P. 1
Bahan Untuk Karya Tulis

Bahan Untuk Karya Tulis

|Views: 871|Likes:
Published by Asuka Teru

More info:

Published by: Asuka Teru on Sep 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2013

pdf

text

original

bahan untuk karya tulis Tuesday, 20 April 2010 07:07 | Written by fava | | | Latar Belakang

Seiring dengan proses globalisasi menuju pasar bebas dimana ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang serta penyebarannya yang begitu cepat dan mudah semakin berpengaruh pula terhadap berbagai aspek kehidupan manusia di berbagai negara. Salah satu aspek yang mengikuti arus globalisasi adalah bidang pertanian, bagaimana tidak berbagai riset telah menjadikan pertanian sebagai obyeknya, penyebaran informasi pertanian pun semakin mudah. Informasi tentang karakteristik sebuah tanaman dapat diketahui dengan mudah sehingga dapat diperkirakan kemampuan tumbuhnya pada daerah yang berbeda dengan kondisi yang sama atau hampir sama. Buah naga atau dragon fruit merupakan buah yang berasal dari tanaman kaktus yang hidup di Amerika Tengah dan Amerika Utara. Buah naga mulai masuk dan dikenal di Indonesia sekitar tahu 2000, dan mulai dikembangkan tahun 2001. Tanaman ini merupakan tanaman iklim tropis sehingga sangat cocok hidup di daerah seperti di Indonesia. Saat ini pengkonsumsian buah naga, terutama buah naga merah di masyarakat cukup besar karena telah diketahui bahwa buah kaktus madu tersebut memiliki kandungan air dan mineral yang cukup banyak, dari pengkonsumsian tersebut tercatat 30-35% kulitnya terbuang hanya sebagai limbah. Sebagai bentuk dari upaya untuk pengoptimalan daya guna kulit buah naga merah dalam masyarakat kulit tersebut dapat kita manfaaatkan sebagai bahan dalam pembuatan makanan olahan yaitu selai.

Selai merupakan makanan olahan semi basah, semi padat atau kental yang terbuat dai 45 bagian dari bubur bahan dan 55 bagian gula pasir, selai cukup dikenal dan digemari masyarakat sebagai pendamping hidangan roti, campuran pembuatan es krim dan lain-lain. Karakteristik dari kulit buah naga adalah cukup lunak hampir seperti buahnya sehingga pemanfaatan buah naga sebagai selai dapat dijadikan alternatif dari pengolahan limbah kulit buah naga merah.

Tujuan Mengoptimalkan nilai guna kulit buah naga merah Meningkatkan nilai jual kulit buah naga merah Menciptakan inovasi dari bahan makanan olahan Manfaat Bagi Penulis Memperoleh pengetahuan tentang pengolahan limbah makanan Memperoleh kesempatan berwirausaha dengan makanan inovasi

Selenicereus megalanthus (kulit kuning.7 -0.61(g) Serat 0.0(g) Protein 0. Amerika Tengah. Taiwan Food Industry Develop and Research Authorities (2005) menyatakan bahwa komposisi gizi per 100 gram daging buah naga adalah sebagai berikut: Komponen Kadar Air 82.16 -0. Saat ini buah naga telah menyebar hampir di seluruh belahan dunia termasuk Indonesia. Buah naga mulai dikenal di Indonesia tahun 2000 dan muali dibudidayakan tahun 2001.21 -0.5 -83.005 -0.012(mg) .Hylocereus costaricensis (daging merah super) . Klasifikasi dari buah naga sebagai berikut Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Subdivisi : Agiospermae (berbiji tertutup) Kelas : Dicotyledonae (berkeping dua) Ordo : Cactales Famili : Cactaceae Subfamily : Hylocereanea Genus : Hylocereus Species : .Hylocereus undatus (daging putih) .Bagi Masyarakat Memperoleh jenis makanan baru Mengurangi limbah rumah tangga Mendapat alternatif pengolahan limbah kulit buah naga merah menjadi lebih bermanfaat. Buah naga merupakan tanaman kaktus yang cocok hidup di daerah beriklim tropis seperti di Indonesia. tanpa sisik) Buah naga telah dikenal masyarakat luas dan dijadikan konsumsi harian.23(g) Lemak 0.9 (g) Betakaroten 0. dan Amerika Utara. Berbagai hasil riset telah menunjukan bahwa sebagian besar kandungan buah naga adalah air. GAGASAN Kondisi Kekinian Buah Naga Buah naga merupakan buah dari jenis tanaman kaktus yang berasal dari Meksiko.Hylocereus polyrhizus ( daging merah) .

Beberapa daerah di Jawa Timur telah mengembangkan tanaman kaktus ini. Batangnya berwarna hijau dengan bentuk segitiga. kaya akan unsur hara. . harum dan mekar di malam hari. berpasir. minuman fermentasi. Dari pengkonsumsian buah naga ini kulit yang terbuang mencapai 30-35% sebagai limbah. dengan pertimbangan tekstur kulitnya yang lunak serta kandungan pigmen warna merah dalam kulit tersebut sehingga tidak memerlukan bahan pewarna buatan.3 -8.297 -1.Kalsium 6. berwarna putih.1(mg) Besi 0. Jika perawatan cukup baik. Peningkatan nilai ekonomis kulit buah naga (terutama buah naga merah) ini dapat dilakukan dengan mengolah kulit tersebut menjadi selai. Perbanyakan tanaman dengan cara setek atau menyemai biji.043 -0. misalnya daerah Malang dan Pasuruan. Tanaman akan tumbuh subur jika media tanam porous (tidak becek).28 -0.65(mg) B1 0. Setelah bunga layu akan terbentuk bakal buah yang menggelantung di setiap batangnya. mempunyai sulur batang yang tumbuh menjalar. Dari karakteristik buah naga tersebut dapat diketahui bahwa buah naga dapat tumbuh dan dikembangkan di Indonesia.30(mg) B2 0. Bunganya besar. jus. Kultivar asli tanaman ini berasal dari hutan teduh. saat ini telah banyak pembudidayaan buah naga di berbagai daerah di Indonesia di Jawa khususnya. dan lain-lain. cukup sinar matahari dan bersuhu antara 38-40 ºC. Komposisi Buah Naga SHAPE \* MERGEFORMAT Buah naga dihasilkan dari tanaman sejenis kaktus.300(mg) Tabel 1.8(mg) Fosfor 30.045(mg) C 8 – 9(mg) Niasin 1. Minat masyarakat yang besar terhadap buah naga menjadikan buah ini diolah dalam berbagai bentuk hidangan misalnya sup. tanaman akan mulai berbuah pada umur 11-17 bulan.2 -36.55 -0.

Tujuan dari penambahan gula adalah untuk memberi rasa”flavor”dan penampakan yang ideal. Jumlah penambahan gula yang tepat pada pembuatan selai tergantung pada beberapa hal yaitu tingkat keasaman buah.46. Berdasarkan penelitian dari ekstraksi kulit buah naga (buah naga merah) mengandung antosianin berjenis sianidin 3-ramnosil glukosida 5-glukosida(Saati.10-3. Antosianin merupakan pigmen dengan warna yang kuat dan dapat larut dalam air . Gula Gula terdapat dalam berbagai macam bentuk antara lain sukrosa.75%-1. Pektin Pektin diperlukan untuk membentuk gel pada produk selai. Berdasarkan pengamatan. produsen selai biasa menggunakan bahan pewarna sintesis untuk memperindah warna dari selai. nanas. 2. Food & Drug Admonistration (FDA) mendefinisikan selai sebagai produk olahan buah-buahan. 2009). Agar diperoleh selai yang aromanya harum dan kekentalan atau viscositas yang baik sebaiknya digunakan campuran buah yang setengah matang atau yang matang penuh.5%. Asam Penambahan asam pada pembuatan selai bertujuan untk mengatur pH dan mencegah pengkristalan gula. maupaun campuran ketiganya dalam proporsi tertentu terhadap gula(sukrosa) dengan atau tanpa penambahan air. Asam yang biasa digunakan dalam pembuatan selai adalah asam sitrat (C6H8O7). kandungan gula dalam buah. ragi. Buah Selai dapat dibuat dari berbagai macam buah. Pada konsentrasi tinggi (paling sedikit 40% padatan terlarut) larutan gula dapat mencegah pertumbuhan bakteri. Keadaan buah yang digunakan sangat menentukan dalam pembuatan selai. dan kapang atau biasa disebut fungi humektan. mangga. Kandungan gula yang ideal pada produk selai berkisar antara 60-65%. dan sudah tua.Selai Selai merupakan salah satu produk pangan semi basah yang cukup dikenal dan disukai masyarakat. belum busuk. Dalam pembuatan selai digunakan gula sukrosa atau gula pasir. PH optimum dalam pembuatan selai antara 3. Jumlah pektin yang ideal dalam pembuatan selai antara 0. Kadar gula tidak lebih dari 65% dan konsentrasi pektin 1% sudah dapat dihasilkan gel dengan kekentalan yang baik. antara lain stroberi. buah kaleng. dan tingkat kematangan buah. fruktosa. Buah yang akan dijadikan selai harus yang berkualitas baik. Makin besar konsentrasi pektin makin keras gel yang terbentuk. sedangkan bahan pewarna buatan tersebut terbukti berbahaya bagi kesehatan manusia. Bahan-bahan yang mendukung dalam pembuatan selai antara lain: 1. Selai merupakan makanan semi padat atau kental yang terdiri dari 45 bagian bubur buah dan 55 bagian berat gula. melon. asam tartrat (C4H6O4). asam malat (C4H6O5) 4. Selain itu dapat berfungsi sebagai pengawet. Selai diperoleh dengan cara memanaskan bubur buah dengan gula kemudian dipekatkan dengan perapian sedang sampai kandungan gulanya 68%. glukosa dan dekstrosa. buah segar. 3. baik berupa buah beku. apel dan lain-lain. pisang.

Apabila selai meleleh dan terpisah menjadi dua bagian. kemudian ditambah gula dan pektin dan diaduk secara merata. Solusi yang Pernah ditawarkan Pemanfaatan limbah dari kulit buah naga sebelumnya hanya dipakai sebagai pakan ternak misalnya kelinci dan marmut. Pemanasan selai biasanya dilakukan padasuhu 103 ºC. Pihak-pihak Terkait Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini ada beberapa pihak yang dapat membantu dan dibantu dalam proses pembuatan sampai pada hasil akhirnya. buah dan kulit buah naga yang telah dipotong kecil dihaluskan dengan menggunakan blender. kemudian dipotong kecil-kecil. Pemasakan yang berlebihan dapat menyebabkan selai menjadi keras dan kental. Pemanasan diteruskan dan ditambahkan asam sitrat dan diaduk hingga mendidih. 1987). Pemanasan bertujuan untuk membuat bubur lebih homogen dan mencegah menjadi pekat. ungu dan biru dalam bunga. pengadukan perlu diperhatikan karena bertujuan agar bahan selai dan warna merah kulit buah naga benar-benar bercampur. Ada juga yang memanfaatkannya sebagai pupuk organik. merah marak. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar dari pemanfaatan kulit buah naga merah sebagai pewarna alami dari selai. hal ini dapat meningkatkan kualitas tekstur selai. sedangkan jika kurang akan menyebabkan selai menjadi encer. Tahap selanjutnya adalah penghalusan bahan. merah. daun. berarti selai telah terbentuk dan pemanasan bisa dihentikan. dan buah pada tumbuhan tinggi(Harborne. Proses pemasakan selai Proses pengolahan dimulai dari pengupasan buah-buahan yang digunakan.serta penyebab hampir semua warna merah jambu. Selama pemanasan. setelah dikupas buah-buahan dicuci kemudian dipotong kecil-kecil untuk memudahkan proses penghancuran. Pengadukan tidak boleh terlalu cepat karena dapt menghsailkan gelembung atau busa yang berlebih yang dapat merusak tekstur akhir. Pemasakan dapat diakhiri bila total padatan telah mencapai 65-68%. Proses selanjutnya adalah pemasakan bubur. hancuran kulit buah naga dan buah mula-mula dipanaskan sesaat. merah senduduk. Proses pemasakan selai memerlukan kontrol yang baik. Pihak-pihak yang dapat membantu antara lain: .105 ºC tergantung komposisi yang digunakan. Kulit-kulit buah naga juga dicuci sampai benar-benar bersih. Kandungan lain dari kulit buah naga adalah serat yang halus. titik akhir pemasakan dapat diketahui dengan menggunakan spoon test yaitu dengan mencelupkan sendok ke dalam selai kemudian diangkat. Penghalusan kulit buah naga dilakukan bersama dengan buah untuk memperoleh warna yang merata dan adonan yang homogen.

maka untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan langkah-langkah strategis antara lain: .Pengumpulan bahan dasar selai .a) Produsen dari berbagai minuman atau makanan olahan yang memanfaatkan buah naga sebagai bahan baku b) Produsen selai Pihak-pihak yang dapat dibantu antara lain: a) Masyarakat b) Produsen selai Langkah-langkah strategis Pemanfaatan kulit buah naga sebagai pewarna alami dan pendukung bahan dasar dalam pembuatan selai memang merupakan salah satu langkah inovatif demi menciptakan produk pangan yang berkualitas bagi kesehatan.Pendistribusian selai KESIMPULAN Gagasan yang Diajukan Kulit buah naga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami karena kandungan antosianinnya dan bahan pendukung dalam pembuatan selai tanpa mengubah cita rasa selai sehingga dapat meningkatkan nilai guna kulit buah naga.Pemrosesan bahan. Teknik Implementasi Dalam pemanfaatan kulit buah naga ini kendala yang mungkin ditemukan adalah kulit buah naga masih terbatas pada buah naga kulit merah sehingga pewarna alami dari kulit buah naga terbatas pada warna merah.bahan . .Pengumpulan bahan dasar utama yaitu kulit buah naga .Pengemasan selai .

sebaiknya jamur yang telah matang didinginkan dahulu.2 g Lemak: 4. aduk rata. * Tiriskan jamur berbumbu sambil agak diperas agar tidak terlalu basah. kulit buahnya mengandung pigmen antosianin yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami. campur dengan jamur. panggang dalam oven dengan api kecil sampai kering.1 g Karbohidrat: 20. 07 Agustus 2007 keripik jamur tiram Bahan: * 300 g jamur tiram. Daging buah naga kaya dengan air dan mineral. bayam atau daun katuk dapat pula digunakan untuk variasi bahan pembuatan keripik sayur. Tidak hanya jamur yang dapat dibuat keripik berlapis tepung beras seperti di atas. wortel iris tipis.8 g . 2.Hasil yang Diperoleh Buah naga memang memiliki keunggulan dari daging buah sampai kulitnya pun dapat dimanfaatkan untuk kesehatan tubuh manusia. tekstur kulitnya yang lunak dapat dijadikan bahan pendukung dalam pembuatan selai sehingga memperoleh hasil yang maksimal. 28 April 2010 01:46) Selasa. Bila kurang kering. diamkan lebih kurang 20 menit sampai bumbu meresap. TIP 1. ratakan. Nilai gizi per porsi: Energi: 136 Kkal Protein: 6. Untuk 4 porsi. Sebelum disimpan dalam stoples. iris tipis * 225 g tepung beras * 50 ml air * 500 ml minyak goreng Bumbu Halus: * 6 siung bawang putih * 1 sdm ketumbar * 1 sdt garam Cara Membuat: * Campur bumbu halus dengan air. bersihkan * 200 g jamur kancing segar. goreng sedikit-sedikit sampai matang dan kering. Last Updated (Wednesday. * Lumuri jamur dengan tepung beras sampai rata.

Masukan paru dalam campuran bumbu dan tepung . Tiriskan tahu. Didihkan di atas api sedang sambil aduk-aduk hingga gula pasir larut dan adonan agar-agar matang.085 225 842222 Catatan Peluang Usaha keuntungan bersih per bulan Kripik Paru Cap Lombok Rp 17. aduk-aduk hingga uapnya hilang dan adonan agar-agar menjadi hangat. Mrcican . masak gula hingga leleh dan berwarna kuning keemasan. Sajikan dingin bersama saus karamel dan garnis Tips: Pakai tahu sutera untuk puding ini karena bertekstur halus. aduk rata.Salatiga | Tlp. karena air perendam tahu bisa membuat rasa puding kurang prima. Aroma susu kedelai akan padu dengan saus karamel jahe yang legit. Tuangi air dan masukkan jahe parut. 1. Penyajian: Potong-potong puding menurut selera. Goyanggoyangkan wajan.000 = 25% dari Omzet Puding Karamel Tahu Jahe Bahan: 1 bungkus (7 g) agar-agar bubuk warna putih 100 g gula pasir 1/8 sdt garam halus 600 ml susu kedelai 1 kotak (300 g) tahu sutera. Angkat. haluskan 1 kaleng (565 g) leci kalengan. dan garam.Cara Membuat Kripik Paru Cap Lombok Bahan : 1 kg paru | 1/2 ons tepung terigu | 1/2 ons tepung pati | 1/2 ons tepung beras | bawang putih 2 siung | 3 biji kemiri | 2 biji kencur | 1 liter minyak goreng Cara Membuat : . 0298 327322 . Tuangi susu kedelai.Angkat dan tiriskan . aduk rata.Setelah semua digoreng. Saus karamel jahe: Panaskan gula pasir dalam wajan hingga agak leleh.Paru direbus diatas bara api selama kurang lebih 5 menit sampai berbuih putih . Tuangkan adonan agar-agar ke dalam loyang bervolume 750 ml yang sudah dibasahi air matang. . Didihkan hingga karamel larut. goreng kembali sampai paru kering . Diamkan hingga puding mengeras. hingga benar-benar bersih .Goreng paru sampai melempem kemudian tiriskan . gula pasir.Iris paru tipis-tipis . tiriskan.Cuci bersih paru. tiriskan untuk garnis Saus karamel jahe: 100 g gula pasir 250 ml air 2 cm jahe parut Proses pembuatan: Aduk rata: Agar-agar bubuk.keripik siap dikemas dengan bungkus plastik Informasi : Kripik Paru Cap Lombok | Jl. Karangrejo No.500. Angkat. Tambahkan tahu sutera halus.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->