P. 1
Askep Malaria

Askep Malaria

|Views: 1,356|Likes:
Published by Triono Leokardo

More info:

Published by: Triono Leokardo on Sep 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2013

pdf

text

original

MALARIA A.

Pengertian Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoa yang disebut Plasmodium, yang dalam salah satu tahap perkembang biakannya akan memasuki dan menghancurkan sel-sel darah merah. Plasmodium yang menyebarkan penyakit malaria berasal dari spesies Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium malariae, dan Plasmodium knowlesi. Vektor yang berperan dalam penularan penyakit ini adalah nyamuk Anopheles, terutamanya Anopheles sundaicus di Asia dan Anopheles gambiae di Afrika. Malaria adalah sejenis penyakit menular yang dalam manusia sekitar 350-500 juta orang terinfeksi dan lebih dari 1 juta kematian setiap tahun, terutama di daerah tropis dan di Afrika di bawah gurun Sahara. B. Jenis Plasmodium 1. Ada empat jenis Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria, yaitu sebagai berikut : Plasmodium Vivax, menyebabkan malaria vivax yang disebut pula sebagai malaria tertiana. 2. Plasmodium falciparum, menyebabkan malaria falciparum yang dapat pula disebut sebagai malaria tersiana. 3. Plasmodium malariae, menyebabkan malaria malariaeatau malaria kuartana karena serangan demam berulang pada tiap hari keempat. 4. Plasmodium ovale, menyebabkan malaria ovale dengan gejala mirip malari vivax. Malaria ini merupakan jenis ringan dan dapat sembuh sendiri Gb1 dari kiri ke kanan:P. Vivax,P.Falciparum,P.Malariae,P.Ovale C. Proses Kehidupan Plasmodium Sebagaimana makhluk hidup lainnya, plasmodium juga melakukan proses kehidupan yang meliputi: Pertama, metabolisme (pertukaran zat). Untuk proses hidupnya, plasmodium mengambil oksigen dan zat makanan dari haemoglobin sel darah merah. Dari proses metabolisme meninggalkan sisa berupa pigmen yang terdapat dalam sitoplasma. Keberadaan pigmen ini bisa dijadikan salah satu indikator dalam identifikasi. Kedua, pertumbuhan. Yang dimaksud dengan pertumbuhan ini adalah perubahan morfologi yang meliputi perubahan bentuk, ukuran, warna, dan sifat dari bagian-bagian sel. Perubahan ini mengakibatkan sifat morfologi dari suatu stadium parasit pada berbagai spesies, menjadi bervariasi.Setiap proses membutuhkan waktu, sehingga morfologi stadium parasit yang ada pada sediaan darah dipengaruhi waktu dilakukan pengambilan darah. Ini berkaitan dengan jam siklus perkembangan stadium parasit. Akibatnya tidak ada gambar morfologi parasit yang sama pada lapang pandang atau sediaan darah yang berbeda. Ketiga, pergerakan. Plasmodium bergerak dengan cara menyebarkan

1

sitoplasmanya yang berbentuk kaki-kaki palsu (pseudopodia). Pembiakan ini terjadi di dalam tubuh manusia melalui proses sizogoni yang terjadi melalui proses pembelahan sel secara ganda. berkembang biak. Plasmodium falsiparum: jumlah sporozoit dalam ookista adalah 10-12 butir dan siklus sporogoni selama 10 hari. Bila mikrogametosit (sel jantan) dan makrogametosit (sel betina) terhisap vektor bersama darah penderita. sitoplasma sel induk dibagi-bagi kepada setiap inti dan terjadilah sel baru yang disebut merozoit. dan sizon matang. maka dampaknya bagi morfologi parasit juga akan mengalami perubahan. Pembiakan seksual. Inti troposoit dewasa membelah menjadi 2. 2. Pembiakan ini terjadi di dalam tubuh nyamuk melalui proses sporogoni. Misalnya. 8. Perubahan dari mikrogametosit dan makrogametosit sampai menjadi sporozoit di dalam kelenjar ludah vektor disebut masa tunas ekstrinsik atau siklus sporogoni. Sizon muda. Bentuk penyebaran ini dikenal sebagai bentuk sitoplasma amuboit (tanpa bentuk). Pada Plasmodium vivax. ini sebagai upaya plasmodium untuk mempertahankan diri seandainya rangsangan itu berupa ancaman terhadap dirinya. plasmodium bisa membentuk sistem kekebalan (resistensi) terhadap obat anti malaria yang digunakan penderita. Plasmodium memberikan reaksi terhadap rangsangan yang datang dari luar. Kelima. Jumlah sporokista pada setiap ookista dan lamanya siklus sporogoni. maka dikenal ada tiga tingkatan (stadium) plasmodium yaitu: a. pada masing-masing spesies plasmodium adalah berbeda. 4. Stadium gametosit. Terakhir ookista pecah dan membentuk sporozoit yang tinggal dalam kelenjar ludah vektor. plasmodium ada dalam proses pembentukan sel kelamin. yaitu: d. Dengan demikian. maka proses perkawinan antara kedua sel kelamin itu akan terjadi. reaksi terhadap rangsangan. dan tropozoit dewasa. Ada dua macam perkembangbiakan sel pada plasmodium. penyebaran sitoplasma ini lebih jelas terlihat yang berupa kepingan-kepingan sitoplasma. c. Bila pembelahan inti telah selesai. 2 . sizon tua. tropozoit setengah dewasa. yaitu: Plasmodium vivax: jumlah sporozoit dalam ookista adalah 30-40 butir dan siklus sporogoni selama 8-9 hari. dan seterusnya sampai batas tertentu tergantung pada spesies plasmodium. Plasmodium malariae: jumlah sporozoit dalam ookista adalah 6-8 butir dan siklus sporogoni selama 26-28 hari. Keempat. Oleh karena dalam setiap stadium terjadi proses. Gametosit muda. dalam stadium-stadium itu sendiri terdapat tingkatan umur yaitu: tropozoit muda. plasmodium ada dalam proses pembiakan. Pembiakan aseksual. Stadium tropozoit. b. plasmodium ada dalam proses pertumbuhan. Dari proses ini akan terbentuk zigot yang kemudian akan berubah menjadi ookinet dan selanjutnya menjadi ookista. Berkembang biak artinya berubah dari satu atau sepasang sel menjadi beberapa sel baru. Dengan adanya proses-proses pertumbuhan dan pembiakan aseksual di dalam sel darah merah manusia. Stadium sizon.

Akhirnya. kemudian masuk ke dinding lambung nyamuk berubah menjadi ookista. terjadi perkawinan antara sel gamet jantan (mikro gamet) dan sel gamet betina (makro gamet) yang disebut zigot. Selanjutnya berubah menjadi sizon muda dan sizon dewasa. lalu menjadi troposoit dewasa. Plasmodium malariae: jumlah merozoit di dalam satu sel sizon dewasa sebanyak delapan dan lama siklusnya 72 jam. karena perbedaan proses perkembangan. sizon dewasa mengalami sporulasi yaitu pecah menjadi merozoit-merozoit baru. Untuk sizon berproses berawal dari sizon dewasa pecah menjadi merozoit-merozoit dan bertebaran dalam plasma darah. Merozoit kemudian menginvasi sel darah merah yang kemudian tumbuh menjadi troposoit muda berbentuk cincin atau ring form. dan gametosit matang. sehingga kepadatan troposoit pada darah sering rendah. tidak sama untuk tiap spesies plasmodium. Di sini dapat dikatakan. Artinya reproduksi lebih rendah dan lebih lambat. Pada saat menjadi merozoit-merozoit. Setelah sel hati pecah. proses dari sizon dewasa untuk kembali ke sizon lagi. keluar sporozoit yang berpindah ke kelenjar liur nyamuk dan siap untuk ditularkan ke manusia. akan keluar merozoit/kriptozoit yang masuk ke eritrosit membentuk stadium sizon dalam eritrosit (stadium eritrositer). Plasmodium falsiparum selama 9-14 hari.gametosit tua. Ini mungkin yang menjadi penyebab jarangnya spesies ini ditemukan. Siklus Hidup Plasmodium pada Tubuh Manusia Ketika nyamuk anopheles betina (yang mengandung parasit malaria) menggigit manusia. disebut satu siklus. Sebagian besar Merozoit masuk kemabli ke eritrosit dan sebagian kecil membentuk gametosit jantan dan betina yang siap untuk diisap oleh nyamuk malaria betina dan melanjutkan siklus hidupnya di tubuh nyamuk (stadium sporogoni). Khusus Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale pada siklus parasitnya di jaringan hati (sizon jaringan) sebagian parasit yang 3 . Plasmodium vivax selama 12-17 hari. Didalam lambung nyamuk. Lamanya siklus ini dan banyaknya merozoit dari satu sizon dewasa. D. Setelah ookista matang kemudian pecah. akan keluar sporozoit dari kelenjar ludah nyamuk masuk ke dalam darah dan jaringan hati. maka masa tunas atau pre paten atau masa inkubasi plasmodium di dalam tubuh manusia (intrinsik) masing-masing spesies lamanya berbeda. Dalam siklus hidupnya parasit malaria membentuk stadium sizon jaringan dalam sel hati (stadium ekso-eritrositer). Pada plasmodium falsiparum: jumlah merozoit di dalam satu sel sizon dewasa sebanyak 32 dan lama siklusnya 24 jam. dan Plasmodium malariae 18 hari. Plasmodium vivax: jumlah merozoit di dalam satu sel sizon dewasa sebanyak 16 dan lama siklusnya 48 jam. Artinya reproduksi rendah dan lebih lambat. Ring form tumbuh menjadi troposoit setengah dewasa. Artinya reproduksi tinggi dan cepat sehingga kepadatan troposoit pada darah sangat tinggi. Disitu mulai bentuk troposit muda sampai sizon tua/matang sehingga eritrosit pecah dan keluar merozoit. Zigot berubah menjadi ookinet.

Malaria pada anak kecil dapat terjadi sekuel. Bentuk hipnosit inilah yang menyebabkan malaria relapse. 3. Pada Plasmodium falciparum serangan dapat meluas ke berbagai organ tubuh lain dan menimbulkan kerusakan seperti di otak. F. apabila suatu saat dalam keadaan daya tahan tubuh menurun misalnya akibat terlalu lelah.berada dalam sel hati tidak melanjutkan siklusnya ke sel eritrosit. yang mengakibatkan terjadinya malaria berat atau komplikasi. Malaria kuartana yang disebabkan Plasmodium malariae. paru. akan didapati SD positif Plasmodium vivax/ plasmodium ovale. memiliki masa inkubasi lebih lama daripada penyakit malaria tertiana atau tropika. Pada penderita yang mengandung hipnosoit. Jenis Malaria Penyakit ini memiliki empat jenis dan disebabkan oleh spesies parasit yang berbeda. menyebabkan koma. 2. Misalnya 1 – 2 tahun sebelumnya pernah menderita Plasmodium vivax/ovale dan sembuh setelah diobati. gejala pertama biasanya tidak terjadi antara 18 sampai 40 hari setelah infeksi terjadi. Jenis malaria itu adalah: vivax dengan gejala demam dapat terjadi setiap dua hari sekali setelah gejala pertama terjadi (dapat terjadi selama dua minggu setelah infeksi). Bila dilakukan pemeriksaan. Organisme bentuk ini sering menghalangi jalan darah ke otak. akan tetapi tertanam di jaringan hati –disebut hipnosit-. mengigau dan kematian. malaria aestivo-autumnal atau disebut juga malaria tropika. gejala dapat timbul sangat mendadak. E. Meskipun angka kematian malaria serebral mencapai 20-50% hampir semua penderita yang tertolong tidak menunjukkan gejala sisa neurologis (sekuele) pada orang dewasa. Demam rimba (jungle fever). mirip Stroke. disebabkan oleh Plasmodium vivax. gejala malaria akan muncul kembali sekalipun yang bersangkutan tidak digigit oleh nyamuk anopheles. sering tidak ditemukan plasmodium dalam darah tepi karena telah mengalami sekuestrasi. bila kemudia mengalami kelelahan atau stress. 4. Gejala itu kemudian akan terulang lagi tiap tiga hari. stress atau perubahan iklim (musim hujan). ginjal. yang disebabkan Plasmodium 4 . disebabkan plasmodium falciparum merupakan penyebab sebagian besar kematian akibat malaria. sibuk. Malaria tertiana (paling ringan). koma disertai gejala malaria yang berat. Plasmodium Falciparum dalam jaringan yang mengandung parasit tua – bila jaringan tersebut berada di dalam otakperistiwa ini disebut sekustrasi. Gejala Malaria Gejala serangan malaria pada penderita yaitu: Gejala klasik. biasanya ditemukan pada penderita yang berasal dari 1. Pada penderita malaria berat. Setelah eritrosit yang berparasit pecah akan timbul kembali gejala penyakit. hipnosoit dalam tubuhnya akan terangsang untuk melanjutkan siklus parasit dari sel hati ke eritrosit. Malaria pernisiosa. hati dan jantung.

terjadi setelah pecahnya sizon dalam eritrosit dan keluar zat-zat antigenik yang menimbulkan mengigil-dingin. berkeringat (selama 2-4 jam).5-40 derajad celcius. Warna urine seperti I tua 8. Mata kuning dan tubuh kuning 5. yang terdiri dari tiga stadium berurutan: 1. keringat sampai membasahi tubuh seperti orang mandi. Jumlah kencing kurang (oliguri) 7. Demam 2. 3. Berkeringat 4. pucat dan menggigil-dingin pada orang dewasa (di Yogyakarta). 2. yaitu gejala malaria klinis ringan diatas dengan disertai salah satu gejala di bawah ini: 1. Gejala ini merupakan suatu parokisme. gusi atau saluran pencernaan 6. demam (selama 2-6 jam). Gejala malaria berdasarkan jenis malaria antara lain: 5 . Dapat disertai dengan gejala lain: Sakit kepala. Jika tidak segera diobati biasanya akan timbul jaundice ringan (sakit kuning) serta pembesaran hati dan limpa. Kejang. Gejala khas daerah setempat: diare pada balita (di Timtim). timbul setelah demam. lemah. Kadar darah putih. Nafas sesak 10. Perdarahan di hidung. Kadang-kadang dalam keadaan berat. Gangguan kesadaran (lebih dari 30 menit) 2. Jika sejumlah parasit menetap di dalam darah kadang malaria bersifat menetap. atau yang pertama kali menderita malaria. Gejala malaria dalam program pemberantasan malaria: 1. pada penderita hiper parasitemia (lebih dari 5 persen) suhu meningkat sampai lebih dari 40 derajad celcius. sertai demam. terjadi akibat gangguan metabolisme tubuh sehingga produksi keringat bertambah. Menggigil 3. menggigil (selama 15-60 menit). 12.daerah non endemis malaria atau yang belum mempunyai kekebalan (immunitas). 11. nyeri otot atau pegal-pegal pada orang dewasa (di Papua). 5. beberapa kali kejang 3. Gejala malaria berat atau komplikasi. timbul setelah penderita mengigil. Kadar gula darah rendah. Menyebabkan penurunan nafsu makan. rasa pahit pada lidah. Biasanya setelah berkeringat. penderita merasa sehat kembali. Kelemahan umum (tidak bisa duduk/berdiri) 9. mual dan muntah. Panas tinggi diikuti gangguan kesadaran 4. leukosit. cenderung meningkat. demam dengan suhu badan sekitar 37.

Biasanya demam akan terjadi antara 1 – 8 jam. Gejala Malaria Malariae (kuartana) Suatu serangan seringkali dimulai secara samar-samar. Ø Antigen(S) yang lain kini hadir dalam semua empat jenis yang juga ditargetkan di dalam kotak yang berkombinasi untuk pendeteksian menyangkut antigen HRP-II dari P. hingga kini tak bisa ditentukan. Test ini berdasar pada pendeteksian antigen parasit malaria di dalam darah. Serangan bisa berlangsung selama 20 – 36 jam. Paling sering mereka menggunakan dipstick atau test strip yang untuk pengujian monoclonal antidibodies yang secara langsung menyerang target antigens dari parasit tersebut. dengan selang waktu setiap 72 jam. Beberapa kotak yang mendeteksi semua empat jenis Plasmodium menyebutkan di dalam merk dagang mereka atau dalam pemasaran mereka hanya dua jenis (“PF/PV”).falciparum bersama-sama dengan sesuatu. Setelah demam reda. Beberapa kotak test sekarang ini banyak tersedia di pasaran. malariae. 6 . Antigens yang Ditargetkan Sekarang Disediakan oleh RDTs : Ø Histidine-rich protein II (HRP-II) adalah suatu protein yang dapat larut dalam air yang diproduksi oleh trophozoites dan muda (tetapi belum matang) gametocytes P. Gejala jenis malaria ini cenderung terjadi setiap 48 jam.vivax. Gejala Malaria Vivax & Ovale Gejala yang terlihat sangat samar. antigen “pan-malarial” yang menyangkut jenis lain. pengidap akan merasa tidak nyaman. Kotak tes yang sekarang ini tersedia mendeteksi Pldh berasal dari semua empat jenis Plasmodium yang menginfeksi manusia.falciparum dan jenis yang non-falciparum. Mereka dapat membedakan jenis P.ovale dan P. Kotak yang tersedia dipasaran sekarang ini hanya tersedia untuk mendeteksi HRP-ll yang berasal dari P. suhu tubuh naik secara bertahap kemudian tiba-tiba turun. G. pengidap malaria ini merasa sehat sampai gejala susulan kembali terjadi. Diagnosa Penyakit Malaria Tes diagnostik cepat (RDTs) digunakan untuk mendiagnosa penyakit malaria. Ø Laktat parasit Dehydrogenase (Pldh) diproduksi oleh asexual dan sexual stages (gametocytes) yang berasal dari parasit malaria. dan peningkatan teknis secara terus menerus dapat meningkatkan kemampuan RDTs untuk menegakkan diagnosa malaria. dan penderita mengalami sakit kepala hebat. tetapi tidak bisa membedakan antara P. falcipatarum. Serangannya menyerupai malaria vivax. 2. dengan menggunakan metoda immunochromatographic.1. 3. Test dapat dilakukan sekitar 15 menit. Setelah gejala utama mereda. falciparum saja. keringat dingin. P. dan berlangsung selama 1 minggu membentuk pola yang khas. Ini lebih dapat mendorong kearah kebingungan tentang kemampuan diagnostik mereka. Bidang ilmu ini sedang dikembangkan dengan cepat. Gejala Malaria Falciparum Gejala awal adalah demam tinggi. berupa demam ringan yang tidak menetap.

Ini meliputi (a) satu baris menangkap antibody yang spesifik untuk antigen di bawah penyelidikan (beberapa bentuk digunakan jika beberapa antigens sedang diselidiki) dan (b) sebuah prosedur mengontrol garis.Prosedur Test Umum (Variasi Antar kotak) : Ø Spesimen darah finger-prick dikumpulkan (2-50 ml. Ø Antigen-antibody yang berlabel yang kompleks pindah tempat atas test strip (paling sering nitrocellulose atau serat glass) dengan prinsip kapiler pada bahan reaksi test-specific yang selama pembuatan telah pre-deposited. garis pengontrol akan menjadi kelihatan sama seperti antibody yang berlabel ditangkap oleh antibody garis pre-deposited dari antibody yang secara langsung melawannya. menggunakan berbagai tabung microcapillarv. antibody yang berlabel adalah pre-deposited yang selama pembuatan memakai sample pad atau di dalam tempat yang melengkung dan hanya satu lysing atau washing buffer yang ditambahkan pada darah. maka antigen atau antibody yang kompleks telah terbentuk. dengan antibody yang akan menangkap antibody yang berlabel. Kegunaan dari penilaian ini telah disepakati sedikit banyaknya variasi di dalam metodologi dan ukuran sample yang biasanya berukuran kecil. Tes Performance dari RDTs Tes Performance dari RDTs telah ditaksir secara ekstensif di dalam situasi klinis berbeda. Buffer adalah menambahkan dengan menyimpan secara langsung di atas strip. antigen-antibody yang berlabel yang kompleks akan dihentikan pada garis pre-deposited yang menangkap antibody dan akan dapat ditemukan secara visual. Ø Jika yang berada di bawah penyelidikan adalah darah yang berisi antigen. Ø Spesimen darah dicampur (di dalam tabung test terpisah atau tempat yang melengkung. 7 . (Catatan: desain ini mengakibatkan garis kendali tidak muncul sekalipun tidak ada darah yang bercampur dengan haemolysing buffer) Tes yang lengkap memakan waktu bervariasi dari dari 5 sampai 15 menit. Beberapa pabrik menyatakan bahwa plasma atau darah anticoagulated dapat juga digunakan. tergantung pada kotak). atau dengan mencuci keseluruhan strip di dalam tabung test. Ø Washing buffer kemudian ditambahkan untuk memindahkan haemoglobin dan permit visualisasi dari semua garis yang berwarna di atas strip. kedua-duanya di negara-negara tidak endemik dan endemik. Lanjutan penilaian seperti itu akan menjadi diperlukan dengan peningkatan pengenalan teknik atau dalam pengembangan kotak peralatan yang terbaru. atau pada sample pad) dengan larutan buffer yang berisi campuran haemolysing sama seperti antibody yang spesifik yang berlabel dengan visually detecble marker (seperti emas colloidal). Jika antigen yang sudah diselidiki telah hadir. Dalam beberapa kotak. Apakah darah tidak berisi antigen atau tidak. dengan menempatkannya di dalam tempat yang lengkung dimana yang berpindah tempat itu adalah strip.

Sebagai tambahan.Nilai-nilai yang bersifat prediksi. tidak ada RDT yang dipasarkan telah dilaporkan untuk dapat mempercayai pembedaan antara P. Kepekaan RDT untuk jenis yang non-falciparum menjadi lebih sedikit yang dipelajari.ovale dan P. Kesehatan para pekerja dengan ketrampilan minimal dapat dilatih.falciparum. diukur dalam penyelidikan yang sama. terakhir sudah dilaporkan dengan benar didalam beberapa versi kotak terbaru. Ketegasan dari RDTs. Ini belum termasuk kasus kotak yang menargetkan antigens “pan-malarial” yang berbeda. sejak kotak untuk P. apakah yang seragam mempunyai hasil yang tinggi (kebanyakan > 90%). Penyelidikan yang diselenggarakan sampai saat ini menunjukkan bahwa kotak Pldh boleh mencapai suatu kepekaan untuk P.24 dan dilaporkan pada saat pertemuan). RDTs adalah lebih lebih sederhana untuk dilaksanakan dan untuk diinterpretasikan.falciparum HRP-II) telah tersedia untuk waktu lebih lama. hasil positif palsu telah dilaporkan di dalam darah dari pasien dengan faktor rheumatoid.falciparum (target banyak diarahkan P. terutama di dalam versi yang lebih awal dari satu kotak HRP-II. Bagaimanapun. masalahnya.falciparum pada kepadatan di atas 100 parasit per ml darah (9.vivax yang dapat diperbandingkan dengan P. Bagi para pekerja kesehatan (dan pekerja kesehatan lainnya seperti sukarelawan) dapat mengajarkan prosedur 8 . Kepekaan dari RDTs yang telah dipelajari untuk P. tukar menukar parasit merupakan hal yang dianggap biasa dan sering ditemukan untuk menjadi bisa diterima. RDTs yang biasanya mencapai suatu kepekaan lebih dari 90% di dalam mendeteksi P. falciparum dan parasit malaria lainnya di dua bagian yang terpisah.RDTs mendeteksi empat jenis Plasmodium yang menginfeksi manusia. Sampai saat ini. sungguhpun pasien ini tidak lagi mempunyai gejala atau parasitaernia (seperti ketika ditaksir oleh blood smears). Mereka tidak memerlukan pelatihan dengan menggunakan listrik.malariae. Peralatan yang spesial atau pelatihan penggunaan mikroskop. P. walaupun begitu riset untuk pengembangan test seperti itu selalu dilanjutkan.vivax. RDTs yang dilaporkan selalu sama untuk menjadi lebih mudah dilaksanakan dibanding semua teknik diagnostik berkenaan dengan malaria lain. dengan jelas kepekaan dapat berkurang. mungkin dihubungkan dengan reaksi silang dengan antibody monoclonal yang berlabel. tergantung pada antigens yang menjadi dasarnya. Beberapa RDTs hanya mendeteksi P. Derajat tingkat kepositifan yang persisten seperti itu kelihatannya tidak ditemui di dalam test yang mengarahkan antigens lain. dengan beberapa format RDT yang sedang ditemukan menjadi lebih mudah dioperasikan dibanding dengan yang lain. kedua-duanya ditemukan hal positif dan hal negatif. Di bawah tingkatan 100 parasit per ml darah.falciparum. terlatih di dalam teknik RDT dalam periode yang bermacam-macam dalam tiga jam selama satu hari. Tenaga ahli yang dibandingkan dengan mikroskopi (kadang-kadang yang dilengkapi oleh polymerase reaksi berantai). test HRP-II dapat positif tinggal untuk 7-14 hari yang mengikuti kemoterapi di dalam proporsi substansil individu.

Lebih dari itu. Sejak RDTs mendeteksi perputaran antigens. pemberian obat tidak sesuai dengan dosis trandar yang telah ditetapkan. Mereka tidaklah pantas untuk mendiagnosa kasus malaria yang di import dari area di mana P. 9 . mengurangi kesakitan. Pengobatan Malaria Tujuan pengobatan malaria adalah menyembuhkan penderita. mencegah kematian.falciparum dapat memberi hasil positif untuk sampai dua minggu mengikuti pemeriksaan parasit dan chemotherapi seperti yang telah dikonfirmasikan oleh mikroskopi Alasan untuk antigen ini perlu untuk diperjelas. dengan ketrampilan ingatan yang baik di atas periode satu tahun. Menunggu keputusan klarifikasi. dalam pengobatan didapatkan hambatan operasional dan teknis.falciparum. Hambatan operasioanal itu adalah: . RDTs mengarahkan HRP-II mungkin meng-hasilkan keputusan yang membingungkan dalam hubungannya dengan penilaian kegagalan perawatan perlawanan obat atau RDTs yang sekarang jadilah lebih mahal dibanding dengan menggunakan mikroskop (mikroskopi). mencegah komplikasi dan relaps. . kebanyakan kotak dapat dikirimkan dan disimpan dalam kondisi yang sesuai dengan lingkungan.distribusi obat tidak sesuai dengan kebutuhan atas indikasi kasus di puskesmas. penggunaan obat-obatan dengan kualitas kurang baik. Sekarang ini sudah tersedia dipasaran RDTs secara yang mengarahkan HRP-II dapat mendeteksi hanya pada P.produksi obat. .falciparum bukan jenis lazim. bahkan obat palsu. obat yang ideal adalah yang memenuhi syarat: -Membunuh semua stadium dan jenis parasit -Menyembuhkan infeksi akut. kronis dan relaps -Toksisitas dan efek samping sedikit -Mudah cara pemberiannya -Harga murah dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat Sayangnya.kualitas tenaga kesehatan. Kotak itu akan mendeteksi hanya sebagian dari kasus di mana ada Plasmodium jenis lain itu merupakan co-endemik. Tentunya.yang berarti dalam beberapa jam. RDTs sudah mendeteksi putaran HRP-II sungguhpun blood smears hasilnya negatif dari P. serta mengurangi kerugian sosial ekonomi (akibat malaria). Target RDTs itu HRP-II dari P. falciparum bahkan ketika parasit disita di kompartemen vaskuler dan tidak begitu bisa mendeteksi oleh pengujian mikroskopik dari sekeliling blood smear.falciparum pada plasenta. Pada wanita-wanita dengan placental malaria (seperti ketika dipertunjukkan oleh placental smears). itu dapat mendeteksi infeksi P. H. RDTs relatif sempurna dalam tes performance dan dalam tukar menukar intrepretasi relatif lebih sedikit antar para pemakai.

Ada beberapa jenis obat yang dikenal umum yang dapat digunakan dalam pengobatan penyakit malaria.menghambat sintesa enzim parasit membentuk DNA dan RDA .Membunuh semua stadium dan jenis parasit .distribusi obat tidak sesuai dengan kebutuhan atas indikasi kasus di puskesmas. penggunaan obat-obatan dengan kualitas kurang baik.Menyembuhkan infeksi akut. diare terutama bila perut dalam keadaan kosong .pandangan kabur .Dosis lethal: 2000 mg basa (dewasa) atau 1000 mg basa pada anakanak atau lebih besar / sama dengan 30 mg basa/kg BB. obat pilihan terhadap serangan akut.kesadaran penderita. Obat yang ideal yaitu: .kualitas tenaga kesehatan. demam hilang dalam 24 jam dan parasitemia hilang dalam 48-72 jam. hanya diminum satu hari saja) Sementara itu.. Farmokodinamika : . Klorokuin Kerja obat : . hanya diminum 1 hari saja). penderita tidak minum obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan (misal.Harga murah dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat Sedangkan hambatan operasional dalam pengobatan adalah: . gametosit : tidak evektif terhadap gamet dewasa tetapi masih efektif terhadap gamet muda. Efek samping : . kronis dan relaps . bila penyembuhan lambat dapat dicurigai terjadi resistensi (gagal obat).Mudah cara pemberiannya . klorokuin untuk tiga hari. pemberian obat tidak sesuai dengan dosis trandar yang telah ditetapkan.gangguan gastro-intestinal seperti mual.obat bersenyawa dengan DNA sehingga proses pembelahan dan pembentukan RNA terganggu.gangguan pendengaran Formulasi obat: . penderita tidak minum obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan (misal klorokuin untuk 3 hari. . hambatan teknisnya adalah gagal obat atau resistensi terhadap obat.produksi obat. bahkan obat palsu. . Toksisitas : . . muntah. antara lain: 1.Toksisitas dan efek samping sedikit .Dosis toksis: 1500 mg basa (dewasa) . terhadap Plasmodium falciparum yang resisten klorokuin masih dapat mencegah kematian dan mengurangi penderitaan. pusing (vertigo) .Tablet (tidak berlapis gula): Klorokuin difosfat 150 mg basa setara dengan 250 mg berntuk garam dan Klorokuin sulfat 150 mg basa 10 .sizon darah : sangat efektif terhadap semua jenis parasit malaria dengan menekan gejala klinis dan menyembuhkan secara klinis dan radikal.sakit kepala.kesadaran penderita.

vivax dan p.Dosis lethal lebih besar 240 mg basa (dewasa) atau 4 mg/kg/BB/hari Efek samping : . Farmakodinamika : Menghambat proses respirasi mitochondrial parasit (sifat oksidan) sehingga lebih berefek pada parasit stadium jaringan dan hipnosoit Toksisitas : .Ampul: 1 ml berisi 100 ml basa klorokuin disulfat per ampul dan 2 ml berisi 200 ml basa klorokuin disulfat per ampul.dosis lethal: lebih besar dari 8 gr/hari (dewasa) Efek samping : Chinchonisme Syndrom dengan keluhan antara lain pusing. sakit perut terutama bila dalam keadaan kosong . muntah. Primakuin Kerja obat : . terhadap p.gametosit: sangat efektif terhadap semua spesies parasit. Kina Kerja obat : . Formulasi obat: .Tablet (berlapis gula). . tremor dan penglihatan kabur. gangguan pendengaran –telinga berdenging (tinuitis dll).vivax. Farmakodinamika : Terikat dengan DNA sehingga pembelahan RNA terganggu yang kemudian menghambat sintesa protein parasit.Dosis toksis 60-240 mg basa (dewasa) atau 1-4 mg/kgBB/hari .hipnosoit: dapat memberikan kesembuhan radikal pada p. 15 mg basa per tablet. .falciparum dan p. 200 mg basa per tablet setara 220 mg bentuk garam. anoreksia. .dosis toksis: 2-8 gr/hari (dewasa) .setara dengan 204 mg garam.Gametosit: tidak berefek terhadap semua gamet dewasa P. 2.sizon darah: aktif terhadap p. Toksisitas : .Gangguan sistem haemopoitik . . 3.Injeksi: 1 ampul 2 cc kina HCl 25% berisi 500 mg basa (per 1 cc berisi 250 mg basa) 4.sizon darah: sangat efektif terhadap penyembuhan secara klinis dan radikal . malariae tidak diketahui. Sulfadoksin Pirimetamin (SP) Kerja obat : 11 .Kejang-kejang/gangguan kesadaran .Pada penderita defisiensi G6 PD terjadi Hemolysis Formulasi obat : Tablet tidak berlapis gula. . falciparum dan terhadap spesies lain cukup efektif. mual dan muntah.ovale.vivax tetapi memerlukan dosis tinggi sehingga perlu hati-hati.sizon jaringan: sangat efektif terhadap p.falciparum dan p. sakit kepala.Gangguan gastro-intestinal seperti mual.

dosis lethal lebih besar 7 gr/hari (dewasa) . Setelah disaring dan ditambahi madu (kalau dirasa perlu).primetamin. muntah . 5. Daun sambiloto bisa digunakan sebagai obat oral tunggal tradisional. masing-masing sebanyak ¾ gelas 12 . daun sambiloto memang tidak mematikan P. dosis toksis 100-250 mg/hari (dewasa).pandangan kabur .SP menghambat PABA ekstraseluler membentuk asam folat merupakan bahan inti sel dan sitoplasma parasit Toksisitas : . Efeknya bisa lambat bila dipakai dosis tunggal sehingga harus dikombinasikan dengan obat lain (Pirimakuin) . dosis toksis 4-7gr/hari (dewasa). Bahan itu dicuci.Gametosit: tidak efektif terhadap gametosit tetapi pirimetamin dapat mensterilkan gametosit Farmakodinamika : . dianjurkan untuk menggunakannya secara terus-menerus. anemia aplastik.bayi kurang 1 tahun .gangguan gastro-intestinal seperti mual. Dalam penelitian in vivo (di dalam tubuh makhluk hidup). mencit yang tertular bisa diperpanjang masa hidupnya karena hati dan limpanya terlindung dari kerusakan. Meski begitu.haemolisis. falciparum dan kuang efektif terhadap parasit lain dan menyembuhkan secara radikal. terikat dengan enzym Dihidrofolat reduktase sehingga sintesa asam folat terhambat sehingga pembelahan inti parasit terganggu . Namun.Defisiensi G6PD Formulasi obat : 500 mg sulfadoksin ditambah 25 mg pirimetamin.pirimetamin. Tingginya Cuma 50 – 80 cm. berghei pada mencit. Hasilnya.. Tanaman ini tumbuh lurus dengan banyak cabang.sulfadoksin. pusing (vertigo) . trombositopenia pada penderita defisiensi G6PD Kontra indikasi : .sakit kepala. air rebusan sudah siap dijadikan obat tradisional untuk malaria. Dalam sehari penderita dianjurkan meminumnya tiga kali.idiosinkresi . Daunnya terbukti tidak beracun dan memiliki sifat antipiretik (menghilangkan demam). Dengan demikian penggunaan daun sambiloto dapat menunjang penggunaan obat plasmodicide (bersifat menghancurkan plasmodia). dosis lethal lebih besar 250 mg/hari (dewasa) Efek samping : .sizon darah: sangat efektif terhadap semua p. sudah terlihat pada pemberian pertama. bagian yang digunakan adalah daunnya. direbus dengan tiga gelas minum air bersih hingga tinggal sekitar ¾ bagiannya. Setiap kali hendak menggunakannya diperlukan sekitar setengah genggam daun sambiloto segar. Sambiloto Bila sambiloto (Andrographis paniculata Nees) dipilih sebagai obat alternatif. Sifat antipiretik inilah yang bisa membantu penderita malaria dalam melawan penyakitnya.

Secara in vivo ekstrak tersebut tidak bersifat plasmodicide pada P. Belum terbukti bertanggungjawab terhadap khasiatnya sebagai obat malaria. tapi kulit pohonnya. 6. Setelah disaring dan diberi pemanis berupa gula atau madu. tanaman ini banyak dibudidayakan di daerah dengan ketinggian di bawah 1. Rasa bagian pohon ini pahit dan tak berbau. Untuk menggunakannya sebagai obat tradisional malaria. Baik untuk pengobatan malaria kronis yang disertai pembesaran limpa. Menurut Perry. Secara in vitro (di dalam tabung percobaan) terbukti ekstraknya bersifat plasmodicide pada konsentrasi 10 – 100 mikrogram/mikroliter. zat-zat tsb. Tinggi pohon ini bisa mencapai 25 m dengan diameter batang 40 – 60 cm. diperlukan kulit batangnya sebesar tiga jari. tapi memperpanjang masa hidup mencit tertular. berghei. Daun johar juga memiliki daya imunostimulasi (merangsang produksi zat kekebalan tubuh). Pulai Kalau di dekat rumah tumbuh pohon pulai (Alstonia scholaris R. Apakah alkaloid yang dikandungnya bersifat plasmodicide.) juga sudah banyak diteliti kemungkinannya sebagai obat malaria. Br. dalam harian Indische dagbladen Juni 1917 disebutkan seorang bernama Wilkens di Surakarta menganjurkan 13 . ada baiknya tanaman ini yang dipilih. Kayunya termasuk kuat dan awet.minum. Sudah bisa diminum sebagai obat tradisional. Tingginya bisa mencapai 15 m dengan batang berdiameter 40 – 50 cm. lantaran limpa dan hatinya tidak rusak. Infusnya juga bersifat hepatoproteksif (melindungi hati dari kerusakan). Di dalamnya terdapat alkaloid bersifat racun dan oxymethylanthraquinone. bersifat antipiretik yang potensinya seperti asetosal. Johar Tanaman johar (Cassia siamea Lamk. Sekali minum cukup ¾ gelas dan dalam sehari penderita dianjurkan meminumnya tiga kali.000 m di atas permukaan laut. Tanaman ini berupa pohon dan cepat tumbuhnya. Bagian tanaman yang digunakan bukan lagi daunnya.). sampai dosis 100 mg serbuk daun/100 g tikus dalam bentuk infus oral tidak mengurangi jumlah eritrosit (sel darah merah) tertular parasit (plasmodium). Namun. Seperti dikutip Heyne. Daunnya merupakan bagian yang bisa digunakan sebagai obat malaria. belum terbukti. pulai umumnya ditemukan di daerah berketinggian di bawah 900 m di atas permukaan laut. Di Jawa. Kulit itu direbus di dalam tiga gelas minum air bersih hingga tinggal sekitar ½-nya. Dalam penelitian diketahui. Ada kemungkinan perlu dosis lebih besar dan dengan frekuensi lebih sering supaya efek yang diharapkan bisa dicapai. Air dari seduhan kulit tanaman ini terbukti tidak beracun. Di Jawa. Juga telah dibuktikan bahwa ekstrak daun johar termasuk bahan yang tidak beracun. 7. Di dalamnya terkandung senyawa alkaloid. air rebusan tsb. kulit kayu tsb.

dalam penelitian bahan ini tidak menurunkan jumlah eritrosit mencit yang tertular P. Yang pasti. dosisnya diturunkan kembali menjadi secangkir dalam sehari. berghei. Mereka berkesimpulan khasiatnya baik pada beberapa kasus demam berselang (mungkin demam sebagai gejala malaria). ramuan itu sedikit berubah meskipun prinsipnya sama.). Bagian tanaman yang digunakan untuk pengobatan malaria adalah batangnya. Tiap hari penderita dianjurkan meminumnya tiga kali. Batang ini rasanya sangat pahit. 9. Untuk menjadikannya sebagai obat tunggal tradisional diperlukan ¾ jari batang bratawali segar. yang paling banyak menimbulkan kematian adalah P falciparum sehingga prioritas penemuan vaksin ditujukan terhadap spesies ini. Bahkan. Kalau penderita merasa agak baik. Demikian pahitnya hingga kalau air rebusannya dikonsumsi begitu saja dapat menyebabkan muntah-muntah. Hasilnya siap diminum sebagai obat oral. sehingga binatang pun enggan menyentuhnya. dosisnya diturunkan menjadi dua kali sehari. Semuanya direbus di dalam 3 gelas minum air hingga air rebusannya tersisa ¾-nya. Tanaman ini tumbuh merambat dengan gemang batang sebesar kelingking orang dewasa. Sementara ini telah diteliti empat 14 . Dari ke empat spesies plasmodium. diberi pemanis gula atau madu secukupnya. Bratawali Tanaman lain yang bisa dijadikan sebagai alternatif bahan obat tradisional adalah bratawali (Tinospora crispa Miers. Serbuk batang bratawali termasuk bahan yang PNT. Meski begitu. Di dalamnya terkandung alkaloid. masing-masing secangkir. Air rebusan ini diminum 3 kali sehari. masing-masing secangkir. masing-masing ¾ gelas minum. Namun. Untuk menggunakannya dalam proses pengobatan malaria digunakan ¾ genggam daun johar segar. 8. masing-masing ¾ gelas minum. Vaksin Kurang memuaskannya hasil penanganan selama ini mengakibatkan para ahli sependapat bahwa harapan untuk memenangkan perang melawan malaria terletak pada ditemukannya vaksin antimalaria.penggunaan daun johar untuk pengobatan malaria. Batang itu dipotong-potong seperlunya lalu direbus di dalam 4 ½ gelas minum air hingga tinggal separuhnya. Setelah kesehatannya normal. rebusan ini telah lama digunakan sebagai obat demam yang sukar diobati. Hasil rebusan ini diminum tiga kali sehari. Air rebusan disaring. Infusnya bersifat antipiretik. Di masa sekarang. belum diketahui apakah sifat ini disebabkan alkaloid yang dikandungnya atau oleh sebab lain. Batangnya dipenuhi benjolan-benjolan kecil. sejak lebih dari setengah abad lampau khasiatnya sebagai obat deman telah diuji oleh dokter-dokter angkatan bersenjata. Segenggam daun mudanya direbus dengan enam cangkir air hingga airnya tersisa separuhnya (tiga cangkir). Sifat inilah yang meringankan penderitaan penderita malaria.

Menggunakan pembasmi nyamuk. Pada awalnya SPF66 memberikan hasil yang menjanjikan. namun tidak dapat mencegah terjadinya infeksi. lebih baik lagi dengan kelambu berinsektisida. 2. semprot maupun lainnya. 3. baik bakar. pada transmission blocking. pada tingkat blood stage. 2. Pencegahan Malaria Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal merupakan salah satu langkah yang penting untuk mencegah gigitan nyamuk yang aktif di malam hari ini. yaitu dengan menghindari gigitan nyamuk dapat dilakukan dengan cara : 1. 3. Walau strategi mengatasi malaria belum sepenuhnya berhasil. Penemuan genetic tools yang baru seperti transcriptome dan teknologi analisa proteome diharapkan membuat para ahli dapat lebih memahami biologi dari plasmodium sehingga dapat menolong untuk pengembangan vaksin dan obat antimalaria yang baru. Keberhasilan langkah ini sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat setempat. Sehingga mengurangi gejala klinis penyakit. Makanya vaksin tersebut sangat penting peranannya bagi strategi penemuan multi stage vaccine selanjutnya. 15 .kemungkinan pendekatan tata kerja vaksin: 1. Saat ini formula baru vaksin ini sedang dikembangkan serta vaksin multi stage berbasis DNA juga mulai dikembangkan . bahkan pengembangannya masih banyak tantangan. Untuk mengatasi plasmodium memang diperlukan vaksin kompleks namun ternyata penambahan berbagai elemen justru hasilnya kontra produktif. Mengolesi badan dengan obat anti gigitan nyamuk (repellent). pada stadium pre erythrocyt (sel darah merah). I. Kemungkinan mekanisme kerjanya adalah menginduksi antibodi terhadap protein permukaan merozoite. Sementara vaksin yang bekerja pada blood stage bekerja membatasi multiplikasi parasit di dalam darah. Meski sampai saat ini belum ditemukan vaksin yang memenuhi syarat. Pertama diuji coba pada manusia dengan tipe SPF66 suatu tipe peptide vaksin. Vaksin ini di disain untuk berefek pada semua tingkat pada siklus parasit malaria. Pencegahan tanpa obat. Menggunakan kelambu (bed net) pada waktu tidur. Vaksin yang bekerja pada stadium pre erythrocyte di desain untuk mencegah infeksi ke sel darah merah yakni mencegah pelepasan merozoit dari hati. namun tetap harapannya terletak pada vaksin-vaksin tersebut. protein dari sel darah merah yang sudah terinfeksi atau menginduksi toksin antimalaria Sedangkan vaksin transmission-blocking vaccinee (TBVs) bertujuan mencegah transmisi parasit dari manusia ke nyamuk dan vaksin jenis ini digabungkan dengan vaksin berbagai tingkat yang lain (liver dan blood stage). kombinasi ketiganya atau multi stage vaccine. namun dalam percobaan skala besar penelitian fase III hasilnya negatif. 4. Begitu pula vaksin multi stage. Para ahli tetap mengupayakan ditemukannya vaksin antimalaria terutama vaksin multi stage.

7. Obat hanya diminum selama 12 minggu (3 bulan). dosis klorokuin 300 mg/minggu. 6. karena obat ini efektif terhadap semua jenis parasit malaria. 16 . sebaiknya mengkonsumsi obat antimalaria. Mencegah penderita malaria dan gigitan nyamuk agar infeksi tidak menyebar. Letak tempat tinggal diusahakan jauh dari kandang ternak. Membersihkan tempat hinggap/istirahat nyamuk dan memberantas sarang nyamuk. misalnya klorokuin. Semua penderita demam di daerah endemis diberikan klorokuin dosis tunggal 600 mg jika daerah itu plasmodium falciparum sudah resisten terhadap klorokuin ditambahkan primakuin sebanyak tiga tablet. 1 minggu sebelum berangkat selama berada di lokasi sampai 4 minggu setelah kembali. 5. Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi. kotor dan pakaian yang bergantungan serta genangan air. Aturan pemakaiannya adalah : Pendatang sementara ke daerah endemis. 8.4. Hindari keadaan rumah yang lembab. Melestarikan hutan bakau agar nyamuk tidak berkembang biak di rawa payau sepanjang pantai. gelap. Membunuh jentik nyamuk dengan menyemprotkan obat anti larva (bubuk abate) pada genangan air atau menebarkan ikan atau hewan (cyclops) pemakan jentik. Langkah lainnya adalah mengantisipasi dengan meminum obat satu bulan sebelum seseorang melakukan bepergian ke luar daerah tempat tinggalnya yang bebas malaria. dosis klorokuin adalah 300 mg/minggu.  Penduduk daerah endemis dan penduduk baru yang akan menetap tinggal. 10. 9.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->