SAR

PERBEDAAN BELAJAR TENIS MEJA DENGAN LATIHAN PEGANGAN SHAKEHAND GRIP DENGAN FREKUENSI CEPAT DAN LAMBAT TERHADAP KETERAMPILAN BERMAIN TENIS MEJA DI CLUB PERSATUAN TENIS MEJA (PTM) HOTEL MERDEKA KABUPATEN WONOSOBO

oleh

Andi Septiono NIM 6124980888

Skripsi ditulis untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan Jasmani

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006

ii

SARI Skripsi ini berjudul “Perbedaan Belajar Tenis Meja dengan Latihan Pegangan Shakehand grip dengan Frekuensi Cepat dan Lambat terhadap keterampilan bermain tenis meja di Club Persatuan Tenis Meja (PTM) Hotel Merdeka Kabupaten Wonosobo”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara belajar tenis meja dengan latihan pcgangan shakehand grip dengan frekuensi cepat dan lambat terhadap keterampilan bermain tenis meja di Club Persatuan Tenis Meja (PTM) Hotel Merdeka Kabupaten Wonosobo, dan untuk mengetahui mana yang lebih baik antara belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat dan lambat terhadap keterampilan bernain tenis meja di Club Persatuan Tenis Meja (PTM) Hotel Merdeka Kabupaten Wonosobo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eksperimental yang menggunakan pola match by subject dengan atau disingkat pola M-S. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa Club Tcnis Meja (PTM) Hotel Merdeka Kabupaten Wonosobo berjumlah 75 orang. Sedangkan pengambilan sampel dengan menggunakan random sampling dengan jumlah 40 siswa. Berdasarkan hasil test awal yang menggunakan ordinal pairing dengan test ketepatan lemparan atas yang kemudian sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Perlakuan dalam penelitian ini adalah belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat untuk kelompok eksperimen dan belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi lambat untuk kelompok kontrol yang dilakukan selama 6 minggu atau selama 18 pertemuan, seteIah diberi perlakuan selama 6 minggu diadakan test akhir dengan test yang sama dengan test awal. Hasil test akhir kedua kelompok diujikan dengan analisis statistik yaitu test-test untuk sampel. Sampel yang berkorelasi dengan db=19 dan taraf signifikansi= 5%. Dari perhitungan tersebut diperoleh t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 2,751>2093 maka hipotesis nihil yang menyatakan tidak ada perbedaan hasil metode antara belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat dan lambat terhadap keterampilan bermain tenis meja di Club Persatuan Tenis Meja (PTM) Hotel Merdeka Kabupaten Wonosobo “ditolak”. Berarti ada perbedaan metode antara belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat dan lambat terhadap ketetampilan bermain tenis meja di Club Persatuan Tenis Meja (PTM) Hotel Merdeka Kabupaten Wonosobo “diterima”. Selanjutnya untuk mengetahui yang lebih baik, maka digunakan perbandingan nilai mean kelompok eksperimen dan mean kelompok kontrol dari nilai mean kelompok yaitu 21,65>21,15. Dengan demikian antara metode belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat lebih baik dari pada dengan metode belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi lambat terhadap keterampilan bermain tenis meja di Club Persatuan Tenis Meja (PTM) Hotel Merdeka Kabupaten Wonosobo. Berdasarkan hasil tersebut maka disimpulkan bahwa ada pengaruh yang berbeda pada metode belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat dan lambat terhadap keterampilan bermain tenis meja di Club Persatuan Tenis Meja (PTM) Hotel Merdeka Kabupaten Wonosobo. Dan antara metode belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat lebih baik dari pada dengan metode belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi lambat terhadap keterampilan bermain tenis meja di Club Persatuan Tenis Meja (PTM) Hotel Merdeka Kabupaten Wonosobo. iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke Sidang Panitia Ujian Skripsi.

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. Sutardji M.S. NIP. 130523506

Drs. Bambang BR M.Si NIP 131571554

Mengesahkan Ketua Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

Drs. Harry Pramono, M.Si NIP. 131469638

iv

00 – 15. Khomsin. Bambang Budi Raharjo. Drs.Pd NIP. M.Si NIP. Drs.HALAMAN PENGESAHAN Telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang Pada hari Tanggal Pukul : Rabu : 22 Februari 2006 : 13. 130 523 506 3. M. M. Dr. Prapto Nugroho. Sutardji. 131 469 635 2. Sekretaris.M. H. 131 469 638 1.Si NIP. Drs. 131 469 639 Dewan Penguji Drs. Harry Pramono. MS NIP.Kes NIP. 131 571 554 v .00 WIB Tempat Ujian : Ruang Ujian Skripsi Panitia Ujian Ketua Panitia.

Tak ada sukses yang terulang kembali. Suatu usaha yang dimulai janganlah dihentikan sebelum dirasakan hasilnya. Yang tersayang Lilik 4. tetapi yang paling buruk adalah tidak mencoba. tanpa kerja keras lagi.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO : 1. Kegagalan bukanlah hal yang paling buruk. 2. PERSEMBAHAN 1. 3. Bapak dan Ibu tercinta. terimakasih atas do’a dan ketulusan hatinya 2. Teman-teman seperjuangan vi . Buat adikku sekeluarga 3.

Penulisan skripsi ini tidak lepas dari hambatan dan rintangan.Si.. MS. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang. yang telah membantu dalam penelitian ini. tetapi berkat adanya bantuan dari berbagai pihak. Harry Pramono. MS. 2. 6. Rekan-rekan FlK Universitas Negeri Semarang yang telah membantu dalam pelaksanaan penelitian. sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan skripsi ini. 4. 7. Bapak Drs. pelatih dan instruktur Club Persatuan Tenis Meja Hotel Merdeka Wonosobo. Bapak Drs. Bapak ibu dan karyawan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang. Bambang BR M. Sutardji. membimbing. vii . Bapak Drs. kesulitan itu dapat teratasi untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya kepada: 1. Ketua Jurusan Pendidikan jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.KATA PENGANTAR Puji Syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas Rahmat dan HidavahNya. M.. Bapak Edy Pramono. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. dosen pembimbing I dan Drs. Sutardji. 3. 5.. selaku dosen pembimbing II yang telah mendorong. yang telah membantu dan mendorong dalam penelitian ini. dan memberi petunjuk hingga tersusunnya skripsi ini.Si.

sehingga kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan.. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. semoga mendapat berkah dari Tuhan Yang Maha Esa.... Semarang.... Penulis menyadari sepenuhnya dalam penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan.Kemudian atas bantuan dan pengorbanan yang telah diberikan..Januari 2006 Penulis viii .

5 Teknik Pengambilan Data ……………………………………….....2. 1. Halaman Persetujuan …………………………………………………………..7 Instrumen Penelitian . 1. ………………………………………………………………… Daftar Gambar ………………………………………………………………….2 Sampel dan Teknik sampling ……………………………………. Daftar Tabel ...3 Variabel Penelitian ……………………………………………… 3. 3... ii iii iv v vi viii ix xi xii 1 1 3 4 4 5 7 7 25 29 29 30 32 33 33 36 37 38 39 Sari ……………………………………………………………………………..... 3.. Halaman Pengesahan ………………………………………………………….8 Faktor-faklor yang Mempengaruhi dan Usaha Mengatasinya ……..9 Analisis Data ………………………………………………………. 3.. Daftar Lampiran ……………………………………………………………….……………………………………………. 3.2 Hipotesis ………………………………………………………… BAB III METODOLOGI PENELITIAN ……………………………………… 3..1. BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………… 1. Alasan Pemilihan Judul ……………………………………………. 3. Penegasan Istilah ………………………………………………….1 Landasan Teori …………………………………………………... Daftar Isi ………………………………………………………………………... 1.. Permasalahan ……………………………………………………… 1. 3..3 Tujuan Penelitian ………………………………………………….. 2. 2....4..5 Manfaat Penelitian ………………………………………………… BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS ……………………………..4 Rancangan Penelitian …………………………………………... ix . Halaman Persembahan ………………………………………………………… Kata Pengantar ………………………………………………………………...1 Populasi …………………………………………………………. 3..DAFTAR ISI Halamanjudul ………………………………………………………………… i ..6 Prosedur Penelitian .…………………………………..

. 46 DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………… 47 LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………………………………… 48 x . 4..1 Hasil Penelitian …………………………………………………….1 Simpulan …………………………………………………………….BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ………………………..2 Pembahasan ………………………………………………………… 43 43 44 BAR V SIMPULAN DAN SARAN …………………………………………… 46 5. 46 5. 4.2 Saran ………………………………………………………………..

...40 xi ............DAFTAR TABEL Tabel 1 Persiapan Perhitungan Statistik Dengan Menggunakan Pola MS ..

.............................................................................21 Gambar 11 Pegangan Shakehand gripdilihat dari belakang ....................................................................................58 Gambar 17 Pengambilan Tes Akhir ..............................................57 Gambar 14 Pemberian Pemanasan Sebelum Kegiatan Belajar Mengajar ................17 Gambar 6 Square Stance dilihat dari Depan dan Samping .........................18 Gambar 7 Side Stance dilihat dari Depan dan Samping ................................15 Gambar 4 Rangkaian Gerakan Backhand Service .......................................58 Gambar 16 Pemberian Tes Awal ................20 Gambar 9 Pegangan Shakehand grip.....................DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Rangkaian Gerakan Forehand Push ..............................................................................................................57 Gambar 15 Pemberian Contoh Kegiatan Belajar Mengajar pada Siswa ....................................................................................21 Gambar 10 Pegangan Shakehand grip............................16 Gambar 5 Rangkaian Gerakan Backhand Drive ........................................14 Gambar 3 Rangkaian Gerakan Forehand Service ........22 Gambar 13 Peserta Penelitian Tenis Meja Hotel Merdeka Wonosobo .....13 Gambar 2 Rangkaian Gerakan Backhand Push ................................................................... 59 xii ...........................................22 Gambar 12 Pegangan Shakehand grip dilihat dari depan .............................................................................................19 Gambar 8 Pegangan Shakehand grip.....................

54 Lampiran 8 Hasil Perhitungan t hitung ............................ 51 Lampiran 5 Hasil Tes Awal Yang Telah Dikelompokan Dalam Daftar Kelompok Eksperimen Dan Kelompok Kontrol ............................... 48 Lampiran 2 Hasil Tes Awal Pukulan dengan Shakehand grip ......................................................................................................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Daftar Nama Sampel Penelitian . 53 Lampiran 7 Hasil Tes Akhir Pegangan Shakehand grip Kelompok Kontrol .......................... 52 Lampiran 6 Hasil Tes Akhir Pegangan Shakehand grip Kelompok Eksperimen .... 49 Lampiran 3 Hasil Tes Awal Yang Diurutkan dari Tertinggi sampai Terendah . 50 Lampiran 4 Rangking Dari Hasil Tes Awal Yang Telah Dipasangkan ................ 55 Lampiran 9 Perhitungan Statistik Dengan Pola M-S Terhadap Hasil Tes Akhir ......................... 61 xiii .......................... 60 Lampiran 11 Surat Keterangan Penelitian ... 56 Lampiran 10 Daftar Distribusi t tabel .........................................................................................................................

mereka yang melakukan kegiatan olahraga tertentu untuk mencapai prestasi yang optimal. Olahraga tenis meja di Indonesia merupakan bagian dari salah satu cabang olahraga permainan yang belum dapat mengimbangi prestasi dunia. Pada kenyataannya ada empat dasar tujuan manusia melakukan aktivitas olahraga.1 Alasan Pemilihan Judul Dewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berjalan sangat pesat. Kegiatan olahraga pada hakekatnya dapat dibedakan menjadi dua aktivitas utama jika ditinjau dari sasarannya. Ketiga. Kedua. Pertama. memiliki kemauan yang kuat untuk berhasil dan dapat menggunakan metode atau teknik yang tepat maka akan mencapai hasil yang optimal. mereka yang melakukan kegiatan olahraga untuk tujuan rekreasi. mereka yang melakukan kegiatan olahraga dengan tujuan untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani tertentu. Baik kegiatan prestasi maupun non prestasi jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.BAB I PENDAHULUAN 1. Meskipun disamping keempat fungsi olahraga yang telah disebutkan masih terdapat bebrapa hal lain yang dapat bermanfaat dalam kegiatan sehari-hari. sehingga mendorong kesadaran masyarakat akan arti pentingnya kesehatan dan orang lebih tahu akan arti pentingnya olahraga bagi kesehatan. yaitu kegiatan prestasi dan non prestasi. Keempat. mereka yang melakukan kegiatan olahraga untuk pendidikan. baik di tingkat 1 . untuk mata pencaharian (profesi) dan sebagainya. misalnya untuk mendapat relasi baru.

Dalam hal ini penulis memilih hasil belajar tenis meja dengan pemberian latihan pukulan menggunakan shakehand grip dengan frekuensi cepat dan lambat sebagai pilihan yang tepat untuk meningkatkan keterampilan bermain tenis meja. Salah satu cara meningkatkan hasil belajar tenis meja dalam permainan tenis meja dalam permainan tenis meja adalah dengan cara memilih dan menggunakan metode yang tepat di dalam mengajar tenis meja. Melalui olahraga ini remaja banyak memperoleh manfaat khususnya dalam hal pertumbuhan fisik. mental dan sosial yang baik. Dalam belajar ataupun pertandingan tanpa adanya disiplin yang dari siswa tidak akan mencapai kemenangan (Imam Sodikun. ulet. Agar dapat membedakan maka dalam proses belajar akan diberikan latihan dengan jumlah ulangan dan . club atau perkumpulan. 1986:17).perkumpulan tenis meja yang lainnya. pukulan dan dan cara mengembangkan permainan itu sendiri (Peter Simpson. Oleh karena usaha untuk meningkatkan hasil belajar (keterampilan bermain) tenis meja adalah sangat penting baik di tingkat sekolah. fisiologis. Hal tersebut tidak dapat dipungkiri karena di dalam permainan tenis meja terkandung nilai-nilai paedagogis.2 Asia maupun di tingkat Internasional. 1992:14). karena cara memukul bola akan menentukan teknik permainan kita. dan bertanggung jawab. Dalam proses belajar tenis meja merupakan sasaran pokok dalam penyelidikan. terutama yang menyangkut masalah perbedaan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat dan lambat. disiplin. Melalui olahraga ini juga dapat mendidik siswa untuk rajin. tekun. Belajar dengan tekun dan rajin akan memperoleh hasil yang lebih baik. intelektual dan sosiologis.

1.2 Permasalahan Suatu penelitian tidak terlepas dari pemasalahan. lni bukan berarti bahwa kemampuan dalam tenis meja tidak hanya ditentukan oleh metode belajar saja. Dari uraian di atas. dapat penulis sampaikan permasalahan yang perlu diteliti sebagai berikut: “Apakah ada perbedaan belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat dan lambat terhadap keterampilan bermain tenis meja di Club Persatuan Tenis Meja (PTM) Hotel Merdeka Wonosobo ? 1. dianalisa dan dipecahkan. Berdasarkan latar belakang itulah. Karena pegangan dalam tenis meja adalah salah satu faktor yang menentukan keberhasilan seorang pemain dalam memenangkan permainan. sehingga perlu kiranya masalah tersebut untuk diteliti. Setelah mengetahui dan memahami latar belakang masalah tersebut.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan diatas maka penulis mempunyai tujuan dalam . tetapi masih banyak faktor lain yang dapat mempengaruhinya. salah satu metode belajar untuk dapat terampil bermain tenis meja adalah harus menguasai pegangan baik dengan frekuensi cepat dan lambat. penulis menyusun skripsi dengan judul: Perbedaan belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat dan lambat terhadap keterampilan bermain tenis meja di club Persatuan Tenis Meja Hotel Merdeka Wonosobo.3 waktu pelaksanaan yang sama.

penulis memberikan penegasan istilah sebagai berikut: 1.4 penelitian ini sebagai berikut: 1. Belajar Belajar dalam Kamus Umum Besar Bahasa Indonesia adalah “berlatih”. Perbedaan Istilah perbedaan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah diartikan sebagai hal yang menjadikan berlainan (berbeda) antara benda yang satu dengan yang lain (Depdikbud. 1. Latihan . Untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang berarti antara perbedaan belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat dan lambat terhadap keterampilan bermain tenis meja di Club Persatuan Tenis Meja (PTM) Hotel Merdeka Wonosobo. 1988:13). Jadi yang dimaksud belajar dalam penelitian ini adalah berlatih tenis meja (Depdikbud. 1988:90). 2. 3.4 Penegasan Istilah Guna menghindari masalah yang menyimpang dari tujuan dan tidak menimbulkan kesulitan dalam penafsiran. Untuk mengetahui manakah yang lebih baik antara belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat dan lambat terhadap keterampilan bermain tenis meja di Club Persatuan Tenis Meja (PTM) Hotel Merdeka Wonosobo. 2.

cara. Frekuensi cepat dan lambat Frekuensi adalah gelombang (Kamus Umum Besar Bahasa Indonesia. Penulis berharap dengan belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat dan lambat terhadap keterampilan bermain tenis meja dapat membuat efektivitas belajar bagi pemain pada umumnya dan siswa Club Persatuan Tenis Meja Hotel Merdekan Wonosobo pada khususnya. Keterampilan bermain tenis meja Keterampilan berarti terampil (Kamus Umum Besar Bahasa Indonesia. 2002:15). 6.5 Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan : 1. 1. perbuatan melatih (1994:569). 1994). Pegangan Shakehand grip Yaitu pegangan yang menyerupai orang yang sedang bejabat tangan (Lany Hodges. 4. . Jadi yang dimaksud dengan keterampilan dalam penelitian disini adalah terampil bermain tenis meja. 5. Yang dimaksud disini adalah ulangan melakukan pukulan dengan cepat dan lambat.5 Dalam Kamus Umum Besar Bahasa Indonesia kata latihan berarti proses. 1994:1070).

guru pendidikan jasmani. maupun para atlit tenis meja agar dalam memberi pembinaan. khususnya mengenai metode yang harus digunakan.6 2. pelajaran atau latihan lebih banyak memiliki landasan ilmiah. . Penulis berharap hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan yang positif bagi para pelatih dan pembina tenis meja.

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS 2. Salah satu daya tarik yang dapat ditemui dalam 6 . Dengan demikian agar seorang pemain menggunakan alat tersebut untuk berlatih setiap saat. 0leh pihak lawan ke tempat semula dan juga harus melewati atas net.1 Hakikat Permainan Tenis Meja Permainan tenis meja adalah suatu jenis permainan yang menggunakan meja sebagai tempat untuk memantulkan bola yang dipukul oleh seorang pemain dan bola yang dipukul tersebut harus melewati atas net atau jaring yang dipasang di tengah-tengah meja.1 Landasan Teori Adanya landasan teori bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas agar tujuan dari penelitian dapat tercapai seperti apa yang dinginkan. meja.1. baru bola tersebut dapat dikembalikan. bola. jadi bola tidak boleh di volley (Arm Abdoellah. Dengan demikian bola berjalan bolak-balik melewati atas net atau jaring yang dipukul seorang bergantian dan memukulnya harus memantul pada permukaan meja. karena faktor lainpun banyak yang menunjang prestasi tenis meja. 1981:541). Namun bukan berarti unsur lain atau kemampuan lain tidak perlu atau tidak penting yang dapat diabaikan. dan net. 2. Permainan tenis meja merupakan daya tarik tersendiri jika dibandingkan dengan olahraga lainnya. Bola yang dipukul dan melewati net ini harus memantul pada meja pihak lawan. Permainan tenis meja adalah permainan yang menggunakan bet atau alat pemukul.

haruslah . 2. 1988:196). Prestasi maksimal tidak mungkin dicapai dalam kurun waktu yang singkat. Program latihan tersebut harus dibuat secara sistematis dan strategis yang tentunya berkaitan dengan waktu.1. yaitu dengan jumlah antara 12 sampai 16 repetisi sedangkan jumlah setnya tetap yaitu tiga kali. jenis kegiatan. Pelaksanaan set dilaksanakan dengan beberapa repetisi dari suatu bentuk latihan. Latihan menggunakan set dan repetisi. maka perlu dipelajari dan dilatih secara teratur. jumlah latihan. kemudian men8ulangi lagi repetisi seperti semula (Harsono. keterampilan.7 permainan tenis meja adalah terletak pada pukulan. dan mental hanya dapat dicapai melalui program latihan yang cukup waktunya. 1997:1). disusul dengan istirahat. semakin banyak repetisi maka semakin baik hasilnya”. Hal ini disebabkan karena menurut Sajoto (1990:37) menyatakan bahwa “Untuk latihan bukan beban. Dilihat dari manfaat atau fungsi pukulan yang begitu besar dalam permainan tenis meja. kecakapan untuk mencapai prestasi yang baik dengan tujuan latihan adalah untuk membantu atlit meningkatkan keterampilan dan prestasi semaksimal mungkin. Program latihan adalah suatu petunjuk atau pedoman yang mengikat secara tertulis berisi cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan masa mendatang yang telah diterapkan (Depdikbud. Pembinaan fisik.2 Teknik Dasar BermainTenis Meja Upaya untuk mempertahankan bermain tenis meja yang baik. Latihan merupakan suatu usaha berlatih untuk mencapai kemahiran. Dengan jumlah repetisi bertambah dan jumlah set tetap. dan fasilitas lainnya serta harus disesuaikan dengan karakteristik atlit dan cabang olahraganya.

pengembalian bola smash yang bersifat bertahan biasanya dilakukan dengan topspin atau sidesspin. i. g. Mematikan pukulan lob. yaitu jenis stroke yang keras disertai gerakan tangan yang bebas sehingga bola akan melaju dengan kecepatan tinggi. e. h.8 dapat menguasai dasar-dasar bermain tenis meja. diselingi smash pendek panjang. d. Pukulan serang dari posisi dekat meja. pukulan block dan pukulan dorong backspin b. . Chop. dari posisi jarak menengah dan dari atas meja. Loop stroke. kemampuan teknik dasar dan akan lebih dikuasai dan dimiliki bagi setiap pemain tenis meja. f. Pada waktu kita memainkan loop stroke maka bola itu akan melaju dengan spin yang minim sekali. termasuk tembakan cepat dan lambat. Drive. Pukulan dorong cepat. Chop di atas meja. Dengan pengawasan oleh seorang pelatih yang profesional serta didukung dengan latihan teratur. merupakan drive stroke yang dikembangkan lebih lanjut. Pukulan lob. Dibawah ini akan dijelaskan mengenai teknik-teknik dasar tenis meja menurut Achmad Damiri dan Nurlan Kusmeidi (1992:56) adalah sebagai berikut: a. c. terutama yang digunakan melawan tembakan yang menuju badan. Mengembalikan bola pendek.

9

2.1.3

Teknik Pukulan dalam Permainan Tenis Meja Teknik pukulan adalah cara yang dipakai untuk memukul dalam

permainan tenis meja. Pukulan dalam permainan ini banyak ragamnya, tetapi semuanya dapat dipergunakan sesuai dengan situasi dan kondisinya. Tiap-tiap pukulan hanya dapat digunakan pada situasi tertentu saja. Indiarti A, dkk (1980 45) mengelompokkan jenis pukulan tenis meja ini dalam dua kelompok yaitu teknik pukulan yang paling dasar di antaranya: 1. Push Push adalah teknik memukul bola dengan gerakan mendorong, dengan sikap bet terbuka. Push biasanya digunakan untuk mengembalikan pukulanpukulan push itu sendiri dan pukulan chop. Putaran bola pada pukulan push sangat sedikit (little spin) atau bahkan tidak ada dengan arah putaran backspin. Bagaimanapun gaya permainan anda nantinya dan sedahsyat apapun lop, smash anda kembangkan anda harus menjinakkan semua bola lawan dengan teknik push ataupun block. Teknik pengembalian bola tergantung pada jenis spin dan pukulan lawan. Push terutama digunakan untuk menahan bola tanpa spin (mengapung), atau bola lambat, ataupun bola-bola yang mengandung backspin. Ia tidak sesuai untuk menahan bola-bola cepat maupun yang mengandung topspin karena akan membuat bola melambung (Peter Simpson, 1981:19).

10

Tahap-tahap atau rangkaian gerakan forehand push dan backhand push seperti di bawah ini: a. Forehand Push Sikap Permulaan Bahu kiri diputar dekat dengan net, sudut terbuka, tinggi bet hampir sejajar dengan bahu, kaki kiri di depan dan berat badan diletakkan pada kaki kanan (lihat gambar 1a). Sikap Perkenaan Perkenaan terjadi pada saat pantulan bila tertinggi (peak) dengan sudut bet tetap terbuka. Pada saat perkenaan terjadi bahu kanan diturunkan bersamaan dengan pindahnya berat badan ke kaki depan (lihat gambar 1b) Sikap Akhir Sikap akhir atau gerak lanjutan dari forehand push adalah dari lengan sampai lurus dan bahu pada posisi rendah dan pada saat ini berat badan telah benarbenar dipindahkan ke kaki depan (lihat gambar 1c).

A

B

C

Gambar 1 Rangkaian Gerakan Forehand Push (Peter Simpson, 1981:35)

11

b. -

Backhand Push Sikap permulaan Teknik pukulan backhand push adalah lengan yang memegang bet ditarik mendekati tubuh, sedikit dibawah bahu kiri, sudut bet terbuka, kaki kanan berada di depan dengan berat badan pada kiri (lihat gambar 2a).

-

Sikap saat perkenaan Perkenaan dilakukan pada saat bola mencapai pantulan tertinggi. Pada saat ini berat badan dipindahkan dari kaki belakang ke kaki depan (lihat gambar 2b).

-

Sikap akhir atau lanjutan Setelah perkenaan bola dengan bet, gerakan dilanjutkan sampai lengan lurus. Pada tahap ini sikap bet terbuka makin nampak. Berat badan sepenuhnya berada pada kami depan (lihat gambar 2c).

Gambar 2 Rangkaian Gerakan Backhand Push (Achmad Damiri dan Nurlan Kusmaidi, 1992:60)

2. Block Block adalah teknik memukul bola dengan gerakan menghentikan atau tindakan membendung bola dengan sikap bet menutup. Block dapat dibedakan

3. 4. Service Service adalah teknik memukul untuk menyajikan bola pertama ke dalam permainan. b. A B C Gambar 3 Rangkaian Gambar Forehand Service (Achmad Damiri dan Nurlan Kusmaidi. Chop Chop adalah teknik memukul bola yang dilakukan dengan gerakan seperti menebang pohon dengan kapak atau disebut juga gerakan membacok. Reflektive Block Block yang hanya ditujukan untuk merefleksikan bola dari bet ke arah lawan. Seperti dibawah ini gambar 3 dan 4 diterangkan rangkaian forehand dan backhand service.12 menjadi dua jenis yaitu: a. Defflektive Block Defflektive Block adalah block yang dilakukan untuk mengarahkan bola ke tempat-tempat tertentu ke meja lawan. 1992:76) . dengan cara memantulkan bola terlebih dahulu bola tersebut ke meja service. Ketentuan lain tentang service ada dalam peraturan tenis meja.

. karena bola dipukul tepat pada atas belakang bola. 6. bahkan bisa tanpa putaran. Gambar berikut adalah menerangkan rangkaian gerakan forehand drive. Flat Hit Flat hit adalah pukulan yang dilakukan mirip dengan gerakan drive. tetapi gerakan betnya horizontal. Top Spin Top spin adalah teknik memukul lanjutan dan drive yang dibantu dengan pergelangan tangan.13 A B C Gambar 4 Rangkaian Gambar Backhand Service (Achmad Damiri dan Nurlan Kusmaidi. Sehingga arah bola berputar ke depan. 1992:62) 5. Bola top spin berputar ke depan. Drive Pukulan drive sangat cocok unmk permainan terkendali atau menyerang. Pukulan tersebut menghasilkan putaran yang sangat sedikit. sehingga putaran bola lebih banyak dari drive biasa. Top spin sering digunakan dalam permainan tenis meja yang berfungsi pemain lebih mudah mengarahkan bola ke meja lawan sehingga membuat lawan akan lebih terkecoh oleh hasil pukulan ini. 7.

Dengan satu langkah ke samping kiri. kebelakang maupun diagonal diharapkan anak coba akan dapat mengembalikan bola dengan .4 Stance (posisi tubuh) Stance disini berarti posisi kaki. badan dan tangan pada saat menunggu bola atau pada saat memukul bola.1981:23) C 8. 2. Ada beberapa stance yang biasa dipergunakan dalam permainan tenis meja yaitu: a. biasanya dianggap pukulan yang paling penting dalam permainan. Square Stance Adalah posisi badan menghadap penuh ke meja. kanan atau ke depan. posisi ini biasanya digunakan oleh pemain allround karena memungkinkan pemain dapat menutup seluruh kondisi lapangan tanpa kesulitan.14 A B Gambar 5 Rangkaian Gerakan Backhand Drive (Peter Simpson. Loop Loop adalah pukulan topspin yang keras.1. Posisi ini sangat cocok untuk permainan tenis meja dengan berbagai jenis pukulan dan arah diseluruh permukaan meja.

Side Stance Side stance berarti posisi badan menyamping baik ke samping kiri maupun kanan.15 baik. kedua lengan bawah posisinya horizontal dan lengan atas vertikal. bahu kiri harus lebih dekat ke net. 1992:40) Pada waktu melakukan square stance. kemudian bisa mengembalikan bola dengan baik. Gambar 6a dan 6b adalah square stance dilihat dari depan dan samping. b. berada pada kedua telapak kaki. A B Gambar 6 Square Stance dilihat dari Depan dan Samping (Achmad Damiri dan Nurlan Kusmaidi. Pada posisi side stance jarak antara salah satu bahu ke meja (net) harus ada yang lebih dekat misalnya: Stance untuk forehand tenis meja (stroke). sebaiknya stance untuk bahu backhand tenis meja. Stance seperti ini biasanya digunakan ketika akan menerima service atau menunggu serangan dari lawan (pengambilan dari lawan). Dari stance ini diharapkan dapat memungkinkan anak coba bergerak cepat ke segala arah. bahu . 1992: 40-41). kedua lutut bengkok. berat badan seimbang. Badan sedikit dicondongkan ke arah depan. dengan forehand maupun backhand (Achmad Damiri dan Nurlan Kusmaidi.

Posisi ini digunakan dalam hampir semua gerakan memukul bola.5 Teknik Pegangan Shakehand grip dalam Tenis Meja Untuk mencapai tujuan tiap-tiap pemain baik tunggal maupun ganda.1. Open Stance Open stance adalah modifikasi dari side stance. Sedangkan untuk penain tangan kiri gerakan atau posisinya adalah kebalikan dan posisi pemain tangan kanan. pemainnya dituntut memiliki keterampilan teknik-teknik dasar dalam Tenis Meja. 1992:41) 9. Setelah menguasai betul teknik tersebut baru akan bisa bermain Tenis Meja dengan baik dan teratur. 2.16 kanan harus lebih dekat dengan net. stance ini hanya digunakan untuk backhand. A B Gambar 7 Side Stance dilihat dari Depan dan Samping (Achmad Damiri dan Nurlan Kusmaidi. Gambar 7 adalah menerangkan side stance dilihat untuk pukulan forehand dan untuk pukulan backhand. kaki kiri agak terbuka keluar dan agak ke depan (untuk pemain tangan kanan). block. Selanjutnya penulis akan mengemukakan teknik pegangan yang digunakan dalam mengajarkan forehand adalah mempergunakan .

Teknik Shakehand grip Teknik shakehand grip ini dilakukan sebagaimana layaknya orang menggenggam atau sebagai layaknya orang berjabat tangan. Lihat gambar 8. cara memegang bet adalah sebagai berikut: a. Menurut Achmad Damiri dan Nurlan Kusmaedi (1992:31). jari manis dan jari kelingking) dengan ibu jari diletakkan di sekitar sisi daun bet dekat pegangan. Peganglah daun bet oleh tangan bebas tidak digunakan untuk memegang bet. Lihat gambar 9.17 shakehand grip yang mana merupakan teknik grip dalam permainan Tenis Meja. 1. Tempatkan tiga jari disekitar pegangan bet (jari tengah. Gambar 8 Pegangan Shakehand grip (Achmad Damiri dan Nurlan Kusmaedi. 1992:31) b. .

1992:31) c. Lihat gambar 10.18 Gambar 9 Pegangan Shakeband Grip (Achmad Damiri dan Nurlan Kusmaedi. 1992:31) Beberapa petunjuk yang harus diperhatikan antara lain : tidak boleh memegang bet terlalu kedalam supaya tidak mengganggu kerja pergelangan tangan dan juga tidak boleh memegang bet terlalu ke belakang. . Jari telunjuk diletakkan disekitar sisi daun bet dekat pegangan. Gambar 10 Pegangan Shakehand grip (Achmad Damiri dan Nurlan Kusmaedi. hingga terjadi suatu gerakan yang memakai pergelangan tangan sehingga sulit untuk mengontrol dan juga sulit untuk mengeluarkan tenaga lengan dan badan.

19 Dibawah ini gambar cara memegang bet dengan shakehand grip dari belakang dan dari depan. 1992: 47) . 1992:47) Gambar 12 Shakehand grip dilihat dari depan (Achmad Damiri. Gambar 11 Shakehand grip dilihat dari belakang (Achmad Damiri.

2. 5. Shakehand grip lebih leluasa dalam mengarahkan bola ke segala sudut ke segala jurusan. 4. sebab harus merubah permukaan bet atau raket bila bola datang dari arah yang berlawanan. Tanpa memiliki kemampuan khusus atau teknik khusus. Tentang kecepatan shakehand grip kalah.20 Kelebihan dan kelemahan pegangan shakehand grip adalah sebagai berikut: 1. Antara teknik dasar dan teknik khusus permainan tenis meja sangat erat sekali hubungannya sehingga sukar mengatakan mana yang paling penting. Setelah permainan dikuasai tindakan apa yang harus dilakukan untuk mendapaikan poin atau nilai buat regunya. Shakehand dapat menggunakan permukaan raket atau bet. Cara memegang lebih mudah. setelah permainan itu dimulai apa yang harus dilakukan. 2. Cara memegangnya dirasakan pula sesuai dengan bentuk tangan sehingga tidak lekas lelah. 3.1. permainan tenis meja tidak mungkin dilaksanakan dengan baik dan sempurna.6 Teknik Khusus Tenis Meja Agar supaya permainan dapat berjalan dan berlangsung dengan baik lancar para pemain dituntut untuk menguasai unsur dasar permainan yaitu teknik dasar tenis meja. Kedua . Kemampuan khusus atau teknik khusus permainan tenis meja tidak lain adalah cara bermain tenis meja. Selain dasar dalam permainan tenis meja yang dimaksud di atas seorang pemain harus juga memiliki kemampuan khusus. Seperti permainan itu dimulai.

Motor memori luar sadar ini kemudian dipertahankan saat program dijalankan yang disebut dengan memorydrum.21 teknik tersebut saling menunjang. mengindikasikan pola gerakan manusia secara spesifik. 2000:36). Selain pemberian pola latihan gerakan berfrekuensi cepat seorang atlet juga perlu berlatih taktik. Pembelajaran yang baik atas motor penggerak dari sistem syaraf yang tertinggi yang terdapat pada pusat sistem syaraf melalui latihan terus-menerus dalam frekuensi dan rentang tertentu dapat meningkatkan kemampuan menampilkan gerakan yang efektif dan akurat. sedangkan teknik khusus tidak dikuasai. Kemampuan menampilkan akurasi penempatan bola dapat dilakukan dengan pemberian pola latihan gerakan berfrekuensi cepat. terlebih dalam permainan yang berirama cepat sangat dibutuhkan. Latihan taktik tertuju pada peningkatan keterampilan taktis. keterampilan dan kondisi psikologis guna merespon kekuatan atau kelemahan lawannya secara efektif (Rusli Rutan. Untuk itu atlet harus dapat memanfaatkan kondisi fisik. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa pegangan shakehand grip memungkinkan keleluasaan mengarahkan bola ke segala arah secara akurat. jadi tidak mungkin seorang pemain tennis hanya mampu dan rnenguasai teknik dasar saja. Teori memory-Drum Hendry (1960) yang diaplikasikan dengan komputer yang berisi program-program yang siap difungsikan menurut cara yang diinginkan melalui signal-signal tertentu. Stimulus tertentu memicu pusat syaraf penggerak yang menghasilkan . Oleh sebab itu kemampuan menampilkan teknik ini secara baik.

mengabaikan tugas-tugas latihan. 2. ketika seorang individu menampilkan sebuah keterampilan baru dengan baik dengan sedikit berlatih dalam frekuensi dan rentang tertentu. Kemampuan yang terkoordinasi dengan baik akan diwujudkan dalam bentuk tindakan yang efisien sebab telah tersimpan baik di dalam drum.2 Hipotesis Agar dapat dipakai suatu pegangan dalam penelitian ini. Menurut Henry. akurasi dan efektifitas dapat dicapai disebabkan oleh pengalaman sebelumnya yang berhubungan dengan pola gerakan yang dibutuhkan saat permainan. Menurut teori Memori Drum Hendry. secara terus-menerus pada kondisi sadar dalam gaya yang tak terkoordinasi mengakibatkan kemampuan melakukan gerakan dan mengarahkan bola secara akurat dan efektif tidak menetap pada kasus seorang atlit dengan pegangan shakehand grip. pengalaman masa lalu yang tersimpan dalam memori drum berpengaruh dan ikut menyumbang dalam kinerja yang diperlihatkan pada situasi permintaan. Menurut Sutrisno Hadi (1987:257) pengertian hipotesis adalah penegasan yang lemah kebenarannya dan perlu dibuktikan kebenarannya. ditemukan suatu penafsiran sebelumnya mengenai hipotesis.22 keputusan atas sebuah aksi/tindakan. Dilihat dari analisis perbandingan bentuk latihan kedua metode tersebut di . kemampuan gerak. alasan untuk hal tersebut adalah bahwa pengalaman masa lalu sangat penting dalam menentukan status penampilan gerak saat ini. Adanya kurang belajar.

Salah satunya dengan . Menurut beliau pada dasarnya belajar tenis meja disamping membutuhkan ketekunan dan kedisiplinan dalam berlatih juga dibutuhkan metode atau cara yang tepat agar menghasilkan atlet atau pemain yang bagus. Bumi Putera Cup. Disamping menggunakan referensi dari beberapa buku pegangan tentang belajar tenis meja penulis juga melakukan wawancara (konsultasi) dengan Bapak Edy Pramono selaku pelatih di Club Persatuan Tenis Meja Hotel Merdeka Wonosobo. Beliau pernah menjuarai beberapa pertandingan yang diadakan di lingkungan kabupaten Wonosobo diantaranya Piala Bupati Wonosobo. BNI Cup. 2. Hasil belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat lebih baik dibandingkan frekuensi lambat terhadap keterampilan bermain tenis meja di Club Persatuan Tenis Meja (PTM) Hotel Merdeka Wonosobo. dan beberapa prestasi lainnya di Kabupaten Wonosobo. Ada perbedaan yang berarti antara belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat (melakukan pukulan secara berulangulang/terus-menerus secepat-cepatnya baik pukulan back hand maupun fore hand dengan rentang waktu yang lebih sedikit dibandingkan frekuensi lambat) dan lambat (melakukan pukulan secara berulang-ulang/terus-menerus dengan lambat baik pukulan backhand maupun forehand dengan rentang waktu yang lebih lama dibandingkan frekuensi cepat) terhadap keterampilan bermain tenis meja di Club Persatuan Tenis Meja (PTM) Hotel Merdeka Wonosobo.23 atas serta menurut pakar maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.

Frekuensi cepat dalam tenis meja menurut beliau adalah jumlah atau intensitas pukulan dengan waktu tertentu yang mengakibatkan laju bola berjalan secara cepat. Stimulus (rangsangan) dalam tenis meja dapat diberikan dalam bentuk melakukan sparing (latih tanding) dengan lawan main yang berbeda – beda agar dapat meningkatkan kemampuan dalam pertandingan pada saat kejuaraan. Dalam penggunaan metode tersebut beliau mengatakan bahwa ada kelemahan dan kelebihan dari masing – masing metode. Kelebihan Menghasilkan pukulan yang lebih keras dan cepat Pukulan sulit diantisipasi oleh lawan karena bola lebih cepat kembali kepada lawan sehingga lawan akan menjadi terkecoh untuk mengembalikan bola.24 melakukan pembelajaran menggunakan metode frekuensi cepat dan frekuensi lambat. baik menggunakan frekuensi cepat maupun frekuensi lambat. Sedangkan frekuensi lambat dalam tenis meja adalah jumlah atau intensitas pukulan dengan waktu tertentu yang mengakibatkan laju bola berjalan secara lambat. Frekuensi cepat a. Adapun kelemahan dan kelebihan metode – metode tersebut antara lain : 1. Mudah dalam melakukan smash mematikan lawan (efektif untuk . Stimulus tersebut diharapkan juga mampu meningkatkan respon atau reaksi pemain ketika menghadapi lawan yang memiliki tipe permainan yang berlainan dalam satu pertandingan.

Frekuensi lambat a.25 menyerang) b. . Kelemahan Hasil pukulan kurang mematikan sehingga kurang efektif untuk menyerang Pukulan lebih mudah di antisipasi atau terbaca oleh lawan. Kelemahan Lebih sulit dalam melakukan akurasi pukulan dan posisi stroke (pukulan yang digunakan dalam permainan termasuk servis) Membutuhkan waktu latihan yang lebih lama atau porsi latihan yang lebih banyak agar dapat menghasilkan pukulan yang tepat 2. Kelebihan Mudah dalam melakukan pertahanan (efektif untuk bertahan) Pemain dapat melakukan pukulan forehand maupun backhand secara seimbang Akurasi pukulan lebih terarah dan terfokus pada satu titik b.

untuk itu maka harus ditetapkan metodologi penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan. Dibawah ini beberapa hal yang berhubungan dengan metodologi penelitian. Populasi dibatasi sebagai sejumlah penduduk atau individu yang paling sedikit mempunyai satu sifat yang sama. Metodologi dalam penelitian harus tetap dan sesuai dengan tujuan penelitian serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah.1 Populasi Pengertian Populasi menurut Sutrisno Hadi (1984:220) bahwa populasi adalah seluruh penduduk yang dimaksud untuk diselidiki. Desain eksperimen yaitu suatu rancangan percobaan (dengan tiap langkah tindakan yang betul-betul terdinifikan) sedemikian sehingga informasi yang berhubungan dengan atau diperlukan untuk persoalan yang sedang diteliti dapat dikumpulkan (Sudjana. 26 . 1991:1). yaitu: 3. Metodologi penelitian merupakan syarat mutlak dalam suatu penelitian.BAB III METODOLOGI PENELITIAN Hasil atau tujuan dalam suatu penelitian akan dapat diperoleh atau dicapai dengan suatu strategi dan cara-cara serta langkah-langkah yang benar sesuai dengan tujuan penelitian. Dalam bab ini diuraikan tentang ”desain eksperimen” penelitian yang digunakan untuk mengungkap tentang masalah yang akan diteliti.

Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa club Peserta Tenis Meja Hotel Merdeka Wonosobo berjumlah 40 orang. 3. 3. Dari pengertian populasi diatas mengandung maksud bahwa populasi adalah keseluruhan individu yang akan dijadikan objek penelitian dan paling sedikit memiliki sifat yang sama. hasil menghitung ataupun pengukuran”. Karena . Kuantitatif maupun Kualitatif rnengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap yang ingin dipelajari sifat-sifatnya. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2002:108) mengungkapkan bahwa populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Mereka adalah siswa semua siswa club Peserta Tenis Meja Hotel Merdeka Wonosobo.2 Sampel dan Teknik Sampling. 2. Mereka dalam tingkat usia yang sama antara 13-16 tahun.27 Sudjana (1996:5) mengemukakan bahwa: ”Totalitas semua nilai yang mungkin. Dalam pengertian tersebut di atas maka populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa club Peserta Tenis Meja Hotel Merdeka Wonosobo yang dianggap telah memenuhi syarat dengan alasan sebagai berikut: 1. Mereka berjenis kelamin sama yaitu laki-laki. dinamakan populasi. Suatu penelitian tidak selalu meneliti semua dalam populasi.

Adapun prosedurnya sebagai berikut : 1. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yaitu semua individu dalam populasi ini diberi kesempatan yang sama untuk jadi sampel. Langkah selanjutnya adalah menentukan kelompok eksperimen dan . 3. 2. Penelitian ini memerlukan dua kelompok. Siswa mengambil gulungan kertas satu persatu kemudian siswa yang mendapatkan gulungan bertanda no 1 s/d 40 dijadikan sampel. maka untuk (membagi menjadi dua kelompok tersebut diadakan test yang digunakan sebagai dasar dalam pembagian kelompok yaitu hasil tes lemparan atas. Sedangkan Sampel menurut Suharsimi Arikunto (2002:109) adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Lebih lanjut Sutrisno Hadi menyatakan bahwa Sampel adalah sebagian besar individu dan populasi yang terendah diselidiki atau diteliti (1988 : 70). yang dimaksud Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian individu yang memiliki satu sifat yang sama untuk diselidiki dan dapat mewakili seluruh populasi. Data tersebut diusulkan dari yang kecil ke yang besar untuk di match-kan dengan teknik A-B-B-A. Menurut Sutrisno Hadi (1984:221) Sampel adalah sejumlah penduduk yang jumlahnya kurang dari jumlah populasi. Membuat gulungan kertas sebanyak 75 dan 40 di antaranya diberi tulisan 1 s/d 40 dijadikan sampel. Membuat daftar yang berisi semua subyek atau individu. Walaupun penelitian dilakukan terhadap sebagian populasi tetapi hasil yang bersangkutan.28 disamping akan membutuhkan waktu yang lama juga akan memakan biaya yang besar. Dari pengertian di atas.

Dalam penelitian ini ada dua variabel. Variabel terkait dalam penelitian ini adalah keterampilan bermain tenis meja. atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Objek tersebut sering kali disebut gejala. yaitu : 1. 3.29 kelompok kontrol dengan cara mengundi yaitu dengan membuat 2 gulungan kertas yang berisi tulisan eksperimen yaitu belajar tenis meja dengan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat dan kontrol kontrol yaitu belajar tenis meja dengan pegangan shakehand grip dengan frekuensi lambat.3 Variabel Penelitian Menurut Sutrisno Hadi (1994: 84) setiap penelitian mempunyai objek yang dijadikan sasaran penelitian. Belajar tenis meja dengan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat (melakukan pukulan secara berulang-ulang/terus-menerus secepatcepatnya baik pukulan back hand maupun fore hand dengan rentang waktu yang lebih sedikit dibandingkan frekuensi lambat) b. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2002:96) variabel adalah obyek penelitian. . Belajar tenis meja dengan pegangan shakehand grip dengan frekuensi lambat (melakukan pukulan secara berulang-ulang/terus-menerus dengan lambat baik pukulan backhand maupun forehand dengan rentang waktu yang lebih lama dibandingkan frekuensi cepat) 2. Sedangkan gejala-geja]a yang menunjukkan variasi dalam jenisnya maupun tingkatnya disebut variabel. Variabel Bebas a.

3. group design (M Zainudin 1988:73).5 Teknik Pengambilan Data Penelitian ini dilakukan menggunakan eksperimen dengan rancangan penelitian pretest posttest. memilih pendekatan. studi pendahuluan. Adapun bentuk datanya adalah . Studi pendahuluan ini dimaksudkan untuk mencari informasi yang diperlukan oleh peneliti agar masalahnya menjadi lebih jelas kedududukannya. merumuskan masalah.30 3. merumusakan anggapan dasar (perumusan hipotesis).4 Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini rangcangan penelitian yang dilakukan oleh peneliti mengacu pada rancangan penelitian yang diungkapkan oleh Suharsimi Arikunto dalam buku Prosedur Penelitian meliputi pemilihan masalah penelitian yang dilanjutkan dengan pelaksanaan studi pendahuluan pada obyek penelitian. lemparan atas dan rancangannya digambarkan sbb: E S P S Pretest E K Pretest K : Populasi : Sampel : Test awal : Ekspenimen : Kontrol Perlakuan T Perlakuan F Posttest . Menurut Suharsimi Arikunto rancangan penelitian meliputi kegiatan pemilihan masalah. penentuan variabel penelitian dan sumber data (2002:20). Data dikumpulkan sejak pretest— posttest.

Kemudian hasilnya diusulkan dari hasil yang tertinggi sampai yang terendah. a Tahap Pelaksanaan Perlakuan 1. Test awal atau pretest Test awal dilakukan pada tanggal 8 Oktober 2003 pukul 13.00 bentuk dari test awal dalam penelitian ini adalah tes belajar tenis meja dengan pegangan shakehand grip berpedoman pada test dari Ketut Natera (1991:89).31 perlakuan F : latihan diberi perlakuan latihan bermain tenis meja menggunakan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat perlakuan T : latihan diberi perlakuan latihan bermain tenis meja menggunakan pegangan shakehand grip dengan frekuensi lambat. Post test : Test akhir Test keterampilan bermain tenis meja ini digunakan untuk pelaksanaan test awa1 dan test akhir. 2. Sedangkan tujuan dari test awal adalah untuk mengetahui keterampilan bermain tenis meja dengam menggunakan pegangan shakehand grip dari masing-masing anak coba yang akan digunakan sebagai dasar dalam pembagian kelompok. Pada dasarnya penelitian ini ada 2 perlakuan yaitu: a. Untuk kelompok Eksperimen diberi perlakuan keterampilan bermain tenis . Adapun pelaksanaan test awal adalah seluruh sampel melakukan test keterampilan bermain tenis meja dengan menggunakan pegangan shakehand grip dan dicatat hasil yang dicapai. Pemberian perlakuan Setelah kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh kemudian diberi perlakuan.

Dalam pemberian waktu ini ditetapkan pengkhususannya dalam satu minggu tiga dan empat kali yang dimulai pukul 19. L. sehingga kekuatan dan ketegangan otot akibat latihan berat akan berkurang jadi kemungkinan akan terjadi rasa sakit akibat latihan dapat diatasi. Dalam hal ini latihan yang diperlukan adalah c) Cooling down atau penenangan (l0 menit) Perlakuan ini ditujukan untuk memulihkan kondisi semula atau keadaan sebelum latihan.32 meja menggunakan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat b. Agar memperoleh hasil yang diinginkan maka dibubuhkan waktu tertentu. Hal ini didasarkan pada pernyataan E. Secara garis besar kegiatan latihan dalam penelitian ini sebagai berikut : a) Warming up atau pemanasan (10 menit) Pemanasan bisanya dilakukan oleh seseorang yang akan melakukan atau menjalankan suatu inti latihan atau pertandingan dalam cabang olahraga. Sajoto (1988:86) bahwa memakai frekuensi latihan 3 atau 7 kali seminggu. Pemanasan dalam latihan ini adalah streacing atau penguluran pada semua bagian tubuh dan melakukan senam pemanasan. Fox yang dikutip oleh M. tetapi yang terpenting adalah lama latihan 4 sampai 8 minggu. b) Latihan inti (100 menit) Latihan ditujukan untuk materi atau masalah yang akan diteliti dan merupakan dua cara yang akan dicari pengaruh hasilnya. .30 — selesai WIB. Untuk kelompok kontrol diberi perlakuan keterampilan bermain tenis meja menggunakan pegangan shakehand grip dengan frekuensi lambat.

Test yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes bermain tenis meja.6 Prosedur Penelitian Prosedur atau langkah-langkah penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti mengacu pada prosedur penelitian menurut Suharsimi Arikunto (2002:20) yang dilaksanakan secara terperinci dan praktis. Menentukan variabel dan sumber data 7. Memilih masalah 2. Test akhir ini dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2003. 3. Merumuskan anggapan dasar 4. meliputi : 1. Merumuskan masalah 4. Mengumpulkan data 9.a Merumusakan hipotesis 5. Menentukan dan menyusun instrumen 8. Test Akhir atau Post Test Setelah mengalami latihan selama 6 minggu maka dilaksanakan test akhir. Menarik kesimpulan 11. Menulis laporan .33 3. Memilih pendekatan 6. Analisis data 10. Studi pendahuluan 3.

Testee berusaha memantulkan sebanyak-banyaknya dalam waktu 30 detik.7 Instrumen Penelitian Menurut Suharsimi Arikunto (1990:l85) bahwa: “instrumen adalah alat bantu yang digunakan dalam mengumpulkan data”. Instrumen penelitian ini harus dipilih sesuai dengan data yang akan diinginkan Instrumen yang akan digunakan dalam penelitian ini ada dua macam yaitu: Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes keterampilan melakukan pukulan dari Ketut Natera (1991:88). memantulkannya dan selanjutnya meneruskan usaha memantul-mantulkan dalam sisa waktu yang tersedia. Kepada testee diberikan kesempatan melakukan tes sebanyak tiga set. Setelah regu kerja atau yang menilai dan pencatat skor siap.34 3. yaitu: 1. Testee yang dipanggil berdiri di belakang atau lanjutan bagian meja yang horizontal dengan sebuah bet dan bola ditangan. Seorang pembantu mengambil bola yang tidak dapat dikuasai testee dan memasukkannya kembali ke dalam kotak. 4. ia dapat mengambil bola yang tersedia di dalam kotak. lnstrumen dalam penelitian ini mempunyai ketentuan sebagai berikut. Bila testee tidak menguasai bola. . pada aba-aba “ya’ testee memukul bola kebagian meja yang horisontal. Siswa dipanggil satu per satu menurut data yang telah disusun. Masingmasing dilakukan selama 30 detik. 3. 2.

2. 5. Faktor pemberian materi Pemberian materi berperan penting dalam usaha memperoleh hasil yang . Gambar 8 Meja untuk tes back-board (Ketut Natera. 1.8 Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Penelitian Meskipun dalam penelitian ini penulis menghindari kemungkinan- kemungkinan kesalahan selama pelaksanaan penelitian sehubungan dengan pengumpulan data. test akhir dan penelitian dilaksanakan di dalam gedung Persatuan Tenis Meja Hotel Merdeka Wonosobo. untuk tes pukulan forehand. 1991:89) 3. Faktor Tempat dan Cuaca Tempat yang digunakan untuk latihan berada di ruangan atau di gedung sehingga pada saat hujan latihan tetap dilaksanakan di dalam gedung. Gambar lapangan tenis meja yang digunakan. Untuk test awal. namun di luar penulis dapat teriadi hal-hal yang mungkin mempengaruhi penelitian.35 Di antara hasil tes diambil hasil yang terbaik.

yaitu pukul 13. anak coba diberi penjelasan mengenai bentuk-bentuk latihan yang akan mereka lakukan. . Kemudian didemonstrasikan gerak latihan tersehut agar anak coba dapat menirukan gerakannya. Maka dari itu diberi penjelasan penjelasan agar anak coba senantiasa menjaga kondisinya dengan baik. Sedangkan perlakuan atau.30-selesai WIB. Faktor kesungguhan anak coba Siswa agar diberi motivasi pengertian.36 baik sebelum memberikan materi latihan.00— selesai WIB. 6. 3. keluarganya maupun kesehatannya. Faktor aktivitas fisik di luar penelitian Siswa dihimbau dan diarahkan agar tidak melakukan aktivitas fisik yang berlebihan dan mengadakan latihan secara pribadi di luar penelitian agar data yang diperoleh benar-benar valid.. treatment dilakukan pada waktu yang sama yaitu 19. dalam pelaksanaan bisa meminimalkan kemungkinan terjadinya hambatan yang akan mengurangi tingkat kevalidan hasil penelitian. 4. lingkungannya. Faktor kondisi anak coba Kondisi masing-masing anak coba berbeda baik mengenai kinerjanya. 5. perhatian dan semangat agar perlakuan dari test melempar dilakukan dengan sungguh-sungguh agar dapat diperoleh hasil latihan dari kemampuan melempar/lemparan sesuai dengan kemampuan aslinya. Faktor waktu pelaksanaan Pelaksanaan test awal dan test akhir kemampuan lemparan atas dilakukan pada pukul yang sama. Koreksi terhadap kesalahan secara klasikal maupun individual.

Kuadrat dari selisih D dengan MD (Mean Deviasi) .37 3. Selanjutnya data yang didapat akan dianalisis dengan teknik statistik. dengan tnenggunakan tabel kerja untuk persiapan perhitungan tabel statistik dengan pola M-S adalah sebagai berikut: Tabel 1 Tabel Persiapan Perhitungan Statistik dengan Menggunakan Pola MS No Pasangan subjek 1 N 2 Jumlah Xe 3 Xk 4 D d d2 (Xe-Xk) (D-MD) 5 6 7 d d2 XK XE D Keterangan Tabel: Kolom: 1. Nilai dari kelompok eksperimen 5. Selisih antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen 6. Nomor unit pasangan 2. Perbedaan dan masing-masing pasangan yang diperoleh dari selisih D dengan MD (Mean Deviasi} 7. Pasangan sampel yang dipasangkan 3.9 Analisis Data Bila pemberian perlakuan selesai maka di akhiri dengan test akhir dan diperoleh data perhitungan Statistik deskriptif. Nilai dari kelompok kontrol 4. Selanjutnya dilakukan pengolahan data dengan analis data yaitu dengan t test rumus pendek dengan taraf signfikansi 5% derajat kebebasan (db) N-1.

1988. 6. Kemudian setiap kolom dicari jumlahnya dalam rekapitulasi nilai-nilai MD.0 perlu diperhatikan tanda-tanda (-) dan tanda (+) dan harus dipertahankan. 3. : Jumlah subjek (Sutrisno Hadi.38 Langkah kerja dalam mengerjakan tabel penelitian adalah sbb: 1. MD diperoleh dari ΣD/N harus dicetak ΣD: ΣXk-EXc dan d 0. Rumus yang dipakai adalah: t: = (MD) Σd2 N(N-1) Keterangan: MD : Mean defference atau mean dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Nilai test akhir dari kelompok eksperimen dimasukkan dalam kolom Xe. 445) Untuk mencari mean deviasi atau MD dengan rumus D: MD = ΣD___ N . selanjutnya diselesaikan dengan rumus t-test. Untuk mengisi kolom d berasal dari Nilai D-MD. d2 dan N data-data yang terkumpul. ΣD N : Jumlah deviasi dari mean perbedaan. Nilai test akhir dari kelompok kontrol dimasukkan dalam kolom Xk. Tiap-tiap pasangan subyek dalam kolom kedua. 2. Untuk mengisi kolom D berasal dari nilai kelompok kontrol dikurangi kelompok eksperimen (Xe-Xk) 5. 4. sesuai dengan no urut.

Apabila nilai t yang diperoleh dari perhitungan statistik sama atau lebih besar dari nilai t tabel. . Apabila nilai t yang diperoleh dari perhitungan statistik lebih kecil dari t tabel. 2. maka hipotesis nihil diterima. maka hipotesis nihil ditolak.39 Keterangan: ΣD N : Jumlah deviasi dari mean perbedaan : Jumlah pasangan Kemungkinan hasil yang diperoleh : 1.

751.093. Setelah hasil tes akhir keterampilan bermain tenis meja diketahui dari tiaptiap kelompok eksperimen 1 dan eksperimen 2 selanjutnya hasil tersebut dimasukkan dan dianalisa dalam label perhitungan statistik. ditolak. Ini berarti yang menyatakan ada perbedaan yang berarti antara belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat dan 40 . Berdasarkan perhitungan di atas.093. diperoleh nilai t hitung = 2. Ini berarti nilai t hitung lebih besar dan t tabel. Untuk hasil perhitungan statistik lihat table 9. maka analisis data didapatkan nilai 2.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. maka hipotesis nihil yang menyatakan tidak ada perbedaan yang berarti antara belajar tenis meja dengan latihan tegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat dan lambat terhadap keterampilan bermain tenis meja di Club Persatuan Tenis Meja (PTM) Hotel Merdeka Wonosobo.1 Hasil Penelitian Sebelum dilakukan pengolahan data dengan analisis statistic Pola M-S (Match by Subject Designs) dimulai. yaitu ”Tidak ada perbedaan yang berarti antara belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat dan lambat terhadap keterampilan bermain tenis meja di Club Persatuan Tenis Meja (PTM) Hotel Merdeka Wonosobo”. Dari hasil perhitungan statistik. Dengan taraf signifikansi 5% dan db 19 maka nilai t tabel 2. maka hipotesis yang ada harus diubah dahulu menjadi hipotesis nihil.751 > 2.

15.2 Pembahasan Dalam melakukan pukulan dengan shakehand grip dengan frekuensi cepat dan lambat terhadap keterampilan bermain tenis meja itu harus memperhatikan faktor-faktor utama yang harus dilalaikan. Dalam penelitian ini menerangkan bahwa :”Latihan pegangan shakehand . maka yang menunjukkan angka tertinggi itulah yang lebih baik. Dari perhitungan mean masing-masing kelompok eksperimen 1 dan eksperimen 2 (lihat tabel 7 dan 8). diterima. Faktor-faktor tersebut antara lain: 1. Konsentrasi ketika melakukan pukulan bola. 3. Dan diketahui bahwa rata-rata atau mean dan kelompok eksperimen 1 dan eksperimen 2 adalah 21. Karena dalam latihan ini melalui yang diperhitungkan adalah keterampilan bermain tenis meja. 2. Jadi latihan pukulan dengan frekuensi cepat lebih baik daripada pukulan dengan frekuensi lambat terhadap keterampilan bermain tenis meja di Club Persatuan Tenis Meja (PTM) Hotel Merdeka Wonosobo. Memastikan arah pukulan yang hendak dibuat. Agar dalam pelaksanaan keterampilan bermain tenis meja terjadi keluwesan gerak harus dipelajari dan dilatih dengan baik dan kontinyu. 4. Setelah pemain mengalami keluwesan gerak maka dalam menguasai bola dalam keadaan apa pun akan merasa tenang dalam menguasainya. Gerakan bola diusahakan jangan terlalu berputar.65 > 21.41 lambat terhadap keterampilan bermain tenis meja di Club Persatuan Tenis Meja (PTM) Hotel Merdeka Wonosobo.

3. sehingga unsur pukulan dengan frekuensi cepat lebih menonjol dibandingkan dengan frekuensi lambat dengan pantulan tetap maka jumlah pukulan dengan menggunakan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat akan lebih banyak hasilnya dibandingkan dengan frekuensi lambat. hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat berpengaruh. sehingga pemukul akan berusaha mengejar memukul bola bagaimanapun keadaannya daripada latihan pukulan dengan frekuensi lambat. 2. Dibutuhkan konsentrasi yang tinggi dibandingkan latihan dengan frekuensi lambat. Latihan pukulan dengan frekuensi cepat akan bisa cepat mengatasi bola dalam berbagai keadaan. Untuk mengukur keterampilan bermain tenis meja ini tes back-board memiliki kecenderungan pantulan bola yang relatif tetap. Kalau sudah terjadi keluwesan gerak akan sangat mudah untuk memastikan arah bola yang hendak dibuat. antara lain: 1.42 grip dengan frekuensi cepat lebih baik daripada latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi lambat terhadap keterampilan bermain tenis meja. .

1 Simpulan Simpulan dalam penelitian ini adalah : 1. 2.2 Saran-saran Atas dasar dari penelitian ini. 43 . Bagi para peneliti yang ingin mengadakan penelitian dengan masalah yang sama disarankan menggunakan sampel yang lebih besar dan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pembanding dalam penelitian sejenis tetapi polanya diubah menggunakan T-S yaitu suatu jenis penelitian yang menggunakan 1 subyek untuk menerima 2 jenis treatment atau perlakuan. 2.BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5. Terdapat perbedaan yang berarti antara metode belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dergan frekuensi cepat dan lambat terhadap keterampilan bermain tenis meja di Club Persatuan Tenis Meja (PTM) Hotel Merdeka Wonosobo. Metode belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat lebih daripada metode belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi lambat terhadap keterampilan bermain tenis meja di Club Persatuan Tenis Meja di Club Persatuan Tenis Meja (PTM) Hotel Merdeka Wonosobo. Dalam pelaksanaan latihan di Club Persatuan Tenis Meja (PTM) Hotel Merdeka Wonosobo menggunakan metode belajar tenis meja dengan latihan pegangan shakehand grip dengan frekuensi cepat. 5. maka penulis memberikan saran-saran sebagai berikut: 1.

Chester Barnes. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Tes Pengukuran dan Penilaian Olahraga. Tenis Meja Langkah menjadi Juara. Jakarta: Depdikbud Indarti. Metodologi Research. Coaching dan Aspek-aspek Psikologis dalam Coaching. 1985. _______ . Metoda Statistika Bandung: Tarsito ______ . Pionir Jaya Poerwadarminto. Metodologi Research Jilid IV. 1987. Metoda Statistika. 1988. Dasar Bermain Tenis Meja. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi V. Metodologi Research. 1994.47 DAFTAR PUSTAKA Achmad Damiri. Teknik Bermain Pingpong. Yogyakarta: Rineka Cipta Sutrisno Hadi. Peter Simpson. Bandung: CV. Yogyakarta : Andio Offset _________ . Yogyakarta : Andi Offset . 1984. Olahraga Pilihan Tenis Meja. 1992. Statistik Jilid II. Jakarta: Balai Pustaka Simpson Peter. 2002. Yogyakarta : Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM _________ . Semarang : IKIP Semarang. 1996. Bandung: Tarsito Suharsimi Arikunto. 1981. _________ . WJS.1992. Bandung: Tarsijo. Depdikbud. 1980. Sudjana. Ketut Natera. Tenis Meja Panduan Teknik Berlatih. Metoda Statistika. Yogyakarta : Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UII. Jakarta : PT Dian Rakyat Sajoto (Alm). 1990. Peningkatan dan Pembinaan Kondisi Fisik Khusus Kekuatan Dalam Olahraga. 1991. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi III. 1911. Semarang : Dahara Prize Harsono. 1986. dkk. Semarang. 1990.1996. 1992. Jakarta: Mutiara. Yogyakarta: Rineka Cipta Suharsimi Arikunto.

Sholeh Taufik Rifai Nur Sokib Riswanto Pipit Murdiyanto Syah’ Roni 15 12 27 14 20 17 24 32 29 25 20 21 25 28 31 12 20 18 24 10 16 16 17 23 21 12 12 14 10 39 14 17 17 27 16 .HASIL TES AWAL PUKULAN DENGAN SHAKEHAND GRIP NO NO TES 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 NAMA SAMPEL JUMLAH PUKULAN DALAM 30 DETIK I II III 14 12 15 8 12 9 22 22 28 11 14 11 17 20 19 14 17 13 19 12 24 27 32 22 27 26 29 20 25 21 18 20 17 20 21 19 22 25 24 28 27 27 29 29 31 12 11 9 17 20 15 18 14 17 19 22 24 8 10 9 16 14 12 15 11 16 17 14 17 23 17 19 19 21 15 12 9 11 10 12 12 9 11 14 10 9 8 32 27 39 13 14 14 15 17 15 17 12 17 17 27 24 11 14 16 HASIL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Anang Rifai Rega Dias Lian Dala Nova Prasetyawan Rudi Susilo Ahmad Hafid Cholid Mawardi Ahmad Nurhamid Gigih Ahmad Nurhamid Setyo Hantoro Rahma Gerda MS Abdul Azis Firmanto Lilik S Fadli Ibnu Hananto Joko Prasetyo Muhfid Ceria Kurniawan Muchamad Azmi Rifai Vega Ghifari Gifari Saeful Amar Hariyadi Ahmad Yusuf Sapto Irawan Anfi Wahyu Hidayat Aris Ariyanto Agus Susanto Eko Veriyanto Muh.

36 37 38 39 40 36 37 38 39 40 Agus Sulistyo Rahmad Fabian Ahmad Syarif Surono Setiyono 15 20 19 11 27 17 19 18 15 30 18 17 21 12 31 18 20 21 15 31 .

Abdul Azis Anfi Wahyu Hidayat Rahmad Fabian Mufid Cerian Agus Sulistyo Cholid Mawardi Riswanto Syaiful Anuwar Anang Rifai Surono Rifai Rage Diaslian Dala Agus Susanto Vega Ghifari Gifari Jumlah Mean 32 31 28 27 24 24 21 21 20 20 18 17 17 16 15 15 14 12 12 10 394 19.HASIL TES AWAL YANG TELAH DIKELOMPOKKAN DALAM DAFTAR KELOMPOK EKSPERIMEN DAN KELOMPOK KONTROL NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 KELOMPOK EKSPERIMEN HASIL NO NAMA PUKULAN TES 30 DETIK NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 KELOMPOK KONTROL HASIL NO NAMA PUKULAN TES 30 DETIK 30 40 9 10 13 3 24 38 5 11 18 23 32 22 35 4 28 16 26 29 Taufik Setiyono Setio Hantoro Rahma Firmanto Nova Prasetyawan Sapto Irawan Ahmad Syarif Ahmad Hafid Gerda MS Kuniawan Ahmad Yusuf Nur Sokib Haryadi Syah’ Roni Rudi Susilo Eko Veriyanto Joko Prasetyo Aris Hariyanto Muh.7 .1 8 15 14 34 7 19 12 25 37 17 36 6 33 21 1 39 31 2 27 20 Gigih Ahmad N. Fadli Ibnu Hananto Lilik S Pipit Murdiyanto Ahmad Nurhamid Muchamad Azmi R. Sholeh Jumlah Mean 39 31 29 25 25 23 23 21 20 20 13 17 17 16 16 14 14 12 12 10 402 20.

65 . Sholeh Jumlah Mean HASIL PUKULAN 30 DETIK 1 2 3 36 34 38 34 34 31 21 29 24 19 16 27 20 12 28 25 24 25 21 19 22 16 23 19 19 13 23 18 12 22 9 8 17 21 21 10 20 24 19 15 13 13 20 20 19 17 12 16 9 13 10 30 24 12 9 5 14 11 14 16 HASIL 38 34 29 27 28 25 22 23 23 22 17 21 24 15 20 17 13 30 14 16 458 21.TABEL 7 HASIL TES AKHIR PEGANGAN SHAKEHAND GRIP KELOMPOK EKSPERIMEN NO NO TES 30 40 9 10 13 3 24 38 5 11 18 23 32 22 35 4 28 16 26 29 NAMA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 0Taufik Setiyono Setio Hantoro Rahma Firmanto Nova Prasetyawan Sapto Irawan Ahmad Syarif Ahmad Hafid Gerda MS Kuniawan Ahmad Yusuf Nur Sokib Haryadi Syah’ Roni Rudi Susilo Eko Veriyanto Joko Prasetyo Aris Hariyanto Muh.

15 .TABEL 7 HASIL TES AKHIR PEGANGAN SHAKEHAND GRIP KELOMPOK KONTROL NO NO TES 8 15 14 34 7 19 12 25 37 17 36 6 33 21 1 39 31 2 27 20 NAMA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Gigih Ahmad Nurhamid Fadli Ibnu Hananto Lilik S Pipit Murdiyanto Ahmad Nurhamid Muchamad Azmi Rifai Abdul Azis Anfi Wahyu Hidayat Rahmad Fabian Mufid Cerian Agus Sulistyo Cholid Mawardi Riswanto Syaiful Anuwar Anang Rifai Surono Rifai Rage Diaslian Dala Agus Susanto Vega Ghifari Gifari JUMLAH RATA-RATA HASIL PUKULAN 30 DETIK 1 2 3 34 33 31 29 28 36 21 26 27 29 29 26 20 19 21 20 20 22 22 17 23 19 17 20 20 14 18 19 13 20 16 16 12 11 18 17 15 22 14 11 10 12 14 18 10 12 7 19 6 8 10 20 17 23 13 11 8 19 12 20 HASIL 34 36 27 29 21 22 23 20 20 20 16 18 22 12 18 19 10 23 13 20 423 12.