanfaat. Mata kuliah ini diajarkan pada Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik USU. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi yang mendukung terlaksananya kegiatan ini. Konten e-learning yang dikembangkan untuk mata kuliah ini bertujuan untuk memperoleh metode pembelajaran yang lebih baik untuk mata kuliah perpindahan panas yang mengkombinasikan kegiatan mengajar di kelas. ST. Bode Haryanto. untuk matakuliah PERPINDAHAN PANAS. ST. Medan. USU-INHERENT 2006. MT DAFTAR ISI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.

1. Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda BAB V Perpindahan Kalor disertai Perubahan Fasa 5.1.2.Hantaran (Konduksi) 1.4.2.3. Gabungan Konduksi dan Konveksi BAB IV Alat Penukar Kalor 4. Ekonomi Evaporator i ii 1-1 1-2 1-4 1-6 2-1 2-2 2-4 2-6 3-1 3-4 3-7 3-14 4-1 4-2 4-5 4-5 4-8 5-1 5-1 5-9 6-1 6-1 6-5 6-21 6-25 BAB VII BAB VIII Evaporator Efek Ganda 7. Kapasitas Evaporator 6.1.DAFTARPUSTAKA KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I Pendahuluan 1.1.1.1. Perpindahan Kalor ke Zat Cair yang Mendidih BAB VI Proses Evaporasi 6.1.2.Pancaran (Radiasi) 1.2.3. Jenis-Jenis Evaporator 6. Pendahuluan 6.Sistem Radial-Silinder BAB III Perpindahan Panas Konveksi 3.1. Konveksi Alamiah 3.1.Konduksi Keadaan Steady 2.Aliran (Konveksi) BAB II Perpindahan Panas Konduksi 2.html (2 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM .3.3. Alat Penukar Kalor Pipa 4. Penukar Kalor Pendingin Udara 4. Konveksi Paksa 3. Kapasitas dan Ekonomi Evaporator Kristalisasi 7-1 7-5 8-1 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.1.2.Dinding Datar 2. Perpindahan Kalor dari Uap yang Mengembun 5. Penukar Kalor Pelat 4.2.4.

1. Prinsip Kristalisasi Daftar Pustaka Lampiran : Umpan Balik Quiz Soal Ujian Tengah Semester Soal Ujian Akhir Semester Tugas dan Soal-soal Latihan 8-4 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/Daftar%20Isi%20Buku%20Ajar.html (3 of 3)5/8/2007 3:24:05 PM .DAFTARPUSTAKA 8.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Sama seperti bentuk lain dari energi. Pada penguapan dan pada umumnya juga pada pelarutan. Kondisi pertama yaitu mencapai keadaan yang dibutuhkan untuk pengerjaan. Bila sesuatu benda ingin dipanaskan. maka harus dimi1iki sesuatu benda lain yang lebih panas. untuk mencapai dan mempertahankan keadaan yang dibutuhkan sewaktu proses berlangsung. Pada pembakaran 1 kg minyak akan terbebas kira-kira 45 MJ. Ka1or mengalir dengan sendirinya dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah. diperlukan pemasukan atau pengeluaran ka1or. Pada kebanyakan pengerjaan. keadaan ini dapat juga merupakan pengerjaan secara a1ami. bisa diperhatikan dari ha1 berikut: Untuk penguapan 1 kg air. diperlukan benda lain yang lebih dingin. pada pengembunan dan penghabluran (krista1isasi) ka1or harus dikeluarkan.PERPINDAHAN PANAS BAB I PENDAHULUAN Perpindahan ka1or dari suatu zat ke zat lain seringkali terjadi dalam industri proses. ka1or harus dimasukkan. Disamping perubahan secara kimia. Kondisi kedua yaitu mempertahankan keadaan yang dibutuhkan untuk operasi proses. gaya dorong untuk a1iran ini ada1ah perbedaan suhu. Untuk memberikan sedikit gambaran mengenai besarnya energi 1 Joule tersebut.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . terdapat pada pengerjaan eksoterm dan endoterm. demikian pula ha1nya jika ingin mendinginkan sesuatu.25 MJ. Ada1ah hukum a1am bahwa ka1or itu suatu bentuk energi. Dengan demikian.225. diperlukan cukup banyak energi yaitu perubahan zat cair ke dalam uap ini kira-kira membutuhkan energi 2.000 Joule = 2. jumlah ka1or juga dinyatakan da1am suatu gaya kali suatu jarak yaitu Newton ka1i meter atau Nm. Akan tetapi. terjadi umpamanya bila pengerjaan harus berlangsung pada suhu tertentu dan suhu ini harus dicapai dengan ja1an pemasukan atau pengeluaran ka1or. 1 Nm dinamakan 1 Joule.

Hantaran.menyimpan sejum1ah energi dalam yang ditandai dengan kuantitas yang lazim disebut muatan kalor bahan. Proses radiasi adalah fenomena permukaan. 3. Tetapi suatu bahan apabila menerima sinar. contohnya hukum kekekalan masa dan momentum. semua ini . maka banyak ha1 yang boleh terjadi. sering juga disebut konduksi. maka logam dikatakan lebih dingin daripada air. Pancaran.PERPINDAHAN PANAS Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak musnah yaitu seperti hukum asas yang lain. sebahagian akan dipantulkan. Energi hanya berubah bentuk dari bentuk yang pertama ke bentuk yang ke dua. Ha1 yang penting dalam sistem yang terdiri dari air dan logam ialah adanya suatu perbedaan suhu yang nyata yaitu (T2. Keadaan ini baru terbukti setelah suhu meningkat. Semakin tinggi suhu bahan tadi maka semakin tinggi pula energi ka1or yang disinarkan.1. Karena suhu awal logam ialah T1 dan suhu air ialah T2. Bila diperhatikan sebatang logam yang dicelupkan ke dalam suatu tangki yang berisi air kalor. Proses radiasi tidak terjadi pada bagian da1am bahan. Aliran. ini artinya kalor tidak hilang. dan sebagian akan menembusi bahan dan terus ke luar. Apabila sejumlah energi ka1or menimpa suatu permukaan. Jadi da1am mempelajari perpindahan ka1or radiasi akan dilibatkan suatu fisik permukaan.T1). energi terma yang tersimpan di dalam bahan tadi akan bertukar menjadi energi kalor yang dapat kita rasakan. sering juga disebut radiasi. 1. Pancaran (Radiasi) Yang dimaksud dengan pancaran (radiasi) ia1ah perpindahan ka1or mela1ui gelombang dari suatu zat ke zat yang lain. Bila diperhatikan misalnya jumlah energi kalor api unggun kayu yang ditumpukkan. Terdapat dua teori yang berbeda untuk menerangkan bagaimana proses radiasi itu terjadi. 2. Semua benda memancarkan ka1or. Apabila api dinyalakan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Energi kalor ini mengalir jika terdapat suatu perbedaan suhu. Pada hakekatnya proses perpindahan ka1or radiasi terjadi dengan perantaraan foton dan juga gelombang elektromagnet. sebahagian akan diserap ke da1am bahan. Kalor dapat diangkut dengan tiga macam cara yaitu: 1. dengan T2 >> T1. Semua bahan pada suhu mutlak tertentu akan menyinari sejumlah energi ka1or tertentu. sering juga dinamakan radiasi.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM .

bahan yang di pindahkan dan dipantulkan ini dapat berbeda.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . Dalam hal ini dua hal terjadi. sifat terma permukaan bahan juga penting. Berbeda dengan proses konveksi.1. dan jika file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan.PERPINDAHAN PANAS Bahan yang dianggap mempunyai ciri yang sempurna ada1ah jasad hitam. (b) antara permukaan dan lingkungan Berdasarkan kepada keadaan terma permukaan. medan a1iran fluida disekeliling permukaan tidak penting. yang penting ialah sifat terma saja. Plat akan menyerap sebahagian energi matahari. Disamping itu. Dengan demikian. Lazimnya jika terdapat satu permukaan lain yang saling berhadapan. Maka jumlah ka1or yang diterima dari satu sumber akan berbanding langsung sebahagiannya terhadap faktor bentuk ini. Da1am pada itu. Keterlibatan suhu hanya terjadi jika terdapat dua permukaan yang mempunyai suhu yang berbeda. Proses perpindahan kalor sering terjadi secara serentak. Perpindahan panas radiasi (a) pada permukaan. Tetapi energi kalor juga disebarkan secara radiasi. Misa1nya sekeping plat yang dicat hitam. permukaan bagian atas kini mempunyai suhu yang lebih tinggi dari suhu udara sekeliling. maka jumlah kalor akan disebarkan secara konveksi. Gambar 1. sama seperti cahaya lampu. Proses radiasi tidak melibatkan perbedaan suhu. Dalam pada itu. Suhu plat akan naik ke satu tahap tertentu. setiap permukaan akan menyinarkan energi kalor secara radiasi jika permukaan itu bersuhu T dalam unit suhu mutlak. Oleh karena suhu permukaan atas naik maka kalor akan berkonduksi dari permukaan atas ke permukaan bawah. ada kalor yang dipantulkan dan ada kalor yang dipindahkan ke sekeliling. adaka1anya tidak semua sinar mengenai permukaan yang dituju. Dalam hal ini. La1u dikenakan dengan sinar matahari. Jadi da1am masalah ini kita mengena1 satu faktor pandangan yang lazimnya dinamakan faktor bentuk. untuk memahami proses radiasi dari satu permukaan kita perlu memahami juga keadaan fisik permukaan bahan yang terlibat dengan proses radiasi yang berlaku.

Penghantar yang buruk disebut isolator.PERPINDAHAN PANAS permukaan pertama mempunyai suhu T1 mutlak sedangkan permukaan kedua mempunyai suhu T2 mutlak. Arah aliran energi kalor. Sehingga perpindahan kalor secara hantaran/konduksi merupakan satu proses pendalaman karena proses perpindahan kalor ini hanya terjadi di dalam bahan. yang beberapa cm lebih jauh dari tempat pegangan itu adalah demikian panasnya. adalah dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuhu rendah. maka permukaan tadi akan saling memindahkan kalor .2. Bahan yang dapat menghantar ka1or dengan baik dinamakan konduktor. Gambar 1. 2. Untuk perambatan itu tidak diperlukan medium (misalnya zat cair atau gas) 1. Sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. Selanjutnya juga penting untuk diketahui bahwa : 1.2. Kalor radiasi merambat lurus. umpamanya seorang tukang hembus kaca dapat memegang suatu barang kaca. Akan tetapi seorang pandai tempa harus memegang benda yang akan ditempa dengan sebuah tang. Perpindahan panas konduksi dan difusi energi akibat aktivitas molekul Sudah diketahui bahwa tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya. Hantaran (Konduksi) Yang dimaksud dengan hantaran ialah pengangkutan kalor melalui satu jenis zat. Dengan demikian. sehingga bentuknya dapat berubah.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM .

Persoalan yang patut diajukan pada pengamatan ini ialah mengapa kadar alir energi kalor adalah berbeda. energi ini akan memindahkan sebahagian energi kepada molekul dan elektron yang membangun bahan tersebut. Tetapi dibandingkan dengan bahan padat seperti kayu. 1. Hal ini disebabkan karena susunan molekul dan juga atom di dalam setiap bahan adalah berbeda. Besi adalah besi. uap air.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . aliran elektron akan memainkan peranan penting . Dapat diperhatikan bagaimana kalor dipindahkan dari ujung yang panas ke ujung yang dingin. maka bahan mempunyai kemampuan mengalirkan kalor dengan cepat. maka molekul besi adalah lebih rapat susunannya daripada molekul kayu. berbeda dengan satu bahan berfasa gas seperti udara. Selanjutnya bila diandaikan sebatang besi atau sembarang jenis logam dan salah satu ujungnya diulurkan ke dalam nyala api.PERPINDAHAN PANAS bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor ialah koefisien konduksi terma. Aliran (Konveksi) Yang dimaksud dengan aliran ialah pengangkutan ka1or oleh gerak dari zat yang dipanaskan. Keadaan permukaan dan keadaan sekelilingnya serta kedudukan permukaan itu adalah yang utama. Proses konveksi hanya terjadi di permukaan bahan. Dengan demikian dalam proses pengangkutan kalor di dalam bahan. dan besi . Kini file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan.3. bahan yang dapat menghantar arus listrik dengan sempurna (logam) merupakan penghantar yang baik juga untuk kalor dan sebaliknya. Bahan kayu terdiri dari gabungan bahan kimia seperti karbon. Molekul udara adalalah renggang seka1i. Apabila ujung batang logam tadi menerima energi kalor dari api. keadaan keseirnbangan termodinamik di dalam bahan akibat proses konduksi. Moleku1 dan elektron merupakan alat pengangkut kalor di dalam bahan menurut proses perpindahan kalor konduksi. suhu permukaan bahan akan berbeda dari suhu sekelilingnya. Apabila nilai koefisien ini tinggi. Pada umumnya. Jadi dalam proses ini struktur bagian dalam bahan kurang penting. Untuk bahan isolator. bahan kimia unsur besi adalah lebih banyak. koefisien ini bernilai kecil. Dalam hal ini dikatakan suhu permukaan adalah T1 dan suhu udara sekeliling adalah T2 dengan Tl>T2. Untuk satu bahan berfasa padat molekulnya tersusun rapat. Kalaupun ada bahan asing. Proses perpindahan ka1or secara aliran/konveksi merupakan satu fenomena permukaan. Lazimnya. dan udara yang terperangkat.

Sebagai akibatnya terjadi sirkulasi. Perpindahan panas konveksi. karena masa yang akan dipanaskan tidak sekaligus di bawa kesuhu yang sama tinggi. Oleh karena pengaliran fluida melibatkan pengangkutan masa. suhu fluida akan naik. Pada pemanasan zat ini terjadi aliran. (c) pendidihan. energi kalor ini akan dipindahkan ke sekelilingnya dengan perantaraan aliran fluida. Gerakan fluida melibatkan kecepatan yang seterusnya akan menghasilkan aliran momentum. Jadi masa fluida yang mempunyai energi terma yang lebih tinggi akan mempunyai momentum yang juga tinggi. (b) konveksi alamiah. Perpindahan kalor dengan jalan aliran dalam industri kimia merupakan cara pengangkutan kalor yang paling banyak dipakai.3. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan.PERPINDAHAN PANAS terdapat keadaan suhu tidak seimbang diantara bahan dengan sekelilingnya. (a) konveksi paksa. Peningkatan momentum ini bukan disebabkan masanya akan bertambah. Oleh karena konveksi hanya dapat terjadi melalui zat yang mengalir.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM . maka selama pengaliran fluida bersentuhan dengan permukaan bahan yang panas. Oleh karena itu bagian yang paling banyak atau yang pertama dipanaskan memperoleh masa jenis yang lebih kecil daripada bagian masa yang lebih dingin. Malahan masa fluida menjadi berkurang karena kini fluida menerima energi kalor. Gambar 1. sehingga kalor akhimya tersebar pada seluruh zat. maka bentuk pengangkutan ka1or ini hanya terdapat pada zat cair dan gas. (d) kondensasi Pada perpindahan kalor secara konveksi.

masa ini juga akan naik ke atas permukaan meninggalkan tempat asalnya. Proses ini akan berlangsung berulang-ulang.PERPINDAHAN PANAS Fluida yang panas karena menerima kalor dari permukaan bahan akan naik ke atas. Keadaan tidak stabil ini perlu diselesaikan melalui proses perpindahan kalor. maka proses konveksi yang akan terjadi merupakan proses perpindahan kalor konveksi paksa.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:05 PM .terjadi maka keadaan tidak stabil terma akan terjadi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/01%20Bab%201%20Pendahuluan. bergantung pada nilai h. Jika cepatan medan tetap. Nilai koefisien ini tergantung kepada banyak faktor. faktor yang paling penting yang menjadi penyebab dan pendorong proses tersebut adalah perbedaan suhu. Jumlah kalor yang dipindahkan. Yang membedakan kedua proses ini adalah dari nilai koefisien h-nya. Setelah masa ini juga menerima energi kalor dari permukan bahan yang kalor dasi. Kekosongan ini diisi pula oleh masa fluida bersuhu renah yang lain. Dalam pengamatan proses perpindahan kalor konveksi. Dalam kedua proses konduksi dan konveksi. masalah yang utama terletak pada cara mencari metode penentuan nilai h dengan tepat. maka proses perpindahan ka1or berlaku. artinya tidak ada pengaruh luar yang mendoromg fluida bergerak. Apabila perbedaan suhu . Sedangkan bila kecepatan medan dipengaruhi oleh unsur luar seperti kipas atau peniup. Kekosongan tempat masa bendalir yang telah naik itu diisi pula oleh masa fluida yang bersuhu rendah.

tetapi melaui satu jenis zat. yang bentuk umumnya adalah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Arah aliran energi kalor dari titik bersuhu tinggi ke titik bersuh rendah. Isolator: penghantar kalor yang buruk. Konduktor: bahan yang dapat menghantar kalor dengan baik. k: § sifat bahan yang digunakan untuk menyatakan bahwa bahan tersebut merupakan suatu isolator atau konduktor § menunjukkan berapa sepat kalor mengalir dalam suatu bahan kkonduktor>kisolator Konduksi panas mengikuti Hukum Fourier yang dapat dinyatakan dengan persamaan yang berikut: atau: q = laju perpindahan panas dT/dx = gradien suhu ke arah perpindahan panas Dalam persamaan di atas Hukum Fourier telah dinyatakan dalam bentuk persamaan laju alir. Koefisien konduksi terma.BAB II BAB II PERPINDAHAN PANAS KONDUKSI Pada perpindahan panas secara konduksi. Tidak semua bahan dapat menghantar kalor sama sempurnanya. kalor/panas mengalir tanpa disertai gerakan zat.html (1 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .

suhu hanya merupakan fungsi posisi dan akumulasi = 0. Biasanya perubahan k dapat diperkirakan cukup dengan fungsi liniar 2. distribusi suhu konstan.html (2 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .1. Konduksi Keadaan Steady (Tunak) Persamaan neraca energi: Analisa satu dimensi arah sumbu x ditunjukkan sebagai berikut: Kuantitas energi panas adalah sebagai berikut: Energi masuk : Energi yang dibangkitkan : Perubahan energi dalam Energi keluar = Pada keadaan steady.BAB II Dengan demikian persamaan konduksi panas mendefinisikan tahanan terhadap konduksi panas k adalah konduktiviti panas suatu zat. sehingga: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. yang besarnya tergantung pada temperatur zat itu.

Digunakan R. seperti dinding lapis rangkap.1. tahanan termal/panas/kalor.1.html (3 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . laju perpindahan panas: Aliran panas pada setiap bagian adalah sama. Jika ketiga persamaan akan diselesaikan bersamaan.BAB II Untuk konduksi keadaan steady. hukum Fourier dapat diintegrasi: 2.Dinding Datar Sistem dengan lebih dari satu macam bahan. maka aliran kalor dapat dituliskan: Analogi listrik dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang lebih rumit. untuk menyatakan : file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. analisisnya akan menjadi seperti berikut: Untuk gradien suhu seperti gambar di atas.

Sistem Radial-Silinder Suatu silinder.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .2. Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan paralel: Jika suhu awal dan akhir kedua lapisan sama: 2.1.BAB II Sehingga: = penurunan suhu total melintas keseluruhan tebing Aliran kalor melalui beberapa tahanan dalam susunan seri mempunyai analogi dengan arus listrik yang mengalir melalui beberapa tahanan listrik dalam rangkaian seri. dimana: r1= jari-jari dalam r0=jari-jari luar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.

1987). Panjang tabung untuk koil pendingin Tabung silinder berdinding tipis dari karet dengan ID 5 mm dan OD 20 mm digunakan sebagai koil pendingin.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .BAB II L=panjang Ti-To=beda suhu Laju perpindahan panas dapat ditentukan dari Hukum Fourier dengan penyesuaian rumus luas menjadi: Konsep tahanan termal dapat juga digunakan untuk dinding lapis rangkap seperti gambar di atas: Contoh 4.1 K. Sebanyak 14. jika suhu permukaan luar tabung 297.65 W panas harus dipindahkan dengan pendinginan ini.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. Air pendingin dalam tabung mengalir pada suhu 274.151 W/m.9 K. A-3 Geankoplis. Penyelesaian: Dari App. Hitung panjang tabung yang diperlukan.2-1 (Geankoplis. 1987: Khardbutter= 0.

0127 m .0433 kC= 0.0433 W/m. xA= 0.6 mm cork board dan lapisan terluar 76. Penyelesaian: T1 = 255.762 .K kconcrete = 0.3-1 (Geankoplis. Temperatur permukaan luar 255.151 W/m.K Hitung panas yang hilang (dalam W) untuk 1 m2. dinding luar ke r1. Aliran panas melalui dinding isolasi ruang pendingin Ruang pendingin dilapisi dengan 12. 101.151 kB= 0.4 K.K kcorkboard = 0.2 mm concrete. antara pine dan cork board: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi. r2 = 20/1000 = 0.1 K. dinding dalam. Nilai: kpine = 0. xC= 0. T4= 297. Tanda negatif menunjukkan bahwa arah aliran panas adalah dari r2. Panjang tabung yang diperlukan: Contoh 4.7 mm kayu pine.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM .1016 m .0762 m Tahanan masing-masing material: Dengan cara yang sama: Untuk menghitung temperatur T2. xB= 0.1 K. dan temperatur antara pine dan cork board.BAB II r1 = 5/100 = 0.02 m Ambil L= 1 m.762 W/m. kA= 0.005 m.4 K (ruang pendingin) dan permukaan luar concrete 297. 1987).

0254 m dengan k=0.2433 W/ m. Pipa stainless stell berdinding tipis (A) mempunyai k= 21.0508 m.305 m panjang. Panas yang hilang dari isolasi pipa.BAB II Contoh 4. Pipa dilapisi asbestos (B) sebagai isolasi setebal 0.K dengan ID=0.3-2 (Geankoplis. Untuk pipa 0.8 K Luas permukaan pada L=0.0254 m dan OD = 0. 1987). hitung: a. T2 = T antara.305 m: Tahanan masing-masing: Laju perpindahan panas: Untuk menghitung temperatur T2: Hanya terjadi penurunan T yang kecil melintasi pipa. Panas yang hilang b. T3=310. Temperatur antara pipa dengan isolasi Penyelesaian: T1= 811 K.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM . Temperatur permukaan dalam pipa 811 K dan permukaan luar isolasi 310.8 K. karena nilai k yang tinggi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.K.63 W/m.

Fluks Kalor: Adalah laju perpindahan panas persatuan luas (q/A). Fluks kalor boleh didasarkan atas luas permukaan luar atau dalam pipa. maka berbagai tahanan panas yang tersangkut dapat dijumlahkan untuk memperoleh koefisien pindah panas keseluruhan U. Koefisien perpindahan kalor menyeluruh: Jika terjadi konduksi dan konveksi secara berturutan. Konveksi panas dapat dihitung dengan persamaan pendinginan Newton: …(3. akan tetapi menyatakan besarnya laju pindah panas di daerah dekat pada permukaan itu. Suhu arus rata-rata: Adalah suhu yang dicapai apabila keseluruhan fluida yang mengalir melalui penampang itu dikeluarkan lalu dicampur secara adiabatik.html (1 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Persamaan perpindahan panas menjadi: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Koefisien pindah panas permukaan h.1) Persamaan (3.BAB III BAB III PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI Perpindahan panas antara suatu permukaan padat dan suatu fluida berlangsung secara konveksi. bukanlah suatu sifat zat.1) mendefinisikan tahanan panas terhadap konveksi.

luas permukaan luar tabung.html (2 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . koefisien yang didasarkan atas luas permukaan luar. Koefisien perpindahan panas individual. maka U = Uo.BAB III Th= suhu fluida panas Tc=suhu fluida dingin Th – Tc = gaya dorong atau beda suhu lokal menyeluruh A = luas permukaan dalam/luar pipa U = koefisien pindah panas keseluruhan berdasarkan A = faktor proporsionalitas antara q/A dan •T Jika A = Ao. T = suhu rata-rata lokal Tw= suhu dinding yang dalam kontak dengan fluida Nilai h bila diterapkan: § Untuk sisi panas (bagian dalam tabung) Th=suhu fluida panas Twh=suhu dinding panas § Untuk sisi dingin (bagian luar tabung) Tc=suhu fluida dingin file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. h: Merupakan koefisien perpindahan panas untuk masing-masing fluida.

yang tersusun dari bilangan-bilangan tanpa dimensi.BAB III Twc=suhu dinding dingin Koefisien pindah panas permukaan dapat diperkirakan dari fungsi-fungsi empiris. Perpindahan panas konveksi dapat dikelompokkan kepada dua bahagian: 1. dan perbedaan densitas akibat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. 1987. § Aliran fluida terjadi akibat perbedaan densitas. rasio antara diameter tabung terhadap tebal ekivalen lapisan laminar h k D X =koefisien konveksi =konduktivitas panas =diameter tabung =tebal lapisan film (lapisan batas laminar) Korelasi untuk menentukan nilai h dipengaruhi oleh: § § § § Sifat fisika fluida Jenis dan kecepatan aliran Perbedaan temperatur Geometri sistem Beberapa nilai h dapat dilihat pada Tabel 4.html (3 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . § Fluida panas yang menerima panas akan naik ke atas. kekosongan tempat massa fluida yang telah naik diisi oleh massa fluida yang bersuhu rendah. dengan bentuk umum: Nu = K Rep Prq Grr (L/d)s dimana K = bilangan tetap.1-2 Geankoplis. Konveksi bebas/alamiah § Contohnya adalah pemanasan aliran udara yang melalui radiator. Nu = angka Nusselt. pemanasan air dalam ketel.

Besarnya koefisien perpindahan panas harus didapat dari hasil percobaan. § Contohnya aliran kalor melalui pipa panas. § Aliran/perpindahan panas tidak bergantung pada gradien densitas.html (4 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Aliran alamiah ini memperbesar perpindahan panas yang semula sampai tercapai keadaan yang tecap. maka sekitar permukaan akan terjadi konveksi secara alamiah. Banyak penyelidikan telah dilakukan untuk menentukan koefisien pindah panas itu.1. Cara perpindahan panas semacam ini disebut konveksi alamiah atau konveksi bebas. Jika berbagai hasil penyelidikan itu dikumpulkan. Konveksi paksa § Jika aliran fluida digerakkan oleh piranti mekanik seperti pompa dan pengaduk. Bentuk umum: Bilangan-bilangan tanpa dimensi itu adalah: Dimana: L =panjang pipa • =viskositas fluida ρ =densitas fluida g =percepatan gravitasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. ternyata dapat diperoleh persamaan empiris dalam bilangan-bilangan tanpa dimensi. Perbedaan temperatur antara bagian-bagian fluida menyebabkan perbedaan densiti dan karena itu timbul gerakan dan aliran dalam fluida. Konveksi Alamiah Pada perbatasan suatu permukaan dan suatu fluida akan terjadi perpindahan panas secara konduksi dan konveksi. 2.BAB III adanya gradien suhu di dalam massa fluida itu. 3. Tanpa adanya aliran yang dipaksakan terhadap fluida. Biasanya temperatur permukaan itu cukup tinggi untuk menimbulkan pula radiasi. salah satu di antaranya adalah bilangan Grashof. yang dibuat untuk menunjukkan sifatsifat konveksi bebas .

yang didinginkan.BAB III Cp β hc k =kapasitas panas =koefisien ekspansi termal =koefisien konveksi =konduktivitas termal Hasil percobaan itu sering juga dinyatakan sebagai nomogram (alignment chart) atau grafik. menghadap ke bawah: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. maka haruslah dicari yang keadaan sistemnya sama dengan sistem yang sedang ditinjau. Bagaimana beraneka ragamnya persamaan-persamaan itu dapat dilihat dari contoh-contoh di bawah ini. Karena terdapat berbagai persamaan dan nomogram. atau lempeng mendatar. Persamaan empiris dan nomogram itu dapat dipakai guna memperkirakan koefisien perpindahan panas untuk konveksi bebas.html (5 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Untuk bidang tegaklurus dan silinder tegak lurus Aliran bergolak: Aliran berlapis: Untuk silinder mendatar Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. menghadap ke atas.

Konveksi Paksa Seperti telah diketahui fluida sekitar benda. yaitu hambatan gesekan dan hambatan bentuk. Pengaruh aliran ini juga terlihat pada perpindahan panas antara fluida dan benda-benda yang terendam. menghadap ke atas: 3. kemudian panas menjalar secara konduksi melalui logam dinding pipa. Juga di sini pada waktu yang sama berlangsung perpindahan panas secara konduksi. Jika dalam alat dikehendaki pertukaran panas. yang didinginkan. mengalami dua macam hambatan.BAB III Untuk lempeng mendatar yang dipanaskan. sedang fluida yang lain mengalir dalam ruang anulus sebuah pipa yang lebih besar atau dalam ruang sebuah shell yang memuat banyak pipa. Di luar pipa terjadi lagi konveksi. konveksi dan radiasi. Perhitungan dilakukan dengan persamaan yang berikut: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. yang seluruhnya diliputi oleh fluida itu. baik hambatan gesekan maupun hambatan bentuk berpengaruh. karena laju panas yang dipindahkan naik dengan adanya aliran atau pengadukan. Persamaan-persamaan empiris tentang koefisien pindah panas antara benda dan fluida hanya berlaku untuk benda dengan bentuk tertentu.html (6 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .2. Jika bilangan Reynolds bertambah besar. Perpindahan panas berlangsung secara radial terhadap pipa. panas dipertukarkan secara konveksi. Dalam hal ini radiasi biasanya terjadi pada permukaan luar yang berhubungan dengan lingkungan yang tetap temperaturnya. akan tetapi pengaruh hambatan gesekan makin lama makin berkurang dan hambatan bentuk lebih berpengaruh. Dalam bilangan Reynolds yang sangat rendah hanya hambatan gesekan yang berpengaruh. maka perpindahan panas selalu terjadi secara konveksi paksa. menghadap ke bawah atau lempeng mendatar. Seringkali salah satu fluida dalam sebuah penukar-panas mengalir dalam pipa. Antara fluida di dalam pipa dan permukaan dinding pipa sebelah dalam.

sifat aliran. Karena terjadi perpindahan panas. maupun dalam bentuk nomogram. Dalam mencari persamaan-persamaan empiris itu harus diperhatikan sifat fluida. dan haruslah ditemukan persamaan yang keadaan berlakunya sama dengan masalah yang dihadapi. Biasanya selisih temperatur dirata-ratakan secara logaritma antara kedua ujung alat menjadi: (Selisih temperatur rata-rata logaritma) Dalam hal ini U dianggap tidak berubah banyak antara kedua ujung alat itu. harus dihitung sesuai dengan keadaan sistem. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Banyak buku yang memuat keterangan tentang koefisien pindah panas. letak pipa dan lain sebagainya. Untuk menerapkan persamaan pindah panas pada satu alat. Untuk konveksi dalam pipa sudah tentu persamaan empirisnya lain daripada untuk konveksi luar pipa. jenis perpindahan panas (pemanasan atau pendinginan).html (7 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Pada ujung keluar pipa itu akan terdapat selisih temperatur yang berbeda dengan pada ujung awal. maka dilakukan rata-rata dengan persamaan yang berikut: U dihitung dari jumlah tahanan panas keseluruhan. Begitu juga koefisien perpindahan panas keseluruhan harus dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas. Sebab untuk keadaan yang berlainan mungkin berlaku persamaan yang lain pula. Luas permukaan perpindahan panas A. karena temperatur fluida berbeda. Besarnya koefisien pindah panas secara konveksi diperkirakan dari persamaan-persamaan empiris. baik dalam bentuk persamaan. maka haruslah ada harga yang dirata-ratakan. maka U adalah koefisien perpindahan panas keseluruhan setempat dan ∆T adalah selisih temperatur fluida di dalam pipa dan fluida di luar pipa di tempat itu. Begitu juga besarnya koefisien perpindahan panas konveksi akan berubah. Kalau U sangat berbeda di kedua tempat itu. maka sepanjang pipa fluida yang panas berkurang temperaturnya dan fluida yang dingin naik temperaturnya. sesuai dengan persoalannya.BAB III Kalau persamaan di atas diterapkan di satu tempat.

Dalam menggunakan persamaan-persamaan itu. arah perpindahan panas perlu terus diingat. Selisih temperaturpun lebih besar. Karena itu untuk perhitungan-perhitungan. Menurut teori "dua lapisan" pada permukaan yang berhubungan dengan fluida terdapat. Persamaan empiris hanya memberikan cara untuk memperkirakan besarnya koefisien pindah panas. Karena keadaan dalam lapisan batas itu berlapis.BAB III Koefisien pindah panas sebuah alat penukar panas mengalami perubahan selama pemakaian. suatu lapisan tipis fluida. maka tahanan terhadap perpindahan panas di 1apisan lebih besar daripada di daerah yang bergolak. yang keadaan alirannya berlapis. Besarnya tahanan karena pengotoran itu dapat dihitung dari persamaan yang berikut: di mana Ud adalah koefisien pindah panas keseluruhan untuk alat yang kotor dan untuk alat yang bersih. biarpun agak berjauhan dari permukaan fluidanya mengalir secara bergolak. sedang hd koefisien pindah panas untuk lapisan kotoran atau kerak. seluruh tahanan pindah panas dianggap berada dalam lapisan batas. Untuk perhitungan selisih temperatur selalu diambil antara permukaan dan tengah-tengah aliran yang bergolak. yaitu: Persamaan-persamaan itu dapat juga disajikan dalam bentuk grafik. Pada dasarnya rumus empiris untuk konveksi paksa meliputi benda mempunyai bentuk umum yang sama dengan rumus empiris untuk konveksi dalam pipa. Lapisan ini terutama timbul pada permukaan yang berhubungan dengan air. Pada dinding pipa yang kedua belah permukaannya terdapat fluida. Selama pemakaian pada permukaan itu akan tertentuk lapisan kotoran atau kerak. Biarpun tipis lapisan itu merupakan tahanan tambahan terhadap perpindahan panas.html (8 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Sewaktu masih baru permukaan logam pipa-pipa itu bersih. Karena itu dalam menggunakan persamaan empiris semua sifat fisis fluida dinilai sesuai dengan temperatur lapisan batas itu. didapati dua lapisan batas itu. Tahanan panas konveksi digambarkan sebagai terpusat dalam lapisan batas fluida pada permukaan padat. Karena persamaan empiris itu dinyatakan dengan bilangan tanpa dimensi maka sistem satuan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.

BAB III

mana yang digunakan tidak menjadi soal, asalkan tetap hanya satu sistem satuan yang dipakai. Banyak data telah diperoleh dalam percobaan-percobaan untuk menentukan koefisien pindah panas h. Data dapat disajikan dalam grafik atau sebagai persamaan. Di bawah ini akan diberikan berbagai contoh persamaan empiris yang sering dijumpai dengan batas-batas berlakunya. Aliran laminar Untuk aliran berlapis (laminar) dalam pipa tegak atau datar, di mana konveksi bebas dapat diabaikan, berlaku persamaan: Re < 2100 Dimana: L =adalah panjang pipa di mana terjadi perpindahan panas; m. d =diameter pipa; m • =viskositas fluida pada suhu rata-rata; Pa.s b • w =viskositas fluida pada suhudinding; Pa.s =kapasitas panas; J/kg.K =koefisien perpindahan panas rata-rata =konduktivitas termal; W/m.K

Cp hc k

Faktor (•/• w) digunakan sebagai koreksi, jika viskositas fluida di dekat dinding dan di tengah pipa terlalu berbeda. Semua sifat fluida dihitung pada suhu rata-rata kecuali • w Untuk fluida masuk dan keluar pada T berbeda, T rata-rata secara aritmetik: Tw= suhu dinding Tbi= suhu fluida masuk Tbo=suhu fluida keluar Aliran turbulen Untuk aliran bergolak (turbulen) dalam pipa yang bersih berlaku persamaan:
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (9 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

hL

= koefisien konveksi didasarkan pada •Tm.

Beda suhu rata-rata logaritmik,LMTD, •Tm Merupakan selisih suhu rata-rata secara logaritma pada kedua ujung peralatan.

Bilangan Grashof tidak ada dalam persamaan di atas, karena nilai bilangan Reynolds terlalu tinggi untuk adanya pengaruh konveksi bebas. Sifat-sifat fluida harus dinilai pada temperatur rata-rata antara temperatur masuk dan keluar. Persamaan-persamaan empiris yang ada pada waktu ini belum mencakup semua keadaan yang dijumpai dalam praktek. Banyak hal yang tidak dapat di hitung koefisiep pindah panasnya. Dalam hal ini h harus diperkirakan dari data empiris, yang biasanya dalam buku-buku referensi diberikan sebagai batas-batas nilai. Data yang dilaporkan dalam buku maupun dalam majalah banyak berguna dalam memperkirakan koefisien pindah panas secara konveksi.

Nila h untuk udara, Ptotal= 1 atm, aliran turbulen Nilai h untuk air, T=4-105oC, aliran turbulen

Nilai h aliran fluida yang melintasi plat datar
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (10 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

Aliran laminar : Re < 3.105; Pr > 0,7

Aliran turbulen: Re > 3.105; Pr > 0,7

Nilai h untuk aliran melintasi bola Sebuah bola yang akan dipanaskan atau didinginkan oleh fluida yang mengalir tegak lurus terhadap sumber bola. 1 < Re < 70.000 0,6 < Pr < 400 Nilai h aliran udara yang mengalir tegak lurus terhadap silinder tunggal dan udara yang mengalir tegak lurus pada silinder, digunakan: Nilai K dan n diperoleh dari daftar berikut: Re n 1-4 0,33 4-40 0,385 40-4000 0,466 4000-40000 0,618 40000-250000 0,805

K 0,891 0,821 0,615 0,174 0,0239

Nu 0,891-1,42 1,4 – 3,4 3,43 – 29,6 29,5 – 121 121 - 529

3.3. Gabungan Konduksi dan Konveksi Terdapat dua jenis fluida pada kedua sisi permukaan padatan. T1 = suhu fluida panas T2 = suhu fluida dingin

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (11 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

U.html (12 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . dihitung melalui penjumlahan masing-masing tahanan panas.K Laju perpindahan panas (gambar b): A1 = 2p. sesuai dengan persoalannya.L. gabungan konduksi dan konveksi.BAB III Laju perpindahan panas (gambar a): Koefisien perpindahan panas menyeluruh.r1 = luas permukaan dalam tabung Aalm = luas permukaan rata-rata tabung Ao = luas permukaan luar tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. U dalam W/m2.

(Geankoplis. b.64.4 mm dan kecepatan 7.686 Pada 488. Geankoplis 1987. Fluks panas (q/A) Penyelesaian: Dari App.3. 1987). Pemanasan udara dalam aliran turbulen.5-1. mw = 2. Hitung : a.03894 W/m Pr = 0.7 K diluar pipa. A.s k = 0.62 m/dt.html (13 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .10-5 Pa. dianggap temperatur dinding pipa yang kontak dengan udara juga 488. Karena koefisien konveksi steam besar sedangkan tahanan dinding pipa sangat kecil.s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.10-5 Pa. udara pada 477.7 K.BAB III Contoh 4.6. Sebagai media pemanas digunakan steam pada 488. Koefisien perpindahan panas untuk L/D > 60.6 K: mb = 2.7 K. Udara pada 206.8 kPa dan temperatur rata-rata 477.6 K akan dipanaskan melalui pipa dengan ID 25.

72 r = 0.8 oC diluar dinding pipa.0334 m.44 m/dt. c. Hitung hi untuk air didalam pipa. Penyelesaian: Dari App. A-5 (Geankoplis.BAB III mb = 2. Air pada T = 65.10-5 kg/m.305 m pipa.6.0266 m dan OD = 0.6 oC dari App.633 W/m.K.98 (1000) = 980 kg/m3 k = 0. didasarkan atas permukaan dalam pipa.K µ = 4.6. Hitung U. Hitung q untuk 0.s = 2. 1987): 1” sch 40 : ID= 0.10-4 Pa.5-2 (Geankoplis.html (14 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .S file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Air mengalir melalui pipa horizontal 1” sch 40. a.6 oC dan kecepatan 2. Pemanasan air menggunakan steam dan penyelesaian dengan trial and error.dt (a) Aliran turbulen: (b) Contoh soal 4. pipa baja pada temperatur rata-rata 65. Koefisien sisi uap diperkirakan ho = 10500 W/m2.10-5 Pa. Air akan dipanaskan dengan steam pada 107. A. koefisien perpindahan panas keseluruhan.2 : NPr = 2. b.32. 1987).

7oC=3.1oC Sehingga Tw=65.80oC = 3.80oC= 3.53.10-4 menjadi mw. Tetapi efeknya terhadap hi cukup kecil dan dapat diabaikan.10-4 Pa.56. diambil 80 oC = Tw.1=81.6oC dan 107. •w.s Nre air pada temperatur rata-rata: (b) Untuk L=0.10-4.5+16.56.K Tahanan menjadi: Penurunan temperatur melalui lapisan air: =16.html (15 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .305 m K untuk baja adalah 45 W/m.BAB III TRIAL I Temperatur dinding pipa diperlukan. Sifat fisika yang berubah adalah mw jika dilakukan Trial II yaitu mw. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. sehingga tidak diperlukan trial ke-2.8 oC.7oC Ini sangat dekat dengan nilai Trial I yaitu 80oC. dan diasumsikan berada diantara 65.81.

html (16 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . 40. sebanyak 1 kg/detik. Suatu aliran minyak bumi. yang terpasang dalam udara terbuka. Perpindahan panas mengikuti persaman: Dimana: = tahanan panas konveksi dalam pipa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Arah perpindahan panas adalah radial.BAB III (c) Soal latihan. dan penurunan temperatur minyak bumi besarnya 0. Analisa Keadaan masalah digambarkan pada sketsa berikut. dipanaskan dalam tungku dan keluar tungku pada temperatur 300oC melalui pipa baja 4 inci sch. Berapa tebal lapisan asbes. Pipa ini hendak diinsulasi dengan lapisan asbes.1 oC/m panjang pipa. agar temperatur permukaan asbes dapat mencapai 50oC.

107 kg/m3 Cp (lembab) = 1.detik/m2 Pada permukaan luar insulasi asbes terjadi konveksi bebas.0 N.K r (100 oC) = 890 kg/m3 Cp (100 oC) = 1.detik/m2 Tf diambil 35 oC = 308 K β= koefisien ekspansi termal = 1/Tf = 1/308 Keterangan tentang minyak bumi: K = 0.BAB III = tahanan konduksi panas melalui pipa = tahanan konduksi panas melalui asbes = tahanan panas konveksi bebas dalam udara Untuk menghitung besarnya tahanan panas.K µ(lembab) = 19. Untuk perhitungan pertama tahanan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. perlu dikumpulkan keterangan dan data dari pustaka sbb: Pipa 4” sch.178 W/m.10-3 N.358 m2/m Harga konduktivitas panas.02 mm Luas permukaan = 0.138 W/m.K µ (100 oC) = 0.html (17 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . k. 40 mempunyai ukuran sbb: ID = 102 mm OD = 114 mm Tebal dinding = 6.K Asbes (100 oC) = 0. ialah: Baja (300 oC) = 43 W/m.103 J/kg.K Keterangan tentang udara: K (kering) = 26.K r(lembab) = 1.27.97.6 mW/m.07 kJ/kg.

karena temperatur permukaan diketahui yaitu 50 oC.det/m2 Dipakai persamaan berikut Nre = 46.1 oC ∆T diperoleh dari selisih temperatur keseluruhan 300 – 50 = 250 oC Dari keempat tahanan panas R1 dan R2 dapat dihitung.Cp. 10-3 N. Penyelesaian: Untuk dapat memilih persamaan empiris untuk menghitung h.pipa. R4 untuk sementara tidak diperlukan. Rencana: Persaman pokok untuk perpindahan panas adalah: Yang ditanyakan adalah tebal insulasi. G = 1 kg/dt D = 0. karena semua keterangan diketahui. memberikan harga untuk R3.200 Tahanan konduksi melalui dinding pipa: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.27 . Besaran ini terdapat dalam tahanan panas R. Untuk minyak bumi perhitungan adalah sebagai berikut. ∆T = 0.BAB III konveksi bebas tidak perlu diikut sertakan.102 m m= 0. maka bilangan Reynold harus dihitung. Q diperoleh dari penurunan temperatur minyak bumi sebesar G. ∆T Watt/m. yang kemudian menghasilkan tebal insulasi.html (18 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Jadi q dan ∆T harus diketahui terlebih dahulu. Substitusi harga besaran-besaran di atas ke dalam persamaan perpindahan panas.

Kalau dimisalkan temperatur udara 20 oC.7 d d = 0.Pr < 109 .178 W/m. sehingga dipakai persamaan Nu = 0.K Laju perpindahan panas permeter pipa: R = R1 + R2 + R3 1.Pr)1/4 Menurut perhitungan ini temperatur permukaan insulasi besarnya = 20 + 33 = 53 oC.7 (0.114 + (2.267) = 0.0109+0.K Tahanan konduksi melalui insulasi: ka= 0.647 m Penilaian: Hasil perhitungan diatas perlu diperiksa dengan tahanan konveksi bebas.525 (Gr.267 m d ins = 0.08 + 0.27=0. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. 0.0004+R3 d= 0.BAB III Kp=43 W/m.html (19 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .647 m Berlaku 103 < Gr. maka temperatur lapisan batas udara Tf pada permukaan insulasi dapat diambil Tf = ½ (50+20) = 35 oC Perhitungan tahanan konveksi bebas: b= 0.114 + d) = 0.08/0.3 = 0.

10-3 m3/detik.14. Hitung selisih temperatur rata-rata •Tm 3. Hitung luas permukaan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.0 . harus diadakan perhitungan tebal insulasi lagi. Gas berada dalam pipa tembaga ukuran 1” dengan dinding BWG no. Setiap pipa berada dalam pipa tembaga yang lain dengan ukuran 1. U dihitung dengan menghitung masing-masing tahanan panas dan menjumlahkannya.7 m/detik. Hitung koefisien perpindahan panas keseluruhan.16. s s s Rencana: 1. Air mengalir melalui ruang anulus antara kedua pipa dengan kecepatan 0. akan tetapi lebih tinggi maka temperatur permukaan insulasi akan lebih tinggi dari 50 oC. U 4. •Tm dapat dihitung dari kenaikan temperatur ini dan laju alirnya. Untuk mempertahankannya pada 50 oC. yang berarti insulasi harus dipertebal.3 m/detik.5” dan dinding BWG no. Kalau temperatur udara bukan 20 oC. pada tekanan mutlak 2 bar dan temperatur 60 oC. lakukan trial (cobacoba). berdasarkan anggapan semua energi gas diserap oleh air. Analisa: s Perhitungan dilakukan dengan persamaan s s Banyaknya pipa terdapat adlam luas permukaan A Faktor lain harus dihitung. Soal Latihan Gas karbondioksida kering sebanyak 8.html (20 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Air mengalir berlawanan arah dengan gas dan masuk pada 25 oC. Hitung laju perpindahan panas q 2. hendak didinginkan menjadi 40 oC. Jika ada faktor yang tidak dapat dihitung. Q dapat dihitung dari laju alir dan penurunan temperatur gas CO2. Gas masuk dengan kecepatan 5.BAB III Perbedaan sebesar 3 oC atau lebih kurang 6% masih baik untuk perhitungan rancangan seperti ini. Berapakah banyaknya dan panjang pipa yang diperlukan?.

415 cm3/mol = 22. Laju perpindahan panas Berat 1 m3 gas pada 2 bar.html (21 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .BAB III Penyelesaian: Semua keterangan didapat dari lampiran atau pustaka. 1.013 bar V1 = 22.15 K N1 = 1 kgmol Kondisi 2: P2 = 2 bar V2 = 1 m3/n2 kgmol T2 = 273+60 = 333 K N2 = kgmol Cp CO2 diperhitungkan pada temperatur rata-rata = ½ (60+40) = 50 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. Gas CO2 dianggap gas ideal. 60 oC: Pada kondisi standar: P1 = 1 atm = 1.415 m3/kgmol T1 = 273.

22 oC file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.96.10-4) = 15.03.10-4 m2 Luas penampang dalam pipa 1” : Dengan kecepatan 5.10-4 – 5.8 .BAB III Dengan interpolasi didapat harga = 0. oC Berat keseluruhan gas: Jadi panas yang dipindahkan: Q = 25.10-4 (5.208 Btu/lb. 10-4 m2.3) (1000) = 0.96 .html (22 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .07. 10-4) (0.53 .10-3 (874) (60-40) = 445 J/dt 2.4. Selisih temperatur Luas penampang dalam pipa 1.10-4 = 3.oF = 874 J/kg. Banyaknya air yang mengalir: (15.474 kg/detik Cp(25 oC) air = 4180 J/kg.8 .7) = 20.1.10-4 m3/dt Jadi diperlukan pipa sebanyak: Luas total penampang anulus menjadi 4 (3.K Kenaikan temperatur air ialah: Temperatur keluar air menjadi 25.7 m/dt tiap pipa dapat mengalirkan: 3.5” : Luas penampang luar pipa 1” : Luas penampang anulus : 9.

jam=0.73)=0.10-2 m k= 0.dtk/m2 Persamaan yang akan digunakan: Dengan menggunakan grafik.dtk/m2 Cp = 4.606 W/m. selalu perlu diketahui apakah aliran laminar atau turbulen.10-3 N.10-2 m m25 oC = 0.10-4 m2 Diameter anulus = diameter setara de = 4 x faktor bentuk S Untuk perpindahan panas De=4(0.10-3 N.105 BTU.967.BAB III 3.ft/ft2.K Cp=874 J/kg.5.K m = 0.180 J/kg.10-5 N/dt.oF.0. Sehingga Nre harus dihitung.K file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.0105(1.0182 W/m.oC µ= 1. Koefisien perpindahan panas Untuk dapat memilih persamaan empiris yang akan digunakan. Untuk CO2: k=0.html (23 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM .10-2)meter=2.96.m2 Untuk aliran air: Luas penampang anulus = 3.967. untuk L/d = 60 (perkiraan) terbaca dari grafik untuk absis Nre = 6300: Untuk air didapat keterangan: d=de=2.6.

1587 m2 Luas permukaan pipa: 0.html (24 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM . Untuk pipa tembaga: Keliling pipa 1” rata-rata: Tahanan dinding pipa permeter pipa: Tahanan keseluruhan : Tahanan dinding pipa: Tahanan air: Tahanan gas: A=0.BAB III Faktor diperkirakan mendekati 1.080 m2/m Panjang pipa yang diperlukan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi. karena temperatur pipa diperkirakan hampir sama dengan temperatur air.

Exchanger: Memanfaatkan perpindahan kalor diantara dua fluida proses (steam dan air pendingin tidak termasuk sebagai fluida proses. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.html (1 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Ana1isa dan desain yang dilakukan digunakan untuk mengaplikasikan secara praktis prinsip-prinsip dasar yang sudah dibahas sebelumnya. a1at penukar ka1or biasanya digunakan untuk pemanasan dan pendinginan proses serta a1iran produk.BAB IV BAB IV ALAT PENUKAR KALOR Apabila kita berhubungan dengan dua macam zat cair atau gas di da1am proses yang akan saling bertukar ka1ornya. Pada industri-industri kimia. Kemudian di estimasi koefisien perpindahan kalor diantara kedua a1iran. Kontak langsung a1at penukar ka1or terjadi sebagai contoh pada gas kalor yang terfluidisasi da1am cairan dingin untuk meningkatkan temperatur cairan atau mendinginkan gas. tetapi merupakan utilitas). Alat penukar kalor berdasarkan fungsinya dapat digolongkan pada beberapa nama: 1. Kalor akan bertukar diantara fluida di da1am dan di luar pipa yaitu yang berada pada daerah anulus. Pada kebanyakan sistem kedua fluida ini tidak mengalami kontak langsung. Lazimnya a1at penukar ka1or adalah sistim yang digunakan penukaran ka1or diantara dua fluida yang dibatasi oleh dinding pemisah. Sa1ah satu a1at penukar ka1or yang sederhana terdiri dari pipa panjang di da1am suatu pipa kedua. maka kita perlu membincangkan tentang atat penukar ka1or yang bersesuaian dengan material yang akan kita pindahkan.

html (2 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Penukar ka1or pipa ganda (double pipe heat exchanger) Adalah a1at perpindahan ka1or yang terdiri dari dua pipa konsentris (pipa kecil sebagai sentra1. 5. Dimana satu fluida menga1ir lewat pipa da1am sedangkan fluida yang lain menga1ir lewat anutus. dan sebagai bahan pemanas a1at ini menggunakan steam. in Diameter dalam. 7. 3. yang dibungkus oleh pipa yang lebih besar). in file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Alat ini digunakan da1am industri ska1a kecil. Evaporator: Berfungsi memekatkan suatu larutan dengan cara menguapkan airnya. Cooler: Berfungsi mendinginkan fluida proses. Pipa ganda ini terdiri dari beberapa bagian: s s s s Gland (sambungan) Return head Return bend Tee Ukuran standar yang biasa terdapat pada Penukar ka1or pipa ganda: Diameter luar. Heater: Berfungsi memanaskan fluida proses.BAB IV 2. dan sebagai bahan pendingin digunakan air. 8. Steam biasanya digunakan sebagai media pemanas. Vaporizer: Berfungsi memekatkan cairan selain dari air. Boiler : Berfungsi untuk membangkitkan uap. Beberapa jenis a1at penukar ka1or yang banyak dipakai akan dibahas berikut ini. Condenser: Berfungsi untuk mengembunkan uap atau menyerap ka1or laten penguapan. 6. antara dinding pipa da1am dan dinding pipa luar.1. 4. 4. dan umumnya digunakan da1am ska1a laboratorium. Reboiler : Berfungsi sebagai pensup1ai kalor yang diperlukan bottom produk pada distilasi. Alat penukar ka1or pipa a.

untuk berubah arah beberapa ka1i. memaksa medium yang mengalir di sekeliling pipa. Dengan demikian dapat dicegah sudut mati dalam aparat. Kesemuanya dibedakan berdasarkan jalur pemasukan dan pengeluaran bahan yang akan dipanaskan atau didinginkan. yang dapat lebih memperlancar lagi pertukaran kalor. Adakalanya hal yang sebaliknya berlaku. Seluruh alat terdiri dari seberkas pipa yang dipasang diantara plat pipa. akan tetapi dengan demikian dapat pula memperbesar kecepatan aliran. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Untuk luas per1ukan perpindahan kalor antara 100-200 ft2 digunakan penukar kalor jenis pipa ganda. Kadang-kadang medium yang akan didinginkan dibawa mela1ui pipa dan medium yang akan dipanaskan dibawa seke1i1ing pipa.1 terlihat suatu sketsa secara bagan dari jenis penukar ka1or ini. Gambar 4. Penukar kalor pipa-tabung (shell and tube heat exchanger) Pada Gambar 4. Untuk menyangga beda muai antara pipa dan mantel. viskositas. dan sebagainya. Pilihan ini bergantung kepada berbagai keadaan yaitu sifat ada media (cair atau gas). Dinding ba1ik vertikal di sekitar pipa.html (3 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .1 memperlihatkan beberapa penyelesaian yang mungkin di1akukan. terdapatnya kotoran padatan.BAB IV 2 2½ 3 4 1¼ 1¼ 2 3 b. terdapat berbagai macam sistem.

1. Industri ska1a besar memerlukan alat perpindahan kalor dengan luas perpindahan kalor yang besar. Untuk itu lebih sesuai digunakan penukar kalor pipa tabung.BAB IV Gambar 4. titik tempat terjadinya kebocoran semakin banyak.html (4 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. dan karena banyaknya sambungan. Penukar kalor pipa tabung (shell and tube heat exchanger) Sedangkan untuk luas lebih besar dari 200 ft2 pemakaian pipa ganda akan memerlukan tempat yang luas.

4.html (5 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . (Gambar 4.3. Biasanya a1at ini digunakan terutama pada industri makanan dan minuman karena alat ini mudah dibersihkan dan diperiksa kembali. Zat yang satu menga1ir mela1ui rusuk-rusuk diantara kedua pelat sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4.BAB IV Keuntungan dari tipe ini: s s s s s Konfigurasi alat ini memberikan luas permukaan yang besar dalam volume yang kecil.2. Penukar ka1or pendingin udara Pemakaian alat ini adalah apabi1a air pendingin yang digunakan terbatas. Penukar kalor pe1at Alat penukar ka1or ini terdiri dari beberapa pelat yang tersusun di da1am bingkai yang besar.3) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Menggunakan teknik fabrikasi yang sudah baik. Dapat dikonstruksi dari sejumlah besar material.2. sehingga udara digunakan sebagai pcndingin. 4. Mudah dibersihkan. Mempunyai bentuk yang baik untuk operasi bertekanan.

html (6 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Penukar kalor pelat file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.BAB IV Gambar 4.2.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor.BAB IV Gambar 4.3. RD (hitung) UC = dot faktor = koefisien perpindahan ka1or dalam keadaan bersih.html (7 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Penukar kalor pendingin udara Masalah utama da1am perancangan alat perpindahan ka1or adalah: 1. Dot faktor (tahanan kotoran) Tahanan kotoran adalah kotoran (kerak) yang terbentuk selama penukar kalor dioperasikan dan akan menyebabkan koefisien perpindahan kalor menjadi berkurang.

BAB IV UD = koefisien perpindahan kalor dalam keadaan kotor RD(ketentuan) = dot faktor maksimum.html (8 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM . Bila dimisa1kan fluida yang 1ewat ada1ah fluida organik.1) dQh =(wCp)C. Berkisar antara 100% . yang dihitung bila kedua permukaan pipa tidak dibersihkan. A1iran searah ini di sebut cocurrent flow dan a1iran berlawanan disebut countercurrent flow. Nilai RD (hitung) harus 1ebih besar dari RD (ketentuan). W merupakan laju alira masa (mass file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. ∆P antara 0. sebagai berikut: . •P antara 5-10 psi..(4.5-2 psi Untuk a1iran liquida (cairan). 2. dalam batas-batas yang diizinkan yaitu: s s Untuk aliran uap dan gas. Tabel 12. Kita mulai dengan kesetimbangan kalor pada aliran dingin. Kern. Analisa Alat Penukar Kalor Pipa Ganda Pada Alat Penukar Kalor Pipa Ganda aliran di da1am pipa dapat berupa aliran searah sepanjang pipa maupun aliran berlawanan.4. 4. dimana setelah itu kalor yang diijinkan menjadi 1ebih kecil dari yang dibutuhkan. 1965). Analisa-analisa kedua kasus ini agak berbeda. maka harga RD=O. Harga ini merupakan batas tahanan yang maksimum. Penurunan tekanan Terjadi dalam masing-masing aliran.001 (ketentuan.dTC = CCdTC dimana C = wCp Pada pernyataan ini dQh adalah kadar diferensial dimana kalor dipindahkan ke fluida dingin dari fluida panas melewati bagian diferensia1 dari penukar kalor.125% RD(ketentuan)..

maka kesetimbangan untuk aliran panas hampir sama dengan aliran dingin. Untuk kesetimbangan panas keseluruhan... dan bukan kapasitas kalor molar..5) . berlaku untuk setiap titik disepanjang aksis penukar ka1or. Jika tidak ada kehilangan panas dari penukar kalor.(4.6) Kesetimbangan panas persamaan (4.(TH -TC) .2) dapat ditu1is: dan Substitusi persamaan (4.1) dan (4. panas yang hi1ang disamakan dengan f1uida panas untuk dibandingkan dengan fluida dingin. Tahanan-tahanan seri ini ditambahkan dan didefinisikan bahwa koefisien perpindahan kalor keseluruhan. dQh = -(wCp)HdTH = -CHdTH .html (9 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM ..3) Dimana dA adalah luas pem1ukaan diferensia1 yang memisahkan kedua aliran.6) ada1ah diferensial. Pendefinisian U meliputi pemilihan apakah kita menggunakan permukaan da1am atau permukaan 1uar dari pipa dalam untuk mendefinisikan dA... dan diperoleh: .(4.4) …(4.dA..BAB IV f1ow rate) dan Cp adalah kapasitas kalor persatuan masa. Kita sekarang mendefinisikan perbedaan temperatur diantara bagian panas dan dingin sebagai: d(TH-TC)=d(•T) Dari persamaan (4. dan tahanan konduksi dihubungkan dengan dinding pipa itu sendiri.1) dan (4. U.(4.7) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. Terdapat tahanan konveksi pada permukaan pipa yang memisahkan dua aliran.(4.2) Kalor dipindahkan dari saluran panas ke aliran dingin melewati susunan tahanan termal. adalah: dQh = U..2) dipero1eh: …(4.

.8) ∆T1 dan •T2 adalah perbedaan temperatur diantara kedua aliran pada ujung penukar panas.(4.6) dapat ditulis sebagai: Dimana: . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/04%20Alat%20penukar%20kalor. dengan sedikit perubahan tanda.13) Hasil ini sama dengan definisi yang sudah diutarakan pada ana1isa a1at penukar ka1or sebelumnya pada suatu penukar kalor single-tube.12) Da1am persamaan (4.. Persamaan ( 4.. dengan hasil: .BAB IV Sehingga persamaan (4. Diasumsikan bahwa koefisien keseluruhan U diketahui dan tidak tergantung pada arah aliran untuk bentuk geometri dan laju alir kedua aliran yang ditentukan..(4.(4. temperatur rata-rata logaritmik) sebagai: . sedangkan ∆T adalah perbedaan temperatur lokal diantara a1iran panas dan dingin.8 ) dapat ditulis menjadi: ..(4. sehingga diperoleh: …(4.html (10 of 10)5/8/2007 3:24:09 PM .. Untuk aliran counter current diperoleh hasil yang sama.12) kita mendefmisikan apa yang disebut log-mean temperature difference (LMTD..11) Jika persamaan-persamaan ini diatur kemba1i dapat diselesaikan laju perpindahan panas keseluruhan.9) Persamaan diferensial untuk dT dapat diintegrasikan jika diasumsikan bahwa v ada1ah konstan disepanjang pipa.. Selanjutnya diberikan dua contoh Untuk membedakan operasi cocurrent dengan counter current.

Sangat tidak stabil dan sangat sukar dipertahankan sehingga metode ini jarang dipakai. s s Uap dapat mengembun menurut salah satu dari dua cara berikut: 1. pada suhu tetap atau hampir tetap. sehingga kondensasi itu dapat dikatakan merupakan proses tekanan tetap.1. Rugi-rugi gesekan di dalam kondenser biasanya cukup kecil. s Perpindahan kalor dari uap yang mengembun (kondensasi) Uap kondensasi mungkin terdiri dari sati zat saja. Kondensasi tetes (dropwise condensation) s Kondensat mula-mula membentuk inti nukleasi (tetesan). mungkin berupa campuran zat mampu kondensasi dan zat tak mampu kondensasi. Suhu kondensasi hanya bergantung pada tekanan sehingga proses kondensasi zat murni merupakan proses isotermal. atau campuran dua zat mampu kondensasi atau lebih. s file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.BAB 5 BAB V PERPINDAHAN KALOR DISERTAI PERUBAHAN FASA Perubahan fasa mencakup: Penambahan atau pengurangan energi termal dalam jumlag yang agak banyak. Tetesan-tetesan bergabung sehingga membesar dan mengalir ke bawah tabung karena pengaruh gaya gravitasi.html (1 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . 5.

gliserin. Contoh: logam cair. Kondensasi film (film-type condensation) § Lebih sering terjadi § Kondensat cair itu membentuk film atau suatu lapisan sinambung yang lalu mengalir di atas permukaan tabung karena pengaruh gaya gravitasi.BAB 5 s Terjadinya bergantung pada sifat zat cair. Suhu dinding dan suhu uap konstan. selama aliran kondensat di dalam film itu laminar. 2.1. Kondensat meninggalkan tabung pada suhu kondensasi.1. Tabung Vertikal = koefisien lokal = konduktivitas termal untuk kondensat film = tebal film Koefisien rata-rata untuk tabung vertikal.1) Dimana: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. s s s 1. Kecepatan zat air pada dinding adalah nol.html (2 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . Koefisien untuk kondensasi film Asumsi: s Satu-satunya tahanan terhadap aliran kalor adalah yang disebabkan oleh lapisan kondensat yang mengalir ke bawah dalam aliran laminar karena pengaruh gaya gravitasi. 5. nitrobenzen. ialah: …(5.

Suhu rujukan untuk menentukan mf. rf.3) untuk tabung vertikal diturunkan dengan pengandaian bahwa file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.1) dengan yang dieliminasi: 2. lb/ft.BAB 5 mf. kf : …(5.5) Dimana: Γ= pembebanan kondensat persatuan panjang tabung.2) Dimana Tf = suhu rujukan Th = suhu uap yang kondensasi Tw = suhu permukaan luar dinding tabung Bentuk ekivalen persamaan (5. g = percepatan gravitasi. densitas. konduktivitas lapisan film.1) dan (5. N = jumlah tabung dalam susunan. Pada tabung horizontal.html (3 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . = pembebanan kondenat pada dasar tabung (lb/ft. rf. alir an film kondensat itu dapat dikatakan selalu laminar. Tabung Horizontal …(5.4) …(5.jam). kf = viskositas. Persamaan (5. Catatan: 1.

ft2.13.oF. yaitu koefisien film kondensat. baga vertikal dengan diameter ¾ in 16 BWG. Berapakah laju kondensasi klorobenzen dan pembebanan kondensat.1) an (5. suhu dinding Tw harus ditaksir dari h. koefisien pada persamaan (5.76 dan 1. b. yang diberikan oleh persamaan (5. jika jumlah tabung rata-rata dalam susunan vertikal adalah 6. Kalor laten kondensasi klorobenzen adalah 139. dkk 1985) Pada sebuah kondensor selongsong dan tabung (Shell and Tube) yang menggunakan tabung te. Dalam menghitung Tf. Abaikan faktor pengotoran dan tahanan dinding tabung.3) yang dapat langsung ditentukan adalah: l= 139 BTU/lb g = 4.html (4 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . seret uap itu juga dapat menimbulkan keturbulenan pada lapisan kondensat sehingga koefisien film kondensasi menjadi jauh lebih besar. Maka untuk perhitungan praktis. Penyelesaian: Persamaan (5.3) dibuat masing-masing 1. Jika koefisien sisi air adalah 400 BTU/jam. tetapi sifat-sifat kondensat harus dievaluasi pada suhu rujukan Tf.3) berlaku. Bila kecepatan fase uap di dalam kondenser itu cukup besar.BAB 5 aliran kondensat itu laminar. Contoh 13. Berapakah koefisien itu dalam kondenser horizontal yang mempunyai tabung sebanyak itu juga.2). Karena itu diperlukan perhitungan coba-coba (trial and error).1. 2. Panjang tabung 5 ft. klorobenzene mengkondensasi pada tekanan atmosfer di dalam selongsongnya. Air pendingin dengan suhu rata-rata 175 oF mengalir di dalam tabung. a.108 ft/jam2 L = 5 ft Suhu kondensi Th adalah 270 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.7 BTU/lb. Besaran dalam persamaan (5. (Mc Cabe.17.

BAB 5 Suhu dinding Tw tentulah berada diantara 175 dan 270 oF.3 (2. Dianggap Tw = 205 oF Penurunan suhu ∆T = 270 – 205 = 65 oF Suhu rujukan.jam (lamp. dengan menggunakan koefisien 1.jam. oF Viskositas film itu adalah: mf = 0.0625 ft Suhu dinding : Tw=175+33 = 208 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.75/12 = 0. dari persamaan (5.13 sebagaimana disarankan: Suhu dinding didapatkan dari persamaan : Do=0. 10 Mc Cabe dkk. I. 13 Mc Cabe dkk.083 BTU/ft.726 lb/ft.html (5 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM . 1985) Taksiran pertama h.2) ialah: Tf = 27.4 lb/ft3 kf = 0.¾ (270 – 205) = 221 oF Densitas dan konduktivitas termal zat cair hanya mengalami perubahan kecil dengan suhu sehingga dianggap tetap pada nilai-nilai berikut: rf = 65.42) = 0. 1985) (lamp.

5) Koefisien untuk klorobenzen mungkin lebih besar dari bagian (a) sehingga suhu dinding Tw sekarang diperkirakan 215 oF.jam.1963 (5) = 0. mT = laju kondensasi total.893 Btu/jam. Luas permukaan luar setiap tabung ialah: Ao = 0.0625 ft mf = 0. Koefisien h = 179 Btu/ft2.jam file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa. N=6 •To = 270 – 215 = 55 oF Do = 0. (5.9815 ft2 Laju perpindahan kalor menyeluruh menjadi: = 179 (0.BAB 5 Nilai ini cukup dekat dengan taksiran 205 oF sehingga perhitungan selanjutnya tidak diperlukan lagi.oF Selanjutnya diperiksa apakah aliran itu laminar seluruhnya. Untuk kondensor horizontal digunakan pers.html (6 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM .28 (2.9815) (270 – 208) = 10.42) = 0.68 lb/ft. Pembebanan kondensat: dan b.

BAB 5

Tw = 175 + 43 = 218 oF Nilai ini sesuai dengan nilai taksiran 215 oF sehingga tidak diperlukan lagi trial berikutnya. Koefisien h ialah 270 Btu/ft2.jam. oF.

5.2. Perpindahan kalor ke zat cair yang mendidih Contohnya pada operasi evaporasi, distilasi, pembangkitan uap, pengolahan minyak bumi, pengendalian suhu pada reaksi kimia zat cair yang mendidih. Untuk tabung horizontal yang terbenam didalam zat cair mendidih. …(5.7) Dimana: = koefisien perpindahan panas = viskositas uap = penurunan suhu melintas uap = konduktivitas termal uap = densitas zat cair, densitas uap Do = diameter luar tabung pemanasan = selisih rata-rata antara entalpi zat cair dan entalpi uap panas lanjut.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (7 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

…(5.8) = kalor laten penguapan Cp = kalor spesifik uap pada tekanan tetap = panjanng gelombang-gelombang yang terkecil yang amplitudonya dapat berkembang pada antar muka datar yang horizontal. …(5.9) = tegangan antarmuka antara zat cair dan uap. Contoh 13.2 McCabe dkk, 1985: Freon (CCl3F) didihkan pada tekanan atmosfer dengan tabung tercelup horizontal yang diameter luarnya 1,25 in. Titik didih normal freon ialah 74,8 oF. Dinding tabung berada pada suhu 300 oF. Sifat-sifat freon 11 adalah sebagai berikut: = 91,3 lb/ft3 = 78,3 Btu/lb = 0,013 cP = 19 dyne/cm Cp = 0,145 Btu/lb.oF kv=BTU/ft.jam.oF Hitung koefisien perpindahan kalor, ho, dan fluks kalor q/A. Penyelesaian: = 0,013 (2,42) = 0,0314 lb/ft.jam = 300 – 74,8 = 225,2 oF Suhu film uap rata-rata = (300+74,8)/2 = 187,4 oF
file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (8 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

BAB 5

= 91,3 lb/ft3; BM=137,5 ; Do = 1,25/12 = 0,104 ft Pada suhu film rata-rata: Pada titik didih: Dari persamaan (5.8) : Dari persamaan (5.9) anggap gc/g = 1 lb/lbf.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/05%20kalor%20%20perubahan%20fasa.html (9 of 9)5/8/2007 3:24:09 PM

Pengertian umum dari evaporasi ini adalah menghilangkan air dari larutan dengan mendidihkan larutan didalam tabung yang sesuai yang disebut evaporator. Evaporasi dilaksanakan dengan menguapkan sebagian dari pelarut sehingga didapatkan larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. Evaporasi berbeda pula dari distilasi karena disini uapnya biasanya komponen tunggal. dalam suatu situasi tertentu. Lazimnya. misalnya pada penguapan air asin untuk membuat garam. Sebab evaporasi kadangkadang menghasilkan lumpur kristal di dalam larutan induk. Dalam kebanyakan proses evaporasi. zat cair pekat itulah yang merupakan produk yang berharga dan uapnya biasanya dikondensasikan dan dibuang. garis pemisah antara evaporasi dan krista1isasi tidaklah dapat dikatakan tegas. dan walaupun uap itu merupakan campuran. kebalikannyalah yang benar. Air yang mengandung mineral seringkali diuapkan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha untuk memisahkannya menjadi fraksi-fraksi.BAB VI BAB VI PROSES EVAPORASI 6. kadang-kadang zat cair yang sangat viskos.html (1 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Pendahuluan Evaporasi adalah salah satu kaedah utama dalam industri kimia untuk memekatkan larutan yang encer.1. dalam evaporasi sisa penguapan adalah zat cair. Evaporasi tidak sama dengan pengeringan. Tetapi. Evaporasi bertujuan untuk memekatkan larutan yang terdiri dari zat terlarut yang tidak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. dan bukan zat padat. pelarut yang digunakan adalah air. Evaporasi berbeda dari kristalisasi dalam hal penekanannya disini ialah pada pemekatan larutan dan bukan pembuatan zat padat atau kristal. dalam evaporasi. Dalam situasi-situasi tertentu.

tetapi dari segi teknik proses itu adalah evaporasi. Permasalahan disini adalah pemekatan larutan Permasalahan: pembuatan zat padatatau kristal. Evaporasi ≠ Distilasi 1. Teknik ini biasa disebut disti1asi air (water distillation). Variasi dalam karakteristik cairan itulah (yang menuntut keahlian dan pengalaman para insinyur dalam merancang dan mengoperasikan evaporator) yang menyebabkan operasi ini meluas dari perpindahan kalor sederhana menjadi suatu seni tersendiri. kadang-kadang zat cair yangsangat viskos Sisa penguapan adalah zat padat Uap biasanya komponen tunggal. sebagian besar dikembalikan ke laut. Keterangan Sisa penguapan adalah zat cair. Proses-proses evaporasi skala besar sudah banyak dikembangkan dan digunakan untuk membuat air minum dari air laut.BAB VI mendapatkan hasil yang bebas zat padat untuk umpan ketel didih. Di sini hasil yang dikehendaki adalah air kondensasi. Penyelesaian praktis terhadap masalah evaporasi sangat ditentukan oleh karakteristik zat cair yang akan dikonsentrasikan. 2. dan untuk konsumsi manusia. 2. Evaporasi ≠ Kristalisasi 1. Biasa disebut distilasi air.Proses 1. Tabulasi perbedaan evaporasi dengan pengeringan. Evaporasi ≈Kristalisasi : contohnya pada penguapan air asin untuk membuat garam Evaporasi ≈ Distilasi : contohnya pada penguapan air yang mengandung mineral untuk umpan ketel (boiler). karena persyaratan khusus proses. 2. Berikut ini adalah beberapa sifat penting dari zat cair yang divaporasikan. distilasi dan kristalisasi: Proses (1≠2) Evaporasi ≠ Pengeringan No. tidak ada usaha untuk memisahkan menjadi fraksi-fraksinya Uap sering berupa campuran dan akan dipisah menjadi fraksi-fraksinya. Jika uap berupa campuran. Hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan air dalam umpan yang dipulihkan.html (2 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . tetapi dari segi proses adalah evaporasi. Konsentrasi file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

Densitas dan viskositasnya meningkat bersamaan dengan kandungan zat padatnya. Titik didih larutanpun dapat meningkat dengan sangat cepat bila kandungan zat padatnya bertambah. larutan itu akan makin bersifat individual.BAB VI Walaupun cairan encer yang diumpankan ke dalam evaporator mungkin cukup encer sehingga beberapa sifat fisiknya sama dengan air. dan menyebabkan banyaknya bahan yang terbawa ikut. Busa yang stabi1 akan ikut ke luar evaporator bersama uap. atau jika tidak. Kepekaan terhadap suhu Beberapa bahan kimia berharga.html (3 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . hingga larutan itu menjadi jenuh. keseluruhan masa zat cair itu mungkin meluap ke dalam saluran uap keluar dan terbuang. pembersihan itu tidak mudah dan memakan biaya. lebih-Iebih zat-zat organik. dan bahan rnakanan dapat rusak bila dipanaskan pada suhu sedang selama waktu yang singkat saja. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. kristal-kristal ini harus dipisahkan karena. Jika zat cair jenuh didihkan terns. Hal ini menyebabkan koefisien menyeluruh makin lama makin berkurang sampai akhimya kita terpaksa menghentikan operasi evaporator untuk membersihkannya. Kerak Beberapa larutan tertentu menyebabkan pembentukan kerak pada permukaan pemanasan. Dalam mengkonsentrasikan bahanbahan seperti itu diperlukan teknik khusus untuk mengurangi suhu zat cair dan menurunkan waktu pemanasan. membusa pada waktu diuapkan. Dalam hal-hal yang ekstrim. tetapi jika konsentrasinya meningkat. Bisa menyebabkan tabung evaporator tersumbat. bahan kimia farmasi. maka akan terjadi pembentukan kristal. sehingga suhu didih larutan jenuh mungkin jauh lebih tinggi dari titik didih air pada tekanan yang sama. Bi1a kerak itu keras dan tak dapat larut. Pembentukan busa Beberapa bahan tertentu. menjadi terlalu lamban sehingga tidak dapat melakukan perpindahan kalor yang memadai.

bahaya ledak. Akan tetapi. titik beku. pembebasan gas pada waktu mendidih. kalor konsentrasi. banyak larutan yang merusak bahan-bahan besi. dan timba1. antara lain kalor spesifik. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. aluminium. Bila kita menggunakan satu evaporator saja. Evaporator mana yang dipilih untuk suatu masalah tertentu bergantung terutarma pada karakteristik zat cair itu. Untuk menguapkan l lb air dari larutan.2. zat cair yang mendidih biasanya berada da1am vakum sedang. Karena itu digunakan juga bahan-bahan konstruksi khusus seperti tembaga. dengan demikian laju perpindahan kalor di da1am evaporator itu meningkat pula. evaporator sebaiknya dibuat dari baja. 6. radioaktivitas. maka laju perpindahan kalor harus tinggi agar dapat menurunkan biaya pokok peralatan. diperlukan 1 sampai 1. Uap yang digunakan biasanya adalah uap bertekanan rendah. Oleh karena adanya variasi dalam sifat-sifat zat cair maka dikembangkan berbagai jenis rancangan evaporator. namun proses ini tidak efektif dalam penggunaan uap.html (4 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . dan persyaratan operasi steril (suci hama. Oleh karena bahan-bahan ini relatif mahal. Berkurangnya suhu didih zat cair menyebabkan beda suhu antara uap dan zat cair yang mendidih itu meningkat. yaitu sampai kira. nikel. Jika uap dari satu evaporator dimasukkan ke dalam rongga uap (steam chest) evaporator kedua. Jenis-Jenis Evaporator Kebanyakan evaporator dipanaskan menggunakan uap yang dikondensasikan di atas tabungtabung logarm. dan uap dari evaporator kedua dimasukkan ke dalam kondenser. maka operasi ini akan menjadi efek dua ka1i atau efek-dua (double effect). uap dari zat cair yang mendidih dikondensasikan dan dibuang. atau menjadi terkontaminasi oleh bahan itu. Metoda ini disebut sebagai evaporasi efek-tunggal (single-effect evaporation). dibawah 3 atm abs. grafit tak-tembus.3 lb uap. sifat racun. Banyak karakteristik lain zat cair juga perlu mendapat perhatian dari perancang evaporator. baja tahan karat. Bahan yang dievaporasikan biasanya mengalir di dalam tabung.05 atm abs.BAB VI Bahan konstruksi Bila memungkinkan. Walaupun sederhana.kira 0.

Efek ini dapat ditambah lagi dengan cara yang sama. 3.0F (1100-2300 W/m2K) akan didapatkan. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Tabung horizontal diliputi dan dikelilingi oleh sirkulasi yang alami dari cairan yang mendidih sehingga meminimumkan pengadukan cairan. dan sifat larutan yang dievaporasikan. Aliran ke atas (film-panjat) b.ft2. Larutan yang akan dievaporasikan berada di luar tabung horizontal dan uap mengalir di dalam tabung horizontal.html (5 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Evaporator film aduk 6. Metoda yang umum digunakan untuk meningkatkan evaporasi per lb uap dengan menggunakan sederatan evaporator antara penyediaan uap dan kondenser itu disebut sebagai evaporasi efek-berganda (multiple effect evaporation). Jenis-jenis utama evaporator tabung dengan pemasukan uap yang lazim dipakai adalah: 1. Aliran ke bawah (film-jatuh) c. Sebagai hasilnya maka pada evaporator jenis ini dijumpai koefisien perpindahan panas keseluruhan yang lebih rendah berbanding pada evaporator jenis lain. dan evaporasi yang didapatkan oleh satu satuan masa uap yang diumpankan ke da1am efek pertama. yang tergantung pada perbedaan suhu keseluruhan. suhu didih.vertikal tabung panjang a.BAB VI Ka1or uap yang semula digunakan lagi da1am efek yang kedua.2. Evaporator tabung horizontal biasanya digunakan untuk kapasitas yang kecil dan untuk mengevaporasikan larutan yang encer dan larutan ini tidak berbusa dan tidak meninggalkan deposit padatan pada tabung evaporator . Sirkulasi paksa .1 adalah merupakan evaporator jenis klasik yang telah lama digunakan. Evaporator. menjadi harmpir lipat dua. Evaporator tabung horizontal 2. Koefisien keseluruhan yang berada antara 200-400 Btu/jam.1 Evaporator Tabung-Horizontal Evaporator tabung-horizontal sebagaimana yang ditunjukkan pada Gambar 6. ini bermanfaat khususnya untuk mengevaporasikan larutan yang viskos.

html (6 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

Media pemanas yang digunakan biasanya uap yang terkondensasi. cairan umpan dilewatkan melalui tabung hanya satu kali lewat saja. Pada evaporator satu lintas. Evaporator ini merupakan pengembangan dari evaporator tabung-panjang. Evaporator Satu Lintas Dan Evaporator Sirkulasi Evaporator dapat dioperasikan sebagai unit satu lintas atau sebagai unit sirkulasi. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.BAB VI Gambar 6. Pada kedua evaporator ini larutan mendidih di dalam tabung vertika1 dan media pemanas di luar tabung vertikal.html (7 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .1.3 secara berturutan.2. terdapat beberapa lubang keluaran cairan atau produk dan tidak hanya satu seperti ditunjukkan pada Gambar 6. Pada instalasi yang besar.2 dan Gambar 6. uapnya lepas dan keluar dari unit itu sebagai cairan pekat. Seluruh evaporasi dilaksanakan dalam satu lintas (lawatan) saja. Evaporator Tabung Horizontal 6. Pendidihan atau pemanasan cairan di dalam tabung akan menyebabkan aliran naik ke atas melewati tabung. Evaporator satu 1intas dan evaporator sirku1asi ditunjukkan pada Gambar 6.2.2. dan cairan yang tidak menguap mengalir ke bawah dan keluar melalui anulus yang terletak di bahagian dasar evaporator.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (8 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

di mana pemekatan tota1 terbagi-bagi dalam beberapa efek. sehingga evaporator jenis ini sesuai untuk operasi efek berganda. cairan pekat itu hanya sebentar saja berada dalam suhu didihnya.html (9 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Dengan sekali lewatan cepat melalui tabung-tabung evaporator. tetapi evaporator film jatuh (falling-film evaporator) dan evaporator film panjat (climbing film-evaporator) dapat pula dioperasikan dengan cara ini. Evaporator film aduk (agitated film evaporator) selalu dioperasikan dalam satu lintas saja.BAB VI Gambar 6. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporator satu lintas Rasio evaporasi terhadap umpan dalam unit satu lintas itu adalah terbatas. Suhu zat cair dapat dijaga rendah dengan mengoperasikan unit ini dalam vakum tinggi. dan dapat didinginkan dengan cepat begitu keluar dari evaporator.2.

html (10 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

dan titik didihnya selalu mendekati maksimum. Semua cairan dalam kolam. dimana aliran berlangsung melalui tabung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporator sirkulasi. Oleh karena zat cair yang masuk tabung itu mengandung beberapa bagian cairan pekat di dalam setiap bagian umpan. dapat beroperasi dengan jangkau konsentrasi yang cukup luas antara umpan dan cairan pekat dalam satu unit saja. di lain pihak. tetapi zat cair itu akan berulang kali berada dalam kontak dengan tabung panas. akan terpanaskan hingga suhu yang kelewat tinggi. oleh karena itu. dan cocok pula untuk evaporasi efek tunggal. sebagian dari zat cair itu mungkin tertahan di dalam evaporator selama beberapa waktu. serta densitas. harus selalu berada dalam konsentrasi maksimum. Alal ini dapat dioperasikan dengan sirkulasi alamiah. koefisien perpindahan kalornya akan cenderung rendah. viskositas. Dengan menggunakan vakum yang cukup baik. Sebagian dari zat cair itu dengan demikian. sehingga hanya sebagian saja dari keseluruhan evaporasi yang berlangsung dalam satu lewatan. Evaporasi sirkulasi paksa semuanya dioperasikan dengan cara ini. Pemanasan yang terlalu lama atas sebagian kecil sajapun dari bahan peka-panas seperti makanan akan dapat menyebabkan keseluruhan produk itu rusak. Evaporator sirkulasi Pada evaporator sirkulasi (circulation evaporator) terdapat suatu kolam zat cair di dalam alat itu. Cairan pekat dari evaporator sirkulasi dikeluarkan dari kolam. Evaporator sirkulasi tidak terlalu cocok untuk memekatkan zat cair yang peka terhadap panas. Zat cair yang tidak menguap dikeluarkan dari tabung dan kembali ke kolam. evaporator film panjat biasanya adalah unit sirkulasi.3. suhu zat cair lindak dapat dijaga pada tingkat yang tidak merusak. Walaupun waktu menetap (residence time) zat cair itu dalam zone pemanasan barangkali singkat saja. Akibatnya.html (11 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI Gambar 6. dan campuran itu lalu dialirkan melalui tabung-tabung evaporator. maka konsentrasi. Umpan masuk akan bercampur dengan zat cair di dalam kolam.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. maupun titik didih larutan. dan koefisien perpindahan panasnya menjadi kecil. Evaporator Sirkulasi Paksa Evaporator sirkulasi paksa mempunyai bentuk seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6. akan tetapi tidak sesuai untuk digunakan untuk mengevaporasikan larutan yang sangat viskos.5.3.2. Pada evapoator satu lintas dan juga evaporator sirkulasi. Pada kedua jenis ini. di mana aliran dilaksanakan dengan pompa. maka aliran sirkulasi yang terjadi akan bergerak dengan lambat. larutan yang mudah membentuk busa atau untuk menguapkan larutan dalam masa yang singkat.500 Btu/jam. akan tetapi untuk evaporator jenis sirkulasi. sirkulasi alami yang dihasilkannya mempunyai kecepatan 1 hingga 3 ft/detik sehingga koefisien perpindallan panas pada evaporator ini lebih tinggi dibandingkan evaporator tabung horizontal yaitu pada rentang 200. Kedua evaporator satu lintas dan evaporator sirku1asi juga mempunyai kelebihan operasional berbanding dengan evaporator tabung horizontal.html (12 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Evaporator ini dapat digunakan untuk larutan yang membentuk deposit padatan. Sehingga kedua-dua evaporator vertikal ini adalah sangat berguna untuk kebanyakan proses evaporasi.oF (1100-2800 W/m2K) tergantung kepada baik sifat larutan. dapat pula dengan sirkulasi paksa.4 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun vertikal dan berada di dalam tabung. Gambar 6. tabung-tabung didalamnya dipasang secara rolling dan welding dan tidak secara packing seperti pada evaporator tabung horizontal. Evaporator ini juga dapat menangani cairan yang viskos. 6. perbedaan suhu keseluruhan.4 dan Gambar 6.ft2.BAB VI dengan disebabkan oleh perbedaan densitas. karena padatan yang terbentuk di dalam tabung dapat dihilangkan dengan pembersihan mekanis.

BAB VI file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (13 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .

caitan yang akan dievaporasikan dipompakan melewati penukar panas (heat exchanger) dimana media pemanas mengelilingi pipa-pipa yang membawa cairan yang akan dievaporasikan. sehingga uap yang dihasilkan akan tersembur keluar. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Pemanas Vertikal di dalam Tabung Gambar 6. Pada evaporator sirkulasi paksa. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.5 merupakan evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas tersusun horizontal dan terletak terpisah dengan tabung. Gabungan penurunan tekanan dan head hidrostatik di dalam alat ini adalah cukup besar untuk mencegah larutan mendidih di dalam pipa penukar panas.html (14 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . pada saat cairan memasuki ruang kosong di dalam tabung.4.BAB VI Gambar 6.

BAB VI Gambar 6. Evaporator sirkulasi paksa yang moderen biasanya ditengkapi dengan pemanas yang terletak di luar tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6. di dalam ruang kosong diletakkan sekat yang berguna untuk memisahkan uap dari larutan yang masih ada.5.5.html (15 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Desain sekat yang tepat diperlukan untuk mencegah penggabungan gelembung-gelembung kecil cairan dan juga untuk mencegah perubahan arah dari aliran cairan. dari pada evaporator dengan permukaan perpindahan panas yang terletak di da1am badan tabung sebagaimana ditunjukkan pada Gambar file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporator Sirkulasi Paksa dengan Elemen Pemanas Terpisah Horizontal Karena kecepatan semburan ada1ah tinggi.

Pada tingkat sirkulasi yang rendah. dan zat cair yang akan dipekatkan di dalam pipa/tabung. adalah merupakan hal yang penting untuk mencegah pendidihan di dalam pipa-pipa elemen pemanas. pendidihan dapat dengan mudah dicegah dengan cara meletakkan pemanas pada posisi yang lebih rendah dibandingkan letak ruang pelepasan. untuk mengurangi terbentuknya endapan-endapan padatan di dalam pemanas. Tabung-tabungnya biasanya mempunyai panjang 12 hingga 20 ft dengan diameter 1 sampai 2 inci. Bagian-bagian utama evaporator jenis ini ialah : ( 1) sebuah penukar panas jenis tabung dengan uap dalam selongsong. Penggunaan pemanas di luar tabung akan menjadikan evaporator ini lebih sering digunakan karena pembersihan pipa-pipa pemanas dan penggantian pipa-pipa yang mengalami korosi lebih mudah dilakukan.BAB VI 6. (2) sebuah separator (pemisah) atau ruang uap (vapour space) untuk memisahkan zat cair yang terbawa ikut dari uap.4. Dalam mengevaporasikan cairan umpan.2. Pada evaporator sirkulasi paksa.4. Fraksi dari cairan yang menguap ketika melewati pipa akan menjadi kecil. Pendidihan ini akan meningkatkan kejatuhan larutan dan menjadikan koefisien pendidihan menjadi dua ka1i lebih besar berbanding dengan tanpa pendidihan.html (16 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Pada evaporator dengan pemanasan di luar . koefisien perpindahan panas akan bergantung kepada kecepatan sirkulasi. 6. Evaporator sirkulasi paksa dengan elemen pemanas terpisah juga merupakan evaporator yang berbentuk lebih kompak sehingga dapat dipasang pada ruang dengan tinggi atap yang rendah.6. sehingga kecepatan sirkulasi keseluruhan yang melalui pipa adalah beberapa kali lebih besar dari kecepatan umpan. dan sifat-sifat sistem. dan (3) bila a1at ini dioperasikan sebagai unit sirkulasi. Hal ini tidak dapat dilakukan dengan mudah jika permukaan penukar panas berada di dalam badan evaporator. pendidihan akan terjadi disepanjang pipa-pipa pemanas. titik didih. Evaporator Vertikal Tabung Panjang Contoh evaporator vertikal tabung panjang dengan alian zat cair ke atas terlihat pada Gambar 6. sebuah kaki pemulang (return leg) untuk mengembalikan zat cair dari separator ke bagian bawah penukar panas.

lalu mengalir melewati sekat itu sebelum keluar dari separator. yang tidak panjang. uap itu dibuat menumbuk seperangkat sekat. lubang keluar masing-masing untuk uap. Selain itu evaporator ini juga sangat berguna untuk digunakan menangani material yang sensitif terhadap panas karena evaporator ini dapat dioperasikan tanpa proses resirkulasi.6 hanya dapat bekerja sebagai unit sirkulasi saja. dan gas takmampu kondensasi yang terkandung dalam uap. masuk ke dalam sjstem dan bercampur dengan zat cair yang kembali dari separator. Walaupun evaporator ini tidak dapat digunakan untuk zat cair yang viskos. Di dekat puncak tabung. Diameter separator itu lebih besar dari diameter penukar panas.html (17 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Zat cair dan uap mengalir ke atas di dalam tabung sebagai akibat dari peristiwa didih zat cair yang terpisah kembali ke dasar tabung dengan gravitasi. Tingkat evaporasi tiap-tiap lewatan (pass) pada jenis ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan jenis-jenis evaporator sirkulasi lainnya dan evaporasi masih dapat ditingkatkan dengan menambah panjang tabung-tabung pemanas atau dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. agar pembersihan lebih mudah djlakukan. cairan pekat. penukar panas dari evaporator ini dapat diletakkan di luar badan evaporator. Untuk membantu pemisahan tetes-tetes zat cair. Pada zone ini gelembung uap berganti-ganti dengan potongan zat cair dalam tabung naik dengan cepat melalui tabung dan keluar dengan kecepatan tinggi dari ujung atas tabung. sambil menerima kalor dari uap. Jika diperlukan.BAB VI Alat itu mempunyai lubang masuk masing-masing untuk zat cair umpan dan untuk uap. Evaporator seperti Gambar 2. akan tetapi evaporator vertikal tabung panjang sangat efektif untuk memekatkan cairan yang mempunyai kecenderungan untuk berbusa. sehingga kecepatan linier uap menjadi jauh berkurang. gelembung itu bertambah besar dengan cepat. kondensat uap. Di dalam zat cair itu terbentuk gelembung-gelembung sehingga meningkatkan kecepatan liniernya dan meningkatkan laju perpindahan panas. campuran zat cair selanjutnya masuk ke dalam separator. Fraksi yang diuapkan pada evaporator ini biasanya lebih besar dibandingkan pada operasi sirkulasi paksa. Umpan encer. Dari tabung itu. Busa itu akan pecah bila campuran zat cair dan uap berkecepatan tinggi menumbuk sekat di bagian kepala uap. biasanya pada suhu disekitar suhu kamar. Umpan jtu mengalir ke atas di dalam tabung sebagai zat cair pada jarak tertentu.

html (18 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . misalnya dengan menyemprotkan cairan ke dinding tabung. Pendistribusian harus dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga level cairan. Koefisien perpindahan panas evaporator ini dapat dihitung dengan menggunakan persamaan Nusselt.BAB VI mendinginkannya. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Masalah yang mungkin timbul dalam mengoperasikan evaporator ini adalah pada saat mendistribusikan zat cair ke dalam tabung-tabung atau tube.

2.6. seperti air jeruk. dan yang mengharuskan waktu kontak yang singkat sekali dengan permukaan panas dapat diatasi dengan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.html (19 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI Gambar 6.5. Evaporator Vertikal Tabung Panjang 6. Evaporator Film Jatuh Masalah pemekatan bahan-bahan yang sangat peka terhadap panas.

peka. kemudian keluar dari bawah. dan dilengkapi dengan separator zat cair uap di bawah. Cara lain ialah dengan menggunakan nosel penyemprot di dalam setiap tabung. Evaporator Film Turbulen Akhir-akhir ini banyak dikembangkan evaporator modern yang bertujuan untuk menangani bahan yang viskos. Hal ini memungkinkan volume aliran yang lebih besar melalui tabung dibandingkan dengan pada operasi sekali lintas. Masalah utama dengan evaporator film-jatuh ialah dalam mendistribusikan zat cair itu secara seragam menjadi film di bagian dalam tabung. berdiameter 2 hingga 10 inci. 6. Hal ini dilakukan dengan menggunakan seperangkat plat logam berlubang-lubang (perforasi) yang ditempatkan lebih tinggi di atas plat tabung yang dipasang dengan teliti agar benar-benar horisontal. yang panjang. Selama berlangsung evaporasi.2. Atau. angka Reynolds fi1m-jatuh harus lebih besar dari 2000 pada setiap titik di dalam tabung.html (20 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Uap yang keluar dari zat cair itu biasanya terbawa turun bersama zat cair. Bila sirkulasi dapat dilakukan tanpa menimbulkan kerusakan pada zat cair. kuantitas zat cair berkurang secara kontinu selama ia mengalir dari puncak tabung ke dasarnya. distribusi zat cair pada lubang itu dapat dipercepat dengan melakukan daur ulang zat cair itu ke puncak tabung. dan distributor/penyebar zat cair di atas. zat cair masuk dari atas.BAB VI evaporator film jatuh. lalu mengalir ke bawah di dalam tabung panas itu dalam bentuk film. Tabung-tabungnya biasanya agak besar.7 merupakan evaporator yang banyak digunakan untuk tujuan tersebut karena dapat menangani file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dan keluar dari bagian bawah unit itu. Evaporator ini bentuknya menyerupai sebuah penukar panas jenis tabung. Pada evaporator film-jatuh satu lintas. sehingga jum1ah pemekatan yang dapat dilaksanakan da1am satu lewatan terbatas seka1i.6. Alat ini juga sesuai sekali untuk memekatkan zat cair viskos. Untuk mendapatkan perpindahan kalor yang baik. Evaporator film-turbulen sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 6. Evaporator filmjatuh tanpa sirku1asi dengan waktu tinggal yang sangat singkat dapat menangani produk-produk yang peka yang tidak dapat ditangani dengan cara lain. dapat pula dipasang distributor 'kalajengking' dengan lengan-lengan radial untuk menyemprotkan umpan dengan laju stedi ke dalam permukaan dalam setiap tabung. Tabung-tabung itu diberi sisip pada ujungnya yang memungkinkan zat cair mengalir dengan teratur ke setiap tabung itu. dan korosif. vertikal.

Konsentrat keluar dari bawah bagian bermantel. kecepatan zat cair di dalam tabung itu tinggi. Oleh karena itu. sehingga menumbuk plat-plat vertikal yang stasioner. Di dalam separator. dan laju perpindahan kalorya besar. seperti dalam evaporator pada Gambar 6. berlumpur bahkan kering. Uap bebas zat cair itu lalu keluar melalui lubang ke luar pada bagian atas unit itu.html (21 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Pada evaporator ini. setiap cara yang dapat mengurangi tahanan itu akan memberikan perbaikan yang berarti terhadap koefisien perpindahan panas menyeluruh. Umpan masuk dari puncak bagian bermantel dan disebarkan menjadi film tipis yang sangat turbulen dengan bantuan daun-daun vertika1 agitator (pengaduk) itu. lebih-lebih yang menggunakan sirkulasi paksa.BAB VI baik bahan yang viskos. Zat cair itu sangat turbulen. Evaporator itu merupakan modifikasi daripada evaporator film jatuh yang mempunyai tabung tunggal bermantel. zat cair yang terbawa ikut dilemparkan ke arah luar oleh daun-daun agitator. uap naik dari zone penguapan masuk ke dalam bagian tak bermantel yang diametemya agak lebih besar dari tabung evaporasi. Dalam evaporator tabung panjang. di mana di dalam tabung itu terdapat sebuah pengaduk. Cara lain untuk meningkatkan keturbulenan ada1ah dengan pengadukan mekanik terhadap film zat cair itu.7. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. tahanan pokok terhadap perpindahan panas menyeluruh dari uap kepada zat cair yang mendidih di dalam evaporator terletak pada sisi-sisi zat cair. Tetesan-tetesan itu bergabung (koalesensi) pada plat ini dan kembali ke bagian evaporasi.

Dengan bahan-bahan yang sangat viskos.html (22 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Sebagaimana juga pada evaporator jenis lain. koefisien itu nyata lebih besar dari yang didapatkan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Evaporator film Turbulen Keunggulan utama dari evaporator film aduk ialah kemampuannya menghasilkan laju perpindahan kalor yang tinggi pada zat cair viskos. koefisien menye1uruh turun dengan cepat bila viskositas naik. tetapi dalarn rancang ini penurunan itu cukup 1ambat.BAB VI Gambar 6. Produk evaporasi bisa mencapai viskositas sampai setinggi 1000 P pada suhu evaporasi.7.

yaitu hasil kali dari tiga faktor: luas permukaan perpindahan panas. seperti gelatin. 6. A. kalor yang diperlukan untuk memanaskannya sampai suhu didih mungkin cukup tinggi.BAB VI pada evaporator sirkulasi paksa. Kapasitas didefinisikan sebagai banyaknya pon air yang diuapkan perjam. Jika zat cair dievaporasikan. kesan kedalaman cairan dan percepatan perlu untuk diketahui. lateks karet. menurut definisi dari koefisien perpindahan kalor menyeluruh. dan penurunan suhu menyeluruh ∆T. Kelemahannya ialah biayanya yang tinggi. jauh di bawah kapsitas evaporator bertabung banyak. kesan konsentrasi dapat diestimasi dengan menggunakan hukum Raoult dan Dalton sebagai berikut: dimana a dan b merupakan simbol untuk menyatakan solute (zat terlarut) dan solvent (pelarut) secara berturutan. atau: Jika umpan masuk evaporator itu berada pada suhu didih sesuai dengan tekanan absolut ruang uapnya. koefisien perpindahan panas menyeluruh. Evaporator fi1m aduk sangat efektif dengan produk viskos yang peka panas. maka laju perpindahan panas q melalui permukaan pemanasan suatu evaporator. Kapasitas Evaporator Untuk evaporator jenis tabung dengan pemanasan uap. dan kapasitasnya menjadi q. maka performa evaporator diukur berdasarkan atas kapasitas evaporator tersebut. antibiotika dan sari buah. demikian juga halnya dengan kesan dari konsentrasi zat cair sewaktu berada pada titik didihnya. Jika umpannya dingin. Jika zat terlarut bersifat non volatil dan untuk operasi evaporasi.html (23 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . karena kalor yang digunakan untuk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. yang mungkin memerlukan perawatan dan pemeliharaan dan kapasitas setiap unitnya kecil. Untuk larutan ideal. semua kalor yang berpindah melalui permukaan pemanas dapat digunakan untuk evaporasi. dan jauh lebih besar daripada unit sirkulasi alamiah. U. adanya bagian-bagian dalam yang bergerak.3. sehingga kapasitasnya untuk suatu nilai q tertentu akan berkurang sesuai dengan itu.

Akibatnya untuk suatu tekanan tertentu. kaedah ini tidak eksak. titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih air mumi. Jika jangkau tekanan terlalu besar. Pada beberapa evaporator. Tekanan uap kebanyakan larutan dalam air lebih kecil dari tekanan uap air pada suhu yang sama. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Bila zat cair itu mempunyai karakteristik seperti air murni. tetapi bisa sampai setinggi 150oF pada larutan pekat garam anorganik. Namun. kenaikan titik didih itu dapat dicari dengan mudah dengan menggunakan aturan empirik yang dikenal sebagai kaedah Duhring yang menyatakan bahwa titik didih suatu larutan tertentu merupakan fungsi linier dari titik didih air mumi pada tekanan yang sama. tetapi dalam jangkau yang sedang. Untuk larutan pekat. sebagian dari umpan akan menguap secara spontan melalui penyeimbangan adiabatik dengan tekanan ruang-uap. walaupun tidak selalu harus sejajar. garis-garis itu sangat mendekati lurus. jika umpan itu berada pada suhu di atas titik didih pada ruang uap. Nilainya kecil untuk larutan encer dan larutan koloida organik. Proses ini disebut evaporasi kilatan (f1ash evaporation). pada perbedaan tekanan antara rongga uap-pemanas dan ruang uap hasil evaporasi di atas zat cair mendidih itu. kecepatan zat cair di dalam tabung juga dipengaruhi oteh penurunan suhu karena adanya rugi gesekan di dalam tabung yang meningkatkan tekanan efektif zat cair itu. titik didihnya dapat dibaca dari tabel uap. serta pada kedalaman zat cair itu di atas permukaan pemanasan.html (24 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . jika titik didih larutan digambarkan terhadap titik didih air pada tekanan yang sama. jika tekanannya diketahui. dan kapasitas evaporator akan lebih besar dari yang ditunjukkan q. Kenaikan titik didih ini harus dikurangkan dari penurunan suhu yang diramalkan dari tabel uap. Kenaikan titik didih di atas titik didih air ini dikenal sebagai kenaikan titik didih larutan. Penurunan suhu nyata melintas permukaan pemanasan bergantung pada larutan yang diuapkan. sebagaimana jika kita membaca suhu uap yang kondensasi. dalam evaporator nyata titik didih larutan dipengaruhi oleh dua faktor.BAB VI memanaskan umpan tidak dapat digunakan untuk evaporasi. Sebaliknya. Jadi. akan didapat suatu garis lurus. kita dapatkan pula garis-garis yang berbeda. Untuk konsentrasi yang berlainan. yaitu kenaikan titik didih dan tinggi tekan zat cair .

kepada arus uap itu biasanya ditambahkan promotor.html (25 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Koefisien film uap selalu tinggi. Untuk mendapatkan kondensasi tetes. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. yaitu di dalam tabung dan di luar tabung. maka harus ada ventilasi untuk membuang gas-gas tak-mampu kondensasi itu dari rongga uap pemanas dan mencegah udara masuk bila tekanan uap lebih rendah dari tekanan atmorfir . Fluks kalor dan kapasitas evaporator dipengaruhj oleh perubahan beda suhu maupun perubahan koefisien perpindahan kalor. dinding tabung biasanya agak tebal. dan kecuali karena pengaruh tinggi tekan hidrostatik. dan tahanan dari zat cair yang mendidih. dan karena itu titik didihnya lebih tinggi. Tahanan menyeluruh terhadap uap dan zat cair mendidih ialah jumlah dari lima macam tahanan tersendiri: tahanan film uap. Oleh karena adanya gas yang tak-mamppu kondensassi dapat menyebabkan turunnya koefisien film uap. oleh karena itu. Koefisien menyeluruh ialah kebalikan dari tahanan menyeluruh itu. Suatu tetesan zat cair yang berada pada jarak Z ft di bawah permukaan berada pada tekanan ruang uap di tambah tinggi-tekan Z ft zat cair. tetapi efek kualitatif daripada tinggi-tekan zat cair itu dapat diabaikan. Kenaikan titik didih ini akan menyebabkan kekurangan penurunan suhu rata-rata antara uap dan zat cair dan mengurangi kapasitas. dalam evaporator film aduk. Disamping itu.BAB VI Jika kedalaman zat cair di dalam evaporator itu cukup besar. Besarnya pengurangan tidak dapat ditaksir secara kuantitatif. bila kecepatan zat cair itu besar. juga jika kondensasi itu kondensasi film. sehingga tahanannya mungkin merupakan bagian yang cukup penting dari keseluruhan tahanan. Pada kebanyakan evaporator. Penurunan suhu itu ditentukan oleh sifat-sifat uap dan zat cair yang mendidih. faktor penggotoran uap kondensasi dan tahanan dinding tabung biasanya sangat kecil. lebih-lebih bila tinggi permukaan dan kecepatan zat cair itu tinggi. koefisien menyeluruh sangat dipengaruhi oleh rancang evaporator dan metode operasinya. Dalam evaporator nyata. tahanan dinding tabung. bukanlah merupakan fungsi konstruksi evaporator. Tetapi. Tetapi. rugi gesekan di dalam tabung akan meningkatkan lagi tekanan rata-rata zat cair itu. dua buah tahanan kerak. titik didih yang berkaitan dengan tekanan di dalam ruang uap ialah titik didih lapisan permukaan zat cair itu saja. dan dengan demikian koefisien yang lebih tinggi lagi. titik didih zat cair di dalam tabung lebih tinggi dari titik didih yang ditunjukkan oleh tekanan ruang uap. dan biasanya diabaikan dalam perhitungan evaporator.

4. Ekonomi Evaporator Ekonomi ada1ah banyaknya pon yang diuapkan per pon uap yang diumpankan ke da1am unit itu. Pada kebanyakan evaporator.html (26 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . beban pemanasan itu akan menggunakan sebagian dari entalpi penguapan uap pemanas. Jika suhu umpan lebih tinggi dari titik didih. Ekonomi evaporator juga dipengaruhi oleh suhu umpan.4. dalam pon per jam. juga tidak kalah pentingnya. Faktor utama yang mempengaruhi sistim ekonomi evaporator ialah banyaknya efek. ka1or laten kondensasi uap pemanas berpindah melalui permukaan pemanasan dan menguapkan air dari 1arutan yang mendidih. 6. Secara kuantitatif. tetapi pada alat efek berganda. ekonomi evaporator adalah semata-mata masalah neraca entalpi. ekonominya mungkin jauh lebih besar. Jika suhu umpan lebih rendah dari titik didih di dalam efek pertama. Konsumsi uap. dan satu lagi untuk sisi-cairan atau uap larutan. tahanan pada sisi zat cairlah yang menentukan laju perpindahan kalor menyeluruh ke zat cair yang mendidih itu.1. Ada dua neraca entalpi yang diperlukan.BAB VI Koefisien sebelah zat cair sangat bergantung pada kecepatan zat cair itu di atas permukaan panas.0F. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. ekonominya hampir selalu kurang dari satu. entalpi penguapan uap=pemanas ke efek pertama dapat digunakan satu kali atau beberapa kali. dan hanya sebagian yang tersisa untuk evaporasi. Dalam evaporator sirkulasi alamiah. Nilai konsumsi uap merupakan hasil bagi antara kapasitas dengan ekonomi evaporator. Pada evaporator efek tunggal. Melalui suatu perancangan yang baik. 6. koefisien sisi zat cair untuk larutan encer dalam air adalah antara 200 dan 600 Btu/ft2. satu untuk uap-pemanas.jam. bergantung pada jumlah efeknya. dan lebih-lebih pada yang menangani zat cair viskos. Neraca Entalpi Evaporator Efek Tunggal Pada evaporator efek tunggal. kilat yang terjadi akan menyebabkan evaporasi lebih tinggi dari yang bisa dibangkitkan oleh entalpi penguapan uap itu.

Dimisalkan selanjutnya bahwa tidak ada kebocoran atau zat cair yang terbawa ikut bersama uap.8. Ts T Tf =suhu kondensassi uap pemanas =suhu zat cair yang mendidih di da1am evaporator =dan suhu umpan. dan bahwa aliran gas yang tak mampu kondensasi dapat diabaikan. andaikan tidak ada zat padat yang mengendap dari cairan itu. ms mf =laju aliran uap pemanas dan laju aliran kondensat =laju aliran cairan encer. dan bahwa rugi ka1or file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. Neraca bahan dan neraca enta1pi pada evaporator .html (27 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM .BAB VI Gambar 6. atau umpan m =1aju a1iran cairan pekat mf –m =laju aliran uap cairan ke da1am kondensor.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi. dan qs = q.2) dimana: q = laju perpindahan kalor dari permukaan pemanasan ke zat cair . Hv Hc Λ s = enta1pi spesifik uap pemanas = entalpi spesifik uap kondensat = kalor laten kondensasi uap pemanas = laju aliran uap pemanas ms Neraca entalpi untuk sisi cairan ialah: …(6. dan kondensatnya biasanya keluar dari rongga itu agak dingin lanjut di bawa hingga didihnya. yaitu kalor laten kondensasi uap. dan dapat diabaikan dalam penyusunan neraca entalpi. kalor yang berpindah dari uap pemanas ke tabung harus sama dengan kalor yang berpindah dari tabung pemanas ke cairan. Dengan pengandaian ini. Hv = entalpi spesifik uap cairan Hf H = entalpi spesifik cairan encer = entalpi spesifik cairan pekat. Neraca entalpi sisi uap ialah: s …(6. Jika tidak ada rugi kalor.BAB VI evaporator itu tidak perlu diperhitungkan.1) dimana: qs = laju perpindahan kalor melalui permukaan pemanasan dari uap pemanas. baik panas lanjut uap maupun dingin lanjut kondensat itu kecil. Kesalahan kecil yang mungkin diakibatkannya akan dikompensasikan oleh kesalahan karena mengabaikan rugi kalor dari rongga uap-pemanas.html (28 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . Namun. Uap pemanas yang masuk kedalam rongga uap pemanas itu bisa panas lanjut. selisih antara entalpi uap pemanas dan kondensat hanyalah λ . keduanya.

dimana entalpi dalam Btu per pon atau joule per gram larutan.2: Jika kalor pengenceran zat cair yang akan dipekatkan itu cukup besar sehingga tidak dapat diabaikan.html (29 of 29)5/8/2007 3:24:11 PM . digambarkan grafiknya terhadap konsentrasi. entalpi tidak linier dengan konsentrasi pada suhu tetap.2 ialah diagram entalpi-konsentrasi. Isoterm-isoterm pada gambar itu menunjukkan entalpi sebagai fungsi konsentrasi pada suhu tetap.BAB VI Jadi dengan menggabungkan persamaan 6.1 dan 6. Sumber yang terbaik untuk mendapatkan nilai Hf dan H untuk digunakan pada persamaan 6. dalam fraksi massa atau persen bobot zat terlarut. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/06%20Evaporasi.

Ø produk terlalu kental: laju umpan ditambah. Uap dari satu efek berfungsi sebagai medium pemanas bagi efek berikutnya. Efek I : efek tempat mengumpankan uap mentah. Kondisi steadi.EVAPORATOR EFEK BERGANDA BAB VII EVAPORATOR EFEK GANDA Beberapa ciri evaporator efek ganda: s s s s s s s Terdiri dari dua atau lebih evaporator yang dihubungkan satu sama lain. akumulasi=0.html (1 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Pada suhu. terbagi pada dua efek atau lebih. Ø Kondisi steady: seluruh kalor yang digunakan untuk membuat uap pada efek yang pertama harus diserahkan lagi ketika uap ini kondensasi pada efek ke-2. tinggi cairan yang ditentukan/dijaga: konsentrasi cairan dapat diubah hanya dengan mengubah laju alir umpan: Ø produk terlalu encer : laju alir umpan dikurangi. Masing-masing efek bekerja sebagai evaporator efek tunggal. Tekanan ruang uap cairannya paling tinggi. tekanan uap. s s s Cara pengumpanan: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Ø Suhu kondensat yang meninggalkan efek kedua hampir sama dengan suhu uap dari zat cair mendidih di dalam efek pertama. Masing-masing mempunyai beda suhu melintas permukaan yang berkaitan dengan penurunan tekanan pada efek itu. Efek terakhir: tekanan ruang uap cairan minimum. Jika umpan pada titik didihnya: Ø Seluruh kalor muncul sebagai kalor laten dalam uap yang keluar dari efek pertama. Tekanan antara uap dan unit kondenser. tekanan kondenser. konsentrasi.

Tidak terdapat perpindahan zat cair dari efek satu ke efek lain. Umpan maju s s Konsentrasi zat cair meningkat dari efek pertama hingga efek terakhir.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 1. § Memerlukan satu pompa disetiap efek. 2. mengalir ke ujung deret lalu dipompakan lagi ke efek pertama untuk pemekatan akhir. Umpan campuran § Zat cair masuk dalam suatu efek pertama. § Sebagian dari pompa-pompa yang digunakan pada umpan mundur tidak diperlukan lagi. Perbandingan penguapan larutan NaOH pada efek tunggal dan ganda. Memerlukan satu pompa untuk umpankan ke efek satu dan satu pompa lagi untuk mengeluarkan zat cair dari efek terakhir. 3. Umpan dimasukkan secara paralel ke setiap efek. karena aliran berlangsung dari tekanan rendah ke tekanan tinggi. 4. Umpan mundur § Zat cair diumpankan ke efek terakhir. dimana dihasilkan lumpur kristal dan cairan induk.html (2 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . berurutan hingga efek pertama. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Umpan paralel § § § Contohnya dalam evaporator kristalisasi.

s s Penguap efek dua Terdapat dua kali kerugian karena kenaikan titik didih dengan jumlah 9+6 = 15 oC Selisih temperatur untuk pemanasan berkurang menjadi 62 oC. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Masing-masing menggunakan uap larutan jenuh. s Penguap efek tiga Kerugian karena kenaikan titik didih naik lagi menjadi 6 + 8 + 9 = 23 oC. Penguap tunggal: Hanya dijumpai sekali kenaikan titik didih sebesar 54 – 48 = 6 oC.EVAPORATOR EFEK BERGANDA s s Keadaan awal dan akhir untuk masing-masing cara evaporasi adalah sama. Untuk pemanasan digunakan selisih temperatur sebesar 72 oC.html (3 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Jumlah selisih temperatur yang berguna berkurang lagi menjadi 55 oC.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (4 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

html (5 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

7.1. Kapasitas dan ekonomi evaporator efek ganda
s

Kapasitas total evaporator efek ganda biasanya tidak lebih besar dari efek tunggal yang luas permukaannya sama dengan salah satu efek itu. Kalor yang berpindah di dalam ketiga efek (untuk efek 3).

s

s

Kapasitas total sebanding dengan laju perpindahan kalor total qT dan diperoleh dari: Andaikan luas permukaan tiap efek adalah A ft2, koefisien menyeluruh U juga sama pada setiap efek, persamaan diatas dapat dituliskan kembali: penurunan suhu total antara uap pemanas dalam efek pertama dan uap cairan dalam efek terakhir. Ekonomi evaporator efek berganda bergantung pada masalah neraca kalor dan bukan pada laju perpindahan kalor. Kapasitas evaporator efek berganda berkurang karena kenaikan titik didih.

s

s

s

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (6 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Contoh 16-3 Mc-Cabe dkk, 1985 Sebuah evaporator efek ganda tiga sirkulasi paksa akan diumpankan dengan 60.000 lb/jam larutan NaOH 10% pada suhu 180 oF. Cairan pekat yang dikehendaki adalah NaOH 50 %. Evaporator tersebut menggunakan uap jenuh pada 50 lbf/in2 abs, dan suhu kondensasi uap dari efek ke-3 adalah 100 oF. Urutan pengumpanan adalah II,III,I. Radiasi dan pendinginan lanjut kondensat dapat diabaikan. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK KOEFISIEN MENYELURUH W/m2. oC BTU/ft2.jam oF I 700 3970 II 1000 5680 III 800 4540 Ditanya: a. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek, andaikan A1=A2=A3. b. Konsumsi uap c. Ekonomi uap

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (7 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

EVAPORATOR EFEK BERGANDA

Penyelesaian: Mf = 60.000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh, andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator. Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 6000 6000 Air 54000 6000 48000 Total 60000 12000 48000

Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE, dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 48000/3 = 16000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing - masing efek: Cf = 10 % NaOH = 0,1 fraksi massa C1 = 50% NaOH = 0,5

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.html (8 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM

Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar.136 Titik didih air (=suhu umpan masuk) = 180 oF Titik didih larutan = 187 oF BPE1 = 187 – 180 = 7 oF Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 181 – (76+7+13) = 85 oF 85 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek.5 Titik didih air = 281 oF Titik didih larutan = 357 oF BPE1 = 357 – 281 = 76 oF Efek III C3= 0.95 lbf/in2. 1985: Efek I C1= 0. 1985) Kondensat pada efek ke III berada pada suhu 100 oF. Dari Gambar 16-4 McCabe dkk. Tekanan kondensat = 0. EFEK I T (suhu didih) 33 T’ (suhu kondensasi) 76 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. Ts=281 oF dan ls=924 BTU/lb (lamp 8 Mc Cabe dkk.100 = 13 oF Efek II C2= 0.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Uap pada 50 lbf/in2.html (9 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .214 Titik didih air = 100 oF Titik didih larutan = 113 oF BPE1 = 113 .

993 Y = -1920 …(1) Neraca entalpi ada efek III Zat cair dari II + Zat cair dari II = Uap hasil dari III + Umpan ke I + Kondensat dari II file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.X) X – 0.10 142 0.Y) + 102 (60000 – Y) + (140.214 172 0.X) + (60000)(135) = (1126. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 248 281 248 180 149 149 172 113 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0.136 100 Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1174 67 1171 249 250 135 1126 102 140 1111 110 Flow Rate (lb/jam) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek II Uap hasil dari I + Umpan ke II = Uap hasil dari II + Zat cair dari II + Kondensat dari II (1171.EVAPORATOR EFEK BERGANDA EFEK II EFEK III 23 29 7 13 T1 = 281 – 33 = 248 oF T1’ = 248 – 76 = 172 oF T2 = 172 – 23 = 149 oF T2’ = 149 – 7 = 142 oF T3 = 142 – 29 = 113 oF T3’ = 113 – 13 = 100 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.5 0.html (10 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.Y) + 102 (60000 – Y) = 1111(48000 – X . beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor. sehingga didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain.html (11 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . laju evaporasi.940 Y = 46000 …(2) (1) dan (2) : X + 1.EVAPORATOR EFEK BERGANDA (1126.000 BTU/jam Sehingga luas permukaan: Luas rata-rata = Luas permukaan tidak sama.993 Y = -1920 2.940 Y = 46000 X – 0.Y) +(12000 + X)67 + (110.Y) X + 1. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi. penurunan suhu.983.743.933 Y = 47920 Y = 16340 lb/jam X = 46000 – (1.000 BTU/jam q3=(16340)(1126) – (16340)(110) = 16. eltalpi.940)(16340) = 14300 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 48000 – X – Y = 48000 – 14300 – 16340 = 17360 lb/jam Bebas panas: = (14300)(1171) – (12000+14300)(67) + (12000)(250) = 17.601.000 BTU/jam q2=(14300)(1171) – (14300)(140) = 14.

137 100 Konsentrasi 1174 68 1170 249 249 135 1126 101 138 1111 110 Entalpi (BTU/lb) ms 12000+X X ms 12000 60000 Y 60000-Y X 48000-X-Y Y Flow Rate (lb/jam) Hasil: a. Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Umpan ke II Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Suhu (oF) 281 113 245 281 246 180 149 149 170 114 142 Suhu Jenuh (oF) 281 0.228 170 0. Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.10 142 0. entalpi dan laju aliran.5 0.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Pembetulan suhu.html (12 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . ms = c. Konsumsi uap. Luas permukaan tiap efek = 719 ft2 b.

Ekonomi uap Penyelesaian: Produk pekat 20000 lb/jam Laju evaporasi total dapat dihitung dari neraca massa menyeluruh. Konsumsi uap f. Digunakan umpan maju dengan umpan masuk pada suhu 60 oF. Permukaan pemanasan yang dibutuhkan dalam setiap efek. Sebuah evaporator efek ganda tiga digunakan untuk memekatkan larutan NaOH 5% menjadi 50 %.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Contoh 10.3 Foust. 1960. e. Koefisien menyeluruh setelah dikoreksi dengan kenaikan titik didih diberikan pada tabel berikut: EFEK BTU/ft2.jam oF I 800 II 500 III 300 Ditanya: d. Neraca bahan (lb/jam) Umpan Cairan Pekat Air diuapkan Padat 10000 10000 Air 190000 10000 180000 Total 200000 20000 180000 Untuk dapat mengestimasi konsentrasi dan BPE.html (13 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM . Uap tersedia pada tekanan 125 psia dan ejektor pada 1 psia. andaikan A1=A2=A3. andaikan tidak ada zat padat yang hilang pada waktu melalui evaporator. Luas permukaan pemanasan pada ketiga efek adalah sama dan cukup besar untuk menghasilkan 20000 lb/jam produk pekat.masing efek: file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda. dianggap evaporasi pada masing-masing efek adalah sama yaitu: 180000/3 = 60000 lb/jam Konsentrasi larutan pada masing .

55 BTU/lb Kondensat keluar dari ejektor pada 1 psia.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Cf = 5% NaOH = 0.5 Uap pada 125 psia.2 oF Titik didih larutan = 347 oF BPE1 = 347 – 344.5+10) = 159. 1985: Efek I C1= 0.071 Titik didih air = 344. Ts = 101.5 oF Dari Gambar 16-4 McCabe dkk. Ts=344.125 Tidak adaketerangan yang jelas.5 oF Titik didih larutan = 172 oF BPE1 = 172 – 101. Titik didih air = 200 oF (Trial) Titik didih larutan = 210 oF BPE1 = 210 – 200 = 10 oF (lamp. 1985) Penurunan suhu total: Penurunan suhu bersih: 242.8) (Gbr. 16-4) (lamp 8 Mc Cabe dkk.8+70.4 oF file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.7 – (2.5 = 70.8 oF Efek III C3= 0.2 = 2.5 oF Efek II C2= 0.05 fraksi massa C3 = 50% NaOH = 0.2 oF dan ls=875 BTU/lb Hvap = 1191.02 BTU/lb Hliq = 315.5 Titik didih air (suhu keluar ejektor) = 101.html (14 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .

8 = 311.55 283.2 60 313.63 oF T2’ = 262. EFEK I EFEK II EFEK III T (suhu didih) 30.125 0.2 313.071 0.28 = 313. suhu dan flow rate sebagai berikut: Arus Uap pemanas Umpan ke I Uap hasil dari I Kondensat dari I Zat cair dari I Uap hasil dari II Zat cair dari II Kondensat dari II Uap hasil dari III Kondensat dari III Zat cair dari III Suhu (oF) 344.85 221.02 28.8 315.92 oF T1’ = 313.12 171 252.8 10 70. Penurunan suhu uap pemanas: Suhu larutan di dalam efek I sama dengan suhu uap cairan panas lanjut keluar.74 = 171.32 281.45 80.5 T1 = 344.63 oF T3 = 252.2-30.5 oF Selanjutnya ditabulasikan data entalpi.89 0.63 311.08 1105.79 Flow Rate (lb/jam) ms 200000 X ms 200000-X Y 200000-X-Y X 180000-X-Y Y 20000 0.63 171.86 231.15 139.12 oF T2 = 311.92 344.5 Neraca Entalpi X = laju evaporasi yang sebenarnya di efek I file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.EVAPORATOR EFEK BERGANDA 159.05 Suhu Jenuh (oF) Konsentrasi Entalpi (BTU/lb) 1191.74 T’ (suhu kondensasi) 2.28 48.4 oF ini harus dijabarkan untuk ketiga efek.63 – 10 = 252.92 – 2.89 – 70.06 1182.5 = 101.12 – 48.45 = 262.63 262.63 – 80.89 oF T3’ = 171.92 262.html (15 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .98 1164.

7 = 2.1786 Y = 59872.000 – X)(283.06)(X) + 10. ms = 113.X + 177.98) = (Y)(1164.79) + (Y)(221.800 – 874.86) + (200.0751 Y + 190.html (16 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .532. eltalpi. Sehingga dilakukan perhitungan kembali terhadap konsentrasi.311 = 3.000 – X – Y )(1105.8) + (ms)(315.53 (X) …(3) (2) dan (3) X + 12.315.08) (849. laju evaporasi.02 – 315. beban kalor dan luas permukaan perpindahan kalor.54 (Y) …(2) …(1) Efek III (Y)(1164.24)(Y) = 155.13 lb/jam Luas permukaan: Luas permukaan tidak sama.86) + (200.32) + (X)(281.000 + 898.0995 Y .404. sehingga file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.EVAPORATOR EFEK BERGANDA Y = laju evaporasi yang sebenarnya di efek II Neraca entalpi ada efek I (ms)(1192.02) + (200000)(28.06) = (X)(1182.82 lb/jam Kebutuhan steam. penurunan suhu.3 = 1.82 X Efek II (X)(1182.584.15) (1818.98) (1191.32) = (180. 85) + (20000)(139.000 – X – Y)(231.000 = 933.906.58 lb/jam X = 53425.55) + (200000 – X)(283.8) + (200.55) ms = 51.6 lb/jam Laju penguapan pada efek III: 180000 – X – Y = 66701.184.000 – X – Y)(231.

82 oF T1’ = 295.22 – 37.08 lb/jam Ekonomi = file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.62 – 10 = 244.2 .6 = 254.92 oF T3’ = 171.5 oF Luas permukaan rata-rata = 2580 ft2 Konsumsi uap.48. TRIAL II T1 = 344.62 oF T3 = 244.22 oF T2 = 292.82 – 2. ms = 111.92 – 70.EVAPORATOR EFEK BERGANDA didapat luas permukaan yang nilainya cukup berdekatan satu sama lain.html (17 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .5 = 171.8 = 292.38 = 295.074.62 oF T2’ = 254.5 = 101.62 – 73.

html (18 of 18)5/8/2007 3:24:12 PM .EVAPORATOR EFEK BERGANDA file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/07%20Evaporator%20efek%20berganda.

sebagaimana dalam hal pembekuan kristal es dari air laut atau larutan garam encer lainnya. Pembekuan (solidification) di dalam lelehan cair sebagaimana dalam pembuatan kristal tunggal yang besar. Kristalisasi dapat terjadi sebagai: a. seperti dalam pembentukan salju b. Kristalisasi merupakan metode yang praktis untuk mendapatkan bahan-bahan kimia murni dalam kondisi yang memenuhi syarat untuk pengemasan dan penyimpanan. Kristalisasi dari larutan cair.html (1 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Konsep dan prinsip yang diuraikan disini berlaku baik untuk kristalisasi zat terlarut (solute) di dalam larutan jenuh maupun kristalisasi sebagian dari pelarut (solvent) itu sendiri. Pembentukan partikel padat di dalam uap. Kristalisasi dari larutan sangat penting dalam industri karena banyaknya ragam bahan yang dpasarkan dalam bentuk kristal. Kristal yang terbentuk dari larutan yang tak murni selalu murni. atau c. campuran dua fase cairan induk (mother liquor) dan kristal dari segala ukuran. yang mengisi kristalisator file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Pembahasan kita hanya akan dibatasi pada situasi yang terakhir ini aja yaitu kristalisasi dari larutan cair. Penggunaannya sangat luas karena dua hal: 1. 2.Bab 8 BAB VIII KRISTALISASI Kristalisasi atau penghabluran ialah peristiwa pembentukan partikel-partikel zat padat di dalam suatu fase homogen. Dalam kristalisasi dari larutan sebagaimana dilaksanakan dalam industri.

Geometri Kristal Kristal adalah suatu benda mati yang sangat terorganisasi. namun sudut-sudut yang dibentuk oleh muka-muka yang sebanding pada semua kristal dari bahan yang sama selalu sama dan merupakan karakteristik (ciri) dari bahan itu.html (2 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . bila kristal dibiarkan terbentuk tanpa gangguan dari kristal lain atau benda luar. pencucian. besarnya seragam. Akibat dari susunan pertikel seperti itu. disebut magma. untuk dapat diterima langganan. dan tidak melekat dalam kemasan. Walaupun ukuran relatif muka dan sudut berbagai kristal dari bahan yang sama mungkin sangat berbeda-beda. dan itulah yang menjadi tujuan utama dalam perancangan dan operasi kristalisator.Bab 8 (crystallizer) dan dikeluarkan sebagai hasil. Jika kristal itu akan diproses lebih lanjut. yang disebut muka (face). serta penyimpanan kristal. 2. Kristal dicirikan oleh kenyataan bahwa partikel-partikel pembentuknya (yang bisa berupa atom. molekul atau ion) tersusun dalam suatu susunan tiga dimensi yan beraturan yang disebut kisi (lattice). Jika kristal itu akan dipasarkan sebagai hasil akhir. maka ukuran yang wajar dan cukup seragam diperlukan untuk kemudahan filtrasi (penyaringan). pelaksanaan reaksi dengan bahan kimia lain. Tujuan kristalisasi yang utama adalah mendapatkan perolehan yang memuaskan serta kemurnian yang tinggi. Untuk mencapai tujuan ini. CSD) harus dikendalikan dengan ketat. masing-masing kristal itu harus kuat. kristal itu akan berupa polihedron yang mempunyai sudut-sudut tajam dan sisi yang rata. untuk itu hal-hal yang menjadi pertimbangan: 1. pengangkutan. maka distribusi ukuran kristal (crystal size distribution. tidak menggumpal. Sistem Kristalografi Oleh karena semua kristal dari setiap bahan tertentu mempunyai sudut antarmuka yang sama file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.

tetapi masih mengandung cairan induk bila dikeluarkan dari magma akhir. heksagonal. Laju pertumbuhan setiap muka diukur dengan kecepatan translasi muka itu dalam berpindah menjauhi pusat pada arah tegak lurus terhadap muka itu. paling umum terdapat di alam dalam bentuk heksagonal (sebagai kalsit) tetapi juga terdapat dalam bentuk ortorombik (aragonit).Bab 8 walaupun terdapat perbedaan besar dalam tingkat perkembangan masing-masing muka. Kemurnian hasil Kristal yang baik. terlihat penampang kristal invarian selama pertumbuhannya. 8. dan triklin.html (3 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Satu bahan tertentu dapat terkristalisasi di dalam dua kelas yang berbeda atau lebih. kebutuhan energi. Setiap poligon di dalam gambar tersebut menunjukkan sosok (outline) kristal pada beberapa waktu yang berbeda. laju nukleasi dan laju pertumbuhan. terjadi kontaminasi. Prinsip Kristalisasi Kristalisasi dapat dianalisis dari sudut pandangan kemurnian. laju perpindahan berbagai muka kristal invarian itu tidaklah sama. semua poligon itu mempunyai keserupaan geometrik dan garis putusputus yang menghubungkan sudut-sudut poligon itu dengan pusat kristal itu merupakan garis lurus. dan jika panen itu mengandung agregat kristal. dan derajat kontaminasi ini bergantung pada banyak dan derajat ketakmurnian cairan induk yang terkandung file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Kalsium karbonat misalnya. perolehan. ortorombik. Kristal demikian disebut kristal invarian. Pada Gambar 28-1 Mc Cabe et al. bentuk kristal diklasifikasikan atas dasar sudut-sudut ini. bergantung pada kondisi kristalisasi. tetragonal. Bila cairan induk yang terkandung yang kemurniannya rendah itu dikeringkan. trigonal. yaitu kubus. monoklin..1. Oleh karena kristal tersebut invarian. Titik pusat harus dianggap sebagai lokasi inti asal tempat kristal itu tumbuh. kristal yang tumbuh setiap memelihara keserupaan geometriknya selama pertumbuhan. Kecuali jika kristal itu berbentuk polihedron beraturan. 1985. Ada tujuh kristal. Kristal Invarian Pada keadaan ideal. terbentuk dengan baik. massa zat padat itu mungkinmengandunng cairan induk bersama kristal. biasanya hampir murni.

adapula yang mengikuti kurva kelarutan terbalik (inverted solubility curve) pada kurva 3. Beberapa bahan mengikuti kurva seperti kurva 2. artinya kelarutannya meningkat hampir secepat peningkatan suhu. sebagian besar cairan induk yang terkandung itu dipisahkan dari kristal dengan cara filtrasi dan sentrifugasi. Efektivitas langkah pemurnian bergantung pada ukuran dan keseragaman kristal.html (4 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Dalam prakteknya. Kebanyakan bahan mengikuti kurva yang serupa dengan kurva 1. Data kelarutan sebagai fungsi suhu diberikan pada gambar berikut. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. sedang sisanya dikeluarkan dengan mencucinya dengan pelarut segar.Bab 8 bersama kristal. dimana kelarutan berubah sedikit saja dengan suhu. yang berarti bahwa kelarutannya berkurang bila suhu dinaikkan. dan hubungan keseimbangan untuk kristal induk adalah kurva kelarutan. Keseimbangan dan Perolehan Keseimbangan di dalam proses kristalisasi dapat dicapai bila larutan itu jenuh.

html (5 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .Bab 8 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.

terbentuk beberapa macam hidrat. Zat padat itu terdiri dari campuran mekanik yang akrab antara es dan MgSO4. Setiap larutan yang mengandung kurang dari 16. dan keseimbangan dalam sistem itu bisa rumit.5 persen MgSO4 akan mengendapkan es bila suhunya mencapai garis pa. Garis patah-patah abcdq ialah kurva kelarutan. 1985) di atas. file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.html (6 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . Diagram fase untuk sistem magnesium sulfat-air terlihat pada gambar 28-3 ( Mc Cabe. Garis putus-putus eag-f-hij menunjukkan solidifikasi (pembekuan) larutan cair membentuk berbagai fase zat padat. Pada beberapa sistem. Konsentrasi magnesium sulfat bebas air (anhydrous) dalam fraksi massa digambarkan digambarkan grafiknya terhadap suhu dalam derajat Fahrenheit. Setiap larutan yang mengandung lebih dari 16.5% akan mengendapkan. pada waktu pendinginan. Luas pae menunjukkan campuran es dan larutan jenuh. Keseluruhan luas di bawah dan sebelah kiri garis penuh menunjukkan larutan tak jenuh magnesium sulfat di dalam air. bergantung pada konsentrasi dan suhu. zat padat bila suhu mencapai garis ini.12H2O.Bab 8 Banyak bahan anorganik yang penting-penting mengkristalisasi dengan air kristal. Zat padat yang terbentuk pada titik a disebut etetik (eutectic).

diperlukan waktu yang agak panjang untuk mencapai keseimbangan.7H2O. dan di atas titik d kristal itu adalah MgSO4. karena air ini tidak terkandung di dalam larutan . cairan induk akhir mungkin sangat lewat jenuh dan perolehan yang didapatkan akan lebih kecil dari menurut hasil perhitungan dari kurva kelarutan. Jika kristal itu bebas air. Dalam daerah qdk. karena fase padat itu tidak mengandung pelarut. campuran itu adalah larutan jenuh dan MgSO4. campuran itu terdiri dari larutan jenuh dan kristal MgSO4.12H2O. antara b dan c fase zat padat adalah MgSO4. Data kelarutan itu biasanya diberikan sebagai bagian massa bahan bebas air perseratus bagian dari massa pelarut total atau dalam persen massa zat terlarut bebas air.6H2O. Data ini tidak memperhitungkan air kristalisasi. sistem keseimbangan terdiri dari campuran larutan jenuh dan kristal MgSo4. Bila laju pertumbuhan kristal itu lambat. Hal ini sangat besar bila larutan itu viskos atau dimana kristal itu mengumpul di dasar kristalisator sehingga hanya sedikit saja permukaan kristal yang terkena larutan lewat jenuh. dan cairan induk itu jenuh pada suhu akhir proses itu. Perolehan dari proses itu dapat dihitung dari konsentrasi awal dan kelarutan pada suhu akhir.6H2O. antara c dan d kristalnya adalah MgSO4. Perolehan Pada kebanyakan proses kristalisasi. Dalam daerah dljc. Bila panen itu mengandung air kristal.Bab 8 Antara titik a dan b kristalnya adalah MsSO4. Di dalam daerah cihb.7H2O (garam epsom). kuantitasnya harus diketahui atau dapat diperkirakan. H2O. Dalam situasi demikian. Kunci dalam perhitungan perolehan zat terlarut file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. air yang terdapat bersama kristal itu harus diperhitungkan.H2O. Jika selama proses itu terjadi penguapan yang cukup besar.html (7 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . kristal dan cairan induk berada pada waktu yang cukup lama sehingga mencapai keseimbangan. perhitungan perolehan itu sederhana.

html (8 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .5 persen H2O.4 BM 7H2O = 126. konsentrasi atau kuantitas yang didasarkan atas air bebas dapat dikurangkan untuk memberikan hasil yang benar.7H2O dan bahwa konsentrasi cairan induk pada suhu 60 oF adalah 24. Mc Cabe. 1985.1 BM MgSO4. Misalkan larutan awal 1000 kg.5 file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. Selama pendinginan. dkk. 5 persen dari total air yang terdapat di dalam sistem itu menguap. Air total = 70 % x 1000 = 700 kg Penguapan = 5 % x 700 = 35 kg BM MgSO4 = 120.Bab 8 bebas air ialah menyatakan semua massa dan konsentrasi sebagai garam hidrasi dan air bebas.5 persen MgSO4 bebas air dan 75. Berapa kilogram kristal yang didapat per kilogram campuran semula? Penyelesaian: Dari gambar diagram fasa terlihat bahwa kristal itu adalah MgSO4. Oleh karena kuantitas yang terakhir ini yang tetap berada dalam fase cair selama berlangsungnya kristalisasi.7H2O = 246. Suatu larutan yang terdiri dari 30 persen MgSO4 dan 70 persen H2O didinginkan sampai 60 oF. Contoh 28-1.

5 % H2O.7H2O (cairan induk+kristal): Air bebas = 1000 – 35 – 614 = 351 kg Dalam 100 kg cairan induk: MgSO4. Contoh 12-11. MgSO4.10H2O jika data kelarutan file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.84 kg Dalam 1000 kg larutan awal.7H2O dan H2O mempunyai perbandingan 24.10H2O.16 = 49.7H2O = Air bebas = 100 – 50. 1987 Larutan garam 10.html (9 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .000 kg dengan 30 % berat Na2CO3 didinginkan hingga suhu 293 K.1 Geankoplis. Hitung kristal hasil Na2CO3.7H2O pada cairan induk: Panen akhir adalah 614 – 353 = 261 kg kristal per 1000 kg larutan awal.5% MgSO4 dan 75.Bab 8 MgSO4. MgSO4. Kristal garam yang terbentuk Na2CO3.

Bab 8 adalah 21. pada: a. Asumsi bahwa 3 % dari total larutan hilang karena penguapan air.2 BM Na2CO3. Penyelesaian: BM Na2CO3 = 106 BM 10H2O= 180. Neraca massa Na2CO3 …(2) file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi. b.10H2O = 286.2 W = kg air yang menguap S = kg cairan induk C = kg kristal Na2CO3.10H2O. Asumsi tidak ada air yang menguap.5 kg Na2CO3/100 kg air total.html (10 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM . a) W = 0 Neraca massa air …(1) fraksi berat air dalam kristal.

html (11 of 11)5/8/2007 3:24:13 PM .Bab 8 Dari (1) dan (2): C = 6370 kg Na2CO3.10H2O S = 3630 kg larutan induk b) W = 0.3 (10000) = 300 kg H2O Neraca massa air …(3) Neraca massa Na2CO3 …(4) Dari (3) dan (4): C = 6630 kg Na2CO3.10H2O S = 3070 kg larutan induk file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/08%20Kristalisasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful