P. 1
pledoi-lengkap-williardi

pledoi-lengkap-williardi

|Views: 473|Likes:

More info:

Published by: Mastry Washiludin Singapraja Manggala on Sep 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2013

pdf

text

original

Pledoi Lengkap Wiliardi Wizar NOTA PEMBELAAN Dalam Perkara Pidana Nomor : 1530/Pid.B/2009/PN.Jkt.

Sel Untuk dan atas nama Terdakwa: Nama : Kombes Pol Drs. Wiliardi Wizar Tempat tanggal lahir : Sibolga, 22 Maret 1960 Jenis Kelamin : Laki-laki Pekerjaan : Anggota POLRI Agama : Islam Alamat : Perumahan Taman Ubud Permai I No.23 Lippo Karawaci Tangerang Yang didakwa melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam: Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 Jo Pasal 340 KUHP. I. PENDAHULUAN Majelis Hakim Yang kami hormati, Penuntut Umum Yang Terhormat, Serta hadirin Sidang Pengadilan yang mulia. Pada kesempatan ini tibalah saatnya bagi Kami sebagai Penasihat Hukum Terdakwa, menyampaikan dan membacakan Pleidooi atas tuntutan Penuntut Umum yang telah dibacakan pada persidangan hari Selasa tanggal 19 Januari 2009 yang lalu. Kami sebagai Penasihat Hukum dari Terdakwa, terlebih dahulu mengucapkan terima kasih, puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat, kekuatan dan kesehatan yang diberikan kepada kita semua yang terlibat dalam proses pemeriksaan perkara ini, sehingga persidangan dapat berjalan sesuai dengan waktu yang diperkirakan tanpa ada hambatan yang berarti. Selanjutnya dengan hati yang tulus, Kami sampaikan penghargaan dan rasa hormat yang setinggi-tingginya, disertai dengan ucapan terima kasih kepada Majelis Hakim Yang Mulia yang telah memimpin persidangan ini dengan teliti, obyektif dan berwibawa, disertai dengan sikap yang menghormati hak-hak azasi Terdakwa, sehingga telah mencerminkan bahwa Majelis Hakim Yang Mulia telah menghormati asas praduga tidak bersalah (presumption of innocent principle). Sebagaimana telah kita ketahui bersama, bahwa didalam memutuskan suatu perkara, pada hakekatnya seorang Hakim bertindak mewakili Tuhan yang sifatnya Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Adil dan Maha Bijaksana. Dengan demikian, Kami menyadari betapa berat tanggung jawab seorang Hakim dalam mempertimbangkan putusannya, karena putusan tersebut harus benar-benar sesuai dengan rasa keadilan yang diyakininya, yaitu tidak hanya didasarkan pada pertimbangan faktor-faktor yuridis saja, akan tetapi juga harus didasarkan pada pertimbangan rasa kemanusiaan dan keadilan yang diyakini oleh Majelis Hakim Yang Mulia. Pada kesempatan ini pula, perkenankan Kami untuk menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Panitera Pengganti dalam perkara ini, yang dengan tekun dan tanpa mengenal lelah, telah mencatat secara teliti semua peristiwa yang merupakan fakta persidangan kedalam Berita Acara Persidangan. Begitu pula kepada Sdr. Jaksa Penuntut Umum, penghargaan yang sama, patut pula kami sampaikan, karena telah berusaha melaksanakan kewajibannya selaku penuntut umum dalam perkara ini, meskipun dengan berat hati, Kami selaku Tim Penasihat Hukum Terdakwa, menyatakan bahwa “sangat tidak sependapat” dan secara tegas “menolak

sekeras-kerasnya Requisitoir” sdr.Jaksa Penuntut Umum”, dimana pada hari selasa, tanggal 19 Januari 2010 yang lalu, telah menuntut Terdakwa KOMBES POL.Drs.Wiliardi Wizar, dengan tuntutan pidana, agar Yang Mulia Majelis Hakim yang mengadili perkara pidana ini memutuskan : 1. Menyatakan Terdakwa Drs.Wiliardi Wizar telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama saksi SIGID HARYO WIBISONO dan ANTASARI AZHAR dengan memberi atau menjanjikan sesuatu, dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan sengaja menganjurkan orang lain” yakni saksi EDUAR- DUS NOE NDOPO MBETE alias EDO, dkk. (para Terdakwa dalam perkara pembunuhan berencana terhadap korban alm. Nazrudin Zulkarnain Iskandar, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Tangerang) sebagaimana dalam Dakwaan Penuntut Umum melanggar Pasal 55 ayat 1 ke1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-2 KUHP juncto Pasal 340 KUHP; 2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Drs.WILIARDI WIZAR dengan pidana “M A T I”; 3. Menyatakan barang bukti sebagaimana requisitoir sdr.Jaksa Penuntut Umum yang terurai pada point 3 hal.92 s/d hal.95; dikembalikan kepada jaksa penuntut umum untuk digunakan sebagai barang bukti dalam perkara lain atas nama Terdakwa SIGID HARYO WIBISONO; 4. Menetapkan agar Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.5000 (lima ribu rupiah); Sebelumnya dalam Nota Pembelaan ini, Kami berusaha melihat secara benar untuk kemudian mengungkapkannya kepada Majelis Hakim Yang Mulia serta hadirin dalam sidang ini, bahwa dengan dibawanya perkara ini ke persidangan oleh Penuntut Umum tidaklah murni begitu saja dilakukan dengan tujuan mencari kebenaran materiil atau kebenaran yang hakiki akan tetapi lebih merupakan suatu “konspirasi” besar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Untuk itu, Kami mohon agar Majelis Hakim Yang Mulia, hadirin, dan khususnya keluarga Korban tidak memisahkan dan kemudian hanya melihat satu sisi saja bahwa dengan digelarnya persidangan ini terhadap diri Terdakwa telah menimbulkan akibat yang tidak terhingga tidak hanya bagi pribadi dan keluarga Terdakwa akan tetapi juga kepada publik yang menyaksikan suatu “rekayasa” dalam penegakan hukum di Indonesia. Majelis Hakim yang Mulia, Penuntut Umum yang Kami Hormati, Hadirin yang Kami muliakan, Marcus Tullius Cicero seorang negarawan, orator dan seorang advokat pernah berkata: “summum ius summa iniura” yang secara bebas diterjemahkan: “keadilan yang tertinggi adalah ketidakadilan yang tertinggi”; mungkin itulah wajah penegakan hukum di bumi pertiwi yang kita cintai ini. Suatu adagium yang menohok dunia penegakan hukum dan keadilan di Indonesia karena hukum dapat direkayasa sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan ketidakadilan bagi pencari keadilan (justitia belen). Cukuplah bagi kita tragedi hukum “Sengkon dan Karta”, yang diperhadapkan kedepan peradilan dengan alat-alat bukti yang dipaksakan dan telah dimanipulir oleh oknum penegak hukum yang tidak bertanggungjawab sehingga Majelis Hakim yang memeriksa perkara casu quo

memberikan putusan yang berlawanan dengan rasa keadilan, menjatuhkan hukuman pidana kepada orang yang tidak bersalah yang tentunya sangat menyakitkan bagi terpidana. Oleh karenanya, filsuf Inggris ternama Francis Bacon pernah berucap: “tidak ada siksaan yang lebih berat daripada siksaan hukum”. Untuk itu, Kami selaku Tim Penasihat Hukum Terdakwa Kombes (Pol) Drs. Wiliardi Wizar memohon kepada Majelis Hakim Yang Mulia untuk dapat memberikan pertimbangan hukum (ratio decidendi) dan rasa keadilan dalam putusannya bagi Terdakwa Kombes (Pol) Drs. Wiliardi Wizar sehingga publik dapat mengetahui bahwa adagium yang dikemukakan oleh Cicero di atas tidak terbukti bagi penegakan hukum di Indonesia, khususnya di depan persidangan ini!!!!. Abraham Lincoln seorang negarawan, advokat dan pembela HAM sekali waktu pernah memberikan sebuah ilustrasi tentang kebenaran, ia berkata: “Berapa banyak kaki yang dimiliki anjing jika ekornya kita sebut juga sebagai kaki? Jawabannya adalah empat. Karena, dengan menyebut ekor sebagai kaki tidak menjadikan ekor itu sebagai kaki”. Suatu ungkapan yang memiliki makna sangat mendalam, oleh karena bagaimanapun kebenaran tidak dapat ditawar dan/atau dimanipulasi!!! Menuduh orang benar sebagai perencana dan/atau penganjur tindak pidana pembunuhan berencana tidak otomatis menjadikan orang tersebut perencana dan/ atau penganjur tindak pidana pembunuhan berencana. Mendakwa seseorang yang tidak bersalah dengan berbagai dalil dan dasar hukum tidak otomatis menjadikan orang tersebut bersalah, karena kebenaran tetaplah kebenaran, ia tidak pernah memihak (imparsial) atau tidak pernah berat sebelah. Majelis Hakim yang Kami Muliakan, Penuntut Umum dan Sidang yang Kami hormati. Layakkah seorang Kombes (Pol) Drs. Wiliardi Wizar yang telah menyumbangkan seluruh tenaga dan pikirannya dan mengabdikan dirinya untuk nusa dan bangsa ini, dikorbankan dan dinyatakan bersalah serta dihukum penjara semata-mata hanya karena perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab selaku perekayasa atau “arsitek” atas perkara ini, maupun pencapaian prestasi dari Penuntut Umum?? Terdakwa dikenal tidak setengah-setengah dalam menjalankan tugas dan mengabdikan dirinya bagi Bangsa dan Negara hingga mengukir karier dan prestasi yang tidak sedikit, diantaranya: Karier Kepolisian: v Kapolres Timor Tengah Polda NTT v Kapolres Kupang Polda NTT; v Kapolres Tangerang Polda Metro Jaya; v Kapolres Jakarta Selatan; v Kepala Sub Dit PAM Pariwisata Dit PAM OBSUS BABINKAM POLRI; Tanda Jasa yang dimiliki: v Menerima Tanda Penghargaan Satyalancana Dwidya Sistha; v Menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Jana Utama; v Menerima Tanda Kehormatan Saytalancana Dharma Nusa; v Menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Kesetiaan 24 tahun;

Banyak dari apa yang disampaikan oleh Penuntut Umum merupakan kesimpulan. dan Sebelum Kami meninjau lebih dalam secara yuridis mengenai materi Surat Tuntutan Pidana. se-naif itukah seorang Kombes (Pol) Drs. kehendak. berdasarkan bukti dan saksi-saksi yang diajukan Penuntut Umum. Hal ini menunjukkan bahwa Terdakwa adalah seorang penegak hukum yang berdedikasi tinggi. karena Penuntut Umum semata-mata hanya mengutip isi BAP dan Surat Dakwaan dengan dibubuhi teori-teori hukum tambahan yang sumir tanpa memiliki niat untuk menguraikan hal-hal lain khususnya uraian-uraian penting mengenai unsur delik. perlu Kami sampaikan bahwa Penuntut Umum telah menyusun Surat Tuntutan Pidana secara keliru. Jaksa Penuntut Umum” pada halaman 72 sampai dengan halaman 90.Hartono Raya Modern Land Tangerang quod non. bantuan dan/atau kesalahan Terdakwa Kombes (Pol) Drs. dimana Penuntut Umum hanya bersandar pada keterangan-keterangan subyektif tertentu dari para saksi maupun Berita Acara Pemeriksaan di Kepolisian yang sama sekali tidak sesuai dengan fakta-fakta yang disampaikan Saksi di depan persidangan. imaginatif serta spkekulatif oleh karena tidak didukung dengan bukti-bukti. serta sama sekali “tidak memuat fakta hukum objektif dan/atau tidak memuat analisa juridis dari keseluruhan . Keduanya sama-sama keliru. Lalu. penafsiran dan asumsi subyektif belaka tanpa didukung bukti-bukti yang sah menurut hukum. profesional dan penuh integritas.v Menerima Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya. anjuran. iii. tidak mungkin Terdakwa mendapatkan penghargaan atas jasanya bagi nusa dan bangsa. penganjuran dan/atau pembujukan dan/atau pembantuan dan/atau setidak-tidaknya mengetahui adanya tindak pidana pembunuhan berencana. tidak serius dan tidak didukung dengan bukti-bukti. Hal ini dapat dilihat dari “Fakta Hukum dan Analisa Juridis yang termuat di dalam Requisitoir Sdr. Wiliardi Wizar. perintah. Majelis Hakim yang Kami Muliakan. Dari saksisaksi yang diajukan ke muka persidangan yaitu saksi-saksi yang dihadirkan oleh Penuntut Umum memberikan kesaksian yang pada intinya menegaskan bahwa Terdakwa tidak pernah melakukan perencanaan. tidak serius. Penuntut Umum hanya mengambil keterangan dari saksi-saksi secara “sepenggal-sepenggal” yang tentu dapat menimbulkan kerancuan fakta dan kebenaran materiil. Penuntut Umum. karena tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan. Tanpa kualitas seperti ini. ii. keliru. tidak serius dan imaginatif serta spekulatif sebagaimana Kami jelaskan dalam uraian-uraian di bawah ini: i. Melihat begitu banyak kekurangan dalam Surat Tuntutan Pidana telah membuat Kami semakin yakin bahwa sejak semula Surat Dakwaan yang dibuat oleh Penuntut Umum pun sama bobotnya dengan Surat Tuntutan Pidana. di mana keseluruhan kata-kata dan kalimatkalimat yang terkandung di dalamnya “hanya memuat BAP yang dibuat oleh penyidik Polda Metro Jaya dan Penyidik Polres Metro Tangerang”. maka hal tersebut bukanlah karena sepengetahuan. Wiliardi Wizar kemudian rela untuk menukarkan semua prestasi dan nama baiknya dengan tindakan melanggar hukum sebagaimana yang dituduhkan oleh Penuntut Umum? Fakta yang terungkap dipersidangan jelas membuktikan bahwa Terdakwa sama sekali tidak melakukan Perbuatan Melawan Hukum baik Materiil maupun Formal. Kalaupun ada peristiwa tindak pidana pembunuhan yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2009 di Jl.

Akan tetapi begitu jelas adanya disparitas tuntutan dan perlakukan yang berbeda oleh Penuntut Umum untuk kasus-kasus yang identik. halaman 414.F. Penerbit Sinar Baru. setidaknya memiliki karakteristik yang sama dengan Perkara a-quo. dengan pembahasan secara Yuridis Menurut Yurisprudensi dan Ilmu Pengetahuan Hukum Pidana”. memiliki senjata api. tidak selalu hanya menuntut pemidanaan atau penindakan saja. seorang Penuntut Umum yang benarbenar memegang amanat dan memiliki KEMANDIRIAN PROFESIONAL sebagai aparat penegak hukum seharusnya akan menuntut BEBAS Terdakwa karena dalam proses persidangan sudah terbukti bahwa tidak ada satupun unsur-unsur dari dakwaan yang dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan. di dalam bukunya “Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.A. dan kasus Pembunuhan Aktivis dan Pejuang Hak Azasi Manusia Munir dengan Terdakwa Muchdi Purwopranjono alias Muchdi Pr yang sekali lagi “hanya” dituntut pidana penjara 15 tahun karena telah melanggar Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP Jo Pasal 340 KUHP. tidaklah berdosa bagi seorang Penuntut Umum untuk menuntut seorang Terdakwa untuk dibebaskan dari segala dakwaan. alat peledak dan buronan pihak berwajib yang “hanya” dituntut pidana penjara 15 tahun sedangkan Pelaku Pembunuhan Noval Hadad dan Maulawarman hanya dituntut 14 tahun penjara. mungkin hal itulah yang sedang dilakukan oleh Penuntut Umum terhadap Terdakwa. dan sama-sama mengundang perhatian publik.rangkaian peristiwa sesungguhnya yang telah terungkap & diketemukan selama dalam persidangan perkara pidana in casu” ????? Majelis Hakim dan Penuntut Umum yang kami hormati. Sejalan dengan kutipan di atas. Masih segar dalam ingatan kita. Lamintang. 1984. Penuntut Umum mengemban tugas kemasyarakatan dan kenegaraan yang kesemuanya itu pada hakekatnya merupakan sebuah amanat dari Tuhan Yang Maha Esa. Kami begitu miris terhadap surat tuntutan Penuntut Umum yang begitu berani dan bernafsu menuntut hukuman pidana “mati” terhadap Terdakwa tanpa mempertimbangkan secara mendalam akan dampak yang mungkin akan ditimbulkan oleh tuntutannya tersebut. mengatakan: “Suatu tuntutan pidana dari Penuntut Umum. Bandung. P. * Majelis Hakim Yang Mulia. Oleh karena Pasal yang digunakan oleh Penuntut Umum untuk menjerat Terdakwa sama dengan kedua perkara tersebut. tentang kasus Pembunuhan Hakim Agung Safiuddin Kartasasmita dengan Terdakwa Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto yang secara nyata menganjurkan pembunuhan. Kedua contoh perkara di atas. Selaku Penasihat Hukum Terdakwa. Masalahnya adalah: maukah Penuntut Umum mengikuti isi hati nuraninya yang paling dalam?? Sedikit tentang tuntutan Penuntut Umum yang menuntut Terdakwa agar dinyatakan bersalah karena dengan sengaja telah menganjurkan orang lain untuk melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan meminta agar Terdakwa dihukum “mati” oleh Majelis Hakim Yang Mulia. . Tuntutan pidana mati adalah ancaman pidana yang paling maksimal sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP. Taverne seorang yuris handal dari Belanda menggambarkan Penuntut Umum seperti burung elang yang apabila telah mencengkeram mangsanya dengan segala upaya tidak akan melepaskan mangsanya. akan tetapi sering juga menuntut pembebasan atau pelepasan dari segala tuntutan hukum (ontslag van alle rechtsvervolging) bagi Terdakwa ” . Selanjutnya.

pasti berteriak kepada TUHAN dari dalam tanah menuntut pertanggungjawaban dari pelaku pembunuhan yang sesungguhnya !!! .Jaksa Penuntut Umum yang secara “tidak fair” dan “tidak objektif” menghilangkan dan/atau tidak menggunakan fakta-fakta yang terungkap dan diketemukan dalam persidangan perkara pidana in casu. * Majelis Hakim yang kami muliakan. sudah dapat dikwalifikasikan sebagai pelaku pembunuhan terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar ??? d a n.Drs. memonitor dan melaporkan kesalahan pidana yang ditemukan dan/atau dilakukan oleh korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. menutup hati keadilan berani menuntut kepada ia Terdakwa Kombes Pol. karena sebagaimana darah HABEL berteriak kepada TUHAN dari dalam tanah menuntut pertanggung-jawaban pembunuhan yang dilakukan oleh saudaranya KAIN (vide Kejadian 4 : 10b). Apakah dengan itikad baik dari ia Terdakwa Kombes Pol. jika latar belakang dan motifnya telah terungkap.Wiliardi Wizar tuntutan “MATI”??? * Majelis Hakim yang kami muliakan. yang jumlah uang tersebut sama sekali tidak pernah diketahui berapa jumlahnya. sudah dapat dikwalifisir sebagai pelaku pembunuhan terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar ??? b e g i t u p u l a s e l a n j u t n y a. Bahwa perkara pidana in casu haruslah dikaji secara “historical insige of the past” melalui “f e i t e n c o m p l e x” perkara pidana in casu. secara tegah dengan menutup mata.Wiliardi Wizar selaku orang yang dimintai tolong oleh saksi Sigid Haryo Wibisono untuk mengantarkan dan/atau menyerahkan “operasional” yang diminta oleh saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo.Pembunuhan tragis yang dialami oleh korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar terjadi di kompleks “PADANG GOLF MODERLAND TANGERANG”.Drs.Jaksa Penuntut Umum coba melibatkan dan menghubungkan posisi ia Terdakwa Kombes Pol. bahwa setiap peristiwa “pembunuhan berencana” yang terjadi.Drs. Bahwa persoalan darah dan/atau nyawa harus diusut tuntas. Apakah hanya dengan posisi ia Terdakwa Kombes Pol. Wiliardi Wizar sebagaimana versi BAP penyidik dengan kwalitas sebagai orang yang langsung mendapat perintah pembunuhan dari saksi Antasari Azhar dan saksi Sigid Haryo Wibisono ??? begitupula. pasti ada “LATAR BELAKANG” dan “MOTIF”. dengan mudah dan gampangnya sdr. adapun “latar belakang” dan “motif” didalam Memorie van Toelichting (MvT) merupakan “jejak langkah yang ditinggalkan pelaku”. sampai dengan detik saat sekarang ini masih menyisahkan pertanyaan pelik dibenak kami team Penasehat Hukum “siapakah sebagai pelaku sesungguhnya” ??? Apakah hanya dengan begitu mudah dan gampangnya sdr. maka keseluruhan para pelakunya pasti akan terungkap.Wiliardi Wizar untuk mencarikan informan melalui bantuan saksi Jerry Hermawan Lo yang merekrut saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk bekerja full time 1 x 24 jam yang bertugas untuk mengikuti.Jaksa Penuntut Umum menarik benang merah dengan langsung mempatok bahwasanya Daniel Daen Sabon alias Daniel adalah sebagai pelaku penembakan terhadap ia korban Nasrudin Zulkarnaian Iskandar ??? Apakah begitu pula. maka begitu pula darah almarhum Nazrudin Zulkarnain Iskandar. sehingga sepelik apapun tindak pidan pembunuhan tersebut. Drs. Apakah hanya dengan begitu mudah dan gampangnya sdr. melainkan hanya mengambil over dan menelan secara mentah-mentah keberadaan BAP penyidik Polda Metro Jaya yang keberadaannya telah hancur berkeping-keping.

Drs. sehingga dapat membedahkan antara yang baik dan yang jahat”. bahwasanya Yang Mulia Majelis Hakim.Jaksa Penuntut Umum”. Bahwa benar melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Antasari Azhar. Bahwa benar melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Mohamad Agus.Drs. peliharalah itu. * Majelis Hakim yang kami muliakan.Drs.Wiliardi Wizar untuk melakukan pembunuhan terhadap korban Nasrudin Zulkarnaian Iskandar. 7. maka itu akan menjadi kehidupan bagi jiwamu.Wiliardi Wizar untuk melakukan pembunuhan terhadap korban Nasrudin Zulkarnaian Iskandar.Oleh dan karenanya. Bahwa benar melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Antasari Azhar. janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu. Bahwa kalau mencermati “f a k t a p e r s i d a n g a n” yang telah terung. bahwa Terdakwa Kombes Pol.Drs. Bahwa benar pada akhir Januari 2009 Terdakwa Kombes Pol. “sama sekali tidak pernah membujuk”.Wiliardi Wizar. bahwa inisiatif untuk mendapatkan jabatan di POLRI bukan berasal dari Terdakwa Kombes Pol.Drs. 6.Wiliardi Wizar sama sekali tidak pernah meminta promosi jabatan di POLRI melalui saksi Antasasri Azhar. bahwa saksi Sigid Haryo Wibisono “sama sekali tidak pernah menyuruh”. begitu pula tidak terpengaruh & tidak terperangkap pada Dakwaan & Requisitoir sdr. 3. bahwasanya Terdakwa Kombes Pol. bahwa saksi Antasari Azhar “sama sekali tidak pernah menyuruh”.kap & diketemukan selama berlangsungnya proses persidangan perkara pidana in casu. hendaklah terlebih dahulu melakukan “percikan permenungan”. Bahwa benar melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Jerry Hermawan Lo bahwa jika didalam BAP penyidik saksi Jerry Hermawan Lo mengatakan . 5. Maka engkau akan berjalan dijalanmu dengan aman. “sama sekali tidak pernah memerintahkan”. dan perhiasan bagi lehermu.Wiliardi Wizar sama sekali tidak pernah meminta promosi jabatan di POLRI. tetapi secara arif bijaksana berkiblat pada Pasal 185 ayat 1 KUHAP Juncto Pasal 185 ayat 6 KUHAP. 4. dan kakimu tidak akan terantuk”. “sama sekali tidak pernah memerintahkan”. dan “sama sekali tidak pernah menganjurkan” kepada Terdakwa Kombes Pol. maka itulah yang menjadi dasar keyakinan iman bagi kami Tim Penasehat Hukum untuk melangkah maju dalam membelah perkara pidana in casu.Wiliardi Wizar ada ditelephon oleh saksi Mohamad Agus. maka telah terungkap fakta hukum yang sesungguhnya sebagai berikut :--------------1. dengan satu tekad dan keyakinan. Bahwa benar melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Sigid Haryo Wibisono. 2. Bahwa melainkan inisitaitif tersebut berasal dari saksi Sigid Haryo Wibisono yang disampaikan kepada/melalui saksi Mohamad Agus. Bahwa benar melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Mohamad Agus dan saksi Sigid Haryo Wibisono. Drs. tentang Doa Salomo kepada TUHAN “agar supaya diberikan hati yang faham menimbang perkara.Wiliardi Wizar. untuk dipertemukan dan diperkenalkan dengan saksi Sigid Haryo Wibisono. “sama sekali tidak pernah membujuk”. dengan melihat seadil-adilnya “LATAR BELAKANG” dan “MOTIF” perkara pidana in casu secara comprehensive integral. sebagaimana I Raja-Raja 3 ayat 9.Drs. begitu pula “Berkat dari Hikmat” sebagaimana Amsal 3 ayat 21 s/d 23 yang berkata : “Hai anakku. 8. dan “sama sekali tidak pernah menganjurkan” kepada Terdakwa Kombes Pol. sebelum menjatuhkan palu keadilan kepada klien kami Terdakwa Kombes Pol. “dengan tidak terpengaruh & tidak terperangkap pada BAP Penyidik.

Drs. 14. “sama sekali tidak pernah memerintahkan”. memonitor tindak-tanduk orang yang namanya tertera pada gambar foto. sehingga saksi Jerry Hermawan Lo menjadi ketakutan. 12. maka keterangan yang diberikan oleh saksi Jerry Hermawan Lo tersebut.Drs.Drs. Drs. begitu pula “sama sekali tidak ada perencanaan pembunuhan”. 10. begitu pula. Wiliardi Wizar. serta melaporkan jika orang tersebut ada indikasi melakukan tindak pidana”. ia Hendrikus Kia Walen alias Hendrik menerangkan bahwa ia Hendrikus Kia Walen alias Hendrik “sama sekali tidak ada perintah pembunuhan”.Drs.Wiliardi Wizar “sama sekali tidak pernah menyuruh”. Bahwa benar melalui keterangan yang disampaikan secara resmi dalam persidangan oleh Hendrikus Kia Walen alias Hendrik yang menerangkan bahwa ia Hendrikus Kia Walen alias Hendrik sama sekali tidak pernah kenal dengan Terdakwa Kombes Pol. begitu pula. Bahwa benar melalui keterangan yang disampaikan secara resmi dalam persidangan oleh Fransiskus Tadons Kerans alias Amsi yang menerangkan bahwasanya Fransiskus Tadons Kerans alias Amsi sama sekali tidak kenal dengan Terdakwa Kombes Pol. dan ternyata diketahui bernama Nazrudin Zulkarnain Iskandar. dan selanjutnya polisi meminta kepada saksi Jerry Hermawan Lo agar menguatkan keterangan saksi Edo dengan kata-kata “menghabisi” sehingga saksi mengikuti kemauan polisi.Drs.Wiliardi Wizar “meminta kepada saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo agar supaya mengikuti secara terus-menerus selama 24 jam. saksi Jerry Hermawan Lo melihat kondisi keadaan fisik yang dialami oleh saksi Edo dalam keadaan babak belur.Drs. begitu pula anak saksi Jerry Hermawan Lo ditangkap oleh polisi pada saat itu juga. Bahwa benar melalui keterangan yang disampaikan secara resmi dalam persidangan oleh Hery Santosa Bin Rasja alias Bagol bahwasanya Hery Santosa Bin Rasja alias Bagol sama sekali tidak kenal dengan Terdakwa Kombes Pol. berikut juga takut kalau keluarganya akan dibunuh.Wiliardi Wizar. “sama sekali tidak pernah membujuk”. Fransiskus Tadons Kerans mencabut semua keterangan yang temaktub didalam BAP penyidik. Bahwa benar melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo yang mengatakan bahwa benar Terdakwa Kombes Pol. karena ketika saksi Jerry Hermawan Lo diperiksa di hotel pondok Nirwana.Wiliardi Wizar. Bahwa benar melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Jerry Hermawan Lo bahwa saksi Jerry Hermawan Lo mengatakan bahwa hal yang sebenarnya dikatakan oleh Terdakwa Kombes Pol. begitu pula selanjutnya. berikut juga takut kalau keluarganya akan dibunuh.Wiliardi Wizar kepada saksi Jerry Hermawan Lo dan kepada saksi Edo adalah “Terror orang ini dan ikutin terus”.bahwa Terdakwa Kombes Pol. Fransiskus Tadons Kerans tidak mau memberikan kesaksian sebab takut akan dibunuh. begitu pula selanjutnya “sama sekali tidak pernah di bayar untuk melakukan pembunu han” selanjutnya ia Hendrikus Kia Walen alias Hendrik tidak mau memberikan kesaksian sebab takut akan dibunuh. . Bahwa benar melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo yang menerangkan bahwa benar Terdakwa Kombes Pol. 13. 9. begitu pula.Wiliardi Wizar memerintahkan kepada Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk menghabisi nyawa orang yang namanya ada dalam foto tersebut yaitu Nasrudin Zulkarnain Iskandar.dus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk melakukan pembunuhan terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. 11. dan “sama sekali tidak pernah menganjurkan” kepada saksi Eduar.

berhubungan erat dengan “PROMOSI JABATAN DI POLRI” ??? * Majelis Hakim yang kami muliakan. dan “menganjurkan” kepada saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk melakukan pembunuhan yang direncanakan terlebih dahulu (voorbedachte rade) terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar.Wiliardi Wizar sebagai orang yang “menyuruh”.Drs. Bahwa dari fakta yang terurai tersebut diatas. maka Kami Tim Penasihat Hukum.sanya Daniel Daen Sabon alias Daniel sama sekali tidak kenal dengan Terdakwa Kombes Pol. maka “asumsi” tersebut. dimana dari fakta “LATAR BELAKANG” & “MOTIF” kejadian yang sesungguhnya.Wiliardi Wizar. Daniel Daen Sabon alias Daniel mencabut semua keterangan yang termaktub didalam BAP penyidik. “membujuk”. dan “menganjurkan” kepada saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk melakukan pembunuhan yang direncanakan terlebih dahulu (voorbedachte rade) terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar ??? kedua. selanjutnya.Hery Santosa Bin Rasja alias Bagol mencabut semua keterangan yang temaktub didalam BAP penyidik. “sangat bertolak belakang dengan fakta yang sesungguhnya”. begitu pula selanjutnya.Drs. berikut juga takut kalau keluarganya akan dibunuh. “membujuk”. sedangkan saksi Sigid Haryo Wibisono menerangkan pula dibawah sumpah bahwa ia saksi Sigid Haryo Wibisono secara langsung tidak pernah menyampaikan kepada Terdakwa Kombes Pol. Bahwa benar melalui keterangan yang disampaikan secara resmi dalam persidangan oleh Daniel Daen Sabon alias Daniel bahwa. maka timbul pertanyaan diantara kita semua.Wiliardi Wizar seolah-olah yang bertindak sebagai orang yang “menyuruh”.Jaksa Penuntut Umum memaksakan kehendaknya dengan mengaitkan keberadaan Terdakwa Kombes Pol. Bahwa sehubungan dengan kedua pertanyaan tersebut di atas.Drs. Wiliardi Wizar untuk promosi jabatan di POLRI. Hery Santosa Bin Rasja alias Bagol tidak mau memberikan kesaksian sebab takut akan dibunuh. Drs. apakah “MOTIF” pembunuhan yang mengaitkan ia Terdakwa Kombes Pol. begitu pula pistol yang diperlihatkan kepadanya menurut Daniel Daen Sabon alias Daniel adalah mirip. penyampaian tentang promosi jabatan tersebut hanya saksi Sigid Haryo Wibisono . begitu pula selanjutnya. t e t a p i.Drs. 15. “membujuk”. Daniel Daen Sabon alias Daniel tidak mau memberikan kesaksian sebab takut akan dibunuh.Drs. akan menguraikan fakta sejati yang terungkap dan diketemukan selama berlangsungnya proses persidangan perkara pidana in casu. yaitu sbb :--------------------------------------------pertama. “memerintah kan”.Wiliardi Wizar. dan “menganjur kan” kepada saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk melakukan pembunuhan yang direncanakan terlebih dahulu (voorbedachte rade) terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. sebagai berikut:----------------------------------------Jika Penyidik Polda Metro Jaya dan sdr. berikut juga takut kalau keluarganya akan dibunuh. apakah ada indikasi kuat “LATAR BELAKANG” keterlibatan dari ia Terdakwa Kombes Pol. * Majelis Hakim yang kami muliakan.Wiliardi Wizar sebagai orang yang “menyuruh”. “memerintahkan”. “memerintahkan”. bahwa sebagaimana keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Antasari Azhar yang menerangkan bahwa ia saksi Antasari Azhar sama sekali baik langsung maupun tidak langsung tidak pernah menjanjikan sesuatu jabatan apapun di POLRI kepada Terdakwa Kombes Pol.

Drs. tidak menuding kepada “oknum-oknum polisi” tersebut.Drs. t e t a p i sebagaimana materielle waarheids yang “terungkap dan diketemukan dalam persidangan perkara pidana in casu” maka kami team Penasehat Hukum “berkeyakinan dalam pendapat hukum” serta “hak imunitas kebebasan mimbar Advokat” bahwasanya posisi ia Terdakwa Kombes Pol. sekali lagi kami team Penasehat Hukum tegaskan “oknum-oknum polisi” dan “bukan institusi polri” !!! Bahwa kami team Penasehat Hukum. k a r e n a pimpinan langsung dari Terdakwa Kombes Pol.Drs.Drs.Drs.Drs.Wiliardi Wizar.Wiliardi Wizari telah dijadikan “TUMBAL” & “DIKORBANKAN” untuk meningkatkan “popularitas personal dari oknum-oknum polisi tersebut” bahwasanya mereka telah berhasil mengungkap perkara pidana pembunuhan terha dap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar terjadi di kompleks “PADANG GOLF MODERLAND TANGERANG”.Drs. p a d a h a l.Wiliardi Wizar sudah selesai mengikui jenjang pendidikan “SESPATI POLRI” atau “Sekolah Staf Perwira Tinggi POLRI”.Drs.sampaikan kepada saksi Mohamad Agus. dan “menganjurkan” kepada saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk melakukan pembunuhan yang direncanakan terlebih dahulu (voorbedachte rade) terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar.Drs. Wiliardi Wizar sama sekali tidak pernah berinisiatif untuk mendapatkan promosi jabatan dari saksi Antasari Azhar maupun saksi Sigid Haryo Wibisono. Bahwa fakta tersebut diperkuat pula dengan keterangan Terdakwa Kombes Pol. saksi Antasari Azhar dan saksi Sigid Haryo Wibisono sama sekali tidak berhak dan tidak berwenang untuk mengangkat dan mempromosikan pangkat dan jabatan dari Terdakwa Kombes Pol.Wiliardi Wizar. dimana Terdakwa Kombes Pol.Wiliardi Wizar ketika itu sebagai “Kasubdit Pam Pariwisata Babinkam Polri”. Wiliardi Wizar. justru membuat “DUNIA HUKUM & KEADILAN BERDUKA” !!! . Wiliardi Wizar sebagai orang yang “menyuruh”. saksi Antasari Azhar dan saksi Sigid Haryo Wibisono bukanlah pimpinan langsung dari Terdakwa Kombes Pol.Wiliardi Wizar yang disampaikan secara resmi dalam pemeriksaan di persidangan bahwasanya Terdakwa Kombes Pol. “membujuk”.Drs.Wiliardi Wizar sama sekali tidak pernah berinisiatif untuk mendapatkan promosi jabatan di POLRI. mengingat. cara kerja yang diperankan demikian.Wiliardi Wizar adalah Kapolri dan Wakapolri. a p a l a g i.Drs. “memerintahkan”. begit u p u l a s e t e r u s n y a. tiket untuk mencapai pangkat Jendral Polisi sudah dimiliki oleh Terdakwa Kombes Pol. sebagaimana fakta persidangan a quo yang telah kami team Penasehat Hukum ungkapkan dan buktikan secara “omkering van bewijs lacht” di hadapan Yang Mulia Majelis Hakim bahwasanya kasus perkara pidana in casu mulai dari tahap “opsporing” (penyidikan) sebagaimana tertuang didalam “BERITA ACARA PEMERIKSAAN” (BAP). yang mengaitkan dan memaksakan keberadaan klien kami Terdakwa Kombes Pol. s e b a b. k a r e n a m a n a. terlalu “SANGAT DIPAKSAKAN SEKALI”. dan bukan ditawarkan dan disampaikan langsung kepada Terdakwa Kombes Pol. ia saksi Sigid Haryo Wibisono menerangkan bahwa ia saksi Sigid Haryo Wibisono tidak mempunyai kewenangan apapun juga untuk mempengaruhi kebijakan POLRI dalam hal promosi jabatan. jabatan yang diemban oleh Terdakwa Kombes Pol. Wiliardi Wizar.Drs. oleh “oknum-oknum polisi”. Bahwa begitu pula saksi Mohamad Agus menerangkan dibawah sumpah bahwa Terdakwa Kombes Pol. begitu pula selanjutnya. tersebut ditawarkan dan disampaikan langsung oleh saksi Sigid Haryo Wibisono kepada saksi Mohamad Agus.

dan MOH. sesungguhnya. akan tetapi teramat lebih tidak baik lagi. pada tahun 1995 terjadi perkara pidana pembunuhan yang sangat menghebohkan masyarakat Sulawesi Utara dengan Terdakwa sdr.114/PID/B/1995/PT. AMIEN UMAR.21. berikut pula Firman TUHAN yang terdapat didalam Surat An Nisa ayat 105 yang berkata demikian : “ALLAH menyatakan. Majelis Hakim Yang Mulia. tgl. telah menguatkan untuk seluruhnya putusan Pengadilan Tinggi Manado. Bahwa.* Yang Mulia Majelis Hakim yang kami muliakan. supaya aku mendengarnya”. Bahwa. kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran.13 Agustus 1998. sangat mengharapkan dan mendambahkan “K E A D I L A N” dari Yang Mulia sekalian sebagai “DECISION MAKER” dan “BENTENG TERAKHIR PERTAHANAN HUKUM”. apakah perbuatan yang dilakukan Terdakwa tersebut memenuhi unsur-unsur . sdr. tetapi sdr. akan tetapi Mahkamah agung R.TEDDY HANNY SORONGAN. SH. dan janganlah menjadi penentang orang-orang yang yang tidak bersalah. secara nyata-nyata terungkap fakta hukum. Sdr. Jaksa Penuntut Umum yang terhormat. karena membela orang-orang yang hianat” !!! Pembelaan ini Kami sampaikan dalam kerangka mengungkapkan kebenaran materiil yaitu. supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah ALLAH wahyukan kepadamu. jika sampai menghukum orang yang tidak terbukti bersalah”. Majelis Hakim pada tingkat Banding di Pengadilan Tinggi Manado yang terdiri dari Hakim Ketua Sidang SUNARDI PADANG. adanya upaya “merekayasa perkara” yang dilakukan oleh oknum penyidik Polres Minahasa. Akan tetapi. Tetapi perkara yang terlalu sukar bagimu harus kamu hadapkan kepadaku. sebab pengadilan adalah kepunyaan ALLAH. Jaksa Penuntut Umum mengajukan kasasi. dalam perkara pidana a quo. tetapi engkau harus mengadili orang sesamu dengan kebenaran”. Jangan gentar terhadap siapapun.I dengan putusannya No. termasuk pula memeriksa seluruh saksi-saksi yang terkait langsung dalam perkara pidana in casu baik yang tercantum di dalam BAP maupun saksi a de charge.Jaksa Penuntut Umum perkara pidana aquo telah dinyatakan P. sebagaimana Firman TUHAN yang terdapat di dalam Ulangan 1 ayat 17 yang berkata demikian : “Dalam mengadili jangan pandang bulu. Baik perkara orang kecil maupun perkara orang besar harus kamu dengarkan.MANADO.TEDDY HANNY SORONGAN dituntut dengan tuntutan 20 tahun penjara dan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tondano memutuskan hukuman 20 tahun penjara bagi sdr. dan selanjutnya Terdakwa sdr. membuka dan memeriksa kembali perkara pidana in casu.. “BAJU ZIRAH KEBENARAN & KEADILAN” telah terkoyak. SH. tangisan duka seorang anak manusia yang saat ini duduk sebagai TERDAKWA di tribun pengadilan. Bahwa terhadap putusan Majelis Hakim Banding Pengadilan Tinggi Manado tersebut.1381 K/PID/1996. janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan jangan engkau oleh orang-orang besar. dengan Hakim Anggota Majelis AGUSTINUS HUTAURUK. TEDDY HANNY SORONGAN. tertanggal 23 April 1996 No. Dalam hal ini Majelis Hakim Banding kembali kepada doktrin “IN DUBIO PRO REO” dan menyadari sepenuhnya “bahwa adalah tidak baik untuk membebaskan seseorang yang bersalah. kemudian Imamat 19 ayat 15 yang berbunyi: “jangan kamu berbuat curang dalam peradilan. Persidangan yang kami muliakan. SH.

Tindak Pidana sebagaimana yang didakwakan oleh Penuntut Umum di dalam Dakwaan dan Tuntutannya, inilah yang Kami buktikan, sehingga menjadi bahan bagi Majelis Hakim Yang Mulia dalam pertimbangannya untuk memutus perkara ini secara bebas dan obyektif, sebagaimana fakta yang terungkap dan diketemukan dalam persidangan; Maka demi tegaknya hukum dan kebenaran serta rasa keadilan, kepada Majelis Hakim yang terhormat, Kami Penasihat Hukum Terdakwa Kombes (Pol) Drs. Wiliardi Wizar akan menguraikan Pleidooi di bawah ini. II. DAKWAAN JAKSA PENUNTUT UMUM Bahwa, sebagai dasar pemeriksaan dalam persidangan perkara ini, Terdakwa oleh Penuntut Umum telah didakwa yang pada pokoknya sebagai berikut : Dakwaan: ------ Bahwa ia Terdakwa Drs. Wiliardi Wizar baik bertindak sendiri-sendiri atau bersama-sama sebagai yang melakukan dan yang turut serta melakukan dengan saksi ANTASARI AZHAR, saksi SIGIT HARYO WIBISONO, pada bulan Januari 2009 atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2009 atau setidak-tidaknya pada tahun 2009, bertempat di Jalan Pati Unus No.35 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, atau setidak-tidaknya pada tempat lain yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dengan memberi atau menjanjikan sesuatu, dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman kekerasan atau penyesatan atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan dengan sengaja dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain yaitu korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR, perbuatan tersebut Terdakwa lakukan dengan cara sebagai berikut: - Pada sekitar bulan Januari 2009 Terdakwa selaku Kasubdit Obsus Babinkum Polri menginginkan promosi jabatan yang lebih baik dan untuk itu Terdakwa berkenalan lebih akrab dengan saksi SIGIT HARYO WIBISONO yang terletak di Jalan Pati Unus No.35 Kebayoran Baru Jakarta Selatan dan bertemu dengan saksi SIGIT HARYO WIBISONO dan saksi ANTASARI AZHAR selaku Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). - Dalam pertemuan tersebut Terdakwa bercerita tentang promosi-promosi jabatan di Polri kepada saksi SIGIT HARYO WIBISONO dan saksi ANTASARI AZHAR, sementara saksi ANTASARI AZHAR menyampaikan keluhannya yang sangat mengganggu kehidupan keluarga dan kariernya selama ini yang tidak dapat diselesaikan, yaitu adanya teror dan pemerasan dari korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR yang dapat merusak reputasi, nama baik dan keluarganya. - Mendengar adanya teror dan pemerasan dari korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR yang sangat meresahkan dan mengganggu pikiran serta kehidupan keluarga saksi ANTASARI AZHAR maka pada saat itu meminta bantuan kepada Terdakwa untuk menghabisi nyawa korban NASRUDIN ZULKARNAIN, atas permintaan tersebut yang belum dapat diselesaikan secara tuntas dan adanya harapan dan peluang nantinya akan diselesaikan secara tuntas dan adanya harapan dan peluang nantinya akan dibantu dalam promosi jabatan setelah berhasil, maka Terdakwa mengatakan “siap untuk mengamankan” dengan cara membunuh atau menghabisi nyawa korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR dan rencana itu ternyata disetujui dan didukung

sepenuhnya oleh saksi ANTASARI AZHAR dan saksi SIGIT HARYO WIBISONO. - Bahwa selanjutnya Terdakwa bertemu kembali dengan saksi ANTASARI AZHAR dan saksi SIGIT HARYO WIBISONO di Jalan Pati Unus No.35 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, dalam pertemuan tersebut saksi ANTASARI AZHAR menyerahkan amplop warna coklat yang berisi photo korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR, alamat rumah dan kantor serta kendaraan yang biasa dipergunakan oleh korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR, selanjutnya mereka membagi tugas sebagai berikut: - saksi SIGIT HARYO WIBISONO menyiapkan dana operasional sebesar Rp.500.000.000,-(lima ratus juta rupiah) dan; - Terdakwa merekrut dan mencari orang yang akan menghilangkan nyawa korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR. - Setelah pembagian tugas tersebut, Terdakwa pergi menemui sahabatnya saksi JERRY HERMAWAN LO di kantornya yang terletak di Kedoya Raya Kav.27 No.13 Pesing Koneng Jakarta Barat dan Terdakwa langsung membuka amplop warna coklat memperlihatkan photo korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR dan photo mobil yang biasa dikendarai oleh korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR sambil mengatakan kepada saksi JERRY HERMAWAN LO “abang bisa bantu saya nggak bang, misi tugas negara, orang tersebut sangat berbahaya bagi negara dan diberi perintah langsung untuk melaksanakan misi ini dan bilamana dia berhasil untuk misi ini, dia akan jadi orang”, kemudian Terdakwa mengatakan “Abang masih ada enggak nomor telepon anak Flores yang pernah ketemu saya di Polres Jakarta Selatan” dan oleh saksi JERRY HERMAWAN LO dijawab, “si Edo”, dan oleh Terdakwa dikatakan “bisa nggak saya dipertemukan dengan Edo untuk misi ini”, dan kemudian Terdakwa pergi lalu menitipkan amplop yang berisikan photo dan alamat korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR kepada saksi JERRY HERMAWAN LO. - Berdasarkan pemintaan dan desakan Terdakwa, maka malam itu juga saksi JERRY HERMAWAN LO segera menghubungi saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO untuk bertemu dirumah saksi JERRY HERMAWAN LO malam itu juga, selanjutnya saksi JERRY HERMAWAN LO langsung menyerahkan amplop coklat berisi photo dan alamat korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR kepada saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO sambil mengatakan “Edo ini tugas negara, dan ini sangat rahasia” dan saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alia EDO bertanya “tugasnya apa Bang?” selanjutnya saksi JERRY HERMAWAN LO meminta kepada saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO mengenalkan kepada seseorang yang dapat menghabisi nyawa laki-laki yang ada dalam photo tersebut, karena orang itu membahayakan keamanan negara dan nanti akan dipertemukan langsung dengan Terdakwa. - Dalam pertemuan antara Terdakwa, saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO dan saksi JERRY HERMAWAN LO di arena bowling ancol, Terdakwa berusaha meyakinkan dan mengatakan kepada saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO yaitu: “Edo, tolong bantu saya dulu, sebenarnya ini tugas negara menjelang pemilu, dan membahayakan negara serta kalau tidak bisa diatasi, bisa meledak. Tolong Edo kamu kenalkan saya dengan seseorang yang dapat melaksanakan tugas untuk menghabisi nyawa orang yang namanya ada dalam photo tersebut, buatlah seperti perampokan asal jangan tertangkap tangan dan saya sendiri akan olah TKP dan akan segera ditarik menjadi

Direktur Kriminal Umum Polda Metrojaya untuk mengumumkan masalah ini. Kemudian Terdakwa mengatakan lagi, “saya tidak bohong, ini benar-benar tugas negara dan karier serta pangkat saya dipertaruhkan dan kamu tidak usah khawatir dan sudah di back up”, dan akhirnya saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO menyetujui permintaan Terdakwa untuk mencari orang yang akan menghabisi nyawa korban NASRUDIN ZULAKRNAIN ISKANDAR. - Selanjutnya saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO menemui saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK dan menyampaikan mengenai rencana pembunuhan terhadap korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR, sesuai permintaan Terdakwa dan saksi JERRY HERMAWAN LO dan setelah mendengar hal itu saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK menyetujui untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. - Setelah disetujui untuk membunuh korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR, maka saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK segera menghubungi saksi FRANSISKUS TANDONS KERANS alias AMSI, saksi HERI SANTOSA bin RASJA alias BAGOL dan saksi DANIEL DAEN SABON alias DANIEL guna merencanakan pelaksanaan pembunuhan terhadap korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR dan untuk itu saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK, saksi FRANSISKUS TANDONS KERANS alias AMSI, saksi HERI SANTOSA Bin RASJA alias BAGOL dan saksi DANIEL DAEN SABON alias DANIEL mulai melakukan survey terhadap rumah dan kantor tempat bekerja korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR untuk mengetahui lebih jelas mengenai waktu bekerja, tempat tinggal dan aktifitas lain korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR, kemudian dalam pelaksanaan pekerjaan itu oleh saksi FRANSISKUS TADONS KERANS alias AMSI disampaikan kepada saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK untuk menyediakan biaya operasional dan lain-lain dan untuk itu saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK segera menghubungi saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO untuk meminta biaya operasional. - Bahwa selanjutnya saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO segera menghubungi dan menyampaikan hal tersebut kepada Terdakwa dan kemudian Terdakwa sesuai dengan kesepakatan yang dibuat dengan saksi ANTASARI AZHAR dan saksi SIGIT HARYO WIBISONO, Terdakwa segera menghubungi saksi SIGIT HARYO WIBISONO untuk menyediakan dana operasional untuk pelaksanaan pembunuhan terhadap korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR dan permintaan itu disetujui oleh saksi SIGIT HARYO WIBISONO, kemudian saksi SIGIT HARYO WIBISONO meminta karyawannya saksi SETYO WAHYUDI dan saksi KARNO untuk menyiapkan dana sebesar Rp.500.000.000,-(lima ratus juta rupiah). - Setelah Terdakwa mengetahui dana operasional untuk pelaksanaan pembunuhan korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR sudah disiapkan oleh saksi SIGIT HARYO WIBISONO, maka Terdakwa pergi menuju kantor SIGIT HARYO WIBISONO yang terletak di Jalan Kerinci VII No.63 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, selanjutnya saksi SIGIT HARYO WIBISONO memerintahkan saksi SETYO WAHYUDI untuk menyerahkan uang sebesar Rp.500.000.000,-(lima ratus juta rupiah) kepada Terdakwa dan kemudian Terdakwa pergi meninggalkan kantor SIGIT HARYO WIBISONO untuk mencari dan menghubungi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO guna menyerahkan dana sebanyak Rp.500.000.000,-(lima ratus juta rupiah) tersebut.

-(lima ratus juta rupiah) kepada saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO.000.000.000. saksi DANIEL DAEN SABON alias DANIEL dan SEI bersepakat untuk melakukan pembunuhan terhadap korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR harus dilakukan pada hari itu juga dan untuk itu mereka mengintai sambil menunggu sampai korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR selesai bermain golf.000. .Bahwa kemudian setelah menyewa mobil Toyota Avanza No. .. selanjutnya saksi HERI SANTOSA bin RASJA alias BAGOL mendekatkan atau memepetkan sepeda motornya dengan mobil merek BMW No. saksi HERI SANTOSA bin RASJA alias BAGOL.Bahwa ketika korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR telah selesai bermain golf dan kendaraan yang ditumpangi mulai bergerak menuju ke luar lapangan golf Modernland maka saksi FRANSISKUS TADONS KERANS alias AMSI bersama-sama dengan SEI dengan menggunakan mobil Toyota Avansa No.-(lima ratus juta rupiah).000.500.20.Bahwa pada saat kendaraan yang dipergunakan oleh korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR bergerak lambat karena akan melewati polisi tidur atau gundukkan jalan.5. saksi FRANSISKUS TADONS KERANS alias AMSI.Pol: B-6862-SNY mengikuti kendaraan yang digunakan oleh korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR pada posisi dibelakang mobil Toyota Avanza yang dinaiki oleh saksi FRANSISKUS TADONS KERANS alias AMSI dan SEI.500.100. saksi FRANSISKUS TADONS KERANS alias AMSI.Pol:B- . saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK.000.-(lima juta rupiah) untuk biaya sewa mobil dan Rp. Terdakwa bertemu dengan saksi EDOARDUS NOE NDOPO MBETE alias EDO didepan Cilandak Town Square dan kemudian Terdakwa menyerahkan dana operasional sebanyak Rp.000.Setelah dilakukan survei secara berulang kali terhadap rumah maupun kantor serta aktifitas yang sering dilakukan oleh korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR maka pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2009 diketahui bahwa korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR sedang bermain golf di Modernland Kota Tangerang dan selanjutnya saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK. dan saksi HERI SANTOSA bin RASJA alias BAGOL melakukan survey ke rumah korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR di perumahan Banjar Wijaya Tangerang dan kantor korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR untuk mengetahui waktu pergi dan pulang kerja korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR.Bahwa keseokan harinya saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK bertemu dengan saksi FRANSISKUS TADONS KERANS alias AMSI di gudang kosong bekas pabrik PT.Yasun Litek yang terletak di belakang Batu Ceper Tangerang dan menyerahkan uang sebesar Rp. .-(seratus juta rupiah).Pol: B-8870-NP mengikuti kendaraan yang digunakan oleh korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR sedangkan saksi DANIEL DAEN SABON alias DANIEL yang dibonceng oleh saksi HERI SANTOSA bin RASJA BAGOL dengan menggunakan sepeda motor merek Yamaha Scorpio No. setelah saksi EDOADUS NOE NDOPO MBETE alias EDO menerima uang pada malam itu juga menghubungi saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK dan bertemu di McDonald Tebet selanjutnya menyerahkan dana operasional sebesar Rp. .Pol: B-8870-NP. . akan tetapi saksi HENDRIKUS KIA WALEN alias HENDRIK hanya mengambil dana sebesar Rp.000.Bahwa selanjutnya malam itu juga.000.-(dua puluh juta rupiah) untuk membeli senjata api dan biaya operasional lainya.000.

kami pertama-tama mengajukan keberatan atas Surat Tuntutan yang diajukan oleh Penuntut Umum karena telah memuat manipulasi atas beberapa keterangan saksi dipersidangan. yang selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara Persidangan. Bahwa untuk membuktikan dakwaannya tersebut di atas. yang memenuhi unsur-unsur dari pasal-pasal yang dilukiskan Penuntut Umum dalam Surat Dakwaan terhadap Terdakwa. adalah merupakan tindak pidana. Persoalannya sekarang adalah. adalah merupakan bukti yang masih harus dianalisa. Keterangan Ahli dan keterangan Terdakwa telah dicatat secara lengkap dan sebaikbaiknya oleh Panitera dalam perkara ini. Keterangan Ahli dan keterangan Terdakwa akan kami uraikan dan kami bahas. FAKTA YANG TERUNGKAP DALAM PERSIDANGAN DAN KETERANGAN SAKSI-SAKSI Majelis Hakim Yang Mulia. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Mengenai keterangan Saksi-Saksi. selanjutnya berdasarkan fakta-fakta tersebut. Bahwa keterangan Saksi-Saksi. oleh karenanya Berita Acara Persidangan tersebut.II/03/2-2009 tertanggal 30 Maret 2009 yang ditandatangani oleh dr. terbatas pada pokok- . Bahwa pada kesempatan ini.F dari Departemen Ilmu Kedokteran Forensik & Mediko Legal. Mun’im Idries Sp. yang mengakibatkan luka pada bagian sisi kepala sebelah kiri dan menimbulkan kerusakan jaringan otak serta pendarahan dalam rongga tengkorak dan akibat luka tembak dikepala tersebut korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR meninggal dunia sebagaimana hasil Visum et Repertum Nomor: 1030/SK. dan guna memberikan keyakinan kepada Majelis Hakim Yang Mulia mengenai bersalah atau tidaknya Terdakwa.191-E yang digunakan korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR dan dalam jarak sekitar ½ m saksi DANIEL DAEN SABON alias DANIEL langsung menembakkan senjata api sebanyak 2 (dua) kali pada bagian kepala korban NASRUDIN ZULKARNAIN ISKANDAR melalui kaca samping kiri bagian belakang mobil. apakah dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan. serta 3 (tiga) keterangan ahli yang didengar keterangannya dimuka persidangan dengan terlebih dahulu mengucapkan sumpah serta barang bukti sebagaimana diuraikan oleh Penuntut Umum dalam Surat Dakwaan. yaitu 27 (dua puluh tujuh) orang Saksi. perbuatan Terdakwa tersebut quod-non. Jaksa Penuntut Umum telah mengajukan bukti-bukti. dan keterangan Terdakwa di muka persidangan. memenuhi unsur-unsur dari pasal yang didakwakan kepadanya. maka harus dibuktikan kebenaran fakta-fakta yuridis yang diperoleh di muka persidangan. mohon dianggap sebagai lampiran yang menjadi bagian dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Pembelaan ini. sebagai dasar keyakinan Majelis Hakim Yang Mulia dalam menjatuhkan pidana kepada Terdakwa. untuk mengetahui apakah berdasarkan fakta-fakta tersebut. apakah benar berdasarkan fakta-fakta yang telah terungkap di persidangan selama ini. Bahwa oleh karena fakta-fakta di persidangan yang diperoleh dari Keterangan Saksi. Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 jo Pasal 340 KUHP. bahwa perbuatan yang telah dilakukan oleh Terdakwa. Terdakwa telah melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan kepadanya. Untuk mengetahui hal tersebut di atas. Majelis Hakim Yang Mulia. III. 1 (satu) Saksi Verbalisan.

Putra Rajawali Banjaran. dan korban sudah tidak sadarkan diri tetapi korban masih hidup. § Bahwa. .5 M. § Bahwa. kemudian Korban meminta bantuan Antasari Azhar. dan bekerja di PT. Antasari yang dimaksud adalah Antasari Azhar Ketua KPK. Saksi tidak bertanya kepada dokter tentang kondisi Korban. § Bahwa. Pukul 23.00 WIB Korban dibawa ke RSPAD dan Saksi hanya ikut ke RSPAD. Korban pernah menyebutkan proyek di Kolaka. komunikasi Korban dengan Saksi terakhir melalui telepon terjadi hari Jumat tanggal 13 Maret 2009 Pkl. Korban gagal menjadi Direktur SDM RNI. Akibatnya analisa hukum yang disusun oleh Penuntut Umum dalam Surat Tuntutan dengan berdasar pada keterangan saksi yang “manipulatif” menjadi tidak fair. § Bahwa. pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2009 yang menanyakan kepada Saksi apakah benar korban telah meninggal dunia. Berikut Kami sampaikan fakta-fakta yang terungkap dalam Persidangan. Saksi tidak berharap untuk mendapatkan fee tersebut karena menurut Saksi saat ini sudah ada reformasi birokrasi. Korban menggunakan mobil BMW dengan nomor polisi B 191 E.pokok keterangan yang saling bersesuaian antara yang satu dengan yang lain. dan korban bercerita tentang proyek yang fee-nya saja 1. Saksi terakhir bertemu dengan korban hari Senin tanggal 9 Maret 2009.00 WIB. Untuk itu Kami menolak semua analisa hukum Penuntut Umum dalam Surat Tuntutannya tersebut. § Bahwa. Paramedik yang melakukan tindakan medis terhadap Korban tidak meminta izin kepada Saksi. § Bahwa. perlu Kami kemukakan beberapa keterangan saksi-saksi maupun keterangan Terdakwa yang pada pokoknya adalah : 1. dan yang berkaitan dengan pembuktian terhadap dakwaan. § Bahwa. Saksi mengetahui tentang adanya penembakan karena ada pemberitahuan dari keluarga di Palu. § Bahwa.00 Korban dibawa ke RSPAD dengan ditemani oleh polisi. § Bahwa. § Bahwa. Suparmin supir Korban tidak pernah menelepon Saksi. § Bahwa. serta proyek tersebut telah dikonsultasikan ke Antasari Azhar dan menurut Antasari Azhar fee tersebut adalah hak korban dan hal tersebut halal. § Bahwa. § Bahwa. Saksi Sri Martuti bin Subandi dibawah sumpah di dalam Persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut: § Bahwa. korban dipindahkan dari RS Mayapada ke RSPAD dalam keadaan masih hidup. Saksi datang ke RS Mayapada. § Bahwa. § Bahwa. kemudian sekitar pukul 23.14. Saksi menikah dengan korban tanggal 23 Desember 1990. § Bahwa. Korban meninggal dunia hari Minggu tanggal 15 Maret 2009 di RSPAD Gatot Subroto dan Saksi berada di RSPAD pada waktu korban meninggal. sepengetahuan Saksi. § Bahwa. Kami juga menemukan beberapa keterangan saksi dan keterangan Ahli yang ternyata tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya terungkap dalam persidangan yang dikutip salah oleh Penuntut Umum. Korban meninggal dunia pada hari Minggu 15 Maret 2009. Saksi datang ke RS Mayapada. KETERANGAN SAKSI-SAKSI Sebelum Kami sampai pada pembahasan Yuridis.00 WIB-24.

berdasarkan informasi dari anak Saksi. Saksi mendapatkan informasi telah terjadi penembakan di Jl. dan bukan Saksi. Saksi menemukan supir Korban di tempat parkir RS Mayapada.Hartono ada kerumunan massa. Saksi tidak dimintai izin untuk autopsi lanjutan di RSCM. Wiliardi Wizar. 2. § Bahwa. Saksi bersama dengan 5 orang lainnya dari Resmob. Korban tidak pernah menyebut nama. yang membuat Laporan Polisi adalah Kanit Jatanras. Sigit Haryo Wibisono. untuk itu Kami menolak keterangan saksi untuk dijadikan sebagai alat bukti pada persidangan ini.00-17. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui alasan Korban dipindahkan ke RSPAD. tetapi Saksi tidak tahu dan tidak dimintai persetujuan untuk visum. sepengetahuan Saksi. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa keterangan saksi tidak ada hubungan atau tidak ada keterkaitan dengan Terdakwa. § Bahwa. Saksi tidak meminta rekam medis (medical record) ke RS.12. melihat mendengar atau mengalami sendiri tentang terjadinya suatu tindak pidana. berdasarkan keterangan dari supir Korban. Saksi melihat di TKP Jl. § Bahwa. § Bahwa. Saksi Rusli dibawah sumpah didalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa. § Bahwa. dokter tidak melakukan tindakan operasi terhadap Korban. pada Pkl 16. supir Korban tidak terluka. § Bahwa. Korban meninggal dunia Pkl. § Bahwa.00 WIB hari Minggu tanggal 15 Maret 2009 di RSPAD.§ Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. kaca mobil yang terkena tembakan adalah kaca mobil yang kecil bentuk .Hartono Raya Modernland. TANGGAPAN TERDAKWA Tidak tanggapan maupun pertanyaan dari Terdakwa oleh karena keterangan Saksi tidak ada hubungan dengan Terdakwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak pernah menandatangani surat-surat di RS dan sampai saat ini Saksi tidak tahu siapa yang berurusan dengan pihak RS. Saksi tidak bertemu dengan dokter yang menangani Korban oleh karena Saksi harus menenangkan diri dan menenangkan anak-anak. § Bahwa. § Bahwa. berdasarkan informasi yang Saksi dapat. Jerry Hermawan Lo. tetapi Saksi tidak tahu dengan siapa karena selama di ICU Saksi hanya bersama dengan anak Saksi. Korban dibawa ke RS Mayapada. § Bahwa. ada kemungkinan 20% otak Korban masih berfungsi. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui. Saksi menemukan ada mobil BMW silver dengan kaca belakang terdapat bekas tembakan dengan Nomor Polisi B 191 E. Korban habis main golf kemudian ditembak. ada pihak RS yang berhubungan dengan pihak keluarga. § Bahwa.00 WIB Korban dibawa ke RSCM untuk diautopsi. Saksi tidak mengetahui siapa yang memberi izin pemindahan Korban dari RS Mayapada ke RSPAD. Korban di bawah dari RSPAD ke RSCM untuk dilakukan visum. § Bahwa. Korban pernah meminta tolong ke Antasari Azhar untuk memperoleh jabatan.

§ Bahwa. Saksi Suparmin bin Suntoro dibawah sumpah didalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa. perjalanan dari lapangan golf ke TKP jaraknya kira-kira 1 KM. § Bahwa. pada saat Saksi datang ke RS. Saksi tidak melihat keadaan korban karena Saksi dilarang oleh dokter. Untuk itu mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. § Bahwa. terdapat 2 bolongan di kaca mobil belakang dan Saksi melihat ada bercak darah.PRB) dan ditempatkan menjadi supir Direktur dhi. bahwa saksi yang mengaku membuat laporan Polisi dengan No. ketika tiba di RS Mayapada Saksi langsung mengecek mobil dan bertemu supir Korban. § Bahwa.00 WIB. dan yang menunjukkan adalah Suparmin. selain tim Saksi. § Bahwa. § Bahwa. waktu kejadian hari Sabtu tanggal 14 Maret 2009. senyatanya tidak berkedudukan sebagai Pelapor. Selain itu mohon perhatian Majelis Hakim Yang Mulia. Saksi tidak mengecek bagian luar mobil. § Bahwa. § Bahwa. Analisa hukum atas keterangan saksi: Bahwa.Putra Rajawali Banjaran (PT. mendengar dan mengalami akan terjadinya suatu tindak pidana. Saksi berada di RS Mayapada selama kurang lebih 30 menit. Saksi tidak memasang police line di TKP. § Bahwa. senyatanya Saksi bukanlah Saksi yang yang dapat dijadikan alat bukti dipengadilan oleh karena Saksi tidak melihat. § Bahwa. § Bahwa. waktu itu Saksi dipanggil lewat car call sekitar Pkl.14. Saksi bekerja menjadi supir di PT. 3. Saksi tidak bersama dengan tim identifikasi karena berbeda mobil. § Bahwa. bercak darah yang banyak di jok kiri.segitiga. mobil korban BMW tahun 2000 dengan nomor polisi B 191 E. § Bahwa.Hartono sekitar 30 menit. § Bahwa. Saksi mendengar dari orang lain bahwa Korban meninggal dunia besok harinya. . ada tim lain yang berada di TKP diantaranya tim dari Polres bagian Reserse dan tim lain tersebut juga ke RS Mayapada. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA Bahwa tidak ada tempat yang tidak dapat dimasuki oleh penyidik demi kepentingan penyidikan. yang memasang adalah tim dari identifikasi. perjalanan ke RS Mayapada dari Jl. Saksi mengantar Korban sehabis bermain golf sekitar Pkl. korban telah ditangani oleh dokter dalam ruangan tertutup. § Bahwa. § Bahwa. Saksi diperintahkan oleh atasan untuk memeriksa Korban. § Bahwa. Saksi bekerja dari menjadi supir pribadi kemudian menjadi karyawan kontrak PT. § Bahwa. Korban.14. Saksi langsung perhatikan kaca yang pecah. Pol: A/46/III/2009/Restro Tangerang tanggal 14 Maret 2009.30 WIB. Saksi tidak melihat lampu depan mobil pecah.PRB. Saksi mengetahui keadaan Korban dari dokter yang berada di luar ruangan dan Suparmin. § Bahwa.

waktu Korban ke KPK. § Bahwa. Korban biasa duduk di belakang sebelah kiri.§ Bahwa. kadang jam kerja. Saksi diturunkan ke lapangan golf. § Bahwa. . § Bahwa. kadang siang atau Pkl. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. selanjutnya Irawati datang ke RS Mayapada.00 WIB. § Bahwa. Saksi tidak memperhatikan apakah Korban keluar dari KPK membawa dokumen. kemudian Saksi mengambil kunci mobil dari porter dan langsung ke mobil dan bersih-bersih kemudian makan. Saksi mengetahui Korban telah meninggal dunia dari TV. Korban tidak pernah menginap di tempat Rani. dalam perjalanan Saksi mendengarkan pembicaraan tentang korban yang menanyakan isi tas Rani. Saksi kemudian membawa Korban ke UGD. § Bahwa. Saksi membawa mobil tanggal 1 sampai dengan tanggal 9 Maret 2009. § Bahwa. Saksi tidak tahu kepentingan Korban ke KPK. § Bahwa. § Bahwa. Saksi pernah mengantar Korban ke Hotel Gran Mahakam. § Bahwa. mobil Korban ditabrak. Saksi menghubungi supir Irawati yang bernama Ujang dan bilang bahwa Korban ditembak orang. kadang Korban berada di KPK kurang lebih 1 jam. § Bahwa. Irawati bilang ke saksi: “Min disuruh nyusul ke Golf Modernland” kebetulan Irawati mau keluar. yang membonceng/ joki badannya besar dan yang dibonceng lebih kecil. pada pagi hari sebelum kejadian korban mengendarai mobil sendiri ke Lapangan Golf. Saksi tidak tahu Korban bertemu dengan siapa di KPK. Saksi tidak masuk kerja. § Bahwa. pada hari Senin atau seminggu sebelum kejadian. kadang habis main golf. § Bahwa. tetapi Korban sudah tidak ada. dan Saksi tidak menyentuh korban. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi datang Pukul 07. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak melihat barang yang dipegang atau keluar dari penumpang motor. Saksi melihat boncengan motor. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui nomor telepon Rani. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. setelah itu terdengar letusan 2 kali. § Bahwa. lalu Saksi ke Plaza Blok M bersama Korban dan bertemu dengan Rani. Istri korban bernama Irawati. § Bahwa. Saksi mendengar asal bunyi tembakan dari sebelah kiri. pada pagi hari. Korban sering bersama Rani dan mengaku bahwa Rani adalah anak angkat. § Bahwa.21. sekalian Saksi minta ke Irawati untuk menumpang ke lapangan golf.15 WIB. Saksi pernah ke kantor KPK kurang lebih 5 kali.Tifico Tangerang. kemudian Saksi mendengar tentang adanya uang dolar di tas Rani dan disarankan oleh korban untuk diserahkan ke Panti Asuhan. Saksi biasanya mengantar Korban ke kantor dan pulang pada sore hari. Saksi langsung RS Mayapada. rumah Rani di belakang PT. terakhir Saksi berhubungan dengan dengan Korban melalui alat telepon satu hari sebelum kejadian. Saksi disalip oleh mobil avanza warnanya terang. kemudian Korban bilang ke Saksi bahwa gara-gara Saksi tidak masuk kerja. § Bahwa.

di lapangan golf. Saksi tidak tahu korban main golf pada hari Sabtu. § Bahwa. ada polisi yang memeriksa mobil bagian dalam. § Bahwa. § Bahwa. jalur perjalanan Saksi dan Korban. Saksi menelepon Ujang dalam perjalanan. Saksi menunggu di tempat parkir. § Bahwa. Saksi tidak melihat luka. § Bahwa. lima menit kemudian polisi datang kemudian menginterogasi. ketika jalan dari lapangan golf sampai tempat kejadian Saksi tidak tahu ada motor. tapi Korban sudah berdarah. Saksi pernah mengantar Korban ke Hotel Gran Mahakam sekitar maghrib. tidak lama kemudian Irawati telepon. pada waktu terdengar letusan saksi langsung menoleh ke arah Korban. tanggal 15 Maret 2009 Saksi disuruh mengambil mobil Avanza. TANGGAPAN TERDAKWA Tidak ada tanggapan dari Terdakwa. § Bahwa. selain itu Korban juga sempat berkomunikasi dengan orang kantor. § Bahwa. setelah Saksi minta tolong banyak warga yang melihat. § Bahwa. § Bahwa. dari Hotel Gran Mahakam. § Bahwa. Saksi ke RS Mayapada kemudian petugas RS yang membawa Korban masuk ke dalam.5 jam. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi menjadi supir korban dari bulan Januari 2008 sampai dengan kejadian. Saksi tidak memperhatikan apakah ada mobil Avanza yang diparkir di lapangan parkir golf. § Bahwa. apabila hari Senin-Jumat lewat tol bandara. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui kejadian mobil ditabrak x-trail. sesampainya di lapangan golf Saksi langsung ke porter untuk mengambil kunci mobil dan tidak langsung menemui Korban. Saksi pernah mengantar Korban ke Hotel Gran Mahakam sebanyak satu kali dan Korban berada di Hotel Gran Mahakam selama 1. § Bahwa. Saksi melihat seminggu sebelum kejadian mobil penyok dibagian belakang. pada waktu ke RS Korban masih bergerak. dan setelah itu langsung pulang ke rumah. dalam mobil ada serpihan peluru. . § Bahwa. perjalanan dari TKP ke RS Mayapada sekitar 5 menit. § Bahwa. dari kejadian penembakan sampai ke RS tidak ada yang ikut ke mobil Saksi. Saksi tidak mengetahui tindakan dokter. Saksi yang menyetir mobil ke Polres Tangerang. Korban sempat berkomunikasi dengan Saksi. § Bahwa.§ Bahwa. sedangkan hari Sabtu lewat tol Kebun Jeruk. § Bahwa. Saksi tidak tahu ada penembak. berupa satu pecahan peluru. § Bahwa. § Bahwa. Korban minta uang receh buat porter. § Bahwa. apabila Korban bermain golf. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak tahu dari mana Korban tahu Saksi sudah di lapangan golf. Saksi pernah melihat Rani di lapangan golf. § Bahwa. dan bagian luar. § Bahwa. ada banyak anggota polisi yang mengajukan pertanyaan ke Saksi. § Bahwa. Saksi pernah mendengar Korban berbicara dengan nada tinggi kepada Yulrisman. Saksi tidak pernah mendengar nama Sri Martuti. Saksi dan Korban menuju Plaza Blok M. § Bahwa.

tetapi pada saat itu Saksi tidak melihat secara jelas. § Bahwa. kejadian penembakan tersebut pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2009. § Bahwa. § Bahwa. pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2009 Saksi dari jam 8 pagi sudah berada di danau. karenanya secara tidak langsung Saksi melihat mobil BMW diikuti motor scorpio. ketika Saksi kembali ke TKP. § Bahwa. yang mengendarai motor berbadan besar dan tinggi. pelipis kiri orang tersebut mengeluarkan darah. § Bahwa. hanya supir Korban. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi.Hartono Raya.Hartono Raya Tangerang. Saksi ke RS dengan dibonceng oleh orang yang mengaku polisi. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi mengetahui orang tersebut polisi dari pengakuan (menggunakan baju preman). § Bahwa. tempat kejadian perkara di Jl. posisi Saksi pada saat itu berada di antara mobil dan motor. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. 4. banyak pengendara sepeda motor. § Bahwa. ternyata ada orang menodongkan sesuatu. Saksi sempat menengok ke dalam mobil dan melihat Korban. § Bahwa. Saksi sempat melihat Korban bersandar dan jatuh sambil memegang pelipis. pada waktu itu Saksi sedang menjala ikan dan Saksi mau pindah ke danau yang berada di seberang dengan menyeberang lewat Jl. kemudian Saksi diantar ke RS Mayapada. Saksi dimintai keterangan di RS Mayapada dan kemudian dibuatkan BAP di Polres. § Bahwa. Saksi melihat wajah yang dibonceng sekilas. Saksi Sarwin alias Erwin bin Muhadi dibawah sumpah didalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa. ternyata berasal dari supir Korban. § Bahwa. pada saat itu Saksi dari arah sebelah kanan. § Bahwa. § Bahwa. Saksi membuka pintu mobil dan Saksi melihat ada orang yang terjatuh ke arah kanan sambil memegang kepala dengan tangan kiri. Saksi mendengar Korban dibawa ke RS oleh supir Korban. Saksi tidak menolong Korban pada saat itu karena Saksi berpikir yang bisa menolong Korban. motor yang dikendarai oleh para pelaku hampir menabrak Saksi. Saksi mendengar ada suara minta tolong. pada waktu Saksi di tengah jalan Saksi mendengar suara letusan. § Bahwa. .Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. § Bahwa. kemudian terdengar bunyi dor-dor. Korban sudah tidak ada. § Bahwa. suasana pada hari itu ramai. § Bahwa. datang seseorang yang mengaku sebagai anggota polisi dan mengajak Saksi untuk mengejar pelaku penembakan. beberapa saat setelah teriakan minta tolong dari Supir Korban. Saksi ditanyai nama dan alamat oleh seorang Polisi wanita. sedangkan yang dibonceng lebih kurus. § Bahwa. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. Saksi tidak dapat mengejar pelaku penembakan. § Bahwa. § Bahwa. Saksi melihat mobil avanza menyalip mobil BMW tersebut. dekat metropolis ada 2 danau yang satu besar dan yang satu lagi sedang. § Bahwa.

§ Bahwa. Saksi tidak pernah mengantarkan Terdakwa ke rumah di Jl. Edo bersama dengan seseorang. setelah pertemuan tersebut Terdakwa datang ke mobil menemui Saksi. Saksi mengendarai mobil Terano dengan Nomor Polisi 1184 DH.Pati Unus. § Bahwa. setelah terjadinya penembakan.TANGGAPAN TERDAKWA Tidak ada tanggapan dari Terdakwa. Saksi masih menjadi supir Terdakwa pada saat Terdakwa dimutasikan ke Babinkam Polri. § Bahwa. Kejadian tersebut terjadi sekitar bulan Februari 2009. § Bahwa. Saksi pernah mengantarkan Terdakwa ke Ancol pada malam hari. Saksi bekerja sebagai supir dinas Terdakwa sampai dengan bulan Januari tahun 2009. § Bahwa. Saksi pernah mengantar Terdakwa ke kantor Sigit Haryo Wibisono.Kerinci biasa saja. Saksi tidak mengetahui tentang terjadinya penembakan.Kerinci. Saksi tidak mengetahui apa yang dibawa oleh Terdakwa pada waktu mengunjungi Jerry. Saksi mengantarkan Edo ke kantor Terdakwa di Mabes Polri. akan tetapi Saksi tidak mengetahui dengan siapa Terdakwa bertemu karena Saksi tidak turun dari mobil. § Bahwa. Saksi pernah mengantar Terdakwa ke rumah di Jl. setelah Edo diantar ke ruangan Terdakwa. Saksi menjemput Edo dari Hotel Ambhara atas perintah Terdakwa dan setelah menjemput Edo. § Bahwa. § Bahwa. Saksi mengetahui Edo. § Bahwa. § Bahwa. Bumi Serpong Damai. Saksi juga pernah mengantarkan Terdakwa ke rumah yang terletak di Jl. § Bahwa. Antasari Azhar dan Edo. 5. pada waktu pertemuan di Citos. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi. tetapi Saksi tidak mengetahui rumah tersebut milik siapa. akan tetapi Saksi tidak mengetahui Terdakwa bertemu dengan siapa. . ciri-ciri rumah yang ada di Jl. § Bahwa.Pati Unus merupakan rumah mewah. § Bahwa. Saksi pindah ke ruangan staf. § Bahwa. Pertemuan Terdakwa dengan Jerry di Kedoya terjadi tidak lama hanya sekitar 10 menit. sedangkan rumah yang berada di Jl. karena Saksi berkenalan dengan Edo. § Bahwa. dan mobil tersebut adalah mobil dinas. § Bahwa. Saksi pernah mengantarkan Terdakwa ke rumah Jerry di daerah kembangan 1 kali pada siang hari. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui siapa Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa.Pati Unus. § Bahwa. tetapi Saksi tidak mengetahui rumah tersebut milik siapa. atau ke rumah Sigit Haryo Wibisono. Saksi Indra Apriadi dibawah sumpah didalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. Saksi yang menyerahkan paper bag kepada Terdakwa. § Bahwa. Saksi pernah menjemput Edo dari samping jalan Hotel Ambhara. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. § Bahwa. Saksi pernah mengantarkan Terdakwa ke Citos.

§ Bahwa. Saksi mengetahui orang yang turun dari kijang kapsul bernama Silvester. § Bahwa. Terdakwa membiayai biaya pengobatan orang tua Saksi tersebut. mobil jalan ke arah kemang. setelah dari Jl. tidak ada orang lain pada pertemuan antara Terdakwa dengan Jerry. § Bahwa. § Bahwa.Kerinci itu rumah siapa. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui rumah di Jl.Pati Unus Terdakwa membawa sesuatu atau tidak. setelah pertukaran penumpang tersebut.§ Bahwa. § Bahwa. Saksi mengetahui nama Jerry ketika Saksi diminta oleh Terdakwa untuk mengantarkan rokok dan amplop coklat ke ruangan Jerry. Saksi tidak mengetahui dari mana amplop itu berasal. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. pada waktu Terdakwa menjadi Kapolres. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. kemudian Silvester turun dari mobil Saksi dan Terdakwa kembali masuk ke mobil yang Saksi kendarai. Saksi menepikan kendaraan dan tidak lama kurang lebih 5 menit muncul mobil kijang kapsul. pada saat Saksi ke ruangan Jerry. Saksi melihat ada orang yang turun dari mobil kijang kapsul tersebut. Saksi bersama Terdakwa pada malam harinya ke Citos. TANGGAPAN TERDAKWA Tidak ada tanggapan dari Terdakwa. § Bahwa. Saksi menceritakan nilai-nilai kebaikan yang dimiliki oleh Terdakwa yaitu : pada waktu orang tua Saksi sakit. Saksi Marisi Panggabean dibawah janji didalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut: . setelah sampai di Citos. § Bahwa. sepengetahuan Saksi. Saksi tidak memperhatikan rumah di Jl. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi. paper bag yang Saksi maksud adalah paper bag yang dijinjing. Terdakwa juga suka marah kepada Saksi. kemudian Saksi menyerahkan rokok beserta amplop kepada Terdakwa. dan sepengetahuan Saksi Terdakwa tidak bermain Bowling. § Bahwa. § Bahwa. Saksi melihat pertama kali ketika Terdakwa membawa paper bag tersebut di halaman rumah Jl. Saksi tidak pernah mengawal Terdakwa karena Saksi hanya bertugas menjadi supir Terdakwa. Saksi melihat Terdakwa berada dalam ruang tersebut. § Bahwa. 6. kemudian Terdakwa pindah ke mobil kijang kapsul. tetapi marah yang mendidik. Saksi tidak melihat dan tidak mengetahui apakah ketika Terdakwa keluar dari rumah di Jl. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak menjelaskan tentang adanya suatu tindak pidana yang berkaitan dengan Terdakwa. Saksi juga tidak pernah mengetahui apakah Jerry pernah berkunjung ke Polres Jakarta Selatan. Saksi tidak pernah melihat Terdakwa berkomunikasi dengan Jerry. Selain itu.Kerinci.Kedoya tersebut apakah ada namanya atau plangnya. pada setiap pertemuan yang dilakukan Terdakwa. Saksi memasukkan paper bag tersebut ke dalam mobil. Saksi tidak mengetahui kapan amplop itu ada di dalam mobil sebelumnya.Kerinci. pada saat itu Saksi sudah tidak melihat paper bag tersebut. § Bahwa. Terdakwa hanya 1 kali ke Ancol.

Saksi pernah datang ke Polres Jakarta Selatan bersama Jerry pada saat Terdakwa menjadi Kapolres dalam rangka ada kegiatan FPAB yaitu membawa air mineral. § Bahwa. tidak ada orang lain ketika pertemuan antara Jerry dengan Terdakwa. § Bahwa. pada saat Terdakwa bertemu dengan Jerry. § Bahwa. § Bahwa. Saksi mengenal Terdakwa sejak Saksi menjadi Sekretaris Jenderal Forum Persaudaraan Anak Bangsa (FPAB). Edo adalah Ketua DPD Jakarta tetapi Edo jarang ke kantor. § Bahwa. Pada pukul 13. yang kedua tahun 2005. § Bahwa. . § Bahwa. Saksi melihat Terdakwa ketika Saksi disuruh untuk membuat minum. sepengetahuan Saksi hubungan antara Terdakwa dengan Jerry hanyalah pertemanan. pertemuan antara Terdakwa dengan Jerry terjadi selama kurang lebih 30 menit. Saksi mengenal Hendrikus alias Hendrik karena anggota FPAB. selain tas tersebut tidak ada barang-barang lain. Saksi Mohammad Tohir dibawah sumpah didalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa. Saksi mengenal Edo karena Edo adalah Ketua DPD FPAB DKI. § Bahwa. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA Tidak ada tanggapan dari Terdakwa. berdasarkan penglihatan Saksi pada saat itu Terdakwa dan Jerry duduk di meja bundar. § Bahwa. Saksi pernah melihat Terdakwa ke kantor Jerry sebanyak 3 (tiga) kali yang pertama tahun 2004.00 WIB Terdakwa sudah tidak ada. Terdakwa datang ke kantor Jerry sebelum kejadian penembakan.30 WIB Saksi disuruh untuk menjemput cucu Jerry dan setibanya Saksi di kantor sekitar pukul 15. Saksi bekerja menjadi office boy di kantor Jerry Hermawan Lo yang terletak di daerah Kedoya sejak tahun 2003. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui persis berapa lama Terdakwa berada di ruangan Jerry. dan di atas meja tersebut ada tas hitam kecil punya Jerry. dan yang ketiga tahun 2009. 7. Saksi mengenal Edo sejak berdirinya FPAB. Saksi berada di lantai 2 (dua) karenanya Saksi tidak tahu apa yang dibicarakan Terdakwa dengan Jerry. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. pada saat Terdakwa datang untuk yang pertama dan kedua Saksi tidak melihat. § Bahwa. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. § Bahwa.§ Bahwa. Saksi tidak melihat Terdakwa membawa sesuatu ke kantor Jerry. Saksi mengenal Jerry sejak tahun 2003 ketika mendirikan FPAB. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. di mana Ketua Umum FPAB adalah Jerry. FPAB adalah organisasi yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangan keterangan saksi. Saksi mengenal Terdakwa setelah FPAB berjalan. Saksi hanya mengetahui Terdakwa datang ke kantor Jerry sekitar jam 13. Saksi tidak ingat betul kapan Terdakwa ke kantor Jerry. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak tahu apakah Jerry pernah mengunjungi Terdakwa ketika Terdakwa masih menjabat Kapolres Jakarta Selatan. § Bahwa. tetapi Saksi melihat kedatangan Terdakwa yang ketiga dengan supirnya sekitar akhir bulan Februari 2009.00 siang. Saksi pernah melihat Terdakwa di kantor Jerry.

Saksi hanya mengetahui apabila Sigit Haryo Wibisono dekat dengan Polri. Saksi Muhammad Agus dibawah sumpah didalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. . § Bahwa. pada waktu itu Sigit Haryo Wibisono bercerita ada pergantian di POLRI dan ada posisi di Mabes Polri yang membutuhkan orang yang berdedikasi dan loyal. Sigit Haryo Wibisono menanyakan apakah bisa bertemu sekarang atau tidak dengan Terdakwa?. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA Tidak ada tanggapan dari Terdakwa. § Bahwa. berdasarkan keterangan Sigit Haryo Wibisono kepada Saksi Sigit Haryo Wibisono mengenal Kapolri. bekas Kapolres Jakarta Selatan. Saksi terlebih dahulu mengenal Terdakwa pada tahun 2007 ketika Terdakwa menjadi Kapolres Jakarta Selatan. § Bahwa. isi pembicaraan keduanya adalah mengingat kembali masa lalu karena sepertinya Terdakwa pernah bertemu dengan Sigit Haryo Wibisono pada sebuah acara sebelumnya. yang berinisiatif mengenalkan Terdakwa ke Sigit Haryo Wibisono adalah Saksi. § Bahwa. § Bahwa. Saksi kemudian menelepon kepada Terdakwa untuk menanyakan apakah Terdakwa bisa bertemu Saksi untuk dikenalkan dengan Sigit Haryo Wibisono. dan Saksi menjawab bahwa Terdakwa pangkatnya Kombes. Pada akhirnya. § Bahwa. selanjutnya Sigit Haryo Wibisono menanyakan pangkat Terdakwa. loyal dan memiliki kinerja yang baik sebagai anggota Polri. tetapi Saksi meyakinkan Terdakwa untuk meluangkan waktu pada saat itu juga karena sangatlah susah untuk bertemu dengan Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. tentang adanya mutasi di kalangan POLRI tidak dibicarakan saat itu. § Bahwa. kemudian Saksi minta kepada Sigit Haryo Wibisono untuk berkenalan dengan Terdakwa. jadi merupakan inisiatif Saksi agar Terdakwa mendapatkan jabatan strategis di POLRI karena menurut Saksi. § Bahwa. Terdakwa pernah menjabat sebagai Kapolres Jakarta Selatan. keterangan yang telah diberikan oleh Saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. § Bahwa. Saksi mengenal Sigit Haryo Wibisono tahun 2008 karena pekerjaan. Terdakwa adalah orang yang berdedikasi.§ Bahwa. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi. § Bahwa. Saksi juga mengenal Hendrik. Terdakwa kemudian menjawab mungkin apabila ada waktu karena pada saat itu orang tua Terdakwa dalam keadaan sakit. Saksi merevisi keterangan di BAP poin 6 dan 8. 8. tetapi Sigit Haryo Wibisono pada saat itu tidak ingat.Kerinci seorang diri dan terjadi perbincangan antara Terdakwa dengan Sigit Haryo Wibisono. dan sepengetahuan Saksi Hendrik pernah datang ke kantor untuk mengambil barang. Saksi kemudian ingat teman Saksi yaitu Terdakwa. § Bahwa. Terdakwa datang ke Jl. pada waktu itu sepengetahuan Saksi. § Bahwa. Saksi tidak mengenal Fransiskus. Saksi mengetahui apabila Sigit Haryo Wibisono dekat dengan Kepolisian. § Bahwa. § Bahwa. Saksi mengenalkan Terdakwa kepada Sigit Haryo Wibisono pada bulan Januari 2009.

pada siang hari jam 12. § Bahwa. Agus. menyatakan bahwa saksi yang berinisiatif mengenalkan Terdakwa dengan Saksi Sigit haryo Wibisono. Saksi hanya lihat pada saat itu kepala Korban telah dibalut dan alat-alat medis sudah terpasang.000. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tanya darimana informasi itu? katanya informasi tersebut dari Suparmin. § Bahwa. tidak lama kemudian suparmin datang.30 pagi Korban pamit untuk main Golf. Saksi kemudian menuju Rumah sakit Mayapada di ruang UGD. Saksi kemudian mencegah karena anak akan mengikuti perlombaan marching band tetapi Korban tetap pergi karena sudah ada janji. dan bukan atas inisiatif Terdakwa. § Bahwa.000. Terdakwa bercerita bahwa Terdakwa baru selesai Sespati dan pada saat ini menunggu jabatan baru. § Bahwa. Supir yang bernama Ujang bilang ke Saksi bahwa Korban masuk Rumah Sakit. § Bahwa. . § Bahwa. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono adalah owner harian Merdeka.§ Bahwa. § Bahwa.00 WIB. Bahwa berdasarkan keterangan saksi M. kemudian Saksi bilang kepada dokter agar melakukan tindakan medis yang terbaik terhadap Korban. sepengetahuan Saksi dalam pertemuan antara Sigit Haryo Wibisono dengan Terdakwa.-(lima ratus juta rupiah). § Bahwa. Saksi tidak mengetahui masalah pinjaman Rp. TANGGAPAN TERDAKWA Terdakwa hanya menegaskan bahwa pembicaraan pada saat makan di Blok M. Korban di UGD bukan di ICU karena tidak ada ICU di RS Mayapada. Sigit Haryo Wibisono tidak menawarkan posisi di Polri dan pada saat itu Terdakwa sudah bertugas di Mabes Polri.00 wib Saksi sms (short message service) bilang bahwa anak bermain marching band dengan bagus. kemudian Terdakwa menjawab bahwa Terdakwa baru selesai SESPATI dan menunggu jabatan baru. Saksi Irawati Arienda dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa. 9. Korban pergi sendiri ke lapangan golf modernland. menurut Saksi tujuan Sigit Haryo Wibisono mencari polisi yang baik adalah untuk kebaikan Negara dan tidak ada tujuan lain. sekitar 15 menit. Korban kemudian di pindahkan ke RSPAD atas permintaan dari keluarga. Saksi kemudian men-drop suparmin ke lapangan golf. pada hari sabtu tanggal 14 Maret 2009 pukul 06. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Mohon Perhatian Majelis Hakim Yang Mulia. 500. kemudian Saksi diberitahu Dokter bahwa Korban membutuhkan darah. Saksi kemudian menelpon Korban untuk janjian makan malam di Lippo Karawaci. Korban meninggal besok harinya pada siang hari jam 12. § Bahwa. Terdakwa hanya menjawab pertanyaan dari rekan-rekan tentang kegiatan Terdakwa saat itu. pada waktu Terdakwa makan dengan Saksi dan teman-teman Saksi di Blok M. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Dokter menerangkan tentang hasil CT Scan.

Korban pada waktu itu sedang menelepon dan berbicara tentang seseorang yang bernama Rani. Saksi selalu mengantar Korban ke depan rumah. Saksi tidak memberi tahu kedatangan Parmin di lapangan golf kepada Korban. Saksi memberikan persetujuan untuk dilakukan Visum. pada tahun 2002 Korban bekerja di RNI. awalnya mau diupayakan operasi di RSPAD akan tetapi tidak dilakukan. Saksi mengetahui Korban memiliki anak asuh di sekitar Jakarta dan Tangerang. Saksi mengetahui pada hari itu Parmin masuk kerja. Saksi tidak mempunyai perasaan yang buruk tentang perilaku Korban. § Bahwa. dokter pernah mengatakan bahwa kemungkinan hidup 20%. dokter meminta tanda tangan Saksi agar dapat mengoperasi Korban. Saksi kemudian bertanya siapa itu yang bernama Rani?? Korban bilang Rani itu merupakan anak angkat dari Antasari Azhar. § Bahwa. Saksi mengetahui bahwa Antasari Azhar yang dimaksud Korban adalah Antasari Azhar ketua KPK.00 WIB. § Bahwa. di RS Mayapada hanya ada Saksi sedangkan keluarga maupun adik-adik Korban ada di Makassar. seluruh urusan pada waktu korban berada di rumah sakit ditangani oleh PT PRB. § Bahwa. § Bahwa. Saksi mengantarkan Parmin ke lapangan golf kemudian mengantarkan anak bermain marching band. tapi harus ada persetujuan dari keluarga sebelah Korban. . Parmin mengantarkan Korban main golf tergantung permintaan dari Korban. Saksi pernah mendengar nama Rani sekitar pertengahan Januari 2009. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. dan kemudian pada tahun 2008 Korban diangkat menjadi Direktur di PRB (Putra Rajawali Banjaran). § Bahwa. § Bahwa. pada waktu di RS Mayapada Saksi tidak melihat mobil Korban. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Parmin datang kerumah naik motor. karena saksi dan Korban telah ada komitmen untuk membedakan urusan rumah dan kantor. Saksi tidak pernah menanyakan urusan kantor Korban. Saksi mengetahui Korban memiliki banyak anak angkat di Palu.§ Bahwa. § Bahwa. saat itu ada dokter lain yang menyatakan bahwa tidak cukup tanda tangan Saksi. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui alasan Parmin terlambat masuk kerja pada hari itu. § Bahwa. di RSPAD Saksi tidak menandatangani surat apapun. Saksi tidak dimintai keterangan oleh petugas waktu itu. § Bahwa. Saksi mengetahui bahwa Korban pernah ke Kendari karena ada bisnis Ter/Aspal. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. komunikasi terakhir dengan Korban sekitar Pkl 13. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi menandatangani surat tentang operasi dan Saksi bilang ke dokter yang di RS Mayapada agar melakukan upaya yang terbaik bagi Korban. § Bahwa. Korban tidak pernah menceritakan tentang pekerjaan Korban di rumah. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. mobil BMW milik Korban pernah ditabrak oleh mobil x-trail. setelah kejadian ini. Korban tidak pernah menceritakan kepada Saksi tentang rencana adanya wacana Korban menjadi Direktur SDM di RNI. Saksi melihat paramedik memasang peralatan dan tranfusi darah terhadap Korban. § Bahwa.

Terdakwa datang ke rumah di Jl. sepengetahuan Saksi. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui kalau Korban punya musuh.Pati Unus dan Kantor di Jl.Kerinci. § Bahwa.Kerinci. Saksi tidak melihat ada mobil avanza pada pagi hari itu. Saksi tidak mengetahui apakah Terdakwa pada saat datang maupun pulang dari rumah di Jl. dan tidak ada pembicaraan dalam mobil. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan maupun komentar dari Terdakwa. Saksi tidak melihat Terdakwa membawa sesuatu.Kerinci tahun 2009. Antasari Azhar keluar terlebih dahulu dari rumah Sigit Haryo Wibisono di Jl. § Bahwa. Kerinci. kalau kantor di . keterangan yang telah diberikan oleh Saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. pernah suatu waktu Sigit Haryo Wibisono berada di Mabes Polri sekitar 20 menit. § Bahwa. Saksi melihat Terdakwa datang sendiri menggunakan mobil Harrier warna silver bersama supir.Pati Unus membawa sesuatu atau tidak. § Bahwa.Ampera. 10. pada saat Terdakwa datang ke Kantor di Jl. dan seringkali Saksi dan Korban adu mulut. pada waktu mengantarkan Sigit Haryo Wibisono ke rumah Antasari Azhar di BSD ada Setyo Wahyudi dan Warsito. Saksi tidak memperhatikan kedatangan Parmin dan sepengatahuan Saksi biasanya Parmin datang naik motor. Saksi pernah masuk ke rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. Saksi pernah melihat Terdakwa di Kantor PIM di Jl. Menurut Saksi sifat Korban temperamental. § Bahwa. Saksi pernah mengantarkan Sigit Haryo Wibisono ke Mabes. § Bahwa. § Bahwa.Kerinci. dan ruang pertemuan berada di bawah. Saksi tidak pernah disuruh mengantarkan amplop ke rumah Antasari Azhar. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.Pati Unus.Pati Unus. Saksi tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh Terdakwa di Jl. § Bahwa. Saksi pernah mengantar Sigit Haryo Wibisono ke Gran Mahakam 2-3 kali. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. di rumah Sigit Haryo Wibisono di pasang CCTV. Saksi tidak mengetahui maksud kedatangan Terdakwa ke Rumah Jl. sepengetahuan Saksi di Kantor Jl. Antasari Azhar sering datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono. Saksi tidak melihat kepulangan Terdakwa baik dari Rumah Jl. kemudian langsung ke kantor. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi pernah melihat Terdakwa datang ke rumah di Jl. Saksi Arifin dibawah sumpah didalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa.§ Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.Kerinci juga dipasang CCTV. sekitar 3-4 kali. § Bahwa.Pati Unus maupun dari Kantor di Jl. Saksi mengenal Terdakwa ketika Terdakwa datang ke Kantor Harian Merdeka di Jl.Pati Unus masih menggunakan mobil yang sama bersama dengan supir yang Saksi kenal bernama Indra. ada Sigit Haryo Wibisono.

jenis mobil tidak tercatat. Saksi Hasan Mulachela al. Saksi pernah ke DPR mengantarkan Sigit Haryo Wibisono pada waktu Antasari Azhar sedang fit and proper test. untuk kendaraan dinas Polisi bisa di daftar dan dikenakan biaya parkir. tetapi menggunakan server. TANGGAPAN TERDAKWA : Tidak ada tanggapan dan komentar oleh karena nomor mobil tersebut bukan nomor mobil Terdakwa.Jl. § Bahwa. § Bahwa. PT Sekurindo mengelola parkir di Hailai Ancol. sebelum ditangkap Saksi mengantarkan Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan dari Terdakwa. § Bahwa.Habib Hasan dibawah sumpah didalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : . pada tanggal 2 Februari 2009 nomor polisi B 8214 termasuk golongan empat. Sigit Haryo Wibisono ditangkap oleh kepolisian tanggal 28 April 2009 Pkl. § Bahwa.Ampera tidak dipasang CCTV. data dapat diambil secara manual. Analisa hukum terhadap keterangan Saksi: Bahwa. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi. Saksi tidak mengetahui kalau ada pertemuan Sigit Haryo Wibisono dengan Antasari Azhar sebelum fit and proper test berlasung di DPR. Saksi tidak mengenal Helmi Santika. hanya nomor mobil yang tercatat dan jenis roda. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. data yang tersimpan di server di lokasi parkir Hailai belum pernah dihapus sejak beroperasi tahun 2006. karena Saksi berada di bagian luar rumah.00 WIB. § Bahwa. petugas yang menerima kendaraan yang masuk berbeda dengan petugas yang mengatur kendaraan keluar. keterangan yang telah diberikan oleh Saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui ada orang yang menyerahkan kantong. 12. § Bahwa. § Bahwa. sistim yang berada di Hailai Ancol tidak on-line. data tersebut tersimpan di server dan ada password-nya. § Bahwa. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi. § Bahwa. § Bahwa. apabila sistimnya rusak. setiap kendaraan yang masuk oleh petugas datanya akan di input. 11. § Bahwa. Saksi Alicia Saimima dibawah janji didalam persidangan memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut: § Bahwa. § Bahwa. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. data yang sampai ke Sekurindo diambil menggunakan flashdisk dari server. perbedaan jenis roda akan mempengaruhi tarif. baik nomor dan jenis kendaraan begitu juga pada waktu akan keluar. Setyo dan Waskito ke rumah Antasari Azhar di BSD. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui mobil tersebut milik siapa. § Bahwa. maka petugas akan menggunakan tiket manual. § Bahwa.24.

§ Bahwa. Saksi tidak mengetahui pekerjaan sampingan Sigit Haryo Wibsono dan sepengetahuan Saksi. § Bahwa.1. Saksi yang membuat laporan polisi tentang kehilangan tersebut. § Bahwa. § Bahwa. Saksi hanya mengetahui adanya cek karena informasi dari Yudi. Saksi mengetahui ada daftar aset perusahaan PT PIM.22. Terdakwa datang ke kantor PIM sekitar Januari 2009.5 M ke teman-teman Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. ada kehilangan dari kantor pada bulan Februari 2009 3 buah laptop dan 1 kamera yang berada di meja Yudi. ruangan Yudi ruang terbuka dan ruangan Sigit Haryo Wibisono ada pintunya. oleh karena pada waktu itu Terdakwa datang ke kantor PT PIM dengan Sigit Haryo Wibisono.Kerinci dan di Jl. dan Saksi dikenalkan oleh Sigit Haryo Wibisono karena Saksi adalah salah satu Direktur pada perusahaan Sigit Haryo Wibisono. Saksi tidak melihat ada cek. § Bahwa. hanya orang yang akan meminjam uang tersebut memberitahukan kepada Saksi. § Bahwa. kantor PIM ada yang di Jl. pada hari yang sama Yudi menghubungi Saksi. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa tidak ada barang yang rusak pada saat kehilangan. Saksi mengatahui isi tas tersebut adalah uang karena diperlihatkan oleh Yudi. Saksi tidak disuruh untuk membuat tanda terima karena bukan uang kantor. § Bahwa. § Bahwa.Ampera. Saksi mengetahui kas PT PIM dan tidak ada uang sejumlah yang diminta oleh Sigit Haryo Wibisono.00 WIB. § Bahwa.000 (lima puluh ribu rupiah). Sigit Haryo Wibisono pemilik PT PIM. tidak ada kwitansi penyerahan uang dari Sigit Haryo Wibisono kepada Terdakwa.50. selain Saksi selaku direktur. § Bahwa. seperti pinjaman sebesar 1. laptop yang satu ada di meja Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa.5 M Saksi tidak mengetahui. § Sigit Haryo Wibisono sering mengeluarkan dana besar. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui bisnis Sigit Haryo Wibisono yang lain. di ruang pertemuan tersebut sudah ada Sigit Haryo Wibisono dan Terdakwa. Saksi tidak mengetahui maksud kedatangan Terdakwa ke kantor PIM. Saksi tidak mengetahui adanya tanda terima cek dari Terdakwa ke Sigit Haryo Wibisono melalui Yudi. yudi menginformasikan kepada Saksi bahwa Terdakwa menyerahkan cek Rp. § Bahwa. Saksi mengenal Terdakwa. Yudi kemudian meletakkan uang tersebut diantara tempat duduk Terdakwa dan Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. § Bahwa. pada waktu peminjaman uang sebesar Rp. Saksi diberitahukan oleh Yudi tentang kehilangan tersebut. sepengetahuan Saksi Terdakwa dengan Sigit Haryo Wibisono sudah berada di Kantor. ada juga Moh Agus. dan menyampaikan bahwa Saksi dipanggil Sigit Haryo Wibisono kemudian Saksi melewati meja Yudi dan melihat ada tas yang kata Yudi adalah uang buat Terdakwa.500 juta. § Bahwa. setelah penyerahan uang tersebut. Saksi biasanya pulang kantor Pkl. § Bahwa. § Bahwa. laptop yang hilang adalah laptop yang digunakan Sigit Haryo Wibisono dan . uang dalam tas terebut dalam pecahan Rp. § Bahwa. sepengetahuan Saksi satpam tidur di kantor.

§ Bahwa. § Bahwa. Saksi hanya mendapat info dari Yudi. TANGGAPAN TERDAKWA: Bahwa Terdakwa mempertanyakan kepada Sigit Haryo Wibisono tentang dana operasional karena anak-anak telah bekerja. Saksi Triyana dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono masuk ke lobby Hotel. § Bahwa. pada saat dilaporkan tentang kehilangan Terdakwa datang ke kantor. Saksi pernah melihat Terdakwa di Rumah Sigit Haryo Wibisono Jl. Terdakwa tidak pernah menyerahkan cek. Saksi bekerja selaku pengawal pribadi Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. selain itu mengenai penyerahan cek oleh Terdakwa merupakan keterangan yang saksi dapatkan dari Saksi Setyo Wahyudi (testimonium de auditu) untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. § Bahwa. Yudi yang memberitahukan kepada saksi atau karyawan lainnya sebelum tamu tersebut datang. kemudian Sigit Haryo Wibisono langsung menanyakan kepada Saksi dan Saksi bilang bahwa tidak ada uang di kas. saksi tidak melihat langsung kedatangan Antasari Azhar. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.Pati Unus. pada saat kejadian kehilangan laptop. § Bahwa. hilangnya laptop terjadi sebelum pembunuhan Nazrudin.Kerinci.Kerinci dan rumah Jl. amplopnya selebar folio. . Saksi belum pernah mengawal Sigit Haryo Wibisono ke DPR. § Bahwa. sepengetahuan Saksi. apabila ada tamu yang datang ke rumah Sigit Haryo Wibisno ada orang dalam yang mengantarkan ke ruang tamu. § Bahwa. Bahwa Terdakwa menanyakan dana operasional pada malam harinya. § Bahwa. Saksi tidak pernah mengantar Sigit Haryo Wibisono ke rumah Antasari Azhar. amplop tersebut dikirim sebelum Sigit Haryo Wibisono ditangkap. 13. Saksi pernah mengantar amplop warna coklat ke rumah Antasari Azhar di BSD sekitar 2-3 kali. dan tertup rapat. Saksi tidak memperhatikan Terdakwa membawa apa pada waktu ke kantor di Jl. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa.Pati Unus pada hari yang sama. § Bahwa. Saksi tidak pernah menemui orang dari Mabes Polri. menurut Yudi pintu tidak terkunci. Terdakwa datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono bersama supir yang diketahui bernama Indra. § Bahwa. Terdakwa dan Antasari Azhar pernah datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono di Jl. Terdakwa menggunakan mobil Harrierl. § Bahwa. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA : Tidak ada tanggapan maupun komentar dari Terdakwa.Pati Unus dan di kantor Jl. Saksi hanya menunggu di luar. § Bahwa.Yudi. Saksi pernah menyuruh Sigit Haryo Wibisono ke Hotel Grand Mahakam 2 kali. Saksi tidak mengetahui data apa yang ada di dalam laptop tersebut.

50. § Bahwa. Agus pernah ke rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa.Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Antasari Azhar tidak pernah ke kantor Sigit Haryo Wibisono. uang tersebut ditaruh di dalam kantong kertas yang tengahnya diisolasi.-(lima puluh ribu rupiah). § Bahwa. PIM. § Bahwa. § Bahwa. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangan keterangan saksi sebagai alat bukti. di rumah sudah ada Antasari Azhar dan Sigit Haryo Wibisono di ruang kerja kemudian Terdakwa datang dan dibawa ke ruang tamu. § Bahwa. 14. § Bahwa. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. Saksi tidak mengetahui Terdakwa menggunakan mobil apa. PIM di Jl. § Bahwa. akan tetapi kelihatan uang dalam pecahan Rp. § Saksi tidak mendengar pembicaraan pada waktu pertemuan tersebut. Saksi pernah mengantarkan Sigit Haryo Wibisono ke rumah Antasari Azhar. Sigit Haryo Wibisono dengan Terdakwa.Kerinci. Saksi tidak ingat apakah pada waktu Moh. pada waktu itu Sigit Haryo Wibisono sedang berada di kantor di Jl. Terdakwa datang sendiri ke kantor Sigit Haryo Wibisono pada siang hari. § Bahwa. selain Saksi yang mengetahui kejadian tersebut adalah Setyo. ketika Saksi masuk ke ruang kerja Sigit Haryo Wibisono. sepengetahuan Saksi. § Bahwa. . karena Setyo yang mengantar masuk ke ruang kerja. Terdakwa memakai pakaian dinas polisi pada waktu pertemuan pertama di rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. dan di Kantor PT. Saksi bekerja sebagai karyawan PT. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono dan Terdakwa sekitar Januari 2009. Saksi tidak melihat ada sesuatu di meja di ruang kerja Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. Terdakwa datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono sekitar akhir bulan Januari 2009. pada waktu mengantarkan Sigit Haryo Wibisono ke rumah Antasari Azhar. Saksi Karno dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa. selanjutnya ada pertemuan Terdakwa dengan Sigit Haryo Wibisono di kantor di Jl.Pati Unus.000. sebelum pertemuan bersama antara Antasari Azhar. § Bahwa. Saksi mengetahui Moh. tugas Saksi diantaranya melayani tamu.Kerinci. Saksi tidak ikut masuk ke dalam rumah. Agus ke rumah Sigit Haryo Wibisono bersama Terdakwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi pernah menyajikan minuman kepada Terdakwa di rumah Sigit Haryo Wibisono di Jl. saksi mengetahui pada waktu itu.Kerinci lebih dari 1 kali. Antasari Azhar pernah ke rumah Sigit Haryo Wibisono sebelum pertemuan bertiga antara Antasari Azhar. § Bahwa. Saksi mengetahui Terdakwa bergabung di ruang kerja. kemudian Sigit Haryo Wibisono memerintahkan Saksi untuk mengambil uang di ruang kerja Sigit Haryo Wibisono di rumah Jl.Pati Unus 1 kali. § Bahwa. menyediakan minum. Saksi kemudian kembali ke kantor dan menyerahkan uang tersebut ke Setyo sekitar bulan Februari pada sore hari. Saksi melihat uang tersebut berada di bawah meja kerja Sigit Haryo Wibisono dalam kantong kertas.

selain di rumah Jl. Saksi tidak mengetahui siapa yang bertugas merekam melalui CCTV.Pati Unus. § Bahwa. § Bahwa.Kerinci. Saksi tidak ingat apakah pemasangan alat perekam tersebut untuk merekam pertemuan yang mana. Saksi tidak mengetahui untuk apa uang tersebut. setelah alat perekam tersebut Saksi pasang. § Bahwa. setelah Saksi menyerahkan uang ke Setyo. rumah Jl. sepengetahuan Saksi antara Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. § Bahwa. Setyo.000. tepatnya di ruang kerja Sigit Haryo Wibisono. 500. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui jumlah uang tersebut sebesar Rp. § Bahwa. Saksi tidak pernah mengantar Sigit Haryo Wibisono ke kantor Jerry Hermawan Lo. Terdakwa berada di ruang kerja Sigit Haryo Wibisono kurang lebih 15 menit. Terdakwa pulang duluan kira-kira sebelum maghrib. Penyidik tidak memberitahukan kepada Saksi untuk kepentingan penyidikan Tersangka mana keterangan tersebut Saksi berikan. Saksi tidak melihat Terdakwa ada di kantor Jl. § Bahwa. Saksi disuruh memasang alat perekam di rumah Sigit Haryo Wibisono Jl. pintu ruang kerja Sigit Haryo Wibisono tidak terkunci. pada Pukul 00. Saksi tidak mengenal Edo.(lima ratus juta rupiah). Saksi tidak mengenal nama Chairul Anwar dan Helmi Santika. tetapi Saksi hanya memasang 1 alat perekam dan alat perekam satunya dipasang oleh Setyo. dan Terdakwa tidak pernah bertemu di luar. § Bahwa. dan Pinora pernah datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono. Saksi pernah mengantarkan Sigit Haryo Wibisono ke Gran Mahakam. Antasari Azhar datang ke rumah . § Bahwa. Saksi menyerahkan uang tersebut kepada Setyo. § Bahwa.. Antasari Azhar. § Bahwa. § Bahwa.000. Saksi tidak mendapatkan panggilan dari polisi.§ Bahwa. Saksi mengetahui dalam ruang kerja Sigit Haryo Wibisono terdapat 2 (dua) alat perekam. dan Hasan agar ke kantor polisi. Saksi kenal dengan Pinora.30 WIB polisi datang mengatakan bahwa Saksi. pada waktu mengambil uang di rumah Sigit Haryo Wibisono Jl.Pati Unus.Pati Unus memiliki CCTV di luar rumah. § Bahwa. § Bahwa. sebelum kejadian kedatangan polisi tersebut. sedangkan di dalam rumah tidak ada CCTV. karena ada pesan dari Sigit Haryo Wibisono untuk menyerahkan uang tersebut kepada Setyo. Kerinci pada waktu menyerahkan uang ke Yudi. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui apakah alat perekam tersebut merekam gambar atau suara.Pati Unus. kemudian Setyo bilang bahwa Antasari Azhar mau datang. Saksi juga bekerja di kantor Jl. § Bahwa. § Bahwa. dan pada waktu itu tidak ada orang lain selain Saksi dan Setyo. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi melaporkan ke Sigit Haryo Wibisono bahwa uang telah Saksi serahkan ke Setyo. pada waktu pertemuan dengan Antasari Azhar dan Sigit Haryo Wibisono. pada saat itu Saksi disuruh memasang alat perekam oleh Setyo.

Pati Unus. Saksi tidak ingat apakah Terdakwa membawa sesuatu pada waktu keluar dari rumah Sigit Haryo Wibisono. menurut keterangan Yudi yang datang adalah Pak Kumis. pada saat menjadi Kapolres. § Bahwa. § Bahwa. Saksi bertugas menjaga keamanan di kantor Sigit Haryo Wibisono. Sigit Haryo Wibisono dengan Terdakwa. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. dan Saksi yang menerima Terdakwa. § Bahwa. Terdakwa datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono bersama supir yang Saksi ketahui bernama Indra. waktu kedatangan masih pada waktu yang sama.Kerinci. TANGGAPAN TERDAKWA: Terdakwa datang sekitar Januari. Menurut Terdakwa pertemuan antara Sigit Haryo Wibisono dengan Terdakwa terjadi lebih dahulu dibandingkan pertemuan antara Antasari Azhar. Saksi hanya mengetahui ketika Terdakwa keluar dari rumah Sigit Haryo Wibisono. Saksi tidak melihat Chairul Anwar datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono. Saksi pernah melihat Terdakwa di rumah Sigit Haryo Wibisono sebanyak 2 kali pada akhir Januari dan awal Februari. § Bahwa. Saksi diperintahkan oleh Kapolres Jakarta Selatan Chairul Anwar untuk melakukan pengamanan di kantor Sigit Haryo Wibisono. dan terakhir Saksi bertugas di kedua tempat tersebut. § Bahwa. yang mengatakan . Saksi menerima penghasilan dari Sigit Haryo Wibisono dan dari instansi kepolisian. pada waktu Saksi diberi tugas untuk melakukan penjagaan. Saksi tidak memperhatikan apakah ketiga orang tersebut membawa dokumen. kedatangan Terdakwa sesudah kedatangan Antasari Azhar yang kedua. waktunya sekitar Januari-Februari 2009. § Bahwa. Saksi Gunawan dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut : § Bahwa. § Bahwa. yang menyatakan: bahwa pengamanan di kantor Sigit Haryo Wibisono nanti berkoordinasi dengan Yudi. tugas Saksi adalah mengamankan lokasi. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa.Sigit Haryo Wibisono. 15. selain Saksi selaku polisi yang berjaga ada juga anggota polisi lain dari Brimob . § Bahwa. § Bahwa. kedatangan Chairul Anwar bersama 2 orang. penugasan pertama Saksi di kantor PT PIM kemudian di rumah Sigit Haryo Wibisono Jl. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui kedatangan Terdakwa. ada arahan dari Kabag Binamitra. “kalau ada yang datang langsung diarahkan ke atas” kemudian yang datang pada waktu itu mobil sedan camry. Chairul Anwar pernah datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono untuk yang kedua kalinya. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Terdakwa tidak pernah menugaskan kepada anggota polisi untuk menjaga rumah-rumah pengusaha. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak melihat siapa yang berada di dalam mobil camry. § Bahwa. akan tetapi Saksi tidak mengetahui apakah Terdakwa juga datang. § Bahwa. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. pada waktu itu ada arahan dari Yudi. § Bahwa. Saksi hanya mendengar dari Indra bahwa Chairul Anwar datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. Saksi tidak melihat Terdakwa pernah datang ke kantor di Jl.

Polda yang bertugas sebagai ajudan. Terdakwa datang terlebih dahulu ke Jl. § Bahwa. selain itu Chairul Anwar pernah juga datang bersama Joni. Saksi sering mengantar Sigit Haryo Wibisono ke Hotel Gran Mahakam. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. sepengetahuan Saksi. § Bahwa. Saksi mengetahui di rumah Sigit Haryo Wibisono ada CCTV.Pati Unus dan ke kantor PT. Chairul Anwar pernah menemui Sigit Haryo Wibisono di rumahnya sekitar 1-2 jam. 2 orang yang bersama Chairul Anwar dari Polres Jaksel. Saksi hanya mendengar adanya kehilangan. biasanya Saksi bersama Karno. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan dari Terdakwa. Saksi pernah melihat Antasari Azahar datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono. waktu kehilangan laptop di kantor. § Bahwa. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa.PIM yang berada di Ampera. Saksi tidak pernah mengantar Sigit Haryo Wibisono ke BSD. Saksi bertugas menjadi ajudan Sigit Haryo Wibisono. Saksi bertugas di Pati Unus.Kerinci. § Bahwa. § Bahwa. sepengetahuan Saksi Prabowo pernah datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. . Saksi tidak mengetahui apakah Terdakwa membawa sesuatu pada waktu keluar dari Jl. dan kedua orang tersebut yang bersama Chairul Anwar ketika datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono. Terdakwa datang sendiri pada waktu berkunjung ke rumah Sigit Haryo Wibisono di Jl. § Bahwa. kedatangan Antasari Azhar dan Terdakwa tidak berbarengan.Kerinci. 16.Pati Unus baru kemudian ke Jl. Saksi Henry Septia Herlambang dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut: § Bahwa. § Bahwa. Saksi bertugas sebagai anggota kepolisian dibagian Dalmas. § Bahwa. § Bahwa. Saksi ditugaskan untuk melakukan penjagaan di rumah dan kantor PT. § Bahwa. PIM di Jl. Saksi bertugas di Jl.Pati Unus pada bulan Januari 2009. dan Helmi Santika. Joni. Antasari Azhar datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono menggunakan mobil pribadi. Saksi melihat Antasari Azhar di dalam mobil. sepengetahuan Saksi. § Bahwa. § Bahwa.Kerinci. § Bahwa. M.PIM yang berada di daerah Panglima Polim. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi pernah melihat Terdakwa bertemu dengan Sigit Haryo Wibisono pada akhir bulan Januari 2009 di rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. Saksi kemudian dipindahkan ke kantor PT. § Bahwa. § Bahwa. pertemuan Terdakwa dan Sigit Haryo Wibisono di ruang kerja Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi pernah melihat Helmi Santika datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. Saksi kenal dengan M. Joni seorang diri pernah datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono setelah kedatangannya yang pertama bersama Chairul Anwar dan Helmi Santika.

§ Bahwa. Sigit Haryo Wibisono sedang menerima tamu (Antasari Azhar). § Bahwa. § Bahwa. Saksi mengetahui di rumah Sigit Haryo Wibisono terdapat CCTV. § Bahwa. § Bahwa.14. Terdakwa kemudian menunggu sekitar 1 jam di ruang tunggu. sebelum Karno menyerahkan uang. Saksi Setyo Wahyudi dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut: § Bahwa. Setelah itu masuk bersama di ruang kerja Sigit Haryo Wibisono selama kurang lebih 30 menit. Uang tersebut ditempatkan di tas kertas yang ada pegangannya. Saksi lupa apakah pernah menginfokan ke Gunawan pada waktu Chairul Anwar atau Joni datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. Saksi kemudian menghitung uang tersebut bersama dengan Karno. sedangkan Antasari Azhar masih berada di rumah Sigit Haryo Wibisono kurang lebih 1 jam. Saksi kemudian masuk sendiri ke ruangan dan menaruh tas tersebut di lantai.Kerinci. Saksi berangkat ke kantor di Jl. Saksi bekerja di PT PIM sejak berdiri tahun 2008. pada awal Februari 2009 sekitar jam 3 sore. § Bahwa. Saksi pernah melihat Pinora datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono. kira-kira Pkl.§ Bahwa. § Bahwa.00 WIB Terdakwa datang kerumah Sigit Haryo Wibisono. Saksi kemudian mengantarkan Terdakwa ke mobil bersama dengan uang tersebut. § Bahwa. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti 17. § Bahwa. Uang tersebut dalam pecahan 50 ribuan dan 100 ribuan. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. Saksi kemudian di SMS oleh Sigit Haryo Wibisono agar membawa masuk uang tersebut. Saksi kenal dengan Terdakwa akhir bulan Januari 2009 pada waktu Terdakwa datang ke tempat Sigit Haryo Wibisono. Sekitar satu minggu kemudian Terdakwa datang ke kantor dan menyerahkan cek kepada Saksi dengan pernyataan: “yud ini ini untuk yang kemaren” dan kalau mau . Sigit Haryo Wibisono kemudian memerintahkan untuk menyimpan uang tersebut. Saksi tidak mengetahui apakah ada anggota Polres Jaksel yang melakukan pengintaian terhadap Nazrudin. § Bahwa. § Bahwa. Saksi kemudian diberitahu oleh Karno bahwa Terdakwa sudah datang. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA : Tidak ada tanggapan. pada pertemuan tersebut Terdakwa keluar duluan. Antasari Azhar bersama dengan Sigit Haryo Wibisono di ruang kerja dan Terdakwa berada di ruang tunggu. pada waktu itu Terdakwa sudah ada di kantor. § Bahwa. § Bahwa. kebetulan pada waktu itu. § Bahwa. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. Saksi kemudian memberitahukan kedatangan uang tersebut kepada Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. pertemuan kedua antara Saksi dengan Terdakwa adalah pada waktu Saksi diminta untuk menyerahkan uang sebesar 500 juta kepada Terdakwa. Saksi melaporkan ke pimpinan tentang penjagaan yang Saksi lakukan. kemudian Karno datang dan memberitahukan ke Saksi bahwa dia disuruh oleh Sigit Haryo Wibisono mengantarkan uang ke kantor.

§ Bahwa. dalam foto tersebut ada 1 laki-laki yang bernama Nasrudin dan 1 perempuan yang bernama Rani dan ada peta yang agak gelap. 2 orang yang sedang bergandengan dan foto rumah. Saksi kemudian menghubungi Terdakwa. dan Sigit Haryo Wibisono menginstruksikan kepada Saksi untuk mengembalikan cek tersebut dan nanti minta cash kepada Terdakwa. Saksi kemudian menelepon untuk kedua kalinya kepada Terdakwa untuk menanyakan tentang pencairan cek tersebut. § Bahwa. Terdakwa membawa amplop. . Saksi berinisiatif mengcopy cek yang diterima dari Terdakwa. seminggu setelah tanggal 4 Maret. § Bahwa. orang yang bergandengan sama dengan orang yang berada di foto dari e-mail. Terdakwa kemudian menyatakan bahwa cek tersebut belum bisa dicairkan. § Bahwa. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono memerintahkan untuk menambahkan nama Nasrudin dan Rani beserta dengan tempat tanggal lahir dan alamat masing-masing. Saksi memasang alat perekam di ruang kerja Sigit Haryo Wibisono sekitar akhir Februari 2009 atau awal Maret 2009. pada waktu Antasari Azhar datang kerumah Sigit Haryo Wibisono. dan pada malam harinya Saksi disuruh untuk mencetak foto tersebut. § Bahwa. Cek tersebut tertanggal 4 Maret 2009. § Bahwa. sebelumnya Sigit Haryo Wibisono bilang ke Saksi bahwa Pak Kumis mau datang. § Bahwa. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono memberitahukan nama orang yang berada di foto tersebut adalah Nasrudin dan Rani.Kerinci. untuk pencairan cek tersebut. § Bahwa. setelah Saksi menerima cek tersebut. yang Saksi ketahui adalah polisi dari Jakarta Selatan.mencairkan untuk menelepon Terdakwa terlebih dahulu. § Bahwa. § Bahwa. cek tersebut Saksi mengembalikan kepada Terdakwa. Saksi kemudian melaporkan hal tersebut ke Sigit Haryo Wibisono. Saksi mengetahui laki-laki tersebut bernama Nasrudin dan perempuan tersebut bernama Rani oleh karena diberitahukan oleh Sigit Haryo Wibisono. e-mail tersebut masuk ke alamat e-mail Sigit Haryo Wibisono sekitar jam 3-4 sore. § Bahwa. § Bahwa. ada foto belakang mobil. kemudian mobil Antasari Azhar datang dan mengikuti Saksi dari belakang. § Bahwa. § Bahwa. foto mobil diterima dari Joni. kemudian Saksi keluarkan. dan Terdakwa menyatakan bahwa belum bisa. Saksi pernah mencetak foto dari e-mail Sigit Haryo Wibisono. e-mail tersebut dari Intelkam POLRI. foto mobil tersebut berbentuk postcard. § Bahwa. § Bahwa. Saksi hanya menunggu di pintu gerbang. dan dilihat dari Blackberry Sigit Haryo Wibisono. cek yang diserahkan oleh Terdakwa berada di dalam amplop. § Bahwa. pada waktu Terdakwa keluar dari kantor Sigit Haryo Wibisono. sebelum Terdakwa bertemu dengan Sigit Haryo Wibisono Terdakwa menyerahkan cek kepada Saksi. untuk pertemuan ketiga. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi kemudian ke kantor di Jl.

§ Bahwa. setiap ada tamu. Saksi ingat bahwa korban yang difoto tersebut bernama Nasrudin. pada waktu Saksi mencetak foto tersebut sudah ada keterangan Nero dan Romeo. dan dalam foto tersebut ada nama Nero dan Romeo. keterangan-keterangan yang Saksi tambahkan pada foto tersebut dilakukan sekitar bulan Januari. Saksi disuruh untuk membawakan tas tersebut sampai ke mobil Terdakwa. tapi untuk digunakan Antasari Azhar hanya digunakan 1 kali. Terdakwa yang membawa tas keluar kantor. Saksi pernah mengantar Terdakwa ke rumah Antasari Azhar 1 kali pada akhir bulan Maret 2009 atas perintah Sigit Haryo Wibisono. Saksi kemudian menuju ke pintu gerbang menyambut Antasari Azhar. Saksi diberitahukan oleh polisi tentang pemeriksaan berkaitan adanya pembunuhan. seingat Saksi. pada waktu kehilangan. kamar 803 Hotel Gran Mahakam pernah dipesan lebih dari 1 kali. foto yang telah dicetak dari e-mail Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. yaitu Setiono. § Bahwa. § Bahwa. ada orang yang menjaga kantor. dan alat perekam yang Karno pasang adalah alat perekam yang dapat merekam suara dan gambar. peta tersebut mengenai wilayah tangerang. alat perekam yang Saksi pasang hanya untuk suara. § Bahwa. § Bahwa. mobil tersebut jenisnya BMW. didalam rumah dan diruang tunggu ada CCTV. foto yang diterima dari e-mail hanya di cetak 1 kali. § Bahwa. § Bahwa. yang satu Saksi taruh di bawah meja. sepengetahuan Saksi alat perekam tersebut masih berada di tempatnya. § Bahwa. § Bahwa. pada bulan Februari atau awal Maret Saksi disuruh untuk memasang alat perekam. kemudian dikirimkan ke Pak Kumis atas perintah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. alat perekam tersebut dipasang untuk pembicaraan Sigit Haryo Wibisono dengan Antasari Azhar. dan yang satu Saksi menyuruh Karno untuk meletakkan disamping TV. saksi pernah mengantarkan uang pulsa ke asisten Antasari Azhar kira-kira 10 juta /bulan dari awal 2008 sampai Februari 2009. § Bahwa. laptop yang digunakan untuk membuka e-mail hilang. Saksi dimintai keterangan oleh polisi yang berpakaian preman dan Saksi di bawa ke Polda. untuk Antasari Azhar pernah dipesankan kamar di Hotel Gran Mahakam sebanyak 4-5 kali. Antasari Azhar dan Terdakwa. Saksi kemudian menyuruh Alvian mengirimkan dokumen tersebut ke rumah Antasari Azhar sekitar pertengahan Januari 2009. dan Saksi menyerahkan tas tersebut kepada supir Terdakwa. § Bahwa. § Bahwa. pemasangan alat perekam tersebut tidak untuk pertemuan antara Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. § Bahwa. sepengetahuan Saksi. kemudian oleh Sigit Haryo Wibisono. . § Bahwa. 2 foto tersebut diterima dihari yang sama. setelah Saksi memasang alat perekam tersebut. seingat Saksi. Sigit Haryo Wibisono minta untuk menyediakan tempat di Hotel Gran Mahakam dan Century. § Bahwa.§ Bahwa. § Bahwa.

Sigit Haryo Wibisono menanyakan ke Saksi bagaimana dengan cek Terdakwa.JA Pinora. § Bahwa. Pinora. M. Terdakwa datang sekitar Pkl.00 Wib. laptop yang hilang berisi file dari Pinora (intelkam). § Bahwa. § Bahwa. Saksi sering menghubungi. Saksi tidak menandatangani berita acara penyitaan 6 buah handphone yang disita oleh pihak kepolisian. Saksi tidak memberi tahu ke Hasan tentang peminjaman uang. pada waktu pemeriksaan dikepolisian. Saksi mengetahui supir Terdakwa bernama Indra. diantaranya Chairul Anwar. pada waktu cek tersebut jatuh tempo. yang benar menurut Saksi.15. tidak ada tanda terima. Iwan. sepengetahuan Saksi. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui apakah Jerry Hermawan Lo pernah ke rumah Sigit Haryo Wibisono. pada waktu itu. § Bahwa. karena Sigit Haryo Wibisono sudah beli laptop baru. Terdakwa kenal dengan Sigit Haryo Wibisono bulan . tidak semua orang bebas keluar masuk di rumah Sigit Haryo Wibisono di Jl. yang sering bertamu ke rumah Sigit Haryo Wibisono pada Januari 2009. § Bahwa. Saksi tidak disuruh untuk menghitung uang tersebut. § Bahwa. Saksi mengetahui uang tersebut pinjaman oleh karena diberitahukan Sigit Haryo Wibisono. bermaksud bertemu dengan Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. Saksi tidak diberitahukan digunakan untuk tersangka mana keterangan yang Saksi berikan. pada waktu itu ada M. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. pada waktu kehilangan. Saksi kemudian menelepon Terdakwa tentang pencairan cek tersebut akan tetapi dijawab belum bisa oleh Terdakwa. laptop tersebut ditinggal di meja Sigit Haryo Wibisono di Kerinci. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. file tersebut Saksi simpan dengan nama Antasari Azhar. § Bahwa. § Bahwa. Terdakwa menggunakan mobil Harrier pada waktu penyerahan uang.Pati Unus. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak pernah diperintahkan untuk menyerahkan foto kepada Terdakwa. § Bahwa. setiap menyerahkan uang kepada orang lain. pada waktu itu. maksudnya file-nya Antasari Azhar. tim tersebut bertemu dengan Antasari Azhar di ruang kerja Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. laptop tersebut ditinggal. Suardi Alius (Sespri Kapolri). § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. H. dan pendampingan tersebut atas perintah Sigit Haryo Wibisono. Saksi mencetak kiriman e-mail dari Pinora. pada waktu kehilangan laptop tidak ada barang di kantor yang mengalami kerusakan. file yang telah ada namanya seperti Nero dan Romeo berasal dari Pinora. Saksi menghubungi Sespri Kapolri karena Sigit Haryo Wibisono akan bertemu dengan Kapolri. Saksi tidak mendengarkan isi rekaman. Agus bersama Terdakwa. tidak dibuatkan tanda terima cek dari Sigit Haryo Wibisono ke Terdakwa. Joni.§ Bahwa. § Bahwa. menurut Saksi pada pemeriksaan keempat di polisi didampingi oleh penasihat hukum karena Saksi masih grogi. Saksi tidak tahu apakah Karno pernah bertugas untuk mengambil uang sebelumnya.

§ Bahwa. 18. Terdakwa menyatakan kepada Sigit Haryo Wibisono bahwa anak-anak mau bekerja. Saksi pernah disuruh oleh Yudi untuk mengantar amplop sebesar kertas folio warna coklat ke rumah Antasari Azhar di BSD. Saksi menyerahkan foto tersebut kepada Sigit Haryo Wibisono dan Sigit Haryo Wibisono kemudian menyerahkan foto tersebut kepada Terdakwa. § Tidak ada kata-kata dari Sigit Haryo Wibisono yang menyatakan “yud ini pak willi pinjam uang”.Jauari 2009. Antasari Azhar pernah ke rumah Sigit Haryo Wibisono 1 kali sebelum Saksi mengantarkan amplop tersebut ke rumah Antasari Azhar. . § Bahwa. Pati Unus. § Bahwa. § Bahwa. Saksi mengetahui kedatangan Antasari Azhar. akan tetapi karena sudah pada tutup maka Terdakwa langsung pulang ke Tangerang.Kerinci pada pukul 8 malam. akan tetapi pada waktu saksi sampai dirumah tersebut ada orang yang mendatangi dan mengatakan: “dari Pak Yudi ya”. Saksi Alvian Makarim dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut: § Bahwa. saksi mengantarnya sendiri menggunakan mobil Terano. TANGGAPAN SAKSI: § Seingat Saksi penyerahan uang setelah Azar atau pada sore hari. Sigit Haryo Wibisono yang menyerahkan foto kepada Terdakwa. Saksi bekerja sebagai pengawal pribadi Sigit Haryo Wibisono. Saksi tidak mengetahui amplop tersebut diterima oleh siapa. TANGGAPAN TERDAKWA: § Pertama dirumah Sigit Haryo Wibisono di Jl. § Bahwa. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. Saksi pernah 2 kali mengantarkan Sigit Haryo Wibisono sebelum bulan Januari 2009. § Bahwa. § Saksi melihat Terdakwa ada Pkl. § Bahwa. § Saksi menerima cek dari Terdakwa. § Setelah Terdakwa menerima uang tersebut. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono kemudian memanggil Saksi untuk mengambil uang. oleh karena diberitahukan oleh Yudi. Saksi menggunakan kartu kredit pada waktu memesan kamar hotel. § Terdakwa tidak pernah memberikan cek kepada Saksi. § Yang datang duluan ke kantor adalah Terdakwa.17. kemudian uang dari Karno datang. § Terdakwa datang ke kantor di Jl.30 WIB sudah berada di ruang Sigit Haryo Wibisono. lalu Terdakwa ke Kemang untuk minum kopi. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak menjelaskan tentang adanya perencanaan dan atau anjuran Terdakwa untuk melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. selain saksi ada pengawal pribadi Sigit Haryo Wibisono yang lain bernama Triyana. pada waktu memesan kamar hotel menggunakan nama Saksi. dan menanyakan tentang biaya operasional kepada Sigit Haryo Wibisono. amplop tersebut dalam keadaan tertutup. Terdakwa pergi ke Citos menyerahkan uang kepada Edo. pada waktu mengantarkan amplop. Untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti.

§ Bahwa. Saksi diterima oleh orang yang berbeda dirumah Antasari Azhar. untuk pengiriman yang kedua. akan tetapi pada tahun 2008 saksi pernah melihat Antasari Azhar datang kerumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. . § Bahwa. Saksi Waskito Ashy Pranowo dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut: § Bahwa. § Bahwa. amplop yang saksi bawa ke rumah Antasari Azhar gampang dilipat. Saksi mengetahui ada anggota Polisi yang menjadi pengawal pribadi Sigit Haryo Wibisono. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. Saksi tidak pernah melihat Antasari Azhar datang pada tahun 2009. yaitu: Henri dan Waskito. mobil yang digunakan oleh Antasari Azhar adalah mobil sedan warna hitam. Saksi baru melihat Terdakwa pada waktu pemilu. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. keterangan saksi digunakan. di kantor Sigit Haryo Wibisono di Jl.§ Bahwa. amplop tersebut saksi dapatkan dari Yudi. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak kenal Chairul Anwar. Terdakwa datang siang hari. Saksi tidak mengetahui untuk pemeriksaan siapa. Terdakwa datang sendiri. pada waktu Antasari Azhar mau datang. § Bahwa. 19. Januari 2009 dan Februari 2009. § Bahwa. waktu kedatangan Antasari Azhar ke rumah Sigit Haryo Wibisono pada sore hari. TANGGAPAN TERDAKWA: Pada bulan April tersebut Terdakwa menjaga TPS Pemilu. § Bahwa. Saksi bertugas mengantarkan Sigit Haryo Wibisono dari rumah ke kantor. kedatangan Terdakwa tidak bersamaan dengan Antasari Azhar. § Bahwa. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. § Bahwa. Antasari Azhar bertamu di rumah Sigit Haryo Wibisono kurang lebih 1 jam. Saksi pernah melihat Terdakwa pulang dari kantor Sigit Haryo Wibisono di Jl. jadi saksi melihat Terdakwa di TPS bukan dirumah SIGIT HARYO WIBISONO. Yudi menginstruksikan kepada Saksi untuk membuka pintu gerbang. tidak ada surat panggilan kepada saksi untuk menjadi memberikan keterangan sebagai saksi.Kerinci sekitar bulan Januari 2009. Saksi pernah melihat Terdakwa datang kerumah Sigit Haryo Wibisono pada waktu pemilu legislatif. Sigit Haryo Wibisono pernah 2 kali datang kerumah Antasari Azhar. dan sebaliknya. § Bahwa. Saksi mengantarkan amplop ke rumah Antasari Azhar sebanyak 2 kali. Saksi ingat orang yang menerima amplop di rumah Antasari Azhar bernama Tumpal Silaban. § Bahwa. § Bahwa. petugas polisi yang bertugas mengawal Sigit Haryo Wibisono berada di dalam mobil. § Bahwa. Saksi baru mengenal nama Terdakwa pada saat persidangan ini. § Bahwa. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. § Bahwa.Kerinci.

pada awal penugasan. Antasari Azhar datang sekitar bulan Desember 2008.§ Bahwa. § Bahwa. Saksi pernah melihat Terdakwa datang rumah Sigit Haryo Wibisono. Saksi pernah melihat Terdakwa datang kerumah Sigit Haryo Wibisono. waktu itu diperintahkan oleh Kapolres Jakarta Selatan Chairul Anwar.April. § Bahwa. § Bahwa. bersama dengan M. § Bahwa. kemudian ditugaskan untuk menjadi ajudan Sigit Haryo Wibisono dari bulan Januari. Saksi hanya pernah melihat Antasari Azhar bertemu dengan Sigit Haryo Wibisono 1 kali. § Bahwa. § Bahwa. Saksi pernah melihat Chairul Anwar datang kerumah Sigit Haryo Wibisono 2 kali mengunakan pakaian bebas. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. Saksi mengetahui Terdakwa sudah dipindahkan ke Mabes Polri. Saksi tidak pernah melihat ketiganya (Antasari Azhar. Saksi bertugas di rumah Sigit Haryo Wibisono atas surat perintah tanggal 28 Agustus 2008.Joni ke rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. tidak ada kewajiban untuk membuat laporan atas tugas Saksi. Saksi pernah melihat Antasari Azhar datang kerumah Sigit Haryo Wibisono. Saksi pernah mengantarkan Sigit Haryo Wibisono ke rumah Antasari Azhar. Joni dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut: . Antasari Azhar datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono menggunakan mobil sedang Camry warna hitam. § Bahwa. Saksi juga pernah melihat Helmi Santika dan M. § Bahwa. Saksi M. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. Saksi pernah melihat Iwan Kurniawan bersama Chairul Anwar datang kerumah Sigit Haryo Wibisono sekitar bulan November-Desember 2008.00 WIb Februari 2009. § Bahwa. pada surat perintah ada 2 orang yang ditugaskan yaitu Saksi dan Gunawan. Saksi tidak pernah mendengar pembicaraan Sigit Haryo Wibisono dalam mobil. Sigit haryo Wibisono dan Terdakwa) bertemu. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. biasanya pembicaraan tentang kantor. § Bahwa.Ampera. § Bahwa. § Bahwa. Saksi pernah menceritakan kedatangan Chairul Anwar kepada rekan saksi. § Bahwa. sekitar Pkl. Saksi lupa apakah Terdakwa pernah datang rumah Sigit Haryo Wibisono.Kerinci. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan karena keterangan saksi tidak ada hubungannya dengan Terdakwa.22. Saksi tidak melihat Terdakwa membawa sesuatu pada waktu keluar dari kantor Sigit Haryo Wibisono di Kerinci. Saksi kemudian pernah melihat Terdakwa datang ke kantor PIM di Jl. sepengetahuan saksi di rumah Sigit Haryo Wibisono ada CCTV. Saksi mengetahui adanya kehilangan laptop di kantor Jl. § Bahwa. Saksi bertugas untuk menjaga rumah. Saksi satu mobil dengan Sigit Haryo Wibisono. Agus Januari 2009. § Bahwa. 20.

Saksi kemudian menyerahkan hasil profiling tersebut ke Chairul Anwar. § Bahwa. Terdakwa tidak dimintai bantuan oleh Tim. Chairul Anwar datang bersama dengan saksi dan Iwan Kurniawan. § Bahwa. kemudian oleh Chairul Anwar di konfirmasikan kepada Antasari Azhar apakah benar orang tersebut adalah Nasrudin Zulkarnain Iskandar. § Bahwa. menurut Chairul Anwar. Iwan Kurniawan. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. untuk itu Nasrudin Zulkarnain Iskandar mengancam Antasari Azhar karena Rani istrinya. sepengetahuan Saksi Chairul Anwar menyampaikan laporan ke Suardi Alius (Korsespri Kapolri). Saksi yang mengambil data. Antasari Azhar menyampaikan ke Chairul Anwar untuk menyerahkan hasil penyelidikan kepada Sigit Haryo Wibisono. Saksi tidak mengetahui apakah Sigit Haryo Wibisono mengeluarkan uang untuk Tim. Tim tersebut terdiri dari 5 orang yang diketuai Chairul Anwar. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. foto Rani diambil pada waktu Rani berada di Lapangan Golf Modernland Tangerang. ada Sigit Haryo Wibisono yang mengaku sebagai saudara Antasari Azhar. Helmi Santika.A. adanya hubungan gelap antara Antasari Azhar dengan Rani. menurut Antasari Azhar. Sigit Haryo Wibisono dan Terdakwa tidak termasuk dalam Tim bentukan Chairul Anwar. dan H. § Bahwa. Saksi mengambil foto Rani dan Nasrudin Zulkarnain Iskandar menggunakan telepon genggam. foto diambil pada waktu Nasrudin ke kantor. Saksi mengetahui hanya ada 1 Tim yang dipimpin oleh Chairul Anwar dan diawasi oleh Suardi Alius. pada tanggal 3 Januari Chairul Anwar dipanggil Wakapolri. Saksi mengetahui peran Sigit Haryo Wibisono. . tidak ada pengaduan secara resmi dari Antasari Azhar tapi ada aduan secara lisan dari Antasari Azhar kepada Chairul Anwar. § Bahwa. § Bahwa. teror yang dilakukan Nasrudin Zulkarnain Isakandar melalui telepon dan sms. Tim dibentuk atas perintah lisan dari Kapolri. § Bahwa.§ Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. oleh karena menurut Antasari Azhar. tidak ada prosedur tetap dalam pelaksanaan penyelidikan yang dilakukan oleh Tim. § Bahwa. § Bahwa. Saksi mengambil foto Nasrudin Zulkarnain Iskandar dan Rani.J. § Bahwa. § Bahwa. Pinora. Antasari Azhar. Tim melakukan profiling data terhadap orang yang diduga melakukan teror terhadap Antasari Azhar. Sigit Haryo Wibisono dilibatkan oleh karena pada waktu pertemuan pertama Chairul Anwar dengan Antasari Azhar. Saksi masuk ke tim Chairul Anwar untuk melakukan penyelidikan terhadap orang yang diduga melakukan teror terhadap Ketua KPK. kemudian Saksi disuruh oleh Chairul Anwar untuk mengirim salinannya ke Sigit Haryo Wibisono. dan Terdakwa setelah diperiksa Polda Metro Jaya. Saksi.

Pinora yang menyusun laporan. sepengetahuan Saksi. H. nama Nasrudin Zulkarnain Iskandar tidak dicantumkan dalam surat perintah. Chairul Anwar diundang Sigit Haryo Wibisono dan Antasari Azhar. § Bahwa. § Bahwa. surat perintah tersebut tidak dicap Polri. § Bahwa. yang menyatakan bahwa nama tersebut dari Antasari Azhar (nama. § Bahwa. dan Sigit Haryo Wibisono menghubungi Chairul Anwar.A. § Bahwa. Saksi pernah ke rumah Sigit Haryo Wibisono menyampaikan hasil kerja Tim. oleh karena Sigit Haryo Wibisono mengaku sebagai keluarga Antasari Azhar. dan mendapat petunjuk dari Wakapolri. berdasarkan keterangan Chairul Anwar. H. § Bahwa. sepengetahuan Saksi. Saksi tidak ingat ada berapa kali pertemuan diantara Tim. jadi tidak ada akses langsung Tim ke Antasari Azhar. Jerry Hermawan Lo. sepengetahuan Saksi. Tim hanya melakukan pemantauan sekitar Jabodetabek. tugas Tim hanya melakukan profiling data. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono terlibat oleh karena Antasari Azhar menghubungi Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. memantau terhadap orang yang diduga melakukan teror. Chairul Anwar pernah menghadap Kapolri. § Bahwa. Tim tidak melakukan pemeriksaan terhadap Nasrudin Zulkarnain Iskandar. ada sms teror dari Nasrudin Zulkarnain Iskandar ke Antasari Azhar. § Bahwa. hal tersebut dilaporkan ke Chairul Anwar. § Bahwa. § Bahwa. Antasari Azhar tidak menyatakan ketidakpuasannya terhadap hasil kerja Tim. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. dan mendapatkan infomasi dari Polda tentang Nasrudin Zulkarnain yang mungkin menggunakan narkoba.J. § Bahwa. menurut Chairul Anwar. nama Nasrudin dan Rani di dapat dari Chairul Anwar. Tim dibentuk tanggal 5 Januari 2009. Saksi tidak mengetahui apakah Antasari Azhar membentuk Tim lain. polisi dapat melakukan penyelidikan. § Bahwa.A. walaupun belum ada laporan resmi. setelah Tim dibentuk ada rapat-rapat diantara anggota Tim. § Bahwa. karena tidak ada laporan dari Antasari Azhar. § Bahwa. sepengetahuan Saksi. Iwan Kurniawan bertugas bersama Saksi melakukan profiling data. Saksi hanya mendengar cerita dari Chairul Anwar bahwa dia berangkat ke Makasar. Edo. Sigit Haryo Wibisono mengaku sebagai saudara Antasari Azhar. § Bahwa. Pinora bertugas dibagian analisis data-data yang didapat oleh tim.J. . § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi hanya menjaga agar tidak terjadi teror terhadap Antasari Azhar. Helmi Santika kenal dengan Nasrudin Zulkarnain Iskandar. § Bahwa. Tim dihentikan atau selesai bertugas pada tanggal 24 Januari 2009. maka tidak ada tindakan pro justitia. § Bahwa. Pinora mengirimkan lewat e-mail ke Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. Saksi membawa amplop coklat yang terikat ke rumah Sigit Haryo Wibisono. No HP dan pekerjaan). Saksi tidak melakukan pemeriksaan terhadap Nasrudin Zulkarnain Iskandar. § Bahwa. § Bahwa. harus melalui Sigit Haryo Wibisono.§ Bahwa. sebelumnya Saksi tidak mengenal FPAB.

Saksi bertugas untuk menulis data-data yang didapat dari lapangan dan menyusun laporan. Akan tetapi keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. berdasarkan data dari lapangan (Helmi Santika dan M. ada biaya operasional Tim dari Chairul Anwar. Tim terdiri dari Chairul Anwar selaku Ketua Tim. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi bersama seluruh anggota Tim dan Chairul Anwar pernah ke rumah Sigit Haryo Wibisono. Saksi hanya 1 kali ke Modernland untuk mencari informasi tentang Rani. . dan ada Sigit Haryo Wibisono dan Antasari Azhar. pengawasan untuk mencari tindak pidana bukanlah hal yang mudah.§ Bahwa. Pinora dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut: § Bahwa. § Bahwa. dari hasil penyelidikan diketahui identitas pelaku. foto yang lain dari Chairul Anwar yang diberikan oleh Antasari Azhar. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Joni. Saksi H. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. Antasari Azhar melapor ke Kapolri yang kemudian ditanggapi oleh Kapolri dengan membentuk Tim yang diketuai Chairul Anwar.J. pada pertemuan di rumah Sigit Haryo Wibisono.A. § Bahwa. § Bahwa. Menjadi masuk akal untuk menggunakan keahlian pihak swasta untuk melakukan pembuntutan tersebut. Tim tersebut bertugas untuk menyelidiki adanya teror terhadap Antasari Azhar. Iwan Kurniawan. M. § Bahwa. Bahwa pembuntutan yang dilakukan oleh Tim yang terdiri dari anggota kepolisian yang notebene adalah penyidik tidak serta-merta mendapatkan hasil yang memuaskan. Saksi mengetahui bahwa foto tersebut sudah diterima Sigit Haryo Wibisono dari informasi Chairul Anwar. Saksi adalah anggota Tim yang dibentuk Kapolri dan diketuai oleh Chairul Anwar. § Bahwa. Joni) foto Nasrudin Zulakrnain Iskandar dari Helmi Santika dan foto rumah dari M Joni. foto-foto tersebut Saksi serahkan ke Sigit Haryo Wibisono melalui staffnya. pada tanggal 9 Januari 2009. menurut Chairul Anwar. Tim bahkan sampai harus berangkat ke Kendari untuk melakukan penyelidikan dan atau “pemantauan” terhadap korban. berdasarkan keterangan Saksi yang menyatakan bahwa saksi mengikuti Nasrudin Zulkarnain Iskandar selama 5 hari berturut-turut akan tetapi tidak ditemukan tindak pidana yang dilakukan oleh Nasrudin Zulkarnain. § Bahwa. § Bahwa. Kiranya hal ini menjadi perhatian Majelis Hakim Yang Mulia oleh karena kegiatan pembuntutan. saksi. dan menyatakan bahwa Tim-lah yang akan melakukan penyelidikan. dan data tersebut Saksi susun menjadi laporan penugasan. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. Helmi Santika tidak memastikan foto tersebut adalah Nasrudin Zulakarnain Iskandar. 21. Saksi melakukan pembuntutan terhadap Nasrudin Zulkarnain Iskandar selama kurang lebih 5 hari. foto-foto lain selain foto Nasrudin Zulkarnain Iskandar dan Rani dari Helmi Santika. Helmi Santika. § Bahwa.

Saksi tidak pernah ke rumah Antasari Azhar. setelah akhir Januari 2009 saksi tidak berkomunikasi lagi dengan Tim. Saksi melakukan analisa dan hasil tersebut ditandatangani oleh Chairul Anwar. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui hubungan Sigit Haryo Wibisono dengan Antasari Azhar. pada hari Minggu tanggal 4 Januari 2009 Pkl. Saksi hanya mendengar bahwa Nasrudin Zulkarnain Iskandar dan Rani berada di Kendari. Saksi ditelepon oleh Kabag Intelkam Polri Irjen Pol. § Bahwa. atasan Saksi adalah Irjen Pol Saleh Sa’af Kabag Intelkam Mabes Polri.08. Saksi mengirimkan foto Nasrudin Zulkarnain Iskandar. § Bahwa. § Bahwa. Antasari Azhar diminta untuk membuat laporan polisi. Saksi kemudian menyerahkan data fisik ke Chairul Anwar. Saksi kemudian menyusun data dan mengirimkan lewat e-mail ke hyangwenang@yahoo. berdasarkan informasi dari Chairul Anwar. dan hal ini dilakukan atas perintah Chairul Anwar. § Bahwa. Saksi hanya mengirimkan data-data foto Nasrudin Zulkarnain Iskandar dan Rani. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono di rumah Sigit Haryo Wibisono sebanyak 2 kali.Saleh Sa’af untuk bergabung dengan Tim dan diminta untuk rapat di Hotel Manhattan sekitar Pkl. § Bahwa. § Bahwa. Rani. § Bahwa. tidak lama kemudian datang Sigit Haryo Wibisono bergabung dalam pertemuan tersebut. § Bahwa. Edo. Saksi tidak mengetahui wujud teror terhadap Antasari Azhar. § Bahwa. pada waktu ke rumah Sigit Haryo Wibisono. setelah data tersebut diterima. § Bahwa. Nasrudin Zulkarnain Iskandar dan Rani berada di Hotel yang sama. inisial Nero untuk Nasrudin Zulkarnain Iskandar dan Romeo untuk Rani. § Bahwa. hasil penyelidikan di laporkan oleh Chairul Anwar ke Antasari Azhar. pertemuan dengan Sigit Haryo Wibisono di Hotel Manhattan dan di rumah Sigit Haryo Wibisono. pada rapat tersebut ada briefing dari Ketua Tim Chairul Anwar tentang adanya teror terhadap Antasari Azhar. § Bahwa.com milik Sigit Haryo Wibisono. data tersebut Saksi terima dari Helmi Santika dan M Joni. lokasi alamat rumah Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Saksi hanya menerima laporan dan melakukan analisa. setelah Chairul Anwar melaporkan ke Antasari Azhar. Daniel. § Bahwa. § Bahwa. .00 WIB. § Bahwa. yang waktu itu memerintahkan secara lisan untuk bergabung dengan Tim. § Bahwa. § Bahwa. tapi menurut Chairul Anwar teror terhadap Antasari Azhar dilakukan melalui telepon. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.Antasari Azhar membenarkan hasil tersebut. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak mengirim foto mobil ke Sigit Haryo Wibisono.19. sepengetahuan Saksi Terdakwa tidak ikut dalam Tim. Saksi tidak ke lapangan. hasil penyelidikan menyatakan bahwa tidak ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Saksi mendapatkan peta alamat rumah Nasrudin Zulkarnain Iskandar dari Internet. Saksi pernah rapat dengan seluruh Tim dan Antasari Azhar.00 WIB. tidak ada dalam Tim.

§ Bahwa. § Bahwa. Saksi dari Mabes Polri. § Bahwa. . pembicaraan di Hotel Manhattan seputar teror terhadap Antasari Azhar. § Bahwa.Pol: Sprin/22/I/2009 menyatakan bahwa dasar surat perintah adalah berdasarkan perintah lisan Kapolri pada tanggal 5 Januari 2009 perihal perintah untuk melaksanakan penyelidikan terhadap pelaku teror dan pengancaman terhadap Ketua KPK. Antasari Azhar disarankan untuk membuat laporan Polisi. Chairul Anwar yang mengajak Tim untuk rapat di rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. redaksi “tidak ditemukan perbuatan melanggar hukum” merupakan hasil Tim di lapangan. dan ketika sampai di rumah Sigit Haryo Wibisono. Chairul Anwar pernah berkomentar tentang foto Nasrudin: “ini orangnya. § Bahwa. oleh karena memang Tim dilapangan tidak mendapatkan Perbuatan Melanggar Hukum yang dilakukan oleh Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Helmi Santika dan Iwan Kurniawan bertugas di lapangan. yang hadir dalam pertemuan di Hotel Manhattan adalah seluruh Tim dan Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. oleh karena tidak ditemukan perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh Nasrudin Zulkarnain Iskandar maka. M. Saksi mengetahui tentang informasi kendaraan Nasrudin Zulkarnain Iskandar. § Bahwa. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui mengapa Saksi yang ditugaskan ke dalam Tim. Sigit Haryo Wibisono juga berbicara tentang teror yang hadapi oleh Antasari Azhar. Saksi membuat 1 rangkap atas laporan tersebut. karena sepengatahuan Saksi di Polres Jaksel juga ada Unit Intelkam. berdasarkan hasil pendalam Tim.§ Bahwa. menjadi janggal oleh karena berdasarkan Surat Perintah No. § Bahwa. Nasrudin Zulkarnain Iskandar menggunakan mobil sedan. Saksi diperintahkan oleh Kabag Intelkam tanggal 4 Januari 2009 untuk bergabung dengan Tim yang dipimpin Kombes Pol Chairul Anwar. Saksi mengetahui bahwa ada anggota Tim yang menjadi penyidik atas perkara Terdakwa. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. dan pada waktu Sigit Haryo Wibisono datang Tim masih membicarakan hal tersebut. Saksi tidak mengetahui adanya permintaan dari Kapolri untuk melakukan penyelidikan. § Bahwa. pada tanggal 4 Januari 2009 Saksi dipanggil oleh atasan Saksi yakni Irjen Pol Saleh Sa’af untuk bergabung dengan Tim yang diketuai oleh Kombes Pol Chairul Anwar. § Bahwa. berdasarkan keterangan saksi. § Bahwa. M Joni dan Iwan Kurniawan dari Polres Jakarta Selatan. Peristiwa ini. laporan tersebut dibuat bulan Januari sekitar tanggal 20-an. kok matanya merah”. Helmi Santika dari Polda. § Bahwa. Antasari Azhar sudah ada. pada awalnya saksi tidak mengetahui siapa yang melakukan teror terhadap Antasari Azhar. § Bahwa. § Bahwa. dan dalam perjalanan diketahui melalui melalui data yang didapat. § Bahwa. Joni.

untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. ü Heri dalam keadaan takut. dengan alasan: ü Heri bersama-sama berkedudukan sebagai Terdakwa (Saksi Mahkota). Saksi Heri Santoso Bin Rasja alias Bagol memberikan keterangan tidak dibawah sumpah: Heri menolak untuk memberikan keterangan sebagai Saksi pada persidangan. 24. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. dan Daniel yang ia boncengi. ü Ia yang mengendarai sepeda motor. ü Tidak ada bayaran untuk pembunuhan. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. Saksi Daniel Daen Sabon alias Daniel menolak memberikan keterangan didepan persidangan dengan alasan: Saksi pernah dipukuli oleh oknum penyidik pada proses penyidikan. ü Heri tidak pernah diperiksa sebagai Saksi untuk kepentingan pemeriksaan Terdakwa. ü Ia pernah mendekati mobil Nasrudin. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti.Bahwa. 23. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan. . ü Bahwa tidak ada berita acara sumpah atas BAP yang diberikan oleh saksi pada penyidik.J. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. Saksi Hendrikus Kia Walen alias Hendrik memberikan keterangan didepan persidangan tidak di bawah janji: ü Tidak ada perintah pembunuhan. ü Tidak ada rencana pembunuhan. ü Sepeda motor yang ia gunakan pada waktu kejadian adalah sepeda motor Yamaha Scorpio warna hitam dan bukan warna biru yang selama ini di gembar-gemborkan.A Pinora pada tanggal 4 Januari 2009 sebelum perintah lisan Kapolri (tanggal 5 Januari 2009). TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. ü Membenarkan keterangan yang telah diberikan oleh Hendrikus Kia Walen. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. ü Heri pernah dipukuli oleh penyidik. 22. Keterangan lainnya: ü Heri ditangkap pada minggu malam sekitar bulan April. Permintaan Penasihat Hukum untuk menghadirkan Irjen Pol Saleh Sa’af sebagai Saksi oleh karena telah memerintahkan Saksi H. ü Heri tidak akan memberikan kesaksian apabila tidak ada jaminan atas keselamatan diri dan keluarganya. ü Heri melalui Penasihat hukum melapor ke Komnas HAM.

TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan oleh karena tidak ada hubungan dengan Terdakwa. 25. Saksi Fransiskus Tandon Kerans alias Amsi menolak memberikan keterangan sebagai Saksi dengan alasan: ü Ia tidak pernah diperiksa sebagai Saksi untuk terhadap perkara Terdakwa. ü Ia mengetahui pertemuan Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo dengan Terdakwa di Mabes Polri. ü Ia menyimpulkan tugas tersebut adalah tugas Negara oleh karena menurut Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo. Hendrikus tidak berjanji atas nama Tuhan akan tetapi atas nama kebenaran. akan tetapi saksi memberikan keterangan bahwa tidak tidak ada perintah untuk membunuh dari Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia mempertimbangan keterangan saksi sebagai alat bukti. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. ü Pada waktu kejadian tanggal 14 Maret 2009 Tim tersebut masih ada. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. ü Ia dianiaya oleh banyak oknum penyidik. dan motor. pada bulan Februari minggu I. ü Ia ditangkap pada tanggal 27 April 2009 dan di bawa ke Motel oleh oknum yang diduga sebagai penyidik. ada tugas dari Jerry Hermawan Lo yang menyatakan bahwa tugas tersebut adalah tugas Negara. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan oleh karena tidak ada hubungan dengan Terdakwa. ü Ia tidak memberitahukan hal tersebut kepada keluarga akan tetapi ia melaporkan hal tersebut ke KOMNASHAM. ü Bahwa ada tim lain yang bekerja dilapangan dan bersifat arogan. ü Pada pemeriksaan tersebut ia di pukul dengan tangan di belenggu. ü Ia tidak mengetahui ada motor Yamaha Scorpio. Timor warna merah.ü Ia dan teman-teman hanya menjalankan tugas Negara. dan ditanyakan apakah ia mengenal Edo. Saksi dikenalkan oleh Jerry Hermawan Lo kepada Terdakwa. Saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo di bawah janji pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut: § Bahwa. Jerry Hermawan Lo adalah Ketua Forum Persaudaraan Anak Bangsa (FPAB) dan Saksi adalah Ketua DPD FPAB Jakarta. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. ü Tim lain tersebut menggunakan mobil diantaranya Teranno. Panter. perkenalan pertama antara Saksi dengan Terdakwa di Arena Bowling Ancol. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. . ü Ia bersama teman-teman melakukan survey dilapangan (rumah dan kantor Nasrudin). § Bahwa. 26. ü Ia kemudian mencabut BAP yang telah ia berikan dihadapn penyidik. ü Bulan Februari 2009 ada Tim lain yang ia duga sebagai anggota (polisi).

Saksi disuruh tunggu di Hotel Ambhara kemudian Saksi dijemput oleh supir Terdakwa yang bernama Indra.30 WIB. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.22. dan menyatakan bahwa ada orang yang minta bantuan untuk tugas Negara dan untuk jelasnya nanti bertemu dengan orangnya langsung. § Bahwa. Sekitar Pkl. dan Saksi menyuruh Silvester untuk pindah ke mobil Terdakwa. § Bahwa. Hendrikus Kia Walen Alias Hendrik kemudian datang ke Ancol oleh karena Saksi yang mengajak untuk bertemu. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. dan kalau ada halhal yang mencurigakan laporkan kepada Terdakwa. seminggu setelah pertemuan di Ancol Terdakwa menghubungi Saksi. dan oleh Terdakwa diminta untuk bertemu di depan Citos. Saksi mengatahui bahwa Terdakwa adalah Mantan Kapolres Jaksel oleh karena Saksi dan Jerry Hermawan Lo pernah ke Polres Jaksel untuk urusan FPAB. § Bahwa. amplop tersebut Saksi berikan kepada Hendrikus Kia Walen Alias Hendrik. Saksi menyatakan kepada Terdakwa bahwa Saksi telah menghubungi Hendrikus Kia Walen Alias Hendrik. dan minta untuk bertemu oleh karena Terdakwa akan memberikan uang operasional. .00 WIB Saksi bertemu dengan Terdakwa.§ Bahwa. Jerry Hermawan Lo meminta Saksi untuk membantu Terdakwa. dan jawaban Terdakwa pada waktu itu adalah karena butuh orang sipil agar dapat mengawasi selama 24 Jam. paper bag tersebut Saksi taruh di kursi belakang. ada foto 2 lembar yang satu gambar orang (lakilaki) dan yang satu gambar mobil. setelah pertemuan di Ancol. amplop coklat tersebut diberikan oleh Jerry Hermawan Lo pada waktu Saksi bertemu di rumah Jerry Hermawan Lo. kemudian Terdakwa menyatakan permintaan bantuan kepada Saksi. yang bertanya adalah Jerry Hermawan Lo. Kebetulan Saksi berada di tol. Jerry Hermawan Lo dan Terdakwa di Ancol sekitar 30 menit. setelah itu Terdakwa pulang. pada waktu pertemuan di Ancol Saksi membawa amplop tersebut. § Bahwa. 3 (tiga) hari kemudian sekitar Pkl. kemudian Terdakwa meminta kepada Saksi untuk mengikuti Korban oleh karena orang ini membahayakan Negara. Saksi tidak sempat melihat nama orang tersebut.30 WIB Terdakwa menghubungi Saksi.19. § Bahwa. Jerry Hermawan Lo yang menghubungi Saksi. selama pertemuan di Ancol amplop tersebut tidak dibuka. Saksi menyatakan kepada Hendrikus Kia Walen Alias Hendrik bahwa yang meminta bantuan adalah Jerry Hermawan Lo dan Terdakwa.21. ketika berada di depan Citos mobil Terdakwa sudah berada di depan Citos kemudian Terdakwa pindah ke mobil Saksi. § Bahwa. pertemuan antara Saksi. Saksi tidak sempat menanyakan kepada Terdakwa tentang alasan digunakannya Saksi selaku orang sipil untuk permasalahan ini. akan tetapi belum bisa memberikan kepastian apakah Hendrikus Kia Walen alias Hendrik bersedia atau tidak. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi bersama Terdakwa kemudian pergi ke daerah Kemang mencari kedai atau kafe untuk minum kopi. § Bahwa. tugasnya hanya memantau. § Bahwa. pada pertemuan di Mabes Polri. § Bahwa. Saksi kemudian datang ke Ancol sekitar Pkl. Terdakwa menyatakan bahwa tugas Saksi sebagai informan. dan ditempat tersebut sudah ada Jerry Hermawan Lo bersama dengan Terdakwa. § Bahwa.

§ Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. dan komunikasi terakhir sebelum Saksi pulang ke Flores tanggal 7 Maret 2009. § Bahwa. § Bahwa. Saksi kembali ke Jakarta tanggal 25 Maret 2009. § Bahwa. Saksi hanya menyuruh Hendrik untuk mengikuti. Saksi tidak mengetahui penggunaan dana dan tentang senjata api. Hendrikus Kia walen Alias Hendrik menghubungi Saksi dan menyatakan bahwa Nasrudin Zulkarnain Iskandar ada di Kuningan dan ada di rumah. § Bahwa. Terdakwa menyatakan bahwa uang tersebut untuk biaya operasional anakanak. § Bahwa. dan alat kelamin Saksi di stroom. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. ada orang yang membawa paper bag dan menyerahkan paper bag tersebut kepada Terdakwa dan paper bag tersebut di letakkan di kursi belakang mobil Saksi. Saksi kemudian disiksa. melihat gerak-gerik. dan kalau terjadi sesuatu yang mencurigakan agar melaporkan kepada Saksi. . Saksi mengambil uang sebesar Rp. dipukuli. Saksi tidak sempat melihat uang tersebut. § Bahwa. Saksi menjawab bahwa Saksi tidak mengenal para eksekutor. Saksi melihat Hendrikus Kia Walen alias Hendrik sudah babak belur. § Bahwa.100 juta. Saksi tidak mengetahui sumber uang tersebut dari mana. Hendrikus Kia walen alias Hendrikus tidak memberitahukan tentang anggota Tim. pada waktu Saksi ditangkap tidak ada surat perintah penangkapan. Saksi ditangkap di rumah Jati Asih. oknum penyidk kemudian bertanya kepada Saksi apakah mengenal eksekutor (Daniel Daen Sabon alias Daniel ada di tempat tersebut). § Bahwa. setelah pertemuan dengan Terdakwa di depan Citos. § Bahwa. § Bahwa. Saksi kemudian dibawah ke Hotel Pondok Nirwana (PN). oknum penyidik yang melakukan interogasi tersebut menyatakan bahwa di atas Saksi ada oknum ada anggota (polisi). § Bahwa. Saksi kemudian menghubungi Hendrikus Kia Walen alias Hendrik. § Bahwa. Saksi hanya mengenal Hendrikus Kia Walen alias Hendrikus. tugas pemantauan dimulai dari bulan Februari 2009. § Bahwa. sisa uang dititipkan ke Paman Saksi yang bernama Fidelis.100 juta sebelum Saksi berangkat ke Flores. dan bertemu di Restoran Mcdonald di Tebet. § Bahwa. § Bahwa. dan Terdakwa menyatakan bahwa itu orang “kita” juga. Hendrikus Kia Walen alias Hendrik mengambil uang sebesar Rp. § Bahwa. dan Terdakwa tidak memberitahukan sumber uang tersebut. § Bahwa. Saksi tidak pernah menawarkan kepada Terdakwa untuk bertemu dengan Hendrikus Kia Walen alias Hendrik. dan Pejabat Negara atau orang kuat. Saksi kemudian mengkonfirmasikan keterangan dari Hendrikus Kia Walen alias Hendrik tersebut kepada Terdakwa. selain itu ada anggota yang mengikuti menggunakan mobil Terano dan motor. mengamati. Terdakwa pernah menyatakan bahwa kalau membutuhkan dana operasional agar supaya memberitahukan kepada Terdakwa.§ Bahwa. pada waktu Saksi pulang ke Flores. Saksi tidak mengetahui kejadian tanggal 14 Maret 2009. § Bahwa. Saksi beberapa kali berkomunikasi dengan Terdakwa. § Bahwa.

dalam pembicaraan Terdakwa kemudian menyatakan bahwa baru selesai sekolah Sespati. dan cerah karirnya. Saksi mengetahui hal . uang yang berada dalam paper bag tersebut terdiri dari uang pecahan Rp. ajakan. § Bahwa. Untuk itu. Saksi menyatakan bahwa BAP Saksi tanggal 15 Juli 2009 tidak ada dalam berkas. mantan Kaplres Jakarta Selatan. § Bahwa. masih pada bulan Januari 2009. Saksi dan Terdakwa kemudian bertemu. § Bahwa. berdedikasi. Saksi mengenal Terdakwa pada awal tahun 2009. § Bahwa. bentuk follow-up dari Kapolri dengan membentuk Tim. 27. § Bahwa. yaitu M. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. dan BAP tersebut yang dimana saksi didampingi oleh Penasihat Hukum adalah BAP yang benar. karena Antasari Azhar adalah jaksa yang potensial. § Bahwa. karena akan dilaporkan ke Presiden dan DPR.§ Bahwa. Saksi Sigit Haryo Wibisono dibawah sumpah di dalam persidangan pada pokoknya memberikan keterangan sebagai berikut: § Bahwa. dan menyatakan mungkin Saksi bisa membantu Terdakwa. intinya peneror tersebut menyatakan bahwa Antasari Azhar telah berbuat asusila dengan istrinya dan meminta Antasari Azhar untuk mundur sebagai Ketua KPK. Saksi kemudian mengusulkan kepada Antasari Azhar untuk melapor ke Kapolri. pada bulan Desember 2008 Antasari Azhar juga pernah datang ke rumah Saksi membicarakan tentang teror. Saksi dikenalkan dengan Antasari Azhar. Saksi kenal dengan Antasari Azhar akhir 2007. dengan Pangkat Kombes dan mantan Kapolres Jakarta Selatan. Saksi kemudian menyatakan akan mengenalkan Terdakwa kepada Antasari Azhar dan teman Saksi Suhardi Alius (Korsespri). dan atau bujukan yang Terdakwa lakukan terhadap saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. Saksi dikenalkan kepada Terdakwa oleh salah seorang Direktur Saksi. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan. pada waktu itu Antasari Azhar adalah Jaksa di Kejaksaan Agung. Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia mempertimbangkan dan menggunakan keterangan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete sebagai alat bukti dipersidangan. dan pada waktu itu disebutkan nama Terdakwa. § Bahwa. § Bahwa.100 ribu. Senyatanya tidak ada perintah. § Bahwa. Agus yang menyatakan bahwa ada perwira polisi yang potensial. padahal saksi Edoardus Noe Ndopo Mbete alias Edo merupakan salah satu saksi kunci pada persidangan ini dan keterangannya sangat esensil dalam rangka pembuktian. Mohon Perhatian Majelis Hakim Yang Mulia. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa keterangan yang telah diberikan oleh saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo adalah keterangan yang sebenarnya terjadi. Saksi kenal dengan anggota DPR misalnya Tjahyo Kumolo dll. menurut Antasari Azhar ada teror dalam bentuk sms dan telepon. dan keterangan menyangkut Terdakwa adalah benar. § Bahwa. sebelumnya. Antasari Azhar datang kerumah Saksi karena ada berkenaan dengan adanya teror dari Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Keterangan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo tidak ada dalam surat tuntutan Penuntut Umum.

§ Bahwa. § Bahwa. dan biaya operasional serta biaya mengirim anak ke Australia sebesar Rp.500 juta. Saksi melakukan perekaman pembicaraan sesudah Januari 2009 atau sekitar Februari 09 oleh karena Antasari Azhar masih mengeluh mengenai teror. urusan pribadi. § Bahwa. § Bahwa. apabila Antasari Azhar datang kerumah Saksi.30 juta. dengan berpura-pura menjadi member golf. Tim sudah melakukan identifikasi terhadap Nasrudin Zulkarnain Iskandar. yang membuat Antasari Azhar resah karena teror tersebut sudah ke keluarga. tidak ditemukan pidana yang dilakukan Nasrudin Zulkarnain Iskandar. pertemuan di rumah Saksi karena permintaan Tim dan Antasari Azhar (oleh karena urusan pribadi). alat perekam tersebut ada dipenyidik. § Bahwa. Terdakwa menyerahkan cek ke Yudi. Antasari Azhar menyatakan bahwa Nasrudin Zulkarnain Iskandar masih meneror dan akan menghubungi lawyer. sepengetahuan Saksi. § Bahwa. Saksi kemudian menawarkan kepada Terdakwa untuk berkenalan dengan Antasari Azhar. pada waktu penggerebekan di Kendari. Saksi bilang ke Antasari Azhar bahwa jabatan Terdakwa di Mabes Polri adalah Pengamanan Obyek Vital. § Bahwa. Terdakwa kemudian datang bertemu dengan Antasari Azhar. § Bahwa. M. § Bahwa. § Bahwa. Saksi mendengar Terdakwa bilang ke Antasari Azhar siap dilaksanakan bukan siap mengamankan. § Bahwa. Suhardi Alius menyatakan bahwa ia mengenal Terdakwa karena adik angkatan Suhardi. maka cek tersebut dikembalikan ke Terdakwa. Antasari Azhar pernah bilang bahwa istrinya pernah didatangi tukang ojek dan bilang ke tentang Antasari Azhar yang akan dilaporkan ke DPR. Saksi melaporkan tentang kebutuhan dana operasional ke Antasari Azhar. § Bahwa. Saksi mengetahui dari M. § Bahwa.tersebut karena berkoordinasi dengan Suhardi Alius. § Bahwa. . pada bulan Januari 2009 Terdakwa belum ada. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Chairul Anwar ditawarkan untuk menjadi Liason Officer (LO) antara KPK dan Polri. Agus bahwa Terdakwa butuh uang untuk biaya RS ibu Terdakwa sejumlah Rp. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. rapat-rapat Tim dengan Antasari Azhar di rumah Saksi karena. Joni bertemu dengan Rani. § Bahwa. Saksi mengetahui Antasari Azhar menghubungi Kapolri tentang permasalahan teror. § Bahwa. karena pada akhir bulan depan cek tersebut belum bisa dicairkan. Antasari Azhar akan berkordinasi dengan Saksi atau dengan Yudi. § Bahwa. dan Antasari Azhar menyatakan agar ditalangi terlebih dahulu oleh Saksi. Tim mengusulkan kepada Antasari Azhar agar membuat laporan resmi apabila masih ada teror. § Bahwa. tapi menurut Terdakwa cek tersebut baru bisa cair bulan depan. Antasari Azhar cerita tentang permintaan Nasrudin Zulkarnain Iskandar tentang promosi jabatan di RNI dan proyek besi tua dari Antam di Kolaka.

Saksi memberikan Rp. perkenalan dengan Terdakwa akhir bulan Januari. § Bahwa. Saksi yang memerintahkan Yudi untuk melakukan perekaman.24. Antasari Azhar menyatakan akan mengganti uang operasional akan tetapi sampai sekarang belum diganti. § Bahwa. § Bahwa.12 juta mulai awal 2008 kepada Pengawal Pribadi Antasari Azhar. tidak ada perintah untuk menghilangkan nyawa. § Bahwa. dibacakan BAP 23 Juni 2009 poin 56. § Bahwa. tidak ada perbedaan antara Tim 1 dan Tim Terdakwa. Terdakwa diminta untuk mengawasi.Rp. § Bahwa. § Bahwa. Saksi pernah bertemu dengan Tim Chairul Anwar lebih dari 1 kali. § Bahwa. § Bahwa.000. yang menghubungi Saksi untuk pertemuan di Hotel Manhattan adalah Chairul Anwar. sebelum tanggal 4 Januari 2009 M Joni. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.10 juta . Saksi pernah memerintahkan ke karyawan untuk mengirim foto Nasrudin. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.000.500. § Bahwa. pada waktu Terdakwa datang . pertemuan di kafe di Hotel Manhattan sekitar Pkl..§ Bahwa. Iwan Kurniawan. ada laporan dan ada foto yang dikirim melalui e-mail. Saksi kemudian berkoordinasi dengan Chairul Anwar. Terdakwa dan Antasari Azhar. Saksi menghubungi Terdakwa. § Bahwa. dan Terdakwa menyatakan bahwa tidak ada kaitannya. § Bahwa. laptop Saksi tidak hilang. setelah kejadian tanggal 14 Maret 2009. ada perkenalan dengan anggota tim baru yaitu H. dan Chairul Anwar yang datang ke kediaman Saksi. § Bahwa. tidak ada dana yang dikeluarkan untuk Tim 1 (Chairul Anwar). Antasari Azhar menceritakan tentang pengalamannya.00 WIB. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. kemudian ada pertemuan-pertemuan lanjutan sekitar 3 kali. BAP tanggal 29 April 2009 tidak benar karena Saksi tertekan secara psikis. maksud dari laksanakan atau eksekusi adalah untuk penggerebekan Nasrudin. § Bahwa.JA Pinora dan Helmi Santika. § Bahwa. BAP 15 Juli 2009 yang benar. § Bahwa. bantuan saksi terhadap Tim Chairul Anwar tidak dalam bentuk pinjaman. uang yang Saksi serahkan kepada Terdakwa sejumlah Rp. pada pertemuan antara Saksi. karena Helmi Santika kenal dengan Nasrudin Zulkarnain Iskandar. dan peta ke Antasari Azhar. tidak ada permintaan tertentu kepada Antasari Azhar oleh Terdakwa. § Bahwa. Tim dibentuk oleh Kapolri pada awal Januari dan pada akhir Januari dilaporkan ke Antasari Azhar di rumah Saksi dan tidak ditemukan tindak pidana yang dilakukan oleh Nasrudin Zulkarnain Iskandar sehingga diusulkan untuk membuat laporan resmi. § Bahwa.Agus bilang bahwa Terdakwa butuh dana karena akan menyekolahkan anak ke Australia dan biaya operasional. § Bahwa. § Bahwa. permintaan Antasari Azhar tidak Saksi sampaikan ke Terdakwa. laporan Tim berisi tentang hasil identifikasi. § Bahwa. M. sebelum tanggal 4 Januari 2009 Saksi sudah bertemu dengan Tim. § Bahwa. bantuan dana yang Saksi berikan ke Tim Chairul Anwar lebih dari Rp.(lima ratus juta rupiah) di ruang meeting. § Bahwa.100 juta. sebelum pertemuan di Hotel Manhattan.

J. pada pembicaraan dengan Tim.(sepuluh juta rupiah) untuk Antasari Azhar diambil ke rumah Saksi dan kadang-kadang di bawah ke rumah Antasari Azhar. pada pertemuan di Hotel Manhattan Chairul Anwar bilang ke Saksi: tolong sampaikan ke Suardi ada tambahan anggota tim baru (Helmi dan Pinora).ke rumah Saksi. Helmi Santika kebetulan kenal dengan Nasrudin Zulkarnain Iskandar dari kecil.10.A Pinora. pada pertemuan antara Saksi dan Terdakwa.(lima puluh ribu rupiah). Antasari Azhar yang meminta uang tersebut. § Bahwa. § Bahwa. menghilangkan teror maksudnya: mencari pidananya. § Bahwa.000. uang yang Saksi berikan kepada Terdakwa dalam pecahan Rp. pada pertemuan antara Saksi dan Terdakwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. pertemuan bertiga antara Saksi. § Bahwa. dana yang telah Saksi berikan untuk Tim Chairul Anwar sebesar Rp. Terdakwa. § Bahwa.150 juta. ada ide Antasari Azhar untuk menabrak mobil Nasrudin (selain Narkoba dll). pada pertemuan di Hotel Manhattan Chairul Anwar bilang bahwa tolong diberitahukan kepada Korspri bahwa ada anggota baru. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.000. Saksi menjelaskan kepada Terdakwa bahwa ada Tim lain yang telah dibentuk. Antasari Azhar tidak menjanjikan sesuatu kepada Terdakwa.. tidak ada istilah TKI seperti dalam BAP. § Bahwa. § Bahwa. ada e–mail dari H. pada pertemuan tersebut tidak dibicarakan dana operasional. § Bahwa. Helmi Santika menelepon Saksi dan Helmi Santika berbicara tentang sekolahnya. § Bahwa. dan Antasari Azhar adalah ide Antasari Azhar. Antasari Azhar mengeluh tentang adanya teror dan meminta bantuan ke Terdakwa.000. meminta agar Antasari Azhar mundur sebagai Ketua KPK. § Bahwa. Antasari Azhar bilang kepada Saksi bahwa Terdakwa tidak mengetahui permasalahan. § Bahwa. setelah kejadian tidak ada komunikasi antara Saksi dengan Tim. pada pertemuan bertiga Antasari Azhar. dan diambil dari laptop Saksi. Saksi belum mengecek ke bank apakah cek yang diberikan Terdakwa itu kosong. Saksi menyatakan akan mengenalkan Terdakwa kepada Antasari Azhar dan teman di Mabes Polri. teror Nasrudin Zulkarnain Iskandar. selain itu Saksi juga memfasilitasi dengan memberikan blackberry. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi dan Terdakwa. § Bahwa. Saksi hanya meminta kepada Terdakwa untuk membantu mengawasi. uang Rp. § Bahwa. dan Saksi hanya menimpali untuk meminta bantuan.50. Saksi tidak dapat mempengaruhi Antasari Azhar. dan Saksi tidak memberitahukan kepada Antasari Azhar adanya cek dari Terdakwa kepada Saksi untuk biaya operasional. TANGGAPAN DAN PERTANYAAN TERDAKWA: . § Bahwa.. § Bahwa. pada waktu penyerahan cek tidak ada tanda terima cek. § Bahwa. pinjaman dana operasional kepada Terdakwa atas persetujuan Antasari Azhar. Saksi tidak memberitahukan kepada Terdakwa tentang kesanggupan Antasari Azhar untuk mengganti uang yang telah diberikan kepada Terdakwa. § Bahwa.

Saksi Jerry Hermawan Lo dibawah sumpah memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut: § Bahwa. Saksi kemudian dibawah ke Hotel Pondok Nirwana. Bahwa. Pernyataan dari Terdakwa: ü Pertemuan pada pertengahan Januari 2009 bukan akhir Januari. sebagian BAP yang Saksi berikan pada waktu pemeriksaan ada yang benar dan sebagaian ada yang diarahkan. dan tidak mungkin Terdakwa meminta Rp. § Bahwa.000.30. pada waktu itu Saksi berada di lantai 3 kantor.00-01. Saksi kemudian digiring ke bawah oleh penyidik. keterangan yang telah diberikan oleh Saksi dibawah sumpah pada persidangan yang terbuka untuk umum secara jelas dan terang menyatakan bahwa tidak ada permintaan untuk melakukan pembunuhan atau Terdakwa turut dalam perencanaan pembunuhan Nasrudin Zulkarnain Iskandar. tersebut dan Saksi hanya mengingat bahwa ada pembicaraan Terdakwa yang menyatakan bahwa Terdakwa bukan pelakunya dan tidak akan ada masalah. tidak ada pembicaraan tentang teror hanya ada pembicaraan tentang pengalaman kerja. Saksi ditangkap tanggal 28 April 2009. § Bahwa.000. kemudian Saksi bertemu dengan anak Saksi dan Saksi bilang ke anak Saksi untuk menghubungi pengacara. ü Pada pertemuan dengan Antasari Azhar dan Saksi.(lima ratus juta rupiah) untuk biaya operasional dan biaya sekolah anak Terdakwa serta tidak ada pemberian cek. Saksi kemudian menanyakan hal itu juga kepada Yudi. senyatanya Terdakwa hanya membantu Saksi Sigit Haryo Wibisono untuk mencari Informan swasta yang bertugas untuk mencari tindak pidana yang dilakukan oleh Nasrudin Zulkarnain Iskandar.. Terdakwa memang mau ke RS.00 WIB tentang adanya pembicaraan untuk menyamakan BAP? Jawaban Saksi: bahwa benar ada pembicaraan. Saksi bertemu dengan Eduardus Noe Ndopo Mbete Alias Edo sebelum . ü Terdakwa tidak pernah membicarakan masalah promosi jabatan.Pertanyaan: apakah Terdakwa dan Saksi pernah ada pembicaraan pada pemeriksaan pertama tanggal 29 April 2009 sekitar Pkl. ü Pada waktu itu. ü Tidak ada pinjaman Rp.000. Untuk itu mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti dipersidangan. § Bahwa.-(tiga puluh juta rupiah) kepada Saksi. dan pertemuan tersebut baru pertama kali. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA: Saksi tetap pada keterangannya. 23. Saksi ditangkap dan oleh polisi Saksi diberitahukan bahwa Saksi terlibat pembunuhan. Polisi kemudian menanyakan kepada Saksi tentang apakah ada anggota yang terlibat dan apakah ada pejabat tinggi Negara yang terlibat. § Bahwa.000. 28. ü Bulan Februari Terdakwa dihubungi oleh Edo menanyakan tentang biaya operasional.500. akan tetapi anak Saksi ikut ditangkap oleh polisi. Terdakwa kemudian menanyakan hal tersebut kepada Saksi. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa.

musuh Negara dan . Saksi. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. ia menyatakan bahwa ia bisa bertemu dengan Terdakwa hari senin. Saksi kemudian menghubungi Edo. dan pertemanan itu berlanjut sampai sekarang. § Bahwa. pada waktu Saksi menghubungi Edo. Terdakwa kemudian menghubungi Saksi dan menanyakan: “abang ada di mana? Saksi kemudian menjawab: ‘ada di kantor” Terdakwa kemudian bilang kepada Saksi : “abang tunggu sebentar lagi saya merapat”. Eduardus Noe Ndopo Mbete Alias Edo kemudian bilang kepada Saksi agar Saksi memperkuat BAP-nya. § Bahwa. § Bahwa. pada waktu itu. § Bahwa. masih ada gak nomor tlp anak Flores?” Saksi kemudian menjawab: “oh si Edo”. awal pertemuan Saksi dan Terdakwa mulai dari Saksi akan bertemu dengan Kadivprovos Embong dan sering bertemu dengan Terdakwa yang bertugas di Provos dengan pangkat Mayor. “abang bisa bantu gak. dari dalam amplop dikeluarkan foto yang diprint yang bergambar laki-laki dan mobil. Saksi Komisaris Utama PT Iso Karya Utama Mandiri. dan Edo datang ke rumah Saksi. dan Saksi menyatakan bahwa untuk lebih jelasnya nanti saja hari senin di Hailai. § Bahwa. Saksi kenal dengan Terdakwa sejak tahun 1997. Terdakwa kemudian berkata . § Bahwa. Saksi kemudian angka bicara dan bilang ke Edo: Edo ini Pak Willi. Saksi dan Terdakwa bilang bahwa orang ini berbahaya. amplop tersebut Saksi bawa ke rumah. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. dan Terdakwa duduk di kantin. selain itu Saksi juga melihat Daniel. musuh Negara. Saksi berada di kantor. tidak lama kemudian Edo datang. Terdakwa bertanya tentang anak Flores karena Saksi dan Edo pernah datang ke Polres Jakarta Selatan. Amplop tersebut Saksi serahkan kepada Edo. Terdakwa pada waktu itu datang sendiri dan langsung naik ke lantai 3 di kantor Saksi. pada waktu itu amplop tersebut masih berada di atas. mobilnya kalau tidak salah warna silver. § Bahwa. ada tugas Negara tolong bantulah. § Bahwa. hari senin Saksi biasa fitness di Copacabana Hailai. dan datang seseorang membawa rokok dan amplop coklat. § Bahwa. pertemuan antara Terdakwa dan Saksi tersebut sekitar 30 menit. pada tanggal 30 Januari 2009 hari Jumat. dan Edo bilang nanti akan kerumah Saksi. pada waktu itu Terdakwa masih di Mabes Polri. Terdakwa kemudian menyatakan kepada Saksi bahwa orang yang berada di gambar tersebut adalah orang yang sangat berbahaya. § Bahwa. Saksi berasumsi amplop tersebut untuk Edo. § Bahwa. Edo bekerja di sebuah kantor pengacara Slamet Situmorang. § Bahwa. Terdakwa kemudian menelepon seseorang. kemudian ada usaha yang mengelola website. § Bahwa. Saksi juga mempunyai organisasi Forum Persaudaraan Anak Bangsa (FPAB) yang didirikan pada tahun 2003. Edo. Sepengetahuan Saksi. Saksi kemudian menghubungi Edo dan Saksi tanyakan : “Edo bisa gak ketemu dengan Terdakwa? Edo bertanya tentang Terdakwa dan Saksi menjelaskan bahwa Terdakwa yang mantan Polres Jakarta Selatan.diperiksa dan keadaan Eduardus Noe Ndopo Mbete Alias Edo sudah babak belur. § Bahwa.

dan pada running text pada sebuah siaran tv ada tulisan tentang penembakan seseorang dan ada tulisan RNI. Saksi menduga mungkin itu yang ada di print out. Saksi kenal dengan Hendrikus Kia walen alias Hendrik seorang sarjana Ekonomi yang dibutuhkan untuk mengurus distribusi. Saksi tidak mengetahui kalau Terdakwa menyerahkan uang kepada Edo. digebukin. yang kegiatannya bergerak dalam usaha koprasi. dan Saksi bertemu Edo sebelum Saksi diperiksa. § Bahwa. Saksi pernah menyatakan kepada Terdakwa: “wil kok tugas ini gak polisi aja? Terdakwa kemudian menjawab bahwa polisi tidak dapat mengikuti korban selama 24 jam. § Bahwa. § Bahwa. Saksi menyatakan kepada Terdakwa: . § Bahwa. pada waktu itu mengurus teman Edo. dan ada perjanjian bahwa saya tidak akan melakukan PHK terhadap karyawan sebelumnya. Saksi ingat Edo. Terdakwa tidak menyebutkan siapa atasan yang memberikan tugas. § Bahwa. § Bahwa. sebelum pertemuan di Hailai tanggal 2 Februari 2009 Saksi tidak mengetahui apakah Terdakwa dan Edo saling berhubungan. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi diminta oleh Edo untuk menyamakan BAP Saksi dengan BAP Edo. BAP Poin 25 tentang: “diikutin.tukang teror. § Bahwa. § Bahwa. 2 (dua) hari setelah pertemuan atau tanggal 4 Februari 2009 di Hailai Ancol Terdakwa menghubungi Saksi dan Terdakwa meminta untuk dihubungkan dengan Edo. dan Saksi berasumsi bahwa yang melakukan adalah aparat. pada waktu itu Saksi sedang treatmill. ditangkap. Saksi mendengar Terdakwa bilang ke Edo untuk mengikuti terus-menerus. pada waktu Terdakwa bertanya tentang anak flores. pada waktu itu Saksi mengambil alih Daan Jaya Hotel. sambil nonton TV. Saksi dan Terdakwa bilang ke Edo untuk mengikuti korban. pada running text tersebut tertulis penembak jitu atau terlatih. dihabisin” merupakan asumsi Saksi dan bukan perkataan Terdakwa. oleh karena Saksi diminta untuk memperkuat BAP Edo. Saksi ditangkap 28 April 2009. § Bahwa. sampai tahun 2003 Saksi kemudian membentuk Forum Persaudaraan Anak Bangsa (FPAB). Saksi mendengar pernyataan Terdakwa kepada Edo yang menyatakan bahwa kalau butuh dana operasional hubungi Terdakwa. § Bahwa. Saksi melihat Hendrikus Kia Walen alias Hendrik di Hotel Nirwana. pada running text tersebut dinyatakan bahwa penembakan dilakukan oleh penembak jitu. BAP tanggal 25 Mei 2009 poin 9 tidak benar. § Bahwa. § Bahwa. pada waktu pertemuan bertiga di Ancol. Terdakwa hanya menyatakan bahwa mendapat tugas dari atasan untuk menjalankan misi Negara. § Bahwa. dalam keadaan terborgol dan babak belur. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi juga melihat ada penyidik yang lain dalam ruangan di Hotel Pondok Nirwana. pada tanggal 14 maret 2009. tapi Saksi kemudian menjawab agar Terdakwa menghubungi saja sendiri ke Edo karena Terdakwa sudah punya nomor handphone Edo. Edo merupakan karyawan atau security. yang Saksi ingat. Saksi dan Edo pernah pergi ke Polres Jakarta Selatan. § Bahwa. § Bahwa. Edo kemudian Saksi tunjuk untuk menjadi Ketua DPD DKI Jakarta. § Bahwa. § Bahwa. Saksi mengenal Edo sekitar tahun 1998.

BAP poin 32 juga karena permintaan Edo. pada pertemuan pertama tersebut Saksi yang menghubungi Edo. akan tetapi Saksi yang mempertemukan. § Bahwa. pada waktu itu. § Bahwa. § Bahwa. Yang ada hanyalah permintaan Terdakwa untuk mengikuti orang kemudian mencari tindak pidana yang dilakukan. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. tidak ada kata-kata Edo yang menyatakan bahwa oleh anak-anak sudah dihabisin (BAP poin 9). Hendrikus membakar kertas tersebut pada siang hari. § Bahwa. untuk itu mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia berkenan untuk mempertimbangkan dan menggunakan keterangan saksi sebagai alat bukti dipersidangan. Saksi dipanggil karena melihat pembakaran. keterangan yang telah diberikan oleh saksi dibawah sumpah pada persidangan yang terbuka untuk umum secara nyata menjelaskan bahwa tidak ada perintah. § Bahwa. dan bukan disuruh untuk meneror. kondisi Edo dalam keadaan babak belur. § Bahwa. Edo meminta kepada Saksi agar Saksi memberikan keterangan pada pihak penyidik bahwa ada permintaan Terdakwa untuk menghabisi korban. Saksi melihat Hendrikus membakar kertas. Hendrikus jarang ke tempat Herijani. yang benar adalah tidak ada permintaan pembunuhan dari Terdakwa. § Bahwa.“wil kenapa sih gak polisi saja”. § Bahwa. Hendrik membakar kertas tersebut di kompor. pada pertemuan pertama di kantor Saksi belum ada kata teror dari Terdakwa. § Bahwa. Terdakwa kemudian menjawab: “karena polisi tidak bisa mengikuti terus-menerus”. § Bahwa. Saksi bekerja pada Herijani Setiawan. pada waktu pemeriksaan oleh penyidik. pada waktu itu. Bahwa keterangan saksi bersesuaian dengan keterangan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo dan saksi Sigit Haryo Wibisono. anjuran dan/atau bujukan dari Terdakwa kepada saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk menghilangkan nyawa Nasrudin Zulkarnain Iskandar. karena orang tersebut melakukan teror. § Bahwa. § Bahwa. di toko Herijani Setiawan ( WTC). TANGGAPAN TERDAKWA: Bahwa Terdakwa hanya meminta bantuan Saksi untuk mencarikan orang untuk mengikuti untuk membantu tim. kertas tersebut digulung dan dibakar sekaligus. sebagian jawaban sudah ada. di Hotel Pondok Nirwana Saksi dan Edo berbicara dan Edo minta untuk memperkuat BAP-nya. § Bahwa. Saksi Ginta Maya Fiksi dibawah sumpah memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut: § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Saksi melihat BAP Edo pada waktu pemeriksaan. § Bahwa. § Bahwa. Terdakwa tidak meminta secara khusus untuk dihubungkan dengan Edo. § Bahwa. saksi sedang menggoreng singkong. . kertas yang bakar oleh Hendrikus 3 lembar. § Bahwa. telepon selular Saksi diambil terlebih dahulu oleh penyidik kemudian pada besok hari dibuatkan berita acara sita. 29. Terdakwa bilang sudah ada Tim (intel) yang mengikuti. BAP tanggal 25 dibuat untuk memperkuat BAP Edo.

Soeripto ingin mendengar visi dan misi calon Ketua KPK tentang BLBI. 30. tidak ada peranan Sigit Haryo Wibisono atas terpilih-nya Saksi menjadi Ketua KPK. § Bahwa. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono menghubungi Saksi lewat telepon. Sigit Haryo Wibisono pengelola Harian Suara Merdeka. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono bilang kepada Terdakwa untuk tidak panjang-panjang tapi langsung saja. pada awalnya Saksi mengira rumah tersebut adalah rumah Soeripto. Saksi berbicara dengan Sigit Haryo Wibisono dan Soeripto.TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono sering menyatakan bahwa ada orang yang melamar ke KPK. pembicaraan tentang kerjasama dengan KPK dan PT PIM. Saksi sering main ke rumah Sigit Haryo Wibisono. dan Terdakwa masuk dan berbincang bersama dengan Saksi dan Sigit Haryo Wibisono. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. pertemuan tersebut terjadi sekitar akhir Januari atau awal Februari 2009 di rumah Sigit Haryo Wibisono di Jl. dalam kurun waktu tahun 2008 kurang lebih 6 kali. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. dan Saksi bilang tidak bisa oleh karena sistim di KPK berbeda. dan berbincang-bincang tentang persoalan pribadi. § Bahwa. dan menyatakan bahwa Bpk. Saksi Antasari Azhar dibawah sumpah memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut: § Bahwa. perkenalan Saksi dengan Sigit Haryo Wibisono pada tahun 2007 ada yang mengenalkan Saksi dengan Sigit Haryo Wibisono ketika Saksi menjalani fit & proper test untuk menjadi Ketua KPK. § Bahwa. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono pernah beberapa kali menawarkan tentang adanya permintaan jabatan kepada Saksi selaku Ketua KPK. pada pertemuan di rumah saksi Sigit Haryo Wibisono. Saksi kemudian menuju kerumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono menelepon Saksi dan menanyakan kepada Saksi: “apakah benar Saksi menghubungi Kapolri dan menyampaikan hal-hal yang Saksi alami? kemudian Sigit Haryo Wibisono meminta Saksi untuk ke rumah-nya. sebelumnya Sigit Haryo Wibisono menelepon. Terdakwa juga bilang kepada Saksi bahwa Terdakwa mantan Kapolres Jakarta Selatan. Saksi kemudian kerumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono bilang punya teman. § Bahwa. BAP tanggal 4 Mei 2009 yang digunakan pada perkara Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. § Bahwa. sepengetahuan Saksi. § Bahwa. dan yang bersangkutan mau kenal dengan Ketua KPK. ditengah pembicaraan antara Saksi dengan Terdakwa. § Bahwa. Saksi bahkan menyatakan kepada Sigit Haryo Wibisono agar tidak “ambruk- . § Bahwa. Saksi diperiksa hanya satu kali untuk Sigit Haryo Wibisono. Saksi bertanya kepada Terdakwa dimana bekerja sekarang? Dan Terdakwa menjawab bahwa Terdakwa bertugas di Mabes Polri. kemudian Saksi mampir ke rumah Sigit Haryo Wibisono. Pati Unus. menanyakan kegiatan Saksi.

Saksi tidak pernah meminta bantuan keada Sigit Haryo Wibisono. agar masayarakat dapat memberikan laporan tentang adanya dugaan korupsi. Saksi kenal dengan korban 4-5 bulan setelah Saksi menjadi Ketua KPK tahun 2008. Korban kemudian menceritakan bahwa ia sedang pusing oleh karena ibunya sedang sakit dan sedang dirawat di Singapura. Kapolri kemudian menanggapai dengan pernyataan nanti saya bantu.ambruki” dengan orang. § Bahwa. korban kemudian meminta bantuan Saksi untuk menegur Meneg BUMN. pada bulan Maret 2009. § Bahwa. Rani tidak pernah menyinggung tentang korban. . § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono kemudian menjawab nanti tanya sendiri. dan waktu itu tuan rumahnya adalah Kapolri. Korban datang ke kamar dan bilang kenapa Saksi berbicara dengan isteri Korban? Saksi kemudian menjawab:”oh jadi kalian suami istri?. dan ada perempuan yang bilang bahwa ia capek mengurusi Saksi. pada bulan Desember korban menjanjikan akan membawa dokumen tentang korupsi di RNI. § Bahwa. Saksi kemudian menanyakan kepada Sigit Haryo Wibisono apa masalahnya. tapi Rani tidak pernah menjadi caddy Saksi. Rani sms memperkenalkan diri dan menyatakan bahwa ia sudah menjadi marketing di lapangan golf. korban tidak diangkat menjadi Direktur. pembicaraan utamanya tentang rakor kerjasama KPK dan Polri. § Bahwa. § Bahwa. dan saksi bilang bahwa agar Saksi jangan terlalu mengurusi korupsi. korban pernah sms dan menghubungi saksi. Saksi kemudian menyatakan kekecewaan Saksi terhadap lapangan golf. § Bahwa. Saksi sampaikan bahwa menjadi Ketua KPK ada suka dukanya dan Saksi kemudian menceritakan tentang adanya sms dan tentang kejadian di Gran Mahakam. § Bahwa. Rani kemudian bertanya kepada Saksi kenapa tidak main golf lagi. pada tanggal 1-3 Januari 2009 ada telepon masuk ke istri Saksi. Saksi sering bermain golf. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. pada waktu Saksi sedang berbicara dengan Rani di Hotel Gran Mahakam. § Bahwa. § Bahwa. akan tetapi oleh karena ada pergantian Menteri BUMN dari Sugiharto ke Sofjan Djalil. § Bahwa. ada orang yang datang dan menjebak Saksi. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. pertemuan antara Saksi dengan Rani di Gran Mahakam pada awalnya. itulah yang Saksi sampaikan kepada Kapolri. setelah selesai korban kemudian datang dan bilang kepada saksi : “lo kok bapak bersama isteri saya?” Saksi kemudian menyatakan bahwa : “jadi kalian suami isteri?”. Rani ternyata diantar oleh Korban. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono bilang kepada Saksi bahwa Terdakwa mau mampir. kemudian Saksi menyatakan agar Rani tidak macam-macam oleh karena Saksi sekarang di KPK. § Bahwa. § Bahwa. pada saat Saksi bertemu dengan Kapolri sebenarnya tidak fokus dengan persoalan yang Saksi hadapi. Rani bilang bahwa bisa tidak kalau ada saudaranya minta tolong kepada Saksi. Saksi memang mempublikasikan nomor handphone. semula korban mau melaporkan korupsi di BUMN tapi kemudian korban menunjukkan SK Menteri BUMN tentang pengangkatan korban menjadi Direktur SDM di RNI. di Hotel Gran Mahakam.

Saksi tidak pernah sms ke Korban. setelah Saksi menjadi Ketua KPK. Saksi tidak membuat laporan polisi. dan Saksi menjawab bahwa saat ini sudah selesai. Korban meminta Saksi untuk mengontak Antam untuk memberikan rekomendasi.§ Bahwa. § Bahwa. dari Mabes Polri dan dibiayai oleh KPK. § Bahwa. pengamanan di rumah Saksi. § Bahwa. tapi Saksi bilang sistim di KPK tidak bisa demikian. § Bahwa. § Bahwa. Tim sampai Kendari. Saksi pernah bertemu berdua dengan Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. § Bahwa. Korban pernah menceritakan tentang proyek di Kolaka. pada pertemuan di rumah Sigit Haryo Wibisono tidak dalam konteks Tim yang dimpimpin oleh Chaerul Anwar tapi Sigit Haryo Wibisono hanya mau mengenalkan Terdakwa. Tim bekerja sampai dengan akhir Januari. dan Saksi menunjukkan sms pada bulan Januari tersebut kepada Tim. buat saja laporan polisi. § Bahwa. . § Bahwa. tapi tidak berbicara tentang teror atau keluh kesah Saksi. Saksi tidak pernah menerima gambar/peta hanya Saksi pernah menerima undangan ultah Ibu Sigit Haryo Wibisono (sekitar Januari/Februari 2009). pengawal pribadi Saksi pernah bilang kepada Saksi. pada waktu Saksi bertemu dengan Tim. § Bahwa. untuk Tim di KPK. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono bercerita tentang ada temannya yang melamar menjadi Direktur di KPK. Tim kemudian meminta masukkan. Tim melaporkan bahwa telah melakukan kegiatan tapi Tim tidak menemukan hal-hal tentang teror. Saksi keluh kesah bahwa anak istri Saksi pada waktu itu berada di Australia dan belum mendapatkan apartemen. § Bahwa. § Bahwa. akhir Maret Terdakwa datang ke rumah Saksi. dan saksi meminta tolong agar dideteksi apakah ada kaitannya. Saksi bertemu dengan Terdakwa di rumah Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. karena Saksi pikir sudah selesai. Saksi tidak pernah menerima foto Korban. § Bahwa. Saksi masih berteman dengan Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. Chairul Anwar bilang kepada Saksi kalau masih ada teror. Saksi hanya menerima surat dari Sigit Haryo Wibisono tentang kerjasama KPK dengan PIM. bahwa Sigit Haryo Wibisono membantu dan Saksi tidak tahu sebelumnya. § Bahwa. saksi memberikan nomor handphone Korban dan Rani. pada waktu itu Saksi sedang bermain golf dengan Kapolri dan Kapolri menanyakan kepada Saksi tentang teror. § Bahwa. pertemuan sebelumnya dengan Terdakwa di rumah Sigit Haryo Wibisono. yang ada foto dari Tim Chairul menunjukkan foto Korban dan Rani di rumah Sigit Haryo Wibisono waktu mereka akan ke Kendari. pada waktu itu Sigit Haryo Wibisono mendengar keluhan Saksi. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono pernah menyampaikan adanya info tentang adanya korupsi. § Bahwa. § Bahwa. Chairul Anwar menghubungi saksi lewat telepon dan bilang bahwa Tim selesai dan menginformasikan bahwa ia pindah ke Mabes. § Bahwa.

Analisa hukum terhadap keterangan saksi: . karena ada reshuffle Menteri. 32. Saksi mengetahui kejadian 14 Maret 2009. TANGGAPAN TERDAKWA: Bahwa pertemuan antara Terdakwa dan Saksi di rumah Saksi hanya membicarakan tentang golf dan secara kebetulan Terdakwa juga tinggal berdekatan Saksi. § Bahwa. Jerry dan Edo sudah ada duluan. § Bahwa. Saksi tidak mengetahui Sigit Haryo Wibisono menyerahkan uang Rp. § Bahwa. dan korban membawa SK untuk dilantik menjadi Direktur SDM. § Bahwa. § Bahwa.000. dan sebaliknya Terdakwa tidak meminta jabatan kepada Saksi. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. selain itu saksi menjelaskan bahwa Terdakwa tidak pernah meminta jabatan kepada saksi. perkenalan dengan Terdakwa tidak dalam konteks tentang Korban. 31.500. § Bahwa. jadi korban tidak dilantik. Chairul Anwar telah membentuk Tim. selain itu tidak tidak diperlihatkan oleh Penuntut Umum tentang berita Acara Sumpah atas BAP saksi. TANGGAPAN TERDAKWA: o Bahwa Terdakwa berada di Arena Bowling hanya 10 menit dan tidak 1 jam. Saksi tidak pernah menjanjikan jabatan kepada Terdakwa. § Bahwa. § Bahwa. pada waktu itu korban masuk. Penuntut Umum membacakan Berita Acara Pemeriksaan dan Berita Acara Sumpah saksi Silvester Wangge. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA: Bahwa yang datang menjemput Edo di Ambhara itu supir Terdakwa bukan Terdakwa. Tim menyatakan tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan.. BAP Saksi Kopka Jamil dibacakan walaupun tidak ada berita acara sumpah atas keterangan Saksi. keterangan yang telah diberikan oleh saksi tidak ada hubungan atau keterkaitan dengan Terdakwa. Saksi bertemu dengan Rani di Gran Mahakam 1 kali. begitu pula sebaliknya saksi tidak pernah menjanjikan jabatan kepada Terdakwa. § Bahwa. waktu itu korban bicara tentang info BUMN. dan bilang apakah ada yang bisa dibantu? Dan yang paling intens adalah Saksi menjelaskan tentang kejadian di Gran Mahakam. untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti.§ Bahwa. Untuk itu mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti pada persidangan ini. § Bahwa. o Terdakwa datang belakangan. Saksi menuju ke rumah Sigit Haryo Wibisono karena menurut Sigit Haryo Wibisono. oleh karena saksi telah pindah ke NTT.000.(lima ratus juta rupiah) kepada Terdakwa. Tim sudah berada di rumah Sigit Haryo Wibisono. keterangan yang telah diberikan oleh saksi dibawah sumpah pada persidangan yang terbuka untuk umum menyatakan bahwa. dan bilang ada apa ini dan korban bicara tentang ibu korban yang sedang sakit. perkenalan saksi dengan Terdakwa tidak dalam konteks permasalahan antara saksi dengan Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Saksi tidak pernah menyuruh Terdakwa untuk menghabisi Korban. § Bahwa. saksi tiga kali hadir pada pertemuan dengan Tim di rumah Sigit Haryo Wibisono.

§ Bahwa. § Bahwa. pada label diterangkan darimana senjata api tersebut berasal. pada anak peluru akan tercetak sidik jari. Maruli Simanjuntak dibawah janji memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut: § Bahwa. penyidik memberikan barang bukti.anak peluru tersebut caliber 0. ada permintaan untuk memeriksa dari surat Nomor 230. § Bahwa. yang dilakukan adalah mencari pembanding untuk mencari sidik jari.38 dan ditembakkan dari senjata api S & W caliber 0. § Bahwa. selain itu keterangan saksi yang dibacakan Penuntut Umum tidak menjelaskan peranan Terdakwa. § Bahwa. dan arah putaran ke kanan. § Bahwa. Keterangan Ahli Balistik Drs. § Bahwa. § Bahwa. barang bukti tersebut diambil dari korban yang meninggal di Tangerang. § Bahwa. § Bahwa. barang bukti yang serahkan di-lakban dan disegel (baik anak peluru dan senjata api). kemudian ada disposisi sampai ke unit Ahli. visum menyatakan kronologis barang bukti.38. § Bahwa.antimony. ahli bekerja di Pusat Laboratorium Forensik mabes Polri. § Bahwa. Untuk itu.38 bahannya terbuat dari lead. § Bahwa. disebutkan bahwa anak peluru diambil dari: diatas telinga dan di dalam jaringan otak korban. § Bahwa. yang melakukan uji balistik terhadap anak peluru yang dijadikan barang bukti adalah ahli. pada saat peluru ditembakkan ada pembakaran sisa mesiu. ahli menentukan jenis dan caliber. . § Bahwa. pemeriksaan barang bukti ada syarat formil yang harus diikuti diantaranya: ada surat permintaan untuk mengetahui jenis anak peluru. pada surat Nomor 230 ada pertanyaan tentang apakah anak peluru tersebut ditembakkan oleh barang bukti yang sertakan (senjata api).38 inch. yang ahli lakukan dengan menembakkan anak peluru pada shooting box dan diambil samplenya. § Bahwa. § Bahwa. ada visum yang berbicara tentang 2 proyektil. akan memproduksi peluru juga. § Bahwa.38.Bahwa. kemudian setelah senjata ditemukan. peluru yang ditemukan peluru caliber 0. berupa 2 butir proyektil anak peluru. surat nomor 183 adalah permintaan untuk menetukan senjata api dan anak peluru. anak peluru tersebut identik. mohon kiranya Majelis Hakim tidak menggunakan keterangan saksi sebagai alat bukti. § Bahwa. dan pada setiap senjata ada sidik jarinya. Keterangan Ahli 33. setiap peluru yang ditembakan dari senjata yang sama mempunyai sidik jari yang sama. § Bahwa. surat permintaan tersebut dari Penyidik Polres Tangerang tertanggal 17 maret 2009. metode uji balistik yang menentukan sidik jari. ada surat perintah dari Mabes Polri. § Bahwa. § Bahwa. setiap senjata api yang diproduksi pabrik. ahli melakukan 3 kali pengujian dan hasilnya sama. § Bahwa. saksi tidak dihadirkan ke dalam persidangan. § Bahwa. Peluru tersebut jenis 0. pada waktu itu senjata tidak disertakan sebagai barang bukti. § Bahwa. anak peluru caliber 0.

lubang pada kaca mobil sebesar 10 cm lebih dan tidak dapat dipastikan apakah peluru tersebut dapat menembus kaca.38 buatan AS. § Bahwa. kaliber lubang laras sama dengan anak peluru. ahli menembakkan peluru ke kapas agar tidak merusak barang bukti. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. ahli tidak menerima 27 anak peluru. § Bahwa.38. tidak mungkin peluru ditembakkan dari pistol yang berbeda.38. kecepatan anak peluru 250m/detik. § Bahwa. di kantor ada data base tentang senjata. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. senjata api tersebut. § Bahwa. alat penguji bernama scam. anak peluru yang ada di tubuh korban adalah anak peluru senjata 0. tidak ada sidik jari pada senjata yang diserahkan kepada ahli. karena telah dihapus. senjata revolver S&W caliber 0. ahli tidak menemukan sisa residu di kaca mobil. ahli hanya menerima 1 senjata dan 2 anak peluru. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. diameter peluru untuk dimensi. akan tetapi dalam kasus ini nomor seri senjata tidak dapat ditimbulkan. § Bahwa.38 dan . § Bahwa. senjata api yang diserahkan adalah senjata api organik. Saksi melakukan pemeriksaan terhadap kaca mobil sehari setelah kejadian. § Bahwa. pada waktu ahli melakukan identifikasi. § Bahwa. § Bahwa. pada senjata api yang ahli periksa tidak ada nomor seri. revolver dan merupakan senjata api organic. ada selongsong peluru dalam senjata. § Bahwa. ahli mengetahui senjata disita dari Hendrikus.§ Bahwa. ahli menggunakan kain sweep dan tidak ditemukan mesiu di kaca. untuk mengambil sampling. sepengetahuan ahli belum ada alat yang dapat menghilangkan sidik jari. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. pada waktu ahli melakukan olah TKP. ahli tidak menerima selongsong peluru dari penyidik di Tangerang. Caliber 0. tidak ada sebutan lain untuk caliber 0. jarak 60 cm sudah dapat dikatakan jauh. § Bahwa. peluru 9 mm tidak cocok dengan senjata.38 lebih besar dari 9 mm.38 selongsong peluru tertinggal dalam silinder senjata. ahli tidak menguji terhadap daya tembus dan daya tembak. ada senjata organic yang digunakan oleh aparat TNI atau POLRI dan ada senjata non organic yang digunakan selain aparat. peluru 9 mm tidak dapat digunakan untuk senjata caliber 0. dengan alat tertentu dapat ditemukan nomor seri. ahli juga meneliti senjata api. ahli mempergunakan barang bukti untuk mengambil sampling. § Bahwa. § Bahwa. pada senjata S&W caliber 0. bagi aparat yang telah pensiun wajib mengembalikan senjata api. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. ahli melihat ada bercak darah di jok mobil. untuk menetukan jarak ditentukan pada seberapa banyak komposit residu yang ada di target. sisa mesiu diambil dari kain sweep. § Bahwa. § Bahwa.

ulir anak peluru berputar ke kanan. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan dari Terdakwa Analisa hukum terhadap keterangan Ahli: Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. luka tersabut luka tembak.F dibawah sumpah memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut: § Bahwa. peluru 9 mm kalau dalam caliber 0. untuk putaran ke kiri biasanya pistol jenis colt. § Bahwa. § Bahwa. mayat yang ahli terima sebagaimana diutarakan dalam hasil visum poin 2. kemudian ahli dihubungi oleh Iwan. ahli tidak pernah menerima serpihan peluru untuk diuji. § Bahwa. kalau ada asap yang sampai ke target maka dapat . terhadap peluru tidak diambil sidik jari. jadi kalau mengena sesuatu akan berubah. § Bahwa. tindakan penjahitan pada luka korban itu umum dilakukan oleh dokter. § Bahwa. peluru terjadi deformitas karena telah membentur sesuatu sebelum ke tengkorak. Mun’im Idries Sp. ahli menemukan 1 anak peluru di tulang pelipis kanan dan 1 anak peluru di jaringan otak. itu tembakan jarak jauh. ahli pernah diminta untuk datang ke RSPAD.38. 34. perubahan itu karena peluru terbuat dari timah. § Bahwa. tipe putaran peluru kekanan biasanya senjata api tipe S&W. akan tetapi ahli menolak. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. ahli tidak melakukan pengujian terhadap serpihan anak peluru yang tidak disertakan sebagai alat bukti oleh penyidik. tetapi ahli tidak mau oleh karena ahli pada waktu itu sedang capek. Keterangan Ahli Forensik dr. ahli berkesimpulan tembakan tersebut adalah tembakan jarak jauh oleh karena tidak ditemukan bubuk mesiu. diinformasikan kepada ahli bahwa ada korban penembakan. dan yang ketiga ahli dihubungi oleh Jusuf Manggabarani yang meminta agar ahli datang ke RSPAD. § Bahwa. yang meminta agar ahli datang ke RSPAD. § Bahwa.ditembakkan dari senjata S& W 0. § Bahwa. § Bahwa.38 inch. § Bahwa. untuk itu mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan ahli pada persidangan sebagai alat bukti. keterangan yang telah diberikan oleh ahli selaku ahli dibidang balistik hanyalah menjelaskan tentang alat bukti secara sederhana. § Bahwa. luka tembak berbentuk corong. pada kepala korban ada bentuk luka yang tidak beraturan. rambut kepala korban telah dicukur dan lubang yang berada di kepala korban sudah dijahit. ahli pernah memeriksa korban di RSCM. § Bahwa. § Bahwa. ukuran diamater peluru yang ahli temukan berukuran 9 mm. § Bahwa. ahli kemudian membuka batok kepala korban. sebelumnya ahli membuka jahitan kepala korban. berdasarkan sifat luka. peluru yang berubah bentuk adalah peluru yang di atas pelipis tapi masih bagus tapi peluru yang berada di jaringan otak sudah hampir rusak. kemudian ada telepon dari Nico. hal itu ahli pastikan setelah membuka tengkorak kepala korban.

celana korban disita akan tetapi tidak dijadikan barang bukti. § Bahwa. dimana. ahli tidak dapat menentukan posisi korban pada waktu meninggal dunia.dikategorikan itu tembakan jarak dekat. mayat korban sudah tidak asli lagi. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan dari Terdakwa. mayat sudah tidak asli. meninggalnya korban karena kedua butir peluru tersebut. ada penyidik yang menyatakan kepada ahli agar menghilangkan angka 9 mm. . § Bahwa. § Bahwa. Keterangan ahli IT Ruby Zukry Alamsyah dibawah sumpah memberikan keterangan sebagai berikut: § Bahwa. aslinya barang bukti dll. dan yang tidak dapat ditentukan dalam visum adalah saat kematian. kedua anak peluru diameternya 9 mm. § Bahwa. kalau ada kering tato maka itu tembakan tempel. karenanya ahli tidak dapat memastikan tentang waktu kematian. ahli menyatakan bahwa: 1. sehingga menimbulkan keganjilan. § Bahwa. Bahwa ahli berpendapat bahwa salah satu anak peluru sudah berubah posisi. kerusakan pada otak yang menyebabkan kematian. § Bahwa. ahli tidak menerima kemeja korbansebagai barang bukti. Analisa hukum terhadap keterangan Ahli: Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. kapan. ahli melakukan analisa tentang data record nomor telepon Terdakwa yang berasal dari penyidik yang didapatkan dari operator. ahli pernah dihubungi oleh anggota di Puslabfor Polri yang menyatakan bahwa: ‘babe terlalu berani’. § Bahwa. 35. pada waktu ahli menerima mayat korban. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. terdapat poin-poin yang perlu diperhatikan oleh persidangan ini bahwa dalam keterangannya. oleh karena ahli menerima mayat korban yang sudah tidak asli. § Bahwa. ahli tidak menanyakan kepada penyidik tentang permintaan penghapusan angka 9 mm. dam sebab kematian. § Bahwa. oleh karena kepada ahli tidak serahkan pakaian ataupun celana korban. keterbatasan ahli pada waktu kematian. § Bahwa. ahli tidak dapat menentukan posisi korban duduk atau berdiri. melihat keadaan korban. § Bahwa. § Bahwa. yang ahli lakukan adalah analisa transaksi dan bukan analisa terhadap konten. setiap dokter berhak membuat visum et repertum. luka pada kepala korban jauh didalam otak. peluru mengenai pembatas terlebih dahulu sehingga mengalami deformitas. dalam visum. § Bahwa. seharusnya penyidik menanyakan kepada dokter sebelumnya tindakan apa yang telah diambil. § Bahwa. 2. § Bahwa. 3. cara kematian. Bahwa. penyidik terlebih dahulu menginformasikan tentang adanya pembunuhan berencana kepada ahli. peluru yang satu bisa berubah dan anak peluru yang lain tidak bisa berubah. ahli berpendapat tidak mungkin hidup lagi. ada unsur siapa. oleh karena peluru tidak kena batang otak jadi tidak langsung meninggal. § Bahwa. § Bahwa. Bahwa. menurut ahli keberhasilan pengungkapan kasus tergantung dari koordinasi. kesimpulan ahli menjadi terbatas oleh karena barang bukti tidak asli.

§ Bahwa. barang bukti yang disita oleh penyidik dianalisa oleh ahli. operator yang dapat menentukan simcard mana yang hasil cloning. percakapan Antasari Azhar dan Rani. § Bahwa. § Bahwa. data tersebut dapat direcover. barang bukti dari Korban masih disegel dan ahli melihat ada data-data Korban. tugas ahli utamanya adalah menjaga keotentikan data. Antasari Azhar menggunakan baju putih dengan latar photo Sigit Haryo Wibisono. apabila nomor tersebut pasca bayar maka ada namanya. komunikasi antara Sigit Haryo Wibisono. tidak bisa aktif bersamaan. § Bahwa. sms atau suara. bisa terjadi simcard hasil cloning yang aktif dan yang asli tidak. untuk beberapa operator. apabila data dihapus. bentuk sms atau incoming call atau outcoming call. § Bahwa. spy camera digital. sumber suara tidak menunjukkan identitas pemilik suara. § Bahwa. CDR atau call data record merupakan produksi dari operator. § Bahwa. tetapi untuk keakuratan dengan harus dengan cara manual. § Bahwa.§ Bahwa. dimodifikasi. lokasi. Antasari Azhar dan Terdakwa terjadi sekitar Januari – Maret. § Bahwa. waktu. penyidik mendapatkan CDR dari operator. kemudian ahli melakukan cloning/duplikasi dan selanjutnya ahli melakukan hasing atau sidik jari digital. § Bahwa. nama Edo dan Jerry tidak ada dalam pembicaraan. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. dan lokasi. § Bahwa. dibanding barang bukti konvensional. § Bahwa. § Bahwa. akan tetapi apabila data tertimpa/override maka data tidak bisa direcover. barang bukti digital gampang dirubah oleh software dan tools tertentu. ada transaksi antara Terdakwa dan Antasari Azhar sekitar 6-7 kali dan antara Terdakwa dengan Sigit Haryo Wibisono sekitar 60 kali. telepon genggam. yang diketahui koordinat menara BTS sedangkan posisi Terdakwa tidak bisa diketahui. ahli menggunakan software tertentu untuk kecepatan. § Bahwa. oleh karena barang bukti digital jauh lebih rentan atau dapat diubah. ahli melakukan transkrip antara Antasari Azhar dan Rani dan transkrip antara Antasari Azhar dengan Sigit Haryo Wibisono. ada kata ‘anak TKI dan ‘perampokan”. § Bahwa. dalam CDR tidak ada content. § Bahwa. camera digital. nama Terdakwa juga disebut pada pembicaraan antara Antasari Azhar dan Sigit Haryo Wibisono. dalam CDR tercantum tanggal. simcard yang sama dapat dikloning akan tetapi yang simcard yang aktif hanya satu. pada pembicaraan Nasrudin Zulkaranin Iskandar ada istilah Nero. di-edit. . § Bahwa. § Bahwa. CDR hanya mengetahui durasi. sebuah file ada banyak parameter yang tersembunyi. lokasi Edo dan Terdakwa pada Pkl. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. posisi. ahli buat dari data handphone Korban. § Bahwa. ahli juga menganalisa voice recorder.00-200 WIB ada di area Hailai Ancol (sekitar bulan Februari) hal ini diketahui oleh karena menara BTS-nya di area Ancol. § Bahwa. pada recorder yang ahli periksa.19. § Bahwa. diantaranya. memory card. ahli hanya menampilkan data. dan kata ‘eksekusi’ yang disebutkan oleh Sigit Haryo Wibisono.

§ Bahwa, jarak antara Menara BTS kurang lebih 2 KM; § Bahwa, ahli membuat transkrip menggunakan inisial tidak menggunakan nama; § Bahwa, ada transaksi Korban dengan Antasari Azhar sekitar 4 sms; § Bahwa, tanggal pada rekaman tertanggal 1 Januari 2004 tapi hal tersebut dapat diubah. Durasi rekaman 1 jam 29 menit; § Bahwa, tidak terdengar suara batuk, dalam rekaman tersebut; § Bahwa, ahli mendapatkan alat rekam dari penyidik; § Bahwa, ahli mendengar rekaman menggunkan dengan telinga dan alat headset; § Bahwa, semua data digital dapat dirubah; § Bahwa, ahli tidak melakukan pemeriksaan emay; § Bahwa, ahli tidak berkoordinasi dengan operator; § Bahwa, ahli tidak diperlihatkan berita cara penyitaan oleh penyidik; § Bahwa, pada pemeriksaan CDR ada nomor handphone lain; TANGGAPAN TERDAKWA: § Dalam rekaman tidak ada Terdakwa; § Pada kedua rekaman tidak ada terdakwa dan tidak ada hubungannya dengan Terdakwa. Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Mohon Perhatian Majelis Hakim Yang Mulia, bahwa sebagaimana yang telah dikemukan oleh ahli pada persidangan, ahli menyatakan bahwa ahli hanya melakukan pemeriksaan terhadap call data record yang berisi transaksi telepon yang dilakukan oleh Terdakwa. Ahli tidak dapat melakukan pemeriksaan terhadap konten baik itu konten pembicaraan maupun konten sms. Ahli berpendapat bahwa bukti digital sangat rentan dirubah atau dimodifikasi dibandingkan dengan bukti konvensional. Untuk itu, mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia tidak mempertimbangkan keterangan ahli sebagai alat bukti. SAKSI VERBALISAN Yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum Saksi Tahan Marpaung dibawah janji di dalam persidangan memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut : § Bahwa, Saksi yang menerima keterangan Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo, Heri Bin Rasja alias Heri, Hendrikus Kia Walen alias Hendrik, Fransiskus Tadon Kerans, dan Daniel Daen Sabon; § Bahwa, pada waktu pembuatan BAP para Terperiksa diberi kesempatan untuk membaca BAP dan membubuhkan tanda tangan di depan Saksi; § Bahwa, Saksi yang memeriksa atau mendampingi; § Bahwa, pada persidangan ditunjukkan tanda tangan para Terperiksa yang terlihat berbeda; Keberatan dari penasihat hukum adalah berita acara pengungkapan kasus tanggal 26 April 2009 lebih tua dari BAP, sedangkan menurut saksi, pembuatan BAP dahulu baru berita acara pengungkapan kasus. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan. Analisa hukum terhadap keterangan saksi verbalisan: Bahwa, keterangan yang telah diberikan oleh saksi Verbalisan menimbulkan keganjilan oleh karena berdasarkan keterangan saksi, pembuatan BAP terhadap pada terperiksa lebih dahulu dibandingkan pembuatan berita acara pengungkapan kasus, sedangkan berita acara pengngkapan kasus lebih tua dibandingkan pembuatan BAP.

SAKSI YANG DIAJUKAN OLEH PENASIHAT HUKUM 1. Saksi Abdurachman Baharun dibawah sumpah di dalam persidangan memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut : § Bahwa, Saksi mendamping Terdakwa sejak tanggal 4 Mei 2009 pada pemeriksaan di penyidik; § Bahwa, pada waktu itu, Terdakwa menyatakan bahwa BAP yang benar adalah BAP tanggal 29 April 2009. Kemudian ada keberatan dari penyidik; § Bahwa, Pak Apolos bertanya kepada penyidik Tahan Marpaung, kenapa pada pemeriksaan pada tanggal 28, 29 April Terdakwa tidak didampingi Penasihat Hukum?; Tahan Marpaung kemudian menjawab bahwa itu kemauan Terdakwa; § Bahwa, Terdakwa dipindahkan dari tahanan Pusprovos ke tahanan Bareskrim; § Bahwa, Wakabareskrim memerintahkan kepada penjaga agar Terdakwa tidak bisa dibesuk oleh keluarga dan Penasihat Hukum tanpa sepengetahuan Wakabareskrim; § Bahwa, Penasihat Hukum Terdakwa kemudian membuat surat kepada Kapolri dan Komnas HAM dengan tujuan agar Terdakwa dapat dibesuk; § Bahwa, pada tanggal 5 Agustus Terdakwa diperiksa pada Pkl.09.00 WIB; § Bahwa, pada waktu Saksi ke Polda, saksi berada di ruangan Daniel dan Terdakwa diminta untuk kembali ke BAP tanggal 30; § Bahwa, kemudian ada masukan dari Penasihat Hukum untuk memberikan keterangan yang benar; § Bahwa, tanggal 6 Agustus 2009 ada pertanyaan dalam rekonstruksi tentang penyidik menyatakan bahwa yang menyerahkan foto adalah Antasari Azhar; § Bahwa, menurut Saksi, Terdakwa adalah orang yang dermawan, kemudian ada tokohtokoh dari NTT yang membesuk Terdakwa; § Bahwa, Saksi tidak mendapat fee dari tugas Saksi sebagai asisten pengacara; § Bahwa, pemeriksaan Terdakwa oleh pihak penyidk ada yang menjadi saksi dan ada yang menjadi Tersangka; § Bahwa, Terdakwa mencabut seluruh BAP tanggal 30 April, oleh karena yang benar adalah BAP tanggal 29 April; § Bahwa, ada permintaan untuk menyamakan BAP Terdakwa dengan BAP Sigit Haryo Wibisono oleh karena targetnya Antasari Azhar; § Bahwa, rekontruksi pada tanggal 6, Terdakwa diminta untuk menyamakan dengan Sigit Haryo Wibisono; § Bahwa, Terdakwa pada tanggal 28 ditelepon, dan dibawah ke Provos; § Bahwa, yang meminta untuk menyamakan BAP adalah Direktur Reserse Umum Polda Metro Jaya M Iriawan, Wadir ResUm Polda Metro Jaya T Sihombing, Nico Affinta, Daniel Tifaona, Tahan Marpaung, dan Anton; § Bahwa, Terdakwa diarahkan untuk menyamakan BAP dengan Sigit Haryo Wibisono karena targetnya Antasari Azhar; § Bahwa, imbalannya Terdakwa tidak ditahan hanya dikenakan tindakan disipliner; § Bahwa, keterangan perintah menghilangkan nyawa Korban, dilihat dari BAP Sigit Haryo Wibisono; § Bahwa, permintaan Terdakwa yang sebenarnya hanya mengikuti dan mencari pidananya; § Bahwa, pada waktu itu Penasihat Hukum sudah siap untuk mengajukan permohonan

pra peradilan akan tetapi Terdakwa menyatakan tidak usah karena pada diri Terdakwa masih ada Tribrata; TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan Analisa hukum terhadap keterangan saksi: Bahwa, dengan ada keterangan saksi tersebut mengisyaratkan tentang adanya upaya “rekayasa” terhadap proses hukum yang dialami terdakwa pada proses penyidikan oleh oknum kepolisian dan terbukti telah terjadi sehingga dapat dibawanya perkara ini didepan persidangan. Untuk itu, mohon kiranya Majelis Hakim mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. 2. Saksi Novarina dibawah sumpah di dalam persidangan memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut : § Bahwa, pada tanggal 14 Maret 2009, saksi bersama keluarga sedang menonton TV dan pada waktu itu ada berita tentang pembunuhan; § Bahwa, kemudian pada tanggal 28 April, Terdakwa ditelepon dan diminta untuk bertemu di Paminal; dan Terdakwa tidak pulang lagi kerumah; § Bahwa, besok harinya Saksi ditelepon untuk bertemu dengan Terdakwa, saksi dibawa ke Mabes Polri di Propam; § Bahwa, Saksi menunggu sampai malam akan tetapi tidak dapat bertemu dengan Terdakwa; § Bahwa, pada besok paginya (tanggal 30 April), Saksi belum bisa bertemu dengan Terdakwa oleh karena pada waktu itu sedang ada Wakabareskrim; § Bahwa, tidak lama kemudian Saksi disuruh masuk dan bertemu dengan Terdakwa; § Bahwa, Terdakwa bilang bahwa ada perintah dari Wakabareskrim yang agar Terdakwa memberikan keterangan dalam proses penyidikan bahwa ada perintah dari Antasari Azhar; § Bahwa, Saksi kemudian menimpali dengan menyatakan kenapa Terdakwa tidak didampingi oleh pengacara; § Bahwa, Saksi kemudian berusaha bertemu dengan salah satu pengacara yang bernama Warsito; § Bahwa, surat penangkapan dan penahan Terdakwa diberikan kepada Saksi pada tanggal 30 April 2009; § Bahwa, Pada tanggal 16 Mei Terdakwa dipindahkan dari ke Bareskrim dan Saksi disuruh untuk menjenguk Terdakwa, dan pada waktu mau menjenguk Terdakwa ada selebaran yang yang pada intinya menyatakan bahwa baik keluarga maupun pengacara yang akan bertemu atau menjenguk dengan Terdakwa harus sepengetahuan dan seijin Kabareskrim dan/atau Wakabareskrim; § Bahwa, Saksi pernah membuat surat ke Kapolri dan Komnas HAM oleh karena dipersulit untuk menjenguk Terdakwa; § Bahwa, Saksi kemudian mendapat ijin dari Wakabareskrim untuk menjenguk Terdakwa; § Bahwa, pada waktu itu Saksi bertemu dengan Wakabareskrim dan terjadi dialog; Wakabareskrim bilang apa yang bisa ia bantu? Kemudian Wakaba juga bilang kalau mau menjenguk Terdakwa, harus melalui Wakabareskrim; § Bahwa, Saksi tidak mengetahui kapan Terdakwa kenal dengan Sigit Haryo Wibisono

Apakah ketika menembus sasaran sesuai dengan peluru yang keluar dari kaca mobil? Itu yang harus diuji coba.dan Antasari Azhar. pada saat menembus kaca mobil. Pada pistol/senapan. Tetapi laras yang satu sidik jarinya harus sama. dan agar Terdakwa memenuhi anjuran Petinggi Polri. Analisa hukum atas keterangan Saksi: Bahwa. Bahwa. setelah ahli melihat perbedaan dalam Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik No Lab: 290/BSF/2009 Halaman 2 dimana terdapat perbedaan angka pada tabel lebar land impression/galangan. Jalur dari kekuatan tolak balik tersebut adalah sepanjang punggung searah laras. apabila sidik jari tidak sama berarti peluru tersebut ditembakkan dari senjata yang berbeda. § Bahwa. § Bahwa. mohon perhatian majelis Hakim Yang Mulia agar mempertimbangkan tentang kondisi saksi sebagai istri Terdakwa bersama dengan anak-anak dan keluarga pada awal pemeriksaan terhadap Terdakwa sebagai Tersangka mengalami kesulitan untuk menjenguk Terdakwa dalam tahanan. Apakah setelah menembus kaca. § Bahwa. § Bahwa. Pertama. § Bahwa. menurut ahli harus diuji coba peluru yang tembus kaca dengan tembus target. pada waktu menonton berita tentang penembakan Terdakwa biasa saja. laras . mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia mempertimbangkan keterangan saksi sebagai alat bukti. menurut ahli Persoalannya adalah peluru yang tidak mempunyai selongsong (seperti peluru militer). peluru itu masih bisa menembus bagian lain? Kalau menurut ahli Peluru itu mengalami 2 kali deformasi. peluru mempunyai alur dan alur merupakan suatu cetakan. Hal ini dapat diperjelas dengan Surat yang dibuat oleh saksi yang ditujukan untuk Kapolri dan Komnas HAM agar saksi dan keluarga dapat menjenguk Terdakwa (Surat Balasan dari Komnas HAM Terlampir). § Bahwa. saat mengenai sasaran. KETERANGAN AHLI 1. ahli berpendapat bahwa kedua anak peluru tersebut ditembakkan dari senjata api yang berbeda. istilah jarak tembak jauh atau dekat berdasarkan percikan serbuk mesiu pada sasaran. Kedua. Jadi setiap laras yang 1 berbeda dengan laras yang lain. menurut ahli penggunaan senjata api S&W kaliber 0. kondisi Terdakwa yang sangat susah untuk dikunjungi bukanlah tanpa sebab. Akantetapi setiap senjata ada tolak balik. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan. Dengan perbedaan angka pada poin 5 & 6 khususnya APB (Anak Peluru Butir) 1 dan APB (Anak Peluru Butir) 2. menurut ahli mesiu tidak akan melekat pada kaca apabila ditembakkan dari jarak 60 cm. § Bahwa. setiap senjata mempunyai alur yang memaksa sebuah peluru keluar untuk stabilitasnya. jadi tidak mempunyai daya tembus dan struktur peluru sangat Labil. Untuk itu. peluru mempunyai batas-batas yang berbeda sebagaimana dengan disebutkan dalam pembanding. akan tetapi secara sistematis telah dirancang agar Terdakwa tidak secara bebas dan mandiri memberikan keterangan. Keterangan Ahli Balistik Widodo Harjoprawito dibawah janji di dalam persidangan memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut : § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Setiap senjata mempunyai alur yang berbeda-beda.38 tergantung dari keahlian dari pengguna.

biasanya solid kalau senjata laras pendek. jadi produk hasil terbakar mesiu yang kadang-kadang memang ada subtansi yang solid. pada kasus ini memang ada 2 pengaruh gerakan. Tergantung pada kekuatan tangan apakah bisa menahan faktor tersebut akan memperngaruhi pengguna senjata. ditentukan oleh pelurunya bukan oleh senjatanya. § Bahwa. Dan kemungkinan ada keretakan pada waktu ditembakkan. § Bahwa. § Bahwa. jika pelurunya timah maka daya tembusnya akan kecil sedangkan jika peluru memakai selongsong maka daya tembusnya akan besar sekitar ratusan meter (maksimal 25 meter). menurut ahli ketepatan tembakan pada contoh kasus di atas itu rendah karena mobil dan motor bergerak. jika senjata api tersebut terhapus karena terkikis atau diamplas maka cara untuk melihat digunakan alat untuk melihat bekas luka dari senjata tersebut. § Bahwa. apabila ada pecahan peluru yang tidak diuji balistik menurut ahli adalah merupakan kewajiban bagi seorang ahli balistik dalam menerima suatu bukti harus diidentifikasi atau tidak untuk kemudian disimpulkan. itu yang perlu diujicoba. § Bahwa. tidak seluruh dari mesiu tersebut terbakar kecuali mesiu yang dipakai tidak sesuai dengan panjang laras sebab kepala mesiu menentukan waktu pembakaran misalnya jika larasnya pendek maka mesiunya harus tipis. menurut saksi ahli sebelum mesiu jatuh ke-jalan mesiu juga harus terbakar kurang lebih waktu peluru didalam separuh dari rektorinya. jangkauan dari senjata revolver caliber 38 bisa menembus sasaran. . gerakan motor. § Bahwa. Senapan juga sama. kemungkinan mesiu jatuh di jalan dan berapa lama dapat diidentifikasi. tembakan dari jarak 60 cm jika menggunakan peluru timah tidak akan tembus dimana yang dapat tembus pada kepala (pelipis kiri tembus ke pelipis kanan) jika menggunakan peluru selongsong. Oleh karena itu seyogyanya dalam persoalan ini perlu di uji apakah peluru yang telah melewati kaca dapat membuat tulang kepala pecah. § Bahwa. jadi presisinya kurang dari 70%. senjata api jenis revolver caliber 38 dalam standar internasional biasanya digunakan oleh polisi atau tentara. apakah sumbu lobang dikaca jatuh pada pelipis kiri korban atau tidak. Kedua gerakan otot si penembak. nomor seri pada senjata api dapat hilang atau terhapus tergantung pada cara penggerindaan. atau apakah setelah menembus kaca masih mempunyai kemampuan yang sama dengan menembus sasaran. kekuatan ada pada sumbu laras. apabila ditembakkan dijalan. ahli menyatakan setiap senjata api mempunyai nomor seri untuk mengidentifikasi siapa pemilik senjata tersebut. Setiap senjata ada energi tolak balik. § Bahwa. § Bahwa. peluru yang terbuat dari timah biasanya deformasi setelah kena kaca. yang keluar dari senjata itu hasil pembakaran mesiu. kecepatan peluru hampir tidak ada yang sama. ketepatannya menurun. Pertama.itu biasanya lewat diatas pegangan tangan ada kekuatan yang menggunakan laras ke atas. Sebagai contoh kalau menembak di jalan. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. dari sisi balistik mengenai posisi menembak dan yang ditembak (korban). penggerindaan itu cukup dalam dimana bekas-bekas hilang maka tidak dapat terdeteksi. menurut saksi ahli sebetulnya hal tersebut telah dikuasai oleh balistik dimana yang terpenting apakah arah dari lobang kaca betul-betul mengarah pada posisi luka dari korban. dimana peluru dengan selongsong tekanannya lebih besar.

§ Bahwa. menggerakkan untuk melakukan maka harus dikaitkan dengan persoalan orang tersebut tahu persis apa yang akan dilakukan. toleransi terhadap alur pada laras. maka ada pembatasan tentang niat. dimana peluru dikeluarkan tersebut tergantung dari diameter peluru. kehendak dan persoalan akibatnya. MH. ahli kemudian menyatakan bahwa lobang tersebut di atas tulang pelipis kanan. Dalam Pasal 55.38 tidak 2 (dua) buah senjata. § Bahwa. § Bahwa. menyuruh melakukan. SH. akan tetapi ahli menyimpulkan pada hasil visum terdapat lobang dipipi kanan. mengenai lobang dipipi kanan korban. peluru yang dapat menembus kepala biasanya menggunakan selongsong. kedua anak peluru yang dijadikan alat bukti dipersidangan ditembakkan dari laras atau senjata yang berbeda. bicara soal pasal 55. kualifikasi tindak pidana mengandung makna menghilangkan tubuh dan nyawa orang dan mengandung makna terkait dengan jenis delik yakni makna delik materiil yang artinya sempurnanya tindak pidana kalau menimbulkan suatu akibat yaitu hilangnya nyawa orang tersebut. dan menurut ahli kalau peluru terbuat dari timah (lead antimony) daya tembus peluru kecil. § Bahwa. membuntuti atau mengawasi orang bukan suatu tindak pidana. Rudi Satryo Mukantardjo. . Kemudian dihubungkan dengan keterangan ahli balistik dari Puslabfor Mabes Polri Yang dihadirkan oleh Penuntut Umum yang menyatakan bahwa ahli tidak diberikan serpihan anak peluru untuk dilakukan identifikasi atau pengujian. ahli menyatakan tidak ada lobang dipipi kanan. balistik akhir ditentukan oleh peluru. sedangkan untuk tentara sering menggunakan pistol oleh karena untuk tentara sering digunakan untuk medan yang yang tidak kering seperti lumpur dsb. senjata api revolver biasanya digunakan oleh oleh polisi. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan Analisa hukum terhadap keterangan Ahli: Mohon pertimbangan Majelis Hakim Yang Mulia atas keterangan ahli yang menyatakan bahwa. Keterangan Ahli Hukum Pidana Dr. dibawah sumpah di dalam persidangan memberikan keterangan pada pokoknya sebagai berikut : § Bahwa. 2. sebatas itu saja. turut melakukan. harus ada niat dan tindakan untuk membuat orang menjadi tidak bebas untuk bergerak. tentang mengikuti. § Bahwa. apakah mereka yang melakukan. menurut ahli harus ada pemeriksaan terhadap kaca dan peluru. Pemidanaan terhadap orang mengikuti hanya ada apabila terjadi persoalan perbuatan tidak menyenangkan. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. Sehingga kalau kemudian orang tersebut tidak tahu persis apa yang ia lakukan maka tentunya tidak dapat dikenakan pasal berapapun jo pasal 55. Selanjutnya berdasarkan keterangan ahli yang menyatakan bahwa anak peluru yang terbuat dari timah atau lead antimony daya tembus-nya lemah sehingga muncul pertanyaan kami. peluru timah menembus kaca tergantung kekuatan kaca. apabila A kemudian meminta orang lain untuk membuntuti. sehingga muncul pertanyaan kami selaku Penasihat Hukum Terdakwa adalah bahwa senjata yang hanya dijadikan sebagai alat bukti adalah 1 (satu) pucuk senjata S&W 0.§ Bahwa. apakah anak peluru yang ditembakkan dan telah melalui kaca mobil yang berkualitas tinggi masih memiliki kemapuan untuk menembus tulang tengkorak kepala manusia dewasa yang tergolong kuat.

Ini . menurut KUHAP tindak pidana dengan ancaman pidana diatas 5 tahun adalah wajib hukumnya untuk aparat penegak hukum menghadirkan Penasihat Hukum. § Bahwa. akibat yang dikehendaki dalam posisi yang diberikan. § Bahwa. Namun dalam praktek. maka kemudian kalau batas tersebut yang diminta. Kedua. kalaupun tidak terdapat pada orang tersebut. Karena posisinya yang menyuruhlah yang bertanggungjawab dan yang disuruh tidak dapat dimintai pertanggungjawaban. sangat mudah menjelaskan antara menggerakkan dengan turut serta. Atau menyuruh tapi sekaligus turut serta. dia tidak mempunyai niat padahal harus memenuhi syarat agar seseorang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana. adanya tenggang waktu antara panggilan kelima dan kapan harus dihadirkan dalam persidangan. kalau para pihak menghendaki. makna dengan sengaja. menyadari dan menghendaki perbuatan dan akibat dari perbuatan. ada tindakan-tindakan lain diluar dari apa yang digerakkan. Kedua. Padahal syarat seseorang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana kalau ia juga kemudian tahu tabiatnya tersebut. kalau kemudian demi lancarnya persidangan. yang bisa dijadikan sebagai bukti yang bersangkutan sudah dipanggil secara sah. maka atas apa yang terjadi tidak dapat dimintai pertanggungjwaban pidana kepada yang bersangkutan. Kalau ternyata surat tidak diberi maka dia mempunyai hak untuk tidak hadir karena pemanggilannya secara tidak sah. pemanggilan adalah persyaratan formal. menghendaki dengan serius. saya menyuruh anda untuk membuntuti orang lain. § Bahwa. maka dalam sudut pidana tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana kalau seandainya uang tersebut akan dipergunakan untuk melakukan suatu tindak pidana. Dalam literatur. Suatu hal yang tidak mudah dijelaskan antara pihak yang menyuruh dengan yang disuruh. aplikasi dari penggerak bertanggung jawab tentang akibatnya hanya sebatas pada penganiayaan dimana akibatnya merupakan tanggung jawab si penggerak. karena niat/ kehendaknya hanya sebatas pada persoalan "saya hanya untuk mengantarkan uang". menyuruh saja. maka dalam praktek diterima juga sebagai bagian dari proses yang dapat diterima. ia kemudian menjadi pihak yang memberikan uang. § Bahwa. Misal. Jadi posisi tersebut menjadi tidak logis. Atau bisa jadi kondisi tersebut bukan juga menggerakkan tapi menyuruh melakukan. sadar dalam hal-hal logikanya. dia harus tahu untuk maksud apa dia membantu melakukan suatu tindak pidana. § Bahwa. maka batas itulah yang kemudian dipertanggungjawabkan kepada pihak yang menyuruh atau yang menggerakkan. lebih pada persoalan cepat dan murah maka meskipun tidak memenuhi persyaratan yang ada. Dengan kata lain. yang seringkali dimunculkan adalah menggerakkan sekaligus sebagai turut serta melakukan tindak pidana. tidak tahu niatnya untuk apa. posisinya sebagai tukang pos atau pengantar koran. Tetapi dia tidak mengetahui. Jangan juga menyuruh kemudian membantu turut serta orang yang disuruh. Karena disana akan muncul pihak yang disuruh tidak dapat dimintai pertanggungjawaban. Suatu hal yang tidak gampang diposisikan. Pertama.tetapi kemudian berubah. Jadi ada batas-batas pemisahan. bahwa kemudian turut serta kepada pihak yang tidak dapat dimintakan pertanggungjawaban. Jadi kalau dalam batas dia tidak tahu sama sekali persoalan yang ada. Perbantuan sekalipun. itu tidak menjadi tanggung jawab dari orang yang menggerakkan. Kalau menyuruh. tidak dapat dimintakan pertanggungjawaban kepada pihak yang turut serta tersebut. Ia tidak punya niat atau kehendak. pihak yang disuruh sebagai alat belaka yang tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas apa yang sedang terjadi. setuju. adanya surat.

Atau dengan kata lain. suatu hal yang pasti mengenai kebebasan seseorang kalau posisi seseorang diputar. turut serta melakukan. Pada saat menjadi seorang saksi. posisinya terkunci. § Bahwa. antara saksi dan juga seorang Terdakwa. prinsip orang memberikan keterangan bebas untuk mengatakan tanpa suatu tekanan dari pihak manapun juga apalagi dari pihak dirinya. Karena ia tidak disumpah. Ketiga. dengan adanya Penasihat Hukum suatu hal yang sangat menentukan bagi aparat penegak hukum sebab kalau terjadi yang dinamakan pemaksaan. secara psikologis posisi seorang tersangka adalah posisi seorang yang lemah karena berhadapan dengan aparat penegak hukum. silahkan saja. Tetapi ketika dia diperiksa sebagai terdakwa. Kalau memang benar ada bukti bahwasanya itu sebetulnya permintaan yang benar-benar diminta oleh si tersangkanya. Tidak ada tuntutan kalau tidak ada penasihat hukum. Jadi dalam kajian hukum pidana. ia disumpah. Bagaimana caranya membuktikan hubungannya antara menyuruh dan disuruh. Bisa jadi pada diri seseorang belum selesai pemeriksaannya sudah ada hukuman kepada yang bersangkutan karena ditempat yang berbeda dengan waktu yang lebih cepat sudah menjadi hukuman pidana penjara karena dihukum dengan pasal 55. akan susah bagi dia untuk mengatakan yang lebih bebas. Dengan kata lain susah untuk kemudian dihubungkan apabila berkas dipisah. tetap harus hadir penasihat hukum. Ada banyak yurisprudensi terkait hal tersebut.merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan aparat penegak hukum terutama pada tahap-tahap penyidikan. Kajian ilmu hukum pidana menyatakan itu sebabnya dijadikan dalam 1 berkas perkara disidangkan pada tahun yang sama. akan muncul keanehannya kalau di-split perkara karena yang dinamakan masa jalannya persidangan ada yang lambat dan ada yang cepat. Maka bisa terjadi seorang saksi yang juga seorang terdakwa kemudian akan diputar. Mau tidak mau harus mengatakan apa adanya kebenarannya. yang cepat akan mengubah kenyataan karena di tempat yang satu sudah diputus semua maka kemudian dalam berkas yang lain belum diputuskan. bagaimana halnya kalau dibuat surat pernyataan? Sekarang permasalahannya siapa yang membuat surat pernyataan tersebut. bisa juga berbohong. Padahal betapa pentingnya mengetahui hubungan penyertaan di antara mereka. kalau tidak diberkas dalam 1 berkas perkara di pengadilan yang sama. Jadi hukumnya adalah wajib. § Bahwa. § Bahwa. mengetahui peristiwa yang terjadi. Prinsip seorang terdakwa ia bisa mengatakan apa adanya. Kedua. caranya bisa dengan ruangan yang tertutup tetapi disana ada kaca untuk melihat apa yang terjadi pada pemeriksaan saat itu. pembantu dengan yang dibantu. Kalau ia mengatakan yang tidak benar maka dengan sendirinya ia akan dikenakan memberikan keterangan palsu. Maka bisa jadi. Kalaupun tidak dikehendaki. Alasannya logis. Dalam perkara yang diancam dengan 5 tahun penjara memungkinkan seorang hakim untuk menolak untuk memeriksa perkara tersebut kalau tidak didampingi oleh seorang penasihat hukum selama proses pemeriksaan. Idenya ide siapa. keterangan yang tidak benar maka dimungkinkan seorang penasihat hukum berfungsi sebagai saksi. apabila Terdakwa di juncto-kan dengan Pasal 55 maka dalam kajian ilmu hukum pidana seharusnya disidangkan dalam satu berkas perkara di satu pengadilan. terdakwa menjadi saksi dan saksi menjadi terdakwa. baik sisi pengetahuannya maupun sisi aspek psikologisnya. Dalam posisi yang demikian. Pertama. tidak bisa mengatakan apa yang mau dikatakan. . Tapi kemudian hukum mengatakan wajib hukumnya ada seorang penasihat hukum. penganiayaan. menggerakkan dan digerakkan.

mengenai pencabutan keterangan yang terpenting menurut saksi ahli adalah yang mempunyai nilai pembuktian apa yang telah disampaikan pada persidangan. Tindak pidana tersebut tidak ada sanksi pidananya dalam KUHP. tidak mudah untuk mengetahui apakah dalam kondisi di paksa atau ditekan pada saat pemeriksaaan dengan demikian ini merupakan betapa pentingnya peranan dari aparat hukum. mengawasi maka kalau kemudian terjadi tindak pidana maka batas tanggung jawabnya hanya sebatas pada persoalan "saya hanya minta mengikuti. dalam Hukum Pidana yang dikatakan mati adalah orang langsung tidak bernyawa. § Bahwa. Dalam hukum pidana diatur mati artinya orang tersebut tidak bernyawa. hal yang paling menetukan adalah apa yang telah disampaikan dipersidangan dan itu sudah merupakan nilai pembuktian. mengenai dasar-dasar pengampunan dalam KUHP. menurut ahli pertanggungjawaban mengenai menggerakkan-digerakkan maka pihak yang disuruh tidak dapat dimintakan pertangungjawaban pidana. terdakwa menolak membenarkan tentang BAP yang dibuat pada tahap penyidikannya. menurut Saksi Ahli Pasal 50 KUHP terdapat dasar untuk menghapuskan hukuman yang diatur dalam undangundang tersebut. kalau belum hilang nyawa orang itu maka belum dikatakan mati. apa yang terdakwa sampaikan di persidangan. 340. gambaran kebebasan seseorang untuk berpendapat di ruang sidang akan kemudian berkurang kalau posisinya sebagai seorang saksi maupun seseorang Terdakwa. Misal seorang saksi. Pasal 338. dan membuntuti orang tersebut". berdasarkan literatur. Menghilangkan kebebasan seseorang dalam memberikan keterangan/pendapatnya baik itu sebelum. Sehingga yang mempunyai nilai pembuktian di persidangan adalah apa yang saksi sampaikan. Hanya itu sebagai bagian yang menjadi persoalannya. 351 KUHP menghendaki mati atau hilangnya nyawa orang tersebut. sepanjang dapat dibuktikan apa yang dilakukan untuk kepentingan negara itu menjadi dasar untuk menghapuskan pidana dengan alasan-alasan pembenarnya. . mengawasi. Sehingga kalau kemudian yang diminta kemudian membunuh. § Bahwa. ahli kedokteran kehakiman yang akan menentukan hal itu. § Bahwa. Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan ke-2 dikaitkan yang membedakan dengan pengertian membujuk. Tidak mempunyai nilai di persidangan karena yang mempunyai nilai adalah apa yang disampaikan di persidangan. BAP dalam tahap penyidikan hanya mempunyai nilai kepada penyidik dan JPU di dalam membuat surat dakwaannya. lebih lanjut maka penggerakan maupun digerakkan dapat dimintakan pertanggung jawaban pidana itu berdasarkan prinsip-prinsip yang umum. pada persoalan apa yang telah disuruhkan oleh pihak penyuruh kepada pihak yang disuruh. Walaupun kemudian diberi uang sekalipun tetapi kalau kemudian yang diminta mengikuti. membeli senjata api sehingga terjadi tindak pidana maka itu menjadi tanggung jawab orang yang kemudian melakukannya. § Bahwa.§ Bahwa. § Bahwa. Kapan hilangnya nyawa orang tersebut. “Yang saya kehendaki kamu sekedar mengikuti. proses BAP dengan cara yang melawan hukum maka hasilnya harus diabaikan karena tidak mempunyai nilai dalam pembuktian. § Bahwa. Dengan kata lain. pada saat maupun setelahnya tidak mempunyai nilai pembuktian di persidangan. referensi yang ahli baca. § Bahwa. mengawasi dan membuntuti”. § Bahwa.

tetapi yang intinya dengan peranannya yang double tesebut tidak mungkinkan untuk orang tersebut untuk bebas. jadi membuktikkan niat harus meminta bantuan dari bukti-bukti yang ada. A membantu menggerakkan B untuk melakukan tindak pidana kemudian C memiliki sarana yang diserahkan kepada A untuk menggerakkan B melakukan tindak pidana dalam hal ini menurut Saksi Ahli kemungkinan tersebut bisa terjadi.§ Bahwa. § Bahwa. yang kemudian biasanya ditangguhkan pidananya atau diringankan hukumannya. lebih lanjut alasan untuk mencabut keterangan tersebut bukanlah sesuatu hal yang perlu dibuktikan karena yang menjadi pokok pembuktian adalah apa yang disampaikan dipersidangan. § Bahwa. seseorang mempunyai hak untuk mencabut keterangannya. A meminta tolong kepada B untuk mencarikan informen lalu si A juga menceritakan kepada B tugas membantu kepolisian. berdasarkan keterangan ahli yang dikemukakan pada persidangan menyatakan secara tegas bahwa pertanggungjawaban orang yang melakukan penganjuran atau . § Bahwa. jadi boleh-boleh saja untuk membuktikan motif apa melakukan tindak pidana tapi bukan menjadi bagian bentuk dari pembuktian karena yang terpenting adalah niatnya. jadi salah satu motif adalah latar belakang. saksi mahkota adalah seorang tersebut akan diberikan keistimewaan yang luar biasa sebagai seorang saksi. menurut saksi ahli kepada A tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana dan hal tersebut menjadi pertanggungjawaban yang melakukan tindak pidana.dsb) akan tetapi C melakukan tindakan diluar apa yang disampaikan oleh B. untuk masalah pembuktian karena dia dipaksa maka akan menjadi bukti sendiri untuk proses hukum yang berbeda. menurut ahli. tentunya akan dikejar apa yang menjadi alasan untuk mencabut. yang membedakan latar belakang orang melakukan tindak pidana kemudian niat turut melakukan tindak pidana. mengenai ada tidaknya kebebasan orang untuk memberikan keterangan. dalam hal ini C tersebut harus tahu sarana yang dipinjamkan kepada A telah digunakan oleh A untuk menggerakkan B melakukan tindak pidana. mengenai motif dan niat. menurut ahli bahwa niatlah yang harus dibuktikkan. dalam Hukum Indonesia tidak dikenal mengenai yang akan dilibatkan atau diringankan hukuman karena menjadi saksi mahkota yang kemudian hal yang paling besar adalah persoalan kurangnya tatanan mengenai masalah-masalah saksi mahkota yang ada. kemudian C tidak tahu mengenai apa yang dilakukan si A maka C tidak dapat dimintakan pertanggung jawaban pidana. § Bahwa. TANGGAPAN TERDAKWA: Tidak ada tanggapan Analisa hukum terhadap keterangan ahli: Bahwa. maka perbuatan tersebut harus memenuhi syarat dia tahu persis mengenai apa yang dilakukan oleh orang yang dibantu. dalam hal tersebut tanggung jawab berada pada pihak yang menggerakkan tetapi kemudian harus terdapat kata-kata dari A kepada C sebagai yang membantu. sedangkan mengenai motif menjadi salah satu bentuk bagian kesaksian yang ada. § Bahwa. § Bahwa. untuk mengetahui niat dari pelaku. semuanya melalui proses pembuktian yang akan dimunculkan dipersidangan. § Bahwa. hal tersebut salah satu komponen dalam hal orang berniat melakukan tindak pidana baik dalam perkara perdata maupun tindak pidana. informan memberikan informasi bahwa sudah ada kepolisian yang juga melakukan tugas ini. si B menyampaikan kepada C untuk mencari informen karena ini adalah tugas negara (tidak ada kata-kata dibunuh.

§ Bahwa. selain itu keterangan yang tidak bertentangan dipersidangan maka akan dipergunakan. Sigit Haryo Wibisono kemudian menghubungi Pinora. Terdakwa kemudian menghubungi Jerry Hermawan Lo. § Bahwa. akan tetapi tidak maksimal karena ada pengamanan PEMILU. oleh karena Terdakwa akan ke RS Siloam. pada waktu itu Sigit Haryo Wibisono sedang menerima telepon dari seseorang dan terdengar bahwa orang tersebut menyatakan bahwa target berada di Kuningan. Sigit Haryo Wibisono kemudian bertanya kepada Terdakwa apakah bisa membantu. Terdakwa kemudian ke rumah Sigit Haryo Wibisono. dan meminta bantuan ke Jerry untuk mencari informan yang bisa mengikuti orang selama 24 (dua puluh empat jam) karena Jerry bergerak dalam bidang keamanan. dan berbincang-bincang berdua. dan bilang kepada Terdakwa: “ini mas kalau bisa dibantu”. . anjuran. sebelumnya Terdakwa meninggalkan amplop tersebut kepada Jerry Hermawan Lo. Untuk itu. Terdakwa kemudian bertemu dengan Eduardus Noe Ndopo Mbete Alias Edo di Ancol dan mengatakan apa yang Terdakwa bicarakan kepada Jerry Hermawan Lo. dan meminta agar ia mengirim gambar.Kerinci. Terdakwa menyatakan mencabut BAP yang dibuat pada tanggal 30 April 2009. dan atau bujukan Terdakwa kepada saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. ajakan. Jerry Hermawan Lo. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa.pembujukkan hanya bertanggungjawab atas perbuatan yang dianjurkan. dan diserahkan kepada Terdakwa didalam amplop coklat. pada pertemuan berikutnya. Wiliardi Wizar § Bahwa. mohon Majelis Hakim Yang Mulia yang memeriksa dan memutus perkara kiranya berkenan mempertimbangkan keterangan ahli. KETERANGAN TERDAKWA Kombes (Pol) Drs. dan Hendrikus Kia Walen alias Hendrik yang memberikan keterangan pada persidangan yang menyatakan tidak ada perintah. § Bahwa. § Bahwa. Terdakwa kemudian dihubungi Jerry Hermawan Lo dan bilang untuk bertemu dengan Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo. Dalil hukum ini diperkuat dengan fakta hukum atau bukti yang kuat (prima facie) lainnya yaitu keterangan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo. dan berbincang-bincang. setelah itu gambar yang telah dikirim tersebut di print oleh karyawan Sigit Haryo Wibisono. Antasari Azhar. § Bahwa. § Bahwa. Terdakwa kemudian dalam perjalanan akan pulang mapir sebentar ke Kerinci dan diperkenalkan dengan Sigit Haryo Wibisono. pada awal Januari 2009. § Bahwa. Sigit Haryo Wibisono. Sigit Haryo Wibisono kemudian menceritakan kepada Terdakwa bahwa merek sedang mengikuti seseorang. Sekitar 15 menit berada di Kerinci. § Bahwa. yang akan mengenalkan dengan bosnya di Jl. Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo dijemput oleh supir Terdakwa dari Ambhara dan datang ke kantor Terdakwa di Mabes Polri. Terdakwa kemudian pamit untuk pulang. Terdakwa dihubungi oleh M Agus. Apabila dikaitkan dalam konteks Terdakwa yang telah menggerakkan orang lain untuk melakukan pembuntutan dan atau pengawasan maka kepada Terdakwa tidak dapat dimintai pertanggungjawaban melebihi apa yang telah Terdakwa anjurkan. § Bahwa.

pada hari itu juga Terdakwa menghubungi Eduardus noe Ndopo Mbete alias Edo untuk bertemu. § Bahwa. § Bahwa. akan tetapi sudah pada tutup. tidak ada pemikiran Terdakwa apabila tugas yang diberikan akan berakibat . § Bahwa. § Bahwa.§ Bahwa. Jerry Hermawan Lo yang memperkenalkan Eduardus noe Ndopo Mbete Alias Edo kepada Terdakwa. dan beliau menyatakan kepada Terdakwa agar dibantu saja. dan Terdakwa hanya mengatakan bahwa kerjasama saja dengan Tim tersebut. seminggu kemudian Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo menghubungi Terdakwa dan menanyakan biaya operasional. Terdakwa kemudian menghubungi Sigit Haryo Wibisono. Terdakwa pernah bertemu dengan Antasari Azhar 2 kali. § Bahwa. § Bahwa. Terdakwa membaca Surat Perintah penugasan yang di Ketuai oleh Chairul Anwar di rumah Sigit Haryo Wibisono. Terdakwa menyampaikan permintaan bantuan tersebut kepada Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo karena Tim yang dibentuk tidak bisa bertugas maksimal karena bertugas mengamankan PEMILU. setelah pertemuan dengan Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo di Citos. § Bahwa. § Bahwa.Kerinci. § Bahwa. § Bahwa. kemudian ada laporan lagi tentang Target berada di alam sutra. § Bahwa. kebetulan Terdakwa sedang berada di daerah dekat Citos. § Bahwa. pada tanggal 29 April 2009 ada permintaan dari Wakabareskrim Hadiatmoko agar Terdakwa ikut BAP Sigit Haryo Wibisono. tidak ada pembicaraan tentang jabatan antara Sigit Haryo Wibisono dan Antasari Azhar kepada Terdakwa. § Bahwa. yang pertama di rumah Sigit Haryo Wibisono dan yang kedua di rumah Antasari Azhar. Terdakwa bilang ke Edo Terdakwa mau pulang. § Bahwa. Terdakwa mengetahui hasil tugas Tim tersebut kurang maksimal dari pernyataan Sigit Haryo Wibisono. § Bahwa. Terdakwa bertemu dengan Sigit Haryo Wibisono di Kerinci 3 kali dan di Pati Unus 2 kali. Terdakwa kemudian bilang ke Edo untuk bertemu di depan Citos. dan Terdakwa kemudian bertemu Sigit Haryo Wibisono di Jl. Terdakwa tidak mengetahui isi dari paper bag tersebut.Kerinci. tidak ada pertemuan lagi. § Bahwa. § Bahwa. Eduardus Noe Ndopo Mbete Alias Edo hanya pernah menghubungi Terdakwa dan mengatakan bahwa ada Tim lain yang berada di lapangan. Sigit Haryo Wibisono kemudian menyerahkan paper bag sambil mengatakan “ini mas kasih ke Edo”. Sigit Haryo Wibisono menyatakan tugas ini adalah permintaan dari Kapolri dan Antasari Azhar. § Bahwa. Terdakwa kemudian menyuruh supir Terdakwa untuk mengantarkan Eduardus Noe Ndopo Mbete Alias Edo ke Jl. Terdakwa pindah ke Mobil Edo dan sambil mencari kedai kopi ke kemang. alasan Terdakwa bertemu di rumah Antasari Azhar oleh karena Sigit Haryo Wibisono menyarankan kepada Terdakwa kalau bisa ‘sowan’ ke Antasari Azhar. pada tanggal 28 April 2009 Terdakwa di jemput dan di bawa ke Mabes Polri. § Bahwa. § Bahwa. § Bahwa. pemikiran untuk membantu Sigit Haryo Wibisono karena Terdakwa menghubungi Korsespri Kapolri Suardi Alius untuk mengkonfirmasi keterangan tersebut.

Bahwa. karenanya berkas perkara atas nama Terdakwa. walaupun tidak secara langsung berhubungan dengan persidangan ini. Pertimbangan dari Mahkamah Agung didasarkan adanya pelanggaran terhadap pasal 56 KUHAP. Terdakwa BAP pada tanggal 29 April 2009 tidak ada keterangan Terdakwa yang menyatakan bahwa ada perintah membunuh dari Antasari Azhar. adanya surat pernyataan dari Terdakwa tidak dapat menganulir terhadap pelanggaran atas ketentuan undang-undang. . Terdakwa senyatanya diminta oleh petinggi POLRI untuk menyamakan BAP dengan BAP Sigit Haryo Wibisono untuk menjerat Antasari Azhar. Terbukti bahwa pemeriksaan terhadap Terdakwa selanjutnya menunjuk pada BAP Terdakwa tanggal 29 dan 30 April 2009 yang batal demi hukum tersebut. Menunjuk pada peraturan dan pertimbangan dalam putusan Mahkamah agung RI.367 K/Pid/1998 tanggal 29 Mei 1998 telah membatalkan putusan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi dengan menyatakan bahwa tuntutan Jaksa Penuntut Umum pad Pengadilan Negeri Sengkang tidak dapat diterima. .” Selanjutnya. Analisa hukum atas keterangan Terdakwa: . Berdasarkan Pasal 56 jo Pasal 54 KUHAP menegaskan bahwa:” terhadap tersangka atau Terdakwa yang didakwa melakukan “tindak pidana” yang diancam dengan pidana mati atau ancaman pidana lima belas tahun atau lebih atau bagi yang tidak mampu yang diancam dengan pidana …. . 39 Tahun 1999 tentang HAM jo pasal 38 UU No. Direktur Reserse umum dan Penyidik Polda Metro Jaya sehingga Terdakwa mengikuti permintaan atasan dan institusi tersebut. pejabat yang bersangkutan pada semua tingkat pemeriksaan dalam proses peradilan wajib menunjuk penasihat hukum bagi mereka. akan tetapi mohon kiranya Majelis Hakim mempertimbangkan keterangan KomJen Pol Susno Duaji Pada persidangan Antasari Azhar tanggal 7 Januari 2010 yang menyatakan bahwa.Bahwa. merupakan pengabaian dan pelanggaran terhadap Hak tersangka/terdakwa. sejak saat penyidikan sampai adanya putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap”. menggariskan bahwa: ”setiap orang yang diperiksa berhak mendapatkan bantuan hukum.Bahwa oleh karena adanya permintaan dari Wakabareskrim. . hal tersebut merupakan bentuk tindakan tidak benar dan tidak terpuji. 4 Tahun 2004 tentang kekuasaan kehakiman..Bahwa.lebih jauh. Wiliardi Wizar telah mengandung cacat hukum karena Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh Penyidik dan Penuntut Umum batal demi hukum. maka dalam perkara aquo terbukti bahwa Terdakwa/ Wiliardi Wizar pada tanggal tanggal 29 dan 30 April 2009 telah diminta untuk membuat surat pernyataan yang berisi “belum perlu didampingi penasihat hukum dalam pemeriksaan tanggal-tanggal tersebut”. sehingga dapat dikatakan due process of law tidak terlaksana. Pasal 18 (4) UU No. Terdakwa mengalami kesulitan untuk ditemui atau dijenguk oleh keluarga dan pengacara.Bahwa. sampai keluarga harus melayangkan surat ke Kapolri dan Komnas HAM memohon pemenuhan hak Terdakwa pada waktu itu sebagai Tersangka untuk dikunjungi dan didampingi Penasihat Hukum. Mengenai hal ini Mahkamah Agung dalam putusan No. . Permintaan untuk membuat surat pernyataan tersebut merupakan upaya penyesatan dalam rangka mencari pembenar atas pelanggaran yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Akan tetapi. Dengan telah dikesampingkannya kewajiban dari peyidik atau penuntut Umum dalam hal bantuan hukum.

maka berlaku suatu asas bahwa keseluruhan proses yang menghantarkan kepada Putusan Hakim. Asas ini dipakai sebagai upaya untuk menelusuri “materiele waarheid” (kebenaran materiil) sebagaimana dinyatakan oleh van Bemmelen dalam bukunya berjudul “Leerboek van het Ned. 6 e herziene druk”. b. bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan bahwa terdakwa-lah yang bersalah melakukannya. Keterangan Ahli dan Keterangan Terdakwa diantaranya: Ø Pasal 1 angka (27) KUHAP: Keterangan saksi adalah salah satu alat bukti dalam perkara pidana yang berupa keterangan dari saksi mengenai suatu peristiwa pidana yang ia dengar sendiri. yaitu keyakinan hakim yang disertai dengan mempergunakan alat-alat bukti yang sah menurut undang-undang. Majelis Hakim Yang Mulia. Strafprocesrecht. Ø Pasal 160 ayat (3) KUHAP: Sebelum memberi keterangan. c. perkenankanlah kami pada kesempatan ini untuk menguraikan beberapa ketentuan KUHAP dan ketentuan Kekuasaan Kehakiman yang harus dijadikan pedoman dan pisau analisa dalam memproses. ia lihat sendiri dan ia alami sendiri dengan menyebut alasan dari pengetahuannya itu. bahwa ia akan memberikan keterangan yang sebenarnya dan tidak lain daripada yang sebenarnya. saksi wajib mengucapkan sumpah atau janji menurut cara agamanya masing-masing.Wakabareskrim Irjen Pol Hadiatmoko selaku Ketua Tim Pengawas pada perkara ini sehingga mengetahui persis dan mengawasi penyidikan agar tidak terjadi penyelewengan pada perkara a-quo dan melaporkan langsung kepada Kapolri. Yang secara garis besar mempunyai arti sebagai berikut : “Dalam menelusuri kebenaran materiil. sistim pembuktian di Negara kita memakai sistem ”Negatief Wettelijk”. Ø Pasal 183 KUHAP: ”Hakim tidak boleh menjatuhkan putusan pidana kepada seseorang kecuali apabila dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah ia memperoleh keyakinan. rechtstreeks voor de rechter gevoerd moet worden en dat verdachte in staat moet zijn om het gehele process te volge en en dat voorts gestreefd moet worden naar het beste bewijs”. Keterangan ahli. Surat. Sebelum kami masuk pada bagian inti Nota Pembelaan ini. Wakabareskrim Irjen Pol Hadiatmoko (tanggal 17 November 2009) selaku Pengawas mengaku tidak diberi laporan oleh para penyidik. sesuatu keganjilan yang tidak dapat diterima akal sehat. halaman 95 yaitu: “Terwille van het onderzoek naar matterieele waarheid geldt bij ons het beginsel. Ø Pasal 184 ayat (1) KUHAP: Alat bukti yang sah ialah : a. mengolah atau menganalisa fakta-fakta khususnya yang berkaitan erat dengan alat bukti Keterangan Saksi. zoals het moet leiden tot het vonnis. Keterangan saksi. sedangkan pada persidangan Antasari Azhar sebelumnya.” Sebagaimana diketahui. harus secara langsung dihadapkan kepada Hakim dan proses secara keseluruhan diikuti oleh Terdakwa serta harus diusahakan dengan alat bukti yang sempurna”. dat het gehele process. .

4. Ø Pasal 185 ayat (1). Petunjuk. (2). Keterangan saksi sebagai alat bukti ialah yang saksi nyatakan di sidang pengadilan. yang karena persesuaiannya. setelah ia mengadakan pemeriksaan dengan penuh kecermatan dan keseksamaan berdasarkan hati nuraninya. 2) Petunjuk sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya dapat diperoleh dari: a. b. keterangan saksi. Keterangan Terdakwa ialah apa yang Terdakwa nyatakan di sidang tentang perbuatan yang ia lakukan atau yang ia ketahui sendiri atau alami sendiri. 6. asalkan keterangan itu didukung oleh suatu alat bukti yang sah sepanjang mengenai hal yang didakwakan kepadanya. (5) dan (6) KUHAP: 1. iii. 3. ii. Dari perumusan tersebut jelaslah. Dalam menilai kebenaran keterangan seorang saksi. Baik pendapat maupun rekaan. alasan yang mungkin dipergunakan oleh saksi untuk memberi keterangan yang tertentu. Keterangan seorang saksi saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa Terdakwa bersalah terhadap perbuatan yang didakwakan kepadanya. Ø Pasal 188 ayat (1) dan (2) KUHAP: 1) Petunjuk adalah perbuatan. maupun dengan tindak pidana itu sendiri. 4. 5. dapat digunakan sebagai suatu alat bukti yang sah apabila keterangan saksi itu ada hubungannya satu dengan yang lain. 3) Penilaian atas kekuatan pembuktian dari suatu petunjuk dalam setiap keadaan tertentu dilakukan oleh hakim dengan arif lagi bijaksana. iv.d. persesuaian antara keterangan saksi dengan alat bukti lain. Keterangan Terdakwa saja tidak cukup membuktikan bahwa ia bersalah melakukan . persesuaian antara keterangan saksi satu dengan yang lain. kejadian atau keadaan. bukan merupakan keterangan saksi. 2. menandakan bahwa telah terjadi suatu tindak pidana dan siapa pelakunya. Keterangan Terdakwa hanya dapat digunakan terhadap dirinya sendiri. baik antara yang satu dengan yang lain. cara hidup dan kesusilaan saksi serta segala sesuatu yang pada umumnya dapat mempengaruhi dapat tidaknya keterangan itu dipercaya. sebagaimana yang lazim disebut “Unus Testis Nullus Testis”. keterangan terdakwa. 2. surat. (3) dan (4) KUHAP: 1. hakim harus dengan sungguhsungguh memperhatikan: i. sehingga dapat membenarkan adanya suatu kejadian atau keadaan tertentu. Ø Pasal 189 ayat (1). Keterangan Terdakwa yang diberikan di luar sidang dapat digunakan untuk membantu menemukan bukti di sidang. Keterangan terdakwa. (4). Keterangan beberapa saksi yang berdiri sendiri-sendiri tentang suatu kejadian atau keadaan. (2). yang diperoleh dari hasil pemikiran saja. e. sedemikian rupa. Ø Pasal 186 KUHAP: Keterangan ahli ialah apa yang seorang ahli nyatakan di sidang pengadilan. c. bahwa keterangan saksi yang dianggap sebagai alat bukti yang sah hanyalah apa yang dinyatakan saksi di depan persidangan dan keterangan seorang saksi saja tidak dapat dijadikan alat bukti yang sah.

kecuali apabila pengadilan. Suatu azas yang disebut “IN DUBIO PRO REO” yang juga berlaku bagi Hukum Pidana yang berintikan serta menyatakan bahwa apabila terdapat cukup alasan untuk meragukan kesalahan Terdakwa. Mengajukan dakwaan dan tuntutan yang tidak berdasarkan bukti-bukti yang sah dan meyakinkan sangat bertentangan dengan asas hukum ini. yaitu antara lain: 1. 31 Tahun 1999 tentang Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman (sebelum dinyatakan tidak berlaku lagi oleh undang-undang penggantinya yaitu Undang-Undang No. karena alat pembuktian yang sah menurut undang-undang. karenanya dihindarilah sejauh mungkin subjektivitas atas penanganan perkara yang dihadapi siapapun. Ø Pasal 6 ayat (2) Undang-undang No. Ø Pasal 191 KUHAP: “Jika Pengadilan berpendapat bahwa dari hasil pemeriksaan dalam sidang. kesalahan Terdakwa atas perbuatan yang didakwakan kepadanya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. politis. Prinsip doktrin dalam Hukum Pidana tetap dominan dalam kehidupan diri Terdakwa yang universal. bahwa seorang yang dianggap bertanggung jawab. Dari ketentuan-ketentuan KUHAP yang dimaksud kiranya dapat disimpulkan pedomanpedoman yang wajib untuk digunakan dalam menemukan fakta-fakta hukum. mendapat keyakinan bahwa seseorang yang dianggap dapat bertanggung jawab. maka Terdakwa diputus bebas”. Undang-undang No. maka Hakim membiarkan neraca timbangan miring untuk keuntungan Terdakwa. baik itu berkaitan dengan masalah sosial. 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman) mengatur hal-hal sebagai berikut: “Tiada seorang juapun dapat dijatuhi pidana. Asas ini tidak tertulis dalam Undang-Undang Pidana. adalah yang saksi nyatakan di bawah sumpah di depan sidang Pengadilan. melainkan harus disertai dengan alat bukti yang lain. 2. sehingga adagium bahwa “Lebih baik membebaskan seribu orang bersalah daripada menghukum satu orang tidak bersalah”. telah bersalah atas perbuatan yang dituduhkan atas dirinya”. 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman yang menggantikan Undang-undang No. 14 Tahun 1970: “Tidak seorang pun dapat dijatuhi pidana. karena alat pembuktian yang sah menurut undang-undang mendapat keyakinan. kecuali apabila Pengadilan. Begitu pula menjadi doktrin dan asas tetap dalam Hukum Pidana “Anwijzigheid van alle Materielle Wederrechtelijkheid” atau “Tiada Pidana Tanpa Melawan Hukum Materiil”. Suatu Keterangan Saksi yang sah. telah bersalah atas perbuatan yang didakwakan atas dirinya”. namun tidak dapat dihilangkan kaitannya dengan asas “Tiada pidana tanpa kesalahan” (“Geen Straf Zonder Schuld”) atau “Anwijzigheid van alle Schuld” yang sudah menjadi yurisprudensi tetap dan dapat diturunkan dari Pasal 182 ayat (6) KUHAP. Walaupun suatu keterangan saksi adalah sah. Ketentuan tersebut telah menjadi asas hukum yang seharusnya dijadikan pedoman bukan saja oleh Hakim dalam memutus suatu perkara tetapi juga oleh Penuntut Umum sebagai salah satu pilar penegak hukum. tidak semuanya memiliki nilai kekuatan . Ø Pasal 6 ayat (2) Undang-undang No. maupun ekstra interventif lainnya. Jo.perbuatan yang didakwakan kepadanya. 14 Tahun 1970. dapat diterapkan secara total objektif.

sebagaimana diharuskan oleh KUHAP bagi para hakim.36 Kebayoran Baru Jakarta Selatan yang dibuat Penyidik tanggal 4 Agustus 2009. dan Hartanto Bisma. Sertifikat Kematian Nomor:1030-0309 tanggal 15 Maret 2009 dari Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RS Cipto Mangunkusumo yang dibuat oleh dr. Berita Acara Rekonstruksi No. B.F. ST. 5. Dalam menilai kebenaran dari keterangan seorang saksi. M. Visum et Repertum Nomor 1030/SK. Berita Acara Pemotretan No. Penerbit Sinar Grafika. 4.Kerinci No.Pol: BAP/247/VI/2009/Si Ident tentang Rekonstruksi Penyerahan Uang sebesar Rp. 6. Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik No Lab :290/BSF/2009 tanggal 14 Maret 2009 dari Bareskrim Polri Pusat Laboratorium Forensik yang dibuat oleh Amri Kamil. hakim dalam mempergunakan wewenang kebebasan dalam penilaian pembuktian harus benar-benar bertanggung jawab. Di dalam dirinya tidak ada melekat nilai kekuatan pembuktian yang sempurna dan menentukan. Penuntut Umum dalam mempertimbangkan tuntutan pidananya terhadap Terdakwa. Maruli Simanjuntak. Sp.Pol: BAP/195/VI/2009/Si Ident di Bowling Jaya Ancol dan Cilandak Town Square tanggal 15 Juni 2009.500. Barang Bukti barang bukti yang diajukan didepan persidangan: . Akan tetapi.Pati Unus No. Jakarta.F. Abdul Mun’im Idries. Agung Kristiyano.000. pada halaman 304-305 antara lain menerangkan bahwa alat bukti Keterangan Ahli mempunyai nilai kekuatan pembuktian “bebas” atau “vrij bewijskracht”.II/03/2009 tanggal 30 maret 2009 dari departemen ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RS Cipto Mangunkusumo yang dibuat oleh dr. ALAT BUKTI SURAT Alat bukti surat yang diajukan oleh Penuntut Umum pada persidangan: 1. Hakim bebas menilainya dan tidak terikat kepadanya.65 Kebayoran Baru Jakarta Selatan yang dibuat penyidik tanggal 4 Agustus 2009. Terserah pada penilaian hakim. 5. Banding. 2005. Berita Acara Rekonstruksi No. Suatu pendapat atau rekaan yang diperoleh dari pemikiran saja. Kasasi. dan Peninjauan kembali (Edisi Kedua). 6. ST. Yahya Harahap dalam bukunya: Pembahasan Permasalahan dan Penerangan KUHAP Pemeriksaan Sidang Pengadilan. bukan merupakan suatu Keterangan Saksi. Sp. Khusus mengenai alat bukti Keterangan Ahli. Drs. Suatu Keterangan Ahli yang mempunyai nilai kekuatan pembuktian adalah yang ahli nyatakan di sidang pengadilan dan bukan yang ia nyatakan di luar sidang pengadilan.-(lima ratus rupiah) dari Tersangka Sigid Haryo Wibisono kepada Tersangka Wiliardi Wizar di Jl. 3.Pol : BAP/247/VI/2009/ Si Ident tentang Rekonstruksi pertemuan antara Tersangka Sigit Haryo Wibisono dengan Tersangka Wiliardi Wizar dan Tersangka Antasari Azhar di rumah Tersangka Sigid Haryo Wibisono Jl. 4. Tidak ada keharusan bagi hakim untuk mesti menerima kebenaran keterangan ahli dimaksud.pembuktian. 2. 3. Abdul Mun’im Idries. SH.000. harus sungguh-sungguh memperhatikan mekanisme atau prosedur yang tercantum dalam Pasal 185 ayat (6) KUHAP.Sc. atas landasan moral demi terwujudnya kebenaran sejati dan demi tegaknya hukum serta kepastian hukum. Suatu Keterangan Saksi hasil pendengaran dari orang atau sumber lain (“testimonium de auditu”) tidak mempunyai nilai sebagai alat bukti.

1 (satu) Unit Mobil Avanza No.Pol: B-6862-SNY.1 (satu) unit handphone merek Nokia type E90 code: 353660013216720 berikut simcard nomor: 0818736666.1 (satu) unit handphone merek nokia type 5235. .Uang tunai sebesar Rp. Nosin DA60752. .Panglima Polim no.1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Mio No.Pol B-6118-SSE warna merah tahun 2009.1 (satu) STNK No.1 (satu) unit handphone merek nokia type 527i.. s/n:320672570900. . .1 (satu) buah buku daftar Nomor Polisi yang keluar masuk lapangan parkir golf modernland Tangerang. Noka . . .1. .200 IGB sesuai dengan foto. . .1 (satu) buah flashdisk merek Nexus warna biru muda. alamat Jl. Jakarta Selatan.1 (satu) unit handphone merek Sony Ericson dan simcard.278. kapasitas 2 GB.Bambu Kalibata indah U/46 RT14/6 Jakarta Selatan. tahun 2005 Noka: MHFFMRGK35KO39959. Jakarta Selatan.Pol :B-6118-SSE atas nama Wiwi alamat Menteng Atas Rt.1 (satu) unit handphone freen warna silver dan 2 (dua) buah kartu (esia dan simpati).127A3 RT 8/1. code:0524076B0235N berikut simcard Mobile-8.1 (satu) Unit Sepeda motor Yamaha Scorpio No.-(tujuh puluh empat juta rupiah). .1 (satu) buah flashdisk merek My fash warna hitam dan putih. berikut simcard nomor 08889656751.1 (satu) unit handphoen Blackberry warna hitam. kapasitas 2 GB.1 (satu) buah helmet warna merah maron dengan pelindung mika warna gelap dan terdapat stiker dibagian belakang bertuliskan WTM Helmet. . alamat Jl.-(tiga ratus ribu rupiah). atas nama Busmanto Satya.127-A3 Rt8/1. warna silver.300.74. . .1 (satu) buah amplop besar warna coklat. Kapasitas 1 GB.Panglima Polim No. alamat Jl.1 (satu) buah alat rekam warna hitam merek creative type Muvo n. atas nama :risti Primasti. code :0546108JP1550 berikut simcard nomor: 08889968899.-. Nosin 28D496550 atas nama Wiwi alamat Menteng atas Rt 08 RW 13 Jakarta Selatan. Noka L MH328D0029K495929. .2 (dua) unit Handphone Nokia type 6275 i.000. imei: 358263014416764.1 (satu) lembar STNK No. alamat: Jl. .1 (satu) buah dompet warna hitam berisi uang Rp. .1 (satu) unit handphone merek Fren ZTE type C330. . . . warna biru. .1 (satu) Flashdisk merek Kingstone warna hitam.08 Rw 13 Jakarta Selatan.000.MH35BP0068K110463.000.1 (satu) buah alat rekam warna hitam tanpa merek.1 (satu) buah dompet warna hitam berisi uang Rp.Bambu Kalibata Indah U/46 RT 14/6 Jakarta Selatan.Pol: B-8870-NP.000.1 (satu) lembar STNK atas nama Busamanto Satyo. . .1 (satu) pucuk senjata api jenis revolver merk S&W 6 (enam) silinder berikut peluru 27 (dua puluh tujuh) butir dan 2 (dua) buah selongsong peluru. . .Pol: B-6862-SNY atas nama :Risti Primasti. tahun 2008. . . .1 (satu) buah Flashdisk merek Kingstone warna hijau dan putih.1 (satu) buah proyektil peluru. . .1 (satu) unit handphone merek Blackberry type 8310.

1 tas warna coklat gelap merek Bally.1 (satu) lembar Fotocopy agenda tanggal 29 Desember 2008 s/d 04 Januari 2009.Hartono Raya Modernland Tangerang). 081381202747. . . . 1B/01//22/I/2009 tanggal 6 Januari 2009.1 (satu) lembar amplop putih bertuliskan : No.Surat Perintah Penyadapan No.1 (satu) lembar Fotocopy agenda tanggal 13 Oktober 2008 s/d 19 Oktober 2008. . . SMS. R-0023/32/I/2009 tanggal 6 Januari 2009 periode untuk tanggal 03 Januari 2009.1 (satu) keping CD serial No. . .Pol: B-191-E. 081311695795 dan 0811978245. . .1 (satu) celana jeans (milik korban Nasrudin Zulkarnain yang dipakai saat terjadi penembakan di jl.DVDR : 8088E4126-03176E21 yang berisi 2932 File Voice dan satu file print out com list dari nomor 62818883155 berikut print out. .. R-0110/32/I/2009 tanggal 9 Januari 2009 periode untuk tanggal 01 Januari 2009 s/d 9 Januari 2009. SMS No.Sebuah serpihan/pecahan anak peluru (pecahan anak amunisi). 18/01//22/II/2009 tanggal 6 Pebruari 2009.Surat Perintah Penyadapan No. .1 (satu) lembar Fotocopy agenda tanggal 22 Desember 2008 s/d 28 Desember 2008.9 dan 12 Januari 2009. . . . . .1 (satu) buah kompor gas merek Rinai. . . . .Permintaan CDR.1 Handphone CDMA merk Frend.HP 081381202747.3 (tiga) lembar chart percakapan handphone tertanggal 8. .1 Handphone merek nokia E.90. . 13C/01/XI/2008 tanggal 10 Nopember 2008. dan data pelanggan No.1 Handphone merek blackberry.Hp 08121050456.Surat Perintah Penyelidikan No.1 (satu) lembar Fotocopy agenda tanggal 27 Oktober 2008 s/d 02 Nopember 2008. R-0027/32/I/2009 tanggal 06 Januari 2009 untuk No. .1 mobil BMW warna silver No.1 Handphone merek nokia 6233. .HP 0818883155. . . . .Permintaan data pelanggan No. .A3131LL20352551H yang berisi 2 CDR dan 4 data pelanggan.Permintaan CDR. 0818883155.DVDR : 8088E4124-03482E21 yang berisi 217 File Voice dan satu file print out com list dari nomor 6281311695795 berikut print outnya.DVDR : 8088E4125-04081E22 yang berisi 2506 File Voice dan satu file print out com list dari nomor 62811978245. 081311695795 dan 0811978245.DVDR : 8088E4125-04081E22 yang berisi 2506 File Voice dan satu file print out com list dari nomor 628161113244.Permintaan data pelanggan No. . .1 (satu) lembar Fotocopy agenda tanggal 17 Nopember 2008 s/d 23 Nopember 2008.1 Handphone merk Nokia 5250. .2 (dua) butir anak peluru.1 (satu) lembar Fotocopy elektronik tiket pesawat Garuda atas nama ANTASARI AZHAR dengan tujuan Jakarta-Denpasar-Melbourne PP.DVDR : 8088E4123-03716E21 yang berisi 159 File Voice dan satu file print out com list dari nomor 6281381202747 berikut print outnya. R-0024/32/I/2009 tanggal 06 Januari 2009 untuk No.1 (satu) lembar Fotocopy agenda tanggal 04 Agustus 2008 s/d 10 Agustus 2008. .

- 1 (satu) lembar Fotocopy invoice harga tiket dan jadwal penerbangan tujuan JakartaDenpasar-Melbourne PP untuk tanggal 8 Maret 2009 s/d 15 Maret 2009; - 1 (satu) lembar Fotocopy email dari Ina Susanti kepada Budi Ibrahim yanggal 20 Januari 2009 jam 12.39 PM serta balasan dari Budin Ibrahim kepada Ina Susanti tanggal 20 Januari 2009 jam 19.51 dengan subject : Batu Sari; - 1 (satu) buah Handphone Nokia type 6800; - 3 (tiga) buah kartu accses card Hotel Grand Mahakam; - 1 (satu) buah kardus Handphone Nokia 6300 nomor Imei : 355714022899576; - Surat dari PT. Ronggolawe Perkasa nomor: 133/RPK?X/tanggal 20 Oktober 2008; - 1 (satu) amplop coklat dari SHW-Pati Unus kepada Antasari Azhar berisi : 1 (satu) bendel hasil pemeriksaan penyelesaian penjualan Aset Eks Pemegang Saham dari BPK, satu bendel hasil pemeriksaan Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham dari BPK dan surat yang berjudul The Untouchable : salim bersaudara; - 1 (satu) amplop coklat dari MEGA SIMARMATA wartawati inilah.com kepada ANTASARI AZHAR private & confidential diserahkan via ibu IDA (sekretaris) berisi print-out email dari Microsoft Outlook Inbox dan Exhibit S-GSM off-air intercept; - 1 (satu) buah map warna biru berisi : Copy Surat Nota Kesepahaman antara Pt Graha Artha Citra Mandiri dan PT Rajawali Nusantara Indonesia nomor : 78/SPj.R.NI/X/2002 dan Copy Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No : KEPMBU/2007 dan copy surat PT Rajawali Nusantara Indonesia NNomor : s20/RNI.00/VI/2004 tanggal 02 Juni 2005 hal : tanggapan komisaris Atas Laporan Tahunan buku 2004 dan copy surat Daftar Riwayat Hidup NASRUDIN ZULKARNAIN; - 1 (satu) buah Harddisk merek Western Digital Model WD 800ZD serial number WMAM9x647149 datanya memiliki : nilai MD5HASH6D42AE68F9DE4CB2COCC60F7B488CAA4 kapasitasnya 80 Gb; - 1 (satu) lembar bukti print out parkir area parkir Arena Bowling Hailai Ancol; - 1 (satu) unit Handphone Nokia type 6300C berikut sim card 0818777889; - 2 (dua) buah Handphone Nokia type E.90; - 1 (satu) buah Handphone CDMA merek Nokia type 2228 No.Imei 268435456104249857; - 1 (satu) buah sim card Esia dengan nomor 021-97361984; - 1 (satu) buah caharger Nokia; - 1 (satu) buah printer merek HP Photosmart C.6180 All-in-one; - 1 (satu) unit sepeda Motor Yamaha Jupiter No.Pol : B-6081-BVG warna abu-abu tahun 2009 Noka : MH31S70059K500121 Nosin : 1S7499348, atas nama : FRANSISKUS T.KERANS alamat : JL.Sanat Dalam RT.03/03 Tangki Jakarta Barat; - 1 (satu) lembar STNK No.Pol. : B-6081-BVG atas nama : FRANSISKUS T.KERANS alamat : JL.Sanat Dalam RT.03/03 Tangki Jakarta Barat; Mohon perhatian Majelis Hakim Yang Mulia, Bahwa, terkait dengan barang bukti yang diajukan oleh Penuntut Umum berupa handphone milik: saksi Antasari Azhar, saksi Sigit Haryo Wibisono, Terdakwa, dan Saksi Setyo Wahyudi yang dituangkan dalam berita acara penyitaan senyatanya telah tidak diuraikan isi dari handphone tersebut. Oleh karenanya bukti berupa handphone tersebut, tidak sah secara hukum, sehingga jelas tidak dapat mendukung Dakwaan Penuntut Umum. IV. ANALISA FAKTA PERSIDANGAN

Majelis Hakim Yang Mulia, Analisa fakta yang kami maksudkan dalam bagian ini adalah fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan yang sesungguhnya dan setelah dianalisa atau diolah berdasarkan hukum pembuktian yang diatur dalam KUHAP, yang didasari pada keterangan para Saksi, pendapat Ahli, keterangan Terdakwa serta dengan memperhatikan alat-alat bukti berupa surat dan barang bukti lainnya. Menurut hemat kami, ada dua cara untuk menyimpulkan fakta-fakta hukum yang terungkap dipersidangan, yaitu : Pertama : Fakta-fakta yang langsung dapat disimpulkan dari seluruh keterangan para saksi dan dari alat bukti lainnya yang sah, termasuk alat bukti berupa surat-surat dan barang bukti lainnya. Melalui analisis dan pengolahan fakta-fakta itu terlebih dahulu, akan ditemukan fakta hukum tentang suatu kejadian yang merupakan suatu kenyataan yang tidak dapat dibantah lagi. Kedua : Fakta-fakta yang tidak dapat disimpulkan secara langsung, karena terdapat keteranganketerangan para saksi yang saling bertentangan atau karena ada petunjuk-petunjuk yang menimbulkan keraguan, atau yang bertentangan dengan bukti-bukti tertulis, atau bukti authentik lainnya, sehingga memerlukan suatu proses analisis dan pengolahan secara cermat untuk dapat dijadikan sebagai fakta hukum. Oleh karenanya, tidak semua fakta dapat dikatakan sebagai fakta hukum. Majelis Hakim yang kami hormati, Fakta Yuridis adalah merupakan bagian yang sangat penting dan menentukan dalam menilai perbuatan Terdakwa, apakah fakta itu merupakan fakta hukum atau tidak, apakah sesuai dengan dakwaan atau tidak. Pada bagian inilah yang merupakan suatu pedoman untuk menuduh kesalahan Terdakwa. Untuk menyandang predikat demikian, tentunya Surat Tuntutan Saudara Penuntut Umum harus didasari pada Fakta-Fakta Yuridis/Fakta Hukum atau Analisa Fakta yang harus melalui proses pengujian atau analisis atau proses pengolahan data dan fakta yang benarbenar optimal sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, untuk memenuhi hukum pembuktian agar suatu fakta menjadi fakta hukum/fakta yuridis. Bahwa, dari 27 (dua puluh tujuh) Saksi yang dihadirkan oleh Penuntut Umum untuk menjerat Terdakwa (walaupun salah satu Saksi kunci yakni Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo telah tidak dipergunakan sebagai alat bukti oleh Penuntut Umum dalam surat Tuntutannya) tidak ada satu saksi-pun yang menyatakan, bahwa Terdakwa dengan sengaja menganjurkan orang lain casu quo Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Lebih lanjut, dengan ini kami menyampaikan fakta hukum untuk mengingat kembali keterangan-keterangan saksi/ kronologis kejadian dan bukti yang terungkap dipersidangan, yaitu: - Bahwa berdasarkan keterangan saksi Sigid Haryo Wibisono, keterangan Setyo Wahyudi, keterangan saksi Karno, saksi Alfian Makarim, saksi Tryana, saksi Indra Apriadi, saksi Antasari Azhar bahwa pada pertengahan Januari 2009 Terdakwa pernah bertemu dengan Sigid Haryo Wibisono bertempat di rumah saksi Sigid Haryo Wibisono di Jl. Pati Unus No.35 Jakarta Selatan; - Dari keterangan Sigid Haryo Wibisono, saksi H.J.A Pinora dan Saksi M. Joni terungkap

bahwa Tim yang diketuai oleh Chairul Anwar telah mengambil gambar korban, Rani dan mobil korban. Tim tersebut juga beberapa kali ke rumah Sigid Haryo Wibisono (sesuai keterangan para penjaga rumah Sigid Haryo Wibisono dan saksi Setyo Wahyudi). Dari keterangan Sigid Haryo Wibisono, Tim juga telah menerima dana dari saksi tersebut sebesar kurang lebih Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah); - Bahwa benar saksi Setyo Wahyudi pernah mengeprint foto, alamat dan gambar peta berwarna, foto ada 2 orang satu laki-laki dan yang satunya perempuan. Foto diprint saksi Setyo Wahyudi atas permintaan dari Sigid Haryo Wibisono dari komputer Sigi Haryo Wibisono. Kemudian saksi tersebut juga menulis nama lengkap yang laki bernama Nasrudin dan perempuan Rani, tanggal lahir dan alamat. Bahwa foto yang di print tersebut didapat dari M. Joni. Sesuai keterangan saksi H.J.A Pinora, pernah datang ke rumah Sigid Haryo Wibisono untuk mengantar foto korban; - Bahwa saksi Sigid Haryo Wibisono pernah diperkenalkan oleh saksi Muh. Agus dengan Terdakwa di Jl.Kerinci pada akhir bulan Januari 2009. Sesuai keterangan Muh. Agus, perkenalan antara Terdakwa dengan Sigid Haryo Wibisono adalah inisiatif saksi Muh. Agus yang dilakukannya secara spontan, mengingat saksi mengenal kepribadian Terdakwa; - Bahwa pada waktu itu saksi Sigid Haryo Wibisono sedang berbicara dengan saksi M Agus, bahwa saudara Sigid Haryo Wibisono sedang mencari polisi yang mempunyai dedikasi tinggi kepada Negara, saksi Muh. Agus menyebutkan 2 nama salah satunya Terdakwa; - Bahwa pada waktu perkenalan saksi Sigid Haryo Wibisono dengan Terdakwa Wiliardi Wizar, saksi Muh. Agus tidak mendengar saksi Sigid Haryo Wibisono menawarkan jabatan tertentu hanya perkenalan biasa; - Bahwa saksi Antasari Azhar pernah diperkenalkan kepada Terdakwa oleh saksi Sigid Haryo Wibisono dirumah saksi Sigid Haryo Wibisono di Jl.Pati Unus Jakarta Selatan sekitar akhir Januari tahun 2009; - Bahwa benar pada saat pertemuan antara saksi Antasari Azhar, Sigid Haryo Wibisono dan Terdakwa dirumah Sigid Haryo Wibisono tidak ada pembicaraan tentang apapun, hanya bercerita mengenai pengalaman dan tugas yang pernah dijalani; - Bahwa tidak pernah ada pembicaraan masalah terror kepada Nasrudin Zulkarnain dan saksi Antasari Azhar tidak pernah berkeluh kesah berkaitan dengan masalah Nasrudin Zulkarnain kepada Terdakwa. Tidak ada kata-kata saksi Antasari Azhar meminta bantuan kepada Terdakwa untuk mencarikan orang untuk mengikuti orang lain atau mencarikan orang untuk menyelesaikan. Pertemuan tersebut hanya berselang selama kurang lebih 15 menit; - Bahwa tidak ada pembicaraan atau kata-kata dari Terdakwa tentang “Siap Mengamankan” kepada saksi Antasari Azhar; - Bahwa benar, saksi Antasari Azhar tidak pernah menjanjikan jabatan kepada Terdakwa; - Bahwa berdasarkan keterangan saksi Antasari Azhar, Sigid Haryo Wibisono, keterangan Setyo Wahyudi dan Terdakwa, sekitar bulan Januari atau Februari 2009 saksi Antasari Azhar datang ke rumah Sigid Haryo Wibisono; - Bahwa benar beberapa menit kemudian Terdakwa datang di rumah Sigid Haryo Wibisono di Jl.Pati Unus No.35 Jakarta Selatan; - Bahwa Pada sekitar awal Februari 2009, Terdakwa pernah dihubungi Sigid Haryo Wibisono untuk datang ke rumahnya. Pada saat Terdakwa sedang berbicara dengan Sigid

yang dikatakannya pernah dibawa ke Polres Jakarta Selatan menemui Terdakwa. saksi Edoardus Ndopo Mbete als Edo dan keterangan Terdakwa. tapi pada saat itu saksi Jerry Hermawann Lo sempat melontarkan kata-kata: “saya tidak tahu mau diapain itu orang di pukul ke atau dihabisi saya tidak tahu”. .Bahwa berdasarkan keterangan saksi Sigid Haryo Wibisono.Haryo Wibisono tiba-tiba ada telepon masuk dan Terdakwa sempat mendengar pembicaraan antara Sigid Haryo Wibisono dengan yang menelepon. ini tugas Negara untuk Bantu kepolisian. saksi Edo datang ke rumah saksi Jerry Hermawan Lo. Muhammad Joni. Pada saat itu Terdakwa diberikan amplop tertutup yang menurut saksi Sigid Haryo Wibisono. pada tanggal 2 Pebruari 2009 bertempat di Hailai Bowling Ancol sekitar jam 7-8 malam terjadi pertemuan antara saksi Jerry Hermawan Lo Terdakwa dan Edo dikantin. kalau ada gerak-gerik yang mencurigakan tolong laporkan ke saya”. saksi Indra Apriadi dan Terdakwa. tolonglah bantulah abang.Bahwa berdasarkan keterangan Jerry Hermawan Lo.Kedoya Raya Kav.Bahwa berdasarkan keterangan saksi Edoardus Ndopo Mbete als Edo. Pada malam hari sekitar jam 22. . saksi Edoardus Ndopo Mbete als Edo dijemput oleh supir Terdakwa yaitu saksi Indra Apriadi dan diantar oleh saksi Indra Apriadi keruang kerja Terdakwa di Mabes Polri.Bahwa benar pada saat itu saksi Jerry Hermawan Lo menyebut nama Edo. Kemudian Jerry Hermawan Lo mengenalkan Edo kepada Terdakwa dan disambung oleh Terdakwa bahwa ada tugas Negara. pada akhir Februari 2009 saksi Edoardus Ndopo Mbete als Edo menelepon Terdakwa untuk meminta operasional. 27 No. Pada saat itu dikatakan: Jerry bilang:” Edo bantulah Pak Wiliardi. kamu sebagai informan tolong kamu ikuti orang ini 1 X 24 jam. Terdakwa menanyakan apa ada orang yang diminta tolongi untuk mengikuti seseorang secara terus-menerus.Terdakwa menanyakan ada masalah apa.Bahwa benar saksi Jerry Hermawan Lo kemudian menghubungi saksi Edo dan diminta datang ke rumahnya.00 WIB. . Pada pertemuan tersebut Terdakwa menanyakan kesanggupan Edo dan Edo menyanggupi untuk membantu mengikuti orang tersebut dalam foto.Bahwa benar Chaerul Anwar. dan saat itu Sigid Haryo Wibisono menanyakan ke Terdakwa apakah mempunyai teman yang dapat membantu untuk mengikuti orang terus menerus. . .wib di JL. terlebih dahulu Jerry Hermawan Lo dihubungi oleh Terdakwa.Pati Unus. kedatangan ke rumah tersebut sekitar bulan Januari 2009 sebanyak 2 kali. saksi Edoardus Ndopo Mbete als Edo dan keterangan Terdakwa. karena tim yang diketuai Kapolres Chairul Anwar dan yang dibentuk Kapolri tidak dapat secara terus menerus mengikuti orang tersebut. . pernah datang kerumah Sigid Haryo Wibisono di Jl. Terdakwa kemudian memerintahkan Indra untuk mengantar saksi Edo bertemu dengan saksi Sigid Haryo Wibisono. saksi Jerry Hermawan Lo kemudian menyerahkan amplop coklat ke Edo. amplop tersebut berisi foto orang yang akan diikuti. dan kemudian Wiliardi mengatakan “Do. meminta tolong ke Edo untuk mengikuti seseorang secara terus menerus. dan apabila membutuhkan operasional agar menghubungi Terdakwa. .13 Pesing Koneng Jakarta Barat. selanjutnya . Iwan Kurniawan. .Bahwa benar pada awal Februari 2009 saksi Indra mengantar Terdakwa Wiliardi Wizar kekantor saksi Jerry Hermawan Lo sekitar jam 15. Saksi Jerry Hermawan Lo mengatakan kalau Terdakwa meminta bantuan untuk mengikuti orang.

Bahwa setelah itu saksi Indra ditelepon oleh Terdakwa untuk mengikuti mobil kijang kapsul biru dan jalan kearah kemang. namun Terdakwa tidak membuka paper bag tersebut dan saksi Sigid Haryo Wibisono mengatakan agar paper bag disampaikan ke Edo. saksi Silvester Wangge dan Terdakwa bahwa setelah Terdakwa menerima paper bag dari saksi Sigid Haryo Wibisono malam itu Terdakwa langsung bertemu dengan saksi Edoardus Ndopo Mbete als Edo di depan Citos Cilandak Jakarta Selatan. Isi kantor/paper bag tersebut Terdakwa ketahui berisi uang sebesar Rp.Bahwa pada bulan April 2009. . Terdakwa Kombes Pol. saksi sama sekali tidak pernah menyuruh. . saksi meminta bantuan Terdakwa untuk mencari informan yang dapat bekerja full time 1x24 jam untuk mengikuti seseorang. . saksi Indra pernah mengantar Terdakwa Wiliardi Wizar satu kali kerumah Antasari Azhar di Tangerang bersama-sama dengan Setyo Wahyudi. . § Bahwa. . Kemudian Terdakwa Wiliardi Wizar turun dengan membawa Paper Bag (tas kertas dengan tali) dan masuk kedalam mobil kijang tersebut.Bahwa setelah Terdakwa masuk kedalam mobil kijang.Bahwa benar Terdakwa pernah mendapat telepon dari Edo menyampaikan mengenai hasil mengikuti korban. Edoardus Ndopo Mbete als Edo.Terdakwa menelepon Sigid Haryo Wibisono untuk meminta operasional sesuai permintaan Edo.000 (lima ratus juta rupiah) setelah penyidikan. bersama dengan analisa hukum terhadap keterangan yang telah diberikan. Selain itu tidak ada komunikasi lain baik dengan Sigid Haryo Wibisono. Paper bag diserahkan kepada Edoardus Ndopo Mbete als Edo.Kerinci VIII Kebayoran baru. Kami ingin mengajak Majelis Hakim mengingat kembali fakta-fakta hukum yang terungkap dipersidangan yang dberikan oleh saksi-saksi kunci dalam perkara ini.500. Antasari Azhar maupun dengan Edo maupun Jerry Hermawan Lo. Wiliardi Wizar untuk membunuh dan menghilangkan nyawa dari korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. menganjurkan. .Bahwa. Drs Wiliardi Wizar sama sekali tidak pernah meminta . . dan didaerah kemang mobil kijang biru tersebut berhenti lalu Terdakwa turun balik masuk kedalam mobil dinas dan orang yang didalam mobil Terdakwa turun balik kemobil kijang kapsul biru. pada saat itu Terdakwa diberikan paper bag.000. dan Terdakwa kemudian menyampaikan lagi informasi tersebut kepada Sigid Haryo Wibisono.Bahwa benar Paper Bag yang dibawa Terdakwa kecitos adalah Paper Bag yang sama yang dibawa dari rumah Jl. dan kebetulan rumah Terdakwa juga berada dekat dengan saksi Antasari Azhar. pembicaraan antara Terdakwa dengan saksi Antasari Azhar dikediaman saksi Antasari Azhar seputar tentang hoby saksi Antasari Azhar yang suka bermain golf. Ø Keterangan Saksi Antasari Azhar pada intinya menerangkan: § Bahwa. datang mobil Kijang kapsul warna biru berhenti didepan mobil Terdakwa. memerintahkan. . yaitu: Keterangan saksi-saksi: Ø Keterangan Saksi Sigit Haryo Wibisono pada intinya menerangkan: § Bahwa. .berdasarkan keterangan saksi Indra Apriadi. membujuk kepada Terdakwa Kombes Pol. lalu turun dari mobil kijang itu seseorang laki-laki dan pindah ke mobil Terdakwa yang saksi Indra kendarai.Sekitar habis maghrib Terdakwa datang ke kantor Sigid Haryo Wibisono.Bahwa tidak lama setelah mobil Terdakwa Wiliardi Wizar bertemu didepan citos. Berdasarkan uraian kronologis di atas.

Wiliardi Wizar bagaimana operasionalnya?. Ø Keterangan Saksi Hendrikus Kia Walen alias Hendrik pada intinya menerangkan: § Bahwa. Tebet ternyata isinya uang dan ketika dihitung oleh saksi bersama Hnedrikus Kia Walen alias Hendrik jumlah uang tersebut sejumlah Rp. saksi sama sekali tidak pernah menjanjikan promosi jabatan tertentu kepada Terdakwa Kombes Pol. Drs. Bahwa. ketika Terdakwa Kombes Pol Drs. keterangan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo yang merupakan bagian yang sangat penting dalam perkara ini sebagai orang quod-non yang dianjurkan oleh Terdakwa untuk melakukan tindak pidana sebagaimana dinyatakan dalam surat dakwaan Penuntut Umum. Wiliardi Wizar sesuatu barang dalam bungkusan paper bag.(lima ratus juta rupiah). saksi menanyakan kepada Terdakwa Kombes Pol Drs. memerintahkan. § Bahwa saksi sama sekali tidak pernah menyuruh. § Bahwa benar saksi menerima titipan dari Sigit Haryo Wibisono melalui Kombes Pol Drs. Wiliardi Wizar meminta saksi untuk secara full time mengikuti secara terus menerus 1x24 jam terhadap seseorang yang gambar fotonya berada di dalam amplop warna coklat. Ø Keterangan Saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias pada intinya menerangkan: § Bahwa. dari keseluruhan saksi-saksi kunci di atas Penuntut Umum tidak dapat membuktikan secara sah dan meyakinkan (beyond reasonable doubt) bahwa Terdakwa menerima permintaan bantuan untuk menghilangkan nyawa orang lain dari Antasari . Drs. menyuruh. § Bahwa.promosi jabatan kepada saksi untuk ditempatkan di institusi Polri. membujuk kepada Terdakwa Kombes Pol Wiliardi Wizar untuk membunuh dan menghilangkan nyawa dari korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. § Bahwa. membujuk kepada saksi untuk membunuh dan menghilangkan nyawa dari korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar.500.000. setelah paper bag tersebut dibuka oleh saksi san Hendrikus Kia walen alias hendrik di McDonald. memerintahkan. menganjurkan. Wiliardi Wizar menyerahkan barang titipan milik Sigit haryo Wibisono dalam bungkusan paper bag tersebut. Wiliardi Wizar tidak pernah mengatakan sesuatu apapun kepada saksi. Terdakwa Kombes Pol. Wiliardi Wizar. Terdakwa tidak pernah meminta. dan atau menganjurkan untuk menghabisi nyawa korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar akan tetapi Terdakwa hanya meminta Saksi agar mengikuti selama 24 jam orang yang identitasnya berada di dalam amplop. § Bahwa. Ø Keterangan Saksi Jerry Hermawan Lo pada intinya menerangkan: § Bahwa. Senyatanya dan sebenarnya keterangan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo telah sengaja tidak dibahas surat tuntutan Penuntut Umum. sedangkan fakta dipersidangan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo menyatakan bahwa. tidak ada perintah untuk menghabisi nyawa orang lain. § Bahwa. memerintahkan. menganjurkan. Terdakwa Kombes Pol Drs. dan Teadkwa menjawab nati disampaikan kepada Sigit Haryo Wibisono. saksi mendengar bahwa ada permintaan Terdakwa kepada Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk mencari informan yang dapat mengikuti secara terus menerus 1x24 jam terhadap seseorang yang gambar fotonya berada di dalam amplop warna coklat.000. ia Terdakwa Kombes Pol Drs. Wiliardi Wizar sama sekali tidak pernah menyuruh. § Bahwa. Mohon Perhatian Majelis Hakim Yang Mulia. Bahwa.

c. fakta ini merupakan keterangan Saksi Sigit Haryo Wibisono. Bahwa. saksi Indra Apriadi.000. Terdakwa datang ke rumah Sigit Haryo Wibisono dan menanyakan masalah karir yang dijanjikan Antasari Azhar (surat tuntutan halaman 76 poin 17). Terdakwa meminta kepada Sigit haryo Wibisono uang sebesar Rp. dengan tidak adanya alat bukti seperti keterangan saksi-saksi. . Penyerahan dana operasional dari Terdakwa kepada saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete di Pelataran parkir Cilandak Town Square (Surat Tuntutan Halaman 75 poin 15) sedangkan yang sebenarnya adalah.000.500. ataupun Terdakwa melanjutkan permintaan tersebut dengan cara menganjurkan orang lain casu quo Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk menghilangkan nyawa orang lain. senyatanya Kami sangat berkeberatan atas dalil Penuntut Umum pada analisa fakta dipersidangan yang dijadikan sebagai bukti petunjuk sebagaimana dinyatakan dalam surat tuntutannya yang spekulatif.Azhar maupun Sigit Haryo Wibisono. saksi Antasari Azhar dan keterangan Terdakwa.000. kejadian atau keadaan dimana isyarat tadi mempunyai persesuaian” antara satu dengan yang lain maupun isyarat tadi mempunyai persesuaian antara satu dengan yang lain maupun isyarat tadi mempunyai persesuaian dengan tindak pidana itu sendiri dan dari isyarat yang bersesuaian tersebut “melahirkan” atau mewujudkan suatu petunjuk yang “membentuk kenyataan” terjadinya suatu tindak pidana dan terdakwalah pelakunya. dan keterangan Terdakwa menyatakan bahwa Terdakwa tidak pernah meminta dan tidak pernah mengetahui jumlah dana operasional sejumlah Rp.-(lima ratus juta rupiah) untuk operasional dalam rangka mengamankan Antasari Azhar (lihat surat Tuntutan halaman 75 poin 14) sedangkan menurut keterangan saksi Sigit Haryo Wibisono. Saksi Antasari Azhar menyerahkan foto Nasrudin Zulkarnain kepada Terdakwa.000. Lebih lanjut.500. dan imaginatif telah memanipulier fakta hukum yang terungkap dipersidangan diantaranya dalam: Surat Tuntutan halaman 49 yang menyatakan: Petunjuk ialah suatu “syarat” yang dapat “ditarik suatu perbuatan. di ruang kerja saksi Sigit Haryo Wibisono. saksi Silvester Wangge dan keterangan Terdakwa menyatakan bahwa penyerahan dana tersebut di depan Cilandak Town Square dan bukan di pelataran parkir Cilandak town Square. Tentang alat bukti petunjuk akan Kami elaborasi lebih mendalam pada bagian analisa hukum pada Nota Pembelaan ini. surat maupun keterangan Terdakwa.-(lima ratus juta rupiah) akan tetapi dana tersebut merupakan pemberian saksi Sigit Haryo Wibisono. menurut keterangan Saksi Eduardus Noe ndopo Mbete. d. sedangkan fakta persidangan terungkap bahwa saksi Sigit Haryo Wibisono yang menghubungi Terdakwa dan meminta Terdakwa untuk “sowan” ke saksi Antasari Azhar. yang mana foto tersebut di simpan dalam amplop warna coklat (lihat Surat Tuntutan halaman 74 poin 11) sedangkan menurut saksi Sigit Haryo Wibisono dan keterangan Terdakwa menyatakan bahwa yang menyerahkan amplop yang kemudian diketahui berisi identitas korban adalah saksi Sigit Haryo Wibisono dan bukan saksi Antasari Azhar. Sebaliknya Penuntut Umum telah memutarbalikan dan memanipulier fakta-fakta hukum yang terungkap dipersidangan dengan menyatakan bahwa: a. b. Penuntut Umum telah secara prematur memberikan kesimpulan yang keliru tentang ada alat bukti petunjuk dalam persidangan ini.

Surat Tuntutan halaman 54 yang menyatakan: “. Terdakwa menyanggupi untuk mengamankan teror dengan cara mencarikan orang untuk menyelesaikannya” Bahwa.Surat tuntutan halaman 50 sampai dengan 51 yang menyatakan: “bahwa berdasarkan keterangan Sigit Haryo Wibisono dan keterangan Antasari Azhar.35 Jakarta Selatan dan di rumah itu terdakwa menerima uang sebesar Rp.35 Kebayoran Baru Jakarta Selatan tidak ada pembicaraan tentang kesanggupan saksi Antasari Azhar untuk membantu karir Terdakwa. saksi Antasari Azhar pada persidangan ini menyatakan bahwa ia tidak pernah menyatakan ketidakpuasannya terhadap hasil kerja Tim yang diketuai oleh Kombes Pol Chairul Anwar.terdakwa langsung melakukan pertemuan dengan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo di Pelataran Parkir Citos Cilandak Jakarta Selatan dan menyerahkan uang . Bahwa apa yang dinyatakan Penuntut Umum dalam tuntutannya halaman 50 merupakan bukti ketidakseriusan Penuntut Umum dalam merumuskan surat tuntutan a-quo.bahwa terdakwa kemudian datang kerumah Sigit Haryo Wibisono di Jl.Joni yang menyatakan bahwa Antasari Azhar tidak pernah menyatakan ketidakpuasannya terhadap hasil kerja Tim yang dipimpin oleh Kombes Pol Chairul Anwar. keterangan yang saksi-saksi nyatakan dalam persidangan lain tidak dapat digunakan sebagai alat bukti dalam persidangan dengan Terdakwa Wiliardi Wizar. dimana Penuntut Umum hanyalah meng-copypaste keterangan saksi-saksi yang dinyatakan dalam persidangan lain... Pada pertemuan tersebut Antasari Azhar menyanggupi akan mensonding Kapolri untuk membantu karir Terdakwa dan berkaitan keluhan Antasari Azhar mengenai teror yang dialaminya.. senyata dan sebenarnya Penuntut Umum telah memanipulier fakta persidangan. Surat Tuntutan halaman 52 yang menyatakan: “Bahwa berdasarkan keterangan Sigit Haryo Wibisono dan saksi Antasari Azhar dan Terdakwa bahwa dalam pertemuan tersebut saksi Antasari Azhar berbicara mengenai masalah teror terhadap dirinya dan Terdakwa bercerita tentang karirnya. Surat Tuntutan halaman 51 dan halaman 78 yang menyatakan: “bahwa berdasarkan keterangan Sigit Haryo Wibisono.. begitupula sebaliknya Terdakwa tidak pernah menyanggupi untuk mengamankan dengan mengambil tindakan.Pati Unus No.000. saksi Antasari Azhar maupun saksi Sigit Haryo Wibisono dalam kesaksiannya tidak pernah sekalipun menjelaskan secara detil teror sms yang diterima oleh saksi Antasari Azhar.-(lima ratus juta rupiah) dalam bentuk tunai yang disimpan dalam sebuah paper bag (tas kertas) dari Setyo Wahyudi atas perintah Sigit Haryo Wibisono..000. saksi Antasari Azhar dan istrinya pernah menerima teror dalam bentuk sms yang isinya menuduh saksi Antasari telah melakukan perbuatan asusila dengan Rani Juliani yang adalah isteri dari Korban Nasrudin Zulkarnain. “.Patiunus No. Senyatanya.” Sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap di persidangan. Selanjutnya. berdasarkan Pasal 185 ayat (1) KUHAP menyatakan: keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan di sidang pengadilan.500. Argumentasi ini didukung oleh keterangan saksi M. Dengan demikian. saksi Antasari Azhar tidak puas dengan keterangan hasil kerja tim bentukan Polri”. yang secara tegas dan terang saksi Antasari Azhar menjelaskan bahwa pada pertemuan antara saksi Antasari Azhar dengan Terdakwa di rumah saksi Sigit Haryo Wibisono di Jl.

yang akan membantu Terdakwa apabila mau mengikuti kemauan penyidik yang sudah dikoordinasikan dengan jaksa. Bahwa. Hal ini dapat dibuktikan oleh karena.35 Kebayoran Baru Jakarta Selatan.atas permintaan Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo terdakwa menyatakan penyangkalan atas perbedaan waktu penerimaannya saja tetapi masalah uang yang diterima terdakwa mengetahui dan dana operasional tersebut diserahkan langsung pada saat yang sama ke saksi Edo. pemberian biaya operasional dari saksi Sigit Haryo Wibisono kepada Terdakwa senyatanya tidak dilakukan di rumah saksi Sigit Haryo Wibisono di Jl.. keterangan saksi Hasan Mulachela alias Habib Hasan. pada persidangan ini. Dalil ini didukung oleh keterangan saksi Setyo Wahyudi. yang diperkuat keterangan saksi Setyo Wahyudi. Hal ini yang sangat janggal bagi seorang Jaksa Senior untuk hadir dalam proses pemeriksaan pada tahap penyidikan yang masih ditangani oleh pihak Kepolisian dan bahkan menganjurkan Terdakwa untuk mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya. saksi Jerry Hermawan Lo.” Bahwa.Pati Unus No. Setyo Wahyudi. saksi Setyo Wahyudi. Karno. keterangan saksi Karno. .tersebut kepada Eduardus Noe ndopo Mbete alias Edo sebagai dana operasional pelaksanaan pembunuhan atas Nasrudin Zulkarnain Iskandar. yaitu menyarankan Terdakwa untuk mengakui keterangan yang telah disiapkan dalam BAP untuk ditandatangani. saksi Jerry Hermawan Lo dan saksi Muhammad Agus. Selanjutnya tentang penyerahan dan operasional dari Terdakwa kepada saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo bukan di pelataran parkir Cilandak Town Square akan tetapi berdasarkan keterangan Terdakwa. Yang benar adalah amplop tersebut diserahkan oleh saksi Sigit Haryo Wibisono.500. saksi Indra Apriadi dan saksi Silvester Wangge menyatakan bahwa pertemuan antara Terdakwa dengan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete di depan Cilandak Town Square dan bukan di pelataran parkir Cilandak Town Square. Tentang keterangan Terdakwa: Surat Tuntutan halaman 56 yang menyatakan: “bahwa terdakwa dalam memberikan keterangan pada saat pemeriksaan saksi Sigit Haryo Wibisono. saksi Sigit Haryo Wibisono dan keterangan Terdakwa. Mohon Perhatian Majelis Hakim Yang Mulia.000. Saksi Hasan Mulachela. Hal ini dapat dibuktikan berdasarkan keterangan Terdakwa yang terungkap dalam persidangan telah menyatakan bahwasanya salah satu Jaksa Penuntut Umum bernama Bambang Suharyadi (salah satu Penuntut Umum dalam perkara ini) diperkenalkan oleh penyidik sebagai salah satu Jaksa Agung Muda pada Kejaksaan Agung RI. dan Habib Hasan dalam penerimaan uang sebanyak Rp. serangkaian proses hukum terhadap Terdakwa merupakan suatu konspirasi besar. Terdakwa telah mencabut keterangan di BAP yang menyatakan bahwa amplop tersebut diserahkan oleh Antasari Azhar. Selain itu. dengan diberikan foto korban Nasrudin dan foto mobil serta alamat kantor dan rumah korban didalam amplop coklat yang diterima terdakwa dan selanjutnya terdakwa didalam menanggapi kesaksian Sigit. dan saksi Muhamad Agus yang menyatakan siap untuk mengamankan keluhan yang disampaikan oleh saksi Antasari Azhar. saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete. tidak ada dalam pertemuan antara Terdakwa dengan Antasari Azhar dan saksi Sigit Haryo Wibisono.. Bahwa.000. Saksi Karno. senyatanya Penuntut Umum telah melakukan manipulasi besar atas terhadap keterangan saksi-saksi yang memberikan keterangan didepan persidangan.

dengan demikian.F selaku ahli Forensik. Abdul Mun’im Idries. Bahwa sehubungan pertanyaan dan jawaban dari dr. nuansa aroma rekayasa perkara pidana in casu terhadap diri Terdakwa sudah “dikondisikan” sedemikian rupa. bukan tidak mungkin.F: Bahwa. maka terungkap fakta bahwa jika didalam BAP Penyidik tanggal 15 Mei 2009 terdapat pertanyaan dan jawaban dari dr. sehingga ratio hukum mengatakan jika terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar dilakukan tindakan medis penyelamatan berupa operasi dengan mengeluarkan 2 (dua) buah butir proyektil dari dalam kepala. Abdul Mun’im Idries. Sp. yang berbunyi sebagai berikut: pertanyaan : “mengertikah ahli mengapa sekarang ini diperiksa dan dimintai keterangannya oleh pihak Kepolisian Resort Metro Tangerang? bila mengerti jelaskan sehubungan dengan perkara apa jelaskan? jawaban: “sudah mengerti perkara pembunuhan berencana yang menjadi korban meninggal dunia atas nama Nasrudin Zulkarnain Iskandar”. Sp. SpF. Abdul Mun’im Idries. maka. Abdul Mun’im Idries. maka dr. Abdul Mun’im Idries. Oleh karena berdasarkan keterangan-keterangan dari para saksi tersebut. Sp. Sp. Visum Et Repertum No.F. Abdul Mun’im Idries. hanya meng-iya-kan dan menandatangani saja”. selaku ahli Forensik.F memberikan jawaban dalam persidangan bahwasanya “jawaban yang tertera didalam BAP tersebut semuanya sudah diatur oleh anggota polisi yang bernama JAIRUS SARAGIH. sedangkan dr.F diajukan kepersidangan oleh Penuntut Umum selaku ahli. Abdul Mun’im Idries. adanya harapan hidup bagi korban Nasrudin . tertanggal 30 Maret 2009 yang dibuat dr. SpF. tanggal 30 Maret 2009 yang dibuat dr. Bahwa. ketika dr. saksi Fransiskus Tadons Kerans alias Amsi.1030/ SK. apakah Visum et Repertum No. Sp. menurut: Keterangan Ahli: Ø Keterangan Ahli Forensik dr. bahwa mereka dalam memberikan keterangan tidak dalam keadaan bebas dari tekanan. dalil Penuntut Umum yang membacakan keterangan saksi Heri Santosa bin Rasja alias Bagol. bahkan para saksi tersebut mengaku sempat disiksa oleh oknum kepolisian. Untuk itu Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia Tidak mempertimbangkan Berita Acara Pemeriksaan saksi-saksi di atas oleh karena diperoleh secara melawan hukum. telah dapat membuktikan bahwasanya Terdakwa adalah sebagai “pelaku” sebagaimana dimaksud dalam dakwaan & requisitoir Penuntut Umum?? Bahwa secara causalitas ipso jure.II/03/2-2009.F pada BAP tanggal 15 Mei 2009 pertanyaan dan jawaban point 9 maupun keterangannya disampaikan dalam persidangan bahwasanya : “kedua butir anak peluru atau proyektil yang terdapat pada kepala korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar menyebabkan kematian korban”.Tentang tambahan alat bukti sah yang lain: Bahwa.F selaku ahli tersebut di atas. jika dr. sama sekali tidak ada hubungannya dengan Terdakwa. Abdul Mun’im Idries. Bahwa. Mun’im Idries. dan/ataupun setegas-tegasnya Visum Et Repertum a quo hanya dapat diterapkan dan dipergunakan terhadap Terdakwa Hendrikus Kia Walen alias Hendrik. Terdakwa Fransiscus Tadon Kerans alias Amsi dan Terdakwa Daniel Daen Sabon alias Daniel !!! Majelis Hakim yang kami muliakan. Selain itu. Sp. saksi Hendrikus Kia Walen alias Hendrik. Sp.II/03/2-2009.1030/SK. saksi Daniel Daen Sabon alias Daniel sebagai tambahan alat bukti lain yang sah senyatanya tidak berdasar.

1047 inci. oleh team medis rumah sakit Mayapada Tangerang maupun oleh team medis RSPAD Gatot Subroto.437 .2. anak peluru yang diameter 9 mm tidak cocok pada senjata api S&W 38. tanggal 14 Mei 2009.2. karena: . dan Ahli hanya melakukan pengujian terhadap 2 anak peluru.1027 inci. . sehingga.Zulkarnain Iskandar masih terbuka lebar. Lebih lanjut ahli menerangkan bahwa.1010 inci. Pertanyaan kami selanjutnya adalah mengapa hal-hal penting seperti ini sepertinya di”lewatkan” oleh penyidik??? Mungkin hanya penyidiklah yang paling mengetahui persis jawabannya.Lab: 290/BSF/2009.567 milimeter atau 0.610 mili meter atau 0.sesuai dengan keterangan ahli Ruby Alamsyah Ahli IT). ahli tidak menerima pakaian korban. Ahli menyatakan bahwa: Ahli tidak melakukan pengujian terhadap serpihan anak peluru. pada persidangan ini.464 . maka menurut WIDODO HARJOPRAWITO selaku ahli balistik. sehingga patut diduga kuat bahwasanya “telah terjadi sesuatu skenario untuk membiarkan (by omission) terjadinya kematian terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar” !!! Selain itu. sama sekali tidak pernah dilakukan tindakan penyelamatan dengan melakukan operasi untuk mengeluarkan 2 (dua) butir proyektil yang ada didalam kepalanya. Fakta lain adalah Ahli tidak melakukan pengujian pada 27 anak peluru yang diperlihatkan pada pengadilan.1010 inci. akan tetapi. yang menurut ahli. Pendapat yang mengejutkan lainnya adalah pendapat Ahli Balistik Widodo Harjoprawito yang menyatakan: “jika dilihat dari Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik No. tanggal rekaman tercatat tahun 2007.661 mili meter atau 0.2.414 .567 milimeter atau 0. terbukti bahwa rekaman yang didalilkan oleh Jaksa Penuntut Umum tidak valid.2.0. Selanjutnya. dimana pada nomor pemeriksaan point 5 tertulis Lebar Land Impression/Galangan. adapun. pada halaman 2 tertera hasil pemeriksaan APB-1 (anak peluru bukti 1) dan APB-2 (anak peluru bukti 2). pada APB-1 tertulis angka 2. sedangkan.0953 . Dengan tidak asli-nya mayat korban. ahli berpendapat bahwa tidak dapat menentukan waktu kematian sedangkan waktu kematian merupakan salah satu unsur penting dalam pengungkapan suatu kasus. Ø Keterangan Ahli Balistik Drs.Rekaman dilakukan hanya satu kali. sedangkan pada APB-2 tertulis angka 2. fakta mengatakan bahwa ternyata terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. yang dibuat oleh Badan Reserse Kriminal POLRI Pusat Laboratorium Forensik.423 . Maruli Simanjuntak Bahwa. kondisi mayat korban sudah tidak asli lagi sehinga mempengaruhi kesimpulan Ahli. Hal ini diperkuat dengan keterangan ahli balistik yang tidak memeriksa arah datangnya anak peluru yang melewati kaca mobil.0970 0. dengan artikulasi tidak jelas dan pihak-pihak tidak . Dengan adanya ketidakpastian akan posisi korban ini. pada nomor pemeriksaan point 6 tertulis Lebar Groove Impression/Dataran. ahli berpendapat bahwa.0950 . sedangkan pada APB-2 tertulis angka 2. akan menimbulkan asumsi-asumsi tentang kematian korban. dengan adanya “perbedaan angka yang tertulis pada APB-1 dan APB-2 tersebut.0. bahwasanya butir peluru atau proyektil yang berada didalam kepala korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar berasal dari 2 (dua) laras pistol atau 2 (dua) laras senjata yang berbeda” !!! Ø Keterangan Ahli IT Ruby Zukry Alamsyah Dalam perkara a-quo. dengan tidak dilakukan pengamatan dan pengujian terhadap pakaian korban. ahli juga menerangkan bahwa.0959 0. pada APB-1 tertulis angka 2. ahli tidak dapat menentukan posisi korban pada waktu ditembak.

. saksi Sigit Haryo Wibisono.AKP H. di depan persidangan. Bahwa patut diduga. masing-masing atas nama Kompol Iwan Kurniawan..Dari isi rekaman kalaupun itu benar adanya. Sebagimana kita ketahui bersama bahwa perkembangan teknologi informasi yang sangat berkembang pesat sehingga kita tidak dapat dapat begitu saja mengandalkan keotentikan suatu alat bukti yang dihasilkan dari dunia digital. dengan diketuai oleh Kombes Pol. jelas membuktikan bahwa Terdakwa benar tidak mengetahui masalah. dari transaksi antara Terdakwa dengan Saksi Sigit Haryo Wibisono. dan karenanya tugas Negara yang disampaikan oleh saksi Sigid sehingga diperlukan mencari informan tidak dapat dikwalifikasikan sebagai tindak pidana.jelas. jadi ga ada cerita mas Antasari Azhar…. Lebih lanjut. willy aja gak tahu masalahnya…”. b e g i t u p u l a. Bahwa begitu pula terhadap keterangan dari Ruby Zukri Alamsyah selaku ahli IT Security dan forensik. saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete serta saksi Jery Hermawan Lo.Wiliardi Wizar. dan Eduardus No Ndopo Mbete alias Edo tidak membuktikan bahkan menunjukkan atau mengindikasikan adanya suatu tindak pidana. didukung dengan pertanyaan yang disampaikan oleh penyidik yang ditujukan kepada saksi Sigid Haryo Wibisono.J. Selain itu. Selain itu. data rekaman. berbunyi sebagai berikut: “…saya terus terang disappointed. SIK. Kompol Helmy Santika. untuk menjaga kecurigaan jangan sampai terhadap nomor HP yang dipegang oleh Terdakwa Kombes Pol Drs. . Ahli menyatakan bahwa Ahli tidak melakukan pemeriksaan terhadap konten atau isi dari suatu transaksi telepon.. maupun nomor HP saksi Antasari Azhar.Chairul Anwar untuk melaksanakan penyelidikan terhadap pelaku teror dan pengancaman terhadap saksi Antasari Azhar selaku Ketua KPK. dan dimodifikasi. Drs. karena yang diberikan service atau pelayanan oleh provider tersebut adalah jalur komunikasinya saja samapai hanset”. saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete serta saksi Jerry Hermawan Lo adalah bear-benar nomor HP yang asli dan bebas dari cloning”!!! * Majelis Hakim yang Mulia. Selanjutnya. SIK. saksi Sigit haryo Wibisono. b e g i t u p u l a s e l a n j u t n y a. yang menerangkan “bahwa CDR bisa dipastikan nomor yang berhubungan dengan nomor dan bisa dipastikan pemegang HP dengan pemegang HP tetapi tidak bisa dipastikan orang dengan orang. Ruby Zukri Alamsyah selaku ahli IT Security dan forensik menerangkan bahwa “dalam perkara pidana in casu ahli sama sekali tidak pernah melakukan pemeriksaan imei. AKP Mohamad Joni. Ahli berpendapat bahwa data digital sangat rentan untuk diubah. bau amis aroma rekayasa perkara pidana in casu sudah tercium kuat sejak dibentuknya 4 (empat) orang team oleh KAPOLRI sebagaimana perintah lisan tanggal 05 Januari 2009. Apalagi Saksi Antasari Azhar membantah mengenai suara yang dikatakan mirip dengan suara Saksi tersebut. Antasari Azhar. ada dilakukan cloning atau penggandaan nomor”. Oleh karena Pasal 184 KUHAP telah membatasi tentang apa yang disebut sebagai alat bukti yang sah. yang terdiri dari orang Intel dan Reserse.A Pinora. tetep yang saya takut aja ga tahu intinya masalahnya dengan willy dengan saya sudah.…. Dari percakapan tersebut. di-edit. saksi Antasari Azhar. ataupun data transaksi yang dihadirkan didepan persidangan tidak dapat dijadikan sebagai alat bukti. SIK. menurut ahli tersebut bahwa “dalam perkara pidan incasu ahli sama sekali tidak melakukan koordinasi dengan operator untuk memastikan bahwa nomor HP yang dipakai oleh Terdakwa Kombes Pol Drs Wiliardi Wizar.

kami Tim Penasihat Hukum terfokus erat pada satu pertanyaan mendasar dan prinsip .SIK bersama Kombes Pol.00 WIB secara langsung telah di telepon oleh Irjen Pol. dimana ketika itu WAKAPOLRI telah memberikan arahan kepada saksi AKP.Pinora untuk segera bergabung dengan Kombes Pol. Mohamad Joni. Chairul Anwar untuk menghadap Komjen Pol. “pengamanan” dan “penggalangan” (LIDPAMGAL) yang pergerakannya patut dicurigai sebagai pergerakan rahasia yang keberadaannya patut dipertanyan “a d a a p a” ??? dimana melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi AKP H. saksi AKP Joni. dan KEPALA BADAN INTELIJEN KEAMANAN POLRI sama sekali tidak memberikan perintah kepada anggotanya termasuk tidak memberikan perintah kepada 4 (empat) anggota teamnya dibawah pimpinan Kombes Pol. ternyata juga pada tanggal 04 Januari 2009 Irjen Pol Drs Saleh Saaf selaku KEPALA BADAN INTELIJEN KEAMANAN POLRI telah bertindak pula dengan menyuruh dan memerintahkan saksi AKP. Mohamad Joni. sebagaimana fakta keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi AKP.Saleh Saaf selaku Kepala Badan Intelijen Keamanan POLRI agar supaya segera membantu Kombes Pol. yang didorong untuk masuk dalam pergerakan Intelijen seolah-olah sebagai korban padahal akan dikorbankan ???? a t a u.Drs.Drs.Pinora yang bersesuaian pula dengan BAP tanggal 22 Mei 2009 jawaban point 3 yang menerangkan bahwa saksi AKP. adanya suatu pergerakan “operasi intelijen” yang bertujuan erat untuk melakukan “penyelidikan”.Makbul Padmanegara selaku WAKAPOLRI. b e g i t u p u l a. SIK telah dipanggil oleh Kombes Pol Drs.JA Pinora pada hari minggu tangal 04 Januari 2009 sekitar jam 08. Bahwa patut pula diduga kuat. Drs Chairul Anwar agar supaya segera membuat laporan polisi model A dan laporan model C guna .Drs Chairul Anwar.Drs.Chairul Anwar untuk melakukan penyelidikan terhadap pelaku teror dan pengancaman dalam hal ini yang dilakukan oleh korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. dimana sebelum KAPOLRI memberikan perintah lisan tanggal 05 Januari 2009 untuk membentuk 4 (empat) orang anggota team yang diketuai oleh Kombes Pol. 03 Januari 2009 Komjen Pol. patut diduga kuat. terdapat 3 (tiga) hal yang sangat bertolak belakang satu dengan yang lain. SIK yang menerangkan bahwa ternyata pada tanggal 03 Januari 2009.Chairul Anwar”?? a t a u b u k a n k a h operasi Intelijen tersebut dilakukan semata-mata untuk melakukan pergerakan rahasia dengan memberlakukan semua tindakan kepolisian terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar ? a t a u b u k a n k a h p u l a. SIK bersama Kombes Pol. WAKAPOLRI.H. masih banyak lagi pertanyaan lain yang akan kami Tim Penasihat Hukum ajukan t e t a p i.JA. H.Drs. pergerakan tersebut adalah merupakan upaya rekayasa dengan memanfaatkan peluang dan menjadikan saksi Antasari Azhar sebagai target sasaran operasi.Bahwa.Drs Chairul Anwar ternyata pada tgl.A.Chairul Anwar untuk melaksanakan tugas khusus KAPOLRI.Drs Chairul Anwar?? sehingga patut dipertanyakan ”seberapa berbahayakah tindakan yang dibuat oleh korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar terhadap Antasari Azhar selaku Ketua KPK. “mengapa terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. dan KEPALA BADAN INTELIJEN KEMANAN POLRI secara langsung terlibat aktif dalam memberikan briefing dan pengarahan serta perintah terhadap anggotanya dibawah pimpinana Kombes Pol. WAKAPOLRI. sehingga KAPOLRI. Bahwa dari rangkaian fakta tersebut. oleh KAPOLRI.J.Drs Makbul Padmanegara selaku WAKAPOLRI terlebih dahulu telah membuat suatu pergerakan dengan memanggil kepada saksi AKP Mohamad Joni.

Bahwa jika lihat dari bentuk surat resmi dan cara pembuatan “Laporan Hasil Pelaksanaan Tugas Penyelidikan” yang dibuat dan ditandatangani oleh Kombes Pol. surat tersebut sebagai surat resmi. yang dimaksud dengan “laporan polisi model C” adalah: laporan polisi yang dibuat sendiri oleh anggota POLRI dengan keleluasaan yang tidak terbatas pada laporan polisi model A dan model B. SIK dan AKP H. maka adalah merupakan suatu kebohongan besar. baik langsung maupun tidak langsung. * Majelis Hakim Yang Mulia. SIK untuk mencari tahu keberadaan identitas korban Nasrudin . sangat terkesan sekali bahwa surat tersebut dari model dan bentuknya hanyalah sebagai surat biasa yang secara struktural dan kedinasan tidak dapat dipertanggungjawabkan sebagai surat resmi. pada surat tersebut sama sekali tidak pernah dicantumkan kalau surat tersebut ditujukan kepada siapa? B e g i t u p u l a.Drs Chairul Anwar. s e r t a p u l a.pemanggilan pro justitia. a d a p u n yang dimaksud dengan “laporan polisi model A” adalah : laporan polisi yang dibuat sendiri oleh anggota polisi yang dibuat sendiri oleh anggota POLRI terhadap sesuatu kejadian atau kasus yang keberadaannya telah/sudah diketahui. yang dimaksud “laporan polisi model B” adalah : laporan polsi yang dibuat secara langsung oleh anggota masyarakat. b e g i t u p u l a s e l a n j u t n y a. demi terlaksananya pengungkapan kasus” ???? * Majelis Hakim Yang Mulia. dengan tembusannya kepada WAKAPOLRI. yang disampaikan melalui surat resmi maupun melalui penyampaian kepada POLRI.A Pinora. Drs Chairul Anwar sebagai pemberi tugas. KEPALA BADAN INTELIJEN KEAMANAN POLRI dan KAPOLDA METRO JAYA. * Majelis Hakim Yang Mulia. karena saksi Antasari Azhar selaku Ketua KPK tidak mau membuat laporan polisi. s e h i n g g a. Bahwa secara internal POLRI bentuk laporan polisi ada 3 (tiga) jenis yaitu: “laporan polisi model A”. maka didalam surat resmi tersebut diketemukan banyak sekali kejanggalan. “laporan polisi model B”. didalam persidangan menerangkan bahwasanya terhadap laporan yang disampaikan oleh saksi Antasari Azhar selaku Ketua KPK kepada KAPOLRI tentang “TEROR” & “PENGANCAMAN” dengan pelaku korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar tidak dapat diproses oleh POLRI. sehingga kasus tersebut menjadi jernih. Bahwa sebagaimana fakta 3 (tiga) bentuk laporan polisi yang terurai tersebut di atas. dan menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus “TEROR” & “PENGANCAMAN” a quo kepada KABARESKRIM POLRI dalam kerangka penegakan hukum.Mohamad Joni. selanjutnya pada surat tersebut sama sekali tidak pernah distempel dengan cap Kepolisian Negara R. tertangal 24 Januari 2009. s e d a n g k a n. seharusnya surat resmi tersebut oleh Kombes Pol. dan “laporan polisi model C”. Bahwa jika KAPOLRI dan WAKAPOLRI secara struktural melakkan koordinasi kedinasan dengan KABARESKRIM POLRI.I. demi pengungkapan sesuatu kasus. maka sudah pasti korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar tidak akan terbunuh !!! * Majelis Hakim Yang Mulia. Bahwa pergerakan team POLRI yang dibentuk KAPOLRI tersebut dengan menugaskan saksi AKP. d i m a n a. p a d a h a l.I. * Majelis Hakim Yang Mulia. jika saksi AKP Mohamad Joni.J. pada surat tersebut sama sekali tidak pernah dicantumkan kalau b e g i t u p u l a. semestinya harus distempel dengan cap Kepolisian Negara R.

dibalik semuanya itu justru kami Tim Penasihat Hukum berupaya mengungkapkan kebenaran yang sesungguhnya dari perkara pidana in casu terhadap kematian dari korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. agar supaya terhadap Terdakwa Kombes Pol Drs. berkat sistim inquisitor yang dianut dalam sistim peradilan pidana di Indonesia. dimana ketiga saksi tersebut telah menerangkan bahwasanya orang yang paling dekat dengan korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar adalah Kompol Helmy Santika. Berdasarkan kesaksian dari para saksi fakta dan keterangan ahli di atas. sudah terjalin puluhan tahun sejak mereka masih kecil. Drs chairul Anwar harus menugaskan AKP Mohamad Joni. SIK tersebut patut diragukan dan dipertanyakan. dan terang tentang apa yang sebenarnya terjadi sehingga tidak ada alasan lain selain membebaskan Terdakwa dari segala dakwaan yang semu ini. DAVID EKO PRIYANTO & IMAM HAMBALI alias KEMAT!!! * Majelis Hakim Yang Mulia.Mohamad Joni. Selanjutnya.Mohamad Joni SIK saksi AKP. TUNTUTAN PENUNTUT UMUM Majelis Hakim Yang kami hormati Penuntut Umum Yang Terhormat Sidang Pengadilan yang mulia.Wiliardi Wizar tidak mengalami nasib yang sama seperti yang dialami antara lain oleh SENGKON & KARTA. membuktikan bahwa Terdakwa tidak ada maksud atau niat untuk melakukan. menyuruh melakukan. SIK dimana hubungan kedekatan antara Kompol Helmi Santika. pada prinsipnya. Bahwa apa yang menjadi pertanyaan dan keraguan dari Kami Tim Penasihat Hukum terhadap keberadaan team POLRI. sangat menegtahui sangat menegerti dan sangat memaklumi karakter identitas serta kativitas kerja dari korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar??? * Majelis Hakim Yang Mulia. serta posisi KEPALA BADAN INTELIJEN KEAMANAN POLRI. yang menimpa korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. apakah benar seperti itu??? D i k a r e n a k a n sebagaimana fakta persidangan yang terungkap melalui keterangan kesaksian saksi AKP. . keterangan saksi AKP.J.A Pinora dan saksi Sigit Haryo Wibisono.H. Bahwa tidaklah mudah Penuntut Umum mendakwa seseorang atau Terdakwa dengan tuduhan dengan rencana terlebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain oleh karena fakta hukum persidangan yang berbicara. m e l a i n k a n. SIK yang termasuk salah satu anggota team.Zulkarnain Iskandar. d e n g a n d e m i k i a n. begitu pula yang dialami oleh. mengapa KAPOLRI melalui Kombes Pol. turut serta melakukan serta menganjurkan tindak pidana pembunuhan berencana. V. posisi WAKAPOLRI. agar supaya terhadap Terdakwa Kombes Pol Drs Wiliardi Wizar tidak menanggung darah dari korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. SIK untuk mencari tahu identitas dari korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar ? p a d a h a l Kompol Helmy Santika. begitu pula. semata-mata bukan bertuuan untuk mendiskreditkan posisi KAPOLRI. Majelis Hakim Yang Mulia secara aktif telah menggali dan telah mendengar keterangan-keterangan para saksi dan memeriksa alat bukti yang lain sehingga mendapatkan gambaran yang utuh. SIK dengan korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. komprehensif. berikut bertugas untuk mengambil data-data serta gambar foto dari korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar bersama Rani Juliani.

yang ditandatangani oleh Iwan Setiawan hanyalah merupakan kesimpulan Penuntut Umum dan bukan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan. dimana Penuntut Umum telah menuntut Terdakwa. karena didalam tuntutan tersebut Penuntut Umum dengan sengaja menyembunyikan dan/atau tidak menggunakan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan khususnya mengenai keterangan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo yang menyatakan: tidak ada perbuatan Terdakwa menganjurkan orang lain casu quo Saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk menghabisi atau menghilangkan nyawa orang lain. Kami berharap kiranya Majelis Hakim Yang Mulia mempertimbangkan tentang karier dan pengabdian Terdakwa kepada negara selama menjadi anggota kepolisian dan/atau sikap Terdakwa pada persidangan.Pada persidangan yang lalu. Penuntut Umum telah memutarbalikkan fakta untuk mencapai target dan alasan pembenaran terhadap surat dakwaannya.. 2. yakni pada tanggal 19 Januari 2009. Adapun keberatan Kami selaku Tim Penasihat Hukum Terdakwa yaitu: 1. bahkan Penuntut Umum dalam memberikan kesimpulan terhadap perkara ini. Bahwa. dengan tidak dapat dibuktikannya kesalahan Terdakwa didepan persidangan ini sebagaimana dijelaskan dalam surat dakwaanya.sekali lagi kami nyatakan: tidak ada satu-saksi-pun yang bersaksi didepan persidangan yang terbuka untuk umum dan dibawah sumpah menyatakan bahwa Terdakwa dengan sengaja menganjurkan orang lain casu-quo Eduardus Noe Ndopo Mbete untuk menghilangkan nyawa orang lain casu quo Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Hal ini dapat dinilai dari tidak dimasukkannya keterangan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo dalam Surat Tuntutan Penuntut Umum. Antasari Azhar. Bahwa. bujukan. dalam surat tuntutannya Penuntut Umum menutup mata tentang keterangan saksi-saksi diantaranya Sigit Haryo Wibisono. perintah. Bahwa... 4. telah melanggar Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 Jo Pasal 340 KUHP. Penuntut Umum telah membacakan tuntutannya. didalam Surat Tuntutan tertanggal 19 Januari 2009. permintaan. sedangkan senyata dan sebenarnya dalam copy surat tuntutan yang diberikan kepada Penasihat Hukum dengan jelas mencantumkan tentang hal-hal yang meringankan yakni: Terdakwa belum pernah dihukum. Penuntut Umum dalam pembacaan tuntutan pada tanggal 19 Januari 2009 menyatakan bahwa tidak ada hal-hal yang meringankan yang dapat dinilai dari diri Terdakwa. Oleh karena senyatanya dalam Surat Tuntutan Penuntut Umum (Requisitor) pada bagian keterangan saksi-saksi tidak ada satu saksi-pun. kesimpulan Penuntut Umum hanya berdasarkan dan mengandalkan keterangan-keterangan saksi-saksi yang disusun bagaikan sebuah mozaik yang tidak beraturan dan menjadi 1 (satu) alat bukti petunjuk yang keliru untuk menjerat Terdakwa. 3. bantuan dan/atau provokasi dari diri pribadi Terdakwa untuk menghilangkan nyawa orang lain. Bahwa. semestinya Penuntut Umum melakukan penuntutan bebas terhadap Terdakwa akan tetapi justru Penuntut Umum . Senyata dan sebenarnya dasar dari Penuntut Umum untuk melakukan tuntutan terhadap Terdakwa hanya berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan di Kepolisian. Ada maksud apa dibalik sikap Penuntut Umum tersebut??? Penuntut Umum secara tidak langsung telah melakukan pembunuhan karakter (character assasination) terhadap Terdakwa dengan mengabaikan seluruh pengabdian Terdakwa bagi bangsa dan negara selama ini. walaupun Penuntut Umum telah tidak mempertimbangkan hal-hal tersebut. dan Hendrikus Kia Walen alias Hendrik yang menyatakan tidak ada pembicaraan.

1958). kelompok yang menolak hukuman mati (abolisionist) mempunyai argumentasi utama sebagai upaya untuk menangkal pelaksanaan hukuman mati. dengan tuntutan “Mati” terhadap Terdakwa menunjukkan bahwa Penuntut Umum hanya berusaha memenuhi keinginan balas dendam/retalionis tanpa mengindahkan fakta-fakta hukum yang terungkap dipersidangan. yang kemudian terbukti tidak bersalah (London. This right shall be protected by law. Prancis karena didakwa telah membunuh anaknya yang kemudian setelah 20 tahun sejak ia dihukum mati. yang ternyata tiba-tiba batal. oleh karena muncul Rotschil sang pembunuh sebenarnya (California. Bahwa. Bahwa. tanpa kita sadari atau tidak. Hal ini telah menunjukkan sikap arogansi Penuntut Umum dan tidak mencerminkan sifat dan/atau nilai Korps Adhyaksa yang Satya Adhi lagi Wicaksana. 2. § Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia: setiap orang berhak untuk hidup. Timoty Evans yang dikirim ke akhirat. sebagaimana diungkapkan dalam adagium Belanda yang menyatakan : “oog om oog tand oom tand” yang berarti “mata ganti mata. Pasal 1 ayat (1) yang menyatakan: “Tidak ada seorang pun di bawah juridiksi hukum suatu Negara Pihak Protokol ini dapat dieksekusi mati”. Bahwa. diantaranya: 1. Bahwa. suatu hak azasi manusia yang tidak dapat dikurangi (inderogable) dalam keadaan apapun. .menuntut Terdakwa dinyatakan bersalah bahkan meminta Majelis Hakim Yang Mulia agar Terdakwa di hukum “Mati”. sehingga apabila pidana mati ini telah dilaksanakan. § Article 6 International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR): “Every human being has the inherent right to life. 3. No one shall be arbitrarily deprived of his life”. § Amnesty Internasional melalui Deklarasi Stockholm tanggal 11 Desember 1977 menghimbau seluruh negara-negara di seluruh dunia untuk menghapus pidana mati. Aturan tersebut diantaranya: § Pasal 28 i ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap orang mempunyai hak untuk hidup. KUHP kita yang merupakan hasil concordantie dari Wetboek van Strafrecht Belanda telah mengalami berbagai ketertinggalan. § Article 3 The Universal Declaration of Human Rights: “Everyone has the right to life. mempertahankan hidup dan meningkatkan taraf kehidupannya. liberty and security of person” . Jean Callas yang dipidana mati menggunakan pisau guillotine oleh Pengadilan Toulouse. Voltaire membuktikan bahwa ia bukan pelaku pembunuhan tersebut. Bahwa. gigi ganti gigi”. 1956). Tentunya kita tidak menginginkan tragedi-tragedi hukum seperti: 1. tuntutan pidana “mati” yang ditujukan kepada Terdakwa senyatanya telah tidak mengindahkan Konstitusi dan peraturan perundang-undangan nasional maupun konvensi internasional yang menentang hukuman mati. dengan tujuan kepada penghapusan hukuman mati Diadopsi dan dinyatakan oleh resolusi Majelis Umum 44/128 tertanggal 15 Desember 1989. James Foster yang telah berlutut di depan Pendeta sesaat akan menjalani hukuman mati. § Protokol Tambahan Kedua Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Sipil Dan Politik. dimana di Belanda sendiri telah menghapus pidana mati sejak tanggal 17 September 1870 melalui Staadblad 162/170. berhubung sifat pidana mati yang mutlak yang tidak mungkin untuk dapat diterik kembali (onherroepelijk).

apakah pidana mati masih relevan bagi bangsa kita yang mendengungdengungkan penghayatan akan Pancasila sebagai falsafah idiil bangsa? Tidakkah pidana mati tersebut. 2. VI. Selanjutnya. akan tetapi sebaliknya menghadirkan keadilan bagi Terdakwa. oleh karena hakim adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. karena akan mengambil peran Yang Maha Kuasa sebagai pemberi kehidupan bagi manusia?. yang telah mencoba membuat pembahasan terhadap fakta-fakta yang terungkap di persidangan dalam perkara ini dengan kesimpulan mengenai terbuktinya perbuatan dan kesalahan Terdakwa. 3. ANALISA YURIDIS Majelis Hakim Yang kami hormati Penuntut Umum Yang Terhormat Sidang Pengadilan yang mulia. atau “dengan memberi kesempatan. atau “dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat”. Bila mana pidana mati itu telah dilaksanakan. Bahwa. tidak mengindahkan tuntutan pidana mati Penuntut Umum. ancaman atau penyesatan”. Berdasarkan dalil-dalil di atas. atau “dengan sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan”. apakah artinya jika kemudian ternyata terbukti terpidana tidak berdosa. sehingga mengakibatkan matinya korban Nazrudin Zulkarnain Iskandar ? 2. bertentangan dengan Ketuhanan Yang Maha Esa. 4. maka tibalah kami Tim Penasihat Hukum akan menguraikan dan membuktikan kebenaran sejati “omkering van bewijs lacht” serta menepiskan seluruh sangkaan dan tuduhan yang diarahkan serta dialamatkan terhadap diri Terdakwa dengan mengemukakan seluruh fakta-fakta juridis sebagai berikut: 1. Apakah unsur Pasal 55 ayat 1 ke-2 KUHP dapat di terapkan terhadap diri Terdakwa sebagai orang yang “dengan memberi atau menjanjikan sesuatu”. Apakah unsur Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dapat diterapkan terhadap diri Terdakwa sebagai orang yang “melakukan”. Meskipun kami tidak sependapat dengan Penuntut Umum dalam membuktikan kesalahan Terdakwa. Bahwa. akan tetapi secara jujur dan tulus kami sampaikan penghargaan kepada Penuntut Umum. maupun keterangan saksi a de charge. atau “turut serta melakukan”. atau “menyuruh melakukan”. Bahwa. Setelah menguraikan seluruh fakta-fakta hukum yang terungkap dan diketemukan selama dalam proses persidangan perkara pidana in casu sebagaimana keterangan saksi yang diajukan oleh Penuntut Umum. pidana mati bertentangan dengan tujuan pemidanaan. Adam Malik ketika menjabat Ketua MPR/DPR pada awal 1977 menyetujui usul Peradin agar hukuman mati ditiadakan dengan menyatakan: “biarlah hanya Tuhan saja yang menentukan apakah seseorang itu harus mati”. berikut keterangan ahli yang diajukan oleh Terdakwa melalui Tim Penasihat Hukum. Sejalan dengan hal itu. pelaksanaan pidana mati bertentangan dengan kemanusiaan. atau “dengan kekerasan. untuk mencegah terjadinya kekhilafan hakim (rechterlijke dwaling). padahal orangnya telah mati.tidak mungkin lagi untuk diubah atau diperbaiki. sehingga mengakibatkan matinya korban Nazrudin Zulkarnain Iskandar? . sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP Jo Pasal 340 KUHP. mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia. sarana atau keterangan”.

Bahwa. tentang adanya tindak pidana pembunuhan berencana maka secara yuridik subyek hukum yang dapat dimintakan pertanggungjawaban adalah pelaku tindak pidana casu quo adalah subyek yang membuat nyawa orang lain hilang. memperhatikan Dakwaan Penuntut Umum pada halaman 5 yang terlebih dahulu menerapkan Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 340 KUHP. menyuruh melakukan. atau “menyuruh melakukan”. Ad. sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan. atau barang siapa yang melakukan sendiri sesuatu . rumusan mana terhadap “orang yang melakukan” (pleger) adalah : barang siapa yang melakukan sendiri sesuatu perbuatan yang dilarang oleh undang-undang.Z Abidin Farid & A Hamzah. mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu. Heri Santosa Bin Rasja alias Bagol. 2. Jerry Hermawan Lo. atau dengan memberi kesempatan. Bentuk-Bentuk Khusus Perwujudan Delik Dan Hukum Penitensier. 1 unsur mereka yang melakukan (pleger) Bahwa. dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat. sarana atau keterangan. Seorang Yuris Belanda Ny. Bahwa. Hendrikus Kia Walen alias Hendrik. turut serta melakukan.3. atau penyertaan atau dalam bahasa Belanda dikenal dengan deelneming. Fransiscus Tadons Kerans alias Amsi. sehingga mengakibatkan hilangnya jiwa dari korban Nazrudin Zulkarnain Iskandar”. PT Rajagrafindo Persada. sehingga mengakibatkan matinya korban Nazrudin Zulkarnain Iskandar? Bahwa. Apakah unsur Pasal 340 KUHP dapat diterapkan terhadap diri Terdakwa sebagai orang yang “dengan segaja dan dengan perencanaan terlebih dahulu merampas nyawa orang lain dan/atau menghilangkan jiwa orang lain”. mereka yang melakukan. Hazewinkel-Suringa menyimpulkan bahwa pelaku (pleger) ialah barangsiapa memenuhi bagian inti (bestanddelen) delik (lihat A. yang dimaksud dengan mereka yang melakukan tidak lain adalah pelaku materiil tindak pidana (pleger). Jakarta Hlm 167). Orang yang menyuruh melakukan (doen pleger). atau “orang yang menyuruh melakukan”. dan Daniel Daen Sabon alias Daniel. dengan kekerasan. ataupun orang yang menganjurkan tindak pidana (uitlokker) diancam hukuman yang sama dengan pelaku (pleger) tindak pidana. turut serta melakukan (medepleger). diatur dan dirumuskan dalam ketentuan Pasal 55 KUHP. PEMBUKTIAN TERHADAP UNSUR-UNSUR DAKWAAN PASAL 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP Jo Pasal 340 KUHP. Oleh karena unsur pembentuk atau unsur inti dari tindak pidana pembunuhan berencana adalah hilangnya nyawa orang lain. D. Dalam Ilmu Hukum Pidana. Sigid Haryo Wibisono. maka secara juridis tampak bahwa Penuntut Umum mendakwa Terdakwa sebagai “orang yang melakukan”. baik langsung maupun tidak langsung dengan Antasari Azhar. Satochid Kartanegara memberikan rumusan apa yang dimaksud dengan orang yang “melakukan”. Bahwa Unsur Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP mengandung pengertian: (1) dipidana sebagai pelaku tindak pidana: 1. dan turut serta melakukan perbuatan. atau “orang yang turut serta melakukan” yang dalam perkara pidana in casu oleh Penuntut Umum telah dengan sengaja dituduh sebagai “orang yang turut bersama-sama secara berencana dalam satu rangkaian perbuatan. ancaman atau penyesatan. Eduardus Noe Ndopo Mbete.

. 3. Oleh karena subyek yang disuruh melakukan tindak pidana adalah subyek yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara pidana (ontoerekeningbaarheids) P. Sehingga mengenai unsur mereka yang melakukan tindak pidana (pleger) tidak terbukti. apabila orang yang disuruh melakukan suatu tindak pidana itu dengan itikad baik telah melaksanakan suatu perintah. itulah yang melakukan perbuatan pidana tersebut. Bentuk-Bentuk Khusus Perwujudan Delik Dan Hukum Penitensier.perbuatan yang menimbulkan sesuatu akibat yang dilarang oleh undang-undang. apabila orang yang disuruh melakukan suatu tindak pidana itu tidak mempunyai hoedanigheid atau sifat tertentu seperti yang disyaratkan oleh undang-undang. (lihat A. Ad. apabila orang yang disuruh melakukan suatu tindak pidana sama sekali tidak mempunyai suatu dwaling atau suatu kesalahpahaman mengenai salah satu unsur dari tindak pidana yang bersangkutan.ditentukan bahwa orang yang punya kemampuan untuk mengakhiri keadaan yang dilarang. 2 unsur mereka yang menyuruh melakukan (doenpleger) Bahwa yang dimaksud dengan mereka yang menyuruh melakukan menurut doktrin ilmu hukum pidana dinyatakan bahwa ada 2 (dua) subyek hukum yaitu mereka yang menyuruh melakukan (manus domina) dan mereka yang disuruh melakukan (manus ministra). apabila orang yang disuruh melakukan suatu tindak pidana itu adalah seseorang yang ontoerekeningsvatbaar. pada umumnya ia berkewajiban untuk itu. sedangkan rumusan terhadap “orang yang menyuruh melakukan” (doen plegen) ajaran ini disebut juga “Middelijke Daderschap” (perbuatan dengan perantaraan) adalah: seseorang yang berkehendak untuk melakukan sesuatu delik tidak melakukannya sendiri. Penentuan tersebut didasarkan atas pertimbangan bahwa barang siapa yang mempunyai kemampuan untuk mengakhiri keadaan yang dilarang.. apabila orang yang disuruh melakukan suatu tindak pidana itu tidak memenuhi unsur oogmerk padahal unsur tersebut telah disyaratkan didalam rumusan undang-undang mengenai tindak pidana tersebut di atas. Dalam hal ini.A. Hooge Raad Nederland Pada tahun 1910 telah memberikan petunjuk tentang pertanggungjawaban pelaku tindak pidana (Pleger). yakni sebagai sifat yang harus dimiliki pelakunya sendiri. Dalam hal ini Terdakwa senyatanya bukanlah orang yang melakukan atau memenuhi bagian inti (bestanddelen elements) tindak pidana pembunuhan berencana. padahal perintah jabatan tersebut diberikan oleh seorang atasan yang tidak berwenang memberikan perintah semacam itu. apabila orang yang disuruh melakukan suatu tindak pidana sama sekali tidak mempunyai unsur schuld baik dolus dan culpa ataupun apabila orang tersebut tidak memenuhi unsur opzet seperti yang telah disyaratkan oleh undang-undnag bagi tindak pidana tersebut. yang dapat dimintai pertanggungjawaban secara pidana (criminal liability) adalah orang yang menyuruh melakukan (doenpleger) bukan orang yang disuruh melakukan. 6. Jakarta Halaman 170). PT Rajagrafindo Persada.Z Abidin Farid & A Hamzah. 2. akan tetapi menyuruh orang lain untuk melakukannya”. yang dalam pertimbangannya menyatakan: .F Lamintang mengutip pernyataan Simons yang menyatakan bahwa untuk adanya Doenplegen orang yang dibuat melakukan (yang disuruh melakukan/manus ministra) haruslah memenuhi syarat-syarat: 1. 4. 5. .

Bahwa. P.para peserta bersama telah melakukan (gezamenlijke uitvoerig). ancaman atau penyesatan. sarana atau keterangan. sedikit-dikitnya harus ada dua orang. dengan kekerasan. J. Bahwa. atau telah secara langsung turut melakukan suatu perbuatan atau turut melakukan perbuatan-perbuatan untuk menyelesaikan tindak pidana yang bersangkutan. sarana atau keterangan. aturan hukum dan doktrin hukum di atas tidak dapat diterapkan dan/atau diaplikasikan kepada Terdakwa casu quo oleh karena senyatanya tidak ada dan tidak dapat dibuktikan oleh Penuntut Umum tentang adanya suatu kerja sama yang secara bersama-sama dan diinsyafi antara Terdakwa dengan pelaku tindak pidana pembunuhan berencana quod non .F Lamintang. ancaman kekerasan atau penyesatan atau dengan memberi kesempatan. Ad. Selain itu. ialah orang yang melakukan (pleger) dan orang yang turut melakukan (medepleger) peristiwa pidana itu. dalam bukunya tersebut di atas pada halaman 594 mengemukakan pendapat HOGE RAAD dalam arrest-arrestnya antara lain tanggal 9 Januari 1914. sebagai berikut: “Untuk adanya suatu medeplegen itu disyaratkan bahwa setiap pelaku itu mempunyai maksud yang diperlukan serta pengetahuan yang disyaratkan. hal yang tidak terbantahkan di persidangan ini. dengan kekerasan. maka orang yang disuruh melakukan tindak pidana casu quo Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo adalah orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban hukum (toerekeningsvatbaar) sehingga tidak memenuhi kualifikasi menyuruh melakukan (doenpleger) suatu tindak pidana. berdasarkan kualifikasi di atas maka dalam perkara a-quo apabila Terdakwa menyuruh melakukan tindak pidana. Komentar beliau adalah: ini berarti bahwa apabila para peserta itu tidak mempunyai maksud atau “opzet” yang sama seperti yang disyaratkan dalam suatu rumusan delik tertentu. Maka untuk terjadinya perbuatan turut serta melakukan harus dipenuhi unsur: . Bahwa. sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan dengan sengaja dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain” yang berarti Penuntut Umum telah memiliki keyakinan bahwa . dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat. adalah Terdakwa tidak menyuruh orang lain untuk melakukan tindak pidana.SOESILO juga memberikan rumusan apa yang dimaksud dengan “orang yang turut melakukan” (medepleger) adalah : bersama-sama melakukan. terhadap teori. sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan (uitlokker) Bahwa. 4 unsur mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu.A. R. Penuntut Umum dalam surat dakwaan-nya secara jelas menerangkan bahwa Terdakwa “dengan memberi atau menjanjikan sesuatu. Ad. maka orang juga tidak dapat berbicara mengenai adanya suatu “medeplegen” di dalam detik tersebut. . N. atau dengan memberi kesempatan. dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat. orang yang turut melakukan (medeplegen) merupakan orang yang secara langsung telah ikut mengambil bagian didalam pelaksanaan suatu tindak pidana yang telah diancam dengan suatu hukuman oleh undang-undang.antara para peserta ada suatu kerja sama yang diinsafi (bewuste samenwerking). 3 unsur turut serta melakukan perbuatan (medepleger) Menurut Memorie van Toelichting Wetboek van Strafrecht. 1914. Untuk dapat menyatakan bersalah turut melakukan itu haruslah diselidiki dan dibuktikan bahwa pengetahuan dan maksud tersebut memang terdapat pada tiap peserta.

Bahwa secara jelas (exprecis verbis) Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP menyatakan bahwa syarat yang harus dipenuhi atau unsur inti (bestanddel elements) adanya suatu penganjuran (uitlokker) adalah perbuatan yang dianjurkan atau digerakkan kepada orang yang teranjur adalah perbuatan pidana atau perbuatan yang dilarang dengan menggunakan sarana-sarana yang secara limitatif telah diatur oleh undang-undang yaitu dengan memberi atau menjanjikan sesuatu. Ad. Syarat ini berkenaan dengan kausalitas psikis. . orang yang tergerak (terbujuk atau terprovokasi) mewujudkan rencana yang ditanamkan oleh pembujuk atau penggerak untuk melakukan tindak pidana atau setidaktidaknya melakukan percobaan ke arah itu. 2003 Jakarta.1 memberi sesuatu (giften) Bahwa. sehingga perkataan beloften itu seharusnya diterjemahkan dengan perkataan janji-janji. 1984 Hlm 559) adalah sebagai berikut: Ad.F Lamintang. Gramedia Pustaka Utama. CV Sinar Baru. 3.2 menjanjikan sesuatu (beloften) Bahwa. ancaman kekerasan atau penyesatan atau dengan memberi kesempatan. misleiding berasal dari perkataan misleiden yang mempunyai arti sebagai “tot onjuiste gevolgtrekkingen brengen” atau “op een dwaalspoor brengen” yang berarti membuat orang lain mendapat kesan yang tidak tepat atau menimbulkan kesalahpahaman pada orang lain . geweld dalam bahasa Belanda juga mempunyai pengertian sebagai macht atau kracht yang berarti kekuasaan ataupun yang lazim disebut kekerasan. Itikad buruk penggerak sajalah tidak cukup. 4. HUKUM PIDANA. orang yang terbujuk niscaya harus dapat dimintai pertanggungjawaban pidana. keputusan untuk berkehendak pada pihak lainnya harus dibangkitkan. yang mempunyai pengertian yang sangat berbeda dengan perkataan perjanjian. Penyesatan (misleiding) Bahwa. 4. 2. Bandung. Hlm 328): 1. sehingga perkataan giften itu seharusnya diterjemahkan dengan perkataan pemberianpemberian dan adalah tidak perlu bahwa pemberian-pemberian tersebut haruslah merupakan pemberian-pemberian berupa upah. kesengajaan untuk menggerakkan orang lain melakukan suatu tindakan yang dilarang undang-undang dengan bantuan sarana. Ad. 4. bila tidak maka tidak muncul pembujukan melainkan menyuruh melakukan (doen plegen). dalam kontruksi hukum uitlokker terdapat 4 (empat) syarat yang harus dipenuhi yaitu (Jan Remmelink. Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia. Mohon Perhatian Majelis Hakim Yang Mulia. 4. Bahwa adapun penjelasan tentang sarana-sarana yang dimaksud dalam Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP sebagai berikut (P.A. upayanya itu haruslah terwujud secara nyata ke dalam perbuatan. dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat.3 menyalahgunakan kekuasaan (geweld) Bahwa. sarana atau keterangan. Suatu tuduhan yang serius bagi Terdakwa oleh karena Tindak Pidana Pembunuhan Berencana tergolong dalam tindak pidana berat (capital crime). dengan kekerasan. Ad. sebagaimana ditetapkan undang-undang. beloften itu merupakan bentuk jamak dari perkataan belofte yang berarti janji. Bahwa.Terdakwa mempunyai andil sebagai “provokator” atau penganjur untuk suatu tindak pidana pembunuhan berencana. Giften itu merupakan bentuk jamak dari perkatan gift yang berarti pemberian.

Citra Aditya Bakti. maka A tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana atas tindakan yang terakhir itu”. Dalam hukum pidana Inggris. saksi Hendrikus Kia Walen alias Hendrik. Misal: untuk membunuh X.A. Apalagi dengan sengaja menganjurkan melakukan tindak pidana Pembunuhan berencana!!. Dan doktrin hukum tersebut diamini oleh P.F Lamintang yang menyatakan : “bahwa uitlokker itu tidak dapat dipertanggungjawabkan atas perbuatan-perbuatan seseorang uitgelokte yang melebihi dari apa yang diharapkan untuk dilakukan oleh uitgelokte tersebut”(Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia. Dalam hal ini A tetap bertanggung jawab sebagai penganjur. anjuran. saksi Sigit Haryo Wibisono dan saksi Antasari Azhar dibawah sumpah didepan persidangan ini menyatakan. Hlm 336) yang menyatakan: “seorang pembujuk/ penggerak juga tidak bertanggung jawab bila pihak yang ia bujuk/gerakkan bertindak lebih jauh ketimbang yang ia sebenarnya maksudkan. Keterangan saksi-saksi di atas diperkuat oleh keterangan ahli Hukum Pidana Rudi Satriyo Mukantardjo. saksi Jerry Hermawan Lo. tentang perbuatan Terdakwa untuk mengajurkan orang lain untuk melakukan tindak pidana. apakah menganjurkan orang lain untuk mengikuti dan/atau mengawasi seseorang adalah suatu tindak pidana??? Berdasarkan keterangan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo. dan quod non apabila orang yang dianjurkan melakukan melebihi apa yang dianjurkan atau apa yang digerakkan maka pertanggungjawaban pidana (criminal liability) ada pada pelaku tindak pidana atau orang yang dianjurkan dan bukan pada diri Terdakwa. yang dimaksudkan dengan to procure ialah “menghasilkan/menimbulkan sesuatu dengan suatu usaha” (to produce by endeavour). Komentar Atas Pasal-Pasal Terpenting Dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Belanda dan Padanannya Dalam Kitab UndangUndang Hukum Pidana Indonesia. to procure berarti memperoleh atau mendapatkan. A membujuk B untuk mencuri dompet Y. Namun dalam hal tindak pidana yang dilakukan sama sekali berbeda dengan yang dianjurkan. Bandung 1997.Pertanyaan kami selanjutnya adalah. Tidak ada procure apabila tidak ada hubungan kausal antara apa yang dilakukan oleh si penganjur dengan terjadinya atau dilakukannya tindak pidana. Sebagai perbandingan. Secara harafiah. bujukan dari pribadi Terdakwa kepada orang lain untuk melakukan tindak pidana. dibawah sumpah menyatakan pada persidangan ini bahwa: menganjurkan dan atau mengerakkan orang lain sekadar untuk membuntuti dan atau mengawasi bukan merupakan suatu tindak pidana. namun B bertindak lebih dari itu dan ia melakukan kekerasan terhadap korban (dogmatika hukum di sini berbicara tentang ekses kualitatif’). Raja Grafindo Persada. tetapi ternyata B membunuhnya dengan racun. Jakarta 2002. Dalam salah-satu kasus. menurut Barda Nawawi Arif (Perbandingan Hukum Pidana. istilah yang digunakan untuk bentuk accessory adalah counseling or procuring. Jan Remmelink (HUKUM PIDANA. Gramedia Pustaka Utama. A menganjurkan B menikam dengan pisau. bahwa tidak ada perintah. Penuntut Umum tidak dapat membuktikan di persidangan ini. Dalil ini didukung oleh doktrin hukum pidana yang dikemukakan oleh ahli hukum pidana. maka A dapat mengajukan pembelaan. Halaman 39-40) pada Hukum Pidana Inggris dalam hal bantuan berupa membujuk atau menganjurkan. Untuk mendapatkan dompet itu ternyata B . Selain itu. Jika A membujuk B untuk melakukan pencurian. hlm 638). 2003 Jakarta. Misalnya: apabila si pelaku (the principal) melakukan suatu tindak pidana yang berbeda caranya dari apa yang dianjurkan. maka si penganjur (instigator) tetap bertanggung jawab.

berdasarkan alat bukti yang sah sebagaimana ditentukan KUHAP. 85-86). Dalam hal ini A tidak dapat dinyatakan sebagai accessory (pembantu).262).. yang dimaksud dengan “barang siapa” dalam unsur ini adalah menunjuk subjek hukum selaku pengemban hak dan kewajiban. Pertanggungjawaban pribadi tidak dapat dibebankan pada orang yang tidak berbuat atau subjek hukum yang lain (vicarious liability). terdakwa menyanggupi untuk mengamankan teror dengan cara akan mencarikan orang untuk menyelesaikannya” Bahwa. pelaku yang dapat dipertanggungjawabkan (toerekeningsvatbaar) secara pidana yang diduga telah melakukan suatu tindak pidana. berbicara mengenai masalah teror terhadap dirinya dan terdakwa bercerita tentang karirnya. Tambahan pada syarat-syarat ini adalah bahwa pelaku yang bersangkutan harus merupakan seseorang yang dapat dimintai pertanggungjawaban (toerekeningsvatbaar) atau schuldfahig. berdasarkan keterangan saksi Antasari Azhar. sistim hukum pidana kita yang menganut asas concordantie dari hukum pidana Belanda. Hal. Berdasarkan keterangan Saksi Antasari Azhar. khususnya sebagai penganjur untuk terjadinya pembunuhan terhadap Y itu.menembak Y sampai mati. saksi Sigit Haryo Wibisono dan keterangan Terdakwa. Berdasarkan keterangan saksi Antasari Azhar juga menyatakan bahwa ia saksi Antasari Azhar tidak pernah menjanjikan tentang promosi jabatan kepada Terdakwa. Sigit Haryo Wibisono keterangan Setyo Whayudi dan Terdakwa bahwa telah terjadi pertemuan kembali antara saksi Sigit Haryo Wibisono. Mengenai unsur : “Barang Siapa” Bahwa. Bahwa. bahwa dalam pertemuan bertiga tersebut. Barang siapa. yaitu menganut sistem pertanggungjawaban pribadi. dan Terdakwa tidak membicarakan tentang karir. harus ada suatu perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan yang dapat dipersalahkan kepada pelakunya. Pada pertemuan tersebut Antasari Azhar menyanggupi akan mensonding Kapolri untuk membantu karir terdakwa dan berkaitan dengan keluhan Antasari Azhar mengenai teror yang dialaminya. Pertanggungjawaban bersifat pribadi artinya orang yang dibebani tanggung jawab pidana dan dipidana hanyalah orang atau pribadi si pembuatnya. saksi Antasari Azhar dan Terdakwa bertempat di rumah Sigit Haryo Wibisono di Jalan Pati Unus No. Hukum Pidana. Ad. Dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu 3. Hukum Pidana Materiil dan Formil. Pembahasan Unsur-Unsur Pasal 340 KUHP Bahwa unsur-unsur dari Pasal 340 KUHP adalah : 1. Selanjutnya Penuntut Umum mendalilkan bahwa “terdapat kehendak dan kepentingan bersama antara Terdakwa dan Antasari Azhar dan Sigit Haryo . Bahwa. maka mohon kiranya Majelis hakim Yang Mulia memberikan putusan bebas (vrijspraak vonnis) bagi Terdakwa. Komentar atas Pasal-Pasal terpenting dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Padanannya dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia.1. Jan Remmelink menyatakan untuk dapat menghukum seseorang sekaligus memenuhi tuntutan keadilan dan kemanusiaan. tidak ada pembicaraan tentang teror yang dialami oleh saksi Antasari Azhar. Penuntut Umum dalam Surat Tuntutan Halaman 87 menyatakan: “. (Adami Chazawi. 2.. (Jan Remmelink. Oleh karena apabila salah satu unsur pada surat dakwaan Penuntut Umum tidak terbukti.35 Jakarta Selatan. Merampas/Menghilangkan jiwa orang lain.. Lebih Lanjut. Hal. senyatanya fakta terungkap dipersidangan tidaklah seperti yang didalilkan oleh Penuntut Umum.

Istilah “tindakan” yang digunakan oleh Penuntut Umum membuktikan bahwa Penuntut Umum tidak yakin akan bentuk tindakan yang dimaksud. senyatanya Penuntut Umum tidak dapat membuktikan bahwa Terdakwa adalah subyek hukum yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana.”. b. tidak dapat dikatakan bahwa ia . Menghendaki (willens) melakukan tindakan yang bersangkutan dan telah “wetens“ atau mengetahui bahwa tindakannya itu bertujuan untuk menghilangkan nyawa orang lain. “tidak pernah lebih banyak dikehendaki dan diketahui daripada kemungkinan itu. unsur “nyawa“ dan unsur “orang lain“ ini berarti bahwa semua unsur yang terletak dibelakang Opzettelijk itu juga diliputi opzet. menyuruh melakukan tindak pidana. Mengetahui bahwa yang hendak Terdakwa hilangkan itu adalah nyawa orang lain. oleh karena Terdakwa tidak dalam posisi sebagai pelaku tindak pidana.. Penuntut Umum telah mengkualifisier perbuatan Terdakwa yang dianggap sebagai perbuatan “dengan sengaja“ menghilangkan nyawa orang lain. dan merupakan sesuatu yang terkandung dalam batin atau jiwa si pelaku. b. di dalam surat tuntutan pidananya. Bahwa. opzet bij noodzakelijkheids bewustzijn (kesengajaan dengan kesadaran akan keharusan) yang menjadi sandarannya adalah seberapa jauh pengetahuan atau kesadaran si pelaku tentang tindakan dan akibat yang merupakan salah satu unsur dari suatu delik yang terjadi. Dolus eventualis menurut pendapat Pompe adalah kesengajaan bersyarat yang bertolak dari kemungkinan (dolus eventualis) artinya. dengan kata lain Terdakwa menghendaki dan menginsyafi akibat dari perbuatannya. 2. Seseorang yang menghendaki matinya orang lain. unsur Opzettelijk atau “dengan sengaja“ terletak didepan Unsur “menghilangkan“. dalam tataran ilmu hukum. Mengenai unsur : “Dengan sengaja dan “Dengan rencana terlebih dahulu” Bahwa. artinya semua unsur tersebut oleh Penuntut Umum” harus didakwakan “terhadap Terdakwa dan dengan sendirinya“ harus dibuktikan “di sidang Pengadilan. oleh karena Penuntut Umum telah mendengar keterangan yang diberikan oleh saksi-saksi yang diperdengarkan dipersidangan yang senyatanya menyatakan bahwa tidak ada rencana pembunuhan atau tindakan lain yang pada intinya menghilangkan nyawa orang lain casu quo Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Bahwa.Wibisono untuk merencanakan melakukan “tindakan” terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Menghendaki bahwa yang akan dihilangkan itu adalah nyawa. Lebih lanjut. menganjurkan tindak pidana ataupun membantu terwujudnya suatu tindak pidana. terdapat 3 (tiga) derivasi dari unsur kesengajaan atau opzettelijk yaitu: a. opzet bij mogelijkheids bewustzijn/dolus eventualis (kesengajaan dengan kesadaran akan kemungkinan) yang menjadi sandaran adalah sejauh mana pengetahuan atau kesadaran si pelaku. Ad. c. opzet als oogmerk (sengaja sebagai tujuan) yang berarti berarti suatu tindakan dengan akibat tertentu (yang sesuai dengan rumusan delik). Bahwa opzet dari Terdakwa yang telah ditujukan pada unsur-unsur tersebut atau dengan kata lain Penuntut Umum harus membuktikan bahwa Terdakwa telah : a. adalah betul-betul sebagai perwujudan dari maksud atau tujuan dan pengetahuan dari si pelaku. c. turut serta melakukan tindak pidana.

Mengenai pengertian “dengan sengaja”. MOCH. dalam bukti “Azas-azas Hukum Pidana PT. Azas-Teori-Praktik Hukum Pidana Halaman 18. 1985. berarti bahwa si pelaku harus lebih dahulu mengetahui. P. pada umumnya. yakni “dengan sengaja” (dolus. sehingga ia dapat dipertanggungjawabkan atas perbuatannya secara pidana. pada pokoknya menjelaskan pendapat mereka berdasarkan pendapat dari ahli-ahli yang antara lain dijelaskan sebagai berikut: Menurut doktrin. dalam halaman-halaman yang menguraikan unsur-unsur subyektif dari pasal-pasal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia. Moelljatno. 1989. Lamintang. Adapun seseorang HANYA dapat dinyatakan “bersalah” apabila dipenuhi unsur kesalahan sebagai berikut: a. “teori pengetahuan lebih memuaskan. ada hubungan batin antara pelaku dan perbuatan. (Leden Marpaung. “Teori kehendak” yang dianut oleh von Hipple dari Jerman dan Simons dari Belanda. Menurut “teori kehendak”. dan H. sebab untuk menghendaki sesuatu. halaman 301-310. Sedangkan menurut “teori pengetahuan”. c. Bina Aksara. Jakarta). alumni. orang lain terlebih dahulu sudah harus mempunyai pengetahuan (gambaran) tentang sesuatu itu”. Rumusan Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana penganjuran pembunuhan berencana jelas mensyaratkan adanya kesalahan berupa kesengajaan yang dalam hukum pidana diberi pengertian sebagai mengetahui (wetten) dan/atau menghendaki (willen). halaman 172-183.menghendaki supaya orang itu mati”. tidak ada alasan pemaaf yang menghapus kesalahan. Menurut Moeljatno. opzet) dan culpa (alpa). 1984. dalam buku “Dasar-dasar Hukum Pidana Indonesia”. dalam rumusan delik yang mengandung unsur “dengan sengaja”. Unsur kesalahan ini atau pertanggungjawaban pidana perlaku ini hanya relevan jika telah dapat dibuktikan bahwa perbuatan pelaku bersifat melawan hukum.F. seseorang dinyatakan “bersalah” apabila ia dapat dicela secara yuridis atau perbuatan melawan hukum yang dilakukan dapat dicelakan terhadapnya. suatu “kesengajaan” adalah kehendak yang diarahkan pada terwujudnya perbuatan seperti dirumuskan dalam undang-undang. suatu “kesengajaan” adalah kehendak untuk berbuat dengan mengetahui unsur-unsur yang diperlukan menurut rumusan undang-undang. Sinar Baru. Bandung.K. menghendaki dan sadar.A. ANWAR. harus dibuktikan bahwa perbuatan itu sesuai dengan motifnya untuk berbuat dan tujuan yang hendak dicapai. untuk menentukan bahwa sesuatu perbuatan adalah benar dikehendaki oleh seorang Terdakwa. Unsur kedua (ada hubungan batin antara pelaku dan perbuatan) secara teknis dalam hukum pidana disebut sebagai bentuk-bentuk kesalahan.A. Penerbit Sinar Grafika. dalam buku “Hukum Pidana Khusus”. maka yang harus dipenuhi adalah: Pertama. Bahwa. berbicara mengenai kesengajaan maka erat kaitannya dengan unsur kesalahan atau pertanggungjawaban pidana yang merupakan penilaian terhadap sikap batin pelakunya. “Teori pengetahuan” yang diajarkan oleh Frank dari Jerman dan diikuti oleh von Listiz dan van Hamel dari Belanda. dan b. Dalam hukum pidana. Jakarta. . mula-mula dikenal ada 2 (dua) teori yaitu: a. b. Jilid I dan II. Menurut beliau. Bandung. ada kemampuan bertanggung jawab.

dimana melalui keterangan kesaksian dibawah sumpah dari saksi Antasari Azhar. telah menjadi fakta sejati. Bahwa “actus reus” maupun “mens rea” sebagai unsur pembentuk tindak pidana tidak melekat dan tidak terdapat pada diri maupun perbuatan Terdakwa. kemudian kualifikasi delik yang melekat pada Pasal 340 KUHP adalah unsur “DENGAN SENGAJA DAN DIRENCANAKAN TERLEBIH DAHULU” dalam perkara pidana in casu tidak dapat dipisahkan dengan pembahasan juridis yang terdapat pada unsur “BARANG SIAPA”. serta keterangan resmi yang disampaikan dalam persidangan oleh Hendrikus Kia Walen alias Hendrik yang menerangkan bahwasanya Terdakwa bukanlah termasuk orang yang “melakukan pembunuhan berencana”. Bahwa dalam perkara pidana in casu. alasan yang mungkin dipergunakan oleh saksi untuk memberi keterangan yang tertentu. Majelis Hakim Yang Mulia. d. huruf c. c. b. perbuatan dan tujuan itu harus ada hubungan kausal dalam batin Terdakwa. Bahwa sebagaimana fakta yang terungkap dan diketemukan selama dalam persidangan perkara pidana in casu. Bahwa. dan/atau bukanlah termasuk orang yang “menyuruh melakukan pembunuhan berencana”. huruf b. Jadi “kesengajaan” sebagai suatu pengetahuan yaitu. yang kebenarannya tidak dapat dibantahkan dengan dalil apapun. dengan demikian semua pembahasan juridis yang termuat pada uraian Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 55 ayat 1 ke-2 KUHP.Kedua. dan/atau bukanlah termasuk orang yang “ikut melakukan pembunuhan berencana”. Majelis Hakim Yang Mulia. sehingga mengakibatkan matinya korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar” !!! . adanya hubungan antara pikiran atau intelektual Terdakwa dengan perbuatan yang dilakukannya. persesuaian antara keterangan saksi satu dengan yang lain. persesuaian antara keterangan saksi dengan alat bukti lain. Pasal 185 ayat 6 huruf a. dihubungkan pula dengan Pasal 185 ayat 1 KUHAP yang berbunyi sebagai berikut: “keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan disidang pengadilan”. dan huruf d KUHAP yang berbunyi sebagai berikut: “dalam menilai kebenaran keterangan seorang saksi. cara hidup dan kesusilaan saksi serta segala sesuatu yang pada umumnya dapat mempengaruhi dapat tidaknya keterangan itu dipercaya. bahwa antara motif. “dari segi pertanggungjawaban pidana (criminal liability) menurut hukum pidana maupun menurut doktrin dan jurisprudensi bahwasanya Terdakwa tidak dapat dipertanggungjawabkan sebagai orang yang memerintahkan pembunuhan berencana (voorbedachte raad) dan/atau sebagai orang yang menyuruh melakukan pembunuhan berencana dan/atau sebagai orang yang menganjurkan dilakukannya pembunuhan berencana. maupun pembahasan juridis yang termuat pada unsur “BARANG SIAPA” tersebut diatas. saksi Sigid Haryo Wibisono. untuk seluruhnya ditarik masuk menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan pembahasan juridis unsur “DENGAN SENGAJA DAN DIRENCANAKAN TERLEBIH DAHULU” ini. sekalipun dengan dalil “axioma”. saksi Jerry Hermawan Lo. dan/atau bukanlah termasuk orang yang “dengan sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan pembunuhan berencana. sehingga mengakibatkan matinya korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar”. hakim harus dengan sungguh-sungguh memperhatikan : a. oleh karena. saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete. berikut pula.

karena Pasal 188 ayat 2 huruf (a). Bahwa apakah “PETUNJUK” yang dipakai oleh Penuntut Umum dalam perkara pidana in casu didasarkan pada “KETERANGAN TERDAKWA” ??? jawabannya “YA”. sebagaimana dipertegas dalam Pasal 185 ayat (1) KUHAP yang mengatakan : “keterangan saksi sebgai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan di sidang pengadilan”. maka pada prinsipnya. kebenarannya secara “materielle waarheids” masih belum diuji dalam persidangan. maka. karena ??? 1. padahal. dan/atau termasuk sebagai orang yang “menyuruh melakukan pembunuhan berencana”. huruf (b) dan huruf (c) KUHAP secara tegas-tegas mengatur bahwasanya “PETUNJUK” hanya dapat diperoleh dari “KETERANGAN SAKSI”.Majelis Hakim Yang Mulia. Bahwa. berkas perkara tersebut yang berisi keterangan para saksi-saksi. tidak ada satu-pun dari barang bukti a quo yang dapat menunjuk kepada perbuatan yang di Dakwakan kepada Terdakwa. karena surat yang dipakai sebagai acuan dalam perkara pidana in casu oleh Penuntut Umum adalah “BERKAS PERKARA ATAS NAMA TERDAKWA KOMBES POL. “SURAT” dan “KETERANGAN TERDAKWA”. dan/atau termasuk sebagai orang yang “ikut melakukan pembunuhan berencana”.WILIARDI WIZAR”. Bahwa apakah “PETUNJUK” yang dipakai oleh Penuntut Umum dalam perkara pidana in casu didasarkan pada “KETERANGAN SAKSI” ??? jawabannya adalah “TIDAK”. tidak ada satu-pun dari para saksi-saksi tersebut yang dapat menerangkan bahwa Terdakwa termasuk sebagai orang yang “melakukan pembunuhan berencana”. akan tetapi sama sekali tidak pernah ada membicarakan perencanaan pembunuhan terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar !!! . lalu apakah keterangan Terdakwa tersebut “MEMBENARKAN DAKWAAN PENUNTUT UMUM” ??? jawabannya “TIDAK” mengapa ??? sebab : 1. Bahwa apakah “PETUNJUK” yang dipakai oleh Penuntut Umum dalam perkara pidana in casu didasarkan pada “SURAT” ??? jawabannya “TIDAK”. Dari keseluruhan saksi yang diajukan oleh Penuntut Umum yang tertera di dalam BAP. sehingga mengakibatkan matinya korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar” !!! 2. jika Penuntut Umum dalam perkara pidana in casu menggunakan parameter “PETUNJUK” dengan menunjuk secara tegas-tegas pada “perbuatan yang di Dakwakan”. Bahwa Terdakwa menolak sekeras-kerasnya seluruh dalil-dalil Penuntut Umum yang terurai didalam “DAKWAAN TUNGGAL” Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP jo Pasal 340 KUHP !!! 2. dan/atau termasuk sebagai orang yang “dengan sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan pembunuhan berencana. Bahwa benar Terdakwa bertemu dengan saksi Antasari Azhar di rumahnya saksi Sigid Haryo Wibisono maupun bertemu di rumah saksi Antasari Azhar di BSD.DRS. Bahwa Terdakwa sama sekali tidak pernah melakukan perbuatan yang sifatnya melanggar hukum sebagaimana diancam dalam Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP jo Pasal 340 KUHP !!! 3. “PETUNJUK” yang digunakan oleh Penuntut Umum dalam perkara pidana in casu “TIDAK MEMPUNYAI NILAI JURIDIS”. Begitu pula dari “barang bukti” yang diajukan kepersidangan perkara pidana in casu.

surat dan keterangan Terdakwa.Patiunus maupun dikantor Jl. begitu pula. iii. berdasarkan Pasal 188 ayat (3) KUHAP pembuat undang-undang casu quo KUHAP telah mengingatkan Majelis Hakim Yang agar supaya dalam penilaian dan penerapan alat bukti petunjuk dilakukan: 1. Terdakwa sama sekali tidak pernah membujuk dan sama sekali tidak pernah menganjurkan kepada saksi Jery Hermawan Lo maupun kepada saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo untuk melakukan pembunuhan berencana kepada korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar !!! Bahwa. akan tetapi sama sekali tidak pernah membicarakan perencanaan pembunuhan terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Petunjuk sebagai alat bukti yang lahir dari kandungan alat bukti yang lain: i. Bahkan secara ekstrem dapat dikatakan. Dalam batas tingkat keadaaan demikianlah upaya pembuktian dengan alat bukti petunjuk sangat diperlukan. alat bukti petunjuk tidak akan pernah mampu mencukupi nilai pembuktian tanpa adanya alat bukti yang lain. . alat bukti petunjuk baru dianggap mendesak mempergunakannya apabila upaya pembuktian dengan alat bukti yang lain belum mencapai batas minimum pembuktian. apabila bukti yang lain belum dianggap hakim cukup membuktikan kesalahan terdakwa. Bahwa.Kerinci. iv. Bahwa benar Terdakwa bertemu dengan saksi Jery Hermawan Lo dan saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo di Bowling Ancol. Akan tetapi. Menurut M. Tanpa alat bukti petunjuk. alat bukti petunjuk baru diperlukan. Atau dengan kata lain. Jakarta 2000 Halaman 296 menyatakan: “petunjuk adalah anak yang dilahirkan dari kandungan alat bukti keterangan saksi atau alat bukti surat maupun dari alat bukti keterangan terdakwa”. Yahya Harahap. akan tetapi sama sekali tidak pernah ada membi carakan perencanaan pembunuhan terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar !!! 5. Sinar Grafika. oleh karena itu hakim harus lebih dahulu berdaya upaya mencukupi pembuktian dengan alat bukti yang lain sebelum ia berpaling mempergunakan alat bukti petunjuk. alat bukti petunjuk tidak akan pernah ada selama tidak ada bukti lain yang menjadi sumber kelahirannya. oleh karena sebagaimana kami utarakan di atas bahwa keberadaan alat bukti petunjuk bergantung (assesoir) pada alat bukti lainnya yang diatur secara limitatif oleh KUHAP. dengan arif dan bijaksana. Edisi Kedua. Apabila alat bukti yang menjadi sumber keberadaan petunjuk tersebut tidak ada maka dengan sendirinya alat bukti petunjuk tidak akan pernah ada. alat bukti petunjuk yang diandalkan oleh Penuntut Umum tidak dapat diterima begitu saja dalam persidangan ini. akan tetapi sama sekali tidak pernah ada membicarakan perencanaan pembunuhan terhadap korban Nasrudin Zulkarnain Iskandar !!! 6. Bahwa benar Terdakwa bertemu dengan saksi Jery Hermawan Lo di kantornya di Kedoya. Bahwa.4. sidang pengadilan mungkin saja mencapai nilai pembuktian yang cukup dari alat bukti yang lain. dalam Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP. dengan demikian upaya mempergunakan alat bukti petunjuk baru diperlukan pada tingkat keadaan daya upaya pembuktian sudah tidak mungkin diperoleh lagi alat bukti yang lain. selamanya tergantung dan bersumber dari alat bukti yang lain. Bahwa benar Terdakwa ada bertemu dengan saksi Sigid Haryo Wibisono dirumah saksi Sigid Haryo Wibisono di Jl. ii. yaitu keterangan saksi.

kami tidak sependapat dengan Penuntut Umum. Bahwa. Tentang uang operasional yang berjumlah Rp. untuk itu mohon Kiranya Majelis Hakim Yang Mulia agar berhati-hati. Yurisprudensi tetap Mahkamah Agung tanggal 27 Juni 1983 No. maka tidak dapat dipikirkan lebih jauh oleh Terdakwa tentang akibat yang mungkin akan timbul dari tindakan pembuntutan tersebut. maka dapat ditarik sebuah tesis yang berkesimpulan: tidaklah mungkin pada pertemuan yang berlangsung tidak lebih dari 15 menit antara Terdakwa bersama dengan Sigit Haryo Wibisono dan Antasari Azhar merencanakan suatu skenario besar tentang tindak pidana pembunuhan. Bahwa.-(lima ratus juta) tidak diketahui oleh Terdakwa. Bahwa pertemuan-pertemuan yang terjadi antara Terdakwa dan Sigit Haryo Wibisono beserta dengan Antasari Azhar tidak dalam rangka merencanakan atau mempertimbangkan secara tenang tentang perbuatan pembunuhan berencana terhadap Nasrudin Zulkarnain Iskandar. oleh karena tugas yang diberikan hanyalah untuk mengikuti korban. anjuran Terdakwa terhadap saksi Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo adalah untuk mengikuti korban. oleh karena sedari awal tidak ada kehendak dari Terdakwa nyawa orang lain hilang atau setidaknya tidak ada pengetahuan Terdakwa tentang hilangnya nyawa orang lain. Kemudian.000. serta harus lebih dulu mengadakan pemeriksaan dengan penuh kecermatan dan keseksamaan berdasarkan hati nuraninya. bahwa unsur "dengan sengaja" dan “dengan rencana terlebih dahulu” telah terpenuhi menurut hukum. cermat dan bijak apabila menggunakan alat bukti petunjuk dalam persidangan ini.2. oleh karena secara umum dapat dilihat perbedaan yang sangat tajam antara tugas pembuntutan dibandingkan dengan tugas pembunuhan. Maka dengan demikian perbuatan atau tindakan yang didakwakan kepada Terdakwa tidak terbukti. Berdasarkan fakta tersebut. dalam suatu suasana kejiwaan yang memungkinkan untuk berpikir. Terdakwa hanya menyatakan kepada Sigit Haryo Wibisono tentang kebutuhan dana operasional dan tidak pernah disebutkan jumlah dana operasional tersebut. maka adalah perlu adanya suatu tenggang waktu pendek atau panjang dalam mana dilakukan pertimbangan dan pemikiran yang tenang. Mencari tahu tentang identitas korban saja tidak Terdakwa lakukan. . Tidak ada sebersit-pun dalam pikiran Terdakwa untuk membunuh Nasrudin Zulkarnain Iskandar. mengenai unsur dengan rencana terlebih dahulu (voorbedachteraad/premeditate) dapat di telaah dari Yurisprudensi Putusan Hooge Raad tanggal 22 Maret 1909 yang menyatakan bahwa: Untuk dapat diterimanya suatu “rencana terlebih dahulu”. apabila dilihat dari rentang waktu pertemuan antara ketiganya. Bahwa. apabila diobyektifkan menggunakan pemikiran orang pada umumnya. Lebih lanjut. oleh karena penggunaan alat bukti petunjuk tidak dapat digunakan secara serampangan karena akan berdampak luar biasa bagi Terdakwa.185 K/Pid/1982 tentang penggunaan alat bukti petunjuk kiranya dapat menjadi pedoman bagi Majelis Hakim Yang Mulia dalam memutus perkara. secara nyata Terdakwa tidak memiliki pertimbangan dan pemikiran yang tenang dengan maksud untuk menghilangkan nyawa orang lain.000. Bahwa.500. masyarakat dan dunia hukum. Pelaku tindak pidana harus dapat memperhitungkan makna dan akibat-akibat perbuatannya. Selain itu.

bahwa ternyata unsur “Dengan Sengaja dan Direncanakan Terlebih Dahulu” yang diarahkan pada Terdakwa telah tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. lengkap dan terperinci sebagaimana tersebut diatas. berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan. Bahwa. maka Kami Penasihat Hukum Terdakwa memperoleh kesimpulan sebagai berikut: · Bahwa.Dengan demikian. Dan sejalan dengan azas hukum pidana “geen straf zonder schuld” sebagai salah satu pilar dalam hukum pidana di Indonesia maka Mohon kiranya Majelis Hakim Yang Mulia membebaskan Terdakwa dari segala tuntutan Penuntut Umum. Penuntut Umum melampirkan Putusan Pengadilan Negeri Tangerang yang menjatuhkan pidana terhadap saksi-saksi: Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo. Heri Santosa bin Rasja alias Bagol. Daniel Daen Sabon alias Daniel. dengan mendudukan Terdakwa Kombes (Pol) Drs. dihubungkan dengan surat dakwaan serta tuntutan Penuntut Umum terhadap Terdakwa. Mohon Perhatian Majelis Hakim Yang Mulia. unsur “MENGHILANGKAN JIWA ORANG LAIN” yang diarahkan pada diri Terdakwa turut pula tidak terbukti secara sah dan meyakinkan baik dalam dakwaan maupun dalam requisitor Penuntut Umum. maka demi hukum. unsur “MENGHILANGKAN JIWA ORANG LAIN” yang diarahkan pada diri Terdakwa turut pula tidak terbukti secara sah dan meyakinkan baik dalam dakwaan maupun dalam requisitor Penuntut Umum. Bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi. merupakan suatu grand design yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk memenuhi kepentingan segelintir orang dan bukan untuk penegakan hukum. saksi-saksi di atas telah mengajukan upaya hukum banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Tangerang. Selain itu. Mengenai unsur : “Menghilangkan jiwa orang lain” Bahwa dengan tidak terbuktinya kwalifikasi delik yang melekat pada unsur “BARANG SIAPA” berikutpula. semata-mata hanyalah untuk mempertebal surat Tuntutannya (requisitor) dalam persidangan ini. Hendrikus Kia Walen alias Hendrik. pada unsur “DENGAN SENGAJA DAN DIRENCANAKAN TERLEBIH DAHULU”. saksi ahli. Bahwa. mengada-ada dan dipaksakan untuk diajukan dalam persidangan. karenanya putusan-putusan dimaksud belum memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht van gewisjde) dan tidak dapat dijadikan sebagai rujukan dalam perkara ini. Ad. 3. pada unsur “DENGAN SENGAJA DAN DIRENCANAKAN TERLEBIH DAHULU”. Wiliardi Wizar di depan persidangan ini. Pada kenyataannya. perkara ini merupakan perkara yang direkayasa. PENUTUP KESIMPULAN Majelis Hakim Yang kami hormati Jaksa Penuntut Umum Yang Terhormat Sidang Pengadilan yang mulia. maka demi hukum. Penuntut Umum selayaknya mengetahui Putusan Pengadilan Negeri Tangerang tersebut tidak serta merta menjadikan Terdakwa turut bersalah untuk perbuatan yang tidak dilakukannya. VII. keterangan Terdakwa serta fakta-fakta yang terungkap dipersidangan serta dihubungkan dengan KUHAP. baik dalam dakwaan maupun dalam requisitoir Penuntut Umum. Fransiskus Tadon Kerans alias Amsi. Bahwa dengan tidak terbuktinya kualifikasi delik yang melekat pada unsur “BARANG SIAPA” berikut pula. bukti-bukti. dalam berkas Tuntutan. berdasarkan seluruh fakta-fakta hukum yang telah diuraikan secara jelas. .

· Bahwa. karena hanya majelis hakimlah yang dapat menentukannya dengan bunyi ketukan palu.· Bahwa. Wiliardi Wizar terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menganjurkan dan atau menyuruh melakukan Pembunuhan Berencana terhadap Nasrudin Zulkarnain Iskandar. Kami yakin dan percaya bahwa Majelis Hakim akan menjatuhkan putusan yang adil dan benar berdasarkan fakta hukum dan keyakinannya. Menyatakan Terdakwa Kombes (Pol) Drs.Jaksa Penuntut Umum dengan tanpa syarat untuk mengeluarkan Terdakwa Kombes Pol. Mengembalikan dan menempatkan kembali nama baik dan/atau kedudukan Terdakwa Kombes (Pol) Wiliardi Wizar pada kedudukannya semula. 4. Wiliardi Wizar dari dalam tahanan. 7. 3. supaya berwawancara dahulu dengan hati nuraninya”. Demikianlah Nota Pembelaan atas nama Terdakwa Kombes (Pol) Drs. perkenankanlah kami mengutip definisi keadilan tertua yang dirumuskan oleh para ahli hukum zaman romawi. Menyatakan seluruh dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum terhadap Terdakwa Kombes (Pol) Drs. Memerintahkan sdr. bukanlah didasarkan pada ”kesimpulan” ataupun ”imajinasi” segelintir orang demi tercapainya target tertentu. Wiliardi Wizar kami baca dan sampaikan kepada Majelis Hakim Yang Mulia dalam persidangan . Penuntut Umum dan Persidangan Yang Kami hormati. PERMOHONAN Berdasarkan hal-hal tersebut.berbunyi demikian: “Justitia est constans et perpetua voluntas jus suum cuique tribuendi” yaitu: “Keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya” Selanjutnya Prof. Membebaskan Terdakwa Kombes (Pol) Drs. Membebankan biaya perkara ini pada negara. Majelis hakim Yang Mulia. maka kami Penasihat Hukum dari Terdakwa Kombes (Pol) Drs. Wiliardi Wizar tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan Tindak Pidana sebagaimana dimaksud ketentuan Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 Jo Pasal 340 KUHP. Wiliardi Wizar. Di akhir dari Nota Pembelaan ini.Drs. Wirjono Prodjodikoro. seorang ahli hukum berpesan sebagai berikut: “sebelum memutus perkara. tidak ada satu saksi-pun maupun alat bukti lain yang secara nyata dapat membuktikan Terdakwa Kombes (Pol) Drs. 5. Wiliardi Wizar dari segala dakwaan (vrijspraak) atau setidak-tidaknya melepaskan Terdakwa Kombes (Pol) Wiliardi Wizar dari segala tuntutan hukum (onslag van alle rechtstvervolging). Wiliardi Wizar kepada Majelis Hakim Yang Mulia. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP Jo Pasal 340 KUHP. Wiliardi Wizar memohon kepada Majelis Hakim Yang Mulia untuk memutuskan sebagai berikut : 1. 2.Mr. kami serahkan nasib Terdakwa Kombes (Pol) Drs. Wiliardi Wizar adalah Batal Demi Hukum (nietig). Akhirnya. 6. Menerima dan mengabulkan Nota Pembelaan /Pleidooi Terdakwa Kombes (Pol) Drs. mudah-mudahan ketukan palu tersebut memberikan pertanggung jawaban yang benar demi keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Hukum Acara Pidana mencari kebenaran materiil atau kebenaran sejati.

SANTRAWAN T.272/K/PMT/VII/2009.terhormat ini. SH. MBA. CN. Jakarta. Fotocopy Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya. S.H ERMAN UMAR. 2. Tim Penasihat Hukum.H APOLOS DJARABONGA.M. S. Fotocopy Tanda Kehormatan Satyalancana Jana Utama. PAPARANG. S. Fotocopy Tanda Penghargaan Satyalancana Dwidya Sistha.H. LL. Kamis 28 Januari 2010.H MUHAMMAD MUKHLAS.. M. Fotocopy Surat dari Komnas HAM Indonesia yang ditujukan kepada Kepala Keplosian RI No..H. Fotocopy Tanda Kehormatan Satyalancana Kesetiaan 24 tahun.H FARIDA SULISTYANI. Wiliardi Wizar JUNIMART GIRSANG. MH. 5. S.H CHRISTINE. HOR AGUSMEN GIRSANG.2.. 3. SH.M. 4.H. S. 6. perihal permintaan untuk memenuhi dan menghormati hak asasi manusia tersangka a/n Kombes (Pol) Wiliardi Wizar dan pemberitahuan mengunjungi tersangka. Terdakwa Kombes (Pol) Drs. Terima kasih. Fotocopy Tanda Kehormatan Saytalancana Dharma Nusa. Lampiran : 1.S. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->