P. 1
2. Islamisasi Ilmu Pengetahuan

2. Islamisasi Ilmu Pengetahuan

|Views: 1,097|Likes:
Published by mursalin
Presentasi II pada Konferensi VII BKPPI se-Timteng & sekitarnya.
Tema: Islamisasi Ilmu Pengetahuan
Oleh: Fahmi Islam Jiwanto, MA (Perwakilan PPI Maroko)
Bahasa: Indonesia
Presentasi II pada Konferensi VII BKPPI se-Timteng & sekitarnya.
Tema: Islamisasi Ilmu Pengetahuan
Oleh: Fahmi Islam Jiwanto, MA (Perwakilan PPI Maroko)
Bahasa: Indonesia

More info:

Categories:Types, Research
Published by: mursalin on Sep 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

text

original

Oleh: Fahmi Islam Jiwanto, MA

Disampaikan dalam Koferensi BK-PPI Timur Tengah dan Sekitarnya Rabat, Maroko, 18 September 2010

Sejarah Islam dan Ilmu Pengetahuan

Wahyu Pertama:
1. Bacalah dengan nama Tuhanmu yang Menciptakan, 2. Yang menciptakan manusia dari ¶alaq. 3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, 4. Yang mengajar dengan perantaran pena, 5. Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

-

:

Kedudukan Ilmu dalam Islam

Ilmu

Iman

Islam

:

Bukhari berkata:³Ilmu Sebelum Perkataan dan Perbuatan´ Berdasarkan firman Allah: µ´Maka ketahuilah, bahwa Sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan/Tuhan) selain Allah.´ (QS Muhammad: 19)

Sejarah Ilmu Pengetahuan
Peradaban Mesopotamia: 6000 SM ± 1100 SM

Peradaban Mesir: 4000 SM ± 343 M
Peradaban Yunani: 750 SM ± 146 SM

Peradaban Romawi: 753 SM ± 1453 M

´the Dark Ageµ (?)
€ The

period followed the fall of the Western Roman Empire in 476 M € Peradaban Islam: 622 M ± 1924 M

Perkembangan Gagasan Islamasisi Ilmu Pengetahuan
Konferensi II di Islamabad pada tahun 1983 Pakistan: I. Mengekspos hasil konferensi I dan hasil rumusan yang dihasilkan IIIT tentang cara mengatasi krisis umat II. Mengupayakan suatu penelitian dalam rangka mengevaluasi krisis tersebut, dan juga mencari penyebab dan gejalanya.

Perkembangan Gagasan Islamisasi Ilmu Pengetahuan
Konferensi III di Kuala Lumpur, Malaysia, tahun 1984: € Mengembangkan rencana reformasi landasan berfikir umat Islam dengan mengacu secara lebih spesifik kepada metodologi dan prioritas masa depan, € Mengembangkan skema Islamisasi masing-masing disiplin ilmu.

Perkembangan Gagasan Islamisasi Ilmu Pengetahuan
Konferensi IV di Khortum, Sudan, tahun 1987 : € Membahas persoalan metodologi yang merupakan tantangan dan hambatan utama bagi terlaksananya program Islamisasi ilmu pengetahuan

Hakekat Islamisasi
Islam dan Ilmu Pengetahuan pada hakekatnya adalah ibarat dua muka dari sebuah koin. Islam yang murni mesti berlandaskan pada dasar Ilmu Pengetahuan yang valid, dan Ilmu Pengetahuan yang sejati selalu mengantarkan kepada kebenaran Islam yang universal.

....
Dr. Maurice Bucaille:

La Bible, le Coran et la Science (1976): Al Qur'an sangat konsisten dengan ilmu pengetahuan dan sains, namun bahwa Alkitab atau Bibel tidak konsisten dan penurunannya bisa diragukan.

Universalitas kebenaran Ilmu Pengetahuan tidak terganggu sama sekali jika kita mengetahui bahwa Islam bukanlah sekedar keyakinan dogmatis dari lingkungan tertentu. Islam adalah kebenaran universal yang ditunjukkan oleh ayat-ayat Allah baik yang tersurat di Kitab-Nya (ayat qauliyyah), maupun yang tersirat dalam ciptaan-Nya (ayat kauniyyah).

Dan keimanan Islam juga tidak akan terganggu dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan, karena fakta ilmiyah tidak pernah dan tidak akan berbeda dengan hakekat Islam yang benar. Dan hakekat Islam yang shahih (al-haqiqah asysyar¶iyyah) juga tidak akan bertabrakan dengan fakta ilmiyah yang valid (alhaqiqah al-ilmiyyah).

Islamisasi Iptek sbg Peluang
Menempatkan sebuah bangsa ke pentas dunia € Sebagai modal kompetisi peradaban € Memberikan nilai yang mengarahkan dan meninggikan Ilmu Pengetahuan € Menyelamatkan peradaban dunia dari kerusakan kekacauan nilai dan moral
€

Islamisasi Iptek sbg Peluang
Membuka peluang inovasi-inovasi baru inspirasi-inspirasi yg tidak terbatas € Memberikan rasa aman dalam perkembangan Iptek € Memberikan arahan pengembangan Iptek yg tdk merusak alam € Memberikan nilai ibadah dalam menggali Ilmu Pengetahuan
€

Antara Islamisasi Ilmu dan Ilmiyahisasi Islam?
Ilmiyahisasi Keislaman syarat asasi dan garansi utama untuk berjalannya proses Islamisasi

Keislaman Non Ilmiyah
€

(Pola Pikir Mistis)
€ (Mengekor dan Membeo) €

(Menebak dan Menduga)
€

(Sentimen dan Emosional)

Keislaman Non Ilmiyah
Kecenderungan untuk Mempercayai Hal-hal yang Irrasional € Padahal syi¶ar al-Qur¶an adalah:
€
€

Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar". (QS al-Baqarah [2]: 111, an-Naml [27]: 64)

Keislaman Non Ilmiyah
Rasulullah Mengharamkan seluruh Kepercayaan dan Perilaku Mistik

.... : ...

€

.

€

€

.

Keislaman Non Ilmiyah
€

Kecenderungan untuk Mengabaikan Sunnatullah

(60 :

)

€

€

.

Keislaman Non Ilmiyah
€

Fatalisme (al-Jabriyyah)
€

(148 :
€

)

Allah SWT mengatakan bahwa orang-orang yang melemparkan

tanggung jawab kepada takdir adalah bohong dan tidak berdasarkan ilmu yang benar.

Keislaman Non Ilmiyah

Fatalisme (al-Jabriyyah)
€

.
€

Nabi Muhammad SAW mencela orang yang menyerah pada kondisi.

Keislaman Non Ilmiyah

Fatalisme (al-Jabriyyah)

€

(22) (23-22 :
€

)

Iman kepada takdir menjadi positif dan bermanfaat jika diletakkan pada tempat konteks yang tepat

Pembentukan Pola Pikir dan Pola Sikap Ilmiyah

Fakta bukan Asumsi atau Hipotesa
€ €

(36 :

)

(66 :

)
€

(157 :

)

Pembentukan Pola Pikir dan Pola Sikap Ilmiyah

Independensi
€

Bebas dari Tekanan Penguasa (67-66 : (31) .
€

)
€

-31 :

)

(32) (33

Pembentukan Pola Pikir dan Pola Sikap Ilmiyah

Independensi
€ Bebas

dari Tekanan Opini Umum
€

(116 : : )

)
€

(103

Pembentukan Pola Pikir dan Pola Sikap Ilmiyah

Obyektifitas
€

Tidak menuruti emosi dan hawa nafsu )
€ €

(26 :

(32 :

)

Pembentukan Pola Pikir dan Pola Sikap Ilmiyah

Obyektifitas
€

Bebas dari Pengaruh Ego
€

:

) (135
€

(8 :

)

Pembentukan Pola Pikir dan Pola Sikap Ilmiyah

Obyektifitas
€

Obyektiftas Ibnul Haitsam: ³

. ´.

Pembentukan Pola Pikir dan Pola Sikap Ilmiyah

Ibadah dengan Mengaktifkan Nalar
€

(46 : (190) (191-190 : (53 : ) )

)
€

€

Pembentukan Pola Pikir dan Pola Sikap Ilmiyah

Tidak Menerima Klaim Apapun Tanpa Dalil
€

(111 :

)
€

(143 :

)

Pembentukan Pola Pikir dan Pola Sikap Ilmiyah

Tidak Menerima Klaim Apapun Tanpa Dalil
€

Bukti Empirik

(11 : (3)

)

€ €

:

)

(4-3

Pembentukan Pola Pikir dan Pola Sikap Ilmiyah

Tidak Menerima Klaim Apapun Tanpa Dalil
€

Bukti Otentik

(24 : (21 : (4 : )

) )

€ € €

Pembentukan Pola Pikir dan Pola Sikap Ilmiyah

Tidak Menerima Klaim Apapun Tanpa Dalil
€

Bukti Historis
€

(21 : (7) (10) (12-6 : ) (6) (8) (9) (11)

)
€

Pembentukan Pola Pikir dan Pola Sikap Ilmiyah

Tidak Menerima Klaim Apapun Tanpa Dalil
€

Dalil Logika

(37-36 (22 : )

)

(36)

€

€

Pro Kontra Islamisasi
Proaktif

Netral

Propasif

Kontra

Islamisasi Menurut al-Faruqi
1. 2. 3. 4.

5.

Penguasaan disiplin ilmu modern. Penguasaan khazanah warisan Islam Membangun relevansi Islam dengan masing-masing disiplin ilmu modern Memadukan nilai-nilai dan khazanah warisan Islam secara kreatif dengan ilmuilmu modern Pengarahan aliran pemikiran Islam ke jalan-jalan yang mencapai pemenuhan pola rencana Allah

Otokritik
S.A. Ashraf :melakukan kritik terhadap al-Faruqi yang ³ingin penyelidikan dilakukan dilakukan terhadap konsep Barat dan Timur, membandingkannya melalui subjek yang terlibat dan tiba kepada satu kompromi kalau memungkinkan.´ Pada fikirannya, kompromi merupakan sesuatu yang mustahil terhadap dua pandangan yang sama sekali berbeda. Tidak seharusnya bagi sarjana muslim memulai dengan konsep Barat tetapi dengan konsep Islam yang dirumuskan berdasarkan prinsip yang dinukil dari al-Quran dan alSunnah.

Otokritik Ziauddin Sardar
Bahwa program Islamisasi ilmu pengetahuan naif dan dangkal. € Gagasan gerakan Islamisasi ini nantinya malah menghasilkan deislamisasi (westernisasi) Islam. € Pesimis akan kemampuan para ilmuwan muslim untuk memadukan ilmu Islam dengan ilmu Barat karena di antara keduanya terdapat perbedan paradigma yang mencolok. € Ketidaksetujuan terhadap al-Faruqi yang meletakkan penguasaan ilmu pengetahuan modern sebagai langkah pertama mendahului penguasaan ilmu warisan Islam dan menjelaskan relevansi Islam kepada disiplin ilmu Barat. Menurutnya, ilmu pengetahuan modernlah yang perlu dijadikan relevan kepada Islam sebab Islam adalah relevan untuk setiap masa´.
€

Otokritik Ziauddin Sardar
Bahwa semua ilmu dilahirkan dari pandangan tertentu dan dari segi hirarki tunduk kepada pandangan tersebut. Oleh karena itu, usaha untuk menemui epistemologi tidak boleh diawali dengan memberi tumpuan kepada ilmu modern, karena Islamisasi ilmu modern hanya bisa terjadi dengan membina paradigma yang mengkaji aplikasi luar peradaban Islam yang berhubungan dengan keperluan realitas kontemporer. Jika tetap bertahan pada corak berpikir seperti itu berarti hanya sebatas mengeksploitasi ilmu pengetahuan Islami namun tetap menggunakan corak berpikir Barat. Karena itu, Sardar mengajak bahwa Islamisasi ilmu bagaimanapun juga harus bertitik tolak dari membangun epistemologi Islam sehingga benarbenar menghasilkan sistem ilmu pengetahuan yang dibangun di atas pilar-pilar ajaran Islam

Otokritik Naquib Al-Attas
€

€ €

Langkah dalam kerangka kerja al-Faruqi tersebut seolah-olah menggambarkan ada yang salah dalam ilmu pengetahuan Islam sehingga perlu dibenarkan. Yang tidak dibenarkan dan perlu dibenarkan adalah ilmu pengetahuan sekuler dari Barat. Perlu diislamisasi hanyalah ilmu pengetahuan kontemporer atau masa kini, sedangkan ilmu pengetahuan Islam tradisional hanya diteliti sekedar untuk melihat sejauh mana penyimpangannya dari tradisi Islam tapi bukan untuk direlevansikan terhadap ilmu pengetahuan Barat.

Antitesa
€

€

€

Fazlur Rahman: ilmu pengetahuan tidak bisa diislamkan karena tidak ada yang salah di dalam ilmu pengetahuan. Masalahnya hanya dalam menyalahgunakannya. ³Kita tidak perlu bersusah payah membuat rencana dan bagan bagaimana menciptakan ilmu pengetahuan Islami. Lebih baik kita manfaatkan waktu, energi dan uang untuk berkreasi." Baik dan buruknya ilmu pengetahuan bergantung pada kualitas moral pemakainya

Antitesa
Prof. Abdul Salam, pemenang anugerah Nobel fisika berpandangan bahwa ³hanya ada satu ilmu universal yang problem-problem dan modalitasnya adalah internasional dan tidak ada sesuatu yang dinamakan ilmu Islam, seperti juga tidak ada ilmu Hindu, ilmu Yahudi, atau ilmu Kristen

Konklusi
Perdebatan seputar Islamisasi Ilmu Pengetahuan tidaklah lebih rumit dari perdebatan tentang hakekat Islam dan hakekat Ilmu Pengetahuan itu sendiri. Semakin dangkal pemahaman tentang makna dan hakekat Islam, semakin sulit ide meng-Islamisasi apa pun. Semakin absurd penguasaan dan penghayatan tentang makna dan hakekat Ilmu Pengetahuan, semakin jauh ide islamisasi dari kedalaman dan keakuratan ilmiyah yang seharusnya. Ide Islamisasi Ilmu Pengetahuan penting untuk didukung, dengan memperhatikan akurasi prinsip-prinsip ilmiyah

The trip doesn·t end yet«. ...

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->