P. 1
MACAM-MACAM DISTILASI - PERPINDAHAN MASSA

MACAM-MACAM DISTILASI - PERPINDAHAN MASSA

|Views: 1,403|Likes:
Published by Trihapsari Kanya

More info:

Published by: Trihapsari Kanya on Sep 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2013

pdf

text

original

TUGAS PERPINDAHAN MASSA 2

1. Berikan contoh pemakaian flash vap., diff. distillation, dan cont.

distillation pada industri dengan menggambarkan flow sheet produksi serta spesifikasi input-output untuk ketiga peralatan di atas!(1 mahasiswa cukup 1 contoh) Jawab :
✔ Flash Vaporation

Pada flash evaporation terjadi beberapa tahapan proses, antara lain pemanasan umpan, penurunan tekanan, yang terakhir adalah pemisahan cair dan uap di separator. Dari beberapa tahapan proses ini, poses pembuatan urea bisa dikelompokan dalam distilasi flash evaporation, karena dalam rangkaian pembuatannya, terdiri dari tahap-tahap dari distilasi ini.

Gambar 1. Flash Evaporation Proses Produksi Pupuk Urea Sumber : http://kimiadahsyat.blogspot.com/2009/06/proses-pembuatan-urea.html

Deskripsi Proses Proses pembuatan urea diawali dengan untuk mensintesa dengan mereaksikan Liquid NH3 dan gas CO2 didalam Urea Reaktor dan ke dalam reaktor ini dimasukkan juga larutan Recycle karbamat. Tekanan operasi

disintesa adalah 175 Kg/Cm2 G. Hasil Sintesa Urea dikirim ke bagian Purifikasi untuk dipisahkan Ammonium Karbamat dan kelebihan amonianya setelah dilakukan Stripping oleh CO2. Uap air yang menguap dan terpisahkan dibagian Kristalliser didinginkan dan dikondensasikan. Sejumlah kecil Urea, NH3 dan CO2 ikut kondensat kemudian diolah dan dipisahkan di Strpper dan Hydroliser. Gas CO2 dan gas NH3 nya dikirim kembali ke bagian purifikasi untuk direcover. Sedang air kondensatnya dikirim ke Utilitas. Spesifikasi Input: campuran hasil atas dari reaktor yang terdiri dari urea, air, ammonium karbamat dan kelebihan ammonium pada tekanan 175 175 Kg/Cm2 G. Output: ammonium karbamat akan terdekomposisi. Gas-gas dari

komponen volatilnya akan terpisah dari cairannya di mana gas akan mengalir ke atas sedangkan cairan akan mengalir ke bawah melewati stripping section ✔ DIFFERENTIAL DISITILLATION Differential distilasi atau dengan nama lain distilasi batch. Batch distillation adalah jenis distilasi tak tunak dimana umpan dan produk tidak secara terus menerus masuk dan keluar. Campuran dimasukan ke dalam unit distilasi saat proses akan dimulai. Komponen yang lebih volatil akan menguap lebih awal kemudian dipisahkan dan dikondensasi. Setelah campuran terpisahkan, maka untuk melakukan pemisahan berkutnya penyuling kembali diisi campuran dan proses pemisahan berulang. Distilasi jenis ini umumnya digunakan untuk produksi kapasitas rendah dengan tingkat kemurnian yang tinggi, misalnya pada industry farmasi dan unit pengolahan wastewater. Salah satu cpntoh distilasi batch yang mau dibahas yaitu proses pemurnian Benzene. Berikut adalah process flow diagram dari proses pemurnian benzene.

Gambar 2 : PFD Proses Pemurnian Benzene Sumber : geosci.unc.edu

Deskripsi Proses Pada proses pemurnian ini, dilakukan differential distillation, dimana hal ini bisa terjadi karena pada campuran ideal, benzene dan toluene mempunyai volatilitas yang berbesa, dengan benzene yang memiliki volatilitas lebih tinggi. Campuran ini kemudian di panaskan dengan menggunakan heat exchanger, dengan mengalirkan uap panas di dalam wadah tersebut hingga campuran tersebut mendidih menghasilkan uap campuran tersebut di atas campuran yang masih berupa cairan. Perbandingan komposisi fraksi awal benzene dan toluene dalam uap dengan cair tidak sama. Dimana, pada saat komposisi fraksi pada saat fasa uap, komposisi yang lebih besar akan ditentukan dengan komponen yang memiliki volatilitas lebih tinggi, dalam hal ini benzene. Seperti yang kita ketahui bahwa volatilitas benzene lebih tinggi ini artinya benzene mempunyai titik didih yang lebih rendah dibanding dengan toluene, sehingga ketika campuran dipanaskan mencapai atau mendekati titik didih benzene, komponen yang banyak menguap adalah benzene. Sementara itu toluene akan lebih banyak tetap bebentuk cair. Komposisi

campuran uap maupun cair pada differential distillation merupakan fungsi dari waktu sehingga setiap saat komposisinya akan berubah. SPESIFIKASI Input : Campuran ideal dari toluene dan benzene Output: Hasil keluaran dari hasil distilasi ini terdiri dari 2 jenis, yaitu distilat dan Bottom.
a. Distilat terdiri dari campuran toluene dan benzene yang berbentuk uap

dimana komposisi benzene lebih banyak.
b. Bottom terdiri dari toluene dan benzene yang berada dalam bentuk

cairan, sehingga komposisi toluene lebih besar.
✔ Continous Distillation

Dalam distilasi jenis ini, proses pemisahan berlangsung secara terus menerus. Umpan masuk dan produk keluar secara bersamaan, terus menerus, dan tanpa jeda. Jenis distilasi ini umunya digunakan dalam industri kimia berkapasitas besar seperti industri petrokimia. Berikut ini akan dijelaskan proses pembuatan alcohol. Deskripsi Proses Pada proses pembuatan alcohol, cair umpan yang uap masukan yang dimasukan (distilate) untuk adalah yang alcohol telah dipanaskan dengan air yang

sebelumnya, dan tidak terdapat fasa padat. Hasil keluaran diinginkan (waste) adalah dari alcohol konsentrasi tinggi yang keluar dari bagian atas. Sedangkan keluaran terdiri campuran terkondensasi dan masih terdapat sisa alcohol.

Gambar 3. PFD Ethanol Distilation Process Sumber : http://bioweb.sungrant.org/Technical/Biofuels/Technologies/Ethanol+ Production/Ethanol+Dry+Grind+Process/Default.htm

Spesifikasi Input : Umpan masukan hanya satu alcohol cair yang telah dipanaskan. Output : uap alcohol, campuran air yang terkondensasi , air yang masih terdapat sisa alcohol.

1. Buat diagram kesetimbangan gas-cair untuk campuran n-c7 dan n-c-8 menggunakan persamaan empiris (anthoine dll). Titik didih (1 atm) n-heptane = 98,4oC dan n-oktana = 125,6oC. Buatlah diagram kesetimbangan x-y* pada suhu diantara kedua suhu tersebut.
Jawab :

Untuk dapat menyelesaikan persamaan ini, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu dengan mencari nilai masing-masing tekanan daro n-heptana (P1) dan n-oktana (P2). Persamaan untuk mencari tekanan masing-masing adalah

log P = A −

B C +T

(1)

Dengan nilai A, B dan C adalah konstanta dari masing-masing zat. A n-heptana n-oktana 6,89677 6,9186 B 1264,9 1351,9 C 216,54 209,15

Untuk menentukan suhu acuan, digunakan suhu n-heptana. Hal ini karena n-heptana lebih volatile. Suhu yang digunakan adalah 98.4 0c, 105 0c, 110 0c, 115 0c, 120 0c, 125,6 0c. • Menentukan P1, saat T = 98,4 0c
logP1=6,8967- 1246,9216,54+98,4

P1 = 759.3629977 mmHg Menentukan P2, saat T = 98,4 0c

logP2=6,9186- 1351,9209,15+98,4

P2 = 333.3434954 mmHg Perhitungan terus dilakukan hingga mendapat nilai P1 dan P2pada suhu 125,6
0

c Adapun data hasil perhitungan, dilampirkan pada data table berikut ini.

Suhu (T,
o

P1 (mmHg)
759.3629977 918.0985487 1054.690702 1206.546557 1374.760932 1583.964304

P 2(mmHg)
333.3434954 412.3269596 481.5715106 559.7575617 647.6704212 758.6889852

c)

98.4 105 110 115 120 125,6

Langkah selanjutnya, untuk membuat grafik dari soal ini, maka dibutuhkan nilai x dan y*. Dimana, persaamaan untuk mendapatkan nilai ini adalah

x = (Pt-P2)/(P1-P2)

(2)

y* = P1x/Pt (3) Dengan Pt = P1 + P2 masing-masing komponen pada suhu yang sama. Setelah dilakukan perhitungan, maka hasil nilai x dan y* masing-masing disajikan dalam tabel dibawah ini Suhu (T,
0

X

y*

C)
1.001495242 0.687411171 0.485812539 0.30959469 0.154491878 0.001588579 1.00066 0.83041 0.67419 0.4915 0.27946 0.00331

98,4 105 110 115 120 125,6

Dari nilai yang telah didapat, dibuat grafik dengan sumbu x = nilai x, dengan sumbu y = besar suhu. Grafik yang terbentuk adalah sebagai berikut

3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->